Back to announcement
20240627_BISI_Informasi Transaksi Afiliasi_31675844_lamp4.pdf
Asset transaction Needs review BISISource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 93
Page 1
----- . I
•••• I
•••• I
•••• I
• ._ •• I
LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN
Atas Rencana Transaksi Kerjasama Usaha Patungan
Untuk Dipergunakan Oleh :
PT BISI INTERNATIONAL TBK
Jalan Raya Surabaya Mojokerto Km. 19,
Desa Bringinbendo, Kecamatan Taman,
Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur
No. File: 00238/2.0055-00/BS/04/0060/0/VI/2024
TOTO SUHARTO & REKAN
Business & .Properry Vaiuer
License No : 2.09.0055
JI. Hayam Wuruk No.1-RK Jakarta 10120, Indonesia
Ph : +6221-3456783 (Hunting)
Fax: +6221-3813419
Website : http://www.tnr.co.id
Email : tnr@tnr.co.id
Page 2
No. File: 00238/2.0055-00/BS/04/0060/0/VI/2024
Jakarta, 24 Juni 2024
Kepada Yth,
DIREKSI
PT BISI International Tbk
Jalan Raya Surabaya Mojokerto Km. 19, Desa
Bringinbendo, Kec. Taman, Kabupaten Sidoarjo
Provinsi Jawa Timur
Perihal : Laporan Pendapat Kewajaran Atas Rencana Transaksi Kerjasama Usaha
Patungan.
Dengan hormat,
Sehubungan dengan rencana PT BISI International Tbk melakukan kerjasama usaha
petungan (joint venture) dengan Key Innovation co. Ltd untuk pendirian Perusahaan
Patungan dimana Rencana Transaksi yang dilakukan merupakan Transaksi Afiliasi.
Perseroan telah menunjuk KJPP Toto Suharto dan Rekan untuk selanjutnya disebut
sebagai (“TnR”) sebagai penilai independen untuk memberikan pendapat kewajaran
(Fairness Opinion) atas Rencana Transaksi tersebut di atas, sesuai dengan kesepakatan
yang tertuang dalam Surat Penawaran Nomor : M.FO.24.00.0009.r1, tanggal 24 Mei
2024.
Laporan Kewajaran ini kami laksanakan dengan mengacu kepada Peraturan Otoritas
Jasa Keuangan (POJK) No. 35/POJK.04/2020, Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan
(SEOJK) No. 17/2020 serta Kode Etik Penilai Indonesia dan Standar Penilaian Indonesia
Edisi VII Tahun 2018 dari Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI). Kami
menggunakan pendekatan dan metode yang lazim dalam melakukan kajian serta
analisis berbagai data dan informasi yang relevan, dengan suatu batasan kondisi
bahwa secara fundamental asumsi-asumsi yang mendasari kajian dan analisis penilaian
tersebut terpenuhi.
LATAR BELAKANG
PT BISI International Tbk untuk selanjutnya disebut (“Perseroan”) adalah perusahaan
yang bergerak dalam bidang pembibitan dan perdagangan benih jagung, sayuran dan
padi. Perseroan berlokasi di Jalan Raya Surabaya Mojokerto Km. 19, Desa
Bringinbendo, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur. Produk
utama yang dihasilkan oleh Perseroan dan entitas anaknya adalah benih jagung, benih
hortikultura, benih padi, pestisida dan pupuk.
i
Page 3
Key Innovation Company Limited yang selanjutnya disebut “KICL” merupakan
perusahaan yang didirikan secara sah berdasarkan hukum Kerajaan Thailand, dengan
kantor beralamat di 1 Soi Sukhumvit 60, Phra Khanong Tai Sub-district, Phra Khanong
District, Bangkok 10260, Thailand. KICL memiliki 28 kegiatan usaha, salah satunya
adalah produksi dan distribusi alat dan mesin pertanian, termasuk drone pertanian. KICL
sebagai pihak afiliasi dengan Perseroan.
Dalam rangka pengembangan usaha, Perseroan berencana akan melakukan kerjasama
usaha patungan (joint venture) dengan KICL melalui pendirian Perusahaan Patungan
yang bergerak dibidang distribusi drone pertanian (drone agriculture). Selanjutnya
rencana usaha patungan tersebut dalam laporan ini disebut dengan “Rencana
Transaksi”.
Berdasarkan informasi manajemen Perseroan, mengingat antara Perseroan dan KICL
merupakan pihak terafiliasi, maka merujuk pada ketentuan Peraturan OJK
No. 42/POJK.04/2020 bahwa Rencana Transaksi merupakan Transaksi Afiliasi
sebagaimana dimaksud dalam Peraturan OJK No. 42/POJK.04/2020. Namun Rencana
Transaksi ini bukan merupakan transaksi material sebagaimana dimaksud dalam
Peraturan OJK No.17/POJK.04/2020 karena nilai transaksi dibawah 20% (dua puluh
persen) dari total ekuitas Perseroan berdasarkan laporan keuangan audited per
31 Desember 2023.
Sehubungan rencana tersebut Perseroan menunjuk TnR untuk melakukan penilaian Opini
Kewajaran atas Rencana Transaksi, untuk mengetahui Kewajaran atas Rencana Transaksi
tersebut.
TANGGAL PENILAIAN
Tanggal efektif penilaian adalah per 31 Desember 2023, dimana batas tersebut
diambil atas dasar pertimbangan kepentingan dan tujuan penilaian. Analisis kewajaran
dilaksanakan menggunakan parameter dan laporan keuangan audited per tanggal
31 Desember 2023.
OBYEK RENCANA TRANSAKSI
Objek transaksi dalam Pendapat Kewajaran ini dimana Perseroan merencanakan untuk
kerjasama usaha patungan (joint venture) dengan KICL dengan mendirikan perusahaan.
Badan usaha baru yang akan dibentuk oleh Perseroan dan KICL akan didirikan di
Indonesia. Kegiatan usaha Perusahaan Patungan adalah distribusi drone pertanian
(drone agriculture). Modal disetor Perusahaan Patungan adalah Rp20 miliar sedangkan
kepemilikan saham Perseroan dan KICL masing-masing adalah sebesar 90% dan 10%.
TRANSAKSI AFILIASI DAN UNSUR BENTURAN KEPENTINGAN
Berdasarkan POJK 42/2020, yang dimaksud dengan Transaksi Afiliasi adalah setiap
aktivitas dan/atau transaksi yang dilakukan oleh perusahaan terbuka atau perusahaan
terkendali dengan afiliasi dari perusahaan terbuka atau afiliasi dari anggota Direksi,
anggota Dewan Komisaris, pemegang saham utama, atau pengendali, termasuk setiap
aktivitas dan/atau transaksi yang dilakukan oleh perusahaan terbuka atau perusahaan
ii
Page 4
terkendali untuk kepentingan afiliasi dari perusahaan terbuka atau afiliasi dari anggota
Direksi, anggota Dewan Komisaris, pemegang saham utama, atau pengendali,
sedangkan yang dimaksud dengan Benturan Kepentingan adalah perbedaan antara
kepentingan ekonomis perusahaan terbuka dengan kepentingan ekonomis pribadi
anggota Direksi, Anggota Dewan Komisaris, atau pemegang saham utama atau
pengendali yang dapat merugikan perusahaan terbuka dimaksud.
Berdasarkan informasi dari manajemen diketahui bahwa Rencana Transaksi antara
Perseroan dengan KICL merupakan Transaksi Afiliasi sebagaimana dimaksud dalam
POJK No. 42/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan.
Perseroan dan KICL memiliki kesamaan Pemegang Saham Pengendali, yaitu Keluarga
Jiaravanon.
TRANSAKSI MATERIAL
Berdasarkan Draft Perjanjian Patungan (Joint Venture Agreement), jumlah modal disetor
Perseroan di Perusahaan Patungan yang disepakati adalah sebesar
Rp18.000.000.000,00. Sementara itu jumlah ekuitas Perseroan berdasarkan laporan
keuangan audited per 31 Desember 2023 oleh Kantor Akuntan Publik Purwantono,
Sungkoro, dan Surja Nomor 00299/2.1032/AU.1/01/ 0701-1/1/III/2024 tanggal
25 Maret 2024 tercatat sebesar Rp3.446.696.000.000,00-. Total nilai Rencana
Tranksaksi terhadap jumlah ekuitas Perseroan adalah 0,52%.
Setelah melakukan analisis sesuai dengan kriteria Peraturan OJK Nomor
17/POJK.04/2020, tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha Utama,
maka Rencana Transaksi ini bukan merupakan Transaksi Material.
METODE ANALISIS ATAS RENCANAN TRANSAKSI
Dalam melakukan evaluasi kewajaran atas Transaksi, kami melakukan analisis dengan
tahapan-tahapan sebagai berikut :
1. Analisis Rencana Transaksi yang meliputi identifikasi dan hubungan antara pihak-
pihak yang terlibat Rencana Transaksi, analisis perjanjian pengikatan dan
persyaratan dalam Rencana Transaksi, analisis manfaat dan risiko Rencana
Transaksi.
2. Analisis kualitatif atas Rencana Transaksi yang meliputi riwayat pihak-pihak yang
terlibat dan kegiatan usaha, analisis industri, analisis operasional dan prospek,
analisis alasan dilakukannya Rencana Transaksi, keuntungan dan kerugian Rencana
Transaksi
3. Analisis kuantitatif atas Rencana Transaksi yang meliputi analisis laporan keuangan
historikal, analisis arus kas, analisis rasio keuangan, analisis proyeksi keuangan,
analisis laporan keuangan sebelum dan setelah Rencana Transaksi, analisis nilai
tambah.
4. Analisis atas kewajaran nilai Rencana Transaksi
iii
Page 5
IDENTIFIKASI PIHAK-PIHAK YANG TERLIBAT BERTRANSAKSI
Pihak-pihak yang terlibat dalam Rencana Transaksi yaitu :
1. PT BISI International Tbk sebagai pihak yang akan melakukan transaksi kerjasama
usaha patungan (joint venture) melalui pendirian usaha Perusahaan Patungan.
2. Key Innovation Co. Ltd sebagai pihak yang akan bekerjasama dengan Perseroan
dalam transaksi usaha patungan (joint venture) melalui pendirian usaha Perusahaan
Patungan.
HASIL ANALISIS ATAS KEWAJARAN RENCANA TRANSAKSI
1. Analisis Rencana Transaksi
• Berdasarkan informasi manajemen Perseroan, mengingat antara Perseroan dan
KICL merupakan pihak terafiliasi, maka merujuk pada ketentuan Peraturan OJK
No.42/POJK.04/2020 bahwa Rencana Transaksi merupakan Transaksi Afiliasi dan
bukan transaksi benturan kepentingan sebagaimana dimaksud dalam Peraturan
OJK No.42/POJK.04/2020. Rencana Transaksi ini bukan merupakan transaksi
material sebagaimana dimaksud dalam Peraturan OJK No.17/POJK.04/2020
karena nilai transaksi dibawah 20% (dua puluh persen) dari total ekuitas Perseroan
berdasarkan laporan keuangan audited per 31 Desember 2023.
• Dengan dilakukannya Rencana Transaksi Perseroan dapat meningkatkan pangsa
pasar produk alat dan mesin pertanian melalui metode produksi yaitu drone
pertanian (drone agriculture). Transaksi kerjasama joint venture, Perseroan akan
mengurangi tingkat risiko finansial atau operasional yang biasanya terkait dengan
proyek atau investasi baru. Perseroan dapat meningkatkan keunggulan kompetitif
yang lebih besar didalam pasar produk dan teknologi pertanian.
• Apabila Rencana Transaksi gagal maka Perseroan akan kembali ke rencana
strategis Perseroan yang disusun sebelum adanya Rencana Transaksi
• Keuntungan Perseroan dengan adanya rencana transaksi kerjasama usaha
patungan (joint venture) pendirian Perusahaan Patungan adalah untuk memperkuat
komitmen Perseroan dalam mengeksplorasi teknologi pertanian dan solusi untuk
mengatasi tantangan pertanian dalam upaya meningkatkan produktivitas dan
efisiensi di Indonesia.
• Sementara kerugian yang akan diperoleh Perseroan dari Rencana Transaksi ini
adalah dengan dilakukannya Rencana Transaksi, terdapat biaya-biaya yang
muncul akibat Rencana Transaksi ini, yang tidak terbatas pada biaya lembaga
penunjang pasar modal seperti biaya KAP dan KJPP dengan biaya-biaya yang
muncul antara lain biaya KAP, biaya penilaian objek transaksi, biaya-biaya terkait
profesi penilai serta kewajiban-kewajiban yang lain yang dapat muncul
dikemudian hari.
iv
Page 6
2. Analisis Kualitatif
• Pertumbuhan ekonomi dunia melambat dengan ketidakpastian pasar keuangan
yang mereda. Pertumbuhan ekonomi global 2023 diprakirakan tetap sebesar
3,0%. Pertumbuhan ekonomi tersebut didukung oleh konsumsi rumah tangga dan
investasi. Penurunan inflasi di negara maju, termasuk AS, berlanjut, meski masih
berada di atas sasaran, sementara inflasi Tiongkok menurun dipengaruhi oleh
pertumbuhan ekonomi yang melambat.
• Pertumbuhan ekonomi 2023 diprakirakan dalam kisaran 4,5-5,3%, didorong oleh
konsumsi dan investasi sejalan dengan akselerasi belanja Pemerintah pada akhir
tahun dan percepatan penyelesaian beberapa Proyek Strategis Nasional (PSN).
Pada 2024, pertumbuhan ekonomi diprakirakan meningkat dalam kisaran 4,7-
5,5% didukung oleh permintaan domestik utamanya berlanjutnya pertumbuhan
konsumsi, termasuk dampak positif penyelenggaraan pemilu, serta peningkatan
investasi khususnya bangunan sejalan dengan berlanjutnya pembangunan PSN
termasuk Ibu Kota Nusantara (IKN).
• Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) 2023 diprakirakan mencatat surplus sehingga
mendukung ketahanan eksternal. Surplus neraca perdagangan berlanjut pada
Desember 2023 yang tercatat 3,3 miliar dolar AS dipengaruhi oleh kinerja ekspor
komoditas utama Indonesia yang tetap kuat, seperti batu bara serta besi dan baja.
Perkembangan ini mendukung transaksi berjalan 2023 tetap sehat dan
diprakirakan dalam kisaran surplus 0,4% sampai dengan defisit 0,4% dari PDB.
• Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Desember 2023 tercatat meningkat
menjadi 146,4 miliar dolar AS, setara dengan pembiayaan 6,7 bulan impor atau
6,5 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di
atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.
• Nilai tukar Rupiah hingga 16 Januari 2024 relatif stabil, hanya melemah 1,24%
dari akhir Desember 2023, dengan kebijakan stabilisasi Bank Indonesia dan
kembali masuknya aliran portofolio asing, sejalan dengan tetap menariknya imbal
hasil aset keuangan domestik dan tetap positifnya prospek ekonomi Indonesia.
Inflasi IHK Desember 2023 tercatat sebesar 2,61% (yoy) menurun dari tahun
sebelumnya sebesar 5,51% (yoy) sehingga berada dalam kisaran 3,0±1%.
Penurunan inflasi dipengaruhi oleh terjaganya berbagai komponen inflasi sebagai
hasil nyata konsistensi kebijakan moneter Bank Indonesia yang pro-stability serta
sinergi erat kebijakan Bank Indonesia dengan Pemerintah Pusat dan Daerah.
• Sejumlah lembaga internasional, seperti IMF dan World Bank dan lembaga lainnya
telah mempublikasikan outlook-nya pada tahun 2024 ini. Hasilnya, sebagian besar
memproyeksikan bahwa pertumbuhan ekonomi di 2024 lebih rendah dibanding
tahun lalu. IMF, misalnya, pada 30 Oktober 2023 lalu memperkirakan
pertumbuhan ekonomi global di 2024 mencapai 2,9% lebih rendah dengan
perkiraan tahun 2023 yang mencapai 3,0%. Perlambatan pertumbuhan tersebut
antara lain dipengaruhi oleh perlambatan ekonomi di Amerika Serikat (AS), Eropa
dan China.
• Berdasarkan hasil Sensus Pertanian 2023 Tahap I, jumlah petani gurem mencapai
17,25 juta orang atau 62,05% dari jumlah petani pengguna lahan, yang berarti
sebagian besar petani menguasai lahan kurang dari 0,5 hektar. Untuk itu,
peningkatan produksi komoditas pertanian dan peningkatan daya saing produk
pertanian, tidak hanya diarahkan sebatas pada peningkatan Produk Domestik
v
Page 7
Bruto (PDB) sektor pertanian, namun adanya transmisi dari PDB nasional terhadap
peningkatan pendapatan petani yang pada akhirnya dapat meningkatkan
kesejahteraan petani. Hal ini sejalan dengan RPJMN 2020-2024, yang
mengarahkan pembangunan tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi,
tetapi bagaimana kualitas dan distribusi ekonomi (kesejahteraannya) semakin
merata. Salah satu kunci mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkualitas adalah
melalui proses transformasi struktural.
• Volume ekspor pertanian selama periode tahun 2023 mengalami peningkatan
3,45% dibandingkan dengan volume ekspor tahun 2022, yang meliputi ekspor
pertanian dalam bentuk segar maupun olahan. Nilai Tukar Petani (NTP) nasional,
sepanjang tahun 2023 juga menunjukkan tren yang meningkat, dengan rata-rata
NTP tahun 2023 sebesar 112,46 atau terjadi peningkatan rata-rata sebesar 4,78
persen dibandingkan dengan nilai tahun 2022 yang rata-rata NTP nya sebesar
107,33
3. Analisis Kuantitatif
• Berdasarkan analisis historis keuangan Perseroan diketahui bahwa Perseroan
memiliki kinerja yang baik. Dengan demikian rencana Perseroan melakukan
Rencana Transaksi untuk memperkuat posisi keuangan dan meningkatkan daya
saing adalah wajar.
• Berdasarkan proyeksi keuangan Perseroan, diperkirakan akan mengalami
peningkatan penjualan, laba kotor dan laba bersih, serta dapat meningkatkan
jumlah aset dan jumlah ekuitas dengan demikian Perseroan melakukan Rencana
Transaksi adalah wajar.
• Adapun dampak dari Rencana Transaksi yaitu, rata rata Operating Margin dari
36,89% menjadi 36,22%. Sedangkan rata rata Net Margin mengalami perubahan
dari 29,60% sebelum ada Rencana Transaksi menjadi rata-rata sebesar 29,29%
setelah Rencana Transaksi.
• Berdasarkan proforma posisi keuangan diatas terdapat penyesuaian pada kas
dan setara kas yang dikreditkan sebesar Rp18.000.000.000,00. Dengan adanya
rencana transaksi kerjasama usaha patungan, Perseroan melakukan penyetoran
modal sebesar Rp18.000.000.000,00 yang diambil dari kas dan setara kas.
Selain itu terdapat penyesuaian untuk investasi entitas anak debit sebesar
Rp18.000.000.000,00 sebagai bentuk penyertaan atau setorab modal di
perusahaan patungan.
• Berdasarkan proforma laba rugi Perseroan diatas tidak terdapat penyesuaian
antara sebelum dan setelah Rencana Transaksi.
• Berdasarkan analisis nilai tambah, proyeksi jumlah aset Perseroan sebelum
Rencana Transaksi masing-masing adalah sebesar Rp4.713,23 miliar pada tahun
2024 menjadi Rp10.030,09 miliar pada tahun 2028. Selanjutnya, proyeksi jumlah
aset Perseroan setelah Rencana Transaksi masing-masing adalah sebesar
Rp4.745,75 miliar pada tahun 2024 menjadi Rp10.256,54 miliar pada tahun
2028. Proyeksi jumlah liabilitas Perseroan sebelum Rencana Transaksi masing-
masing adalah sebesar Rp496,57 miliar pada tahun 2024 menjadi Rp508,68
miliar pada tahun 2028. Selanjutnya, proyeksi jumlah liabilitas Perseroan setelah
Rencana Transaksi masing-masing adalah sebesar Rp496,98 miliar pada tahun
2024 menjadi Rp524,28 miliar pada tahun 2028. Proyeksi jumlah ekuitas
vi
Page 8
Perseroan sebelum Rencana Transaksi masing-masing adalah sebesar Rp4.216,66
miliar pada tahun 2024 menjadi Rp9.521,41 miliar pada tahun 2028. Selanjutnya,
proyeksi jumlah ekuitas Perseroan setelah Rencana Transaksi masing-masing
adalah sebesar Rp4.248,77 miliar pada tahun 2024 menjadi Rp9.732,25 miliar
pada tahun 2028.
• Berdasarkan analisis nilai tambah proyeksi jumlah pendapatan Perseroan sebelum
Rencana Transaksi masing-masing adalah sebesar Rp3.287,44 miliar pada tahun
2024 menjadi Rp6.379,04 miliar pada tahun 2028. Selanjutnya, proyeksi jumlah
pendapatan Perseroan setelah Rencana Transaksi masing-masing adalah sebesar
Rp3.315,34 miliar pada tahun 2024 menjadi Rp6.780,84 miliar pada tahun 2028.
Proyeksi laba bersih Perseroan sebelum Rencana Transaksi masing-masing adalah
sebesar Rp974,01 miliar pada tahun 2024 menjadi Rp1.928,56 miliar pada tahun
2028. Selanjutnya, proyeksi jumlah laba bersih Perseroan setelah Rencana
Transaksi masing-masing adalah sebesar Rp986,11 pada tahun 2024 menjadi
Rp2.001,43 miliar pada tahun 2028. Terdapat perubahan pada laba bersih
Perseroan yang mengalami kenaikan setelah Rencana Transaksi.
• Berdasarkan laporan studi kelayakan yang disusun oleh manajemen Perseroan
bahwa rencana pendirian Perusahaan Patungan memenuhi kelayakan secara
finansial dan ekonomi untuk dilaksanakan karena akan memberikan konstribusi
positif terhadap perkembangan Perseroan.
4. Analisis Kewajaran Rencana Transaksi
Berdasarkan hasil kajian dan analisis yang telah dilakukan terhadap seluruh aspek
yang terkait meliputi analisis rencana transaksi, analisis dampak positif secara
kualitatif maupun kuantitatif atas rencana transaksi yang akan dilakukan serta
berdasarkan perjanjian usaha patungan dan studi kelayakan usaha perusahaan
patungan maka kami berpendapat bahwa Rencana Transaksi adalah Wajar.
KESIMPULAN
Berdasarkan analisis-analisis tersebut diatas, kami berpendapat bahwa Rencana
Transaksi adalah WAJAR.
PENUTUP
Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi ini harus dipandang sebagai satu kesatuan.
Penggunaan sebagian analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan keseluruhan
informasi dan analisis dapat menyebabkan pandangan yang menyesatkan.
Kami menyatakan bahwa kami tidak ada hubungan afiliasi dengan Perseroan, baik
secara langsung maupun tidak langsung, sebagaimana didefinisikan dalam Undang-
Undang No. 8 tahun 1995 tentang Pasar Modal.
vii
Page 9
Kami menyatakan bahwa kami tidak ada benturan kepentingan atas Transaksi yang
akan dilaksanakan. Kami tidak bertanggungjawab untuk menegaskan kembali atau
melengkapi pendapat kami karena peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal
surat ini.
Hormat kami,
KJPP Toto Suharto & Rekan
Ir. Toto Suharto., M.Sc., MAPPI (Cert.)
Pimpinan Rekan
No. MAPPI : 93-S-00361
No. Register Penilai : RMK-2017.00012
No. Ijin Penilai Publik : PB-1.08.00060
Klasifikasi Bidang Jasa : Penilaian Properti (P) dan Penilaian Bisnis (B)
No. STTD OJK : STTD.PPB-19/PJ-1/PM.02/2023
No. Lisensi Penilai BPN : 943/SK-PT.01.01/VII/2022
No. STTD IKNB : 008/NB.122/STTD-P/2017
viii
Page 10
SURAT REPRESENTASI
Page 11
Page 12
PERNYATAAN PENILAI
Page 13
PERNYATAAN PENILAI
Dalam batas kemampuan dan keyakinan sebagai penilai, Kami menerangkan bahwa :
1. Kami menyatakan bahwa kami tidak ada hubungan afiliasi dengan Perseroan, baik
secara langsung maupun tidak langsung, sebagaimana didefinisikan dalam Undang-
Undang No. 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal.
2. Laporan pendapat kewajaran ini telah dibuat dengan menjaga integritas dan
independensi Penilai Publik, dan penilaian pada penugasan ini disusun mengacu
pada Peraturan OJK Nomor : 35/POJK.04/2020, Surat Edaran Otoritas Jasa
Keuangan (SEOJK) No. 17/2020, dan Standar Penilaian Indonesia serta Kode Etik
Penilai Indonesia (KEPI & SPI Edisi VII 2018).
3. Kami bertanggung jawab atas Laporan Pendapat Kewajaran dan opini atau
kesimpulan akhir.
4. Penugasan pendapat kewajaran telah dilakukan terhadap Obyek Rencana
Transaksi pada Tanggal Penilaian 31 Desember 2023.
5. Analisis telah dilakukan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam Laporan
Pendapat Kewajaran ini.
6. Penugasan penilaian professional telah dilaksanakan sesuai dengan Peraturan
Perundang-undangan yang berlaku.
7. Perkiraan Nilai yang dihasilkan dalam penugasan penilaian professional telah
disajikan sebagai Kesimpulan Nilai.
8. Lingkup pekerjaan dan data yang dianalisis telah diungkapkan.
9. Kesimpulan dalam laporan ini telah sesuai dengan asumsi-asumsi dan kondisi
pembatas.
10. Data ekonomi dan industri dalam laporan ini diperoleh dari berbagai sumber yang
kami yakini dan dapat dipertanggungjawabkan.
11. Kami telah melakukan wawancara/pengumpulan data dan telah bekerja secara
profesional, bertindak secara independen.
12. Keterangan-keterangan dan pernyataan dalam laporan ini, yang menjadi dasar
analisa, pendapat dan kesimpulan yang diuraikan di dalamnya adalah benar
13. Analisa, pendapat dan kesimpulan dalam laporan ini bebas dari konflik
kepentingan atas obyek yang dinilai maupun pihak lain yang terlibat.
14. Imbalan jasa penilaian sama sekali tidak tergantung pada pendapat kewajaran
yang tercantum dalam laporan ini.
15. Penilai telah memenuhi persyaratan pendidikan profesional yang ditentukan
dan/atau diselenggarakan oleh Asosiasi Penilai yang diakui Pemerintah.
16. Tidak seorang pun, kecuali yang disebutkan dalam laporan penilaian, telah
menyediakan bantuan profesional dalam menyiapkan laporan penilaian.
ix
Page 14
Selanjutnya Laporan ini menjelaskan semua asumsi dan syarat-syarat pembatasan yang
mempengaruhi analisa, pendapat dan kesimpulan yang tertera dalam Laporan Hasil
Kajian ini.
No. Nama Tanda Tangan
1. Penanggung Jawab :
Ir. Toto Suharto, M.Sc., MAPPI (Cert.) …………………………
No. MAPPI : 93-S-00361
No. Ijin Penilai Publik : PB-1.08.00060
No. Register Penilai : RMK-2017.00012
Kualifikasi Penilai : Properti & Bisnis
2. Reviewer :
Ufik Kurniasih, S.E., M.Ec.Dev., MAPPI (Cert.) …………………………
No. MAPPI : 11-S-03071
No. Register Penilai : RMK-2017.00450
Kualifikasi Penilai : Properti & Bisnis
3. Penilai :
Henrianto, S.Pi., MM., M.Ec.Dev., CSA., MAPPI (Cert.) …………………………
No. MAPPI : 19-S-09317
No. Register Penilai : RMK-2019.02918
Kualifikasi Penilai : Properti & Bisnis
x
Page 15
KUALIFIKASI PENILAI
Page 16
KUALIFIKASI TIM PENILAI
Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Toto Suharto & Rekan
A. Penanggung Jawab
1 Nama Lengkap Ir. Toto Suharto, M.Sc, MAPPI (Cert.)
2 Pendidikan Strata 2 (S-2)
3 Lembaga - S-1 Institut Pertanian Bogor (IPB
Pendidikan University)
- S-2 Penilaian Universiti Teknologi
Malaysia
4 Pengalaman Kerja - Memiliki pengalaman lebih dari 29
Penilai tahun di bidang penilaian aset dan
usaha serta konsultan
- Mendapatkan akreditasi dari MAPPI
sebagai penilai bersertifikat dan
memperoleh ijin Penilai Publik Properti
dan Bisnis (PB) dari Kementerian
Keuangan
B. Penilai
1 Nama Lengkap Ufik Kurniasih, S.E, M.Ec.Dev, MAPPI (Cert.)
2 Pendidikan Strata 2 (S-2)
3 Lembaga - S-1 Universitas Muhammadiyah
Pendidikan Yogyakarta
- S-2 Ekonomika Pembangunan
Universitas Gadjah Mada
4 Pengalaman Kerja - Memiliki pengalaman lebih dari 10
Penilai tahun di bidang penilaian aset dan
usaha serta konsultan
- Mendapatkan akreditasi dari MAPPI
sebagai penilai Bersertifikat (S)
C. Reviewer
1 Nama Lengkap Henrianto, S.Pi, MM, M.Ec.Dev, CSA, MAPPI
(Cert.)
2 Pendidikan Strata 2 (S-2)
3 Lembaga - S-1 Perikanan Universitas Hasanuddin
Pendidikan (2016)
- S-1 Akuntansi Universitas Terbuka
(2020-Sekarang)
- Pendidikan Profesi Akuntansi (PPAk)
Universitas Padjajaran (2023 –
Sekarang)
- S-2 Ekonomi Pembangunan Universitas
Gadjah Mada (2020)
- S-2 Manajemen UPN Veteran
Yogyakarta (2022)
xi
Page 17
- S-3 Ilmu Ekonomi Institut Pertanian
Bogor (2020-Sekarang)
4 Pengalaman Kerja - Memiliki pengalaman lebih dari 4 tahun
Penilai di bidang penilaian aset dan usaha
serta konsultan
- Mendapatkan akreditasi dari MAPPI
sebagai penilai Bersertifikat (S)
- Mendapatkan Izin Penilai Publik
Properti dari Kementerian Keuangan RI
- Brevet Pajak A dan B dari Asosiasi
Konsultan Pajak Publik Indonesia
- Memperoleh lisensi sebagai teknisi
pajak (Certified Tax Technician) dari
Asosiasi Teknisi Pajak Indonesia
- Memperoleh lisensi sebagai Wakil
Perantara Pedagang Efek dari
Otoritas Jasa Keuangan
- Memperoleh lisensi sebagai Analisis
Efek dari BNSP LSP Pasar Modal
xii
Page 18
DAFTAR ISI
Page 19
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk
DAFTAR ISI
SERTIFIKAT ........................................................................................................... i - viii
SURAT REPRESENTASI
PERNYATAAN PENILAI ........................................................................................ ix - x
KUALIFIKASI PENILAI ........................................................................................... xi - xii
DAFTAR ISI ........................................................................................................... xiii - xiv
DAFTAR TABEL DAN GRAFIK .............................................................................. xv
DAFTAR LAMPIRAN ............................................................................................. xvi
BAB I PENDAHULUAN .................................................................................... I–1
1.1 Latar Belakang ....................................................................................................... I–1
1.2 Identitas Status Penilai .......................................................................................... I–2
1.3 Identitas Pemberi Tugas Dan Pengguna Laporan ........................................... I–2
1.4 Objek Rencana Transaksi ..................................................................................... I–3
1.5 Ruang Lingkup ........................................................................................................ I–4
1.6 Maksud dan Tujuan ................................................................................................ I–4
1.7 Tanggal Penilaian .................................................................................................. I–4
1.8 Independensi Penilai.............................................................................................. I–4
1.9 Tanggung Jawab Penilai ...................................................................................... I–5
1.10 Transaksi Afiliasi dan Unsur Benturan Kepentingan ........................................ I–5
1.11 Transaksi Material ................................................................................................. I–6
1.12 Metodologi Pengkajian Kewajaran Rencana Transaksi ................................. I–7
1.13 Kejadian-Kejadian Penting Setelah Tanggal Efektif (Subsequent Events) .. I–8
1.14 Sumber Data ........................................................................................................... I–8
1.15 Asumsi-Asumsi Penting dan Independensi Penilai ............................................ I–9
BAB II KAJIAN KEWAJARAN RENCANA TRANSAKSI .................................... II – 1
2.1. Metode Analisis Atas Rencana Transaksi........................................................... II – 1
2.2. Analisis Rencana Transaksi ................................................................................... II – 1
2.2.1. Identifikasi Pihak-Pihak yang Terlibat Rencana Transaksi ............................. II – 1
2.2.1.1. PT BISI International Tbk “Perseroan” ................................................................ II – 1
2.2.1.2. Key Innovation Co. Ltd “KICL” ............................................................................. II – 4
2.2.2. Analisis Perjanjian dan Persyaratan Rencana Transaksi ................................ II – 5
2.2.3. Analisis Manfaat dan Risiko Rencana Transaksi............................................... II – 6
2.3. Analisis Kualitatif atas Rencana Transaksi ........................................................ II – 7
2.3.1. Gambaran Perekonomian Indonesia.................................................................. II – 7
2.3.1.1. Pertumbuhan Ekonomi Global.............................................................................. II – 8
2.3.1.2. Pertumbuhan Ekonomi Domestik .......................................................................... II – 9
2.3.1.3. Tingkat Inflasi (Inflation Rate) .............................................................................. II – 11
2.3.1.4. Nilai Tukar Rupiah ................................................................................................. II – 11
2.3.1.5. Suku Bunga .............................................................................................................. II – 12
2.3.1.6. Prospek Perekonomian Indonesia 2024 ............................................................ II – 13
2.3.2. Gambaran Umum Industri Pertanian .................................................................. II – 14
2.3.3. Analisis Prospek Usaha Perseroan ...................................................................... II – 17
2.3.4. Alasan Dilakukannya Rencana Transaksi .......................................................... II – 18
2.3.5. Keuntungan dan Kerugian yang Bersifat Kualitatif atas
Rencana Transaksi.................................................................................................. II – 19
2.4. Analisis Kuantitatif Objek Transaksi ................................................................... II – 19
Daftar Isi xiii
Page 20
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk
2.4.1. Biaya Investasi ........................................................................................................ II – 19
2.4.2. Proyeksi Keuangan Perusahaan Patungan ....................................................... II – 20
2.4.2.1. Proyeksi Posisi Keuangan Perusahaan Patungan ............................................. II – 20
2.4.2.2. Proyeksi Laba Rugi Perusahaan Patungan ....................................................... II – 21
2.4.2.3. Proyeksi Arus Kas Perusahaan Patungan .......................................................... II – 22
2.5. Analisis Kuantitatif atas Rencana Transaksi ...................................................... II – 22
2.5.1. Analisis Kinerja Historis Perseroan ...................................................................... II – 22
2.5.1.1. Analisis Posisi Keuangan ....................................................................................... II – 24
2.5.1.2. Analisis Laba Rugi .................................................................................................. II – 25
2.5.1.3. Analisis Arus Kas Perseroan ................................................................................. II – 26
2.5.2. Analisis Rasio Keuangan ....................................................................................... II – 27
2.5.3. Penilaian atas Proyeksi Keuangan Perseroan .................................................. II – 28
2.5.3.1. Proyeksi Posisi Keuangan Sebelum Rencana Transaksi .................................. II – 28
2.5.3.2. Proyeksi Posisi Keuangan Setelah Rencana Transaksi .................................... II – 29
2.5.3.3. Proyeksi Laba Rugi Sebelum Rencana Transaksi ............................................. II – 30
2.5.3.4. Proyeksi Laba Rugi Setelah Rencana Transaksi ............................................... II – 31
2.5.4. Analisis Rasio Keuangan atas Proyeksi Keuangan Perseroan ....................... II – 32
2.5.4.1. Rasio Keuangan Sebelum Rencana Transaksi................................................... II – 32
2.5.4.2. Rasio Keuangan Setelah Rencana Transaksi .................................................... II – 34
2.5.5. Proforma Laporan Keuangan Sebelum dan Setelah Rencana Transaksi .... II – 34
2.5.5.1. Proforma Laporan Posisi Keuangan ................................................................... II – 35
2.5.5.2. Proforma Laporan Laba Rugi .............................................................................. II – 36
2.5.6. Analisis Inkremental ............................................................................................... II – 37
2.5.6.1. Konstribusi Nilai Tambah dan Dampak Terhadap Proyeksi Keuangan ...... II – 37
2.5.6.2. Biaya atau Pendapatan yang Relevan ............................................................. II – 39
2.5.6.3. Informasi Non Keuangan yang Relevan ............................................................ II – 40
2.5.6.4. Prosedur Pengambilan Keputusan Oleh Perusahaan dalam
Menentukan Rencana Transaksi dengan Memperhatikan Alternatif Lain .. II – 43
2.5.6.5. Hal Material Lainnya ............................................................................................ II – 43
2.6. Analisis Kewajaran Rencana Transaksi .............................................................. II – 43
2.6.1. Analisis Kelayakan dari Perusahaan Patungan ............................................... II – 43
2.6.2. Pendapat Kewajaran Rencana Transaksi ......................................................... II – 44
Daftar Isi xiv
Page 21
DAFTAR TABEL DAN GRAFIK
Page 22
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk
DAFTAR TABEL DAN GRAFIK
Tabel 1.1. Modal Disetor dan Persentase Kepemilikan Saham Perusahaan
Patungan ............................................................................................................... I – 3
Tabel 1.2. Analisis Transaksi Material ................................................................................ I – 7
Tabel 2.1. Susunan Pemegang Saham Perseroan ............................................................ II – 3
Tabel 2.2. Susunan Pengurus Perseroan ............................................................................. II – 4
Tabel 2.3. Susunan Pemegang Saham Key Innovation, Co. Ltd ..................................... II – 4
Tabel 2.4. Susunan Pengurus KICL ....................................................................................... II – 5
Tabel 2.5. Pertumbuhan Ekonomi Dunia dan Indonesia ................................................... II – 7
Tabel 2.6. Pertumbuhan PDB Dunia..................................................................................... II – 9
Tabel 2.7. Tingkat Inflasi Indonesia y-to-y (2018 - 2023)............................................. II – 11
Tabel 2.8. Proyeksi Posisi Keuangan Perusahaan Patungan
(Dalam Jutaan Rupiah) ....................................................................................... II – 20
Tabel 2.9. Proyeksi Laba Rugi Perusahaan Patungan (Dalam Jutaan Rupiah) .......... II – 21
Tabel 2.10. Proyeksi Arus Kas Perusahaan Patungan (Dalam Jutaan Rupiah) ............. II – 22
Tabel 2.11. Historis Keuangan Perseroan (Dalam Jutaan Rupiah) .................................. II – 23
Tabel 2.12. Pertumbuhan Kinerja Keuangan Perseroan Konsolidasi .............................. II – 23
Tabel 2.13. Perkembangan Arus Kas Perseroan
(dinyatakan dalam Jutaan Rupiah) ................................................................. II – 26
Tabel 2.14. Rasio Keuangan Perseroan ............................................................................... II – 27
Tabel 2.15. Proyeksi Posisi Keuangan Perseroan (Dalam Jutaan Rupiah) ..................... II – 29
Tabel 2.16. Proyeksi Posisi Keuangan Perseroan (Dalam Jutaan Rupiah) ..................... II – 30
Tabel 2.17. Proyeksi Laba Rugi Perseroan (Dalam Jutaan Rupiah)................................ II – 31
Tabel 2.18. Proyeksi Laba Rugi Perseroan (Dalam Jutaan Rupiah)................................ II – 32
Tabel 2.19. Rasio Keuangan Sebelum Rencana Transaksi ................................................ II – 32
Tabel 2.20. Rasio Keuangan Setelah Rencana Transaksi .................................................. II – 34
Tabel 2.21. Proforma Posisi Keuangan (Dalam Jutaan Rupiah) ...................................... II – 35
Tabel 2.22. Proforma Laba Rugi (Dalam Rupiah) .............................................................. II – 36
Tabel 2.23. Analisis Nilai Tambah Proyeksi Posisi Keuangan
(Dalam Jutaan Rupiah).......................................................................................... II – 37
Tabel 2.24. Analisis Nilai Tambah Proyeksi Laba Rugi (Dalam Jutaan Rupiah) ........... II – 38
Grafik 2.1. Pertumbuhan Sektor Pertanian Tahun 2011 - 2023 .................................... II – 16
Grafik 2.2. Perkembangan Posisi Keuangan Perseroan
(dinyatakan dalam Jutaan Rupiah) ................................................................. II – 24
Grafik 2.3. Perkembangan Laba Rugi Perseroan
(dinyatakan dalam Jutaan Rupiah) ................................................................. II – 25
Daftar Tabel Dan Grafik xv
Page 23
DAFTAR LAMPIRAN
Page 24
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran - 01 Historis Posisi Keuangan
Lampiran - 02 Historis Laba Rugi
Lampiran - 03 Historis Arus Kas
Lampiran - 04 Rasio Keuangan
Lampiran - 05 Proyeksi Posisi Keuangan Sebelum Transaksi
Lampiran - 06 Proyeksi Laba Rugi Sebelum Transaksi
Lampiran - 07 Rasio Keuangan Sebelum TransaksI
Lampiran - 08 Proyeksi Posisi Keuangan Setelah Transaksi
Lampiran - 09 Proyeksi Laba Rugi Setelah Transaksi
Lampiran - 10 Rasio Keuangan Setelah Transaksi
Lampiran - 11 Proformas Laporan Keuangan 31 Desember
Lampiran - 12 Proformas Laporan Keuangan 31 Desember 2023
Daftar Lampiran xvi
Page 25
BAB I PENDAHULUAN
Page 26
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
PT BISI International Tbk untuk selanjutnya disebut (“Perseroan”) adalah
perusahaan yang bergerak dalam bidang pembibitan dan perdagangan
benih jagung, sayuran dan padi. Perseroan berlokasi di Jalan Raya Surabaya
Mojokerto Km. 19, Desa Bringinbendo, Kecamatan Taman, Kabupaten
Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur. Produk utama yang dihasilkan oleh Perseroan
dan entitas anaknya adalah benih jagung, benih hortikultura, benih padi,
pestisida dan pupuk.
Key Innovation Company Limited yang selanjutnya disebut “KICL”
merupakan perusahaan yang didirikan secara sah berdasarkan hukum
Kerajaan Thailand, dengan kantor beralamat di 1 Soi Sukhumvit 60, Phra
Khanong Tai Sub-district, Phra Khanong District, Bangkok 10260, Thailand.
KICL memiliki 28 kegiatan usaha, salah satunya adalah produksi dan distribusi
alat dan mesin pertanian, termasuk drone pertanian. KICL sebagai pihak
afiliasi dengan Perseroan.
Dalam rangka pengembangan usaha, Perseroan berencana akan melakukan
kerjasama usaha patungan (joint venture) dengan KICL melalui pendirian
Perusahaan Patungan yang bergerak dibidang distribusi drone pertanian
(drone agriculture). Selanjutnya rencana usaha patungan tersebut dalam
laporan ini disebut dengan “Rencana Transaksi”.
Berdasarkan informasi manajemen Perseroan, mengingat antara Perseroan
dan KICL merupakan pihak terafiliasi, maka merujuk pada ketentuan
Peraturan OJK No.42/POJK.04/2020 bahwa Rencana Transaksi merupakan
Transaksi Afiliasi sebagaimana dimaksud dalam Peraturan OJK
No. 42/POJK.04/2020. Namun Rencana Transaksi ini bukan merupakan
transaksi material sebagaimana dimaksud dalam Peraturan OJK
No. 17/POJK.04/2020 karena nilai transaksi dibawah 20% (dua puluh
persen) dari total ekuitas Perseroan berdasarkan laporan keuangan audited
per 31 Desember 2023.
Sehubungan rencana tersebut Perseroan menunjuk KJPP Toto Suharto &
Rekan (“TnR”) untuk melakukan penilaian Opini Kewajaran atas Rencana
Transaksi, sesuai dengan kesepakatan yang tertuang dalam dalam Surat
Penawaran Nomor : M.FO.24.00.0009.r1, tanggal 24 Mei 2024. untuk
mengetahui Kewajaran atas Rencana Transaksi tersebut.
Bab I - Pendahuluan 1
Page 27
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk
1.2 Identitas Status Penilai
KJPP Toto Suharto & Rekan (TnR) awalnya adalah PT Actual Kencana
Appraisal (AKA) yang telah aktif dalam usaha penilaian sejak Tahun 1984.
Tahun 2007 AKA berubah menjadi Usaha Jasa Penilai Toto Suharto & Rekan
mengikuti Peraturan Menteri Keuangan yang mengatur tentang jasa penilai
publik di Indonesia.
TnR ditetapkan sebagai Kantor Jasa Penilai Publik resmi berdasarkan
Keputusan Menteri Keuangan Nomor : 1009/KM.1/2009, tanggal 28 Juli
2009, dengan Surat Ijin Usaha Kantor Jasa Penilai Publik (SIUKJPP) Nomor :
2.09.0055 dan terdaftar sebagai profesi penunjang pasar modal atas
nama :
• Ir. Toto Suharto, M.Sc., MAPPI (Cert.)
- No. MAPPI : 93-S-00361
- No. Ijin Penilai Publik : PB-1.08.00060
- Klasifikasi Bidang Jasa : Penilaian Properti & Bisnis
- STTD OJK No. : STTD.PPB-19/PJ-1/PM.02/2023
- No. Lisensi Penilai BPN : 943/SK-PT.01.01/VII/2022
- No. STTD IKNB : 008/NB.122/STTD-P/2017
Penilai yang bertandatangan dalam laporan ini bertindak dalam
kapasitasnya sebagai Pemimpin Rekan dalam Kantor Jasa Penilai Publik
Toto Suharto & Rekan, penyedia jasa penilaian independen.
Penilai tidak sedang memiliki atau memiliki potensi benturan kepentingan
dengan Pemberi Tugas ataupun dengan Objek Penilaian. Oleh karena itu,
Penilai berada dalam posisi untuk memberikan penilaian objektif dan tidak
memihak.
1.3 Identitas Pemberi Tugas Dan Pengguna Laporan
Berikut adalah identitas pemberi tugas dan pengguna laporan:
Nama : PT BISI International Tbk
Bidang Usaha : Pembibitan dan Perdagangan Benih Jagung, Sayuran
dan Padi.
Alamat : Jalan Raya Surabaya Mojokerto Km. 19, Desa
Bringinbendo, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo,
Provinsi Jawa Timur.
Nomor Telepon : (031) 788 2528
Nomor Faksimile : (031) 788 2856
Email : investor.relations@bisi.co.id
Website : www.bisi.co.id
Bab I - Pendahuluan 2
Page 28
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk
Perseroan merupakan produsen benih hibrida terbesar di Indonesia yang
didirikan oleh Charoen Pokphand Group pada tahun 1983. Dengan demikian,
Perseroan sudah lebih dari 37 tahun berpengalaman sebagai produsen benih
hibrida jagung, padi, dan hortikultura (sayuran, buah-buahan, dan bunga).
Selain itu, melalui anak usahanya, yaitu PT Multi Sarana Indotani (MSI), BISI
juga menjadi salah satu formulator pestisida dan pupuk terkemuka di
Indonesia.
Hingga kini, Perseroan telah memiliki tiga unit pabrik pengolahan benih yang
masing-masing berada di Kediri dan Mojokerto, Jawa Timur. Unit I berada di
Desa Sumberagung, Plosoklaten, Kediri, sebagai pusat pengolahan benih
hortikultura. Kemudian unit II yang diperuntukkan sebagai pengolahan benih
jagung dan padi berada di Desa Tulungrejo, Pare, Kediri. Sedangkan Unit III
berada di Kecamatan Dlanggu, Mojokerto khusus untuk pengolahan benih
jagung.
1.4 Objek Rencana Transaksi
Objek transaksi dalam Pendapat Kewajaran ini dimana Perseroan
merencanakan untuk kerjasama usaha patungan (joint venture) dengan KICL
dengan mendirikan perusahaan. Badan usaha baru yang akan dibentuk oleh
Perseroan dan KICL akan didirikan di Indonesia. Kegiatan usaha Perusahaan
Patungan adalah distribusi drone pertanian (drone agriculture). Modal disetor
Perusahaan Patungan adalah Rp20 miliar sedangkan kepemilikan saham
Perseroan dan KICL masing-masing adalah sebesar 90% dan 10%. Berikut
adalah rincian objek transaksi :
Tabel 1.1. Modal Disetor dan Persentase Kepemilikan Saham Perusahaan
Patungan
Keterangan Modal Disetor Persentase
PT BISI International Tbk 18.000.000.000 90,00%
Key Innovation, Co. Ltd 2.000.000.000 10,00%
Perusahaan Patungan didirikan dengan tujuan untuk memperkuat komitmen
Perseroan dalam mengeksplorasi teknologi pertanian dan solusi untuk
mengatasi tantangan pertanian dalam upaya meningkatkan produktivitas
dan efisiensi di Indonesia.
Bab I - Pendahuluan 3
Page 29
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk
1.5 Ruang Lingkup
Laporan Pendapat Kewajaran/Fairness Opinion atas Rencana Transaksi untuk
selanjutnya disebut (“Laporan Pendapat Kewajaran”) ini hanya dapat
digunakan sehubungan dengan Rencana Transaksi yang akan dilaksanakan
dan tidak dapat dipergunakan untuk kepentingan lain. Laporan Pendapat
Kewajaran ini juga tidak dimaksudkan untuk memberikan rekomendasi
persetujuan atau tidak menyetujui Rencana Transaksi atau mengambil
tindakan tertentu atas Rencana Transaksi.
Pihak ketiga yang ditunjuk untuk memberikan Laporan Pendapat Kewajaran
adalah TnR yang diharapkan dapat melakukan kajian secara objektif dan
independen.
1.6 Maksud dan Tujuan
Maksud dan tujuan penyusunan Laporan Pendapat Kewajaran adalah untuk
memberikan gambaran kepada Direksi Perseroan mengenai kewajaran
Rencana Transaksi dari aspek keuangan dan untuk memenuhi ketentuan yang
berlaku, yaitu POJK Nomor 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan
Transaksi Benturan Kepentingan.
Laporan Pendapat Kewajaran ini disusun dengan memenuhi ketentuan-
ketentuan dalam Peraturan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK)
No. 35/POJK.04/2020, Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan (SEOJK)
No. 17/2020 dan Standar Penilaian Indonesia (SPI) Edisi VII tahun 2018 yang
ditetapkan oleh Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI).
1.7 Tanggal Penilaian
Tanggal efektif penilaian adalah per 31 Desember 2023, dimana batas
tersebut diambil atas dasar pertimbangan kepentingan dan tujuan penilaian.
Analisis kewajaran dilaksanakan menggunakan parameter dan laporan
keuangan audited per tanggal 31 Desember 2023.
1.8 Independensi Penilai
Dalam mempersiapkan Laporan Pendapat Kewajaran ini, TnR bertindak
secara independen tanpa adanya benturan kepentingan dan tidak terafiliasi
dengan Perseroan ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan Perseroan.
KJPP TnR juga tidak memiliki kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait
dengan penugasan ini.
Bab I - Pendahuluan 4
Page 30
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk
1.9 Tanggung Jawab Penilai
Dalam batas kemampuan dan keyakinan TnR sebagai penilai, TnR
menyatakan bahwa semua perhitungan dan analisis yang dibuat dalam
penyusunan Laporan Pendapat Kewajaran telah dilakukan dengan benar
dan TnR bertanggung jawab atas Laporan Pendapat Kewajaran yang
diterbitkan.
1.10 Transaksi Afiliasi dan Unsur Benturan Kepentingan
Berdasarkan POJK 42/2020, yang dimaksud dengan Transaksi Afiliasi
adalah setiap aktivitas dan/atau transaksi yang dilakukan oleh perusahaan
terbuka atau perusahaan terkendali dengan afiliasi dari perusahaan terbuka
atau afiliasi dari anggota Direksi, anggota Dewan Komisaris, pemegang
saham utama, atau pengendali, termasuk setiap aktivitas dan/atau transaksi
yang dilakukan oleh perusahaan terbuka atau perusahaan terkendali untuk
kepentingan afiliasi dari perusahaan terbuka atau afiliasi dari anggota
Direksi, anggota Dewan Komisaris, pemegang saham utama, atau
pengendali, sedangkan yang dimaksud dengan Benturan Kepentingan
adalah perbedaan antara kepentingan ekonomis perusahaan terbuka
dengan kepentingan ekonomis pribadi anggota Direksi, Anggota Dewan
Komisaris, atau pemegang saham utama atau pengendali yang dapat
merugikan perusahaan terbuka dimaksud.
Berdasarkan informasi dari manajemen diketahui bahwa Rencana Transaksi
antara Perseroan dengan KICL merupakan Transaksi Afiliasi sebagaimana
dimaksud dalam POJK No. 42/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi
Benturan Kepentingan. Perseroan dan KICL memiliki kesamaan Pemegang
Saham Pengendali, yaitu Keluarga Jiaravanon.
Bab I - Pendahuluan 5
Page 31
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk
Gambar 1.1 Hubungan Afiliasi Perseroan dengan KICL
Sumber: Manajemen Perseroan
Dalam Rencana Transaksi ini tidak terdapat perbedaan kepentingan
ekonomis antara Perseroan dengan kepentingan ekonomis pribadi anggota
Direksi, anggota Dewan Komisaris, pemegang saham utama, atau pengendali
yang dapat merugikan Perseroan sebagaimana telah diungkapkan dalam
Laporan Keuangan Proforma Perseroan, sehingga Rencana Transaksi bukan
merupakan Transaksi Benturan Kepentingan sebagaimana dimaksud dalam
POJK No. 42/2020.
Perseroan akan mengumumkan Rencana Transaksi tersebut melalui
Keterbukaan Informasi apabila Rencana Transaksi tersebut telah
dilaksanakan oleh Perseroan.
1.11 Transaksi Material
Sesuai dengan POJK No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan
Perubahan Kegiatan Usaha, transaksi material adalah setiap:
a. Penyertaan dalam badan usaha, proyek, dan/atau kegiatan usaha
tertentu;
b. Pembelian, penjualan, pengalihan, tukar menukar aset atau segmen
operasi;
c. Perolehan, pelepasan, dan/atau penggunaan jasa;
d. Sewa menyewa aset;
e. Pinjam meminjam dana termasuk pengalihannya;
f. Menjaminkan aset perusahaan terbuka dan/atau perusahaan terkendali
atas pinjaman dari pihak lain; dan
g. Memberikan jaminan perusahaan (corporate guarantee).
Bab I - Pendahuluan 6
Page 32
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk
Perusahaan Terbuka yang melakukan Transaksi Material dalam 1 (satu) kali
transaksi atau suatu rangkaian transaksi untuk suatu tujuan atau kegiatan
tertentu, wajib memenuhi ketentuan sebagaimana diatur dalam Peraturan
Otoritas Jasa Keuangan. Suatu transaksi dikategorikan sebagai Transaksi
Material apabila nilai transaksi sama dengan 20% (dua puluh persen) atau
lebih dari ekuitas Perusahaan Terbuka.
Kami telah melakukan analisis sesuai kriteria diatas untuk melihat apakah
Rencana Transaksi ini merupakan Transaksi Material atau tidak sebagai
berikut :
Tabel 1.2. Analisis Transaksi Material
No Keterangan Jumlah (Rp) Deviasi Kesimpulan
- Nilai Transaksi Setoran Modal 18.000.000.000
Tidak
1. Perseroan di Perusahaan Patungan 0,52%
Material
- Total Ekuitas Perseroan 3.446.696.000.000
Sumber : Manajemen Perseroan (diolah)
Berdasarkan Draft Perjanjian Patungan (Joint Venture Agreement), jumlah
modal disetor Perseroan di Perusahaan Patungan yang disepakati adalah
sebesar Rp18.000.000.000,00. Sementara itu jumlah ekuitas Perseroan
berdasarkan laporan keuangan audited per 31 Desember 2023 oleh Kantor
Akuntan Publik Purwantono, Sungkoro, dan Surja Nomor
00299/2.1032/AU.1/01/ 0701-1/1/III/2024 tanggal 25 Maret 2024
tercatat sebesar Rp3.446.696.000.000,00. Total nilai Rencana Tranksaksi
terhadap jumlah ekuitas Perseroan adalah 0,52%.
Setelah melakukan analisis sesuai dengan kriteria Peraturan OJK Nomor
17/POJK.04/2020, tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan
Usaha Utama, maka Rencana Transaksi ini bukan merupakan Transaksi
Material.
1.12 Metodologi Pengkajian Kewajaran Rencana Transaksi
Laporan Pendapat Kewajaran ini disusun sesuai dengan POJK 35/2020,
SEOJK No. 17/2020 dan Standar Penilaian Indonesia (SPI) yang ditetapkan
oleh MAPPI, dimana pendekatan yang diaplikasikan sesuai dengan standar
penilaian lengkap.
Analisis kewajaran dilakukan dengan melakukan analisis kualitatif dan
analisis kuantitatif atas Rencana Transaksi. Dimana analisis atas Rencana
Transaksi dilakukan dengan mengidentifikasi adanya keterkaitan dalam
hubungan antara pihak-pihak yang bertransaksi. Pada analisis atas transaksi
terdapat penjelasan manfaat dan risiko dari Rencana Transaksi.
Bab I - Pendahuluan 7
Page 33
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk
Analisis kualitatif atas Rencana Transaksi didasarkan atas analisis industri dan
lingkungan dimana terdapat penjabaran akan kondisi makro ekonomi di
dunia dan kondisi ekonomi di Indonesia maupun tinjauan industri perbankan
nasional. Disamping itu, analisis kualitatif akan menjelaskan lebih detail
mengenai alasan dan latar belakang maupun keuntungan dan kerugian atas
Rencana Transaksi.
Analisis kuantitatif atas Rencana Transaksi dilakukan dengan mengidentifikasi
analisis kondisi keuangan Perseroan termasuk penilaian akan kinerja historis
maupun analisis rasio terhadap Perseroan, trend analisis atas laporan
keuangan historis Perseroan dan penilaian atas proyeksi keuangan
perseroan, analisis proforma laporan keuangan, analisis sensitivitas atas
transaksi serta analisis kewajaran atas nilai Rencana Transaksi.
1.13 Kejadian-Kejadian Penting Setelah Tanggal Efektif (Subsequent
Events)
Berdasarkan informasi yang kami terima tidak terdapat kejadian-kejadian
Penting setelah Tanggal Efektif dari tanggal penilaian hingga tanggal
laporan opini kewajaran ini diterbitkan.
1.14 Sumber Data
Sebagai Penilai Independen dalam mempersiapkan Laporan Pendapat
Kewajaran atas Rencana Transaksi, kami telah mempelajari, mengacu, dan
mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut :
1. Pemberitahuan dari Perseroan tentang Rencana Transaksi.
2. Laporan keuangan PT BISI International Tbk dan entitas anak untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019, yang diaudit oleh
Akuntan Publik Mento dari KAP Purwantono, Sungkoro, & Surja dalam
Laporan Nomor 00603/2.1032/AU.1/01/1562-2/1/IV/2020 dengan
opini wajar tanpa modifikasian.
3. Laporan keuangan PT BISI International Tbk dan entitas anak untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020, yang diaudit oleh
Akuntan Publik Mento dari KAP Purwantono, Sungkoro, & Surja dalam
Laporan Nomor 00790/2.1032/AU.1/01/1562-3/1/IV/2021 dengan
opini wajar tanpa modifikasian.
4. Laporan keuangan PT BISI International Tbk dan entitas anak untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021, yang diaudit oleh
Akuntan Publik Moch. Dadang Syachruna dari KAP Purwantono,
Sungkoro, & Surja dalam Laporan Nomor
00504/2.1032/AU.1/01/0697-1/1/IV/2022 dengan opini wajar
tanpa modifikasian.
Bab I - Pendahuluan 8
Page 34
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk
5. Laporan keuangan PT BISI International Tbk dan entitas anak untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022, yang diaudit oleh
Akuntan Publik Moch. Dadang Syachruna dari KAP Purwantono,
Sungkoro, & Surja dalam Laporan Nomor
00472/2.1032/AU.1/01/0697-2/1/III/2023 dengan opini wajar
tanpa modifikasian.
6. Laporan keuangan PT BISI International Tbk dan entitas anak untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023, yang diaudit oleh
Akuntan Publik Sinarta dari KAP Purwantono, Sungkoro, & Surja dalam
Laporan Nomor 00299/2.1032/AU.1/01/0701-1/1/III/2024 dengan
opini wajar tanpa modifikasian.
7. Company Profile Perseroan.
8. Annual Report Perseroan periode 2019 - 2023.
9. Proyeksi keuangan Perseroan periode 2024 -2028 sebelum dan setelah
rencana transaksi.
10. Laporan Studi Kelayakan Perusahaan Patungan.
11. Legalitas Perseroan.
12. Draft Keterbukaan Informasi (KI) Perseroan
13. Proforma Perseroan sebelum dan setelah Rencana Transaksi.
14. Draft Usaha Patungan (Joint Venture Agreement) antara Perseroan
dengan KICL.
15. Surat pernyataan (Representasi) manajemen Perseroan terkait dengan
Rencana Transaksi.
16. Wawancara dengan manajemen Perseroan yaitu dengan Bapak Edi
Maharanto selaku Corporate Secretary.
17. Berbagai sumber informasi yang berkaitan dengan kondisi ekonomi,
kondisi pasar dan lainnya, baik berdasarkan media cetak, elektronik dan
hasil analisis lain dari pihak independen yang kami anggap relevan.
1.15 Asumsi-Asumsi Penting dan Independensi Penilai
Dalam penyusunan Laporan Pendapat Kewajaran ini, kami menggunakan
beberapa asumsi, antara lain:
1. Laporan Pendapat Kewajaran ini bersifat non-disclaimer opinion.
2. KJPP TnR telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang
digunakan dalam proses penilaian.
3. Data-data dan informasi yang diperoleh KJPP TnR berasal dari sumber
yang dapat dipercaya keakuratannya.
4. KJPP TnR menggunakan proyeksi keuangan yang telah disesuaikan yang
mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat oleh
manajemen dengan kemampuan untuk pencapaiannya (fiduciary duty).
5. KJPP TnR bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian dan
kewajaran proyeksi keuangan yang telah disesuaikan.
Bab I - Pendahuluan 9
Page 35
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk
6. KJPP TnR menghasilkan Laporan Penilaian Bisnis yang terbuka untuk
publik, kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia yang dapat
mempengaruhi operasional perusahaan.
7. KJPP TnR bertanggung jawab atas Laporan Penilaian Bisnis dan
Kesimpulan Pendapat Kewajaran.
8. KJPP TnR telah memperoleh informasi atas status hukum objek penilaian
dari pemberi tugas.
9. KJPP TnR mengasumsikan bahwa sejak Rencana Transaksi hingga
penerbitan Laporan Pendapat Kewajaran ini tidak terjadi perubahan
apapun yang berpengaruh secara material terhadap Rencana Transaksi.
10. KJPP TnR berasumsi bahwa Perseroan mentaati semua peraturan yang
ditetapkan pemerintah, khususnya yang terkait dengan operasional
Perseroan, baik di masa lalu maupun di masa mendatang.
11. KJPP TnR berasumsi bahwa legalitas yang dimiliki oleh Perseroan telah
sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
12. KJPP TnR berasumsi bahwa Perseroan telah dan akan memenuhi
kewajiban yang berkenaan dengan perpajakan, retribusi dan pungutan-
pungutan lainnya sesuai dengan peraturan yang berlaku.
13. KJPP TnR telah memperoleh informasi yang material atas syarat-syarat
dan ketentuan-ketentuan dalam perjanjian-perjanjian yang terkait
dengan Rencana Transaksi dari Perseroan.
14. Laporan Pendapat Kewajaran disusun hanya untuk maksud dan tujuan
sesuai dengan yang dicantumkan pada Laporan Pendapat Kewajaran
ini. Kami tidak bertanggung jawab kepada pihak lain selain kepada
Perseroan, sehinga pihak lain yang menggunakan Laporan Pendapat
Kewajaran ini bertanggung jawab atas segala resiko yang timbul.
15. KJPP TnR tidak berkewajiban untuk memberikan kesaksian atau hadir di
depan pengadilan atau pejabat pemerintah apabila hal tersebut tidak
terkait dengan maksud dan tujuan Laporan Pendapat Kewajaran ini serta
di luar ruang lingkup dari penugasan.
16. Jika dikemudian hari KJPP TnR diminta untuk memberikan penjelasan dan
pemaparan yang dilakukan diluar wilayah kerja kantor kami maupun
kepada pihak selain pemberi tugas dan pengguna jasa maka segala
bentuk biaya yang timbul menjadi beban Perseroan.
17. Laporan ini tidak sah apabila tidak dibubuhi tanda tangan pimpinan dan
stempel kantor (office seal) dari KJPP TnR.
Bab I - Pendahuluan 10
Page 36
BAB II KAJIAN KEWAJARAN RENCANA TRANSAKSI
Page 37
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk
BAB II
KAJIAN KEWAJARAN RENCANA TRANSAKSI
2.1. Metode Analisis Atas Rencana Transaksi
Dalam melakukan evaluasi kewajaran atas Rencana Transaksi, kami
melakukan analisis dengan tahapan-tahapan sebagai berikut:
1. Analisis Rencana Transaksi yang meliputi identifikasi dan hubungan antara
pihak-pihak yang terlibat dalam Rencana Transaksi, analisis terhadap
perjanjian yang akan ditandatangani sehubungan dengan Rencana
Transaksi, analisis manfaat dan risiko terhadap Rencana Transaksi.
2. Analisis kualitatif atas Rencana Transaksi yang meliputi riwayat pihak-
pihak yang terlibat dan kegiatan usaha, analisis industri, analisis
operasional dan prospek, analisis alasan dilakukannya Rencana Transaksi,
keuntungan dan kerugian dari Rencana Transaksi.
3. Analisis kuantitatif atas Rencana Transaksi yang meliputi analisis laporan
keuangan historikal, analisis rasio keuangan, analisis proyeksi keuangan
sebelum dan sesudah Rencana Transaksi, analisis rasio keuangan sebelum
dan sesudah Rencana Transaksi, analisis proforma keuangan sebelum dan
sesudah Rencana Transaksi, analisis nilai tambah.
4. Analisis atas kewajaran nilai Rencana Transaksi.
2.2. Analisis Rencana Transaksi
2.2.1. Identifikasi Pihak-Pihak yang Terlibat Rencana Transaksi
Pihak-pihak yang terlibat dalam Rencana Transaksi yaitu:
1. PT BISI International Tbk sebagai pihak yang akan melakukan transaksi
kerjasama usaha patungan (joint venture).
2. Key Innovation Co. Ltd sebagai pihak yang akan bekerjasama dengan
Perseroan dalam transaksi kerjasama usaha patungan (joint venture).
Berikut ini adalah riwayat singkat mengenai pihak-pihak yang terlibat
dengan Rencana Transaksi :
2.2.1.1. PT BISI International Tbk “Perseroan”
PT BISI International Tbk (“Perseroan”) didirikan di Indonesia pada tanggal
22 Juni 1983 berdasarkan Undang-undang Penanaman Modal Asing No. 1
Tahun 1967 berdasarkan Akta Notaris Drs. Gde Ngurah Rai, S.H., No. 35.
Akta pendirian tersebut telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi 1
Page 38
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk
Indonesia dalam Surat Keputusan No. C2-5415-HT.01.01.TH.84 tanggal
27 September 1984 dan diumumkan dalam Lembaran Berita Negara
Republik Indonesia No. 94, Tambahan No. 4731 tanggal 23 November 1990.
Berdasarkan Akta Notaris No. 17 tanggal 3 Oktober 2006, yang dibuat di
hadapan Dr. Fulgensius Jimmy H.L.T., S.H., M.H., M.M., Notaris di Jakarta,
pemegang saham menyetujui perubahan nama legal Perusahaan dari
PT Benihinti Suburintani menjadi PT BISI International. Perubahan Anggaran
Dasar ini telah mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. W7-
02215.HT.01.04-TH.2006 tanggal 6 November 2006.
Anggaran Dasar Perseroan Perseroan telah mengalami beberapa kali
perubahan, terakhir dengan Akta Notaris Marcivia Rahmani, S.H., M.Kn. No.
17 tanggal 27 Mei 2024. Akta tersebut telah disetujui oleh Menteri Hukum
dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Keputusan No. AHU-
0032326.AH.01.02.TAHUN 2024 tanggal 3 Juni 2024.
Perseroan berkedudukan di Sidoarjo dengan kantor pusat beralamat di Jalan
Raya Surabaya Mojokerto Km. 19, Desa Bringinbendo, Kecamatan Taman,
Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur.
Kegiatan Usaha Perseroan
Kegiatan usaha Perseroan sesuai Anggaran Dasar adalah: Pertanian Jagung,
Pertanian Aneka Kacang Hortikultura, Pertanian Padi Hibrida, Pertanian Padi
Inhibrida, Pertanian Hortikultura Sayuran Daun, Pertanian Hortikultura Buah,
Pertanian Hortikultura Sayuran Buah, Pertanian Hortikultura Sayuran Lainnya,
Pertanian Cabai, Pertanian Pengembangbiakan Tanaman, Jasa Pasca Panen,
Pemilihan Benih Tanaman Untuk Pengembangbiakan, Perdagangan Besar
Padi dan Palawija, Perdagangan Besar Buah-Buahan, Perdagangan Besar
Sayuran, Penelitian dan Pengembangan Ilmu Teknologi dan Rekayasa Sumber
Daya Genetik Pertanian, Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi, Industri
Pengeringan Buah-Buahan dan Sayuran, Industri Penggilingan dan
Pembersihan Jagung, Perdagangan Besar Mesin, Peralatan dan
Perlengkapan Pertanian, Perdagangan Besar Pupuk dan Produk Agrokimia,
Industri Mesin Pertanian Dan Kehutanan, Industri Pupuk Alam/Non Sintetis
Hara Makro Primer, Industri Pupuk Buatan Tunggal Hara Makro Primer,
Industri Pupuk Buatan Majemuk Hara Makro Primer, Industri Pupuk Buatan
Campuran Hara Makro Primer, Industri Pupuk Hara Makro Sekunder, Industri
Pupuk Hara Mikro, Industri Pupuk Pelengkap, Industri Media Tanam, Industri
Pupuk Lainnya, Perdagangan Eceran Melalui Media Untuk Barang Campuran
Sebagaimana Tersebut Dalam 47911-47913, Perdagangan Eceran Melalui
Media Untuk Berbagai Macam Barang Lainnya, Aktivitas Pengembangan
Aplikasi Perdagangan Melalui Internet (E-Commerce), Aktivitas Kantor Pusat.
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi 2
Page 39
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk
Perijinan Perseroan
Perizinan Berusaha Berbasis Risiko Nomor Induk Berusaha: 8120002972866,
yang ditandatangani secara elektronik oleh Menteri Investasi/Kepala BKPM.
Berdasarkan Undang-Undang No. 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja,
Pemerintah Republik Indonesia menerbitkan Nomor Induk Berusaha (NIB)
kepada:
Nama Perusahaan : PT BISI International Tbk
Alamat Kantor : Jalan Surabaya – Mojokerto, Km. 19,
Desa Bringinbendo, Kec. Taman,
Kab. Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur.
Status Penerimaan Modal : PMDN
Izin tersebut diterbitkan pada tanggal 26 September 2018 dan perubahan
ke-1 pada tanggal 5 Juni 2024.
NIB Perseroan telah berlaku efektif selama Perseroan menjalankan usaha
dan/atau kegiatannya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-
undangan.
Struktur Permodalan Perseroan
Struktur permodalan dan kepemilikan saham Perseroan pada tanggal
31 Desember 2023 berdasarkan laporan keuangan audited adalah sebagai
berikut:
Tabel 2.1. Susunan Pemegang Saham Perseroan
Persentase
Jumlah Nilai Nominal
No. Nama Pemegang Saham Jumlah Saham Kepemilikan
Saham (Rp100)
(%)
1. PT Agrindo Pratama 930.000.000 93.000.000.000 31,00%
2. Field Invesment Holdings Pte. Ltd 190.687.500 19.068.750.000 6,36%
3. Valley Investment Holdings Pte.
190.687.500 19.068.750.000 6,36%
Ltd
4. Vista Investment Holdings Pte. Ltd 190.687.500 19.068.750.000 6,36%
5. SJ BISI Holdings Pte, Ltd 122.250.000 12.225.000.000 4,08%
6. Tjiu Thomas Effendy 2.748.900 274.890.000 0,09%
7. Lie Suhanto 310.000 31.000.000 0,01%
8. Ir. Andy Gumala 174.000 17.400.000 0,01%
9. Publik (Masing – Masing
1.372.454.600 137.245.460.000 45,73%
Kepemilikan Kurang dari 5%)
Jumlah Modal Disetor 3.000.000.000 300.000.000.000 100,00%
Sumber : Laporan Keuangan Audited Perseroan 31 Desember 2023 (diolah)
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi 3
Page 40
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk
Susunan Pengurus Perseroan
Berdasarkan Akta Notaris No. 17 tanggal 27 Mei 2024 yang dibuat di
hadapan Marcivia Rahmani, S.H., M.Kn., notaris di Jakarta, susunan Dewan
Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan adalah:
Tabel 2.2. Susunan Pengurus Perseroan
Jabatan Nama
Dewan Komisaris
Komisaris Utama Tjiu Thomas Effendy
Wakil Komisaris Utama Lie Suhanto
Komisaris Burhan Hidayat
Komisaris Sunardi
Dewan Direksi
Direktur Utama Agus Saputra Wijaya
Direktur Putu Darsana
Direktur Arief Tonny Kusuma
Direktur Ir. Andy Gumala
Direktur Adhi Kristanto, STP, MP
2.2.1.2. Key Innovation Co. Ltd “KICL”
KICL didirikan di Thailand pada tanggal 18 Juni 2019, dengan Business
Registration Number 0105562106255 dan memiliki kantor di 1, Soi
Sukhumvit 60, Phra Khanong Tai Sub-district, Phra Khanong District, Bangkok,
Thailand. Kegiatan Usaha KICL memiliki 28 kegiatan usaha, salah satunya
adalah produksi dan distribusi alat dan mesin pertanian, termasuk drone
pertanian.
Susunan Pemegang Saham KICL pada tanggal 9 April 2024 adalah sebagai
berikut:
Tabel 2.3. Susunan Pemegang Saham Key Innovation, Co. Ltd
Jumlah
Komposisi
Nama Pemegang Saham Saham Total Nilai Nominal (THB)
(%)
(Lembar)
South-East Agricultural Co. Ltd 1.999.999 199.999.900 99,99%
Supaporn Kietisirikajorn 1 100 0,01%
TOTAL 2.000.000 200.000.000 100,00%
Sumber : Manajemen Perseroan (diolah)
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi 4
Page 41
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk
Adapun susunan Direksi KICL adalah sebagai berikut:
Tabel 2.4. Susunan Pengurus KICL
Jabatan Nama
Direktur Manas Chiaravanond
Direktur Prawin Khurowat
Direktur Somkid Kingpetchroongruang
Direktur Supaporn Kietisirikajorn
Direktur Rata Suttimantanakul
Sumber : Manajemen Perseroan (diolah)
2.2.2. Analisis Perjanjian dan Persyaratan Rencana Transaksi
Ringkasan draft Perjanjian Usaha Patungan (Joint Venture Agreement) antara
Perseroan dengan KICL adalah sebagai berikut:
1. Bahwa Perseroan dan KICL bermaksud untuk memiliki usaha patungan
dengan mendirikan sebuah perusahaan patungan di Indonesia.
2. Bahwa perusahaan patungan yang didirikan oleh Para Pihak akan
melakukan perdagangan dan distribusi drone atau pesawat tanpa awak
untuk keperluan pertanian, semua peralatan yang terkait dengan
teknologi pertanian (con: irigasi tetes, alat untuk ukur kelembaban,
teknologi rumah kaca, dsb) dan pupuk dan pestisida/agrokimia dan
penyediaan jasa penyemprotan pestisida dan pupuk dengan drone.
3. Para Pihak sepakat untuk mendirikan JVCo yang berdomisili hukum di
Indonesia berdasarkan ketentuan hukum dan peraturan perundangan
yang berlaku di Indonesia.
4. JVCo akan memiliki status sebagai perusahaan penanaman modal asing
(perusahaan PMA) yang bergerak di bidang perdagangan dan distribusi
drone atau pesawat tanpa awak untuk keperluan pertanian; semua
peralatan yang terkait dengan teknologi pertanian (con: irigasi tetes, alat
untuk ukur kelembaban, teknologi rumah kaca, dsb), pupuk dan
pestisida/agrokimia dan penyediaan jasa penyemprotan pestisida dan
pupuk dengan drone.
5. Para Pihak sepakat bahwa domisili hukum dari JVCo adalah di Kabupaten
Mojokerto, Provinsi Jawa Timur, Indonesia.
6. Perseroan dan KICL wajib melakukan segala tindakan yang diperlukan
untuk pendirian JVCo, termasuk namun tidak terbatas pada
penandatanganan Akta Pendirian dan dokumen-dokumen yang terkait
dengan pendaftaran dan perizinan usaha JVCo.
7. Akta Pendirian yang ditandatangani oleh Perseroan dan KICL selaku
pemegang saham pendiri JVCo akan memuat Anggaran Dasar JVCo yang
pertama dan dibuat sesuai ketentuan hukum dan peraturan perundang-
undangan yang berlaku di Indonesia.
8. Para Pihak sepakat bahwa ketentuan dan persyaratan yang tercantum
Anggaran Dasar dan Perjanjian ini akan mengatur tata kelola perusahaan
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi 5
Page 42
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk
dari JVCo dan hubungan antara Para Pihak sebagai pemegang saham
JVCo.
9. Masing-masing Pihak akan mencalonkan anggota-anggota Direksi JVCo
dimana sebagian besar anggotanya akan dicalonkan oleh Perseroan dan
satu diantaranya oleh KICL, sementara seluruh anggota Dewan Komisaris
JVCo akan dicalonkan oleh Perseroan. Seluruh calon anggota Direksi dan
Dewan Komisaris JVCo akan diangkat oleh RUPS sesuai dengan ketentuan
hukum dan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia.
10. Dalam pendirian JVCo masing-masing Pihak harus membayar penuh
bagiannya dari modal disetor JVCo dalam bentuk tunai dan jika JVCo
memerlukan tambahan modal untuk kegiatan usahanya, Para Pihak akan
meningkatkan penyertaannya di JVCo sesuai dengan hukum dan
peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia.
11. Masing-masing Pihak tidak dapat, tanpa persetujuan tertulis sebelumnya
dari Pihak lainnya, menjual, mengalihkan, menggadaikan, membebankan,
atau melepaskan seluruh atau sebagian dari sahamnya di JVCo kepada
pihak lain.
12. Masing-masing Pihak dapat mengalihkan seluruh atau sebagian
sahamnya di JVCo kepada pihak afiliasinya dengan ketentuan apabila
pihak afiliasi tersebut berhenti menjadi pihak terafiliasi maka saham
tersebut wajib segera dialihkan kembali kepada Pihak tersebut.
13. Perjanjian ini berlaku pada saat penandatanganannya oleh Para Pihak
untuk jangka waktu yang tidak ditentukan sepanjang masing-masing Pihak
tetap memiliki saham di JVCo dan karenanya Perjanjian ini akan berakhir
jika Perseroan dan/atau KICL tidak lagi menjadi pemegang saham dari
JVCo atau JVCo dibubarkan secara sah berdasarkan ketentuan hukum
dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Berdasarkan perjanjian dan persyaratan di atas tidak ada persyaratan
khusus yang akan merugikan pihak-pihak yang bertransaksi sehingga syarat-
syarat yang ada pada Rencana Transaksi adalah wajar.
2.2.3. Analisis Manfaat dan Risiko Rencana Transaksi
Analisis ini dilakukan untuk melihat manfaat yang akan diperoleh dan risiko
yang akan dihadapi oleh Perseroan dengan dilaksanakannya Rencana
Transaksi.
a. Manfaat Rencana Transaksi
1. Perseroan dapat meningkatkan pangsa pasar produk alat dan mesin
pertanian melalui metode produksi yaitu drone pertanian (drone
agriculture).
2. Perseroan berpotensi untuk meningkatkan pendapatan melalui entitas
anak yang akan di bentuk melalui skema joint venture.
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi 6
Page 43
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk
3. Transaksi kerjasama joint venture, Perseroan akan mengurangi tingkat
risiko finansial atau operasional yang biasanya terkait dengan
proyek atau investasi baru.
4. Perseroan dapat meningkatkan keunggulan kompetitif yang lebih
besar didalam pasar produk dan teknologi pertanian.
b. Risiko Rencana Transaksi
Apabila Rencana Transaksi gagal maka Perseroan akan kembali ke
rencana strategis Perseroan yang disusun sebelum adanya Rencana
Transaksi
2.3. Analisis Kualitatif atas Rencana Transaksi
2.3.1. Gambaran Perekonomian Indonesia
Berikut adalah ringkasan kondisi perekonomian makro Global dan
Indonesia :
Tabel 2.5. Pertumbuhan Ekonomi Dunia dan Indonesia
TW I TW II TW III TW IV
Deskripsi 2021 2022
2023 2023 2023 2023
PDB Dunia (%) 6,00 3,50 2,60 2,70 3,00 3,00
PDB Indonesia (%) 3,70 5,31 5,03 5,17 4,94 4,90
Nilai Tukar Rupiah (Rp/US $) 14.320 15.592 15.062 14.881 15.515 15.415
Cadangan Devisa Negara (Rp
144,900 137,200 145,200 137,500 134,900 146,400
miliar/US $)
Inflasi 1,87 5,51 4,97 3,52 2,28 2,61
BI Rate (Reverse Repo Rate) (%) 3,50 5,75 5,75 5,75 6,00 6,00
Sumber : Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia
• Pertumbuhan ekonomi dunia melambat dengan ketidakpastian pasar
keuangan yang mereda. Pertumbuhan ekonomi global 2023 diprakirakan
tetap sebesar 3,0%. Pertumbuhan ekonomi tersebut didukung oleh konsumsi
rumah tangga dan investasi. Penurunan inflasi di negara maju, termasuk
AS, berlanjut, meski masih berada di atas sasaran, sementara inflasi
Tiongkok menurun dipengaruhi oleh pertumbuhan ekonomi yang melambat.
• Pertumbuhan ekonomi 2023 diprakirakan dalam kisaran 4,5-5,3%,
didorong oleh konsumsi dan investasi sejalan dengan akselerasi belanja
Pemerintah pada akhir tahun dan percepatan penyelesaian beberapa
Proyek Strategis Nasional (PSN). Pada 2024, pertumbuhan ekonomi
diprakirakan meningkat dalam kisaran 4,7-5,5% didukung oleh
permintaan domestik utamanya berlanjutnya pertumbuhan konsumsi,
termasuk dampak positif penyelenggaraan pemilu, serta peningkatan
investasi khususnya bangunan sejalan dengan berlanjutnya pembangunan
PSN termasuk Ibu Kota Nusantara (IKN).
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi 7
Page 44
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk
• Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) 2023 diprakirakan mencatat surplus
sehingga mendukung ketahanan eksternal. Surplus neraca perdagangan
berlanjut pada Desember 2023 yang tercatat 3,3 miliar dolar AS
dipengaruhi oleh kinerja ekspor komoditas utama Indonesia yang tetap
kuat, seperti batu bara serta besi dan baja. Perkembangan ini mendukung
transaksi berjalan 2023 tetap sehat dan diprakirakan dalam kisaran
surplus 0,4% sampai dengan defisit 0,4% dari PDB.
• Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Desember 2023 tercatat
meningkat menjadi 146,4 miliar dolar AS, setara dengan pembiayaan 6,7
bulan impor atau 6,5 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri
pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar
3 bulan impor.
• Nilai tukar Rupiah hingga 16 Januari 2024 relatif stabil, hanya melemah
1,24% dari akhir Desember 2023, dengan kebijakan stabilisasi Bank
Indonesia dan kembali masuknya aliran portofolio asing, sejalan dengan
tetap menariknya imbal hasil aset keuangan domestik dan tetap positifnya
prospek ekonomi Indonesia.
• Inflasi IHK Desember 2023 tercatat sebesar 2,61% (yoy) menurun dari
tahun sebelumnya sebesar 5,51% (yoy) sehingga berada dalam kisaran
3,0±1%. Penurunan inflasi dipengaruhi oleh terjaganya berbagai
komponen inflasi sebagai hasil nyata konsistensi kebijakan moneter Bank
Indonesia yang pro-stability serta sinergi erat kebijakan Bank Indonesia
dengan Pemerintah Pusat dan Daerah. (Sumber : Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia
Triwulan IV 2023 dan diolah)
2.3.1.1. Pertumbuhan Ekonomi Global
Pertumbuhan ekonomi dunia melambat dengan ketidakpastian pasar
keuangan yang mereda. Ekonomi global diprakirakan tumbuh sebesar 3,0%
pada 2023 dan melambat menjadi 2,8% pada 2024. Ekonomi Amerika
Serikat (AS) dan India tetap kuat didukung konsumsi rumah tangga dan
investasi. Sementara itu, ekonomi Tiongkok melambat seiring dengan tetap
lemahnya konsumsi rumah tangga dan investasi sebagai dampak lanjutan
dari pelemahan kinerja sektor properti, serta terbatasnya stimulus fiskal.
Penurunan inflasi di negara maju, termasuk AS, berlanjut, meski masih berada
di atas sasaran, sementara inflasi Tiongkok menurun dipengaruhi oleh
pertumbuhan ekonomi yang melambat. Siklus kenaikan suku bunga kebijakan
moneter negara maju, termasuk Fed Funds Rate (FFR), diprakirakan telah
berakhir meskipun masih bertahan tinggi pada semester I 2024, dengan
kemungkinan akan mulai menurun pada semester II 2024. Yield obligasi
Pemerintah negara maju, termasuk US Treasury, menurun secara gradual tapi
masih berada di level tinggi sejalan dengan premi risiko jangka panjang
(term-premia) terkait besarnya pembiayaan fiskal dan utang pemerintah AS.
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi 8
Page 45
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk
Tekanan penguatan nilai tukar dolar AS terhadap berbagai mata uang dunia
juga berkurang. Perkembangan tersebut mendorong berlanjutnya aliran
masuk modal asing dan mengurangi tekanan pelemahan nilai tukar di
emerging market, termasuk Indonesia. Ke depan, beberapa risiko global
tetap perlu dicermati karena dapat memengaruhi ketidakpastian
perekonomian dunia, seperti berlanjutnya ketegangan geopolitik, pelemahan
ekonomi di sejumlah negara utama, termasuk Tiongkok, serta kepastian waktu
dan besarnya penurunan suku bunga moneter negara maju, khususnya FFR.
Tabel 2.6. Pertumbuhan PDB Dunia
2.3.1.2. Pertumbuhan Ekonomi Domestik
Pemulihan ekonomi Indonesia terus berlanjut ditopang oleh permintaan
domestik. Pertumbuhan ekonomi 2023 diprakirakan dalam kisaran 4,5-5,3%,
didorong oleh konsumsi dan investasi sejalan dengan akselerasi belanja
Pemerintah pada akhir tahun dan percepatan penyelesaian beberapa
Proyek Strategis Nasional (PSN). Pada 2024, pertumbuhan ekonomi
diprakirakan meningkat dalam kisaran 4,7-5,5% didukung oleh permintaan
domestik utamanya berlanjutnya pertumbuhan konsumsi, termasuk dampak
positif penyelenggaraan pemilu, serta peningkatan investasi khususnya
bangunan sejalan dengan berlanjutnya pembangunan PSN termasuk Ibu Kota
Nusantara (IKN). Sementara itu, kinerja ekspor diprakirakan belum kuat
sebagai dampak perlambatan ekonomi global dan penurunan harga
komoditas. Berdasarkan Lapangan Usaha (LU), prospek LU Industri
Pengolahan, Perdagangan Besar dan Eceran, Informasi dan Komunikasi,
Konstruksi, serta Transportasi dan Pergudangan diprakirakan tetap tumbuh
baik. Sementara secara spasial, pertumbuhan yang baik diprakirakan terjadi
di seluruh wilayah, terutama Sulawesi-Maluku-Papua (Sulampua) sejalan
dengan dampak positif hilirisasi mineral, serta Jawa akibat permintaan
domestik yang masih kuat. Ke depan, Bank Indonesia akan terus memperkuat
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi 9
Page 46
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk
sinergi stimulus fiskal Pemerintah dengan stimulus makroprudensial Bank
Indonesia untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, khususnya dari sisi
permintaan domestik.
Pertumbuhan ekonomi di seluruh wilayah diprakirakan tetap terjaga pada
triwulan IV 2023 ditopang permintaan domestik, di tengah tekanan global.
Kondisi tersebut tecermin dari sejumlah indikator dini ekonomi daerah yang
tetap terjaga. Keyakinan konsumen masih berada pada level optimis di
seluruh wilayah. Ekspektasi penghasilan ke depan meningkat di sebagian
besar wilayah sejalan dengan perbaikan penjualan ritel yang ditopang oleh
Jawa, Kalimantan, dan Balinusra. Konsumsi yang meningkat di mayoritas
wilayah didukung oleh peningkatan mobilitas seiring berbagai event akhir
tahun, libur natal dan tahun baru (Nataru), serta belanja terkait Pemilu.
Sementara itu, kinerja investasi daerah diprakirakan tetap kuat, khususnya
ditopang investasi bangunan. Perkembangan tersebut tecermin dari
peningkatan indikator penjualan semen di seluruh wilayah, terutama Jawa,
sejalan berlanjutnya penyelesaian Proyek Strategis Nasional (PSN). Namun
demikian, terdapat sejumlah proyek PSN yang ditunda ke tahun 2024.
Investasi nonbangunan diprakirakan tetap kuat didukung proyek Pemerintah
dan Swasta. Hal ini juga sejalan dengan masih berlanjutnya investasi hilirisasi
nikel di Sulampua, terutama di Sulawesi Tengah. Di sisi lain, perlambatan
permintaan global memengaruhi kinerja ekspor nonmigas khususnya di
Sumatera.
Di sisi Lapangan Usaha (LU), proses perbaikan LU utama pada triwulan IV
2023 diprakirakan berlanjut di berbagai wilayah. Prospek ekonomi tersebut
terutama ditopang oleh perbaikan LU Pertanian dan LU Konstruksi, sementara
LU lainnya tetap terjaga. Kinerja LU Pertanian ditopang oleh subLU
perkebunan di Sumatera yang tetap kuat, khususnya Tandan Buah Segar
(TBS) kelapa sawit dan produksi padi di daerah sentra wilayah Sumatera dan
Jawa. Di sisi lain, kinerja produksi padi di Kalimantan, Sulampua, dan
Balinusra tertahan akibat kendala irigasi di beberapa wilayah karena
dampak lanjutan El-Nino. Kinerja LU Konstruksi pada triwulan IV 2023 juga
diprakirakan meningkat di berbagai wilayah sejalan dengan berlanjutnya
proyek pemerintah dan swasta. Hal ini juga terkonfirmasi dari penjualan
impor barang konstruksi yang membaik di seluruh wilayah. Peningkatan
kinerja LU Konstruksi terutama terjadi di Balinusra dan Sulampua. Kinerja LU
Perdagangan juga tetap kuat, didukung penyelenggaraan berbagai event
menjelang akhir tahun di hampir seluruh wilayah. Adapun LU Penyediaan
Akomodasi dan Makan Minum (Akmamin) tertahan seiring normalisasi
kunjungan wisatawan.
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi 10
Page 47
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk
2.3.1.3. Tingkat Inflasi (Inflation Rate)
Inflasi IHK Desember 2023 tercatat sebesar 2,61% (yoy) menurun dari tahun
sebelumnya sebesar 5,51% (yoy) sehingga berada dalam kisaran 3,0±1%.
Penurunan inflasi dipengaruhi oleh terjaganya berbagai komponen inflasi
sebagai hasil nyata konsistensi kebijakan moneter Bank Indonesia yang pro-
stability serta sinergi erat kebijakan Bank Indonesia dengan Pemerintah Pusat
dan Daerah. Inflasi inti 2023 terjaga rendah sebesar 1,80% (yoy)
dipengaruhi oleh imported inflation yang rendah, ekspektasi inflasi yang
terjangkar dalam sasaran, dan kapasitas perekonomian yang masih besar
dan dapat merespons permintaan domestik. Inflasi volatile food juga
terkendali sebesar 6,73% (yoy) didukung oleh eratnya sinergi pengendalian
inflasi antara Bank Indonesia dengan TPIP dan TPID melalui penguatan GNPIP
di berbagai daerah dalam mengendalikan harga pangan, termasuk dari
dampak El Nino. Inflasi kelompok administered prices tercatat sebesar 1,72%
(yoy), sejalan minimalnya kebijakan penyesuaian harga komoditas yang
diatur oleh Pemerintah. Ke depan, Bank Indonesia terus memperkuat
kebijakan moneter yang pro-stability dan mempererat sinergi kebijakan
dengan Pemerintah guna memastikan inflasi 2024 berada dalam kisaran
2,5±1%.
Tabel 2.7. Tingkat Inflasi Indonesia y-to-y (2018 - 2023)
Bulan 2018 2019 2020 2021 2022 2023
Januari 3,40 3,25 2,82 1,55 2,18 5,28
Februari 3,83 3,18 2,57 1,38 2,06 5,47
Maret 3,61 3,40 2,48 1,37 2,64 4,97
April 4,17 3,41 2,83 1,42 3,47 4,33
Mei 4,33 3,23 3,32 1,68 3,55 4,00
Juni 4,37 3,12 3,28 1,33 4,35 3,52
Juli 3,88 3,18 3,32 1,52 4,94 3,08
Agustus 3,82 3,20 3,49 1,59 4,69 3,27
September 3,72 2,88 3,39 1,60 5,95 2,28
Oktober 3,56 3,16 3,13 1,66 5,71 2,56
Nopember 3,30 3,23 3,00 1,75 5,42 2,86
Desember 3,61 3,13 2,72 1,87 5,51 2,61
Sumber : Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia (diolah)
2.3.1.4. Nilai Tukar Rupiah
Nilai tukar Rupiah hingga 16 Januari 2024 relatif stabil, hanya melemah
1,24% dari akhir Desember 2023, dengan kebijakan stabilisasi Bank
Indonesia dan kembali masuknya aliran portofolio asing, sejalan dengan
tetap menariknya imbal hasil aset keuangan domestik dan tetap positifnya
prospek ekonomi Indonesia. Perkembangan nilai tukar Rupiah tersebut relatif
lebih baik dibandingkan dengan mata uang regional lainnya, seperti Ringgit
Malaysia, Baht Thailand, dan Won Korea Selatan yang masing-masing
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi 11
Page 48
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk
tercatat melemah sebesar 1,95%, 2,82%, dan 3,24%. Ke depan, nilai tukar
Rupiah akan tetap stabil dengan kecenderungan menguat didukung oleh
meredanya ketidakpastian global, kecenderungan penurunan yield obligasi
negara maju, dan menurunnya tekanan penguatan dolar AS. Positifnya
perkembangan nilai tukar Rupiah ke depan didukung oleh kebijakan
stabilisasi Bank Indonesia serta penguatan strategi operasi moneter pro-
market melalui optimalisasi instrumen SRBI, SVBI, dan SUVBI dalam rangka
menarik aliran masuk portofolio asing dan pendalaman pasar uang.
Koordinasi erat Bank Indonesia dengan Pemerintah, perbankan, dan dunia
usaha terus diperkuat untuk mendukung implementasi instrumen penempatan
valas Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) sejalan dengan
PP Nomor 36 Tahun 2023.
2.3.1.5. Suku Bunga
Suku bunga pasar uang (IndONIA) bergerak dalam kisaran BI-Rate sebesar
5,81% pada 16 Januari 2024. Suku bunga SRBI tercatat menarik pada level
6,68%, 6,78% dan 6,87% masing-masing untuk tenor 6, 9, dan 12 bulan
pada 15 Januari 2024 sehingga mendukung efektivitas SRBI sebagai
instrumen moneter yang pro-market. Sementara itu, suku bunga perbankan
tetap rendah dipengaruhi oleh likuiditas perbankan yang memadai serta
kebijakan transparansi SBDK yang meningkatkan efisiensi suku bunga
perbankan. Dengan kaitan ini, suku bunga deposito 1 bulan dan suku bunga
kredit pada Desember 2023 tercatat rendah masing-masing sebesar 4,69%
dan 9,25%. Imbal hasil SBN tenor 2 dan 10 tahun menurun seiring dengan
ketidakpastian yang mereda.
Pertumbuhan kredit pada 2023 mencapai 10,38% (yoy), berada dalam
kisaran atas prakiraan Bank Indonesia 9-11%. Dari sisi permintaan,
peningkatan kredit tersebut sejalan dengan kinerja positif korporasi dan
rumah tangga. Dari sisi penawaran, peningkatan kredit didorong oleh risk
appetite perbankan dan kapasitas likuiditas perbankan yang terjaga baik,
termasuk dampak positif dari kebijakan likuiditas Bank Indonesia seperti KLM
dan Penyangga Likuiditas Makroprudensial (PLM). Berdasarkan kelompok
penggunaan, pertumbuhan kredit terutama ditopang oleh kredit investasi dan
kredit modal kerja, masing-masing sebesar 12,26% dan 10,05%. Sementara
secara sektoral, pertumbuhan kredit terutama ditopang oleh kinerja sektor
Pengangkutan, Jasa Sosial, Perdagangan, dan Listrik, Gas, Air. Pembiayaan
syariah pada Desember 2023 juga tumbuh sebesar 15,80% (yoy), sementara
pertumbuhan kredit UMKM mencapai 8,03% (yoy). Ke depan, pertumbuhan
kredit diprakirakan meningkat dalam kisaran 10-12% pada 2024, sejalan
dengan tetap kuatnya pertumbuhan ekonomi domestik.
Rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) tercatat pada level
yang tinggi sebesar 27,86% pada November 2023. Likuiditas perbankan
tetap memadai, tercermin dari rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi 12
Page 49
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk
(AL/DPK) pada Desember 2023 yang terjaga tinggi pada 28,73%.
Terjaganya likuiditas perbankan sejalan dengan masih tingginya
penempatan perbankan pada surat berharga yang tergolong likuid dan
implementasi KLM. Kapasitas likuiditas perbankan (lending capacity) juga
didukung oleh penguatan strategi operasi moneter yang pro-market melalui
antara lain perdagangan SRBI di pasar sekunder, yang memberikan
fleksibilitas bank dalam mengelola likuiditas. Sementara itu, rasio kredit
bermasalah perbankan (Non-Performing Loan/NPL) tercatat rendah, sebesar
2,19% (bruto) dan 0,75% (neto).
Pada tahun 2023, nilai transaksi digital banking tercatat Rp58.478,24 triliun
atau tumbuh sebesar 13,48% (yoy) dan diproyeksikan meningkat 9,11%
(yoy) hingga mencapai Rp63.803,77 triliun pada tahun 2024. Sementara
nilai transaksi Uang Elektronik (UE) meningkat 43,45% (yoy) sehingga
mencapai Rp835,84 triliun dan diproyeksikan meningkat 25,77% (yoy)
hingga mencapai Rp1.051,24 triliun pada tahun 2024. Nominal transaksi
QRIS tercatat tumbuh 130,01% (yoy) dan mencapai Rp229,96 triliun, dengan
jumlah pengguna 45,78 juta dan jumlah merchant 30,41 juta yang sebagian
besar merupakan UMKM. Sementara itu, nilai transaksi pembayaran
menggunakan kartu ATM, kartu debit, dan kartu kredit mencapai Rp8.178,69
triliun atau turun sebesar 0,81% (yoy). Dari sisi pengelolaan uang Rupiah,
jumlah Uang Kartal Yang Diedarkan (UYD) pada Desember 2023 meningkat
7,33% (yoy) sehingga menjadi Rp1.101,75 triliun.
Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 16-17 Januari 2024
memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate sebesar 6,00%, suku bunga
Deposit Facility sebesar 5,25%, dan suku bunga Lending Facility sebesar
6,75%. Keputusan mempertahankan BI-Rate pada level 6,00% tetap
konsisten dengan fokus kebijakan moneter yang pro-stability, yaitu untuk
penguatan stabilisasi nilai tukar Rupiah serta langkah pre-emptive dan
forward looking untuk memastikan inflasi tetap terkendali dalam sasaran
2,5±1% pada 2024. Sementara itu, kebijakan makroprudensial dan sistem
pembayaran tetap pro-growth untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang
berkelanjutan. Kebijakan makroprudensial longgar terus ditempuh untuk
mendorong kredit/pembiayaan perbankan kepada dunia usaha dan rumah
tangga. Akselerasi digitalisasi sistem pembayaran, termasuk digitalisasi
transaksi keuangan Pemerintah Pusat dan Daerah juga terus didorong untuk
meningkatkan volume transaksi dan memperluas inklusi ekonomi-keuangan
digital.
2.3.1.6. Prospek Perekonomian Indonesia 2024
Pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada 2024 diperkirakan
tetap stabil didukung oleh potensi meningkatnya belanja kampanye
menjelang pemilihan umum presiden dan wakil presiden (pilpres) di Februari
dan pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak November. Pesta demokrasi
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi 13
Page 50
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk
diharapkan dapat membantu memulihkan daya beli masyarakat, khususnya
masyarakat bawah, melalui pencairan subsidi sosial yang lebih masif.
Dari sisi inflasi, berlalunya dampak kenaikan harga bahan bakar minyak
(BBM) bersubsidi dan sinergi pengendalian inflasi yang baik antara Bank
Indonesia dan pemerintah baik pusat maupun daerah akan membuat inflasi
tetap terkendali dan rendah. Di sisi lain, ia menuturkan beberapa faktor risiko
yang perlu dicermati bagi perekonomian yakni arah kebijakan suku bunga
acuan global, meningkatnya tensi risiko geopolitik, serta daya beli
masyarakat segmen bawah dan menengah ke bawah.
Prediksi tersebut lebih rendah dibandingkan prognosa pertumbuhan ekonomi
2023 sebesar 5,01 persen. Pada 2024, pertumbuhan ekonomi diperkirakan
akan dipengaruhi oleh permintaan domestik, terutama kenaikan gaji aparatur
sipil negara (ASN), penyelenggaraan pemilu, dan pembangunan Ibu Kota
Nusantara (IKN).
Sementara itu, inflasi diperkirakan sebesar 3,2 persen pada tahun depan,
lebih tinggi dari prognosa 2023 yang sebesar 2,84 persen. Peningkatan
pada proyeksi tersebut mempertimbangkan permintaan yang masih baik dan
dampak dari nilai tukar rupiah yang lebih lemah.
2.3.2. Gambaran Umum Industri Pertanian
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan Produk Domestik Bruto
atau PDB sektor pertanian mengalami pertumbuhan sebesar 1,30 persen
selama Triwulan IV 2023. Pertumbuhan ini sekaligus memastikan bahwa
pertanian sangat berkontribusi besar terhadap ekonomi nasional yang
tumbuh 5,05% secara tahunan C-to-C. Pertanian berada di posisi 5 besar
pada distribusi dan pertumbuhan PDB menurut lapangan usaha kwartal IV
tahun 2023. Data ini tercatat bersamaan dengan lapangan usaha lain seperti
industri pengolahan, perdagangan, kontruksi dan pertambangan. Dari sisi
lapangan usaha pada triwulan IV 2023 (YonY), seluruh lapangan usaha
tumbuh positif. Lapangan usaha utama yang memberikan kontribusi besar
terhadap PDB salah satunya sektor pertanian, di mana pertumbuhannya
mencapai 1,30 persen dan distribusinya sebesar 11,53 persen.
Sektor pertanian, merupakan sektor yang memiliki peran penting, tidak hanya
pada masa sekarang, namun juga di masa mendatang karena berperan
dalam menyediakan kebutuhan pangan masyarakat, pakan untuk ternak, dan
penyediaan bioenergi. Tugas penyediaan pangan masyarakat bukanlah
tugas yang ringan, karena diperkirakan penduduk Indonesia pada tahun
2050 mencapai 317 juta jiwa, atau terbesar keenam di dunia setelah India,
Tiongkok, Amerika, Nigeria dan Pakistan (United Nations Population, 2022).
Untuk itu ketahanan pangan nasional ke depan harus tetap dipersiapkan dan
dijaga dengan baik.
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi 14
Page 51
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk
Dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan dalam negeri, sesuai UU
No. 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional
(RPJPN) tahun 2005-2025 dan Peraturan Presiden Nomor 18 Tahun 2020
tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun
2020-2024, sektor pertanian diharapkan berkontribusi terhadap
pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berkualitas. Pertumbuhan ekonomi lima
tahun ke depan diharapkan meningkat sampai 5,7-6,0% per tahun, yang
didorong oleh peningkatan produktivitas, investasi berkelanjutan, perbaikan
pasar tenaga kerja dan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).
Pada tahun 2024, peningkatan kualitas ekonomi tercermin dari perbaikan
capaian indikator makro ekonomi Indonesia di antaranya: inflasi yang stabil,
penurunan tingkat kemiskinan, penurunan tingkat pengangguran, penurunan
tingkat rasio gini dan peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
Perekonomian Indonesia pada Tahun 2023 berhasil menjaga pertumbuhan
ekonomi yang impresif di tengah perlambatan ekonomi global, peningkatan
tekanan geopolitik, risiko perubahan iklim dan penurunan harga komoditas
ekspor unggulan. Ekonomi Indonesia tumbuh 5,04 persen (y-on-y), dan secara
kumulatif pertumbuhan triwulan I hingga triwulan IV tahun 2023 dibandingkan
dengan triwulan I hingga triwulan IV tahun 2022 tumbuh sebesar 5,05 persen
(c-to-c). Hasil ini menunjukkan kinerja ekonomi yang menguat dibandingkan
dengan tahun 2022 dan tetap berada pada level 5 persen. Pertumbuhan
positif ini juga merupakan hasil kinerja positif dari sektor pertanian yang
secara konsisten memberikan kontribusi positif dan termasuk dalam 5 sektor
dengan kontribusi terbesar terhadap perekonomian, yaitu sektor pengolahan,
perdagangan, pertanian, pertambahan dan konstruksi. Pada tahun 2023
berdasarkan rilis BPS, sektor pertanian tumbuh sebesar 1,12 persen (y-on-y)
atau berkontribusi sebesar 11,39% pada pertumbuhan ekonomi nasional (y-
on-y) dan tumbuh sebesar 1,30 persen (c-to-c) atau berkontribusi sebesar
12,53% pada pertumbuhan ekonomi nasional (c-to-c).
Pertumbuhan sektor pertanian pada tahun 2023 didorong oleh pertumbuhan
subsektor peternakan sebesar 3,71 persen dan subsektor perkebunan sebesar
1,73 persen. Pertumbuhan dengan tren postif ini menunjukkan hasil
menggembirakan meskipun capaian ini belum melampaui capaian
pertumbuhan sektor pertanian sebelum terjadinya pandemi Covid-19 pada
tahun 2019 yang mencapai 3,61 persen seperti yang ditunjukkan pada
Gambar 1.
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi 15
Page 52
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk
Grafik 2.1. Pertumbuhan Sektor Pertanian Tahun 2011 - 2023
Sumber : BPS
Kinerja positif sektor pertanian tidak hanya berperan sebagai penopang
pembangunan nasional, namun juga berperan dalam mewujudkan ketahanan
pangan, penyerapan tenaga kerja, pengentasan kemiskinan dan
penanggulangan stunting. Selain itu, dengan memacu kinerja sektor pertanian,
diharapkan dapat meningkatan daya saing melalui pertumbuhan agroindusti
hilir dan meningkatkan ekspor komoditas pertanian untuk meningkatkan
devisa negara. Pembangunan pertanian ke depan akan dihadapkan kepada
perubahan lingkungan strategis yang dinamis baik domestik maupun
internasional. Salah satu tantangan besar pembangunan pertanian yaitu
pertumbuhan ekonomi utamanya sektor pertanian yang tumbuh positif dapat
terdistribusi secara merata pada petani, sehingga mampu meningkatkan
pendapatan petani yang sebagain besar merupakan petani gurem.
Berdasarkan hasil Sensus Pertanian 2023 Tahap I, jumlah petani gurem
mencapai 17,25 juta orang atau 62,05% dari jumlah petani pengguna lahan,
yang berarti sebagian besar petani menguasai lahan kurang dari 0,5 hektar.
Untuk itu, peningkatan produksi komoditas pertanian dan peningkatan daya
saing produk pertanian, tidak hanya diarahkan sebatas pada peningkatan
Produk Domestik Bruto (PDB) sektor pertanian, namun adanya transmisi dari
PDB nasional terhadap peningkatan pendapatan petani yang pada akhirnya
dapat meningkatkan kesejahteraan petani. Hal ini sejalan dengan RPJMN
2020-2024, yang mengarahkan pembangunan tidak hanya berorientasi
pada pertumbuhan ekonomi, tetapi bagaimana kualitas dan distribusi
ekonomi (kesejahteraannya) semakin merata. Salah satu kunci mencapai
pertumbuhan ekonomi yang berkualitas adalah melalui proses transformasi
struktural.
Volume ekspor pertanian selama periode tahun 2023 mengalami
peningkatan 3,45% dibandingkan dengan volume ekspor tahun 2022, yang
meliputi ekspor pertanian dalam bentuk segar maupun olahan. Nilai Tukar
Petani (NTP) nasional, sepanjang tahun 2023 juga menunjukkan tren yang
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi 16
Page 53
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk
meningkat, dengan rata-rata NTP tahun 2023 sebesar 112,46 atau terjadi
peningkatan rata-rata sebesar 4,78 persen dibandingkan dengan nilai tahun
2022 yang rata-rata NTP nya sebesar 107,33.
2.3.3. Analisis Prospek Usaha Perseroan
International Monetary Fund (IMF) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi
2024-2025 sebesar 3% yang didasarkan pada ekspektasi penurunan harga
komoditas bahan bakar dan non bahan bakar, serta penurunan suku bunga
di seluruh sektor. Sedangkan menurut Menteri Keuangan, IMF
memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia stabil di angka 5% pada
tahun 2024 dan 2025. Penilaian IMF ini didasarkan pada strategi pemerintah
yang berfokus untuk mempertahankan kebijakan fiskal yang netral,
menerapkan kebijakan perpajakan yang moderat, melakukan reformasi
administrasi, memastikan belanja negara yang efektif, serta secara bertahap
meningkatkan investasi modal dalam jangka menengah.
Sementara itu, surplus neraca perdagangan pada Januari 2024 yang masih
berlanjut terutama bersumber dari surplus neraca perdagangan nonmigas.
Kinerja positif ekspor nonmigas ditopang oleh kuatnya ekspor lemak dan
minyak hewan/nabati, besi dan baja, serta alas kaki. Tiongkok, Amerika
Serikat, dan India masih menjadi kontributor utama ekspor india. Selain itu,
pada sektor manufaktur dalam negeri diproyeksikan tumbuh lebih cepat
mencapai 52,9% pada Januari 2024, yang didukung oleh meningkatnya
pesanan baru baik dari dalam maupun luar negeri, serta didukung oleh
membaiknya kondisi permintaan dan perluasan pasar atau pelanggan.
Pertumbuhan sektor pertanian pada tahun 2023 didorong oleh pertumbuhan
subsektor peternakan sebesar 3,71 persen dan subsektor perkebunan sebesar
1,73 persen.
Sebagai perusahaan berbasis ilmu pengetahuan yang menjadi landasan
sektor pangan Indonesia, Perseroan menyadari perannya dalam industri ini
dan peluang pertumbuhan yang sangat besar. Selama lebih dari 40 tahun,
Perseroan telah melayani kebutuhan nutrisi konsumen Indonesia. Dengan
pasar domestik berjumlah lebih dari 270 juta orang, Indonesia adalah pasar
konsumen terbesar di Asia Tenggara. Pasar dan populasi yang besar ini
mendorong peningkatan permintaan pangan dan nutrisi yang pada
gilirannya memberikan jalur berkelanjutan bagi Perseroan untuk bertumbuh
sebagai penyedia benih hibrida, sarana produksi pertanian dan alat dan
mesin pertanian.
Dengan jumlah penduduk yang besar dan kebutuhan pangan yang semakin
meningkat, Indonesia perlu melakukan modernisasi pada sektor pertaniannya.
Intensifikasi pertanian melalui teknik pertanian modern untuk memperoleh
hasil panen yang lebih tinggi per hektar terus dikembangkan mengingat
semakin terbatasnya lahan pertanian yang subur di Indonesia. Hal ini
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi 17
Page 54
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk
memberikan dasar yang kuat bagi percepatan penggunaan produk-produk
modern yang telah dirancang untuk memberikan hasil yang lebih tinggi dan
pada saat yang sama memberikan ketahanan yang lebih baik terhadap
hama, penyakit dan iklim yang kurang mendukung. Perseroan, dengan
pengalaman panjang dalam produksi benih hibrida dan sarana produksi
pertanian, serta keahlian dalam pertanian modern, akan memperoleh
manfaat besar dari kondisi ini.
Usaha baru Perseroan di bidang alat dan mesin pertanian akan memperluas
prospek pertumbuhannya di masa depan. Lini bisnis baru ini akan semakin
memperluas kemampuan kami untuk memanfaatkan pasar potensial yang
terus berkembang yaitu para petani jagung plasma yang ingin
memaksimalkan produktivitas mereka dengan menggunakan cara modern.
2.3.4. Alasan Dilakukannya Rencana Transaksi
Sejak beroperasi hingga saat ini, Perseroan terus melakukan inovasi bisnis,
salah satunya adalah mengembangkan teknologi pertanian. Selain itu, bisnis
yang terintegrasi masih menjadi fokus Perseroan dalam mengembangkan
pertanian di Indonesia. Sebagai salah satu kegiatan usaha yang dijalankan
oleh Perseroan, bisnis alat dan mesin pertanian akan menjadi penyumbang
penjualan Perseroan yang penting. Pengembangan teknologi pertanian di
bisnis alat dan mesin pertanian akan membantu meningkatkan metode
produksi yang berkelanjutan dan efisien bagi petani Indonesia di dalam
menghasilkan produk pertanian.
Salah satu produk alat dan mesin pertanian yang akan ditawarkan oleh
Perseroan untuk meningkatkan metode produksi adalah drone pertanian
(drone agriculture). Teknologi drone pertanian akan menjadi terobosan baru,
menawarkan kemampuan yang belum pernah ada sebelumnya kepada
petani untuk memantau, mengelola dan mengoptimalkan perawatan tanaman
mereka dengan presisi dan efisiensi. Penyemprotan tanaman dengan
teknologi drone pertanian dapat mengatasi tantangan topografi yang sulit
dijangkau para petani serta dapat memitigasi risiko kesehatan manusia
karena dengan menggunakan drone pertanian, mampu mengurangi paparan
langsung residu pupuk dan agrokimia terhadap tenaga kerja. Selain itu,
Perseroan dapat memperkuat konsep one-stop shopping karena akan
menawarkan keragaman produk dan jasa bagi para petani, dari benih,
pestisida, pupuk dan alat dan mesin pertanian, yang salah satunya adalah
drone pertanian.
Pertimbangan Perseroan untuk melakukan transaksi dengan pihak Afiliasi
yaitu KICL dibandingkan apabila transaksi tersebut dilakukan dengan pihak
yang tidak terafiliasi adalah karena KICL merupakan entitas anak dari Chia
Tai Co., Ltd. yang telah memiliki pengalaman lebih dari 100 tahun di bidang
pertanian, termasuk teknologi pertanian. Chia Tai Co., Ltd. merupakan
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi 18
Page 55
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk
perusahaan terkemuka di bidang agribisnis di Thailand dan telah
memperkenalkan produk drone pertanian kepada para petani di Thailand.
Dengan menjalin kerja sama dengan KICL, Perseroan akan mendapatkan
akses produk, akses informasi dan alih teknologi terbaru dalam melakukan
bisnis drone pertanian.
2.3.5. Keuntungan dan Kerugian yang Bersifat Kualitatif atas Rencana
Transaksi
Keuntungan Perseroan dengan adanya rencana transaksi kerjasama usaha
patungan (joint venture) pendirian perusahaan patungan adalah untuk
memperkuat komitmen Perseroan dalam mengeksplorasi teknologi pertanian
dan solusi untuk mengatasi tantangan pertanian dalam upaya meningkatkan
produktivitas dan efisiensi di Indonesia.
Kerugian yang akan diperoleh Perseroan dari Rencana Transaksi ini adalah
dengan dilakukannya Rencana Transaksi, terdapat biaya-biaya yang muncul
akibat Rencana Transaksi ini, yang tidak terbatas pada biaya lembaga
penunjang pasar modal seperti biaya KAP dan KJPP dengan biaya-biaya
yang muncul antara lain biaya KAP, biaya penilaian objek transaksi, biaya-
biaya terkait profesi penilai serta kewajiban-kewajiban yang lain yang
dapat muncul dikemudian hari.
2.4. Analisis Kuantitatif Objek Transaksi
Untuk melihat kelayakan atas rencana pendirian perusahaan patungan, perlu
dilakukan analisis terhadap kelayakan perusahaan patungan yang dapat
dilihat pada biaya investasi, proyeksi keuangan seperti proyeksi posisi
keuangan, dan laba rugi yang dapat disajikan sebagai berikut :
2.4.1. Biaya Investasi
Modal disetor oleh Perseroan di perusahaan patungan adalah sebesar Rp18
Miliar dan modal disetor KICL sebesar Rp2 Miliar. Berikut adalah biaya
investasi awal pendirian perusahaan patungan:
Period Amount % of Total Investment
Juli 2024 10.000.000.000 50%
Agustus 2024 20.000.000.000 50%
Total 20.000.000.000 100%
Sumber: Manajemen Perseroan
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi 19
Page 56
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk
2.4.2. Proyeksi Keuangan Perusahaan Patungan
Dasar dalam perhitungan proyeksi keuangan adalah business plan yang
diberikan oleh pemberi tugas berdasarkan laporan studi kelayakan
Patungan.
2.4.2.1. Proyeksi Posisi Keuangan Perusahaan Patungan
Berikut ini disajikan proyeksi posisi keuangan Perusahaan Patungan adalah
sebagai berikut:
Tabel 2.8. Proyeksi Posisi Keuangan Perusahaan Patungan (Dalam Jutaan Rupiah)
PROYEKSI
URAIAN
2024 2025 2026 2027 2028
Aset Lancar 24.770 36.737 66.362 108.245 171.131
Aset Tidak Lancar 346 585 600 593 394
Total Aset 25.116 37.321 66.962 108.838 171.526
Liabilitas Jangka Pendek 1.087 3.384 7.802 11.677 17.159
Liabilitas Jangka
- - - - -
Panjang
Total Liabilitas 1.087 3.384 7.802 11.677 17.159
Total Ekuitas 24.029 33.937 59.159 97.161 154.366
Total Liabilitas &
25.116 37.321 66.962 108.838 171.526
Ekuitas
Sumber : Laporan Manajemen Perseroan (diolah)
Berdasarkan proyeksi keuangan perusahaan patungan di atas, diperkirakan
Total Aset perusahaan patungan mengalami peningkatan setiap tahunnya
yaitu rata-rata CAGR sebesar 61,66% per tahun selama masa proyeksi.
Kenaikan tersebut sebagian besar berasal dari kas dan bank, piutang usaha,
persediaan dan aset tetap.
Total liabilitas perusahaan patungan diproyeksikan mengalami kenaikan
rata-rata CAGR 99,33% per tahun selama masa proyeksi. Peningkatan
tersebut sebagian besar berasal dari kenaikan utang pajak.
Total Ekuitas perusahaan patungan di proyeksikan mengalami peningkatan
selama masa proyeksi dengan rata-rata CAGR 59,20% per tahun.
Peningkatan tersebut disebabkan oleh adanya peningkatan saldo laba.
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi 20
Page 57
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk
2.4.2.2. Proyeksi Laba Rugi Perusahaan Patungan
Berikut ini disajikan proyeksi laba rugi perusahaan patungan:
Tabel 2.9. Proyeksi Laba Rugi Perusahaan Patungan (Dalam Jutaan Rupiah)
PRO Y EKSI
URAIAN
2024 2025 2026 2027 2028
Penjualan Bersih 27.900 75.150 184.900 272.450 401.800
Beban Pokok Penjualan -20.225 -53.565 -135.180 -200.146 -297.158
Laba Bruto 7.675 21.585 49.720 72.304 104.642
EBIT 4.941 12.090 31.576 47.563 71.151
EBITDA 4.975 12.229 31.750 47.774 71.365
EBT 5.116 12.568 32.169 48.465 72.859
Laba Bersih 4.029 9.908 25.223 38.001 57.205
Sumber : Laporan Manajemen Perseroan (diolah)
Perusahaan patungan setelah beroperasi komersial pada pertengahan tahun
2024, penjualan bersih diproyeksikan sebesar Rp. 27,9 miliar dan akan
ditingkatkan menjadi Rp. 401,8 miliar pada tahun 2028. Kami
memproyeksikan penjualan bersih akan meningkat secara signifikan dalam
periode lima tahun ke depan. Margin kotor pada tahun 2024 diperkirakan
sekitar 27,5% dan terus di pertahankan kurang lebih pada porsi yang sama
hingga tahun 2028.
Laba yang diperoleh pada tahun 2024 belum memberikan dampak positif
dalam pengembalian aset yang di investasikan, hal ini disebabkan karena
perusahaan baru mulai beroperasi pada semester kedua 2024, namun secara
bertahap ROA meningkat menjadi 23,9% pada tahun 2028.
Penjualan pada tahun 2024 mencapai Rp. 27,9 miliar, kemudian meningkat
menjadi Rp. 401,8 miliar pada tahun 2028.
Laba kotor pada tahun 2024 diperkirakan sekitar 27,5% dan terus di
pertahankan kurang lebih pada porsi yang sama hingga tahun 2028 yaitu
26,0%.
EBIT akan tercapai sebesar 17,7% pada tahun 2024 dan dan terus di
pertahankan kurang lebih pada porsi yang sama hingga tahun 2028.
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi 21
Page 58
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk
2.4.2.3. Proyeksi Arus Kas Perusahaan Patungan
Perkembangan arus kas perusahaan patungan selama masa proyeksi dapat
dilihat pada tabel berikut:
Tabel 2.10. Proyeksi Arus Kas Perusahaan Patungan (Dalam Jutaan Rupiah)
PROYEKSI
URAIAN
2024 2025 2026 2027 2028
Arus Kas dari Aktivitas
-9.883 7.435 -439 18.000 26.972
Operasi
Arus Kas dari Aktivitas
-380 -378 -189 -204 -16
Investasi
Arus Kas dari Aktivitas
20.000 - - - -
Pendanaan
Kenaikan (Penurunan)
9.737 7.057 -628 17.796 26.956
Bersih Kas dan Setara Kas
Kas dan Setara Kas Awal
- 9.737 16.794 16.166 33.962
Tahun
Kas dan Setara Kas Akhir
9.737 16.794 16.166 33.962 60.917
Tahun
Sumber : Laporan Manajemen Perusahaan Patungan (diolah)
• Jumlah kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi diproyeksikan
pada tahun 2028 sebesar Rp57,20 miliar. Arus kas masuk diperoleh dari
penerimaan kas dari pelanggan, penerimaan dari penghasilan bunga.
Sementara dari arus kas keluar digunakan untuk pembayaran kas kepada
pemasok gaji dan upah, pembayaran beban bunga, pembayaran beban
usaha dan pembayaran pajak penghasilan badan.
• Jumlah kas bersih yang diperoleh dari aktivitas investasi diproyeksikan
pada tahun 2028 sebesar negatif Rp16,00 miliar. Arus kas keluar
digunakan untuk Penambahan aset tetap, penambahan properti investasi.
Tidak terdapat arus kas masuk.
• Tidak terdapat jumlah kas bersih yang digunakan untuk aktivitas
pendanaan pada proyeksi tahun 2028.
• Jumlah kas dan setara kas perusahaan patungan pada akhir 2028 tercatat
sebesar Rp60,91 miliar, lebih tinggi 79,36% dibandingkan posisi awal
tahun yang tercatat sebesar Rp33,96 miliar.
2.5. Analisis Kuantitatif atas Rencana Transaksi
2.5.1. Analisis Kinerja Historis Perseroan
Untuk melihat perkembangan kinerja Perseroan, seperti posisi keuangan, laba
rugi dan arus kas serta potensi atau kemajuan yang dialami selama
beberapa tahun terakhir, maka hasil analisis keuangan historis yang
bersumber dari laporan keuangan audited per 31 Desember 2019, 31
Desember 2020, 31 Desember 2021, 31 Desember 2022 dan 31 Desember
2023 disajikan sebagai berikut:
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi 22
Page 59
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk
Tabel 2.11. Historis Keuangan Perseroan (Dalam Jutaan Rupiah)
2019 2020 2021 2022 2023
Keterangan
Audited Audited Audited Audited Audited
Aset Lancar 2.319.972 2.247.228 2.468.374 2.699.403 2.945.199
Aset Tidak Lancar 621.084 667.751 663.828 711.078 956.621
Total Aset 2.941.056 2.914.979 3.132.202 3.410.481 3.901.820
Liabilitas J. Pendek 560.436 385.631 346.045 306.752 401.461
Liabilitas J. Panjang 64.034 70.961 58.112 53.479 53.663
Total Liabilitas 624.470 456.592 404.157 360.231 455.124
Total Ekuitas 2.316.586 2.458.387 2.728.045 3.050.250 3.446.696
Pendapatan 2.272.410 1.812.762 2.015.138 2.415.592 2.298.131
Beban Pokok
-1.417.183 -1.124.032 -1.205.168 -1.395.090 -1.136.012
Penjualan
Laba Kotor 855.227 688.730 809.970 1.020.502 1.162.119
Laba Usaha 414.575 362.488 460.176 616.250 692.341
Laba Sebelum Pajak 404.771 364.938 477.367 644.894 733.895
Laba Bersih 306.952 275.667 380.992 523.242 595.740
Sumber : Laporan Keuangan Perseroan (diolah)
Tabel 2.12. Pertumbuhan Kinerja Keuangan Perseroan Konsolidasi
2020 2021 2022 2023 CAGR
Keterangan
Audited Audited Audited Audited Rata - Rata
Aset Lancar -3,14% 9,84% 9,36% 9,11% 6,15%
Aset Tidak Lancar 7,51% -0,59% 7,12% 34,53% 11,40%
Total Aset -0,89% 7,45% 8,88% 14,41% 7,32%
Liabilitas J. Pendek -31,19% -10,27% -11,35% 30,87% -8,00%
Liabilitas J. Panjang 10,82% -18,11% -7,97% 0,34% -4,32%
Total Liabilitas -26,88% -11,48% -10,87% 26,34% -7,60%
Total Ekuitas 6,12% 10,97% 11,81% 13,00% 10,44%
Pendapatan -20,23% 11,16% 19,87% -4,86% 0,28%
Beban Pokok
-20,69% 7,22% 15,76% -18,57% -5,38%
Penjualan
Laba Kotor -19,47% 17,60% 25,99% 13,88% 7,97%
Laba Usaha -12,56% 26,95% 33,92% 12,35% 13,68%
Laba Sebelum Pajak -9,84% 30,81% 35,09% 13,80% 16,04%
Laba Bersih -10,19% 38,21% 37,34% 13,86% 18,03%
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi 23
Page 60
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk
2.5.1.1. Analisis Posisi Keuangan
Adapun perkembangan posisi keuangan Perseroan dapat terlihat pada
grafik berikut ini.
Grafik 2.2. Perkembangan Posisi Keuangan Perseroan (dinyatakan dalam Jutaan
Rupiah)
Sumber : Laporan Keuangan Perseroan (diolah)
• Total aset Perseroan tahun 2023 tercatat sebesar Rp3.901,82 miliar lebih
tinggi 14,41% dibandingkan dengan tahun 2022 yang tercatat sebesar
Rp3.410,48 miliar. Kenaikan berasal dari adanya peningkatan piutang
usaha, piutang lain-lain, hak return aset, persediaan, biaya dibayar
dimuka, aset pajak tangguhan, aset hak guna dan aset tetap. Total aset
Perseroan tahun 2019 sampai dengan 2023 mengalami kenaikan setiap
tahunnya, dengan laju pertumbuhan majemuk tahunan (Compound Annual
Growth Rate/CAGR) sebesar 7,32% per tahun.
• Total liabilitas Perseroan tahun 2023 tercatat sebesar Rp455,12 miliar,
lebih tinggi 26,34% dibanding tahun 2022 yang tercatat sebesar
Rp360,23 miliar. Kenaikan ini dikarenakan adanya peningkatan pada pos
utang usaha, utang lain – lain pihak ketiga, kewajiban untuk return, beban
akrual dan utang pihak berelasi non usaha. Total laibilitas Perseroan tahun
2019 sampai dengan 2023 mengalami penurunan setiap tahunnya,
dengan laju pertumbuhan majemuk tahunan (Compound Annual Growth
Rate/CAGR) sebesar -7,60% per tahun.
• Total ekuitas Perseroan tahun 2023 tercatat sebesar Rp3.446,69 miliar
lebih tinggi 13,00% dibandingkan dengan tahun 2022 yang tercatat
sebesar Rp3.050,25 miliar. Kenaikan ini dikarenakan adanya peningkatan
saldo laba. Total ekuitas Perseroan tahun 2019 sampai dengan 2023
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi 24
Page 61
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk
mengalami kenaikan setiap tahunnya, dengan laju pertumbuhan majemuk
tahunan (Compound Annual Growth Rate/CAGR) sebesar 10,44% per tahun.
2.5.1.2. Analisis Laba Rugi
Adapun perkembangan laba rugi Perseroan dapat terlihat pada grafik
berikut ini:
Grafik 2.3. Perkembangan Laba Rugi Perseroan (dinyatakan dalam Jutaan Rupiah)
• Pada tahun 2023 pendapatan Perseroan tercatat sebesar Rp2.298,13
miliar mengalami penurunan sebesar 4,86% dibanding tahun 2022 yang
tercatat sebesar Rp2.415,59 miliar. Penurunan pendapatan Perseroan
disebabkan oleh menurunnya pendapatan dari benih jagung, pestisida dan
pupuk. Pendapatan Perseroan tahun 2019 sampai dengan tahun 2023
mengalami peningkatan setiap tahunnya, dengan laju pertumbuhan
majemuk tahunan (Compound Annual Growth Rate/CAGR) sebesar 0,28%
per tahun.
• Laba kotor Perseroan pada tahun 2023 tercatat sebesar Rp1.162,11
miliar mengalami kenaikan sebesar 13,88% dibanding tahun 2022 yang
tercatat sebesar Rp1.020,50 miliar. Peningkatan laba kotor Perseroan
disebabkan oleh menurunnya persentase beban pokok penjualan
Perseroan. Laba kotor Perseroan tahun 2019 sampai dengan tahun 2023
mengalami peningkatan setiap tahunnya, dengan laju pertumbuhan
majemuk tahunan (Compound Annual Growth Rate/CAGR) sebesar 7,97%
per tahun.
• Laba usaha Perseroan pada tahun 2023 tercatat sebesar Rp692,34 miliar
mengalami kenaikan sebesar 12,35% dibanding tahun 2022 yang tercatat
sebesar Rp616,25 miliar. Peningkatan laba usaha Perseroan disebabkan
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi 25
Page 62
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk
oleh meningkatnya laba kotor Perseroan dan persentase beban usaha
terhadap pendapatan juga menurun. Laba usaha Perseroan tahun 2019
sampai dengan tahun 2023 mengalami peningkatan setiap tahunnya,
dengan laju pertumbuhan majemuk tahunan (Compound Annual Growth
Rate/CAGR) sebesar 13,68% per tahun.
• Pada tahun 2023 Perseroan mencatatkan keuntungan dari segmen usaha
penjualan benih dan pupuk yang ditunjukkan dari laba bersih sebesar
Rp595,74 miliar lebih tinggi 13,86% dibandingkan tahun 2022 yang
tercatat sebesar Rp523,24 miliar. Laba bersih Perseroan tahun 2019
sampai dengan tahun 2023 mengalami kenaikan setiap tahunnya, dengan
laju pertumbuhan majemuk tahunan (Compound Annual Growth Rate/CAGR)
sebesar 18,03% per tahun.
2.5.1.3. Analisis Arus Kas Perseroan
Perkembangan arus kas Perseroan per 31 Desember 2019, 31 Desember
2020, per 31 Desember 2021, 31 Desember 2022 dan 31 Desember 2023
dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 2.13. Perkembangan Arus Kas Perseroan (dinyatakan dalam Jutaan Rupiah)
2019 2020 2021 2022 2023
Keterangan
Audited Audited Audited Audited Audited
Arus Kas dari
370.396 714.412 652.538 668.145 42.910
Aktivitas Operasi
Arus Kas dari
-19.374 -42.470 -44.554 -60.000 -294.320
Aktivitas Investasi
Arus Kas dari
-250.101 -265.001 -114.992 -204.860 -205.382
Aktivitas Pendanaan
Kas dan Setara Kas
94.489 195.165 602.271 1.095.398 1.501.451
Awal Tahun
Kas dan Setara Kas
195.165 602.271 1.095.398 1.501.451 1.042.206
Akhir Tahun
• Jumlah kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi pada periode 31
Desember 2023 sebesar Rp42,91 miliar. Arus kas masuk diperoleh dari
penerimaan kas dari pelanggan, penerimaan tagihan pajak penghasilan,
penerimaan kas penghasilan keuangan dan penerimaan kegiatan
operasional lainnya. Sementara dari arus kas keluar digunakan untuk
pembayaran kas kepada pemasok, gaji karyawan dan pembayaran
pajak.
• Jumlah kas bersih yang diperoleh dari aktivitas investasi pada periode 31
Desember 2023 sebesar negatif Rp294,32 miliar. Arus kas masuk
diperoleh dari hasil penjualan aset tetap. Sedangkan arus kas keluar
digunakan untuk uang muka pembelian aset tetap, perolehan perolehan
aset tetap dan perolehan aset hak guna.
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi 26
Page 63
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk
• Jumlah kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan pada periode
31 Desember 2023 sebesar negatif Rp205,38 miliar. Tidak terdapat arus
kas masuk. Sedangkan arus kas keluar digunakan untuk pembayaran
pokok liabilitas sewa, dan pembayaran dividen.
• Jumlah kas dan setara kas akhir tahun Perseroan pada pada periode 31
Desember 2023 sebesar Rp1.042,20 miliar. lebih rendah 30,59%
dibandingkan posisi awal tahun yang tercatat sebesar Rp1.501,45 miliar.
2.5.2. Analisis Rasio Keuangan
Perkembangan rasio keuangan Perseroan per 31 Desember 2018, 31
Desember 2019, per 31 Desember 2020, per 31 Desember 2021 dan per
31 Desember 2022 dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 2.14. Rasio Keuangan Perseroan
Keterangan 2019A 2020A 2021A 2022A 2023A
Rasio Likuiditas
Rasio lancar (x) 4,14 5,83 7,13 8,80 7,34
Rasio cepat (x) 2,21 3,47 4,86 6,35 5,20
Rasio kas (x) 0,35 1,56 3,17 4,89 2,60
Rasio Aktivitas
Jumlah hari perputaran piutang 158 137 97 63 161
Jumlah hari perputaran persediaan 279 296 239 197 276
Jumlah hari perputaran utang usaha 22 34 34 8 15
Rasio Leverage
Debt to Equity Ratio (%) 21,23 15,66 12,90 10,56 11,66
Debt to Aset Ratio (%) 26,96 18,57 14,81 11,81 13,20
Rasio Profitabilitas
Margin Laba Bruto (%) 37,64 37,99 40,19 42,25 50,57
Margin Laba Usaha (%) 18,24 20,00 22,84 25,51 30,13
Margin Laba Bersih (%) 13,51 15,21 18,91 21,66 25,92
Return on Equity (%) 10,44 9,46 12,16 15,34 15,27
Return on Aset (%) 13,25 11,21 13,97 17,15 17,28
Berdasarkan rasio keuangan diatas, kondisi perusahaan per 31 Desember
2023 adalah sebagai berikut :
Rasio Likuiditas menunjukkan kemampuan suatu perusahaan untuk memenuhi
liabilitas keuangannya yang harus segera dipenuhi atau kemampuan
perusahaan untuk memenuhi liabilitas keuangan dalam jangka pendek (pada
saat ditagih). Current ratio (rasio lancar) per 31 Desember 2023 sebesar 7,34
kali yang menunjukkan bahwa Perseroan mampu memenuhi liabilitas
keuangan dalam jangka pendek. Sedangkan rasio cepat Perseroan per 31
Desember 2023 adalah sebesar 5,20. Hal ini menunjukkan perusahaan
mampu dalam menggunakan aset lancar tanpa persediaan untuk menutupi
utang jangka pendeknya.
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi 27
Page 64
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk
Rasio Aktivitas digunakan untuk mengukur efisiensi penggunaan dana yang
tertanam pada aset serta untuk melihat seberapa besar optimalisasi
Perseroan dalam menggunakan asetnya untuk memperoleh pendapatan dan
laba usaha. Rasio perputaran piutang usaha Perseroan pada 31 Desember
2023 sebesar 161 hari, rasio perputaran persediaan sebesar 276 hari dan
rasio perputaran utang usaha 15 hari.
Rasio Solvabilitas atau leverage menunjukkan kemampuan suatu perusahaan
untuk memenuhi seluruh liabilitasnya baik jangka pendek maupun jangka
panjang. Total Debt to Equity Ratio (DER) / rasio hutang atas modal Perseroan
pada per 31 Desember 2023 sebesar 13,20 persen yang menunjukkan
bahwa total liabilitas Perseroan lebih kecil dari ekuitas Perseroan sehingga
seluruh kewajiban Perseroan mampu ditutupi oleh seluruh ekuitas. Sementara
itu Debt to Total Asset Ratio per 31 Desember 2023 sebesar 11,66 persen
yang menunjukkan bahwa perbandingan antara total utang dengan total
aktiva dimana total aset yang dimiliki perusahaan dapat menutupi seluruh
kewajiban perusahaan.
Rasio Profitabilitas menunjukkan kemampuan Perseroan dalam menghasilkan
laba selama periode tertentu. Profitabilitas suatu perusahaan diukur dengan
keberhasilan menggunakan asetnya secara produktif, dengan demikian
profitabilitas suatu perusahaan juga dapat diketahui dengan
memperbandingkan antara laba yang diperoleh dengan jumlah aset atau
modal pada suatu periode tertentu. Return on Asset (ROA) Perseroan per 31
Desember 2023 sebesar 15,27 persen. Return on Equity (ROE) Perseroan
adalah sebesar 17,28 pada 31 Desember 2023. Net Profit Margin (NPM)
Perseroan sebesar 25,92 persen yang menunjukkan bahwa Perseroan mampu
memanfaatkan seluruh modal dan aset untuk menghasilkan laba.
2.5.3. Penilaian atas Proyeksi Keuangan Perseroan
Berikut ini adalah proyeksi keuangan sebelum dan setelah Rencana Transaksi
Kerjasama Usaha Patungan (Joint Venture) Pendirian Perusahaan petungan
yang diperoleh dari manajemen Perseroan :
2.5.3.1. Proyeksi Posisi Keuangan Sebelum Rencana Transaksi
Berikut ini disajikan proyeksi posisi keuangan Perseroan sebelum Rencana
Transaksi dengan asumsi sebagai berikut:
Proyeksi posisi keuangan disusun oleh Perseroan yang berakhir pada 31
Desember 2028.
Proyeksi posisi keuangan tersebut tidak dilakukan penyesuaian dan
normalisasi.
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi 28
Page 65
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk
Tabel 2.15. Proyeksi Posisi Keuangan Perseroan (Dalam Jutaan Rupiah)
2024 2025 2026 2027 2028
Keterangan
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Aset Lancar 3.781.962 4.759.955 5.953.910 7.352.530 8.939.682
Aset Tidak Lancar 931.274 955.582 989.730 1.033.148 1.090.410
Total Aset 4.713.237 5.715.536 6.943.640 8.385.678 10.030.092
Liabilitas J. Pendek 437.063 460.740 484.973 507.947 419.329
Liabilitas J. Panjang 59.572 65.939 73.013 80.793 89.352
Total Liabilitas 496.572 526.679 557.985 588.741 508.681
Total Ekuitas 4.216.665 5.188.857 6.385.654 7.796.937 9.521.411
Sumber : Laporan Manajemen Perseroan (diolah)
Berdasarkan proyeksi keuangan Perseroan di atas, diperkirakan total aset
Perseroan tahun 2024 sampai dengan tahun 2028 mengalami peningkatan
setiap tahunnya dengan laju pertumbuhan majemuk tahunan (Compound
Annual Growth Rate/CAGR) sebesar 20,78% per tahun. Kenaikan tersebut
sebagian besar berasal dari peningkatan kas dan setara kas, persediaan,
aset biologis, aset pajak tangguhan, aset tetap dan aset tidak lancar lainnya.
Total liabilitas Perseroan selama masa proyeksi yaitu tahun 2024 sampai
dengan tahun 2028 mengalami kenaikan setiap tahunnya dengan laju
pertumbuhan majemuk tahunan (Compound Annual Growth Rate/CAGR)
sebesar 2,25% per tahun. Peningkatan tersebut sebagian besar berasal dari
kenaikan utang usaha, utang lain-lain, utang pajak, dan liabilitas imbalan
kerja jangka panjang.
Total ekuitas Perseroan selama masa proyeksi yaitu tahun 2024 sampai
dengan tahun 2028 juga mengalami peningkatan setiap tahunnya dengan
laju pertumbuhan majemuk tahunan (Compound Annual Growth Rate/CAGR)
sebesar 22,53% per tahun. Kenaikan tersebut disebabkan oleh adanya
kenaikan saldo laba Perseroan dan kepentingan non pengendali.
2.5.3.2. Proyeksi Posisi Keuangan Setelah Rencana Transaksi
Berikut ini disajikan proyeksi posisi keuangan Perseroan setelah Rencana
Transaksi dengan asumsi sebagai berikut:
Proyeksi posisi keuangan disusun oleh Perseroan yang berakhir pada 31
Desember 2028.
Proyeksi posisi keuangan tersebut tidak dilakukan penyesuaian dan
normalisasi.
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi 29
Page 66
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk
Tabel 2.16. Proyeksi Posisi Keuangan Perseroan (Dalam Jutaan Rupiah)
2024 2025 2026 2027 2028
Keterangan
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Aset Lancar 3.814.161 4.813.246 6.047.474 7.500.531 9.165.872
Aset Tidak Lancar 931.594 956.113 990.250 1.033.634 1.090.671
Total Aset 4.745.755 5.769.359 7.037.724 8.534.165 10.256.543
Liabilitas J. Pendek 437.474 463.445 491.851 518.451 434.933
Liabilitas J. Panjang 59.509 65.939 73.013 80.793 89.352
Total Liabilitas 496.983 529.384 564.864 599.244 524.285
Total Ekuitas 4.248.771 5.239.975 6.472.860 7.934.921 9.732.258
Sumber : Laporan Manajemen Perseroan (diolah)
Berdasarkan proyeksi keuangan Perseroan di atas, diperkirakan total aset
Perseroan tahun 2024 sampai dengan tahun 2028 mengalami peningkatan
setiap tahunnya dengan laju pertumbuhan majemuk tahunan (Compound
Annual Growth Rate/CAGR) sebesar 21,32% per tahun. Kenaikan tersebut
sebagian besar berasal dari peningkatan kas dan setara kas, persediaan,
aset biologis, aset pajak tangguhan, aset tetap dan aset tidak lancar lainnya.
Total liabilitas Perseroan selama masa proyeksi yaitu tahun 2024 sampai
dengan tahun 2028 mengalami kenaikan setiap tahunnya dengan laju
pertumbuhan majemuk tahunan (Compound Annual Growth Rate/CAGR)
sebesar 2,87% per tahun. Peningkatan tersebut sebagian besar berasal dari
kenaikan utang usaha, utang lain-lain, utang pajak, dan liabilitas imbalan
kerja jangka panjang.
Total ekuitas Perseroan selama masa proyeksi yaitu tahun 2024 sampai
dengan tahun 2028 juga mengalami peningkatan setiap tahunnya dengan
laju pertumbuhan majemuk tahunan (Compound Annual Growth Rate/CAGR)
sebesar 23,07% per tahun. Kenaikan tersebut disebabkan oleh adanya
kenaikan saldo laba Perseroan dan kepentingan non pengendali.
2.5.3.3. Proyeksi Laba Rugi Sebelum Rencana Transaksi
Asumsi-asumsi yang digunakan antara lain:
1. Proyeksi yang digunakan berdasarkan business plan yang disusun oleh
Perseroan untuk periode 2024-2028.
2. Proyeksi laba rugi diasumsikan sebelum adanya Rencana Transaksi
Kerjasama Usaha Patungan (Joint Venture).
3. Tingkat pertumbuhan pendapatan rata-rata secara CAGR sebelum
Rencana Transaksi adalah 22,65% per tahun selama masa proyeksi.
4. Beban pokok penjualan rata-rata sebesar 47,11% terhadap penjualan
per tahun selama masa proyeksi 2024-2028.
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi 30
Page 67
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk
5. Pertumbuhan laba kotor rata-rata CAGR sebesar 24,16% per tahun
selama masa proyeksi.
6. Pertumbuhan laba usaha rata-rata CAGR sebesar 28,36% per tahun
selama masa proyeksi.
7. Pertumbuhan laba bersih rata-rata CAGR sebesar 26,48% per tahun
selama masa proyeksi.
8. Net Profit Margin (NPM) Perseroan rata-rata sebesar 29,60% pertahun
selama masa proyeksi.
Berikut ini disajikan proyeksi laba rugi Perseroan sebelum Rencana
Transaksi :
Tabel 2.17. Proyeksi Laba Rugi Perseroan (Dalam Jutaan Rupiah)
2024 2025 2026 2027 2028
Keterangan
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Penjualan 3.287.443 4.017.537 4.763.011 5.485.622 6.379.048
Beban Pokok
-1.525.737 -1.913.109 -2.274.794 -2.605.826 -2.950.300
Penjualan
Laba Kotor 1.761.706 2.104.428 2.488.216 2.879.796 3.428.748
Laba Usaha 1.204.815 1.465.260 1.748.707 2.018.810 2.412.973
Laba Sebelum
1.222.058 1.479.533 1.762.981 2.033.085 2.427.248
Pajak
Laba Bersih Tahun
974.011 1.176.239 1.400.855 1.615.358 1.928.568
Berjalan
Sumber : Laporan Manajemen Perseroan (diolah)
2.5.3.4. Proyeksi Laba Rugi Setelah Rencana Transaksi
Asumsi-asumsi yang digunakan antara lain :
1. Proyeksi yang digunakan berdasarkan business plan yang disusun oleh
Perseroan untuk periode 2024-2028.
2. Proyeksi laba rugi diasumsikan setelah adanya Rencana Transaksi
Kerjasama Usaha Patungan (Joint Venture).
3. Tingkat pertumbuhan pendapatan rata-rata secara CAGR setelah
Rencana Transaksi adalah 24,16% per tahun selama masa proyeksi.
4. Beban pokok penjualan rata-rata sebesar 48,00% terhadap penjualan
per tahun selama masa proyeksi 2024-2028.
5. Pertumbuhan laba kotor rata-rata CAGR sebesar 24,91% per tahun
selama masa proyeksi.
6. Pertumbuhan laba usaha rata-rata CAGR sebesar 29,11% per tahun
selama masa proyeksi.
7. Pertumbuhan laba bersih rata-rata CAGR sebesar 27,43% per tahun
selama masa proyeksi.
8. Net Profit Margin (NPM) Perseroan rata-rata sebesar 29,29% pertahun
selama masa proyeksi.
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi 31
Page 68
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk
Berikut ini disajikan proyeksi laba rugi Perseroan setelah Rencana Transaksi :
Tabel 2.18. Proyeksi Laba Rugi Perseroan (Dalam Jutaan Rupiah)
2024 2025 2026 2027 2028
Keterangan
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Penjualan 3.315.343 4.092.687 4.947.911 5.758.072 6.780.848
Beban Pokok
-1.545.962 -1.966.674 -2.409.974 -2.805.972 -3.247.458
Penjualan
Laba Kotor 1.769.381 2.126.013 2.537.937 2.952.101 3.533.390
Laba Usaha 1.209.756 1.477.350 1.780.283 2.066.373 2.484.123
Laba Sebelum
1.227.174 1.492.101 1.795.150 2.081.550 2.500.106
Pajak
Laba Bersih Tahun
986.117 1.195.250 1.436.944 1.666.136 2.001.431
Berjalan
Sumber : Laporan Manajemen Perseroan (diolah)
2.5.4. Analisis Rasio Keuangan atas Proyeksi Keuangan Perseroan
Analisis rasio keuangan atau financial ratio adalah merupakan suatu alat
analisis yang digunakan oleh perusahaan untuk menilai kinerja keuangan
berdasarkan data perbandingan masing-masing pos yang terdapat di
laporan keuangan seperti posisi keuangan, laba rugi dan arus kas dalam
periode tertentu.
Berdasarkan atas proyeksi keuangan yang disampaikan oleh manajemen
Perseroan, maka dapat diperoleh analis rasio atas proyeksi tersebut sebagai
berikut;
2.5.4.1. Rasio Keuangan Sebelum Rencana Transaksi
Rasio keuangan Perseroan sebelum Rencana Transaksi selama masa proyeksi
dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 2.19. Rasio Keuangan Sebelum Rencana Transaksi
Keterangan 2024F 2025F 2026F 2027F 2028F
Rasio Likuiditas
Rasio lancar (x) 8,65 10,33 12,28 14,47 21,32
Rasio cepat (x) 7,82 9,63 11,81 14,03 20,67
Rasio kas (x) 6,09 8,17 10,48 13,05 19,54
Rasio Aktivitas
Jumlah hari perputaran piutang 81 59 47 31 25
Jumlah hari perputaran persediaan 87 61 36 32 34
Jumlah hari perputaran utang usaha 15 16 16 16 17
Rasio Leverage
Debt to Equity Ratio (%) 10,54 9,21 8,04 7,02 5,07
Debt to Aset Ratio (%) 11,78 10,15 8,74 7,55 5,34
Rasio Profitabilitas
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi 32
Page 69
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk
Keterangan 2024F 2025F 2026F 2027F 2028F
Margin Laba Bruto (%) 53,59 52,38 52,24 52,50 53,75
Margin Laba Usaha (%) 36,65 36,47 36,71 36,80 37,83
Margin Laba Bersih (%) 29,63 29,28 29,41 29,45 30,23
Return on Equity (%) 20,67 20,58 20,17 19,26 19,23
Return on Aset (%) 23,10 22,67 21,94 20,72 20,26
Berdasarkan rasio keuangan diatas, kondisi Perseroan sebelum Rencana
Transaksi selama masa proyeksi adalah sebagai berikut:
Rasio Likuiditas
Tingkat likuiditas perusahaan dihitung berdasarkan perbandingan antara
aset lancar dibandingkan dengan liabilitas lancar yang mencerminkan
kemampuan perusahaan dalam memenuhi liabilitas jangka pendeknya.
Terdapat dua indikator utama dalam mengukur tingkat likuiditas, yaitu rasio
lancar (current ratio) dan rasio cepat (quick ratio). Rata-rata rasio lancar
Perseroan selama masa proyeksi adalah 13,41 x. Sedangkan, rata-rata rasio
cepat Perseroan adalah 12,79 x. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan
mampu untuk menutupi kewajiban jangka pendeknya selama masa proyeksi.
Rasio Aktivitas
Rasio aktivitas adalah rasio yang mengukur seberapa efektif perusahaan
dalam memanfaatkan semua sumber daya yang ada padanya. Semua rasio
aktivitas ini melibatkan perbandingan antara tingkat penjualan dan investasi
pada berbagai jenis aktiva. Terdapat indikator dalam mengukur rasio
aktivitas. Rata – rata rasio perputaran piutang usaha Perseroan selama masa
proyeksi adalah sebesar 49 hari, rasio perputaran persediaan sebesar 50
hari dan rasio perputaran utang usaha 16 hari.
Rasio Solvabilitas
Tingkat solvabilitas menunjukkan kemampuan perusahaan untuk memenuhi
seluruh liabilitasnya, yang diukur dengan menggunakan dua indikator, yaitu
melalui perbandingan antara jumlah liabilitas terhadap jumlah aset dan
melalui perbandingan antara jumlah aktiva terhadap jumlah ekuitas. Rata-
rata Debt to Equity Ratio (DER) sebelum Rencana Transaksi Perseroan selama
masa proyeksi adalah 8,71%. Sedangkan rata-rata Debt to Asset Ratio
selama masa proyeksi adalah 7,98%. Liabilitas Perseroan lebih kecil jika
dibandingkan dengan total ekuitas sehingga seluruh modal yang dimiliki
Perseroan dapat menutupi seluruh kewajibannya.
Rasio Profitabilitas
Return on asset (ROA) menunjukkan kemampuan Perseroan dalam
menghasilkan laba bersih dari aset yang dimilikinya. Rata-rata ROA selama
masa proyeksi adalah 19,98%. Sementara Return on Equity (ROE)
menunjukkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba bersih dari
ekuitas yang ditanamkan. Rata-rata ROE selama masa proyeksi 21,74%.
Selanjutnya adalah NPM (Net Profit Margin) adalah kemampuan perusahaan
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi 33
Page 70
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk
dalam menghasilkan laba bersih terhadap penjualan. Adapun rata-rata NPM
Perseroan selama masa proyeksi adalah 29,60%. Hal ini menunjukkan bahwa
Perseroan cukup efektif untuk menghasilkan laba.
2.5.4.2. Rasio Keuangan Setelah Rencana Transaksi
Rasio keuangan Perseroan setelah Rencana Transaksi selama masa proyeksi
dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel 2.20. Rasio Keuangan Setelah Rencana Transaksi
Keterangan 2024F 2025F 2026F 2027F 2028F
Rasio Likuiditas
Rasio lancar (x) 8,72 10,39 12,30 14,47 21,07
Rasio cepat (x) 7,86 9,65 11,74 13,90 20,22
Rasio kas (x) 6,12 8,19 10,42 12,93 19,11
Rasio Aktivitas
Jumlah hari perputaran piutang 80 58 46 30 24
Jumlah hari perputaran persediaan 89 63 41 38 42
Jumlah hari perputaran utang usaha 15 15 15 15 15
Rasio Leverage
Debt to Equity Ratio (%) 10,47 9,18 8,03 7,02 5,11
Debt to Aset Ratio (%) 11,70 10,10 8,73 7,55 5,39
Rasio Profitabilitas
Margin Laba Bruto (%) 53,37 51,95 52,29 52,27 52,11
Margin Laba Usaha (%) 36,49 36,10 35,98 35,89 36,63
Margin Laba Bersih (%) 29,74 29,20 29,04 29,94 29,52
Return on Equity (%) 20,78 20,72 20,42 19,52 19,51
Return on Aset (%) 23,21 22,81 22,20 21,00 20,56
Adapun dampak dari Rencana Transaksi yaitu, rata rata Operating Margin
dari 36,89% menjadi 36,22%. Sedangkan rata rata Net Margin mengalami
perubahan dari 29,60% sebelum ada Rencana Transaksi menjadi rata-rata
sebesar 29,29% setelah Rencana Transaksi.
2.5.5. Proforma Laporan Keuangan Sebelum dan Setelah Rencana
Transaksi
Berikut adalah proforma laporan keuangan Perseroan sebelum dan sesudah
dilakukan Rencana Transaksi yang dipersiapkan oleh manajemen Perseroan.
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi 34
Page 71
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk
2.5.5.1. Proforma Laporan Posisi Keuangan
Proforma laporan posisi keuangan setelah Rencana Transaksi sebagai
berikut :
Tabel 2.21. Proforma Posisi Keuangan (Dalam Jutaan Rupiah)
Proforma Setelah
Audited Penyesuian
KETERANGAN Rencana Transaksi
31 Desember 2023 Proforma
31 Desember 2023
ASET
Aset Lancar
Kas dan setara kas 1.042.206 -18.000 1.024.206
Piutang usaha
- Pihak ketiga 1.009.143 - 1.009.143
- Pihak berelasi 1.659 - 1.659
Piutang lain – lain pihak ketiga 12.043 - 12.043
Hak retur aset 8.291 - 8.291
Persediaan 857.539 - 857.539
Uang muka 8.599 - 8.599
Pajak pertambahan nilai dibayar
929 - 929
dimuka
Biaya dibayar dimuka 3.355 - 3.355
Aset biologis 1.435 - 1.435
Jumlah Aset Lancar 2.945.199 -18.000 2.945.199
Aset Tidak Lancar
Piutang pihak berelasi non –
2.566 - 2.566
usaha
Tagihan pajak penghasilan 90.434 - 90.434
Uang muka pembelian aset tetap 41.046 - 41.046
Aset pajak tangguhan 62.812 - 62.812
Aset hak guna 7.312 - 7.312
Investasi entitas anak - 18.000 18.000
Aset tetap – net 721.419 - 721.419
Aset tidak lancar lainnya 31.032 - 31.032
Jumlah Aset Tidak Lancar 956.621 18.000 974.621
TOTAL ASET 3.901.820 - 3.901.820
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
Liabilitas Jangka Pendek
Utang usaha
- Pihak ketiga 41.444 - 41.444
- Pihak berelasi 4.463 - 4.463
Piutang lain – lain pihak ketiga 42.279 - 42.279
Kewajiban untuk retur 203.680 - 203.680
Beban akrual 11.269 - 11.269
Liabilitas imbalan kerja jangka
20.214 - 20.214
pendek
Utang pajak 77.739 - 77.739
Liabilitas sewa jangka pendek 373 - 373
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 401.461 - 401.461
Liabilitas Jangka Panjang
Utang pihak berelasi non – usaha 668 - 668
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi 35
Page 72
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk
Proforma Setelah
Audited Penyesuian
KETERANGAN Rencana Transaksi
31 Desember 2023 Proforma
31 Desember 2023
Liabilitas imbalan kerja jangka
52.995 - 52.995
panjang
Jumlah Liabilitas Jangka
53.663 - 53.663
Panjang
JUMLAH LIABILITAS 455.124 - 455.124
EKUITAS
Modal saham 300.000 - 300.000
Tambahan modal disetor 99.910 - 99.910
Komponen lainnya dari ekuitas 4.672 - 4.672
Saldo laba
- Telah ditentukan penggunaanya 60.000 - 60.000
- Belum ditentukan penggunanya 2.981.166 - 2.981.166
Kepentingan non pengendali 948 - 948
Jumlah Ekuitas 3.446.696 - 3.446.696
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 3.901.820 - 3.901.820
Sumber : Laporan Proforma dari Manajemen Perseroan.
Berdasarkan proforma posisi keuangan diatas terdapat penyesuaian pada
kas dan setara kas yang dikreditkan sebesar Rp18.000.000.000,00. Dengan
adanya rencana transaksi kerjasama usaha patungan, Perseroan melakukan
penyetoran modal sebesar Rp18.000.000.000,00 yang diambil dari kas dan
setara kas. Selain itu terdapat penyesuaian untuk investasi entitas anak debit
sebesar Rp18.000.000.000,00 sebagai bentuk penyertaan atau setorab
modal di perusahaan patungan.
2.5.5.2. Proforma Laporan Laba Rugi
Tabel 2.22. Proforma Laba Rugi (Dalam Rupiah)
Proforma Setelah
Audited Penyesuian
KETERANGAN Rencana Transaksi
31 Desember 2023 Proforma
31 Desember 2023
PENDAPATAN - NETO 2.298.131 - 2.298.131
BEBAN POKOK PENJUALAN -1.136.012 - -1.136.012
LABA KOTOR 1.162.119 - 1.162.119
Beban penjualan -278.980 - -278.980
Beban umum dan administrasi -111.933 - -111.933
Beban penelitian dan
-90.245 - -90.245
pengembangan
Beban operasi lain -22.844 - -22.844
Penghasilan operasi lain 34.224 - 34.224
LABA USAHA 692.341 - 692.341
Penghasilan keuangan 41.834 - 41.834
Beban keuangan -280 - -280
LABA SEBELUM PAJAK 733.895 - 733.895
Beban pajak penghasilan -138.155 - -138.155
LABA NETO TAHUN BERJALAN 595.740 - 595.740
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi 36
Page 73
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk
Berdasarkan proforma laba rugi Perseroan diatas tidak terdapat
penyesuaian antara sebelum dan setelah Rencana Transaksi.
2.5.6. Analisis Inkremental
Dalam evaluasi Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi ini, kami juga
melakukan analisis inkremental dengan mempertimbangkan hal-hal antara
lain sebagai berikut:
• Kontribusi nilai tambah terhadap perusahaan sebagai akibat dari Rencana
Transaksi yang akan dilakukan, termasuk dampaknya terhadap proyeksi
keuangan Perseroan;
• Biaya atau pendapatan yang relevan;
• Informasi non-keuangan yang relevan;
• Prosedur pengambilan keputusan oleh perusahaan dalam menentukan nilai
Transaksi dengan memperhatikan alternatif lain.
2.5.6.1. Konstribusi Nilai Tambah dan Dampak Terhadap Proyeksi Keuangan
Dalam evaluasi Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi ini, kami juga
melakukan analisis konstribusi nilai tambah dilihat dengan membandingkan
proyeksi posisi keuangan, laba rugi dan arus kas Perseroan sebelum
dilakukannya Rencana Transaksi dan setelah dilakukannya Rencana
Transaksi.
Tabel 2.23. Analisis Nilai Tambah Proyeksi Posisi Keuangan (Dalam Jutaan Rupiah)
PROYEKSI
Keterangan
2024F 2025F 2026F 2027F 2028F
Total Aset
Sebelum Transaksi 4.713.237 5.715.536 6.943.640 8.385.678 10.030.092
Setelah Transaksi 4.745.755 5.769.359 7.037.724 8.534.165 10.256.543
Selisih 32.518 53.823 94.084 148.487 226.451
Total Liabilitas
Sebelum Transaksi 496.572 526.679 557.985 588.741 508.681
Setelah Transaksi 496.983 529.384 564.864 599.244 524.285
Selisih 411 2.705 6.879 10.503 15.604
Total Ekuitas
Sebelum Transaksi 4.216.665 5.188.857 6.385.654 7.796.937 9.521.411
Setelah Transaksi 4.248.771 5.239.975 6.472.860 7.934.921 9.732.258
Selisih 32.106 51.118 87.206 137.984 210.847
Sumber : Laporan Manajemen Perseroan (diolah)
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi 37
Page 74
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk
Berdasarkan analisis tersebut di atas, proyeksi jumlah aset Perseroan sebelum
Rencana Transaksi masing-masing adalah sebesar Rp4.713,23 miliar pada
tahun 2024 menjadi Rp10.030,09 miliar pada tahun 2028. Selanjutnya,
proyeksi jumlah aset Perseroan setelah Rencana Transaksi masing-masing
adalah sebesar Rp4.745,75 miliar pada tahun 2024 menjadi Rp10.256,54
miliar pada tahun 2028.
Proyeksi jumlah liabilitas Perseroan sebelum Rencana Transaksi masing-
masing adalah sebesar Rp496,57 miliar pada tahun 2024 menjadi Rp508,68
miliar pada tahun 2028. Selanjutnya, proyeksi jumlah liabilitas Perseroan
setelah Rencana Transaksi masing-masing adalah sebesar Rp496,98 miliar
pada tahun 2024 menjadi Rp524,28 miliar pada tahun 2028.
Proyeksi jumlah ekuitas Perseroan sebelum Rencana Transaksi masing-masing
adalah sebesar Rp4.216,66 miliar pada tahun 2024 menjadi Rp9.521,41
miliar pada tahun 2028. Selanjutnya, proyeksi jumlah ekuitas Perseroan
setelah Rencana Transaksi masing-masing adalah sebesar Rp4.248,77 miliar
pada tahun 2024 menjadi Rp9.732,25 miliar pada tahun 2028.
Dengan demikian, berdasarkan proyeksi posisi keuangan tersebut di atas,
setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan berpotensi memperoleh
tambahan dana sehingga kas, total aset dan total ekuitas akan bertambah
yang dapat meningkatkan kinerja keuangan Perseroan pada masa yang
akan datang.
Analisis konstribusi nilai tambah juga dapat dilihat dengan membandingkan
laba rugi Perseroan sebelum dilakukannya Rencana Transaksi dan setelah
dilakukannya Rencana Transaksi.
Tabel 2.24. Analisis Nilai Tambah Proyeksi Laba Rugi (Dalam Jutaan Rupiah)
PROYEKSI
Keterangan
2024F 2025F 2026F 2027F 2028F
Pendapatan
Sebelum Rencana
3.287.443 4.017.537 4.763.011 5.485.622 6.379.048
Transaksi
Setelah Transaksi 3.315.343 4.092.687 4.947.911 5.758.072 6.780.848
Selisih 27.900 75.150 184.900 272.450 401.800
Laba Kotor
Sebelum Transaksi 1.761.706 2.104.428 2.488.216 2.879.796 3.428.748
Setelah Transaksi 1.769.381 2.126.013 2.537.937 2.952.101 3.533.390
Selisih 7.675 21.585 49.721 72.305 104.642
Laba Usaha
Sebelum Transaksi 1.204.815 1.465.260 1.748.707 2.018.810 2.412.973
Setelah Transaksi 1.209.756 1.477.350 1.780.283 2.066.373 2.484.123
Selisih 4.941 12.090 31.576 47.563 71.150
Laba Sebelum Pajak
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi 38
Page 75
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk
PROYEKSI
Keterangan
2024F 2025F 2026F 2027F 2028F
Sebelum Transaksi 1.222.058 1.479.533 1.762.981 2.033.085 2.427.248
Setelah Transaksi 1.227.174 1.492.101 1.795.150 2.081.550 2.500.106
Selisih 5.116 12.568 32.169 48.465 72.858
Laba Bersih Tahun
Berjalan
Sebelum Transaksi 974.011 1.176.239 1.400.855 1.615.358 1.928.568
Setelah Transaksi 986.117 1.195.250 1.436.944 1.666.136 2.001.431
Selisih 12.106 19.011 36.089 50.778 72.863
Proyeksi jumlah pendapatan Perseroan sebelum Rencana Transaksi masing-
masing adalah sebesar Rp3.287,44 miliar pada tahun 2024 menjadi
Rp6.379,04 miliar pada tahun 2028. Selanjutnya, proyeksi jumlah
pendapatan Perseroan setelah Rencana Transaksi masing-masing adalah
sebesar Rp3.315,34 miliar pada tahun 2024 menjadi Rp6.780,84 miliar
pada tahun 2028.
Proyeksi laba bersih Perseroan sebelum Rencana Transaksi masing-masing
adalah sebesar Rp974,01 miliar pada tahun 2024 menjadi Rp1.928,56
miliar pada tahun 2028. Selanjutnya, proyeksi jumlah laba bersih Perseroan
setelah Rencana Transaksi masing-masing adalah sebesar Rp986,11 pada
tahun 2024 menjadi Rp2.001,43 miliar pada tahun 2028. Terdapat
perubahan pada laba bersih Perseroan yang mengalami kenaikan setelah
Rencana Transaksi.
Dengan demikian, berdasarkan proyeksi laporan laba rugi tersebut di atas,
setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan berpotensi memperoleh
tambahan laba tahun berjalan untuk periode yang berakhir pada tanggal-
tanggal 31 Desember 2024 - 31 Desember 2028.
2.5.6.2. Biaya atau Pendapatan yang Relevan
Rencana Transaksi yang dilakukan menimbulan biaya-biaya sehubungan
dengan pelaksanaan Rencana Transaksi Kerjasama Usaha Patungan (Joint
Venture) tetapi tidak terbatas pada imbalan jasa, biaya dan/atau
kompensasi untuk notaris, penasehat hukum, dan lainnya.
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi 39
Page 76
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk
2.5.6.3. Informasi Non Keuangan yang Relevan
• Produk dan/atau Jasa yang dihasilkan
Perseroan merupakan perusahaan yang menjalankan usaha dibidang
pertanian. Berikut adalah produk yang dimiliki Perseroan :
Benih Jagung Hibrida
Perseroan merupakan pemain terbesar di industri pertanian yang
bergerak di bidang benih hibrida, khususnya benih jagung hibrida. Produk
Perseroan yang menggunakan merek dagang Cap Kapal Terbang telah
mendapatkan kepercayaan yang tinggi dari petani di tanah air, baik dari
segi kualitas maupun pelayanan.
Dalam mengembangkan Segmen Usaha Benih Jagung Hibrida, Perseroan
didukung oleh Laboratorium Bioteknologi, Laboratorium Pengujian Benih
serta Research Farm untuk melakukan penelitian sehingga dapat
menghasilkan produk benih jagung hibrida yang sesuai dengan
perkembangan kebutuhan jagung komersial, terutama untuk kebutuhan
pakan ternak.
Benih Padi
Kenaikan harga beras sejak awal tahun ini membuat pemerintah
menetapkan acuan harga baru di tingkat petani dan konsumen. Itu
dilakukan karena pemerintah mengamini kenaikan biaya produksi yang
harus diterima masyarakat demi menjaga petani tetap mendapatkan
keuntungan dan berproduksi. Meningkatnya penduduk Indonesia seiring
dengan terus bertambahnya populasi di dalam negeri, BPS
memproyeksikan ada 278,8 juta penduduk Indonesia pada 2023. Jumlah
tersebut mengalami kenaikan 1,1% dibandingkan pada tahun lalu yang
sebanyak 275,7 juta jiwa. Jika dibandingkan sedekade sebelumnya,
populasi Indonesia pada 2023 meningkat 12,05%. Hal tersebut
berbanding lurus dengan peningkatan konsumsi beras di Indonesia. Data
BPS mencatat 98,35% rumah tangga di Indonesia mengonsumsi beras.
Benih Buah-buahan dan Sayuran
WHO merekomendasikan konsumsi buah sejumlah 250 gram per orang per
hari dan sayur sejumlah 150 gram per orang per hari untuk hidup lebih
sehat. Rata-rata konsumsi buah dan sayur masyarakat Indonesia masih
perlu ditingkatkan untuk memenuhi batas minimal angka kecukupan gizi
WHO. Merujuk data BPS 2022 diketahui bahwa rata- rata konsumsi
masyarakat Indonesia sebesar 137,06 gram per kapita per hari sayur dan
41,55 gram per kapita per hari buah dimana jumlah tersebut jauh dari
batas minimal angka kecukupan gizi yang disarankan WHO.
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi 40
Page 77
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk
Pestisida dan Pupuk
Sebagai negara agrikultur yang terus berkembang, permintaan Indonesia
akan produk-produk penunjang sarana produksi seperti pestisida dan
pupuk akan terus meningkat seiring dengan peningkatan penanaman
berbagai macam jenis tanaman.
Grup optimis dengan pertumbuhan pada benih pangan maupun benih
hortikultura akan memberikan dampak posistif terhadap penggunaan
produk pestisida dan pupuk sebagai media pengendalian hama, penyakit
serta mendongkrak kesuburan tanah. Sumber : Annual Report 2022 Perseroan (diolah)
• Keunggulan Kompetetif
Perseroan memiliki beberapa keunggulan kompetitif yang membuatnya
menjadi perusahaan yang menonjol di industri perbenihan di Indonesia:
1. Teknologi dan Inovasi: Perseroan memiliki keunggulan dalam
pengembangan teknologi perbenihan yang modern dan inovatif.
Mereka terus melakukan penelitian dan pengembangan untuk
menghasilkan varietas unggul yang sesuai dengan kebutuhan pasar.
2. Portofolio Produk yang Luas: Perusahaan ini memiliki portofolio produk
yang beragam, mencakup berbagai jenis benih untuk berbagai
tanaman seperti padi, jagung, kedelai, dan tanaman hortikultura
lainnya. Diversifikasi ini memungkinkan mereka untuk memenuhi
kebutuhan petani dengan lebih baik.
3. Jaringan Distribusi yang Luas: Perseroan memiliki jaringan distribusi
yang luas di seluruh Indonesia. Hal ini memudahkan mereka dalam
mendistribusikan produk-produk perbenihan ke seluruh pelosok negeri,
mencapai petani di berbagai wilayah dengan efisien.
4. Kemitraan Strategis: Perusahaan ini juga menjalin kemitraan strategis
dengan berbagai pihak, termasuk institusi penelitian dan universitas,
untuk meningkatkan kapasitas teknologi dan inovasi dalam
pengembangan benih.
5. Komitmen terhadap Kualitas: Perseroan dikenal karena komitmennya
terhadap kualitas produk. Mereka memiliki standar tinggi dalam proses
seleksi dan produksi benih, sehingga dapat memberikan hasil yang
optimal bagi petani.
6. Kesadaran Lingkungan: Sebagai perusahaan pertanian modern,
Perseroan juga memperhatikan keberlanjutan lingkungan dalam
kegiatan bisnisnya. Mereka berupaya untuk mengurangi dampak
lingkungan dari praktik pertanian dan pengembangan benih.
Dengan kombinasi keunggulan di atas, Perseroan dapat mempertahankan
posisi kompetitifnya di pasar perbenihan di Indonesia dan terus
berkontribusi dalam meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani.
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi 41
Page 78
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk
• Pesaing Usaha
Berikut kompetitor Perseroan yang tumbuh dan berkembang di Indonesia
baik swasta maupun pemerintah:
PT Syngenta Indonesia
PT Pioneer Hi-Bred Indonesia
PT East West Seed Indonesia
PT Petrokimia Gresik
PT Pupuk Indonesia (Persero)
PT Pupuk Sriwidjaja Palembang
PT Pupuk Kaltim
PT Pupuk Iskandar Muda
• Strategi Usaha
Perseroan, sebagai perusahaan yang berfokus pada industri perbenihan,
memiliki beberapa strategi usaha utama untuk mempertahankan dan
meningkatkan posisinya di pasar. Berikut adalah beberapa strategi yang
dapat mereka terapkan:
1. Inovasi Teknologi Benih: Melakukan penelitian dan pengembangan
terus-menerus untuk menghasilkan varietas benih yang unggul dan
sesuai dengan kebutuhan pasar. Ini mencakup penggunaan teknologi
modern seperti bioteknologi dan peningkatan genetik untuk
meningkatkan hasil dan ketahanan tanaman.
2. Diversifikasi Produk: Memperluas portofolio produk untuk mencakup
berbagai jenis benih untuk tanaman pangan (seperti padi, jagung,
kedelai) dan tanaman hortikultura (seperti sayuran dan buah-buahan).
Diversifikasi ini membantu meminimalkan risiko tergantung pada satu
jenis tanaman dan memanfaatkan peluang pasar yang berbeda-beda.
3. Jaringan Distribusi yang Luas: Memperluas jaringan distribusi mereka,
baik secara nasional maupun internasional, untuk mencapai lebih
banyak petani dan pasar. Ini termasuk membangun kemitraan dengan
distributor lokal, agen penjualan, dan perusahaan pertanian lainnya
untuk memperluas cakupan pasar mereka.
4. Kemitraan dan Aliansi Strategis: Membentuk kemitraan dengan institusi
penelitian, universitas, dan organisasi pertanian untuk berkolaborasi
dalam penelitian dan pengembangan benih. Aliansi semacam ini dapat
membantu mempercepat inovasi dan memperluas basis pengetahuan
perusahaan.
5. Kualitas dan Layanan Pelanggan: Menjaga standar tinggi dalam
kualitas produk dan layanan pelanggan. Memberikan dukungan teknis
yang kuat kepada petani, termasuk pelatihan tentang penggunaan
benih dan praktik pertanian yang baik.
6. Komitmen terhadap Keberlanjutan: Memperhatikan praktik pertanian
yang berkelanjutan dan ramah lingkungan dalam operasional mereka.
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi 42
Page 79
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk
Hal ini termasuk penggunaan teknik pertanian yang lebih efisien secara
energi dan ramah lingkungan serta meminimalkan dampak lingkungan
dari aktivitas mereka.
7. Pengembangan Pasar Internasional: Memanfaatkan peluang pasar
internasional untuk ekspansi produk benih mereka. Ini termasuk
memahami regulasi pasar luar negeri dan beradaptasi dengan
kebutuhan lokal.
8. Manajemen Risiko: Mengelola risiko yang terkait dengan fluktuasi
harga bahan baku, perubahan iklim, dan tantangan lainnya yang
dapat mempengaruhi produksi benih dan permintaan pasar.
Dengan menerapkan strategi-strategi ini secara efektif, Perseroan dapat
memperkuat posisinya sebagai pemimpin di industri perbenihan,
meningkatkan pertumbuhan bisnis mereka, dan memberikan nilai tambah
bagi para pemangku kepentingan, termasuk petani dan investor.
2.5.6.4. Prosedur Pengambilan Keputusan Oleh Perusahaan dalam
Menentukan Rencana Transaksi dengan Memperhatikan Alternatif
Lain
Prosedur pengambilan keputusan oleh Perseroan dalam menentukan Rencana
Transaksi adalah dilakukan oleh Direksi dengan persetujuan Komisaris
Perseroan. Tidak terdapat alternatif lain dari Rencana Transaksi yang
dilakukan dengan pihak lain.
Untuk selanjutnya dilakukan Perjanjian Usaha Patungan (Joint Venture
Agreement) antara Perseroan dengan KICL.
2.5.6.5. Hal Material Lainnya
Tidak terdapat hal-hal material lainnya terkait dengan analisis inkremental
dari Rencana Transaksi. Dengan analisis inkremental yang telah dilakukan,
Penilai meyakini bahwa Rencana Transaksi memberikan nilai tambah bagi
Perseroan.
2.6. Analisis Kewajaran Rencana Transaksi
2.6.1. Analisis Kelayakan dari Perusahaan Patungan
Berdasarkan laporan studi kelayakan yang disusun oleh manajemen
Perseroan bahwa rencana pendirian perusahaan Perusahaan Patungan
memenuhi kelayakan secara finansial dan ekonomi untuk dilaksanakan karena
akan memberikan konstribusi positif terhadap perkembangan Perseroan.
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi 43
Page 80
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk
Perusahaan patungan memiliki rencana sebagai berikut:
• Tahap awal melakukan pengembangan pasar drone pertanian di
Indonesia.
• Menyediakan layanan penyemprotan pupuk dan agrokimia untuk
mempromosikan keunggulan drone pertanian kepada petani Indonesia.
• Selanjutnya memaksimalkan peluang terkait teknologi pertanian, misalnya
semua yang berkaitan dengan teknologi pertanian seperti: drip irrigation,
alat untuk ukur humidity, teknologi greenhouse dan sebagainya.
2.6.2. Pendapat Kewajaran Rencana Transaksi
Berdasarkan hasil kajian dan analisis yang telah dilakukan terhadap seluruh
aspek yang terkait meliputi analisis Rencana Transaksi, analisis dampak
positif secara kualitatif maupun kuantitatif atas Rencana Transaksi yang akan
dilakukan serta berdasarkan Perjanjian Usaha Patungan dan Studi
Kelayakan Usaha Perusahaan Patungan maka kami berpendapat bahwa
Rencana Transaksi adalah Wajar.
Kami tegaskan bahwa kami tidak mengambil keuntungan, baik sekarang
maupun di masa yang akan datang, atas pendapat kewajaran. Data faktual
yang diproses disimpan dalam file kami untuk keperluan referensi di
kemudian hari apabila ada otorisasi tambahan yang memerlukan laporan
terinci, termasuk dokumentasi. Data ini atas permintaan tersedia untuk
diperiksa.
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi 44
Page 81
LAMPIRAN
Page 82
FAIRNESS OPINION
PT BISI International Tbk
Lampiran - 01 Dinyatakan dalam Jutaan Rupiah
Historis Posisi Keuangan
2019A 2020A 2021A 2022A 2023A
ASET
Aset Lancar
Kas dan setara kas IDR 195.165 602.271 1.095.398 1.501.451 1.042.206
Piutang usaha
- Pihak ketiga IDR 971.873 667.410 533.688 413.255 1.009.143
- Pihak berelasi IDR 11.637 11.142 3.324 1.960 1.659
Piutang lain - lain pihak ketiga IDR 1.895 2.401 7.268 11.113 12.043
Hak retur aset IDR 31.425 38.814 28.291 3.747 8.291
Persediaan IDR 1.083.835 910.144 788.289 752.573 857.539
Uang muka IDR 3.511 4.886 7.145 9.906 8.599
Pajak pertambahan nilai dibayar dimuka IDR - - - - 929
Biaya dibayar dimuka IDR 6.170 3.269 2.737 2.928 3.355
Aset biologis IDR 14.461 6.891 2.234 2.470 1.435
Jumlah Aset Lancar IDR 2.319.972 2.247.228 2.468.374 2.699.403 2.945.199
Aset Tidak Lancar
Piutang pihak berelasi non-usaha IDR 1.034 1.225 176 2.773 2.566
Tagihan pajak penghasilan IDR 54.003 91.855 84.736 110.377 90.434
Uang muka pembelian aset tetap IDR 2.966 - - - 41.046
Aset pajak tangguhan IDR 52.710 47.138 41.616 44.052 62.812
Aset hak guna IDR - 6.523 6.668 6.517 7.312
Aset tetap - net IDR 480.957 492.340 497.760 515.181 721.419
Aset tidak lancar lainnya IDR 29.414 28.670 32.872 32.178 31.032
Jumlah Aset Tidak Lancar IDR 621.084 667.751 663.828 711.078 956.621
JUMLAH ASET IDR 2.941.056 2.914.979 3.132.202 3.410.481 3.901.820
LIABILITAS DAN EKUITAS
Liabilitas
Liabilitas Jangka Pendek
Utang bank IDR 150.000 - - - -
Utang usaha
- Pihak ketiga IDR 84.070 103.669 107.549 31.067 41.444
- Pihak berelasi IDR 2.266 1.460 5.273 - 4.463
Utang lain - lain pihak ketiga IDR 65.630 17.244 25.124 36.704 42.279
Kewajiban untuk retur IDR 185.654 174.538 149.400 136.904 203.680
Beban akrual IDR 14.247 23.674 8.596 10.453 11.269
Liabilitas imbalan kerja jangka pendek IDR 158 39 111 19.472 20.214
Utang pajak IDR 55.830 63.696 48.722 71.606 77.739
Liabilitas sewa jangka pendek 2.581 1.311 1.270 546 373
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek IDR 560.436 385.631 346.045 306.752 401.461
Liabilitas Jangka Panjang
Utang pihak berelasi non - usaha IDR 925 1.938 33 208 668
Liabilitas imbalan kerja jangka panjang IDR 63.109 68.801 58.018 53.271 52.995
Liabilitas sewa jangka panjang IDR - 222 61 - -
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang IDR 64.034 70.961 58.112 53.479 53.663
JUMLAH LIABILITAS IDR 624.470 456.592 404.157 360.231 455.124
EKUITAS
Modal saham IDR 300.000 300.000 300.000 300.000 300.000
Tambahan modal disetor IDR 99.910 99.910 99.910 99.910 99.910
Komponen lainnya dari ekuitas IDR 4.753 4.753 4.753 4.672 4.672
Saldo laba
- Telah ditentukan penggunaannya IDR 60.000 60.000 60.000 60.000 60.000
- Belum ditentukan penggunaanya IDR 1.851.474 1.993.219 2.262.693 2.584.832 2.981.166
Kepentingan non pengendali IDR 449 505 689 836 948
JUMLAH EKUITAS IDR 2.316.586 2.458.387 2.728.045 3.050.250 3.446.696
JUMLAH LIABILITAS & EKUITAS IDR 2.941.056 2.914.979 3.132.202 3.410.481 3.901.820
Check Balance - - - - -
Page 83
FAIRNESS OPINION
PT BISI International Tbk
Lampiran - 02 Dinyatakan dalam Jutaan Rupiah
Historis Laba Rugi
2019A 2020A 2021A 2022A 2023A
PENJUALAN NETO IDR 2.272.410 1.812.762 2.015.138 2.415.592 2.298.131
BEBAN POKOK PENJUALAN IDR (1.417.183) (1.124.032) (1.205.168) (1.395.090) (1.136.012)
LABA KOTOR IDR 855.227 688.730 809.970 1.020.502 1.162.119
Beban penjualan IDR (243.770) (158.776) (179.229) (227.579) (278.980)
Beban umum dan administrasi IDR (148.816) (96.011) (93.183) (111.436) (111.933)
Beban penelitian dan pengembangan IDR (62.369) (62.047) (65.426) (79.421) (90.245)
Beban operasi lain IDR (15.740) (49.105) (48.126) (25.626) (22.844)
Penghasilan operasi lain IDR 30.043 39.697 36.170 39.810 34.224
Jumlah Pendapatan (Beban) Usaha IDR (440.652) (326.242) (349.794) (404.252) (469.778)
LABA USAHA IDR 414.575 362.488 460.176 616.250 692.341
Penghasilan keuangan IDR 1.517 5.199 17.321 28.708 41.834
Beban keuangan IDR (11.321) (2.749) (130) (64) (280)
Jumlah Pendapatan (Beban) Keuangan - bersih IDR (9.804) 2.450 17.191 28.644 41.554
LABA SEBELUM PAJAK IDR 404.771 364.938 477.367 644.894 733.895
Beban pajak penghasilan IDR (97.819) (89.271) (96.375) (121.652) (138.155)
LABA TAHUN BERJALAN IDR 306.952 275.667 380.992 523.242 595.740
Page 84
FAIRNESS OPINION
PT BISI International Tbk
Lampiran - 03 Dinyatakan dalam Jutaan Rupiah
Historis Arus Kas
2019A 2020A 2021A 2022A 2023A
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan dari pelanggan IDR 2.325.635 2.179.371 2.128.941 2.516.673 1.755.255
Pembayaran kepada pemasok IDR (1.497.932) (975.488) (1.011.250) (1.364.625) (1.175.569)
Pembayaran kas untuk beban usaha IDR (257.786) (263.750) (229.523) (234.716) (259.521)
Pembayaran kas kepada karyawan IDR (93.884) (101.527) (134.081) (162.500) (200.531)
Kas yang diperoleh dari aktivitas operasi IDR 476.033 838.606 754.087 754.832 119.634
Penerimaan tagihan pajak penghasilan IDR 9.657 8.405 28.560 12.829 45.945
Penerimaan penghasilan keuangan IDR 1.517 5.199 17.321 28.708 41.811
Pembayaran beban keuangan IDR (11.321) (2.610) -
Pembayaran pajak penghasilan IDR (131.563) (116.455) (131.222) (146.769) (182.055)
Penerimaan kegiatan operasional lainnya IDR 26.073 (18.733) (16.208) 18.545 17.575
Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Operasi IDR 370.396 714.412 652.538 668.145 42.910
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Uang muka pembelian aset tetap IDR (2.966) - - - (41.046)
Perolehan aset tetap IDR (18.218) (46.584) (40.804) (58.808) (254.930)
Hasil penjualan aset tetap IDR 1.810 6.285 539 3.434 6.178
Perolehan aset hak guna IDR - (2.171) (4.289) (4.626) (4.522)
Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Investasi IDR (19.374) (42.470) (44.554) (60.000) (294.320)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Penerimaan untuk utang bank jangka pendek IDR 855.000 - - - -
Pembayaran untuk utang bank jangka pendek IDR (805.000) (150.000) - - -
Pembayaran liabilitas sewa IDR - (845) (992) (860) (1.382)
Pembayaran dividen IDR (300.101) (114.156) (114.000) (204.000) (204.000)
Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Pendanaan IDR # (250.101) (265.001) (114.992) (204.860) (205.382)
KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN SETARA KAS IDR 100.921 406.941 492.992 403.285 (456.792)
Pengaruh perubahan kurs mata uang pada kasa dan setara kas IDR (245) 165 135 2.768 (2.453)
KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN IDR 94.489 195.165 602.271 1.095.398 1.501.451
KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN IDR 195.165 602.271 1.095.398 1.501.451 1.042.206
Page 85
FAIRNESS OPINION
PT BISI International Tbk
Lampiran - 04
RASIO KEUANGAN
Keterangan 2019A 2020A 2021A 2022A 2023A
Aset Lancar 2.319.972 2.247.228 2.468.374 2.699.403 2.945.199
Liabilitas Jangka Pendek 560.436 385.631 346.045 306.752 401.461
Rasio Lancar 4,14 5,83 7,13 8,80 7,34
*)Disajikan dalam kali
Keterangan 2019A 2020A 2021A 2022A 2023A
Aset Lancar 2.319.972 2.247.228 2.468.374 2.699.403 2.945.199
Persediaan 1.083.835 910.144 788.289 752.573 857.539
Liabilitas Jangka Pendek 560.436 385.631 346.045 306.752 401.461
Rasio Cepat 2,21 3,47 4,86 6,35 5,20
*)Disajikan dalam kali
Keterangan 2019A 2020A 2021A 2022A 2023A
Kas dan setara kas 195.165 602.271 1.095.398 1.501.451 1.042.206
Liabilitas Jangka Pendek 560.436 385.631 346.045 306.752 401.461
Rasio Kas 0,35 1,56 3,17 4,89 2,60
*)Disajikan dalam kali
Rasio Likuiditas 2019A 2020A 2021A 2022A 2023A
Rasio Lancar 4,14 5,83 7,13 8,80 7,34
Rasio Cepat 2,21 3,47 4,86 6,35 5,20
Rasio Kas 0,35 1,56 3,17 4,89 2,60
*)Disajikan dalam kali ,
Keterangan 2019A 2020A 2021A 2022A 2023A
Pendapatan 2.272.410 1.812.762 2.015.138 2.415.592 2.298.131
Piutang Usaha 983.510 678.552 537.012 415.215 1.010.802
Rasio Perputaran Piutang Usaha 158 137 97 63 161
*)Disajikan dalam hari
Keterangan 2019A 2020A 2021A 2022A 2023A
Beban Pokok Pendapatan 1.417.183 1.124.032 1.205.168 1.395.090 1.136.012
Persediaan 1.083.835 910.144 788.289 752.573 857.539
Rasio Perputaran Persediaan 279 296 239 197 276
*)Disajikan dalam hari
Keterangan 2019A 2020A 2021A 2022A 2023A
Beban Pokok Pendapatan 1.417.183 1.124.032 1.205.168 1.395.090 1.136.012
Utang Usaha 86.336 105.129 112.822 31.067 45.907
Rasio Perputaran Utang Usaha 22 34 34 8 15
*)Disajikan dalam hari
Rasio Aktivitas 2019A 2020A 2021A 2022A 2023A
Rasio Perputaran Piutang Usaha 158 137 97 63 161
Rasio Perputaran Persediaan 279 296 239 197 276
Rasio Perputaran Utang Usaha 22 34 34 8 15
*)Disajikan dalam hari
Keterangan 2019A 2020A 2021A 2022A 2023A
Jumlah Liabilitas 624.470 456.592 404.157 360.231 455.124
Jumlah Aset 2.941.056 2.914.979 3.132.202 3.410.481 3.901.820
Rasio Liabilitas terhadap Aset 21,23% 15,66% 12,90% 10,56% 11,66%
*)Disajikan dalam persen
Keterangan 2019A 2020A 2021A 2022A 2023A
Jumlah Liabilitas 624.470 456.592 404.157 360.231 455.124
Jumlah Ekuitas 2.316.586 2.458.387 2.728.045 3.050.250 3.446.696
Rasio Liabilitas terhadap Ekuitas 26,96% 18,57% 14,81% 11,81% 13,20%
*)Disajikan dalam persen
Rasio Leverage 2019A 2020A 2021A 2022A 2023A
Rasio Liabilitas terhadap Aset 21,23% 15,66% 12,90% 10,56% 11,66%
Rasio Liabilitas terhadap Ekuitas 26,96% 18,57% 14,81% 11,81% 13,20%
Keterangan 2019A 2020A 2021A 2022A 2023A
Laba Bruto 855.227 688.730 809.970 1.020.502 1.162.119
Pendapatan 2.272.410 1.812.762 2.015.138 2.415.592 2.298.131
Margin Laba Bruto 37,64% 37,99% 40,19% 42,25% 50,57%
Keterangan 2019A 2020A 2021A 2022A 2023A
Laba Usaha 414.575 362.488 460.176 616.250 692.341
Pendapatan 2.272.410 1.812.762 2.015.138 2.415.592 2.298.131
Margin Laba Usaha 18,24% 20,00% 22,84% 25,51% 30,13%
Keterangan 2019A 2020A 2021A 2022A 2023A
Laba Bersih 306.952 275.667 380.992 523.242 595.740
Pendapatan 2.272.410 1.812.762 2.015.138 2.415.592 2.298.131
Margin Laba (Rugi) Bersih 13,51% 15,21% 18,91% 21,66% 25,92%
Keterangan 2019A 2020A 2021A 2022A 2023A
Laba Bersih 306.952 275.667 380.992 523.242 595.740
Jumlah Aset 2.941.056 2.914.979 3.132.202 3.410.481 3.901.820
Rasio Pengembalian terhadap Jumlah Aset 10,44% 9,46% 12,16% 15,34% 15,27%
Keterangan 2019A 2020A 2021A 2022A 2023A
Laba Bersih 306.952 275.667 380.992 523.242 595.740
Jumlah Ekuitas 2.316.586 2.458.387 2.728.045 3.050.250 3.446.696
Rasio Pengembalian terhadap Jumlah Ekuitas 13,25% 11,21% 13,97% 17,15% 17,28%
Rasio Profitabilitas 2019A 2020A 2021A 2022A 2023A
Margin Laba Bruto 37,64% 37,99% 40,19% 42,25% 50,57%
Margin Laba (Rugi) Usaha 18,24% 20,00% 22,84% 25,51% 30,13%
Margin Laba (Rugi) Bersih 13,51% 15,21% 18,91% 21,66% 25,92%
Rasio Pengembalian terhadap Jumlah Aset 10,44% 9,46% 12,16% 15,34% 15,27%
Rasio Pengembalian terhadap Jumlah Ekuitas 13,25% 11,21% 13,97% 17,15% 17,28%
Page 86
FAIRNESS OPINION
PT BISI International Tbk
Lampiran - 05 Dinyatakan dalam Jutaan Rupiah
Proyeksi Posisi Keuangan Sebelum Transaksi
2024F 2025F 2026F 2027F 2028F
ASSET
Aset Lancar
Kas dan setara kas IDR 2.662.227 3.762.449 5.082.340 6.629.833 8.195.264
Piutang usaha
- Pihak ketiga IDR 726.865 646.640 614.992 465.412 440.786
- Pihak berelasi IDR 1.659 1.659 1.659 1.659 1.659
Piutang lain - lain pihak ketiga IDR 12.043 12.043 12.043 12.043 12.043
Persediaan IDR 364.187 321.783 226.859 226.871 272.242
Aset biologis IDR 2.099 2.499 3.135 3.830 4.806
Uang muka IDR 8.598 8.598 8.598 8.598 8.598
Biaya dibayar dimuka IDR 4.284 4.284 4.284 4.284 4.284
Jumlah Aset Lancar IDR 3.781.962 4.759.955 5.953.910 7.352.530 8.939.682
Aset Tidak Lancar
Piutang pihak berelasi non-usaha IDR 2.566 2.566 2.566 2.566 2.566
Aset pajak tangguhan IDR 63.035 63.257 63.480 63.702 63.925
Aset tetap - net IDR 736.895 760.980 794.906 838.102 895.141
Aset tidak lancar lainnya IDR 128.778 128.778 128.778 128.778 128.778
Jumlah Aset Tidak Lancar IDR 931.274 955.582 989.730 1.033.148 1.090.410
JUMLAH ASET IDR 4.713.237 5.715.536 6.943.640 8.385.678 10.030.092
LIABILITAS DAN EKUITAS
Liabilitas
Liabilitas Jangka Pendek
Utang usaha
- Pihak ketiga IDR 59.541 78.087 95.029 110.217 131.000
- Pihak berelasi IDR 4.463 4.463 4.463 4.463 4.463
Utang lain - lain pihak ketiga IDR 39.094 39.622 42.010 45.163 49.411
Beban akrual IDR 215.322 215.322 215.322 215.322 94.927
Utang pajak IDR 98.428 103.032 107.935 112.568 119.314
Liabilitas imbalan kerja jangka pendek IDR 20.214 20.214 20.214 20.214 20.214
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek IDR 437.063 460.740 484.973 507.947 419.329
Liabilitas Jangka Panjang
Utang pihak berelasi non - usaha IDR 668 668 668 668 668
Liabilitas imbalan kerja jangka panjang IDR 58.841 65.271 72.345 80.126 88.684
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang IDR 59.509 65.939 73.013 80.793 89.352
JUMLAH LIABILITAS IDR 496.572 526.679 557.985 588.741 508.681
EKUITAS
Modal saham IDR 300.000 300.000 300.000 300.000 300.000
Tambahan modal disetor IDR 86.314 86.314 86.314 86.314 86.314
Komponen lainnya dari ekuitas IDR 12.198 12.198 12.198 12.198 12.198
Penghasilan komprehensif lain IDR 23.185 23.185 23.185 23.185 23.185
Saldo laba IDR 3.787.482 4.759.345 5.955.751 7.366.606 9.090.600
Kepentingan non pengendali IDR 7.486 7.815 8.206 8.634 9.114
JUMLAH EKUITAS IDR 4.216.665 5.188.857 6.385.654 7.796.937 9.521.411
JUMLAH LIABILITAS & EKUITAS IDR 4.713.237 5.715.536 6.943.640 8.385.678 10.030.092
Check Balance - - - - -
Page 87
FAIRNESS OPINION
PT BISI International Tbk
Lampiran - 06 Dinyatakan dalam Jutaan Rupiah
Proyeksi Laba Rugi Sebelum Transaksi
2024F 2025F 2026F 2027F 2028F
PENDAPATAN IDR 3.287.443 4.017.537 4.763.011 5.485.622 6.379.048
BEBAN POKOK PENJUALAN IDR (1.525.737) (1.913.109) (2.274.794) (2.605.826) (2.950.300)
LABA KOTOR IDR 1.761.706 2.104.428 2.488.216 2.879.796 3.428.748
Beban penjualan IDR (351.013) (418.977) (504.736) (613.480) (751.747)
Beban umum dan administrasi IDR (131.866) (142.891) (158.131) (175.115) (196.301)
Beban operasi lain IDR (146.278) (146.278) (146.278) (146.278) (146.278)
Penghasilan operasi lain IDR 72.266 68.978 69.636 73.886 78.550
Jumlah Pendapatan (Beban) Usaha IDR (556.890) (639.168) (739.509) (860.986) (1.015.776)
LABA USAHA 1.204.815 1.465.260 1.748.707 2.018.810 2.412.973
Penghasilan keuangan IDR 20.657 17.688 17.689 17.689 17.690
Beban keuangan IDR (3.415) (3.415) (3.415) (3.415) (3.415)
Jumlah Pendapatan (Beban) Keuangan - bersih IDR 17.243 14.273 14.274 14.275 14.275
LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK IDR 1.222.058 1.479.533 1.762.981 2.033.085 2.427.248
Beban Pajak Penghasilan IDR (248.047) (303.294) (362.126) (417.727) (498.680)
LABA (RUGI) TAHUN BERJALAN IDR 974.011 1.176.239 1.400.855 1.615.358 1.928.568
Page 88
FAIRNESS OPINION
PT BISI International Tbk
Lampiran - 07
RASIO KEUANGAN SEBELUM TRANSAKSI
Keterangan 2024F 2025F 2026F 2027F 2028F
Aset Lancar 3.781.962 4.759.955 5.953.910 7.352.530 8.939.682
Liabilitas Jangka Pendek 437.063 460.740 484.973 507.947 419.329
Rasio Lancar 8,65 10,33 12,28 14,47 21,32
*)Disajikan dalam kali
Keterangan 2024F 2025F 2026F 2027F 2028F
Aset Lancar 3.781.962 4.759.955 5.953.910 7.352.530 8.939.682
Persediaan 364.187 321.783 226.859 226.871 272.242
Liabilitas Jangka Pendek 437.063 460.740 484.973 507.947 419.329
Rasio Cepat 7,82 9,63 11,81 14,03 20,67
*)Disajikan dalam kali
Keterangan 2024F 2025F 2026F 2027F 2028F
Kas dan setara kas 2.662.227 3.762.449 5.082.340 6.629.833 8.195.264
Liabilitas Jangka Pendek 437.063 460.740 484.973 507.947 419.329
Rasio Kas 6,09 8,17 10,48 13,05 19,54
*)Disajikan dalam kali
Rasio Likuiditas 2024F 2025F 2026F 2027F 2028F
Rasio Lancar 8,65 10,33 12,28 14,47 21,32
Rasio Cepat 7,82 9,63 11,81 14,03 20,67
Rasio Kas 6,09 8,17 10,48 13,05 19,54
*)Disajikan dalam kali ,
Keterangan 2024F 2025F 2026F 2027F 2028F
Pendapatan 3.287.443 4.017.537 4.763.011 5.485.622 6.379.048
Piutang Usaha 728.524 648.298 616.651 467.071 442.444
Rasio Perputaran Piutang Usaha 81 59 47 31 25
*)Disajikan dalam hari
Keterangan 2024F 2025F 2026F 2027F 2028F
Beban Pokok Pendapatan 1.525.737 1.913.109 2.274.794 2.605.826 2.950.300
Persediaan 364.187 321.783 226.859 226.871 272.242
Rasio Perputaran Persediaan 87 61 36 32 34
*)Disajikan dalam hari
Keterangan 2024F 2025F 2026F 2027F 2028F
Beban Pokok Pendapatan 1.525.737 1.913.109 2.274.794 2.605.826 2.950.300
Utang Usaha 64.004 82.550 99.493 114.680 135.463
Rasio Perputaran Utang Usaha 15 16 16 16 17
*)Disajikan dalam hari
Rasio Aktivitas 2024F 2025F 2026F 2027F 2028F
Rasio Perputaran Piutang Usaha 81 59 47 31 25
Rasio Perputaran Persediaan 87 61 36 32 34
Rasio Perputaran Utang Usaha 15 16 16 16 17
*)Disajikan dalam hari
Keterangan 2024F 2025F 2026F 2027F 2028F
Jumlah Liabilitas 496.572 526.679 557.985 588.741 508.681
Jumlah Aset 4.713.237 5.715.536 6.943.640 8.385.678 10.030.092
Rasio Liabilitas terhadap Aset 10,54% 9,21% 8,04% 7,02% 5,07%
*)Disajikan dalam persen
Keterangan 2024F 2025F 2026F 2027F 2028F
Jumlah Liabilitas 496.572 526.679 557.985 588.741 508.681
Jumlah Ekuitas 4.216.665 5.188.857 6.385.654 7.796.937 9.521.411
Rasio Liabilitas terhadap Ekuitas 11,78% 10,15% 8,74% 7,55% 5,34%
*)Disajikan dalam persen
Rasio Leverage 2024F 2025F 2026F 2027F 2028F
Rasio Liabilitas terhadap Aset 10,54% 9,21% 8,04% 7,02% 5,07%
Rasio Liabilitas terhadap Ekuitas 11,78% 10,15% 8,74% 7,55% 5,34%
Keterangan 2024F 2025F 2026F 2027F 2028F
Laba Bruto 1.761.706 2.104.428 2.488.216 2.879.796 3.428.748
Pendapatan 3.287.443 4.017.537 4.763.011 5.485.622 6.379.048
Margin Laba Bruto 53,59% 52,38% 52,24% 52,50% 53,75%
Keterangan 2024F 2025F 2026F 2027F 2028F
Laba Usaha 1.204.815 1.465.260 1.748.707 2.018.810 2.412.973
Pendapatan 3.287.443 4.017.537 4.763.011 5.485.622 6.379.048
Margin Laba Usaha 36,65% 36,47% 36,71% 36,80% 37,83%
Keterangan 2024F 2025F 2026F 2027F 2028F
Laba Bersih 974.011 1.176.239 1.400.855 1.615.358 1.928.568
Pendapatan 3.287.443 4.017.537 4.763.011 5.485.622 6.379.048
Margin Laba (Rugi) Bersih 29,63% 29,28% 29,41% 29,45% 30,23%
Keterangan 2024F 2025F 2026F 2027F 2028F
Laba Bersih 974.011 1.176.239 1.400.855 1.615.358 1.928.568
Jumlah Aset 4.713.237 5.715.536 6.943.640 8.385.678 10.030.092
Rasio Pengembalian terhadap Jumlah Aset 20,67% 20,58% 20,17% 19,26% 19,23%
Keterangan 2024F 2025F 2026F 2027F 2028F
Laba Bersih 974.011 1.176.239 1.400.855 1.615.358 1.928.568
Jumlah Ekuitas 4.216.665 5.188.857 6.385.654 7.796.937 9.521.411
Rasio Pengembalian terhadap Jumlah Ekuitas 23,10% 22,67% 21,94% 20,72% 20,26%
Rasio Profitabilitas 2024F 2025F 2026F 2027F 2028F
Margin Laba Bruto 53,59% 52,38% 52,24% 52,50% 53,75%
Margin Laba (Rugi) Usaha 36,65% 36,47% 36,71% 36,80% 37,83%
Margin Laba (Rugi) Bersih 29,63% 29,28% 29,41% 29,45% 30,23%
Rasio Pengembalian terhadap Jumlah Aset 20,67% 20,58% 20,17% 19,26% 19,23%
Rasio Pengembalian terhadap Jumlah Ekuitas 23,10% 22,67% 21,94% 20,72% 20,26%
Page 89
FAIRNESS OPINION
PT BISI International Tbk
Lampiran - 08
Dinyatakan dalam Jutaan Rupiah
Proyeksi Posisi Keuangan Setelah Transaksi
2024F 2025F 2026F 2027F 2028F
ASSET
Aset Lancar
Kas dan setara kas IDR 2.679.393 3.795.865 5.125.793 6.703.653 8.311.343
Piutang usaha
- Pihak ketiga IDR 728.415 648.727 620.128 472.980 451.947
- Pihak berelasi IDR 1.659 1.659 1.659 1.659 1.659
Piutang lain - lain pihak ketiga IDR 12.043 12.043 12.043 12.043 12.043
Persediaan IDR 377.670 339.571 271.834 293.483 371.192
Aset biologis IDR 2.099 2.499 3.135 3.830 4.806
Uang muka IDR 8.598 8.598 8.598 8.598 8.598
Biaya dibayar dimuka IDR 4.284 4.284 4.284 4.284 4.284
Jumlah Aset Lancar IDR 3.814.161 4.813.246 6.047.474 7.500.531 9.165.872
Aset Tidak Lancar
Piutang pihak berelasi non-usaha IDR 2.566 2.566 2.566 2.566 2.566
Aset pajak tangguhan IDR 63.008 63.204 63.400 63.596 63.791
Aset tetap - net IDR 737.241 761.565 795.506 838.695 895.535
Aset tidak lancar lainnya IDR 128.778 128.778 128.778 128.778 128.778
Jumlah Aset Tidak Lancar IDR 931.594 956.113 990.250 1.033.634 1.090.671
JUMLAH ASET IDR 4.745.755 5.769.359 7.037.724 8.534.165 10.256.543
LIABILITAS DAN EKUITAS
Liabilitas
Liabilitas Jangka Pendek
Utang usaha
- Pihak ketiga IDR 59.541 78.087 95.029 110.217 131.000
- Pihak berelasi IDR 4.463 4.463 4.463 4.463 4.463
Utang lain - lain pihak ketiga IDR 39.094 39.622 42.010 45.163 49.411
Beban akrual IDR 215.322 215.322 215.322 215.322 94.927
Utang pajak IDR 98.840 105.737 114.813 123.071 134.918
Liabilitas imbalan kerja jangka pendek IDR 20.214 20.214 20.214 20.214 20.214
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek IDR 437.474 463.445 491.851 518.451 434.933
Liabilitas Jangka Panjang
Utang pihak berelasi non - usaha IDR 668 668 668 668 668
Liabilitas imbalan kerja jangka panjang IDR 58.841 65.271 72.345 80.126 88.684
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang IDR 59.509 65.939 73.013 80.793 89.352
JUMLAH LIABILITAS IDR 496.983 529.384 564.864 599.244 524.285
EKUITAS
Modal saham IDR 300.000 300.000 300.000 300.000 300.000
Tambahan modal disetor IDR 106.314 106.314 106.314 106.314 106.314
Komponen lainnya dari ekuitas IDR 12.198 12.198 12.198 12.198 12.198
Penghasilan komprehensif lain IDR 23.185 23.185 23.185 23.185 23.185
Saldo laba IDR 3.799.185 4.789.068 6.019.041 7.476.874 9.273.444
Kepentingan non pengendali IDR 7.889 9.209 12.122 16.350 17.116
JUMLAH EKUITAS IDR 4.248.771 5.239.975 6.472.860 7.934.921 9.732.258
JUMLAH LIABILITAS & EKUITAS IDR 4.745.755 5.769.359 7.037.724 8.534.165 10.256.543
Check Balance - - - - -
Page 90
FAIRNESS OPINION
PT BISI International Tbk
Lampiran - 09
Dinyatakan dalam Jutaan Rupiah
Proyeksi Laba Rugi Setelah Transaksi
2024F 2025F 2026F 2027F 2028F
PENDAPATAN IDR 3.315.343 4.092.687 4.947.911 5.758.072 6.780.848
BEBAN POKOK PENJUALAN IDR (1.545.962) (1.966.674) (2.409.974) (2.805.972) (3.247.458)
LABA KOTOR IDR 1.769.381 2.126.013 2.537.937 2.952.101 3.533.390
Beban penjualan IDR (353.747) (428.472) (522.881) (638.221) (785.238)
Beban umum dan administrasi IDR (131.866) (142.891) (158.132) (175.115) (196.301)
Beban operasi lain IDR (146.278) (146.278) (146.278) (146.278) (146.278)
Penghasilan operasi lain IDR 72.266 68.978 69.636 73.886 78.550
Jumlah Pendapatan (Beban) Usaha IDR (559.625) (648.663) (757.654) (885.728) (1.049.267)
LABA USAHA 1.209.756 1.477.350 1.780.283 2.066.373 2.484.123
Penghasilan keuangan IDR 20.832 18.166 18.282 18.592 19.398
Beban keuangan IDR (3.415) (3.415) (3.415) (3.415) (3.415)
Jumlah Pendapatan (Beban) Keuangan - bersih IDR 17.418 14.751 14.867 15.177 15.983
LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK IDR 1.227.174 1.492.101 1.795.150 2.081.550 2.500.106
Beban Pajak Penghasilan IDR (241.056) (296.851) (358.206) (415.414) (498.675)
LABA (RUGI) TAHUN BERJALAN IDR 986.117 1.195.250 1.436.944 1.666.136 2.001.431
Page 91
FAIRNESS OPINION
PT BISI International Tbk
Lampiran - 10
RASIO KEUANGAN SETELAH TRANSAKSI
Keterangan 2024F 2025F 2026F 2027F 2028F
Aset Lancar 3.814.161 4.813.246 6.047.474 7.500.531 9.165.872
Liabilitas Jangka Pendek 437.474 463.445 491.851 518.451 434.933
Rasio Lancar 8,72 10,39 12,30 14,47 21,07
*)Disajikan dalam kali
Keterangan 2024F 2025F 2026F 2027F 2028F
Aset Lancar 3.814.161 4.813.246 6.047.474 7.500.531 9.165.872
Persediaan 377.670 339.571 271.834 293.483 371.192
Liabilitas Jangka Pendek 437.474 463.445 491.851 518.451 434.933
Rasio Cepat 7,86 9,65 11,74 13,90 20,22
*)Disajikan dalam kali
Keterangan 2024F 2025F 2026F 2027F 2028F
Kas dan setara kas 2.679.393 3.795.865 5.125.793 6.703.653 8.311.343
Liabilitas Jangka Pendek 437.474 463.445 491.851 518.451 434.933
Rasio Kas 6,12 8,19 10,42 12,93 19,11
*)Disajikan dalam kali
Rasio Likuiditas 2024F 2025F 2026F 2027F 2028F
Rasio Lancar 8,72 10,39 12,30 14,47 21,07
Rasio Cepat 7,86 9,65 11,74 13,90 20,22
Rasio Kas 6,12 8,19 10,42 12,93 19,11
*)Disajikan dalam kali ,
Keterangan 2024F 2025F 2026F 2027F 2028F
Pendapatan 3.315.343 4.092.687 4.947.911 5.758.072 6.780.848
Piutang Usaha 730.074 650.386 621.787 474.639 453.605
Rasio Perputaran Piutang Usaha 80 58 46 30 24
*)Disajikan dalam hari
Keterangan 2024F 2025F 2026F 2027F 2028F
Beban Pokok Pendapatan 1.545.962 1.966.674 2.409.974 2.805.972 3.247.458
Persediaan 377.670 339.571 271.834 293.483 371.192
Rasio Perputaran Persediaan 89 63 41 38 42
*)Disajikan dalam hari
Keterangan 2024F 2025F 2026F 2027F 2028F
Beban Pokok Pendapatan 1.545.962 1.966.674 2.409.974 2.805.972 3.247.458
Utang Usaha 64.004 82.550 99.493 114.680 135.463
Rasio Perputaran Utang Usaha 15 15 15 15 15
*)Disajikan dalam hari
Rasio Aktivitas 2024F 2025F 2026F 2027F 2028F
Rasio Perputaran Piutang Usaha 80 58 46 30 24
Rasio Perputaran Persediaan 89 63 41 38 42
Rasio Perputaran Utang Usaha 15 15 15 15 15
*)Disajikan dalam hari
Keterangan 2024F 2025F 2026F 2027F 2028F
Jumlah Liabilitas 496.983 529.384 564.864 599.244 524.285
Jumlah Aset 4.745.755 5.769.359 7.037.724 8.534.165 10.256.543
Rasio Liabilitas terhadap Aset 10,47% 9,18% 8,03% 7,02% 5,11%
*)Disajikan dalam persen
Keterangan 2024F 2025F 2026F 2027F 2028F
Jumlah Liabilitas 496.983 529.384 564.864 599.244 524.285
Jumlah Ekuitas 4.248.771 5.239.975 6.472.860 7.934.921 9.732.258
Rasio Liabilitas terhadap Ekuitas 11,70% 10,10% 8,73% 7,55% 5,39%
*)Disajikan dalam persen
Rasio Leverage 2024F 2025F 2026F 2027F 2028F
Rasio Liabilitas terhadap Aset 10,47% 9,18% 8,03% 7,02% 5,11%
Rasio Liabilitas terhadap Ekuitas 11,70% 10,10% 8,73% 7,55% 5,39%
Keterangan 2024F 2025F 2026F 2027F 2028F
Laba Bruto 1.769.381 2.126.013 2.537.937 2.952.101 3.533.390
Pendapatan 3.315.343 4.092.687 4.947.911 5.758.072 6.780.848
Margin Laba Bruto 53,37% 51,95% 51,29% 51,27% 52,11%
Keterangan 2024F 2025F 2026F 2027F 2028F
Laba Usaha 1.209.756 1.477.350 1.780.283 2.066.373 2.484.123
Pendapatan 3.315.343 4.092.687 4.947.911 5.758.072 6.780.848
Margin Laba Usaha 36,49% 36,10% 35,98% 35,89% 36,63%
Keterangan 2024F 2025F 2026F 2027F 2028F
Laba Bersih 986.117 1.195.250 1.436.944 1.666.136 2.001.431
Pendapatan 3.315.343 4.092.687 4.947.911 5.758.072 6.780.848
Margin Laba (Rugi) Bersih 29,74% 29,20% 29,04% 28,94% 29,52%
Keterangan 2024F 2025F 2026F 2027F 2028F
Laba Bersih 986.117 1.195.250 1.436.944 1.666.136 2.001.431
Jumlah Aset 4.745.755 5.769.359 7.037.724 8.534.165 10.256.543
Rasio Pengembalian terhadap Jumlah Aset 20,78% 20,72% 20,42% 19,52% 19,51%
Keterangan 2024F 2025F 2026F 2027F 2028F
Laba Bersih 986.117 1.195.250 1.436.944 1.666.136 2.001.431
Jumlah Ekuitas 4.248.771 5.239.975 6.472.860 7.934.921 9.732.258
Rasio Pengembalian terhadap Jumlah Ekuitas 23,21% 22,81% 22,20% 21,00% 20,56%
Rasio Profitabilitas 2024F 2025F 2026F 2027F 2028F
Margin Laba Bruto 53,37% 51,95% 51,29% 51,27% 52,11%
Margin Laba (Rugi) Usaha 36,49% 36,10% 35,98% 35,89% 36,63%
Margin Laba (Rugi) Bersih 29,74% 29,20% 29,04% 28,94% 29,52%
Rasio Pengembalian terhadap Jumlah Aset 20,78% 20,72% 20,42% 19,52% 19,51%
Rasio Pengembalian terhadap Jumlah Ekuitas 23,21% 22,81% 22,20% 21,00% 20,56%
Page 92
FAIRNESS OPINION
PT BISI International Tbk
Lampiran - 11
Proformas Laporan Keuangan 31 Desember
Nilai Buku Proforma
Penyesuaian
31 Desember 2023 31 Desember 2023
ASSET
Aset Lancar
Kas dan setara kas 1.042.206 (18.000) 1.024.206
Piutang usaha
- Pihak ketiga 1.009.143 - 1.009.143
- Pihak berelasi 1.659 - 1.659
Piutang lain - lain pihak ketiga 12.043 - 12.043
Hak retur aset 8.291 - 8.291
Persediaan 857.539 - 857.539
Uang muka 8.599 - 8.599
Pajak pertambahan nilai dibayar dimuka 929 - 929
Biaya dibayar dimuka 3.355 - 3.355
Aset biologis 1.435 - 1.435
Jumlah Aset Lancar 2.945.199 (18.000) 2.927.199
Aset Tidak Lancar
Piutang pihak berelasi non-usaha 2.566 - 2.566
Tagihan pajak penghasilan 90.434 - 90.434
Uang muka pembelian aset tetap 41.046 - 41.046
Aset pajak tangguhan 62.812 - 62.812
Aset hak guna 7.312 - 7.312
Investasi entotas anak - 18.000 18.000
Aset tetap - net 721.419 - 721.419
Aset tidak lancar lainnya 31.032 - 31.032
Jumlah Aset Tidak Lancar 956.621 18.000 974.621
JUMLAH ASET 3.901.820 - 3.901.820
LIABILITAS DAN EKUITAS
Liabilitas
Liabilitas Jangka Pendek
Utang usaha
- Pihak ketiga 41.444 - 41.444
- Pihak berelasi 4.463 - 4.463
Piutang lain - lain pihak ketiga 42.279 - 42.279
Kewajiban untuk retur 203.680 - 203.680
Beban akrual 11.269 - 11.269
Liabilitas imbalan kerja jangka pendek 20.214 - 20.214
Utang pajak 77.739 - 77.739
Liabilitas sewa jangka pendek 373 - 373
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 401.461 - 401.461
Liabilitas Jangka Panjang
Utang pihak berelasi non - usaha 668 - 668
Liabilitas imbalan kerja jangka panjang 52.995 - 52.995
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 53.663 - 53.663
JUMLAH LIABILITAS 455.124 - 455.124
EKUITAS
Modal saham 300.000 - 300.000
Tambahan modal disetor 99.910 - 99.910
Komponen lainnya dari ekuitas 4.672 - 4.672
Saldo laba
- Telah ditentukan penggunaannya 60.000 - 60.000
- Belum ditentukan penggunaanya 2.981.166 - 2.981.166
Kepentingan non pengendali 948 - 948
JUMLAH EKUITAS 3.446.696 - 3.446.696
JUMLAH LIABILITAS & EKUITAS 3.901.820 - 3.901.820
Check Balance - - -
Page 93
FAIRNESS OPINION
PT BISI International Tbk
Lampiran - 12
Proformas Laporan Keuangan 31 Desember 2023
Nilai Buku Proforma
Penyesuaian
31 Desember 2023 31 Desember 2023
PENJUALAN NETO 2.298.131 - 2.298.131
BEBAN POKOK PENJUALAN (1.136.012) - (1.136.012)
LABA KOTOR 1.162.119 - 1.162.119
Beban penjualan (278.980) - (278.980)
Beban umum dan administrasi (111.933) (111.933)
Beban penelitian dan pengembangan (90.245)
Beban operasi lain (22.844) (22.844)
Penghasilan operasi lain 34.224 - 34.224
LABA USAHA 692.341 - 782.586
Penghasilan keuangan 41.834 - 41.834
Beban keuangan (280) - (280)
LABA SEBELUM PAJAK 733.895 824.140
Beban pajak penghasilan (138.155) (138.155)
LABA TAHUN BERJALAN 595.740 - 685.985
Names mentioned 73 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
TOTO SUHARTO & REKAN
p.1 ×4
unresolved
org
KJPP Toto Suharto dan Rekan
p.2
unresolved
org
KJPP Toto Suharto
p.2 ×10
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Purwantono
p.4
unresolved
org
Kota Nusantara
p.6 ×4
unresolved
org
Bank Indonesia
p.6 ×22
unresolved
org
Rekan Ir. Toto Suharto.
p.9
unresolved
person
Ir. Toto Suharto., M.Sc., MAPPI (Cert.)
· Pimpinan Rekan
p.9
unresolved
person
Ufik Kurniasih
p.14 ×2
unresolved
person
CSA.
p.14 ×2
unresolved
org
Kementerian Keuangan B. Penilai
p.16
unresolved
org
Kementerian Keuangan RI
p.17
unresolved
org
Co. Ltd
p.22 ×3
unresolved
org
Identitas Status Penilai KJPP Toto Suharto & Rekan
p.27
unresolved
org
PT Actual Kencana Appraisal
p.27
unresolved
org
Jasa Penilai Toto Suharto & Rekan
p.27
unresolved
org
Menteri Keuangan
p.27 ×3
unresolved
org
Kantor Jasa Penilai Publik Toto Suharto & Rekan
p.27
unresolved
org
Kantor Jasa Penilai Publik Toto Suharto
p.27
unresolved
—
Bab I - Pendahuluan
p.27
unresolved
org
PT Multi Sarana Indotani
p.28
unresolved
org
KJPP TnR
p.29 ×15
unresolved
org
Purwantono
p.33 ×5
unresolved
person
Edi Maharanto
· Corporate Secretary
p.34
unresolved
org
KJPP TnR. Bab I
p.35
unresolved
person
Akta Notaris Drs. Gde Ngurah Rai
p.37 ×2
unresolved
org
Menteri Kehakiman Republik Bab II
p.37
unresolved
person
Dr. Fulgensius Jimmy H.L.T.
· Notaris
p.38 ×2
unresolved
org
PT Benihinti Suburintani
p.38
unresolved
org
PT BISI International. Perubahan Anggaran Dasar
p.38
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.38 ×2
unresolved
person
Akta Notaris Marcivia Rahmani
p.38 ×2
unresolved
org
Menteri Investasi
p.39
unresolved
org
Field Invesment Holdings Pte. Ltd
p.39
unresolved
org
Vista Investment Holdings Pte. Ltd
p.39
unresolved
person
Adhi Kristanto, STP, MP
· Direktur
p.40 ×2
unresolved
org
South-East Agricultural Co. Ltd
p.40
unresolved
person
Manas Chiaravanond
· Direktur
p.41
unresolved
person
Prawin Khurowat
· Direktur
p.41
unresolved
person
Somkid Kingpetchroongruang
· Direktur
p.41
unresolved
person
Supaporn Kietisirikajorn
· Direktur
p.41
unresolved
person
Rata Suttimantanakul
· Direktur
p.41
unresolved
org
Bank Indonesia Triwulan IV
p.44
unresolved
org
Pusat Statistik
p.50
unresolved
org
Chia Tai Co., Ltd.
p.54 ×3
unresolved
org
PT Syngenta Indonesia
p.78
unresolved
org
PT Pioneer Hi-Bred Indonesia
p.78
unresolved
org
PT East West Seed Indonesia
p.78
unresolved
org
PT Petrokimia Gresik
p.78
unresolved
org
PT Pupuk Sriwidjaja Palembang
p.78
unresolved
org
PT Pupuk Kaltim
p.78
unresolved
org
PT Pupuk Iskandar Muda
p.78
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
Rule parser
Needs review
confidence 0.500
13168 ms
12 Sep 2026 23:02
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
'appraiser_name': '',
'assets': [{'area_sqm': None,
'category': 'OTHER',
'description': 'dalam Pendapat Kewajaran ini dimana Perseroan '
'merencanakan untuk'}],
'currency': None,
'fact_type': '',
'issuer_name': '',
'kind': 'AFFILIATED',
'kjpp_name': '',
'letter_number': '',
'object_text': 'dalam Pendapat Kewajaran ini dimana Perseroan merencanakan '
'untuk',
'object_truncated': True,
'parties': [],
'pct_of_equity': None,
'reference_period': '',
'requires_rups': None,
'rups_date': None,
'ticker': '',
'transaction_date': None,
'valuation_date': '2023-12-31',
'value': '20'}