Skip to content
Back to announcement

20240520_INOV_Laporan Informasi dan Fakta Material_31641178_lamp4.pdf

Other Text extracted INOV

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 51

Page 1
   LAPORAN STUDI KELAYAKAN
   FEASIBILITY STUDY REPORT

 Rencana Penambahan Kegiatan Usaha

                         Oleh

  PT Inocycle Technology Group, Tbk.
  Kawasan Industri Pasar Kemis, Jl. Putera Utama No.10,
Sukaasih, Pasar Kemis, Tangerang Regency, Banten 15560
Page 2

          
Page 3

          
Page 4

          
Page 5

          
Page 6

          
Page 7

          
Page 8

          
Page 9

          
Page 10

          
Page 11

          
Page 12
                             PERNYATAAN PENILAI
Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai penilai, kami yang bertanda tangan di bawah ini menyatakan
bahwa:

1.    Pernyataan dalam laporan penilaian ini, yang mana berdasarkan pada analisis, opini, dan kesimpulan yang
      digambarkan di dalamnya, adalah benar dan akurat.
2.    Kami tidak mempunyai kepentingan baik sekarang atau di masa yang akan datang terhadap objek penilaian,
      maupun memiliki kepentingan pribadi atau keberpihakan kepada pihak-pihak lain yang memiliki kepentingan
      terhadap objek penilaian.
3.    Penilai bertanggung jawab atas Laporan Penilaian.
4.    Penugasan penilaian professional telah dilakukan terhadap Objek Penilaian pada Tanggal Penilaian (Cut-off Date).
5.    Penilai telah melakukan analisis untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam Laporan Penilaian.
6.    Estimasi Nilai yang dihasilkan dalam penugasan penilaian profesional telah disajikan sebagai kesimpulan Nilai.
7.    Lingkup pekerjaan dan data yang dianalisis telah diungkapkan dalam Laporan Penilaian.
8.    Kesimpulan Nilai telah sesuai dengan asumsi-asumsi dan kondisi pembatas.
9.    Data ekonomi dan industri dalam Laporan Penilaian diperoleh dari berbagai sumber yang diyakini Penilai dapat
      dipertanggung jawabkan.
10.   Biaya profesional tidak berhubungan dengan opini nilai yang terdapat dalam laporan ini.
11.   Penilai telah menyelesaikan persyaratan pendidikan profesional yang ditetapkan/dilaksanakan oleh Masyarakat
      Profesi Penilai Indonesia (MAPPI).
12.   Penilai memiliki pengetahuan yang memadai sehubungan dengan objek penilaian dan/atau jenis industri yang
      dinilai.
13.   Hasil penugasan ini tidak tergantung pada pengembangan atau indikasi nilai awal atau arahan analisa untuk
      menghasilkan nilai yang subyektif, besaran nilai, penentuan pencapaian nilai, atau peristiwa yang terjadi di
      kemudian hari yang berkaitan langsung yang ditujukan untuk penggunaan laporan ini.
14.   Penilai telah melaksanakan ruang lingkup sebagai berikut:
            • Identifikasi masalah (identifikasi batasan, tujuan dan objek, definisi Penilaian, dan tanggal penilaian);
            • Pengumpulan data dan informasi:
            • Analisis data dan informasi;
            • Estimasi nilai dengan menggunakan pendekatan penilaian:
            • Penyusunan kertas kerja;
            • Penyusunan laporan Penilaian.
15.   Penilai telah melakukan analisis terhadap Objek Penilaian pada tanggal penilaian.
16.   Penilaian ini telah dilaksanakan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.
17.   Analisis, opini, dan kesimpulan yang dibuat oleh penilai, serta laporan penugasan telah dibuat dengan memenuhi
      ketentuan Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI) dan SPI Edisi VII Tahun 2018 tentang Kode Etik Penilai Indonesia
      dan Stadar Penilaian Indonesia dan Revisi SPI 330 Tahun 2020, Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.
      35/POJK.04/2020, dan Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan ("SEOJK") No. 17/SEOJK.04/2020 dengan
      mencantumkan nama, kualifikasi profesional dan tanda tangan penilai berikut tim pelaksananya (jika ada) dengan
      konfirmasi bahwa:
            a. Penilai telah memenuhi persyaratan pendidikan profesional yang ditentukan dan/atau diselenggarakan
                oleh Asosiasi Penilai yang diakui pemerintah yakni MAPPI.
            b. Penilai melakukan wawancara dengan pihak manajemen.
            c. Tidak seorangpun, kecuali yang disebutkan dalam laporan telah menyediakan bantuan profesional dalam
                menyiapkan laporan.




Laporan Studi Kelayakan PT Inocycle Technology Group, Tbk.                                                          xii
Page 13

          
Page 14
                                                                 DAFTAR ISI
PENDAHULUAN
Lingkup Penugasan ........................................................................................................................................            ii
Analisa Kelayakan .......................................................................................................................................... v
Pernyataan Penilai .......................................................................................................................................... xiv
Daftar Isi ......................................................................................................................................................... xvi
Istilah-Istilah Penilaian .................................................................................................................................... xvii
PROSES STUDI KELAYAKAN
GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN ............................................................................................................. 1
     Profil Perusahaan...................................................................................................................................... 1
     Bidang Usaha............................................................................................................................................ 1
     Struktur Permodalan dan Pemegang Saham ............................................................................................ 1
     Susunan Anggota Direksi dan Dewan Komisaris ...................................................................................... 2
     Struktur Organisasi Perusahaan ............................................................................................................... 2
     Kinerja Keuangan...................................................................................................................................... 4
KELAYAKAN PASAR ..................................................................................................................................... 9
     Kondisi Pasar ............................................................................................................................................ 18
     Pesaing Usaha .......................................................................................................................................... 18
     Strategi Pemasaran................................................................................................................................... 18
STUDI KELAYAKAN ....................................................................................................................................... 19
     Analisis Kelayakan Teknis......................................................................................................................... 19
     Analisis Kelayakan Pola Bisnis ................................................................................................................. 21
     Analisis Kelayakan Model Manajemen ...................................................................................................... 23
     Analisis Kelayakan Keuangan ................................................................................................................... 28
     Kesimpulan ............................................................................................................................................... 34
Lampiran-Lampiran




Laporan Studi Kelayakan PT Inocycle Technology Group, Tbk.                                                                                                                 xiv
Page 15
                       ISTILAH-ISTILAH PENILAIAN
Penilaian
Proses pekerjaan untuk memberikan opini tertulis atas nilai ekonomi suatu objek penilaian sesuai dengan SPI.

Penilai
Seseorang yang memiliki kompetensi dalam melakukan kegiatan Penilaian, yang sekurang-kurangnya telah lulus
Pendidikan awal Penilaian.

Penilai Publik
Penilai yang telah memperoleh izin dari Menteri Keuangan untuk memberikan jasa sebagaimana diatur dalam
Peraturan Menteri Keuangan.

Penyelia / Reviewer / Quality Control
Penilai yang bertindak sebagai pengawas yang bertugas untuk mereview dan memastikan bahwa proses penilaian
oleh Pelaksana telah dilakukan dengan benar.

Pelaksana / Penilai
Tenaga Penilai yang bertugas untuk melaksanakan proses penilaian.

Pelaksana Inspeksi / Petugas Inspeksi
Pegawai KJPP yang telah mebgikuti Pendidikan tingkat dasar yang diselenggarakan atau diakui oleh Asosiasi
Profesi Penilai yang bertugas untuk melaksanakan kegiatan inspeksi.

Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP)
Badan usaha yang telah mendapatkan izn usaha dari Menteri Keuangan sebagai wadah bagi Penilai Publik dalam
memberikan jasanya.

Pemberi Tugas
Seorang, kelompok, atau suatu entitas yang penugasan penilaiannya dilakukan.

Pengguna Laporan
Seorang, kelompok, atau suatu entitas sebagai pengguna hasil Penilaian yang didasarkan dari hasil perikatan
penugasan antara Penilai dan Pemberi Tugas.

Nilai
Suatu opini dari manfaat ekonomi atas kepemilikan aset, atau harga yang paling mungkin dibayarkan untuk suatu
aset dalam pertukaran, sehingga nilai bukan merupakan fakta.

Dasar Nilai
Premis fundamental yang mendasari nilai yang dilaporkan.

Tanggal Inspeksi
Tanggal pada saat inspeksi terakhir telah selesai dilaksanakan.

Tanggal Penilaian
Tanggal pada saat opini nilai dinyatakan.

Tanggal Laporan
Tanggal pada saat laporan Penilaian diterbitkan.

Asumsi Umum
Asumsi fakta yang konsisten dengan, atau dapat konsisten dengan yang terjadi pada tanggal Penilaian.


Laporan Studi Kelayakan PT Inocycle Technology Group, Tbk.                                                     xv
Page 16
Asumsi Khusus
Asumsi fakta yang berbeda dengan yang terjadi pada tanggal Penilaian.

Data Masukan Penilaian (Valuation Inputs)
Data dan informasi lainnya yang digunakan pada salah satu pendekatan penilaian yang diuraikan dalam SPI. Data
masukan ini dapat berupa data yang aktual atau yang diasumsikan.

Lingkup Penugasan
Dasar dalam pengaturan kesepakatan penugasan penilaian, tingkat kedalaman investigasi, penentuan asumsi dan
Batasan penilaian.

Implementasi
Bagian dari tugas penilaian, merupakan prosedur yang harus dilaksanakan oleh Penilai meliputi tahapan
investigas, penerapan pendekatan penilaian dan penyusunan kertas kerja

Investigasi
Proses pengumpulan data yang cukup dengan cara melakukan inspeksi, penelaahan, penghitungan, dan analisis
sesuai tujuan penilaian.

Laporan Penilaian
Suatu dokumen yang mencantumkan instruksi penugasan, tujuan dan dsar penilaian, dan hasil analisis yang
menghasilkan opini nilai.

Laporan Penilaian Terinci
Laporan penilaian yang secara umum mendeskripsikan informasi secara detil dan komprehensif. Laporan ini
seharusnya mengandung seluruh informasi yang signifikan dalam penilaian, termasuk pembahasan secara
mendetil atas setiap hal yang dinyatakan dalam laporan. Laporan ini membutuhkan tingkat kedalaman investigasi
sesuai yang dimaksud dalam Lingkup Penugasan.

Pendekatan Penilaian
Landasan proses Penilaian dilengkapi dengan dengan metode Penilaian dari masing-masing pendekatan yang
digunakan.

Pendekatan Pasar
Pendekatan yang memberikan indikasi nilai dengan membandingkan aset dengan aset lainnya yang identik atau
sebanding dimana terdapat informasi harga.

Pendekatan Pendapatan
Pendekatan yang memberikan indikasi nilai dengan mengkonversi arus kas masa depan menjadi satu nilai saat
ini.

Pendekatan Biaya
Pendekatan yang memberikan indikasi nilai menggunakan prinsip ekonomi bahwa pembeli akan membayar aset
tidak lebih dari biaya untuk mendapatkan aset dengan utilitas yang sama, baik melalui pembelian atau dengan
pembuatan konstruksi dengan mengecualikan factor-faktor seperti waktu yang tidak semestinya,
ketidaknyamanan, risiko atau faktor-faktor lainnya.

Metode Penilaian
Masing-masing pendekatan penilaian mempunyai metode penerapan yang berbeda yang dijelaskan dalam SPI
106. Metode penilaian mengacu pada POJK dan SEOJK yang berlaku.




Laporan Studi Kelayakan PT Inocycle Technology Group, Tbk.                                                xvi
Page 17
Metode Perbandingan Data Pasar.
Menggunakan informasi dari transaksi yang melibatkan aset yang diperdagangkan di bursa yang sama atau sejenis
dengan aset yang dinilai untuk mendapatkan indikasi nilai.

Metode Arus Kas Terdiskonto (DCF).
Arus kas yang diproyeksikan didiskonto Kembali ke tanggal penilaian, menghasilkan nilai kini dari aset.

Metode Penjumlahan
Metode yang menghitung nilai aset dengan menjumlahkan nilai dari setiap bagian komponennya.

Kelangsungan Usaha (Going Concern)
Suatu kondisi yang mencerminkan usaha yang sedang beroperasi atau sekurang-kurangnya dalam proses
konstruksi atau suatu premis dalam penilaian, dimana Penilai menganggap suatu perusahaan akan terus
melanjutkan operasinya secara berkelanjutan.




Laporan Studi Kelayakan PT Inocycle Technology Group, Tbk.                                                xvii
Page 18
               1. GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
1.1 PROFIL PERUSAHAAN
     PT Inocycle Technology Group Tbk (Perusahaan) sebelumnya PT Hilon Felt didirikan berdasarkan Akta
     Pendirian No. 35 tanggal 17 Juli 2001 yang dibuat di hadapan Fransiscus Xaverius Budi Santoso Isbandi,
     S.H., Notaris di Jakarta. Akta Pendirian ini disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia melalui
     Surat Keputusan No. C-13811 HT.01.01.TH.2001 tanggal 21 November 2001 serta diumumkan dalam Berita
     Negara Republik Indonesia No. 5018 Tambahan tanggal 20 Maret 2002. Anggaran dasar Perusahaan telah
     mengalami beberapa kali perubahan, terakhir berdasarkan Akta Notaris No. 3 tanggal 6 Januari 2022 yang
     dibuat di hadapan Bastian Harijanto, S.H., M.Kn., Notaris di Tangerang, mengenai pernyataan keputusan
     pemegang saham sirkuler. Perubahan tersebut disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
     Republik Indonesia melalui Surat Keputusan No. AHU-AH.01.03-0038250 tanggal 18 Januari 2022.
     Kantor pusat Perusahaan berlokasi di Kawasan Industri Pasar Kemis, Tangerang. Perusahaan mulai
     beroperasi secara komersial pada tahun 2003. Entitas induk Perusahaan adalah PT Samudera Industri dan
     entitas induk terakhir Perusahaan adalah PT Sambros Invesco International, keduanya didirikan di Indonesia.

1.2 BIDANG USAHA
     Sesuai dengan pasal 3 anggaran dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan meliputi usaha
     bidang industri pengelolaan bukan tenunan dan industri serat stapel buatan.

1.3 STRUKTUR PERMODALAN DAN PEMEGANG SAHAM

     Berdasarkan Anggaran Dasar Perseroan, Modal Dasar, Modal Ditempatkan dan Modal disetor sebagai
     berikut :

       Modal Dasar                 Rp336.750.000.000 (Tiga Ratus Tiga Dengan jumlah lembar saham
                                   Puluh Enam Miliar Tujuh Ratus Lima sebanyak 3.367.500.000 (Tiga Miliar
                                   Puluh Juta Rupiah)                   Tuga Ratus Enam Puluh Tujuh Juta
                                                                        Lima Ratus Ribu) atau Nilai Nominal
                                                                        Rp100 (Seratus Rupiah)
       Modal Ditempatkan           Rp180.822.190.000 (Seratus Delapan Dengan jumlah lembar saham
                                   Puluh Miliar Delapan Ratus Dua Puluh sebanyak 1.808.221.900 (Satu Miliar
                                   Dua Juta Seratus Sembilan Puluh Delapan Ratus Delapan Juta Dua
                                   Ribu Rupiah)                         Ratus Dua Puluh Satu Ribu
                                                                        Sembilan Ratus)
       Modal Disetor               Rp180.822.190.000 (Seratus Delapan Dengan jumlah lembar saham
                                   Puluh Miliar Delapan Ratus Dua Puluh sebanyak 1.808.221.900 (Satu Miliar
                                   Dua Juta Seratus Sembilan Puluh Delapan Ratus Delapan Juta Dua
                                   Ribu Rupiah)                         Ratus Dua Puluh Satu Ribu
                                                                        Sembilan Ratus)




Laporan Studi Kelayakan PT Inocycle Technology Group, Tbk.                                                    1
Page 19
     Susunan pemegang saham sesuai dengan Laporan Biro Administrasi Efek, PT Adimitra Jasa Korpora,
     tanggal 31 Maret 2024, sebagai berikut:

         Pemegang Saham               Jumlah Saham               Nominal (Rp)        Presentase (%)

       PT Samudera Industri            1.200.221.900            120.022.190.000          66,38%
       Sandiana Soemarko                201.325.000             20.132.500.000           11,13%
       Masyarakat                       406.675.000             40.667.500.000           22,49%
       Jumlah/ Total                   1.808.221.900            180.822.190.000           100%




1.4 SUSUNAN ANGGOTA DIREKSI DAN DEWAN KOMISARIS
     Susunan Dewan Komisaris, Direksi Perusahaan dan Komite Audit pada tanggal 31 Desember 2023 dan 2022
     masing-masing adalah sebagai berikut:

     Direksi
     Direktur Utama        : Jae Hyuk Choi
     Direktur              : Won Hyuk Choi
     Direktur              : Victor Seng Hyeok Choi
     Direktur              : Suhendra Setiadi
     Direktur              : Kwang Shin Kim (*

     Komite Audit
     Ketua                 : Dr. Ir. Widhyawan Prawiraatmadja
     Anggota               : Bobby Suryo Herlambang
     Anggota               : Gautama Ashok Kumar

     (* telah mengundurkan diri tanggal 29 Februari 2024
     Corporate Secretary Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2023 dan 2022 dijabat oleh Erwin Prayudi
     Suyodono. Pada tanggal 31 Desember 2023, Perusahaan memiliki karyawan tetap dan karyawan kontrak
     masing masing sebanyak 265 dan 855 orang.

1.5 STRUKTUR ORGANISASI PERUSAHAAN
     Dalam setiap organisasi diperlukan ketegasan dalam pembagian tugas yang disesuaikan dengan bagan
     organisasi, pendelegasian wewenang yang jelas dan koordinasi kerja yang terpadu. Penempatan tenaga
     kerja yang sesuai dengan pengalaman, keahlian dan keterampilannya merupakan faktor yang penting dalam
     menerapkan kebijaksanaan perusahaan. Hal ini juga akan memperlancar pendelegasian tugas kepada unit
     di bawahnya atau sebaliknya, yang pada akhirnya akan memperlancar kerja perusahaan.

     Struktur organisasi yang telah dibuat dapat dijadikan pegangan dalam mengelola perusahaan, agar dapat
     beroperasi sesuai dengan yang diharapkan. Struktur organisasi perusahaan ini disusun dengan pola yang
     sederhana, yang diharapkan dapat mengelola proyek secara efektif dan efisien. Struktur organisasi ini
Laporan Studi Kelayakan PT Inocycle Technology Group, Tbk.                                              2
Page 20
     didasarkan pada kebutuhan operasional perusahaan dengan pembagian tugas yang jelas dari seluruh
     personil pengelola perusahaan secara menyeluruh. Struktur organisasi PT Inocycle Technology Group, Tbk.
     adalah sebagai berikut:




Laporan Studi Kelayakan PT Inocycle Technology Group, Tbk.                                                3
Page 21
1.6 KINERJA KEUANGAN PT INOCYCLE TECHNOLOGY GROUP, TBK.
     Kinerja keuangan perusahaan ditunjukkan dengan laporan keuangan yang memperlihatkan transaksi atau
     perubahan pos-pos keuangan. Adapun laporan PT Inocycle Technology Group, Tbk. pada saat dilakukan
     studi kelayakan telah diaudit, yaitu laporan keuangan yang berakhir pada:
        1. Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023
            dan 2022 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) Amir Abadi Jusuf, Arjanto, Mawar
            dan Rekan dengan pendapat bahwa laporan keuangan tersebut disajikan secara wajar dengan
            pengecualian.
        2. Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022
            dan 2021 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) Amir Abadi Jusuf, Arjanto, Mawar
            dan Rekan dengan pendapat bahwa laporan keuangan tersebut disajikan secara wajar dengan
            pengecualian.
        3. Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021
            dan 2020 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) Amir Abadi Jusuf, Arjanto, Mawar
            dan Rekan dengan opini tidak menyatakan pendapat.
        4. Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020
            dan 2019 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) Amir Abadi Jusuf, Arjanto, Mawar
            dan Rekan dengan pendapat bahwa laporan keuangan tersebut disajikan secara wajar dengan
            pengecualian.
        5. Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019
            dan 2018 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) Tanudiredja, Wibisana, Rintis dan
            Rekan dengan pendapat bahwa laporan keuangan tersebut disajikan secara wajar dengan
            pengecualian.




Laporan Studi Kelayakan PT Inocycle Technology Group, Tbk.                                             4
Page 22
     1.6.1 Neraca Historis (Common-Size & Trend)
                                                                                                 Dalam Satuan Rupiah (.000.000)
                                                             2019        2020        2021        2022             2023
                                                            Jan-Des     Jan-Des     Jan-Des     Jan-Des         Jan-Des
                          Balance Sheet
      Kas Setara Kas                                          96.814     115.462      62.564      81.096           116.604
      Piutang Usaha                                           79.510     107.559     117.157     128.152           154.084
      Persediaan                                             133.711      98.642     143.204     177.788           131.231
      Pajak Dibayar Dimuka                                     3.196       2.285       2.285       6.924             9.893
      Uang Muka                                                1.693       6.232       1.221       5.054             3.308
      Biaya Dibayar Dimuka                                     1.485       4.143       3.332       3.495             2.625
      Dana Dibatasi Penggunaannya                                  -           -      11.415      12.585            12.333
      Aset Lancar Lain-Lain                                   19.028      35.758      19.120      21.915            19.463
      Jumlah Aset Lancar                                     335.436     370.081     360.299     437.008           449.541
      Aset Tetap                                             299.964     376.082     479.411     513.405           498.336
      Piutang Kepada Pihak berelasi                           13.702       8.460       5.355       2.959             2.959
      Aset Pajak Tangguhan                                         -          34           -       6.104            13.070
      Investasi pada Entitas Asosiasi                         17.936      18.585      22.799      17.319            11.928
      Properti Investasi                                      19.955      19.087      18.219      17.352            16.484
      Aset Tidak Berwujud                                        178         216         182         147               124
      Aset Tidak Lancar Lainnya                                4.153       3.969       4.466       5.278             5.685
      Jumlah Aset Tidak Lancar                               355.888     426.434     530.432     562.564           548.586
      Jumlah Aset                                            691.324     796.515     890.732     999.572           998.127
      Utang Usaha                                             20.202      38.542      26.462      69.333            13.949
      Utang Bank Jangka Pendek                               168.156     169.260     277.199     411.343           521.326
      Akrual                                                  39.215      26.570      35.526      39.529            35.441
      Utang Pajak                                              3.177         734       5.729         655             3.254
      Utang Lain Lain                                          4.581      13.123      12.766       4.620            32.852
      Liabilitas Imbalan Kerja Jangka Pendek                   4.523       5.092       8.170      11.845            10.644
      Bagian Jangka Pendek dari Liabilitas Jangka Panjang     15.226     123.644      60.791      56.584            56.665
      Biaya yang Masih Harus Dibayar                               -           -           -           -                 -
      Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                        255.079     376.965     426.643     593.908           674.131
      Utang Bank Jangka Panjang                               99.748     108.916     123.084     108.637            54.538
      Liabilitas Pajak Tangguhan                               2.774           -       2.385           -                 -
      Utang Pihak Berelasi Non-Usaha                             920           -           -           -                 -
      Liabilitas Imbalan Pasca Kerja                           1.638       2.755       3.898       3.868             4.646
      Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                       105.079     111.671     129.368     112.505            59.184
      Jumlah Liabilitas                                      360.158     488.636     556.010     706.413           733.315
      Modal Dasar                                            180.822     180.822     180.822     180.822           180.822
      Selisih Kurs                                            (7.087)     (7.087)     (7.087)     (7.087)           (7.087)
      Tambahan Modal Disetor                                  81.670      81.670      81.670      81.670            81.670
      Komponen Ekuitas Lainnya                                 2.396       2.396       2.396       2.396             2.396
      Saldo Laba                                              73.364      50.076      76.919      35.357             7.010
      Jumlah Ekuitas                                         331.166     307.879     334.721     293.159           264.812
      Jumlah Liabilitas dan Ekuitas                          691.324     796.515     890.732     999.572           998.127



     Aset terdiri dari Aset Lancar dan Aset Tidak Lancar. Aset Lancar secara historis memiliki porsi 40,45%-
     48,52% dengan trend kenaikan historis rata-rata 9,66%. Aset Tidak Lancar secara historis memiliki porsi
     51,48%-59,55% dengan trend kenaikan historis rata-rata 16,76%. Secara keseluruhan historis aset
     Perusahaan mengalami pertumbuhan 13,09%.

     Liabilitas terdiri dari Liabilitas Jangka Pendek dan Liabilitas Jangka Panjang. Liabilitas Jangka Pendek secara
     historis memiliki porsi 36,90%-67,54% dengan tred kenaikan historis rata-rata 33,39%. Liabilitas Jangka
     Panjang secara historis memiliki porsi 5,93%-15,20% dengan tred kenaikan historis rata-rata 3,03%. Secara
     keseluruhan historis liabilitas Perusahaan mengalami pertumbuhan 25,50%.



Laporan Studi Kelayakan PT Inocycle Technology Group, Tbk.                                                                        5
Page 23
     Ekuitas dalam akun saldo laba secara historis memiliki porsi 0,70%-10,61% dengan trend penurunan historis
     rata-rata (10,72%.). Secara keseluruhan historis liabilitas dan ekuitas Perusahaan mengalami pertumbuhan
     13,09%.

     1.6.2 Laba Rugi Historis (Common Size & Trend)
                                                                                               Dalam Satuan Rupiah (.000.000)
                                                         2019         2020        2021         2022             2023
                                                       Jan-Des      Jan-Des      Jan-Des      Jan-Des         Jan-Des
                       Income Statement
      Pendapatan                                         494.685      518.652      633.300      691.532          600.210
      Beban Pokok Pendapatan                            (387.495)    (408.755)    (476.983)    (532.841)        (461.987)
      Laba Bruto                                         107.190      109.897      156.318      158.691          138.223
      Beban Penjualan Umum dan Adm                       (59.891)     (71.636)     (83.839)     (99.898)         (97.297)
      Penghasilan (Beban) Lainnya                         23.962       (4.867)       7.683      (38.135)          16.264
      EBITDA                                              71.261       33.394       80.162       20.657           57.190
      Depresiasi dan Amortisasi                          (20.483)     (25.877)     (30.056)     (32.310)         (36.267)
      EBIT                                                50.779        7.518       50.107      (11.652)          20.923
      Biaya Keuangan                                     (22.212)     (17.895)     (20.068)     (27.394)         (50.251)
      Bagian Laba dari Entitas Asosiasi                      755          743        4.327       (5.610)          (5.064)
      EBT                                                 29.322       (9.633)      34.366      (44.656)         (34.392)
      Beban Pajak Penghasilan                             (6.787)         399       (7.043)       8.264            6.835
      EAT                                                 22.534       (9.235)      27.323      (36.392)         (27.557)


     Perusahaan membukukan Pendapatan secara trend kenaikan historis rata-rata 12,05%. Beban Pokok
     Penjualan 77,30% dari pendapatan dan secara trend kenaikan historis rata-rata 11,30%. Beban Penjualan
     Umum dan Adm 13,96% dari pendapatan dan secara trend kenaikan historis rata-rata 18,60%. Penghasilan
     (Beban) Lainnya 3,04% dari pendapatan dan secara trend penurunan historis rata-rata (324,84%).

     EBITDA 9,20% dari pendapatan dan secara trend kenaikan historis rata-rata 4,23%. EBIT 4,96% dari
     pendapatan dan secara trend kenaikan historis rata-rata 119,35%. EBT 5,08% dari pendapatan dan secara
     trend penurunan historis rata-rata (273,18%). EAT 4,10% dari pendapatan dan secara trend kenaikan historis
     rata-rata (256,68%).




Laporan Studi Kelayakan PT Inocycle Technology Group, Tbk.                                                                      6
Page 24
     1.6.3 Arus Kas
                                                                                                    Dalam Satuan Rupiah (.000.000)
                                                                 2019        2020        2021        2022            2023
                                                                Jan-Des     Jan-Des     Jan-Des     Jan-Des         Jan-Des
                                  Cash Flow
      ARUS KAS DARI KEGIATAN OPERASI
      Penerimaan dari pelanggan                                  444.020     490.569     641.265     679.009          582.112
      Pembayaran kepada pemasok                                 (432.454)   (375.562)   (563.242)   (551.517)        (430.535)
      Pembayaran kepada karyawan                                 (57.258)    (69.717)    (36.330)    (89.417)         (87.547)
      Penerimaan penghasilan bunga                                 1.804       1.501         343         226            1.830
      Pembayaran pajak penghasilan badan                          (6.108)     (4.581)     (2.976)    (14.038)          (4.580)
      Penerimaan restitusi pajak                                       -         265           -       2.250                -
      Pembayaran bunga dan beban keuangan                        (20.178)    (32.667)    (20.411)    (27.620)         (52.081)
      Arus kas bersih yang diperoleh dari kegiatan operasi       (70.174)      9.809      18.650      (1.108)           9.199
      ARUS KAS DARI KEGIATAN INVESTASI
      Perolehan aset tetap                                             -           -           -            -                -
      Penjualan aset tetap                                         8.204      32.106          90        1.977              456
      Pembayaran uang muka aset tetap                            (24.523)    (96.524)   (129.962)     (47.952)         (42.130)
      Arus kas bersih yang digunakan untuk kegiatan investasi    (16.319)    (64.418)   (129.872)     (45.975)         (41.674)
      ARUS KAS DARI KEGIATAN PENDANAAN
      Penerbitan saham biasa                                     142.046           -           -           -                -
      Penerimaan dividen                                               -     (13.562)          -      (5.425)               -
      Pencairan utang bang jangka pendek                         110.570      37.040     162.093     137.316          198.618
      Pembayaran utang bank jangka pendek                        (53.200)    (39.713)    (53.983)    (30.370)         (82.672)
      Pencairan Pinjaman jangka panjang lain-lain                      -     113.456           -           -            4.499
      Pembayaran Pinjaman jangka panjang lain-lain                     -     (18.117)    (39.563)    (46.518)         (37.598)
      Liabilitas jangka panjang lain-lain pihak ketiga           (21.198)          -           -           -                -
      Penerimaan liabilitas sewa                                  21.222           -           -      23.114                -
      Pembayaran liabilitas sewa                                  (5.044)     (5.486)     (9.857)    (12.451)         (14.863)
      Pembayaran ke pihak berelasi                               (57.784)       (920)          -           -                -
      Arus kas bersih yang diperoleh dari kegiatan pendanaan     136.612      72.699      58.690      65.665           67.983
      KENAIKAN/(PENURUNAN) KAS DAN SETARA KAS                     50.119      18.090     (52.532)     18.583           35.509
      Dampak selisih kurs atas kas dan setara kas                  1.227         557        (366)        (51)              (1)
      Kas dan setara kas awal periode                             45.468      96.815     115.463      62.565           81.097
      KAS DAN SETARA KAS AKHIR PERIODE                            96.815     115.463      62.565      81.097          116.605


     Arus kas Perusahaan dari aktivitas operasional sebagian besar berupa penerimaan dari pelanggan,
     pembayaran kepada pemasok, dan pembayaran kepada karyawan. Arus kas Perusahaan dari aktivitas
     investasi merupakan belanja modal berupa pembelian aset tetap. Arus kas Perusahaan dari aktivitas
     pendanaan sebagian besar berupa penerimaan dan pembayaran atas utang kepada pihak berelasi. Saldo
     kas Perusahaan berkisar antara 62 Miliar – 116 Miliar Rupiah per tahun.




Laporan Studi Kelayakan PT Inocycle Technology Group, Tbk.                                                                           7
Page 25
     1.6.4 Analisis Rasio
                                                      2019        2020       2021       2022         2023
                                                     Jan-Des    Jan-Des     Jan-Des    Jan-Des      Jan-Des
      Rasio Likuiditas
      Rasio Lancar                                       1,32       0,98        0,84      0,74          0,67
      Quick Rasio                                        0,79       0,72        0,51      0,44          0,47

      Rasio Aktivitas
      TO Piutang                                         6,22       4,82       5,41       5,40          3,90
      TO Persediaan                                      2,90       4,14       3,33       3,00          3,52
      TO Utang Usaha                                    19,18      10,61      18,03       7,69         33,12
      Average Collection Periode (TO Piutang)           58,67      75,69      67,52      67,64         93,70
      Inventory Conversion Period (TO Persediaan)      125,95      88,08     109,58     121,79        103,68
      Payables Defferal Period (TO Utang Usaha)         19,03      34,42      20,25      47,49         11,02
      TO Aset Tetap                                      1,65       1,38       1,32       1,35          1,20
      TO Aset                                            0,72       0,65       0,71       0,69          0,60

      Rasio Solvabilitas
      Debt Equity Ratio                                  1,09       1,59        1,66      2,41          2,77
      Debt to Assets                                     0,52       0,61        0,62      0,71          0,73
      Time Interest Earned                               2,29       0,42        2,50         -          0,42

      Rasio Profitabilitas
      Return On Asset                                    0,03      (0,01)       0,03      (0,04)        (0,03)
      Return On Equity                                   0,07      (0,03)       0,08      (0,12)        (0,10)



     Dilihat berdasarkan likuiditasnya, Perusahaan memiliki rasio lancar sebesar 0,7-1,3 kali dengan rata-rata 0,97
     kali utang lancarnya (rasio lancar). Aset lancar Perusahaan diluar persediaan sebanyak 0,44-0,79 kali dengan
     rata-rata 0,61 kali utang lancarnya.

     Berdasarkan aktivitasnya, umur piutang usaha berkisar antara 58-75 hari dengan rata-rata 67 hari.
     Berdasarkan aktivitasnya, umur persediaan berkisar antara 88-125 hari dengan rata-rata 111 hari. Umur
     utang usaha berkisar antara 19-47 hari dengan rata-rata 30 hari.

     Dilihat berdasarkan profitabilitasnya, Perusahaan juga memiliki rasio laba bersih terhadap total aset (ROA)
     sebesar (0,04) – 0,03 dengan rata-rata 0,004. Perusahaan memiliki rasio laba bersih terhadap ekuitas (ROE)
     sebesar (0,12) – 0,08 dengan rata-rata (0,001).

     1.6.5 Struktur Modal
                                          2019          2020         2021           2022             2023
                                        Jan-Des       Jan-Des      Jan-Des        Jan-Des          Jan-Des
      Liabilitas Lancar                    48,52%        46,46%       40,45%         43,72%           45,04%
      Liabilitas Tidak Lancar              51,48%        53,54%       59,55%         56,28%           54,96%
      Total Liabilitas                     52,10%        61,35%       62,42%         70,67%           73,47%
      Total Ekuitas                        47,90%        38,65%       37,58%         29,33%           26,53%
      Debt Equity Ratio                       1,09          1,59         1,66           2,41             2,77

     Pada struktur modal Perusahaan, rasio total liabilitas sebesar 59,71%-68,87% dari total liabilitas dan ekuitas.
     Rasio debt to equity (DER) Perusahaan sebesar 1,48-2,21 kali dengan rata-rata 1,85 kali dari ekuitasnya.




Laporan Studi Kelayakan PT Inocycle Technology Group, Tbk.                                                        8
Page 26
                              2. KELAYAKAN PASAR
2.1. Kondisi Pasar
     2.1.1. Pertumbuhan Ekonomi
     Ekonomi Indonesia tahun 2023 tumbuh sebesar 5,05 persen. Pertumbuhan terjadi pada seluruh lapangan
     usaha. Lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan tertinggi adalah Transportasi dan Pergudangan
     sebesar 13,96 persen; diikuti Jasa Lainnya sebesar 10,52 persen; dan Penyediaan Akomodasi dan Makan
     Minum sebesar 10,01 persen. Sementara itu, Industri Pengolahan yang memiliki peran dominan tumbuh 4,64
     persen. Sedangkan Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan serta Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi
     Mobil dan Sepeda Motor masing-masing tumbuh sebesar 1,30 persen dan 4,85 persen.

                          Pertumbuhan PDB Beberapa Lapangan Usaha (y-on-y) (persen)




                                             Sumber: Badan Pusat Statistik (BPS)


     Struktur PDB Indonesia menurut lapangan usaha atas dasar harga berlaku tahun 2023 tidak menunjukkan
     perubahan berarti. Perekonomian Indonesia masih didominasi oleh Lapangan Usaha Industri Pengolahan
     sebesar 18,67 persen; diikuti oleh Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor
     sebesar 12,94 persen; Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan sebesar 12,53 persen; Pertambangan dan
     Penggalian sebesar 10,52 persen; serta Konstruksi sebesar 9,92 persen. Peranan kelima lapangan usaha
     tersebut dalam perekonomian Indonesia mencapai 64,58 persen.

     Ekonomi Indonesia triwulan IV-2023 terhadap triwulan IV-2022 (y-on-y) tumbuh sebesar 5,04 persen.
     Pertumbuhan terjadi pada seluruh lapangan usaha. Lapangan usaha yang tumbuh signifikan adalah
     Transportasi dan Pergudangan sebesar 10,33 persen; diikuti Jasa Lainnya sebesar 10,15 persen; dan
     Pengadaan Listrik dan Gas sebesar 8,68 persen. Sebagai lapangan usaha yang memiliki peran dominan,
     Industri Pengolahan tumbuh sebesar 4,07 persen. Sedangkan Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan serta
     Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor masing-masing tumbuh sebesar 1,12
     persen dan 4,09 persen.




Laporan Studi Kelayakan PT Inocycle Technology Group, Tbk.                                               9
Page 27
                          Pertumbuhan PDB Beberapa Lapangan Usaha (y-to-y) (persen)




                                             Sumber: Badan Pusat Statistik (BPS)


     Ekonomi Indonesia pada triwulan IV-2023 tumbuh sebesar 0,45 persen (q-to-q) dibanding triwulan III-2023.
     Hampir seluruh lapangan usaha tumbuh positif. Lapangan Usaha Administrasi Pemerintahan, Pertahanan,
     dan Jaminan Sosial Wajib tumbuh signifikan sebesar 19,81 persen; diikuti Jasa Pendidikan sebesar 14,46
     persen; serta Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial sebesar 8,66 persen. Industri Pengolahan yang memiliki
     peran dominan tumbuh 0,51 persen. Sementara untuk Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan serta
     Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor masing-masing mengalami kontraksi
     sebesar 17,70 persen dan 0,27 persen.


                          Pertumbuhan PDB Beberapa Lapangan Usaha (q-to-q) (persen)




                                              Sumber: Badan Pusat Statistik (BPS)


     Ekonomi Indonesia tahun 2023 tumbuh sebesar 5,05 persen. Pertumbuhan terjadi pada semua Komponen
     Pengeluaran. Pertumbuhan tertinggi terjadi pada Komponen PK-LNPRT sebesar 9,83 persen; diikuti
     Komponen Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (PK-RT) sebesar 4,82 persen; Komponen Pembentukan
     Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 4,40 persen; Komponen PK-P sebesar 2,95 persen; dan Komponen
     Ekspor Barang dan Jasa sebesar 1,32 persen. Sementara itu, Komponen Impor Barang dan Jasa (yang
     merupakan faktor pengurang dalam PDB menurut Pengeluaran) terkontraksi sebesar 1,65 persen.


Laporan Studi Kelayakan PT Inocycle Technology Group, Tbk.                                                10
Page 28
     Struktur PDB Indonesia menurut pengeluaran atas dasar harga berlaku tahun 2023 tidak menunjukkan
     perubahan yang berarti. Perekonomian Indonesia masih didominasi oleh Komponen PK-RT yang mencakup
     lebih dari separuh PDB Indonesia yaitu sebesar 53,18 persen; diikuti oleh komponen PMTB sebesar 29,33
     persen; Komponen Ekspor Barang dan Jasa sebesar 21,75 persen; Komponen PK-P sebesar 7,45 persen;
     Komponen PK-LNPRT sebesar 1,25 persen; dan Komponen Perubahan Inventori sebesar 1,19 persen.
     Sementara itu, Komponen Impor Barang dan Jasa memiliki peran sebesar 19,57 persen.

                      Pertumbuhan PDB Beberapa Komponen Pengeluaran (c-to-c) (persen)




                                             Sumber: Badan Pusat Statistik (BPS)


     2.1.2. Kegiatan Usaha
     Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) pada triwulan IV-2023 sesuai siklus triwulanannya mengindikasikan
     kinerja kegiatan usaha tetap kuat meski melambat dibandingkan triwulan sebelumnya. Hal tersebut tecermin
     dari nilai Saldo Bersih Tertimbang (SBT) kegiatan usaha pada triwulan IV-2023 sebesar 13,17%, lebih rendah
     dari 15,65% pada triwulan III-2023. Kegiatan usaha yang masih tumbuh cukup kuat tecermin dari kinerja
     sebagian Lapangan Usaha (LU) seiring dengan terjaganya permintaan masyarakat saat Hari Besar
     Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan libur tahun baru. LU yang meningkat antara lain LU Perdagangan
     Besar dan Eceran dan Reparasi Mobil dan Motor (SBT 1,48%), LU Transportasi dan Pergudangan (SBT
     1,30%), LU Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum (SBT 0,97%), serta LU Informasi dan Komunikasi
     (SBT 1,04%). Sementara itu, kinerja LU yang tetap kuat tecermin pada LU Industri Pengolahan (SBT 1,0%)
     seiring dengan tersedianya kapasitas penyimpanan dan sarana produksi, LU Konstruksi (SBT 1,27%) seiring
     dengan penyelesaian beberapa proyek, serta LU Jasa Keuangan (SBT 1,99%). Hanya LU Pertanian,
     Kehutanan, dan Perikanan yang berada pada fase kontraksi dengan SBT sebesar -0,81% disebabkan oleh
     masuknya musim tanam, kekeringan, dan hama (penyakit) yang memengaruhi produksi.

                                      Grafik 1 – Perkembangan Kegiatan Usaha




                                                Sumber: Bank Indonesia, 2024

Laporan Studi Kelayakan PT Inocycle Technology Group, Tbk.                                                  11
Page 29
     Pada triwulan 1-2024 responden memprakirakan kegiatan usaha meningkat dengan SBT 15,38%, lebih tinggi
     dibandingkan SBT 13,17% pada triwulan IV-2023. Kegiatan usaha pada seluruh LU diprakirakan tumbuh
     positif, terutama didorong oleh LU Industri Pengolahan (SBT 1,49%) serta LU Pertambangan dan Penggalian
     (SBT 2,67%). Peningkatan tersebut merupakan langkah pelaku usaha untuk memenuhi permintaan domestik,
     khususnya menjelang bulan Ramadan 2024. Selain itu, peningkatan kinerja juga didorong oleh LU Pertanian,
     Kehutanan, dan Perikanan (SBT 1,46%) sejalan dengan musim panen komoditas pangan di sejumlah wilayah
     (Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, serta sebagian Sumatera dan Sulawesi) (Lampiran Tabel 1).

     2.1.3. Kapasitas Produksi Terpakai
     Kapasitas produksi terpakai pada triwulan IV-2023 tercatat tetap kuat sebesar 73,91% meski lebih rendah
     dibandingkan 75,17% pada triwulan III-2023. Penurunan kapasitas produksi terpakai tersebut tercatat pada
     seluruh LU, terutama pada LU Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan (72,10%), LU Industri Pengolahan
     (72,76%), serta LU Pengadaan Listrik (SBT 80,71%). Penurunan kapasitas produksi tersebut sejalan dengan
     kinerja usahanya yang melemah

                                    Grafik 2 - Perkembangan Kapasitas Utilisasi




                                                Sumber: Bank Indonesia, 2024


     2.1.4. Kondisi keuangan dan Akses Kredit

     Mayoritas responden menyatakan kondisi keuangan perusahaan masih dalam kondisi baik pada triwulan IV-
     2023. Hal ini tecermin dari Saldo Bersih (SB) Likuiditas yang tercatat sebesar 24,42%, lebih tinggi
     dibandingkan SB 18,71% pada triwulan III-2023. Hal tersebut disebabkan meningkatnya persentase
     responden yang menjawab kondisi likuiditas pada triwulan IV-2023 "lebih baik" menjadi sebesar 29,62%,
     dibandingkan 24,35% pada triwulan sebelumnya.

                                    Grafik 3 – Kondisi Likuiditas dan Rentabilitas




Laporan Studi Kelayakan PT Inocycle Technology Group, Tbk.                                                12
Page 30
                                                Sumber: Bank Indonesia, 2024


     Kondisi rentabilitas atau kemampuan perusahaan untuk mencetak laba juga terindikasi dalam kondisi yang
     lebih baik pada triwulan IV-2023. Hal ini tecermin dari SB Indikator Rentabilitas sebesar 21,94%, lebih tinggi
     dari SB 18,17% pada triwulan sebelumnya. Persentase responden yang menjawab kondisi rentabilitas pada
     triwulan IV-2023 "lebih baik" sebanyak 29,74%, lebih tinggi dibandingkan 25,68% pada triwulan sebelumnya.

     Lebih lanjut, responden menilai akses kredit perbankan pada triwulan IV-2023 lebih mudah. SB akses kredit
     tercatat sebesar 4,93% pada triwulan IV-2023, meningkat dibandingkan 4,64% pada triwulan III-2023. Hal
     tersebut tecermin dari persentase responden yang menjawab "sulit" tercatat sebesar 3,90%, lebih rendah
     dibandingkan 4,26% pada triwulan sebelumnya. Sementara itu, responden yang menjawab "lebih mudah"
     sebesar 8,83%, relatif stabil dibandingkan 8,90% pada triwulan sebelumnya.

     2.1.5. Tenaga Kerja

     Pada triwulan IV-2023 SBT penggunaan tenaga kerja tercatat masih dalam fase ekspansi dengan SBT
     1,12%, meski lebih rendah dari SBT 3,76% pada triwulan III-2023 (Grafik 4). LU dengan SBT tenaga kerja
     yang tercatat meningkat antara lain LU Perdagangan Besar dan Eceran, dan Reparasi Mobil dan Motor (SBT
     0,36%), serta LU Informasi dan Komunikasi (SBT 0,31%) sejalan dengan peningkatan kegiatan usahanya.
     Sementara itu, LU dengan SBT tenaga kerja yang tercatat mengalami penurunan hingga berada pada fase
     kontraksi antara lain LU Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan (SBT -0,50%) sejalan dengan masuknya
     musim tanam pada komoditas tanaman pangan, LU Pertambangan dan Penggalian (SBT -1,38%) sejalan
     dengan pengurangan aktivitas usaha, serta LU Industri Pengolahan (SBT -0,53%) sejalan dengan adanya
     pegawai pensiun dan efisiensi proses kerja.

     Pada triwulan 1-2024, penggunaan tenaga kerja diprakirakan meningkat dengan SBT sebesar 3,63% dari
     SBT 1,12% pada triwulan sebelumnya. Sebagian LU mencatat peningkatan tenaga kerja antara lain LU
     Pertambangan dan Penggalian (SBT 0,23%) sejalan dengan peningkatan aktivitas usahanya, LU Industri
     Pengolahan (SBT 0,15%) serta LU Perdagangan Besar dan Eceran, dan Reparasi Mobil dan Motor (SBT
     0,83%) sejalan dengan penerimaan pegawai baru guna persiapan bulan Ramadan. Sementara itu, LU
     Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan tercatat membaik meski masih dalam fase kontraksi dengan SBT -
     0,16% sejalan dengan peningkatan kegiatan usahanya.

                                Grafik 4 – Perkembangan Penggunaan Tenaga Kerja




                                                Sumber: Bank Indonesia, 2024




Laporan Studi Kelayakan PT Inocycle Technology Group, Tbk.                                                      13
Page 31
     2.1.6. Harga Jual

     Tekanan harga jual pada triwulan IV-2023 tercatat sebesar SBT 13,27%, tidak setinggi SBT 14,43% pada
     triwulan III-2023 (Grafik 5). Kenaikan harga jual pada triwulan laporan didorong oleh peningkatan harga jual
     pada LU Industri Pengolahan (SBT 2,64%), LU Transportasi dan Pergudangan (SBT 0,39%), LU Informasi
     dan Komunikasi (SBT 0,62%), serta LU Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum (SBT 0,69%). Sementara
     itu, penurunan harga jual terindikasi terjadi pada LU Pertambangan dan Penggalian (SBT -1,94%) sejalan
     dengan perkembangan harga komoditas internasional.

     Tekanan kenaikan harga jual diprakirakan meningkat pada triwulan l-2024 dengan SBT 15,40%, lebih tinggi
     dibandingkan 13,27% pada triwulan IV-2023. Peningkatan tekanan harga jual didorong oleh LU
     Pertambangan dan Penggalian (SBT 2,28%) sejalan dengan prakiraan kenaikan harga bahan baku dan
     harga acuan internasional, LU Industri Pengolahan (SBT 3,36%), LU Perdagangan Besar dan Eceran, dan
     Reparasi Mobil dan Motor (SBT 3,52%), serta LU Transportasi dan Pergudangan (SBT 0,48%) seiring dengan
     kenaikan harga bahan baku/material dan tenaga kerja.

                                        Grafik 5 – Perkembangan Harga Jual




     2.1.7. Investasi

     Pada triwulan IV-2023 realisasi investasi tercatat meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya. Hal ini
     tecermin dari SBT Investasi triwulan IV-2023 sebesar 11,53%, lebih tinggi dibandingkan SBT 8,67% pada
     triwulan sebelumnya (Lampiran Tabel 7). Berdasarkan lapangan usaha, peningkatan kegiatan investasi pada
     triwulan laporan terindikasi terjadi pada sebagian LU, terutama LU Pertambangan dan Penggalian (SBT
     3,71%), LU Perdagangan Besar dan Eceran, dan Reparasi Mobil dan Motor (SBT 0,89%), serta LU
     Administrasi Pemerintahan, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib (SBT 0,79%). Responden
     menginformasikan investasi tersebut digunakan terutama untuk pembelian mesin/alat, tanah/bangunan,
     pembangunan/renovasi kantor/gudang, toko/showroom, dan kendaraan (mobil, forklift).

     Pada triwulan 1-2024, responden memprakirakan investasi tetap kuat meski melambat dibandingkan periode
     sebelumnya dengan SBT sebesar 10,94%. LU yang tercatat meningkat yaitu LU Pertanian, Kehutanan, dan
     Perikanan (SBT 0,76%) serta LU Industri Pengolahan (SBT 2,06%). Responden menginformasikan bahwa
     investasi digunakan untuk pembelian bibit, pupuk, pembelian/perbaikan mesin, pembangunan/renovasi
     gudang, serta alat dan mesin pertanian. Sementara itu, LU Administrasi Pemerintahan, Pertahanan, dan
     Jaminan Sosial Wajib, LU Jasa Pendidikan, serta LU Pengadaan Listrik tercatat melambat sejalan dengan
     pola musimannya.

Laporan Studi Kelayakan PT Inocycle Technology Group, Tbk.                                                    14
Page 32
     Secara semesteran, hasil SKDU menunjukkan jumlah pelaku usaha yang melakukan kegiatan investasi pada
     semester II-2023 lebih tinggi dibandingkan semester I-2023 maupun semester II-2022. Persentase
     responden SKDU yang menyatakan melakukan kegiatan investasi pada semester II-2023 tercatat sebesar
     26,65%, lebih tinggi dibandingkan semester I-2023 dan semester II-2022 masing- masing sebesar 23,61%
     dan 26,35% (Grafik 7).

     Dari sisi nilai investasi, hasil SKDU mengindikasikan peningkatan yang tecermin dari Saldo Bersih nilai
     investasi pada semester II-2023, yaitu sebesar 64,37%, lebih tinggi dari 59,76% pada semester I-2023, meski
     lebih rendah dibandingkan 66,78% pada semester II-2022. Sementara responden yang menyampaikan
     rencana untuk melakukan investasi pada semester I-2024 tercatat sebesar 25,34%, menurun dibandingkan
     semester II-2023.

                                  Grafik 6 – Perkembangan Investasi Semesteran




     Berdasarkan bentuk investasi yang akan dilakukan, responden akan melakukan investasi dalam bentuk
     mesin (30,66%), bangunan/pabrik (26,15%), dan alat angkut/transportasi (17,91%). Sebagian besar
     responden menyatakan bahwa investasi yang dilakukan oleh perusahaan dalam bentuk investasi baru
     (42,82%) serta kombinasi antara investasi baru dan penggantian (35,42%).

                 Grafik 7 - Realisasi Investasi Semester I-2023 Berdasarkan Bentuk dan Sifatnya




     Responden menginformasikan beberapa faktor yang dapat menghambat rencana investasi pada semester
     II-2023, antara lain masalah suku bunga (17,69%), perizinan (16,91%), dan infrastruktur (10,76%).




Laporan Studi Kelayakan PT Inocycle Technology Group, Tbk.                                                   15
Page 33
     2.1.8. Permintaan Pasar Produk Perusahaan
            Perusahaan menilai bahwa permintaan pasar produk perusahaan di masa kini dan mendatang akan
            sangat baik dan prospektif. Hal ini sejalan dengan meningkatnya permintaan dan kesadaran
            Masyarakat akan pentingnya penggunaan produk daur ulang. Selain itu, tren ekonomi sirkular semakin
            diperhatikan dan diakui oleh perusahaan-perusahaan besar di dunia. Sehingga banyak pelanggan
            Perusahaan yang merupakan perusahaan dengan merek ternama meningkatkan jumlah konten daur
            ulang dalam kemasan plastik dan bahan baku mereka sebagai bagian dari upaya mereka untuk
            mencapai net zero emission. Sejalan dengan hal tersebut, Perusahaan telah memenuhi syarat untuk
            kredit karbon sebagai hasil dari bisnis intinya yaitu daur ulang limbah PET.

            Perusahaan sebagai perusahaan daur ulang limbah PET terkemuka dan terbesar di Indonesia
            semakin mempertegas posisinya sebagai pemain terbesar di industri daur ulang Indonesia melalui 9
            pabrik mereka yang beroperasi di berbagai lokasi berpotensi tinggi, yaitu Tangerang, Solo, Mojokerto,
            Salatiga, Palembang, Medan, Makassar (Gowa & Takalar) dan Subang. Saat ini total kapasitas
            produksi daur ulang Perusahaan sudah mencapai lebih dari 40.000 ton per tahun.

            Perusahaan membangun landasan untuk kesuksesan jangka panjang melalui penciptaan value chain,
            peningkatan kapasitas pabrik dan efisiensi jaringan operasi sambil berkontribusi menurunkan jumlah
            limbah plastik yang mencemari lingkungan hidup Indonesia karena 100% bahan baku kami adalah
            limbah plastik local.

     2.1.9. Supply Produk Perusahaan Untuk Permintaan Pasar
            Untuk dapat memenuhi supply produk Perusahaan untuk permintaan pasar, Perusahaan mengambil
            berbagai langkah strategis untuk meningkatkan produksi dan mengoptimalkan operasional
            perusahaan. Untuk mengumpulkan dan mengolah bahan baku, Perusahaan mendirikan fasilitas
            pencucian (washing facility) dan pusat daur ulang (recycling center) di kota-kota kecil dan menengah
            yang strategis yaitu Tangerang, Solo, Mojokerto, Salatiga, Palembang, Medan, Makassar, dan
            Subang.

            Lokasi-lokasi pencucian tersebut dipilih sehingga seluruh bahan baku sampah botol plastik PET yang
            dikumpulkan dari berbagai daerah di diolah secara terintegrasi dan untuk meningkatkan efisiensi biaya
            logistik sembari membangun rantai nilai (value chain) dari sampah plastik di kota-kota di Indonesia.

            Tahun 2023 lalu Perusahaan telah membuka fasilitas pencucian kelima di Subang, Jawa Barat, untuk
            semakin meningkatkan kemampuan untuk mendaur ulang sampah yang dikumpulkan. Dengan
            kapasitas 12.000 MT/tahun dari pabrik pencucian terbaru di Subang tersebut. total kapasitas fasilitas
            pencucian Inocycle saat ini telah melampaui angka 40.000 MT/tahun. Sampai saat ini kami masih
            dapat memenuhi permintaan dari para konsumen kami baik domestik maupun luar negeri dengan baik.

            Selain itu, melalui perusahaan asosiasi INOV, PlasticPay, sepanjang tahun 2023 sudah memasang
            155 Collection Point, 79 Dropbox dan 76 RVM (Reverse Vending Machine). Dengan penambahan ini,
            PlasticPay memiliki 957 Collection Point, 814 Dropbox dan 143 RVM secara total di seluruh Indonesia.
            Perusahaan berencana untuk memperlebar cakupan rantai nilai limbah PET di berbagai kota di tahun
            2024 dengan membangun 2.000 collection point, atau naik 2 kali lipat dari tahun 2023. Tercatat per 20
            Desember 2023, PlasticPay sudah berhasil mengumpulkan sekitar 4,8 juta botol plastik atau 90 ton.

     2.1.10.      Perkembangan Industri Penambahan Kegiatan Usaha
        2.1.10.1. Pangsa Pasar

                  Dengan adanya Rencana Penambahan Kegiatan Usaha ini maka akan menambah pangsa pasar
                  untuk kegiatan usaha selain industri tekstil baik woven dan non-woven, Rencana Penambahan
                  Kegiatan Usaha ini juga bisa merambah pangsa pasar industri pembuatan botol plastic food
                  grade seperti untuk perusahaan Nestle, Mayora, Danone, P&G, dll.

Laporan Studi Kelayakan PT Inocycle Technology Group, Tbk.                                                    16
Page 34
        2.1.10.2. Kesinambungan
                  Dikarenakan pangsa pasar yang luas untuk memenuhi kebutuhan industri tekstil dan industri
                  makanan, maka Perusahaan optimis Rencana Penambahan Kegiatan Usaha produksi
                  resin/chips daur ulang ini akan terus berkesinambungan dan berkembang. Resin/chips daur
                  ulang memiliki keunggulan dari segi keberlanjutan lingkungan karena menggunakan bahan baku
                  plastik bekas yang diolah kembali. Hal ini mendukung upaya daur ulang dan pengurangan limbah
                  plastik. Oleh karena itu, Resin/chips daur ulang dapat menarik bagi pelanggan yang peduli
                  dengan lingkungan dan ingin menggunakan produk yang lebih ramah lingkungan.
        2.1.10.3. Potensi Pasar
                  Permintaan resin/chips daur ulang semakin meningkat, terutama dari negara-negara di Eropa,
                  sebagai respons terhadap tren penggunaan bahan baku yang lebih ramah lingkungan. Hal ini
                  menciptakan peluang yang menarik bagi industri pengolahan limbah plastik di Indonesia.
                  Meskipun permintaan meningkat, masih ada kesenjangan yang signifikan antara pasokan dan
                  permintaan resin/chips daur ulang, mendorong banyak negara untuk memperbarui regulasi
                  terkait penggunaan material ramah lingkungan.
                  Meskipun ada peningkatan kesadaran akan dampak lingkungan, masih banyak produk yang
                  menggunakan plastik sebagai bungkusnya. Alasan-alasan seperti harga yang terjangkau,
                  ketersediaan yang melimpah, kemudahan penggunaan, dan fleksibilitasnya masih membuat
                  plastik menjadi pilihan yang populer di kalangan produsen produk konsumen.
        2.1.10.4. Sasaran Pasar
                  Ekspor dan pemenuhan pasar dalam negri resin/chips tidak hanya memberikan manfaat ekonomi
                  bagi Indonesia, tetapi juga berperan dalam memperkuat perekonomian negara. Dengan
                  meningkatkan volume ekspor resin/chips, Perusahaan dapat membantu menggerakkan roda
                  perekonomian Indonesia, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan pendapatan nasional.
                  Ekspor dan pemenuhan pasar dalam negri resin/chips juga memiliki dampak positif dalam
                  menurunkan penggunaan plastik yang tidak ramah lingkungan. Dengan memperluas pasar untuk
                  resin/chips daur ulang, Perusahaan dapat menginspirasi industri global untuk beralih ke bahan
                  baku yang lebih berkelanjutan, membantu mengurangi jejak karbon, dan melindungi lingkungan.
                  Ekspor dan pemenuhan pasar dalam negri resin/chips juga berperan dalam mengurangi jumlah
                  limbah plastik yang menumpuk di Indonesia. Dengan menjual resin/chips ke pasar global,
                  Perusahaan tidak hanya mengubah limbah menjadi sumber daya yang bernilai, tetapi juga
                  membantu mengelola limbah plastik secara lebih efektif dan bertanggung jawab.
                  Ekspor dan pemenuhan pasar dalam negri resin/chips juga memiliki dampak positif dalam
                  menjaga kebersihan lingkungan. Dengan mengurangi jumlah limbah plastik yang berserakan di
                  sekitar kita, Perusahaan dapat membantu memelihara keindahan alam dan ekosistem yang
                  beragam di Indonesia. Selain itu, hal ini juga membantu memperbaiki citra Indonesia di mata
                  dunia sebagai negara yang peduli terhadap lingkungan dan keberlanjutan.
        2.1.10.5. Potensi Nilai Pasar
                  Indonesia mengekspor plastik ke berbagai negara, termasuk Armenia, Azerbaijan, Irlandia, dan
                  Belgia. Pada 2020, nilai ekspor plastik Indonesia ke Armenia tercatat sebesar US$ 477 ribu. dan
                  sebesar US$ 237 ribu ke Azerbaijan. Dataindonesia.id mencatatat pada 2022, Irlandia menjadi
                  tujuan utama ekspor plastik Indonesia dengan nilai mencapai US$1,69 juta dengan volume 1,7
                  juta kg. Sementara itu, Belgia menjadi tujuan ekspor berikutnya dengan nilai US$1,07 juta dan
                  volume 1,1 juta kg. Selain itu, plastik Indonesia juga diekspor ke Amerika Serikat dengan nilai
                  US$844.254 dan ke Vietnam dengan nilai US$487.924. Dengan pasar yang beragam ini,
                  Indonesia memiliki potensi yang besar untuk memperluas pangsa pasar resin/chipsnya di tingkat
                  global.




Laporan Studi Kelayakan PT Inocycle Technology Group, Tbk.                                                    17
Page 35
2.2. Pesaing Usaha
     Industri resin/chips original dan daur ulang keduanya memiliki persaingan yang signifikan. Persaingan dalam
     pasar resin/chips original cenderung lebih tinggi karena harga yang lebih mahal dan permintaan yang lebih
     luas. Namun, pasar resin/chips daur ulang juga semakin berkembang dengan adanya permintaan yang
     meningkat dan dukungan terhadap praktik daur ulang. Penting untuk melakukan analisis pasar yang cermat,
     memahami kebutuhan dan preferensi pelanggan, serta mempertimbangkan faktor harga, permintaan, dan
     persaingan dalam memutuskan untuk berjualan resin/chips original atau daur ulang. Beberapa pesaing usaha
     bahkan memilih untuk menawarkan kedua jenis resin/chips untuk menjangkau lebih banyak segmen pasar
     dan memenuhi berbagai kebutuhan pelanggan. Adapun informasi dari manajemen bahwa pesaing usaha
     dalam industri resin/chips adalah:

         1. PT. Amandina Bumi Nusantara
         2. PT. Namasindo Plas
         3. PT. Indorama Synthetics
2.3. Strategi Pemasaran
     Sebagai perusahaan daur ulang limbah PET terkemuka dan terbesar di Indonesia dalam menjalankan
     kegiatan usahanya, Perusahaan memiliki beberapa strategi diantaranya membagi segmen pasarnya menjadi
     2 yaitu segmen pasar domestik dengan proporsi 90% dan segmen pasar luar negeri dengan proporsi 10%.
     Perusahaan juga senantiasa meningkatkan kualitas produknya agar selalu dapat bersaing dan melakukan
     inovasi dengan membuat beberapa produk baru seperti Micro Fiber dan Ocean Bound Plastic (OBP) Fiber.
     Selain itu, Perusahaan melanjutkan diversifikasi produk homeware, yaitu memproduksi kain bulu sintesis.

     Strategi Perusahaan lainnya, dengan memposisikan diri sebagai perusahaan yang terintegrasi yaitu
     perusahaan daur ulang yang mencakup seluruh proses daur ulang limbah PET termasuk mencari dan
     mengumpulkan, membersihkan, menghancurkan, mendaur ulang, dan mengubahnya menjadi produk baru.
     Agar dapat menjadi perusahaan yang terintegrasi, maka Perusahaan secara berkesinambungan terus
     membangun jaringan dengan melakukan ekspansi yaitu membangun pabrik, membangun fasilitas pencucian,
     hingga membangun jaringan pusat pengumpulan atau penukaran botol plastik bekas.

  Dengan memperhatikan analisis kelayakan pasar, Penambahan Kegiatan Usaha secara pasar layak.




Laporan Studi Kelayakan PT Inocycle Technology Group, Tbk.                                                   18
Page 36
                                3. STUDI KELAYAKAN
3.1. Analisis Kelayakan Teknis

     Berdasarkan anggaran dasar Perusahaan dalam pasal 3 tertuang maksud dan tujuan kegiatan usaha terdiri
     dari:
      1. Industri Persiapan Serat Tekstil, (KBLI 13111)
         Yang mencakup usaha persiapan serat tekstil, seperti reeling (pilin/menggulung) dan pencucian serat
         sutera, degreasasi (penghilangan lemak) dan karbonisasi wol dan pencelupan bulu domba, termasuk
         proses penyusunan dan penyisiran (carding atau combing) dari serat rambut hewan serat tumbuhan,
         dan serat buatan (sintetis dan artifisial).
      2. Industri Bantal dan Sejenisnya, (KBLI 13923)
         Yang mencakup usaha pembuatan bantal dan sejenisnya, seperti bantal dan guling, selimut kapas,
         selimut bulu angsa, bantal kursi, kantong tidur dan lain-lain dari kapuk, dakron dan sejenisnya.
      3. Industri Non Woven (bukan Tenunan), (KBLI 13993)
         Yang mencakup usaha industri kain yang dibuat tanpa dengan proses anyaman atau perajutan, seperti
         kain kempa, kain felting dan kain laken. Termasuk industri kain untuk keperluan pelayanan kesehatan
         manusia, seperti duk operasi (surgical drape); baju, masker, penutup kepala dan perlengkapan non
         woven lain untuk operasi; dan pembalut luka non woven.
      4. Industri Serat Stapel Buatan, (KBLI 20302)
         Yang mencakup usaha pembuatan serat stapel buatan, seperti poliamida, poliester, rayon viskosa,
         akrilik, selulosa asetat dan sebagainya (kecuali serat gelas dan serat optik) untuk diolah lebih lanjut
         dalam industri tekstil. Serat stapel adalah serat buatan yang dipotong pendek-pendek.
      5. Industri Furnitur Lainnya, (KBLI 31009)
         Yang mencakup usaha pembuatan furnitur yang bahan utamanya bukan kayu, rotan, bambu, logam,
         plastik dan bukan barang imitasi, seperti bahan pelengkap matras atau kasur, matras atau kasur dengan
         per atau pegas atau yang yang diisi atau disumpal atau dilengkapi dengan bahan pelengkap lainnya
         (kapok, dakron) dan matras atau kasur plastik atau karet yang tidak dilapisi dan matras atau kasur
         sejenisnya. Termasuk kereta restoran dekorasi, seperti kereta desert, kereta makanan.

      Terkait adanya rencana manajemen untuk melakukan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha yaitu :
      1. Pemulihan Material Barang Bukan Logam, (KBLI 38302)
         yang mencakup usaha pengolahan barang bekas dari bukan logam dan sisa-sisa barang bukan logam
         menjadi bahan baku sekunder. Hasil dari daur ulang/pemulihan material barang bukan logam adalah
         bahan baku sekunder berbagai bentuk seperti potongan-potongan atau serpihan bukan logam dan
         lainnya. Kegiatan pada kelompok ini mencakup pemisahan dan pemilihan sampah bukan logam,
         reklamasi karet dan ban bekas, pemilihan plastik, pengolahan sampah plastik atau karet menjadi butiran,
         penghancuran, pembersihan dan pemilihan kaca, pengolahan minyak dan lemak bekas pakai menjadi
         bahan sekunder, pengolahan sampah makanan, minuman dan tembakau dan sampah bukan logam
         lainnya. Pembuatan barang bukan logam yang baru dari bahan baku sekunder, barang bekas bukan
         logam dan sisa-sisa barang bukan logam dimasukkan dalam kelompok industri yang sesuai.

  3.1.1 Kapasitas

         Berdasarkan informasi dari manajemen, total jumlah tonase resin/chips daur ulang yang dapat diproduksi
         berkisar 12 juta kg / tahun -15 juta kg / tahun. Disisi lain Perusahaan baru hanya akan menjual sebanyak
         30% dari utilitas maksimum berada di kisaran 3,6 juta kg / tahun mulai di tahun ke-3.

  3.1.2 Ketersediaan dan Kualitas Sumber Daya, Pekerja, dan Ahli Profesional

         Dalam menjalankan bisnisnya, ketersediaan bahan baku mentah merupakan hal yang harus diperhatikan.
         Rencana Penambahan Kegiatan Usaha ini resin/chips daur ulang yang di produksi oleh Perusahaan
         adalah resin/chips daur ulang. Terkait ketersediaan dan kualitas sumber daya dapat dapat didapatkan
Laporan Studi Kelayakan PT Inocycle Technology Group, Tbk.                                                    19
Page 37
         dengan mudah terlebih Perusahaan memilik perusahaan asosiasi PlasticPay, sepanjang tahun 2023
         sudah memasang 155 Collection Point, 79 Dropbox dan 76 RVM (Reverse Vending Machine). Dengan
         penambahan ini, PlasticPay memiliki 957 Collection Point, 814 Dropbox dan 143 RVM secara total di
         seluruh Indonesia. Perusahaan berencana untuk memperlebar cakupan rantai nilai limbah PET di
         berbagai kota di tahun 2024 dengan membangun 2.000 collection point, atau naik 2 kali lipat dari tahun
         2023. Tercatat per 20 Desember 2023, PlasticPay sudah berhasil mengumpulkan sekitar 4,8 juta botol
         plastik atau 90 ton.

         Sementara itu, berkaitan dengan pekerja dan tenaga ahli profesional, Perusahaan selalu memilih tenaga
         kerja dengan kualitas yang baik. Perusahaan memandang sumber daya manusia yang kompeten dan
         profesional merupakan aset utama dalam mewujudkan visi dan misinya dan harus dikembangkan secara
         berkesinambungan. Oleh karena itu, Perusahaan memberikan motivasi agar dapat berperan aktif disertai
         dengan kesempatan untuk mengembangkan kualitasnya agar memiliki etos kerja yang unggul,
         berkompetensi tinggi, dan berkualitas.

         Dalam merekrut sumber daya manusia, Perusahaan menyesuaikan dengan rencana bisnis dan
         operasional Perusahaan dari tahun ke tahun. Perusahaan juga senantiasa menyediakan program
         pelatihan dan pengembangan kompetensi yang relevan di bidang usaha Perusahaan termasuk sertifikasi
         yang sesuai bagi masing-masing unit kerja. Ketersediaan Pekerja dan Ahli Profesional yang dibutuhkan
         dalam Rencana Penambahan Kegiatan Usaha tidak memerlukan tambahan tenaga kerja karena
         Perusahaan telah memiliki pekerja dan ahli professional. Adapun jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan
         adalah sejumlah 1 orang Leader dan 15 orang Operator, dimana kesemuanya adalah tenaga kerja lama.

  3.1.3 Proses Produksi




         Resin/chips daur ulang sebagai produk dari Rencana Penambahan Kegiatan Usaha hanyalah proses
         penyempurnaan dari Bottle Flakes yang tidak dilanjutkan dalam proses produksi berikutnya, melainkan
         setelah mendapatkan beberapa proses tambahan (melalui mesin granulator dan mesin pelletizer)
         direncanakan akan dijual kepada pelanggan yang membutuhkan. Industri akhir dari pembeli Resin/chips
         daur ulang antara lain industri boneka, industri kemasan untuk makanan, industri botol kemasan minuman,
         dan industri lainnya seperi kosmetika, farmasi, elektronik, pipa plastik, peralatan rumah tangga, otomotif
         dan lain sebagainya.

  Dengan memperhatikan analisis kelayakan teknis, Penambahan Kegiatan Usaha secara teknis layak.



Laporan Studi Kelayakan PT Inocycle Technology Group, Tbk.                                                      20
Page 38
3.2. Analisis Kelayakan Pola Bisnis

  3.2.1. Keunggulan Kompetitif Karena Keunikan Dari Pola Bisnis;

         Berdasarkan informasi dari manajemen, Perusahaan memiliki keunggulan kompetitif dibandingkan
         perusahaan yang bergerak di bidang sejenis. Keunggulan Perusahaan antara lain adalah sebagai berikut:

         1. Perusahaan menggunakan bahan baku daur ulang/recycle. Dimana sekarang merupakan nilai
            tambah bagi pelanggan kami, khususnya bagi palanggan yang peduli akan lingkungan hidup, planet
            bumi, pemanfaatan sumber daya alam yang berkelanjutan serta gaya hidup yang ramah lingkungan.
         2. Perusahaan mempunyai 9 lokasi penerimaan botol minuman bekas dari para pengepul baik di pulau
            Jawa maupun di luar pulau Jawa, sehingga menjamin ketersediaan supply rantai pasokan bahan
            baku pabrik-pabrik kami.
         3. Proses produksi Perusahaan sangat memperhatian mutu kualitas produksi, dimana ditopang dengan
            berbagai sertifikat jaminan kualitas mutu yang kami punya sampai saat ini.

  3.2.2. Kemampuan Pesaing Untuk Meniru Produk;

         Kompetisi dari para kompetitor Perusahaan dapat mempengaruhi tingkat permintaan terhadap produk
         yang ditawarkan Perusahaan. Untuk terus mempertahankan dan meningkatkan posisinya, Perusahaan
         menjalankan kegiatan operasionalnya pada segmen pasar yang spesifik, menjalankan kegiatannya di
         lokasi yang strategis disertai dengan produk dan layanan yang lebih inovatif dalam kualitas dan harga
         yang kompetitif.

         Secara umum, pesaing mungkin dapat meniru jenis usaha yang dimiliki Perusahaan. Namun, Perusahaan
         mempunyai keunggulan dalam melakukan kegiatan usahanya, dimana keunikan yang dimiliki Perusahaan
         merupakan daur ulang secara berkesinambungan. Perusahaan memiliki jaringan penampungan material
         daur ulang yang terasosiasi. Maka, pesaing belum tentu dapat mereplika produk yang dimiliki Perusahaan.

  3.2.3. Kemampuan Untuk Menciptakan Nilai;

         Dengan adanya kemampuan untuk mengelola bisnis di bidang industri pengolahan plastik akan
         melakukan penambahan kegiatan usahanya, nilai ditentukan oleh bagaimana pembeli membutuhkan
         produk tersebut. Oleh sebab itu, produk yang dihasilkan oleh Perusahaan tentunya sangat dibutuhkan
         oleh pembeli setiap saat. Dengan adanya proses penyortiran dan seleksi material, Perusahaan dapat
         menciptakan nilai tambah bagi produk. Seperti yang kita ketahui material daur ulang lazimnya tidak
         memiliki nilai ekonomis dan cenderung dibuang begitu saja menjadi sampah. Perusahaan mampu
         menciptakan nilai tambah terhadap material daur ulang menjadi barang ekonomis. Sehingga mendorong
         Perusahaan untuk terus melakukan pengembangan produk yang memiliki nilai tambah sesuai dengan
         perkembangan teknologi terkini. Hal ini tentu saja memberikan peluang yang besar bagi Perusahaan
         dalam meningkatkan nilai perusahaan dan mempertahankan kelangsungan usaha ke depannya.

  3.2.4. Analisis SWOT

         Analisis SWOT (strength, weakness, opportunity, and threat) terdiri atas faktor internal yang bisa dikontrol
         dan faktor eksternal atau lingkungan yang mungkin sulit untuk dikontrol. Kedua sisi dianalisis agar dapat
         disusun suatu strategi sehingga tercapai keberhasilan dan mempunyai daya saing. Dari faktor internal
         bisa diidentifikasi kekuatan dan kelemahan (strength and weakness) sedangkan dari faktor eksternal
         berupa peluang dan ancaman (opportunity and threat).

         1. Strength
              Indonesia menyimpan potensi besar untuk daur ulang PET, seperti dikutip dari data Kementerian
              Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pada tahun 2023, Indonesia setidaknya menghasilkan
              18,8 juta ton sampah plastik atau 18.6% dari total komposisi sampah. Hal diatas menjadi strength
Laporan Studi Kelayakan PT Inocycle Technology Group, Tbk.                                                        21
Page 39
              bagi Inocycle karena mempunyai sumber bahan baku yang berlimpah. Hal lainnya adalah kaum
              milenial selaku konsumen yang sekarang beralih kepada barang produk yang ramah lingkungan
              serta sangat antuisias dalam ikut andil dalam program’save the earth”. Namun sebagai perusahaan
              daur ulang limbah PET terkemuka dan terbesar di Indonesia adalah merupakan strength utama kami.
         2. Weakness
              Untuk faktor internal Perusahaan baik dari kapasitas produksi serta ketersediaan bahan baku,
              motivasi karyawan, kami tidak mengalami kendala yang berarti.
         3. Opportunity
              Daya beli masyarakat global dan domestik yang membaik serta meningkatnya ketertarikan
              konsumen, khususnya kaum milenial terhadap barang produksi daur ulang dan pengaturan
              manajerial yang meningkat di tahun 2023 dan seterusnya.
         4. Threat
              Dengan belum berhentinya perang Rusia dan Ukraina, memberikan pengaruh terhadap harga
              komoditas, harga energi dan nilai tukar rupiah. Kondisi ini memberi dampak juga terhadap
              Perusahaan antara lain :
                • Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS yang berpotensi menggerus pendapatan
                  Perusahaan karena kerugian valas yang lebih tinggi, disebabkan oleh pinjaman Perusahaan
                  yang mayoritas berdenominasi USD (non-operasional).
                • Harga energi dan BBM serta Gas akibat perang Rusia-Ukraina yang tak kunjung usai
                • Meningkatnya biaya bahan baku akibat tingginya harga barang-barang komoditas
                • Biaya transportasi khususnya kargo laut yang belum normal

  Dengan memperhatikan analisis kelayakan pola bisnis, Penambahan Kegiatan Usaha secara pola bisnis layak.




Laporan Studi Kelayakan PT Inocycle Technology Group, Tbk.                                                22
Page 40
3.3. Analisis Kelayakan Model Manajemen

  3.3.1. Ketersediaan Tenaga Kerja

         Dalam menjalankan kegiatan usaha eksisting, Perusahaan memiliki ketersediaan tenaga kerja sebagai
         berikut:

         Eksisting:
                                            Kategori                             Jumlah orang
                      Karyawan tetap                                                  265
                      Tenaga Kerja (Kontrak)                                          855
                      Total Tenaga Kerja                                             1.120


         Penambahan:
                                            Kategori                             Jumlah orang
                      Karyawan tetap                                                    0
                      Tenaga Kerja (Kontrak)                                            0
                      Total Tenaga Kerja                                                0


         Adapun kegiatan usaha eksisting beroperasi dengan jam kerja sebagai berikut:

         1. Hari Kerja
            Hari kerja di perusahaan adalah 5 ( lima ) hari atau 6 ( enam ) hari dalam seminggu. Dan jam kerja
            perusahaan adalah 8 (delapan) jam sehari atau 40 (empat puluh) jam seminggu, dengan ketentuan
            bahwa apabila perusahaan memerlukan kerja lembur maka pekerja wajib bersedia melakukan waktu
            kerja tersebut.

         2. Jam kerja Kantor
            Jam kerja Kantor di perusahaan adalah 8 (delapan) jam 1 (satu) hari dan 40 (empat puluh) jam 1 (satu)
            minggu, untuk 5 (lima) hari dalam 1 (satu) minggu :
            Hari Senin s/d Kamis : 08.00 s/d 17.00 Istirahat : 12.00 s/d 13.00
            Hari Jum’at             : 08.00 s/d 17.00 Istirahat : 11.30 s/d 13.00

         3. Jam kerja Produksi
            Jam kerja Produksi di perusahaan adalah 8 (delapan) jam 1 (satu) hari dan 40 (empat puluh) jam 1
            (satu) minggu, untuk 5 (lima) hari dalam 1 (satu) minggu
            Hari Senin s/d Jum’at : Jam Kerja
            Shift1 : pukul.07.00WIB s/d pukul.15.00 WIB,
            Shift2 : pukul.15.00WIB s/d pukul.23.00WIB,
            Shift3: pukul.23.00WIB s/d pukul. 07.00WIB
            Jam Istirahat
            Shift1 : pukul.11.00WIB s/d pukul.11.30 WIB,
            Shift2 : pukul.18.00WIB s/d pukul.18.30WIB,
            Shift3: pukul.03.00WIB s/d pukl. 03.30WIB

            7 (tujuh) jam 1 (satu) hari dan 40 (empat puluh) jam 1 (satu) minggu, untuk 6 (enam) hari dalam 1
            (satu) minggu :
            Hari Senin s/d Jum’at : Jam Kerja
            Shift1 : pukul.07.00WIB s/d pukul.15.00 WIB,
            Shift2 : pukul.15.00WIB s/d pukul.23.00 WIB,

Laporan Studi Kelayakan PT Inocycle Technology Group, Tbk.                                                    23
Page 41
            Shift3 : pukul.23.00WIB s/d pukul.07.00 WIB,

            Jam Istirahat : Jam Kerja
            Shift1 : pukul.11.00WIB s/d pukul.11.30 WIB,
            Shift2 : pukul.18.00WIB s/d pukul.18.30WIB,
            Shift3: pukul.03.00WIB s/d pukl. 03.30WIB

            Hari Sabtu : Jam Kerja
            Shift 1 : pukul. 07.00 WIB s/d pukul. 12.00 WIB,
            Shift 2 : pukul 13.00 WIB s/d pukul. 18.00 WIB
            Shift 3 : pukul 19.00 WIB s/d pukul. 24.00 WIB

         Apabila dipandang perlu untuk kepentingan produktifitas kerja, jam kerja dan hari kerja oleh Perusahaan
         dapat diubah dengan ketentuan jumlah dan jam kerja tetap mengacu kepada ketentuan Undang
         undang/Peraturan ketenagakerjaan yang berlaku. Dalam Penambahan Kegiatan Usaha ini, Perusahaan
         tidak merencanakan adanya penambahan tenaga kerja dari yang telah dimiliki saat ini. Jumlah tenaga
         kerja yang dibutuhkan adalah sejumlah 1 orang Leader dan 15 orang Operator, dimana kesemuanya
         adalah tenaga kerja lama.

  3.3.2. Manajemen Kekayaan Intelektual (Intellectual Property);

         Manajemen hak atas kekayaan intelektual adalah pengelolaan dan pengaturan penggunaan gagasan-
         gagasan dan ekspresi yang diciptakannya oleh sumber daya manusia yang dimiliki untuk jangka waktu
         tertentu. Dalam pengelolaan hak atas kekayaan intelektual yang dimiliki sumber daya manusia diharapkan
         akan lahirnya inovasi-inovasi baru yang muaranya bertujuan untuk mengefisienkan dan mengefektifkan
         pekerjaan.

         Dalam kaitannya dengan hal ini, Perusahaan akan memastikan sumber daya manusia memiliki
         kompetensi teknis yang diperlukan. Usaha untuk melindungi kekayaan intelektual, Perusahaan sudah
         memiliki sertifikat merek “Inocycle” yang beralamat di Kawasan Industri Pasar Kemis, Jl. Putera Utama
         No. 10, Desa. Suka Asih, Kec. Pasar Kemis, Tangerang, 15560 Banten dengan nomor pendaftaran
         IDM000836276 tanggal penerimaan 05 Juli 2019 yang dikeluarkan oleh Kementerian Hukum dan Hak
         Asasi Manusia Republik Indonesia. Sebagaimana tercantum dalam sertifikat tersebut, perlindungan atas
         merek tersebut diberikan untuk jangka waktu 10 tahun sejak tanggal penerimaan, yakni sampai tanggal
         5 Juli 2029 dan jangka waktu tersebut dapat diperpanjang.

  3.3.3. Manajemen Risiko;

         1. Risiko Utama

              Harga minyak yang berfluktuasi sangat mempengaruhi posisi market Perusahaan secara umum.
              Dalam perkembangannya jika harga minyak dunia turun, maka biaya produksi baru barang yang
              terbuat dari plastic akan lebih terjangkau, sehingga barang daur ulang/recycle yang di produksi oleh
              Perusahaan akan menjadi tidak kompetitif. Walaupun disisi lain tren masayarakat dunia yang mulai
              semakin menyadari pentingnya gaya hidup green dan daur ulang sangat mempengaruhi lingkungan
              dan kelangsungan bumi sebagai tempat hidup manusia.

         2. Risiko Umum

           a. Risiko Perubahan Peraturan dan/atau Kebijakan Pemerintahan, Legalitas dan Perizinan

                Kegiatan usaha Perusahaan dapat dipengaruhi oleh perubahan perundang-undangan maupun
                peraturan Pemerintah terkait dengan kebijakan ekspor impor, pembelian, penjualan ataupun
                kebijakan-kebijakan lainnya yang dapat mempengaruhi industri pengolahan plastik, dimana hal
Laporan Studi Kelayakan PT Inocycle Technology Group, Tbk.                                                     24
Page 42
                tersebut dapat memberikan dampak material yang merugikan ataupun menguntungkan terhadap
                kegiatan, pendapatan dan prospek usaha Perusahaan.

           b. Risiko Melambatnya Pertumbuhan Ekonomi atau Pertumbuhan Ekonomi Negatif di
              Indonesia

                Pada tahun 2019, dunia dihadapkan dengan kondisi ekonomi makro yang tidak menentu seperti
                perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok, ketidakpastian akibat dari Brexit, ketegangan
                di timur tengah dan juga pemilihan umum yang terjadi di banyak negara berkembang yang salah
                satunya adalah Indonesia. Perlambatan pertumbuhan ekonomi yang dapat terjadi akan memiliki
                dampak pada melambatnya pertumbuhan usaha dan produksi di dalam negeri serta menurunkan
                daya beli masyarakat. Penurunan tingkat perekonomian di Indonesia tersebut dapat menurunkan
                hasil dari kegiatan operasional dan prospek usaha Perusahaan.

           c. Risiko Kondisi Politik Indonesia

                Risiko politik berkaitan erat dengan pemerintahan serta situasi politik dan keamanan di suatu
                negara. Kondisi politik yang tenang dan stabil merupakan salah satu prasyarat perkembangan
                usaha dan bisnis. Kondisi politik yang tidak stabil yang terjadi secara terus menerus, akan secara
                langsung ataupun tidak langsung dapat mempengaruhi secara negatif kinerja keuangan
                Perusahaan.

           d. Risiko Fluktuasi Kurs Valuta Asing

                Nilai tukar mata uang asing merupakan nilai tukar mata uang antara dua negara berbeda yang
                dapat mempengaruhi pembayaran di saat ini ataupun di saat mendatang. Pelemahan nilai tukar
                mata uang asing memiliki pengaruh yang negatif terhadap kinerja keuangan Perusahaan dimana
                hal tersebut dapat mempengaruhi permintaan akan idnustri plastik di Indonesia sehingga
                menurunkan penjualan Perusahaan.

         3. Risiko Terkait Kegiatan Usaha Perseroan

           a. Risiko Persaingan Usaha

                Banyak perusahaan yang merasa sudah mapan dan terlalu nyaman sehingga melupakan
                lingkungan bisnis yang sebenarnya sangat kompetitif. Perusahaan harus terus berinovasi dengan
                memantau tren pasar dan menciptakan produk atau layanan baru yang memberikan nilai bagi
                pelanggan. Setiap bisnis harus terus berinovasi, tumbuh, dan tetap up to date pada tren serta
                teknologi terbaru. Penelitian tren pasar dengan cara yang tepat dapat membantu perusahaan
                mengetahui apa yang diharapkan, diinginkan, dan dibutuhkan pelanggan.

                Risiko pasar adalah suatu risiko yang muncul akibat adanya perubahan zaman, baik itu gaya hidup,
                pelanggan, dan adanya produk baru yang lebih unggul. Maka dari itu, sudah seharusnya kalau
                setiap perusahaan terus melakukan inovasi supaya bisa mengikuti kondisi “pasar” dan dapat
                bersaing dengan produk-produk dari perusahaan lainnya.

                Untuk mengantisapi hal diatas Perusahaan berupaya membuat dan menjual produk baru yaitu
                resin/chips daur ulang, sehingga diharapkan dapat menumbuhkan suatu pasar baru yang secara
                langsung akan menambah pendapatan Perusahaan.

           b. Risiko Fluktuasi Harga

                Risiko harga adalah risiko fluktuasi nilai instrument keuangan sebagai akibat perubahan harga
                harga pasar, terlepas dari apakah perubahan tersebut disebabkan oleh faktor-faktor spesifik dari
                instrumen individual atau hal lainnya yang dapat mengakibatkan kenaikan bahan baku utama kami.


Laporan Studi Kelayakan PT Inocycle Technology Group, Tbk.                                                     25
Page 43
                Kebijakan Perusahaan untuk meminimalkan resiko yang berasal dari fluktuasi harga bahan baku
                kami yaitu botol minuman bekas, adalah antara lain dengan mengadakan kontrak pembelian yang
                berjangka waktu 12 bulan atau kurang dan pembelian langsung kepada pengepul agar
                mendapatkan harga yang terbaik.

           c. Risiko Peningkatan Biaya Operasional

                Risiko Peningkatan Biaya Operasional dapat terjadi antara lain karena :

                    -    Persentase Kenaikan Biaya Bahan Baku,
                    -    Persentase Kenaikan Harga Pokok Penjualan,
                    -    Persentase Kenaikan Upah Pekerja Pabrik dan
                    -    Persentase Kapasitas Produksi yang Menganggur

                Kebijakan Perusahaan untuk meminimalkan resiko tersebut adalah dengan mempunyai jaringan
                supply bahan baku yang luas, kontrak jangka panjang pembelian bahan baku, menjaga
                keharmonisan hubungan kerja antara pekerja dan pemilik serta selalu mengoptimalkan kapasitas
                mesin yang ada di angka rata-rata 80%.

  3.3.4. Kapasitas dan Kemampuan Manajemen; Dan

         Sumber daya manusia merupakan pilar utama yang menunjang keberhasilan bisnis dan
         keberlanjutannya. Dibutuhkan sumber daya manusia berkualitas yang mampu beradaptasi dengan
         perkembangan teknologi, mampu mengatasi tantangan yang mengancam, serta mampu mengantisipasi
         perubahan di masa depan.

         Oleh sebab itu, Perusahaan menyadari pentingnya melakukan investasi yang signifikan dalam upaya
         mengembangkan sumber daya manusia hingga mencapai kuantitas dan kualitas yang sesuai dengan
         kebutuhan Perusahaan. Hal ini menjadi bagian penting dalam rangka mewujudkan visi Perusahaan.

         Kompetensi sumber daya manusia yang unggul diyakini Perusahaan adalah kunci yang akan mengantar
         Perusahaan dalam mencapai pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. Kesuksesan bisnis Perusahaan
         tidak hanya ditentukan oleh kualitas produknya, namun juga karena didukung penuh oleh sumber daya
         manusia yang terampil dan kompeten di setiap level.

         Menyadari hal tersebut, Perusahaan senantiasa meningkatkan pengelolaan sumber daya manusia
         melalui penciptaan iklim kerja yang mampu menginspirasi dan memotivasi setiap karyawannya untuk
         memberikan kinerja yang lebih baik dari waktu ke waktu. Perusahaan memberikan kesempatan yang
         sama kepada setiap karyawannya untuk mengembangkan karir dengan tidak membeda-bedakan suku,
         agama, ras maupun golongan.

         Untuk menopang serta melancarkan rencana penambahan kegiatan usaha yang akan dilakukan, maka
         Perusahaan harus mampu menyediakan sumber daya manusia yang berkompeten dan berkualitas.




Laporan Studi Kelayakan PT Inocycle Technology Group, Tbk.                                               26
Page 44
  3.3.5. Kesesuaian Struktur Organisasi Dan Manajemen




         Dalam setiap organisasi diperlukan ketegasan dalam pembagian tugas yang disesuaikan dengan bagan
         organisasi, pendelegasian wewenang yang jelas dan koordinasi kerja yang terpadu. Penempatan tenaga
         kerja yang sesuai dengan pengalaman, keahlian dan keterampilannya merupakan faktor yang penting
         dalam menerapkan kebijaksanaan perusahaan. Hal ini juga akan memperlancar pendelegasian tugas
         kepada unit di bawahnya atau sebaliknya, yang pada akhirnya akan memperlancar kerja perusahaan.

  Dengan memperhatikan analisis kelayakan model manajemen, Penambahan Kegiatan Usaha secara model
  manajemen layak.




Laporan Studi Kelayakan PT Inocycle Technology Group, Tbk.                                              27
Page 45
3.4. Analisis Kelayakan Keuangan

  3.4.1. Biaya Pendirian (Start Up Costs);

                                                                  Dalam Satuan Rupiah (.000)
        Rincian      Kurs        Harga / Unit (USD) Unit    Total (IDR)
        Granulator     15.416                87.400      13     17.515.659
        Pelletizer     15.416                20.200       3         934.210
        Installing     15.416                70.390               1.085.132
        Commisioning   15.416                30.160                 464.947
                          Total Investasi                       19.999.948
                     Pembulatan Total Investasi                 20.000.000

                                                                  Dalam Satuan Rupiah (.000)
                                                     Tahun ke-1         Tahun ke-2
        Investasi
        Tanah                                                     -                   -
        Bangunan                                                  -                   -
        Mesin Granulator dan Pelletizer Tahap 1          10.000.000                   -
        Mesin Granulator dan Pelletizer Tahap 2                   -          10.000.000
        Peralatan Pabrik                                          -                   -
        Investasi Tahun Berjalan                         10.000.000          10.000.000
        Total Investasi                                                      20.000.000

       Berdasarkan informasi dari manajemen produksi baru dimulai pada tahun ke-2 setelah mesin yang dibeli
       pada tahun ke-1 selesai dilakukan instalasi, produksi sendiri masih berkisar 1,8 juta kg. Pada tahun ke-3
       setalah mesin yang dibeli pada tahun ke-2 selesai dilakukan instalasi, produksi naik berkisar 2,7 juta kg.
       Pada tahun ke-4 produksi sesuai dengan rencana Perusahaan berkisar 3,6 juta kg.
       Lokasi Rencana Penambahan Kegiatan Usaha berada di area yang sudah dimiliki Perusahaan yang
       berlokasi di:
        1. Pabrik Tangerang: Kawasan Industri Pasar Kemis, Jl. Putera Utama No.10, Sukaasih, Pasar Kemis,
           Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten. Plastic Granulator Set dengan jumlah 5 mesin, Plastic
           Pelletizer Set dengan jumlah 1 mesin.
        2. Pabrik Karanganyar: Dusun Selorejo RT.002 RW. 009, Desa. Wonorejo, Kecamatan Gondangrejo,
           Kabupaten Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah. Plastic Granulator Set dengan jumlah 4 mesin,
           Plastic Pelletizer Set dengan jumlah 1 mesin.
        3. Pabrik Mojokerto: Dusun Madyopuro RT.001 RW 001, Desa Kalipuro, Kecamatan Pungging,
           Kabupaten Mojokerto, Provinsi Jawa Timur. Plastic Granulator Set dengan jumlah 4 mesin, Plastic
           Pelletizer Set dengan jumlah 1 mesin.
       Rencana Penambahan Kegiatan Usaha dengan investasi berupa pembelian mesin sebagai berikut:
        1. Plastic Granulator Set dengan jumlah 13 mesin.
        2. Plastic Pelletizer Set dengan jumlah 3 mesin.
       Mesin tersebut berasal dari Ningbo Hangzhou Bay New Area Yueda Trade Co.,Ltd yang berdomisili di
       China.
       Berdasarkan kebutuhan investasi untuk Rencana Penambahan Kegiatan Usaha sebesar Rp20.000.000.000
       (Dua Puluh Miliar Rupiah) dibandingkan dengan posisi ekuitas Perusahaan Rp264.811.804.000 (Dua Ratus
       Enam Puluh Empat Miliar Delapan Ratus Sebelas Juta Delapan Ratus Empat Ribu Rupiah), besaran
       investasi 7,55% dari ekuitas Perusahaan. Dengan demikian berdasarkan POJK No. 17 /POJK.04/2020
       Rencana Penambahan Kegiatan Usaha bukan merupakan transaksi material.

Laporan Studi Kelayakan PT Inocycle Technology Group, Tbk.                                                    28
Page 46
       Berdasarkan info dari manajemen Perusahaan, para pihak yang terlibat dalam transaksi investasi berupa
       pembelian mesin dalam Rencana Penambahan Kegiatan Usaha bukan merupakan afiliasi Perusahaan.
       Tidak terdapat benturan kepentingan karena Rencana Penambahan Kegiatan Usaha menghasilkan
       keuntungan atau nilai tambah terhadap Perusahaan. Dengan demikian berdasarkan POJK No. 42
       /POJK.04/2020 Rencana Penambahan Kegiatan Usaha bukan merupakan transaksi afiliasi dan transaksi
       benturan kepentingan.

  3.4.2. Proyeksi Modal Kerja;

                                                                                                                                              Dalam Satuan Rupiah (.000.000)
                                Tahun ke-1 Tahun ke-2 Tahun ke-3 Tahun ke-4 Tahun ke-5 Tahun ke-6 Tahun ke-7 Tahun ke-8 Tahun ke-9 Tahun ke-10
                                 Jan-Des    Jan-Des    Jan-Des    Jan-Des    Jan-Des    Jan-Des    Jan-Des    Jan-Des    Jan-Des     Jan-Des
              Modal Kerja
       Piutang                          -            4.185         6.529         9.053        9.415        9.792      10.183      10.591       11.014             11.455
       Persediaan                       -            3.587         5.596         7.760        8.070        8.393       8.729       9.078        9.441              9.819
       Utang Usaha                      -            2.511         3.917         5.432        5.649        5.875       6.110       6.354        6.609              6.873

       Modal Kerja Bersih               -            5.261         8.207        11.381       11.836       12.310      12.802      13.314       13.847             14.400


       Modal kerja yang dibutuhkan terdiri dari Piutang, Persediaan, dan Utang Usaha. Modal kerja sebesar Rp5
       Miliar – 14.400 Miliar / tahun selama tahun proyeksi.

  3.4.3. Sumber Pembiayaan;

                                                                     Dalam Satuan Rupiah (.000)
        Struktur Investasi                      Porsi                   Nilai Investasi
        Pendanaan Sendiri                                          100%     20.000.000
        Pendanaan Pihak Ketiga                                       0%               -
       Total investasi yang dibutuhkan sejumlah Rp20.000.000.000 (Dua Puluh Miliar Rupiah) yang membutuhkan
       waktu instalasi selama 2 tahun dengan sumber pembiayaan 100% Pendanaan Sendiri karena melihat kas
       setara kas Perusahaan mencukupi.

  3.4.4. Proyeksi Penjualan

                                                                                                                                               Dalam Satuan Rupiah (.000.000)
                                     Tahun ke-1 Tahun ke-2 Tahun ke-3 Tahun ke-4 Tahun ke-5 Tahun ke-6 Tahun ke-7 Tahun ke-8 Tahun ke-9 Tahun ke-10
                                      Jan-Des    Jan-Des    Jan-Des    Jan-Des    Jan-Des    Jan-Des    Jan-Des    Jan-Des    Jan-Des     Jan-Des
                    Penjualan
       Quantity
       Utility                                 0%           40%          60%          80%          80%         80%         80%         80%         80%              80%
       Resin (Kg)                               -      1.800.000    2.700.000    3.600.000    3.600.000   3.600.000   3.600.000   3.600.000   3.600.000        3.600.000

       Price
       Increase                                 4%           4%           4%            4%          4%           4%         4%          4%           4%                4%
       Resin (Rp. Penuh)                    23.250       23.250       24.180        25.147      26.153       27.199     28.287      29.419       30.595            31.819
                                                 -            -            -             -           -            -          -           -            -                 -
       Sales Amount
       Resin                                     -       41.850       65.286        90.530      94.151       97.917    101.834     105.907     110.143           114.549


       Berdasarkan informasi dari manajemen, total jumlah tonase resin/chips daur ulang yang dapat diproduksi
       berkisar 12 juta kg / tahun -15 juta kg / tahun. Disisi lain Perusahaan baru hanya akan menjual sebanyak
       30% dari utilitas maksimum berada di kisaran 3,6 juta kg / tahun mulai di tahun ke-3. Pada tahun ke-1
       Perusahaan belum memproduksi resin/chips daur ulang karena masih dalam tahap instalasi mesin, secara
       bertahap jumlah tonase resin/chips daur ulang yang diproduksi naik dari 40% di tahun ke-2 ke 60% di tahun
       ke-3 sampai 80% di tahun ke-4.
       Berdasarkan informasi dari manajemen, proyeksi harga penjualan per ton adalah USD1,5 atau Rp23.250
       dengan kenaikan harga diperkirakan sebesar 4% / tahun. Dari informasi tersebut Rencana Penambahan
       Kegiatan Usaha berkontribusi terhadap pendapatan Perusahaan sebesar Rp41 Miliar – Rp114 Miliar / tahun
       selama tahun proyeksi.



Laporan Studi Kelayakan PT Inocycle Technology Group, Tbk.                                                                                                             29
Page 47
  3.4.5. Proyeksi Biaya Operasional;

                                                                                                                                                       Dalam Satuan Rupiah (.000.000)
                                           Tahun ke-1   Tahun ke-2   Tahun ke-3   Tahun ke-4   Tahun ke-5   Tahun ke-6    Tahun ke-7   Tahun ke-8   Tahun ke-9 Tahun ke-10
                                            Jan-Des      Jan-Des      Jan-Des      Jan-Des      Jan-Des      Jan-Des       Jan-Des      Jan-Des      Jan-Des     Jan-Des
       Beban Penjualan, Umum, dan Adm
       Beban Penjualan, Umum, dan Adm               -       11.300       17.627       24.443       25.421       26.438        27.495       28.595       29.739             30.928
        Employee Salaries & Allowances              -        4.185        6.529        9.053        9.415        9.792        10.183       10.591       11.014             11.455
        Professional Fee                            -        2.093        3.264        4.526        4.708        4.896         5.092        5.295        5.507              5.727
        Transportation & Accommodations             -        2.930        4.570        6.337        6.591        6.854         7.128        7.414        7.710              8.018
        Office Supplies                             -        1.256        1.959        2.716        2.825        2.938         3.055        3.177        3.304              3.436
        Others                                      -          837        1.306        1.811        1.883        1.958         2.037        2.118        2.203              2.291


       Beban Penjualan Umum dan Administrasi terdiri dari Biaya Gaji 10% dari total penjualan, Biaya Profesional
       5% dari total penjualan, Biaya Transportasi 7% dari total penjualan, Biaya Peralatan Kantor 3% dari total
       penjualan, dan Biaya Lain-lain 2% dari total penjualan. Beban Penjualan Umum dan Administrasi sebesar
       Rp11,3 Miliar – Rp30,9 Miliar selama tahun proyeksi.

  3.4.6. Proyeksi Biaya Bahan Baku Mentah;

                                                                                                                                                       Dalam Satuan Rupiah (.000.000)
                                           Tahun ke-1   Tahun ke-2   Tahun ke-3   Tahun ke-4   Tahun ke-5   Tahun ke-6    Tahun ke-7   Tahun ke-8   Tahun ke-9 Tahun ke-10
                                            Jan-Des      Jan-Des      Jan-Des      Jan-Des      Jan-Des      Jan-Des       Jan-Des      Jan-Des      Jan-Des     Jan-Des
            Beban Pokok Penjualan
       Beban Pokok Penjualan                        -       25.110       39.172       54.318       56.491       58.750        61.100       63.544       66.086             68.730
        Material Exps                               -       16.740       26.114       36.212       37.660       39.167        40.734       42.363       44.057             45.820
        Direct Labour Exps                          -        3.348        5.223        7.242        7.532        7.833         8.147        8.473        8.811              9.164
        Overhead Exps                               -        5.022        7.834       10.864       11.298       11.750        12.220       12.709       13.217             13.746


       Beban Pokok Penjualan terdiri dari Biaya Material 40% dari total penjualan, Biaya Tenaga Kerja Langsung
       8% dari total penjualan, dan Biaya Overhead 12% dari total penjualan. Beban Penjualan sebesar Rp25,1
       Miliar – Rp68,7 Miliar selama tahun proyeksi.



  3.4.7. Proyeksi Laporan Keuangan;

    1. Proyeksi Laba Rugi

                                                                                                                                                      Dalam Satuan Rupiah (.000.000)
                                          Tahun ke-1 Tahun ke-2 Tahun ke-3 Tahun ke-4 Tahun ke-5 Tahun ke-6 Tahun ke-7 Tahun ke-8 Tahun ke-9 Tahun ke-10
                                           Jan-Des    Jan-Des    Jan-Des    Jan-Des    Jan-Des    Jan-Des    Jan-Des    Jan-Des    Jan-Des     Jan-Des
              Income Statement
       Pendapatan                                  -       41.850       65.286       90.530       94.151        97.917      101.834      105.907      110.143            114.549
       Beban Pokok Pendapatan                      -      (25.110)     (39.172)     (54.318)     (56.491)      (58.750)     (61.100)     (63.544)     (66.086)           (68.730)
       Laba Bruto                                  -       16.740       26.114       36.212       37.660        39.167       40.734       42.363       44.057             45.820
       Beban Penjualan Umum dan Adm                -      (11.300)     (17.627)     (24.443)     (25.421)      (26.438)     (27.495)     (28.595)     (29.739)           (30.928)
       Penghasilan (Beban) Lainnya                 -            -            -            -            -             -            -            -            -                  -
       EBITDA                                      -        5.441        8.487       11.769       12.240        12.729       13.238       13.768       14.319             14.891
       Depresiasi dan Amortisasi                (667)      (1.333)      (1.333)      (1.333)      (1.333)       (1.333)      (1.333)      (1.333)      (1.333)            (1.333)
       EBIT                                     (667)       4.107        7.154       10.436       10.906        11.396       11.905       12.435       12.985             13.558
       Biaya Keuangan                              -            -            -            -            -             -            -            -            -                  -
       EBT                                      (667)       4.107        7.154       10.436       10.906        11.396       11.905       12.435       12.985             13.558
       Beban Pajak Penghasilan                     -         (904)      (1.574)      (2.296)      (2.399)       (2.507)      (2.619)      (2.736)      (2.857)            (2.983)
       EAT                                      (667)       3.204        5.580        8.140        8.507         8.889        9.286        9.699       10.129             10.575
       Imbalan Pasca Kerja                         -            -            -            -            -             -            -            -            -                  -
       Pajak Penghasilan Terkait                   -            -            -            -            -             -            -            -            -                  -
       Jumlah Laba Komprehensif                 (667)       3.204        5.580        8.140        8.507         8.889        9.286        9.699       10.129             10.575



         Pada tahun proyeksi Rencana Penambahan Kegiatan Usaha Perusahaan diproyeksikan mendapatkan
         EBIT (Earning Before Interest dan Tax) berkisar 4,1 Miliar – 13,5 Miliar, pada tahun ke-1 EBIT Perusahaan
         negatif disebabkan karena biaya non-kas berupa depresiasi sebesar 667 juta. Beban pajak penghasilan
         diasumsikan berkisar 22%, sehingga Perusahaan mendapatkan EAT (Earning After Tax) berkisar 3,2

Laporan Studi Kelayakan PT Inocycle Technology Group, Tbk.                                                                                                                     30
Page 48
         Miliar – 10,5 Miliar, pada tahun ke-1 EAT Perusahaan negatif disebabkan karena biaya non-kas berupa
         depresiasi sebesar 667 juta.



    2. Metodologi Analisa

         Metodologi dilakukan dengan menganalisa potensi keuntungan ekonomis yang dapat diperoleh dari
         Rencana Penambahan Kegiatan Usaha.


    3. Model Arus Kas yang Digunakan

         Untuk melakukan analisis keuangan dalam studi kelayakan dengan menggunakan metode diskonto arus
         kas, dengan menggunakan arus kas terhadap proyek Free Cash Flow to Firm (FCFF). Kami menggunakan
         metode FCFF karena perusahaan bergerak di bidang industri pengelolaan bukan tenunan dan industri
         serat stapel buatan sehingga FCFF lebih tepat untuk mengakomodir arus kas proyek.

    4. Penetapan Tingkat Diskonto

         Tingkat diskonto diestimasikan dengan menggunakan metode Weighted Average Cost of Capital (WACC).
         Biaya Ekuitas (Ke) diestimasikan dengan metode Capital Asset Pricing Model (CAPM), dengan
         menggunakan persamaan sebagai berikut:
                     Biaya Ekuitas (Ke)             =        Rf + (Beta x (Rm-Rf)) - RBDS
                     Rf (Risk Free)                 :        Tingkat Pengembalian Bebas Risiko
                     Beta                           :        Risiko sistemik usaha
                     Rm (Risk Market)               :        Tingkat Pengembalian Pasar
                     RBDS                           :        Penyesuaian Tingkat Pengembalian Pasar

                     Rf (Risk Free)                 :        6,6%
                     Beta                           :        1,08
                     Rm (Risk Market)               :        7,9%
                     RBDS                           :        2,0%
                     Biaya Ekuitas (Ke)             =        13,0%

                     Tingkat Diskonto               =        (We x Ke) + (Wd x (Kd x (1-T))
                     We                             :        Bobot modal sendiri pada usaha tertentu
                     Ke (Cost Of
                     Equity)                        :        Tingkat pengembalian modal sendiri
                     Wd                             :        Bobot modal pinjaman pada usaha tertentu
                     Kd (Cost Of Debt)              :        Tingkat pengembalian modal pinjaman
                     T (Tax)                        :        Pajak perseroan yang berlaku

                     We                             :        84,5%
                     Ke (Cost Of
                     Equity)                        :        13,0%
                     Wd                             :        15,5%
                     Kd (Cost Of Debt)              :        8,80%
                     T (Tax)                        :        22%
                     Tingkat Diskonto               =        12,08%


Laporan Studi Kelayakan PT Inocycle Technology Group, Tbk.                                               31
Page 49
         1. Tingkat Pengembalian Bebas Risiko (Rf)
            Adalah tingkat suku bunga untuk instrumen-instrumen yang dianggap tidak memiliki kemungkinan
            gagal bayar. Di Indonesia, instrumen bebas risiko yang dapat dipilih adalah tingkat bunga Obligasi
            Pemerintah untuk jangka panjang (SUN). tingkat suku bunga bebas risiko yang digunakan merupakan
            obligasi pemerintah RI dalam mata uang rupiah dengan tenor 10 tahun. Berdasarkan data yang
            dikeluarkan oleh Penilai Harga Efek Indonesia (PHEI) maka yield SUN yang digunakan untuk proyek
            adalah 6,6%.
         2. Risiko Sistemik Usaha (Beta)
            Beta (β) adalah faktor untuk meliput risiko sistematis dari suatu ekuitas. Beta akan dikalikan dengan
            market risk premium untuk mendapatkan equity risk premium. Untuk memperoleh faktor beta yang
            sesuai kami menggunakan unlevered beta sebesar 0,94, Unlevered beta rata-rata perusahaan
            pembanding yang diperoleh dari perhitungan ini kemudian di-relevered dengan tingkat leverage pasar
            pada industri sejenis untuk memperoleh beta yang sesuai untuk mendiskonto Perseroan tersebut
            sehingga didapatkan Beta 1,08.
         3. Tingkat Pengembalian Pasar (Rm)
            Tingkat Pengembalian Pasar (Rm) ditentukan menggunakan rujukan dari hasil Damodaran per tanggal
            studi kelayakan dengan risk premium untuk pasar negara berkembang seperti Indonesia adalah
            sekitar 7,9%.
         4. Penyesuaian Tingkat Pengembalian Pasar (RBDS)
            Pada perhitungan WACC, digunakan data yang bersumber dari Damodaran, dimana data yang
            digunakan adalah Total Equity Risk Premium yang juga telah mempertimbangkan risiko, maka
            diperlukan penyesuaian pada CAPM dengan memperhatikan Rating Based Default Spread dari
            Damodaran dimana Cost of Equity dikurangkan dengan Rating Based Default Spread sebesar 2,0%.
         5. Bobot Modal Sendiri Pasa Usaha Tertentu (We)
            Komposisi pendanaan dihitung berdasarkan kinerja perbandingan interest bearing debt dengan
            ekuitasnya, dimana komposisi struktur permodalan Perseroan diasumsikan mengikuti struktur
            permodalan pasar dari hasil riset Aswath Damodaran, dengan demikian struktur modal sendiri untuk
            proyek 84,5%.
         6. Biaya Ekuitas (Ke)
            Tingkat diskonto untuk ekuitas diperoleh dengan mengaplikasikan model Capital Asset Pricing Model
            (CAPM). Model ini menyatakan bahwa biaya ekuitas adalah bunga bebas risiko ditambah premium
            untuk menutup risiko sistematis dari sekuritas saham adalah 13,0% .
         7. Bobot modal pinjaman pada usaha tertentu (Wd)
            Komposisi pendanaan dihitung berdasarkan kinerja perbandingan interest bearing debt dengan
            ekuitasnya, dimana komposisi struktur permodalan Perseroan diasumsikan mengikuti struktur
            permodalan pasar dari hasil riset Aswath Damodaran, dengan demikian struktur utang untuk proyek
            15,5%.
         8. Tingkat Pengembalian Modal Pinjaman (Kd)
            Dalam analisa studi kelayakan ini, untuk biaya bunga untuk utang digunakan tingkat bunga pinjaman
            rata-rata dalam mata uang Rupiah dari bank pemerintah per tanggal studi kelayakan, yaitu 8,80%.
            Berdasarkan biaya bunga tersebut maka diperoleh biaya bunga setelah pajak sampai akhir proyeksi
            sebesar 6,87%, dengan tarif pajak 22%.

    5. Analisis Kelayakan Investasi

         Untuk mengevaluasi kelayakan investasi pada Rencana Proyek sesuai SEOJK 17/2020 digunakan 4
         (empat) indikator yaitu Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Profitability Index (PI),
         dan Payback Period., yang didasarkan pada nilai kini arus kas bersih yang diproyeksikan hingga tahun

Laporan Studi Kelayakan PT Inocycle Technology Group, Tbk.                                                     32
Page 50
         ke-10 atau tahun 2033. Penggunaan NPV berarti mengukur nilai kini dari pengeluaran investasi dan
         manfaat bisnis yang digambarkan oleh proyeksi manfaat neto.
         Nilai NPV mencerminkan selisih dari nilai sekarang arus kas masa datang dengan nilai investasi. Dengan
         membandingkan antara total investasi yang dikeluarkan pada awal periode proyek dan total arus kas yang
         akan diterima setiap tahun, maka dapat diketahui nilai NPV yang dihasilkan oleh proyek tersebut. Jika
         nilai NPV positif maka investasi tersebut layak dilaksanakan sedangkan jika nilai NPV negatif, investasi
         tersebut sebaiknya tidak dilaksanakan.
         Nilai IRR mencerminkan besarnya tingkat bunga yang apabila digunakan untuk mendiskonto seluruh
         selisih kas masuk akan menghasilkan jumlah kas yang sama dengan jumlah investasi. IRR merupakan
         nilai tingkat pengembalian investasi pada saat NPV Perseroan sama dengan 0, yang artinya tingkat
         pengembalian dan risiko dari total investasi pada saat ini adalah sama dengan tingkat pengembalian dan
         risiko pasar. Sehingga apabila IRR proyek lebih besar dari WACC (Discount Rate), maka proyek ini layak
         dilaksanakan dan apabila IRR proyek lebih kecil dari WACC maka proyek ini sebaiknya tidak
         dilaksanakan.
         Untuk menganalisis keseluruhan profitabilitas dapat menggunakan Profitability Index (PI), dimana PI
         merupakan teknik penilaian investasi yang dihitung dengan membagi nilai sekarang dari arus kas bersih
         yang akan datang suatu proyek dengan nilai investasi awal yang dibutuhkan untuk proyek tersebut.
         Apabila PI yang dihasilkan dari suatu proyek sama dengan 1 maka arus kas dari proyek tidak
         menghasilkan nilai tambah, apabila PI lebih besar dari 1, maka nilai arus kas yang dihasilkan dari proyek
         menghasilkan nilai tambah bagi Perseroan, sedangkan apabila PI lebih kecil dari 1, maka nilai arus kas
         yang dihasilkan dari proyek tidak menghasilkan nilai tambah bagi Perseroan. Dalam menganalisis PI suatu
         proyek maka kelayakan dapat dinilai apabila nilai PI lebih dari 1. Jika PI lebih besar dari 1, maka investasi
         tersebut dapat disimpulkan layak.
         Payback period atau periode pengembalian modal adalah waktu yang dibutuhkan untuk mencapai break
         even point atau titik impas. Payback Period menentukan berapa lama waktu yang diperlukan untuk
         menutup biaya awal yang terkait dengan investasi. Semakin pendek pengembalian maka investasi
         semakin diinginkan.
         Kelayakan dari proyek ini dihitung dari manfaat ekonomis yang diantisipasi di masa mendatang dengan
         Free Cash Flow To Firm yang selanjutnya dibandingkan dengan pengorbanan ekonomisnya. Kelayakan
         investasi proyek dihitung dengan menggunakan empat indikator yaitu Net Present Value, Internal Rate of
         Return, Profitability Index (PI) dan Payback Period dengan ringkasan sebagai berikut:
                                                                                                                                                                                 Dalam Satuan Rupiah (.000)
                                                Tahun ke-1       Tahun ke-2     Tahun ke-3     Tahun ke-4     Tahun ke-5     Tahun ke-6     Tahun ke-7     Tahun ke-8     Tahun ke-9     Tahun ke-10
               Keterangan
                                                 Jan-Des          Jan-Des        Jan-Des        Jan-Des        Jan-Des        Jan-Des        Jan-Des        Jan-Des        Jan-Des         Jan-Des

         Earning After Tax                         (666.667)       3.203.590      5.580.000      8.139.734      8.506.923      8.888.800      9.285.952      9.698.990     10.128.550      10.575.292
         Depresiasi                                 666.667        1.333.333      1.333.333      1.333.333      1.333.333      1.333.333      1.333.333      1.333.333      1.333.333       1.333.333
         Bunga * (1-T)                                    -                -              -              -              -              -              -              -              -               -
         Investasi               (20.000.000)
         Capex                                               -             -              -              -              -              -              -              -              -                -
         Perubahan Modal Kerja                               -    (5.261.143)    (2.946.240)    (3.173.521)      (455.236)      (473.446)      (492.383)      (512.079)      (532.562)        (553.864)

         Arus Kas                (20.000.000)              -        (724.220)     3.967.094      6.299.546      9.385.020      9.748.688     10.126.902     10.520.245     10.929.321      11.354.761
         Akumulasi Arus Kas      (20.000.000)   (20.000.000)     (20.724.220)   (16.757.126)   (10.457.580)    (1.072.560)     8.676.128     18.803.030     29.323.275     40.252.597      51.607.357
         Discount Rate                               12,08%           12,08%         12,08%         12,08%         12,08%         12,08%         12,08%         12,08%         12,08%          12,08%
         Discount Factor                 1,00           0,89             0,80           0,71           0,63           0,57           0,50           0,45           0,40           0,36            0,32
         Nilai Kini Arus Kas     (20.000.000)              -        (576.474)     2.817.323      3.991.426      5.305.286      4.916.709      4.556.797      4.223.414      3.914.585       3.628.484




           •            Net Present Value (NPV)                                       : 12.777.551.000
           •            Internal Rate of Return (IRR)                                 : 21,02%
           •            Profitability Index (PI)                                      : 1,64
           •            Payback Period                                                : 5 Tahun 1 Bulan
         Berdasarkan analisa kelayakan di atas, NPV menunjukkan nilai positif, IRR lebih tinggi daripada WACC
         dan PI lebih dari 1, dengan demikian investasi tersebut layak.



Laporan Studi Kelayakan PT Inocycle Technology Group, Tbk.                                                                                                                                      33
Page 51
    6. Analisis Sensitifitas

         Untuk menguji sensitifitas suatu proyek terhadap berbagai faktor yang mempengaruhinya, maka berikut
         ini disajikan analisa sensitivitas terhadap kelayakan proyek, yaitu:
          1.      Investasi
          2.      Pendapatan
          3.      Beban Pokok Penjualan
          4.      Beban Penjualan Umum dan Administrasi

         Berdasarkan uji sensitivitas tersebut, kondisi parameter kelayakan proyek akan terlihat seperti di bawah
         ini:
                                                             IRR        NPV          Profitability Index
                       Variable              Skenario                                                      Kesimpulan
                                                             %         Rupiah               (PI)

      Normal                                                  21,02%    12.777.551                 1,64      Layak
      Investasi                                   5,00%       20,13%    11.847.050                 1,56      Layak
      Investasi                                  10,00%       19,29%    10.916.549                 1,50      Layak
      Investasi                                  15,00%       18,50%     9.986.048                 1,43      Layak
      Penjualan                                  -1,00%       19,06%     9.702.270                 1,49      Layak
      Penjualan                                  -2,00%       16,99%     6.626.990                 1,33      Layak
      Penjualan                                  -3,00%       14,80%     3.551.710                 1,18      Layak
      Beban Pokok Penjualan                       2,00%       18,56%     8.956.552                 1,45      Layak
      Beban Pokok Penjualan                       4,00%       15,93%     5.135.552                 1,26      Layak
      Beban Pokok Penjualan                       6,00%       13,11%     1.314.553                 1,07      Layak
      Beban Penjualan Umum dan Adm                2,00%       19,94%    11.075.741                 1,55      Layak
      Beban Penjualan Umum dan Adm                4,00%       18,84%     9.373.930                 1,47      Layak
      Beban Penjualan Umum dan Adm                6,00%       17,70%     7.672.120                 1,38      Layak

     Dengan memperhatikan analisis kelayakan keuangan, Penambahan Kegiatan Usaha secara keuangan layak.

3.5. Kesimpulan

     Berdasarkan analisa pada kelayakan aspek pasar, kelayakan aspek teknis, kelayakan aspek pola bisnis,
     kelayakan aspek model manajemen, dan kelayakan aspek keuangan maka dapat disimpulkan bahwa
     Rencana Penambahan Kegiatan Usaha adalah Layak.




Laporan Studi Kelayakan PT Inocycle Technology Group, Tbk.                                                              34

File

File Open PDF
Source IDX
Size6.86 MB
Published20 May 2024
Pages51
Characters127,030
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 30 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org PT Inocycle Technology Group p.1 ×88
linked org PT Samudera Industri p.18 ×3
linked — Sandiana Soemarko p.19
linked person Victor Seng Hyeok Choi p.19
linked person Suhendra Setiadi p.19
linked person Bobby Suryo Herlambang p.19
linked person Gautama Ashok Kumar p.19
linked person Amir Abadi Jusuf p.21 ×4
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.12 ×2
possible org Negara Republik Indonesia p.18
possible person Dr. Ir. Widhyawan Prawiraatmadja p.19
unresolved org Menteri Keuangan p.15 ×2
unresolved org Menteri Keuangan. Penyelia p.15
unresolved org PT Hilon Felt p.18
unresolved person Fransiscus Xaverius Budi Santoso Isbandi · Notaris p.18 ×2
unresolved org Menteri Kehakiman Republik Indonesia p.18
unresolved person Bastian Harijanto · Notaris p.18
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.18
unresolved org PT Sambros Invesco International p.18
unresolved org PT Adimitra Jasa Korpora p.19
unresolved org Mawar dan Rekan p.21 ×4
unresolved org Rintis dan Rekan p.21
unresolved org Pusat Statistik p.26 ×4
unresolved org Bank Indonesia p.28 ×4
unresolved org PT. Amandina Bumi Nusantara p.35
unresolved org PT. Namasindo Plas p.35
unresolved org PT. Indorama Synthetics p.35
unresolved org Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan p.38
unresolved org Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia. Sebagaimana p.41
unresolved org Ningbo Hangzhou Bay New Area Yueda Trade Co.,Ltd p.45

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result