Skip to content
Back to announcement

20240628_DGNS_Laporan Informasi dan Fakta Material_31676705_lamp2.pdf

Asset transaction Needs review DGNS

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 39

Page 1
                 LAPORAN
  00775/2.0072-00/BS/05/0022/1/VI/2024


      PENDAPAT KEWAJARAN
    ATAS RENCANA TRANSAKSI
   MENYEWAKAN RUANG KANTOR

                   OLEH
    PT DIAGNOS LABORATORIUM UTAMA TBK




                        Oleh


KJPP FELIX SUTANDAR DAN REKAN
       Certified Business and Assets Appraisers
Page 2
Ref. No.: 00775/2.0072-00/BS/05/0022/1/VI/2024                   Jakarta, 26 Juni 2024

Kepada Yth.
Direksi
PT DIAGNOS LABORATORIUM UTAMA TBK
Jl. Teuku Cik Ditiro No. 11
Gondangdia, Menteng
Jakarta Pusat


Perihal : Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Menyewakan Ruang
          Kantor

Dengan Hormat,

Menunjuk Surat Penugasan No. 0077/FSR/Spn/FS/0202/2023 tanggal 2 Februari 2023
yang telah disetujui oleh manajemen PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk (“DGNS”
atau “Perseroan”) pada tanggal 18 April 2024 perihal Pendapat Kewajaran atas
Rencana Transaksi Menyewakan Kantor (untuk selanjutnya disebut “Rencana
Transaksi”), maka bersama ini kami sampaikan laporan mengenai Pendapat Kewajaran
tersebut (“Laporan”).


Status Penilai

Pendapat Kewajaran ini dilakukan oleh Penilai Independen yang merupakan Penilai
Publik dan salah satu rekan pada KJPP Felix Sutandar dan Rekan (“KJPP FSR” atau
“Penilai”) dengan kualifikasi sebagai berikut:
Kualifikasi    : Properti dan Bisnis
Ijin Penilai   : PB-1.08.00022
STTD           : STTD.PPB-31/PM.2/2018
MAPPI          : 81-S-00017

Dalam mempersiapkan Laporan Pendapat Kewajaran ini, Penilai menjunjung tinggi
integritas, bertindak secara objektif dan tidak memihak serta tidak mempunyai potensi
benturan kepentingan dengan pihak-pihak yang terlibat dengan Rencana Transaksi.
Penilai memiliki kompetensi dalam mempersiapkan Laporan Pendapat Kewajaran ini dan
menjaga kerahasiaan informasi yang diperoleh.


Identitas Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan

Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan dalam hal ini adalah:

Nama               :   PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk
Bidang usaha       :   Pelayanan penunjang kesehatan
Alamat             :   Jl. Teuku Cik Ditiro No. 11, Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat
Email              :   info@diagnos.co.id
Website            :   www.diagnos.co.id
Telepon            :   021-31931833
Page 3
Proses Penugasan

Proses penugasan meliputi:
1. Identifikasi masalah,
2. Pengumpulan data dan wawancara sehubungan dengan Rencana Transaksi,
3. Analisis data dan informasi yang diperoleh,
4. Analisis kewajaran Rencana Transaksi,
5. Penulisan laporan.


Ruang Lingkup

Maksud dan Tujuan

Laporan ini dimaksudkan untuk memberikan Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion)
atas Rencana Transaksi. Sedangkan tujuan Pendapat Kewajaran sesuai dengan
penugasan yang diterima adalah untuk dipergunakan sebagai salah satu bahan dalam
rangka keterbukaan informasi sebagaimana diatur dalam Peraturan POJK
No..42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan.


Asumsi dan Kondisi Pembatas

Tanpa mengurangi tanggung jawab kami sebagai Penilai, Pendapat Kewajaran ini
dibatasi oleh asumsi dan kondisi pembatas sebagai berikut:
1. Pendapat Kewajaran ini bersifat non-disclaimer opinion.
2. Penilai Bisnis telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang digunakan
   dalam proses penilaian.
3. Data dan informasi yang diperoleh berasal dari sumber yang dapat dipercaya
   keakuratannya.
4. Proyeksi keuangan yang digunakan telah disesuaikan dan mencerminkan kewajaran
   proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen dengan kemampuan
   pencapaiannya.
5. Penilai Bisnis bertanggung jawab atas pelaksanaan Penilaian dan kewajaran proyeksi
   keuangan.
6. Laporan Pendapat Kewajaran ini terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi
   yang bersifat rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional perusahaan.
7. Penilai Bisnis bertanggung jawab atas Laporan Pendapat Kewajaran dan Kesimpulan
   Akhir.
8. Penilai Bisnis telah memperoleh informasi atas status hukum Objek Pendapat
   Kewajaran dari Pemberi Tugas.


Alasan dan Latar Belakang Rencana Transaksi

PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk (“DGNS” atau “Perseroan”) adalah sebuah
perusahaan yang bergerak dalam kegiatan penyediaan pelayanan penunjang
kesehatan, seperti laboratorium kesehatan, pusat gambar diagnosis lainnya,
laboratorium pemeriksaan darah, gudang farmasi, bank mata, bank darah, bank
sperma, bank transplantasi organ dan pelayanan penunjang medik lainnya. Saat ini,

Ref. No.: 00775/2.0072-00/BS/05/0022/1/VI/2024                                    ii
Page 4
Perseroan sedang membangun gedung kantor yang terdiri dari 1 lantai basement dan 8
lantai laboratorium dan kantor. Perseroan bermaksud untuk menyewakan lantai 6 dan
lantai 7 kepada perusahaan induknya yaitu PT Bundamedik Tbk (“BMHS”) untuk
digunakan sebagai kantor pusat (head office). Dengan disewakannya 2 lantai dari
gedung kantor tersebut, diharapkan Perseroan memperoleh tambahan pendapatan lain-
lain berupa pendapatan sewa yang pada akhirnya akan meningkatkan laba bersih
Perseroan secara keseluruhan.


Obyek Pendapat Kewajaran

Obyek Pendapat Kewajaran adalah Rencana Transaksi Menyewakan Ruang Kantor yaitu
lantai 6 dan lantai 7 dengan total luas 680 m2 yang berlokasi di Jl. Teuku Cik Ditiro No.
11, Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat. Tanah dan bangunan berupa gedung kantor
tersebut memiliki sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) dengan No. 01579.


Tanggal Pendapat Kewajaran

Tanggal (cut-off date) dari Pendapat Kewajaran ini adalah 31 Desember 2023
(“Tanggal Pendapat Kewajaran”). Tanggal Pendapat Kewajaran dipilih atas dasar
pertimbangan kepentingan dan ketersediaan data dalam rangka analisa kewajaran
Rencana Transaksi dimaksud.


Mata Uang yang Digunakan

Jenis mata uang yang digunakan dalam laporan Penilaian ini adalah Rupiah.


Tingkat Kedalaman Investigasi

Investigasi yang dilakukan Penilai merupakan proses pengumpulan data dengan cara
inspeksi, penelaahan, penghitungan, dan analisis. Dalam melakukan penilaian ini, kami
telah melakukan wawancara dengan manajemen Perseroan.

Penyusunan Penilaian ini berdasarkan informasi dan data yang diberikan oleh
Manajemen Perseroan yang kami anggap adalah benar, lengkap, dapat diandalkan serta
tidak menyesatkan. Penilai tidak melakukan audit ataupun uji tuntas secara mendetail
atas informasi maupun data-data yang diberikan oleh Manajemen baik secara lisan
maupun tulisan, dan oleh karena itu kami tidak bertanggungjawab atas kebenaran dan
kelengkapan dari informasi atau data tersebut.


Sifat dan Sumber Informasi yang Dapat Diandalkan

Informasi yang diperoleh berupa:
- Data dan dokumen dari Manajemen Perseroan.
- Data dan keterangan yang diperoleh secara lisan maupun tulisan melalui komunikasi
    dengan manajemen.
- Berbagai data dan publikasi yang tersedia secara umum baik berdasarkan media
    cetak maupun elektronik, seperti website Damodaran, Kontan, Bank Indonesia,
    website Pemerintah maupun Asosiasi yang relevan dengan penugasan penilaian.



Ref. No.: 00775/2.0072-00/BS/05/0022/1/VI/2024                                       iii
Page 5
Informasi, perkiraan dan pendapat yang kami peroleh dari berbagai sumber, kami
anggap merupakan informasi yang dapat dipercaya kebenarannya dan tidak
mengandung unsur-unsur yang dengan sengaja disembunyikan.


Persyaratan atas Persetujuan Publikasi

Laporan ini bersifat terbuka untuk publik, namun demikian publikasi atas sebagian atau
keseluruhan dari laporan harus mendapatkan persetujuan dari manajemen Perseroan
mengingat kemungkinan adanya informasi yang bersifat rahasia dan dapat
mempengaruhi kompetisi dan operasional Perseroan. Kami tidak bertanggung jawab
atas kerugian yang ditimbulkan atas publikasi tersebut.


Pedoman dan Standar Penilaian

Dasar pedoman pelaksanaan dan standar penilaian yang Penilai gunakan adalah:
1. Kode Etik Penilai Indonesia dan Standar Penilaian Indonesia (KEPI & SPI) Edisi VII
   2018 dan Edisi Revisi SPI 300, SPI 310, SPI 320, SPI 330 Tahun 2020 yang
   dikeluarkan oleh Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI);
2. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 35/POJK.04/2020 Tentang
   Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal;
3. Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan (SEOJK) Nomor 17/SEOJK.04/2020 Tentang
   Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal.


Pendekatan dan Prosedur Penilaian

Dalam menganalisis kewajaran Rencana Transaksi, kami melakukan prosedur analisis
sebagai berikut:
1.   Analisis transaksi;
2.   Analisis kualitatif dan kuantitatif atas Rencana Transaksi;
3.   Analisis atas kewajaran nilai transaksi; dan
4.   Analisis atas faktor lain yang relevan.


Analisis Kewajaran Rencana Transaksi

1. Rencana Transaksi adalah Perseroan akan menyewakan ruang kantor kepada BMHS
   yaitu di lantai 6 dan lantai 7 dengan total luas 680 m2 yang berlokasi di Jl. Teuku
   Cik Ditiro No. 11, Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat.
2. Kontribusi nilai tambah terhadap Perseroan berupa perolehan pendapatan sewa dan
   pendapatan service charge sehingga memberikan tambahan laba bersih sebesar
   Rp.709,9 juta pada tahun 2024 hingga Rp 1,5 miliar pada tahun 2028.
3. Berdasarkan hasil Kajian Harga Sewa yang dilakukan oleh Penilai Properti KJPP Felix
   Sutandar dan Rekan, total harga sewa dan biaya layanan atas ruang kantor tersebut
   adalah sebesar Rp.1.398.000.000 per tahun sedangkan saat ini Perseroan
   menyewakan ruang kantor kepada BMHS dengan harga sewa dan biaya layanan
   sebesar Rp 1.419.840.000 per tahun, atau 1,6% lebih tinggi dibandingkan dengan
   hasil Kajian Harga Sewa, yang berarti batas atas dan batas bawah pada kisaran nilai
   tidak melebihi 7,5% atau berada dalam kisaran harga yang wajar.



Ref. No.: 00775/2.0072-00/BS/05/0022/1/VI/2024                                    iv
Page 6
Kesimpulan

Berdasarkan analisis kewajaran Rencana Transaksi sebagaimana diuraikan dalam
laporan ini, kami berpendapat bahwa Rencana Transaksi Menyewakan Ruang
Kantor yang dilakukan oleh PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk adalah wajar.


Hormat kami,
KJPP Felix Sutandar dan Rekan




Felix Sutandar, MSc
Pemimpin Rekan

Kualifikasi    : Properti dan Bisnis
Ijin Penilai   : PB-1.08.00022
STTD           : STTD.PPB-31/PJ-1/PM.02/2023
MAPPI          : 81-S-00017

Pendapat Kewajaran ini ditujukan untuk kepentingan Direksi Perseroan dalam kaitannya
dengan Rencana Transaksi, tidak untuk digunakan oleh pihak lain. Pendapat Kewajaran
ini hanya merupakan salah satu bahan pertimbangan kepada pemegang saham untuk
mengetahui kewajaran dari Rencana Transaksi. Pendapat Kewajaran ini harus
dipandang sebagai satu kesatuan, penggunaan sebagian dari analisis dan informasi,
tanpa mempertimbangkan isi Pendapat Kewajaran ini secara keseluruhan dapat
menyebabkan pandangan yang menyesatkan atas proses yang mendasari Pendapat
Kewajaran ini. Pendapat Kewajaran ini tidak sah apabila tidak dibubuhi tanda tangan
yang berwenang dan stempel dari KJPP Felix Sutandar dan Rekan.




Ref. No.: 00775/2.0072-00/BS/05/0022/1/VI/2024                                   v
Page 7
 DAFTAR ISI

SURAT PENGANTAR ............................................................................................ i
DAFTAR ISI...................................................................................................... vi
DAFTAR TABEL ................................................................................................ vii
DAFTAR GAMBAR ............................................................................................ viii
TIM PENYUSUN ................................................................................................. ix
1. PENDAHULUAN .............................................................................................. 1
   1.1 Identifikasi Status Penilai .......................................................................... 1
   1.2 Identitas Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan .......................................... 1
   1.3 Maksud dan Tujuan .................................................................................. 1
   1.4 Asumsi dan Kondisi Pembatas ................................................................... 1
   1.5 Alasan dan Latar Belakang Rencana Transaksi ............................................. 2
   1.6 Obyek Pendapat Kewajaran ....................................................................... 2
   1.7 Tanggal Pendapat Kewajaran .................................................................... 2
   1.8 Mata Uang yang Digunakan....................................................................... 2
   1.9 Tingkat Kedalaman Investigasi .................................................................. 3
   1.10 Sifat dan Sumber Informasi yang Dapat Diandalkan ................................... 3
   1.11 Pedoman dan Standar Penilaian ............................................................... 3
   1.12 Keterangan Rencana Transaksi dan Benturan Kepentingan ......................... 3
   1.13 Dampak Keuangan ................................................................................. 4
   1.14 Sumber Data ......................................................................................... 4
   1.15 Pendekatan dan Prosedur Penilaian .......................................................... 5
2. PIHAK-PIHAK YANG TERKAIT DENGAN TRANSAKSI ............................................ 6
   2.1 PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk (“DGNS” atau “Perseroan”) ................... 6
    2.1.1 Pendirian dan Informasi Umum.............................................................. 6
    2.1.2 Pemegang Saham ................................................................................ 6
    2.1.3 Susunan Manajemen ............................................................................ 7
    2.1.4 Kegiatan Usaha ................................................................................... 7
    2.1.5 Perijinan ............................................................................................. 7
   2.2 PT Bundamedik Tbk (“BMHS”) ................................................................... 7
    2.2.1 Pendirian dan Informasi Umum.............................................................. 7
    2.2.2 Pemegang Saham ................................................................................ 8
    2.2.3 Susunan Manajemen ............................................................................ 8
    2.2.4 Kegiatan Usaha ................................................................................... 8
    2.2.5 Perijinan ............................................................................................. 8
3. ANALISIS DAN PENDAPAT KEWAJARAN ........................................................... 10
   3.1 Analisis Transaksi .................................................................................. 10
   3.2 Analisis Kualitatif atas Rencana Transaksi ................................................. 11
   3.3 Analisis Kuantitatif atas Rencana Transaksi ............................................... 16
   3.4 Analisis Manfaat dan Risiko Rencana Transaksi .......................................... 28
   3.5 Analisis Kewajaran Rencana Transaksi ...................................................... 29
   3.6 Kesimpulan ........................................................................................... 29




Ref. No.: 00775/2.0072-00/BS/05/0022/1/VI/2024
Page 8
 DAFTAR TABEL


Tabel 1 : Daftar Pemegang Saham DGNS ............................................................. 6
Tabel 2 : Daftar Pemegang Saham BMHS ............................................................. 8
Tabel 3 : Rincian Persamaan Susunan Pemegang Saham DGNS dan BMHS .............. 10
Tabel 4: Sumber Daya Manusia per 31 Desember 2023 ......................................... 13
Tabel 5 : Posisi Keuangan Perseroan Tahun 2019 - 2023 ....................................... 16
Tabel 6 : Laporan Laba-Rugi Perseroan Tahun 2019 – 2023 ................................... 17
Tabel 7 : Laporan Arus Kas Perseroan Tahun 2019 - 2023 .................................... 18
Tabel 8 : Rasio Keuangan Perseroan Tahun 2019 - 2023 ....................................... 19
Tabel 9 : Posisi Keuangan Perseroan Sebelum dan Setelah Rencana Transaksi ......... 21
Tabel 10 : Laba Rugi Perseroan Sebelum dan Setelah Rencana Transaksi ................ 22
Tabel 11 : Proyeksi Posisi Keuangan Perseroan Dengan Rencana Transaksi .............. 23
Tabel 12 : Proyeksi Laba Rugi Perseroan Dengan Rencana Transaksi....................... 23
Tabel 13 : Proyeksi Arus Kas Perseroan Dengan Rencana Transaksi ........................ 24
Tabel 14 : Proyeksi Rasio Perseroan Dengan Rencana Transaksi ............................. 24
Tabel 15 : Proyeksi Posisi Keuangan Perseroan Tanpa Rencana Transaksi ................ 25
Tabel 16 : Proyeksi Laba Rugi Perseroan Tanpa Rencana Transaksi ......................... 25
Tabel 17 : Proyeksi Arus Kas Perseroan Tanpa Rencana Transaksi .......................... 26
Tabel 18 : Proyeksi Rasio Perseroan Tanpa Rencana Transaksi ............................... 26
Tabel 19 : Proyeksi Pendapatan (Beban) Lain-lain ................................................ 27
Tabel 20 : Proyeksi Laba Bersih Dengan dan Tanpa Rencana Transaksi ................... 27
Tabel 21 : Proyeksi Kontribusi Nilai Tambah ......................................................... 28




Ref. No.: 00775/2.0072-00/BS/05/0022/1/VI/2024                                                    i
Page 9
 DAFTAR GAMBAR


Gambar 1 : Struktur Organisasi per 31 Desember 2023 ....................................... 14




Ref. No.: 00775/2.0072-00/BS/05/0022/1/VI/2024                                            viii
Page 10
 TIM PENYUSUN


Tim penyusun dari Laporan Pendapat Kewajaran ini adalah:


                    Keterangan                        Tanda Tangan
  Penilai Berijin
  Nama           : Felix Sutandar, M.Sc
  Kualifikasi    : Properti dan Bisnis
  Ijin Penilai   : PB-1.08.00022
  STTD           : STTD.PPB-31/PJ-1/PM.02/2023
  No. MAPPI      : 81-S-00017
  No. Register   : RMK-2017.00022
  Reviewer
  Nama           : Natalia Goysal, SE
  No. MAPPI      : 10-S-02509
  No. Register   : RMK-2017.00307
  Pelaksana Penilai
  Nama           : Symphony Sonata, SE
  No. MAPPI      : 16-T-07047
  No. Register   : RMK-2019.03050




Ref. No.: 00775/2.0072-00/BS/05/0022/1/VI/2024                       ix
Page 11
1. PENDAHULUAN


1.1    Identifikasi Status Penilai

Pendapat Kewajaran ini disusun oleh Tim Penilai Independen dari KJPP Felix Sutandar
dan Rekan. Buku Laporan Pendapat Kewajaran ini ditandatangani oleh:
-     Felix Sutandar, MSc (MAPPI No. 81-S-00017; PB-1.08.00022; STTD.PPB-31/PJ-
      1/PM.2/2023) sebagai Penilai Berizin.
-     Natalia Goysal (MAPPI No. 10-S-02509; P.1-12.00347) sebagai Reviewer.
-     Symphony Sonata (MAPPI No. 16-T-07047; Register No. RMK-2019.03050) sebagai
      Pelaksana Penilai.

Dalam mempersiapkan Laporan Pendapat Kewajaran ini, Penilai menjunjung tinggi
integritas, bertindak secara objektif dan tidak memihak serta tidak mempunyai potensi
benturan kepentingan dengan pihak-pihak yang terlibat dengan Rencana Transaksi.
Penilai memiliki kompetensi dalam mempersiapkan Laporan Pendapat Kewajaran ini dan
menjaga kerahasiaan informasi yang diperoleh.


1.2    Identitas Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan

Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan dalam hal ini adalah:

Nama                :   PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk
Bidang usaha        :   Pelayanan penunjang kesehatan
Alamat              :   Jl. Teuku Cik Ditiro No. 11, Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat
Email               :   corsec@diagnos.co.id
Website             :   www.diagnos.co.id
Telepon             :   021-31931833


1.3    Maksud dan Tujuan

Laporan ini dimaksudkan untuk memberikan Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion)
atas Rencana Transaksi. Sedangkan tujuan Pendapat Kewajaran sesuai dengan
penugasan yang diterima adalah untuk dipergunakan sebagai salah satu bahan dalam
rangka keterbukaan informasi sebagaimana diatur dalam Peraturan POJK
No..42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan.


1.4    Asumsi dan Kondisi Pembatas

Tanpa mengurangi tanggung jawab kami sebagai Penilai, Pendapat Kewajaran ini
dibatasi oleh asumsi dan kondisi pembatas sebagai berikut:
1. Pendapat Kewajaran ini bersifat non-disclaimer opinion.
2. Penilai Bisnis telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang digunakan
   dalam proses penilaian.
3. Data dan informasi yang diperoleh berasal dari sumber yang dapat dipercaya
   keakuratannya.



Ref. No.: 00775/2.0072-00/BS/05/0022/1/VI/2024                                       1
Page 12
4. Proyeksi keuangan yang digunakan telah disesuaikan dan mencerminkan kewajaran
   proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen dengan kemampuan
   pencapaiannya.
5. Penilai Bisnis bertanggung jawab atas pelaksanaan Penilaian dan kewajaran proyeksi
   keuangan.
6. Laporan Pendapat Kewajaran ini terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi
   yang bersifat rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional perusahaan.
7. Penilai Bisnis bertanggung jawab atas Laporan Pendapat Kewajaran dan Kesimpulan
   Akhir.
8. Penilai Bisnis telah memperoleh informasi atas status hukum Objek Pendapat
   Kewajaran dari Pemberi Tugas.


1.5   Alasan dan Latar Belakang Rencana Transaksi

PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk (“DGNS” atau “Perseroan”) adalah sebuah
perusahaan yang bergerak dalam kegiatan penyediaan pelayanan penunjang
kesehatan, seperti laboratorium kesehatan, pusat gambar diagnosis lainnya,
laboratorium pemeriksaan darah, gudang farmasi, bank mata, bank darah, bank
sperma, bank transplantasi organ dan pelayanan penunjang medik lainnya.

Saat ini, Perseroan sedang membangun gedung kantor yang terdiri dari 1 lantai
basement dan 8 lantai laboratorium dan kantor. Perseroan bermaksud untuk
menyewakan lantai 6 dan lantai 7 kepada perusahaan induknya yaitu PT Bundamedik
Tbk (“BMHS”) untuk digunakan sebagai kantor pusat (head office). Dengan
disewakannya 2 lantai dari gedung kantor tersebut, diharapkan Perseroan memperoleh
tambahan pendapatan lain-lain berupa pendapatan sewa yang pada akhirnya akan
meningkatkan laba bersih Perseroan secara keseluruhan.


1.6   Obyek Pendapat Kewajaran

Obyek Pendapat Kewajaran adalah Rencana Transaksi Sewa Menyewa Kantor yaitu
lantai 6 dan lantai 7 dengan total luas 680 m2 yang berlokasi di Jl. Teuku Cik Ditiro No.
11, Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat. Tanah dan bangunan berupa gedung kantor
tersebut memiliki sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) dengan No. 01579.


1.7   Tanggal Pendapat Kewajaran

Tanggal (cut-off date) dari Pendapat Kewajaran ini adalah 31 Desember 2023
(“Tanggal Pendapat Kewajaran”). Tanggal Pendapat Kewajaran dipilih atas dasar
pertimbangan kepentingan dan ketersediaan data dalam rangka analisa kewajaran
Rencana Transaksi dimaksud.


1.8   Mata Uang yang Digunakan

Jenis mata uang yang digunakan dalam laporan Penilaian ini adalah Rupiah.




Ref. No.: 00775/2.0072-00/BS/05/0022/1/VI/2024                                        2
Page 13
1.9    Tingkat Kedalaman Investigasi

Investigasi yang dilakukan Penilai merupakan proses pengumpulan data dengan cara
inspeksi, penelaahan, penghitungan, dan analisis. Dalam melakukan penilaian ini, kami
telah melakukan wawancara dengan manajemen Perseroan.

Penyusunan Penilaian ini berdasarkan informasi dan data yang diberikan oleh
Manajemen Perseroan yang kami anggap adalah benar, lengkap, dapat diandalkan serta
tidak menyesatkan. Penilai tidak melakukan audit ataupun uji tuntas secara mendetail
atas informasi maupun data-data yang diberikan oleh Manajemen baik secara lisan
maupun tulisan, dan oleh karena itu kami tidak bertanggungjawab atas kebenaran dan
kelengkapan dari informasi atau data tersebut.


1.10 Sifat dan Sumber Informasi yang Dapat Diandalkan

Informasi yang diperoleh berupa:
- Data dan dokumen dari Manajemen Perseroan.
- Data dan keterangan yang diperoleh secara lisan melalui komunikasi dengan
    manajemen
- Berbagai data dan publikasi yang tersedia secara umum baik berdasarkan media
    cetak maupun elektronik, seperti website Damodaran, Kontan, Bank Indonesia,
    website Pemerintah maupun Asosiasi yang relevan dengan penugasan penilaian.

Informasi, perkiraan dan pendapat yang kami peroleh dari berbagai sumber, kami
anggap merupakan informasi yang dapat dipercaya kebenarannya, oleh karenanya kami
tidak melakukan pengecekan lebih lanjut. Bilamana di kemudian hari diketahui ada
informasi yang tidak benar yang diberikan kepada kami, maka kami tidak dapat diminta
pertanggungjawabannya.


1.11 Pedoman dan Standar Penilaian

Dasar pedoman pelaksanaan dan standar penilaian yang Penilai gunakan adalah:

1.    Kode Etik Penilai Indonesia dan Standar Penilaian Indonesia (KEPI & SPI) Edisi VII
      2018 dan Edisi Revisi SPI 300, SPI 310, SPI 320, SPI 330 Tahun 2020 yang
      dikeluarkan oleh Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI);
2.    Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 35/POJK.04/2020 Tentang
      Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal;
3.    Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan (SEOJK) Nomor 17/SEOJK.04/2020 Tentang
      Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal.


1.12 Keterangan Rencana Transaksi dan Benturan Kepentingan

Rencana Transaksi merupakan transaksi afiliasi sebagaimana dimaksud dalam POJK No.
42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan.
Namun sesuai dengan Surat Pernyataan Manajemen Perseroan, Rencana Transaksi
dimaksud bukan merupakan transaksi yang mengandung benturan kepentingan.




Ref. No.: 00775/2.0072-00/BS/05/0022/1/VI/2024                                       3
Page 14
1.13 Dampak Keuangan

Dengan dilakukannya Rencana Transaksi, maka per 31 Desember 2023, Perseroan
mencatat:
• Penerimaan kas dan bank sebesar Rp 9,3 miliar
• Penambahan pajak dibayar di muka sebesar Rp 918,0 juta
• Penambahan utang pajak sebesar Rp 1,0 miliar, dan
• Pembayaran uang muka sewa sebesar Rp 9,2 miliar.


1.14 Sumber Data

Dalam memberikan pendapat kewajaran ini kami telah melaksanakan prosedur yang
mencakup pengkategorian, pengkorelasian, pengecekan validitas dan penelaahan data
dan informasi berikut:
1.   Laporan Keuangan DGNS untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
     2023 yang telah diaudit oleh Akuntan Publik Susanto Bong dari Kantor Akuntan
     Publik Tanubrata Sutanto Fahmi Bambang & Rekan dalam Laporan Nomor
     00008/3.0423/AU.1/10/1042-2/1/III/2024 tanggal 27 Februari 2024 dengan opini
     wajar, dalam semua hal yang material.
2.   Laporan Keuangan DGNS untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
     2022 yang telah diaudit oleh Akuntan Publik Maradona Manurung dari Kantor
     Akuntan Publik Tanubrata Sutanto Fahmi Bambang & Rekan dalam Laporan Nomor
     00030/3.0423/AU.1/10/1836-1/1/III/2023 tanggal 29 Maret 2023 dengan opini
     wajar, dalam semua hal yang material.
3.   Laporan Keuangan DGNS untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
     2021 yang telah diaudit oleh Akuntan Publik Susanto Bong dari Kantor Akuntan
     Publik Tanubrata Sutanto Fahmi Bambang & Rekan dalam Laporan Nomor
     00032/3.0423/AU.1/10/1042-1/1/III/2022 tanggal 28 Maret 2022 dengan opini
     wajar, dalam semua hal yang material.
4.   Laporan Keuangan DGNS untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
     2020 yang telah diaudit oleh Akuntan Publik Tjahjo Dahono dari Kantor Akuntan
     Publik Kosasih, Nurdiyaman, Mulyadi, Tjahjo & Rekan dalam Laporan Nomor
     00158/2.1051/AU.1/10/0518-1/1/III/2021 tanggal 22 Maret 2021 dengan opini
     wajar, dalam semua hal yang material.
5.   Laporan Keuangan DGNS untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
     2019 yang telah diaudit oleh Akuntan Publik Tjahjo Dahono dari Kantor Akuntan
     Publik Kosasih, Nurdiyaman, Mulyadi, Tjahjo & Rekan dalam Laporan Nomor
     01274/2.1051/AU.1/02/0518-10/1/XII/2020 tanggal 10 Desember 2020 dengan
     opini wajar, dalam semua hal yang material.
6.   Proyeksi keuangan DGNS untuk periode 5 tahun ke depan Dengan dan Tanpa
     dilakukannya Rencana Transaksi yang disiapkan oleh Manajemen Perseroan.
7.   Laporan Penilaian Sewa Bangunan yang telah dilakukan oleh Penilai Publik Felix
     Sutandar dari Kantor Jasa Penilai Publik Felix Sutandar dan Rekan dengan Nomor
     00701/2.0072-00/PI/05/0022/1/VI/2024 tanggal 11 Juni 2024.
8.   Salinan Akta pendirian, perubahan dan perizinan yang terkait DGNS.
9.   Salinan draft Surat Perjanjian Sewa Menyewa antara DGNS dan BMHS.




Ref. No.: 00775/2.0072-00/BS/05/0022/1/VI/2024                                  4
Page 15
10. Hasil wawancara dengan pihak internal manajemen Perseroan yang diwakilkan oleh
    Bapak Fergus Richard selaku Direktur Perseroan dan tim mengenai alasan, latar
    belakang dan hal-hal lainnya terkait dengan Rencana Transaksi.
11. Informasi lain dari pihak manajemen Perseroan dan pihak-pihak lain yang relevan
    dalam rangka penugasan ini.


1.15 Pendekatan dan Prosedur Penilaian

Dalam menganalisis kewajaran Rencana Transaksi, kami melakukan prosedur analisa
sebagai berikut:
1.   Analisis Transaksi;
2.   Analisis kualitatif dan kuantitatif atas Rencana Transaksi;
3.   Analisis atas kewajaran nilai Transaksi; dan
4.   Analisis atas faktor lain yang relevan.




Ref. No.: 00775/2.0072-00/BS/05/0022/1/VI/2024                                  5
Page 16
 2. PIHAK-PIHAK YANG TERKAIT DENGAN TRANSAKSI

Para pihak yang terlibat dalam Rencana Transaksi adalah:

1) PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk adalah perusahaan publik yang berkedudukan
   di Jakarta, beralamat di Gedung Graha Anam, Jl. Teuku Cik Ditiro No. 11A,
   Gondangdia, Menteng, yang dalam Rencana Transaksi ini bertindak sebagai Pihak
   Yang Menyewakan.
2) PT Bundamedik Tbk adalah perusahaan publik yang berkedudukan di Jakarta
   beralamat di Jalan Teuku Cik Ditiro No. 28, Menteng, yang dalam Rencana Transaksi
   ini bertindak sebagai Pihak Penyewa.


2.1   PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk (“DGNS” atau “Perseroan”)

2.1.1 Pendirian dan Informasi Umum

PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk didirikan di Republik Indonesia pada tanggal 29
Agustus 2007 dalam rangka Undang-Undang Penanaman Modal Dalam Negeri No. 6
Tahun 1968 berdasarkan Akta No. 17 tanggal 29 Agustus 2007, dari Martinef, S.H.,
M.Si., Notaris di Bekasi. Akta pendirian tersebut telah disahkan oleh Menteri Hukum dan
Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. C-02387 HT.01.01-
TH.2007 Tahun 2007 tanggal 6 November 2007.

Anggaran dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan
Akta No. 34 tanggal 19 Juni 2023 dari Rahayu Ningsih, S.H., Notaris di Jakarta Selatan,
mengenai Perubahan Pasal 17 Anggaran Dasar Perseroan tentang Rencana Kerja Tahun
buku dan Laporan Tahunan. Perubahan ini telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak
Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-AH.01.03-0084623
tanggal 27 Juni 2023.


2.1.2 Pemegang Saham

Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Para Pemegang Saham No. 02 tanggal 10
Maret 2021 dari Rahayu Ningsih, S.H. Notaris di Jakarta, para pemegang saham
menyatakan dan memutuskan peningkatan modal ditempatkan dan disetor dari Rp
25.000.000.000 atau 1.000.000.000 saham menjadi Rp 31.250.000.000 atau
1.250.000.000 saham melalui penerimaan dari Penawaran Umum Perdana sebesar Rp
6.250.000.000 atau 250.000.000 saham.

                      Tabel 1 : Daftar Pemegang Saham DGNS

                                                        Kepemilikan
 No       Nama Pemegang Saham         Jumlah Saham                      Jumlah (Rp)
                                                            (%)
 1.   PT Bundamedik Tbk                   515.000.000      41,20       12.875.000.000
 2.   PT Bunda Investama Indonesia        485.000.000      38,80       12.125.000.000
 3.   Masyarakat                          250.000.000      20,00        6.250.000.000
              Jumlah                   1.250.000.000      100,0       31.250.000.000




Ref. No.: 00775/2.0072-00/BS/05/0022/1/VI/2024                                        6
Page 17
2.1.3 Susunan Manajemen

Per 31 Desember 2023, susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan adalah
sebagai berikut:

Dewan Komisaris
  Komisaris Utama            : Ivan Rizal Sini
  Komisaris                  : Nurhadi Yudiantho
  Komisaris Independen       : Martinus Eliatulo Zega

Direksi
   Direktur Utama            :   Mesha Rizal Sini
   Direktur                  :   Renobulan Rizal Sini
   Direktur                  :   Dennis Jacobus
   Direktur                  :   Dilly Dwiasri
   Direktur                  :   Fergus Richard


2.1.4 Kegiatan Usaha

Berdasarkan Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup Perusahaan bergerak
dalam menyediakan pelayanan penunjang kesehatan, seperti laboratorium kesehatan,
pusat gambar diagnosis lainnya, laboratorium pemeriksaan darah, gudang farmasi,
bank mata, bank darah bank sperma, bank transplantasi organ dan pelayanan
penunjang medik lainnya. Serta sejak Juli 2022, Perusahaan juga bergerak dalam
menyediakan aktivitas klinik swasta. Perusahaan berkedudukan di Gedung Graha Anam
Jalan Teuku Cik Ditiro No. 11A, Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat dengan 5 kantor
cabang yang didukung oleh 27 outlet berlokasi di Jakarta, Depok, Denpasar, Padang,
Makassar dan Batam. Entitas induk terakhir Perusahaan adalah PT.Bunda Investama
Indonesia. Perusahaan mulai beroperasi secara komersial sejak tahun 2008.


2.1.5 Perijinan

Perijinan yang telah dimiliki Perseroan antara lain adalah sebagai berikut:
1. Nomor Induk Berusaha (“NIB”) dengan No. 8120210193803 yang diterbitkan oleh
   sistem Online Single Submission (OSS) Pemerintah Republik Indonesia.
2. Nomor Pokok Wajib Pajak No. 02.492.628.9-076.000.



2.2   PT Bundamedik Tbk (“BMHS”)

2.2.1 Pendirian dan Informasi Umum

PT Bundamedik Tbk didirikan pada tanggal 13 April 1978 berdasarkan Akta No. 21 dari
notaris Adlan Yulizar, S.H. Akta pendirian tersebut telah mendapatkan pengesahan dari
Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. Y.A.5/160/18
tanggal 28 September 1978.

Anggaran Dasar Perusahaan mengalami perubahan terakhir dengan Akta No. 71 tanggal
7 Desember 2023 dari Jose Dima Satria, S.H. M.Kn., notaris di Jakarta, mengenai
perubahan susunan Dewan Komisaris dan Dewan Direksi. Perubahan Akta tersebut telah
diterima dan dicatat di dalam Sistem Administrasi Badan Hukum Kementrian Hukum

Ref. No.: 00775/2.0072-00/BS/05/0022/1/VI/2024                                    7
Page 18
dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Penerimaan Pemberitahuan
No. AHU-AH.01.09-0196559 tanggal 15 Desember 2023.


2.2.2 Pemegang Saham

Per 31 Desember 2023, susunan pemegang saham Perseroan adalah sebagai berikut:

                           Tabel 2 : Daftar Pemegang Saham BMHS

                                                                Kepemilikan
 No         Nama Pemegang Saham               Jumlah Saham                      Jumlah (Rp)
                                                                   (%)
  1.   PT Bunda Investama Indonesia             4.935.430.900     57,37          98.708.618.000
       Komisaris dan Direksi :                    421.416.176      4,90           8.428.323.520
  2.     Dr Ivan Rizal Sini, SpOG                 278.600.000      3,24           5.572.000.000
  3.     Ir. Mesha Rizal Sini, M. Eng. Sc         278.600.000      3,24           5.572.000.000
  4.     Rito Alam Rizal Sini, S.E                278.600.000      3,24           5.572.000.000
  5.   Renobulan Rizal Sini Suheimi, S.Psi.       207.786.000      2,42           4.155.720.000
  6.   Ietje Ika S. Rizal Sini                    157.865.000      1,83           3.157.300.000
  7.   Masyarakat (masing-masing <1%)           2.466.534.276     28,66          49.330.685.520
                    Jumlah                    8.603.416.176      100,000      172.068.323.520



2.2.3 Susunan Manajemen

Per 31 Desember 2023, susunan Dewan Komisaris dan Direksi BMHS adalah sebagai
berikut:

Dewan Komisaris
  Komisaris Utama                 : Ivan Rizal Sini
  Wakil Komisaris Utama           : Wishnutama Kusubandio
  Komisaris                       : Rito Alam Rizal Sini
  Komisaris                       : Sunata Tjiterosampurno
  Komisaris Independen            : Chairul Radjab Nasution
  Komisaris Independen            : Wishnutama Kusubandio

Direksi
   Direktur Utama                 : Mesha Rizal Sini
   Direktur                       : Nurhadi Yudiyantho
   Direktur                       : Tedy Homogin
   Direktur                       : Emilia Rouli
   Direktur                       : Cuncun M. Wijaya Wibowo


2.2.4 Kegiatan Usaha

Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, kegiatan utama Perusahaan adalah
dalam bidang pengelolaan rumah sakit. Perusahaan memulai kegiatan operasi
komersialnya pada tahun 1978. Entitas induk Perusahaan dan entitas induk terakhir
dalam Grup adalah PT Bunda Investama Indonesia.


2.2.5 Perijinan

Perijinan yang telah dimiliki Perseroan antara lain adalah sebagai berikut:


Ref. No.: 00775/2.0072-00/BS/05/0022/1/VI/2024                                                8
Page 19
1. Nomor Induk Berusaha (“NIB”) dengan No. 8120019160174 yang diterbitkan oleh
   sistem Online Single Submission (OSS) Pemerintah Republik Indonesia.
2. Nomor Pokok Wajib Pajak No. 01.314.856.4-073.000.




Ref. No.: 00775/2.0072-00/BS/05/0022/1/VI/2024                             9
Page 20
    3. ANALISIS DAN PENDAPAT KEWAJARAN


3.1      Analisis Transaksi

3.1.1 Transaksi Afiliasi

Berdasarkan POJK No. 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi
Benturan Kepentingan;
-    Transaksi Afiliasi adalah setiap aktivitas dan/atau transaksi yang dilakukan oleh
     perusahaan terbuka atau perusahaan terkendali dengan Afiliasi dari perusahaan
     terbuka atau Afiliasi dari anggota direksi, anggota dewan komisaris, pemegang
     saham utama, atau Pengendali, termasuk setiap aktivitas dan/atau transaksi yang
     dilakukan oleh perusahaan terbuka atau perusahaan terkendali untuk kepentingan
     Afiliasi dari perusahaan terbuka atau Afiliasi dari anggota direksi, anggota dewan
     komisaris, pemegang saham utama, atau Pengendali.
-    Transaksi Benturan Kepentingan adalah transaksi yang dilakukan oleh perusahaan
     terbuka atau perusahaan terkendali dengan setiap pihak, baik dengan Afiliasi maupun
     pihak selain Afiliasi yang mengandung benturan kepentingan.

Transaksi Sewa Menyewa oleh Perseroan akan dilakukan dengan BMHS, dimana BMHS
merupakan salah satu pemegang saham Perseroan dengan kepemilikan sebesar
41,20%. Selain itu, terdapat kesamaan anggota manajemen yaitu sebagai berikut:

         Tabel 3 : Rincian Persamaan Susunan Pemegang Saham DGNS dan BMHS
                                  Per 31 Desember 2023

      Nama                                         DGNS                   BMHS
      Ivan Rizal Sini                        Komisaris Utama        Komisaris Utama
      Nurhadi Yudiantho                          Komisaris               Direktur
      Mesha Rizal Sini                        Direktur Utama         Direktur Utama


Dengan demikian Rencana Transaksi antara DGNS dengan BMHS merupakan Transaksi
Afiliasi sesuai dengan POJK No. 42/POJK.04/2020, akan tetapi berdasarkan Surat
Pernyataan Manajemen Perseroan bahwa Rencana Transaksi bukan merupakan
Transaksi Benturan Kepentingan.


3.1.2 Perjanjian dan Persyaratan yang Disepakati Dalam Rencana Transaksi

Berdasarkan draft Perjanjian Sewa Menyewa No. 021-PKS/CORSEC/DGNS/VI/2024
dengan pokok-pokok perjanjian atas Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:

    Yang Menyewakan                :   PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk
    Penyewa                        :   PT Bundamedik Tbk
    Objek Sewa                     :   Ruang Kantor Lantai 6 dan 7
    Lokasi                         :   Jalan Teuku Cik Ditiro No. 11 Menteng Jakarta
                                       Pusat
    Luas                           :   680 m²
    Sertifikat                     :   SHGB No.01579


Ref. No.: 00775/2.0072-00/BS/05/0022/1/VI/2024                                      10
Page 21
    Jangka Waktu                   :   1 Juli 2024 - 30 Juni 2033
    Biaya Sewa & Service Charge    :   Rp 125.000 /m2/bulan
    Biaya Service Charge           :   Rp 49.000 /m2/bulan dan meningkat 3% per
                                       tahun pada tahun 1-5 kemudian flat pada tahun
                                       6-9.
    Cara pembayaran

    -   Pihak Penyewa membayarkan biaya sewa untuk 9 tahun di muka, yaitu sebesar
        Rp 9.180.000.000 + PPN.
    -   Pembayaran biaya service charge wajib dilakukan oleh Pihak Penyewa setiap bulan
        selambat-lambatnya pada hari ke-14 (empat belas) setiap bulannya.

    Persyaratan lainnya

−       Perjanjian sewa menyewa dilangsungkan untuk jangka waktu 9 tahun, terhitung
        berdasarkan tanggal yang tercantum dalam Berita Acara Serah Terima (BAST)
        yang telah ditandatangani oleh Para Pihak berikut dengan masa tenggang waktu
        (grace period) selama 2 bulan, berlaku setelah berakhirnya jangka waktu sewa
        untuk melaksanakan proses pengosongan dan perpindahan barang milik Penyewa.
−       Apabila Pihak Penyewa mengakhiri Jangka Waktu Sewa sebelum waktunya, maka
        Pihak yang Menyewakan dengan ini membebaskan Pihak Penyewa atas kerugian,
        pengeluaran dan biaya yang timbul dari atau sehubungan dengan pengakhiran
        tersebut dengan tidak mengembalikan seluruh sisa uang sewa kepada Pihak
        Penyewa.
−       Pajak-pajak yang timbul sehubungan dengan pembuatan dan pelaksanaan
        Perjanjian ini merupakan beban dan tanggung jawab dari Para Pihak sesuai
        dengan ketentuan perundangan-perundangan perpajakan yang berlaku.
−       Pihak Penyewa berhak untuk memindahkan hak sewanya berdasarkan Perjanjian
        ini kepada Pihak lain baik sebagian maupun seluruhnya dengan pemberitahuan
        tertulis terlebih dahulu kepada Pihak yang Menyewakan dan hanya dapat
        dilaksanakan berdasarkan persetujuan tertulis Pihak yang Menyewakan. Segala
        tindakan yang bertentangan dengan ketentuan pasal ini dengan sendirinya batal
        menurut hukum.


3.1.3 Analisis Manfaat dan Risiko dari Rencana Transaksi yang Akan Dilakukan

Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa manfaat dari
Rencana Transaksi bagi Perseroan adalah mendapatkan penghasilan lain-lain berupa
pendapatan sewa, sehingga meningkatkan laba bersih Perseroan secara keseluruhan.
Sementara itu, tidak terdapat risiko akibat dari Rencana Transaksi.


3.2     Analisis Kualitatif atas Rencana Transaksi

3.2.1 Riwayat Perusahaan dan Sifat Kegiatan Usaha

PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk didirikan pada tahun 2007 dan bergerak dalam
menyediakan pelayanan penunjang kesehatan, seperti laboratorium kesehatan, pusat
gambar diagnosis lainnya, laboratorium pemeriksaan darah, gudang farmasi, bank
mata, bank darah bank sperma, bank transplantasi organ dan pelayanan penunjang



Ref. No.: 00775/2.0072-00/BS/05/0022/1/VI/2024                                      11
Page 22
medik lainnya. Serta sejak Juli 2022, Perusahaan juga bergerak dalam menyediakan
aktivitas klinik swasta.

Perusahaan menyampaikan Pernyataan Pendaftaran kepada Otoritas Jasa Keuangan
Indonesia (OJK) dalam rangka Penawaran Umum Saham Perdana pada tanggal 23
Desember 2020 melalui surat No. 078-DLU/P/XII/2020. Pada tanggal 29 Desember
2020, Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari OJK melalui surat No. S-
305/D.04/2020 perihal Pemberitahuan Efektifnya Pernyataan Pendaftaran dalam rangka
Penawaran Umum Perdana Saham Biasa Perusahaan.

Perusahaan melakukan Penawaran Umum sebanyak 250.000.000 saham biasa dengan
nilai nominal sebesar Rp 25 per saham dan harga penawaran sebesar Rp 200 per saham
kepada masyarakat di Indonesia. Saham Perusahaan telah dicatatkan di Bursa Efek
Indonesia (BEI) tanggal 15 Januari 2021.


3.2.2 Analisis Industri dan Lingkungan

IMF memproyeksi pertumbuhan ekonomi global tahun 2024 berada pada level 3,1%.
Proyeksi ini merupakan revisi dari laporan sebelumnya di mana naik 0,2 poin
persentase. Perekonomian global juga mulai memasuki tahap akhir menuju soft landing
karena inflasi terus menurun dan pertumbuhan ekonomi masih solid. Namun demikian,
laju pertumbuhan masih akan lambat, dan turbulensi juga diprediksi masih akan terjadi.

Sementara pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2024 diproyeksikan mencapai 5,2%.
Faktor yang diprediksi menjadi penopang pertumbuhan tersebut adalah konsumsi
masyarakat di mana penyumbang proporsi yang tinggi ada pada produk domestik bruto
Indonesia. Sedangkan potensi konsumsi masih terlihat dari gerak ekonomi masyarakat
dan gerak ekonomi rumah tangga, sekaligus dalam menyambut rangkaian kampanye
Pemilu 2024. Adapun penyelenggaran Pemilihan Umum diharapkan dapat memberikan
keyakinan kepada investor sehingga dapat mendorong angka investasi. Dari sisi
industri, Indonesia tengah mengejar kemandirian dalam industri kesehatan melalui
berbagai upaya yang mulai dilakukan, baik inisiasi memproduksi obat di dalam negeri,
pemenuhan alat kesehatan, maupun melakukan transfer knowledge untuk riset.

Atas asumsi-asumsi tersebut serta seiring dengan kondisi ekonomi yang semakin
kondusif dengan perbaikan ekonomi global, maka diharapkan dapat melanjutkan
program-program yang mampu menjadi catalyst untuk peningkatan industri kesehatan
secara nasional. Untuk itu, kesempatan bisnis Perseroan akan terus meningkat seiring
dengan pertumbuhan pangsa pasar yang ada di Indonesia.

Selain itu, dengan mengedepankan dan memanfaatkan biotechnology untuk genomik,
Perseroan optimis dapat menangkap opportunity bisnis yang muncul karena perubahan
tren kuratif menjadi preventif. Terjadinya fenomena aging population di Indonesia juga
dapat menjadi catalyst pertumbuhan industri kesehatan di masa depan.

Sumber:
• https://www.imf.org/en/Blogs/Articles/2024/01/30/global-economy-approaches-soft-
  landing-but-risks-remain (diakses 10 Juni 2024, diolah)
• https://www.ekon.go.id/publikasi/detail/5653/pemerintah-optimis-indonesia-tumbuh-solid-
  di-2024-dan-lebih-baik-lagi-di-2025 (diakses 10 Juni 2024, diolah)


3.2.3 Analisis Operasional dan Prospek Usaha



Ref. No.: 00775/2.0072-00/BS/05/0022/1/VI/2024                                        12
Page 23
3.2.3.1 Strategi Bisnis

Untuk menghadapi tahun 2024, Dewan Komisaris memandang bahwa target yang telah
ditetapkan Direksi telah memberikan keyakinan bahwa Perseroan untuk dapat
melanjutkan kinerjanya yang positif melalui pencapaian target-target sebagai berikut:
• Bertumbuh baik dari sisi pendapatan maupun operasional laboratorium,
   meningkatkan jumlah outlet dan laboratorium, dan memperbaiki tingkat profitabilitas
   dengan efesiensi biaya tetap dan menurunkan biaya variabel.
• Peningkatan jenis dan layanan pemeriksaan serta saluran penjualan (sales channel)
   perusahaan melalui layanan berbasis digitalisasi.
• Transformasi bisnis dari laboratorium menjadi klinik.


3.2.3.2 Sumber Daya Manusia

Per 31 Desember 2023, tenaga kerja tetap Perseroan berjumlah 93 orang termasuk
Direktur, dengan rincian sebagai berikut:

               Tabel 4: Sumber Daya Manusia per 31 Desember 2023

                                POSISI                      JUMLAH
               Direktur                                        7
               Senior Manager                                  3
               Manager                                        19
               Supervisor                                     24
               Administrasi                                   40
                 Jumlah                                       93




Ref. No.: 00775/2.0072-00/BS/05/0022/1/VI/2024                                   13
Page 24
3.2.3.3 Struktur Organisasi

                                   Gambar 1 : Struktur Organisasi per 31 Desember 2023




Ref. No.: 00775/2.0072-00/BS/05/0022/1/VI/2024                            14
Page 25
3.2.3.4 Prospek Usaha

Di tengah suramnya proyeksi ekonomi global pada 2024, berbagai kalangan telah lebih
dahulu melihat ekonomi Indonesia akan terus bergerak stabil. Asian Development Bank
(ADB) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap di level 5% hingga
2024. Lebih lanjut menurut ADB, terjaganya laju pertumbuhan tersebut terutama
dipengaruhi konsumsi masyarakat yang masih kuat dan ditopang oleh inflasi yang
terjaga rendah, hingga belanja untuk kebutuhan Pemilu oleh Pemerintah dan partai
politik. Sehingga Pemerintah Indonesia, dalam asumsi makro APBN 2024, optimistis
pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2024 dapat mencapai level 5,2%. Sementara
angka inflasi ditargetkan mampu di bawah 3%, yakni hanya sebesar 2,8% untuk
menjaga daya beli masyarakat dan stabilitas harga.

Berbicara mengenai industri kesehatan, pada tahun 2024, Pemerintah menyiapkan
anggaran kesehatan sebesar Rp186,4 triliun atau sebesar 5,6% dari APBN. Jumlah ini
meningkat 8,1% atau sebesar Rp13,9 triliun dibandingkan dengan anggaran pada tahun
2023. Anggaran kesehatan yang rencananya akan dialokasikan untuk transformasi
sistem kesehatan, mendorong industri farmasi yang kuat dan kompetitif, serta
meningkatkan akses dan kualitas layanan primer dan rujukan, sekaligus menjamin
tersedianya fasilitas layanan kesehatan yang andal dari hulu ke hilir. Sehingga hal
tersebut menjadi concern tersendiri bagi Diagnos untuk mampu mengambil peran,
terutama dalam menjalankan program promotif dan preventif di segala aspek.

Seiring dengan kondisi ekonomi yang semakin kondusif dengan perbaikan ekonomi
global, maupun kondisi politik yang stabil yang diharapkan dapat melanjutkan program-
program yang dapat menjadi catalyst untuk peningkatan industri kesehatan secara
nasional, maka:
1. Kesempatan bisnis Perseroan akan terus meningkat seiring dengan pertumbuhan
     pangsa pasar yang ada di Indonesia
2. Dengan mengedepankan dan memanfaatkan biotechnology untuk genomik, maka
     dapat menangkap opportunity bisnis yang muncul karena perubahan tren kuratif
     menjadi preventif.

Sumber :
https://nasional.kompas.com/read/2023/08/16/15011431/pemerintah-siapkan-anggaran-
kesehatan-rp-1864-triliun-56-persen-dari-apbn (diakses 10 Juni 2024, diolah)



3.2.4 Keuntungan dan Kerugian Kualitatif atas Rencana Transaksi

Dengan dilakukannya Rencana Transaksi memberikan keuntungan bagi Perseroan yaitu
DGNS mendapatkan tambahan pendapatan lain-lain berupa pendapatan sewa, di mana
saat ini kedua lantai gedung kantor tersebut tidak digunakan dan tidak berencana untuk
disewakan kepada pihak ketiga karena Perseroan tidak bergerak di bidang penyewaan
kantor. Tidak ada kerugian yang diakibatkan dari Rencana Transaksi ini.




Ref. No.: 00775/2.0072-00/BS/05/0022/1/VI/2024                                      15
Page 26
3.3     Analisis Kuantitatif atas Rencana Transaksi

3.3.1 Penilaian Kinerja Historis

3.3.1.1 Posisi Keuangan

Posisi keuangan Perseroan untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019
- 2023 adalah seperti terlihat berikut ini.

                         Tabel 5 : Posisi Keuangan Perseroan Tahun 2019 - 2023
Dalam Rupiah                                         2019               2020               2021               2022               2023
ASET LANCAR
 Kas dan bank                                      1.393.393.419     16.538.270.350     44.719.856.095     28.010.679.032     10.244.906.393
 Investasi jangka pendek                                       -                  -      6.507.345.595      2.542.610.677      1.695.879.297
 Piutang usaha
  Pihak berelasi - Neto                            7.413.900.802     26.594.402.532     16.970.959.638     29.908.760.184     28.551.158.922
  Pihak ketiga - Neto                                 19.084.000     24.221.778.135     24.758.869.889     12.513.015.901      9.729.169.895
 Piutang lain-lain
  Pihak berelasi                                  28.137.649.529     30.424.426.236     31.735.447.642      6.779.326.195      6.779.326.195
  Pihak ketiga                                        18.335.740         32.666.526        473.785.077        253.400.000        192.710.779
 Persediaan                                        2.123.153.737      5.812.860.439      7.759.935.157      6.566.943.464      5.141.949.097
 Biaya dibayar dimuka dan uang muka                  451.819.279      1.529.662.211     20.937.747.357     31.736.823.420     25.467.083.964
 Pajak dibayar di muka                                         -                  -                  -         60.951.816          3.262.720
Jumlah Aset Lancar                               39.557.336.506    105.154.066.429    153.863.946.450    118.372.510.689     87.805.447.262

ASET TIDAK LANCAR
 Aset pajak tangguhan                              3.300.000.000        762.699.370      1.011.904.001      1.019.942.107      1.031.487.409
 Investasi jangka panjang                                      -                  -                  -      8.444.500.000     12.950.500.000
 Beban dibayar dimuka - Jangka Panjang                         -                  -                  -      1.341.666.613      1.233.333.334
 Aset tetap - Neto                                16.364.828.874     15.079.335.691     80.360.183.957    106.387.090.852    140.442.500.578
 Aset takberwujud - Neto                                       -      5.028.299.231      6.746.759.438        681.120.000        720.426.648
 Aset hak guna usaha - setelah                                 -                  -                  -      2.832.257.186     23.805.803.688
 Aset tidak lancar lainnya                                     -      6.550.246.439                  -        856.806.861      3.485.637.067
Jumlah Aset Tidak Lancar                         19.664.828.874     27.420.580.731     88.118.847.396    121.563.383.619    183.669.688.724

JUMLAH ASET                                      59.222.165.380 132.574.647.160 241.982.793.846 239.935.894.308 271.475.135.986
                                                           142%            124%             83%              -1%            13%
LIABILITAS DAN EKUITAS

LIABILITAS JANGKA PENDEK
 Utang usaha
  Pihak berelasi                                               -                  -         91.837.960        390.226.831        345.752.990
  Pihak ketiga                                     2.035.439.015     15.824.615.932      4.431.780.125      2.687.540.855      5.744.214.977
 Utang lain-lain                                   1.590.250.000      1.117.200.000                  -        149.220.000                  -
 Utang pajak                                       4.534.936.453     12.763.241.833     16.013.388.584        674.834.997        268.872.790
 Beban akrual                                        393.090.542        140.087.479      3.125.393.703      1.555.704.660      3.178.438.986
 Uang muka pelanggan                                           -                  -                  -        893.769.158        651.534.046
 Pinjaman jangka pendek jatuh tempo satu tahun
  Utang pembelian aset tetap                         169.131.730        132.140.000        576.263.100        628.019.330        545.722.830
  Liabilitas sewa                                    393.473.404        634.662.300      2.389.675.076      1.810.884.477      3.709.670.340
  Utang bank                                                   -                  -                  -      1.701.441.036                  -
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                   9.116.321.144     30.611.947.544     26.628.338.548     10.491.641.344     14.444.206.959

LIABILITAS JANGKA PANJANG
 Utang lain-lain jangka panjang
   Pihak berelasi                                   200.798.000         677.760.032      6.974.244.580      6.776.245.484      6.775.741.210
 Pinjaman jangka panjang - setelah dikurangi
 bagian yang jatuh tempo satu tahun
   Utang pembelian aset tetap                        342.509.580        237.089.580        588.570.680        786.682.407      1.504.571.370
   Liabilitas sewa                                 2.584.122.108      1.273.276.102      2.887.823.970        409.037.518     21.004.327.116
   Utang bank                                                  -                  -                  -      9.357.925.623     30.000.000.000
 Liabilitas pajak tangguhan                            7.117.191                  -                  -                  -                  -
 Liabilitas imbalan pasca-kerja                      511.904.838        708.192.760      3.103.365.647      1.686.184.648      2.155.869.419
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                  3.646.451.717      2.896.318.474     13.554.004.877     19.016.075.680     61.440.509.115

JUMLAH LIABILITAS                                12.762.772.861     33.508.266.018     40.182.343.425     29.507.717.024     75.884.716.074
                                                            14%               163%                20%                -27%              157%
EKUITAS
 Modal Saham                                      25.000.000.000   25.000.000.000   31.250.000.000  31.250.000.000   31.250.000.000
 Tambahan modal disetor                               28.975.000       28.975.000   36.706.723.099  36.706.723.099   36.706.723.099
 Penghasilan komprehensif lain                       (88.097.167)    (167.646.883)   1.335.168.754  (2.701.994.611)  (3.883.946.200)
 Saldo laba                                       21.518.514.686   74.205.053.025  132.508.558.568 145.173.448.796  131.517.643.013
JUMLAH EKUITAS                                   46.459.392.519   99.066.381.142 201.800.450.421 210.428.177.284 195.590.419.912
                                                            250%             113%             104%              4%              -7%
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                    59.222.165.380 132.574.647.160 241.982.793.846 239.935.894.308 271.475.135.986



a. Aset

Secara keseluruhan, aset Perseroan mengalami peningkatan selama periode 2019 -
2023. Total aset pada tahun 2019 tercatat sebesar Rp 59,2 miliar kemudian meningkat
berturut-turut sebesar 124% dan 83% pada tahun 2020 dan 2021 menjadi Rp 132,6
miliar, dan Rp 242,0 miliar. Peningkatan ini terutama disebabkan oleh peningkatan kas
dan bank, piutang usaha, piutang lain-lain, dan aset tetap. Pada tahun 2022, total aset

Ref. No.: 00775/2.0072-00/BS/05/0022/1/VI/2024                                                                                          16
Page 27
Perseroan tercatat sebesar Rp 240,0 miliar kemudian meningkat sebesar 13% menjadi
Rp 271,5 miliar terutama disebabkan oleh peningkatan aset tetap dan aset hak guna
usaha.

b. Liabilitas

Secara keseluruhan, total liabilitas Perseroan mengalami peningkatan selama periode
2019 - 2023. Total liabilitas pada tahun 2019 tercatat sebesar Rp 12,8 miliar kemudian
meningkat berturut-turut sebesar 163% dan 20% pada tahun 2020 dan 2021 menjadi
Rp 33,5 miliar, dan Rp 40,2 miliar. Peningkatan ini terutama disebabkan oleh
peningkatan utang pajak, utang lain-lain jangka panjang dan liabilitas imbalan pasca
kerja. Pada tahun 2022, total liabilitas Perseroan menurun 27% menjadi sebesar Rp
29,5 miliar terutama disebabkan oleh penurunan utang pajak. Pada tahun 2023,
liabilitas Perseroan meningkat signifikan sebesar 157% menjadi Rp 75,9 miliar
terutama disebabkan oleh peningkatan utang bank dan liabilitas sewa.

c. Ekuitas

Ekuitas Perseroan pada periode 2019 - 2022 terus mengalami peningkatan. Pada tahun
2019 jumlah ekuitas tercatat sebesar Rp 46,5 miliar kemudian meningkat 113%
menjadi sebesar Rp 99,1 miliar pada tahun 2020, terutama disebabkan oleh adanya
peningkatan saldo laba. Pada tahun 2021 dan 2022, ekuitas Perseroan mengalami
peningkatan 104% dan 4% menjadi sebesar Rp 201,8 miliar dan Rp 210,4 miliar
terutama disebabkan adanya penambahan modal saham dan peningkatan saldo laba.
Pada tahun 2023, ekuitas Perseroan mengalami penurunan sebesar 7% menjadi Rp
195,6 miliar disebabkan oleh penurunan saldo laba akibat rugi bersih yang dialami
Perseroan pada tahun tersebut.


3.3.2       Laba Rugi

Secara ringkas Laba Rugi Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31
Desember 2019 - 2023 adalah seperti disajikan di bawah ini.

                       Tabel 6 : Laporan Laba-Rugi Perseroan Tahun 2019 – 2023

 Dalam Rupiah                              2019                2020                2021                2022                2023

 PENDAPATAN NETO                      51.337.676.973      183.170.680.323     302.181.508.781     192.886.350.752     145.696.015.882

 BEBAN POKOK PENDAPATAN               (31.329.572.788)    (96.460.973.631) (151.681.328.238)      (97.880.737.611)    (85.898.754.075)

 LABA BRUTO                           20.008.104.185       86.709.706.692     150.500.180.543      95.005.613.141      59.797.261.807

 Beban penjualan dan pemasaran          (1.085.190.971)    (17.749.961.316)    (13.078.021.231)    (12.993.538.521)     (9.744.663.027)
 Beban umum dan administrasi            (5.748.947.548)     (1.974.072.764)    (55.993.605.364)    (66.573.513.704)    (64.160.637.940)
 (Beban) pendapatan lain-lain             (530.536.967)        (10.594.865)      1.850.317.916       1.894.909.302         535.237.366

 LABA SEBELUM PAJAK                   12.643.428.699       66.975.077.747      83.278.871.864      17.333.470.218     (13.572.801.794)

 Pajak kini                             (3.260.656.754)    (15.072.701.000)    (19.223.293.270)     (4.656.189.560)                  -
 Pajak tangguhan                          (108.181.115)        784.161.592         247.926.949         (12.390.430)        (83.003.989)
 Jumlah beban pajak                    (3.368.837.869)    (14.288.539.408)    (18.975.366.321)     (4.668.579.990)        (83.003.989)

 LABA TAHUN BERJALAN                    9.274.590.830      52.686.538.339      64.303.505.543      12.664.890.228     (13.655.805.783)



a. Pendapatan

Pendapatan Perseroan pada tahun 2019 tercatat sebesar Rp 51,3 miliar. Pada tahun
2020 dan 2021 pendapatan Perseroan mengalami peningkatan yang signifikan menjadi
sebesar Rp 183,2 miliar dan Rp 302,2 miliar terutama disebabkan oleh peningkatan
pemeriksaan Covid-19. Pada tahun 2022 dan 2023, pendapatan Perseroan mengalami


Ref. No.: 00775/2.0072-00/BS/05/0022/1/VI/2024                                                                                    17
Page 28
penurunan menjadi sebesar Rp 192,9 miliar dan Rp 145,7 miliar terutama disebabkan
oleh menurunnya pemeriksaan Covid-19.

b. Beban Pokok Pendapatan

Beban pokok pendapatan Perseroan meningkat dan menurun mengikuti pendapatan
Perseroan. Pada tahun 2019 – 2023, beban pokok pendapatan Perseroan berturut-turut
tercatat sebesar Rp 31,3 miliar, Rp 96,5 miliar, Rp 151,7 miliar, Rp 97,9 miliar dan Rp
85,9 miliar.

c. Beban Usaha

Pada tahun 2019, beban usaha Perseroan sebesar Rp 6,8 miliar kemudian meningkat
berturut-turut menjadi sebesar Rp 19,7 miliar, Rp 69,1 miliar, Rp 79,6 miliar dan Rp
73,9 miliar.

d. Laba Tahun Berjalan

Laba Perseroan mengalami peningkatan pada tahun 2019 – 2021. Pada tahun 2019,
laba Perseroan tercatat sebesar Rp 9,3 miliar kemudian meningkat berturut-turut
menjadi sebesar Rp 52,7 miliar, dan Rp 64,3 miliar. Pada tahun 2022, perolehan laba
Perseroan mengalami penurunan menjadi sebesar Rp 12,7 miliar terutama disebabkan
oleh penurunan pendapatan. Pada tahun 2023, Perseroan mengalami kerugian sebesar
Rp 13,7 miliar terutama disebabkan oleh penurunan pendapatan dan beban usaha yang
tinggi.


3.3.3 Arus Kas

Gambaran arus kas Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
2019 - 2023 adalah seperti disajikan di bawah ini.

                      Tabel 7 : Laporan Arus Kas Perseroan Tahun 2019 - 2023
Dalam Rupiah                                    2019                2020                2021                2022                 2023

ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan kas dari pelanggan               52.225.756.047     137.605.435.647      311.267.859.921     193.088.173.352     149.700.413.748
Pembayaran kas kepada pemasok              (27.353.309.787)    (83.115.819.299)    (185.777.654.314)   (118.568.373.158)    (73.102.885.368)
Pembayaran kas kepada karyawan             (11.515.769.664)    (21.472.692.636)     (52.746.433.431)    (61.203.133.817)    (63.243.383.899)
Penerimaan pendapatan bunga                     29.345.331         166.555.844        2.316.510.439         749.545.901         321.225.582
Kas yang dihasilkan dari operasi            13.386.021.927      33.183.479.556       75.060.282.615      14.066.212.278      13.675.370.063
Pembayaran pajak penghasilan                (2.189.688.332)     (6.955.008.589)     (16.185.374.131)    (20.082.134.792)       (491.797.100)
Arus kas bersih dari aktivitas operasi     11.196.333.595      26.228.470.967       58.874.908.484      (6.015.922.514)     13.183.572.963

ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Penjualan aset tetap                                      -                   -                   -                   -          649.650.000
Perolehan aset tetap                         (2.782.305.066)     (5.863.647.999)    (67.841.032.639)    (34.096.192.532)     (38.324.419.311)
Perolehan aset takberwujud                                -                   -                   -        (756.800.000)        (208.000.000)
Penerimaan (pembayaran) atas pemberian
pinjaman kepada pihak berelasi              (26.456.856.871)    28.137.649.529       (1.219.183.446)     25.354.115.168                    -
Peningkatan investasi jangka panjang                      -                   -                    -      (7.194.500.000)     (4.506.000.000)
Peningkatan aset keuangan lancar lainnya                  -                   -      (6.507.345.595)        (856.806.861)                  -
Arus kas bersih dari aktivitas investasi   (29.239.161.937)    22.274.001.530      (75.567.561.680)    (17.550.184.225)     (42.388.769.311)

ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Pembayaran liabilitas sewa                   (1.755.020.302)     (2.563.322.545)       (646.263.585)     (3.201.560.720)      (2.041.976.203)
Pembayaran dividen                                        -                   -      (6.000.000.000)                  -                    -
Pembayaran utang pembelian aset tetap        (5.096.090.517)       (369.846.785)     (4.253.976.560)       (714.595.052)      (3.810.122.825)
Penerbitan modal saham                                    -                   -       6.250.000.000                   -                    -
Penerimaan modal disetor                     24.750.000.000                                       -                   -                    -
Penerimaan pinjaman bank                                  -                   -                   -      11.606.017.875       38.977.881.907
Pembayaran pinjaman bank                                  -                   -                   -        (832.932.427)     (21.686.359.170)
Penerimaan hasil penerbitan saham pada
penawaran umum perdana saham                            -                     -     43.227.994.538                   -                   -
Pemberian pinjaman kepada pihak berelasi                -       (30.424.426.236)     6.296.484.548                   -                   -
Arus kas bersih dari aktivitas pendanaan   17.898.889.181      (33.357.595.566)    44.874.238.941        6.856.929.676      11.439.423.709

(PENURUNAN) KENAIKAN BERSIH DALAM
KAS DAN BANK                                  (143.939.161)    15.144.876.931      28.181.585.745      (16.709.177.063)     (17.765.772.639)
KAS DAN BANK PADA AWAL TAHUN                 1.537.332.580      1.393.393.419      16.538.270.350       44.719.856.095       28.010.679.032
KAS DAN BANK PADA AKHIR TAHUN                1.393.393.419     16.538.270.350      44.719.856.095       28.010.679.032       10.244.906.393



Ref. No.: 00775/2.0072-00/BS/05/0022/1/VI/2024                                                                                          18
Page 29
a. Aktivitas Operasi

Pada tahun 2019 - 2021 arus kas operasi Perseroan berada pada posisi positif yaitu
berturut-turut sebesar Rp 11,2 miliar, Rp 26,2 miliar dan Rp 58,9 miliar. Pada tahun
2022, arus kas Perseroan berada pada posisi negatif sebesar Rp 6,0 miliar disebabkan
oleh tingginya pembayaran pajak penghasilan. Pada tahun 2023, arus kas operasional
kembali positif sebesar Rp 13,2 miliar.

b. Aktivitas Investasi

Selama periode 2019 – 2023, Perseroan mencatat adanya perolehan aset tetap setiap
tahunnya.

c. Aktivitas Pendanaan

Pada tahun 2019, Perseroan mencatat penerimaan modal disetor sebesar Rp 24,8 miliar.
Pada tahun 2021, Perseroan mencatat adanya pembagian dividen sebesar Rp 6,0 miliar,
penerbitan modal saham sebesar Rp 6,3 miliar dan penerimaan hasil penerbitan saham
pada penawaran umum perdana saham sebesar Rp 43,2 miliar.


3.3.4 Rasio-rasio Keuangan

Gambaran rasio keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31
Desember 2019 - 2023 adalah seperti disajikan berikut ini.

                     Tabel 8 : Rasio Keuangan Perseroan Tahun 2019 - 2023

 RASIO                         2019           2020           2021           2022           2023

 PROFITABILITAS
  GPM                                 39,0%          47,3%          49,8%          49,3%          41,0%
  OPM                                 86,7%          89,2%          77,1%          58,7%          49,3%
  NPM                                 18,1%          28,8%          21,3%           6,6%          -9,4%
  ROA                                 15,7%          39,7%          26,6%           5,3%          -5,0%
  ROE                                 20,0%          53,2%          31,9%           6,0%          -7,0%

 LIKUDITAS
  Rasio lancar                         4,3            3,4            5,8           11,3            6,1

 AKTIVITAS
  Perputaran aset                      1,2            1,9            1,6            0,8            0,6
  Perputaran persedian                19,6           24,3           22,4           13,7           14,7

 SOLVABILITAS
  DER                                 27,5%          33,8%          19,9%          14,0%          38,8%
  DAR                                 21,6%          25,3%          16,6%          12,3%          28,0%




a. Rasio Profitabilitas

    Berdasarkan rasio profitabilitas, marjin laba kotor terhadap pendapatan bersih
    adalah sebesar 39,0% pada tahun 2019 kemudian meningkat menjadi 41,0% pada
    tahun 2023 sedangkan marjin laba bersih terhadap pendapatan bersih Perseroan
    adalah 18,1% pada tahun 2019 kemudian menurun menjadi sebesar -9,4% per
    2023. Penurunan rasio ini disebabkan oleh penurunan pendapatan dan tingginya
    beban usaha.




Ref. No.: 00775/2.0072-00/BS/05/0022/1/VI/2024                                                    19
Page 30
b. Rasio Likuiditas

   Rasio likuiditas menunjukkan kemampuan Perseroan dalam memenuhi kewajiban
   keuangannya dalam jangka pendek digambarkan dengan rasio lancar (current
   Ratio). Rasio lancar dihitung dengan cara membandingkan jumlah aset lancar
   dengan jumlah liabilitas jangka pendek. Pada periode 2019 - 2023, rasio lancar
   Perseroan berturut-turut sebesar 4,3 kali, 3,4 kali, 5,8 kali, 11,3 kali dan 6,1 kali.

c. Rasio Aktivitas

   Rasio aktivitas menggambarkan tingkat perputaran usaha, yang dapat dihitung
   berdasarkan perbandingan total penjualan terhadap total aset (Perputaran Aset) dan
   total beban pokok penjualan total persediaan (Perputaran Persediaan).

   Perputaran aset Perseroan adalah sebesar 1,2 kali pada tahun 2019 dan sebesar 0,6
   kali pada tahun 2023. Perputaran persediaan Perseroan adalah sebesar 19,6 kali
   pada tahun 2019 dan sebesar 14,7 kali pada tahun 2023.

d. Rasio Solvabilitas

   Rasio solvabilitas digunakan untuk menghitung perbandingan dana yang tersedia
   dengan dana yang dipinjam sehingga dapat menunjukkan tingkat keamanan aset
   dan ekuitas dari jumlah pinjaman, yang diukur dengan perbandingan total liabilitas
   dengan total ekuitas perseroan (DER, Debt to Equity Ratio) dan total liabilitas
   terhadap total aset (DAR, Debt to Asset Ratio).

   Pada tahun 2019, DER adalah sebesar 27,5% kemudian meningkat pada tahun 2023
   menjadi sebesar 38,8%. Sedangkan DAR Perseroan pada tahun 2019 adalah sebesar
   21,6% kemudian meningkat pada tahun 2023 menjadi sebesar 28,0%. Berdasarkan
   kondisi tersebut, terlihat bahwa pendanaan Perseroan sebagian besar berasal dari
   modal sendiri.


3.3.5 Analisis Keuangan Sebelum dan Setelah Rencana Transaksi

Posisi Keuangan dan Laba Rugi sebelum Rencana Transaksi diperoleh dari laporan
keuangan per tanggal 31 Desember 2023 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik
Tanubrata Sutanto Fahmi Bambang & Rekan, sedangkan Posisi Keuangan dan Laba Rugi
setelah Rencana Transaksi (Proforma) merupakan perkiraan yang didasarkan atas
kemungkinan perubahan pada akun-akun yang terkait dengan Rencana Transaksi yang
diberikan oleh Manajemen.

Untuk memberikan gambaran secara lebih jelas, berikut ini disajikan tabel Posisi
Keuangan dan Laba Rugi sebelum dan setelah Rencana Transaksi.




Ref. No.: 00775/2.0072-00/BS/05/0022/1/VI/2024                                      20
Page 31
3.3.5.1 Posisi Keuangan Sebelum dan Setelah Rencana Transaksi

     Tabel 9 : Posisi Keuangan Perseroan Sebelum dan Setelah Rencana Transaksi

 Dalam Rupiah                                               2023            Penyesuaian           Proforma
 ASET LANCAR
  Kas dan bank                                           10.244.906.393      9.271.800.000      19.516.706.393
  Investasi jangka pendek                                 1.695.879.297                  -       1.695.879.297
  Piutang usaha
   Pihak berelasi - Neto                                 28.551.158.922                   -     28.551.158.922
   Pihak ketiga - Neto                                    9.729.169.895                   -      9.729.169.895
  Piutang lain-lain
   Pihak berelasi                                         6.779.326.195                  -       6.779.326.195
   Pihak ketiga                                             192.710.779                  -         192.710.779
  Persediaan                                              5.141.949.097                  -       5.141.949.097
  Biaya dibayar dimuka dan uang muka                     25.467.083.964                  -      25.467.083.964
  Pajak dibayar di muka                                       3.262.720        918.000.000         921.262.720
 Jumlah Aset Lancar                                     87.805.447.262     10.189.800.000      97.995.247.262
                                                                      -                  -                   -
 ASET TIDAK LANCAR
  Aset pajak tangguhan                                    1.031.487.409                   -      1.031.487.409
  Investasi jangka panjang                               12.950.500.000                   -     12.950.500.000
  Beban dibayar dimuka - Jangka Panjang                   1.233.333.334                   -      1.233.333.334
  Aset tetap - Neto                                     140.442.500.578                   -    140.442.500.578
  Aset takberwujud - Neto                                   720.426.648                   -        720.426.648
  Aset hak guna usaha - setelah                          23.805.803.688                   -     23.805.803.688
  Aset tidak lancar lainnya                               3.485.637.067                   -      3.485.637.067
 Jumlah Aset Tidak Lancar                              183.669.688.724                    -   183.669.688.724

 JUMLAH ASET                                           271.475.135.986     10.189.800.000     281.664.935.986

 LIABILITAS DAN EKUITAS

 LIABILITAS JANGKA PENDEK
  Utang usaha
   Pihak berelasi                                           345.752.990                  -         345.752.990
   Pihak ketiga                                           5.744.214.977                  -       5.744.214.977
  Utang pajak                                               268.872.790      1.009.800.000       1.278.672.790
  Beban akrual                                            3.178.438.986                  -       3.178.438.986
  Uang muka pelanggan                                       651.534.046                  -         651.534.046
  Uang muka sewa                                                      -      9.180.000.000       9.180.000.000
  Pinjaman jangka pendek jatuh tempo satu tahun
   Utang pembelian aset tetap                               545.722.830                 -          545.722.830
   Liabilitas sewa                                        3.709.670.340                 -        3.709.670.340
   Utang bank                                                         -                 -                    -
 Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                        14.444.206.959     10.189.800.000      24.634.006.959

 LIABILITAS JANGKA PANJANG
  Utang lain-lain jangka panjang
    Pihak berelasi                                        6.775.741.210                   -      6.775.741.210
  Pinjaman jangka panjang - setelah dikurangi bagian
  yang jatuh tempo satu tahun
    Utang pembelian aset tetap                            1.504.571.370                   -      1.504.571.370
    Liabilitas sewa                                      21.004.327.116                   -     21.004.327.116
    Utang bank                                           30.000.000.000                   -     30.000.000.000
  Liabilitas imbalan pasca-kerja                          2.155.869.419                   -      2.155.869.419
 Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                       61.440.509.115                    -    61.440.509.115

 JUMLAH LIABILITAS                                      75.884.716.074     10.189.800.000      86.074.516.074

 EKUITAS
  Modal Saham                                            31.250.000.000                   -     31.250.000.000
  Tambahan modal disetor                                 36.706.723.099                   -     36.706.723.099
  Penghasilan komprehensif lain                          (3.883.946.200)                  -     (3.883.946.200)
  Saldo laba                                            131.517.643.013                   -    131.517.643.013
 JUMLAH EKUITAS                                        195.590.419.912                    -   195.590.419.912

 JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                         271.475.135.986     10.189.800.000     281.664.935.986




Ref. No.: 00775/2.0072-00/BS/05/0022/1/VI/2024                                                               21
Page 32
Dari tabel Posisi Keuangan, terlihat bahwa setelah rencana transaksi dilakukan maka
Perseroan mencatat:
• Penerimaan kas dan bank sebesar Rp 9,3 miliar
• Penambahan pajak dibayar di muka sebesar Rp 918,0 juta
• Penambahan utang pajak sebesar Rp 1,0 miliar, dan
• Pembayaran uang muka sewa sebesar Rp 9,2 miliar.


3.3.5.2 Laba Rugi Sebelum dan Setelah Rencana Transaksi

        Tabel 10 : Laba Rugi Perseroan Sebelum dan Setelah Rencana Transaksi

 Dalam Rupiah                                2023           Penyesuaian          Proforma

 PENDAPATAN NETO                        192.886.350.752                   -   192.886.350.752

 BEBAN POKOK PENDAPATAN                 (97.880.737.611)                  -   (97.880.737.611)

 LABA BRUTO                              95.005.613.141                   -    95.005.613.141

 Beban penjualan dan pemasaran           (12.993.538.521)                 -    (12.993.538.521)
 Beban umum dan administrasi             (66.573.513.704)                 -    (66.573.513.704)
 (Beban) pendapatan lain-lain              1.894.909.302                  -      1.894.909.302

 LABA SEBELUM PAJAK                      17.333.470.218                   -    17.333.470.218

 Pajak kini                               (4.656.189.560)                 -     (4.656.189.560)
 Pajak tangguhan                             (12.390.430)                 -        (12.390.430)
 Jumlah beban pajak                      (4.668.579.990)                  -    (4.668.579.990)

 LABA TAHUN BERJALAN                     12.664.890.228                   -    12.664.890.228




Dari gambaran laba rugi di atas terlihat bahwa tidak ada perubahan Sebelum dan
Setelah dilakukannya Rencana Transaksi per 31 Desember 2023.


3.3.6 Proyeksi Keuangan Dengan dan Tanpa Rencana Transaksi

Proyeksi laporan keuangan Dengan dan Tanpa dilakukannya Rencana Transaksi telah
dipersiapkan oleh manajemen Perseroan dengan asumsi-asumsi yang menurut Penilai
cukup wajar sebagai berikut:




Ref. No.: 00775/2.0072-00/BS/05/0022/1/VI/2024                                              22
Page 33
         Tabel 11 : Proyeksi Posisi Keuangan Perseroan Dengan Rencana Transaksi

                                                                                  DENGAN TRANSAKSI
Dalam Rupiah
                                               2024                2025                 2026                2027                2028

ASET LANCAR
 Kas dan bank                              17.442.978.615       11.335.907.868       52.330.295.045      57.547.796.099      48.601.295.591
 Investasi jangka pendek                    1.695.879.297        1.695.879.297        1.695.879.297       1.695.879.297       1.695.879.297
 Piutang Usaha                             76.712.020.565      124.645.160.179      130.071.673.461     175.588.526.907     244.694.248.599
 Piutang Lain - Lain Pihak berelasi         6.779.326.195        6.779.326.195        6.779.326.195       6.779.326.195       6.779.326.195
 Piutang Lain - Lain Pihak ketiga             192.710.779          192.710.779          192.710.779         192.710.779         192.710.779
 Persediaan                                12.420.145.028       10.410.577.334       15.844.753.382      13.036.110.406      18.732.839.761
 Biaya dibayar dimuka dan uang muka        25.467.083.964       25.467.083.964       25.467.083.964      25.467.083.964      25.467.083.964
 Pajak dibayar di muka                        870.262.720          768.262.720          666.262.720         564.262.720         462.262.720
Jumlah Aset Lancar                       141.580.407.162      181.294.908.336      233.047.984.844     280.871.696.366     346.625.646.906

ASET TIDAK LANCAR
 Aset pajak tangguhan                       1.031.487.409        1.031.487.409        1.031.487.409       1.031.487.409       1.031.487.409
 Investasi jangka panjang                  12.950.500.000       12.950.500.000       12.950.500.000      12.950.500.000      12.950.500.000
 Beban dibayar dimuka - Jangka Panjang      1.233.333.334        1.233.333.334        1.233.333.334       1.233.333.334       1.233.333.334
 Aset tetap - Neto                        143.042.125.241      137.621.135.729      133.171.798.853     129.046.346.189     124.920.893.525
 Aset takberwujud - Neto                      720.426.648          720.426.648          720.426.648         720.426.648         720.426.648
 Aset hak guna usaha - setelah             23.805.803.688       23.805.803.688       23.805.803.688      23.805.803.688      23.805.803.688
 Aset tidak lancar lainnya                  3.485.637.067        3.485.637.067        3.485.637.067       3.485.637.067       3.485.637.067
Jumlah Aset Tidak Lancar                 186.269.313.387      180.848.323.875      176.398.986.999     172.273.534.335     168.148.081.671

JUMLAH ASET                              327.849.720.549      362.143.232.212      409.446.971.843     453.145.230.702     514.773.728.577

LIABILITAS JANGKA PENDEK
 Utang usaha                                9.347.994.414        8.665.629.039       13.438.031.102       9.301.436.660      17.286.536.271
 Utang lain-lain                                      -                    -                    -                   -                   -
 Utang pajak                                  268.872.790          268.872.790          268.872.790         268.872.790         268.872.790
 Beban akrual                               3.178.438.986        3.178.438.986        3.178.438.986       3.178.438.986       3.178.438.986
 Uang muka penjualan                          651.534.046          651.534.046          651.534.046         651.534.046         651.534.046
 Uang muka sewa                             8.670.000.000        7.650.000.000        6.630.000.000       5.610.000.000       4.590.000.000
 Utang pembelian aset tetap                   545.722.830          545.722.830          545.722.830         545.722.830         545.722.830
 Liabilitas sewa                            3.709.670.340        3.709.670.340        3.709.670.340       3.709.670.340       3.709.670.340
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek           26.372.233.406       24.669.868.031       28.422.270.094      23.265.675.652      30.230.775.263

LIABILITAS JANGKA PANJANG
 Utang Usaha Pihak berelasi                 6.775.741.210        6.775.741.210        6.775.741.210       6.775.741.210       6.775.741.210
 Utang bank                                44.250.226.562       41.979.757.812       39.619.257.812      37.029.148.437      34.439.039.062
 Utang pembelian aset tetap                 1.128.428.528          752.285.685          376.142.843                 -          (376.142.843)
 Liabilitas sewa                           18.962.350.913       16.920.374.710       14.878.398.507      12.836.422.304      10.794.446.101
 Liabilitas imbalan pasca-kerja             2.155.869.419        2.155.869.419        2.155.869.419       2.155.869.419       2.155.869.419
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang          73.272.616.632       68.584.028.836       63.805.409.791      58.797.181.370      53.788.952.950

JUMLAH LIABILITAS                         99.644.850.038       93.253.896.867       92.227.679.885      82.062.857.022      84.019.728.213

EKUITAS
 Modal Saham                               31.250.000.000       31.250.000.000       31.250.000.000      31.250.000.000      31.250.000.000
 Tambahan modal disetor                    36.706.723.099       36.706.723.099       36.706.723.099      36.706.723.099      36.706.723.099
 Penghasilan komprehensif lain             (3.883.946.200)      (3.883.946.200)      (3.883.946.200)     (3.883.946.200)     (3.883.946.200)
 Saldo laba                               163.373.213.613      204.567.678.446      253.423.955.059     307.829.676.780     368.060.263.466
JUMLAH EKUITAS                           227.445.990.512      268.640.455.345      317.496.731.958     371.902.453.679     432.133.040.365

JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS            327.090.840.549      361.894.352.211      409.724.411.843     453.965.310.702     516.152.768.577




               Tabel 12 : Proyeksi Laba Rugi Perseroan Dengan Rencana Transaksi

                                                                                  DENGAN TRANSAKSI
Dalam Rupiah
                                               2024                2025                 2026                2027                2028

PENDAPATAN                               218.528.535.573      284.087.096.245      326.700.160.682     359.370.176.750     395.307.194.425

BEBAN POKOK PENDAPATAN                   (110.418.915.674) (139.334.095.621) (157.999.408.901) (172.730.531.891) (189.291.039.814)

LABA BRUTO                               108.109.619.899      144.753.000.624      168.700.751.781     186.639.644.858     206.016.154.611

Beban penjualan dan pemasaran              (14.615.958.632)    (19.000.746.221)     (21.850.858.154)    (24.035.943.970)    (26.439.538.367)
Beban gaji dan tunjangan                   (25.542.768.935)    (33.205.599.615)     (38.186.439.558)    (42.005.083.513)    (46.205.591.865)
Beban umum dan administrasi                (32.384.034.573)    (42.099.244.945)     (48.414.131.687)    (53.255.544.855)    (58.581.099.341)
Pendapatan (beban) lain-lain - neto          1.245.157.379       1.963.237.379        1.979.557.379       1.995.877.379       2.012.197.379

LABA SEBELUM PAJAK                        36.812.015.138       52.410.647.222       62.228.879.761      69.338.949.899      76.802.122.417

Pajak penghasilan                           (4.956.444.539)    (11.216.182.389)     (13.372.603.147)    (14.933.228.178)    (16.571.535.732)

LABA TAHUN BERJALAN                       31.855.570.600       41.194.464.833       48.856.276.614      54.405.721.721      60.230.586.685




Ref. No.: 00775/2.0072-00/BS/05/0022/1/VI/2024                                                                                         23
Page 34
                Tabel 13 : Proyeksi Arus Kas Perseroan Dengan Rencana Transaksi

                                                                                    DENGAN TRANSAKSI
Dalam Rupiah
                                                 2024               2025                  2026               2027                2028

ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan kas dari pelanggan                180.096.843.825     236.153.956.631      321.273.647.399     313.853.323.305     326.201.472.732
Pembayaran kas kepada pemasok               (139.440.586.253)   (174.719.339.482)    (203.115.297.055)   (224.026.826.843)   (242.680.392.660)
Pembayaran kas kepada karyawan               (37.824.734.684)    (49.172.155.090)     (56.547.978.353)    (62.202.776.188)    (68.423.053.807)
Penerimaan pendapatan bunga                      535.237.379         535.237.379          535.237.379         535.237.379         535.237.379
Kas yang dihasilkan dari operasi               3.366.760.267      12.797.699.438       62.145.609.370      28.158.957.652      15.633.263.644
Pembayaran Pajak                              (4.956.444.539)    (11.216.182.389)     (13.372.603.147)    (14.933.228.178)    (16.571.535.732)
Arus kas bersih untuk aktivitas operasi      (1.589.684.272)      1.581.517.049       48.773.006.222      13.225.729.474        (938.272.088)

ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Perolehan aset tetap                         (12.316.151.023)     (3.000.000.000)      (3.000.000.000)     (3.000.000.000)     (3.000.000.000)
Arus kas bersih untuk aktivitas investasi   (12.316.151.023)     (3.000.000.000)      (3.000.000.000)     (3.000.000.000)     (3.000.000.000)

ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Penerimaan pinjaman bank                     15.000.000.000                    -                    -                   -                   -
Pembayaran pinjaman bank                       (749.773.438)      (2.270.468.750)      (2.360.500.000)     (2.590.109.375)     (2.590.109.375)
Arus kas bersih dari aktivitas pendanaan    11.832.107.517       (4.688.587.796)      (4.778.619.046)     (5.008.228.421)     (5.008.228.421)

KENAIKAN (PENURUNAN) KAS DAN BANK           (2.073.727.779)     (6.107.070.746)       40.994.387.177      5.217.501.054      (8.946.500.508)
KAS DAN BANK PADA AWAL PERIODE              19.516.706.393      17.442.978.615        11.335.907.868     52.330.295.045      57.547.796.099
KAS DAN BANK PADA AKHIR PERIODE             17.442.978.615      11.335.907.868        52.330.295.045     57.547.796.099      48.601.295.591




                   Tabel 14 : Proyeksi Rasio Perseroan Dengan Rencana Transaksi

                                                                                    DENGAN TRANSAKSI
RASIO
                                                 2024               2025                  2026               2027                2028

PROFITABILITAS
 GPM                                                    49,5%              51,0%                51,6%               51,9%               52,1%
 OPM                                                    66,8%              66,8%                66,8%               66,8%               66,8%
 NPM                                                    14,6%              14,5%                15,0%               15,1%               15,2%
 ROA                                                     9,7%              11,4%                11,9%               12,0%               11,7%
 ROE                                                    14,0%              15,3%                15,4%               14,6%               13,9%

LIKUDITAS
 Rasio lancar                                            5,4                 7,3                  8,2                12,1                11,5

AKTIVITAS
 Perputaran aset                                         0,7                 0,8                  0,8                 0,8                 0,8
 Perputaran persedian                                   12,6                12,2                 12,0                12,0                11,9
 Perputaran utang usaha                                 14,3                15,5                 14,3                15,2                14,2

SOLVABILITAS
 DER                                                    43,8%              34,7%                29,0%               22,1%               19,4%
 DAR                                                    30,4%              25,8%                22,5%               18,1%               16,3%




Ref. No.: 00775/2.0072-00/BS/05/0022/1/VI/2024                                                                                          24
Page 35
           Tabel 15 : Proyeksi Posisi Keuangan Perseroan Tanpa Rencana Transaksi

                                                                                   TANPA TRANSAKSI
Dalam Rupiah
                                              2024                 2025                  2026                2027                 2028

ASET LANCAR
 Kas dan bank                               8.171.178.615        2.064.107.868       43.058.495.045       48.275.996.099       39.329.495.591
 Investasi jangka pendek                    1.695.879.297        1.695.879.297        1.695.879.297        1.695.879.297        1.695.879.297
 Piutang Usaha                             76.712.020.565      124.645.160.179      130.071.673.461      175.588.526.907      244.694.248.599
 Piutang Lain - Lain Pihak berelasi         6.779.326.195        6.779.326.195        6.779.326.195        6.779.326.195        6.779.326.195
 Piutang Lain - Lain Pihak ketiga             192.710.779          192.710.779          192.710.779          192.710.779          192.710.779
 Persediaan                                12.420.145.028       10.410.577.334       15.844.753.382       13.036.110.406       18.732.839.761
 Biaya dibayar dimuka dan uang muka        25.467.083.964       25.467.083.964       25.467.083.964       25.467.083.964       25.467.083.964
 Pajak dibayar di muka                          3.262.720            3.262.720            3.262.720            3.262.720            3.262.720
Jumlah Aset Lancar                       131.441.607.162      171.258.108.336      223.113.184.844      271.038.896.366      336.894.846.906

ASET TIDAK LANCAR
 Aset pajak tangguhan                       1.031.487.409        1.031.487.409        1.031.487.409        1.031.487.409        1.031.487.409
 Investasi jangka panjang                  12.950.500.000       12.950.500.000       12.950.500.000       12.950.500.000       12.950.500.000
 Beban dibayar dimuka - Jangka Panjang      1.233.333.334        1.233.333.334        1.233.333.334        1.233.333.334        1.233.333.334
 Aset tetap - Neto                        143.042.125.241      137.621.135.729      133.171.798.853      129.046.346.189      124.920.893.525
 Aset takberwujud - Neto                      720.426.648          720.426.648          720.426.648          720.426.648          720.426.648
 Aset hak guna usaha - setelah             23.805.803.688       23.805.803.688       23.805.803.688       23.805.803.688       23.805.803.688
 Aset tidak lancar lainnya                  3.485.637.067        3.485.637.067        3.485.637.067        3.485.637.067        3.485.637.067
Jumlah Aset Tidak Lancar                 186.269.313.387      180.848.323.875      176.398.986.999      172.273.534.335      168.148.081.671

JUMLAH ASET                              317.710.920.549      352.106.432.212      399.512.171.843      443.312.430.702      505.042.928.577

LIABILITAS JANGKA PENDEK
 Utang usaha                                9.347.994.414        8.665.629.039       13.438.031.102        9.301.436.660       17.286.536.271
 Utang lain-lain                                      -                    -                    -                    -                    -
 Utang pajak                                  268.872.790          268.872.790          268.872.790          268.872.790          268.872.790
 Beban akrual                               3.178.438.986        3.178.438.986        3.178.438.986        3.178.438.986        3.178.438.986
 Uang muka penjualan                          651.534.046          651.534.046          651.534.046          651.534.046          651.534.046
 Uang muka sewa                                       -                    -                    -                    -                    -
 Utang pembelian aset tetap                   545.722.830          545.722.830          545.722.830          545.722.830          545.722.830
 Liabilitas sewa                            3.709.670.340        3.709.670.340        3.709.670.340        3.709.670.340        3.709.670.340
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek           17.702.233.406       17.019.868.031       21.792.270.094       17.655.675.652       25.640.775.263

LIABILITAS JANGKA PANJANG
 Utang Usaha Pihak berelasi                 6.775.741.210        6.775.741.210        6.775.741.210        6.775.741.210        6.775.741.210
 Utang bank                                44.250.226.562       41.979.757.812       39.619.257.812       37.029.148.437       34.439.039.062
 Utang pembelian aset tetap                 1.128.428.528          752.285.685          376.142.843                  -           (376.142.843)
 Liabilitas sewa                           18.962.350.913       16.920.374.710       14.878.398.507       12.836.422.304       10.794.446.101
 Liabilitas imbalan pasca-kerja             2.155.869.419        2.155.869.419        2.155.869.419        2.155.869.419        2.155.869.419
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang          73.272.616.632       68.584.028.836       63.805.409.791       58.797.181.370       53.788.952.950

JUMLAH LIABILITAS                         90.974.850.038       85.603.896.867       85.597.679.885       76.452.857.022       79.429.728.213

EKUITAS
 Modal Saham                               31.250.000.000       31.250.000.000       31.250.000.000       31.250.000.000       31.250.000.000
 Tambahan modal disetor                    36.706.723.099       36.706.723.099       36.706.723.099       36.706.723.099       36.706.723.099
 Penghasilan komprehensif lain             (3.883.946.200)      (3.883.946.200)      (3.883.946.200)      (3.883.946.200)      (3.883.946.200)
 Saldo laba                               162.663.293.613      202.429.758.446      249.841.715.059      302.786.796.780      361.540.423.466
JUMLAH EKUITAS                           226.736.070.512      266.502.535.345      313.914.491.958      366.859.573.679      425.613.200.365

JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS            317.710.920.549      352.106.432.211      399.512.171.843      443.312.430.702      505.042.928.577




                Tabel 16 : Proyeksi Laba Rugi Perseroan Tanpa Rencana Transaksi

                                                                                   TANPA TRANSAKSI
Dalam Rupiah
                                               2024                2025                  2026                2027                 2028

PENDAPATAN                               218.528.535.573      284.087.096.245       326.700.160.682     359.370.176.750      395.307.194.425

BEBAN POKOK PENDAPATAN                   (110.418.915.674)    (139.334.095.621)    (157.999.408.901)    (172.730.531.891)    (189.291.039.814)

LABA BRUTO                               108.109.619.899      144.753.000.624       168.700.751.781     186.639.644.858      206.016.154.611

Beban penjualan dan pemasaran              (14.615.958.632)     (19.000.746.221)     (21.850.858.154)     (24.035.943.970)     (26.439.538.367)
Beban gaji dan tunjangan                   (25.542.768.935)     (33.205.599.615)     (38.186.439.558)     (42.005.083.513)     (46.205.591.865)
Beban umum dan administrasi                (32.384.034.573)     (42.099.244.945)     (48.414.131.687)     (53.255.544.855)     (58.581.099.341)
Pendapatan (beban) lain-lain - neto            535.237.379          535.237.379          535.237.379          535.237.379          535.237.379

LABA SEBELUM PAJAK                         36.102.095.138      50.982.647.222        60.784.559.761      67.878.309.899       75.325.162.417

Pajak penghasilan                           (4.956.444.539)     (11.216.182.389)     (13.372.603.147)     (14.933.228.178)     (16.571.535.732)

LABA TAHUN BERJALAN                        31.145.650.600      39.766.464.833        47.411.956.614      52.945.081.721       58.753.626.685




Ref. No.: 00775/2.0072-00/BS/05/0022/1/VI/2024                                                                                           25
Page 36
                 Tabel 17 : Proyeksi Arus Kas Perseroan Tanpa Rencana Transaksi

                                                                                    TANPA TRANSAKSI
Dalam Rupiah
                                                 2024               2025                  2026               2027                2028

ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan kas dari pelanggan                180.096.843.825     236.153.956.631      321.273.647.399     313.853.323.305     326.201.472.732
Pembayaran kas kepada pemasok               (139.440.586.253)   (174.719.339.482)    (203.115.297.055)   (224.026.826.843)   (242.680.392.660)
Pembayaran kas kepada karyawan               (37.824.734.684)    (49.172.155.090)     (56.547.978.353)    (62.202.776.188)    (68.423.053.807)
Penerimaan pendapatan bunga                      535.237.379         535.237.379          535.237.379         535.237.379         535.237.379
Kas yang dihasilkan dari operasi               3.366.760.267      12.797.699.438       62.145.609.370      28.158.957.652      15.633.263.644
Pembayaran Pajak                              (4.956.444.539)    (11.216.182.389)     (13.372.603.147)    (14.933.228.178)    (16.571.535.732)
Arus kas bersih untuk aktivitas operasi      (1.589.684.272)      1.581.517.049       48.773.006.222      13.225.729.474        (938.272.088)

ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Perolehan aset tetap                         (12.316.151.023)     (3.000.000.000)      (3.000.000.000)     (3.000.000.000)     (3.000.000.000)
Arus kas bersih untuk aktivitas investasi   (12.316.151.023)     (3.000.000.000)      (3.000.000.000)     (3.000.000.000)     (3.000.000.000)

ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Penerimaan pinjaman bank                     15.000.000.000                    -                    -                   -                   -
Pembayaran pinjaman bank                       (749.773.438)      (2.270.468.750)      (2.360.500.000)     (2.590.109.375)     (2.590.109.375)
Arus kas bersih dari aktivitas pendanaan    11.832.107.517       (4.688.587.796)      (4.778.619.046)     (5.008.228.421)     (5.008.228.421)

KENAIKAN (PENURUNAN) KAS DAN BANK           (2.073.727.779)      (6.107.070.746)     40.994.387.177       5.217.501.054      (8.946.500.508)
KAS DAN BANK PADA AWAL PERIODE              10.244.906.393        8.171.178.615       2.064.107.868      43.058.495.045      48.275.996.099
KAS DAN BANK PADA AKHIR PERIODE              8.171.178.615        2.064.107.868      43.058.495.045      48.275.996.099      39.329.495.591




                    Tabel 18 : Proyeksi Rasio Perseroan Tanpa Rencana Transaksi

                                                                                    TANPA TRANSAKSI
RASIO
                                                 2024               2025                  2026               2027                2028

PROFITABILITAS
 GPM                                                    49,5%              51,0%                51,6%               51,9%               52,1%
 OPM                                                    66,8%              66,8%                66,8%               66,8%               66,8%
 NPM                                                    14,3%              14,0%                14,5%               14,7%               14,9%
 ROA                                                     9,8%              11,3%                11,9%               11,9%               11,6%
 ROE                                                    13,7%              14,9%                15,1%               14,4%               13,8%

LIKUDITAS
 Rasio lancar                                            7,4                10,1                 10,2                15,4                13,1

AKTIVITAS
 Perputaran aset                                         0,7                 0,8                  0,9                 0,9                 0,8
 Perputaran persedian                                   12,6                12,2                 12,0                12,0                11,9
 Perputaran utang usaha                                 14,3                15,5                 14,3                15,2                14,2

SOLVABILITAS
 DER                                                    40,1%              32,1%                27,3%               20,8%               18,7%
 DAR                                                    28,6%              24,3%                21,4%               17,2%               15,7%




Dari gambaran di atas terlihat bahwa diproyeksikan terdapat beberapa perbedaan
antara Dengan dilakukannya Rencana Transaksi dan Tanpa dilakukannya Rencana
Transaksi yaitu sebagai berikut:

Posisi Keuangan:

❖ Kas dan Setara Kas
  Perbedaan pada kas disebabkan oleh pendapatan sewa dan beban pajak final atas
  pendapatan sewa tersebut.

❖ Laba Ditahan
  Perbedaan pada laba ditahan disebabkan oleh pendapatan sewa dan pendapatan
  service charge.

Laba Rugi:

Antara Dengan dilakukannya Rencana Transaksi dan Tanpa dilakukannya Rencana
Transaksi tidak memberikan perbedaan terhadap pendapatan, beban pokok
pendapatan, dan beban usaha. Perbedaan terdapat pada akun:


Ref. No.: 00775/2.0072-00/BS/05/0022/1/VI/2024                                                                                          26
Page 37
❖ Pendapatan (Beban) Lain-lain

   Dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi, maka Perseroan akan memperoleh
   tambahan pendapatan lain-lain berupa pendapatan sewa dan pendapatan service
   charge sebesar Rp 1,4 miliar per tahun.

                         Tabel 19 : Proyeksi Pendapatan (Beban) Lain-lain
                               Dengan dan Tanpa Rencana Transaksi

     Dalam Rp                        2024            2025             2026            2027             2028
     Dengan Rencana Transaksi    1.245.157.379    1.963.237.379    1.979.557.379   1.995.877.379    2.012.197.379
     Tanpa Rencana Transaksi       535.237.379      535.237.379      535.237.379     535.237.379      535.237.379
      Perbedaan (Rp)               709.920.000    1.428.000.000    1.444.320.000   1.460.640.000    1.476.960.000
      Perbedaan (%)                       -57%             -73%             -73%            -73%             -73%



❖ Laba bersih

   Dengan Transaksi, laba bersih Perseroan akan bertambah dikarenakan adanya
   pendapatan sewa dan pendapatan service charge.

           Tabel 20 : Proyeksi Laba Bersih Dengan dan Tanpa Rencana Transaksi

     Dalam Rp                        2024            2025             2026             2027             2028
     Dengan Rencana Transaksi   31.855.570.600   41.194.464.833   48.856.276.614   54.405.721.721   60.230.586.685
     Tanpa Rencana Transaksi    31.145.650.600   39.766.464.833   47.411.956.614   52.945.081.721   58.753.626.685
      Perbedaan (Rp)               709.920.000    1.428.000.000    1.444.320.000    1.460.640.000    1.476.960.000
      Perbedaan (%)                        -2%              -3%              -3%              -3%              -2%



Arus Kas:

❖ Aktivitas Operasi
  Tidak terdapat perbedaan pada arus kas aktivitas operasi antara Dengan
  dilakukannya Rencana Transaksi dan Tanpa dilakukannya Rencana Transaksi.

❖ Aktivitas Investasi
  Tidak terdapat perbedaan pada arus kas aktivitas investasi antara Dengan
  dilakukannya Rencana Transaksi dan Tanpa dilakukannya Rencana Transaksi.

❖ Aktivitas Pendanaan
  Tidak terdapat perbedaan pada arus kas aktivitas pendanaan antara Dengan
  dilakukannya Rencana Transaksi dan Tanpa dilakukannya Rencana Transaksi


3.3.7 Analisa Inkremental atas Rencana Transaksi

Dari analisis terhadap proyeksi Dengan dan Tanpa dilakukannya Rencana Transaksi,
diperoleh kontribusi nilai tambah terhadap Perseroan berupa perolehan pendapatan
sewa dan pendapatan service charge sehingga memberikan tambahan laba bersih
sebesar Rp 710,0 juta pada tahun 2024 hingga Rp 1,5 miliar pada tahun 2028.




Ref. No.: 00775/2.0072-00/BS/05/0022/1/VI/2024                                                           27
Page 38
                             Tabel 21 : Proyeksi Kontribusi Nilai Tambah

 Dalam Rp                       2024           2025            2026            2027            2028
 Pendapatan sewa              510.000.000   1.020.000.000   1.020.000.000   1.020.000.000   1.020.000.000
 Pendapatan service charge    199.920.000     408.000.000     424.320.000     440.640.000     456.960.000
 Kontribusi nilai tambah      709.920.000   1.428.000.000   1.444.320.000   1.460.640.000   1.476.960.000




3.3.8     Analisis Kewajaran Nilai Transaksi

Terkait dengan Rencana Transaksi, DGNS telah menugaskan kepada KJPP Felix
Sutandar dan Rekan untuk melakukan Kajian Harga Sewa, yang secara ringkas dapat
digambarkan sebagai berikut:

No. Laporan                       :   00701/2.0072-00/PI/05/0022/1/VI/2024
Tanggal Laporan                   :   11 Juni 2024
Objek Kajian                      :   Sewa Ruang Kantor Lantai 6 dan 7
Luas                              :   680 m²
Lokasi Objek                      :   Jl. Teuku Cik Ditiro No. 11, Gondangdia,
                                      Menteng, Jakarta Pusat
Tanggal Kajian                    :   31 Desember 2023
Tujuan Penilaian                  :   Transaksi sewa menyewa
Pendekatan Kajian                 :   Pendekatan Pendapatan dan Pendekatan Pasar
Kesimpulan Harga Sewa             :   Rp 1.398.000.000/ tahun

Berdasarkan hasil Penilaian Sewa Bangunan yang dilakukan oleh Penilai Properti KJPP
Felix Sutandar dan Rekan, total harga sewa tanah dan bangunan tersebut adalah
sebesar Rp.1.398.000.000 per tahun sedangkan saat ini Perseroan menyewakan
tanahnya kepada BMHS dengan harga sewa sebesar Rp 1.419.840.000 per tahun, atau
1,6% lebih tinggi dibandingkan dengan hasil Penilaian Sewa Bangunan, yang berarti
batas atas dan batas bawah pada kisaran nilai tidak melebihi 7,5% atau berada dalam
kisaran harga yang wajar.


3.3.9     Prosedur Pengambilan Keputusan dengan Memperhatikan Alternatif
          Lain

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari Manajemen Perseroan, pengambilan
keputusan untuk melakukan Transaksi Sewa Menyewa dilakukan oleh Direksi dengan
persetujuan Komisaris Perseroan.

Alternatif lain yaitu dengan tidak menyewakan tanah dan bangunan tersebut, namun
Perseroan memutuskan untuk menyewa aset Rencana Transaksi dengan pertimbangan
bahwa Perseroan akan mendapatkan penghasilan lain-lain berupa pendapatan sewa
yang akan meningkatkan laba bersih secara keseluruhan.

Perseroan telah menunjuk Kantor Jasa Penilai Publik Felix Sutandar dan Rekan sebagai
Penilai Independen untuk melakukan Kajian Harga Sewa atas Objek Rencana Transaksi.


3.4   Analisis Manfaat dan Risiko Rencana Transaksi
Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa manfaat dari
Rencana Transaksi bagi Perseroan adalah mendapatkan penghasilan lain-lain berupa

Ref. No.: 00775/2.0072-00/BS/05/0022/1/VI/2024                                                       28
Page 39
pendapatan sewa, sehingga meningkatkan laba bersih Perseroan secara keseluruhan.
Sementara itu, tidak terdapat risiko akibat dari Rencana Transaksi.


3.5   Analisis Kewajaran Rencana Transaksi

4. Rencana Transaksi adalah Perseroan akan menyewakan ruang kantor kepada BMHS
   yaitu lantai 6 dan lantai 7 dengan total luas 680 m² yang berlokasi di Jl. Teuku Cik
   Ditiro No. 11, Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat.
5. Kontribusi nilai tambah terhadap Perseroan berupa perolehan pendapatan sewa dan
   pendapatan service charge sehingga memberikan tambahan laba bersih sebesar
   Rp.710,0 juta pada tahun 2024 hingga Rp 1,5 miliar pada tahun 2028.
6. Berdasarkan hasil Kajian Harga Sewa yang dilakukan oleh Penilai Properti KJPP Felix
   Sutandar dan Rekan, total harga sewa tanah dan bangunan tersebut adalah sebesar
   Rp 1.398.000.000 per tahun sedangkan saat ini Perseroan menyewakan tanahnya
   kepada BMHS dengan harga sewa sebesar Rp 1.419.840.000 per tahun, atau 1,6%
   lebih tinggi dibandingkan dengan hasil Kajian Harga Sewa, yang berarti batas atas
   dan batas bawah pada kisaran nilai tidak melebihi 7,5% atau berada dalam kisaran
   harga yang wajar.


3.6   Kesimpulan

Berdasarkan analisis kewajaran Rencana Transaksi sebagaimana diuraikan dalam
laporan ini, kami berpendapat bahwa Rencana Transaksi Menyewakan Tanah dan
Bangunan yang dilakukan oleh PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk adalah
wajar.




Ref. No.: 00775/2.0072-00/BS/05/0022/1/VI/2024                                    29

File

File Open PDF
Source IDX
Size0.83 MB
Published28 Jun 2024
Pages39
Characters113,902
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 50 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org DIAGNOS LABORATORIUM UTAMA TBK p.1 ×44
linked person Menteng Jakarta Pusat p.2 ×10
linked person Ivan Rizal Sini · Komisaris Utama p.17 ×4
linked person Mesha Rizal Sini · Direktur Utama p.17 ×4
linked person Dennis Jacobus p.17
linked person Dilly Dwiasri p.17
linked person Rito Alam Rizal Sini p.18 ×2
linked person Renobulan Rizal Sini Suheimi p.18 ×2
linked — Ietje Ika S. Rizal Sini p.18
linked person Wishnutama Kusubandio p.18 ×2
linked person Sunata Tjiterosampurno p.18
linked person Chairul Radjab Nasution p.18
linked person Nurhadi Yudiyantho p.18
linked org Asian Development Bank p.25
possible org Bundamedik Tbk p.4 ×16
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.5 ×5
possible person Tjahjo Dahono p.14 ×2
possible org PT Bunda Investama Indonesia p.16 ×6
possible org Pemerintah Republik Indonesia p.17 ×2
possible org Bursa Efek Indonesia p.22
unresolved org KJPP Felix Sutandar dan Rekan p.2 ×5
unresolved org KJPP Felix Sutandar · Pemimpin Rekan p.2 ×8
unresolved org KJPP FSR p.2
unresolved org Bank Indonesia p.4 ×2
unresolved org Penilai Properti KJPP Felix Sutandar dan Rekan p.5 ×3
unresolved — Kualifikasi p.10
unresolved — Ijin Penilai p.10
unresolved — STTD p.10
unresolved — MAPPI p.10 ×3
unresolved person Natalia Goysal p.10
unresolved person Symphony Sonata p.10
unresolved — Ref. No.: 00775/2.0072-00/BS/05/0022/1/VI/2024 p.10
unresolved org Kantor Akuntan Publik Tanubrata Sutanto Fahmi Bambang & Rekan p.14 ×4
unresolved org Tjahjo & Rekan p.14 ×2
unresolved org Kantor Jasa Penilai Publik Felix Sutandar dan Rekan p.14 ×2
unresolved org Kantor Jasa Penilai Publik Felix Sutandar p.14 ×2
unresolved person Fergus Richard · Direktur p.15
unresolved person Martinef p.16
unresolved org Menteri p.16
unresolved person Rahayu Ningsih p.16 ×2
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.16
unresolved person Adlan Yulizar p.17
unresolved org Menteri Kehakiman Republik Indonesia p.17
unresolved person Jose Dima Satria p.17
unresolved org Kementrian Hukum Ref. p.17
unresolved person Nurhadi Yudiantho · Komisaris p.20
unresolved — Menyewakan p.20
unresolved — Penyewa p.20
unresolved org Kantor Akuntan Publik Tanubrata Sutanto Fahmi Bambang p.30
unresolved org Rekan · Penilai p.38

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

Rule parser Needs review confidence 0.091 4874 ms 12 Sep 2026 23:01
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
 'appraiser_name': '',
 'assets': [],
 'currency': None,
 'fact_type': '',
 'issuer_name': '',
 'kind': 'CONFLICT',
 'kjpp_name': '',
 'letter_number': '',
 'object_text': '',
 'object_truncated': False,
 'parties': [],
 'pct_of_equity': None,
 'reference_period': '',
 'requires_rups': None,
 'rups_date': None,
 'ticker': '',
 'transaction_date': None,
 'valuation_date': None,
 'value': None}
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result