Skip to content
Back to announcement

20240627_BISI_Informasi Transaksi Afiliasi_31675844_lamp4.pdf

Asset transaction Needs review BISI

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 93

Page 1
                                                                                  ----- .       I
                                                                                  ••••          I
                                                                                  ••••          I
                                                                                  ••••          I
                                                                                  • ._ ••       I




    LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN
Atas Rencana Transaksi Kerjasama Usaha Patungan
             Untuk Dipergunakan Oleh :
        PT BISI INTERNATIONAL TBK
      Jalan Raya Surabaya Mojokerto Km. 19,
       Desa Bringinbendo, Kecamatan Taman,
      Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur

 No. File: 00238/2.0055-00/BS/04/0060/0/VI/2024

                                                   TOTO SUHARTO & REKAN
                                                  Business & .Properry Vaiuer
                                                  License No : 2.09.0055
                                                  JI. Hayam Wuruk No.1-RK Jakarta 10120, Indonesia
                                                  Ph : +6221-3456783 (Hunting)
                                                  Fax: +6221-3813419
                                                  Website : http://www.tnr.co.id
                                                  Email : tnr@tnr.co.id
Page 2
No. File: 00238/2.0055-00/BS/04/0060/0/VI/2024
Jakarta, 24 Juni 2024

Kepada Yth,
DIREKSI
PT BISI International Tbk
Jalan Raya Surabaya Mojokerto Km. 19, Desa
Bringinbendo, Kec. Taman, Kabupaten Sidoarjo
Provinsi Jawa Timur

Perihal : Laporan Pendapat Kewajaran Atas Rencana Transaksi Kerjasama Usaha
          Patungan.


Dengan hormat,

Sehubungan dengan rencana PT BISI International Tbk melakukan kerjasama usaha
petungan (joint venture) dengan Key Innovation co. Ltd untuk pendirian Perusahaan
Patungan dimana Rencana Transaksi yang dilakukan merupakan Transaksi Afiliasi.
Perseroan telah menunjuk KJPP Toto Suharto dan Rekan untuk selanjutnya disebut
sebagai (“TnR”) sebagai penilai independen untuk memberikan pendapat kewajaran
(Fairness Opinion) atas Rencana Transaksi tersebut di atas, sesuai dengan kesepakatan
yang tertuang dalam Surat Penawaran Nomor : M.FO.24.00.0009.r1, tanggal 24 Mei
2024.

Laporan Kewajaran ini kami laksanakan dengan mengacu kepada Peraturan Otoritas
Jasa Keuangan (POJK) No. 35/POJK.04/2020, Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan
(SEOJK) No. 17/2020 serta Kode Etik Penilai Indonesia dan Standar Penilaian Indonesia
Edisi VII Tahun 2018 dari Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI). Kami
menggunakan pendekatan dan metode yang lazim dalam melakukan kajian serta
analisis berbagai data dan informasi yang relevan, dengan suatu batasan kondisi
bahwa secara fundamental asumsi-asumsi yang mendasari kajian dan analisis penilaian
tersebut terpenuhi.

LATAR BELAKANG

PT BISI International Tbk untuk selanjutnya disebut (“Perseroan”) adalah perusahaan
yang bergerak dalam bidang pembibitan dan perdagangan benih jagung, sayuran dan
padi. Perseroan berlokasi di Jalan Raya Surabaya Mojokerto Km. 19, Desa
Bringinbendo, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur. Produk
utama yang dihasilkan oleh Perseroan dan entitas anaknya adalah benih jagung, benih
hortikultura, benih padi, pestisida dan pupuk.




                                         i
Page 3
Key Innovation Company Limited yang selanjutnya disebut “KICL” merupakan
perusahaan yang didirikan secara sah berdasarkan hukum Kerajaan Thailand, dengan
kantor beralamat di 1 Soi Sukhumvit 60, Phra Khanong Tai Sub-district, Phra Khanong
District, Bangkok 10260, Thailand. KICL memiliki 28 kegiatan usaha, salah satunya
adalah produksi dan distribusi alat dan mesin pertanian, termasuk drone pertanian. KICL
sebagai pihak afiliasi dengan Perseroan.

Dalam rangka pengembangan usaha, Perseroan berencana akan melakukan kerjasama
usaha patungan (joint venture) dengan KICL melalui pendirian Perusahaan Patungan
yang bergerak dibidang distribusi drone pertanian (drone agriculture). Selanjutnya
rencana usaha patungan tersebut dalam laporan ini disebut dengan “Rencana
Transaksi”.

Berdasarkan informasi manajemen Perseroan, mengingat antara Perseroan dan KICL
merupakan pihak terafiliasi, maka merujuk pada ketentuan Peraturan OJK
No. 42/POJK.04/2020 bahwa Rencana Transaksi merupakan Transaksi Afiliasi
sebagaimana dimaksud dalam Peraturan OJK No. 42/POJK.04/2020. Namun Rencana
Transaksi ini bukan merupakan transaksi material sebagaimana dimaksud dalam
Peraturan OJK No.17/POJK.04/2020 karena nilai transaksi dibawah 20% (dua puluh
persen) dari total ekuitas Perseroan berdasarkan laporan keuangan audited per
31 Desember 2023.

Sehubungan rencana tersebut Perseroan menunjuk TnR untuk melakukan penilaian Opini
Kewajaran atas Rencana Transaksi, untuk mengetahui Kewajaran atas Rencana Transaksi
tersebut.

TANGGAL PENILAIAN

Tanggal efektif penilaian adalah per 31 Desember 2023, dimana batas tersebut
diambil atas dasar pertimbangan kepentingan dan tujuan penilaian. Analisis kewajaran
dilaksanakan menggunakan parameter dan laporan keuangan audited per tanggal
31 Desember 2023.

OBYEK RENCANA TRANSAKSI

Objek transaksi dalam Pendapat Kewajaran ini dimana Perseroan merencanakan untuk
kerjasama usaha patungan (joint venture) dengan KICL dengan mendirikan perusahaan.
Badan usaha baru yang akan dibentuk oleh Perseroan dan KICL akan didirikan di
Indonesia. Kegiatan usaha Perusahaan Patungan adalah distribusi drone pertanian
(drone agriculture). Modal disetor Perusahaan Patungan adalah Rp20 miliar sedangkan
kepemilikan saham Perseroan dan KICL masing-masing adalah sebesar 90% dan 10%.

TRANSAKSI AFILIASI DAN UNSUR BENTURAN KEPENTINGAN

Berdasarkan POJK 42/2020, yang dimaksud dengan Transaksi Afiliasi adalah setiap
aktivitas dan/atau transaksi yang dilakukan oleh perusahaan terbuka atau perusahaan
terkendali dengan afiliasi dari perusahaan terbuka atau afiliasi dari anggota Direksi,
anggota Dewan Komisaris, pemegang saham utama, atau pengendali, termasuk setiap
aktivitas dan/atau transaksi yang dilakukan oleh perusahaan terbuka atau perusahaan

                                          ii
Page 4
terkendali untuk kepentingan afiliasi dari perusahaan terbuka atau afiliasi dari anggota
Direksi, anggota Dewan Komisaris, pemegang saham utama, atau pengendali,
sedangkan yang dimaksud dengan Benturan Kepentingan adalah perbedaan antara
kepentingan ekonomis perusahaan terbuka dengan kepentingan ekonomis pribadi
anggota Direksi, Anggota Dewan Komisaris, atau pemegang saham utama atau
pengendali yang dapat merugikan perusahaan terbuka dimaksud.

Berdasarkan informasi dari manajemen diketahui bahwa Rencana Transaksi antara
Perseroan dengan KICL merupakan Transaksi Afiliasi sebagaimana dimaksud dalam
POJK No. 42/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan.
Perseroan dan KICL memiliki kesamaan Pemegang Saham Pengendali, yaitu Keluarga
Jiaravanon.

TRANSAKSI MATERIAL

Berdasarkan Draft Perjanjian Patungan (Joint Venture Agreement), jumlah modal disetor
Perseroan di Perusahaan Patungan yang disepakati adalah sebesar
Rp18.000.000.000,00. Sementara itu jumlah ekuitas Perseroan berdasarkan laporan
keuangan audited per 31 Desember 2023 oleh Kantor Akuntan Publik Purwantono,
Sungkoro, dan Surja Nomor 00299/2.1032/AU.1/01/ 0701-1/1/III/2024 tanggal
25 Maret 2024 tercatat sebesar Rp3.446.696.000.000,00-. Total nilai Rencana
Tranksaksi terhadap jumlah ekuitas Perseroan adalah 0,52%.

Setelah melakukan analisis sesuai dengan kriteria Peraturan OJK Nomor
17/POJK.04/2020, tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha Utama,
maka Rencana Transaksi ini bukan merupakan Transaksi Material.

METODE ANALISIS ATAS RENCANAN TRANSAKSI

Dalam melakukan evaluasi kewajaran atas Transaksi, kami melakukan analisis dengan
tahapan-tahapan sebagai berikut :
1. Analisis Rencana Transaksi yang meliputi identifikasi dan hubungan antara pihak-
    pihak yang terlibat Rencana Transaksi, analisis perjanjian pengikatan dan
    persyaratan dalam Rencana Transaksi, analisis manfaat dan risiko Rencana
    Transaksi.
2. Analisis kualitatif atas Rencana Transaksi yang meliputi riwayat pihak-pihak yang
    terlibat dan kegiatan usaha, analisis industri, analisis operasional dan prospek,
    analisis alasan dilakukannya Rencana Transaksi, keuntungan dan kerugian Rencana
    Transaksi
3. Analisis kuantitatif atas Rencana Transaksi yang meliputi analisis laporan keuangan
    historikal, analisis arus kas, analisis rasio keuangan, analisis proyeksi keuangan,
    analisis laporan keuangan sebelum dan setelah Rencana Transaksi, analisis nilai
    tambah.
4. Analisis atas kewajaran nilai Rencana Transaksi




                                          iii
Page 5
IDENTIFIKASI PIHAK-PIHAK YANG TERLIBAT BERTRANSAKSI

Pihak-pihak yang terlibat dalam Rencana Transaksi yaitu :

1. PT BISI International Tbk sebagai pihak yang akan melakukan transaksi kerjasama
   usaha patungan (joint venture) melalui pendirian usaha Perusahaan Patungan.
2. Key Innovation Co. Ltd sebagai pihak yang akan bekerjasama dengan Perseroan
   dalam transaksi usaha patungan (joint venture) melalui pendirian usaha Perusahaan
   Patungan.

HASIL ANALISIS ATAS KEWAJARAN RENCANA TRANSAKSI

1. Analisis Rencana Transaksi

   • Berdasarkan informasi manajemen Perseroan, mengingat antara Perseroan dan
     KICL merupakan pihak terafiliasi, maka merujuk pada ketentuan Peraturan OJK
     No.42/POJK.04/2020 bahwa Rencana Transaksi merupakan Transaksi Afiliasi dan
     bukan transaksi benturan kepentingan sebagaimana dimaksud dalam Peraturan
     OJK No.42/POJK.04/2020. Rencana Transaksi ini bukan merupakan transaksi
     material sebagaimana dimaksud dalam Peraturan OJK No.17/POJK.04/2020
     karena nilai transaksi dibawah 20% (dua puluh persen) dari total ekuitas Perseroan
     berdasarkan laporan keuangan audited per 31 Desember 2023.
   • Dengan dilakukannya Rencana Transaksi Perseroan dapat meningkatkan pangsa
     pasar produk alat dan mesin pertanian melalui metode produksi yaitu drone
     pertanian (drone agriculture). Transaksi kerjasama joint venture, Perseroan akan
     mengurangi tingkat risiko finansial atau operasional yang biasanya terkait dengan
     proyek atau investasi baru. Perseroan dapat meningkatkan keunggulan kompetitif
     yang lebih besar didalam pasar produk dan teknologi pertanian.
   • Apabila Rencana Transaksi gagal maka Perseroan akan kembali ke rencana
     strategis Perseroan yang disusun sebelum adanya Rencana Transaksi
   • Keuntungan Perseroan dengan adanya rencana transaksi kerjasama usaha
     patungan (joint venture) pendirian Perusahaan Patungan adalah untuk memperkuat
     komitmen Perseroan dalam mengeksplorasi teknologi pertanian dan solusi untuk
     mengatasi tantangan pertanian dalam upaya meningkatkan produktivitas dan
     efisiensi di Indonesia.
   • Sementara kerugian yang akan diperoleh Perseroan dari Rencana Transaksi ini
     adalah dengan dilakukannya Rencana Transaksi, terdapat biaya-biaya yang
     muncul akibat Rencana Transaksi ini, yang tidak terbatas pada biaya lembaga
     penunjang pasar modal seperti biaya KAP dan KJPP dengan biaya-biaya yang
     muncul antara lain biaya KAP, biaya penilaian objek transaksi, biaya-biaya terkait
     profesi penilai serta kewajiban-kewajiban yang lain yang dapat muncul
     dikemudian hari.




                                          iv
Page 6
2. Analisis Kualitatif

   • Pertumbuhan ekonomi dunia melambat dengan ketidakpastian pasar keuangan
     yang mereda. Pertumbuhan ekonomi global 2023 diprakirakan tetap sebesar
     3,0%. Pertumbuhan ekonomi tersebut didukung oleh konsumsi rumah tangga dan
     investasi. Penurunan inflasi di negara maju, termasuk AS, berlanjut, meski masih
     berada di atas sasaran, sementara inflasi Tiongkok menurun dipengaruhi oleh
     pertumbuhan ekonomi yang melambat.
   • Pertumbuhan ekonomi 2023 diprakirakan dalam kisaran 4,5-5,3%, didorong oleh
     konsumsi dan investasi sejalan dengan akselerasi belanja Pemerintah pada akhir
     tahun dan percepatan penyelesaian beberapa Proyek Strategis Nasional (PSN).
     Pada 2024, pertumbuhan ekonomi diprakirakan meningkat dalam kisaran 4,7-
     5,5% didukung oleh permintaan domestik utamanya berlanjutnya pertumbuhan
     konsumsi, termasuk dampak positif penyelenggaraan pemilu, serta peningkatan
     investasi khususnya bangunan sejalan dengan berlanjutnya pembangunan PSN
     termasuk Ibu Kota Nusantara (IKN).
   • Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) 2023 diprakirakan mencatat surplus sehingga
     mendukung ketahanan eksternal. Surplus neraca perdagangan berlanjut pada
     Desember 2023 yang tercatat 3,3 miliar dolar AS dipengaruhi oleh kinerja ekspor
     komoditas utama Indonesia yang tetap kuat, seperti batu bara serta besi dan baja.
     Perkembangan ini mendukung transaksi berjalan 2023 tetap sehat dan
     diprakirakan dalam kisaran surplus 0,4% sampai dengan defisit 0,4% dari PDB.
   • Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Desember 2023 tercatat meningkat
     menjadi 146,4 miliar dolar AS, setara dengan pembiayaan 6,7 bulan impor atau
     6,5 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di
     atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.
   • Nilai tukar Rupiah hingga 16 Januari 2024 relatif stabil, hanya melemah 1,24%
     dari akhir Desember 2023, dengan kebijakan stabilisasi Bank Indonesia dan
     kembali masuknya aliran portofolio asing, sejalan dengan tetap menariknya imbal
     hasil aset keuangan domestik dan tetap positifnya prospek ekonomi Indonesia.
     Inflasi IHK Desember 2023 tercatat sebesar 2,61% (yoy) menurun dari tahun
     sebelumnya sebesar 5,51% (yoy) sehingga berada dalam kisaran 3,0±1%.
     Penurunan inflasi dipengaruhi oleh terjaganya berbagai komponen inflasi sebagai
     hasil nyata konsistensi kebijakan moneter Bank Indonesia yang pro-stability serta
     sinergi erat kebijakan Bank Indonesia dengan Pemerintah Pusat dan Daerah.
  • Sejumlah lembaga internasional, seperti IMF dan World Bank dan lembaga lainnya
     telah mempublikasikan outlook-nya pada tahun 2024 ini. Hasilnya, sebagian besar
     memproyeksikan bahwa pertumbuhan ekonomi di 2024 lebih rendah dibanding
     tahun lalu. IMF, misalnya, pada 30 Oktober 2023 lalu memperkirakan
     pertumbuhan ekonomi global di 2024 mencapai 2,9% lebih rendah dengan
     perkiraan tahun 2023 yang mencapai 3,0%. Perlambatan pertumbuhan tersebut
     antara lain dipengaruhi oleh perlambatan ekonomi di Amerika Serikat (AS), Eropa
     dan China.
  • Berdasarkan hasil Sensus Pertanian 2023 Tahap I, jumlah petani gurem mencapai
     17,25 juta orang atau 62,05% dari jumlah petani pengguna lahan, yang berarti
     sebagian besar petani menguasai lahan kurang dari 0,5 hektar. Untuk itu,
     peningkatan produksi komoditas pertanian dan peningkatan daya saing produk
     pertanian, tidak hanya diarahkan sebatas pada peningkatan Produk Domestik

                                         v
Page 7
    Bruto (PDB) sektor pertanian, namun adanya transmisi dari PDB nasional terhadap
    peningkatan pendapatan petani yang pada akhirnya dapat meningkatkan
    kesejahteraan petani. Hal ini sejalan dengan RPJMN 2020-2024, yang
    mengarahkan pembangunan tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi,
    tetapi bagaimana kualitas dan distribusi ekonomi (kesejahteraannya) semakin
    merata. Salah satu kunci mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkualitas adalah
    melalui proses transformasi struktural.
  • Volume ekspor pertanian selama periode tahun 2023 mengalami peningkatan
    3,45% dibandingkan dengan volume ekspor tahun 2022, yang meliputi ekspor
    pertanian dalam bentuk segar maupun olahan. Nilai Tukar Petani (NTP) nasional,
    sepanjang tahun 2023 juga menunjukkan tren yang meningkat, dengan rata-rata
    NTP tahun 2023 sebesar 112,46 atau terjadi peningkatan rata-rata sebesar 4,78
    persen dibandingkan dengan nilai tahun 2022 yang rata-rata NTP nya sebesar
    107,33

3. Analisis Kuantitatif

  • Berdasarkan analisis historis keuangan Perseroan diketahui bahwa Perseroan
    memiliki kinerja yang baik. Dengan demikian rencana Perseroan melakukan
    Rencana Transaksi untuk memperkuat posisi keuangan dan meningkatkan daya
    saing adalah wajar.
  • Berdasarkan proyeksi keuangan Perseroan, diperkirakan akan mengalami
    peningkatan penjualan, laba kotor dan laba bersih, serta dapat meningkatkan
    jumlah aset dan jumlah ekuitas dengan demikian Perseroan melakukan Rencana
    Transaksi adalah wajar.
  • Adapun dampak dari Rencana Transaksi yaitu, rata rata Operating Margin dari
    36,89% menjadi 36,22%. Sedangkan rata rata Net Margin mengalami perubahan
    dari 29,60% sebelum ada Rencana Transaksi menjadi rata-rata sebesar 29,29%
    setelah Rencana Transaksi.
  • Berdasarkan proforma posisi keuangan diatas terdapat penyesuaian pada kas
    dan setara kas yang dikreditkan sebesar Rp18.000.000.000,00. Dengan adanya
    rencana transaksi kerjasama usaha patungan, Perseroan melakukan penyetoran
    modal sebesar Rp18.000.000.000,00 yang diambil dari kas dan setara kas.
    Selain itu terdapat penyesuaian untuk investasi entitas anak debit sebesar
    Rp18.000.000.000,00 sebagai bentuk penyertaan atau setorab modal di
    perusahaan patungan.
  • Berdasarkan proforma laba rugi Perseroan diatas tidak terdapat penyesuaian
    antara sebelum dan setelah Rencana Transaksi.
  • Berdasarkan analisis nilai tambah, proyeksi jumlah aset Perseroan sebelum
    Rencana Transaksi masing-masing adalah sebesar Rp4.713,23 miliar pada tahun
    2024 menjadi Rp10.030,09 miliar pada tahun 2028. Selanjutnya, proyeksi jumlah
    aset Perseroan setelah Rencana Transaksi masing-masing adalah sebesar
    Rp4.745,75 miliar pada tahun 2024 menjadi Rp10.256,54 miliar pada tahun
    2028. Proyeksi jumlah liabilitas Perseroan sebelum Rencana Transaksi masing-
    masing adalah sebesar Rp496,57 miliar pada tahun 2024 menjadi Rp508,68
    miliar pada tahun 2028. Selanjutnya, proyeksi jumlah liabilitas Perseroan setelah
    Rencana Transaksi masing-masing adalah sebesar Rp496,98 miliar pada tahun
    2024 menjadi Rp524,28 miliar pada tahun 2028. Proyeksi jumlah ekuitas

                                         vi
Page 8
    Perseroan sebelum Rencana Transaksi masing-masing adalah sebesar Rp4.216,66
    miliar pada tahun 2024 menjadi Rp9.521,41 miliar pada tahun 2028. Selanjutnya,
    proyeksi jumlah ekuitas Perseroan setelah Rencana Transaksi masing-masing
    adalah sebesar Rp4.248,77 miliar pada tahun 2024 menjadi Rp9.732,25 miliar
    pada tahun 2028.
  • Berdasarkan analisis nilai tambah proyeksi jumlah pendapatan Perseroan sebelum
    Rencana Transaksi masing-masing adalah sebesar Rp3.287,44 miliar pada tahun
    2024 menjadi Rp6.379,04 miliar pada tahun 2028. Selanjutnya, proyeksi jumlah
    pendapatan Perseroan setelah Rencana Transaksi masing-masing adalah sebesar
    Rp3.315,34 miliar pada tahun 2024 menjadi Rp6.780,84 miliar pada tahun 2028.
    Proyeksi laba bersih Perseroan sebelum Rencana Transaksi masing-masing adalah
    sebesar Rp974,01 miliar pada tahun 2024 menjadi Rp1.928,56 miliar pada tahun
    2028. Selanjutnya, proyeksi jumlah laba bersih Perseroan setelah Rencana
    Transaksi masing-masing adalah sebesar Rp986,11 pada tahun 2024 menjadi
    Rp2.001,43 miliar pada tahun 2028. Terdapat perubahan pada laba bersih
    Perseroan yang mengalami kenaikan setelah Rencana Transaksi.
  • Berdasarkan laporan studi kelayakan yang disusun oleh manajemen Perseroan
    bahwa rencana pendirian Perusahaan Patungan memenuhi kelayakan secara
    finansial dan ekonomi untuk dilaksanakan karena akan memberikan konstribusi
    positif terhadap perkembangan Perseroan.

4. Analisis Kewajaran Rencana Transaksi

  Berdasarkan hasil kajian dan analisis yang telah dilakukan terhadap seluruh aspek
  yang terkait meliputi analisis rencana transaksi, analisis dampak positif secara
  kualitatif maupun kuantitatif atas rencana transaksi yang akan dilakukan serta
  berdasarkan perjanjian usaha patungan dan studi kelayakan usaha perusahaan
  patungan maka kami berpendapat bahwa Rencana Transaksi adalah Wajar.

KESIMPULAN

Berdasarkan analisis-analisis tersebut diatas, kami berpendapat bahwa Rencana
Transaksi adalah WAJAR.

PENUTUP

Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi ini harus dipandang sebagai satu kesatuan.
Penggunaan sebagian analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan keseluruhan
informasi dan analisis dapat menyebabkan pandangan yang menyesatkan.

Kami menyatakan bahwa kami tidak ada hubungan afiliasi dengan Perseroan, baik
secara langsung maupun tidak langsung, sebagaimana didefinisikan dalam Undang-
Undang No. 8 tahun 1995 tentang Pasar Modal.




                                        vii
Page 9
Kami menyatakan bahwa kami tidak ada benturan kepentingan atas Transaksi yang
akan dilaksanakan. Kami tidak bertanggungjawab untuk menegaskan kembali atau
melengkapi pendapat kami karena peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal
surat ini.

Hormat kami,
KJPP Toto Suharto & Rekan




Ir. Toto Suharto., M.Sc., MAPPI (Cert.)
Pimpinan Rekan
No. MAPPI : 93-S-00361
No. Register Penilai : RMK-2017.00012
No. Ijin Penilai Publik : PB-1.08.00060
Klasifikasi Bidang Jasa : Penilaian Properti (P) dan Penilaian Bisnis (B)
No. STTD OJK : STTD.PPB-19/PJ-1/PM.02/2023
No. Lisensi Penilai BPN : 943/SK-PT.01.01/VII/2022
No. STTD IKNB : 008/NB.122/STTD-P/2017




                                                    viii
Page 10
SURAT REPRESENTASI
Page 11

          
Page 12
PERNYATAAN PENILAI
Page 13
                             PERNYATAAN PENILAI

Dalam batas kemampuan dan keyakinan sebagai penilai, Kami menerangkan bahwa :

1. Kami menyatakan bahwa kami tidak ada hubungan afiliasi dengan Perseroan, baik
   secara langsung maupun tidak langsung, sebagaimana didefinisikan dalam Undang-
   Undang No. 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal.
2. Laporan pendapat kewajaran ini telah dibuat dengan menjaga integritas dan
   independensi Penilai Publik, dan penilaian pada penugasan ini disusun mengacu
   pada Peraturan OJK Nomor : 35/POJK.04/2020, Surat Edaran Otoritas Jasa
   Keuangan (SEOJK) No. 17/2020, dan Standar Penilaian Indonesia serta Kode Etik
   Penilai Indonesia (KEPI & SPI Edisi VII 2018).
3. Kami bertanggung jawab atas Laporan Pendapat Kewajaran dan opini atau
   kesimpulan akhir.
4. Penugasan pendapat kewajaran telah dilakukan terhadap Obyek Rencana
   Transaksi pada Tanggal Penilaian 31 Desember 2023.
5. Analisis telah dilakukan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam Laporan
   Pendapat Kewajaran ini.
6. Penugasan penilaian professional telah dilaksanakan sesuai dengan Peraturan
   Perundang-undangan yang berlaku.
7. Perkiraan Nilai yang dihasilkan dalam penugasan penilaian professional telah
   disajikan sebagai Kesimpulan Nilai.
8. Lingkup pekerjaan dan data yang dianalisis telah diungkapkan.
9. Kesimpulan dalam laporan ini telah sesuai dengan asumsi-asumsi dan kondisi
   pembatas.
10. Data ekonomi dan industri dalam laporan ini diperoleh dari berbagai sumber yang
    kami yakini dan dapat dipertanggungjawabkan.
11. Kami telah melakukan wawancara/pengumpulan data dan telah bekerja secara
    profesional, bertindak secara independen.
12. Keterangan-keterangan dan pernyataan dalam laporan ini, yang menjadi dasar
    analisa, pendapat dan kesimpulan yang diuraikan di dalamnya adalah benar
13. Analisa, pendapat dan kesimpulan dalam laporan ini bebas dari konflik
    kepentingan atas obyek yang dinilai maupun pihak lain yang terlibat.
14. Imbalan jasa penilaian sama sekali tidak tergantung pada pendapat kewajaran
    yang tercantum dalam laporan ini.
15. Penilai telah memenuhi persyaratan pendidikan profesional yang ditentukan
    dan/atau diselenggarakan oleh Asosiasi Penilai yang diakui Pemerintah.
16. Tidak seorang pun, kecuali yang disebutkan dalam laporan penilaian, telah
    menyediakan bantuan profesional dalam menyiapkan laporan penilaian.




                                         ix
Page 14
Selanjutnya Laporan ini menjelaskan semua asumsi dan syarat-syarat pembatasan yang
mempengaruhi analisa, pendapat dan kesimpulan yang tertera dalam Laporan Hasil
Kajian ini.


No.             Nama                                      Tanda Tangan

1. Penanggung Jawab :

  Ir. Toto Suharto, M.Sc., MAPPI (Cert.)                  …………………………
  No. MAPPI : 93-S-00361
  No. Ijin Penilai Publik : PB-1.08.00060
  No. Register Penilai : RMK-2017.00012
  Kualifikasi Penilai : Properti & Bisnis



2. Reviewer :

  Ufik Kurniasih, S.E., M.Ec.Dev., MAPPI (Cert.)          …………………………
  No. MAPPI : 11-S-03071
  No. Register Penilai : RMK-2017.00450
  Kualifikasi Penilai : Properti & Bisnis



3. Penilai :

  Henrianto, S.Pi., MM., M.Ec.Dev., CSA., MAPPI (Cert.)   …………………………
  No. MAPPI : 19-S-09317
  No. Register Penilai : RMK-2019.02918
  Kualifikasi Penilai : Properti & Bisnis




                                            x
Page 15
KUALIFIKASI PENILAI
Page 16
                   KUALIFIKASI TIM PENILAI
     Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Toto Suharto & Rekan

A. Penanggung Jawab
 1 Nama Lengkap          Ir. Toto Suharto, M.Sc, MAPPI (Cert.)
 2 Pendidikan            Strata 2 (S-2)
 3 Lembaga                    - S-1 Institut Pertanian Bogor (IPB
     Pendidikan                  University)
                              - S-2 Penilaian Universiti Teknologi
                                 Malaysia
 4   Pengalaman Kerja         - Memiliki pengalaman lebih dari 29
     Penilai                     tahun di bidang penilaian aset dan
                                 usaha serta konsultan
                              - Mendapatkan akreditasi dari MAPPI
                                 sebagai penilai bersertifikat dan
                                 memperoleh ijin Penilai Publik Properti
                                 dan Bisnis (PB) dari Kementerian
                                 Keuangan

B. Penilai
 1 Nama Lengkap          Ufik Kurniasih, S.E, M.Ec.Dev, MAPPI (Cert.)
 2 Pendidikan            Strata 2 (S-2)
 3 Lembaga                   - S-1       Universitas     Muhammadiyah
     Pendidikan                 Yogyakarta
                             - S-2        Ekonomika       Pembangunan
                                Universitas Gadjah Mada
 4   Pengalaman Kerja        - Memiliki pengalaman lebih dari 10
     Penilai                    tahun di bidang penilaian aset dan
                                usaha serta konsultan
                             - Mendapatkan akreditasi dari MAPPI
                                sebagai penilai Bersertifikat (S)

C. Reviewer
 1   Nama Lengkap        Henrianto, S.Pi, MM, M.Ec.Dev, CSA, MAPPI
                         (Cert.)
 2   Pendidikan          Strata 2 (S-2)
 3   Lembaga                 - S-1 Perikanan Universitas Hasanuddin
     Pendidikan                  (2016)
                             - S-1 Akuntansi Universitas Terbuka
                                 (2020-Sekarang)
                             - Pendidikan Profesi Akuntansi (PPAk)
                                 Universitas Padjajaran (2023 –
                                 Sekarang)
                             - S-2 Ekonomi Pembangunan Universitas
                                 Gadjah Mada (2020)
                             - S-2      Manajemen    UPN    Veteran
                                 Yogyakarta (2022)

                              xi
Page 17
                       -     S-3 Ilmu Ekonomi Institut Pertanian
                             Bogor (2020-Sekarang)
4   Pengalaman Kerja   -     Memiliki pengalaman lebih dari 4 tahun
    Penilai                  di bidang penilaian aset dan usaha
                             serta konsultan
                       -     Mendapatkan akreditasi dari MAPPI
                             sebagai penilai Bersertifikat (S)
                       -     Mendapatkan Izin Penilai Publik
                             Properti dari Kementerian Keuangan RI
                       -     Brevet Pajak A dan B dari Asosiasi
                             Konsultan Pajak Publik Indonesia
                       -     Memperoleh lisensi sebagai teknisi
                             pajak (Certified Tax Technician) dari
                             Asosiasi Teknisi Pajak Indonesia
                       -     Memperoleh lisensi sebagai Wakil
                             Perantara Pedagang Efek dari
                             Otoritas Jasa Keuangan
                       -     Memperoleh lisensi sebagai Analisis
                             Efek dari BNSP LSP Pasar Modal




                           xii
Page 18
DAFTAR ISI
Page 19
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk


                                                               DAFTAR ISI

SERTIFIKAT ...........................................................................................................                    i - viii
SURAT REPRESENTASI
PERNYATAAN PENILAI ........................................................................................                               ix - x
KUALIFIKASI PENILAI ...........................................................................................                           xi - xii
DAFTAR ISI ...........................................................................................................                    xiii - xiv
DAFTAR TABEL DAN GRAFIK ..............................................................................                                    xv
DAFTAR LAMPIRAN .............................................................................................                             xvi

BAB I         PENDAHULUAN ....................................................................................                            I–1
1.1           Latar Belakang .......................................................................................................      I–1
1.2           Identitas Status Penilai ..........................................................................................         I–2
1.3           Identitas Pemberi Tugas Dan Pengguna Laporan ...........................................                                    I–2
1.4           Objek Rencana Transaksi .....................................................................................               I–3
1.5           Ruang Lingkup ........................................................................................................      I–4
1.6           Maksud dan Tujuan ................................................................................................          I–4
1.7           Tanggal Penilaian ..................................................................................................        I–4
1.8           Independensi Penilai..............................................................................................          I–4
1.9           Tanggung Jawab Penilai ......................................................................................               I–5
1.10          Transaksi Afiliasi dan Unsur Benturan Kepentingan ........................................                                  I–5
1.11          Transaksi Material .................................................................................................        I–6
1.12          Metodologi Pengkajian Kewajaran Rencana Transaksi .................................                                         I–7
1.13          Kejadian-Kejadian Penting Setelah Tanggal Efektif (Subsequent Events) ..                                                    I–8
1.14          Sumber Data ...........................................................................................................     I–8
1.15          Asumsi-Asumsi Penting dan Independensi Penilai ............................................                                 I–9

BAB II        KAJIAN KEWAJARAN RENCANA TRANSAKSI ....................................                                                     II – 1
2.1.          Metode Analisis Atas Rencana Transaksi...........................................................                           II – 1
2.2.          Analisis Rencana Transaksi ...................................................................................              II – 1
2.2.1.        Identifikasi Pihak-Pihak yang Terlibat Rencana Transaksi .............................                                      II – 1
2.2.1.1.      PT BISI International Tbk “Perseroan” ................................................................                      II – 1
2.2.1.2.      Key Innovation Co. Ltd “KICL” .............................................................................                 II – 4
2.2.2.        Analisis Perjanjian dan Persyaratan Rencana Transaksi ................................                                      II – 5
2.2.3.        Analisis Manfaat dan Risiko Rencana Transaksi...............................................                                II – 6
2.3.          Analisis Kualitatif atas Rencana Transaksi ........................................................                         II – 7
2.3.1.        Gambaran Perekonomian Indonesia..................................................................                           II – 7
2.3.1.1.      Pertumbuhan Ekonomi Global..............................................................................                    II – 8
2.3.1.2.      Pertumbuhan Ekonomi Domestik ..........................................................................                     II – 9
2.3.1.3.      Tingkat Inflasi (Inflation Rate) ..............................................................................             II – 11
2.3.1.4.      Nilai Tukar Rupiah .................................................................................................        II – 11
2.3.1.5.      Suku Bunga ..............................................................................................................   II – 12
2.3.1.6.      Prospek Perekonomian Indonesia 2024 ............................................................                            II – 13
2.3.2.        Gambaran Umum Industri Pertanian ..................................................................                         II – 14
2.3.3.        Analisis Prospek Usaha Perseroan ......................................................................                     II – 17
2.3.4.        Alasan Dilakukannya Rencana Transaksi ..........................................................                            II – 18
2.3.5.        Keuntungan dan Kerugian yang Bersifat Kualitatif atas
              Rencana Transaksi..................................................................................................         II – 19
2.4.          Analisis Kuantitatif Objek Transaksi ...................................................................                    II – 19


Daftar Isi                                                                                                                                           xiii
Page 20
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk


2.4.1.       Biaya Investasi ........................................................................................................   II – 19
2.4.2.       Proyeksi Keuangan Perusahaan Patungan .......................................................                              II – 20
2.4.2.1.     Proyeksi Posisi Keuangan Perusahaan Patungan .............................................                                 II – 20
2.4.2.2.     Proyeksi Laba Rugi Perusahaan Patungan .......................................................                             II – 21
2.4.2.3.     Proyeksi Arus Kas Perusahaan Patungan ..........................................................                           II – 22
2.5.         Analisis Kuantitatif atas Rencana Transaksi ......................................................                         II – 22
2.5.1.       Analisis Kinerja Historis Perseroan ......................................................................                 II – 22
2.5.1.1.     Analisis Posisi Keuangan .......................................................................................           II – 24
2.5.1.2.     Analisis Laba Rugi ..................................................................................................      II – 25
2.5.1.3.     Analisis Arus Kas Perseroan .................................................................................              II – 26
2.5.2.       Analisis Rasio Keuangan .......................................................................................            II – 27
2.5.3.       Penilaian atas Proyeksi Keuangan Perseroan ..................................................                              II – 28
2.5.3.1.     Proyeksi Posisi Keuangan Sebelum Rencana Transaksi ..................................                                      II – 28
2.5.3.2.     Proyeksi Posisi Keuangan Setelah Rencana Transaksi ....................................                                    II – 29
2.5.3.3.     Proyeksi Laba Rugi Sebelum Rencana Transaksi .............................................                                 II – 30
2.5.3.4.     Proyeksi Laba Rugi Setelah Rencana Transaksi ...............................................                               II – 31
2.5.4.       Analisis Rasio Keuangan atas Proyeksi Keuangan Perseroan .......................                                           II – 32
2.5.4.1.     Rasio Keuangan Sebelum Rencana Transaksi...................................................                                II – 32
2.5.4.2.     Rasio Keuangan Setelah Rencana Transaksi ....................................................                              II – 34
2.5.5.       Proforma Laporan Keuangan Sebelum dan Setelah Rencana Transaksi ....                                                       II – 34
2.5.5.1.     Proforma Laporan Posisi Keuangan ...................................................................                       II – 35
2.5.5.2.     Proforma Laporan Laba Rugi ..............................................................................                  II – 36
2.5.6.       Analisis Inkremental ...............................................................................................       II – 37
2.5.6.1.     Konstribusi Nilai Tambah dan Dampak Terhadap Proyeksi Keuangan ......                                                      II – 37
2.5.6.2.     Biaya atau Pendapatan yang Relevan .............................................................                           II – 39
2.5.6.3.     Informasi Non Keuangan yang Relevan ............................................................                           II – 40
2.5.6.4.     Prosedur Pengambilan Keputusan Oleh Perusahaan dalam
             Menentukan Rencana Transaksi dengan Memperhatikan Alternatif Lain ..                                                       II – 43
2.5.6.5.     Hal Material Lainnya ............................................................................................          II – 43
2.6.         Analisis Kewajaran Rencana Transaksi ..............................................................                        II – 43
2.6.1.       Analisis Kelayakan dari Perusahaan Patungan ...............................................                                II – 43
2.6.2.       Pendapat Kewajaran Rencana Transaksi .........................................................                             II – 44




Daftar Isi                                                                                                                                    xiv
Page 21
DAFTAR TABEL DAN GRAFIK
Page 22
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk


                                         DAFTAR TABEL DAN GRAFIK

Tabel 1.1. Modal Disetor dan Persentase Kepemilikan Saham Perusahaan
           Patungan ............................................................................................................... I – 3
Tabel 1.2. Analisis Transaksi Material ................................................................................ I – 7

Tabel 2.1. Susunan Pemegang Saham Perseroan ............................................................                         II – 3
Tabel 2.2. Susunan Pengurus Perseroan .............................................................................              II – 4
Tabel 2.3. Susunan Pemegang Saham Key Innovation, Co. Ltd .....................................                                  II – 4
Tabel 2.4. Susunan Pengurus KICL .......................................................................................         II – 5
Tabel 2.5. Pertumbuhan Ekonomi Dunia dan Indonesia ...................................................                           II – 7
Tabel 2.6. Pertumbuhan PDB Dunia.....................................................................................            II – 9
Tabel 2.7. Tingkat Inflasi Indonesia y-to-y (2018 - 2023).............................................                           II – 11
Tabel 2.8. Proyeksi Posisi Keuangan Perusahaan Patungan
            (Dalam Jutaan Rupiah) .......................................................................................        II – 20
Tabel 2.9. Proyeksi Laba Rugi Perusahaan Patungan (Dalam Jutaan Rupiah) ..........                                               II – 21
Tabel 2.10. Proyeksi Arus Kas Perusahaan Patungan (Dalam Jutaan Rupiah) .............                                            II – 22
Tabel 2.11. Historis Keuangan Perseroan (Dalam Jutaan Rupiah) ..................................                                 II – 23
Tabel 2.12. Pertumbuhan Kinerja Keuangan Perseroan Konsolidasi ..............................                                    II – 23
Tabel 2.13. Perkembangan Arus Kas Perseroan
            (dinyatakan dalam Jutaan Rupiah) .................................................................                   II – 26
Tabel 2.14. Rasio Keuangan Perseroan ...............................................................................             II – 27
Tabel 2.15. Proyeksi Posisi Keuangan Perseroan (Dalam Jutaan Rupiah) .....................                                       II – 29
Tabel 2.16. Proyeksi Posisi Keuangan Perseroan (Dalam Jutaan Rupiah) .....................                                       II – 30
Tabel 2.17. Proyeksi Laba Rugi Perseroan (Dalam Jutaan Rupiah)................................                                   II – 31
Tabel 2.18. Proyeksi Laba Rugi Perseroan (Dalam Jutaan Rupiah)................................                                   II – 32
Tabel 2.19. Rasio Keuangan Sebelum Rencana Transaksi ................................................                            II – 32
Tabel 2.20. Rasio Keuangan Setelah Rencana Transaksi ..................................................                          II – 34
Tabel 2.21. Proforma Posisi Keuangan (Dalam Jutaan Rupiah) ......................................                                II – 35
Tabel 2.22. Proforma Laba Rugi (Dalam Rupiah) ..............................................................                     II – 36
Tabel 2.23. Analisis Nilai Tambah Proyeksi Posisi Keuangan
          (Dalam Jutaan Rupiah)..........................................................................................        II – 37
Tabel 2.24. Analisis Nilai Tambah Proyeksi Laba Rugi (Dalam Jutaan Rupiah) ...........                                           II – 38


Grafik 2.1. Pertumbuhan Sektor Pertanian Tahun 2011 - 2023 .................................... II – 16
Grafik 2.2. Perkembangan Posisi Keuangan Perseroan
            (dinyatakan dalam Jutaan Rupiah) ................................................................. II – 24
Grafik 2.3. Perkembangan Laba Rugi Perseroan
            (dinyatakan dalam Jutaan Rupiah) ................................................................. II – 25




Daftar Tabel Dan Grafik                                                                                                                     xv
Page 23
DAFTAR LAMPIRAN
Page 24
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk


                                DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran - 01 Historis Posisi Keuangan
Lampiran - 02 Historis Laba Rugi
Lampiran - 03 Historis Arus Kas
Lampiran - 04 Rasio Keuangan
Lampiran - 05 Proyeksi Posisi Keuangan Sebelum Transaksi
Lampiran - 06 Proyeksi Laba Rugi Sebelum Transaksi
Lampiran - 07 Rasio Keuangan Sebelum TransaksI
Lampiran - 08 Proyeksi Posisi Keuangan Setelah Transaksi
Lampiran - 09 Proyeksi Laba Rugi Setelah Transaksi
Lampiran - 10 Rasio Keuangan Setelah Transaksi
Lampiran - 11 Proformas Laporan Keuangan 31 Desember
Lampiran - 12 Proformas Laporan Keuangan 31 Desember 2023




Daftar Lampiran                                             xvi
Page 25
    BAB I
PENDAHULUAN
Page 26
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk


                                      BAB I
                                  PENDAHULUAN

1.1       Latar Belakang
          PT BISI International Tbk untuk selanjutnya disebut (“Perseroan”) adalah
          perusahaan yang bergerak dalam bidang pembibitan dan perdagangan
          benih jagung, sayuran dan padi. Perseroan berlokasi di Jalan Raya Surabaya
          Mojokerto Km. 19, Desa Bringinbendo, Kecamatan Taman, Kabupaten
          Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur. Produk utama yang dihasilkan oleh Perseroan
          dan entitas anaknya adalah benih jagung, benih hortikultura, benih padi,
          pestisida dan pupuk.

          Key Innovation Company Limited yang selanjutnya disebut “KICL”
          merupakan perusahaan yang didirikan secara sah berdasarkan hukum
          Kerajaan Thailand, dengan kantor beralamat di 1 Soi Sukhumvit 60, Phra
          Khanong Tai Sub-district, Phra Khanong District, Bangkok 10260, Thailand.
          KICL memiliki 28 kegiatan usaha, salah satunya adalah produksi dan distribusi
          alat dan mesin pertanian, termasuk drone pertanian. KICL sebagai pihak
          afiliasi dengan Perseroan.

          Dalam rangka pengembangan usaha, Perseroan berencana akan melakukan
          kerjasama usaha patungan (joint venture) dengan KICL melalui pendirian
          Perusahaan Patungan yang bergerak dibidang distribusi drone pertanian
          (drone agriculture). Selanjutnya rencana usaha patungan tersebut dalam
          laporan ini disebut dengan “Rencana Transaksi”.

          Berdasarkan informasi manajemen Perseroan, mengingat antara Perseroan
          dan KICL merupakan pihak terafiliasi, maka merujuk pada ketentuan
          Peraturan OJK No.42/POJK.04/2020 bahwa Rencana Transaksi merupakan
          Transaksi Afiliasi sebagaimana dimaksud dalam Peraturan OJK
          No. 42/POJK.04/2020. Namun Rencana Transaksi ini bukan merupakan
          transaksi material sebagaimana dimaksud dalam Peraturan OJK
          No. 17/POJK.04/2020 karena nilai transaksi dibawah 20% (dua puluh
          persen) dari total ekuitas Perseroan berdasarkan laporan keuangan audited
          per 31 Desember 2023.

          Sehubungan rencana tersebut Perseroan menunjuk KJPP Toto Suharto &
          Rekan (“TnR”) untuk melakukan penilaian Opini Kewajaran atas Rencana
          Transaksi, sesuai dengan kesepakatan yang tertuang dalam dalam Surat
          Penawaran Nomor : M.FO.24.00.0009.r1, tanggal 24 Mei 2024. untuk
          mengetahui Kewajaran atas Rencana Transaksi tersebut.




Bab I - Pendahuluan                                                                  1
Page 27
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk


1.2       Identitas Status Penilai
          KJPP Toto Suharto & Rekan (TnR) awalnya adalah PT Actual Kencana
          Appraisal (AKA) yang telah aktif dalam usaha penilaian sejak Tahun 1984.
          Tahun 2007 AKA berubah menjadi Usaha Jasa Penilai Toto Suharto & Rekan
          mengikuti Peraturan Menteri Keuangan yang mengatur tentang jasa penilai
          publik di Indonesia.

          TnR ditetapkan sebagai Kantor Jasa Penilai Publik resmi berdasarkan
          Keputusan Menteri Keuangan Nomor : 1009/KM.1/2009, tanggal 28 Juli
          2009, dengan Surat Ijin Usaha Kantor Jasa Penilai Publik (SIUKJPP) Nomor :
          2.09.0055 dan terdaftar sebagai profesi penunjang pasar modal atas
          nama :

          • Ir. Toto Suharto, M.Sc., MAPPI (Cert.)
            - No. MAPPI                : 93-S-00361
            - No. Ijin Penilai Publik  : PB-1.08.00060
            - Klasifikasi Bidang Jasa : Penilaian Properti & Bisnis
            - STTD OJK No.             : STTD.PPB-19/PJ-1/PM.02/2023
            - No. Lisensi Penilai BPN : 943/SK-PT.01.01/VII/2022
            - No. STTD IKNB            : 008/NB.122/STTD-P/2017

          Penilai yang bertandatangan dalam laporan ini bertindak dalam
          kapasitasnya sebagai Pemimpin Rekan dalam Kantor Jasa Penilai Publik
          Toto Suharto & Rekan, penyedia jasa penilaian independen.

          Penilai tidak sedang memiliki atau memiliki potensi benturan kepentingan
          dengan Pemberi Tugas ataupun dengan Objek Penilaian. Oleh karena itu,
          Penilai berada dalam posisi untuk memberikan penilaian objektif dan tidak
          memihak.


1.3       Identitas Pemberi Tugas Dan Pengguna Laporan
          Berikut adalah identitas pemberi tugas dan pengguna laporan:

          Nama            : PT BISI International Tbk
          Bidang Usaha    : Pembibitan dan Perdagangan Benih Jagung, Sayuran
                            dan Padi.
          Alamat          : Jalan Raya Surabaya Mojokerto Km. 19, Desa
                            Bringinbendo, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo,
                            Provinsi Jawa Timur.
          Nomor Telepon : (031) 788 2528
          Nomor Faksimile : (031) 788 2856
          Email           : investor.relations@bisi.co.id
          Website         : www.bisi.co.id

Bab I - Pendahuluan                                                               2
Page 28
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk


          Perseroan merupakan produsen benih hibrida terbesar di Indonesia yang
          didirikan oleh Charoen Pokphand Group pada tahun 1983. Dengan demikian,
          Perseroan sudah lebih dari 37 tahun berpengalaman sebagai produsen benih
          hibrida jagung, padi, dan hortikultura (sayuran, buah-buahan, dan bunga).
          Selain itu, melalui anak usahanya, yaitu PT Multi Sarana Indotani (MSI), BISI
          juga menjadi salah satu formulator pestisida dan pupuk terkemuka di
          Indonesia.

          Hingga kini, Perseroan telah memiliki tiga unit pabrik pengolahan benih yang
          masing-masing berada di Kediri dan Mojokerto, Jawa Timur. Unit I berada di
          Desa Sumberagung, Plosoklaten, Kediri, sebagai pusat pengolahan benih
          hortikultura. Kemudian unit II yang diperuntukkan sebagai pengolahan benih
          jagung dan padi berada di Desa Tulungrejo, Pare, Kediri. Sedangkan Unit III
          berada di Kecamatan Dlanggu, Mojokerto khusus untuk pengolahan benih
          jagung.


1.4       Objek Rencana Transaksi
          Objek transaksi dalam Pendapat Kewajaran ini dimana Perseroan
          merencanakan untuk kerjasama usaha patungan (joint venture) dengan KICL
          dengan mendirikan perusahaan. Badan usaha baru yang akan dibentuk oleh
          Perseroan dan KICL akan didirikan di Indonesia. Kegiatan usaha Perusahaan
          Patungan adalah distribusi drone pertanian (drone agriculture). Modal disetor
          Perusahaan Patungan adalah Rp20 miliar sedangkan kepemilikan saham
          Perseroan dan KICL masing-masing adalah sebesar 90% dan 10%. Berikut
          adalah rincian objek transaksi :

          Tabel 1.1. Modal Disetor dan Persentase Kepemilikan Saham Perusahaan
                     Patungan
                         Keterangan                 Modal Disetor      Persentase
           PT BISI International Tbk               18.000.000.000         90,00%
           Key Innovation, Co. Ltd                  2.000.000.000         10,00%

          Perusahaan Patungan didirikan dengan tujuan untuk memperkuat komitmen
          Perseroan dalam mengeksplorasi teknologi pertanian dan solusi untuk
          mengatasi tantangan pertanian dalam upaya meningkatkan produktivitas
          dan efisiensi di Indonesia.




Bab I - Pendahuluan                                                                  3
Page 29
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk


1.5       Ruang Lingkup
          Laporan Pendapat Kewajaran/Fairness Opinion atas Rencana Transaksi untuk
          selanjutnya disebut (“Laporan Pendapat Kewajaran”) ini hanya dapat
          digunakan sehubungan dengan Rencana Transaksi yang akan dilaksanakan
          dan tidak dapat dipergunakan untuk kepentingan lain. Laporan Pendapat
          Kewajaran ini juga tidak dimaksudkan untuk memberikan rekomendasi
          persetujuan atau tidak menyetujui Rencana Transaksi atau mengambil
          tindakan tertentu atas Rencana Transaksi.

          Pihak ketiga yang ditunjuk untuk memberikan Laporan Pendapat Kewajaran
          adalah TnR yang diharapkan dapat melakukan kajian secara objektif dan
          independen.


1.6       Maksud dan Tujuan
          Maksud dan tujuan penyusunan Laporan Pendapat Kewajaran adalah untuk
          memberikan gambaran kepada Direksi Perseroan mengenai kewajaran
          Rencana Transaksi dari aspek keuangan dan untuk memenuhi ketentuan yang
          berlaku, yaitu POJK Nomor 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan
          Transaksi Benturan Kepentingan.

          Laporan Pendapat Kewajaran ini disusun dengan memenuhi ketentuan-
          ketentuan dalam Peraturan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK)
          No. 35/POJK.04/2020, Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan (SEOJK)
          No. 17/2020 dan Standar Penilaian Indonesia (SPI) Edisi VII tahun 2018 yang
          ditetapkan oleh Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI).


1.7       Tanggal Penilaian
          Tanggal efektif penilaian adalah per 31 Desember 2023, dimana batas
          tersebut diambil atas dasar pertimbangan kepentingan dan tujuan penilaian.
          Analisis kewajaran dilaksanakan menggunakan parameter dan laporan
          keuangan audited per tanggal 31 Desember 2023.


1.8       Independensi Penilai
          Dalam mempersiapkan Laporan Pendapat Kewajaran ini, TnR bertindak
          secara independen tanpa adanya benturan kepentingan dan tidak terafiliasi
          dengan Perseroan ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan Perseroan.
          KJPP TnR juga tidak memiliki kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait
          dengan penugasan ini.



Bab I - Pendahuluan                                                                4
Page 30
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk


1.9       Tanggung Jawab Penilai
          Dalam batas kemampuan dan keyakinan TnR sebagai penilai, TnR
          menyatakan bahwa semua perhitungan dan analisis yang dibuat dalam
          penyusunan Laporan Pendapat Kewajaran telah dilakukan dengan benar
          dan TnR bertanggung jawab atas Laporan Pendapat Kewajaran yang
          diterbitkan.


1.10      Transaksi Afiliasi dan Unsur Benturan Kepentingan
          Berdasarkan POJK 42/2020, yang dimaksud dengan Transaksi Afiliasi
          adalah setiap aktivitas dan/atau transaksi yang dilakukan oleh perusahaan
          terbuka atau perusahaan terkendali dengan afiliasi dari perusahaan terbuka
          atau afiliasi dari anggota Direksi, anggota Dewan Komisaris, pemegang
          saham utama, atau pengendali, termasuk setiap aktivitas dan/atau transaksi
          yang dilakukan oleh perusahaan terbuka atau perusahaan terkendali untuk
          kepentingan afiliasi dari perusahaan terbuka atau afiliasi dari anggota
          Direksi, anggota Dewan Komisaris, pemegang saham utama, atau
          pengendali, sedangkan yang dimaksud dengan Benturan Kepentingan
          adalah perbedaan antara kepentingan ekonomis perusahaan terbuka
          dengan kepentingan ekonomis pribadi anggota Direksi, Anggota Dewan
          Komisaris, atau pemegang saham utama atau pengendali yang dapat
          merugikan perusahaan terbuka dimaksud.

          Berdasarkan informasi dari manajemen diketahui bahwa Rencana Transaksi
          antara Perseroan dengan KICL merupakan Transaksi Afiliasi sebagaimana
          dimaksud dalam POJK No. 42/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi
          Benturan Kepentingan. Perseroan dan KICL memiliki kesamaan Pemegang
          Saham Pengendali, yaitu Keluarga Jiaravanon.




Bab I - Pendahuluan                                                               5
Page 31
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk


          Gambar 1.1 Hubungan Afiliasi Perseroan dengan KICL




          Sumber: Manajemen Perseroan

          Dalam Rencana Transaksi ini tidak terdapat perbedaan kepentingan
          ekonomis antara Perseroan dengan kepentingan ekonomis pribadi anggota
          Direksi, anggota Dewan Komisaris, pemegang saham utama, atau pengendali
          yang dapat merugikan Perseroan sebagaimana telah diungkapkan dalam
          Laporan Keuangan Proforma Perseroan, sehingga Rencana Transaksi bukan
          merupakan Transaksi Benturan Kepentingan sebagaimana dimaksud dalam
          POJK No. 42/2020.

          Perseroan akan mengumumkan Rencana Transaksi tersebut melalui
          Keterbukaan Informasi apabila Rencana Transaksi tersebut telah
          dilaksanakan oleh Perseroan.


1.11      Transaksi Material
          Sesuai dengan POJK No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan
          Perubahan Kegiatan Usaha, transaksi material adalah setiap:
          a. Penyertaan dalam badan usaha, proyek, dan/atau kegiatan usaha
             tertentu;
          b. Pembelian, penjualan, pengalihan, tukar menukar aset atau segmen
             operasi;
          c. Perolehan, pelepasan, dan/atau penggunaan jasa;
          d. Sewa menyewa aset;
          e. Pinjam meminjam dana termasuk pengalihannya;
          f. Menjaminkan aset perusahaan terbuka dan/atau perusahaan terkendali
             atas pinjaman dari pihak lain; dan
          g. Memberikan jaminan perusahaan (corporate guarantee).


Bab I - Pendahuluan                                                            6
Page 32
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk


          Perusahaan Terbuka yang melakukan Transaksi Material dalam 1 (satu) kali
          transaksi atau suatu rangkaian transaksi untuk suatu tujuan atau kegiatan
          tertentu, wajib memenuhi ketentuan sebagaimana diatur dalam Peraturan
          Otoritas Jasa Keuangan. Suatu transaksi dikategorikan sebagai Transaksi
          Material apabila nilai transaksi sama dengan 20% (dua puluh persen) atau
          lebih dari ekuitas Perusahaan Terbuka.

          Kami telah melakukan analisis sesuai kriteria diatas untuk melihat apakah
          Rencana Transaksi ini merupakan Transaksi Material atau tidak sebagai
          berikut :

          Tabel 1.2. Analisis Transaksi Material
           No                Keterangan                   Jumlah (Rp)      Deviasi   Kesimpulan
                  - Nilai Transaksi Setoran Modal      18.000.000.000
                                                                                       Tidak
            1.      Perseroan di Perusahaan Patungan                       0,52%
                                                                                      Material
                  - Total Ekuitas Perseroan            3.446.696.000.000
          Sumber : Manajemen Perseroan (diolah)

          Berdasarkan Draft Perjanjian Patungan (Joint Venture Agreement), jumlah
          modal disetor Perseroan di Perusahaan Patungan yang disepakati adalah
          sebesar Rp18.000.000.000,00. Sementara itu jumlah ekuitas Perseroan
          berdasarkan laporan keuangan audited per 31 Desember 2023 oleh Kantor
          Akuntan     Publik   Purwantono,    Sungkoro,   dan     Surja    Nomor
          00299/2.1032/AU.1/01/ 0701-1/1/III/2024 tanggal 25 Maret 2024
          tercatat sebesar Rp3.446.696.000.000,00. Total nilai Rencana Tranksaksi
          terhadap jumlah ekuitas Perseroan adalah 0,52%.

          Setelah melakukan analisis sesuai dengan kriteria Peraturan OJK Nomor
          17/POJK.04/2020, tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan
          Usaha Utama, maka Rencana Transaksi ini bukan merupakan Transaksi
          Material.


1.12      Metodologi Pengkajian Kewajaran Rencana Transaksi
          Laporan Pendapat Kewajaran ini disusun sesuai dengan POJK 35/2020,
          SEOJK No. 17/2020 dan Standar Penilaian Indonesia (SPI) yang ditetapkan
          oleh MAPPI, dimana pendekatan yang diaplikasikan sesuai dengan standar
          penilaian lengkap.

          Analisis kewajaran dilakukan dengan melakukan analisis kualitatif dan
          analisis kuantitatif atas Rencana Transaksi. Dimana analisis atas Rencana
          Transaksi dilakukan dengan mengidentifikasi adanya keterkaitan dalam
          hubungan antara pihak-pihak yang bertransaksi. Pada analisis atas transaksi
          terdapat penjelasan manfaat dan risiko dari Rencana Transaksi.




Bab I - Pendahuluan                                                                              7
Page 33
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk


          Analisis kualitatif atas Rencana Transaksi didasarkan atas analisis industri dan
          lingkungan dimana terdapat penjabaran akan kondisi makro ekonomi di
          dunia dan kondisi ekonomi di Indonesia maupun tinjauan industri perbankan
          nasional. Disamping itu, analisis kualitatif akan menjelaskan lebih detail
          mengenai alasan dan latar belakang maupun keuntungan dan kerugian atas
          Rencana Transaksi.

          Analisis kuantitatif atas Rencana Transaksi dilakukan dengan mengidentifikasi
          analisis kondisi keuangan Perseroan termasuk penilaian akan kinerja historis
          maupun analisis rasio terhadap Perseroan, trend analisis atas laporan
          keuangan historis Perseroan dan penilaian atas proyeksi keuangan
          perseroan, analisis proforma laporan keuangan, analisis sensitivitas atas
          transaksi serta analisis kewajaran atas nilai Rencana Transaksi.


1.13      Kejadian-Kejadian Penting Setelah Tanggal Efektif (Subsequent
          Events)
          Berdasarkan informasi yang kami terima tidak terdapat kejadian-kejadian
          Penting setelah Tanggal Efektif dari tanggal penilaian hingga tanggal
          laporan opini kewajaran ini diterbitkan.


1.14      Sumber Data
          Sebagai Penilai Independen dalam mempersiapkan Laporan Pendapat
          Kewajaran atas Rencana Transaksi, kami telah mempelajari, mengacu, dan
          mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut :

          1. Pemberitahuan dari Perseroan tentang Rencana Transaksi.
          2. Laporan keuangan PT BISI International Tbk dan entitas anak untuk tahun
             yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019, yang diaudit oleh
             Akuntan Publik Mento dari KAP Purwantono, Sungkoro, & Surja dalam
             Laporan Nomor 00603/2.1032/AU.1/01/1562-2/1/IV/2020 dengan
             opini wajar tanpa modifikasian.
          3. Laporan keuangan PT BISI International Tbk dan entitas anak untuk tahun
             yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020, yang diaudit oleh
             Akuntan Publik Mento dari KAP Purwantono, Sungkoro, & Surja dalam
             Laporan Nomor 00790/2.1032/AU.1/01/1562-3/1/IV/2021 dengan
             opini wajar tanpa modifikasian.
          4. Laporan keuangan PT BISI International Tbk dan entitas anak untuk tahun
             yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021, yang diaudit oleh
             Akuntan Publik Moch. Dadang Syachruna dari KAP Purwantono,
             Sungkoro,       &       Surja       dalam        Laporan        Nomor
             00504/2.1032/AU.1/01/0697-1/1/IV/2022 dengan opini wajar
             tanpa modifikasian.


Bab I - Pendahuluan                                                                     8
Page 34
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk


          5.  Laporan keuangan PT BISI International Tbk dan entitas anak untuk tahun
              yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022, yang diaudit oleh
              Akuntan Publik Moch. Dadang Syachruna dari KAP Purwantono,
              Sungkoro,           &       Surja      dalam      Laporan       Nomor
              00472/2.1032/AU.1/01/0697-2/1/III/2023 dengan opini wajar
              tanpa modifikasian.
          6. Laporan keuangan PT BISI International Tbk dan entitas anak untuk tahun
              yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023, yang diaudit oleh
              Akuntan Publik Sinarta dari KAP Purwantono, Sungkoro, & Surja dalam
              Laporan Nomor 00299/2.1032/AU.1/01/0701-1/1/III/2024 dengan
              opini wajar tanpa modifikasian.
          7. Company Profile Perseroan.
          8. Annual Report Perseroan periode 2019 - 2023.
          9. Proyeksi keuangan Perseroan periode 2024 -2028 sebelum dan setelah
              rencana transaksi.
          10. Laporan Studi Kelayakan Perusahaan Patungan.
          11. Legalitas Perseroan.
          12. Draft Keterbukaan Informasi (KI) Perseroan
          13. Proforma Perseroan sebelum dan setelah Rencana Transaksi.
          14. Draft Usaha Patungan (Joint Venture Agreement) antara Perseroan
              dengan KICL.
          15. Surat pernyataan (Representasi) manajemen Perseroan terkait dengan
              Rencana Transaksi.
          16. Wawancara dengan manajemen Perseroan yaitu dengan Bapak Edi
              Maharanto selaku Corporate Secretary.
          17. Berbagai sumber informasi yang berkaitan dengan kondisi ekonomi,
              kondisi pasar dan lainnya, baik berdasarkan media cetak, elektronik dan
              hasil analisis lain dari pihak independen yang kami anggap relevan.


1.15      Asumsi-Asumsi Penting dan Independensi Penilai
          Dalam penyusunan Laporan Pendapat Kewajaran ini, kami menggunakan
          beberapa asumsi, antara lain:

          1. Laporan Pendapat Kewajaran ini bersifat non-disclaimer opinion.
          2. KJPP TnR telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang
             digunakan dalam proses penilaian.
          3. Data-data dan informasi yang diperoleh KJPP TnR berasal dari sumber
             yang dapat dipercaya keakuratannya.
          4. KJPP TnR menggunakan proyeksi keuangan yang telah disesuaikan yang
             mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat oleh
             manajemen dengan kemampuan untuk pencapaiannya (fiduciary duty).
          5. KJPP TnR bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian dan
             kewajaran proyeksi keuangan yang telah disesuaikan.




Bab I - Pendahuluan                                                                9
Page 35
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk


          6. KJPP TnR menghasilkan Laporan Penilaian Bisnis yang terbuka untuk
              publik, kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia yang dapat
              mempengaruhi operasional perusahaan.
          7. KJPP TnR bertanggung jawab atas Laporan Penilaian Bisnis dan
              Kesimpulan Pendapat Kewajaran.
          8. KJPP TnR telah memperoleh informasi atas status hukum objek penilaian
              dari pemberi tugas.
          9. KJPP TnR mengasumsikan bahwa sejak Rencana Transaksi hingga
              penerbitan Laporan Pendapat Kewajaran ini tidak terjadi perubahan
              apapun yang berpengaruh secara material terhadap Rencana Transaksi.
          10. KJPP TnR berasumsi bahwa Perseroan mentaati semua peraturan yang
              ditetapkan pemerintah, khususnya yang terkait dengan operasional
              Perseroan, baik di masa lalu maupun di masa mendatang.
          11. KJPP TnR berasumsi bahwa legalitas yang dimiliki oleh Perseroan telah
              sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
          12. KJPP TnR berasumsi bahwa Perseroan telah dan akan memenuhi
              kewajiban yang berkenaan dengan perpajakan, retribusi dan pungutan-
              pungutan lainnya sesuai dengan peraturan yang berlaku.
          13. KJPP TnR telah memperoleh informasi yang material atas syarat-syarat
              dan ketentuan-ketentuan dalam perjanjian-perjanjian yang terkait
              dengan Rencana Transaksi dari Perseroan.
          14. Laporan Pendapat Kewajaran disusun hanya untuk maksud dan tujuan
              sesuai dengan yang dicantumkan pada Laporan Pendapat Kewajaran
              ini. Kami tidak bertanggung jawab kepada pihak lain selain kepada
              Perseroan, sehinga pihak lain yang menggunakan Laporan Pendapat
              Kewajaran ini bertanggung jawab atas segala resiko yang timbul.
          15. KJPP TnR tidak berkewajiban untuk memberikan kesaksian atau hadir di
              depan pengadilan atau pejabat pemerintah apabila hal tersebut tidak
              terkait dengan maksud dan tujuan Laporan Pendapat Kewajaran ini serta
              di luar ruang lingkup dari penugasan.
          16. Jika dikemudian hari KJPP TnR diminta untuk memberikan penjelasan dan
              pemaparan yang dilakukan diluar wilayah kerja kantor kami maupun
              kepada pihak selain pemberi tugas dan pengguna jasa maka segala
              bentuk biaya yang timbul menjadi beban Perseroan.
          17. Laporan ini tidak sah apabila tidak dibubuhi tanda tangan pimpinan dan
              stempel kantor (office seal) dari KJPP TnR.




Bab I - Pendahuluan                                                              10
Page 36
       BAB II
KAJIAN KEWAJARAN
RENCANA TRANSAKSI
Page 37
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk


                             BAB II
              KAJIAN KEWAJARAN RENCANA TRANSAKSI

2.1.      Metode Analisis Atas Rencana Transaksi
          Dalam melakukan evaluasi kewajaran atas Rencana Transaksi, kami
          melakukan analisis dengan tahapan-tahapan sebagai berikut:

          1. Analisis Rencana Transaksi yang meliputi identifikasi dan hubungan antara
             pihak-pihak yang terlibat dalam Rencana Transaksi, analisis terhadap
             perjanjian yang akan ditandatangani sehubungan dengan Rencana
             Transaksi, analisis manfaat dan risiko terhadap Rencana Transaksi.
          2. Analisis kualitatif atas Rencana Transaksi yang meliputi riwayat pihak-
             pihak yang terlibat dan kegiatan usaha, analisis industri, analisis
             operasional dan prospek, analisis alasan dilakukannya Rencana Transaksi,
             keuntungan dan kerugian dari Rencana Transaksi.
          3. Analisis kuantitatif atas Rencana Transaksi yang meliputi analisis laporan
             keuangan historikal, analisis rasio keuangan, analisis proyeksi keuangan
             sebelum dan sesudah Rencana Transaksi, analisis rasio keuangan sebelum
             dan sesudah Rencana Transaksi, analisis proforma keuangan sebelum dan
             sesudah Rencana Transaksi, analisis nilai tambah.
          4. Analisis atas kewajaran nilai Rencana Transaksi.


2.2.      Analisis Rencana Transaksi
2.2.1.    Identifikasi Pihak-Pihak yang Terlibat Rencana Transaksi

          Pihak-pihak yang terlibat dalam Rencana Transaksi yaitu:

          1. PT BISI International Tbk sebagai pihak yang akan melakukan transaksi
             kerjasama usaha patungan (joint venture).
          2. Key Innovation Co. Ltd sebagai pihak yang akan bekerjasama dengan
             Perseroan dalam transaksi kerjasama usaha patungan (joint venture).

          Berikut ini adalah riwayat singkat mengenai pihak-pihak yang terlibat
          dengan Rencana Transaksi :


2.2.1.1. PT BISI International Tbk “Perseroan”

          PT BISI International Tbk (“Perseroan”) didirikan di Indonesia pada tanggal
          22 Juni 1983 berdasarkan Undang-undang Penanaman Modal Asing No. 1
          Tahun 1967 berdasarkan Akta Notaris Drs. Gde Ngurah Rai, S.H., No. 35.
          Akta pendirian tersebut telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik


Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi                                          1
Page 38
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk


          Indonesia dalam Surat Keputusan No. C2-5415-HT.01.01.TH.84 tanggal
          27 September 1984 dan diumumkan dalam Lembaran Berita Negara
          Republik Indonesia No. 94, Tambahan No. 4731 tanggal 23 November 1990.
          Berdasarkan Akta Notaris No. 17 tanggal 3 Oktober 2006, yang dibuat di
          hadapan Dr. Fulgensius Jimmy H.L.T., S.H., M.H., M.M., Notaris di Jakarta,
          pemegang saham menyetujui perubahan nama legal Perusahaan dari
          PT Benihinti Suburintani menjadi PT BISI International. Perubahan Anggaran
          Dasar ini telah mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi
          Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. W7-
          02215.HT.01.04-TH.2006 tanggal 6 November 2006.

          Anggaran Dasar Perseroan Perseroan telah mengalami beberapa kali
          perubahan, terakhir dengan Akta Notaris Marcivia Rahmani, S.H., M.Kn. No.
          17 tanggal 27 Mei 2024. Akta tersebut telah disetujui oleh Menteri Hukum
          dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Keputusan No. AHU-
          0032326.AH.01.02.TAHUN 2024 tanggal 3 Juni 2024.

          Perseroan berkedudukan di Sidoarjo dengan kantor pusat beralamat di Jalan
          Raya Surabaya Mojokerto Km. 19, Desa Bringinbendo, Kecamatan Taman,
          Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur.

          Kegiatan Usaha Perseroan

          Kegiatan usaha Perseroan sesuai Anggaran Dasar adalah: Pertanian Jagung,
          Pertanian Aneka Kacang Hortikultura, Pertanian Padi Hibrida, Pertanian Padi
          Inhibrida, Pertanian Hortikultura Sayuran Daun, Pertanian Hortikultura Buah,
          Pertanian Hortikultura Sayuran Buah, Pertanian Hortikultura Sayuran Lainnya,
          Pertanian Cabai, Pertanian Pengembangbiakan Tanaman, Jasa Pasca Panen,
          Pemilihan Benih Tanaman Untuk Pengembangbiakan, Perdagangan Besar
          Padi dan Palawija, Perdagangan Besar Buah-Buahan, Perdagangan Besar
          Sayuran, Penelitian dan Pengembangan Ilmu Teknologi dan Rekayasa Sumber
          Daya Genetik Pertanian, Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi, Industri
          Pengeringan Buah-Buahan dan Sayuran, Industri Penggilingan dan
          Pembersihan Jagung, Perdagangan Besar Mesin, Peralatan dan
          Perlengkapan Pertanian, Perdagangan Besar Pupuk dan Produk Agrokimia,
          Industri Mesin Pertanian Dan Kehutanan, Industri Pupuk Alam/Non Sintetis
          Hara Makro Primer, Industri Pupuk Buatan Tunggal Hara Makro Primer,
          Industri Pupuk Buatan Majemuk Hara Makro Primer, Industri Pupuk Buatan
          Campuran Hara Makro Primer, Industri Pupuk Hara Makro Sekunder, Industri
          Pupuk Hara Mikro, Industri Pupuk Pelengkap, Industri Media Tanam, Industri
          Pupuk Lainnya, Perdagangan Eceran Melalui Media Untuk Barang Campuran
          Sebagaimana Tersebut Dalam 47911-47913, Perdagangan Eceran Melalui
          Media Untuk Berbagai Macam Barang Lainnya, Aktivitas Pengembangan
          Aplikasi Perdagangan Melalui Internet (E-Commerce), Aktivitas Kantor Pusat.




Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi                                         2
Page 39
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk


          Perijinan Perseroan

          Perizinan Berusaha Berbasis Risiko Nomor Induk Berusaha: 8120002972866,
          yang ditandatangani secara elektronik oleh Menteri Investasi/Kepala BKPM.
          Berdasarkan Undang-Undang No. 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja,
          Pemerintah Republik Indonesia menerbitkan Nomor Induk Berusaha (NIB)
          kepada:

          Nama Perusahaan                             : PT BISI International Tbk
          Alamat Kantor                               : Jalan Surabaya – Mojokerto, Km. 19,
                                                        Desa      Bringinbendo,    Kec.   Taman,
                                                        Kab. Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur.
          Status Penerimaan Modal                     : PMDN

          Izin tersebut diterbitkan pada tanggal 26 September 2018 dan perubahan
          ke-1 pada tanggal 5 Juni 2024.

          NIB Perseroan telah berlaku efektif selama Perseroan menjalankan usaha
          dan/atau kegiatannya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-
          undangan.

          Struktur Permodalan Perseroan

          Struktur permodalan dan kepemilikan saham Perseroan pada tanggal
          31 Desember 2023 berdasarkan laporan keuangan audited adalah sebagai
          berikut:
          Tabel 2.1. Susunan Pemegang Saham Perseroan
                                                                                               Persentase
                                                                       Jumlah Nilai Nominal
           No.       Nama Pemegang Saham              Jumlah Saham                            Kepemilikan
                                                                          Saham (Rp100)
                                                                                                  (%)
           1.    PT Agrindo Pratama                     930.000.000        93.000.000.000          31,00%
           2.    Field Invesment Holdings Pte. Ltd      190.687.500        19.068.750.000           6,36%
           3.    Valley Investment Holdings Pte.
                                                        190.687.500        19.068.750.000          6,36%
                 Ltd
           4.    Vista Investment Holdings Pte. Ltd     190.687.500        19.068.750.000          6,36%
           5.    SJ BISI Holdings Pte, Ltd              122.250.000        12.225.000.000          4,08%
           6.    Tjiu Thomas Effendy                      2.748.900           274.890.000          0,09%
           7.    Lie Suhanto                                310.000            31.000.000          0,01%
           8.    Ir. Andy Gumala                            174.000            17.400.000          0,01%
           9.    Publik (Masing – Masing
                                                       1.372.454.600     137.245.460.000          45,73%
                 Kepemilikan Kurang dari 5%)
           Jumlah Modal Disetor                        3.000.000.000      300.000.000.000       100,00%
          Sumber : Laporan Keuangan Audited Perseroan 31 Desember 2023 (diolah)




Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi                                                                 3
Page 40
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk


          Susunan Pengurus Perseroan

          Berdasarkan Akta Notaris No. 17 tanggal 27 Mei 2024 yang dibuat di
          hadapan Marcivia Rahmani, S.H., M.Kn., notaris di Jakarta, susunan Dewan
          Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan adalah:
          Tabel 2.2. Susunan Pengurus Perseroan
                             Jabatan                                          Nama
           Dewan Komisaris
           Komisaris Utama                                 Tjiu Thomas Effendy
           Wakil Komisaris Utama                           Lie Suhanto
           Komisaris                                       Burhan Hidayat
           Komisaris                                       Sunardi

           Dewan Direksi
           Direktur Utama                                  Agus Saputra Wijaya
           Direktur                                        Putu Darsana
           Direktur                                        Arief Tonny Kusuma
           Direktur                                        Ir. Andy Gumala
           Direktur                                        Adhi Kristanto, STP, MP


2.2.1.2. Key Innovation Co. Ltd “KICL”

          KICL didirikan di Thailand pada tanggal 18 Juni 2019, dengan Business
          Registration Number 0105562106255 dan memiliki kantor di 1, Soi
          Sukhumvit 60, Phra Khanong Tai Sub-district, Phra Khanong District, Bangkok,
          Thailand. Kegiatan Usaha KICL memiliki 28 kegiatan usaha, salah satunya
          adalah produksi dan distribusi alat dan mesin pertanian, termasuk drone
          pertanian.

          Susunan Pemegang Saham KICL pada tanggal 9 April 2024 adalah sebagai
          berikut:

          Tabel 2.3. Susunan Pemegang Saham Key Innovation, Co. Ltd
                                              Jumlah
                                                                                          Komposisi
               Nama Pemegang Saham            Saham           Total Nilai Nominal (THB)
                                                                                            (%)
                                             (Lembar)
           South-East Agricultural Co. Ltd     1.999.999                   199.999.900          99,99%
           Supaporn Kietisirikajorn                    1                           100           0,01%
           TOTAL                               2.000.000                   200.000.000         100,00%
          Sumber : Manajemen Perseroan (diolah)




Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi                                                           4
Page 41
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk


          Adapun susunan Direksi KICL adalah sebagai berikut:

         Tabel 2.4.    Susunan Pengurus KICL
                          Jabatan                                Nama
           Direktur                               Manas Chiaravanond
           Direktur                               Prawin Khurowat
           Direktur                               Somkid Kingpetchroongruang
           Direktur                               Supaporn Kietisirikajorn
           Direktur                               Rata Suttimantanakul
          Sumber : Manajemen Perseroan (diolah)



2.2.2.    Analisis Perjanjian dan Persyaratan Rencana Transaksi

          Ringkasan draft Perjanjian Usaha Patungan (Joint Venture Agreement) antara
          Perseroan dengan KICL adalah sebagai berikut:

          1. Bahwa Perseroan dan KICL bermaksud untuk memiliki usaha patungan
             dengan mendirikan sebuah perusahaan patungan di Indonesia.
          2. Bahwa perusahaan patungan yang didirikan oleh Para Pihak akan
             melakukan perdagangan dan distribusi drone atau pesawat tanpa awak
             untuk keperluan pertanian, semua peralatan yang terkait dengan
             teknologi pertanian (con: irigasi tetes, alat untuk ukur kelembaban,
             teknologi rumah kaca, dsb) dan pupuk dan pestisida/agrokimia dan
             penyediaan jasa penyemprotan pestisida dan pupuk dengan drone.
          3. Para Pihak sepakat untuk mendirikan JVCo yang berdomisili hukum di
             Indonesia berdasarkan ketentuan hukum dan peraturan perundangan
             yang berlaku di Indonesia.
          4. JVCo akan memiliki status sebagai perusahaan penanaman modal asing
             (perusahaan PMA) yang bergerak di bidang perdagangan dan distribusi
             drone atau pesawat tanpa awak untuk keperluan pertanian; semua
             peralatan yang terkait dengan teknologi pertanian (con: irigasi tetes, alat
             untuk ukur kelembaban, teknologi rumah kaca, dsb), pupuk dan
             pestisida/agrokimia dan penyediaan jasa penyemprotan pestisida dan
             pupuk dengan drone.
          5. Para Pihak sepakat bahwa domisili hukum dari JVCo adalah di Kabupaten
             Mojokerto, Provinsi Jawa Timur, Indonesia.
          6. Perseroan dan KICL wajib melakukan segala tindakan yang diperlukan
             untuk pendirian JVCo, termasuk namun tidak terbatas pada
             penandatanganan Akta Pendirian dan dokumen-dokumen yang terkait
             dengan pendaftaran dan perizinan usaha JVCo.
          7. Akta Pendirian yang ditandatangani oleh Perseroan dan KICL selaku
             pemegang saham pendiri JVCo akan memuat Anggaran Dasar JVCo yang
             pertama dan dibuat sesuai ketentuan hukum dan peraturan perundang-
             undangan yang berlaku di Indonesia.
          8. Para Pihak sepakat bahwa ketentuan dan persyaratan yang tercantum
             Anggaran Dasar dan Perjanjian ini akan mengatur tata kelola perusahaan


Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi                                           5
Page 42
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk


              dari JVCo dan hubungan antara Para Pihak sebagai pemegang saham
              JVCo.
          9. Masing-masing Pihak akan mencalonkan anggota-anggota Direksi JVCo
              dimana sebagian besar anggotanya akan dicalonkan oleh Perseroan dan
              satu diantaranya oleh KICL, sementara seluruh anggota Dewan Komisaris
              JVCo akan dicalonkan oleh Perseroan. Seluruh calon anggota Direksi dan
              Dewan Komisaris JVCo akan diangkat oleh RUPS sesuai dengan ketentuan
              hukum dan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia.
          10. Dalam pendirian JVCo masing-masing Pihak harus membayar penuh
              bagiannya dari modal disetor JVCo dalam bentuk tunai dan jika JVCo
              memerlukan tambahan modal untuk kegiatan usahanya, Para Pihak akan
              meningkatkan penyertaannya di JVCo sesuai dengan hukum dan
              peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia.
          11. Masing-masing Pihak tidak dapat, tanpa persetujuan tertulis sebelumnya
              dari Pihak lainnya, menjual, mengalihkan, menggadaikan, membebankan,
              atau melepaskan seluruh atau sebagian dari sahamnya di JVCo kepada
              pihak lain.
          12. Masing-masing Pihak dapat mengalihkan seluruh atau sebagian
              sahamnya di JVCo kepada pihak afiliasinya dengan ketentuan apabila
              pihak afiliasi tersebut berhenti menjadi pihak terafiliasi maka saham
              tersebut wajib segera dialihkan kembali kepada Pihak tersebut.
          13. Perjanjian ini berlaku pada saat penandatanganannya oleh Para Pihak
              untuk jangka waktu yang tidak ditentukan sepanjang masing-masing Pihak
              tetap memiliki saham di JVCo dan karenanya Perjanjian ini akan berakhir
              jika Perseroan dan/atau KICL tidak lagi menjadi pemegang saham dari
              JVCo atau JVCo dibubarkan secara sah berdasarkan ketentuan hukum
              dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

          Berdasarkan perjanjian dan persyaratan di atas tidak ada persyaratan
          khusus yang akan merugikan pihak-pihak yang bertransaksi sehingga syarat-
          syarat yang ada pada Rencana Transaksi adalah wajar.


2.2.3.    Analisis Manfaat dan Risiko Rencana Transaksi

          Analisis ini dilakukan untuk melihat manfaat yang akan diperoleh dan risiko
          yang akan dihadapi oleh Perseroan dengan dilaksanakannya Rencana
          Transaksi.

          a. Manfaat Rencana Transaksi

              1. Perseroan dapat meningkatkan pangsa pasar produk alat dan mesin
                 pertanian melalui metode produksi yaitu drone pertanian (drone
                 agriculture).
              2. Perseroan berpotensi untuk meningkatkan pendapatan melalui entitas
                 anak yang akan di bentuk melalui skema joint venture.


Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi                                        6
Page 43
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk


               3. Transaksi kerjasama joint venture, Perseroan akan mengurangi tingkat
                  risiko finansial atau operasional yang biasanya terkait dengan
                  proyek atau investasi baru.
               4. Perseroan dapat meningkatkan keunggulan kompetitif yang lebih
                  besar didalam pasar produk dan teknologi pertanian.

          b. Risiko Rencana Transaksi

               Apabila Rencana Transaksi gagal maka Perseroan akan kembali ke
               rencana strategis Perseroan yang disusun sebelum adanya Rencana
               Transaksi


2.3.      Analisis Kualitatif atas Rencana Transaksi
2.3.1.    Gambaran Perekonomian Indonesia

          Berikut adalah ringkasan kondisi perekonomian makro Global dan
          Indonesia :

          Tabel 2.5. Pertumbuhan Ekonomi Dunia dan Indonesia
                                                                      TW I      TW II     TW III    TW IV
                         Deskripsi              2021      2022
                                                                      2023      2023      2023      2023
           PDB Dunia (%)                          6,00        3,50      2,60      2,70      3,00      3,00
           PDB Indonesia (%)                      3,70        5,31      5,03      5,17      4,94      4,90
           Nilai Tukar Rupiah (Rp/US $)        14.320     15.592      15.062    14.881    15.515    15.415
           Cadangan Devisa Negara (Rp
                                              144,900    137,200     145,200   137,500   134,900   146,400
           miliar/US $)
           Inflasi                                1,87        5,51      4,97      3,52      2,28      2,61
           BI Rate (Reverse Repo Rate) (%)        3,50        5,75      5,75      5,75      6,00      6,00
          Sumber : Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia

          • Pertumbuhan ekonomi dunia melambat dengan ketidakpastian pasar
            keuangan yang mereda. Pertumbuhan ekonomi global 2023 diprakirakan
            tetap sebesar 3,0%. Pertumbuhan ekonomi tersebut didukung oleh konsumsi
            rumah tangga dan investasi. Penurunan inflasi di negara maju, termasuk
            AS, berlanjut, meski masih berada di atas sasaran, sementara inflasi
            Tiongkok menurun dipengaruhi oleh pertumbuhan ekonomi yang melambat.
          • Pertumbuhan ekonomi 2023 diprakirakan dalam kisaran 4,5-5,3%,
            didorong oleh konsumsi dan investasi sejalan dengan akselerasi belanja
            Pemerintah pada akhir tahun dan percepatan penyelesaian beberapa
            Proyek Strategis Nasional (PSN). Pada 2024, pertumbuhan ekonomi
            diprakirakan meningkat dalam kisaran 4,7-5,5% didukung oleh
            permintaan domestik utamanya berlanjutnya pertumbuhan konsumsi,
            termasuk dampak positif penyelenggaraan pemilu, serta peningkatan
            investasi khususnya bangunan sejalan dengan berlanjutnya pembangunan
            PSN termasuk Ibu Kota Nusantara (IKN).

Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi                                                             7
Page 44
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk


          • Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) 2023 diprakirakan mencatat surplus
            sehingga mendukung ketahanan eksternal. Surplus neraca perdagangan
            berlanjut pada Desember 2023 yang tercatat 3,3 miliar dolar AS
            dipengaruhi oleh kinerja ekspor komoditas utama Indonesia yang tetap
            kuat, seperti batu bara serta besi dan baja. Perkembangan ini mendukung
            transaksi berjalan 2023 tetap sehat dan diprakirakan dalam kisaran
            surplus 0,4% sampai dengan defisit 0,4% dari PDB.
          • Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Desember 2023 tercatat
            meningkat menjadi 146,4 miliar dolar AS, setara dengan pembiayaan 6,7
            bulan impor atau 6,5 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri
            pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar
            3 bulan impor.
          • Nilai tukar Rupiah hingga 16 Januari 2024 relatif stabil, hanya melemah
            1,24% dari akhir Desember 2023, dengan kebijakan stabilisasi Bank
            Indonesia dan kembali masuknya aliran portofolio asing, sejalan dengan
            tetap menariknya imbal hasil aset keuangan domestik dan tetap positifnya
            prospek ekonomi Indonesia.
          • Inflasi IHK Desember 2023 tercatat sebesar 2,61% (yoy) menurun dari
            tahun sebelumnya sebesar 5,51% (yoy) sehingga berada dalam kisaran
            3,0±1%. Penurunan inflasi dipengaruhi oleh terjaganya berbagai
            komponen inflasi sebagai hasil nyata konsistensi kebijakan moneter Bank
            Indonesia yang pro-stability serta sinergi erat kebijakan Bank Indonesia
            dengan Pemerintah Pusat dan Daerah. (Sumber : Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia
             Triwulan IV 2023 dan diolah)




2.3.1.1. Pertumbuhan Ekonomi Global

          Pertumbuhan ekonomi dunia melambat dengan ketidakpastian pasar
          keuangan yang mereda. Ekonomi global diprakirakan tumbuh sebesar 3,0%
          pada 2023 dan melambat menjadi 2,8% pada 2024. Ekonomi Amerika
          Serikat (AS) dan India tetap kuat didukung konsumsi rumah tangga dan
          investasi. Sementara itu, ekonomi Tiongkok melambat seiring dengan tetap
          lemahnya konsumsi rumah tangga dan investasi sebagai dampak lanjutan
          dari pelemahan kinerja sektor properti, serta terbatasnya stimulus fiskal.
          Penurunan inflasi di negara maju, termasuk AS, berlanjut, meski masih berada
          di atas sasaran, sementara inflasi Tiongkok menurun dipengaruhi oleh
          pertumbuhan ekonomi yang melambat. Siklus kenaikan suku bunga kebijakan
          moneter negara maju, termasuk Fed Funds Rate (FFR), diprakirakan telah
          berakhir meskipun masih bertahan tinggi pada semester I 2024, dengan
          kemungkinan akan mulai menurun pada semester II 2024. Yield obligasi
          Pemerintah negara maju, termasuk US Treasury, menurun secara gradual tapi
          masih berada di level tinggi sejalan dengan premi risiko jangka panjang
          (term-premia) terkait besarnya pembiayaan fiskal dan utang pemerintah AS.




Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi                                                     8
Page 45
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk


          Tekanan penguatan nilai tukar dolar AS terhadap berbagai mata uang dunia
          juga berkurang. Perkembangan tersebut mendorong berlanjutnya aliran
          masuk modal asing dan mengurangi tekanan pelemahan nilai tukar di
          emerging market, termasuk Indonesia. Ke depan, beberapa risiko global
          tetap perlu dicermati karena dapat memengaruhi ketidakpastian
          perekonomian dunia, seperti berlanjutnya ketegangan geopolitik, pelemahan
          ekonomi di sejumlah negara utama, termasuk Tiongkok, serta kepastian waktu
          dan besarnya penurunan suku bunga moneter negara maju, khususnya FFR.
          Tabel 2.6. Pertumbuhan PDB Dunia




2.3.1.2. Pertumbuhan Ekonomi Domestik

          Pemulihan ekonomi Indonesia terus berlanjut ditopang oleh permintaan
          domestik. Pertumbuhan ekonomi 2023 diprakirakan dalam kisaran 4,5-5,3%,
          didorong oleh konsumsi dan investasi sejalan dengan akselerasi belanja
          Pemerintah pada akhir tahun dan percepatan penyelesaian beberapa
          Proyek Strategis Nasional (PSN). Pada 2024, pertumbuhan ekonomi
          diprakirakan meningkat dalam kisaran 4,7-5,5% didukung oleh permintaan
          domestik utamanya berlanjutnya pertumbuhan konsumsi, termasuk dampak
          positif penyelenggaraan pemilu, serta peningkatan investasi khususnya
          bangunan sejalan dengan berlanjutnya pembangunan PSN termasuk Ibu Kota
          Nusantara (IKN). Sementara itu, kinerja ekspor diprakirakan belum kuat
          sebagai dampak perlambatan ekonomi global dan penurunan harga
          komoditas. Berdasarkan Lapangan Usaha (LU), prospek LU Industri
          Pengolahan, Perdagangan Besar dan Eceran, Informasi dan Komunikasi,
          Konstruksi, serta Transportasi dan Pergudangan diprakirakan tetap tumbuh
          baik. Sementara secara spasial, pertumbuhan yang baik diprakirakan terjadi
          di seluruh wilayah, terutama Sulawesi-Maluku-Papua (Sulampua) sejalan
          dengan dampak positif hilirisasi mineral, serta Jawa akibat permintaan
          domestik yang masih kuat. Ke depan, Bank Indonesia akan terus memperkuat


Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi                                       9
Page 46
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk


          sinergi stimulus fiskal Pemerintah dengan stimulus makroprudensial Bank
          Indonesia untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, khususnya dari sisi
          permintaan domestik.

          Pertumbuhan ekonomi di seluruh wilayah diprakirakan tetap terjaga pada
          triwulan IV 2023 ditopang permintaan domestik, di tengah tekanan global.
          Kondisi tersebut tecermin dari sejumlah indikator dini ekonomi daerah yang
          tetap terjaga. Keyakinan konsumen masih berada pada level optimis di
          seluruh wilayah. Ekspektasi penghasilan ke depan meningkat di sebagian
          besar wilayah sejalan dengan perbaikan penjualan ritel yang ditopang oleh
          Jawa, Kalimantan, dan Balinusra. Konsumsi yang meningkat di mayoritas
          wilayah didukung oleh peningkatan mobilitas seiring berbagai event akhir
          tahun, libur natal dan tahun baru (Nataru), serta belanja terkait Pemilu.
          Sementara itu, kinerja investasi daerah diprakirakan tetap kuat, khususnya
          ditopang investasi bangunan. Perkembangan tersebut tecermin dari
          peningkatan indikator penjualan semen di seluruh wilayah, terutama Jawa,
          sejalan berlanjutnya penyelesaian Proyek Strategis Nasional (PSN). Namun
          demikian, terdapat sejumlah proyek PSN yang ditunda ke tahun 2024.
          Investasi nonbangunan diprakirakan tetap kuat didukung proyek Pemerintah
          dan Swasta. Hal ini juga sejalan dengan masih berlanjutnya investasi hilirisasi
          nikel di Sulampua, terutama di Sulawesi Tengah. Di sisi lain, perlambatan
          permintaan global memengaruhi kinerja ekspor nonmigas khususnya di
          Sumatera.

          Di sisi Lapangan Usaha (LU), proses perbaikan LU utama pada triwulan IV
          2023 diprakirakan berlanjut di berbagai wilayah. Prospek ekonomi tersebut
          terutama ditopang oleh perbaikan LU Pertanian dan LU Konstruksi, sementara
          LU lainnya tetap terjaga. Kinerja LU Pertanian ditopang oleh subLU
          perkebunan di Sumatera yang tetap kuat, khususnya Tandan Buah Segar
          (TBS) kelapa sawit dan produksi padi di daerah sentra wilayah Sumatera dan
          Jawa. Di sisi lain, kinerja produksi padi di Kalimantan, Sulampua, dan
          Balinusra tertahan akibat kendala irigasi di beberapa wilayah karena
          dampak lanjutan El-Nino. Kinerja LU Konstruksi pada triwulan IV 2023 juga
          diprakirakan meningkat di berbagai wilayah sejalan dengan berlanjutnya
          proyek pemerintah dan swasta. Hal ini juga terkonfirmasi dari penjualan
          impor barang konstruksi yang membaik di seluruh wilayah. Peningkatan
          kinerja LU Konstruksi terutama terjadi di Balinusra dan Sulampua. Kinerja LU
          Perdagangan juga tetap kuat, didukung penyelenggaraan berbagai event
          menjelang akhir tahun di hampir seluruh wilayah. Adapun LU Penyediaan
          Akomodasi dan Makan Minum (Akmamin) tertahan seiring normalisasi
          kunjungan wisatawan.




Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi                                           10
Page 47
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk


2.3.1.3. Tingkat Inflasi (Inflation Rate)

          Inflasi IHK Desember 2023 tercatat sebesar 2,61% (yoy) menurun dari tahun
          sebelumnya sebesar 5,51% (yoy) sehingga berada dalam kisaran 3,0±1%.
          Penurunan inflasi dipengaruhi oleh terjaganya berbagai komponen inflasi
          sebagai hasil nyata konsistensi kebijakan moneter Bank Indonesia yang pro-
          stability serta sinergi erat kebijakan Bank Indonesia dengan Pemerintah Pusat
          dan Daerah. Inflasi inti 2023 terjaga rendah sebesar 1,80% (yoy)
          dipengaruhi oleh imported inflation yang rendah, ekspektasi inflasi yang
          terjangkar dalam sasaran, dan kapasitas perekonomian yang masih besar
          dan dapat merespons permintaan domestik. Inflasi volatile food juga
          terkendali sebesar 6,73% (yoy) didukung oleh eratnya sinergi pengendalian
          inflasi antara Bank Indonesia dengan TPIP dan TPID melalui penguatan GNPIP
          di berbagai daerah dalam mengendalikan harga pangan, termasuk dari
          dampak El Nino. Inflasi kelompok administered prices tercatat sebesar 1,72%
          (yoy), sejalan minimalnya kebijakan penyesuaian harga komoditas yang
          diatur oleh Pemerintah. Ke depan, Bank Indonesia terus memperkuat
          kebijakan moneter yang pro-stability dan mempererat sinergi kebijakan
          dengan Pemerintah guna memastikan inflasi 2024 berada dalam kisaran
          2,5±1%.

          Tabel 2.7. Tingkat Inflasi Indonesia y-to-y (2018 - 2023)
           Bulan               2018         2019         2020          2021    2022    2023
           Januari              3,40         3,25         2,82          1,55    2,18    5,28
           Februari             3,83         3,18         2,57          1,38    2,06    5,47
           Maret                3,61         3,40         2,48          1,37    2,64    4,97
           April                4,17         3,41         2,83          1,42    3,47    4,33
           Mei                  4,33         3,23         3,32          1,68    3,55    4,00
           Juni                 4,37         3,12         3,28          1,33    4,35    3,52
           Juli                 3,88         3,18         3,32          1,52    4,94    3,08
           Agustus              3,82         3,20         3,49          1,59    4,69    3,27
           September            3,72         2,88         3,39          1,60    5,95   2,28
           Oktober              3,56         3,16         3,13          1,66    5,71   2,56
           Nopember             3,30         3,23         3,00          1,75    5,42   2,86
           Desember             3,61         3,13         2,72          1,87    5,51   2,61
          Sumber : Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia (diolah)



2.3.1.4. Nilai Tukar Rupiah

          Nilai tukar Rupiah hingga 16 Januari 2024 relatif stabil, hanya melemah
          1,24% dari akhir Desember 2023, dengan kebijakan stabilisasi Bank
          Indonesia dan kembali masuknya aliran portofolio asing, sejalan dengan
          tetap menariknya imbal hasil aset keuangan domestik dan tetap positifnya
          prospek ekonomi Indonesia. Perkembangan nilai tukar Rupiah tersebut relatif
          lebih baik dibandingkan dengan mata uang regional lainnya, seperti Ringgit
          Malaysia, Baht Thailand, dan Won Korea Selatan yang masing-masing


Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi                                                    11
Page 48
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk


          tercatat melemah sebesar 1,95%, 2,82%, dan 3,24%. Ke depan, nilai tukar
          Rupiah akan tetap stabil dengan kecenderungan menguat didukung oleh
          meredanya ketidakpastian global, kecenderungan penurunan yield obligasi
          negara maju, dan menurunnya tekanan penguatan dolar AS. Positifnya
          perkembangan nilai tukar Rupiah ke depan didukung oleh kebijakan
          stabilisasi Bank Indonesia serta penguatan strategi operasi moneter pro-
          market melalui optimalisasi instrumen SRBI, SVBI, dan SUVBI dalam rangka
          menarik aliran masuk portofolio asing dan pendalaman pasar uang.
          Koordinasi erat Bank Indonesia dengan Pemerintah, perbankan, dan dunia
          usaha terus diperkuat untuk mendukung implementasi instrumen penempatan
          valas Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) sejalan dengan
          PP Nomor 36 Tahun 2023.


2.3.1.5. Suku Bunga

          Suku bunga pasar uang (IndONIA) bergerak dalam kisaran BI-Rate sebesar
          5,81% pada 16 Januari 2024. Suku bunga SRBI tercatat menarik pada level
          6,68%, 6,78% dan 6,87% masing-masing untuk tenor 6, 9, dan 12 bulan
          pada 15 Januari 2024 sehingga mendukung efektivitas SRBI sebagai
          instrumen moneter yang pro-market. Sementara itu, suku bunga perbankan
          tetap rendah dipengaruhi oleh likuiditas perbankan yang memadai serta
          kebijakan transparansi SBDK yang meningkatkan efisiensi suku bunga
          perbankan. Dengan kaitan ini, suku bunga deposito 1 bulan dan suku bunga
          kredit pada Desember 2023 tercatat rendah masing-masing sebesar 4,69%
          dan 9,25%. Imbal hasil SBN tenor 2 dan 10 tahun menurun seiring dengan
          ketidakpastian yang mereda.

          Pertumbuhan kredit pada 2023 mencapai 10,38% (yoy), berada dalam
          kisaran atas prakiraan Bank Indonesia 9-11%. Dari sisi permintaan,
          peningkatan kredit tersebut sejalan dengan kinerja positif korporasi dan
          rumah tangga. Dari sisi penawaran, peningkatan kredit didorong oleh risk
          appetite perbankan dan kapasitas likuiditas perbankan yang terjaga baik,
          termasuk dampak positif dari kebijakan likuiditas Bank Indonesia seperti KLM
          dan Penyangga Likuiditas Makroprudensial (PLM). Berdasarkan kelompok
          penggunaan, pertumbuhan kredit terutama ditopang oleh kredit investasi dan
          kredit modal kerja, masing-masing sebesar 12,26% dan 10,05%. Sementara
          secara sektoral, pertumbuhan kredit terutama ditopang oleh kinerja sektor
          Pengangkutan, Jasa Sosial, Perdagangan, dan Listrik, Gas, Air. Pembiayaan
          syariah pada Desember 2023 juga tumbuh sebesar 15,80% (yoy), sementara
          pertumbuhan kredit UMKM mencapai 8,03% (yoy). Ke depan, pertumbuhan
          kredit diprakirakan meningkat dalam kisaran 10-12% pada 2024, sejalan
          dengan tetap kuatnya pertumbuhan ekonomi domestik.

          Rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) tercatat pada level
          yang tinggi sebesar 27,86% pada November 2023. Likuiditas perbankan
          tetap memadai, tercermin dari rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga

Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi                                        12
Page 49
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk


          (AL/DPK) pada Desember 2023 yang terjaga tinggi pada 28,73%.
          Terjaganya likuiditas perbankan sejalan dengan masih tingginya
          penempatan perbankan pada surat berharga yang tergolong likuid dan
          implementasi KLM. Kapasitas likuiditas perbankan (lending capacity) juga
          didukung oleh penguatan strategi operasi moneter yang pro-market melalui
          antara lain perdagangan SRBI di pasar sekunder, yang memberikan
          fleksibilitas bank dalam mengelola likuiditas. Sementara itu, rasio kredit
          bermasalah perbankan (Non-Performing Loan/NPL) tercatat rendah, sebesar
          2,19% (bruto) dan 0,75% (neto).

          Pada tahun 2023, nilai transaksi digital banking tercatat Rp58.478,24 triliun
          atau tumbuh sebesar 13,48% (yoy) dan diproyeksikan meningkat 9,11%
          (yoy) hingga mencapai Rp63.803,77 triliun pada tahun 2024. Sementara
          nilai transaksi Uang Elektronik (UE) meningkat 43,45% (yoy) sehingga
          mencapai Rp835,84 triliun dan diproyeksikan meningkat 25,77% (yoy)
          hingga mencapai Rp1.051,24 triliun pada tahun 2024. Nominal transaksi
          QRIS tercatat tumbuh 130,01% (yoy) dan mencapai Rp229,96 triliun, dengan
          jumlah pengguna 45,78 juta dan jumlah merchant 30,41 juta yang sebagian
          besar merupakan UMKM. Sementara itu, nilai transaksi pembayaran
          menggunakan kartu ATM, kartu debit, dan kartu kredit mencapai Rp8.178,69
          triliun atau turun sebesar 0,81% (yoy). Dari sisi pengelolaan uang Rupiah,
          jumlah Uang Kartal Yang Diedarkan (UYD) pada Desember 2023 meningkat
          7,33% (yoy) sehingga menjadi Rp1.101,75 triliun.

          Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 16-17 Januari 2024
          memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate sebesar 6,00%, suku bunga
          Deposit Facility sebesar 5,25%, dan suku bunga Lending Facility sebesar
          6,75%. Keputusan mempertahankan BI-Rate pada level 6,00% tetap
          konsisten dengan fokus kebijakan moneter yang pro-stability, yaitu untuk
          penguatan stabilisasi nilai tukar Rupiah serta langkah pre-emptive dan
          forward looking untuk memastikan inflasi tetap terkendali dalam sasaran
          2,5±1% pada 2024. Sementara itu, kebijakan makroprudensial dan sistem
          pembayaran tetap pro-growth untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang
          berkelanjutan. Kebijakan makroprudensial longgar terus ditempuh untuk
          mendorong kredit/pembiayaan perbankan kepada dunia usaha dan rumah
          tangga. Akselerasi digitalisasi sistem pembayaran, termasuk digitalisasi
          transaksi keuangan Pemerintah Pusat dan Daerah juga terus didorong untuk
          meningkatkan volume transaksi dan memperluas inklusi ekonomi-keuangan
          digital.


2.3.1.6. Prospek Perekonomian Indonesia 2024

          Pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada 2024 diperkirakan
          tetap stabil didukung oleh potensi meningkatnya belanja kampanye
          menjelang pemilihan umum presiden dan wakil presiden (pilpres) di Februari
          dan pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak November. Pesta demokrasi

Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi                                         13
Page 50
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk


          diharapkan dapat membantu memulihkan daya beli masyarakat, khususnya
          masyarakat bawah, melalui pencairan subsidi sosial yang lebih masif.

          Dari sisi inflasi, berlalunya dampak kenaikan harga bahan bakar minyak
          (BBM) bersubsidi dan sinergi pengendalian inflasi yang baik antara Bank
          Indonesia dan pemerintah baik pusat maupun daerah akan membuat inflasi
          tetap terkendali dan rendah. Di sisi lain, ia menuturkan beberapa faktor risiko
          yang perlu dicermati bagi perekonomian yakni arah kebijakan suku bunga
          acuan global, meningkatnya tensi risiko geopolitik, serta daya beli
          masyarakat segmen bawah dan menengah ke bawah.

          Prediksi tersebut lebih rendah dibandingkan prognosa pertumbuhan ekonomi
          2023 sebesar 5,01 persen. Pada 2024, pertumbuhan ekonomi diperkirakan
          akan dipengaruhi oleh permintaan domestik, terutama kenaikan gaji aparatur
          sipil negara (ASN), penyelenggaraan pemilu, dan pembangunan Ibu Kota
          Nusantara (IKN).

          Sementara itu, inflasi diperkirakan sebesar 3,2 persen pada tahun depan,
          lebih tinggi dari prognosa 2023 yang sebesar 2,84 persen. Peningkatan
          pada proyeksi tersebut mempertimbangkan permintaan yang masih baik dan
          dampak dari nilai tukar rupiah yang lebih lemah.


2.3.2.    Gambaran Umum Industri Pertanian

          Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan Produk Domestik Bruto
          atau PDB sektor pertanian mengalami pertumbuhan sebesar 1,30 persen
          selama Triwulan IV 2023. Pertumbuhan ini sekaligus memastikan bahwa
          pertanian sangat berkontribusi besar terhadap ekonomi nasional yang
          tumbuh 5,05% secara tahunan C-to-C. Pertanian berada di posisi 5 besar
          pada distribusi dan pertumbuhan PDB menurut lapangan usaha kwartal IV
          tahun 2023. Data ini tercatat bersamaan dengan lapangan usaha lain seperti
          industri pengolahan, perdagangan, kontruksi dan pertambangan. Dari sisi
          lapangan usaha pada triwulan IV 2023 (YonY), seluruh lapangan usaha
          tumbuh positif. Lapangan usaha utama yang memberikan kontribusi besar
          terhadap PDB salah satunya sektor pertanian, di mana pertumbuhannya
          mencapai 1,30 persen dan distribusinya sebesar 11,53 persen.

          Sektor pertanian, merupakan sektor yang memiliki peran penting, tidak hanya
          pada masa sekarang, namun juga di masa mendatang karena berperan
          dalam menyediakan kebutuhan pangan masyarakat, pakan untuk ternak, dan
          penyediaan bioenergi. Tugas penyediaan pangan masyarakat bukanlah
          tugas yang ringan, karena diperkirakan penduduk Indonesia pada tahun
          2050 mencapai 317 juta jiwa, atau terbesar keenam di dunia setelah India,
          Tiongkok, Amerika, Nigeria dan Pakistan (United Nations Population, 2022).
          Untuk itu ketahanan pangan nasional ke depan harus tetap dipersiapkan dan
          dijaga dengan baik.

Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi                                           14
Page 51
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk


          Dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan dalam negeri, sesuai UU
          No. 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional
          (RPJPN) tahun 2005-2025 dan Peraturan Presiden Nomor 18 Tahun 2020
          tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun
          2020-2024, sektor pertanian diharapkan berkontribusi terhadap
          pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berkualitas. Pertumbuhan ekonomi lima
          tahun ke depan diharapkan meningkat sampai 5,7-6,0% per tahun, yang
          didorong oleh peningkatan produktivitas, investasi berkelanjutan, perbaikan
          pasar tenaga kerja dan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).
          Pada tahun 2024, peningkatan kualitas ekonomi tercermin dari perbaikan
          capaian indikator makro ekonomi Indonesia di antaranya: inflasi yang stabil,
          penurunan tingkat kemiskinan, penurunan tingkat pengangguran, penurunan
          tingkat rasio gini dan peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

          Perekonomian Indonesia pada Tahun 2023 berhasil menjaga pertumbuhan
          ekonomi yang impresif di tengah perlambatan ekonomi global, peningkatan
          tekanan geopolitik, risiko perubahan iklim dan penurunan harga komoditas
          ekspor unggulan. Ekonomi Indonesia tumbuh 5,04 persen (y-on-y), dan secara
          kumulatif pertumbuhan triwulan I hingga triwulan IV tahun 2023 dibandingkan
          dengan triwulan I hingga triwulan IV tahun 2022 tumbuh sebesar 5,05 persen
          (c-to-c). Hasil ini menunjukkan kinerja ekonomi yang menguat dibandingkan
          dengan tahun 2022 dan tetap berada pada level 5 persen. Pertumbuhan
          positif ini juga merupakan hasil kinerja positif dari sektor pertanian yang
          secara konsisten memberikan kontribusi positif dan termasuk dalam 5 sektor
          dengan kontribusi terbesar terhadap perekonomian, yaitu sektor pengolahan,
          perdagangan, pertanian, pertambahan dan konstruksi. Pada tahun 2023
          berdasarkan rilis BPS, sektor pertanian tumbuh sebesar 1,12 persen (y-on-y)
          atau berkontribusi sebesar 11,39% pada pertumbuhan ekonomi nasional (y-
          on-y) dan tumbuh sebesar 1,30 persen (c-to-c) atau berkontribusi sebesar
          12,53% pada pertumbuhan ekonomi nasional (c-to-c).

          Pertumbuhan sektor pertanian pada tahun 2023 didorong oleh pertumbuhan
          subsektor peternakan sebesar 3,71 persen dan subsektor perkebunan sebesar
          1,73 persen. Pertumbuhan dengan tren postif ini menunjukkan hasil
          menggembirakan meskipun capaian ini belum melampaui capaian
          pertumbuhan sektor pertanian sebelum terjadinya pandemi Covid-19 pada
          tahun 2019 yang mencapai 3,61 persen seperti yang ditunjukkan pada
          Gambar 1.




Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi                                        15
Page 52
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk


          Grafik 2.1. Pertumbuhan Sektor Pertanian Tahun 2011 - 2023




          Sumber : BPS

          Kinerja positif sektor pertanian tidak hanya berperan sebagai penopang
          pembangunan nasional, namun juga berperan dalam mewujudkan ketahanan
          pangan, penyerapan tenaga kerja, pengentasan kemiskinan dan
          penanggulangan stunting. Selain itu, dengan memacu kinerja sektor pertanian,
          diharapkan dapat meningkatan daya saing melalui pertumbuhan agroindusti
          hilir dan meningkatkan ekspor komoditas pertanian untuk meningkatkan
          devisa negara. Pembangunan pertanian ke depan akan dihadapkan kepada
          perubahan lingkungan strategis yang dinamis baik domestik maupun
          internasional. Salah satu tantangan besar pembangunan pertanian yaitu
          pertumbuhan ekonomi utamanya sektor pertanian yang tumbuh positif dapat
          terdistribusi secara merata pada petani, sehingga mampu meningkatkan
          pendapatan petani yang sebagain besar merupakan petani gurem.

          Berdasarkan hasil Sensus Pertanian 2023 Tahap I, jumlah petani gurem
          mencapai 17,25 juta orang atau 62,05% dari jumlah petani pengguna lahan,
          yang berarti sebagian besar petani menguasai lahan kurang dari 0,5 hektar.
          Untuk itu, peningkatan produksi komoditas pertanian dan peningkatan daya
          saing produk pertanian, tidak hanya diarahkan sebatas pada peningkatan
          Produk Domestik Bruto (PDB) sektor pertanian, namun adanya transmisi dari
          PDB nasional terhadap peningkatan pendapatan petani yang pada akhirnya
          dapat meningkatkan kesejahteraan petani. Hal ini sejalan dengan RPJMN
          2020-2024, yang mengarahkan pembangunan tidak hanya berorientasi
          pada pertumbuhan ekonomi, tetapi bagaimana kualitas dan distribusi
          ekonomi (kesejahteraannya) semakin merata. Salah satu kunci mencapai
          pertumbuhan ekonomi yang berkualitas adalah melalui proses transformasi
          struktural.

          Volume ekspor pertanian selama periode tahun 2023 mengalami
          peningkatan 3,45% dibandingkan dengan volume ekspor tahun 2022, yang
          meliputi ekspor pertanian dalam bentuk segar maupun olahan. Nilai Tukar
          Petani (NTP) nasional, sepanjang tahun 2023 juga menunjukkan tren yang


Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi                                        16
Page 53
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk


          meningkat, dengan rata-rata NTP tahun 2023 sebesar 112,46 atau terjadi
          peningkatan rata-rata sebesar 4,78 persen dibandingkan dengan nilai tahun
          2022 yang rata-rata NTP nya sebesar 107,33.


2.3.3.    Analisis Prospek Usaha Perseroan

          International Monetary Fund (IMF) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi
          2024-2025 sebesar 3% yang didasarkan pada ekspektasi penurunan harga
          komoditas bahan bakar dan non bahan bakar, serta penurunan suku bunga
          di seluruh sektor. Sedangkan menurut Menteri Keuangan, IMF
          memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia stabil di angka 5% pada
          tahun 2024 dan 2025. Penilaian IMF ini didasarkan pada strategi pemerintah
          yang berfokus untuk mempertahankan kebijakan fiskal yang netral,
          menerapkan kebijakan perpajakan yang moderat, melakukan reformasi
          administrasi, memastikan belanja negara yang efektif, serta secara bertahap
          meningkatkan investasi modal dalam jangka menengah.

          Sementara itu, surplus neraca perdagangan pada Januari 2024 yang masih
          berlanjut terutama bersumber dari surplus neraca perdagangan nonmigas.
          Kinerja positif ekspor nonmigas ditopang oleh kuatnya ekspor lemak dan
          minyak hewan/nabati, besi dan baja, serta alas kaki. Tiongkok, Amerika
          Serikat, dan India masih menjadi kontributor utama ekspor india. Selain itu,
          pada sektor manufaktur dalam negeri diproyeksikan tumbuh lebih cepat
          mencapai 52,9% pada Januari 2024, yang didukung oleh meningkatnya
          pesanan baru baik dari dalam maupun luar negeri, serta didukung oleh
          membaiknya kondisi permintaan dan perluasan pasar atau pelanggan.
          Pertumbuhan sektor pertanian pada tahun 2023 didorong oleh pertumbuhan
          subsektor peternakan sebesar 3,71 persen dan subsektor perkebunan sebesar
          1,73 persen.

          Sebagai perusahaan berbasis ilmu pengetahuan yang menjadi landasan
          sektor pangan Indonesia, Perseroan menyadari perannya dalam industri ini
          dan peluang pertumbuhan yang sangat besar. Selama lebih dari 40 tahun,
          Perseroan telah melayani kebutuhan nutrisi konsumen Indonesia. Dengan
          pasar domestik berjumlah lebih dari 270 juta orang, Indonesia adalah pasar
          konsumen terbesar di Asia Tenggara. Pasar dan populasi yang besar ini
          mendorong peningkatan permintaan pangan dan nutrisi yang pada
          gilirannya memberikan jalur berkelanjutan bagi Perseroan untuk bertumbuh
          sebagai penyedia benih hibrida, sarana produksi pertanian dan alat dan
          mesin pertanian.

          Dengan jumlah penduduk yang besar dan kebutuhan pangan yang semakin
          meningkat, Indonesia perlu melakukan modernisasi pada sektor pertaniannya.
          Intensifikasi pertanian melalui teknik pertanian modern untuk memperoleh
          hasil panen yang lebih tinggi per hektar terus dikembangkan mengingat
          semakin terbatasnya lahan pertanian yang subur di Indonesia. Hal ini

Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi                                        17
Page 54
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk


          memberikan dasar yang kuat bagi percepatan penggunaan produk-produk
          modern yang telah dirancang untuk memberikan hasil yang lebih tinggi dan
          pada saat yang sama memberikan ketahanan yang lebih baik terhadap
          hama, penyakit dan iklim yang kurang mendukung. Perseroan, dengan
          pengalaman panjang dalam produksi benih hibrida dan sarana produksi
          pertanian, serta keahlian dalam pertanian modern, akan memperoleh
          manfaat besar dari kondisi ini.

          Usaha baru Perseroan di bidang alat dan mesin pertanian akan memperluas
          prospek pertumbuhannya di masa depan. Lini bisnis baru ini akan semakin
          memperluas kemampuan kami untuk memanfaatkan pasar potensial yang
          terus berkembang yaitu para petani jagung plasma yang ingin
          memaksimalkan produktivitas mereka dengan menggunakan cara modern.


2.3.4.    Alasan Dilakukannya Rencana Transaksi

          Sejak beroperasi hingga saat ini, Perseroan terus melakukan inovasi bisnis,
          salah satunya adalah mengembangkan teknologi pertanian. Selain itu, bisnis
          yang terintegrasi masih menjadi fokus Perseroan dalam mengembangkan
          pertanian di Indonesia. Sebagai salah satu kegiatan usaha yang dijalankan
          oleh Perseroan, bisnis alat dan mesin pertanian akan menjadi penyumbang
          penjualan Perseroan yang penting. Pengembangan teknologi pertanian di
          bisnis alat dan mesin pertanian akan membantu meningkatkan metode
          produksi yang berkelanjutan dan efisien bagi petani Indonesia di dalam
          menghasilkan produk pertanian.

          Salah satu produk alat dan mesin pertanian yang akan ditawarkan oleh
          Perseroan untuk meningkatkan metode produksi adalah drone pertanian
          (drone agriculture). Teknologi drone pertanian akan menjadi terobosan baru,
          menawarkan kemampuan yang belum pernah ada sebelumnya kepada
          petani untuk memantau, mengelola dan mengoptimalkan perawatan tanaman
          mereka dengan presisi dan efisiensi. Penyemprotan tanaman dengan
          teknologi drone pertanian dapat mengatasi tantangan topografi yang sulit
          dijangkau para petani serta dapat memitigasi risiko kesehatan manusia
          karena dengan menggunakan drone pertanian, mampu mengurangi paparan
          langsung residu pupuk dan agrokimia terhadap tenaga kerja. Selain itu,
          Perseroan dapat memperkuat konsep one-stop shopping karena akan
          menawarkan keragaman produk dan jasa bagi para petani, dari benih,
          pestisida, pupuk dan alat dan mesin pertanian, yang salah satunya adalah
          drone pertanian.

          Pertimbangan Perseroan untuk melakukan transaksi dengan pihak Afiliasi
          yaitu KICL dibandingkan apabila transaksi tersebut dilakukan dengan pihak
          yang tidak terafiliasi adalah karena KICL merupakan entitas anak dari Chia
          Tai Co., Ltd. yang telah memiliki pengalaman lebih dari 100 tahun di bidang
          pertanian, termasuk teknologi pertanian. Chia Tai Co., Ltd. merupakan

Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi                                       18
Page 55
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk


          perusahaan terkemuka di bidang agribisnis di Thailand dan telah
          memperkenalkan produk drone pertanian kepada para petani di Thailand.
          Dengan menjalin kerja sama dengan KICL, Perseroan akan mendapatkan
          akses produk, akses informasi dan alih teknologi terbaru dalam melakukan
          bisnis drone pertanian.


2.3.5.    Keuntungan dan Kerugian yang Bersifat Kualitatif atas Rencana
          Transaksi

          Keuntungan Perseroan dengan adanya rencana transaksi kerjasama usaha
          patungan (joint venture) pendirian perusahaan patungan adalah untuk
          memperkuat komitmen Perseroan dalam mengeksplorasi teknologi pertanian
          dan solusi untuk mengatasi tantangan pertanian dalam upaya meningkatkan
          produktivitas dan efisiensi di Indonesia.

          Kerugian yang akan diperoleh Perseroan dari Rencana Transaksi ini adalah
          dengan dilakukannya Rencana Transaksi, terdapat biaya-biaya yang muncul
          akibat Rencana Transaksi ini, yang tidak terbatas pada biaya lembaga
          penunjang pasar modal seperti biaya KAP dan KJPP dengan biaya-biaya
          yang muncul antara lain biaya KAP, biaya penilaian objek transaksi, biaya-
          biaya terkait profesi penilai serta kewajiban-kewajiban yang lain yang
          dapat muncul dikemudian hari.


2.4.      Analisis Kuantitatif Objek Transaksi
          Untuk melihat kelayakan atas rencana pendirian perusahaan patungan, perlu
          dilakukan analisis terhadap kelayakan perusahaan patungan yang dapat
          dilihat pada biaya investasi, proyeksi keuangan seperti proyeksi posisi
          keuangan, dan laba rugi yang dapat disajikan sebagai berikut :


2.4.1.    Biaya Investasi

          Modal disetor oleh Perseroan di perusahaan patungan adalah sebesar Rp18
          Miliar dan modal disetor KICL sebesar Rp2 Miliar. Berikut adalah biaya
          investasi awal pendirian perusahaan patungan:

           Period                         Amount           % of Total Investment
           Juli 2024                     10.000.000.000          50%
           Agustus 2024                  20.000.000.000          50%
           Total                         20.000.000.000         100%
          Sumber: Manajemen Perseroan




Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi                                        19
Page 56
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk


2.4.2.    Proyeksi Keuangan Perusahaan Patungan

          Dasar dalam perhitungan proyeksi keuangan adalah business plan yang
          diberikan oleh pemberi tugas berdasarkan laporan studi kelayakan
          Patungan.


2.4.2.1. Proyeksi Posisi Keuangan Perusahaan Patungan

          Berikut ini disajikan proyeksi posisi keuangan Perusahaan Patungan adalah
          sebagai berikut:

          Tabel 2.8.     Proyeksi Posisi Keuangan Perusahaan Patungan (Dalam Jutaan Rupiah)
                                                          PROYEKSI
                 URAIAN
                                        2024         2025      2026       2027       2028
           Aset Lancar                24.770       36.737    66.362    108.245    171.131
           Aset Tidak Lancar             346          585       600        593        394
           Total Aset                 25.116       37.321    66.962    108.838    171.526
           Liabilitas Jangka Pendek    1.087        3.384     7.802     11.677     17.159
           Liabilitas Jangka
                                              -           -        -         -          -
           Panjang
           Total Liabilitas             1.087       3.384      7.802    11.677     17.159
           Total Ekuitas               24.029      33.937     59.159    97.161    154.366
           Total Liabilitas &
                                       25.116      37.321     66.962   108.838    171.526
           Ekuitas
          Sumber : Laporan Manajemen Perseroan (diolah)

          Berdasarkan proyeksi keuangan perusahaan patungan di atas, diperkirakan
          Total Aset perusahaan patungan mengalami peningkatan setiap tahunnya
          yaitu rata-rata CAGR sebesar 61,66% per tahun selama masa proyeksi.
          Kenaikan tersebut sebagian besar berasal dari kas dan bank, piutang usaha,
          persediaan dan aset tetap.

          Total liabilitas perusahaan patungan diproyeksikan mengalami kenaikan
          rata-rata CAGR 99,33% per tahun selama masa proyeksi. Peningkatan
          tersebut sebagian besar berasal dari kenaikan utang pajak.

          Total Ekuitas perusahaan patungan di proyeksikan mengalami peningkatan
          selama masa proyeksi dengan rata-rata CAGR 59,20% per tahun.
          Peningkatan tersebut disebabkan oleh adanya peningkatan saldo laba.




Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi                                             20
Page 57
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk


2.4.2.2. Proyeksi Laba Rugi Perusahaan Patungan

          Berikut ini disajikan proyeksi laba rugi perusahaan patungan:

          Tabel 2.9.    Proyeksi Laba Rugi Perusahaan Patungan (Dalam Jutaan Rupiah)
                                                           PRO Y EKSI
                 URAIAN
                                          2024        2025       2026     2027       2028
           Penjualan Bersih             27.900      75.150    184.900  272.450    401.800
           Beban Pokok Penjualan       -20.225     -53.565   -135.180 -200.146   -297.158
           Laba Bruto                    7.675      21.585     49.720   72.304    104.642
           EBIT                          4.941      12.090     31.576   47.563     71.151
           EBITDA                        4.975      12.229     31.750   47.774     71.365
           EBT                           5.116      12.568     32.169   48.465     72.859
           Laba Bersih                   4.029       9.908     25.223   38.001     57.205
          Sumber : Laporan Manajemen Perseroan (diolah)

          Perusahaan patungan setelah beroperasi komersial pada pertengahan tahun
          2024, penjualan bersih diproyeksikan sebesar Rp. 27,9 miliar dan akan
          ditingkatkan menjadi Rp. 401,8 miliar pada tahun 2028. Kami
          memproyeksikan penjualan bersih akan meningkat secara signifikan dalam
          periode lima tahun ke depan. Margin kotor pada tahun 2024 diperkirakan
          sekitar 27,5% dan terus di pertahankan kurang lebih pada porsi yang sama
          hingga tahun 2028.

          Laba yang diperoleh pada tahun 2024 belum memberikan dampak positif
          dalam pengembalian aset yang di investasikan, hal ini disebabkan karena
          perusahaan baru mulai beroperasi pada semester kedua 2024, namun secara
          bertahap ROA meningkat menjadi 23,9% pada tahun 2028.

          Penjualan pada tahun 2024 mencapai Rp. 27,9 miliar, kemudian meningkat
          menjadi Rp. 401,8 miliar pada tahun 2028.

          Laba kotor pada tahun 2024 diperkirakan sekitar 27,5% dan terus di
          pertahankan kurang lebih pada porsi yang sama hingga tahun 2028 yaitu
          26,0%.

          EBIT akan tercapai sebesar 17,7% pada tahun 2024 dan dan terus di
          pertahankan kurang lebih pada porsi yang sama hingga tahun 2028.




Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi                                            21
Page 58
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk


2.4.2.3. Proyeksi Arus Kas Perusahaan Patungan

          Perkembangan arus kas perusahaan patungan selama masa proyeksi dapat
          dilihat pada tabel berikut:

          Tabel 2.10.   Proyeksi Arus Kas Perusahaan Patungan (Dalam Jutaan Rupiah)
                                                          PROYEKSI
                 URAIAN
                                          2024         2025    2026           2027     2028
           Arus Kas dari Aktivitas
                                         -9.883       7.435          -439    18.000   26.972
           Operasi
           Arus Kas dari Aktivitas
                                           -380        -378          -189     -204       -16
           Investasi
           Arus Kas dari Aktivitas
                                        20.000             -             -        -        -
           Pendanaan
           Kenaikan (Penurunan)
                                          9.737       7.057          -628    17.796   26.956
           Bersih Kas dan Setara Kas
           Kas dan Setara Kas Awal
                                              -       9.737         16.794   16.166   33.962
           Tahun
           Kas dan Setara Kas Akhir
                                          9.737      16.794         16.166   33.962   60.917
           Tahun
          Sumber : Laporan Manajemen Perusahaan Patungan (diolah)

          • Jumlah kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi diproyeksikan
            pada tahun 2028 sebesar Rp57,20 miliar. Arus kas masuk diperoleh dari
            penerimaan kas dari pelanggan, penerimaan dari penghasilan bunga.
            Sementara dari arus kas keluar digunakan untuk pembayaran kas kepada
            pemasok gaji dan upah, pembayaran beban bunga, pembayaran beban
            usaha dan pembayaran pajak penghasilan badan.
          • Jumlah kas bersih yang diperoleh dari aktivitas investasi diproyeksikan
            pada tahun 2028 sebesar negatif Rp16,00 miliar. Arus kas keluar
            digunakan untuk Penambahan aset tetap, penambahan properti investasi.
            Tidak terdapat arus kas masuk.
          • Tidak terdapat jumlah kas bersih yang digunakan untuk aktivitas
            pendanaan pada proyeksi tahun 2028.
          • Jumlah kas dan setara kas perusahaan patungan pada akhir 2028 tercatat
            sebesar Rp60,91 miliar, lebih tinggi 79,36% dibandingkan posisi awal
            tahun yang tercatat sebesar Rp33,96 miliar.


2.5.      Analisis Kuantitatif atas Rencana Transaksi
2.5.1.    Analisis Kinerja Historis Perseroan

          Untuk melihat perkembangan kinerja Perseroan, seperti posisi keuangan, laba
          rugi dan arus kas serta potensi atau kemajuan yang dialami selama
          beberapa tahun terakhir, maka hasil analisis keuangan historis yang
          bersumber dari laporan keuangan audited per 31 Desember 2019, 31
          Desember 2020, 31 Desember 2021, 31 Desember 2022 dan 31 Desember
          2023 disajikan sebagai berikut:

Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi                                              22
Page 59
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk


         Tabel 2.11. Historis Keuangan Perseroan (Dalam Jutaan Rupiah)
                                          2019           2020        2021         2022         2023
                Keterangan
                                        Audited      Audited       Audited      Audited      Audited
           Aset Lancar                2.319.972   2.247.228     2.468.374    2.699.403    2.945.199
           Aset Tidak Lancar           621.084      667.751       663.828      711.078      956.621
           Total Aset                 2.941.056   2.914.979     3.132.202    3.410.481    3.901.820
           Liabilitas J. Pendek        560.436      385.631       346.045      306.752      401.461
           Liabilitas J. Panjang        64.034       70.961        58.112       53.479       53.663
           Total Liabilitas            624.470      456.592       404.157      360.231      455.124
           Total Ekuitas              2.316.586   2.458.387     2.728.045    3.050.250    3.446.696
           Pendapatan                 2.272.410   1.812.762     2.015.138    2.415.592    2.298.131
           Beban Pokok
                                     -1.417.183   -1.124.032    -1.205.168   -1.395.090   -1.136.012
           Penjualan
           Laba Kotor                  855.227      688.730       809.970    1.020.502    1.162.119
           Laba Usaha                  414.575      362.488       460.176      616.250      692.341
           Laba Sebelum Pajak          404.771      364.938       477.367      644.894      733.895
           Laba Bersih                 306.952      275.667       380.992      523.242      595.740
          Sumber : Laporan Keuangan Perseroan (diolah)


          Tabel 2.12.         Pertumbuhan Kinerja Keuangan Perseroan Konsolidasi
                                       2020         2021           2022         2023        CAGR
           Keterangan
                                      Audited      Audited        Audited      Audited    Rata - Rata
           Aset Lancar                -3,14%        9,84%         9,36%        9,11%        6,15%
           Aset Tidak Lancar           7,51%       -0,59%         7,12%        34,53%      11,40%
           Total Aset                 -0,89%        7,45%         8,88%        14,41%       7,32%
           Liabilitas J. Pendek       -31,19%      -10,27%       -11,35%       30,87%      -8,00%
           Liabilitas J. Panjang      10,82%       -18,11%        -7,97%       0,34%       -4,32%
           Total Liabilitas           -26,88%      -11,48%       -10,87%       26,34%      -7,60%
           Total Ekuitas               6,12%       10,97%         11,81%       13,00%      10,44%
           Pendapatan                 -20,23%      11,16%         19,87%       -4,86%       0,28%
           Beban Pokok
                                      -20,69%       7,22%         15,76%      -18,57%      -5,38%
           Penjualan
           Laba Kotor                 -19,47%      17,60%         25,99%       13,88%       7,97%
           Laba Usaha                 -12,56%      26,95%         33,92%       12,35%      13,68%
           Laba Sebelum Pajak         -9,84%       30,81%         35,09%       13,80%      16,04%
           Laba Bersih                -10,19%      38,21%         37,34%       13,86%      18,03%




Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi                                                       23
Page 60
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk


2.5.1.1. Analisis Posisi Keuangan

          Adapun perkembangan posisi keuangan Perseroan dapat terlihat pada
          grafik berikut ini.

          Grafik 2.2. Perkembangan Posisi Keuangan Perseroan (dinyatakan dalam Jutaan
                      Rupiah)




          Sumber : Laporan Keuangan Perseroan (diolah)

         • Total aset Perseroan tahun 2023 tercatat sebesar Rp3.901,82 miliar lebih
           tinggi 14,41% dibandingkan dengan tahun 2022 yang tercatat sebesar
           Rp3.410,48 miliar. Kenaikan berasal dari adanya peningkatan piutang
           usaha, piutang lain-lain, hak return aset, persediaan, biaya dibayar
           dimuka, aset pajak tangguhan, aset hak guna dan aset tetap. Total aset
           Perseroan tahun 2019 sampai dengan 2023 mengalami kenaikan setiap
           tahunnya, dengan laju pertumbuhan majemuk tahunan (Compound Annual
           Growth Rate/CAGR) sebesar 7,32% per tahun.
         • Total liabilitas Perseroan tahun 2023 tercatat sebesar Rp455,12 miliar,
           lebih tinggi 26,34% dibanding tahun 2022 yang tercatat sebesar
           Rp360,23 miliar. Kenaikan ini dikarenakan adanya peningkatan pada pos
           utang usaha, utang lain – lain pihak ketiga, kewajiban untuk return, beban
           akrual dan utang pihak berelasi non usaha. Total laibilitas Perseroan tahun
           2019 sampai dengan 2023 mengalami penurunan setiap tahunnya,
           dengan laju pertumbuhan majemuk tahunan (Compound Annual Growth
           Rate/CAGR) sebesar -7,60% per tahun.
         • Total ekuitas Perseroan tahun 2023 tercatat sebesar Rp3.446,69 miliar
           lebih tinggi 13,00% dibandingkan dengan tahun 2022 yang tercatat
           sebesar Rp3.050,25 miliar. Kenaikan ini dikarenakan adanya peningkatan
           saldo laba. Total ekuitas Perseroan tahun 2019 sampai dengan 2023



Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi                                        24
Page 61
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk


             mengalami kenaikan setiap tahunnya, dengan laju pertumbuhan majemuk
             tahunan (Compound Annual Growth Rate/CAGR) sebesar 10,44% per tahun.


2.5.1.2. Analisis Laba Rugi

          Adapun perkembangan laba rugi Perseroan dapat terlihat pada grafik
          berikut ini:

          Grafik 2.3. Perkembangan Laba Rugi Perseroan (dinyatakan dalam Jutaan Rupiah)




         • Pada tahun 2023 pendapatan Perseroan tercatat sebesar Rp2.298,13
           miliar mengalami penurunan sebesar 4,86% dibanding tahun 2022 yang
           tercatat sebesar Rp2.415,59 miliar. Penurunan pendapatan Perseroan
           disebabkan oleh menurunnya pendapatan dari benih jagung, pestisida dan
           pupuk. Pendapatan Perseroan tahun 2019 sampai dengan tahun 2023
           mengalami peningkatan setiap tahunnya, dengan laju pertumbuhan
           majemuk tahunan (Compound Annual Growth Rate/CAGR) sebesar 0,28%
           per tahun.
         • Laba kotor Perseroan pada tahun 2023 tercatat sebesar Rp1.162,11
           miliar mengalami kenaikan sebesar 13,88% dibanding tahun 2022 yang
           tercatat sebesar Rp1.020,50 miliar. Peningkatan laba kotor Perseroan
           disebabkan oleh menurunnya persentase beban pokok penjualan
           Perseroan. Laba kotor Perseroan tahun 2019 sampai dengan tahun 2023
           mengalami peningkatan setiap tahunnya, dengan laju pertumbuhan
           majemuk tahunan (Compound Annual Growth Rate/CAGR) sebesar 7,97%
           per tahun.
         • Laba usaha Perseroan pada tahun 2023 tercatat sebesar Rp692,34 miliar
           mengalami kenaikan sebesar 12,35% dibanding tahun 2022 yang tercatat
           sebesar Rp616,25 miliar. Peningkatan laba usaha Perseroan disebabkan

Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi                                         25
Page 62
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk


           oleh meningkatnya laba kotor Perseroan dan persentase beban usaha
           terhadap pendapatan juga menurun. Laba usaha Perseroan tahun 2019
           sampai dengan tahun 2023 mengalami peningkatan setiap tahunnya,
           dengan laju pertumbuhan majemuk tahunan (Compound Annual Growth
           Rate/CAGR) sebesar 13,68% per tahun.
         • Pada tahun 2023 Perseroan mencatatkan keuntungan dari segmen usaha
           penjualan benih dan pupuk yang ditunjukkan dari laba bersih sebesar
           Rp595,74 miliar lebih tinggi 13,86% dibandingkan tahun 2022 yang
           tercatat sebesar Rp523,24 miliar. Laba bersih Perseroan tahun 2019
           sampai dengan tahun 2023 mengalami kenaikan setiap tahunnya, dengan
           laju pertumbuhan majemuk tahunan (Compound Annual Growth Rate/CAGR)
           sebesar 18,03% per tahun.


2.5.1.3. Analisis Arus Kas Perseroan

          Perkembangan arus kas Perseroan per 31 Desember 2019, 31 Desember
          2020, per 31 Desember 2021, 31 Desember 2022 dan 31 Desember 2023
          dapat dilihat pada tabel berikut:

          Tabel 2.13.    Perkembangan Arus Kas Perseroan (dinyatakan dalam Jutaan Rupiah)
                                      2019         2020         2021         2022           2023
               Keterangan
                                    Audited      Audited      Audited      Audited     Audited
           Arus Kas dari
                                   370.396      714.412      652.538      668.145      42.910
           Aktivitas Operasi
           Arus Kas dari
                                   -19.374      -42.470       -44.554      -60.000    -294.320
           Aktivitas Investasi
           Arus Kas dari
                                  -250.101     -265.001     -114.992      -204.860    -205.382
           Aktivitas Pendanaan
           Kas dan Setara Kas
                                    94.489      195.165      602.271     1.095.398   1.501.451
           Awal Tahun
           Kas dan Setara Kas
                                   195.165      602.271     1.095.398    1.501.451   1.042.206
           Akhir Tahun


          • Jumlah kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi pada periode 31
            Desember 2023 sebesar Rp42,91 miliar. Arus kas masuk diperoleh dari
            penerimaan kas dari pelanggan, penerimaan tagihan pajak penghasilan,
            penerimaan kas penghasilan keuangan dan penerimaan kegiatan
            operasional lainnya. Sementara dari arus kas keluar digunakan untuk
            pembayaran kas kepada pemasok, gaji karyawan dan pembayaran
            pajak.
          • Jumlah kas bersih yang diperoleh dari aktivitas investasi pada periode 31
            Desember 2023 sebesar negatif Rp294,32 miliar. Arus kas masuk
            diperoleh dari hasil penjualan aset tetap. Sedangkan arus kas keluar
            digunakan untuk uang muka pembelian aset tetap, perolehan perolehan
            aset tetap dan perolehan aset hak guna.



Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi                                                   26
Page 63
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk


          • Jumlah kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan pada periode
            31 Desember 2023 sebesar negatif Rp205,38 miliar. Tidak terdapat arus
            kas masuk. Sedangkan arus kas keluar digunakan untuk pembayaran
            pokok liabilitas sewa, dan pembayaran dividen.
          • Jumlah kas dan setara kas akhir tahun Perseroan pada pada periode 31
            Desember 2023 sebesar Rp1.042,20 miliar. lebih rendah 30,59%
            dibandingkan posisi awal tahun yang tercatat sebesar Rp1.501,45 miliar.

2.5.2.    Analisis Rasio Keuangan

          Perkembangan rasio keuangan Perseroan per 31 Desember 2018, 31
          Desember 2019, per 31 Desember 2020, per 31 Desember 2021 dan per
          31 Desember 2022 dapat dilihat pada tabel berikut:

          Tabel 2.14.   Rasio Keuangan Perseroan
                         Keterangan             2019A     2020A   2021A   2022A   2023A
           Rasio Likuiditas
           Rasio lancar (x)                        4,14   5,83    7,13    8,80    7,34
           Rasio cepat (x)                         2,21   3,47    4,86    6,35    5,20
           Rasio kas (x)                           0,35   1,56    3,17    4,89    2,60
           Rasio Aktivitas
           Jumlah hari perputaran piutang          158     137     97      63      161
           Jumlah hari perputaran persediaan       279     296     239     197     276
           Jumlah hari perputaran utang usaha      22      34      34       8      15
           Rasio Leverage
           Debt to Equity Ratio (%)             21,23     15,66   12,90   10,56   11,66
           Debt to Aset Ratio (%)               26,96     18,57   14,81   11,81   13,20
           Rasio Profitabilitas
           Margin Laba Bruto (%)                37,64     37,99   40,19   42,25   50,57
           Margin Laba Usaha (%)                18,24     20,00   22,84   25,51   30,13
           Margin Laba Bersih (%)               13,51     15,21   18,91   21,66   25,92
           Return on Equity (%)                 10,44     9,46    12,16   15,34   15,27
           Return on Aset (%)                   13,25     11,21   13,97   17,15   17,28

          Berdasarkan rasio keuangan diatas, kondisi perusahaan per 31 Desember
          2023 adalah sebagai berikut :

          Rasio Likuiditas menunjukkan kemampuan suatu perusahaan untuk memenuhi
          liabilitas keuangannya yang harus segera dipenuhi atau kemampuan
          perusahaan untuk memenuhi liabilitas keuangan dalam jangka pendek (pada
          saat ditagih). Current ratio (rasio lancar) per 31 Desember 2023 sebesar 7,34
          kali yang menunjukkan bahwa Perseroan mampu memenuhi liabilitas
          keuangan dalam jangka pendek. Sedangkan rasio cepat Perseroan per 31
          Desember 2023 adalah sebesar 5,20. Hal ini menunjukkan perusahaan
          mampu dalam menggunakan aset lancar tanpa persediaan untuk menutupi
          utang jangka pendeknya.



Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi                                               27
Page 64
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk


          Rasio Aktivitas digunakan untuk mengukur efisiensi penggunaan dana yang
          tertanam pada aset serta untuk melihat seberapa besar optimalisasi
          Perseroan dalam menggunakan asetnya untuk memperoleh pendapatan dan
          laba usaha. Rasio perputaran piutang usaha Perseroan pada 31 Desember
          2023 sebesar 161 hari, rasio perputaran persediaan sebesar 276 hari dan
          rasio perputaran utang usaha 15 hari.

          Rasio Solvabilitas atau leverage menunjukkan kemampuan suatu perusahaan
          untuk memenuhi seluruh liabilitasnya baik jangka pendek maupun jangka
          panjang. Total Debt to Equity Ratio (DER) / rasio hutang atas modal Perseroan
          pada per 31 Desember 2023 sebesar 13,20 persen yang menunjukkan
          bahwa total liabilitas Perseroan lebih kecil dari ekuitas Perseroan sehingga
          seluruh kewajiban Perseroan mampu ditutupi oleh seluruh ekuitas. Sementara
          itu Debt to Total Asset Ratio per 31 Desember 2023 sebesar 11,66 persen
          yang menunjukkan bahwa perbandingan antara total utang dengan total
          aktiva dimana total aset yang dimiliki perusahaan dapat menutupi seluruh
          kewajiban perusahaan.

          Rasio Profitabilitas menunjukkan kemampuan Perseroan dalam menghasilkan
          laba selama periode tertentu. Profitabilitas suatu perusahaan diukur dengan
          keberhasilan menggunakan asetnya secara produktif, dengan demikian
          profitabilitas suatu perusahaan juga dapat diketahui dengan
          memperbandingkan antara laba yang diperoleh dengan jumlah aset atau
          modal pada suatu periode tertentu. Return on Asset (ROA) Perseroan per 31
          Desember 2023 sebesar 15,27 persen. Return on Equity (ROE) Perseroan
          adalah sebesar 17,28 pada 31 Desember 2023. Net Profit Margin (NPM)
          Perseroan sebesar 25,92 persen yang menunjukkan bahwa Perseroan mampu
          memanfaatkan seluruh modal dan aset untuk menghasilkan laba.


2.5.3.    Penilaian atas Proyeksi Keuangan Perseroan

          Berikut ini adalah proyeksi keuangan sebelum dan setelah Rencana Transaksi
          Kerjasama Usaha Patungan (Joint Venture) Pendirian Perusahaan petungan
          yang diperoleh dari manajemen Perseroan :


2.5.3.1. Proyeksi Posisi Keuangan Sebelum Rencana Transaksi

          Berikut ini disajikan proyeksi posisi keuangan Perseroan sebelum Rencana
          Transaksi dengan asumsi sebagai berikut:

           Proyeksi posisi keuangan disusun oleh Perseroan yang berakhir pada 31
            Desember 2028.
           Proyeksi posisi keuangan tersebut tidak dilakukan penyesuaian dan
            normalisasi.


Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi                                         28
Page 65
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk


          Tabel 2.15.        Proyeksi Posisi Keuangan Perseroan (Dalam Jutaan Rupiah)
                                       2024            2025          2026          2027        2028
               Keterangan
                                      Proyeksi      Proyeksi      Proyeksi      Proyeksi    Proyeksi
          Aset Lancar                3.781.962     4.759.955    5.953.910     7.352.530    8.939.682
          Aset Tidak Lancar           931.274       955.582       989.730     1.033.148    1.090.410
          Total Aset                 4.713.237     5.715.536     6.943.640    8.385.678    10.030.092
          Liabilitas J. Pendek        437.063       460.740       484.973       507.947      419.329
          Liabilitas J. Panjang         59.572       65.939        73.013        80.793       89.352
          Total Liabilitas             496.572      526.679       557.985       588.741      508.681
          Total Ekuitas          4.216.665       5.188.857       6.385.654    7.796.937     9.521.411
          Sumber : Laporan Manajemen Perseroan (diolah)

          Berdasarkan proyeksi keuangan Perseroan di atas, diperkirakan total aset
          Perseroan tahun 2024 sampai dengan tahun 2028 mengalami peningkatan
          setiap tahunnya dengan laju pertumbuhan majemuk tahunan (Compound
          Annual Growth Rate/CAGR) sebesar 20,78% per tahun. Kenaikan tersebut
          sebagian besar berasal dari peningkatan kas dan setara kas, persediaan,
          aset biologis, aset pajak tangguhan, aset tetap dan aset tidak lancar lainnya.

          Total liabilitas Perseroan selama masa proyeksi yaitu tahun 2024 sampai
          dengan tahun 2028 mengalami kenaikan setiap tahunnya dengan laju
          pertumbuhan majemuk tahunan (Compound Annual Growth Rate/CAGR)
          sebesar 2,25% per tahun. Peningkatan tersebut sebagian besar berasal dari
          kenaikan utang usaha, utang lain-lain, utang pajak, dan liabilitas imbalan
          kerja jangka panjang.

          Total ekuitas Perseroan selama masa proyeksi yaitu tahun 2024 sampai
          dengan tahun 2028 juga mengalami peningkatan setiap tahunnya dengan
          laju pertumbuhan majemuk tahunan (Compound Annual Growth Rate/CAGR)
          sebesar 22,53% per tahun. Kenaikan tersebut disebabkan oleh adanya
          kenaikan saldo laba Perseroan dan kepentingan non pengendali.


2.5.3.2. Proyeksi Posisi Keuangan Setelah Rencana Transaksi

          Berikut ini disajikan proyeksi posisi keuangan Perseroan setelah Rencana
          Transaksi dengan asumsi sebagai berikut:

           Proyeksi posisi keuangan disusun oleh Perseroan yang berakhir pada 31
            Desember 2028.
           Proyeksi posisi keuangan tersebut tidak dilakukan penyesuaian dan
            normalisasi.




Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi                                                       29
Page 66
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk


          Tabel 2.16.        Proyeksi Posisi Keuangan Perseroan (Dalam Jutaan Rupiah)
                                       2024         2025          2026         2027        2028
               Keterangan
                                     Proyeksi      Proyeksi     Proyeksi      Proyeksi    Proyeksi
          Aset Lancar                3.814.161     4.813.246    6.047.474     7.500.531   9.165.872
          Aset Tidak Lancar            931.594       956.113      990.250     1.033.634   1.090.671
          Total Aset                 4.745.755     5.769.359    7.037.724     8.534.165   10.256.543
          Liabilitas J. Pendek         437.474       463.445      491.851       518.451     434.933
          Liabilitas J. Panjang         59.509        65.939       73.013        80.793      89.352
          Total Liabilitas             496.983       529.384      564.864       599.244     524.285
          Total Ekuitas           4.248.771       5.239.975     6.472.860     7.934.921    9.732.258
          Sumber : Laporan Manajemen Perseroan (diolah)

          Berdasarkan proyeksi keuangan Perseroan di atas, diperkirakan total aset
          Perseroan tahun 2024 sampai dengan tahun 2028 mengalami peningkatan
          setiap tahunnya dengan laju pertumbuhan majemuk tahunan (Compound
          Annual Growth Rate/CAGR) sebesar 21,32% per tahun. Kenaikan tersebut
          sebagian besar berasal dari peningkatan kas dan setara kas, persediaan,
          aset biologis, aset pajak tangguhan, aset tetap dan aset tidak lancar lainnya.

          Total liabilitas Perseroan selama masa proyeksi yaitu tahun 2024 sampai
          dengan tahun 2028 mengalami kenaikan setiap tahunnya dengan laju
          pertumbuhan majemuk tahunan (Compound Annual Growth Rate/CAGR)
          sebesar 2,87% per tahun. Peningkatan tersebut sebagian besar berasal dari
          kenaikan utang usaha, utang lain-lain, utang pajak, dan liabilitas imbalan
          kerja jangka panjang.

          Total ekuitas Perseroan selama masa proyeksi yaitu tahun 2024 sampai
          dengan tahun 2028 juga mengalami peningkatan setiap tahunnya dengan
          laju pertumbuhan majemuk tahunan (Compound Annual Growth Rate/CAGR)
          sebesar 23,07% per tahun. Kenaikan tersebut disebabkan oleh adanya
          kenaikan saldo laba Perseroan dan kepentingan non pengendali.


2.5.3.3. Proyeksi Laba Rugi Sebelum Rencana Transaksi

          Asumsi-asumsi yang digunakan antara lain:
          1. Proyeksi yang digunakan berdasarkan business plan yang disusun oleh
             Perseroan untuk periode 2024-2028.
          2. Proyeksi laba rugi diasumsikan sebelum adanya Rencana Transaksi
             Kerjasama Usaha Patungan (Joint Venture).
          3. Tingkat pertumbuhan pendapatan rata-rata secara CAGR sebelum
             Rencana Transaksi adalah 22,65% per tahun selama masa proyeksi.
          4. Beban pokok penjualan rata-rata sebesar 47,11% terhadap penjualan
             per tahun selama masa proyeksi 2024-2028.



Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi                                                       30
Page 67
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk


           5. Pertumbuhan laba kotor rata-rata CAGR sebesar 24,16% per tahun
              selama masa proyeksi.
           6. Pertumbuhan laba usaha rata-rata CAGR sebesar 28,36% per tahun
              selama masa proyeksi.
           7. Pertumbuhan laba bersih rata-rata CAGR sebesar 26,48% per tahun
              selama masa proyeksi.
           8. Net Profit Margin (NPM) Perseroan rata-rata sebesar 29,60% pertahun
              selama masa proyeksi.
          Berikut ini disajikan proyeksi laba rugi Perseroan sebelum Rencana
          Transaksi :

          Tabel 2.17.   Proyeksi Laba Rugi Perseroan (Dalam Jutaan Rupiah)
                                  2024           2025          2026         2027         2028
              Keterangan
                                Proyeksi       Proyeksi      Proyeksi     Proyeksi     Proyeksi
          Penjualan             3.287.443      4.017.537     4.763.011    5.485.622     6.379.048
          Beban Pokok
                                -1.525.737     -1.913.109    -2.274.794   -2.605.826   -2.950.300
          Penjualan
          Laba Kotor             1.761.706      2.104.428    2.488.216    2.879.796     3.428.748
          Laba Usaha             1.204.815       1.465.260   1.748.707    2.018.810     2.412.973
          Laba Sebelum
                                 1.222.058       1.479.533   1.762.981    2.033.085     2.427.248
          Pajak
          Laba Bersih Tahun
                                   974.011       1.176.239   1.400.855    1.615.358     1.928.568
          Berjalan
          Sumber : Laporan Manajemen Perseroan (diolah)



2.5.3.4. Proyeksi Laba Rugi Setelah Rencana Transaksi

          Asumsi-asumsi yang digunakan antara lain :
          1. Proyeksi yang digunakan berdasarkan business plan yang disusun oleh
             Perseroan untuk periode 2024-2028.
          2. Proyeksi laba rugi diasumsikan setelah adanya Rencana Transaksi
             Kerjasama Usaha Patungan (Joint Venture).
          3. Tingkat pertumbuhan pendapatan rata-rata secara CAGR setelah
             Rencana Transaksi adalah 24,16% per tahun selama masa proyeksi.
          4. Beban pokok penjualan rata-rata sebesar 48,00% terhadap penjualan
             per tahun selama masa proyeksi 2024-2028.
          5. Pertumbuhan laba kotor rata-rata CAGR sebesar 24,91% per tahun
             selama masa proyeksi.
          6. Pertumbuhan laba usaha rata-rata CAGR sebesar 29,11% per tahun
             selama masa proyeksi.
          7. Pertumbuhan laba bersih rata-rata CAGR sebesar 27,43% per tahun
             selama masa proyeksi.
          8. Net Profit Margin (NPM) Perseroan rata-rata sebesar 29,29% pertahun
             selama masa proyeksi.




Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi                                                 31
Page 68
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk


          Berikut ini disajikan proyeksi laba rugi Perseroan setelah Rencana Transaksi :
          Tabel 2.18.     Proyeksi Laba Rugi Perseroan (Dalam Jutaan Rupiah)
                                  2024            2025         2026           2027          2028
             Keterangan
                                Proyeksi        Proyeksi     Proyeksi       Proyeksi      Proyeksi
          Penjualan             3.315.343       4.092.687    4.947.911      5.758.072      6.780.848
          Beban Pokok
                                -1.545.962      -1.966.674   -2.409.974     -2.805.972    -3.247.458
          Penjualan
          Laba Kotor            1.769.381       2.126.013    2.537.937       2.952.101     3.533.390
          Laba Usaha            1.209.756       1.477.350    1.780.283       2.066.373     2.484.123
          Laba Sebelum
                                1.227.174       1.492.101    1.795.150       2.081.550     2.500.106
          Pajak
          Laba Bersih Tahun
                                  986.117       1.195.250    1.436.944       1.666.136     2.001.431
          Berjalan
          Sumber : Laporan Manajemen Perseroan (diolah)



2.5.4.    Analisis Rasio Keuangan atas Proyeksi Keuangan Perseroan

          Analisis rasio keuangan atau financial ratio adalah merupakan suatu alat
          analisis yang digunakan oleh perusahaan untuk menilai kinerja keuangan
          berdasarkan data perbandingan masing-masing pos yang terdapat di
          laporan keuangan seperti posisi keuangan, laba rugi dan arus kas dalam
          periode tertentu.

          Berdasarkan atas proyeksi keuangan yang disampaikan oleh manajemen
          Perseroan, maka dapat diperoleh analis rasio atas proyeksi tersebut sebagai
          berikut;


2.5.4.1. Rasio Keuangan Sebelum Rencana Transaksi

          Rasio keuangan Perseroan sebelum Rencana Transaksi selama masa proyeksi
          dapat dilihat pada tabel berikut:

          Tabel 2.19.     Rasio Keuangan Sebelum Rencana Transaksi
                         Keterangan                 2024F     2025F       2026F   2027F    2028F
           Rasio Likuiditas
           Rasio lancar (x)                          8,65     10,33       12,28   14,47    21,32
           Rasio cepat (x)                           7,82     9,63        11,81   14,03    20,67
           Rasio kas (x)                             6,09     8,17        10,48   13,05    19,54
           Rasio Aktivitas
           Jumlah hari perputaran piutang             81        59         47      31       25
           Jumlah hari perputaran persediaan          87        61         36      32       34
           Jumlah hari perputaran utang usaha         15        16         16      16       17
           Rasio Leverage
           Debt to Equity Ratio (%)                  10,54    9,21        8,04    7,02      5,07
           Debt to Aset Ratio (%)                    11,78    10,15       8,74    7,55      5,34
           Rasio Profitabilitas



Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi                                                        32
Page 69
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk


                        Keterangan             2024F     2025F   2026F   2027F   2028F
           Margin Laba Bruto (%)               53,59     52,38   52,24   52,50   53,75
           Margin Laba Usaha (%)               36,65     36,47   36,71   36,80   37,83
           Margin Laba Bersih (%)              29,63     29,28   29,41   29,45   30,23
           Return on Equity (%)                20,67     20,58   20,17   19,26   19,23
           Return on Aset (%)                  23,10     22,67   21,94   20,72   20,26

          Berdasarkan rasio keuangan diatas, kondisi Perseroan sebelum Rencana
          Transaksi selama masa proyeksi adalah sebagai berikut:

          Rasio Likuiditas
          Tingkat likuiditas perusahaan dihitung berdasarkan perbandingan antara
          aset lancar dibandingkan dengan liabilitas lancar yang mencerminkan
          kemampuan perusahaan dalam memenuhi liabilitas jangka pendeknya.
          Terdapat dua indikator utama dalam mengukur tingkat likuiditas, yaitu rasio
          lancar (current ratio) dan rasio cepat (quick ratio). Rata-rata rasio lancar
          Perseroan selama masa proyeksi adalah 13,41 x. Sedangkan, rata-rata rasio
          cepat Perseroan adalah 12,79 x. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan
          mampu untuk menutupi kewajiban jangka pendeknya selama masa proyeksi.

          Rasio Aktivitas
          Rasio aktivitas adalah rasio yang mengukur seberapa efektif perusahaan
          dalam memanfaatkan semua sumber daya yang ada padanya. Semua rasio
          aktivitas ini melibatkan perbandingan antara tingkat penjualan dan investasi
          pada berbagai jenis aktiva. Terdapat indikator dalam mengukur rasio
          aktivitas. Rata – rata rasio perputaran piutang usaha Perseroan selama masa
          proyeksi adalah sebesar 49 hari, rasio perputaran persediaan sebesar 50
          hari dan rasio perputaran utang usaha 16 hari.

          Rasio Solvabilitas
          Tingkat solvabilitas menunjukkan kemampuan perusahaan untuk memenuhi
          seluruh liabilitasnya, yang diukur dengan menggunakan dua indikator, yaitu
          melalui perbandingan antara jumlah liabilitas terhadap jumlah aset dan
          melalui perbandingan antara jumlah aktiva terhadap jumlah ekuitas. Rata-
          rata Debt to Equity Ratio (DER) sebelum Rencana Transaksi Perseroan selama
          masa proyeksi adalah 8,71%. Sedangkan rata-rata Debt to Asset Ratio
          selama masa proyeksi adalah 7,98%. Liabilitas Perseroan lebih kecil jika
          dibandingkan dengan total ekuitas sehingga seluruh modal yang dimiliki
          Perseroan dapat menutupi seluruh kewajibannya.

          Rasio Profitabilitas
          Return on asset (ROA) menunjukkan kemampuan Perseroan dalam
          menghasilkan laba bersih dari aset yang dimilikinya. Rata-rata ROA selama
          masa proyeksi adalah 19,98%. Sementara Return on Equity (ROE)
          menunjukkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba bersih dari
          ekuitas yang ditanamkan. Rata-rata ROE selama masa proyeksi 21,74%.
          Selanjutnya adalah NPM (Net Profit Margin) adalah kemampuan perusahaan


Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi                                              33
Page 70
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk


          dalam menghasilkan laba bersih terhadap penjualan. Adapun rata-rata NPM
          Perseroan selama masa proyeksi adalah 29,60%. Hal ini menunjukkan bahwa
          Perseroan cukup efektif untuk menghasilkan laba.


2.5.4.2. Rasio Keuangan Setelah Rencana Transaksi

          Rasio keuangan Perseroan setelah Rencana Transaksi selama masa proyeksi
          dapat dilihat pada tabel berikut :

          Tabel 2.20.   Rasio Keuangan Setelah Rencana Transaksi
                         Keterangan             2024F      2025F   2026F   2027F   2028F
           Rasio Likuiditas
           Rasio lancar (x)                      8,72      10,39   12,30   14,47   21,07
           Rasio cepat (x)                       7,86      9,65    11,74   13,90   20,22
           Rasio kas (x)                         6,12      8,19    10,42   12,93   19,11
           Rasio Aktivitas
           Jumlah hari perputaran piutang         80        58      46      30      24
           Jumlah hari perputaran persediaan      89        63      41      38      42
           Jumlah hari perputaran utang usaha     15        15      15      15      15
           Rasio Leverage
           Debt to Equity Ratio (%)             10,47      9,18    8,03    7,02    5,11
           Debt to Aset Ratio (%)               11,70      10,10   8,73    7,55    5,39
           Rasio Profitabilitas
           Margin Laba Bruto (%)                53,37      51,95   52,29   52,27   52,11
           Margin Laba Usaha (%)                36,49      36,10   35,98   35,89   36,63
           Margin Laba Bersih (%)               29,74      29,20   29,04   29,94   29,52
           Return on Equity (%)                 20,78      20,72   20,42   19,52   19,51
           Return on Aset (%)                   23,21      22,81   22,20   21,00   20,56

          Adapun dampak dari Rencana Transaksi yaitu, rata rata Operating Margin
          dari 36,89% menjadi 36,22%. Sedangkan rata rata Net Margin mengalami
          perubahan dari 29,60% sebelum ada Rencana Transaksi menjadi rata-rata
          sebesar 29,29% setelah Rencana Transaksi.


2.5.5.    Proforma Laporan Keuangan Sebelum dan Setelah Rencana
          Transaksi

          Berikut adalah proforma laporan keuangan Perseroan sebelum dan sesudah
          dilakukan Rencana Transaksi yang dipersiapkan oleh manajemen Perseroan.




Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi                                                34
Page 71
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk


2.5.5.1. Proforma Laporan Posisi Keuangan

          Proforma laporan posisi keuangan setelah Rencana Transaksi sebagai
          berikut :

          Tabel 2.21.     Proforma Posisi Keuangan (Dalam Jutaan Rupiah)
                                                                                        Proforma Setelah
                                                       Audited        Penyesuian
                      KETERANGAN                                                       Rencana Transaksi
                                                   31 Desember 2023    Proforma
                                                                                       31 Desember 2023
           ASET
           Aset Lancar
               Kas dan setara kas                       1.042.206          -18.000           1.024.206
               Piutang usaha
                - Pihak ketiga                           1.009.143                 -          1.009.143
                - Pihak berelasi                             1.659                 -              1.659
               Piutang lain – lain pihak ketiga            12.043                 -             12.043
               Hak retur aset                               8.291                 -              8.291
               Persediaan                                 857.539                 -            857.539
               Uang muka                                    8.599                 -              8.599
                Pajak pertambahan nilai dibayar
                                                             929                  -               929
                dimuka
               Biaya dibayar dimuka                         3.355                -               3.355
               Aset biologis                                1.435                -               1.435
                Jumlah Aset Lancar                       2.945.199          -18.000           2.945.199
           Aset Tidak Lancar
                Piutang pihak berelasi non –
                                                            2.566                 -             2.566
                usaha
               Tagihan pajak penghasilan                  90.434                -              90.434
               Uang muka pembelian aset tetap             41.046                -              41.046
               Aset pajak tangguhan                       62.812                -              62.812
               Aset hak guna                               7.312                -               7.312
               Investasi entitas anak                          -           18.000              18.000
               Aset tetap – net                          721.419                -             721.419
               Aset tidak lancar lainnya                  31.032                -              31.032
                Jumlah Aset Tidak Lancar                  956.621           18.000             974.621
           TOTAL ASET                                    3.901.820                 -          3.901.820
           LIABILITAS DAN EKUITAS
           LIABILITAS
           Liabilitas Jangka Pendek
               Utang usaha
                - Pihak ketiga                             41.444                  -            41.444
                - Pihak berelasi                            4.463                  -             4.463
               Piutang lain – lain pihak ketiga           42.279                  -            42.279
               Kewajiban untuk retur                     203.680                  -           203.680
               Beban akrual                               11.269                  -            11.269
                Liabilitas imbalan kerja jangka
                                                          20.214                  -             20.214
                pendek
               Utang pajak                                77.739                  -             77.739
               Liabilitas sewa jangka pendek                 373                  -                373
                Jumlah Liabilitas Jangka Pendek           401.461                  -            401.461
           Liabilitas Jangka Panjang
               Utang pihak berelasi non – usaha              668                  -               668




Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi                                                         35
Page 72
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk


                                                                                       Proforma Setelah
                                                      Audited        Penyesuian
                      KETERANGAN                                                      Rencana Transaksi
                                                  31 Desember 2023    Proforma
                                                                                      31 Desember 2023
               Liabilitas imbalan kerja jangka
                                                          52.995                 -             52.995
               panjang
               Jumlah Liabilitas Jangka
                                                           53.663                 -             53.663
               Panjang
           JUMLAH LIABILITAS                              455.124                 -            455.124
           EKUITAS
              Modal saham                                300.000                 -           300.000
              Tambahan modal disetor                      99.910                 -            99.910
              Komponen lainnya dari ekuitas                4.672                 -             4.672
              Saldo laba
               - Telah ditentukan penggunaanya             60.000                 -             60.000
               - Belum ditentukan penggunanya           2.981.166                 -          2.981.166
              Kepentingan non pengendali                     948                 -                948
               Jumlah Ekuitas                           3.446.696                 -          3.446.696

           JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                3.901.820                 -          3.901.820
          Sumber : Laporan Proforma dari Manajemen Perseroan.

          Berdasarkan proforma posisi keuangan diatas terdapat penyesuaian pada
          kas dan setara kas yang dikreditkan sebesar Rp18.000.000.000,00. Dengan
          adanya rencana transaksi kerjasama usaha patungan, Perseroan melakukan
          penyetoran modal sebesar Rp18.000.000.000,00 yang diambil dari kas dan
          setara kas. Selain itu terdapat penyesuaian untuk investasi entitas anak debit
          sebesar Rp18.000.000.000,00 sebagai bentuk penyertaan atau setorab
          modal di perusahaan patungan.


2.5.5.2. Proforma Laporan Laba Rugi
          Tabel 2.22.     Proforma Laba Rugi (Dalam Rupiah)
                                                                                       Proforma Setelah
                                                     Audited         Penyesuian
                     KETERANGAN                                                       Rencana Transaksi
                                                 31 Desember 2023     Proforma
                                                                                      31 Desember 2023
           PENDAPATAN - NETO                             2.298.131                -            2.298.131
           BEBAN POKOK PENJUALAN                        -1.136.012                -           -1.136.012
           LABA KOTOR                                    1.162.119                -            1.162.119
           Beban penjualan                                -278.980                -             -278.980
           Beban umum dan administrasi                    -111.933                -             -111.933
           Beban penelitian dan
                                                           -90.245                -             -90.245
           pengembangan
           Beban operasi lain                             -22.844                 -             -22.844
           Penghasilan operasi lain                        34.224                 -              34.224
           LABA USAHA                                     692.341                 -             692.341
           Penghasilan keuangan                            41.834                 -              41.834
           Beban keuangan                                    -280                 -                -280
           LABA SEBELUM PAJAK                             733.895                 -             733.895
           Beban pajak penghasilan                       -138.155                 -            -138.155
           LABA NETO TAHUN BERJALAN                       595.740                 -             595.740




Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi                                                         36
Page 73
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk


          Berdasarkan proforma laba rugi Perseroan diatas tidak terdapat
          penyesuaian antara sebelum dan setelah Rencana Transaksi.


2.5.6.    Analisis Inkremental

          Dalam evaluasi Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi ini, kami juga
          melakukan analisis inkremental dengan mempertimbangkan hal-hal antara
          lain sebagai berikut:

          • Kontribusi nilai tambah terhadap perusahaan sebagai akibat dari Rencana
            Transaksi yang akan dilakukan, termasuk dampaknya terhadap proyeksi
            keuangan Perseroan;
          • Biaya atau pendapatan yang relevan;
          • Informasi non-keuangan yang relevan;
          • Prosedur pengambilan keputusan oleh perusahaan dalam menentukan nilai
            Transaksi dengan memperhatikan alternatif lain.


2.5.6.1. Konstribusi Nilai Tambah dan Dampak Terhadap Proyeksi Keuangan

          Dalam evaluasi Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi ini, kami juga
          melakukan analisis konstribusi nilai tambah dilihat dengan membandingkan
          proyeksi posisi keuangan, laba rugi dan arus kas Perseroan sebelum
          dilakukannya Rencana Transaksi dan setelah dilakukannya Rencana
          Transaksi.

          Tabel 2.23.         Analisis Nilai Tambah Proyeksi Posisi Keuangan (Dalam Jutaan Rupiah)
                                                                  PROYEKSI
                Keterangan
                                       2024F          2025F         2026F        2027F         2028F
           Total Aset
           Sebelum Transaksi            4.713.237     5.715.536     6.943.640    8.385.678   10.030.092
           Setelah Transaksi            4.745.755     5.769.359     7.037.724    8.534.165   10.256.543
           Selisih                         32.518        53.823       94.084      148.487      226.451
           Total Liabilitas
           Sebelum Transaksi              496.572       526.679      557.985      588.741      508.681
           Setelah Transaksi              496.983       529.384      564.864      599.244      524.285
           Selisih                             411        2.705        6.879       10.503       15.604
           Total Ekuitas
           Sebelum Transaksi            4.216.665     5.188.857     6.385.654    7.796.937    9.521.411
           Setelah Transaksi            4.248.771     5.239.975     6.472.860    7.934.921    9.732.258
           Selisih                         32.106        51.118       87.206      137.984      210.847
          Sumber : Laporan Manajemen Perseroan (diolah)




Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi                                                            37
Page 74
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk


          Berdasarkan analisis tersebut di atas, proyeksi jumlah aset Perseroan sebelum
          Rencana Transaksi masing-masing adalah sebesar Rp4.713,23 miliar pada
          tahun 2024 menjadi Rp10.030,09 miliar pada tahun 2028. Selanjutnya,
          proyeksi jumlah aset Perseroan setelah Rencana Transaksi masing-masing
          adalah sebesar Rp4.745,75 miliar pada tahun 2024 menjadi Rp10.256,54
          miliar pada tahun 2028.

          Proyeksi jumlah liabilitas Perseroan sebelum Rencana Transaksi masing-
          masing adalah sebesar Rp496,57 miliar pada tahun 2024 menjadi Rp508,68
          miliar pada tahun 2028. Selanjutnya, proyeksi jumlah liabilitas Perseroan
          setelah Rencana Transaksi masing-masing adalah sebesar Rp496,98 miliar
          pada tahun 2024 menjadi Rp524,28 miliar pada tahun 2028.

          Proyeksi jumlah ekuitas Perseroan sebelum Rencana Transaksi masing-masing
          adalah sebesar Rp4.216,66 miliar pada tahun 2024 menjadi Rp9.521,41
          miliar pada tahun 2028. Selanjutnya, proyeksi jumlah ekuitas Perseroan
          setelah Rencana Transaksi masing-masing adalah sebesar Rp4.248,77 miliar
          pada tahun 2024 menjadi Rp9.732,25 miliar pada tahun 2028.

          Dengan demikian, berdasarkan proyeksi posisi keuangan tersebut di atas,
          setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan berpotensi memperoleh
          tambahan dana sehingga kas, total aset dan total ekuitas akan bertambah
          yang dapat meningkatkan kinerja keuangan Perseroan pada masa yang
          akan datang.

          Analisis konstribusi nilai tambah juga dapat dilihat dengan membandingkan
          laba rugi Perseroan sebelum dilakukannya Rencana Transaksi dan setelah
          dilakukannya Rencana Transaksi.

          Tabel 2.24.       Analisis Nilai Tambah Proyeksi Laba Rugi (Dalam Jutaan Rupiah)
                                                                  PROYEKSI
                     Keterangan
                                         2024F         2025F         2026F      2027F         2028F
           Pendapatan
           Sebelum Rencana
                                         3.287.443    4.017.537     4.763.011   5.485.622    6.379.048
           Transaksi
           Setelah Transaksi             3.315.343    4.092.687     4.947.911   5.758.072    6.780.848
           Selisih                          27.900       75.150      184.900     272.450      401.800
           Laba Kotor
           Sebelum Transaksi             1.761.706    2.104.428     2.488.216   2.879.796    3.428.748
           Setelah Transaksi             1.769.381    2.126.013     2.537.937   2.952.101    3.533.390
           Selisih                           7.675       21.585       49.721      72.305      104.642
           Laba Usaha
           Sebelum Transaksi             1.204.815    1.465.260     1.748.707   2.018.810    2.412.973
           Setelah Transaksi             1.209.756    1.477.350     1.780.283   2.066.373    2.484.123
           Selisih                           4.941       12.090       31.576      47.563       71.150
           Laba Sebelum Pajak



Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi                                                           38
Page 75
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk


                                                            PROYEKSI
                     Keterangan
                                    2024F       2025F          2026F      2027F        2028F
           Sebelum Transaksi        1.222.058   1.479.533     1.762.981   2.033.085   2.427.248
           Setelah Transaksi        1.227.174   1.492.101     1.795.150   2.081.550   2.500.106
           Selisih                      5.116     12.568        32.169      48.465      72.858
           Laba Bersih Tahun
           Berjalan
           Sebelum Transaksi          974.011   1.176.239     1.400.855   1.615.358   1.928.568
           Setelah Transaksi          986.117   1.195.250     1.436.944   1.666.136   2.001.431
           Selisih                     12.106     19.011        36.089      50.778      72.863


          Proyeksi jumlah pendapatan Perseroan sebelum Rencana Transaksi masing-
          masing adalah sebesar Rp3.287,44 miliar pada tahun 2024 menjadi
          Rp6.379,04 miliar pada tahun 2028. Selanjutnya, proyeksi jumlah
          pendapatan Perseroan setelah Rencana Transaksi masing-masing adalah
          sebesar Rp3.315,34 miliar pada tahun 2024 menjadi Rp6.780,84 miliar
          pada tahun 2028.

          Proyeksi laba bersih Perseroan sebelum Rencana Transaksi masing-masing
          adalah sebesar Rp974,01 miliar pada tahun 2024 menjadi Rp1.928,56
          miliar pada tahun 2028. Selanjutnya, proyeksi jumlah laba bersih Perseroan
          setelah Rencana Transaksi masing-masing adalah sebesar Rp986,11 pada
          tahun 2024 menjadi Rp2.001,43 miliar pada tahun 2028. Terdapat
          perubahan pada laba bersih Perseroan yang mengalami kenaikan setelah
          Rencana Transaksi.

          Dengan demikian, berdasarkan proyeksi laporan laba rugi tersebut di atas,
          setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan berpotensi memperoleh
          tambahan laba tahun berjalan untuk periode yang berakhir pada tanggal-
          tanggal 31 Desember 2024 - 31 Desember 2028.


2.5.6.2. Biaya atau Pendapatan yang Relevan

          Rencana Transaksi yang dilakukan menimbulan biaya-biaya sehubungan
          dengan pelaksanaan Rencana Transaksi Kerjasama Usaha Patungan (Joint
          Venture) tetapi tidak terbatas pada imbalan jasa, biaya dan/atau
          kompensasi untuk notaris, penasehat hukum, dan lainnya.




Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi                                                    39
Page 76
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk


2.5.6.3. Informasi Non Keuangan yang Relevan

          • Produk dan/atau Jasa yang dihasilkan

             Perseroan merupakan perusahaan yang menjalankan usaha dibidang
             pertanian. Berikut adalah produk yang dimiliki Perseroan :

             Benih Jagung Hibrida
             Perseroan merupakan pemain terbesar di industri pertanian yang
             bergerak di bidang benih hibrida, khususnya benih jagung hibrida. Produk
             Perseroan yang menggunakan merek dagang Cap Kapal Terbang telah
             mendapatkan kepercayaan yang tinggi dari petani di tanah air, baik dari
             segi kualitas maupun pelayanan.

             Dalam mengembangkan Segmen Usaha Benih Jagung Hibrida, Perseroan
             didukung oleh Laboratorium Bioteknologi, Laboratorium Pengujian Benih
             serta Research Farm untuk melakukan penelitian sehingga dapat
             menghasilkan produk benih jagung hibrida yang sesuai dengan
             perkembangan kebutuhan jagung komersial, terutama untuk kebutuhan
             pakan ternak.

             Benih Padi
             Kenaikan harga beras sejak awal tahun ini membuat pemerintah
             menetapkan acuan harga baru di tingkat petani dan konsumen. Itu
             dilakukan karena pemerintah mengamini kenaikan biaya produksi yang
             harus diterima masyarakat demi menjaga petani tetap mendapatkan
             keuntungan dan berproduksi. Meningkatnya penduduk Indonesia seiring
             dengan terus bertambahnya populasi di dalam negeri, BPS
             memproyeksikan ada 278,8 juta penduduk Indonesia pada 2023. Jumlah
             tersebut mengalami kenaikan 1,1% dibandingkan pada tahun lalu yang
             sebanyak 275,7 juta jiwa. Jika dibandingkan sedekade sebelumnya,
             populasi Indonesia pada 2023 meningkat 12,05%. Hal tersebut
             berbanding lurus dengan peningkatan konsumsi beras di Indonesia. Data
             BPS mencatat 98,35% rumah tangga di Indonesia mengonsumsi beras.

             Benih Buah-buahan dan Sayuran
             WHO merekomendasikan konsumsi buah sejumlah 250 gram per orang per
             hari dan sayur sejumlah 150 gram per orang per hari untuk hidup lebih
             sehat. Rata-rata konsumsi buah dan sayur masyarakat Indonesia masih
             perlu ditingkatkan untuk memenuhi batas minimal angka kecukupan gizi
             WHO. Merujuk data BPS 2022 diketahui bahwa rata- rata konsumsi
             masyarakat Indonesia sebesar 137,06 gram per kapita per hari sayur dan
             41,55 gram per kapita per hari buah dimana jumlah tersebut jauh dari
             batas minimal angka kecukupan gizi yang disarankan WHO.




Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi                                       40
Page 77
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk


             Pestisida dan Pupuk
             Sebagai negara agrikultur yang terus berkembang, permintaan Indonesia
             akan produk-produk penunjang sarana produksi seperti pestisida dan
             pupuk akan terus meningkat seiring dengan peningkatan penanaman
             berbagai macam jenis tanaman.

             Grup optimis dengan pertumbuhan pada benih pangan maupun benih
             hortikultura akan memberikan dampak posistif terhadap penggunaan
             produk pestisida dan pupuk sebagai media pengendalian hama, penyakit
             serta mendongkrak kesuburan tanah. Sumber : Annual Report 2022 Perseroan (diolah)

          • Keunggulan Kompetetif

             Perseroan memiliki beberapa keunggulan kompetitif yang membuatnya
             menjadi perusahaan yang menonjol di industri perbenihan di Indonesia:

             1. Teknologi dan Inovasi: Perseroan memiliki keunggulan dalam
                pengembangan teknologi perbenihan yang modern dan inovatif.
                Mereka terus melakukan penelitian dan pengembangan untuk
                menghasilkan varietas unggul yang sesuai dengan kebutuhan pasar.
             2. Portofolio Produk yang Luas: Perusahaan ini memiliki portofolio produk
                yang beragam, mencakup berbagai jenis benih untuk berbagai
                tanaman seperti padi, jagung, kedelai, dan tanaman hortikultura
                lainnya. Diversifikasi ini memungkinkan mereka untuk memenuhi
                kebutuhan petani dengan lebih baik.
             3. Jaringan Distribusi yang Luas: Perseroan memiliki jaringan distribusi
                yang luas di seluruh Indonesia. Hal ini memudahkan mereka dalam
                mendistribusikan produk-produk perbenihan ke seluruh pelosok negeri,
                mencapai petani di berbagai wilayah dengan efisien.
             4. Kemitraan Strategis: Perusahaan ini juga menjalin kemitraan strategis
                dengan berbagai pihak, termasuk institusi penelitian dan universitas,
                untuk meningkatkan kapasitas teknologi dan inovasi dalam
                pengembangan benih.
             5. Komitmen terhadap Kualitas: Perseroan dikenal karena komitmennya
                terhadap kualitas produk. Mereka memiliki standar tinggi dalam proses
                seleksi dan produksi benih, sehingga dapat memberikan hasil yang
                optimal bagi petani.
             6. Kesadaran Lingkungan: Sebagai perusahaan pertanian modern,
                Perseroan juga memperhatikan keberlanjutan lingkungan dalam
                kegiatan bisnisnya. Mereka berupaya untuk mengurangi dampak
                lingkungan dari praktik pertanian dan pengembangan benih.

             Dengan kombinasi keunggulan di atas, Perseroan dapat mempertahankan
             posisi kompetitifnya di pasar perbenihan di Indonesia dan terus
             berkontribusi dalam meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani.



Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi                                                41
Page 78
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk


          • Pesaing Usaha

             Berikut kompetitor Perseroan yang tumbuh dan berkembang di Indonesia
             baik swasta maupun pemerintah:
               PT Syngenta Indonesia
               PT Pioneer Hi-Bred Indonesia
               PT East West Seed Indonesia
               PT Petrokimia Gresik
               PT Pupuk Indonesia (Persero)
               PT Pupuk Sriwidjaja Palembang
               PT Pupuk Kaltim
               PT Pupuk Iskandar Muda

          • Strategi Usaha
            Perseroan, sebagai perusahaan yang berfokus pada industri perbenihan,
            memiliki beberapa strategi usaha utama untuk mempertahankan dan
            meningkatkan posisinya di pasar. Berikut adalah beberapa strategi yang
            dapat mereka terapkan:

             1. Inovasi Teknologi Benih: Melakukan penelitian dan pengembangan
                terus-menerus untuk menghasilkan varietas benih yang unggul dan
                sesuai dengan kebutuhan pasar. Ini mencakup penggunaan teknologi
                modern seperti bioteknologi dan peningkatan genetik untuk
                meningkatkan hasil dan ketahanan tanaman.
             2. Diversifikasi Produk: Memperluas portofolio produk untuk mencakup
                berbagai jenis benih untuk tanaman pangan (seperti padi, jagung,
                kedelai) dan tanaman hortikultura (seperti sayuran dan buah-buahan).
                Diversifikasi ini membantu meminimalkan risiko tergantung pada satu
                jenis tanaman dan memanfaatkan peluang pasar yang berbeda-beda.
             3. Jaringan Distribusi yang Luas: Memperluas jaringan distribusi mereka,
                baik secara nasional maupun internasional, untuk mencapai lebih
                banyak petani dan pasar. Ini termasuk membangun kemitraan dengan
                distributor lokal, agen penjualan, dan perusahaan pertanian lainnya
                untuk memperluas cakupan pasar mereka.
             4. Kemitraan dan Aliansi Strategis: Membentuk kemitraan dengan institusi
                penelitian, universitas, dan organisasi pertanian untuk berkolaborasi
                dalam penelitian dan pengembangan benih. Aliansi semacam ini dapat
                membantu mempercepat inovasi dan memperluas basis pengetahuan
                perusahaan.
             5. Kualitas dan Layanan Pelanggan: Menjaga standar tinggi dalam
                kualitas produk dan layanan pelanggan. Memberikan dukungan teknis
                yang kuat kepada petani, termasuk pelatihan tentang penggunaan
                benih dan praktik pertanian yang baik.
             6. Komitmen terhadap Keberlanjutan: Memperhatikan praktik pertanian
                yang berkelanjutan dan ramah lingkungan dalam operasional mereka.


Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi                                       42
Page 79
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk


                Hal ini termasuk penggunaan teknik pertanian yang lebih efisien secara
                energi dan ramah lingkungan serta meminimalkan dampak lingkungan
                dari aktivitas mereka.
             7. Pengembangan Pasar Internasional: Memanfaatkan peluang pasar
                internasional untuk ekspansi produk benih mereka. Ini termasuk
                memahami regulasi pasar luar negeri dan beradaptasi dengan
                kebutuhan lokal.
             8. Manajemen Risiko: Mengelola risiko yang terkait dengan fluktuasi
                harga bahan baku, perubahan iklim, dan tantangan lainnya yang
                dapat mempengaruhi produksi benih dan permintaan pasar.

             Dengan menerapkan strategi-strategi ini secara efektif, Perseroan dapat
             memperkuat posisinya sebagai pemimpin di industri perbenihan,
             meningkatkan pertumbuhan bisnis mereka, dan memberikan nilai tambah
             bagi para pemangku kepentingan, termasuk petani dan investor.


2.5.6.4. Prosedur  Pengambilan Keputusan Oleh Perusahaan dalam
          Menentukan Rencana Transaksi dengan Memperhatikan Alternatif
          Lain

          Prosedur pengambilan keputusan oleh Perseroan dalam menentukan Rencana
          Transaksi adalah dilakukan oleh Direksi dengan persetujuan Komisaris
          Perseroan. Tidak terdapat alternatif lain dari Rencana Transaksi yang
          dilakukan dengan pihak lain.

          Untuk selanjutnya dilakukan Perjanjian Usaha Patungan (Joint Venture
          Agreement) antara Perseroan dengan KICL.


2.5.6.5. Hal Material Lainnya

          Tidak terdapat hal-hal material lainnya terkait dengan analisis inkremental
          dari Rencana Transaksi. Dengan analisis inkremental yang telah dilakukan,
          Penilai meyakini bahwa Rencana Transaksi memberikan nilai tambah bagi
          Perseroan.


2.6.      Analisis Kewajaran Rencana Transaksi
2.6.1.    Analisis Kelayakan dari Perusahaan Patungan

          Berdasarkan laporan studi kelayakan yang disusun oleh manajemen
          Perseroan bahwa rencana pendirian perusahaan Perusahaan Patungan
          memenuhi kelayakan secara finansial dan ekonomi untuk dilaksanakan karena
          akan memberikan konstribusi positif terhadap perkembangan Perseroan.


Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi                                        43
Page 80
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk


          Perusahaan patungan memiliki rencana sebagai berikut:
          • Tahap awal melakukan pengembangan pasar drone pertanian di
             Indonesia.
          • Menyediakan layanan penyemprotan pupuk dan agrokimia untuk
             mempromosikan keunggulan drone pertanian kepada petani Indonesia.
          • Selanjutnya memaksimalkan peluang terkait teknologi pertanian, misalnya
             semua yang berkaitan dengan teknologi pertanian seperti: drip irrigation,
             alat untuk ukur humidity, teknologi greenhouse dan sebagainya.


2.6.2.    Pendapat Kewajaran Rencana Transaksi

          Berdasarkan hasil kajian dan analisis yang telah dilakukan terhadap seluruh
          aspek yang terkait meliputi analisis Rencana Transaksi, analisis dampak
          positif secara kualitatif maupun kuantitatif atas Rencana Transaksi yang akan
          dilakukan serta berdasarkan Perjanjian Usaha Patungan dan Studi
          Kelayakan Usaha Perusahaan Patungan maka kami berpendapat bahwa
          Rencana Transaksi adalah Wajar.

          Kami tegaskan bahwa kami tidak mengambil keuntungan, baik sekarang
          maupun di masa yang akan datang, atas pendapat kewajaran. Data faktual
          yang diproses disimpan dalam file kami untuk keperluan referensi di
          kemudian hari apabila ada otorisasi tambahan yang memerlukan laporan
          terinci, termasuk dokumentasi. Data ini atas permintaan tersedia untuk
          diperiksa.




Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi                                         44
Page 81
LAMPIRAN
Page 82
FAIRNESS OPINION
PT BISI International Tbk
Lampiran - 01                                                                                                    Dinyatakan dalam Jutaan Rupiah
 Historis Posisi Keuangan

                                                       2019A            2020A               2021A               2022A             2023A

   ASET
   Aset Lancar
      Kas dan setara kas                        IDR       195.165          602.271            1.095.398           1.501.451           1.042.206
      Piutang usaha
          - Pihak ketiga                         IDR       971.873          667.410             533.688              413.255           1.009.143
       - Pihak berelasi                          IDR           11.637           11.142               3.324               1.960             1.659
      Piutang lain - lain pihak ketiga          IDR            1.895            2.401               7.268              11.113            12.043
      Hak retur aset                            IDR           31.425           38.814              28.291               3.747             8.291
      Persediaan                                IDR      1.083.835         910.144             788.289              752.573            857.539
      Uang muka                                 IDR            3.511            4.886               7.145               9.906             8.599
      Pajak pertambahan nilai dibayar dimuka    IDR              -                -                   -                   -                929
      Biaya dibayar dimuka                      IDR            6.170            3.269               2.737               2.928             3.355
      Aset biologis                             IDR           14.461            6.891               2.234               2.470             1.435
          Jumlah Aset Lancar                     IDR      2.319.972        2.247.228           2.468.374           2.699.403           2.945.199


   Aset Tidak Lancar
      Piutang pihak berelasi non-usaha          IDR            1.034            1.225                176                2.773             2.566
      Tagihan pajak penghasilan                 IDR           54.003           91.855              84.736           110.377              90.434
      Uang muka pembelian aset tetap            IDR            2.966              -                   -                   -              41.046
      Aset pajak tangguhan                      IDR           52.710           47.138              41.616              44.052            62.812
      Aset hak guna                             IDR              -              6.523               6.668               6.517             7.312
      Aset tetap - net                          IDR       480.957          492.340             497.760              515.181            721.419
      Aset tidak lancar lainnya                 IDR           29.414           28.670              32.872              32.178            31.032
          Jumlah Aset Tidak Lancar               IDR       621.084          667.751             663.828              711.078            956.621


   JUMLAH ASET                                   IDR      2.941.056        2.914.979           3.132.202           3.410.481           3.901.820


   LIABILITAS DAN EKUITAS
   Liabilitas
   Liabilitas Jangka Pendek
      Utang bank                                IDR       150.000                 -                   -                   -                 -
      Utang usaha
          - Pihak ketiga                         IDR           84.070       103.669             107.549                 31.067            41.444
          - Pihak berelasi                       IDR            2.266            1.460               5.273                 -               4.463
      Utang lain - lain pihak ketiga            IDR           65.630           17.244              25.124              36.704            42.279
      Kewajiban untuk retur                     IDR       185.654          174.538             149.400              136.904            203.680
      Beban akrual                              IDR           14.247           23.674               8.596              10.453            11.269
      Liabilitas imbalan kerja jangka pendek    IDR             158                   39             111               19.472            20.214
      Utang pajak                               IDR           55.830           63.696              48.722              71.606            77.739
      Liabilitas sewa jangka pendek                            2.581            1.311               1.270                546               373
          Jumlah Liabilitas Jangka Pendek        IDR       560.436          385.631             346.045              306.752            401.461


   Liabilitas Jangka Panjang
      Utang pihak berelasi non - usaha          IDR             925             1.938                     33             208               668
      Liabilitas imbalan kerja jangka panjang   IDR           63.109           68.801              58.018              53.271            52.995
      Liabilitas sewa jangka panjang            IDR              -               222                      61              -                 -
          Jumlah Liabilitas Jangka Panjang       IDR           64.034           70.961              58.112              53.479            53.663


          JUMLAH LIABILITAS                      IDR       624.470          456.592             404.157              360.231            455.124


   EKUITAS
      Modal saham                               IDR       300.000          300.000             300.000              300.000            300.000
      Tambahan modal disetor                    IDR           99.910           99.910              99.910              99.910            99.910
      Komponen lainnya dari ekuitas             IDR            4.753            4.753               4.753               4.672             4.672
      Saldo laba
          - Telah ditentukan penggunaannya       IDR           60.000           60.000              60.000              60.000            60.000
          - Belum ditentukan penggunaanya        IDR      1.851.474        1.993.219           2.262.693           2.584.832           2.981.166
      Kepentingan non pengendali                IDR             449              505                 689                 836               948
          JUMLAH EKUITAS                         IDR      2.316.586        2.458.387           2.728.045           3.050.250           3.446.696


   JUMLAH LIABILITAS & EKUITAS                   IDR      2.941.056        2.914.979           3.132.202           3.410.481           3.901.820

   Check Balance                                                  -                -                   -                   -                 -
Page 83
FAIRNESS OPINION
PT BISI International Tbk
Lampiran - 02                                                                                                   Dinyatakan dalam Jutaan Rupiah
 Historis Laba Rugi

                                                            2019A             2020A             2021A           2022A             2023A

  PENJUALAN NETO                                      IDR      2.272.410         1.812.762         2.015.138        2.415.592         2.298.131

  BEBAN POKOK PENJUALAN                               IDR     (1.417.183)       (1.124.032)       (1.205.168)      (1.395.090)       (1.136.012)

  LABA KOTOR                                          IDR       855.227           688.730           809.970         1.020.502         1.162.119

     Beban penjualan                                 IDR       (243.770)         (158.776)         (179.229)        (227.579)         (278.980)
     Beban umum dan administrasi                     IDR       (148.816)          (96.011)          (93.183)        (111.436)         (111.933)
     Beban penelitian dan pengembangan               IDR        (62.369)          (62.047)          (65.426)         (79.421)          (90.245)
     Beban operasi lain                              IDR        (15.740)          (49.105)          (48.126)         (25.626)          (22.844)
     Penghasilan operasi lain                        IDR        30.043            39.697            36.170           39.810            34.224
        Jumlah Pendapatan (Beban) Usaha               IDR       (440.652)         (326.242)         (349.794)        (404.252)         (469.778)

  LABA USAHA                                          IDR       414.575           362.488           460.176          616.250           692.341

     Penghasilan keuangan                            IDR           1.517             5.199          17.321           28.708            41.834
     Beban keuangan                                  IDR        (11.321)             (2.749)           (130)             (64)             (280)
        Jumlah Pendapatan (Beban) Keuangan - bersih   IDR           (9.804)           2.450          17.191           28.644            41.554

  LABA SEBELUM PAJAK                                  IDR       404.771           364.938           477.367          644.894           733.895

     Beban pajak penghasilan                         IDR        (97.819)          (89.271)          (96.375)        (121.652)         (138.155)

  LABA TAHUN BERJALAN                                 IDR       306.952           275.667           380.992          523.242           595.740
Page 84
FAIRNESS OPINION
PT BISI International Tbk
Lampiran - 03                                                                                                                        Dinyatakan dalam Jutaan Rupiah
Historis Arus Kas

                                                                               2019A             2020A             2021A             2022A             2023A

    ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
       Penerimaan dari pelanggan                                    IDR          2.325.635         2.179.371         2.128.941         2.516.673          1.755.255
       Pembayaran kepada pemasok                                    IDR         (1.497.932)         (975.488)       (1.011.250)        (1.364.625)       (1.175.569)
       Pembayaran kas untuk beban usaha                             IDR           (257.786)         (263.750)         (229.523)         (234.716)          (259.521)
       Pembayaran kas kepada karyawan                               IDR            (93.884)         (101.527)         (134.081)         (162.500)          (200.531)
       Kas yang diperoleh dari aktivitas operasi                    IDR           476.033           838.606           754.087            754.832           119.634
       Penerimaan tagihan pajak penghasilan                         IDR                9.657            8.405             28.560            12.829            45.945
       Penerimaan penghasilan keuangan                              IDR                1.517            5.199             17.321            28.708            41.811
       Pembayaran beban keuangan                                    IDR            (11.321)             (2.610)              -
       Pembayaran pajak penghasilan                                 IDR           (131.563)         (116.455)         (131.222)         (146.769)          (182.055)
       Penerimaan kegiatan operasional lainnya                      IDR               26.073         (18.733)          (16.208)             18.545            17.575

    Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Operasi                      IDR           370.396           714.412           652.538            668.145              42.910


    ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
       Uang muka pembelian aset tetap                               IDR               (2.966)              -                 -                 -            (41.046)
       Perolehan aset tetap                                         IDR            (18.218)          (46.584)          (40.804)          (58.808)          (254.930)
       Hasil penjualan aset tetap                                   IDR                1.810            6.285               539              3.434             6.178
       Perolehan aset hak guna                                      IDR                  -              (2.171)           (4.289)           (4.626)           (4.522)

    Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Investasi                    IDR            (19.374)          (42.470)          (44.554)          (60.000)          (294.320)


    ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
       Penerimaan untuk utang bank jangka pendek                    IDR           855.000                  -                 -                 -                 -
       Pembayaran untuk utang bank jangka pendek                    IDR           (805.000)         (150.000)                -                 -                 -
       Pembayaran liabilitas sewa                                   IDR                  -               (845)              (992)             (860)           (1.382)
       Pembayaran dividen                                           IDR           (300.101)         (114.156)         (114.000)         (204.000)          (204.000)

    Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Pendanaan                    IDR   #       (250.101)         (265.001)         (114.992)         (204.860)          (205.382)


    KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN SETARA KAS                   IDR           100.921           406.941           492.992            403.285           (456.792)


       Pengaruh perubahan kurs mata uang pada kasa dan setara kas   IDR                 (245)             165               135              2.768            (2.453)


    KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN                                    IDR               94.489        195.165           602.271          1.095.398          1.501.451


    KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN                                   IDR           195.165           602.271          1.095.398         1.501.451          1.042.206
Page 85
FAIRNESS OPINION
PT BISI International Tbk
Lampiran - 04
                                                                     RASIO KEUANGAN

                   Keterangan                    2019A                2020A               2021A               2022A               2023A
Aset Lancar                                              2.319.972            2.247.228           2.468.374           2.699.403           2.945.199
Liabilitas Jangka Pendek                                   560.436              385.631             346.045             306.752             401.461
Rasio Lancar                                                  4,14                 5,83                7,13                8,80                7,34
*)Disajikan dalam kali

                   Keterangan                    2019A                2020A               2021A               2022A               2023A
Aset Lancar                                              2.319.972            2.247.228           2.468.374           2.699.403           2.945.199
Persediaan                                               1.083.835              910.144             788.289             752.573             857.539
Liabilitas Jangka Pendek                                   560.436              385.631             346.045             306.752             401.461
Rasio Cepat                                                   2,21                 3,47                4,86                6,35                5,20
*)Disajikan dalam kali

                   Keterangan                    2019A                2020A               2021A               2022A               2023A
Kas dan setara kas                                        195.165              602.271            1.095.398           1.501.451           1.042.206
Liabilitas Jangka Pendek                                  560.436              385.631              346.045             306.752             401.461
Rasio Kas                                                    0,35                 1,56                 3,17                4,89                2,60
*)Disajikan dalam kali

Rasio Likuiditas                                 2019A                2020A               2021A               2022A               2023A
Rasio Lancar                                                  4,14                 5,83                7,13                8,80                7,34
Rasio Cepat                                                   2,21                 3,47                4,86                6,35                5,20
Rasio Kas                                                     0,35                 1,56                3,17                4,89                2,60
*)Disajikan dalam kali                       ,

                  Keterangan                     2019A                2020A               2021A               2022A               2023A
Pendapatan                                               2.272.410            1.812.762           2.015.138           2.415.592           2.298.131
Piutang Usaha                                              983.510              678.552             537.012             415.215           1.010.802
Rasio Perputaran Piutang Usaha                                 158                  137                  97                  63                 161
*)Disajikan dalam hari

                  Keterangan                     2019A                2020A               2021A               2022A               2023A
Beban Pokok Pendapatan                                   1.417.183            1.124.032           1.205.168           1.395.090           1.136.012
Persediaan                                               1.083.835              910.144             788.289             752.573             857.539
Rasio Perputaran Persediaan                                    279                  296                 239                 197                 276
*)Disajikan dalam hari

                  Keterangan                     2019A                2020A               2021A               2022A               2023A
Beban Pokok Pendapatan                                   1.417.183            1.124.032           1.205.168           1.395.090           1.136.012
Utang Usaha                                                 86.336              105.129             112.822              31.067              45.907
Rasio Perputaran Utang Usaha                                    22                   34                  34                   8                  15
*)Disajikan dalam hari

                 Rasio Aktivitas                 2019A                2020A               2021A               2022A               2023A
Rasio Perputaran Piutang Usaha                                158                  137                  97                  63                 161
Rasio Perputaran Persediaan                                   279                  296                 239                 197                 276
Rasio Perputaran Utang Usaha                                   22                   34                  34                   8                  15
*)Disajikan dalam hari

                   Keterangan                    2019A                2020A               2021A               2022A               2023A
Jumlah Liabilitas                                          624.470              456.592             404.157             360.231             455.124
Jumlah Aset                                              2.941.056            2.914.979           3.132.202           3.410.481           3.901.820
Rasio Liabilitas terhadap Aset                              21,23%               15,66%              12,90%              10,56%              11,66%
*)Disajikan dalam persen

                   Keterangan                    2019A                2020A               2021A               2022A               2023A
Jumlah Liabilitas                                          624.470              456.592             404.157             360.231             455.124
Jumlah Ekuitas                                           2.316.586            2.458.387           2.728.045           3.050.250           3.446.696
Rasio Liabilitas terhadap Ekuitas                           26,96%               18,57%              14,81%              11,81%              13,20%
*)Disajikan dalam persen

                  Rasio Leverage                 2019A                2020A               2021A               2022A               2023A
Rasio Liabilitas terhadap Aset                             21,23%               15,66%              12,90%              10,56%              11,66%
Rasio Liabilitas terhadap Ekuitas                          26,96%               18,57%              14,81%              11,81%              13,20%

                Keterangan                       2019A                2020A               2021A               2022A               2023A
Laba Bruto                                                 855.227              688.730             809.970           1.020.502           1.162.119
Pendapatan                                               2.272.410            1.812.762           2.015.138           2.415.592           2.298.131
Margin Laba Bruto                                           37,64%               37,99%              40,19%              42,25%              50,57%

               Keterangan                        2019A                2020A               2021A               2022A               2023A
Laba Usaha                                                 414.575              362.488             460.176             616.250             692.341
Pendapatan                                               2.272.410            1.812.762           2.015.138           2.415.592           2.298.131
Margin Laba Usaha                                           18,24%               20,00%              22,84%              25,51%              30,13%

                Keterangan                       2019A                2020A               2021A               2022A               2023A
Laba Bersih                                                306.952              275.667             380.992             523.242             595.740
Pendapatan                                               2.272.410            1.812.762           2.015.138           2.415.592           2.298.131
Margin Laba (Rugi) Bersih                                   13,51%               15,21%              18,91%              21,66%              25,92%

               Keterangan                        2019A                2020A               2021A               2022A               2023A
Laba Bersih                                                306.952              275.667             380.992             523.242             595.740
Jumlah Aset                                              2.941.056            2.914.979           3.132.202           3.410.481           3.901.820
Rasio Pengembalian terhadap Jumlah Aset                     10,44%                9,46%              12,16%              15,34%              15,27%

               Keterangan                        2019A                2020A               2021A               2022A               2023A
Laba Bersih                                                306.952              275.667             380.992             523.242             595.740
Jumlah Ekuitas                                           2.316.586            2.458.387           2.728.045           3.050.250           3.446.696
Rasio Pengembalian terhadap Jumlah Ekuitas                  13,25%               11,21%              13,97%              17,15%              17,28%

             Rasio Profitabilitas                2019A                2020A               2021A               2022A               2023A
Margin Laba Bruto                                          37,64%               37,99%              40,19%              42,25%              50,57%
Margin Laba (Rugi) Usaha                                   18,24%               20,00%              22,84%              25,51%              30,13%
Margin Laba (Rugi) Bersih                                  13,51%               15,21%              18,91%              21,66%              25,92%
Rasio Pengembalian terhadap Jumlah Aset                    10,44%                9,46%              12,16%              15,34%              15,27%
Rasio Pengembalian terhadap Jumlah Ekuitas                 13,25%               11,21%              13,97%              17,15%              17,28%
Page 86
FAIRNESS OPINION
PT BISI International Tbk
Lampiran - 05                                                                                          Dinyatakan dalam Jutaan Rupiah
Proyeksi Posisi Keuangan Sebelum Transaksi

                                                       2024F           2025F           2026F             2027F            2028F

   ASSET
   Aset Lancar
      Kas dan setara kas                        IDR     2.662.227       3.762.449       5.082.340          6.629.833        8.195.264
      Piutang usaha
         - Pihak ketiga                          IDR      726.865         646.640         614.992            465.412          440.786
         - Pihak berelasi                        IDR           1.659           1.659           1.659             1.659            1.659
      Piutang lain - lain pihak ketiga          IDR       12.043          12.043          12.043             12.043           12.043
      Persediaan                                IDR      364.187         321.783         226.859            226.871          272.242
      Aset biologis                             IDR           2.099           2.499           3.135             3.830            4.806
      Uang muka                                 IDR           8.598           8.598           8.598             8.598            8.598
      Biaya dibayar dimuka                      IDR           4.284           4.284           4.284             4.284            4.284
         Jumlah Aset Lancar                      IDR     3.781.962       4.759.955       5.953.910          7.352.530        8.939.682


   Aset Tidak Lancar
      Piutang pihak berelasi non-usaha          IDR           2.566           2.566           2.566             2.566            2.566
      Aset pajak tangguhan                      IDR       63.035          63.257          63.480             63.702           63.925
      Aset tetap - net                          IDR      736.895         760.980         794.906            838.102          895.141
      Aset tidak lancar lainnya                 IDR      128.778         128.778         128.778            128.778          128.778
         Jumlah Aset Tidak Lancar                IDR      931.274         955.582         989.730           1.033.148        1.090.410


   JUMLAH ASET                                   IDR     4.713.237       5.715.536       6.943.640          8.385.678       10.030.092


   LIABILITAS DAN EKUITAS
   Liabilitas
   Liabilitas Jangka Pendek
      Utang usaha
         - Pihak ketiga                          IDR       59.541          78.087          95.029            110.217          131.000
         - Pihak berelasi                        IDR           4.463           4.463           4.463             4.463            4.463
      Utang lain - lain pihak ketiga            IDR       39.094          39.622          42.010             45.163           49.411
      Beban akrual                              IDR      215.322         215.322         215.322            215.322           94.927
      Utang pajak                               IDR       98.428         103.032         107.935            112.568          119.314
      Liabilitas imbalan kerja jangka pendek    IDR       20.214          20.214          20.214             20.214           20.214
         Jumlah Liabilitas Jangka Pendek         IDR      437.063         460.740         484.973            507.947          419.329


   Liabilitas Jangka Panjang
      Utang pihak berelasi non - usaha          IDR            668             668             668               668              668
      Liabilitas imbalan kerja jangka panjang   IDR       58.841          65.271          72.345             80.126           88.684
         Jumlah Liabilitas Jangka Panjang        IDR       59.509          65.939          73.013             80.793           89.352


         JUMLAH LIABILITAS                       IDR      496.572         526.679         557.985            588.741          508.681


   EKUITAS
      Modal saham                               IDR      300.000         300.000         300.000            300.000          300.000
      Tambahan modal disetor                    IDR       86.314          86.314          86.314             86.314           86.314
      Komponen lainnya dari ekuitas             IDR       12.198          12.198          12.198             12.198           12.198
      Penghasilan komprehensif lain             IDR       23.185          23.185          23.185             23.185           23.185
      Saldo laba                                IDR     3.787.482       4.759.345       5.955.751          7.366.606        9.090.600
      Kepentingan non pengendali                IDR           7.486           7.815           8.206             8.634            9.114
         JUMLAH EKUITAS                          IDR     4.216.665       5.188.857       6.385.654          7.796.937        9.521.411


   JUMLAH LIABILITAS & EKUITAS                   IDR     4.713.237       5.715.536       6.943.640          8.385.678       10.030.092

   Check Balance                                                 -               -               -                 -                -
Page 87
FAIRNESS OPINION
PT BISI International Tbk
Lampiran - 06                                                                                                     Dinyatakan dalam Jutaan Rupiah
Proyeksi Laba Rugi Sebelum Transaksi

                                                          2024F              2025F             2026F             2027F             2028F

  PENDAPATAN                                        IDR      3.287.443          4.017.537         4.763.011         5.485.622           6.379.048


  BEBAN POKOK PENJUALAN                             IDR      (1.525.737)        (1.913.109)       (2.274.794)       (2.605.826)        (2.950.300)


  LABA KOTOR                                        IDR      1.761.706          2.104.428         2.488.216         2.879.796           3.428.748

       Beban penjualan                             IDR       (351.013)          (418.977)         (504.736)         (613.480)           (751.747)
       Beban umum dan administrasi                 IDR       (131.866)          (142.891)         (158.131)         (175.115)           (196.301)
       Beban operasi lain                          IDR       (146.278)          (146.278)         (146.278)         (146.278)           (146.278)
       Penghasilan operasi lain                    IDR         72.266             68.978            69.636            73.886              78.550
        Jumlah Pendapatan (Beban) Usaha             IDR       (556.890)          (639.168)         (739.509)         (860.986)         (1.015.776)

  LABA USAHA                                                 1.204.815          1.465.260         1.748.707         2.018.810           2.412.973

     Penghasilan keuangan                          IDR            20.657            17.688            17.689            17.689            17.690
     Beban keuangan                                IDR            (3.415)           (3.415)           (3.415)           (3.415)           (3.415)
      Jumlah Pendapatan (Beban) Keuangan - bersih   IDR            17.243            14.273            14.274            14.275            14.275

  LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK                         IDR      1.222.058          1.479.533         1.762.981         2.033.085           2.427.248

     Beban Pajak Penghasilan                       IDR       (248.047)          (303.294)         (362.126)         (417.727)           (498.680)

  LABA (RUGI) TAHUN BERJALAN                        IDR           974.011       1.176.239         1.400.855         1.615.358           1.928.568
Page 88
FAIRNESS OPINION
PT BISI International Tbk
Lampiran - 07
                                                                     RASIO KEUANGAN SEBELUM TRANSAKSI

                   Keterangan                    2024F                   2025F                2026F               2027F               2028F
Aset Lancar                                              3.781.962               4.759.955            5.953.910           7.352.530           8.939.682
Liabilitas Jangka Pendek                                   437.063                 460.740              484.973             507.947             419.329
Rasio Lancar                                                  8,65                   10,33                12,28               14,47               21,32
*)Disajikan dalam kali

                   Keterangan                    2024F                   2025F                2026F               2027F               2028F
Aset Lancar                                              3.781.962               4.759.955            5.953.910           7.352.530           8.939.682
Persediaan                                                 364.187                 321.783              226.859             226.871             272.242
Liabilitas Jangka Pendek                                   437.063                 460.740              484.973             507.947             419.329
Rasio Cepat                                                   7,82                    9,63                11,81               14,03               20,67
*)Disajikan dalam kali

                   Keterangan                    2024F                   2025F                2026F               2027F               2028F
Kas dan setara kas                                       2.662.227               3.762.449            5.082.340           6.629.833           8.195.264
Liabilitas Jangka Pendek                                   437.063                 460.740              484.973             507.947             419.329
Rasio Kas                                                     6,09                    8,17                10,48               13,05               19,54
*)Disajikan dalam kali

Rasio Likuiditas                                 2024F                   2025F                2026F               2027F               2028F
Rasio Lancar                                                  8,65                  10,33                12,28               14,47               21,32
Rasio Cepat                                                   7,82                   9,63                11,81               14,03               20,67
Rasio Kas                                                     6,09                   8,17                10,48               13,05               19,54
*)Disajikan dalam kali                       ,

                  Keterangan                     2024F                   2025F                2026F               2027F               2028F
Pendapatan                                               3.287.443               4.017.537            4.763.011           5.485.622           6.379.048
Piutang Usaha                                              728.524                 648.298              616.651             467.071             442.444
Rasio Perputaran Piutang Usaha                                  81                      59                   47                  31                  25
*)Disajikan dalam hari

                  Keterangan                     2024F                   2025F                2026F               2027F               2028F
Beban Pokok Pendapatan                                   1.525.737               1.913.109            2.274.794           2.605.826           2.950.300
Persediaan                                                 364.187                 321.783              226.859             226.871             272.242
Rasio Perputaran Persediaan                                     87                      61                   36                  32                  34
*)Disajikan dalam hari

                  Keterangan                     2024F                   2025F                2026F               2027F               2028F
Beban Pokok Pendapatan                                   1.525.737               1.913.109            2.274.794           2.605.826           2.950.300
Utang Usaha                                                 64.004                  82.550               99.493             114.680             135.463
Rasio Perputaran Utang Usaha                                    15                      16                   16                  16                  17
*)Disajikan dalam hari

                 Rasio Aktivitas                 2024F                   2025F                2026F               2027F               2028F
Rasio Perputaran Piutang Usaha                                 81                      59                   47                  31                  25
Rasio Perputaran Persediaan                                    87                      61                   36                  32                  34
Rasio Perputaran Utang Usaha                                   15                      16                   16                  16                  17
*)Disajikan dalam hari

                   Keterangan                    2024F                   2025F                2026F               2027F               2028F
Jumlah Liabilitas                                          496.572                 526.679              557.985             588.741          508.681
Jumlah Aset                                              4.713.237               5.715.536            6.943.640           8.385.678       10.030.092
Rasio Liabilitas terhadap Aset                              10,54%                   9,21%                8,04%               7,02%            5,07%
*)Disajikan dalam persen

                   Keterangan                    2024F                   2025F                2026F               2027F               2028F
Jumlah Liabilitas                                          496.572                 526.679              557.985             588.741             508.681
Jumlah Ekuitas                                           4.216.665               5.188.857            6.385.654           7.796.937           9.521.411
Rasio Liabilitas terhadap Ekuitas                           11,78%                  10,15%                8,74%               7,55%               5,34%
*)Disajikan dalam persen

                  Rasio Leverage                 2024F                   2025F                2026F               2027F               2028F
Rasio Liabilitas terhadap Aset                             10,54%                   9,21%                8,04%               7,02%               5,07%
Rasio Liabilitas terhadap Ekuitas                          11,78%                  10,15%                8,74%               7,55%               5,34%

                Keterangan                       2024F                   2025F                2026F               2027F               2028F
Laba Bruto                                               1.761.706               2.104.428            2.488.216           2.879.796           3.428.748
Pendapatan                                               3.287.443               4.017.537            4.763.011           5.485.622           6.379.048
Margin Laba Bruto                                           53,59%                  52,38%               52,24%              52,50%              53,75%

                Keterangan                       2024F                   2025F                2026F               2027F               2028F
Laba Usaha                                               1.204.815               1.465.260            1.748.707           2.018.810           2.412.973
Pendapatan                                               3.287.443               4.017.537            4.763.011           5.485.622           6.379.048
Margin Laba Usaha                                           36,65%                  36,47%               36,71%              36,80%              37,83%

                Keterangan                       2024F                   2025F                2026F               2027F               2028F
Laba Bersih                                                974.011               1.176.239            1.400.855           1.615.358           1.928.568
Pendapatan                                               3.287.443               4.017.537            4.763.011           5.485.622           6.379.048
Margin Laba (Rugi) Bersih                                   29,63%                  29,28%               29,41%              29,45%              30,23%

               Keterangan                        2024F                   2025F                2026F               2027F               2028F
Laba Bersih                                                974.011               1.176.239            1.400.855           1.615.358        1.928.568
Jumlah Aset                                              4.713.237               5.715.536            6.943.640           8.385.678       10.030.092
Rasio Pengembalian terhadap Jumlah Aset                     20,67%                  20,58%               20,17%              19,26%           19,23%

               Keterangan                        2024F                   2025F                2026F               2027F               2028F
Laba Bersih                                                974.011               1.176.239            1.400.855           1.615.358           1.928.568
Jumlah Ekuitas                                           4.216.665               5.188.857            6.385.654           7.796.937           9.521.411
Rasio Pengembalian terhadap Jumlah Ekuitas                  23,10%                  22,67%               21,94%              20,72%              20,26%

              Rasio Profitabilitas               2024F                   2025F                2026F               2027F               2028F
Margin Laba Bruto                                          53,59%                  52,38%               52,24%              52,50%              53,75%
Margin Laba (Rugi) Usaha                                   36,65%                  36,47%               36,71%              36,80%              37,83%
Margin Laba (Rugi) Bersih                                  29,63%                  29,28%               29,41%              29,45%              30,23%
Rasio Pengembalian terhadap Jumlah Aset                    20,67%                  20,58%               20,17%              19,26%              19,23%
Rasio Pengembalian terhadap Jumlah Ekuitas                 23,10%                  22,67%               21,94%              20,72%              20,26%
Page 89
FAIRNESS OPINION
PT BISI International Tbk
Lampiran - 08
                                                                                                       Dinyatakan dalam Jutaan Rupiah
Proyeksi Posisi Keuangan Setelah Transaksi

                                                       2024F           2025F           2026F             2027F            2028F

   ASSET
   Aset Lancar
      Kas dan setara kas                        IDR     2.679.393       3.795.865       5.125.793          6.703.653        8.311.343
      Piutang usaha
         - Pihak ketiga                          IDR      728.415         648.727         620.128            472.980          451.947
         - Pihak berelasi                        IDR           1.659           1.659           1.659             1.659            1.659
      Piutang lain - lain pihak ketiga          IDR       12.043          12.043          12.043             12.043           12.043
      Persediaan                                IDR      377.670         339.571         271.834            293.483          371.192
      Aset biologis                             IDR           2.099           2.499           3.135             3.830            4.806
      Uang muka                                 IDR           8.598           8.598           8.598             8.598            8.598
      Biaya dibayar dimuka                      IDR           4.284           4.284           4.284             4.284            4.284
         Jumlah Aset Lancar                      IDR     3.814.161       4.813.246       6.047.474          7.500.531        9.165.872


   Aset Tidak Lancar
      Piutang pihak berelasi non-usaha          IDR           2.566           2.566           2.566             2.566            2.566
      Aset pajak tangguhan                      IDR       63.008          63.204          63.400             63.596           63.791
      Aset tetap - net                          IDR      737.241         761.565         795.506            838.695          895.535
      Aset tidak lancar lainnya                 IDR      128.778         128.778         128.778            128.778          128.778
         Jumlah Aset Tidak Lancar                IDR      931.594         956.113         990.250           1.033.634        1.090.671


   JUMLAH ASET                                   IDR     4.745.755       5.769.359       7.037.724          8.534.165       10.256.543


   LIABILITAS DAN EKUITAS
   Liabilitas
   Liabilitas Jangka Pendek
      Utang usaha
         - Pihak ketiga                          IDR       59.541          78.087          95.029            110.217          131.000
         - Pihak berelasi                        IDR           4.463           4.463           4.463             4.463            4.463
      Utang lain - lain pihak ketiga            IDR       39.094          39.622          42.010             45.163           49.411
      Beban akrual                              IDR      215.322         215.322         215.322            215.322           94.927
      Utang pajak                               IDR       98.840         105.737         114.813            123.071          134.918
      Liabilitas imbalan kerja jangka pendek    IDR       20.214          20.214          20.214             20.214           20.214
         Jumlah Liabilitas Jangka Pendek         IDR      437.474         463.445         491.851            518.451          434.933


   Liabilitas Jangka Panjang
      Utang pihak berelasi non - usaha          IDR            668             668             668               668              668
      Liabilitas imbalan kerja jangka panjang   IDR       58.841          65.271          72.345             80.126           88.684
         Jumlah Liabilitas Jangka Panjang        IDR       59.509          65.939          73.013             80.793           89.352


         JUMLAH LIABILITAS                       IDR      496.983         529.384         564.864            599.244          524.285


   EKUITAS
      Modal saham                               IDR      300.000         300.000         300.000            300.000          300.000
      Tambahan modal disetor                    IDR      106.314         106.314         106.314            106.314          106.314
      Komponen lainnya dari ekuitas             IDR       12.198          12.198          12.198             12.198           12.198
      Penghasilan komprehensif lain             IDR       23.185          23.185          23.185             23.185           23.185
      Saldo laba                                IDR     3.799.185       4.789.068       6.019.041          7.476.874        9.273.444
      Kepentingan non pengendali                IDR           7.889           9.209       12.122             16.350           17.116
         JUMLAH EKUITAS                          IDR     4.248.771       5.239.975       6.472.860          7.934.921        9.732.258


   JUMLAH LIABILITAS & EKUITAS                   IDR     4.745.755       5.769.359       7.037.724          8.534.165       10.256.543

   Check Balance                                                 -               -               -                 -                -
Page 90
FAIRNESS OPINION
PT BISI International Tbk
Lampiran - 09
                                                                                                                  Dinyatakan dalam Jutaan Rupiah
Proyeksi Laba Rugi Setelah Transaksi

                                                          2024F              2025F             2026F             2027F             2028F

  PENDAPATAN                                        IDR      3.315.343          4.092.687         4.947.911         5.758.072           6.780.848


  BEBAN POKOK PENJUALAN                             IDR      (1.545.962)        (1.966.674)       (2.409.974)       (2.805.972)        (3.247.458)


  LABA KOTOR                                        IDR      1.769.381          2.126.013         2.537.937         2.952.101           3.533.390

       Beban penjualan                             IDR       (353.747)          (428.472)         (522.881)         (638.221)           (785.238)
       Beban umum dan administrasi                 IDR       (131.866)          (142.891)         (158.132)         (175.115)           (196.301)
       Beban operasi lain                          IDR       (146.278)          (146.278)         (146.278)         (146.278)           (146.278)
       Penghasilan operasi lain                    IDR         72.266             68.978            69.636            73.886              78.550
        Jumlah Pendapatan (Beban) Usaha             IDR       (559.625)          (648.663)         (757.654)         (885.728)         (1.049.267)

  LABA USAHA                                                 1.209.756          1.477.350         1.780.283         2.066.373           2.484.123

     Penghasilan keuangan                          IDR            20.832            18.166            18.282            18.592            19.398
     Beban keuangan                                IDR            (3.415)           (3.415)           (3.415)           (3.415)           (3.415)
      Jumlah Pendapatan (Beban) Keuangan - bersih   IDR            17.418            14.751            14.867            15.177            15.983

  LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK                         IDR      1.227.174          1.492.101         1.795.150         2.081.550           2.500.106

     Beban Pajak Penghasilan                       IDR       (241.056)          (296.851)         (358.206)         (415.414)           (498.675)

  LABA (RUGI) TAHUN BERJALAN                        IDR           986.117       1.195.250         1.436.944         1.666.136           2.001.431
Page 91
FAIRNESS OPINION
PT BISI International Tbk
Lampiran - 10
                                                                RASIO KEUANGAN SETELAH TRANSAKSI

                   Keterangan                    2024F                    2025F                2026F               2027F               2028F
Aset Lancar                                              3.814.161                4.813.246            6.047.474           7.500.531           9.165.872
Liabilitas Jangka Pendek                                   437.474                  463.445              491.851             518.451             434.933
Rasio Lancar                                                  8,72                    10,39                12,30               14,47               21,07
*)Disajikan dalam kali

                   Keterangan                    2024F                    2025F                2026F               2027F               2028F
Aset Lancar                                              3.814.161                4.813.246            6.047.474           7.500.531           9.165.872
Persediaan                                                 377.670                  339.571              271.834             293.483             371.192
Liabilitas Jangka Pendek                                   437.474                  463.445              491.851             518.451             434.933
Rasio Cepat                                                   7,86                     9,65                11,74               13,90               20,22
*)Disajikan dalam kali

                   Keterangan                    2024F                    2025F                2026F               2027F               2028F
Kas dan setara kas                                       2.679.393                3.795.865            5.125.793           6.703.653           8.311.343
Liabilitas Jangka Pendek                                   437.474                  463.445              491.851             518.451             434.933
Rasio Kas                                                     6,12                     8,19                10,42               12,93               19,11
*)Disajikan dalam kali

Rasio Likuiditas                                 2024F                    2025F                2026F               2027F               2028F
Rasio Lancar                                                  8,72                   10,39                12,30               14,47               21,07
Rasio Cepat                                                   7,86                    9,65                11,74               13,90               20,22
Rasio Kas                                                     6,12                    8,19                10,42               12,93               19,11
*)Disajikan dalam kali                       ,

                  Keterangan                     2024F                    2025F                2026F               2027F               2028F
Pendapatan                                               3.315.343                4.092.687            4.947.911           5.758.072           6.780.848
Piutang Usaha                                              730.074                  650.386              621.787             474.639             453.605
Rasio Perputaran Piutang Usaha                                  80                       58                   46                  30                  24
*)Disajikan dalam hari

                  Keterangan                     2024F                    2025F                2026F               2027F               2028F
Beban Pokok Pendapatan                                   1.545.962                1.966.674            2.409.974           2.805.972           3.247.458
Persediaan                                                 377.670                  339.571              271.834             293.483             371.192
Rasio Perputaran Persediaan                                     89                       63                   41                  38                  42
*)Disajikan dalam hari

                  Keterangan                     2024F                    2025F                2026F               2027F               2028F
Beban Pokok Pendapatan                                   1.545.962                1.966.674            2.409.974           2.805.972           3.247.458
Utang Usaha                                                 64.004                   82.550               99.493             114.680             135.463
Rasio Perputaran Utang Usaha                                    15                       15                   15                  15                  15
*)Disajikan dalam hari

                 Rasio Aktivitas                 2024F                    2025F                2026F               2027F               2028F
Rasio Perputaran Piutang Usaha                                 80                       58                   46                  30                  24
Rasio Perputaran Persediaan                                    89                       63                   41                  38                  42
Rasio Perputaran Utang Usaha                                   15                       15                   15                  15                  15
*)Disajikan dalam hari

                   Keterangan                    2024F                    2025F                2026F               2027F               2028F
Jumlah Liabilitas                                          496.983                  529.384              564.864             599.244          524.285
Jumlah Aset                                              4.745.755                5.769.359            7.037.724           8.534.165       10.256.543
Rasio Liabilitas terhadap Aset                              10,47%                    9,18%                8,03%               7,02%            5,11%
*)Disajikan dalam persen

                   Keterangan                    2024F                    2025F                2026F               2027F               2028F
Jumlah Liabilitas                                          496.983                  529.384              564.864             599.244             524.285
Jumlah Ekuitas                                           4.248.771                5.239.975            6.472.860           7.934.921           9.732.258
Rasio Liabilitas terhadap Ekuitas                           11,70%                   10,10%                8,73%               7,55%               5,39%
*)Disajikan dalam persen

                  Rasio Leverage                 2024F                    2025F                2026F               2027F               2028F
Rasio Liabilitas terhadap Aset                             10,47%                    9,18%                8,03%               7,02%               5,11%
Rasio Liabilitas terhadap Ekuitas                          11,70%                   10,10%                8,73%               7,55%               5,39%

                Keterangan                       2024F                    2025F                2026F               2027F               2028F
Laba Bruto                                               1.769.381                2.126.013            2.537.937           2.952.101           3.533.390
Pendapatan                                               3.315.343                4.092.687            4.947.911           5.758.072           6.780.848
Margin Laba Bruto                                           53,37%                   51,95%               51,29%              51,27%              52,11%

                Keterangan                       2024F                    2025F                2026F               2027F               2028F
Laba Usaha                                               1.209.756                1.477.350            1.780.283           2.066.373           2.484.123
Pendapatan                                               3.315.343                4.092.687            4.947.911           5.758.072           6.780.848
Margin Laba Usaha                                           36,49%                   36,10%               35,98%              35,89%              36,63%

                Keterangan                       2024F                    2025F                2026F               2027F               2028F
Laba Bersih                                                986.117                1.195.250            1.436.944           1.666.136           2.001.431
Pendapatan                                               3.315.343                4.092.687            4.947.911           5.758.072           6.780.848
Margin Laba (Rugi) Bersih                                   29,74%                   29,20%               29,04%              28,94%              29,52%

               Keterangan                        2024F                    2025F                2026F               2027F               2028F
Laba Bersih                                                986.117                1.195.250            1.436.944           1.666.136        2.001.431
Jumlah Aset                                              4.745.755                5.769.359            7.037.724           8.534.165       10.256.543
Rasio Pengembalian terhadap Jumlah Aset                     20,78%                   20,72%               20,42%              19,52%           19,51%

               Keterangan                        2024F                    2025F                2026F               2027F               2028F
Laba Bersih                                                986.117                1.195.250            1.436.944           1.666.136           2.001.431
Jumlah Ekuitas                                           4.248.771                5.239.975            6.472.860           7.934.921           9.732.258
Rasio Pengembalian terhadap Jumlah Ekuitas                  23,21%                   22,81%               22,20%              21,00%              20,56%

              Rasio Profitabilitas               2024F                    2025F                2026F               2027F               2028F
Margin Laba Bruto                                          53,37%                   51,95%               51,29%              51,27%              52,11%
Margin Laba (Rugi) Usaha                                   36,49%                   36,10%               35,98%              35,89%              36,63%
Margin Laba (Rugi) Bersih                                  29,74%                   29,20%               29,04%              28,94%              29,52%
Rasio Pengembalian terhadap Jumlah Aset                    20,78%                   20,72%               20,42%              19,52%              19,51%
Rasio Pengembalian terhadap Jumlah Ekuitas                 23,21%                   22,81%               22,20%              21,00%              20,56%
Page 92
FAIRNESS OPINION
PT BISI International Tbk
Lampiran - 11
Proformas Laporan Keuangan 31 Desember

                                                     Nilai Buku                                          Proforma
                                                                            Penyesuaian
                                                 31 Desember 2023                                    31 Desember 2023

   ASSET
   Aset Lancar
      Kas dan setara kas                                     1.042.206                   (18.000)                1.024.206
      Piutang usaha
         - Pihak ketiga                                       1.009.143                       -                   1.009.143
         - Pihak berelasi                                           1.659                     -                         1.659
      Piutang lain - lain pihak ketiga                         12.043                        -                     12.043
      Hak retur aset                                               8.291                     -                         8.291
      Persediaan                                              857.539                        -                    857.539
      Uang muka                                                    8.599                     -                         8.599
      Pajak pertambahan nilai dibayar dimuka                        929                      -                          929
      Biaya dibayar dimuka                                         3.355                     -                         3.355
      Aset biologis                                                1.435                     -                         1.435
         Jumlah Aset Lancar                                   2.945.199                   (18.000)                2.927.199


   Aset Tidak Lancar
      Piutang pihak berelasi non-usaha                             2.566                     -                         2.566
      Tagihan pajak penghasilan                                90.434                        -                     90.434
      Uang muka pembelian aset tetap                           41.046                        -                     41.046
      Aset pajak tangguhan                                     62.812                        -                     62.812
      Aset hak guna                                                7.312                     -                         7.312
      Investasi entotas anak                                         -                   18.000                    18.000
      Aset tetap - net                                        721.419                        -                    721.419
      Aset tidak lancar lainnya                                31.032                        -                     31.032
         Jumlah Aset Tidak Lancar                              956.621                    18.000                   974.621


   JUMLAH ASET                                                3.901.820                       -                   3.901.820


   LIABILITAS DAN EKUITAS
   Liabilitas
   Liabilitas Jangka Pendek
      Utang usaha
         - Pihak ketiga                                         41.444                        -                     41.444
         - Pihak berelasi                                           4.463                     -                         4.463
      Piutang lain - lain pihak ketiga                         42.279                        -                     42.279
      Kewajiban untuk retur                                   203.680                        -                    203.680
      Beban akrual                                             11.269                        -                     11.269
      Liabilitas imbalan kerja jangka pendek                   20.214                        -                     20.214
      Utang pajak                                              77.739                        -                     77.739
      Liabilitas sewa jangka pendek                                 373                      -                          373
         Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                       401.461                        -                    401.461


   Liabilitas Jangka Panjang
      Utang pihak berelasi non - usaha                              668                      -                          668
      Liabilitas imbalan kerja jangka panjang                  52.995                        -                     52.995
         Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                       53.663                        -                     53.663


         JUMLAH LIABILITAS                                     455.124                        -                    455.124


   EKUITAS
      Modal saham                                             300.000                        -                    300.000
      Tambahan modal disetor                                   99.910                        -                     99.910
      Komponen lainnya dari ekuitas                                4.672                     -                         4.672
      Saldo laba
         - Telah ditentukan penggunaannya                       60.000                        -                     60.000
         - Belum ditentukan penggunaanya                      2.981.166                       -                   2.981.166
      Kepentingan non pengendali                                    948                      -                          948
         JUMLAH EKUITAS                                       3.446.696                       -                   3.446.696


   JUMLAH LIABILITAS & EKUITAS                                3.901.820                       -                   3.901.820

   Check Balance                                                      -                       -                           -
Page 93
FAIRNESS OPINION
PT BISI International Tbk
Lampiran - 12
Proformas Laporan Keuangan 31 Desember 2023

                                                  Nilai Buku                                 Proforma
                                                                       Penyesuaian
                                              31 Desember 2023                           31 Desember 2023

  PENJUALAN NETO                                          2.298.131                  -               2.298.131

  BEBAN POKOK PENJUALAN                                  (1.136.012)                 -              (1.136.012)

  LABA KOTOR                                              1.162.119                  -               1.162.119

     Beban penjualan                                      (278.980)                 -                (278.980)
     Beban umum dan administrasi                          (111.933)                                  (111.933)
     Beban penelitian dan pengembangan                     (90.245)
     Beban operasi lain                                    (22.844)                                   (22.844)
     Penghasilan operasi lain                              34.224                   -                 34.224

  LABA USAHA                                               692.341                   -                782.586

     Penghasilan keuangan                                  41.834                   -                 41.834
     Beban keuangan                                           (280)                 -                    (280)

  LABA SEBELUM PAJAK                                       733.895                                    824.140

     Beban pajak penghasilan                              (138.155)                                  (138.155)

  LABA TAHUN BERJALAN                                      595.740                   -                685.985

File

File Open PDF
Source IDX
Size2.59 MB
Published27 Jun 2024
Pages93
Characters271,769
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 73 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org BISI INTERNATIONAL TBK · Nama Perusahaan p.1 ×177
linked org Key Innovation Co. Ltd p.5 ×4
linked org Charoen Pokphand p.28
linked org Multi Sarana p.28
linked org PT Agrindo Pratama p.39
linked org Valley Investment p.39
linked org Vista Investment p.39
linked org SJ BISI Holdings p.39
linked person Tjiu Thomas Effendy · Komisaris Utama p.39 ×2
linked person Lie Suhanto · Wakil Komisaris Utama p.39 ×3
linked person Ir. Andy Gumala · Direktur p.39 ×3
linked person Burhan Hidayat · Komisaris p.40
linked person Agus Saputra Wijaya · Direktur Utama p.40
linked person Putu Darsana · Direktur p.40
linked person Arief Tonny Kusuma · Direktur p.40
possible org International Tbk p.2 ×87
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.2 ×7
possible org Negara Republik Indonesia p.38
possible org Pemerintah Republik Indonesia p.39
possible person Sunardi · Komisaris p.40
possible org PT Pupuk Indonesia (Persero) p.78
unresolved org TOTO SUHARTO & REKAN p.1 ×4
unresolved org KJPP Toto Suharto dan Rekan p.2
unresolved org KJPP Toto Suharto p.2 ×10
unresolved org Kantor Akuntan Publik Purwantono p.4
unresolved org Kota Nusantara p.6 ×4
unresolved org Bank Indonesia p.6 ×22
unresolved org Rekan Ir. Toto Suharto. p.9
unresolved person Ir. Toto Suharto., M.Sc., MAPPI (Cert.) · Pimpinan Rekan p.9
unresolved person Ufik Kurniasih p.14 ×2
unresolved person CSA. p.14 ×2
unresolved org Kementerian Keuangan B. Penilai p.16
unresolved org Kementerian Keuangan RI p.17
unresolved org Co. Ltd p.22 ×3
unresolved org Identitas Status Penilai KJPP Toto Suharto & Rekan p.27
unresolved org PT Actual Kencana Appraisal p.27
unresolved org Jasa Penilai Toto Suharto & Rekan p.27
unresolved org Menteri Keuangan p.27 ×3
unresolved org Kantor Jasa Penilai Publik Toto Suharto & Rekan p.27
unresolved org Kantor Jasa Penilai Publik Toto Suharto p.27
unresolved — Bab I - Pendahuluan p.27
unresolved org PT Multi Sarana Indotani p.28
unresolved org KJPP TnR p.29 ×15
unresolved org Purwantono p.33 ×5
unresolved person Edi Maharanto · Corporate Secretary p.34
unresolved org KJPP TnR. Bab I p.35
unresolved person Akta Notaris Drs. Gde Ngurah Rai p.37 ×2
unresolved org Menteri Kehakiman Republik Bab II p.37
unresolved person Dr. Fulgensius Jimmy H.L.T. · Notaris p.38 ×2
unresolved org PT Benihinti Suburintani p.38
unresolved org PT BISI International. Perubahan Anggaran Dasar p.38
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.38 ×2
unresolved person Akta Notaris Marcivia Rahmani p.38 ×2
unresolved org Menteri Investasi p.39
unresolved org Field Invesment Holdings Pte. Ltd p.39
unresolved org Vista Investment Holdings Pte. Ltd p.39
unresolved person Adhi Kristanto, STP, MP · Direktur p.40 ×2
unresolved org South-East Agricultural Co. Ltd p.40
unresolved person Manas Chiaravanond · Direktur p.41
unresolved person Prawin Khurowat · Direktur p.41
unresolved person Somkid Kingpetchroongruang · Direktur p.41
unresolved person Supaporn Kietisirikajorn · Direktur p.41
unresolved person Rata Suttimantanakul · Direktur p.41
unresolved org Bank Indonesia Triwulan IV p.44
unresolved org Pusat Statistik p.50
unresolved org Chia Tai Co., Ltd. p.54 ×3
unresolved org PT Syngenta Indonesia p.78
unresolved org PT Pioneer Hi-Bred Indonesia p.78
unresolved org PT East West Seed Indonesia p.78
unresolved org PT Petrokimia Gresik p.78
unresolved org PT Pupuk Sriwidjaja Palembang p.78
unresolved org PT Pupuk Kaltim p.78
unresolved org PT Pupuk Iskandar Muda p.78

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

Rule parser Needs review confidence 0.500 13168 ms 12 Sep 2026 23:02
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
 'appraiser_name': '',
 'assets': [{'area_sqm': None,
             'category': 'OTHER',
             'description': 'dalam Pendapat Kewajaran ini dimana Perseroan '
                            'merencanakan untuk'}],
 'currency': None,
 'fact_type': '',
 'issuer_name': '',
 'kind': 'AFFILIATED',
 'kjpp_name': '',
 'letter_number': '',
 'object_text': 'dalam Pendapat Kewajaran ini dimana Perseroan merencanakan '
                'untuk',
 'object_truncated': True,
 'parties': [],
 'pct_of_equity': None,
 'reference_period': '',
 'requires_rups': None,
 'rups_date': None,
 'ticker': '',
 'transaction_date': None,
 'valuation_date': '2023-12-31',
 'value': '20'}
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result