Skip to content
Back to announcement

20260518_TRJA_Laporan Informasi dan Fakta Material_32091985_lamp2.pdf

Other Text extracted TRJA

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 54

Page 1
                 LAPORAN
           No. ID&R/FS/V/080526-01
           STUDI KELAYAKAN ATAS
  RENCANA PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA
KODE KBLI 49429, KBLI 49422 DAN KBLI 49229

       PT TRANSKON JAYA Tbk
Page 2
                                                                               Graha ROI Formula 3rd Floor Suite 302
                                                                               Jl. Sultan Iskandar Muda No. 222
                                                                               Jakarta 12240
                                                                               Ph. +62 21 7245677 / 6611883
                                                                               Fax. +62 21 7253689 / 6622016




Ref. No. ID&R/FS/V/080526-01                                                         Jakarta, 8 Mei 2026

Kepada Yth,
Direksi
PT TRANSKON JAYA Tbk
Jl. Mulawarman Kompleks Hidup Baru No. 21
Manggar, Kec. Balikpapan Timur
Kota Balikpapan
Kalimantan Timur 76116

Dengan hormat,

Dalam rangka pelaksanaan transaksi dan untuk memenuhi ketentuan-ketentuan yang diatur dalam Peraturan
OJK No. 17/POJK.04/2020, PT Transkon Jaya Tbk (“Perseroan”) telah menunjuk KJPP Ihot Dollar & Raymond
(“ID&R”), sebagai Penilai Independen berdasarkan Surat Izin Usaha dari Menteri Keuangan
No. 1408/KM.1/2012 tanggal 27 November 2012 untuk memberikan pendapat atas kelayakan Rencana
Penambahan Kegiatan Usaha Perseroan, sesuai dengan Surat Penugasan No. 041R2/III/FS/26/KJPPID&R
tertanggal 11 Maret 2026. Terkait pemenuhan POJK NO.35/POJK.04/2020 pasal 6 huruf a., maka Laporan
Studi Kelayakan ini kami terbitkan kembali sebagai bentuk revisi atas laporan yang telah kami terbitkan
sebelumnya dengan No. ID&R/FS/IV/130426-01 tertanggal 13 April 2026, untuk menanggapi surat OJK No.S-
135/PM.211/2026 tertanggal 4 Mei 2026 perihal perubahan dan/atau tambahan informasi atas rencana
penambahan kegiatan usaha Perseroan.

Identitas Pemberi Tugas
Nama              : PT Transkon Jaya Tbk
Bidang usaha      : Penyewaan dan sewa guna usaha tanpa hak opsi mobil, bus, truk dan sejenisnya
Alamat            : Jl. Mulawarman Kompleks Hidup Baru No. 21, Manggar, Kec. Balikpapan Timur,
                    Kota Balikpapan, Kalimantan Timur 76116
Telepon           : (62) 542-770401
Faksimili         : (62) 542-770403
Website           : https://www.transkon-rent.com/
Email             : corporatesecretary@transkon-rent.com

Identitas Pengguna Laporan
Pengguna laporan ini mencakup Perseroan, Instansi Pemerintah dan Masyarakat.

Maksud dan Tujuan Penilaian
Maksud penilaian adalah untuk penyusunan studi kelayakan terkait penambahan kegiatan usaha angkutan
darat lainnya untuk penumpang (KBLI 49429), angkutan sewa (KBLI 49422), dan angkutan bus tidak dalam
trayek lainnya (KBLI 49229) oleh Perseroan. Tujuan penilaian adalah untuk memenuhi ketentuan yang diatur
dalam Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 mengenai penambahan kegiatan usaha.

Objek Penilaian
Penambahan kegiatan usaha Perseroan dalam hal angkutan darat lainnya untuk penumpang (KBLI 49429),
angkutan sewa (KBLI 49422) dan angkutan bus tidak dalam trayek lainnya (KBLI 49229) per tanggal cut-off.
Page 3
Tanggal Penilaian

Tanggal pisah batas (cut off date) penilaian adalah per 31 Desember 2025, dimana batas tersebut diambil
atas dasar pertimbangan kepentingan dan tujuan penilaian.

Analisa Kelayakan Penambahan 3 Kode KBLI Baru

Dalam melaksanakan penugasan ini, ID&R melakukan analisa kelayakan penambahan kegiatan usaha
Perseroan yang didasarkan pada proyeksi keuangan Perseroan selama 5 tahun sehubungan dengan rencana
penambahan Kode KBLI 49429, 49422 dan 49229 (“Rencana Penambahan 3 Kode KBLI”).

Untuk mengevaluasi kelayakan investasi pada Rencana Penambahan 3 Kode KBLI digunakan 3 (tiga)
indikator yaitu Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR) dan Profitability Index (PI), yang
didasarkan pada nilai kini arus kas bersih yang diproyeksikan untuk periode tahun 2026-2030. Penggunaan
NPV berarti mengukur nilai kini dari pengeluaran investasi dan manfaat bisnis yang digambarkan oleh
proyeksi manfaat netto.

Nilai NPV mencerminkan selisih dari nilai sekarang arus kas masa datang dengan nilai investasi. Jika nilai
NPV positif maka investasi tersebut layak dilaksanakan sedangkan jika nilai NPV negatif, investasi tersebut
sebaiknya tidak dilaksanakan. Nilai IRR mencerminkan besarnya tingkat bunga yang apabila digunakan untuk
mendiskonto seluruh selisih kas masuk akan menghasilkan jumlah kas yang sama dengan jumlah investasi.
Jika IRR lebih besar dari WACC, maka Rencana ini layak dilaksanakan dan apabila IRR lebih kecil dari WACC
maka Rencana ini sebaiknya tidak dilaksanakan. PI merupakan rasio yang digunakan untuk mengetahui nilai
tambah dari investasi yang dilakukan. Dalam menganalisis PI suatu investasi maka kelayakan dapat dinilai
apabila nilai PI lebih dari 1. Jika PI lebih besar dari 1, maka investasi tersebut dapat disimpulkan layak untuk
dilaksanakan.

Analisa kelayakan dapat dilakukan berdasarkan perhitungan kelayakan investasi Perseroan dan
perbandingan antara rasio kinerja proyeksi keuangan dalam kondisi tanpa adanya Rencana Penambahan 3
Kode KBLI dan dengan adanya penambahan Rencana Penambahan 3 Kode KBLI tersebut. Kelayakan
rencana usaha Perseroan dihitung dengan menggunakan tiga indikator yaitu Net Present Value (NPV),
Internal Rate of Return (IRR) dan Profitability Index (PI), dengan ringkasan sebagai berikut:

         Keterangan                        NPV (Rp)                     IRR (%)                  PI
  Penambahan Usaha
  Baru - Kode KBLI 49429,           95.618.080.409                       26,5%                  3,16
  49422 dan 49229
Berdasarkan tabel di atas, NPV menunjukkan nilai positif, IRR lebih tinggi daripada WACC dan PI lebih dari
1, dengan demikian investasi tersebut layak.

Berdasarkan hasil kajian dan analisa yang telah dilakukan terhadap seluruh aspek yang terkait dalam rangka
menentukan kelayakan usaha, kami berpendapat bahwa Rencana Penambahan 3 Kode KBLI Baru yang akan
dilakukan oleh Perseroan dinilai “layak”.

Mengingat bahwa ada kemungkinan terjadinya perbedaan waktu dari tanggal laporan ini disusun dengan
pelaksanaan rencana usaha, maka kesimpulan di atas berlaku bila tidak ada perubahan yang memiliki
dampak yang signifikan terhadap nilai dan hubungan manajemen Perseroan dengan pelaksanaan rencana
usaha, yang meliputi kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis dan keuangan, peraturan
Pemerintah Indonesia dan perubahan organisasi dan/atau manajemen Perseroan setelah tanggal laporan ini
dikeluarkan. Studi kelayakan atas Rencana Penambahan 3 Kode KBLI mungkin akan berbeda jika setelah
tanggal laporan dikeluarkan terjadi perubahan-perubahan tersebut di atas.
Page 4
Laporan ini berdasarkan asumsi bahwa semua informasi keuangan dan informasi lain yang diberikan
Perseroan atau yang tersedia secara umum adalah lengkap dan akurat; tidak ada perubahan kondisi pasar
dan perekonomian, peraturan perpajakan, manajemen dan kebijakan akuntansi; serta terpenuhinya semua
kondisi dan kewajiban Perseroan dan semua pihak yang terlibat dalam Rencana Penambahan 3 Kode KBLI.

Laporan ini disiapkan secara obyektif dan karenanya tidak sah di bawah kondisi lainnya, dan tidak dapat
digunakan maupun dikutip untuk tujuan lainnya tanpa persetujuan tertulis dari ID&R. Kami tidak diwajibkan
untuk memperbaharui laporan ini berdasarkan kejadian yang terjadi setelah tanggal laporan ini.




Hormat kami,

KJPP Ihot Dollar & Raymond




Raymond Yoranouw, MBT, MAPPI (Cert.)
Senior Partner
Ijin Penilai    : B-1.09.00113
MAPPI           : 03-S-01751
STTD OJK        : STTD.PB-13/PM.2/2018
Page 5
                                   PERNYATAAN PENILAI

Berdasarkan pengetahuan kami atas penugasan penilaian, dengan ini kami menyatakan bahwa:
▪    Seluruh pendapat yang kami nyatakan dalam laporan ini, baik mengenai perhitungan dan
     analisis, kesimpulan atau pendapat, telah dilakukan dengan benar;
▪    Kami bertanggung jawab atas Laporan ini;
▪    Penugasan penilaian profesional telah dilakukan terhadap obyek penilaian pada tanggal
     penilaian (cut off date);
▪    Analisis telah dilakukan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam Laporan ini;
▪    Penugasan penilaian profesional telah dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundang-
     undangan yang berlaku;
▪    Perkiraan nilai yang dihasilkan dalam penugasan penilaian profesional telah disajikan sebagai
     kesimpulan nilai;
▪    Lingkup pekerjaan dan data yang dianalisa telah diungkapkan;
▪    Kesimpulan nilai telah sesuai dengan asumsi-asumsi dan kondisi pembatas;
▪    Data ekonomi dan data industri dalam Laporan ini diperoleh dari berbagai sumber yang diyakini
     Penilai dapat dipertanggungjawabkan;

Pihak-pihak di bawah ini telah bekerja secara profesional untuk membantu pihak yang
menandatangani Laporan ini:




Team Penilai:
                Lena Wijaya
                MAPPI No. 12-P-03872

                Meiliana K. Dewi
                MAPPI No. 14-P-04735




Studi Kelayakan                                                                                  i
PT Transkon Jaya Tbk
Page 6
                                                                  DAFTAR ISI

PERNYATAAN PENILAI.................................................................................................................... i
DAFTAR ISI ..................................................................................................................................... ii
1.   RINGKASAN EKSEKUTIF ...................................................................................................... 1
     1.1 IDENTITAS PEMBERI TUGAS .............................................................................................. 1
     1.2 MAKSUD DAN TUJUAN ..................................................................................................... 1
     1.3 LINGKUP PENUGASAN ..................................................................................................... 1
     1.4 ASUMSI DAN KONDISI PEMBATAS ...................................................................................... 2
     1.5 DATA DAN INFORMASI SERTA PROSEDUR YANG DIGUNAKAN .................................................. 3
     1.6 TANGGAL PENILAIAN ....................................................................................................... 3
     1.7 GAMBARAN UMUM .......................................................................................................... 4
     1.8 RENCANA PENAMBAHAN 3 KODE KBLI BARU – 49429, 49422 DAN 49229 ............................... 7
     1.9 ANALISA KELAYAKAN INVESTASI ........................................................................................ 9
     1.10 KESIMPULAN .................................................................................................................. 9
2.   GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN ..................................................................................... 11
     2.1 PENDIRIAN DAN INFORMASI UMUM ................................................................................... 11
     2.2 SUSUNAN PENGURUS DAN STRUKTUR MODAL ................................................................... 11
     2.3 KEGIATAN USAHA ......................................................................................................... 12
     2.4 POSISI KEUANGAN HISTORIS .......................................................................................... 13
     2.5 ANALISA KELAYAKAN PASAR .......................................................................................... 14
     2.6 ANALISA KELAYAKAN TEKNIS .......................................................................................... 18
     2.7 ANALISA KELAYAKAN POLA BISNIS .................................................................................. 20
     2.8 ANALISA KELAYAKAN MODEL MANAJEMEN ........................................................................ 22
     2.9 ANALISA KEUANGAN MANAJEMEN.................................................................................... 26
3. TINJAUAN INDUSTRI DAN PROSPEK USAHA ....................................................................... 28
     3.1 EKONOMI SECARA UMUM ............................................................................................... 28
     3.2 PERKEMBANGAN PASAR ANGKUTAN DARAT LAINNYA UNTUK PENUMPANG (KODE KBLI 49429). 28
     3.3 PERKEMBANGAN PASAR ANGKUTAN SEWA (KODE KBLI 49422)........................................... 29
     3.4 PERKEMBANGAN PASAR ANGKUTAN BUS TIDAK DALAM TRAYEK LAINNYA (KBLI 49229) .......... 29
     3.5 ANALISA SWOT ........................................................................................................... 30
4.   RENCANA TRANSAKSI ....................................................................................................... 32
     4.1 LATAR BELAKANG RENCANA PENAMBAHAN 3 KODE KBLI BARU ........................................... 32
     4.2 TUJUAN DAN MANFAAT .................................................................................................. 32
     4.3 TANGGAL PENILAIAN ..................................................................................................... 33
5.   PROYEKSI KEUANGAN ...................................................................................................... 34
     5.1 ASUMSI PROYEKSI KEUANGAN ........................................................................................ 34
     5.2 PROYEKSI LAPORAN POSISI KEUANGAN ........................................................................... 35
     5.3 PROYEKSI LABA RUGI.................................................................................................... 38
     5.4 PROYEKSI ARUS KAS .................................................................................................... 41
6.   ANALISA KELAYAKAN INVESTASI ..................................................................................... 43
     6.1 ANALISA INVESTASI ....................................................................................................... 43
     6.2 KELAYAKAN INVESTASI .................................................................................................. 46
     6.3 KESIMPULAN ................................................................................................................ 46
7.   SYARAT PEMBATASAN ...................................................................................................... 48




Studi Kelayakan                                                                                                                                       ii
PT Transkon Jaya Tbk
Page 7
1.    RINGKASAN EKSEKUTIF

1.1   IDENTITAS PEMBERI TUGAS
      Nama             : PT Transkon Jaya Tbk
      Bidang usaha     : Penyewaan dan sewa guna usaha tanpa hak opsi mobil, bus, truk dan
                         sejenisnya
      Alamat           : Jl. Mulawarman Kompleks Hidup Baru No. 21, Manggar,
                         Kec. Balikpapan Timur, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur 76116
      Telepon          : (62) 542-770401
      Faksimili        : (62) 542-770403
      Web site         : https://www.transkon-rent.com/
      Email            : corporatesecretary@transkon-rent.com

1.2   MAKSUD DAN TUJUAN

      KJPP Ihot Dollar & Raymond (“ID&R”) ditunjuk oleh PT Transkon Jaya Tbk (“Perseroan”)
      berdasarkan Surat Penugasan No.041R2/III/FS/26/KJPPID&R tertanggal 11 Maret 2026,
      dengan maksud melakukan penyusunan studi kelayakan terkait penambahan kegiatan usaha
      angkutan darat lainnya untuk penumpang (KBLI 49429), angkutan sewa (KBLI 49422), dan
      angkutan bus tidak dalam trayek lainnya (KBLI 49229) oleh Perseroan.

      Laporan studi kelayakan ini telah disusun berdasarkan laporan keuangan Perseroan per
      tanggal 31 Desember 2025 dan informasi lainnya berkaitan dengan rencana usaha
      sebagaimana dijabarkan dalam proyeksi keuangan dan pembahasan dalam Bab 5.

      Laporan ini disiapkan secara obyektif dan karenanya tidak sah di bawah kondisi lainnya, dan
      tidak dapat digunakan maupun dikutip untuk tujuan lainnya tanpa persetujuan tertulis dari
      ID&R.

1.3   LINGKUP PENUGASAN

      Ruang lingkup penugasan meliputi:
      ➢ Tujuan penugasan
         Memenuhi ketentuan yang diatur dalam Peraturan OJK No. 17 /POJK.04/2020 mengenai
         penambahan kegiatan usaha.
      ➢ Asumsi dan kondisi pembatas
         ▪ Menghasilkan laporan yang bersifat non-disclaimer opinion.
         ▪ Kami telah melakukan penelaahan atas data dan informasi yang digunakan dalam
           proses penilaian yang disiapkan oleh manajemen Perseroan.
         ▪ Data dan informasi yang diperoleh berasal dari sumber yang dapat dipercaya
           keakuratannya.
         ▪ Kami menggunakan proyeksi keuangan yang telah disesuaikan yang mencerminkan
           kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen dengan kemampuan
           pencapaiannya (fiduciary duty).
         ▪ Kami bertanggungjawab atas pelaksanaan penilaian dan kewajaran proyeksi keuangan


Studi Kelayakan                                                                                 1
PT Transkon Jaya Tbk
Page 8
           yang telah disesuaikan dalam laporan studi kelayakan ini.
         ▪ Kami menghasilkan laporan studi kelayakan yang terbuka untuk publik, kecuali terdapat
           informasi yang bersifat rahasia yang dapat mempengaruhi operasional perusahaan.
         ▪ Kami bertanggung jawab atas laporan studi kelayakan dan kesimpulan nilai dari
           penilaian yang dilakukan.
         ▪ Kami telah memperoleh informasi atas status hukum objek penilaian dari Perseroan.
      ➢ Dasar nilai dan premis nilai
         Untuk mengevaluasi kelayakan Rencana Penambahan 3 Kode KBLI oleh Perseroan
         digunakan 3 (tiga) indikator yaitu Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR)
         dan Profitability Index (PI), yang didasarkan pada nilai kini arus kas bersih yang
         diproyeksikan hingga tahun 2030. Penggunaan NPV berarti mengukur nilai kini dari
         pengeluaran investasi dan manfaat bisnis yang digambarkan oleh proyeksi manfaat netto.
         Nilai NPV mencerminkan selisih dari nilai sekarang arus kas masa datang dengan nilai
         investasi. Jika nilai NPV positif maka investasi tersebut layak dilaksanakan sedangkan jika
         nilai NPV negatif, investasi tersebut sebaiknya tidak dilaksanakan. Nilai IRR mencerminkan
         besarnya tingkat bunga yang apabila digunakan untuk mendiskonto seluruh selisih kas
         masuk akan menghasilkan jumlah kas yang sama dengan jumlah investasi. Jika IRR lebih
         besar dari WACC, maka Rencana ini layak dilaksanakan dan apabila IRR lebih kecil dari
         WACC maka Rencana ini sebaiknya tidak dilaksanakan. PI merupakan rasio yang
         digunakan untuk mengetahui nilai tambah dari investasi yang dilakukan. Dalam
         menganalisis PI suatu investasi maka kelayakan dapat dinilai apabila nilai PI lebih dari 1.
         Jika PI lebih besar dari 1, maka investasi tersebut dapat disimpulkan layak untuk
         dilaksanakan.

1.4   ASUMSI DAN KONDISI PEMBATAS

      ▪ Menghasilkan laporan yang bersifat non-disclaimer opinion.
      ▪ Kami telah melakukan penelaahan atas data dan informasi yang digunakan dalam proses
        penilaian yang disiapkan oleh manajemen Perseroan.
      ▪ Data dan informasi yang diperoleh berasal dari sumber yang dapat dipercaya
        keakuratannya.
      ▪ Kami menggunakan proyeksi keuangan yang telah disesuaikan yang mencerminkan
        kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen dengan kemampuan
        pencapaiannya (fiduciary duty).
      ▪ Kami bertanggungjawab atas pelaksanaan penilaian dan kewajaran proyeksi keuangan
        yang telah disesuaikan dalam laporan studi kelayakan ini.
      ▪ Kami menghasilkan laporan studi kelayakan yang terbuka untuk publik, kecuali terdapat
        informasi yang bersifat rahasia yang dapat mempengaruhi operasional perusahaan.
      ▪ Kami bertanggung jawab atas laporan studi kelayakan dan kesimpulan nilai dari penilaian
        yang dilakukan.
      ▪ Kami telah memperoleh informasi atas status hukum objek penilaian dari Perseroan.




Studi Kelayakan                                                                                   2
PT Transkon Jaya Tbk
Page 9
1.5   DATA DAN INFORMASI SERTA PROSEDUR YANG DIGUNAKAN

      Laporan studi kelayakan usaha ini didasarkan pada analisa dan perhitungan atas kelayakan
      rencana penambahan usaha Perseroan terkait 3 Kode KBLI yang dinilai sesuai dengan data
      dan informasi internal maupun eksternal antara lain:
      • Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan untuk periode 12 bulan yang berakhir pada
        tanggal 31 Desember 2024 - 2025 yang diaudit oleh KAP Rintis, Jumadi, Rianto & Rekan
        (ditandatangani oleh Dedy Lesmana, S,E,, CPA – Registrasi Akuntan Publik No.AP-1782);
        untuk periode 12 bulan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 yang diaudit oleh
        KAP Jamaludin, Ardi, Sukimto & Rekan (ditandatangani oleh Kevin Muhammad Rizka, SE,
        M.Ak., Ak., CA, CPA – Registrasi Akuntan Publik No.AP-1350; dan untuk periode 12 bulan
        yang berakhir pada tanggal 30 Desember 2022 dan 2021 yang diaudit oleh KAP Tjahjadi
        & Tamara (ditandatangani oleh Riani – Registrasi Akuntan Publik No.AP-0264); seluruhnya
        dengan opini wajar tanpa modifikasian ;
      • Rencana usaha dan proyeksi keuangan yang disusun oleh Perseroan untuk tahun 2026-
        2030;
      • Data legalitas Perseroan antara lain akta pendirian, akta perubahan terakhir, Nomor Induk
        Berusaha (NIB), Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), Surat Keterangan Domisili Usaha
        (SKDU), Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan dokumen terkait lainnya;
      • Data mengenai kegiatan Perseroan.

      Laporan dan fakta yang terkandung di dalam Laporan adalah berdasarkan informasi dan
      representasi yang disediakan oleh Perseroan dan dikompilasi oleh ID&R. Informasi yang
      terkandung dalam Laporan ini adalah benar dan akurat dalam semua hal yang material, tidak
      menyesatkan, dan bahwa tidak ada fakta lainnya, yang mana jika dihilangkan dapat membuat
      Laporan ini dan informasi atau pernyataan di dalamnya menjadi menyesatkan. Selain itu
      informasi lainnya seperti informasi pasar, industri, dan data lainnya yang diperoleh dari data
      riset dari publik domain.
      Dalam penyusunan laporan ini, telah dilakukan prosedur sebagai berikut : (i) Perseroan telah
      diberikan kesempatan untuk meminta dan mereview, dan telah menerima semua informasi
      yang diperlukan untuk memeriksa kembali keakuratan informasi atau untuk melengkapi
      informasi di dalamnya (ii) Perseroan tidak bergantung kepada Penilai atau seseorang yang
      memiliki hubungan afiliasi dengan Penilai atau pihak lain yang berafiliasi dengan Penilai
      sehubungan dengan pemeriksaan keakuratan informasi atau keputusan. Penyampaian dari
      Laporan ini atau setiap negosiasi yang dibuat berdasarkan laporan ini, dalam kondisi apapun,
      tidak dapat diimplikasikan bahwa informasi yang terkandung adalah benar setelah tanggal
      Laporan ini.
      Prosedur lain yang Penilai lakukan adalah memeriksa dan menganalisa seluruh Dokumen
      yang diberikan, Laporan Keuangan, Proyeksi Keuangan dan tiap bagian dari Rencana Usaha
      terkait Penambahan Kode KBLI 49429, 49422 dan 49229 dalam hal kewajarannya baik secara
      individu maupun secara keseluruhan sebagai satu kesatuan Rencana Penambahan 3 Kode
      KBLI.

1.6   TANGGAL PENILAIAN

      Tanggal pisah batas (cut off date) penilaian adalah per 31 Desember 2025, dimana batas

Studi Kelayakan                                                                                   3
PT Transkon Jaya Tbk
Page 10
      tersebut diambil atas dasar pertimbangan kepentingan dan tujuan penilaian.

1.7   GAMBARAN UMUM

      PT Transkon Jaya Tbk (selanjutnya disebut "Perseroan" atau "TRJA") merupakan suatu
      perseroan terbuka berkedudukan di Kota Balikpapan, yang didirikan secara sah berdasarkan
      ketentuan hukum Negara Republik Indonesia pada tahun 2002 berdasarkan Akta Pendirian
      No. 27 tanggal 14 Januari 2002, yang dibuat di hadapan Adi Gunawan, S.H., Notaris di
      Balikpapan. Akta Pendirian Perseroan telah memperoleh pengesahan dari Menteri Hukum dan
      Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sesuai dengan Surat Keputusan No. C-05700
      HT.01.01.TH.2002 tanggal 5 April 2002, telah didaftarkan dalam Daftar Perusahaan dengan
      Nomor Tanda Daftar Perusahaan 170515102352 tanggal 15 April 2002, serta telah
      diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 94, Tambahan Berita Negara
      Republik Indonesia No. 14198.

      Dalam perjalanan korporasinya, Perseroan telah melakukan serangkaian perubahan anggaran
      dasar. Perubahan anggaran dasar terakhir dinyatakan dalam Akta Pernyataan Keputusan
      Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa No. 63 tanggal 26 Juni 2024, yang dibuat di
      hadapan Buchari Hanafi, S.H., Notaris di Kota Jakarta Selatan. Akta tersebut telah
      memperoleh persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia berdasarkan Surat
      Keputusan No. AHU-0038397.AH.01.02.TAHUN 2024 tanggal 27 Juni 2024, sebagaimana
      seluruhnya terdaftar pada Daftar Perseroan No. AHU-0128351.AH.01.11.TAHUN 2024 ("Akta
      63/2024").

      Perubahan terakhir yang memuat susunan Anggota Direksi dan Dewan Komisaris dinyatakan
      dalam Akta No. 54 Tanggal 23 Mei 2025, dibuat di hadapan Notaris Buchari Hanafi, S.H.,
      Notaris di Kota Jakarta Selatan. Akta dimaksud telah memperoleh penerimaan pemberitahuan
      perubahan data perseroan dari Menteri Hukum Republik Indonesia dengan surat No. AHU-
      AH.01.09-0282549 tanggal 3 Juni 2025 dan terdaftar dalam Daftar Perseroan No. AHU-
      0121334.AH.01.11.Tahun 2025 tanggal 3 Juni 2025 ("Akta 54/2025").

      Perseroan telah memiliki Perizinan Berusaha Berbasis Risiko dengan Nomor Induk Berusaha:
      8120118101393 yang diterbitkan pada tanggal 19 November 2018 oleh Menteri Investasi dan
      Hilirisasi/ Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal.

      Sejak awal pendirian, Perseroan mengkhususkan diri dalam penyelenggaraan layanan
      penyewaan kendaraan 4x4 dan 4x2 yang melayani industri pertambangan, minyak dan gas
      bumi, konstruksi. Armada yang dikelola mencakup kendaraan ringan (light vehicle), truk ringan,
      bus, manhaul, ambulans, service body, kendaraan penyelamat, hingga kendaraan berbasis
      Electric Vehicle (EV). Perseroan telah memperoleh sertifikasi internasional yang meliputi ISO
      9001:2015, ISO 14001:2015, ISO 45001:2018, ISO 37001:2016, dan ISO 50001:2018, yang
      secara keseluruhan mencerminkan komitmen Perseroan terhadap standar layanan berkelas
      dunia.

      Entitas induk langsung Perusahaan adalah PT Samindo Resources Tbk, yang didirikan di
      Indonesia. Entitas induk utama Perusahaan adalah ST International Corporation (dahulu
      Samtan Co., Ltd.), yang berdomisili di Korea Selatan.


Studi Kelayakan                                                                                   4
PT Transkon Jaya Tbk
Page 11
      Perusahaan berdomisili di Jalan Mulawarman No. 21, Balikpapan Timur, Balikpapan,
      Kalimantan Timur.


      Kondisi Pasar

      Pertumbuhan sektor transportasi dan pergudangan yang mencapai 8,98% pada Triwulan IV
      2025 (BPS, 2025) semakin memperkuat rencana pengembangan usaha Perseroan dari
      perspektif makroekonomi. Penambahan KBLI 49429 selaras dengan agenda transformasi
      Perseroan menjadi perusahaan penyedia solusi mobilitas korporat yang terpadu dalam
      melayani pasar sektor transportasi. Dengan armada yang besar dan infrastruktur manajemen
      armada yang telah teruji, Perseroan memiliki kapasitas nyata untuk segera mengoperasikan
      layanan angkutan penumpang darat tanpa investasi modal yang signifikan.

      Di samping itu, penambahan KBLI 49422 memiliki kesiapan pelaksanaan yang sangat kuat
      karena Perseroan sudah memiliki armada light vehicle dalam jumlah besar, sistem manajemen
      pengemudi yang terstruktur, serta rekam jejak keselamatan yang konsisten terjaga. Biaya
      investasi tambahan yang diperlukan relatif minimal, terutama dalam aspek perizinan dan
      penyesuaian prosedur operasional standar. Layanan angkutan sewa juga memiliki nilai kontrak
      per unit yang lebih tinggi dibandingkan sewa kendaraan tanpa pengemudi, sehingga
      berkontribusi positif pada peningkatan margin laba Perseroan.

      Penambahan KBLI 49229 memiliki urgensi strategis yang tinggi mengingat adanya tren
      perusahaan-perusahaan besar yang semakin ketat mensyaratkan vendor transportasinya untuk
      memiliki izin usaha yang lengkap dan sesuai kategori. Ikatan Pengusaha Otobus Muda
      Indonesia (IPOMI) memprediksi industri bus Indonesia memiliki prospek cerah pada tahun 2024
      dan seterusnya, seiring dengan meningkatnya permintaan angkutan massal korporat dan
      pembangunan infrastruktur berskala besar. Dari sisi kapasitas, Perseroan sudah memiliki
      armada bus dalam jumlah memadai sehingga tidak diperlukan investasi aset baru yang
      signifikan untuk memulai layanan ini.

      Penambahan 3 Kode KBLI baru di atas secara keseluruhan ditujukan untuk melayani dan
      menjangkau pasar yang lebih luas serta meningkatkan kinerja dan sinergi perusahaan.

      Pola Bisnis
      Perseroan selama ini telah menjalankan kegiatan usaha penyewaan armada kendaraan yang
      secara fungsional mencakup layanan angkutan karyawan dan antar-jemput bagi klien-klien di
      industri pertambangan, minyak dan gas bumi, serta konstruksi melalui kode KBLI 77100.
      Namun kode KBLI tersebut tidak mencakup kegiatan usaha dengan menyertakan operator
      kendaraan sebagai bagian dari kegiatan usaha yang rencananya akan dijadikan sebagai
      tambahan kegiatan usaha Perseroan, sehingga Perseroan berencana menambahkan Kode
      KBLI 49429, 49422 dan 49229 yang dimana kode KBLI dengan numerik tersebut mencakup
      kegiatan usaha penyewaan armada kendaraan darat dengan operator.

      Penambahan tiga Kode KBLI baru yaitu 49429 (Angkutan Darat Lainnya untuk Penumpang),
      49422 (Angkutan Sewa), dan 49229 (Angkutan Bus Tidak Dalam Trayek Lainnya) merupakan
      bagian yang tidak terpisahkan dari strategi transformasi PT Transkon Jaya Tbk menjadi
      perusahaan penyedia solusi mobilitas korporat yang terlengkap, terintegrasi, dan terpercaya
      di Indonesia.

Studi Kelayakan                                                                                 5
PT Transkon Jaya Tbk
Page 12
      Ketiga penambahan KBLI ini tidak memerlukan perubahan model bisnis yang mendasar,
      melainkan merupakan formalisasi dan perluasan yang terstruktur dari kapabilitas operasional
      yang sudah dimiliki Perseroan. Dengan armada yang besar, sertifikasi internasional yang
      lengkap, rekam jejak lebih dari dua dekade, serta jaringan klien korporat yang kuat, Perseroan
      berada pada posisi yang sangat kondusif untuk mengeksekusi rencana pengembangan usaha
      ini secara efektif dan efisien.

      Didukung oleh peta ekspansi yang terstruktur - mencakup 25 entitas target di luar Kalimantan
      dengan potensi nilai kontrak mencapai Rp 58,5 miliar - strategi bisnis yang berpijak pada
      keunggulan kompetitif yang teridentifikasi, serta roadmap pertumbuhan 5 tahun ke depan yang
      terukur, Perseroan meyakini bahwa nilai perusahaan akan terus meningkat, kontribusi kepada
      pemegang saham akan semakin optimal, dan Perseroan akan terus memainkan peran
      strategis dalam mendukung kemajuan industri dan pembangunan nasional khususnya sektor
      transportasi untuk pertambangan dan industri terkaitnya.

      Kebutuhan Operasi dan Investasi

      Biaya Perseroan terkait penambahan bidang usaha utama terutama mencakup penambahan
      armada lewat skema sewa guna usaha, beban material/ pemeliharaan dan perbaikan
      kendaraan, dan beban penyusutan. Beban Pemasaran dan komponen beban usaha lainnya
      diasumsikan telah turut tercakup dalam perhitungan Perseroan secara
      keseluruhan/konsolidasian..

      Ketersediaan Tenaga Kerja

      Perseroan telah memiliki tenaga kerja dan ahli yang telah berpengalaman melaksanakan
      kegiatan usahanya, termasuk penambahan bidang usaha angkutan penumpang dan sewa
      kendaraan berikut operator (pengendaranya).

      Manajemen Kekayaan Intelektual

      Angkutan Darat Lainnya dan Sewa Kendaraan

      Hak paten Transkon Rent ikut serta dalam hak paten Perseroan, hal ini dikarenakan Transkon
      Rent merupakan unit usaha dengan kegiatan usaha yang beroperasi di bawah Perseroan.

      Peraturan Perundang-undangan Terkait

      Perseroan perlu memperhatikan dan menaati peraturan perundang-undangan yang terkait
      dengan kegiatan usahanya agar dapat menghasilkan suatu kegiatan usaha yang terkendali
      dan berkesinambungan. Berikut beberapa peraturan perundang-undangan terkait Rencana
      Penambahan 3 Kode KBLI:
      •    Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (“UUPT”), yang telah
           diubah terakhir dengan UU No.6 tahun 2023;
      •    Kitab Undang-Undang Hukum Dagang;
      •    Kitab Undang-Undang Hukum Perdata;
      •    Peraturan Badan Pusat Statistik No.7 tahun 2025;
      •    Peraturan Pemerintah No.28 tahun 2025


Studi Kelayakan                                                                                    6
PT Transkon Jaya Tbk
Page 13
      Faktor Risiko Utama

      Dalam melaksanakan kegiatan usahanya, Perseroan tidak terlepas dari risiko. Risiko-risiko
      dapat berdampak terhadap kinerja keuangan, kegiatan operasional dan prospek di masa
      mendatang. Berikut adalah risiko usaha yang dimiliki oleh Perseroan:
      1. Risiko Persaingan Usaha
      2. Risiko Operasional
      3. Risiko Sumber Daya Manusia
      4. Risiko Kredit
      5. Risiko Likuiditas
      6. Risiko Suku Bunga
      Persyaratan Modal dan Strategi Finansial

      Biaya investasi terkait penambahan kegiatan usaha sesuai Kode KBLI 49429, 49422 dan
      49229 adalah terutama dalam pengadaan armada kendaraan baru yang selama 5 tahun
      periode proyeksi keuangan diperhitungkan akan berjumlah 665 unit kendaraan (berbagai tipe)
      yang bernilai sebesar Rp 108,9 Milyar, dan kemudian selanjutnya di kisaran Rp 15-20 Milyar
      per tahunnya. Biaya Jasa Operator Kendaraan terkaitnya diproyeksikan akan terpenuhi dari
      pendapatan usaha 3 Kode KBLI baru melalui peroleh 508 orang Operator (Sopir/Driver)
      Kendaraan selama 5 tahun (atau sekitar 10 orang per bulannya).

1.8   RENCANA PENAMBAHAN 3 KODE KBLI BARU – 49429, 49422 DAN 49229

      Semakin berkembangnya usaha Perseroan merupakan dampak dari bertambahnya
      permintaan pasar atas inovasi bisnis Perseroan dalam hal solusi mobilitas bagi industri
      pertambangan nasional dan lainnya. Perseroan telah mempersiapkan strategi-strategi guna
      memenuhi kebutuhan pasar dan demi terciptanya kepuasan pelanggan (customer) Perseroan
      di antaranya dengan mempersiapkan Rencana Penambahan Usaha terkait Kode KBLI 49429,
      49422 dan 49229..

      Rencana Perseroan terkait Penambahan Usaha Kode KBLI 49429 bertujuan untuk:
       • Memperluas ruang lingkup izin usaha Perseroan agar mencakup layanan angkutan antar-
          jemput, angkutan karyawan, angkutan pemukiman, dan shuttle bus bandara.
       • Memberikan kepastian hukum atas kegiatan operasional angkutan penumpang darat
          yang akan dijalankan Perseroan.
       • Mendukung ekspansi bisnis Perseroan ke segmen layanan mobilisasi tenaga kerja di
          kawasan industri dan IKN.
       • Meningkatkan nilai dan daya saing Perseroan di hadapan klien korporat yang
          membutuhkan mitra angkutan penumpang terintegrasi.

      Perseroan menawarkan layanan angkutan karyawan one-stop-solution yang mencakup
      penyediaan armada, pengemudi terlatih bersertifikat, sistem pemantauan GPS real-time,
      manajemen jadwal, perawatan kendaraan berkala, serta pelaporan safety HSSE yang
      terintegrasi dengan standar operasional klien tambang.


Studi Kelayakan                                                                                7
PT Transkon Jaya Tbk
Page 14
      Sedangkan Rencana terkait Penambahan Usaha Kode KBLI 49422 bertujuan untuk
          • Melegalkan dan memformalkan layanan angkutan sewa dari pintu ke pintu yang akan
            dijalankan Perseroan secara operasional.
          • Membuka segmen bisnis angkutan sewa eksekutif bernilai tinggi untuk melayani direksi
            dan tamu VIP perusahaan klien.
          • Memperluas portofolio layanan Perseroan sehingga dapat memenuhi seluruh
            kebutuhan transportasi klien korporat dalam satu kontrak terintegrasi.
          • Memanfaatkan armada kendaraan ringan (light vehicle) yang sudah dimiliki Perseroan
            untuk menghasilkan pendapatan tambahan melalui layanan sewa berpengemudi.
      Penambahan KBLI 49422 memiliki kesiapan pelaksanaan yang sangat kuat karena Perseroan
      sudah memiliki armada light vehicle dalam jumlah besar, sistem manajemen pengemudi yang
      terstruktur, serta rekam jejak keselamatan yang konsisten terjaga. Biaya investasi tambahan
      yang diperlukan relatif minimal, terutama dalam aspek perizinan dan penyesuaian prosedur
      operasional standar. Layanan angkutan sewa juga memiliki nilai kontrak per unit yang lebih
      tinggi dibandingkan sewa kendaraan tanpa pengemudi, sehingga berkontribusi positif pada
      peningkatan margin laba Perseroan.

      Di samping kedua rencana di atas, penambahan usaha Kode KBLI 49229 bertujuan untuk
      mencakup angkutan bus carter, ekskursi, dan angkutan bus tidak dalam trayek lainnya yang
      tidak termasuk dalam kategori bus pariwisata (KBLI 49221). Segmen ini sangat relevan bagi
      Perseroan mengingat aktivitas transportasi massal karyawan dari dan menuju lokasi tambang,
      dari dan menuju pelabuhan atau bandara, serta perpindahan antarlokasi proyek memerlukan
      dasar perizinan yang tepat sebagaimana tercantum dalam KBLI 49229.

      Secara terinci, tujuan penambahan Kode KBLI 49229 adalah:
      •      Melegalkan layanan bus carter dan angkutan ekskursi yang akan dijalankan dan menjadi
             bagian dari operasional Perseroan dalam melayani klien korporat.
      •      Memperkuat portofolio layanan transportasi massal Perseroan untuk memenangkan
             tender angkutan bus berskala besar dari perusahaan-perusahaan tambang dan proyek
             infrastruktur.
      •      Memberikan dasar hukum yang kuat dalam pengikatan kontrak dengan klien yang
             mensyaratkan vendor transportasi memiliki izin usaha yang lengkap dan sesuai kategori.
      •      Mendukung strategi ekspansi Perseroan ke segmen transportasi massal bernilai tinggi
             yang belum terlayani secara optimal oleh operator berstandar internasional.

      Penambahan KBLI 49229 memiliki urgensi strategis yang tinggi mengingat adanya tren
      perusahaan-perusahaan besar yang semakin ketat mensyaratkan vendor transportasinya
      untuk memiliki izin usaha yang lengkap dan sesuai kategori. Ikatan Pengusaha Otobus Muda
      Indonesia (IPOMI) memprediksi industri bus Indonesia memiliki prospek cerah pada tahun
      2024 dan seterusnya, seiring dengan meningkatnya permintaan angkutan massal korporat dan
      pembangunan infrastruktur berskala besar. Dari sisi kapasitas, Perseroan sudah memiliki
      armada bus dalam jumlah memadai sehingga tidak diperlukan investasi aset baru yang
      signifikan untuk memulai layanan ini.




Studi Kelayakan                                                                                    8
PT Transkon Jaya Tbk
Page 15
1.9   ANALISA KELAYAKAN INVESTASI

      Dalam melaksanakan penugasan ini, ID&R melakukan analisa kelayakan penambahan
      kegiatan usaha Perseroan yang didasarkan pada proyeksi keuangan Perseroan selama 5
      tahun sehubungan dengan rencana penambahan Kode KBLI 49429, 49422 dan 49229
      (“Rencana Penambahan 3 Kode KBLI”).

      Untuk mengevaluasi kelayakan investasi pada Rencana Penambahan 3 Kode KBLI digunakan
      3 (tiga) indikator yaitu Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR) dan Profitability
      Index (PI), yang didasarkan pada nilai kini arus kas bersih yang diproyeksikan untuk periode
      tahun 2026-2030. Penggunaan NPV berarti mengukur nilai kini dari pengeluaran investasi dan
      manfaat bisnis yang digambarkan oleh proyeksi manfaat netto.

      Nilai NPV mencerminkan selisih dari nilai sekarang arus kas masa datang dengan nilai
      investasi. Jika nilai NPV positif maka investasi tersebut layak dilaksanakan sedangkan jika
      nilai NPV negatif, investasi tersebut sebaiknya tidak dilaksanakan. Nilai IRR mencerminkan
      besarnya tingkat bunga yang apabila digunakan untuk mendiskonto seluruh selisih kas masuk
      akan menghasilkan jumlah kas yang sama dengan jumlah investasi. Jika IRR lebih besar dari
      WACC, maka Rencana ini layak dilaksanakan dan apabila IRR lebih kecil dari WACC maka
      Rencana ini sebaiknya tidak dilaksanakan. PI merupakan rasio yang digunakan untuk
      mengetahui nilai tambah dari investasi yang dilakukan. Dalam menganalisis PI suatu investasi
      maka kelayakan dapat dinilai apabila nilai PI lebih dari 1. Jika PI lebih besar dari 1, maka
      investasi tersebut dapat disimpulkan layak untuk dilaksanakan.

      Analisa kelayakan dapat dilakukan berdasarkan perhitungan kelayakan investasi Perseroan
      dan perbandingan antara rasio kinerja proyeksi keuangan dalam kondisi tanpa adanya
      Rencana Penambahan 3 Kode KBLI dan dengan adanya penambahan Rencana Penambahan
      3 Kode KBLI tersebut. Kelayakan rencana usaha Perseroan dihitung dengan menggunakan
      tiga indikator yaitu Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR) dan Profitability
      Index (PI), dengan ringkasan sebagai berikut:

                  Keterangan                     NPV (Rp)                   IRR (%)              PI
         Penambahan Usaha
         Baru - Kode KBLI
                                              95.618.080.409                 26,5%              3,16
         49429, 49422 dan
         49229

      Berdasarkan tabel di atas, NPV menunjukkan nilai positif, IRR lebih tinggi daripada WACC dan
      PI lebih dari 1, dengan demikian rencana Perseroan tersebut dinilai layak.

1.10 KESIMPULAN

      Berdasarkan hasil kajian dan analisa yang telah dilakukan terhadap seluruh aspek yang terkait
      dalam rangka menentukan kelayakan usaha, kami berpendapat bahwa Rencana
      Penambahan 3 KBLI Baru yang akan dilakukan oleh Perseroan dinilai “layak”.




Studi Kelayakan                                                                                        9
PT Transkon Jaya Tbk
Page 16
      KEJADIAN PENTING SETELAH TANGGAL PENILAIAN
      Mengingat bahwa ada kemungkinan terjadinya perbedaan waktu dari tanggal laporan ini
      disusun dengan pelaksanaan rencana usaha, maka kesimpulan di atas berlaku bila tidak ada
      perubahan yang memiliki dampak yang signifikan terhadap nilai dan hubungan manajemen
      Perseroan dengan pelaksanaan rencana usaha, yang meliputi kondisi pasar dan
      perekonomian, kondisi umum bisnis dan keuangan, peraturan Pemerintah Indonesia dan
      perubahan organisasi dan/atau manajemen Perseroan setelah tanggal laporan ini dikeluarkan.
      Studi Kelayakan atas rencana usaha mungkin akan berbeda jika setelah tanggal laporan
      dikeluarkan terjadi perubahan-perubahan tersebut di atas.

      Dalam penyusunan Laporan Penilaian Bisnis, tidak terdapat kejadian penting yang diketahui
      maupun yang patut diketahui setelah tanggal penilaian sampai dengan tanggal laporan
      penilaian.




Studi Kelayakan                                                                              10
PT Transkon Jaya Tbk
Page 17
 2.    GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
 2.1   PENDIRIAN DAN INFORMASI UMUM

       PT Transkon Jaya Tbk (selanjutnya disebut "Perseroan" atau "TRJA") merupakan suatu
       perseroan terbuka berkedudukan di Kota Balikpapan, yang didirikan secara sah berdasarkan
       ketentuan hukum Negara Republik Indonesia pada tahun 2002 berdasarkan Akta Pendirian
       No. 27 tanggal 14 Januari 2002, yang dibuat di hadapan Adi Gunawan, S.H., Notaris di
       Balikpapan.
       Akta Pendirian Perseroan telah memperoleh pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi
       Manusia Republik Indonesia sesuai dengan Surat Keputusan No. C-05700 HT.01.01.TH.2002
       tanggal 5 April 2002, telah didaftarkan dalam Daftar Perusahaan dengan Nomor Tanda Daftar
       Perusahaan 170515102352 tanggal 15 April 2002, serta telah diumumkan dalam Berita
       Negara Republik Indonesia No. 94, Tambahan Berita Negara Republik Indonesia No. 14198.
       Dalam perjalanan korporasinya, Perseroan telah melakukan serangkaian perubahan
       anggaran dasar. Perubahan anggaran dasar terakhir dinyatakan dalam Akta Pernyataan
       Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa No. 63 tanggal 26 Juni 2024, yang
       dibuat di hadapan Buchari Hanafi, S.H., Notaris di Kota Jakarta Selatan. Akta tersebut telah
       memperoleh persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia berdasarkan Surat
       Keputusan No. AHU-0038397.AH.01.02.TAHUN 2024 tanggal 27 Juni 2024, sebagaimana
       seluruhnya terdaftar pada Daftar Perseroan No. AHU-0128351.AH.01.11.TAHUN 2024 ("Akta
       63/2024").
       Perubahan terakhir yang memuat susunan Anggota Direksi dan Dewan Komisaris dinyatakan
       dalam Akta No. 54 Tanggal 23 Mei 2025, dibuat di hadapan Notaris Buchari Hanafi, S.H.,
       Notaris di Kota Jakarta Selatan. Akta dimaksud telah memperoleh penerimaan pemberitahuan
       perubahan data perseroan dari Menteri Hukum Republik Indonesia dengan surat No. AHU-
       AH.01.09-0282549 tanggal 3 Juni 2025 dan terdaftar dalam Daftar Perseroan No. AHU-
       0121334.AH.01.11.Tahun 2025 tanggal 3 Juni 2025 ("Akta 54/2025").
       Perseroan berdomisili di Jl. Mulawarman Kompleks Hidup Baru No. 21, Manggar, Kec.
       Balikpapan Timur, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur. Perseroan mulai beroperasi secara
       komersial pada bulan Juli 2002.

2.2    SUSUNAN PENGURUS DAN STRUKTUR MODAL
       Modal dasar Perseroan adalah sebesar Rp 400.000.000.000 yang terdiri dari 4.000.000.000
       saham dengan nilai nominal Rp 100 per saham. Modal ditempatkan dan disetor penuh sebesar
       Rp 151.020.000.000 atau sebanyak 1.510.200.000 saham, dengan komposisi pemegang
       saham Perseroan adalah sebagaimana yang termuat dalam Daftar Pemegang Saham
       Perseroan yang dikeluarkan oleh PT Adimitra Jasa Korpora tanggal 31 Desember 2025, yaitu
       sebagai berikut:




 Studi Kelayakan                                                                                11
 PT Transkon Jaya Tbk
Page 18
                          Keterangan                      Jumlah Saham        Jumlah (Rp)       %
         Modal Dasar                                         4.000.000.000   400.000.000.000
         Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh
          PT Samindo Resources Tbk                           1.265.646.400   126.564.640.000    83,81
          PT Damai Investama Sukses                             85.845.400     8.584.540.000     5,68
          Publik (masing-masing kepemilikan kurang dari
                                                               158.708.200    15.870.820.000    10,51
                     5%)
            Jumlah                                           1.510.200.000   151.020.000.000   100,00
         Saham dalam Portepel                                2.489.800.000   248.980.000.000

        Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan per 31 Desember 2025 adalah sebagai
        berikut:
        Dewan Komisaris
        Presiden Komisaris                  : Jeong Subok
        Komisaris                           : Kim Hyoyeol
        Komisaris Independen                : R. Hesthi Sambodo

        Dewan Direksi
        Presiden Direktur                   : Kim Joonseok
        Direktur                            : Park Jung Ook
        Direktur                            : R. Alexander Joseph Syauta
        Direktur                            : Kim Taejae

        Dokumen dan data perijinan yang dimiliki oleh Perseroan antara lain:
        • Nomor Induk Berusaha (NIB) No. 8120118101393 yang diterbitkan tanggal
          19 November 2018 dan perubahan ke-9 tanggal 18 September 2020 yang dikeluarkan
          oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal;
        • Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) dengan NIB No. 8120118101393 tanggal terbit Izin
          Usaha Proyek Pertama 19 November 2018 dan perubahan ke-9 tanggal
          18 September 2020 yang dikeluarkan oleh Pemerintah Republik Indonesia;
        • Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) No. 002.133.597.1-725.000 yang dikeluarkan oleh
          Direktorat Jenderal Pajak;
        • Surat Keterangan Terdaftar Wajib Pajak No. S-03173/SKT-WP-CT/KPP.1405/2025
          tanggal 9 Mei 2025 yang dikeluarkan oleh Kementerian Keuangan Republik Indonesia
          Direktorat Jenderal Pajak.
        • Penambahan Kode KBLI 49422, KBLI 49429, dan KBLI 49229 (Klasifikasi Baku Lapangan
           Usaha Indonesia) wajib memperoleh perizinan dari Instansi berwenang melalui sistem
           Perizinan Berusaha Berbasis Risiko yang Terintegrasi Secara Elektronik (OSS RBA),
           menggunakan kode KBLI 2020 yang akan dikonversi menjadi kode KBLI 2025 sesuai
           dengan Perban BPS No. 7 Tahun 2025, dimana akan dilakukan pembaruan pada NIB
           dan validasi resiko atas KBLI baru yang diajukan.

2.3     KEGIATAN USAHA
        Perseroan merupakan perusahaan terbuka yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (“BEI”)
        pada tahun 2020. Sejak awal pendirian, Perseroan mengkhususkan diri dalam
        penyelenggaraan layanan penyewaan kendaraan 4x4 dan 4x2 yang melayani industri
        pertambangan, minyak dan gas bumi, konstruksi. Armada yang dikelola mencakup

Studi Kelayakan                                                                                     12
PT Transkon Jaya Tbk
Page 19
        kendaraan ringan (light vehicle), truk ringan, bus, manhaul, ambulans, service body,
        kendaraan penyelamat, hingga kendaraan berbasis Electric Vehicle (EV).

        Kendaraan-kendaraan yang disediakan Perseroan untuk kebutuhan industri pertambangan
        antara lain:
        • LV – Australian Approved ROPS 6 point Wagon & 4 point DC : perlengkapan peralatan
          tambang untuk Double Cabin atau Wagon bisa dilengkapi dengan Roll Over Protection
          System (ROPS) untuk menjaga keselamatan dan keamanan penumpang. ROPS terdiri
          dari 2 jenis yaitu ROPS untuk kendaraan Wagon menggunakan ROPS 6 titik sedangkan
          untuk kendaraan Double Cabin menggunakan ROPS 4 titik;
        • Unit modifikasi Double dan Single Cabin : untuk service unit, palfinger crane, heavy duty
          tray, drop side tray dan rescue unit;
        • Rental bus kecil dan truk : untuk penggunaan di dalam kota dan area pertambangan.

        Perseroan menjadi perusahaan penyedia LV di Indonesia yang memenuhi standar BHP
        Billion Worldwide Fatal Risk Control Policy (FRCP). Saat ini, Perseroan menyediakan rental
        kendaraan ke lebih dari 40 perusahaan tambang dan migas di seluruh Kalimantan.

        Workshop utama Perseroan terletak di Balikpapan. Perseroan juga memberikan layanan
        pendukung di Site Workshop yang tersebar di berbagai daerah di Kalimantan Timur,
        Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Jawa Timur, Sumatera Utara, Nusa Tenggara
        Barat, Sulawesi, Pulau Wetar dan Timika. Site Workshop pendukung Perseroan berada di
        Sangatta, Berau, Melak, Puruk Cahu, Tuhup dan di site-site lain yang tersebar kurang lebih
        di 44 daerah lainnya di seluruh Indonesia.

        Perseroan telah memperoleh sertifikasi internasional yang meliputi ISO 9001:2015, ISO
        14001:2015, ISO 45001:2018, ISO 37001:2016, dan ISO 50001:2018, yang secara
        keseluruhan mencerminkan komitmen Perseroan terhadap standar layanan berkelas dunia.

        Entitas induk langsung Perusahaan adalah PT Samindo Resources Tbk, yang didirikan di
        Indonesia. Entitas induk utama Perusahaan adalah ST International Corporation (dahulu
        Samtan Co., Ltd.), yang berdomisili di Korea Selatan.

2.4     POSISI KEUANGAN HISTORIS

        Berikut ini merupakan tabel ikhtisar Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan untuk
        periode 12 bulan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 - 2025 yang diaudit oleh
        KAP Rintis, Jumadi, Rianto & Rekan (ditandatangani oleh Dedy Lesmana, S,E,, CPA –
        Registrasi Akuntan Publik No.AP-1782); untuk periode 12 bulan yang berakhir pada tanggal
        31 Desember 2023 yang diaudit oleh KAP Jamaludin, Ardi, Sukimto & Rekan (ditandatangani
        oleh Kevin Muhammad Rizka, SE, M.Ak., Ak., CA, CPA – Registrasi Akuntan Publik No.AP-
        1350; dan untuk periode 12 bulan yang berakhir pada tanggal 30 Desember 2022 dan 2021
        yang diaudit oleh KAP Tjahjadi & Tamara (ditandatangani oleh Riani – Registrasi Akuntan
        Publik No.AP-0264); seluruhnya dengan opini wajar tanpa modifikasian, yang disajikan
        sebagai berikut:




Studi Kelayakan                                                                                 13
PT Transkon Jaya Tbk
Page 20
                                                                             (dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
        Keterangan                     Audited             Audited               Audited              Audited               Audited
                                        2021                2022                  2023                 2024                  2025
        Operating Higlights
        Pendapatan                    402.584.918.991     483.001.336.110      604.414.000.000      595.272.511.189       508.455.142.119
        Laba bruto                    169.248.941.098     193.286.224.800      130.646.000.000      141.136.935.410        71.612.963.519
        Laba Usaha                     83.911.585.029      79.820.850.113       58.494.000.000       75.139.601.237        20.053.443.211
        EBITDA                        219.247.977.863     230.752.461.081      230.971.000.000      272.834.626.496        44.107.547.229
        Laba Neto Tahun Berjalan       45.991.049.101      36.480.233.496        8.796.000.000       27.708.594.528         3.233.826.223
        Total Laba Pomprehensif        46.023.426.901      35.122.494.516        8.770.000.000       30.443.416.488         2.446.123.183

        Financial Position
        Aset                          646.357.408.099     873.443.134.370     1.112.287.000.000     871.496.582.591       769.510.027.627
        Aset Lancar                   171.971.969.945     294.978.631.072       272.342.000.000     213.221.398.955       183.058.143.161
        Aset Tidak Lancar             474.385.438.154     578.464.503.298       839.945.000.000     658.275.183.636       586.451.884.466
        Liabilitas                    325.371.206.685     523.315.238.440       757.313.000.000     486.078.264.940       381.645.586.793
        Liabilitas Jangka Pendek      192.617.916.688     301.893.099.648      488.572.000.000      271.024.838.932       212.361.834.202
        Liabilitas Jangka Panjang     132.753.289.997     221.422.138.792      268.741.000.000      215.053.426.008       169.283.752.591
        Ekuitas                       320.986.201.414     350.127.895.930      354.974.000.000      385.418.317.651       387.864.440.834


        Key Perfomance Ratio
        Marjin Laba Bruto                        42,0%               40,0%                 36,6%                23,7%                 14,1%
        Marjin Laba Usaha                        20,8%               16,5%                 11,9%                12,6%                  3,9%
        Marjin Laba Tahun Berjalan               11,4%                7,6%                  2,5%                 4,7%                 0,6%
        Marjin Ebitda                            54,5%               47,8%                 40,3%                45,8%                 8,7%
        Return on Assets                          7,1%                4,2%                  1,4%                 3,2%                 0,4%
        Return on Equity                          14,3%               10,4%                  5,6%                 7,2%                 0,8%
        Current Ratio                             89,3%               97,7%                 55,9%                78,7%                86,2%
        Debt to Asset Ratio                       50,3%               59,9%                 67,4%                55,8%                49,6%
        Debt to Equity Ratio                     101,4%              149,5%                280,0%               126,1%                98,4%
        Interest Coverage Ratio                   3,10                2,38                  1,47                 1,71                 0,65
        Debt Service Coverage Ratio               0,91                0,78                  0,50                 0,69                 0,18


        Debt Service
        Bunga Pinjaman                 27.027.816.224       33.499.455.463       49.063.000.000      43.902.000.000       30.682.000.000
        Pokok Pinjaman Dibayar        214.755.961.092      260.529.536.490      440.774.000.000     350.497.000.000      217.992.799.840




2.5     ANALISA KELAYAKAN PASAR

2.5.1   Kondisi Pasar

        Semakin berkembangnya usaha Perseroan merupakan dampak dari bertambahnya
        permintaan pasar atas inovasi bisnis Perseroan dalam hal solusi mobilitas bagi industri
        pertambangan nasional dan lainnya. Perseroan telah mempersiapkan strategi-strategi guna
        memenuhi kebutuhan pasar dan demi terciptanya kepuasan pelanggan (customer)

Studi Kelayakan                                                                                                                           14
PT Transkon Jaya Tbk
Page 21
        Perseroan di antaranya dengan mempersiapkan Rencana Penambahan Usaha terkait Kode
        KBLI 49429, 49422 dan 49229.

        Pangsa Pasar

        Potensi pangsa pasar untuk layanan angkutan darat penumpang korporat di Indonesia
        sangat signifikan. Sektor transportasi dan pergudangan mencatat pertumbuhan sebesar
        8,98% pada Triwulan IV-2025 (BPS), melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional.
        Pangsa pasar Perseroan terkait industri Angkutan Darat/ Sewa kendaraan berikut operator
        (driver) kendaraan adalah terutama wilayah Indonesia propinsi Kalimantan Timur,
        Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Nusa Tenggara Barat (NTB), Sumantera Utara,
        Timika, Sulawesi).
        Beberapa indikator pangsa pasar yang relevan terkait KBLI 49429 antara lain:
        – Kawasan Pertambangan Kalimantan Timur: terdapat lebih dari 1.200 Izin Usaha
        Pertambangan (IUP) aktif di Kalimantan Timur yang secara kolektif mempekerjakan ratusan
        ribu tenaga kerja, sebagian besar membutuhkan layanan angkutan karyawan reguler.
        – Proyek IKN: pembangunan Ibu Kota Nusantara diperkirakan akan mendatangkan 100.000
        hingga 200.000 tenaga kerja konstruksi pada puncak pembangunan, menciptakan
        kebutuhan angkutan karyawan yang sangat besar.
        – Pertumbuhan industri nikel dan baterai EV: kawasan industri Morowali (Sulawesi Tengah)
        dan IWIP (Halmahera) terus berkembang dan membutuhkan solusi angkutan karyawan
        terintegrasi.
        – Estimasi nilai pasar angkutan karyawan korporat di Kalimantan dan Sulawesi diperkirakan
        mencapai Rp 8-12 triliun per tahun, dengan Perseroan berpotensi meraih pangsa awal
        sebesar 5-8% dalam 3 tahun pertama ekspansi.
        Dengan posisi kompetitif yang kuat, dukungan infrastruktur operasional yang telah
        terbangun, serta reputasi yang terbukti selama lebih dari dua dekade, Perseroan memiliki
        peluang nyata untuk menjadi pemain utama dalam segmen angkutan karyawan korporat di
        wilayah Kalimantan dan Sulawesi.
        Di samping itu, pasar KBLI 49422 (Angkutan Sewa Korporat) di Indonesia menunjukkan
        pertumbuhan yang konsisten seiring dengan meningkatnya kebutuhan mobilitas profesional
        di kawasan-kawasan industri yang berkembang pesat. Beberapa data pasar yang relevan
        antara lain:
        – Pasar sewa kendaraan dengan pengemudi (chauffeur-driven) di Indonesia diestimasi
        tumbuh rata-rata 7-9% per tahun seiring dengan pertumbuhan sektor migas, tambang, dan
        konstruksi.
        – Kawasan Kalimantan Timur sebagai pusat industri migas dan calon ibu kota baru negara
        menjadi magnet investasi yang mendorong permintaan mobilitas eksekutif yang tinggi.
        – Perusahaan-perusahaan multinasional yang beroperasi di Kalimantan Timur umumnya
        mengalokasikan anggaran transportasi korporat yang signifikan, dengan standar
        keselamatan yang hanya dapat dipenuhi oleh operator berlisensi dan bersertifikasi.
        – Nilai pasar angkutan sewa korporat di Kalimantan diperkirakan mencapai Rp 3-5 triliun per
        tahun, dengan ruang pertumbuhan yang masih sangat besar mengingat rendahnya tingkat
        formalisasi operator yang ada.

Studi Kelayakan                                                                                 15
PT Transkon Jaya Tbk
Page 22
        Dengan keunggulan kompetitif berupa sertifikasi internasional, armada yang terawat, dan
        rekam jejak keselamatan yang terbukti, Perseroan berpotensi meraih pangsa pasar sebesar
        10-15% dalam 3 tahun pertama pengembangan layanan angkutan sewa di wilayah
        Kalimantan Timur.
        Kemudian pasar Kode KBLI 49229 (Angkutan bus tidak dalam trayek - bus carter dan
        ekskursi korporat) di Indonesia merupakan segmen yang sangat potensial namun masih
        terfragmentasi. Gambaran pasar yang relevan adalah sebagai berikut:
        – Industri bus Indonesia mencatat pertumbuhan positif pada 2024-2025, didukung oleh
        pemulihan aktivitas ekonomi, pembangunan infrastruktur skala nasional, dan meningkatnya
        jumlah kawasan industri baru.
        – Permintaan bus carter korporat di sektor tambang: dengan lebih dari 200 perusahaan
        tambang berskala besar yang beroperasi di Kalimantan dan Sulawesi, kebutuhan bus carter
        karyawan diperkirakan mencapai 5.000-8.000 unit operasional per hari.
        – Nilai pasar angkutan bus korporat di Kalimantan dan Sulawesi diestimasi berada di kisaran
        Rp 6-10 triliun per tahun, dengan tingkat formalisasi yang masih rendah sehingga
        memberikan ruang yang besar bagi operator berlisensi.
        – Proyeksi pangsa pasar: dengan memanfaatkan posisi terdepan di industri dan sertifikasi
        internasional yang dimiliki, Perseroan berpotensi meraih pangsa pasar sebesar 7-12% di
        wilayah operasional utama dalam 3-5 tahun ke depan.
        Secara keseluruhan, penambahan KBLI 49229 menempatkan PT Transkon Jaya Tbk pada
        posisi yang sangat strategis untuk memanfaatkan momentum pertumbuhan industri
        transportasi massal korporat di kawasan Kalimantan dan Sulawesi yang tengah mengalami
        transformasi industri yang signifikan.

        Kesinambungan

        Dengan dilakukannya penambahan usaha 3 Kode KBLI baru tersebut, Perseroan dapat
        merencanakan, mengkoordinasikan, mengkonsolidasikan, mengembangkan dan
        mengoperasikan integrasi jasa transportasi yang mempunyai landasan hukum kuat, efisien
        dan memiliki daya saing serta dapat mengoptimalkan kinerja Perseroan secara keseluruhan
        demi terciptanya keberlanjutan bisnis yang menguntungkan bagi Perseroan dan seluruh
        pemangku kepentingan.

        Potensi Pasar

        Sejalan dengan pertumbuhan industri pertambangan dan area/kawasan terkaitnya (selain
        berbagai sektor lain di kawasan target pasar yang turut membutuhkan jasa layanan
        transportasi karyawan terpadu), maka sangat dibutuhkan dan ukungan mobilitas yang dapat
        turut secara produktif memperkuat sistem operasional berbagai industri tersebut. Setelah
        diperolehnya Kode KBLI 49429, 49422 dan 49229 nanti maka Perseroan akan dapat
        menjalankan kegiatan usahanya secara optimal dengan landasan hukum yang tepat, akan
        lebih mudah dalam memperoleh pendanaan serta meningkatkan kepercayaan dari para
        pemangku kepentingan.




Studi Kelayakan                                                                                  16
PT Transkon Jaya Tbk
Page 23
         Potensi Nilai Pasar

         Dengan adanya Rencana Penambahan Bidang Usaha melalui 3 KBLI Baru, Perseroan
         diproyeksikan mencatatkan tambahan laba, yang kemudian menjadi potensi penambahan
         pada nilai pasar bagi Perseroan.

2.5.2    Pesaing Usaha
         Berdasarkan kajian internal dan masukan dari tim komersial Perseroan, kompetitor utama
         yang saat ini beroperasi dalam segmen layanan yang sama dapat dikelompokkan ke dalam
         dua kategori.
         Pertama, pemain nasional berskala besar, yaitu TRAC (Astra Rent), ASSA Rent, dan
         Indorent, yang memiliki jaringan luas, brand recognition tinggi, serta portofolio klien korporat
         yang mapan.
         Kedua, operator lokal dan regional di Kalimantan Timur yang bersaing secara agresif melalui
         penawaran harga di bawah pasar dengan struktur biaya yang lebih ramping, meskipun belum
         memiliki sertifikasi internasional yang sebanding dengan standar Perseroan.
         Analisis komparatif terhadap para kompetitor mengidentifikasi beberapa keunggulan
         struktural yang perlu diantisipasi secara proaktif oleh Perseroan, antara lain:
         ▪ Layanan pelanggan 24 jam penuh termasuk call center, penanganan komplain, dan
           layanan derek darurat yang saat ini belum sepenuhnya tersedia di Perseroan.
         ▪ Tarif sewa unit MPV dan kendaraan non-pertambangan yang lebih kompetitif, dengan
           selisih hingga Rp 2 juta per unit per bulan dibandingkan penawaran Perseroan.
         ▪ Fleksibilitas tenor kontrak: kompetitor menawarkan kontrak jangka pendek (bulanan)
           termasuk untuk unit baru, sementara Perseroan masih mensyaratkan minimum kontrak
           2-3 tahun untuk unit baru.
         ▪ Ketersediaan jaringan bengkel resmi (authorized dealer) yang lebih luas sehingga waktu
           penanganan kerusakan lebih singkat.
         ▪ Kemudahan dan kecepatan proses onboarding klien baru tanpa prosedur administrasi
           yang panjang.

2.5.3    Strategi Pemasaran
         Perseroan merencanakan beberapa strategi pemasaran dan bisnis terkait Rencana
         Penambahan 3 Kode KBLI barunya. Beberapa strategi pemasaran dan bisnis yang sedang
         dijalankan dan yang akan dijalankan Perseroan antara lain:

        1.   Peningkatan Kualitas Layanan sebagai Fondasi Utama Daya Saing
              Perseroan menetapkan peningkatan kualitas layanan secara menyeluruh sebagai pilar
              strategi kompetitif yang paling mendasar. Inisiatif konkret yang akan dijalankan
              mencakup: pengadaan layanan Call Center dan Layanan Derek 24/7 yang beroperasi
              setiap hari tanpa henti; penetapan Service Level Agreement (SLA) yang terukur di
              setiap lini layanan mulai dari kecepatan respons penawaran harga (quotation), proses


Studi Kelayakan                                                                                       17
PT Transkon Jaya Tbk
Page 24
             pembaruan kontrak (renewal), penagihan (billing), hingga penanganan insiden di
             lapangan; implementasi siklus Plan-Do-Check-Act (PDCA) yang terdokumentasi
             sebagai mekanisme perbaikan mutu berkelanjutan; serta integrasi SLA ke dalam Key
             Performance Indicator (KPI) individu seluruh karyawan lintas divisi.

        2.   Strategi Harga yang Kompetitif dan Fleksibel
             Perseroan akan menerapkan pendekatan dual-pricing strategy: mempertahankan
             premium pricing berbasis nilai (value-based) untuk unit pertambangan berspesifikasi
             tinggi (4x4 mining spec, manhaul, dan kendaraan khusus lainnya) yang tidak mudah
             direplikasi oleh kompetitor; sekaligus memperkenalkan flexible pricing dan paket
             bundling untuk segmen unit non-pertambangan (MPV, city car) guna meningkatkan
             daya saing di segmen tersebut. Perseroan juga akan mengkaji kebijakan terms of
             payment menjadi 60-90 hari kerja yang lebih sesuai dengan kebutuhan kas klien
             korporat besar.

        3.   Kesiapan dan Ketersediaan Unit (Fleet Availability)
             Perseroan menetapkan target Physical Availability (PA) unit yang sedang disewakan
             minimal sebesar 95% sebagai standar operasional yang tidak dapat dikompromikan.
             Untuk mendukung hal ini, Perseroan akan menyiapkan unit ready-to-deploy untuk tipe-
             tipe kendaraan fast-moving (minimal 2 unit per tipe: Hilux, Double Cabin, Fortuner GLS,
             Hilux Single Cabin, Innova, dan Avanza) yang dapat segera diserahkan kepada klien.
             Penanganan breakdown di lapangan akan dipercepat melalui penambahan stok suku
             cadang kritis di lokasi-lokasi operasional utama dan penetapan waktu respons maksimal
             untuk penugasan kendaraan pengganti.

        4.   Diversifikasi Segmen Pasar di Luar Tambang
             Guna mengurangi ketergantungan pada satu segmen industri dan memperluas basis
             pendapatan, Perseroan akan secara aktif menyasar segmen pasar di luar
             pertambangan, meliputi: sektor minyak dan gas bumi yang memiliki standar HSSE
             setara dengan tambang; kawasan industri dan kawasan ekonomi khusus (KEK) yang
             tumbuh pesat; serta sektor konstruksi yang terus berkembang seiring pembangunan
             IKN.

2.6     ANALISA KELAYAKAN TEKNIS

2.6.1   Penambahan Kegiatan Usaha

        Perseroan bermaksud memperkuat rangkaian kegiatan usahanya melalui penambahan 3
        Kode KBLI baru guna mengembangkan jasa layanan transportasinya di sektor industri
        berikut ini:
        • Pertambangan (Mining) - Segmen Paling Potensial
           Segmen ini merupakan core business Perseroan dan memiliki potensi pengembangan
           terbesar. Permintaan armada dari sektor pertambangan bersifat rutin, dalam volume
           besar, dan mensyaratkan standar keselamatan tinggi yang menjadi keunggulan utama
           Perseroan. Ekspansi ke lokasi-lokasi tambang baru di Berau, Bulungan, Morowali, dan
           Pomalaa akan menjadi fokus utama tahun ke-1 hingga ke-3.

Studi Kelayakan                                                                                  18
PT Transkon Jaya Tbk
Page 25
           Minyak dan Gas Bumi (Oil & Gas)
           Segmen ini memiliki standar HSSE yang sebanding dengan pertambangan, menjadikan
           Perseroan sudah memiliki kompetensi dan sertifikasi yang relevan. Klien migas di
           Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara akan menjadi target pengembangan yang
           sejalan dengan ekspansi yang sudah berjalan.


2.6.2   Ketersediaan dan Kualitas Sumber Daya

        Perseroan telah memiliki tenaga kerja yang telah berpengalaman melaksanakan kegiatan
        usahanya. Dalam rangka menjalankan Rencana Penambahan 3 Kode KBLI Baru, Perseroan
        memiliki tenaga kerja serta tenaga ahli untuk kegiatan usahanya, antara lain sebagai berikut:

        Angkutan Darat/ Sewa Kendaraan
        Terkait kegiatan usaha angkutan darat/ sewa kendaraan, jumlah karyawan Perseroan
        terhitung sebanyak 625 karyawan, yang terdiri dari Komisaris dan Direksi sebanyak 7 orang, Junior
        Management sebanyak 18 orang, Supervisor sebanyak 139 orang dan Staff sebanyak 454 orang.
        Ketersediaan Operator/ Pengemudi Kendaraan terkait penambahan 3 Kode KBLI Baru
        Pada kegiatan usaha penyediaan pengemudi, Perseroan telah memiliki karyawan dan
        pengemudi sebanyak 377 orang. Kegiatan usaha penyediaan pengemudi, dipimpin antara
        lain oleh Dewan Komisaris dan Direksi yang memiliki pengalaman kurang lebih dari 5 tahun
        di industri transportasi. Didukung oleh 3 Manajer (Manajer Finance Manajer sales, dan
        Manager Commercial) lulusan S1 yang telah memiliki pengalaman dibidang masing-masing
        kurang lebih sekitar 5 tahun.
        Penambahan operator/ pengemudi kendaraan terkait usaha 3 Kode KBLI baru diproyeksikan
        sebanyak 508 orang selama 5 tahun (atau sekitar 10 orang per bulannya).

2.6.3   Peraturan Perundang-undangan Terkait

        Perseroan perlu memperhatikan dan menaati peraturan perundang-undangan yang terkait
        dengan kegiatan usahanya agar dapat menghasilkan suatu kegiatan usaha yang terkendali
        dan berkesinambungan. Berikut beberapa peraturan perundang-undangan terkait Rencana
        Penambahan 3 Kode KBLI Baru:
        Angkutan Darat/ Sewa Kendaraan
        • Undang-Undang No. 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen;
        • Undang-Undang No. 5 Tahun 1999 Tentang Larangan Praktek Monopoli Dan Persaingan
          Usaha Tidak Sehat;
        • Undang-Undang No. 30 Tahun 1999 Tentang Arbitrase dan Alternatif Penyelesaian
          Sengketa;
        • Peraturan Pemerintah (PP) No 44 Tahun 2021 Tentang Pelaksanaan Larangan Praktek
          Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat;
        • Kitab Undang-undang Hukum Perdata.




Studi Kelayakan                                                                                       19
PT Transkon Jaya Tbk
Page 26
        Penyediaan Pengemudi terkait Tambahan 3 Kode KBLI Baru
        • Peraturan Pemerintah (PP) No. 35 Tahun 2021 tentang Perjanjian Kerja Waktu Tertentu,
          Alih Daya, Waktu Kerja dan Waktu Istirahat, dan Pemutusan Hubungan Kerja;
        • Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. KEP-101/MEN/VI/2004 tentang
          Tata Cara Perijinan Perusahaan Penyedia Jasa Pekerja/Buruh;
        • Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. KEP-102/MEN/VI/2004 tentang
          Waktu Kerja Lembur dan Upah Kerja Lembur;
        • Undang-Undang (UU) No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan;
        • UU No. 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja;
        • UU No. 16 Tahun 2011 tentang Bantuan Hukum;
        • UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan;
        • UU No. 21 Tahun 2000 tentang Serikat Pekerja/SerikatBuruh;
        • UU No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen;
        • UU No. 3 Tahun 1992 tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja;
        • UU No. 7 Tahun 1981 tentang Wajib Lapor Ketenagakerjaan di Perusahaan;
        • UU No. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja.

2.6.4   Aspek Lingkungan
        Perseroan melakukan tanggung jawab sosial (corporate social responsibility/CSR) sebagai
        wujud rasa terima kasih atas peran dan dukungan dari masyarakat sebagai salah satu
        pemangku kepentingan atas tumbuh dan berkembangnya Perseroan selama ini. Selain itu,
        untuk memenuhi prinsip tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/
        GCG), Perseroan melakukan berbagai program CSR dalam bidang ekonomi, lingkungan dan
        sosial secara progressive dan berkelanjutan terutama selama masa pandemi Covid-19. Oleh
        sebab itu, selama melakukan kegiatan operasinya, Perseroan telah melaksanakan berbagai
        program CSR antara lain penyediaan fasilitas, sarana dan prasarana untuk pelaksanaan
        mekanisme kerja sesuai protokol kesehatan demi terjaminnya kesehatan dan keselamatan
        karyawan dan pelanggan; pembagian bantuan sembako dan hewan kurban selama masa
        pandemi Covid-19, kegiatan peduli lingkungan dengan pemberdayaan kendaraan Perseroan
        untuk Kawasan Peduli Lingkungan Hidup (KWPLH) Balikpapan (Konservasi Beruang Madu),
        memberikan pengajaran di Sekolah Menengah dan Perguruan Tinggi di Balikpapan
        diantaranya SMKN Negeri 5 Balikpapan, SMK Bina Prestasi Balikpapan, berkolaborasi
        dengan Organisasi Nirlaba Internasional Global Reporting Initiative (GRI) untuk melatih
        Dosen Perguruan Tinggi, sumbangan hari raya Idul Fitri serta vaksinasi keluarga karyawan
        Perseroan dan masyarakat umum, kerjasama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota
        Balikpapan untuk mengadakan penanaman pohon di Hutan Kota Rambai Balikpapan.
        Penyelenggaraan berbagai CSR dalam 3 bidang tersebut diharapkan dapat memenuhi
        kebutuhan dan harapan stakeholders sehubungan dengan isu-isu etika, sosial dan
        lingkungan guna memudahkan pengembangan perusahaan di era globalisasi dan sekaligus
        mendukung pencapaian tujuan pembangunan nasional secara berkelanjutan.

2.7     ANALISA KELAYAKAN POLA BISNIS

        Persaingan usaha di bidang layanan angkutan darat untuk penumpang, sewa kendaraan
        berikut operator/pengemudinya cukup ketat, dimana beberapa perusahaan-perusahaan
        memiliki usaha sejenis dengan menargetkan segmen pasar yang sama maupun berbeda


Studi Kelayakan                                                                              20
PT Transkon Jaya Tbk
Page 27
        (jadi terdapat ancaman akan kemampuan pesaing untuk meniru model layanan jasa
        Perseroan). Persaingan yang cukup ketat membuat jasa yang diberikan harus memiliki daya
        saing baik dari segi harga maupun pelayanan. Untuk mencapai keberhasilan
        penambahan kegiatan usaha yang akan dilaksanakan, melalui berbagai keunggulan
        kompetitifnya, Perseroan berupaya melakukan berbagai pengembangan pada setiap
        kegiatan usaha yang dimilikinya agar terus memiliki daya saing dengan perusahaan
        lain yang sejenis. Perseroan juga memastikan prosedur operasional dan layanan berjalan
        secara optimal dan menghasilkan kualitas pelayanan yang baik. Perseroan juga melakukan
        pemantauan secara berkala untuk menjaga kualitas pelayanan sehingga mampu memenuhi
        kebutuhan dari konsumen.


2.7.1   Keunggulan Kompetitif

        Perseroan memiliki serangkaian keunggulan kompetitif yang melekat pada armadanya dan
        menjadi pembeda kuat (distinctive differentiators) di hadapan para kompetitor,
        sebagaimana diuraikan berikut ini:
        • Spesifikasi Teknis Sesuai Standar Industri Berat. Armada TRJA - terutama unit 4x4
           pertambangan (Hilux, Triton Double Cabin) - dirancang dan dipersiapkan sesuai
           persyaratan teknis operasional di lingkungan tambang dan migas yang menuntut
           kemampuan off-road, daya tahan terhadap kondisi ekstrem, dan pemenuhan standar
           keselamatan HSSE. Kemampuan customisasi spesifikasi teknis (custom spec) sesuai
           permintaan klien merupakan keunggulan yang tidak dapat dipenuhi oleh semua
           kompetitor.
        • Standar Pemeliharaan Terstruktur dan Terjadwal. Setiap unit armada menjalani inspeksi
           ganda (double inspection) sebelum diserahkan kepada klien, serta program servis
           berkala terjadwal pada interval 2.500 km dan 5.000 km. Sistem pemeliharaan preventif
           ini menjamin kondisi unit yang prima sepanjang masa kontrak.
        • Kapasitas Pemenuhan Kebutuhan Armada Skala Besar. Perseroan memiliki kapasitas
           untuk memenuhi permintaan unit dalam jumlah besar dengan memanfaatkan jaringan
           pengadaan yang terbangun dengan dealer-dealer prinsipal, memberikan keyakinan
           kepada klien multinasional bahwa Perseroan dapat menjadi mitra armada tunggal (sole
           vendor) yang andal.
        • Dukungan Sertifikasi Internasional sebagai Jaminan Mutu. Perseroan adalah salah satu
           perusahaan jasa transportasi korporat di Kalimantan yang telah memperoleh sertifikasi
           ISO 9001:2015, ISO 14001:2015, ISO 45001:2018, ISO 37001:2016, dan ISO
           50001:2018 secara bersamaan. Portofolio sertifikasi ini merupakan persyaratan wajib
           bagi perusahaan-perusahaan pertambangan dan migas multinasional dalam proses
           kualifikasi vendor.
        • Rekam Jejak Lebih dari Dua Dekade dalam Industri Berat. Reputasi yang terbangun
           selama lebih dari 20 tahun melayani klien-klien pertambangan, migas, dan konstruksi
           berskala besar merupakan aset tidak berwujud (intangible asset) yang sulit direplikasi
           dalam waktu singkat.


Studi Kelayakan                                                                                21
PT Transkon Jaya Tbk
Page 28
        • Sistem Monitoring dan Manajemen Armada Berbasis Teknologi. Seluruh armada
          dilengkapi sistem pemantauan GPS real-time yang memungkinkan klien memantau
          pergerakan, efisiensi bahan bakar, dan perilaku pengemudi secara langsung, mendukung
          transparansi operasional yang menjadi tuntutan standar klien korporat modern.


2.7.2   Kemampuan untuk Menciptakan Nilai

        Perseroan merencanakan menjadi perusahaan induk untuk entitas anak yang menjalankan
        kegiatan usaha penyediaan pengemudi dan penyediaan layanan internet. Perseroan dapat
        menciptakan nilai dan keunggulan dari Rencana Penambahan 3 Kode KBLI, karena
        dilakukan untuk menambah dan mengembangkan kegiatan usaha Perseroan serta
        memaksimalkan potensi bisnis Perseroan. Dengan dilaksanakannya Rencana Penambahan
        3 Kode KBLI, Perseroan akan memiliki potensi nilai tambah dari sisi pendapatan dan laba
        serta peluang untuk ekspansi usaha Perseroan. Pengalaman yang dimiliki Perseroan
        membuat penerapan sistem dan operasional kerja menjadi relatif mudah diterapkan untuk
        kegiatan usaha yang baru.

        Dengan adanya Rencana Penambahan 3 Kode kbli baru, total pendapatan Perseroan
        diproyeksikan akan mencapai sebesar Rp 655,8 Milyar pada tahun 2030 dengan total laba
        neto sebesar Rp 120,6 Milyar.

2.8     ANALISA KELAYAKAN MODEL MANAJEMEN

2.8.1   Ketersediaan Tenaga Kerja

        Dengan dilakukannya Rencana Penambahan 3 Kode KBLI baru, Perseroan harus
        menyediakan sumber daya manusia yang kompeten dan berkualitas untuk menjalankan
        kegiatan usaha yang baru. Saat ini, Perseroan memiliki struktur manajemen yang cukup
        memadai untuk menjalankan kegiatan usaha saat ini dan kegiatan usaha yang baru.

        Perseroan memerlukan manajemen yang memiliki kompetensi untuk melaksanakan
        usahanya. Pendidikan dan pengalaman menjadi salah satu faktor penting untuk
        menghasilkan manajemen yang kompeten dan berkualitas. Penerapan sistem manajemen
        yang baik akan menghasilkan pelaksanaan operasional usaha yang efektif, efisien dan
        terarah. Struktur organisasi Perseroan memerlukan SDM yang berpengalaman di bidangnya
        seperti tenaga ahli untuk mengembangkan pasar baru dan tambahan karyawan yang sesuai
        kualifikasi untuk menunjang operasional kegiatan usaha.

2.8.2   Manajemen Kekayaan Intelektual

        Angkutan Darat Lainnya dan Sewa Kendaraan

        Hak paten Transkon Rent ikut serta dalam hak paten Perseroan, hal ini dikarenakan
        Transkon Rent merupakan unit usaha dengan kegiatan usaha yang beroperasi di bawah
        Perseroan.




Studi Kelayakan                                                                              22
PT Transkon Jaya Tbk
Page 29
2.8.3   Manajemen Risiko

        Dalam melaksanakan kegiatan usahanya, Perseroan tidak terlepas dari risiko. Risiko-risiko
        dapat berdampak terhadap kinerja keuangan, kegiatan operasional dan prospek di masa
        mendatang. Berikut adalah risiko usaha yang dimiliki oleh Perseroan:
        1. Risiko Persaingan Usaha
           Persaingan usaha di bidang layanan angkutan darat untuk penumpang, sewa kendaraan
           berikut operator/pengemudinya cukup ketat, dimana beberapa perusahaan-perusahaan
           memiliki usaha sejenis dengan menargetkan segmen pasar yang sama maupun berbeda.
           Persaingan yang cukup ketat membuat jasa yang diberikan harus memiliki daya saing
           baik dari segi harga maupun pelayanan. Untuk mencapai keberhasilan penambahan
           kegiatan usaha yang akan dilaksanakan, Perseroan berupaya melakukan berbagai
           pengembangan pada setiap kegiatan usaha yang dimilikinya agar terus memiliki daya
           saing dengan perusahaan lain yang sejenis. Perseroan juga memastikan prosedur
           operasional dan layanan berjalan secara optimal dan menghasilkan kualitas pelayanan
           yang baik. Perseroan juga melakukan pemantauan secara berkala untuk menjaga
           kualitas pelayanan sehingga mampu memenuhi kebutuhan dari konsumen.
        2. Risiko Operasional
           Industri angkutan darat dan sewa kendaraan berikut operator/pengemudi melibatkan
           pengelolaan kendaraan, SDM maupun sistem, dimana sistem operasional dan SDM
           saling berkaitan untuk menghasilkan kualitas pelayanan dan jasa yang baik dan bernilai
           tambah. Perseroan melakukan evaluasi secara rutin terhadap kondisi kendaraan, sistem,
           prosedur kerja dan SDM agar risiko penurunan kualitas pelayanan dapat dihindari.
        3. Risiko Sumber Daya Manusia
           Dalam pengelolaan SDM terdapat risiko tertentu, seperti kurangnya tenaga kerja yang
           berkualitas. Kurangnya tenaga kerja yang handal dapat berakibat pada kelalaian dalam
           pelaksanaan pekerjaan dan meningkatnya biaya. Perseroan memberikan gaji/upah,
           fasilitas, dan tunjangan kepada karyawan berdasarkan tugas dan tanggung jawab yang
           diterima karyawan dengan mempertimbangkan kinerja serta kesesuaiannya dengan
           peraturan perundang-undangan yang berlaku.
        4. Risiko Kredit
           Risiko kredit mengacu pada aset keuangan yang menyebabkan Perseroan berpotensi
           menanggung risiko kredit terutama terdiri dari kas dan bank serta piutang pelanggan.
           Perseroan mempunyai kebijakan dan prosedur kredit untuk memastikan evaluasi kredit
           dan piutang berjalan dengan baik dan melakukan pemantauan saldo utang maupun
           piutang secara aktif. Perseroan juga meminimalisasi risiko kredit dengan menyimpan
           dana hanya pada bank yang memiliki reputasi baik.
        5. Risiko Likuiditas
           Risiko menghadapi kesulitan dalam memenuhi kewajiban keuangannya karena
           kekurangan dana. Manajemen risiko likuiditas yang hati-hati termasuk mengatur kas dan
           pendanaan yang cukup dapat menunjang aktivitas usaha secara optimal.


Studi Kelayakan                                                                                23
PT Transkon Jaya Tbk
Page 30
        6. Risiko Suku Bunga
           Perubahan suku bunga adalah sesuatu hal yang tidak dapat dihindari dalam hal pinjaman
           yang dilakukan Perseroan. Untuk mengatasi hal tersebut, Perseroan dapat melakukan
           metode pembayaran bertahap dengan jangka waktu yang lebih panjang ataupun
           pinjaman dengan bunga tetap.
        Berdasarkan berbagai risiko yang dimiliki, perlu adanya hal dalam mengidentifikasi,
        mengevaluasi dan meminimalkan risiko-risiko dalam seluruh lingkup kegiatan usaha, serta
        memastikan semua temuan dan rekomendasi manajemen telah ditindaklanjuti.

2.8.4   Kapasitas dan Kemampuan Manajemen

        Berikut adalah profil Komisaris dan Direksi Perseroan:

        ➢ Jeong Subok, Presiden Komisaris
           Beliau merupakan warga Negara Korea Selatan, beliau telah memperoleh gelar Sarjana dari
           Kyonggi University. Beliau diangkat sebagai Presiden Komisaris pada Rapat Umum
           Pemegang Saham tanggal 21 Juni 2024. Beliau merupakan anggota Dewan Komisaris
           yang terafiliasi dengan ST International Corporation. Beliau mengawali karir pada tahun
           2007 – 2012 sebagai Finance Manager di PT Kideco Jaya Agung , pada tahun 2014 –
           2016 sebagai Direktur Keuangan di PT Perta – Samtan Gas, pada tahun 206 -2019
           sebagai Direktur Utama di PT Samindo Utama Kaltim, pada tahun 2019 – 2021 sebagai
           Direktur Utama di PT Cotrans Asia, dan pada tahun 2023 – 2024 sebagai Direktur Utama
           PT Transkon Jaya Tbk. Beliau juga bergabung dengan PT Sea Bridge Shipping pada
           tahun 2019 sebagai Presiden Direktur. Beliau merangkap jabatan sebagai Presiden
           Komisaris di PT Tata Hamparan Eka Persada, sebagai Komisaris PT Griya Pancaloka,
           sebagai Presiden Direktur di PT Samindo Resources Tbk & PT STI Indonesia, sebagai
           Direktur di PT SIMS Jaya Kaltim, PT Samindo Utama Kaltim, PT Trasindo Murni Perkasa,
           & PT Mintec Abadi.
        ➢ Kim Hyoyeol, Komisaris
           Beliau merupakan warga Negara Korea Selatan yang telah memperoleh gelar Sarjana
           dari Universitas Negeri Kangwon. Beliau diangkat sebagai Komisaris pada Rapat Umum
           Pemegang Saham tanggal 23 Mei 2025. Beliau merupakan anggota Dewan Komisaris yang
           terafiliasi dengan ST International Corporation. Beliau mengawali karir pada tahun 2013 – 2017
           sebagai Presiden Direktur di PT PT Mintec Abadi , pada tahun 2017 – 2019 sebagai Senior
           Manager di ST International, pada tahun 2019 -2020 sebagai Presiden Direktur di PT Mintec
           Abadi, pada saat ini tahun 2020 sebagai Presiden Direktur PT SIMS Jaya Kaltim, dan Beliau
           merangkap Jabatan sebagai Direktur di PT Samindo Resources Tbk pada tahun 2022 – sekarang.
        ➢ R. Hesthi Sambodo, Komisaris Independen
           Beliau merupakan warga Negara Indonesia, beliau telah memperoleh gelar Sarjana, dari
           Akuntansi di STIE YAI Jakarta pada tahun 1994. Beliau diangkat kembali sebagai Presiden
           Komisaris pada Rapat Umum Pemegang Saham tanggal 21 Juni 2024. Beliau juga saat ini
           menjabat sebagai Ketua Komite Audit dan Ketua Komite Nominasi & Remunerasi. Beliau
           mengawali karir sebagai Senior Auditor di Badan Pengawasan Keuangan & Pembangunan
           selama tahun 1986 – 1992, lalu sebagai Cost Accountant & GA Supervisor di PT Rhone Poulenc
           Agrocarb pada tahun 1992 – 1996 dan pada tahun 1996 – 1999 menjabat sebagai Management
           Accounting Manager di PT TNT Logistics Indonesia. Lalu pada tahun 1999 – 2001 menjabat


Studi Kelayakan                                                                                       24
PT Transkon Jaya Tbk
Page 31
           sebagai F&A Manager di PT Gitaswara Indonesia (Guiness) dan PT Gubah Bumi Selaras. Pada
           tahun 2001 – 2005 menjabat sebagai Financial Controller di PT Linfox Logistics Indonesia lalu
           menjadi Business Controller di PT Atlas Copco Nusantara (PT Epiroc Indonesia) pada tahun 2005
           – 2012. Lalu pada tahun 2012 – 2014 menjabat sebagai Country F&A Head di PT Havi Indonesia
           dan menjabat sebagai Senior Manager F&A di PT LF Services Indonesia pada tahun 2015 – 2016.
           Pada tahun 2016 beliau dipercaya menjadi Finance Director, CFO & CCO di PT DHL Supply
           Chain Indonesia sampai dengan tahun 2019. Beliau bergabung dengan Perseroan dengan
           menjabat sebagai Komisaris Independen Perseroan sejak tahun 2020 sampai dengan saat ini.
        ➢ Kim Joonseok, Presiden Direktur
           Beliau merupakan warga Negara Korea Selatan, beliau telah memperoleh gelar Sarjana
           dari Hankuk University of Foreign Study pada tahun 2001. Beliau diangkat sebagai
           Presiden Direktur pada Rapat Umum Pemegang Saham tanggal 21 Juni 2024. Beliau
           mengawali karir pada tahun 2001 – 2006 Amore Pacific Corporation, pada tahun 2006 –
           2011 di Mirae Asset Financial Group, pada tahun 2011 – 2014 sebagai Deputy Senior
           Manager di ST International Corporation, pada tahun 2014 – 2016 sebagai Project
           Manager di PT Sims Jaya Kaltim, pada tahun 2016 – 2018 sebagai Deputy Senior
           Manager ST International Corporation, pada tahun 2018 – 2020 sebagai General
           Manager di PT Cotrans Asia, dan pada tahun 2020 – 2024 sebagai Presiden Direktur di
           PT Tata Hamparan Eka Persada..
        ➢ Park Jung Ook, Direktur
           Beliau merupakan warga Negara Korea Selatan, beliau telah memperoleh gelar Sarjana
           dari Seoul, Republik pada tahun 2005. Beliau diangkat kembali sebagai Direktur pada
           Rapat Umum Pemegang Saham tanggal 21 Juni 2024. Beliau adalah anggota Direksi
           yang terafiliasi dengan ST International Corporation. Beliau mengawali karir pada tahun
           2006 – 2010 sebagai Manager di Samtan Group, pada tahun 2014 – 2017 sebagai
           Manager di PT. Cotrans Asia, pada tahun 2017 – 2019 sebagai Senior Manager di PT.
           Sims Jaya Kaltim, pada tahun 2019 – 2023 sebagai Senior Manager of Strategic Planning
           & Management di ST International Corporation, pada tahun 2023 – 2024 sebagai Wakil
           Direktur Utama di PT Transkon Jaya Tbk. Beliau juga merangkap jabatan saat ini sebagai
           Direktur di PT Samindo Resources Tbk..
        ➢ Rex Alexander Joseph Syauta, Direktur
           Beliau merupakan warga Negara Indonesia, beliau telah memperoleh gelar Sarjana
           Universitas Surabaya pada tahun 2000, dan Magister dari Universitas Balikpapan pada
           tahun 2022. Beliau diangkat sebagai Direktur pada Rapat Umum Pemegang Saham
           tanggal 21 Juni 2024. Beliau juga merangkap jabatan sebagai Sekretaris Perusahaan
           sejak tahun 2020 – Sekarang. Beliau mengawali karir pada tahun 2001 – 2006 sebagai
           Staff di PT Bank Artha Graha International Tbk, pada tahun 2006 – 2011 sebagai
           Operational Manager di PT Bank Artha Graha International Tbk, pada tahun 2011 – 2012
           sebagai Group Chief Financial Officer di PT Dianbatara Group, pada tahun 2013 – 2023
           sebagai Chief Financial Officer di PT Transkon Jaya Tbk, 2024 – Juni 2024 sebagai
           Deputy Chief Financial Officer di PT Transkon Jaya Tbk.
        ➢ Kim, Tae Jae, Direktur
           Beliau merupakan warga Negara Korea Selatan, beliau telah memperoleh gelar Sarjana
           dari Hankuk University of Foreign Study pada tahun 2010. Beliau diangkat sebagai
           Direktur pada Rapat Umum Pemegang Saham tanggal 23 Mei 2025. Beliau mengawali


Studi Kelayakan                                                                                      25
PT Transkon Jaya Tbk
Page 32
           karir pada tahun 2010 – 2014 PAN Ocean, pada tahun 2014 – 2020 di H-Line Shipping,
           pada tahun 2020 – sekarang sebagai Business Development Manager di ST International
           Corporation.
        Berdasarkan uraian di atas, saat ini Perseroan telah memiliki Komisaris dan Direksi yang
        cukup memadai untuk mendukung operasional kerja perusahaan dan terlaksananya
        Rencana Penambahan 3 Kode KBLI baru.

2.8.5   Kesesuaian Struktur Organisasi dan Manajemen

        Kemampuan untuk mengelola suatu perusahaan memerlukan manajemen dan SDM yang
        profesional agar kegiatan operasional Perseroan berjalan efektif dan efisien. Struktur
        organisasi dan manajemen yang baik berkaitan dengan koordinasi kerja yang terpadu dan
        terarah. Berikut adalah struktur organisasi Perseroan:




        Sumber: Manajemen

2.9 ANALISA KEUANGAN MANAJEMEN

2.9.1   Biaya Investasi

        Biaya investasi terkait penambahan kegiatan usaha sesuai Kode KBLI 49429, 49422 dan
        49229 akan terjadi dalam periode ke depannya, terutama dalam pengadaan armada
        kendaraan baru yang selama 5 tahun periode proyeksi keuangan diperhitungkan akan
        berjumlah 665 unit kendaraan (berbagai tipe) yang bernilai sebesar Rp 108,9 Milyar, dan
        kemudian selanjutnya di kisaran Rp 15-20 Milyar per tahunnya.

2.9.2   Modal Kerja
        Biaya Jasa Operator Kendaraan terkaitnya diproyeksikan akan terpenuhi dari pendapatan
        usaha 3 Kode KBLI baru melalui peroleh 508 orang Operator (Sopir/Driver) Kendaraan
        selama 5 tahun (atau sekitar 10 orang per bulannya).

2.9.3   Sumber Pembiayaan

        Sehubungan dengan Rencana Penambahan 3 Kode KBLI baru, sumber pembiayaan
        utamanya diperhitungkan dari kas dan setara kas Perseroan, dan selanjutnya demikian
        selama tahun-tahun berikutnya.



Studi Kelayakan                                                                               26
PT Transkon Jaya Tbk
Page 33
2.9.4   Biaya Operasional

        Biaya operasional Perseroan atas Rencana Penambahan 3 Kode KBLI hanya meliputi beban
        material (pemeliharaan dan perbaikan kendaraan), beban penyediaan pengemudi serta
        beban penyusutan kendaraan.

2.9.5   Proyeksi Laporan Keuangan

        Asumsi dan proyeksi Rencana Penambahan 3 KBLI Baru Perseroan selama periode
        proyeksi adalah sebagai berikut:
                                                     1                  2                   3                    4                   5

        PROYEKSI (dalam Rp)
         Pendapatan                              7.531.913.784     72.572.261.872    123.430.529.073     152.695.292.931        174.225.777.473
         Beban Pokok Pendapatan                 (5.129.654.175)   (40.034.927.693)   (59.231.569.319)    (71.316.616.386)       (82.383.223.188)
          Total Laba Sebelum Pph                2.402.259.609     32.537.334.179        64.198.959.754      81.378.676.545       91.842.554.285


2.9.6   Analisis Titik Impas (Break Even Analysis)

        Titik impas (Break Even Point/ BEP) adalah sebuah titik dimana biaya atau pengeluaran dan
        pendapatan adalah seimbang, sehingga tidak terdapat keuntungan atau kerugian. BEP nilai
        penjualan dapat diformulasikan sebagai berikut:

                                  BEP = Biaya Tetap : (1- (Biaya Variabel : Penjualan))



        Berikut adalah analisis titik impas :
                                                                                             (dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
        Keterangan                                       2026               2027                2028                 2029                2030


        Pendapatan                                   7.531.913.784     72.572.261.872     123.430.529.073     152.695.292.931     174.225.777.473


        Biaya variabel                               2.981.572.577     25.460.630.818      41.125.006.819      50.158.213.608      59.117.580.827

        Biaya tetap                                  2.148.081.597     14.574.296.875      18.106.562.500      21.158.402.778      23.265.642.361


        Marjin Kontribusi                            4.550.341.206     47.111.631.054      82.305.522.254     102.537.079.323     115.108.196.646

        Marjin Kontribusi terhadap Pendapatan                60,41%             64,92%              66,68%              67,15%              66,07%
        Titik Impas Pendapatan                       3.555.593.890     22.450.712.611      27.153.738.022      31.508.489.723      35.214.474.267

        % Titik Impas Pendapatan                             47,21%             30,94%              22,00%              20,63%              20,21%


        Berdasarkan tabel diatas, BEP rata-rata tercapai pada tingkat pendapatan sebesar 20,21%
        - 47,21% selama periode proyeksi.




Studi Kelayakan                                                                                                                                    27
PT Transkon Jaya Tbk
Page 34
3.        TINJAUAN INDUSTRI DAN PROSPEK USAHA
3.1       EKONOMI SECARA UMUM

          Ekonomi dunia pada akhir tahun 2025 berada dalam kondisi stabil namun penuh kehati-
          hatian dengan pertumbuhan yang melambat (stagnan) di kisaran 2,8% - 3,0%, didorong oleh
          perdagangan global yang menunjukkan ketahanan di atas $35 triliun. Meskipun inflasi global
          mulai menurun, risiko geopolitik, proteksionisme, dan utang tinggi menahan laju pertumbuhan,
          menciptakan ketidakpastian tinggi.

          Berikut adalah poin-poin penting perkembangan ekonomi global per Desember 2025:

      •    Perdagangan Global Berdaya Tahan: Perdagangan barang dan jasa diproyeksikan
           mencatat rekor di atas $35 triliun, tumbuh sekitar 7% dibandingkan 2024, didukung oleh
           penyesuaian rantai pasok global.

      •    Inflasi dan Kebijakan Moneter: Inflasi global cenderung moderat, namun risiko tekanan
           harga masih ada. Bank sentral utama mempertahankan suku bunga relatif tinggi, dengan
           kebijakan moneter yang difokuskan pada stabilisasi.

      •    Pertumbuhan Stagnan: Pertumbuhan ekonomi global di 2025 diproyeksikan tetap lesu
           sekitar 2,8% hingga 3,0%, di bawah rata-rata pra-pandemi, dipengaruhi oleh investasi yang
           lemah dan produktivitas rendah.

      •    Ketegangan Geopolitik: Ketidakpastian kebijakan dagang dan ketegangan geopolitik
           menjadi risiko utama yang menghambat ekspansi ekonomi yang lebih luas.

      •    Kinerja Ekonomi Indonesia: Indonesia menunjukkan ketahanan dengan pertumbuhan
           ekonomi yang tetap kuat (di atas 5%) dan masuk dalam jajaran 10 besar ekonomi dunia
           berdasarkan PDB PPP, didorong oleh konsumsi domestik dan realisasi investasi.

      •    Tekanan di Negara Berkembang: Negara-negara berkembang menghadapi tantangan
           ganda dari perlambatan permintaan global dan risiko volatilitas pasar keuangan.

3.2       PERKEMBANGAN PASAR ANGKUTAN DARAT LAINNYA UNTUK PENUMPANG (KODE KBLI 49429)

          Potensi pangsa pasar untuk layanan angkutan darat penumpang korporat di Indonesia sangat
          signifikan. Sektor transportasi dan pergudangan mencatat pertumbuhan sebesar 8,98% pada
          Triwulan IV-2025 (BPS), melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional. Pangsa pasar
          Perseroan terkait industri Angkutan Darat/ Sewa kendaraan berikut operator (driver)
          kendaraan adalah terutama wilayah Indonesia propinsi Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah,
          Kalimantan Selatan, Nusa Tenggara Barat (NTB), Sumantera Utara, Timika, Sulawesi).
          Beberapa indikator pangsa pasar yang relevan terkait KBLI 49429 antara lain:
          ▪ Kawasan Pertambangan Kalimantan Timur: terdapat lebih dari 1.200 Izin Usaha
            Pertambangan (IUP) aktif di Kalimantan Timur yang secara kolektif mempekerjakan
            ratusan ribu tenaga kerja, sebagian besar membutuhkan layanan angkutan karyawan
            reguler.


Studi Kelayakan                                                                                    28
PT Transkon Jaya Tbk
Page 35
      ▪ Proyek IKN: pembangunan Ibu Kota Nusantara diperkirakan akan mendatangkan 100.000
        hingga 200.000 tenaga kerja konstruksi pada puncak pembangunan, menciptakan
        kebutuhan angkutan karyawan yang sangat besar.
      ▪ Pertumbuhan industri nikel dan baterai EV: kawasan industri Morowali (Sulawesi Tengah)
        dan IWIP (Halmahera) terus berkembang dan membutuhkan solusi angkutan karyawan
        terintegrasi.
      ▪ Estimasi nilai pasar angkutan karyawan korporat di Kalimantan dan Sulawesi diperkirakan
        mencapai Rp 8-12 triliun per tahun, dengan Perseroan berpotensi meraih pangsa awal
        sebesar 5-8% dalam 3 tahun pertama ekspansi.

      Dengan posisi kompetitif yang kuat, dukungan infrastruktur operasional yang telah terbangun,
      serta reputasi yang terbukti selama lebih dari dua dekade, Perseroan memiliki peluang nyata
      untuk menjadi pemain utama dalam segmen angkutan karyawan korporat di wilayah Kalimantan
      dan Sulawesi.

3.3   PERKEMBANGAN PASAR ANGKUTAN SEWA (KODE KBLI 49422)

      Kondisi pasar KBLI 49422 (Angkutan Sewa Korporat) di Indonesia menunjukkan pertumbuhan
      yang konsisten seiring dengan meningkatnya kebutuhan mobilitas profesional di kawasan-
      kawasan industri yang berkembang pesat. Beberapa data pasar yang relevan antara lain:
      ▪ Pasar sewa kendaraan dengan pengemudi (chauffeur-driven) di Indonesia diestimasi
        tumbuh rata-rata 7-9% per tahun seiring dengan pertumbuhan sektor migas, tambang, dan
        konstruksi.
      ▪ Kawasan Kalimantan Timur sebagai pusat industri migas dan calon ibu kota baru negara
        menjadi magnet investasi yang mendorong permintaan mobilitas eksekutif yang tinggi.
      ▪ Perusahaan-perusahaan multinasional yang beroperasi di Kalimantan Timur umumnya
        mengalokasikan anggaran transportasi korporat yang signifikan, dengan standar
        keselamatan yang hanya dapat dipenuhi oleh operator berlisensi dan bersertifikasi.
      ▪ Nilai pasar angkutan sewa korporat di Kalimantan diperkirakan mencapai Rp 3-5 triliun per
        tahun, dengan ruang pertumbuhan yang masih sangat besar mengingat rendahnya tingkat
        formalisasi operator yang ada.
      Dengan keunggulan kompetitif berupa sertifikasi internasional, armada yang terawat, dan
      rekam jejak keselamatan yang terbukti, Perseroan berpotensi meraih pangsa pasar sebesar
      10-15% dalam 3 tahun pertama pengembangan layanan angkutan sewa di wilayah Kalimantan
      Timur.

3.4   PERKEMBANGAN PASAR ANGKUTAN BUS TIDAK DALAM TRAYEK LAINNYA (KBLI 49229)

      Perkembangan pasar Kode KBLI 49229 (Angkutan bus tidak dalam trayek - bus carter dan
      ekskursi korporat) di Indonesia merupakan segmen yang sangat potensial namun masih
      terfragmentasi. Gambaran pasar yang relevan adalah sebagai berikut:




Studi Kelayakan                                                                               29
PT Transkon Jaya Tbk
Page 36
      ▪ Industri bus Indonesia mencatat pertumbuhan positif pada 2024-2025, didukung oleh
        pemulihan aktivitas ekonomi, pembangunan infrastruktur skala nasional, dan
        meningkatnya jumlah kawasan industri baru.
      ▪ Permintaan bus carter korporat di sektor tambang: dengan lebih dari 200 perusahaan
        tambang berskala besar yang beroperasi di Kalimantan dan Sulawesi, kebutuhan bus
        carter karyawan diperkirakan mencapai 5.000-8.000 unit operasional per hari.
      ▪ Nilai pasar angkutan bus korporat di Kalimantan dan Sulawesi diestimasi berada di kisaran
        Rp 6-10 triliun per tahun, dengan tingkat formalisasi yang masih rendah sehingga
        memberikan ruang yang besar bagi operator berlisensi.
      ▪ Proyeksi pangsa pasar: dengan memanfaatkan posisi terdepan di industri dan sertifikasi
        internasional yang dimiliki, Perseroan berpotensi meraih pangsa pasar sebesar 7-12% di
        wilayah operasional utama dalam 3-5 tahun ke depan.

      Secara keseluruhan, penambahan KBLI 49229 menempatkan PT Transkon Jaya Tbk pada
      posisi yang sangat strategis untuk memanfaatkan momentum pertumbuhan industri
      transportasi massal korporat di kawasan Kalimantan dan Sulawesi yang tengah mengalami
      transformasi industri yang signifikan.

3.5   ANALISA SWOT

      Kondisi industri yang positif dan negatif merefleksikan peluang dan ancaman yang dihadapi
      oleh Perseroan. Mempertimbangkan hal-hal tersebut, maka Perseroan perlu menentukan
      strategi yang dapat diimplementasikan atau digunakan. Untuk melanjutkan kelangsungan
      usaha dan meningkatkan persaingan pasar, maka Perseroan mengindentifikasi kekuatan,
      kelemahan, peluang dan ancaman yang dimiliki, sebagai berikut:

      Kekuatan (Strengths)
      • Sinergi armada eksisting: Perseroan tidak perlu investasi armada baru secara masif karena
        bus dan kendaraan angkutan yang sudah dimiliki dapat langsung dialihfungsikan untuk
        layanan ini, selain tersedianya dana segar yang dapat digunakan untuk menambah armada
        kendaraan baru terkait penambahan kodeKBLI baru
      • Rekam jejak dan reputasi: lebih dari 20 tahun pengalaman melayani industri berat menjadi
        diferensiasi kuat di hadapan calon klien baru.
      • Sertifikasi internasional (ISO 9001, ISO 14001, ISO 45001) memperkuat kepercayaan klien
        tambang dan migas yang mensyaratkan standar HSSE ketat.
      • Jaringan operasional yang luas di Kalimantan dan Sulawesi mempermudah ekspansi
        layanan ke lokasi-lokasi tambang terpencil.
      • Model bisnis B2B dengan kontrak jangka panjang menghasilkan pendapatan yang lebih
        stabil dibandingkan model angkutan publik konvensional.

      Kelemahan (Weaknesses)

      ▪ Ketersediaan pengemudi terlatih bagi perkembangan armada layanan transportasi
        Perseroan memerlukan rekrutmen pengemudi bersertifikat di wilayah terpencil Kalimantan


Studi Kelayakan                                                                               30
PT Transkon Jaya Tbk
Page 37
        yang mana masih menjadi tantangan operasional yang perlu diselesaikan secara
        sistematis.
      ▪ Perluasan wilayah di luar Kalimantan memerlukan waktu dan investasi tambahan untuk
        membangun jaringan operasional dan bengkel perawatan yang memadai.

      Kesempatan (Opportunities)
      • Perkembangan industri pertambangan, dan sektor kawasan terkaitnya membutuhkan
        dukungan sektor transportasi bagi para pekerja (karyawan dan pihak manajemen) berbagai
        industri tersebut di berbagai propinsi Indonesia ke depannya.


      Ancaman (Threats)
      ▪ Ketergantungan siklus komoditas: pendapatan klien tambang sangat dipengaruhi oleh
        harga komoditas global; penurunan situasi industry dan dampak harga batubara atau
        nikel dapat menekan permintaan layanan jasa transportasi terkaitnya oleh pihak ketiga;
      ▪ Persaingan harga dari perusahaan angkutan lokal yang beroperasi dengan struktur biaya
        lebih rendah namun belum memiliki sertifikasi setara.


      Strategi Perseroan untuk mengatasi kelemahan-kelemahannya adalah dengan melakukan
      pengembangan bisnisnya secara konsisten melalui rekrutmen atas sumber daya manusia
      yang handal, serta secara bertahap membangun jaringan pendukung operasinya dengan baik
      selama tahun-tahun mendatang. Kualitas sumber daya manusia Perseroan akan terus perkuat
      posisinya dalam menghadapi tantangan dari pesaing yang belum terstruktur dengan baik
      sistemnya.




Studi Kelayakan                                                                             31
PT Transkon Jaya Tbk
Page 38
4.    RENCANA TRANSAKSI
4.1   LATAR BELAKANG RENCANA PENAMBAHAN 3 KODE KBLI BARU

      Semakin berkembangnya usaha Perseroan merupakan dampak dari bertambahnya
      permintaan pasar atas inovasi-inovasi bisnis Perseroan. Perseroan telah mempersiapkan
      strategi-strategi guna memenuhi kebutuhan pasar dan demi terciptanya kepuasan pelanggan
      (customer) Perseroan di antaranya dengan melakukan penambahan bidang usaha terkait
      Kode KBLI 49429, 49422 dan 49229. Ketiga kode KBLI tersebut belum dijalankan secara
      komersial, dan tidak ada kontribusi terhadap pendapatan Perseroan. Perseroan saat ini masih
      berada dalamtahap perencanaan dan/atau pengembangan usaha, penyesuaian kegiatan
      usaha dalam Anggaran Dasar dan pemenuhan aspek perizinan dan persyaratan administratif
      lainnya.

      Pertumbuhan kawasan industri dan kawasan tambang di wilayah Kalimantan Timur - termasuk
      dalam konteks pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) - menciptakan lonjakan permintaan
      layanan angkutan karyawan, shuttle bus, dan angkutan pemukiman yang tidak dapat dipenuhi
      oleh cakupan KBLI yang telah ada. Dengan penambahan kode KBLI baru, Perseroan memiliki
      kapasitas untuk merespons kebutuhan pasar tersebut secara legal, terstruktur, dan
      berkelanjutan.

4.2   TUJUAN DAN MANFAAT

      Tujuan dan manfaat dari adanya penambahan 3 Kode KBLI baru tersebut, antara lain:

      ▪ Meningkatkan Prospek Usaha Perseroan
         Dengan dilaksanakannya penambahan kegiatan usaha diharapkan dapat memperluas
         potensi pangsa pasar Perseroan, meningkatkan pendapatan dan keunggulan bersaing
         Perseroan untuk dimanfaatkan secara optimal bagi perkembangan Perseroan secara
         terarah dan berkesinambungan.
      ▪ Meningkatkan Pendapatan Perseroan
         Dengan dilaksanakannya penambahan kode KBLI baru, diharapkan dapat meningkatkan
         pendapatan dan laba Perseroan melalui perkuatan portfolio usaha Perseroan dan
         membuka aliran pendapatan baru dari kontrak angkutan karyawan jangka panjang bersama
         perusahaan-perusahaan tambang dan konstruksi berskala besar.

      ▪ Meningkatkan Kepercayaan
         Meningkatnya prospek usaha Perseroan karena menurunnya tingkat risiko usaha dan
         bertambahnya potensi untuk meningkatkan kinerja keuangan, diharapkan dapat
         meningkatkan kepercayaan pihak ketiga kepada Perseroan baik kepada pihak mitra usaha
         dan pemegang saham.
      ▪ Memberikan Nilai Tambah
         Memberikan suatu nilai tambah bagi semua pemegang saham, manajemen, karyawan,
         melalui peningkatan good corporate governance dalam hal akuntabilitas, tanggung jawab,
         transparansi dari masing-masing lini usaha yang dapat berdiri sendiri secara independen.
         Perseroan juga dapat meningkatkan nilai untuk jangka panjang dengan adanya

Studi Kelayakan                                                                               32
PT Transkon Jaya Tbk
Page 39
         pertumbuhan pendapatan dan meningkatkan kinerja keuangan Perseroan, yang pada
         akhirnya dapat menciptakan nilai tambah bagi para pemegang saham Perseroan dan
         pemangku kepentingan, sekaligus memberikan kesempatan untuk menghasilkan dividen
         yang berkesinambungan.
         Nilai tambah bagi klien Perseroan adalah memberikan kepastian dan kenyamanan layanan
         mobilisasi tenaga kerja yang terstandarisasi, berlisensi resmi, dan dapat diandalkan. Di
         samping itu manfaat bagi negara kita Adalah meningkatkan kontribusi perpajakan dan
         Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari kegiatan usaha yang kini tercatat secara
         resmi dalam KBLI yang tepat. Secara khusus Perseroan turut menargetkan manfaat bagi
         Masyarakat umum dengan membuka lapangan kerja baru di sektor pengemudi, mekanik,
         dan tenaga operasional angkutan.

4.3   TANGGAL PENILAIAN

      Tanggal pisah batas Tanggal pisah batas (cut off date) penilaian adalah per 31 Desember
      2025, dimana batas tersebut diambil atas dasar pertimbangan kepentingan dan tujuan
      penilaian.




Studi Kelayakan                                                                                33
PT Transkon Jaya Tbk
Page 40
5.    PROYEKSI KEUANGAN
5.1   ASUMSI PROYEKSI KEUANGAN

      Proyeksi keuangan digunakan asumsi yang merefleksikan rencana bisnis manajemen untuk
      masa mendatang. Sebagai tambahan, informasi dan saran yang relevan dari manajemen
      sehubungan dengan pergerakan di setiap variabel dalam kerangka kerja yang sudah
      ditentukan, juga digunakan sebagai pertimbangan.

      Selama periode proyeksi, diasumsikan tidak ada perubahan pada peraturan perpajakan dan
      peraturan perbankan. Selain itu juga diasumsikan tidak ada perubahan pada manajemen dan
      kebijakan akuntansi. Asumsi proyeksi keuangan dibuat untuk 5 tahun (2026 – 2030) dengan
      asumsi going concern yang mencakup proyeksi pendapatan dari jasa angkutan penumpang
      dan sewa kendaraan untuk tiap kode KBLI baru (49429, 49422 dan 49229), serta proyeksi
      beban operator/pengemudi terkaitnya, beban material (pemeliharaan dan perbaikan
      kendaraan, dan beban penyusutan). Tiap tahun juga dijadwalkan terjadi Capital Expenditure
      berupa penambahan armada kendaraan baru sesuai tipe dalam masing-masing kode KBLI
      baru. Piutang usaha diasumsikan 45 hari Rincian seluruh asumsi, perhitungan selama periode
      5 tahun proyeksi terlampir.

      Rangkuman tambahan pendapatan dan biaya sesuai 3 kode KBLI baru selama periode
      proyeksi adalah sebagai berikut:
       Keterangan                     2026               2027               2028               2029               2030
                                        1                 2                   3                  4                 5

       PROYEKSI (dalam Rp)
        Pendapatan                  7.531.913.784     72.572.261.872    123.430.529.073    152.695.292.931    174.225.777.473
        Beban Pokok Pendapatan     (5.129.654.175)   (40.034.927.693)   (59.231.569.319)   (71.316.616.386)   (82.383.223.188)
        Total Laba Sebelum Pph     2.402.259.609     32.537.334.179      64.198.959.754     81.378.676.545     91.842.554.285


      Secara spesifik, proyeksi tambahan pendapatan sesuai 3 kode KBLI baru telah disusun oleh
      pihak manajemen Perseroan dengan memperhitungkan strategi pemasaran yang dikaitkan
      dengan perkiraan pertumbuhan dari kebutuhan klien korporatnya, dirinci ke asumsi tipe dan
      jumlah kendaraan serta periode sewanya sebagai berikut:
            ❖ Kode KBLI 49429: Merek/Tipe Mitsubishi Triton/Ambulance atau Mine Rescue, Periode Sewa
              24-36 bulan dengan tarif sewa Rp 17,8 juta – 28 juta per bulannya (26 unit kendaraan)
            ❖ Kode KBLI 49422: Merek/Tipe Mitsubishi Triton/Pajero, DC Standard, Xpander, Toyota
              Fortuner, Periodew Sewa 12-60 bulan dengan tarif sewa Rp 10 juta – 25 juta per bulannya;
            ❖ Kode KBLI 49229: Merek/Tipe Micro Bus, Manhaul, Medium Bus dengan tarif sewa Rp 23 juta
              – 43,6 juta per bulannya
      Terlihat di atas bahwa kisaran harga sewa kendaraan oleh Perseroan kepada kliennya berada
      di kisaran Rp 17,8 – 43 jutaan per unit/blnnya. Atas dasar asumsi di atas telah disusun proyeksi
      keuangan intensif terinci untuk 5 tahun dengan asumsi sebagai usaha yang terus
      berkelanjutan.
      Terkait proyeksi keuangan layanan angkutan kendaraan sesuai kode KBLI 49429, 49422 dan
      49229 maka untuk tiap kendaraannya diperhitungkan pendapatan jasa pengemudi (operator
      kendaraan) per kendaraan per bulannya sebesar Rp 10,3 juta – Rp 11,5 juta per orang. Margin
      Kotor pendapatan jasa pengemudi diperhitungkan 5%.

Studi Kelayakan                                                                                                                  34
PT Transkon Jaya Tbk
Page 41
5.2   PROYEKSI LAPORAN POSISI KEUANGAN

      Selama periode proyeksi, diasumsikan tidak ada perubahan pada peraturan perpajakan.
      Selain itu juga diasumsikan tidak ada perubahan pada manajemen dan kebijakan akuntansi.
      Proyeksi Posisi Keuangan Konsolidasi Perseroan tanpa penambahan kegiatan usaha selama
      tahun 2026-2030 ditunjukkan pada tabel berikut ini:
                                                                                 (dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
                                               2026               2027                2028               2029               2030
      ASET
      ASET LANCAR
      Kas dan setara kas                    27.581.862.625     28.965.742.306      54.334.375.500     62.090.799.042     54.981.807.869
      Pihak ketiga                         183.879.361.026    197.310.171.679     187.317.467.114    208.514.302.504    275.915.280.014
      Piutang lain-lain                      8.549.519.484      8.549.519.484       8.549.519.484      8.549.519.484      8.549.519.484
      Persediaan                            23.088.067.278     24.078.862.866      25.121.395.887     26.193.885.055     27.298.261.928
      Biaya dibayar dimuka dan uang muka     3.535.014.009      2.753.385.660       1.914.670.802      1.154.490.022        668.041.413
      Pajak dibayar dimuka,Bagian lancar
      - Pajak lainnya                           459.271.280        688.459.901       1.098.232.556      1.832.246.082      3.148.485.391
      Aset Lancar Lainnya                     2.000.000.000      2.000.000.000       2.000.000.000      2.000.000.000      2.000.000.000
      Jumlah aset lancar                   249.093.095.702    264.346.141.896     280.335.661.343    310.335.242.189    372.561.396.099

      ASET TIDAK LANCAR
      Pihak ketiga                            1.743.358.947      1.743.358.947       1.743.358.945      1.743.358.946      1.743.358.943
      Aset tetap                            488.653.264.150    529.756.798.902     552.836.109.586    563.617.867.170    517.327.674.445
      Aset hak guna                          59.352.492.069     39.309.029.973      28.931.012.623        566.930.466     (3.324.280.084)
      Aset pajak tangguhan                   22.721.569.389     22.721.569.389      22.721.569.389     22.721.569.389     22.721.569.389
      - Pajak penghasilan badan               7.930.666.515      7.930.666.515       7.930.666.515      7.930.666.515      7.930.666.515
      Aset lain-lain                             20.000.000         20.000.000          20.000.000         20.000.000         20.000.000
      Jumlah aset tidak lancar             580.421.351.070    601.481.423.726     614.182.717.058    596.600.392.486    546.418.989.208

      JUMLAH ASET                          829.514.446.772    865.827.565.622     894.518.378.401    906.935.634.675    918.980.385.307




Studi Kelayakan                                                                                                                             35
PT Transkon Jaya Tbk
Page 42
                                                               2026              2027              2028              2029              2030
      LIABILITAS

      LIABILITAS JANGKA PENDEK
      Utang usaha                                           17.596.406.580    13.266.249.906    18.795.593.452    28.543.124.203    12.194.725.977
      Utang lain-lain                                        6.540.341.666     5.088.075.540     4.916.196.824     4.246.402.678     3.545.530.149
      Beban yang masih harus dibayar                        12.803.168.685    13.730.890.720    14.686.444.416    15.670.664.723    16.684.411.640
      Utang pajak
      - Pajak penghasilan badan                                 47.716.707       47.716.707        47.716.707        47.716.707         47.716.707
      - Pajak lainnya                                        1.249.850.265      794.814.134       862.097.692       974.783.345      1.168.730.675
      Uang muka dari pelanggan                                 464.765.349      499.988.333       536.268.006       573.636.069        612.125.174
      Utang pembiayaan konsumen,
      bagian jangka pendek                                 142.577.942.216   170.948.302.249   189.655.848.655   171.117.116.018   146.428.299.752
      Liabilitas sewa, bagian
       jangka pendek                                         8.789.960.918     5.583.498.595     5.583.498.595     5.583.498.595     5.583.498.595
      Pinjaman dari pemegang saham,
      bagian jangka pendek                                  18.333.333.329    18.333.333.329     4.027.777.796               -                 -

      Jumlah liabilitas jangka pendek                      208.403.485.716   228.292.869.514   239.111.442.144   226.756.942.339   186.265.038.669

      LIABILITAS JANGKA
      PANJANG
      Utang pembiayaan konsumen,bagian jangka panjang      144.256.206.243   145.892.666.411   122.177.995.171    96.840.733.233    94.805.587.728
      Liabilitas sewa,bagian jangka panjang                 13.294.916.740    13.294.916.740    13.294.916.740    13.294.916.740    13.294.916.740
      Pinjaman dari pemegang saham,bagian jangka panjang    22.361.111.126     4.027.777.796               -                 -                 -
      Kewajiban imbalan pascakerja,
      bagian jangka panjang                                 17.380.664.236    17.496.648.420    17.724.464.782    17.844.417.260    18.072.364.438

      Jumlah liabilitas jangka panjang                     197.292.898.345   180.712.009.367   153.197.376.693   127.980.067.233   126.172.868.907

      JUMLAH LIABILITAS                                    405.696.384.060   409.004.878.881   392.308.818.837   354.737.009.572   312.437.907.575

      EKUITAS

      Modal Ditempatkan dan Disetor                        151.020.000.000   151.020.000.000   151.020.000.000   151.020.000.000   151.020.000.000
      Tambahan modal disetor                                55.024.051.952    55.024.051.952    55.024.051.952    55.024.051.952    55.024.051.952
      Selisih kurs atas penjabaran laporan
      keuangan dalam mata
      uang asing                                             6.002.226.150     6.002.226.150     6.002.226.150     6.002.226.150     6.002.226.150
      Saldo laba:
      - Dicadangkan                                         30.204.000.000    30.204.000.000    30.204.000.000    30.204.000.000    30.204.000.000
      - Belum dicadangkan                                  181.567.784.610   214.572.408.639   259.959.281.462   309.948.347.001   364.292.199.630
      Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada
      pemilik entitas induk                                423.818.062.712   456.822.686.741   502.209.559.564   552.198.625.103   606.542.477.732
      Kepentingan nonpengendali                                        -                 -                 -                 -                 -
      JUMLAH EKUITAS                                       423.818.062.712   456.822.686.741   502.209.559.564   552.198.625.103   606.542.477.732




Studi Kelayakan                                                                                                                                      36
PT Transkon Jaya Tbk
Page 43
      Proyeksi Posisi Keuangan Konsolidasi Perseroan dengan penambahan kegiatan usaha
      selama tahun 2026-2030 ditunjukkan pada tabel berikut ini:
                                                                                 (dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
                                               2026                2027               2028               2029                2030
      ASET
      ASET LANCAR
      Kas dan setara kas                    44.843.429.495     52.320.010.962     61.837.642.090       73.289.690.466      81.396.474.668
      Piutang usaha:
      Pihak ketiga                         172.924.377.035    153.462.218.282    130.968.062.933      150.889.625.794     193.775.498.104
      Piutang lain-lain                      8.549.519.484      8.549.519.484      8.549.519.484        8.549.519.484       8.549.519.484
      Persediaan                            23.095.055.928     24.148.187.716     25.294.810.847       26.482.328.573      27.755.499.114
      Biaya dibayar dimuka dan uang muka     3.535.014.009      2.753.385.660      1.914.670.802        1.154.490.022         668.041.413
      Pajak dibayar dimuka,Bagian lancar
      - Pajak lainnya                           459.271.280        688.459.901      1.098.232.556       1.832.246.082       3.148.485.391
      Aset Lancar Lainnya                     2.000.000.000      2.000.000.000      2.000.000.000       2.000.000.000       2.000.000.000
      Jumlah aset lancar                   255.406.667.231    243.921.782.005    231.662.938.712     264.197.900.421     317.337.013.168

      ASET TIDAK LANCAR
      Biaya dibayar dimuka dan uang muka
      Pihak ketiga                            1.743.358.948      1.743.358.948      1.743.358.948       1.743.358.948       1.743.358.948
      Aset tetap                            513.791.901.303    622.248.393.362    701.302.174.908     752.421.697.725     784.806.029.671
      Aset hak guna                          59.352.492.069     39.309.029.973     28.931.012.623         566.930.466      (3.324.280.084)
      Aset pajak tangguhan                   22.721.569.389     22.721.569.389     22.721.569.389      22.721.569.389      22.721.569.389
      - Pajak penghasilan badan               7.930.666.515      7.930.666.515      7.930.666.515       7.930.666.515       7.930.666.515
      Aset lain-lain                             20.000.000         20.000.000         20.000.000          20.000.000          20.000.000
      Jumlah aset tidak lancar             605.559.988.224    693.973.018.187    762.648.782.383     785.404.223.043     813.897.344.439

      JUMLAH ASET                          860.966.655.455    937.894.800.192    994.311.721.095    1.049.602.123.464   1.131.234.357.607




Studi Kelayakan                                                                                                                              37
PT Transkon Jaya Tbk
Page 44
                                                                2026              2027              2028                2029                2030
      LIABILITAS

      LIABILITAS JANGKA PENDEK
      Utang usaha                                            20.414.179.456    23.302.485.508    19.634.859.976      22.954.402.540      17.634.988.332
      Utang lain-lain                                         6.540.341.666     5.088.075.540     4.916.196.824       4.246.402.678       3.545.530.149
      Beban yang masih harus dibayar                         12.803.168.685    13.730.890.720    14.686.444.416      15.670.664.723      16.684.411.640
      Utang pajak
      - Pajak penghasilan badan                                  47.716.707       47.716.707        47.716.707          47.716.707           47.716.707
      - Pajak lainnya                                         1.249.850.265      794.814.134       862.097.692         974.783.345        1.168.730.675
      Uang muka dari pelanggan                                  464.765.349      499.988.333       536.268.006         573.636.069          612.125.174
      Utang pembiayaan konsumen,
      bagian jangka pendek                                  152.160.228.278   189.513.280.777   211.646.711.551     190.064.603.774    160.895.429.034
      Liabilitas sewa, bagian
       jangka pendek                                          8.789.960.918     5.583.498.595     5.583.498.595       5.583.498.595       5.583.498.595
      Pinjaman dari pemegang saham,
      bagian jangka pendek                                   18.333.333.329    18.333.333.329     4.027.777.796                 -                   -

      Jumlah liabilitas jangka pendek                       220.803.544.654   256.894.083.643   261.941.571.565     240.115.708.432    206.172.430.306

      LIABILITAS JANGKA
      PANJANG
      Utang pembiayaan konsumen,bagian jangka panjang       161.791.427.026   165.676.438.426   130.275.903.903     105.889.855.893    108.751.257.076
      Liabilitas sewa,bagian jangka panjang                  13.294.916.740    13.294.916.740    13.294.916.740      13.294.916.740     13.294.916.740
      Pinjaman dari pemegang saham,bagian jangka panjang     22.361.111.126     4.027.777.796               -                   -                  -
      Kewajiban imbalan pascakerja,
      bagian jangka panjang                                  17.380.664.236    17.496.648.420    17.724.464.782      17.844.417.260      18.072.364.438

      Jumlah liabilitas jangka panjang                      214.828.119.128   200.495.781.382   161.295.285.425     137.029.189.893    140.118.538.254

      JUMLAH LIABILITAS                                     435.631.663.782   457.389.865.025   423.236.856.990     377.144.898.324    346.290.968.560

      EKUITAS

      Modal ditempatkan dan disetor                         151.020.000.000   151.020.000.000   151.020.000.000     151.020.000.000    151.020.000.000
      Tambahan modal disetor                                 55.024.051.952    55.024.051.952    55.024.051.952      55.024.051.952     55.024.051.952
      Selisih kurs atas penjabaran laporan
      keuangan dalam mata
      uang asing                                              6.002.226.150     6.002.226.150     6.002.226.150       6.002.226.150       6.002.226.150
      Saldo laba:
      - Dicadangkan                                          30.204.000.000    30.204.000.000    30.204.000.000      30.204.000.000     30.204.000.000
      - Belum dicadangkan                                   183.084.713.572   238.271.970.012   328.877.085.278     430.313.084.514    544.608.386.937
      Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada
      pemilik entitas induk                                 425.334.991.674   480.522.248.114   571.127.363.380     672.563.362.616    786.858.665.039
      Kepentingan nonpengendali                                         -                 -                 -                   -                  -
      JUMLAH EKUITAS                                        425.334.991.674   480.522.248.114   571.127.363.380     672.563.362.616    786.858.665.039

      JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                         860.966.655.455   937.912.113.139   994.364.220.370   1.049.708.260.941   1.133.149.633.599




5.3   PROYEKSI LABA RUGI

      Proyeksi Laba Rugi khusus terkait penambahan 3 kode KBLI baru selama tahun 2026-2030
      adalah sebagai berikut:
                                                              Proyeksi           Proyeksi            Proyeksi             Proyeksi             Proyeksi
       Keterangan                                              2026               2027                2028                 2029                 2030
                                                                 1                  2                   3                    4                    5

        Pendapatan dari KBLI Baru
        Pendapatan Angkutan dan Sewa Kendaraan             5.339.589.933      52.333.303.193      91.097.901.868     113.268.600.537      129.764.499.556
        Pendapatan Jasa Operator Kendaraan                 2.192.323.851      20.238.958.679      32.332.627.205      39.426.692.394       44.461.277.917

           Total Pendapatan KBLI Baru                      7.531.913.784      72.572.261.872     123.430.529.073     152.695.292.931      174.225.777.473



        Beban Pokok Pendapatan
        Materials/Repairs & Maintenance                      (898.864.919)   (6.233.620.074)     (10.409.010.975)     (12.702.855.834)     (16.879.366.806)
        Operator/Driver Kendaraan                          (2.082.707.658) (19.227.010.745)      (30.715.995.844)     (37.455.357.774)     (42.238.214.021)
        Beban Penyusutan Kendaraan                         (2.148.081.597) (14.574.296.875)      (18.106.562.500)     (21.158.402.778)     (23.265.642.361)
          Total Beban Pokok Pendapatan KBLI Baru           (5.129.654.175) (40.034.927.693)      (59.231.569.319)     (71.316.616.386)     (82.383.223.188)

        Laba Sebelum Pajak Penghasilan                     2.402.259.609      32.537.334.179      64.198.959.754       81.378.676.545       91.842.554.285

        Pajak Penghasilan                                   (528.497.114)     (7.158.213.519)    (14.123.771.146)     (17.903.308.840)     (20.205.361.943)

        Laba Bersih                                        1.873.762.495      25.379.120.659      50.075.188.608       63.475.367.705       71.637.192.342




Studi Kelayakan                                                                                                                                              38
PT Transkon Jaya Tbk
Page 45
      Proyeksi Laba Rugi Konsolidasi tanpa penambahan kegiatan usaha selama tahun 2026-2030
      ditunjukkan pada tabel berikut ini:
                                                                                   (dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
      LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN
      KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN
      UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR

                                              2026                2027                 2028                 2029                 2030


      PENDAPATAN                           528.833.365.550     554.724.046.721      575.422.022.904      596.283.098.633      621.890.153.899
      BEBAN POKOK PENDAPATAN              (432.700.627.993)   (436.026.673.468)    (441.049.626.223)    (454.517.776.494)    (470.310.985.913)
      LABA KOTOR                            96.132.737.557     118.697.373.253      134.372.396.681      141.765.322.139      151.579.167.986

      Beban umum dan administrasi          (58.258.197.569)    (62.711.918.272)     (64.962.676.995)     (67.321.733.778)     (69.855.878.666)
      Pendapatan keuangan                      896.157.970          (10.231.175)         (10.199.089)         (10.165.719)         (10.131.015)
      Beban keuangan                       (25.250.100.461)    (24.135.582.049)     (24.590.261.273)     (26.010.101.632)     (24.191.752.488)
      Penghasilan lain-lain, bersih         23.837.453.106      20.248.258.217       22.566.774.605       24.619.732.881       21.437.533.940

      LABA SEBELUM
      PAJAK
      PENGHASILAN                          37.358.050.603      52.087.899.974       67.376.033.929       73.043.053.891       78.958.939.757

      Beban pajak penghasilan               (8.195.374.902)    (12.157.793.126)     (15.063.678.287)     (16.128.505.533)     (17.689.604.309)
      (RUGI)/LABA BERSIH                   29.162.675.701      39.930.106.848       52.312.355.642       56.914.548.358       61.269.335.448


       ANALISA RASIO PROFITABILITAS
      Marjin Laba Bruto                              18,2%                21,4%                23,4%                23,8%                 24,4%
      Marjin Laba Usaha                               7,2%                10,1%                12,1%                12,5%                 13,1%
      Marjin Laba Tahun Berjalan                      5,5%                 7,2%                 9,1%                 9,5%                  9,9%

      Return on Assets                               3,5%                 4,6%                  5,8%                 6,3%                6,7%
      Return on Equity                               6,9%                 8,7%                 10,4%                10,3%               10,1%

      Interest Coverage Ratio                         1,50                2,32                  2,82                 2,86                 3,38
      Debt Service Coverage Ratio                     0,87                0,88                  0,84                 0,95                 1,19

      Debt Service
      Bunga Pinjaman                       25.250.100.461      24.135.582.049       24.590.261.273       26.010.101.632       24.191.752.488
      Pokok Pinjaman Dibayar              214.552.625.868     205.277.617.424      226.333.057.006      206.454.678.758      173.422.779.251



      Proyeksi Laba Rugi Konsolidasi dengan penambahan kegiatan usaha selama tahun 2026-
      2030 ditunjukkan pada tabel berikut ini:
                                                                                     (dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
      LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN
      KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN
      UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR

                                              2026                 2027                 2028                 2029                  2030


      PENDAPATAN                           536.365.279.334     627.296.308.592      698.852.551.977      748.978.391.564       796.115.931.372
      BEBAN POKOK PENDAPATAN              (437.717.890.124)   (479.989.430.454)    (512.506.138.617)    (540.769.706.942)     (572.166.448.762)
      LABA KOTOR                            98.647.389.210     147.306.878.138      186.346.413.360      208.208.684.622       223.949.482.610

      Beban umum dan administrasi          (58.260.354.088)    (62.730.963.413)     (64.993.120.455)      (67.361.296.844)     (69.906.711.825)
      Pendapatan keuangan                      521.217.312         537.192.545          553.647.343           570.596.106          588.053.665
      Beban keuangan                       (25.317.977.046)    (24.800.931.955)     (25.446.337.030)      (26.938.893.306)     (24.719.784.550)
      Penghasilan lain-lain, bersih         23.837.453.106      20.248.258.217       27.561.259.262        24.619.732.881       24.909.635.573

      LABA SEBELUM
      PAJAK
      PENGHASILAN                          39.427.728.494      80.560.433.532      124.021.862.480       139.098.823.459      154.820.675.473

      Beban pajak penghasilan               (8.748.123.831)    (18.447.694.270)     (26.491.264.396)      (30.737.341.405)     (33.599.890.231)
      LABA BERSIH                          30.679.604.663      62.112.739.262       97.530.598.084       108.361.482.054      120.622.600.561




Studi Kelayakan                                                                                                                                39
PT Transkon Jaya Tbk
Page 46
      ANALISA RASIO PROFITABILITAS
      Marjin Laba Bruto                       18,4%             23,5%             26,7%             27,8%             28,1%
      Marjin Laba Usaha                        7,5%             13,5%             17,4%             18,8%             19,3%
      Marjin Laba Tahun Berjalan               5,7%              9,9%             14,0%             14,5%             15,2%

      Return on Assets                          3,6%             6,6%              9,8%             10,3%             10,7%
      Return on Equity                          7,3%            12,8%             17,0%             16,1%             15,4%

      Interest Coverage Ratio                   1,60              3,41              4,77              5,23              6,23
      Debt Service Coverage Ratio               0,88              1,00              1,06              1,24              1,61

      Debt Service
      Bunga Pinjaman                  25.317.977.046    24.800.931.955    25.446.337.030    26.938.893.306    24.719.784.550
      Pokok Pinjaman Dibayar         217.511.334.625   223.574.466.634   249.229.516.128   232.941.066.077   191.202.336.131



      Jika kita bandingkan rasio profitabilitas proyeksi keuangan Perseroan sebelum dan sesudah
      penambahan KBLI terlihat bahwa marjin laba bruto membaik dari sebelumnya di kisaran 18,2%
      - 24,4% menjadi kisaran 18,4% - 28,1% selama 5 tahun proyeksi tersebut. Marjin laba usaha
      pun dari 13,1% di tahun 2030 terlihat membaik menjadi 19,3% setelah penambahan KBLI.
      Rasio ROA yang sebelum penambahan KBLI berada di kisaran 3,5% - 6,7& kemudian akan
      meningkat menjadi kisaran 3,6% - 10,7% setelah penambahan KBLI. Rasio ROE pun dari
      kisaran 6,9% - 10,1% akan membaik menjadi kisaran 7,3% - 15,4%.

      Interest Coverage Ratio sebelum Transaksi berkisar 1,5x – 3,39x dengan Debt Service
      Coverage Ratio antara 0,87x – 1,19x. Interest Coverage Ratio setelah Transaksi berkisar
      antara 1,6x hingga 6,2x selama periode proyeksi, dengan Debt Service Coverage Ratio antara
      0,88x – 1,61x. Dengan demikian terlihat ada peningkatan ICR dan DSCR dengan dilakukannya
      transaksi.

      Jadi secara keseluruhan tingkat profitabilitas Perseroan akan mengalami peningkatan dengan
      dilakukannya penambahan kegiatan usaha (3 kode KBLI) baru.




Studi Kelayakan                                                                                                           40
PT Transkon Jaya Tbk
Page 47
5.4     PROYEKSI ARUS KAS

       Proyeksi Arus Kas Konsolidasi tanpa penambahan kegiatan usaha selama tahun 2026-2030
       ditunjukkan pada tabel berikut ini:
                                                                                            (dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
                         Keterangan                                                         Konsolidasi

                                                       2026                2027                2028                2029                2030



      ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI



      Penerimaan dari pelanggan                   587.782.813.439     629.931.408.021     648.681.331.101     665.480.794.679     739.155.955.908
      Pembayaran kepada pemasok dan lainnya       (209.099.828.894)   (239.469.899.337)   (262.163.909.596)   (300.770.687.266)   (387.163.221.500)

      Pembayaran kepada karyawan                  (113.205.831.189)   (120.201.834.911)   (125.385.192.508)   (130.808.241.241)   (136.482.389.050)

      Pembayaran pajak penghasilan badan            (5.881.097.769)     (5.881.097.769)     (5.881.097.769)     (5.881.097.769)     (5.881.097.769)
      Penerimaan penghasilan keuangan                 532.679.336         532.679.336         532.679.336         532.679.336         532.679.336

      Pembayaran biaya keuangan                    (31.909.235.309)    (31.497.972.514)    (34.522.820.362)    (36.855.438.469)    (38.992.242.666)
      Arus kas bersih yang diperoleh

      dari aktiv itas operasi                     228.219.499.614     233.413.282.826     221.260.990.201     191.698.009.271     171.169.684.258



      ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI

      Penjualan aset tetap                         73.729.761.063      70.865.542.968      75.821.487.791      71.909.344.736      64.410.242.976

      Perolehan aset tetap                         (83.567.654.637)    (90.284.200.359)    (71.504.356.867)    (55.769.189.890)    (58.234.643.012)
      Arus kas bersih yang diperoleh dari

      aktiv itas inv estasi                         (9.837.893.574)    (19.418.657.391)     4.317.130.924      16.140.154.846       6.175.599.964



      ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN


      Pembayaran atas utang Payment of consumer
                                                  (170.472.653.708)   (190.771.309.137)   (215.736.479.000)   (203.072.692.746)   (173.422.779.252)
      pembiayaan konsumen
      Pembayaran kembali liabilitas sewa           (32.149.268.526)     (3.272.501.090)                -                   -                   -
      Pembayaran kembali atas
                                                   (12.192.184.465)    (11.348.472.802)    (10.669.978.010)     (3.437.036.018)                -
      pinjaman pemegang saham
      Arus kas bersih yang digunakan

      untuk aktiv itas pendanaan                  (214.814.106.699)   (205.392.283.029)   (226.406.457.011)   (206.509.728.763)   (173.422.779.252)



      (PENURUNAN)/KENAIKAN BERSIH                   3.567.499.342       8.602.342.406         (828.335.886)     1.328.435.354       3.922.504.970

      KAS DAN SETARA KAS



      KAS DAN SETARA KAS

      PADA AWAL TAHUN                              26.014.363.283      22.363.399.900      57.162.711.385      62.762.363.688      53.059.302.899



      KAS DAN SETARA KAS

      PADA AKHIR TAHUN                             29.581.862.625      30.965.742.306      56.334.375.500      64.090.799.042      56.981.807.869




Studi Kelayakan                                                                                                                                41
PT Transkon Jaya Tbk
Page 48
      Proyeksi Arus Kas Konsolidasi dengan penambahan kegiatan usaha selama tahun 2026-2030
      ditunjukkan pada tabel berikut ini:
                                                                                           (dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
                         Keterangan                                                       Konsolidasi

                                                   2026                 2027                 2028              2029                 2030



      ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI



      Penerimaan dari pelanggan                   612.937.008.538     693.066.603.120      716.803.526.199    757.617.989.778     828.465.151.006
      Pembayaran kepada pemasok dan lainnya       (211.059.947.178)   (265.129.607.985)   (305.075.869.427)   (352.583.845.695)   (449.806.462.989)

      Pembayaran kepada karyawan                  (113.205.831.189)   (120.201.834.911)   (125.385.192.508)   (130.808.241.241)   (136.482.389.050)
      Pembayaran pajak penghasilan badan            (5.881.097.769)     (5.881.097.769)     (5.881.097.769)     (5.881.097.769)     (5.881.097.769)

      Penerimaan penghasilan keuangan                  46.818.643          48.187.203           49.596.819         51.048.723         565.046.432

      Pembayaran biaya keuangan                    (32.281.860.142)    (36.357.586.294)    (42.757.529.498)    (47.603.174.801)    (51.297.798.041)
      Arus kas bersih yang diperoleh

      dari aktiv itas operasi                     250.555.090.903     265.544.663.362      237.753.433.815    220.792.678.995     185.562.449.588



      ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI



      Penjualan aset tetap                         73.729.761.063      70.865.542.968       96.391.487.791     83.349.344.736      78.710.242.976

      Perolehan aset tetap                         (90.887.954.637)   (106.016.650.359)    (75.969.856.867)    (60.351.539.890)    (64.928.693.012)
      Arus kas bersih yang diperoleh dari

      aktiv itas inv estasi                        (17.158.193.574)    (35.151.107.391)     20.421.630.924     22.997.804.846      13.781.549.964



      ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN


      Pembayaran atas utang Payment of consumer
                                                  (172.169.881.634)   (208.953.492.743)   (238.559.538.118)   (229.504.030.060)   (191.202.336.131)
      pembiayaan konsumen
      Pembayaran kembali liabilitas sewa           (32.149.268.526)     (3.272.501.090)                 -                  -                   -
      Pembayaran kembali atas
                                                   (12.192.184.465)    (11.348.472.802)    (10.669.978.010)     (3.437.036.018)                -
      pinjaman pemegang saham
      Arus kas bersih yang digunakan
      untuk aktiv itas pendanaan                  (216.511.334.625)   (223.574.466.634)   (249.229.516.128)   (232.941.066.077)   (191.202.336.131)



      (PENURUNAN)/KENAIKAN BERSIH                  16.885.562.704       6.819.089.337        8.945.548.611     10.849.417.764       8.141.663.422
      KAS DAN SETARA KAS


      KAS DAN SETARA KAS

      PADA AWAL TAHUN                              26.014.363.283      22.363.399.900       57.162.711.385     62.762.363.688      53.059.302.899


      KAS DAN SETARA KAS

      PADA AKHIR TAHUN                             42.899.925.988      29.182.489.238       66.108.259.997     73.611.781.453      61.200.966.321




Studi Kelayakan                                                                                                                                     42
PT Transkon Jaya Tbk
Page 49
6.    ANALISA KELAYAKAN INVESTASI
6.1   ANALISA INVESTASI
      Untuk mengevaluasi kelayakan investasi pada Rencana Penambahan 3 Kode KBLI digunakan
      3 (tiga) indikator yaitu Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR) dan Profitability
      Index (PI), yang didasarkan pada nilai kini arus kas bersih yang diproyeksikan hingga tahun
      2026. Penggunaan NPV berarti mengukur nilai kini dari pengeluaran investasi dan manfaat
      bisnis yang digambarkan oleh proyeksi manfaat netto.

      Nilai NPV mencerminkan selisih dari nilai sekarang arus kas masa datang dengan nilai
      investasi. Dengan membandingkan antara total investasi yang dikeluarkan pada awal periode
      dan total arus kas yang akan diterima setiap tahun, maka dapat diketahui nilai NPV yang
      dihasilkan oleh proyek tersebut. Jika nilai NPV positif maka investasi tersebut layak
      dilaksanakan sedangkan jika nilai NPV negatif, investasi tersebut sebaiknya tidak
      dilaksanakan.

      Nilai IRR mencerminkan besarnya tingkat bunga yang apabila digunakan untuk mendiskonto
      seluruh selisih kas masuk akan menghasilkan jumlah kas yang sama dengan jumlah investasi.
      IRR merupakan nilai tingkat pengembalian investasi pada saat NPV Perseroan sama dengan
      0, yang artinya tingkat pengembalian dan risiko dari total investasi pada saat ini adalah sama
      dengan tingkat pengembalian dan risiko pasar. Sehingga apabila IRR lebih besar dari WACC,
      maka investasi ini layak dilaksanakan dan apabila IRR lebih kecil dari WACC maka investasi
      ini sebaiknya tidak dilaksanakan.

      Untuk menganalisis keseluruhan profitabilitas dapat menggunakan Profitability Index (PI),
      dimana PI merupakan teknik penilaian investasi yang dihitung dengan membagi nilai sekarang
      dari arus kas bersih yang akan datang suatu proyek dengan nilai investasi awal yang
      dibutuhkan untuk proyek tersebut. Apabila PI yang dihasilkan dari suatu proyek sama dengan
      1 maka arus kas dari proyek tidak menghasilkan nilai tambah, apabila PI lebih besar dari 1,
      maka nilai arus kas yang dihasilkan dari proyek menghasilkan nilai tambah bagi Perseroan,
      sedangkan apabila PI lebih kecil dari 1, maka nilai arus kas yang dihasilkan dari proyek tidak
      menghasilkan nilai tambah bagi Perseroan. Dalam menganalisis PI suatu proyek maka
      kelayakan dapat dinilai apabila nilai PI lebih dari 1. Jika PI lebih besar dari 1, maka investasi
      tersebut dapat disimpulkan layak untuk dilaksanakan.

6.1.1 Penentuan Tingkat Diskonto

      Dalam menghitung tingkat diskonto (discount factor) untuk AKB digunakan tingkat diskonto
      berdasarkan Biaya Modal Rata-rata Tertimbang (Weighted Average Cost of Capital/ WACC)
      dengan formula sebagai berikut:

                                 WACC = [ ke x We ] + [ kd (1-t) x Wd ]

                Dimana :
                ke     = biaya modal untuk ekuitas
                kd     = biaya modal untuk hutang

Studi Kelayakan                                                                                     43
PT Transkon Jaya Tbk
Page 50
                We      = bobot ekuitas dalam struktur kapital
                Wd      = bobot hutang dalam struktur kapital
                t       = tarif pajak

      Tingkat diskonto (discount rate) yang digunakan adalah biaya modal rata-rata tertimbang
      (weighted average cost of capital), yang diperoleh dari biaya modal untuk hutang berbunga
      dan biaya modal untuk ekuitas.

      Sedangkan perhitungan biaya modal untuk ekuitas ditentukan dengan mengaplikasikan model
      Capital Asset Pricing Model (CAPM). Model ini menyatakan bahwa biaya ekuitas adalah
      bunga bebas risiko ditambah premium untuk menutup risiko sistimatis dari sekuritas saham,
      dengan formula sebagai berikut :

                                    Ke = Rf + ß (Rm-Rf) - CDS
                                    Ke = Rf + ß . Rp - CDS

                Dimana :
                Rf     = tingkat pengembalian untuk investasi bebas risiko
                Rm     = tingkat pengembalian yang diharapkan oleh pasar ekuitas
                Rp     = selisih antara Rm dengan Rf
                CDS = country default spread
                ß      = sensitivitas antara tingkat pengembalian investasi dengan pasar
      Rf (Risk free rate), adalah tingkat suku bunga untuk instrumen-instrumen yang dianggap tidak
      memiliki kemungkinan gagal bayar. Untuk penilaian ini, instrumen bebas risiko yang digunakan
      adalah tingkat suku bunga Surat Utang Negara (SUN) yang jatuh tempo hingga 30 tahun, yaitu
      sebesar 6,725% per tanggal 31 Desember 2025.
      Rp (Equity Risk Premium - ERP), adalah selisih antara tingkat bunga investasi bebas risiko
      dengan tingkat kembalian investasi dalam bentuk penyertaan. Penentuan equity market risk
      premium memasukkan premi untuk risiko spesifik negara (country-specific risk premiums)
      seperti volatilitas harga saham untuk menghasilkan base equity market risk premium. Dengan
      mengikutkan risiko-risiko ini, dihasilkan tingkat diskonto yang mengakomodasi perubahan-
      perubahan sentimen jangka pendek di sekuritas di pasar negara berkembang (emerging
      market).
      Untuk memperoleh gambaran mengenai ERP, digunakan pendekatan sebagai berikut :
      Hasil penelitian yang dilakukan oleh Aswath Damodaran mengenai “Country Default Spreads
      and Risk Premiums” yang diterbitkan pada bulan Januari 2026 menyatakan bahwa pasar pada
      negara dengan emerging market umumnya 1,5 hingga 2 kali lebih volatil dibandingkan dengan
      Amerika Serikat. Dengan menerapkan rasio volatilitas pasar Indonesia ke pasar Amerika
      Serikat dengan cara mengalikannya, maka diperoleh tingkat premi risiko untuk pasar
      Indonesia adalah sebesar 6,69%.
      CDS (Country Default Spread), adalah tingkat (rating) gagal bayar obligasi yang dikeluarkan
      pemerintah yang dalam penilaian ini diaplikasikan 1,62% berdasarkan Damodaran yang
      bersumber dari rating Indonesia Baa2 oleh lembaga independen Moody’s.
      ß (Beta), adalah pengukur tingkat sensitivitas pengembalian investasi terhadap pengembalian
      pasar saham secara keseluruhan. Beta Perseroan akan dihitung dengan mengacu kepada

Studi Kelayakan                                                                                44
PT Transkon Jaya Tbk
Page 51
      (unlevered) beta Damodaran dari Business & Consumer Services sebesar 0,98 yang
      kemudian disesuaikan (relevered) dengan struktur kapital atau tingkat leverage pasar untuk
      memperoleh beta yang sesuai, dengan formula sebagai berikut:

                                      ßL = ßU x [ 1 + (1 – t) x DER]


                Dimana :
                ßL     = beta levered, yaitu beta yang mengacu pada portfolio pasar dengan
                         pengaruh hutang
                ßU     = beta unlevered, yaitu beta yang mengacu pada portfolio pasar tanpa
                         pengaruh hutang
                t      = tingkat pajak
                DER = rasio hutang terhadap ekuitas

      Dengan menggunakan formula di atas, maka beta unlevered akan dijadikan levered dengan
      menggunakan struktur hutang terhadap ekuitas yaitu 87:13 untuk industri Business &
      Consumer Services, sehingga diperoleh beta untuk Perseroan sebesar 1,1.
      Perhitungan Cost of Equity
                         Keterangan
               Rf                                          6,725%
               Rm-Rf                                        6,69%
               ß                                               1,1
               CDS                                          1,62%
                             Total                          12,44%

6.1.2 Penentuan Biaya Modal Untuk Hutang

      Karena perhitungan nilai ekuitas dilakukan dengan mendiskonto tingkat balikan terhadap
      keseluruhan modal (Free Cash Flow to the Firm/ Invested Capital), maka tingkat diskonto yang
      digunakan adalah tingkat diskonto yang merupakan rata-rata tertimbang biaya modal, baik
      yang berasal dari hutang berbunga (interest bearing debt) maupun yang berasal dari ekuitas.
      Dalam penilaian ini, biaya modal untuk hutang digunakan tingkat bunga pinjaman investasi
      rata-rata Bank Persero dalam mata uang Rupiah yang berlaku di pasar pada bulan Desember
      2025 yaitu sebesar 8,44% (sumber: http://www.bi.go.id).

6.1.3 Kesimpulan

      Sebagaimana telah diuraikan di atas, diperoleh biaya modal untuk ekuitas sebesar 10,47%
      dan biaya modal untuk hutang sebesar 8,67%, maka diperoleh WACC sebesar 7,50% selama
      periode proyeksi sebagai berikut:
           Jenis Modal       Biaya Modal        Bobot        Tertimbang
        Cost of Debt               6,58%           13,3%           0,87%
        Cost of Equity            12,44%           86,7%          10,79%
        WACC                                                      11,67%




Studi Kelayakan                                                                                45
PT Transkon Jaya Tbk
Page 52
6.2   KELAYAKAN INVESTASI
      Analisa kelayakan investasi dapat dilakukan berdasarkan perhitungan kelayakan investasi
      Perseroan dan perbandingan antara rasio kinerja proyeksi keuangan dalam kondisi tanpa
      adanya Rencana Penambahan 3 Kode KBLI dan dengan adanya penambahan Rencana
      Penambahan 3 Kode KBLI. Kelayakan investasi Perseroan dihitung dengan menggunakan
      tiga indikator yaitu Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR) dan Profitability
      Index (PI). Berdasarkan analisis kelayakan yang telah dilakukan terhadap penambahan
      kegiatan usaha Perseroan, diperoleh hasil perhitungan sebagai berikut:
                                                                                                            (dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
                                                                          Proyeksi           Proyeksi             Proyeksi           Proyeksi           Proyeksi
       Keterangan                                                           2026               2023                 2024               2025               2026
                                                                              1                  2                    3                  4                  5

      Investasi awal                                                                 -                  -                    -                  -                  -

      Kas masuk dari pendapatan                                          6.590.424.561      64.442.218.361     117.073.245.673     149.037.197.449    171.534.466.905
      Kas keluar untuk pembayaran:
       CAPEX - Investasi Kendaraan                                      (31.786.718.750)   (29.835.156.250)     (11.392.187.500)   (14.546.875.000)   (21.396.484.375)
       Material/ Pemeliharaan & Perbaikan Kendaraan                        (898.864.919)    (6.233.620.074)     (10.409.010.975)   (12.702.855.834)   (16.879.366.806)
       Beban Operator/ Driver Kendaraan                                  (2.082.707.658)   (19.227.010.745)     (30.715.995.844)   (37.455.357.774)   (42.238.214.021)
       Pajak penghasilan                                                   (528.497.114)    (7.158.213.519)     (14.123.771.146)   (17.903.308.840)   (20.205.361.943)
      Kas bersih                                                        (28.706.363.881)     1.988.217.773      50.432.280.208      66.428.800.001     70.815.039.761

      Faktor Diskonto                   11,67%                                  0,8955             0,8020               0,7182             0,6432             0,5760

      Nilai kini dari Kas Masuk                                           5.901.910.479     57.709.818.288     104.842.382.929     133.467.000.387    153.613.937.679
      Nilai kini dari Kas Keluar                                        (25.707.355.914)     1.780.504.913      45.163.524.793      59.488.857.998     63.416.859.019
      Nilai kini dari Arus Kas Bersih                                   (25.707.355.914)     1.594.492.208      36.219.819.232      42.724.137.677     40.786.987.206

      NPV                                        95.618.080.409 Rp
      IRR                                                 26,5%
      Payback Period (PP)                                  2,67 tahun
      PI                                                   3,16

      Laba Bersih                                                       1.873.762.495      25.379.120.659      50.075.188.608      63.475.367.705     71.637.192.342
      ROI terhadap CAPEX - akumulatif                                            5,9%               41,2%               68,6%               72,5%              65,7%




      Berdasarkan tabel di atas, ROI menunjukkan peningkatan bertahap dari 5,9% di tahun 2026
      hingga meraih kisaran 65,7% - 72,5% di dua tahun terakhir proyeksi keuangan. NPV
      menunjukkan nilai positif yakni Rp 95,6 Milyar, dan tingkat IRR lebih tinggi daripada WACC
      yakni 26,5%. Di samping itu PI sebesar 3,16x (lebih dari 1). Dengan demikian secara
      keseluruhan investasi tersebut layak.



6.3   KESIMPULAN

      Berdasarkan hasil kajian dan analisa yang telah dilakukan terhadap seluruh aspek yang terkait
      dalam rangka menentukan kelayakan usaha, kami berpendapat bahwa Rencana
      Penambahan 3 Kode KBLI yang akan dilakukan oleh Perseroan dinilai “layak”.

      Mengingat bahwa ada kemungkinan terjadinya perbedaan waktu dari tanggal laporan ini
      disusun dengan pelaksanaan rencana usaha, maka kesimpulan di atas berlaku bila tidak ada
      perubahan yang memiliki dampak yang signifikan terhadap nilai dan hubungan manajemen
      Perseroan dengan pelaksanaan rencana usaha, yang meliputi kondisi pasar dan
      perekonomian, kondisi umum bisnis dan keuangan, peraturan Pemerintah Indonesia dan

Studi Kelayakan                                                                                                                                                        46
PT Transkon Jaya Tbk
Page 53
      perubahan organisasi dan/atau manajemen Perseroan setelah tanggal laporan ini dikeluarkan.
      Studi Kelayakan atas rencana usaha mungkin akan berbeda jika setelah tanggal laporan
      dikeluarkan terjadi perubahan-perubahan tersebut di atas.




Studi Kelayakan                                                                               47
PT Transkon Jaya Tbk
Page 54
7.    SYARAT PEMBATASAN
1.    Menghasilkan laporan yang bersifat non-disclaimer opinion.
2.    Kami telah melakukan penelaahan atas data dan informasi yang digunakan dalam proses
      penilaian yang disiapkan oleh manajemen Perseroan.
3.    Data dan informasi yang diperoleh berasal dari sumber yang dapat dipercaya keakuratannya.
4.    Kami menggunakan proyeksi keuangan yang telah disesuaikan yang mencerminkan
      kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen dengan kemampuan
      pencapaiannya (fiduciary duty).
5.    Kami bertanggungjawab atas pelaksanaan penilaian dan kewajaran proyeksi keuangan yang
      telah disesuaikan dalam laporan studi kelayakan ini.
6.    Kami menghasilkan laporan studi kelayakan yang terbuka untuk publik, kecuali terdapat
      informasi yang bersifat rahasia yang dapat mempengaruhi operasional perusahaan.
7.    Kami bertanggung jawab atas laporan studi kelayakan dan kesimpulan nilai dari penilaian yang
      dilakukan.
8.    Kami telah memperoleh informasi atas status hukum objek penilaian dari Perseroan.




Studi Kelayakan                                                                                 48
PT Transkon Jaya Tbk

File

File Open PDF
Source IDX
Size1.11 MB
Published18 May 2026
Pages54
Characters166,858
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 71 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org TRANSKON JAYA Tbk p.1 ×194
linked org Samindo Resources Tbk p.10 ×17
linked org ST International p.10 ×10
linked person Jeong Subok p.18 ×2
linked person Kim Hyoyeol p.18 ×2
linked person R. Hesthi Sambodo p.18 ×2
linked person Kim Joonseok p.18 ×2
linked person Park Jung Ook p.18 ×2
linked person Kim Taejae p.18
linked org Mirae Asset p.31
linked person Rex Alexander Joseph Syauta p.31
linked org Artha Graha p.31 ×2
possible org Jamaludin p.9 ×2
possible org Tjahjadi p.9 ×2
possible org Negara Republik Indonesia p.10 ×6
possible org PT Damai Investama Sukses p.18
possible org Pemerintah Republik Indonesia p.18
possible org Bursa Efek Indonesia p.18
possible org Bank Persero p.51
unresolved org KJPP Ihot Dollar p.2 ×3
unresolved org Menteri Keuangan p.2
unresolved person Raymond Yoranouw, MBT, MAPPI (Cert.) · Senior Partner p.4
unresolved person MBT p.4
unresolved — Web site p.7
unresolved org Rintis p.9 ×2
unresolved org Rianto & Rekan p.9 ×2
unresolved org Sukimto & Rekan p.9 ×2
unresolved person Kevin Muhammad Rizka p.9 ×2
unresolved person Adi Gunawan · Notaris p.10 ×3
unresolved org Menteri p.10
unresolved person Buchari Hanafi · Notaris p.10 ×7
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia p.10 ×2
unresolved org Menteri Hukum Republik Indonesia p.10 ×2
unresolved org Menteri Investasi p.10
unresolved org Koordinasi Penanaman Modal. p.10 ×2
unresolved org ST International Corporation p.10 ×8
unresolved org Samtan Co., Ltd. p.10 ×2
unresolved org Pusat Statistik p.12
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.17
unresolved org PT Adimitra Jasa Korpora p.17
unresolved org Direktorat Jenderal Pajak p.18
unresolved org Kementerian Keuangan Republik Indonesia Direktorat Jenderal Pajak. p.18
unresolved org Kota Nusantara p.21 ×3
unresolved org Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi p.26 ×2
unresolved org PT Kideco Jaya Agung p.30
unresolved org PT Perta p.30
unresolved org PT Samindo Utama Kaltim p.30 ×2
unresolved org PT Cotrans Asia p.30 ×3
unresolved org PT Sea Bridge Shipping p.30
unresolved org PT Tata Hamparan Eka Persada · Komisaris p.30 ×2
unresolved org PT Griya Pancaloka · Presiden Direktur p.30
unresolved org PT STI · Direktur p.30
unresolved org PT STI Indonesia p.30
unresolved org PT SIMS Jaya Kaltim p.30 ×4
unresolved org PT Trasindo Murni Perkasa p.30
unresolved org PT Mintec Abadi. p.30 ×3
unresolved org Pengawasan Keuangan & Pembangunan p.30
unresolved org PT Rhone Poulenc Agrocarb p.30
unresolved org PT TNT Logistics Indonesia. Lalu p.30
unresolved org PT Gitaswara Indonesia p.31
unresolved org PT Gubah Bumi Selaras. p.31
unresolved org PT Linfox Logistics Indonesia p.31
unresolved org PT Atlas Copco Nusantara p.31
unresolved org PT Epiroc Indonesia p.31
unresolved org PT Havi Indonesia p.31
unresolved org PT LF Services Indonesia p.31
unresolved org PT DHL Supply Chain Indonesia p.31
unresolved org Amore Pacific Corporation p.31
unresolved org Deputy Senior Manager ST International Corporation p.31
unresolved org Bank Artha Graha International Tbk p.31 ×4
unresolved org PT Dianbatara Group p.31

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result