Back to announcement
20240628_DGNS_Laporan Informasi dan Fakta Material_31676705_lamp2.pdf
Asset transaction Needs review DGNSSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 39
Page 1
LAPORAN
00775/2.0072-00/BS/05/0022/1/VI/2024
PENDAPAT KEWAJARAN
ATAS RENCANA TRANSAKSI
MENYEWAKAN RUANG KANTOR
OLEH
PT DIAGNOS LABORATORIUM UTAMA TBK
Oleh
KJPP FELIX SUTANDAR DAN REKAN
Certified Business and Assets Appraisers
Page 2
Ref. No.: 00775/2.0072-00/BS/05/0022/1/VI/2024 Jakarta, 26 Juni 2024
Kepada Yth.
Direksi
PT DIAGNOS LABORATORIUM UTAMA TBK
Jl. Teuku Cik Ditiro No. 11
Gondangdia, Menteng
Jakarta Pusat
Perihal : Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Menyewakan Ruang
Kantor
Dengan Hormat,
Menunjuk Surat Penugasan No. 0077/FSR/Spn/FS/0202/2023 tanggal 2 Februari 2023
yang telah disetujui oleh manajemen PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk (“DGNS”
atau “Perseroan”) pada tanggal 18 April 2024 perihal Pendapat Kewajaran atas
Rencana Transaksi Menyewakan Kantor (untuk selanjutnya disebut “Rencana
Transaksi”), maka bersama ini kami sampaikan laporan mengenai Pendapat Kewajaran
tersebut (“Laporan”).
Status Penilai
Pendapat Kewajaran ini dilakukan oleh Penilai Independen yang merupakan Penilai
Publik dan salah satu rekan pada KJPP Felix Sutandar dan Rekan (“KJPP FSR” atau
“Penilai”) dengan kualifikasi sebagai berikut:
Kualifikasi : Properti dan Bisnis
Ijin Penilai : PB-1.08.00022
STTD : STTD.PPB-31/PM.2/2018
MAPPI : 81-S-00017
Dalam mempersiapkan Laporan Pendapat Kewajaran ini, Penilai menjunjung tinggi
integritas, bertindak secara objektif dan tidak memihak serta tidak mempunyai potensi
benturan kepentingan dengan pihak-pihak yang terlibat dengan Rencana Transaksi.
Penilai memiliki kompetensi dalam mempersiapkan Laporan Pendapat Kewajaran ini dan
menjaga kerahasiaan informasi yang diperoleh.
Identitas Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan
Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan dalam hal ini adalah:
Nama : PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk
Bidang usaha : Pelayanan penunjang kesehatan
Alamat : Jl. Teuku Cik Ditiro No. 11, Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat
Email : info@diagnos.co.id
Website : www.diagnos.co.id
Telepon : 021-31931833
Page 3
Proses Penugasan Proses penugasan meliputi: 1. Identifikasi masalah, 2. Pengumpulan data dan wawancara sehubungan dengan Rencana Transaksi, 3. Analisis data dan informasi yang diperoleh, 4. Analisis kewajaran Rencana Transaksi, 5. Penulisan laporan. Ruang Lingkup Maksud dan Tujuan Laporan ini dimaksudkan untuk memberikan Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) atas Rencana Transaksi. Sedangkan tujuan Pendapat Kewajaran sesuai dengan penugasan yang diterima adalah untuk dipergunakan sebagai salah satu bahan dalam rangka keterbukaan informasi sebagaimana diatur dalam Peraturan POJK No..42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan. Asumsi dan Kondisi Pembatas Tanpa mengurangi tanggung jawab kami sebagai Penilai, Pendapat Kewajaran ini dibatasi oleh asumsi dan kondisi pembatas sebagai berikut: 1. Pendapat Kewajaran ini bersifat non-disclaimer opinion. 2. Penilai Bisnis telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang digunakan dalam proses penilaian. 3. Data dan informasi yang diperoleh berasal dari sumber yang dapat dipercaya keakuratannya. 4. Proyeksi keuangan yang digunakan telah disesuaikan dan mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen dengan kemampuan pencapaiannya. 5. Penilai Bisnis bertanggung jawab atas pelaksanaan Penilaian dan kewajaran proyeksi keuangan. 6. Laporan Pendapat Kewajaran ini terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional perusahaan. 7. Penilai Bisnis bertanggung jawab atas Laporan Pendapat Kewajaran dan Kesimpulan Akhir. 8. Penilai Bisnis telah memperoleh informasi atas status hukum Objek Pendapat Kewajaran dari Pemberi Tugas. Alasan dan Latar Belakang Rencana Transaksi PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk (“DGNS” atau “Perseroan”) adalah sebuah perusahaan yang bergerak dalam kegiatan penyediaan pelayanan penunjang kesehatan, seperti laboratorium kesehatan, pusat gambar diagnosis lainnya, laboratorium pemeriksaan darah, gudang farmasi, bank mata, bank darah, bank sperma, bank transplantasi organ dan pelayanan penunjang medik lainnya. Saat ini, Ref. No.: 00775/2.0072-00/BS/05/0022/1/VI/2024 ii
Page 4
Perseroan sedang membangun gedung kantor yang terdiri dari 1 lantai basement dan 8
lantai laboratorium dan kantor. Perseroan bermaksud untuk menyewakan lantai 6 dan
lantai 7 kepada perusahaan induknya yaitu PT Bundamedik Tbk (“BMHS”) untuk
digunakan sebagai kantor pusat (head office). Dengan disewakannya 2 lantai dari
gedung kantor tersebut, diharapkan Perseroan memperoleh tambahan pendapatan lain-
lain berupa pendapatan sewa yang pada akhirnya akan meningkatkan laba bersih
Perseroan secara keseluruhan.
Obyek Pendapat Kewajaran
Obyek Pendapat Kewajaran adalah Rencana Transaksi Menyewakan Ruang Kantor yaitu
lantai 6 dan lantai 7 dengan total luas 680 m2 yang berlokasi di Jl. Teuku Cik Ditiro No.
11, Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat. Tanah dan bangunan berupa gedung kantor
tersebut memiliki sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) dengan No. 01579.
Tanggal Pendapat Kewajaran
Tanggal (cut-off date) dari Pendapat Kewajaran ini adalah 31 Desember 2023
(“Tanggal Pendapat Kewajaran”). Tanggal Pendapat Kewajaran dipilih atas dasar
pertimbangan kepentingan dan ketersediaan data dalam rangka analisa kewajaran
Rencana Transaksi dimaksud.
Mata Uang yang Digunakan
Jenis mata uang yang digunakan dalam laporan Penilaian ini adalah Rupiah.
Tingkat Kedalaman Investigasi
Investigasi yang dilakukan Penilai merupakan proses pengumpulan data dengan cara
inspeksi, penelaahan, penghitungan, dan analisis. Dalam melakukan penilaian ini, kami
telah melakukan wawancara dengan manajemen Perseroan.
Penyusunan Penilaian ini berdasarkan informasi dan data yang diberikan oleh
Manajemen Perseroan yang kami anggap adalah benar, lengkap, dapat diandalkan serta
tidak menyesatkan. Penilai tidak melakukan audit ataupun uji tuntas secara mendetail
atas informasi maupun data-data yang diberikan oleh Manajemen baik secara lisan
maupun tulisan, dan oleh karena itu kami tidak bertanggungjawab atas kebenaran dan
kelengkapan dari informasi atau data tersebut.
Sifat dan Sumber Informasi yang Dapat Diandalkan
Informasi yang diperoleh berupa:
- Data dan dokumen dari Manajemen Perseroan.
- Data dan keterangan yang diperoleh secara lisan maupun tulisan melalui komunikasi
dengan manajemen.
- Berbagai data dan publikasi yang tersedia secara umum baik berdasarkan media
cetak maupun elektronik, seperti website Damodaran, Kontan, Bank Indonesia,
website Pemerintah maupun Asosiasi yang relevan dengan penugasan penilaian.
Ref. No.: 00775/2.0072-00/BS/05/0022/1/VI/2024 iii
Page 5
Informasi, perkiraan dan pendapat yang kami peroleh dari berbagai sumber, kami anggap merupakan informasi yang dapat dipercaya kebenarannya dan tidak mengandung unsur-unsur yang dengan sengaja disembunyikan. Persyaratan atas Persetujuan Publikasi Laporan ini bersifat terbuka untuk publik, namun demikian publikasi atas sebagian atau keseluruhan dari laporan harus mendapatkan persetujuan dari manajemen Perseroan mengingat kemungkinan adanya informasi yang bersifat rahasia dan dapat mempengaruhi kompetisi dan operasional Perseroan. Kami tidak bertanggung jawab atas kerugian yang ditimbulkan atas publikasi tersebut. Pedoman dan Standar Penilaian Dasar pedoman pelaksanaan dan standar penilaian yang Penilai gunakan adalah: 1. Kode Etik Penilai Indonesia dan Standar Penilaian Indonesia (KEPI & SPI) Edisi VII 2018 dan Edisi Revisi SPI 300, SPI 310, SPI 320, SPI 330 Tahun 2020 yang dikeluarkan oleh Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI); 2. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 35/POJK.04/2020 Tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal; 3. Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan (SEOJK) Nomor 17/SEOJK.04/2020 Tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal. Pendekatan dan Prosedur Penilaian Dalam menganalisis kewajaran Rencana Transaksi, kami melakukan prosedur analisis sebagai berikut: 1. Analisis transaksi; 2. Analisis kualitatif dan kuantitatif atas Rencana Transaksi; 3. Analisis atas kewajaran nilai transaksi; dan 4. Analisis atas faktor lain yang relevan. Analisis Kewajaran Rencana Transaksi 1. Rencana Transaksi adalah Perseroan akan menyewakan ruang kantor kepada BMHS yaitu di lantai 6 dan lantai 7 dengan total luas 680 m2 yang berlokasi di Jl. Teuku Cik Ditiro No. 11, Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat. 2. Kontribusi nilai tambah terhadap Perseroan berupa perolehan pendapatan sewa dan pendapatan service charge sehingga memberikan tambahan laba bersih sebesar Rp.709,9 juta pada tahun 2024 hingga Rp 1,5 miliar pada tahun 2028. 3. Berdasarkan hasil Kajian Harga Sewa yang dilakukan oleh Penilai Properti KJPP Felix Sutandar dan Rekan, total harga sewa dan biaya layanan atas ruang kantor tersebut adalah sebesar Rp.1.398.000.000 per tahun sedangkan saat ini Perseroan menyewakan ruang kantor kepada BMHS dengan harga sewa dan biaya layanan sebesar Rp 1.419.840.000 per tahun, atau 1,6% lebih tinggi dibandingkan dengan hasil Kajian Harga Sewa, yang berarti batas atas dan batas bawah pada kisaran nilai tidak melebihi 7,5% atau berada dalam kisaran harga yang wajar. Ref. No.: 00775/2.0072-00/BS/05/0022/1/VI/2024 iv
Page 6
Kesimpulan Berdasarkan analisis kewajaran Rencana Transaksi sebagaimana diuraikan dalam laporan ini, kami berpendapat bahwa Rencana Transaksi Menyewakan Ruang Kantor yang dilakukan oleh PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk adalah wajar. Hormat kami, KJPP Felix Sutandar dan Rekan Felix Sutandar, MSc Pemimpin Rekan Kualifikasi : Properti dan Bisnis Ijin Penilai : PB-1.08.00022 STTD : STTD.PPB-31/PJ-1/PM.02/2023 MAPPI : 81-S-00017 Pendapat Kewajaran ini ditujukan untuk kepentingan Direksi Perseroan dalam kaitannya dengan Rencana Transaksi, tidak untuk digunakan oleh pihak lain. Pendapat Kewajaran ini hanya merupakan salah satu bahan pertimbangan kepada pemegang saham untuk mengetahui kewajaran dari Rencana Transaksi. Pendapat Kewajaran ini harus dipandang sebagai satu kesatuan, penggunaan sebagian dari analisis dan informasi, tanpa mempertimbangkan isi Pendapat Kewajaran ini secara keseluruhan dapat menyebabkan pandangan yang menyesatkan atas proses yang mendasari Pendapat Kewajaran ini. Pendapat Kewajaran ini tidak sah apabila tidak dibubuhi tanda tangan yang berwenang dan stempel dari KJPP Felix Sutandar dan Rekan. Ref. No.: 00775/2.0072-00/BS/05/0022/1/VI/2024 v
Page 7
DAFTAR ISI
SURAT PENGANTAR ............................................................................................ i
DAFTAR ISI...................................................................................................... vi
DAFTAR TABEL ................................................................................................ vii
DAFTAR GAMBAR ............................................................................................ viii
TIM PENYUSUN ................................................................................................. ix
1. PENDAHULUAN .............................................................................................. 1
1.1 Identifikasi Status Penilai .......................................................................... 1
1.2 Identitas Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan .......................................... 1
1.3 Maksud dan Tujuan .................................................................................. 1
1.4 Asumsi dan Kondisi Pembatas ................................................................... 1
1.5 Alasan dan Latar Belakang Rencana Transaksi ............................................. 2
1.6 Obyek Pendapat Kewajaran ....................................................................... 2
1.7 Tanggal Pendapat Kewajaran .................................................................... 2
1.8 Mata Uang yang Digunakan....................................................................... 2
1.9 Tingkat Kedalaman Investigasi .................................................................. 3
1.10 Sifat dan Sumber Informasi yang Dapat Diandalkan ................................... 3
1.11 Pedoman dan Standar Penilaian ............................................................... 3
1.12 Keterangan Rencana Transaksi dan Benturan Kepentingan ......................... 3
1.13 Dampak Keuangan ................................................................................. 4
1.14 Sumber Data ......................................................................................... 4
1.15 Pendekatan dan Prosedur Penilaian .......................................................... 5
2. PIHAK-PIHAK YANG TERKAIT DENGAN TRANSAKSI ............................................ 6
2.1 PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk (“DGNS” atau “Perseroan”) ................... 6
2.1.1 Pendirian dan Informasi Umum.............................................................. 6
2.1.2 Pemegang Saham ................................................................................ 6
2.1.3 Susunan Manajemen ............................................................................ 7
2.1.4 Kegiatan Usaha ................................................................................... 7
2.1.5 Perijinan ............................................................................................. 7
2.2 PT Bundamedik Tbk (“BMHS”) ................................................................... 7
2.2.1 Pendirian dan Informasi Umum.............................................................. 7
2.2.2 Pemegang Saham ................................................................................ 8
2.2.3 Susunan Manajemen ............................................................................ 8
2.2.4 Kegiatan Usaha ................................................................................... 8
2.2.5 Perijinan ............................................................................................. 8
3. ANALISIS DAN PENDAPAT KEWAJARAN ........................................................... 10
3.1 Analisis Transaksi .................................................................................. 10
3.2 Analisis Kualitatif atas Rencana Transaksi ................................................. 11
3.3 Analisis Kuantitatif atas Rencana Transaksi ............................................... 16
3.4 Analisis Manfaat dan Risiko Rencana Transaksi .......................................... 28
3.5 Analisis Kewajaran Rencana Transaksi ...................................................... 29
3.6 Kesimpulan ........................................................................................... 29
Ref. No.: 00775/2.0072-00/BS/05/0022/1/VI/2024
Page 8
DAFTAR TABEL Tabel 1 : Daftar Pemegang Saham DGNS ............................................................. 6 Tabel 2 : Daftar Pemegang Saham BMHS ............................................................. 8 Tabel 3 : Rincian Persamaan Susunan Pemegang Saham DGNS dan BMHS .............. 10 Tabel 4: Sumber Daya Manusia per 31 Desember 2023 ......................................... 13 Tabel 5 : Posisi Keuangan Perseroan Tahun 2019 - 2023 ....................................... 16 Tabel 6 : Laporan Laba-Rugi Perseroan Tahun 2019 – 2023 ................................... 17 Tabel 7 : Laporan Arus Kas Perseroan Tahun 2019 - 2023 .................................... 18 Tabel 8 : Rasio Keuangan Perseroan Tahun 2019 - 2023 ....................................... 19 Tabel 9 : Posisi Keuangan Perseroan Sebelum dan Setelah Rencana Transaksi ......... 21 Tabel 10 : Laba Rugi Perseroan Sebelum dan Setelah Rencana Transaksi ................ 22 Tabel 11 : Proyeksi Posisi Keuangan Perseroan Dengan Rencana Transaksi .............. 23 Tabel 12 : Proyeksi Laba Rugi Perseroan Dengan Rencana Transaksi....................... 23 Tabel 13 : Proyeksi Arus Kas Perseroan Dengan Rencana Transaksi ........................ 24 Tabel 14 : Proyeksi Rasio Perseroan Dengan Rencana Transaksi ............................. 24 Tabel 15 : Proyeksi Posisi Keuangan Perseroan Tanpa Rencana Transaksi ................ 25 Tabel 16 : Proyeksi Laba Rugi Perseroan Tanpa Rencana Transaksi ......................... 25 Tabel 17 : Proyeksi Arus Kas Perseroan Tanpa Rencana Transaksi .......................... 26 Tabel 18 : Proyeksi Rasio Perseroan Tanpa Rencana Transaksi ............................... 26 Tabel 19 : Proyeksi Pendapatan (Beban) Lain-lain ................................................ 27 Tabel 20 : Proyeksi Laba Bersih Dengan dan Tanpa Rencana Transaksi ................... 27 Tabel 21 : Proyeksi Kontribusi Nilai Tambah ......................................................... 28 Ref. No.: 00775/2.0072-00/BS/05/0022/1/VI/2024 i
Page 9
DAFTAR GAMBAR Gambar 1 : Struktur Organisasi per 31 Desember 2023 ....................................... 14 Ref. No.: 00775/2.0072-00/BS/05/0022/1/VI/2024 viii
Page 10
TIM PENYUSUN
Tim penyusun dari Laporan Pendapat Kewajaran ini adalah:
Keterangan Tanda Tangan
Penilai Berijin
Nama : Felix Sutandar, M.Sc
Kualifikasi : Properti dan Bisnis
Ijin Penilai : PB-1.08.00022
STTD : STTD.PPB-31/PJ-1/PM.02/2023
No. MAPPI : 81-S-00017
No. Register : RMK-2017.00022
Reviewer
Nama : Natalia Goysal, SE
No. MAPPI : 10-S-02509
No. Register : RMK-2017.00307
Pelaksana Penilai
Nama : Symphony Sonata, SE
No. MAPPI : 16-T-07047
No. Register : RMK-2019.03050
Ref. No.: 00775/2.0072-00/BS/05/0022/1/VI/2024 ix
Page 11
1. PENDAHULUAN
1.1 Identifikasi Status Penilai
Pendapat Kewajaran ini disusun oleh Tim Penilai Independen dari KJPP Felix Sutandar
dan Rekan. Buku Laporan Pendapat Kewajaran ini ditandatangani oleh:
- Felix Sutandar, MSc (MAPPI No. 81-S-00017; PB-1.08.00022; STTD.PPB-31/PJ-
1/PM.2/2023) sebagai Penilai Berizin.
- Natalia Goysal (MAPPI No. 10-S-02509; P.1-12.00347) sebagai Reviewer.
- Symphony Sonata (MAPPI No. 16-T-07047; Register No. RMK-2019.03050) sebagai
Pelaksana Penilai.
Dalam mempersiapkan Laporan Pendapat Kewajaran ini, Penilai menjunjung tinggi
integritas, bertindak secara objektif dan tidak memihak serta tidak mempunyai potensi
benturan kepentingan dengan pihak-pihak yang terlibat dengan Rencana Transaksi.
Penilai memiliki kompetensi dalam mempersiapkan Laporan Pendapat Kewajaran ini dan
menjaga kerahasiaan informasi yang diperoleh.
1.2 Identitas Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan
Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan dalam hal ini adalah:
Nama : PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk
Bidang usaha : Pelayanan penunjang kesehatan
Alamat : Jl. Teuku Cik Ditiro No. 11, Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat
Email : corsec@diagnos.co.id
Website : www.diagnos.co.id
Telepon : 021-31931833
1.3 Maksud dan Tujuan
Laporan ini dimaksudkan untuk memberikan Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion)
atas Rencana Transaksi. Sedangkan tujuan Pendapat Kewajaran sesuai dengan
penugasan yang diterima adalah untuk dipergunakan sebagai salah satu bahan dalam
rangka keterbukaan informasi sebagaimana diatur dalam Peraturan POJK
No..42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan.
1.4 Asumsi dan Kondisi Pembatas
Tanpa mengurangi tanggung jawab kami sebagai Penilai, Pendapat Kewajaran ini
dibatasi oleh asumsi dan kondisi pembatas sebagai berikut:
1. Pendapat Kewajaran ini bersifat non-disclaimer opinion.
2. Penilai Bisnis telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang digunakan
dalam proses penilaian.
3. Data dan informasi yang diperoleh berasal dari sumber yang dapat dipercaya
keakuratannya.
Ref. No.: 00775/2.0072-00/BS/05/0022/1/VI/2024 1
Page 12
4. Proyeksi keuangan yang digunakan telah disesuaikan dan mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen dengan kemampuan pencapaiannya. 5. Penilai Bisnis bertanggung jawab atas pelaksanaan Penilaian dan kewajaran proyeksi keuangan. 6. Laporan Pendapat Kewajaran ini terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional perusahaan. 7. Penilai Bisnis bertanggung jawab atas Laporan Pendapat Kewajaran dan Kesimpulan Akhir. 8. Penilai Bisnis telah memperoleh informasi atas status hukum Objek Pendapat Kewajaran dari Pemberi Tugas. 1.5 Alasan dan Latar Belakang Rencana Transaksi PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk (“DGNS” atau “Perseroan”) adalah sebuah perusahaan yang bergerak dalam kegiatan penyediaan pelayanan penunjang kesehatan, seperti laboratorium kesehatan, pusat gambar diagnosis lainnya, laboratorium pemeriksaan darah, gudang farmasi, bank mata, bank darah, bank sperma, bank transplantasi organ dan pelayanan penunjang medik lainnya. Saat ini, Perseroan sedang membangun gedung kantor yang terdiri dari 1 lantai basement dan 8 lantai laboratorium dan kantor. Perseroan bermaksud untuk menyewakan lantai 6 dan lantai 7 kepada perusahaan induknya yaitu PT Bundamedik Tbk (“BMHS”) untuk digunakan sebagai kantor pusat (head office). Dengan disewakannya 2 lantai dari gedung kantor tersebut, diharapkan Perseroan memperoleh tambahan pendapatan lain-lain berupa pendapatan sewa yang pada akhirnya akan meningkatkan laba bersih Perseroan secara keseluruhan. 1.6 Obyek Pendapat Kewajaran Obyek Pendapat Kewajaran adalah Rencana Transaksi Sewa Menyewa Kantor yaitu lantai 6 dan lantai 7 dengan total luas 680 m2 yang berlokasi di Jl. Teuku Cik Ditiro No. 11, Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat. Tanah dan bangunan berupa gedung kantor tersebut memiliki sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) dengan No. 01579. 1.7 Tanggal Pendapat Kewajaran Tanggal (cut-off date) dari Pendapat Kewajaran ini adalah 31 Desember 2023 (“Tanggal Pendapat Kewajaran”). Tanggal Pendapat Kewajaran dipilih atas dasar pertimbangan kepentingan dan ketersediaan data dalam rangka analisa kewajaran Rencana Transaksi dimaksud. 1.8 Mata Uang yang Digunakan Jenis mata uang yang digunakan dalam laporan Penilaian ini adalah Rupiah. Ref. No.: 00775/2.0072-00/BS/05/0022/1/VI/2024 2
Page 13
1.9 Tingkat Kedalaman Investigasi
Investigasi yang dilakukan Penilai merupakan proses pengumpulan data dengan cara
inspeksi, penelaahan, penghitungan, dan analisis. Dalam melakukan penilaian ini, kami
telah melakukan wawancara dengan manajemen Perseroan.
Penyusunan Penilaian ini berdasarkan informasi dan data yang diberikan oleh
Manajemen Perseroan yang kami anggap adalah benar, lengkap, dapat diandalkan serta
tidak menyesatkan. Penilai tidak melakukan audit ataupun uji tuntas secara mendetail
atas informasi maupun data-data yang diberikan oleh Manajemen baik secara lisan
maupun tulisan, dan oleh karena itu kami tidak bertanggungjawab atas kebenaran dan
kelengkapan dari informasi atau data tersebut.
1.10 Sifat dan Sumber Informasi yang Dapat Diandalkan
Informasi yang diperoleh berupa:
- Data dan dokumen dari Manajemen Perseroan.
- Data dan keterangan yang diperoleh secara lisan melalui komunikasi dengan
manajemen
- Berbagai data dan publikasi yang tersedia secara umum baik berdasarkan media
cetak maupun elektronik, seperti website Damodaran, Kontan, Bank Indonesia,
website Pemerintah maupun Asosiasi yang relevan dengan penugasan penilaian.
Informasi, perkiraan dan pendapat yang kami peroleh dari berbagai sumber, kami
anggap merupakan informasi yang dapat dipercaya kebenarannya, oleh karenanya kami
tidak melakukan pengecekan lebih lanjut. Bilamana di kemudian hari diketahui ada
informasi yang tidak benar yang diberikan kepada kami, maka kami tidak dapat diminta
pertanggungjawabannya.
1.11 Pedoman dan Standar Penilaian
Dasar pedoman pelaksanaan dan standar penilaian yang Penilai gunakan adalah:
1. Kode Etik Penilai Indonesia dan Standar Penilaian Indonesia (KEPI & SPI) Edisi VII
2018 dan Edisi Revisi SPI 300, SPI 310, SPI 320, SPI 330 Tahun 2020 yang
dikeluarkan oleh Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI);
2. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 35/POJK.04/2020 Tentang
Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal;
3. Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan (SEOJK) Nomor 17/SEOJK.04/2020 Tentang
Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal.
1.12 Keterangan Rencana Transaksi dan Benturan Kepentingan
Rencana Transaksi merupakan transaksi afiliasi sebagaimana dimaksud dalam POJK No.
42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan.
Namun sesuai dengan Surat Pernyataan Manajemen Perseroan, Rencana Transaksi
dimaksud bukan merupakan transaksi yang mengandung benturan kepentingan.
Ref. No.: 00775/2.0072-00/BS/05/0022/1/VI/2024 3
Page 14
1.13 Dampak Keuangan
Dengan dilakukannya Rencana Transaksi, maka per 31 Desember 2023, Perseroan
mencatat:
• Penerimaan kas dan bank sebesar Rp 9,3 miliar
• Penambahan pajak dibayar di muka sebesar Rp 918,0 juta
• Penambahan utang pajak sebesar Rp 1,0 miliar, dan
• Pembayaran uang muka sewa sebesar Rp 9,2 miliar.
1.14 Sumber Data
Dalam memberikan pendapat kewajaran ini kami telah melaksanakan prosedur yang
mencakup pengkategorian, pengkorelasian, pengecekan validitas dan penelaahan data
dan informasi berikut:
1. Laporan Keuangan DGNS untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
2023 yang telah diaudit oleh Akuntan Publik Susanto Bong dari Kantor Akuntan
Publik Tanubrata Sutanto Fahmi Bambang & Rekan dalam Laporan Nomor
00008/3.0423/AU.1/10/1042-2/1/III/2024 tanggal 27 Februari 2024 dengan opini
wajar, dalam semua hal yang material.
2. Laporan Keuangan DGNS untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
2022 yang telah diaudit oleh Akuntan Publik Maradona Manurung dari Kantor
Akuntan Publik Tanubrata Sutanto Fahmi Bambang & Rekan dalam Laporan Nomor
00030/3.0423/AU.1/10/1836-1/1/III/2023 tanggal 29 Maret 2023 dengan opini
wajar, dalam semua hal yang material.
3. Laporan Keuangan DGNS untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
2021 yang telah diaudit oleh Akuntan Publik Susanto Bong dari Kantor Akuntan
Publik Tanubrata Sutanto Fahmi Bambang & Rekan dalam Laporan Nomor
00032/3.0423/AU.1/10/1042-1/1/III/2022 tanggal 28 Maret 2022 dengan opini
wajar, dalam semua hal yang material.
4. Laporan Keuangan DGNS untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
2020 yang telah diaudit oleh Akuntan Publik Tjahjo Dahono dari Kantor Akuntan
Publik Kosasih, Nurdiyaman, Mulyadi, Tjahjo & Rekan dalam Laporan Nomor
00158/2.1051/AU.1/10/0518-1/1/III/2021 tanggal 22 Maret 2021 dengan opini
wajar, dalam semua hal yang material.
5. Laporan Keuangan DGNS untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
2019 yang telah diaudit oleh Akuntan Publik Tjahjo Dahono dari Kantor Akuntan
Publik Kosasih, Nurdiyaman, Mulyadi, Tjahjo & Rekan dalam Laporan Nomor
01274/2.1051/AU.1/02/0518-10/1/XII/2020 tanggal 10 Desember 2020 dengan
opini wajar, dalam semua hal yang material.
6. Proyeksi keuangan DGNS untuk periode 5 tahun ke depan Dengan dan Tanpa
dilakukannya Rencana Transaksi yang disiapkan oleh Manajemen Perseroan.
7. Laporan Penilaian Sewa Bangunan yang telah dilakukan oleh Penilai Publik Felix
Sutandar dari Kantor Jasa Penilai Publik Felix Sutandar dan Rekan dengan Nomor
00701/2.0072-00/PI/05/0022/1/VI/2024 tanggal 11 Juni 2024.
8. Salinan Akta pendirian, perubahan dan perizinan yang terkait DGNS.
9. Salinan draft Surat Perjanjian Sewa Menyewa antara DGNS dan BMHS.
Ref. No.: 00775/2.0072-00/BS/05/0022/1/VI/2024 4
Page 15
10. Hasil wawancara dengan pihak internal manajemen Perseroan yang diwakilkan oleh
Bapak Fergus Richard selaku Direktur Perseroan dan tim mengenai alasan, latar
belakang dan hal-hal lainnya terkait dengan Rencana Transaksi.
11. Informasi lain dari pihak manajemen Perseroan dan pihak-pihak lain yang relevan
dalam rangka penugasan ini.
1.15 Pendekatan dan Prosedur Penilaian
Dalam menganalisis kewajaran Rencana Transaksi, kami melakukan prosedur analisa
sebagai berikut:
1. Analisis Transaksi;
2. Analisis kualitatif dan kuantitatif atas Rencana Transaksi;
3. Analisis atas kewajaran nilai Transaksi; dan
4. Analisis atas faktor lain yang relevan.
Ref. No.: 00775/2.0072-00/BS/05/0022/1/VI/2024 5
Page 16
2. PIHAK-PIHAK YANG TERKAIT DENGAN TRANSAKSI
Para pihak yang terlibat dalam Rencana Transaksi adalah:
1) PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk adalah perusahaan publik yang berkedudukan
di Jakarta, beralamat di Gedung Graha Anam, Jl. Teuku Cik Ditiro No. 11A,
Gondangdia, Menteng, yang dalam Rencana Transaksi ini bertindak sebagai Pihak
Yang Menyewakan.
2) PT Bundamedik Tbk adalah perusahaan publik yang berkedudukan di Jakarta
beralamat di Jalan Teuku Cik Ditiro No. 28, Menteng, yang dalam Rencana Transaksi
ini bertindak sebagai Pihak Penyewa.
2.1 PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk (“DGNS” atau “Perseroan”)
2.1.1 Pendirian dan Informasi Umum
PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk didirikan di Republik Indonesia pada tanggal 29
Agustus 2007 dalam rangka Undang-Undang Penanaman Modal Dalam Negeri No. 6
Tahun 1968 berdasarkan Akta No. 17 tanggal 29 Agustus 2007, dari Martinef, S.H.,
M.Si., Notaris di Bekasi. Akta pendirian tersebut telah disahkan oleh Menteri Hukum dan
Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. C-02387 HT.01.01-
TH.2007 Tahun 2007 tanggal 6 November 2007.
Anggaran dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan
Akta No. 34 tanggal 19 Juni 2023 dari Rahayu Ningsih, S.H., Notaris di Jakarta Selatan,
mengenai Perubahan Pasal 17 Anggaran Dasar Perseroan tentang Rencana Kerja Tahun
buku dan Laporan Tahunan. Perubahan ini telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak
Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-AH.01.03-0084623
tanggal 27 Juni 2023.
2.1.2 Pemegang Saham
Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Para Pemegang Saham No. 02 tanggal 10
Maret 2021 dari Rahayu Ningsih, S.H. Notaris di Jakarta, para pemegang saham
menyatakan dan memutuskan peningkatan modal ditempatkan dan disetor dari Rp
25.000.000.000 atau 1.000.000.000 saham menjadi Rp 31.250.000.000 atau
1.250.000.000 saham melalui penerimaan dari Penawaran Umum Perdana sebesar Rp
6.250.000.000 atau 250.000.000 saham.
Tabel 1 : Daftar Pemegang Saham DGNS
Kepemilikan
No Nama Pemegang Saham Jumlah Saham Jumlah (Rp)
(%)
1. PT Bundamedik Tbk 515.000.000 41,20 12.875.000.000
2. PT Bunda Investama Indonesia 485.000.000 38,80 12.125.000.000
3. Masyarakat 250.000.000 20,00 6.250.000.000
Jumlah 1.250.000.000 100,0 31.250.000.000
Ref. No.: 00775/2.0072-00/BS/05/0022/1/VI/2024 6
Page 17
2.1.3 Susunan Manajemen Per 31 Desember 2023, susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan adalah sebagai berikut: Dewan Komisaris Komisaris Utama : Ivan Rizal Sini Komisaris : Nurhadi Yudiantho Komisaris Independen : Martinus Eliatulo Zega Direksi Direktur Utama : Mesha Rizal Sini Direktur : Renobulan Rizal Sini Direktur : Dennis Jacobus Direktur : Dilly Dwiasri Direktur : Fergus Richard 2.1.4 Kegiatan Usaha Berdasarkan Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup Perusahaan bergerak dalam menyediakan pelayanan penunjang kesehatan, seperti laboratorium kesehatan, pusat gambar diagnosis lainnya, laboratorium pemeriksaan darah, gudang farmasi, bank mata, bank darah bank sperma, bank transplantasi organ dan pelayanan penunjang medik lainnya. Serta sejak Juli 2022, Perusahaan juga bergerak dalam menyediakan aktivitas klinik swasta. Perusahaan berkedudukan di Gedung Graha Anam Jalan Teuku Cik Ditiro No. 11A, Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat dengan 5 kantor cabang yang didukung oleh 27 outlet berlokasi di Jakarta, Depok, Denpasar, Padang, Makassar dan Batam. Entitas induk terakhir Perusahaan adalah PT.Bunda Investama Indonesia. Perusahaan mulai beroperasi secara komersial sejak tahun 2008. 2.1.5 Perijinan Perijinan yang telah dimiliki Perseroan antara lain adalah sebagai berikut: 1. Nomor Induk Berusaha (“NIB”) dengan No. 8120210193803 yang diterbitkan oleh sistem Online Single Submission (OSS) Pemerintah Republik Indonesia. 2. Nomor Pokok Wajib Pajak No. 02.492.628.9-076.000. 2.2 PT Bundamedik Tbk (“BMHS”) 2.2.1 Pendirian dan Informasi Umum PT Bundamedik Tbk didirikan pada tanggal 13 April 1978 berdasarkan Akta No. 21 dari notaris Adlan Yulizar, S.H. Akta pendirian tersebut telah mendapatkan pengesahan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. Y.A.5/160/18 tanggal 28 September 1978. Anggaran Dasar Perusahaan mengalami perubahan terakhir dengan Akta No. 71 tanggal 7 Desember 2023 dari Jose Dima Satria, S.H. M.Kn., notaris di Jakarta, mengenai perubahan susunan Dewan Komisaris dan Dewan Direksi. Perubahan Akta tersebut telah diterima dan dicatat di dalam Sistem Administrasi Badan Hukum Kementrian Hukum Ref. No.: 00775/2.0072-00/BS/05/0022/1/VI/2024 7
Page 18
dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Penerimaan Pemberitahuan
No. AHU-AH.01.09-0196559 tanggal 15 Desember 2023.
2.2.2 Pemegang Saham
Per 31 Desember 2023, susunan pemegang saham Perseroan adalah sebagai berikut:
Tabel 2 : Daftar Pemegang Saham BMHS
Kepemilikan
No Nama Pemegang Saham Jumlah Saham Jumlah (Rp)
(%)
1. PT Bunda Investama Indonesia 4.935.430.900 57,37 98.708.618.000
Komisaris dan Direksi : 421.416.176 4,90 8.428.323.520
2. Dr Ivan Rizal Sini, SpOG 278.600.000 3,24 5.572.000.000
3. Ir. Mesha Rizal Sini, M. Eng. Sc 278.600.000 3,24 5.572.000.000
4. Rito Alam Rizal Sini, S.E 278.600.000 3,24 5.572.000.000
5. Renobulan Rizal Sini Suheimi, S.Psi. 207.786.000 2,42 4.155.720.000
6. Ietje Ika S. Rizal Sini 157.865.000 1,83 3.157.300.000
7. Masyarakat (masing-masing <1%) 2.466.534.276 28,66 49.330.685.520
Jumlah 8.603.416.176 100,000 172.068.323.520
2.2.3 Susunan Manajemen
Per 31 Desember 2023, susunan Dewan Komisaris dan Direksi BMHS adalah sebagai
berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Ivan Rizal Sini
Wakil Komisaris Utama : Wishnutama Kusubandio
Komisaris : Rito Alam Rizal Sini
Komisaris : Sunata Tjiterosampurno
Komisaris Independen : Chairul Radjab Nasution
Komisaris Independen : Wishnutama Kusubandio
Direksi
Direktur Utama : Mesha Rizal Sini
Direktur : Nurhadi Yudiyantho
Direktur : Tedy Homogin
Direktur : Emilia Rouli
Direktur : Cuncun M. Wijaya Wibowo
2.2.4 Kegiatan Usaha
Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, kegiatan utama Perusahaan adalah
dalam bidang pengelolaan rumah sakit. Perusahaan memulai kegiatan operasi
komersialnya pada tahun 1978. Entitas induk Perusahaan dan entitas induk terakhir
dalam Grup adalah PT Bunda Investama Indonesia.
2.2.5 Perijinan
Perijinan yang telah dimiliki Perseroan antara lain adalah sebagai berikut:
Ref. No.: 00775/2.0072-00/BS/05/0022/1/VI/2024 8
Page 19
1. Nomor Induk Berusaha (“NIB”) dengan No. 8120019160174 yang diterbitkan oleh sistem Online Single Submission (OSS) Pemerintah Republik Indonesia. 2. Nomor Pokok Wajib Pajak No. 01.314.856.4-073.000. Ref. No.: 00775/2.0072-00/BS/05/0022/1/VI/2024 9
Page 20
3. ANALISIS DAN PENDAPAT KEWAJARAN
3.1 Analisis Transaksi
3.1.1 Transaksi Afiliasi
Berdasarkan POJK No. 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi
Benturan Kepentingan;
- Transaksi Afiliasi adalah setiap aktivitas dan/atau transaksi yang dilakukan oleh
perusahaan terbuka atau perusahaan terkendali dengan Afiliasi dari perusahaan
terbuka atau Afiliasi dari anggota direksi, anggota dewan komisaris, pemegang
saham utama, atau Pengendali, termasuk setiap aktivitas dan/atau transaksi yang
dilakukan oleh perusahaan terbuka atau perusahaan terkendali untuk kepentingan
Afiliasi dari perusahaan terbuka atau Afiliasi dari anggota direksi, anggota dewan
komisaris, pemegang saham utama, atau Pengendali.
- Transaksi Benturan Kepentingan adalah transaksi yang dilakukan oleh perusahaan
terbuka atau perusahaan terkendali dengan setiap pihak, baik dengan Afiliasi maupun
pihak selain Afiliasi yang mengandung benturan kepentingan.
Transaksi Sewa Menyewa oleh Perseroan akan dilakukan dengan BMHS, dimana BMHS
merupakan salah satu pemegang saham Perseroan dengan kepemilikan sebesar
41,20%. Selain itu, terdapat kesamaan anggota manajemen yaitu sebagai berikut:
Tabel 3 : Rincian Persamaan Susunan Pemegang Saham DGNS dan BMHS
Per 31 Desember 2023
Nama DGNS BMHS
Ivan Rizal Sini Komisaris Utama Komisaris Utama
Nurhadi Yudiantho Komisaris Direktur
Mesha Rizal Sini Direktur Utama Direktur Utama
Dengan demikian Rencana Transaksi antara DGNS dengan BMHS merupakan Transaksi
Afiliasi sesuai dengan POJK No. 42/POJK.04/2020, akan tetapi berdasarkan Surat
Pernyataan Manajemen Perseroan bahwa Rencana Transaksi bukan merupakan
Transaksi Benturan Kepentingan.
3.1.2 Perjanjian dan Persyaratan yang Disepakati Dalam Rencana Transaksi
Berdasarkan draft Perjanjian Sewa Menyewa No. 021-PKS/CORSEC/DGNS/VI/2024
dengan pokok-pokok perjanjian atas Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:
Yang Menyewakan : PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk
Penyewa : PT Bundamedik Tbk
Objek Sewa : Ruang Kantor Lantai 6 dan 7
Lokasi : Jalan Teuku Cik Ditiro No. 11 Menteng Jakarta
Pusat
Luas : 680 m²
Sertifikat : SHGB No.01579
Ref. No.: 00775/2.0072-00/BS/05/0022/1/VI/2024 10
Page 21
Jangka Waktu : 1 Juli 2024 - 30 Juni 2033
Biaya Sewa & Service Charge : Rp 125.000 /m2/bulan
Biaya Service Charge : Rp 49.000 /m2/bulan dan meningkat 3% per
tahun pada tahun 1-5 kemudian flat pada tahun
6-9.
Cara pembayaran
- Pihak Penyewa membayarkan biaya sewa untuk 9 tahun di muka, yaitu sebesar
Rp 9.180.000.000 + PPN.
- Pembayaran biaya service charge wajib dilakukan oleh Pihak Penyewa setiap bulan
selambat-lambatnya pada hari ke-14 (empat belas) setiap bulannya.
Persyaratan lainnya
− Perjanjian sewa menyewa dilangsungkan untuk jangka waktu 9 tahun, terhitung
berdasarkan tanggal yang tercantum dalam Berita Acara Serah Terima (BAST)
yang telah ditandatangani oleh Para Pihak berikut dengan masa tenggang waktu
(grace period) selama 2 bulan, berlaku setelah berakhirnya jangka waktu sewa
untuk melaksanakan proses pengosongan dan perpindahan barang milik Penyewa.
− Apabila Pihak Penyewa mengakhiri Jangka Waktu Sewa sebelum waktunya, maka
Pihak yang Menyewakan dengan ini membebaskan Pihak Penyewa atas kerugian,
pengeluaran dan biaya yang timbul dari atau sehubungan dengan pengakhiran
tersebut dengan tidak mengembalikan seluruh sisa uang sewa kepada Pihak
Penyewa.
− Pajak-pajak yang timbul sehubungan dengan pembuatan dan pelaksanaan
Perjanjian ini merupakan beban dan tanggung jawab dari Para Pihak sesuai
dengan ketentuan perundangan-perundangan perpajakan yang berlaku.
− Pihak Penyewa berhak untuk memindahkan hak sewanya berdasarkan Perjanjian
ini kepada Pihak lain baik sebagian maupun seluruhnya dengan pemberitahuan
tertulis terlebih dahulu kepada Pihak yang Menyewakan dan hanya dapat
dilaksanakan berdasarkan persetujuan tertulis Pihak yang Menyewakan. Segala
tindakan yang bertentangan dengan ketentuan pasal ini dengan sendirinya batal
menurut hukum.
3.1.3 Analisis Manfaat dan Risiko dari Rencana Transaksi yang Akan Dilakukan
Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa manfaat dari
Rencana Transaksi bagi Perseroan adalah mendapatkan penghasilan lain-lain berupa
pendapatan sewa, sehingga meningkatkan laba bersih Perseroan secara keseluruhan.
Sementara itu, tidak terdapat risiko akibat dari Rencana Transaksi.
3.2 Analisis Kualitatif atas Rencana Transaksi
3.2.1 Riwayat Perusahaan dan Sifat Kegiatan Usaha
PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk didirikan pada tahun 2007 dan bergerak dalam
menyediakan pelayanan penunjang kesehatan, seperti laboratorium kesehatan, pusat
gambar diagnosis lainnya, laboratorium pemeriksaan darah, gudang farmasi, bank
mata, bank darah bank sperma, bank transplantasi organ dan pelayanan penunjang
Ref. No.: 00775/2.0072-00/BS/05/0022/1/VI/2024 11
Page 22
medik lainnya. Serta sejak Juli 2022, Perusahaan juga bergerak dalam menyediakan aktivitas klinik swasta. Perusahaan menyampaikan Pernyataan Pendaftaran kepada Otoritas Jasa Keuangan Indonesia (OJK) dalam rangka Penawaran Umum Saham Perdana pada tanggal 23 Desember 2020 melalui surat No. 078-DLU/P/XII/2020. Pada tanggal 29 Desember 2020, Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari OJK melalui surat No. S- 305/D.04/2020 perihal Pemberitahuan Efektifnya Pernyataan Pendaftaran dalam rangka Penawaran Umum Perdana Saham Biasa Perusahaan. Perusahaan melakukan Penawaran Umum sebanyak 250.000.000 saham biasa dengan nilai nominal sebesar Rp 25 per saham dan harga penawaran sebesar Rp 200 per saham kepada masyarakat di Indonesia. Saham Perusahaan telah dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) tanggal 15 Januari 2021. 3.2.2 Analisis Industri dan Lingkungan IMF memproyeksi pertumbuhan ekonomi global tahun 2024 berada pada level 3,1%. Proyeksi ini merupakan revisi dari laporan sebelumnya di mana naik 0,2 poin persentase. Perekonomian global juga mulai memasuki tahap akhir menuju soft landing karena inflasi terus menurun dan pertumbuhan ekonomi masih solid. Namun demikian, laju pertumbuhan masih akan lambat, dan turbulensi juga diprediksi masih akan terjadi. Sementara pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2024 diproyeksikan mencapai 5,2%. Faktor yang diprediksi menjadi penopang pertumbuhan tersebut adalah konsumsi masyarakat di mana penyumbang proporsi yang tinggi ada pada produk domestik bruto Indonesia. Sedangkan potensi konsumsi masih terlihat dari gerak ekonomi masyarakat dan gerak ekonomi rumah tangga, sekaligus dalam menyambut rangkaian kampanye Pemilu 2024. Adapun penyelenggaran Pemilihan Umum diharapkan dapat memberikan keyakinan kepada investor sehingga dapat mendorong angka investasi. Dari sisi industri, Indonesia tengah mengejar kemandirian dalam industri kesehatan melalui berbagai upaya yang mulai dilakukan, baik inisiasi memproduksi obat di dalam negeri, pemenuhan alat kesehatan, maupun melakukan transfer knowledge untuk riset. Atas asumsi-asumsi tersebut serta seiring dengan kondisi ekonomi yang semakin kondusif dengan perbaikan ekonomi global, maka diharapkan dapat melanjutkan program-program yang mampu menjadi catalyst untuk peningkatan industri kesehatan secara nasional. Untuk itu, kesempatan bisnis Perseroan akan terus meningkat seiring dengan pertumbuhan pangsa pasar yang ada di Indonesia. Selain itu, dengan mengedepankan dan memanfaatkan biotechnology untuk genomik, Perseroan optimis dapat menangkap opportunity bisnis yang muncul karena perubahan tren kuratif menjadi preventif. Terjadinya fenomena aging population di Indonesia juga dapat menjadi catalyst pertumbuhan industri kesehatan di masa depan. Sumber: • https://www.imf.org/en/Blogs/Articles/2024/01/30/global-economy-approaches-soft- landing-but-risks-remain (diakses 10 Juni 2024, diolah) • https://www.ekon.go.id/publikasi/detail/5653/pemerintah-optimis-indonesia-tumbuh-solid- di-2024-dan-lebih-baik-lagi-di-2025 (diakses 10 Juni 2024, diolah) 3.2.3 Analisis Operasional dan Prospek Usaha Ref. No.: 00775/2.0072-00/BS/05/0022/1/VI/2024 12
Page 23
3.2.3.1 Strategi Bisnis
Untuk menghadapi tahun 2024, Dewan Komisaris memandang bahwa target yang telah
ditetapkan Direksi telah memberikan keyakinan bahwa Perseroan untuk dapat
melanjutkan kinerjanya yang positif melalui pencapaian target-target sebagai berikut:
• Bertumbuh baik dari sisi pendapatan maupun operasional laboratorium,
meningkatkan jumlah outlet dan laboratorium, dan memperbaiki tingkat profitabilitas
dengan efesiensi biaya tetap dan menurunkan biaya variabel.
• Peningkatan jenis dan layanan pemeriksaan serta saluran penjualan (sales channel)
perusahaan melalui layanan berbasis digitalisasi.
• Transformasi bisnis dari laboratorium menjadi klinik.
3.2.3.2 Sumber Daya Manusia
Per 31 Desember 2023, tenaga kerja tetap Perseroan berjumlah 93 orang termasuk
Direktur, dengan rincian sebagai berikut:
Tabel 4: Sumber Daya Manusia per 31 Desember 2023
POSISI JUMLAH
Direktur 7
Senior Manager 3
Manager 19
Supervisor 24
Administrasi 40
Jumlah 93
Ref. No.: 00775/2.0072-00/BS/05/0022/1/VI/2024 13
Page 24
3.2.3.3 Struktur Organisasi
Gambar 1 : Struktur Organisasi per 31 Desember 2023
Ref. No.: 00775/2.0072-00/BS/05/0022/1/VI/2024 14
Page 25
3.2.3.4 Prospek Usaha
Di tengah suramnya proyeksi ekonomi global pada 2024, berbagai kalangan telah lebih
dahulu melihat ekonomi Indonesia akan terus bergerak stabil. Asian Development Bank
(ADB) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap di level 5% hingga
2024. Lebih lanjut menurut ADB, terjaganya laju pertumbuhan tersebut terutama
dipengaruhi konsumsi masyarakat yang masih kuat dan ditopang oleh inflasi yang
terjaga rendah, hingga belanja untuk kebutuhan Pemilu oleh Pemerintah dan partai
politik. Sehingga Pemerintah Indonesia, dalam asumsi makro APBN 2024, optimistis
pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2024 dapat mencapai level 5,2%. Sementara
angka inflasi ditargetkan mampu di bawah 3%, yakni hanya sebesar 2,8% untuk
menjaga daya beli masyarakat dan stabilitas harga.
Berbicara mengenai industri kesehatan, pada tahun 2024, Pemerintah menyiapkan
anggaran kesehatan sebesar Rp186,4 triliun atau sebesar 5,6% dari APBN. Jumlah ini
meningkat 8,1% atau sebesar Rp13,9 triliun dibandingkan dengan anggaran pada tahun
2023. Anggaran kesehatan yang rencananya akan dialokasikan untuk transformasi
sistem kesehatan, mendorong industri farmasi yang kuat dan kompetitif, serta
meningkatkan akses dan kualitas layanan primer dan rujukan, sekaligus menjamin
tersedianya fasilitas layanan kesehatan yang andal dari hulu ke hilir. Sehingga hal
tersebut menjadi concern tersendiri bagi Diagnos untuk mampu mengambil peran,
terutama dalam menjalankan program promotif dan preventif di segala aspek.
Seiring dengan kondisi ekonomi yang semakin kondusif dengan perbaikan ekonomi
global, maupun kondisi politik yang stabil yang diharapkan dapat melanjutkan program-
program yang dapat menjadi catalyst untuk peningkatan industri kesehatan secara
nasional, maka:
1. Kesempatan bisnis Perseroan akan terus meningkat seiring dengan pertumbuhan
pangsa pasar yang ada di Indonesia
2. Dengan mengedepankan dan memanfaatkan biotechnology untuk genomik, maka
dapat menangkap opportunity bisnis yang muncul karena perubahan tren kuratif
menjadi preventif.
Sumber :
https://nasional.kompas.com/read/2023/08/16/15011431/pemerintah-siapkan-anggaran-
kesehatan-rp-1864-triliun-56-persen-dari-apbn (diakses 10 Juni 2024, diolah)
3.2.4 Keuntungan dan Kerugian Kualitatif atas Rencana Transaksi
Dengan dilakukannya Rencana Transaksi memberikan keuntungan bagi Perseroan yaitu
DGNS mendapatkan tambahan pendapatan lain-lain berupa pendapatan sewa, di mana
saat ini kedua lantai gedung kantor tersebut tidak digunakan dan tidak berencana untuk
disewakan kepada pihak ketiga karena Perseroan tidak bergerak di bidang penyewaan
kantor. Tidak ada kerugian yang diakibatkan dari Rencana Transaksi ini.
Ref. No.: 00775/2.0072-00/BS/05/0022/1/VI/2024 15
Page 26
3.3 Analisis Kuantitatif atas Rencana Transaksi
3.3.1 Penilaian Kinerja Historis
3.3.1.1 Posisi Keuangan
Posisi keuangan Perseroan untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019
- 2023 adalah seperti terlihat berikut ini.
Tabel 5 : Posisi Keuangan Perseroan Tahun 2019 - 2023
Dalam Rupiah 2019 2020 2021 2022 2023
ASET LANCAR
Kas dan bank 1.393.393.419 16.538.270.350 44.719.856.095 28.010.679.032 10.244.906.393
Investasi jangka pendek - - 6.507.345.595 2.542.610.677 1.695.879.297
Piutang usaha
Pihak berelasi - Neto 7.413.900.802 26.594.402.532 16.970.959.638 29.908.760.184 28.551.158.922
Pihak ketiga - Neto 19.084.000 24.221.778.135 24.758.869.889 12.513.015.901 9.729.169.895
Piutang lain-lain
Pihak berelasi 28.137.649.529 30.424.426.236 31.735.447.642 6.779.326.195 6.779.326.195
Pihak ketiga 18.335.740 32.666.526 473.785.077 253.400.000 192.710.779
Persediaan 2.123.153.737 5.812.860.439 7.759.935.157 6.566.943.464 5.141.949.097
Biaya dibayar dimuka dan uang muka 451.819.279 1.529.662.211 20.937.747.357 31.736.823.420 25.467.083.964
Pajak dibayar di muka - - - 60.951.816 3.262.720
Jumlah Aset Lancar 39.557.336.506 105.154.066.429 153.863.946.450 118.372.510.689 87.805.447.262
ASET TIDAK LANCAR
Aset pajak tangguhan 3.300.000.000 762.699.370 1.011.904.001 1.019.942.107 1.031.487.409
Investasi jangka panjang - - - 8.444.500.000 12.950.500.000
Beban dibayar dimuka - Jangka Panjang - - - 1.341.666.613 1.233.333.334
Aset tetap - Neto 16.364.828.874 15.079.335.691 80.360.183.957 106.387.090.852 140.442.500.578
Aset takberwujud - Neto - 5.028.299.231 6.746.759.438 681.120.000 720.426.648
Aset hak guna usaha - setelah - - - 2.832.257.186 23.805.803.688
Aset tidak lancar lainnya - 6.550.246.439 - 856.806.861 3.485.637.067
Jumlah Aset Tidak Lancar 19.664.828.874 27.420.580.731 88.118.847.396 121.563.383.619 183.669.688.724
JUMLAH ASET 59.222.165.380 132.574.647.160 241.982.793.846 239.935.894.308 271.475.135.986
142% 124% 83% -1% 13%
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha
Pihak berelasi - - 91.837.960 390.226.831 345.752.990
Pihak ketiga 2.035.439.015 15.824.615.932 4.431.780.125 2.687.540.855 5.744.214.977
Utang lain-lain 1.590.250.000 1.117.200.000 - 149.220.000 -
Utang pajak 4.534.936.453 12.763.241.833 16.013.388.584 674.834.997 268.872.790
Beban akrual 393.090.542 140.087.479 3.125.393.703 1.555.704.660 3.178.438.986
Uang muka pelanggan - - - 893.769.158 651.534.046
Pinjaman jangka pendek jatuh tempo satu tahun
Utang pembelian aset tetap 169.131.730 132.140.000 576.263.100 628.019.330 545.722.830
Liabilitas sewa 393.473.404 634.662.300 2.389.675.076 1.810.884.477 3.709.670.340
Utang bank - - - 1.701.441.036 -
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 9.116.321.144 30.611.947.544 26.628.338.548 10.491.641.344 14.444.206.959
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang lain-lain jangka panjang
Pihak berelasi 200.798.000 677.760.032 6.974.244.580 6.776.245.484 6.775.741.210
Pinjaman jangka panjang - setelah dikurangi
bagian yang jatuh tempo satu tahun
Utang pembelian aset tetap 342.509.580 237.089.580 588.570.680 786.682.407 1.504.571.370
Liabilitas sewa 2.584.122.108 1.273.276.102 2.887.823.970 409.037.518 21.004.327.116
Utang bank - - - 9.357.925.623 30.000.000.000
Liabilitas pajak tangguhan 7.117.191 - - - -
Liabilitas imbalan pasca-kerja 511.904.838 708.192.760 3.103.365.647 1.686.184.648 2.155.869.419
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 3.646.451.717 2.896.318.474 13.554.004.877 19.016.075.680 61.440.509.115
JUMLAH LIABILITAS 12.762.772.861 33.508.266.018 40.182.343.425 29.507.717.024 75.884.716.074
14% 163% 20% -27% 157%
EKUITAS
Modal Saham 25.000.000.000 25.000.000.000 31.250.000.000 31.250.000.000 31.250.000.000
Tambahan modal disetor 28.975.000 28.975.000 36.706.723.099 36.706.723.099 36.706.723.099
Penghasilan komprehensif lain (88.097.167) (167.646.883) 1.335.168.754 (2.701.994.611) (3.883.946.200)
Saldo laba 21.518.514.686 74.205.053.025 132.508.558.568 145.173.448.796 131.517.643.013
JUMLAH EKUITAS 46.459.392.519 99.066.381.142 201.800.450.421 210.428.177.284 195.590.419.912
250% 113% 104% 4% -7%
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 59.222.165.380 132.574.647.160 241.982.793.846 239.935.894.308 271.475.135.986
a. Aset
Secara keseluruhan, aset Perseroan mengalami peningkatan selama periode 2019 -
2023. Total aset pada tahun 2019 tercatat sebesar Rp 59,2 miliar kemudian meningkat
berturut-turut sebesar 124% dan 83% pada tahun 2020 dan 2021 menjadi Rp 132,6
miliar, dan Rp 242,0 miliar. Peningkatan ini terutama disebabkan oleh peningkatan kas
dan bank, piutang usaha, piutang lain-lain, dan aset tetap. Pada tahun 2022, total aset
Ref. No.: 00775/2.0072-00/BS/05/0022/1/VI/2024 16
Page 27
Perseroan tercatat sebesar Rp 240,0 miliar kemudian meningkat sebesar 13% menjadi
Rp 271,5 miliar terutama disebabkan oleh peningkatan aset tetap dan aset hak guna
usaha.
b. Liabilitas
Secara keseluruhan, total liabilitas Perseroan mengalami peningkatan selama periode
2019 - 2023. Total liabilitas pada tahun 2019 tercatat sebesar Rp 12,8 miliar kemudian
meningkat berturut-turut sebesar 163% dan 20% pada tahun 2020 dan 2021 menjadi
Rp 33,5 miliar, dan Rp 40,2 miliar. Peningkatan ini terutama disebabkan oleh
peningkatan utang pajak, utang lain-lain jangka panjang dan liabilitas imbalan pasca
kerja. Pada tahun 2022, total liabilitas Perseroan menurun 27% menjadi sebesar Rp
29,5 miliar terutama disebabkan oleh penurunan utang pajak. Pada tahun 2023,
liabilitas Perseroan meningkat signifikan sebesar 157% menjadi Rp 75,9 miliar
terutama disebabkan oleh peningkatan utang bank dan liabilitas sewa.
c. Ekuitas
Ekuitas Perseroan pada periode 2019 - 2022 terus mengalami peningkatan. Pada tahun
2019 jumlah ekuitas tercatat sebesar Rp 46,5 miliar kemudian meningkat 113%
menjadi sebesar Rp 99,1 miliar pada tahun 2020, terutama disebabkan oleh adanya
peningkatan saldo laba. Pada tahun 2021 dan 2022, ekuitas Perseroan mengalami
peningkatan 104% dan 4% menjadi sebesar Rp 201,8 miliar dan Rp 210,4 miliar
terutama disebabkan adanya penambahan modal saham dan peningkatan saldo laba.
Pada tahun 2023, ekuitas Perseroan mengalami penurunan sebesar 7% menjadi Rp
195,6 miliar disebabkan oleh penurunan saldo laba akibat rugi bersih yang dialami
Perseroan pada tahun tersebut.
3.3.2 Laba Rugi
Secara ringkas Laba Rugi Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31
Desember 2019 - 2023 adalah seperti disajikan di bawah ini.
Tabel 6 : Laporan Laba-Rugi Perseroan Tahun 2019 – 2023
Dalam Rupiah 2019 2020 2021 2022 2023
PENDAPATAN NETO 51.337.676.973 183.170.680.323 302.181.508.781 192.886.350.752 145.696.015.882
BEBAN POKOK PENDAPATAN (31.329.572.788) (96.460.973.631) (151.681.328.238) (97.880.737.611) (85.898.754.075)
LABA BRUTO 20.008.104.185 86.709.706.692 150.500.180.543 95.005.613.141 59.797.261.807
Beban penjualan dan pemasaran (1.085.190.971) (17.749.961.316) (13.078.021.231) (12.993.538.521) (9.744.663.027)
Beban umum dan administrasi (5.748.947.548) (1.974.072.764) (55.993.605.364) (66.573.513.704) (64.160.637.940)
(Beban) pendapatan lain-lain (530.536.967) (10.594.865) 1.850.317.916 1.894.909.302 535.237.366
LABA SEBELUM PAJAK 12.643.428.699 66.975.077.747 83.278.871.864 17.333.470.218 (13.572.801.794)
Pajak kini (3.260.656.754) (15.072.701.000) (19.223.293.270) (4.656.189.560) -
Pajak tangguhan (108.181.115) 784.161.592 247.926.949 (12.390.430) (83.003.989)
Jumlah beban pajak (3.368.837.869) (14.288.539.408) (18.975.366.321) (4.668.579.990) (83.003.989)
LABA TAHUN BERJALAN 9.274.590.830 52.686.538.339 64.303.505.543 12.664.890.228 (13.655.805.783)
a. Pendapatan
Pendapatan Perseroan pada tahun 2019 tercatat sebesar Rp 51,3 miliar. Pada tahun
2020 dan 2021 pendapatan Perseroan mengalami peningkatan yang signifikan menjadi
sebesar Rp 183,2 miliar dan Rp 302,2 miliar terutama disebabkan oleh peningkatan
pemeriksaan Covid-19. Pada tahun 2022 dan 2023, pendapatan Perseroan mengalami
Ref. No.: 00775/2.0072-00/BS/05/0022/1/VI/2024 17
Page 28
penurunan menjadi sebesar Rp 192,9 miliar dan Rp 145,7 miliar terutama disebabkan
oleh menurunnya pemeriksaan Covid-19.
b. Beban Pokok Pendapatan
Beban pokok pendapatan Perseroan meningkat dan menurun mengikuti pendapatan
Perseroan. Pada tahun 2019 – 2023, beban pokok pendapatan Perseroan berturut-turut
tercatat sebesar Rp 31,3 miliar, Rp 96,5 miliar, Rp 151,7 miliar, Rp 97,9 miliar dan Rp
85,9 miliar.
c. Beban Usaha
Pada tahun 2019, beban usaha Perseroan sebesar Rp 6,8 miliar kemudian meningkat
berturut-turut menjadi sebesar Rp 19,7 miliar, Rp 69,1 miliar, Rp 79,6 miliar dan Rp
73,9 miliar.
d. Laba Tahun Berjalan
Laba Perseroan mengalami peningkatan pada tahun 2019 – 2021. Pada tahun 2019,
laba Perseroan tercatat sebesar Rp 9,3 miliar kemudian meningkat berturut-turut
menjadi sebesar Rp 52,7 miliar, dan Rp 64,3 miliar. Pada tahun 2022, perolehan laba
Perseroan mengalami penurunan menjadi sebesar Rp 12,7 miliar terutama disebabkan
oleh penurunan pendapatan. Pada tahun 2023, Perseroan mengalami kerugian sebesar
Rp 13,7 miliar terutama disebabkan oleh penurunan pendapatan dan beban usaha yang
tinggi.
3.3.3 Arus Kas
Gambaran arus kas Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
2019 - 2023 adalah seperti disajikan di bawah ini.
Tabel 7 : Laporan Arus Kas Perseroan Tahun 2019 - 2023
Dalam Rupiah 2019 2020 2021 2022 2023
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan kas dari pelanggan 52.225.756.047 137.605.435.647 311.267.859.921 193.088.173.352 149.700.413.748
Pembayaran kas kepada pemasok (27.353.309.787) (83.115.819.299) (185.777.654.314) (118.568.373.158) (73.102.885.368)
Pembayaran kas kepada karyawan (11.515.769.664) (21.472.692.636) (52.746.433.431) (61.203.133.817) (63.243.383.899)
Penerimaan pendapatan bunga 29.345.331 166.555.844 2.316.510.439 749.545.901 321.225.582
Kas yang dihasilkan dari operasi 13.386.021.927 33.183.479.556 75.060.282.615 14.066.212.278 13.675.370.063
Pembayaran pajak penghasilan (2.189.688.332) (6.955.008.589) (16.185.374.131) (20.082.134.792) (491.797.100)
Arus kas bersih dari aktivitas operasi 11.196.333.595 26.228.470.967 58.874.908.484 (6.015.922.514) 13.183.572.963
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Penjualan aset tetap - - - - 649.650.000
Perolehan aset tetap (2.782.305.066) (5.863.647.999) (67.841.032.639) (34.096.192.532) (38.324.419.311)
Perolehan aset takberwujud - - - (756.800.000) (208.000.000)
Penerimaan (pembayaran) atas pemberian
pinjaman kepada pihak berelasi (26.456.856.871) 28.137.649.529 (1.219.183.446) 25.354.115.168 -
Peningkatan investasi jangka panjang - - - (7.194.500.000) (4.506.000.000)
Peningkatan aset keuangan lancar lainnya - - (6.507.345.595) (856.806.861) -
Arus kas bersih dari aktivitas investasi (29.239.161.937) 22.274.001.530 (75.567.561.680) (17.550.184.225) (42.388.769.311)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Pembayaran liabilitas sewa (1.755.020.302) (2.563.322.545) (646.263.585) (3.201.560.720) (2.041.976.203)
Pembayaran dividen - - (6.000.000.000) - -
Pembayaran utang pembelian aset tetap (5.096.090.517) (369.846.785) (4.253.976.560) (714.595.052) (3.810.122.825)
Penerbitan modal saham - - 6.250.000.000 - -
Penerimaan modal disetor 24.750.000.000 - - -
Penerimaan pinjaman bank - - - 11.606.017.875 38.977.881.907
Pembayaran pinjaman bank - - - (832.932.427) (21.686.359.170)
Penerimaan hasil penerbitan saham pada
penawaran umum perdana saham - - 43.227.994.538 - -
Pemberian pinjaman kepada pihak berelasi - (30.424.426.236) 6.296.484.548 - -
Arus kas bersih dari aktivitas pendanaan 17.898.889.181 (33.357.595.566) 44.874.238.941 6.856.929.676 11.439.423.709
(PENURUNAN) KENAIKAN BERSIH DALAM
KAS DAN BANK (143.939.161) 15.144.876.931 28.181.585.745 (16.709.177.063) (17.765.772.639)
KAS DAN BANK PADA AWAL TAHUN 1.537.332.580 1.393.393.419 16.538.270.350 44.719.856.095 28.010.679.032
KAS DAN BANK PADA AKHIR TAHUN 1.393.393.419 16.538.270.350 44.719.856.095 28.010.679.032 10.244.906.393
Ref. No.: 00775/2.0072-00/BS/05/0022/1/VI/2024 18
Page 29
a. Aktivitas Operasi
Pada tahun 2019 - 2021 arus kas operasi Perseroan berada pada posisi positif yaitu
berturut-turut sebesar Rp 11,2 miliar, Rp 26,2 miliar dan Rp 58,9 miliar. Pada tahun
2022, arus kas Perseroan berada pada posisi negatif sebesar Rp 6,0 miliar disebabkan
oleh tingginya pembayaran pajak penghasilan. Pada tahun 2023, arus kas operasional
kembali positif sebesar Rp 13,2 miliar.
b. Aktivitas Investasi
Selama periode 2019 – 2023, Perseroan mencatat adanya perolehan aset tetap setiap
tahunnya.
c. Aktivitas Pendanaan
Pada tahun 2019, Perseroan mencatat penerimaan modal disetor sebesar Rp 24,8 miliar.
Pada tahun 2021, Perseroan mencatat adanya pembagian dividen sebesar Rp 6,0 miliar,
penerbitan modal saham sebesar Rp 6,3 miliar dan penerimaan hasil penerbitan saham
pada penawaran umum perdana saham sebesar Rp 43,2 miliar.
3.3.4 Rasio-rasio Keuangan
Gambaran rasio keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31
Desember 2019 - 2023 adalah seperti disajikan berikut ini.
Tabel 8 : Rasio Keuangan Perseroan Tahun 2019 - 2023
RASIO 2019 2020 2021 2022 2023
PROFITABILITAS
GPM 39,0% 47,3% 49,8% 49,3% 41,0%
OPM 86,7% 89,2% 77,1% 58,7% 49,3%
NPM 18,1% 28,8% 21,3% 6,6% -9,4%
ROA 15,7% 39,7% 26,6% 5,3% -5,0%
ROE 20,0% 53,2% 31,9% 6,0% -7,0%
LIKUDITAS
Rasio lancar 4,3 3,4 5,8 11,3 6,1
AKTIVITAS
Perputaran aset 1,2 1,9 1,6 0,8 0,6
Perputaran persedian 19,6 24,3 22,4 13,7 14,7
SOLVABILITAS
DER 27,5% 33,8% 19,9% 14,0% 38,8%
DAR 21,6% 25,3% 16,6% 12,3% 28,0%
a. Rasio Profitabilitas
Berdasarkan rasio profitabilitas, marjin laba kotor terhadap pendapatan bersih
adalah sebesar 39,0% pada tahun 2019 kemudian meningkat menjadi 41,0% pada
tahun 2023 sedangkan marjin laba bersih terhadap pendapatan bersih Perseroan
adalah 18,1% pada tahun 2019 kemudian menurun menjadi sebesar -9,4% per
2023. Penurunan rasio ini disebabkan oleh penurunan pendapatan dan tingginya
beban usaha.
Ref. No.: 00775/2.0072-00/BS/05/0022/1/VI/2024 19
Page 30
b. Rasio Likuiditas Rasio likuiditas menunjukkan kemampuan Perseroan dalam memenuhi kewajiban keuangannya dalam jangka pendek digambarkan dengan rasio lancar (current Ratio). Rasio lancar dihitung dengan cara membandingkan jumlah aset lancar dengan jumlah liabilitas jangka pendek. Pada periode 2019 - 2023, rasio lancar Perseroan berturut-turut sebesar 4,3 kali, 3,4 kali, 5,8 kali, 11,3 kali dan 6,1 kali. c. Rasio Aktivitas Rasio aktivitas menggambarkan tingkat perputaran usaha, yang dapat dihitung berdasarkan perbandingan total penjualan terhadap total aset (Perputaran Aset) dan total beban pokok penjualan total persediaan (Perputaran Persediaan). Perputaran aset Perseroan adalah sebesar 1,2 kali pada tahun 2019 dan sebesar 0,6 kali pada tahun 2023. Perputaran persediaan Perseroan adalah sebesar 19,6 kali pada tahun 2019 dan sebesar 14,7 kali pada tahun 2023. d. Rasio Solvabilitas Rasio solvabilitas digunakan untuk menghitung perbandingan dana yang tersedia dengan dana yang dipinjam sehingga dapat menunjukkan tingkat keamanan aset dan ekuitas dari jumlah pinjaman, yang diukur dengan perbandingan total liabilitas dengan total ekuitas perseroan (DER, Debt to Equity Ratio) dan total liabilitas terhadap total aset (DAR, Debt to Asset Ratio). Pada tahun 2019, DER adalah sebesar 27,5% kemudian meningkat pada tahun 2023 menjadi sebesar 38,8%. Sedangkan DAR Perseroan pada tahun 2019 adalah sebesar 21,6% kemudian meningkat pada tahun 2023 menjadi sebesar 28,0%. Berdasarkan kondisi tersebut, terlihat bahwa pendanaan Perseroan sebagian besar berasal dari modal sendiri. 3.3.5 Analisis Keuangan Sebelum dan Setelah Rencana Transaksi Posisi Keuangan dan Laba Rugi sebelum Rencana Transaksi diperoleh dari laporan keuangan per tanggal 31 Desember 2023 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Tanubrata Sutanto Fahmi Bambang & Rekan, sedangkan Posisi Keuangan dan Laba Rugi setelah Rencana Transaksi (Proforma) merupakan perkiraan yang didasarkan atas kemungkinan perubahan pada akun-akun yang terkait dengan Rencana Transaksi yang diberikan oleh Manajemen. Untuk memberikan gambaran secara lebih jelas, berikut ini disajikan tabel Posisi Keuangan dan Laba Rugi sebelum dan setelah Rencana Transaksi. Ref. No.: 00775/2.0072-00/BS/05/0022/1/VI/2024 20
Page 31
3.3.5.1 Posisi Keuangan Sebelum dan Setelah Rencana Transaksi
Tabel 9 : Posisi Keuangan Perseroan Sebelum dan Setelah Rencana Transaksi
Dalam Rupiah 2023 Penyesuaian Proforma
ASET LANCAR
Kas dan bank 10.244.906.393 9.271.800.000 19.516.706.393
Investasi jangka pendek 1.695.879.297 - 1.695.879.297
Piutang usaha
Pihak berelasi - Neto 28.551.158.922 - 28.551.158.922
Pihak ketiga - Neto 9.729.169.895 - 9.729.169.895
Piutang lain-lain
Pihak berelasi 6.779.326.195 - 6.779.326.195
Pihak ketiga 192.710.779 - 192.710.779
Persediaan 5.141.949.097 - 5.141.949.097
Biaya dibayar dimuka dan uang muka 25.467.083.964 - 25.467.083.964
Pajak dibayar di muka 3.262.720 918.000.000 921.262.720
Jumlah Aset Lancar 87.805.447.262 10.189.800.000 97.995.247.262
- - -
ASET TIDAK LANCAR
Aset pajak tangguhan 1.031.487.409 - 1.031.487.409
Investasi jangka panjang 12.950.500.000 - 12.950.500.000
Beban dibayar dimuka - Jangka Panjang 1.233.333.334 - 1.233.333.334
Aset tetap - Neto 140.442.500.578 - 140.442.500.578
Aset takberwujud - Neto 720.426.648 - 720.426.648
Aset hak guna usaha - setelah 23.805.803.688 - 23.805.803.688
Aset tidak lancar lainnya 3.485.637.067 - 3.485.637.067
Jumlah Aset Tidak Lancar 183.669.688.724 - 183.669.688.724
JUMLAH ASET 271.475.135.986 10.189.800.000 281.664.935.986
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha
Pihak berelasi 345.752.990 - 345.752.990
Pihak ketiga 5.744.214.977 - 5.744.214.977
Utang pajak 268.872.790 1.009.800.000 1.278.672.790
Beban akrual 3.178.438.986 - 3.178.438.986
Uang muka pelanggan 651.534.046 - 651.534.046
Uang muka sewa - 9.180.000.000 9.180.000.000
Pinjaman jangka pendek jatuh tempo satu tahun
Utang pembelian aset tetap 545.722.830 - 545.722.830
Liabilitas sewa 3.709.670.340 - 3.709.670.340
Utang bank - - -
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 14.444.206.959 10.189.800.000 24.634.006.959
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang lain-lain jangka panjang
Pihak berelasi 6.775.741.210 - 6.775.741.210
Pinjaman jangka panjang - setelah dikurangi bagian
yang jatuh tempo satu tahun
Utang pembelian aset tetap 1.504.571.370 - 1.504.571.370
Liabilitas sewa 21.004.327.116 - 21.004.327.116
Utang bank 30.000.000.000 - 30.000.000.000
Liabilitas imbalan pasca-kerja 2.155.869.419 - 2.155.869.419
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 61.440.509.115 - 61.440.509.115
JUMLAH LIABILITAS 75.884.716.074 10.189.800.000 86.074.516.074
EKUITAS
Modal Saham 31.250.000.000 - 31.250.000.000
Tambahan modal disetor 36.706.723.099 - 36.706.723.099
Penghasilan komprehensif lain (3.883.946.200) - (3.883.946.200)
Saldo laba 131.517.643.013 - 131.517.643.013
JUMLAH EKUITAS 195.590.419.912 - 195.590.419.912
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 271.475.135.986 10.189.800.000 281.664.935.986
Ref. No.: 00775/2.0072-00/BS/05/0022/1/VI/2024 21
Page 32
Dari tabel Posisi Keuangan, terlihat bahwa setelah rencana transaksi dilakukan maka
Perseroan mencatat:
• Penerimaan kas dan bank sebesar Rp 9,3 miliar
• Penambahan pajak dibayar di muka sebesar Rp 918,0 juta
• Penambahan utang pajak sebesar Rp 1,0 miliar, dan
• Pembayaran uang muka sewa sebesar Rp 9,2 miliar.
3.3.5.2 Laba Rugi Sebelum dan Setelah Rencana Transaksi
Tabel 10 : Laba Rugi Perseroan Sebelum dan Setelah Rencana Transaksi
Dalam Rupiah 2023 Penyesuaian Proforma
PENDAPATAN NETO 192.886.350.752 - 192.886.350.752
BEBAN POKOK PENDAPATAN (97.880.737.611) - (97.880.737.611)
LABA BRUTO 95.005.613.141 - 95.005.613.141
Beban penjualan dan pemasaran (12.993.538.521) - (12.993.538.521)
Beban umum dan administrasi (66.573.513.704) - (66.573.513.704)
(Beban) pendapatan lain-lain 1.894.909.302 - 1.894.909.302
LABA SEBELUM PAJAK 17.333.470.218 - 17.333.470.218
Pajak kini (4.656.189.560) - (4.656.189.560)
Pajak tangguhan (12.390.430) - (12.390.430)
Jumlah beban pajak (4.668.579.990) - (4.668.579.990)
LABA TAHUN BERJALAN 12.664.890.228 - 12.664.890.228
Dari gambaran laba rugi di atas terlihat bahwa tidak ada perubahan Sebelum dan
Setelah dilakukannya Rencana Transaksi per 31 Desember 2023.
3.3.6 Proyeksi Keuangan Dengan dan Tanpa Rencana Transaksi
Proyeksi laporan keuangan Dengan dan Tanpa dilakukannya Rencana Transaksi telah
dipersiapkan oleh manajemen Perseroan dengan asumsi-asumsi yang menurut Penilai
cukup wajar sebagai berikut:
Ref. No.: 00775/2.0072-00/BS/05/0022/1/VI/2024 22
Page 33
Tabel 11 : Proyeksi Posisi Keuangan Perseroan Dengan Rencana Transaksi
DENGAN TRANSAKSI
Dalam Rupiah
2024 2025 2026 2027 2028
ASET LANCAR
Kas dan bank 17.442.978.615 11.335.907.868 52.330.295.045 57.547.796.099 48.601.295.591
Investasi jangka pendek 1.695.879.297 1.695.879.297 1.695.879.297 1.695.879.297 1.695.879.297
Piutang Usaha 76.712.020.565 124.645.160.179 130.071.673.461 175.588.526.907 244.694.248.599
Piutang Lain - Lain Pihak berelasi 6.779.326.195 6.779.326.195 6.779.326.195 6.779.326.195 6.779.326.195
Piutang Lain - Lain Pihak ketiga 192.710.779 192.710.779 192.710.779 192.710.779 192.710.779
Persediaan 12.420.145.028 10.410.577.334 15.844.753.382 13.036.110.406 18.732.839.761
Biaya dibayar dimuka dan uang muka 25.467.083.964 25.467.083.964 25.467.083.964 25.467.083.964 25.467.083.964
Pajak dibayar di muka 870.262.720 768.262.720 666.262.720 564.262.720 462.262.720
Jumlah Aset Lancar 141.580.407.162 181.294.908.336 233.047.984.844 280.871.696.366 346.625.646.906
ASET TIDAK LANCAR
Aset pajak tangguhan 1.031.487.409 1.031.487.409 1.031.487.409 1.031.487.409 1.031.487.409
Investasi jangka panjang 12.950.500.000 12.950.500.000 12.950.500.000 12.950.500.000 12.950.500.000
Beban dibayar dimuka - Jangka Panjang 1.233.333.334 1.233.333.334 1.233.333.334 1.233.333.334 1.233.333.334
Aset tetap - Neto 143.042.125.241 137.621.135.729 133.171.798.853 129.046.346.189 124.920.893.525
Aset takberwujud - Neto 720.426.648 720.426.648 720.426.648 720.426.648 720.426.648
Aset hak guna usaha - setelah 23.805.803.688 23.805.803.688 23.805.803.688 23.805.803.688 23.805.803.688
Aset tidak lancar lainnya 3.485.637.067 3.485.637.067 3.485.637.067 3.485.637.067 3.485.637.067
Jumlah Aset Tidak Lancar 186.269.313.387 180.848.323.875 176.398.986.999 172.273.534.335 168.148.081.671
JUMLAH ASET 327.849.720.549 362.143.232.212 409.446.971.843 453.145.230.702 514.773.728.577
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha 9.347.994.414 8.665.629.039 13.438.031.102 9.301.436.660 17.286.536.271
Utang lain-lain - - - - -
Utang pajak 268.872.790 268.872.790 268.872.790 268.872.790 268.872.790
Beban akrual 3.178.438.986 3.178.438.986 3.178.438.986 3.178.438.986 3.178.438.986
Uang muka penjualan 651.534.046 651.534.046 651.534.046 651.534.046 651.534.046
Uang muka sewa 8.670.000.000 7.650.000.000 6.630.000.000 5.610.000.000 4.590.000.000
Utang pembelian aset tetap 545.722.830 545.722.830 545.722.830 545.722.830 545.722.830
Liabilitas sewa 3.709.670.340 3.709.670.340 3.709.670.340 3.709.670.340 3.709.670.340
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 26.372.233.406 24.669.868.031 28.422.270.094 23.265.675.652 30.230.775.263
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang Usaha Pihak berelasi 6.775.741.210 6.775.741.210 6.775.741.210 6.775.741.210 6.775.741.210
Utang bank 44.250.226.562 41.979.757.812 39.619.257.812 37.029.148.437 34.439.039.062
Utang pembelian aset tetap 1.128.428.528 752.285.685 376.142.843 - (376.142.843)
Liabilitas sewa 18.962.350.913 16.920.374.710 14.878.398.507 12.836.422.304 10.794.446.101
Liabilitas imbalan pasca-kerja 2.155.869.419 2.155.869.419 2.155.869.419 2.155.869.419 2.155.869.419
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 73.272.616.632 68.584.028.836 63.805.409.791 58.797.181.370 53.788.952.950
JUMLAH LIABILITAS 99.644.850.038 93.253.896.867 92.227.679.885 82.062.857.022 84.019.728.213
EKUITAS
Modal Saham 31.250.000.000 31.250.000.000 31.250.000.000 31.250.000.000 31.250.000.000
Tambahan modal disetor 36.706.723.099 36.706.723.099 36.706.723.099 36.706.723.099 36.706.723.099
Penghasilan komprehensif lain (3.883.946.200) (3.883.946.200) (3.883.946.200) (3.883.946.200) (3.883.946.200)
Saldo laba 163.373.213.613 204.567.678.446 253.423.955.059 307.829.676.780 368.060.263.466
JUMLAH EKUITAS 227.445.990.512 268.640.455.345 317.496.731.958 371.902.453.679 432.133.040.365
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 327.090.840.549 361.894.352.211 409.724.411.843 453.965.310.702 516.152.768.577
Tabel 12 : Proyeksi Laba Rugi Perseroan Dengan Rencana Transaksi
DENGAN TRANSAKSI
Dalam Rupiah
2024 2025 2026 2027 2028
PENDAPATAN 218.528.535.573 284.087.096.245 326.700.160.682 359.370.176.750 395.307.194.425
BEBAN POKOK PENDAPATAN (110.418.915.674) (139.334.095.621) (157.999.408.901) (172.730.531.891) (189.291.039.814)
LABA BRUTO 108.109.619.899 144.753.000.624 168.700.751.781 186.639.644.858 206.016.154.611
Beban penjualan dan pemasaran (14.615.958.632) (19.000.746.221) (21.850.858.154) (24.035.943.970) (26.439.538.367)
Beban gaji dan tunjangan (25.542.768.935) (33.205.599.615) (38.186.439.558) (42.005.083.513) (46.205.591.865)
Beban umum dan administrasi (32.384.034.573) (42.099.244.945) (48.414.131.687) (53.255.544.855) (58.581.099.341)
Pendapatan (beban) lain-lain - neto 1.245.157.379 1.963.237.379 1.979.557.379 1.995.877.379 2.012.197.379
LABA SEBELUM PAJAK 36.812.015.138 52.410.647.222 62.228.879.761 69.338.949.899 76.802.122.417
Pajak penghasilan (4.956.444.539) (11.216.182.389) (13.372.603.147) (14.933.228.178) (16.571.535.732)
LABA TAHUN BERJALAN 31.855.570.600 41.194.464.833 48.856.276.614 54.405.721.721 60.230.586.685
Ref. No.: 00775/2.0072-00/BS/05/0022/1/VI/2024 23
Page 34
Tabel 13 : Proyeksi Arus Kas Perseroan Dengan Rencana Transaksi
DENGAN TRANSAKSI
Dalam Rupiah
2024 2025 2026 2027 2028
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan kas dari pelanggan 180.096.843.825 236.153.956.631 321.273.647.399 313.853.323.305 326.201.472.732
Pembayaran kas kepada pemasok (139.440.586.253) (174.719.339.482) (203.115.297.055) (224.026.826.843) (242.680.392.660)
Pembayaran kas kepada karyawan (37.824.734.684) (49.172.155.090) (56.547.978.353) (62.202.776.188) (68.423.053.807)
Penerimaan pendapatan bunga 535.237.379 535.237.379 535.237.379 535.237.379 535.237.379
Kas yang dihasilkan dari operasi 3.366.760.267 12.797.699.438 62.145.609.370 28.158.957.652 15.633.263.644
Pembayaran Pajak (4.956.444.539) (11.216.182.389) (13.372.603.147) (14.933.228.178) (16.571.535.732)
Arus kas bersih untuk aktivitas operasi (1.589.684.272) 1.581.517.049 48.773.006.222 13.225.729.474 (938.272.088)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Perolehan aset tetap (12.316.151.023) (3.000.000.000) (3.000.000.000) (3.000.000.000) (3.000.000.000)
Arus kas bersih untuk aktivitas investasi (12.316.151.023) (3.000.000.000) (3.000.000.000) (3.000.000.000) (3.000.000.000)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Penerimaan pinjaman bank 15.000.000.000 - - - -
Pembayaran pinjaman bank (749.773.438) (2.270.468.750) (2.360.500.000) (2.590.109.375) (2.590.109.375)
Arus kas bersih dari aktivitas pendanaan 11.832.107.517 (4.688.587.796) (4.778.619.046) (5.008.228.421) (5.008.228.421)
KENAIKAN (PENURUNAN) KAS DAN BANK (2.073.727.779) (6.107.070.746) 40.994.387.177 5.217.501.054 (8.946.500.508)
KAS DAN BANK PADA AWAL PERIODE 19.516.706.393 17.442.978.615 11.335.907.868 52.330.295.045 57.547.796.099
KAS DAN BANK PADA AKHIR PERIODE 17.442.978.615 11.335.907.868 52.330.295.045 57.547.796.099 48.601.295.591
Tabel 14 : Proyeksi Rasio Perseroan Dengan Rencana Transaksi
DENGAN TRANSAKSI
RASIO
2024 2025 2026 2027 2028
PROFITABILITAS
GPM 49,5% 51,0% 51,6% 51,9% 52,1%
OPM 66,8% 66,8% 66,8% 66,8% 66,8%
NPM 14,6% 14,5% 15,0% 15,1% 15,2%
ROA 9,7% 11,4% 11,9% 12,0% 11,7%
ROE 14,0% 15,3% 15,4% 14,6% 13,9%
LIKUDITAS
Rasio lancar 5,4 7,3 8,2 12,1 11,5
AKTIVITAS
Perputaran aset 0,7 0,8 0,8 0,8 0,8
Perputaran persedian 12,6 12,2 12,0 12,0 11,9
Perputaran utang usaha 14,3 15,5 14,3 15,2 14,2
SOLVABILITAS
DER 43,8% 34,7% 29,0% 22,1% 19,4%
DAR 30,4% 25,8% 22,5% 18,1% 16,3%
Ref. No.: 00775/2.0072-00/BS/05/0022/1/VI/2024 24
Page 35
Tabel 15 : Proyeksi Posisi Keuangan Perseroan Tanpa Rencana Transaksi
TANPA TRANSAKSI
Dalam Rupiah
2024 2025 2026 2027 2028
ASET LANCAR
Kas dan bank 8.171.178.615 2.064.107.868 43.058.495.045 48.275.996.099 39.329.495.591
Investasi jangka pendek 1.695.879.297 1.695.879.297 1.695.879.297 1.695.879.297 1.695.879.297
Piutang Usaha 76.712.020.565 124.645.160.179 130.071.673.461 175.588.526.907 244.694.248.599
Piutang Lain - Lain Pihak berelasi 6.779.326.195 6.779.326.195 6.779.326.195 6.779.326.195 6.779.326.195
Piutang Lain - Lain Pihak ketiga 192.710.779 192.710.779 192.710.779 192.710.779 192.710.779
Persediaan 12.420.145.028 10.410.577.334 15.844.753.382 13.036.110.406 18.732.839.761
Biaya dibayar dimuka dan uang muka 25.467.083.964 25.467.083.964 25.467.083.964 25.467.083.964 25.467.083.964
Pajak dibayar di muka 3.262.720 3.262.720 3.262.720 3.262.720 3.262.720
Jumlah Aset Lancar 131.441.607.162 171.258.108.336 223.113.184.844 271.038.896.366 336.894.846.906
ASET TIDAK LANCAR
Aset pajak tangguhan 1.031.487.409 1.031.487.409 1.031.487.409 1.031.487.409 1.031.487.409
Investasi jangka panjang 12.950.500.000 12.950.500.000 12.950.500.000 12.950.500.000 12.950.500.000
Beban dibayar dimuka - Jangka Panjang 1.233.333.334 1.233.333.334 1.233.333.334 1.233.333.334 1.233.333.334
Aset tetap - Neto 143.042.125.241 137.621.135.729 133.171.798.853 129.046.346.189 124.920.893.525
Aset takberwujud - Neto 720.426.648 720.426.648 720.426.648 720.426.648 720.426.648
Aset hak guna usaha - setelah 23.805.803.688 23.805.803.688 23.805.803.688 23.805.803.688 23.805.803.688
Aset tidak lancar lainnya 3.485.637.067 3.485.637.067 3.485.637.067 3.485.637.067 3.485.637.067
Jumlah Aset Tidak Lancar 186.269.313.387 180.848.323.875 176.398.986.999 172.273.534.335 168.148.081.671
JUMLAH ASET 317.710.920.549 352.106.432.212 399.512.171.843 443.312.430.702 505.042.928.577
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha 9.347.994.414 8.665.629.039 13.438.031.102 9.301.436.660 17.286.536.271
Utang lain-lain - - - - -
Utang pajak 268.872.790 268.872.790 268.872.790 268.872.790 268.872.790
Beban akrual 3.178.438.986 3.178.438.986 3.178.438.986 3.178.438.986 3.178.438.986
Uang muka penjualan 651.534.046 651.534.046 651.534.046 651.534.046 651.534.046
Uang muka sewa - - - - -
Utang pembelian aset tetap 545.722.830 545.722.830 545.722.830 545.722.830 545.722.830
Liabilitas sewa 3.709.670.340 3.709.670.340 3.709.670.340 3.709.670.340 3.709.670.340
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 17.702.233.406 17.019.868.031 21.792.270.094 17.655.675.652 25.640.775.263
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang Usaha Pihak berelasi 6.775.741.210 6.775.741.210 6.775.741.210 6.775.741.210 6.775.741.210
Utang bank 44.250.226.562 41.979.757.812 39.619.257.812 37.029.148.437 34.439.039.062
Utang pembelian aset tetap 1.128.428.528 752.285.685 376.142.843 - (376.142.843)
Liabilitas sewa 18.962.350.913 16.920.374.710 14.878.398.507 12.836.422.304 10.794.446.101
Liabilitas imbalan pasca-kerja 2.155.869.419 2.155.869.419 2.155.869.419 2.155.869.419 2.155.869.419
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 73.272.616.632 68.584.028.836 63.805.409.791 58.797.181.370 53.788.952.950
JUMLAH LIABILITAS 90.974.850.038 85.603.896.867 85.597.679.885 76.452.857.022 79.429.728.213
EKUITAS
Modal Saham 31.250.000.000 31.250.000.000 31.250.000.000 31.250.000.000 31.250.000.000
Tambahan modal disetor 36.706.723.099 36.706.723.099 36.706.723.099 36.706.723.099 36.706.723.099
Penghasilan komprehensif lain (3.883.946.200) (3.883.946.200) (3.883.946.200) (3.883.946.200) (3.883.946.200)
Saldo laba 162.663.293.613 202.429.758.446 249.841.715.059 302.786.796.780 361.540.423.466
JUMLAH EKUITAS 226.736.070.512 266.502.535.345 313.914.491.958 366.859.573.679 425.613.200.365
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 317.710.920.549 352.106.432.211 399.512.171.843 443.312.430.702 505.042.928.577
Tabel 16 : Proyeksi Laba Rugi Perseroan Tanpa Rencana Transaksi
TANPA TRANSAKSI
Dalam Rupiah
2024 2025 2026 2027 2028
PENDAPATAN 218.528.535.573 284.087.096.245 326.700.160.682 359.370.176.750 395.307.194.425
BEBAN POKOK PENDAPATAN (110.418.915.674) (139.334.095.621) (157.999.408.901) (172.730.531.891) (189.291.039.814)
LABA BRUTO 108.109.619.899 144.753.000.624 168.700.751.781 186.639.644.858 206.016.154.611
Beban penjualan dan pemasaran (14.615.958.632) (19.000.746.221) (21.850.858.154) (24.035.943.970) (26.439.538.367)
Beban gaji dan tunjangan (25.542.768.935) (33.205.599.615) (38.186.439.558) (42.005.083.513) (46.205.591.865)
Beban umum dan administrasi (32.384.034.573) (42.099.244.945) (48.414.131.687) (53.255.544.855) (58.581.099.341)
Pendapatan (beban) lain-lain - neto 535.237.379 535.237.379 535.237.379 535.237.379 535.237.379
LABA SEBELUM PAJAK 36.102.095.138 50.982.647.222 60.784.559.761 67.878.309.899 75.325.162.417
Pajak penghasilan (4.956.444.539) (11.216.182.389) (13.372.603.147) (14.933.228.178) (16.571.535.732)
LABA TAHUN BERJALAN 31.145.650.600 39.766.464.833 47.411.956.614 52.945.081.721 58.753.626.685
Ref. No.: 00775/2.0072-00/BS/05/0022/1/VI/2024 25
Page 36
Tabel 17 : Proyeksi Arus Kas Perseroan Tanpa Rencana Transaksi
TANPA TRANSAKSI
Dalam Rupiah
2024 2025 2026 2027 2028
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan kas dari pelanggan 180.096.843.825 236.153.956.631 321.273.647.399 313.853.323.305 326.201.472.732
Pembayaran kas kepada pemasok (139.440.586.253) (174.719.339.482) (203.115.297.055) (224.026.826.843) (242.680.392.660)
Pembayaran kas kepada karyawan (37.824.734.684) (49.172.155.090) (56.547.978.353) (62.202.776.188) (68.423.053.807)
Penerimaan pendapatan bunga 535.237.379 535.237.379 535.237.379 535.237.379 535.237.379
Kas yang dihasilkan dari operasi 3.366.760.267 12.797.699.438 62.145.609.370 28.158.957.652 15.633.263.644
Pembayaran Pajak (4.956.444.539) (11.216.182.389) (13.372.603.147) (14.933.228.178) (16.571.535.732)
Arus kas bersih untuk aktivitas operasi (1.589.684.272) 1.581.517.049 48.773.006.222 13.225.729.474 (938.272.088)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Perolehan aset tetap (12.316.151.023) (3.000.000.000) (3.000.000.000) (3.000.000.000) (3.000.000.000)
Arus kas bersih untuk aktivitas investasi (12.316.151.023) (3.000.000.000) (3.000.000.000) (3.000.000.000) (3.000.000.000)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Penerimaan pinjaman bank 15.000.000.000 - - - -
Pembayaran pinjaman bank (749.773.438) (2.270.468.750) (2.360.500.000) (2.590.109.375) (2.590.109.375)
Arus kas bersih dari aktivitas pendanaan 11.832.107.517 (4.688.587.796) (4.778.619.046) (5.008.228.421) (5.008.228.421)
KENAIKAN (PENURUNAN) KAS DAN BANK (2.073.727.779) (6.107.070.746) 40.994.387.177 5.217.501.054 (8.946.500.508)
KAS DAN BANK PADA AWAL PERIODE 10.244.906.393 8.171.178.615 2.064.107.868 43.058.495.045 48.275.996.099
KAS DAN BANK PADA AKHIR PERIODE 8.171.178.615 2.064.107.868 43.058.495.045 48.275.996.099 39.329.495.591
Tabel 18 : Proyeksi Rasio Perseroan Tanpa Rencana Transaksi
TANPA TRANSAKSI
RASIO
2024 2025 2026 2027 2028
PROFITABILITAS
GPM 49,5% 51,0% 51,6% 51,9% 52,1%
OPM 66,8% 66,8% 66,8% 66,8% 66,8%
NPM 14,3% 14,0% 14,5% 14,7% 14,9%
ROA 9,8% 11,3% 11,9% 11,9% 11,6%
ROE 13,7% 14,9% 15,1% 14,4% 13,8%
LIKUDITAS
Rasio lancar 7,4 10,1 10,2 15,4 13,1
AKTIVITAS
Perputaran aset 0,7 0,8 0,9 0,9 0,8
Perputaran persedian 12,6 12,2 12,0 12,0 11,9
Perputaran utang usaha 14,3 15,5 14,3 15,2 14,2
SOLVABILITAS
DER 40,1% 32,1% 27,3% 20,8% 18,7%
DAR 28,6% 24,3% 21,4% 17,2% 15,7%
Dari gambaran di atas terlihat bahwa diproyeksikan terdapat beberapa perbedaan
antara Dengan dilakukannya Rencana Transaksi dan Tanpa dilakukannya Rencana
Transaksi yaitu sebagai berikut:
Posisi Keuangan:
❖ Kas dan Setara Kas
Perbedaan pada kas disebabkan oleh pendapatan sewa dan beban pajak final atas
pendapatan sewa tersebut.
❖ Laba Ditahan
Perbedaan pada laba ditahan disebabkan oleh pendapatan sewa dan pendapatan
service charge.
Laba Rugi:
Antara Dengan dilakukannya Rencana Transaksi dan Tanpa dilakukannya Rencana
Transaksi tidak memberikan perbedaan terhadap pendapatan, beban pokok
pendapatan, dan beban usaha. Perbedaan terdapat pada akun:
Ref. No.: 00775/2.0072-00/BS/05/0022/1/VI/2024 26
Page 37
❖ Pendapatan (Beban) Lain-lain
Dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi, maka Perseroan akan memperoleh
tambahan pendapatan lain-lain berupa pendapatan sewa dan pendapatan service
charge sebesar Rp 1,4 miliar per tahun.
Tabel 19 : Proyeksi Pendapatan (Beban) Lain-lain
Dengan dan Tanpa Rencana Transaksi
Dalam Rp 2024 2025 2026 2027 2028
Dengan Rencana Transaksi 1.245.157.379 1.963.237.379 1.979.557.379 1.995.877.379 2.012.197.379
Tanpa Rencana Transaksi 535.237.379 535.237.379 535.237.379 535.237.379 535.237.379
Perbedaan (Rp) 709.920.000 1.428.000.000 1.444.320.000 1.460.640.000 1.476.960.000
Perbedaan (%) -57% -73% -73% -73% -73%
❖ Laba bersih
Dengan Transaksi, laba bersih Perseroan akan bertambah dikarenakan adanya
pendapatan sewa dan pendapatan service charge.
Tabel 20 : Proyeksi Laba Bersih Dengan dan Tanpa Rencana Transaksi
Dalam Rp 2024 2025 2026 2027 2028
Dengan Rencana Transaksi 31.855.570.600 41.194.464.833 48.856.276.614 54.405.721.721 60.230.586.685
Tanpa Rencana Transaksi 31.145.650.600 39.766.464.833 47.411.956.614 52.945.081.721 58.753.626.685
Perbedaan (Rp) 709.920.000 1.428.000.000 1.444.320.000 1.460.640.000 1.476.960.000
Perbedaan (%) -2% -3% -3% -3% -2%
Arus Kas:
❖ Aktivitas Operasi
Tidak terdapat perbedaan pada arus kas aktivitas operasi antara Dengan
dilakukannya Rencana Transaksi dan Tanpa dilakukannya Rencana Transaksi.
❖ Aktivitas Investasi
Tidak terdapat perbedaan pada arus kas aktivitas investasi antara Dengan
dilakukannya Rencana Transaksi dan Tanpa dilakukannya Rencana Transaksi.
❖ Aktivitas Pendanaan
Tidak terdapat perbedaan pada arus kas aktivitas pendanaan antara Dengan
dilakukannya Rencana Transaksi dan Tanpa dilakukannya Rencana Transaksi
3.3.7 Analisa Inkremental atas Rencana Transaksi
Dari analisis terhadap proyeksi Dengan dan Tanpa dilakukannya Rencana Transaksi,
diperoleh kontribusi nilai tambah terhadap Perseroan berupa perolehan pendapatan
sewa dan pendapatan service charge sehingga memberikan tambahan laba bersih
sebesar Rp 710,0 juta pada tahun 2024 hingga Rp 1,5 miliar pada tahun 2028.
Ref. No.: 00775/2.0072-00/BS/05/0022/1/VI/2024 27
Page 38
Tabel 21 : Proyeksi Kontribusi Nilai Tambah
Dalam Rp 2024 2025 2026 2027 2028
Pendapatan sewa 510.000.000 1.020.000.000 1.020.000.000 1.020.000.000 1.020.000.000
Pendapatan service charge 199.920.000 408.000.000 424.320.000 440.640.000 456.960.000
Kontribusi nilai tambah 709.920.000 1.428.000.000 1.444.320.000 1.460.640.000 1.476.960.000
3.3.8 Analisis Kewajaran Nilai Transaksi
Terkait dengan Rencana Transaksi, DGNS telah menugaskan kepada KJPP Felix
Sutandar dan Rekan untuk melakukan Kajian Harga Sewa, yang secara ringkas dapat
digambarkan sebagai berikut:
No. Laporan : 00701/2.0072-00/PI/05/0022/1/VI/2024
Tanggal Laporan : 11 Juni 2024
Objek Kajian : Sewa Ruang Kantor Lantai 6 dan 7
Luas : 680 m²
Lokasi Objek : Jl. Teuku Cik Ditiro No. 11, Gondangdia,
Menteng, Jakarta Pusat
Tanggal Kajian : 31 Desember 2023
Tujuan Penilaian : Transaksi sewa menyewa
Pendekatan Kajian : Pendekatan Pendapatan dan Pendekatan Pasar
Kesimpulan Harga Sewa : Rp 1.398.000.000/ tahun
Berdasarkan hasil Penilaian Sewa Bangunan yang dilakukan oleh Penilai Properti KJPP
Felix Sutandar dan Rekan, total harga sewa tanah dan bangunan tersebut adalah
sebesar Rp.1.398.000.000 per tahun sedangkan saat ini Perseroan menyewakan
tanahnya kepada BMHS dengan harga sewa sebesar Rp 1.419.840.000 per tahun, atau
1,6% lebih tinggi dibandingkan dengan hasil Penilaian Sewa Bangunan, yang berarti
batas atas dan batas bawah pada kisaran nilai tidak melebihi 7,5% atau berada dalam
kisaran harga yang wajar.
3.3.9 Prosedur Pengambilan Keputusan dengan Memperhatikan Alternatif
Lain
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari Manajemen Perseroan, pengambilan
keputusan untuk melakukan Transaksi Sewa Menyewa dilakukan oleh Direksi dengan
persetujuan Komisaris Perseroan.
Alternatif lain yaitu dengan tidak menyewakan tanah dan bangunan tersebut, namun
Perseroan memutuskan untuk menyewa aset Rencana Transaksi dengan pertimbangan
bahwa Perseroan akan mendapatkan penghasilan lain-lain berupa pendapatan sewa
yang akan meningkatkan laba bersih secara keseluruhan.
Perseroan telah menunjuk Kantor Jasa Penilai Publik Felix Sutandar dan Rekan sebagai
Penilai Independen untuk melakukan Kajian Harga Sewa atas Objek Rencana Transaksi.
3.4 Analisis Manfaat dan Risiko Rencana Transaksi
Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa manfaat dari
Rencana Transaksi bagi Perseroan adalah mendapatkan penghasilan lain-lain berupa
Ref. No.: 00775/2.0072-00/BS/05/0022/1/VI/2024 28
Page 39
pendapatan sewa, sehingga meningkatkan laba bersih Perseroan secara keseluruhan. Sementara itu, tidak terdapat risiko akibat dari Rencana Transaksi. 3.5 Analisis Kewajaran Rencana Transaksi 4. Rencana Transaksi adalah Perseroan akan menyewakan ruang kantor kepada BMHS yaitu lantai 6 dan lantai 7 dengan total luas 680 m² yang berlokasi di Jl. Teuku Cik Ditiro No. 11, Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat. 5. Kontribusi nilai tambah terhadap Perseroan berupa perolehan pendapatan sewa dan pendapatan service charge sehingga memberikan tambahan laba bersih sebesar Rp.710,0 juta pada tahun 2024 hingga Rp 1,5 miliar pada tahun 2028. 6. Berdasarkan hasil Kajian Harga Sewa yang dilakukan oleh Penilai Properti KJPP Felix Sutandar dan Rekan, total harga sewa tanah dan bangunan tersebut adalah sebesar Rp 1.398.000.000 per tahun sedangkan saat ini Perseroan menyewakan tanahnya kepada BMHS dengan harga sewa sebesar Rp 1.419.840.000 per tahun, atau 1,6% lebih tinggi dibandingkan dengan hasil Kajian Harga Sewa, yang berarti batas atas dan batas bawah pada kisaran nilai tidak melebihi 7,5% atau berada dalam kisaran harga yang wajar. 3.6 Kesimpulan Berdasarkan analisis kewajaran Rencana Transaksi sebagaimana diuraikan dalam laporan ini, kami berpendapat bahwa Rencana Transaksi Menyewakan Tanah dan Bangunan yang dilakukan oleh PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk adalah wajar. Ref. No.: 00775/2.0072-00/BS/05/0022/1/VI/2024 29
Names mentioned 50 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
KJPP Felix Sutandar dan Rekan
p.2 ×5
unresolved
org
KJPP Felix Sutandar
· Pemimpin Rekan
p.2 ×8
unresolved
org
KJPP FSR
p.2
unresolved
org
Bank Indonesia
p.4 ×2
unresolved
org
Penilai Properti KJPP Felix Sutandar dan Rekan
p.5 ×3
unresolved
—
Kualifikasi
p.10
unresolved
—
Ijin Penilai
p.10
unresolved
—
STTD
p.10
unresolved
—
MAPPI
p.10 ×3
unresolved
person
Natalia Goysal
p.10
unresolved
person
Symphony Sonata
p.10
unresolved
—
Ref. No.: 00775/2.0072-00/BS/05/0022/1/VI/2024
p.10
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Tanubrata Sutanto Fahmi Bambang & Rekan
p.14 ×4
unresolved
org
Tjahjo & Rekan
p.14 ×2
unresolved
org
Kantor Jasa Penilai Publik Felix Sutandar dan Rekan
p.14 ×2
unresolved
org
Kantor Jasa Penilai Publik Felix Sutandar
p.14 ×2
unresolved
person
Fergus Richard
· Direktur
p.15
unresolved
person
Martinef
p.16
unresolved
org
Menteri
p.16
unresolved
person
Rahayu Ningsih
p.16 ×2
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.16
unresolved
person
Adlan Yulizar
p.17
unresolved
org
Menteri Kehakiman Republik Indonesia
p.17
unresolved
person
Jose Dima Satria
p.17
unresolved
org
Kementrian Hukum Ref.
p.17
unresolved
person
Nurhadi Yudiantho
· Komisaris
p.20
unresolved
—
Menyewakan
p.20
unresolved
—
Penyewa
p.20
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Tanubrata Sutanto Fahmi Bambang
p.30
unresolved
org
Rekan
· Penilai
p.38
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
Rule parser
Needs review
confidence 0.091
4874 ms
12 Sep 2026 23:01
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
'appraiser_name': '',
'assets': [],
'currency': None,
'fact_type': '',
'issuer_name': '',
'kind': 'CONFLICT',
'kjpp_name': '',
'letter_number': '',
'object_text': '',
'object_truncated': False,
'parties': [],
'pct_of_equity': None,
'reference_period': '',
'requires_rups': None,
'rups_date': None,
'ticker': '',
'transaction_date': None,
'valuation_date': None,
'value': None}