Back to announcement
20240520_INOV_Laporan Informasi dan Fakta Material_31641178_lamp4.pdf
Other Text extracted INOVSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 51
Page 1
LAPORAN STUDI KELAYAKAN
FEASIBILITY STUDY REPORT
Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
Oleh
PT Inocycle Technology Group, Tbk.
Kawasan Industri Pasar Kemis, Jl. Putera Utama No.10,
Sukaasih, Pasar Kemis, Tangerang Regency, Banten 15560
Page 2
Page 3
Page 4
Page 5
Page 6
Page 7
Page 8
Page 9
Page 10
Page 11
Page 12
PERNYATAAN PENILAI
Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai penilai, kami yang bertanda tangan di bawah ini menyatakan
bahwa:
1. Pernyataan dalam laporan penilaian ini, yang mana berdasarkan pada analisis, opini, dan kesimpulan yang
digambarkan di dalamnya, adalah benar dan akurat.
2. Kami tidak mempunyai kepentingan baik sekarang atau di masa yang akan datang terhadap objek penilaian,
maupun memiliki kepentingan pribadi atau keberpihakan kepada pihak-pihak lain yang memiliki kepentingan
terhadap objek penilaian.
3. Penilai bertanggung jawab atas Laporan Penilaian.
4. Penugasan penilaian professional telah dilakukan terhadap Objek Penilaian pada Tanggal Penilaian (Cut-off Date).
5. Penilai telah melakukan analisis untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam Laporan Penilaian.
6. Estimasi Nilai yang dihasilkan dalam penugasan penilaian profesional telah disajikan sebagai kesimpulan Nilai.
7. Lingkup pekerjaan dan data yang dianalisis telah diungkapkan dalam Laporan Penilaian.
8. Kesimpulan Nilai telah sesuai dengan asumsi-asumsi dan kondisi pembatas.
9. Data ekonomi dan industri dalam Laporan Penilaian diperoleh dari berbagai sumber yang diyakini Penilai dapat
dipertanggung jawabkan.
10. Biaya profesional tidak berhubungan dengan opini nilai yang terdapat dalam laporan ini.
11. Penilai telah menyelesaikan persyaratan pendidikan profesional yang ditetapkan/dilaksanakan oleh Masyarakat
Profesi Penilai Indonesia (MAPPI).
12. Penilai memiliki pengetahuan yang memadai sehubungan dengan objek penilaian dan/atau jenis industri yang
dinilai.
13. Hasil penugasan ini tidak tergantung pada pengembangan atau indikasi nilai awal atau arahan analisa untuk
menghasilkan nilai yang subyektif, besaran nilai, penentuan pencapaian nilai, atau peristiwa yang terjadi di
kemudian hari yang berkaitan langsung yang ditujukan untuk penggunaan laporan ini.
14. Penilai telah melaksanakan ruang lingkup sebagai berikut:
• Identifikasi masalah (identifikasi batasan, tujuan dan objek, definisi Penilaian, dan tanggal penilaian);
• Pengumpulan data dan informasi:
• Analisis data dan informasi;
• Estimasi nilai dengan menggunakan pendekatan penilaian:
• Penyusunan kertas kerja;
• Penyusunan laporan Penilaian.
15. Penilai telah melakukan analisis terhadap Objek Penilaian pada tanggal penilaian.
16. Penilaian ini telah dilaksanakan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.
17. Analisis, opini, dan kesimpulan yang dibuat oleh penilai, serta laporan penugasan telah dibuat dengan memenuhi
ketentuan Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI) dan SPI Edisi VII Tahun 2018 tentang Kode Etik Penilai Indonesia
dan Stadar Penilaian Indonesia dan Revisi SPI 330 Tahun 2020, Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.
35/POJK.04/2020, dan Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan ("SEOJK") No. 17/SEOJK.04/2020 dengan
mencantumkan nama, kualifikasi profesional dan tanda tangan penilai berikut tim pelaksananya (jika ada) dengan
konfirmasi bahwa:
a. Penilai telah memenuhi persyaratan pendidikan profesional yang ditentukan dan/atau diselenggarakan
oleh Asosiasi Penilai yang diakui pemerintah yakni MAPPI.
b. Penilai melakukan wawancara dengan pihak manajemen.
c. Tidak seorangpun, kecuali yang disebutkan dalam laporan telah menyediakan bantuan profesional dalam
menyiapkan laporan.
Laporan Studi Kelayakan PT Inocycle Technology Group, Tbk. xii
Page 13
Page 14
DAFTAR ISI
PENDAHULUAN
Lingkup Penugasan ........................................................................................................................................ ii
Analisa Kelayakan .......................................................................................................................................... v
Pernyataan Penilai .......................................................................................................................................... xiv
Daftar Isi ......................................................................................................................................................... xvi
Istilah-Istilah Penilaian .................................................................................................................................... xvii
PROSES STUDI KELAYAKAN
GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN ............................................................................................................. 1
Profil Perusahaan...................................................................................................................................... 1
Bidang Usaha............................................................................................................................................ 1
Struktur Permodalan dan Pemegang Saham ............................................................................................ 1
Susunan Anggota Direksi dan Dewan Komisaris ...................................................................................... 2
Struktur Organisasi Perusahaan ............................................................................................................... 2
Kinerja Keuangan...................................................................................................................................... 4
KELAYAKAN PASAR ..................................................................................................................................... 9
Kondisi Pasar ............................................................................................................................................ 18
Pesaing Usaha .......................................................................................................................................... 18
Strategi Pemasaran................................................................................................................................... 18
STUDI KELAYAKAN ....................................................................................................................................... 19
Analisis Kelayakan Teknis......................................................................................................................... 19
Analisis Kelayakan Pola Bisnis ................................................................................................................. 21
Analisis Kelayakan Model Manajemen ...................................................................................................... 23
Analisis Kelayakan Keuangan ................................................................................................................... 28
Kesimpulan ............................................................................................................................................... 34
Lampiran-Lampiran
Laporan Studi Kelayakan PT Inocycle Technology Group, Tbk. xiv
Page 15
ISTILAH-ISTILAH PENILAIAN Penilaian Proses pekerjaan untuk memberikan opini tertulis atas nilai ekonomi suatu objek penilaian sesuai dengan SPI. Penilai Seseorang yang memiliki kompetensi dalam melakukan kegiatan Penilaian, yang sekurang-kurangnya telah lulus Pendidikan awal Penilaian. Penilai Publik Penilai yang telah memperoleh izin dari Menteri Keuangan untuk memberikan jasa sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan. Penyelia / Reviewer / Quality Control Penilai yang bertindak sebagai pengawas yang bertugas untuk mereview dan memastikan bahwa proses penilaian oleh Pelaksana telah dilakukan dengan benar. Pelaksana / Penilai Tenaga Penilai yang bertugas untuk melaksanakan proses penilaian. Pelaksana Inspeksi / Petugas Inspeksi Pegawai KJPP yang telah mebgikuti Pendidikan tingkat dasar yang diselenggarakan atau diakui oleh Asosiasi Profesi Penilai yang bertugas untuk melaksanakan kegiatan inspeksi. Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Badan usaha yang telah mendapatkan izn usaha dari Menteri Keuangan sebagai wadah bagi Penilai Publik dalam memberikan jasanya. Pemberi Tugas Seorang, kelompok, atau suatu entitas yang penugasan penilaiannya dilakukan. Pengguna Laporan Seorang, kelompok, atau suatu entitas sebagai pengguna hasil Penilaian yang didasarkan dari hasil perikatan penugasan antara Penilai dan Pemberi Tugas. Nilai Suatu opini dari manfaat ekonomi atas kepemilikan aset, atau harga yang paling mungkin dibayarkan untuk suatu aset dalam pertukaran, sehingga nilai bukan merupakan fakta. Dasar Nilai Premis fundamental yang mendasari nilai yang dilaporkan. Tanggal Inspeksi Tanggal pada saat inspeksi terakhir telah selesai dilaksanakan. Tanggal Penilaian Tanggal pada saat opini nilai dinyatakan. Tanggal Laporan Tanggal pada saat laporan Penilaian diterbitkan. Asumsi Umum Asumsi fakta yang konsisten dengan, atau dapat konsisten dengan yang terjadi pada tanggal Penilaian. Laporan Studi Kelayakan PT Inocycle Technology Group, Tbk. xv
Page 16
Asumsi Khusus Asumsi fakta yang berbeda dengan yang terjadi pada tanggal Penilaian. Data Masukan Penilaian (Valuation Inputs) Data dan informasi lainnya yang digunakan pada salah satu pendekatan penilaian yang diuraikan dalam SPI. Data masukan ini dapat berupa data yang aktual atau yang diasumsikan. Lingkup Penugasan Dasar dalam pengaturan kesepakatan penugasan penilaian, tingkat kedalaman investigasi, penentuan asumsi dan Batasan penilaian. Implementasi Bagian dari tugas penilaian, merupakan prosedur yang harus dilaksanakan oleh Penilai meliputi tahapan investigas, penerapan pendekatan penilaian dan penyusunan kertas kerja Investigasi Proses pengumpulan data yang cukup dengan cara melakukan inspeksi, penelaahan, penghitungan, dan analisis sesuai tujuan penilaian. Laporan Penilaian Suatu dokumen yang mencantumkan instruksi penugasan, tujuan dan dsar penilaian, dan hasil analisis yang menghasilkan opini nilai. Laporan Penilaian Terinci Laporan penilaian yang secara umum mendeskripsikan informasi secara detil dan komprehensif. Laporan ini seharusnya mengandung seluruh informasi yang signifikan dalam penilaian, termasuk pembahasan secara mendetil atas setiap hal yang dinyatakan dalam laporan. Laporan ini membutuhkan tingkat kedalaman investigasi sesuai yang dimaksud dalam Lingkup Penugasan. Pendekatan Penilaian Landasan proses Penilaian dilengkapi dengan dengan metode Penilaian dari masing-masing pendekatan yang digunakan. Pendekatan Pasar Pendekatan yang memberikan indikasi nilai dengan membandingkan aset dengan aset lainnya yang identik atau sebanding dimana terdapat informasi harga. Pendekatan Pendapatan Pendekatan yang memberikan indikasi nilai dengan mengkonversi arus kas masa depan menjadi satu nilai saat ini. Pendekatan Biaya Pendekatan yang memberikan indikasi nilai menggunakan prinsip ekonomi bahwa pembeli akan membayar aset tidak lebih dari biaya untuk mendapatkan aset dengan utilitas yang sama, baik melalui pembelian atau dengan pembuatan konstruksi dengan mengecualikan factor-faktor seperti waktu yang tidak semestinya, ketidaknyamanan, risiko atau faktor-faktor lainnya. Metode Penilaian Masing-masing pendekatan penilaian mempunyai metode penerapan yang berbeda yang dijelaskan dalam SPI 106. Metode penilaian mengacu pada POJK dan SEOJK yang berlaku. Laporan Studi Kelayakan PT Inocycle Technology Group, Tbk. xvi
Page 17
Metode Perbandingan Data Pasar. Menggunakan informasi dari transaksi yang melibatkan aset yang diperdagangkan di bursa yang sama atau sejenis dengan aset yang dinilai untuk mendapatkan indikasi nilai. Metode Arus Kas Terdiskonto (DCF). Arus kas yang diproyeksikan didiskonto Kembali ke tanggal penilaian, menghasilkan nilai kini dari aset. Metode Penjumlahan Metode yang menghitung nilai aset dengan menjumlahkan nilai dari setiap bagian komponennya. Kelangsungan Usaha (Going Concern) Suatu kondisi yang mencerminkan usaha yang sedang beroperasi atau sekurang-kurangnya dalam proses konstruksi atau suatu premis dalam penilaian, dimana Penilai menganggap suatu perusahaan akan terus melanjutkan operasinya secara berkelanjutan. Laporan Studi Kelayakan PT Inocycle Technology Group, Tbk. xvii
Page 18
1. GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
1.1 PROFIL PERUSAHAAN
PT Inocycle Technology Group Tbk (Perusahaan) sebelumnya PT Hilon Felt didirikan berdasarkan Akta
Pendirian No. 35 tanggal 17 Juli 2001 yang dibuat di hadapan Fransiscus Xaverius Budi Santoso Isbandi,
S.H., Notaris di Jakarta. Akta Pendirian ini disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia melalui
Surat Keputusan No. C-13811 HT.01.01.TH.2001 tanggal 21 November 2001 serta diumumkan dalam Berita
Negara Republik Indonesia No. 5018 Tambahan tanggal 20 Maret 2002. Anggaran dasar Perusahaan telah
mengalami beberapa kali perubahan, terakhir berdasarkan Akta Notaris No. 3 tanggal 6 Januari 2022 yang
dibuat di hadapan Bastian Harijanto, S.H., M.Kn., Notaris di Tangerang, mengenai pernyataan keputusan
pemegang saham sirkuler. Perubahan tersebut disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia melalui Surat Keputusan No. AHU-AH.01.03-0038250 tanggal 18 Januari 2022.
Kantor pusat Perusahaan berlokasi di Kawasan Industri Pasar Kemis, Tangerang. Perusahaan mulai
beroperasi secara komersial pada tahun 2003. Entitas induk Perusahaan adalah PT Samudera Industri dan
entitas induk terakhir Perusahaan adalah PT Sambros Invesco International, keduanya didirikan di Indonesia.
1.2 BIDANG USAHA
Sesuai dengan pasal 3 anggaran dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan meliputi usaha
bidang industri pengelolaan bukan tenunan dan industri serat stapel buatan.
1.3 STRUKTUR PERMODALAN DAN PEMEGANG SAHAM
Berdasarkan Anggaran Dasar Perseroan, Modal Dasar, Modal Ditempatkan dan Modal disetor sebagai
berikut :
Modal Dasar Rp336.750.000.000 (Tiga Ratus Tiga Dengan jumlah lembar saham
Puluh Enam Miliar Tujuh Ratus Lima sebanyak 3.367.500.000 (Tiga Miliar
Puluh Juta Rupiah) Tuga Ratus Enam Puluh Tujuh Juta
Lima Ratus Ribu) atau Nilai Nominal
Rp100 (Seratus Rupiah)
Modal Ditempatkan Rp180.822.190.000 (Seratus Delapan Dengan jumlah lembar saham
Puluh Miliar Delapan Ratus Dua Puluh sebanyak 1.808.221.900 (Satu Miliar
Dua Juta Seratus Sembilan Puluh Delapan Ratus Delapan Juta Dua
Ribu Rupiah) Ratus Dua Puluh Satu Ribu
Sembilan Ratus)
Modal Disetor Rp180.822.190.000 (Seratus Delapan Dengan jumlah lembar saham
Puluh Miliar Delapan Ratus Dua Puluh sebanyak 1.808.221.900 (Satu Miliar
Dua Juta Seratus Sembilan Puluh Delapan Ratus Delapan Juta Dua
Ribu Rupiah) Ratus Dua Puluh Satu Ribu
Sembilan Ratus)
Laporan Studi Kelayakan PT Inocycle Technology Group, Tbk. 1
Page 19
Susunan pemegang saham sesuai dengan Laporan Biro Administrasi Efek, PT Adimitra Jasa Korpora,
tanggal 31 Maret 2024, sebagai berikut:
Pemegang Saham Jumlah Saham Nominal (Rp) Presentase (%)
PT Samudera Industri 1.200.221.900 120.022.190.000 66,38%
Sandiana Soemarko 201.325.000 20.132.500.000 11,13%
Masyarakat 406.675.000 40.667.500.000 22,49%
Jumlah/ Total 1.808.221.900 180.822.190.000 100%
1.4 SUSUNAN ANGGOTA DIREKSI DAN DEWAN KOMISARIS
Susunan Dewan Komisaris, Direksi Perusahaan dan Komite Audit pada tanggal 31 Desember 2023 dan 2022
masing-masing adalah sebagai berikut:
Direksi
Direktur Utama : Jae Hyuk Choi
Direktur : Won Hyuk Choi
Direktur : Victor Seng Hyeok Choi
Direktur : Suhendra Setiadi
Direktur : Kwang Shin Kim (*
Komite Audit
Ketua : Dr. Ir. Widhyawan Prawiraatmadja
Anggota : Bobby Suryo Herlambang
Anggota : Gautama Ashok Kumar
(* telah mengundurkan diri tanggal 29 Februari 2024
Corporate Secretary Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2023 dan 2022 dijabat oleh Erwin Prayudi
Suyodono. Pada tanggal 31 Desember 2023, Perusahaan memiliki karyawan tetap dan karyawan kontrak
masing masing sebanyak 265 dan 855 orang.
1.5 STRUKTUR ORGANISASI PERUSAHAAN
Dalam setiap organisasi diperlukan ketegasan dalam pembagian tugas yang disesuaikan dengan bagan
organisasi, pendelegasian wewenang yang jelas dan koordinasi kerja yang terpadu. Penempatan tenaga
kerja yang sesuai dengan pengalaman, keahlian dan keterampilannya merupakan faktor yang penting dalam
menerapkan kebijaksanaan perusahaan. Hal ini juga akan memperlancar pendelegasian tugas kepada unit
di bawahnya atau sebaliknya, yang pada akhirnya akan memperlancar kerja perusahaan.
Struktur organisasi yang telah dibuat dapat dijadikan pegangan dalam mengelola perusahaan, agar dapat
beroperasi sesuai dengan yang diharapkan. Struktur organisasi perusahaan ini disusun dengan pola yang
sederhana, yang diharapkan dapat mengelola proyek secara efektif dan efisien. Struktur organisasi ini
Laporan Studi Kelayakan PT Inocycle Technology Group, Tbk. 2
Page 20
didasarkan pada kebutuhan operasional perusahaan dengan pembagian tugas yang jelas dari seluruh
personil pengelola perusahaan secara menyeluruh. Struktur organisasi PT Inocycle Technology Group, Tbk.
adalah sebagai berikut:
Laporan Studi Kelayakan PT Inocycle Technology Group, Tbk. 3
Page 21
1.6 KINERJA KEUANGAN PT INOCYCLE TECHNOLOGY GROUP, TBK.
Kinerja keuangan perusahaan ditunjukkan dengan laporan keuangan yang memperlihatkan transaksi atau
perubahan pos-pos keuangan. Adapun laporan PT Inocycle Technology Group, Tbk. pada saat dilakukan
studi kelayakan telah diaudit, yaitu laporan keuangan yang berakhir pada:
1. Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023
dan 2022 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) Amir Abadi Jusuf, Arjanto, Mawar
dan Rekan dengan pendapat bahwa laporan keuangan tersebut disajikan secara wajar dengan
pengecualian.
2. Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022
dan 2021 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) Amir Abadi Jusuf, Arjanto, Mawar
dan Rekan dengan pendapat bahwa laporan keuangan tersebut disajikan secara wajar dengan
pengecualian.
3. Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021
dan 2020 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) Amir Abadi Jusuf, Arjanto, Mawar
dan Rekan dengan opini tidak menyatakan pendapat.
4. Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020
dan 2019 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) Amir Abadi Jusuf, Arjanto, Mawar
dan Rekan dengan pendapat bahwa laporan keuangan tersebut disajikan secara wajar dengan
pengecualian.
5. Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019
dan 2018 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) Tanudiredja, Wibisana, Rintis dan
Rekan dengan pendapat bahwa laporan keuangan tersebut disajikan secara wajar dengan
pengecualian.
Laporan Studi Kelayakan PT Inocycle Technology Group, Tbk. 4
Page 22
1.6.1 Neraca Historis (Common-Size & Trend)
Dalam Satuan Rupiah (.000.000)
2019 2020 2021 2022 2023
Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des
Balance Sheet
Kas Setara Kas 96.814 115.462 62.564 81.096 116.604
Piutang Usaha 79.510 107.559 117.157 128.152 154.084
Persediaan 133.711 98.642 143.204 177.788 131.231
Pajak Dibayar Dimuka 3.196 2.285 2.285 6.924 9.893
Uang Muka 1.693 6.232 1.221 5.054 3.308
Biaya Dibayar Dimuka 1.485 4.143 3.332 3.495 2.625
Dana Dibatasi Penggunaannya - - 11.415 12.585 12.333
Aset Lancar Lain-Lain 19.028 35.758 19.120 21.915 19.463
Jumlah Aset Lancar 335.436 370.081 360.299 437.008 449.541
Aset Tetap 299.964 376.082 479.411 513.405 498.336
Piutang Kepada Pihak berelasi 13.702 8.460 5.355 2.959 2.959
Aset Pajak Tangguhan - 34 - 6.104 13.070
Investasi pada Entitas Asosiasi 17.936 18.585 22.799 17.319 11.928
Properti Investasi 19.955 19.087 18.219 17.352 16.484
Aset Tidak Berwujud 178 216 182 147 124
Aset Tidak Lancar Lainnya 4.153 3.969 4.466 5.278 5.685
Jumlah Aset Tidak Lancar 355.888 426.434 530.432 562.564 548.586
Jumlah Aset 691.324 796.515 890.732 999.572 998.127
Utang Usaha 20.202 38.542 26.462 69.333 13.949
Utang Bank Jangka Pendek 168.156 169.260 277.199 411.343 521.326
Akrual 39.215 26.570 35.526 39.529 35.441
Utang Pajak 3.177 734 5.729 655 3.254
Utang Lain Lain 4.581 13.123 12.766 4.620 32.852
Liabilitas Imbalan Kerja Jangka Pendek 4.523 5.092 8.170 11.845 10.644
Bagian Jangka Pendek dari Liabilitas Jangka Panjang 15.226 123.644 60.791 56.584 56.665
Biaya yang Masih Harus Dibayar - - - - -
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 255.079 376.965 426.643 593.908 674.131
Utang Bank Jangka Panjang 99.748 108.916 123.084 108.637 54.538
Liabilitas Pajak Tangguhan 2.774 - 2.385 - -
Utang Pihak Berelasi Non-Usaha 920 - - - -
Liabilitas Imbalan Pasca Kerja 1.638 2.755 3.898 3.868 4.646
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 105.079 111.671 129.368 112.505 59.184
Jumlah Liabilitas 360.158 488.636 556.010 706.413 733.315
Modal Dasar 180.822 180.822 180.822 180.822 180.822
Selisih Kurs (7.087) (7.087) (7.087) (7.087) (7.087)
Tambahan Modal Disetor 81.670 81.670 81.670 81.670 81.670
Komponen Ekuitas Lainnya 2.396 2.396 2.396 2.396 2.396
Saldo Laba 73.364 50.076 76.919 35.357 7.010
Jumlah Ekuitas 331.166 307.879 334.721 293.159 264.812
Jumlah Liabilitas dan Ekuitas 691.324 796.515 890.732 999.572 998.127
Aset terdiri dari Aset Lancar dan Aset Tidak Lancar. Aset Lancar secara historis memiliki porsi 40,45%-
48,52% dengan trend kenaikan historis rata-rata 9,66%. Aset Tidak Lancar secara historis memiliki porsi
51,48%-59,55% dengan trend kenaikan historis rata-rata 16,76%. Secara keseluruhan historis aset
Perusahaan mengalami pertumbuhan 13,09%.
Liabilitas terdiri dari Liabilitas Jangka Pendek dan Liabilitas Jangka Panjang. Liabilitas Jangka Pendek secara
historis memiliki porsi 36,90%-67,54% dengan tred kenaikan historis rata-rata 33,39%. Liabilitas Jangka
Panjang secara historis memiliki porsi 5,93%-15,20% dengan tred kenaikan historis rata-rata 3,03%. Secara
keseluruhan historis liabilitas Perusahaan mengalami pertumbuhan 25,50%.
Laporan Studi Kelayakan PT Inocycle Technology Group, Tbk. 5
Page 23
Ekuitas dalam akun saldo laba secara historis memiliki porsi 0,70%-10,61% dengan trend penurunan historis
rata-rata (10,72%.). Secara keseluruhan historis liabilitas dan ekuitas Perusahaan mengalami pertumbuhan
13,09%.
1.6.2 Laba Rugi Historis (Common Size & Trend)
Dalam Satuan Rupiah (.000.000)
2019 2020 2021 2022 2023
Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des
Income Statement
Pendapatan 494.685 518.652 633.300 691.532 600.210
Beban Pokok Pendapatan (387.495) (408.755) (476.983) (532.841) (461.987)
Laba Bruto 107.190 109.897 156.318 158.691 138.223
Beban Penjualan Umum dan Adm (59.891) (71.636) (83.839) (99.898) (97.297)
Penghasilan (Beban) Lainnya 23.962 (4.867) 7.683 (38.135) 16.264
EBITDA 71.261 33.394 80.162 20.657 57.190
Depresiasi dan Amortisasi (20.483) (25.877) (30.056) (32.310) (36.267)
EBIT 50.779 7.518 50.107 (11.652) 20.923
Biaya Keuangan (22.212) (17.895) (20.068) (27.394) (50.251)
Bagian Laba dari Entitas Asosiasi 755 743 4.327 (5.610) (5.064)
EBT 29.322 (9.633) 34.366 (44.656) (34.392)
Beban Pajak Penghasilan (6.787) 399 (7.043) 8.264 6.835
EAT 22.534 (9.235) 27.323 (36.392) (27.557)
Perusahaan membukukan Pendapatan secara trend kenaikan historis rata-rata 12,05%. Beban Pokok
Penjualan 77,30% dari pendapatan dan secara trend kenaikan historis rata-rata 11,30%. Beban Penjualan
Umum dan Adm 13,96% dari pendapatan dan secara trend kenaikan historis rata-rata 18,60%. Penghasilan
(Beban) Lainnya 3,04% dari pendapatan dan secara trend penurunan historis rata-rata (324,84%).
EBITDA 9,20% dari pendapatan dan secara trend kenaikan historis rata-rata 4,23%. EBIT 4,96% dari
pendapatan dan secara trend kenaikan historis rata-rata 119,35%. EBT 5,08% dari pendapatan dan secara
trend penurunan historis rata-rata (273,18%). EAT 4,10% dari pendapatan dan secara trend kenaikan historis
rata-rata (256,68%).
Laporan Studi Kelayakan PT Inocycle Technology Group, Tbk. 6
Page 24
1.6.3 Arus Kas
Dalam Satuan Rupiah (.000.000)
2019 2020 2021 2022 2023
Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des
Cash Flow
ARUS KAS DARI KEGIATAN OPERASI
Penerimaan dari pelanggan 444.020 490.569 641.265 679.009 582.112
Pembayaran kepada pemasok (432.454) (375.562) (563.242) (551.517) (430.535)
Pembayaran kepada karyawan (57.258) (69.717) (36.330) (89.417) (87.547)
Penerimaan penghasilan bunga 1.804 1.501 343 226 1.830
Pembayaran pajak penghasilan badan (6.108) (4.581) (2.976) (14.038) (4.580)
Penerimaan restitusi pajak - 265 - 2.250 -
Pembayaran bunga dan beban keuangan (20.178) (32.667) (20.411) (27.620) (52.081)
Arus kas bersih yang diperoleh dari kegiatan operasi (70.174) 9.809 18.650 (1.108) 9.199
ARUS KAS DARI KEGIATAN INVESTASI
Perolehan aset tetap - - - - -
Penjualan aset tetap 8.204 32.106 90 1.977 456
Pembayaran uang muka aset tetap (24.523) (96.524) (129.962) (47.952) (42.130)
Arus kas bersih yang digunakan untuk kegiatan investasi (16.319) (64.418) (129.872) (45.975) (41.674)
ARUS KAS DARI KEGIATAN PENDANAAN
Penerbitan saham biasa 142.046 - - - -
Penerimaan dividen - (13.562) - (5.425) -
Pencairan utang bang jangka pendek 110.570 37.040 162.093 137.316 198.618
Pembayaran utang bank jangka pendek (53.200) (39.713) (53.983) (30.370) (82.672)
Pencairan Pinjaman jangka panjang lain-lain - 113.456 - - 4.499
Pembayaran Pinjaman jangka panjang lain-lain - (18.117) (39.563) (46.518) (37.598)
Liabilitas jangka panjang lain-lain pihak ketiga (21.198) - - - -
Penerimaan liabilitas sewa 21.222 - - 23.114 -
Pembayaran liabilitas sewa (5.044) (5.486) (9.857) (12.451) (14.863)
Pembayaran ke pihak berelasi (57.784) (920) - - -
Arus kas bersih yang diperoleh dari kegiatan pendanaan 136.612 72.699 58.690 65.665 67.983
KENAIKAN/(PENURUNAN) KAS DAN SETARA KAS 50.119 18.090 (52.532) 18.583 35.509
Dampak selisih kurs atas kas dan setara kas 1.227 557 (366) (51) (1)
Kas dan setara kas awal periode 45.468 96.815 115.463 62.565 81.097
KAS DAN SETARA KAS AKHIR PERIODE 96.815 115.463 62.565 81.097 116.605
Arus kas Perusahaan dari aktivitas operasional sebagian besar berupa penerimaan dari pelanggan,
pembayaran kepada pemasok, dan pembayaran kepada karyawan. Arus kas Perusahaan dari aktivitas
investasi merupakan belanja modal berupa pembelian aset tetap. Arus kas Perusahaan dari aktivitas
pendanaan sebagian besar berupa penerimaan dan pembayaran atas utang kepada pihak berelasi. Saldo
kas Perusahaan berkisar antara 62 Miliar – 116 Miliar Rupiah per tahun.
Laporan Studi Kelayakan PT Inocycle Technology Group, Tbk. 7
Page 25
1.6.4 Analisis Rasio
2019 2020 2021 2022 2023
Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des
Rasio Likuiditas
Rasio Lancar 1,32 0,98 0,84 0,74 0,67
Quick Rasio 0,79 0,72 0,51 0,44 0,47
Rasio Aktivitas
TO Piutang 6,22 4,82 5,41 5,40 3,90
TO Persediaan 2,90 4,14 3,33 3,00 3,52
TO Utang Usaha 19,18 10,61 18,03 7,69 33,12
Average Collection Periode (TO Piutang) 58,67 75,69 67,52 67,64 93,70
Inventory Conversion Period (TO Persediaan) 125,95 88,08 109,58 121,79 103,68
Payables Defferal Period (TO Utang Usaha) 19,03 34,42 20,25 47,49 11,02
TO Aset Tetap 1,65 1,38 1,32 1,35 1,20
TO Aset 0,72 0,65 0,71 0,69 0,60
Rasio Solvabilitas
Debt Equity Ratio 1,09 1,59 1,66 2,41 2,77
Debt to Assets 0,52 0,61 0,62 0,71 0,73
Time Interest Earned 2,29 0,42 2,50 - 0,42
Rasio Profitabilitas
Return On Asset 0,03 (0,01) 0,03 (0,04) (0,03)
Return On Equity 0,07 (0,03) 0,08 (0,12) (0,10)
Dilihat berdasarkan likuiditasnya, Perusahaan memiliki rasio lancar sebesar 0,7-1,3 kali dengan rata-rata 0,97
kali utang lancarnya (rasio lancar). Aset lancar Perusahaan diluar persediaan sebanyak 0,44-0,79 kali dengan
rata-rata 0,61 kali utang lancarnya.
Berdasarkan aktivitasnya, umur piutang usaha berkisar antara 58-75 hari dengan rata-rata 67 hari.
Berdasarkan aktivitasnya, umur persediaan berkisar antara 88-125 hari dengan rata-rata 111 hari. Umur
utang usaha berkisar antara 19-47 hari dengan rata-rata 30 hari.
Dilihat berdasarkan profitabilitasnya, Perusahaan juga memiliki rasio laba bersih terhadap total aset (ROA)
sebesar (0,04) – 0,03 dengan rata-rata 0,004. Perusahaan memiliki rasio laba bersih terhadap ekuitas (ROE)
sebesar (0,12) – 0,08 dengan rata-rata (0,001).
1.6.5 Struktur Modal
2019 2020 2021 2022 2023
Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des
Liabilitas Lancar 48,52% 46,46% 40,45% 43,72% 45,04%
Liabilitas Tidak Lancar 51,48% 53,54% 59,55% 56,28% 54,96%
Total Liabilitas 52,10% 61,35% 62,42% 70,67% 73,47%
Total Ekuitas 47,90% 38,65% 37,58% 29,33% 26,53%
Debt Equity Ratio 1,09 1,59 1,66 2,41 2,77
Pada struktur modal Perusahaan, rasio total liabilitas sebesar 59,71%-68,87% dari total liabilitas dan ekuitas.
Rasio debt to equity (DER) Perusahaan sebesar 1,48-2,21 kali dengan rata-rata 1,85 kali dari ekuitasnya.
Laporan Studi Kelayakan PT Inocycle Technology Group, Tbk. 8
Page 26
2. KELAYAKAN PASAR
2.1. Kondisi Pasar
2.1.1. Pertumbuhan Ekonomi
Ekonomi Indonesia tahun 2023 tumbuh sebesar 5,05 persen. Pertumbuhan terjadi pada seluruh lapangan
usaha. Lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan tertinggi adalah Transportasi dan Pergudangan
sebesar 13,96 persen; diikuti Jasa Lainnya sebesar 10,52 persen; dan Penyediaan Akomodasi dan Makan
Minum sebesar 10,01 persen. Sementara itu, Industri Pengolahan yang memiliki peran dominan tumbuh 4,64
persen. Sedangkan Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan serta Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi
Mobil dan Sepeda Motor masing-masing tumbuh sebesar 1,30 persen dan 4,85 persen.
Pertumbuhan PDB Beberapa Lapangan Usaha (y-on-y) (persen)
Sumber: Badan Pusat Statistik (BPS)
Struktur PDB Indonesia menurut lapangan usaha atas dasar harga berlaku tahun 2023 tidak menunjukkan
perubahan berarti. Perekonomian Indonesia masih didominasi oleh Lapangan Usaha Industri Pengolahan
sebesar 18,67 persen; diikuti oleh Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor
sebesar 12,94 persen; Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan sebesar 12,53 persen; Pertambangan dan
Penggalian sebesar 10,52 persen; serta Konstruksi sebesar 9,92 persen. Peranan kelima lapangan usaha
tersebut dalam perekonomian Indonesia mencapai 64,58 persen.
Ekonomi Indonesia triwulan IV-2023 terhadap triwulan IV-2022 (y-on-y) tumbuh sebesar 5,04 persen.
Pertumbuhan terjadi pada seluruh lapangan usaha. Lapangan usaha yang tumbuh signifikan adalah
Transportasi dan Pergudangan sebesar 10,33 persen; diikuti Jasa Lainnya sebesar 10,15 persen; dan
Pengadaan Listrik dan Gas sebesar 8,68 persen. Sebagai lapangan usaha yang memiliki peran dominan,
Industri Pengolahan tumbuh sebesar 4,07 persen. Sedangkan Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan serta
Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor masing-masing tumbuh sebesar 1,12
persen dan 4,09 persen.
Laporan Studi Kelayakan PT Inocycle Technology Group, Tbk. 9
Page 27
Pertumbuhan PDB Beberapa Lapangan Usaha (y-to-y) (persen)
Sumber: Badan Pusat Statistik (BPS)
Ekonomi Indonesia pada triwulan IV-2023 tumbuh sebesar 0,45 persen (q-to-q) dibanding triwulan III-2023.
Hampir seluruh lapangan usaha tumbuh positif. Lapangan Usaha Administrasi Pemerintahan, Pertahanan,
dan Jaminan Sosial Wajib tumbuh signifikan sebesar 19,81 persen; diikuti Jasa Pendidikan sebesar 14,46
persen; serta Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial sebesar 8,66 persen. Industri Pengolahan yang memiliki
peran dominan tumbuh 0,51 persen. Sementara untuk Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan serta
Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor masing-masing mengalami kontraksi
sebesar 17,70 persen dan 0,27 persen.
Pertumbuhan PDB Beberapa Lapangan Usaha (q-to-q) (persen)
Sumber: Badan Pusat Statistik (BPS)
Ekonomi Indonesia tahun 2023 tumbuh sebesar 5,05 persen. Pertumbuhan terjadi pada semua Komponen
Pengeluaran. Pertumbuhan tertinggi terjadi pada Komponen PK-LNPRT sebesar 9,83 persen; diikuti
Komponen Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (PK-RT) sebesar 4,82 persen; Komponen Pembentukan
Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 4,40 persen; Komponen PK-P sebesar 2,95 persen; dan Komponen
Ekspor Barang dan Jasa sebesar 1,32 persen. Sementara itu, Komponen Impor Barang dan Jasa (yang
merupakan faktor pengurang dalam PDB menurut Pengeluaran) terkontraksi sebesar 1,65 persen.
Laporan Studi Kelayakan PT Inocycle Technology Group, Tbk. 10
Page 28
Struktur PDB Indonesia menurut pengeluaran atas dasar harga berlaku tahun 2023 tidak menunjukkan
perubahan yang berarti. Perekonomian Indonesia masih didominasi oleh Komponen PK-RT yang mencakup
lebih dari separuh PDB Indonesia yaitu sebesar 53,18 persen; diikuti oleh komponen PMTB sebesar 29,33
persen; Komponen Ekspor Barang dan Jasa sebesar 21,75 persen; Komponen PK-P sebesar 7,45 persen;
Komponen PK-LNPRT sebesar 1,25 persen; dan Komponen Perubahan Inventori sebesar 1,19 persen.
Sementara itu, Komponen Impor Barang dan Jasa memiliki peran sebesar 19,57 persen.
Pertumbuhan PDB Beberapa Komponen Pengeluaran (c-to-c) (persen)
Sumber: Badan Pusat Statistik (BPS)
2.1.2. Kegiatan Usaha
Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) pada triwulan IV-2023 sesuai siklus triwulanannya mengindikasikan
kinerja kegiatan usaha tetap kuat meski melambat dibandingkan triwulan sebelumnya. Hal tersebut tecermin
dari nilai Saldo Bersih Tertimbang (SBT) kegiatan usaha pada triwulan IV-2023 sebesar 13,17%, lebih rendah
dari 15,65% pada triwulan III-2023. Kegiatan usaha yang masih tumbuh cukup kuat tecermin dari kinerja
sebagian Lapangan Usaha (LU) seiring dengan terjaganya permintaan masyarakat saat Hari Besar
Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan libur tahun baru. LU yang meningkat antara lain LU Perdagangan
Besar dan Eceran dan Reparasi Mobil dan Motor (SBT 1,48%), LU Transportasi dan Pergudangan (SBT
1,30%), LU Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum (SBT 0,97%), serta LU Informasi dan Komunikasi
(SBT 1,04%). Sementara itu, kinerja LU yang tetap kuat tecermin pada LU Industri Pengolahan (SBT 1,0%)
seiring dengan tersedianya kapasitas penyimpanan dan sarana produksi, LU Konstruksi (SBT 1,27%) seiring
dengan penyelesaian beberapa proyek, serta LU Jasa Keuangan (SBT 1,99%). Hanya LU Pertanian,
Kehutanan, dan Perikanan yang berada pada fase kontraksi dengan SBT sebesar -0,81% disebabkan oleh
masuknya musim tanam, kekeringan, dan hama (penyakit) yang memengaruhi produksi.
Grafik 1 – Perkembangan Kegiatan Usaha
Sumber: Bank Indonesia, 2024
Laporan Studi Kelayakan PT Inocycle Technology Group, Tbk. 11
Page 29
Pada triwulan 1-2024 responden memprakirakan kegiatan usaha meningkat dengan SBT 15,38%, lebih tinggi
dibandingkan SBT 13,17% pada triwulan IV-2023. Kegiatan usaha pada seluruh LU diprakirakan tumbuh
positif, terutama didorong oleh LU Industri Pengolahan (SBT 1,49%) serta LU Pertambangan dan Penggalian
(SBT 2,67%). Peningkatan tersebut merupakan langkah pelaku usaha untuk memenuhi permintaan domestik,
khususnya menjelang bulan Ramadan 2024. Selain itu, peningkatan kinerja juga didorong oleh LU Pertanian,
Kehutanan, dan Perikanan (SBT 1,46%) sejalan dengan musim panen komoditas pangan di sejumlah wilayah
(Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, serta sebagian Sumatera dan Sulawesi) (Lampiran Tabel 1).
2.1.3. Kapasitas Produksi Terpakai
Kapasitas produksi terpakai pada triwulan IV-2023 tercatat tetap kuat sebesar 73,91% meski lebih rendah
dibandingkan 75,17% pada triwulan III-2023. Penurunan kapasitas produksi terpakai tersebut tercatat pada
seluruh LU, terutama pada LU Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan (72,10%), LU Industri Pengolahan
(72,76%), serta LU Pengadaan Listrik (SBT 80,71%). Penurunan kapasitas produksi tersebut sejalan dengan
kinerja usahanya yang melemah
Grafik 2 - Perkembangan Kapasitas Utilisasi
Sumber: Bank Indonesia, 2024
2.1.4. Kondisi keuangan dan Akses Kredit
Mayoritas responden menyatakan kondisi keuangan perusahaan masih dalam kondisi baik pada triwulan IV-
2023. Hal ini tecermin dari Saldo Bersih (SB) Likuiditas yang tercatat sebesar 24,42%, lebih tinggi
dibandingkan SB 18,71% pada triwulan III-2023. Hal tersebut disebabkan meningkatnya persentase
responden yang menjawab kondisi likuiditas pada triwulan IV-2023 "lebih baik" menjadi sebesar 29,62%,
dibandingkan 24,35% pada triwulan sebelumnya.
Grafik 3 – Kondisi Likuiditas dan Rentabilitas
Laporan Studi Kelayakan PT Inocycle Technology Group, Tbk. 12
Page 30
Sumber: Bank Indonesia, 2024
Kondisi rentabilitas atau kemampuan perusahaan untuk mencetak laba juga terindikasi dalam kondisi yang
lebih baik pada triwulan IV-2023. Hal ini tecermin dari SB Indikator Rentabilitas sebesar 21,94%, lebih tinggi
dari SB 18,17% pada triwulan sebelumnya. Persentase responden yang menjawab kondisi rentabilitas pada
triwulan IV-2023 "lebih baik" sebanyak 29,74%, lebih tinggi dibandingkan 25,68% pada triwulan sebelumnya.
Lebih lanjut, responden menilai akses kredit perbankan pada triwulan IV-2023 lebih mudah. SB akses kredit
tercatat sebesar 4,93% pada triwulan IV-2023, meningkat dibandingkan 4,64% pada triwulan III-2023. Hal
tersebut tecermin dari persentase responden yang menjawab "sulit" tercatat sebesar 3,90%, lebih rendah
dibandingkan 4,26% pada triwulan sebelumnya. Sementara itu, responden yang menjawab "lebih mudah"
sebesar 8,83%, relatif stabil dibandingkan 8,90% pada triwulan sebelumnya.
2.1.5. Tenaga Kerja
Pada triwulan IV-2023 SBT penggunaan tenaga kerja tercatat masih dalam fase ekspansi dengan SBT
1,12%, meski lebih rendah dari SBT 3,76% pada triwulan III-2023 (Grafik 4). LU dengan SBT tenaga kerja
yang tercatat meningkat antara lain LU Perdagangan Besar dan Eceran, dan Reparasi Mobil dan Motor (SBT
0,36%), serta LU Informasi dan Komunikasi (SBT 0,31%) sejalan dengan peningkatan kegiatan usahanya.
Sementara itu, LU dengan SBT tenaga kerja yang tercatat mengalami penurunan hingga berada pada fase
kontraksi antara lain LU Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan (SBT -0,50%) sejalan dengan masuknya
musim tanam pada komoditas tanaman pangan, LU Pertambangan dan Penggalian (SBT -1,38%) sejalan
dengan pengurangan aktivitas usaha, serta LU Industri Pengolahan (SBT -0,53%) sejalan dengan adanya
pegawai pensiun dan efisiensi proses kerja.
Pada triwulan 1-2024, penggunaan tenaga kerja diprakirakan meningkat dengan SBT sebesar 3,63% dari
SBT 1,12% pada triwulan sebelumnya. Sebagian LU mencatat peningkatan tenaga kerja antara lain LU
Pertambangan dan Penggalian (SBT 0,23%) sejalan dengan peningkatan aktivitas usahanya, LU Industri
Pengolahan (SBT 0,15%) serta LU Perdagangan Besar dan Eceran, dan Reparasi Mobil dan Motor (SBT
0,83%) sejalan dengan penerimaan pegawai baru guna persiapan bulan Ramadan. Sementara itu, LU
Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan tercatat membaik meski masih dalam fase kontraksi dengan SBT -
0,16% sejalan dengan peningkatan kegiatan usahanya.
Grafik 4 – Perkembangan Penggunaan Tenaga Kerja
Sumber: Bank Indonesia, 2024
Laporan Studi Kelayakan PT Inocycle Technology Group, Tbk. 13
Page 31
2.1.6. Harga Jual
Tekanan harga jual pada triwulan IV-2023 tercatat sebesar SBT 13,27%, tidak setinggi SBT 14,43% pada
triwulan III-2023 (Grafik 5). Kenaikan harga jual pada triwulan laporan didorong oleh peningkatan harga jual
pada LU Industri Pengolahan (SBT 2,64%), LU Transportasi dan Pergudangan (SBT 0,39%), LU Informasi
dan Komunikasi (SBT 0,62%), serta LU Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum (SBT 0,69%). Sementara
itu, penurunan harga jual terindikasi terjadi pada LU Pertambangan dan Penggalian (SBT -1,94%) sejalan
dengan perkembangan harga komoditas internasional.
Tekanan kenaikan harga jual diprakirakan meningkat pada triwulan l-2024 dengan SBT 15,40%, lebih tinggi
dibandingkan 13,27% pada triwulan IV-2023. Peningkatan tekanan harga jual didorong oleh LU
Pertambangan dan Penggalian (SBT 2,28%) sejalan dengan prakiraan kenaikan harga bahan baku dan
harga acuan internasional, LU Industri Pengolahan (SBT 3,36%), LU Perdagangan Besar dan Eceran, dan
Reparasi Mobil dan Motor (SBT 3,52%), serta LU Transportasi dan Pergudangan (SBT 0,48%) seiring dengan
kenaikan harga bahan baku/material dan tenaga kerja.
Grafik 5 – Perkembangan Harga Jual
2.1.7. Investasi
Pada triwulan IV-2023 realisasi investasi tercatat meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya. Hal ini
tecermin dari SBT Investasi triwulan IV-2023 sebesar 11,53%, lebih tinggi dibandingkan SBT 8,67% pada
triwulan sebelumnya (Lampiran Tabel 7). Berdasarkan lapangan usaha, peningkatan kegiatan investasi pada
triwulan laporan terindikasi terjadi pada sebagian LU, terutama LU Pertambangan dan Penggalian (SBT
3,71%), LU Perdagangan Besar dan Eceran, dan Reparasi Mobil dan Motor (SBT 0,89%), serta LU
Administrasi Pemerintahan, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib (SBT 0,79%). Responden
menginformasikan investasi tersebut digunakan terutama untuk pembelian mesin/alat, tanah/bangunan,
pembangunan/renovasi kantor/gudang, toko/showroom, dan kendaraan (mobil, forklift).
Pada triwulan 1-2024, responden memprakirakan investasi tetap kuat meski melambat dibandingkan periode
sebelumnya dengan SBT sebesar 10,94%. LU yang tercatat meningkat yaitu LU Pertanian, Kehutanan, dan
Perikanan (SBT 0,76%) serta LU Industri Pengolahan (SBT 2,06%). Responden menginformasikan bahwa
investasi digunakan untuk pembelian bibit, pupuk, pembelian/perbaikan mesin, pembangunan/renovasi
gudang, serta alat dan mesin pertanian. Sementara itu, LU Administrasi Pemerintahan, Pertahanan, dan
Jaminan Sosial Wajib, LU Jasa Pendidikan, serta LU Pengadaan Listrik tercatat melambat sejalan dengan
pola musimannya.
Laporan Studi Kelayakan PT Inocycle Technology Group, Tbk. 14
Page 32
Secara semesteran, hasil SKDU menunjukkan jumlah pelaku usaha yang melakukan kegiatan investasi pada
semester II-2023 lebih tinggi dibandingkan semester I-2023 maupun semester II-2022. Persentase
responden SKDU yang menyatakan melakukan kegiatan investasi pada semester II-2023 tercatat sebesar
26,65%, lebih tinggi dibandingkan semester I-2023 dan semester II-2022 masing- masing sebesar 23,61%
dan 26,35% (Grafik 7).
Dari sisi nilai investasi, hasil SKDU mengindikasikan peningkatan yang tecermin dari Saldo Bersih nilai
investasi pada semester II-2023, yaitu sebesar 64,37%, lebih tinggi dari 59,76% pada semester I-2023, meski
lebih rendah dibandingkan 66,78% pada semester II-2022. Sementara responden yang menyampaikan
rencana untuk melakukan investasi pada semester I-2024 tercatat sebesar 25,34%, menurun dibandingkan
semester II-2023.
Grafik 6 – Perkembangan Investasi Semesteran
Berdasarkan bentuk investasi yang akan dilakukan, responden akan melakukan investasi dalam bentuk
mesin (30,66%), bangunan/pabrik (26,15%), dan alat angkut/transportasi (17,91%). Sebagian besar
responden menyatakan bahwa investasi yang dilakukan oleh perusahaan dalam bentuk investasi baru
(42,82%) serta kombinasi antara investasi baru dan penggantian (35,42%).
Grafik 7 - Realisasi Investasi Semester I-2023 Berdasarkan Bentuk dan Sifatnya
Responden menginformasikan beberapa faktor yang dapat menghambat rencana investasi pada semester
II-2023, antara lain masalah suku bunga (17,69%), perizinan (16,91%), dan infrastruktur (10,76%).
Laporan Studi Kelayakan PT Inocycle Technology Group, Tbk. 15
Page 33
2.1.8. Permintaan Pasar Produk Perusahaan
Perusahaan menilai bahwa permintaan pasar produk perusahaan di masa kini dan mendatang akan
sangat baik dan prospektif. Hal ini sejalan dengan meningkatnya permintaan dan kesadaran
Masyarakat akan pentingnya penggunaan produk daur ulang. Selain itu, tren ekonomi sirkular semakin
diperhatikan dan diakui oleh perusahaan-perusahaan besar di dunia. Sehingga banyak pelanggan
Perusahaan yang merupakan perusahaan dengan merek ternama meningkatkan jumlah konten daur
ulang dalam kemasan plastik dan bahan baku mereka sebagai bagian dari upaya mereka untuk
mencapai net zero emission. Sejalan dengan hal tersebut, Perusahaan telah memenuhi syarat untuk
kredit karbon sebagai hasil dari bisnis intinya yaitu daur ulang limbah PET.
Perusahaan sebagai perusahaan daur ulang limbah PET terkemuka dan terbesar di Indonesia
semakin mempertegas posisinya sebagai pemain terbesar di industri daur ulang Indonesia melalui 9
pabrik mereka yang beroperasi di berbagai lokasi berpotensi tinggi, yaitu Tangerang, Solo, Mojokerto,
Salatiga, Palembang, Medan, Makassar (Gowa & Takalar) dan Subang. Saat ini total kapasitas
produksi daur ulang Perusahaan sudah mencapai lebih dari 40.000 ton per tahun.
Perusahaan membangun landasan untuk kesuksesan jangka panjang melalui penciptaan value chain,
peningkatan kapasitas pabrik dan efisiensi jaringan operasi sambil berkontribusi menurunkan jumlah
limbah plastik yang mencemari lingkungan hidup Indonesia karena 100% bahan baku kami adalah
limbah plastik local.
2.1.9. Supply Produk Perusahaan Untuk Permintaan Pasar
Untuk dapat memenuhi supply produk Perusahaan untuk permintaan pasar, Perusahaan mengambil
berbagai langkah strategis untuk meningkatkan produksi dan mengoptimalkan operasional
perusahaan. Untuk mengumpulkan dan mengolah bahan baku, Perusahaan mendirikan fasilitas
pencucian (washing facility) dan pusat daur ulang (recycling center) di kota-kota kecil dan menengah
yang strategis yaitu Tangerang, Solo, Mojokerto, Salatiga, Palembang, Medan, Makassar, dan
Subang.
Lokasi-lokasi pencucian tersebut dipilih sehingga seluruh bahan baku sampah botol plastik PET yang
dikumpulkan dari berbagai daerah di diolah secara terintegrasi dan untuk meningkatkan efisiensi biaya
logistik sembari membangun rantai nilai (value chain) dari sampah plastik di kota-kota di Indonesia.
Tahun 2023 lalu Perusahaan telah membuka fasilitas pencucian kelima di Subang, Jawa Barat, untuk
semakin meningkatkan kemampuan untuk mendaur ulang sampah yang dikumpulkan. Dengan
kapasitas 12.000 MT/tahun dari pabrik pencucian terbaru di Subang tersebut. total kapasitas fasilitas
pencucian Inocycle saat ini telah melampaui angka 40.000 MT/tahun. Sampai saat ini kami masih
dapat memenuhi permintaan dari para konsumen kami baik domestik maupun luar negeri dengan baik.
Selain itu, melalui perusahaan asosiasi INOV, PlasticPay, sepanjang tahun 2023 sudah memasang
155 Collection Point, 79 Dropbox dan 76 RVM (Reverse Vending Machine). Dengan penambahan ini,
PlasticPay memiliki 957 Collection Point, 814 Dropbox dan 143 RVM secara total di seluruh Indonesia.
Perusahaan berencana untuk memperlebar cakupan rantai nilai limbah PET di berbagai kota di tahun
2024 dengan membangun 2.000 collection point, atau naik 2 kali lipat dari tahun 2023. Tercatat per 20
Desember 2023, PlasticPay sudah berhasil mengumpulkan sekitar 4,8 juta botol plastik atau 90 ton.
2.1.10. Perkembangan Industri Penambahan Kegiatan Usaha
2.1.10.1. Pangsa Pasar
Dengan adanya Rencana Penambahan Kegiatan Usaha ini maka akan menambah pangsa pasar
untuk kegiatan usaha selain industri tekstil baik woven dan non-woven, Rencana Penambahan
Kegiatan Usaha ini juga bisa merambah pangsa pasar industri pembuatan botol plastic food
grade seperti untuk perusahaan Nestle, Mayora, Danone, P&G, dll.
Laporan Studi Kelayakan PT Inocycle Technology Group, Tbk. 16
Page 34
2.1.10.2. Kesinambungan
Dikarenakan pangsa pasar yang luas untuk memenuhi kebutuhan industri tekstil dan industri
makanan, maka Perusahaan optimis Rencana Penambahan Kegiatan Usaha produksi
resin/chips daur ulang ini akan terus berkesinambungan dan berkembang. Resin/chips daur
ulang memiliki keunggulan dari segi keberlanjutan lingkungan karena menggunakan bahan baku
plastik bekas yang diolah kembali. Hal ini mendukung upaya daur ulang dan pengurangan limbah
plastik. Oleh karena itu, Resin/chips daur ulang dapat menarik bagi pelanggan yang peduli
dengan lingkungan dan ingin menggunakan produk yang lebih ramah lingkungan.
2.1.10.3. Potensi Pasar
Permintaan resin/chips daur ulang semakin meningkat, terutama dari negara-negara di Eropa,
sebagai respons terhadap tren penggunaan bahan baku yang lebih ramah lingkungan. Hal ini
menciptakan peluang yang menarik bagi industri pengolahan limbah plastik di Indonesia.
Meskipun permintaan meningkat, masih ada kesenjangan yang signifikan antara pasokan dan
permintaan resin/chips daur ulang, mendorong banyak negara untuk memperbarui regulasi
terkait penggunaan material ramah lingkungan.
Meskipun ada peningkatan kesadaran akan dampak lingkungan, masih banyak produk yang
menggunakan plastik sebagai bungkusnya. Alasan-alasan seperti harga yang terjangkau,
ketersediaan yang melimpah, kemudahan penggunaan, dan fleksibilitasnya masih membuat
plastik menjadi pilihan yang populer di kalangan produsen produk konsumen.
2.1.10.4. Sasaran Pasar
Ekspor dan pemenuhan pasar dalam negri resin/chips tidak hanya memberikan manfaat ekonomi
bagi Indonesia, tetapi juga berperan dalam memperkuat perekonomian negara. Dengan
meningkatkan volume ekspor resin/chips, Perusahaan dapat membantu menggerakkan roda
perekonomian Indonesia, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan pendapatan nasional.
Ekspor dan pemenuhan pasar dalam negri resin/chips juga memiliki dampak positif dalam
menurunkan penggunaan plastik yang tidak ramah lingkungan. Dengan memperluas pasar untuk
resin/chips daur ulang, Perusahaan dapat menginspirasi industri global untuk beralih ke bahan
baku yang lebih berkelanjutan, membantu mengurangi jejak karbon, dan melindungi lingkungan.
Ekspor dan pemenuhan pasar dalam negri resin/chips juga berperan dalam mengurangi jumlah
limbah plastik yang menumpuk di Indonesia. Dengan menjual resin/chips ke pasar global,
Perusahaan tidak hanya mengubah limbah menjadi sumber daya yang bernilai, tetapi juga
membantu mengelola limbah plastik secara lebih efektif dan bertanggung jawab.
Ekspor dan pemenuhan pasar dalam negri resin/chips juga memiliki dampak positif dalam
menjaga kebersihan lingkungan. Dengan mengurangi jumlah limbah plastik yang berserakan di
sekitar kita, Perusahaan dapat membantu memelihara keindahan alam dan ekosistem yang
beragam di Indonesia. Selain itu, hal ini juga membantu memperbaiki citra Indonesia di mata
dunia sebagai negara yang peduli terhadap lingkungan dan keberlanjutan.
2.1.10.5. Potensi Nilai Pasar
Indonesia mengekspor plastik ke berbagai negara, termasuk Armenia, Azerbaijan, Irlandia, dan
Belgia. Pada 2020, nilai ekspor plastik Indonesia ke Armenia tercatat sebesar US$ 477 ribu. dan
sebesar US$ 237 ribu ke Azerbaijan. Dataindonesia.id mencatatat pada 2022, Irlandia menjadi
tujuan utama ekspor plastik Indonesia dengan nilai mencapai US$1,69 juta dengan volume 1,7
juta kg. Sementara itu, Belgia menjadi tujuan ekspor berikutnya dengan nilai US$1,07 juta dan
volume 1,1 juta kg. Selain itu, plastik Indonesia juga diekspor ke Amerika Serikat dengan nilai
US$844.254 dan ke Vietnam dengan nilai US$487.924. Dengan pasar yang beragam ini,
Indonesia memiliki potensi yang besar untuk memperluas pangsa pasar resin/chipsnya di tingkat
global.
Laporan Studi Kelayakan PT Inocycle Technology Group, Tbk. 17
Page 35
2.2. Pesaing Usaha
Industri resin/chips original dan daur ulang keduanya memiliki persaingan yang signifikan. Persaingan dalam
pasar resin/chips original cenderung lebih tinggi karena harga yang lebih mahal dan permintaan yang lebih
luas. Namun, pasar resin/chips daur ulang juga semakin berkembang dengan adanya permintaan yang
meningkat dan dukungan terhadap praktik daur ulang. Penting untuk melakukan analisis pasar yang cermat,
memahami kebutuhan dan preferensi pelanggan, serta mempertimbangkan faktor harga, permintaan, dan
persaingan dalam memutuskan untuk berjualan resin/chips original atau daur ulang. Beberapa pesaing usaha
bahkan memilih untuk menawarkan kedua jenis resin/chips untuk menjangkau lebih banyak segmen pasar
dan memenuhi berbagai kebutuhan pelanggan. Adapun informasi dari manajemen bahwa pesaing usaha
dalam industri resin/chips adalah:
1. PT. Amandina Bumi Nusantara
2. PT. Namasindo Plas
3. PT. Indorama Synthetics
2.3. Strategi Pemasaran
Sebagai perusahaan daur ulang limbah PET terkemuka dan terbesar di Indonesia dalam menjalankan
kegiatan usahanya, Perusahaan memiliki beberapa strategi diantaranya membagi segmen pasarnya menjadi
2 yaitu segmen pasar domestik dengan proporsi 90% dan segmen pasar luar negeri dengan proporsi 10%.
Perusahaan juga senantiasa meningkatkan kualitas produknya agar selalu dapat bersaing dan melakukan
inovasi dengan membuat beberapa produk baru seperti Micro Fiber dan Ocean Bound Plastic (OBP) Fiber.
Selain itu, Perusahaan melanjutkan diversifikasi produk homeware, yaitu memproduksi kain bulu sintesis.
Strategi Perusahaan lainnya, dengan memposisikan diri sebagai perusahaan yang terintegrasi yaitu
perusahaan daur ulang yang mencakup seluruh proses daur ulang limbah PET termasuk mencari dan
mengumpulkan, membersihkan, menghancurkan, mendaur ulang, dan mengubahnya menjadi produk baru.
Agar dapat menjadi perusahaan yang terintegrasi, maka Perusahaan secara berkesinambungan terus
membangun jaringan dengan melakukan ekspansi yaitu membangun pabrik, membangun fasilitas pencucian,
hingga membangun jaringan pusat pengumpulan atau penukaran botol plastik bekas.
Dengan memperhatikan analisis kelayakan pasar, Penambahan Kegiatan Usaha secara pasar layak.
Laporan Studi Kelayakan PT Inocycle Technology Group, Tbk. 18
Page 36
3. STUDI KELAYAKAN
3.1. Analisis Kelayakan Teknis
Berdasarkan anggaran dasar Perusahaan dalam pasal 3 tertuang maksud dan tujuan kegiatan usaha terdiri
dari:
1. Industri Persiapan Serat Tekstil, (KBLI 13111)
Yang mencakup usaha persiapan serat tekstil, seperti reeling (pilin/menggulung) dan pencucian serat
sutera, degreasasi (penghilangan lemak) dan karbonisasi wol dan pencelupan bulu domba, termasuk
proses penyusunan dan penyisiran (carding atau combing) dari serat rambut hewan serat tumbuhan,
dan serat buatan (sintetis dan artifisial).
2. Industri Bantal dan Sejenisnya, (KBLI 13923)
Yang mencakup usaha pembuatan bantal dan sejenisnya, seperti bantal dan guling, selimut kapas,
selimut bulu angsa, bantal kursi, kantong tidur dan lain-lain dari kapuk, dakron dan sejenisnya.
3. Industri Non Woven (bukan Tenunan), (KBLI 13993)
Yang mencakup usaha industri kain yang dibuat tanpa dengan proses anyaman atau perajutan, seperti
kain kempa, kain felting dan kain laken. Termasuk industri kain untuk keperluan pelayanan kesehatan
manusia, seperti duk operasi (surgical drape); baju, masker, penutup kepala dan perlengkapan non
woven lain untuk operasi; dan pembalut luka non woven.
4. Industri Serat Stapel Buatan, (KBLI 20302)
Yang mencakup usaha pembuatan serat stapel buatan, seperti poliamida, poliester, rayon viskosa,
akrilik, selulosa asetat dan sebagainya (kecuali serat gelas dan serat optik) untuk diolah lebih lanjut
dalam industri tekstil. Serat stapel adalah serat buatan yang dipotong pendek-pendek.
5. Industri Furnitur Lainnya, (KBLI 31009)
Yang mencakup usaha pembuatan furnitur yang bahan utamanya bukan kayu, rotan, bambu, logam,
plastik dan bukan barang imitasi, seperti bahan pelengkap matras atau kasur, matras atau kasur dengan
per atau pegas atau yang yang diisi atau disumpal atau dilengkapi dengan bahan pelengkap lainnya
(kapok, dakron) dan matras atau kasur plastik atau karet yang tidak dilapisi dan matras atau kasur
sejenisnya. Termasuk kereta restoran dekorasi, seperti kereta desert, kereta makanan.
Terkait adanya rencana manajemen untuk melakukan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha yaitu :
1. Pemulihan Material Barang Bukan Logam, (KBLI 38302)
yang mencakup usaha pengolahan barang bekas dari bukan logam dan sisa-sisa barang bukan logam
menjadi bahan baku sekunder. Hasil dari daur ulang/pemulihan material barang bukan logam adalah
bahan baku sekunder berbagai bentuk seperti potongan-potongan atau serpihan bukan logam dan
lainnya. Kegiatan pada kelompok ini mencakup pemisahan dan pemilihan sampah bukan logam,
reklamasi karet dan ban bekas, pemilihan plastik, pengolahan sampah plastik atau karet menjadi butiran,
penghancuran, pembersihan dan pemilihan kaca, pengolahan minyak dan lemak bekas pakai menjadi
bahan sekunder, pengolahan sampah makanan, minuman dan tembakau dan sampah bukan logam
lainnya. Pembuatan barang bukan logam yang baru dari bahan baku sekunder, barang bekas bukan
logam dan sisa-sisa barang bukan logam dimasukkan dalam kelompok industri yang sesuai.
3.1.1 Kapasitas
Berdasarkan informasi dari manajemen, total jumlah tonase resin/chips daur ulang yang dapat diproduksi
berkisar 12 juta kg / tahun -15 juta kg / tahun. Disisi lain Perusahaan baru hanya akan menjual sebanyak
30% dari utilitas maksimum berada di kisaran 3,6 juta kg / tahun mulai di tahun ke-3.
3.1.2 Ketersediaan dan Kualitas Sumber Daya, Pekerja, dan Ahli Profesional
Dalam menjalankan bisnisnya, ketersediaan bahan baku mentah merupakan hal yang harus diperhatikan.
Rencana Penambahan Kegiatan Usaha ini resin/chips daur ulang yang di produksi oleh Perusahaan
adalah resin/chips daur ulang. Terkait ketersediaan dan kualitas sumber daya dapat dapat didapatkan
Laporan Studi Kelayakan PT Inocycle Technology Group, Tbk. 19
Page 37
dengan mudah terlebih Perusahaan memilik perusahaan asosiasi PlasticPay, sepanjang tahun 2023
sudah memasang 155 Collection Point, 79 Dropbox dan 76 RVM (Reverse Vending Machine). Dengan
penambahan ini, PlasticPay memiliki 957 Collection Point, 814 Dropbox dan 143 RVM secara total di
seluruh Indonesia. Perusahaan berencana untuk memperlebar cakupan rantai nilai limbah PET di
berbagai kota di tahun 2024 dengan membangun 2.000 collection point, atau naik 2 kali lipat dari tahun
2023. Tercatat per 20 Desember 2023, PlasticPay sudah berhasil mengumpulkan sekitar 4,8 juta botol
plastik atau 90 ton.
Sementara itu, berkaitan dengan pekerja dan tenaga ahli profesional, Perusahaan selalu memilih tenaga
kerja dengan kualitas yang baik. Perusahaan memandang sumber daya manusia yang kompeten dan
profesional merupakan aset utama dalam mewujudkan visi dan misinya dan harus dikembangkan secara
berkesinambungan. Oleh karena itu, Perusahaan memberikan motivasi agar dapat berperan aktif disertai
dengan kesempatan untuk mengembangkan kualitasnya agar memiliki etos kerja yang unggul,
berkompetensi tinggi, dan berkualitas.
Dalam merekrut sumber daya manusia, Perusahaan menyesuaikan dengan rencana bisnis dan
operasional Perusahaan dari tahun ke tahun. Perusahaan juga senantiasa menyediakan program
pelatihan dan pengembangan kompetensi yang relevan di bidang usaha Perusahaan termasuk sertifikasi
yang sesuai bagi masing-masing unit kerja. Ketersediaan Pekerja dan Ahli Profesional yang dibutuhkan
dalam Rencana Penambahan Kegiatan Usaha tidak memerlukan tambahan tenaga kerja karena
Perusahaan telah memiliki pekerja dan ahli professional. Adapun jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan
adalah sejumlah 1 orang Leader dan 15 orang Operator, dimana kesemuanya adalah tenaga kerja lama.
3.1.3 Proses Produksi
Resin/chips daur ulang sebagai produk dari Rencana Penambahan Kegiatan Usaha hanyalah proses
penyempurnaan dari Bottle Flakes yang tidak dilanjutkan dalam proses produksi berikutnya, melainkan
setelah mendapatkan beberapa proses tambahan (melalui mesin granulator dan mesin pelletizer)
direncanakan akan dijual kepada pelanggan yang membutuhkan. Industri akhir dari pembeli Resin/chips
daur ulang antara lain industri boneka, industri kemasan untuk makanan, industri botol kemasan minuman,
dan industri lainnya seperi kosmetika, farmasi, elektronik, pipa plastik, peralatan rumah tangga, otomotif
dan lain sebagainya.
Dengan memperhatikan analisis kelayakan teknis, Penambahan Kegiatan Usaha secara teknis layak.
Laporan Studi Kelayakan PT Inocycle Technology Group, Tbk. 20
Page 38
3.2. Analisis Kelayakan Pola Bisnis
3.2.1. Keunggulan Kompetitif Karena Keunikan Dari Pola Bisnis;
Berdasarkan informasi dari manajemen, Perusahaan memiliki keunggulan kompetitif dibandingkan
perusahaan yang bergerak di bidang sejenis. Keunggulan Perusahaan antara lain adalah sebagai berikut:
1. Perusahaan menggunakan bahan baku daur ulang/recycle. Dimana sekarang merupakan nilai
tambah bagi pelanggan kami, khususnya bagi palanggan yang peduli akan lingkungan hidup, planet
bumi, pemanfaatan sumber daya alam yang berkelanjutan serta gaya hidup yang ramah lingkungan.
2. Perusahaan mempunyai 9 lokasi penerimaan botol minuman bekas dari para pengepul baik di pulau
Jawa maupun di luar pulau Jawa, sehingga menjamin ketersediaan supply rantai pasokan bahan
baku pabrik-pabrik kami.
3. Proses produksi Perusahaan sangat memperhatian mutu kualitas produksi, dimana ditopang dengan
berbagai sertifikat jaminan kualitas mutu yang kami punya sampai saat ini.
3.2.2. Kemampuan Pesaing Untuk Meniru Produk;
Kompetisi dari para kompetitor Perusahaan dapat mempengaruhi tingkat permintaan terhadap produk
yang ditawarkan Perusahaan. Untuk terus mempertahankan dan meningkatkan posisinya, Perusahaan
menjalankan kegiatan operasionalnya pada segmen pasar yang spesifik, menjalankan kegiatannya di
lokasi yang strategis disertai dengan produk dan layanan yang lebih inovatif dalam kualitas dan harga
yang kompetitif.
Secara umum, pesaing mungkin dapat meniru jenis usaha yang dimiliki Perusahaan. Namun, Perusahaan
mempunyai keunggulan dalam melakukan kegiatan usahanya, dimana keunikan yang dimiliki Perusahaan
merupakan daur ulang secara berkesinambungan. Perusahaan memiliki jaringan penampungan material
daur ulang yang terasosiasi. Maka, pesaing belum tentu dapat mereplika produk yang dimiliki Perusahaan.
3.2.3. Kemampuan Untuk Menciptakan Nilai;
Dengan adanya kemampuan untuk mengelola bisnis di bidang industri pengolahan plastik akan
melakukan penambahan kegiatan usahanya, nilai ditentukan oleh bagaimana pembeli membutuhkan
produk tersebut. Oleh sebab itu, produk yang dihasilkan oleh Perusahaan tentunya sangat dibutuhkan
oleh pembeli setiap saat. Dengan adanya proses penyortiran dan seleksi material, Perusahaan dapat
menciptakan nilai tambah bagi produk. Seperti yang kita ketahui material daur ulang lazimnya tidak
memiliki nilai ekonomis dan cenderung dibuang begitu saja menjadi sampah. Perusahaan mampu
menciptakan nilai tambah terhadap material daur ulang menjadi barang ekonomis. Sehingga mendorong
Perusahaan untuk terus melakukan pengembangan produk yang memiliki nilai tambah sesuai dengan
perkembangan teknologi terkini. Hal ini tentu saja memberikan peluang yang besar bagi Perusahaan
dalam meningkatkan nilai perusahaan dan mempertahankan kelangsungan usaha ke depannya.
3.2.4. Analisis SWOT
Analisis SWOT (strength, weakness, opportunity, and threat) terdiri atas faktor internal yang bisa dikontrol
dan faktor eksternal atau lingkungan yang mungkin sulit untuk dikontrol. Kedua sisi dianalisis agar dapat
disusun suatu strategi sehingga tercapai keberhasilan dan mempunyai daya saing. Dari faktor internal
bisa diidentifikasi kekuatan dan kelemahan (strength and weakness) sedangkan dari faktor eksternal
berupa peluang dan ancaman (opportunity and threat).
1. Strength
Indonesia menyimpan potensi besar untuk daur ulang PET, seperti dikutip dari data Kementerian
Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pada tahun 2023, Indonesia setidaknya menghasilkan
18,8 juta ton sampah plastik atau 18.6% dari total komposisi sampah. Hal diatas menjadi strength
Laporan Studi Kelayakan PT Inocycle Technology Group, Tbk. 21
Page 39
bagi Inocycle karena mempunyai sumber bahan baku yang berlimpah. Hal lainnya adalah kaum
milenial selaku konsumen yang sekarang beralih kepada barang produk yang ramah lingkungan
serta sangat antuisias dalam ikut andil dalam program’save the earth”. Namun sebagai perusahaan
daur ulang limbah PET terkemuka dan terbesar di Indonesia adalah merupakan strength utama kami.
2. Weakness
Untuk faktor internal Perusahaan baik dari kapasitas produksi serta ketersediaan bahan baku,
motivasi karyawan, kami tidak mengalami kendala yang berarti.
3. Opportunity
Daya beli masyarakat global dan domestik yang membaik serta meningkatnya ketertarikan
konsumen, khususnya kaum milenial terhadap barang produksi daur ulang dan pengaturan
manajerial yang meningkat di tahun 2023 dan seterusnya.
4. Threat
Dengan belum berhentinya perang Rusia dan Ukraina, memberikan pengaruh terhadap harga
komoditas, harga energi dan nilai tukar rupiah. Kondisi ini memberi dampak juga terhadap
Perusahaan antara lain :
• Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS yang berpotensi menggerus pendapatan
Perusahaan karena kerugian valas yang lebih tinggi, disebabkan oleh pinjaman Perusahaan
yang mayoritas berdenominasi USD (non-operasional).
• Harga energi dan BBM serta Gas akibat perang Rusia-Ukraina yang tak kunjung usai
• Meningkatnya biaya bahan baku akibat tingginya harga barang-barang komoditas
• Biaya transportasi khususnya kargo laut yang belum normal
Dengan memperhatikan analisis kelayakan pola bisnis, Penambahan Kegiatan Usaha secara pola bisnis layak.
Laporan Studi Kelayakan PT Inocycle Technology Group, Tbk. 22
Page 40
3.3. Analisis Kelayakan Model Manajemen
3.3.1. Ketersediaan Tenaga Kerja
Dalam menjalankan kegiatan usaha eksisting, Perusahaan memiliki ketersediaan tenaga kerja sebagai
berikut:
Eksisting:
Kategori Jumlah orang
Karyawan tetap 265
Tenaga Kerja (Kontrak) 855
Total Tenaga Kerja 1.120
Penambahan:
Kategori Jumlah orang
Karyawan tetap 0
Tenaga Kerja (Kontrak) 0
Total Tenaga Kerja 0
Adapun kegiatan usaha eksisting beroperasi dengan jam kerja sebagai berikut:
1. Hari Kerja
Hari kerja di perusahaan adalah 5 ( lima ) hari atau 6 ( enam ) hari dalam seminggu. Dan jam kerja
perusahaan adalah 8 (delapan) jam sehari atau 40 (empat puluh) jam seminggu, dengan ketentuan
bahwa apabila perusahaan memerlukan kerja lembur maka pekerja wajib bersedia melakukan waktu
kerja tersebut.
2. Jam kerja Kantor
Jam kerja Kantor di perusahaan adalah 8 (delapan) jam 1 (satu) hari dan 40 (empat puluh) jam 1 (satu)
minggu, untuk 5 (lima) hari dalam 1 (satu) minggu :
Hari Senin s/d Kamis : 08.00 s/d 17.00 Istirahat : 12.00 s/d 13.00
Hari Jum’at : 08.00 s/d 17.00 Istirahat : 11.30 s/d 13.00
3. Jam kerja Produksi
Jam kerja Produksi di perusahaan adalah 8 (delapan) jam 1 (satu) hari dan 40 (empat puluh) jam 1
(satu) minggu, untuk 5 (lima) hari dalam 1 (satu) minggu
Hari Senin s/d Jum’at : Jam Kerja
Shift1 : pukul.07.00WIB s/d pukul.15.00 WIB,
Shift2 : pukul.15.00WIB s/d pukul.23.00WIB,
Shift3: pukul.23.00WIB s/d pukul. 07.00WIB
Jam Istirahat
Shift1 : pukul.11.00WIB s/d pukul.11.30 WIB,
Shift2 : pukul.18.00WIB s/d pukul.18.30WIB,
Shift3: pukul.03.00WIB s/d pukl. 03.30WIB
7 (tujuh) jam 1 (satu) hari dan 40 (empat puluh) jam 1 (satu) minggu, untuk 6 (enam) hari dalam 1
(satu) minggu :
Hari Senin s/d Jum’at : Jam Kerja
Shift1 : pukul.07.00WIB s/d pukul.15.00 WIB,
Shift2 : pukul.15.00WIB s/d pukul.23.00 WIB,
Laporan Studi Kelayakan PT Inocycle Technology Group, Tbk. 23
Page 41
Shift3 : pukul.23.00WIB s/d pukul.07.00 WIB,
Jam Istirahat : Jam Kerja
Shift1 : pukul.11.00WIB s/d pukul.11.30 WIB,
Shift2 : pukul.18.00WIB s/d pukul.18.30WIB,
Shift3: pukul.03.00WIB s/d pukl. 03.30WIB
Hari Sabtu : Jam Kerja
Shift 1 : pukul. 07.00 WIB s/d pukul. 12.00 WIB,
Shift 2 : pukul 13.00 WIB s/d pukul. 18.00 WIB
Shift 3 : pukul 19.00 WIB s/d pukul. 24.00 WIB
Apabila dipandang perlu untuk kepentingan produktifitas kerja, jam kerja dan hari kerja oleh Perusahaan
dapat diubah dengan ketentuan jumlah dan jam kerja tetap mengacu kepada ketentuan Undang
undang/Peraturan ketenagakerjaan yang berlaku. Dalam Penambahan Kegiatan Usaha ini, Perusahaan
tidak merencanakan adanya penambahan tenaga kerja dari yang telah dimiliki saat ini. Jumlah tenaga
kerja yang dibutuhkan adalah sejumlah 1 orang Leader dan 15 orang Operator, dimana kesemuanya
adalah tenaga kerja lama.
3.3.2. Manajemen Kekayaan Intelektual (Intellectual Property);
Manajemen hak atas kekayaan intelektual adalah pengelolaan dan pengaturan penggunaan gagasan-
gagasan dan ekspresi yang diciptakannya oleh sumber daya manusia yang dimiliki untuk jangka waktu
tertentu. Dalam pengelolaan hak atas kekayaan intelektual yang dimiliki sumber daya manusia diharapkan
akan lahirnya inovasi-inovasi baru yang muaranya bertujuan untuk mengefisienkan dan mengefektifkan
pekerjaan.
Dalam kaitannya dengan hal ini, Perusahaan akan memastikan sumber daya manusia memiliki
kompetensi teknis yang diperlukan. Usaha untuk melindungi kekayaan intelektual, Perusahaan sudah
memiliki sertifikat merek “Inocycle” yang beralamat di Kawasan Industri Pasar Kemis, Jl. Putera Utama
No. 10, Desa. Suka Asih, Kec. Pasar Kemis, Tangerang, 15560 Banten dengan nomor pendaftaran
IDM000836276 tanggal penerimaan 05 Juli 2019 yang dikeluarkan oleh Kementerian Hukum dan Hak
Asasi Manusia Republik Indonesia. Sebagaimana tercantum dalam sertifikat tersebut, perlindungan atas
merek tersebut diberikan untuk jangka waktu 10 tahun sejak tanggal penerimaan, yakni sampai tanggal
5 Juli 2029 dan jangka waktu tersebut dapat diperpanjang.
3.3.3. Manajemen Risiko;
1. Risiko Utama
Harga minyak yang berfluktuasi sangat mempengaruhi posisi market Perusahaan secara umum.
Dalam perkembangannya jika harga minyak dunia turun, maka biaya produksi baru barang yang
terbuat dari plastic akan lebih terjangkau, sehingga barang daur ulang/recycle yang di produksi oleh
Perusahaan akan menjadi tidak kompetitif. Walaupun disisi lain tren masayarakat dunia yang mulai
semakin menyadari pentingnya gaya hidup green dan daur ulang sangat mempengaruhi lingkungan
dan kelangsungan bumi sebagai tempat hidup manusia.
2. Risiko Umum
a. Risiko Perubahan Peraturan dan/atau Kebijakan Pemerintahan, Legalitas dan Perizinan
Kegiatan usaha Perusahaan dapat dipengaruhi oleh perubahan perundang-undangan maupun
peraturan Pemerintah terkait dengan kebijakan ekspor impor, pembelian, penjualan ataupun
kebijakan-kebijakan lainnya yang dapat mempengaruhi industri pengolahan plastik, dimana hal
Laporan Studi Kelayakan PT Inocycle Technology Group, Tbk. 24
Page 42
tersebut dapat memberikan dampak material yang merugikan ataupun menguntungkan terhadap
kegiatan, pendapatan dan prospek usaha Perusahaan.
b. Risiko Melambatnya Pertumbuhan Ekonomi atau Pertumbuhan Ekonomi Negatif di
Indonesia
Pada tahun 2019, dunia dihadapkan dengan kondisi ekonomi makro yang tidak menentu seperti
perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok, ketidakpastian akibat dari Brexit, ketegangan
di timur tengah dan juga pemilihan umum yang terjadi di banyak negara berkembang yang salah
satunya adalah Indonesia. Perlambatan pertumbuhan ekonomi yang dapat terjadi akan memiliki
dampak pada melambatnya pertumbuhan usaha dan produksi di dalam negeri serta menurunkan
daya beli masyarakat. Penurunan tingkat perekonomian di Indonesia tersebut dapat menurunkan
hasil dari kegiatan operasional dan prospek usaha Perusahaan.
c. Risiko Kondisi Politik Indonesia
Risiko politik berkaitan erat dengan pemerintahan serta situasi politik dan keamanan di suatu
negara. Kondisi politik yang tenang dan stabil merupakan salah satu prasyarat perkembangan
usaha dan bisnis. Kondisi politik yang tidak stabil yang terjadi secara terus menerus, akan secara
langsung ataupun tidak langsung dapat mempengaruhi secara negatif kinerja keuangan
Perusahaan.
d. Risiko Fluktuasi Kurs Valuta Asing
Nilai tukar mata uang asing merupakan nilai tukar mata uang antara dua negara berbeda yang
dapat mempengaruhi pembayaran di saat ini ataupun di saat mendatang. Pelemahan nilai tukar
mata uang asing memiliki pengaruh yang negatif terhadap kinerja keuangan Perusahaan dimana
hal tersebut dapat mempengaruhi permintaan akan idnustri plastik di Indonesia sehingga
menurunkan penjualan Perusahaan.
3. Risiko Terkait Kegiatan Usaha Perseroan
a. Risiko Persaingan Usaha
Banyak perusahaan yang merasa sudah mapan dan terlalu nyaman sehingga melupakan
lingkungan bisnis yang sebenarnya sangat kompetitif. Perusahaan harus terus berinovasi dengan
memantau tren pasar dan menciptakan produk atau layanan baru yang memberikan nilai bagi
pelanggan. Setiap bisnis harus terus berinovasi, tumbuh, dan tetap up to date pada tren serta
teknologi terbaru. Penelitian tren pasar dengan cara yang tepat dapat membantu perusahaan
mengetahui apa yang diharapkan, diinginkan, dan dibutuhkan pelanggan.
Risiko pasar adalah suatu risiko yang muncul akibat adanya perubahan zaman, baik itu gaya hidup,
pelanggan, dan adanya produk baru yang lebih unggul. Maka dari itu, sudah seharusnya kalau
setiap perusahaan terus melakukan inovasi supaya bisa mengikuti kondisi “pasar” dan dapat
bersaing dengan produk-produk dari perusahaan lainnya.
Untuk mengantisapi hal diatas Perusahaan berupaya membuat dan menjual produk baru yaitu
resin/chips daur ulang, sehingga diharapkan dapat menumbuhkan suatu pasar baru yang secara
langsung akan menambah pendapatan Perusahaan.
b. Risiko Fluktuasi Harga
Risiko harga adalah risiko fluktuasi nilai instrument keuangan sebagai akibat perubahan harga
harga pasar, terlepas dari apakah perubahan tersebut disebabkan oleh faktor-faktor spesifik dari
instrumen individual atau hal lainnya yang dapat mengakibatkan kenaikan bahan baku utama kami.
Laporan Studi Kelayakan PT Inocycle Technology Group, Tbk. 25
Page 43
Kebijakan Perusahaan untuk meminimalkan resiko yang berasal dari fluktuasi harga bahan baku
kami yaitu botol minuman bekas, adalah antara lain dengan mengadakan kontrak pembelian yang
berjangka waktu 12 bulan atau kurang dan pembelian langsung kepada pengepul agar
mendapatkan harga yang terbaik.
c. Risiko Peningkatan Biaya Operasional
Risiko Peningkatan Biaya Operasional dapat terjadi antara lain karena :
- Persentase Kenaikan Biaya Bahan Baku,
- Persentase Kenaikan Harga Pokok Penjualan,
- Persentase Kenaikan Upah Pekerja Pabrik dan
- Persentase Kapasitas Produksi yang Menganggur
Kebijakan Perusahaan untuk meminimalkan resiko tersebut adalah dengan mempunyai jaringan
supply bahan baku yang luas, kontrak jangka panjang pembelian bahan baku, menjaga
keharmonisan hubungan kerja antara pekerja dan pemilik serta selalu mengoptimalkan kapasitas
mesin yang ada di angka rata-rata 80%.
3.3.4. Kapasitas dan Kemampuan Manajemen; Dan
Sumber daya manusia merupakan pilar utama yang menunjang keberhasilan bisnis dan
keberlanjutannya. Dibutuhkan sumber daya manusia berkualitas yang mampu beradaptasi dengan
perkembangan teknologi, mampu mengatasi tantangan yang mengancam, serta mampu mengantisipasi
perubahan di masa depan.
Oleh sebab itu, Perusahaan menyadari pentingnya melakukan investasi yang signifikan dalam upaya
mengembangkan sumber daya manusia hingga mencapai kuantitas dan kualitas yang sesuai dengan
kebutuhan Perusahaan. Hal ini menjadi bagian penting dalam rangka mewujudkan visi Perusahaan.
Kompetensi sumber daya manusia yang unggul diyakini Perusahaan adalah kunci yang akan mengantar
Perusahaan dalam mencapai pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. Kesuksesan bisnis Perusahaan
tidak hanya ditentukan oleh kualitas produknya, namun juga karena didukung penuh oleh sumber daya
manusia yang terampil dan kompeten di setiap level.
Menyadari hal tersebut, Perusahaan senantiasa meningkatkan pengelolaan sumber daya manusia
melalui penciptaan iklim kerja yang mampu menginspirasi dan memotivasi setiap karyawannya untuk
memberikan kinerja yang lebih baik dari waktu ke waktu. Perusahaan memberikan kesempatan yang
sama kepada setiap karyawannya untuk mengembangkan karir dengan tidak membeda-bedakan suku,
agama, ras maupun golongan.
Untuk menopang serta melancarkan rencana penambahan kegiatan usaha yang akan dilakukan, maka
Perusahaan harus mampu menyediakan sumber daya manusia yang berkompeten dan berkualitas.
Laporan Studi Kelayakan PT Inocycle Technology Group, Tbk. 26
Page 44
3.3.5. Kesesuaian Struktur Organisasi Dan Manajemen
Dalam setiap organisasi diperlukan ketegasan dalam pembagian tugas yang disesuaikan dengan bagan
organisasi, pendelegasian wewenang yang jelas dan koordinasi kerja yang terpadu. Penempatan tenaga
kerja yang sesuai dengan pengalaman, keahlian dan keterampilannya merupakan faktor yang penting
dalam menerapkan kebijaksanaan perusahaan. Hal ini juga akan memperlancar pendelegasian tugas
kepada unit di bawahnya atau sebaliknya, yang pada akhirnya akan memperlancar kerja perusahaan.
Dengan memperhatikan analisis kelayakan model manajemen, Penambahan Kegiatan Usaha secara model
manajemen layak.
Laporan Studi Kelayakan PT Inocycle Technology Group, Tbk. 27
Page 45
3.4. Analisis Kelayakan Keuangan
3.4.1. Biaya Pendirian (Start Up Costs);
Dalam Satuan Rupiah (.000)
Rincian Kurs Harga / Unit (USD) Unit Total (IDR)
Granulator 15.416 87.400 13 17.515.659
Pelletizer 15.416 20.200 3 934.210
Installing 15.416 70.390 1.085.132
Commisioning 15.416 30.160 464.947
Total Investasi 19.999.948
Pembulatan Total Investasi 20.000.000
Dalam Satuan Rupiah (.000)
Tahun ke-1 Tahun ke-2
Investasi
Tanah - -
Bangunan - -
Mesin Granulator dan Pelletizer Tahap 1 10.000.000 -
Mesin Granulator dan Pelletizer Tahap 2 - 10.000.000
Peralatan Pabrik - -
Investasi Tahun Berjalan 10.000.000 10.000.000
Total Investasi 20.000.000
Berdasarkan informasi dari manajemen produksi baru dimulai pada tahun ke-2 setelah mesin yang dibeli
pada tahun ke-1 selesai dilakukan instalasi, produksi sendiri masih berkisar 1,8 juta kg. Pada tahun ke-3
setalah mesin yang dibeli pada tahun ke-2 selesai dilakukan instalasi, produksi naik berkisar 2,7 juta kg.
Pada tahun ke-4 produksi sesuai dengan rencana Perusahaan berkisar 3,6 juta kg.
Lokasi Rencana Penambahan Kegiatan Usaha berada di area yang sudah dimiliki Perusahaan yang
berlokasi di:
1. Pabrik Tangerang: Kawasan Industri Pasar Kemis, Jl. Putera Utama No.10, Sukaasih, Pasar Kemis,
Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten. Plastic Granulator Set dengan jumlah 5 mesin, Plastic
Pelletizer Set dengan jumlah 1 mesin.
2. Pabrik Karanganyar: Dusun Selorejo RT.002 RW. 009, Desa. Wonorejo, Kecamatan Gondangrejo,
Kabupaten Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah. Plastic Granulator Set dengan jumlah 4 mesin,
Plastic Pelletizer Set dengan jumlah 1 mesin.
3. Pabrik Mojokerto: Dusun Madyopuro RT.001 RW 001, Desa Kalipuro, Kecamatan Pungging,
Kabupaten Mojokerto, Provinsi Jawa Timur. Plastic Granulator Set dengan jumlah 4 mesin, Plastic
Pelletizer Set dengan jumlah 1 mesin.
Rencana Penambahan Kegiatan Usaha dengan investasi berupa pembelian mesin sebagai berikut:
1. Plastic Granulator Set dengan jumlah 13 mesin.
2. Plastic Pelletizer Set dengan jumlah 3 mesin.
Mesin tersebut berasal dari Ningbo Hangzhou Bay New Area Yueda Trade Co.,Ltd yang berdomisili di
China.
Berdasarkan kebutuhan investasi untuk Rencana Penambahan Kegiatan Usaha sebesar Rp20.000.000.000
(Dua Puluh Miliar Rupiah) dibandingkan dengan posisi ekuitas Perusahaan Rp264.811.804.000 (Dua Ratus
Enam Puluh Empat Miliar Delapan Ratus Sebelas Juta Delapan Ratus Empat Ribu Rupiah), besaran
investasi 7,55% dari ekuitas Perusahaan. Dengan demikian berdasarkan POJK No. 17 /POJK.04/2020
Rencana Penambahan Kegiatan Usaha bukan merupakan transaksi material.
Laporan Studi Kelayakan PT Inocycle Technology Group, Tbk. 28
Page 46
Berdasarkan info dari manajemen Perusahaan, para pihak yang terlibat dalam transaksi investasi berupa
pembelian mesin dalam Rencana Penambahan Kegiatan Usaha bukan merupakan afiliasi Perusahaan.
Tidak terdapat benturan kepentingan karena Rencana Penambahan Kegiatan Usaha menghasilkan
keuntungan atau nilai tambah terhadap Perusahaan. Dengan demikian berdasarkan POJK No. 42
/POJK.04/2020 Rencana Penambahan Kegiatan Usaha bukan merupakan transaksi afiliasi dan transaksi
benturan kepentingan.
3.4.2. Proyeksi Modal Kerja;
Dalam Satuan Rupiah (.000.000)
Tahun ke-1 Tahun ke-2 Tahun ke-3 Tahun ke-4 Tahun ke-5 Tahun ke-6 Tahun ke-7 Tahun ke-8 Tahun ke-9 Tahun ke-10
Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des
Modal Kerja
Piutang - 4.185 6.529 9.053 9.415 9.792 10.183 10.591 11.014 11.455
Persediaan - 3.587 5.596 7.760 8.070 8.393 8.729 9.078 9.441 9.819
Utang Usaha - 2.511 3.917 5.432 5.649 5.875 6.110 6.354 6.609 6.873
Modal Kerja Bersih - 5.261 8.207 11.381 11.836 12.310 12.802 13.314 13.847 14.400
Modal kerja yang dibutuhkan terdiri dari Piutang, Persediaan, dan Utang Usaha. Modal kerja sebesar Rp5
Miliar – 14.400 Miliar / tahun selama tahun proyeksi.
3.4.3. Sumber Pembiayaan;
Dalam Satuan Rupiah (.000)
Struktur Investasi Porsi Nilai Investasi
Pendanaan Sendiri 100% 20.000.000
Pendanaan Pihak Ketiga 0% -
Total investasi yang dibutuhkan sejumlah Rp20.000.000.000 (Dua Puluh Miliar Rupiah) yang membutuhkan
waktu instalasi selama 2 tahun dengan sumber pembiayaan 100% Pendanaan Sendiri karena melihat kas
setara kas Perusahaan mencukupi.
3.4.4. Proyeksi Penjualan
Dalam Satuan Rupiah (.000.000)
Tahun ke-1 Tahun ke-2 Tahun ke-3 Tahun ke-4 Tahun ke-5 Tahun ke-6 Tahun ke-7 Tahun ke-8 Tahun ke-9 Tahun ke-10
Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des
Penjualan
Quantity
Utility 0% 40% 60% 80% 80% 80% 80% 80% 80% 80%
Resin (Kg) - 1.800.000 2.700.000 3.600.000 3.600.000 3.600.000 3.600.000 3.600.000 3.600.000 3.600.000
Price
Increase 4% 4% 4% 4% 4% 4% 4% 4% 4% 4%
Resin (Rp. Penuh) 23.250 23.250 24.180 25.147 26.153 27.199 28.287 29.419 30.595 31.819
- - - - - - - - - -
Sales Amount
Resin - 41.850 65.286 90.530 94.151 97.917 101.834 105.907 110.143 114.549
Berdasarkan informasi dari manajemen, total jumlah tonase resin/chips daur ulang yang dapat diproduksi
berkisar 12 juta kg / tahun -15 juta kg / tahun. Disisi lain Perusahaan baru hanya akan menjual sebanyak
30% dari utilitas maksimum berada di kisaran 3,6 juta kg / tahun mulai di tahun ke-3. Pada tahun ke-1
Perusahaan belum memproduksi resin/chips daur ulang karena masih dalam tahap instalasi mesin, secara
bertahap jumlah tonase resin/chips daur ulang yang diproduksi naik dari 40% di tahun ke-2 ke 60% di tahun
ke-3 sampai 80% di tahun ke-4.
Berdasarkan informasi dari manajemen, proyeksi harga penjualan per ton adalah USD1,5 atau Rp23.250
dengan kenaikan harga diperkirakan sebesar 4% / tahun. Dari informasi tersebut Rencana Penambahan
Kegiatan Usaha berkontribusi terhadap pendapatan Perusahaan sebesar Rp41 Miliar – Rp114 Miliar / tahun
selama tahun proyeksi.
Laporan Studi Kelayakan PT Inocycle Technology Group, Tbk. 29
Page 47
3.4.5. Proyeksi Biaya Operasional;
Dalam Satuan Rupiah (.000.000)
Tahun ke-1 Tahun ke-2 Tahun ke-3 Tahun ke-4 Tahun ke-5 Tahun ke-6 Tahun ke-7 Tahun ke-8 Tahun ke-9 Tahun ke-10
Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des
Beban Penjualan, Umum, dan Adm
Beban Penjualan, Umum, dan Adm - 11.300 17.627 24.443 25.421 26.438 27.495 28.595 29.739 30.928
Employee Salaries & Allowances - 4.185 6.529 9.053 9.415 9.792 10.183 10.591 11.014 11.455
Professional Fee - 2.093 3.264 4.526 4.708 4.896 5.092 5.295 5.507 5.727
Transportation & Accommodations - 2.930 4.570 6.337 6.591 6.854 7.128 7.414 7.710 8.018
Office Supplies - 1.256 1.959 2.716 2.825 2.938 3.055 3.177 3.304 3.436
Others - 837 1.306 1.811 1.883 1.958 2.037 2.118 2.203 2.291
Beban Penjualan Umum dan Administrasi terdiri dari Biaya Gaji 10% dari total penjualan, Biaya Profesional
5% dari total penjualan, Biaya Transportasi 7% dari total penjualan, Biaya Peralatan Kantor 3% dari total
penjualan, dan Biaya Lain-lain 2% dari total penjualan. Beban Penjualan Umum dan Administrasi sebesar
Rp11,3 Miliar – Rp30,9 Miliar selama tahun proyeksi.
3.4.6. Proyeksi Biaya Bahan Baku Mentah;
Dalam Satuan Rupiah (.000.000)
Tahun ke-1 Tahun ke-2 Tahun ke-3 Tahun ke-4 Tahun ke-5 Tahun ke-6 Tahun ke-7 Tahun ke-8 Tahun ke-9 Tahun ke-10
Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des
Beban Pokok Penjualan
Beban Pokok Penjualan - 25.110 39.172 54.318 56.491 58.750 61.100 63.544 66.086 68.730
Material Exps - 16.740 26.114 36.212 37.660 39.167 40.734 42.363 44.057 45.820
Direct Labour Exps - 3.348 5.223 7.242 7.532 7.833 8.147 8.473 8.811 9.164
Overhead Exps - 5.022 7.834 10.864 11.298 11.750 12.220 12.709 13.217 13.746
Beban Pokok Penjualan terdiri dari Biaya Material 40% dari total penjualan, Biaya Tenaga Kerja Langsung
8% dari total penjualan, dan Biaya Overhead 12% dari total penjualan. Beban Penjualan sebesar Rp25,1
Miliar – Rp68,7 Miliar selama tahun proyeksi.
3.4.7. Proyeksi Laporan Keuangan;
1. Proyeksi Laba Rugi
Dalam Satuan Rupiah (.000.000)
Tahun ke-1 Tahun ke-2 Tahun ke-3 Tahun ke-4 Tahun ke-5 Tahun ke-6 Tahun ke-7 Tahun ke-8 Tahun ke-9 Tahun ke-10
Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des
Income Statement
Pendapatan - 41.850 65.286 90.530 94.151 97.917 101.834 105.907 110.143 114.549
Beban Pokok Pendapatan - (25.110) (39.172) (54.318) (56.491) (58.750) (61.100) (63.544) (66.086) (68.730)
Laba Bruto - 16.740 26.114 36.212 37.660 39.167 40.734 42.363 44.057 45.820
Beban Penjualan Umum dan Adm - (11.300) (17.627) (24.443) (25.421) (26.438) (27.495) (28.595) (29.739) (30.928)
Penghasilan (Beban) Lainnya - - - - - - - - - -
EBITDA - 5.441 8.487 11.769 12.240 12.729 13.238 13.768 14.319 14.891
Depresiasi dan Amortisasi (667) (1.333) (1.333) (1.333) (1.333) (1.333) (1.333) (1.333) (1.333) (1.333)
EBIT (667) 4.107 7.154 10.436 10.906 11.396 11.905 12.435 12.985 13.558
Biaya Keuangan - - - - - - - - - -
EBT (667) 4.107 7.154 10.436 10.906 11.396 11.905 12.435 12.985 13.558
Beban Pajak Penghasilan - (904) (1.574) (2.296) (2.399) (2.507) (2.619) (2.736) (2.857) (2.983)
EAT (667) 3.204 5.580 8.140 8.507 8.889 9.286 9.699 10.129 10.575
Imbalan Pasca Kerja - - - - - - - - - -
Pajak Penghasilan Terkait - - - - - - - - - -
Jumlah Laba Komprehensif (667) 3.204 5.580 8.140 8.507 8.889 9.286 9.699 10.129 10.575
Pada tahun proyeksi Rencana Penambahan Kegiatan Usaha Perusahaan diproyeksikan mendapatkan
EBIT (Earning Before Interest dan Tax) berkisar 4,1 Miliar – 13,5 Miliar, pada tahun ke-1 EBIT Perusahaan
negatif disebabkan karena biaya non-kas berupa depresiasi sebesar 667 juta. Beban pajak penghasilan
diasumsikan berkisar 22%, sehingga Perusahaan mendapatkan EAT (Earning After Tax) berkisar 3,2
Laporan Studi Kelayakan PT Inocycle Technology Group, Tbk. 30
Page 48
Miliar – 10,5 Miliar, pada tahun ke-1 EAT Perusahaan negatif disebabkan karena biaya non-kas berupa
depresiasi sebesar 667 juta.
2. Metodologi Analisa
Metodologi dilakukan dengan menganalisa potensi keuntungan ekonomis yang dapat diperoleh dari
Rencana Penambahan Kegiatan Usaha.
3. Model Arus Kas yang Digunakan
Untuk melakukan analisis keuangan dalam studi kelayakan dengan menggunakan metode diskonto arus
kas, dengan menggunakan arus kas terhadap proyek Free Cash Flow to Firm (FCFF). Kami menggunakan
metode FCFF karena perusahaan bergerak di bidang industri pengelolaan bukan tenunan dan industri
serat stapel buatan sehingga FCFF lebih tepat untuk mengakomodir arus kas proyek.
4. Penetapan Tingkat Diskonto
Tingkat diskonto diestimasikan dengan menggunakan metode Weighted Average Cost of Capital (WACC).
Biaya Ekuitas (Ke) diestimasikan dengan metode Capital Asset Pricing Model (CAPM), dengan
menggunakan persamaan sebagai berikut:
Biaya Ekuitas (Ke) = Rf + (Beta x (Rm-Rf)) - RBDS
Rf (Risk Free) : Tingkat Pengembalian Bebas Risiko
Beta : Risiko sistemik usaha
Rm (Risk Market) : Tingkat Pengembalian Pasar
RBDS : Penyesuaian Tingkat Pengembalian Pasar
Rf (Risk Free) : 6,6%
Beta : 1,08
Rm (Risk Market) : 7,9%
RBDS : 2,0%
Biaya Ekuitas (Ke) = 13,0%
Tingkat Diskonto = (We x Ke) + (Wd x (Kd x (1-T))
We : Bobot modal sendiri pada usaha tertentu
Ke (Cost Of
Equity) : Tingkat pengembalian modal sendiri
Wd : Bobot modal pinjaman pada usaha tertentu
Kd (Cost Of Debt) : Tingkat pengembalian modal pinjaman
T (Tax) : Pajak perseroan yang berlaku
We : 84,5%
Ke (Cost Of
Equity) : 13,0%
Wd : 15,5%
Kd (Cost Of Debt) : 8,80%
T (Tax) : 22%
Tingkat Diskonto = 12,08%
Laporan Studi Kelayakan PT Inocycle Technology Group, Tbk. 31
Page 49
1. Tingkat Pengembalian Bebas Risiko (Rf)
Adalah tingkat suku bunga untuk instrumen-instrumen yang dianggap tidak memiliki kemungkinan
gagal bayar. Di Indonesia, instrumen bebas risiko yang dapat dipilih adalah tingkat bunga Obligasi
Pemerintah untuk jangka panjang (SUN). tingkat suku bunga bebas risiko yang digunakan merupakan
obligasi pemerintah RI dalam mata uang rupiah dengan tenor 10 tahun. Berdasarkan data yang
dikeluarkan oleh Penilai Harga Efek Indonesia (PHEI) maka yield SUN yang digunakan untuk proyek
adalah 6,6%.
2. Risiko Sistemik Usaha (Beta)
Beta (β) adalah faktor untuk meliput risiko sistematis dari suatu ekuitas. Beta akan dikalikan dengan
market risk premium untuk mendapatkan equity risk premium. Untuk memperoleh faktor beta yang
sesuai kami menggunakan unlevered beta sebesar 0,94, Unlevered beta rata-rata perusahaan
pembanding yang diperoleh dari perhitungan ini kemudian di-relevered dengan tingkat leverage pasar
pada industri sejenis untuk memperoleh beta yang sesuai untuk mendiskonto Perseroan tersebut
sehingga didapatkan Beta 1,08.
3. Tingkat Pengembalian Pasar (Rm)
Tingkat Pengembalian Pasar (Rm) ditentukan menggunakan rujukan dari hasil Damodaran per tanggal
studi kelayakan dengan risk premium untuk pasar negara berkembang seperti Indonesia adalah
sekitar 7,9%.
4. Penyesuaian Tingkat Pengembalian Pasar (RBDS)
Pada perhitungan WACC, digunakan data yang bersumber dari Damodaran, dimana data yang
digunakan adalah Total Equity Risk Premium yang juga telah mempertimbangkan risiko, maka
diperlukan penyesuaian pada CAPM dengan memperhatikan Rating Based Default Spread dari
Damodaran dimana Cost of Equity dikurangkan dengan Rating Based Default Spread sebesar 2,0%.
5. Bobot Modal Sendiri Pasa Usaha Tertentu (We)
Komposisi pendanaan dihitung berdasarkan kinerja perbandingan interest bearing debt dengan
ekuitasnya, dimana komposisi struktur permodalan Perseroan diasumsikan mengikuti struktur
permodalan pasar dari hasil riset Aswath Damodaran, dengan demikian struktur modal sendiri untuk
proyek 84,5%.
6. Biaya Ekuitas (Ke)
Tingkat diskonto untuk ekuitas diperoleh dengan mengaplikasikan model Capital Asset Pricing Model
(CAPM). Model ini menyatakan bahwa biaya ekuitas adalah bunga bebas risiko ditambah premium
untuk menutup risiko sistematis dari sekuritas saham adalah 13,0% .
7. Bobot modal pinjaman pada usaha tertentu (Wd)
Komposisi pendanaan dihitung berdasarkan kinerja perbandingan interest bearing debt dengan
ekuitasnya, dimana komposisi struktur permodalan Perseroan diasumsikan mengikuti struktur
permodalan pasar dari hasil riset Aswath Damodaran, dengan demikian struktur utang untuk proyek
15,5%.
8. Tingkat Pengembalian Modal Pinjaman (Kd)
Dalam analisa studi kelayakan ini, untuk biaya bunga untuk utang digunakan tingkat bunga pinjaman
rata-rata dalam mata uang Rupiah dari bank pemerintah per tanggal studi kelayakan, yaitu 8,80%.
Berdasarkan biaya bunga tersebut maka diperoleh biaya bunga setelah pajak sampai akhir proyeksi
sebesar 6,87%, dengan tarif pajak 22%.
5. Analisis Kelayakan Investasi
Untuk mengevaluasi kelayakan investasi pada Rencana Proyek sesuai SEOJK 17/2020 digunakan 4
(empat) indikator yaitu Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Profitability Index (PI),
dan Payback Period., yang didasarkan pada nilai kini arus kas bersih yang diproyeksikan hingga tahun
Laporan Studi Kelayakan PT Inocycle Technology Group, Tbk. 32
Page 50
ke-10 atau tahun 2033. Penggunaan NPV berarti mengukur nilai kini dari pengeluaran investasi dan
manfaat bisnis yang digambarkan oleh proyeksi manfaat neto.
Nilai NPV mencerminkan selisih dari nilai sekarang arus kas masa datang dengan nilai investasi. Dengan
membandingkan antara total investasi yang dikeluarkan pada awal periode proyek dan total arus kas yang
akan diterima setiap tahun, maka dapat diketahui nilai NPV yang dihasilkan oleh proyek tersebut. Jika
nilai NPV positif maka investasi tersebut layak dilaksanakan sedangkan jika nilai NPV negatif, investasi
tersebut sebaiknya tidak dilaksanakan.
Nilai IRR mencerminkan besarnya tingkat bunga yang apabila digunakan untuk mendiskonto seluruh
selisih kas masuk akan menghasilkan jumlah kas yang sama dengan jumlah investasi. IRR merupakan
nilai tingkat pengembalian investasi pada saat NPV Perseroan sama dengan 0, yang artinya tingkat
pengembalian dan risiko dari total investasi pada saat ini adalah sama dengan tingkat pengembalian dan
risiko pasar. Sehingga apabila IRR proyek lebih besar dari WACC (Discount Rate), maka proyek ini layak
dilaksanakan dan apabila IRR proyek lebih kecil dari WACC maka proyek ini sebaiknya tidak
dilaksanakan.
Untuk menganalisis keseluruhan profitabilitas dapat menggunakan Profitability Index (PI), dimana PI
merupakan teknik penilaian investasi yang dihitung dengan membagi nilai sekarang dari arus kas bersih
yang akan datang suatu proyek dengan nilai investasi awal yang dibutuhkan untuk proyek tersebut.
Apabila PI yang dihasilkan dari suatu proyek sama dengan 1 maka arus kas dari proyek tidak
menghasilkan nilai tambah, apabila PI lebih besar dari 1, maka nilai arus kas yang dihasilkan dari proyek
menghasilkan nilai tambah bagi Perseroan, sedangkan apabila PI lebih kecil dari 1, maka nilai arus kas
yang dihasilkan dari proyek tidak menghasilkan nilai tambah bagi Perseroan. Dalam menganalisis PI suatu
proyek maka kelayakan dapat dinilai apabila nilai PI lebih dari 1. Jika PI lebih besar dari 1, maka investasi
tersebut dapat disimpulkan layak.
Payback period atau periode pengembalian modal adalah waktu yang dibutuhkan untuk mencapai break
even point atau titik impas. Payback Period menentukan berapa lama waktu yang diperlukan untuk
menutup biaya awal yang terkait dengan investasi. Semakin pendek pengembalian maka investasi
semakin diinginkan.
Kelayakan dari proyek ini dihitung dari manfaat ekonomis yang diantisipasi di masa mendatang dengan
Free Cash Flow To Firm yang selanjutnya dibandingkan dengan pengorbanan ekonomisnya. Kelayakan
investasi proyek dihitung dengan menggunakan empat indikator yaitu Net Present Value, Internal Rate of
Return, Profitability Index (PI) dan Payback Period dengan ringkasan sebagai berikut:
Dalam Satuan Rupiah (.000)
Tahun ke-1 Tahun ke-2 Tahun ke-3 Tahun ke-4 Tahun ke-5 Tahun ke-6 Tahun ke-7 Tahun ke-8 Tahun ke-9 Tahun ke-10
Keterangan
Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des
Earning After Tax (666.667) 3.203.590 5.580.000 8.139.734 8.506.923 8.888.800 9.285.952 9.698.990 10.128.550 10.575.292
Depresiasi 666.667 1.333.333 1.333.333 1.333.333 1.333.333 1.333.333 1.333.333 1.333.333 1.333.333 1.333.333
Bunga * (1-T) - - - - - - - - - -
Investasi (20.000.000)
Capex - - - - - - - - - -
Perubahan Modal Kerja - (5.261.143) (2.946.240) (3.173.521) (455.236) (473.446) (492.383) (512.079) (532.562) (553.864)
Arus Kas (20.000.000) - (724.220) 3.967.094 6.299.546 9.385.020 9.748.688 10.126.902 10.520.245 10.929.321 11.354.761
Akumulasi Arus Kas (20.000.000) (20.000.000) (20.724.220) (16.757.126) (10.457.580) (1.072.560) 8.676.128 18.803.030 29.323.275 40.252.597 51.607.357
Discount Rate 12,08% 12,08% 12,08% 12,08% 12,08% 12,08% 12,08% 12,08% 12,08% 12,08%
Discount Factor 1,00 0,89 0,80 0,71 0,63 0,57 0,50 0,45 0,40 0,36 0,32
Nilai Kini Arus Kas (20.000.000) - (576.474) 2.817.323 3.991.426 5.305.286 4.916.709 4.556.797 4.223.414 3.914.585 3.628.484
• Net Present Value (NPV) : 12.777.551.000
• Internal Rate of Return (IRR) : 21,02%
• Profitability Index (PI) : 1,64
• Payback Period : 5 Tahun 1 Bulan
Berdasarkan analisa kelayakan di atas, NPV menunjukkan nilai positif, IRR lebih tinggi daripada WACC
dan PI lebih dari 1, dengan demikian investasi tersebut layak.
Laporan Studi Kelayakan PT Inocycle Technology Group, Tbk. 33
Page 51
6. Analisis Sensitifitas
Untuk menguji sensitifitas suatu proyek terhadap berbagai faktor yang mempengaruhinya, maka berikut
ini disajikan analisa sensitivitas terhadap kelayakan proyek, yaitu:
1. Investasi
2. Pendapatan
3. Beban Pokok Penjualan
4. Beban Penjualan Umum dan Administrasi
Berdasarkan uji sensitivitas tersebut, kondisi parameter kelayakan proyek akan terlihat seperti di bawah
ini:
IRR NPV Profitability Index
Variable Skenario Kesimpulan
% Rupiah (PI)
Normal 21,02% 12.777.551 1,64 Layak
Investasi 5,00% 20,13% 11.847.050 1,56 Layak
Investasi 10,00% 19,29% 10.916.549 1,50 Layak
Investasi 15,00% 18,50% 9.986.048 1,43 Layak
Penjualan -1,00% 19,06% 9.702.270 1,49 Layak
Penjualan -2,00% 16,99% 6.626.990 1,33 Layak
Penjualan -3,00% 14,80% 3.551.710 1,18 Layak
Beban Pokok Penjualan 2,00% 18,56% 8.956.552 1,45 Layak
Beban Pokok Penjualan 4,00% 15,93% 5.135.552 1,26 Layak
Beban Pokok Penjualan 6,00% 13,11% 1.314.553 1,07 Layak
Beban Penjualan Umum dan Adm 2,00% 19,94% 11.075.741 1,55 Layak
Beban Penjualan Umum dan Adm 4,00% 18,84% 9.373.930 1,47 Layak
Beban Penjualan Umum dan Adm 6,00% 17,70% 7.672.120 1,38 Layak
Dengan memperhatikan analisis kelayakan keuangan, Penambahan Kegiatan Usaha secara keuangan layak.
3.5. Kesimpulan
Berdasarkan analisa pada kelayakan aspek pasar, kelayakan aspek teknis, kelayakan aspek pola bisnis,
kelayakan aspek model manajemen, dan kelayakan aspek keuangan maka dapat disimpulkan bahwa
Rencana Penambahan Kegiatan Usaha adalah Layak.
Laporan Studi Kelayakan PT Inocycle Technology Group, Tbk. 34
Names mentioned 30 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
Menteri Keuangan
p.15 ×2
unresolved
org
Menteri Keuangan. Penyelia
p.15
unresolved
org
PT Hilon Felt
p.18
unresolved
person
Fransiscus Xaverius Budi Santoso Isbandi
· Notaris
p.18 ×2
unresolved
org
Menteri Kehakiman Republik Indonesia
p.18
unresolved
person
Bastian Harijanto
· Notaris
p.18
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.18
unresolved
org
PT Sambros Invesco International
p.18
unresolved
org
PT Adimitra Jasa Korpora
p.19
unresolved
org
Mawar dan Rekan
p.21 ×4
unresolved
org
Rintis dan Rekan
p.21
unresolved
org
Pusat Statistik
p.26 ×4
unresolved
org
Bank Indonesia
p.28 ×4
unresolved
org
PT. Amandina Bumi Nusantara
p.35
unresolved
org
PT. Namasindo Plas
p.35
unresolved
org
PT. Indorama Synthetics
p.35
unresolved
org
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan
p.38
unresolved
org
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia. Sebagaimana
p.41
unresolved
org
Ningbo Hangzhou Bay New Area Yueda Trade Co.,Ltd
p.45
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.