Skip to content
Back to announcement

20260512_RANC_Laporan Informasi dan Fakta Material_32090628_lamp1.pdf

Other Text extracted RANC

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 87

Page 1 OCR 0.956
LAPORAN STUDI KELAYAKAN
PENAMBAHAN KLASIFIKASI BAKU
LAPANGAN USAHA INDONESIA (KBLI) BARU

PT Supra Boga Lestari Tbk
Page 2 OCR 0.909
) KK Bidang Jasa : Penilaian Properti (PJ dan Bisnis (BJ
DYAN ana Wilayah Kerja : Indonesia
Kantor Jasa an bari Publik
Benedictus Darmapuspita dan Rekan
Izin Usaha Kantor Jasa Peni Publik No.2.12.0103

KMK No. 696/KM.1/2012
Surat BAPEPAM No. S-8154/8L/2012

Jakarta, 8 Mei 2026

Kepada Yth

Direksi

PT Supra Boga Lestari Tbk

Ranch Market Headguarter Lt. 5

Jl. Pesanggrahan Raya No. 2, Kembangan
Kota Jakarta Barat, Provinsi DKI Jakarta

Hal: Laporan Studi Kelayakan Penambahan Klasifikasi Baku
Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) Baru
PT Supra Boga Lestari Tbk

No. Laporan: 00205/2.0103-00/BS/05/0121/1/V/2026

Dengan hormat

Sehubungan dengan penugasan yang diberikan oleh PT Supra Boga Lestari
Tbk (“Perseroan”), suatu perseroan terbatas terbuka yang bergerak di bidang
Retail / Supermarket, yang beralamat di Ranch Market Headguarter Lt. 5,
Jl. Pesanggrahan Raya No. 2, Kembangan, Kota Jakarta Barat, Provinsi DKI
Jakarta, mengacu pada Proposal Ref. No. BDR 26P-084/R1 tanggal 2 Maret
2026, dari Kantor Jasa Penilai Publik Benedictus Darmapuspita dan Rekan
(“KJPP BDR" atau “Kami”) kepada Perseroan, Kami telah menyusun Laporan
Studi Kelayakan Penambahan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia
(“KBLI”) baru dengan kode 47221 - Perdagangan Eceran Minuman Alkohol
(SKP — A dan SKP — B & C), 47242 — Perdagangan Eceran Roti, Kue Kering,
Kue Basah, serta sejenisnya, dan 10710 — Industri Produksi Bakeri.

Maksud dari penyusunan Laporan Studi Kelayakan ini adalah untuk memberi
pernyataan bahwa Penambahaan KBLI Baru dengan kode 47221, 47242, dan
10710 oleh Perseroan seperti dimaksud dalam Peraturan Otoritas Jasa
Keuangan No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan
Kegiatan Usaha (“POJK 17/2020”) adalah layak atau tidak layak.

Dalam Studi Kelayakan ini KJPP BDR mengacu pada (i) POJK No.
35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di
Pasar Modal (“POJK 35/2020”), (ii) POJK No. 17/POJK.04/2020, (ili) Kode Etik
Penilaian Indonesia (KEPI) dan Standar Penilaian Indonesia Edisi VII — 2018
(“SPI”) 350 tentang Jasa Konsultansi.

Pusat

Bidang Jasa : Penilaian Properti dan Bisnis (PB), Jl, Musi No. 38 Cideng — Gambir Jakarta 10150

Telp. : (021) 3448577, 3518414, 3518235, 3813522, 34832688, 3813146, Fax. : (021) 3459648

Website : wwwbdr.co.id, E-mail: info@bdr.co.id
Cabang :
Surabaya : Bidang Jasa : Penilaian Properti (P), Telp, : (031) 8782820, 8782821, 08113481191, 0811347 1191, E-mail: surabaya@bdr.co.id
Makassar : Bidang Jasa : Penilaian Properti (P), Telp. : (0411) 4671006, 085100040950, E-mail : makassar@bdr co.id
Medan : Bidang Jasa : Penilaian Properti (P), Telp. : (061) 42566654, E-mail : medan@bdr.co.id
Sukoharjo : Bidang Jasa : Penilaian Properti (P), Telp. : (0271) 7469143, E-mail : sukoharjo@bdr.co.id
Denpasar : Bidang Jasa : Penilaian Properti dan Bisnis (PB), Telp. : 08113838466, E-mal : bali@bdr.co.id, info@bdr-bali.com
Page 3 OCR 0.953
Latar belakang Penambahan KBLI Baru dilakukan sebagai respons perusahaan
terhadap dinamika pasar ritel modern yang menunjukkan pergeseran preferensi
konsumen ke arah produk siap komsumsi, produk siap berkualitas, serta produk
premium dengan nilai tambah yang lebih tinggi. Di wilayah perkotaan dan area
dengan daya beli tinggi, konsumen cenderung mengutamakan kenyamanan
berbelanja, variasi produk dalam satu lokasi, serta pengalaman belanja yang
lebih lengkap. Kondisi pasar tersebut mendorong perusahaan untuk
memperluas ruang lingkup kegiatan usaha agar dapat menangkap peluang
pertumbuhan permintaan yang terus meningkat.

Lalu adanya peningkatan populasi kelompok usia produktif (15 — 64 tahun) juga
dapat menjadikan adanya Penambahan KBLI Baru. Dominasi kelompok usia
produktif mencerminkan perilaku konsumen yang lebih aktif membeli produk
siap konsumsi, produk segar berkualitas, serta kebutuhan gaya hidup urban
lainnya. Kelompok usia produktif tidak hanya memiliki kemampuan ekonomi
yang lebih kuat, tetapi juga karakteristik konsumsi yang dinamis dan beragam,
termasuk dalam produk bakery segar, makanan siap saji, dan minuman
premium, sehingga menciptakan peluang pasar yang lebih luas dan stabil bagi
kegiatan usaha yang relevan.

Oleh karena itu adanya Penambahan KBLI Baru ini merupakan langkah yang
selaras dengan kebutuhan dan tren pasar ritel modern, dimana konsumen
mengharapkan konsep one stop shopping yang menyediakan produk
kebutuhan harian, produk siap konsumsi, serta produk premium dalam satu
lokasi. Dengan strategi ini, perusahaan dapat meningkatkan daya saing,
memperluas pangsa pasar, serta memaksimalkan potensi pendapatan dari
perubahan perilaku konsumen yang semakin mengutamakan kemudahan dan
kualitas.

Hasil Analisis

Hasil analisis atas aspek pasar, menunjukkan bahwa industri ritel di Indonesia
adalah sektor yang memiliki berkontribusi lebih dari 12-134 terhadap PDB
nasional, menjadi sektor terbesar kedua setelah industri pengolahan. Karena
Indonesia adalah negara dengan struktur ekonomi yang didorong oleh
konsumsi domestik, kesehatan sektor ritel menjadi indikator utama kesehatan
ekonomi nasional. Proyeksi pasar pada industri ritel menunjukkan skenario
pertumbuhan yang kuat. Beberapa lembaga riset memperkirakan nilai pasar
ritel di Indonesia meningkat signifikan pada tahun 2025-2030 dengan CAGR
positif 4,846 didorong oleh demografi yang menguntungkan. Meskipun memiliki
prospeknya kuat, industri ini menghadapi tantangan signifikan berupa ketentuan
regulasi dan perizinan yang kompleks terutama pada KBLI 47221 —
Perdagangan Eceran Minuman Alkohol, pengelolaan produk dengan masa
simpan singkat pada perdangan roti, kue basah, & produksi bakeri, adanya
fluktuasi harga bahan baku pangan (gandum, gula, mentega, dan minyak
goreng), persaingan ketat dan perubahan perilaku konsumen, dan pemenuhan
standar keamanan pangan.
Page 4 OCR 0.940
Hasil analisis atas aspek teknis menunjukkan bahwa adanya penambahan KBLI
tidak mengubah secara signifikan proses bisnis utama Perseroan. Kegiatan
usaha tetap berfokus pada perdagangan eceran modern melalui jaringan
supermarket yang telah beroperasi. Sebelum terjadi penambahan KBLI, RANC
menjalankan usaha dengan menyediakan berbagai produk kebutuhan sehari
hari seperti produk segar (fresh product), produk premium, dan produk impor.
Setelah terjadinya penambahan KBLI terdapat penambahan pada diversifikasi
produk seperti perdagangan minuman beralkohol, roti, kue kering, kue basah,
dan produksi bakeri. Sehingga secara teknis RANC mampu menjalankan
penambahan KBLI baru.

Hasil analisis atas aspek pola bisnis menunjukkan bahwa Perseroan memilki
keunggulan kompetitif dalam kegiatan usaha di bidang ritel, kemampuan
Perseroan dalam menciptakan nilai tambah produk dan strategi memitigasi
risiko, Perseroan memiliki fondasi yang kuat untuk menghadapi dinamika pasar.
Hal ini memberikan keyakinan bahwa seluruh kegiatan usaha yang
direncanakan akan memberikan kontribusi positif yang berkelanjutan bagi
pertumbuhan kinerja keuangan Perseroan dalam Jangka Panjang.

Hasil analisis atas aspek model manajemen menunjukkan bahwa Perseroan
dapat menambahkan KBLI baru dengan dukungan tersedianya tenaga kerja
yang kompeten dan tersertifikasi, pemahaman komprehensif terhadap
manajemen risiko bisnis pada industri ritel, serta komitmen terhadap etika bisnis
dan kepatuhan hukum dalam mengelola hak kekayaan intelektual.
Menunjukkan bahwa Perseroan memiliki. kapasitas yang mumpuni untuk
menjalankan KBLI baru di industri ritel secara profesional dan berkelanjutan.

Hasil analisis atas aspek keuangan dari perhitungan NPV dengan
menggunakan tingkat diskonto sebesar 11,14”4 menunjukkan bahwa nilai NPV
dengan proyeksi aliran kas bersih selama 5 tahun adalah sebesar
Rp170.033.525.543,00. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa IRR adalah
30,59” lebih besar daripada tingkat diskonto sebesar 11,14”. Berdasarkan
perhitungan Payback Period penambahan KBLI baru membutuhkan waktu t4
tahun untuk mengembalikan investasi. Berdasarkan perhitungan yang kami
lakukan diketahui bahwa nilai PI dari investasi dan rencana pengembangan
tersebut adalah 1,57.
Page 5 OCR 0.920
Kesimpulan

Dengan demikian berdasarkan data-data dan hasil dari berbagai analisis di
antaranya analisis atas aspek pasar, teknis, pola bisnis, model manajemen, dan
aspek keuangan, kami berpendapat bahwa: Rencana Penambahan KBLI Baru
kode 47221 — Perdagangan Eceran Minuman Alkohol (SKP —A dan SKP-B &
C), 47242 — Perdagangan Eceran Roti, Kue Kering, Kue Basah, serta
sejenisnya, dan 10710 — Industri Produk Bakeri layak untuk dilaksanakan.

Surat Pengantar ini merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari
Laporan Studi Kelayakan yang disusun oleh KJPP BDR.

Kami menyatakan dengan sesungguhnya bahwa dalam melaksanakan
penugasan ini, kami bertindak sebagai pihak independen dan kami tidak
mempunyai kepentingan apapun atas usaha perusahaan yang dianalisa
maupun atas hasil studi yang telah dilaporkan. Kami tegaskan pula bahwa kami
tidak menerima manfaat atau keuntungan apapun dari Studi Kelayakan yang
kami laporkan, baik saat ini maupun di masa datang.

Hormat kami,
KJPP Benedictus Darmapuspita dan Rekan
Pimpinan Rekan

PA

Ir. Benedictus Supriyanto Darmapuspita, M.Sc., MAPPI (Cert
Nomor Izin Penilai Publik: PB-1.09.00121

Klasifikasi Bidang Jasa : Penilaian Properti dan Bisnis (PB)
MAPPI : 94-S-00409

STTD OJK (Pasar Modal) : STTD.PPB-18/PJ-1/PM.02/2023
STTD OJK (IKNB) : 050/NB.122/STTD-P/2017

No. Register : RMK-2017.00108

Sg ae mas
Page 6 OCR 0.955
PERNYATAAN KONSULTAN

Terhadap batas kemampuan dan keyakinan Kami sebagai Penilai Independen,
Kami yang bertanda tangan di bawah ini menerangkan bahwa:

1. Pernyataan faktual yang dipresentasikan dalam Laporan Studi Kelayakan
ini adalah benar sesuai dengan dengan pemahaman terbaik dari Konsultan,

2. Penugasan Studi Kelayakan telah dilakukan terhadap Objek Studi
Kelayakan dan Tanggal Studi Kelayakan,

3. Analisis dan kesimpulan hanya dibatasi oleh asumsi dan kondisi yang
dilaporkan dalam Laporan Studi Kelayakan ini,

4. Nilai yang dihasilkan dalam Penugasan Studi Kelayakan telah disajikan
sebagai dasar hasil kesimpulan:

5. Lingkup pekerjaan dan data yang dianalisis telah diungkapkan dalam
laporan Studi Kelayakan ini,

6. Data ekonomi dan industri dalam Laporan Studi Kelayakan diperoleh dari
berbagai sumber yang diyakini Konsultan dapat dipertanggungjawabkan,

7. Konsultan tidak mempunyai kepentingan terhadap objek Studi Kelayakan,

8. Imbalan jasa Penilai tidak berkaitan dengan hasil opini Studi Kelayakan
yang dilaporkan,

9. Pada Studi Kelayakan ini, KJPP BDR senantiasa mengacu pada POJK No.
35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian
Bisnis di Pasar Modal, POJK No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi
Material dan Perubahan Kegiatan Usaha, Kode Etik Penilaian Indonesia
(KEPI) dan Standar Penilaian Indonesia Edisi VII - 2018 (SPI) 350 tentang
Jasa Konsultansi,

10.Penilai telah memenuhi persyaratan pendidikan professional yang
ditentukan dan/atau diselenggarakan oleh Asosiasi Profesi Penilai yang
diakui Pemerintah,

11.Konsultan memiliki pemahaman mengenai objek dari Studi Kelayakan yang
dilakukan,

12.Konsultan melakukan inspeksi atas objek dari Studi Kelayakan yang
dianalisis, dan

13.Tidak seorangpun, kecuali yang disebutkan dalam laporan ini, telah
menyediakan bantuan professional dalam menyiapkan Laporan Studi
Kelayakan ini.
Page 7 OCR 0.867
No. Nama Tanda Tangan
1. | Penanggung Jawab:
Ir. Benedictus Supriyanto Darmapuspita, M.Sc., MAPPI (Cert)
Nomor Izin Penilai Publik : PB-1.09.00121
Klasifikasi Bidang Jasa : Penilaian Properti dan Bisnis (PB) 3
MAPPI : 94-S-00409 TP,
STTD OJK (Pasar Modal) : STTD.PPB-18/PJ-1/PM.02/2023
STTD OJK (IKNB) : 050/NB.122/STTD-P/2017
No. Register : RMK-2017.00108
2. | Pemeriksa:
Timbul Nauli Nainggolan, S.E., MAPPI (Cert)
Nomor Izin Penilai Publik : P-1.09.00123 ,
Klasifikasi Bidang Jasa: Penilaian Properti (P) (
MAPPI : 95-S-00561 W—
STTD OJK (Pasar Modal) : STTD.PP-31/PJ-1/PM.02/2023
STTD OJK (IKNB) :042/NB.122/STTD-P/2017
No. Register : RMK-2017.00116
3. | Penilai:
Calvin, S.E.
MAPPI : 24-P-12689
No. Register : RMK-2025.05164
4 Asisten Penilai: E-
| Ama Himalatus Sholichah, S.Tr.E.
MAPPI 1 25-A-13452

Page 8 OCR 0.654
DAFTAR ISI

SURAT PENGANTAR ...

PERNYATAAN KONSULTAN

BAB HPENDAHULUA Nu aagan 1
11 Status KONSUItAN........oooooooWooooooooWo.Wo0oo0ommm. 11
12 Pemberi Tugas osn 12
1.3 Pengguna Laporan Studi Kelayakan ..................ooooooooooooooo 12
1.4 Maksud dan Tujuan Penugasan
13 ObeK SIVO kaan
1.6 Metodologi Studi Kelayakan
1.7 Tanggal Studi Kelayakan....
18 ASUMEASIMS mean AE Es
19  Koridisi Pembatas. .ooooomcmmmwsnnnwoonosaseas 15
1.10: Data dan Iffomasi . St... 5 KO. Mita sen UAN Ba ne aneka 16
111 Tingkat Kedalaman InvestigaSi .....................ooooooooooo.ooo 18
112 Jenis Mata Uang... d0. Maba... Halit KAM. Wlltna Manisan sena
1.13 Aturan dan Standar Penilaian yang Digunakan ...
1.14 Persyaratan atas Persetujuan untuk Publikasi..

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
21. PT Supra Boga Lestari Tbk ............oooooo.oo.WooWo.Wooo.Wooo.oo 19
22 SIFOktur Permodaldhoeowuwa awan amanat 19
2.3. Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan .......................o.. 20
2.4. Data Keuangan Histofls.coo.oo.oomocoo.wcommussnyamsenewws 20

BAB III TINJAUAN EKONOMI, ANALISIS INDUSTRI, DAN ANALISIS PASAR. 29
3.1 Perekonomian Global ...29
3.2 Perekonomian Domestik.. 29
3.3 Neraca Pembayaran. 30
3.4 Nilai Tukar Rupiah.....
OS Ne en REA 31
3.6 Likuiditas dan Suku BUNgA .........ooooocoWoWoWoWoWoWoWoo oo 32
8.7 Arialisis Industi Ritel ea 34
Page 9 OCR 0.706
3.8 Prospek Industri Perdagangan Alkohol..........oooooooo.ooc 36
3.9 Prospek Industri Perdagangan Eceran Roti, Kue Kering, Kue Basah,

serta sejenisnya..
3.10 Prospek Industri Produk Bakeri .

311 Prospek Penambahan KBLI Baru ...........ooooooooooo oo oa 39
3.12 Persaingan Usaha Industri Ritel di Indonesia...............oooooooo.oo 42
9.18 Siratedi PEmasarah ke SLB 42
BAB IV ANALISIS ASPEK TEKNIS ..........oooooooWooommeeenenenanan 45
&1 Bisnis RANG cooooomoo.o.momooo.oomooooommmmssemawasisana 45

4.2 Rencana Kegiatan Usaha Baru dan Kapasitas Toko..
4.3 Ketersediaan dan Kualitas Sumber Daya...

4.4 Proses Bisnis Sebelum dan Sesudah Penambahan KBLI

BAB V ANALISIS ASPEK POLA BISNIS.............oooooWo.WoWoWoomw 51
51 Kemampuan untuk Menciptakan Nilai Tambah ................oooooo 51
5.2 Keunggulan Kompetitif Karena Keunikan Pola Bisnis.................o 52
5.3 Kemampuan Pesaing untuk Meniru Produk ........ooooooooWo Woo 53
5.4 Analisis SWOWA...Wu bagi 2 Kerokan ce Beat Meises anne anakan 54

BAB VI ANALISIS ASPEK MODEL MANAJEMEN .........ooWowoo en 56

6.1 Kapasitas dan Kemampuan Manajemen Perusahaan Sebelum Adanya
Penambahan KBLI ....
6.2 Kapasitas dan Kemampuan Manajemen Perusahaan Setelah Adanya

Penambahan KBLL ewean 57
6.3 Manajemen Risiko Penambahan KBLI Baru..........o.ooooooooWo.oWo.oooo 58
6.4 Manajemen Kekayaan Intelektual.................oooooco.Wo.WoWoooooo 65
BAB VII ANALISIS ASPEK KEUANGAN ......ooooooooocooWco.oooocom 66
Tt ASUMSI Ekonomi: Makro oem 66

7.2 Asumsi Proyeksi Keuangan
7.3 Net Present Value (“NPW).
7.4 Internal Rate of Return (TRR”)

7.5  Payback PeriOd...........ooooooWoo.ooomeeneneeneenaaan 71
Ing POM BIN AING ESA PI oeocomowsanunnsnn sesar mamaaanaa Mangun ameMnNenaen TA
TT Analisis Sensiti NAS AN 71
Page 10 OCR 0.874
BAB VIII KESIMPULAN DAN SARAN
81  Kesimpulan..

Lampiran Surat Representasi
Page 11 OCR 0.885
d0 ON

DAFTAR LAMPIRAN

Laporan Posisi Keuangan Historis
Laporan Laba Rugi Historis
Laporan Posisi Keuangan Proyeksi
Laporan Laba Rugi Proyeksi
Laporan Arus Kas Terdiskonto

Uji Sensitivitas

10
Page 12 OCR 0.948
11

BABI

PENDAHULUAN

Status Konsultan

KJPP Benedictus Darmapuspita dan Rekan (selanjutnya disebut “KJPP
BDR" atau “Kami”) didirikan di Jakarta pada tahun 2008 mengacu pada
Surat Keputusan Menteri Keuangan No.125/PMK.01/2008 tanggal
3 September 2008 tentang Jasa Penilai Publik dan telah memenuhi
persyaratan Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia
No.101/PMK.01/2014 tentang Penilai Publik, No.56/PMK.01/2017 tentang
Perubahan atas Peraturan Menteri No.101/PMK.01/2014 tentang Penilai
Publik, dan No.228/PMK.01/2019 tentang Perubahan Kedua atas
Peraturan Menteri Keuangan No.101/PMK.01/2014 tentang Penilai Publik.

KJPP BDR yang berkedudukan di Jalan Musi No. 38, Jakarta Pusat
merupakan Kantor Jasa Penilai Publik yang terdaftar sebagai Profesi
Penunjang Pasar Modal berdasarkan surat No.S-8154/BL/2012 tanggal
29 Juni 2012 dan Keputusan Menteri Keuangan No.696/KM.1/2012
tentang Izin Usaha Kantor Jasa Penilai Publik dengan nomor izin:
2.12.0103 tanggal 18 Juni 2012, serta Penilaian Pertanahan berdasarkan
Keputusan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional
RI No.129/SK-600.PT.01.01/V/2020 tanggal 18 Mei 2020.

Penanggung jawab dari Laporan Studi Kelayakan ini adalah Ir. Benedictus
Supriyanto Darmapuspita, M.Sc., MAPPI (Cert) dengan nomor anggota
MAPPI: 94-S-00409 dengan Nomor Izin Penilai Publik PB-1.09.00121,
berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan Nomor: 144/KM.1/2009,
tanggal 10 Februari 2009 dengan klasifikasi Bidang Jasa Penilai Properti
dan Bisnis, dan memiliki kualifikasi Penilai sebagai Profesi Penunjang
Pasar Modal dengan STTD.PPB-18/PJ-1/PM.02/2023, serta sebagai
penilai di Industri Keuangan Non Bank (IKNB) dengan STTD OJK (IKNB)
No.050/NB.122/STTD-P/2017, tanggal 7 April 2017.

Dalam penugasan ini, kami bukan sebagai Penilai Independen, tetapi
sebagai Konsultan yang memberikan jasa konsultansi yang terkait dengan
kegiatan penilaian yaitu konsultansi studi kelayakan penambahan bidang
usaha (klasifikasi baku lapangan usaha Indonesia).

Kami, KJPP Benedictus Darmapuspita dan Rekan tidak memiliki
keterlibatan material atau benturan kepentingan baik aktual maupun
potensial dengan PT Supra Boga Lestari Tbk

KJPP Benedictus Darmapuspita dan Rekan, memiliki kompetensi untuk
melakukan studi kelayakan usaha. Kami tidak menggunakan bantuan dari
pihak luar maupun profesi lainnya dalam studi kelayakan perubahan
kegiatan usaha ini dan kontribusinya.

11
Page 13 OCR 0.940
1.2 Pemberi Tugas

Identitas pemberi tugas dalam penyusunan Laporan Studi Kelayakan ini
adalah sebagai berikut:

a. Nama : PT Supra Boga Lestari Tbk

b. NPWP : 01.821.420.5-054.000

c. Bidang Usaha : Retail / Supermarket

d. Alamat Ranch Market Headguarter Lt. 5
Jl. Pesanggrahan Raya No. 2,
Kembangan, Kota Jakarta Barat

e. Penanggung Jawab  : Bp. Johartono Susilo — Direktur Utama

1.3 Pengguna Laporan Studi Kelayakan

Laporan Studi Kelayakan usaha sesuai dengan lingkup pekerjaan dalam
penugasan ini akan digunakan oleh Perseroan dalam rangka memenuhi
POJK 17/2020.

1.4 Maksud dan Tujuan Penugasan

Maksud dari penyusunan Laporan Studi Kelayakan ini adalah untuk
memberi pernyataan bahwa penambahan KBLI dengan kode 47221,
47242, dan 10710 yang dilakukan oleh PT Supra Boga Lestari Tbk
(“Perseroan”) seperti dimaksud dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan
Kegiatan Usaha (“POJK 17/2020”) adalah Layak atau Tidak Layak.

Tujuan dari penyusunan Studi Kelayakan usaha ini akan digunakan oleh
PT Supra Boga Lestari Tbk dalam memenuhi Peraturan Otoritas Jasa
Keuangan (OJK) terkait dengan Peraturan Perusahaan Publik (Terbuka)
tentang Keterbukaan Informasi (POJK 17/2020).

1.5 Objek Studi

Pada Laporan Studi Kelayakan ini yang menjadi objek studi adalah
Rencana Penambahan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia
(KBLI) oleh PT Supra Boga Lestari Tbk, yaitu:

a. KBLI 47221 — Perdagangan Eceran Minuman Alkohol (SKP — A dan
SKP-B&C)

b. KBLI 47242 — Perdagangan Eceran Roti, Kue Kering, Kue Basah, serta
sejenisnya.

c. KBLI 10710 — Industri Produk Bakeri

12
Page 14 OCR 0.957
1.6 Metodologi Studi Kelayakan

Mengingat bahwa kondisi yang akan datang dipenuhi dengan
ketidakpastian, maka diperlukan pertimbangan-pertimbangan tertentu di
dalam memulai suatu bisnis, di mana dasar dari pertimbangan-
pertimbangan tersebut dapat diperoleh melalui suatu studi terhadap
berbagai aspek mengenai kelayakan suatu bisnis yang akan dijalankan,
sehingga hasil studi tersebut dapat digunakan untuk memutuskan apakah
sebaiknya proyek atau bisnis layak dikerjakan atau ditunda atau bahkan
dibatalkan.

Berikut ini aspek-aspek yang harus diteliti dalam suatu Laporan Studi
Kelayakan sehubungan dengan rencana penambahan KBLI baru dengan
kode 47221, 47242, dan 10710 oleh Perseroan yaitu:

a. Aspek pasar

Melakukan kajian atas kondisi pasar, seperti pangsa pasar,
kesinambungan (sustainability), potensi pasar, sasaran dan potensi
nilai pasar. Di samping itu juga melakukan analisis tentang pesaing
usaha serta strategi pemasaran.

b. Aspek teknis

Melakukan kajian terhadap kapasitas dan. target bisnis, serta
memperhatikan ketersediaan dan kualitas sumber daya, pekerja, dan
ahli profesional. Kajian teknis juga meliputi proses produksi secara
umum.

Cc. Aspek pola bisnis
Melakukan analisis yang mencakup keunggulan kompetitif karena
keunikan dari pola bisnis, kemampuan pesaing untuk meniru produk,
dan kemampuan untuk menciptakan nilai.

d. Aspek model manajemen
Melakukan analisis yang meliputi ketersediaan tenaga kerja,
manajemen kekayaan intelektual (intellectual property), manajemen
risiko, kapasitas dan kemampuan manajemen, serta kesesuaian
struktur organisasi dan manajemen.

e. Aspek keuangan
Sebagai muara dari keseluruhan aspek yang dikaji, maka aspek

keuangan akan mengkaji meliputi rencana investasi, sumber
pembiayaan, biaya operasional, proyeksi laporan keuangan, analisis

13
Page 15 OCR 0.958
17

1.8

titik impas (break even point analysis), analisis profitabilitas, serta
analisis tingkat timbal balik.

Tanggal Studi Kelayakan

Tanggal pembuatan Laporan Studi Kelayakan di atas yaitu pada tanggal
31 Desember 2025. Tanggal ini dipilih atas dasar pertimbangan
kepentingan dan tujuan penugasan serta dari data keuangan Perseroan
yang kami terima yaitu Laporan Keuangan PT Supra Boga Lestari Tbk per
tanggal 31 Desember 2025.

Asumsi-Asumsi

Penyusunan pendapat independen atas objek Studi Kelayakan
mengasumsikan bahwa penugasan yang dilakukan telah didasarkan
dengan Standar Penilaian Indonesia (SPI) serta tidak merugikan
kepentingan-kepentingan pihak Perseroan dan para pemegang saham.
Asumsi-asumsi yang kami gunakan antara lain:

1. Laporan Studi Kelayakan ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan
perekonomian, kondisi umum bisnis dan keuangan, serta peraturan-
peraturan pemerintah terkait yang berlaku pada tanggal penilaian ini
diterbitkan.

2. Laporan Studi Kelayakan ini harus dipandang sebagai satu kesatuan
dan penggunaan sebagian dari analisis dan informasi tanpa
mempertimbangkan informasi dan analisis lainnya secara utuh
sebagai satu kesatuan dapat. menyebabkan. pandangan dan
kesimpulan yang menyesatkan atas proses yang mendasari penilaian.
Penyusunan Studi Kelayakan ini merupakan suatu proses yang rumit
dan mungkin tidak dapat dilakukan melalui analisis yang tidak
lengkap.

3. Hasil Laporan Studi Kelayakan ini sangat dipengaruhi oleh
ketersediaan data dan kebenaran data serta informasi pendukung
yang diperoleh dari pihak manajemen.

4. Pada saat penyusunan Laporan Studi Kelayakan ini, Kami
menggunakan beberapa asumsi, seperti terpenuhinya semua kondisi
dan kewajiban Perseroan dan semua pihak lain yang menggunakan
Laporan Studi Kelayakan ini, sesuai dengan yang diungkapkan oleh
manajemen Perseroan atau pihak lain, baik selaku objek studi
kelayakan maupun sebagai pemberi tugas.

5. Kami juga mengasumsikan bahwa sampai dengan tanggal laporan
Studi Kelayakan ini diterbitkan sampai dengan tanggal terjadinya
rencana aksi korporasi, tidak terjadi perubahan apapun terhadap
asumsi-asumsi, kondisi, serta peristiwa-peristiwa yang terjadi, selain
daripada yang telah disampaikan kepada kami dalam periode sebelum

14
Page 16 OCR 0.959
tanggal laporan, yang berpengaruh secara material dalam
penyusunan Studi Kelayakan ini. Kami tidak bertanggung jawab untuk
menegaskan kembali, melengkapi, serta memutakhirkan (update)
pendapat Kami karena adanya perubahan asumsi, kondisi, serta
peristiwa-peristiwa yang terjadi ataupun disampaikan setelah tanggal
laporan.

1.9 Kondisi Pembatas

Penyusunan Laporan Studi Kelayakan ini tidak terlepas dari kondisi-
kondisi yang membatasi pendapat Studi Kelayakan tersebut. Berikut
adalah kondisi-kondisi pembatas tersebut.

1

Saat melaksanakan analisis, Kami mengasumsikan dan bergantung
pada keakuratan, keandalan, dan kelengkapan dari semua informasi
keuangan dan informasi-informasi lain yang diberikan kepada Kami
oleh Perseroan atau yang tersedia secara umum yang pada
hakekatnya adalah benar, lengkap, dan tidak menyesatkan, dan Kami
tidak bertanggung jawab untuk melakukan pemeriksaan independen
terhadap informasi-informasi tersebut. Kami juga bergantung kepada
jaminan dari manajemen Perseroan bahwa mereka tidak mengetahui
fakta-fakta yang menyebabkan informasi-informasi yang diberikan
kepada Kami menjadi tidak lengkap atau menyesatkan.

Studi kelayakan ini dipersiapkan menggunakan data dan informasi
sebagaimana diungkapkan di atas. Segala perubahan atas data dan
informasi tersebut dapat mempengaruhi hasil akhir pendapat Kami
secara material. Oleh karenanya, Kami tidak bertanggung jawab atas
perubahan kesimpulan atas Studi Kelayakan Kami dikarenakan
adanya perubahan data dan informasi tersebut.

Kami melakukan wawancara kepada manajamen Perseroan. Selain
itu, Kami tidak memberikan pendapat atas dampak perpajakan dari
hasil Laporan Studi Kelayakan ini. Jasa-jasa yang Kami berikan
kepada Perseroan dalam kaitan dengan penugasan ini hanya
merupakan review Studi Kelayakan atas nilai dari objek Studi
Kelayakan yang ditugaskan kepada Kami dan bukan jasa-jasa
akuntansi, audit, atau perpajakan.

Pekerjaan Kami yang berkaitan dengan Studi Kelayakan ini tidak
merupakan dan tidak dapat ditafsirkan dalam bentuk apapun, sesuai
penelaahan atau audit atau pelaksanaan prosedur-prosedur atas
informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak dapat dimaksudkan
untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal,
kesalahan, atau penyimpangan dalam laporan keuangan atau
pelanggaran hukum. Selain itu, Kami tidak mempunyai kewenangan
dan tidak berada dalam posisi untuk mendapatkan dan menganalisis
informasi apapun di luar dari yang telah disampaikan kepada Kami,

15
Page 17 OCR 0.952
yang mungkin tersedia untuk Perseroan, serta pengaruh dari informasi
tersebut atas hasil studi kelayakan ini.

5. Tanggung jawab penilai sehubungan dengan Laporan Studi
Kelayakan ini hanya kepada pemberi tugas. Penilai tidak mempunyai
tanggung jawab terhadap pihak ketiga. Laporan studi kelayakan
usaha akan kami susun berdasarkan permintaan dari Perseroan yang
dipakai semata-mata untuk membantu Perseroan dalam memberikan
gambaran mengenai kelayakan usaha atas penambahan Bidang
Usaha atau Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI)
dengan kode KBLI 47221 - Perdagangan Eceran Alkohol (SKP — A
dan SKP — B & C), KBLI 47242 — Perdagangan Eceran Roti, Kue
Kering, Kue Basah, serta sejenisnya dan KBLI 10710 — Industri
Produk Bakeri. Karena pihak lain mungkin bermaksud untuk
menggunakan laporan studi kelayakan usaha yang akan kami
terbitkan untuk tujuan lain, perlu ditegaskan bahwa laporan studi
kelayakan usaha yang akan kami terbitkan tidak dapat dikutip,
direferensikan atau perlihatkan ke pihak lain tanpa ijin tertulis dari
KJPP Benedictus Darmapuspita dan Rekan terlebih dahulu kecuali
diharuskan oleh pengadilan atau undang-undang yang berlaku.

6. Perseroan telah membebaskan KJPP BDR dari setiap klaim yang
dapat dan akan timbul dari kesalahan ataupun kekurangan dalam
bahan dan informasi yang disediakan Perseroan, anak Perseroan,
perusahaan afiliasi, konsultan, atau pihak ketiga kepada KJPP BDR
dalam penyusunan laporan ini. Laporan ini bersifat non-disclaimer
opinion.

7. Pihak Manajemen Perseroan menyatakan bahwa seluruh informasi
material yang menyangkut penugasan Studi Kelayakan telah
diungkapkan seluruhnya kepada KJPP BDR dan tidak ada
pengurangan atas fakta-fakta yang penting.

8. Laporan Studi Kelayakan ini tidak berlaku sah apabila tidak dicetak di
atas kertas khusus berlogo dan/atau dengan cap huruf timbul KJPP
BDR dan ditandatangani oleh rekan yang secara resmi ditunjuk.

1.10 Data dan Informasi

Pada pelaksanaan penugasan Studi Kelayakan ini, Kami menggunakan
beberapa sumber data dan informasi dari pemberi tugas dan objek Studi
Kelayakan yang dapat dilihat sebagai berikut:

e Laporan Keuangan Audited PT Supra Boga Lestari Tbk untuk
periode 31 Desember 2021 — 31 Desember 2025 dengan rincian
sebagai berikut:

16
Page 18 OCR 0.877
Nomor dan Periode Kantor

poran Keuangan Akuntan Publik Akuntan Upi Op
No.00046/2.0851/AU.1/05 | Teramihardja, Novida Winata.
M114-/1111/2022 Pradhono & Wajar Tanpa
CPA 1
Chandra Pengecualian
Periode: (Rodl & Partner)
31 Desember 2021 MAPAN Po
No,00047/2-0861/AU. 1/05 Teramihardja, Novida Winata, 1
114-2/1111/2023 Prsehoro'& CPA Sar Lana
'engecualian
Periode: Chandra
31 Desember 2022 (Rodl & Partner) No. AP.1114
No.00304/2.1032/AU.1/05 Purwantono, Daniel Amdhani
11810-/1/111/2024 Sungkoro & Judistira, CPA Wajar Tanpa
Surja Pengecualian
Periode: (EY Indonesia) | No. AP.1810
31 Desember 2023
No.00333/2.1032/AU.1/05 Purwantono, Daniel Amdhani
11810-2/1/111/2025 Sungkoro & Judistira, CPA Wajar Tanpa
. | Surja Pengecualian
Periode: | (EYindonesia) | No. AP.1810
31 Desember 2024
No.00257/2.1505/AU.1/05 Purwanto Daniel Amdhani
1810-3/1/111/2026 Susanti dan Judistira, CPA Wajar Tanpa
Surja Pengecualian
Periode: (EY Indonesia) | No. AP.1810
31 Desember 2025

se Proyeksi Bisnis dari PT Supra Boga Lestari Tbk dengan periode

2026 - 2030

List Aset Tetap per 31 Desember 2025

Company Profile Perseroan

Akta Pendirian Perseroan

Akta Perubahan Anggaran Dasar Terakhir

Nomor Induk Berusaha (NIB): 8120011150883

NPWP: 0018 2142 0505 4000

Perizinan lainnya

Data Damodaran pada 1 Januari 2026 atas Eguity Risk Premium dan

Rating-based Default Spread

e Data-data riset ekuitas (eguity research) Refinitif Eikon untuk
perusahaan-perusahaan pembanding per 31 Desember 2025

e Data, informasi serta dokumen pendukung lainnya dari pihak
manajemen.

Mengacu kepada Surat Representasi No. 041/CORSEC-SBLIV/2026
tanggal 7 Mei 2026 yang dikeluarkan PT Supra Boga Lestari Tbk,
dinyatakan bahwa seluruh data dan informasi yang diterima akurat, valid
dan sesuai dengan aslinya, dengan demikian Surat Representasi tersebut

17
Page 19 OCR 0.957
menjadi satu kesatuan yang tidak terpisahkan dengan laporan Studi
Kelayakan ini.

1.11 Tingkat Kedalaman Investigasi

Kami telah melakukan inspeksi lapangan, wawancara dan diskusi pada
tanggal 17 April 2026 dengan Perseroan selaku pemberi tugas. Hal ini
dilakukan untuk mengumpulkan beberapa informasi dan dokumen-
dokumen pendukung lainnya sehubungan dengan Studi Kelayakan yang
ditugaskan kepada kami.

1.12 Jenis Mata Uang

Jenis mata uang yang digunakan dalam Studi Kelayakan adalah mata
uang Rupiah sesuai dengan mata uang yang digunakan pada Laporan
Keuangan Perseroan.

1.13 Aturan dan Standar Penilaian yang Digunakan

Pada studi kelayakan ini, KJPP BDR senantiasa mengacu pada Peraturan
Otoritas Jasa Keuangan No. 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan
Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, (“POJK 35/2020”), (ii)
POJK 17/2020, (iii) Kode Etik Penilaian Indonesia (KEPI) dan Standar
Penilaian Indonesia Edisi VII — 2018 (SPI) 350 tentang Jasa Konsultansi.

1.14 Persyaratan atas Persetujuan untuk Publikasi

Setiap publikasi terhadap keseluruhan atau sebagian dari laporan Studi
Kelayakan ini harus mendapat persetujuan dari KJPP BDR.
Page 20 OCR 0.930
BAB II

GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

21. PT Supra Boga Lestari Tbk

PT Supra Boga Lestari Tbk (“Perseroan” atau “RANC”) didirikan berdasarkan
Akta Notaris Suwarni Sukiman, S.H., No. 34 tanggal 28 Mei 1997, notaris di
Jakarta. Akta pendirian ini telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik
Indonesia dengan Surat Keputusan No. C2-6077.HT.01.01.Th.97, tertanggal
3 Juli 1997 serta diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 104,
Tambahan No. 8633 tanggal 28 Desember 1997.

Anggaran Dasar Entitas telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir
berdasarkan Akta Notaris No. 14 dari Esi Susanti, S.H., M.Kn., notaris di
Jakarta tanggal 17 Juni 2025 mengenai perubahan Direksi dan Komisaris
PT Supra Boga Lestari Tbk. Perubahan ini telah disetujui oleh Menteri Hukum
dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. AHU-
AH.01.09-0300317, tanggal 19 Juni 2025.

Kegiatan utama Entitas adalah dalam bidang Retail / Supermarket yang
memiliki jaringan toko sebanyak 57 toko dengan nama “Ranch Market”,
“Farmers Market”, “The. Gourmet”, “Day2Day”, dan “Pasarina”. Entitas
berkedudukan di Ranch Market Headguarter Lt. 5, Jl. Pesanggrahan Raya
No. 2, Kembangan, Kota Jakarta Barat.

Entitas memulai kegiatan usaha komersialnya pada tahun 1998. Pada tanggal
7 Juni 2012, seluruh saham Entitas telah tercatat pada Bursa Efek Indonesia.
PT Supra Boga Lestari merupakan entitas induk, di mana perusahaan
mempunyai kepemilikan saham secara langsung pada PT Supra Investama
Mandiri dan secara tidak langsung melalui PT Supra Investama Mandiri pada
PT Supra Mas Mandiri dan PT Supra Kreatif Mandiri

2.2. Struktur Permodalan
Berdasarkan susunan kepemilikan pemegang saham dalam Perseroan per

31 Desember 2025 dan pada saat Laporan Studi Kelayakan ini dibuat adalah
sebagai berikut:

Persentase
Pemegang Saham Total Saham Kepemilikan Jumlah

ia Digital Niaga 1.103.853.228 70,564 110.385.323.000
P1 Wiaya Sumber 185.113.597 11,8396 | 18.511.360.000
| Sejahtera

PT Prima Rasa Inti 90.051.343 5,76y0| 9.005.134.000
Suharno Kusumudjojo 889.950 0,06Yo 88.995.000
Ronny Prasetya 306.200 0,0270| 30.620.000

19
Page 21 OCR 0.922
Persentase

Pemegang Saham Total Saham Kepemilikan Jumlah

Lain — lain (kepemilikan

Yibawah 574 termasuk 184.273.182 11,7700| 18.427.318.000
saham yang dimiliki

masyarakat) 0 :

Jumlah 1.564.487.500 100,00Y4 | 156.448.750.000

Sumber: Keterangan Management
2.3. Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan
Berdasarkan Laporan Keuangan Audit per 31 Desember 2025 dan pada saat
Laporan Studi Kelayakan ini dibuat susunan Dewan Komisaris dan Direksi

Perseroan adalah sebagai berikut:

Tabel Susunan Komisaris

Jabatan
Komisaris Utama Kusumo Martanto
Komisaris Ronny Prasetya
Komisaris Independen | Hedy Maria Helena Lapian

Sumber: Laporan Keuangan Audit per 31 Desember 2025

Tabel Susunan Direksi

Jabatan

Direktur Utama Johartono Susilo
Direktur Suharno Kusumodjojo
Direktur Elsa Dian Trifani
Direktur Hady Purnama

Sumber: Laporan Keuangan Audit per 31 Desember 2025

Tabel Susunan Komite Audit

Jabatan
Ketua . Hedy Maria Helena Lapian
Anggota Justinus Aditya Sidharta
Anggota Stephanus Junianto

Sumber: Laporan Keuangan Audit per 31 Desember 2025
2.4. Data Keuangan Historis
ANALISIS LAPORAN LABA RUGI - KONSOLIDASI
Analisis laporan laba rugi historis dimulai dengan analisis atas pendapatan,
beban pokok pendapatan, laba bruto, rugi usaha, dan rugi tahun berjalan, baik
berdasarkan porsi maupun pertumbuhannya.

20
Page 22 OCR 0.856
Disajikan dalam Jutaan Rupiah

Deskripsi 2023 2024
ea 2.887.534 | 2.898.831 | 2.804.215 | 2.874.009 | 2.914.546
| Beban Pokok | » o9gag9 | 2.248.380 | 2143157 | 2.168.050 | 2.190.158
Pendapatan | S
Laba Bruto 679.095 | 650.502 | 661.058 | 708.019 | 724.389
Laba/(Rugi)

Tanpa (ismca) | (toase1) | (roesag) | (Tas) | (50.523)
Laba/(Rugi) |
Tahun 9.839 (83.668) | (121.048) | 26.698 | (53.967)
Berjalan

Sumber: Laporan Keuangan Perseroan untuk periode 2021 — 2025
Pendapatan dan Beban Pokok Pendapatan

Pendapatan utama Perseroan bersumber dari pengoperasian supermarket
premium dimana pendapatan didorong oleh penjualan produk makanan segar,
produk konsumen (groceries), dan produk premium lainnya. Pendapatan
Perseroan mengalami pertumbuhan sebesar 0,39Y6, -3,26Ys, 2,49”, dan 1,41Yo
masing-masing pada tahun 2022, 2023, 2024, dan” 2025. Rata-rata
pertumbuhan Pendapatan Perseroan dari tahun 2022 sampai dengan tahun
2025 adalah sebesar 0,266. Sedangkan untuk Beban Pokok Pendapatan
memiliki proporsi untuk periode 2021 — 2025 masing - masing sebesar 76,48Y4,
71,56Y6, 76,43Y9, 75,43Y5 dan 75,156. Pertumbuhan Beban Pokok Pendapatan
adalah sebesar 1,81Y4, -4,68Y9, 1,16Y6, dan 1,02”6 masing-masing pada tahun
2022, 2023, 2024, dan 2025. Dan rata-rata pertumbuhan beban pokok
pendapatan sebesar -0,17Y6.

Laba Bruto, Laba Usaha dan Laba Tahun Berjalan

Secara historis, Perseroan mencatatkan keuntungan di tingkat laba bruto dari
tahun 2021 sampai tahun 2025. Namun, mencatatkan kerugian di tingkat Laba
usaha. Perseroan mengalami pertumbuhan sebesar -546,90Y6, -3,80Y4,
32,39Yo, dan 31,15Y6 masing-masing pada tahun 2022, 2023, 2024, dan 2025.
Rata-rata pertumbuhan laba usaha Perseroan dari tahun 2022 sampai dengan
tahun 2025 adalah sebesar -121,79Y4.

Dari tahun 2021 sampai tahun 2025, Perseroan hanya mencatatkan
keuntungan di tingkat laba tahun berjalan pada tahun 2021 dan 2024. Laba
tahun berjalan Perseroan mengalami pertumbuhan sebesar -950,39Y4,
-44,68Yo, 122,066, dan -302,14Y9 masing-masing pada tahun 2022, 2023,
2024,dan 2025. Rata-rata pertumbuhan laba tahun berjalan Perseroan dari
tahun 2022 sampai dengan tahun 2025 adalah sebesar -293,79Y4.

21
Page 23 OCR 0.827
Grafik Pendapatan, Beban Pokok Pendapatan,
Laba Bruto, Rugi Usaha, dan Rugi Tahun Berjalan
(dalam Jutaan Rupiah)

| PT Supra Boga Lestari Tbk |
|

| 3.500.000
| 3.000.000 —  — ye pe
| 2.500.000 M -
| 2.000.000 3-3
1.500.000 —
1.000.000 |
200000 Maap emang,
- Ba
(500.000) ———————— agan
2021 2022 2023 2024 2025 |
tes Penjualan Neto 2.887.534 | 2.898.831 | 2.804.215 La 2.914.526 |
#sIMeBeban Pokok Penjualan | 2.208.439 | 2.248.330 | 2.143.157 | 2.168.050 | 2.190.158 |
re Laba Bruto 679.095 | 650.502 | e61.058 | 706.019 | 724.389 |
(memtbit 000 (asae3) | (a0a.561) | (108533) | (73.381) | (50.523) |
em EAT (9389 | te2es8) | ti2ioag) | 26008 | (53907) |

Sumber: Laporan Keuangan Perseroan untuk periode 2021 - 2025
ANALISIS LAPORAN POSISI KEUANGAN - KONSOLIDASI

Analisis laporan posisi keuangan historis dimulai dengan menganalisis aset,
liabilitas, dan ekuitas yang “dimiliki oleh Perseroan, baik berdasarkan porsi
maupun pertumbuhannya.

Aset

Jumlah Aset PT Supra Boga Lestari Tbk mengalami pertumbuhan yang
berfluktuatif sebesar -10,42Y6, -7,92Y4, -4,02”o, dan -1,70Yo masing — masing
untuk periode 2022, 2023, 2024, dan 2025. Rata — rata pertumbuhan jumlah
aset PT Supra Boga Lestari Tbk dari tahun 2022 hingga 2025 sebesar -6,01Y4.
Hal ini menunjukkan bahwa aset PT Supra Boga Lestari Tbk cenderung
mengalami penurunan dari tahun 2021 hingga 2025. Selain itu, jumlah aset
PT Supra Boga Lestari Tbk didominasi oleh aset tidak lancar dengan rata rata
porsi sebesar 58,10Y6 dari tahun 2021 hingga 2025. Dimana komponen
terbesar dari aset tidak lancar terdapat pada akun Aset Hak Guna dengan rata
rata porsi sebesar 24,556 dari keseluruhan Total Aset.

22
Page 24 OCR 0.801
Grafik Pertumbuhan Aset Grafik Komposisi Aset
(dalam Jutaan Rupiah) (dalam Jutaan Rupiah)

PT Supra Boga Lestari Tbk PT Supra Boga Lestari Tbk

100000 1600000

100000 100000
1 00100 100000
1000000 1000000
so0000
tan) #n0v09
na conn00
200000 100000
mo010a

2021 2022 | 2023 | 2001 2025
s19329 | danaeo saran
Mapass | 55743 Gzasag

Lamo.

Sumber: Laporan Keuangan Perseroan untuk periode 2021 - 2025
Liabilitas dan Ekuitas

Jumlah liabilitas PT Supra Boga Lestari Tbk mengalami pertumbuhan sebesar
-1,64Y0, 2,13Yo, -7,70o, dan 4,16Yo masing — masing pada pada tahun 2022,
2023, 2024, dan 2025. Rata — rata pertumbuhan jumlah liabilitas PT Supra
Boga Lestari Tbk dari tahun 2022 hingga 2025 adalah sebesar -2,26”4, hal ini
menunjukkan bahwa liabilitas PT Supra Boga Lestari Tbk cenderung fluktuatif
dari tahun 2021 hingga 2025. Liabilitas PT Supra Boga Lestari Tbk didominasi
oleh liabilitas jangka pendek dengan rata — rata porsi terhadap total liabilitas
dan ekuitas sebesar 48,86Y5 dari tahun 2021 hingga 2025.

Sementara, untuk jumlah ekuitas PT Supra Boga Lestari mengalami
pertumbuhan sebesar -15,9445, -29,81X6, 7,64Yo, dan -17,63”o masing —
masing pada tahun 2022, 2023, 2024, dan 2025. Rata — rata pertumbuhan
jumlah ekuitas PT Supra Boga Lestari dari tahun 2022 hingga 2025 adalah
sebesar -13,93/5. Ekuitas PT Supra Boga Lestari cenderung mengalami
penurunan dari tahun 2021 hingga 2025.

Bila ditinjau secara keseluruhan, maka dapat disimpulkan bahwa struktur
permodalan yang dimiliki PT Supra Boga Lestari pada tanggal 31 Desember
2025 bersumber utama dari liabilitas atau dapat dikatakan struktur permodalan
Perseroan didominasi oleh hutang.

Grafik Komposisi Liabilitas Grafik Liabilitas dan Ekuitas
(dalam Jutaan Rupiah) (dalam Jutaan Rupiah)
PT Supra Boga Lestari Tbk PT Supra Boga Lestari Tbk
12001000 1600000
1.000.000 besari
1200000
200.000 1000000
#00 300.000
ata 00.000
1001000
AO 200.000
2011 | 2012 ” 2003 | 202 | 205 2001 | 2022 | 2022” 2020 | 2025
mlabitas langka Pendek 633AS1 | G20SM4 ” Gesaai | 60697 ” 620065 muabitas 1001972 928181 | 947997 875040 smas7

MUiabiltas langka Panjang 3/21 307667 284556 | 268073 291422 utas” 507064 ” 426238 | 290191 | 322063 265.291

Sumber: Laporan Keuangan Perseroan untuk periode 2021 — 2025

23
Page 25 OCR 0.924
ANALISIS ATAS ARUS KAS - KONSOLIDASI

Perseroan mencatatkan arus kas bersih positif dari aktivitas operasi dari tahun
2021 sampai 2025, hal ini dipengaruhi oleh adanya penerimaan kas dan
pelanggan, penerimaan dari pendapatan bunga, penerimaan lainnya yang lebih
besar daripada pembayaran pada aktivitas operasi yang dilakukan oleh
Perseroan. Arus Kas dari Aktivitas Operasi yang mencatatkan arus kas neto
positif menunjukkan bahwa Perseroan mendapatkan pemasukan yang lebih
besar dibandingkan dengan pengeluaran yang harus dilakukan pada aktivitas
operasi.

dalam jutaan Rupiah

Keterangan 2022 2023 2024 2025

Arus Kas dari (untuk)
Aktivitas Operasi 99.018 | 124.184 | 136.083 77.998 109.450

Arus Kas dari (untuk)
AkllVilas lnvogtasi (181.184) | (55.964) | (32.347) | 94.707 | (46.840)

Angan engga, (71.073) | (01.662) | (82527) | (raosaa) | (01.154)
Kenaikan/(Penurunan)
Bersih pada Kas dan | (153.239) | (23.442) 21.208 (16.939) (28.545)
Setara Kas | 5
Kas Awal 278.520 125.280 | 101.838 123.046 106.108

Kas Akhir 125.280 101.838 | 123.046 106.108 77.563
Sumber: Laporan Keuangan Perseroan untuk periode 2027 - 2025

Pada Arus Kas dari Aktivitas Investasi, Perseroan berhasil mencatatkan arus
kas neto positif hanya pada tahun 2024. Hal itu diperoleh dari hasil penjualan
investasi pada entitas asosiasi. Selain tahun itu, Perseroan mengalami arus kas
negatif dikarenakan adanya penambahan uang muka dari aset tetap, hak guna,
dan aset takberwujud serta perolehan dari aset tetap, aset hak guna, dan aset
takberwujud.

Sedangkan untuk aktivitas pendanaan, menunjukkan neto bersih bernilai poitif
hanya pada tahun 2023. Dimana arus kas masuk dari perolehan utang bank
jangka pendek lebih besar daripada arus kas keluar untuk pembayaran utang
bank dan pembayaran liabilitas sewa.

ANALISIS RASIO KEUANGAN - KONSOLIDASI

Melalui analisis rasio keuangan dapat diketahui indikasi tentang pertumbuhan
historis, likuiditas, solvabilitas, dan kemampuan memperoleh laba (profitabilitas)
atau mengalami kerugian (loss). Berikut adalah beberapa rasio keuangan
Perseroan dari tahun 2021 — 2025.

RASIO LIKUIDITAS

Rasio likuiditas mengukur kemampuan likuiditas jangka pendek Perseroan
dengan melihat besarnya aset lancar terhadap liabilitas jangka pendek.

24
Page 26 OCR 0.918
Berikut adalah hasil perhitungan rasio likuiditas Perseroan yang terdiri dari rasio

lancar, rasio cepat, dan rasio kas.
Disajikan dalam Jutaan Rupiah

Keterangan 2021 2022 2023 2024 2025
LIKUIDITAS
Aset Lancar 570.901 | 519.797 | 519333 | 541.366 | 547.281
LiabilitasJangka 633.151 | 620.514 | se3.4a1 | 606.973 | 620.065
Pendek
Rasio Lancar 0,90 0,84 0,78 0,89 0,88
Aset Lancar 570.901 | 519.797 | 519.333 | 541.366 | 547.231
Persediaan 414817 385.211 | 361.790 | 308.404 | 438.447
HiAbiltas Jangka 633.151 | 620.514 | 663.441 | 606.973 | 620.065
Pendek
Rasio Cepat 0,25 0,22 0,24 0,24 0,18
Kas T25.280 | 101.888 | 123.016 | 106.108 | 77.563
HabiltasiJangka 633.151 | 620.514 | 663.441 | 606.973 | 620.065
Pendek
Rasio Kas 0.20 0,16 0,19 O,17 0,13

Keterangan: Rasio disajikan dalam kal (x)

Rasio lancar digunakan untuk mengungkapkan jaminan keamanan (margin of
safety) Perseroan terhadap kreditor jangka pendek. Rasio cepat memiliki
kegunaan dan cara perhitungan yang sama dengan rasio lancar, hanya saja
rasio cepat tidak memperhitungkan persediaan dalam aset lancar Perseroan.
Rasio kas digunakan untuk melihat kemampuan Perseroan melunasi liabilitas
jangka pendek hanya dengan menggunakan kas yang dimiliki Perseroan.

Likuiditas perusahaan dapat dilihat dari hasil perhitungan rasio-rasio di atas.
Rasio yang bernilai lebih dari 1 menunjukkan bahwa perusahaan dalam kondisi
yang likuid, di mana perusahaan dapat melunasi liabilitas jangka pendeknya
dengan menggunakan aset lancar ataupun kas dan setara kas yang dimilikinya.

Bila ditinjau dari sisi likuiditas, kondisi PT Supra Boga Lestari berada pada
kondisi yang kurang /iguid berdasarkan Rasio Lancar, Rasio Cepat, dan Rasio
Kas dari tahun 2021 — 2025. Secara keseluruhan, dapat disimpulkan bahwa
grup Perseroan akan mengalami kesulitan dalam menyelesaikan liabilitas
jangka pendek yang dimiliki.

RASIO AKTIVITAS

Rasio aktivitas digunakan untuk mengukur seberapa efisien penggunaan aset
oleh Perseroan. Rasio ini juga melihat seberapa besar dana yang tertanam
pada aset Perseroan.

Berikut adalah hasil perhitungan rasio aktivitas Perseroan yang terdiri dari rasio
perputaran piutang usaha, perputaran persediaan, dan perputaran utang usaha.

25
Page 27 OCR 0.917
Disajikan dalam Jutaan Rupiah

Keterangan 2021 2022 2023 2024 2025
AKTIVITAS KN
Pendapatan 2.887.534 | 2.898.831 | 2.804.215 | 2.874.069 | 2.914.546
Piutang Usaha 25.648 26.803 21.105 19.405 | 17.984
Perputaran 3 3 3 2 2

Piutang Usaha
Beban Pokok

2.208.439 | 2.248.330 | 2.143.157 | 2.168.050 | 2.190.158

Pendapatan

Persediaan 414.817 385.211 361.790 398.404 | 438.447
Perputaran

Persediaan :3 58 82 57 1
Beban Pokok 2.208.439 | 2.248.330 | 2.143.157 | 2.168.050 | 2.190.158
Pendapatan

Utang Usaha : 472.209 423.922 411.211 384.321 373.371

Perputaran Utang
Usaha
Keterangan: Rasio disajikan dalam hari

78 69 70 65 62

Rasio perputaran piutang usaha dihitung dengan membagi jumlah hari dalam
setahun (365 hari) dengan hasil bagi antara pendapatan dengan piutang usaha.
Untuk rasio perputaran persediaan dan utang usaha dihitung dengan membagi
jumlah hari dalam setahun (365 hari) dengan hasil bagi antara beban pokok
pendapatan dengan persediaan atau utang usaha.

Tingkat aktivitas Perseroan dapat dilihat dari hasil perhitungan rasio-rasio di
atas. Semakin besar rasio yang dihasilkan menunjukkan semakin lama
perputaran piutang usaha, aset kontrak, piutang retensi, utang usaha, liabilitas
kontrak maupun beban masih harus dibayar Perseroan. Semakin cepat aset
dan utang berputar, menunjukkan bahwa perusahaan efisien dalam mengelola
piutang, aset, utang, dan beban. Sehingga modal akan cepat kembali.

RASIO SOLVABILITAS

Rasio solvabilitas memberikan gambaran mengenai metode pembiayaan yang
digunakan oleh Perseroan. Rasio ini juga digunakan untuk mengukur kemampuan
Perseroan dalam memenuhi liabilitas jangka panjang.

Berikut hasil perhitungan rasio solvabilitas Perseroan yang terdiri dari rasio
liabilitas terhadap aset dan rasio liabilitas terhadap ekuitas.

(Disajikan dalam Jutaan Rupiah

Keterangan 2021 2022 2023 2024 2025
SOLVABILITAS
Liabilitas 1.004.972 928.181 947.997 875.046 911.487
Aset 1.512.036 | 1.354.419 | 1.247.188 | 1.197.109 | 1.176.778
Liabilitas
terhadap 66,465 68,53Yo 76,01Yo 73,10Yo T7T7,46Y0
Aset

26
Page 28 OCR 0.782
Keterangan 2021 2022 2023 2024 2025

Liabilitas 1.004.972 928.181 947.997 875.046 | 911.487
Ekuitas 507.064 426.238 299.10 322.063 265.291
Liabilitas
terhadap 198,19Y2 217,767 316,850 271,709 343,589
Ekuitas

Keterangan : Rasio disajikan dalam persentase (4)

Tingkat solvabilitas Perseroan dapat dilihat dari hasil perhitungan rasio-rasio di
atas. Semakin besar rasio yang dihasilkan menunjukkan semakin besar
penggunaan utang dalam pembiayaan Perseroan.

Bila ditinjau dari solvabilitas ataupun leverage yang dimiliki oleh Perseroan, maka
dapat dilihat, sepanjang tahun historis, struktur permodalan yang dimiliki oleh
Perseroan didominasi oleh utang dibandingkan dengan modal (Ekuitas), yang
tentunya ada kemungkinan terjadi risiko gagal bayar utang dan bunga yang
ditanggung Perseroan.

RASIO PROFITABILITAS

Rasio profitabilitas mengukur kemampuan Perseroan dalam menghasilkan
keuntungan (profit) pada tingkat pendapatan, aset, dan modal saham tertentu.

Berikut adalah hasil perhitungan rasio profitabilitas Perseroan yang terdiri dari
margin laba bruto, margin laba usaha, margin laba bersih, serta rasio
pengembalian atas aset (ROA) dan rasio pengembalian atas ekuitas (ROE).

Disajikan dalam Jutaan Rupiah

Keterangan 2021 2022 2023 2024 2025
PROFITABILITAS
Laba Bruto 679.095| 650502| esi.os8| 7o6019| — 724.389
Pendapatan 2.887.534 | 2.898.831 | 2.804.215 | 2.874.069 | 2.914.546
Marjinkaba 235201  224aw | 23,576 | 24,574 24,85Yo
Bruto
il (16.163)| (to4.5e1)| (108.583)| 73381 | (50.523)
Pendapatan 2887534 | 2898831 | 2804215| 2874069 | 2914546
Margin.Laba 0,56x| 3610| -387n | -2,5596 4,730
Usaha |
Laba/(Rugi)

Tahun Berjalan 9839| (83.668)| (121.048) 26.698 | (53.967)

Pendapatan 2.887.534 | 2.898.831 | 2804215 | 2874089 | 2.914.546
Margin. Laba 03an | -2891 | -4,327 0,931 1,85
Bersih

Laba/(Rugi)

Tahun Berjalan 9.839| (83.668)| (121.048) 26.698 (53.967)

Aset | 1.512.036 | 1.354.419 | 1.247.188 | 1.197.109 1.176.778

27
Page 29 OCR 0.846
Keterangan 2021 2022 2023 2024 2025
Ratu on 0657| -6180|  -971p| 22301 -4,591
Asset

Laba/(Rugi)

| Tahun Berjalan 9839| (83668)| (r2to48)| 26.698 (53.967)

Ekuitas 507.064| 426.238| 299191| 322063| 265.291
Return on 1940| 19,631 | -40,4696 8295| -20,34x
Eguity

Keterangan: rasio disajikan dalam persentase (9)

Margin dan tingkat balikan Perseroan dapat dilihat dari hasil perhitungan rasio-
rasio di atas. Margin yang bernilai positif menunjukkan bahwa Perseroan
mencatatkan keuntungan pada tingkat laba. Semakin besar rasio yang dihasilkan
menunjukkan semakin besar laba yang diperoleh Perseroan.

Sepanjang periode 2021-2025, laba tahun berjalan Perseroan menunjukkan tren
fluktuatif, dengan pencapaian profit hanya terjadi pada tahun 2022 dan 2024.
Sementara tahun sisanya berakhir dengan kerugian.

Jika dilihat dari Margin Laba Usaha yang tetap negatif mengindikasikan adanya
beban operasional yang signifikan, sehingga Perseroan belum berhasil mencapai
titik keuntungan dari aktivitas operasional utamanya.

28

Page 30 OCR 0.955
BAB III

TINJAUAN EKONONI, ANALISIS INDUSTRI, DAN ANALISIS PASAR

Kondisi perekonomian menjadi salah satu hal yang harus diperhatikan dalam
penilaian. Hal ini dikarenakan perekonomian mempunyai pengaruh bagi pihak
manajemen dan investor dalam melihat alternatif investasi yang akan dilakukan.

3.4 Perekonomian Global

Perekonomian global dalam jangka pendek membaik namun dengan
ketidakpastian yang perlu terus diwaspadai. Pertumbuhan ekonomi dunia 2025
diperkirakan menjadi sekitar 3,2”o dipengaruhi oleh kenaikan ekonomi Jepang
dan India yang didukung konsumsi rumah tangga dan kebijakan stimulus fiskal.
Prospek ekonomi kawasan Eropa tetap baik ditopang konsumsi rumah tangga,
investasi, dan kondisi ketenagakerjaan. Sementara itu, ekonomi AS pada 2025
masih melambat dipengaruhi dampak temporary government shutdown dan
pelemahan pasar tenaga kerja. Prospek ekonomi Tiongkok juga terus
melambat dipengaruhi permintaan domestik yang tetap lemah. Di pasar
keuangan global, Fed Funds Rate (FFR) turun 25 bps pada Desember 2025
dengan kecenderungan penurunan yang lebih terbatas ke depan. Tingkat imbal
hasil (yield) US Treasury tenor 2 tahun cenderung bergerak naik, sementara
yield US Treasury tenor 10 tahun tetap tinggi sejalan dengan tingginya tingkat
utang Pemerintah AS. Perkembangan ini menyebabkan.indeks mata uang AS
(DXY) masih tinggi dan tetap terbatasnya aliran masuk modal asing ke
emerging market (EM).

3.2 Perekonomian Domestik

Dari dalam negeri, pertumbuhan ekonomi Indonesia membaik dan perlu terus
didorong agar sesuai dengan kapasitas perekonomian. Konsumsi rumah
tangga triwulan IV 2025 membaik didukung oleh belanja sosial Pemerintah,
serta keyakinan rumah tangga terhadap kondisi penghasilan dan ketersediaan
lapangan kerja yang terus meningkat. Perkembangan ini mendorong
meningkatnya penjualan eceran pada berbagai kelompok barang. Investasi,
khususnya nonbangunan, membaik dipengaruhi oleh meningkatnya keyakinan
pelaku usaha yang tecermin pada pola ekspansi Purchasing Managers' Index
(PMI) manufaktur. Permintaan domestik tersebut perlu makin diperkuat sejalan
dengan kinerja ekspor yang diprakirakan melambat seiring berakhirnya
frontloading ekspor ke AS serta menurunnya ekspor besi baja ke Tiongkok dan
minyak kelapa sawit (CPO) ke India. Secara sektoral, Lapangan Usaha (LU)
utama, yakni LU Industri Pengolahan, LU Perdagangan Besar dan Eceran, LU
Transportasi dan Pergudangan, serta LU Penyediaan Akomodasi dan Makan
Minum menunjukkan kinerja positif.

29
Page 31 OCR 0.818
3.3 Neraca Pembayaran

Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) meningkat dan mendukung ketahanan
eksternal. Surplus neraca perdagangan berlanjut pada Oktober 2025 sebesar
2,4 miliar dolar AS didukung oleh ekspor nonmigas berbasis sumber daya alam
seperti batu bara serta minyak dan lemak nabati (CPO), serta ekspor produk
manufaktur seperti besi dan baja. Dari transaksi modal dan finansial, investasi
portofolio pada triwulan IV 2025 (hingga 15 Desember 2025) mencatat net
inflows sebesar 5,0 miliar dolar AS ditopang oleh penerbitan global bond
Pemerintah dan inflows pada instrumen saham dan SRBI. Posisi cadangan
devisa Indonesia pada akhir November 2025 meningkat menjadi sebesar 150,1
miliar dolar AS, setara dengan pembiayaan 6,2 bulan impor atau 6,0 bulan
impor dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah, serta berada di atas
standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

Cadangan Devisa

papasg rantang araseranang 2 paserep ana 2IASe TA NANIi 23 ASET KAN DP ASEP INON2

201 2 1x23 2014 x0s

Sumber: Bank Indonesia

Neraca Perdagangan

Non Mi

Neraca Perdagangan

balon | | Al la lh

Migas

Own KAU»

12345678 NAN21234567891AM21234567AMNAN21 2345678 91AN212345678NAM21 2345676 9IA1

2020 2021 2022 2023 2024 2025
Sumber: Bank Indonesia

30
Page 32 OCR 0.929
3.4 Nilai Tukar Rupiah

Nilai tukar Rupiah terkendali didukung kebijakan stabilisasi Bank Indonesia dan
aliran masuk modal asing ke instrumen keuangan domestik. Nilai tukar Rupiah
pada 16 Desember 2025 tercatat sebesar Rp16.685 per dolar AS, relatif stabil
bila dibandingkan dengan level akhir November 2025. Perkembangan nilai
tukar Rupiah masih sejalan dengan pergerakan mata uang regional dan mitra
dagang Indonesia, bahkan tercatat menguat bila dibandingkan dengan mata
uang negara maju, kecuali AS. Perkembangan ini didukung oleh langkah
stabilisasi Bank Indonesia melalui intervensi pasar NDF baik di off-shore
maupun on-shore (DNDF), di pasar spot, dan pembelian SBN di pasar
sekunder serta inflows pada saham dan SRBI. Selain itu, tambahan pasokan
valas dari korporasi, termasuk dari peningkatan konversi valas ke Rupiah oleh
eksportir seiring penerapan penguatan kebijakan Devisa Hasil Ekspor Sumber
Daya Alam (DHE SDA), juga mendukung tetap terkendalinya nilai tukar Rupiah.

Nilai Tukar Rupiah dibanding Negara Lain

mEDRLAK end. AS — IDR - IM msiDR-USO

Sumber: Bank Indonesia
3.5 Inflasi

Inflasi secara umum tetap terjaga dalam kisaran sasaran, dengan inflasi IHK
pada November 2025 tercatat sebesar 2,72”6 (yoy). Perkembangan ini
dipengaruhi inflasi inti yang tetap terjaga sebesar 2,36Y5 (yoy), sejalan
pertumbuhan ekonomi yang masih di bawah kapasitas serta didukung
konsistensi suku bunga kebijakan moneter Bank Indonesia dalam menjangkar
ekspektasi inflasi sesuai dengan sasarannya dan imported inflation yang tetap
terkendali. Inflasi kelompok administered prices (AP) terjaga rendah sebesar
1,5874 (yoy). Sementara itu, inflasi kelompok volatile food (VF) masih relatif
tinggi sebesar 5,4894 (yoy) disumbang terutama oleh komoditas bawang merah
seiring pasokan yang terbatas akibat gangguan cuaca dan kenaikan harga
benih.

31
Page 33 OCR 0.912
Inflasi

Administered 16
Prices

Volatile Food

13579 M1 357 9MT S7 GMT IST IM I 57 GM 3 57 91

2020 2021 2022 2023 2024 2025
Sumber: Bank Indonesia

3.6 Likuiditas dan Suku Bunga

Kebijakan moneter Bank Indonesia terus diperkuat untuk mendorong
pertumbuhan ekonomi lebih tinggi dengan tetap menjaga stabilitas
perekonomian. Kebijakan moneter ditempuh melalui penurunan suku bunga BI-
Rate, stabilisasi nilai tukar Rupiah, dan ekspansi likuiditas moneter. Sejak
September 2024, Bl-Rate telah turun sebesar 150 bps, yaitu 25 bps pada
September 2024 dan 125 bps selama tahun 2025 menjadi 4,75y5 hingga
November 2025, yang merupakan level terendah sejak tahun 2022. Kebijakan
stabilisasi nilai tukar Rupiah terus diperkuat dengan intervensi di pasar off-
shore melalui NDF dan intervensi di pasar domestik melalui pasar spot, DNDF,
serta pembelian SBN di pasar sekunder. Ekspansi likuiditas Rupiah juga
ditempuh Bank Indonesia melalui penurunan posisi instrumen moneter SRBI
dari Rp916,97 triliun pada awal tahun 2025 menjadi Rp735,67 triliun pada 16
Desember 2025. Bank Indonesia membeli SBN sebagai bentuk sinergi erat
antara kebijakan moneter dan kebijakan fiskal, yang hingga 16 Desember 2025
mencapai Rp327,45 triliun, termasuk pembelian di pasar sekunder dan program
debt switching dengan Pemerintah sebesar Rp241,99 triliun. Pembelian SBN di
pasar sekunder dilakukan sesuai mekanisme pasar, terukur, transparan, dan
konsisten dengan program moneter dalam menjaga stabilitas perekonomian
sehingga dapat terus menjaga kredibilitas kebijakan moneter.

32
Page 34 OCR 0.769
Suku Bunga Kebijakan Bank Indonesia dan INDONIA

Or Rate

' #5 4 1 on “5

Sumber: Bank Indonesia

Suku Bunga Kredit Perbankan

Suku Bunga Kredit

Suku Bunga Kredit KMK 8

Suku Bunga Dep

Suku Bunga Deposito 1 Bulan

' 21.56 aseregana @simnaranase

Sumber: Bank Indonesia

Pertumbuhan Uang Beredar

Rp Triliun

12,90
8,74

Sumber: Bank Indonesia

33

Page 35 OCR 0.956
3.7 Analisis Industri Ritel

Industri ritel di Indonesia merupakan bagian utama dari sektor perdagangan
besar dan eceran. Hingga tahun 2025 industri ritel di Indonesia telah
mengalami transformasi yang signifikan, beralih dari model transaksi
konvensional menuju ekosistem digital yang terintegrasi. Sektor ini tetap
menjadi tulang punggung ekonomi nasional dengan kontribusi besar terhadap
Produk Domestik Bruto (PDB).

Ruang lingkup Industri Ritel di Indonesia secara struktural terbagi menjadi dua
klasifikasi yang saling berkolaborasi, yaitu: ritel modern yang mencakup
institusi dengan manajemen profesional seperti Ranch Market, Superindo,
Transmart dan ritel tradisional yang meliputi pasar rakyat, toko kelontong, dan
warung yang mana transaksinya bersifat tradisional masih menggunakan
sistem tawar menawar.

Saat ini muncul industri ritel pada sektor digital-agile dimana ritel bukan lagi
masuk dalam sektor “fisik” statis, melainkan telah bermutasi menjadi sektor
berbasis teknologi yang terintegrasi dengan e-commerce dan social commerce
yang pembayarannya menggunakan digital (ARIS) yang mana memiliki ruang
lingkup baru mencakup marketplace besar dan platform media sosial yang juga
memiliki fitur belanja langsung (live shopping).

Industri ritel menunjukkan dinamika pertumbuhan yang tangguh meskipun
menghadapi tantangan daya beli. Penjualan ritel pada akhir 2025 sempat
melonjak hingga 6,396 (yoy) pada November, angka tertinggi dalam hampir dua
tahun terakhir. Hal ini didorong oleh kuatnya konsumsi rumah tangga pada
sektor makanan, minuman, dan suku cadang otomotif.

Kontribusi sektor ritel tahun 2025 terhadap Produk Domestik Bruto (PDB)
Indonesia sangat signifikan, sektor perdagangan (termasuk ritel) menyumbang
lebih dari 12-13”6 terhadap PDB nasional, menjadi sektor terbesar kedua
setelah industri pengolahan. Karena Indonesia adalah negara dengan struktur
ekonomi yang didorong oleh konsumsi domestik, kesehatan sektor ritel menjadi
indikator utama kesehatan ekonomi nasional.

Ritel adalah sektor penyerap tenaga kerja yang masif. Ruang lingkupnya yang
luas, mulai dari staf toko di ribuan gerai minimarket, pramuniaga di pusat
perbelanjaan, hingga tenaga logistik dan pergudangan dalam ekosistem e-
commerce membuatnya menjadi tumpuan hidup jutaan masyarakat Indonesia.
Dengan ribuan gerai baru yang dibuka setiap tahun, sektor ini menjadi salah
satu pemberi kerja terbesar di sektor formal maupun informal. Melalui kebijakan
pemerintah, ritel modern kini diwajibkan mengalokasikan ruang khusus untuk
produk UMKM, yang membantu percepatan pertumbuhan ekonomi daerah.

Proyeksi pasar pada industri ritel menunjukkan skenario pertumbuhan yang
kuat. Beberapa lembaga riset memperkirakan nilai pasar ritel di Indonesia

34
Page 36 OCR 0.886
meningkat signifikan pada tahun 2025-2030 dengan CAGR positif 4,844
didorong oleh demografi yang menguntungkan.

Penjualan Ritel Indonesia Tahun ke Tahun (c)

VARIANCE

2025 Mar May Jul Sep Nov 2026

Penjualan ritel Indonesia naik 5,796 secara tahunan pada Januari 2026, naik
dari 3,54 pada Desember, mencerminkan momentum berkelanjutan dalam
konsumsi rumah tangga. Pertumbuhan penjualan meningkat untuk barang
budaya dan rekreasi (15,9 vs 5,2Ys pada Desember) dan makanan, minuman,
serta tembakau (8,1Yo vs 5,96). Perdagangan juga pulih untuk barang lainnya
(7,0Y4 vs -1,20b) dan pakaian (3,4Yo vs -7,0”9). Sementara itu, pertumbuhan
melambat untuk suku cadang dan aksesori kendaraan bermotor (7,4Y6 vs
14,84) dan peralatan informasi & komunikasi (-27,1”o vs. -30,0”9). Penjualan
bahan bakar otomotif terus menurun (-5,34 vs -7,1”9), sementara peralatan
rumah tangga lainnya mencatat pertumbuhan sedikit (0,44 vs -2,8Y4). Secara
bulanan, aktivitas ritel turun 2,7”o, penurunan pertama dalam empat bulan,
setelah kenaikan 3,1 pada Desember. Ke depan, penjualan ritel
diproyeksikan naik 6,9Ys secara tahunan, dipimpin oleh suku cadang dan
aksesori, dan meningkat 4,4”o secara bulanan.

Meskipun menunjukkan pertumbuhan positif pada tahun 2025/2026, sektor ritel
saat ini dan kedepannya akan menghadapi tantangan multidimensi yang
mencakup volatilitas daya beli akibat inflasi dan pergeseran prioritas konsumen
menuju ekonomi pengalaman. Selain itu pengaruh tekanan dari kanibalisasi
digital dan social commerce yang memicu persaingan harga melalui fenomena
showrooming.

Kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan memperumit masalah
dengan tingginya biaya logistik dan tuntutan efisiensi last-mile delivery,
sementara integrasi digital meningkatkan risiko keamanan siber yang
mengancam kepercayaan pelanggan. Di sisi lain, peritel dipaksa melakukan
investasi besar dalam teknologi Al dan pengembangan kompetensi SDM di
tengah margin yang menipis, sembari harus tetap adaptif terhadap regulasi

35
Page 37 OCR 0.956
pemerintah yang ketat seperti mandatori sertifikasi halal dan kebijakan
lingkungan.

PT Supra Boga Lestari Tbk (RANC) merupakan salah satu perusahaan di
sektor ritel pangan premium Indonesia yang kini menjadi bagian dari ekosistem
Grup Djarum melalui akuisisi oleh Blibli. RANC mengelola merek dagang
strategis seperti Ranch Market, Farmers Market, The Gourmet, Day2Day, dan
Pasarina by Ranch Market yang menyasar segmen menengah ke atas dengan
fokus pada produk segar. Dalam dua tahun terakhir, perkembangan produk
RANC ditandai dengan penguatan strategi omnichannel melalui integrasi
mendalam dengan BlibliMart, yang memungkinkan layanan belanja online-to-
offline (O2O) dan pengiriman instan menjadi lebih efisien.

Secara finansial, kinerja RANC sepanjang 2024-2025 menunjukkan tren
pertumbuhan pendapatan yang cukup baik, namun masih menghadapi
tantangan pada sisi profitabilitas. Pada tahun 2024, RANC sempat
membukukan laba bersih sebesar Rp27,4 miliar berkat strategi efisiensi dan
penutupan gerai yang kurang produktif. Pada tahun 2025 meskipun pendapatan
bersih meningkat menjadi Rp2,91 triliun, perusahaan kembali mengalami rugi
bersih sebesar Rp53,1 miliar akibat kenaikan beban operasional dan keuangan,
serta ketatnya persaingan di pasar ritel modern.

Hingga akhir 2025, RANC terus berupaya melakukan perbaikan kinerja melalui
optimalisasi stok dan memperkuat kolaborasi dengan platform digital Blibli
untuk meningkatkan volume penjualan harian.

3.8 Prospek Industri Perdagangan Alkohol

Pasar minuman beralkohol Indonesia diproyeksikan akan mengalami perluasan
nilai pasar yang signifikan dalam beberapa tahun mendatang. Pasar minuman
beralkohol mengalami pertumbuhan yang stabil antara tahun 2025 — 2033.
Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan pendapatan, pertumbuhan
urbanisasi, dan meningkatnya permintaan akan minuman beralkohol lokal dan
internasional. Peningkat dari sekitar US$2,1 miliar pada 2024 menjadi US$4,0
miliar pada 2033 dengan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR)
sekitar 7,2”o. Hal ini mencerminkan bahwa terdapat permintaan yang kuat dari
pasar ritel maupun konsumsi luar rumah.

Adanya pertumbuhan pasar dari perdagangan minuman beralkohol ini terutama
disebabkan oleh peningkatan konsumsi domestik, meningkatnya pengaruh
merek internasional, dan perluasan sektor pariwisata, dan perluasan sektor
pariwisata yang secara signifikan meningkatkan konsumsi alkohol di wilayah —
wilayah utama.

Indonesia, sebagai ekonomi terbesar di Asia Tenggara, menawarkan pasar
yang beragam dengan preferensi regional dan sikap budaya yang berbeda
terhadap alkohol. Meskipun konsumsi alkohol dibatasi di provinsi-provinsi
tertentu karena faktor agama dan budaya, pasar terus berkembang di daerah-

36
Page 38 OCR 0.947
daerah seperti Bali, Jakarta, dan Surabaya, di mana permintaan akan minuman
beralkohol, terutama bir, minuman keras, dan wine tetap kuat. Pertumbuhan
PDB di Indonesia diproyeksikan sekitar 5,196 per tahun. Hal itu diperkirakan
akan mendorong daya beli konsumen Indonesia. Pada tahun 2025,
diproyeksikan bahwa populasi perkotaan Indonesia akan menyumbang sekitar
5549 dari total konsumsi minuman beralkohol, yang menunjukkan pergeseran
pada permintaan ke arah produk alkohol yang lebih premium dan beragam.
Pergeseran perkotaan ini diperkirakan akan memberikan kontribusi signifikan
terhadap nilai pasar yang diproyeksikan sebesar USD 2,5 miliar pada tahun
2025.

Di wilayah perkotaan, terjadi pergeseran tren menuju produk alkohol berkualitas
tinggi yang didorong oleh peningkatan daya beli masyarakat. Seiring dengan
ekspansi kelas menengah, minat terhadap craft beer, wine pilihan, dan
premium spirits seperti whiskey serta vodka terus menanjak. Khususnya pada
segmen konsumen muda yang mapan, terdapat kecenderungan untuk
memprioritaskan merek internasional dan keunikan rasa meskipun dengan
harga yang lebih mahal.

Sehingga jika dilihat dari peningkatan urbanisasi, kelas menengah yang
berkembang, sektor pariwisata yang tumbuh, dan preferensi komsumen yang
terus meningka menunjukkan bahwa industri perdagangan minuman beralkohol
memiliki prospek yang bagus untuk perusahaan — perusahaan retail /
supermarket yang akan menjual minuman beralkohol dengan kadar 54 (A
class), 54-20 (B class) dan lebih dari 20x (C class).

Sumber: StrategyHelixGroup (2025), “Indonesia Alcoholic Beverages Market 2025 — 2030".
ReportOcean (2025), “Indonesia Alcoholic Drinks Market Report 2025 - 2033"
Wikipedia, “Alcohol in Indonesia".

3.9 Prospek Industri Perdagangan Eceran Roti, Kue Kering, Kue Basah,
serta sejenisnya

Berdasarkan data statistika (2024) industri roti dan produk turunannya di
Indonesia telah mencapai valuasi sebesar US$51,99 miliar. Sektor ini diprediksi
akan terus berekspansi dengan tingkat pertumbuhan tahunan majemuk (CAGR)
sebesar 4,84 hingga tahun 2029. Faktor pendorong utama tren positif ini
didorong oleh urbanisasi, peningkatan daya beli masyarakat (disposable
income), serta pergeseran pola konsumsi penduduk yang semakin gemar
mengonsumsi produk roti. Rata — rata individu di Indonesia diproyeksikan
menghabiskan sekitar US$185,80 untuk produk roti pada tahun 2024. Secara
volume, industri ini juga menunjukkan performa kuat dengan target pencapaian
40,51miliar dalam lima tahun ke depan.

Nilai pasar roti dan bakery secara keseluruhan signifikan di Indonesia,
mencerminkan permintaan besar dari konsumen domestik. Perubahan gaya
hidup masyarakat urban yang mencari makanan cepat saji dan mudah
dikonsumsi setiap hari, seperti roti untuk sarapan atau untuk snack.Hal tersebut

37
Page 39 OCR 0.953
mendorong pertumbuhan permintaan roti dan produk bakery lainnya semakin
meningkat.

Selain itu adanya peningkatan pendapatan per kapita juga mendorong
pertumbuhan industri roti dan bakery. Meningkatkannya pendapatan per kapita
ini, konsumen cenderung membeli produk bakery premium dan variasi kue
yang lebih baik dan beragam, termasuk produk siap saji (ready to eat).

Lalu adanya kanal distribusi modern seperti supermarket dan hypermarket juga
membuat penjualan produk bakery meningkat. Ditambah sekarang adanya e-
commerce atau platform online juga dapat memudahkan untuk menjual produk
bakery, hal tersebut dapat memperluas jangkauan pasar. Adanya kemudahan
dalam pembelian produk ini membuat pergeseran pola konsumsi masyarakat
ynag semakin gemar mengkonsumsi produk roti.

Potensi pasar di industri roti dan kue kini semakin terbuka lebar melalui strategi
diversifikasi produk yang menyasar segmen konsumen sadar kesehatan,
seperti penyediaan produk clean label bakery, varian gluten free, hingga pilihan
premium dan artisan bread. Peluang ini diperkuat dengan tingginya apresiasi
pelanggan terhadap kualitas kesegaran produk, dimana konsep fresh to order
dan pengalaman langsung di toko menjadi daya tarik utama yang sulit
digantikan. Selain tren modern, kekuatan pasar juga terletak pada eksistensi
kue basah tradisional dengan cita rasa lokal peminatnya tetap stabil. Dengan
mengombinasikan inovasi produk kesehatan dan pelestarian kuliner lokal,
pelaku usaha dapat menjangkau basis massa yang lebih luas sekaligus
meningkatkan nilai saing di pasar eceran.

Industri bakery memiliki sejumlah tantangan signifikan, terutama terkait
karakteristik produk yang memiliki masa kedaluwarsa singkat. Umur simpan
yang terbatas ini menuntut pengelolaan logistik dan persediaan yang sangat
akurat untuk meminimalisir kerugian. Selain kendala operasional tersebut,
pelaku usaha juga dihadapkan pada kondisi pasar yang sangat kompetitif, di
mana persaingan ketat terjadi mulai dari skala UMKM hingga toko roti
berjaringan besar. Hal ini memaksa setiap produsen untuk terus beradu inovasi
serta menawarkan harga yang kompetitif agar dapat bertahan di tengah
tekanan pasar.

Sumber: Indonesian Journal of Economics, Business, Accounting, and Management (2024),
“Business Plan and its Implementation on Bakery Business: A Case Study of Laziza
Bakery".

Mordorintelligence (2026), "Bakery Products Market Size & Share Analysis — Growth
Trends and Forecash (2026 — 2031)”.

3.10 Prospek Industri Produk Bakeri
Industri makanan dan minuman (termasuk bakeri) mencatatkan pertumbuhan

sebesar 6,15Y pada triwulan II — 2025, melampaui pertumbuhan PDB nasional
sebasar 5,12Y6. Industri makanan dan minuman berkontribusi sebesar 414

38
Page 40 OCR 0.948
terhadap PDB industri pengelolaan nonmigas, menjadikannya subsektor
dengan sumbangsih paling tinggi.

Indeks Kepercayaan Industri (IKI) pada Agustus 2025, menunjukkan sektor
industri makanan dan minuman berada pada level ekspansi dengan nilai 54,89.
Capaian ini meningkat 1,25 poin dari bulan sebelumnya (53,64). Tingkat
ekspansi ini juga mencerminkan iklim usaha masih kondusif dan adanya
potensi peningkatan kegiatan usaha sektor mamin ke depannya.

Adanya peningkatan kegiatan usaha sektor makanan dan minuman ini juga
menjadikan permintaan akan pada roti jenis sourdough, brioche, dan pastry
yang dipadukan dengan cita rasa lokal ikut meningkat. Perusahaan besar
seperti PT Nippon Indosari Corporindo Tbk (ROTI) akan memulai fokus
memperluas portofolio produk premium mereka pada tahun 2026. Fokus
industri ini kedepan bergeser pada peningkatan produktivitas pabrik dan
otomatisasi untuk mengatasi tantangan umur simpan produk yang pendek.

Sumber: Firmapro (2025), “Tren Bakery 2026 Yang Dicari Konsumen, dari Clean Label Hingga
Konsistensi"
Harian Ekonomi Neraca (2026), “Triwulan II —- 2025 Industri Mamin Tumbuh 6,15 persen”
Ipotnews (2025), "ROTI Yakin Kinerja Melaju Pada 2026".

3.11 Prospek Penambahan KBLI Baru

Adanya rencana penambahan KBLI baru memiliki prospek yang baik sejalan
dengan sektor yang menjadi tren di perekonomian. Indonesia. Sehingga
penambahan KBLI Baru memiliki potensi pasar dan proyeksi pertumbuhan
sektor — sektor sebagai berikut:

a. KBLI 47221 — Perdagangan Eceran Minuman Alkohol ( SKP — A dan
SKP -B &C)

Penambahan KBLI Perdagangan Eceran Minuman Beralkohol dalam
struktur bisnis perusahaan ritel memberikan dimensi baru dalam strategi
diversifikasi produk. Hingga tahun 2025, di Indonesia sektor ini
menunjukkan potensi pasar yang stabil dengan regulasi yang sangat ketat.
Prospek industri melalui KBLI 47221 pada tahun 2025 dinilai positif namun
selektif, didorong oleh ekspansi distribusi emiten besar ke kota-kota dengan
basis konsumen ekspatriat dan kelas menengah atas yang kuat. Tren
premiumisasi produk, seperti peningkatan permintaan terhadap wine dan
craft beer, memberikan margin keuntungan yang lebih tinggi bagi peritel
dibandingkan produk massal. Bagi peritel premium seperti Ranch Market
(RANC), kepemilikan izin ini sangat strategis untuk memperkuat posisi
mereka sebagai destinasi belanja serba ada (one-stop shopping) bagi
konsumen segmen atas.

Lalu adanya peningkatan populasi kelompok usia produktif (15 — 64 tahun)
juga dapat menjadikan perdagangan minuman beralkohol memiliki prospek
yang baik kedepannnya. Parameter hasil proyeksi penduduk tahun 2020 —

39
Page 41 OCR 0.941
2050 menunjukkan rata — rata populasi usia produktif mendominasi sekitar
t66,98Yo dari total penduduk. Hal itu menunjukkan bahwa setiap tahunnya,
jutaan penduduk telah memenuhi batasan usia minimal 21 tahun, yang
secara otomatis dapat memperluas basis pasar industri minuman
beralkohol.

Namun, potensi ini dibarengi dengan tantangan regulasi yang ketat karena
KBLI 47221 diklasifikasikan sebagai bidang usaha risiko tinggi dalam
sistem OSS RBA. Operasional bisnis sangat bergantung pada kepemilikan
izin khusus seperti SKP Golongan A, B, dan C serta NPPBKC, di mana
terdapat perbedaan batasan lokasi penjualan. SKP Golongan A (Bir) hanya
diizinkan pada Supermarket atau Hypermarket, sedangkan untuk SKP
Golongan B dan C serta NPPBKC, lokasi penjualan tidak diperbolehkan
berada di dalam area belanja utama melainkan harus terpisah dari area
supermarket sesuai dengan ketetapan daerah. Kepatuhan mutlak terhadap
tata niaga minuman beralkohol menjadi syarat krusial, mengingat
pelanggaran sekecil apa pun berisiko pada pencabutan izin operasional
secara keseluruhan.

Sumber: Kementrian Perindustrian Republik Indonesia, "Laporan Kontribusi Cukai 2025/2026".
Lembaga OSS, “Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengenai Klasifikasi
Risiko KBLI 47221”
Laporan Analisis Emiten (Kontan & IAPlus, Desember 2025 - Januari 2026), "Outlook
Industri Minuman Beralkohol”.
Badan Pusat Statiktik (2020), “ Proyeksi Penduduk Indonesia 2020 — 20250”.

. KBLI 47242 — Perdagangan Eceran Roti, Kue Kering, Kue Basah, serta
sejenisnya

Penambahan KBLI 47242 memberikan peluang strategis bagi peritel untuk
menggarap pasar bakery Indonesia yang diproyeksikan menguasai 27,6 Yo
pangsa pasar Asia Tenggara dengan nilai mencapai USD 18,52 miliar pada
2025. Pertumbuhan ini didorong oleh pergeseran gaya hidup masyarakat
urban yang menjadikan roti sebagai alternatif sarapan praktis serta tren
emotional spending di mana kue dianggap sebagai instrumen self-reward.
Produk kategori kue dan pastri mendominasi pendapatan pasar yang
diprediksi tumbuh paling cepat dengan CAGR 7,266, sementara sektor
biskuit dan kerupuk gurih diprediksi tumbuh pesat hingga tahun 2031
seiring meningkatnya permintaan konsumen terhadap visual produk yang
menarik. Prospek industri ini di tahun 2025 juga sangat dipengaruhi oleh
kesadaran konsumen akan kualitas, seperti tren produk healthy & clean
label serta pilihan berbahan nabati. Penjualan melalui saluran online dan
guick commerce diprediksi mengalami pertumbuhan tertinggi (10,924
CAGR) karena kemampuannya menjaga kesegaran produk hingga ke
tangan pelanggan. Dari sisi regulasi, berdasarkan OSS RBA KBLI 47242
menawarkan kemudahan berusaha dengan klasifikasi risiko rendah yang
cukup menggunakan NIB, SPP — IRT atau BPOM, meskipun pemenuhan
standar keamanan pangan dan sertifikasi halal tetap menjadi syarat mutlak
untuk menjamin kepercayaan konsumen di pasar domestik.

40
Page 42 OCR 0.950
Sumber: Mordor Intelligence, “Southeast Asia Bakery Products Market Analysis 2026-2031”.
Kementerian Perindustrian RI, “Laporan Kinerja Industri Makanan Olahan 2025"
Bahtera Adi Jaya, “Analisis Tren Industri Bakery & Flourishing Market Indonesia
2025/2026”.
Lembaga OSS, “Badan Koordinasi Penanaman Modal (Struktur KBLI 47242)"

c. KBLI 10710 - Industri Produksi Bakery

Penambahan KBLI 10710 — Industri Produk Bakeri memungkinkan sebuah
perusahaan ritel untuk naik kelas dari sekadar penjual eceran menjadi
produsen langsung. Berbeda dengan KBLI eceran (47242) yang hanya
mencakup aktivitas jual beli, KBLI 10710 memberikan izin untuk melakukan
proses pengolahan bahan baku menjadi barang jadi secara masif di fasilitas
produksi sendiri (pabrik atau dapur sentral). Secara ekonomi, memiliki unit
produksi sendiri (manufaktur) memberikan keunggulan kompetitif yang
signifikan. Dengan memproduksi sendiri, peritel dapat memotong margin
pihak ketiga (pemasok), sehingga meningkatkan margin laba kotor secara
keseluruhan. Berdasarkan data industri, margin dari produk private label
atau produksi sendiri bisa 15-204 lebih tinggi dibandingkan barang titipan
(consignment). Volume industri produk bakeri di Indonesia diprediksi
tumbuh dengan CAGR 74 - 84 hingga 2025. Fokus pada KBLI 10710
memungkinkan perusahaan menyuplai tidak hanya ke gerai milik sendiri,
tetapi juga ke jaringan hotel, restoran, dan kafe (HORECA). KBLI ini
mencakup ekspor produk awet yang memproduksi biskuit, kraker, dan kue
kering yang memiliki masa simpan lama, sehingga membuka peluang pasar
ekspor ke negara-negara tetangga di Asia Tenggara. Prospek industri ini di
tahun 2025 sangat bergantung pada inovasi produk, seperti pengembangan
adonan beku (frozen bakery) untuk konsep bake-off di cabang serta
fortifikasi pangan menggunakan bahan sehat seperti biji-bijian dan tepung
sorgum. Namun, sebagai sektor industri pengolahan KBLI 10710 memiliki
standar regulasi yang lebih kompleks dibandingkan ritel eceran, termasuk
klasifikasi risiko menengah tinggi dalam sistem OSS RBA. Perusahaan
wajib memenuhi perizinan edar BPOM MD, sertifikasi HACCP, dan
sertifikasi halal sebagai syarat mutlak untuk menjamin keamanan pangan
serta daya saing di pasar domestik maupun internasional.

Dari sisi sustainability, kategori ini memiliki keberlanjutan yang baik karena
merupakan kebutuhan konsumsi rutin (daily needs) dengan tingkat repeat
order yang tinggi. Selain itu, adanya inovasi produk dan diversifikasi menu
menjadi faktor pendukung dalam menjaga daya tarik pasar secara
berkelanjutan.

Sumber: Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI), “Outlook
Industri Makanan Olahan 2025/2026”.
Kementerian Perindustrian RI, “Analisis Periumbuhan Sektor Industri Agro dan
Makanan 2026".
Statista, “Bread & Bakery Products Report Indonesia 2026”.
Lembaga OSS, “Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) - Persyaratan Standar
Usaha KBLI 10710".

M
Page 43 OCR 0.954
3.12 Persaingan Usaha Industri Ritel di Indonesia

Dinamisnya perkembangan ilmu teknologi terhadap kehidupan manusia
membawa dampak positif pada pertumbuhan ekonomi dan bisnis terutama
sektor bisnis ritel. Melalui pertumbuhan bisnis ritel dari perkotaan hingga daerah
kecamatan pun menjadi target bisnis agar bisnis ritel mereka dapat dijamak
oleh masyarakat kecil.

Persaingan industri ritel Indonesia tahun 2025 ditandai oleh perang ekosistem
antara gerai fisik dan social commerce yang memicu disrupsi harga, sehingga
peritel besar seperti RANC dan MAP memperkuat strategi omnichannel demi
efisiensi pengiriman. Di level mikro, duet Alfamart dan Indomaret mendominasi
melalui transformasi gerai menjadi hub layanan jasa serta penyediaan produk
ready-to-eat untuk menyasar segmen Gen Z. Konsolidasi ke dalam grup besar,
seperti ekosistem Blibli-Tiket-Ranc Market (Grup Djarum) serta persaingan grup
CT Corp dan Lippo, memperkuat loyalitas pelanggan melalui integrasi poin dan
layanan perbankan lintas platform.

Sementara itu, pada segmen premium, pemain seperti GrandLucky dan The
FoodHall berfokus pada kurasi produk impor dan organik sebagai pembeda
utama. Keunggulan kompetitif di segmen ini kini ditentukan oleh transparansi
rantai pasok dan sertifikasi keberlanjutan yang dapat diakses konsumen secara
digital. Secara keseluruhan, integrasi antara kenyamanan toko fisik dan
kecepatan layanan digital menjadi kunci utama untuk memenangkan pasar ritel
yang semakin terfragmentasi.

Berdasarkan analisis terhadap proforma laporan keuangan, kompetitor
langsung dari PT Supra Boga Lestari Tbk adalah sebagai berikut:

1. PT Matahari Putra Prima Tbk (pengelola Hypermart dan Foodmart)
2. PT Hero Supermarket Tbk (pengelola Hero Supermarket)
3. PT Lion Super Indo (pengelola Super Indo)

Sumber: Laporan Tahunan PT Supra Boga Lestari Tbk (RANC) & PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAP)
2024/2025.
Analisis Industri Ritel Indonesia 2025, “Kontan & CNBC Indonesia".
Outlook Pasar Ritel Modern & Social Commerce Indonesia 2025, “Mandiri Sekuritas”.
Data Sebaran Gerai Alfamart & Indomaret , “Datalndonesia.id, Januari 2026”.

3.13 Strategi Pemasaran

Strategi pemasaran yang dilakukan oleh Supra Boga Lestari Tbk (RANC)
meliputi:

1. Strategi Pemasaran Minuman Beralkohol

Dalam rangka mendukung penambahan kegiatan usaha berdasarkan KBLI
baru, Perseroan merencanakan penerapan strategi pemasaran yang
terarah dan bertanggung jawab, khususnya untuk kategori penjualan

42
Page 44 OCR 0.953
minuman beralkohol. Perseroan akan menyediakan area penjualan khusus
yang didesain dengan dekorasi tematik dan penandaan informasi yang
jelas bahwa akses hanya diperuntukkan bagi pelanggan berusia 21 tahun
ke atas. Area tersebut ditempatkan secara terpisah dan terisolasi dari area
utama supermarket, sehingga tidak dapat diakses secara langsung oleh
seluruh pelanggan tanpa pengawasan. Penataan ini bertujuan untuk
memastikan segmentasi pasar yang lebih tepat sasaran, meningkatkan
kenyamanan pelanggan, sekaligus menjaga kepatuhan terhadap ketentuan
peraturan perundang-undangan yang berlaku terkait penjualan minuman
beralkohol. Strategi ini diharapkan dapat mendukung optimalisasi penjualan
dengan tetap mengedepankan aspek kepatuhan, pengendalian internal,
dan tanggung jawab sosial Perseroan.

. Strategi Pemasaran Eceran Roti dan Kue dan Industri Produk Bakeri

Strategi pemasaran yang dilakukan Perseroan dengan adanya
penambahan KBLI BLI 10710 (Industri Produk Bakeri) dan KBLI 47242
(Perdagangan Eceran Roti dan Kue) dilakukan langkah stategis sebagai
berikut:

a. Peningkatan Daya Saing Pasar

Di tengah kondisi pasar yang semakin kompetitif, langkah ini
memungkinkan Perusahaan untuk memperkuat posisinya melalui
diversifikasi penawaran terhadap produk. Dengan memiliki kendali
langsung atas produksi dan ritel produk bakeri, Perusahaan dapat lebih
adaptif dan responsif terhadap dinamika serta preferensi konsumen
dibandingkan kompetitor

b. Ekspansi Lini Bisnis dan Diversifikasi Pendapatan

Penambahan ini bertujuan untuk memperluas cakupan portofolio bisnis
Perusahaan. Dengan masuk ke sektor industri dan perdagangan
eceran bakeri, Perusahaan menciptakan sumber pendapatan baru
(revenue stream) yang berkelanjutan, sekaligus mengurangi risiko
ketergantungan pada satu lini bisnis tertentu.

c. Optimalisasi Potensi Pasar Bakeri dan Ready-to-Eat

Perusahaan melihat adanya peluang besar pada kategori produk bakeri
dan makanan siap saji (ready-to-eat) yang terus menunjukkan tren
pertumbuhan positif. Melalui penambahan KBLI ini, Perusahaan
berupaya memaksimalkan potensi pasar tersebut dengan
menghadirkan produk berkualitas yang relevan dengan gaya hidup
masyarakat modern.

43
Page 45 OCR 0.961
d. Efisiensi Operasional melalui Produksi Terintegrasi

Langkah ini didukung oleh rencana pengembangan central kitchen
yang bertujuan untuk menciptakan sistem produksi yang lebih
terintegrasi. Pengelolaan terpusat ini tidak hanya menjamin standarisasi
kualitas produk, tetapi juga mendorong efisiensi biaya operasional dan
logistik, sehingga kebutuhan produksi dapat terpenuhi secara optimal
untuk mendukung operasional saat ini maupun rencana ekspansi ke
depan.

44
Page 46 OCR 0.956
BAB IV

ANALISIS ASPEK TEKNIS

41 Bisnis RANC
Ranc melaksanakan bisnis dengan berfokus pada retail atau supermarket.
1. Ritel / Supermarket Modern

Dalam menjalankan model bisnisnya, PT Supra Boga Lestari Tbk (“Perseroan”)
menitikberatkan pada tiga pilar utama: diferensiasi produk premium,
kenyamanan pengalaman berbelanja, dan segmentasi pasar yang spesifik.

PT Supra Boga Lestari Tbk mengukuhkan posisinya di segmen premium
supermarket melalui model operasional ritel modern yang mengintegrasikan
keunggulan produk segar dan barang impor dengan spesialisasi items
berkualitas tinggi seperti:

- Penyediaan produk fresh, grocery, imported goods, dan specialty items
- Pengalaman belanja (shopping experience) yang nyaman
- Segmentasi pasar menengah ke atas (premium supermarket)

Untuk efisiensi operasional perusahaan dicapai melalui implementasi tata letak
toko yang dirancang untuk mengoptimalkan customer flow serta pengelolaan
kategori produk dengan standar visual display yang ketat.

2. Diferensiasi Produk dan Layanan

Sebagai pemilik merek dagang yang menghadirkan pengalaman berbelanja
yang nyaman serta konsisten menyediakan produk segar (fresh product)
berkualitas tinggi, PT Supra Boga Lestari Tbk berkomitmen untuk senantiasa
menjadi rujukan yang paling diminati dan dipercaya dalam industri supermarket
di Indonesia. Komitmen ini tercermin dalam kinerja dan pengelolaan keuangan
produk perusahaan yang mendukung keberlanjutan kualitas layanan dan
penawaran produk kepada pelanggan, seperti:

- Menjual produk yang unik dan sulit didapati di supermarket lain
- Pelopor dalam menjual produk organik, natural, dan sehat
- Fokus pada produk segar yang berkualitas tinggi

Selain menyediakan berbagai produk kebutuhan konsumen yang berkualitas
tinggi, PT Supra Boga Lestari juga memiliki layanan penyediaan dan
pengiriman memalui platform digital / delivery. Adanya layanan tersebut dapat
memudahkan konsumen untuk memperoleh produk kebutuhan sehari — hari
tanpa harus ke toko secara langsung. Sehingga sangat praktis dan efisien
untuk pelanggan yang memiliki mobilitas tinggi.

45
Page 47 OCR 0.950
Karakteristik Usaha

Karakteristik kegiatan usaha PT Supra Boga Lestari Tbk meliputi perdangangan
eceran aneka produk pangan maupun non pangan, dengan penjualan yang
didominasi oleh fresh product seperti buah, sayur, daging, dan produk olahan
segar yang membutuhkan pengendalian kualitas dan rantai pasok (cold chain)
yang terjaga. Selain itu, perusahaan juga menyediakan berbagai produk
groceries, makanan impor, serta berbagai kebutuhan rumah tangga dengan
tetap mempertahankan citra premium.

Secara operasional, karakteristik usaha RANC juga ditandai dengan Penentuan
lokasi gerai RANC yang strategis di area dengan daya beli tinggi. Hal ini terlihat
dari sebaran gerai yang dioperasikan oleh RANC yang berada pada kawasan
hunian premium, pusat bisnis, apartemen, dan pusat perbelanjaan modern
yang dihuni oleh masyarakat kelas menengah ke atas.

Unit usaha RANC memiliki segmen geografis yang dibagi menjadi 2 wilayah
geografis: Area Barat (Jakarta & Sekitarnya dan Sumatra) dan Area Timur
(Jawa Timur, Jawa Tengah, Kalimantan, dan Maluku). Usaha RANC dikenal
memiliki profil demografis dengan tingkat pendapatan relatif tinggi serta gaya
hidup yang mendukung pola belanja yang berkualitas.

Perusahaan memilki total 57 toko yang terdiri 5 merek supermarket yaitu:

1. Ranch Market

RANCH :i: MARKET"

it'sa balanced life

Mengoperasikan 16 gerai strategis yang tersebar di wilayah Jabodetabek
dan Jawa Timur, Ranch Market telah mengukuhkan posisinya sebagai
destinasi belanja utama bagi segmen pasar kelas atas. Dengan komitmen
menghadirkan rangkaian produk premium berkualitas tinggi yang
dirancang khusus untuk mendukung gaya hidup sehat.

2.  Farmers Market

FARMERS :': MARKET

fresh and friendly

Hingga saat ini, Farmers Market telah mengoperasikan jaringan luas
sebanyak 36 gerai yang tersebar strategis di wilayah Jabodetabek, Jawa
Tengah, Kalimantan, Sumatra, Maluku, hingga Makassar. Berfokus pada
segmen pasar kelas menengah, Farmers Market berkomitmen untuk

46
Page 48 OCR 0.955
menjadi penyedia utama produk segar berkualitas tinggi dan pilihan
produk yang lengkap demi memenuhi kebutuhan harian keluarga modern.

3. The Gourmet by Ranch Market

The

GOULMET

Berbeda dengan Ranch Market dan Farmers Market, The Gourmet by
Ranch Market baru memiliki 2 gerai ekslusif di Jabodetabek dan Jawa
Timur. The Gourmet by Ranch Market menetapkan standar baru bagi ritel
kelas atas untuk memenuhi kebutuhan gaya hidup spesifik, mulai dari
produk segar pilihan hingga kategori khusus seperti produk organik, gluten-
free, dan dietary product bagi pelanggan yang mengutamakan kesehatan
dan kualitas.

4. Day2Day

Day2Day baru mengoperasikan 2 gerai strategis di wilayah Jabodetabek
yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan gaya hidup masyarakat urban
di kawasan perkantoran dan apartemen. Day2Day menghadirkan solusi
belanja praktis dengan standar kualitas tinggi dengan menyediakan aneka
fresh product mulai dari buah-buahan, sayur-sayuran, hingga produk dairy.
Selain itu juga menyediakan pilihan produk organik, gluten free, serta
dietary product.

47
Page 49 OCR 0.955
5.

4.2

Pasarina by Ranch Market

pasarina

BY RANCH MARKET

Pasarina by Ranch Market hadir melalui 1 gerai eksklusif di Jabodetabek
dengan segmen pasar kelas menengah ke atas. Pasarina by Ranch Market
menghadirkan produk lokal pilihan yang tidak hanya segar, tetapi juga
memiliki kualitas terbaik untuk mendukung gaya hidup sehat dan modern.

Rencana Kegiatan Usaha Baru dan Kapasitas Toko

Memasuki tahun 2026, prospek industri ritel modern di Indonesia terus
menunjukkan pertumbuhan positif yang selaras dengan transformasi sektor
ekonomi prioritas. Dalam menyikapi dinamika ini, RANC berencana melakukan
ekspansi strategis dengan menambah kegiatan usaha baru melalui kode KBLI
yang relevan. Langkah ini diambil untuk memperkuat portofolio layanan,
meningkatkan daya saing perusahaan, serta memberikan nilai tambah bagi
pelanggan di sektor ritel dan distribusi.

a.

b.

KBLI 47221- Perdagangan Eceran Minuman Alkohol (SKP — A dan SKP
BdanC)

PT Supra Boga Lestari Tbk (“Perseroan”) telah memiliki kapasitas
operasional yang memadai untuk mendukung penjualan Minuman
Beralkohol Golongan A (bir). Perseroan telah menyiapkan area penjualan
khusus yang terkontrol, yaitu pada Counter Express di gerai The Gourmet,
Ranch Market, dan Farmers Market.

Penempatan ini dirancang untuk memastikan:
Kepatuhan terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan terkait

penjualan minuman beralkohol,

Pengawasan yang lebih ketat terhadap transaksi,

Pengalaman berbelanja yang tetap premium dan tersegmentasi sesuai
target pasar Perseroan.

KBLI 47242 — Perdagangan Eceran Roti, Kue Kering, Kue Basah, Serta
Sejenisnya

Kapasitas toko ini dinilai masih memadai untuk mendukung penambahan
kegiatan usaha (KBLI baru). Ruang ritel eksisting memiliki fleksibilitas yang
cukup untuk penempatan stok dan display produk baru tanpa mengganggu
kenyamanan pelanggan. Selain itu, rencana pengembangan central kitchen

48
Page 50 OCR 0.955
akan mendukung KBLI ini melalui sistem distribusi yang lebih efisien.
Dengan pasokan produk yang terpusat, toko-toko retail dapat fokus pada
optimalisasi layanan pelanggan dan penjualan, sementara ketersediaan
stok produk akan tetap terjaga secara konsisten untuk mendukung target
ekspansi pasar di masa mendatang

c. KBLI 10710 -— Industri Produk Bakeri

Dalam rangka mendukung penambahan KBLI 10710, Perusahaan
memastikan bahwa kapasitas produksi yang tersedia saat ini masih
memadai untuk menjalankan proses manufaktur produk bakeri. Standar
peralatan dan alur kerja yang ada telah siap untuk memproses kategori
produk baru ini dengan tetap menjaga kualitas hasil produksi sesuai
standar yang ditetapkan oleh Perusahaan.

Perusahaan juga tengah mematangkan rencana pengembangan melalui
penambahan central kitchen. Langkah strategis ini bertujuan untuk
meningkatkan kapasitas produksi secara terpusat, sehingga proses
manufaktur menjadi lebih efisien dan terintegrasi. Pengembangan
infrastruktur ini diharapkan dapat memenuhi seluruh kebutuhan produksi
secara optimal, baik guna mendukung volume operasional saat ini maupun
sebagai pilar utama dalam menghadapi rencana ekspansi bisnis ke depan.

4.3 Ketersediaan dan Kualitas Sumber Daya

Perseroan memiliki sistem pengelolaan sumber daya manusia yang terstruktur
dan berbasis Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ditetapkan oleh
Departemen Recruitment. Dalam mendukung kegiatan usaha ini langkah yang
diambil oleh RANG, yaitu:

Dalam melakukan proses rekrutmen, RANC memastikan setiap karyawan
memiliki integritas yang tinggi, guna memastikan bahwa setiap individu yang
bergabung memiliki kualifikasi teknis dan integritas moral yang selaras dengan
nilai-nilai perusahaan.

Dalam mendukung adanya Penambahan KBLI perdagangan minuman
beralkohol, karyawan yang terlibat akan mengikuti pelatihan tambahan yang
berfokus pada spesialisasi penanganan dan mekanisme penjualan minuman
beralkohol. Dan juga akan ditekankan pada penguatan pemahaman terhadap
aspek kepatuhan hukum dan regulasi yang bersifat restriktif. Hal ini digunakan
untuk memitigasi risiko pelanggaran usia pembeli.

Selain memiliki karyawan yang berintegrasi dan paham akan aspek kepatuhan
hukum dan regulasi, terdapat penguatan pengawasan internal dalam memilih
barang. RANC memastikan ketersediaan rantai pasok dan barang yang didapat
langsung dari distributor resmi agar kualitas terjamin dan legalitas jelas untuk
menjaga kualitas produk yang dijual.

49
Page 51 OCR 0.958
Dengan menggabungkan proses rekrutmen awal sampai jalur pasokan yang
resmi, menunjukkan bahwa RANC merupakan ritel modern yang memiliki
kualitas sumber daya yang berkualitas, taat aturan, peduli kualitas, dan selalu
waspada dalam menjaga keamanan operasional dari awal sampai akhir.

4.4 Proses Bisnis Sebelum dan Sesudah Penambahan KBLI

Adanya penambahan KBLI tidak mengubah secara signifikan proses bisnis
utama Perseroan. Kegiatan usaha tetap berfokus pada perdagangan eceran
modern melalui jaringan supermarket yang telah beroperasi. Sebelum terjadi
penambahan KBLI, RANC menjalankan usaha dengan menyediakan berbagai
produk kebutuhan sehari hari seperti produk segar (fresh product), produk
premium, dan produk impor.

Setelah terjadinya penambahan KBLI hanya terdapat Penambahan pada
diversifikasi produk berupa Minuman Beralkohol Golongan A (Bir). Adanya
diversifikasi produk bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah bagi pemegang
saham tanpa mengubah model bisnis perdagangan eceran modern. Adanya
penambahan produk minuman beralkohol ini melalui optimalisasi rantai nilai
(value chain) yang telah mapan, dimana seluruh aktivitas logistik masuk,
manajamen pergudangan, hingga pendistribusian barang ke gerai — gerai
memanfaatkan infrastruktur yang sudah ada. Strategi ini memungkinkan RANC
untuk mencapai efisiensi biaya marjinal, dimana karakteristik produk baru ini
memiliki kompatibilitas yang tinggi dengan standar penanganan barang
komsumsi yang sudah ada.

Secara operasional, RANC hanya melakukan penyesuaian pada aspek
pengendalian internal dan penguatan kepatuhan terhadap regulasi yang
berlaku. Penguatan kepatuhan ini berupa pelaporan data penjualan barang
kena cukai secara real time dan penerapan protokol verifikasi identitas
konsumen yang telah memenuhi batasan usia minimal 21 tahun sesuai dengan
peraturan perundang — undangan. Sedangkan untuk penyesuaian aspek
pengendalian internal dilakukan dengan penanaman etika kerja dan kepatuhan
terhadap regulasi baru (seperti izin minuman beralkohol) melalui pelatihan
SDM.

Sedangkan pada KBLI Roti (47242) dan Produksi Bakeri (10710) sebelum
adanya penambahan KBLI, proses produksi dilakukan secara terbatas di
Central Kitchen yang berlokasi di salah satu toko dengan kapasitas yang
menyesuaikan kebutuhan harian.

Setelah adanya penambahan KBLI, perusahaan berencana
mengimplementasikan sistem produksi yang lebih terintegrasi melalui
penambahan central kitchen, di mana proses produksi dilakukan secara
terpusat untuk meningkatkan efisiensi, konsistensi kualitas, dan kapasitas
produksi. Produk kemudian akan didistribusikan ke masing-masing toko untuk
proses penjualan kepada customer. Adanya Perubahan ini diharapkan dapat
meningkatkan efisiensi operasional, menjaga standar kualitas produk, serta
mendukung pertumbuhan volume penjualan secara berkelanjutan

50
Page 52 OCR 0.957
BAB V

ANALISIS ASPEK POLA BISNIS

5.1 Kemampuan untuk Menciptakan Nilai Tambah

Dengan adanya penambahan Kode Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI)
yang baru, PT Supra Boga Lestari Tbk (RANC) akan mampu untuk
menciptakan nilai tambah usahanya yang dimiliki saat ini. Dimana adanya
penambahan KBLI dapat memberikan nilai tambah strategis melalui
diversifikasi portofolio produk yang diproyeksikan. Adanya penambahan
perdagangan alkohol, perdagangan kue kering premium atau desert mewah,
dan industri produk bakeri artisan akan menciptakan nilai tambah melalui cross
selling atau penyandingan produk (product pairing). Sehingga akan
meningkatkan transaksi per pelanggan dan mampu untuk menciptakan aliran
pendapatan baru (additional sales revenue) terutama pada kategori produk
dengan margin yang kompetitf.

Penambahan KBLI ini juga dapat menciptakan optimalisasi traffic pelanggan di
gerai. Aroma roti yang baru dipanggang berfungsi sebagai sensory marketing
untuk menarik pelanggan masuk. Lalu ketersediaan minuman beralkohol juga
memberikan alasan bagi konsumen segmen premium untuk menghabiskan
waktu lebih dalam di dalam gerai.

Secara operasional, ketersediaan lini produk baru selain menciptakan
optimalisasi traffic pelanggan dan menawarkan kategori produk yang lebih
beragam (diversifikasi), Perseroan memperkuat daya saing gerai sebagai
destinasi belanja komprehensif yang mengusung konsep one-stop shopping.
Fenomena ini diharapkan dapat memicu efek cross-selling, di mana pelanggan
yang datang untuk kategori produk tertentu juga akan melakukan pembelian
pada kategori produk lainnya, sehingga meningkatkan rata-rata nilai transaksi
per pelanggan (average basket size).

Selain itu, Perseroan menegaskan komitmennya terhadap praktik bisnis yang
akuntabel dengan menyelaraskan operasionalnya pada Peraturan Menteri
Perdagangan Republik Indonesia No. 20 Tahun 2014 juncto Perubahan No. 06
Tahun 2015. Regulasi tersebut menetapkan bahwa perdagangan eceran
minuman beralkohol Golongan A hanya diizinkan melalui kanal supermarket
dan hypermarket yang memiliki izin resmi. Perseroan memastikan bahwa lini
bisnis perdagangan eceran minuman alkohol dijalankan dengan pengawasan
yang ketat pada level gerai yang memenuhi kriteria tersebut. Hal itu mencakup
verifikasi usia pembeli serta penempatan area alkohol yang terpisah dari
kategori perdagangan industri kue kering dan produk bakeri guna menjaga etika
berbelanja dan kepatuhan hukum yang berlaku. Dengan melakukan
penyesuaian KBLI ini, Perseroan memastikan bahwa seluruh aktivitas
komersial di gerai ritel modernnya telah memenuhi aspek legalitas dan

51
Page 53 OCR 0.953
standarisasi pemerintah, sehingga memitigasi risiko hukum yang dapat
mengganggu keberlangsungan usaha.

Pada penambahan KBLI pada industri roti dan bakery juga memperkuat posisi
Perseroan dalam kategori bakeri dan produk siap saji. Dimana Perseroan
mengintegrasikan opersionalnya melalalui central kitchen yang memungkinkan
efisiensi dan konsistensi kualitas produk di seluruh jaringan gerai.

Adanya rencana penambahan lini bisnis pada Perdagangan Eceran Minuman
Alkohol (47221), Perdagangan Eceran Roti, Kue Kering, Kue Basah, Serta
sejenisnya (47242), dan Industri Produk Bakeri (10710) merupakan langkah
stategis Perseroan dalam menciptakan nilai tambah berkelanjutan melalui
diversifikasi portofolio guna menciptakan aliran pendapatan baru (additional
sales revenue) dan optimalisasi margin. Dengan rencana penambahan lini
produk baru ini, RANC memiliki peluang pasar yang besar untuk memperkokoh
dominasi di segmen ritel premium melalui model bisnis yang lebih terintegrasi.

5.2 Keunggulan Kompetitif Karena Keunikan Pola Bisnis

Pada aktualnya, RANC bukan Perseroan yang lebih dahulu menambahkan
KBLI 47221 (Perdagangan Eceran Minuman Alkohol) ke dalam lini bisnisnya.
Sebagian kompetitor telah dahulu menambahkan KBLI tersebut di kegiatan
usahanya. Yang membedakan RANC dengan kompetitor lain yaitu RANC tidak
hanya melakukan penambahan lini bisnis, namun meningentegrasikan lini
alkohol tersebut ke dalam ekosistem perdagangan eceran roti, kue kering, kue
basah (47242) dan industri produk bakeri (10710). Keunikan pola bisnis ini
menciptakan diferensiasi layanan yang sulit direplikasi, dimana keunggulan
Perseroan bertumpu pada kualitas produk fresh from the oven yang
disinergikan dengan koleksi minuman alkohol yang terkurasi, sehingga
menghasilkan pengalaman pelanggan yang jauh lebih komprehensif
dibandingkan model ritel konvensional.

Beberapa keunggulan yang dimiliki Perseroan dibandingkan dengan Kompetitor
lain yaitu:

a. Diferensiasi Layanan

Keunggulan kompetitif Perseroan terletak pada strategi diferensiasi layanan
yang komprehensif, dimana setiap interaksi pelanggan di dalam gerai didukung
oleh tenaga pemasaran yang memiliki keahlian khusus dalam memberikan
rekomendasi produk secara personal. Melalui integrasi KBLI 47221 -
Perdagangan Eceran Minuman Alkohol, KBLI 47242 — Perdagangan Eceran
Roti, Kue Kering, Kue Basah, dan KBLI 10710 — Industri Produk Bakeri,
Perseroan tidak sekedar menawarkan komoditas, melainkan sebuah solusi
kuliner yang terpadu. Hal ini mencakup penyandingan produk (product pairing)
antara minuman alkohol pilihan dengan produk bakeri artisan, yang bertujuan
untuk meningkatkan kepuasan konsumen.

52
Page 54 OCR 0.957
b. Kualitas Produk

Perseroan mempertahankan standar mutu yang ketat melalui pengawasan
mandiri pada lini Industri Produk Bakeri (10710) dengan memproduksi secara
internal (in-house production). Perseroan menjamin kesegaran (freshness) dan
higienitas produk tanpa bergantung pada rantai pasok pihak ketiga. Standar
kualitas ini juga diimplementasikan pada kurasi produk eceran kue kering dan
minuman alkohol, di mana Perseroan hanya bekerja sama dengan mitra
pemasok yang memenuhi kriteria sertifikasi internasional. Integritas kualitas ini
merupakan pilar utama yang memperkuat brand eguity RANC sebagai
pemimpin pasar di segmen ritel modern premium.

c. Pengalaman Pelanggan

RANC memberikan pengalaman pelanggan (customer experience) yang unik
melalui transformasi atmosfer gerai. Penggabungan aroma khas dari produksi
bakeri dengan desain area ritel minuman alkohol yang ekslusif menciptakan
lingkungan belanja yang elegan dan nyaman. Pengalaman belanja yang
terkurasi ini dirancang untuk melampai ekspektasi pelanggan tradisional,
mengubah aktivitas belanja rutin menjadi sebuah perjalanan gaya hidup yang
eksklusif. Dengan fokus pada keunikan pengalaman ini, Perseroan optimis
dapat mempertahankan loyalitas pelanggan jangka panjang serta memperlebar
jarak kompetisi dengan pelaku pasar lainnya di industri serupa.

5.3 Kemampuan Pesaing untuk Meniru Produk

Industri Ritel / Supermarket adalah bisnis yang persaingannya cukup ketat.
RANC memahami bahwa tidak terlalu sulit bagi pemain baru (barrier to entry)
berada pada tingkat yang relatif moderat. Dimana sebagian pesaing telah lebih
dulu menambahkan izin usaha KBLI 47221 - Perdagangan Eceran Minuman
Beralkohol. Hal ini menujukkan bahwa pesaing memiliki kemampuan untuk
meniru aspek ketersediaan produk alkohol di gerai - gerai mereka. Namun,
RANC menilai bahwa adanya kesamaan produk saja tidak cukup untuk
menggeser posisi RANC di pasar. Menjual produk yang sama seperti hanyalah
sebagian kecil dari keseluruhan pengalaman berbelanja yang ditawarkan
kepada pelanggan.

Daya saing RANC di tengah kompetisi pasar diperkuat oleh positioning
premium yang konsisten dan penerapan standar operasional yang lebih unggul.
Melalui integrasi KBLI tersebut, Perseroan memiliki keunggulan kompetitif yang
sulit untuk direplikasi secara langsung, seperti kekuatan jaringan distribusi,
lokasi toko, serta integrasi operasional melalui central kitchen yang
memungkinkan efisiensi dan konsistensi produk. Selain itu, strategi diferensiasi
melalui inovasi produk, pengembangan menu, serta pengalaman belanja di
dalam toko menjadi faktor penting dalam mempertahankan daya saing
Perseroan. Pola bisnis ini memungkinkan Perseroan untuk mempertahankan
loyalitas pelanggan segmen atas yang mengutamakan kualitas dan

53
Page 55 OCR 0.949
eksklusivitas, sekaligus meningkatkan efisiensi biaya melalui produksi mandiri
pada sektor industri produk bakeri.

Lebih lanjut, transparansi dan kepatuhan ketat terhadap regulasi operasional
menjadi fondasi utama yang membedakan Perseroan dari kompetitor lainnya.
Dengan mengedepankan integritas dalam proses administrasi izin usaha dan
pengawasan distribusi yang ketat di tingkat gerai, RANC membangun reputasi
sebagai pemimpin pasar yang adaptif namun tetap patuh hukum. Keunikan
integrasi antara perdagangan eceraran roti, kue kering kue basah, industri
produk bakeri, dan perdagangan eceran minuman ini tidak hanya mengincar
pertumbuhan margin materiil, tetapi secara strategis memposisikan Perseroan
sebagai entitas ritel modern yang paling siap dalam menghadapi dinamika
kebutuhan konsumen dan preferensi konsumen yang terus berkembang di
masa depan.

5.4 Analisis SWOT
Analisis Faktor dari dalam perusahaan (internal) sebagai berikut:
a. Strength (Kekuatan)

e Tim manajemen yang berpengalaman dan memiliki rekam jejak kuat di
industri retail modem:

Brand positioning yang premium dengan loyalitas pelanggan yang tinggi:
Standar layanan pelanggan yang unggul dibandingkan kompetitor,

Jaringan gerai yang strategis di segmen pasar menengah ke atas.
Pemahaman yang baik terhadap preferensi customer.

b. Weakness (Kelemahan)

e Aktivitas pemasaran yang relatif terbatas dibandingkan beberapa
kompetitor besar

e Ketergantungan pada lokasi gerai tertentu dengan segmentasi pasar
spesifik

e Terdapat keterbatasan kapasitas produksi dalam memenuhi permintaan
yang terus meningkat dikarenakan baru terdapat satu central kitchen.

Analisis Faktor lingkungan (eksternal) sebagai berikut:
a. Opportunities (Peluang)
e Pertumbuhan industri retail modern di Indonesia yang terus meningkat,
e Permintaan terhadap Minuman beralkohol Golongan A (Bir) yang stabil
dan cenderung meningkat pada segmen tertentu,

e Regulasi yang membatasi penjualan hanya pada supermarket dan
hypermarket memberikan keunggulan kompetitif bagi Perseroan.

54
Page 56 OCR 0.958
Pada kategori bakery dan ready-to-eat, serta kemampuan Perseroan
dalam melakukan inovasi produk menjadi faktor pendukung untuk terus
meningkatkan daya saing di tengah persaingan industri.

Threats (Ancaman)

Persaingan ketat dengan pelaku usaha sejenis (supermarket dan
hypermart),

Potensi perubahan regulasi dari pemerintah pusat maupun daerah terkait
distribusi dan penjualan minuman beralkohol,

Sensitivitas sosial terhadap produk minuman beralkohol di beberapa
wilayah.

Kegiatan usaha bakery memiliki tingkat kemudahan untuk ditiru oleh
pesaing, baik dari sisi produk maupun konsep penjualan.

keterbatasan kapasitas produksi dalam memenuhi permintaan yang
terus meningkat dikarenakan baru terdapat satu central kitchen.

55
Page 57 OCR 0.929
BAB VI

ANALISIS ASPEK MODEL MANAJEMEN

6.1 Kapasitas dan Kemampuan Manajemen Perusahaan Sebelum Adanya
Penambahan KBLI

Untuk mendukung kelancaran dan keseimbangan operisional perusahaan,
RANC membutuhkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi dan
pengalaman sesuai dengan bidangnya masing — masing yang sesuai dengan
usaha ritel, sebagaimana tercermin dalam struktur organisasi perusahaan.
RANC telah didukung oleh tim manajemen yang professional, dengan latar
belakang pendidikan yang relevan serta pengalaman yang kuat di posisi
manajerial dan industri terkait, dan ditempatkan pada posisi-posisi strategis
guna memastikan efektivitas pengelolaan perusahaan.

Keahlian dan pengalaman yang dimiliki oleh masing-masing jajaran manajemen
tersebut membentuk tingkat profesionalisme yang tinggi, sehingga mampu
menjalankan fungsi manajerial secara optimal. Hal ini berperan penting dalam
menjaga kinerja perusahaan tetap stabil, adaptif terhadap perubahan, serta
selaras dengan tujuan bisnis yang telah ditetapkan.

Berikut adalah jajaran manajemen RANC saat ini :

Tabel Susunan Komisaris

Jabatan

Komisaris Utama Kusumo Martanto
Komisaris Ronny Prasetya
Komisaris Independen Hedy Maria Helena Lapian

Sumber: Laporan Keuangan Audit per 31 Desember 2025

Tabel Susunan Direksi

Jabatan Nama

Direktur Utama Johartono ON
Direktur rodjojo ”—
Direktur Elsa Dian Trifani
Direktur Hady Purnama

Sumber: Laporan Keuangan Audit per 31 Desember 2025

Tabel Susunan Komite Audit

Jabatan Nama

Ketua Hedy Maria Helena Lapian |
Anggota Justinus Aditya Sidharta |
| Anggota Stephanus Junianto |

Sumber: Laporan Keuangan Audit per 31 Desember 2025

56
Page 58 OCR 0.951
6.2 Kapasitas dan Kemampuan Manajemen Perusahaan Setelah Adanya
Penambahan KBLI

Dalam rencana penambahan KBLI baru ini diperlukan tenaga kerja yang
berkompeten di bidangnya dalam kaitannya dengan penambahan KBLI baru.
Perseroan saat ini memiliki landasaran operasional yang kokoh untuk
mengintegrasikan lini bisnis baru ke dalam ekosistem perusahaan yang sudah
berjalan. Manajemen memastikan bahwa adanya penambahan KBLI 47221,
47242, dan 10710 tidak akan mengganggu stabilitas operasional yang sudah
ada, tetapi justru akan mengoptimalkan sumber daya tersedia. Strategi yang
dilakukan RANC sebagai berikut:

e Stabilitas Struktur Organisasi

RANC memanfaatkan struktur organisasi yang sudah ada dan telah
berjalan efektif saat ini. Adanya penambahan KBLI ini dapat dilakukan
tanpa perlu memerlukan perubahan struktural yang signifikan. Hal itu
dikarenakan fungsi manajerial dan departemen pendukung saat ini telah
didesain secara fleksibel untuk mengawasi berbagai kategori produk ritel
dan produksi.

e Rekrutmen Berbasis Standar Operasional Prosedur (SOP)

Adanya kebutuhan tenaga kerja yang kompeten, RANC mengandalkan
sistem rekrutmen yang ketat dan berbasis SOP. Seiring dengan rencana
pengembangan, termasuk implementasi central kitchen, Perseroan akan
melakukan penyesuaian struktur organisasi serta penambahan tenaga
kerja dan tenaga ahli sesuai kebutuhan. Adanya pelatihan dan
pengembangan kompetensi ini untuk memastikan seluruh tim mampu
menjalankan operasional secara efektif dan sesuai standar yang
ditetapkan.

e Adaptabilitas Operasional

Perseroan memiliki pengalaman yang kuat dalam hal adaptasi
operasional terhadap adanya penambahan KBLI ini. Dengan integrasi
sistem manajemen rantai pasok yang sudah ada, adanya penambahan
lini produk baru (seperti kue kering, kue basah dan minuman alkohol)
dapat dilakukan dengan penyesuaian minimal pada alur kerja gudang
dan gerai.

e# Sistem Pengawasan Internal dan Kepatuhan Hukum

Adanya penambahan KBLI tertentu khususnya minuman beralkohol,
memerlukan pengawasan yang ketat. Perseroan harus memastikan
seluruh kegiatan tetap sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Adanya sistem ini memastikan seluruh aspek penyimpanan, penjualan,
dan distribusi dijalankan sesuai dengan regulasi pemerintah dan
ketentuan hukum yang berlaku untuk memitigasi risiko hukum di masa
depan.

57
Page 59 OCR 0.953
Dengan dukungan manajemen yang memadai, Perseroan optimis dapat
menjalankan pengembangan usaha secara optimal dan berkelanjutan.

6.3 Manajemen Risiko Penambahan KBLI Baru

Sebagai perusahaan terbuka, RANC menerapkan prinsip pengelolaan risiko
terintegrasi di semua lini untuk mengeliminasi penyebab tidak tercapainya tujuan
perusahaan. Adapun sasaran implementasi risk management dari perusahaan
terkait penambahan KBLI Baru adalah:

1) Manajemen Risiko KBLI 47221 - Perdagangan Eceran Minuman Alkohol
(SKP — A dan SKP B dan C)

Penambahan KBLI 47221 terkait perdagangan eceran minuman alkohol
golongan A (Bir) memiliki sejumlah risiko yang telah diidentifikasi dan
dikelola secara komprehensif oleh perusahaan, antara lain:

a. Risiko Regulasi dan Perizinan

Perusahaan memastikan kepatuhan terhadap seluruh peraturan
perundang undangan yang berlaku, termasuk perizinan penjualan
minuman beralkohol, pembatasan usia konsumen, serta ketentuan
zonasi. Mitigasi dilakukan melalui koordinasi dengan instansi terkait dan
pemenuhan seluruh persyaratan operasional sebelum kegiatan dimulai.

b. Risiko Reputasi

Penjualan produk alkohol berpotensi menimbulkan persepsi negatif dari
masyarakat tertentu. Untuk itu, perusahaan menerapkan prinsip
responsible retailing, termasuk pembatasan penjualan kepada
konsumen di bawah umur dan pengendalian promosi agar tetap sesuai
norma yang berlaku.

c. Risiko Operasional

Risiko terkait penyimpanan, distribusi, dan pengawasan produk alkohol
dikelola melalui standar operasional prosedur (SOP) yang ketat,
termasuk pengendalian stok, pengawasan kualitas produk, serta
pelatihan karyawan.

d. Risiko Keuangan
Perusahaan melakukan analisis pasar dan proyeksi penjualan secara
hati-hati untuk memastikan bahwa penambahan KBLI ini memberikan

kontribusi positif terhadap pendapatan tanpa meningkatkan beban biaya
secara signifikan.

58
Page 60 OCR 0.958
e. Risiko Kepatuhan Internal

Dilakukan pengawasan internal secara berkala untuk memastikan
seluruh unit usaha mematuhi kebijakan perusahaan dan regulasi terkait
penjualan minuman beralkohol.

2) Manajemen Risiko KBLI 47242 - Perdagangan Eceran Roti, Kue Kering,
Kue Basah, serta sejenisnya

a. Risiko Pasokan Bahan Baku

Adanya penambahan KBLI dimana lini bisnis produk berupa roti dan kue
basah yang memiliki masa simpan yang singkat, Perseroan harus
memiliki manajemen risiko yang tepat dengan menerapkan sistem FEFO
(First Expired, First Out). Manajamen risiko yang perlu dilakukan yaitu
dengan melakukan pemantauan stok secara real time untuk
meminimalkan waste (barang terbuang) dan memastikan produk yang
sampai ke tangan konsumen selalu dalam kondisi segar.

b. Risiko Harga

Untuk menjaga stabilitas harga jual eceran, Perseroan melakukan
kontrak kerja sama jangka panjang dengan pemasok terpercaya. Hal ini
bertujuan untuk mengamankan ketersediaan stok kue dan roti meskipun
terjadi fluktuasi harga bahan baku di pasar, sehingga margin keuntungan
tetap terjaga

c. Risiko Operasional

Perseroan melakukan verifikasi kualitas secara berkala terhadap produk
yang diterima dari lini produksi atau pemasok. Setiap produk yang tidak
memenuhi standar estetika, rasa, atau tekstur akan dipisahkan agar
tidak masuk ke area perdagangan eceran, guna menjaga reputasi merek
di mata pelanggan. Mitigasi risiko yang dilakukan dengan melakukan
diversifikasi dan penguatan hubungan dengan suplier

d. Risiko Keamanan Pangan

Risiko keamanan pangan dimitigasi melalui penerapan standar sanitasi
yang ketat di area penjualan dan penyimpanan. Hal ini mencakup
penggunaan kemasan yang kedap udara dan aman (food grade),
pengaturan suhu ruangan yang optimal, serta kewajiban penggunaan
perlengkapan sanitasi bagi tenaga kerja yang bersentuhan langsung
dengan produk.

59
Page 61 OCR 0.959
e. Risiko Kepatuhan dan Sertifikasi

Perseroan memastikan seluruh produk yang diperdagangkan telah
memenuhi aspek legalitas, termasuk sertifikasi Halal dan izin edar yang
relevan. Pengawasan internal dilakukan secara rutin untuk memastikan
label pada kemasan mencantumkan informasi yang akurat mengenai
komposisi dan tanggal kedaluwarsa sesuai regulasi perlindungan
konsumen.

3) Manajemen Risiko KBLI 10710 — Industri Produk Bakeri

a)

d)

Risiko Kegagalan Produksi

Dalam lingkungan pabrikasi, risiko kontaminasi mikroba atau benda
asing sangat diperhatikan. Perseroan dapat memitigasi hal ini
dengan penerapan standar kebersihan area produksi yang ketat,
sterilisasi alat secara berkala, serta pemisahan alur kerja antara
bahan baku mentah dan produk jadi untuk mencegah kontaminasi
silang.

Risiko Fluktuasi Biaya Produksi

Harga komoditas bahan baku industri bakeri sering kali fluktuatif.
Perseroan dapat memitigasi risiko ini melalui strategi pengadaan
terpusat dan manajemen stok bahan baku yang efisien, sehingga
biaya pokok produksi (HPP) tetap terkendali. meskipun terjadi
dinamika harga pasar pada komponen utama seperti gandum atau
mentega.

Risiko Kerusakan Mesin dan Kontinuitas Produksi

Ketergantungan pada mesin mixer, oven, dan lini pengemasan
menimbulkan risiko operasional jika terjadi kerusakan mendadak.
Perseroan perlu memerlukan perawatan mesin secara preventif dan
terjadwal, serta menyediakan unit cadangan atau komponen kritikal
guna memastikan proses produksi tidak terhenti.

Risiko Ketidakpatuhan terhadap Standar Keamanan Pangan

Sebagai produsen, Perseroan wajib mematuhi standar BPOM dan
sertifikasi Halal secara konsisten. Risiko administrasi dan hukum
dimitigasi dengan melakukan audit internal mandiri secara berkala
terhadap dokumentasi produksi, label informasi nilai gizi, dan masa
berlaku sertifikasi produk sebelum didistribusikan ke jaringan retail.

60
Page 62 OCR 0.958
e) Risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)

Lingkungan industri bakeri yang melibatkan suhu tinggi (oven) dan
mesin bergerak memiliki risiko kecelakaan kerja. Perseroan
mewajibkan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) yang sesuai bagi
seluruh tenaga kerja produksi dan memberikan pelatihan prosedur
tanggap darurat secara rutin.

Dalam identifikasi risiko dan peluang berdasarkan konteks dan isu serta
pemangku kepentingan, Risk Management RANC menggunakan dua
pendekatan yaitu:

a. Top down Risk

Analisis risiko yang berdasarkan sudut pandang dari Manajemen RANC
yang mengacu kepada konteks isu dan pemangku kepentingan perusahaan
di skala makro dan mikro.

b. Bottom up Risk

Analisis risiko yang berdasarkan sudut pandang pemilik proses yang
mengacu kepada konteks, isu, dan pemangku kepentingan unit di skala
mikro/operasional.

Adapun identifikasi risiko pada konteks isu mengacu kepada 2 faktor yaitu:

a. Eksternal merupakan konteks dan isu serta pemangku kepentingan yang
berasal dari luar yang bisa mempengaruhi visi, misi, dan tujuan perusahaan.

Sisi Ekstemal ini terdiri dari beberapa faktor:

Risiko Politik dan Hukum

Adanya ketidakpastian regulasi terkait perizinan minuman beralkohol di
tingkat daerah (otonomi) yang bisa berbeda dengan pusat. Kebijakan
otonomi daerah sering kali memiliki aturan zonasi, pembatasan jam
operasional, atau kuota distribusi yang lebih ketat. Ketidakselarasan ini
dapat menghambat operasional gerai RANC diwilayah tertuntu.
Dampak jika Perseroan tidak memperhatikan risiko Politik dan Hukum
ini berpotensi terkena sanksi administratif, penyegelan gerai sementara,
hingga hambatan dalam memperpanjang izin usaha di tingkat daerah.

Risiko Ekonomi

Pada penambahan lini bisnis produksi bakeri memiliki ketergantungan
pada bahan baku impor / premium seperti gandum. Faktor geopolitik,
perubahan iklim, fluktuasi nilai tukar uang dapat memicu inflasi harga
gandum dunia. Dikarenakan gandum merupakan bahan baku utama,

61
Page 63 OCR 0.959
adanya kenaikan harga ini akan menekan margin keuntungan jika
Perseroan tidak melakukan penyesuaian harga jual di tingkat ritel.
Dampak yang terjadi yaitu adanya peningkatan beban pokok penjualan
(COGS) sehingga menyebabkan profitabilitas unit usaha produksi
bakeri mengalami penurunan.

Risiko Rantai Pasok

Karakteristik bahan baku bakeri (seperti ragi segar, telur, dan susu)
memerlukan manajemen logistik yang presisi. Jika terjadi
keterlambatan pengiriman, meski hanya dalam hitungan jam dapat
merusak kualitas bahan baku karena faktor suhu atau masa simpan
yang singkat. Adanya kegagalan dalam rantai dingin (cold chain) atau
kendala transportasi logistic akan memghentikan jadwal produksi
harian. Dampak dari risiko rantai pasok jika tidak dapat diatasi adalah
terjadi kegagalan pemenuhan stok di gerai (out of stock), kerugian
material akibat bahan baku yang dibuang karena tidak sesuai dengan
standar, dan ketidakpuasan konsumen karena ketidaksediaan produk
segar.

Risiko Operasional

Adanya transisi ke penjualan barang kena cukai (alkohol) menuntut
akurasi data yang absolut untuk pelaporan wajib. Sistem IT yang tidak
terintegrasi atau mengalami gangguan pada sistem inventaris stok
alkohol dapat menyebabkan ketidaksesuaian antara jumlah fisik botol
dengan data di sistem. Dalam industry minuman alkohol, selisih data
sekecil apapun dapat dianggap sebagai indikasi penjualan illegal oleh
otoritas pajak atau cukai. Dampak dari risiko operasional tersebut yaitu
adanya selisih data pada laporan wajib pemerintah, potensi denda
materiil yang besar hingga audit investigasi oleh otoritas terkait.

Risiko Kompetensi

Mengelola unit produksi bakeri (KBLI 10710) menuntut standar teknis
yang berbeda dengan ritel biasa. RANC memerlukan staf yang memiliki
keahlian yang sesuai. Jika staf tidak memiliki keahlian dalam formulasi
produk, penggunaan mesin industri, atau manajemen waktu produksi,
maka akan terjadi tingkat kegagalan produk yang tinggi (product
defect). Dampaknya terjadi pemborosan bahan baku (waste) yang
tinggi, inefisiensi biaya tenaga kerja, dan tidak konsisten terhadap rasa
maupun tekstur produk dimana jika dibiarkan akan merusak citra
merek.

Risiko Pelanggan

Penambahan KBLI 47242 dan 10710 (Produk Bakeri) memiliki risiko
kontaminasi biologis atau kimia jika proses produksi dan penyimpanan
tidak memenuhi standar higienitas. Jika pelanggan terkena risiko
keracunan makanan atau reaksi alergi jika informasi kandungan bahan

62
Page 64 OCR 0.949
b.

(seperti gluten, kacang, atau produk susu) tidak tertera dengan jelas
atau terjadi kontaminasi silang selama produksi. Maka dampak yang
terjadi yaitu terdapat tuntutan hukum dari konsumen, biaya kompensasi
medis, dan parahnya dapat menghancurkan kepercayaan publik secara
instan.

- Risiko Pasar

Pasar makanan (bakeri) dan minuman memiliki siklus tren yang sangat
cepat. Munculnya kesadaran kesehatan global (seperti diet low-carb,
sugar-free, atau plant-based) dapat menurunkan permintaan terhadap
produk bakeri konvensional yang tinggi gula dan karbohidrat. Jika
RANC tidak cepat berinovasi pada industri produksi bakeri (KBLI
10710), produk akan kehilangan relevansinya di pasar. Dampaknya
adanya penumpukan stok barang yang tidak laku (slow-moving stock),
pemborosan bahan baku, dan penurunan pangsa pasar.

- Risiko Persaingan Usaha

Masuk ke lini industri bakeri dan perdagangan alkohol menempatkan
RANC di tengah persaingan ketat, baik dari pemain lokal maupun
merek internasional. Pesaing mungkin melakukan strategi perang harga
(price war) atau promosi agresif untuk menjegal penetrasi pasar KBLI
baru RANC. Risiko muncul jika nilai tambah (USP) dari produk bakeri
dan alkohol RANC tidak cukup kuat untuk menarik pelanggan dari
kompetitor yang sudah mapan. Dampaknya yaitu akan terjadi
penurunan marjin keuntungan karena terpaksa mengikuti harga pasar
dan tingginya biaya akuisisi pelanggan baru.

Intemal merupakan konteks dan isu serta pemangku kepentingan yang berasal
dari dalam perusahaan yang bisa mempengaruhi visi, misi, dan tujuan
Perusahaan.

Sisi Internal ini terdiri dari beberapa faktor:

- Visi Perusahaan

Visi dari RANC adalah untuk menjadi penutan yang paling dihormati,
dicintai, dan dipercaya di Industri supermarket Indonesia.

- Misi Perusahaan
1. Produk Berkualitas Tinggi

RANC menawarkan produk makanan yang berkualitas tinggi dan
pelayanan yang memuaskan

63
Page 65 OCR 0.948
2. Always Fresh

RANC mempuyyai komitmen untuk menyediakan produk makanan yang
segar, sehat, serta aman untuk dikonsumsi

3. Memberikan Kualitas Terbaik
RANC berkeinginan untuk menyediakan kualitas yang terbaik dengan
suatu proses yang berkelanjutan yang melibatkan aktivitas pembelian
yan teliti.

Nilai Budaya Perusahaan

RANC memiliki nilai budaya dengan singkatan TRUST Value yaitu:

Transparents

Responsibility,

Customer First
Team Work.

SPN

Implementasi adanya penambahan lini bisnis RANC pada KBLI 47221,
47242, dan 10710 senantiasa diselaraskan dengan visi misi Perusahaan, di
mana nilai-nilai TRUST menjadi pedoman utama dalam mengidentifikasi
serta meminimalisir risiko operasional maupun kepatuhan di lapangan.

a. Kepatuhan Regulasi dan Integritas (Transparents & Responsibility)

Dalam meminimalisir risiko terutama pada KBLI 47221 (perdagangan
eceran alkohol), Perseroan wajib memastikan pelaporan cukai dan
kepatuhan terhadap regulasi alkohol. Perseroan juga dalam
implementasi nilai Tanggung Jawab melalui pelatihan staf karyawan dan
operasional dalam memverifikasi usia pembeli. Tanggung jawab ini
memitigasi risiko hukum dan pencabutan izin usaha jika terjadi kelalaian
akibat operasioanal.

b. Standar Mutu dan Keselamatan Konsumen (Customer First)

Adanya penambahan KBLI 47242 (Perdagangan eceran roti, kue
kering) dan KBLI 10710 (Produksi bakeri) memiliki risiko operasional
yang tinggi terkait kontaminasi dan produk rusak karena masa simpan
yang pendek. Untuk meminimalisir risiko, Perseroan menetapkan
standar @uality Control yang ketat pada lini produksi baterai. Identifikasi
risiko dilakukan dengan memantau rantai pasok bahan baku dan
prosedur sanitasi. Jika terdapat produk yang tidak sesuai standar, nilai
Customer First mendorong penarikan produk secara proaktif untuk
menghindari risiko kesehatan bagi konsumen dan menjaga reputasi
merek.

64
Page 66 OCR 0.958
c. Efisiensi Operasional dan Pengawasan (Team Work)

Melakukan penambahan lini bisnis pada perdagangan eceran alkohol,
roti, kue kering, kue basah, & sejenisnya, dan industri produksi bakeri
memerlukan koordinasi yang kompleks. Jika terjadi kesalahan formulasi
produk pada produksi bakeri atau kesalahan gudang dapat dimitigasi
melalui kolabotasi tim yang solid. Tim produksi, tim logistik, dan tim toko
harus bersinergi untuk memastikan tumover barang yang cepat
(terutama untuk kue basah). Adanya Kolaborasi antar departemen
memungkinkan adanya pengawasan silang (cross-checking) terhadap
kepatuhan SOP di lapangan, sehingga potensi risiko bisa dideteksi oleh
rekan kerja sebelum menjadi masalah besar.

6.4 Manajemen Kekayaan Intelektual

Dalam mendukung kegiatan usaha perdagangan eceran minuman beralkohol
golongan A (bir), perusahaan menerapkan pengelolaan kekayaan intelektual
secara terstruktur untuk melindungi nilai bisnis dan reputasi perusahaan.
Perusahaan memastikan bahwa seluruh penggunaan merek dagang, baik milik
sendiri maupun pihak ketiga (principal/supplier), telah memiliki izin dan
perjanjian yang sah. Penggunaan logo, label produk, materi promosi, serta
identitas visual lainnya dilakukan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku
guna menghindari pelanggaran hak cipta dan merek. Selain itu, perusahaan
juga menjaga kerahasiaan informasi strategis seperti data pemasok, strategi
pemasaran, dan data pelanggan melalui kebijakan internal dan pembatasan
akses informasi. Apabila diperlukan, perusahaan membuka peluang untuk
mendaftarkan hak kekayaan intelektual atas merek dagang atau konsep ritel
yang dikembangkan guna memperkuat posisi kompetitif di pasar.

Dalam penambahan KBLI indurru bakeri, Perseroan berkomitmen untuk
mengelola dan melindungi kekayaan intelektual yang dimiliki, termasuk namun
tidak terbatas pada merek dagang, resep produk, serta standar operasional
produksi. Pengelolaan dilakukan melalui penerapan standar internal,
dokumentasi resep dan proses produksi, serta pembatasan akses terhadap
informasi yang bersifat strategis. Langkah ini bertujuan untuk menjaga keunikan
produk serta mempertahankan daya saing Perseroan di pasar.

65
Page 67 OCR 0.942
ds

1.2

BAB VII

ANALISIS ASPEK KEUANGAN

Asumsi Ekonomi Makro

Kami mengasumsikan bahwa keadaan perekonomian di Indonesia secara
berangsur akan segera membaik, seperti yang tercermin dalam variabel-
variabel yang diasumsikan sebagai berikut:

e Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan IV 2025 mencapai
5,39” (yoy), terutama didukung oleh konsumsi rumah tangga yang
tumbuh cukup kuat.

e Stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan pada triwulan IV 2025
semakin baik, yang tercermin pada:

- Inflasi nasional aktual per Desember 2025 sebesar 2,92” (yoy).

Untuk asumsi inflasi yang digunakan dalam proyeksi arus kas dalam
Studi Kelayakan mengacu pada Nota Keuangan Beserta Rancangan
Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun 2025 sebesar
2,5o#1Yo untuk proyeksi sampai akhir masa proyeksi.

e Sektor lapangan usaha pada sektor perdagangan besar dan eceran
berada pada pertumbuhan yang tinggi.

Asumsi Proyeksi Keuangan
1) Proyeksi Pendapatan

RANC menunjukkan pertumbuhan pendapatan yang berfluktatif dengan
proforma rata-rata historis 5 tahun sebesar 0,2696. Hal itu dikarenakan
Perseroan berhasil mencatatkan laba pada tahun 2021 dan 2024, selain
itu Perseroan mengalami kerugian. Berdasarkan proyeksi Pendapatan 5
Tahun (2026-2030) menunjukkan bahwa adanya penambahan KBLI baru
Perseroan menargetkan dapat meningkatkan pertumbuhan menjadi &1Y6
dari perdagangan eceran alkohol, perdagangan roti dan industri produksi
bakeri. Berikut proyeksi pendapatan untuk periode 2026 — 2030.

Proyeksi Pendapatan
dalam jutaan Rupiah

Keterangan 2026 2027 2028 2029 2030

| Pendapatan 3.045.440 | 3.212.666 | 3.421.201 | 3.677.485 | 3.989.742

66
Page 68 OCR 0.923
2) Proyeksi Biaya dan Beban

Biaya dan Beban pada Perseroan terdiri dari Beban Pokok
Pendapatan, Beban Usaha, Beban Depresiasi & Amortisasi, Beban
Keuangan, dan Beban Pajak

Proyeksi Biaya dan Beban

dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 2026 2027 2028 2029 2030
Beban Pokok | » p97.g01 | 2.428.474 | 2.580.770 | 2.774.106 | 3.009.657 |
Pendapatan |“
Beban
Operasional
Beban
Depresiasi
dan
Amortisasi
Beban
Keuangan

Beban Pajak 2 2 16.908 | 38.996 50.614

625.873 | 639.546 653.518 667.795 682.384 |

204.616 | 208.115 110.048 58.328 67.637 |

7.000 3.500 - - -

3) Modal Kerja

Proyeksi Modal Kerja

Keterangan
(Kenaikan)
Penurunan (808) (1.032) (1.287)
Piutang Usaha |
(Kenaikan)

Penurunan 50.632 | (21.295) | (26.556) (32.636) | (39.764)
Persediaan |
(Kenaikan)
Penurunan 18.269 | 21.505 26.817 | 32.958 40.156
Utang Usaha ro IL

4) Modal Belanja

Proyeksi Belanja Modal

Keterangan 2026

Belanja Modal

2027 2028

5) Tingkat Diskonto
Biaya Modal

Untuk mengkonversi arus kas penyedia modal atau capital selama
periode eksplisit menggunakan tingkat diskonto (discount rate) dari

67
Page 69 OCR 0.908
biaya

kapital rata-rata tertimbang (weighted average cost of
capitallVACC), dengan perhitungan sebagai berikut:

WACC - (We x Ke) 4 (Wd x Kd(1 — 0)

Keterangan:

- WACC
- We
- Ke
- Wd
- Kd

Biaya ekuitas

Weighted Average Cost of Capital

Persentase bobot dari cost of eguity

Tingkat pengembalian terhadap eguity
Persentase bobot dari cost of debt

Tingkat pengembalian perusahaan terhadap debt

Biaya Ekuitas (cost of eguity) (K.) sebesar 11,564 yang diperoleh
dari perhitungan sebagai berikut:

Rf
B

(Rm-RI :
RbDS

Keterangan:

Kes Rft (8 (Rm- Rf)) - RbDS

: Risk Free
: Unsystematic Risk

Risk Market Premium

: Rating-based Default Spread

— Risk free rate (Rf) adalah tingkat bunga bebas risiko. Risk free
rate diperoleh dari website PT Penilai Harga Efek Indonesia/PHEI
(d/h Indonesian Government Bond Yield Curve) per 31 Desember
2025 dengan tenor 30 tahun sebesar 6,7044.

— Beta (8), mengukur sensitivitas tingkat pendapatan dari suatu
perusahaan terhadap pergerakan tingkat pendapatan pasar
secara keseluruhan. Dalam melakukan perhitungan beta,
digunakan indikasi beta dari perusahaan pembanding sebagai
berikut:

68
Page 70 OCR 0.866
Perusahaan Pembanding

Beta : Beta

No Nama Perusahaan (Levered) Rasio D/E (Unlevered)
Jiangxi Guoguang

ki Commercial Chains Co Ltd | Kos Tana 1,03

2 | MerryMart Consumer Corp 1,03 2178,66Y4 0,33

3 |PGple 0,97 2248Yo 0,85

4 | Zhe Jiang Dong Ri Ltd Co 178 1,07 Yo NT

5 | Thanapiriya PCL 1,15 4,89Y9 110

6 | Mynews Holdings Bhd 122 57,174 0,85
Clifford Modern Living

7 Holdings Ltd 0,72 6, 1046 0,69
Xinjiang Wuika Times 9)

8 Department Store Co Ltd 032 31.827 0108

— Levered Beta pada tabel di atas telah menggunakan adjusted
beta. Levered Beta dari perusahaan pembanding kemudian di
unlevered dengan menggunakan struktur modal dari masing-
masing perusahaan kemudian dirata-rata. Rata-rata unlevered
beta tersebut kemudian di re-levered dengan menggunakan
struktur modal dari perusahaan pembanding yang mewakili pasar
industri sebesar 9,286, dari hasil perhitungan tersebut didapat
beta sebesar 0,9683.

— Risk Market Premium (Rm-Rf) adalah selisih antara pengembalian
pasar dan tingkat bunga bebas risiko. Risk Market Premium
diperoleh dari data hasil penelitian Aswath Damodaran, dengan
nilai sebesar 6,694.

— Rating-based Default Spread menggambarkan kondisi ekonomi
suatu negara, kondisi politik dan — creditworthiness.
Creditworthiness merupakan ukuran seberapa besar kemungkinan
suatu negara gagal memenuhi kewajiban utangnya. Rating-based
Default Spread diperoleh dari data hasil penelitian Aswath
Damodaran, dengan nilai sebesar 1,62Y4.

Biaya Utang

Biaya Utang (K4) merupakan tingkat bunga utang yang harus dibayar
oleh perusahaan setelah pajak, yaitu sebesar 6,58”6 yang diperoleh
dari perhitungan sebagai berikut:

Kasi (1)

Suku Bunga Pinjaman (i) sebesar 8,44”5 berdasarkan perkiraan
bunga yang dapat disetujui oleh Bank pemberi kredit dan tarif pajak (t)
sebesar 22”4.

69
Page 71 OCR 0.844
7.3

Struktur Modal

Pada perhitungan cost of capital, struktur modal yang dipakai adalah
struktur modal yang merupakan hasil perhitungan menggunakan data
Perusahaan yang sejenis dan sebanding, dan dihitung dengan
menggunakan rumus:

D/E Ratio
Wd —

— Naa -1-wa
D/E Ratio 41 Li ui

Sehingga diperoleh porsi utang (Wd) sebesar 8,49Y5 dan porsi ekuitas
(We) sebesar 91,516.

Tabel Biaya Modal

Keterangan Informasi
Risk aswala (Rn 6.70” Indonesia Goverment Bond
DA PE Yield, PHEI 31 Desember 2025
| Eguity beta (proxy) (B) 0,9683 | Beta Perusahaan Pembanding
Eguity risk 1 2
Lpremium (Rm-Rf) 6,69Y5 | Damodaran, 1 Januari 2026
Rating-based 1
Default Spread (RbDS) 1,6240 | Damodaran, 1 Januari 2026

Biaya Ekuitas (Ke) | 41,567 | RF# (8x (Rm - Rf)) - RbDS
Interest Rate IDR Investment

| Bunga pinjam 14 ln "7 | Loan State Banks, Des 2025

Palak penghasilan (0 | 2210096 | Marginal Tax Rate :
Biaya Utang | (i)x(14) |
Porsi ekuitas er 91,51Y0 | eltetd) |

Porsi utang dYo 84979 | diletd ee |
WACC 11,149

Net Present Value (“NPV”)

Metode NPV ini menghitung selisih antara nilai sekarang investasi dengan
nilai sekarang dari keuntungan sesudah pajak (earning after tax). Apabila
NPV lebih besar dari nol atau menunjukkan angka yang positif, maka
proyek investasi layak untuk dilaksanakan. Untuk menghitung nilai
sekarang perlu ditentukan terlebih dahulu tingkat diskonto yang
digunakan.

Dari perhitungan NPV dengan menggunakan tingkat diskonto sebesar
11,14/o menunjukkan bahwa nilai NPV dengan proyeksi aliran kas bersih
selama 5 tahun adalah sebesar Rp170.033.525.543,00. Hal ini
menunjukan bahwa penambahan KBLI Baru layak untuk dilaksanakan.
Dimana proyek ini tidak hanya mengembalikan modal, tetapi juga
keuntungan yang signifikan.

70
Page 72 OCR 0.945
7.4

7.5

7.6

TN

Internal Rate of Return (“IRR”)

Metode IRR ini menghitung tingkat bunga yang menyamakan nilai
sekarang investasi dengan nilai sekarang dari keuntungan sesudah pajak
(earning after tax). Apabila tingkat bunga ini lebih besar daripada tingkat
diskonto, maka investasi dikatakan menguntungkan.

Hasil perhitungan menunjukkan bahwa IRR proyek adalah 30,594 lebih
besar daripada tingkat diskonto sebesar 11,14”5. Hal itu menunjukkan
bahwa proyek menambahan KBLI ini sangat prospektif.

Payback Period

Metode ini mengukur seberapa cepat investasi bisa kembali, dalam satuan
waktu. Semakin singkat periode payback, maka proyek tersebut semakin
menguntungkan.

Berdasarkan perhitungan Payback Period penambahan KBLI Baru
membutuhkan waktu & 4 Tahun untuk mengembalikan investasi awal
penambahan KBLI Baru selama periode proyeksi yang dikeluarkan sebesar
Rp297.500.000.000,00,-. Pengembalian modal investasi di tahun ke 4
dianggap sangat cepat, sehingga risiko likuiditas atau kegagalan investasi
dalam jangka panjang menjadi lebih rendah.

Profitability Index (PI)

Metode PI ini menghitung perbandingan antara nilai sekarang dari
keuntungan sesudah pajak (earning after tax) di masa mendatang dengan
nilai sekarang investasi. Bila PI lebih besar dari 1 maka proyek dikatakan
menguntungkan, bila kurang dari 1 maka dikatakan tidak menguntungkan.

Berdasarkan perhitungan yang kami lakukan diketahui bahwa nilai PI dari
investasi dan rencana pengembangan tersebut adalah 1,57. Hal ini
menunjukan bahwa rencana penambahan KBLI Baru tersebut adalah
layak untuk dilaksanakan dimana keuntungan yang dihasilkan hampir tiga
kali lipat dari biaya yang dikeluarkan.

Analisis Sensitivitas

Analisis ini bertujuan untuk menguji kepekaan suatu proyek terhadap
berbagai faktor yang dapat mempengaruhinya. Hasil analisis
menunjukkan bahwa adanya kegiatan usaha untuk KBLI baru dengan
kode 47242 — perdagangan eceran minuman alkohol, 47242 —
Perdagangan eceran roti, kue kering, dan 10710 — Industri produksi bakeri
memiliki tingkat sensitivitas terhadap penurunan pendapatan dan
penurunan Cost of Goods Sales (COGS).

71
Page 73 OCR 0.891
Sensitivitas terhadap kinerja keuangan Perseroan dapat dipengaruhi oleh
perubahan sentimen pasar serta dinamika kepatuhan terhadap regulasi,
khususnya pada lini produk baru perdagangan minuman beralkohol.
Dimana pergeseran kebijakan publik dan potensi keterlambatan dalam
pemenuhan izin operasional dapat berdampak pada target penghasilan
yang telah diproyeksikan. Namun, potensi risiko tersebut dapat dimitigasi
melalui efisiensi margin yang dihasilkan dari kendali penuh atas struktur
biaya dan optimalisasi bahan baku pada industri bakeri internal yang akan
dijalankan oleh Perseroan.

Hasil analisis sensitivitas proyeksi Penambahan KBLI kode 47242 —
perdagangan eceran minuman alkohol, 47242 — Perdagangan eceran roti,
kue kering, dan 10710 — Industri produksi bakeri, adalah sebagai berikut:

i HN Perubahan Kondisi
Uraian Kondisi Normal 3 75 Tax
Penjualan dan COGS - menurun
NPV 170.033.525.543 35.751.602.211 (91.283.243.829)| — (99.681.895.096)|
Profitability Indeks 157! 112 0,89 0,66)
IRR 30,5994| 15,3996| 7,389h| -1,3696|
Payback Period 4 Tahun 5 Tahun 6 Tahun Ka)

Hasil dari uji sensitivitas di atas terlihat variabel sensitivitas pada
penurunan nilai penjualan dan COGS sebesar 7,54 perpotensi
mengubah status kelayakan proyek menjadi tidak layak. Hal itu terlihat
dari indikator keuangan yaitu NPV, IRR, Payback Period, dan Profitability
Index menunjukkan hasil negatif, dengan catatan variabel lain tetap
(cateris paribus). Menandakan bahwa proyek tidak mampu memberikan
nilai ekonomis pada kondisi tesebut.

72
Page 74 OCR 0.954
BAB VIII
KESIMPULAN DAN SARAN
8.1 Kesimpulan

Hasil analisis atas aspek pasar, menunjukkan bahwa industri ritel di Indonesia
adalah sektor yang memiliki berkontribusi lebih dari 12-13Y6 terhadap PDB
nasional, menjadi sektor terbesar kedua setelah industri pengolahan. Karena
Indonesia adalah negara dengan struktur ekonomi yang didorong oleh
konsumsi domestik, kesehatan sektor ritel menjadi indikator utama kesehatan
ekonomi nasional. Proyeksi pasar pada industri ritel menunjukkan skenario
pertumbuhan yang kuat. Beberapa lembaga riset memperkirakan nilai pasar
ritel di Indonesia meningkat signifikan pada tahun 2025-2030 dengan CAGR
positif 4,8/o didorong oleh demografi yang menguntungkan. Meskipun memiliki
prospeknya kuat, industri ini menghadapi tantangan signifikan berupa ketentuan
regulasi dan perizinan yang kompleks terutama pada KBLI 47221 —
Perdagangan Eceran Minuman Alkohol, Pengelolaan produk dengan masa
simpan singkat pada perdangan roti, kue basah, & produksi bakeri, adanya
fluktuasi harga bahan baku pangan (gandum, gula, mentega, dan minyak
goreng), persaingan ketat dan perubahan perilaku konsumen, dan pemenuhan
standar keamanan pangan.

Hasil analisis atas aspek teknis menunjukkan bahwa adanya penambahan KBLI
tidak mengubah secara signifikan proses bisnis utama Perseroan. Kegiatan
usaha tetap berfokus pada perdagangan eceran modern melalui jaringan
supermarket yang telah beroperasi. Sebelum terjadi penambahan KBLI, RANC
menjalankan usaha dengan menyediakan berbagai produk kebutuhan sehari
hari seperti produk segar (fresh product), produk premium, dan produk impor.
Setelah terjadinya penambahan KBLI terdapat Penambahan pada diversifikasi
produk seperti perdagangan minuman beralkohol, roti, kue kering, kue basah,
dan produksi bakeri. Sehingga secara teknis RANC mampu menjalankan
penambahan KBLI baru.

Hasil analisis atas aspek pola bisnis menunjukkan bahwa Perseroan memilki
keunggulan kompetitif dalam kegiatan usaha di bidang ritel, kemampuan
Perseroan dalam menciptakan nilai tambah produk dan strategi memitigasi
risiko, Perseroan memiliki fondasi yang kuat untuk menghadapi dinamika pasar.
Hal ini memberikan keyakinan bahwa seluruh kegiatan usaha yang
direncanakan akan memberikan kontribusi positif yang berkelanjutan bagi
pertumbuhan kinerja keuangan Perseroan dalam Jangka Panjang.

Hasil analisis atas aspek model manajemen menunjukkan bahwa Perseroan
dapat menambahkan KBLI baru dengan dukungan tersedianya tenaga kerja
yang kompeten dan tersertifikasi, pemahaman komprehensif terhadap
manajemen risiko bisnis pada industri ritel, serta komitmen terhadap etika
bisnis dan kepatuhan hukum dalam mengelola hak kekayaan intelektual.

73
Page 75 OCR 0.935
Menunjukkan bahwa Perseroan memiliki kapasitas yang mumpuni untuk
menjalankan KBLI baru di industri ritel secara profesional dan berkelanjutan.

Hasil analisis atas aspek keuangan Dari perhitungan NPV dengan
menggunakan tingkat diskonto sebesar 11,14» menunjukkan bahwa nilai NPV
dengan proyeksi aliran kas bersih selama 5 tahun adalah sebesar
Rp170.033.525.543,00. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa IRR adalah
30,59Y6 lebih besar daripada tingkat diskonto sebesar 11,14”. Berdasarkan
perhitungan Payback Period penambahan KBLI baru membutuhkan waktu t4
tahun untuk mengembalikan investasi. Berdasarkan perhitungan yang kami
lakukan diketahui bahwa nilai PI dari investasi dan rencana pengembangan
tersebut adalah 1,57.

Dengan demikian berdasarkan data-data dan hasil dari berbagai analisis di
antaranya analisis atas aspek pasar, teknis, pola bisnis, model manajemen,
dan aspek keuangan, kami berpendapat bahwa penambahan KBLI baru
dengan kode 47221 -— Perdagangan Eceran Minuman Alkohol (SKP -A dan
SKP B dan C), 47242 — Perdagangan Eceran Roti, Kue Kering, Kue Basah,
serta sejenisnya, dan 10710 — Industri Produk Bakeri untuk Perseroan dapat
dilaksanakan dan layak.

8.2 Saran

Berdasarkan kesimpulan di atas, Kami menyarankan pihak manajemen harus
melakukan  tindakan-tindakan yang diperlukan sehubungan dengan
penambahan KBLI baru dengan kode 47221 — Perdagangan Eceran Minuman
Alkohol (SKP -A dan SKP B dan C), 47242 — Perdagangan Eceran Roti, Kue
Kering, Kue Basah, serta sejenisnya, dan 10710 — Industri Produk Bakeri,
sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia,
termasuk mengurus perizinan kepada Kementerian Investasi dan
Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal. Dengan melakukan pengurusan
perizinan yang tepat waktu, penempatan tenaga ahli yang berkompeten, dan
pengawasan operasional yang ketat, Perseroan dipastikan dapat menjalankan
penambahan KBLI ini sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang
berlaku di Indonesia serta mampu mencapai target pertumbuhan yang
diproyeksikan.

74
Page 76 OCR 0.967
LAMPIRAN
Page 77 OCR 0.337
000'£0r81191LL |000980601 261 | 000228481 1pcL | 66p4£98ippS£ Ll | O9LpLO9SOTISL 13Sv WLOL
000 L£8 PS 629 000212 €pL'SS9 000p£8 PSB LL 1£p619 129 p£8 TO LPS PEL LPG J2DUEY MEp!L JOSy |EJOL
» # 2 Cost 022 BLL 0E9P ISEPIOG YEUId
« 2 EZE OOP LSG BE £62 6pb€LO9E 2619y XeUId
ueuwel buen
000 LL6£08P 000199 9€8vp OOOTSE OpE Tb 2 2 @huure seouej yep Jasy/|
000160 8Lp9LZ 000 Lz1 029 'Srz 000 OBE SEP 162 SL96E9PBI-SLE LSI c996e8Ob OION - deja) ysy|
000 LYE COS 262 000 108 912862 000 Z6S Ly9SBZ 681 2p6'S02 c2E 6LC 106 89C 16€ eun6 yey yasy|
0006194019 000260 6Z£'OL 000 LY9Z0ELL 28E8/1009EL 9212291661 pninwuagxel jsy
000 BE LSI Cb 000 L6E CEZ'8£ 000 LpO9LE 92 09115700912 261 E8c'£E002 ueundbuej xeled jasy/|
0006Z1 €S€'9 000 LOp 8828 0008210918 ESrOErLEscL SSL 19p'8918 yeled uejjegwabuad ueu!6e) uesisye ||
000SL p402L 000866651 000'061250pL BOS TLP ESEL 61962696811 einwip Jekegip eAela uep eynw Buen
- - 000126218 PE 088192 LPEEE SB SL6 SE TE ISBISOSY SEIMUI Eped ISEISSAUJ
000ZEL 662 P 000684 8629 000895899 tb1€170199. 28TE9L 1489 25iyay YEUJO - ule| - urej buejnid
VONYI MVOIL LISV/|
000995 O£Z LPS 000 pL8S9£ LPS 0008SO££€-6LS 290846961615 BL EL L060LS J2DURT )2Sy 12301)
000171816 000p9L pZL PL 000612 SC OL 108999 9e1C 0605205112 en IP sekegip ekeig uep eynW Buen Jeduej usibeg
000'£8ZZ09 000 188 Lb 000 9p2 Lb 686192 E2Z £08'182789 Binw Ip Jekegip xeled
0001801p#'8Ep 000 £18 EOt B6£ 000566694 L9E TBC MET OLZ SBE 828196918 plp UBEIP3SJOd
000”L9E 0582 00011 1582 000522069 TO 9cP SGP PS8P669S2 1 26iyoy yeyid - ureg - urej Buejnid|
000'SpL'Lp46 000820 Lp4'LL 000689 0r8'PL TBTOEL PES 6201829k9 2BNON NBUId
000'106'ZpZ'8 000 pOO p99L 0000z1 7929 SLT 11610261 619268161 IsEpJag YEUd
euesn Sueinig
000219 29S14 000689 101 901 00061 9POEZL S8E£E6€8 LOL Segozy 08cScL SEN PJEJOS UEP SE
BVONYI L3SV|
1aSv
szoz pzoz coz Tzoz Izoz Isdlaysog

(Hvianw WwIYA)
LaSV

MAL INVLSIT VOOG VUdNS Ld

Sc0z YIANAISAG L£ - 1202 HIAWISIG L£ JGOMId

ISYAITOSNOM - SIMOLSIH NYONVNAY ISISOd NV4OdVT

INVEIdWNVYI

Page 78 OCR 0.282
Ooo'rorgzz91VL |oooogosorzeri | 000z2828V1yc1 | 66rL9Birysti | O9L LO OLOCISI SVLINY3 NYO SVLNISVII VLO1)
Ooo'osi-tezs9z o | oowseweoozze oo oowszosresc | E26E99LECOtp oo | 1219009005 Sv1in3 W1OL|
000881 Ov6 1 OOT Det GEET 000625695 888 CLE LOOP PO SBI-L601 TEpUSBUSduou uebunusday|
Ooorzegosecaz | ooo'sorzi6is | ooogreizgsez | seowrcozecan | ccrrLzg996z0s pu semua yiiwad epeday vexisngujetp yedep BueA seynxa
(000”414”92€”21) O00's01'6ri9€ Oooererespl | 2IOip6zbrlrl Osggireezyza #huueeun6buad veynjuanp Lunjag
000”000'000'01- 000'000000701 000000'000'0L | Dog'On0r000'O1 000'000'0008 #Kuueeunb5uad uerinjuayp Uejo|
(usyag) 2027 opies|
(00/91/5287) (o00/921-528'7) (ooogeiszgy) —(ooogzrrsag) (9009115281) mepusBueduou uebujuaday urBuep Isxesue usiaS|
GovezerolELL  |oooezeeoieit |oooezseoreri |ezoeegeoweil |esoeegeoreii JojaSIp Jepow URU2OWE |.
0007054 Bpp 9SL 000054 BrrOSL 000091 Brp 9SL 000052 Bpr 9SL 000052 Bb 9SL WeyES (EPON)|
Svuinx3|
Ooorzziswil6 |ooogessos13 | ooolsegesirs | 9esElconvaze | GRELOOTL6hOO1 Svinavi WLO1|
Oooseweericc o|ooozesezogaz oo oowzvwosswec | Lsozewzso1or | S6EOLO 128 LLE Buelueg exBuer sej
000 201 p8S9 000780 VOOP 2 5 2 ekuure Jeouej xep1
5 £ 000p1Z 9167 0pe'6191621 106297 9121 emafuod ueutwel Buen)
1000/996 20965 000 OS9'SEE-0S Oonssguszer | Liec0ggegi 10056 LEK vemefuey eliay uejegw si
0000Lg'ezz'szz Oogesi te €lz Doo8ldaseraec | o0S-LekizeBOc L906p39LL B2 »apuad eybuel ueibeg IBueinwp uejajas 'emas si
ONYENYA VNONYP SVAITISVIT
OowopZyO0oz9 |oowLozzi6909 | oowostowrto9 | Sigorscisozo | pesac6rosIeo Napuag eybuer EM IelO1|
000981 2991 000758 21296 Oooe9e10reL | - 5 emas SENJaEI JEouej Uabeg|
0000.028x:ze 000851 655-42 Oooseoogoz8 — | ser11r91ee2 10966919852 “yepuad eyBuel uemefuey elay uejegui
0002888p241 000265 9zc'e2 Oooystew2zi | vsez10zpeoc 9E1-681 T27”02 sekegjp snuey Wsew efeigl
0009y2 86161 000/602”15'61 ooogzsesseL | 22616021691 26115 08PL xeled buegn|
Ooo'sozocog9e — |oooeeeroogoge | oooescorsiL 82008/1PVL 691 201069 25nay Yeuid
0006r0'0p£”S 000 6EB 025 Oone901£60p | 9egzegeLXzcv | osexs0eistup Isejaueg YELId
eyesn Guan)
000000000702 : Dooooorgooro9 — | ooo'c00-0000s 1000'000/000708 e5nax yeuid
000'000/000'01 000'000'000/09 000009000709 — | ooorooorooooe. 2 Isejaseg yeuid
“kepuad exbuel xuea Guegn|
| MSANSd VAONYP SVANISVIT
SVLSVIN
SWLINY3 NYA SV LIS
scoz yzz Eco Teo 1zoz Isdinysag
(Hvidnu WyIya)
SV.LINMI 8 SVLIMISVIT
Sz0z MIAWASAG L£ - 1z0z MIAWISIG L£ 3GOIMId
MAL INVLSIT VOOG VUdNS Ld

ISYVGINOSNOM - SIMOLSIH NYONVNAY ISISOd NVYOdVT
1 NVEIdWNYTI

Page 79 OCR 0.275
(ooo'gyz”196'25) 000'S91”869'9Z ((o00'1162p0”121) (6sg'pz2'899c8) P81 1918286 NY TVP43S NNHVL VSVI
000618229 000 9pZ BESOL 000 BO9 £80€ 099 CELBIET O9p L20Ec€L vejiseubuad Yefed JERJUEN|
(ooo'190'009'25) 00061 6SL9L (ooo'6z5”121pz1) (615 196'92093) Y2£ 969 SL, 193
(ooo'sz1'120”2) 000'S6L'0Y5'68 (ooo'goz'86s'si) 880150 p2S8L OSLELV619pZ teoL
ebung uejedepuag!
2 000'1£p”604”OLL ISEISOSE Sejus 2p2d IseJsanul uejenluad SEJ2 921
" 0009EY' 122 000521 LOS'L G6£ 98986 662221 £r8 ISEISOSE SEJIJUS O1SU 2ge| SEE ueibeg
000989 'Tp4 0009126271 000'SOS'SSO L 489 129801 Li9Oor Ep € ue6buenay uejseubuad|
(oo0'g60'z59'L€) (ooo'gze'zis"Lp) (oo0'96rwr0'zp) (oee'61ez29'op) (G1ze61 126/02) uebuenay uegag
(000685'14”0L) (00092102091) (o000”119'z2091) 2 eAuurej 1sesodo uegog
000918 69S b€ 000'OLL LLzS€ 000612 216 6£ 9EE BL6'0569S 6SS pc €2O 1S Auure| isesedo uejedepuad
(ooorzye'zzs'0s) (00092218221) (ooo'Lze'c25”801) (109'pz0”195pOL) (0zp11529191) FREE)
000'6p4'£S8'OL 000ZEC cpt PL 000724 £28PL P16 9Zp 06991 pOOL2E 12291 ISEJISU/WPE UEP WIN UEGS
000'2£6'S9S"LGL 000 S$SP4S 191 000'66£ 6180zL SOE BEC EBL GZL L1S 690 028 9rL vejenfuad uegag
Iseiseidag
000ppZ 968 LLL 000 LOp'SES'BOL 00020863112 2L9 OPO LE 18 6pL'606'1189pL VA1I93
000'862 697622 000'028”148'0SZ 00009 P2S CET 626605 ELE Lzc ICP 9ES 09r 61Z ISEJISIUIWPE ep wnwn uegsg
O00'Z0S TEO BE 000 LC LL9 9p€ 000228 EZ€ LSE ZLL 60p'S18”LYE €p26929S/2L£ uejenfuad uegag
Ieuoiseyado uegag
000”ppSB8E”paL 000'p#S8L0'90Z 000622 850199 ELE09S 105059 EL£'SL1P60'629 1010Y E9eT
000'£S9'1GL 0612 OOOkErOSO'B9LZ looozi9gsiesic |6e6o89eceBrcc | CE 90L6EPBOZZ vejedepuad YOYOd UEgSA|
000 461 IPS PL6 2 000816890182 |0009r8riz 08 CLElpc 1288682 | 989128 Ea 188 2yesn uejedepuad
szoc pzoz £zoz Tzoz Lzoz Isdsag

(HvIanw WvIYaA)
Sz0z MIAWASAG L£ — Lz0z MAISWASAG L£ 3GOMId
MAL IMVLSAT VOOF VUdNS Ld
ISVAINOSNOM - SIMOLSIH IDNM VIVI NVMOdVI
HI NVSIJWYI

Page 80 OCR 0.371
NA

66szczzo8gzbrl | 6621p 96lezeL | £01797”6161SOL | 482661 £12'596 S6£ 21819 SSOL 13Sv W1OL
PSO SPS 'E0 812 TSL SCE Op6 y8C 1£6 627 BLS 28 GL098L 9IOZEE BLLY89 LE66LP JEDUET YEP!L JOSY IENOL)

- "3 - - ISEJONAH MEUId

- - - - - 26nY YEyld
- - - - 3 ueuwef 6uep)
000116608? 000'1161£08p 000 LL6L£08p 000 LL6£0 8 000 LL6£0 87 eAuure| seouej xepI 19SV|
PSO 142 LEE 62 TS£ 15581018 2£6 S9 LLOP6 817696269211 £Sc 8E2615Y9L OIEN - dejaj jasy
000 000090 S8 0000000008 000 000585 P4 009 ZSpLSp'GOL 008'66£ LSE LOC 2un6 yey jasy
- - - 23 ser 21121 pninmuagyen rasy|
000'BBE 199 Zb 000 88£ 1592p 000BBE 159 TP 000 BE 19 TP 000 BSE S9 TP veunbbueg yefed yosy|
000621 £5£9 00064159 000621 €5E9 000621 €S€'9. 000621 €5£'9 yeled ueyegwsbuad ueyjej uesisye| |
000851 YZO0ZL 000851 2021 000851401 000851 PZOZL 000851 P20ZL nuip Jekegip eAeig uep Binw Guen
2 - - - 3, Iseisosy selnuJ eped Isejsanu|
000'ZE1 6647 000ZE1 664 7 000ZE 16647 000 EL 6627 000 EL 6617 ebnay yeujd - urej - ure| Suegnid
MVONYI MYGIL L3SV)
SvSc8986pp9LL | Zp0'9pL 9SZ 8C6 992 720 19p69L 69£EL9LpI££9 LITB2V EPL SLS JEDURT )OSy IBIOLI
000 Lp1 p816 000 Lp1 7816 000 Lp 7816 000 LtL #86 000 LtL #86 Binw Ip sefegip eAe1g uep eynw Buen sebuej ueibeg
00082209 000'£8z 209 000 £8ZZ09 00082209 00082209 Sanu Ip seAegp vxeled
LOL 901990”80S 906911 1089p 999 ELLY G9I CE 188 16201160 9LL LOT SLB 18€ UBEIPOSIOd
000 L9E'0S8 2 000 L9E'058Z 000 L9E 0S C 000 L9EOS8 000 L9E'OS8Z ebney xeujd - uje| - uje| bueynig
920 68P8L9 PC 96L SEL 16922 9SL Lp€OLL 2 Erc pes ecg6L 88021162181 eyesn buegnig
8LF 200815819 El 816520 Ep 76 280'8pP 662 6£Z 9p6'916061 £S6 21P668 SSL SEM PJEJOS UEP SBY)
BVONVI LISV
13Sv|

Ocoz 6zoz szoz 120 9zoz ssduysag

MAL IVLSIT VDOA VUdNS Ld

(Hvidny wyIya)
LISV
020z MIAWASAG L£ - 9Z0z MAIJWASAG L£ 3GOMId

ISMIAOMd NYONYNAY ISISOd NVMOdVT
AI NVAIdWYI

Page 81 OCR 0.286
Gesazecogcrri | 66211p96tcc| | s0ze9c6161S01 |285662217996 | S6£ 218295501 SVLINX3 NYA SV LINISVIN VLOL
ses'Bereoglep o| Lv6o1gesiciz | 86zr3loooeZl | Izz9ples6eil | Isee1zel6sil SvLINM3 WLOL
000881 'Op6'L 000'881 0b6'L 000881 Or6 | 000881 061 000881 0561 MEPUSBUSJUDU URBuNUSGSY|
sesro1ce9yesp | Ipezeweizoie |escgseeserzi | leceserLioziL | iscosogz6rezL —hnpur semua yuuwad epeday ueyisngwerp yedep BueA sEjNy3|
(ooo'viwozezi)  Kooortiwozeui) Kooorewozesi) (oootiwozezi) (ooortirozeui) #kuueeunB5uad veynjuayip lunjag
000'000'000'01 000'000'000'O1 000"000'000'OL 000'000'000'OL 000'000'000'OL #AuueeunB5uad ueynjuayip URje.
& F 2 2 5 Gisyag) ege1 opies|
(ooogziszsp) — oooourszs) — Koooozisasp) — (loooozrscep) — (ooogziezep) epuaBuaduou ueSuyuaday USuap ISyesuen YisIas
seg'yu'zar'sre | iweresazuesol o|esceescizia oo |lcocpoceecze) | iscuzeoeeez JO1OSIP IEPOW UBUEIW ||
ooo'0s2'8tr9sL |ooorosseerrosi Jooooseerwosi |ooooseewwasi | o00r0s18bros1 weyes jepon|
SVLINM3|
cizezizerise | sseoog9roll6 | SoweoGzog18 | 9sozsolocise | tpi pes 9s/618 SvinisvII WOL
Dooewezricz | oooeswccwicz | oooeewccwiez | ooocewzewiez | oootewecilec Buelueg eBuer si 1 Ie1O1)
000202 Y8S9 000'202p859 000101 7859 0002027859 0001017859 EAuurei Jebuel Xeph SEMNAE|
- - - - - emakuad ueuiwef buen|
00099610965 000'996'10965 1000'996'10965 000'296'10963  |000'996209'65 veme/iej eliy uejegwi Seger
Oowotsezz'szz | ooooigezzscz | ooooLsezzszz |ooooigezasea |oooo1gezesaz yepuad exbuef ueibeg IGueunyip yejajas "Emas Si
ONYENYJ VMONYP SVLMISVII
ELLSp2OL1659 | SSBLLEPL9GL9 | SOwSGSOS998S | OSOGOLGEKGSS | rri-1GOPEE BBS apung Bibuer Sejjeigen BIO!
000 882 E9P OZ 000882 £949/ 000/881 £9197 000881 £9179Z 000 881E9191 SS SENIN
O00'0L0'282'2£ 000'0L0e8z'££ 0000L0£8c'E£ OoooLocecee — |ooooroescee "apuad eybuel uemefuey eloy uejegu
000'288'8p/'LL 000'288'8h4'LL 000288 8p4'LL 000'288'8p4LL 000128387211 JeKe9Ip SnJeU UISEL BAEIAI
000'SpZ/8616L 0005286161 O00'Sp2/861-6L 000'Sy2'861-61 0005286161 xeled buen)|
eLzeLegzoeis |eseicrozezur |soweoozoseer Jocoercesireis | reiscirororiee eyesn Guein|
: 5 - 5 000'000'000'05 rapuad exbuef yuea burn
ASANId VMONYP SVLIISVII
SV
SVLINY3 NYA SVLNISVIN
Oozoz 6zoz 8zoz Izoz 9zoz sdinysag

(Hvianu wvTya)
SVLINMA 8 SVLINISVIT
0£0z MAIAWASAG L£ — 9z0z MIAWISAG L£ 3GOMId

MAL INVLSAT VOOF VANS Ld
ISMIAONd NYONYNAY ISISOd NYMOSVI
A NYATA NYI
Page 82 OCR 0.343
wpozegerr6Zl |ergozreszeci Jooseoerees o(leisiscigoeio) ((epzloszzereB) uejefiag unye1 (16nu) ege7
696'010'p190S OvSgrz9668e | zserozreosoL - : uejiseySued yefed (uegog) peejuew
roggs6r9oocz |rersgsszu1i |eiweswoseoz  (le1steiooerig) Kevxtoszzeres) uejseybuog yefeg wnjagas (16nu) ege1
2 si 000'00000S"£ 000"000'000'Z vebuenay uegag
C068s62900zz |r8ks1YysscLLL |eLweswose91  Ilcisucig99wes) (erzloezzerze) (1193) xefea uep e6ung wnjoges (16nw) ege1
86908192919 SBL PLG'L2E8S Lsoob6yooLL JogisersiLgoz | zzezsioLgpoz Isesibowy uep :se/seideg
Log6eoozzez | e9ceeseewsez | oosvowrososi | ivoooeerareri | 2011scererci sideg Sreeg es Pa
9eyselreeza9g |ovessorsezzog Jelieszisesa |ooseresraree9 | 2092017218's20 Ieuorsesodp uegog

162'526780'086 | siz'p19gue'eos |elgeszczwore |uproreseresz | r19esestisp2 o1ug ege1
599038959 600€ | rbezse'ooLb22z | rerusweuLossc |esktugoLpecre | ogorgogezeueza uejedepuad Yoyog uegog
296511y1686t | esozzoser119e | Zow9ewioztzwe | eezisesogcize | rs'1s9eewsroe vejedepuad

Or0oz 6zoz gzoz 1202 9zoz ueburiapay

(Hviany wyIya)

0£0z MIAWISIG L£ - 9z0z MIAWISIG L£ 3GOIMId

MAL INVLSIT VDOG VUdNS Ld
ISMIAOUd IONA VAVI NYAOdVI
IA NYEId NYI

Page 83 OCR 0.231
un

00p POLO NILOAE
(R65 OS Eri
Tn Syapui Anirgenjoidl
ERSSESELOOLL anjen Wuosaig YON
WPC 'GEP LE8BOL 20682990788 TER 10S106L 000688 28012 999 yewgecoz| ooo'000-00s 262) UISiag SeY SNay IUDI EN
168510 rss90 y8c110 260810 866810 UOYSIA 30P/24|
Serbu Semut et tt mL Sept (oat void YeNbur,
00s 00 oo oo Oo u|
SL9 200255 YBL DOG SEE LIS YEL SOL9E1 LP BOL 982 22510818 S56011961661 (000r000”00S-262) WiSJOg SB) Snay
(296p8S pes) |(6zo'sosese 1) (Er69p8 201) (Gse tes 123) 138 615 E6089 SAN TEpON UeueanJad
(000'000/000”19) (000'00070s1"09) |(co0'000-005'09) |(000'000'0sz-00) (oooro00'o00's5) Tepom elueag
- - 2 000'000'022 000'00900r”5 uza #bungjsg Suein veyegnuodl
269081929119 9817161285 180966'Z7OOLL 09186y'SL 1802 zeszs1 919 oz iseseidag
YR6'188'6PP'6LL Cpoger 6scBeL 995”120”8p665 (eisisyggeng) — |erztoszzees) vejefiag unye ((6nw) eae1
69601071908 OPS Rp2 966 BE 258 025 B06OL E - xeleg vegag
c06'856-290022 PBL SL9SST”LLL BL SSP ISYOL (cissergosig) — (erztoszzceg) xeleg wnjagas (ibnu) ege1
3 - 5 000000005 € 0000000002 vebuenay uegog|
EO6Bs6£90'0£2 PBKSL9SSC”LLL BL 8SP9SIOL (61s”te1-901”83) (6rxto6z1cz80) 2183|
869087 9E919 681 P162ZE86 180976170011 091 BEP SL I-B02 Tegesi91goZ sseisaidag|
109621001 162 69£ 68 eessec 00S pop PO698L IY999E 6rI Gpl z20rscepatel va.L183|
969'S81-yOe 289 orerseosez109 — Jelipogzicese 205 26 SPS 6E9 209201218529 Ievoisesodo uegog|
167526780036 sipi9g1£to6s oo | eioreezzzwove IyvoscserenZ | #29 BGBSLL BL c1nag ege1
Gagosgocosooe |wecseoorwuzc |borzerezrossz |esitsoozrere |osoregezezeza uejedepuad oxOd usaog|
296511116862 |esouzoseryge |owseviociawe Jeseisesoozae | scwisgeewsroe vejedepuad)
ozoz Gzoz szoz 1zoe szoz ISESSAuj uebuesoyay

(Hvianyu wyIya)

0£0z MIIWISIG L£ - 9202 MIAWISIG L£ 3GOIMId
MAL INVLSIT VDOG VUdNS Ld
OLNOYSIGNIL SVM SNuv

IIA NVSId NYI

Page 84 OCR 0.341
unye1 9
9€'L-

990

(o60'ses" 199166)

unye1 9
O6e€'

6g'0
(6zgerzesc'Le)

nye s
0n6e'SL

zr
Lizrzog'le/se

lunyei $
1065 0£

LS
€rSSzS££0'0LL

poueg yoegked|

us

Sapu Aiige1yoid

AdN

uninusu - $909 Uep uejenluagi

“Ok

PS

Yes

IEWUON ISIPUOY

ISIPUOY Ueyegniag

ueiein

MAL IHVLSIT VDOG VUdNS Ld

(Hviany wyIya)
0£0z MIAWASAG |£ — 9z0z MAIJWASIA L£ 3GOIMId

SV LIALLISN3S IPN
IIA NYEIdWVI

Page 85 OCR 0.963
LAMPIRAN
SURAT REPRESENTASI

Page 86 OCR 0.933
No.

| SUPRA
| BOGA
LESTARI

041/CORSEC-SBL/V/2026

Jakarta, 07 Mei 2026

Kepada Yth.

KJPP BENEDICTUS DARMAPUSPITA DAN REKAN
Jl. Musi No. 38

Jakarta Pusat 10150

Up.

Yth. Bp. Ir. B Supriyanto D, M.Sc., MAPPI (Cert)

Hal

Surat Pernyataan atas penugasan Jasa Konsultansi Studi Kelayakan Penambahan Bidang
Usaha (Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia / KBLI) sesuai dengan Kontrak Ref. No.
BDR 26P — 084/R1 tanggal 2 Maret 2026 yang telah disetujui oleh PT Supra Boga Lestari Tbk

Dengan hormat,

Merujuk pada perihal tersebut di atas, berikut adalah pernyataan dari PT Supra Boga Lestari Tbk ("Perseroan")
atas penugasan dimaksud untuk menunjang keperluan penyusunan studi kelayakan penambahan bidang usaha
(Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia) yang akan digunakan oleh Perseroan dalam rangka memenuhi
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait keterbukaan informasi bagi Perusahaan Publik (Terbuka), sebagai
berikut :

a.

Kami menyadari tanggung jawab kami untuk menyediakan informasi yang relevan, benar dan selengkap-
lengkapnya, yang tersedia hagi kami, termasuk pengungkapan fakta-fakta material yang dapat
mempengaruhi penilaian ini. Untuk mempersiapkan penerbitan laporan penilaian anda, kami telah
menyediakan data-data dan informasi yang dibutuhkan sebagai berikut

1) Company Profile Perseroan

2) List Aset Tetap per tanggal 31 Desember 2025

) Laporan Keuangan Audited Perseroan per 31 Desember 2021

) Laporan Keuangan Audited Perseroan per 31 Dasember 2022

) Laporan Keuangan Audited Perseroan per 31 Desember 2023

) Laporan Keuangan Audited Perseroan per 31 Desember 2024

) Laporan Keuangan Audited Perseroan per 31 Desember 2025

8) Proyeksi Bisnis Perusahaan 2026-2030

9) Rincian Utang Berbunga per 31 Oktober 2025

10)Kontrak atau perjanjian pembiayaan serta sewa menyewa

11)Akta Pendirian Perseroan

12)Perubahan Anggaran Terakhir Perseroan

13)lzin Usaha Perseroan

14)NPWP Perseroan

Bahwa seluruh informasi dan pernyataan baik secara lisan maupun tulisan serta dokumen baik dalam
bentuk asli maupun foto kopi dan/atau salinan yang kami sampaikan kepada KJPP Benedictus
Darmapuspita dan Rekan yang kemudian digunakan dalam analisis dalam pemberian opini nilai adalah
benar-benar berasal dari Perseroan, lengkap dan sesuai dengan keadaan yang sebenarnya pada tanggal
penilaian sampai dengan diterbitkannya laporan penilaian.

SOonsu

Bahwa atas isi dan segala sesuatu yang terdapat dan/atau yang digunakan dalam penugasan penilaian
Perseroan bertanggung jawab sepenuhnya atas kebenaran, kelengkapan, dan keakuratan data serta informasi
yang disampaikan kepada KJPP Benedictus Darmapuspila dan Rekan sehingga Perseroan membebaskan
KJPP Benedictus Darmapuspita dan Rekan, termasuk di dalamnya anggota rekan dan seluruh staff yang
ada dari tuntutan yang timbul akibat ketidakbenaran atau ketidaklengkapan data dan informasi yang
disampaikan oleh Perseroan, baik yang disampaikan secara verbal dan/atau dalam bentuk asli, foto kopi,
dan/atau salinan dari kami.

5 RANCH ti MARKET” — FARMERSS:MARKET —

PT. SUPRA BOGA LESTARI Tbk
Ratich Market Headguarter, Jl. Pesanggrahan Raya No, 2, Kembarigan - Jakarta Barat T, (62-21) 5835 1999
Page 87 OCR 0.873
| SUPRA
| BOGA
(LESTARI

d. Bahwa data-data yang diberikan oleh Perseroan kepada KJPP Benedictus Darmapuspita dan Rekan, bersifat
rahasia dan diperuntukkan hanya oleh dan antara pihak-pihak yang terkait dan/atau mempunyai kepentingan
di dalamnya berikut akan digunakan sebagaimana mestinya oleh KJPP Benedictus Darmapuspita dan Rekan
sesuai dengan Kontrak Ref. No. BDR 26P — 084/R1 tanggal 2 Maret 2026.

Demikian pernyataan ini kami buat dengan sebenarnya untuk kepentingan penilaian yang dibuat oleh
KJPP Benedictus Darmapuspita dan Rekan.

Hormat Kami,
PT SUPRA BOGA Li

JOHARTONO
Direktur Utama

H Ta 13 RANCH £: MARKET” FARMERS £: MARKET Y
NN

Sissom

PT. SUPRA BOGA LESTARI Tbk
Ranch Market Headguarter, Il. Pesanggrahan Raya No. 2, Kermbarigan - Jakarta Barat T. (62-21) 5835 1999

File

File Open PDF
Source IDX
Size14.56 MB
Published12 May 2026
Pages87
Characters161,470
Text sourceOCR
OCR confidence0.863

Names mentioned 66 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org Supra Boga Lestari Tbk p.1 ×146
linked person Johartono Susilo p.13 ×2
linked org PT Prima Rasa Inti p.20
linked person Ronny Prasetya p.20 ×3
linked person Kusumo Martanto p.21 ×2
linked person Hedy Maria Helena Lapian · Komisaris Independen p.21 ×4
linked person Suharno Kusumodjojo p.21
linked person Elsa Dian Trifani p.21 ×2
linked person Hady Purnama p.21 ×2
linked person Justinus Aditya Sidharta p.21 ×2
linked org Nippon Indosari p.40
linked org Matahari Putra Prima Tbk p.43 ×2
linked org Mitra Adiperkasa Tbk p.43 ×2
linked org Mandiri Sekuritas p.43
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.2 ×5
possible org Negara Republik Indonesia p.20
possible org Bursa Efek Indonesia p.20
unresolved org Publik Benedictus Darmapuspita dan Rekan p.2
unresolved org BAPEPAM p.2
unresolved org Kantor Jasa Penilai Publik Benedictus Darmapuspita dan Rekan p.2
unresolved org Kantor Jasa Penilai Publik Benedictus Darmapuspita p.2
unresolved org KJPP BDR p.2 ×12
unresolved org KJPP Benedictus Darmapuspita dan Rekan p.5 ×9
unresolved org KJPP Benedictus Darmapuspita p.5 ×9
unresolved org Pimpinan Rekan PA Ir. Benedictus Supriyanto Darmapuspita p.5
unresolved person Ir. Benedictus Supriyanto Darmapuspita p.5 ×5
unresolved person Timbul Nauli Nainggolan p.7
unresolved person Calvin p.7
unresolved org BABI PENDAHULUAN Status Konsultan KJPP Benedictus Darmapuspita dan Rekan p.12
unresolved org Menteri Keuangan p.12 ×4
unresolved org Menteri Keuangan Republik Indonesia p.12
unresolved org Menteri p.12
unresolved org Menteri Agraria dan Tata Ruang p.12
unresolved org Pertanahan Nasional RI p.12
unresolved person Judistira p.18 ×3
unresolved person Akta Notaris Suwarni Sukiman p.20
unresolved org Menteri Kehakiman Republik Indonesia p.20
unresolved person Esi Susanti p.20
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.20
unresolved org PT Supra Investama Mandiri p.20 ×2
unresolved org PT Supra Mas Mandiri p.20
unresolved org PT Supra Kreatif Mandiri p.20
unresolved org Bank Indonesia p.31 ×14
unresolved org Bank Indonesia Neraca Perdagangan Non Mi Neraca Perdagangan p.31
unresolved org Bank Indonesia Pertumbuhan Uang Beredar Rp Triliun p.34
unresolved org Nippon Indosari Corporindo Tbk p.40 ×2
unresolved org Koordinasi Penanaman Modal p.41 ×4
unresolved org Pusat Statiktik p.41
unresolved org Kementerian Perindustrian RI p.42 ×2
unresolved org CT Corp p.43
unresolved org Hero Supermarket Tbk p.43 ×2
unresolved org PT Lion Super Indo p.43
unresolved org Departemen Recruitment. p.50
unresolved org Menteri Perdagangan Republik Indonesia p.52
unresolved org Commercial Chains Co Ltd p.70
unresolved org MerryMart Consumer Corp p.70
unresolved org Zhe Jiang Dong Ri Ltd p.70
unresolved org Holdings Ltd p.70
unresolved org Department Store Co Ltd p.70
unresolved org Kementerian Investasi p.75
unresolved person Up. Yth. Bp. Ir. B Supriyanto D p.86 ×2
unresolved org KJPP Benedictus Darmapuspila dan Rekan p.86
unresolved org KJPP Benedictus Darmapuspila p.86
unresolved org SUPRA | BOGA (LESTARI p.87
unresolved org PT SUPRA BOGA Li JOHARTONO p.87
unresolved person JOHARTONO · Direktur Utama p.87

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result