Skip to content
Back to announcement

20240522_LINK_Rencana Transaksi Material Dengan Persetujuan RUPS_31642391_lamp2.pdf

Asset transaction Needs review LINK

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 56

Page 1

          
Page 2

          
Page 3
           KJPP DSR/Penilai memiliki kompetensi untuk melakukan penilaian atas obyek
           penilaian pada perihal dimaksud, dan tidak memiliki benturan kepentingan
           dengan pemberi tugas atau obyek penilaian, sehingga dalam posisi untuk
           memberikan penilaian objektif dan tidak memihak.


1.2.       PEMBERI TUGAS
           Nama                   : PT Link Net Tbk
           Bidang Usaha           : Penyelenggaraan tetap berbasis kabel, Penyelenggaraan
                                   jasa multimedia, jasa akses internet (internet service
                                   provider) dan Jasa konsultasi manajemen bisnis
           Alamat                 : Centennial Tower Lt. 26 Unit D, Jl. Jend. Gatot Subroto, Kav.
                                   24-25, Karet Semanggi, Setiabudi, Jakarta Selatan 12930
           Nomor Telepon : 021 5577 7755
           Email                  : cs@linknet.co.id


1.3.       PENGGUNA LAPORAN
           Nama                   : PT Link Net Tbk
           Bidang Usaha           : Penyelenggaraan tetap berbasis kabel, Penyelenggaraan
                                   jasa multimedia, jasa akses internet (internet service
                                   provider) dan Jasa konsultasi manajemen bisnis
           Alamat                 : Centennial Tower Lt. 26 Unit D, Jl. Jend. Gatot Subroto, Kav.
                                   24-25, Karet Semanggi, Setiabudi, Jakarta Selatan 12930
           Nomor Telepon : 021 5577 7755
           Email                  : cs@linknet.co.id


1.4.       MAKSUD DAN TUJUAN
           Maksud dan tujuan dari penugasan ini adalah untuk memberikan opini nilai
           pasar atas Unit Bisnis Serve Co milik PT Link Net Tbk yang akan dialihkan
           kepada PT XL Axiata Tbk.


1.5.       OBYEK PENILAIAN DAN BENTUK KEPEMILIKAN
           Objek Penilaian pada laporan penilaian ini adalah Unit Bisnis Serve Co milik
           PT Link Net Tbk pertanggal 31 Desember 2023, dimana berdasarkan Business
           Transfer Agreement tanggal 22 Mei 2024 antara PT XL Axiata, Tbk dan PT
           Link Net, Tbk terdapat beberapa akun neraca yang di carve out sesuai Neraca
           yang terdapat pada tabel 2.7.



 Penilaian Unit Bisnis
                                                                                             - ii -
 Serve Co Milik PT Link Net Tbk
Page 4
1.6.       DASAR NILAI DAN DEFINISI
           Dasar Nilai yang digunakan adalah Nilai Pasar (Market Value).


           DEFINISI DARI NILAI PASAR
           Nilai Pasar adalah estimasi sejumlah uang yang dapat diperoleh dari hasil
           penukaran suatu aset atau liabilitas pada Tanggal Penilaian, antara pembeli
           yang berminat membeli dengan penjual yang berminat menjual, dalam suatu
           transaksi bebas ikatan, yang pemasarannya dilakukan secara layak, di mana
           kedua Pihak masing–masing bertindak atas dasar pemahaman yang
           dimilikinya, kehati-hatian, dan tanpa paksaan (Peraturan Otoritas Jasa
           Keuangan Nomor 35/POJK.04/2020).


1.7.       PREMIS NILAI
           Sebagai sebuah Unit Bisnis yang sedang berjalan, Unit Bisnis Serve Co milik
           PT Link Net Tbk diasumsikan akan dapat terus melanjutkan usahanya secara
           berkelanjutan (Going Concern).


1.8.       TANGGAL PENILAIAN
           Tanggal penilaian (Cut Off Date), ditetapkan pada tanggal 31 Desember 2023.


1.9.       TINGKAT KEDALAMAN INVESTIGASI
           1)    Proses pengumpulan dan analisis data primer dilakukan secara lengkap,
                 termasuk didalamnya dokumen perizinan, Anggaran Dasar Perusahaan
                 dan Akta Perubahannya, Laporan Keuangan historikal Perusahaan dan
                 Unit Bisnis, Laporan Keuangan Perusahaan dan Unit Bisnis per 31
                 Desember 2023 dan Business Plan yang dibuat oleh Perusahaan.
           2)    Data dan informasi yang diberikan tersebut juga dilakukan investigasi/
                 wawancara yang diperlukan dengan pihak manajemen perusahaan.
           3)    Data internal perusahaan dianalisis secara mendalam, demikian pula
                 terhadap data eksternal perusahaan dianalisis seperlunya untuk dapat
                 mengevaluasi/ mereview Business Plan yang dibuat oleh Perusahaan
                 apakah dapat diterima atau masih memerlukan penyesuaian.


1.10.      SUMBER DATA
           Dalam melaksanakan penugasan ini kami menelaah, mempertimbangkan, dan
           mengacu serta menganalisis data, informasi, sebagai berikut:
           1.    Anggaran Dasar Perusahaan dan Akta perubahannya.

 Penilaian Unit Bisnis
                                                                                   - iii -
 Serve Co Milik PT Link Net Tbk
Page 5
           2.    Laporan Keuangan PT Link Net Tbk per 31 Desember 2019 yang telah
                 diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar &
                 Rekan dengan opini wajar tanpa pengecualian.
           3.    Laporan Keuangan PT Link Net Tbk per 31 Desember 2020 yang telah
                 diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Purwantono, Sungkoro & Surja dengan
                 opini wajar tanpa pengecualian.
           4.    Laporan Keuangan PT Link Net Tbk per 31 Desember 2021 yang telah
                 diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Purwantono, Sungkoro & Surja dengan
                 opini wajar tanpa pengecualian.
           5.    Laporan Keuangan PT Link Net Tbk per 31 Desember 2022 yang telah
                 diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Purwantono, Sungkoro & Surja dengan
                 opini wajar tanpa pengecualian.
           6.    Laporan Keuangan PT Link Net Tbk per 31 Desember 2023 yang telah
                 diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan
                 dengan Opini Wajar tanpa pengecualian.
           7.    Laporan Keuangan (Proforma) Unit Bisnis per 31 Desember 2021 sampai
                 dengan 31 Desember 2023 yang telah disiapkan oleh PT KPMG Siddharta
                 Advisory.
           8.    Business Plan Perusahaan.
           9.    Tinjauan terhadap kondisi fundamental Perseroan, yang menyangkut
                 sejarah singkat Perseroan, struktur modal dan susunan pengurus,
                 deskripsi bidang usaha dan kinerja keuangan, serta memperhatikan
                 kondisi makro yang ada.
           10. Informasi internal perusahaan lainnya dan hasil wawancara dengan pihak
                 Manajemen.
           11. Informasi ekonomi dan industri yang dikeluarkan oleh pihak ketiga, baik
                 berdasarkan media cetak, elektronik, dan hasil analisis lain dari pihak
                 independen yang kami anggap relevan.


1.11.      ASUMSI DAN ASUMSI KHUSUS
1.11.1.    Asumsi
            DSR berasumsi bahwa unit bisnis yang dinilai tidak mempunyai masalah
                hukum dan bahwa hak kepemilikannya adalah sah dan dapat dipasarkan.
            DSR berasumsi bahwa unit bisnis yang ditunjukan kepada DSR adalah
                benar merupakan obyek dalam penilaian.




 Penilaian Unit Bisnis
                                                                                     - iv -
 Serve Co Milik PT Link Net Tbk
Page 6
1.11.2.    Asumsi Khusus
           Tidak ada asumsi khusus dalam penilaian ini.


1.12.      PERSYARATAN ATAS PERSETUJUAN UNTUK PUBLIKASI
           Laporan Penilaian ini hanya digunakan untuk maksud dan tujuan sebagaimana
           tercantum dalam laporan ini, dan oleh karenanya tidak direkomendasikan untuk
           penggunaan lainnya.


1.13.      PEMENUHAN STANDAR PENILAIAN
           Pedoman penilaian dan penyajian laporan penilaian dilakukan sesuai dengan
           Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 35/POJK.04/2020 tentang “Penilaian
           dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal” (“POJK 35/2020”),
           Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Nomor 17/SEOJK.04/2020 tentang
           “Pedoman Penilaian & Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal”
           (“SEOJK 17/2020”) dan Kode Etik Penilai Indonesia dan Standar Penilaian
           Indonesia (KEPI & SPI Edisi VII - 2018).


PENDEKATAN DAN METODE PENILAIAN
Proses penilaian dilaksanakan dengan mengaplikasikan metode yang berlaku umum
dalam penilaian sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (“POJK”) Nomor
35/POJK.04/2020 dan SEOJK No.17/SEOJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian
Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal. Sesuai dengan lingkup Penilaian, untuk Unit
Bisnis milik PT Link Net Tbk kami menggunakan 2 (dua) pendekatan penilaian yakni:
1. Pendekatan       Pendapatan    (Income   Approach)   dengan   menggunakan   metode
  Discounted Cash Flow, paling sesuai apabila jumlah pendapatan yang dapat
  diperoleh perusahaan di masa yang akan datang dapat diperkirakan dengan cukup
  meyakinkan. Setelah mempelajari karakteristik dari kegiatann usaha SMR seperti
  kinerja keuangan historisnya, kondisi eksisting operasional, proyeksi keuangaan yang
  disampaikan manajemen, maka kami berpendapat pendekatan ini dapat digunakan
  dalam penilaian saham SMR, dimana metode yang akan digunakan adalah DCF
  dengan model arus kas bebas untuk perusahaan (Free Cash Flow to Firm/ FCFF).
2. Pendekatan Pasar (Market Approach) dengan menggunakan metode Guideline
  Publicly Traded Company (GPTC), paling sesuai apabila terdapat perusahaan yang
  sepadan dan sebanding dengan perusahaan yang akan dinilai. Oleh karena itu
  pendekatan ini dapat digunakan dalam penilaian saham SMR, dimana metode yang
  akan digunakan adalah metode Guideline Publicly Traded Company (GPTC).



 Penilaian Unit Bisnis
                                                                                    -v-
 Serve Co Milik PT Link Net Tbk
Page 7

          
Page 8
                                  PERNYATAAN PENILAI

KJPP Doli Siregar dan Rekan dengan ini menyatakan bahwa:
1.   Pernyataan faktual yang dipresentasikan dalam laporan penilaian ini adalah sesuai
     dengan pemahaman terbaik dari penilai.
2.   Penilai tidak mempunyai kepentingan terhadap obyek yang dinilai.
3.   Penilaian ini dilakukan dengan memenuhi ketentuan Peraturan Otoritas Jasa
     Keuangan (“POJK”) Nomor 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian
     Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal dan SEOJK No.17/SEOJK.04/2020 tentang
     Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal.
4.   Penilai telah memenuhi persyaratan pendidikan profesional yang ditentukan dan/atau
     diselenggarakan oleh Asosiasi Penilai yang diakui oleh Pemerintah.
5.   Penilai memiliki pengalaman mengenai jenis usaha yang dinilai.
6.   Dalam melakukan penilaian ini kami telah berusaha semaksimal mungkin untuk
     bertindak secara obyektif dan independen serta tidak terafiliasi dengan Perseroan
     ataupun pihak – pihak lain yang terafiliasi dengan perusahaan tersebut.
7.   Penilai bertanggung jawab atas laporan penilaian usaha ini.
8.   Penugasan penilaian profesional telah dilakukan terhadap obyek penilaian pada
     Tanggal Penilaian (Cut off date).
9.   Analisis telah dilakukan untuk tujuan penilaian yang diungkapkan dalam Laporan
     Penilaian.
10. Penugasan penilaian professional telah dilaksanakan sesuai dengan peraturan
     perundang – undangan yang berlaku.
11. Penilai telah melakukan inspeksi terhadap obyek penilaian.
12. Perkiraan Nilai yang dihasilkan dalam penugasan penilaian professional telah
     disajikan sebagai kesimpulan Nilai.
13. Lingkup pekerjaan dan data yang di analisa telah diungkapkan.
14. Kesimpulan Nilai telah sesuai dengan asumsi – asumsi dan kondisi pembatas.
15. Seluruh       data    dan     informasi   yang   diungkapkan   dalam   laporan   dapat
     dipertanggungjawabkan.
16. Besaran imbalan jasa penilai tidak tergantung pada hasil penilaian.
17. Tidak seorangpun selain yang bertandatangan dibawah ini, yang telah terlibat dalam
     pelaksanaan pengumpulan data, analisis, pembuatan kesimpulan, dan opini
     sebagaimana yang dinyatakan dalam laporan Penilaian ini.




 Penilaian Unit Bisnis
                                                                                      - vii -
 Serve Co Milik PT Link Net Tbk
Page 9

          
Page 10
                                     DAFTAR ISI


1.             SURAT PENGANTAR                                                  i
               PERNYATAAN PENILAI                                               vii
               DAFTAR ISI                                                       ix

2.             COMPANY OVERVIEW                                                 2-1
2.1.           Umum                                                             2-2
2.1.1.         Maksud Dan Tujuan Serta Kegiatan Usaha                           2-2
2.1.2.         Susunan Pengurus Perusahaan                                      2-2
2.1.3.         Susunan Pemegang Saham                                           2-3
2.2.           Analisis Laporan Keuangan PT Link Net                            2-4
2.2.1.         Laporan Posisi Keuangan Historis                                 2-4
2.2.2.         Analisis Neraca Historis                                         2-6
2.2.3.         Laporan Laba (Rugi) Historis                                     2-6
2.2.4.         Analisis Laba (Rugi) Perseroan                                   2-7
2.2.5.         Analisis Rasio Keuangan                                          2-8
2.3.           Analisis Laporan Keuangan Unit Bisnis Serve Co dan Unit Bisnis
               Serve Co yang Menjadi Objek Penilaian                            2-10
2.3.1.         Laporan Posisi Keuangan Historis                                 2-10
2.3.2.         Analisis Neraca Historis                                         2-12
2.3.3.         Laporan Laba (Rugi)                                              2-13
2.3.4.         Analisis Laba (Rugi) Historis                                    2-14


3.             MARKET OVERVIEW                                                  3-1
3.1.           Perekonomian Dunia                                               3-1
3.2.           Pertumbuhan Ekonomi Indonesia                                    3-2
3.2.1.         Neraca Pembayaran Indonesia                                      3-4
3.2.2.         Nilai Tukar Rupiah                                               3-5
3.2.3.         Inflasi                                                          3-6
3.3.           Pertumbuhan Industri Media dan Hiburan                           3-7
3.3.1.         Pasar Media dan Hiburan                                          3-8
3.4.           Industri Fixed Broadband                                         3-9


4.             PENILAIAN                                                        4-1
4.1.           Objek Penilaian                                                  4-1
4.2.           Data, Informasi dan Referensi Penilaian                          4-1
4.3.           Pendekatan Penilaian                                             4-2
4.3.1.         Pendekatan Pendapatan                                            4-3
4.3.1.1.       Proses Penilaian                                                 4-3
4.3.1.2.       Asumsi-Asumsi                                                    4-3
4.3.1.2.1.     Asumsi Laba Rugi                                                 4-4
4.3.1.2.2.     Asumsi Modal Kerja                                               4-8
4.3.1.2.3.     Asumsi Capital Expenditure                                       4-9
4.3.1.2.4.     Asumsi Tingkat Diskonto (Discount Rate)                          4-9
4.3.1.2.5.     Asumsi Nilai Terminal (Terminal Value)                           4-12

 Penilaian Unit Bisnis
                                                                                      - ix -
 Serve Co Milik PT Link Net Tbk
Page 11
4.3.1.2.6.     Discounted Cash Flow (DCF)                          4-13
4.3.1.3.       Indikasi Nilai Pasar dengan Pendekatan Pendapatan   4-14
4.3.2.         Pendekatan Pasar                                    4-14
4.3.2.1.       Proses Penilaian                                    4-14
4.3.2.2.       Perusahaan Pembanding                               4-16
4.3.2.3.       Indikasi Nilai Pasar dengan Pendekatan Pasar        4-16
4.3.3.         Rekonsiliasi Nilai                                  4-17
4.4.           Nilai Saham Unit Bisnis Serve Co                    4-18

SYARAT PEMBATAS                                                    1




 Penilaian Unit Bisnis
                                                                       -x-
 Serve Co Milik PT Link Net Tbk
Page 12
                                      BAGIAN – 2
                                  COMPANY OVERVIEW


2.1.       Umum
           PT Link Net Tbk (“Perusahaan”) didirikan dengan nama PT Seruling Indah
           Permai berdasarkan Akta Notaris No. 93 tanggal 14 Maret 1996 dari Dr.
           Misahardi Wilamarta, S.H., M.H., M.Kn., LL.M., Notaris di Jakarta, sebagaimana
           diubah dengan Akta Notaris No. 304 tanggal 26 Juli 1996 dari Yuliandi
           Ermawanto, S.H., Notaris di Jakarta. Akta pendirian dan perubahannya disahkan
           oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. C2-
           8324.HT.01.01.TH.96 tanggal 7 Agustus 1996 serta diumumkan dalam Berita
           Negara No. 96 tanggal 29 November 1996, Tambahan No. 9456.


           Perusahaan selanjutnya mengubah nama perusahaan menjadi PT Link Net dan
           mengubah Anggaran Dasar Perusahaan berdasarkan Akta Notaris No. 35
           tanggal 28 Maret 2000 dari Myra Yuwono, S.H., Notaris di Jakarta. Akta tersebut
           disahkan oleh Menteri Hukum dan Perundangundangan dengan Surat
           Keputusan No. C-9118.HT.01.04.TH.2000 tanggal 20 April 2000 serta
           diumumkan dalam Berita Negara No. 84 tanggal 20 Oktober 2000, Tambahan
           No. 6296.


           Anggaran Dasar Perusahaan beberapa kali mengalami perubahan. Perubahan
           terakhir Anggaran Dasar Perusahaan tertuang dalam Akta Pernyataan
           Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan No. 13 tanggal 19 Juli
           2021 oleh Rini Yulianti, S.H., Notaris di Jakarta. Akta tersebut telah diterima dan
           dicatat dalam database Sistem Administrasi Badan Hukum Menteri Hukum dan
           Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat No. AHU-AH.01.03-
           0429788 tanggal 19 Juli 2021.


           Perusahaan selanjutnya mengubah alamat perusahaan menjadi Centennial
           Tower Lantai 26 Unit D, Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 24-25 Jakarta Selatan
           12930 berdasarkan Akta Notaris No. 11 tanggal 11 Oktober 2021 oleh Rini
           Yulianti, S.H., Notaris di Jakarta. Akta tersebut telah diterima dan dicatat dalam
           Sistem administrasi Badan Hukum Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
           Republik Indonesia berdasarkan Surat No. AHUAH.01.03-0459106 tanggal 11
           Oktober 2021.


 Penilaian Unit Bisnis                                                                      2-1
 Serve Co Milik PT Link Net Tbk
Page 13
           Susunan Dewan Komisaris Perseroan terakhir sebagaimana tercantum dalam
           Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 41 tanggal 22 Juni 2022 dari Rini Yulianti,
           S.H., Notaris di Jakarta Timur. Akta tersebut telah diterima dan dicatat dalam
           database Sistem administrasi Badan Hukum Menteri Hukum dan Hak Asasi
           Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Penerimaan Pemberitahuan
           Perubahan Data Perseroan No. AHU-AH.01.09-0025001 tanggal 23 Juni 2022.


           Susunan Direksi Perseroan terakhir sebagaimana tercantum dalam Akta
           Pernyataan Keputusan Rapat No. 4 tanggal 5 Mei 2023 dari Dahlia, S.H., Notaris
           di Jakarta Utara. Akta tersebut telah diterima dan dicatat dalam database Sistem
           administrasi Badan Hukum Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
           Indonesia berdasarkan Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Data
           Perseroan No. AHU-AH.01.09-0123770 tanggal 25 Mei 2023.


2.1.1.     Maksud dan Tujuan Serta Kegiatan Usaha
           Sesuai dengan Pernyataan Keputusan Rapat PT. LN No 1 tanggal 02
           September 2019 oleh Rini Yulianti, S.H., Notaris di Jakarta, maksud dan tujuan
           didirikan perusahaan ini adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang
           penyelenggaraan aktivitas telekomunikasi dengan kabel, internet service
           provider (jasa akses internet), jasa sistem komunikasi, jasa interkoneksi internet
           (NAP), jasa multimedia lainnya, jasa nilai tambah teleponi lainnya, jasa internet
           telepon untuk keperluan publik (ITKP), aktivitas konsultasi manajemen lainnya
           aktivitas call center, perdagangan besar atas dasar balas jasa (fee) atau kontrak,
           perdangan besar komputer dan perlengkapan komputer, perdagangan besar
           piranti lunak, perdagangan besar peralatan telekomunikasi, perdaganagn besar
           berbagai macam barang, instalasi telekomunikasi, aktivitas pemrograman
           komputer lainnya, aktivitas konsultasi komputer dan manajemen fasilitas
           komputer lainnya dan aktivitas teknologi informasi dan jasa komputer lainnya.


2.1.2.     Susunan Pengurus Perusahaan
           Berdasarkan Laporan Keuangan Perseroan per 31 Desember 2023, susunan
           pengurus Perseroan adalah sebagai berikut.




 Penilaian Unit Bisnis                                                                     2-2
 Serve Co Milik PT Link Net Tbk
Page 14
                                                Tabel 2.1
                                     Susunan Pengurus Perusahaan
             Jabatan                                                       Nama

             Dewan Komisaris
             Presiden Komisaris                         Shridhir Sariputta Hansa Wijayasuriya
             Komisaris                                  Thomas Hundt
             Komisaris                                  Dian Siswarini
             Komisaris Independen                       Jonathan Limbong Parapak
             Komisaris Independen                       Alexander S Rusli


             Direksi
             Presiden Direktur                          Marlo Budiman*
             Direktur                                   Kanishka Gayan Wickrama
             Direktur                                   Edward Sanusi


             Komite Audit
             Ketua                                      Alexander S. Rusli
             Anggota                                    Tio I Huat
             Anggota                                    Barry Alfa Rattu
             Anggota                                    Willem Lucas Timmermans
           (*) Efektif mengundurkan diri sebagai Presiden Direktur pada tanggal 24 November
           2023
           Sumber: Laporan Keuangan Perusahaan per 31 Desember 2023.


2.1.3.     Susunan Pemegang Saham
           Berdasarkan Laporan Keuangan Perseroan per 31 Desember 2023, susunan
           pemegang saham Perseroan adalah sebagai berikut.


                                                Tabel 2.2
                                  Susunan Pemegang Saham Perusahaan
                                                           Jumlah Saham       Persentase
                          Pemegang Saham                                                   Jumlah
                                                              (Lembar)            (%)

             Axiata Investments (Indonesia) Sdn. Bhd.        2.187.922.717         79,52    218,792
             PT XL Axiata Tbk                                  550.316.196         20,00        55,032
             Masyarakat/Public                                  13.342.071          0,48         1,335
             Total                                           2.751.580.984        100,00    275.159
           Sumber: Laporan Keuangan Perusahaan per 31 Desember 2023.



 Penilaian Unit Bisnis                                                                             2-3
 Serve Co Milik PT Link Net Tbk
Page 15
2.2.       ANALISIS LAPORAN KEUANGAN PT LINK NET
2.2.1.     Laporan Posisi Keuangan Historis
           Laporan keuangan yang digunakan dalam penilaian ini didasarkan pada laporan
           keuangan audit untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
           2019 sampai dengan 31 Desember 2023. Adapun overviewnya akan dijelaskan
           sebagai berikut:
           .
                                                           Tabel 2.3
                   Laporan Posisi Keuangan 31 Desember 2019 – 31 Desember 2023
                                                 (dalam jutaan Rupiah)
                            Deskripsi                2019         2020        2021        2022         2023
               Aset Lancar
               Kas & Bank                          298.209      359.642     270.796      155.344      236.829
               Piutang usaha - Pihak Ketiga        390.530      284.070     395.739      577.982      354.984
               Piutang Usaha - Pihak Terkait       122.415       3.581       47.458       1.893        7.708
               Pajak dibayar dimuka                   31         7.451       21.935      69.068       96.055
               Biaya dibayar di muka                87.379      119.694     124.720      89.644       87.300
               Aset lancar lainnya                     -            -           -         1.135       21.280
               Total Aset Lancar                   898.564      774.438     860.648      895.066      804.156


               Aset Tidak Lancar
               Aset pajak tangguhan                 69.229       96.039      94.129      105.486      162.941
               Properti dan peralatan              4.993.913    5.895.148   7.195.387   8.596.043    9.394.810
               Peralatan untuk instalasi               -            -       1.212.350   1.688.239    1.960.405
               Aset tidak berwujud                 102.482      114.389     133.020      168.636      133.964
               Aset tidak lancar lainnya           588.786      919.789     251.360      191.324      180.005
               Total aset tidak lancar             5.754.410    7.025.365   8.886.246   10.749.728   11.832.125
               Total Aset                          6.652.974    7.799.803   9.746.894   11.644.794   12.636.281


               Kewajiban
               Kewajiban Jangka Pendek
               Pinjaman bank jangka pendek         800.000      1.500.000   496.600     3.074.375    1.000.000
               Hutang usaha - pihak ketiga         554.587      660.630     480.032      858.109      848.918
               Hutang usaha - pihak berelasi        56.033      127.107     133.748       2.233       25.776
               Hutang lain-lain - pihak ketiga      1.525        2.988       4.273        7.226       11.729
               Pajak harus dibayar                  52.860      143.728     125.788      30.776       24.329
               Akrual                              220.902      236.642     190.747      154.770      227.302
               Pendapatan Belum Diterima            6.512        4.999       5.618       34.565       47.914
               Liabilitas imbalan kerja jangka
                                                    49.572       48.058      58.557      90.176       92.642
               pendek




 Penilaian Unit Bisnis                                                                                    2-4
 Serve Co Milik PT Link Net Tbk
Page 16
                       Deskripsi                      2019           2020            2021              2022              2023
            Bagian Lancar Kewajiban
            Jangka Panjang - Pinjaman                   -              -           306.635          121.933           862.587
            Bank
            Bagian Lancar Kewajiban
            Jangka Panjang - Kewajiban               71.332         93.859         162.257          266.003            62.502
            Sewa
            Bagian Lancar Kewajiban
                                                                       -
            Jangka Panjang - Kewajiban                  -                              -               8.261           85.422
            Imbalan Kerja
            Total current liabilities               1.813.323      2.818.011       1.964.255        4.648.427         3.289.121


            Kewajiban Jangka Panjang
            pinjaman bank                               -              -           2.175.824        1.818.862         4.949.210
            Kewajiban sewa                           19.840         165.940        204.198           64.386              735
            Liabilitas imbalan kerja jangka
                                                    163.396         193.138        153.275          145.079            81.109
            Panjang
            Total kewajiban jangka
                                                    183.236         359.078        2.533.297        2.028.327         5.031.054
            Panjang
            Total Kewajiban                         1.996.559      3.177.089       4.497.552        6.676.754         8.320.175


            Ekuitas
            Modal Disetor                           286.320         286.320        286.320          286.320           286.320
            Tambahan Modal Disetor                  1.341.144      1.341.144       1.341.144        1.341.144         1.341.144
            Saham Tresuri                           (105.088)      (410.259)       (410.259)        (410.259)         (410.259)
            Laba Ditahan                            3.134.037      3.405.506       4.032.133        3.750.830         3.098.895
            Kepentingan Non Pengendali                 2              3               4                 5                 6
            Total Ekuitas                           4.656.415      4.622.714       5.249.342        4.968.040         4.316.106
            Total Kewajiban dan Ekuitas             6.652.974      7.799.803       9.746.894     11.644.794        12.636.281



                                                       Gambar 2.1
                                                     Analisis Neraca

                      14.000.000
                      12.000.000
                      10.000.000
                       8.000.000
                       6.000.000
                       4.000.000
                       2.000.000
                                 -
                                          2019              2020            2021             2022              2023
                    Total Aset          6.652.974       7.799.803      9.746.894           11.644.794       12.636.281
                    Ekuitas             4.656.415       4.622.714      5.249.342           4.968.040        4.316.106
                    Total Kewajiban     1.996.559       3.177.089      4.497.552           6.676.754        8.320.175


Penilaian Unit Bisnis                                                                                                         2-5
Serve Co Milik PT Link Net Tbk
Page 17
2.2.2.     Analisis Neraca Historis
           Dari sisi aset, total aset Perusahaan sejak periode 2019 sampai dengan 2023
           memiliki tren yang positif dengan rata-rata pertumbuhan sebesar 17,55%. Pada
           laporan keuangan per 31 Desember 2023, total aset tercatat sebesar Rp
           12.636.281.000.000,- atau naik sebesar 8,51% dari posisi 31 Desember 2022.


           Dari sisi liabilitas, sejalan dengan total aset perusahaan total liabilitas
           Perusahaan pada periode 2019 sampai dengan 2023 memiliki tren yang positif
           dengan rata-rata kenaikan sebesar 43,44%. Pada laporan keuangan per 31
           Desember 2023, total liabilitas tercatat sebesar Rp 8.320.175.000.000,- atau naik
           sebesar 24,61% dari posisi 31 Desember 2022.


           Dari sisi ekuitas, total ekuitas Perusahaan sejak periode 2019 sampai dengan
           2023 memiliki tren yang negatif dengan rata-rata penuruan sebesar 1,41%. Pada
           laporan keuangan per 31 Desember 2023, total aset tercatat sebesar Rp
           4.316.106.000.000,-


2.2.3.     Laporan Laba (Rugi) Historis
           Analisis kinerja keuangan disajikan berdasarkan pada laporan keuangan audit
           untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 hingga 31
           Desember 2023.


                                              Tabel 2.4
                     Laporan Laba Rugi 31 Desember 2019 – 31 Desember 2023
                                       (dalam jutaan Rupiah)
 Deskripsi                                2019        2020        2021         2022        2023
 Laporan Laba Rugi
 Pendapatan                             3.755.262 4.047.964     4.464.900    4.370.781   3.925.581


 Beban
 Beban Depresiasi                       (734.712)   (884.572)   (1.108.442) (1.427.165) (1.623.511)
 Biaya jaringan dan biaya langsung
                                        (747.703)   (868.743)   (963.317)    (980.189)   (825.833)
 lainnya

 Beban gaji dan tunjangan karyawan      (301.334)   (364.242)   (453.228)    (423.404)   (437.043)

 Biaya umum dan administrasi            (528.656)   (505.765)   (269.239)    (270.810)   (420.280)


 Penilaian Unit Bisnis                                                                    2-6
 Serve Co Milik PT Link Net Tbk
Page 18
 Deskripsi                                           2019         2020          2021              2022             2023
 Biaya penjualan dan pemasaran                         -            -        (116.865)       (300.561)           (347.063)
 Penurunan nilai piutang usaha                         -            -        (171.672)       (286.335)           (284.011)
 Biaya amortisasi                                  (40.451)     (46.574)      (51.471)        (63.179)           (67.802)
 Biaya keuangan                                    (73.785)     (142.168)    (203.990)       (286.925)           (514.381)
 Pendapatan keuangan                                18.998       15.049        13.197             4.893           6.131
 Pendapatan/(beban) lain-lain                      (107.312)     (4.320)        9.004          (7.076)            1.967


 (Rugi)/laba sebelum pajak
                                                   1.240.307 1.246.629       1.148.877        330.030            (586.245)
 penghasilan
 Manfaat/(beban) pajak penghasilan                 (345.776)    (304.922)    (263.558)        (89.312)            53.262


 (Rugi)/laba tahun berjalan                        894.531      941.707       885.319         240.718            (532.983)


                                                           Gambar 2.2
                                                   Analisis Laba (Rugi)
                                   5.000.000

                                   4.000.000

                                   3.000.000

                                   2.000.000

                                   1.000.000

                                             -

                                   (1.000.000)
                                                      2019        2020        2021         2022           2023
                    Pendapatan                      3.755.262   4.047.964   4.464.900    4.370.781    3.925.581
                    Laba (Rugi) Sebelum Pajak       1.240.307   1.246.629   1.148.877    330.030      (586.245)
                    Laba (Rugi) Periode Berjalan    894.531      941.707    885.319      240.718      (532.983)



2.2.4.       Analisis Laba (Rugi) Perseroan
             Dari Sisi Pendapatan Usaha, Pendapatan perusahaan dalam 5 periode laporan
             keuangan terakhir 2019 hingga 2023 cukup berfluktuatif, tetapi pada 3 tahun
             terakhir pendapatan perusahaan menurun dengan penurunan sebesar 2,11%
             ditahun 2022 dan sebesar 10,19% ditahun 2023. Pada periode laporan
             keuangan 31 Desember 2022, Pendapatan Usaha Perusahaan tercatat sebesar
             Rp. 4.370.781.000.000,- dan adapun Pendapatan Usaha Perusahaan pada
             periode 31 Desember 2023 tercatat sebesar Rp.3.925.581.000.000,-

 Penilaian Unit Bisnis                                                                                            2-7
 Serve Co Milik PT Link Net Tbk
Page 19
           Dari sisi Laba (Rugi) Sebelum Pajak, Laba sebelum pajak perusahaan dalam
           5 periode laporan keuangan terakhir 2019 hingga 2023 cukup berfluktuatif, tetapi
           pada 3 tahun terakhir laba sebelum pajak perusahaan menurun dengan
           penurunan sebesar 7,84% ditahun 2021, sebesar 71,27% ditahun 2022 dan
           sebesar 277,63% ditahun 2023. Hal ini dikarenakan pada tahun 2023
           perusahaan mencatatkan Rugi Sebelum Pajak, Dimana pada periode laporan
           keuangan 31 Desember 2022, Laba Sebelum Pajak Perusahaan tercatat
           sebesar Rp. 330.030.000.000,- dan Rugi Sebelum Pajak Perusahaan pada
           periode 31 Desember 2023 tercatat sebesar Rp. 586.245.000.000,-


           Dari sisi Laba (Rugi) Bersih, Sejalan dengan laba (rugi) sebelum pajak, Laba
           (Rugi) Bersih perusahaan dalam 5 periode laporan keuangan terakhir 2019
           hingga 2023 cukup berfluktuatif, tetapi pada 3 tahun terakhir Laba (Rugi) Bersih
           perusahaan menurun dengan penurunan sebesar 5,99% ditahun 2021, sebesar
           72,81% ditahun 2022 dan sebesar 321,41% ditahun 2023. Hal ini dikarenakan
           pada tahun 2023 perusahaan mencatatkan Rugi Bersih, Dimana pada periode
           laporan keuangan 31 Desember 2022, Laba Bersih Perusahaan tercatat sebesar
           Rp. 240.718.000.000,- dan adapun Rugi Bersih Perusahaan pada periode 31
           Desember 2023 tercatat sebesar Rp. 532.983.000.000,-


2.2.5.     Analisis Rasio Keuangan
           Berikut ini disajikan analisis rasio keuangan sejak periode 31 Desember 2019
           sampai dengan 31 Desember 2023.


                                                  Tabel 2.5
                                        Rasio Keuangan Perseroan
                  KETERANGAN              2019       2020     2021      2022        2023

             Rasio Likuiditas

             Current Ratio (x)             0,50      0,27     0,44       0,19       0,24
             Cash Ratio (x)                0,16      0,13     0,14       0,03       0,07

             Rasio Aktivitas

             Fixed Asset Turnover (x)      0,75      0,69     0,62       0,51       0,42
             Total Asset Turnover (x)      0,56      0,52     0,46       0,38       0,31
             Sales to Current Asset
                                           4,18      5,23     5,19       4,88       4,88
             Turnover (x)


 Penilaian Unit Bisnis                                                                     2-8
 Serve Co Milik PT Link Net Tbk
Page 20
            Rasio Solvabilitas

            Debt to Total Assets
                                      0,30      0,41        0,46       0,57        0,66
            Ratio (x)
            Debt Equity Ratio (x)     0,43      0,69        0,86       1,34        1,93

            Rasio Profitabilitas

            Net Profit Margin        23,82%    23,26%     19,83%      5,51%      -13,58%
            Return on Equity         19,21%    20,37%     16,87%      4,85%      -12,35%
            Return on Investment     13,45%    12,07%      9,08%      2,07%       -4,22%


          Rasio Likuiditas (Liquidity Ratio)
          Rasio Likuiditas adalah rasio yang menunjukkan kemampuan pengelola
          perusahaan dalam memenuhi kewajiban atau membayar liabilitas Jangka
          Pendeknya.


          Rasio Lancar (Current Ratio) adalah rasio yang menunjukkan nilai relatif antara
          Aset Lancar dan Liabilitas Lancar. Rasio ini dihitung dengan membagi nilai Aset
          Lancar dan Liabilitas Lancar. Rasio Lancar Perusahaan pada 5 tahun terakhir
          dibawah angka 1 yang berarti bahwa perusahaan tidak dapat memenuhi
          kewajiban jangka pendeknya dengan menggunakan aset lancar yang dimiliki.


          Rasio Kas (Cash Ratio) adalah rasio yang digunakan untuk mengidentifikasikan
          sejauh mana dana kas dan setara kas yang tersedia untuk melunasi kewajiban
          lancar atau hutang jangka pendeknya dengan membandingkan total kas dan
          setara kas dengan liabilitas lancar Perusahaan. Rasio kas Perusahaan pada 5
          tahun terakhir dibawah angka 1 yang berarti Perusahaan belum mampu
          membayar kewajiban lancarnya hanya dengan menggunakan kas dan setara
          kas yang tersedia.


          Rasio Aktivitas (Activity Ratio)
          Rasio Aktivitas menunjukkan efektif atau tidaknya suatu perusahaan dalam
          menggunakan sumber-sumber dana yang tersedia. Dari nilai Rasio Aktivitas
          Perusahaan pada periode 31 Desember 2023, dana yang tertanam dalam
          keseluruhan aktiva berputar sebanyak 0,31 kali sedangkan untuk perputaran
          aset tetap Perusahaan sebesar 0,42 kali dan untuk perputaran Penjualan
          perusahaan sebesar 4,88 kali.



Penilaian Unit Bisnis                                                                      2-9
Serve Co Milik PT Link Net Tbk
Page 21
            Rasio Solvabilitas (Solvability Ratio)
            Total Debt to Equity Ratio (DER) Perusahaan periode 31 Desember 2023
            sebesar 1,93 dan Total Debt to Asset Ratio (DAR) Perusahaan periode 31
            Desember 2023 sebesar 0,66.


            Rasio Profitabilitas (Profitability Ratio)
            Analisis Rasio profitabilitas pada tahun 2019 hingga 2022 performa perusahaan
            cukup bagus karena selalu mencatatkan laba bersih dengan rata-rata Net Profit
            Margin sebesar 18,1%, Return on Equity sebesar 15,3% dan Return on
            Investment sebesar 9,2%. Tetapi pada tahun 2023 perusahaan mencatatkan
            rugi bersih sehingga pada rasio profitabilitas negatif.


2.3.        ANALISIS LAPORAN KEUANGAN UNIT BISNIS SERVE CO DAN UNIT
            BISNIS SERVE CO YANG MENJADI OBJEK PENILAIAN
2.3.1.      Laporan Posisi Keuangan Historis
            Berikut gambaran mengenai pemisahan Neraca Unit Bisnis Serve Co
            berdasarkan Laporan Posisi Keuangan PT Link Net periode 31 Desember 2021
            hingga 31 Desember 2023.


                                                 Tabel 2.6
                             Laporan Posisi Keuangan Unit Bisnis Serve Co
                                  Per 31 Desember 2021 – 31 Desember 2023
                                           (dalam jutaan Rupiah)
                           Desciption                     2021        2022         2023
       Assets
       Current assets
       Trade receivables - residential                       49.941    19.390        8.375
       Prepaid expenses                                      48.531    36.933       30.206
       Total current assets                                  98.471    56.322       38.581


       Non-current assets
       Long term portion of prepayment                       14.787    10.411        9.509
       Fixed assets, net                                     50.621    55.927       49.609
       Intangible assets, net                                39.564    52.910       38.131
       Long term portion of advances                          4.819          413     2.856
       Inventories                                           28.972    25.942       20.533
       Other non-current assets                                898           860          78
       Total non-current assets                           139.660     146.464      120.716

 Penilaian Unit Bisnis                                                                    2-10
 Serve Co Milik PT Link Net Tbk
Page 22
                         Desciption                      2021          2022           2023
    Total assets                                         238.131       202.786        159.297


    Liabilities
    Current liabilities
    Trade payables - third party                             28.825     27.074         15.767
    Trade payables - related party                            3.408      5.600               806
    Other payables                                             146            160            104
    Accrued expenses                                         55.169     25.983         26.839
    Customer deposits                                         2.341     33.079         45.637
    Short-term employee benefit liabilities                   6.344     11.491         32.500
    Current maturities of finance lease payables               857            349            296
    Total current liabilities                                97.091    103.735        121.949


    Non-current liabilities
    Finance lease liabilities                                 1.474           257            257
    Employee benefits obligation                             28.307     28.552         22.254
    Total non-current liabilities                            29.780     28.808         22.511
    Total liabilities                                    126.871       132.544        144.460
    Net assets                                           111.260        70.243         14.837


          Berdasarkan Business Transfer Agreement tanggal 22 Mei 2024 antara PT XL
          Axiata, Tbk dan PT Link Net, Tbk, terdapat beberapa akun neraca yang di carve
          out sehingga unit bisnis Serve Co yang menjadi objek penilaian memiliki neraca
          pada 31 Desember 2023 sebagai berikut:


                                                 Tabel 2.7
               Laporan Posisi Keuangan Unit Bisnis Serve Co yang menjadi Objek
                                      Penilaian per 31 Desember 2023
                                          (dalam jutaan Rupiah)
                                         Desciption                                 2023
            Assets
            Current assets
            Trade receivables - residential                                            8.375
            Total current assets                                                       8.375


            Non-current assets
            Total non-current assets                                                         0
            Total assets                                                               8.375

Penilaian Unit Bisnis                                                                            2-11
Serve Co Milik PT Link Net Tbk
Page 23
                                             Desciption                        2023


             Liabilities
             Current liabilities
             Customer deposits                                                   45.637
             Short-term employee benefit liabilities                             32.500
             Total current liabilities                                           78.136


             Non-current liabilities
             Employee benefits obligation                                        22.254
             Total non-current liabilities
             Total liabilities                                                  100.391
             Net assets                                                         (92.015)
           Sumber: Internal Manajemen


                                                        Gambar 2.3
                                             Analisis Neraca Serve Co

                           300.000

                           250.000

                           200.000

                           150.000

                           100.000

                            50.000

                                  -
                                               2021                   2022       2023
                    Total Aset                238.131                202.786    158.071
                    Ekuitas                   111.260                70.243     13.611
                    Total Kewajiban           126.871                132.544    144.460




2.3.2.     Analisis Neraca Historis
           Dari sisi aset, dalam 3 periode laporan keuangan terakhir (2021 - 2023), total
           aset perusahaan mengalami penurunan sebesar 14,84% pada tahun 2022 dan
           sebesar 22,05% pada tahun 2023. Penurunan paling besar terdapat pada akun
           piutang usaha, dimana secara rata-rata, akun ini menurun sebesar 58,99%.


           Dari sisi liabilitas, Liabilitas Perusahaan dalam 3 periode laporan keuangan
           terakhir (2021 - 2023) mengalami kenaikan dengan dengan rata-rata 6,73%.


 Penilaian Unit Bisnis                                                                     2-12
 Serve Co Milik PT Link Net Tbk
Page 24
           Sebagian besar liablitias Perusahaan merupakan Kewajiban Tidak Lancar pada
           kas perusahaan.


           Dari sisi ekuitas, secara total, Ekuitas Perusahaan dalam 3 periode laporan
           keuangan terakhir (2021 - 2023) menurun, Dimana hal ini disebabkan oleh
           berkurangnya Total Aset disetiap tahun, serta meningkatnya total liabilitas
           disetiap tahun.


2.3.3.     Laporan Laba Rugi
           Berikut gambaran mengenai pemisahan Laba Rugi Unit Bisnis Serve Co
           berdasarkan Laporan Posisi Keuangan PT Link Net periode 31 Desember 2021
           hingga 31 Desember 2023.
                                                 Tabel 2.7
                      Laporan Laba Rugi 31 Desember 2021 – 31 Desember 2023
                                           (dalam jutaan Rupiah)
                              Desciption                     2021       2022        2023
             Profit & Loss
             Revenue                                     3.594.197      3.360.004   2.918.432


             Expenses
             Depreciation and Amortisation expenses           -20.230     -29.139     -34.752
             Network expenses and other direct
             expenses                                        -490.863    -371.034    -370.381
             Salaries and employee benefits expenses         -240.944    -298.972    -316.826
             General and administrative expenses              -13.724     -15.750     -10.101
             Sales and marketing expenses                     -98.734    -107.064    -109.550
             Impairment of trade receivables                 -208.160    -177.933     -80.999
             Finance costs                                    -33.414     -29.499     -26.877
             Finance income
             Other income/(expenses)                            -268      17.775        -320


             (Loss)/profit before income tax             2.487.860      2.348.387   1.968.625
             Income tax benefit/(expenses)                   -644.839    -733.961             0


             Loss)/profit for the year                   1.843.021      1.614.426   1.968.625


 Penilaian Unit Bisnis                                                                 2-13
 Serve Co Milik PT Link Net Tbk
Page 25
                                                    Gambar 2.4
                                           Analisis Laba Rugi Serve Co
                                     4.000.000
                                     3.500.000
                                     3.000.000
                                     2.500.000
                                     2.000.000
                                     1.500.000
                                     1.000.000
                                      500.000
                                              -
                                                      2021           2022        2023
                     Pendapatan                     3.594.197      3.360.004   2.918.432
                     Laba (Rugi) Sebelum Pajak      2.487.860      2.348.387   1.968.625
                     Laba (Rugi) Periode Berjalan   1.843.021      1.614.426   1.968.625



2.3.4.     Analisis Laba (Rugi) Historis
           Dari Sisi Pendapatan Usaha, Pendapatan perusahaan dalam 3 periode laporan
           keuangan terakhir 2021 hingga 2023 memiliki rata-rata penurunan sebesar
           9,83%. Pada periode laporan keuangan 31 Desember 2022, Pendapatan Usaha
           Perusahaan tercatat sebesar Rp. 3.360.003.539.983,- dan adapun Pendapatan
           Usaha Perusahaan pada periode 31 Desember 2023 tercatat sebesar
           Rp.2.918.432.279.880,-


           Dari sisi Laba (Rugi) Sebelum Pajak, Sejalan dengan pendapatan
           perusahaan, laba sebelum pajak perusahaan dari tahun 2021 hingga 2023
           memiliki rata-rata penurunan sebesar 10,89%. Pada periode laporan keuangan
           31 Desember 2022, Laba Sebelum Pajak Perusahaan tercatat sebesar Rp.
           2.348.386.930.035,- dan adapun Laba Sebelum Pajak Perusahaan pada
           periode 31 Desember 2023 tercatat sebesar Rp. 1.968.625.482.210,-


           Dari sisi Laba (Rugi) Bersih, Laba bersih perusahaan dalam 3 periode laporan
           keuangan terakhir 2021 hingga 2023 memiliki rata-rata peningkatan sebesar
           4,77% dan pada tahun 2022 laba bersih perusahaan tercatat sebesar Rp.
           1.614.425.760.440. dan per 31 Desember 2023 perusahaan mencatatkan laba
           bersih sebesar Rp. 1.968.625.482.210




 Penilaian Unit Bisnis                                                                     2-14
 Serve Co Milik PT Link Net Tbk
Page 26
                                     BAGIAN - 3
                                  MARKET OVERVIEW


3.1.     PEREKONOMIAN DUNIA
         Pertumbuhan ekonomi dunia melambat dengan ketidakpastian pasar keuangan
         yang mereda. Ekonomi global diprakirakan tumbuh sebesar 3,0% pada 2023 dan
         melambat menjadi 2,8% pada 2024. Ekonomi Amerika Serikat (AS) dan India
         tetap kuat didukung konsumsi rumah tangga dan investasi. Sementara itu,
         ekonomi Tiongkok melambat seiring dengan tetap lemahnya konsumsi rumah
         tangga dan investasi sebagai dampak lanjutan dari pelemahan kinerja sektor
         properti, serta terbatasnya stimulus fiskal. Penurunan inflasi di negara maju,
         termasuk AS, berlanjut, meski masih berada di atas sasaran, sementara inflasi
         Tiongkok menurun dipengaruhi oleh pertumbuhan ekonomi yang melambat.
         Siklus kenaikan suku bunga kebijakan moneter negara maju, termasuk Fed
         Funds Rate (FFR), diprakirakan telah berakhir meskipun masih bertahan tinggi
         pada semester I 2024, dengan kemungkinan akan mulai menurun pada
         semester II 2024.


         Yield obligasi Pemerintah negara maju, termasuk US Treasury, menurun secara
         gradual tapi masih berada di level tinggi sejalan dengan premi risiko jangka
         panjang (term-premia) terkait besarnya pembiayaan fiskal dan utang pemerintah
         AS. Tekanan penguatan nilai tukar dolar AS terhadap berbagai mata uang dunia
         juga berkurang. Perkembangan tersebut mendorong berlanjutnya aliran masuk
         modal asing dan mengurangi tekanan pelemahan nilai tukar di emerging market,
         termasuk Indonesia. Ke depan, beberapa risiko global tetap perlu dicermati
         karena dapat memengaruhi ketidakpastian perekonomian dunia, seperti
         berlanjutnya ketegangan geopolitik, pelemahan ekonomi di sejumlah negara
         utama, termasuk Tiongkok, serta kepastian waktu dan besarnya penurunan suku
         bunga moneter negara maju, khususnya FFR.




 Penilaian Unit Bisnis                                                             3-1
 Serve Co Milik PT Link Net Tbk
Page 27
                                            Table 3.1.
                                      Pertumbuhan PDB Dunia




         Sumber: IMF WEO dan *Proyeksi Bank Indonesia dalam Laporan Kebijakan Moneter
                   Triwulan IV 2023


3.2.     PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA
         Pemulihan ekonomi Indonesia terus berlanjut ditopang oleh permintaan
         domestik. Pertumbuhan ekonomi 2023 diprakirakan dalam kisaran 4,5-5,3%,
         didorong oleh konsumsi dan investasi sejalan dengan akselerasi belanja
         Pemerintah pada akhir tahun dan percepatan penyelesaian beberapa Proyek
         Strategis Nasional (PSN). Pada 2024, pertumbuhan ekonomi diprakirakan
         meningkat dalam kisaran 4,7-5,5% didukung oleh permintaan domestik
         utamanya berlanjutnya pertumbuhan konsumsi, termasuk dampak positif
         penyelenggaraan pemilu, serta peningkatan investasi khususnya bangunan
         sejalan dengan berlanjutnya pembangunan PSN termasuk Ibu Kota Nusantara
         (IKN).


         Sementara itu, kinerja ekspor diprakirakan belum kuat sebagai dampak
         perlambatan ekonomi global dan penurunan harga komoditas. Berdasarkan
         Lapangan Usaha (LU), prospek LU Industri Pengolahan, Perdagangan Besar
         dan Eceran, Informasi dan Komunikasi, Konstruksi, serta Transportasi dan
         Pergudangan diprakirakan tetap tumbuh baik. Sementara secara spasial,
         pertumbuhan yang baik diprakirakan terjadi di seluruh wilayah, terutama
         Sulawesi-Maluku-Papua (Sulampua) sejalan dengan dampak positif hilirisasi
         mineral, serta Jawa akibat permintaan domestik yang masih kuat. Ke depan,
 Penilaian Unit Bisnis                                                           3-2
 Serve Co Milik PT Link Net Tbk
Page 28
        Bank Indonesia akan terus memperkuat sinergi stimulus fiskal Pemerintah
        dengan       stimulus    makroprudensial   Bank    Indonesia    untuk   mendorong
        pertumbuhan ekonomi, khususnya dari sisi permintaan domestik.


                                              Tabel 3.2.
          Pertumbuhan PDB Domestik & Komponen Berdasarkan Lapangan Usaha




                    Sumber : BPS dalam Laporan Kebijakan Moneter Triwulan IV 2023


                                              Tabel 3.3.
            Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen Berdasarkan Pengeluaran




                    Sumber : BPS dalam Laporan Kebijakan Moneter Triwulan IV 2023


Penilaian Unit Bisnis                                                                 3-3
Serve Co Milik PT Link Net Tbk
Page 29
3.2.1.   NERACA PEMBAYARAN INDONESIA
         Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) 2023 diprakirakan mencatat surplus
         sehingga mendukung ketahanan eksternal. Surplus neraca perdagangan
         berlanjut pada Desember 2023 yang tercatat 3,3 miliar dolar AS dipengaruhi oleh
         kinerja ekspor komoditas utama Indonesia yang tetap kuat, seperti batu bara
         serta besi dan baja. Perkembangan ini mendukung transaksi berjalan 2023 tetap
         sehat dan diprakirakan dalam kisaran surplus 0,4% sampai dengan defisit 0,4%
         dari PDB. Aliran masuk modal asing dalam bentuk investasi portofolio ke pasar
         keuangan domestik juga terus berlanjut dengan net inflows hingga akhir tahun
         2023 tercatat sebesar 5,4 miliar dolar AS dan pada Januari 2024 (hingga 15
         Januari 2024) tercatat sebesar 3,0 miliar dolar AS. Posisi cadangan devisa
         Indonesia pada akhir Desember 2023 tercatat meningkat menjadi 146,4 miliar
         dolar AS, setara dengan pembiayaan 6,7 bulan impor atau 6,5 bulan impor dan
         pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar
         kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.


         Pada tahun 2024, NPI diprakirakan tetap surplus dengan defisit transaksi
         berjalan yang rendah dalam kisaran defisit 0,1% sampai dengan defisit 0,9% dari
         PDB. Sementara itu, surplus neraca transaksi modal dan finansial diprakirakan
         berlanjut didukung oleh aliran masuk modal asing sejalan dengan persepsi positif
         investor terhadap prospek perekonomian domestik yang lebih baik dan imbal
         hasil investasi yang menarik.




 Penilaian Unit Bisnis                                                               3-4
 Serve Co Milik PT Link Net Tbk
Page 30
                                               Tabel 3.4.
                                    Neraca Pembayaran Indonesia




              Sumber : Bank Indonesia, Laporan Kebijakan Moneter Triwulan IV 2023.
                        *Angka Sementara; **Angka Sangat Sementara


3.2.2.   NILAI TUKAR RUPIAH
         Stabilitas nilai tukar Rupiah terjaga, sejalan dengan konsistensi kebijakan
         moneter yang ditempuh Bank Indonesia. Nilai tukar Rupiah hingga 16 Januari
         2024 relatif stabil, hanya melemah 1,24% dari akhir Desember 2023, dengan
         kebijakan stabilisasi Bank Indonesia dan kembali masuknya aliran portofolio
         asing, sejalan dengan tetap menariknya imbal hasil aset keuangan domestik dan
         tetap positifnya prospek ekonomi Indonesia. Perkembangan nilai tukar Rupiah
         tersebut relatif lebih baik dibandingkan dengan mata uang regional lainnya,
         seperti Ringgit Malaysia, Baht Thailand, dan Won Korea Selatan yang masing-
         masing tercatat melemah sebesar 1,95%, 2,82%, dan 3,24%.


         Ke depan, nilai tukar Rupiah akan tetap stabil dengan kecenderungan menguat
         didukung oleh meredanya ketidakpastian global, kecenderungan penurunan yield
         obligasi negara maju, dan menurunnya tekanan penguatan dolar AS. Positifnya
         perkembangan nilai tukar Rupiah ke depan didukung oleh kebijakan stabilisasi
         Bank Indonesia serta penguatan strategi operasi moneter pro-market melalui
         optimalisasi instrumen SRBI, SVBI, dan SUVBI dalam rangka menarik aliran
         masuk portofolio asing dan pendalaman pasar uang. Koordinasi erat Bank
         Indonesia dengan Pemerintah, perbankan, dan dunia usaha terus diperkuat

 Penilaian Unit Bisnis                                                               3-5
 Serve Co Milik PT Link Net Tbk
Page 31
         untuk mendukung implementasi instrumen penempatan valas Devisa Hasil
         Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) sejalan dengan PP Nomor 36 Tahun
         2023..


                                             Grafik 3.1.
                                      Rupiah vs Negara Kawasan




             Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan IV 2023 (Data s.d 16 Januari 2024)


3.2.3.   INFLASI
         Inflasi menurun dan terjaga dalam kisaran sasaran. Inflasi IHK Desember
         2023 tercatat sebesar 2,61% (yoy) menurun dari tahun sebelumnya sebesar
         5,51% (yoy) sehingga berada dalam kisaran 3,0±1%. Penurunan inflasi
         dipengaruhi oleh terjaganya berbagai komponen inflasi sebagai hasil nyata
         konsistensi kebijakan moneter Bank Indonesia yang pro-stability serta sinergi
         erat kebijakan Bank Indonesia dengan Pemerintah Pusat dan Daerah. Inflasi
         inti 2023 terjaga rendah sebesar 1,80% (yoy) dipengaruhi oleh imported
         inflation yang rendah, ekspektasi inflasi yang terjangkar dalam sasaran, dan
         kapasitas perekonomian yang masih besar dan dapat merespons permintaan
         domestik. Inflasi volatile food juga terkendali sebesar 6,73% (yoy) didukung
         oleh eratnya sinergi pengendalian inflasi antara Bank Indonesia dengan TPIP
         dan      TPID      melalui   penguatan   GNPIP     di   berbagai    daerah    dalam
         mengendalikan harga pangan, termasuk dari dampak El Nino. Inflasi
         kelompok administered prices tercatat sebesar 1,72% (yoy), sejalan
         minimalnya kebijakan penyesuaian harga komoditas yang diatur oleh

 Penilaian Unit Bisnis                                                                       3-6
 Serve Co Milik PT Link Net Tbk
Page 32
         Pemerintah. Ke depan, Bank Indonesia terus memperkuat kebijakan moneter
         yang pro-stability dan mempererat sinergi kebijakan dengan Pemerintah
         guna memastikan inflasi 2024 berada dalam kisaran 2,5±1%.


                                                Grafik 3.2.
                                       Inflasi IHK dan Komponen




                       Sumber: BPS dalam Laporan Kebijakan Moneter Triwulan IV 2023



3.3.     PERTUMBUHAN INDUSTRI MEDIA DAN HIBURAN
         Setelah pertumbuhan pesat sebesar 10,6% pada tahun 2021 dan lonjakan
         signifikan     dalam     pertumbuhan     industri    setelah   pandemi   mereda,   laju
         pertumbuhan industri hiburan dan media diproyeksikan menurun dalam empat
         tahun ke depan – 2024 – 2027. Analis PwC memperkirakan tingkat pertumbuhan
         industri tahunan akan mencapai 2,8% pada tahun 2027, yang menggarisbawahi
         kalibrasi ulang dalam industri media dan hiburan.


         Perlambatan ini disebabkan oleh berbagai faktor, dimana sektor-sektor utama
         tertentu mengalami penurunan lonjakan pendapatan dan perhatian yang terlihat
         pada awal pandemi. Contoh penting adalah industri podcast, yang mengalami
         penurunan substansial dalam pembuatan materi podcast sebesar 80% antara
         tahun 2020 dan 2022. Tantangan utama pada tahun 2024 dan seterusnya
         terletak pada belanja konsumen, yang terhambat oleh inflasi, kelelahan akibat
         pandemi, dan ketidakpastian peristiwa global.
         Belanja konsumen di bidang media dan hiburan diproyeksikan tumbuh pada
         tingkat pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) sebesar 2,4% antara tahun

 Penilaian Unit Bisnis                                                                      3-7
 Serve Co Milik PT Link Net Tbk
Page 33
         2024 dan 2027, sehingga menghasilkan ukuran pasar sebesar US$903,2 miliar.
         Seiring dengan meningkatnya keterlibatan e-commerce dan platform digital,
         perusahaan-perusahaan di seluruh dunia akan mengintensifkan pengeluaran
         untuk terhubung dengan konsumen pada saat pengambilan keputusan.


         Sementara itu, kita akan melihat pemimpin yang jelas di tengah perlambatan.
         Pada tahun 2025, periklanan diproyeksikan akan melampaui belanja konsumen
         sebagai kategori terbesar dalam E&M, didorong oleh pertumbuhan belanja iklan
         internet yang kuat sebesar 8,1% pada tahun 2022. Pendapatan iklan
         diperkirakan meningkat dari US$763,7 miliar menjadi US$952,6 miliar secara
         global selama periode 2022– 2027. Dengan demikian, periklanan diharapkan
         menjadi kategori E&M pertama yang mencapai pendapatan tahunan sebesar
         US$1 triliun.


         PwC juga memperkirakan akan terjadi peningkatan jumlah penyedia konten
         digital, sehingga persaingan semakin ketat di lanskap yang sudah kaya akan
         konten. Akibatnya, meskipun ada peningkatan waktu yang dihabiskan untuk
         mengakses konten hiburan dan media, belanja konsumen per kapita di industri
         hiburan dan media digital diperkirakan akan menurun, turun dari 0,53% rata-rata
         pendapatan pribadi pada tahun 2023 menjadi 0,45% pada tahun 2027.


3.3.1.   Pasar Media Dan Hiburan
         Streaming       over-the-top   (OTT),   yang   merupakan   katalis   penting   bagi
         pertumbuhan industri, mengalami ekspansi pesat di negara-negara berkembang,
         khususnya di Indonesia dan mendisrupsi pasar PayTV eksisting. Lonjakan ini
         disebabkan oleh faktor-faktor seperti besarnya populasi pedesaan yang secara
         historis kurang terlayani, proliferasi broadband seluler, dan tingginya permintaan
         akan konten lokal dan olahraga. Setelah menghentikan sinyal siaran analog
         terestrial, pada tahun 2022 Indonesia menjadi negara dengan tingkat konsumsi
         video OTT tertinggi di Asia Tenggara. Sekitar satu dari tiga orang Indonesia
         terlibat dengan layanan streaming, sehingga menghasilkan pertumbuhan jam
         menonton tahunan yang luar biasa sebesar 40%.




 Penilaian Unit Bisnis                                                                  3-8
 Serve Co Milik PT Link Net Tbk
Page 34
                                           Gambar 3.1
                    Total Pendapatan Industri Media dan Hiburan Secara Global




         Lanskap streaming di Indonesia adalah medan pertempuran bagi raksasa global
         seperti Netflix, Amazon Prime, Disney+, Hotstar, dan HBO Go, yang menghadapi
         persaingan dari komunitas pemain lokal dan regional yang dinamis seperti
         WeTV, GoPlay, Mola TV, dan Vidio. Prospek pertumbuhan jangka panjang
         Indonesia didorong oleh pembangunan infrastruktur, termasuk pembangunan
         kabel bawah laut untuk menyediakan akses broadband berkecepatan tinggi di
         seluruh nusantara.


         Indonesia, bersama Tiongkok dan India, menonjol di Asia karena kombinasi
         ukuran dan skala pasar yang ada, ditambah dengan antisipasi pertumbuhan
         pesat dalam belanja konsumen dan periklanan. Meskipun AS tetap menjadi
         pasar E&M terbesar, pasar E&M Indonesia mengalami kemajuan signifikan,
         menduduki peringkat ke-15 terbesar dengan pendapatan tahunan sebesar
         US$13 miliar dan menyaingi negara-negara seperti Brasil, Meksiko, dan
         Spanyol. Pasar Indonesia siap untuk mengalami pertumbuhan yang kuat,
         dengan perkiraan CAGR sebesar 7,7% dalam pendapatan keseluruhan (belanja
         konsumen dan periklanan) hingga tahun 2027.


3.4.    INDUSTRI FIXED BROADBAND
        Menurut laporan Speedtest Global Index, nilai tengah atau median kecepatan
        download (unduh) internet fixed broadband secara global mencapai 90,93 Megabit
        per detik (Mbps) pada Desember 2023. Di kelompok ASEAN, Singapura jadi

 Penilaian Unit Bisnis                                                            3-9
 Serve Co Milik PT Link Net Tbk
Page 35
       negara dengan koneksi internet fixed broadband tercepat, yakni 270,62 Mbps
       dalam periode tersebut. Median kecepatannya hampir tiga kali lebih cepat dari
       rata-rata global. Lalu di urutan kedua ada Thailand yang memiliki median
       kecepatan unduh fixed broadband 221,32 Mbps. Disusul oleh Malaysia di
       peringkat ketiga dengan median kecepatan 111,70 Mbps. Indonesia sendiri
       menempati posisi ke-9 sebagai negara dengan median kecepatan unduh tercepat
       se-ASEAN, yaitu 27,87 Mbps. Median kecepatannya masih jauh dari rerata global.


                                            Grafik 3.3
        10 Negara dengan Median Kecepatan Internet Fixed Broadband Terkencang
                                 di Asia Tenggara (Desember 2023)




       Persaingan bisnis di sektor layanan internet fixed broadband di Indonesia semakin
       ketat. Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) melihat, industri ini
       juga menunjukkan pertumbuhan yang kuat dan ekspansi jaringan yang siginifikan
       oleh sejumlah provider. Tercatat, jumlah pelanggan internet fixed broadband
       tahun 2023 mencapai 14,91 juta. Sementara untuk tahun 2024 diprediksi
       mencapai 18,30 juta pelanggan. Berdasarkan survei APJII tahun 2023, IndiHome

Penilaian Unit Bisnis                                                                3 - 10
Serve Co Milik PT Link Net Tbk
Page 36
       mendominasi pasar layanan fixed broadband di Indonesia dengan market share
       sebesar 54,21%, jauh melebihi pesaing terdekatnya seperti First Media (5,03%)
       dan My Republic (2,92%).


       Berikut jumlah total pelanggan di masing-masing provider menurut data APJII:
       1. IndiHome: Sekitar 8,08 juta pelanggan.
       2. First Media: Sekitar 750.000 pelanggan.
       3. My Republic: Sekitar 435.000 pelanggan.
       4. ICONNET: Sekitar 398.000 pelanggan.
       5. Vision: Sekitar 368.000 pelanggan.
       6. Biznet: Sekitar 349.000 pelanggan.
       7. CBN: Sekitar 227.000 pelanggan.
       8. XL Home: Sekitar 222.000 pelanggan.




Penilaian Unit Bisnis                                                             3 - 11
Serve Co Milik PT Link Net Tbk
Page 37
                                          BAGIAN - 4
                                          PENILAIAN

4.1.       OBJEK PENILAIAN
           Objek Penilaian pada laporan penilaian ini adalah Unit Bisnis Serve Co milik
           PT Link Net Tbk pada tanggal 31 Desember 2023.


4.2.       DATA, INFORMASI DAN REFERENSI PENILAIAN
           Dalam melaksanakan penugasan ini kami menelaah, mempertimbangkan, dan
           mengacu serta menganalisis data, informasi, sebagai berikut:
                Anggaran Dasar Perusahaan dan Akta perubahannya.
                Laporan Keuangan PT Link Net Tbk per 31 Desember 2019 yang telah
                 diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar &
                 Rekan dengan opini wajar tanpa pengecualian.
                Laporan Keuangan PT Link Net Tbk per 31 Desember 2020 yang telah
                 diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Purwantono, Sungkoro & Surja dengan
                 opini wajar tanpa pengecualian.
                Laporan Keuangan PT Link Net Tbk per 31 Desember 2021 yang telah
                 diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Purwantono, Sungkoro & Surja dengan
                 opini wajar tanpa pengecualian.
                Laporan Keuangan PT Link Net Tbk per 31 Desember 2022 yang telah
                 diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Purwantono, Sungkoro & Surja dengan
                 opini wajar tanpa pengecualian.
                Laporan Keuangan PT Link Net Tbk per 31 Desember 2023 yang telah
                 diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan
                 dengan Opini Wajar tanpa pengecualian.
                Laporan Keuangan (Proforma) Unit Bisnis per 31 Desember 2021 sampai
                 dengan 31 Desember 2023 yang telah disiapkan oleh PT KPMG Siddharta
                 Advisory.
                Business Plan Perusahaan.
                Tinjauan terhadap kondisi fundamental Perseroan, yang menyangkut
                 sejarah singkat Perseroan, struktur modal dan susunan pengurus, deskripsi
                 bidang usaha dan kinerja keuangan, serta memperhatikan kondisi makro
                 yang ada.




 Penilaian Unit Bisnis                                                                4-1
 Serve Co Milik PT Link Net Tbk
Page 38
                Informasi internal perusahaan lainnya dan hasil wawancara dengan pihak
                 Manajemen.
                Informasi ekonomi dan industri yang dikeluarkan oleh pihak ketiga, baik
                 berdasarkan media cetak, elektronik, dan hasil analisis lain dari pihak
                 independen yang kami anggap relevan.


4.3.       PENDEKATAN PENILAIAN
           Proses penilaian dilaksanakan dengan mengaplikasikan metode yang berlaku
           umum dalam penilaian sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
           (“POJK”) Nomor 35/POJK.04/2020 dan SEOJK No.17/SEOJK.04/2020 tentang
           Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal. Sesuai
           dengan Lingkup Penilalaian yang telah diuraikan pada Bagian-1, untuk tujuan
           penilaian ini kami menggunakan 2 (dua) pendekatan penilaian yakni:
           1. Pendekatan Pendapatan (Income Approach) dengan menggunakan metode
               Discounted Cash Flow, paling sesuai apabila jumlah pendapatan yang dapat
               diperoleh perusahaan di masa yang akan datang dapat diperkirakan dengan
               cukup meyakinkan. Setelah mempelajari karakteristik dari kegiatann usaha
               SMR seperti kinerja keuangan historisnya, kondisi eksisting operasional,
               proyeksi keuangaan yang disampaikan manajemen, maka kami berpendapat
               pendekatan ini dapat digunakan dalam penilaian saham SMR, dimana
               metode yang akan digunakan adalah DCF dengan model arus kas bebas
               untuk perusahaan (Free Cash Flow to Firm/ FCFF).
           2. Pendekatan Pasar (Market Approach) dengan menggunakan metode
               Guideline Publicly Traded Company (GPTC), paling sesuai apabila terdapat
               perusahaan yang sepadan dan sebanding dengan perusahaan yang akan
               dinilai. Oleh karena itu pendekatan ini dapat digunakan dalam penilaian
               saham SMR, dimana metode yang akan digunakan adalah metode Guideline
               Publicly Traded Company (GPTC).


           Selanjutnya indikasi nilai yang diperoleh dari kedua pendekatan tersebut kami
           rekonsiliasi dengan pembobotan yang sesuai untuk mendapatkan Indikasi Nilai
           Pasar.




 Penilaian Unit Bisnis                                                              4-2
 Serve Co Milik PT Link Net Tbk
Page 39
4.3.1.     Pendekatan Pendapatan
4.3.1.1.   Proses Penilaian
           Didalam penilaian dengan Pendekatan Pendapatan yang menggunakan metode
           Diskonto Arus Kas (DCF), langkah-langkah penilaian yang dilakukan adalah
           sebagai berikut.
           1.    Menetukan Pendekatan dan Metode penilaian yang tepat untuk digunakan.
           2.    Menetapkan model Arus Kas yang akan dipakai.
           3.    Melakukan Analisis Internal dan Eksternal:
                  melakukan evaluasi dan analisis terhadap data historis dan data internal
                    termasuk wawancara dengan manajemen;
                  Melakukan evaluasi dan analisis terhadap data eksternal seperti kondisi
                    pasar, ekonomi, peraturan yang berlaku dan lain sebagainya yang
                    relevan dengan penilaian;
           4.    Melakukan analisis terhadap Informasi Keuangan Prospektif atau Business
                 Plan yang dibuat oleh perusahaan untuk disesuaikan sebagai dasar
                 penyusunan Proyeksi Arus Kas Unit Bisnis.
           5.    Menetapkan asumsi sewa aset, karena Unit Bisnis tidak memiliki aset
                 penunjang operasional.
           6.    Menentukan periode ekplisit yang paling tepat, dimana Arus Kas akan
                 diproyeksikan. Dalam penilaian ini proyeksi arus kas diproyeksikan untuk
                 periode 10 tahun.
           7.    Menetapkan Proyeksi Arus Kas untuk periode tersebut diatas berdasarkan
                 asumsi – asumsi yang dibangun dari hasil evaluasi dan analisis terhadap
                 data internal dan eksternal dimaksud diatas.
           8.    Menetapkan besaran arus kas periode kekal dengan asumsi bahwa
                 perusahaan bergerak secara going concern.
           9.    Menentukan tingkat diskonto yang tepat dan sesuai, dan menerapkan
                 tingkat diskonto dimaksud pada arus kas yang diproyeksikan untuk
                 mendapatkan Nilai Perusahaan (Firm Value).
           10. Nilai Perusahaan dimaksud ditambah dan dikurang dengan nilai aset non
                 operasional untuk mendapatkan Nilai Ekuitas atau Nilai Saham perusahaan.


4.3.1.2.   Asumsi - Asumsi
           Nilai pasar saham Unit Bisnis ditentukan menggunakan Pendekatan Pendapatan
           dengan metode Arus Kas Terdiskonto / Discounted Cash Flow, dimana proyeksi
           yang digunakan merupakan proyeksi yang bersumber dari business plan Unit
           Bisnis. Pada business plan tersebut, Unit Bisnis diasumsikan sebagai

 Penilaian Unit Bisnis                                                                 4-3
 Serve Co Milik PT Link Net Tbk
Page 40
           perusahaan yang going concern. Adapun asumsi-asumsi pembentuk business
           plan tersebut akan dijelaskan sebagai berikut.


4.3.1.2.1. Asumsi Laba Rugi
                Asumsi Pendapatan
                 Sumber pendapatan unit bisnis berasal dari penjualan TV Kabel dan
                 Internet.
                 - Subscribers
                    Proyeksi atas jumlah subscribers dalam business plan didasarkan pada
                    target penjualan yang telah ditetapkan oleh manajemen dengan rincian
                    per tahun. Besaran subscribers adalah sebagai berikut:


                                                           Tabel 4.2
                                                          Subscribers
                         Uraian                 2024         2025       2026       2027      2028
                      Subscribers              756.687      765.909    777.725    791.457   806.691


                             Uraian             2029         2030       2031       2032      2033
                      Subscribers              823.178      840.777    858.796    877.080   895.783



                    Berdasarkan besaran subscriber diatas, manajemen menentukan attach
                    rate untuk menentukan jumlah subscriber yang berlangganan TV Kabel
                    dan Internet atau hanya berlangganan Internet. Sehingga diperoleh
                    pembagian subscribers sebagai berikut:


                                                           Tabel 4.3
                                            TV Kabel dan Internet Subscribers
                          Uraian                 2024         2025       2026       2027      2028
                      TV Kabel Subscriber       479.671     412.689     356.198   308.114   266.938
                      Internet Subscriber       756.687     765.909     777.725   791.457   806.691


                             Uraian              2029         2030       2031       2032      2033
                      TV Kabel
                                                231.535     201.012     174.522   151.502   131.523
                      Subscribers
                      Internet Subscribers      823.178     840.777     858.796   877.080   895.783



                 - Average Revenue Per User (ARPU)
                    Satuan harga jual pada industry TV Kabel dan Internet di cerminkan pada
                    besaran ARPU. ARPU diasumsikan menggunakan tahun dasar 2023,
 Penilaian Unit Bisnis                                                                              4-4
 Serve Co Milik PT Link Net Tbk
Page 41
                   yaitu sebesar Rp197.000/subscriber/bulan untuk TV Kabel dan
                   Rp143.000/subscriber/bulan untuk Internet.


                   ARPU TV Kabel diasumsikan berkurang sebesar 1,5% pertahun, dan
                   ARPU Internet bertumbuh sebesar 2,6% pertahun. Persentase ini
                   diperoleh berdasarkan tren historis perusahaan.


               Asumsi Beban Pokok Penjualan
                Beban Pokok Pendapatan terdiri atas 6 (enam) komponen Beban yaitu
                Beban Broadband internet, Beban Media, Beban Government levy, Beban
                Fiber Lease, Beban Office Rental dan Beban Lainnya.


                - Beban Broadband internet
                   Beban Broadband Internet merupakan Beban yang timbul atas
                   pendapatan Internet. Beban ini diasumsikan sebesar 7,4% dari
                   pendapatan Internet. Persentase ini diperoleh berdasarkan besaran
                   Beban historis Perusahaan.


                - Beban Media
                   Beban Media merupakan Beban yang timbul atas pendapatan Kable TV
                   diasumsikan sebesar 15,9% dari pendapatan TV kabel. Persentase ini
                   diperoleh berdasarkan besaran Beban historis Perusahaan.


                - Beban Government levy
                   Beban Government Levy merupakan Beban yang timbul atas
                   pendapatan Internet. Beban ini diasumsikan sebesar 1,75% dari
                   pendapatan Internet. Persentase ini diperoleh berdasarkan besaran
                   Beban historis Perusahaan.


                - Beban Fiber Lease
                   Beban Fiber Lease merupakan Beban yang timbul karena pada saat
                   dilakukan penilaian, unit bisnis tidak memiliki aset Fiber Optic, Dimana
                   Fiber Optic merupakan aset penunjang untuk operasional unit bisnis
                   tersebut. Sehingga diperlukan adanya asumsi Sewa Fiber Optic.




Penilaian Unit Bisnis                                                                  4-5
Serve Co Milik PT Link Net Tbk
Page 42
                   Beban ini diasumsikan sebesar Rp120.000/subscriber/bulan untuk
                   tingkat       penetrasi   sampai   dengan     25%      dan     sebesar
                   Rp80.000/subscriber/bulan untuk tingkat penetrasi lebih dari 25%, serta
                   mengalami peningkatan sebesar 0,6%/tahun didasarkan pada rata – rata
                   historis inflasi Indonesia.


                - Beban Instalation Services
                   Beban Instalation Service merupakan Beban yang timbul saat
                   pemasangan STB dan Modem di Pelanggan.


                   Beban ini diasumsikan sebesar Rp600.000/subscriber baru dan
                   mengalami peningkatan sebesar 0,6%/tahun didasarkan pada rata – rata
                   historis inflasi Indonesia.


                - Beban Rental Office Space
                   Beban Rental Office Space merupakan Beban yang timbul karena pada
                   saat dilakukan penilaian, unit bisnis tidak memiliki aset berupa Office
                   space maupun unit bangunan lainnya, Dimana aset tersebut merupakan
                   aset penunjang untuk operasional unit bisnis tersebut. Sehingga
                   diperlukan adanya asumsi Sewa Office Space.


                   Beban ini diasumsikan sebesar Rp1.000.000.000/tahun dan mengalami
                   peningkatan sebesar 2,88%/tahun didasarkan pada rata – rata historis
                   inflasi Indonesia.


                - Beban Lainnya
                   Beban lainnya merupakan Beban penunjang pendapatan Internet dan
                   TV Kabel yang tidak dapat di distribusikan ke masing-masing
                   pendapatan. Beban ini diasumsikan sebesar 0,1% dari total pendapatan.


               Asumsi Beban Penjualan
                Beban Penjualan unit bisnis terdiri atas 4 (empat) komponen Beban, yaitu
                Beban Gaji dan Upah, Beban Komisi, Beban Promosi, dan Beban lainnya.




Penilaian Unit Bisnis                                                                 4-6
Serve Co Milik PT Link Net Tbk
Page 43
                - Beban Gaji dan Upah
                   Beban gaji dan upah merupakan Beban yang dibebankan untuk
                   membayarkan gaji dan upah marketing lapangan. Beban ini diasumsikan
                   sebesar 6,7% dari total pendapatan. Persentase ini diperoleh
                   berdasarkan besaran Beban historis Perusahaan.


                - Beban Komisi
                   Beban komisi merupakan Beban yang dibebankan untuk membayarkan
                   komisi dan bonus untuk marketing lapangan yang mencapai target
                   penjualan. Beban ini diasumsikan sebesar 1,8% dari total pendapatan.
                   Persentase    ini   diperoleh   berdasarkan   besaran    Beban    historis
                   Perusahaan.


                - Beban Promosi
                   Beban promosi merupakan Beban yang timbul akibat kegiatan promo
                   produk yang dilakukan oleh marketing lapangan. Beban ini diasumsikan
                   sebesar 1,1% dari total pendapatan. Persentase ini diperoleh
                   berdasarkan besaran Beban historis Perusahaan.


                - Beban lainnya
                   Beban lainnya merupakan Beban lain-lain yang saat proses penjualan
                   produk. Beban ini diasumsikan sebesar 0,3% dari total pendapatan.
                   Persentase    ini   diperoleh   berdasarkan   besaran    Beban    historis
                   Perusahaan.


               Beban Umum dan Administrasi
                Beban Umum dan Administrasi unit bisnis terdiri atas 5 (lima) komponen
                Beban, yaitu Beban Gaji dan Upah, Pencadangan Piutang Tak Tertagih,
                Beban Perlengkapan, Pencadangan Persediaan dan Beban lainnya.


                - Beban Gaji dan Upah
                   Beban gaji dan upah merupakan Beban yang dibebankan untuk
                   membayarkan gaji dan upah pegawai non lapangan. Beban ini
                   menggunakan tahun dasar 2023, dan mengalami kenaikan sebesar
                   2,88% / tahun didasarkan pada rata – rata historis inflasi Indonesia.




Penilaian Unit Bisnis                                                                      4-7
Serve Co Milik PT Link Net Tbk
Page 44
                 - Pencadangan Piutang Tak Tertagih
                    Pencadangan piutang tak tertagih diasumsikan sebesar 4,6% dari total
                    penjualan dan mengalami penurunan secara progresif ke angka 2,4%.
                    Persentase     ini   diperoleh      berdasarkan   besaran   Beban   historis
                    Perusahaan.


                 - Beban Perlengkapan
                    Beban perlengkapan merupakan Beban yang dibebankan untuk kegiatan
                    administrasi non lapangan. Beban ini menggunakan tahun dasar 2023,
                    dan mengalami kenaikan sebesar 2,88% / tahun didasarkan pada rata –
                    rata historis inflasi Indonesia..


                 - Pencadangan Persediaan
                    Pencadangan Persediaan tidak diproyeksikan karena inventori yang ada
                    sudah cukup untuk menunjang kegiatan operasional.


                 - Beban lainnya
                    Beban lainnya merupakan Beban lain-lain yang saat proses administrasi.
                    Beban ini menggunakan tahun dasar 2023, dan mengalami kenaikan
                    sebesar 2,88% / tahun didasarkan pada rata – rata historis inflasi
                    Indonesia.


                Beban Depresiasi dan Amortisasi
                 Beban Depresiasi dan Amortisasi tidak diproyeksikan karena Unit Bisnis
                 tidak memiliki aset.


                Pendapatan dan Beban Lainnya
                 Pendapatan dan Beban Lainnya diasumsikan sebesar Rp 2.000.000 /
                 tahun.


4.3.1.2.2. Asumsi Modal Kerja
            Modal kerja merupakan sumber pendanaan untuk kegiatan operasional sehari-
           hari dan menjamin kelangsungan usaha Perusahaan. Pada penilaian ini, modal
           kerja tercermin pada akun Piutang usaha, Biaya dibayar dimuka, Persediaan,
           pada Aset Lancar, serta Hutang usaha pihak ketiga, Hutang usaha pihak
           berelasi, Biaya masih harus dibayar, Jaminan pelanggan, Liabilitas imbalan
           kerja jangka pendek.

 Penilaian Unit Bisnis                                                                      4-8
 Serve Co Milik PT Link Net Tbk
Page 45
4.3.1.2.3. Asumsi Capital Expenditure
           Pada penilaian ini, tidak diasumsikan CAPEX baik CAPEX maintenance maupun
           CAPEX Investasi. Hal ini dikarenakan unit bisnis tidak memiliki aset tetap dan
           telah mengakomodasi kebutuhan aset penunjangnya melalui biaya sewa yang
           diasumsikan pada sub bab sebelumnya.


4.3.1.2.4. Asumsi Tingkat Diskonto (Discount Rate)
           Tingkat diskonto yang relevan untuk Arus Kas Bersih Tingkat diskonto yang
           relevan untuk Arus Kas Bersih dengan model free cash flow to firm adalah
           dengan memperhitungkan rata-rata biaya modal tertimbang / Weighted Average
           Cost of Capital (WACC) sesuai dengan rasio struktur modal pada perusahaan
           sebanding, dimana struktur modal Perusahaan terdiri dari Modal Ekuitas dan
           Modal Hutang.


           - Biaya Modal Ekuitas (Cost of Equity)
               Biaya Modal Ekuitas dihitung dengan Capital Asset Pricing Model (CAPM),
               menggunakan persamaan sebagai berikut:



                          Ce = {Rf x (Erp x ß)} – CDS Spread




               Dimana:
               Ce                 : Cost of Equity / Biaya Modal Ekuitas
               Rf                 : Risk Free Rate / Tingkat balikan untuk sekuritas bebas risiko
               Erp                : Equity Risk Premium Indonesia
               ß                  : Beta / Volatilitas tingkat balikan saham industri sejenis
                                   terhadap index pasar saham di bursa.
               CDS Spread         : Credit Default Swap Spread net dibanding Amerika Serikat


               Tingkat Balikan Bebas Risiko (Risk Free Rate/ Rf), merupakan tingkat balikan
               yang diharapkan (pada tanggal penilaian) dari suatu investasi yang mewakili
               tingkat balikan bebas risiko pasar yang diharapkan.




 Penilaian Unit Bisnis                                                                          4-9
 Serve Co Milik PT Link Net Tbk
Page 46
              Dalam penilaian ini kami mengambil tingkat balikan bebas risiko berdasarkan
              tingkat balikan (Yield) Indonesia yang jatuh tempo dalam 30 tahun.
              Sehubungan data pada tanggal 31 Desember 2023 tidak tersedia, maka kami
              menggunakan data pada tanggal 2 Januari 2024 yaitu sebesar 6,89%
              (Sumber: PHEI / IBPA).


              Premi Risiko Pasar (rpm), adalah selisih antara tingkat balikan dari investasi
              bebas risiko dengan investasi berisiko. Dengan mengacu pada total risk
              premium di dunia usaha di Indonesia sebesar 7,38% (Penelitian total risk
              premium untuk dunia usaha untuk pasar emerging di Indonesia oleh Aswath
              Damodaran, Januari 2024).


              Beta (β), yaitu risiko sistematis/ sensitivitas tingkat pendapatan dari sebuah
              perusahaan terhadap pergerakan tingkat pendapatan pasar secara
              keseluruhan. Premi risiko masih harus dikalikan dengan β dari industri yang
              bersangkutan. Untuk memperoleh faktor beta yang sesuai dan akan
              digunakan dalam perhitungan nilai pasar perusahaan, penilai menggunakan
              Unlevered Beta dari Damodaran untuk industri Telcom (Wireless) sebesar
              0,69.


              Selanjutnya unleverage tersebut dikonversi menjadi Relevered Beta
              menggunakan dibawah ini:


                  RB = Unlevered Beta x (1 + (D/E ratio x (1 – Tax)))


              Dalam perhitungan beta levered ini, D/E yang digunakan adalah rasio D/E
              dari Damodaran untuk industri Telcom (Wireless). Adapun rasio D/E sebesar
              39,75%


              RBDS (Rating Based Default Spread), merupakan penyesuaian country
              default spread Indonesia per tanggal penilaian, yaitu sebesar 2,07%,
              berdasarkan hasil riset Aswath Damodaran (New York University Business
              School, Januari 2024).




Penilaian Unit Bisnis                                                                  4 - 10
Serve Co Milik PT Link Net Tbk
Page 47
              Berdasarkan pada uraian diatas, biaya Ekuitas Perseroan adalah:


                  Ke = [Rf + ((Rm– Rf) x β)] – CDS Spread + specific risk


              - Biaya Modal Hutang (Cost of Debt)
                  Biaya Modal Hutang (Cost of Debt) dihitung berdasarkan tingkat bunga
                  atas pinjaman/hutang Perseroan yang berbunga (interest bearing debt),
                  dengan Rumus sebagai berikut.



                        Cd = i x (1 - T)


                  Dimana:
                  Cd             : Cost of Debt / Biaya Modal Hutang
                  I              : Tingkat Bunga Hutang
                  (1 – T)        : 1 – Tax (Pajak)


                  Biaya atas hutang diasumsikan sebesar 9,41% sesuai dengan tingkat
                  bunga pasar dalam mata uang Rupiah untuk kredit investasi di bank umum
                  milik pemerintah serta pajak yang dikenakan berdasarkan pajak efektif
                  pada perhitungan Pajak Tangguhan.


              - Weighted Average Cost of Capital (WACC)
                  Berdasarkan data diatas, maka dengan menggunakan pembobotan biaya
                  modal dengan porsi hutang 28,44% dan porsi ekuitas 71,56%, maka
                  Discount Rate yang relevan untuk mendiskon Arus Kas Bersih Perseroan
                  adalah sebagai berikut.




Penilaian Unit Bisnis                                                              4 - 11
Serve Co Milik PT Link Net Tbk
Page 48
                                                                       Tabel 4.4
                                            Perhitungan WACC / Discount Rate
                                          Reff.               2024       2025         2026      2027      2028      2029      2030      2031      2032      2033
 Risk free rate (Indonesia)               (Rf )              6,89%     6,89%        6,89%      6,89%     6,89%     6,89%     6,89%     6,89%     6,89%     6,89%
 Equity beta (proxy)                       ß                  0,90       0,90         0,90      0,90      0,90      0,90      0,90      0,90      0,90      0,90
 Market Risk / Equity Risk Premium        (RM)               7,38%     7,38%        7,38%      7,38%     7,38%     7,38%     7,38%     7,38%     7,38%     7,38%
 Market Premium                          (E-RM)             14,27%    14,27%        14,27%    14,27%    14,27%    14,27%    14,27%    14,27%    14,27%    14,27%
 Country Risk Premium                     Crp.               2,78%     2,78%        2,78%      2,78%     2,78%     2,78%     2,78%     2,78%     2,78%     2,78%
 Specific Risk                             Sr.               0,00%     0,00%        0,00%      0,00%     0,00%     0,00%     0,00%     0,00%     0,00%     0,00%
 Rating Based Default Spread              Rbds               2,07%     2,07%        2,07%      2,07%     2,07%     2,07%     2,07%     2,07%     2,07%     2,07%


 Cost of equity                           (Ce)              11,47%    11,47%        11,47%    11,47%    11,47%    11,47%    11,47%    11,47%    11,47%    11,47%


 Cost of debt                             (Cd)               9,41%     9,41%        9,41%      9,41%     9,41%     9,41%     9,41%     9,41%     9,41%     9,41%
 Effective tax rate                        (t)              22,00%    22,00%        22,00%    22,00%    22,00%    22,00%    22,00%    22,00%    22,00%    22,00%
 Effective Cost of Debt                                      7,34%     7,34%        7,34%      7,34%     7,34%     7,34%     7,34%     7,34%     7,34%     7,34%


 Capital Structure :
   Debt portion                            Wd               28,44%     28,44%       28,44%    28,44%    28,44%    28,44%    28,44%    28,44%    28,44%    28,44%
   Equity portion                          We               71,56%     71,56%       71,56%    71,56%    71,56%    71,56%    71,56%    71,56%    71,56%    71,56%


                                         WACC               10,30%     10,30%       10,30%    10,30%    10,30%    10,30%    10,30%    10,30%    10,30%    10,30%
 Additional risk                                             0,00%      0,00%        0,00%     0,00%     0,00%     0,00%     0,00%     0,00%     0,00%     0,00%
                                     WACC / DR nominal      10,30%     10,30%       10,30%    10,30%    10,30%    10,30%    10,30%    10,30%    10,30%    10,30%


 Beta by Sector 5 January 2016                           Aswath Damodaran
 Emerging Country :                                      http://www.damodaran.com
 - Un-Levered Beta                                            0,69       0,69         0,69      0,69      0,69      0,69      0,69      0,69      0,69      0,69
 - D/E Ratio                                      0,40      39,75%    39,75%        39,75%    39,75%    39,75%    39,75%    39,75%    39,75%    39,75%    39,75%
 - Corporate Tax                                          22,00%     22,00%     22,00%       22,00%    22,00%    22,00%    22,00%    22,00%    22,00%    22,00%
 - Re-Levered Beta                                          0,90      0,90          0,90      0,90      0,90      0,90      0,90      0,90      0,90      0,90




4.3.1.2.5. Asumsi Nilai Terminal (Terminal Value)
                      Proyeksi Free Cash Flow to Firm memperhitungkan Nilai Terminal (Terminal
                      Value) karena Unit Bisnis diasumsikan sebagai bisnis yang going concern. Nilai
                      terminal pada akhir proyeksi ditentukan dengan menggunakan metode Nilai
                      Kapitalisasi Pendapatan. Nilai Akhir diestimasi dengan mengkapitalisasi arus
                      kas periode kekal, yaitu arus kas satu periode setelah periode tetap, dengan
                      tingkat kapitalisasi pada periode akhir (terminal capitalization rate).


                      Terminal capitalization rate diperoleh dengan cara mengurangi discount rate
                      dengan tingkat pertumbuhan nilai terminal. Dalam penilaian ini, tingkat
                      pertumbuhan pada nilai terminal diasumsikan sebesar 2,88% yang berasal dari
                      rata-rata inflasi Indonesia. Dengan begitu, diperoleh nilai terminal sebesar
                      Rp707.543.000.000, dimana nilai tersebut merupakan nilai terminal setelah
                      memperhitungkan discount factor.




 Penilaian Unit Bisnis                                                                                                                                      4 - 12
 Serve Co Milik PT Link Net Tbk
Page 49
4.3.1.2.6. Discounted Cash Flow (DCF)
                  Berdasarkan beberapa asumsi yang telah dijelaskan di atas, maka dihasilkan
                  proyeksi Laba Rugi, Proyeksi Neraca dan Proyeksi Arus Kas yang dapat dilihat
                  pada lampiran. Proyeksi tersebut kemudian digunakan untuk melakukan
                  perhitungan dengan metode Free Cash Flow to Firm.


                  Berdasarkan business plan milik Unit Bisnis, maka dihasilkan proyeksi
                  Discounted Cash Flow (DCF) yang akan terlihat pada tabel dibawah ini.


                                                                            Tabel 4.5
                                                               Discounted Cash Flow
                                                                 1           2            3            4            5            6            7            8            9             10
                                                           Jan s.d. Des Jan s.d. Des Jan s.d. Des Jan s.d. Des Jan s.d. Des Jan s.d. Des Jan s.d. Des Jan s.d. Des Jan s.d. Des   Jan s.d. Des
                                                                2024        2025        2026         2027         2028         2029          2030        2031         2032           2033
  EAT                                                          465.078 378.732        306.057      248.834      204.419      170.870      146.713      132.283      130.475           135.276
  + Depreciation                                                   -       -              -            -            -            -            -            -            -                 -
  + Interest(1-Tax)                                                  -       -              -            -            -            -            -            -            -                 -
  - Change of Net Working Capital                              (31.911)  1.595          1.837        1.722        1.620        1.532        1.456        1.271          820               731
  - Capex
  Net Cash Flow                                                433.166     380.327    307.894      250.557      206.039      172.401      148.169
                                                                                                                                            136.008    133.555      131.295
  Tv                                                                                                                                   1.885.604,14
  Net Cash Flow                                                433.166 380.327 307.894 250.557 206.039 172.401 148.169 133.555 131.295    2.021.612
                                                                 0,907   0,822   0,745   0,676   0,613   0,555   0,504   0,457   0,414        0,375
  Discount Rate 2                                               10,30% 10,30% 10,30% 10,30% 10,30% 10,30% 10,30% 10,30% 10,30%               10,30%
  Net Present Value                                            392.722 312.621 229.452 169.288 126.212  95.746  74.605  60.968  54.340      758.578

 FCFF                                         2.274.532
 Kas                                                -
 Aset Non Operating Lainnya                         -
 Utang Non Operating Lainnya                    (22.254)
 Utang Struktur Modal
 Indikasi Nilai Pasar                100% 2.252.278

 Indikasi Nilai Pasar               100,00%                    2.252.278
 DLOC / Premium                         0%                             -
                                                               2.252.278
 DLOM                                  20%                 -    450.456
 Indikasi Nilai Pasar 100% Saham                               1.801.822




                  Dengan memperhitungkan arus kas Perusahaan selama periode proyeksi dan
                  nilai        terminal,         maka                  diperoleh              Free          Cash          Flow          to          Firm        sebesar
                  Rp2.274.532.000.000.


                  Selanjutnya Free Cash Flow to Firm tersebut perlu ditambah dengan nilai Aset
                  Non Operasional dan dikurangi dengan nilai Utang Non Operasional serta Utang
                  Struktur Modal.




 Penilaian Unit Bisnis                                                                                                                                                4 - 13
 Serve Co Milik PT Link Net Tbk
Page 50
           Aset Non Operasional berupa Kas dan Aset Non Operating Lainnya, dimana Aset
           Non Operating Lainnya tidak ada. Pada neraca posisi 31 Desember 2023, saldo
           Kas sebesar Rp 0.


           Utang Non Operasional terdiri dari Utang Lain-Lain, Utang Pajak, Utang sewa
           pembiayaan yang jatuh tempo dalam satu tahun, Pinjaman bank jangka panjang
           yang jatuh tempo saat ini, Kewajiban sewa pembiayaan dan Kewajiban imbalan
           kerja. Pada neraca posisi 31 Desember 2023, saldo Utang Lain-Lain sebesar Rp
           0, saldo Utang Pajak sebesar Rp 0, saldo Utang sewa pembiayaan yang jatuh
           tempo dalam satu tahun sebear Rp 0, saldo Pinjaman bank jangka panjang yang
           jatuh tempo saat ini sebesar Rp 0, saldo Kewajiban sewa pembiayaan sebesar
           Rp 0 dan saldo Kewajiban imbalan kerja sebesar Rp 22.254.261.362.


           Utang Struktur Modal terdiri dari Pinjaman Jangka Panjang. Pada neraca posisi
           31 Desember 2023, saldo Pinjaman Jangka Panjang sebesar Rp 0


4.3.1.3.   Indikasi Nilai Pasar dengan Pendekatan Pendapatan
           Berdasarkan penjelasan pada sub-bab sebelumnya, untuk menghasilkan
           indikasi nilai pasar Unit Bisnis, penilai tidak mengaplikasikan Discount Lack of
           Control/DLOC dikarenakan Unit Bisnis hanya akan dapat diperjualbelikan oleh
           pemegang          saham     pengendali.   Sementara    itu,   Discount   for   Lack   of
           Marketability/DLOM perlu diaplikasikan pada penilaian ini karena Unit Bisnis
           tidak diperjualbelikan secara bebas seperti halnya suatu perusahaan terbuka.
           Adapun besaran Discount for Lack of Marketability/DLOM yang digunakan
           adalah 20%. Berdasarkan uraian tersebut, maka dihasilkan indikasi nilai pasar
           100%       Unit    Bisnis    dengan   Pendekatan      Pendapatan     adalah    sebesar
           Rp1.801.822.000.000,-


4.3.2.     Pendekatan Pasar
4.3.2.1.   Proses Penilaian
           Dalam melakukan penilaian saham dengan pendekatan pasar, terdapat
           beberapa metode yang dapat digunakan yaitu:
           a. metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek (guideline publicly
               traded company method);
           b. metode pembanding perusahaan merger dan akuisisi (guideline merged and
               acquired company method)
           c. metode transaksi sebelumnya (prior transactions method).

 Penilaian Unit Bisnis                                                                       4 - 14
 Serve Co Milik PT Link Net Tbk
Page 51
          Dalam penilaian ini, kami menggunakan metode pembanding perusahaan
          tercatat di bursa efek (guideline publicly traded company method). Proses
          penilaian dengan metode ini adalah:
          1. Menentukan perusahaan yang sebanding. Dalam hal ini sebanding dalam
              minimal 3 kriteria berikut:
              a. industri, kegiatan usaha, produk, dan risiko usaha merupakan yang sejenis
              b. karakteristik pertumbuhan (growth in sales and earnings) dan struktur
                  permodalan (capital structure) merupakan yang sebanding
              c. kinerja keuangan historis selama 5 (lima) tahun terakhir merupakan yang
                  sebanding
              d. ukuran perusahaan (total assets) merupakan yang sebanding
              e. pangsa pasar (market share) merupakan yang sebanding
          2. Menentukan rasio ekuitas (equity multiple) dari perusahaan pembanding.
              Dalam menentukan rasio ini, dapat mempergunakan rasio sebagai berikut:
              a. price to earnings ratio (rasio P/E)
              b. price to sales (rasio P/S)
              c. price to book value ratio (rasio P/BV)
          3. Menentukan          rasio   investasi   dari   perusahaan   pembanding.   Dalam
              menentukan rasio ini, dapat mempergunakan rasio sebagai berikut:
              a. market value of invested capital to gross cash flow before depreciation and
                  taxes (MVIC /GCF)
              b. market value of invested capital to sales (MVIC/sales)
              c. market value of invested capital to earning before interest, taxes,
                  depreciation and amortization (MVIC/EBITDA)
              d. market value of invested capital to earning before interes and, taxes
                  (MVIC/EBIT)
              e. market value of invested capital to book value invested capital
                  (MVIC/BVIC)
          4. Dari poin 2 dan 3, maka ditentukan rasio mana yang akan digunakan sebagai
              pembentuk nilai pasar saham.
          5. Setelah menentukan rasio yang dapat digunakan, maka dilakukan
              pembobotan atas rasio tersebut.
          6. Menentukan dan menambahkan Control Premium, hal ini dilakukan karena
              nilai yang dihasilkan merupakan indikasi Nilai minoritas.




Penilaian Unit Bisnis                                                                   4 - 15
Serve Co Milik PT Link Net Tbk
Page 52
4.3.2.2.    Perusahaan Pembanding
            Data banding yang digunakan dalam pendekatan pasar ini merupakan
            perusahaan-perusahaan bergerak dibidang Software dengan sub-klasifikasi
            Cable     and         Satellite,   Interactive   Media    and     Services,    Broadband
            Telecommunications Services, Internet Service Providers (ISP). Dari beberapa
            perusahaan       pembanding          yang    diperoleh   dengan    menggunakan       situs
            www.capitaliq.spglobal.com, maka dilakukan screening kembali dengan
            mempertimbangkan 5 (lima) kriteria yang telah dijelaskan pada sub-bab
            sebelumnya, sehingga menghasilkan 10 (sepuluh) perusahaan yang sebanding
            sebagai berikut:
                                                        Tabel 4.6
                                               Perusahaan Pembanding

                                        Company Name                              P/S     P/BV   P/E

            PT. Jasnita Telekomindo Tbk (IDX:JAST)                                0,41    0,59 -50,66

            GTPL Hathway Limited (NSEI:GTPL)                                      0,74    1,70 17,51
            Antelope Enterprise Holdings Limited (NASDAQCM:AEHL) 0,18                     0,88 -6,32

            Sify Technologies Limited (NASDAQCM:SIFY)                             0,59    1,19 29,36
            Frontier Digital Ventures Limited (ASX:FDV)                           3,50    1,83 -27,64

            360 Ludashi Holdings Limited (SEHK:3601)                              0,27    0,33   5,09
            PT Arkadia Digital Media Tbk (IDX:DIGI)                               0,28 -2,03 -3,96

            PT MNC Sky Vision Tbk (IDX:MSKY)                                      0,89    0,34 -2,39
            PT MNC Vision Networks Tbk (IDX:IPTV)                                 1,01    0,27 -27,90

            PT Mora Telematika Indonesia Tbk (IDX:MORA)                           2,50    1,56 19,11

           Sumber : S&P Capital IQ Pro.


4.3.2.3.    Indikasi Nilai Pasar dengan Pendekatan Pasar
            Berdasarkan perusahaan pembanding yang telah dijelaskan pada sub-bab
            sebelumnya, maka penilai menentukan median dari rasio price to book value
            (P/BV), rasio price to sales (P/S), dan rasio price to earnings (P/E), yang
            selanjutnya rasio tersebut dikalikan dengan Penjualan, Ekuitas dan Laba Bersih
            yang berasal dari Laporan Keuangan. Untuk menghasilkan indikasi nilai dengan
            pendekatan pasar, penilai tidak menggunakan rasio price to book value (P/BV)
            dan rasio price to earnings (P/E), karena Unit Bisnis memiliki ekuitas negatif dan
            multiple P/E Perusahaan pembanding menunjukkan rasio negative, sehingga
            penilai menggunakan bobot sebesar 100% untuk rasio price to sales (P/S).
 Penilaian Unit Bisnis                                                                           4 - 16
 Serve Co Milik PT Link Net Tbk
Page 53
                                                Tabel 4.7
                          Indikasi Nilai Pasar Dengan Pendekatan Pasar (Rp Juta)
           No.   Uraian                            P/S            P/BV             P/E
                 Average                                 1,04             0,67            (4,78)
                 Median                                  0,67             0,74            (3,18)
                 Min                                     0,18            (2,03)          (50,66)
                 Max                                     3,50             1,83           29,36
                 Valuation Object                   2.918.432 -       92.015       2.000.237
                 Multiple Value                     1.946.186        (67.636)      (6.353.341)
                 Weight (%)                          100,00%             0,00%           0,00%
                 Indicative Valuation               1.946.186                -                -
          100% Indicative Value of 100,00%                                          1.946.186
          100% Indicative Value of 100,00%                                          1.946.186
            20% CP                                                                    389.237
                 Indicative Value After CP                                          2.335.423
            20% DLOM                                                                 -467.085
                 Indicative Value of 100,00%                                        1.868.339



           Terlihat pada tabel diatas, penilai menambahkan Premi for Control sebesar 20%.
           Hal ini dikarenakan pendekatan yang kami gunakan adalah Pendekatan Pasar
           yang mana pendekatan ini mengeluarkan indikasi nilai minoritas dan objek
           penilaian adalah mayoritas dikarenakan Unit Bisnis hanya akan dapat
           diperjualbelikan oleh pemegang saham pengendali. Sementara itu, Discount for
           Lack of Marketability/DLOM perlu diaplikasikan pada penilaian ini karena Unit
           Bisnis tidak diperjualbelikan secara bebas seperti halnya suatu perusahaan
           terbuka. Adapun besaran Discount for Lack of Marketability/DLOM yang
           digunakan adalah 20%. Berdasarkan uraian tersebut, maka dihasilkan indikasi
           nilai pasar 100% Unit Bisnis dengan Pendekatan Pendapatan adalah sebesar
           Rp1.868.339.000.000,-


4.3.3.     Rekonsiliasi Nilai
           Sesuai dengan dasar dan definisi nilai yang digunakan, maksud dan tujuan
           penilaian, serta dari semua informasi relevan yang kami peroleh didalam
           penerapan kedua pendekatan dimaksud, didalam merekonsiliasi indikasi nilai
           yang diperoleh dari kedua pendekatan dimaksud, kami memberikan bobot 95%
           untuk indikasi nilai yang diperoleh dari Pendekatan Pendapatan, dan 5% untuk
           indikasi nilai yang diperoleh dari Pendekatan Pasar. Hal ini diaplikasikan karena
           Pendekatan Pendapatan lebih mencerminkan nilai Unit Bisnis dibandingkan
           dengan Pendekatan Pasar. Dimana pada pendekatan pasar yang menjadi
 Penilaian Unit Bisnis                                                                    4 - 17
 Serve Co Milik PT Link Net Tbk
Page 54
           perusahaan pembanding merupakan Perseroan Terbuka, sedangkan yang
           menjadi objek penilaian adalah Unit Bisnis.


                                               Tabel 4.8
                                  Rekonsiliasi Indikasi Nilai (Rp Juta)
                          Pendekatan            Indikasi Nilai Pasar      Bobot   Nilai Pasar
                Pendekatan Pendapatan                1.801.822            95%      1.711.731

                    Pendekatan Pasar                 1.868.339             5%       93.417

                                         Nilai Pasar                               1.805.148




4.4.       NILAI PASAR UNIT BISNIS SERVE CO
           Berdasarkan hasil hasil penilaian yang telah dilakukan sesuai dengan Lingkup
           Penilaian, Analisis Objek Penilaian dan hasil Analisis Penilaian yang diuraikan,
           menurut Nilai Pasar Objek Penilaian berupa Unit Bisnis Serve Co milik PT Link
           Net Tbk pada tanggal 31 Desember 2023 adalah sebesar:


                                        Rp1.805.148.000.000,-


              (Satu Triliun Delapan Ratus Lima Miliar Seratus Empat Puluh Delapan
                                              Juta Rupiah)




 Penilaian Unit Bisnis                                                                4 - 18
 Serve Co Milik PT Link Net Tbk
Page 55
                                  SYARAT PEMBATAS

Penilaian dan laporan penilaian bergantung kepada syarat-syarat pembatas sebagai
berikut :

 1. Data dan Informasi yang diberikan oleh Pemberi Tugas dianggap benar dan dapat
    dipercaya, termasuk informasi tentang bahwa aset atau liabilitas yang menjadi
    obyek penilaian tidak sedang atau telah dinilai oleh Penilai Publik lainnya untuk
    maksud, tujuan, pengguna laporan dan tanggal penilaian yang sama atau
    berdekatan (dalam jangka waktu tidak lebih dari dua bulan), sesuai dengan
    pernyataan tertulis berupa surat representasi yang dibuat oleh Pemberi Tugas;

 2. Informasi yang diberikan oleh pihak lain kepada KJPP Doli Siregar & Rekan seperti
    yang disebutkan dalam laporan penilaian dianggap layak dan dapat dipercaya, tetapi
    KJPP Doli Siregar & Rekan tidak bertanggung jawab jika ternyata informasi yang
    diberikan itu terbukti tidak sesuai dengan hal yang sesungguhnya. Informasi yang
    dinyatakan tanpa menyebutkan sumbernya merupakan hasil penelaahan kami
    terhadap data yang ada, pemeriksaan atas dokumen ataupun keterangan dari
    instansi pemerintah yang berwenang. Tanggung jawab untuk memeriksa kembali
    kebenaran informasi tersebut sepenuhnya berada dipihak klien.

 3. Laporan ini disajikan hanya untuk Maksud dan Tujuan sesuai dengan Lingkup
    Penugasan yang dicantumkan pada laporan penilaian ini.

 4. KJPP Doli Siregar & Rekan tidak memperbolehkan penggunaan seluruh, sebagian
    ataupun sebagai rujukan dari Laporan Penilaian ini, baik untuk edaran, pernyataan,
    referensi ataupun dipublikasikan dalam bentuk apapun juga tanpa Izin tertulis dari
    KJPP Doli Siregar & Rekan.

 5. KJPP Doli Siregar & Rekan tidak memiliki tanggung jawab kepada pihak ketiga,
    selama tidak menyimpang dari peraturan dan hukum yang berlaku.

 6. Nilai yang dicantumkan dalam laporan ini serta setiap nilai lain dalam Laporan yang
    merupakan bagian dari aset yang dinilai hanya berlaku sesuai dengan maksud dan
    tujuan penilaian. Nilai yang digunakan dalam laporan penilaian ini tidak boleh
    digunakan untuk tujuan penilaian lain yang dapat mengakibatkan terjadinya
    kesalahan.

 7. Laporan Penilaian ini bersifat non-disclaimer opinion.




 Penilaian Unit Bisnis
                                                                                      1
 Serve Co Milik PT Link Net Tbk
Page 56
 8. Proyeksi keuangan yang digunakan dalam Laporan Penilaian ini telah disesuaikan
     yang mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen
     dengan kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty).

9.   KJPP Doli Siregar & Rekan bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian dan
     kewajaran proyeksi keuangan.

10. Penilai tidak berkewajiban memberikan kesaksian atau hadir di pengadilan karena
     laporan ini, berkaitan dengan terjadinya sengketa atas aset dimaksud, tanpa
     perjanjian tertulis terlebih dahulu.



                                            oooOOooo




 Penilaian Unit Bisnis
                                                                                  2
 Serve Co Milik PT Link Net Tbk

File

File Open PDF
Source IDX
Size6.22 MB
Published22 May 2024
Pages56
Characters121,738
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 51 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org Link Net Tbk p.3 ×142
linked org XL Axiata Tbk. p.3 ×9
linked person Amir Abadi Jusuf p.5 ×2
linked person Thomas Hundt · Komisaris p.14
linked person Dian Siswarini · Komisaris p.14
linked person Alexander S Rusli · Komisaris Independen p.14 ×4
linked person Edward Sanusi · Direktur p.14
linked person Tio I Huat · Anggota p.14
linked person Barry Alfa Rattu · Anggota p.14
linked person Willem Lucas Timmermans · Anggota p.14
linked org Axiata Investments p.14
linked org Jasnita Telekomindo Tbk p.52 ×2
linked org Arkadia Digital Media Tbk p.52 ×2
linked org MNC Sky Vision Tbk p.52 ×2
linked org MNC Vision Networks Tbk p.52 ×2
linked org Mora Telematika Indonesia Tbk p.52 ×2
possible person Gatot Subroto p.3 ×3
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.4 ×6
possible person Marlo Budiman · Presiden Direktur p.14 ×2
possible org P/S · Company Name p.52
unresolved org KJPP DSR p.3
unresolved org Kantor Akuntan Publik Amir Abadi Jusuf p.5 ×2
unresolved org Mawar & Rekan p.5 ×2
unresolved org Kantor Akuntan Publik Purwantono p.5 ×6
unresolved org Kantor Akuntan Publik Tanudiredja p.5 ×2
unresolved org Rintis & Rekan p.5 ×2
unresolved org PT KPMG Siddharta Advisory. p.5 ×2
unresolved org PENILAI KJPP Doli Siregar dan Rekan p.8
unresolved org KJPP Doli Siregar p.8 ×7
unresolved org PT Seruling Indah Permai p.12
unresolved person Dr. Misahardi Wilamarta p.12 ×2
unresolved person Yuliandi Ermawanto p.12
unresolved org Menteri Kehakiman Republik Indonesia p.12
unresolved person Myra Yuwono p.12
unresolved org Menteri Hukum dan Perundangundangan p.12
unresolved person Rini Yulianti · Notaris p.12 ×6
unresolved org Menteri p.12
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.12 ×3
unresolved person Dahlia p.13
unresolved org PT. LN p.13
unresolved person Shridhir Sariputta Hansa Wijayasuriya · Presiden Komisaris p.14 ×2
unresolved person Jonathan Limbong Parapak · Komisaris Independen p.14
unresolved person Kanishka Gayan Wickrama · Direktur p.14
unresolved org Bank Indonesia p.27 ×11
unresolved org Kota Nusantara p.27
unresolved org GTPL Hathway Limited p.52
unresolved org Antelope Enterprise Holdings Limited p.52
unresolved org Sify Technologies Limited p.52
unresolved org Frontier Digital Ventures Limited p.52
unresolved org Ludashi Holdings Limited p.52
unresolved org KJPP Doli Siregar & Rekan p.55 ×6

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

Rule parser Needs review confidence 0.091 6678 ms 12 Sep 2026 23:03
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
 'appraiser_name': '',
 'assets': [],
 'currency': None,
 'fact_type': '',
 'issuer_name': '',
 'kind': 'CONFLICT',
 'kjpp_name': '',
 'letter_number': '',
 'object_text': '',
 'object_truncated': False,
 'parties': [],
 'pct_of_equity': None,
 'reference_period': '',
 'requires_rups': None,
 'rups_date': None,
 'ticker': '',
 'transaction_date': None,
 'valuation_date': None,
 'value': None}
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result