Back to announcement
20240522_LINK_Rencana Transaksi Material Dengan Persetujuan RUPS_31642391_lamp2.pdf
Asset transaction Needs review LINKSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 56
Page 1
Page 2
Page 3
KJPP DSR/Penilai memiliki kompetensi untuk melakukan penilaian atas obyek
penilaian pada perihal dimaksud, dan tidak memiliki benturan kepentingan
dengan pemberi tugas atau obyek penilaian, sehingga dalam posisi untuk
memberikan penilaian objektif dan tidak memihak.
1.2. PEMBERI TUGAS
Nama : PT Link Net Tbk
Bidang Usaha : Penyelenggaraan tetap berbasis kabel, Penyelenggaraan
jasa multimedia, jasa akses internet (internet service
provider) dan Jasa konsultasi manajemen bisnis
Alamat : Centennial Tower Lt. 26 Unit D, Jl. Jend. Gatot Subroto, Kav.
24-25, Karet Semanggi, Setiabudi, Jakarta Selatan 12930
Nomor Telepon : 021 5577 7755
Email : cs@linknet.co.id
1.3. PENGGUNA LAPORAN
Nama : PT Link Net Tbk
Bidang Usaha : Penyelenggaraan tetap berbasis kabel, Penyelenggaraan
jasa multimedia, jasa akses internet (internet service
provider) dan Jasa konsultasi manajemen bisnis
Alamat : Centennial Tower Lt. 26 Unit D, Jl. Jend. Gatot Subroto, Kav.
24-25, Karet Semanggi, Setiabudi, Jakarta Selatan 12930
Nomor Telepon : 021 5577 7755
Email : cs@linknet.co.id
1.4. MAKSUD DAN TUJUAN
Maksud dan tujuan dari penugasan ini adalah untuk memberikan opini nilai
pasar atas Unit Bisnis Serve Co milik PT Link Net Tbk yang akan dialihkan
kepada PT XL Axiata Tbk.
1.5. OBYEK PENILAIAN DAN BENTUK KEPEMILIKAN
Objek Penilaian pada laporan penilaian ini adalah Unit Bisnis Serve Co milik
PT Link Net Tbk pertanggal 31 Desember 2023, dimana berdasarkan Business
Transfer Agreement tanggal 22 Mei 2024 antara PT XL Axiata, Tbk dan PT
Link Net, Tbk terdapat beberapa akun neraca yang di carve out sesuai Neraca
yang terdapat pada tabel 2.7.
Penilaian Unit Bisnis
- ii -
Serve Co Milik PT Link Net Tbk
Page 4
1.6. DASAR NILAI DAN DEFINISI
Dasar Nilai yang digunakan adalah Nilai Pasar (Market Value).
DEFINISI DARI NILAI PASAR
Nilai Pasar adalah estimasi sejumlah uang yang dapat diperoleh dari hasil
penukaran suatu aset atau liabilitas pada Tanggal Penilaian, antara pembeli
yang berminat membeli dengan penjual yang berminat menjual, dalam suatu
transaksi bebas ikatan, yang pemasarannya dilakukan secara layak, di mana
kedua Pihak masing–masing bertindak atas dasar pemahaman yang
dimilikinya, kehati-hatian, dan tanpa paksaan (Peraturan Otoritas Jasa
Keuangan Nomor 35/POJK.04/2020).
1.7. PREMIS NILAI
Sebagai sebuah Unit Bisnis yang sedang berjalan, Unit Bisnis Serve Co milik
PT Link Net Tbk diasumsikan akan dapat terus melanjutkan usahanya secara
berkelanjutan (Going Concern).
1.8. TANGGAL PENILAIAN
Tanggal penilaian (Cut Off Date), ditetapkan pada tanggal 31 Desember 2023.
1.9. TINGKAT KEDALAMAN INVESTIGASI
1) Proses pengumpulan dan analisis data primer dilakukan secara lengkap,
termasuk didalamnya dokumen perizinan, Anggaran Dasar Perusahaan
dan Akta Perubahannya, Laporan Keuangan historikal Perusahaan dan
Unit Bisnis, Laporan Keuangan Perusahaan dan Unit Bisnis per 31
Desember 2023 dan Business Plan yang dibuat oleh Perusahaan.
2) Data dan informasi yang diberikan tersebut juga dilakukan investigasi/
wawancara yang diperlukan dengan pihak manajemen perusahaan.
3) Data internal perusahaan dianalisis secara mendalam, demikian pula
terhadap data eksternal perusahaan dianalisis seperlunya untuk dapat
mengevaluasi/ mereview Business Plan yang dibuat oleh Perusahaan
apakah dapat diterima atau masih memerlukan penyesuaian.
1.10. SUMBER DATA
Dalam melaksanakan penugasan ini kami menelaah, mempertimbangkan, dan
mengacu serta menganalisis data, informasi, sebagai berikut:
1. Anggaran Dasar Perusahaan dan Akta perubahannya.
Penilaian Unit Bisnis
- iii -
Serve Co Milik PT Link Net Tbk
Page 5
2. Laporan Keuangan PT Link Net Tbk per 31 Desember 2019 yang telah
diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar &
Rekan dengan opini wajar tanpa pengecualian.
3. Laporan Keuangan PT Link Net Tbk per 31 Desember 2020 yang telah
diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Purwantono, Sungkoro & Surja dengan
opini wajar tanpa pengecualian.
4. Laporan Keuangan PT Link Net Tbk per 31 Desember 2021 yang telah
diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Purwantono, Sungkoro & Surja dengan
opini wajar tanpa pengecualian.
5. Laporan Keuangan PT Link Net Tbk per 31 Desember 2022 yang telah
diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Purwantono, Sungkoro & Surja dengan
opini wajar tanpa pengecualian.
6. Laporan Keuangan PT Link Net Tbk per 31 Desember 2023 yang telah
diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan
dengan Opini Wajar tanpa pengecualian.
7. Laporan Keuangan (Proforma) Unit Bisnis per 31 Desember 2021 sampai
dengan 31 Desember 2023 yang telah disiapkan oleh PT KPMG Siddharta
Advisory.
8. Business Plan Perusahaan.
9. Tinjauan terhadap kondisi fundamental Perseroan, yang menyangkut
sejarah singkat Perseroan, struktur modal dan susunan pengurus,
deskripsi bidang usaha dan kinerja keuangan, serta memperhatikan
kondisi makro yang ada.
10. Informasi internal perusahaan lainnya dan hasil wawancara dengan pihak
Manajemen.
11. Informasi ekonomi dan industri yang dikeluarkan oleh pihak ketiga, baik
berdasarkan media cetak, elektronik, dan hasil analisis lain dari pihak
independen yang kami anggap relevan.
1.11. ASUMSI DAN ASUMSI KHUSUS
1.11.1. Asumsi
DSR berasumsi bahwa unit bisnis yang dinilai tidak mempunyai masalah
hukum dan bahwa hak kepemilikannya adalah sah dan dapat dipasarkan.
DSR berasumsi bahwa unit bisnis yang ditunjukan kepada DSR adalah
benar merupakan obyek dalam penilaian.
Penilaian Unit Bisnis
- iv -
Serve Co Milik PT Link Net Tbk
Page 6
1.11.2. Asumsi Khusus
Tidak ada asumsi khusus dalam penilaian ini.
1.12. PERSYARATAN ATAS PERSETUJUAN UNTUK PUBLIKASI
Laporan Penilaian ini hanya digunakan untuk maksud dan tujuan sebagaimana
tercantum dalam laporan ini, dan oleh karenanya tidak direkomendasikan untuk
penggunaan lainnya.
1.13. PEMENUHAN STANDAR PENILAIAN
Pedoman penilaian dan penyajian laporan penilaian dilakukan sesuai dengan
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 35/POJK.04/2020 tentang “Penilaian
dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal” (“POJK 35/2020”),
Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Nomor 17/SEOJK.04/2020 tentang
“Pedoman Penilaian & Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal”
(“SEOJK 17/2020”) dan Kode Etik Penilai Indonesia dan Standar Penilaian
Indonesia (KEPI & SPI Edisi VII - 2018).
PENDEKATAN DAN METODE PENILAIAN
Proses penilaian dilaksanakan dengan mengaplikasikan metode yang berlaku umum
dalam penilaian sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (“POJK”) Nomor
35/POJK.04/2020 dan SEOJK No.17/SEOJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian
Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal. Sesuai dengan lingkup Penilaian, untuk Unit
Bisnis milik PT Link Net Tbk kami menggunakan 2 (dua) pendekatan penilaian yakni:
1. Pendekatan Pendapatan (Income Approach) dengan menggunakan metode
Discounted Cash Flow, paling sesuai apabila jumlah pendapatan yang dapat
diperoleh perusahaan di masa yang akan datang dapat diperkirakan dengan cukup
meyakinkan. Setelah mempelajari karakteristik dari kegiatann usaha SMR seperti
kinerja keuangan historisnya, kondisi eksisting operasional, proyeksi keuangaan yang
disampaikan manajemen, maka kami berpendapat pendekatan ini dapat digunakan
dalam penilaian saham SMR, dimana metode yang akan digunakan adalah DCF
dengan model arus kas bebas untuk perusahaan (Free Cash Flow to Firm/ FCFF).
2. Pendekatan Pasar (Market Approach) dengan menggunakan metode Guideline
Publicly Traded Company (GPTC), paling sesuai apabila terdapat perusahaan yang
sepadan dan sebanding dengan perusahaan yang akan dinilai. Oleh karena itu
pendekatan ini dapat digunakan dalam penilaian saham SMR, dimana metode yang
akan digunakan adalah metode Guideline Publicly Traded Company (GPTC).
Penilaian Unit Bisnis
-v-
Serve Co Milik PT Link Net Tbk
Page 7
Page 8
PERNYATAAN PENILAI
KJPP Doli Siregar dan Rekan dengan ini menyatakan bahwa:
1. Pernyataan faktual yang dipresentasikan dalam laporan penilaian ini adalah sesuai
dengan pemahaman terbaik dari penilai.
2. Penilai tidak mempunyai kepentingan terhadap obyek yang dinilai.
3. Penilaian ini dilakukan dengan memenuhi ketentuan Peraturan Otoritas Jasa
Keuangan (“POJK”) Nomor 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian
Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal dan SEOJK No.17/SEOJK.04/2020 tentang
Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal.
4. Penilai telah memenuhi persyaratan pendidikan profesional yang ditentukan dan/atau
diselenggarakan oleh Asosiasi Penilai yang diakui oleh Pemerintah.
5. Penilai memiliki pengalaman mengenai jenis usaha yang dinilai.
6. Dalam melakukan penilaian ini kami telah berusaha semaksimal mungkin untuk
bertindak secara obyektif dan independen serta tidak terafiliasi dengan Perseroan
ataupun pihak – pihak lain yang terafiliasi dengan perusahaan tersebut.
7. Penilai bertanggung jawab atas laporan penilaian usaha ini.
8. Penugasan penilaian profesional telah dilakukan terhadap obyek penilaian pada
Tanggal Penilaian (Cut off date).
9. Analisis telah dilakukan untuk tujuan penilaian yang diungkapkan dalam Laporan
Penilaian.
10. Penugasan penilaian professional telah dilaksanakan sesuai dengan peraturan
perundang – undangan yang berlaku.
11. Penilai telah melakukan inspeksi terhadap obyek penilaian.
12. Perkiraan Nilai yang dihasilkan dalam penugasan penilaian professional telah
disajikan sebagai kesimpulan Nilai.
13. Lingkup pekerjaan dan data yang di analisa telah diungkapkan.
14. Kesimpulan Nilai telah sesuai dengan asumsi – asumsi dan kondisi pembatas.
15. Seluruh data dan informasi yang diungkapkan dalam laporan dapat
dipertanggungjawabkan.
16. Besaran imbalan jasa penilai tidak tergantung pada hasil penilaian.
17. Tidak seorangpun selain yang bertandatangan dibawah ini, yang telah terlibat dalam
pelaksanaan pengumpulan data, analisis, pembuatan kesimpulan, dan opini
sebagaimana yang dinyatakan dalam laporan Penilaian ini.
Penilaian Unit Bisnis
- vii -
Serve Co Milik PT Link Net Tbk
Page 9
Page 10
DAFTAR ISI
1. SURAT PENGANTAR i
PERNYATAAN PENILAI vii
DAFTAR ISI ix
2. COMPANY OVERVIEW 2-1
2.1. Umum 2-2
2.1.1. Maksud Dan Tujuan Serta Kegiatan Usaha 2-2
2.1.2. Susunan Pengurus Perusahaan 2-2
2.1.3. Susunan Pemegang Saham 2-3
2.2. Analisis Laporan Keuangan PT Link Net 2-4
2.2.1. Laporan Posisi Keuangan Historis 2-4
2.2.2. Analisis Neraca Historis 2-6
2.2.3. Laporan Laba (Rugi) Historis 2-6
2.2.4. Analisis Laba (Rugi) Perseroan 2-7
2.2.5. Analisis Rasio Keuangan 2-8
2.3. Analisis Laporan Keuangan Unit Bisnis Serve Co dan Unit Bisnis
Serve Co yang Menjadi Objek Penilaian 2-10
2.3.1. Laporan Posisi Keuangan Historis 2-10
2.3.2. Analisis Neraca Historis 2-12
2.3.3. Laporan Laba (Rugi) 2-13
2.3.4. Analisis Laba (Rugi) Historis 2-14
3. MARKET OVERVIEW 3-1
3.1. Perekonomian Dunia 3-1
3.2. Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 3-2
3.2.1. Neraca Pembayaran Indonesia 3-4
3.2.2. Nilai Tukar Rupiah 3-5
3.2.3. Inflasi 3-6
3.3. Pertumbuhan Industri Media dan Hiburan 3-7
3.3.1. Pasar Media dan Hiburan 3-8
3.4. Industri Fixed Broadband 3-9
4. PENILAIAN 4-1
4.1. Objek Penilaian 4-1
4.2. Data, Informasi dan Referensi Penilaian 4-1
4.3. Pendekatan Penilaian 4-2
4.3.1. Pendekatan Pendapatan 4-3
4.3.1.1. Proses Penilaian 4-3
4.3.1.2. Asumsi-Asumsi 4-3
4.3.1.2.1. Asumsi Laba Rugi 4-4
4.3.1.2.2. Asumsi Modal Kerja 4-8
4.3.1.2.3. Asumsi Capital Expenditure 4-9
4.3.1.2.4. Asumsi Tingkat Diskonto (Discount Rate) 4-9
4.3.1.2.5. Asumsi Nilai Terminal (Terminal Value) 4-12
Penilaian Unit Bisnis
- ix -
Serve Co Milik PT Link Net Tbk
Page 11
4.3.1.2.6. Discounted Cash Flow (DCF) 4-13
4.3.1.3. Indikasi Nilai Pasar dengan Pendekatan Pendapatan 4-14
4.3.2. Pendekatan Pasar 4-14
4.3.2.1. Proses Penilaian 4-14
4.3.2.2. Perusahaan Pembanding 4-16
4.3.2.3. Indikasi Nilai Pasar dengan Pendekatan Pasar 4-16
4.3.3. Rekonsiliasi Nilai 4-17
4.4. Nilai Saham Unit Bisnis Serve Co 4-18
SYARAT PEMBATAS 1
Penilaian Unit Bisnis
-x-
Serve Co Milik PT Link Net Tbk
Page 12
BAGIAN – 2
COMPANY OVERVIEW
2.1. Umum
PT Link Net Tbk (“Perusahaan”) didirikan dengan nama PT Seruling Indah
Permai berdasarkan Akta Notaris No. 93 tanggal 14 Maret 1996 dari Dr.
Misahardi Wilamarta, S.H., M.H., M.Kn., LL.M., Notaris di Jakarta, sebagaimana
diubah dengan Akta Notaris No. 304 tanggal 26 Juli 1996 dari Yuliandi
Ermawanto, S.H., Notaris di Jakarta. Akta pendirian dan perubahannya disahkan
oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. C2-
8324.HT.01.01.TH.96 tanggal 7 Agustus 1996 serta diumumkan dalam Berita
Negara No. 96 tanggal 29 November 1996, Tambahan No. 9456.
Perusahaan selanjutnya mengubah nama perusahaan menjadi PT Link Net dan
mengubah Anggaran Dasar Perusahaan berdasarkan Akta Notaris No. 35
tanggal 28 Maret 2000 dari Myra Yuwono, S.H., Notaris di Jakarta. Akta tersebut
disahkan oleh Menteri Hukum dan Perundangundangan dengan Surat
Keputusan No. C-9118.HT.01.04.TH.2000 tanggal 20 April 2000 serta
diumumkan dalam Berita Negara No. 84 tanggal 20 Oktober 2000, Tambahan
No. 6296.
Anggaran Dasar Perusahaan beberapa kali mengalami perubahan. Perubahan
terakhir Anggaran Dasar Perusahaan tertuang dalam Akta Pernyataan
Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan No. 13 tanggal 19 Juli
2021 oleh Rini Yulianti, S.H., Notaris di Jakarta. Akta tersebut telah diterima dan
dicatat dalam database Sistem Administrasi Badan Hukum Menteri Hukum dan
Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat No. AHU-AH.01.03-
0429788 tanggal 19 Juli 2021.
Perusahaan selanjutnya mengubah alamat perusahaan menjadi Centennial
Tower Lantai 26 Unit D, Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 24-25 Jakarta Selatan
12930 berdasarkan Akta Notaris No. 11 tanggal 11 Oktober 2021 oleh Rini
Yulianti, S.H., Notaris di Jakarta. Akta tersebut telah diterima dan dicatat dalam
Sistem administrasi Badan Hukum Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia berdasarkan Surat No. AHUAH.01.03-0459106 tanggal 11
Oktober 2021.
Penilaian Unit Bisnis 2-1
Serve Co Milik PT Link Net Tbk
Page 13
Susunan Dewan Komisaris Perseroan terakhir sebagaimana tercantum dalam
Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 41 tanggal 22 Juni 2022 dari Rini Yulianti,
S.H., Notaris di Jakarta Timur. Akta tersebut telah diterima dan dicatat dalam
database Sistem administrasi Badan Hukum Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Penerimaan Pemberitahuan
Perubahan Data Perseroan No. AHU-AH.01.09-0025001 tanggal 23 Juni 2022.
Susunan Direksi Perseroan terakhir sebagaimana tercantum dalam Akta
Pernyataan Keputusan Rapat No. 4 tanggal 5 Mei 2023 dari Dahlia, S.H., Notaris
di Jakarta Utara. Akta tersebut telah diterima dan dicatat dalam database Sistem
administrasi Badan Hukum Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia berdasarkan Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Data
Perseroan No. AHU-AH.01.09-0123770 tanggal 25 Mei 2023.
2.1.1. Maksud dan Tujuan Serta Kegiatan Usaha
Sesuai dengan Pernyataan Keputusan Rapat PT. LN No 1 tanggal 02
September 2019 oleh Rini Yulianti, S.H., Notaris di Jakarta, maksud dan tujuan
didirikan perusahaan ini adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang
penyelenggaraan aktivitas telekomunikasi dengan kabel, internet service
provider (jasa akses internet), jasa sistem komunikasi, jasa interkoneksi internet
(NAP), jasa multimedia lainnya, jasa nilai tambah teleponi lainnya, jasa internet
telepon untuk keperluan publik (ITKP), aktivitas konsultasi manajemen lainnya
aktivitas call center, perdagangan besar atas dasar balas jasa (fee) atau kontrak,
perdangan besar komputer dan perlengkapan komputer, perdagangan besar
piranti lunak, perdagangan besar peralatan telekomunikasi, perdaganagn besar
berbagai macam barang, instalasi telekomunikasi, aktivitas pemrograman
komputer lainnya, aktivitas konsultasi komputer dan manajemen fasilitas
komputer lainnya dan aktivitas teknologi informasi dan jasa komputer lainnya.
2.1.2. Susunan Pengurus Perusahaan
Berdasarkan Laporan Keuangan Perseroan per 31 Desember 2023, susunan
pengurus Perseroan adalah sebagai berikut.
Penilaian Unit Bisnis 2-2
Serve Co Milik PT Link Net Tbk
Page 14
Tabel 2.1
Susunan Pengurus Perusahaan
Jabatan Nama
Dewan Komisaris
Presiden Komisaris Shridhir Sariputta Hansa Wijayasuriya
Komisaris Thomas Hundt
Komisaris Dian Siswarini
Komisaris Independen Jonathan Limbong Parapak
Komisaris Independen Alexander S Rusli
Direksi
Presiden Direktur Marlo Budiman*
Direktur Kanishka Gayan Wickrama
Direktur Edward Sanusi
Komite Audit
Ketua Alexander S. Rusli
Anggota Tio I Huat
Anggota Barry Alfa Rattu
Anggota Willem Lucas Timmermans
(*) Efektif mengundurkan diri sebagai Presiden Direktur pada tanggal 24 November
2023
Sumber: Laporan Keuangan Perusahaan per 31 Desember 2023.
2.1.3. Susunan Pemegang Saham
Berdasarkan Laporan Keuangan Perseroan per 31 Desember 2023, susunan
pemegang saham Perseroan adalah sebagai berikut.
Tabel 2.2
Susunan Pemegang Saham Perusahaan
Jumlah Saham Persentase
Pemegang Saham Jumlah
(Lembar) (%)
Axiata Investments (Indonesia) Sdn. Bhd. 2.187.922.717 79,52 218,792
PT XL Axiata Tbk 550.316.196 20,00 55,032
Masyarakat/Public 13.342.071 0,48 1,335
Total 2.751.580.984 100,00 275.159
Sumber: Laporan Keuangan Perusahaan per 31 Desember 2023.
Penilaian Unit Bisnis 2-3
Serve Co Milik PT Link Net Tbk
Page 15
2.2. ANALISIS LAPORAN KEUANGAN PT LINK NET
2.2.1. Laporan Posisi Keuangan Historis
Laporan keuangan yang digunakan dalam penilaian ini didasarkan pada laporan
keuangan audit untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
2019 sampai dengan 31 Desember 2023. Adapun overviewnya akan dijelaskan
sebagai berikut:
.
Tabel 2.3
Laporan Posisi Keuangan 31 Desember 2019 – 31 Desember 2023
(dalam jutaan Rupiah)
Deskripsi 2019 2020 2021 2022 2023
Aset Lancar
Kas & Bank 298.209 359.642 270.796 155.344 236.829
Piutang usaha - Pihak Ketiga 390.530 284.070 395.739 577.982 354.984
Piutang Usaha - Pihak Terkait 122.415 3.581 47.458 1.893 7.708
Pajak dibayar dimuka 31 7.451 21.935 69.068 96.055
Biaya dibayar di muka 87.379 119.694 124.720 89.644 87.300
Aset lancar lainnya - - - 1.135 21.280
Total Aset Lancar 898.564 774.438 860.648 895.066 804.156
Aset Tidak Lancar
Aset pajak tangguhan 69.229 96.039 94.129 105.486 162.941
Properti dan peralatan 4.993.913 5.895.148 7.195.387 8.596.043 9.394.810
Peralatan untuk instalasi - - 1.212.350 1.688.239 1.960.405
Aset tidak berwujud 102.482 114.389 133.020 168.636 133.964
Aset tidak lancar lainnya 588.786 919.789 251.360 191.324 180.005
Total aset tidak lancar 5.754.410 7.025.365 8.886.246 10.749.728 11.832.125
Total Aset 6.652.974 7.799.803 9.746.894 11.644.794 12.636.281
Kewajiban
Kewajiban Jangka Pendek
Pinjaman bank jangka pendek 800.000 1.500.000 496.600 3.074.375 1.000.000
Hutang usaha - pihak ketiga 554.587 660.630 480.032 858.109 848.918
Hutang usaha - pihak berelasi 56.033 127.107 133.748 2.233 25.776
Hutang lain-lain - pihak ketiga 1.525 2.988 4.273 7.226 11.729
Pajak harus dibayar 52.860 143.728 125.788 30.776 24.329
Akrual 220.902 236.642 190.747 154.770 227.302
Pendapatan Belum Diterima 6.512 4.999 5.618 34.565 47.914
Liabilitas imbalan kerja jangka
49.572 48.058 58.557 90.176 92.642
pendek
Penilaian Unit Bisnis 2-4
Serve Co Milik PT Link Net Tbk
Page 16
Deskripsi 2019 2020 2021 2022 2023
Bagian Lancar Kewajiban
Jangka Panjang - Pinjaman - - 306.635 121.933 862.587
Bank
Bagian Lancar Kewajiban
Jangka Panjang - Kewajiban 71.332 93.859 162.257 266.003 62.502
Sewa
Bagian Lancar Kewajiban
-
Jangka Panjang - Kewajiban - - 8.261 85.422
Imbalan Kerja
Total current liabilities 1.813.323 2.818.011 1.964.255 4.648.427 3.289.121
Kewajiban Jangka Panjang
pinjaman bank - - 2.175.824 1.818.862 4.949.210
Kewajiban sewa 19.840 165.940 204.198 64.386 735
Liabilitas imbalan kerja jangka
163.396 193.138 153.275 145.079 81.109
Panjang
Total kewajiban jangka
183.236 359.078 2.533.297 2.028.327 5.031.054
Panjang
Total Kewajiban 1.996.559 3.177.089 4.497.552 6.676.754 8.320.175
Ekuitas
Modal Disetor 286.320 286.320 286.320 286.320 286.320
Tambahan Modal Disetor 1.341.144 1.341.144 1.341.144 1.341.144 1.341.144
Saham Tresuri (105.088) (410.259) (410.259) (410.259) (410.259)
Laba Ditahan 3.134.037 3.405.506 4.032.133 3.750.830 3.098.895
Kepentingan Non Pengendali 2 3 4 5 6
Total Ekuitas 4.656.415 4.622.714 5.249.342 4.968.040 4.316.106
Total Kewajiban dan Ekuitas 6.652.974 7.799.803 9.746.894 11.644.794 12.636.281
Gambar 2.1
Analisis Neraca
14.000.000
12.000.000
10.000.000
8.000.000
6.000.000
4.000.000
2.000.000
-
2019 2020 2021 2022 2023
Total Aset 6.652.974 7.799.803 9.746.894 11.644.794 12.636.281
Ekuitas 4.656.415 4.622.714 5.249.342 4.968.040 4.316.106
Total Kewajiban 1.996.559 3.177.089 4.497.552 6.676.754 8.320.175
Penilaian Unit Bisnis 2-5
Serve Co Milik PT Link Net Tbk
Page 17
2.2.2. Analisis Neraca Historis
Dari sisi aset, total aset Perusahaan sejak periode 2019 sampai dengan 2023
memiliki tren yang positif dengan rata-rata pertumbuhan sebesar 17,55%. Pada
laporan keuangan per 31 Desember 2023, total aset tercatat sebesar Rp
12.636.281.000.000,- atau naik sebesar 8,51% dari posisi 31 Desember 2022.
Dari sisi liabilitas, sejalan dengan total aset perusahaan total liabilitas
Perusahaan pada periode 2019 sampai dengan 2023 memiliki tren yang positif
dengan rata-rata kenaikan sebesar 43,44%. Pada laporan keuangan per 31
Desember 2023, total liabilitas tercatat sebesar Rp 8.320.175.000.000,- atau naik
sebesar 24,61% dari posisi 31 Desember 2022.
Dari sisi ekuitas, total ekuitas Perusahaan sejak periode 2019 sampai dengan
2023 memiliki tren yang negatif dengan rata-rata penuruan sebesar 1,41%. Pada
laporan keuangan per 31 Desember 2023, total aset tercatat sebesar Rp
4.316.106.000.000,-
2.2.3. Laporan Laba (Rugi) Historis
Analisis kinerja keuangan disajikan berdasarkan pada laporan keuangan audit
untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 hingga 31
Desember 2023.
Tabel 2.4
Laporan Laba Rugi 31 Desember 2019 – 31 Desember 2023
(dalam jutaan Rupiah)
Deskripsi 2019 2020 2021 2022 2023
Laporan Laba Rugi
Pendapatan 3.755.262 4.047.964 4.464.900 4.370.781 3.925.581
Beban
Beban Depresiasi (734.712) (884.572) (1.108.442) (1.427.165) (1.623.511)
Biaya jaringan dan biaya langsung
(747.703) (868.743) (963.317) (980.189) (825.833)
lainnya
Beban gaji dan tunjangan karyawan (301.334) (364.242) (453.228) (423.404) (437.043)
Biaya umum dan administrasi (528.656) (505.765) (269.239) (270.810) (420.280)
Penilaian Unit Bisnis 2-6
Serve Co Milik PT Link Net Tbk
Page 18
Deskripsi 2019 2020 2021 2022 2023
Biaya penjualan dan pemasaran - - (116.865) (300.561) (347.063)
Penurunan nilai piutang usaha - - (171.672) (286.335) (284.011)
Biaya amortisasi (40.451) (46.574) (51.471) (63.179) (67.802)
Biaya keuangan (73.785) (142.168) (203.990) (286.925) (514.381)
Pendapatan keuangan 18.998 15.049 13.197 4.893 6.131
Pendapatan/(beban) lain-lain (107.312) (4.320) 9.004 (7.076) 1.967
(Rugi)/laba sebelum pajak
1.240.307 1.246.629 1.148.877 330.030 (586.245)
penghasilan
Manfaat/(beban) pajak penghasilan (345.776) (304.922) (263.558) (89.312) 53.262
(Rugi)/laba tahun berjalan 894.531 941.707 885.319 240.718 (532.983)
Gambar 2.2
Analisis Laba (Rugi)
5.000.000
4.000.000
3.000.000
2.000.000
1.000.000
-
(1.000.000)
2019 2020 2021 2022 2023
Pendapatan 3.755.262 4.047.964 4.464.900 4.370.781 3.925.581
Laba (Rugi) Sebelum Pajak 1.240.307 1.246.629 1.148.877 330.030 (586.245)
Laba (Rugi) Periode Berjalan 894.531 941.707 885.319 240.718 (532.983)
2.2.4. Analisis Laba (Rugi) Perseroan
Dari Sisi Pendapatan Usaha, Pendapatan perusahaan dalam 5 periode laporan
keuangan terakhir 2019 hingga 2023 cukup berfluktuatif, tetapi pada 3 tahun
terakhir pendapatan perusahaan menurun dengan penurunan sebesar 2,11%
ditahun 2022 dan sebesar 10,19% ditahun 2023. Pada periode laporan
keuangan 31 Desember 2022, Pendapatan Usaha Perusahaan tercatat sebesar
Rp. 4.370.781.000.000,- dan adapun Pendapatan Usaha Perusahaan pada
periode 31 Desember 2023 tercatat sebesar Rp.3.925.581.000.000,-
Penilaian Unit Bisnis 2-7
Serve Co Milik PT Link Net Tbk
Page 19
Dari sisi Laba (Rugi) Sebelum Pajak, Laba sebelum pajak perusahaan dalam
5 periode laporan keuangan terakhir 2019 hingga 2023 cukup berfluktuatif, tetapi
pada 3 tahun terakhir laba sebelum pajak perusahaan menurun dengan
penurunan sebesar 7,84% ditahun 2021, sebesar 71,27% ditahun 2022 dan
sebesar 277,63% ditahun 2023. Hal ini dikarenakan pada tahun 2023
perusahaan mencatatkan Rugi Sebelum Pajak, Dimana pada periode laporan
keuangan 31 Desember 2022, Laba Sebelum Pajak Perusahaan tercatat
sebesar Rp. 330.030.000.000,- dan Rugi Sebelum Pajak Perusahaan pada
periode 31 Desember 2023 tercatat sebesar Rp. 586.245.000.000,-
Dari sisi Laba (Rugi) Bersih, Sejalan dengan laba (rugi) sebelum pajak, Laba
(Rugi) Bersih perusahaan dalam 5 periode laporan keuangan terakhir 2019
hingga 2023 cukup berfluktuatif, tetapi pada 3 tahun terakhir Laba (Rugi) Bersih
perusahaan menurun dengan penurunan sebesar 5,99% ditahun 2021, sebesar
72,81% ditahun 2022 dan sebesar 321,41% ditahun 2023. Hal ini dikarenakan
pada tahun 2023 perusahaan mencatatkan Rugi Bersih, Dimana pada periode
laporan keuangan 31 Desember 2022, Laba Bersih Perusahaan tercatat sebesar
Rp. 240.718.000.000,- dan adapun Rugi Bersih Perusahaan pada periode 31
Desember 2023 tercatat sebesar Rp. 532.983.000.000,-
2.2.5. Analisis Rasio Keuangan
Berikut ini disajikan analisis rasio keuangan sejak periode 31 Desember 2019
sampai dengan 31 Desember 2023.
Tabel 2.5
Rasio Keuangan Perseroan
KETERANGAN 2019 2020 2021 2022 2023
Rasio Likuiditas
Current Ratio (x) 0,50 0,27 0,44 0,19 0,24
Cash Ratio (x) 0,16 0,13 0,14 0,03 0,07
Rasio Aktivitas
Fixed Asset Turnover (x) 0,75 0,69 0,62 0,51 0,42
Total Asset Turnover (x) 0,56 0,52 0,46 0,38 0,31
Sales to Current Asset
4,18 5,23 5,19 4,88 4,88
Turnover (x)
Penilaian Unit Bisnis 2-8
Serve Co Milik PT Link Net Tbk
Page 20
Rasio Solvabilitas
Debt to Total Assets
0,30 0,41 0,46 0,57 0,66
Ratio (x)
Debt Equity Ratio (x) 0,43 0,69 0,86 1,34 1,93
Rasio Profitabilitas
Net Profit Margin 23,82% 23,26% 19,83% 5,51% -13,58%
Return on Equity 19,21% 20,37% 16,87% 4,85% -12,35%
Return on Investment 13,45% 12,07% 9,08% 2,07% -4,22%
Rasio Likuiditas (Liquidity Ratio)
Rasio Likuiditas adalah rasio yang menunjukkan kemampuan pengelola
perusahaan dalam memenuhi kewajiban atau membayar liabilitas Jangka
Pendeknya.
Rasio Lancar (Current Ratio) adalah rasio yang menunjukkan nilai relatif antara
Aset Lancar dan Liabilitas Lancar. Rasio ini dihitung dengan membagi nilai Aset
Lancar dan Liabilitas Lancar. Rasio Lancar Perusahaan pada 5 tahun terakhir
dibawah angka 1 yang berarti bahwa perusahaan tidak dapat memenuhi
kewajiban jangka pendeknya dengan menggunakan aset lancar yang dimiliki.
Rasio Kas (Cash Ratio) adalah rasio yang digunakan untuk mengidentifikasikan
sejauh mana dana kas dan setara kas yang tersedia untuk melunasi kewajiban
lancar atau hutang jangka pendeknya dengan membandingkan total kas dan
setara kas dengan liabilitas lancar Perusahaan. Rasio kas Perusahaan pada 5
tahun terakhir dibawah angka 1 yang berarti Perusahaan belum mampu
membayar kewajiban lancarnya hanya dengan menggunakan kas dan setara
kas yang tersedia.
Rasio Aktivitas (Activity Ratio)
Rasio Aktivitas menunjukkan efektif atau tidaknya suatu perusahaan dalam
menggunakan sumber-sumber dana yang tersedia. Dari nilai Rasio Aktivitas
Perusahaan pada periode 31 Desember 2023, dana yang tertanam dalam
keseluruhan aktiva berputar sebanyak 0,31 kali sedangkan untuk perputaran
aset tetap Perusahaan sebesar 0,42 kali dan untuk perputaran Penjualan
perusahaan sebesar 4,88 kali.
Penilaian Unit Bisnis 2-9
Serve Co Milik PT Link Net Tbk
Page 21
Rasio Solvabilitas (Solvability Ratio)
Total Debt to Equity Ratio (DER) Perusahaan periode 31 Desember 2023
sebesar 1,93 dan Total Debt to Asset Ratio (DAR) Perusahaan periode 31
Desember 2023 sebesar 0,66.
Rasio Profitabilitas (Profitability Ratio)
Analisis Rasio profitabilitas pada tahun 2019 hingga 2022 performa perusahaan
cukup bagus karena selalu mencatatkan laba bersih dengan rata-rata Net Profit
Margin sebesar 18,1%, Return on Equity sebesar 15,3% dan Return on
Investment sebesar 9,2%. Tetapi pada tahun 2023 perusahaan mencatatkan
rugi bersih sehingga pada rasio profitabilitas negatif.
2.3. ANALISIS LAPORAN KEUANGAN UNIT BISNIS SERVE CO DAN UNIT
BISNIS SERVE CO YANG MENJADI OBJEK PENILAIAN
2.3.1. Laporan Posisi Keuangan Historis
Berikut gambaran mengenai pemisahan Neraca Unit Bisnis Serve Co
berdasarkan Laporan Posisi Keuangan PT Link Net periode 31 Desember 2021
hingga 31 Desember 2023.
Tabel 2.6
Laporan Posisi Keuangan Unit Bisnis Serve Co
Per 31 Desember 2021 – 31 Desember 2023
(dalam jutaan Rupiah)
Desciption 2021 2022 2023
Assets
Current assets
Trade receivables - residential 49.941 19.390 8.375
Prepaid expenses 48.531 36.933 30.206
Total current assets 98.471 56.322 38.581
Non-current assets
Long term portion of prepayment 14.787 10.411 9.509
Fixed assets, net 50.621 55.927 49.609
Intangible assets, net 39.564 52.910 38.131
Long term portion of advances 4.819 413 2.856
Inventories 28.972 25.942 20.533
Other non-current assets 898 860 78
Total non-current assets 139.660 146.464 120.716
Penilaian Unit Bisnis 2-10
Serve Co Milik PT Link Net Tbk
Page 22
Desciption 2021 2022 2023
Total assets 238.131 202.786 159.297
Liabilities
Current liabilities
Trade payables - third party 28.825 27.074 15.767
Trade payables - related party 3.408 5.600 806
Other payables 146 160 104
Accrued expenses 55.169 25.983 26.839
Customer deposits 2.341 33.079 45.637
Short-term employee benefit liabilities 6.344 11.491 32.500
Current maturities of finance lease payables 857 349 296
Total current liabilities 97.091 103.735 121.949
Non-current liabilities
Finance lease liabilities 1.474 257 257
Employee benefits obligation 28.307 28.552 22.254
Total non-current liabilities 29.780 28.808 22.511
Total liabilities 126.871 132.544 144.460
Net assets 111.260 70.243 14.837
Berdasarkan Business Transfer Agreement tanggal 22 Mei 2024 antara PT XL
Axiata, Tbk dan PT Link Net, Tbk, terdapat beberapa akun neraca yang di carve
out sehingga unit bisnis Serve Co yang menjadi objek penilaian memiliki neraca
pada 31 Desember 2023 sebagai berikut:
Tabel 2.7
Laporan Posisi Keuangan Unit Bisnis Serve Co yang menjadi Objek
Penilaian per 31 Desember 2023
(dalam jutaan Rupiah)
Desciption 2023
Assets
Current assets
Trade receivables - residential 8.375
Total current assets 8.375
Non-current assets
Total non-current assets 0
Total assets 8.375
Penilaian Unit Bisnis 2-11
Serve Co Milik PT Link Net Tbk
Page 23
Desciption 2023
Liabilities
Current liabilities
Customer deposits 45.637
Short-term employee benefit liabilities 32.500
Total current liabilities 78.136
Non-current liabilities
Employee benefits obligation 22.254
Total non-current liabilities
Total liabilities 100.391
Net assets (92.015)
Sumber: Internal Manajemen
Gambar 2.3
Analisis Neraca Serve Co
300.000
250.000
200.000
150.000
100.000
50.000
-
2021 2022 2023
Total Aset 238.131 202.786 158.071
Ekuitas 111.260 70.243 13.611
Total Kewajiban 126.871 132.544 144.460
2.3.2. Analisis Neraca Historis
Dari sisi aset, dalam 3 periode laporan keuangan terakhir (2021 - 2023), total
aset perusahaan mengalami penurunan sebesar 14,84% pada tahun 2022 dan
sebesar 22,05% pada tahun 2023. Penurunan paling besar terdapat pada akun
piutang usaha, dimana secara rata-rata, akun ini menurun sebesar 58,99%.
Dari sisi liabilitas, Liabilitas Perusahaan dalam 3 periode laporan keuangan
terakhir (2021 - 2023) mengalami kenaikan dengan dengan rata-rata 6,73%.
Penilaian Unit Bisnis 2-12
Serve Co Milik PT Link Net Tbk
Page 24
Sebagian besar liablitias Perusahaan merupakan Kewajiban Tidak Lancar pada
kas perusahaan.
Dari sisi ekuitas, secara total, Ekuitas Perusahaan dalam 3 periode laporan
keuangan terakhir (2021 - 2023) menurun, Dimana hal ini disebabkan oleh
berkurangnya Total Aset disetiap tahun, serta meningkatnya total liabilitas
disetiap tahun.
2.3.3. Laporan Laba Rugi
Berikut gambaran mengenai pemisahan Laba Rugi Unit Bisnis Serve Co
berdasarkan Laporan Posisi Keuangan PT Link Net periode 31 Desember 2021
hingga 31 Desember 2023.
Tabel 2.7
Laporan Laba Rugi 31 Desember 2021 – 31 Desember 2023
(dalam jutaan Rupiah)
Desciption 2021 2022 2023
Profit & Loss
Revenue 3.594.197 3.360.004 2.918.432
Expenses
Depreciation and Amortisation expenses -20.230 -29.139 -34.752
Network expenses and other direct
expenses -490.863 -371.034 -370.381
Salaries and employee benefits expenses -240.944 -298.972 -316.826
General and administrative expenses -13.724 -15.750 -10.101
Sales and marketing expenses -98.734 -107.064 -109.550
Impairment of trade receivables -208.160 -177.933 -80.999
Finance costs -33.414 -29.499 -26.877
Finance income
Other income/(expenses) -268 17.775 -320
(Loss)/profit before income tax 2.487.860 2.348.387 1.968.625
Income tax benefit/(expenses) -644.839 -733.961 0
Loss)/profit for the year 1.843.021 1.614.426 1.968.625
Penilaian Unit Bisnis 2-13
Serve Co Milik PT Link Net Tbk
Page 25
Gambar 2.4
Analisis Laba Rugi Serve Co
4.000.000
3.500.000
3.000.000
2.500.000
2.000.000
1.500.000
1.000.000
500.000
-
2021 2022 2023
Pendapatan 3.594.197 3.360.004 2.918.432
Laba (Rugi) Sebelum Pajak 2.487.860 2.348.387 1.968.625
Laba (Rugi) Periode Berjalan 1.843.021 1.614.426 1.968.625
2.3.4. Analisis Laba (Rugi) Historis
Dari Sisi Pendapatan Usaha, Pendapatan perusahaan dalam 3 periode laporan
keuangan terakhir 2021 hingga 2023 memiliki rata-rata penurunan sebesar
9,83%. Pada periode laporan keuangan 31 Desember 2022, Pendapatan Usaha
Perusahaan tercatat sebesar Rp. 3.360.003.539.983,- dan adapun Pendapatan
Usaha Perusahaan pada periode 31 Desember 2023 tercatat sebesar
Rp.2.918.432.279.880,-
Dari sisi Laba (Rugi) Sebelum Pajak, Sejalan dengan pendapatan
perusahaan, laba sebelum pajak perusahaan dari tahun 2021 hingga 2023
memiliki rata-rata penurunan sebesar 10,89%. Pada periode laporan keuangan
31 Desember 2022, Laba Sebelum Pajak Perusahaan tercatat sebesar Rp.
2.348.386.930.035,- dan adapun Laba Sebelum Pajak Perusahaan pada
periode 31 Desember 2023 tercatat sebesar Rp. 1.968.625.482.210,-
Dari sisi Laba (Rugi) Bersih, Laba bersih perusahaan dalam 3 periode laporan
keuangan terakhir 2021 hingga 2023 memiliki rata-rata peningkatan sebesar
4,77% dan pada tahun 2022 laba bersih perusahaan tercatat sebesar Rp.
1.614.425.760.440. dan per 31 Desember 2023 perusahaan mencatatkan laba
bersih sebesar Rp. 1.968.625.482.210
Penilaian Unit Bisnis 2-14
Serve Co Milik PT Link Net Tbk
Page 26
BAGIAN - 3
MARKET OVERVIEW
3.1. PEREKONOMIAN DUNIA
Pertumbuhan ekonomi dunia melambat dengan ketidakpastian pasar keuangan
yang mereda. Ekonomi global diprakirakan tumbuh sebesar 3,0% pada 2023 dan
melambat menjadi 2,8% pada 2024. Ekonomi Amerika Serikat (AS) dan India
tetap kuat didukung konsumsi rumah tangga dan investasi. Sementara itu,
ekonomi Tiongkok melambat seiring dengan tetap lemahnya konsumsi rumah
tangga dan investasi sebagai dampak lanjutan dari pelemahan kinerja sektor
properti, serta terbatasnya stimulus fiskal. Penurunan inflasi di negara maju,
termasuk AS, berlanjut, meski masih berada di atas sasaran, sementara inflasi
Tiongkok menurun dipengaruhi oleh pertumbuhan ekonomi yang melambat.
Siklus kenaikan suku bunga kebijakan moneter negara maju, termasuk Fed
Funds Rate (FFR), diprakirakan telah berakhir meskipun masih bertahan tinggi
pada semester I 2024, dengan kemungkinan akan mulai menurun pada
semester II 2024.
Yield obligasi Pemerintah negara maju, termasuk US Treasury, menurun secara
gradual tapi masih berada di level tinggi sejalan dengan premi risiko jangka
panjang (term-premia) terkait besarnya pembiayaan fiskal dan utang pemerintah
AS. Tekanan penguatan nilai tukar dolar AS terhadap berbagai mata uang dunia
juga berkurang. Perkembangan tersebut mendorong berlanjutnya aliran masuk
modal asing dan mengurangi tekanan pelemahan nilai tukar di emerging market,
termasuk Indonesia. Ke depan, beberapa risiko global tetap perlu dicermati
karena dapat memengaruhi ketidakpastian perekonomian dunia, seperti
berlanjutnya ketegangan geopolitik, pelemahan ekonomi di sejumlah negara
utama, termasuk Tiongkok, serta kepastian waktu dan besarnya penurunan suku
bunga moneter negara maju, khususnya FFR.
Penilaian Unit Bisnis 3-1
Serve Co Milik PT Link Net Tbk
Page 27
Table 3.1.
Pertumbuhan PDB Dunia
Sumber: IMF WEO dan *Proyeksi Bank Indonesia dalam Laporan Kebijakan Moneter
Triwulan IV 2023
3.2. PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA
Pemulihan ekonomi Indonesia terus berlanjut ditopang oleh permintaan
domestik. Pertumbuhan ekonomi 2023 diprakirakan dalam kisaran 4,5-5,3%,
didorong oleh konsumsi dan investasi sejalan dengan akselerasi belanja
Pemerintah pada akhir tahun dan percepatan penyelesaian beberapa Proyek
Strategis Nasional (PSN). Pada 2024, pertumbuhan ekonomi diprakirakan
meningkat dalam kisaran 4,7-5,5% didukung oleh permintaan domestik
utamanya berlanjutnya pertumbuhan konsumsi, termasuk dampak positif
penyelenggaraan pemilu, serta peningkatan investasi khususnya bangunan
sejalan dengan berlanjutnya pembangunan PSN termasuk Ibu Kota Nusantara
(IKN).
Sementara itu, kinerja ekspor diprakirakan belum kuat sebagai dampak
perlambatan ekonomi global dan penurunan harga komoditas. Berdasarkan
Lapangan Usaha (LU), prospek LU Industri Pengolahan, Perdagangan Besar
dan Eceran, Informasi dan Komunikasi, Konstruksi, serta Transportasi dan
Pergudangan diprakirakan tetap tumbuh baik. Sementara secara spasial,
pertumbuhan yang baik diprakirakan terjadi di seluruh wilayah, terutama
Sulawesi-Maluku-Papua (Sulampua) sejalan dengan dampak positif hilirisasi
mineral, serta Jawa akibat permintaan domestik yang masih kuat. Ke depan,
Penilaian Unit Bisnis 3-2
Serve Co Milik PT Link Net Tbk
Page 28
Bank Indonesia akan terus memperkuat sinergi stimulus fiskal Pemerintah
dengan stimulus makroprudensial Bank Indonesia untuk mendorong
pertumbuhan ekonomi, khususnya dari sisi permintaan domestik.
Tabel 3.2.
Pertumbuhan PDB Domestik & Komponen Berdasarkan Lapangan Usaha
Sumber : BPS dalam Laporan Kebijakan Moneter Triwulan IV 2023
Tabel 3.3.
Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen Berdasarkan Pengeluaran
Sumber : BPS dalam Laporan Kebijakan Moneter Triwulan IV 2023
Penilaian Unit Bisnis 3-3
Serve Co Milik PT Link Net Tbk
Page 29
3.2.1. NERACA PEMBAYARAN INDONESIA
Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) 2023 diprakirakan mencatat surplus
sehingga mendukung ketahanan eksternal. Surplus neraca perdagangan
berlanjut pada Desember 2023 yang tercatat 3,3 miliar dolar AS dipengaruhi oleh
kinerja ekspor komoditas utama Indonesia yang tetap kuat, seperti batu bara
serta besi dan baja. Perkembangan ini mendukung transaksi berjalan 2023 tetap
sehat dan diprakirakan dalam kisaran surplus 0,4% sampai dengan defisit 0,4%
dari PDB. Aliran masuk modal asing dalam bentuk investasi portofolio ke pasar
keuangan domestik juga terus berlanjut dengan net inflows hingga akhir tahun
2023 tercatat sebesar 5,4 miliar dolar AS dan pada Januari 2024 (hingga 15
Januari 2024) tercatat sebesar 3,0 miliar dolar AS. Posisi cadangan devisa
Indonesia pada akhir Desember 2023 tercatat meningkat menjadi 146,4 miliar
dolar AS, setara dengan pembiayaan 6,7 bulan impor atau 6,5 bulan impor dan
pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar
kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.
Pada tahun 2024, NPI diprakirakan tetap surplus dengan defisit transaksi
berjalan yang rendah dalam kisaran defisit 0,1% sampai dengan defisit 0,9% dari
PDB. Sementara itu, surplus neraca transaksi modal dan finansial diprakirakan
berlanjut didukung oleh aliran masuk modal asing sejalan dengan persepsi positif
investor terhadap prospek perekonomian domestik yang lebih baik dan imbal
hasil investasi yang menarik.
Penilaian Unit Bisnis 3-4
Serve Co Milik PT Link Net Tbk
Page 30
Tabel 3.4.
Neraca Pembayaran Indonesia
Sumber : Bank Indonesia, Laporan Kebijakan Moneter Triwulan IV 2023.
*Angka Sementara; **Angka Sangat Sementara
3.2.2. NILAI TUKAR RUPIAH
Stabilitas nilai tukar Rupiah terjaga, sejalan dengan konsistensi kebijakan
moneter yang ditempuh Bank Indonesia. Nilai tukar Rupiah hingga 16 Januari
2024 relatif stabil, hanya melemah 1,24% dari akhir Desember 2023, dengan
kebijakan stabilisasi Bank Indonesia dan kembali masuknya aliran portofolio
asing, sejalan dengan tetap menariknya imbal hasil aset keuangan domestik dan
tetap positifnya prospek ekonomi Indonesia. Perkembangan nilai tukar Rupiah
tersebut relatif lebih baik dibandingkan dengan mata uang regional lainnya,
seperti Ringgit Malaysia, Baht Thailand, dan Won Korea Selatan yang masing-
masing tercatat melemah sebesar 1,95%, 2,82%, dan 3,24%.
Ke depan, nilai tukar Rupiah akan tetap stabil dengan kecenderungan menguat
didukung oleh meredanya ketidakpastian global, kecenderungan penurunan yield
obligasi negara maju, dan menurunnya tekanan penguatan dolar AS. Positifnya
perkembangan nilai tukar Rupiah ke depan didukung oleh kebijakan stabilisasi
Bank Indonesia serta penguatan strategi operasi moneter pro-market melalui
optimalisasi instrumen SRBI, SVBI, dan SUVBI dalam rangka menarik aliran
masuk portofolio asing dan pendalaman pasar uang. Koordinasi erat Bank
Indonesia dengan Pemerintah, perbankan, dan dunia usaha terus diperkuat
Penilaian Unit Bisnis 3-5
Serve Co Milik PT Link Net Tbk
Page 31
untuk mendukung implementasi instrumen penempatan valas Devisa Hasil
Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) sejalan dengan PP Nomor 36 Tahun
2023..
Grafik 3.1.
Rupiah vs Negara Kawasan
Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan IV 2023 (Data s.d 16 Januari 2024)
3.2.3. INFLASI
Inflasi menurun dan terjaga dalam kisaran sasaran. Inflasi IHK Desember
2023 tercatat sebesar 2,61% (yoy) menurun dari tahun sebelumnya sebesar
5,51% (yoy) sehingga berada dalam kisaran 3,0±1%. Penurunan inflasi
dipengaruhi oleh terjaganya berbagai komponen inflasi sebagai hasil nyata
konsistensi kebijakan moneter Bank Indonesia yang pro-stability serta sinergi
erat kebijakan Bank Indonesia dengan Pemerintah Pusat dan Daerah. Inflasi
inti 2023 terjaga rendah sebesar 1,80% (yoy) dipengaruhi oleh imported
inflation yang rendah, ekspektasi inflasi yang terjangkar dalam sasaran, dan
kapasitas perekonomian yang masih besar dan dapat merespons permintaan
domestik. Inflasi volatile food juga terkendali sebesar 6,73% (yoy) didukung
oleh eratnya sinergi pengendalian inflasi antara Bank Indonesia dengan TPIP
dan TPID melalui penguatan GNPIP di berbagai daerah dalam
mengendalikan harga pangan, termasuk dari dampak El Nino. Inflasi
kelompok administered prices tercatat sebesar 1,72% (yoy), sejalan
minimalnya kebijakan penyesuaian harga komoditas yang diatur oleh
Penilaian Unit Bisnis 3-6
Serve Co Milik PT Link Net Tbk
Page 32
Pemerintah. Ke depan, Bank Indonesia terus memperkuat kebijakan moneter
yang pro-stability dan mempererat sinergi kebijakan dengan Pemerintah
guna memastikan inflasi 2024 berada dalam kisaran 2,5±1%.
Grafik 3.2.
Inflasi IHK dan Komponen
Sumber: BPS dalam Laporan Kebijakan Moneter Triwulan IV 2023
3.3. PERTUMBUHAN INDUSTRI MEDIA DAN HIBURAN
Setelah pertumbuhan pesat sebesar 10,6% pada tahun 2021 dan lonjakan
signifikan dalam pertumbuhan industri setelah pandemi mereda, laju
pertumbuhan industri hiburan dan media diproyeksikan menurun dalam empat
tahun ke depan – 2024 – 2027. Analis PwC memperkirakan tingkat pertumbuhan
industri tahunan akan mencapai 2,8% pada tahun 2027, yang menggarisbawahi
kalibrasi ulang dalam industri media dan hiburan.
Perlambatan ini disebabkan oleh berbagai faktor, dimana sektor-sektor utama
tertentu mengalami penurunan lonjakan pendapatan dan perhatian yang terlihat
pada awal pandemi. Contoh penting adalah industri podcast, yang mengalami
penurunan substansial dalam pembuatan materi podcast sebesar 80% antara
tahun 2020 dan 2022. Tantangan utama pada tahun 2024 dan seterusnya
terletak pada belanja konsumen, yang terhambat oleh inflasi, kelelahan akibat
pandemi, dan ketidakpastian peristiwa global.
Belanja konsumen di bidang media dan hiburan diproyeksikan tumbuh pada
tingkat pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) sebesar 2,4% antara tahun
Penilaian Unit Bisnis 3-7
Serve Co Milik PT Link Net Tbk
Page 33
2024 dan 2027, sehingga menghasilkan ukuran pasar sebesar US$903,2 miliar.
Seiring dengan meningkatnya keterlibatan e-commerce dan platform digital,
perusahaan-perusahaan di seluruh dunia akan mengintensifkan pengeluaran
untuk terhubung dengan konsumen pada saat pengambilan keputusan.
Sementara itu, kita akan melihat pemimpin yang jelas di tengah perlambatan.
Pada tahun 2025, periklanan diproyeksikan akan melampaui belanja konsumen
sebagai kategori terbesar dalam E&M, didorong oleh pertumbuhan belanja iklan
internet yang kuat sebesar 8,1% pada tahun 2022. Pendapatan iklan
diperkirakan meningkat dari US$763,7 miliar menjadi US$952,6 miliar secara
global selama periode 2022– 2027. Dengan demikian, periklanan diharapkan
menjadi kategori E&M pertama yang mencapai pendapatan tahunan sebesar
US$1 triliun.
PwC juga memperkirakan akan terjadi peningkatan jumlah penyedia konten
digital, sehingga persaingan semakin ketat di lanskap yang sudah kaya akan
konten. Akibatnya, meskipun ada peningkatan waktu yang dihabiskan untuk
mengakses konten hiburan dan media, belanja konsumen per kapita di industri
hiburan dan media digital diperkirakan akan menurun, turun dari 0,53% rata-rata
pendapatan pribadi pada tahun 2023 menjadi 0,45% pada tahun 2027.
3.3.1. Pasar Media Dan Hiburan
Streaming over-the-top (OTT), yang merupakan katalis penting bagi
pertumbuhan industri, mengalami ekspansi pesat di negara-negara berkembang,
khususnya di Indonesia dan mendisrupsi pasar PayTV eksisting. Lonjakan ini
disebabkan oleh faktor-faktor seperti besarnya populasi pedesaan yang secara
historis kurang terlayani, proliferasi broadband seluler, dan tingginya permintaan
akan konten lokal dan olahraga. Setelah menghentikan sinyal siaran analog
terestrial, pada tahun 2022 Indonesia menjadi negara dengan tingkat konsumsi
video OTT tertinggi di Asia Tenggara. Sekitar satu dari tiga orang Indonesia
terlibat dengan layanan streaming, sehingga menghasilkan pertumbuhan jam
menonton tahunan yang luar biasa sebesar 40%.
Penilaian Unit Bisnis 3-8
Serve Co Milik PT Link Net Tbk
Page 34
Gambar 3.1
Total Pendapatan Industri Media dan Hiburan Secara Global
Lanskap streaming di Indonesia adalah medan pertempuran bagi raksasa global
seperti Netflix, Amazon Prime, Disney+, Hotstar, dan HBO Go, yang menghadapi
persaingan dari komunitas pemain lokal dan regional yang dinamis seperti
WeTV, GoPlay, Mola TV, dan Vidio. Prospek pertumbuhan jangka panjang
Indonesia didorong oleh pembangunan infrastruktur, termasuk pembangunan
kabel bawah laut untuk menyediakan akses broadband berkecepatan tinggi di
seluruh nusantara.
Indonesia, bersama Tiongkok dan India, menonjol di Asia karena kombinasi
ukuran dan skala pasar yang ada, ditambah dengan antisipasi pertumbuhan
pesat dalam belanja konsumen dan periklanan. Meskipun AS tetap menjadi
pasar E&M terbesar, pasar E&M Indonesia mengalami kemajuan signifikan,
menduduki peringkat ke-15 terbesar dengan pendapatan tahunan sebesar
US$13 miliar dan menyaingi negara-negara seperti Brasil, Meksiko, dan
Spanyol. Pasar Indonesia siap untuk mengalami pertumbuhan yang kuat,
dengan perkiraan CAGR sebesar 7,7% dalam pendapatan keseluruhan (belanja
konsumen dan periklanan) hingga tahun 2027.
3.4. INDUSTRI FIXED BROADBAND
Menurut laporan Speedtest Global Index, nilai tengah atau median kecepatan
download (unduh) internet fixed broadband secara global mencapai 90,93 Megabit
per detik (Mbps) pada Desember 2023. Di kelompok ASEAN, Singapura jadi
Penilaian Unit Bisnis 3-9
Serve Co Milik PT Link Net Tbk
Page 35
negara dengan koneksi internet fixed broadband tercepat, yakni 270,62 Mbps
dalam periode tersebut. Median kecepatannya hampir tiga kali lebih cepat dari
rata-rata global. Lalu di urutan kedua ada Thailand yang memiliki median
kecepatan unduh fixed broadband 221,32 Mbps. Disusul oleh Malaysia di
peringkat ketiga dengan median kecepatan 111,70 Mbps. Indonesia sendiri
menempati posisi ke-9 sebagai negara dengan median kecepatan unduh tercepat
se-ASEAN, yaitu 27,87 Mbps. Median kecepatannya masih jauh dari rerata global.
Grafik 3.3
10 Negara dengan Median Kecepatan Internet Fixed Broadband Terkencang
di Asia Tenggara (Desember 2023)
Persaingan bisnis di sektor layanan internet fixed broadband di Indonesia semakin
ketat. Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) melihat, industri ini
juga menunjukkan pertumbuhan yang kuat dan ekspansi jaringan yang siginifikan
oleh sejumlah provider. Tercatat, jumlah pelanggan internet fixed broadband
tahun 2023 mencapai 14,91 juta. Sementara untuk tahun 2024 diprediksi
mencapai 18,30 juta pelanggan. Berdasarkan survei APJII tahun 2023, IndiHome
Penilaian Unit Bisnis 3 - 10
Serve Co Milik PT Link Net Tbk
Page 36
mendominasi pasar layanan fixed broadband di Indonesia dengan market share
sebesar 54,21%, jauh melebihi pesaing terdekatnya seperti First Media (5,03%)
dan My Republic (2,92%).
Berikut jumlah total pelanggan di masing-masing provider menurut data APJII:
1. IndiHome: Sekitar 8,08 juta pelanggan.
2. First Media: Sekitar 750.000 pelanggan.
3. My Republic: Sekitar 435.000 pelanggan.
4. ICONNET: Sekitar 398.000 pelanggan.
5. Vision: Sekitar 368.000 pelanggan.
6. Biznet: Sekitar 349.000 pelanggan.
7. CBN: Sekitar 227.000 pelanggan.
8. XL Home: Sekitar 222.000 pelanggan.
Penilaian Unit Bisnis 3 - 11
Serve Co Milik PT Link Net Tbk
Page 37
BAGIAN - 4
PENILAIAN
4.1. OBJEK PENILAIAN
Objek Penilaian pada laporan penilaian ini adalah Unit Bisnis Serve Co milik
PT Link Net Tbk pada tanggal 31 Desember 2023.
4.2. DATA, INFORMASI DAN REFERENSI PENILAIAN
Dalam melaksanakan penugasan ini kami menelaah, mempertimbangkan, dan
mengacu serta menganalisis data, informasi, sebagai berikut:
Anggaran Dasar Perusahaan dan Akta perubahannya.
Laporan Keuangan PT Link Net Tbk per 31 Desember 2019 yang telah
diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar &
Rekan dengan opini wajar tanpa pengecualian.
Laporan Keuangan PT Link Net Tbk per 31 Desember 2020 yang telah
diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Purwantono, Sungkoro & Surja dengan
opini wajar tanpa pengecualian.
Laporan Keuangan PT Link Net Tbk per 31 Desember 2021 yang telah
diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Purwantono, Sungkoro & Surja dengan
opini wajar tanpa pengecualian.
Laporan Keuangan PT Link Net Tbk per 31 Desember 2022 yang telah
diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Purwantono, Sungkoro & Surja dengan
opini wajar tanpa pengecualian.
Laporan Keuangan PT Link Net Tbk per 31 Desember 2023 yang telah
diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan
dengan Opini Wajar tanpa pengecualian.
Laporan Keuangan (Proforma) Unit Bisnis per 31 Desember 2021 sampai
dengan 31 Desember 2023 yang telah disiapkan oleh PT KPMG Siddharta
Advisory.
Business Plan Perusahaan.
Tinjauan terhadap kondisi fundamental Perseroan, yang menyangkut
sejarah singkat Perseroan, struktur modal dan susunan pengurus, deskripsi
bidang usaha dan kinerja keuangan, serta memperhatikan kondisi makro
yang ada.
Penilaian Unit Bisnis 4-1
Serve Co Milik PT Link Net Tbk
Page 38
Informasi internal perusahaan lainnya dan hasil wawancara dengan pihak
Manajemen.
Informasi ekonomi dan industri yang dikeluarkan oleh pihak ketiga, baik
berdasarkan media cetak, elektronik, dan hasil analisis lain dari pihak
independen yang kami anggap relevan.
4.3. PENDEKATAN PENILAIAN
Proses penilaian dilaksanakan dengan mengaplikasikan metode yang berlaku
umum dalam penilaian sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
(“POJK”) Nomor 35/POJK.04/2020 dan SEOJK No.17/SEOJK.04/2020 tentang
Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal. Sesuai
dengan Lingkup Penilalaian yang telah diuraikan pada Bagian-1, untuk tujuan
penilaian ini kami menggunakan 2 (dua) pendekatan penilaian yakni:
1. Pendekatan Pendapatan (Income Approach) dengan menggunakan metode
Discounted Cash Flow, paling sesuai apabila jumlah pendapatan yang dapat
diperoleh perusahaan di masa yang akan datang dapat diperkirakan dengan
cukup meyakinkan. Setelah mempelajari karakteristik dari kegiatann usaha
SMR seperti kinerja keuangan historisnya, kondisi eksisting operasional,
proyeksi keuangaan yang disampaikan manajemen, maka kami berpendapat
pendekatan ini dapat digunakan dalam penilaian saham SMR, dimana
metode yang akan digunakan adalah DCF dengan model arus kas bebas
untuk perusahaan (Free Cash Flow to Firm/ FCFF).
2. Pendekatan Pasar (Market Approach) dengan menggunakan metode
Guideline Publicly Traded Company (GPTC), paling sesuai apabila terdapat
perusahaan yang sepadan dan sebanding dengan perusahaan yang akan
dinilai. Oleh karena itu pendekatan ini dapat digunakan dalam penilaian
saham SMR, dimana metode yang akan digunakan adalah metode Guideline
Publicly Traded Company (GPTC).
Selanjutnya indikasi nilai yang diperoleh dari kedua pendekatan tersebut kami
rekonsiliasi dengan pembobotan yang sesuai untuk mendapatkan Indikasi Nilai
Pasar.
Penilaian Unit Bisnis 4-2
Serve Co Milik PT Link Net Tbk
Page 39
4.3.1. Pendekatan Pendapatan
4.3.1.1. Proses Penilaian
Didalam penilaian dengan Pendekatan Pendapatan yang menggunakan metode
Diskonto Arus Kas (DCF), langkah-langkah penilaian yang dilakukan adalah
sebagai berikut.
1. Menetukan Pendekatan dan Metode penilaian yang tepat untuk digunakan.
2. Menetapkan model Arus Kas yang akan dipakai.
3. Melakukan Analisis Internal dan Eksternal:
melakukan evaluasi dan analisis terhadap data historis dan data internal
termasuk wawancara dengan manajemen;
Melakukan evaluasi dan analisis terhadap data eksternal seperti kondisi
pasar, ekonomi, peraturan yang berlaku dan lain sebagainya yang
relevan dengan penilaian;
4. Melakukan analisis terhadap Informasi Keuangan Prospektif atau Business
Plan yang dibuat oleh perusahaan untuk disesuaikan sebagai dasar
penyusunan Proyeksi Arus Kas Unit Bisnis.
5. Menetapkan asumsi sewa aset, karena Unit Bisnis tidak memiliki aset
penunjang operasional.
6. Menentukan periode ekplisit yang paling tepat, dimana Arus Kas akan
diproyeksikan. Dalam penilaian ini proyeksi arus kas diproyeksikan untuk
periode 10 tahun.
7. Menetapkan Proyeksi Arus Kas untuk periode tersebut diatas berdasarkan
asumsi – asumsi yang dibangun dari hasil evaluasi dan analisis terhadap
data internal dan eksternal dimaksud diatas.
8. Menetapkan besaran arus kas periode kekal dengan asumsi bahwa
perusahaan bergerak secara going concern.
9. Menentukan tingkat diskonto yang tepat dan sesuai, dan menerapkan
tingkat diskonto dimaksud pada arus kas yang diproyeksikan untuk
mendapatkan Nilai Perusahaan (Firm Value).
10. Nilai Perusahaan dimaksud ditambah dan dikurang dengan nilai aset non
operasional untuk mendapatkan Nilai Ekuitas atau Nilai Saham perusahaan.
4.3.1.2. Asumsi - Asumsi
Nilai pasar saham Unit Bisnis ditentukan menggunakan Pendekatan Pendapatan
dengan metode Arus Kas Terdiskonto / Discounted Cash Flow, dimana proyeksi
yang digunakan merupakan proyeksi yang bersumber dari business plan Unit
Bisnis. Pada business plan tersebut, Unit Bisnis diasumsikan sebagai
Penilaian Unit Bisnis 4-3
Serve Co Milik PT Link Net Tbk
Page 40
perusahaan yang going concern. Adapun asumsi-asumsi pembentuk business
plan tersebut akan dijelaskan sebagai berikut.
4.3.1.2.1. Asumsi Laba Rugi
Asumsi Pendapatan
Sumber pendapatan unit bisnis berasal dari penjualan TV Kabel dan
Internet.
- Subscribers
Proyeksi atas jumlah subscribers dalam business plan didasarkan pada
target penjualan yang telah ditetapkan oleh manajemen dengan rincian
per tahun. Besaran subscribers adalah sebagai berikut:
Tabel 4.2
Subscribers
Uraian 2024 2025 2026 2027 2028
Subscribers 756.687 765.909 777.725 791.457 806.691
Uraian 2029 2030 2031 2032 2033
Subscribers 823.178 840.777 858.796 877.080 895.783
Berdasarkan besaran subscriber diatas, manajemen menentukan attach
rate untuk menentukan jumlah subscriber yang berlangganan TV Kabel
dan Internet atau hanya berlangganan Internet. Sehingga diperoleh
pembagian subscribers sebagai berikut:
Tabel 4.3
TV Kabel dan Internet Subscribers
Uraian 2024 2025 2026 2027 2028
TV Kabel Subscriber 479.671 412.689 356.198 308.114 266.938
Internet Subscriber 756.687 765.909 777.725 791.457 806.691
Uraian 2029 2030 2031 2032 2033
TV Kabel
231.535 201.012 174.522 151.502 131.523
Subscribers
Internet Subscribers 823.178 840.777 858.796 877.080 895.783
- Average Revenue Per User (ARPU)
Satuan harga jual pada industry TV Kabel dan Internet di cerminkan pada
besaran ARPU. ARPU diasumsikan menggunakan tahun dasar 2023,
Penilaian Unit Bisnis 4-4
Serve Co Milik PT Link Net Tbk
Page 41
yaitu sebesar Rp197.000/subscriber/bulan untuk TV Kabel dan
Rp143.000/subscriber/bulan untuk Internet.
ARPU TV Kabel diasumsikan berkurang sebesar 1,5% pertahun, dan
ARPU Internet bertumbuh sebesar 2,6% pertahun. Persentase ini
diperoleh berdasarkan tren historis perusahaan.
Asumsi Beban Pokok Penjualan
Beban Pokok Pendapatan terdiri atas 6 (enam) komponen Beban yaitu
Beban Broadband internet, Beban Media, Beban Government levy, Beban
Fiber Lease, Beban Office Rental dan Beban Lainnya.
- Beban Broadband internet
Beban Broadband Internet merupakan Beban yang timbul atas
pendapatan Internet. Beban ini diasumsikan sebesar 7,4% dari
pendapatan Internet. Persentase ini diperoleh berdasarkan besaran
Beban historis Perusahaan.
- Beban Media
Beban Media merupakan Beban yang timbul atas pendapatan Kable TV
diasumsikan sebesar 15,9% dari pendapatan TV kabel. Persentase ini
diperoleh berdasarkan besaran Beban historis Perusahaan.
- Beban Government levy
Beban Government Levy merupakan Beban yang timbul atas
pendapatan Internet. Beban ini diasumsikan sebesar 1,75% dari
pendapatan Internet. Persentase ini diperoleh berdasarkan besaran
Beban historis Perusahaan.
- Beban Fiber Lease
Beban Fiber Lease merupakan Beban yang timbul karena pada saat
dilakukan penilaian, unit bisnis tidak memiliki aset Fiber Optic, Dimana
Fiber Optic merupakan aset penunjang untuk operasional unit bisnis
tersebut. Sehingga diperlukan adanya asumsi Sewa Fiber Optic.
Penilaian Unit Bisnis 4-5
Serve Co Milik PT Link Net Tbk
Page 42
Beban ini diasumsikan sebesar Rp120.000/subscriber/bulan untuk
tingkat penetrasi sampai dengan 25% dan sebesar
Rp80.000/subscriber/bulan untuk tingkat penetrasi lebih dari 25%, serta
mengalami peningkatan sebesar 0,6%/tahun didasarkan pada rata – rata
historis inflasi Indonesia.
- Beban Instalation Services
Beban Instalation Service merupakan Beban yang timbul saat
pemasangan STB dan Modem di Pelanggan.
Beban ini diasumsikan sebesar Rp600.000/subscriber baru dan
mengalami peningkatan sebesar 0,6%/tahun didasarkan pada rata – rata
historis inflasi Indonesia.
- Beban Rental Office Space
Beban Rental Office Space merupakan Beban yang timbul karena pada
saat dilakukan penilaian, unit bisnis tidak memiliki aset berupa Office
space maupun unit bangunan lainnya, Dimana aset tersebut merupakan
aset penunjang untuk operasional unit bisnis tersebut. Sehingga
diperlukan adanya asumsi Sewa Office Space.
Beban ini diasumsikan sebesar Rp1.000.000.000/tahun dan mengalami
peningkatan sebesar 2,88%/tahun didasarkan pada rata – rata historis
inflasi Indonesia.
- Beban Lainnya
Beban lainnya merupakan Beban penunjang pendapatan Internet dan
TV Kabel yang tidak dapat di distribusikan ke masing-masing
pendapatan. Beban ini diasumsikan sebesar 0,1% dari total pendapatan.
Asumsi Beban Penjualan
Beban Penjualan unit bisnis terdiri atas 4 (empat) komponen Beban, yaitu
Beban Gaji dan Upah, Beban Komisi, Beban Promosi, dan Beban lainnya.
Penilaian Unit Bisnis 4-6
Serve Co Milik PT Link Net Tbk
Page 43
- Beban Gaji dan Upah
Beban gaji dan upah merupakan Beban yang dibebankan untuk
membayarkan gaji dan upah marketing lapangan. Beban ini diasumsikan
sebesar 6,7% dari total pendapatan. Persentase ini diperoleh
berdasarkan besaran Beban historis Perusahaan.
- Beban Komisi
Beban komisi merupakan Beban yang dibebankan untuk membayarkan
komisi dan bonus untuk marketing lapangan yang mencapai target
penjualan. Beban ini diasumsikan sebesar 1,8% dari total pendapatan.
Persentase ini diperoleh berdasarkan besaran Beban historis
Perusahaan.
- Beban Promosi
Beban promosi merupakan Beban yang timbul akibat kegiatan promo
produk yang dilakukan oleh marketing lapangan. Beban ini diasumsikan
sebesar 1,1% dari total pendapatan. Persentase ini diperoleh
berdasarkan besaran Beban historis Perusahaan.
- Beban lainnya
Beban lainnya merupakan Beban lain-lain yang saat proses penjualan
produk. Beban ini diasumsikan sebesar 0,3% dari total pendapatan.
Persentase ini diperoleh berdasarkan besaran Beban historis
Perusahaan.
Beban Umum dan Administrasi
Beban Umum dan Administrasi unit bisnis terdiri atas 5 (lima) komponen
Beban, yaitu Beban Gaji dan Upah, Pencadangan Piutang Tak Tertagih,
Beban Perlengkapan, Pencadangan Persediaan dan Beban lainnya.
- Beban Gaji dan Upah
Beban gaji dan upah merupakan Beban yang dibebankan untuk
membayarkan gaji dan upah pegawai non lapangan. Beban ini
menggunakan tahun dasar 2023, dan mengalami kenaikan sebesar
2,88% / tahun didasarkan pada rata – rata historis inflasi Indonesia.
Penilaian Unit Bisnis 4-7
Serve Co Milik PT Link Net Tbk
Page 44
- Pencadangan Piutang Tak Tertagih
Pencadangan piutang tak tertagih diasumsikan sebesar 4,6% dari total
penjualan dan mengalami penurunan secara progresif ke angka 2,4%.
Persentase ini diperoleh berdasarkan besaran Beban historis
Perusahaan.
- Beban Perlengkapan
Beban perlengkapan merupakan Beban yang dibebankan untuk kegiatan
administrasi non lapangan. Beban ini menggunakan tahun dasar 2023,
dan mengalami kenaikan sebesar 2,88% / tahun didasarkan pada rata –
rata historis inflasi Indonesia..
- Pencadangan Persediaan
Pencadangan Persediaan tidak diproyeksikan karena inventori yang ada
sudah cukup untuk menunjang kegiatan operasional.
- Beban lainnya
Beban lainnya merupakan Beban lain-lain yang saat proses administrasi.
Beban ini menggunakan tahun dasar 2023, dan mengalami kenaikan
sebesar 2,88% / tahun didasarkan pada rata – rata historis inflasi
Indonesia.
Beban Depresiasi dan Amortisasi
Beban Depresiasi dan Amortisasi tidak diproyeksikan karena Unit Bisnis
tidak memiliki aset.
Pendapatan dan Beban Lainnya
Pendapatan dan Beban Lainnya diasumsikan sebesar Rp 2.000.000 /
tahun.
4.3.1.2.2. Asumsi Modal Kerja
Modal kerja merupakan sumber pendanaan untuk kegiatan operasional sehari-
hari dan menjamin kelangsungan usaha Perusahaan. Pada penilaian ini, modal
kerja tercermin pada akun Piutang usaha, Biaya dibayar dimuka, Persediaan,
pada Aset Lancar, serta Hutang usaha pihak ketiga, Hutang usaha pihak
berelasi, Biaya masih harus dibayar, Jaminan pelanggan, Liabilitas imbalan
kerja jangka pendek.
Penilaian Unit Bisnis 4-8
Serve Co Milik PT Link Net Tbk
Page 45
4.3.1.2.3. Asumsi Capital Expenditure
Pada penilaian ini, tidak diasumsikan CAPEX baik CAPEX maintenance maupun
CAPEX Investasi. Hal ini dikarenakan unit bisnis tidak memiliki aset tetap dan
telah mengakomodasi kebutuhan aset penunjangnya melalui biaya sewa yang
diasumsikan pada sub bab sebelumnya.
4.3.1.2.4. Asumsi Tingkat Diskonto (Discount Rate)
Tingkat diskonto yang relevan untuk Arus Kas Bersih Tingkat diskonto yang
relevan untuk Arus Kas Bersih dengan model free cash flow to firm adalah
dengan memperhitungkan rata-rata biaya modal tertimbang / Weighted Average
Cost of Capital (WACC) sesuai dengan rasio struktur modal pada perusahaan
sebanding, dimana struktur modal Perusahaan terdiri dari Modal Ekuitas dan
Modal Hutang.
- Biaya Modal Ekuitas (Cost of Equity)
Biaya Modal Ekuitas dihitung dengan Capital Asset Pricing Model (CAPM),
menggunakan persamaan sebagai berikut:
Ce = {Rf x (Erp x ß)} – CDS Spread
Dimana:
Ce : Cost of Equity / Biaya Modal Ekuitas
Rf : Risk Free Rate / Tingkat balikan untuk sekuritas bebas risiko
Erp : Equity Risk Premium Indonesia
ß : Beta / Volatilitas tingkat balikan saham industri sejenis
terhadap index pasar saham di bursa.
CDS Spread : Credit Default Swap Spread net dibanding Amerika Serikat
Tingkat Balikan Bebas Risiko (Risk Free Rate/ Rf), merupakan tingkat balikan
yang diharapkan (pada tanggal penilaian) dari suatu investasi yang mewakili
tingkat balikan bebas risiko pasar yang diharapkan.
Penilaian Unit Bisnis 4-9
Serve Co Milik PT Link Net Tbk
Page 46
Dalam penilaian ini kami mengambil tingkat balikan bebas risiko berdasarkan
tingkat balikan (Yield) Indonesia yang jatuh tempo dalam 30 tahun.
Sehubungan data pada tanggal 31 Desember 2023 tidak tersedia, maka kami
menggunakan data pada tanggal 2 Januari 2024 yaitu sebesar 6,89%
(Sumber: PHEI / IBPA).
Premi Risiko Pasar (rpm), adalah selisih antara tingkat balikan dari investasi
bebas risiko dengan investasi berisiko. Dengan mengacu pada total risk
premium di dunia usaha di Indonesia sebesar 7,38% (Penelitian total risk
premium untuk dunia usaha untuk pasar emerging di Indonesia oleh Aswath
Damodaran, Januari 2024).
Beta (β), yaitu risiko sistematis/ sensitivitas tingkat pendapatan dari sebuah
perusahaan terhadap pergerakan tingkat pendapatan pasar secara
keseluruhan. Premi risiko masih harus dikalikan dengan β dari industri yang
bersangkutan. Untuk memperoleh faktor beta yang sesuai dan akan
digunakan dalam perhitungan nilai pasar perusahaan, penilai menggunakan
Unlevered Beta dari Damodaran untuk industri Telcom (Wireless) sebesar
0,69.
Selanjutnya unleverage tersebut dikonversi menjadi Relevered Beta
menggunakan dibawah ini:
RB = Unlevered Beta x (1 + (D/E ratio x (1 – Tax)))
Dalam perhitungan beta levered ini, D/E yang digunakan adalah rasio D/E
dari Damodaran untuk industri Telcom (Wireless). Adapun rasio D/E sebesar
39,75%
RBDS (Rating Based Default Spread), merupakan penyesuaian country
default spread Indonesia per tanggal penilaian, yaitu sebesar 2,07%,
berdasarkan hasil riset Aswath Damodaran (New York University Business
School, Januari 2024).
Penilaian Unit Bisnis 4 - 10
Serve Co Milik PT Link Net Tbk
Page 47
Berdasarkan pada uraian diatas, biaya Ekuitas Perseroan adalah:
Ke = [Rf + ((Rm– Rf) x β)] – CDS Spread + specific risk
- Biaya Modal Hutang (Cost of Debt)
Biaya Modal Hutang (Cost of Debt) dihitung berdasarkan tingkat bunga
atas pinjaman/hutang Perseroan yang berbunga (interest bearing debt),
dengan Rumus sebagai berikut.
Cd = i x (1 - T)
Dimana:
Cd : Cost of Debt / Biaya Modal Hutang
I : Tingkat Bunga Hutang
(1 – T) : 1 – Tax (Pajak)
Biaya atas hutang diasumsikan sebesar 9,41% sesuai dengan tingkat
bunga pasar dalam mata uang Rupiah untuk kredit investasi di bank umum
milik pemerintah serta pajak yang dikenakan berdasarkan pajak efektif
pada perhitungan Pajak Tangguhan.
- Weighted Average Cost of Capital (WACC)
Berdasarkan data diatas, maka dengan menggunakan pembobotan biaya
modal dengan porsi hutang 28,44% dan porsi ekuitas 71,56%, maka
Discount Rate yang relevan untuk mendiskon Arus Kas Bersih Perseroan
adalah sebagai berikut.
Penilaian Unit Bisnis 4 - 11
Serve Co Milik PT Link Net Tbk
Page 48
Tabel 4.4
Perhitungan WACC / Discount Rate
Reff. 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033
Risk free rate (Indonesia) (Rf ) 6,89% 6,89% 6,89% 6,89% 6,89% 6,89% 6,89% 6,89% 6,89% 6,89%
Equity beta (proxy) ß 0,90 0,90 0,90 0,90 0,90 0,90 0,90 0,90 0,90 0,90
Market Risk / Equity Risk Premium (RM) 7,38% 7,38% 7,38% 7,38% 7,38% 7,38% 7,38% 7,38% 7,38% 7,38%
Market Premium (E-RM) 14,27% 14,27% 14,27% 14,27% 14,27% 14,27% 14,27% 14,27% 14,27% 14,27%
Country Risk Premium Crp. 2,78% 2,78% 2,78% 2,78% 2,78% 2,78% 2,78% 2,78% 2,78% 2,78%
Specific Risk Sr. 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Rating Based Default Spread Rbds 2,07% 2,07% 2,07% 2,07% 2,07% 2,07% 2,07% 2,07% 2,07% 2,07%
Cost of equity (Ce) 11,47% 11,47% 11,47% 11,47% 11,47% 11,47% 11,47% 11,47% 11,47% 11,47%
Cost of debt (Cd) 9,41% 9,41% 9,41% 9,41% 9,41% 9,41% 9,41% 9,41% 9,41% 9,41%
Effective tax rate (t) 22,00% 22,00% 22,00% 22,00% 22,00% 22,00% 22,00% 22,00% 22,00% 22,00%
Effective Cost of Debt 7,34% 7,34% 7,34% 7,34% 7,34% 7,34% 7,34% 7,34% 7,34% 7,34%
Capital Structure :
Debt portion Wd 28,44% 28,44% 28,44% 28,44% 28,44% 28,44% 28,44% 28,44% 28,44% 28,44%
Equity portion We 71,56% 71,56% 71,56% 71,56% 71,56% 71,56% 71,56% 71,56% 71,56% 71,56%
WACC 10,30% 10,30% 10,30% 10,30% 10,30% 10,30% 10,30% 10,30% 10,30% 10,30%
Additional risk 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
WACC / DR nominal 10,30% 10,30% 10,30% 10,30% 10,30% 10,30% 10,30% 10,30% 10,30% 10,30%
Beta by Sector 5 January 2016 Aswath Damodaran
Emerging Country : http://www.damodaran.com
- Un-Levered Beta 0,69 0,69 0,69 0,69 0,69 0,69 0,69 0,69 0,69 0,69
- D/E Ratio 0,40 39,75% 39,75% 39,75% 39,75% 39,75% 39,75% 39,75% 39,75% 39,75% 39,75%
- Corporate Tax 22,00% 22,00% 22,00% 22,00% 22,00% 22,00% 22,00% 22,00% 22,00% 22,00%
- Re-Levered Beta 0,90 0,90 0,90 0,90 0,90 0,90 0,90 0,90 0,90 0,90
4.3.1.2.5. Asumsi Nilai Terminal (Terminal Value)
Proyeksi Free Cash Flow to Firm memperhitungkan Nilai Terminal (Terminal
Value) karena Unit Bisnis diasumsikan sebagai bisnis yang going concern. Nilai
terminal pada akhir proyeksi ditentukan dengan menggunakan metode Nilai
Kapitalisasi Pendapatan. Nilai Akhir diestimasi dengan mengkapitalisasi arus
kas periode kekal, yaitu arus kas satu periode setelah periode tetap, dengan
tingkat kapitalisasi pada periode akhir (terminal capitalization rate).
Terminal capitalization rate diperoleh dengan cara mengurangi discount rate
dengan tingkat pertumbuhan nilai terminal. Dalam penilaian ini, tingkat
pertumbuhan pada nilai terminal diasumsikan sebesar 2,88% yang berasal dari
rata-rata inflasi Indonesia. Dengan begitu, diperoleh nilai terminal sebesar
Rp707.543.000.000, dimana nilai tersebut merupakan nilai terminal setelah
memperhitungkan discount factor.
Penilaian Unit Bisnis 4 - 12
Serve Co Milik PT Link Net Tbk
Page 49
4.3.1.2.6. Discounted Cash Flow (DCF)
Berdasarkan beberapa asumsi yang telah dijelaskan di atas, maka dihasilkan
proyeksi Laba Rugi, Proyeksi Neraca dan Proyeksi Arus Kas yang dapat dilihat
pada lampiran. Proyeksi tersebut kemudian digunakan untuk melakukan
perhitungan dengan metode Free Cash Flow to Firm.
Berdasarkan business plan milik Unit Bisnis, maka dihasilkan proyeksi
Discounted Cash Flow (DCF) yang akan terlihat pada tabel dibawah ini.
Tabel 4.5
Discounted Cash Flow
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Jan s.d. Des Jan s.d. Des Jan s.d. Des Jan s.d. Des Jan s.d. Des Jan s.d. Des Jan s.d. Des Jan s.d. Des Jan s.d. Des Jan s.d. Des
2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033
EAT 465.078 378.732 306.057 248.834 204.419 170.870 146.713 132.283 130.475 135.276
+ Depreciation - - - - - - - - - -
+ Interest(1-Tax) - - - - - - - - - -
- Change of Net Working Capital (31.911) 1.595 1.837 1.722 1.620 1.532 1.456 1.271 820 731
- Capex
Net Cash Flow 433.166 380.327 307.894 250.557 206.039 172.401 148.169
136.008 133.555 131.295
Tv 1.885.604,14
Net Cash Flow 433.166 380.327 307.894 250.557 206.039 172.401 148.169 133.555 131.295 2.021.612
0,907 0,822 0,745 0,676 0,613 0,555 0,504 0,457 0,414 0,375
Discount Rate 2 10,30% 10,30% 10,30% 10,30% 10,30% 10,30% 10,30% 10,30% 10,30% 10,30%
Net Present Value 392.722 312.621 229.452 169.288 126.212 95.746 74.605 60.968 54.340 758.578
FCFF 2.274.532
Kas -
Aset Non Operating Lainnya -
Utang Non Operating Lainnya (22.254)
Utang Struktur Modal
Indikasi Nilai Pasar 100% 2.252.278
Indikasi Nilai Pasar 100,00% 2.252.278
DLOC / Premium 0% -
2.252.278
DLOM 20% - 450.456
Indikasi Nilai Pasar 100% Saham 1.801.822
Dengan memperhitungkan arus kas Perusahaan selama periode proyeksi dan
nilai terminal, maka diperoleh Free Cash Flow to Firm sebesar
Rp2.274.532.000.000.
Selanjutnya Free Cash Flow to Firm tersebut perlu ditambah dengan nilai Aset
Non Operasional dan dikurangi dengan nilai Utang Non Operasional serta Utang
Struktur Modal.
Penilaian Unit Bisnis 4 - 13
Serve Co Milik PT Link Net Tbk
Page 50
Aset Non Operasional berupa Kas dan Aset Non Operating Lainnya, dimana Aset
Non Operating Lainnya tidak ada. Pada neraca posisi 31 Desember 2023, saldo
Kas sebesar Rp 0.
Utang Non Operasional terdiri dari Utang Lain-Lain, Utang Pajak, Utang sewa
pembiayaan yang jatuh tempo dalam satu tahun, Pinjaman bank jangka panjang
yang jatuh tempo saat ini, Kewajiban sewa pembiayaan dan Kewajiban imbalan
kerja. Pada neraca posisi 31 Desember 2023, saldo Utang Lain-Lain sebesar Rp
0, saldo Utang Pajak sebesar Rp 0, saldo Utang sewa pembiayaan yang jatuh
tempo dalam satu tahun sebear Rp 0, saldo Pinjaman bank jangka panjang yang
jatuh tempo saat ini sebesar Rp 0, saldo Kewajiban sewa pembiayaan sebesar
Rp 0 dan saldo Kewajiban imbalan kerja sebesar Rp 22.254.261.362.
Utang Struktur Modal terdiri dari Pinjaman Jangka Panjang. Pada neraca posisi
31 Desember 2023, saldo Pinjaman Jangka Panjang sebesar Rp 0
4.3.1.3. Indikasi Nilai Pasar dengan Pendekatan Pendapatan
Berdasarkan penjelasan pada sub-bab sebelumnya, untuk menghasilkan
indikasi nilai pasar Unit Bisnis, penilai tidak mengaplikasikan Discount Lack of
Control/DLOC dikarenakan Unit Bisnis hanya akan dapat diperjualbelikan oleh
pemegang saham pengendali. Sementara itu, Discount for Lack of
Marketability/DLOM perlu diaplikasikan pada penilaian ini karena Unit Bisnis
tidak diperjualbelikan secara bebas seperti halnya suatu perusahaan terbuka.
Adapun besaran Discount for Lack of Marketability/DLOM yang digunakan
adalah 20%. Berdasarkan uraian tersebut, maka dihasilkan indikasi nilai pasar
100% Unit Bisnis dengan Pendekatan Pendapatan adalah sebesar
Rp1.801.822.000.000,-
4.3.2. Pendekatan Pasar
4.3.2.1. Proses Penilaian
Dalam melakukan penilaian saham dengan pendekatan pasar, terdapat
beberapa metode yang dapat digunakan yaitu:
a. metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek (guideline publicly
traded company method);
b. metode pembanding perusahaan merger dan akuisisi (guideline merged and
acquired company method)
c. metode transaksi sebelumnya (prior transactions method).
Penilaian Unit Bisnis 4 - 14
Serve Co Milik PT Link Net Tbk
Page 51
Dalam penilaian ini, kami menggunakan metode pembanding perusahaan
tercatat di bursa efek (guideline publicly traded company method). Proses
penilaian dengan metode ini adalah:
1. Menentukan perusahaan yang sebanding. Dalam hal ini sebanding dalam
minimal 3 kriteria berikut:
a. industri, kegiatan usaha, produk, dan risiko usaha merupakan yang sejenis
b. karakteristik pertumbuhan (growth in sales and earnings) dan struktur
permodalan (capital structure) merupakan yang sebanding
c. kinerja keuangan historis selama 5 (lima) tahun terakhir merupakan yang
sebanding
d. ukuran perusahaan (total assets) merupakan yang sebanding
e. pangsa pasar (market share) merupakan yang sebanding
2. Menentukan rasio ekuitas (equity multiple) dari perusahaan pembanding.
Dalam menentukan rasio ini, dapat mempergunakan rasio sebagai berikut:
a. price to earnings ratio (rasio P/E)
b. price to sales (rasio P/S)
c. price to book value ratio (rasio P/BV)
3. Menentukan rasio investasi dari perusahaan pembanding. Dalam
menentukan rasio ini, dapat mempergunakan rasio sebagai berikut:
a. market value of invested capital to gross cash flow before depreciation and
taxes (MVIC /GCF)
b. market value of invested capital to sales (MVIC/sales)
c. market value of invested capital to earning before interest, taxes,
depreciation and amortization (MVIC/EBITDA)
d. market value of invested capital to earning before interes and, taxes
(MVIC/EBIT)
e. market value of invested capital to book value invested capital
(MVIC/BVIC)
4. Dari poin 2 dan 3, maka ditentukan rasio mana yang akan digunakan sebagai
pembentuk nilai pasar saham.
5. Setelah menentukan rasio yang dapat digunakan, maka dilakukan
pembobotan atas rasio tersebut.
6. Menentukan dan menambahkan Control Premium, hal ini dilakukan karena
nilai yang dihasilkan merupakan indikasi Nilai minoritas.
Penilaian Unit Bisnis 4 - 15
Serve Co Milik PT Link Net Tbk
Page 52
4.3.2.2. Perusahaan Pembanding
Data banding yang digunakan dalam pendekatan pasar ini merupakan
perusahaan-perusahaan bergerak dibidang Software dengan sub-klasifikasi
Cable and Satellite, Interactive Media and Services, Broadband
Telecommunications Services, Internet Service Providers (ISP). Dari beberapa
perusahaan pembanding yang diperoleh dengan menggunakan situs
www.capitaliq.spglobal.com, maka dilakukan screening kembali dengan
mempertimbangkan 5 (lima) kriteria yang telah dijelaskan pada sub-bab
sebelumnya, sehingga menghasilkan 10 (sepuluh) perusahaan yang sebanding
sebagai berikut:
Tabel 4.6
Perusahaan Pembanding
Company Name P/S P/BV P/E
PT. Jasnita Telekomindo Tbk (IDX:JAST) 0,41 0,59 -50,66
GTPL Hathway Limited (NSEI:GTPL) 0,74 1,70 17,51
Antelope Enterprise Holdings Limited (NASDAQCM:AEHL) 0,18 0,88 -6,32
Sify Technologies Limited (NASDAQCM:SIFY) 0,59 1,19 29,36
Frontier Digital Ventures Limited (ASX:FDV) 3,50 1,83 -27,64
360 Ludashi Holdings Limited (SEHK:3601) 0,27 0,33 5,09
PT Arkadia Digital Media Tbk (IDX:DIGI) 0,28 -2,03 -3,96
PT MNC Sky Vision Tbk (IDX:MSKY) 0,89 0,34 -2,39
PT MNC Vision Networks Tbk (IDX:IPTV) 1,01 0,27 -27,90
PT Mora Telematika Indonesia Tbk (IDX:MORA) 2,50 1,56 19,11
Sumber : S&P Capital IQ Pro.
4.3.2.3. Indikasi Nilai Pasar dengan Pendekatan Pasar
Berdasarkan perusahaan pembanding yang telah dijelaskan pada sub-bab
sebelumnya, maka penilai menentukan median dari rasio price to book value
(P/BV), rasio price to sales (P/S), dan rasio price to earnings (P/E), yang
selanjutnya rasio tersebut dikalikan dengan Penjualan, Ekuitas dan Laba Bersih
yang berasal dari Laporan Keuangan. Untuk menghasilkan indikasi nilai dengan
pendekatan pasar, penilai tidak menggunakan rasio price to book value (P/BV)
dan rasio price to earnings (P/E), karena Unit Bisnis memiliki ekuitas negatif dan
multiple P/E Perusahaan pembanding menunjukkan rasio negative, sehingga
penilai menggunakan bobot sebesar 100% untuk rasio price to sales (P/S).
Penilaian Unit Bisnis 4 - 16
Serve Co Milik PT Link Net Tbk
Page 53
Tabel 4.7
Indikasi Nilai Pasar Dengan Pendekatan Pasar (Rp Juta)
No. Uraian P/S P/BV P/E
Average 1,04 0,67 (4,78)
Median 0,67 0,74 (3,18)
Min 0,18 (2,03) (50,66)
Max 3,50 1,83 29,36
Valuation Object 2.918.432 - 92.015 2.000.237
Multiple Value 1.946.186 (67.636) (6.353.341)
Weight (%) 100,00% 0,00% 0,00%
Indicative Valuation 1.946.186 - -
100% Indicative Value of 100,00% 1.946.186
100% Indicative Value of 100,00% 1.946.186
20% CP 389.237
Indicative Value After CP 2.335.423
20% DLOM -467.085
Indicative Value of 100,00% 1.868.339
Terlihat pada tabel diatas, penilai menambahkan Premi for Control sebesar 20%.
Hal ini dikarenakan pendekatan yang kami gunakan adalah Pendekatan Pasar
yang mana pendekatan ini mengeluarkan indikasi nilai minoritas dan objek
penilaian adalah mayoritas dikarenakan Unit Bisnis hanya akan dapat
diperjualbelikan oleh pemegang saham pengendali. Sementara itu, Discount for
Lack of Marketability/DLOM perlu diaplikasikan pada penilaian ini karena Unit
Bisnis tidak diperjualbelikan secara bebas seperti halnya suatu perusahaan
terbuka. Adapun besaran Discount for Lack of Marketability/DLOM yang
digunakan adalah 20%. Berdasarkan uraian tersebut, maka dihasilkan indikasi
nilai pasar 100% Unit Bisnis dengan Pendekatan Pendapatan adalah sebesar
Rp1.868.339.000.000,-
4.3.3. Rekonsiliasi Nilai
Sesuai dengan dasar dan definisi nilai yang digunakan, maksud dan tujuan
penilaian, serta dari semua informasi relevan yang kami peroleh didalam
penerapan kedua pendekatan dimaksud, didalam merekonsiliasi indikasi nilai
yang diperoleh dari kedua pendekatan dimaksud, kami memberikan bobot 95%
untuk indikasi nilai yang diperoleh dari Pendekatan Pendapatan, dan 5% untuk
indikasi nilai yang diperoleh dari Pendekatan Pasar. Hal ini diaplikasikan karena
Pendekatan Pendapatan lebih mencerminkan nilai Unit Bisnis dibandingkan
dengan Pendekatan Pasar. Dimana pada pendekatan pasar yang menjadi
Penilaian Unit Bisnis 4 - 17
Serve Co Milik PT Link Net Tbk
Page 54
perusahaan pembanding merupakan Perseroan Terbuka, sedangkan yang
menjadi objek penilaian adalah Unit Bisnis.
Tabel 4.8
Rekonsiliasi Indikasi Nilai (Rp Juta)
Pendekatan Indikasi Nilai Pasar Bobot Nilai Pasar
Pendekatan Pendapatan 1.801.822 95% 1.711.731
Pendekatan Pasar 1.868.339 5% 93.417
Nilai Pasar 1.805.148
4.4. NILAI PASAR UNIT BISNIS SERVE CO
Berdasarkan hasil hasil penilaian yang telah dilakukan sesuai dengan Lingkup
Penilaian, Analisis Objek Penilaian dan hasil Analisis Penilaian yang diuraikan,
menurut Nilai Pasar Objek Penilaian berupa Unit Bisnis Serve Co milik PT Link
Net Tbk pada tanggal 31 Desember 2023 adalah sebesar:
Rp1.805.148.000.000,-
(Satu Triliun Delapan Ratus Lima Miliar Seratus Empat Puluh Delapan
Juta Rupiah)
Penilaian Unit Bisnis 4 - 18
Serve Co Milik PT Link Net Tbk
Page 55
SYARAT PEMBATAS
Penilaian dan laporan penilaian bergantung kepada syarat-syarat pembatas sebagai
berikut :
1. Data dan Informasi yang diberikan oleh Pemberi Tugas dianggap benar dan dapat
dipercaya, termasuk informasi tentang bahwa aset atau liabilitas yang menjadi
obyek penilaian tidak sedang atau telah dinilai oleh Penilai Publik lainnya untuk
maksud, tujuan, pengguna laporan dan tanggal penilaian yang sama atau
berdekatan (dalam jangka waktu tidak lebih dari dua bulan), sesuai dengan
pernyataan tertulis berupa surat representasi yang dibuat oleh Pemberi Tugas;
2. Informasi yang diberikan oleh pihak lain kepada KJPP Doli Siregar & Rekan seperti
yang disebutkan dalam laporan penilaian dianggap layak dan dapat dipercaya, tetapi
KJPP Doli Siregar & Rekan tidak bertanggung jawab jika ternyata informasi yang
diberikan itu terbukti tidak sesuai dengan hal yang sesungguhnya. Informasi yang
dinyatakan tanpa menyebutkan sumbernya merupakan hasil penelaahan kami
terhadap data yang ada, pemeriksaan atas dokumen ataupun keterangan dari
instansi pemerintah yang berwenang. Tanggung jawab untuk memeriksa kembali
kebenaran informasi tersebut sepenuhnya berada dipihak klien.
3. Laporan ini disajikan hanya untuk Maksud dan Tujuan sesuai dengan Lingkup
Penugasan yang dicantumkan pada laporan penilaian ini.
4. KJPP Doli Siregar & Rekan tidak memperbolehkan penggunaan seluruh, sebagian
ataupun sebagai rujukan dari Laporan Penilaian ini, baik untuk edaran, pernyataan,
referensi ataupun dipublikasikan dalam bentuk apapun juga tanpa Izin tertulis dari
KJPP Doli Siregar & Rekan.
5. KJPP Doli Siregar & Rekan tidak memiliki tanggung jawab kepada pihak ketiga,
selama tidak menyimpang dari peraturan dan hukum yang berlaku.
6. Nilai yang dicantumkan dalam laporan ini serta setiap nilai lain dalam Laporan yang
merupakan bagian dari aset yang dinilai hanya berlaku sesuai dengan maksud dan
tujuan penilaian. Nilai yang digunakan dalam laporan penilaian ini tidak boleh
digunakan untuk tujuan penilaian lain yang dapat mengakibatkan terjadinya
kesalahan.
7. Laporan Penilaian ini bersifat non-disclaimer opinion.
Penilaian Unit Bisnis
1
Serve Co Milik PT Link Net Tbk
Page 56
8. Proyeksi keuangan yang digunakan dalam Laporan Penilaian ini telah disesuaikan
yang mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen
dengan kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty).
9. KJPP Doli Siregar & Rekan bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian dan
kewajaran proyeksi keuangan.
10. Penilai tidak berkewajiban memberikan kesaksian atau hadir di pengadilan karena
laporan ini, berkaitan dengan terjadinya sengketa atas aset dimaksud, tanpa
perjanjian tertulis terlebih dahulu.
oooOOooo
Penilaian Unit Bisnis
2
Serve Co Milik PT Link Net Tbk
Names mentioned 51 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
KJPP DSR
p.3
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Amir Abadi Jusuf
p.5 ×2
unresolved
org
Mawar & Rekan
p.5 ×2
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Purwantono
p.5 ×6
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Tanudiredja
p.5 ×2
unresolved
org
Rintis & Rekan
p.5 ×2
unresolved
org
PT KPMG Siddharta Advisory.
p.5 ×2
unresolved
org
PENILAI KJPP Doli Siregar dan Rekan
p.8
unresolved
org
KJPP Doli Siregar
p.8 ×7
unresolved
org
PT Seruling Indah Permai
p.12
unresolved
person
Dr. Misahardi Wilamarta
p.12 ×2
unresolved
person
Yuliandi Ermawanto
p.12
unresolved
org
Menteri Kehakiman Republik Indonesia
p.12
unresolved
person
Myra Yuwono
p.12
unresolved
org
Menteri Hukum dan Perundangundangan
p.12
unresolved
person
Rini Yulianti
· Notaris
p.12 ×6
unresolved
org
Menteri
p.12
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.12 ×3
unresolved
person
Dahlia
p.13
unresolved
org
PT. LN
p.13
unresolved
person
Shridhir Sariputta Hansa Wijayasuriya
· Presiden Komisaris
p.14 ×2
unresolved
person
Jonathan Limbong Parapak
· Komisaris Independen
p.14
unresolved
person
Kanishka Gayan Wickrama
· Direktur
p.14
unresolved
org
Bank Indonesia
p.27 ×11
unresolved
org
Kota Nusantara
p.27
unresolved
org
GTPL Hathway Limited
p.52
unresolved
org
Antelope Enterprise Holdings Limited
p.52
unresolved
org
Sify Technologies Limited
p.52
unresolved
org
Frontier Digital Ventures Limited
p.52
unresolved
org
Ludashi Holdings Limited
p.52
unresolved
org
KJPP Doli Siregar & Rekan
p.55 ×6
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
Rule parser
Needs review
confidence 0.091
6678 ms
12 Sep 2026 23:03
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
'appraiser_name': '',
'assets': [],
'currency': None,
'fact_type': '',
'issuer_name': '',
'kind': 'CONFLICT',
'kjpp_name': '',
'letter_number': '',
'object_text': '',
'object_truncated': False,
'parties': [],
'pct_of_equity': None,
'reference_period': '',
'requires_rups': None,
'rups_date': None,
'ticker': '',
'transaction_date': None,
'valuation_date': None,
'value': None}