Skip to content
Back to announcement

20240611_SSIA_Rencana Transaksi Material Dengan Persetujuan RUPS_31660067_lamp3.pdf

Asset transaction Needs review SSIA

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 109

Page 1
                                                                                      ----- .       I
                                                                                      ••••          I
                                                                                      ••••          I
                                                                                      ••••          I
                                                                                      • ._ ••       I




       LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN
   Atas Rencana Transaksi Pengalihan Saham
           PT Suryacipta Swadaya
             Untuk Dipergunakan Oleh :
    PT SURYA SEMESTA INTERNUSA TBK
Tempo Scan Tower Lt. 20, Jalan H.R Rasuna Said Kav.
  3-4, Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta 12950
No. File: 00205/2.0055-00/BS/03/0060/0/VI/2024


                                                       TOTO SUHARTO & REKAN
                                                      Business & .Properry Vaiuer
                                                      License No : 2.09.0055
                                                      JI. Hayam Wuruk No.1-RK Jakarta 10120, Indonesia
                                                      Ph : +6221-3456783 (Hunting)
                                                      Fax: +6221-3813419
                                                      Website : http://www.tnr.co.id
                                                      Email : tnr@tnr.co.id
Page 2
No. File: 00205/2.0055-00/BS/03/0060/0/VI/2024

Jakarta, 7 Juni 2024

Kepada Yth,
DIREKSI
PT Surya Semesta Internusa Tbk
Tempo Scan Tower Lantai 20, Jalan H.R Rasuna Said
Kav. 3-4, Kuningan Timur, Kec. Setiabudi, Jakarta
Selatan
Provinsi DKI Jakarta 12950

Perihal : Laporan Pendapat Kewajaran Atas Rencana Transaksi Pengalihan Saham
          PT Suryacipta Swadaya.

Dengan hormat,
Sehubungan dengan rencana PT Surya Semesta Internusa Tbk melakukan pengalihan
sebagian kepemilikan saham di PT Suryacipta Swadaya kepada PT Puri Bumi Lestari
dimana Rencana Transaksi yang dilakukan merupakan Transaksi Material. Perseroan
telah menunjuk KJPP Toto Suharto dan Rekan untuk selanjutnya disebut sebagai (“TnR”)
sebagai penilai independen untuk memberikan pendapat kewajaran (Fairness Opinion)
atas Rencana Transaksi tersebut di atas, sesuai dengan kesepakatan yang tertuang
dalam Surat Penawaran Nomor : M.FO.24.00.0006, tanggal 22 Maret 2024.
Sebelumnya kami telah menyusun dan menerbitkan Laporan Pendapat Kewajaran atas
Rencana Transaksi dengan No. File : 00175/2.0055-00/BS/03/0060/0/V/2024,
Tanggal 13 Mei 2024.
Sehubungan dengan adanya surat tanggapan dari Otoritas Jasa Keuangan
Nomor : S-245/PM.023/2024, tanggal 31 Mei 2024, perihal “Perubahan dan/atau
Tambahan Informasi atas Rencana Transaksi Pengalihan Saham PT Suryacipta Swadaya
dan Penerbitan Saham PT Suryacipta Swadaya kepada PT Anarawata Puspa Utama ”,
maka dengan ini kami menerbitkan kembali Laporan Pendapat Kewajaran atas Rencana
Transaksi tersebut untuk menambahkan penjelasan dan pengungkapan atas asumsi yang
digunakan, serta penyesuaian kesimpulan akhir yang dihasilkan.

Laporan Kewajaran ini kami laksanakan dengan mengacu kepada Peraturan Otoritas
Jasa Keuangan (POJK) No. 35/POJK.04/2020, Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan
(SEOJK) No. 17/2020 serta Kode Etik Penilai Indonesia dan Standar Penilaian Indonesia
Edisi VII Tahun 2018 dari Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI). Kami
menggunakan pendekatan dan metode yang lazim dalam melakukan kajian serta
analisis berbagai data dan informasi yang relevan, dengan suatu batasan kondisi
bahwa secara fundamental asumsi-asumsi yang mendasari kajian dan analisis penilaian
tersebut terpenuhi.




                                         i
Page 3
LATAR BELAKANG

PT Surya Semesta Internusa Tbk yang selanjutnya disebut (“Perseroan”) adalah
perusahaan yang bergerak dalam bidang holding perusahaan pengembang properti
dan real estate, konstruksi dan perhotelan.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, pada tanggal
31 Desember 2023, Perseroan memiliki penyertaan saham pada PT Suryacipta
Swadaya selanjutnya disebut (“SCS”) dengan kepemilikan sebesar 99,99%. SCS
merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup (privately-held
company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia. Ruang lingkup
kegiatan usaha SCS adalah bergerak dalam bidang kawasan industri yang mulai
beroperasi secara komersial pada tahun 1995.

PT Puri Bumi Lestari yang selanjutnya disebut (“PBL”) merupakan perseroan terbatas
yang didirikan dan menjalankan usaha berdasarkan hukum Negara Republik Indonesia,
memiliki kantor terdaftar di Kabupaten Kudus sebagai pihak ketiga bermaksud untuk
membeli atau mengakuisisi sebagian kepemilikan saham Perseroan di SCS.

Mempertimbangkan bahwa SCS saat ini membutuhkan permodalan yang kuat untuk
mengelola dan mengembangkan kavling maka dengan menjual atau melepas sebagian
kepemilikan saham Perseroan di SCS melalui skema transaksi saham dan right issue
dapat menurunkan utang Bank SCS sehingga beban kewajiban cicilan pokok dan bunga
menjadi lebih kecil atau ringan, serta guna meningkatkan ekuitas Perseroan. Selanjutnya
disebut sebagai “Rencana Transaksi”.

Berdasarkan informasi manajemen Perseroan, mengingat antara Perseroan dan Pembeli
bukan merupakan pihak terafiliasi, maka merujuk pada ketentuan Peraturan OJK
No.42/POJK.04/2020 bahwa Rencana Transaksi bukan merupakan Transaksi Afiliasi
dan transaksi benturan kepentingan sebagaimana dimaksud dalam Peraturan OJK
No.42/POJK.04/2020. Namun Rencana Transaksi ini merupakan transaksi material
sebagaimana dimaksud dalam Peraturan OJK No.17/POJK.04/2020 karena nilai
transaksi diatas 20% (dua puluh persen) dari total ekuitas Perseroan berdasarkan
laporan keuangan audited per 31 Desember 2023.

Sehubungan rencana tersebut Perseroan menunjuk TnR untuk melakukan penilaian Opini
Kewajaran atas Rencana Transaksi, untuk mengetahui Kewajaran atas Rencana Transaksi
tersebut.

TANGGAL PENILAIAN

Tanggal efektif penilaian adalah per 31 Desember 2023, dimana batas tersebut
diambil atas dasar pertimbangan kepentingan dan tujuan penilaian. Analisis kewajaran
dilaksanakan menggunakan parameter dan laporan keuangan audited per tanggal 31
Desember 2023.




                                          ii
Page 4
OBYEK RENCANA TRANSAKSI

Objek transaksi dalam Pendapat Kewajaran ini dimana Perseroan merencanakan untuk
menjual atau melepas atas kepemilikan 55.808.781 lembar saham atau setara dengan
2,00% saham di SCS dengan nilai transaksi sebesar Rp169,81 miliar, selain itu terdapat
penerbitan saham baru oleh SCS dengan jumlah 962.701.486 lembar saham atau
setara 34,5% saham dengan nilai transaksi Rp2.929,30 miliar. SCS merupakan entitas
anak dari Perseroan. Berdasarkan Laporan Keuangan, Perseroan tercatat memiliki
1.827.737.601 (satu miliar delapan ratus dua puluh tujuh juta tujuh ratus tiga puluh tujuh
ribu enam ratus satu) saham atau 99,99% dari total seluruh modal yang telah
ditempatkan dan disetor dalam SCS dan merupakan pemegang saham pengendali dari
SCS.

TRANSAKSI AFILIASI DAN UNSUR BENTURAN KEPENTINGAN

Berdasarkan POJK 42/2020, yang dimaksud dengan Transaksi Afiliasi adalah setiap
aktivitas dan/atau transaksi yang dilakukan oleh perusahaan terbuka atau perusahaan
terkendali dengan afiliasi dari perusahaan terbuka atau afiliasi dari anggota Direksi,
anggota Dewan Komisaris, pemegang saham utama, atau pengendali, termasuk setiap
aktivitas dan/atau transaksi yang dilakukan oleh perusahaan terbuka atau perusahaan
terkendali untuk kepentingan afiliasi dari perusahaan terbuka atau afiliasi dari anggota
Direksi, anggota Dewan Komisaris, pemegang saham utama, atau pengendali,
sedangkan yang dimaksud dengan Benturan Kepentingan adalah perbedaan antara
kepentingan ekonomis perusahaan terbuka dengan kepentingan ekonomis pribadi
anggota Direksi, Anggota Dewan Komisaris, atau pemegang saham utama atau
pengendali yang dapat merugikan perusahaan terbuka dimaksud.

Berdasarkan informasi dari manajemen diketahui bahwa Rencana Transaksi antara
Perseroan dengan PBL bukan merupakan Transaksi Afiliasi sebagaimana dimaksud
dalam POJK No. 42/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan
Kepentingan. PBL adalah perusahaan tertutup yang tidak memiliki hubungan afiliasi baik
dari pemegang saham, dewan direksi maupun hubungan dewan komisaris dengan
Perseroan.

Dalam Rencana Transaksi ini tidak terdapat perbedaan kepentingan ekonomis antara
Perseroan dengan kepentingan ekonomis pribadi anggota Direksi, anggota Dewan
Komisaris, pemegang saham utama, atau pengendali yang dapat merugikan Perseroan
sebagaimana telah diungkapkan dalam Laporan Keuangan Proforma Perseroan,
sehingga Rencana Transaksi bukan merupakan Transaksi Benturan Kepentingan
sebagaimana dimaksud dalam POJK No. 42/2020.

TRANSAKSI MATERIAL

Berdasarkan Draft Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat (CSPA), untuk skema pengalihan
saham harga penjualan saham yang disepakati untuk sebagian kepemilikan Perseroan
di SCS adalah sebesar Rp169.814.958.827,00. Sedangkan untuk skema penerbitan
saham baru atau right issue nilai transaksi yang disepakati adalah
Rp2.929.308.081.601,00. Sementara itu jumlah ekuitas Perseroan berdasarkan
laporan keuangan audited per 31 Desember 2023 oleh Kantor Akuntan Publik Amir

                                           iii
Page 5
Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar dan Rekan Nomor 00234/2.1030/AU.1/03/1698-
2/1/III/2024 tanggal 26 Maret 2024 tercatat sebesar Rp4.443.454.368.823,00. Total
nilai Rencana Tranksaksi terhadap jumlah ekuitas Perseroan adalah 69,75%.

Setelah melakukan analisis sesuai dengan kriteria Peraturan OJK Nomor
17/POJK.04/2020, tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha Utama,
maka Rencana Transaksi ini merupakan Transaksi Material.

METODE ANALISIS ATAS RENCANAN TRANSAKSI

Dalam melakukan evaluasi kewajaran atas Transaksi, kami melakukan analisis dengan
tahapan-tahapan sebagai berikut :
1. Analisis Rencana Transaksi yang meliputi identifikasi dan hubungan antara pihak-
    pihak yang terlibat Rencana Transaksi, analisis perjanjian pengikatan dan
    persyaratan dalam Rencana Transaksi, analisis manfaat dan risiko Rencana
    Transaksi.
2. Analisis kualitatif atas Rencana Transaksi yang meliputi riwayat pihak-pihak yang
    terlibat dan kegiatan usaha, analisis industri, analisis operasional dan prospek,
    analisis alasan dilakukannya Rencana Transaksi, keuntungan dan kerugian Rencana
    Transaksi
3. Analisis kuantitatif atas Rencana Transaksi yang meliputi analisis laporan keuangan
    historikal, analisis arus kas, analisis rasio keuangan, analisis proyeksi keuangan,
    analisis laporan keuangan sebelum dan setelah Rencana Transaksi, analisis nilai
    tambah.
4. Analisis atas kewajaran nilai Rencana Transaksi

IDENTIFIKASI PIHAK-PIHAK YANG TERLIBAT BERTRANSAKSI

Pihak-pihak yang terlibat dalam Rencana Transaksi yaitu :

1. PT Surya Semesta Internusa Tbk sebagai pihak yang akan melepas atau menjual
   sebagian kepemilikan saham di PT Suryacipta Swadaya.
2. PT Puri Bumi Lestari sebagai pihak yang akan mengambil alih saham kepemilikan
   Perseroan di PT Suryacipta Swadaya melalui skema pengalihan saham dan right
   issue.

HASIL ANALISIS ATAS KEWAJARAN RENCANA TRANSAKSI

1. Analisis Rencana Transaksi

  • Berdasarkan informasi manajemen Perseroan, mengingat antara Perseroan dan
    Pembeli bukan merupakan pihak terafiliasi, maka merujuk pada ketentuan
    Peraturan OJK No.42/POJK.04/2020 bahwa Rencana Transaksi bukan
    merupakan Transaksi Afiliasi dan transaksi benturan kepentingan sebagaimana
    dimaksud dalam Peraturan OJK No.42/POJK.04/2020. Namun Rencana Transaksi
    ini merupakan transaksi material sebagaimana dimaksud dalam Peraturan OJK
    No.17/POJK.04/2020 karena nilai transaksi diatas 20% (dua puluh persen) dari
    total ekuitas Perseroan berdasarkan laporan keuangan audited per 31 Desember
    2023.
                                          iv
Page 6
   • Dengan dilakukannya Rencana Transaksi Bertambahnya saldo Kas dan Bank
     Perseroan secara konsolidasi terutama yang ada di SCS yang berasal dari
     penerbitan saham baru dan di Perseroan yang berasal dari penjualan saham ke
     PBL. Selanjutnya apabila tambahan dana dari PBL tersebut digunakan untuk
     mengurangi hutang bank di SCS, maka struktur permodalan di SCS akan menjadi
     lebih baik dengan bertambahnya ekuitas dan berkurangnya hutang Bank di SCS.
     Selanjutnya biaya bunga di SCS akan lebih rendah dibandingkan sebelum adanya
     Rencana Transaksi.
   • Apabila Rencana Transaksi gagal maka Perseroan akan kembali ke rencana
     strategis Perseroan yang disusun sebelum adanya Rencana Transaksi
   • Keuntungan Perseroan dengan adanya investor strategis dari SCS melalui
     pelaksanaan Rencana Transaksi diharapkan akan memperkuat struktur
     permodalan SCS dengan mengurangi hutang SCS terhadap bank yang secara
     tidak langsung dapat mengurangi biaya bunga dan pada pada akhirnya
     diharapkan akan membuat SCS menjadi lebih kompetitif. Dengan adanya
     tambahan satoran modal dari PBL ke dalam SCS, pengembangan Kawasan Industri
     Subang Smartpolitan diharapkan dapat lebih cepat sehingga akan lebih menarik
     bagi para calon pembeli Kawasan Industri Subang Smartpolitan.
   • Sementara kerugian yang akan diperoleh Perseroan dari Rencana Transaksi ini
     adalah dengan dilakukannya Rencana Transaksi, terdapat biaya-biaya yang
     muncul akibat Rencana Transaksi ini, yang tidak terbatas pada biaya lembaga
     penunjang pasar modal seperti biaya KAP dan KJPP dengan biaya-biaya yang
     muncul antara lain biaya KAP, biaya penilaian objek transaksi, biaya-biaya terkait
     profesi penilai serta kewajiban-kewajiban yang lain yang dapat muncul
     dikemudian hari.

2. Analisis Kualitatif

   • Pertumbuhan ekonomi dunia melambat dengan ketidakpastian pasar keuangan
     yang mereda. Pertumbuhan ekonomi global 2023 diprakirakan tetap sebesar
     3,0%. Pertumbuhan ekonomi tersebut didukung oleh konsumsi rumah tangga dan
     investasi. Penurunan inflasi di negara maju, termasuk AS, berlanjut, meski masih
     berada di atas sasaran, sementara inflasi Tiongkok menurun dipengaruhi oleh
     pertumbuhan ekonomi yang melambat.
   • Pertumbuhan ekonomi 2023 diprakirakan dalam kisaran 4,5-5,3%, didorong oleh
     konsumsi dan investasi sejalan dengan akselerasi belanja Pemerintah pada akhir
     tahun dan percepatan penyelesaian beberapa Proyek Strategis Nasional (PSN).
     Pada 2024, pertumbuhan ekonomi diprakirakan meningkat dalam kisaran 4,7-
     5,5% didukung oleh permintaan domestik utamanya berlanjutnya pertumbuhan
     konsumsi, termasuk dampak positif penyelenggaraan pemilu, serta peningkatan
     investasi khususnya bangunan sejalan dengan berlanjutnya pembangunan PSN
     termasuk Ibu Kota Nusantara (IKN).
   • Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) 2023 diprakirakan mencatat surplus sehingga
     mendukung ketahanan eksternal. Surplus neraca perdagangan berlanjut pada
     Desember 2023 yang tercatat 3,3 miliar dolar AS dipengaruhi oleh kinerja ekspor
     komoditas utama Indonesia yang tetap kuat, seperti batu bara serta besi dan baja.
     Perkembangan ini mendukung transaksi berjalan 2023 tetap sehat dan
     diprakirakan dalam kisaran surplus 0,4% sampai dengan defisit 0,4% dari PDB.

                                          v
Page 7
   • Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Desember 2023 tercatat meningkat
     menjadi 146,4 miliar dolar AS, setara dengan pembiayaan 6,7 bulan impor atau
     6,5 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di
     atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.
   • Nilai tukar Rupiah hingga 16 Januari 2024 relatif stabil, hanya melemah 1,24%
     dari akhir Desember 2023, dengan kebijakan stabilisasi Bank Indonesia dan
     kembali masuknya aliran portofolio asing, sejalan dengan tetap menariknya imbal
     hasil aset keuangan domestik dan tetap positifnya prospek ekonomi Indonesia.
     Inflasi IHK Desember 2023 tercatat sebesar 2,61% (yoy) menurun dari tahun
     sebelumnya sebesar 5,51% (yoy) sehingga berada dalam kisaran 3,0±1%.
     Penurunan inflasi dipengaruhi oleh terjaganya berbagai komponen inflasi sebagai
     hasil nyata konsistensi kebijakan moneter Bank Indonesia yang pro-stability serta
     sinergi erat kebijakan Bank Indonesia dengan Pemerintah Pusat dan Daerah.
  • Sejumlah lembaga internasional, seperti IMF dan World Bank dan lembaga lainnya
     telah mempublikasikan outlook-nya pada tahun 2024 ini. Hasilnya, sebagian besar
     memproyeksikan bahwa pertumbuhan ekonomi di 2024 lebih rendah dibanding
     tahun lalu. IMF, misalnya, pada 30 Oktober 2023 lalu memperkirakan
     pertumbuhan ekonomi global di 2024 mencapai 2,9% lebih rendah dengan
     perkiraan tahun 2023 yang mencapai 3,0%. Perlambatan pertumbuhan tersebut
     antara lain dipengaruhi oleh perlambatan ekonomi di Amerika Serikat (AS), Eropa
     dan China.
  • Sejalan dengan perkembangan tahunan, secara triwulanan lndeks Permintaan
     Properti Komersial triwulan Ill 2023 pada kategori sewa turut meningkat sebesar
     2,48% (qtq), lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 1,69% (qtq)
     (Grafik 3). Peningkatan permintaan terjadi pada mayoritas segmen kategori sewa
     terutama pada segmen apartemen sewa di Jakarta. Sementara itu, lndeks
     Permintaan Properti Komersial triwulan Ill 2023 pada kategori jual tumbuh sebesar
     0,08% (qtq), melambat dibandingkan 0,13% (qtq) pada triwulan II 2023.
  • Tiga bisnis utama SSIA diharapkan akan berperforma sangat baik pada tahun
     2024, menyusul pemulihan dari pandemi COVID-19 pada tahun 2020 - 2022 dan
     hasil positif Pemilihan Umum Indonesia pada tahun 2024, terutama dalam
     penjualan kawasan industri, yang menunjukkan siklus positif seperti kisaran tahun
     2010-2011. Adapun fokus Perseroan adalah pada tiga bidang utama, yakni (1)
     transformasi, (2) inovasi & peningkatan, dan (3) produktivitas & teknologi

3. Analisis Kuantitatif

  • Berdasarkan analisis historis keuangan Perseroan diketahui bahwa Perseroan
    memiliki kinerja yang baik. Dengan demikian rencana Perseroan melakukan
    Rencana Transaksi untuk memperkuat posisi keuangan dan meningkatkan daya
    saing adalah wajar.
  • Berdasarkan proyeksi keuangan Perseroan, diperkirakan akan mengalami
    peningkatan penjualan, laba kotor dan laba bersih, serta dapat meningkatkan
    jumlah aset dan jumlah ekuitas dengan demikian Perseroan melakukan Rencana
    Transaksi adalah wajar.
  • Adapun dampak dari Rencana Transaksi yaitu, rata rata Operating Margin
    meningkat dari 24,70% menjadi 24,71%. Sedangkan rata rata Net Margin


                                         vi
Page 8
    mengalami perubahan dari 18,52% sebelum ada Rencana Transaksi menjadi rata-
    rata sebesar 20,65% setelah Rencana Transaksi.
•   Berdasarkan proforma posisi keuangan, saat SCS mengumumkan dividen, SCS
    mencatat utang dividen kepada Perusahaan sebesar Rp433.682.506.599 dan
    Perusahaan mencatat piutang dividen dari SCS sebesar Rp433.682.506.599.
    Perusahaan menjual 55.808.781 saham SCS kepada PBL dengan nilai nominal
    Rp1.000 per saham dengan harga kesepakatan Rp3.042,8 per saham dengan
    nilai transaksi sebesar Rp169.814.958.827 sehingga mencatat keuntungan pada
    laporan laba rugi sebesar Rp114.996.052.717. Penyesuaian beban pajak
    penghasilan yang dicatat atas transaksi ini sebesar Rp21.661.173.630;
•   Berdasarkan proforma laba rugi, SCS melakukan percepatan pembayaran utang
    Bank Mandiri dan Bank Sindikasi masing-masing sebesar Rp446.000.000.000 dan
    Rp1.000.000.000.000 setelah menerima kas dari penjualan saham baru ke PBL.
    Penyesuaian beban umum dan administrasi yang dicatat terkait provisi atas
    percepatan pelunasan utang Bank Mandiri dan Bank Sindikasi di SCS adalah
    sebesar Rp29.443.643.157;
•   Berdasarkan analisis nilai tambah, proyeksi jumlah aset Perseroan sebelum
    Rencana Transaksi masing-masing adalah sebesar Rp12.115,98 miliar pada tahun
    2024 menjadi Rp16.028,56 miliar pada tahun 2028. Selanjutnya, proyeksi jumlah
    aset Perseroan setelah Rencana Transaksi masing-masing adalah sebesar
    Rp12.776,23 miliar pada tahun 2024 menjadi Rp16.967,54 miliar pada tahun
    2028. Proyeksi jumlah liabilitas Perseroan sebelum Rencana Transaksi masing-
    masing adalah sebesar Rp4.628,73 miliar pada tahun 2024 menjadi Rp3.812,37
    miliar pada tahun 2028. Selanjutnya, proyeksi jumlah liabilitas Perseroan setelah
    Rencana Transaksi masing-masing adalah sebesar Rp3.171,83 miliar pada tahun
    2024 menjadi Rp2.054,93 miliar pada tahun 2028. Proyeksi jumlah ekuitas
    Perseroan sebelum Rencana Transaksi masing-masing adalah sebesar
    Rp12.115,98 miliar pada tahun 2024 menjadi Rp16.028,56 miliar pada tahun
    2028. Selanjutnya, proyeksi jumlah ekuitas Perseroan setelah Rencana Transaksi
    masing-masing adalah sebesar Rp9.604,39 miliar pada tahun 2024 menjadi
    Rp14.912,60 miliar pada tahun 2028.
•   Berdasarkan analisis nilai tambah, proyeksi jumlah pendapatan Perseroan sebelum
    Rencana Transaksi masing-masing adalah sebesar Rp7.947,11 miliar pada tahun
    2028 menjadi Rp8.221,36 miliar pada tahun 2028. Selanjutnya, proyeksi jumlah
    pendapatan Perseroan setelah Rencana Transaksi masing-masing adalah sebesar
    Rp7.947,11 miliar pada tahun 2024 menjadi Rp8.221,36 miliar pada tahun 2028.
    Proyeksi laba bersih Perseroan sebelum Rencana Transaksi masing-masing adalah
    sebesar Rp2.049,91 miliar pada tahun 2024 menjadi Rp2.005,89 miliar pada
    tahun 2028. Selanjutnya, proyeksi jumlah laba bersih Perseroan setelah Rencana
    Transaksi masing-masing adalah sebesar Rp2.182,93 pada tahun 2024 menjadi
    Rp2.159,86 miliar pada tahun 2028. Terdapat perubahan pada laba bersih
    Perseroan yang mengalami kenaikan setelah Rencana Transaksi.
•   Berdasarkan draft Perjanjian Akta Perjanjian Pengikatan Jual Beli Saham dan
    Pengambilan Saham-saham Baru (CSPA), Perseroan sepakat menetapkan total
    Nilai Rencana Transaksi adalah sebesar Rp3.099.123.040.428,00 (tiga triliun
    sembilan puluh sembilan miliar seratus dua puluh tiga juta empat puluh ribu empat
    ratus dua puluh delapan rupiah)


                                        vii
Page 9
4. Analisis Kewajaran Nilai Rencana Transaksi

    Berdasarkan Peraturan OJK Nomor 35/POJK.04/2020 Pasal 48 butir (b) “Batas atas
    dan batas bawah pada kisaran Nilai, tidak boleh melebihi 7,5% (tujuh koma lima
    perseratus) dari Nilai yang dijadikan acuan. Berdasarkan perbandingan di atas,
    selisih antara Nilai Transaksi yaitu 7,06% diatas dari Nilai Pasar namun tidak lebih
    dari 7,5%.


KESIMPULAN

Berdasarkan analisa kualitatif dan kuantitatif tersebut diatas, kami berpendapat bahwa
Rencana Transaksi adalah WAJAR.

PENUTUP

Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi ini harus dipandang sebagai satu kesatuan.
Penggunaan sebagian analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan keseluruhan
informasi dan analisis dapat menyebabkan pandangan yang menyesatkan.

Kami menyatakan bahwa kami tidak ada hubungan afiliasi dengan Perseroan, baik
secara langsung maupun tidak langsung, sebagaimana didefinisikan dalam Undang-
Undang No.8 tahun 1995 tentang Pasar Modal.

Kami menyatakan bahwa kami tidak ada benturan kepentingan atas Transaksi yang
akan dilaksanakan. Kami tidak bertanggungjawab untuk menegaskan kembali atau
melengkapi pendapat kami karena peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal
surat ini.

Hormat kami,
KJPP Toto Suharto & Rekan




Ir. Toto Suharto., M.Sc., MAPPI (Cert.)
Pimpinan Rekan
No. MAPPI : 93-S-00361
No. Register Penilai : RMK-2017.00012
No. Ijin Penilai Publik : PB-1.08.00060
Klasifikasi Bidang Jasa : Penilaian Properti (P) dan Penilaian Bisnis (B)
No. STTD OJK : STTD.PPB-19/PJ-1/PM.02/2023
No. Lisensi Penilai BPN : 943/SK-PT.01.01/VII/2022
No. STTD IKNB : 008/NB.122/STTD-P/2017




                                                    viii
Page 10
SURAT REPRESENTASI
Page 11

          
Page 12

          
Page 13
PERNYATAAN PENILAI
Page 14
                             PERNYATAAN PENILAI

Dalam batas kemampuan dan keyakinan sebagai penilai, Kami menerangkan bahwa :

1. Kami menyatakan bahwa kami tidak ada hubungan afiliasi dengan Perseroan, baik
   secara langsung maupun tidak langsung, sebagaimana didefinisikan dalam Undang-
   Undang No. 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal.
2. Laporan pendapat kewajaran ini telah dibuat dengan menjaga integritas dan
   independensi Penilai Publik, dan penilaian pada penugasan ini disusun mengacu
   pada Peraturan OJK Nomor : 35/POJK.04/2020, Surat Edaran Otoritas Jasa
   Keuangan (SEOJK) No. 17/2020, dan Standar Penilaian Indonesia serta Kode Etik
   Penilai Indonesia (KEPI & SPI) Edisi VII 2018.
3. Kami bertanggung jawab atas Laporan Pendapat Kewajaran dan opini atau
   kesimpulan akhir.
4. Penugasan pendapat kewajaran telah dilakukan terhadap Obyek Rencana
   Transaksi pada Tanggal Penilaian (Cut Off Date) 31 Desember 2023.
5. Analisis telah dilakukan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam Laporan
   Pendapat Kewajaran ini.
6. Penugasan penilaian professional telah dilaksanakan sesuai dengan Peraturan
   Perundang-undangan yang berlaku.
7. Perkiraan Nilai yang dihasilkan dalam penugasan penilaian professional telah
   disajikan sebagai Kesimpulan Nilai.
8. Lingkup pekerjaan dan data yang dianalisis telah diungkapkan.
9. Kesimpulan dalam laporan ini telah sesuai dengan asumsi-asumsi dan kondisi
   pembatas.
10. Data ekonomi dan industri dalam laporan ini diperoleh dari berbagai sumber yang
    kami yakini dan dapat dipertanggungjawabkan.
11. Kami telah melakukan wawancara/pengumpulan data dan telah bekerja secara
    profesional, bertindak secara independen.
12. Keterangan-keterangan dan pernyataan dalam laporan ini, yang menjadi dasar
    analisa, pendapat dan kesimpulan yang diuraikan di dalamnya adalah benar
13. Analisa, pendapat dan kesimpulan dalam laporan ini bebas dari konflik
    kepentingan atas obyek yang dinilai maupun pihak lain yang terlibat.
14. Imbalan jasa penilaian sama sekali tidak tergantung pada pendapat kewajaran
    yang tercantum dalam laporan ini.
15. Penilai telah memenuhi persyaratan pendidikan profesional yang ditentukan
    dan/atau diselenggarakan oleh Asosiasi Penilai yang diakui Pemerintah.
16. Tidak seorang pun, kecuali yang disebutkan dalam laporan penilaian, telah
    menyediakan bantuan profesional dalam menyiapkan laporan penilaian.




                                         ix
Page 15
Selanjutnya Laporan ini menjelaskan semua asumsi dan syarat-syarat pembatasan yang
mempengaruhi analisa, pendapat dan kesimpulan yang tertera dalam Laporan Hasil
Kajian ini.


No.             Nama                                      Tanda Tangan

1. Penanggung Jawab :

  Ir. Toto Suharto, M.Sc., MAPPI (Cert.)                  …………………………
  No. MAPPI : 93-S-00361
  No. Ijin Penilai Publik : PB-1.08.00060
  No. Register Penilai : RMK-2017.00012
  Kualifikasi Penilai : Properti & Bisnis



2. Reviewer :

  Ufik Kurniasih, S.E., M.Ec.Dev., MAPPI (Cert.)          …………………………
  No. MAPPI : 11-S-03071
  No. Register Penilai : RMK-2017.00450
  Kualifikasi Penilai : Properti & Bisnis



3. Penilai :

  Henrianto, S.Pi., MM., M.Ec.Dev., CSA., MAPPI (Cert.)   …………………………
  No. MAPPI : 19-S-09317
  No. Register Penilai : RMK-2019.02918
  Kualifikasi Penilai : Properti & Bisnis




                                            x
Page 16
KUALIFIKASI PENILAI
Page 17
                   KUALIFIKASI TIM PENILAI
     Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Toto Suharto & Rekan

A. Penanggung Jawab
 1   Nama Lengkap        Ir. Toto Suharto, M.Sc, MAPPI (Cert.)
 2   Pendidikan          Strata 2 (S-2)
 3   Lembaga                  - S-1 Institut Pertanian Bogor (IPB
     Pendidikan                  University)
                              - S-2 Penilaian Universiti Teknologi
                                 Malaysia
4   Pengalaman Kerja          - Memiliki pengalaman lebih dari 29
    Penilai                      tahun di bidang penilaian aset dan
                                 usaha serta konsultan
                              - Mendapatkan akreditasi dari MAPPI
                                 sebagai penilai bersertifikat dan
                                 memperoleh ijin Penilai Publik Properti
                                 dan Bisnis (PB) dari Kementerian
                                 Keuangan

B. Penilai
 1   Nama Lengkap        Ufik Kurniasih, S.E, M.Ec.Dev, MAPPI (Cert.)
 2   Pendidikan          Strata 2 (S-2)
 3   Lembaga                 - S-1       Universitas     Muhammadiyah
     Pendidikan                 Yogyakarta
                             - S-2        Ekonomika       Pembangunan
                                Universitas Gadjah Mada
4   Pengalaman Kerja         - Memiliki pengalaman lebih dari 10
    Penilai                     tahun di bidang penilaian aset dan
                                usaha serta konsultan
                             - Mendapatkan akreditasi dari MAPPI
                                sebagai penilai Bersertifikat (S)

C. Reviewer
1   Nama Lengkap         Henrianto, S.Pi, MM, M.Ec.Dev, CSA, MAPPI
                         (Cert.)
2   Pendidikan           Strata 2 (S-2)
3   Lembaga                  - S-1 Perikanan Universitas Hasanuddin
    Pendidikan                   (2016)
                             - S-1 Akuntansi Universitas Terbuka
                                 (2020-Sekarang)
                             - Pendidikan Profesi Akuntansi (PPAk)
                                 Universitas Padjajaran (2023 –
                                 Sekarang)
                             - S-2 Ekonomi Pembangunan Universitas
                                 Gadjah Mada (2020)
                             - S-2      Manajemen    UPN    Veteran
                                 Yogyakarta (2022)

                              xi
Page 18
                       -     S-3 Ilmu Ekonomi Institut Pertanian
                             Bogor (2020-Sekarang)
4   Pengalaman Kerja   -     Memiliki pengalaman lebih dari 4 tahun
    Penilai                  di bidang penilaian aset dan usaha
                             serta konsultan
                       -     Mendapatkan akreditasi dari MAPPI
                             sebagai penilai Bersertifikat (S)
                       -     Mendapatkan Izin Penilai Publik
                             Properti dari Kementerian Keuangan RI
                       -     Brevet Pajak A dan B dari Asosiasi
                             Konsultan Pajak Publik Indonesia
                       -     Memperoleh lisensi sebagai teknisi
                             pajak (Certified Tax Technician) dari
                             Asosiasi Teknisi Pajak Indonesia
                       -     Memperoleh lisensi sebagai Wakil
                             Perantara Pedagang Efek dari
                             Otoritas Jasa Keuangan
                       -     Memperoleh lisensi sebagai Analisis
                             Efek dari BNSP LSP Pasar Modal




                           xii
Page 19
DAFTAR ISI
Page 20
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Surya Semesta Internusa Tbk


                                                               DAFTAR ISI

SERTIFIKAT ...........................................................................................................                    i - viii
SURAT REPRESENTASI
PERNYATAAN PENILAI ........................................................................................                               ix - x
KUALIFIKASI PENILAI ...........................................................................................                           xi - xii
DAFTAR ISI ...........................................................................................................                    xiii - xiv
DAFTAR TABEL DAN GRAFIK ..............................................................................                                    xv
DAFTAR LAMPIRAN .............................................................................................                             xvi

BAB I         PENDAHULUAN ....................................................................................                            I–1
1.1           Latar Belakang .......................................................................................................      I–1
1.2           Identifikasi Status Penilai ......................................................................................          I–2
1.3           Identitas Pemberi Tugas Dan Pengguna Laporan ...........................................                                    I–3
1.4           Objek Rencana Transaksi .....................................................................................               I–3
1.5           Ruang Lingkup ........................................................................................................      I–4
1.6           Maksud dan Tujuan ................................................................................................          I–4
1.7           Tanggal Penilaian ..................................................................................................        I–5
1.8           Independensi Penilai..............................................................................................          I–5
1.9           Tanggung Jawab Penilai ......................................................................................               I–5
1.10          Transaksi Afiliasi dan Unsur Benturan Kepentingan ........................................                                  I–5
1.11          Transaksi Material .................................................................................................        I–6
1.12          Metodologi Pengkajian Kewajaran Rencana Transaksi .................................                                         I–7
1.13          Kejadian-Kejadian Penting Setelah Tanggal Efektif (Subsequent Events) ...                                                   I–8
1.14          Sumber Data ...........................................................................................................     I–8
1.15          Asumsi-Asumsi Penting dan Independensi Penilai ............................................                                 I–9

BAB II        KAJIAN KEWAJARAN RENCANA TRANSAKSI ....................................                                                     II – 1
2.1.          Metode Analisis Atas Rencana Transaksi...........................................................                           II – 1
2.2.          Analisis Rencana Transaksi ...................................................................................              II – 1
2.2.1.        Identifikasi Pihak-Pihak yang Terlibat Rencana Transaksi .............................                                      II – 1
2.2.1.1.      PT Surya Semesta Internusa Tbk “Perseroan” ..................................................                               II – 2
2.2.1.2.      PT Puri Bumi Lestari “PBL” .....................................................................................            II – 4
2.2.2.        Analisis Perjanjian dan Persyaratan Rencana Transaksi ................................                                      II – 5
2.2.3.        Analisis Manfaat dan Risiko Rencana Transaksi...............................................                                II – 7
2.3.          Analisis Kualitatif atas Rencana Transaksi ........................................................                         II – 9
2.3.1.        Gambaran Perekonomian Indonesia..................................................................                           II – 9
2.3.1.1.      Pertumbuhan Ekonomi Global..............................................................................                    II – 10
2.3.1.2.      Pertumbuhan Ekonomi Domestik ..........................................................................                     II – 11
2.3.1.3.      Tingkat Inflasi (Inflation Rate) ..............................................................................             II – 12
2.3.1.4.      Nilai Tukar Rupiah .................................................................................................        II – 13
2.3.1.5.      Suku Bunga ..............................................................................................................   II – 14
2.3.1.6.      Prospek Perekonomian Indonesia 2024 ............................................................                            II – 15
2.3.2.        Gambaran Umum Industri Properti .....................................................................                       II – 16
2.3.2.1.      Perkembangan Industri Properti Global ...........................................................                           II – 16
2.3.2.2.      Perkembangan Industri Properti Indonesia .......................................................                            II – 21
2.3.3.        Analisa Prospek Usaha Perseroan ......................................................................                      II – 24
2.3.4.        Alasan Dilakukannya Rencana Transaksi ..........................................................                            II – 25



Daftar Isi                                                                                                                                           xiii
Page 21
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Surya Semesta Internusa Tbk


2.3.5.       Keuntungan dan Kerugian yang Bersifat Kualitatif atas
             Rencana Transaksi..................................................................................................         II – 26
2.4.         Analisis Kuantitatif Objek Transaksi ...................................................................                    II – 26
2.4.1.       Analisa Posisi Keuangan SCS...............................................................................                  II – 27
2.4.2.       Analisa Laba Rugi SCS .........................................................................................             II – 28
2.4.3.       Analisis Rasio Keuangan SCS...............................................................................                  II – 29
2.4.4.       Proyeksi Keuangan SCS .......................................................................................               II – 31
2.4.4.1.     Proyeksi Posisi Keuangan SCS .............................................................................                  II – 31
2.4.4.2.     Proyeksi Laba Rugi SCS .......................................................................................              II – 32
2.4.4.3.     Proyeksi Arus Kas SCS ..........................................................................................            II – 33
2.5.         Analisis Kuantitatif atas Rencana Transaksi ......................................................                          II – 34
2.5.1.       Analisis Kinerja Historis Perseroan ......................................................................                  II – 34
2.5.1.1.     Analisis Posisi Keuangan .......................................................................................            II – 35
2.5.1.2.     Analisis Laba Rugi ..................................................................................................       II – 36
2.5.1.3.     Analisis Arus Kas Perseroan .................................................................................               II – 37
2.5.2.       Analisis Rasio Keuangan .......................................................................................             II – 38
2.5.3.       Penilaian atas Proyeksi Keuangan Perseroan ..................................................                               II – 40
2.5.3.1.     Proyeksi Posisi Keuangan Sebelum Rencana Transaksi ..................................                                       II – 40
2.5.3.2.     Proyeksi Posisi Keuangan Setelah Rencana Transaksi ....................................                                     II – 41
2.5.3.3.     Proyeksi Laba Rugi Sebelum Rencana Transaksi .............................................                                  II – 42
2.5.3.4.     Proyeksi Laba Rugi Setelah Rencana Transaksi ...............................................                                II – 43
2.5.4.       Analisis Rasio Keuangan atas Proyeksi Keuangan Perseroan .......................                                            II – 44
2.5.4.1.     Rasio Keuangan Sebelum Rencana Transaksi...................................................                                 II – 44
2.5.4.2.     Rasio Keuangan Setelah Rencana Transaksi ....................................................                               II – 46
2.5.5.       Proforma Laporan Keuangan Sebelum dan Setelah Rencana Transaksi ....                                                        II – 46
2.5.5.1.     Proforma Laporan Posisi Keuangan ...................................................................                        II – 46
2.5.5.2.     Proforma Laporan Laba Rugi ..............................................................................                   II – 49
2.5.6.       Analisis Inkremental ...............................................................................................        II – 50
2.5.6.1.     Konstribusi Nilai Tambah dan Dampak Terhadap Proyeksi Keuangan ......                                                       II – 50
2.5.6.2.     Biaya atau Pendapatan yang Relevan .............................................................                            II – 53
2.5.6.3.     Informasi Non Keuangan yang Relevan ............................................................                            II – 53
2.5.6.4.     Prosedur Pengambilan Keputusan Oleh Perusahaan dalam Menentukan
             Rencana Transaksi dengan Memperhatikan Alternatif Lain .........................                                            II – 55
2.5.6.5.     Hal Material Lainnya ............................................................................................           II – 55
2.6.         Analisis Kewajaran Harga Rencana Transaksi .................................................                                II – 56
2.6.1.       Ringkasan Hasil Penilaian.....................................................................................              II – 56
2.6.2.       Harga Rencana Transaksi.....................................................................................                II – 56
2.6.3.       Perbandingan Nilai Rencana Transaksi dengan Nilai Pasar.........................                                            II – 56
2.6.4.       Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi ................................................                                  II – 57
2.7.         Kesimpulan ..............................................................................................................   II – 57




Daftar Isi                                                                                                                                     xiv
Page 22
DAFTAR TABEL DAN GRAFIK
Page 23
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Surya Semesta Internusa Tbk


                                       DAFTAR TABEL DAN GRAFIK

Tabel 1.1. Objek Rencana Transaksi .................................................................................. I – 4
Tabel 1.2. Analisis Transaksi Material ................................................................................ I – 7

Tabel 2.1. Susunan Pemegang Saham Perseroan ............................................................                    II – 4
Tabel 2.2. Susunan Pengurus Perseroan .............................................................................         II – 4
Tabel 2.3. Susunan Pemegang Saham PT Puri Bumi Lestari ...........................................                          II – 5
Tabel 2.4. Pertumbuhan Ekonomi Dunia dan Indonesia ...................................................                      II – 9
Tabel 2.5. Pertumbuhan PDB Dunia.....................................................................................       II – 11
Tabel 2.6. Tingkat Inflasi Indonesia y-to-y (2018 - 2023).............................................                      II – 13
Tabel 2.7. Laporan Keuangan Historis SCS (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah)........                                           II – 26
Tabel 2.8. Pertumbuhan Kinerja Keuangan SCS...............................................................                  II – 27
Tabel 2.9. Rasio Keuangan SCS ..........................................................................................    II – 30
Tabel 2.10. Proyeksi Posisi Keuangan SCS(Dalam Jutaan Rupiah) .................................                             II – 32
Tabel 2.11. Proyeksi Laba Rugi SCS (Dalam Jutaan Rupiah) ..........................................                         II – 33
Tabel 2.12. Proyeksi Arus Kas SCS (Dalam Jutaan Rupiah) .............................................                       II – 33
Tabel 2.13. Historis Keuangan Perseroan (Dalam Jutaan Rupiah) ..................................                            II – 34
Tabel 2.14. Pertumbuhan Kinerja Keuangan Perseroan Konsolidasi ..............................                               II – 35
Tabel 2.15. Perkembangan Arus Kas Perseroan
            (dinyatakan dalam Jutaan Rupiah) .................................................................              II – 38
Tabel 2.16. Rasio Keuangan Perseroan ...............................................................................        II – 39
Tabel 2.17. Proyeksi Posisi Keuangan Perseroan (Dalam Jutaan Rupiah) .....................                                  II – 40
Tabel 2.18. Proyeksi Posisi Keuangan Perseroan (Dalam Jutaan Rupiah) .....................                                  II – 41
Tabel 2.19. Proyeksi Laba Rugi Perseroan (Dalam Jutaan Rupiah)................................                              II – 43
Tabel 2.20. Proyeksi Laba Rugi Perseroan (Dalam Jutaan Rupiah)................................                              II – 44
Tabel 2.21. Rasio Keuangan Sebelum Rencana Transaksi ................................................                       II – 44
Tabel 2.22. Rasio Keuangan Setelah Rencana Transaksi ..................................................                     II – 46
Tabel 2.23. Proforma Posisi Keuangan (Dalam Rupiah) ....................................................                    II – 47
Tabel 2.24. Proforma Laba Rugi (Dalam Rupiah) ..............................................................                II – 49
Tabel 2.25. Analisis Nilai Tambah Proyeksi Posisi Keuangan
            (Dalam Jutaan Rupiah) .......................................................................................   II – 51
Tabel 2.26. Analisis Nilai Tambah Proyeksi Laba Rugi (Dalam Jutaan Rupiah) ...........                                      II – 52
Tabel 2.27. Nilai Pasar 36,50% Saham SCS ......................................................................             II – 56
Tabel 2.28. Nilai Rencana Transaksi .....................................................................................   II – 56
Tabel 2.29. Perbandingan Nilai Rencana Transaksi dengan Nilai Pasar ......................                                  II – 57


Grafik 2.1. Perkembangan Posisi Keuangan Historis SCS................................................                       II – 27
Grafik 2.2. Perkembangan Laba (Rugi) Historis SCS ........................................................                  II – 28
Grafik 2.3. Perkembangan Posisi Keuangan Perseroan
            (dinyatakan dalam Jutaan Rupiah) .................................................................              II – 35
Grafik 2.4. Perkembangan Laba Rugi Perseroan
            (dinyatakan dalam Jutaan Rupiah) .................................................................              II – 36




Daftar Tabel Dan Grafik                                                                                                           xv
Page 24
DAFTAR LAMPIRAN
Page 25
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Surya Semesta Internusa Tbk


                               DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran - 01 Historis Posisi Keuangan
Lampiran - 02 Historis Laba Rugi
Lampiran - 03 Historis Arus Kas
Lampiran - 04 Rasio Keuangan
Lampiran - 05 Proyeksi Posisi Keuangan Sebelum Transaksi
Lampiran - 06 Proyeksi Laba Rugi Sebelum Transaksi
Lampiran - 07 Rasio Keuangan Sebelah Transaksi
Lampiran - 08 Proyeksi Posisi Keuangan Setelah Transaksi
Lampiran - 09 Proyeksi Laba Rugi Setelah Transaksi
Lampiran - 10 Rasio Keuangan Setelah Transaksi
Lampiran - 11 Proformas Laporan Keuangan 31 Desember
Lampiran - 12 Proformas Laporan Keuangan 31 Desember 2023




Daftar Lampiran                                               xvi
Page 26
    BAB I
PENDAHULUAN
Page 27
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Surya Semesta Internusa Tbk


                                     BAB I
                                 PENDAHULUAN

1.1       Latar Belakang
          PT Surya Semesta Internusa Tbk untuk selanjutnya disebut (“Perseroan”)
          adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang holding perusahaan
          pengembang properti dan real estate, konstruksi dan perhotelan.

          Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, pada
          tanggal 31 Desember 2023, Perseroan memiliki penyertaan saham pada
          PT Suryacipta Swadaya selanjutnya disebut (“SCS”) dengan kepemilikan
          sebesar 99,99%. SCS merupakan suatu Perseroan terbatas berstatus
          perusahaan tertutup (privately-held company), didirikan dan menjalankan
          kegiatan usahanya di Indonesia. Ruang lingkup kegiatan usaha SCS adalah
          bergerak dalam bidang kawasan industri yang mulai beroperasi secara
          komersial pada tahun 1995.

          PT Puri Bumi Lestari yang selanjutnya disebut “PBL” merupakan perseroan
          terbatas yang didirikan dan menjalankan usaha berdasarkan hukum Negara
          Republik Indonesia, memiliki kantor terdaftar di Kabupaten Kudus sebagai
          pihak ketiga bermaksud untuk membeli atau mengakuisisi sebagian
          kepemilikan saham Perseroan di SCS.

          Mempertimbangkan bahwa SCS saat ini membutuhkan permodalan yang kuat
          untuk mengelola dan mengembangkan kavling maka dengan menjual atau
          melepas sebagian kepemilikan saham Perseroan di SCS melalui skema
          transaksi saham dan right issue dapat menurunkan utang Bank SCS sehingga
          beban kewajiban cicilan pokok dan bunga menjadi lebih kecil atau ringan,
          serta guna meningkatkan ekuitas Perseroan. Selanjutnya disebut sebagai
          “Rencana Transaksi”.

          Berdasarkan informasi manajemen Perseroan, mengingat antara Perseroan
          dan Pembeli bukan merupakan pihak terafiliasi, maka merujuk pada
          ketentuan Peraturan OJK No.42/POJK.04/2020 bahwa Rencana Transaksi
          bukan merupakan Transaksi Afiliasi dan transaksi benturan kepentingan
          sebagaimana dimaksud dalam Peraturan OJK No.42/POJK.04/2020.
          Namun Rencana Transaksi ini merupakan transaksi material sebagaimana
          dimaksud dalam Peraturan OJK No.17/POJK.04/2020 karena nilai transaksi
          diatas 20% (dua puluh persen) dari total ekuitas Perseroan berdasarkan
          laporan keuangan audited per31 Desember 2023.




Bab I - Pendahuluan                                                             1
Page 28
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Surya Semesta Internusa Tbk


          Sehubungan rencana tersebut Perseroan menunjuk KJPP Toto Suharto &
          Rekan (“TnR”) untuk melakukan penilaian Opini Kewajaran atas Rencana
          Transaksi, sesuai dengan kesepakatan yang tertuang dalam dalam Surat
          Penawaran Nomor : M.FO.24.00.0006, tanggal 22 Maret 2024. untuk
          mengetahui Kewajaran atas Rencana Transaksi tersebut.


1.2       Identifikasi Status Penilai
          KJPP Toto Suharto & Rekan (TnR) awalnya adalah PT Actual Kencana
          Appraisal (AKA) yang telah aktif dalam usaha penilaian sejak Tahun 1984.
          Tahun 2007 AKA berubah menjadi Usaha Jasa Penilai Toto Suharto & Rekan
          mengikuti Peraturan Menteri Keuangan yang mengatur tentang jasa penilai
          publik di Indonesia.

          TnR ditetapkan sebagai Kantor Jasa Penilai Publik resmi berdasarkan
          Keputusan Menteri Keuangan Nomor : 1009/KM.1/2009, tanggal 28 Juli
          2009, dengan Surat Ijin Usaha Kantor Jasa Penilai Publik (SIUKJPP) Nomor :
          2.09.0055 dan terdaftar sebagai profesi penunjang pasar modal atas
          nama :

          • Ir. Toto Suharto, M.Sc., MAPPI (Cert.)
            - No. MAPPI                : 93-S-00361
            - No. Ijin Penilai Publik  : PB-1.08.00060
            - Klasifikasi Bidang Jasa : Penilaian Properti & Bisnis
            - STTD OJK No.             : STTD.PPB-19/PJ-1/PM.02/2023
            - No. Lisensi Penilai BPN : 943/SK-PT.01.01/VII/2022
            - No. STTD IKNB            : 008/NB.122/STTD-P/2017

          Penilai yang bertandatangan dalam laporan ini bertindak dalam
          kapasitasnya sebagai Pemimpin Rekan dalam Kantor Jasa Penilai Publik
          Toto Suharto & Rekan, penyedia jasa penilaian independen.

          Penilai tidak sedang memiliki atau memiliki potensi benturan kepentingan
          dengan Pemberi Tugas ataupun dengan Objek Penilaian. Oleh karena itu,
          Penilai berada dalam posisi untuk memberikan penilaian objektif dan tidak
          memihak.




Bab I - Pendahuluan                                                               2
Page 29
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Surya Semesta Internusa Tbk


1.3       Identitas Pemberi Tugas Dan Pengguna Laporan
          Berikut adalah identitas pemberi tugas dan pengguna laporan:

          Nama            : PT Surya Semesta Internusa Tbk
          Bidang Usaha    : Holding Perusahaan Pengembang Properti dan Real
                            Estate, Konstruksi dan Perhotelan
          Alamat          : Tempo Scan Tower, Lantai 20, Jalan HR Rasuna Said Kav.
                            3-4, Kuningan Timur, Kecamatan Setiabudi, Kota Jakarta
                            Selatan, Provinsi DKI Jakarta.
          Nomor Telepon : (021) 526 2121
          Nomor Faksimile : (021) 526 7878
          Email           : inquiry@suryainternusa.com
          Website         : www.suryainternusa.com

          SSIA, sebelumnya dikenal dengan nama PT Multi Investments Limited, didirikan
          pada tanggal 15 Juni 1971. Nama perusahaan kemudian berubah menjadi
          PT Surya Semesta Internusa (SSIA) pada tahun 1995. Bisnis utama SSIA
          adalah pengembangan kawasan industri & real estate, konstruksi serta
          perhotelan.

          Portofolio investasi SSIA yang sangat beragam di antaranya Suryacipta City
          of Industry, Subang Smartpolitan, Edenhaus Simatupang, Graha Surya
          Internusa (akan dibangun kembali sebagai SSI Tower), Hotel Gran Melia
          Jakarta, Melia Bali Hotel, Umana Bali, LXR Hotel and Resorts (sebelumnya
          Banyan Tree Ungasan Resort Bali), dan BATIQA Hotels. Selama lebih dari 50
          tahun dalam bisnis properti, SSIA telah memperkuat pengakuan dan posisi
          brand‐ nya sebagai salah satu perusahaan pengembang terkuat di Indonesia.
          Menandai tonggak sejarah sebagai perusahaan terkemuka, SSIA
          mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia dan menjadi perusahaan
          publik pada tanggal 27 Maret 1997.


1.4       Objek Rencana Transaksi
          Objek transaksi dalam Pendapat Kewajaran ini dimana Perseroan
          merencanakan untuk menjual atau melepas atas kepemilikan 55.808.781
          lembar saham atau setara dengan 2,00% saham di SCS dengan nilai
          transaksi sebesar Rp169,81 miliar, selain itu terdapat penerbitan saham baru
          oleh SCS dengan jumlah 962.701.486 lembar saham atau setara 34,5%
          saham dengan nilai transaksi Rp2.929,30 miliar. Berikut adalah rincian objek
          transaksi :




Bab I - Pendahuluan                                                                 3
Page 30
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Surya Semesta Internusa Tbk


          Tabel 1.1. Objek Rencana Transaksi
                        Keterangan                  Jumlah Lembar      Persentase
           Kepemiikan Saham milik PT Surya
           Semesta Internusa Tbk di PT Suryacipta     55.808.781          2,00%
           Swadaya

           Penerbitan Saham Baru SCS                 962.701.486          34,50%


          SCS merupakan entitas anak dari Perseroan. Berdasarkan Laporan
          Keuangan, Perseroan tercatat memiliki 1.827.737.601 (satu miliar delapan
          ratus dua puluh tujuh juta tujuh ratus tiga puluh tujuh ribu enam ratus satu)
          saham atau 99,99% dari total seluruh modal yang telah ditempatkan dan
          disetor dalam SCS dan merupakan pemegang saham pengendali dari SCS.


1.5       Ruang Lingkup
          Laporan Pendapat Kewajaran/Fairness Opinion atas Rencana Transaksi
          (untuk selanjutnya disebut (“Laporan Pendapat Kewajaran”) ini hanya dapat
          digunakan sehubungan dengan Rencana Transaksi yang akan dilaksanakan
          dan tidak dapat dipergunakan untuk kepentingan lain. Laporan Pendapat
          Kewajaran ini juga tidak dimaksudkan untuk memberikan rekomendasi
          persetujuan atau tidak menyetujui Rencana Transaksi atau mengambil
          tindakan tertentu atas Rencana Transaksi.

          Pihak ketiga yang ditunjuk untuk memberikan Laporan Pendapat Kewajaran
          adalah TnR yang diharapkan dapat melakukan kajian secara objektif dan
          independen.


1.6       Maksud dan Tujuan
          Maksud dan tujuan penyusunan Laporan Pendapat Kewajaran adalah untuk
          memberikan gambaran kepada Direksi Perseroan mengenai kewajaran
          Rencana Transaksi dari aspek keuangan dan untuk memenuhi ketentuan yang
          berlaku, yaitu POJK Nomor 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material
          dan Perubahan Kegiatan Usaha.

          Laporan Pendapat Kewajaran ini disusun dengan memenuhi ketentuan-
          ketentuan dalam Peraturan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK)
          No. 35/POJK.04/2020, Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan (SEOJK)
          No. 17/2020 dan Standar Penilaian Indonesia (SPI) Edisi VII tahun 2018 yang
          ditetapkan oleh Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI).




Bab I - Pendahuluan                                                                  4
Page 31
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Surya Semesta Internusa Tbk


1.7       Tanggal Penilaian
          Tanggal efektif penilaian adalah per 31 Desember 2023, dimana batas
          tersebut diambil atas dasar pertimbangan kepentingan dan tujuan penilaian.
          Analisis kewajaran dilaksanakan menggunakan parameter dan laporan
          keuangan audited per tanggal 31 Desember 2023.


1.8       Independensi Penilai
          Dalam mempersiapkan Laporan Pendapat Kewajaran ini, TnR bertindak
          secara independen tanpa adanya benturan kepentingan dan tidak terafiliasi
          dengan Perseroan ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan Perseroan.
          KJPP TnR juga tidak memiliki kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait
          dengan penugasan ini.


1.9       Tanggung Jawab Penilai
          Dalam batas kemampuan dan keyakinan TnR sebagai penilai, TnR
          menyatakan bahwa semua perhitungan dan analisis yang dibuat dalam
          penyusunan Laporan Pendapat Kewajaran telah dilakukan dengan benar
          dan TnR bertanggung jawab atas Laporan Pendapat Kewajaran yang
          diterbitkan.


1.10      Transaksi Afiliasi dan Unsur Benturan Kepentingan
          Berdasarkan POJK 42/2020, yang dimaksud dengan Transaksi Afiliasi
          adalah setiap aktivitas dan/atau transaksi yang dilakukan oleh perusahaan
          terbuka atau perusahaan terkendali dengan afiliasi dari perusahaan terbuka
          atau afiliasi dari anggota Direksi, anggota Dewan Komisaris, pemegang
          saham utama, atau pengendali, termasuk setiap aktivitas dan/atau transaksi
          yang dilakukan oleh perusahaan terbuka atau perusahaan terkendali untuk
          kepentingan afiliasi dari perusahaan terbuka atau afiliasi dari anggota
          Direksi, anggota Dewan Komisaris, pemegang saham utama, atau
          pengendali, sedangkan yang dimaksud dengan Benturan Kepentingan
          adalah perbedaan antara kepentingan ekonomis perusahaan terbuka
          dengan kepentingan ekonomis pribadi anggota Direksi, Anggota Dewan
          Komisaris, atau pemegang saham utama atau pengendali yang dapat
          merugikan perusahaan terbuka dimaksud.

          Berdasarkan informasi dari manajemen diketahui bahwa Rencana Transaksi
          antara Perseroan dengan PBL bukan merupakan Transaksi Afiliasi
          sebagaimana dimaksud dalam POJK No. 42/2020 tentang Transaksi Afiliasi
          dan Transaksi Benturan Kepentingan. PBL adalah perusahaan tertutup yang


Bab I - Pendahuluan                                                                5
Page 32
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Surya Semesta Internusa Tbk


          tidak memiliki hubungan afiliasi baik dari pemegang saham, dewan direksi
          maupun hubungan dewan komisaris dengan Perseroan.

          Dalam Rencana Transaksi ini tidak terdapat perbedaan kepentingan
          ekonomis antara Perseroan dengan kepentingan ekonomis pribadi anggota
          Direksi, anggota Dewan Komisaris, pemegang saham utama, atau pengendali
          yang dapat merugikan Perseroan sebagaimana telah diungkapkan dalam
          Laporan Keuangan Proforma Perseroan, sehingga Rencana Transaksi bukan
          merupakan Transaksi Benturan Kepentingan sebagaimana dimaksud dalam
          POJK No. 42/2020.

          Perseroan akan mengumumkan Rencana Transaksi tersebut melalui
          Keterbukaan Informasi apabila Rencana Transaksi tersebut telah
          dilaksanakan oleh Perseroan.


1.11      Transaksi Material
          Sesuai dengan POJK No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan
          Perubahan Kegiatan Usaha, transaksi material adalah setiap:
          a. Penyertaan dalam badan usaha, proyek, dan/atau kegiatan usaha
             tertentu;
          b. Pembelian, penjualan, pengalihan, tukar menukar aset atau segmen
             operasi;
          c. Perolehan, pelepasan, dan/atau penggunaan jasa;
          d. Sewa menyewa aset;
          e. Pinjam meminjam dana termasuk pengalihannya;
          f. Menjaminkan aset perusahaan terbuka dan/atau perusahaan terkendali
             atas pinjaman dari pihak lain; dan
          g. Memberikan jaminan perusahaan (corporate guarantee).

          Perusahaan Terbuka yang melakukan Transaksi Material dalam 1 (satu) kali
          transaksi atau suatu rangkaian transaksi untuk suatu tujuan atau kegiatan
          tertentu, wajib memenuhi ketentuan sebagaimana diatur dalam Peraturan
          Otoritas Jasa Keuangan. Suatu transaksi dikategorikan sebagai Transaksi
          Material apabila nilai transaksi sama dengan 20% (dua puluh persen) atau
          lebih dari ekuitas Perusahaan Terbuka.

          Kami telah melakukan analisis sesuai kriteria diatas untuk melihat apakah
          Rencana Transaksi ini merupakan Transaksi Material atau tidak sebagai
          berikut :




Bab I - Pendahuluan                                                              6
Page 33
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Surya Semesta Internusa Tbk


          Tabel 1.2. Analisis Transaksi Material
           No                Keterangan                    Jumlah (Rp)     Deviasi   Kesimpulan
                  - Nilai Transaksi Pengalihan Saham   169.814.958.827                 Tidak
            1.                                                             3,82%
                  - Total Ekuitas Perseroan            4.443.454.368.823              Material
                 - Nilai Transaksi Penerbitan Saham
                                                       2.929.308.081.601
            2.      (Right Issue)                                          65,92%     Material
                                                       4.443.454.368.823
                  - Total Ekuitas Perseroan
                 - Total Nilai Transaksi               3.099.123.040.428
                                                                           69,75%     Material
                 - Total Ekuitas Perseroan             4.443.454.368.823
          Sumber : Manajemen Perseroan (diolah)

          Berdasarkan Draft Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat (CSPA), untuk skema
          pengalihan saham harga penjualan saham yang disepakati untuk sebagian
          kepemilikan Perseroan di SCS adalah sebesar Rp169.814.958.827,00.
          Sedangkan untuk skema penerbitan saham baru atau right issue nilai transaksi
          yang disepakati adalah Rp2.929.308.081.601,00. Sementara itu jumlah
          ekuitas Perseroan berdasarkan laporan keuangan audited per 31 Desember
          2023 oleh Kantor Akuntan Publik Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar dan
          Rekan Nomor 00234/2.1030/AU.1/03/1698-2/1/III/2024 tanggal
          26 Maret 2024 tercatat sebesar Rp4.443.454.368.823,00. Total nilai
          Rencana Tranksaksi terhadap jumlah ekuitas Perseroan adalah 69,75%.

          Setelah melakukan analisis sesuai dengan kriteria Peraturan OJK Nomor
          17/POJK.04/2020, tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan
          Usaha Utama, maka Rencana Transaksi ini merupakan Transaksi Material.


1.12      Metodologi Pengkajian Kewajaran Rencana Transaksi
          Laporan Pendapat Kewajaran ini disusun sesuai dengan POJK 35/2020,
          SEOJK No. 17/2020 dan Standar Penilaian Indonesia (SPI) yang ditetapkan
          oleh MAPPI, dimana pendekatan yang diaplikasikan sesuai dengan standar
          penilaian lengkap.

          Analisis kewajaran dilakukan dengan melakukan analisis kualitatif dan
          analisis kuantitatif atas Rencana Transaksi. Dimana analisis atas Rencana
          Transaksi dilakukan dengan mengidentifikasi adanya keterkaitan dalam
          hubungan antara pihak-pihak yang bertransaksi. Pada analisis atas transaksi
          terdapat penjelasan manfaat dan risiko dari Rencana Transaksi.

          Analisis kualitatif atas Rencana Transaksi didasarkan atas analisis industri dan
          lingkungan dimana terdapat penjabaran akan kondisi makro ekonomi di
          dunia dan kondisi ekonomi di Indonesia maupun tinjauan industri perbankan
          nasional. Disamping itu, analisis kualitatif akan menjelaskan lebih detail
          mengenai alasan dan latar belakang maupun keuntungan dan kerugian atas
          Rencana Transaksi.



Bab I - Pendahuluan                                                                               7
Page 34
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Surya Semesta Internusa Tbk


          Analisis kuantitatif atas Rencana Transaksi dilakukan dengan mengidentifikasi
          analisis kondisi keuangan Perseroan termasuk penilaian akan kinerja historis
          maupun analisis rasio terhadap Perseroan, trend analisis atas laporan
          keuangan historis Perseroan dan penilaian atas proyeksi keuangan
          perseroan, analisis proforma laporan keuangan, analisis sensitivitas atas
          transaksi serta analisis kewajaran atas nilai Rencana Transaksi.


1.13      Kejadian-Kejadian Penting Setelah Tanggal Efektif (Subsequent
          Events)
          Berdasarkan informasi yang kami terima tidak terdapat kejadian-kejadian
          Penting setelah Tanggal Efektif dari tanggal penilaian hingga tanggal
          laporan opini kewajaran ini diterbitkan.


1.14      Sumber Data
          Sebagai Penilai Independen dalam mempersiapkan Laporan Pendapat
          Kewajaran atas Rencana Transaksi, kami telah mempelajari, mengacu, dan
          mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut :

          1.   Pemberitahuan dari Perseroan tentang Rencana Transaksi.
          2.   Laporan keuangan Perseroan dan entitas anak untuk tahun yang berakhir
               pada tanggal 31 Desember 2019, yang diaudit oleh Akuntan Publik
               Benny Andria dari KAP Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan
               dalam Laporan Nomor 00243/2.1030/AU.1/03/0181-1/1/III/2020
               dengan opini wajar tanpa modifikasian.
          3.   Laporan keuangan Perseroan dan entitas anak untuk tahun yang berakhir
               pada tanggal 31 Desember 2020, yang diaudit oleh Akuntan Publik
               Benny Andria dari KAP Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan
               dalam Laporan Nomor 00328/2.1030/AU.1/03/0181-2/1/IV/2021
               dengan opini wajar tanpa modifikasian.
          4.   Laporan keuangan Perseroan dan entitas anak untuk tahun yang berakhir
               pada tanggal 31 Desember 2021, yang diaudit oleh Akuntan Publik Rudi
               Hartono Purba dari KAP Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan
               dalam Laporan Nomor 00185/2.1030/AU.1/03/0501-1/1/III/2022
               dengan opini wajar tanpa modifikasian.
          5.   Laporan keuangan Perseroan dan entitas anak untuk tahun yang berakhir
               pada tanggal 31 Desember 2022, yang diaudit oleh Akuntan Publik
               Chairul Wismoyo dari KAP Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan
               dalam Laporan Nomor 00283/2.1030/AU.1/03/1698-1/1/III/2023
               dengan opini wajar tanpa modifikasian.
          6.   Laporan keuangan Perseroan dan entitas anak untuk tahun yang berakhir
               pada tanggal 31 Desember 2023, yang diaudit oleh Akuntan Publik
               Chairul Wismoyo dari KAP Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan


Bab I - Pendahuluan                                                                  8
Page 35
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Surya Semesta Internusa Tbk


              dalam Laporan Nomor 00234/2.1030/AU.1/03/1698-2/1/III/2024
              dengan opini wajar tanpa modifikasian.
          7. Company Profile Perseroan.
          8. Annual Report Perseroan periode 2019 - 2023.
          9. Proyeksi keuangan Perseroan periode 2024 -2028 sebelum dan setelah
              rencana transaksi.
          10. Legalitas Perseroan.
          11. Draft Keterbukaan Informasi (KI) Perseroan
          12. Proforma Perseroan sebelum dan setelah Rencana Transaksi.
          13. Draft Perjanjian Pengikatan Jual Beli Saham dan Pengambilan Saham-
              Saham Baru antara Perseroan dengan APU dan Afiliasi.
          14. Draft Perjanjian Novasi dan Addendum Atas Perjanjian Pengikatan Jual
              Beli Saham dan Pengambilan Saham – Saham Baru.
          15. Surat pernyataan (Representasi) manajemen Perseroan terkait dengan
              Rencana Transaksi.
          16. Wawancara dengan manajemen Perseroan yaitu dengan Bapak Wilson
              Effendy selaku Direktur Perseroan.
          17. Berbagai sumber informasi yang berkaitan dengan kondisi ekonomi,
              kondisi pasar dan lainnya, baik berdasarkan media cetak, elektronik dan
              hasil analisis lain dari pihak independen yang kami anggap relevan.


1.15      Asumsi-Asumsi Penting dan Independensi Penilai
          Dalam penyusunan Laporan Pendapat Kewajaran ini, kami menggunakan
          beberapa asumsi, antara lain:

          1. Laporan Pendapat Kewajaran ini bersifat non-disclaimer opinion.
          2. KJPP TnR telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang
             digunakan dalam proses penilaian.
          3. Data-data dan informasi yang diperoleh KJPP TnR berasal dari sumber
             yang dapat dipercaya keakuratannya.
          4. KJPP TnR menggunakan proyeksi keuangan yang telah disesuaikan yang
             mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat oleh
             manajemen dengan kemampuan untuk pencapaiannya (fiduciary duty).
          5. KJPP TnR bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian dan
             kewajaran proyeksi keuangan yang telah disesuaikan.
          6. KJPP TnR menghasilkan Laporan Penilaian Bisnis yang terbuka untuk
             publik, kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia yang dapat
             mempengaruhi operasional perusahaan.
          7. KJPP TnR bertanggung jawab atas Laporan Penilaian Bisnis dan
             Kesimpulan Pendapat Kewajaran.
          8. KJPP TnR telah memperoleh informasi atas status hukum objek penilaian
             dari pemberi tugas.
          9. KJPP TnR mengasumsikan bahwa sejak Rencana Transaksi hingga
             penerbitan Laporan Pendapat Kewajaran ini tidak terjadi perubahan
             apapun yang berpengaruh secara material terhadap Rencana Transaksi.

Bab I - Pendahuluan                                                                9
Page 36
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Surya Semesta Internusa Tbk


          10. KJPP TnR berasumsi bahwa Perseroan mentaati semua peraturan yang
              ditetapkan pemerintah, khususnya yang terkait dengan operasional
              Perseroan, baik di masa lalu maupun di masa mendatang.
          11. KJPP TnR berasumsi bahwa legalitas yang dimiliki oleh Perseroan telah
              sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
          12. KJPP TnR berasumsi bahwa Perseroan telah dan akan memenuhi
              kewajiban yang berkenaan dengan perpajakan, retribusi dan pungutan-
              pungutan lainnya sesuai dengan peraturan yang berlaku.
          13. KJPP TnR telah memperoleh informasi yang material atas syarat-syarat
              dan ketentuan-ketentuan dalam perjanjian-perjanjian yang terkait
              dengan Rencana Transaksi dari Perseroan.
          14. Laporan Pendapat Kewajaran disusun hanya untuk maksud dan tujuan
              sesuai dengan yang dicantumkan pada Laporan Pendapat Kewajaran
              ini. Kami tidak bertanggung jawab kepada pihak lain selain kepada
              Perseroan, sehinga pihak lain yang menggunakan Laporan Pendapat
              Kewajaran ini bertanggung jawab atas segala resiko yang timbul.
          15. KJPP TnR tidak berkewajiban untuk memberikan kesaksian atau hadir di
              depan pengadilan atau pejabat pemerintah apabila hal tersebut tidak
              terkait dengan maksud dan tujuan Laporan Pendapat Kewajaran ini serta
              di luar ruang lingkup dari penugasan.
          16. Jika dikemudian hari KJPP TnR diminta untuk memberikan penjelasan dan
              pemaparan yang dilakukan diluar wilayah kerja kantor kami maupun
              kepada pihak selain pemberi tugas dan pengguna jasa maka segala
              bentuk biaya yang timbul menjadi beban Perseroan.
          17. Laporan ini tidak sah apabila tidak dibubuhi tanda tangan pimpinan dan
              stempel kantor (office seal) dari KJPP TnR.




Bab I - Pendahuluan                                                              10
Page 37
       BAB II
KAJIAN KEWAJARAN
RENCANA TRANSAKSI
Page 38
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Surya Semesta Internusa Tbk


                             BAB II
              KAJIAN KEWAJARAN RENCANA TRANSAKSI

2.1.      Metode Analisis Atas Rencana Transaksi
          Dalam melakukan evaluasi kewajaran atas Rencana Transaksi, kami
          melakukan analisis dengan tahapan-tahapan sebagai berikut:

          1. Analisis Rencana Transaksi yang meliputi identifikasi dan hubungan antara
             pihak-pihak yang terlibat dalam Rencana Transaksi, analisis terhadap
             perjanjian yang akan ditandatangani sehubungan dengan Rencana
             Transaksi, analisis manfaat dan risiko terhadap Rencana Transaksi.
          2. Analisis kualitatif atas Rencana Transaksi yang meliputi riwayat pihak-
             pihak yang terlibat dan kegiatan usaha, analisis industri, analisis
             operasional dan prospek, analisis alasan dilakukannya Rencana Transaksi,
             keuntungan dan kerugian dari Rencana Transaksi.
          3. Analisis kuantitatif atas Rencana Transaksi yang meliputi analisis laporan
             keuangan historikal, analisis rasio keuangan, analisis proyeksi keuangan
             sebelum dan sesudah Rencana Transaksi, analisis rasio keuangan sebelum
             dan sesudah Rencana Transaksi, analisis proforma keuangan sebelum dan
             sesudah Rencana Transaksi, analisis nilai tambah.
          4. Analisis atas kewajaran nilai Rencana Transaksi.


2.2.      Analisis Rencana Transaksi
2.2.1.    Identifikasi Pihak-Pihak yang Terlibat Rencana Transaksi

          Pihak-pihak yang terlibat dalam Rencana Transaksi yaitu:

          1. PT Surya Semesta Internusa Tbk sebagai pihak yang akan melepas atau
             menjual sebagian kepemilikan saham di PT Suryacipta Swadaya.
          2. PT Puri Bumi Lestari sebagai pihak yang akan mengambil alih saham
             kepemilikan Perseroan di PT Suryacipta Swadaya melalui skema
             pengalihan saham dan right issue.
          Berikut ini adalah riwayat singkat mengenai pihak-pihak yang terlibat
          dengan Rencana Transaksi :




Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi                                          1
Page 39
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Surya Semesta Internusa Tbk


2.2.1.1. PT Surya Semesta Internusa Tbk “Perseroan”

          PT Surya Semesta Internusa Tbk (Perseroan) didirikan berdasarkan akta
          notaris No. 37 tanggal 15 Juni 1971 dari Ny. Umi Sutamto, S.H., pengganti
          dari Ny. Subagio Reksodiputro, S.H., Notaris di Jakarta, dengan nama
          PT Multi Investments Ltd. Akta pendirian ini telah disahkan oleh Menteri
          Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusannya No. J.A.5/150/16
          tanggal 8 September 1971 serta diumumkan dalam Lembaran Berita Negara
          Republik Indonesia No. 80 tanggal 5 Oktober 1971, Tambahan No. 458.
          Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan.
          Perubahan Anggaran Dasar Perseroan yang terakhir berdasarkan akta
          notaris Kumala Tjahjani Widodo, S.H., M.H., M.Kn, No.16 tanggal 16 Agustus
          2021, tentang perubahan anggaran dasar untuk disesuaikan dengan POJK
          No. 15/POJK.04/2020. Akta perubahan ini telah diterima dan dicatat di
          dalam database sistem Administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum dan
          Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sesuai Surat Persetujuan Perubahan
          Anggaran Dasar Perseroan Terbatas No. AHU-AH.01.03-0444046 tanggal
          3 September 2021 dan telah didaftar dalam Daftar Perseroan No. AHU-
          0150329.AH.01.11.TAHUN 2021 Tanggal 3 September 2021. Perseroan
          mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1971.

          Sesuai dengan pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan, ruang lingkup kegiatan
          Perseroan terutama adalah pengembangan kawasan industri, properti
          komersial, jasa konstruksi dan perhotelan melalui penyertaan pada Entitas
          Anak.

          Perseroan berkedudukan di Jakarta dengan kantor pusat beralamat di
          Tempo Scan Tower Lantai 20, Jalan H.R. Rasuna Said Kavling 3-4, Kuningan,
          Jakarta Selatan 12950.

          Kegiatan Usaha Perseroan

          Perseroan dalam menjalankan bisnisnya melalui beberapa bidang usaha
          senantiasa berupaya optimal dan menerapkan konsistensi guna mendukung
          peningkatan kapasitas kinerja baik Perseroan maupun Entitas Anak. Adapun
          ruang lingkup kegiatan usaha Perseroan berdasarkan pasal 3 Anggaran
          Dasar Perusahaan mencakup aktivitas perusahaan holding, real estate,
          aktivitas konsultasi manajemen lainnya, aktivitas pengembangan kawasan
          industri, properti komersial, jasa konstruksi dan perhotelan melalui penyertaan
          pada Entitas Anak.




Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi                                            2
Page 40
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Surya Semesta Internusa Tbk


          Sementara dalam kegiatan usahanya, Perseroan turut melakukan penyertaan
          serta memberikan jasa manajemen pada entitas anak yang bergerak dalam
          bidang usaha sebagaimana tergambar pada bagan berikut:

          1. Properti
             Pengembang dan pengelola kawasan industri, real estate, gedung, dan
             pusat perdagangan.
          2. Konstruksi Jasa kontraktor umum di bidang pembangunan bangunan
             komersial, pertambangan, dan infrastruktur.
          3. Perhotelan Pengembang dan pengelola hotel dan resort

          Perijinan Perseroan

          Perizinan Berusaha Berbasis Risiko Nomor Induk Berusaha: 9120303212718,
          yang ditandatangani secara elektronik oleh Menteri Investasi/Kepala BKPM.
          Berdasarkan Undang – Undang No. 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja,
          Pemerintah Republik Indonesia menerbitkan Nomor Induk Berusaha (NIB)
          kepada:

          Nama Perusahaan                     : PT Surya Semesta Internusa Tbk
          Alamat Kantor                       : Tempo Scan Tower Lantai 20,
                                                Jl. H.R Rasuna Said Kav. 3-4, Kuningan,
                                                Kota Administrasi Jakarta Selatan, Provinsi
                                                DKI Jakarta
          Status Penerimaan Modal             : PMDN

          Izin tersebut diterbitkan pada tanggal 21 Februari 2019 dan dicetak pada
          tanggal 07 Oktober 2022.

          NIB Perseroan telah berlaku efektif selama Perseroan menjalankan usaha
          dan/atau kegiatannya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-
          undangan.

          Struktur Permodalan Perseroan

          Struktur permodalan dan kepemilikan saham Perseroan pada tanggal
          31 Desember 2023 berdasarkan catatan Biro Administrasi Efek (BAE)
          PT Sinartama Gunita dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) adalah
          sebagai berikut :




Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi                                              3
Page 41
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Surya Semesta Internusa Tbk


          Tabel 2.1.      Susunan Pemegang Saham Perseroan
                                                                         Jumlah Nilai     Persentase
           No.         Nama Pemegang Saham         Jumlah Saham        Nominal Saham     Kepemilikan
                                                                       (Rp) @Rp125,00        (%)
           Modal Dasar                            6.400.000.000        800.000.000.000
           Modal Ditempatkan
           1.    PT Arman Investments Utama       400.826.144           50.103.268.000          8,80
           2.    GSI S/A Intrepid Investments
                                                  386.015.600           48.251.950.000          8,47
                 Limited
           3.    DBS Bank Ltd. S/A PT Persada
                                                  369.188.000           46.148.500.000          8,10
                 Capital Investama
           4.    Reksa Dana Syariah HPAM
                                                  231.642.400           28.955.300.000          5,09
                 Ekuitas Syariah Berkah
           5.    Johannes Suriadjaja                 2.797.400            349.675.000          0,06
           6.    The Jok Tung                        2.092.500            261.562.500          0,05
           7.    Sonny Satia Negara                  1.872.200            234.025.000          0,04
           8.    Masyarakat                      3.160.867.396        395.108.424.500         69,39
                 Jumlah Saham Beredar            4.555.301.640        569.412.705.000        100,00
                 Saham Treasury                    149.947.800         18.743.475.000
           Jumlah Modal Disetor                  4.705.249.440        588.156.180.000
          Sumber : Laporan Keuangan Audited Perseroan 31 Desember 2023 (diolah)


          Susunan Pengurus Perseroan

          Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 05 tanggal 7 Juni 2023,
          dibuat di hadapan Kumala Tjahjani Widodo, S.H., M.H., Notaris di Kota
          Administrasi di Jakarta Pusat susunan Dewan Komisaris dan Dewan Direksi
          Perseroan adalah sebagai berikut :
          Tabel 2.2.      Susunan Pengurus Perseroan
                            Jabatan                                      Nama
           Dewan Komisaris
           Presiden Komisaris                          Ir. Hagianto Kumala
           Wakil Presiden Komisaris                    Crescento Hermawan
           Komisaris                                   Steen Dahl Poulsen
           Komisaris                                   Frans Bedjo Wiantono
           Komisaris Independen                        Irawan Chandra

           Dewan Direksi
           Presiden Direktur                           Johannes Suriadjaja
           Wakil Presiden Direktur                     Ir. Eddy Purwana Wikanta
           Direktur                                    The Jok Tung
           Direktur                                    Wilson Effendy
           Direktur                                    Sonny Satia Negara


2.2.1.2. PT Puri Bumi Lestari “PBL”

          PBL didirikan pada tanggal 12 Oktober 2023 menurut hukum Indonesia.
          berdasarkan akta notaris Grendi Jaya Darmawan. SH. M.Kn No. 3 tanggal
          12 Oktober 2023 dan disahkan berdasarkan Keputusan Kementrian Hukum
          dan Hak Asasi Manusia Nomor AHU-0077067.AH.01.01 Tahun 2023 tanggal
          12 Oktober 2023 (“Akta Pendirian”).


Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi                                                            4
Page 42
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Surya Semesta Internusa Tbk


          Akta Pendirian telah diubah dan struktur modal diubah terakhir kali dilakukan
          berdasarkan akta nomor 15 tertanggal 18 Desember 2023. yang dibuat
          dihadapan Grendi Jaya Darmawan. SH. M.Kn notaris yang berkedudukan di
          Kabupaten Kudus. yang telah memperoleh pengesahan instansi yang
          berwenang. sebagaimana ternyata dalam Surat Penerimaan Pemberitahuan
          Perubahan Data Perseroan Keputusan Menteri Kehakiman dan Hak Asasi
          Manusia Republik Indonesia nomor AHU-AH.01.03-0159273 tanggal
          20 Desember 2023 (“Akta 15”).

          Berdasarkan informasi yang diperoleh dari pemberi tugas, susunan struktur
          pemegang saham PBL per 31 Desember 2023 adalah sebagai berikut:

          Tabel 2.3.     Susunan Pemegang Saham PT Puri Bumi Lestari
                                         Jumlah          Nilai
                                                                    Total Nilai Nominal   Komposisi
            Nama Pemegang Saham          Saham        Nominal Per
                                                                            (Rp)            (%)
                                        (Lembar)      Saham (Rp)
           PT    Farindo    Investama     2.290.409     1.000.000   2.290.409.000.000     99,9999995%
           Indonesia
           PT Dwimuria Utama Andalan             1      1.000.000            1.000.000    0,00000005%

           TOTAL                         2. 290.410                 2. 290.410.000.000       100,00%

          Sumber :Manajemen Perseroan (diolah)



2.2.2.    Analisis Perjanjian dan Persyaratan Rencana Transaksi

          Ringkasan draft Perjanjian Pengikatan Jual Beli Saham dan Pengambilan
          Saham- Saham Baru antara Perseroan dengan APU dan Afiliasi adalah
          sebagai berikut:

          Pada tanggal 13 Mei 2024, Perseroan, APU dan SCS telah menandatangani
          Perjanjian Pengikatan Jual Beli Saham dan Pengambilan Saham-Saham Baru.
          Lebih lanjut, pada tanggal 20 Mei 2024, Perseroan, APU, SCS dan PBL
          menandatangani Perjanjian Novasi dan Addendum atas Perjanjian
          Pengikatan Jual Beli Saham dan Pengambilan Saham-Saham Baru, dimana
          berdasarkan perjanjian tersebut, seluruh hak dan kewajiban APU dalam PPJB
          telah dinovasikan kepada PBL.

          Berikut adalah ringkasan Perjanjian Pengikatan Jual Beli Saham dan
          Pengambilan Saham-Saham Baru tertanggal 13 Mei 2024 sebagaimana
          telah diubah berdasarkan Perjanjian Novasi dan Addendum atas Perjanjian
          Pengikatan Jual Beli Saham dan Pengambilan Saham-Saham Baru tanggal
          20 Mei 2024 yang mengatur mengenai Rencana Transaksi:

          1. Melakukan perubahan material terhadap praktik akuntansi atau
             pelaporan yang digunakan oleh SCS atas laporan keuangan SCS;
          2. Melakukan pengeluaran (termasuk untuk pengambilalihan atas kewajiban
             atau aset apapun baik dalam bentuk sewa, sewa beli atau bentuk lainnya)


Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi                                                           5
Page 43
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Surya Semesta Internusa Tbk


              dengan jumlah lebih dari USD10.000.000,00 (sepuluh juta Dolar Amerika
              Serikat);
          3. Melakukan transaksi afiliasi baru dalam SCS, kecuali jika nilai transaksi
              tersebut di bawah USD5.000.000,00 (lima juta Dolar Amerika Serikat)
              per transaksi atau kecuali jika transaksi tersebut dilakukan oleh SCS
              dengan entitas anak SCS, namun tidak termasuk transaksi afiliasi yang
              telah disampaikan secara tertulis oleh Perseroan kepada PBL;
          4. Mengurangi modal atau membeli kembali saham SCS;
          5. Menjual, mengalihkan, menyewakan, melisensikan, memindahkan
              dan/atau melepaskan sebagian atau semua bagian yang material dari
              bisnis atau aset SCS dan/atau entitas anak SCS dengan nilai transasksi
              lebih dari USD3.000.000,00 (tiga juta Dolar Amerika Serikat), kecuali
              aset yang sudah tidak lagi diperlukan dalam kegiatan usaha SCS atau
              entitas anak SCS;
          6. Melakukan tindakan apapun yang akan menyebabkan SCS dan/atau
              entitas anak SCS dibubarkan atau dilikuidasi; atau
          7. Melakukan penawaran umum perdana saham atau penerbitan saham
              umum dengan maksud untuk mencatatkan SCS dan/atau entitas anak SCS
              pada bursa efek manapun;
          8. Melakukan perubahan material terhadap kegiatan usaha utama SCS
              dan/atau entitas anak SCS;
          9. Menyetujui pembagian dividen oleh SCS dan/atau entitas anak SCS
              kepada para pemegang sahamnya, namun tidak termasuk persetujuan
              pembagian dividen oleh SCS kepada Perseroan dalam rangka
              penggunaan dana atas Rencana Transaksi;
          10. Memberikan penjaminan atas aset material dengan nilai lebih dari 50%
              (lima puluh persen) dari ekuitas SCS dan/atau entitas anak SCS, atau
              menjadikan SCS dan/atau entitas anak SCS sebagai penjamin, kecuali
              penjaminan/jaminan dalam rangka menjamin utang atau kewajiban SCS
              dan/atau entitas anak SCS sehubungan dengan Perjanjian Fasilitas BCA-
              PTSMI, Perjanjian Fasilitas Bank Mandiri atau Perjanjian Kredit Bank CIMB
              Niaga;
          11. Melakukan perubahan anggaran dasar SCS atau anggaran dasar entitas
              anak SCS;
          12. Melakukan perubahan struktur permodalan, susunan para pemegang
              saham, Direksi atau Dewan Komisaris SCS atau entitas anak SCS, kecuali
              sebagaimana diatur dalam Perjanjian ini;
          13. Melakukan pengakhiran hubungan kerja masal terhadap karyawan-
              karyawan SCS atau entitas anak SCS;
          14. Melakukan tindakan apapun yang dapat menyebabkan penundaan
              sebagian besar kegiatan usaha SCS atau entitas anak SCS;
          15. Menerima pinjaman atau fasilitas kredit dalam bentuk apapun dari pihak
              ketiga atau memberikan pinjaman atau fasilitas kredit kepada pihak
              ketiga manapun, atau menerbitkan atau memberikan jaminan perusahaan
              untuk kepentingan pihak ketiga manapun atau sebaliknya bertanggung
              jawab secara tanggung renteng terhadap atau sehubungan dengan


Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi                                          6
Page 44
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Surya Semesta Internusa Tbk


              kewajiban atau utang dari pihak ketiga manapun;
          16. Melakukan tindakan apapun yang dapat mempengaruhi keberlakuan dan
              keabsahan izin-izin SCS atau entitas anak SCS; atau
          17. Menerbitkan saham-saham baru dalam SCS atau entitas anak SCS, selain
              dari Rencana Penerbitan Saham.

          Berdasarkan perjanjian dan persyaratan di atas tidak ada persyaratan
          khusus yang akan merugikan pihak-pihak yang bertransaksi sehingga syarat-
          syarat yang ada pada Rencana Transaksi adalah wajar.


2.2.3.    Analisis Manfaat dan Risiko Rencana Transaksi

          Analisis ini dilakukan untuk melihat manfaat yang akan diperoleh dan risiko
          yang akan dihadapi oleh Perseroan dengan dilaksanakannya Rencana
          Transaksi.

          a. Manfaat Rencana Transaksi

              1. Bertambahnya saldo Kas dan Bank Perseroan secara konsolidasi
                 terutama yang ada di SCS yang berasal dari penerbitan saham baru
                 dan di Perseroan yang berasal dari penjualan saham ke PBL.
              2. Selanjutnya apabila tambahan dana dari PBL tersebut digunakan
                 untuk mengurangi hutang bank di SCS, maka struktur permodalan di
                 SCS akan menjadi lebih baik dengan bertambahnya ekuitas dan
                 berkurangnya hutang Bank di SCS. Selanjutnya biaya bunga di SCS
                 akan lebih rendah dibandingkan sebelum adanya Rencana Transaksi.
              3. Dana dari PBL di laporan keuangan konsolidasi Perseroan akan
                 dicatat sebagai bagian Kepentingan Non Pengendali dan Selisih
                 Transaksi dengan pihak Non Pengendali di Neraca konsolidasi
                 Perseroan bagian Ekuitas.
              4. SCS akan tetap dikonsolidasikan oleh Perseroan dan laba tahun
                 berjalan serta laba komprehensif yang berasal dari SCS akan
                 diatribusikan ke Kepentingan Non Pengendali sebesar 36,5% dari
                 laba tahun berjalan serta laba komprehensif yang berasal dari SCS,
                 di Laporan Laba Rugi Konsolidasi Perseroan sejak efektifnya PBL di
                 SCS.

          b. Risiko Rencana Transaksi

              Apabila Rencana Transaksi gagal maka Perseroan akan kembali ke
              rencana strategis Perseroan yang disusun sebelum adanya Rencana
              Transaksi




Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi                                        7
Page 45
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Surya Semesta Internusa Tbk


2.3.      Analisis Kualitatif atas Rencana Transaksi
2.3.1.    Gambaran Perekonomian Indonesia

          Berikut adalah ringkasan kondisi perekonomian makro Global dan
          Indonesia :

          Tabel 2.4.       Pertumbuhan Ekonomi Dunia dan Indonesia
                                                                      TW I      TW II     TW III    TW IV
                         Deskripsi              2021      2022
                                                                      2023      2023      2023      2023
           PDB Dunia (%)                          6,00        3,50      2,60      2,70      3,00      3,00
           PDB Indonesia (%)                      3,70        5,31      5,03      5,17      4,94      4,90
           Nilai Tukar Rupiah (Rp/US $)        14.320     15.592      15.062    14.881    15.515    15.415
           Cadangan Devisa Negara (Rp
                                              144,900    137,200     145,200   137,500   134,900   146,400
           miliar/US $)
           Inflasi                                1,87        5,51      4,97      3,52      2,28      2,61
           BI Rate (Reverse Repo Rate) (%)        3,50        5,75      5,75      5,75      6,00      6,00
          Sumber : Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia

          • Pertumbuhan ekonomi dunia melambat dengan ketidakpastian pasar
            keuangan yang mereda. Pertumbuhan ekonomi global 2023 diprakirakan
            tetap sebesar 3,0%. Pertumbuhan ekonomi tersebut didukung oleh konsumsi
            rumah tangga dan investasi. Penurunan inflasi di negara maju, termasuk
            AS, berlanjut, meski masih berada di atas sasaran, sementara inflasi
            Tiongkok menurun dipengaruhi oleh pertumbuhan ekonomi yang melambat.
          • Pertumbuhan ekonomi 2023 diprakirakan dalam kisaran 4,5-5,3%,
            didorong oleh konsumsi dan investasi sejalan dengan akselerasi belanja
            Pemerintah pada akhir tahun dan percepatan penyelesaian beberapa
            Proyek Strategis Nasional (PSN). Pada 2024, pertumbuhan ekonomi
            diprakirakan meningkat dalam kisaran 4,7-5,5% didukung oleh
            permintaan domestik utamanya berlanjutnya pertumbuhan konsumsi,
            termasuk dampak positif penyelenggaraan pemilu, serta peningkatan
            investasi khususnya bangunan sejalan dengan berlanjutnya pembangunan
            PSN termasuk Ibu Kota Nusantara (IKN).
          • Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) 2023 diprakirakan mencatat surplus
            sehingga mendukung ketahanan eksternal. Surplus neraca perdagangan
            berlanjut pada Desember 2023 yang tercatat 3,3 miliar dolar AS
            dipengaruhi oleh kinerja ekspor komoditas utama Indonesia yang tetap
            kuat, seperti batu bara serta besi dan baja. Perkembangan ini mendukung
            transaksi berjalan 2023 tetap sehat dan diprakirakan dalam kisaran
            surplus 0,4% sampai dengan defisit 0,4% dari PDB.
          • Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Desember 2023 tercatat
            meningkat menjadi 146,4 miliar dolar AS, setara dengan pembiayaan 6,7
            bulan impor atau 6,5 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri
            pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar
            3 bulan impor.


Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi                                                             8
Page 46
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Surya Semesta Internusa Tbk


          • Nilai tukar Rupiah hingga 16 Januari 2024 relatif stabil, hanya melemah
            1,24% dari akhir Desember 2023, dengan kebijakan stabilisasi Bank
            Indonesia dan kembali masuknya aliran portofolio asing, sejalan dengan
            tetap menariknya imbal hasil aset keuangan domestik dan tetap positifnya
            prospek ekonomi Indonesia.
          • Inflasi IHK Desember 2023 tercatat sebesar 2,61% (yoy) menurun dari
            tahun sebelumnya sebesar 5,51% (yoy) sehingga berada dalam kisaran
            3,0±1%. Penurunan inflasi dipengaruhi oleh terjaganya berbagai
            komponen inflasi sebagai hasil nyata konsistensi kebijakan moneter Bank
            Indonesia yang pro-stability serta sinergi erat kebijakan Bank Indonesia
            dengan Pemerintah Pusat dan Daerah. (Sumber : Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia
             Triwulan IV 2023 dan diolah)




2.3.1.1. Pertumbuhan Ekonomi Global

          Pertumbuhan ekonomi dunia melambat dengan ketidakpastian pasar
          keuangan yang mereda. Ekonomi global diprakirakan tumbuh sebesar 3,0%
          pada 2023 dan melambat menjadi 2,8% pada 2024. Ekonomi Amerika
          Serikat (AS) dan India tetap kuat didukung konsumsi rumah tangga dan
          investasi. Sementara itu, ekonomi Tiongkok melambat seiring dengan tetap
          lemahnya konsumsi rumah tangga dan investasi sebagai dampak lanjutan
          dari pelemahan kinerja sektor properti, serta terbatasnya stimulus fiskal.
          Penurunan inflasi di negara maju, termasuk AS, berlanjut, meski masih berada
          di atas sasaran, sementara inflasi Tiongkok menurun dipengaruhi oleh
          pertumbuhan ekonomi yang melambat. Siklus kenaikan suku bunga kebijakan
          moneter negara maju, termasuk Fed Funds Rate (FFR), diprakirakan telah
          berakhir meskipun masih bertahan tinggi pada semester I 2024, dengan
          kemungkinan akan mulai menurun pada semester II 2024. Yield obligasi
          Pemerintah negara maju, termasuk US Treasury, menurun secara gradual tapi
          masih berada di level tinggi sejalan dengan premi risiko jangka panjang
          (term-premia) terkait besarnya pembiayaan fiskal dan utang pemerintah AS.

          Tekanan penguatan nilai tukar dolar AS terhadap berbagai mata uang dunia
          juga berkurang. Perkembangan tersebut mendorong berlanjutnya aliran
          masuk modal asing dan mengurangi tekanan pelemahan nilai tukar di
          emerging market, termasuk Indonesia. Ke depan, beberapa risiko global
          tetap perlu dicermati karena dapat memengaruhi ketidakpastian
          perekonomian dunia, seperti berlanjutnya ketegangan geopolitik, pelemahan
          ekonomi di sejumlah negara utama, termasuk Tiongkok, serta kepastian waktu
          dan besarnya penurunan suku bunga moneter negara maju, khususnya FFR.




Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi                                                     9
Page 47
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Surya Semesta Internusa Tbk


          Tabel 2.5.   Pertumbuhan PDB Dunia




2.3.1.2. Pertumbuhan Ekonomi Domestik

          Pemulihan ekonomi Indonesia terus berlanjut ditopang oleh permintaan
          domestik. Pertumbuhan ekonomi 2023 diprakirakan dalam kisaran 4,5-5,3%,
          didorong oleh konsumsi dan investasi sejalan dengan akselerasi belanja
          Pemerintah pada akhir tahun dan percepatan penyelesaian beberapa
          Proyek Strategis Nasional (PSN). Pada 2024, pertumbuhan ekonomi
          diprakirakan meningkat dalam kisaran 4,7-5,5% didukung oleh permintaan
          domestik utamanya berlanjutnya pertumbuhan konsumsi, termasuk dampak
          positif penyelenggaraan pemilu, serta peningkatan investasi khususnya
          bangunan sejalan dengan berlanjutnya pembangunan PSN termasuk Ibu Kota
          Nusantara (IKN). Sementara itu, kinerja ekspor diprakirakan belum kuat
          sebagai dampak perlambatan ekonomi global dan penurunan harga
          komoditas. Berdasarkan Lapangan Usaha (LU), prospek LU Industri
          Pengolahan, Perdagangan Besar dan Eceran, Informasi dan Komunikasi,
          Konstruksi, serta Transportasi dan Pergudangan diprakirakan tetap tumbuh
          baik. Sementara secara spasial, pertumbuhan yang baik diprakirakan terjadi
          di seluruh wilayah, terutama Sulawesi-Maluku-Papua (Sulampua) sejalan
          dengan dampak positif hilirisasi mineral, serta Jawa akibat permintaan
          domestik yang masih kuat. Ke depan, Bank Indonesia akan terus memperkuat
          sinergi stimulus fiskal Pemerintah dengan stimulus makroprudensial Bank
          Indonesia untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, khususnya dari sisi
          permintaan domestik.

          Pertumbuhan ekonomi di seluruh wilayah diprakirakan tetap terjaga pada
          triwulan IV 2023 ditopang permintaan domestik, di tengah tekanan global.
          Kondisi tersebut tecermin dari sejumlah indikator dini ekonomi daerah yang
          tetap terjaga. Keyakinan konsumen masih berada pada level optimis di
          seluruh wilayah. Ekspektasi penghasilan ke depan meningkat di sebagian


Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi                                      10
Page 48
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Surya Semesta Internusa Tbk


          besar wilayah sejalan dengan perbaikan penjualan ritel yang ditopang oleh
          Jawa, Kalimantan, dan Balinusra. Konsumsi yang meningkat di mayoritas
          wilayah didukung oleh peningkatan mobilitas seiring berbagai event akhir
          tahun, libur natal dan tahun baru (Nataru), serta belanja terkait Pemilu.
          Sementara itu, kinerja investasi daerah diprakirakan tetap kuat, khususnya
          ditopang investasi bangunan. Perkembangan tersebut tecermin dari
          peningkatan indikator penjualan semen di seluruh wilayah, terutama Jawa,
          sejalan berlanjutnya penyelesaian Proyek Strategis Nasional (PSN). Namun
          demikian, terdapat sejumlah proyek PSN yang ditunda ke tahun 2024.
          Investasi nonbangunan diprakirakan tetap kuat didukung proyek Pemerintah
          dan Swasta. Hal ini juga sejalan dengan masih berlanjutnya investasi hilirisasi
          nikel di Sulampua, terutama di Sulawesi Tengah. Di sisi lain, perlambatan
          permintaan global memengaruhi kinerja ekspor nonmigas khususnya di
          Sumatera.

          Di sisi Lapangan Usaha (LU), proses perbaikan LU utama pada triwulan IV
          2023 diprakirakan berlanjut di berbagai wilayah. Prospek ekonomi tersebut
          terutama ditopang oleh perbaikan LU Pertanian dan LU Konstruksi, sementara
          LU lainnya tetap terjaga. Kinerja LU Pertanian ditopang oleh subLU
          perkebunan di Sumatera yang tetap kuat, khususnya Tandan Buah Segar
          (TBS) kelapa sawit dan produksi padi di daerah sentra wilayah Sumatera dan
          Jawa. Di sisi lain, kinerja produksi padi di Kalimantan, Sulampua, dan
          Balinusra tertahan akibat kendala irigasi di beberapa wilayah karena
          dampak lanjutan El-Nino. Kinerja LU Konstruksi pada triwulan IV 2023 juga
          diprakirakan meningkat di berbagai wilayah sejalan dengan berlanjutnya
          proyek pemerintah dan swasta. Hal ini juga terkonfirmasi dari penjualan
          impor barang konstruksi yang membaik di seluruh wilayah. Peningkatan
          kinerja LU Konstruksi terutama terjadi di Balinusra dan Sulampua. Kinerja LU
          Perdagangan juga tetap kuat, didukung penyelenggaraan berbagai event
          menjelang akhir tahun di hampir seluruh wilayah. Adapun LU Penyediaan
          Akomodasi dan Makan Minum (Akmamin) tertahan seiring normalisasi
          kunjungan wisatawan.


2.3.1.3. Tingkat Inflasi (Inflation Rate)

          Inflasi IHK Desember 2023 tercatat sebesar 2,61% (yoy) menurun dari tahun
          sebelumnya sebesar 5,51% (yoy) sehingga berada dalam kisaran 3,0±1%.
          Penurunan inflasi dipengaruhi oleh terjaganya berbagai komponen inflasi
          sebagai hasil nyata konsistensi kebijakan moneter Bank Indonesia yang pro-
          stability serta sinergi erat kebijakan Bank Indonesia dengan Pemerintah Pusat
          dan Daerah. Inflasi inti 2023 terjaga rendah sebesar 1,80% (yoy)
          dipengaruhi oleh imported inflation yang rendah, ekspektasi inflasi yang
          terjangkar dalam sasaran, dan kapasitas perekonomian yang masih besar
          dan dapat merespons permintaan domestik. Inflasi volatile food juga
          terkendali sebesar 6,73% (yoy) didukung oleh eratnya sinergi pengendalian
          inflasi antara Bank Indonesia dengan TPIP dan TPID melalui penguatan GNPIP

Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi                                           11
Page 49
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Surya Semesta Internusa Tbk


          di berbagai daerah dalam mengendalikan harga pangan, termasuk dari
          dampak El Nino. Inflasi kelompok administered prices tercatat sebesar 1,72%
          (yoy), sejalan minimalnya kebijakan penyesuaian harga komoditas yang
          diatur oleh Pemerintah. Ke depan, Bank Indonesia terus memperkuat
          kebijakan moneter yang pro-stability dan mempererat sinergi kebijakan
          dengan Pemerintah guna memastikan inflasi 2024 berada dalam kisaran
          2,5±1%.

          Tabel 2.6.     Tingkat Inflasi Indonesia y-to-y (2018 - 2023)
           Bulan               2018         2019         2020          2021    2022    2023
           Januari              3,40         3,25         2,82          1,55    2,18    5,28
           Februari             3,83         3,18         2,57          1,38    2,06    5,47
           Maret                3,61         3,40         2,48          1,37    2,64    4,97
           April                4,17         3,41         2,83          1,42    3,47    4,33
           Mei                  4,33         3,23         3,32          1,68    3,55    4,00
           Juni                 4,37         3,12         3,28          1,33    4,35    3,52
           Juli                 3,88         3,18         3,32          1,52    4,94    3,08
           Agustus              3,82         3,20         3,49          1,59    4,69    3,27
           September            3,72         2,88         3,39          1,60    5,95   2,28
           Oktober              3,56         3,16         3,13          1,66    5,71   2,56
           Nopember             3,30         3,23         3,00          1,75    5,42   2,86
           Desember             3,61         3,13         2,72          1,87    5,51   2,61
          Sumber : Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia (diolah)



2.3.1.4. Nilai Tukar Rupiah

          Nilai tukar Rupiah hingga 16 Januari 2024 relatif stabil, hanya melemah
          1,24% dari akhir Desember 2023, dengan kebijakan stabilisasi Bank
          Indonesia dan kembali masuknya aliran portofolio asing, sejalan dengan
          tetap menariknya imbal hasil aset keuangan domestik dan tetap positifnya
          prospek ekonomi Indonesia. Perkembangan nilai tukar Rupiah tersebut relatif
          lebih baik dibandingkan dengan mata uang regional lainnya, seperti Ringgit
          Malaysia, Baht Thailand, dan Won Korea Selatan yang masing-masing
          tercatat melemah sebesar 1,95%, 2,82%, dan 3,24%. Ke depan, nilai tukar
          Rupiah akan tetap stabil dengan kecenderungan menguat didukung oleh
          meredanya ketidakpastian global, kecenderungan penurunan yield obligasi
          negara maju, dan menurunnya tekanan penguatan dolar AS. Positifnya
          perkembangan nilai tukar Rupiah ke depan didukung oleh kebijakan
          stabilisasi Bank Indonesia serta penguatan strategi operasi moneter pro-
          market melalui optimalisasi instrumen SRBI, SVBI, dan SUVBI dalam rangka
          menarik aliran masuk portofolio asing dan pendalaman pasar uang.
          Koordinasi erat Bank Indonesia dengan Pemerintah, perbankan, dan dunia
          usaha terus diperkuat untuk mendukung implementasi instrumen penempatan
          valas Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) sejalan dengan
          PP Nomor 36 Tahun 2023.



Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi                                                    12
Page 50
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Surya Semesta Internusa Tbk


2.3.1.5. Suku Bunga
          Suku bunga pasar uang (IndONIA) bergerak dalam kisaran BI-Rate sebesar
          5,81% pada 16 Januari 2024. Suku bunga SRBI tercatat menarik pada level
          6,68%, 6,78% dan 6,87% masing-masing untuk tenor 6, 9, dan 12 bulan
          pada 15 Januari 2024 sehingga mendukung efektivitas SRBI sebagai
          instrumen moneter yang pro-market. Sementara itu, suku bunga perbankan
          tetap rendah dipengaruhi oleh likuiditas perbankan yang memadai serta
          kebijakan transparansi SBDK yang meningkatkan efisiensi suku bunga
          perbankan. Dengan kaitan ini, suku bunga deposito 1 bulan dan suku bunga
          kredit pada Desember 2023 tercatat rendah masing-masing sebesar 4,69%
          dan 9,25%. Imbal hasil SBN tenor 2 dan 10 tahun menurun seiring dengan
          ketidakpastian yang mereda.

          Pertumbuhan kredit pada 2023 mencapai 10,38% (yoy), berada dalam
          kisaran atas prakiraan Bank Indonesia 9-11%. Dari sisi permintaan,
          peningkatan kredit tersebut sejalan dengan kinerja positif korporasi dan
          rumah tangga. Dari sisi penawaran, peningkatan kredit didorong oleh risk
          appetite perbankan dan kapasitas likuiditas perbankan yang terjaga baik,
          termasuk dampak positif dari kebijakan likuiditas Bank Indonesia seperti KLM
          dan Penyangga Likuiditas Makroprudensial (PLM). Berdasarkan kelompok
          penggunaan, pertumbuhan kredit terutama ditopang oleh kredit investasi dan
          kredit modal kerja, masing-masing sebesar 12,26% dan 10,05%. Sementara
          secara sektoral, pertumbuhan kredit terutama ditopang oleh kinerja sektor
          Pengangkutan, Jasa Sosial, Perdagangan, dan Listrik, Gas, Air. Pembiayaan
          syariah pada Desember 2023 juga tumbuh sebesar 15,80% (yoy), sementara
          pertumbuhan kredit UMKM mencapai 8,03% (yoy). Ke depan, pertumbuhan
          kredit diprakirakan meningkat dalam kisaran 10-12% pada 2024, sejalan
          dengan tetap kuatnya pertumbuhan ekonomi domestik.

          Rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) tercatat pada level
          yang tinggi sebesar 27,86% pada November 2023. Likuiditas perbankan
          tetap memadai, tercermin dari rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga
          (AL/DPK) pada Desember 2023 yang terjaga tinggi pada 28,73%.
          Terjaganya likuiditas perbankan sejalan dengan masih tingginya
          penempatan perbankan pada surat berharga yang tergolong likuid dan
          implementasi KLM. Kapasitas likuiditas perbankan (lending capacity) juga
          didukung oleh penguatan strategi operasi moneter yang pro-market melalui
          antara lain perdagangan SRBI di pasar sekunder, yang memberikan
          fleksibilitas bank dalam mengelola likuiditas. Sementara itu, rasio kredit
          bermasalah perbankan (Non-Performing Loan/NPL) tercatat rendah, sebesar
          2,19% (bruto) dan 0,75% (neto).
          Pada tahun 2023, nilai transaksi digital banking tercatat Rp58.478,24 triliun
          atau tumbuh sebesar 13,48% (yoy) dan diproyeksikan meningkat 9,11%
          (yoy) hingga mencapai Rp63.803,77 triliun pada tahun 2024. Sementara
          nilai transaksi Uang Elektronik (UE) meningkat 43,45% (yoy) sehingga


Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi                                         13
Page 51
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Surya Semesta Internusa Tbk


          mencapai Rp835,84 triliun dan diproyeksikan meningkat 25,77% (yoy)
          hingga mencapai Rp1.051,24 triliun pada tahun 2024. Nominal transaksi
          QRIS tercatat tumbuh 130,01% (yoy) dan mencapai Rp229,96 triliun, dengan
          jumlah pengguna 45,78 juta dan jumlah merchant 30,41 juta yang sebagian
          besar merupakan UMKM. Sementara itu, nilai transaksi pembayaran
          menggunakan kartu ATM, kartu debit, dan kartu kredit mencapai Rp8.178,69
          triliun atau turun sebesar 0,81% (yoy). Dari sisi pengelolaan uang Rupiah,
          jumlah Uang Kartal Yang Diedarkan (UYD) pada Desember 2023 meningkat
          7,33% (yoy) sehingga menjadi Rp1.101,75 triliun.

          Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 16-17 Januari 2024
          memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate sebesar 6,00%, suku bunga
          Deposit Facility sebesar 5,25%, dan suku bunga Lending Facility sebesar
          6,75%. Keputusan mempertahankan BI-Rate pada level 6,00% tetap
          konsisten dengan fokus kebijakan moneter yang pro-stability, yaitu untuk
          penguatan stabilisasi nilai tukar Rupiah serta langkah pre-emptive dan
          forward looking untuk memastikan inflasi tetap terkendali dalam sasaran
          2,5±1% pada 2024. Sementara itu, kebijakan makroprudensial dan sistem
          pembayaran tetap pro-growth untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang
          berkelanjutan. Kebijakan makroprudensial longgar terus ditempuh untuk
          mendorong kredit/pembiayaan perbankan kepada dunia usaha dan rumah
          tangga. Akselerasi digitalisasi sistem pembayaran, termasuk digitalisasi
          transaksi keuangan Pemerintah Pusat dan Daerah juga terus didorong untuk
          meningkatkan volume transaksi dan memperluas inklusi ekonomi-keuangan
          digital.

2.3.1.6. Prospek Perekonomian Indonesia 2024

          Pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada 2024 diperkirakan
          tetap stabil didukung oleh potensi meningkatnya belanja kampanye
          menjelang pemilihan umum presiden dan wakil presiden (pilpres) di Februari
          dan pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak November. Pesta demokrasi
          diharapkan dapat membantu memulihkan daya beli masyarakat, khususnya
          masyarakat bawah, melalui pencairan subsidi sosial yang lebih masif.
          Dari sisi inflasi, berlalunya dampak kenaikan harga bahan bakar minyak
          (BBM) bersubsidi dan sinergi pengendalian inflasi yang baik antara Bank
          Indonesia dan pemerintah baik pusat maupun daerah akan membuat inflasi
          tetap terkendali dan rendah. Di sisi lain, ia menuturkan beberapa faktor risiko
          yang perlu dicermati bagi perekonomian yakni arah kebijakan suku bunga
          acuan global, meningkatnya tensi risiko geopolitik, serta daya beli
          masyarakat segmen bawah dan menengah ke bawah.
          Prediksi tersebut lebih rendah dibandingkan prognosa pertumbuhan ekonomi
          2023 sebesar 5,01 persen. Pada 2024, pertumbuhan ekonomi diperkirakan
          akan dipengaruhi oleh permintaan domestik, terutama kenaikan gaji aparatur


Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi                                           14
Page 52
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Surya Semesta Internusa Tbk


          sipil negara (ASN), penyelenggaraan pemilu, dan pembangunan Ibu Kota
          Nusantara (IKN).

          Sementara itu, inflasi diperkirakan sebesar 3,2 persen pada tahun depan,
          lebih tinggi dari prognosa 2023 yang sebesar 2,84 persen. Peningkatan
          pada proyeksi tersebut mempertimbangkan permintaan yang masih baik dan
          dampak dari nilai tukar rupiah yang lebih lemah.


2.3.2.    Gambaran Umum Industri Properti

          Industri properti memiliki peran penting dalam perekonomian Indonesia.
          Selain menjadi penopang ekonomi, industri ini juga memberikan lapangan
          kerja bagi jutaan orang. Hal ini menggambarkan betapa pentingnya
          perkembangan industri properti di Indonesia.


2.3.2.1. Perkembangan Industri Properti Global

          Prospek sektor properti global di 2024 diperkirakan diwarnai
          ketidakpastian, seiring dengan prospek pertumbuhan ekonomi yang masih
          berjalan lambat. Sejumlah lembaga internasional, seperti IMF dan World
          Bank dan lembaga lainnya telah mempublikasikan outlook-nya pada tahun
          2024 ini. Hasilnya, sebagian besar memproyeksikan bahwa pertumbuhan
          ekonomi di 2024 lebih rendah dibanding tahun lalu. IMF, misalnya, pada 30
          Oktober 2023 lalu memperkirakan pertumbuhan ekonomi global di 2024
          mencapai 2,9% lebih rendah dengan perkiraan tahun 2023 yang mencapai
          3,0%. Perlambatan pertumbuhan tersebut antara lain dipengaruhi oleh
          perlambatan ekonomi di Amerika Serikat (AS), Eropa dan China.




                  Gambar 3.1 Perkembangan Harga Rill Properti di Beberapa
                                  Kawasan Utama Dunia
                        (Sumber: BIS, Analisis The Indonesia Economic)


Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi                                     15
Page 53
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Surya Semesta Internusa Tbk


          Seiring dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi global yang melambat,
          diperkirakan hal tersebut akan mempengaruhi kinerja sektor properti. Bahkan
          di China, kinerja sektor properti yang buruk akibat berbagai kasus
          kebangkrutan yang menimpa beberapa korporasi besar di bidang properti
          dalam beberapa tahun terakhir ini justru menjadi sumber perlambatan
          pertumbuhan ekonomi. Perlambatan pertumbuhan dalam investasi properti
          telah berdampak pada seluruh perekonomian, sehingga menurunkan investasi
          di berbagai sektor. Hal ini terjadi karena kuatnya keterkaitan ke belakang
          (backward linkage) sektor properti dengan sektor ekonomi lainnya, terutama
          manufaktur bahan konstruksi, produk logam dan mineral, mesin dan
          peralatan, dan lain-lain.

          Pada September 2023, lembaga pemeringkat kredit (credit rating) Moody's
          menyebutkan bahwa sektor properti China secara fundamental masih lemah.
          Moody's bahkan merevisi outlook sektor properti China menjadi negatif
          (negative) dari sebelumnya stabil (stable), sejalan dengan pelemahan
          pertumbuhan ekonomi China. Pemulihan sektor properti di China diperkirakan
          memang akan terjadi pada tahun ini, namun terbatas. Pemulihan korporasi
          properti terutama akan dialami oleh korporasi yang berstatus sebagai badan
          usaha milik negara (BUMN). Sementara itu, korporasi properti swasta
          diperkirakan masih akan menghadapi tekanan (pressure) akibat keterbatasan
          sumber keuangan dan akses pendanaan. Diperkirakan penjualan properti
          masih akan mengalami kontraksi selama 12 hingga 18 bulan ke depan.
          Otoritas ekonomi sejumlah negara telah mulai turun tangan untuk memulihkan
          kondisi sektor properti di negaranya masing-masing. Pemerintah dan otoritas
          keuangan China, misalnya, telah mengeluarkan berbagai kebijakan baik
          dalam rangka memperbaiki kinerja keuangan korporasi di sektor properti
          maupun meningkatkan daya beli masyarakat.

          Pemerintah China telah menerapkan langkah-langkah untuk mendukung
          sektor properti. Langkah-langkah itu termasuk mendukung pengembang dan
          pembeli rumah secara finansial, termasuk upaya untuk mengendalikan aksi
          spekulasi properti. Dalam rangka memperbaiki kinerja keuangan korporasi,
          pada November 2022, otoritas pasar modal China yaitu the China Securities
          Regulatory Commission (CSRC), merilis kebijakan untuk mendukung
          pembiayaan berbasis saham (equity financing) bagi para pengembang
          (developer) properti di China. Tujuan kebijakan ini adalah untuk menstabilkan
          kondisi pendanaan para pengembang properti akibat selama 2-3 tahun
          akses pendanaan terutama dari utang (debt) yang terbatas. Diharapkan,
          melalui kebijakan ini, para pengembang properti memiliki akses pendanaan
          setidaknya untuk modal kerja setelah pendanaan dari perbankan maupun
          penerbitan surat utang sulit diperoleh.

          Sejauh ini, kondisi sektor properti global yang kurang baik tersebut tidak
          memengaruhi kinerja sektor properti di Indonesia. Hal ini antara lain
          disebabkan pasar properti kita belum terkoneksi (not interconnected) dengan
          pasar properti global. Pasar properti kita relatif masih "tradisional" yang


Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi                                         16
Page 54
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Surya Semesta Internusa Tbk


          belum melibatkan instrumen keuangan yang global wide. Seperti misalnya,
          pasar properti di Indonesia belum memanfaatkan instrumen real estate
          investment trusts (REITs) yang dapat diperdagangkan di pasar global. Relasi
          korporasi properti di Indonesia dengan korporasi offshore juga masih
          terbatas. Sehingga krisis keuangan korporasi properti di luar negeri sejauh
          ini tidak berdampak bagi korporasi properti di Indonesia. Namun demikian,
          harus diakui bahwa kinerja sektor properti kita selama 2023 belum terlalu
          kuat. Hal tersebut terlihat dari kinerja pertumbuhan sektor ekonomi yang
          terkait dengan sektor properti, seperti sektor konstruksi dan real Estate.
          Termasuk pula, bila dilihat dari PDB sisi pengeluaran di mana Konsumsi Rumah
          Tangga untuk perumahan serta investasi bangunan masih mengalami
          pertumbuhan terbatas, selama sembilan bulan pertama tahun 2023. Kinerja
          sektor properti yang masih relatif terbatas tersebut juga tercermin dari
          pertumbuhan harga riil yang terbatas pada properti residensial maupun
          properti komersial.

          Di tengah keterbatasan kinerja properti selama tahun 2023, beberapa
          kelompok segmen properti tertentu mengalami kinerja pertumbuhan yang
          mengesankan. Kinerja yang mengesankan tersebut antara lain tercermin dari
          penyaluran kredit properti di segmen terkait. Kredit untuk segmen properti
          yang mengalami pertumbuhan yang mengesankan tersebut antara lain
          terlihat pada Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Tapak, baik KPR Tapak tipe kecil
          (s.d. 21 M2), KPR Tapak tipe menengah (22 s.d. 70 M2), dan KPR Tapak tipe
          besar ( > 70 M2). Bahkan, KPR Tapak tipe kecil mengalami pertumbuhan
          tertinggi, sebesar 48,47% (year on year, yoy) pada November 2023, setelah
          pada tahun sebelumnya mengalami kontraksi.

          Diperkirakan, pertumbuhan yang tinggi pada KPR Tapak tipe kecil tersebut
          antara lain ditopang oleh pertumbuhan dari KPR bersubsidi bagi masyarakat
          berpenghasilan rendah (MBR). Sementara itu, relatif tingginya pertumbuhan
          KPR Tapak tipe menengah dan besar yang diikuti tingkat kredit bermasalah
          (non-performing loan, NPL) yang relatif rendah, hal tersebut menandakan
          bahwa permintaan terhadap rumah pada kedua tipe tersebut relatif tinggi
          yang ditopang oleh repayment capacity dari end-user yang membaik.




Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi                                        17
Page 55
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Surya Semesta Internusa Tbk




                    Gambar 3.2 Pertumbuhan KPR Tapak – Berdasarkan Tipe Rumah
                                      (Sumber: Bank Indonesia)

          Secara umum, perkembangan properti di Indonesia selama 2023 masih
          sangat dipengaruhi oleh kondisi perekonomian domestik dan intervensi
          kebijakan dari otoritas. Mencermati bahwa sektor properti memberikan
          dampak multiplier yang besar bagi perekonomian, pemerintah dan otoritas
          terkait seperti Bank Indonesia (BI) pun memberikan perhatian besar terhadap
          keberlanjutan pertumbuhan sektor properti. Pada 2021, misalnya,
          pemerintah mengeluarkan insentif fiskal berupa Pajak Pertambahan Nilai
          Ditanggung Pemerintah (PPN-DTP) bagi pembelian rumah pertama untuk
          harga rumah sampai Rp2 miliar. Kebijakan ini berakhir pada September
          2022. Kemudian, BI juga menerbitkan kebijakan makroprudensial berupa
          pelonggaran loan to value (LTV) hingga 100%. Kebijakan pelonggaran LTV
          ini masih berlaku hingga sekarang.

          Sejak November 2023 lalu, pemerintah kembali mengeluarkan insentif fiskal
          serupa. Bahkan, cakupan insentifnya diperluas, yaitu terhadap pembelian
          rumah pertama seharga sampai dengan Rp5M, namun PPN yang ditanggung
          pemerintah adalah untuk nilai pembelian maksimal sebesar Rp2 miliar per
          unit. Kebijakan tersebut berlaku hingga Desember 2024. Mengacu pada
          kebijakan serupa pada 2021 di atas, kebijakan insentif fiskal berupa PPN-
          DTP yang dikombinasikan dengan kebijakan pelonggaran LTV terbukti efektif
          dalam meningkatkan kinerja sektor properti. Hal tersebut tercermin dari
          kinerja pertumbuhan sektor ekonomi yang terkait dengan sektor properti,
          seperti sektor Konstruksi dan sektor Real Estate serta termasuk Konsumsi
          Rumah Tangga terkait Perumahan serta Investasi Bangunan. Selain kebijakan
          PPN-DTP, faktor-faktor lain yang diperkirakan turut menjadi pendorong bagi
          peningkatan kinerja sektor properti pada 2024 ini adalah kenaikan
          permintaan dari end-user khususnya pada proyek perumahan tapak (landed
          residential) serta tingkat suku bunga KPR yang diperkirakan akan tetap lebih
          rendah dibanding sebelum pandemi Covid-19. Lembaga pemeringkat
          Standard & Poor's (S&P) memperkirakan selama 2023 penjualan perumahan


Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi                                        18
Page 56
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Surya Semesta Internusa Tbk


          cenderung flat. S&P memperkirakan bahwa pada tahun lalu, pengembang
          (developer) dengan eksposur yang lebih besar pada rumah tapak (landed
          houses) dan kawasan industri (industrial land) mencatatkan pertumbuhan
          penjualan yang lebih tinggi. Selanjutnya, S&P memproyeksikan bahwa
          berbagai kebijakan pemerintah dan BI di atas akan mendukung pertumbuhan
          penjualan perumahan sebesar 5% hingga 10% pada tahun 2024, khususnya
          bagi pengembang besar. Kenaikan pertumbuhan penjualan perumahan juga
          diperkirakan terjadi pada pengembang kelas menengah dan kecil.




                   Gambar 3.3 Perkembangan Penjualan Properti – Pengembang Besar
                                          (Sumber: S&P)

          Potensi bagi bisnis properti ke depan masih relatif besar. Saat ini,
          angka backlog perumahan mencapai 9,9 juta keluarga yang belum memiliki
          rumah. Kemudian, setiap tahun diperkirakan sebanyak 700 ribu - 800 ribu
          keluarga baru yang tentunya juga membutuhkan hunian. Di sisi lain, bila
          mengacu pada dokumen visi dan misi para calon presiden dan wakil presiden
          periode 2024-2029 terlihat bahwa mereka memiliki komitmen tinggi terkait
          penyediaan perumahan dan hunian yang layak. Berdasarkan pada dokumen
          visi dan misi para calon presiden dan wakil presiden periode 2024-2029,
          setidaknya sebanyak 2 juta rumah yang diperkirakan akan dibangun setiap
          tahunnya oleh pemerintahan baru mendatang, atau dua kali lipat dibanding
          program sejuta rumah yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo. Di
          tengah tingginya potensi bagi bisnis perumahan dan properti tersebut,
          tantangannya juga cukup banyak. Ketersediaan lahan dengan harga yang
          terjangkau menjadi salah satu tantangan yang terbesar. Selain itu,
          ketersediaan dana murah yang match dengan karakteristik pembiayaan
          perumahan juga menjadi hambatan tersendiri bagi upaya penyediaan
          perumahan yang terjangkau bagi masyarakat. Di sisi lain, kita juga memiliki
          keterbatasan jumlah pengembang yang memiliki kualifikasi untuk menjadi
          mitra bisnis bagi pemerintah dan bank penyedia kredit. Oleh karenanya, ke
          depan, perlu dikembangkan berbagai kebijakan dan inovasi yang lebih
          inklusif bagi pelaku usaha di sektor perumahan dan properti untuk mengatasi
          berbagai tantangan dan hambatan bagi upaya penyediaan perumahan dan

Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi                                        19
Page 57
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Surya Semesta Internusa Tbk


          bisnis di sektor properti. Kerja sama antara pemerintah, otoritas terkait
          lainnya, lembaga keuangan dan pengusaha di sektor perumahan dan properti
          menjadi penting untuk diperkuat.


2.3.2.2. Perkembangan Industri Properti Indonesia

          Indeks Permintaan Properti Komersial untuk kategori sewa pada triwulan Ill
          2023 secara tahunan tumbuh sebesar 6,22% (yoy), lebih tinggi dibandingkan
          5,87% (yoy) pada triwulan II 2023 (Grafik 1). Peningkatan indeks
          permintaan untuk kategori sewa terutama terjadi pada segmen hotel
          didorong pelaksanaan international event di Jakarta. Sela in itu, kenaikan
          indeks permintaan untuk kategori sewa jugaterjadi di Banten, Makassar,
          Semarang, Balikpapan, dan Palembang sejalan kegiatan Meeting, Incentive,
          Convention, and Exhibition (MICE) yang semakin meningkat. Sementara itu,
          lndeks Permintaan Properti Komersial untuk kategori jual pada triwulan
          1112023 tumbuh sebesar 0,39% (yoy), meningkat dibandingkan 0,36%
          (yoy) pada triwulan 112023 (Grafik 2) terutama didorong peningkatan
          permintaan segmen lahan industri di Semarang dan segmen warehouse
          complex di Palembang.




           Sejalan dengan perkembangan tahunan, secara triwulanan lndeks
           Permintaan Properti Komersial triwulan Ill 2023 pada kategori sewa turut
           meningkat sebesar 2,48% (qtq), lebih tinggi dibandingkan triwulan
           sebelumnya sebesar 1,69% (qtq) (Grafik 3). Peningkatan permintaan
           terjadi pada mayoritas segmen kategori sewa terutama pada segmen
           apartemen sewa di Jakarta. Sementara itu, lndeks Permintaan Properti
           Komersial triwulan Ill 2023 pada kategori jual tumbuh sebesar 0,08% (qtq),
           melambat dibandingkan 0,13% (qtq) pada triwulan II 2023 (Grafik 4).
           Berdasarkan segmennya, perlambatan disebabkan oleh pertumbuhan
           permintaan pada segmen perkantoran jual di Surabaya dan Jakarta
           triwulan Ill 2023 yang lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya.




Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi                                        20
Page 58
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Surya Semesta Internusa Tbk




           lndeks Pasokan Properti Komersial untuk kategori sewa pada triwulan Ill
           2023 tumbuh sebesar 1,03% (yoy), lebih rendah dibandingkan triwulan II
           2023 yang sebesar 1,63% (yoy) (Grafik 5). Hal ini disebabkan oleh
           perlambatan indeks pasokan pada seluruh segmen pada kategori sewa.
           Selanjutnya, lndeks Pasokan untuk kategori jual melambat dari 0,25% (yoy)
           pada triwulan sebelumnya menjadi 0,19% (yoy) (Grafik 6). Kondisi ini
           terutama dipengaruhi oleh turunnya pasokan perkantoran jual di Surabaya
           dan warehouse complex di wilayah Bodebek.




           Secara triwulanan, lndeks Pasokan Properti Komersial kategori sewa pada
           triwulan Ill 2023 terkontraksi sebesar 0,03% (qtq), lebih rendah
           dibandingkan kondisi triwulan sebelumnya yang tumbuh 0,66% (qtq) (Grafik
           7). Kondisi ini terutama disebabkan oleh penurunan indeks pasokan pada
           segmen ritel sewa dan convention hall di Jakarta serta segmen apartemen
           sewa di Denpasar. Selanjutnya, lndeks Pasokan Properti Komersial kategori
           jual juga terkontraksi sebesar 0,02% (qtq) disebabkan oleh penurunan
           pasokan perkantoran jual di Surabaya (Grafik 8).




           lndeks Permintaan Properti Komersial yang meningkat di Tengah
           perlambatan lndeks Pasokan Properti Komersial mendorong peningkatan




Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi                                      21
Page 59
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Surya Semesta Internusa Tbk


           pada lndeks Harga Properti Komersial baik untuk kategori sewa maupun
           jual. lndeks Harga Properti Komersial untuk kategori sewa pada triwulan
           1112023 sebesar 3,57% (yoy), meningkat dibandingka n pertumbuhan
           pada triwulan sebelumnya sebesar 2,33% (yoy) (Grafik 9). Hal ini terutama
           didorong peningkatan harga sejalan kenaikan permintaan pada segmen
           hotel di Jakarta, Makassar, Semarang, Surabaya, Balikpapan, dan
           Denpasar. Selanjutnya, perkembangan lndeks Harga Properti Komersial
           untuk kategori jual pada triwulan Ill 2023 mengalami kena ikan sebesar
           0,48% (yoy) bandingkan triwulan II 2023 yang meningkatsebesar 0,31%
           (Grafik10). Hal ini seiring akselerasi harga segmen perkantoran jual di
           Surabaya dan segmen lahan industri di wilayah Bodebek dan Semarang.




           Secara triwulanan, lndeks Harga Properti Komersial untuk kategori sewa
           padatriwulan III 2023 meningkat sebesar 1,79% (qtq) dibandingkan
           triwulan sebelumnya sebesar 1,25%(qtq) (Grafik 11). Peningkatan harga
           tersebut sejalan dengan permintaan pada segmen hotel dibeberapa kota
           yaitu Jakarta, Makassar, Surabaya, dan Balikpapan. Di sisi lain, lndeks
           Harga Properti Komersial untuk kategori juaI pada triwulan Ill 2023
           melambat sebesar 0,19% (qtq) dari triwulan sebelumnya sebesar 0,21 %
           (qtq) (Grafik 12). Hal ini dipengaruhi oleh indeks harga pada segmen
           warehouse complex di Jakarta yang tumbuh melambat.




Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi                                      22
Page 60
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Surya Semesta Internusa Tbk


2.3.3.    Analisa Prospek Usaha Perseroan

          International Monetary Fund (IMF) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi
          2024-2025 sebesar 3% yang didasarkan pada ekspektasi penurunan harga
          komoditas bahan bakar dan non bahan bakar, serta penurunan suku bunga
          di seluruh sektor. Sedangkan menurut Menteri Keuangan, IMF
          memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia stabil di angka 5% pada
          tahun 2024 dan 2025. Penilaian IMF ini didasarkan pada strategi pemerintah
          yang berfokus untuk mempertahankan kebijakan fiskal yang netral,
          menerapkan kebijakan perpajakan yang moderat, melakukan reformasi
          administrasi, memastikan belanja negara yang efektif, serta secara bertahap
          meningkatkan investasi modal dalam jangka menengah.

          Sementara itu, surplus neraca perdagangan pada Januari 2024 yang masih
          berlanjut terutama bersumber dari surplus neraca perdagangan nonmigas.
          Kinerja positif ekspor nonmigas ditopang oleh kuatnya ekspor lemak dan
          minyak hewan/nabati, besi dan baja, serta alas kaki. Tiongkok, Amerika
          Serikat, dan India masih menjadi kontributor utama ekspor india. Selain itu,
          pada sektor manufaktur dalam negeri diproyeksikan tumbuh lebih cepat
          mencapai 52,9% pada Januari 2024, yang didukung oleh meningkatnya
          pesanan baru baik dari dalam maupun luar negeri, serta didukung oleh
          membaiknya kondisi permintaan dan perluasan pasar atau pelanggan.

          Tiga bisnis utama SSIA diharapkan akan berperforma sangat baik pada
          tahun 2024, menyusul pemulihan dari pandemi COVID-19 pada tahun
          2020 - 2022 dan hasil positif Pemilihan Umum Indonesia pada tahun 2024,
          terutama dalam penjualan kawasan industri, yang menunjukkan siklus positif
          seperti kisaran tahun 2010-2011. Adapun fokus Perseroan adalah pada tiga
          bidang utama, yakni (1) transformasi, (2) inovasi & peningkatan, dan (3)
          produktivitas & teknologi, dengan penjelasan sebagai berikut :

          1. Transformasi
             Pivoting for the future: Perseroan menekankan pendekatan proaktif dari
             sekadar bereaktif terhadap perubahan industri. Sehingga Perseroan
             menitikberatkan pada antisipasi tren sekaligus tantangan masa depan,
             dan memastikan bahwa SSIA tetap relevan dan kompetitif. Setting the
             pace: Hal ini berkenaan dengan kepemimpinan, di mana Perseroan bukan
             hanya menjadi peserta dalam industrinya –bertujuan untuk menjadi
             penentu tren– yang mempengaruhi arah pergerakan industri. ESG
             Commitments: Menyadari peran integral faktor Lingkungan, Sosial, dan
             Tata Kelola dalam bisnis modern, Perseroan berdedikasi pada praktik
             berkelanjutan, operasi etis, serta tata kelola yang transparan.

          2. Inovasi dan Peningkatan
             Beyond new ideas: Dalam dunia bisnis, inovasi kerap dianggap terbatas
             yaitu hanya pada peluncuran produk atau layanan baru. Namun
             demikian, SSIA Grup mengadopsi perspektif yang lebih luas mengenai

Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi                                        23
Page 61
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Surya Semesta Internusa Tbk


             inovasi, yang tidak hanya mengenalkan solusi baru namun seiringan
             dengan penyempurnaan strategis sekaligus peningkatan penawaran yang
             sudah ada sebelumnya. Harnessing creativity: Komitmen Perseroan untuk
             mengembangkan budaya dalam hal mendorong pemikiran kreatif.
          3. Produktivitas dan Teknologi
             The digital leap: Menyoroti transisi menuju fase yang lebih maju secara
             teknologi melalui adopsi digitalisasi, otomatisasi, dan AI, sehingga
             memastikan bahwa SSIA tetap menjadi yang terdepan dalam industrinya.
             Smart work: Fokus pada efisiensi dengan bantuan teknologi untuk
             mengoptimalkan operasi Perseroan, sehingga memastikan bahwa sumber
             daya (baik waktu maupun uang) digunakan secara maksimal.


2.3.4.    Alasan Dilakukannya Rencana Transaksi

          SCS sebagai pengembang dan pengelola Kawasan Industri telah
          mengembangkan Kawasan Industri “Suryacipta City of Industry” di
          Kabupaten Karawang yang telah beroperasi komersial sejak tahun 1995 dan
          saat ini telah melakukan pengembangan lebih lanjut ke Kabupaten Subang.
          Kawasan Industri Subang Smartpolitan direncanakan akan memulai operasi
          komersial pada tahun 2024. Kawasan Industri merupakan bidang usaha yang
          memerlukan permodalan yang besar yang digunakan untuk pembelian atau
          akuisisi tanah, pengembangan infrastuktur berupa persiapan kavling tanah,
          jalan, utilitas dan daerah hijau, yang selanjutnya kavling tersebut akan dijual
          kepada para calon pembeli yang akan membangun pabrik di Kawasan
          Industri. Para calon pembeli tersebut selanjutnya ini akan menjadi tenant di
          Kawasan Industri yang dikelola SCS.

          Mengingat hal tersebut di atas, SCS membutuhkan struktur permodalan yang
          sehat dan kuat untuk dapat mengembangkan Kawasan Industri yang dapat
          memenuhi kebutuhan dan kriteria para calon pembeli dan tetap kompetitif
          untuk bersaing dengan Kawasan industri lainnya.

          Dengan adanya PBL sebagai investor strategis (Investor Strategis) melalui
          Rencana Transaksi akan memperkuat struktur permodalan SCS dengan
          mengurangi hutang bank dan secara tidak langsung mengurangi biaya bunga
          yang akan membuat SCS menjadi lebih kompetitif. Dengan adanya
          tambahan dana dari Investor Strategis, SCS akan lebih cepat dalam
          pengembangan Kawasan Industri Subang Smartpolitan sehingga akan lebih
          menarik bagi para calon pembeli Kawasan Industri Subang Smartpolitan.




Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi                                           24
Page 62
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Surya Semesta Internusa Tbk


2.3.5.    Keuntungan dan Kerugian yang Bersifat Kualitatif atas Rencana
          Transaksi

          Keuntungan Perseroan dengan adanya investor strategis dari SCS melalui
          pelaksanaan Rencana Transaksi diharapkan akan memperkuat struktur
          permodalan SCS dengan mengurangi hutang SCS terhadap bank yang
          secara tidak langsung dapat mengurangi biaya bunga dan pada pada
          akhirnya diharapkan akan membuat SCS menjadi lebih kompetitif. Dengan
          adanya tambahan satoran modal dari PBL ke dalam SCS, pengembangan
          Kawasan Industri Subang Smartpolitan diharapkan dapat lebih cepat
          sehingga akan lebih menarik bagi para calon pembeli Kawasan Industri
          Subang Smartpolitan.
          Kerugian yang akan diperoleh Perseroan dari Rencana Transaksi ini adalah
          dengan dilakukannya Rencana Transaksi, terdapat biaya-biaya yang muncul
          akibat Rencana Transaksi ini, yang tidak terbatas pada biaya lembaga
          penunjang pasar modal seperti biaya KAP dan KJPP dengan biaya-biaya
          yang muncul antara lain biaya KAP, biaya penilaian objek transaksi, biaya-
          biaya terkait profesi penilai serta kewajiban-kewajiban yang lain yang
          dapat muncul dikemudian hari.

2.4.      Analisis Kuantitatif Objek Transaksi
          Untuk melihat perkembangan kinerja SCS, seperti posisi keuangan, laba rugi
          dan potensi atau kemajuan yang dialami selama beberapa tahun terakhir,
          maka hasil analisis keuangan historis yang bersumber dari laporan keuangan
          audited per 31 Desember 2019, 31 Desember 2020, 31 Desember 2021, 31
          Desember 2022 dan 31 Desember 2023 disajikan sebagai berikut :
          Tabel 2.7.          Laporan Keuangan Historis SCS (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah)
                                             2019        2020        2021         2022            2023
                Keterangan
                                           Audited     Audited     Audited      Audited         Audited
           Aset Lancar                  1.313.092     565.926     662.855      561.592         692.936
           Aset Tidak Lancar            1.960.383    2.534.724   2.745.770    3.148.213    3.399.281
           Total Aset                   3.273.476    3.100.650   3.408.625    3.709.804    4.092.217
           Liabilitas J. Pendek          273.834      118.179     178.427      122.040         245.443
           Liabilitas J. Panjang         742.825      743.417     970.888     1.273.677    1.563.047
           Total Liabilitas             1.016.659     861.596    1.149.315    1.395.717    1.808.489
           Total Ekuitas                2.256.817    2.239.054   2.259.310    2.314.088    2.283.727
           Pendapatan                    516.934      592.877     428.711      497.374         684.752
           Beban Pokok
                                         -241.598    -279.843    -203.703      -253.335        -308.644
           Penjualan
           Laba Kotor                    275.336      313.035     225.008      244.039         376.108
           Laba Usaha                    227.341      272.823     182.806      190.149         291.447
           Laba Sebelum Pajak            166.408      165.997      71.462        70.736        151.867
           Laba Bersih                   157.520      153.173      53.660        60.312        138.908
          Sumber : Laporan Keuangan Perseroan (diolah)


Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi                                                         25
Page 63
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Surya Semesta Internusa Tbk


          Tabel 2.8.          Pertumbuhan Kinerja Keuangan SCS
                                        2020         2021         2022      2023        CAGR
           Keterangan
                                       Audited      Audited      Audited    Audited   Rata - Rata
           Aset Lancar                -56,90%       11,07%       -10,66%   23,39%      -14,77%
           Aset Tidak Lancar          29,30%        9,68%        13,24%     7,97%      14,75%
           Total Aset                  -5,28%       9,93%        8,84%     10,31%      5,74%
           Liabilitas J. Pendek       -56,84%       50,98%       -31,60%   101,12%     -2,70%
           Liabilitas J. Panjang       0,08%        30,60%       31,19%    22,72%      20,44%
           Total Liabilitas           -15,25%       33,39%       21,44%    29,57%      15,49%
           Total Ekuitas               -0,79%       0,90%        2,42%     -1,31%      0,30%
           Pendapatan                 14,69%       -27,69%       16,02%    37,67%       7,28%
           Beban Pokok
                                      15,83%       -27,21%       24,36%    21,83%       6,31%
           Penjualan
           Laba Kotor                 13,69%       -28,12%       8,46%     54,12%       8,11%
           Laba Usaha                 20,01%       -32,99%       4,02%     53,27%       6,41%
           Laba Sebelum Pajak          -0,25%      -56,95%       -1,02%    114,70%     -2,26%
           Laba Bersih                 -2,76%      -64,97%       12,40%    130,32%     -3,09%
          Sumber: Laporan Keuangan SCS (diolah)


2.4.1.    Analisa Posisi Keuangan SCS

          Perkembangan posisi keuangan SCS dapat dilihat pada grafik berikut:

          Grafik 2.1. Perkembangan Posisi Keuangan Historis SCS




          Sumber : Laporan Keuangan SCS (diolah)




Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi                                                26
Page 64
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Surya Semesta Internusa Tbk


          • Total aset SCS tahun 2023 tercatat sebesar Rp4.092,21 miliar lebih tinggi
            10,31% dibandingkan dengan tahun 2022 yang tercatat sebesar
            Rp3.709,80 miliar. Kenaikan berasal dari adanya peningkatan kas dan
            setara kas, aset keuangan lancar lain, pajak dibayar dimuka, tanah untuk
            pengembangan, aset tetap dan uang muka pembelian tanah. Total aset
            SCS tahun 2019 sampai dengan 2023 mengalami kenaikan setiap
            tahunnya, dengan laju pertumbuhan majemuk tahunan (Compound Annual
            Growth Rate/CAGR) sebesar 5,74% per tahun.
          • Total liabilitas SCS tahun 2023 tercatat sebesar Rp1.808,48 miliar, lebih
            tinggi 29,57% dibanding tahun 2022 yang tercatat sebesar Rp1.395,71
            miliar. Kenaikan ini dikarenakan adanya peningkatan pada pos utang
            pajak, uang jaminan, provisi pengembangan tanah dan lingkungan, utang
            bank, utang pembiayaan konsumen dan liabilitas imbalan kerja. Total
            laibilitas SCS tahun 2019 sampai dengan 2023 mengalami kenaikan
            setiap tahunnya, dengan laju pertumbuhan majemuk tahunan (Compound
            Annual Growth Rate/CAGR) sebesar 15,49% per tahun.
          • Total ekuitas SCS tahun 2023 tercatat sebesar Rp2.283,72 miliar lebih
            rendah 1,31% dibandingkan dengan tahun 2022 yang tercatat sebesar
            Rp2.314,08 miliar. Penurunan ini dikarenakan adanya Penurunan saldo
            laba. Total ekuitas SCS tahun 2019 sampai dengan 2023 mengalami
            Kenaikan setiap tahunnya, dengan laju pertumbuhan majemuk tahunan
            (Compound Annual Growth Rate/CAGR) sebesar 0,30% per tahun.


2.4.2.    Analisa Laba Rugi SCS

          Perkembangan laba (rugi) SCS dapat dilihat pada grafik berikut:

          Grafik 2.2. Perkembangan Laba (Rugi) Historis SCS




Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi                                       27
Page 65
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Surya Semesta Internusa Tbk


         • Pada tahun 2023 pendapatan SCS tercatat sebesar Rp684,75 miliar
           mengalami kenaikan sebesar 37,67% dibanding tahun 2022 yang tercatat
           sebesar Rp497,37 miliar. Peningkatan pendapatan SCS disebabkan oleh
           meningkatnya pendapatan dari penjualan tanah, jasa pengelolaan
           pemeliharaan, penjualan gas, dan sewa ruangan. Pendapatan Perseroan
           tahun 2019 sampai dengan tahun 2023 mengalami peningkatan setiap
           tahunnya, dengan laju pertumbuhan majemuk tahunan (Compound Annual
           Growth Rate/CAGR) sebesar 7,28% per tahun.
         • Laba kotor SCS pada tahun 2023 tercatat sebesar Rp376,10 miliar
           mengalami kenaikan sebesar 54,12% dibanding tahun 2022 yang tercatat
           sebesar Rp244,03 miliar. Peningkatan laba kotor SCS disebabkan oleh
           meningkatnya pendapatan SCS. Laba kotor Perseroan tahun 2019 sampai
           dengan tahun 2023 mengalami peningkatan setiap tahunnya, dengan laju
           pertumbuhan majemuk tahunan (Compound Annual Growth Rate/CAGR)
           sebesar 8,11% per tahun.
         • Laba usaha SCS pada tahun 2023 tercatat sebesar Rp291,44 miliar
           mengalami kenaikan sebesar 53,27% dibanding tahun 2022 yang tercatat
           sebesar Rp190,14 miliar. Peningkatan laba usaha SCS disebabkan oleh
           meningkatnya pendapatan SCS dan persentase beban usaha terhadap
           pendapatan juga menurun. Laba usaha SCS tahun 2019 sampai dengan tahun
           2023 mengalami peningkatan setiap tahunnya, dengan laju pertumbuhan
           majemuk tahunan (Compound Annual Growth Rate/CAGR) sebesar 6,41% per
           tahun.
         • Pada tahun 2023 SCS mencatatkan keuntungan dari segmen usaha
           pengembangan dan pengelolaan properti yang ditunjukkan dari laba bersih
           sebesar Rp138,90 miliar lebih tinggi 130,32% dibandingkan tahun 2022
           yang tercatat sebesar Rp60,31 miliar. Laba bersih SCS tahun 2019 sampai
           dengan tahun 2023 mengalami penurunan setiap tahunnya, dengan laju
           pertumbuhan majemuk tahunan (Compound Annual Growth Rate/CAGR)
           sebesar -3,09% per tahun.


2.4.3.     Analisis Rasio Keuangan SCS

           Analisis rasio keuangan atau financial ratio adalah merupakan suatu alat
           analisis yang digunakan oleh perusahaan untuk menilai kinerja keuangan
           berdasarkan data perbandingan masing-masing pos yang terdapat di
           laporan keuangan seperti laporan posisi keuangan, laba rugi dan arus kas
           dalam periode tertentu.




Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi                                     28
Page 66
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Surya Semesta Internusa Tbk


          Tabel 2.9.    Rasio Keuangan SCS
                       Keterangan             2019A    2020A   2021A    2022A     2023A
         Rasio Likuiditas
         Rasio lancar (x)                     4,80      4,79    3,52     4,60      2,82
         Rasio cepat (x)                      3,34      1,11    0,75     1,81      1,61
         Rasio kas (x)                        2,00      0,41    0,51     1,09      1,26
         Rasio Aktivitas
         Jumlah hari perputaran piutang        13       10      16       17        11
         Jumlah hari perputaran persediaan     601      567     888      490       353
         Jumlah hari perputaran utang usaha    12       15      25       25        11
         Rasio Leverage
         Debt to Equity Ratio (%)             31,06    27,79    33,72    37,62    44,19
         Debt to Aset Ratio (%)               45,05    38,48    50,87    60,31    79,19
         Rasio Profitabilitas
         Margin Laba Bruto (%)                53,26    52,80    52,48    49,07    54,93
         Margin Laba Usaha (%)                43,98    46,02    42,64    38,23    42,56
         Margin Laba Bersih (%)               30,47    25,84    12,52    12,13    20,29
         Return on Equity (%)                 4,81     4,94     1,57     1,63     3,39
         Return on Aset (%)                   6,98     6,84     2,38     2,61     6,08

       Berdasarkan rasio keuangan diatas, kondisi SCS per 31 Desember 2023 adalah
       sebagai berikut:
       • Rasio Likuiditas menunjukkan kemampuan suatu perusahaan untuk memenuhi
         liabilitas keuangannya yang harus segera dipenuhi atau kemampuan
         perusahaan untuk memenuhi liabilitas keuangan dalam jangka pendek (pada
         saat ditagih). Current Ratio (rasio lancar) SCS 31 Desember 2023 adalah
         2,82 kali, hal ini menunjukkan SCS mampu memenuhi liabilitas keuangan
         dalam jangka pendek. Quick Ratio (rasio cepat) SCS adalah 1,61 kali pada
         31 Desember 2023, hal ini menunjukkan SCS mampu dalam menggunakan
         aset lancar tanpa persediaan untuk menutupi utang jangka pendeknya.
       • Rasio Aktivitas digunakan untuk mengukur efisiensi penggunaan dana yang
         tertanam pada aset serta untuk melihat seberapa besar optimalisasi SCS
         dalam menggunakan asetnya untuk memperoleh pendapatan dan laba
         usaha. Rasio perputaran piutang usaha SCS pada 31 Desember 2023
         sebesar 11 hari, rasio perputaran persediaan sebesar 353 hari dan rasio
         perputaran utang usaha 11 hari.
       • Rasio Solvabilitas atau leverage menunjukkan kemampuan suatu perusahaan
         untuk memenuhi seluruh liabilitasnya baik jangka pendek maupun jangka
         panjang. Nilai solvabilitas SCS cenderung stabil jika dibandingkan tahun
         sebelumnya, dilihat dari Liabilitas to Total Asset Ratio, yang masih baik yaitu
         sebesar 44,19% pada 31 Desember 2023. Sementara pada Liabilitas to
         Equity Ratio Perseroan pada 31 Desember 2023 yaitu sebesar 79,19% yang
         menunjukkan hutang/kewajiban perusahaan lebih kecil daripada seluruh
         ekuitas yang dimilikinya, sehingga dalam kondisi yang tidak diinginkan
         (misalnya pailit), perusahaan mampu melunasi seluruh hutang/kewajibannya.
       • Rasio Profitabilitas menunjukkan kemampuan Perseroan dalam menghasilkan
         laba selama periode tertentu. Profitabilitas suatu perusahaan diukur dengan
         keberhasilan menggunakan asetnya secara produktif, dengan demikian
         profitabilitas suatu perusahaan juga dapat diketahui dengan


Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi                                          29
Page 67
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Surya Semesta Internusa Tbk


          memperbandingkan antara laba yang diperoleh setelah pajak dengan
          jumlah aset atau modal pada suatu periode tertentu, yaitu Rate of Return on
          Equity (ROE) per 31 Desember 2023 sebesar 6,08%. Rate of Return on Asset
          (ROA) yang membandingkan antara laba setelah pajak dengan total aset
          sebesar 3,39% pada 31 Desember 2023. Sedangkan Net Profit Margin
          pada 31 Desember 2023 sebesar 20,29%. Hal ini menunjukkan bahwa
          perusahaan mampu memaksimalkan modal dan memberikan tingkat
          pengembalian yang cukup untuk investor atau pemegang saham.


2.4.4.    Proyeksi Keuangan SCS

          Dasar dalam perhitungan proyeksi keuangan adalah business plan yang
          diberikan oleh pemberi tugas yang telah dilakukan penyesuaian dan
          normalisasi oleh penilai sehingga business plan yang digunakan sudah
          mencerminkan kondisi pasar dan data historis. Pada tahun 2024 Subang
          Smartpolitan akan mulai beroperasi secara komersial, sehingga SCS
          menargetkan marketing sales sebesar 268 hektar. Jumlah ini ditargetkan SCS
          karena pada tahun 2024 ini Perseroan akan menargetkan anchor tenant
          sebagai salah satu katalis Subang Smartpolitan.

          Untuk tahun-tahun kedepannya, SCS menargetkan marketing sales antara
          103 - 156 hektar setiap tahunnya yang berasal dari supply chain dari anchor
          tenant, maupun industri - industri baru di Subang Smartpolitan. Dengan
          bertambahnya penjualan tanah di Subang Smartpolitan, SCS juga akan
          mendapat kenaikan pendapatan berulang sebesar 17,7% secara CAGR,
          baik dari maintenance fee, penjualan air industri, maupun pengelolaan air
          limbah yang berjalan seiring dengan semakin banyaknya tenant di kawasan
          industri SCS. Adapun terhadap pendapatan diatas, SCS menargetkan gross
          margin sebesar 51%-61%. Terkait dengan forex, SCS menggunakan asumsi
          USD/IDR 16.000, kenaikan gaji sebesar 6% dan inflasi sebesar 4%.


2.4.4.1. Proyeksi Posisi Keuangan SCS

          Berikut ini disajikan proyeksi posisi keuangan SCS adalah sebagai berikut :

            Proyeksi keuangan disusun oleh manajemen SCS yang berakhir pada
             tahun 2028.
            Proyeksi keuangan tersebut telah dilakukan penyesuaian dan normalisasi
             sesuai prosedur dalam penilaian.
            SCS masih beroperasi dalam menjalankan usaha dibidang kawasan
             industri.




Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi                                         30
Page 68
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Surya Semesta Internusa Tbk


          Tabel 2.10.      Proyeksi Posisi Keuangan SCS(Dalam Jutaan Rupiah)
                                                                 PROYEKSI
                   URAIAN
                                          2024        2025         2026         2027        2028
           Aset Lancar                   2.517.711   2.850.931     3.495.073   4.329.696   5.609.386
           Aset Tidak Lancar             3.382.205   3.350.767     3.321.248   3.291.729   3.266.680
           Total Aset                    5.899.916   6.201.698     6.816.321   7.621.425   8.876.067
           Liabilitas Jangka Pendek        284.324     254.849       200.135     198.139     204.974
           Liabilitas Jangka Panjang     1.680.630   1.610.072     1.487.718   1.342.789   1.163.631
           Total Liabilitas              1.964.953   1.864.921     1.687.852   1.540.928   1.368.605
           Total Ekuitas                 3.934.963   4.336.777     5.128.469   6.080.497   7.507.461
           Total Liabilitas & Ekuitas    5.899.916   6.201.698     6.816.321   7.621.425   8.876.067
          Sumber : Laporan Manajemen Perseroan (diolah)

          Berdasarkan proyeksi keuangan SCS di atas, diperkirakan Total Aset SCS
          mengalami peningkatan setiap tahunnya yaitu rata-rata CAGR sebesar
          16,75% per tahun selama masa proyeksi. Kenaikan tersebut sebagian besar
          berasal dari kas dan bank serta persediaan.

          Total liabilitas SCS diproyeksikan mengalami penurunan rata-rata CAGR
          5,42% per tahun selama masa proyeksi. Penurunan tersebut sebagian besar
          berasal dari penurunan jumlah utang usaha, utang bank jangka pendek dan
          utang bank jangka panjang SCS.

          Total Ekuitas SCS di proyeksikan mengalami peningkatan selama masa
          proyeksi dengan rata-rata CAGR 26,87% per tahun. Peningkatan tersebut
          disebabkan oleh adanya peningkatan saldo laba.


2.4.4.2. Proyeksi Laba Rugi SCS

          Asumsi-asumsi yang digunakan antara lain :
          • Proyeksi yang digunakan berdasarkan business plan yang disusun oleh
              manajemen SCS untuk periode 2024-2028 yang telah dilakukan
              penyesuaian dan normalisasi.
          • Pendapatan penjualan berasal dari penjualan penjualan tanah,
              pendapatan jasa pengelolaan dan pemeliharaan, penjualan gas,
              pengelolaan air industri, air limbah, sewa ruangan dan pelayanan gas.
          • Tingkat pertumbuhan penjualan rata-rata secara CAGR meningkat
              sebesar 37,96% per tahun selama masa proyeksi.
          • Beban pokok penjualan (COGS) terhadap pendapatan rata-rata
              sebesar 43,92% selama masa proyeksi.
          • Operating margin rata-rata sebesar 49,41% per tahun selama masa
              proyeksi 2024-2028.
          • EBITDA margin rata-rata sebesar 50,58% per tahun selama masa
              proyeksi 2024-2028.



Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi                                                     31
Page 69
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Surya Semesta Internusa Tbk


          •   Net profit margin rata-rata sebesar 38,46% per tahun selama masa
              proyeksi 2024-2028.
          • Pertumbuhan laba bersih rata-rata secara CAGR meningkat sebesar
              142,14% per tahun selama masa proyeksi.
          Berikut ini disajikan proyeksi laba rugi SCS :

          Tabel 2.11.     Proyeksi Laba Rugi SCS (Dalam Jutaan Rupiah)
                                                                  PRO Y EKSI
                   URAIAN
                                          2024         2025          2026         2027          2028
           Penjualan Bersih               4.346.896   1.646.686      2.368.409    2.586.805    3.422.477
           Beban Pokok Penjualan         -1.925.759    -803.745     -1.073.338   -1.093.924   -1.330.284
           Laba Bruto                     2.421.137     842.941      1.295.071    1.492.881    2.092.193
           Laba Usaha                     2.270.423     659.485      1.140.816    1.321.685    1.900.604
           Laba Sebelum Pajak             2.116.969     515.147      1.014.990    1.220.549    1.829.441
           Laba Bersih                    1.651.235     401.815        791.792      952.028    1.426.964
          Sumber : Laporan Manajemen SCS (diolah)


2.4.4.3. Proyeksi Arus Kas SCS

          Perkembangan arus kas SCS selama masa proyeksi dapat dilihat pada tabel
          berikut :

          Tabel 2.12.     Proyeksi Arus Kas SCS (Dalam Jutaan Rupiah)
                                                             PROYEKSI
                  URAIAN
                                             2024         2025    2026                2027        2028
           Arus Kas dari Aktivitas
                                            30.266    1.535.094        514.748     924.430    1.179.298
           Operasi
           Arus Kas dari Aktivitas
                                            17.075       31.438         29.519      29.519      25.049
           Investasi
           Arus Kas dari Aktivitas
                                            72.297      -48.000       -192.912    -144.929    -179.158
           Pendanaan
           Kenaikan (Penurunan) Bersih
                                          119.638     1.518.533        351.354     809.020    1.025.190
           Kas dan Setara Kas
           Kas dan Setara Kas Awal
                                          309.564      429.202       1.947.735   2.299.089    3.108.110
           Tahun
           Kas dan Setara Kas Akhir
                                          429.202     1.947.735      2.299.089   3.108.110    4.133.299
           Tahun
          Sumber : Laporan Manajemen SCS (diolah)

          • Jumlah kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi diproyeksikan
            pada tahun 2028 sebesar Rp1.179,29 miliar. Arus kas masuk diperoleh
            dari penerimaan kas dari pelanggan, penerimaan dari penghasilan bunga.
            Sementara dari arus kas keluar digunakan untuk pembayaran kas kepada
            pemasok gaji dan upah, pembayaran beban bunga, pembayaran beban
            usaha dan pembayaran pajak penghasilan badan.
          • Jumlah kas bersih yang diperoleh dari aktivitas investasi diproyeksikan
            pada tahun 2028 sebesar Rp25,04 miliar. Arus kas keluar digunakan untuk
            Penambahan aset tetap, penambahan properti investasi. Tidak terdapat
            arus kas masuk.


Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi                                                         32
Page 70
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Surya Semesta Internusa Tbk


          • Jumlah kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan
            diproyeksikan pada tahun 2028 sebesar negatif Rp179,15 miliar. Arus kas
            keluar digunakan untuk pembayaran utang bank jangka pendek dan utang
            jangka panjang.
          • Jumlah kas dan setara kas SCS pada akhir 2028 tercatat sebesar
            Rp4.133,29 miliar, lebih tinggi 32,98% dibandingkan posisi awal tahun
            yang tercatat sebesar Rp3.108,11 miliar.


2.5.      Analisis Kuantitatif atas Rencana Transaksi
2.5.1.    Analisis Kinerja Historis Perseroan

          Untuk melihat perkembangan kinerja Perseroan, seperti posisi keuangan, laba
          rugi dan arus kas serta potensi atau kemajuan yang dialami selama
          beberapa tahun terakhir, maka hasil analisis keuangan historis yang
          bersumber dari laporan keuangan audited per 31 Desember 2019, 31
          Desember 2020, 31 Desember 2021, 31 Desember 2022 dan 31 Desember
          2023 disajikan sebagai berikut :

          Tabel 2.13.         Historis Keuangan Perseroan (Dalam Jutaan Rupiah)
                                           2019          2020         2021             2022         2023
                Keterangan
                                         Audited       Audited      Audited          Audited      Audited
           Aset Lancar                 4.057.604    3.004.088     3.008.237       3.324.869    3.234.886
           Aset Tidak Lancar           4.034.843    4.615.888     4.743.933       4.964.777    5.181.887
           Total Aset                  8.092.447    7.619.976     7.752.171       8.289.646    8.416.773
           Liabilitas J. Pendek        1.713.173    1.862.688     1.451.840       1.831.408    1.521.061
           Liabilitas J. Panjang       1.901.094    1.526.214     2.249.778       2.198.771    2.452.257
           Total Liabilitas            3.614.267    3.388.901     3.701.618       4.030.179    3.973.319
           Total Ekuitas               4.478.180    4.231.075     4.050.553       4.259.468    4.443.454
           Pendapatan                  4.006.438    2.947.321     2.352.909       3.614.941    4.537.654
           Beban Pokok
                                      -2.915.075    -2.312.089   -1.835.893       -2.696.804   -3.210.471
           Penjualan
           Laba Kotor                  1.091.363      635.232      517.016          918.137    1.327.183
           Laba Usaha                   419.759       173.325      106.038          549.271      589.493
           Laba Sebelum Pajak           164.833      -100.245      -196.431         223.353      275.101
           Laba Bersih                  136.311       -77.287      -191.172         207.916      231.546
          Sumber : Laporan Tahunan 2023 (diolah)




Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi                                                           33
Page 71
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Surya Semesta Internusa Tbk


          Tabel 2.14.         Pertumbuhan Kinerja Keuangan Perseroan Konsolidasi
                                        2020          2021          2022            2023        CAGR
           Keterangan
                                       Audited       Audited       Audited          Audited   Rata - Rata
           Aset Lancar                 -25,96%       0,14%         10,53%          -2,71%      -5,51%
           Aset Tidak Lancar           14,40%        2,77%         4,66%           4,37%        6,45%
           Total Aset                  -5,84%        1,73%         6,93%           1,53%       0,99%
           Liabilitas J. Pendek         8,73%       -22,06%        26,14%          -16,95%     -2,93%
           Liabilitas J. Panjang       -19,72%       47,41%        -2,27%          11,53%       6,57%
           Total Liabilitas            -33,90%       54,95%        8,88%           -1,41%      2,40%
           Total Ekuitas               -5,52%        -4,27%        5,16%           4,32%       -01,9%
           Pendapatan                  -26,44%      -20,17%        53,64%          25,52%       3,16%
           Beban Pokok
                                       -20,69%      -20,60%        46,89%          19,05%       2,44%
           Penjualan
           Laba Kotor                  -41,79%      -18,61%        77,58%          44,55%       5,01%
           Laba Usaha                  -58,71%      -38,82%       417,99%          7,32%        8,86%
           Laba Sebelum Pajak         -160,82%       95,95%       -213,71%         23,17%      13,66%
           Laba Bersih                -156,70%      147,35%       -208,76%         11,37%      14,16%



2.5.1.1. Analisis Posisi Keuangan

          Adapun perkembangan posisi keuangan Perseroan dapat terlihat pada
          grafik berikut ini.

          Grafik 2.3. Perkembangan Posisi Keuangan Perseroan (dinyatakan dalam Jutaan
                      Rupiah)




          Sumber : Laporan Keuangan Perseroan (diolah)




Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi                                                           34
Page 72
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Surya Semesta Internusa Tbk


         • Total aset Perseroan tahun 2023 tercatat sebesar Rp8.416,77 miliar lebih
           tinggi 1,53% dibandingkan dengan tahun 2022 yang tercatat sebesar
           Rp8.289,64 miliar. Kenaikan berasal dari adanya peningkatan kas dan
           setara kas, piutang retensi, pajak dibayar dimuka, investasi pada asosiasi,
           tanah untuk pengembangan, properti investasi, aset tetap dan uang muka
           lain - lain. Total aset Perseroan tahun 2019 sampai dengan 2023
           mengalami kenaikan setiap tahunnya, dengan laju pertumbuhan majemuk
           tahunan (Compound Annual Growth Rate/CAGR) sebesar 0,99% per tahun.
         • Total liabilitas Perseroan tahun 2023 tercatat sebesar Rp3.973,31 miliar,
           lebih rendah 1,41% dibanding tahun 2022 yang tercatat sebesar
           Rp4.030,17 miliar. Penurunan ini dikarenakan adanya penurunan pada
           pos pinjaman bank jangka pendek, uang muka pelanggan, liabilitas sewa,
           uang muka proyek, dan utang lain-lain pihak ketiga. Total laibilitas
           Perseroan tahun 2019 sampai dengan 2023 mengalami kenaikan setiap
           tahunnya, dengan laju pertumbuhan majemuk tahunan (Compound Annual
           Growth Rate/CAGR) sebesar 2,40% per tahun.
         • Total ekuitas Perseroan tahun 2023 tercatat sebesar Rp4.443,45 miliar
           lebih tinggi 4,32% dibandingkan dengan tahun 2022 yang tercatat
           sebesar Rp4.259,46 miliar. Kenaikan ini dikarenakan adanya peningkatan
           saldo laba. Total ekuitas Perseroan tahun 2019 sampai dengan 2023
           mengalami penurunan setiap tahunnya, dengan laju pertumbuhan majemuk
           tahunan (Compound Annual Growth Rate/CAGR) sebesar -0,19% per tahun.


2.5.1.2. Analisis Laba Rugi

          Adapun perkembangan laba rugi Perseroan dapat terlihat pada grafik
          berikut ini :

          Grafik 2.4. Perkembangan Laba Rugi Perseroan (dinyatakan dalam Jutaan Rupiah)




Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi                                         35
Page 73
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Surya Semesta Internusa Tbk


         • Pada tahun 2023 pendapatan Perseroan tercatat sebesar Rp4.537,65
           miliar mengalami kenaikan sebesar 25,52% dibanding tahun 2022 yang
           tercatat sebesar Rp3.614,94 miliar. Peningkatan pendapatan Perseroan
           disebabkan oleh meningkatnya pendapatan dari jasa kontruksi, hotel,
           penjualan tanah kawasan industri, jasa pemeliharaan dan utilitas, real
           estate, dan sewa. Pendapatan Perseroan tahun 2019 sampai dengan tahun
           2023 mengalami peningkatan setiap tahunnya, dengan laju pertumbuhan
           majemuk tahunan (Compound Annual Growth Rate/CAGR) sebesar 3,16%
           per tahun.
         • Laba kotor Perseroan pada tahun 2023 tercatat sebesar Rp1.327,18
           miliar mengalami kenaikan sebesar 44,55% dibanding tahun 2022 yang
           tercatat sebesar Rp918,13 miliar. Peningkatan laba kotor Perseroan
           disebabkan oleh meningkatnya pendapatan Perseroan. Laba kotor
           Perseroan tahun 2019 sampai dengan tahun 2023 mengalami peningkatan
           setiap tahunnya, dengan laju pertumbuhan majemuk tahunan (Compound
           Annual Growth Rate/CAGR) sebesar 5,01% per tahun.
         • Laba usaha Perseroan pada tahun 2023 tercatat sebesar Rp589,49 miliar
           mengalami kenaikan sebesar 7,32% dibanding tahun 2022 yang tercatat
           sebesar Rp549,27 miliar. Peningkatan laba usaha Perseroan disebabkan
           oleh meningkatnya pendapatan Perseroan dan persentase beban usaha
           terhadap pendapatan juga menurun. Laba usaha Perseroan tahun 2019
           sampai dengan tahun 2023 mengalami peningkatan setiap tahunnya,
           dengan laju pertumbuhan majemuk tahunan (Compound Annual Growth
           Rate/CAGR) sebesar 8,86% per tahun.
         • Pada tahun 2023 Perseroan mencatatkan keuntungan dari segmen usaha
           holding pengembang properti dan real estate yang ditunjukkan dari laba
           bersih sebesar Rp231,54 miliar lebih tinggi 11,37% dibandingkan tahun
           2022 yang tercatat sebesar Rp207,91 miliar. Laba bersih Perseroan tahun
           2019 sampai dengan tahun 2023 mengalami kenaikan setiap tahunnya,
           dengan laju pertumbuhan majemuk tahunan (Compound Annual Growth
           Rate/CAGR) sebesar 14,16% per tahun.


2.5.1.3. Analisis Arus Kas Perseroan

          Perkembangan arus kas Perseroan per 31 Desember 2019, 31 Desember
          2020, per 31 Desember 2021, 31 Desember 2022 dan 31 Desember 2023
          dapat dilihat pada tabel berikut :




Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi                                    36
Page 74
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Surya Semesta Internusa Tbk


          Tabel 2.15.    Perkembangan Arus Kas Perseroan (dinyatakan dalam Jutaan Rupiah)
                                      2019         2020         2021         2022           2023
               Keterangan
                                    Audited      Audited      Audited      Audited     Audited
           Arus Kas dari
                                  -122.618     -810.840     -340.789      -150.800    257.230
           Aktivitas Operasi
           Arus Kas dari
                                   -35.825       96.031       -23.141     400.054     -176.212
           Aktivitas Investasi
           Arus Kas dari
                                   324.280       26.163      293.257      102.951           3.339
           Aktivitas Pendanaan
           Kas dan Setara Kas
                                 1.371.984    1.527.063      850.910      782.186    1.136.027
           Awal Tahun
           Kas dan Setara Kas
                                 1.527.063      850.910      782.186     1.136.027   1.219.049
           Akhir Tahun


          • Jumlah kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi pada periode 31
            Desember 2023 sebesar Rp257,22 miliar. Arus kas masuk diperoleh dari
            penerimaan kas dari pelanggan, penerimaan klaim restitusi pajak dan
            penerimaan kas lainnya dari operasi. Sementara dari arus kas keluar
            digunakan untuk pembayaran kas kepada pemasok, gaji karyawan,
            pembayaran pajak, pembayaran bunga dan pembayaran bunga liabilitas
            sewa.
          • Jumlah kas bersih yang diperoleh dari aktivitas investasi pada periode 31
            Desember 2023 sebesar negatif Rp176,21 miliar. Arus kas masuk
            diperoleh dari penerimaan hasil ventura bersama, penerimaan bunga, hasil
            penjualan aset tetap, hasil penjualan properti investasi. Sedangkan arus
            kas keluar digunakan untuk perolehan investasi pada asosiasi, perolehan
            properti investasi, perolehan aset tetap dan uang muka.
          • Jumlah kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan pada periode
            31 Desember 2023 sebesar Rp3,33 miliar. Arus kas masuk diperoleh dari
            penerimaan pinjaman bank jangka panjang dan jangka pendek,
            penambahan saham treasuri dan penambahan pinjaman lain-lain pihak
            ketiga. Sedangkan arus kas keluar digunakan untuk pembayaran pokok
            liabilitas sewa, pembayaran biaya pinjaman, pembayaran dividen kas non
            pengendali, pembayaran utang bank, dan pembayaran pinjaman lain –
            lain pihak ketiga.
          • Jumlah kas dan setara kas akhir tahun Perseroan pada pada periode 31
            Desember 2023 sebesar Rp1.219,04 miliar. lebih tinggi 7,31%
            dibandingkan posisi awal tahun yang tercatat sebesar Rp1.136,02 miliar.


2.5.2.    Analisis Rasio Keuangan

          Perkembangan rasio keuangan Perseroan per 31 Desember 2018, 31
          Desember 2019, per 31 Desember 2020, per 31 Desember 2021 dan per
          31 Desember 2022 dapat dilihat pada tabel berikut:




Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi                                                   37
Page 75
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Surya Semesta Internusa Tbk


          Tabel 2.16.   Rasio Keuangan Perseroan
                         Keterangan             2019A     2020A   2021A   2022A   2023A
           Rasio Likuiditas
           Rasio lancar (x)                        2,37   1,61    2,07    1,82    2,13
           Rasio cepat (x)                         2,12   1,35    1,69    1,61    1,92
           Rasio kas (x)                           0,89   0,46    0,54    0,62    0,80
           Rasio Aktivitas
           Jumlah hari perputaran piutang          42      35      65      44      25
           Jumlah hari perputaran persediaan       53      77      110     51      36
           Jumlah hari perputaran utang usaha      78      84      109     72      60
           Rasio Leverage
           Debt to Equity Ratio (%)             44,66     44,47   47,75   48,62   47,21
           Debt to Aset Ratio (%)               80,71     80,10   91,39   94,62   89,42
           Rasio Profitabilitas
           Margin Laba Bruto (%)                27,24     21,55   21,97   25,40   29,25
           Margin Laba Usaha (%)                10,48      5,88    4,51   15,19   12,99
           Margin Laba Bersih (%)               3,40      -2,62   -8,12   5,75    5,10
           Return on Equity (%)                 1,68      -1,01   -2,47   2,51    2,75
           Return on Aset (%)                   3,04      -1,83   -4,72   4,88    5,21

          Berdasarkan rasio keuangan diatas, kondisi perusahaan per 31 Desember
          2023 adalah sebagai berikut :
          Rasio Likuiditas menunjukkan kemampuan suatu perusahaan untuk memenuhi
          liabilitas keuangannya yang harus segera dipenuhi atau kemampuan
          perusahaan untuk memenuhi liabilitas keuangan dalam jangka pendek (pada
          saat ditagih). Current ratio (rasio lancar) per 31 Desember 2022 sebesar 2,13
          kali yang menunjukkan bahwa Perseroan mampu memenuhi liabilitas
          keuangan dalam jangka pendek. Sedangkan rasio cepat Perseroan per 31
          Desember 2023 adalah sebesar 1,92. Hal ini menunjukkan perusahaan
          mampu dalam menggunakan aset lancar tanpa persediaan untuk menutupi
          utang jangka pendeknya.

          Rasio Aktivitas digunakan untuk mengukur efisiensi penggunaan dana yang
          tertanam pada aset serta untuk melihat seberapa besar optimalisasi
          Perseroan dalam menggunakan asetnya untuk memperoleh pendapatan dan
          laba usaha. Rasio perputaran piutang usaha Perseroan pada 31 Desember
          2023 sebesar 25 hari, rasio perputaran persediaan sebesar 36 hari dan
          rasio perputaran utang usaha 60 hari.

          Rasio Solvabilitas atau leverage menunjukkan kemampuan suatu perusahaan
          untuk memenuhi seluruh liabilitasnya baik jangka pendek maupun jangka
          panjang. Total Debt to Equity Ratio (DER) / rasio hutang atas modal Perseroan
          pada per 31 Desember 2023 sebesar 89,42 persen yang menunjukkan
          bahwa total liabilitas Perseroan lebih kecil dari ekuitas Perseroan sehingga
          seluruh kewajiban Perseroan mampu ditutupi oleh seluruh ekuitas. Sementara
          itu Debt to Total Asset Ratio per 31 Desember 2023 sebesar 47,21 persen
          yang menunjukkan bahwa perbandingan antara total utang dengan total



Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi                                               38
Page 76
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Surya Semesta Internusa Tbk


          aktiva dimana total aset yang dimiliki perusahaan dapat menutupi seluruh
          kewajiban perusahaan.

          Rasio Profitabilitas menunjukkan kemampuan Perseroan dalam menghasilkan
          laba selama periode tertentu. Profitabilitas suatu perusahaan diukur dengan
          keberhasilan menggunakan asetnya secara produktif, dengan demikian
          profitabilitas suatu perusahaan juga dapat diketahui dengan
          memperbandingkan antara laba yang diperoleh dengan jumlah aset atau
          modal pada suatu periode tertentu. Return on Asset (ROA) Perseroan per 31
          Desember 2023 sebesar 2,75 persen. Return on Equity (ROE) Perseroan
          adalah sebesar 5,21 pada 31 Desember 2023. Net Profit Margin (NPM)
          Perseroan sebesar 5,10 persen yang menunjukkan bahwa Perseroan mampu
          memanfaatkan seluruh modal dan aset untuk menghasilkan laba.


2.5.3.    Penilaian atas Proyeksi Keuangan Perseroan

          Asumsi-asumsi yang digunakan dalam penyusunan proyeksi adalah penjualan
          sebagian kepemilikan saham Perseroan di SCS yang dilakukan untuk tujuan
          menurunkan utang Bank sehingga beban kewajiban cicilan pokok dan bunga
          Perseroan menjadi lebih kecil atau ringan, serta guna meningkatkan ekuitas
          Perseroan. Berikut ini adalah proyeksi keuangan sebelum dan setelah rencana
          transaksi yang diperoleh dari manajemen Perseroan :


2.5.3.1. Proyeksi Posisi Keuangan Sebelum Rencana Transaksi

          Berikut ini disajikan proyeksi posisi keuangan Perseroan sebelum Rencana
          Transaksi dengan asumsi sebagai berikut:

           Proyeksi posisi keuangan disusun oleh Perseroan yang berakhir pada 31
            Desember 2028.
           Proyeksi posisi keuangan tersebut tidak dilakukan penyesuaian dan
            normalisasi.

          Tabel 2.17.        Proyeksi Posisi Keuangan Perseroan (Dalam Jutaan Rupiah)
                                       2024            2025          2026          2027        2028
               Keterangan
                                      Proyeksi      Proyeksi      Proyeksi      Proyeksi    Proyeksi
          Aset Lancar                9.215.293     9.251.006   10.457.036    11.460.333    12.935.655
          Aset Tidak Lancar          2.900.687     3.382.326    3.222.196     3.101.210     3.092.908
          Total Aset                12.115.981    12.633.332   13.679.231    14.561.543    16.028.564
          Liabilitas J. Pendek       1.605.752     1.577.513    1.581.452     1.595.215     1.629.752
          Liabilitas J. Panjang      3.022.980     3.110.513    3.151.025     2.743.076     2.182.618
          Total Liabilitas           4.628.732     4.688.044     4.732.477    4.338.291     3.812.370
          Total Ekuitas          7.487.248       7.945.288       8.946.754   10.223.252    12.216.193
          Sumber : Laporan Manajemen Perseroan (diolah)


Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi                                                       39
Page 77
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Surya Semesta Internusa Tbk


          Berdasarkan proyeksi keuangan Perseroan di atas, diperkirakan total aset
          Perseroan tahun 2024 sampai dengan tahun 2028 mengalami peningkatan
          setiap tahunnya dengan laju pertumbuhan majemuk tahunan (Compound
          Annual Growth Rate/CAGR) sebesar 13,75% per tahun. Kenaikan tersebut
          sebagian besar berasal dari peningkatan kas dan setara kas, piutang usaha,
          investasi entitas asosiasi dan aset tetap.

          Total liabilitas Perseroan selama masa proyeksi yaitu tahun 2024 sampai
          dengan tahun 2028 mengalami penurunan setiap tahunnya dengan laju
          pertumbuhan majemuk tahunan (Compound Annual Growth Rate/CAGR)
          sebesar -12,35% per tahun. Penurunan tersebut sebagian besar berasal dari
          penurunan utang bank jangka pendek, liabilitas sewa, dan utang bank jangka
          panjang.

          Total ekuitas Perseroan selama masa proyeksi yaitu tahun 2024 sampai
          dengan tahun 2028 juga mengalami peningkatan setiap tahunnya dengan
          laju pertumbuhan majemuk tahunan (Compound Annual Growth Rate/CAGR)
          sebesar 22,42% per tahun. Kenaikan tersebut disebabkan oleh adanya
          kenaikan saldo laba Perseroan dan kepentingan non pengendali.


2.5.3.2. Proyeksi Posisi Keuangan Setelah Rencana Transaksi

          Berikut ini disajikan proyeksi posisi keuangan Perseroan setelah Rencana
          Transaksi dengan asumsi sebagai berikut:

           Proyeksi posisi keuangan disusun oleh Perseroan yang berakhir pada 31
            Desember 2028.
           Proyeksi posisi keuangan tersebut tidak dilakukan penyesuaian dan
            normalisasi.

          Tabel 2.18.        Proyeksi Posisi Keuangan Perseroan (Dalam Jutaan Rupiah)
                                       2024         2025          2026         2027         2028
               Keterangan
                                     Proyeksi      Proyeksi     Proyeksi      Proyeksi    Proyeksi
          Aset Lancar                9.875.545    10.080.687   11.007.556    12.191.120   13.874.627
          Aset Tidak Lancar          2.900.687     3.382.326    3.222.196     3.101.210    3.092.908
          Total Aset                12.776.232    13.463.013   14.229.752    15.292.230   16.967.546
          Liabilitas J. Pendek       1.557.764     1.517.918    1.580.764     1.594.527    1.629.064
          Liabilitas J. Panjang      1.614.072     1.760.529    1.306.913       926.645     425.872
          Total Liabilitas           3.171.836     3.278.447    2.887.677     2.521.172    2.054.936
          Total Ekuitas           9.604.396     10.184.566     11.342.075    12.771.058   14.912.600
          Sumber : Laporan Manajemen Perseroan (diolah)




Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi                                                        40
Page 78
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Surya Semesta Internusa Tbk


          Berdasarkan proyeksi keuangan Perseroan di atas, diperkirakan total aset
          Perseroan tahun 2024 sampai dengan tahun 2028 mengalami peningkatan
          setiap tahunnya dengan laju pertumbuhan majemuk tahunan (Compound
          Annual Growth Rate/CAGR) sebesar 15,05% per tahun. Kenaikan tersebut
          sebagian besar berasal dari peningkatan kas dan setara kas, piutang usaha,
          dan aset tetap.

          Total liabilitas Perseroan selama masa proyeksi yaitu tahun 2024 sampai
          dengan tahun 2028 mengalami penurunan setiap tahunnya dengan laju
          pertumbuhan majemuk tahunan (Compound Annual Growth Rate/CAGR)
          sebesar 12,35% per tahun. Penurunan tersebut sebagian besar berasal dari
          penurunan utang usaha, utang bank jangka pendek, liabilitas sewa, liabilitas
          jangka pendek lainnya, utang bank jangka panjang.

          Total ekuitas Perseroan selama masa proyeksi yaitu tahun 2024 sampai
          dengan tahun 2028 juga mengalami peningkatan setiap tahunnya dengan
          laju pertumbuhan majemuk tahunan (Compound Annual Growth Rate/CAGR)
          sebesar 27,40% per tahun. Kenaikan tersebut disebabkan oleh adanya
          kenaikan saldo laba Perseroan.


2.5.3.3. Proyeksi Laba Rugi Sebelum Rencana Transaksi

          Asumsi-asumsi yang digunakan antara lain :
          1. Proyeksi yang digunakan berdasarkan business plan yang disusun oleh
             Perseroan untuk periode 2024-2028.
          2. Proyeksi laba rugi diasumsikan sebelum adanya Rencana Transaksi
             Pengalihan Saham dan Pengambilan Saham – Saham Baru.
          3. Tingkat pertumbuhan pendapatan rata-rata secara CAGR sebelum
             Rencana Transaksi adalah 12,62% per tahun selama masa proyeksi.
          4. Beban pokok penjualan rata-rata sebesar 61,11% terhadap penjualan
             per tahun selama masa proyeksi 2024-2028.
          5. Pertumbuhan laba kotor rata-rata CAGR sebesar 21,23% per tahun
             selama masa proyeksi.
          6. Pertumbuhan laba usaha rata-rata CAGR sebesar 31,69% per tahun
             selama masa proyeksi.
          7. Pertumbuhan laba bersih rata-rata CAGR sebesar 54,00% per tahun
             selama masa proyeksi.
          8. Net Profit Margin (NPM) Perseroan rata-rata sebesar 18,52% pertahun
             selama masa proyeksi.




Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi                                        41
Page 79
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Surya Semesta Internusa Tbk


          Berikut ini disajikan proyeksi laba rugi Perseroan sebelum Rencana
          Transaksi :

          Tabel 2.19.   Proyeksi Laba Rugi Perseroan (Dalam Jutaan Rupiah)
                                  2024           2025          2026         2027         2028
              Keterangan
                                Proyeksi       Proyeksi      Proyeksi     Proyeksi     Proyeksi
          Penjualan             7.947.117      5.285.095     6.586.851    7.097.209     8.221.365
          Beban Pokok
                                -4.572.129     -3.562.284    -4.098.304   -4.304.251   -4.745.891
          Penjualan
          Laba Kotor             3.374.988      1.722.811    2.488.547    2.792.957     3.475.474
          Laba Usaha             2.532.089         875.111   1.483.624    1.714.003     2.334.699
          Laba Sebelum
                                 2.259.217         583.644   1.182.935    1.479.738     2.231.068
          Pajak
          Laba Bersih Tahun
                                 2.049.916         469.049   1.013.285    1.288.861     2.005.892
          Berjalan
          Sumber : Laporan Manajemen Perseroan (diolah)


2.5.3.4. Proyeksi Laba Rugi Setelah Rencana Transaksi

          Asumsi-asumsi yang digunakan antara lain :
          1. Proyeksi yang digunakan berdasarkan business plan yang disusun oleh
             Perseroan untuk periode 2024-2028.
          2. Proyeksi laba rugi diasumsikan setelah adanya Rencana Transaksi
             Pengalihan Saham dan Pengambilan Saham – Saham Baru.
          3. Tingkat pertumbuhan pendapatan rata-rata secara CAGR setelah
             Rencana Transaksi adalah 12,62% per tahun selama masa proyeksi.
          4. Beban pokok penjualan rata-rata sebesar 61,11% terhadap penjualan
             per tahun selama masa proyeksi 2024-2028.
          5. Pertumbuhan laba kotor rata-rata CAGR sebesar 21,23% per tahun
             selama masa proyeksi.
          6. Pertumbuhan laba usaha rata-rata CAGR sebesar 31,69% per tahun
             selama masa proyeksi.
          7. Pertumbuhan laba bersih rata-rata CAGR sebesar 56,30% per tahun
             selama masa proyeksi.
          8. Net Profit Margin (NPM) Perseroan rata-rata sebesar 20,65% pertahun
             selama masa proyeksi.




Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi                                                 42
Page 80
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Surya Semesta Internusa Tbk


          Berikut ini disajikan proyeksi laba rugi Perseroan setelah Rencana Transaksi :
          Tabel 2.20.     Proyeksi Laba Rugi Perseroan (Dalam Jutaan Rupiah)
                                  2024            2025        2026           2027          2028
             Keterangan
                                Proyeksi        Proyeksi    Proyeksi       Proyeksi      Proyeksi
          Penjualan             7.947.117       5.285.095   6.586.851      7.097.209      8.221.365
          Beban Pokok
                               -4.572.129      -3.562.284   -4.098.304     -4.304.251    -4.745.891
          Penjualan
          Laba Kotor            3.374.988       1.722.811   2.488.547       2.792.957     3.475.474
          Laba Usaha            2.532.089         875.111   1.483.624       1.714.003     2.334.699
          Laba Sebelum
                                2.413.897         711.149   1.344.353       1.637.599     2.385.044
          Pajak
          Laba Bersih Tahun
                                2.182.935         596.554   1.174.702       1.446.722     2.159.867
          Berjalan
          Sumber : Laporan Manajemen Perseroan (diolah)

2.5.4.    Analisis Rasio Keuangan atas Proyeksi Keuangan Perseroan
          Analisis rasio keuangan atau financial ratio adalah merupakan suatu alat
          analisis yang digunakan oleh perusahaan untuk menilai kinerja keuangan
          berdasarkan data perbandingan masing-masing pos yang terdapat di
          laporan keuangan seperti posisi keuangan, laba rugi dan arus kas dalam
          periode tertentu.
          Berdasarkan atas proyeksi keuangan yang disampaikan oleh manajemen
          Perseroan, maka dapat diperoleh analis rasio atas proyeksi tersebut sebagai
          berikut :

2.5.4.1. Rasio Keuangan Sebelum Rencana Transaksi
          Rasio keuangan Perseroan sebelum Rencana Transaksi selama masa proyeksi
          dapat dilihat pada tabel berikut :
          Tabel 2.21.     Rasio Keuangan Sebelum Rencana Transaksi
                         Keterangan                 2024F    2025F       2026F   2027F    2028F
           Rasio Likuiditas
           Rasio lancar (x)                         5,74      5,86       6,61    7,18      7,94
           Rasio cepat (x)                          4,09      4,04       4,95    5,73      6,87
           Rasio kas (x)                            2,95      2,88       3,74    4,46      5,62
           Rasio Aktivitas
           Jumlah hari perputaran piutang            70       104        88       88       76
           Jumlah hari perputaran persediaan         211      295        234      197      133
           Jumlah hari perputaran utang usaha        45       58         53       52       44
           Rasio Leverage
           Debt to Equity Ratio (%)                 38,20    37,11       34,60   29,79    23,78
           Debt to Aset Ratio (%)                   61,82    59,00       52,90   42,44    31,21
           Rasio Profitabilitas
           Margin Laba Bruto (%)                    42,47    32,60       37,78   39,35    42,27
           Margin Laba Usaha (%)                    31,86    16,56       22,52   24,15    28,40
           Margin Laba Bersih (%)                   25,79    8,87        15,38   18,16    24,40
           Return on Equity (%)                     16,92    3,71        7,41    8,85     12,51
           Return on Aset (%)                       27,38    5,90        11,33   12,61    16,42


Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi                                                       43
Page 81
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Surya Semesta Internusa Tbk


          Berdasarkan rasio keuangan diatas, kondisi Perseroan sebelum Rencana
          Transaksi selama masa proyeksi adalah sebagai berikut:

          Rasio Likuiditas
          Tingkat likuiditas perusahaan dihitung berdasarkan perbandingan antara
          aset lancar dibandingkan dengan liabilitas lancar yang mencerminkan
          kemampuan perusahaan dalam memenuhi liabilitas jangka pendeknya.
          Terdapat dua indikator utama dalam mengukur tingkat likuiditas, yaitu rasio
          lancar (current ratio) dan rasio cepat (quick ratio). Rata-rata rasio lancar
          Perseroan selama masa proyeksi adalah 6,67 x. Sedangkan, rata-rata rasio
          cepat Perseroan adalah 5,14 x. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan
          mampu untuk menutupi kewajiban jangka pendeknya selama masa proyeksi.

          Rasio Aktivitas
          Rasio aktivitas adalah rasio yang mengukur seberapa efektif perusahaan
          dalam memanfaatkan semua sumber daya yang ada padanya. Semua rasio
          aktivitas ini melibatkan perbandingan antara tingkat penjualan dan investasi
          pada berbagai jenis aktiva. Terdapat indikator dalam mengukur rasio
          aktivitas. Rata – rata rasio perputaran piutang usaha Perseroan selama masa
          proyeksi adalah sebesar 85 hari, rasio perputaran persediaan sebesar 214
          hari dan rasio perputaran utang usaha 50 hari.

          Rasio Solvabilitas
          Tingkat solvabilitas menunjukkan kemampuan perusahaan untuk memenuhi
          seluruh liabilitasnya, yang diukur dengan menggunakan dua indikator, yaitu
          melalui perbandingan antara jumlah liabilitas terhadap jumlah aset dan
          melalui perbandingan antara jumlah aktiva terhadap jumlah ekuitas. Rata-
          rata Debt to Equity Ratio (DER) sebelum Rencana Transaksi Perseroan selama
          masa proyeksi adalah 32,70%. Sedangkan rata-rata Debt to Asset Ratio
          selama masa proyeksi adalah 49,47%. Liabilitas Perseroan lebih kecil jika
          dibandingkan dengan total ekuitas sehingga seluruh modal yang dimiliki
          Perseroan dapat menutupi seluruh kewajibannya.

          Rasio Profitabilitas
          Return on asset (ROA) menunjukkan kemampuan Perseroan dalam
          menghasilkan laba bersih dari aset yang dimilikinya. Rata-rata ROA selama
          masa proyeksi adalah 9,188%. Sementara Return on Equity (ROE)
          menunjukkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba bersih dari
          ekuitas yang ditanamkan. Rata-rata ROE selama masa proyeksi 14,73%.
          Selanjutnya adalah NPM (Net Profit Margin) adalah kemampuan perusahaan
          dalam menghasilkan laba bersih terhadap penjualan. Adapun rata-rata NPM
          Perseroan selama masa proyeksi adalah 18,52%. Hal ini menunjukkan bahwa
          Perseroan cukup efektif untuk menghasilkan laba.




Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi                                        44
Page 82
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Surya Semesta Internusa Tbk


2.5.4.2. Rasio Keuangan Setelah Rencana Transaksi

          Rasio keuangan Perseroan setelah Rencana Transaksi selama masa proyeksi
          dapat dilihat pada tabel berikut :

          Tabel 2.22.   Rasio Keuangan Setelah Rencana Transaksi
                         Keterangan             2024F      2025F   2026F   2027F   2028F
           Rasio Likuiditas
           Rasio lancar (x)                      6,34      6,64    6,96    7,65    8,52
           Rasio cepat (x)                       4,64      4,74    5,30    6,19    7,45
           Rasio kas (x)                         3,48      3,56    4,10    4,93    6,21
           Rasio Aktivitas
           Jumlah hari perputaran piutang        70         104    88      88      76
           Jumlah hari perputaran persediaan     211        295    234     197     133
           Jumlah hari perputaran utang usaha    45         58     53      52      44
           Rasio Leverage
           Debt to Equity Ratio (%)             24,83      24,35   20,29   16,49   12,11
           Debt to Aset Ratio (%)               33,02      32,19   25,46   19,74   13,78
           Rasio Profitabilitas
           Margin Laba Bruto (%)                42,47      32,60   37,78   39,35   42,27
           Margin Laba Usaha (%)                31,86      16,56   22,52   24,15   28,40
           Margin Laba Bersih (%)               27,47      11,29   17,83   20,38   26,27
           Return on Equity (%)                 17,09      4,43    8,26    9,46    12,73
           Return on Aset (%)                   22,73      5,86    10,36   11,33   14,48

          Adapun dampak dari Rencana Transaksi yaitu, rata rata Operating Margin
          meningkat dari 24,70% menjadi 24,71%. Sedangkan rata rata Net Margin
          mengalami perubahan dari 18,52% sebelum ada Rencana Transaksi menjadi
          rata-rata sebesar 20,65% setelah Rencana Transaksi.


2.5.5.    Proforma Laporan Keuangan Sebelum dan Setelah Rencana
          Transaksi

          Berikut adalah proforma laporan keuangan Perseroan sebelum dan sesudah
          dilakukan Rencana Transaksi yang dipersiapkan oleh manajemen Perseroan
          dan telah direview oleh Kantor Akuntan Publik Amir Abadi Jusuf, Aryanto,
          Mawar dan Rekan.


2.5.5.1. Proforma Laporan Posisi Keuangan

          Proforma laporan posisi keuangan setelah Rencana Transaksi sebagai
          berikut :




Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi                                                45
Page 83
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Surya Semesta Internusa Tbk


          Tabel 2.23.     Proforma Posisi Keuangan (Dalam Rupiah)
                                                                                             Proforma Setelah
                                                        Audited            Penyesuian
                      KETERANGAN                                                            Rencana Transaksi
                                                    31 Desember 2023        Proforma
                                                                                            31 Desember 2023
           ASET
           Aset Lancar
             Kas dan setara kas                  1.219.048.850.104     1.664.623.040.428   2.883.671.890.532
             Piutang usaha – pihak ketiga          311.038.212.812                     -     311.038.212.812
                Tagihan bruto kepada pemberi
                                                  758.598.718.146                      -    758.598.718.146
                tugas
                Aset keuangan lancar lainnya –
                                                  129.446.433.942                      -    129.446.433.942
                pihak ketiga
               Piutang retensi                    372.949.507.766                      -    372.949.507.766
               Persediaan                         313.839.608.488                      -    313.839.608.488
               Uang muka                            30.403.738.665                     -      30.403.738.665
             Pajak dibayar dimuka                   64.669.990.128                     -      64.669.990.128
               Biaya dibayar dimuka                 34.891.388.835                            34.891.388.836
                Jumlah Aset Lancar                3.234.886.448.886     1.664.623.040.428   4.899.509.489.314
           Aset Tidak Lancar
               Aset pajak tangguhan                 19.079.445.401                     -    19.079.445.401
               Investasi pada entitas asosiasi      57.238.580.443                     -    57.238.580.443
               Investasi saham                          92.776.989                     -        92.776.989
               Investasi pada ventura bersama       35.749.815.455                     -    35.749.815.455
               Tanah untuk pengembangan          3.092.113.111.615                     - 3.092.113.111.615
               Properti investasi                  691.243.467.410                     -   691.243.467.410
               Aset tetap – net                  1.047.669.113.597                     - 1.047.669.113.597
               Aset hak guna                        75.606.564.073                     -    75.606.564.073
               Uang muka lain – lain                94.383.545.357                     -    94.383.545.357
               Aset tidak lancar lainnya            68.710.260.054       -11.500.000.000    57.210.260.054
                Jumlah Aset Tidak Lancar          5.181.886.680.394       -11.500.000.000 5.170.386.680.394
           TOTAL ASET                               8.416.773.129.280   1.653.123.040.428 10.069.896.169.708
           LIABILITAS DAN EKUITAS
           LIABILITAS
           Liabilitas Jangka Pendek
               Pinjaman bank jangka pendek          149.796.265.451                    -    149.796.265.451
               Utang usaha – pihak ketiga           531.186.102.701                    -    531.186.102.701
                Liabilitas keuangan jangka
                                                      78.179.887.368                   -     78.179.887.368
                pendek lainnya – pihak ketiga
               Uang muka dari pelanggan               23.473.077.405                   -     23.473.077.405
                Liabilitas bruto kepada pemberi
                                                      15.512.475.997                         15.512.475.997
                kerja
             Utang pajak                              93.121.485.688     21.661.173.630     114.782.659.318
               Beban   akrual                         46.870.652.555                  -      46.870.652.555
                Liabilitas j. panjang jatuh tempo 1
            
                tahun
                - Bank dan sindikasi                 224.670.081.471      -93.286.185.186    131.383.896.285
                - Utang lain – lain pihak ketiga          638.555.000                   -        638.555.000
                - Liabilitas sewa                      17.615.402.042                   -     17.615.402.042
               Uang muka proyek                     322.756.083.370                    -    322.756.083.370
                Pendapatan diterima dimuka –
                                                      17.241.316.360                   -     17.241.316.360
                jangka pendek
                Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 1.521.061.385.408         -71.625.011.556   1.449.436.373.852
           Liabilitas Jangka Panjang
                Liabilitas keuangan jangka
                                                      27.492.962.147                   -     27.492.962.147
                panjang lainnya – pihak ketiga




Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi                                                               46
Page 84
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Surya Semesta Internusa Tbk


                                                                                             Proforma Setelah
                                                       Audited             Penyesuian
                      KETERANGAN                                                            Rencana Transaksi
                                                   31 Desember 2023         Proforma
                                                                                            31 Desember 2023
              Liabilitas pajak tangguhan – net        1.008.435.061                    -      1.008.435.061
               Liabilitas j. panjang jatuh tempo 1
            
               tahun
               - Bank dan sindikasi                2.151.153.216.931   -1.323.270.171.657    827.883.045.274
               - Utang lain – lain pihak ketiga          158.550.000                    -        158.550.000
               - Liabilitas sewa                      66.012.495.881                    -     66.012.495.881
              Jaminan pelanggan                      41.717.258.011                    -     41.717.258.011
              Liabilitas imbalan kerja              163.616.849.333                    -    163.616.849.333
               Pendapatan diterima dimuka
                                                      1.097.607.685                    -      1.097.607.685
               jangka panjang - net
               Jumlah Liabilitas Jangka
                                                   2.452.257.375.049   -1.323.270.171.657   1.128.987.203.392
               Panjang
           JUMLAH LIABILITAS                       3.973.318.760.457   -1.394.895.183.213   2.578.423.577.244
           EKUITAS
              Modal saham                           588.156.180.000                    -   588.156.180.000
              Tambahan modal disetor                290.374.540.166                    -   290.374.540.166
               Selisih transaksi dengan pihak non
                                                    187.359.421.761   1.230.271.772.215 1.417.631.193.976
               pengendali
              Saham treasuri                        -68.012.645.746                    -    -68.012.645.746
              Saldo laba
               - Telah ditentukan penggunaanya        40.000.000.000                   -    40.000.000.000
               - Tidak ditentukan penggunanya 2.946.505.619.491           63.891.235.930 3.010.396.855.421
             Penghasilan komprehensif lainnya        22.623.715.886                   -    22.623.715.886
              Kepentingan non pengendali            436.447.537.265   1.753.855.215.496 2.190.302.752.761
               Jumlah Ekuitas                      4.443.454.368.823   3.048.018.223.641 7.491.472.592.464

           JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS         8.416.773.129.280     1.653.123.040.428 10.069.896.169.708
          Sumber : Laporan Proforma dari Kantor Akuntan Publik Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar
          dan Rekan

          Berdasarkan proforma posisi keuangan diatas terdapat penyesuaian pada :
          • Saat SCS mengumumkan dividen, SCS mencatat utang dividen kepada
             Perusahaan sebesar Rp433.682.506.599 dan Perusahaan mencatat
             piutang dividen dari SCS sebesar Rp433.682.506.599.
          • Perusahaan menjual 55.808.781 saham SCS kepada PBL dengan nilai
             nominal Rp1.000 per saham dengan harga kesepakatan Rp3.042,8 per
             saham dengan nilai transaksi sebesar Rp169.814.958.827 sehingga
             mencatat       keuntungan     pada    laporan   laba   rugi  sebesar
             Rp114.996.052.717. Penyesuaian beban pajak penghasilan yang
             dicatat atas transaksi ini sebesar Rp21.661.173.630.
          • SCS menerbitkan 962.701.486 saham baru kepada PBL dengan nilai
             nominal Rp1.000 per saham pada harga Rp3.042,8 per saham sehingga
             total nilai transaksi adalah sebesar Rp2.929.308.081.601.
          • Setelah dilakukan penjualan dan penerbitan saham SCS, persentase
             kepemilikan Perusahaan di SCS turun dari 99,99% menjadi 63,5% dan
             kepemilikan PBL atas SCS sebesar 36,5%.
          • Jumlah nilai modal ditempatkan dan disetor SCS meningkat dari
             Rp1.827.737.602.000 menjadi Rp2.790.439.088.000 setelah SCS
             menerbitkan saham baru dan atas peningkatan tersebut Grup mencatat

Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi                                                               47
Page 85
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Surya Semesta Internusa Tbk


              peningkatan      bagian    kepentingan     nonpengendali      sebesar
              Rp1.753.855.215.496 dan mencatat peningkatan pada selisih transaksi
              dengan pihak non-pengendali sebesar Rp1.230.271.722.215 pada
              laporan keuangan kosolidasiannya.
          •   SCS membayar dividen sebesar Rp433.682.506.599 kepada
              Perusahaan setelah menerima kas dari penerbitan saham baru ke PBL.
          •   SCS melakukan percepatan pembayaran utang Bank Mandiri dan Bank
              Sindikasi    masing-masing    sebesar    Rp446.000.000.000         dan
              Rp1.000.000.000.000 setelah menerima kas dari penjualan saham baru
              ke PBL.
          •   Penyesuaian beban umum dan administrasi yang dicatat terkait provisi
              atas percepatan pelunasan utang Bank Mandiri dan Bank Sindikasi di SCS
              adalah sebesar Rp29.443.643.157.
          •   SCS juga melakukan pelunasan utang pihak berelasi kepada Perusahaan
              sebesar Rp76.988.178.236 setelah menerima pembayaran kas dari
              penjualan saham baru ke PBL; dan
          •   Setelah percepatan pelunasan utang di Bank Mandiri dan Bank Sindikasi,
              jumlah utang Bank dan Sindikasi yang dicatat dalam laporan keuangan
              konsolidasian Perusahaan adalah sebesar Rp959.266.941.559.
          •   Jumlah pencairan dari jaminan atas utang Bank dan Sindikasi adalah
              sebesar Rp11.500.000.000.


2.5.5.2. Proforma Laporan Laba Rugi
          Tabel 2.24.      Proforma Laba Rugi (Dalam Rupiah)
                                                                                        Proforma Setelah
                                                   Audited           Penyesuian
                     KETERANGAN                                                        Rencana Transaksi
                                               31 Desember 2023       Proforma
                                                                                       31 Desember 2023
           PENDAPATAN - NETO                    4.537.653.827.301                 -    4.537.653.827.301
           BEBAN POKOK PENJUALAN               -3.210.471.315.180                 -   -3.210.471.315.180
           LABA KOTOR                           1.327.182.512.121                 -    1.327.182.512.121
           Beban penjualan                        -79.414.433.641                 -      -79.414.433.641
           Beban umum dan administrasi           -653.193.403.307   -29.443.643.157     -682.637.046.464
           Penghasilan lainnya                     43.252.933.394   114.996.052.717      158.248.986.111
           Beban lainnya                          -48.334.508.834                 -      -48.334.508.834
           LABA USAHA                             589.493.099.733    85.552.409.560      675.045.509.293
           Beban pajak final                      -96.949.371.406                 -      -96.949.371.406
           Beban keuangan                        -207.490.545.720                 -     -207.490.545.720
           Bagian rugi entitas asosiasi            -6.157.935.131                 -        -6.157.935.131
           Beban laba (rugi) entitas ventura
                                                  -3.794.698.038                  -       -3.794.698.038
           bersa,a
           LABA SEBELUM PAJAK                    275.100.549.438     85.552.409.560     360.652.958.998
           Beban pajak penghasilan               -43.554.786.185    -21.661.173.630     -65.215.959.815
           LABA NETO TAHUN BERJALAN              231.545.763.253     63.891.235.930     295.436.999.183




Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi                                                          48
Page 86
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Surya Semesta Internusa Tbk


          Berdasarkan proforma laba rugi Perseroan diatas terdapat penyesuaian
          antara sebelum dan setelah Rencana Transaksi yaitu sebagai berikut :
          • SCS melakukan percepatan pembayaran utang Bank Mandiri dan Bank
             Sindikasi   masing-masing     sebesar     Rp446.000.000.000        dan
             Rp1.000.000.000.000 setelah menerima kas dari penjualan saham baru
             ke PBL;
          • Penyesuaian beban umum dan administrasi yang dicatat terkait provisi
             atas percepatan pelunasan utang Bank Mandiri dan Bank Sindikasi di SCS
             adalah sebesar Rp29.443.643.157;


2.5.6.    Analisis Inkremental

          Dalam evaluasi Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi ini, kami juga
          melakukan analisis inkremental dengan mempertimbangkan hal-hal antara
          lain sebagai berikut:

          • Kontribusi nilai tambah terhadap perusahaan sebagai akibat dari Rencana
            Transaksi yang akan dilakukan, termasuk dampaknya terhadap proyeksi
            keuangan Perseroan;
          • Biaya atau pendapatan yang relevan;
          • Informasi non-keuangan yang relevan;
          • Prosedur pengambilan keputusan oleh perusahaan dalam menentukan nilai
            Transaksi dengan memperhatikan alternatif lain.


2.5.6.1. Konstribusi Nilai Tambah dan Dampak Terhadap Proyeksi Keuangan

          Dalam evaluasi Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi ini, kami juga
          melakukan analisis konstribusi nilai tambah dilihat dengan membandingkan
          proyeksi posisi keuangan, laba rugi dan arus kas Perseroan sebelum
          dilakukannya Rencana Transaksi dan setelah dilakukannya Rencana
          Transaksi.




Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi                                     49
Page 87
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Surya Semesta Internusa Tbk


          Tabel 2.25.         Analisis Nilai Tambah Proyeksi Posisi Keuangan (Dalam Jutaan Rupiah)
                                                                  PROYEKSI
                Keterangan
                                       2024F          2025F          2026F       2027F         2028F
           Total Aset
           Sebelum Transaksi           12.115.981    12.633.332    13.679.231   14.561.543   16.028.564
           Setelah Transaksi           12.776.232    13.463.013    14.229.752   15.292.230   16.967.546
           Selisih                        660.251       829.681      550.521      730.687      938.982
           Total Liabilitas
           Sebelum Transaksi            4.628.732     4.688.044     4.732.477    4.338.291    3.812.370
           Setelah Transaksi            3.171.836     3.278.447     2.887.677    2.521.172    2.054.936
           Selisih                     -1.456.896    -1.409.597    -1.844.800   -1.817.119   -1.757.434
           Total Ekuitas
           Sebelum Transaksi           12.115.981    12.633.332    13.679.231   14.561.543   16.028.564
           Setelah Transaksi            9.604.396    10.184.566    11.342.075   12.771.058   14.912.600
           Selisih                     -2.511.585    -2.448.766    -2.337.156   -1.790.485   -1.115.964
          Sumber : Laporan Manajemen Perseroan (diolah)

          Berdasarkan analisis tersebut di atas, proyeksi jumlah aset Perseroan sebelum
          Rencana Transaksi masing-masing adalah sebesar Rp12.115,98 miliar pada
          tahun 2024 menjadi Rp16.028,56 miliar pada tahun 2028. Selanjutnya,
          proyeksi jumlah aset Perseroan setelah Rencana Transaksi masing-masing
          adalah sebesar Rp12.776,23 miliar pada tahun 2024 menjadi Rp16.967,54
          miliar pada tahun 2028.

          Proyeksi jumlah liabilitas Perseroan sebelum Rencana Transaksi masing-
          masing adalah sebesar Rp4.628,73 miliar pada tahun 2024 menjadi
          Rp3.812,37 miliar pada tahun 2028. Selanjutnya, proyeksi jumlah liabilitas
          Perseroan setelah Rencana Transaksi masing-masing adalah sebesar
          Rp3.171,83 miliar pada tahun 2024 menjadi Rp2.054,93 miliar pada tahun
          2028.

          Proyeksi jumlah ekuitas Perseroan sebelum Rencana Transaksi masing-masing
          adalah sebesar Rp12.115,98 miliar pada tahun 2024 menjadi Rp16.028,56
          miliar pada tahun 2028. Selanjutnya, proyeksi jumlah ekuitas Perseroan
          setelah Rencana Transaksi masing-masing adalah sebesar Rp9.604,39 miliar
          pada tahun 2024 menjadi Rp14.912,60 miliar pada tahun 2028.

          Dengan demikian, berdasarkan proyeksi posisi keuangan tersebut di atas,
          setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan berpotensi memperoleh
          tambahan dana sehingga kas dan total aset akan bertambah yang dapat
          meningkatkan kinerja keuangan Perseroan pada masa yang akan datang.

          Analisis konstribusi nilai tambah juga dapat dilihat dengan membandingkan
          laba rugi Perseroan sebelum dilakukannya Rencana Transaksi dan setelah
          dilakukannya Rencana Transaksi.


Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi                                                            50
Page 88
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Surya Semesta Internusa Tbk


          Tabel 2.26.       Analisis Nilai Tambah Proyeksi Laba Rugi (Dalam Jutaan Rupiah)
                                                                   PROYEKSI
                     Keterangan
                                         2024F         2025F          2026F       2027F        2028F
           Pendapatan
           Sebelum Rencana
                                         7.947.117    5.285.095      6.586.851    7.097.209   8.221.365
           Transaksi
           Setelah Transaksi             7.947.117    5.285.095      6.586.851    7.097.209   8.221.365
           Selisih                               -             -              -           -            -
           Laba Kotor
           Sebelum Transaksi             3.374.988    1.722.811      2.488.547    2.792.957   3.475.474
           Setelah Transaksi             3.374.988    1.722.811      2.488.547    2.792.957   3.475.474
           Selisih                               -             -              -           -            -
           Laba Usaha
           Sebelum Transaksi             2.532.089      875.111      1.483.624    1.714.003   2.334.699
           Setelah Transaksi             2.532.089      875.111      1.483.624    1.714.003   2.334.699
           Selisih                               -             -              -           -            -
           Laba Sebelum Pajak
           Sebelum Transaksi             2.259.217      583.644      1.182.935    1.479.738   2.231.068
           Setelah Transaksi             2.413.897      711.149      1.344.353    1.637.599   2.385.044
           Selisih                         154.680      127.505       161.418      157.861     153.976
           Laba Bersih Tahun
           Berjalan
           Sebelum Transaksi             2.049.916      469.049      1.013.285    1.288.861   2.005.892
           Setelah Transaksi             2.182.935      596.554      1.174.702    1.446.722   2.159.867
           Selisih                         133.019      127.505       161.417      157.861     153.975


          Proyeksi jumlah pendapatan Perseroan sebelum Rencana Transaksi masing-
          masing adalah sebesar Rp7.947,11 miliar pada tahun 2028 menjadi
          Rp8.221,36 miliar pada tahun 2028. Selanjutnya, proyeksi jumlah
          pendapatan Perseroan setelah Rencana Transaksi masing-masing adalah
          sebesar Rp7.947,11 miliar pada tahun 2024 menjadi Rp8.221,36 miliar
          pada tahun 2028.

          Proyeksi laba bersih Perseroan sebelum Rencana Transaksi masing-masing
          adalah sebesar Rp2.049,91 miliar pada tahun 2024 menjadi Rp2.005,89
          miliar pada tahun 2028. Selanjutnya, proyeksi jumlah laba bersih Perseroan
          setelah Rencana Transaksi masing-masing adalah sebesar Rp2.182,93 pada
          tahun 2024 menjadi Rp2.159,86 miliar pada tahun 2028. Terdapat
          perubahan pada laba bersih Perseroan yang mengalami kenaikan setelah
          Rencana Transaksi.

          Dengan demikian, berdasarkan proyeksi laporan laba rugi tersebut di atas,
          setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan berpotensi memperoleh
          tambahan laba tahun berjalan untuk periode yang berakhir pada tanggal-
          tanggal 31 Desember 2024 - 31 Desember 2028.



Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi                                                            51
Page 89
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Surya Semesta Internusa Tbk


2.5.6.2. Biaya atau Pendapatan yang Relevan

          Rencana Transaksi yang dilakukan menimbulan biaya-biaya sehubungan
          dengan pelaksanaan Rencana Transaksi Pengalihan Saham dan Penerbitan
          Saham – Saham Baru (Right Issue) tetapi tidak terbatas pada imbalan jasa,
          biaya dan/atau kompensasi untuk notaris, penasehat hukum, dan lainnya.


2.5.6.3. Informasi Non Keuangan yang Relevan

          • Produk dan/atau Jasa yang dihasilkan

             Perseroan merupakan perusahaan yang menjalankan usaha dibidnag
             holding pengembang properti dan real estate dan memiliki entitas anak
             dengan bidang yang serupa. Kegiatan usaha perusahaan dimulai dari
             properti, konsutruksi dan perhotelan.

             3 bisnis utama yang dimiliki oleh Perseroan :




             Berikut adalah produk dan jasa yang dimiliki Perseroan :




Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi                                     52
Page 90
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Surya Semesta Internusa Tbk




             Sumber : Annual Report 2022 Perseroan (diolah)

          • Keunggulan Kompetetif
            Pertumbuhan positif tersebut tidak terlepas dari penjualan lahan industri di
            Karawang dan Subang, kenaikan new contract dari bisnis segmen
            konstruksi, pemulihan industri hospitality yang juga ditandai dengan
            pengumuman pembukaan Umana Bali, LXR Hotels & Resorts, sebagai resor
            pertama di Asia Tenggara di bawah luxury brand, LXR Hotels & Resorts
            yang dikelola oleh Hilton. Dengan mengimplentasikan nilai “TRUE”
            diharapkan Perseroan dapat senantiasa berusaha mencapai hasil terbaik
            bagi seluruh pemangku kepentingan, dan senantiasa mengutamakan
            kepuasan pelanggan untuk menjadi Perseroan yang dapat dipercaya dan
            diandalkan.

             Perseroan memiliki keunggulan bisnis dengan memiliki unit usaha di
             kawasan industri yang lokasinya strategis dengan akses tol langsung ke
             kawasan industri dan desain kawasan industri yang rapi, asri dan hijau
             serta memiliki penghuni utama (anchor tenant) yang ternama. Perseron
             memiliki keunggulan bisnis dengan memiliki unit usaha di jasa kontraktor
             umum yang berpengalaman lebih dari 50 tahun. Perseroan memiliki
             keunggulan bisnis dengan memiliki unit usaha di perhotelan melalui hotel-
             hotel berbintang lima yang dimiliki Perseroan melalui Entitas Anak.
             Perseroan memiliki brand recognition yang merupakan salah satu dari
             jajaran perusahaan pengembang terkuat di tanah air. Perseroan memiliki
             delapan anak perusahaan utama dengan bidang usaha yang semakin
             terdiversifikasi meliputi: a. Properti b. Jasa konstruksi c. Perhotelan.
             Perseroan memiliki manajemen dan sumber daya yang andal dengan
             strategi pengelolaan yang profesional. Perseroan memiliki pengalaman
             panjang dalam menghasilkan proyek-proyek monumental. Perseroan
             memiliki komitmen tinggi dalam penerapan Good Corporate Governance
             secara berkelanjutan.




Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi                                          53
Page 91
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Surya Semesta Internusa Tbk


          • Pesaing Usaha
            Berikut kompetitor Perseroan yang tumbuh dan berkembang di Indonesia
            baik swasta maupun pemerintah yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia:
              PT Ciputra Development Tbk (CTRA)
              PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN)
              PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE)
              PT Intiland Development Tbk (DILD)
              PT Jaya Real Property Tbk (JRPT)
              PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR)
              PT Pakuwon Jati Tbk (PWON)
              PT Summarecon Agung Tbk (SMRA)
              PT Bekasi Fajar Industrial Estate, Tbk (BEST)
              PT Kawasan Industri Jababeka, Tbk (KIJA)
              PT Puradelta Lestari, Tbk (DMAS)
          • Strategi Usaha
             • Melanjutkan fokus di bidang konstruksi dan pengembangan properti
                di Indonesia
             • Strategi persediaan tanah yang tepat untuk mencapai laba yang
                bekelanjutan dan optimal,
             • Diversifikasi produk, segmen dan geografis yang berkelanjutan
             • Peningkatan pendapatan berkelanjutan melalui unit usaha perhotelan,
                dan property komersial


2.5.6.4. Prosedur  Pengambilan Keputusan Oleh Perusahaan dalam
          Menentukan Rencana Transaksi dengan Memperhatikan Alternatif
          Lain

          Prosedur pengambilan keputusan oleh Perseroan dalam menentukan Rencana
          Transaksi adalah dilakukan oleh Direksi dengan persetujuan Komisaris
          Perseroan. Tidak terdapat alternatif lain dari Rencana Transaksi yang
          dilakukan dengan pihak lain.

          Untuk selanjutnya dilakukan Perjanjian Pengikatan Jual Beli Saham dan
          Pengambilan Saham - Saham Baru antara PT Surya Semesta Internusa Tbk
          dengan PT Anarawata Puspa Utama dan Afiliasi.


2.5.6.5. Hal Material Lainnya

          Tidak terdapat hal-hal material lainnya terkait dengan analisis inkremental
          dari Rencana Transaksi. Dengan analisis inkremental yang telah dilakukan,
          Penilai meyakini bahwa Rencana Transaksi memberikan nilai tambah bagi
          Perseroan.

Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi                                       54
Page 92
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Surya Semesta Internusa Tbk


2.6.      Analisis Kewajaran Harga Rencana Transaksi
          Analisis kewajaran harga transaksi adalah analisis kewajaran suatu transaksi
          dengan membandingkan Nilai Pasar dengan harga yang disepakati dalam
          draft Perjanjian Pengikatan Jual Beli Saham dan Pengambilan Saham –
          Saham Baru (CSPA).


2.6.1.    Ringkasan Hasil Penilaian

          Berdasarkan laporan penilaian 36,5% saham SCS yang dilakukan oleh KJPP
          Toto Suharto dan Rekan No. 00204/2.0055-00/BS/03/0060/0/VI/2024
          tanggal 07 Juni 2024, Nilai Pasar Saham dengan tanggal penilaian per
          31 Desember 2023 adalah sebagai berikut :
          Tabel 2.27.   Nilai Pasar 36,50% Saham SCS
              Objek Penilaian           Keterangan         Jumlah        Nilai Pasar (Rp)
           Obyek :
             Saham PT Suryacipta    Saham Kepemilikan
                                                           36,50%          2.894.692.152.870
                        Swadaya     Perseroan
           Jumlah Keseluruhan                                              2.894.692.152.870



2.6.2.    Harga Rencana Transaksi

          Berdasarkan draft Perjanjian Akta Perjanjian Pengikatan Jual Beli Saham dan
          Pengambilan Saham – Saham Baru (CSPA), Perseroan sepakat menetapkan
          total Nilai Rencana Transaksi adalah sebesar Rp3.099.123.040.428,00 (tiga
          triliun sembilan puluh sembilan miliar seratus dua puluh tiga juta empat puluh ribu
          empat ratus dua puluh delapan rupiah)

          Tabel 2.28.   Nilai Rencana Transaksi
             Objek Transaksi       Jumlah Lembar Saham      Persentase    Nilai Transaksi (Rp)
           Obyek :
            Saham PT Suryacipta
                                      1.771.928.821      36,50%            3.099.123.040.428
                      Swadaya
           Jumlah Keseluruhan                                              3.099.123.040.428



2.6.3.    Perbandingan Nilai Rencana Transaksi dengan Nilai Pasar

          Nilai Rencana Transaksi saham adalah sebesar Rp3.099.123.040.428,00
          sedangkan Nilai Pasar 36,50% saham SCS yaitu Rp2.894.692.152.870.00.
          Selisih harga Rencana Transaksi terhadap Nilai Pasar adalah sebesar 7,06%.




Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi                                                 55
Page 93
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Surya Semesta Internusa Tbk


          Tabel 2.29.   Perbandingan Nilai Rencana Transaksi dengan Nilai Pasar
                                                                                  Nilai Rencana
           No                Keterangan                  Nilai Pasar (Rp)
                                                                                  Transaksi (Rp)
                Penilaian 36,50% Saham PT Suryacipta
            1                                            2.894.692.152.870   3.099.123.040.428
                Swadaya
                               Inkremental Nilai Saham                  7,06%


          Berdasarkan hasil kajian dan analisis yang telah dilakukan terhadap seluruh
          aspek yang terkait meliputi analisis Rencana Transaksi, analisis dampak
          positif secara kualitatif maupun kuantitatif atas Rencana Transaksi yang akan
          dilakukan serta berdasarkan Perjanjian Pengikatan Jual Beli Saham dan
          Pengambilan Saham- Saham Baru maka kami berpendapat bahwa Rencana
          Transaksi adalah Wajar.


2.6.4.    Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi

          Berdasarkan Peraturan OJK Nomor 35/POJK.04/2020 Pasal 48 butir (b)
          “Batas atas dan batas bawah pada kisaran Nilai, tidak boleh melebihi 7,5%
          (tujuh koma lima perseratus) dari Nilai yang dijadikan acuan“. Berdasarkan
          perbandingan di atas, selisih antara Nilai Transaksi yaitu 7,06% diatas dari
          Nilai Pasar namun tidak lebih dari deviasi 7,5%. Sehingga kami
          berpendapat bahwa secara keseluruhan transaksi ditetapkan adalah
          WAJAR.

          Kami tegaskan bahwa kami tidak mengambil keuntungan, baik sekarang
          maupun di masa yang akan datang, atas pendapat kewajaran. Data faktual
          yang diproses disimpan dalam file kami untuk keperluan referensi di
          kemudian hari apabila ada otorisasi tambahan yang memerlukan laporan
          terinci, termasuk dokumentasi. Data ini atas permintaan tersedia untuk
          diperiksa.


2.7.      Kesimpulan
          Dengan mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut :

          • Berdasarkan informasi manajemen Perseroan, mengingat antara Perseroan
            dan Pembeli bukan merupakan pihak terafiliasi, maka merujuk pada
            ketentuan Peraturan OJK No.42/POJK.04/2020 bahwa Rencana
            Transaksi bukan merupakan Transaksi Afiliasi dan transaksi benturan
            kepentingan sebagaimana dimaksud dalam Peraturan OJK
            No.42/POJK.04/2020. Namun Rencana Transaksi ini merupakan transaksi
            material     sebagaimana    dimaksud     dalam     Peraturan     OJK
            No.17/POJK.04/2020 karena nilai transaksi diatas 20% (dua puluh
            persen) dari total ekuitas Perseroan berdasarkan laporan keuangan
            audited per 31 Desember 2023.

Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi                                                        56
Page 94
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Surya Semesta Internusa Tbk


          • Dengan dilakukannya Rencana Transaksi Bertambahnya saldo Kas dan
            Bank Perseroan secara konsolidasi terutama yang ada di SCS yang
            berasal dari penerbitan saham baru dan di Perseroan yang berasal dari
            penjualan saham ke PBL. Selanjutnya apabila tambahan dana dari PBL
            tersebut digunakan untuk mengurangi hutang bank di SCS, maka struktur
            permodalan di SCS akan menjadi lebih baik dengan bertambahnya
            ekuitas dan berkurangnya hutang Bank di SCS. Selanjutnya biaya bunga
            di SCS akan lebih rendah dibandingkan sebelum adanya Rencana
            Transaksi.
          • Apabila Rencana Transaksi gagal maka Perseroan akan kembali ke
            rencana strategis Perseroan yang disusun sebelum adanya Rencana
            Transaksi
          • Keuntungan Perseroan dengan adanya investor strategis dari SCS melalui
            pelaksanaan Rencana Transaksi diharapkan akan memperkuat struktur
            permodalan SCS dengan mengurangi hutang SCS terhadap bank yang
            secara tidak langsung dapat mengurangi biaya bunga dan pada pada
            akhirnya diharapkan akan membuat SCS menjadi lebih kompetitif. Dengan
            adanya tambahan satoran modal dari PBL ke dalam SCS, pengembangan
            Kawasan Industri Subang Smartpolitan diharapkan dapat lebih cepat
            sehingga akan lebih menarik bagi para calon pembeli Kawasan Industri
            Subang Smartpolitan.
          • Sementara kerugian yang akan diperoleh Perseroan dari Rencana
            Transaksi ini adalah dengan dilakukannya Rencana Transaksi, terdapat
            biaya-biaya yang muncul akibat Rencana Transaksi ini, yang tidak
            terbatas pada biaya lembaga penunjang pasar modal seperti biaya KAP
            dan KJPP dengan biaya-biaya yang muncul antara lain biaya KAP, biaya
            penilaian objek transaksi, biaya-biaya terkait profesi penilai serta
            kewajiban-kewajiban yang lain yang dapat muncul dikemudian hari.
          • Berdasarkan analisis historis keuangan Perseroan diketahui bahwa
            Perseroan memiliki kinerja yang baik. Dengan demikian rencana Perseroan
            melakukan Rencana Transaksi untuk memperkuat posisi keuangan dan
            meningkatkan daya saing adalah wajar.
          • Berdasarkan proyeksi keuangan Perseroan, diperkirakan akan mengalami
            peningkatan penjualan, laba kotor dan laba bersih, serta dapat
            meningkatkan jumlah aset dan jumlah ekuitas dengan demikian Perseroan
            melakukan Rencana Transaksi adalah wajar.
          • Adapun dampak dari Rencana Transaksi yaitu, rata rata Operating
            Margin meningkat dari 24,70% menjadi 24,71%. Sedangkan rata rata
            Net Margin mengalami perubahan dari 18,52% sebelum ada Rencana
            Transaksi menjadi rata-rata sebesar 20,65% setelah Rencana Transaksi.
          • Berdasarkan proforma posisi keuangan, saat SCS mengumumkan dividen,
            SCS mencatat utang dividen kepada Perusahaan sebesar
            Rp433.682.506.599 dan Perusahaan mencatat piutang dividen dari SCS
            sebesar Rp433.682.506.599. Perusahaan menjual 55.808.781 saham
            SCS kepada PBL dengan nilai nominal Rp1.000 per saham dengan harga
            kesepakatan Rp3.042,8 per saham dengan nilai transaksi sebesar

Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi                                     57
Page 95
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Surya Semesta Internusa Tbk


            Rp169.814.958.827 sehingga mencatat keuntungan pada laporan laba
            rugi sebesar Rp114.996.052.717. Penyesuaian beban pajak penghasilan
            yang dicatat atas transaksi ini sebesar Rp21.661.173.630;
          • Berdasarkan proforma laba rugi, SCS melakukan percepatan
            pembayaran utang Bank Mandiri dan Bank Sindikasi masing-masing
            sebesar Rp446.000.000.000 dan Rp1.000.000.000.000 setelah
            menerima kas dari penjualan saham baru ke PBL. Penyesuaian beban
            umum dan administrasi yang dicatat terkait provisi atas percepatan
            pelunasan utang Bank Mandiri dan Bank Sindikasi di SCS adalah sebesar
            Rp29.443.643.157;
          • Berdasarkan analisis nilai tambah, proyeksi jumlah aset Perseroan sebelum
            Rencana Transaksi masing-masing adalah sebesar Rp12.115,98 miliar
            pada tahun 2024 menjadi Rp16.028,56 miliar pada tahun 2028.
            Selanjutnya, proyeksi jumlah aset Perseroan setelah Rencana Transaksi
            masing-masing adalah sebesar Rp12.776,23 miliar pada tahun 2024
            menjadi Rp16.967,54 miliar pada tahun 2028. Proyeksi jumlah liabilitas
            Perseroan sebelum Rencana Transaksi masing-masing adalah sebesar
            Rp4.628,73 miliar pada tahun 2024 menjadi Rp3.812,37 miliar pada
            tahun 2028. Selanjutnya, proyeksi jumlah liabilitas Perseroan setelah
            Rencana Transaksi masing-masing adalah sebesar Rp3.171,83 miliar pada
            tahun 2024 menjadi Rp2.054,93 miliar pada tahun 2028. Proyeksi jumlah
            ekuitas Perseroan sebelum Rencana Transaksi masing-masing adalah
            sebesar Rp12.115,98 miliar pada tahun 2024 menjadi Rp16.028,56 miliar
            pada tahun 2028. Selanjutnya, proyeksi jumlah ekuitas Perseroan setelah
            Rencana Transaksi masing-masing adalah sebesar Rp9.604,39 miliar pada
            tahun 2024 menjadi Rp14.912,60 miliar pada tahun 2028.
          • Berdasarkan analisis nilai tambah, proyeksi jumlah pendapatan Perseroan
            sebelum Rencana Transaksi masing-masing adalah sebesar Rp7.947,11
            miliar pada tahun 2028 menjadi Rp8.221,36 miliar pada tahun 2028.
            Selanjutnya, proyeksi jumlah pendapatan Perseroan setelah Rencana
            Transaksi masing-masing adalah sebesar Rp7.947,11 miliar pada tahun
            2024 menjadi Rp8.221,36 miliar pada tahun 2028. Proyeksi laba bersih
            Perseroan sebelum Rencana Transaksi masing-masing adalah sebesar
            Rp2.049,91 miliar pada tahun 2024 menjadi Rp2.005,89 miliar pada
            tahun 2028. Selanjutnya, proyeksi jumlah laba bersih Perseroan setelah
            Rencana Transaksi masing-masing adalah sebesar Rp2.182,93 pada tahun
            2024 menjadi Rp2.159,86 miliar pada tahun 2028. Terdapat perubahan
            pada laba bersih Perseroan yang mengalami kenaikan setelah Rencana
            Transaksi.
          • Berdasarkan draft Perjanjian Akta Perjanjian Pengikatan Jual Beli Saham
            dan Pengambilan Saham-saham Baru (CSPA), Perseroan sepakat
            menetapkan total Nilai Rencana Transaksi adalah sebesar
            Rp3.099.123.040.428,00 (tiga triliun sembilan puluh sembilan miliar
            seratus dua puluh tiga juta empat puluh ribu empat ratus dua puluh delapan
            rupiah)



Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi                                        58
Page 96
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Surya Semesta Internusa Tbk


          • Berdasarkan Peraturan OJK Nomor 35/POJK.04/2020 Pasal 48 butir (b)
            “Batas atas dan batas bawah pada kisaran Nilai, tidak boleh melebihi
            7,5% (tujuh koma lima perseratus) dari Nilai yang dijadikan acuan“.
            Berdasarkan perbandingan di atas, selisih antara Nilai Transaksi yaitu
            7,06% diatas dari Nilai Pasar namun tidak lebih dari deviasi 7,5%.

           Berdasarkan analisa tersebut diatas, kami berpendapat bahwa Rencana
           Transaksi adalah WAJAR.




Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi                                    59
Page 97
LAMPIRAN
Page 98
FAIRNESS OPINION
PT Surya Semesta Internusa Tbk
Lampiran - 01
 Historis Posisi Keuangan

                                                                                 2019A                2020A                2021A                2022A                2023A

   ASET
   Aset Lancar
      Kas dan setara kas                                                IDR   1.527.062.933.248     850.910.101.599      782.185.608.688     1.136.027.220.020    1.219.048.850.104
      Piutang usaha - pihak ketiga
          - Pihak berelasi                                               IDR         57.758.689                   -            25.781.093                   -                    -
          - Pihak ketiga                                                 IDR    460.750.609.508      282.706.142.485      417.252.133.848      431.320.127.882      311.038.212.812
      Tagihan bruto kepada pemberi kerja                                IDR    724.875.891.238      714.204.011.273      643.329.978.987      751.256.046.829      758.598.718.146
      Aset keuangan lancar lainnya - pihak ketiga                       IDR    211.081.205.945      134.221.493.657      114.850.515.134      131.386.223.339      129.446.433.942
      Piutang retensi                                                   IDR    329.311.087.323      422.231.018.547      344.249.936.492      359.643.878.725      372.949.507.766
      Persediaan                                                        IDR    422.171.490.558      489.515.271.526      552.993.739.888      376.226.600.021      313.839.608.488
      Uang muka                                                         IDR    345.722.111.194       50.403.599.725       67.795.407.376       42.795.509.181       30.403.738.665
      Pajak dibayar dimuka                                              IDR     19.564.653.196       49.360.547.606       68.454.803.946       51.732.636.717       64.669.990.128
      Biaya dibayar dimuka                                              IDR     17.005.826.035       10.535.765.434       17.099.201.546       44.480.960.168       34.891.388.835
          Jumlah Aset Lancar                                             IDR   4.057.603.566.934    3.004.087.951.852    3.008.237.106.998    3.324.869.202.882    3.234.886.448.886


   Aset Tidak Lancar
      Piutang dari pihak berelasi                                       IDR     35.575.000.000       35.575.000.000                   -
      Aset pajak tangguhan                                              IDR      2.955.197.779       21.871.735.082       44.389.505.652       40.623.803.667       19.079.445.401
      Investasi tersedia untuk dijual                                   IDR      1.802.500.000                   -                    -                    -                    -
      Investasi padan entitas asosiasi                                  IDR                 -                    -        29.968.858.344       44.385.449.663       57.238.580.443
      Investasi saham                                                   IDR                 -            89.625.110           84.950.515           86.614.491           92.776.989
      Investasi pada ventura bersama                                    IDR    326.672.195.920      294.244.821.360      280.021.979.783       86.465.497.947       35.749.815.455
      Tanah untuk pengembangan                                          IDR   1.674.501.560.127    2.246.593.420.747    2.431.363.284.180    2.894.551.157.248    3.092.113.111.615
      Aset derivatif                                                    IDR                 -                    -                    -       101.973.153.956                   -
      Properti investasi                                                IDR    706.810.986.956      704.211.959.439      692.171.187.366      581.365.569.888      691.243.467.410
      Aset tetap - net                                                  IDR   1.211.081.423.111    1.172.465.217.221    1.083.831.500.158    1.038.444.243.438    1.047.669.113.597
      Aset hak guna                                                     IDR                 -       101.797.431.002       93.163.682.883       85.586.551.867       75.606.564.073
      Uang muka lain - lain                                             IDR     36.037.212.125        4.248.387.376       18.575.012.509       46.309.637.301       94.383.545.357
      Uang muka investasi                                               IDR                 -                    -        25.833.553.776
      Aset tidak lancar lainnya                                         IDR     39.407.172.018       34.790.540.519       44.529.901.048       44.985.423.795       68.710.260.054
          Jumlah Aset Tidak Lancar                                       IDR   4.034.843.248.036    4.615.888.137.856    4.743.933.416.214    4.964.777.103.261    5.181.886.680.394


   JUMLAH ASET                                                           IDR   8.092.446.814.970    7.619.976.089.708    7.752.170.523.212    8.289.646.306.143    8.416.773.129.280


   LIABILITAS DAN EKUITAS
   Liabilitas
   Liabilitas Jangka Pendek
      Pinjaman bank jangka pendek                                       IDR    109.150.000.000      246.146.680.222       68.782.874.784      247.823.191.535      149.796.265.451
      Utang usaha - pihak ketiga                                        IDR    626.051.789.553      532.560.336.417      546.951.400.714      529.245.797.874      531.186.102.701
      Liabilitas jangka pendek lainnya - pihak ketiga                   IDR     93.648.352.536       74.101.641.022       68.308.573.657       70.101.578.550       78.179.887.368
      Uang muka dari pelanggan                                          IDR    189.719.756.343       49.336.001.036       64.486.724.447       88.152.068.503       23.473.077.405
      Liabilitas bruto kepada pemberi kerja                             IDR     24.588.725.412       13.098.595.175        3.879.007.169       15.742.347.753       15.512.475.997
      Utang pajak                                                       IDR     56.167.390.163       43.487.828.810       64.606.478.910       46.283.181.662       93.121.485.688
      Beban akrual                                                      IDR     44.863.405.361       31.939.366.091       34.756.871.973       41.567.717.650       46.870.652.555
      Provisi pengembangan tanah dan lingkungan                         IDR     12.812.582.944       18.338.228.404                   -
      Pinjaman jangka panjang yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun
          - Bank dan sindikasi                                           IDR    136.177.927.102       77.583.524.911      159.887.694.572      147.467.291.554      224.670.081.471
          - Utang obligasi                                               IDR                 -       389.097.216.538                   -
          - Utang lain - lain pihak ketiga                               IDR        301.926.142      122.845.256.434      122.808.164.189      237.465.764.469          638.555.000
          - Liabilitas sewa                                              IDR                 -         9.557.951.823       19.609.696.417       29.147.486.387       17.615.402.042
      Uang muka proyek                                                  IDR    365.405.407.115      214.844.830.333      266.583.207.912      364.747.836.048      322.756.083.370
      Pendapatan diterima dimuka jangka pendek                          IDR     54.285.704.173       39.750.195.534       31.179.247.055       13.663.537.401       17.241.316.360
          Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                IDR   1.713.172.966.844    1.862.687.652.750    1.451.839.941.799    1.831.407.799.386    1.521.061.385.408


   Liabilitas Jangka Panjang
      Liabilitas jangka panjang panjang lainnya - pihak ketiga          IDR                 -                    -                    -        29.361.600.185       27.492.962.147
      Liabilitas pajak tangguhan                                        IDR     17.329.502.040                   -                    -                    -          1.008.435.061
      Liabilitas jangka panjang setelah dikurangi jatuh tempo setahun
          - Bank dan sindikasi                                           IDR    560.170.005.242      592.400.098.628     1.016.390.078.341    1.118.189.843.017    2.151.153.216.931
          - Utang lain - lain pihak ketiga                               IDR    662.450.196.278      552.704.981.492      935.869.720.986      796.945.691.518          158.550.000
          - Liabilitas sewa                                              IDR                 -        96.316.542.939       92.050.308.168       73.321.921.419       66.012.495.881
          - Utang obligasi                                               IDR    387.960.647.966                   -                    -                    -                    -
      Jaminan dari pelanggan                                            IDR     33.338.583.800       32.886.580.113       23.420.057.203       31.350.278.324       41.717.258.011
      Liabilitas imbalan kerja                                          IDR    201.650.906.827      199.777.167.085      153.633.913.699      148.535.118.726      163.616.849.333
      Liabilitas derivatif                                              IDR     33.884.929.047       50.714.292.793       27.328.961.803
      Pendapatan diterima dimuka jangka panjang - net                   IDR      4.309.235.062        1.414.152.435        1.084.787.635        1.066.400.275        1.097.607.685
          Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                               IDR   1.901.094.006.262    1.526.213.815.485    2.249.777.827.835    2.198.770.853.464    2.452.257.375.049


          JUMLAH LIABILITAS                                              IDR   3.614.266.973.106    3.388.901.468.235    3.701.617.769.634    4.030.178.652.850    3.973.318.760.457


   EKUITAS
      Modal saham                                                       IDR    588.156.180.000      588.156.180.000      588.156.180.000      588.156.180.000      588.156.180.000
      Tambahan modal disetor                                            IDR    290.374.540.166      290.374.540.166      290.374.540.166      290.374.540.166      290.374.540.166
      Cadangan kompensasi berbasis saham                                IDR                 -         1.968.309.000          508.166.937                   -                    -
      Selisih transaksi dengan pihak non pengendali                     IDR    152.330.768.031      147.540.555.024      152.160.580.923      183.313.425.217      187.359.421.761
      Saham treasuri                                                    IDR     (36.118.835.862)     (71.079.768.517)     (71.079.768.517)     (71.079.768.517)     (68.012.645.746)
      Saldo laba
          - Ditentukan penggunaannya                                     IDR     38.000.000.000       39.000.000.000       39.000.000.000       39.000.000.000       40.000.000.000
          - Tidak ditentukan penggunaanya                                IDR   2.959.067.511.235    2.812.764.702.705    2.614.028.317.172    2.787.079.845.644    2.946.505.619.491
      Penghasilan komprehensif lain                                     IDR     (27.368.044.949)     (57.483.025.093)     (28.509.972.809)     23.370.602.746       22.623.715.886
      Kepentingan non pengendali                                        IDR    513.737.723.243      479.833.128.188      465.914.709.706      419.252.828.037      436.447.537.265
          JUMLAH EKUITAS                                                 IDR   4.478.179.841.864    4.231.074.621.473    4.050.552.753.578    4.259.467.653.293    4.443.454.368.823


   JUMLAH LIABILITAS & EKUITAS                                           IDR   8.092.446.814.970    7.619.976.089.708    7.752.170.523.212    8.289.646.306.143    8.416.773.129.280

   Check Balance                                                                             -                    -                    -                    -                    -
Page 99
FAIRNESS OPINION
PT Surya Semesta Internusa Tbk
Lampiran - 02
 Historis Laba Rugi

                                                                2019A                 2020A                 2021A                 2022A                 2023A

  PENDAPATAN USAHA                                    IDR   4.006.437.811.242     2.947.321.285.487     2.352.908.880.457     3.614.941.222.156     4.537.653.827.301

  BEBAN LANGSUNG                                      IDR   (2.915.075.099.634)   (2.312.088.982.391)   (1.835.892.701.500)   (2.696.803.845.920)   (3.210.471.315.180)

  LABA KOTOR                                          IDR   1.091.362.711.608       635.232.303.096       517.016.178.957       918.137.376.236     1.327.182.512.121

     Beban penjualan                                 IDR     (70.644.156.227)      (29.547.640.788)      (22.589.424.177)      (51.798.824.341)      (79.414.433.641)
     Beban umum dan administrasi                     IDR    (628.628.814.514)     (484.664.392.312)     (432.939.123.542)     (533.203.192.529)     (653.193.403.307)
     Penghasilan lainnya                             IDR      73.941.595.085        93.185.878.447        75.146.479.103       275.891.022.810        43.252.933.394
     Beban lainnya                                   IDR     (46.271.989.242)      (40.881.552.737)      (30.596.608.063)      (59.755.581.828)      (48.334.508.834)
        Jumlah Pendapatan (Beban) Usaha               IDR    (671.603.364.898)     (461.907.707.390)     (410.978.676.679)     (368.866.575.888)     (737.689.412.388)

  LABA USAHA                                          IDR     419.759.346.710       173.324.595.706       106.037.502.278       549.270.800.348       589.493.099.733

     Beban pajak final                               IDR     (86.601.498.694)      (75.809.716.534)      (56.561.501.062)      (82.818.775.866)      (96.949.371.406)
     Beban keuangan                                  IDR    (176.649.474.070)     (201.865.374.586)     (222.389.257.439)     (233.944.976.725)     (207.490.545.720)
     Bagian rugi entitas asosiasi                    IDR                  -                     -        (10.194.877.002)      (11.955.500.756)        (6.157.935.131)
     Bagian laba (rugi) entitas ventura bersama      IDR       8.324.630.129         4.105.108.915       (13.322.402.934)        2.801.325.197         (3.794.698.038)
        Jumlah Pendapatan (Beban) Keuangan - bersih   IDR    (254.926.342.635)     (273.569.982.205)     (302.468.038.437)     (325.917.928.150)     (314.392.550.295)

  LABA SEBELUM PAJAK                                  IDR     164.833.004.075      (100.245.386.499)     (196.430.536.159)      223.352.872.198       275.100.549.438

     Beban pajak penghasilan                         IDR     (28.521.943.536)       22.958.134.863         5.258.238.038       (15.437.164.806)      (43.554.786.185)

  LABA TAHUN BERJALAN                                 IDR     136.311.060.539       (77.287.251.636)     (191.172.298.121)      207.915.707.392       231.545.763.253
Page 100
FAIRNESS OPINION
PT Surya Semesta Internusa Tbk
Lampiran - 03
Historis Arus Kas

                                                                               2019A                 2020A                 2021A                 2022A                 2023A

    ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
       Penerimaan dari pelanggan                                    IDR   3.837.871.116.650     2.730.885.915.220     2.425.181.010.053     3.595.792.703.196     4.497.395.008.920
       Pembayaran kepada pemasok                                    IDR   (3.195.309.385.669)   (2.846.714.887.774)   (2.155.889.464.219)   (3.041.511.514.570)   (3.487.172.170.653)
       Pembayaran kepada karyawan                                   IDR    (459.637.257.101)     (389.259.450.438)     (342.616.695.112)     (406.686.103.526)     (466.457.841.507)
       Pembayaran bunga                                             IDR    (174.637.900.685)     (199.673.588.012)     (220.378.886.984)     (227.714.439.844)     (214.040.630.168)
       Pembayaran bunga liabilitas sewa                             IDR                  -          (6.645.350.234)       (6.993.755.040)       (1.809.828.828)       (6.220.445.553)
       Pembayaran pajak penghasilan                                 IDR    (144.868.549.002)     (115.500.315.384)      (69.142.662.632)     (100.135.114.579)     (106.535.899.797)
       Penerimaan klaim restitusi pajak                             IDR                  -                     -                     -         31.892.312.484        17.036.240.428
       Penerimaan (pengeluaran) kas lainnya dari operasi            IDR      13.963.740.238        16.067.660.327        29.051.545.204          (627.769.118)       23.225.642.518

    Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Operasi                      IDR    (122.618.235.569)     (810.840.016.295)     (340.788.908.730)     (150.799.754.785)      257.229.904.188


    ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
       Penerimaan dari hasil ventura bersama                        IDR         532.503.500        40.534.958.009         2.259.000.000         3.962.448.000        47.701.000.000
       Penerimaan bunga                                             IDR      55.663.808.153        44.430.073.851        22.889.201.631        21.789.306.031        26.291.668.769
       Hasil penjualan aset tetap                                   IDR         403.378.065           994.998.203           932.202.803           459.063.606         3.405.400.878
       Hasil penjualan properti investasi                           IDR                  -          4.954.545.455         1.818.181.818         3.454.189.191         1.872.770.630
       Penjualan investasi pada nilai wajar                         IDR                  -                     -                     -          3.715.715.427         1.272.718.293
       Hasil penjualan investasi pada ventura bersama               IDR                  -                     -                     -        432.493.748.565                    -
       Hasil penjualan investasi pada entitas anak                  IDR                  -                     -                     -         96.233.517.087                    -
       Realisasi keuntungan (kerugian) investasi pada nilai wajar   IDR                  -          3.512.251.964         (1.580.560.849)           2.500.000                    -
       Perolehan investasi pada ventura bersama                     IDR                  -          (4.344.400.000)       (1.379.000.000)           (4.000.000)                  -
       Perolehan investasi pada nilai wajar                         IDR      25.000.000.000        80.809.034.231        33.964.961.044         (7.745.500.000)                  -
       Perolehan investasi pada entitas asosiasi                    IDR       4.879.886.091                    -                     -                     -        (14.960.000.000)
       Perolehan properti investasi                                 IDR        (609.090.907)      (28.629.995.454)      (20.393.358.178)      (59.834.661.100)      (74.481.273.614)
       Penambahan uang muka lain - lain                             IDR     (10.668.032.825)       19.290.099.749       (14.313.847.355)      (39.883.154.792)      (81.058.412.277)
       Penambahan uang muka investasi                               IDR     (29.000.000.000)                   -        (25.833.553.776)
       Perolehan aset tetap                                         IDR     (82.027.432.236)      (65.520.118.618)      (21.503.938.339)      (54.589.048.358)      (86.256.272.145)

    Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Investasi                    IDR     (35.824.980.159)       96.031.447.390       (23.140.711.201)      400.054.123.657      (176.212.399.466)


    ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
       Penambahan pinjaman bank jangka panjang                      IDR     518.000.000.000         9.900.000.000       537.429.769.302       133.997.337.831     1.302.382.961.812
       Penambahan pinjaman bank jangka pendek                       IDR     111.113.434.597       137.000.000.000        50.926.906.949       331.757.327.070       113.668.178.477
       Pengalihan saham treasuri                                    IDR                  -        (34.960.932.655)                   -                     -          3.067.122.771
       Penerimaan pinjaman lain - lain pihak ketiga                 IDR     702.500.000.000                    -                     -                     -                     -
       Penambahan pinjaman lain - lain pihak ketiga                 IDR        (184.869.117)                   -        499.450.000.000         1.263.480.000           838.800.000
       Pembayaran pokok liabilitas sewa                             IDR                  -          (5.102.892.000)       (1.264.269.111)     (10.797.605.448)      (23.430.598.697)
       Pembayaran biaya pinjaman                                    IDR       (7.394.097.698)                  -                     -                     -        (30.700.000.000)
       Pembayaran dividen kas kepada pemegang saham perusahaan      IDR     (32.546.288.880)      (22.932.295.200)                   -                     -                     -
       Pembayaran dividen kas kepada kepentingan non pengendali     IDR     (25.371.436.320)      (20.521.951.100)      (19.358.878.260)      (12.313.170.660)      (36.156.229.179)
       Pembayaran pinjaman bank jangka panjang                      IDR    (421.168.084.719)      (36.836.029.646)      (26.021.428.568)      (46.571.428.568)     (164.228.648.909)
       Pembayaran pinjaman bank jangka pendek                       IDR     (10.668.298.047)           (81.100.000)    (228.217.930.129)     (155.936.028.586)     (211.699.776.455)
       Pembayaran pinjaman lain - lain pihak ketiga                 IDR                  -           (301.926.142)     (129.687.608.620)     (138.448.780.000)     (950.402.523.928)
       Pembayaran pokok utang obligasi                              IDR    (510.000.000.000)                   -       (390.000.000.000)                   -                     -

    Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Pendanaan                    IDR     324.280.359.816        26.162.873.257       293.256.561.563       102.951.131.639         3.339.285.892


    KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN SETARA KAS                   IDR     165.837.144.088      (688.645.695.648)      (70.673.058.368)      352.205.500.511        84.356.790.614


       Pengaruh perubahan kurs mata uang pada kasa dan setara kas   IDR     (10.758.376.955)       12.492.863.999         1.948.565.457         1.636.110.821         (1.335.160.530)


    KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN                                    IDR   1.371.984.166.115     1.527.062.933.248       850.910.101.599       782.185.608.688     1.136.027.220.020


    KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN                                   IDR   1.527.062.933.248       850.910.101.599       782.185.608.688     1.136.027.220.020     1.219.048.850.104
Page 101
FAIRNESS OPINION
PT Surya Semesta Internusa Tbk
Lampiran - 04
                                                                       RASIO KEUANGAN

                   Keterangan                      2019A                 2020A                 2021A               2022A               2023A
Aset Lancar                                      4.057.603.566.934     3.004.087.951.852     3.008.237.106.998   3.324.869.202.882   3.234.886.448.886
Liabilitas Jangka Pendek                         1.713.172.966.844     1.862.687.652.750     1.451.839.941.799   1.831.407.799.386   1.521.061.385.408
Rasio Lancar                                                  2,37                  1,61                  2,07                1,82                2,13
*)Disajikan dalam kali

                   Keterangan                      2019A                 2020A                 2021A               2022A               2023A
Aset Lancar                                      4.057.603.566.934     3.004.087.951.852     3.008.237.106.998   3.324.869.202.882   3.234.886.448.886
Persediaan                                         422.171.490.558       489.515.271.526       552.993.739.888     376.226.600.021     313.839.608.488
Liabilitas Jangka Pendek                         1.713.172.966.844     1.862.687.652.750     1.451.839.941.799   1.831.407.799.386   1.521.061.385.408
Rasio Cepat                                                   2,12                  1,35                  1,69                1,61                1,92
*)Disajikan dalam kali

                   Keterangan                      2019A                 2020A                 2021A               2022A               2023A
Kas dan setara kas                               1.527.062.933.248       850.910.101.599       782.185.608.688   1.136.027.220.020   1.219.048.850.104
Liabilitas Jangka Pendek                         1.713.172.966.844     1.862.687.652.750     1.451.839.941.799   1.831.407.799.386   1.521.061.385.408
Rasio Kas                                                     0,89                  0,46                  0,54                0,62                0,80
*)Disajikan dalam kali

Rasio Likuiditas                                  2019A                 2020A                 2021A               2022A               2023A
Rasio Lancar                                                  2,37                  1,61                  2,07                1,82                2,13
Rasio Cepat                                                   2,12                  1,35                  1,69                1,61                1,92
Rasio Kas                                                     0,89                  0,46                  0,54                0,62                0,80
*)Disajikan dalam kali                       ,

                  Keterangan                       2019A                 2020A                 2021A               2022A               2023A
Pendapatan                                       4.006.437.811.242     2.947.321.285.487     2.352.908.880.457   3.614.941.222.156   4.537.653.827.301
Piutang Usaha                                      460.808.368.197       282.706.142.485       417.277.914.941     431.320.127.882     311.038.212.812
Rasio Perputaran Piutang Usaha                                  42                    35                    65                  44                  25
*)Disajikan dalam hari

                  Keterangan                       2019A                 2020A                 2021A               2022A               2023A
Beban Pokok Pendapatan                           2.915.075.099.634     2.312.088.982.391     1.835.892.701.500   2.696.803.845.920   3.210.471.315.180
Persediaan                                         422.171.490.558       489.515.271.526       552.993.739.888     376.226.600.021     313.839.608.488
Rasio Perputaran Persediaan                                     53                    77                   110                  51                  36
*)Disajikan dalam hari

                  Keterangan                       2019A                 2020A                 2021A               2022A               2023A
Beban Pokok Pendapatan                           2.915.075.099.634     2.312.088.982.391     1.835.892.701.500   2.696.803.845.920   3.210.471.315.180
Utang Usaha                                        626.051.789.553       532.560.336.417       546.951.400.714     529.245.797.874     531.186.102.701
Rasio Perputaran Utang Usaha                                    78                    84                   109                  72                  60
*)Disajikan dalam hari

                 Rasio Aktivitas                  2019A                 2020A                 2021A               2022A               2023A
Rasio Perputaran Piutang Usaha                                 42                    35                    65                  44                  25
Rasio Perputaran Persediaan                                    53                    77                   110                  51                  36
Rasio Perputaran Utang Usaha                                   78                    84                   109                  72                  60
*)Disajikan dalam hari

                   Keterangan                      2019A                 2020A                 2021A               2022A               2023A
Jumlah Liabilitas                                3.614.266.973.106     3.388.901.468.235     3.701.617.769.634   4.030.178.652.850   3.973.318.760.457
Jumlah Aset                                      8.092.446.814.970     7.619.976.089.708     7.752.170.523.212   8.289.646.306.143   8.416.773.129.280
Rasio Liabilitas terhadap Aset                              44,66%                44,47%                47,75%              48,62%              47,21%
*)Disajikan dalam persen

                   Keterangan                      2019A                 2020A                 2021A               2022A               2023A
Jumlah Liabilitas                                3.614.266.973.106     3.388.901.468.235     3.701.617.769.634   4.030.178.652.850   3.973.318.760.457
Jumlah Ekuitas                                   4.478.179.841.864     4.231.074.621.473     4.050.552.753.578   4.259.467.653.293   4.443.454.368.823
Rasio Liabilitas terhadap Ekuitas                           80,71%                80,10%                91,39%              94,62%              89,42%
*)Disajikan dalam persen

                  Rasio Leverage                  2019A                 2020A                 2021A               2022A               2023A
Rasio Liabilitas terhadap Aset                             44,66%                44,47%                47,75%              48,62%              47,21%
Rasio Liabilitas terhadap Ekuitas                          80,71%                80,10%                91,39%              94,62%              89,42%

                Keterangan                         2019A                 2020A                 2021A               2022A               2023A
Laba Bruto                                       1.091.362.711.608       635.232.303.096       517.016.178.957     918.137.376.236   1.327.182.512.121
Pendapatan                                       4.006.437.811.242     2.947.321.285.487     2.352.908.880.457   3.614.941.222.156   4.537.653.827.301
Margin Laba Bruto                                           27,24%                21,55%                21,97%              25,40%              29,25%

               Keterangan                          2019A                 2020A                 2021A               2022A               2023A
Laba Usaha                                         419.759.346.710       173.324.595.706       106.037.502.278     549.270.800.348     589.493.099.733
Pendapatan                                       4.006.437.811.242     2.947.321.285.487     2.352.908.880.457   3.614.941.222.156   4.537.653.827.301
Margin Laba Usaha                                           10,48%                 5,88%                 4,51%              15,19%              12,99%

                Keterangan                         2019A                 2020A                 2021A               2022A               2023A
Laba Bersih                                        136.311.060.539 -      77.287.251.636 -     191.172.298.121     207.915.707.392     231.545.763.253
Pendapatan                                       4.006.437.811.242     2.947.321.285.487     2.352.908.880.457   3.614.941.222.156   4.537.653.827.301
Margin Laba (Rugi) Bersih                                    3,40%                -2,62%                -8,12%               5,75%               5,10%

                  Keterangan                       2019A                 2020A                 2021A               2022A               2023A
Laba (Rugi) Bersih                                 136.311.060.539 -      77.287.251.636 -     191.172.298.121     207.915.707.392     231.545.763.253
Jumlah Aset                                      8.092.446.814.970     7.619.976.089.708     7.752.170.523.212   8.289.646.306.143   8.416.773.129.280
Rasio Pengembalian terhadap Jumlah Aset                      1,68%                -1,01%                -2,47%               2,51%               2,75%

                  Keterangan                       2019A                 2020A                 2021A               2022A               2023A
Laba (Rugi) Bersih                                 136.311.060.539 -      77.287.251.636 -     191.172.298.121     207.915.707.392     231.545.763.253
Jumlah Ekuitas                                   4.478.179.841.864     4.231.074.621.473     4.050.552.753.578   4.259.467.653.293   4.443.454.368.823
Rasio Pengembalian terhadap Jumlah Ekuitas                   3,04%                -1,83%                -4,72%               4,88%               5,21%

             Rasio Profitabilitas                 2019A                 2020A                 2021A               2022A               2023A
Margin Laba Bruto                                          27,24%                21,55%                21,97%              25,40%              29,25%
Margin Laba (Rugi) Usaha                                   10,48%                 5,88%                 4,51%              15,19%              12,99%
Margin Laba (Rugi) Bersih                                   3,40%                -2,62%                -8,12%               5,75%               5,10%
Rasio Pengembalian terhadap Jumlah Aset                     1,68%                -1,01%                -2,47%               2,51%               2,75%
Rasio Pengembalian terhadap Jumlah Ekuitas                  3,04%                -1,83%                -4,72%               4,88%               5,21%
Page 102
FAIRNESS OPINION
PT Surya Semesta Internusa Tbk
Lampiran - 05
Proyeksi Posisi Keuangan Sebelum Transaksi

                                                             2024F                 2025F                 2026F                 2027F                 2028F

   ASSET
   Aset Lancar
      Kas dan setara kas                          IDR    4.736.267.581.300     4.547.464.952.605     5.914.303.277.083     7.112.355.387.491     9.166.241.208.761
      Piutang usaha                               IDR    1.525.937.617.412     1.503.368.966.131     1.595.164.310.023     1.706.974.022.686     1.721.114.583.584
      Persediaan                                  IDR    2.641.131.829.134     2.881.837.316.759     2.630.459.751.111     2.326.015.197.772     1.734.315.075.050
      Aset lancar lainnya                         IDR      311.956.414.349       318.334.509.145       317.108.435.091       314.988.777.327       313.984.320.463
       Jumlah Aset Lancar                          IDR    9.215.293.442.196     9.251.005.744.640    10.457.035.773.308    11.460.333.385.276    12.935.655.187.858


   Aset Tidak Lancar
      Investasi entitas asosiasi                  IDR     124.732.653.117        89.473.884.287       101.350.018.384       107.019.957.849       170.905.791.106
      Aset tetap - net                            IDR    2.535.001.641.364     3.060.093.626.471     2.923.492.478.593     2.835.825.429.495     2.775.836.454.258
      Aset hak guna                               IDR      78.407.675.807        67.302.020.432        58.682.219.605        46.617.906.138        38.193.881.155
      Aset tidak lancar lainnya                   IDR     162.545.340.540       165.456.578.703       138.670.978.757       111.746.592.262       107.972.278.889
         Jumlah Aset Tidak Lancar                  IDR    2.900.687.310.829     3.382.326.109.893     3.222.195.695.338     3.101.209.885.744     3.092.908.405.408


   JUMLAH ASET                                     IDR   12.115.980.753.025    12.633.331.854.532    13.679.231.468.646    14.561.543.271.020    16.028.563.593.266


   LIABILITAS DAN EKUITAS
   Liabilitas
   Liabilitas Jangka Pendek
      Utang usaha                                 IDR     559.996.155.481       569.509.172.640       594.734.207.189       615.289.974.893       574.552.033.598
      Utang bank jangka pendek                    IDR     231.653.399.772       325.311.885.105       252.591.696.972       145.634.185.050       181.726.927.437
      Provisi pengembangan tanah dan lingkungan   IDR      20.024.964.986        20.024.964.986        20.024.964.986        20.024.964.986        20.024.964.986
      Liabilitas sewa                             IDR      19.470.687.570        17.848.904.991        17.057.325.013        15.771.890.076        14.903.147.217
      Liabilitas jangka pendek lainnya            IDR      774.606.630.185       644.817.940.645       697.043.992.464       798.493.910.988       838.545.160.823
         Jumlah Liabilitas Jangka Pendek           IDR    1.605.751.837.993     1.577.512.868.367     1.581.452.186.624     1.595.214.925.993     1.629.752.234.060


   Liabilitas Jangka Panjang
      Utang bank jangka panjang                   IDR    2.763.687.320.890     2.851.629.772.551     2.891.774.342.606     2.481.987.521.933     1.921.187.782.407
      Liabilitas sewa                             IDR      71.078.768.123        64.508.830.356        57.464.426.846        49.911.476.973        41.813.468.388
      Liabilitas jangka panjang lain              IDR      188.214.347.063       194.392.491.697       201.786.189.375       211.177.376.054       219.616.722.537
         Jumlah Liabilitas Jangka Panjang          IDR    3.022.980.436.077     3.110.531.094.603     3.151.024.958.828     2.743.076.374.960     2.182.617.973.332


         JUMLAH LIABILITAS                         IDR    4.628.732.274.070     4.688.043.962.970     4.732.477.145.452     4.338.291.300.953     3.812.370.207.392


   EKUITAS
      Modal saham                                 IDR     588.156.180.000       588.156.180.000       588.156.180.000       588.156.180.000       588.156.180.000
      Tambahan modal disetor                      IDR     290.374.540.166       290.374.540.166       290.374.540.166       290.374.540.166       290.374.540.166
      Saldo laba                                  IDR    5.081.492.811.932     5.441.462.052.165     6.256.548.470.292     7.311.303.408.245     8.987.258.288.692
      Penghasilan komprehensif lain               IDR      (71.291.974.448)      (71.291.974.448)      (71.291.974.448)      (71.291.974.448)      (71.291.974.448)
      Saham treasuri                              IDR      (68.012.645.746)      (68.012.645.746)      (68.012.645.746)      (68.012.645.746)      (68.012.645.746)
      Lain - lain                                 IDR     187.359.421.762       187.359.421.762       187.359.421.762       187.359.421.762       187.359.421.762
      Kepentingan non pengendali                  IDR    1.479.170.145.289     1.577.240.317.664     1.763.620.331.168     1.985.363.040.088     2.302.349.575.448
         JUMLAH EKUITAS                            IDR    7.487.248.478.955     7.945.287.891.563     8.946.754.323.194    10.223.251.970.067    12.216.193.385.874


   JUMLAH LIABILITAS & EKUITAS                     IDR   12.115.980.753.025    12.633.331.854.532    13.679.231.468.646    14.561.543.271.020    16.028.563.593.266
Page 103
FAIRNESS OPINION
PT Surya Semesta Internusa Tbk
Lampiran - 06
Proyeksi Laba Rugi Sebelum Transaksi

                                                               2024F                 2025F                 2026F                 2027F                 2028F

  PENDAPATAN                                          IDR   7.947.117.146.894     5.285.094.795.121     6.586.851.362.935     7.097.208.840.796     8.221.364.795.424


  BEBAN POKOK PENJUALAN                               IDR   (4.572.129.266.243)   (3.562.283.918.725)   (4.098.303.913.716)   (4.304.251.480.303)   (4.745.890.946.780)


  LABA KOTOR                                          IDR   3.374.987.880.651     1.722.810.876.396     2.488.547.449.219     2.792.957.360.493     3.475.473.848.645

  LABA USAHA                                                2.532.088.989.105       875.110.841.813     1.483.623.589.635     1.714.002.984.108     2.334.699.319.901

       Beban bunga                                   IDR    (229.343.710.052)     (248.904.547.694)     (279.622.105.644)     (230.983.260.457)     (182.988.610.417)
       Keuntungan dari selisih kurs                  IDR         200.000.000           210.000.000           221.000.000           232.000.000           244.000.000
       Bagian rugi entitas asosiasi                  IDR        (791.399.031)       (5.430.540.420)       11.476.134.097        22.175.779.858        73.709.967.368
       Pendapatan (beban) non operasional lainnya    IDR     (42.936.703.464)      (37.341.741.016)      (32.763.426.562)      (25.689.964.337)        5.403.401.444
        Jumlah Pendapatan (Beban) Keuangan - bersih   IDR    (272.871.812.547)     (291.466.829.130)     (300.688.398.109)     (234.265.444.936)     (103.631.241.606)

  LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK                           IDR   2.259.217.176.559       583.644.012.683     1.182.935.191.526     1.479.737.539.172     2.231.068.078.295

     Beban Pajak Penghasilan                         IDR    (209.301.359.927)     (114.595.459.475)     (169.650.316.194)     (190.876.372.399)     (225.176.164.088)

  LABA (RUGI) TAHUN BERJALAN                          IDR   2.049.915.816.632       469.048.553.208     1.013.284.875.332     1.288.861.166.773     2.005.891.914.207
Page 104
FAIRNESS OPINION
PT Surya Semesta Internusa Tbk
Lampiran - 07
                                                                      RASIO KEUANGAN SEBELAH TRANSAKSI

                   Keterangan                       2024F                  2025F                2026F                2027F                2028F
Aset Lancar                                       9.215.293.442.196      9.251.005.744.640   10.457.035.773.308   11.460.333.385.276   12.935.655.187.858
Liabilitas Jangka Pendek                          1.605.751.837.993      1.577.512.868.367    1.581.452.186.624    1.595.214.925.993    1.629.752.234.060
Rasio Lancar                                                   5,74                   5,86                 6,61                 7,18                 7,94
*)Disajikan dalam kali

                   Keterangan                       2024F                  2025F                2026F                2027F                2028F
Aset Lancar                                       9.215.293.442.196      9.251.005.744.640   10.457.035.773.308   11.460.333.385.276   12.935.655.187.858
Persediaan                                        2.641.131.829.134      2.881.837.316.759    2.630.459.751.111    2.326.015.197.772    1.734.315.075.050
Liabilitas Jangka Pendek                          1.605.751.837.993      1.577.512.868.367    1.581.452.186.624    1.595.214.925.993    1.629.752.234.060
Rasio Cepat                                                    4,09                   4,04                 4,95                 5,73                 6,87
*)Disajikan dalam kali

                   Keterangan                       2024F                  2025F                2026F                2027F                2028F
Kas dan setara kas                                4.736.267.581.300      4.547.464.952.605    5.914.303.277.083    7.112.355.387.491    9.166.241.208.761
Liabilitas Jangka Pendek                          1.605.751.837.993      1.577.512.868.367    1.581.452.186.624    1.595.214.925.993    1.629.752.234.060
Rasio Kas                                                      2,95                   2,88                 3,74                 4,46                 5,62
*)Disajikan dalam kali

Rasio Likuiditas                                    2024F                  2025F                2026F                2027F                2028F
Rasio Lancar                                                   5,74                   5,86                 6,61                 7,18                 7,94     6,67
Rasio Cepat                                                    4,09                   4,04                 4,95                 5,73                 6,87     5,14
Rasio Kas                                                      2,95                   2,88                 3,74                 4,46                 5,62     3,93
*)Disajikan dalam kali                       ,

                  Keterangan                        2024F                  2025F                2026F                2027F                2028F
Pendapatan                                        7.947.117.146.894      5.285.094.795.121    6.586.851.362.935    7.097.208.840.796    8.221.364.795.424
Piutang Usaha                                     1.525.937.617.412      1.503.368.966.131    1.595.164.310.023    1.706.974.022.686    1.721.114.583.584
Rasio Perputaran Piutang Usaha                                   70                    104                   88                   88                   76
*)Disajikan dalam hari

                  Keterangan                        2024F                  2025F                2026F                2027F                2028F
Beban Pokok Pendapatan                            4.572.129.266.243      3.562.283.918.725    4.098.303.913.716    4.304.251.480.303    4.745.890.946.780
Persediaan                                        2.641.131.829.134      2.881.837.316.759    2.630.459.751.111    2.326.015.197.772    1.734.315.075.050
Rasio Perputaran Persediaan                                     211                    295                  234                  197                  133
*)Disajikan dalam hari

                  Keterangan                        2024F                  2025F                2026F                2027F                2028F
Beban Pokok Pendapatan                            4.572.129.266.243      3.562.283.918.725    4.098.303.913.716    4.304.251.480.303    4.745.890.946.780
Utang Usaha                                         559.996.155.481        569.509.172.640      594.734.207.189      615.289.974.893      574.552.033.598
Rasio Perputaran Utang Usaha                                     45                     58                   53                   52                   44
*)Disajikan dalam hari

                Rasio Aktivitas                     2024F                  2025F                2026F                2027F                2028F
Rasio Perputaran Piutang Usaha                                  70                    104                   88                   88                   76     85,30
Rasio Perputaran Persediaan                                    211                    295                  234                  197                  133    214,21
Rasio Perputaran Utang Usaha                                    45                     58                   53                   52                   44     50,48
*)Disajikan dalam hari

                  Keterangan                        2024F                  2025F                2026F                2027F                2028F
Jumlah Liabilitas                                 4.628.732.274.070      4.688.043.962.970    4.732.477.145.452    4.338.291.300.953    3.812.370.207.392
Jumlah Aset                                      12.115.980.753.025     12.633.331.854.532   13.679.231.468.646   14.561.543.271.020   16.028.563.593.266
Rasio Liabilitas terhadap Aset                               38,20%                 37,11%               34,60%               29,79%               23,78%
*)Disajikan dalam persen

                  Keterangan                        2024F                  2025F                2026F                2027F                2028F
Jumlah Liabilitas                                 4.628.732.274.070      4.688.043.962.970    4.732.477.145.452    4.338.291.300.953    3.812.370.207.392
Jumlah Ekuitas                                    7.487.248.478.955      7.945.287.891.563    8.946.754.323.194   10.223.251.970.067   12.216.193.385.874
Rasio Liabilitas terhadap Ekuitas                            61,82%                 59,00%               52,90%               42,44%               31,21%
*)Disajikan dalam persen

                  Rasio Leverage                    2024F                  2025F                2026F                2027F                2028F
Rasio Liabilitas terhadap Aset                              38,20%                 37,11%                34,60%              29,79%               23,78%    32,70%
Rasio Liabilitas terhadap Ekuitas                           61,82%                 59,00%                52,90%              42,44%               31,21%    49,47%

                Keterangan                          2024F                  2025F                2026F                2027F                2028F
Laba Bruto                                        3.374.987.880.651      1.722.810.876.396    2.488.547.449.219    2.792.957.360.493    3.475.473.848.645
Pendapatan                                        7.947.117.146.894      5.285.094.795.121    6.586.851.362.935    7.097.208.840.796    8.221.364.795.424
Margin Laba Bruto                                            42,47%                 32,60%               37,78%               39,35%               42,27%

               Keterangan                           2024F                  2025F                2026F                2027F                2028F
Laba Usaha                                        2.532.088.989.105        875.110.841.813    1.483.623.589.635    1.714.002.984.108    2.334.699.319.901
Pendapatan                                        7.947.117.146.894      5.285.094.795.121    6.586.851.362.935    7.097.208.840.796    8.221.364.795.424
Margin Laba Usaha                                            31,86%                 16,56%               22,52%               24,15%               28,40%

               Keterangan                           2024F                  2025F                2026F                2027F                2028F
Laba Bersih                                       2.049.915.816.632        469.048.553.208    1.013.284.875.332    1.288.861.166.773    2.005.891.914.207
Pendapatan                                        7.947.117.146.894      5.285.094.795.121    6.586.851.362.935    7.097.208.840.796    8.221.364.795.424
Margin Laba (Rugi) Bersih                                    25,79%                  8,87%               15,38%               18,16%               24,40%

                  Keterangan                        2024F                  2025F                2026F                2027F                2028F
Laba (Rugi) Bersih                                2.049.915.816.632        469.048.553.208    1.013.284.875.332    1.288.861.166.773    2.005.891.914.207
Jumlah Aset                                      12.115.980.753.025     12.633.331.854.532   13.679.231.468.646   14.561.543.271.020   16.028.563.593.266
Rasio Pengembalian terhadap Jumlah Aset                      16,92%                  3,71%                7,41%                8,85%               12,51%

                  Keterangan                        2024F                  2025F                2026F                2027F                2028F
Laba (Rugi) Bersih                                2.049.915.816.632        469.048.553.208    1.013.284.875.332    1.288.861.166.773    2.005.891.914.207
Jumlah Ekuitas                                    7.487.248.478.955      7.945.287.891.563    8.946.754.323.194   10.223.251.970.067   12.216.193.385.874
Rasio Pengembalian terhadap Jumlah Ekuitas                   27,38%                  5,90%               11,33%               12,61%               16,42%

             Rasio Profitabilitas                   2024F                  2025F                2026F                2027F                2028F
Margin Laba Bruto                                           42,47%                 32,60%                37,78%              39,35%               42,27%    38,89%
Margin Laba (Rugi) Usaha                                    31,86%                 16,56%                22,52%              24,15%               28,40%    24,70%
Margin Laba (Rugi) Bersih                                   25,79%                  8,87%                15,38%              18,16%               24,40%    18,52%
Rasio Pengembalian terhadap Jumlah Aset                     16,92%                  3,71%                 7,41%               8,85%               12,51%     9,88%
Rasio Pengembalian terhadap Jumlah Ekuitas                  27,38%                  5,90%                11,33%              12,61%               16,42%    14,73%
Page 105
FAIRNESS OPINION
PT Surya Semesta Internusa Tbk
Lampiran - 08
Proyeksi Posisi Keuangan Setelah Transaksi

                                                             2024F                 2025F                 2026F                 2027F                 2028F

   ASSET
   Aset Lancar
      Kas dan setara kas                          IDR    5.423.908.708.864     5.402.191.570.123     6.486.824.408.790     7.861.998.108.557    10.121.124.817.356
      Piutang usaha                               IDR    1.525.937.617.412     1.503.368.966.131     1.595.164.310.023     1.706.974.022.686     1.721.114.583.584
      Persediaan                                  IDR    2.641.131.829.134     2.881.837.316.759     2.630.459.751.111     2.326.015.197.772     1.734.315.075.050
      Aset lancar lainnya                         IDR     284.566.583.220       293.289.306.116       295.107.860.161       296.032.830.496       298.073.001.732
         Jumlah Aset Lancar                        IDR    9.875.544.738.631    10.080.687.159.129    11.007.556.330.084    12.191.020.159.511    13.874.627.477.722


   Aset Tidak Lancar
      Investasi entitas asosiasi                  IDR     124.732.653.117        89.473.884.287       101.350.018.384       107.019.957.849       170.905.791.106
      Aset tetap - net                            IDR    2.535.001.641.364     3.060.093.626.471     2.923.492.478.593     2.835.825.429.495     2.775.836.454.258
      Aset hak guna                               IDR      78.407.675.807        67.302.020.432        58.682.219.605        46.617.906.138        38.193.881.155
      Aset tidak lancar lainnya                   IDR     162.545.340.540       165.456.578.703       138.670.978.757       111.746.592.262       107.972.278.889
         Jumlah Aset Tidak Lancar                  IDR    2.900.687.310.829     3.382.326.109.893     3.222.195.695.338     3.101.209.885.744     3.092.908.405.408


   JUMLAH ASET                                     IDR   12.776.232.049.460    13.463.013.269.021    14.229.752.025.423    15.292.230.045.255    16.967.535.883.130


   LIABILITAS DAN EKUITAS
   Liabilitas
   Liabilitas Jangka Pendek
      Utang usaha                                 IDR     559.996.155.481       569.509.172.640       594.734.207.189       615.289.974.893       574.552.033.598
      Utang bank jangka pendek                    IDR     183.653.399.772       266.405.450.291       252.591.696.972       145.634.185.050       181.726.927.437
      Provisi pengembangan tanah dan lingkungan   IDR      20.024.964.986        20.024.964.986        20.024.964.986        20.024.964.986        20.024.964.986
      Liabilitas sewa                             IDR      19.470.687.570        17.848.904.991        17.057.325.013        15.771.890.076        14.903.147.217
      Liabilitas jangka pendek lainnya            IDR     774.618.451.949       644.129.762.409       696.355.814.229       797.805.732.752       837.856.982.587
         Jumlah Liabilitas Jangka Pendek           IDR    1.557.763.659.758     1.517.918.255.317     1.580.764.008.389     1.594.526.747.757     1.629.064.055.824


   Liabilitas Jangka Panjang
      Utang bank jangka panjang                   IDR    1.354.780.886.076     1.501.629.772.551     1.047.664.670.955      665.558.072.348       164.443.390.286
      Liabilitas sewa                             IDR      71.078.768.123        64.508.830.356        57.464.426.846        49.911.476.973        41.813.468.388
      Liabilitas jangka panjang lain              IDR     188.212.428.664       194.390.573.298       201.784.270.976       211.175.457.655       219.614.804.138
         Jumlah Liabilitas Jangka Panjang          IDR    1.614.072.082.864     1.760.529.176.204     1.306.913.368.777      926.645.006.976       425.871.662.812


         JUMLAH LIABILITAS                         IDR    3.171.835.742.621     3.278.447.431.521     2.887.677.377.166     2.521.171.754.733     2.054.935.718.637


   EKUITAS
      Modal saham                                 IDR     588.156.180.000       588.156.180.000       588.156.180.000       588.156.180.000       588.156.180.000
      Tambahan modal disetor                      IDR    1.575.144.540.166     1.575.144.540.166     1.575.144.540.166     1.575.144.540.166     1.575.144.540.166
      Saldo laba                                  IDR    4.842.496.782.273     5.190.850.439.820     5.927.339.141.985     6.858.762.848.289     8.282.979.054.779
      Penghasilan komprehensif lain               IDR      (71.291.974.448)      (71.291.974.448)      (71.291.974.448)      (71.291.974.448)      (71.291.974.448)
      Saham treasuri                              IDR      (68.012.645.746)      (68.012.645.746)      (68.012.645.746)      (68.012.645.746)      (68.012.645.746)
      Lain - lain                                 IDR     187.359.421.762       187.359.421.762       187.359.421.762       187.359.421.762       187.359.421.762
      Kepentingan non pengendali                  IDR    2.550.544.002.832     2.782.359.875.946     3.203.379.984.538     3.700.939.920.499     4.418.265.587.981
         JUMLAH EKUITAS                            IDR    9.604.396.306.839    10.184.565.837.501    11.342.074.648.257    12.771.058.290.523    14.912.600.164.494


   JUMLAH LIABILITAS & EKUITAS                     IDR   12.776.232.049.460    13.463.013.269.022    14.229.752.025.423    15.292.230.045.256    16.967.535.883.131
Page 106
FAIRNESS OPINION
PT Surya Semesta Internusa Tbk
Lampiran - 09
Proyeksi Laba Rugi Setelah Transaksi

                                                               2024F                 2025F                 2026F                 2027F                 2028F

  PENDAPATAN                                          IDR   7.947.117.146.894     5.285.094.795.121     6.586.851.362.935     7.097.208.840.796     8.221.364.795.424


  BEBAN POKOK PENJUALAN                               IDR   (4.572.129.266.243)   (3.562.283.918.725)   (4.098.303.913.716)   (4.304.251.480.303)   (4.745.890.946.780)


  LABA KOTOR                                          IDR   3.374.987.880.651     1.722.810.876.396     2.488.547.449.219     2.792.957.360.493     3.475.473.848.645

  LABA USAHA                                                2.532.088.989.105       875.110.841.813     1.483.623.589.635     1.714.002.984.108     2.334.699.319.901

       Beban bunga                                   IDR    (189.659.667.207)     (121.399.429.640)     (118.204.726.519)      (73.122.265.064)      (29.013.152.253)
       Keuntungan dari selisih kurs                  IDR         200.000.000           210.000.000           221.000.000           232.000.000           244.000.000
       Keuntungan dari penjualan aset                IDR     114.996.052.687                   -                     -                     -                     -
       Bagian rugi entitas asosiasi                  IDR        (791.399.031)       (5.430.540.420)       11.476.134.097        22.175.779.858        73.709.967.368
       Pendapatan (beban) non operasional lainnya    IDR     (42.936.703.464)      (37.341.741.016)      (32.763.426.562)      (25.689.964.337)        5.403.401.444
        Jumlah Pendapatan (Beban) Keuangan - bersih   IDR    (118.191.717.015)     (163.961.711.076)     (139.271.018.984)      (76.404.449.543)       50.344.216.559

  LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK                           IDR   2.413.897.272.090       711.149.130.737     1.344.352.570.651     1.637.598.534.565     2.385.043.536.459

     Beban Pajak Penghasilan                         IDR    (230.962.533.714)     (114.595.459.475)     (169.650.316.194)     (190.876.372.399)     (225.176.164.088)

  LABA (RUGI) TAHUN BERJALAN                          IDR   2.182.934.738.376       596.553.671.261     1.174.702.254.456     1.446.722.162.166     2.159.867.372.371
Page 107
FAIRNESS OPINION
PT Surya Semesta Internusa Tbk
Lampiran - 10
                                                                 RASIO KEUANGAN SETELAH TRANSAKSI

                   Keterangan                       2024F                   2025F                2026F                2027F                2028F
Aset Lancar                                       9.875.544.738.631      10.080.687.159.129   11.007.556.330.084   12.191.020.159.511   13.874.627.477.722
Liabilitas Jangka Pendek                          1.557.763.659.758       1.517.918.255.317    1.580.764.008.389    1.594.526.747.757    1.629.064.055.824
Rasio Lancar                                                   6,34                    6,64                 6,96                 7,65                 8,52
*)Disajikan dalam kali

                   Keterangan                       2024F                   2025F                2026F                2027F                2028F
Aset Lancar                                       9.875.544.738.631      10.080.687.159.129   11.007.556.330.084   12.191.020.159.511   13.874.627.477.722
Persediaan                                        2.641.131.829.134       2.881.837.316.759    2.630.459.751.111    2.326.015.197.772    1.734.315.075.050
Liabilitas Jangka Pendek                          1.557.763.659.758       1.517.918.255.317    1.580.764.008.389    1.594.526.747.757    1.629.064.055.824
Rasio Cepat                                                    4,64                    4,74                 5,30                 6,19                 7,45
*)Disajikan dalam kali

                   Keterangan                       2024F                   2025F                2026F                2027F                2028F
Kas dan setara kas                                5.423.908.708.864       5.402.191.570.123    6.486.824.408.790    7.861.998.108.557   10.121.124.817.356
Liabilitas Jangka Pendek                          1.557.763.659.758       1.517.918.255.317    1.580.764.008.389    1.594.526.747.757    1.629.064.055.824
Rasio Kas                                                      3,48                    3,56                 4,10                 4,93                 6,21
*)Disajikan dalam kali

Rasio Likuiditas                                   2024F                   2025F                2026F                2027F                2028F
Rasio Lancar                                                   6,34                    6,64                 6,96                 7,65                 8,52
Rasio Cepat                                                    4,64                    4,74                 5,30                 6,19                 7,45
Rasio Kas                                                      3,48                    3,56                 4,10                 4,93                 6,21
*)Disajikan dalam kali                       ,

                  Keterangan                        2024F                   2025F                2026F                2027F                2028F
Pendapatan                                        7.947.117.146.894       5.285.094.795.121    6.586.851.362.935    7.097.208.840.796    8.221.364.795.424
Piutang Usaha                                     1.525.937.617.412       1.503.368.966.131    1.595.164.310.023    1.706.974.022.686    1.721.114.583.584
Rasio Perputaran Piutang Usaha                                   70                     104                   88                   88                   76
*)Disajikan dalam hari

                  Keterangan                        2024F                   2025F                2026F                2027F                2028F
Beban Pokok Pendapatan                            4.572.129.266.243       3.562.283.918.725    4.098.303.913.716    4.304.251.480.303    4.745.890.946.780
Persediaan                                        2.641.131.829.134       2.881.837.316.759    2.630.459.751.111    2.326.015.197.772    1.734.315.075.050
Rasio Perputaran Persediaan                                     211                     295                  234                  197                  133
*)Disajikan dalam hari

                  Keterangan                        2024F                   2025F                2026F                2027F                2028F
Beban Pokok Pendapatan                            4.572.129.266.243       3.562.283.918.725    4.098.303.913.716    4.304.251.480.303    4.745.890.946.780
Utang Usaha                                         559.996.155.481         569.509.172.640      594.734.207.189      615.289.974.893      574.552.033.598
Rasio Perputaran Utang Usaha                                     45                      58                   53                   52                   44
*)Disajikan dalam hari

                 Rasio Aktivitas                   2024F                   2025F                2026F                2027F                2028F
Rasio Perputaran Piutang Usaha                                  70                     104                   88                   88                   76
Rasio Perputaran Persediaan                                    211                     295                  234                  197                  133
Rasio Perputaran Utang Usaha                                    45                      58                   53                   52                   44
*)Disajikan dalam hari

                   Keterangan                       2024F                   2025F                2026F                2027F                2028F
Jumlah Liabilitas                                 3.171.835.742.621       3.278.447.431.521    2.887.677.377.166    2.521.171.754.733    2.054.935.718.637
Jumlah Aset                                      12.776.232.049.460      13.463.013.269.021   14.229.752.025.423   15.292.230.045.255   16.967.535.883.130
Rasio Liabilitas terhadap Aset                               24,83%                  24,35%               20,29%               16,49%               12,11%
*)Disajikan dalam persen

                   Keterangan                       2024F                   2025F                2026F                2027F                2028F
Jumlah Liabilitas                                 3.171.835.742.621       3.278.447.431.521    2.887.677.377.166    2.521.171.754.733    2.054.935.718.637
Jumlah Ekuitas                                    9.604.396.306.839      10.184.565.837.501   11.342.074.648.257   12.771.058.290.523   14.912.600.164.494
Rasio Liabilitas terhadap Ekuitas                            33,02%                  32,19%               25,46%               19,74%               13,78%
*)Disajikan dalam persen

                  Rasio Leverage                   2024F                   2025F                2026F                2027F                2028F
Rasio Liabilitas terhadap Aset                              24,83%                  24,35%               20,29%               16,49%               12,11%
Rasio Liabilitas terhadap Ekuitas                           33,02%                  32,19%               25,46%               19,74%               13,78%

                Keterangan                          2024F                   2025F                2026F                2027F                2028F
Laba Bruto                                        3.374.987.880.651       1.722.810.876.396    2.488.547.449.219    2.792.957.360.493    3.475.473.848.645
Pendapatan                                        7.947.117.146.894       5.285.094.795.121    6.586.851.362.935    7.097.208.840.796    8.221.364.795.424
Margin Laba Bruto                                            42,47%                  32,60%               37,78%               39,35%               42,27%

               Keterangan                           2024F                   2025F                2026F                2027F                2028F
Laba Usaha                                        2.532.088.989.105         875.110.841.813    1.483.623.589.635    1.714.002.984.108    2.334.699.319.901
Pendapatan                                        7.947.117.146.894       5.285.094.795.121    6.586.851.362.935    7.097.208.840.796    8.221.364.795.424
Margin Laba Usaha                                            31,86%                  16,56%               22,52%               24,15%               28,40%

                Keterangan                          2024F                   2025F                2026F                2027F                2028F
Laba Bersih                                       2.182.934.738.376         596.553.671.261    1.174.702.254.456    1.446.722.162.166    2.159.867.372.371
Pendapatan                                        7.947.117.146.894       5.285.094.795.121    6.586.851.362.935    7.097.208.840.796    8.221.364.795.424
Margin Laba (Rugi) Bersih                                    27,47%                  11,29%               17,83%               20,38%               26,27%

                  Keterangan                        2024F                   2025F                2026F                2027F                2028F
Laba (Rugi) Bersih                                2.182.934.738.376         596.553.671.261    1.174.702.254.456    1.446.722.162.166    2.159.867.372.371
Jumlah Aset                                      12.776.232.049.460      13.463.013.269.021   14.229.752.025.423   15.292.230.045.255   16.967.535.883.130
Rasio Pengembalian terhadap Jumlah Aset                      17,09%                   4,43%                8,26%                9,46%               12,73%

                  Keterangan                        2024F                   2025F                2026F                2027F                2028F
Laba (Rugi) Bersih                                2.182.934.738.376         596.553.671.261    1.174.702.254.456    1.446.722.162.166    2.159.867.372.371
Jumlah Ekuitas                                    9.604.396.306.839      10.184.565.837.501   11.342.074.648.257   12.771.058.290.523   14.912.600.164.494
Rasio Pengembalian terhadap Jumlah Ekuitas                   22,73%                   5,86%               10,36%               11,33%               14,48%

             Rasio Profitabilitas                  2024F                   2025F                2026F                2027F                2028F
Margin Laba Bruto                                           42,47%                  32,60%               37,78%               39,35%               42,27% 38,89%
Margin Laba (Rugi) Usaha                                    31,86%                  16,56%               22,52%               24,15%               28,40% 24,70%
Margin Laba (Rugi) Bersih                                   27,47%                  11,29%               17,83%               20,38%               26,27% 20,65%
Rasio Pengembalian terhadap Jumlah Aset                     17,09%                   4,43%                8,26%                9,46%               12,73% 10,39%
Rasio Pengembalian terhadap Jumlah Ekuitas                  22,73%                   5,86%               10,36%               11,33%               14,48% 12,95%
Page 108
FAIRNESS OPINION
PT Surya Semesta Internusa Tbk
Lampiran - 11
Proformas Laporan Keuangan 31 Desember

                                                                              Nilai Buku                                                 Proforma
                                                                                                           Penyesuaian
                                                                          31 Desember 2023                                           31 Desember 2023

   ASSET
   Aset Lancar
      Kas dan setara kas                                                           1.219.048.850.104          1.287.623.040.428            2.506.671.890.532
      Piutang usaha - pihak ketiga                                                     311.038.212.812                                      311.038.212.812
      Tagihan bruto kepada pemberi kerja                                               758.598.718.146                       -              758.598.718.146
      Aset keuangan lancar lainnya - pihak ketiga                                      129.446.433.942                       -              129.446.433.942
      Piutang retensi                                                                  372.949.507.766                                      372.949.507.766
      Persediaan                                                                       313.839.608.488                       -              313.839.608.488
      Uang muka                                                                         30.403.738.665                       -               30.403.738.665
      Pajak dibayar dimuka                                                              64.669.990.128                       -               64.669.990.128
      Biaya dibayar dimuka                                                              34.891.388.835                       -               34.891.388.835
         Jumlah Aset Lancar                                                        3.234.886.448.886           1.287.623.040.428            4.522.509.489.314


   Aset Tidak Lancar
      Aset pajak tangguhan                                                              19.079.445.401                       -               19.079.445.401
      Investasi pada entitas asosiasi                                                   57.238.580.443                       -               57.238.580.443
      Investasi saham                                                                       92.776.989                       -                   92.776.989
      Investasi pada ventura bersama                                                    35.749.815.455                       -               35.749.815.455
      Tanah untuk pengembangan                                                    3.092.113.111.615                          -             3.092.113.111.615
      Properti investasi                                                               691.243.467.410                       -              691.243.467.410
      Aset tetap                                                                  1.047.669.113.597                          -             1.047.669.113.597
      Aset hak guna                                                                     75.606.564.073                       -               75.606.564.073
      Uang muka lain - lain                                                             94.383.545.357                       -               94.383.545.357
      Aset tidak lancar lainnya                                                         68.710.260.054          (36.500.000.000)             32.210.260.054
         Jumlah Aset Tidak Lancar                                                   5.181.886.680.394 -           36.500.000.000            5.145.386.680.394


   JUMLAH ASET                                                                      8.416.773.129.280          1.251.123.040.428            9.667.896.169.708


   LIABILITAS DAN EKUITAS
   Liabilitas
   Liabilitas Jangka Pendek
      Pinjaman bank jangka pendek                                                      149.796.265.451                       -              149.796.265.451
      Utang usaha - pihak ketiga                                                       531.186.102.701                       -              531.186.102.701
      Liabilitas keuangan jangka pendek lainnya - pihak ketiga                          78.179.887.368                       -               78.179.887.368
      Uang muka dari pelanggan                                                          23.473.077.405                       -               23.473.077.405
      Liabilitas bruto kepada pemberi kerja                                             15.512.475.997                       -               15.512.475.997
      Utang pajak                                                                       93.121.485.688           21.661.173.630             114.782.659.318
      Beban akrual                                                                      46.870.652.555                       -               46.870.652.555
      Pinjaman jangka panjang yang jatuh tempo dalam waktu setahun
         - Bank dan sindikasi                                                           224.670.081.471         (134.634.544.322)             90.035.537.149
         - Utang lain - lain pihak ketiga                                                  638.555.000                        -                  638.555.000
         - Liabilitas sewa                                                               17.615.402.042                       -               17.615.402.042
      Uang muka proyek                                                                 322.756.083.370                       -              322.756.083.370
      Pendapatan ditrima dimuka - jangka pendek                                         17.241.316.360                       -               17.241.316.360
         Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                           1.521.061.385.408            (112.973.370.692)           1.408.088.014.716


   Liabilitas Jangka Panjang
      Liabilitas keuangan jangka panjang lainnya - pihak ketiga                         27.492.962.147                       -               27.492.962.147
      Liabilitas pajak tangguhan                                                         1.008.435.061                       -                1.008.435.061
      Pinjaman jangka panjang setelah dikurangi yang jatuh tempo dalam waktu setahun
         - Bank dan sindikasi                                                      2.151.153.216.931           (1.681.315.249.026)           469.837.967.905
         - Utang lain - lain pihak ketiga                                                  158.550.000                        -                  158.550.000
         - Liabilitas sewa                                                               66.012.495.881                       -               66.012.495.881
      Jaminan pelanggan                                                                 41.717.258.011                       -               41.717.258.011
      Liabilitas imbalan kerja                                                         163.616.849.333                       -              163.616.849.333
      Pendapatan diterima dimuka jangka panjang - net                                    1.097.607.685                       -                1.097.607.685
         Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                          2.452.257.375.049           (1.681.315.249.026)           770.942.126.023


         JUMLAH LIABILITAS                                                         3.973.318.760.457           (1.794.288.619.718)          2.179.030.140.739


   EKUITAS
      Modal saham                                                                      588.156.180.000                       -              588.156.180.000
      Tambahan modal disetor                                                           290.374.540.166                       -              290.374.540.166
      Selisih transaksi dengan pihak non-pengendali                                    187.359.421.761        1.230.271.772.215            1.417.631.193.976
      Saham treasuri                                                                   (68.012.645.746)                                      (68.012.645.746)
      Saldo laba
         - Ditentukan penggunannya                                                       40.000.000.000                       -               40.000.000.000
         - Tidak ditentukan penggunannya                                           2.946.505.619.491              61.284.672.435            3.007.790.291.926
      Penghasilan komprehensif lain                                                     22.623.715.886                       -               22.623.715.886
      Kepentingan non-pengendali                                                       436.447.537.265        1.753.855.215.496            2.190.302.752.761
         JUMLAH EKUITAS                                                            4.443.454.368.823           3.045.411.660.146            7.488.866.028.969


   JUMLAH LIABILITAS & EKUITAS                                                     8.416.773.129.280           1.251.123.040.428            9.667.896.169.708

   Check Balance                                                                                    -                         -                           -
Page 109
FAIRNESS OPINION
PT Surya Semesta Internusa Tbk
Lampiran - 12
Proformas Laporan Keuangan 31 Desember 2023

                                                       Nilai Buku                                         Proforma
                                                                              Penyesuaian
                                                   31 Desember 2023                                   31 Desember 2023

  PENDAPATAN USAHA                                       4.537.653.827.301                     -            4.537.653.827.301

  BEBAN LANGSUNG                                        (3.210.471.315.180)                    -           (3.210.471.315.180)

  LABA KOTOR                                             1.327.182.512.121                     -            1.327.182.512.121

     Beban penjualan                                      (79.414.433.641)                    -              (79.414.433.641)
     Beban umum dan administrasi                         (653.193.403.307)        (32.050.206.652)          (685.243.609.959)
     Penghasilan lainnya                                  43.252.933.394          114.996.052.717           158.248.986.111
     Beban lainnya                                        (48.334.508.834)                    -              (48.334.508.834)

  LABA USAHA                                              589.493.099.733           82.945.846.065           672.438.945.798

     Beban pajak final                                    (96.949.371.406)                    -              (96.949.371.406)
     Beban keuangan                                      (207.490.545.720)                    -             (207.490.545.720)
     Bagian rugi entitas asosiasi                          (6.157.935.131)                    -               (6.157.935.131)
     Bagian laba (rugi) entitas ventura bersama            (3.794.698.038)                    -               (3.794.698.038)

  LABA SEBELUM PAJAK                                      275.100.549.438           82.945.846.065           358.046.395.503

     Beban pajak penghasilan                              (43.554.786.185)        (21.661.173.630)           (65.215.959.815)

  LABA TAHUN BERJALAN                                     231.545.763.253           61.284.672.435           292.830.435.688

File

File Open PDF
Source IDX
Size3.64 MB
Published11 Jun 2024
Pages109
Characters329,469
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 80 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org SURYA SEMESTA INTERNUSA TBK · Nama Perusahaan p.1 ×298
linked org Bank Mandiri p.8 ×19
linked person Amir Abadi Jusuf p.33 ×12
linked person Wilson Effendy · Direktur p.35 ×3
linked — GSI S/A Intrepid p.41
linked org DBS Bank Ltd. S/A p.41
linked person The Jok Tung · Direktur p.41 ×4
linked person Johannes Suriadjaja · Presiden Direktur p.41 ×4
linked person Ir. Eddy Purwana Wikanta · Wakil Presiden Direktur p.41 ×3
linked person Sonny Satia Negara · Direktur p.41 ×3
linked org Bank CIMB Niaga p.43
linked org Ciputra Development Tbk p.91 ×2
linked org Agung Podomoro Land Tbk p.91 ×2
linked org Bumi Serpong Damai Tbk p.91 ×2
linked org Intiland Development Tbk p.91 ×2
linked org Jaya Real Property Tbk p.91 ×2
linked org Lippo Karawaci Tbk p.91 ×2
linked org Pakuwon Jati Tbk p.91 ×2
linked org Summarecon Agung Tbk p.91 ×2
linked org PT Puradelta Lestari p.91
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.2 ×8
possible org Negara Republik Indonesia p.3 ×3
possible org Bursa Efek Indonesia p.29 ×2
possible org Pemerintah Republik Indonesia p.40
possible org DBS Bank Ltd. p.41
unresolved org PT Suryacipta Swadaya Untuk Dipergunakan Oleh p.1
unresolved org TOTO SUHARTO & REKAN p.1 ×4
unresolved org PT Suryacipta Swadaya. p.2 ×10
unresolved org PT Puri Bumi Lestari p.2 ×9
unresolved org KJPP Toto Suharto dan Rekan p.2 ×2
unresolved org KJPP Toto Suharto p.2 ×11
unresolved org PT Anarawata Puspa Utama p.2 ×2
unresolved org Bank SCS p.3 ×2
unresolved org Kantor Akuntan Publik Amir p.4
unresolved org Mawar dan Rekan p.5 ×4
unresolved org Kota Nusantara p.6 ×4
unresolved org Bank Indonesia p.7 ×24
unresolved org Bank Sindikasi p.8 ×9
unresolved org Rekan Ir. Toto Suharto. p.9
unresolved person Ir. Toto Suharto., M.Sc., MAPPI (Cert.) · Pimpinan Rekan p.9
unresolved person Ufik Kurniasih p.15 ×2
unresolved person CSA. p.15 ×2
unresolved org Kementerian Keuangan B. Penilai p.17
unresolved — Ekonomika p.17
unresolved org Kementerian Keuangan RI p.18
unresolved org Identifikasi Status Penilai KJPP Toto Suharto & Rekan p.28
unresolved org PT Actual Kencana Appraisal p.28
unresolved org Jasa Penilai Toto Suharto & Rekan p.28
unresolved org Menteri Keuangan p.28 ×3
unresolved org Kantor Jasa Penilai Publik Toto Suharto & Rekan p.28
unresolved org Kantor Jasa Penilai Publik Toto Suharto p.28
unresolved org PT Multi Investments Limited p.29
unresolved — Bab I - Pendahuluan p.29
unresolved org PT Suryacipta p.30 ×4
unresolved org KJPP TnR p.31 ×15
unresolved org Kantor Akuntan Publik Amir Abadi Jusuf p.33 ×3
unresolved org Mawar & Rekan p.34 ×5
unresolved org KJPP TnR. Bab I p.36
unresolved person Umi Sutamto p.39
unresolved person Subagio Reksodiputro p.39
unresolved org PT Multi Investments Ltd. Akta p.39
unresolved org Menteri Kehakiman Republik Indonesia p.39
unresolved person Kumala Tjahjani Widodo · Notaris p.39 ×2
unresolved org Kementerian p.39
unresolved org Menteri Investasi p.40
unresolved org Sentral Efek Indonesia p.40
unresolved org PT Arman Investments p.41
unresolved org PT Arman Investments Utama p.41
unresolved org PT Persada p.41
unresolved org Reksa Dana Syariah HPAM p.41
unresolved person Ir. Hagianto Kumala · Presiden Komisaris p.41 ×2
unresolved person Crescento Hermawan · Presiden Komisaris p.41 ×2
unresolved person Steen Dahl Poulsen · Komisaris p.41
unresolved person Frans Bedjo Wiantono · Komisaris p.41
unresolved person Irawan Chandra · Komisaris Independen p.41
unresolved org Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.42
unresolved org PT Dwimuria Utama Andalan p.42
unresolved org Bank Indonesia Triwulan IV p.46

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

Rule parser Needs review confidence 0.500 16387 ms 12 Sep 2026 23:02
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
 'appraiser_name': '',
 'assets': [{'area_sqm': None,
             'category': 'OTHER',
             'description': 'dalam Pendapat Kewajaran ini dimana Perseroan '
                            'merencanakan untuk'}],
 'currency': None,
 'fact_type': '',
 'issuer_name': '',
 'kind': 'MATERIAL',
 'kjpp_name': '',
 'letter_number': '',
 'object_text': 'dalam Pendapat Kewajaran ini dimana Perseroan merencanakan '
                'untuk',
 'object_truncated': True,
 'parties': [],
 'pct_of_equity': None,
 'reference_period': '',
 'requires_rups': None,
 'rups_date': None,
 'ticker': '',
 'transaction_date': None,
 'valuation_date': '2023-12-31',
 'value': '169.81'}
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result