Back to announcement
20260901_CASH_Pengumuman RUPS_32144114_lamp4.pdf
RUPS notice Text extracted CASHSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 73
Page 1
Kantor Jasa Penilai Publik
The Manhattan Square
FERDINAND, DANAR, ICHSAN DAN REKAN Lt. 16, Suite D, Jl. TB Simatupang
Property, Business Valuation & Advisory Cilandak, Jakarta Selatan, 12560
Licence No. 2.22.0176 E-Mail: infoadmin@fdipartners.co
KMK 460/KM.1/2022 Website: www.fdipartners.co.id
Wilayah Kerja: Seluruh Indonesia Phone (62 21) 27875910
Jakarta, 31 Agustus 2026
Kepada Yth.
PT Cashlez Worldwide Indonesia Tbk
ATRIA SUDIRMAN Lantai 23
Jl. Jendral Sudirman No Kav 33 A
Jakarta Pusat 10220
No. Laporan : FDI.JKT/0016/LAP/B/SK/VIII/2026
Hal : Laporan Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha berupa Penyesuaian
dan Penambahan Kegiatan Usaha PT Cashlez Worldwide Indonesia Tbk
Dengan hormat,
LAPORAN STUDI KELAYAKAN
PT CASHLEZ WORLDWIDE INDONESIA TBK
Berdasarkan persetujuan atas Surat Penawaran No. 004/FDI.JKT/PB-FS/VII/2026 tertanggal 15
Juli 2026, KJPP Ferdinand, Danar, Ichsan dan Rekan (selanjutnya disebut “KJPP FDI&R” atau
“Kami”) mendapat penugasan dari PT Cashlez Worldwide Indonesia Tbk (selanjutnya disebut
“CWI” atau “Perseroan”) untuk menyusun Studi Kelayakan atas perubahan kegiatan usaha,
yang terdiri dari 6 (enam) kegiatan usaha yang mengalami penyesuaian, yaitu Penyediaan
Jasa Pembayaran (KBLI 66141), Penyelenggaraan Penunjang Sistem Pembayaran (KBLI
66143), Penerbitan Perangkat Lunak (Software) Lainnya (KBLI 58290), dan Aktivitas
Pemrograman Komputer Lainnya YTDL (KBLI 62199), Perdagangan Besar Mesin Kantor dan
Industri Pengolahan, Suku Cadang, dan Perlengkapannya (KBLI 46591) dan Perdagangan
Besar Peralatan Telekomunikasi (KBLI 46523); serta 3 (tiga) kegiatan usaha yang merupakan
penambahan kegiatan usaha baru, yaitu Penyewaan dan Sewa Guna Usaha Mesin dan
Peralatan Kantor (KBLI 77394), Reparasi dan Pemeliharaan Komputer/Peralatan Komunikasi
(KBLI 95101), serta Aktivitas Penunjang Jasa Keuangan Lainnya YTDL, Kecuali Asuransi dan
Dana Pensiun (KBLI 66199), selanjutnya disebut (“Objek Studi Kelayakan”).
Objek Studi Kelayakan
Objek Studi Kelayakan adalah perubahan kegiatan usaha berupa penyesuaian KBLI dan
penambahan kegiatan usaha pada Perseroan, dengan rincian sebagai berikut:
• Penyesuaian KBLI
Penyesuaian KBLI merupakan penyesuaian kode dan/atau klasifikasi kegiatan usaha
Perseroan berdasarkan KBLI 2025, termasuk penyesuaian atas kegiatan usaha yang telah
tercantum sebelumnya. Adapun rincian penyesuaian KBLI disajikan pada tabel berikut:
Kantor Cabang Jakarta (Bisnis)
Gedung Palma Tower, Lt.18, Jl. Kartini II-S, Kav.06, Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan 12310
E-Mail: admnbranchjkt@fdipartners.co; Website: www.fdipartners.co.id
Phone (62 21) 75930291
KMK 582/KM.1/2024, Wilayah Kerja : Seluruh Indonesia
Kantor Pusat (Properti dan Bisnis); Kantor Cabang Semarang (Properti); Kantor Cabang Jakarta (Bisnis)
(Bisnis(Bisnis)
Page 2
No Kode KBLI
Kegiatan Usaha
Lama Baru
1. Perdagangan Besar Peralatan
47414 46523
Telekomunikasi
2. Perdagangan Besar Mesin Kantor dan
47793 46591 Industri Pengolahan, Suku Cadang, dan
Perlengkapannya
3. Penerbitan Perangkat Lunak (Software)
58200 58290
lainnya
4. 66411 66141 Penyedia Jasa Pembayaran
5. Penyelenggaraan Penunjang Sistem
66413 66143
Pembayaran
6. Aktivitas Pemrograman Komputer Lainnya
62012 62199
YTDL
• Penambahan KBLI
Penambahan KBLI merupakan penambahan kegiatan usaha baru yang sebelumnya
belum tercantum dalam kegiatan usaha Perseroan berdasarkan KBLI 2025. Adapun
rincian penambahan KBLI disajikan pada tabel berikut:
No KBLI Kegiatan Usaha
1. 95101 Reparasi dan Pemeliharaan Komputer/ Peralatan
Komunikasi
2. 66199 Aktivitas Penunjang Jasa Keuangan Lainnya YTDL,
Kecuali Asuransi dan Dana Pensiun
3. 77394 Penyewaan dan Sewa Guna Usaha Mesin dan
Peralatan Kantor
Maksud dan Tujuan
Maksud dan tujuan laporan hasil analisis Studi Kelayakan atas Rencana penambahan/
perubahan kegiatan usaha KBLI perusahaan, diperuntukan dalam rangka memenuhi Otoritas
Jasa Keuangan (“OJK’) terkait dengan peraturan perusahaan public (terbuka), yaitu
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi
Material dan perubahan Kegiatan Usaha.
Dalam melakukan Studi Kelayakan ini kami berpedoman pada Peraturan Otoritas Jasa
Keuangan Nomor 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian Dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis
di Pasar Modal (“POJK 35”), SEOJK Nomor 17/SEOJK.04/2020 tentang Pedoman Penilaian Dan
Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal (“SEOJK 17”) . Kode Etik Penilaian Indonesia
dan Standar Penilaian Indonesia Tahun 2018 Edisi VII (KEPI-SPI Edisi VII.2018).
Dalam melakukan Studi Kelayakan ini kami berpedoman pada Peraturan Otoritas Jasa
Keuangan Nomor 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian Dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis
di Pasar Modal (“POJK 35”). Kode Etik Penilaian Indonesia dan Standar Penilaian Indonesia
Tahun 2018 Edisi VII (KEPI-SPI Edisi VII.2018).
Laporan studi kelayakan hanya dapat digunakan sesuai dengan maksud dan tujuan
sebagaimana yang tercantum dalam proposal dan telah disetujuin, kecuali diluar maksud
dan tujuan yang tertulis, maka diperlukan surat persetujuan dari penilai.
Halaman 2 FDI.JKT/0016/LAP/B/SK/VIII/2026
Page 3
Tanggal Studi Kelayakan Tanggal Studi Kelayakan dalam penugasan ini adalah 30 Juni 2026. Ruang Lingkup dan Metodologi Analisis Studi Kelayakan Berdasarkan (“POJK 35”) dan (‘’SEOJK 17’’), analisis Studi Kelayakan dilakukan melalui analisis yang mencakup hal–hal sebagai berikut: a. Analisis Kelayakan Pasar b. Analisis Kelayakan Teknis c. Analisis Kelayakan Pola Bisnis d. Analisis Model Manajemen e. Analisis Kelayakan Keuangan Analisis Kelayakan Pasar Industri sistem pembayaran Indonesia terus berkembang seiring dengan meningkatnya aktivitas ekonomi dan transaksi digital. Berdasarkan Bank Indonesia, volume transaksi pembayaran digital pada Mei 2026 mencapai 5,22 miliar transaksi atau tumbuh 28,14% secara tahunan, dengan transaksi QRIS tumbuh 95,10%. Sejalan dengan perkembangan tersebut, berdasarkan e-Conomy SEA 2025 yang diterbitkan Google, Temasek, dan Bain & Company, nilai GMV ekonomi digital Indonesia mencapai sekitar US$99 miliar pada 2025 dan diproyeksikan meningkat menjadi sekitar US$180 miliar pada 2030. Pertumbuhan aktivitas pembayaran digital juga tercermin dari nilai transaksi belanja menggunakan uang elektronik yang mencapai sekitar Rp320,43 triliun pada kuartal I 2026, meningkat 54,37% secara tahunan, serta jumlah pengguna QRIS yang mencapai sekitar 62 juta dan merchant QRIS sekitar 44 juta. Industri payment gateway di Indonesia mencakup berbagai penyedia layanan, antara lain Xendit, Midtrans, DOKU, Faspay, Finnet Indonesia, Artajasa Pembayaran Elektronis, NICEPAY, OY! Indonesia, iPaymu, dan Jalin Pembayaran Nusantara. Perseroan menyediakan solusi pembayaran online maupun offline untuk kebutuhan korporasi dan UMKM, dengan layanan yang disalurkan melalui supplier, partner, dan end user/merchant. Dalam mendukung kegiatan usahanya, Penyusunan strategi pemasaran Perseroan dilakukan secara sistematis dan terstruktur melalui tahapan analisis, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Proses penyusunan strategi diawali dengan analisis kondisi internal dan eksternal Perseroan, termasuk kinerja pemasaran sebelumnya, tren industri, kondisi kompetitif, serta kebutuhan dan perilaku target pasar. Hasil analisis tersebut digunakan sebagai dasar dalam penetapan arah strategi pemasaran yang mendukung pencapaian sasaran bisnis Perseroan. Dengan mempertimbangkan potensi pasar dan kondisi perekonomian Indonesia yang terus berkembang, rencana penyesuaian 6 (enam) kegiatan usaha, yaitu Penyediaan Jasa Pembayaran (KBLI 66141), Penyelenggaraan Penunjang Sistem Pembayaran (KBLI 66143), Penerbitan Perangkat Lunak (Software) Lainnya (KBLI 58290), Aktivitas Pemrograman Komputer Lainnya YTDL (KBLI 62199), Perdagangan Besar Mesin Kantor dan Industri Pengolahan, Suku Cadang, dan Perlengkapannya (KBLI 46591), serta Perdagangan Besar Peralatan Telekomunikasi (KBLI 46523), dan penambahan 3 (tiga) kegiatan usaha baru, yaitu Halaman 3 FDI.JKT/0016/LAP/B/SK/VIII/2026
Page 4
Penyewaan dan Sewa Guna Usaha Mesin dan Peralatan Kantor (KBLI 77394), Reparasi dan Pemeliharaan Komputer/Peralatan Komunikasi (KBLI 95101), serta Aktivitas Penunjang Jasa Keuangan Lainnya YTDL, Kecuali Asuransi dan Dana Pensiun (KBLI 66199), tersebut dinilai layak untuk diimplementasikan dari sisi pasar. Analisis Kelayakan Teknis Dalam menjalankan penyesuaian dan penambahan kegiatan usaha, Perseroan tidak melakukan penambahan tenaga kerja, tetapi menggunakan tenaga kerja yang dimiliki. Penyesuaian dan penambahan kegiatan usaha ini memerlukan dukungan sarana, prasarana, peralatan, dan teknologi untuk menunjang kegiatan operasional Perseroan, khususnya perangkat lunak, peralatan teknologi informasi, serta inventaris kantor. Ketersediaan sarana, prasarana, peralatan, dan teknologi tersebut diperlukan untuk mendukung kelancaran pelaksanaan kegiatan operasional Perseroan, termasuk dalam menunjang proses penyelenggaraan layanan, pengelolaan kegiatan operasional, serta pelaksanaan fungsi pendukung lainnya. Adapun proses layanan yang dilakukan Perseroan dapat terlihat dalam gambar berikut: Sumber : Manajemen Perseroan Halaman 4 FDI.JKT/0016/LAP/B/SK/VIII/2026
Page 5
Dengan mempertimbangkan kesiapan sumber daya manusia serta ketersediaan sarana, prasarana, peralatan, dan teknologi yang mendukung kegiatan operasional Perseroan, rencana penyesuaian 6 (enam) kegiatan usaha, yaitu Penyediaan Jasa Pembayaran (KBLI 66141), Penyelenggaraan Penunjang Sistem Pembayaran (KBLI 66143), Penerbitan Perangkat Lunak (Software) Lainnya (KBLI 58290), Aktivitas Pemrograman Komputer Lainnya YTDL (KBLI 62199), Perdagangan Besar Mesin Kantor dan Industri Pengolahan, Suku Cadang, dan Perlengkapannya (KBLI 46591), serta Perdagangan Besar Peralatan Telekomunikasi (KBLI 46523), dan penambahan 3 (tiga) kegiatan usaha baru, yaitu Penyewaan dan Sewa Guna Usaha Mesin dan Peralatan Kantor (KBLI 77394), Reparasi dan Pemeliharaan Komputer/Peralatan Komunikasi (KBLI 95101), serta Aktivitas Penunjang Jasa Keuangan Lainnya YTDL, Kecuali Asuransi dan Dana Pensiun (KBLI 66199), dinilai layak untuk diimplementasikan dari sisi teknis. Analisis Kelayakan Pola Bisnis Keunggulan kompetitif yang dimiliki saat ini adalah Perseroan telah memperolah izin dari Bank Indonesia sebagai penyedia payment gateway, pengalaman sejak 2015 dengan lebih dari 25.000 merchant, serta komitmen pada pelayanan maksimal untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Kemampuan pesaing untuk meniru produk tergolong sulit karena Perseroan memiliki diferensiasi melalui penyediaan solusi terpadu berupa perangkat EDC dan software pendukung. Sedangkan kompetitor lain banyak yang menyediakan perangkat EDC tanpa software pendukung, sehingga pengguna dapat memerlukan lebih dari satu partner/vendor untuk memenuhi kebutuhan perangkat dan software. Kemampuan Perseroan dalam menciptakan nilai (value creation) didukung oleh integrasi produk, layanan, dan teknologi dalam ekosistem pembayaran. Melalui penyesuaian dan penambahan kegiatan usaha, Perseroan dapat memperluas layanan yang meliputi penyediaan jasa pembayaran, penunjang sistem pembayaran, penerbitan dan pengembangan perangkat lunak, perdagangan dan penyewaan perangkat, serta reparasi dan pemeliharaan perangkat. Dengan mempertimbangkan kesiapan dan kemampuan Perseroan dalam menjalankan serta mengintegrasikan kegiatan usaha, rencana penyesuaian 6 (enam) kegiatan usaha, yaitu Penyediaan Jasa Pembayaran (KBLI 66141), Penyelenggaraan Penunjang Sistem Pembayaran (KBLI 66143), Penerbitan Perangkat Lunak (Software) Lainnya (KBLI 58290), Aktivitas Pemrograman Komputer Lainnya YTDL (KBLI 62199), Perdagangan Besar Mesin Kantor dan Industri Pengolahan, Suku Cadang, dan Perlengkapannya (KBLI 46591), serta Perdagangan Besar Peralatan Telekomunikasi (KBLI 46523), dan penambahan 3 (tiga) kegiatan usaha baru, yaitu Penyewaan dan Sewa Guna Usaha Mesin dan Peralatan Kantor (KBLI 77394), Reparasi dan Pemeliharaan Komputer/Peralatan Komunikasi (KBLI 95101), serta Aktivitas Penunjang Jasa Keuangan Lainnya YTDL, Kecuali Asuransi dan Dana Pensiun (KBLI 66199), dinilai layak untuk diimplementasikan dari sisi pola bisnis. Halaman 5 FDI.JKT/0016/LAP/B/SK/VIII/2026
Page 6
Analisis Model Manajemen Dalam menjalankan penyesuaian dan penambahan kegiatan usaha, Perseroan tidak melakukan penambahan tenaga kerja tetapi menggunakan tenaga kerja yang dimiliki, dan tidak memerlukan tenaga ahli yang professional. Sedangkan terkait dengan kekayaan intelektual saat ini Perseroan telah memiliki sertifikat merek atas logo, serta hak cipta atas beberapa program komputer, antara lain: Cashlez POS, Cashlez Merchant Portal, Cashlez Android Line Adapter (CARLA), Cashlez Payment System, Cashlez Link, Cashlez MPOS, dan Cashlez Payment Orchestrator. Risiko-risiko yang berpotensi terjadi dalam pelaksanaan perubahan dan penyesuaian KBLI, antara lain adalah Risiko Ketidaksesuaian KBLI pada Dokumen Legal, Sistem, dan Pelaporan Regulator, Risiko Kesalahan Klasifikasi Aktivitas Usaha, Risiko Inkonsistensi Data Antar Sistem, Risiko Ketidaksesuaian Proses Onboarding dan Klasifikasi Merchant, Risiko Kepatuhan Akibat Penambahan KBLI Baru, Risiko Human Error dalam Pembaruan KBLI, dan Risiko Kurangnya Sosialisasi atas Perubahan KBLI. Dalam menjalankan setiap bidang usaha Perseroan memiliki kapasitas manajemen yang memiliki kompetensi dan berpengalaman sesuai bidangnya (key person). Sistem organisasi dan Manajemen yang baik sangat diperlukan untuk mendukung terciptanya suatu perusahaan yang sistematis dalam pengendalian internal sehingga dapat membentuk perusahaan yang mapan dan untuk mencapai tujuannya. Struktur organisasi dan Manajemen yang baik sangat erat hubungannya dengan koordinasi kerja yang terpadu dan terarah. Dengan mempertimbangkan ketersediaan tenaga kerja, pengelolaan kekayaan intelektual, manajemen risiko, kapasitas dan kemampuan manajemen, serta kesesuaian struktur organisasi dan manajemen Perseroan, rencana penyesuaian 6 (enam) kegiatan usaha, yaitu Penyediaan Jasa Pembayaran (KBLI 66141), Penyelenggaraan Penunjang Sistem Pembayaran (KBLI 66143), Penerbitan Perangkat Lunak (Software) Lainnya (KBLI 58290), Aktivitas Pemrograman Komputer Lainnya YTDL (KBLI 62199), Perdagangan Besar Mesin Kantor dan Industri Pengolahan, Suku Cadang, dan Perlengkapannya (KBLI 46591), serta Perdagangan Besar Peralatan Telekomunikasi (KBLI 46523), dan penambahan 3 (tiga) kegiatan usaha baru, yaitu Penyewaan dan Sewa Guna Usaha Mesin dan Peralatan Kantor (KBLI 77394), Reparasi dan Pemeliharaan Komputer/Peralatan Komunikasi (KBLI 95101), serta Aktivitas Penunjang Jasa Keuangan Lainnya YTDL, Kecuali Asuransi dan Dana Pensiun (KBLI 66199), dinilai layak untuk diimplementasikan dari sisi model manajemen. Analisis Kelayakan Keuangan Dalam rencana perubahan kegiatan usaha, Perseroan akan melakukan penyesuaian dan penambahan kegiatan usaha yang mencakup Penyediaan Jasa Pembayaran (KBLI 66141), Penyelenggaraan Penunjang Sistem Pembayaran (KBLI 66143), Penerbitan Perangkat Lunak (Software) Lainnya (KBLI 58290), Aktivitas Pemrograman Komputer Lainnya YTDL (KBLI 62199), Perdagangan Besar Mesin Kantor dan Industri Pengolahan, Suku Cadang, dan Perlengkapannya (KBLI 46591), Perdagangan Besar Peralatan Telekomunikasi (KBLI 46523), Penyewaan dan Sewa Guna Usaha Mesin dan Peralatan Kantor (KBLI 77394), Reparasi dan Pemeliharaan Komputer/Peralatan Komunikasi (KBLI 95101), serta Aktivitas Penunjang Jasa Halaman 6 FDI.JKT/0016/LAP/B/SK/VIII/2026
Page 7
Keuangan Lainnya YTDL, Kecuali Asuransi dan Dana Pensiun (KBLI 66199). Rencana
perubahan kegiatan usaha tersebut membutuhkan biaya investasi sebesar Rp34.518.304.021
Pendekatan yang digunakan dalam menganalisis kelayakan finansial rencana penyesuaian
dan penambahan kegiatan usaha Perseroan adalah pendekatan berbasis pendapatan
yang mengacu pada Net Present Value (NPV), Internal Rate Of Return (IRR), Profitability Index
Dan Payback Period. Untuk menghitung faktor-faktor tersebut diatas digunakan Tingkat
Diskonto (Cost of Equity) sebesar 10,40%. Hasil penghitungan atas rencana perubahan
penambahan Kegiatan Usaha dapat dikatakan layak dengan rincian sebagai berikut: Dalam
melakukan analisis kelayakan keuangan digunakan analisis Present Value (“NPV”), Internal
Rate of Return (“IRR”), Profitability Index (“PI”), dan Payback Periode dengan hasil sebagai
berikut:
Tabel 1. NPV, IRR, PI, Payback periode
Keterangan Indikator Satuan Hasil Analisa
Net Present Value NPV > 0 Rp 86.496.379.884
IRR IRR > DR % 26,61%
Profitability Index PI > 0 X 1,25
Payback Period Tahun 7,0
Asumsi – Asumsi dan Kondisi Pembatas
1. Laporan Studi Kelayakan ini bersifat non-disclaimer opinion.
2. Penilai Independen telah melakukan penelaahan atas dokumen yang digunakan dalam
proses Studi Kelayakan.
3. Dalam menyusun Laporan Studi Kelayakan ini, Penilai Independen mengandalkan
keakuratan dan kelengkapan informasi yang disediakan oleh pemberi tugas atau data
yang diperoleh dari informasi yang tersedia untuk publik dan informasi lainnya yang kami
anggap relevan.
4. Penilai Independen menggunakan proyeksi keuangan yang mencerminkan kewajaran
proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen dengan kemampuan pencapaiannya
(fiduciary duty).
5. Penilai Independen bertanggung jawab atas pelaksanaan Studi Kelayakan.
6. Laporan Studi Kelayakan ini terbuka untuk publik.
7. Penilai Independen telah memperoleh informasi atas status hukum Obyek Studi
Kelayakan dari Pemberi Tugas.
8. Penilai Independen bertanggung jawab atas laporan Studi Kelayakan ini.
9. Analisis, opini dan kesimpulan yang dibuat oleh penilai, serta laporan Studi Kelayakan
telah disusun sesuai dengan POJK 35 dan SEOJK 17, Kode Etik Penilaian Indonesia dan
Standar Penilaian Indonesia Tahun 2018 Edisi VII (KEPI-SPI Edisi VII.2018).
10. KJPP FDI&R ingin menekankan bahwa hasil kajian, analisis, serta tanggung jawab kami
secara khusus hanya terbatas pada aspek Studi Kelayakan atas obyek penugasan, di luar
dari aspek perpajakan dan hukum karena hal tersebut berada di luar lingkup penugasan.
Halaman 7 FDI.JKT/0016/LAP/B/SK/VIII/2026
Page 8
11. Laporan Studi Kelayakan ini dibuat dan ditujukan hanya kepada pemberi tugas, sesuai
dengan maksud dan tujuan yang diungkapkan dalam laporan Studi Kelayakan dan tidak
dapat digunakan untuk maksud dan tujuan lainnya dan kami tidak bertanggung jawab
jika laporan ini digunakan untuk tujuan lain.
12. Studi Kelayakan ini dilakukan sesuai dengan asumsi pada tanggal penilaian, sehingga
pengguna laporan Studi Kelayakan diminta untuk berhati-hati dalam menentukan
relevansi antara hasil dengan kebutuhannya (terkait penggunaan hasil laporan).
Kesimpulan
Dengan mempertimbangkan analisis Studi Kelayakan yang dilakukan meliputi analisis
Kelayakan Pasar, analisis Kelayakan Teknis, analisis Kelayakan Pola Bisnis, analisis Kelayakan
Model Manajemen dan analisis Keuangan serta semua asumsi-asumsi dapat terpenuhi, maka
kami berpendapat bahwa rencana Perseroan dalam rangka Perubahan kegiatan usaha
berupa 6 (enam) kegiatan usaha yang mengalami penyesuaian, yaitu Penyediaan Jasa
Pembayaran (KBLI 66141), Penyelenggaraan Penunjang Sistem Pembayaran (KBLI 66143),
Penerbitan Perangkat Lunak (Software) Lainnya (KBLI 58290), dan Aktivitas Pemrograman
Komputer Lainnya YTDL (KBLI 62199), Perdagangan Besar Mesin Kantor dan Industri
Pengolahan, Suku Cadang, dan Perlengkapannya (KBLI 46591) dan Perdagangan Besar
Peralatan Telekomunikasi (KBLI 46523); serta 3 (tiga) kegiatan usaha yang merupakan
penambahan kegiatan usaha baru, yaitu Penyewaan dan Sewa Guna Usaha Mesin dan
Peralatan Kantor (KBLI 77394), Reparasi dan Pemeliharaan Komputer/Peralatan Komunikasi
(KBLI 95101), serta Aktivitas Penunjang Jasa Keuangan Lainnya YTDL, Kecuali Asuransi dan
Dana Pensiun (KBLI 66199) adalah LAYAK.
Kami menyatakan dengan sesungguhnya, bahwa dalam melaksanakan penugasan ini,
kami bertindak sebagai pihak independen yang tidak terikat dengan kepentingan apapun,
baik saat ini maupun di masa datang terkait dengan usaha Perseroan maupun atas transaksi
yang dilakukan.
Demikian laporan Studi Kelayakan ini kami sampaikan, atas kerjasama dan kepercayaan
yang telah diberikan kepada kami untuk penugasan ini kami ucapkan terima kasih.
Hormat kami,
KJPP Ferdinand, Danar, Ichsan & Rekan Cabang Jakarta Selatan
Pemimpin Cabang
J.Ferdinand H.Pardede, MAPPI (Cert)
Izin Penilai Bisnis No. : B-1.09.00089
MAPPI No. : 01-S-01490
SKTT OJK : KEP-1290/KS.13/2026
RMK : RMK-2017.00081
Halaman 8 FDI.JKT/0016/LAP/B/SK/VIII/2026
Page 9
DAFTAR ISI
SURAT PENGANTAR ................................................................................................................................ 1
DAFTAR ISI .............................................................................................................................................. 9
BAB I PENDAHULUAN .......................................................................................................................... 11
1.1 Uraian Mengenai Penugasan ......................................................................................... 11
1.2 Status Penilai ...................................................................................................................... 11
1.3 Identitas Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan ....................................................... 12
1.4 Identitas Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan ....................................................... 12
1.5 Tanggal Studi Kelayakan ................................................................................................. 12
1.6 Objek Studi Kelayakan ..................................................................................................... 12
1.7 Maksud dan Tujuan .......................................................................................................... 13
1.8 Data, Informasi, dan Prosedur yang digunakan .......................................................... 13
1.9 PIhak-pihak Yang diwawancara .................................................................................... 15
1.10 Metodologi Analisis Studi Kelayakan .............................................................................. 15
1.11 Pernyataan Independensi Penilai .................................................................................. 15
1.12 Asumsi dan Kondisi Pembatas ........................................................................................ 16
1.13 Pedoman dan Standar Penilaian ................................................................................... 16
1.14 Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Event) ............................. 17
BAB II ANALISIS PERSEROAN .............................................................................................................. 18
2.1 Gambaran Umum Perseroan .......................................................................................... 18
2.2 Informasi Keuangan Perseroan ....................................................................................... 19
2.3 Informasi Perpajakan Perseroan ..................................................................................... 24
BAB III ANALISIS KELAYAKAN PASAR ................................................................................................ 25
3.1 Kondisi Pasar ...................................................................................................................... 25
3.2 Persaingan Pasar .............................................................................................................. 31
3.3 Strategi Pemasaran .......................................................................................................... 32
BAB IV ANALISIS KELAYAKAN TEKNIS ............................................................................................... 36
4.1 Kapasitas ............................................................................................................................ 36
4.2 Ketersediaan dan Kualitas Sumber Daya Manusia ...................................................... 36
4.3 Proses Produksi / Layanan Jasa ...................................................................................... 38
BAB V ANALISIS KELAYAKAN POLA BISNIS ....................................................................................... 39
5.1 Keunggulan Kompetitif .................................................................................................... 39
5.2 Kemampuan Pesaing Untuk Meniru Produk .................................................................. 39
5.3 Kemampuan Untuk Menciptakan Nilai ......................................................................... 39
BAB VI ANALISIS KELAYAKAN MODEL MANAJEMEN ...................................................................... 41
6.1 Ketersediaan Tenaga Kerja ............................................................................................. 41
Halaman 9 FDI.JKT/0016/LAP/B/SK/VIII/2026
Page 10
6.2 Manajemen Kekayaan Intelektual (intellectual property) .......................................... 41 6.3 Manajemen Risiko ............................................................................................................. 41 6.4 Kapasitas Dan Kemampuan Manajemen ..................................................................... 43 6.5 Kesesuaian Struktur Organisasi Dan Manajemen ......................................................... 44 BAB VII ANALISIS KELAYAKAN KEUANGAN ..................................................................................... 45 7.1 Proyeksi Keuangan Perseroan Sebelum Penambahan Kegiatan Usaha .................. 45 7.2 Biaya Pendirian (Start Up Cost) ....................................................................................... 46 7.3 Modal Kerja ....................................................................................................................... 46 7.4 Sumber Pembiayaan ....................................................................................................... 47 7.5 Biaya Operasional ............................................................................................................ 47 7.6 Asumsi Proyeksi Laporan Keuangan .............................................................................. 47 7.7 Analisis Titik Impas (Break Even Analysis) ....................................................................... 63 7.8 Analisis Profitabilitas (Overall Profitability) ..................................................................... 64 7.9 Tingkat Imbal Balik Investasi (Overall Return on Investment) ..................................... 66 7.10 Proyeksi Keuangan Perseroan Setelah Penambahan Kegiatan Usaha .................... 67 7.11 Rasio Keuangan Sebelum dan Setelah Penambahan Kegiatan Usaha ................... 68 BAB VII KESIMPULAN .......................................................................................................................... 70 ASUMSI – ASUMSI DAN KONDISI PEMBATAS ..................................................................................... 71 PERNYATAAN PENILAI ......................................................................................................................... 72 Halaman 10 FDI.JKT/0016/LAP/B/SK/VIII/2026
Page 11
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Uraian Mengenai Penugasan
Berdasarkan persetujuan atas Surat Penawaran No. 004/FDI.JKT/PB-FS/VII/2026
tertanggal 15 Juli 2026, KJPP Ferdinand, Danar, Ichsan dan Rekan (selanjutnya disebut
“KJPP FDI&R” atau “Kami”) mendapat penugasan dari PT Cashlez Worldwide Indonesia
Tbk (selanjutnya disebut “CWI” atau “Perseroan”) untuk menyusun Studi Kelayakan atas
perubahan kegiatan usaha, yang terdiri dari 6 (enam) kegiatan usaha yang mengalami
penyesuaian, yaitu Penyediaan Jasa Pembayaran (KBLI 66141), Penyelenggaraan
Penunjang Sistem Pembayaran (KBLI 66143), Penerbitan Perangkat Lunak (Software)
Lainnya (KBLI 58290), dan Aktivitas Pemrograman Komputer Lainnya YTDL (KBLI 62199),
Perdagangan Besar Mesin Kantor dan Industri Pengolahan, Suku Cadang, dan
Perlengkapannya (KBLI 46591) dan Perdagangan Besar Peralatan Telekomunikasi (KBLI
46523); serta 3 (tiga) kegiatan usaha yang merupakan penambahan kegiatan usaha
baru, yaitu Penyewaan dan Sewa Guna Usaha Mesin dan Peralatan Kantor (KBLI 77394),
Reparasi dan Pemeliharaan Komputer/Peralatan Komunikasi (KBLI 95101), serta Aktivitas
Penunjang Jasa Keuangan Lainnya YTDL, Kecuali Asuransi dan Dana Pensiun (KBLI
66199), selanjutnya disebut (“Obyek Studi Kelayakan”).
1.2 Status Penilai
Studi kelayakan ini dilakukan KJPP Ferdinand, Danar, Ichsan dan Rekan (FDI&R) Cabang
Jakarta Selatan, selaku Penilai Independen untuk memberikan Kajian Indikasi Nilai yang
objektif dan tidak memihak, sesuai KEPI; memiliki kompetensi untuk melakukan Kajian
Indikasi Nilai atas objek Kajian Indikasi Nilai yang dimaksud. KJPP Ferdinand, Danar,
Ichsan dan Rekan (FDI&R) adalah Kantor Jasa Penilai Publik yang memegang Izin Usaha
No. 582/KM.1/2024 tanggal 19 September 2024 dari Menteri Keuangan Republik
Indonesia dan mempunyai Penilai Publik sebagai berikut:
• Pemimpin Cabang, Ferdinand Pardede, adalah seorang Penilai Publik untuk
klasifikasi penilaian bisnis dengan izin No. B-1.09.00089 dari Menteri Keuangan
Republik Indonesia, dan terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan Surat
Tanda Terdaftar Penunjang Penilai Publik Sektor Jasa Keuangan Nomor
KEP1290/KS.13/2026. Beliau adalah anggota dari Masyarakat Profesi Penilai
Indonesia
• Penugasan penilaian ini bersifat independen, tidak memiliki keterlibatan materaial
atau benturan kepentingan baik aktual maupun potensial dengan obyek penilaian
dan/ atau pemilik aset/properti/ekuitas, menjunjung tinggi obyektifitas, profesional
dan tidak memihak.
• Seluruh Penilai, tenaga ahli dan staf pelaksana dalam penugasan ini adalah satu
kesatuan tim penugasan di bawah kordinator Penilai berizin atau penanggung
jawab laporan penilaian ini.
Halaman 11 FDI.JKT/0016/LAP/B/SK/VIII/2026
Page 12
1.3 Identitas Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan
- Nama Pemberi Tugas : PT Cashlez Worldwide Indonesia Tbk
- Alamat : ATRIA SUDIRMAN Lantai 23 Jl. Jendral Sudirman
No Kav 33 A Jakarta Pusat 10220
- Bidang Usaha : Jasa Finansial Teknologi
- No. Telepon/Fax : 021-5745856
- Alamat Email : procurement@cashup.id
- Penanggung Jawab : Karina
1.4 Identitas Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan
Pengguna laporan dalam hal ini adalah sama dengan Pemberi Tugas.
1.5 Tanggal Studi Kelayakan
Studi Kelayakan diperhitungkan pada tanggal 30 Juni 2026.
1.6 Objek Studi Kelayakan
Objek Studi Kelayakan adalah perubahan kegiatan usaha berupa penyesuaian KBLI
dan penambahan kegiatan usaha pada Perseroan, dengan rincian sebagai berikut:
• Penyesuaian KBLI
Penyesuaian KBLI merupakan penyesuaian kode dan/atau klasifikasi kegiatan
usaha Perseroan berdasarkan KBLI 2025, termasuk penyesuaian atas kegiatan
usaha yang telah tercantum sebelumnya. Adapun rincian penyesuaian KBLI
disajikan pada tabel berikut:
No Kode KBLI
Kegiatan Usaha
Lama Baru
1. 47414 46523 Perdagangan Besar Peralatan Telekomunikasi
2. Perdagangan Besar Mesin Kantor dan Industri
47793 46591
Pengolahan, Suku Cadang, dan Perlengkapannya
3. 58200 58290 Penerbitan Perangkat Lunak (Software) lainnya
4. 66411 66141 Penyedia Jasa Pembayaran
5. 66413 66143 Penyelenggaraan Penunjang Sistem Pembayaran
6. 62012 62199 Aktivitas Pemrograman Komputer Lainnya YTDL
• Penambahan KBLI
Penambahan KBLI merupakan penambahan kegiatan usaha baru yang
sebelumnya belum tercantum dalam kegiatan usaha Perseroan berdasarkan KBLI
2025. Adapun rincian penambahan KBLI disajikan pada tabel berikut:
No KBLI Kegiatan Usaha
Reparasi dan Pemeliharaan Komputer/ Peralatan
1. 95101
Komunikasi
Aktivitas Penunjang Jasa Keuangan Lainnya YTDL, Kecuali
2. 66199
Asuransi dan Dana Pensiun
Penyewaan dan Sewa Guna Usaha Mesin dan Peralatan
3. 77394
Kantor
Halaman 12 FDI.JKT/0016/LAP/B/SK/VIII/2026
Page 13
1.7 Maksud dan Tujuan
Maksud dan tujuan laporan hasil analisis Studi Kelayakan atas Rencana penambahan/
perubahan kegiatan usaha KBLI perusahaan, diperuntukan dalam rangka memenuhi
Otoritas Jasa Keuangan (“OJK’) terkait dengan peraturan perusahaan public (terbuka),
yaitu Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia No. 17/POJK.04/2020
tentang Transaksi Material dan perubahan Kegiatan Usaha.
Dalam melakukan Studi Kelayakan ini kami berpedoman pada Peraturan Otoritas Jasa
Keuangan Nomor 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian Dan Penyajian Laporan Penilaian
Bisnis di Pasar Modal (“POJK 35”), SEOJK Nomor 17/SEOJK.04/2020 tentang Pedoman
Penilaian Dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal (“SEOJK 17”) . Kode Etik
Penilaian Indonesia dan Standar Penilaian Indonesia Tahun 2018 Edisi VII (KEPI-SPI Edisi
VII.2018).
Dalam melakukan Studi Kelayakan ini kami berpedoman pada Peraturan Otoritas Jasa
Keuangan Nomor 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian Dan Penyajian Laporan Penilaian
Bisnis di Pasar Modal (“POJK 35”). Kode Etik Penilaian Indonesia dan Standar Penilaian
Indonesia Tahun 2018 Edisi VII (KEPI-SPI Edisi VII.2018).
Laporan study kelayakan hanya dapat digunakan sesuai dengan maksud dan tujuan
sebagaimana yang tercantum dalam proposal dan telah disetujuin, kecuali diluar
maksud dan tujuan yang tertulis, maka diperlukan surat persetujuan dari penilai.
1.8 Data, Informasi, dan Prosedur yang digunakan
Data dan Informasi yang kami gunakan dalam proses studi kelayakan usaha
Perusahaan adalah sebagai berikut:
• Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan untuk periode yang berakhir pada
tanggal 30 Juni 2026 berdasarkan Laporan Limited Review No. PHHARP- AL/203/HS/
DN /2026 yang telah dilakukan oleh KAP Paul Hadiwinata, Hidajat, Arsono, Retno,
Palilingan & Rekan sebagai pihak independen dan ditandatangani pada tanggal 27
Agustus oleh o l e h H e r i S e t i a n t o , S . E . , C P A , dengan kesimpulan bahwa tidak
terdapat hal-hal yang menjadi perhatian KAP yang menyebabkan laporan
keuangan tersebut tidak menyajikan secara wajar, dalam semua hal yang material,
sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia.
• Laporan Keuangan Stand Alone Perseroan untuk periode yang berakhir pada
tanggal 30 Juni 2026
• Laporan Keuangan Stand Alone Perseroan untuk periode yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2025 dengan No. 016.ADT25/AU.1/05/1929-3/1/VI/2026 yang
telah diaudit oleh KAP Paul Hadiwinata, Hidajat, Arsono, Retno, Palilingan & Rekan
d a n t el ah di t an d a t a n ga ni pa d a ta ng g a l 2 9 J u ni 2 0 2 6 o l e h H eri
S e t i a n t o , S .E . , C P A , dengan pendapat bahwa laporan keuangan tersebut
menyajikan secara wajar dalam semua hal yang material.
• Laporan Keuangan Reissue Konsolidasian Perseroan untuk periode yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2025 dengan No. 01815/2.1133/AU.1/05/1929-
3/1/VI/2026 yang telah diaudit oleh KAP Paul Hadiwinata, Hidajat, Arsono, Retno,
Palilingan & Rekan da n t e l a h d i t an d a ta n ga n i p a da t a n gg al 1 6 F e b r u a ri
Halaman 13 FDI.JKT/0016/LAP/B/SK/VIII/2026
Page 14
2 0 2 6 o l e h H e ri S e t i a n t o , S . E ., C P A , dengan pendapat bahwa laporan
keuangan tersebut menyajikan secara wajar dalam semua hal yang material.
• Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan untuk periode yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2025 dengan No. 00110/2.1133/AU.1/05/1929-3/1/III/2026 yang
telah diaudit oleh KAP Paul Hadiwinata, Hidajat, Arsono, Retno, Palilingan & Rekan
d a n t e l a h d i ta n d a ta n g an i pa d a t an g ga l 1 6 F e b r u a ri 2 0 2 6 o l e h H e ri
S e t i a n t o , S .E . , C P A , dengan pendapat bahwa laporan keuangan tersebut
menyajikan secara wajar dalam semua hal yang material.
• Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan untuk periode yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2024 dengan No. 00726/2.1133/AU.1/05/1929-2/1/III/2025 yang
telah diaudit oleh KAP Paul Hadiwinata, Hidajat, Arsono, Retno, Palilingan & Rekan
d a n t e l a h d i t an d a t a n g a ni p a da ta n gg a l 2 7 M ar e t 2 02 5 o l e h H e ri
S e t i a n t o , S .E . , C P A , dengan pendapat bahwa laporan keuangan tersebut
menyajikan secara wajar dalam semua hal yang material.
• Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan untuk periode yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2023 dengan No. 00608/2.1133/AU.1/05/1929-1/1/III/2024 yang
telah diaudit oleh KAP Paul Hadiwinata, Hidajat, Arsono, Retno, Palilingan & Rekan
d a n t e l a h d i t an d a t a n g a ni p a da ta n gg a l 2 8 M ar e t 2 02 4 o l e h H e ri
S e t i a n t o , S .E . , C P A , dengan pendapat bahwa laporan keuangan tersebut
menyajikan secara wajar dalam semua hal yang material.
• Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan untuk periode yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2022 dengan No. 00566/2.1133/AU.1/05/0121-1/1/III/2023 yang
telah diaudit oleh KAP Paul Hadiwinata, Hidajat, Arsono, Retno, Palilingan & Rekan
d a n t el a h d i ta n da ta n g an i p a da t a ng g al 3 0 M a r e t 2 0 2 3 o l e h A k h y a di
W a d i s o n o , C P A , dengan pendapat bahwa laporan keuangan tersebut
menyajikan secara wajar dalam semua hal yang material.
• Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan untuk periode yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2021 dengan No. 00615/2.1133/AU.1/05/1601-2/1/III/2022 yang
telah diaudit oleh KAP Paul Hadiwinata, Hidajat, Arsono, Retno, Palilingan & Rekan
d a n t el ah di t an d a t a n g an i p a da ta n g ga l 2 8 M a r e t 20 2 2 o le h J o s ef
S u r o n o , S . E . , M . A k . , C P A , dengan pendapat bahwa laporan keuangan tersebut
menyajikan secara wajar dalam semua hal yang material.
• Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan untuk periode yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2020 dengan No. 00339/2.1133/AU.1/05/1601-1/1/III/2021 yang
telah diaudit oleh KAP Paul Hadiwinata, Hidajat, Arsono, Retno, Palilingan & Rekan
d a n t el ah di t an d a t a n g an i p a da ta n g ga l 1 8 M a r e t 20 2 1 o le h J o s ef
S u r o n o , S . E . , M . A k . , C P A , dengan pendapat bahwa laporan keuangan tersebut
menyajikan secara wajar dalam semua hal yang material.
• Data Sertifikat Hak Kekayaan Intelektual berupa merek atas logo, serta hak cipta atas
beberapa program komputer, antara lain: Cashlez POS, Cashlez Merchant Portal,
Cashlez Android Line Adapter (CARLA), Cashlez Payment System, Cashlez Link,
Cashlez MPOS, dan Cashlez Payment Orchestrator.
• Rencana Bisnis Plan, berupa rencana anggaran pembelian alat dan proyeksi
pendapatan tahun 2026-2030
• Data legalitas Perseroan antara lain akta pendirian, akta perubahan terakhir, Nomor
Induk Berusaha (NIB), Pokok Wajib Pajak (NPWP), Izin Penyelenggaraan Jasa Sistem
Pembayaran Pasca Pemberlakuan Peraturan Bank Indonesia No.22/23/PBI/2020
Tentang Sistem Pembayaran.
Halaman 14 FDI.JKT/0016/LAP/B/SK/VIII/2026
Page 15
• Data makro ekonomi berupa Proyeksi inflasi dan GDP Indonesia bersumber dari
International Monetary Fund (IMF).
• Data makro industri berasal dari Bank Indonesia, Badan Pusat Statistik, e-Conomy
SEA 2025 (Google, Temasek, Bain & Company), dan databoks.katadata.co.id.
• Informasi dan data yang relevan namun tidak membutuhkan verifikasi, dapat
disetujui untuk digunakan sepanjang sumber data tersebut dipublikasikan pada
tingkat Nasional maupun Internasional, antara lain dari Data Pemerintah Kota dan
Informasi dari media massa elektronik.
• Draft Keterbukaan Informasi yang disusun oleh manajemen Perseroan
• Surat Pernyataan Manajemen No. 352/SK/CSC-CWI/VIII/2026 terkait Penugasan Studl
Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha berupa Penyesualan dan Penambahan
Keglatan Usaha PT Cashlez Worldwlde Indonesla Tbk.
1.9 PIhak-pihak Yang diwawancara
Pihak-pihak yang diwawancara dalam penyusunan studi kelayakan adalah :
Nama : Dicky Bastian Putra
Jabatan : Head of Litigation & Compliance
E-mail : dicky.bastian@cashup.id
1.10 Metodologi Analisis Studi Kelayakan
Metodologi analisis studi kelayakan meliputi sebagai berikut :
a. Melakukan analisis Kelayakan Pasar, meliputi kondisi pasar, seperti pangsa pasar,
kesinambungan (sustainability), potensi pasar, sasaran, dan potensi nilai pasar;
pesaing usaha; dan strategi pemasaran.
b. Melakukan analisis Kelayakan Teknik, meliputi kapasitas; ketersediaan dan kualitas
sumber daya, termasuk bahan baku mentah, pekerja, dan ahli profesional; dan
proses produksi.
c. Melakukan analisis Kelayakan Pola Bisnis, meliputi keunggulan kompetitif karena
keunikan dari pola bisnis; kemampuan pesaing untuk meniru produk; dan
kemampuan untuk menciptakan nilai.
d. Melakukan analisis Kelayakan Model Manajemen, meliputi ketersediaan tenaga
kerja; manajemen kekayaan intelektual (intellectual property); manajemen risiko;
kapasitas dan kemampuan manajemen; dan kesesuaian struktur organisasi dan
manajemen.
e. Melakukan analisis Kelayakan Keuangan, meliputi biaya pendirian (start up costs);
modal kerja; sumber pembiayaan; biaya operasional; biaya bahan baku mentah;
proyeksi laporan keuangan; analisis titik impas; analisis profitabilitas; tingkat imbal
balik investasi dan analisis inkremental.
f. Kami telah melakukan investigasi terhadap Objek Studi Kelayakan yang meliputi:
− Objek Studi Kelayakan sesuai dengan lingkup penugasan;
− Tanggal Penilaian sesuai dengan Laporan keuangan yang telah di audit;
1.11 Pernyataan Independensi Penilai
Dalam mempersiapkan laporan Studi Kelayakan ini, KJPP FDI&R bertindak secara
independen tanpa adanya benturan kepentingan, dan tidak terafiliasi dengan
Halaman 15 FDI.JKT/0016/LAP/B/SK/VIII/2026
Page 16
Perseroan, ataupun pihak-pihak lainnya yang terafiliasi dengan Perseroan. KJPP FDI&R
tidak memiliki kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan
ini. Laporan Studi Kelayakan ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan
atau merugikan pihak manapun. Imbalan yang kami terima sama sekali tidak
dipengaruhi oleh kewajaran nilai yang dihasilkan dari proses analisis Studi Kelayakan
ini.
1.12 Asumsi dan Kondisi Pembatas
Asumsi dan kondisi pembatas studi kelayakan diuraikan sebagai berikut :
a. Laporan Studi Kelayakan ini bersifat non-disclaimer opinion.
b. Penilai Independen telah melakukan penelaahan atas dokumen yang digunakan
dalam proses Studi Kelayakan.
c. Dalam menyusun Laporan Studi Kelayakan ini, Penilai Independen mengandalkan
keakuratan dan kelengkapan informasi yang disediakan oleh pemberi tugas atau
data yang diperoleh dari informasi yang tersedia untuk publik dan informasi
lainnya yang kami anggap relevan.
d. Penilai Independen menggunakan proyeksi keuangan yang mencerminkan
kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen dengan
kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty).
e. Penilai Independen bertanggung jawab atas pelaksanaan Studi Kelayakan.
f. Laporan Studi Kelayakan ini terbuka untuk publik.
g. Penilai Independen telah memperoleh informasi atas status hukum Obyek Studi
Kelayakan dari Pemberi Tugas.
h. Penilai Independen bertanggung jawab atas laporan Studi Kelayakan ini.
i. Analisis, opini dan kesimpulan yang dibuat oleh penilai, serta laporan Studi
Kelayakan telah disusun sesuai dengan POJK 35 SEOJK 17, Kode Etik Penilaian
Indonesia dan Standar Penilaian Indonesia Tahun 2018 Edisi VII (KEPI-SPI Edisi
VII.2018).
j. KJPP FDI&R ingin menekankan bahwa hasil kajian, analisis, serta tanggung jawab
kami secara khusus hanya terbatas pada aspek Studi Kelayakan atas obyek
penugasan, di luar dari aspek perpajakan dan hukum karena hal tersebut berada
di luar lingkup penugasan.
k. Laporan Studi Kelayakan ini dibuat dan ditujukan hanya kepada pemberi tugas,
sesuai dengan maksud dan tujuan yang diungkapkan dalam laporan Studi
Kelayakan dan tidak dapat digunakan untuk maksud dan tujuan lainnya dan kami
tidak bertanggung jawab jika laporan ini digunakan untuk tujuan lain.
l. Studi Kelayakan ini dilakukan sesuai dengan asumsi pada tanggal penilaian,
sehingga pengguna laporan Studi Kelayakan diminta untuk berhati-hati dalam
menentukan relevansi antara hasil dengan kebutuhannya (terkait penggunaan
hasil laporan).
1.13 Pedoman dan Standar Penilaian
Dalam melakukan Studi Kelayakan ini kami berpedoman pada POJK 17 dan Peraturan
Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia No. 35/POJK.04/2020 tanggal 25 Mei 2020
tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal (“POJK 35”), SE
Halaman 16 FDI.JKT/0016/LAP/B/SK/VIII/2026
Page 17
OJK NO.17/SEOJK.04/2020 dan Kode Etik Penilai Indonesia & Standar Penilaian Indonesia
Edisi Vll-2018 (KEPI-SPI VII.2018).
1.14 Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Event)
Dari tanggal penilaian (cut off date) per 30 Juni 2026 hingga laporan studi kelayakan
ini diterbitkan terdapat kejadian penting setelah tanggal penilaian, berupa :
• Pengunduran diri Bapak Oktavianus selaku Direktur berdasarkan Surat No.
312/SK/CSC-CWI/VII/2026 tanggal 3 Agustus 2026, yang berlaku efektif sesuai
keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Perseroan Tahun 2026.
• Perubahan jumlah saham Perseroan setelah pelaksanaan Penawaran Umum
Terbatas I berdasarkan Akta No. 5 tanggal 3 Agustus 2026, yang telah disetujui
berdasarkan Surat Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia No. AHU-AH.01.03-0230206 tanggal 12 Agustus 2026.
Halaman 17 FDI.JKT/0016/LAP/B/SK/VIII/2026
Page 18
BAB II
ANALISIS PERSEROAN
2.1 Gambaran Umum Perseroan
Perseroan adalah salah satu penyedia jasa pembayaran yang mengalami
pertumbuhan dinamis di Indonesia. Perseroan terus mengalami perkembangan yang
signifikan sejak resmi didirikan tahun 2015 dengan nama PT Cashlez Worldwide Indonesia
berdasarkan Akta No. 1 Tanggal 12 Januari 2015 yang diterbitkan oleh Notaris Novita
Puspitarini, S.H., Notaris di Kota Administrasi Jakarta Selatan, yang telah memperoleh
status badan hukum dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
sebagaimana ditegaskan dalam Surat Keputusan Nomor AHU0001712.AH.01.01. Tahun
2015 dan terdaftar dalam Daftar Perseroan Nomor AHU- 0004087.AH.01.11. Tahun 2015
tanggal 15 Januari 2015.
o Perijinan
Perseroan telah melengkapi dokumen perizinan dan persetujuan yang diperlukan serta
telah melakukan pendaftaran dan pelaporan yang harus dilakukan oleh Perseroan di
dalam melakukan kegiatan usahanya di Indonesia, adapun dokumen tersebut antara
lain adalah sebagai berikut:
1. Akta Pendirian Perseroan No. 1 tanggal 12 Januari 2015 dari Notaris Novita
Puspitarini, S.H.
2. Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat
Keputusan No. AHU-0001712.AH.01.01.TAHUN 2015 tanggal 15 Januari 2015 serta
telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 16 tanggal 24
Februari 2015, Tambahan No. 2519.
3. Akta Notaris No. 217 tanggal 28 Mei 2025 dari Jimmy Tanal S.H, M.Kn.
4. Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-
0038959.ah.01.02 Tahun 2025 tanggal 16 Juni 2025 tentang Persetujuan Perubahan
Anggaran Dasar PT Cashlez Worldwide Indonesia Tbk
5. Nomor Induk Berusaha (NIB), No. 9120601112415 tanggal 21 Januari 2019 dikeluarkan
oleh Menteri Investasi/ Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal
6. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), No0732727177036000, dikeluarkan oleh Kantor
Pelayanan Pajak Madya Dua Jakarta Barat
7. Izin Penyelenggaraan Jasa Sistem Pembayaran Pasca Pemberlakuan Peraturan
Bank Indonesia No.22/23/PBI/2020 Tentang Sistem Pembayaran.
o Susunan Managemen Perseroan
Berdasarkan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan untuk periode yang berakhir
pada tanggal 30 Juni 2026 yang telah dilakukan Limited Review oleh KAP, susunan
pengurus Perseroan yang terdiri dari Dewan Komisaris dan Direksi adalah sebagai
berikut:
Halaman 18 FDI.JKT/0016/LAP/B/SK/VIII/2026
Page 19
Tabel 2.1 Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan
Jabatan Nama
DEWAN KOMISARIS:
Presiden Komisaris Surya Aseanto Putra
Komisaris Independen Niniek S Rahardja
DIREKSI:
Presiden Direktur Willy Chandry
Direktur Oktavianus
o Kegiatan Usaha Perseroan
Sesuai dengan pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, Perusahaan bergerak dalam
bidang aktivitas pemrograman, konsultasi komputer, jasa informasi, penunjang jasa
keuangan, asuransi, penjaminan, dan dana pensiun, aktivitas penerbitan, dan
perdagangan eceran, bukan mobil dan motor, penyelenggara penunjang sistem
pembayaran, penerbitan piranti lunak, perdagangan eceran mesin lainnya dan
perlengkapannya.
o Susunan Pemegang Saham
Susunan pemegang saham Perseroan berdasarkan Laporan Keuangan Konsolidasian
Perseroan untuk periode yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2026 yang telah melalui
Limited Review oleh KAP adalah sebagai berikut:
Tabel 2.2 Susunan Pemegang Saham Perseroan
Nama Pemegang Saham Modal Ditempatkan dan Lembar Saham Persentase
Disetor (Rp) Kepemilikan
Andri Wijono Sutiono 5.804.977.368 483.748.114 33,80%
Hasim Sutiono 5.777.648.796 481.470.733 33,64%
Sandra Angelia 1.325.604.000 110.467.000 7,72%
PT Fortuna Wijaya Global 1.101.651.600 91.804.300 6,41%
Masyarakat 3.163.624.440 263.635.370 18,42%
Jumlah 17.173.506.204 1.431.125.517 100,0%
2.2 Informasi Keuangan Perseroan
Berikut adalah ikhtisar laporan posisi keuangan konsolidasian Perseroan untuk periode
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sampai dengan 30 Juni 2026, dengan
periode 30 Juni 2026 berdasarkan hasil Limited Review oleh KAP:
Analisis Laporan Posisi Keuangan Perseroan
Tabel 2.3 Historis Posisi Keuangan Konsolidasi Perseroan (dalam jutaan Rupiah)
2025
2021 2022 2023 2024 30 juni 2026
Uraian (Reissue)
Aset lancer 86.702 48.903 60.880 53.705 117.836 105.613
Aset tidak lancer 68.286 176.585 168.962 179.926 91.312 87.261
Total Aset 154.988 225.487 229.842 233.631 209.148 192.875
Liabilitas jangka pendek 48.151 38.128 72.653 56.443 116.634 105.573
Liabilitas jangka panjang 1.693 2.811 2.290 56.058 92.963 124.912
Total Liabilitas 49.844 40.939 74.943 112.501 209.597 230.485
Ekuitas 105.144 184.548 154.899 121.130 (450) (37.611)
Sumber: Laporan keuangan Perseroan
Halaman 19 FDI.JKT/0016/LAP/B/SK/VIII/2026
Page 20
Total Aset
Total Aset Perseroan secara tren mengalami fluktuasi. Secara CAGR (2020-2025), total
aset Perseroan tercatat mengalami peningkatan. Per 31 Desember 2025, total aset
Perseroan tercatat sebesar Rp209.148 juta dan per 30 Juni 2026 tercatat sebesar
Rp192.875 juta, atau menurun sebesar 7,78%.
Aset Lancar
Aset Lancar terdiri dari kas dan setara kas, investasi jangka pendek, aset keuangan
lancar lainnya, piutang usaha, piutang lainnya, persediaan, biaya dibayar dimuka,
uang muka, pajak dibayar dimuka, pekerjaan dalam pelaksanaan dan aset lancar
lainnya. Aset lancar Perseroan secara CAGR (2020-2025) tercatat mengalami
peningkatan. Per 31 Desember 2025, aset lancar Perseroan tercatat sebesar Rp117.836
juta dan per 30 Juni 2026 tercatat sebesar Rp105.613 juta, atau menurun sebesar 10,37%.
Aset Tidak Lancar
Aset tidak lancar Perseroan terdiri dari piutang lain-lain, investasi pada entitas asosiasi,
biaya dibayar dimuka, aset pajak tangguhan, aset tetap, goodwill, aset takberwujud
selain goodwill, dan aset tidak lancar lainnya. Aset tidak lancar Perseroan secara CAGR
(2020-2025) tercatat meningkat. Per 31 Desember 2025, aset tidak lancar Perseroan
tercatat sebesar Rp91.312 juta dan per 30 Juni 2026 tercatat sebesar Rp87.261 juta, atau
menurun sebesar 4,43%.
Total Liabilitas
Total Liabilitas Perseroan mengalami kenaikan dan penurunan setiap tahunnya. Secara
CAGR (2020-2025), total liabilitas Perseroan tercatat meningkat. Per 31 Desember 2025,
total liabilitas Perseroan tercatat sebesar Rp209.597 juta dan per 30 Juni 2026 tercatat
sebesar Rp230.485 juta, atau meningkat sebesar 9,97%.
Liabilitas Jangka Pendek
Liabilitas jangka pendek Perseroan terdiri dari pinjaman jangka pendek, utang usaha,
utang lainnya, uang muka pelanggan, liabilitas keuangan jangka pendek, beban
akrual jangka pendek, utang pajak, dan liabilitas sewa. Liabilitas jangka pendek
Perseroan secara CAGR (2020-2025) tercatat meningkat. Per 31 Desember 2025, liabilitas
jangka pendek Perseroan tercatat sebesar Rp116.634 juta dan per 30 Juni 2026 tercatat
sebesar Rp105.573 juta, atau menurun sebesar 9,49%.
Liabilitas Jangka Panjang
Liabilitas jangka panjang Perseroan terdiri dari liabilitas sewa, utang lain-lain, liabilitas
jangka panjang atas utang pembiayaan konsumen, kewajiban imbalan pasca kerja
jangka panjang dan liabilitas pajak tangguhan. Liabilitas jangka panjang Perseroan
secara CAGR (2020-2025) tercatat meningkat. Per 31 Desember 2025, liabilitas jangka
panjang Perseroan tercatat sebesar Rp92.963 juta dan per 30 Juni 2026 tercatat sebesar
Rp124.912 juta, atau meningkat sebesar 34,36%.
Ekuitas
Total Ekuitas Perseroan mengalami kenaikan dan penurunan setiap tahunnya. Secara
CAGR (2020-2025), total Ekuitas Perseroan tercatat mengalami penurunan. Per 31
Desember 2025, total ekuitas Perseroan tercatat sebesar (Rp450) juta dan per 30 Juni
Halaman 20 FDI.JKT/0016/LAP/B/SK/VIII/2026
Page 21
2026 tercatat sebesar (Rp37.611) juta, atau menurun sebesar 8.258,00% akibat
meningkatnya saldo rugi Perseroan
Analisis Historis Laba Rugi Perseroan
Tabel 2.4 Historis Laba Rugi Konsolidasi Perseroan (dalam jutaan Rupiah)
2025
2021 2022 2023 2024 30 juni 2026
Uraian (Reissue)
Pendapatan 140.851 128.980 194.879 138.344 110.186 84.683
Beban Pokok
(103.965) (99.095) (178.748) (119.335) (78.918) (65.564)
Pendapatan
Laba Bruto 36.886 29.885 16.132 19.009 31.268 19.119
Beban Penjualan (1.537) (1.725) (2.584) (1.915) (1.650) (799)
Beban Umum
Administrasi (46.467) (38.689) (48.774) (52.712) (53.333) (33.384)
Laba/Rugi Sebelum
Pajak (8.623) (9.248) (37.989) (43.031) (43.744) (24.534)
Laba/Rugi Tahun
Berjalan (8.682) (9.809) (30.425) (34.802) (56.645) (37.781)
Sumber: Laporan keuangan Perseroan
Pendapatan
Pendapatan Usaha Perseroan berasal dari penjualan perangkat, Fee Merchant
Discount Rate, jasa instalasi dan sewa perangkat. Pendapatan Perseroan selama 5
tahun terakhir (2021-2025) mengalami fluktuasi kenaikan dan penurunan setiap tahun.
Secara CAGR (2021-2025), pendapatan Perseroan mengalami penurunan sebesar
4,79%. Per 31 Desember 2025, pendapatan Perseroan tercatat sebesar Rp110.186 juta
dan per 30 Juni 2026 tercatat sebesar Rp84.683 juta.
Beban Pokok Pendapatan
Beban Pokok Pendapatan Perseroan mengalami kenaikan dan penurunan secara
fluktuatif. Secara CAGR (2021-2025), Beban Pokok Pendapatan Perseroan mengalami
penurunan sebesar 5,36%. Per 31 Desember 2025, Beban Pokok Pendapatan Perseroan
tercatat sebesar Rp78.918 juta dan per 30 Juni 2026 tercatat sebesar Rp65.564 juta.
Beban Umum Dan Administrasi
Beban Umum dan Administrasi Perseroan terdiri dari gaji dan tunjangan, kantor,
penyusutan, biaya profesional, imbalan pasca kerja, BPJS JHT dan pensiun,
pemeliharaan, amortisasi, asuransi, dan beban lain-lain. Total Beban Umum dan
Administrasi Perseroan secara CAGR (2021-2025) mengalami peningkatan sebesar
2,79%. Per 31 Desember 2025, Beban Umum dan Administrasi Perseroan tercatat sebesar
Rp53.333 juta dan per 30 Juni 2026 tercatat sebesar Rp33.384 juta.
Laba/(Rugi) Bersih
Laba/(Rugi) Bersih Perseroan selama 5 tahun terakhir (2021-2025) mengalami kerugian
setiap tahunnya. Secara CAGR (2021-2025), total kerugian Perseroan mengalami
peningkatan sebesar 45,52%. Per 31 Desember 2025, Laba/(Rugi) Bersih Perseroan
tercatat sebesar (Rp56.645) juta dan per 30 Juni 2026 tercatat sebesar (Rp37.781) juta.
Halaman 21 FDI.JKT/0016/LAP/B/SK/VIII/2026
Page 22
Analisis Historis Arus Kas Perseroan
Tabel 2.5 Historis Arus Kas Konsolidasi Perseroan (dalam jutaan Rupiah)
2025 30 juni
Uraian 2021 2022 2023 2024
(Reissue) 2026
Arus Kas Aktivitas Operasi
17.926 (37.772) (4.419) (13.513) (27.219) 29.816
Arus Kas Aktivitas Investasi
(80.298) 9.949 (9.326) (2.178) (6.540) (4.499)
Arus Kas Aktivitas Pendanaan
79.789 (1.645) 9.802 18.590 35.501 29.620
Kenaikan bersih kas dan
setara kas 17.417 (29.467) (3.943) 2.900 1.741 54.938
Kas dan setara kas awal
tahun 26.014 43.431 13.464 9.520 12.420 14.161
Kas dan Setara Kas Akhir
Tahun 43.431 13.964 9.520 12.420 14.161 69.099
Sumber: Laporan keuangan Perseroan
Analisis Arus Kas
Berikut adalah arus kas Perseroan berdasarkan data historis laporan keuangan
Perseroan:
▪ Arus kas bersih diperoleh dari aktivitas operasional Perusahaan per 30 Juni adalah
sebesar Rp 29.816 juta
▪ Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi Perusahaan per 30 Juni
adalah sebesar negatif Rp 4.499 juta
▪ Arus kas bersih digunakan untuk aktivitas pendanaan per 30 Juni adalah sebesar
Rp29.620 juta
▪ Sampai dengan per 30 Juni 2026 total kas dan setara kas Perusahaan tercatat
sebesar Rp69.099 juta
Analisa Rasio Keuangan Perseroan
Ratio Analysis atau analisis rasio merupakan salah satu bentuk teknis analisis laporan
keuangan yang digunakan untuk mengetahui hubungan dari pos-pos tertentu dari
laporan posisi keuangan dan laporan laba rugi secara individu atau kombinasi antara
keduanya. Berikut adalah tabel berbagai macam rasio keuangan yang kami gunakan
dalam analisis rasio keuangan Perusahaan
Tabel 2.6 Rasio Keuangan Perseroan
30 Juni
Keterangan 2021 2022 2023 2024 2025 AVERAGE
2026
Likuidity (%)
Rasio Lancar 180,06% 128,26% 83,80% 95,15% 101,03% 100,04% 117,66%
Rasio Cepat 156,10% 99,87% 72,12% 84,20% 86,62% 91,14% 99,78%
Rasio Kas 29,96% 24,97% 21,15% 30,18% 61,64% 22,93% 33,58%
Solvability (%)
Rasio utang terhadap
32,16% 18,16% 32,61% 48,15% 100,21% 119,50% 46,26%
asset
Rasio Utang Terhadap
47,40% 22,18% 48,38% 92,88% -46626,68% -612,82% -9283,17%
ekuitas
Profitability (%)
Halaman 22 FDI.JKT/0016/LAP/B/SK/VIII/2026
Page 23
30 Juni
Keterangan 2021 2022 2023 2024 2025 AVERAGE
2026
ROA -5,60% -4,35% -13,24% -14,90% -27,08% -19,59% -13,03%
ROE -8,26% -5,31% -19,64% -28,73% 12601,09% 100,45% 2507,83%
Sumber: Laporan keuangan Perseroan, diolah konsultan
Analisis Rasio Keuangan
Rasio Likuiditas (Liquidity Ratio)
Rasio likuiditas merupakan suatu rasio keuangan yang bertujuan untuk mengetahui
sejauh mana kemampuan Perusahaan dalam melunasi kewajiban jangka pendeknya.
Beberapa rasio keuangan yang masuk dalam kategori ini antara lain adalah:
1. Rasio Lancar
Rasio lancar Perusahaan menunjukkan rata-rata selama periode 2021–2025 sebesar
117,66% dan per 30 Juni 2026 sebesar 100,04%.
2. Rasio Cepat
Rasio cepat pada dasarnya mempunyai tujuan yang sama dengan rasio lancar,
beberapa pos seperti persediaan yang dianggap kurang lancar, dikeluarkan
dalam perhitungan rasio cepat. Rasio cepat Perusahaan menunjukkan rata-rata
selama periode 2021–2025 sebesar 99,78% dan per 30 Juni 2026 sebesar 91,14%.
3. Rasio Kas
Rasio kas merupakan rasio yang mengukur kemampuan Perusahaan dalam
melunasi kewajiban jangka pendek menggunakan kas dan setara kas. Rasio kas
Perusahaan menunjukkan rata-rata selama periode 2021–2025 sebesar 33,58% dan
per 30 Juni 2026 sebesar 22,93%.
Rasio Profitabilitas (Profitability Ratio)
Rasio profitabilitas digunakan untuk mengukur kemampuan Perusahaan dalam
menghasilkan laba. Beberapa rasio yang termasuk dalam kategori ini antara lain
adalah:
1. Rasio Laba Atas Aset (ROA)
Rasio ini digunakan untuk mengetahui sampai seberapa jauh aset yang digunakan
dapat menghasilkan laba. Rasio laba atas aset Perusahaan rata-rata selama
periode 2021–2025 sebesar negatif 13,03% dan per 30 Juni 2026 sebesar negatif
19,59%.
2. Rasio Laba Atas Ekuitas (ROE)
Rasio ini digunakan untuk mengetahui sampai seberapa jauh hasil atau
keuntungan yang diperoleh dari setiap modal yang ditanamkan. Adapun tingkat
rasio laba atas ekuitas rata-rata selama periode 2021–2025 sebesar 2.507,83% dan
per 30 Juni 2026 sebesar 100,45%, yang dipengaruhi oleh posisi ekuitas Perusahaan.
Rasio Solvabilitas (Solvency Ratio)
Rasio solvabilitas adalah rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan
Perusahaan untuk melunasi hutang-hutangnya. Berikut adalah rasio yang termasuk
dalam kategori ini :
Halaman 23 FDI.JKT/0016/LAP/B/SK/VIII/2026
Page 24
1. Rasio Total Liabilitas terhadap Total Aset
Rasio ini merupakan perbandingan antara total liabilitas terhadap total aset
Perusahaan. Adapun tingkat rasio liabilitas terhadap total aset Perusahaan secara
rata-rata selama periode 2021–2025 tercatat sebesar 46,26% dan per 30 Juni 2026
sebesar 119,50%.
2. Rasio Total Liabilitas terhadap Total Ekuitas
Rasio ini merupakan perbandingan antara total liabilitas terhadap total ekuitas atau
modal Perusahaan. Berdasarkan tabel rasio keuangan Perusahaan di atas, dapat
dilihat bahwa secara rata-rata selama periode 2021–2025 rasio liabilitas terhadap
ekuitas Perusahaan tercatat sebesar negatif 9.283,17% dan per 30 Juni 2026 sebesar
negatif 612,82%, yang dipengaruhi oleh posisi ekuitas Perusahaan.
2.3 Informasi Perpajakan Perseroan
Berdasarkan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan periode 30 Juni 2026 yang
telah dilakukan Limited Review oleh KAP, Perseroan memiliki pajak dibayar dimuka
sebesar Rp1.131 juta dan utang pajak sebesar Rp623 juta.
Halaman 24 FDI.JKT/0016/LAP/B/SK/VIII/2026
Page 25
BAB III
ANALISIS KELAYAKAN PASAR
3.1 Kondisi Pasar
Industri sistem pembayaran Indonesia terus mengalami perkembangan seiring dengan
meningkatnya aktivitas transaksi digital dan penggunaan instrumen pembayaran
elektronik. Berdasarkan Tinjauan Kebijakan Moneter Juni 2026, Bank Indonesia mencatat
bahwa pada Mei 2026 volume transaksi pembayaran digital mencapai 5,22 miliar
transaksi, atau tumbuh sebesar 28,14% secara tahunan. Pertumbuhan tersebut antara
lain tercermin dari transaksi melalui mobile yang tumbuh sebesar 26,16%, transaksi
melalui internet sebesar 15,51%, serta transaksi QRIS sebesar 95,10% secara tahunan.
Perkembangan tersebut menunjukkan peningkatan aktivitas pembayaran digital di
Indonesia yang didukung oleh semakin luasnya penggunaan berbagai kanal
pembayaran.
Sejalan dengan perkembangan tersebut, infrastruktur sistem pembayaran juga
menunjukkan pertumbuhan. Pada Mei 2026, volume transaksi melalui BI-FAST mencapai
518 juta transaksi, meningkat sebesar 31,63% secara tahunan, dengan nilai transaksi
sebesar Rp1.265 triliun. Bank Indonesia juga terus melakukan penguatan terhadap
struktur industri dan infrastruktur sistem pembayaran, termasuk melalui peningkatan
interkoneksi, manajemen risiko, serta keandalan dan ketahanan infrastruktur.
Perkembangan tersebut mencerminkan adanya peningkatan aktivitas pada ekosistem
sistem pembayaran digital dan mendukung keberadaan layanan penyedia jasa
pembayaran, termasuk payment gateway, dalam memfasilitasi kebutuhan transaksi
digital masyarakat dan pelaku usaha.
Gambar 3.1 Volume Transaksi Uang Elektronik dan Kartu Kredit
Sumber: Bank Indonesia
Halaman 25 FDI.JKT/0016/LAP/B/SK/VIII/2026
Page 26
Gambar 3.2 Volume Transaksi Digital Banking
Sumber: Bank Indonesia
Gambar 3.3 Volume Transaksi QRIS , BI-FAST, dan BI-RTGS
Sumber: Bank Indonesia
Pangsa Pasar
E-commerce masih menjadi sektor dengan pangsa pasar terbesar dalam ekonomi
digital Indonesia. Pada tahun 2025, sektor ini menyumbang sekitar 72% dari total nilai
ekonomi digital sebesar USD 90 miliar, diikuti oleh transportasi dan layanan pesan antar
makanan (10%), perjalanan online (10%), dan media digital (6%). Tingginya pangsa
pasar e-commerce sejalan dengan perilaku masyarakat, di mana 58,0% pengguna
internet melakukan pembelian produk atau layanan secara online setiap minggu,
sementara 34,4% membeli bahan makanan melalui toko online. Hal ini menunjukkan
bahwa aktivitas belanja daring menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi
digital Indonesia.
Halaman 26 FDI.JKT/0016/LAP/B/SK/VIII/2026
Page 27
Grafik 3.1 Pertumbuhan Volume Transaksi Sistem Pembayaran Indonesia (2025)
Sumber: Bank Indonesia
Berdasarkan grafik diatas, system pembayaran digital terus mengalami pertumbuhan
yang signifikan. QRIS mencatat pertumbuhan tertinggi, yaitu sebesar 139,9% jauh
malampaui metode pembayaran lainnya. Tingginya pertumbuhan ini menunjukkan
bahwa Masyarakat semakin memilih pembaaran menggunakan QRIS karena lebih
praktis, cepat, dan mudah digunakan diberbagai jenis usaha, mulai dari UMKM hingga
perusahaan besar.
Selain QRIS, pembayaran digital juga mengalami pertumbuhan sebesar 39,2%. Hal ini
menujukkan bahwa penggunaan layanan pembayaran elektronik, seperti dompet
digital dan mobile banking, semakin meningkat seiring dengan berkembangnya
aktivitas transaksi secara online maupun secara offline. Masyarakat semakin terbiasa
menggunakan metode pembayaran non-tunai karena dinilai lebih efisien dan aman.
Sementara itu, transaksi melalui BI-RTGS dan BI-FAST juga menjukkan pertumbuhan yang
cukup tinggi, masing-masing sebesar 31,0% dan 30,4%. Pemingkatan ini menunjukkan
bahwa layanan transfer dana yang disediakan Bank Indonesia semakin banyak
dimanfaatkan oleh Masyarakat maupun pelaku usaha karena menawarkan proses
transaksi yang lebih cepat, aman, dan efisien.
Di sisi lain, penggunaan uang tunai (UYD) masih mengalami pertumbuhan sebesar
12,9%, namun angkanya jauh lebih rendah dibadingkan dengan system pembayaran
digital. Kondisi ini menujukkan bahwa uang tunai masih digunakan dalamm kegiatan
ekonomi, tetapi perannya mulai berkurang seiring meningkatnya penggunaan meotde
pembayaran digital.
Secara keseluruhan data tersebut menunjukkan bahwa tren system pembayaran di
Indonesia terus bergeser dari pembayaran tunai menuju pembayaran digital. Pesatnya
pertumbuhan QRIS, pembayaran digital, BI-FAST, dan BI-RTGS mencerminkan semakin
tingginya kepercayaann masyarakat terhadap sitem pembauaran elektronik.
Perkembangan ini juga menjadi peluang bagi penyedia layanan pembayaran,
termasuk payment gateway, untuk terus meningkatkan kualitas layanan, keamanan
transaksi, dan inovasi dalam mendukung pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia.
Halaman 27 FDI.JKT/0016/LAP/B/SK/VIII/2026
Page 28
Kesinambungan (Sustainability)
Perseroan berkomitmen untuk menjalankan kegiatan usaha yang berkelanjutan
dengan mengintegrasikan aspek ekonomi, sosial, dan tata kelola yang baik dalam
setiap aktivitas operasional. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyediaan
layanan pembayaran digital yang aman, andal, dan inovatif guna mendukung
pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia. Perseroan meyakini bahwa keberlanjutan
tidak hanya berfokus pada pencapaian kinerja bisnis, tetapi juga pada pemberian
manfaat jangka panjang bagi pelanggan, mitra usaha, masyarakat, dan lingkungan.
Meningkatnya penggunaan system pembayaran digital, terutama QRIS yang tumbuh
139,9%, pada tahun 2025 menujukkan bahwa transformasi digital disektor pembayaran
terus berkembang. Sejalan dengan kondisi tersebut, Perseroan berkomitmen untuk terus
menghadrikan layanan pembayaran yang aman, inovatif, dan berkelanjutan guna
mendukung pertumbuhan ekonomi digital serta memperluas akses Masyarakat
terhadap layanan keuangan digital.
Potensi Pasar
Ekonomi digital Indonesia menunjukkan prospek pertumbuhan yang positif. Nilai Gross
Merchandise Value (GMV) meningkat dari sekitar US$80 miliar pada 2023 menjadi US$99
miliar pada 2025 dan diproyeksikan mencapai sekitar US$180 miliar pada 2030.
Pertumbuhan tersebut didorong oleh peningkatan aktivitas pada berbagai sektor
ekonomi digital, termasuk e-commerce, transportasi dan makanan, perjalanan daring,
serta media online, yang mencerminkan besarnya potensi pasar digital Indonesia di
masa mendatang, sebagaimana ditunjukkan pada grafik berikut.
Grafik 3.2 Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Digital Indonesia.
Sumber: e-Conomy SEA 2025(Google, Temasek, Bain & Company)
Momentum pertumbuhan ekonomi digital Indonesia tidak hanya terjadi pada sektor e-
commerce, tetapi juga meluas ke berbagai sektor lainnya. E-commerce tetap menjadi
kontributor terbesar dengan GMV yang meningkat dari US$59 miliar pada 2023 menjadi
US$71 miliar pada 2025 dan diproyeksikan mencapai US$140 miliar pada 2030.
Sementara itu, sektor transportasi dan makanan meningkat dari US$8 miliar pada 2023
menjadi US$10 miliar pada 2025 dan diproyeksikan mencapai US$16 miliar pada 2030.
Halaman 28 FDI.JKT/0016/LAP/B/SK/VIII/2026
Page 29
Sektor perjalanan daring (online travel) juga menunjukkan pertumbuhan dari US$7 miliar
pada 2023 menjadi US$9 miliar pada 2025 dan diproyeksikan mencapai US$17 miliar
pada 2030. Adapun sektor media online meningkat dari US$7 miliar pada 2023 menjadi
US$9 miliar pada 2025 dan diproyeksikan mencapai US$15 miliar pada 2030.
Pertumbuhan pada berbagai sektor tersebut menunjukkan bahwa perkembangan
ekonomi digital Indonesia semakin terdiversifikasi dan tidak hanya bergantung pada
sektor e-commerce.
Sasaran
Sasaran kegiatan usaha Perseroan mencakup perusahaan dan pelaku usaha yang
membutuhkan solusi pembayaran digital untuk mendukung aktivitas transaksi.
Perseroan menargetkan berbagai segmen pelaku usaha, termasuk e-commerce,
perbankan, fintech, penyedia jasa pembayaran, serta usaha mikro, kecil, dan
menengah (UMKM). Sejalan dengan perkembangan transaksi digital dan penggunaan
instrumen pembayaran elektronik di Indonesia, Perseroan memiliki peluang untuk
memperluas jangkauan pasar dan menjalin kerja sama dengan berbagai pelaku usaha.
Adapun beberapa pihak yang menjadi target konsumen potensial Perseroan antara
lain Gucci, Bank Syariah Indonesia, Navya, X11, Rockfish, Mega Baja, Infusion Bali, Wijaya
Motor, Gramedia, Baku Sayang, BPR Lestari, Rahayu Grosir, Orang Tua Group, Herbalife,
Tiki Kusumanegara, Seahorse, Clinic Elhana Aesthetic Centre, SM (Sinar Madju), Pulle, Lot
9, dan TiGi.
Potensi Nilai Pasar
Berdasarkan laporan e-Conomy SEA yang dirilis oleh Google, Temasek, dan Bain &
Company, layanan keuangan digital di Indonesia memilki potensi pasar yang terus
meningkat. Hal ini terlihat dari pertumbuhan pada berbagai sektor, seperti
pembbauaran online, pinjaman online, investasi online, dan asuransi online. Tren
tersebut menunjukkan bahwa adopsi layanan keuangan digital akan terus
berkembang seiring meningkatnya penggunaan transaksi non-tunai, investasi digital,
layanan pembiayaan, dan produk asuransi berbasis digital di Indonesia.
Grafik 3.3 Layanan Keuangan Digital Indonesia
Sumber: e-Conomy SEA 2025 (Google, Temasek, Bain & Company)
Halaman 29 FDI.JKT/0016/LAP/B/SK/VIII/2026
Page 30
Berdasarkan grafik di atas, Sektor Jasa Keuangan Digital kini muncul sebagai salah satu
pilar utama ekonomi digital Indonesia. Terlepas dari tantangan makroekonomi, sektor ini
terus menunjukkan pertumbuhan mengesankan dengan dua digit tinggi, sekaligus
menjadi sektor pembayaran digital terbesar dan dengan pertumbuhan tercepat di Asia
Tenggara, yang diproyeksikan akan melonjak hingga US$538 miliar dalam Gross
Transaction Value (GTV) pada 2025.
Momentum pesat ini membuka peluang strategis yang jelas meskipun Indonesia
memimpin dari sisi kecepatan pertumbuhan, nilai buku pinjaman secara absolut masih
berada di bawah negara tetangga seperti Malaysia (US$14 miliar) dan Thailand (US$17
miliar). Untuk menutup kesenjangan ini, platform dapat mengarahkan strategi mereka
ke pembiayaan modal kerja bagi usaha mikro dan kecil (micro-SME), dengan
menghadirkan akses keuangan langsung bagi mitra pedagang dan pengemudi di titik
kebutuhan. Fokus ini juga mulai terlihat di tingkat regional, di mana bank virtual baru di
Thailand dan Malaysia telah mengumumkan rencana untuk memprioritaskan segmen
yang sama.
Grafik 3.4 Nilai Transaksi Belanja Uang Elektronik di Indonesia per Kuartal (2022-2026)
Sumber: databoks.katadata.co.id
Menurut data Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) yang dikutip oleh Databoks
Katadata, nilai transaksi belanja menggunakan uang elektronik di Indonesia mencapai
sekitar Rp320,43 triliun pada kuartal I 2026, meningkat 54,37% secara tahunan (year-on-
year/yoy) dibandingkan kuartal I 2025 yang sebesar Rp207,57 triliun. Nilai tersebut juga
meningkat 7,58% secara kuartalan (quarter-to-quarter/qtq) dibandingkan kuartal IV
2025 yang mencapai Rp297,85 triliun. Sejalan dengan peningkatan nilai transaksi,
volume transaksi belanja menggunakan uang elektronik selama Januari–Maret 2026
mencapai 6,21 miliar transaksi, atau tumbuh 56,07% secara tahunan.
Pertumbuhan tersebut didorong oleh pesatnya perkembangan e-commerce serta
semakin luasnya penggunaan QRIS dengan sumber dana uang elektronik. Pada kuartal
I 2026, transaksi belanja menjadi jenis transaksi uang elektronik dengan porsi terbesar,
Halaman 30 FDI.JKT/0016/LAP/B/SK/VIII/2026
Page 31
yaitu 65,59% dari total transaksi, diikuti oleh transaksi top up sebesar 19,96% dan transfer
antar-uang elektronik sebesar 13,98%. Kondisi tersebut menunjukkan semakin tingginya
penggunaan uang elektronik dalam aktivitas pembayaran digital di Indonesia.
Grafik 3.5 Jumlah Konsumen Pengguna QRIS di Indonesia per Kuartal (2022-2026)
Sumber: databoks.katadata.co.id
Jumlah pengguna QRIS di Indonesia pada akhir kuartal I 2026 mencapai sekitar 62 juta
pengguna, meningkat 9,63% secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan kuartal
I 2025 yang sebanyak 56 juta pengguna dan tumbuh 3,64% secara kuartalan (quarter-
to-quarter/qtq) dibandingkan kuartal IV 2025 yang sekitar 60 juta pengguna. Sementara
itu, jumlah pedagang (merchant) pengguna QRIS mencapai 44 juta pada akhir kuartal
I 2026, meningkat 15,49% secara tahunan dan 2,94% secara kuartalan. Selama kuartal I
2026, rata-rata volume transaksi QRIS mencapai 39,27–48,12 transaksi per merchant per
bulan, dengan rata-rata nominal transaksi sebesar Rp3,53 juta–Rp4,61 juta per merchant
per bulan. Menurut ASPI, rata-rata volume dan nominal transaksi tersebut masih memiliki
peluang yang besar untuk ditingkatkan seiring dengan semakin luasnya penggunaan
QRIS sebagai metode pembayaran digital di Indonesia
3.2 Persaingan Pasar
Beberapa penyedia Payment gateway yang beroperasi di Indonesia diantaranya
adalah sebagai berikut:
1. Xendit: Menyediakan layanan payment gateway, virtual account, penerimaan
pembayaran melalui kartu dan e-wallet, serta layanan payouts berbasis API.
2. Midtrans: Menyediakan layanan payment gateway, payment link, pembayaran
melalui kartu, transfer bank, QRIS, serta pembayaran melalui jaringan ritel.
3. DOKU: Menyediakan layanan pembayaran digital yang mencakup payment
gateway, e-wallet, remittance, serta solusi pembayaran bagi merchant.
Halaman 31 FDI.JKT/0016/LAP/B/SK/VIII/2026
Page 32
4. Faspay: Menyediakan layanan payment gateway, billing, QRIS, cash out, serta
berbagai solusi pembayaran bagi pelaku usaha.
5. Finnet Indonesia: Menyediakan layanan agregasi pembayaran, platform
pembayaran elektronik, serta berbagai solusi pembayaran digital bagi
perusahaan.
6. Artajasa Pembayaran Elektronis: Menyediakan infrastruktur pembayaran, layanan
switching, pembayaran tagihan, serta konektivitas QRIS.
7. NICEPAY: Menyediakan layanan payment gateway dengan berbagai metode
pembayaran, antara lain virtual account, kartu, direct debit, gerai ritel, dan e-
wallet.
8. OY! Indonesia: Menyediakan layanan penerimaan dan pengiriman dana, expense
management, dan cash management melalui platform berbasis API.
9. iPaymu: Menyediakan layanan agregasi merchant dan penerimaan pembayaran
domestik maupun internasional melalui platform payment gateway.
10. Jalin Pembayaran Nusantara: Menyediakan konektivitas pembayaran, layanan
switching, interkonektivitas QRIS, serta layanan transaksi digital bagi institusi dan
perusahaan.
Meskipun menghadapi persaingan dari berbagai penyedia layanan pembayaran
digital, Perseroan memiliki keunggulan kompetitif melalui penyediaan solusi
pembayaran yang dapat digunakan secara online maupun offline, didukung oleh
teknologi yang adaptif dan jaringan kemitraan yang luas. Selain menyasar segmen
korporasi, Perseroan juga berfokus pada pengembangan segmen UMKM melalui solusi
pembayaran yang mudah diimplementasikan, aman, dan kompetitif. Keunggulan
tersebut memberikan peluang bagi Perseroan untuk memperluas basis merchant dan
pangsa pasar seiring dengan meningkatnya kebutuhan terhadap transaksi digital di
Indonesia.
3.3 Strategi Pemasaran
Penyusunan strategi pemasaran Perseroan dilakukan secara sistematis dan terstruktur
melalui tahapan analisis, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Proses penyusunan
strategi diawali dengan analisis kondisi internal dan eksternal Perseroan, termasuk kinerja
pemasaran sebelumnya, tren industri, kondisi kompetitif, serta kebutuhan dan perilaku
target pasar. Hasil analisis tersebut digunakan sebagai dasar dalam penetapan arah
strategi pemasaran yang mendukung pencapaian sasaran bisnis Perseroan.
Halaman 32 FDI.JKT/0016/LAP/B/SK/VIII/2026
Page 33
3.3.1 Produk
Beberapa produk yang ditawarkan oleh Perseroan adalah sebagai berikut :
Produk / Layanan Existing Keterangan
Perseroan menyediakan rangkaian solusi
pembayaran non-tunai yang mencakup
aplikasi penerimaan pembayaran,
perangkat pembayaran elektronik,
aplikasi kasir, serta layanan keuangan
dasar.
Produk / Layanan Baru Keterangan
Dalam rangka penambahan kegiatan
usaha baru, Perseroan akan
menyediakan layanan pembiayaan
modal usaha bagi merchant melalui
skema Cash Advance, serta layanan
penyewaan EDC dan pemeliharaan
perangkat.
Sumber: Manajemen Perseroan
3.3.2 Strategi Promosi / Pemasaran
Dalam menyusun strategi pemasaran, Perseroan menggunakan parameter utama
sebagai berikut:
A. Segmentasi Pasar
Ditetapkan Perseroan berdasarkan karakteristik pengguna layanan pembayaran
digital yang memiliki kebutuhan akan sistem transaksi yang aman, andal, dan
terintegrasi. Segmen utama Perseroan mencakup Merchant dengan usaha mikro,
kecil, dan menengah (UMKM) yang membutuhkan solusi pembayaran non-tunai
yang mudah diimplementasikan, Merchant dengan skala menengah dan besar
yang memerlukan stabilitas sistem, volume transaksi tinggi, dukungan integrasi yang
lebih kompleks, serta mitra bisnis dan institusi seperti bank, lembaga keuangan, dan
penyedia teknologi yang membutuhkan layanan payment gateway sebagai
bagian dari ekosistem pembayaran mereka. Segmentasi ini mempertimbangkan
faktor skala usaha, jenis industri, wilayah operasional, serta kebutuhan dan perilaku
transaksi, sehingga memungkinkan Perseroan menyusun pendekatan pemasaran
yang relevan dan tepat sasaran.
Halaman 33 FDI.JKT/0016/LAP/B/SK/VIII/2026
Page 34
B. Value Proposition
Dirumuskan sebagai komitmen Perseroan dalam menyediakan solusi pembayaran
digital yang aman, patuh terhadap regulasi, dan mudah digunakan bagi Merchant
serta mitra bisnis. Nilai utama yang ditawarkan Perseroan mencakup keandalan
sistem transaksi, perlindungan dan keamanan data sesuai standar industri,
kemudahan integrasi dengan berbagai metode pembayaran, serta dukungan
layanan yang berkelanjutan. Sebagai Perseroan yang bergerak pada bidang
payment gateway, Perseroan menempatkan kepatuhan terhadap ketentuan
hukum, regulasi yang berlaku, serta perlindungan terhadap kepentingan dan
kepercayaan pengguna sebagai fondasi utama dalam menjalankan kegiatan
usaha. Oleh karena itu, prinsip-prinsip tersebut wajib diimplementasikan dan
tercermin secara konsisten dalam seluruh komunikasi dan aktivitas pemasaran
Perseroan guna memastikan pengelolaan risiko kepatuhan, risiko hukum, serta risiko
reputasi tetap berada dalam batas yang dapat diterima oleh Perseroan.
C. Tujuan Kampanye Perseroan
Untuk mendukung pencapaian sasaran bisnis Perseroan melalui pendekatan
komunikasi yang terencana dan terukur. Tujuan utama kampanye pemasaran
meliputi peningkatan kesadaran merek (brand awareness) sebagai penyedia
layanan pembayaran digital yang terpercaya, akuisisi Merchant baru sesuai
dengan segmen prioritas, edukasi pasar mengenai produk dan fitur layanan
Perseroan, serta penguatan hubungan jangka panjang dengan Merchant dan
mitra yang telah ada. Setiap kampanye dirancang dengan tujuan yang jelas dan
indikator keberhasilan yang terukur guna memastikan kontribusinya terhadap
pertumbuhan dan keberlanjutan bisnis Perusahaan.
3.3.3 Proses Distribusi
Proses Distribusi / penggunaan jasa atas layanan jasa Perseroan dengan proses sebagai
berikut :
Sumber : Manajemen Perseroan
• Konsumen/ pelanggan (Consumer) memutuskan untuk membeli suatu produk di
Merchant (bisa toko fisik atau toko online), kemudian melakukan pembayaran
dengan kartu kredit/kartu debit.
Halaman 34 FDI.JKT/0016/LAP/B/SK/VIII/2026
Page 35
• Perseroan sebagai Payment Gateway akan meneruskan informasi transaksi tersebut
ke prosesor pembayaran bank (Acquirer Bank).
• Prosesor pembayaran bank meneruskan informasi transaksi tersebut ke bank
penerbit kartu (Issuer) melalui asosiasi prinsipal kartu (Switch), misalnya Visa,
Mastercard, CUP, AMEX & GP.
• Tahap selanjutnya, bank penerbit kartu akan memproses permintaan informasi
transaksi ini dan mengirimkan balasan konfirmasi apakah transaksi tersebut berhasil
atau gagal ke prosesor pembayaran bank.
• Prosesor pembayaran bank akan mengirimkan konfirmasi apakah transaksi tersebut
berhasil atau gagal itu ke Merchant yang kemudian akan diteruskan ke
konsumen/pelanggan apakah transaksi tersebut berhasil atau gagal melalui
Perseroan.
Halaman 35 FDI.JKT/0016/LAP/B/SK/VIII/2026
Page 36
BAB IV
ANALISIS KELAYAKAN TEKNIS
4.1 Kapasitas
Dalam upaya memberikan pelayanan terbaik kepada pengguna, perusahaan secara
proaktif mengukur kapasitas produksi berdasarkan jumlah pengguna aktif yang
menggunakan aplikasi. Metode ini memungkinkan perusahaan untuk mengelola
sumber daya secara lebih efisien dan memastikan bahwa setiap pengguna
mendapatkan pengalaman yang optimal. Data pengguna diintegrasikan ke dalam
analisis beban kerja sistem, sehingga memungkinkan perusahaan memprediksi
kebutuhan kapasitas secara real-time.
Untuk menjaga kinerja aplikasi tetap stabil, kapasitas server secara dinamis disesuaikan
dengan jumlah pengguna yang terhubung. Dengan demikian, perusahaan dapat
menyeimbangkan antara efisiensi biaya dan performa layanan, tanpa mengurangi
kualitas pengalaman pelanggan.
4.2 Ketersediaan dan Kualitas Sumber Daya Manusia
Perkiraan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) di Indonesia selama tahun 2024–2029
menunjukkan tren peningkatan secara umum. Berdasarkan tingkat pendidikan, semakin
tinggi jenjang pendidikan, semakin besar tingkat partisipasinya, di mana lulusan
universitas memiliki TPAK tertinggi di atas 85%, sementara lulusan SMP berada di kisaran
57%–58%. Dari sisi provinsi, Jawa Timur diprediksi menjadi wilayah dengan TPAK tertinggi
mencapai 75,42% pada 2029, sedangkan Banten paling rendah meskipun tetap
mengalami kenaikan hingga 66,92%. Jika dilihat dari jenis kelamin, laki-laki memiliki TPAK
jauh lebih tinggi dibanding perempuan, dengan rata-rata di atas 84%, sementara
perempuan meningkat dari 55,02% menjadi 58,51% dalam lima tahun
Tabel 4.1 Perkiraan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja di Indonesia Menurut Tingkat
Pendidikan (%), Tahun 2024-2029
Source: Kementerian Ketenagakerjaan RI
Halaman 36 FDI.JKT/0016/LAP/B/SK/VIII/2026
Page 37
Tabel 4.2 Perkiraan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja di Indonesia Menurut Jenis
Kelamin (%), Tahun 2024-2029
Source: Kementerian Ketenagakerjaan RI
Tabel 4.3 Perkiraan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja di Indonesia Menurut Provinsi
(%), Tahun 2024-2029
Tahun
Provinsi
2024 2025 2026 2027 2028 2029
Banten 64,89 65,29 65,69 66,09 66,50 66,92
Jakarta 65,78 66,45 67,14 67,84 68,56 69,31
Jawa Barat 66,98 67,46 67,96 68,50 69,06 69,65
Jawa Tengah 72,14 72,45 72,79 73,17 73,58 74,02
Jawa Timur 73,08 73,50 73,94 74,40 74,90 75,42
Source: Kementerian Ketenagakerjaan RI
Dalam menjalankan penyesuaian dan penambahan kegiatan usaha, Perseroan tidak
melakukan penambahan tenaga kerja, tetapi menggunakan tenaga kerja yang
dimiliki, namun kemungkinan penambahan pegawai akan disesuaikan dengan
kebutuhan di masa depan.
Penyesuaian dan penambahan kegiatan usaha ini memerlukan dukungan sarana,
prasarana, peralatan, dan teknologi untuk menunjang kegiatan operasional Perseroan,
khususnya perangkat lunak, peralatan teknologi informasi, serta inventaris kantor.
Ketersediaan sarana, prasarana, peralatan, dan teknologi tersebut diperlukan untuk
mendukung kelancaran pelaksanaan kegiatan operasional Perseroan, termasuk dalam
menunjang proses penyelenggaraan layanan, pengelolaan kegiatan operasional, serta
pelaksanaan fungsi pendukung lainnya.
Halaman 37 FDI.JKT/0016/LAP/B/SK/VIII/2026
Page 38
4.3 Proses Produksi / Layanan Jasa
Proses layanan jasa Perseroan adalah sebagai berikut:
Source: Manajemen Perseroan
Dalam menjalankan penyesuaian dan penambahan kegiatan usaha, proses
layanan jasa Perseroan diawali dengan pengadaan perangkat dan teknologi dari
supplier sesuai dengan kebutuhan kegiatan usaha Perseroan, antara lain mesin POS
Android, Electronic Data Capture (EDC), dan perangkat berbasis Internet of Things
(IoT).
Perangkat yang diperoleh dari supplier selanjutnya digunakan dan diintegrasikan
dengan aplikasi, sistem, dan layanan yang dikembangkan dan/atau disediakan
oleh Perseroan. Produk dan layanan tersebut meliputi perangkat lunak pembayaran
(Soft POS), pengembangan software, layanan payment gateway, layanan
penunjang sistem pembayaran, penjualan EDC, penjualan SIM Card, penyewaan
EDC, layanan pemeliharaan perangkat, serta layanan cashAdvance.
Selanjutnya, produk dan layanan tersebut disediakan kepada merchant sebagai
pengguna produk dan layanan Perseroan sesuai dengan kebutuhan kegiatan
usahanya. Atas produk dan layanan yang disediakan, Perseroan memperoleh
pendapatan sesuai dengan masing-masing kegiatan usaha yang dijalankan.
Halaman 38 FDI.JKT/0016/LAP/B/SK/VIII/2026
Page 39
BAB V
ANALISIS KELAYAKAN POLA BISNIS
5.1 Keunggulan Kompetitif
Keunggulan kompetitif Perseroan dalam kegiatan usaha yang baru :
• Perseroan telah memperoleh izin dari Bank Indonesia sebagai Penyedia Jasa
Pembayaran (PJP) untuk kegiatan payment gateway, sehingga dapat mendukung
pelaksanaan kegiatan usaha Perseroan.
• Perseroan telah berdiri sejak tahun 2015 dan memiliki lebih dari 25.000 merchant
yang tersebar di wilayah Jakarta, Bandung, dan Bali, serta memiliki pengalaman
dalam menyediakan solusi pembayaran berbasis teknologi.
• Perseroan memiliki hubungan kerja sama dengan berbagai pihak dalam ekosistem
pembayaran, termasuk lembaga keuangan, perbankan, dan penyedia layanan
pembayaran digital, yang mendukung pelaksanaan kegiatan usaha Perseroan.
• Perseroan didukung oleh pengalaman dan kemampuan dalam mengembangkan
serta menyediakan produk dan layanan berbasis teknologi sesuai dengan
kebutuhan merchant.
• Perseroan mengutamakan pelayanan kepada merchant (service-oriented),
sehingga penyesuaian dan penambahan kegiatan usaha dapat mendukung
pemenuhan kebutuhan merchant secara lebih luas.
5.2 Kemampuan Pesaing Untuk Meniru Produk
Dalam rangka penyesuaian dan penambahan kegiatan usaha, kemampuan pesaing
untuk meniru produk dan layanan Perseroan relatif tinggi, mengingat kegiatan usaha
yang akan dijalankan, antara lain penyediaan jasa pembayaran, penunjang sistem
pembayaran, penerbitan perangkat lunak, pemrograman komputer, perdagangan
dan penyewaan perangkat, serta jasa reparasi dan pemeliharaan, dapat
dikembangkan oleh pelaku usaha lain yang memiliki dukungan teknologi, sumber daya,
dan perizinan yang sesuai. Perseroan memiliki diferensiasi melalui penyediaan solusi
terpadu berupa perangkat EDC dan software pendukung. Kepemilikan izin PJP 2
mendukung Perseroan dalam menyediakan solusi tersebut sesuai dengan ruang lingkup
perizinan yang dimiliki.
Di sisi lain, sebagian kompetitor menyediakan perangkat EDC tanpa software
pendukung, sehingga pengguna dapat memerlukan lebih dari satu partner/vendor
untuk memenuhi kebutuhan perangkat dan software. Perseroan juga didukung oleh
jaringan kemitraan hingga tingkat kabupaten yang dapat mendukung pemasaran dan
penyediaan layanan kepada pelanggan. Dengan adanya penyesuaian dan
penambahan kegiatan usaha, Perseroan dapat memperluas cakupan produk dan
layanan yang ditawarkan serta memenuhi kebutuhan pelanggan secara lebih
terintegrasi.
5.3 Kemampuan Untuk Menciptakan Nilai
Perseroan merupakan perusahaan payment gateway yang telah memperoleh izin dari
Bank Indonesia untuk menjalankan kegiatan usahanya serta berkomitmen untuk
Halaman 39 FDI.JKT/0016/LAP/B/SK/VIII/2026
Page 40
menyediakan layanan pembayaran yang andal, aman, dan mudah digunakan.
Komitmen tersebut tercermin dalam visi Perseroan untuk menjadi Perusahaan
Pembayaran Terkemuka di Indonesia, dengan misi menyediakan solusi terbaik di
bidangnya, teknologi yang relevan, layanan dan dukungan yang dapat diandalkan,
serta produk yang aman dan mudah digunakan. Dalam menjalankan kegiatan
usahanya, Perseroan juga menerapkan nilai-nilai perusahaan yang meliputi Focus on
Customer, Responsive, Open Minded, Nurturing, dan Teamwork sebagai landasan
dalam pengembangan kegiatan usaha dan pelayanan kepada pelanggan.
Kemampuan Perseroan dalam menciptakan nilai (value creation) didukung oleh
integrasi produk, layanan, dan teknologi dalam ekosistem pembayaran. Melalui
penyesuaian dan penambahan kegiatan usaha, Perseroan dapat memperluas
layanan yang meliputi penyediaan jasa pembayaran, penunjang sistem pembayaran,
penerbitan dan pengembangan perangkat lunak, perdagangan dan penyewaan
perangkat, serta reparasi dan pemeliharaan perangkat. Keterkaitan antar-kegiatan
tersebut memberikan nilai tambah melalui tersedianya solusi yang lebih terintegrasi bagi
pelanggan, mulai dari penyediaan perangkat dan sistem, layanan pembayaran,
hingga dukungan pemeliharaan.
Selain itu, pengembangan kegiatan usaha dapat mengoptimalkan pemanfaatan
sumber daya, infrastruktur, teknologi, dan ekosistem pelanggan yang telah dimiliki
Perseroan. Integrasi tersebut dapat memberikan kemudahan bagi pelanggan dalam
memenuhi kebutuhan pembayaran dan teknologi melalui layanan yang saling
menunjang, sekaligus memberikan peluang bagi Perseroan untuk memperluas cakupan
pasar dan mendiversifikasi sumber pendapatan. Dengan demikian, nilai tambah
Perseroan tercermin dari kemampuan untuk menyediakan layanan yang lebih
terintegrasi, meningkatkan pemanfaatan ekosistem usaha yang telah tersedia, serta
memperluas peluang pengembangan kegiatan usaha.
Halaman 40 FDI.JKT/0016/LAP/B/SK/VIII/2026
Page 41
BAB VI
ANALISIS KELAYAKAN MODEL MANAJEMEN
6.1 Ketersediaan Tenaga Kerja
Dalam menjalankan penambahan kegiatan usaha, perseroan tidak melakukan
penambahan tenaga kerja tetapi menggunakan tenaga kerja yang dimiliki, dan tidak
memerlukan tenaga ahli yang professional, namun kemungkinan penambahan
pegawai akan disesuaikan dengan kebutuhan di masa depan. Dengan Rincian tenaga
kerja saat ini :
6.2 Manajemen Kekayaan Intelektual (intellectual property)
Kekayaan intelektual yang dimiliki perseoran yaitu sertifikat merek atas logo, serta hak
cipta atas beberapa program komputer, antara lain: Cashlez POS, Cashlez Merchant
Portal, Cashlez Android Line Adapter (CARLA), Cashlez Payment System, Cashlez Link,
Cashlez MPOS, dan Cashlez Payment Orchestrator.
6.3 Manajemen Risiko
Dalam menjalankan kegiatan usahanya, Perseroan tidak terlepas dari potensi risiko
yang bisa terjadi, sehingga Perseroan perlu melakukan manajemen risiko dengan
melakukan mitigasi risiko sebagai berikut:
6.3.1 Ketidaksesuaian KBLI pada Dokumen Legal, Sistem, adan Pelaporan Regulator
Risiko ketidaksesuaian KBLI dapat timbul apabila pembaruan KBLI tidak diikuti dengan
penyesuaian pada dokumen legal, perizinan, sistem, dan pelaporan kepada regulator.
Untuk memitigasi risiko tersebut, Perseroan melakukan pembaruan KBLI secara
menyeluruh pada dokumen dan sistem yang terdampak serta menyusun rencana
implementasi dan penetapan penanggung jawab (PIC).
Halaman 41 FDI.JKT/0016/LAP/B/SK/VIII/2026
Page 42
6.3.2 Kesalahan Klasifikasi Aktivitas Usaha
Risiko kesalahan klasifikasi aktivitas usaha dapat terjadi apabila KBLI yang digunakan
tidak sesuai dengan kegiatan usaha yang dijalankan. Untuk memitigasi risiko tersebut,
Perseroan melakukan penelaahan terhadap kesesuaian KBLI melalui koordinasi antara
fungsi Business, Legal, dan Compliance sebelum dilakukan penetapan.
6.3.3 Inkonsistensi Data Antar Sistem
Risiko inkonsistensi data dapat terjadi apabila pembaruan KBLI tidak diterapkan secara
seragam pada seluruh sistem. Untuk memitigasi risiko tersebut, Perseroan melakukan
sinkronisasi master data, validasi, dan pengujian atas perubahan yang dilakukan
sebelum implementasi.
6.3.4 Ketidaksesuaian Proses Onboarding dan Klasifikasi Merchant
Risiko ketidaksesuaian proses onboarding dan klasifikasi merchant dapat terjadi apabila
klasifikasi merchant tidak mencerminkan kegiatan usaha yang sebenarnya. Untuk
memitigasi risiko tersebut, Perseroan melakukan verifikasi terhadap profil usaha dan
dokumen pendukung serta memastikan proses onboarding mengacu pada aktivitas
usaha aktual.
6.3.5 Risiko Kepatuhan Akibat Penambahan KBLI Baru
Risiko kepatuhan dapat timbul apabila penambahan KBLI belum diikuti dengan
penyesuaian terhadap perizinan, kebijakan, dan prosedur yang berlaku. Untuk
memitigasi risiko tersebut, Perseroan melakukan penyesuaian izin usaha, SOP, serta
melakukan sosialisasi dan evaluasi terhadap dampak perubahan KBLI sebelum
implementasi.
6.3.6 Risiko Human Error dalam Pembaruan KBLI
Kegiatan usaha Perseroan sangat bergantung pada mitra mitra yang bekerjasama.
Perseroan selalu berupaya untuk melakukan kunjungan berkala ke setiap mitra mitra
Perseroan sehubungan dengan edukasi dan juga untuk mendapatkan feedback terkait
dengan produk produk Perseroan. Kegagalan Perseroan dalam melakukan kunjunga
berkala ke mitra mitra dapat menyebabkan menurunnya Tingkat kepercayaan mitra
kepada pihak Perseroan, sehingga mitra dapat menghentikan kerjasama dengan
group yang dapat mempengaruhi kinerja pendapatan Perseroan.
6.3.7 Kurangnya Sosialisasi atas Perubahan KBLI
Risiko human error dapat terjadi dalam proses pembaruan dan pengelolaan data KBLI.
Untuk memitigasi risiko tersebut, Perseroan menerapkan mekanisme maker-checker
serta proses review dan cross-check sebelum data digunakan atau diimplementasikan.
Halaman 42 FDI.JKT/0016/LAP/B/SK/VIII/2026
Page 43
6.4 Kapasitas Dan Kemampuan Manajemen
Untuk menjalankan setiap bidang usaha yang digeluti perseroan, para pengurus
perusahaan telah menunjuk beberapa orang profesional yang memiliki kompetensi dan
berpengalaman sesuai bidangnya (key person):
1. Surya Aseanto Putra, Presiden Komisaris
Warga Negara Indonesia yang berdomisili di Jakarta dengan latar belakang
Pendidikan program Akselerasi Pemimpin, Universitas Globis, Jepang dan Sarjana
Bisnis, American University of Paris, Prancis, Beliau memiliki Riwayat karir yaitu :
• Presiden Komisaris PT Cashlez Worldwide Indonesia Tbk
• Komisaris Utama PT Gambino Artisan Prima
• Direktur Utama PT Kuda Pacu Indonesia
• Direktur Utama PT Falvo Rasa Prima
• Direktur PT Transwepp International
2. Niniek S Rahardja, Komisaris Independen
Warga Negara Indonesia dengan latar belakang Pendidikan Bachelor of Business
Administration – BBA, Marketing/International Business University of Ottawa, Beliau
memiliki Riwayat karir yaitu:
• Komisaris Independen PT Cashlez Worldwide Indonesia Tbk
• CEO PT Mitra Transaksi Indonesia (YOKKE)
• Division Head of Transaction Banking and Partnership Development Solution PT
Bank Central Asia Tbk (BCA)
• Kepala Subdivisi Acquiring Business and Branches PT Bank Central Asia Tbk (BCA)
3. Willy Chandry, Presiden Direktur
Warga Negara Indonesia yang berdomisili di Jakarta dengan latar belakang
Pendidikan S1 Teknik Industri Universitas Bina Nusantara, beliau memiliki Riwayat karir
yaitu:
• Presiden Direktur PT Cashlez Worldwide Indonesia Tbk
• Chief Marketing Officer PT Mitra Transaksi Indonesia
• Digital Banking Business & Ecosystem Dept Head PT Bank KB Bukopin Tbk
• VP Head of Digibank Acquisition PT Bank DBS Indonesia
• VP Head Acquiring & Commercial Card PT Maybank Indonesia Tbk
• VP Sales Direktur PT Aksi Visitama
• Business Development Leader Merchant Sales & Solutions PT Visa Worldwide
Indonesia
• AVP National Acquairing Head PT Bank Maybank Indonesia Tbk
4. Oktavianus, Direktur
Warga Negara Indonesai yang berdomisili di Jakarta dengan latar belakang
Magister Manajemen Bisnis dari Institut Teknologi Bandung dan Sarjana Ilmu
Komputer dari Universitas Bina Nusantara, beliau memiliki Riwayat karir yaitu:
Halaman 43 FDI.JKT/0016/LAP/B/SK/VIII/2026
Page 44
• Direktur PT Cashlez Worldwide Indonesia Tbk
• Group Head of IT Strategy & Architecture PT Mitra Transaksi Indonesia (Yokke)
• Head of Enterprise Payment PT Midtrans (GoTo Financial)
Dengan struktur perusahaan sebagai berikut :
Sumber : Manajemen Perseroan
6.5 Kesesuaian Struktur Organisasi Dan Manajemen
Sistem organisasi dan Manajemen yang baik sangat diperlukan untuk mendukung
terciptanya suatu perusahaan yang sistematis dalam pengendalian internal sehingga
dapat membentuk perusahaan yang mapan dan untuk mencapai tujuannya. Struktur
organisasi dan Manajemen yang baik sangat erat hubungannya dengan koordinasi
kerja yang terpadu dan terarah.
Pelaksanaan kegiatan usaha Perseroan yang mengalami penyesuaian dan
penambahan berada pada departemen Business dibawah tanggung jawab Head of
Business.
Halaman 44 FDI.JKT/0016/LAP/B/SK/VIII/2026
Page 45
BAB VII
ANALISIS KELAYAKAN KEUANGAN
7.1 Proyeksi Keuangan Perseroan Sebelum Penambahan Kegiatan Usaha
Proyeksi keuangan Perseroan sebelum penambahan kegiatan usaha mengacu pada
proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen Perseroan sebagai berikut:
Tabel 7.1 Proyeksi Keuangan Perseroan Sebelum Penambahan Kegiatan Usaha
(dalam Jutaan Rupiah)
Des Des Des Des Des
Posisi Keuangan
2026 2027 2028 2029 2030
Aset Lancar 158.675 158.589 169.958 188.665 218.578
Aset Tidak Lancar 81.397 78.183 75.222 72.795 71.466
Total Aset 240.072 236.772 245.180 261.461 290.044
Liabilitas Jangka Pendek 31.469 41.229 59.728 80.164 102.764
Liabilitas Jangka Panjang 26.106 26.106 26.106 26.106 26.106
Total Liabilitas 57.575 67.335 85.834 106.271 128.870
Total Ekuitas 182.497 169.437 159.346 155.190 161.174
Juli - Des Des Des Des Des
Laba Rugi
2026 2027 2028 2029 2030
Pendapatan 118.863 236.675 323.353 442.018 604.506
Beban Pokok Pendapatan (99.755) (199.175) (272.508) (372.924) (510.434)
Laba Kotor 19.108 37.501 50.845 69.094 94.072
Laba / Rugi Sebelum Pajak (9.879) (13.060) (10.092) (4.156) 5.984
Laba / Rugi Bersih (9.879) (13.060) (10.092) (4.156) 5.984
Juli - Des Des Des Des Des
Arus Kas
2026 2027 2028 2029 2030
Arus Kas dari Aktivitas Operasi 9.565 227 11.675 19.010 30.215
Arus Kas dari Aktivitas Investasi - - - - -
Arus Kas dari Aktivitas
120.834 - - - -
Pendanaan
Kenaikan / Penurunan Kas 130.399 227 11.675 19.010 30.215
Saldo Awal 16.503 146.903 147.130 158.805 177.815
Saldo Akhir 146.903 147.130 158.805 177.815 208.030
Sumber : Manajemen Perseroan
Total aset Perseroan diproyeksikan sebesar Rp240.072 juta pada tahun 2026 dan
meningkat hingga mencapai Rp290.044 juta pada tahun 2030. Sementara itu, total
liabilitas Perseroan diproyeksikan meningkat dari Rp57.575 juta pada tahun 2026
menjadi Rp128.870 juta pada tahun 2030. Sejalan dengan perkembangan tersebut,
ekuitas Perseroan diproyeksikan sebesar Rp182.497 juta pada tahun 2026 dan menjadi
Rp161.174 juta pada tahun 2030.
Sementara itu, berdasarkan proyeksi keuangan Perseroan, pendapatan
diproyeksikan meningkat dari Rp118.863 juta pada Juli – Desember 2026 menjadi
Rp604.506 juta pada tahun 2030. Sejalan dengan perkembangan pendapatan
tersebut, laba kotor diproyeksikan meningkat dari Rp19.108 juta pada Juli – Desember
2026 menjadi Rp94.072 juta pada tahun 2030. Adapun dari sisi laba bersih, Perseroan
diproyeksikan masih mencatatkan rugi bersih sebesar Rp9.879 juta pada Juli –
Desember 2026. Rugi bersih tersebut diproyeksikan berkurang secara bertahap
Halaman 45 FDI.JKT/0016/LAP/B/SK/VIII/2026
Page 46
menjadi Rp4.156 juta pada tahun 2029. Kemudian pada tahun 2030 Perseroan
diproyeksikan membukukan laba bersih sebesar Rp5.984 juta.
Arus kas operasional Perseroan tercatat negatif sebesar Rp9.565 juta pada Juli –
Desember 2026 dan menjadi positif sebesar Rp30.215 juta pada tahun 2030.
Sementara itu, tidak terdapat arus kas dari aktivitas investasi pada Juli – Desember
2026 dan tahun-tahun berikutnya. Arus kas dari aktivitas pendanaan tercatat positif
sebesar Rp130.399 juta pada Juli – Desember 2026 dan tidak terdapat tambahan arus
kas pendanaan pada tahun-tahun berikutnya.
Secara keseluruhan, sebelum penyesuaian dan penambahan kegiatan usaha,
kondisi keuangan Perseroan menunjukkan peningkatan pendapatan dan laba kotor,
perbaikan kinerja laba bersih hingga mulai membukukan laba pada tahun 2030, serta
perbaikan arus kas operasional dari negatif menjadi positif selama periode proyeksi .
7.2 Biaya Pendirian (Start Up Cost)
Dalam rangka pelaksanaan penyesuaian dan penambahan kegiatan usaha, Perseroan
membutuhkan biaya investasi sebesar Rp34.518.304.021,- dengan rincian sebagai
berikut:
Deskripsi Unit Investasi
Perangkat Lunak Rp 15.069.360.000
Peralatan Teknologi Informasi Rp 6.654.100.000
Renovasi bangunan sewa Rp 8.996.844.021
Inventrasi Kantor Rp 3.798.000.000
Total Investasi Rp 34.518.304.021
Sumber : Manajemen Perseroan
7.3 Modal Kerja
Proyeksi modal kerja atas rencana perubahan kegiatan usaha selama masa proyeksi
adalah sebagai berikut:
Tabel 7.2 Modal Kerja
Uraian Satuan Juli – Des 2026 2027 2028 2029
Piutang Usaha Rp. 19.564.754.543 19.749.800.651 26.902.214.762 36.686.546.281
Persediaan Rp. 2.182.252.427 2.204.240.111 3.009.981.040 4.112.722.508
Utang Usaha Rp. 35.461.601.937 35.818.901.806 48.912.191.900 66.831.740.748
Uraian Satuan 2030 2031 2032 2033
Piutang Usaha Rp. 50.075.872.228 51.362.509.775 52.684.314.257 54.042.450.526
Persediaan Rp. 5.622.213.058 5.765.757.240 5.913.121.478 6.064.422.651
Utang Usaha Rp. 91.360.962.195 93.693.555.145 96.088.224.011 98.546.868.072
Selama periode proyeksi, modal kerja menunjukkan tren peningkatan, yang
mencerminkan perubahan posisi aset lancar dan liabilitas jangka pendek dalam
mendukung kegiatan operasional Perseroan.
Halaman 46 FDI.JKT/0016/LAP/B/SK/VIII/2026
Page 47
7.4 Sumber Pembiayaan
Berdasarkan keterangan Manajemen Perseroan, biaya investasi untuk pelaksanaan
rencana penyesuaian dan penambahan kegiatan usaha akan dibiayai melalui dana
yang diperoleh dari pelaksanaan Right Issue.
7.5 Biaya Operasional
Biaya operasional atas rencana penyesuaian dan penambahan kegiatan usaha terdiri
dari beban pokok penjualan dan biaya/beban lain. Proyeksi biaya operasional atas
rencana penyesuaian dan penambahan kegiatan usaha untuk periode Juli 2026
hingga Desember 2033 adalah sebagai berikut:
Tabel 7.3 Biaya Operasional
Uraian Satuan Juli – Des 2026 2027 2028 2029
Beban Pokok
Rp. 100.383.611.638 201.136.910.141 274.660.769.902 375.285.928.817
Pendapatan
Biaya/Beban Lain Rp. 28.760.982.479 58.430.252.064 66.605.503.424 77.193.080.953
Uraian Satuan 2030 2031 2032 2033
Beban Pokok
Rp. 513.026.941.555 526.125.348.124 539.572.334.831 553.378.566.868
Pendapatan
Biaya/Beban Lain Rp. 91.002.375.369 91.892.268.608 93.079.858.825 95.349.731.102
Harga pokok pendapatan diproyeksikan meningkat dari Rp100.383.611.638 pada
periode Juli–Desember 2026 menjadi Rp533.378.956.358 pada tahun 2030, sejalan
dengan proyeksi pendapatan Perseroan. Sementara itu, biaya/beban lain
diproyeksikan meningkat dari Rp28.760.982.479 menjadi Rp95.349.731.102.
7.6 Asumsi Proyeksi Laporan Keuangan
Proyeksi keuangan yang digunakan dalam Studi Kelayakan didasarkan asumsi pada
proyeksi keuangan yang disusun oleh manajemen Perseroan. Atas asumsi yang dibuat
oleh manajemen Perseroan, konsultan melakukan penyesuaian diantaranya sebagai
berikut:
Asumsi Umum, meliputi:
• Jumlah hari dalam satu tahun adalah 365 hari, sedangkan untuk periode Juli–
Desember 2026 diperhitungkan sebanyak 184 hari.
• Asumsi GDP mengacu pada proyeksi IMF.
• Asumsi inflasi mengacu pada proyeksi IMF.
• Tarif pajak badan mengacu pada ketentuan perpajakan yang berlaku.
Tabel 7.4 Asumsi Umum
Uraian Satuan Juli – Des 2026 2027 2028 2029
ASUMSI UMUM
Jumlah hari hari 184 365 365 365
GDP % 4,95% 5,07% 5,17% 5,19%
Inflasi % 2,99% 2,58% 2,52% 2,52%
Pajak Badan % 22,00% 22,00% 22,00% 22,00%
Halaman 47 FDI.JKT/0016/LAP/B/SK/VIII/2026
Page 48
Uraian Satuan 2030 2031 2032 2033
ASUMSI UMUM
Jumlah hari hari 365 365 365 365
GDP % 5,22% 5,23% 5,23% 5,22%
Inflasi % 2,52% 2,52% 2,52% 2,52%
Pajak Badan % 22,00% 22,00% 22,00% 22,00%
Asumsi Pendapatan
Asumsi pendapatan untuk masing-masing kegiatan usaha disusun berdasarkan business
plan yang disiapkan oleh Manajemen Perseroan, dengan rincian sebagai berikut:
1. KBLI 58290 – Sofware Pembayaran (SoftPos)
Nilai transaksi layanan Software Pembayaran (SoftPOS) diproyeksikan sebesar
Rp900.000.000 per tahun selama periode proyeksi, dengan tarif layanan sebesar
1,41%.
2. KBLI 62199 – Pengembangan Software
Nilai transaksi layanan Pengembangan Software diproyeksikan sebesar
Rp81.006.016 pada periode Juli–Desember 2026 dan mengalami pertumbuhan
sebesar 1% per tahun selama periode proyeksi.
3. KBLI 66141 – Layanan Payment Gateway (Cashlez)
Nilai transaksi pembayaran terdiri dari Card, QRIS, Virtual Account (VA), Buy Now Pay
Later (BNPL), Prepaid, dan Online. Tarif layanan diproyeksikan sebesar 1,41% untuk
Card, 0,66% untuk QRIS, Rp3.500 per transaksi untuk Virtual Account (VA), 1,25% untuk
Buy Now Pay Later (BNPL), 0,50% untuk Prepaid, dan 1,62% untuk Online selama
periode proyeksi.
4. KBLI 66143 – Jasa Layanan Lainnya (Cash Move)
Nilai transaksi layanan Pengembangan Software diproyeksikan sebesar
Rp81.006.016/bulan pada periode Juli–Desember 2026 dan mengalami
pertumbuhan sebesar 1% per tahun selama periode proyeksi.
5. KBLI 46591 – Penjualan EDC
Jumlah perangkat EDC yang dijual diproyeksikan sebanyak 60 unit pada periode
Juli–Desember 2026 dan 10 unit per tahun pada periode 2027–2033, dengan harga
jual sebesar Rp2.750.000 per unit.
6. KBLI 46523 – Penjualan SIM Card
Jumlah SIM Card yang dijual diproyeksikan sebanyak 13.247 unit pada periode Juli–
Desember 2026 dan meningkat menjadi 16.489 unit pada tahun 2033, dengan harga
jual sebesar Rp12.000 per unit.
7. KBLI 77394 – Sewa EDC
Jumlah perangkat EDC yang disewakan diproyeksikan sebanyak 4.642 unit pada
periode Juli–Desember 2026 dan meningkat menjadi 26.918 unit pada tahun 2033,
dengan tarif sewa sebesar Rp225.000 per unit.
Halaman 48 FDI.JKT/0016/LAP/B/SK/VIII/2026
Page 49
8. KBLI 95101 – Layanan Pemeliharaan Perangkat
pengguna layanan pemeliharaan perangkat diproyeksikan sebanyak 13.247
pengguna pada periode Juli–Desember 2026 dan meningkat menjadi 16.489
pengguna pada tahun 2033, dengan tarif layanan sebesar Rp6.000 per pengguna.
9. KBLI 66199 – Layanan Pembiayaan Merchant
Nilai pembiayaan merchant diproyeksikan sebesar Rp768.000.000 pada periode
Juli–Desember 2026 dan Rp1.540.200.000 per tahun pada periode 2027–2033,
dengan komisi sebesar 1,25% selama periode proyeksi.
Tabel 7.5 Asumsi Pendapatan
Proyeksi
Uraian Satuan
Juli – Des 2026 2027 2028 2029
ASUMSI PENDAPATAN
KBLI 58290 - Software Pembayaran
(SoftPos)
Nilai Transaksi Layanan SoftPOS Rp/ Tahun 900.000.000 900.000.000 900.000.000 900.000.000
Tarif % 1,41% 1,41% 1,41% 1,41%
KBLI 62199 - Pengembangan
Software
Nilai Transaksi Rp/Bulan 81.006.016 81.816.076 82.634.237 83.460.579
Growth % 0,00% 1,00% 1,00% 1,00%
KBLI 66141 - Layanan Payment
Gateway
Total Nilai Transaksi Pembayaran
(TPV)
Card Rp 8.066.422.203.261 16.882.577.952.463 22.222.686.901.237 30.445.081.054.695
QRIS Rp 653.215.647.213 1.400.750.594.904 1.392.725.510.585 1.846.682.884.682
VA Transaksi 709 1.798 1.285 1.331
BNPL Rp 454.962.643 2.624.406.808 2.360.335.445 2.360.335.445
Prepaid Rp 86.876.762 172.512.960 5.428.953.072 14.115.277.987
Online Rp 18.124.278.672 44.708.521.411 29.604.955.851 29.604.955.851
Biaya Transaksi
Card % 1,41% 1,41% 1,41% 1,41%
QRIS % 0,66% 0,66% 0,66% 0,66%
VA Rp 3.500 3.500 3.500 3.500
BNPL % 1,25% 1,25% 1,25% 1,25%
Prepaid % 0,50% 0,50% 0,50% 0,50%
Online % 1,62% 1,62% 1,62% 1,62%
KBLI 66143 - Jasa Layanan Lainnya
(Cash Move)
Transaksi /
Jumlah Transaksi 3.610 9.673 9.770 9.867
tahun
Rp/
Tarif 1.200 1.200 1.200 1.200
Transaksi
KBLI 46591 - EDC Sell (Sold Device)
Jumlah Terjual Unit 60 10 10 10
Harga Jual Rp/ Unit 2.750.000 2.750.000 2.750.000 2.750.000
KBLI 46523 - SIM card
Jumlah Terjual Unit 13.247 15.533 15.688 15.845
Halaman 49 FDI.JKT/0016/LAP/B/SK/VIII/2026
Page 50
Proyeksi
Uraian Satuan
Juli – Des 2026 2027 2028 2029
Harga Jual Rp/ Unit 12.000 12.000 12.000 12.000
KBLI 77394 (New) - EDC Rent
Jumlah Tersewa Unit 4.642 7.597 8.357 9.193
Tarif Rp/ Unit 225.000 225.000 225.000 225.000
KBLI 95101 (New) - Pemeliharaan
Perangkat
Pengguna layanan User 13.247 15.533 15.688 15.845
Tarif Rp/ User 6.000 6.000 6.000 6.000
KBLI 66199 (New) - Pembiayaan
Merchant (Cash Advance)
Rp /
Nilai Pembiayaan 768.000.000 1.540.200.000 1.540.200.000 1.540.200.000
periode
Komisi % 1,25% 1,25% 1,25% 1,25%
Proyeksi
Uraian Satuan
2030 2031 2032 2033
ASUMSI PENDAPATAN
KBLI 58290 - Software Pembayaran
(SoftPos)
Nilai Transaksi Layanan SoftPOS Rp/ Tahun 900.000.000 900.000.000 900.000.000 900.000.000
Tarif % 1,41% 1,41% 1,41% 1,41%
KBLI 62199 - Pengembangan
Software
Nilai Transaksi Rp/Bulan
84.295.185 85.138.137 85.989.518 86.849.413
Growth % 1,00% 1,00% 1,00% 1,00%
KBLI 66141 - Layanan Payment
Gateway
Total Nilai Transaksi Pembayaran
(TPV)
Card Rp
41.709.761.044.933 42.759.595.730.433 43.835.854.754.968 44.939.203.219.151
QRIS Rp
2.448.607.173.962 2.510.238.616.531 2.573.421.322.509 2.638.194.337.196
VA Transaksi
1.380 1.414 1.450 1.486
BNPL Rp
2.360.335.445 2.419.745.089 2.480.650.073 2.543.088.035
Prepaid Rp
36.699.722.767 37.623.454.789 38.570.437.146 39.541.255.049
Online Rp
29.604.955.851 30.350.112.590 31.114.024.924 31.897.164.931
Biaya Transaksi
Card % 1,41% 1,41% 1,41% 1,41%
QRIS % 0,66% 0,66% 0,66% 0,66%
VA Rp 3.500 3.500 3.500 3.500
BNPL % 1,25% 1,25% 1,25% 1,25%
Prepaid % 0,50% 0,50% 0,50% 0,50%
Online % 1,62% 1,62% 1,62% 1,62%
KBLI 66143 - Jasa Layanan Lainnya
(Cash Move)
Transaksi /
Jumlah Transaksi
tahun 9.966 10.066 10.166 10.268
Rp/
Tarif 1.200 1.200 1.200 1.200
Transaksi
Halaman 50 FDI.JKT/0016/LAP/B/SK/VIII/2026
Page 51
Proyeksi
Uraian Satuan
2030 2031 2032 2033
KBLI 46591 - EDC Sell (Sold Device)
Jumlah Terjual Unit 60 10 10 10
Harga Jual Rp/ Unit 2.750.000 2.750.000 2.750.000 2.750.000
KBLI 46523 - SIM card
Jumlah Terjual Unit
16.004 16.164 16.325 16.489
Harga Jual Rp/ Unit 12.000 12.000 12.000 12.000
KBLI 77394 (New) - EDC Rent
Jumlah Tersewa Unit
20.224 22.246 24.471 26.918
Tarif Rp/ Unit 225.000 225.000 225.000 225.000
KBLI 95101 (New) - Pemeliharaan
Perangkat
Pengguna layanan User
16.004 16.164 16.325 16.489
Tarif Rp/ User 6.000 6.000 6.000 6.000
KBLI 66199 (New) - Pembiayaan
Merchant (Cash Advance)
Rp /
Nilai Pembiayaan
periode 1.540.200.000 1.540.200.000 1.540.200.000 1.540.200.000
Komisi % 1,25% 1,25% 1,25% 1,25%
Asumsi Asumsi Biaya
• Berdasarkan business plan Manajemen Perseroan, biaya Software Pembayaran
(SoftPOS) sebesar 1,20% dari pendapatan selama masa proyeksi.
• Berdasarkan business plan Manajemen Perseroan, biaya Pengembangan Software
sebesar 0,10% dari pendapatan selama masa proyeksi.
• Berdasarkan business plan Manajemen Perseroan, biaya Payment Gateway terdiri
dari biaya Card sebesar 1,20%, QRIS sebesar 0,38%, Virtual Account (VA) sebesar
Rp2.500 per transaksi, Buy Now Pay Later (BNPL) sebesar 1,06%, Prepaid sebesar
0,17%, dan Online sebesar 1,17% selama masa proyeksi.
• Berdasarkan business plan Manajemen Perseroan, biaya Jasa Layanan Lainnya
(Cash Move) sebesar Rp100 per transaksi selama masa proyeksi.
• Berdasarkan business plan Manajemen Perseroan, biaya EDC Sell sebesar
Rp2.500.000 per unit selama masa proyeksi.
• Berdasarkan business plan Manajemen Perseroan, biaya SIM Card sebesar Rp6.500
per unit selama masa proyeksi.
• Berdasarkan business plan Manajemen Perseroan, biaya EDC Rent sebesar
Rp125.000 per unit selama masa proyeksi.
• Berdasarkan business plan Manajemen Perseroan, biaya Layanan Pemeliharaan
Perangkat sebesar Rp3.000 per pengguna selama masa proyeksi.
• Berdasarkan business plan Manajemen Perseroan, biaya Layanan Pembiayaan
Merchant (Cash Advance) sebesar 1,06% dari pendapatan selama masa proyeksi.
Halaman 51 FDI.JKT/0016/LAP/B/SK/VIII/2026
Page 52
Tabel 7.6 Asumsi-Asumsi Biaya
Proyeksi
Uraian Satuan
Juli - Des 2026 2027 2028 2029
ASUMSI BIAYA POKOK
Cost Software Pembayaran (SoftPost) % Revenue 1,20% 1,20% 1,20% 1,20%
Cost Pengembangan Software % Revenue 0,10% 0,10% 0,10% 0,10%
Cost Payment Gateway
Card % Revenue 1,20% 1,20% 1,20% 1,20%
QRIS % Revenue 0,38% 0,38% 0,38% 0,38%
VA % Revenue 2.500 2.500 2.500 2.500
BNPL % Revenue 1,06% 1,06% 1,06% 1,06%
Prepaid % Revenue 0,17% 0,17% 0,17% 0,17%
Online % Revenue 1,17% 1,17% 1,17% 1,17%
Jasa Layanan Lainnya (Cash Move) Rp 100 100 100 100
Cost EDC Sell Rp 2.500.000 2.500.000 2.500.000 2.500.000
Cost SIM Card Rp 6.500 6.500 6.500 6.500
Cost EDC Rent Rp 125.000 125.000 125.000 125.000
Cost Layanan Pemeliharaan Perangkat Rp 3.000 3.000 3.000 3.000
Cost Layanan Pembiayaan Merchant (Cash
% Revenue 1,06% 1,06% 1,06% 1,06%
Advance)
ASUMSI BIAYA/BEBAN LAIN
Biaya Umum dan Administrasi (Exc Depreasiasi)
23.930.876.393 50.484.902.397 59.857.564.658 71.262.902.407
Biaya Penjualan
120.950.691 248.137.599 254.383.222 260.786.048
Depresiasi dan Amortisasi
4.709.155.395 7.697.212.068 6.493.555.544 5.669.392.498
Proyeksi
Uraian Satuan
2030 2031 2032 2033
ASUMSI BIAYA POKOK
Cost Software Pembayaran (SoftPost) % Revenue 1,20% 1,20% 1,20% 1,20%
Cost Pengembangan Software % Revenue 0,10% 0,10% 0,10% 0,10%
Cost Payment Gateway
Card % Revenue 1,20% 1,20% 1,20% 1,20%
QRIS % Revenue 0,38% 0,38% 0,38% 0,38%
VA % Revenue 2.500 2.500 2.500 2.500
BNPL % Revenue 1,06% 1,06% 1,06% 1,06%
Prepaid % Revenue 0,17% 0,17% 0,17% 0,17%
Online % Revenue 1,17% 1,17% 1,17% 1,17%
Jasa Layanan Lainnya (Cash Move) Rp 100 100 100 100
Cost EDC Sell Rp 2.500.000 2.500.000 2.500.000 2.500.000
Cost SIM Card Rp 6.500 6.500 6.500 6.500
Cost EDC Rent Rp 125.000 125.000 125.000 125.000
Cost Layanan Pemeliharaan Perangkat Rp 3.000 3.000 3.000 3.000
Cost Layanan Pembiayaan Merchant (Cash
% Revenue 1,06% 1,06% 1,06% 1,06%
Advance)
ASUMSI BIAYA/BEBAN LAIN
Biaya Umum dan Administrasi (Exc Depreasiasi)
85.540.382.838 87.693.434.274 89.900.678.015 92.163.478.081
Biaya Penjualan
267.350.033 274.079.233 280.977.807 288.050.019
Depresiasi dan Amortisasi
5.194.642.498 3.924.755.100 2.898.203.003 2.898.203.003
Halaman 52 FDI.JKT/0016/LAP/B/SK/VIII/2026
Page 53
Asumsi Working Capital
Asumsi yang digunakan dalam perhitungan days working capital turnover sebagai
berikut:
• Perputaran piutang 30 hari selama masa proyeksi
• Perputaran persediaan 4 hari selama masa proyeksi
• Perputaran utang usaha sebesar 65 hari selama masa proyeksi
Tabel 7.7 Asumsi Working Capital
Uraian Satuan Juli – Des 2026 2027 2028 2029
Piutang Usaha Hari 30 30 30 30
Persediaan Hari 4 4 4 4
Utang Usaha Hari 65 65 65 65
Uraian Satuan Juli – Des 2026 2027 2028 2029
Piutang Usaha Hari 30 30 30 30
Persediaan Hari 4 4 4 4
Utang Usaha Hari 65 65 65 65
Asumsi Utang lain-lain
Berdasarkan business plan yang disusun oleh Manajemen Perseroan, utang lain-lain
jangka pendek merupakan kewajiban atas bunga dan denda, sedangkan utang lain-
lain jangka panjang merupakan pokok utang.
Tabel 7.8 Asumsi Utang lain-lain
Proyeksi
Uraian Satuan
Juli – Des 2026 2027 2028 2029
ASUMSI UTANG LAIN LAIN
Utang lain-lain (Short Term)
Saldo Awal
23.398.865.771
Penambahan
Pembayaran
(23.398.865.771)
Saldo Akhir -
Utang lain-lain (Long Term)
Saldo Awal Rp 116.375.000.000
Penambahan Rp -
Pembayaran Rp (116.375.000.000)
Saldo akhir Rp -
Bunga Rp 2.514.958.188
Proyeksi
Uraian Satuan
2030 2031 2032 2033
ASUMSI UTANG LAIN LAIN
Utang lain-lain (Short Term)
Saldo Awal
Penambahan
Pembayaran
Saldo Akhir
Halaman 53 FDI.JKT/0016/LAP/B/SK/VIII/2026
Page 54
Proyeksi
Uraian Satuan
2030 2031 2032 2033
Utang lain-lain (Long Term)
Saldo Awal Rp
Penambahan Rp
Pembayaran Rp
Saldo akhir Rp
Bunga Rp
Asumsi Aset Lainnya
Aset Lainnya merupakan aset terkait jaminan asuransi karyawan yang diklasifikasikan
sebagai aset lancar dan aset tidak lancar. Proyeksi aset lainnya dilakukan dengan
menggunakan rata-rata historis porsi Asuransi Karyawan terhadap Beban Umum dan
Administrasi.
Proyeksi
Uraian Satuan
Juli - Des 2026 2027 2028 2029
ASET LANCAR LAINNYA
Aset lainnya lancar Rp 310.960.968 656.007.489 777.797.100 925.999.565
Aset tidak lancar lainnya Rp 131.357.781 277.114.161 328.561.174 391.165.645
Proyeksi
Uraian Satuan
2030 2031 2032 2033
ASET LANCAR LAINNYA
Aset lainnya lancar Rp 1.111.523.031 1.139.500.066 1.168.181.283 1.197.584.406
Aset tidak lancar lainnya Rp 469.535.451 481.353.658 493.469.330 505.889.953
Asumsi Uang Muka
Uang Muka merupakan pembayaran di muka yang terkait dengan Persediaan
Proyeksi
Uraian Satuan
Juli - Des 2026 2027 2028 2029
UANG MUKA
Saldo awal Rp 29.430.000 47.644.778 66.043.081 91.166.726
Penambahan Rp 18.214.778 18.398.304 25.123.645 34.327.984
Saldo Akhir Rp 47.644.778 66.043.081 91.166.726 125.494.710
Proyeksi
Uraian Satuan
Juli - Des 2026 2027 2028 2029
UANG MUKA
Saldo awal Rp 125.494.710 172.422.077 220.547.575 269.903.090
Penambahan Rp 46.927.367 48.125.498 49.355.515 50.618.392
Saldo Akhir Rp 172.422.077 220.547.575 269.903.090 320.521.482
Halaman 54 FDI.JKT/0016/LAP/B/SK/VIII/2026
Page 55
7.6.1 Proyeksi Laba Rugi
Proyeksi laba rugi atas rencana penyesuaian dan penambahan kegiatan usaha
Perseroan disajikan pada tabel berikut.
Tabel 7.9 Proyeksi Laporan Laba Rugi dari kegiatan usaha
Uraian Satuan Juli – Des 2026 2027 2028 2029
Pendapatan
KBLI 58290
Sofware Pembayaran (Soft Post) Rp. 12.654.164 12.654.164 12.654.164 12.654.164
KBLI 62199
Pengembangan Software Rp. 486.036.096 981.792.913 991.610.842 1.001.526.951
KBLI 66141
Layanan Payment Gateway
Rp. 118.036.492.184 235.538.055.366 322.204.492.883 440.858.277.806
(Cashlez)
KBLI 66143
Jasa Layanan Lainnya (Cash
Rp. 4.332.077 11.607.402 11.723.476 11.840.710
Move)
KBLI 46591
Penjualan EDC Rp. 165.000.000 27.500.000 27.500.000 27.500.000
KBLI 46523
Penjualan SIM Card Rp. 158.967.085 186.396.596 188.260.562 190.143.167
KBLI 77394
Sewa EDC Rp. 1.044.558.571 3.418.708.856 3.760.579.741 4.136.637.716
KBLI 95101
Layanan Pemeliharaan
Rp. 79.483.542 93.198.298 94.130.281 95.071.584
Perangkat
KBLI 66199
Layanan Pembiayaan
Rp. 9.637.477 19.327.660 19.327.660 19.327.660
Merchant (Cash Advance)
Total Pendapatan 119.997.161.196 240.289.241.254 327.310.279.609 446.352.979.757
Beban Pokok Pendapatan
Cost Software Pembayaran
Rp. 10.800.000 10.800.000 10.800.000 10.800.000
(SoftPost)
Cost Pengembangan
Rp. 486.036 981.793 991.611 1.001.527
Software
Cost Payment Gateway Rp. 99.507.687.482 199.036.034.293 272.368.470.652 372.783.198.389
Cost Jasa Layanan Lainnya
Rp. 361.006 967.283 976.956 986.726
(Cash Move)
Cost EDC Sell Rp. 150.000.000 25.000.000 25.000.000 25.000.000
Cost SIM Card Rp. 86.107.171 100.964.823 101.974.471 102.994.216
Cost EDC Rent Rp. 580.310.317 1.899.282.698 2.089.210.967 2.298.132.064
Cost Layanan Pemeliharaan
Rp. 39.741.771 46.599.149 47.065.140 47.535.792
Perangkat
Cost Layanan Pembiayaan
Rp. 8.117.854 16.280.103 16.280.103 16.280.103
Merchant (Cash Advance)
Total Beban Pokok Pendaptan 100.383.611.638 201.136.910.141 274.660.769.902 375.285.928.817
Laba Usaha Rp. 19.613.549.558 39.152.331.112 52.649.509.707 71.067.050.941
Biaya/Beban Lain
Biaya Administrasi Umum Rp. 23.930.876.393 50.484.902.397 59.857.564.658 71.262.902.407
Biaya Penjualan Rp. 120.950.691 248.137.599 254.383.222 260.786.048
Depresiasi dan Amortisasi Rp. 4.709.155.395 7.697.212.068 6.493.555.544 5.669.392.498
Total Biaya / Beban Lain 28.760.982.479 58.430.252.064 66.605.503.424 77.193.080.953
Halaman 55 FDI.JKT/0016/LAP/B/SK/VIII/2026
Page 56
Uraian Satuan Juli – Des 2026 2027 2028 2029
Beban Keuangan
Beban Bunga Rp. 2.514.958.188 - - -
Total Beban Keuangan Rp. 2.514.958.188 - - -
Laba sebelum Pajak Rp. (11.662.391.109) (19.277.920.951) (13.955.993.717) (6.126.030.013)
Pajak Rp. - - - -
Laba Bersih Rp. (11.662.391.109) (19.277.920.951) (13.955.993.717) (6.126.030.013)
Uraian Satuan 2030 2031 2032 2033
Pendapatan
KBLI 58290
Sofware Pembayaran (Soft Post) Rp. 12.654.164 12.654.164 12.654.164 12.654.164
KBLI 62199
Pengembangan Software Rp. 1.011.542.220 1.021.657.643 1.031.874.219 1.042.192.961
KBLI 66141
Layanan Payment Gateway
Rp. 603.335.093.899 618.521.038.212 634.089.212.744 650.049.238.229
(Cashlez)
KBLI 66143
Jasa Layanan Lainnya (Cash
Rp. 11.959.117 12.078.709 12.199.496 12.321.491
Move)
KBLI 46591
Penjualan EDC Rp. 27.500.000 27.500.000 27.500.000 27.500.000
KBLI 46523
Penjualan SIM Card Rp. 192.044.599 193.965.045 195.904.695 197.863.742
KBLI 77394
Sewa EDC Rp. 4.550.301.487 5.005.331.636 5.505.864.799 6.056.451.279
KBLI 95101
Layanan Pemeliharaan
Rp. 96.022.299 96.982.522 97.952.348 98.931.871
Perangkat
KBLI 66199
Layanan Pembiayaan
Rp. 19.327.660 19.327.660 19.327.660 19.327.660
Merchant (Cash Advance)
Total Pendapatan 609.256.445.445 624.910.535.590 640.992.490.125 657.516.481.397
Beban Pokok Pendapatan
Cost Software Pembayaran
Rp. 10.800.000 10.800.000 10.800.000 10.800.000
(SoftPost)
Cost Pengembangan
Rp. 1.011.542 1.021.658 1.031.874 1.042.193
Software
Cost Payment Gateway Rp. 510.292.872.738 523.136.944.345 536.304.301.234 549.803.080.497
Cost Jasa Layanan Lainnya
Rp. 996.593 1.006.559 1.016.625 1.026.791
(Cash Move)
Cost EDC Sell Rp. 25.000.000 25.000.000 25.000.000 25.000.000
Cost SIM Card Rp. 104.024.158 105.064.399 106.115.043 107.176.194
Cost EDC Rent Rp. 2.527.945.271 2.780.739.798 3.058.813.777 3.364.695.155
Cost Layanan Pemeliharaan
Rp. 48.011.150 48.491.261 48.976.174 49.465.936
Perangkat
Cost Layanan Pembiayaan
Rp. 16.280.103 16.280.103 16.280.103 16.280.103
Merchant (Cash Advance)
Total Beban Pokok Pendaptan 513.026.941.555 526.125.348.124 539.572.334.831 553.378.566.868
Halaman 56 FDI.JKT/0016/LAP/B/SK/VIII/2026
Page 57
Uraian Satuan 2030 2031 2032 2033
Laba Usaha Rp. 96.229.503.890 98.785.187.466 101.420.155.293 104.137.914.529
Biaya/Beban Lain
Biaya Administrasi Umum Rp. 85.540.382.838 87.693.434.274 89.900.678.015 92.163.478.081
Biaya Penjualan Rp. 267.350.033 274.079.233 280.977.807 288.050.019
Depresiasi dan Amortisasi Rp. 5.194.642.498 3.924.755.100 2.898.203.003 2.898.203.003
Total Biaya / Beban Lain 91.002.375.369 91.892.268.608 93.079.858.825 95.349.731.102
Beban Keuangan
Beban Bunga Rp. - - - -
Total Beban Keuangan Rp. - - - -
Laba sebelum Pajak Rp. 5.227.128.521 6.892.918.858 8.340.296.468 8.788.183.426
Pajak Rp. - - - (1.766.629.364)
Laba Bersih Rp. 5.227.128.521 6.892.918.858 8.340.296.468 7.021.554.063
Sumber : kertas kerja KJPP
Berdasarkan tabel di atas, pendapatan Perseroan diproyeksikan meningkat dari
Rp119.997.161.196 pada periode Juli–Desember 2026 menjadi Rp657.516.481.397 pada
tahun 2033, sejalan dengan peningkatan pendapatan dari kegiatan usaha yang
diproyeksikan. Laba usaha juga diproyeksikan meningkat dari Rp19.613.549.558 pada
periode Juli–Desember 2026 menjadi Rp104.137.914.529 pada tahun 2033. Perseroan
diproyeksikan membukukan rugi bersih sebesar Rp11.662.391.109 pada periode Juli–
Desember 2026, kemudia pada tahun 2030 pPerseroan mulai mencatat laba bersih
sebesar Rp5.227.128.521 meningkat menjadi Rp7.021.554.063 pada tahun 2033.
7.6.2 Proyeksi Arus Kas
Berdasarkan asumsi-asumsi yang digunakan dalam proyeksi keuangan, arus kas
Perseroan adalah sesuai dengan tabel berikut ini.
Tabel 7.10 Proyeksi Laporan Arus Kas dari kegiatan usaha
Uraian Satuan Juli – Des 2026 2027 2028 2029
Arus Kas Dari Kegiatan
Operasional
Laba Bersih Rp. (11.662.391.109) (19.277.920.951) (13.955.993.717) (6.126.030.013)
Depresiasi dan Amortisasi Rp. 4.709.155.395 7.697.212.068 6.493.555.544 5.669.392.498
Total Kas Masuk sebelum
Rp. (6.953.235.714) (11.580.708.883) (7.462.438.173) (456.637.515)
Working Capital
Perubahan Modal Kerja
Piutang usaha pihak ketiga Rp. (9.474.821.437) (185.046.108) (7.152.414.111) (9.784.331.519)
Piutang lainnya pihak
Rp. - - - -
ketiga
Persediaan lancar lainnya Rp. (1.846.863.576) (21.987.684) (805.740.929) (1.102.741.468)
Biaya dibayar dimuka
Rp. - - - -
lancar
Uang muka lancar lainnya Rp. 196.299.222 (18.398.304) (25.123.645) (34.327.984)
Pajak dibayar dimuka
Rp. - - - -
lancar
Aset lancar lainnya Rp. 43.130.359 (345.046.521) (121.789.611) (148.202.465)
Aset tidak lancar lainnya Rp. 739.422.019 (145.756.380) (51.447.013) (62.604.471)
Halaman 57 FDI.JKT/0016/LAP/B/SK/VIII/2026
Page 58
Uraian Satuan Juli – Des 2026 2027 2028 2029
Utang usaha pihak ketiga Rp. 21.348.129.556 357.299.869 13.093.290.094 17.919.548.848
Uang muka pelanggan
Rp. - - - -
jangka pendek pihak ketiga
Liabilitas keuangan jangka
Rp. - - - -
pendek lainnya
Beban akrual jangka
Rp. - - - -
pendek
Biaya Masih harus dibayar Rp. - - - -
Utang pajak Rp. - - - -
Liabilitas sewa Rp. - - - -
Total Perubahaan Modal Kerja Rp. 11.005.296.144 (358.935.129) 4.936.774.785 6.787.340.942
Total Arus Kas Dari Kegiatan
Rp. 4.052.060.431 (11.939.644.012) (2.525.663.389) 6.330.703.427
Operasional
Arus Kas Kegiatan Investasi
Investasi pada entitas asosiasi Rp. - - - -
Investasi pada entitas anak Rp. - - - -
Initial Outlay Rp. (34.518.304.021) - - -
Capex -
Total Arus Kas Dari Kegiatan
Rp. (34.518.304.021) - - -
Investasi
Arus Kas Kegiatan Pendanaan
Utang Lain Lain - Jangka
Rp. (23.398.865.771) - - -
Pendek
Utang Lain Lain - Jangka
Rp. (116.375.000.000) - - -
Panjang
Penambahan dari Right Issue Rp. 237.209.054.362
Total Arus Kas Dari Kegiatan
Rp. 97.435.188.591 - - -
Pendanaan
Arus Kas Bersih Rp. 66.968.945.000 (11.939.644.012) (2.525.663.389) 6.330.703.427
Kas Awal Rp. 16.503.467.848 83.472.412.848 71.532.768.837 69.007.105.448
Saldo Akhir Kas Rp. 83.472.412.848 71.532.768.837 69.007.105.448 75.337.808.875
Uraian Satuan 2030 2031 2032 2033
Arus Kas Dari Kegiatan
Operasional
Laba Bersih Rp. 5.227.128.521 6.892.918.858 8.340.296.468 7.021.554.063
Depresiasi dan Amortisasi Rp. 5.194.642.498 3.924.755.100 2.898.203.003 2.898.203.003
Total Kas Masuk sebelum
Rp. 10.421.771.019 10.817.673.959 11.238.499.471 9.919.757.065
Working Capital
Perubahan Modal Kerja
Piutang usaha pihak ketiga Rp. (13.389.325.947) (1.286.637.546) (1.321.804.482) (1.358.136.269)
Piutang lainnya pihak
Rp. - - - -
ketiga
Persediaan lancar lainnya Rp. (1.509.490.551) (143.544.182) (147.364.238) (151.301.173)
Biaya dibayar dimuka
Rp. - - - -
lancar
Uang muka lancar lainnya Rp. (46.927.367) (48.125.498) (49.355.515) (50.618.392)
Pajak dibayar dimuka
Rp. - - - -
lancar
Aset lancar lainnya Rp. (185.523.466) (27.977.035) (28.681.217) (29.403.123)
Aset tidak lancar lainnya Rp. (78.369.806) (11.818.207) (12.115.672) (12.420.623)
Utang usaha pihak ketiga Rp. 24.529.221.447 2.332.592.951 2.394.668.866 2.458.644.061
Uang muka pelanggan
Rp. - - - -
jangka pendek pihak ketiga
Liabilitas keuangan jangka
Rp. - - - -
pendek lainnya
Halaman 58 FDI.JKT/0016/LAP/B/SK/VIII/2026
Page 59
Uraian Satuan 2030 2031 2032 2033
Beban akrual jangka
Rp. - - - -
pendek
Biaya Masih harus dibayar Rp. - - - -
Utang pajak Rp. - - - -
Liabilitas sewa Rp. - - - -
Total Perubahaan Modal Kerja Rp. 9.319.584.310 814.490.483 835.347.742 856.764.481
Total Arus Kas Dari Kegiatan
Rp. 19.741.355.329 11.632.164.441 12.073.847.213 10.776.521.547
Operasional
Arus Kas Kegiatan Investasi
Investasi pada entitas asosiasi Rp. - - - -
Investasi pada entitas anak Rp. - - - -
Initial Outlay Rp. - - - -
Capex
Total Arus Kas Dari Kegiatan
Rp. - - - -
Investasi
Arus Kas Kegiatan Pendanaan
Utang Lain Lain - Jangka
Rp. - - - -
Pendek
Utang Lain Lain - Jangka
Rp. - - - -
Panjang
Penambahan dari Right Issue Rp.
Total Arus Kas Dari Kegiatan
Rp. - - - -
Pendanaan
Arus Kas Bersih Rp. 19.741.355.329 11.632.164.441 12.073.847.213 10.776.521.547
Kas Awal Rp. 75.337.808.875 95.079.164.204 106.711.328.646 118.785.175.859
Saldo Akhir Kas Rp. 95.079.164.204 106.711.328.646 118.785.175.859 129.561.697.405
Sumber : kertas kerja KJPP
• Arus kas dari kegiatan operasional diproyeksikan sebesar Rp4.052.060.431 pada
periode Juli–Desember 2026 dan menjadi positif Rp10.776.521.547 pada tahun 2033.
• Arus kas dari kegiatan investasi diproyeksikan sebesar negatif Rp34.518.304.021 pada
periode Juli–Desember 2026 dan tidak terdapat arus kas investasi pada tahun 2030.
• Arus kas dari kegiatan pendanaan diproyeksikan sebesar Rp97.435.188.591 pada
periode Juli–Desember 2026 dan tidak terdapat arus kas pendanaan pada tahun
2030.
• Saldo akhir kas diproyeksikan sebesar Rp83.472.412.848 pada periode Juli–Desember
2026 dan mencapai Rp129.561.697.405 pada tahun 2033
7.6.3 Proyeksi Posisi Keuangan Perusahaan
Proyeksi Posisi Keuangan Perseroan berdasarkan asumsi-asumsi yang telah dibuat
adalah sesuai tabel berikut:
Tabel 7.11 Proyeksi Laporan Posisi Keuangan dari kegiatan usaha
Uraian Satuan Juli - Des 2026 2027 2028 2029
Aset
Aset Lancar
Kas dan Bank Rp. 83.472.412.848 71.532.768.837 69.007.105.448 75.337.808.875
Piutang usaha pihak ketiga Rp. 19.564.754.543 19.749.800.651 26.902.214.762 36.686.546.281
Piutang lainnya pihak ketiga Rp. - - - -
Halaman 59 FDI.JKT/0016/LAP/B/SK/VIII/2026
Page 60
Uraian Satuan Juli - Des 2026 2027 2028 2029
Persediaan lancar lainnya Rp. 2.182.252.427 2.204.240.111 3.009.981.040 4.112.722.508
Biaya dibayar dimuka lancar Rp. 689.491.078 689.491.078 689.491.078 689.491.078
Uang muka lancar lainnya Rp. 47.644.778 66.043.081 91.166.726 125.494.710
Pajak dibayar dimuka lancar Rp. 313.484.173 313.484.173 313.484.173 313.484.173
Aset lancar lainnya Rp. 310.960.968 656.007.489 777.797.100 925.999.565
Total Aset Lancar Rp. 106.581.000.815 95.211.835.420 100.791.240.328 118.191.547.190
Investasi pada entitas asosiasi Rp. 1.317.628.500 1.317.628.500 1.317.628.500 1.317.628.500
Investasi pada entitas anak Rp. 51.000.000.000 51.000.000.000 51.000.000.000 51.000.000.000
Biaya dibayar dimuka tidak lancar Rp. - - - -
Aset pajak tangguhan Rp. 1.186.905.304 1.186.905.304 1.186.905.304 1.186.905.304
Aset tetap Rp. 30.487.205.428 25.582.589.128 21.852.558.080 18.946.690.077
Kepemilikan langsung Rp. 22.084.559.815 17.179.943.515 13.449.912.467 10.544.044.464
Aset hak-guna Rp. 8.402.645.613 8.402.645.613 8.402.645.613 8.402.645.613
Goodwill Rp. - - - -
Aset takberwujud selain goodwill Rp. 23.832.541.211 21.039.945.443 18.276.420.948 15.512.896.452
Aset tidak lancar lainnya Rp. 131.357.781 277.114.161 328.561.174 391.165.645
Total Aset Tidak Lancar Rp. 107.955.638.224 100.404.182.536 93.962.074.005 88.355.285.978
Total Aset Rp. 214.536.639.038 195.616.017.956 194.753.314.333 206.546.833.168
Liabilitas
Liabilitas Lancar
Utang bank jangka pendek Rp. - - - -
Utang usaha pihak ketiga Rp. 35.461.601.937 35.818.901.806 48.912.191.900 66.831.740.748
Utang Lain Lain Rp. - - - -
Uang muka pelanggan jangka
Rp. 715.693.348 715.693.348 715.693.348 715.693.348
pendek pihak ketiga
Liabilitas keuangan jangka
Rp. - - - -
pendek lainnya
Beban akrual jangka pendek Rp. - - - -
Biaya Masih harus dibayar Rp. 1.939.262.928 1.939.262.928 1.939.262.928 1.939.262.928
Utang pajak Rp. 246.452.214 246.452.214 246.452.214 246.452.214
Liabilitas sewa Rp. 1.979.842.960 1.979.842.960 1.979.842.960 1.979.842.960
Total Liabilitas Lancar Rp. 40.342.853.387 40.700.153.256 53.793.443.350 71.712.992.198
Liabilitas Tidak Lancar
Liabilitas sewa Rp. 6.563.814.264 6.563.814.264 6.563.814.264 6.563.814.264
Utang Lain Lain Rp. - - - -
Kewajiban imbalan pasca kerja
Rp. 1.282.376.834 1.282.376.834 1.282.376.834 1.282.376.834
jangka panjang
Total Liabilitas Tidak Lancar Rp. 7.846.191.098 7.846.191.098 7.846.191.098 7.846.191.098
Total Liabilitas Rp. 48.189.044.485 48.546.344.354 61.639.634.448 79.559.183.296
Ekuitas
Saham biasa Rp. 29.133.626.592 29.133.626.592 29.133.626.592 29.133.626.592
Tambahan modal disetor Rp. 362.221.420.904 362.221.420.904 362.221.420.904 362.221.420.904
Cadangan revaluasi Rp. 332.947.393 332.947.393 332.947.393 332.947.393
Cadangan pengukuran kembali
Rp. 1.927.706.415 1.927.706.415 1.927.706.415 1.927.706.415
program imbalan pasti
Saldo laba yang belum
Rp. (215.605.715.642) (227.268.106.751) (246.546.027.702) (260.502.021.419)
ditentukan penggunaannya
Saldo laba Tahun berjalan Rp. (11.662.391.109) (19.277.920.951) (13.955.993.717) (6.126.030.013)
Total Ekuitas Rp. 166.347.594.553 147.069.673.602 133.113.679.885 126.987.649.872
Total Liabilitas Dan Ekuitas Rp. 214.536.639.038 195.616.017.956 194.753.314.333 206.546.833.168
Halaman 60 FDI.JKT/0016/LAP/B/SK/VIII/2026
Page 61
Uraian Satuan 2030 2031 2032 2033
Aset
Aset Lancar
Kas dan Bank Rp. 95.079.164.204 106.711.328.646 118.785.175.859 129.561.697.405
Piutang usaha pihak ketiga Rp. 50.075.872.228 51.362.509.775 52.684.314.257 54.042.450.526
Piutang lainnya pihak ketiga Rp. - - - -
Persediaan lancar lainnya Rp. 5.622.213.058 5.765.757.240 5.913.121.478 6.064.422.651
Biaya dibayar dimuka lancar Rp. 689.491.078 689.491.078 689.491.078 689.491.078
Uang muka lancar lainnya Rp. 172.422.077 220.547.575 269.903.090 320.521.482
Pajak dibayar dimuka lancar Rp. 313.484.173 313.484.173 313.484.173 313.484.173
Aset lancar lainnya Rp. 1.111.523.031 1.139.500.066 1.168.181.283 1.197.584.406
Total Aset Lancar Rp. 153.064.169.850 166.202.618.552 179.823.671.217 192.189.651.720
Investasi pada entitas asosiasi Rp. 1.317.628.500 1.317.628.500 1.317.628.500 1.317.628.500
Investasi pada entitas anak Rp. 51.000.000.000 51.000.000.000 51.000.000.000 51.000.000.000
Biaya dibayar dimuka tidak lancar Rp. - - - -
Aset pajak tangguhan Rp. 1.186.905.304 1.186.905.304 1.186.905.304 1.186.905.304
Aset tetap Rp. 16.515.572.074 14.559.204.072 12.602.836.069 10.646.468.066
Kepemilikan langsung Rp. 8.112.926.461 6.156.558.459 4.200.190.456 2.243.822.453
Aset hak-guna Rp. 8.402.645.613 8.402.645.613 8.402.645.613 8.402.645.613
Goodwill Rp. - - - -
Aset takberwujud selain goodwill Rp. 12.749.371.957 10.780.984.859 9.839.149.859 8.897.314.859
Aset tidak lancar lainnya Rp. 469.535.451 481.353.658 493.469.330 505.889.953
Total Aset Tidak Lancar Rp. 83.239.013.286 79.326.076.393 76.439.989.062 73.554.206.682
Total Aset Rp. 236.303.183.136 245.528.694.944 256.263.660.278 265.743.858.402
Liabilitas
Liabilitas Lancar
Utang bank jangka pendek Rp. - - - -
Utang usaha pihak ketiga Rp. 91.360.962.195 93.693.555.145 96.088.224.011 98.546.868.072
Utang Lain Lain Rp. - - - -
Uang muka pelanggan jangka
Rp. 715.693.348 715.693.348 715.693.348 715.693.348
pendek pihak ketiga
Liabilitas keuangan jangka
Rp. - - - -
pendek lainnya
Beban akrual jangka pendek Rp. - - - -
Biaya Masih harus dibayar Rp. 1.939.262.928 1.939.262.928 1.939.262.928 1.939.262.928
Utang pajak Rp. 246.452.214 246.452.214 246.452.214 246.452.214
Liabilitas sewa Rp. 1.979.842.960 1.979.842.960 1.979.842.960 1.979.842.960
Total Liabilitas Lancar Rp. 96.242.213.645 98.574.806.595 100.969.475.461 103.428.119.522
Liabilitas Tidak Lancar
Liabilitas sewa Rp. 6.563.814.264 6.563.814.264 6.563.814.264 6.563.814.264
Utang Lain Lain Rp. - - - -
Kewajiban imbalan pasca kerja
Rp. 1.282.376.834 1.282.376.834 1.282.376.834 1.282.376.834
jangka panjang
Total Liabilitas Tidak Lancar Rp. 7.846.191.098 7.846.191.098 7.846.191.098 7.846.191.098
Total Liabilitas Rp. 104.088.404.743 106.420.997.693 108.815.666.559 111.274.310.620
Ekuitas
Saham biasa Rp. 29.133.626.592 29.133.626.592 29.133.626.592 29.133.626.592
Tambahan modal disetor Rp. 362.221.420.904 362.221.420.904 362.221.420.904 362.221.420.904
Cadangan revaluasi Rp. 332.947.393 332.947.393 332.947.393 332.947.393
Halaman 61 FDI.JKT/0016/LAP/B/SK/VIII/2026
Page 62
Uraian Satuan 2030 2031 2032 2033
Cadangan pengukuran kembali
Rp. 1.927.706.415 1.927.706.415 1.927.706.415 1.927.706.415
program imbalan pasti
Saldo laba yang belum
Rp. (266.628.051.432) (261.400.922.911) (254.508.004.053) (246.167.707.585)
ditentukan penggunaannya
Saldo laba Tahun berjalan Rp. 5.227.128.521 6.892.918.858 8.340.296.468 7.021.554.063
Total Ekuitas Rp. 132.214.778.393 139.107.697.251 147.447.993.719 154.469.547.782
Total Liabilitas Dan Ekuitas Rp. 236.303.183.136 245.528.694.944 256.263.660.278 265.743.858.402
Sumber : kertas kerja KJPP
Berdasarkan tabel di atas, total aset Perseroan diproyeksikan sebesar Rp214.536.639.038
pada periode Juli–Desember 2026 dan meningkat menjadi Rp265.743.858.402 pada
tahun 2033. Peningkatan tersebut terutama berasal dari pertumbuhan aset lancar,
khususnya kas, piutang usaha, dan persediaan lancar lainnya. Di sisi lain, total liabilitas
diproyeksikan sebesar Rp 48.189.044.485 pada periode Juli–Desember 2026 dan
meningkat menjadi Rp111.274.310.620 pada tahun 2033. Sementara itu, total ekuitas
diproyeksikan sebesar Rp166.347.594.553 pada periode Juli–Desember 2026 dan
meningkat menjadi Rp154.469.547.782 pada tahun 2033. Secara keseluruhan, posisi
keuangan Perseroan menunjukkan pertumbuhan aset dan ekuitas selama periode
proyeksi.
7.6.4 Tingkat Diskonto
Tingkat diskonto yang kami gunakan adalah biaya modal untuk ekuitas (cost of
equity). Biaya modal untuk ekuitas diperoleh dengan mengaplikasikan model Capital
Asset Pricing Model (“CAPM”), dengan formula sebagai berikut:
Ke = Rf + ß (Rm-Rf) – CDS Ke = Rf + ß Rp – CDS
Rf (risk free rate) merupakan tingkat imbal hasil atas instrumen investasi yang
dianggap tidak memiliki risiko gagal bayar. Dalam studi kelayakan ini, suku bunga
bebas risiko yang kami gunakan adalah Indeks Surat Utang Negara dengan
jangka waktu 30 tahun dimana penggunaan risk free rate didasari atas suku
bunga bebas risiko sesuai dengan mata uang yang disajikan dalam laporan
keuangan objek studi kelayakan, dan mencerminkan asumsi kelangsungan
jangka waktu kegiatan usaha objek studi kelayakan.
Rp (risk premium), adalah selisih antara tingkat bunga investasi bebas risiko dengan
tingkat kembalian investasi dalam bentuk penyertaan. Premi risiko pasar (Rm-Rf)
ditentukan dengan menggunakan rujukan dari Damodaran dengan data diperbarui
Januari 2026 sebesar 6,69%.
CDS (Country Default Spread), adalah tingkat (rating) gagal bayar obligasi yang
dikeluarkan pemerintah dengan menggunakan rujukan dari Damodaran dengan
data diperbarui Januari 2026.
ß (Beta), merupakan pengukur tingkat kepekaan pengembalian saham terhadap
pengembalian pasar saham secara keseluruhan (seperti index yang dikeluarkan oleh
S&P 500 atau IHSG). Beta diperoleh dari unlevered beta yang mengacu kepada beta
Damodaran dengan data diperbarui 1Januari 2026 dari Jasa Keuangan (Non-Bank
Halaman 62 FDI.JKT/0016/LAP/B/SK/VIII/2026
Page 63
dan Asuransi) sebesar 0,37 yang kemudian di re-levered kembali untuk menghasilkan
levered beta dengan formula sebagai berikut:
ßL = ßU x (1+ (1-t) x DER)
Dimana :
ßL : Beta Levered
ßU : Beta Unlevered
DER : Rasio Utang terhadap Ekuitas (Debt to Equity Ratio)
T : Pajak
DER mengacu kepada DER Damodaran dengan data diperbarui Januari 2026 Jasa
Keuangan (Non-Bank dan Asuransi) sebesar 116,64%.
Berdasarkan formula perhitungan beta di atas maka beta yang digunakan sebagai
berikut:
Tabel 13. Beta
Deskripsi Keterangan
ßU (didapat dari Damodaran) 0,37
DER (Damodaran) 116,64%
T (Pajak) 22%
ßL = …. *(1+(1-22% )*….%) 0,71
Berdasarkan nilai beta tersebut, maka dengan menggunakan persamaan CAPM
diperoleh biaya modal untuk ekuitas sebagai berikut:
Tabel 14. CAPM
Deskripsi Keterangan
Rf 7,26% IPBA per 30 Juni 2026 (30 Tahun)
ß 0,71 Dari perhitungan beta
Rp 6,69% Damodaran dengan data
CDS 1,62% diperbaharui Januari 2026
Spesifik Risk 0%
Ke = Rf + (ß x Rp ) – CDS 10,40%
Biaya modal ekuitas (Ke) pada tabel diatas sebesar 10,40% digunakan sebagai
tingkat diskonto dalam Analisa kelayakan keuangan
7.7 Analisis Titik Impas (Break Even Analysis)
Dalam melakukan analisis titik impas akan menggunakan perhitungan break even
point (“BEP”) dimana BEP adalah keadaan suatu usaha yang tidak memperoleh laba
dan tidak menderita rugi atau dengan kata lain suatu usaha dikatakan impas jika
jumlah pendapatan (revenue) sama dengan jumlah biaya, atau apabila laba
kontribusi hanya dapat digunakan untuk menutup biaya tetap saja. Nilai BEP dalam
rupiah mencerminkan pendapatan minimal yang diperlukan agar terjadi BEP. BEP
dalam satuan Rupiah dapat diformulasikan sebagai berikut:
Halaman 63 FDI.JKT/0016/LAP/B/SK/VIII/2026
Page 64
Total Biaya Tetap
BEP =
(Penjualan - Total Biaya Variabel) / Penjualan
Berikut adalah analisis titik impas atas rencana perubahan kegiatan usaha selama
periode proyeksi:
Tabel 7.12 Break Even Point (dalam Rupiah)
Uraian Juli – Des 2026 2027 2028 2029
Pendapatan 119.997.161.196 240.289.241.254 327.310.279.609 446.352.979.757
Biaya Tetap 28.760.982.479 58.430.252.064 66.605.503.424 77.193.080.953
Biaya Variabel 100.383.611.638 201.136.910.141 274.660.769.902 375.285.928.817
Break Event Point 175.961.839.061 358.603.448.013 414.071.585.292 484.828.922.041
Uraian 2030 2031 2032 2033
Pendapatan 609.256.445.445 624.910.535.590 640.992.490.125 657.516.481.397
Biaya Tetap 91.002.375.369 91.892.268.608 93.079.858.825 95.349.731.102
Biaya Variabel 513.026.941.555 526.125.348.124 539.572.334.831 553.378.566.868
Break Event Point 576.162.003.369 581.306.249.097 588.280.409.513 602.028.761.382
Sumber : kertas kerja KJPP
Berdasarkan tabel diatas rata-rata titik impas adalah sebesar Rp472.655.402.221
selama periode proyeksi.
7.8 Analisis Profitabilitas (Overall Profitability)
Dalam melakukan analisis profitabilitas / Overall Profitability, digunakan Profitability
Index (“PI”), dimana PI dihitung dengan membagi nilai sekarang dari arus kas bersih
yang akan datang suatu proyek dengan nilai investasi awal yang dibutuhkan untuk
proyek tersebut. PI dapat diformulasikan sebagai berikut:
Jumlah nilai kini arus kas masuk
PI =
Jumlah nilai kini arus kas keluar
Jika PI lebih besar dari 1, maka investasi tersebut adalah layak. Berikut adalah
perhitungan PI atas rencana perubahan kegiatan usaha:
Tabel 7.13 Profitability Index (dalam Rupiah)
Uraian Juli - Des 2026 2027 2028 2029
Cash inflow
Net Income (11.662.391.109) (19.277.920.951) (13.955.993.717) (6.126.030.013)
Interest*(1-Tax) 1.961.667.386 - - -
Depreciation and Amortization 4.709.155.395 7.697.212.068 6.493.555.544 5.669.392.498
Total (4.991.568.327) (11.580.708.883) (7.462.438.173) (456.637.515)
Halaman 64 FDI.JKT/0016/LAP/B/SK/VIII/2026
Page 65
Uraian Juli - Des 2026 2027 2028 2029
Cash outflow
Change in net working capital 11.005.296.144 (358.935.129) 4.936.774.785 6.787.340.942
Capex - - -
Initial Outlay (34.518.304.021)
Total (34.518.304.021) 11.005.296.144 (358.935.129) 4.936.774.785 6.787.340.942
Net Free Cash Flow (34.518.304.021) 6.013.727.817 (11.939.644.012) (2.525.663.389) 6.330.703.427
Terminal Value
Total Net Free Cash Flow (34.518.304.021) 6.013.727.817 (11.939.644.012) (2.525.663.389) 6.330.703.427
n 0,0 0,5 1,5 2,5 3,5
Discount factor 10,40% 10,40% 10,40% 10,40% 10,40%
1,00 0,95 0,86 0,78 0,71
Present Value (34.518.304.021) 5.723.389.367 (10.292.478.099) (1.972.073.472) 4.477.325.204
Uraian 2030 2031 2032 2033 Perpetuity
Cash inflow
Net Income 5.227.128.521 6.892.918.858 8.340.296.468 7.021.554.063 7.031.516.517
Interest*(1-Tax) - - - - -
Depreciation and
Amortization 5.194.642.498 3.924.755.100 2.898.203.003 2.898.203.003 2.972.925.922
Total 10.421.771.019 10.817.673.959 11.238.499.471 9.919.757.065 10.004.442.439
Cash outflow
Change in net working
capital 9.319.584.310 814.490.483 835.347.742 856.764.481 8.124.801.373
Capex - - - - (2.972.925.922)
Initial Outlay
Total 9.319.584.310 814.490.483 835.347.742 856.764.481 5.151.875.452
Net Free Cash Flow 19.741.355.329 11.632.164.441 12.073.847.213 10.776.521.547 15.156.317.890
Perpetuity 193.696.671.126
Total Net Free Cash Flow 19.741.355.329 11.632.164.441 12.073.847.213 10.776.521.547 193.696.671.126
n 4,5 5,5 6,5 7,5 7,5
Discount factor 10,40% 10,40% 10,40% 10,40% 10,40%
0,64 0,58 0,53 0,48 0,48
Present Value 12.646.276.864 6.749.402.095 6.345.553.260 5.130.048.468 92.207.240.217
Sumber : kertas kerja KJPP
Analisa Kelayakan Satuan Nilai
Profitability Index x 1,25
Payback Period Tahun 7,0
Berdasarkan tabel diatas PI yang dihasilkan sebesar 1,25 atau lebih besar dari pada 1
dan Payback Period selama 7 tahun.
Halaman 65 FDI.JKT/0016/LAP/B/SK/VIII/2026
Page 66
7.9 Tingkat Imbal Balik Investasi (Overall Return on Investment)
Dalam mengukur tingkat imbal balik investasi digunakan perhitungan Net Present
Value (“NPV”) dan Internal Rate of Return (“IRR”). Jika nilai NPV positif dan IRR memiliki
nilai lebih besar dari tingkat diskonto maka investasi tersebut adalah layak. Berikut
adalah perhitungan NPV dan IRR atas rencana perubahan kegiatan usaha:
Tabel 7.14 NPV dan IRR (dalam Rupiah)
Uraian Juli - Des 2026 2027 2028 2029
Cash inflow
Net Income (11.662.391.109) (19.277.920.951) (13.955.993.717) (6.126.030.013)
Interest*(1-Tax) 1.961.667.386 - - -
Depreciation and Amortization 4.709.155.395 7.697.212.068 6.493.555.544 5.669.392.498
Total (4.991.568.327) (11.580.708.883) (7.462.438.173) (456.637.515)
Cash outflow
Change in net working capital 11.005.296.144 (358.935.129) 4.936.774.785 6.787.340.942
Capex - - -
Initial Outlay (34.518.304.021)
Total (34.518.304.021) 11.005.296.144 (358.935.129) 4.936.774.785 6.787.340.942
Net Free Cash Flow (34.518.304.021) 6.013.727.817 (11.939.644.012) (2.525.663.389) 6.330.703.427
Terminal Value
Total Net Free Cash Flow (34.518.304.021) 6.013.727.817 (11.939.644.012) (2.525.663.389) 6.330.703.427
n 0,0 0,5 1,5 2,5 3,5
Discount factor 10,40% 10,40% 10,40% 10,40% 10,40%
1,00 0,95 0,86 0,78 0,71
Present Value (34.518.304.021) 5.723.389.367 (10.292.478.099) (1.972.073.472) 4.477.325.204
Uraian 2030 2031 2032 2033 Perpetuity
Cash inflow
Net Income 5.227.128.521 6.892.918.858 8.340.296.468 7.021.554.063 7.031.516.517
Interest*(1-Tax) - - - - -
Depreciation and
Amortization 5.194.642.498 3.924.755.100 2.898.203.003 2.898.203.003 2.972.925.922
Total 10.421.771.019 10.817.673.959 11.238.499.471 9.919.757.065 10.004.442.439
Cash outflow
Change in net working
capital 9.319.584.310 814.490.483 835.347.742 856.764.481 8.124.801.373
Capex - - - - (2.972.925.922)
Initial Outlay
Total 9.319.584.310 814.490.483 835.347.742 856.764.481 5.151.875.452
Net Free Cash Flow 19.741.355.329 11.632.164.441 12.073.847.213 10.776.521.547 15.156.317.890
Perpetuity 193.696.671.126
Halaman 66 FDI.JKT/0016/LAP/B/SK/VIII/2026
Page 67
Total Net Free Cash Flow 19.741.355.329 11.632.164.441 12.073.847.213 10.776.521.547 193.696.671.126
n 4,5 5,5 6,5 7,5 7,5
Discount factor 10,40% 10,40% 10,40% 10,40% 10,40%
0,64 0,58 0,53 0,48 0,48
Present Value 12.646.276.864 6.749.402.095 6.345.553.260 5.130.048.468 92.207.240.217
Sumber : kertas kerja KJPP
Analisa Kelayakan Satuan Nilai
Net Present Value Rp. 86.496.379.884
IRR % 26,61%
Berdasarkan tabel diatas NPV yang dihasilkan sebesar Rp86.496.379.884 atau lebih
besar daripada 0, dan IRR yang dihasilkan sebesar 26,61% atau lebih besar daripada
tingkat diskonto sebesar 10,40%.
7.10 Proyeksi Keuangan Perseroan Setelah Penambahan Kegiatan Usaha
Tabel 7.15 Proyeksi Keuangan Perseroan Setelah Penyesuaian dan Penambahan Kegiatan
Usaha (dalam Rupiah)
Keterangan Juli-Des 2026 2027 2028 2029 2030
Pendapatan 119.997.161.196 240.289.241.254 327.310.279.609 446.352.979.757 609.256.445.445
Laba (Rugi) bersih (11.662.391.109) (19.277.920.951) (13.955.993.717) (6.126.030.013) 5.227.128.521
Aset 214.536.639.038 195.616.017.956 194.753.314.333 206.546.833.168 236.303.183.136
Liabilitas 48.189.044.485 48.546.344.354 61.639.634.448 79.559.183.296 104.088.404.743
Ekuitas 166.347.594.553 147.069.673.602 133.113.679.885 126.987.649.872 132.214.778.393
Arus Kas dari Kegiatan
4.052.060.431 (11.939.644.012) (2.525.663.389) 6.330.703.427 19.741.355.329
Operasional
Arus Kas dari Kegiatan
(34.518.304.021) - - - -
Investasi
Arus Kas dari Kegiatan
97.435.188.591 - - - -
Pendanaan
Tabel 7.16 Dampak Penambahan Kegiatan Usaha Pada Proyeksi Keuangan Perseroan
(dalam Rupiah)
Uraian Juli - Des 2026 2027 2028 2029 2030
Total Aset (before) 240.072.205.181 236.772.186.060 245.180.077.279 261.460.571.608 290.044.010.499
Total Aset (after) 214.536.639.038 195.616.017.956 194.753.314.333 206.546.833.168 236.303.183.136
Selisih (25.535.566.142) (41.156.168.104) (50.426.762.946) (54.913.738.440) (53.740.827.363)
Total Liabilitas (before) 57.574.927.843 67.334.897.739 85.834.375.200 106.270.816.006 128.870.127.081
Total Liabilitas (after) 48.189.044.485 48.546.344.354 61.639.634.448 79.559.183.296 104.088.404.743
Selisih (9.385.883.357) (18.788.553.384) (24.194.740.752) (26.711.632.709) (24.781.722.338)
Total Ekuitas (before) 182.497.277.332 169.437.288.315 159.345.702.073 155.189.755.597 161.173.883.412
Halaman 67 FDI.JKT/0016/LAP/B/SK/VIII/2026
Page 68
Uraian Juli - Des 2026 2027 2028 2029 2030
Total Ekuitas (after) 166.347.594.553 147.069.673.602 133.113.679.885 126.987.649.872 132.214.778.393
Selisih (16.149.682.779) (22.367.614.714) (26.232.022.189) (28.202.105.725) (28.959.105.020)
Pendapatan (before) 118.863.481.605 236.675.247.480 323.352.655.377 442.017.520.383 604.505.527.359
Pendapatan (after) 119.997.161.196 240.289.241.254 327.310.279.609 446.352.979.757 609.256.445.445
Selisih 1.133.679.591 3.613.993.774 3.957.624.232 4.335.459.374 4.750.918.086
Laba Bersih (before) (9.879.305.491) (13.059.989.017) (10.091.586.242) (4.155.946.477) 5.984.127.816
Laba Bersih (after) (11.662.391.109) (19.277.920.951) (13.955.993.717) (6.126.030.013) 5.227.128.521
Selisih (1.783.085.618) (6.217.931.935) (3.864.407.475) (1.970.083.536) (756.999.295)
Operating Cashflow
(before) 9.565.118.866 227.019.464 11.675.220.542 19.009.970.401 30.214.794.328
Operating Cashflow
(after) 4.052.060.431 (11.939.644.012) (2.525.663.389) 6.330.703.427 19.741.355.329
Selisih (5.513.058.435) (12.166.663.476) (14.200.883.930) (12.679.266.974) (10.473.438.999)
Investing Cashflow
(before) - - - - -
Investing Cashflow (after) (34.518.304.021) - - - -
Selisih (34.518.304.021) - - - -
Financing Cashflow
(before) 120.834.054.362 - - - -
Financing Cashflow
(after) 97.435.188.591 - - - -
Selisih (23.398.865.771) - - - -
Tabel di atas menggambarkan dampak penyesuaian dan penambahan kegiatan usaha
terhadap proyeksi keuangan Perseroan selama periode Juli–Desember 2026 sampai
dengan tahun 2030. Penyesuaian dan penambahan kegiatan usaha diproyeksikan
memberikan kontribusi terhadap peningkatan Pendapatan Perseroan, namun
peningkatan tersebut belum sepenuhnya tercermin pada Laba Bersih, antara lain
dipengaruhi oleh tambahan Aset Tetap dan Aset Takberwujud yang berdampak pada
peningkatan beban depresiasi dan amortisasi selama periode proyeksi. Dari sisi neraca,
Total Aset diproyeksikan lebih rendah terutama akibat penurunan Kas dan Bank sebagai
dampak dari kebutuhan investasi dan operasional Perseroan. Dari sisi arus kas,
penambahan kegiatan usaha memerlukan tambahan investasi yang tercermin pada
Investing Cashflow pada Juli–Desember 2026.
7.11 Rasio Keuangan Perseroan Sebelum dan Setelah Penambahan Kegiatan Usaha
Tabel 7.17 Proyeksi Rasio Keuangan Perseroan
Keterangan Satuan 2026 2027 2028 2029 2030
Sebelum
Profit Margin % -8,31% -5,52% -3,12% -0,94% 0,99%
Return On Assets % -4,12% -5,52% -4,12% -1,59% 2,06%
Return On Equity % -5,41% -7,71% -6,33% -2,68% 3,71%
Halaman 68 FDI.JKT/0016/LAP/B/SK/VIII/2026
Page 69
Keterangan Satuan 2026 2027 2028 2029 2030 Setelah Profit Margin % -9,72% -8,02% -4,26% -1,37% 0,86% Return On Assets % -5,44% -9,85% -7,17% -2,97% 2,21% Return On Equity % -7,01% -13,11% -10,48% -4,82% 3,95% Berdasarkan tabel di atas, rasio profitabilitas Perseroan diproyeksikan menunjukkan perkembangan selama periode proyeksi. Profit Margin diproyeksikan mencapai 0,86% pada tahun 2030, sedangkan Return on Assets (ROA) dan Return on Equity (ROE) masing-masing diproyeksikan mencapai 2,21% dan 3,95%. Hal tersebut mencerminkan bahwa Perseroan diproyeksikan membukukan laba bersih serta tingkat pengembalian yang positif atas aset dan ekuitas pada tahun 2030. Halaman 69 FDI.JKT/0016/LAP/B/SK/VIII/2026
Page 70
BAB VII
KESIMPULAN
Dengan mempertimbangkan analisis Studi Kelayakan yang dilakukan meliputi analisis
Kelayakan Pasar, analisis Kelayakan Teknis, analisis Kelayakan Pola Bisnis, analisis Kelayakan
Model Manajemen dan analisis Keuangan serta semua asumsi-asunsi dapat terpenuhi,
maka kami berpendapat bahwa rencana Perseroan dalam rangka Perubahan kegiatan
usaha berupa 6 (enam) kegiatan usaha yang mengalami penyesuaian, yaitu Penyediaan
Jasa Pembayaran (KBLI 66141), Penyelenggaraan Penunjang Sistem Pembayaran (KBLI
66143), Penerbitan Perangkat Lunak (Software) Lainnya (KBLI 58290), dan Aktivitas
Pemrograman Komputer Lainnya YTDL (KBLI 62199), Perdagangan Besar Mesin Kantor dan
Industri Pengolahan, Suku Cadang, dan Perlengkapannya (KBLI 46591) dan Perdagangan
Besar Peralatan Telekomunikasi (KBLI 46523); serta 3 (tiga) kegiatan usaha yang merupakan
penambahan kegiatan usaha baru, yaitu Penyewaan dan Sewa Guna Usaha Mesin dan
Peralatan Kantor (KBLI 77394), Reparasi dan Pemeliharaan Komputer/Peralatan Komunikasi
(KBLI 95101), serta Aktivitas Penunjang Jasa Keuangan Lainnya YTDL, Kecuali Asuransi dan
Dana Pensiun (KBLI 66199) adalah LAYAK.
Halaman 70 FDI.JKT/0016/LAP/B/SK/VIII/2026
Page 71
ASUMSI – ASUMSI DAN KONDISI PEMBATAS
a. Laporan Studi Kelayakan ini bersifat non-disclaimer opinion.
b. Penilai Independen telah melakukan penelaahan atas dokumen yang digunakan dalam
proses Studi Kelayakan.
c. Dalam menyusun Laporan Studi Kelayakan ini, Penilai Independen mengandalkan
keakuratan dan kelengkapan informasi yang disediakan oleh pemberi tugas atau data
yang diperoleh dari informasi yang tersedia untuk publik dan informasi lainnya yang kami
anggap relevan.
d. Penilai Independen menggunakan proyeksi keuangan yang mencerminkan kewajaran
proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen dengan kemampuan pencapaiannya
(fiduciary duty).
e. Penilai Independen bertanggung jawab atas pelaksanaan Studi Kelayakan.
f. Laporan Studi Kelayakan ini terbuka untuk publik.
g. Penilai Independen telah memperoleh informasi atas status hukum Obyek Studi
Kelayakan dari Pemberi Tugas.
h. Penilai Independen bertanggung jawab atas laporan Studi Kelayakan ini.
i. Analisis, opini dan kesimpulan yang dibuat oleh penilai, serta laporan Studi Kelayakan
telah disusun sesuai dengan POJK 35 dan SEOJK 17, Kode Etik Penilaian Indonesia dan
Standar Penilaian Indonesia Tahun 2018 Edisi VII (KEPI-SPI Edisi VII.2018).
j. KJPP FDI&R ingin menekankan bahwa hasil kajian, analisis, serta tanggung jawab kami
secara khusus hanya terbatas pada aspek Studi Kelayakan atas obyek penugasan, di luar
dari aspek perpajakan dan hukum karena hal tersebut berada di luar lingkup penugasan.
k. Laporan Studi Kelayakan ini dibuat dan ditujukan hanya kepada pemberi tugas, sesuai
dengan maksud dan tujuan yang diungkapkan dalam laporan Studi Kelayakan dan tidak
dapat digunakan untuk maksud dan tujuan lainnya dan kami tidak bertanggung jawab
jika laporan ini digunakan untuk tujuan lain.
l. Studi Kelayakan ini dilakukan sesuai dengan asumsi pada tanggal penilaian, sehingga
pengguna laporan Studi Kelayakan diminta untuk berhati-hati dalam menentukan
relevansi antara hasil dengan kebutuhannya (terkait penggunaan hasil laporan).
Halaman 71 FDI.JKT/0016/LAP/B/SK/VIII/2026
Page 72
PERNYATAAN PENILAI
Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai Penilai Independen, kami yang
bertanda tangan di bawah ini menerangkan bahwa :
1. Pernyataan faktual yang dipresentasikan dalam laporan penilaian adalah benar sesuai
dengan pemahaman terbaik dari Penilai.
2. Analisis dan kesimpulan hanya dibatasi oleh asumsi dan kondisi yang dilaporkan.
3. Kami tidak mempunyai kepentingan baik sekarang atau di masa yang akan datang,
maupun memiliki kepentingan pribadi atau keberpihakan kepada terhadap obyek
Penilaian.
4. Imbalan Jasa Penilai tidak berkaitan dengan hasil penilaian yang dilaporkan.
5. Penilaian dilakukan dengan memenuhi ketentuan Standar Penilaian Indonesia (SPI), Kode
Etik Penilai Indonesia (KEPI), serta POJK No.35/POJK.04/2020, tentang Pedoman Penilaian
dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal.
6. Penilai telah memenuhi persyaratan pendidikan profesional yang ditentukan dan/atau
diselenggarakan oleh Asosiasi Penilai yang diakui Pemerintah.
7. Penilai memiliki pemahaman mengenai jenis usaha atau industri yang menjadi obyek
penilaian.
8. Penilai telah melakukan wawancara kepada pihak manajemen Perseroan.
9. Tidak ada Penilai lainnya selain yang bertandatangan di bawah ini, yang telah terlibat
dalam pelaksanaan inspeksi, analisis, pembuatan kesimpulan, dan opini sebagaimana
yang dinyatakan dalam laporan Penilaian ini.
10. Analisis telah dilakukan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam Laporan
Penilaian.
11. Kami bertanggung jawab atas laporan Penilaian yang telah kami susun berdasarkan
data yang telah diberikan kepada kami oleh Pemberi tugas dan kami anggap akurat
serta lengkap. Kami tidak bertanggung jawab atas hasil laporan ini apabila data-data,
dokumen dan informasi dari Pemberi Tugas yang diberikan kepada kami tidak sah/legal
sehingga menjadi tidak lengkap atau menyesatkan.
12. Penugasan Penilaian telah dilakukan terhadap obyek penilaian pada tanggal penilaian
(cut off date)
13. Analisis dan kesimpulan yang dihasilkan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam
laporan penilaian.
14. Perkiraan nilai yang dihasilkan dalam penugasan penilaian profesional telah disajikan
sebagai kesimpulan nilai.
15. Penilai melakukan sesuai dengan Lingkup Penugasan dan data yang dianalisis telah
diungkapkan.
16. Kesimpulan Nilai telah sesuai dengan asumsi dan kondisi pembatas.
Halaman 72 FDI.JKT/0016/LAP/B/SK/VIII/2026
Page 73
17. Data ekonomi dan industri yang tercantum dalam laporan ini kami peroleh dari sumber
yang telah terpublikasi dan diyakini kebenarannya.
Penilai Tanda Tangan
Penanggung Jawab:
J. Ferdinand H. Pardede, MAPPI (Cert)
Izin Penilai Bisnis : B-1.09.00089
MAPPI No. : 01-S-01490
SKTT OJK : KEP-1290/KS.13/2026
RMK : RMK-2017.00081
Pemeriksa :
Yesi Marina
MAPPI No. : 12-T-03415
RMK : RMK-2017.01530
Penilai:
E.Fitri Zakiyah
MAPPI No. : 17-T-07815
RMK : RMK-2020.03192
Asisten Penilai:
Marshanda Kasavina Putri, S.E.
MAPPI No. : 24-A-12455
Halaman 73 FDI.JKT/0016/LAP/B/SK/VIII/2026
Names mentioned 52 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
KJPP Ferdinand
p.1 ×5
unresolved
org
Ichsan dan Rekan
p.1 ×4
unresolved
org
KJPP FDI
p.1 ×7
unresolved
org
Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia
p.2 ×3
unresolved
org
Bank Indonesia
p.3 ×14
unresolved
org
Ichsan & Rekan
p.8
unresolved
org
Menteri Keuangan Republik Indonesia
p.11 ×2
unresolved
org
Dana Pensiun Penyewaan
p.12
unresolved
org
Paul Hadiwinata
p.13 ×9
unresolved
org
Palilingan & Rekan
p.13 ×9
unresolved
org
Pusat Statistik
p.15
unresolved
org
Cashlez Worldwlde Indonesla Tbk.
p.15 ×2
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-AH.
p.17
unresolved
person
Novita Puspitarini
· Notaris
p.18 ×2
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.18 ×2
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-
p.18
unresolved
org
Menteri Investasi
p.18
unresolved
org
Koordinasi Penanaman Modal
p.18
unresolved
org
Bank Indonesia Gambar
p.26
unresolved
org
Bank Indonesia Pangsa Pasar E-commerce
p.26
unresolved
org
Kementerian Ketenagakerjaan RI Halaman
p.36
unresolved
org
Kementerian Ketenagakerjaan RI Tabel
p.37
unresolved
org
Kementerian Ketenagakerjaan RI
p.37
unresolved
org
PT Gambino Artisan Prima
p.43
unresolved
org
PT Kuda Pacu Indonesia
p.43
unresolved
org
PT Falvo Rasa Prima
p.43
unresolved
org
PT Transwepp International
p.43
unresolved
org
Maybank Indonesia Tbk
p.43 ×2
unresolved
org
PT Aksi Visitama
p.43
unresolved
org
PT Visa Worldwide Indonesia
p.43
unresolved
org
PT Midtrans
p.44
unresolved
org
KJPP
p.57 ×3
unresolved
person
J. Ferdinand H. Pardede
p.73
unresolved
person
H. Pardede
p.73
unresolved
person
Marshanda Kasavina Putri
p.73
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.