Back to announcement
20240522_LINK_Rencana Transaksi Material Dengan Persetujuan RUPS_31642391_lamp3.pdf
Asset transaction Needs review LINKSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 56
Page 1
Page 2
Page 3
KJPP DSR/Penilai memiliki kompetensi untuk melakukan kajian atas obyek
transaksi pada perihal dimaksud, dan tidak memiliki benturan kepentingan dengan
subyek atau obyek kajian, sehingga dalam posisi untuk memberikan kajian objektif
dan tidak memihak.
I.2. PEMBERI TUGAS
PT LINK NET Tbk
Bidang Usaha : Penyelenggaraan tetap berbasis kabel, Penyelenggaraan
jasa multimedia, jasa akses internet (internet service
provider) dan Jasa konsultasi manajemen bisnis.
Alamat : Centennial Tower Lantai 26 Unit D, Jl. Jend. Gatot Subroto
Kav. 24-25, Kuningan Timur – Setiabudi, Jakarta Selatan
Nomor Telepon : 021 5577 7755
Website : www.linknet.co.id
Email : corporate.secretary@linknet.co.id
I.3. PENGGUNA LAPORAN
1. PT LINK NET Tbk
2. OTORITAS JASA KEUANGAN (OJK)
Alamat : Gedung Soemitro Djojohadikusumo
Jl. Lapangan Banteng Timur No. 2-4, Jakarta
Nomor Telepon : (021) 2960 0000
Nomor faksimili : (021) 385 8321
Email : humas@ojk.co.id
Website : www.ojk.go.id
I.4. MAKSUD DAN TUJUAN PENDAPAT KEWAJARAN
Laporan Pendapat Kewajaran ini bertujuan untuk mengkaji kewajaran atas
Rencana Transaksi yang berhubungan dengan Peraturan Otoritas Jasa
Keuangan No.42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi
Benturan Kepentingan dan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
No.17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material Dan Perubahan Kegiatan
Usaha.
- ii -
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Link Net Tbk
Page 4
I.5. OBYEK PENDAPAT KEWAJARAN
Obyek pendapat kewajaran adalah Rencana Transaksi Penjualan Unit Bisnis
Serve Co dan Menyewakan Aset Jaringan Fiber Optik kepada PT XL Axiata, Tbk.
I.6. TANGGAL EFEKTIF KEWAJARAN
Analisis kewajaran dilaksanakan menggunakan parameter dan laporan keuangan
audit per tanggal 31 Desember 2023.
I.7. PIHAK-PIHAK YANG TERLIBAT TRANSAKSI
Pihak-pihak yang terlibat dalam Rencana Transaksi yaitu :
1. PT Link Net, Tbk. sebagai perusahaan yang berencana:
- Menjual Unit Bisnis Serve Co.
- Menyewakan Aset Jaringan Fiber Optik.
2. PT XL Axiata, Tbk. sebagai perusahaan yang berencana:
- Membeli Unit Bisnis Serve Co.
- Menyewa Aset Jaringan Fiber Optik.
I.8. PEMENUHAN STANDAR
Pedoman laporan pendapat kewajaran ini dilakukan sesuai degan Peraturan
Otoritas Jasa Keuangan No.42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan
Transaksi Benturan Kepentingan dan Peraturan OJK No.17/POJK.04/2020
tentang Transaksi Material Dan Perubahan Kegiatan Usaha Utama, dan SEOJK
17 tahun 2020 tentang “Pedoman Penilaian & Penyajian Laporan Penilaian Bisnis
di Pasar Modal.
I.9. BATASAN ATAU PENGECUALIAN ATAS TANGGUNG JAWAB KEPADA
PIHAK SELAIN PEMBERI TUGAS
Penilai tidak memiliki tanggung jawab kepada pihak ketiga, selain Pemberi Tugas,
kecuali yang diatur dalam peraturan dan hukum yang berlaku.
I.10. PERSYARATAN ATAS PERSETUJUAN UNTUK PUBLIKASI
Laporan pendapat kewajaran ini hanya digunakan untuk maksud dan tujuan serta
pemberi tugas dan pengguna laporan sebagaimana tercantum dalam Laporan ini,
dan oleh karenanya tidak direkomendasikan untuk penggunaan lainnya dan
Laporan ini terbuka untuk Publik.
- iii -
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Link Net Tbk
Page 5
I.11. SUMBER DATA
Sebagai Penilai Independen dalam mempersiapkan Pendapat Kewajaran atas
Rencana Transaksi, kami telah mempelajari, mengacu, dan mempertimbangkan
hal-hal sebagai berikut :
1. Pemberitahuan dari Perseroan tentang Rencana Transaksi.
2. Laporan Keuangan Konsolidasian PT Link Net Tbk untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2019 dan 2018 yang telah diaudit oleh Kantor
Akuntan Publik Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan dengan opini
bahwa laporan tersebut menyajikan secara wajar dalam semua hal yang
material.
3. Laporan Keuangan Konsolidasian PT Link Net Tbk untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 yang telah diaudit oleh Kantor
Akuntan Publik Purwantono, Sungkoro & Surja dengan opini bahwa laporan
tersebut menyajikan secara wajar dalam semua hal yang material.
4. Laporan Keuangan Konsolidasian PT Link Net Tbk untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2021 dan 2020 yang telah diaudit oleh Kantor
Akuntan Publik Purwantono, Sungkoro & Surja dengan opini bahwa laporan
tersebut menyajikan secara wajar dalam semua hal yang material.
5. Laporan Keuangan Konsolidasian PT Link Net Tbk untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 yang telah diaudit oleh Kantor
Akuntan Publik Purwantono, Sungkoro & Surja dengan opini bahwa laporan
tersebut menyajikan secara wajar dalam semua hal yang material.
6. Laporan Keuangan Konsolidasian PT Link Net Tbk per 31 Desember 2023
dan 2022 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Tanudiredja,
Wibisana, Rintis & Rekan dengan opini bahwa laporan tersebut menyajikan
secara wajar dalam semua hal yang material.
7. Laporan Keuangan Konsolidasian PT XL Axiata Tbk untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 dan 2018 yang telah diaudit oleh
Kantor Akuntan Publik Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan dengan opini
bahwa laporan tersebut menyajikan secara wajar dalam semua hal yang
material.
8. Laporan Keuangan Konsolidasian PT XL Axiata Tbk untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 yang telah diaudit oleh
Kantor Akuntan Publik Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan dengan opini
bahwa laporan tersebut menyajikan secara wajar dalam semua hal yang
material.
- iv -
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Link Net Tbk
Page 6
9. Laporan Keuangan Konsolidasian PT XL Axiata Tbk untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 dan 2020 yang telah diaudit oleh
Kantor Akuntan Publik Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan dengan opini
bahwa laporan tersebut menyajikan secara wajar dalam semua hal yang
material.
10. Laporan Keuangan Konsolidasian PT XL Axiata Tbk untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 yang telah diaudit oleh
Kantor Akuntan Publik Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan dengan opini
bahwa laporan tersebut menyajikan secara wajar dalam semua hal yang
material.
11. Laporan Keuangan Konsolidasian PT XL Axiata Tbk untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 dan 2022 yang telah diaudit oleh
Kantor Akuntan Publik Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan dengan opini
bahwa laporan tersebut menyajikan secara wajar dalam semua hal yang
material.
12. Laporan Keuangan (Proforma) Unit Bisnis per 31 Desember 2021 sampai
dengan 31 Desember 2023 yang telah ditandatangani oleh PT KPMG
Siddharta Advisory.
13. Laporan Keuangan (Proforma) PT Link Net Tbk per 31 Desember 2023 yang
telah ditandatangani oleh Kantor Akuntan Publik Tandiawan & Rekan
14. Business Transfer Agreement tanggal 22 Mei 2024 antara PT XL Axiata, Tbk
dan PT Link Net, Tbk.
15. Master Service Agreement tanggal 22 Mei 2024 antara PT XL Axiata, Tbk dan
PT Link Net, Tbk.
16. Rencana bisnis (business plan) Perseroan tanpa dan dengan Rencana
Transaksi.
17. Surat pernyataan (representasi) manajemen Perseroan terkait dengan
Rencana Transaksi.
18. Wawancara dengan pihak manajemen Perseroan.
19. Berbagai sumber informasi yang berkaitan dengan kondisi ekonomi, kondisi
pasar dan lainnya, baik berdasarkan media cetak, elektronik dan hasil analisis
lain dari pihak independen yang kami anggap relevan.
-v-
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Link Net Tbk
Page 7
I.12. METODE ANALISIS ATAS RENCANA TRANSAKSI
Dalam melakukan evaluasi kewajaran atas Transaksi, kami melakukan analisis
dengan tahapan-tahapan sebagai berikut :
1. Analisis Rencana Transaksi yang meliputi identifikasi dan hubungan antara
pihak-pihak yang terlibat Rencana Transaksi, analisis perjanjian dan
persyaratan dalam Rencana Transaksi, analisis manfaat dan risiko Rencana
Transaksi.
2. Analisis kualitatif atas Rencana Transaksi yang meliputi riwayat Perseroan
dan kegiatan usaha Perseroan, analisis industri, analisis operasional dan
prospek Perseroan, analisis alasan dilakukannya Rencana Transaksi,
keuntungan dan kerugian Rencana Transaksi.
3. Analisis kuantitatif atas Rencana Transaksi yang meliputi analisis laporan
keuangan historikal Perseroan, analisis rasio keuangan, analisis proyeksi
keuangan, analisis keuangan sebelum dan setelah Rencana Transaksi, dan
analisis nilai tambah.
4. Analisis kewajaran Rencana Transaksi.
- vi -
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Link Net Tbk
Page 8
Page 9
PERNYATAAN PENILAI
KJPP Doli Siregar dan Rekan dengan ini menyatakan bahwa:
1. Pernyataan faktual yang dipresentasikan dalam laporan penilaian ini adalah sesuai
dengan pemahaman terbaik dari penilaian.
2. Penilai tidak mempunyai kepentingan terhadap obyek yang dinilai.
3. Pendapat Kewajaran ini dilakukan dengan memenuhi ketentuan Peraturan Otoritas
Jasa Keuangan No.42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi
Benturan Kepentingan, Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.17/POJK.04/2020
tentang Transaksi Material Dan Perubahan Kegiatan Usaha Utama, dan SEOJK 17
tahun 2020 tentang Pedoman Penilaian & Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar
Modal.
4. Penilai telah memenuhi persyaratan pendidikan professional yang ditentukan dan/atau
diselenggarakan oleh Asosiasi Penilai yang diakui oleh Pemerintah.
5. Penilai memiliki pengalaman mengenai jenis usaha yang dinilai.
6. Dalam melakukan pendapat kewajaran ini kami telah berusaha semaksimal mungkin
untuk bertindak secara obyektif dan independen serta tidak terafiliasi dengan
Perseroan ataupun pihak – pihak lain yang terafiliasi dengan perusahaan tersebut.
7. Penilai bertanggung jawab atas laporan pendapat kewajaran ini.
8. Penugasan penilaian professional telah dilaksanakan sesuai dengan peraturan
perundang – undangan yang berlaku.
9. Lingkup pekerjaan dan data yang di analisa telah diungkapkan.
10. Kesimpulan pendapat kewajaran telah sesuai dengan asumsi – asumsi dan kondisi
pembatas.
11. Seluruh data dan informasi yang diungkapkan dalam laporan dapat
dipertanggungjawabkan.
12. Penilai bertanggung jawab atas Laporan Pendapat kewajaran.
13. Besaran imbalan jasa penilai tidak tergantung pada hasil pendapat kewajaran.
14. Tidak seorangpun selain yang bertandatangan dibawah ini, yang telah terlibat dalam
pelaksanaan pengumpulan data, analisis, pembuatan kesimpulan, dan opini
sebagaimana yang dinyatakan dalam laporan Pendapat Kewajaran ini.
- viii -
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Link Net Tbk
Page 10
Page 11
DAFTAR ISI
SURAT PENGANTAR i
Pernyataan Penilai viii
Daftar Isi x
1. PENDAHULUAN 1
1.1. Latar Belakang 1
1.2. Transaksi Afiliasi 1
1.3. Transaksi Material 2
1.4. Ruang Lingkup 2
1.5. Identitas Pemberi Tugas 3
1.6. Identitas Pengguna Laporan 3
1.7. Maksud dan Tujuan 3
1.8. Obyek Pendapat Kewajaran 4
1.9. Tanggal Efektif Kewajaran 4
1.10. Kejadian – Kejadian Penting Setelah Tanggal Efektif (Subsequent Events) 4
1.11. Sumber Data 4
1.12. Asumsi – Asumsi dan Syarat Pembatas 6
2. ANALISA KEWAJARAN RENCANA TRANSAKSI 1
2.1. Metode Analisis Atas Rencana Transaksi 1
2.2. Analisis Rencana Transaksi 1
2.2.1. Identifikasi Pihak-Pihak Yang Terlibat Rencana Transaksi 1
2.2.2. Ringkasan Dokumen Business Transfer Agreement dan Master Service
Agreement 4
2.2.3. Analisis Manfaat dan Risiko Rencana Transaksi 5
2.3. Analisis Kualitatif Atas Rencana Transaksi 5
2.3.1. Riwayat Singkat Perseroan dan Kegiatan Usaha 5
2.3.2. Riwayat Singkat PT XL Axiata dan Kegiatan Usaha 7
2.3.3. Gambaran Perekonomian Indonesia 8
2.3.4. Pertumbuhan Industri Media dan Hiburan 8
2.3.4.1. Pasar Media dan Hiburan 9
2.3.5. Industri Fixed Broadband 10
2.3.6. Analisis Operasional 12
2.3.7. Strategi Pemasaran & Manajemen Produk 13
-x-
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Link Net Tbk
Page 12
2.3.8. Alasan dan Latar Belakang Dilakukannya Rencana Transaksi 15
2.3.9. Keuntungan dan Kerugian Rencana Transaksi 16
2.4. Analisis Kuantitatif 16
2.4.1. Analisis Kinerja Historikal Perseroan 16
2.4.2. Analisis Kinerja Historikal PT XL Axiata, Tbk 23
2.4.3. Analisis Proforma Rencana Transaksi 28
2.4.4. Analisis Nilai Tambah 30
2.4.5. Analisis Perbandingan Nilai Rencana Transaksi dan Nilai Pasar 33
2.4.5.1. Business Transfer Agreement (BTA) 33
2.4.5.2. Master Service Agreement (MSA) 34
3. KESIMPULAN 1
3.1. Kesimpulan 1
3.2. Distribusi Pendapat Kewajaran 3
- xi -
Laporan Pendapat Kewajaran
PT Link Net Tbk
Page 13
BAGIAN - 1
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
PT Link Net, Tbk., yang selanjutnya disebut “Perseroan” adalah perusahaan
yang bergerak dibidang telekomunikasi, antara lain penyelenggaraan tetap
berbasis kabel, penyelenggaraan jasa multimedia, jasa akses internet (internet
service provider) dan Jasa konsultasi manajemen bisnis
Perseroan berencana melakukan penjualan Unit Bisnis Serve Co dan
Menyewakan Aset Jaringan Fiber Optik kepada PT XL Axiata, Tbk., selanjutnya
dalam laporan ini disebut dengan “Rencana Transaksi”. PT XL Axiata, Tbk.
adalah pemegang saham Perseroan dengan kepemilikan sebesar 20,00% saham
1.2. Transaksi Afiliasi
Berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No.42/POJK.04/2020
tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan, Transaksi Afiliasi
adalah setiap aktivitas dan/atau transaksi yang dilakukan oleh perusahaan
terbuka atau perusahaan terkendali dengan Afiliasi dari perusahaan terbuka atau
Afiliasi dari anggota direksi, anggota dewan komisaris, pemegang saham utama,
atau Pengendali, termasuk setiap aktivitas dan/atau transaksi yang dilakukan oleh
perusahaan terbuka atau perusahaan terkendali untuk kepentingan Afiliasi dari
perusahaan terbuka atau Afiliasi dari anggota direksi, anggota dewan komisaris,
pemegang saham utama, atau Pengendali. Sedangkan Benturan Kepentingan
adalah perbedaan antara kepentingan ekonomis Perusahaan dengan
kepentingan ekonomis pribadi anggota Direksi, Anggota Dewan Komisaris, atau
pemegang saham utama yang dapat merugikan Perusahaan dimaksud.
Dalam kerangka Rencana Transaksi ini terdapat hubungan afiliasi antara
Perseroan dengan PT XL Axiata, Tbk. Hubungan afiliasi terjadi karena PT XL
Axiata Tbk. adalah pemegang saham Perseroan dengan kepemilikan 20,00%
saham dan terdapat kesamaan anggota dewan komisaris.
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Link Net Tbk 1
Page 14
1.3. Transaksi Material
Berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No.17/POJK.04/2020
tentang Transaksi Material Dan Perubahan Kegiatan Usaha, dimana nilai
transaksi dengan nilai 20% (dua puluh persen) atau lebih dari ekuitas Perusahaan
Publik dikategorikan sebagai transaksi material.
Berdasarkan Business Transfer Agreement tanggal 22 Mei 2024 antara PT XL
Axiata, Tbk dan PT Link Net, Tbk, Unit Bisnis Serve Co senilai
Rp1.875.000.000.000,- (satu triliun delapan ratus tujuh puluh lima miliar rupiah) .
Berdasarkan Laporan Keuangan Konsolidasian PT Link Net Tbk per 31 Desember
2023 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Tanudiredja, Wibisana, Rintis
& Rekan dengan Opini Wajar tanpa pengecualian, ekuitas buku adalah sebesar
Rp4.316.106.000.000,- (Empat Triliun Tiga Ratus Enam Belas Miliar Seratus
Enam Juta Rupiah).
Perbandingan antara nilai Rencana Transaksi dengan nilai ekuitas Perseroan
adalah sebesar 43,44%, dimana nilai Rencana Transaksi tersebut lebih dari 20%
ekuitas Perseroan, sehingga Rencana Transaksi merupakan Transaksi Material.
Berdasarkan Laporan keuangan 31 desember 2023 Perseroan jumlah
pendapatan adalah sebesar Rp 3.925.581.000.000,- dan berdasarkan laporan
keuangan unit bisnis Serve Co yang telah disiapkan oleh PT KPMG Siddharta
Advisory, pendapatan Serve Co sebesar Rp 2.918.432.279.880,-.
Perbandingan antara nilai Pendapatan Objek Rencana Transaksi dengan
Pendapatan Perseroan adalah sebesar 74,34%, dimana nilai Rencana Transaksi
tersebut lebih dari 50% Pendapatan Perseroan, sehingga Rencana Transaksi
merupakan Transaksi Material yang perlu mendapatkan Persetujuan dalam Rapat
Umum Pemegang Saham (RUPS).
1.4. Ruang Lingkup
Pendapat kewajaran ini hanya dapat digunakan sehubungan dengan Rencana
Transaksi yang akan dilaksanakan dan tidak dapat dipergunakan untuk
kepentingan lain. Pendapat kewajaran ini juga tidak dimaksudkan untuk
memberikan rekomendasi persetujuan atau tidak menyetujui Rencana Transaksi
atau mengambil tindakan tertentu atas Rencana Transaksi tersebut.
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Link Net Tbk 2
Page 15
Pihak ketiga yang ditunjuk untuk memberikan Pendapat Kewajaran Rencana
Transaksi adalah KJPP Doli Siregar & Rekan (DSR) yang diharapkan dapat
melakukan kajian secara obyektif dan independen, sesuai dengan persetujuan
atas surat penawaran Nomor DSR-C-C/FO/AFS/IX/23/0183 tanggal 29
September 2023
1.5. Identitas Pemberi Tugas
Berikut adalah identitas pemberi tugas:
Nama : PT Link Net Tbk.
Bidang Usaha : Penyelenggaraan tetap berbasis kabel, Penyelenggaraan
jasa multimedia, jasa akses internet (internet service provider)
dan Jasa konsultasi manajemen bisnis.
Alamat Kantor : Centennial Tower Lantai 26 Unit D
Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 24-25
Kuningan Timur - Setiabudi
Jakarta Selatan
Nomor Telepon : 021 5577 7755
Website : www.linknet.co.id
Email : Corporate.Secretary@linknet.co.id
1.6. Identitas Pengguna Laporan
Berikut adalah identitas pengguna laporan :
1. PT. Link Net, Tbk
2. Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
Alamat : Gedung Soemitro Djojohadikusumo
Jl. Lapangan Banteng Timur No. 2-4, Jakarta
Nomor Telepon : (021) 2960 0000
Nomor faksimili : (021) 385 8321
Email : humas@ojk.co.id
Website : www.ojk.go.id
1.7. Maksud dan Tujuan
Laporan Pendapat Kewajaran ini bertujuan untuk mengkaji kewajaran atas
Rencana Transaksi yang berhubungan dengan Peraturan Otoritas Jasa
Keuangan No.42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi
Benturan Kepentingan dan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Link Net Tbk 3
Page 16
No.17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material Dan Perubahan Kegiatan
Usaha.
1.8. Obyek Pendapat Kewajaran
Obyek pendapat kewajaran adalah Rencana Transaksi Penjualan Unit Bisnis
Serve Co dan Menyewakan Aset Jaringan Fiber Optik kepada PT XL Axiata, Tbk.
1.9. Tanggal Efektif Kewajaran
Analisis kewajaran dilaksanakan menggunakan parameter dan laporan keuangan
audit per tanggal 31 Desember 2023.
1.10. Kejadian-Kejadian Penting Setelah Tanggal Efektif (Subsequent Events)
Berdasarkan pengetahuan kami atas penugasan penilaian, dengan ini kami
menyatakan bahwa tidak terdapat kejadian-kejadian penting setelah tanggal
efektif Pendapat Kewajaran, baik yang diketahui maupun yang patut diketahui
sampai dengan Tanggal Laporan Pendapat Kewajaran (22 Mei 2024).
1.11. Sumber Data
Sebagai Penilai Independen dalam mempersiapkan Pendapat Kewajaran atas
Rencana Transaksi, kami telah mempelajari, mengacu, dan mempertimbangkan
hal-hal sebagai berikut :
1. Pemberitahuan dari Perseroan tentang Rencana Transaksi.
2. Laporan Keuangan Konsolidasian PT Link Net Tbk untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2019 dan 2018 yang telah diaudit oleh Kantor
Akuntan Publik Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan dengan opini
bahwa laporan tersebut menyajikan secara wajar dalam semua hal yang
material.
3. Laporan Keuangan Konsolidasian PT Link Net Tbk untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 yang telah diaudit oleh Kantor
Akuntan Publik Purwantono, Sungkoro & Surja dengan opini bahwa laporan
tersebut menyajikan secara wajar dalam semua hal yang material.
4. Laporan Keuangan Konsolidasian PT Link Net Tbk untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2021 dan 2020 yang telah diaudit oleh Kantor
Akuntan Publik Purwantono, Sungkoro & Surja dengan opini bahwa laporan
tersebut menyajikan secara wajar dalam semua hal yang material.
5. Laporan Keuangan Konsolidasian PT Link Net Tbk untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 yang telah diaudit oleh Kantor
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Link Net Tbk 4
Page 17
Akuntan Publik Purwantono, Sungkoro & Surja dengan opini bahwa laporan
tersebut menyajikan secara wajar dalam semua hal yang material.
6. Laporan Keuangan Konsolidasian PT Link Net Tbk per 31 Desember 2023
dan 2022 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Tanudiredja,
Wibisana, Rintis & Rekan dengan opini bahwa laporan tersebut menyajikan
secara wajar dalam semua hal yang material.
7. Laporan Keuangan Konsolidasian PT XL Axiata Tbk untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 dan 2018 yang telah diaudit oleh
Kantor Akuntan Publik Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan dengan opini
bahwa laporan tersebut menyajikan secara wajar dalam semua hal yang
material.
8. Laporan Keuangan Konsolidasian PT XL Axiata Tbk untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 yang telah diaudit oleh
Kantor Akuntan Publik Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan dengan opini
bahwa laporan tersebut menyajikan secara wajar dalam semua hal yang
material.
9. Laporan Keuangan Konsolidasian PT XL Axiata Tbk untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 dan 2020 yang telah diaudit oleh
Kantor Akuntan Publik Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan dengan opini
bahwa laporan tersebut menyajikan secara wajar dalam semua hal yang
material.
10. Laporan Keuangan Konsolidasian PT XL Axiata Tbk untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 yang telah diaudit oleh
Kantor Akuntan Publik Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan dengan opini
bahwa laporan tersebut menyajikan secara wajar dalam semua hal yang
material.
11. Laporan Keuangan Konsolidasian PT XL Axiata Tbk untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 dan 2022 yang telah diaudit oleh
Kantor Akuntan Publik Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan dengan opini
bahwa laporan tersebut menyajikan secara wajar dalam semua hal yang
material.
12. Laporan Keuangan (Proforma) Unit Bisnis per 31 Desember 2021 sampai
dengan 31 Desember 2023 yang telah ditandatangani oleh PT KPMG
Siddharta Advisory.
13. Laporan Keuangan (Proforma) PT Link Net Tbk per 31 Desember 2023 yang
telah ditandatangani oleh Kantor Akuntan Publik Tandiawan & Rekan
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Link Net Tbk 5
Page 18
14. Business Transfer Agreement tanggal 22 Mei 2024 antara PT XL Axiata, Tbk
dan PT Link Net, Tbk.
15. Master Service Agreement tanggal 22 Mei 2024 antara PT XL Axiata, Tbk dan
PT Link Net, Tbk.
16. Rencana bisnis (business plan) Perseroan tanpa dan dengan Rencana
Transaksi.
17. Surat pernyataan (representasi) manajemen Perseroan terkait dengan
Rencana Transaksi.
18. Wawancara dengan pihak manajemen Perseroan.
19. Berbagai sumber informasi yang berkaitan dengan kondisi ekonomi, kondisi
pasar dan lainnya, baik berdasarkan media cetak, elektronik dan hasil analisis
lain dari pihak independen yang kami anggap relevan.
1.12. Asumsi–Asumsi dan Syarat Pembatas
Dalam penyusunan pendapat independen ini, kami menggunakan beberapa
asumsi, antara lain:
1. Laporan Pendapat Kewajaran ini bersifat non-disclaimer opinion
2. KJPP DSR telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang
digunakan dalam proses penilaian.
3. Data-data dan informasi yang diperoleh KJPP DSR berasal dari sumber yang
dapat dipercaya keakuratannya.
4. KJPP DSR menggunakan proyeksi keuangan yang telah disesuaikan yang
mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen
dengan kemampuan untuk pencapaiannya (fiduciary duty).
5. KJPP DSR bertanggung jawab atas pelaksanaan kewajaran proyeksi
keuangan yang telah disesuaikan.
6. KJPP DSR menghasilkan Laporan Pendapat Kewajaran yang terbuka untuk
publik, kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia yang dapat
mempengaruhi operasional perusahaan.
7. KJPP DSR bertanggung jawab atas Laporan Pendapat Kewajaran dan
Kesimpulan Pendapat Kewajaran.
8. KJPP DSR telah memperoleh informasi atas status hukum objek pendapat
kewajaran dari pemberi tugas.
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Link Net Tbk 6
Page 19
9. KJPP DSR mengasumsikan bahwa sejak Transaksi hingga penerbitan
pendapat kewajaran ini tidak terjadi perubahan apapun yang berpengaruh
secara material terhadap Transaksi
10. KJPP DSR berasumsi bahwa Perseroan mentaati semua peraturan yang
ditetapkan pemerintah, khususnya yang terkait dengan operasional
Perseroan, baik di masa lalu maupun di masa mendatang.
11. KJPP DSR berasumsi bahwa legalitas yang dimiliki oleh Perseroan tidak ada
masalah baik secara hukum atau masalah lainnya baik sebelum maupun
setelah Transaksi.
12. KJPP DSR berasumsi bahwa Perseroan telah dan akan memenuhi kewajiban
yang berkenaan dengan perpajakan, retribusi dan pungutan-pungutan
lainnya sesuai dengan peraturan yang berlaku.
13. KJPP DSR telah memperoleh informasi atas syarat-syarat dan ketentuan-
ketentuan dalam perjanjian-perjanjian yang terkait dengan Transaksi dari
Perseroan.
14. Laporan disusun hanya untuk maksud dan tujuan sesuai dengan yang
dicantumkan pada laporan. Kami tidak bertanggung jawab kepada pihak lain
selain Pemberi Tugas dimaksud. Pihak lain yang menggunakan laporan ini
bertanggung jawab atas segala resiko yang timbul.
15. KJPP DSR tidak berkewajiban untuk memberikan kesaksian atau hadir di
depan pengadilan atau pejabat pemerintah jika hal tersebut tidak terkait
dengan maksud dan tujuan laporan ini serta di luar ruang lingkup dari
penugasan.
16. Jika dikemudian hari Penilai diminta untuk memberikan penjelasan dan
pemaparan yang dilakukan diluar wilayah kerja kantor kami maupun kepada
pihak selain pemberi tugas dan pengguna jasa maka segala bentuk biaya
yang timbul menjadi beban pemberi tugas.
17. Laporan ini tidak sah apabila tidak dibubuhi tanda tangan Pimpinan dan
stempel kantor (office seal) dari KJPP DSR.
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Link Net Tbk 7
Page 20
BAGIAN - 2
ANALISA KEWAJARAN RENCANA TRANSAKSI
2.1. Metode Analisis Atas Rencana Transaksi
Dalam melakukan evaluasi kewajaran atas Rencana Transaksi, kami melakukan
analisis dengan tahapan-tahapan sebagai berikut :
Analisis Rencana Transaksi yang meliputi identifikasi dan hubungan antara
pihak-pihak yang terlibat Rencana Transaksi, analisis perjanjian dan
persyaratan dalam Rencana Transaksi, analisis manfaat dan risiko Rencana
Transaksi.
Analisis kualitatif atas Rencana Transaksi yang meliputi riwayat Perseroan dan
kegiatan usaha Perseroan, analisis industri, analisis operasional dan prospek
Perseroan, analisis alasan dilakukannya Rencana Transaksi, keuntungan dan
kerugian Rencana Transaksi.
Analisis kuantitatif atas Rencana Transaksi yang meliputi analisis laporan
keuangan historikal Perseroan, analisis rasio keuangan, analisis proyeksi
keuangan, analisis keuangan sebelum dan setelah Rencana Transaksi, dan
analisis nilai tambah.
Analisis kewajaran Rencana Transaksi.
2.2. Analisis Rencana Transaksi
2.2.1. Identifikasi Pihak-Pihak Yang Terlibat Rencana Transaksi
Pihak-pihak yang terlibat dalam Rencana Transaksi yaitu :
1. PT Link Net, Tbk. sebagai perusahaan yang berencana:
- Menjual Unit Bisnis Serve Co.
- Menyewakan Aset Jaringan Fiber Optik.
2. PT XL Axiata, Tbk. sebagai perusahaan yang berencana:
- Membeli Unit Bisnis Serve Co.
- Menyewa Aset Jaringan Fiber Optik.
A. PT Link Net, Tbk. (Perseroan)
- Struktur Permodalan dan Komposisi Pemegang Saham Perseroan
Berdasarkan Laporan Keuangan Perseroan per 31 Desember 2023,
susunan pemegang saham Perseroan adalah sebagai berikut.
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Link Net, Tbk 1
Page 21
Tabel 2.1.
Susunan Pemegang Saham Perseroan
Jumlah Saham Persentase
Pemegang Saham Jumlah
(Lembar) (%)
Axiata Investments (Indonesia) Sdn.
2.187.922.717 79,52 218.792
Bhd.
PT XL Axiata Tbk 550.316.196 20,00 55.032
Masyarakat/Public 13.342.071 0,48 1.335
Total 2.751.580.984 100,00 275.159
- Susunan Pengurus Perseroan
Berdasarkan Laporan Keuangan Perseroan per 31 Desember 2023,
susunan pengurus Perseroan adalah sebagai berikut.
Tabel 2.2.
Susunan Pengurus Perseroan
Jabatan Nama
Dewan Komisaris
Presiden Komisaris Shridhir Sariputta Hansa Wijayasuriya
Komisaris Thomas Hundt
Komisaris Dian Siswarini
Komisaris Independen Jonathan Limbong Parapak
Komisaris Independen Alexander S Rusli
Direksi
Presiden Direktur Marlo Budiman*
Direktur Kanishka Gayan Wickrama
Direktur Edward Sanusi
Komite Audit
Ketua Alexander S. Rusli
Anggota Tio I Huat
Anggota Barry Alfa Rattu
Anggota Willem Lucas Timmermans
(*) Efektif mengundurkan diri sebagai Presiden Direktur pada tanggal 24
November 2023
Sumber: Laporan Keuangan Perusahaan per 31 Desember 2023.
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Link Net, Tbk 2
Page 22
B. PT XL Axiata, Tbk. (XL Axiata)
- Struktur Permodalan dan Komposisi Pemegang Saham XL Axiata
Berdasarkan Laporan Keuangan Konsolidasian XL Axiata per 31 Desember
2023, susunan pemegang saham XL Axiata adalah sebagai berikut:
Tabel 2.3.
Susunan Pemegang Saham XL Axiata
Jumlah Saham Komposisi
Pemegang Saham
(Lembar) (%)
1. Axiata Investments (INA) Sdn. Bhd. 8.697.163.762 66,25
2. Dian Siswarini 11.764.622 0,09
3. David Arcelus Oses 3.534.069 0,03
4. Abhijit Jayant Navalekar 3.125.421 0,02
5. Yessie D. Yosetya 2.188.845 0,02
6. I Gede Darmayusa 454.924 0,00
7. Feiruz Ikhwan bin Abdul Malek 222.134 0,00
8. Masyarakat (Kepemilikan <5%) 4.353.489.088 33,16
Jumlah Saham Beredar 13.071.942.865 99,57
9. Saham Treasuri 56.487.800 0,43
Total 13.128.430.665 100,00
Sumber: Laporan Keuangan Perusahaan per 31 Desember 2023.
- Susunan Pengurus XL Axiata
Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat PT XL Axiata, Tbk. No. 50
tanggal 23 April 2021, dibuat di hadapan Aulia Taufani, S.H., notaris di
Jakarta yang telah diterima dan dicatat dalam Sistem Administrasi Badan
Hukum dan mendapatkan Data Perusahaan Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia Nomor: AHU-AH.01.03-0289683 tanggal 5 Mei
2021, susunan pengurus XL Axiata adalah sebagai berikut:
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Link Net, Tbk 3
Page 23
Tabel 2.4.
Susunan Pengurus XL Axiata
Jabatan Nama
Dewan Komisaris
Presiden Komisaris Dr. Muhamad Chatib Basri
Komisaris Vivek Sood
Komisaris Dr. David Robert Dean
Komisaris Dr. Hans Wijayasuria
Komisaris Independen Yasmin Stamboel Wirjawan
Komisaris Independen Muliadi Rahardja
Komisaris Independen Julianto Sidarto
Direksi
Presiden Direktur Dian Siswarini
Direktur Abhijit Jayant Navalekar
Direktur Yessie D. Yosetya
Direktur David Arcelus Oses
Direktur Budi Pramantika**
Direktur I Gede Darmayusa
Komite Audit
Ketua Julianto Sidarto
Anggota Muliadi Rahardja
Anggota Benny Redjo Setyono
Anggota Nita Skolastika Ruslim
**) Sudah tidak menjabat per 5 Mei 2023
Sumber: Laporan Keuangan Perusahaan per 31 Desember 2023.
Berdasarkan indentifikasi pihak-pihak yang bertransaksi diatas, diketahui bahwa
terdapat hubungan afiliasi antara Perseroan dan XL Axiata yaitu XL Axiata selaku
pemegang saham Perseroan dengan kepemilikan 20,00% saham dan terdapat
kesamaan anggota dewan komisaris.
2.2.2. Ringkasan Dokumen Business Transfer Agreement dan Master Service
Agreement
1. Menerangkan bahwa Perseroan akan menjual Unit Bisnis Serve Co, yang
selanjutnya disebut Business Transfer Agreement (BTA) kepada PT XL
Axiata, Tbk dengan rencana nilai transaksi sebesar Rp 1,875 triliun
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Link Net, Tbk 4
Page 24
2. Perseroan akan menyetujui Menyewakan Aset Jaringan Fiber Optik kepada
PT XL Axiata, Tbk. yang selanjutnya disebut Master Services Agreement
(MSA) kepada PT XL Axiata, Tbk dan PT XL Axiata, Tbk. akan menyetujui
melakukan pembayaran kepada Perseroan dengan biaya sewa Fiber Optik
sebesar Rp120.000,- per Home Connect (“HC”) per bulan untuk tingkat
penetrasi sampai dengan 25% dan sebesar Rp80.000,- per Home Connect
(“HC”) per bulan untuk tingkat penetrasi lebih dari 25%
Berdasarkan ringkasan Business Transfer Agreement dan Master Service
Agreement diatas tidak ada persyaratan khusus yang akan merugikan pihak-pihak
yang bertransaksi sehingga syarat-syarat yang ada pada Rencana Transaksi
adalah wajar.
2.2.3. Analisis Manfaat dan Risiko Rencana Transaksi
Analisis ini dilakukan untuk melihat manfaat yang akan diperoleh dan risiko yang
akan dihadapi dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi.
a. Manfaat Rencana Transaksi
Dengan dilakukan Rencana transaksi Perseroan mendapatkan cash
tambahan dari Rencana Transaksi untuk mengurangi beban keuangan dan
mengembangkan jaringan Fiber Co.
b. Risiko Rencana Transaksi
Risiko tidak tercapainya proyeksi dari rencana transaksi.
2.3. Analisis Kualitatif atas Rencana Transaksi
2.3.1. Riwayat Singkat Perseroan dan Kegiatan Usaha
- Riwayat Singkat Perseroan
PT Link Net Tbk (“Perusahaan”) didirikan dengan nama PT Seruling Indah
Permai berdasarkan Akta Notaris No. 93 tanggal 14 Maret 1996 dari Dr.
Misahardi Wilamarta, S.H., M.H., M.Kn., LL.M., Notaris di Jakarta,
sebagaimana diubah dengan Akta Notaris No. 304 tanggal 26 Juli 1996 dari
Yuliandi Ermawanto, S.H., Notaris di Jakarta. Akta pendirian dan
perubahannya disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam
Surat Keputusan No. C2-8324.HT.01.01.TH.96 tanggal 7 Agustus 1996 serta
diumumkan dalam Berita Negara No. 96 tanggal 29 November 1996,
Tambahan No. 9456.
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Link Net, Tbk 5
Page 25
Perusahaan selanjutnya mengubah nama perusahaan menjadi PT Link Net
dan mengubah Anggaran Dasar Perusahaan berdasarkan Akta Notaris No. 35
tanggal 28 Maret 2000 dari Myra Yuwono, S.H., Notaris di Jakarta. Akta
tersebut disahkan oleh Menteri Hukum dan Perundangundangan dengan Surat
Keputusan No. C-9118.HT.01.04.TH.2000 tanggal 20 April 2000 serta
diumumkan dalam Berita Negara No. 84 tanggal 20 Oktober 2000, Tambahan
No. 6296.
Anggaran Dasar Perusahaan beberapa kali mengalami perubahan. Perubahan
terakhir Anggaran Dasar Perusahaan tertuang dalam Akta Pernyataan
Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan No. 13 tanggal 19 Juli
2021 oleh Rini Yulianti, S.H., Notaris di Jakarta. Akta tersebut telah diterima
dan dicatat dalam database Sistem Administrasi Badan Hukum Menteri Hukum
dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat No. AHU-
AH.01.03-0429788 tanggal 19 Juli 2021.
Perusahaan selanjutnya mengubah alamat perusahaan menjadi Centennial
Tower Lantai 26 Unit D, Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 24-25 Jakarta Selatan
12930 berdasarkan Akta Notaris No. 11 tanggal 11 Oktober 2021 oleh Rini
Yulianti, S.H., Notaris di Jakarta. Akta tersebut telah diterima dan dicatat dalam
Sistem administrasi Badan Hukum Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia berdasarkan Surat No. AHUAH.01.03-0459106 tanggal 11
Oktober 2021.
Susunan Dewan Komisaris Perseroan terakhir sebagaimana tercantum dalam
Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 41 tanggal 22 Juni 2022 dari Rini
Yulianti, S.H., Notaris di Jakarta Timur. Akta tersebut telah diterima dan dicatat
dalam database Sistem administrasi Badan Hukum Menteri Hukum dan Hak
Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Penerimaan
Pemberitahuan Perubahan Data Perseroan No. AHU-AH.01.09-0025001
tanggal 23 Juni 2022.
Susunan Direksi Perseroan terakhir sebagaimana tercantum dalam Akta
Pernyataan Keputusan Rapat No. 4 tanggal 5 Mei 2023 dari Dahlia, S.H.,
Notaris di Jakarta Utara. Akta tersebut telah diterima dan dicatat dalam
database Sistem administrasi Badan Hukum Menteri Hukum dan Hak Asasi
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Link Net, Tbk 6
Page 26
Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Penerimaan Pemberitahuan
Perubahan Data Perseroan No. AHU-AH.01.09-0123770 tanggal 25 Mei 2023.
- Kegiatan Usaha Perseroan
Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan, maksud dan tujuan
Perseroan adalah berusaha dalam bidang industri telekomunikasi antara lain
penyelenggaraan aktivitas telekomunikasi dengan kabel, jasa multimedia,
internet, perdagangan, serta jasa konsultasi manajemen bisnis.
Perseroan berdomisili di Centennial Tower Lantai 26 Unit D, Jalan Jend. Gatot
Subroto Kav. 24-25, Jakarta Selatan.
2.3.2. Riwayat Singkat PT XL Axiata dan Kegiatan Usaha
- Riwayat Singkat PT XL Axiata
PT XL Axiata, Tbk. yang sebelumnya bernama PT Excelcomindo Pratama,
Tbk., pertama kali didirikan dengan nama PT Grahametropolitan Lestari
berdasarkan Akta No. 55 tanggal 6 Oktober 1989 sebagaimana diubah dengan
Akta Perubahan No. 79 tanggal 17 Januari 1991 dari Rachmat Santoso, S.H.,
notaris di Jakarta. Akta tersebut telah disahkan oleh Menteri Kehakiman
Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. C2-515.HT.01.01.TH.91
tanggal 19 Februari 1991 dan diumumkan dalam Berita Negara Republik
Indonesia No. 90, Tambahan No. 4070 tanggal 8 November 1991.
Anggaran Dasar PT XL Axiata, Tbk. telah mengalami beberapa kali perubahan
dan terakhir kali diubah dengan Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 49
tanggal 25 Januari 2023 yang dibuat dihadapan Aulia Taufani, S.H., notaris di
Jakarta dan telah mendapatkan persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-AH.01.03-
0015425 tanggal 27 Januari 2023.
- Kegiatan Usaha PT XL Axiata, Tbk.
Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan, maksud dan tujuan PT XL
Axiata, Tbk. adalah berusaha dalam bidang operator telekomunikasi seluler.
PT XL Axiata, Tbk. berdomisili di PT XL Axiata, Tbk. Tower, Jalan H.R. Rasuna
Said X-5 Kav. 11-12, Kuningan Timur, Setiabudi, Jakarta Selatan.
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Link Net, Tbk 7
Page 27
2.3.3. Gambaran Perekonomian Indonesia
Pemulihan ekonomi Indonesia terus berlanjut ditopang oleh permintaan domestik.
Pertumbuhan ekonomi 2023 diprakirakan dalam kisaran 4,5-5,3%, didorong oleh
konsumsi dan investasi sejalan dengan akselerasi belanja Pemerintah pada akhir
tahun dan percepatan penyelesaian beberapa Proyek Strategis Nasional (PSN).
Pada 2024, pertumbuhan ekonomi diprakirakan meningkat dalam kisaran 4,7-
5,5% didukung oleh permintaan domestik utamanya berlanjutnya pertumbuhan
konsumsi, termasuk dampak positif penyelenggaraan pemilu, serta peningkatan
investasi khususnya bangunan sejalan dengan berlanjutnya pembangunan PSN
termasuk Ibu Kota Nusantara (IKN).
Sementara itu, kinerja ekspor diprakirakan belum kuat sebagai dampak
perlambatan ekonomi global dan penurunan harga komoditas. Berdasarkan
Lapangan Usaha (LU), prospek LU Industri Pengolahan, Perdagangan Besar dan
Eceran, Informasi dan Komunikasi, Konstruksi, serta Transportasi dan
Pergudangan diprakirakan tetap tumbuh baik. Sementara secara spasial,
pertumbuhan yang baik diprakirakan terjadi di seluruh wilayah, terutama
Sulawesi-Maluku-Papua (Sulampua) sejalan dengan dampak positif hilirisasi
mineral, serta Jawa akibat permintaan domestik yang masih kuat. Ke depan, Bank
Indonesia akan terus memperkuat sinergi stimulus fiskal Pemerintah dengan
stimulus makroprudensial Bank Indonesia untuk mendorong pertumbuhan
ekonomi, khususnya dari sisi permintaan domestik.
2.3.4. PERTUMBUHAN INDUSTRI MEDIA DAN HIBURAN
Setelah pertumbuhan pesat sebesar 10,6% pada tahun 2021 dan lonjakan
signifikan dalam pertumbuhan industri setelah pandemi mereda, laju pertumbuhan
industri hiburan dan media diproyeksikan menurun dalam empat tahun ke depan
– 2024 – 2027. Analis PwC memperkirakan tingkat pertumbuhan industri tahunan
akan mencapai 2,8% pada tahun 2027, yang menggarisbawahi kalibrasi ulang
dalam industri media dan hiburan.
Perlambatan ini disebabkan oleh berbagai faktor, dimana sektor-sektor utama
tertentu mengalami penurunan lonjakan pendapatan dan perhatian yang terlihat
pada awal pandemi. Contoh penting adalah industri podcast, yang mengalami
penurunan substansial dalam pembuatan materi podcast sebesar 80% antara
tahun 2020 dan 2022. Tantangan utama pada tahun 2024 dan seterusnya terletak
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Link Net, Tbk 8
Page 28
pada belanja konsumen, yang terhambat oleh inflasi, kelelahan akibat pandemi,
dan ketidakpastian peristiwa global.
Belanja konsumen di bidang media dan hiburan diproyeksikan tumbuh pada
tingkat pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) sebesar 2,4% antara tahun 2024
dan 2027, sehingga menghasilkan ukuran pasar sebesar US$903,2 miliar. Seiring
dengan meningkatnya keterlibatan e-commerce dan platform digital, perusahaan-
perusahaan di seluruh dunia akan mengintensifkan pengeluaran untuk terhubung
dengan konsumen pada saat pengambilan keputusan.
Sementara itu, kita akan melihat pemimpin yang jelas di tengah perlambatan.
Pada tahun 2025, periklanan diproyeksikan akan melampaui belanja konsumen
sebagai kategori terbesar dalam E&M, didorong oleh pertumbuhan belanja iklan
internet yang kuat sebesar 8,1% pada tahun 2022. Pendapatan iklan diperkirakan
meningkat dari US$763,7 miliar menjadi US$952,6 miliar secara global selama
periode 2022– 2027. Dengan demikian, periklanan diharapkan menjadi kategori
E&M pertama yang mencapai pendapatan tahunan sebesar US$1 triliun.
PwC juga memperkirakan akan terjadi peningkatan jumlah penyedia konten
digital, sehingga persaingan semakin ketat di lanskap yang sudah kaya akan
konten. Akibatnya, meskipun ada peningkatan waktu yang dihabiskan untuk
mengakses konten hiburan dan media, belanja konsumen per kapita di industri
hiburan dan media digital diperkirakan akan menurun, turun dari 0,53% rata-rata
pendapatan pribadi pada tahun 2023 menjadi 0,45% pada tahun 2027.
2.3.4.1. Pasar Media Dan Hiburan
Streaming over-the-top (OTT), yang merupakan katalis penting bagi pertumbuhan
industri, mengalami ekspansi pesat di negara-negara berkembang, khususnya di
Indonesia dan mendisrupsi pasar PayTV eksisting. Lonjakan ini disebabkan oleh
faktor-faktor seperti besarnya populasi pedesaan yang secara historis kurang
terlayani, proliferasi broadband seluler, dan tingginya permintaan akan konten
lokal dan olahraga. Setelah menghentikan sinyal siaran analog terestrial, pada
tahun 2022 Indonesia menjadi negara dengan tingkat konsumsi video OTT
tertinggi di Asia Tenggara. Sekitar satu dari tiga orang Indonesia terlibat dengan
layanan streaming, sehingga menghasilkan pertumbuhan jam menonton tahunan
yang luar biasa sebesar 40%.
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Link Net, Tbk 9
Page 29
Gambar 2.1
Total Pendapatan Industri Media dan Hiburan Secara Global
Lanskap streaming di Indonesia adalah medan pertempuran bagi raksasa global
seperti Netflix, Amazon Prime, Disney+, Hotstar, dan HBO Go, yang menghadapi
persaingan dari komunitas pemain lokal dan regional yang dinamis seperti WeTV,
GoPlay, Mola TV, dan Vidio. Prospek pertumbuhan jangka panjang Indonesia
didorong oleh pembangunan infrastruktur, termasuk pembangunan kabel bawah
laut untuk menyediakan akses broadband berkecepatan tinggi di seluruh
nusantara.
Indonesia, bersama Tiongkok dan India, menonjol di Asia karena kombinasi
ukuran dan skala pasar yang ada, ditambah dengan antisipasi pertumbuhan pesat
dalam belanja konsumen dan periklanan. Meskipun AS tetap menjadi pasar E&M
terbesar, pasar E&M Indonesia mengalami kemajuan signifikan, menduduki
peringkat ke-15 terbesar dengan pendapatan tahunan sebesar US$13 miliar dan
menyaingi negara-negara seperti Brasil, Meksiko, dan Spanyol. Pasar Indonesia
siap untuk mengalami pertumbuhan yang kuat, dengan perkiraan CAGR sebesar
7,7% dalam pendapatan keseluruhan (belanja konsumen dan periklanan) hingga
tahun 2027.
2.3.5. INDUSTRI FIXED BROADBAND
Menurut laporan Speedtest Global Index, nilai tengah atau median kecepatan
download (unduh) internet fixed broadband secara global mencapai 90,93
Megabit per detik (Mbps) pada Desember 2023. Di kelompok ASEAN, Singapura
jadi negara dengan koneksi internet fixed broadband tercepat, yakni 270,62 Mbps
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Link Net, Tbk 10
Page 30
dalam periode tersebut. Median kecepatannya hampir tiga kali lebih cepat dari
rata-rata global. Lalu di urutan kedua ada Thailand yang memiliki median
kecepatan unduh fixed broadband 221,32 Mbps. Disusul oleh Malaysia di
peringkat ketiga dengan median kecepatan 111,70 Mbps. Indonesia sendiri
menempati posisi ke-9 sebagai negara dengan median kecepatan unduh tercepat
se-ASEAN, yaitu 27,87 Mbps. Median kecepatannya masih jauh dari rerata global.
Grafik 2.2
10 Negara dengan Median Kecepatan Internet Fixed Broadband Terkencang
di Asia Tenggara (Desember 2023)
Persaingan bisnis di sektor layanan internet fixed broadband di Indonesia semakin
ketat. Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) melihat, industri ini
juga menunjukkan pertumbuhan yang kuat dan ekspansi jaringan yang siginifikan
oleh sejumlah provider. Tercatat, jumlah pelanggan internet fixed broadband
tahun 2023 mencapai 14,91 juta. Sementara untuk tahun 2024 diprediksi
mencapai 18,30 juta pelanggan. Berdasarkan survei APJII tahun 2023, IndiHome
mendominasi pasar layanan fixed broadband di Indonesia dengan market share
sebesar 54,21%, jauh melebihi pesaing terdekatnya seperti First Media (5,03%)
dan My Republic (2,92%).
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Link Net, Tbk 11
Page 31
Berikut jumlah total pelanggan di masing-masing provider menurut data APJII:
1. IndiHome: Sekitar 8,08 juta pelanggan.
2. First Media: Sekitar 750.000 pelanggan.
3. My Republic: Sekitar 435.000 pelanggan.
4. ICONNET: Sekitar 398.000 pelanggan.
5. Vision: Sekitar 368.000 pelanggan.
6. Biznet: Sekitar 349.000 pelanggan.
7. CBN: Sekitar 227.000 pelanggan.
8. XL Home: Sekitar 222.000 pelanggan.
2.3.6. Analisis Operasional
Sebagai perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa internet dan televisi
berbayar, Perseroan memberikan layanan yang berkualitas dan setara kepada
seluruh konsumen Indonesia. Komitmen Perseroan terealisasi dengan beragam
jenis produk dan layanan yang dapat mencakup beragam segmen konsumen
seperti layanan perumahan, korporasi besar maupun SME (Small Medium
Enterprise).
Sasaran besar Perseroan melalui komitmen ini untuk memajukan tingkat
konektivitas digital di Indonesia yang dapat memajukan literasi digital untuk
masyarakat Indonesia.
1. Pelanggan Perumahan
Perseroan fokus dan memperoleh sebagian besar pendapatan dari layanan
internet broadband, TV kabel dan IPTV/OTT kepada pelanggan perumahan.
Pendapatan dari layanan untuk pelanggan perumahan masih menjadi
pendapatan mayoritas bagi Perseroan yang terutama terdiri dari biaya
berlangganan dan biaya penggunaan serta pendapatan lainnya dari bisnis
Perseroan melalui internet broadband FastNet dan TV Kabel HomeCable.
Perseroan mengutamakan strategi bundling produk paket internet broadband
berkecepatan tinggi dengan TV Kabel yang diyakini merupakan proposisi nilai
yang menarik bagi konsumen.
2. Pelanggan Korporasi
Perseroan menawarkan layanan konektivitas data untuk Pelanggan Korporasi
dengan merek dan menjual waktu atauslot iklan pada kanal HomeCable,
panduan program elektronik serta aplikasi interaktif TV Perseroan. Pelanggan
korporasi yang dilayani oleh Perseroan tidak sebatas didalam cakupan
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Link Net, Tbk 12
Page 32
jaringan infrastruktur kabel Perseroan, melainkan Perseroan mengambil
langkah untuk melayani seluruh pelanggan korporasi yang ada di Indonesia.
Sebagai penyedia jasa layanan internet terpadu, Perseroan dalam melayani
pasar korporasi, senantiasa menempatkan diri sebagai ‘mitra bisnis’ bagi
seluruh calon pelanggan dengan menghadirkan layanan solusi bisnis bagi
pelanggan. Realisasi dalam memberikan solusi bisnis dengan menghadirkan
sejumlah layanan profesional seperti layanan data komunikasi, leased line,
corporate TV, Multiprotocol Label Switching (MPLS), cloud services, data
center, managed services & value added services, solusi teleponi, layanan
VSAT dan solusi industri.
2.3.7. Strategi Pemasaran & Manajemen Produk
Perseroan dalam memasarkan produk dan layanannya senantiasa
memperhatikan aspek kualitas manajemen produk, komunikasi, penjualan, dan
layanan pelanggan. Keempat aspek ini merupakan konsep pemasaran
berkelanjutan dan merupakan cara yang strategis dalam membangun nilai
kepercayaan pelanggan terhadap layanan Perseroan. Pemasaran berkelanjutan
menjadi landasan bagi Perseroan dalam setiap perancangan rencana pemasaran
dengan berfokus pada nilai perbedaan yang unggul disertai sikap komitmen dan
konsisten dalam memasarkan produk dan layanan. Melalui cara ini Perseroan
meyakini daya saing produk dan layanan Perseroan didalam industri digital
semakin kompetitif dan berbeda dari kompetitor.
Dalam hal aspek manajemen produk, Perseroan membagi 2 (dua) jenis produk
layanan, yaitu produk layanan untuk pelanggan perumahan dan korporasi. Kedua
jenis produk ini dikelola oleh Perseroan dengan target dapat menghadirkan
layanan yang tepat guna melalui berbagai fitur-fitur yang berdampak bagi
pelanggan dalam menyemarakan digitalisasi. Dengan mampu menciptakan
keunggulan dari sisi produk, maka Perseroan optimis dapat mempertahankan
loyalitas pelanggan secara berkelanjutan. Perseroan dalam mengelola aspek
manajemen produk senantiasa berfokus atau berpedoman pada nilai-nilai sebagai
berikut:
1. Inovasi Teknologi
Perseroan berupaya mempertahankan kepemimpinannya dengan terus
menyediakan jaringan berkecepatan tinggi dan stabil guna memenuhi
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Link Net, Tbk 13
Page 33
permintaan akan akses yang dapat diandalkan terhadap data heavy content
melalui internet.
2. Tren Perilaku Konsumen
Perseroan berfokus pada inovasi produk yang selaras dengan tren konsumen.
Keselarasan ini akan meningkatkan nilai pendapatan Perseroan dan menjadi
produk pilihan pertama masyarakat di dalam industri digital.
3. Diferensiasi Produk
Pengelolaan produk dan layanan selalu diciptakan untuk menjadi berbeda di
dalam persaingan usaha. Perseroan senantiasa menawarkan produk yang
memiliki value proposition yang berbeda
Dalam aspek ‘branding’ Perseroan mengupayakan untuk menciptakan merek
yang erat untuk gaya hidup bagi pelanggan perumahan dengan menyediakan
layanan komunikasi dan hiburan berkualitas tinggi. Perseroan bertujuan
menciptakan merek yang progresif dan inovatif yang dapat melayani kebutuhan
hiburan dan teknologi masyarakat urban modern di Indonesia. Harapan
Perseroan adalah untuk menjadi pilihan pertama untuk layanan internet
broadband berkecepatan tinggi dan media untuk mengubah kehidupan
konsumen Indonesia dengan menyediakan layanan yang inovatif sehingga
dapat memenuhi kebutuhan dan gaya hidup mereka. Perseroan menerapkan
komunikasi pemasaran dengan prinsip kejelasan dan berkomitmen penuh atas
setiap penawaran yang diberikan kepada setiap pelanggan. Melalui prinsip
kejelasan dan berkomitmen, maka Perseroan dapat mendorong reputasi brand
Link Net menjadi sangat memukau di benak masyarakat, sehingga dapat
membangun keterikatan nilai yang berkelanjutan. Perseroan sangat sadar
akan keberadaan brand merupakan suatu aset, memiliki ekuitas dan
menggerakan strategi serta performa bisnis. Untuk mencapai tujuan ini, strategi
branding Perseroan berfokus pada:
- Kualitas Pesan Komunikasi
Perseroan senantiasa meningkatkan nilai ekuitas merek melalui setiap
penyusunan dan implementasi berbagai program pemasarannya.
Perseroan mengupayakan adanya kualitas penyampaian pesan
komunikasi pemasaran diikuti dengan realitas pelayanan yang dirasakan
oleh pelanggan.
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Link Net, Tbk 14
Page 34
- Kegiatan Event & Experience
Sebagai langkah membangun bond the valueantara Perseroan dengan
masyarakat. Perseroan senantiasa melakukan micro marketing di wilayah
perumahan pelanggan. Kegiatan ini sebagai bentuk mendekatkan diri
kepada masyarakat, bahwa Perseroan merupakan penyedia jasa internet
yang menjadi pelaku transformasi kehidupan digital di Indonesia
- Mengadakan Corporate Engagement & Gathering
Sebagai konsistensi dukungan terhadap pengembangan dan transformasi
digital di Indonesia, Perseroan melalui unit bisnis enterprise
menyelenggarakan berbagai corporate engagementdan gathering untuk
lebih mengenal lebih jauh identitas bisnis Link Net Business Enteprise dan
apa saja layanan yang dapat diberikan Perseroan kepada seluruh
pelanggan korporasi.
- Program Loyalitas Pelanggan
Pada tahun 2023, Perseroan mengadakan sejumlah customer gathering.
Untuk pelanggan residensial, Perseroan menempatkan nama First
Prioritas Club sebagai bagian dari program First Rewards. Perseroan
menjadikan kegiatan ini sebagai agenda program apresiasi pelanggan
berkelanjutan yang menyuguhkan berbagai aktivitas menarik,
menyenangkan, dan menyesuaikan minat pelanggan.
2.3.8. Alasan dan Latar Belakang Dilakukannya Rencana Transaksi
Axiata Group Berhad ("Axiata" atau "Grup") melakukan transformasi struktural
anak perusahaannya di Indonesia, PT XL Axiata Tbk ("XL Axiata") dan PT Link
Net Tbk ("Link Net"), untuk mempercepat perubahan strategis menjadi ServeCo
dan FibreCo. Langkah strategis ini bertujuan untuk memperkuat posisi dalam
mengoptimalkan peluang di pasar Fixed Broadband ("FBB") dan Fixed Mobile
Convergence ("FMC") Indonesia yang masih rendah penetrasinya.
Oleh karena itu, Perseroan mengambil peluang tersebut dan melihat potensi
bisnis yang baik pada industri penyedia infrastruktur Fiber Optic dan dengan
dilakukannnya transaksi ini, Perseroan dapat memfokuskan pengembangan pada
unit bisnis Fiber Co.
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Link Net, Tbk 15
Page 35
2.3.9. Keuntungan dan Kerugian Rencana Transaksi
a. Keuntungan Rencana Transaksi
- Perseroan mendapatkan cash tambahan dari Rencana Transaksi untuk
mengurangi beban keuangan dan mengembangkan jaringan Fiber Co.
- Perseroan mendapatkan pendapatan tambahan yang berasal dari
pengembangan jaringan fiber open access.
b. Kerugian Rencana Transaksi
Perseroan menanggung biaya yang timbul atas Rencana Transaksi seperti
Biaya Konsultan dan biaya perijinan.
2.4. Analisis Kuantitatif
2.4.1. Analisis Kinerja Historikal Perseroan
Untuk melihat perkembangan kinerja Perseroan, seperti posisi keuangan dan
potensi atau kemajuan yang dialami selama beberapa tahun terakhir, maka hasil
analisis keuangan historikal yang bersumber dari laporan keuangan konsolidasi
audit per 31 Desember 2019, per 31 Desember 2020, per 31 Desember 2021, 31
Desember 2022 dan 31 Desember 2023 disajikan sebagai berikut:
Tabel 2.5.
Historikal Keuangan Perseroan
(Dalam Jutaan Rupiah)
Deskripsi 2019 2020 2021 2022 2023
Balance Sheet
Aset Lancar
Kas & Bank 298.209 359.642 270.796 155.344 236.829
Piutang usaha - Pihak Ketiga 390.530 284.070 395.739 577.982 354.984
Piutang Usaha - Pihak Terkait 122.415 3.581 47.458 1.893 7.708
Pajak dibayar dimuka 31 7.451 21.935 69.068 96.055
Biaya dibayar di muka 87.379 119.694 124.720 89.644 87.300
Aset lancar lainnya - - - 1.135 21.280
Total Aset Lancar 898.564 774.438 860.648 895.066 804.156
Aset Tidak Lancar
Aset pajak tangguhan 69.229 96.039 94.129 105.486 162.941
Properti dan peralatan 4.993.913 5.895.148 7.195.387 8.596.043 9.394.810
Peralatan untuk instalasi - - 1.212.350 1.688.239 1.960.405
Aset tidak berwujud 102.482 114.389 133.020 168.636 133.964
Aset tidak lancar lainnya 588.786 919.789 251.360 191.324 180.005
Total aset tidak lancar 5.754.410 7.025.365 8.886.246 10.749.728 11.832.125
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Link Net, Tbk 16
Page 36
Deskripsi 2019 2020 2021 2022 2023
Total Aset 6.652.974 7.799.803 9.746.894 11.644.794 12.636.281
Kewajiban
Kewajiban Jangka Pendek
Pinjaman bank jangka pendek 800.000 1.500.000 496.600 3.074.375 1.000.000
Hutang usaha - pihak ketiga 554.587 660.630 480.032 858.109 848.918
Hutang usaha - pihak berelasi 56.033 127.107 133.748 2.233 25.776
Hutang lain-lain - pihak ketiga 1.525 2.988 4.273 7.226 11.729
Pajak harus dibayar 52.860 143.728 125.788 30.776 24.329
Akrual 220.902 236.642 190.747 154.770 227.302
Pendapatan Belum Diterima 6.512 4.999 5.618 34.565 47.914
Liabilitas imbalan kerja jangka
49.572 48.058 58.557 90.176 92.642
pendek
Bagian Lancar Kewajiban
Jangka Panjang - Pinjaman - - 306.635 121.933 862.587
Bank
Bagian Lancar Kewajiban
Jangka Panjang - Kewajiban 71.332 93.859 162.257 266.003 62.502
Sewa
Bagian Lancar Kewajiban
-
Jangka Panjang - Kewajiban - - 8.261 85.422
Imbalan Kerja
Total current liabilities 1.813.323 2.818.011 1.964.255 4.648.427 3.289.121
Kewajiban Jangka Panjang
pinjaman bank - - 2.175.824 1.818.862 4.949.210
Kewajiban sewa 19.840 165.940 204.198 64.386 735
Liabilitas imbalan kerja jangka
163.396 193.138 153.275 145.079 81.109
Panjang
Total kewajiban jangka
183.236 359.078 2.533.297 2.028.327 5.031.054
Panjang
Total Kewajiban 1.996.559 3.177.089 4.497.552 6.676.754 8.320.175
Ekuitas
Modal Disetor 286.320 286.320 286.320 286.320 286.320
Tambahan Modal Disetor 1.341.144 1.341.144 1.341.144 1.341.144 1.341.144
Saham Tresuri (105.088) (410.259) (410.259) (410.259) (410.259)
Laba Ditahan 3.134.037 3.405.506 4.032.133 3.750.830 3.098.895
Kepentingan Non Pengendali 2 3 4 5 6
Total Ekuitas 4.656.415 4.622.714 5.249.342 4.968.040 4.316.106
Total Kewajiban dan Ekuitas 6.652.974 7.799.803 9.746.894 11.644.794 12.636.281
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Link Net, Tbk 17
Page 37
Deskripsi 2019 2020 2021 2022 2023
Laporan Laba Rugi
Pendapatan 3.755.262 4.047.964 4.464.900 4.370.781 3.925.581
Beban
Beban Depresiasi (734.712) (884.572) (1.108.442) (1.427.165) (1.623.511)
Biaya jaringan dan biaya
(747.703) (868.743) (963.317) (980.189) (825.833)
langsung lainnya
Beban gaji dan tunjangan
(301.334) (364.242) (453.228) (423.404) (437.043)
karyawan
Biaya umum dan administrasi (528.656) (505.765) (269.239) (270.810) (420.280)
Biaya penjualan dan pemasaran - - (116.865) (300.561) (347.063)
Penurunan nilai piutang usaha - - (171.672) (286.335) (284.011)
Biaya amortisasi (40.451) (46.574) (51.471) (63.179) (67.802)
Biaya keuangan (73.785) (142.168) (203.990) (286.925) (514.381)
Pendapatan keuangan 18.998 15.049 13.197 4.893 6.131
Pendapatan/(beban) lain-lain (107.312) (4.320) 9.004 (7.076) 1.967
(Rugi)/laba sebelum pajak
1.240.307 1.246.629 1.148.877 330.030 (586.245)
penghasilan
Manfaat/(beban) pajak
(345.776) (304.922) (263.558) (89.312) 53.262
penghasilan
(Rugi)/laba tahun berjalan 894.531 941.707 885.319 240.718 (532.983)
Tabel 2.6.
Pertumbuhan Kinerja Keuangan Perseroan
(dalam %)
Deskripsi 2020 2021 2022 2023
Total Aset Lancar -13,81 11,13 4,00 -10,16
Total aset tidak lancar 22,09 26,49 20,97 10,07
Total Aset 17,24 24,96 19,47 8,51
Total current liabilities 55,41 -30,30 136,65 -29,24
Total kewajiban jangka Panjang 95,96 605,50 -19,93 148,04
Total Kewajiban 59,13 41,56 48,45 24,61
Total Ekuitas -0,72 13,56 -5,36 -13,12
Total Kewajiban dan Ekuitas 17,24 24,96 19,47 8,51
Pendapatan 7,79 10,30 -2,11 -10,19
(Rugi)/laba sebelum pajak penghasilan 0,51 -7,84 -71,27 -277,63
(Rugi)/laba tahun berjalan 5,27 -5,99 -72,81 -321,41
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Link Net, Tbk 18
Page 38
- Analisa Neraca Perseroan
Total aset Perseroan dalam 5 periode laporan keuangan (31 Desember
2019 - 31 Desember 2023) mengalami peningkatan dengan rata-rata
sebesar 17,55% pertahun.
Total liabilitas Perseroan dalam 5 periode laporan keuangan (31 Desember
2019 - 31 Desember 2023) mengalami peningkatan dengan rata-rata
sebesar 43,44% pertahun.
Total ekuitas Perseroan dalam 5 periode laporan keuangan (31 Desember
2019 - 31 Desember 2023) mengalami penurunan dengan rata-rata sebesar
1,41% pertahun.
Adapun perkembangan neraca Perseroan dapat terlihat pada grafik berikut ini.
Grafik 2.2.
Perkembangan Neraca Perseroan
(Dalam Jutaan Rupiah)
14.000.000
12.000.000
10.000.000
8.000.000
6.000.000
4.000.000
2.000.000
-
2019 2020 2021 2022 2023
Total Aset 6.652.974 7.799.803 9.746.894 11.644.794 12.636.281
Ekuitas 4.656.415 4.622.714 5.249.342 4.968.040 4.316.106
Total Kewajiban 1.996.559 3.177.089 4.497.552 6.676.754 8.320.175
- Analisa Laba Rugi Perseroan
Pendapatan perusahaan dalam 5 periode laporan keuangan terakhir 2019
hingga 2023 cukup berfluktuatif, tetapi pada 3 tahun terakhir pendapatan
perusahaan menurun dengan penurunan sebesar 2,11% ditahun 2022 dan
sebesar 10,19% ditahun 2023. Pada periode laporan keuangan 31
Desember 2022, Pendapatan Usaha Perusahaan tercatat sebesar Rp.
4.370.781.000.000,- dan adapun Pendapatan Usaha Perusahaan pada
periode 31 Desember 2023 tercatat sebesar Rp.3.925.581.000.000,-
Laba sebelum pajak perusahaan dalam 5 periode laporan keuangan terakhir
2019 hingga 2023 cukup berfluktuatif, tetapi pada 3 tahun terakhir laba
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Link Net, Tbk 19
Page 39
sebelum pajak perusahaan menurun dengan penurunan sebesar 7,84%
ditahun 2021, sebesar 71,27% ditahun 2022 dan sebesar 277,63% ditahun
2023. Hal ini dikarenakan pada tahun 2023 perusahaan mencatatkan Rugi
Sebelum Pajak, Dimana pada periode laporan keuangan 31 Desember
2022, Laba Sebelum Pajak Perusahaan tercatat sebesar Rp.
330.030.000.000,- dan Rugi Sebelum Pajak Perusahaan pada periode 31
Desember 2023 tercatat sebesar Rp. 586.245.000.000,-
Laba (Rugi) Bersih perusahaan dalam 5 periode laporan keuangan terakhir
2019 hingga 2023 cukup berfluktuatif, tetapi pada 3 tahun terakhir Laba
(Rugi) Bersih perusahaan menurun dengan penurunan sebesar 5,99%
ditahun 2021, sebesar 72,81% ditahun 2022 dan sebesar 321,41% ditahun
2023. Hal ini dikarenakan pada tahun 2023 perusahaan mencatatkan Rugi
Bersih, Dimana pada periode laporan keuangan 31 Desember 2022, Laba
Bersih Perusahaan tercatat sebesar Rp. 240.718.000.000,- dan adapun
Rugi Bersih Perusahaan pada periode 31 Desember 2023 tercatat sebesar
Rp. 532.983.000.000,-
Adapun perkembangan Laba Rugi Perseroan dapat terlihat pada grafik berikut
ini.
Grafik 2.3.
Perkembangan Laba Rugi Perseroan
(Dalam Jutaan Rupiah)
5.000.000
4.000.000
3.000.000
2.000.000
1.000.000
-
(1.000.000)
2019 2020 2021 2022 2023
Pendapatan 3.755.262 4.047.964 4.464.900 4.370.781 3.925.581
Laba (Rugi) Sebelum Pajak 1.240.307 1.246.629 1.148.877 330.030 (586.245)
Laba (Rugi) Periode
894.531 941.707 885.319 240.718 (532.983)
Berjalan
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Link Net, Tbk 20
Page 40
- Analisa Arus Kas Perseroan
Tabel 2.7.
Arus Kas Perseroan
(Dalam Jutaan Rupiah)
Deskripsi 2019 2020 2021 2022 2023
Arus Kas dari Aktivasi
1.757.585 1.854.902 1.968.956 1.780.043 2.374.838
Operasi
Arus Kas dari Aktivasi
-1.794.186 -1.763.808 -3.143.008 -3.055.170 -3.212.879
Investasi
Arus Kas dari Aktivasi
-265.064 -30.209 1.084.523 1.154.451 920.574
Pendanaan
Kenaikan (Penurunan)
-301.665 60.885 -89.529 -120.676 -120.676
Bersih Kas dan Setara Kas
Saldo Kas dan Setara Kas
599.901 298.209 359.642 270.796 155.344
Pada Awal Periode
Dampak Selisih Kurs -27 548 683 5.224 -1.048
Saldo Kas dan Setara Kas
298.209 359.642 270.796 155.344 236.829
Pada Akhir Periode
Saldo Kas dan Setara Kas pada awal periode tahun 2019 sampai dengan
2023 mengalami penurunan dengan rata-rata sebesar 24,26% pertahun.
Saldo Kas dan Setara Kas pada akhir periode tahun 2019 sampai dengan
2023 mengalami peningkatan dengan rata-rata sebesar 1,43 % pertahun.
- Rasio Keuangan Perseroan
Tabel 2.8.
Rasio Keuangan Perseroan
KETERANGAN 2019 2020 2021 2022 2023
Rasio Likuiditas
Current Ratio (x) 0,50 0,27 0,44 0,19 0,24
Cash Ratio (x) 0,16 0,13 0,14 0,03 0,07
Rasio Aktivitas
Fixed Asset Turnover (x) 0,75 0,69 0,62 0,51 0,42
Total Asset Turnover (x) 0,56 0,52 0,46 0,38 0,31
Sales to Current Asset Turnover (x) 4,18 5,23 5,19 4,88 4,88
Rasio Solvabilitas
Debt to Total Assets Ratio (x) 0,30 0,41 0,46 0,57 0,66
Debt Equity Ratio (x) 0,43 0,69 0,86 1,34 1,93
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Link Net, Tbk 21
Page 41
Rasio Profitabilitas
Net Profit Margin 23,82% 23,26% 19,83% 5,51% -13,58%
Return on Equity 19,21% 20,37% 16,87% 4,85% -12,35%
Return on Investment 13,45% 12,07% 9,08% 2,07% -4,22%
Rasio Likuiditas (Liquidity Ratio)
Rasio Likuiditas adalah rasio yang menunjukkan kemampuan pengelola
perusahaan dalam memenuhi kewajiban atau membayar liabilitas Jangka
Pendeknya.
Rasio Lancar (Current Ratio) adalah rasio yang menunjukkan nilai relatif
antara Aset Lancar dan Liabilitas Lancar. Rasio ini dihitung dengan
membagi nilai Aset Lancar dan Liabilitas Lancar. Rasio Lancar Perusahaan
pada 5 tahun terakhir dibawah angka 1 yang berarti bahwa perusahaan tidak
dapat memenuhi kewajiban jangka pendeknya dengan menggunakan aset
lancar yang dimiliki.
Rasio Kas (Cash Ratio) adalah rasio yang digunakan untuk
mengidentifikasikan sejauh mana dana kas dan setara kas yang tersedia
untuk melunasi kewajiban lancar atau hutang jangka pendeknya dengan
membandingkan total kas dan setara kas dengan liabilitas lancar
Perusahaan. Rasio kas Perusahaan pada 5 tahun terakhir dibawah angka 1
yang berarti Perusahaan belum mampu membayar kewajiban lancarnya
hanya dengan menggunakan kas dan setara kas yang tersedia.
Rasio Aktivitas (Activity Ratio)
Rasio Aktivitas menunjukkan efektif atau tidaknya suatu perusahaan dalam
menggunakan sumber-sumber dana yang tersedia. Dari nilai Rasio Aktivitas
Perusahaan pada periode 31 Desember 2023, dana yang tertanam dalam
keseluruhan aktiva berputar sebanyak 0,31 kali sedangkan untuk
perputaran aset tetap Perusahaan sebesar 0,42 kali dan untuk perputaran
Penjualan perusahaan sebesar 4,88 kali.
Rasio Solvabilitas (Solvability Ratio)
Total Debt to Equity Ratio (DER) Perusahaan periode 31 Desember 2023
sebesar 1,93 dan Total Debt to Asset Ratio (DAR) Perusahaan periode 31
Desember 2023 sebesar 0,66.
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Link Net, Tbk 22
Page 42
Rasio Profitabilitas (Profitability Ratio)
Analisis Rasio profitabilitas pada tahun 2019 hingga 2022 performa
perusahaan cukup bagus karena selalu mencatatkan laba bersih dengan
rata-rata Net Profit Margin sebesar 18,1%, Return on Equity sebesar 15,3%
dan Return on Asset sebesar 9,2%. Tetapi pada tahun 2023 perusahaan
mencatatkan rugi bersih sehingga pada rasio profitabilitas negatif.
2.4.2. Analisis Kinerja Historikal PT XL Axiata, Tbk.
Untuk melihat perkembangan kinerja PT XL Axiata, Tbk., seperti posisi keuangan
dan potensi atau kemajuan yang dialami selama beberapa tahun terakhir, maka
hasil analisis keuangan historikal yang bersumber dari laporan keuangan
konsolidasi audit per 31 Desember 2019, per 31 Desember 2020, per 31
Desember 2021, 31 Desember 2022 dan 31 Desember 2023 disajikan sebagai
berikut:
Tabel 2.9.
Historikal Keuangan PT XL Axiata, Tbk
(Dalam Jutaan Rupiah)
Deskripsi 2019 2020 2021 2022 2023
Aset Lancar 7.145.648 7.571.123 7.733.191 10.408.358 7.173.511
Aset Tidak Lancar 55.579.594 60.173.674 65.020.091 76.869.422 80.514.573
Total Aset 62.725.242 67.744.797 72.753.282 87.277.780 87.688.084
Liabilitas Lancar 21.292.684 18.857.026 20.953.921 26.350.500 20.141.984
Liabilitas Tidak Lancar 22.310.592 29.750.405 31.710.616 35.153.054 41.041.324
Total Liabilitas 43.603.276 48.607.431 52.664.537 61.503.554 61.183.308
Ekuitas 19.121.966 19.137.366 20.088.745 25.774.226 26.504.776
Total Liabilitas & Ekuitas 62.725.242 67.744.797 72.753.282 87.277.780 87.688.084
Pendapatan 25.132.628 26.009.095 26.754.050 29.141.994 32.322.651
Beban Pokok
21.858.139 23.377.010 22.764.648 25.127.135 27.586.758
Pendapatan
Laba (Rugi) Sebelum
1.144.117 146.211 1.707.540 1.353.030 1.704.517
Pajak
Laba (Rugi) Bersih 712.579 371.598 1.287.807 1.121.188 1.284.448
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Link Net, Tbk 23
Page 43
Tabel 2.10.
Pertumbuhan Kinerja Keuangan PT XL Axiata, Tbk.
(dalam %)
Deskripsi 2020 2021 2022 2023
Aset Lancar 5,95 2,14 34,59 -31,08
Aset Tidak Lancar 8,27 8,05 18,22 4,74
Total Aset 8,00 7,39 19,96 0,47
Liabilitas Lancar -11,44 11,12 25,75 -23,56
Liabilitas Tidak Lancar 33,35 6,59 10,86 16,75
Total Liabilitas 11,48 8,35 16,78 -0,52
Ekuitas 0,08 4,97 28,30 2,83
Total Liabilitas & Ekuitas 8,00 7,39 19,96 0,47
Pendapatan 3,49 2,86 8,93 10,91
Beban Pokok Pendapatan 6,95 -2,62 10,38 9,79
Laba (Rugi) Sebelum Pajak -87,22 1.067,86 -20,76 25,98
Laba (Rugi) Bersih -47,85 246,56 -12,94 14,56
- Analisa Neraca PT XL Axiata, Tbk.
Total aset PT XL Axiata, Tbk. dalam 5 periode laporan keuangan (31
Desember 2019 - 31 Desember 2023) mengalami peningkatan dengan rata-
rata sebesar 8,96% pertahun.
Total liabilitas PT XL Axiata, Tbk. dalam 5 periode laporan keuangan (31
Desember 2019 - 31 Desember 2023) mengalami peningkatan dengan rata-
rata sebesar 9,02% pertahun.
Total ekuitas PT XL Axiata, Tbk. dalam 5 periode laporan keuangan 31
Desember 2019 - 31 Desember 2023) mengalami peningkatan dengan rata-
rata sebesar 9,05% pertahun.
Adapun perkembangan neraca PT XL Axiata, Tbk. dapat terlihat pada grafik
berikut ini.
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Link Net, Tbk 24
Page 44
Grafik 2.4.
Perkembangan Neraca PT XL Axiata, Tbk
(Dalam Jutaan Rupiah)
100.000.000
90.000.000
80.000.000
70.000.000
60.000.000
50.000.000
40.000.000
30.000.000
20.000.000
10.000.000
0
2019 2020 2021 2022 2023
Total Aset 62.725.242 67.744.797 72.753.282 87.277.780 87.688.084
Ekuitas 19.121.966 19.137.366 20.088.745 25.774.226 26.504.776
Total Kewajiban 43.603.276 48.607.431 52.664.537 61.503.554 61.183.308
- Analisa Laba Rugi PT XL Axiata, Tbk.
Pendapatan PT XL Axiata, Tbk. dalam 5 periode laporan keuangan (31
Desember 2019 - 31 Desember 2023) mengalami peningkatan dengan rata-
rata sebesar 6,55% pertahun. Pendapatan PT XL Axiata, Tbk. diperoleh dari
jasa mobile dan jaringan telekomunikasi, managed service dan jasa
teknologi informasi.
Laba sebelum pajak PT XL Axiata, Tbk. dalam 5 periode laporan keuangan
(31 Desember 2019 - 31 Desember 2023) mengalami peningkatan dengan
rata-rata sebesar 246,46% pertahun.
Laba bersih PT XL Axiata, Tbk. dalam 5 periode laporan keuangan (31
Desember 2019 - 31 Desember 2023) mengalami peningkatan dengan rata-
rata sebesar 50,08% pertahun.
Adapun perkembangan Laba Rugi PT XL Axiata, Tbk. dapat terlihat pada grafik
berikut ini.
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Link Net, Tbk 25
Page 45
Grafik 2.3.
Perkembangan Laba Rugi PT XL Axiata, Tbk
(Dalam Jutaan Rupiah)
35.000.000
30.000.000
25.000.000
20.000.000
15.000.000
10.000.000
5.000.000
0
2019 2020 2021 2022 2023
Pendapatan 25.132.628 26.009.095 26.754.050 29.141.994 32.322.651
Beban Pokok Penjualan 21.858.139 23.377.010 22.764.648 25.127.135 27.586.758
Laba (Rugi) Sebelum Pajak 1.144.117 146.211 1.707.540 1.353.030 1.704.517
Laba (Rugi) Periode Berjalan 712.579 371.598 1.287.807 1.121.188 1.284.448
- Analisa Arus Kas PT XL Axiata, Tbk.
Tabel 2.11.
Arus Kas PT XL Axiata, Tbk.
(Dalam Jutaan Rupiah)
Deskripsi 2019 2020 2021 2022 2023
Arus Kas dari Aktivasi
12.357.027 13.949.485 11.963.257 14.104.495 16.095.538
Operasi
Arus Kas dari Aktivasi - -
-8.692.413 -5.497.947 -6.930.963
Investasi 11.495.464 10.376.600
Arus Kas dari Aktivasi
-3.090.754 7.090.575 -5.333.962 -91.372 -9.935.085
Pendanaan
Kenaikan (Penurunan)
Bersih Kas dan Setara 573.860 1.360.963 -301.669 2.517.659 -4.216.147
Kas
Saldo Kas dan Setara
1.047.115 1.603.445 2.965.589 2.664.387 5.184.113
Kas Pada Awal Periode
Dampak Selisih Kurs -17.530 1.181 466 2.067 -1.939
Saldo Kas dan Setara
Kas Pada Akhir 1.603.445 2.956.589 2.664.387 5.184.113 966.027
Periode
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Link Net, Tbk 26
Page 46
Saldo Kas dan Setara Kas pada awal periode tahun 2019 sampai dengan
2023 mengalami peningkatan dengan rata-rata sebesar 55,62 % pertahun.
Saldo Kas dan Setara Kas pada akhir periode tahun 2019 sampai dengan
2023 mengalami peningkatan dengan rata-rata sebesar 21,93 % per tahun.
- Rasio Keuangan PT XL Axiata, Tbk.
Tabel 2.12.
Rasio Keuangan PT XL Axiata, Tbk.
Deskripsi 2019 2020 2021 2022 2023
Rasio Likuiditas
- Current Ratio (x) 0,34 0,40 0,37 0,39 0,36
Rasio Aktivitas
- Fixed Asset Turnover (x) 5,03 4,41 3,72 3,39 3,44
- Total Asset Turnover (x) 0,40 0,38 0,37 0,33 0,37
- Sales to Current Assets (x) 3,52 3,44 3,46 2,80 4,51
Rasio Solvabilitas
- Debt to Total Aset Ratio (x) 0,70 0,72 0,72 0,70 0,70
- Debt Equity Rasio 2,28 2,54 2,62 2,39 2,31
Rasio Profitabilitas
- Net Profit Margin 2,84% 1,43% 4,81% 3,85% 3,97%
- Return on Equity (ROE) 3,73% 1,94% 6,41% 4,35% 4,85%
- Return on Assets (ROA) 1,14% 0,55% 1,77% 1,28% 1,46%
Berdasarkan rasio keuangan diatas, kondisi PT XL Axiata, Tbk. adalah sebagai
berikut:
Rasio Likuiditas (Liquidity Ratio)
Rasio Likuiditas adalah rasio yang menunjukkan kemampuan pengelola
perusahaan dalam memenuhi kewajiban atau membayar liabilitas Jangka
Pendeknya.
Rasio Lancar (Current Ratio) adalah rasio yang menunjukkan nilai relatif
antara Aset Lancar dan Liabilitas Lancar. Rasio ini dihitung dengan
membagi nilai Aset Lancar dan Liabilitas Lancar. Rasio Lancar Perusahaan
pada 5 tahun terakhir dibawah angka 1 yang berarti bahwa perusahaan tidak
dapat memenuhi kewajiban jangka pendeknya dengan menggunakan aset
lancar yang dimiliki.
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Link Net, Tbk 27
Page 47
Rasio Aktivitas (Activity Ratio)
Rasio Aktivitas menunjukkan efektif atau tidaknya suatu perusahaan dalam
menggunakan sumber-sumber dana yang tersedia. Dari nilai Rasio Aktivitas
Perusahaan pada periode 31 Desember 2023, dana yang tertanam dalam
keseluruhan aktiva berputar sebanyak 0,37 kali sedangkan untuk
perputaran aset tetap Perusahaan sebesar 3,44 kali dan untuk perputaran
Penjualan perusahaan sebesar 4,51 kali.
Rasio Solvabilitas (Solvability Ratio)
Total Debt to Equity Ratio (DER) Perusahaan periode 31 Desember 2023
sebesar 0,70 dan Total Debt to Asset Ratio (DAR) Perusahaan periode 31
Desember 2023 sebesar 2,31.
Rasio Profitabilitas (Profitability Ratio)
Analisis Rasio profitabilitas pada tahun 2019 hingga 2023 performa
perusahaan cukup bagus karena selalu mencatatkan laba bersih dengan
rata-rata Net Profit Margin sebesar 16,9%, Return on Equity sebesar 4,25%
dan Return on Asset sebesar 6,20%. Tetapi pada tahun 2023 perusahaan
mencatatkan rugi bersih sehingga pada rasio profitabilitas negatif.
2.4.3. Analisis Proforma Rencana Transaksi
Berdasarkan Informasi Keuangan Proforma Perseroan yang dibuat oleh
manajemen, dampak keuangan Rencana Transaksi terhadap Laporan Keuangan
Perseroan adalah sebagai berikut:
Tabel 2.13.
Ringkasan Laporan Keuangan Proforma (juta Rupiah)
Audited AJE Proforma
D K
ASET
ASET LANCAR
Kas dan Bank 236.829 275.000 - 511.829
Piutang Usaha - Pihak Ketiga 354.984 - 8.375 346.609
Piutang Usaha - Pihak Berelasi 7.708 - - 7.708
Pajak Dibayar Dimuka 96.055 - - 96.055
Beban Dibayar Dimuka 87.300 - - 87.300
Aset Lancar Lainnya 21.280 - - 21.280
JUMLAH ASET LANCAR 804.156 1.070.781
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Link Net, Tbk 28
Page 48
Audited AJE Proforma
D K
ASET TIDAK LANCAR
Aset Pajak Tangguhan, Bersih 162.941 - - 162.941
Aset Tetap, Bersih 9.394.810 - - 9.394.810
Peralatan 1.960.405 - - 1.960.405
Aset Tak Berwujud 133.964 - - 133.964
Aset Tidak Lancar Lainnya 180.005 - - 180.005
JUMLAH ASET TIDAK LANCAR 11.832.125 11.832.125
JUMLAH ASET 12.636.281 12.902.906
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS LANCAR
Pinjaman Bank Jangka Pendek 1.000.000 1.000.000 - -
Utang Usaha Pihak Ketiga 848.918 - - 848.918
Utang Usaha Pihak Berelasi 25.776 - - 25.776
Utang Lainnya Pihak Ketiga 11.729 - - 11.729
Utang Pajak 24.329 - 347.601 371.930
Beban Akrual 227.302 - - 227.302
Biaya Langganan Diterima Dimuka 47.914 45.637 - 2.277
Liabilitas Imbalan Kerja Jangka Pendek 92.642 32.500 - 60.142
Bagian Jangka Pendek dari Liabilitas
Jangka Panjang - Pinjaman Bank 862.587 600.000 - 262.587
Bagian Jangka Pendek dari Liabilitas
Jangka Panjang - Liabilitas Sewa 62.502 - - 62.502
Bagian Jangka Pendek dari Liabilitas
Jangka Panjang - Liabilitas Imbalan Kerja 85.422 - - 85.422
JUMLAH LIABILITAS LANCAR 3.289.121 1.958.585
LIABILITAS TIDAK LANCAR
Pinjaman Bank 4.949.210 - - 4.949.210
Liabilitas Sewa 735 - - 735
Liabilitas Imbalan Kerja Jangka Panjang 81.109 22.254 58.855
JUMLAH LIABILITAS TIDAK LANCAR 5.031.054 5.008.800
JUMLAH LIABILITAS 8.320.175 6.967.385
EKUITAS
Modal Saham 286.320 - - 286.320
Tambahan Modal Disetor 1.341.144 - - 1.341.144
Saham Treasuri -410.259 - - -410.259
Saldo Laba 3.625.880 - 42.867 3.668.747
Laba / (Rugi) Tahun Berjalan -526.985 355.976 1.932.524 1.049.563
Kepentingan Non Pengendali 6 - - 6
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Link Net, Tbk 29
Page 49
Audited AJE Proforma
D K
JUMLAH EKUITAS 4.316.106 5.935.521
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 12.636.281 12.902.906
Berdasarkan proforma keuangan Perseroan diatas, terdapat dampak keuangan
berupa penmbahan aset lancar sebesar Rp266.625.000.000, pengurangan
liabilitas sebesar Rp1.352.790.000.000, penambahan Saldo Laba sebesar
Rp42.867.000.000 dan penambahan Laba / (Rugi) Tahun Berjalan sebesar
Rp1.576.548.000.000.
2.4.4. Analisis Nilai Tambah
Analisis nilai tambah Rencana Transaksi dilakukan untuk melihat kemampuan
menghasilkan pendapatan dan laba yang lebih baik dengan membandingkan
antara proyeksi keuangan tanpa dilaksanakannya Rencana Transaksi dengan
dilaksanakannya Rencana Transaksi.
Berikut adalah Laba (Rugi) Perseroan tanpa adanya Rencana Transaksi selama
periode proyeksi :
Tabel 2.14.
Proyeksi Sebelum Rencana Transaksi
Projection
Desciption 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033
Profit & Loss
Revenue 4.074.840 4.536.786 5.217.636 5.964.283 6.558.122 7.076.627 7.625.051 8.185.036 8.855.694 9.660.752
Expenses
Depreciation expenses -1.820.128 -1.943.815 -2.119.173 -2.232.864 -2.285.602 -2.337.297 -2.389.784 -2.440.866 -2.492.920 -2.595.871
Network expenses and other direct expenses -1.273.767 -1.474.543 -1.706.848 -1.951.905 -2.168.002 -2.297.254 -2.507.821 -2.730.764 -2.987.934 -3.281.595
Salaries and employee benefits expenses -529.729 -521.730 -547.852 -578.535 -603.347 -622.743 -655.754 -703.913 -761.590 -830.825
General and administrative expenses -238.266 -219.229 -251.229 -286.321 -314.232 -338.601 -364.377 -390.697 -422.218 -460.055
Sales and marketing expenses -122.245 -136.104 -156.529 -178.928 -183.627 -198.146 -213.501 -229.181 -247.959 -270.501
Impairment of trade receivables -142.619 -136.104 -156.529 -178.928 -196.744 -212.299 -228.752 -245.551 -265.671 -289.823
Amortisation expenses -333 -333 -333 -333 -333 -333 -333 0 0 0
Finance costs -733.051 -971.548 -1.267.225 -1.499.267 -1.550.565 -1.559.776 -1.537.631 -1.495.706 -1.419.245 -1.306.595
Finance income 592 449 435 344 345 500 493 498 548 618
Other income/(expenses) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
(Loss)/profit before income tax -784.707 -866.171 -987.646 -942.455 -743.985 -489.322 -272.411 -51.144 258.705 626.105
Income tax benefit/(expenses) 0 0 0 0 0 0 0 0 -56.915 -137.743
Loss)/profit for the year -784.707 -866.171 -987.646 -942.455 -743.985 -489.322 -272.411 -51.144 201.790 488.362
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Link Net, Tbk 30
Page 50
Berikut ini adalah proyeksi Laba Rugi Perseroan dengan adanya Rencana
Transaksi:
Tabel 2.15.
Proyeksi Setelah Rencana Transaksi
Projection
Desciption 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033
Profit & Loss
Revenue B2S Fiber 8mn HP & Enterprise 3.095.821 3.880.932 4.822.684 5.805.710 6.510.034 7.107.425 7.867.665 8.518.907 9.257.724 10.067.605
Revenue upside from Open Access & Media Co 44.845 114.832 195.217 261.404 331.665 399.493 466.006 533.981 559.012 580.054
Expenses
Depreciation expenses -1.820.128 -1.944.844 -2.121.263 -2.236.149 -2.290.200 -2.343.339 -2.397.411 -2.450.228 -2.502.768 -2.606.230
Network expenses and other direct expenses -1.255.272 -1.765.086 -2.084.996 -2.409.448 -2.646.032 -2.774.516 -3.114.805 -3.378.906 -3.676.147 -3.972.506
Salaries and employee benefits expenses -348.995 -298.398 -338.155 -377.012 -407.716 -431.359 -467.066 -517.912 -572.875 -638.017
General and administrative expenses -261.912 -263.850 -301.175 -340.616 -368.998 -393.400 -419.364 -446.058 -477.830 -515.584
Sales and marketing expenses -54.551 -72.556 -95.795 -119.764 -125.412 -140.247 -155.254 -170.109 -187.622 -208.426
Impairment of trade receivables -21.132 -21.299 -46.495 -72.147 -91.968 -108.474 -124.963 -141.029 -159.769 -181.954
Amortisation expenses -333 -333 -333 -333 -333 -333 -333 0 0 0
Finance costs -686.136 -895.418 -1.220.162 -1.468.518 -1.518.453 -1.511.074 -1.464.599 -1.391.669 -1.284.394 -1.148.501
Finance income 592 449 435 344 345 500 493 498 548 618
Other income/(expenses) 1.875.320 320 320 320 320 320 320 320 320 320
(Loss)/profit before income tax 568.120 -1.265.251 -1.189.716 -956.209 -606.746 -195.003 190.691 557.795 956.199 1.377.377
Income tax benefit/(expenses) -124.986 0 0 0 0 0 -41.952 -122.715 -210.364 -303.023
Loss)/profit for the year 443.134 -1.265.251 -1.189.716 -956.209 -606.746 -195.003 148.739 435.080 745.835 1.074.354
Berdasarkan proyeksi keuangan Perseroan tanpa Rencana Transaksi dan
dengan Rencana Transaksi, diketahui bahwa jika dilakukannya Rencana
Transaksi Perseroan diperkirakan akan memperoleh pendapatan yang lebih tinggi
dengan rata-rata kenaikan sebesar Rp 266 miliar per tahun dibanding tidak
melakukan Rencana Transaksi.
Tabel 2.16
Analisis Nilai Tambah dari Sisi Pendapatan
Rata-
Deskripsi 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033
Rata
Pendapatan
(Sebelum 4.074.840 4.536.786 5.217.636 5.964.283 6.558.122 7.076.627 7.625.051 8.185.036 8.855.694 9.660.752
Transaksi)
Pendapatan
(Setelah 3.140.666 3.995.764 5.017.902 6.067.113 6.841.700 7.506.919 8.333.672 9.052.888 9.816.736 10.647.658
Transaksi)
Nilai Tambah
dari Sisi -934.174 -541.023 -199.735 102.830 283.578 430.291 708.621 867.852 961.042 986.906 266.619
Pendapatan
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Link Net, Tbk 31
Page 51
Berdasarkan proyeksi keuangan Perseroan tanpa Rencana Transaksi dan
dengan Rencana Transaksi, diketahui bahwa jika dilakukannya Rencana
Transaksi Perseroan diperkirakan akan dapat mengurangi beban keuangan rata-
rata sebesar Rp 75 miliar per tahun dibanding tidak melakukan Rencana
Transaksi.
Tabel 2.17
Analisis Nilai Tambah dari Sisi Beban Keuangan
Rata-
Deskripsi 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033
Rata
Beban
Keuangan
-733.051 -971.548 -1.267.225 -1.499.267 -1.550.565 -1.559.776 -1.537.631 -1.495.706 -1.419.245 -1.306.595
(Sebelum
Transaksi)
Beban
Keuangan
-686.136 -895.418 -1.220.162 -1.468.518 -1.518.453 -1.511.074 -1.464.599 -1.391.669 -1.284.394 -1.148.501
(Setelah
Transaksi)
Nilai Tambah
dari Sisi Beban 46.915 76.130 47.063 30.749 32.113 48.702 73.032 104.037 134.850 158.094 75.169
Keuangan
Berdasarkan proyeksi keuangan Perseroan tanpa Rencana Transaksi dan
dengan Rencana Transaksi, diketahui bahwa jika dilakukannya Rencana
Transaksi Perseroan diperkirakan akan memperoleh laba bersih yang lebih tinggi
dengan rata-rata kenaikan sebesar Rp 308 miliar per tahun dibanding tidak
melakukan Rencana Transaksi.
Tabel 2.18
Analisis Nilai Tambah dari Sisi Laba Bersih
Rata-
Deskripsi 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033
Rata
Laba
Bersih
-784.707 -866.171 -987.646 -942.455 -743.985 -489.322 -272.411 -51.144 201.790 488.362
(Sebelum
Transaksi)
Laba
Bersih
443.134 -1.265.251 -1.189.716 -956.209 -606.746 -195.003 148.739 435.080 745.835 1.074.354
(Setelah
Transaksi)
Nilai
Tambah
dari Sisi 1.227.841 -399.080 -202.070 -13.755 137.239 294.319 421.149 486.224 544.046 585.992 308.191
Laba
Bersih
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Link Net, Tbk 32
Page 52
Berdasarkan proyeksi keuangan Perseroan tanpa Rencana Transaksi dan
dengan Rencana Transaksi, diketahui bahwa jika dilakukannya Rencana
Transaksi, Present Value Free Cash Flow to Firm Perseroan diperkirakan
meningkat sebesar yang lebih tinggi dengan rata-rata kenaikan sebesar Rp 1,820
Triliun dibanding tidak melakukan Rencana Transaksi.
Tabel 2.19
Analisis Nilai Tambah dari Sisi Free Cash Flow to Firm (FCFF)
Sebelum Transaksi
2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033
Arus Kas Operasi 1.917.112 2.165.322 2.290.091 2.821.201 3.072.874 3.313.153 3.576.832 3.787.618 4.213.885 4.479.783
Arus Kas Investasi (4.316.133) (3.994.148) (5.443.715) (3.533.583) (1.669.070) (1.616.286) (1.627.181) (1.577.020) (1.553.065) (1.581.212)
(2.399.021) (1.828.826) (3.153.624) (712.382) 1.403.804 1.696.867 1.949.651 2.210.598 2.660.820 2.898.570
Terminal Value 40.185.635
(2.399.021) (1.828.826) (3.153.624) (712.382) 1.403.804 1.696.867 1.949.651 2.210.598 2.660.820 43.084.205
Discount Faktor 0,91 0,82 0,75 0,68 0,61 0,56 0,50 0,46 0,41 0,38
-2.175.025 -1.503.256 -2.350.177 -481.320 859.919 942.387 981.677 1.009.140 1.101.254 16.166.665
NPV 14.551.264
Setelah Transaksi
2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033
Arus Kas Operasi 1.109.389 1.694.993 2.030.743 2.664.889 3.177.443 3.586.463 3.913.358 4.127.494 4.459.788 4.842.693
Arus Kas Investasi (4.316.133) (3.995.207) (5.445.836) (3.536.903) (1.673.707) (1.622.370) (1.634.855) (1.586.432) (1.523.983) (1.477.431)
(3.206.744) (2.300.214) (3.415.093) (872.014) 1.503.736 1.964.094 2.278.503 2.541.062 2.935.805 3.365.262
46.655.822
(3.206.744) (2.300.214) (3.415.093) (872.014) 1.503.736 1.964.094 2.278.503 2.541.062 2.935.805 50.021.084
Discount Faktor 0,91 0,82 0,75 0,68 0,61 0,56 0,50 0,46 0,41 0,38
-2.907.331 -1.890.727 -2.545.032 -589.175 921.134 1.090.796 1.147.259 1.159.998 1.215.065 18.769.619
NPV 16.371.605
2.4.5. Analisis Perbandingan Nilai Rencana Transaksi dan Nilai Pasar
2.4.5.1. Business Transfer Agreement (BTA)
Berdasarkan Business Transfer Agreement (BTA), transaksi atas Penjualan
Bisnis Unit memiliki rencana nilai sebesar Rp1.875.000.000.000,- (satu triliun
delapan ratus tujuh puluh lima miliar rupiah).
Berdasarkan Laporan penilaian bisnis unit yang dikeluarkan oleh KJPP Doli
Siregar dan Rekan, nilai pasar bisnis unit dengan nomor laporan 00048/2.0042-
00/BS/06/0405/1/V/2024 tertanggal 22 Mei 2024 adalah sebesar
Rp 1.805.148.000.000,-.
Selisih nilai Rencana Transaksi dan nilai pasar adalah 3,87% sehingga masih
dalam range 7,5%, sehingga nilai Rencana Transaksi adalah Wajar.
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Link Net, Tbk 33
Page 53
2.4.5.2. Master Service Agreement (MSA)
Berdasarkan Master Service Agreement (MSA), transaksi Menyewakan Aset
Jaringan Fiber Optik memiliki rencana nilai transaksi atas biaya sewa sebesar
Rp120.000,- per Home Connect (“HC”) per bulan untuk tingkat penetrasi sampai
dengan 25% dan sebesar Rp80.000,- per Home Connect (“HC”) per bulan untuk
tingkat penetrasi lebih dari 25%.
Berdasarkan data transaksi yang pernah terjadi dalam kurun waktu kurang dari 1
tahun (Prior Transaction) terdapat data Prior Transaction yang terjadi.
Berdasarkan data tersebut, nilai sewa sebesar Rp120.000,- per Home Connect
(“HC”) per bulan untuk tingkat penetrasi sampai dengan 25% dan sebesar
Rp80.000,- per Home Connect (“HC”) per bulan untuk tingkat penetrasi lebih dari
25%.
Selisih nilai Rencana Transaksi dan nilai pasar adalah 0% sehingga masih dalam
range 7,5%, sehingga nilai Rencana Transaksi adalah Wajar.
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Link Net, Tbk 34
Page 54
BAGIAN - 3
KESIMPULAN
3.1. Kesimpulan
Perseroan berencana melakukan penjualan Unit Bisnis Serve Co dan
Menyewakan Aset Jaringan Fiber Optik kepada PT XL Axiata, Tbk., selanjutnya
dalam laporan ini disebut dengan “Rencana Transaksi”. PT XL Axiata, Tbk.
adalah pemegang saham Perseroan dengan kepemilikan sebesar 20,00%
saham
Dalam kerangka Rencana Transaksi ini terdapat hubungan afiliasi antara
Perseroan dengan PT XL Axiata, Tbk. Hubungan afiliasi terjadi karena PT XL
Axiata Tbk. adalah pemegang saham Perseroan dengan kepemilikan 20,00%
saham dan terdapat kesamaan anggota dewan komisaris.
Dalam Rencana Transaksi ini terdapat hubungan afiliasi antara Perseroan
dengan XL Axiata. Adapun sifat hubungan afiliasi adalah XL Axiata selaku
pemegang saham Perseroan dengan kepemilikan 20,00% saham.
Perbandingan antara nilai Pendapatan Objek Rencana Transaksi dengan
Pendapatan Perseroan adalah sebesar 74,34%, dimana nilai Rencana
Transaksi tersebut lebih dari 50% Pendapatan Perseroan, sehingga Rencana
Transaksi merupakan Transaksi Material yang perlu mendapatkan Persetujuan
dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
Menerangkan bahwa Perseroan akan menjual Unit Bisnis Serve Co, yang
selanjutnya disebut Business Transfer Agreement (BTA) kepada PT XL Axiata,
Tbk dengan rencana nilai transaksi sebesar Rp 1,875 triliun
Perseroan akan menyetujui Menyewakan Aset Jaringan Fiber Optik kepada PT
XL Axiata, Tbk. yang selanjutnya disebut Master Services Agreement (MSA)
kepada PT XL Axiata, Tbk dan PT XL Axiata, Tbk. akan menyetujui melakukan
pembayaran kepada Perseroan dengan biaya sewa Fiber Optik sebesar
Rp120.000,- per Home Connect (“HC”) per bulan untuk tingkat penetrasi
sampai dengan 25% dan sebesar Rp80.000,- per Home Connect (“HC”) per
bulan untuk tingkat penetrasi lebih dari 25%.
Manfaat Rencana Transaksi adalah Dengan dilakukan Rencana transaksi
Perseroan mendapatkan cash tambahan dari Rencana Transaksi untuk
mengurangi beban keuangan dan mengembangkan jaringan Fiber Co. Risiko
Rencana Transaksi yaitu Risiko tidak tercapainya proyeksi dari rencana
transaksi.
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Link Net, Tbk 1
Page 55
Keuntungan Rencana Transaksi yaitu Perseroan mendapatkan cash tambahan
dari Rencana Transaksi untuk mengurangi beban keuangan dan
mengembangkan jaringan Fiber Co dan Perseroan mendapatkan pendapatan
tambahan yang berasal dari pengembangan jaringan fiber open access.
Sedangkan Kerugian Rencana Transaksi yaitu Perseroan menanggung biaya
yang timbul atas Rencana Transaksi seperti Biaya Konsultan dan biaya
perijinan.
Berdasarkan proyeksi keuangan Perseroan diperkirakan bahwa Perseroan
memiliki kinerja yang bagus kedepannya, Perseroan mampu menghasilkan
pendapatan dan laba bersih dengan pertumbuhan yang positif serta Perseroan
mampu mengurangi Beban Keuangan. Dengan demikian Rencana Transaksi
yang dilakukan Perseroan adalah wajar.
Berdasarkan proyeksi keuangan Perseroan tanpa Rencana Transaksi dan
dengan Rencana Transaksi, diketahui bahwa jika dilakukannya Rencana
Transaksi Perseroan diperkirakan akan memperoleh pendapatan yang lebih
tinggi dengan rata-rata kenaikan sebesar Rp 266 miliar per tahun dibanding
tidak melakukan Rencana Transaksi.
Berdasarkan proyeksi keuangan Perseroan tanpa Rencana Transaksi dan
dengan Rencana Transaksi, diketahui bahwa jika dilakukannya Rencana
Transaksi Perseroan diperkirakan akan dapat mengurangi beban keuangan
rata-rata sebesar Rp 75 miliar per tahun dibanding tidak melakukan Rencana
Transaksi.
Berdasarkan proyeksi keuangan Perseroan tanpa Rencana Transaksi dan
dengan Rencana Transaksi, diketahui bahwa jika dilakukannya Rencana
Transaksi Perseroan diperkirakan akan memperoleh laba bersih yang lebih
tinggi dengan rata-rata kenaikan sebesar Rp 308 miliar per tahun dibanding
tidak melakukan Rencana Transaksi.
Berdasarkan proyeksi keuangan Perseroan tanpa Rencana Transaksi dan
dengan Rencana Transaksi, diketahui bahwa jika dilakukannya Rencana
Transaksi, Present Value Free Cash Flow to Firm Perseroan diperkirakan
meningkat sebesar yang lebih tinggi dengan rata-rata kenaikan sebesar Rp
1,820 Triliun dibanding tidak melakukan Rencana Transaksi.
Selisih nilai Rencana Transaksi dan nilai pasar unit bisnis Serve Co adalah
3,87% sehingga masih dalam range 7,5%, sehingga nilai Rencana Transaksi
adalah Wajar.
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Link Net, Tbk 2
Page 56
Selisih nilai Rencana Transaksi dan nilai pasar Sewa Fiber Optik adalah 0%
sehingga masih dalam range 7,5%, sehingga nilai Rencana Transaksi adalah
Wajar.
3.2. Distribusi Pendapat Kewajaran
Pendapat kewajaran ini ditujukan untuk kepentingan Perseroan dalam kaitannya
dengan Rencana Transaksi dan tidak untuk digunakan oleh pihak lain atau untuk
kepentingan lain.
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Link Net, Tbk 3
Names mentioned 62 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
KJPP DSR
p.3 ×15
unresolved
org
Mawar & Rekan
p.5 ×2
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Tanudiredja
p.5 ×13
unresolved
org
Rintis & Rekan
p.5 ×13
unresolved
org
PT KPMG Siddharta Advisory.
p.6 ×3
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Tandiawan & Rekan
p.6 ×2
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Tandiawan
p.6 ×2
unresolved
org
PENILAI KJPP Doli Siregar dan Rekan
p.9
unresolved
org
KJPP Doli Siregar
p.9 ×3
unresolved
org
KJPP Doli Siregar & Rekan
p.15
unresolved
org
Pendapat Kewajaran – PT Link Net Tbk
p.15
unresolved
person
Shridhir Sariputta Hansa Wijayasuriya
· Presiden Komisaris
p.21 ×2
unresolved
person
Jonathan Limbong Parapak
· Komisaris Independen
p.21
unresolved
person
Kanishka Gayan Wickrama
· Direktur
p.21
unresolved
person
Aulia Taufani
p.22 ×2
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.22 ×4
unresolved
person
Dr. David Robert Dean
· Komisaris
p.23
unresolved
person
Dr. Hans Wijayasuria
· Komisaris
p.23
unresolved
person
Yasmin Stamboel Wirjawan
· Komisaris Independen
p.23 ×2
unresolved
person
Abhijit Jayant Navalekar
· Direktur
p.23
unresolved
person
Budi Pramantika
· Direktur
p.23
unresolved
—
Dokumen Business Transfer Agreement dan Master Service
· 2.2.2.
p.23
unresolved
org
PT Seruling Indah Permai
p.24
unresolved
person
Dr. Misahardi Wilamarta
p.24 ×2
unresolved
org
Menteri Kehakiman Republik Indonesia
p.24 ×2
unresolved
person
Myra Yuwono
p.25
unresolved
org
Menteri Hukum dan Perundangundangan
p.25
unresolved
person
Rini Yulianti
· Notaris
p.25 ×4
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi
p.25 ×2
unresolved
person
Dahlia
p.25
unresolved
org
PT Excelcomindo Pratama
p.26
unresolved
org
PT Grahametropolitan Lestari
p.26
unresolved
person
Rachmat Santoso
p.26
unresolved
org
Kota Nusantara
p.27
unresolved
org
Bank Indonesia
p.27 ×2
unresolved
org
KJPP Doli Siregar dan Rekan
p.52
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
Rule parser
Needs review
confidence 0.273
2308 ms
12 Sep 2026 23:03
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
'appraiser_name': '',
'assets': [],
'currency': 'IDR',
'fact_type': '',
'issuer_name': '',
'kind': 'CONFLICT',
'kjpp_name': '',
'letter_number': '',
'object_text': '',
'object_truncated': False,
'parties': [],
'pct_of_equity': None,
'reference_period': '',
'requires_rups': None,
'rups_date': None,
'ticker': '',
'transaction_date': None,
'valuation_date': None,
'value': '1.875'}