Back to announcement
20260512_RANC_Laporan Informasi dan Fakta Material_32090628_lamp1.pdf
Other Text extracted RANCSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 87
Page 1 OCR 0.956
LAPORAN STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KLASIFIKASI BAKU LAPANGAN USAHA INDONESIA (KBLI) BARU PT Supra Boga Lestari Tbk
Page 2 OCR 0.909
) KK Bidang Jasa : Penilaian Properti (PJ dan Bisnis (BJ DYAN ana Wilayah Kerja : Indonesia Kantor Jasa an bari Publik Benedictus Darmapuspita dan Rekan Izin Usaha Kantor Jasa Peni Publik No.2.12.0103 KMK No. 696/KM.1/2012 Surat BAPEPAM No. S-8154/8L/2012 Jakarta, 8 Mei 2026 Kepada Yth Direksi PT Supra Boga Lestari Tbk Ranch Market Headguarter Lt. 5 Jl. Pesanggrahan Raya No. 2, Kembangan Kota Jakarta Barat, Provinsi DKI Jakarta Hal: Laporan Studi Kelayakan Penambahan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) Baru PT Supra Boga Lestari Tbk No. Laporan: 00205/2.0103-00/BS/05/0121/1/V/2026 Dengan hormat Sehubungan dengan penugasan yang diberikan oleh PT Supra Boga Lestari Tbk (“Perseroan”), suatu perseroan terbatas terbuka yang bergerak di bidang Retail / Supermarket, yang beralamat di Ranch Market Headguarter Lt. 5, Jl. Pesanggrahan Raya No. 2, Kembangan, Kota Jakarta Barat, Provinsi DKI Jakarta, mengacu pada Proposal Ref. No. BDR 26P-084/R1 tanggal 2 Maret 2026, dari Kantor Jasa Penilai Publik Benedictus Darmapuspita dan Rekan (“KJPP BDR" atau “Kami”) kepada Perseroan, Kami telah menyusun Laporan Studi Kelayakan Penambahan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (“KBLI”) baru dengan kode 47221 - Perdagangan Eceran Minuman Alkohol (SKP — A dan SKP — B & C), 47242 — Perdagangan Eceran Roti, Kue Kering, Kue Basah, serta sejenisnya, dan 10710 — Industri Produksi Bakeri. Maksud dari penyusunan Laporan Studi Kelayakan ini adalah untuk memberi pernyataan bahwa Penambahaan KBLI Baru dengan kode 47221, 47242, dan 10710 oleh Perseroan seperti dimaksud dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha (“POJK 17/2020”) adalah layak atau tidak layak. Dalam Studi Kelayakan ini KJPP BDR mengacu pada (i) POJK No. 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal (“POJK 35/2020”), (ii) POJK No. 17/POJK.04/2020, (ili) Kode Etik Penilaian Indonesia (KEPI) dan Standar Penilaian Indonesia Edisi VII — 2018 (“SPI”) 350 tentang Jasa Konsultansi. Pusat Bidang Jasa : Penilaian Properti dan Bisnis (PB), Jl, Musi No. 38 Cideng — Gambir Jakarta 10150 Telp. : (021) 3448577, 3518414, 3518235, 3813522, 34832688, 3813146, Fax. : (021) 3459648 Website : wwwbdr.co.id, E-mail: info@bdr.co.id Cabang : Surabaya : Bidang Jasa : Penilaian Properti (P), Telp, : (031) 8782820, 8782821, 08113481191, 0811347 1191, E-mail: surabaya@bdr.co.id Makassar : Bidang Jasa : Penilaian Properti (P), Telp. : (0411) 4671006, 085100040950, E-mail : makassar@bdr co.id Medan : Bidang Jasa : Penilaian Properti (P), Telp. : (061) 42566654, E-mail : medan@bdr.co.id Sukoharjo : Bidang Jasa : Penilaian Properti (P), Telp. : (0271) 7469143, E-mail : sukoharjo@bdr.co.id Denpasar : Bidang Jasa : Penilaian Properti dan Bisnis (PB), Telp. : 08113838466, E-mal : bali@bdr.co.id, info@bdr-bali.com
Page 3 OCR 0.953
Latar belakang Penambahan KBLI Baru dilakukan sebagai respons perusahaan terhadap dinamika pasar ritel modern yang menunjukkan pergeseran preferensi konsumen ke arah produk siap komsumsi, produk siap berkualitas, serta produk premium dengan nilai tambah yang lebih tinggi. Di wilayah perkotaan dan area dengan daya beli tinggi, konsumen cenderung mengutamakan kenyamanan berbelanja, variasi produk dalam satu lokasi, serta pengalaman belanja yang lebih lengkap. Kondisi pasar tersebut mendorong perusahaan untuk memperluas ruang lingkup kegiatan usaha agar dapat menangkap peluang pertumbuhan permintaan yang terus meningkat. Lalu adanya peningkatan populasi kelompok usia produktif (15 — 64 tahun) juga dapat menjadikan adanya Penambahan KBLI Baru. Dominasi kelompok usia produktif mencerminkan perilaku konsumen yang lebih aktif membeli produk siap konsumsi, produk segar berkualitas, serta kebutuhan gaya hidup urban lainnya. Kelompok usia produktif tidak hanya memiliki kemampuan ekonomi yang lebih kuat, tetapi juga karakteristik konsumsi yang dinamis dan beragam, termasuk dalam produk bakery segar, makanan siap saji, dan minuman premium, sehingga menciptakan peluang pasar yang lebih luas dan stabil bagi kegiatan usaha yang relevan. Oleh karena itu adanya Penambahan KBLI Baru ini merupakan langkah yang selaras dengan kebutuhan dan tren pasar ritel modern, dimana konsumen mengharapkan konsep one stop shopping yang menyediakan produk kebutuhan harian, produk siap konsumsi, serta produk premium dalam satu lokasi. Dengan strategi ini, perusahaan dapat meningkatkan daya saing, memperluas pangsa pasar, serta memaksimalkan potensi pendapatan dari perubahan perilaku konsumen yang semakin mengutamakan kemudahan dan kualitas. Hasil Analisis Hasil analisis atas aspek pasar, menunjukkan bahwa industri ritel di Indonesia adalah sektor yang memiliki berkontribusi lebih dari 12-134 terhadap PDB nasional, menjadi sektor terbesar kedua setelah industri pengolahan. Karena Indonesia adalah negara dengan struktur ekonomi yang didorong oleh konsumsi domestik, kesehatan sektor ritel menjadi indikator utama kesehatan ekonomi nasional. Proyeksi pasar pada industri ritel menunjukkan skenario pertumbuhan yang kuat. Beberapa lembaga riset memperkirakan nilai pasar ritel di Indonesia meningkat signifikan pada tahun 2025-2030 dengan CAGR positif 4,846 didorong oleh demografi yang menguntungkan. Meskipun memiliki prospeknya kuat, industri ini menghadapi tantangan signifikan berupa ketentuan regulasi dan perizinan yang kompleks terutama pada KBLI 47221 — Perdagangan Eceran Minuman Alkohol, pengelolaan produk dengan masa simpan singkat pada perdangan roti, kue basah, & produksi bakeri, adanya fluktuasi harga bahan baku pangan (gandum, gula, mentega, dan minyak goreng), persaingan ketat dan perubahan perilaku konsumen, dan pemenuhan standar keamanan pangan.
Page 4 OCR 0.940
Hasil analisis atas aspek teknis menunjukkan bahwa adanya penambahan KBLI tidak mengubah secara signifikan proses bisnis utama Perseroan. Kegiatan usaha tetap berfokus pada perdagangan eceran modern melalui jaringan supermarket yang telah beroperasi. Sebelum terjadi penambahan KBLI, RANC menjalankan usaha dengan menyediakan berbagai produk kebutuhan sehari hari seperti produk segar (fresh product), produk premium, dan produk impor. Setelah terjadinya penambahan KBLI terdapat penambahan pada diversifikasi produk seperti perdagangan minuman beralkohol, roti, kue kering, kue basah, dan produksi bakeri. Sehingga secara teknis RANC mampu menjalankan penambahan KBLI baru. Hasil analisis atas aspek pola bisnis menunjukkan bahwa Perseroan memilki keunggulan kompetitif dalam kegiatan usaha di bidang ritel, kemampuan Perseroan dalam menciptakan nilai tambah produk dan strategi memitigasi risiko, Perseroan memiliki fondasi yang kuat untuk menghadapi dinamika pasar. Hal ini memberikan keyakinan bahwa seluruh kegiatan usaha yang direncanakan akan memberikan kontribusi positif yang berkelanjutan bagi pertumbuhan kinerja keuangan Perseroan dalam Jangka Panjang. Hasil analisis atas aspek model manajemen menunjukkan bahwa Perseroan dapat menambahkan KBLI baru dengan dukungan tersedianya tenaga kerja yang kompeten dan tersertifikasi, pemahaman komprehensif terhadap manajemen risiko bisnis pada industri ritel, serta komitmen terhadap etika bisnis dan kepatuhan hukum dalam mengelola hak kekayaan intelektual. Menunjukkan bahwa Perseroan memiliki. kapasitas yang mumpuni untuk menjalankan KBLI baru di industri ritel secara profesional dan berkelanjutan. Hasil analisis atas aspek keuangan dari perhitungan NPV dengan menggunakan tingkat diskonto sebesar 11,14”4 menunjukkan bahwa nilai NPV dengan proyeksi aliran kas bersih selama 5 tahun adalah sebesar Rp170.033.525.543,00. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa IRR adalah 30,59” lebih besar daripada tingkat diskonto sebesar 11,14”. Berdasarkan perhitungan Payback Period penambahan KBLI baru membutuhkan waktu t4 tahun untuk mengembalikan investasi. Berdasarkan perhitungan yang kami lakukan diketahui bahwa nilai PI dari investasi dan rencana pengembangan tersebut adalah 1,57.
Page 5 OCR 0.920
Kesimpulan Dengan demikian berdasarkan data-data dan hasil dari berbagai analisis di antaranya analisis atas aspek pasar, teknis, pola bisnis, model manajemen, dan aspek keuangan, kami berpendapat bahwa: Rencana Penambahan KBLI Baru kode 47221 — Perdagangan Eceran Minuman Alkohol (SKP —A dan SKP-B & C), 47242 — Perdagangan Eceran Roti, Kue Kering, Kue Basah, serta sejenisnya, dan 10710 — Industri Produk Bakeri layak untuk dilaksanakan. Surat Pengantar ini merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari Laporan Studi Kelayakan yang disusun oleh KJPP BDR. Kami menyatakan dengan sesungguhnya bahwa dalam melaksanakan penugasan ini, kami bertindak sebagai pihak independen dan kami tidak mempunyai kepentingan apapun atas usaha perusahaan yang dianalisa maupun atas hasil studi yang telah dilaporkan. Kami tegaskan pula bahwa kami tidak menerima manfaat atau keuntungan apapun dari Studi Kelayakan yang kami laporkan, baik saat ini maupun di masa datang. Hormat kami, KJPP Benedictus Darmapuspita dan Rekan Pimpinan Rekan PA Ir. Benedictus Supriyanto Darmapuspita, M.Sc., MAPPI (Cert Nomor Izin Penilai Publik: PB-1.09.00121 Klasifikasi Bidang Jasa : Penilaian Properti dan Bisnis (PB) MAPPI : 94-S-00409 STTD OJK (Pasar Modal) : STTD.PPB-18/PJ-1/PM.02/2023 STTD OJK (IKNB) : 050/NB.122/STTD-P/2017 No. Register : RMK-2017.00108 Sg ae mas
Page 6 OCR 0.955
PERNYATAAN KONSULTAN Terhadap batas kemampuan dan keyakinan Kami sebagai Penilai Independen, Kami yang bertanda tangan di bawah ini menerangkan bahwa: 1. Pernyataan faktual yang dipresentasikan dalam Laporan Studi Kelayakan ini adalah benar sesuai dengan dengan pemahaman terbaik dari Konsultan, 2. Penugasan Studi Kelayakan telah dilakukan terhadap Objek Studi Kelayakan dan Tanggal Studi Kelayakan, 3. Analisis dan kesimpulan hanya dibatasi oleh asumsi dan kondisi yang dilaporkan dalam Laporan Studi Kelayakan ini, 4. Nilai yang dihasilkan dalam Penugasan Studi Kelayakan telah disajikan sebagai dasar hasil kesimpulan: 5. Lingkup pekerjaan dan data yang dianalisis telah diungkapkan dalam laporan Studi Kelayakan ini, 6. Data ekonomi dan industri dalam Laporan Studi Kelayakan diperoleh dari berbagai sumber yang diyakini Konsultan dapat dipertanggungjawabkan, 7. Konsultan tidak mempunyai kepentingan terhadap objek Studi Kelayakan, 8. Imbalan jasa Penilai tidak berkaitan dengan hasil opini Studi Kelayakan yang dilaporkan, 9. Pada Studi Kelayakan ini, KJPP BDR senantiasa mengacu pada POJK No. 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, POJK No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha, Kode Etik Penilaian Indonesia (KEPI) dan Standar Penilaian Indonesia Edisi VII - 2018 (SPI) 350 tentang Jasa Konsultansi, 10.Penilai telah memenuhi persyaratan pendidikan professional yang ditentukan dan/atau diselenggarakan oleh Asosiasi Profesi Penilai yang diakui Pemerintah, 11.Konsultan memiliki pemahaman mengenai objek dari Studi Kelayakan yang dilakukan, 12.Konsultan melakukan inspeksi atas objek dari Studi Kelayakan yang dianalisis, dan 13.Tidak seorangpun, kecuali yang disebutkan dalam laporan ini, telah menyediakan bantuan professional dalam menyiapkan Laporan Studi Kelayakan ini.
Page 7 OCR 0.867
No. Nama Tanda Tangan 1. | Penanggung Jawab: Ir. Benedictus Supriyanto Darmapuspita, M.Sc., MAPPI (Cert) Nomor Izin Penilai Publik : PB-1.09.00121 Klasifikasi Bidang Jasa : Penilaian Properti dan Bisnis (PB) 3 MAPPI : 94-S-00409 TP, STTD OJK (Pasar Modal) : STTD.PPB-18/PJ-1/PM.02/2023 STTD OJK (IKNB) : 050/NB.122/STTD-P/2017 No. Register : RMK-2017.00108 2. | Pemeriksa: Timbul Nauli Nainggolan, S.E., MAPPI (Cert) Nomor Izin Penilai Publik : P-1.09.00123 , Klasifikasi Bidang Jasa: Penilaian Properti (P) ( MAPPI : 95-S-00561 W— STTD OJK (Pasar Modal) : STTD.PP-31/PJ-1/PM.02/2023 STTD OJK (IKNB) :042/NB.122/STTD-P/2017 No. Register : RMK-2017.00116 3. | Penilai: Calvin, S.E. MAPPI : 24-P-12689 No. Register : RMK-2025.05164 4 Asisten Penilai: E- | Ama Himalatus Sholichah, S.Tr.E. MAPPI 1 25-A-13452
Page 8 OCR 0.654
DAFTAR ISI SURAT PENGANTAR ... PERNYATAAN KONSULTAN BAB HPENDAHULUA Nu aagan 1 11 Status KONSUItAN........oooooooWooooooooWo.Wo0oo0ommm. 11 12 Pemberi Tugas osn 12 1.3 Pengguna Laporan Studi Kelayakan ..................ooooooooooooooo 12 1.4 Maksud dan Tujuan Penugasan 13 ObeK SIVO kaan 1.6 Metodologi Studi Kelayakan 1.7 Tanggal Studi Kelayakan.... 18 ASUMEASIMS mean AE Es 19 Koridisi Pembatas. .ooooomcmmmwsnnnwoonosaseas 15 1.10: Data dan Iffomasi . St... 5 KO. Mita sen UAN Ba ne aneka 16 111 Tingkat Kedalaman InvestigaSi .....................ooooooooooo.ooo 18 112 Jenis Mata Uang... d0. Maba... Halit KAM. Wlltna Manisan sena 1.13 Aturan dan Standar Penilaian yang Digunakan ... 1.14 Persyaratan atas Persetujuan untuk Publikasi.. BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 21. PT Supra Boga Lestari Tbk ............oooooo.oo.WooWo.Wooo.Wooo.oo 19 22 SIFOktur Permodaldhoeowuwa awan amanat 19 2.3. Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan .......................o.. 20 2.4. Data Keuangan Histofls.coo.oo.oomocoo.wcommussnyamsenewws 20 BAB III TINJAUAN EKONOMI, ANALISIS INDUSTRI, DAN ANALISIS PASAR. 29 3.1 Perekonomian Global ...29 3.2 Perekonomian Domestik.. 29 3.3 Neraca Pembayaran. 30 3.4 Nilai Tukar Rupiah..... OS Ne en REA 31 3.6 Likuiditas dan Suku BUNgA .........ooooocoWoWoWoWoWoWoWoo oo 32 8.7 Arialisis Industi Ritel ea 34
Page 9 OCR 0.706
3.8 Prospek Industri Perdagangan Alkohol..........oooooooo.ooc 36 3.9 Prospek Industri Perdagangan Eceran Roti, Kue Kering, Kue Basah, serta sejenisnya.. 3.10 Prospek Industri Produk Bakeri . 311 Prospek Penambahan KBLI Baru ...........ooooooooooo oo oa 39 3.12 Persaingan Usaha Industri Ritel di Indonesia...............oooooooo.oo 42 9.18 Siratedi PEmasarah ke SLB 42 BAB IV ANALISIS ASPEK TEKNIS ..........oooooooWooommeeenenenanan 45 &1 Bisnis RANG cooooomoo.o.momooo.oomooooommmmssemawasisana 45 4.2 Rencana Kegiatan Usaha Baru dan Kapasitas Toko.. 4.3 Ketersediaan dan Kualitas Sumber Daya... 4.4 Proses Bisnis Sebelum dan Sesudah Penambahan KBLI BAB V ANALISIS ASPEK POLA BISNIS.............oooooWo.WoWoWoomw 51 51 Kemampuan untuk Menciptakan Nilai Tambah ................oooooo 51 5.2 Keunggulan Kompetitif Karena Keunikan Pola Bisnis.................o 52 5.3 Kemampuan Pesaing untuk Meniru Produk ........ooooooooWo Woo 53 5.4 Analisis SWOWA...Wu bagi 2 Kerokan ce Beat Meises anne anakan 54 BAB VI ANALISIS ASPEK MODEL MANAJEMEN .........ooWowoo en 56 6.1 Kapasitas dan Kemampuan Manajemen Perusahaan Sebelum Adanya Penambahan KBLI .... 6.2 Kapasitas dan Kemampuan Manajemen Perusahaan Setelah Adanya Penambahan KBLL ewean 57 6.3 Manajemen Risiko Penambahan KBLI Baru..........o.ooooooooWo.oWo.oooo 58 6.4 Manajemen Kekayaan Intelektual.................oooooco.Wo.WoWoooooo 65 BAB VII ANALISIS ASPEK KEUANGAN ......ooooooooocooWco.oooocom 66 Tt ASUMSI Ekonomi: Makro oem 66 7.2 Asumsi Proyeksi Keuangan 7.3 Net Present Value (“NPW). 7.4 Internal Rate of Return (TRR”) 7.5 Payback PeriOd...........ooooooWoo.ooomeeneneeneenaaan 71 Ing POM BIN AING ESA PI oeocomowsanunnsnn sesar mamaaanaa Mangun ameMnNenaen TA TT Analisis Sensiti NAS AN 71
Page 10 OCR 0.874
BAB VIII KESIMPULAN DAN SARAN 81 Kesimpulan.. Lampiran Surat Representasi
Page 11 OCR 0.885
d0 ON DAFTAR LAMPIRAN Laporan Posisi Keuangan Historis Laporan Laba Rugi Historis Laporan Posisi Keuangan Proyeksi Laporan Laba Rugi Proyeksi Laporan Arus Kas Terdiskonto Uji Sensitivitas 10
Page 12 OCR 0.948
11 BABI PENDAHULUAN Status Konsultan KJPP Benedictus Darmapuspita dan Rekan (selanjutnya disebut “KJPP BDR" atau “Kami”) didirikan di Jakarta pada tahun 2008 mengacu pada Surat Keputusan Menteri Keuangan No.125/PMK.01/2008 tanggal 3 September 2008 tentang Jasa Penilai Publik dan telah memenuhi persyaratan Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia No.101/PMK.01/2014 tentang Penilai Publik, No.56/PMK.01/2017 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri No.101/PMK.01/2014 tentang Penilai Publik, dan No.228/PMK.01/2019 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Menteri Keuangan No.101/PMK.01/2014 tentang Penilai Publik. KJPP BDR yang berkedudukan di Jalan Musi No. 38, Jakarta Pusat merupakan Kantor Jasa Penilai Publik yang terdaftar sebagai Profesi Penunjang Pasar Modal berdasarkan surat No.S-8154/BL/2012 tanggal 29 Juni 2012 dan Keputusan Menteri Keuangan No.696/KM.1/2012 tentang Izin Usaha Kantor Jasa Penilai Publik dengan nomor izin: 2.12.0103 tanggal 18 Juni 2012, serta Penilaian Pertanahan berdasarkan Keputusan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional RI No.129/SK-600.PT.01.01/V/2020 tanggal 18 Mei 2020. Penanggung jawab dari Laporan Studi Kelayakan ini adalah Ir. Benedictus Supriyanto Darmapuspita, M.Sc., MAPPI (Cert) dengan nomor anggota MAPPI: 94-S-00409 dengan Nomor Izin Penilai Publik PB-1.09.00121, berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan Nomor: 144/KM.1/2009, tanggal 10 Februari 2009 dengan klasifikasi Bidang Jasa Penilai Properti dan Bisnis, dan memiliki kualifikasi Penilai sebagai Profesi Penunjang Pasar Modal dengan STTD.PPB-18/PJ-1/PM.02/2023, serta sebagai penilai di Industri Keuangan Non Bank (IKNB) dengan STTD OJK (IKNB) No.050/NB.122/STTD-P/2017, tanggal 7 April 2017. Dalam penugasan ini, kami bukan sebagai Penilai Independen, tetapi sebagai Konsultan yang memberikan jasa konsultansi yang terkait dengan kegiatan penilaian yaitu konsultansi studi kelayakan penambahan bidang usaha (klasifikasi baku lapangan usaha Indonesia). Kami, KJPP Benedictus Darmapuspita dan Rekan tidak memiliki keterlibatan material atau benturan kepentingan baik aktual maupun potensial dengan PT Supra Boga Lestari Tbk KJPP Benedictus Darmapuspita dan Rekan, memiliki kompetensi untuk melakukan studi kelayakan usaha. Kami tidak menggunakan bantuan dari pihak luar maupun profesi lainnya dalam studi kelayakan perubahan kegiatan usaha ini dan kontribusinya. 11
Page 13 OCR 0.940
1.2 Pemberi Tugas Identitas pemberi tugas dalam penyusunan Laporan Studi Kelayakan ini adalah sebagai berikut: a. Nama : PT Supra Boga Lestari Tbk b. NPWP : 01.821.420.5-054.000 c. Bidang Usaha : Retail / Supermarket d. Alamat Ranch Market Headguarter Lt. 5 Jl. Pesanggrahan Raya No. 2, Kembangan, Kota Jakarta Barat e. Penanggung Jawab : Bp. Johartono Susilo — Direktur Utama 1.3 Pengguna Laporan Studi Kelayakan Laporan Studi Kelayakan usaha sesuai dengan lingkup pekerjaan dalam penugasan ini akan digunakan oleh Perseroan dalam rangka memenuhi POJK 17/2020. 1.4 Maksud dan Tujuan Penugasan Maksud dari penyusunan Laporan Studi Kelayakan ini adalah untuk memberi pernyataan bahwa penambahan KBLI dengan kode 47221, 47242, dan 10710 yang dilakukan oleh PT Supra Boga Lestari Tbk (“Perseroan”) seperti dimaksud dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha (“POJK 17/2020”) adalah Layak atau Tidak Layak. Tujuan dari penyusunan Studi Kelayakan usaha ini akan digunakan oleh PT Supra Boga Lestari Tbk dalam memenuhi Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait dengan Peraturan Perusahaan Publik (Terbuka) tentang Keterbukaan Informasi (POJK 17/2020). 1.5 Objek Studi Pada Laporan Studi Kelayakan ini yang menjadi objek studi adalah Rencana Penambahan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) oleh PT Supra Boga Lestari Tbk, yaitu: a. KBLI 47221 — Perdagangan Eceran Minuman Alkohol (SKP — A dan SKP-B&C) b. KBLI 47242 — Perdagangan Eceran Roti, Kue Kering, Kue Basah, serta sejenisnya. c. KBLI 10710 — Industri Produk Bakeri 12
Page 14 OCR 0.957
1.6 Metodologi Studi Kelayakan Mengingat bahwa kondisi yang akan datang dipenuhi dengan ketidakpastian, maka diperlukan pertimbangan-pertimbangan tertentu di dalam memulai suatu bisnis, di mana dasar dari pertimbangan- pertimbangan tersebut dapat diperoleh melalui suatu studi terhadap berbagai aspek mengenai kelayakan suatu bisnis yang akan dijalankan, sehingga hasil studi tersebut dapat digunakan untuk memutuskan apakah sebaiknya proyek atau bisnis layak dikerjakan atau ditunda atau bahkan dibatalkan. Berikut ini aspek-aspek yang harus diteliti dalam suatu Laporan Studi Kelayakan sehubungan dengan rencana penambahan KBLI baru dengan kode 47221, 47242, dan 10710 oleh Perseroan yaitu: a. Aspek pasar Melakukan kajian atas kondisi pasar, seperti pangsa pasar, kesinambungan (sustainability), potensi pasar, sasaran dan potensi nilai pasar. Di samping itu juga melakukan analisis tentang pesaing usaha serta strategi pemasaran. b. Aspek teknis Melakukan kajian terhadap kapasitas dan. target bisnis, serta memperhatikan ketersediaan dan kualitas sumber daya, pekerja, dan ahli profesional. Kajian teknis juga meliputi proses produksi secara umum. Cc. Aspek pola bisnis Melakukan analisis yang mencakup keunggulan kompetitif karena keunikan dari pola bisnis, kemampuan pesaing untuk meniru produk, dan kemampuan untuk menciptakan nilai. d. Aspek model manajemen Melakukan analisis yang meliputi ketersediaan tenaga kerja, manajemen kekayaan intelektual (intellectual property), manajemen risiko, kapasitas dan kemampuan manajemen, serta kesesuaian struktur organisasi dan manajemen. e. Aspek keuangan Sebagai muara dari keseluruhan aspek yang dikaji, maka aspek keuangan akan mengkaji meliputi rencana investasi, sumber pembiayaan, biaya operasional, proyeksi laporan keuangan, analisis 13
Page 15 OCR 0.958
17 1.8 titik impas (break even point analysis), analisis profitabilitas, serta analisis tingkat timbal balik. Tanggal Studi Kelayakan Tanggal pembuatan Laporan Studi Kelayakan di atas yaitu pada tanggal 31 Desember 2025. Tanggal ini dipilih atas dasar pertimbangan kepentingan dan tujuan penugasan serta dari data keuangan Perseroan yang kami terima yaitu Laporan Keuangan PT Supra Boga Lestari Tbk per tanggal 31 Desember 2025. Asumsi-Asumsi Penyusunan pendapat independen atas objek Studi Kelayakan mengasumsikan bahwa penugasan yang dilakukan telah didasarkan dengan Standar Penilaian Indonesia (SPI) serta tidak merugikan kepentingan-kepentingan pihak Perseroan dan para pemegang saham. Asumsi-asumsi yang kami gunakan antara lain: 1. Laporan Studi Kelayakan ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis dan keuangan, serta peraturan- peraturan pemerintah terkait yang berlaku pada tanggal penilaian ini diterbitkan. 2. Laporan Studi Kelayakan ini harus dipandang sebagai satu kesatuan dan penggunaan sebagian dari analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan informasi dan analisis lainnya secara utuh sebagai satu kesatuan dapat. menyebabkan. pandangan dan kesimpulan yang menyesatkan atas proses yang mendasari penilaian. Penyusunan Studi Kelayakan ini merupakan suatu proses yang rumit dan mungkin tidak dapat dilakukan melalui analisis yang tidak lengkap. 3. Hasil Laporan Studi Kelayakan ini sangat dipengaruhi oleh ketersediaan data dan kebenaran data serta informasi pendukung yang diperoleh dari pihak manajemen. 4. Pada saat penyusunan Laporan Studi Kelayakan ini, Kami menggunakan beberapa asumsi, seperti terpenuhinya semua kondisi dan kewajiban Perseroan dan semua pihak lain yang menggunakan Laporan Studi Kelayakan ini, sesuai dengan yang diungkapkan oleh manajemen Perseroan atau pihak lain, baik selaku objek studi kelayakan maupun sebagai pemberi tugas. 5. Kami juga mengasumsikan bahwa sampai dengan tanggal laporan Studi Kelayakan ini diterbitkan sampai dengan tanggal terjadinya rencana aksi korporasi, tidak terjadi perubahan apapun terhadap asumsi-asumsi, kondisi, serta peristiwa-peristiwa yang terjadi, selain daripada yang telah disampaikan kepada kami dalam periode sebelum 14
Page 16 OCR 0.959
tanggal laporan, yang berpengaruh secara material dalam penyusunan Studi Kelayakan ini. Kami tidak bertanggung jawab untuk menegaskan kembali, melengkapi, serta memutakhirkan (update) pendapat Kami karena adanya perubahan asumsi, kondisi, serta peristiwa-peristiwa yang terjadi ataupun disampaikan setelah tanggal laporan. 1.9 Kondisi Pembatas Penyusunan Laporan Studi Kelayakan ini tidak terlepas dari kondisi- kondisi yang membatasi pendapat Studi Kelayakan tersebut. Berikut adalah kondisi-kondisi pembatas tersebut. 1 Saat melaksanakan analisis, Kami mengasumsikan dan bergantung pada keakuratan, keandalan, dan kelengkapan dari semua informasi keuangan dan informasi-informasi lain yang diberikan kepada Kami oleh Perseroan atau yang tersedia secara umum yang pada hakekatnya adalah benar, lengkap, dan tidak menyesatkan, dan Kami tidak bertanggung jawab untuk melakukan pemeriksaan independen terhadap informasi-informasi tersebut. Kami juga bergantung kepada jaminan dari manajemen Perseroan bahwa mereka tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan informasi-informasi yang diberikan kepada Kami menjadi tidak lengkap atau menyesatkan. Studi kelayakan ini dipersiapkan menggunakan data dan informasi sebagaimana diungkapkan di atas. Segala perubahan atas data dan informasi tersebut dapat mempengaruhi hasil akhir pendapat Kami secara material. Oleh karenanya, Kami tidak bertanggung jawab atas perubahan kesimpulan atas Studi Kelayakan Kami dikarenakan adanya perubahan data dan informasi tersebut. Kami melakukan wawancara kepada manajamen Perseroan. Selain itu, Kami tidak memberikan pendapat atas dampak perpajakan dari hasil Laporan Studi Kelayakan ini. Jasa-jasa yang Kami berikan kepada Perseroan dalam kaitan dengan penugasan ini hanya merupakan review Studi Kelayakan atas nilai dari objek Studi Kelayakan yang ditugaskan kepada Kami dan bukan jasa-jasa akuntansi, audit, atau perpajakan. Pekerjaan Kami yang berkaitan dengan Studi Kelayakan ini tidak merupakan dan tidak dapat ditafsirkan dalam bentuk apapun, sesuai penelaahan atau audit atau pelaksanaan prosedur-prosedur atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan, atau penyimpangan dalam laporan keuangan atau pelanggaran hukum. Selain itu, Kami tidak mempunyai kewenangan dan tidak berada dalam posisi untuk mendapatkan dan menganalisis informasi apapun di luar dari yang telah disampaikan kepada Kami, 15
Page 17 OCR 0.952
yang mungkin tersedia untuk Perseroan, serta pengaruh dari informasi tersebut atas hasil studi kelayakan ini. 5. Tanggung jawab penilai sehubungan dengan Laporan Studi Kelayakan ini hanya kepada pemberi tugas. Penilai tidak mempunyai tanggung jawab terhadap pihak ketiga. Laporan studi kelayakan usaha akan kami susun berdasarkan permintaan dari Perseroan yang dipakai semata-mata untuk membantu Perseroan dalam memberikan gambaran mengenai kelayakan usaha atas penambahan Bidang Usaha atau Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) dengan kode KBLI 47221 - Perdagangan Eceran Alkohol (SKP — A dan SKP — B & C), KBLI 47242 — Perdagangan Eceran Roti, Kue Kering, Kue Basah, serta sejenisnya dan KBLI 10710 — Industri Produk Bakeri. Karena pihak lain mungkin bermaksud untuk menggunakan laporan studi kelayakan usaha yang akan kami terbitkan untuk tujuan lain, perlu ditegaskan bahwa laporan studi kelayakan usaha yang akan kami terbitkan tidak dapat dikutip, direferensikan atau perlihatkan ke pihak lain tanpa ijin tertulis dari KJPP Benedictus Darmapuspita dan Rekan terlebih dahulu kecuali diharuskan oleh pengadilan atau undang-undang yang berlaku. 6. Perseroan telah membebaskan KJPP BDR dari setiap klaim yang dapat dan akan timbul dari kesalahan ataupun kekurangan dalam bahan dan informasi yang disediakan Perseroan, anak Perseroan, perusahaan afiliasi, konsultan, atau pihak ketiga kepada KJPP BDR dalam penyusunan laporan ini. Laporan ini bersifat non-disclaimer opinion. 7. Pihak Manajemen Perseroan menyatakan bahwa seluruh informasi material yang menyangkut penugasan Studi Kelayakan telah diungkapkan seluruhnya kepada KJPP BDR dan tidak ada pengurangan atas fakta-fakta yang penting. 8. Laporan Studi Kelayakan ini tidak berlaku sah apabila tidak dicetak di atas kertas khusus berlogo dan/atau dengan cap huruf timbul KJPP BDR dan ditandatangani oleh rekan yang secara resmi ditunjuk. 1.10 Data dan Informasi Pada pelaksanaan penugasan Studi Kelayakan ini, Kami menggunakan beberapa sumber data dan informasi dari pemberi tugas dan objek Studi Kelayakan yang dapat dilihat sebagai berikut: e Laporan Keuangan Audited PT Supra Boga Lestari Tbk untuk periode 31 Desember 2021 — 31 Desember 2025 dengan rincian sebagai berikut: 16
Page 18 OCR 0.877
Nomor dan Periode Kantor poran Keuangan Akuntan Publik Akuntan Upi Op No.00046/2.0851/AU.1/05 | Teramihardja, Novida Winata. M114-/1111/2022 Pradhono & Wajar Tanpa CPA 1 Chandra Pengecualian Periode: (Rodl & Partner) 31 Desember 2021 MAPAN Po No,00047/2-0861/AU. 1/05 Teramihardja, Novida Winata, 1 114-2/1111/2023 Prsehoro'& CPA Sar Lana 'engecualian Periode: Chandra 31 Desember 2022 (Rodl & Partner) No. AP.1114 No.00304/2.1032/AU.1/05 Purwantono, Daniel Amdhani 11810-/1/111/2024 Sungkoro & Judistira, CPA Wajar Tanpa Surja Pengecualian Periode: (EY Indonesia) | No. AP.1810 31 Desember 2023 No.00333/2.1032/AU.1/05 Purwantono, Daniel Amdhani 11810-2/1/111/2025 Sungkoro & Judistira, CPA Wajar Tanpa . | Surja Pengecualian Periode: | (EYindonesia) | No. AP.1810 31 Desember 2024 No.00257/2.1505/AU.1/05 Purwanto Daniel Amdhani 1810-3/1/111/2026 Susanti dan Judistira, CPA Wajar Tanpa Surja Pengecualian Periode: (EY Indonesia) | No. AP.1810 31 Desember 2025 se Proyeksi Bisnis dari PT Supra Boga Lestari Tbk dengan periode 2026 - 2030 List Aset Tetap per 31 Desember 2025 Company Profile Perseroan Akta Pendirian Perseroan Akta Perubahan Anggaran Dasar Terakhir Nomor Induk Berusaha (NIB): 8120011150883 NPWP: 0018 2142 0505 4000 Perizinan lainnya Data Damodaran pada 1 Januari 2026 atas Eguity Risk Premium dan Rating-based Default Spread e Data-data riset ekuitas (eguity research) Refinitif Eikon untuk perusahaan-perusahaan pembanding per 31 Desember 2025 e Data, informasi serta dokumen pendukung lainnya dari pihak manajemen. Mengacu kepada Surat Representasi No. 041/CORSEC-SBLIV/2026 tanggal 7 Mei 2026 yang dikeluarkan PT Supra Boga Lestari Tbk, dinyatakan bahwa seluruh data dan informasi yang diterima akurat, valid dan sesuai dengan aslinya, dengan demikian Surat Representasi tersebut 17
Page 19 OCR 0.957
menjadi satu kesatuan yang tidak terpisahkan dengan laporan Studi Kelayakan ini. 1.11 Tingkat Kedalaman Investigasi Kami telah melakukan inspeksi lapangan, wawancara dan diskusi pada tanggal 17 April 2026 dengan Perseroan selaku pemberi tugas. Hal ini dilakukan untuk mengumpulkan beberapa informasi dan dokumen- dokumen pendukung lainnya sehubungan dengan Studi Kelayakan yang ditugaskan kepada kami. 1.12 Jenis Mata Uang Jenis mata uang yang digunakan dalam Studi Kelayakan adalah mata uang Rupiah sesuai dengan mata uang yang digunakan pada Laporan Keuangan Perseroan. 1.13 Aturan dan Standar Penilaian yang Digunakan Pada studi kelayakan ini, KJPP BDR senantiasa mengacu pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, (“POJK 35/2020”), (ii) POJK 17/2020, (iii) Kode Etik Penilaian Indonesia (KEPI) dan Standar Penilaian Indonesia Edisi VII — 2018 (SPI) 350 tentang Jasa Konsultansi. 1.14 Persyaratan atas Persetujuan untuk Publikasi Setiap publikasi terhadap keseluruhan atau sebagian dari laporan Studi Kelayakan ini harus mendapat persetujuan dari KJPP BDR.
Page 20 OCR 0.930
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 21. PT Supra Boga Lestari Tbk PT Supra Boga Lestari Tbk (“Perseroan” atau “RANC”) didirikan berdasarkan Akta Notaris Suwarni Sukiman, S.H., No. 34 tanggal 28 Mei 1997, notaris di Jakarta. Akta pendirian ini telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. C2-6077.HT.01.01.Th.97, tertanggal 3 Juli 1997 serta diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 104, Tambahan No. 8633 tanggal 28 Desember 1997. Anggaran Dasar Entitas telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir berdasarkan Akta Notaris No. 14 dari Esi Susanti, S.H., M.Kn., notaris di Jakarta tanggal 17 Juni 2025 mengenai perubahan Direksi dan Komisaris PT Supra Boga Lestari Tbk. Perubahan ini telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. AHU- AH.01.09-0300317, tanggal 19 Juni 2025. Kegiatan utama Entitas adalah dalam bidang Retail / Supermarket yang memiliki jaringan toko sebanyak 57 toko dengan nama “Ranch Market”, “Farmers Market”, “The. Gourmet”, “Day2Day”, dan “Pasarina”. Entitas berkedudukan di Ranch Market Headguarter Lt. 5, Jl. Pesanggrahan Raya No. 2, Kembangan, Kota Jakarta Barat. Entitas memulai kegiatan usaha komersialnya pada tahun 1998. Pada tanggal 7 Juni 2012, seluruh saham Entitas telah tercatat pada Bursa Efek Indonesia. PT Supra Boga Lestari merupakan entitas induk, di mana perusahaan mempunyai kepemilikan saham secara langsung pada PT Supra Investama Mandiri dan secara tidak langsung melalui PT Supra Investama Mandiri pada PT Supra Mas Mandiri dan PT Supra Kreatif Mandiri 2.2. Struktur Permodalan Berdasarkan susunan kepemilikan pemegang saham dalam Perseroan per 31 Desember 2025 dan pada saat Laporan Studi Kelayakan ini dibuat adalah sebagai berikut: Persentase Pemegang Saham Total Saham Kepemilikan Jumlah ia Digital Niaga 1.103.853.228 70,564 110.385.323.000 P1 Wiaya Sumber 185.113.597 11,8396 | 18.511.360.000 | Sejahtera PT Prima Rasa Inti 90.051.343 5,76y0| 9.005.134.000 Suharno Kusumudjojo 889.950 0,06Yo 88.995.000 Ronny Prasetya 306.200 0,0270| 30.620.000 19
Page 21 OCR 0.922
Persentase Pemegang Saham Total Saham Kepemilikan Jumlah Lain — lain (kepemilikan Yibawah 574 termasuk 184.273.182 11,7700| 18.427.318.000 saham yang dimiliki masyarakat) 0 : Jumlah 1.564.487.500 100,00Y4 | 156.448.750.000 Sumber: Keterangan Management 2.3. Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan Berdasarkan Laporan Keuangan Audit per 31 Desember 2025 dan pada saat Laporan Studi Kelayakan ini dibuat susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan adalah sebagai berikut: Tabel Susunan Komisaris Jabatan Komisaris Utama Kusumo Martanto Komisaris Ronny Prasetya Komisaris Independen | Hedy Maria Helena Lapian Sumber: Laporan Keuangan Audit per 31 Desember 2025 Tabel Susunan Direksi Jabatan Direktur Utama Johartono Susilo Direktur Suharno Kusumodjojo Direktur Elsa Dian Trifani Direktur Hady Purnama Sumber: Laporan Keuangan Audit per 31 Desember 2025 Tabel Susunan Komite Audit Jabatan Ketua . Hedy Maria Helena Lapian Anggota Justinus Aditya Sidharta Anggota Stephanus Junianto Sumber: Laporan Keuangan Audit per 31 Desember 2025 2.4. Data Keuangan Historis ANALISIS LAPORAN LABA RUGI - KONSOLIDASI Analisis laporan laba rugi historis dimulai dengan analisis atas pendapatan, beban pokok pendapatan, laba bruto, rugi usaha, dan rugi tahun berjalan, baik berdasarkan porsi maupun pertumbuhannya. 20
Page 22 OCR 0.856
Disajikan dalam Jutaan Rupiah Deskripsi 2023 2024 ea 2.887.534 | 2.898.831 | 2.804.215 | 2.874.009 | 2.914.546 | Beban Pokok | » o9gag9 | 2.248.380 | 2143157 | 2.168.050 | 2.190.158 Pendapatan | S Laba Bruto 679.095 | 650.502 | 661.058 | 708.019 | 724.389 Laba/(Rugi) Tanpa (ismca) | (toase1) | (roesag) | (Tas) | (50.523) Laba/(Rugi) | Tahun 9.839 (83.668) | (121.048) | 26.698 | (53.967) Berjalan Sumber: Laporan Keuangan Perseroan untuk periode 2021 — 2025 Pendapatan dan Beban Pokok Pendapatan Pendapatan utama Perseroan bersumber dari pengoperasian supermarket premium dimana pendapatan didorong oleh penjualan produk makanan segar, produk konsumen (groceries), dan produk premium lainnya. Pendapatan Perseroan mengalami pertumbuhan sebesar 0,39Y6, -3,26Ys, 2,49”, dan 1,41Yo masing-masing pada tahun 2022, 2023, 2024, dan” 2025. Rata-rata pertumbuhan Pendapatan Perseroan dari tahun 2022 sampai dengan tahun 2025 adalah sebesar 0,266. Sedangkan untuk Beban Pokok Pendapatan memiliki proporsi untuk periode 2021 — 2025 masing - masing sebesar 76,48Y4, 71,56Y6, 76,43Y9, 75,43Y5 dan 75,156. Pertumbuhan Beban Pokok Pendapatan adalah sebesar 1,81Y4, -4,68Y9, 1,16Y6, dan 1,02”6 masing-masing pada tahun 2022, 2023, 2024, dan 2025. Dan rata-rata pertumbuhan beban pokok pendapatan sebesar -0,17Y6. Laba Bruto, Laba Usaha dan Laba Tahun Berjalan Secara historis, Perseroan mencatatkan keuntungan di tingkat laba bruto dari tahun 2021 sampai tahun 2025. Namun, mencatatkan kerugian di tingkat Laba usaha. Perseroan mengalami pertumbuhan sebesar -546,90Y6, -3,80Y4, 32,39Yo, dan 31,15Y6 masing-masing pada tahun 2022, 2023, 2024, dan 2025. Rata-rata pertumbuhan laba usaha Perseroan dari tahun 2022 sampai dengan tahun 2025 adalah sebesar -121,79Y4. Dari tahun 2021 sampai tahun 2025, Perseroan hanya mencatatkan keuntungan di tingkat laba tahun berjalan pada tahun 2021 dan 2024. Laba tahun berjalan Perseroan mengalami pertumbuhan sebesar -950,39Y4, -44,68Yo, 122,066, dan -302,14Y9 masing-masing pada tahun 2022, 2023, 2024,dan 2025. Rata-rata pertumbuhan laba tahun berjalan Perseroan dari tahun 2022 sampai dengan tahun 2025 adalah sebesar -293,79Y4. 21
Page 23 OCR 0.827
Grafik Pendapatan, Beban Pokok Pendapatan, Laba Bruto, Rugi Usaha, dan Rugi Tahun Berjalan (dalam Jutaan Rupiah) | PT Supra Boga Lestari Tbk | | | 3.500.000 | 3.000.000 — — ye pe | 2.500.000 M - | 2.000.000 3-3 1.500.000 — 1.000.000 | 200000 Maap emang, - Ba (500.000) ———————— agan 2021 2022 2023 2024 2025 | tes Penjualan Neto 2.887.534 | 2.898.831 | 2.804.215 La 2.914.526 | #sIMeBeban Pokok Penjualan | 2.208.439 | 2.248.330 | 2.143.157 | 2.168.050 | 2.190.158 | re Laba Bruto 679.095 | 650.502 | e61.058 | 706.019 | 724.389 | (memtbit 000 (asae3) | (a0a.561) | (108533) | (73.381) | (50.523) | em EAT (9389 | te2es8) | ti2ioag) | 26008 | (53907) | Sumber: Laporan Keuangan Perseroan untuk periode 2021 - 2025 ANALISIS LAPORAN POSISI KEUANGAN - KONSOLIDASI Analisis laporan posisi keuangan historis dimulai dengan menganalisis aset, liabilitas, dan ekuitas yang “dimiliki oleh Perseroan, baik berdasarkan porsi maupun pertumbuhannya. Aset Jumlah Aset PT Supra Boga Lestari Tbk mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif sebesar -10,42Y6, -7,92Y4, -4,02”o, dan -1,70Yo masing — masing untuk periode 2022, 2023, 2024, dan 2025. Rata — rata pertumbuhan jumlah aset PT Supra Boga Lestari Tbk dari tahun 2022 hingga 2025 sebesar -6,01Y4. Hal ini menunjukkan bahwa aset PT Supra Boga Lestari Tbk cenderung mengalami penurunan dari tahun 2021 hingga 2025. Selain itu, jumlah aset PT Supra Boga Lestari Tbk didominasi oleh aset tidak lancar dengan rata rata porsi sebesar 58,10Y6 dari tahun 2021 hingga 2025. Dimana komponen terbesar dari aset tidak lancar terdapat pada akun Aset Hak Guna dengan rata rata porsi sebesar 24,556 dari keseluruhan Total Aset. 22
Page 24 OCR 0.801
Grafik Pertumbuhan Aset Grafik Komposisi Aset (dalam Jutaan Rupiah) (dalam Jutaan Rupiah) PT Supra Boga Lestari Tbk PT Supra Boga Lestari Tbk 100000 1600000 100000 100000 1 00100 100000 1000000 1000000 so0000 tan) #n0v09 na conn00 200000 100000 mo010a 2021 2022 | 2023 | 2001 2025 s19329 | danaeo saran Mapass | 55743 Gzasag Lamo. Sumber: Laporan Keuangan Perseroan untuk periode 2021 - 2025 Liabilitas dan Ekuitas Jumlah liabilitas PT Supra Boga Lestari Tbk mengalami pertumbuhan sebesar -1,64Y0, 2,13Yo, -7,70o, dan 4,16Yo masing — masing pada pada tahun 2022, 2023, 2024, dan 2025. Rata — rata pertumbuhan jumlah liabilitas PT Supra Boga Lestari Tbk dari tahun 2022 hingga 2025 adalah sebesar -2,26”4, hal ini menunjukkan bahwa liabilitas PT Supra Boga Lestari Tbk cenderung fluktuatif dari tahun 2021 hingga 2025. Liabilitas PT Supra Boga Lestari Tbk didominasi oleh liabilitas jangka pendek dengan rata — rata porsi terhadap total liabilitas dan ekuitas sebesar 48,86Y5 dari tahun 2021 hingga 2025. Sementara, untuk jumlah ekuitas PT Supra Boga Lestari mengalami pertumbuhan sebesar -15,9445, -29,81X6, 7,64Yo, dan -17,63”o masing — masing pada tahun 2022, 2023, 2024, dan 2025. Rata — rata pertumbuhan jumlah ekuitas PT Supra Boga Lestari dari tahun 2022 hingga 2025 adalah sebesar -13,93/5. Ekuitas PT Supra Boga Lestari cenderung mengalami penurunan dari tahun 2021 hingga 2025. Bila ditinjau secara keseluruhan, maka dapat disimpulkan bahwa struktur permodalan yang dimiliki PT Supra Boga Lestari pada tanggal 31 Desember 2025 bersumber utama dari liabilitas atau dapat dikatakan struktur permodalan Perseroan didominasi oleh hutang. Grafik Komposisi Liabilitas Grafik Liabilitas dan Ekuitas (dalam Jutaan Rupiah) (dalam Jutaan Rupiah) PT Supra Boga Lestari Tbk PT Supra Boga Lestari Tbk 12001000 1600000 1.000.000 besari 1200000 200.000 1000000 #00 300.000 ata 00.000 1001000 AO 200.000 2011 | 2012 ” 2003 | 202 | 205 2001 | 2022 | 2022” 2020 | 2025 mlabitas langka Pendek 633AS1 | G20SM4 ” Gesaai | 60697 ” 620065 muabitas 1001972 928181 | 947997 875040 smas7 MUiabiltas langka Panjang 3/21 307667 284556 | 268073 291422 utas” 507064 ” 426238 | 290191 | 322063 265.291 Sumber: Laporan Keuangan Perseroan untuk periode 2021 — 2025 23
Page 25 OCR 0.924
ANALISIS ATAS ARUS KAS - KONSOLIDASI Perseroan mencatatkan arus kas bersih positif dari aktivitas operasi dari tahun 2021 sampai 2025, hal ini dipengaruhi oleh adanya penerimaan kas dan pelanggan, penerimaan dari pendapatan bunga, penerimaan lainnya yang lebih besar daripada pembayaran pada aktivitas operasi yang dilakukan oleh Perseroan. Arus Kas dari Aktivitas Operasi yang mencatatkan arus kas neto positif menunjukkan bahwa Perseroan mendapatkan pemasukan yang lebih besar dibandingkan dengan pengeluaran yang harus dilakukan pada aktivitas operasi. dalam jutaan Rupiah Keterangan 2022 2023 2024 2025 Arus Kas dari (untuk) Aktivitas Operasi 99.018 | 124.184 | 136.083 77.998 109.450 Arus Kas dari (untuk) AkllVilas lnvogtasi (181.184) | (55.964) | (32.347) | 94.707 | (46.840) Angan engga, (71.073) | (01.662) | (82527) | (raosaa) | (01.154) Kenaikan/(Penurunan) Bersih pada Kas dan | (153.239) | (23.442) 21.208 (16.939) (28.545) Setara Kas | 5 Kas Awal 278.520 125.280 | 101.838 123.046 106.108 Kas Akhir 125.280 101.838 | 123.046 106.108 77.563 Sumber: Laporan Keuangan Perseroan untuk periode 2027 - 2025 Pada Arus Kas dari Aktivitas Investasi, Perseroan berhasil mencatatkan arus kas neto positif hanya pada tahun 2024. Hal itu diperoleh dari hasil penjualan investasi pada entitas asosiasi. Selain tahun itu, Perseroan mengalami arus kas negatif dikarenakan adanya penambahan uang muka dari aset tetap, hak guna, dan aset takberwujud serta perolehan dari aset tetap, aset hak guna, dan aset takberwujud. Sedangkan untuk aktivitas pendanaan, menunjukkan neto bersih bernilai poitif hanya pada tahun 2023. Dimana arus kas masuk dari perolehan utang bank jangka pendek lebih besar daripada arus kas keluar untuk pembayaran utang bank dan pembayaran liabilitas sewa. ANALISIS RASIO KEUANGAN - KONSOLIDASI Melalui analisis rasio keuangan dapat diketahui indikasi tentang pertumbuhan historis, likuiditas, solvabilitas, dan kemampuan memperoleh laba (profitabilitas) atau mengalami kerugian (loss). Berikut adalah beberapa rasio keuangan Perseroan dari tahun 2021 — 2025. RASIO LIKUIDITAS Rasio likuiditas mengukur kemampuan likuiditas jangka pendek Perseroan dengan melihat besarnya aset lancar terhadap liabilitas jangka pendek. 24
Page 26 OCR 0.918
Berikut adalah hasil perhitungan rasio likuiditas Perseroan yang terdiri dari rasio lancar, rasio cepat, dan rasio kas. Disajikan dalam Jutaan Rupiah Keterangan 2021 2022 2023 2024 2025 LIKUIDITAS Aset Lancar 570.901 | 519.797 | 519333 | 541.366 | 547.281 LiabilitasJangka 633.151 | 620.514 | se3.4a1 | 606.973 | 620.065 Pendek Rasio Lancar 0,90 0,84 0,78 0,89 0,88 Aset Lancar 570.901 | 519.797 | 519.333 | 541.366 | 547.231 Persediaan 414817 385.211 | 361.790 | 308.404 | 438.447 HiAbiltas Jangka 633.151 | 620.514 | 663.441 | 606.973 | 620.065 Pendek Rasio Cepat 0,25 0,22 0,24 0,24 0,18 Kas T25.280 | 101.888 | 123.016 | 106.108 | 77.563 HabiltasiJangka 633.151 | 620.514 | 663.441 | 606.973 | 620.065 Pendek Rasio Kas 0.20 0,16 0,19 O,17 0,13 Keterangan: Rasio disajikan dalam kal (x) Rasio lancar digunakan untuk mengungkapkan jaminan keamanan (margin of safety) Perseroan terhadap kreditor jangka pendek. Rasio cepat memiliki kegunaan dan cara perhitungan yang sama dengan rasio lancar, hanya saja rasio cepat tidak memperhitungkan persediaan dalam aset lancar Perseroan. Rasio kas digunakan untuk melihat kemampuan Perseroan melunasi liabilitas jangka pendek hanya dengan menggunakan kas yang dimiliki Perseroan. Likuiditas perusahaan dapat dilihat dari hasil perhitungan rasio-rasio di atas. Rasio yang bernilai lebih dari 1 menunjukkan bahwa perusahaan dalam kondisi yang likuid, di mana perusahaan dapat melunasi liabilitas jangka pendeknya dengan menggunakan aset lancar ataupun kas dan setara kas yang dimilikinya. Bila ditinjau dari sisi likuiditas, kondisi PT Supra Boga Lestari berada pada kondisi yang kurang /iguid berdasarkan Rasio Lancar, Rasio Cepat, dan Rasio Kas dari tahun 2021 — 2025. Secara keseluruhan, dapat disimpulkan bahwa grup Perseroan akan mengalami kesulitan dalam menyelesaikan liabilitas jangka pendek yang dimiliki. RASIO AKTIVITAS Rasio aktivitas digunakan untuk mengukur seberapa efisien penggunaan aset oleh Perseroan. Rasio ini juga melihat seberapa besar dana yang tertanam pada aset Perseroan. Berikut adalah hasil perhitungan rasio aktivitas Perseroan yang terdiri dari rasio perputaran piutang usaha, perputaran persediaan, dan perputaran utang usaha. 25
Page 27 OCR 0.917
Disajikan dalam Jutaan Rupiah Keterangan 2021 2022 2023 2024 2025 AKTIVITAS KN Pendapatan 2.887.534 | 2.898.831 | 2.804.215 | 2.874.069 | 2.914.546 Piutang Usaha 25.648 26.803 21.105 19.405 | 17.984 Perputaran 3 3 3 2 2 Piutang Usaha Beban Pokok 2.208.439 | 2.248.330 | 2.143.157 | 2.168.050 | 2.190.158 Pendapatan Persediaan 414.817 385.211 361.790 398.404 | 438.447 Perputaran Persediaan :3 58 82 57 1 Beban Pokok 2.208.439 | 2.248.330 | 2.143.157 | 2.168.050 | 2.190.158 Pendapatan Utang Usaha : 472.209 423.922 411.211 384.321 373.371 Perputaran Utang Usaha Keterangan: Rasio disajikan dalam hari 78 69 70 65 62 Rasio perputaran piutang usaha dihitung dengan membagi jumlah hari dalam setahun (365 hari) dengan hasil bagi antara pendapatan dengan piutang usaha. Untuk rasio perputaran persediaan dan utang usaha dihitung dengan membagi jumlah hari dalam setahun (365 hari) dengan hasil bagi antara beban pokok pendapatan dengan persediaan atau utang usaha. Tingkat aktivitas Perseroan dapat dilihat dari hasil perhitungan rasio-rasio di atas. Semakin besar rasio yang dihasilkan menunjukkan semakin lama perputaran piutang usaha, aset kontrak, piutang retensi, utang usaha, liabilitas kontrak maupun beban masih harus dibayar Perseroan. Semakin cepat aset dan utang berputar, menunjukkan bahwa perusahaan efisien dalam mengelola piutang, aset, utang, dan beban. Sehingga modal akan cepat kembali. RASIO SOLVABILITAS Rasio solvabilitas memberikan gambaran mengenai metode pembiayaan yang digunakan oleh Perseroan. Rasio ini juga digunakan untuk mengukur kemampuan Perseroan dalam memenuhi liabilitas jangka panjang. Berikut hasil perhitungan rasio solvabilitas Perseroan yang terdiri dari rasio liabilitas terhadap aset dan rasio liabilitas terhadap ekuitas. (Disajikan dalam Jutaan Rupiah Keterangan 2021 2022 2023 2024 2025 SOLVABILITAS Liabilitas 1.004.972 928.181 947.997 875.046 911.487 Aset 1.512.036 | 1.354.419 | 1.247.188 | 1.197.109 | 1.176.778 Liabilitas terhadap 66,465 68,53Yo 76,01Yo 73,10Yo T7T7,46Y0 Aset 26
Page 28 OCR 0.782
Keterangan 2021 2022 2023 2024 2025 Liabilitas 1.004.972 928.181 947.997 875.046 | 911.487 Ekuitas 507.064 426.238 299.10 322.063 265.291 Liabilitas terhadap 198,19Y2 217,767 316,850 271,709 343,589 Ekuitas Keterangan : Rasio disajikan dalam persentase (4) Tingkat solvabilitas Perseroan dapat dilihat dari hasil perhitungan rasio-rasio di atas. Semakin besar rasio yang dihasilkan menunjukkan semakin besar penggunaan utang dalam pembiayaan Perseroan. Bila ditinjau dari solvabilitas ataupun leverage yang dimiliki oleh Perseroan, maka dapat dilihat, sepanjang tahun historis, struktur permodalan yang dimiliki oleh Perseroan didominasi oleh utang dibandingkan dengan modal (Ekuitas), yang tentunya ada kemungkinan terjadi risiko gagal bayar utang dan bunga yang ditanggung Perseroan. RASIO PROFITABILITAS Rasio profitabilitas mengukur kemampuan Perseroan dalam menghasilkan keuntungan (profit) pada tingkat pendapatan, aset, dan modal saham tertentu. Berikut adalah hasil perhitungan rasio profitabilitas Perseroan yang terdiri dari margin laba bruto, margin laba usaha, margin laba bersih, serta rasio pengembalian atas aset (ROA) dan rasio pengembalian atas ekuitas (ROE). Disajikan dalam Jutaan Rupiah Keterangan 2021 2022 2023 2024 2025 PROFITABILITAS Laba Bruto 679.095| 650502| esi.os8| 7o6019| — 724.389 Pendapatan 2.887.534 | 2.898.831 | 2.804.215 | 2.874.069 | 2.914.546 Marjinkaba 235201 224aw | 23,576 | 24,574 24,85Yo Bruto il (16.163)| (to4.5e1)| (108.583)| 73381 | (50.523) Pendapatan 2887534 | 2898831 | 2804215| 2874069 | 2914546 Margin.Laba 0,56x| 3610| -387n | -2,5596 4,730 Usaha | Laba/(Rugi) Tahun Berjalan 9839| (83.668)| (121.048) 26.698 | (53.967) Pendapatan 2.887.534 | 2.898.831 | 2804215 | 2874089 | 2.914.546 Margin. Laba 03an | -2891 | -4,327 0,931 1,85 Bersih Laba/(Rugi) Tahun Berjalan 9.839| (83.668)| (121.048) 26.698 (53.967) Aset | 1.512.036 | 1.354.419 | 1.247.188 | 1.197.109 1.176.778 27
Page 29 OCR 0.846
Keterangan 2021 2022 2023 2024 2025 Ratu on 0657| -6180| -971p| 22301 -4,591 Asset Laba/(Rugi) | Tahun Berjalan 9839| (83668)| (r2to48)| 26.698 (53.967) Ekuitas 507.064| 426.238| 299191| 322063| 265.291 Return on 1940| 19,631 | -40,4696 8295| -20,34x Eguity Keterangan: rasio disajikan dalam persentase (9) Margin dan tingkat balikan Perseroan dapat dilihat dari hasil perhitungan rasio- rasio di atas. Margin yang bernilai positif menunjukkan bahwa Perseroan mencatatkan keuntungan pada tingkat laba. Semakin besar rasio yang dihasilkan menunjukkan semakin besar laba yang diperoleh Perseroan. Sepanjang periode 2021-2025, laba tahun berjalan Perseroan menunjukkan tren fluktuatif, dengan pencapaian profit hanya terjadi pada tahun 2022 dan 2024. Sementara tahun sisanya berakhir dengan kerugian. Jika dilihat dari Margin Laba Usaha yang tetap negatif mengindikasikan adanya beban operasional yang signifikan, sehingga Perseroan belum berhasil mencapai titik keuntungan dari aktivitas operasional utamanya. 28
Page 30 OCR 0.955
BAB III TINJAUAN EKONONI, ANALISIS INDUSTRI, DAN ANALISIS PASAR Kondisi perekonomian menjadi salah satu hal yang harus diperhatikan dalam penilaian. Hal ini dikarenakan perekonomian mempunyai pengaruh bagi pihak manajemen dan investor dalam melihat alternatif investasi yang akan dilakukan. 3.4 Perekonomian Global Perekonomian global dalam jangka pendek membaik namun dengan ketidakpastian yang perlu terus diwaspadai. Pertumbuhan ekonomi dunia 2025 diperkirakan menjadi sekitar 3,2”o dipengaruhi oleh kenaikan ekonomi Jepang dan India yang didukung konsumsi rumah tangga dan kebijakan stimulus fiskal. Prospek ekonomi kawasan Eropa tetap baik ditopang konsumsi rumah tangga, investasi, dan kondisi ketenagakerjaan. Sementara itu, ekonomi AS pada 2025 masih melambat dipengaruhi dampak temporary government shutdown dan pelemahan pasar tenaga kerja. Prospek ekonomi Tiongkok juga terus melambat dipengaruhi permintaan domestik yang tetap lemah. Di pasar keuangan global, Fed Funds Rate (FFR) turun 25 bps pada Desember 2025 dengan kecenderungan penurunan yang lebih terbatas ke depan. Tingkat imbal hasil (yield) US Treasury tenor 2 tahun cenderung bergerak naik, sementara yield US Treasury tenor 10 tahun tetap tinggi sejalan dengan tingginya tingkat utang Pemerintah AS. Perkembangan ini menyebabkan.indeks mata uang AS (DXY) masih tinggi dan tetap terbatasnya aliran masuk modal asing ke emerging market (EM). 3.2 Perekonomian Domestik Dari dalam negeri, pertumbuhan ekonomi Indonesia membaik dan perlu terus didorong agar sesuai dengan kapasitas perekonomian. Konsumsi rumah tangga triwulan IV 2025 membaik didukung oleh belanja sosial Pemerintah, serta keyakinan rumah tangga terhadap kondisi penghasilan dan ketersediaan lapangan kerja yang terus meningkat. Perkembangan ini mendorong meningkatnya penjualan eceran pada berbagai kelompok barang. Investasi, khususnya nonbangunan, membaik dipengaruhi oleh meningkatnya keyakinan pelaku usaha yang tecermin pada pola ekspansi Purchasing Managers' Index (PMI) manufaktur. Permintaan domestik tersebut perlu makin diperkuat sejalan dengan kinerja ekspor yang diprakirakan melambat seiring berakhirnya frontloading ekspor ke AS serta menurunnya ekspor besi baja ke Tiongkok dan minyak kelapa sawit (CPO) ke India. Secara sektoral, Lapangan Usaha (LU) utama, yakni LU Industri Pengolahan, LU Perdagangan Besar dan Eceran, LU Transportasi dan Pergudangan, serta LU Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum menunjukkan kinerja positif. 29
Page 31 OCR 0.818
3.3 Neraca Pembayaran Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) meningkat dan mendukung ketahanan eksternal. Surplus neraca perdagangan berlanjut pada Oktober 2025 sebesar 2,4 miliar dolar AS didukung oleh ekspor nonmigas berbasis sumber daya alam seperti batu bara serta minyak dan lemak nabati (CPO), serta ekspor produk manufaktur seperti besi dan baja. Dari transaksi modal dan finansial, investasi portofolio pada triwulan IV 2025 (hingga 15 Desember 2025) mencatat net inflows sebesar 5,0 miliar dolar AS ditopang oleh penerbitan global bond Pemerintah dan inflows pada instrumen saham dan SRBI. Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir November 2025 meningkat menjadi sebesar 150,1 miliar dolar AS, setara dengan pembiayaan 6,2 bulan impor atau 6,0 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor. Cadangan Devisa papasg rantang araseranang 2 paserep ana 2IASe TA NANIi 23 ASET KAN DP ASEP INON2 201 2 1x23 2014 x0s Sumber: Bank Indonesia Neraca Perdagangan Non Mi Neraca Perdagangan balon | | Al la lh Migas Own KAU» 12345678 NAN21234567891AM21234567AMNAN21 2345678 91AN212345678NAM21 2345676 9IA1 2020 2021 2022 2023 2024 2025 Sumber: Bank Indonesia 30
Page 32 OCR 0.929
3.4 Nilai Tukar Rupiah Nilai tukar Rupiah terkendali didukung kebijakan stabilisasi Bank Indonesia dan aliran masuk modal asing ke instrumen keuangan domestik. Nilai tukar Rupiah pada 16 Desember 2025 tercatat sebesar Rp16.685 per dolar AS, relatif stabil bila dibandingkan dengan level akhir November 2025. Perkembangan nilai tukar Rupiah masih sejalan dengan pergerakan mata uang regional dan mitra dagang Indonesia, bahkan tercatat menguat bila dibandingkan dengan mata uang negara maju, kecuali AS. Perkembangan ini didukung oleh langkah stabilisasi Bank Indonesia melalui intervensi pasar NDF baik di off-shore maupun on-shore (DNDF), di pasar spot, dan pembelian SBN di pasar sekunder serta inflows pada saham dan SRBI. Selain itu, tambahan pasokan valas dari korporasi, termasuk dari peningkatan konversi valas ke Rupiah oleh eksportir seiring penerapan penguatan kebijakan Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA), juga mendukung tetap terkendalinya nilai tukar Rupiah. Nilai Tukar Rupiah dibanding Negara Lain mEDRLAK end. AS — IDR - IM msiDR-USO Sumber: Bank Indonesia 3.5 Inflasi Inflasi secara umum tetap terjaga dalam kisaran sasaran, dengan inflasi IHK pada November 2025 tercatat sebesar 2,72”6 (yoy). Perkembangan ini dipengaruhi inflasi inti yang tetap terjaga sebesar 2,36Y5 (yoy), sejalan pertumbuhan ekonomi yang masih di bawah kapasitas serta didukung konsistensi suku bunga kebijakan moneter Bank Indonesia dalam menjangkar ekspektasi inflasi sesuai dengan sasarannya dan imported inflation yang tetap terkendali. Inflasi kelompok administered prices (AP) terjaga rendah sebesar 1,5874 (yoy). Sementara itu, inflasi kelompok volatile food (VF) masih relatif tinggi sebesar 5,4894 (yoy) disumbang terutama oleh komoditas bawang merah seiring pasokan yang terbatas akibat gangguan cuaca dan kenaikan harga benih. 31
Page 33 OCR 0.912
Inflasi Administered 16 Prices Volatile Food 13579 M1 357 9MT S7 GMT IST IM I 57 GM 3 57 91 2020 2021 2022 2023 2024 2025 Sumber: Bank Indonesia 3.6 Likuiditas dan Suku Bunga Kebijakan moneter Bank Indonesia terus diperkuat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lebih tinggi dengan tetap menjaga stabilitas perekonomian. Kebijakan moneter ditempuh melalui penurunan suku bunga BI- Rate, stabilisasi nilai tukar Rupiah, dan ekspansi likuiditas moneter. Sejak September 2024, Bl-Rate telah turun sebesar 150 bps, yaitu 25 bps pada September 2024 dan 125 bps selama tahun 2025 menjadi 4,75y5 hingga November 2025, yang merupakan level terendah sejak tahun 2022. Kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah terus diperkuat dengan intervensi di pasar off- shore melalui NDF dan intervensi di pasar domestik melalui pasar spot, DNDF, serta pembelian SBN di pasar sekunder. Ekspansi likuiditas Rupiah juga ditempuh Bank Indonesia melalui penurunan posisi instrumen moneter SRBI dari Rp916,97 triliun pada awal tahun 2025 menjadi Rp735,67 triliun pada 16 Desember 2025. Bank Indonesia membeli SBN sebagai bentuk sinergi erat antara kebijakan moneter dan kebijakan fiskal, yang hingga 16 Desember 2025 mencapai Rp327,45 triliun, termasuk pembelian di pasar sekunder dan program debt switching dengan Pemerintah sebesar Rp241,99 triliun. Pembelian SBN di pasar sekunder dilakukan sesuai mekanisme pasar, terukur, transparan, dan konsisten dengan program moneter dalam menjaga stabilitas perekonomian sehingga dapat terus menjaga kredibilitas kebijakan moneter. 32
Page 34 OCR 0.769
Suku Bunga Kebijakan Bank Indonesia dan INDONIA Or Rate ' #5 4 1 on “5 Sumber: Bank Indonesia Suku Bunga Kredit Perbankan Suku Bunga Kredit Suku Bunga Kredit KMK 8 Suku Bunga Dep Suku Bunga Deposito 1 Bulan ' 21.56 aseregana @simnaranase Sumber: Bank Indonesia Pertumbuhan Uang Beredar Rp Triliun 12,90 8,74 Sumber: Bank Indonesia 33
Page 35 OCR 0.956
3.7 Analisis Industri Ritel Industri ritel di Indonesia merupakan bagian utama dari sektor perdagangan besar dan eceran. Hingga tahun 2025 industri ritel di Indonesia telah mengalami transformasi yang signifikan, beralih dari model transaksi konvensional menuju ekosistem digital yang terintegrasi. Sektor ini tetap menjadi tulang punggung ekonomi nasional dengan kontribusi besar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Ruang lingkup Industri Ritel di Indonesia secara struktural terbagi menjadi dua klasifikasi yang saling berkolaborasi, yaitu: ritel modern yang mencakup institusi dengan manajemen profesional seperti Ranch Market, Superindo, Transmart dan ritel tradisional yang meliputi pasar rakyat, toko kelontong, dan warung yang mana transaksinya bersifat tradisional masih menggunakan sistem tawar menawar. Saat ini muncul industri ritel pada sektor digital-agile dimana ritel bukan lagi masuk dalam sektor “fisik” statis, melainkan telah bermutasi menjadi sektor berbasis teknologi yang terintegrasi dengan e-commerce dan social commerce yang pembayarannya menggunakan digital (ARIS) yang mana memiliki ruang lingkup baru mencakup marketplace besar dan platform media sosial yang juga memiliki fitur belanja langsung (live shopping). Industri ritel menunjukkan dinamika pertumbuhan yang tangguh meskipun menghadapi tantangan daya beli. Penjualan ritel pada akhir 2025 sempat melonjak hingga 6,396 (yoy) pada November, angka tertinggi dalam hampir dua tahun terakhir. Hal ini didorong oleh kuatnya konsumsi rumah tangga pada sektor makanan, minuman, dan suku cadang otomotif. Kontribusi sektor ritel tahun 2025 terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia sangat signifikan, sektor perdagangan (termasuk ritel) menyumbang lebih dari 12-13”6 terhadap PDB nasional, menjadi sektor terbesar kedua setelah industri pengolahan. Karena Indonesia adalah negara dengan struktur ekonomi yang didorong oleh konsumsi domestik, kesehatan sektor ritel menjadi indikator utama kesehatan ekonomi nasional. Ritel adalah sektor penyerap tenaga kerja yang masif. Ruang lingkupnya yang luas, mulai dari staf toko di ribuan gerai minimarket, pramuniaga di pusat perbelanjaan, hingga tenaga logistik dan pergudangan dalam ekosistem e- commerce membuatnya menjadi tumpuan hidup jutaan masyarakat Indonesia. Dengan ribuan gerai baru yang dibuka setiap tahun, sektor ini menjadi salah satu pemberi kerja terbesar di sektor formal maupun informal. Melalui kebijakan pemerintah, ritel modern kini diwajibkan mengalokasikan ruang khusus untuk produk UMKM, yang membantu percepatan pertumbuhan ekonomi daerah. Proyeksi pasar pada industri ritel menunjukkan skenario pertumbuhan yang kuat. Beberapa lembaga riset memperkirakan nilai pasar ritel di Indonesia 34
Page 36 OCR 0.886
meningkat signifikan pada tahun 2025-2030 dengan CAGR positif 4,844 didorong oleh demografi yang menguntungkan. Penjualan Ritel Indonesia Tahun ke Tahun (c) VARIANCE 2025 Mar May Jul Sep Nov 2026 Penjualan ritel Indonesia naik 5,796 secara tahunan pada Januari 2026, naik dari 3,54 pada Desember, mencerminkan momentum berkelanjutan dalam konsumsi rumah tangga. Pertumbuhan penjualan meningkat untuk barang budaya dan rekreasi (15,9 vs 5,2Ys pada Desember) dan makanan, minuman, serta tembakau (8,1Yo vs 5,96). Perdagangan juga pulih untuk barang lainnya (7,0Y4 vs -1,20b) dan pakaian (3,4Yo vs -7,0”9). Sementara itu, pertumbuhan melambat untuk suku cadang dan aksesori kendaraan bermotor (7,4Y6 vs 14,84) dan peralatan informasi & komunikasi (-27,1”o vs. -30,0”9). Penjualan bahan bakar otomotif terus menurun (-5,34 vs -7,1”9), sementara peralatan rumah tangga lainnya mencatat pertumbuhan sedikit (0,44 vs -2,8Y4). Secara bulanan, aktivitas ritel turun 2,7”o, penurunan pertama dalam empat bulan, setelah kenaikan 3,1 pada Desember. Ke depan, penjualan ritel diproyeksikan naik 6,9Ys secara tahunan, dipimpin oleh suku cadang dan aksesori, dan meningkat 4,4”o secara bulanan. Meskipun menunjukkan pertumbuhan positif pada tahun 2025/2026, sektor ritel saat ini dan kedepannya akan menghadapi tantangan multidimensi yang mencakup volatilitas daya beli akibat inflasi dan pergeseran prioritas konsumen menuju ekonomi pengalaman. Selain itu pengaruh tekanan dari kanibalisasi digital dan social commerce yang memicu persaingan harga melalui fenomena showrooming. Kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan memperumit masalah dengan tingginya biaya logistik dan tuntutan efisiensi last-mile delivery, sementara integrasi digital meningkatkan risiko keamanan siber yang mengancam kepercayaan pelanggan. Di sisi lain, peritel dipaksa melakukan investasi besar dalam teknologi Al dan pengembangan kompetensi SDM di tengah margin yang menipis, sembari harus tetap adaptif terhadap regulasi 35
Page 37 OCR 0.956
pemerintah yang ketat seperti mandatori sertifikasi halal dan kebijakan lingkungan. PT Supra Boga Lestari Tbk (RANC) merupakan salah satu perusahaan di sektor ritel pangan premium Indonesia yang kini menjadi bagian dari ekosistem Grup Djarum melalui akuisisi oleh Blibli. RANC mengelola merek dagang strategis seperti Ranch Market, Farmers Market, The Gourmet, Day2Day, dan Pasarina by Ranch Market yang menyasar segmen menengah ke atas dengan fokus pada produk segar. Dalam dua tahun terakhir, perkembangan produk RANC ditandai dengan penguatan strategi omnichannel melalui integrasi mendalam dengan BlibliMart, yang memungkinkan layanan belanja online-to- offline (O2O) dan pengiriman instan menjadi lebih efisien. Secara finansial, kinerja RANC sepanjang 2024-2025 menunjukkan tren pertumbuhan pendapatan yang cukup baik, namun masih menghadapi tantangan pada sisi profitabilitas. Pada tahun 2024, RANC sempat membukukan laba bersih sebesar Rp27,4 miliar berkat strategi efisiensi dan penutupan gerai yang kurang produktif. Pada tahun 2025 meskipun pendapatan bersih meningkat menjadi Rp2,91 triliun, perusahaan kembali mengalami rugi bersih sebesar Rp53,1 miliar akibat kenaikan beban operasional dan keuangan, serta ketatnya persaingan di pasar ritel modern. Hingga akhir 2025, RANC terus berupaya melakukan perbaikan kinerja melalui optimalisasi stok dan memperkuat kolaborasi dengan platform digital Blibli untuk meningkatkan volume penjualan harian. 3.8 Prospek Industri Perdagangan Alkohol Pasar minuman beralkohol Indonesia diproyeksikan akan mengalami perluasan nilai pasar yang signifikan dalam beberapa tahun mendatang. Pasar minuman beralkohol mengalami pertumbuhan yang stabil antara tahun 2025 — 2033. Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan pendapatan, pertumbuhan urbanisasi, dan meningkatnya permintaan akan minuman beralkohol lokal dan internasional. Peningkat dari sekitar US$2,1 miliar pada 2024 menjadi US$4,0 miliar pada 2033 dengan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) sekitar 7,2”o. Hal ini mencerminkan bahwa terdapat permintaan yang kuat dari pasar ritel maupun konsumsi luar rumah. Adanya pertumbuhan pasar dari perdagangan minuman beralkohol ini terutama disebabkan oleh peningkatan konsumsi domestik, meningkatnya pengaruh merek internasional, dan perluasan sektor pariwisata, dan perluasan sektor pariwisata yang secara signifikan meningkatkan konsumsi alkohol di wilayah — wilayah utama. Indonesia, sebagai ekonomi terbesar di Asia Tenggara, menawarkan pasar yang beragam dengan preferensi regional dan sikap budaya yang berbeda terhadap alkohol. Meskipun konsumsi alkohol dibatasi di provinsi-provinsi tertentu karena faktor agama dan budaya, pasar terus berkembang di daerah- 36
Page 38 OCR 0.947
daerah seperti Bali, Jakarta, dan Surabaya, di mana permintaan akan minuman beralkohol, terutama bir, minuman keras, dan wine tetap kuat. Pertumbuhan PDB di Indonesia diproyeksikan sekitar 5,196 per tahun. Hal itu diperkirakan akan mendorong daya beli konsumen Indonesia. Pada tahun 2025, diproyeksikan bahwa populasi perkotaan Indonesia akan menyumbang sekitar 5549 dari total konsumsi minuman beralkohol, yang menunjukkan pergeseran pada permintaan ke arah produk alkohol yang lebih premium dan beragam. Pergeseran perkotaan ini diperkirakan akan memberikan kontribusi signifikan terhadap nilai pasar yang diproyeksikan sebesar USD 2,5 miliar pada tahun 2025. Di wilayah perkotaan, terjadi pergeseran tren menuju produk alkohol berkualitas tinggi yang didorong oleh peningkatan daya beli masyarakat. Seiring dengan ekspansi kelas menengah, minat terhadap craft beer, wine pilihan, dan premium spirits seperti whiskey serta vodka terus menanjak. Khususnya pada segmen konsumen muda yang mapan, terdapat kecenderungan untuk memprioritaskan merek internasional dan keunikan rasa meskipun dengan harga yang lebih mahal. Sehingga jika dilihat dari peningkatan urbanisasi, kelas menengah yang berkembang, sektor pariwisata yang tumbuh, dan preferensi komsumen yang terus meningka menunjukkan bahwa industri perdagangan minuman beralkohol memiliki prospek yang bagus untuk perusahaan — perusahaan retail / supermarket yang akan menjual minuman beralkohol dengan kadar 54 (A class), 54-20 (B class) dan lebih dari 20x (C class). Sumber: StrategyHelixGroup (2025), “Indonesia Alcoholic Beverages Market 2025 — 2030". ReportOcean (2025), “Indonesia Alcoholic Drinks Market Report 2025 - 2033" Wikipedia, “Alcohol in Indonesia". 3.9 Prospek Industri Perdagangan Eceran Roti, Kue Kering, Kue Basah, serta sejenisnya Berdasarkan data statistika (2024) industri roti dan produk turunannya di Indonesia telah mencapai valuasi sebesar US$51,99 miliar. Sektor ini diprediksi akan terus berekspansi dengan tingkat pertumbuhan tahunan majemuk (CAGR) sebesar 4,84 hingga tahun 2029. Faktor pendorong utama tren positif ini didorong oleh urbanisasi, peningkatan daya beli masyarakat (disposable income), serta pergeseran pola konsumsi penduduk yang semakin gemar mengonsumsi produk roti. Rata — rata individu di Indonesia diproyeksikan menghabiskan sekitar US$185,80 untuk produk roti pada tahun 2024. Secara volume, industri ini juga menunjukkan performa kuat dengan target pencapaian 40,51miliar dalam lima tahun ke depan. Nilai pasar roti dan bakery secara keseluruhan signifikan di Indonesia, mencerminkan permintaan besar dari konsumen domestik. Perubahan gaya hidup masyarakat urban yang mencari makanan cepat saji dan mudah dikonsumsi setiap hari, seperti roti untuk sarapan atau untuk snack.Hal tersebut 37
Page 39 OCR 0.953
mendorong pertumbuhan permintaan roti dan produk bakery lainnya semakin meningkat. Selain itu adanya peningkatan pendapatan per kapita juga mendorong pertumbuhan industri roti dan bakery. Meningkatkannya pendapatan per kapita ini, konsumen cenderung membeli produk bakery premium dan variasi kue yang lebih baik dan beragam, termasuk produk siap saji (ready to eat). Lalu adanya kanal distribusi modern seperti supermarket dan hypermarket juga membuat penjualan produk bakery meningkat. Ditambah sekarang adanya e- commerce atau platform online juga dapat memudahkan untuk menjual produk bakery, hal tersebut dapat memperluas jangkauan pasar. Adanya kemudahan dalam pembelian produk ini membuat pergeseran pola konsumsi masyarakat ynag semakin gemar mengkonsumsi produk roti. Potensi pasar di industri roti dan kue kini semakin terbuka lebar melalui strategi diversifikasi produk yang menyasar segmen konsumen sadar kesehatan, seperti penyediaan produk clean label bakery, varian gluten free, hingga pilihan premium dan artisan bread. Peluang ini diperkuat dengan tingginya apresiasi pelanggan terhadap kualitas kesegaran produk, dimana konsep fresh to order dan pengalaman langsung di toko menjadi daya tarik utama yang sulit digantikan. Selain tren modern, kekuatan pasar juga terletak pada eksistensi kue basah tradisional dengan cita rasa lokal peminatnya tetap stabil. Dengan mengombinasikan inovasi produk kesehatan dan pelestarian kuliner lokal, pelaku usaha dapat menjangkau basis massa yang lebih luas sekaligus meningkatkan nilai saing di pasar eceran. Industri bakery memiliki sejumlah tantangan signifikan, terutama terkait karakteristik produk yang memiliki masa kedaluwarsa singkat. Umur simpan yang terbatas ini menuntut pengelolaan logistik dan persediaan yang sangat akurat untuk meminimalisir kerugian. Selain kendala operasional tersebut, pelaku usaha juga dihadapkan pada kondisi pasar yang sangat kompetitif, di mana persaingan ketat terjadi mulai dari skala UMKM hingga toko roti berjaringan besar. Hal ini memaksa setiap produsen untuk terus beradu inovasi serta menawarkan harga yang kompetitif agar dapat bertahan di tengah tekanan pasar. Sumber: Indonesian Journal of Economics, Business, Accounting, and Management (2024), “Business Plan and its Implementation on Bakery Business: A Case Study of Laziza Bakery". Mordorintelligence (2026), "Bakery Products Market Size & Share Analysis — Growth Trends and Forecash (2026 — 2031)”. 3.10 Prospek Industri Produk Bakeri Industri makanan dan minuman (termasuk bakeri) mencatatkan pertumbuhan sebesar 6,15Y pada triwulan II — 2025, melampaui pertumbuhan PDB nasional sebasar 5,12Y6. Industri makanan dan minuman berkontribusi sebesar 414 38
Page 40 OCR 0.948
terhadap PDB industri pengelolaan nonmigas, menjadikannya subsektor dengan sumbangsih paling tinggi. Indeks Kepercayaan Industri (IKI) pada Agustus 2025, menunjukkan sektor industri makanan dan minuman berada pada level ekspansi dengan nilai 54,89. Capaian ini meningkat 1,25 poin dari bulan sebelumnya (53,64). Tingkat ekspansi ini juga mencerminkan iklim usaha masih kondusif dan adanya potensi peningkatan kegiatan usaha sektor mamin ke depannya. Adanya peningkatan kegiatan usaha sektor makanan dan minuman ini juga menjadikan permintaan akan pada roti jenis sourdough, brioche, dan pastry yang dipadukan dengan cita rasa lokal ikut meningkat. Perusahaan besar seperti PT Nippon Indosari Corporindo Tbk (ROTI) akan memulai fokus memperluas portofolio produk premium mereka pada tahun 2026. Fokus industri ini kedepan bergeser pada peningkatan produktivitas pabrik dan otomatisasi untuk mengatasi tantangan umur simpan produk yang pendek. Sumber: Firmapro (2025), “Tren Bakery 2026 Yang Dicari Konsumen, dari Clean Label Hingga Konsistensi" Harian Ekonomi Neraca (2026), “Triwulan II —- 2025 Industri Mamin Tumbuh 6,15 persen” Ipotnews (2025), "ROTI Yakin Kinerja Melaju Pada 2026". 3.11 Prospek Penambahan KBLI Baru Adanya rencana penambahan KBLI baru memiliki prospek yang baik sejalan dengan sektor yang menjadi tren di perekonomian. Indonesia. Sehingga penambahan KBLI Baru memiliki potensi pasar dan proyeksi pertumbuhan sektor — sektor sebagai berikut: a. KBLI 47221 — Perdagangan Eceran Minuman Alkohol ( SKP — A dan SKP -B &C) Penambahan KBLI Perdagangan Eceran Minuman Beralkohol dalam struktur bisnis perusahaan ritel memberikan dimensi baru dalam strategi diversifikasi produk. Hingga tahun 2025, di Indonesia sektor ini menunjukkan potensi pasar yang stabil dengan regulasi yang sangat ketat. Prospek industri melalui KBLI 47221 pada tahun 2025 dinilai positif namun selektif, didorong oleh ekspansi distribusi emiten besar ke kota-kota dengan basis konsumen ekspatriat dan kelas menengah atas yang kuat. Tren premiumisasi produk, seperti peningkatan permintaan terhadap wine dan craft beer, memberikan margin keuntungan yang lebih tinggi bagi peritel dibandingkan produk massal. Bagi peritel premium seperti Ranch Market (RANC), kepemilikan izin ini sangat strategis untuk memperkuat posisi mereka sebagai destinasi belanja serba ada (one-stop shopping) bagi konsumen segmen atas. Lalu adanya peningkatan populasi kelompok usia produktif (15 — 64 tahun) juga dapat menjadikan perdagangan minuman beralkohol memiliki prospek yang baik kedepannnya. Parameter hasil proyeksi penduduk tahun 2020 — 39
Page 41 OCR 0.941
2050 menunjukkan rata — rata populasi usia produktif mendominasi sekitar t66,98Yo dari total penduduk. Hal itu menunjukkan bahwa setiap tahunnya, jutaan penduduk telah memenuhi batasan usia minimal 21 tahun, yang secara otomatis dapat memperluas basis pasar industri minuman beralkohol. Namun, potensi ini dibarengi dengan tantangan regulasi yang ketat karena KBLI 47221 diklasifikasikan sebagai bidang usaha risiko tinggi dalam sistem OSS RBA. Operasional bisnis sangat bergantung pada kepemilikan izin khusus seperti SKP Golongan A, B, dan C serta NPPBKC, di mana terdapat perbedaan batasan lokasi penjualan. SKP Golongan A (Bir) hanya diizinkan pada Supermarket atau Hypermarket, sedangkan untuk SKP Golongan B dan C serta NPPBKC, lokasi penjualan tidak diperbolehkan berada di dalam area belanja utama melainkan harus terpisah dari area supermarket sesuai dengan ketetapan daerah. Kepatuhan mutlak terhadap tata niaga minuman beralkohol menjadi syarat krusial, mengingat pelanggaran sekecil apa pun berisiko pada pencabutan izin operasional secara keseluruhan. Sumber: Kementrian Perindustrian Republik Indonesia, "Laporan Kontribusi Cukai 2025/2026". Lembaga OSS, “Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengenai Klasifikasi Risiko KBLI 47221” Laporan Analisis Emiten (Kontan & IAPlus, Desember 2025 - Januari 2026), "Outlook Industri Minuman Beralkohol”. Badan Pusat Statiktik (2020), “ Proyeksi Penduduk Indonesia 2020 — 20250”. . KBLI 47242 — Perdagangan Eceran Roti, Kue Kering, Kue Basah, serta sejenisnya Penambahan KBLI 47242 memberikan peluang strategis bagi peritel untuk menggarap pasar bakery Indonesia yang diproyeksikan menguasai 27,6 Yo pangsa pasar Asia Tenggara dengan nilai mencapai USD 18,52 miliar pada 2025. Pertumbuhan ini didorong oleh pergeseran gaya hidup masyarakat urban yang menjadikan roti sebagai alternatif sarapan praktis serta tren emotional spending di mana kue dianggap sebagai instrumen self-reward. Produk kategori kue dan pastri mendominasi pendapatan pasar yang diprediksi tumbuh paling cepat dengan CAGR 7,266, sementara sektor biskuit dan kerupuk gurih diprediksi tumbuh pesat hingga tahun 2031 seiring meningkatnya permintaan konsumen terhadap visual produk yang menarik. Prospek industri ini di tahun 2025 juga sangat dipengaruhi oleh kesadaran konsumen akan kualitas, seperti tren produk healthy & clean label serta pilihan berbahan nabati. Penjualan melalui saluran online dan guick commerce diprediksi mengalami pertumbuhan tertinggi (10,924 CAGR) karena kemampuannya menjaga kesegaran produk hingga ke tangan pelanggan. Dari sisi regulasi, berdasarkan OSS RBA KBLI 47242 menawarkan kemudahan berusaha dengan klasifikasi risiko rendah yang cukup menggunakan NIB, SPP — IRT atau BPOM, meskipun pemenuhan standar keamanan pangan dan sertifikasi halal tetap menjadi syarat mutlak untuk menjamin kepercayaan konsumen di pasar domestik. 40
Page 42 OCR 0.950
Sumber: Mordor Intelligence, “Southeast Asia Bakery Products Market Analysis 2026-2031”. Kementerian Perindustrian RI, “Laporan Kinerja Industri Makanan Olahan 2025" Bahtera Adi Jaya, “Analisis Tren Industri Bakery & Flourishing Market Indonesia 2025/2026”. Lembaga OSS, “Badan Koordinasi Penanaman Modal (Struktur KBLI 47242)" c. KBLI 10710 - Industri Produksi Bakery Penambahan KBLI 10710 — Industri Produk Bakeri memungkinkan sebuah perusahaan ritel untuk naik kelas dari sekadar penjual eceran menjadi produsen langsung. Berbeda dengan KBLI eceran (47242) yang hanya mencakup aktivitas jual beli, KBLI 10710 memberikan izin untuk melakukan proses pengolahan bahan baku menjadi barang jadi secara masif di fasilitas produksi sendiri (pabrik atau dapur sentral). Secara ekonomi, memiliki unit produksi sendiri (manufaktur) memberikan keunggulan kompetitif yang signifikan. Dengan memproduksi sendiri, peritel dapat memotong margin pihak ketiga (pemasok), sehingga meningkatkan margin laba kotor secara keseluruhan. Berdasarkan data industri, margin dari produk private label atau produksi sendiri bisa 15-204 lebih tinggi dibandingkan barang titipan (consignment). Volume industri produk bakeri di Indonesia diprediksi tumbuh dengan CAGR 74 - 84 hingga 2025. Fokus pada KBLI 10710 memungkinkan perusahaan menyuplai tidak hanya ke gerai milik sendiri, tetapi juga ke jaringan hotel, restoran, dan kafe (HORECA). KBLI ini mencakup ekspor produk awet yang memproduksi biskuit, kraker, dan kue kering yang memiliki masa simpan lama, sehingga membuka peluang pasar ekspor ke negara-negara tetangga di Asia Tenggara. Prospek industri ini di tahun 2025 sangat bergantung pada inovasi produk, seperti pengembangan adonan beku (frozen bakery) untuk konsep bake-off di cabang serta fortifikasi pangan menggunakan bahan sehat seperti biji-bijian dan tepung sorgum. Namun, sebagai sektor industri pengolahan KBLI 10710 memiliki standar regulasi yang lebih kompleks dibandingkan ritel eceran, termasuk klasifikasi risiko menengah tinggi dalam sistem OSS RBA. Perusahaan wajib memenuhi perizinan edar BPOM MD, sertifikasi HACCP, dan sertifikasi halal sebagai syarat mutlak untuk menjamin keamanan pangan serta daya saing di pasar domestik maupun internasional. Dari sisi sustainability, kategori ini memiliki keberlanjutan yang baik karena merupakan kebutuhan konsumsi rutin (daily needs) dengan tingkat repeat order yang tinggi. Selain itu, adanya inovasi produk dan diversifikasi menu menjadi faktor pendukung dalam menjaga daya tarik pasar secara berkelanjutan. Sumber: Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI), “Outlook Industri Makanan Olahan 2025/2026”. Kementerian Perindustrian RI, “Analisis Periumbuhan Sektor Industri Agro dan Makanan 2026". Statista, “Bread & Bakery Products Report Indonesia 2026”. Lembaga OSS, “Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) - Persyaratan Standar Usaha KBLI 10710". M
Page 43 OCR 0.954
3.12 Persaingan Usaha Industri Ritel di Indonesia Dinamisnya perkembangan ilmu teknologi terhadap kehidupan manusia membawa dampak positif pada pertumbuhan ekonomi dan bisnis terutama sektor bisnis ritel. Melalui pertumbuhan bisnis ritel dari perkotaan hingga daerah kecamatan pun menjadi target bisnis agar bisnis ritel mereka dapat dijamak oleh masyarakat kecil. Persaingan industri ritel Indonesia tahun 2025 ditandai oleh perang ekosistem antara gerai fisik dan social commerce yang memicu disrupsi harga, sehingga peritel besar seperti RANC dan MAP memperkuat strategi omnichannel demi efisiensi pengiriman. Di level mikro, duet Alfamart dan Indomaret mendominasi melalui transformasi gerai menjadi hub layanan jasa serta penyediaan produk ready-to-eat untuk menyasar segmen Gen Z. Konsolidasi ke dalam grup besar, seperti ekosistem Blibli-Tiket-Ranc Market (Grup Djarum) serta persaingan grup CT Corp dan Lippo, memperkuat loyalitas pelanggan melalui integrasi poin dan layanan perbankan lintas platform. Sementara itu, pada segmen premium, pemain seperti GrandLucky dan The FoodHall berfokus pada kurasi produk impor dan organik sebagai pembeda utama. Keunggulan kompetitif di segmen ini kini ditentukan oleh transparansi rantai pasok dan sertifikasi keberlanjutan yang dapat diakses konsumen secara digital. Secara keseluruhan, integrasi antara kenyamanan toko fisik dan kecepatan layanan digital menjadi kunci utama untuk memenangkan pasar ritel yang semakin terfragmentasi. Berdasarkan analisis terhadap proforma laporan keuangan, kompetitor langsung dari PT Supra Boga Lestari Tbk adalah sebagai berikut: 1. PT Matahari Putra Prima Tbk (pengelola Hypermart dan Foodmart) 2. PT Hero Supermarket Tbk (pengelola Hero Supermarket) 3. PT Lion Super Indo (pengelola Super Indo) Sumber: Laporan Tahunan PT Supra Boga Lestari Tbk (RANC) & PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAP) 2024/2025. Analisis Industri Ritel Indonesia 2025, “Kontan & CNBC Indonesia". Outlook Pasar Ritel Modern & Social Commerce Indonesia 2025, “Mandiri Sekuritas”. Data Sebaran Gerai Alfamart & Indomaret , “Datalndonesia.id, Januari 2026”. 3.13 Strategi Pemasaran Strategi pemasaran yang dilakukan oleh Supra Boga Lestari Tbk (RANC) meliputi: 1. Strategi Pemasaran Minuman Beralkohol Dalam rangka mendukung penambahan kegiatan usaha berdasarkan KBLI baru, Perseroan merencanakan penerapan strategi pemasaran yang terarah dan bertanggung jawab, khususnya untuk kategori penjualan 42
Page 44 OCR 0.953
minuman beralkohol. Perseroan akan menyediakan area penjualan khusus yang didesain dengan dekorasi tematik dan penandaan informasi yang jelas bahwa akses hanya diperuntukkan bagi pelanggan berusia 21 tahun ke atas. Area tersebut ditempatkan secara terpisah dan terisolasi dari area utama supermarket, sehingga tidak dapat diakses secara langsung oleh seluruh pelanggan tanpa pengawasan. Penataan ini bertujuan untuk memastikan segmentasi pasar yang lebih tepat sasaran, meningkatkan kenyamanan pelanggan, sekaligus menjaga kepatuhan terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku terkait penjualan minuman beralkohol. Strategi ini diharapkan dapat mendukung optimalisasi penjualan dengan tetap mengedepankan aspek kepatuhan, pengendalian internal, dan tanggung jawab sosial Perseroan. . Strategi Pemasaran Eceran Roti dan Kue dan Industri Produk Bakeri Strategi pemasaran yang dilakukan Perseroan dengan adanya penambahan KBLI BLI 10710 (Industri Produk Bakeri) dan KBLI 47242 (Perdagangan Eceran Roti dan Kue) dilakukan langkah stategis sebagai berikut: a. Peningkatan Daya Saing Pasar Di tengah kondisi pasar yang semakin kompetitif, langkah ini memungkinkan Perusahaan untuk memperkuat posisinya melalui diversifikasi penawaran terhadap produk. Dengan memiliki kendali langsung atas produksi dan ritel produk bakeri, Perusahaan dapat lebih adaptif dan responsif terhadap dinamika serta preferensi konsumen dibandingkan kompetitor b. Ekspansi Lini Bisnis dan Diversifikasi Pendapatan Penambahan ini bertujuan untuk memperluas cakupan portofolio bisnis Perusahaan. Dengan masuk ke sektor industri dan perdagangan eceran bakeri, Perusahaan menciptakan sumber pendapatan baru (revenue stream) yang berkelanjutan, sekaligus mengurangi risiko ketergantungan pada satu lini bisnis tertentu. c. Optimalisasi Potensi Pasar Bakeri dan Ready-to-Eat Perusahaan melihat adanya peluang besar pada kategori produk bakeri dan makanan siap saji (ready-to-eat) yang terus menunjukkan tren pertumbuhan positif. Melalui penambahan KBLI ini, Perusahaan berupaya memaksimalkan potensi pasar tersebut dengan menghadirkan produk berkualitas yang relevan dengan gaya hidup masyarakat modern. 43
Page 45 OCR 0.961
d. Efisiensi Operasional melalui Produksi Terintegrasi Langkah ini didukung oleh rencana pengembangan central kitchen yang bertujuan untuk menciptakan sistem produksi yang lebih terintegrasi. Pengelolaan terpusat ini tidak hanya menjamin standarisasi kualitas produk, tetapi juga mendorong efisiensi biaya operasional dan logistik, sehingga kebutuhan produksi dapat terpenuhi secara optimal untuk mendukung operasional saat ini maupun rencana ekspansi ke depan. 44
Page 46 OCR 0.956
BAB IV ANALISIS ASPEK TEKNIS 41 Bisnis RANC Ranc melaksanakan bisnis dengan berfokus pada retail atau supermarket. 1. Ritel / Supermarket Modern Dalam menjalankan model bisnisnya, PT Supra Boga Lestari Tbk (“Perseroan”) menitikberatkan pada tiga pilar utama: diferensiasi produk premium, kenyamanan pengalaman berbelanja, dan segmentasi pasar yang spesifik. PT Supra Boga Lestari Tbk mengukuhkan posisinya di segmen premium supermarket melalui model operasional ritel modern yang mengintegrasikan keunggulan produk segar dan barang impor dengan spesialisasi items berkualitas tinggi seperti: - Penyediaan produk fresh, grocery, imported goods, dan specialty items - Pengalaman belanja (shopping experience) yang nyaman - Segmentasi pasar menengah ke atas (premium supermarket) Untuk efisiensi operasional perusahaan dicapai melalui implementasi tata letak toko yang dirancang untuk mengoptimalkan customer flow serta pengelolaan kategori produk dengan standar visual display yang ketat. 2. Diferensiasi Produk dan Layanan Sebagai pemilik merek dagang yang menghadirkan pengalaman berbelanja yang nyaman serta konsisten menyediakan produk segar (fresh product) berkualitas tinggi, PT Supra Boga Lestari Tbk berkomitmen untuk senantiasa menjadi rujukan yang paling diminati dan dipercaya dalam industri supermarket di Indonesia. Komitmen ini tercermin dalam kinerja dan pengelolaan keuangan produk perusahaan yang mendukung keberlanjutan kualitas layanan dan penawaran produk kepada pelanggan, seperti: - Menjual produk yang unik dan sulit didapati di supermarket lain - Pelopor dalam menjual produk organik, natural, dan sehat - Fokus pada produk segar yang berkualitas tinggi Selain menyediakan berbagai produk kebutuhan konsumen yang berkualitas tinggi, PT Supra Boga Lestari juga memiliki layanan penyediaan dan pengiriman memalui platform digital / delivery. Adanya layanan tersebut dapat memudahkan konsumen untuk memperoleh produk kebutuhan sehari — hari tanpa harus ke toko secara langsung. Sehingga sangat praktis dan efisien untuk pelanggan yang memiliki mobilitas tinggi. 45
Page 47 OCR 0.950
Karakteristik Usaha Karakteristik kegiatan usaha PT Supra Boga Lestari Tbk meliputi perdangangan eceran aneka produk pangan maupun non pangan, dengan penjualan yang didominasi oleh fresh product seperti buah, sayur, daging, dan produk olahan segar yang membutuhkan pengendalian kualitas dan rantai pasok (cold chain) yang terjaga. Selain itu, perusahaan juga menyediakan berbagai produk groceries, makanan impor, serta berbagai kebutuhan rumah tangga dengan tetap mempertahankan citra premium. Secara operasional, karakteristik usaha RANC juga ditandai dengan Penentuan lokasi gerai RANC yang strategis di area dengan daya beli tinggi. Hal ini terlihat dari sebaran gerai yang dioperasikan oleh RANC yang berada pada kawasan hunian premium, pusat bisnis, apartemen, dan pusat perbelanjaan modern yang dihuni oleh masyarakat kelas menengah ke atas. Unit usaha RANC memiliki segmen geografis yang dibagi menjadi 2 wilayah geografis: Area Barat (Jakarta & Sekitarnya dan Sumatra) dan Area Timur (Jawa Timur, Jawa Tengah, Kalimantan, dan Maluku). Usaha RANC dikenal memiliki profil demografis dengan tingkat pendapatan relatif tinggi serta gaya hidup yang mendukung pola belanja yang berkualitas. Perusahaan memilki total 57 toko yang terdiri 5 merek supermarket yaitu: 1. Ranch Market RANCH :i: MARKET" it'sa balanced life Mengoperasikan 16 gerai strategis yang tersebar di wilayah Jabodetabek dan Jawa Timur, Ranch Market telah mengukuhkan posisinya sebagai destinasi belanja utama bagi segmen pasar kelas atas. Dengan komitmen menghadirkan rangkaian produk premium berkualitas tinggi yang dirancang khusus untuk mendukung gaya hidup sehat. 2. Farmers Market FARMERS :': MARKET fresh and friendly Hingga saat ini, Farmers Market telah mengoperasikan jaringan luas sebanyak 36 gerai yang tersebar strategis di wilayah Jabodetabek, Jawa Tengah, Kalimantan, Sumatra, Maluku, hingga Makassar. Berfokus pada segmen pasar kelas menengah, Farmers Market berkomitmen untuk 46
Page 48 OCR 0.955
menjadi penyedia utama produk segar berkualitas tinggi dan pilihan produk yang lengkap demi memenuhi kebutuhan harian keluarga modern. 3. The Gourmet by Ranch Market The GOULMET Berbeda dengan Ranch Market dan Farmers Market, The Gourmet by Ranch Market baru memiliki 2 gerai ekslusif di Jabodetabek dan Jawa Timur. The Gourmet by Ranch Market menetapkan standar baru bagi ritel kelas atas untuk memenuhi kebutuhan gaya hidup spesifik, mulai dari produk segar pilihan hingga kategori khusus seperti produk organik, gluten- free, dan dietary product bagi pelanggan yang mengutamakan kesehatan dan kualitas. 4. Day2Day Day2Day baru mengoperasikan 2 gerai strategis di wilayah Jabodetabek yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan gaya hidup masyarakat urban di kawasan perkantoran dan apartemen. Day2Day menghadirkan solusi belanja praktis dengan standar kualitas tinggi dengan menyediakan aneka fresh product mulai dari buah-buahan, sayur-sayuran, hingga produk dairy. Selain itu juga menyediakan pilihan produk organik, gluten free, serta dietary product. 47
Page 49 OCR 0.955
5. 4.2 Pasarina by Ranch Market pasarina BY RANCH MARKET Pasarina by Ranch Market hadir melalui 1 gerai eksklusif di Jabodetabek dengan segmen pasar kelas menengah ke atas. Pasarina by Ranch Market menghadirkan produk lokal pilihan yang tidak hanya segar, tetapi juga memiliki kualitas terbaik untuk mendukung gaya hidup sehat dan modern. Rencana Kegiatan Usaha Baru dan Kapasitas Toko Memasuki tahun 2026, prospek industri ritel modern di Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan positif yang selaras dengan transformasi sektor ekonomi prioritas. Dalam menyikapi dinamika ini, RANC berencana melakukan ekspansi strategis dengan menambah kegiatan usaha baru melalui kode KBLI yang relevan. Langkah ini diambil untuk memperkuat portofolio layanan, meningkatkan daya saing perusahaan, serta memberikan nilai tambah bagi pelanggan di sektor ritel dan distribusi. a. b. KBLI 47221- Perdagangan Eceran Minuman Alkohol (SKP — A dan SKP BdanC) PT Supra Boga Lestari Tbk (“Perseroan”) telah memiliki kapasitas operasional yang memadai untuk mendukung penjualan Minuman Beralkohol Golongan A (bir). Perseroan telah menyiapkan area penjualan khusus yang terkontrol, yaitu pada Counter Express di gerai The Gourmet, Ranch Market, dan Farmers Market. Penempatan ini dirancang untuk memastikan: Kepatuhan terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan terkait penjualan minuman beralkohol, Pengawasan yang lebih ketat terhadap transaksi, Pengalaman berbelanja yang tetap premium dan tersegmentasi sesuai target pasar Perseroan. KBLI 47242 — Perdagangan Eceran Roti, Kue Kering, Kue Basah, Serta Sejenisnya Kapasitas toko ini dinilai masih memadai untuk mendukung penambahan kegiatan usaha (KBLI baru). Ruang ritel eksisting memiliki fleksibilitas yang cukup untuk penempatan stok dan display produk baru tanpa mengganggu kenyamanan pelanggan. Selain itu, rencana pengembangan central kitchen 48
Page 50 OCR 0.955
akan mendukung KBLI ini melalui sistem distribusi yang lebih efisien. Dengan pasokan produk yang terpusat, toko-toko retail dapat fokus pada optimalisasi layanan pelanggan dan penjualan, sementara ketersediaan stok produk akan tetap terjaga secara konsisten untuk mendukung target ekspansi pasar di masa mendatang c. KBLI 10710 -— Industri Produk Bakeri Dalam rangka mendukung penambahan KBLI 10710, Perusahaan memastikan bahwa kapasitas produksi yang tersedia saat ini masih memadai untuk menjalankan proses manufaktur produk bakeri. Standar peralatan dan alur kerja yang ada telah siap untuk memproses kategori produk baru ini dengan tetap menjaga kualitas hasil produksi sesuai standar yang ditetapkan oleh Perusahaan. Perusahaan juga tengah mematangkan rencana pengembangan melalui penambahan central kitchen. Langkah strategis ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas produksi secara terpusat, sehingga proses manufaktur menjadi lebih efisien dan terintegrasi. Pengembangan infrastruktur ini diharapkan dapat memenuhi seluruh kebutuhan produksi secara optimal, baik guna mendukung volume operasional saat ini maupun sebagai pilar utama dalam menghadapi rencana ekspansi bisnis ke depan. 4.3 Ketersediaan dan Kualitas Sumber Daya Perseroan memiliki sistem pengelolaan sumber daya manusia yang terstruktur dan berbasis Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ditetapkan oleh Departemen Recruitment. Dalam mendukung kegiatan usaha ini langkah yang diambil oleh RANG, yaitu: Dalam melakukan proses rekrutmen, RANC memastikan setiap karyawan memiliki integritas yang tinggi, guna memastikan bahwa setiap individu yang bergabung memiliki kualifikasi teknis dan integritas moral yang selaras dengan nilai-nilai perusahaan. Dalam mendukung adanya Penambahan KBLI perdagangan minuman beralkohol, karyawan yang terlibat akan mengikuti pelatihan tambahan yang berfokus pada spesialisasi penanganan dan mekanisme penjualan minuman beralkohol. Dan juga akan ditekankan pada penguatan pemahaman terhadap aspek kepatuhan hukum dan regulasi yang bersifat restriktif. Hal ini digunakan untuk memitigasi risiko pelanggaran usia pembeli. Selain memiliki karyawan yang berintegrasi dan paham akan aspek kepatuhan hukum dan regulasi, terdapat penguatan pengawasan internal dalam memilih barang. RANC memastikan ketersediaan rantai pasok dan barang yang didapat langsung dari distributor resmi agar kualitas terjamin dan legalitas jelas untuk menjaga kualitas produk yang dijual. 49
Page 51 OCR 0.958
Dengan menggabungkan proses rekrutmen awal sampai jalur pasokan yang resmi, menunjukkan bahwa RANC merupakan ritel modern yang memiliki kualitas sumber daya yang berkualitas, taat aturan, peduli kualitas, dan selalu waspada dalam menjaga keamanan operasional dari awal sampai akhir. 4.4 Proses Bisnis Sebelum dan Sesudah Penambahan KBLI Adanya penambahan KBLI tidak mengubah secara signifikan proses bisnis utama Perseroan. Kegiatan usaha tetap berfokus pada perdagangan eceran modern melalui jaringan supermarket yang telah beroperasi. Sebelum terjadi penambahan KBLI, RANC menjalankan usaha dengan menyediakan berbagai produk kebutuhan sehari hari seperti produk segar (fresh product), produk premium, dan produk impor. Setelah terjadinya penambahan KBLI hanya terdapat Penambahan pada diversifikasi produk berupa Minuman Beralkohol Golongan A (Bir). Adanya diversifikasi produk bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah bagi pemegang saham tanpa mengubah model bisnis perdagangan eceran modern. Adanya penambahan produk minuman beralkohol ini melalui optimalisasi rantai nilai (value chain) yang telah mapan, dimana seluruh aktivitas logistik masuk, manajamen pergudangan, hingga pendistribusian barang ke gerai — gerai memanfaatkan infrastruktur yang sudah ada. Strategi ini memungkinkan RANC untuk mencapai efisiensi biaya marjinal, dimana karakteristik produk baru ini memiliki kompatibilitas yang tinggi dengan standar penanganan barang komsumsi yang sudah ada. Secara operasional, RANC hanya melakukan penyesuaian pada aspek pengendalian internal dan penguatan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku. Penguatan kepatuhan ini berupa pelaporan data penjualan barang kena cukai secara real time dan penerapan protokol verifikasi identitas konsumen yang telah memenuhi batasan usia minimal 21 tahun sesuai dengan peraturan perundang — undangan. Sedangkan untuk penyesuaian aspek pengendalian internal dilakukan dengan penanaman etika kerja dan kepatuhan terhadap regulasi baru (seperti izin minuman beralkohol) melalui pelatihan SDM. Sedangkan pada KBLI Roti (47242) dan Produksi Bakeri (10710) sebelum adanya penambahan KBLI, proses produksi dilakukan secara terbatas di Central Kitchen yang berlokasi di salah satu toko dengan kapasitas yang menyesuaikan kebutuhan harian. Setelah adanya penambahan KBLI, perusahaan berencana mengimplementasikan sistem produksi yang lebih terintegrasi melalui penambahan central kitchen, di mana proses produksi dilakukan secara terpusat untuk meningkatkan efisiensi, konsistensi kualitas, dan kapasitas produksi. Produk kemudian akan didistribusikan ke masing-masing toko untuk proses penjualan kepada customer. Adanya Perubahan ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi operasional, menjaga standar kualitas produk, serta mendukung pertumbuhan volume penjualan secara berkelanjutan 50
Page 52 OCR 0.957
BAB V ANALISIS ASPEK POLA BISNIS 5.1 Kemampuan untuk Menciptakan Nilai Tambah Dengan adanya penambahan Kode Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) yang baru, PT Supra Boga Lestari Tbk (RANC) akan mampu untuk menciptakan nilai tambah usahanya yang dimiliki saat ini. Dimana adanya penambahan KBLI dapat memberikan nilai tambah strategis melalui diversifikasi portofolio produk yang diproyeksikan. Adanya penambahan perdagangan alkohol, perdagangan kue kering premium atau desert mewah, dan industri produk bakeri artisan akan menciptakan nilai tambah melalui cross selling atau penyandingan produk (product pairing). Sehingga akan meningkatkan transaksi per pelanggan dan mampu untuk menciptakan aliran pendapatan baru (additional sales revenue) terutama pada kategori produk dengan margin yang kompetitf. Penambahan KBLI ini juga dapat menciptakan optimalisasi traffic pelanggan di gerai. Aroma roti yang baru dipanggang berfungsi sebagai sensory marketing untuk menarik pelanggan masuk. Lalu ketersediaan minuman beralkohol juga memberikan alasan bagi konsumen segmen premium untuk menghabiskan waktu lebih dalam di dalam gerai. Secara operasional, ketersediaan lini produk baru selain menciptakan optimalisasi traffic pelanggan dan menawarkan kategori produk yang lebih beragam (diversifikasi), Perseroan memperkuat daya saing gerai sebagai destinasi belanja komprehensif yang mengusung konsep one-stop shopping. Fenomena ini diharapkan dapat memicu efek cross-selling, di mana pelanggan yang datang untuk kategori produk tertentu juga akan melakukan pembelian pada kategori produk lainnya, sehingga meningkatkan rata-rata nilai transaksi per pelanggan (average basket size). Selain itu, Perseroan menegaskan komitmennya terhadap praktik bisnis yang akuntabel dengan menyelaraskan operasionalnya pada Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia No. 20 Tahun 2014 juncto Perubahan No. 06 Tahun 2015. Regulasi tersebut menetapkan bahwa perdagangan eceran minuman beralkohol Golongan A hanya diizinkan melalui kanal supermarket dan hypermarket yang memiliki izin resmi. Perseroan memastikan bahwa lini bisnis perdagangan eceran minuman alkohol dijalankan dengan pengawasan yang ketat pada level gerai yang memenuhi kriteria tersebut. Hal itu mencakup verifikasi usia pembeli serta penempatan area alkohol yang terpisah dari kategori perdagangan industri kue kering dan produk bakeri guna menjaga etika berbelanja dan kepatuhan hukum yang berlaku. Dengan melakukan penyesuaian KBLI ini, Perseroan memastikan bahwa seluruh aktivitas komersial di gerai ritel modernnya telah memenuhi aspek legalitas dan 51
Page 53 OCR 0.953
standarisasi pemerintah, sehingga memitigasi risiko hukum yang dapat mengganggu keberlangsungan usaha. Pada penambahan KBLI pada industri roti dan bakery juga memperkuat posisi Perseroan dalam kategori bakeri dan produk siap saji. Dimana Perseroan mengintegrasikan opersionalnya melalalui central kitchen yang memungkinkan efisiensi dan konsistensi kualitas produk di seluruh jaringan gerai. Adanya rencana penambahan lini bisnis pada Perdagangan Eceran Minuman Alkohol (47221), Perdagangan Eceran Roti, Kue Kering, Kue Basah, Serta sejenisnya (47242), dan Industri Produk Bakeri (10710) merupakan langkah stategis Perseroan dalam menciptakan nilai tambah berkelanjutan melalui diversifikasi portofolio guna menciptakan aliran pendapatan baru (additional sales revenue) dan optimalisasi margin. Dengan rencana penambahan lini produk baru ini, RANC memiliki peluang pasar yang besar untuk memperkokoh dominasi di segmen ritel premium melalui model bisnis yang lebih terintegrasi. 5.2 Keunggulan Kompetitif Karena Keunikan Pola Bisnis Pada aktualnya, RANC bukan Perseroan yang lebih dahulu menambahkan KBLI 47221 (Perdagangan Eceran Minuman Alkohol) ke dalam lini bisnisnya. Sebagian kompetitor telah dahulu menambahkan KBLI tersebut di kegiatan usahanya. Yang membedakan RANC dengan kompetitor lain yaitu RANC tidak hanya melakukan penambahan lini bisnis, namun meningentegrasikan lini alkohol tersebut ke dalam ekosistem perdagangan eceran roti, kue kering, kue basah (47242) dan industri produk bakeri (10710). Keunikan pola bisnis ini menciptakan diferensiasi layanan yang sulit direplikasi, dimana keunggulan Perseroan bertumpu pada kualitas produk fresh from the oven yang disinergikan dengan koleksi minuman alkohol yang terkurasi, sehingga menghasilkan pengalaman pelanggan yang jauh lebih komprehensif dibandingkan model ritel konvensional. Beberapa keunggulan yang dimiliki Perseroan dibandingkan dengan Kompetitor lain yaitu: a. Diferensiasi Layanan Keunggulan kompetitif Perseroan terletak pada strategi diferensiasi layanan yang komprehensif, dimana setiap interaksi pelanggan di dalam gerai didukung oleh tenaga pemasaran yang memiliki keahlian khusus dalam memberikan rekomendasi produk secara personal. Melalui integrasi KBLI 47221 - Perdagangan Eceran Minuman Alkohol, KBLI 47242 — Perdagangan Eceran Roti, Kue Kering, Kue Basah, dan KBLI 10710 — Industri Produk Bakeri, Perseroan tidak sekedar menawarkan komoditas, melainkan sebuah solusi kuliner yang terpadu. Hal ini mencakup penyandingan produk (product pairing) antara minuman alkohol pilihan dengan produk bakeri artisan, yang bertujuan untuk meningkatkan kepuasan konsumen. 52
Page 54 OCR 0.957
b. Kualitas Produk Perseroan mempertahankan standar mutu yang ketat melalui pengawasan mandiri pada lini Industri Produk Bakeri (10710) dengan memproduksi secara internal (in-house production). Perseroan menjamin kesegaran (freshness) dan higienitas produk tanpa bergantung pada rantai pasok pihak ketiga. Standar kualitas ini juga diimplementasikan pada kurasi produk eceran kue kering dan minuman alkohol, di mana Perseroan hanya bekerja sama dengan mitra pemasok yang memenuhi kriteria sertifikasi internasional. Integritas kualitas ini merupakan pilar utama yang memperkuat brand eguity RANC sebagai pemimpin pasar di segmen ritel modern premium. c. Pengalaman Pelanggan RANC memberikan pengalaman pelanggan (customer experience) yang unik melalui transformasi atmosfer gerai. Penggabungan aroma khas dari produksi bakeri dengan desain area ritel minuman alkohol yang ekslusif menciptakan lingkungan belanja yang elegan dan nyaman. Pengalaman belanja yang terkurasi ini dirancang untuk melampai ekspektasi pelanggan tradisional, mengubah aktivitas belanja rutin menjadi sebuah perjalanan gaya hidup yang eksklusif. Dengan fokus pada keunikan pengalaman ini, Perseroan optimis dapat mempertahankan loyalitas pelanggan jangka panjang serta memperlebar jarak kompetisi dengan pelaku pasar lainnya di industri serupa. 5.3 Kemampuan Pesaing untuk Meniru Produk Industri Ritel / Supermarket adalah bisnis yang persaingannya cukup ketat. RANC memahami bahwa tidak terlalu sulit bagi pemain baru (barrier to entry) berada pada tingkat yang relatif moderat. Dimana sebagian pesaing telah lebih dulu menambahkan izin usaha KBLI 47221 - Perdagangan Eceran Minuman Beralkohol. Hal ini menujukkan bahwa pesaing memiliki kemampuan untuk meniru aspek ketersediaan produk alkohol di gerai - gerai mereka. Namun, RANC menilai bahwa adanya kesamaan produk saja tidak cukup untuk menggeser posisi RANC di pasar. Menjual produk yang sama seperti hanyalah sebagian kecil dari keseluruhan pengalaman berbelanja yang ditawarkan kepada pelanggan. Daya saing RANC di tengah kompetisi pasar diperkuat oleh positioning premium yang konsisten dan penerapan standar operasional yang lebih unggul. Melalui integrasi KBLI tersebut, Perseroan memiliki keunggulan kompetitif yang sulit untuk direplikasi secara langsung, seperti kekuatan jaringan distribusi, lokasi toko, serta integrasi operasional melalui central kitchen yang memungkinkan efisiensi dan konsistensi produk. Selain itu, strategi diferensiasi melalui inovasi produk, pengembangan menu, serta pengalaman belanja di dalam toko menjadi faktor penting dalam mempertahankan daya saing Perseroan. Pola bisnis ini memungkinkan Perseroan untuk mempertahankan loyalitas pelanggan segmen atas yang mengutamakan kualitas dan 53
Page 55 OCR 0.949
eksklusivitas, sekaligus meningkatkan efisiensi biaya melalui produksi mandiri pada sektor industri produk bakeri. Lebih lanjut, transparansi dan kepatuhan ketat terhadap regulasi operasional menjadi fondasi utama yang membedakan Perseroan dari kompetitor lainnya. Dengan mengedepankan integritas dalam proses administrasi izin usaha dan pengawasan distribusi yang ketat di tingkat gerai, RANC membangun reputasi sebagai pemimpin pasar yang adaptif namun tetap patuh hukum. Keunikan integrasi antara perdagangan eceraran roti, kue kering kue basah, industri produk bakeri, dan perdagangan eceran minuman ini tidak hanya mengincar pertumbuhan margin materiil, tetapi secara strategis memposisikan Perseroan sebagai entitas ritel modern yang paling siap dalam menghadapi dinamika kebutuhan konsumen dan preferensi konsumen yang terus berkembang di masa depan. 5.4 Analisis SWOT Analisis Faktor dari dalam perusahaan (internal) sebagai berikut: a. Strength (Kekuatan) e Tim manajemen yang berpengalaman dan memiliki rekam jejak kuat di industri retail modem: Brand positioning yang premium dengan loyalitas pelanggan yang tinggi: Standar layanan pelanggan yang unggul dibandingkan kompetitor, Jaringan gerai yang strategis di segmen pasar menengah ke atas. Pemahaman yang baik terhadap preferensi customer. b. Weakness (Kelemahan) e Aktivitas pemasaran yang relatif terbatas dibandingkan beberapa kompetitor besar e Ketergantungan pada lokasi gerai tertentu dengan segmentasi pasar spesifik e Terdapat keterbatasan kapasitas produksi dalam memenuhi permintaan yang terus meningkat dikarenakan baru terdapat satu central kitchen. Analisis Faktor lingkungan (eksternal) sebagai berikut: a. Opportunities (Peluang) e Pertumbuhan industri retail modern di Indonesia yang terus meningkat, e Permintaan terhadap Minuman beralkohol Golongan A (Bir) yang stabil dan cenderung meningkat pada segmen tertentu, e Regulasi yang membatasi penjualan hanya pada supermarket dan hypermarket memberikan keunggulan kompetitif bagi Perseroan. 54
Page 56 OCR 0.958
Pada kategori bakery dan ready-to-eat, serta kemampuan Perseroan dalam melakukan inovasi produk menjadi faktor pendukung untuk terus meningkatkan daya saing di tengah persaingan industri. Threats (Ancaman) Persaingan ketat dengan pelaku usaha sejenis (supermarket dan hypermart), Potensi perubahan regulasi dari pemerintah pusat maupun daerah terkait distribusi dan penjualan minuman beralkohol, Sensitivitas sosial terhadap produk minuman beralkohol di beberapa wilayah. Kegiatan usaha bakery memiliki tingkat kemudahan untuk ditiru oleh pesaing, baik dari sisi produk maupun konsep penjualan. keterbatasan kapasitas produksi dalam memenuhi permintaan yang terus meningkat dikarenakan baru terdapat satu central kitchen. 55
Page 57 OCR 0.929
BAB VI ANALISIS ASPEK MODEL MANAJEMEN 6.1 Kapasitas dan Kemampuan Manajemen Perusahaan Sebelum Adanya Penambahan KBLI Untuk mendukung kelancaran dan keseimbangan operisional perusahaan, RANC membutuhkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi dan pengalaman sesuai dengan bidangnya masing — masing yang sesuai dengan usaha ritel, sebagaimana tercermin dalam struktur organisasi perusahaan. RANC telah didukung oleh tim manajemen yang professional, dengan latar belakang pendidikan yang relevan serta pengalaman yang kuat di posisi manajerial dan industri terkait, dan ditempatkan pada posisi-posisi strategis guna memastikan efektivitas pengelolaan perusahaan. Keahlian dan pengalaman yang dimiliki oleh masing-masing jajaran manajemen tersebut membentuk tingkat profesionalisme yang tinggi, sehingga mampu menjalankan fungsi manajerial secara optimal. Hal ini berperan penting dalam menjaga kinerja perusahaan tetap stabil, adaptif terhadap perubahan, serta selaras dengan tujuan bisnis yang telah ditetapkan. Berikut adalah jajaran manajemen RANC saat ini : Tabel Susunan Komisaris Jabatan Komisaris Utama Kusumo Martanto Komisaris Ronny Prasetya Komisaris Independen Hedy Maria Helena Lapian Sumber: Laporan Keuangan Audit per 31 Desember 2025 Tabel Susunan Direksi Jabatan Nama Direktur Utama Johartono ON Direktur rodjojo ”— Direktur Elsa Dian Trifani Direktur Hady Purnama Sumber: Laporan Keuangan Audit per 31 Desember 2025 Tabel Susunan Komite Audit Jabatan Nama Ketua Hedy Maria Helena Lapian | Anggota Justinus Aditya Sidharta | | Anggota Stephanus Junianto | Sumber: Laporan Keuangan Audit per 31 Desember 2025 56
Page 58 OCR 0.951
6.2 Kapasitas dan Kemampuan Manajemen Perusahaan Setelah Adanya Penambahan KBLI Dalam rencana penambahan KBLI baru ini diperlukan tenaga kerja yang berkompeten di bidangnya dalam kaitannya dengan penambahan KBLI baru. Perseroan saat ini memiliki landasaran operasional yang kokoh untuk mengintegrasikan lini bisnis baru ke dalam ekosistem perusahaan yang sudah berjalan. Manajemen memastikan bahwa adanya penambahan KBLI 47221, 47242, dan 10710 tidak akan mengganggu stabilitas operasional yang sudah ada, tetapi justru akan mengoptimalkan sumber daya tersedia. Strategi yang dilakukan RANC sebagai berikut: e Stabilitas Struktur Organisasi RANC memanfaatkan struktur organisasi yang sudah ada dan telah berjalan efektif saat ini. Adanya penambahan KBLI ini dapat dilakukan tanpa perlu memerlukan perubahan struktural yang signifikan. Hal itu dikarenakan fungsi manajerial dan departemen pendukung saat ini telah didesain secara fleksibel untuk mengawasi berbagai kategori produk ritel dan produksi. e Rekrutmen Berbasis Standar Operasional Prosedur (SOP) Adanya kebutuhan tenaga kerja yang kompeten, RANC mengandalkan sistem rekrutmen yang ketat dan berbasis SOP. Seiring dengan rencana pengembangan, termasuk implementasi central kitchen, Perseroan akan melakukan penyesuaian struktur organisasi serta penambahan tenaga kerja dan tenaga ahli sesuai kebutuhan. Adanya pelatihan dan pengembangan kompetensi ini untuk memastikan seluruh tim mampu menjalankan operasional secara efektif dan sesuai standar yang ditetapkan. e Adaptabilitas Operasional Perseroan memiliki pengalaman yang kuat dalam hal adaptasi operasional terhadap adanya penambahan KBLI ini. Dengan integrasi sistem manajemen rantai pasok yang sudah ada, adanya penambahan lini produk baru (seperti kue kering, kue basah dan minuman alkohol) dapat dilakukan dengan penyesuaian minimal pada alur kerja gudang dan gerai. e# Sistem Pengawasan Internal dan Kepatuhan Hukum Adanya penambahan KBLI tertentu khususnya minuman beralkohol, memerlukan pengawasan yang ketat. Perseroan harus memastikan seluruh kegiatan tetap sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Adanya sistem ini memastikan seluruh aspek penyimpanan, penjualan, dan distribusi dijalankan sesuai dengan regulasi pemerintah dan ketentuan hukum yang berlaku untuk memitigasi risiko hukum di masa depan. 57
Page 59 OCR 0.953
Dengan dukungan manajemen yang memadai, Perseroan optimis dapat menjalankan pengembangan usaha secara optimal dan berkelanjutan. 6.3 Manajemen Risiko Penambahan KBLI Baru Sebagai perusahaan terbuka, RANC menerapkan prinsip pengelolaan risiko terintegrasi di semua lini untuk mengeliminasi penyebab tidak tercapainya tujuan perusahaan. Adapun sasaran implementasi risk management dari perusahaan terkait penambahan KBLI Baru adalah: 1) Manajemen Risiko KBLI 47221 - Perdagangan Eceran Minuman Alkohol (SKP — A dan SKP B dan C) Penambahan KBLI 47221 terkait perdagangan eceran minuman alkohol golongan A (Bir) memiliki sejumlah risiko yang telah diidentifikasi dan dikelola secara komprehensif oleh perusahaan, antara lain: a. Risiko Regulasi dan Perizinan Perusahaan memastikan kepatuhan terhadap seluruh peraturan perundang undangan yang berlaku, termasuk perizinan penjualan minuman beralkohol, pembatasan usia konsumen, serta ketentuan zonasi. Mitigasi dilakukan melalui koordinasi dengan instansi terkait dan pemenuhan seluruh persyaratan operasional sebelum kegiatan dimulai. b. Risiko Reputasi Penjualan produk alkohol berpotensi menimbulkan persepsi negatif dari masyarakat tertentu. Untuk itu, perusahaan menerapkan prinsip responsible retailing, termasuk pembatasan penjualan kepada konsumen di bawah umur dan pengendalian promosi agar tetap sesuai norma yang berlaku. c. Risiko Operasional Risiko terkait penyimpanan, distribusi, dan pengawasan produk alkohol dikelola melalui standar operasional prosedur (SOP) yang ketat, termasuk pengendalian stok, pengawasan kualitas produk, serta pelatihan karyawan. d. Risiko Keuangan Perusahaan melakukan analisis pasar dan proyeksi penjualan secara hati-hati untuk memastikan bahwa penambahan KBLI ini memberikan kontribusi positif terhadap pendapatan tanpa meningkatkan beban biaya secara signifikan. 58
Page 60 OCR 0.958
e. Risiko Kepatuhan Internal Dilakukan pengawasan internal secara berkala untuk memastikan seluruh unit usaha mematuhi kebijakan perusahaan dan regulasi terkait penjualan minuman beralkohol. 2) Manajemen Risiko KBLI 47242 - Perdagangan Eceran Roti, Kue Kering, Kue Basah, serta sejenisnya a. Risiko Pasokan Bahan Baku Adanya penambahan KBLI dimana lini bisnis produk berupa roti dan kue basah yang memiliki masa simpan yang singkat, Perseroan harus memiliki manajemen risiko yang tepat dengan menerapkan sistem FEFO (First Expired, First Out). Manajamen risiko yang perlu dilakukan yaitu dengan melakukan pemantauan stok secara real time untuk meminimalkan waste (barang terbuang) dan memastikan produk yang sampai ke tangan konsumen selalu dalam kondisi segar. b. Risiko Harga Untuk menjaga stabilitas harga jual eceran, Perseroan melakukan kontrak kerja sama jangka panjang dengan pemasok terpercaya. Hal ini bertujuan untuk mengamankan ketersediaan stok kue dan roti meskipun terjadi fluktuasi harga bahan baku di pasar, sehingga margin keuntungan tetap terjaga c. Risiko Operasional Perseroan melakukan verifikasi kualitas secara berkala terhadap produk yang diterima dari lini produksi atau pemasok. Setiap produk yang tidak memenuhi standar estetika, rasa, atau tekstur akan dipisahkan agar tidak masuk ke area perdagangan eceran, guna menjaga reputasi merek di mata pelanggan. Mitigasi risiko yang dilakukan dengan melakukan diversifikasi dan penguatan hubungan dengan suplier d. Risiko Keamanan Pangan Risiko keamanan pangan dimitigasi melalui penerapan standar sanitasi yang ketat di area penjualan dan penyimpanan. Hal ini mencakup penggunaan kemasan yang kedap udara dan aman (food grade), pengaturan suhu ruangan yang optimal, serta kewajiban penggunaan perlengkapan sanitasi bagi tenaga kerja yang bersentuhan langsung dengan produk. 59
Page 61 OCR 0.959
e. Risiko Kepatuhan dan Sertifikasi Perseroan memastikan seluruh produk yang diperdagangkan telah memenuhi aspek legalitas, termasuk sertifikasi Halal dan izin edar yang relevan. Pengawasan internal dilakukan secara rutin untuk memastikan label pada kemasan mencantumkan informasi yang akurat mengenai komposisi dan tanggal kedaluwarsa sesuai regulasi perlindungan konsumen. 3) Manajemen Risiko KBLI 10710 — Industri Produk Bakeri a) d) Risiko Kegagalan Produksi Dalam lingkungan pabrikasi, risiko kontaminasi mikroba atau benda asing sangat diperhatikan. Perseroan dapat memitigasi hal ini dengan penerapan standar kebersihan area produksi yang ketat, sterilisasi alat secara berkala, serta pemisahan alur kerja antara bahan baku mentah dan produk jadi untuk mencegah kontaminasi silang. Risiko Fluktuasi Biaya Produksi Harga komoditas bahan baku industri bakeri sering kali fluktuatif. Perseroan dapat memitigasi risiko ini melalui strategi pengadaan terpusat dan manajemen stok bahan baku yang efisien, sehingga biaya pokok produksi (HPP) tetap terkendali. meskipun terjadi dinamika harga pasar pada komponen utama seperti gandum atau mentega. Risiko Kerusakan Mesin dan Kontinuitas Produksi Ketergantungan pada mesin mixer, oven, dan lini pengemasan menimbulkan risiko operasional jika terjadi kerusakan mendadak. Perseroan perlu memerlukan perawatan mesin secara preventif dan terjadwal, serta menyediakan unit cadangan atau komponen kritikal guna memastikan proses produksi tidak terhenti. Risiko Ketidakpatuhan terhadap Standar Keamanan Pangan Sebagai produsen, Perseroan wajib mematuhi standar BPOM dan sertifikasi Halal secara konsisten. Risiko administrasi dan hukum dimitigasi dengan melakukan audit internal mandiri secara berkala terhadap dokumentasi produksi, label informasi nilai gizi, dan masa berlaku sertifikasi produk sebelum didistribusikan ke jaringan retail. 60
Page 62 OCR 0.958
e) Risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Lingkungan industri bakeri yang melibatkan suhu tinggi (oven) dan mesin bergerak memiliki risiko kecelakaan kerja. Perseroan mewajibkan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) yang sesuai bagi seluruh tenaga kerja produksi dan memberikan pelatihan prosedur tanggap darurat secara rutin. Dalam identifikasi risiko dan peluang berdasarkan konteks dan isu serta pemangku kepentingan, Risk Management RANC menggunakan dua pendekatan yaitu: a. Top down Risk Analisis risiko yang berdasarkan sudut pandang dari Manajemen RANC yang mengacu kepada konteks isu dan pemangku kepentingan perusahaan di skala makro dan mikro. b. Bottom up Risk Analisis risiko yang berdasarkan sudut pandang pemilik proses yang mengacu kepada konteks, isu, dan pemangku kepentingan unit di skala mikro/operasional. Adapun identifikasi risiko pada konteks isu mengacu kepada 2 faktor yaitu: a. Eksternal merupakan konteks dan isu serta pemangku kepentingan yang berasal dari luar yang bisa mempengaruhi visi, misi, dan tujuan perusahaan. Sisi Ekstemal ini terdiri dari beberapa faktor: Risiko Politik dan Hukum Adanya ketidakpastian regulasi terkait perizinan minuman beralkohol di tingkat daerah (otonomi) yang bisa berbeda dengan pusat. Kebijakan otonomi daerah sering kali memiliki aturan zonasi, pembatasan jam operasional, atau kuota distribusi yang lebih ketat. Ketidakselarasan ini dapat menghambat operasional gerai RANC diwilayah tertuntu. Dampak jika Perseroan tidak memperhatikan risiko Politik dan Hukum ini berpotensi terkena sanksi administratif, penyegelan gerai sementara, hingga hambatan dalam memperpanjang izin usaha di tingkat daerah. Risiko Ekonomi Pada penambahan lini bisnis produksi bakeri memiliki ketergantungan pada bahan baku impor / premium seperti gandum. Faktor geopolitik, perubahan iklim, fluktuasi nilai tukar uang dapat memicu inflasi harga gandum dunia. Dikarenakan gandum merupakan bahan baku utama, 61
Page 63 OCR 0.959
adanya kenaikan harga ini akan menekan margin keuntungan jika Perseroan tidak melakukan penyesuaian harga jual di tingkat ritel. Dampak yang terjadi yaitu adanya peningkatan beban pokok penjualan (COGS) sehingga menyebabkan profitabilitas unit usaha produksi bakeri mengalami penurunan. Risiko Rantai Pasok Karakteristik bahan baku bakeri (seperti ragi segar, telur, dan susu) memerlukan manajemen logistik yang presisi. Jika terjadi keterlambatan pengiriman, meski hanya dalam hitungan jam dapat merusak kualitas bahan baku karena faktor suhu atau masa simpan yang singkat. Adanya kegagalan dalam rantai dingin (cold chain) atau kendala transportasi logistic akan memghentikan jadwal produksi harian. Dampak dari risiko rantai pasok jika tidak dapat diatasi adalah terjadi kegagalan pemenuhan stok di gerai (out of stock), kerugian material akibat bahan baku yang dibuang karena tidak sesuai dengan standar, dan ketidakpuasan konsumen karena ketidaksediaan produk segar. Risiko Operasional Adanya transisi ke penjualan barang kena cukai (alkohol) menuntut akurasi data yang absolut untuk pelaporan wajib. Sistem IT yang tidak terintegrasi atau mengalami gangguan pada sistem inventaris stok alkohol dapat menyebabkan ketidaksesuaian antara jumlah fisik botol dengan data di sistem. Dalam industry minuman alkohol, selisih data sekecil apapun dapat dianggap sebagai indikasi penjualan illegal oleh otoritas pajak atau cukai. Dampak dari risiko operasional tersebut yaitu adanya selisih data pada laporan wajib pemerintah, potensi denda materiil yang besar hingga audit investigasi oleh otoritas terkait. Risiko Kompetensi Mengelola unit produksi bakeri (KBLI 10710) menuntut standar teknis yang berbeda dengan ritel biasa. RANC memerlukan staf yang memiliki keahlian yang sesuai. Jika staf tidak memiliki keahlian dalam formulasi produk, penggunaan mesin industri, atau manajemen waktu produksi, maka akan terjadi tingkat kegagalan produk yang tinggi (product defect). Dampaknya terjadi pemborosan bahan baku (waste) yang tinggi, inefisiensi biaya tenaga kerja, dan tidak konsisten terhadap rasa maupun tekstur produk dimana jika dibiarkan akan merusak citra merek. Risiko Pelanggan Penambahan KBLI 47242 dan 10710 (Produk Bakeri) memiliki risiko kontaminasi biologis atau kimia jika proses produksi dan penyimpanan tidak memenuhi standar higienitas. Jika pelanggan terkena risiko keracunan makanan atau reaksi alergi jika informasi kandungan bahan 62
Page 64 OCR 0.949
b. (seperti gluten, kacang, atau produk susu) tidak tertera dengan jelas atau terjadi kontaminasi silang selama produksi. Maka dampak yang terjadi yaitu terdapat tuntutan hukum dari konsumen, biaya kompensasi medis, dan parahnya dapat menghancurkan kepercayaan publik secara instan. - Risiko Pasar Pasar makanan (bakeri) dan minuman memiliki siklus tren yang sangat cepat. Munculnya kesadaran kesehatan global (seperti diet low-carb, sugar-free, atau plant-based) dapat menurunkan permintaan terhadap produk bakeri konvensional yang tinggi gula dan karbohidrat. Jika RANC tidak cepat berinovasi pada industri produksi bakeri (KBLI 10710), produk akan kehilangan relevansinya di pasar. Dampaknya adanya penumpukan stok barang yang tidak laku (slow-moving stock), pemborosan bahan baku, dan penurunan pangsa pasar. - Risiko Persaingan Usaha Masuk ke lini industri bakeri dan perdagangan alkohol menempatkan RANC di tengah persaingan ketat, baik dari pemain lokal maupun merek internasional. Pesaing mungkin melakukan strategi perang harga (price war) atau promosi agresif untuk menjegal penetrasi pasar KBLI baru RANC. Risiko muncul jika nilai tambah (USP) dari produk bakeri dan alkohol RANC tidak cukup kuat untuk menarik pelanggan dari kompetitor yang sudah mapan. Dampaknya yaitu akan terjadi penurunan marjin keuntungan karena terpaksa mengikuti harga pasar dan tingginya biaya akuisisi pelanggan baru. Intemal merupakan konteks dan isu serta pemangku kepentingan yang berasal dari dalam perusahaan yang bisa mempengaruhi visi, misi, dan tujuan Perusahaan. Sisi Internal ini terdiri dari beberapa faktor: - Visi Perusahaan Visi dari RANC adalah untuk menjadi penutan yang paling dihormati, dicintai, dan dipercaya di Industri supermarket Indonesia. - Misi Perusahaan 1. Produk Berkualitas Tinggi RANC menawarkan produk makanan yang berkualitas tinggi dan pelayanan yang memuaskan 63
Page 65 OCR 0.948
2. Always Fresh RANC mempuyyai komitmen untuk menyediakan produk makanan yang segar, sehat, serta aman untuk dikonsumsi 3. Memberikan Kualitas Terbaik RANC berkeinginan untuk menyediakan kualitas yang terbaik dengan suatu proses yang berkelanjutan yang melibatkan aktivitas pembelian yan teliti. Nilai Budaya Perusahaan RANC memiliki nilai budaya dengan singkatan TRUST Value yaitu: Transparents Responsibility, Customer First Team Work. SPN Implementasi adanya penambahan lini bisnis RANC pada KBLI 47221, 47242, dan 10710 senantiasa diselaraskan dengan visi misi Perusahaan, di mana nilai-nilai TRUST menjadi pedoman utama dalam mengidentifikasi serta meminimalisir risiko operasional maupun kepatuhan di lapangan. a. Kepatuhan Regulasi dan Integritas (Transparents & Responsibility) Dalam meminimalisir risiko terutama pada KBLI 47221 (perdagangan eceran alkohol), Perseroan wajib memastikan pelaporan cukai dan kepatuhan terhadap regulasi alkohol. Perseroan juga dalam implementasi nilai Tanggung Jawab melalui pelatihan staf karyawan dan operasional dalam memverifikasi usia pembeli. Tanggung jawab ini memitigasi risiko hukum dan pencabutan izin usaha jika terjadi kelalaian akibat operasioanal. b. Standar Mutu dan Keselamatan Konsumen (Customer First) Adanya penambahan KBLI 47242 (Perdagangan eceran roti, kue kering) dan KBLI 10710 (Produksi bakeri) memiliki risiko operasional yang tinggi terkait kontaminasi dan produk rusak karena masa simpan yang pendek. Untuk meminimalisir risiko, Perseroan menetapkan standar @uality Control yang ketat pada lini produksi baterai. Identifikasi risiko dilakukan dengan memantau rantai pasok bahan baku dan prosedur sanitasi. Jika terdapat produk yang tidak sesuai standar, nilai Customer First mendorong penarikan produk secara proaktif untuk menghindari risiko kesehatan bagi konsumen dan menjaga reputasi merek. 64
Page 66 OCR 0.958
c. Efisiensi Operasional dan Pengawasan (Team Work) Melakukan penambahan lini bisnis pada perdagangan eceran alkohol, roti, kue kering, kue basah, & sejenisnya, dan industri produksi bakeri memerlukan koordinasi yang kompleks. Jika terjadi kesalahan formulasi produk pada produksi bakeri atau kesalahan gudang dapat dimitigasi melalui kolabotasi tim yang solid. Tim produksi, tim logistik, dan tim toko harus bersinergi untuk memastikan tumover barang yang cepat (terutama untuk kue basah). Adanya Kolaborasi antar departemen memungkinkan adanya pengawasan silang (cross-checking) terhadap kepatuhan SOP di lapangan, sehingga potensi risiko bisa dideteksi oleh rekan kerja sebelum menjadi masalah besar. 6.4 Manajemen Kekayaan Intelektual Dalam mendukung kegiatan usaha perdagangan eceran minuman beralkohol golongan A (bir), perusahaan menerapkan pengelolaan kekayaan intelektual secara terstruktur untuk melindungi nilai bisnis dan reputasi perusahaan. Perusahaan memastikan bahwa seluruh penggunaan merek dagang, baik milik sendiri maupun pihak ketiga (principal/supplier), telah memiliki izin dan perjanjian yang sah. Penggunaan logo, label produk, materi promosi, serta identitas visual lainnya dilakukan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku guna menghindari pelanggaran hak cipta dan merek. Selain itu, perusahaan juga menjaga kerahasiaan informasi strategis seperti data pemasok, strategi pemasaran, dan data pelanggan melalui kebijakan internal dan pembatasan akses informasi. Apabila diperlukan, perusahaan membuka peluang untuk mendaftarkan hak kekayaan intelektual atas merek dagang atau konsep ritel yang dikembangkan guna memperkuat posisi kompetitif di pasar. Dalam penambahan KBLI indurru bakeri, Perseroan berkomitmen untuk mengelola dan melindungi kekayaan intelektual yang dimiliki, termasuk namun tidak terbatas pada merek dagang, resep produk, serta standar operasional produksi. Pengelolaan dilakukan melalui penerapan standar internal, dokumentasi resep dan proses produksi, serta pembatasan akses terhadap informasi yang bersifat strategis. Langkah ini bertujuan untuk menjaga keunikan produk serta mempertahankan daya saing Perseroan di pasar. 65
Page 67 OCR 0.942
ds 1.2 BAB VII ANALISIS ASPEK KEUANGAN Asumsi Ekonomi Makro Kami mengasumsikan bahwa keadaan perekonomian di Indonesia secara berangsur akan segera membaik, seperti yang tercermin dalam variabel- variabel yang diasumsikan sebagai berikut: e Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan IV 2025 mencapai 5,39” (yoy), terutama didukung oleh konsumsi rumah tangga yang tumbuh cukup kuat. e Stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan pada triwulan IV 2025 semakin baik, yang tercermin pada: - Inflasi nasional aktual per Desember 2025 sebesar 2,92” (yoy). Untuk asumsi inflasi yang digunakan dalam proyeksi arus kas dalam Studi Kelayakan mengacu pada Nota Keuangan Beserta Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun 2025 sebesar 2,5o#1Yo untuk proyeksi sampai akhir masa proyeksi. e Sektor lapangan usaha pada sektor perdagangan besar dan eceran berada pada pertumbuhan yang tinggi. Asumsi Proyeksi Keuangan 1) Proyeksi Pendapatan RANC menunjukkan pertumbuhan pendapatan yang berfluktatif dengan proforma rata-rata historis 5 tahun sebesar 0,2696. Hal itu dikarenakan Perseroan berhasil mencatatkan laba pada tahun 2021 dan 2024, selain itu Perseroan mengalami kerugian. Berdasarkan proyeksi Pendapatan 5 Tahun (2026-2030) menunjukkan bahwa adanya penambahan KBLI baru Perseroan menargetkan dapat meningkatkan pertumbuhan menjadi &1Y6 dari perdagangan eceran alkohol, perdagangan roti dan industri produksi bakeri. Berikut proyeksi pendapatan untuk periode 2026 — 2030. Proyeksi Pendapatan dalam jutaan Rupiah Keterangan 2026 2027 2028 2029 2030 | Pendapatan 3.045.440 | 3.212.666 | 3.421.201 | 3.677.485 | 3.989.742 66
Page 68 OCR 0.923
2) Proyeksi Biaya dan Beban Biaya dan Beban pada Perseroan terdiri dari Beban Pokok Pendapatan, Beban Usaha, Beban Depresiasi & Amortisasi, Beban Keuangan, dan Beban Pajak Proyeksi Biaya dan Beban dalam jutaan Rupiah) Keterangan 2026 2027 2028 2029 2030 Beban Pokok | » p97.g01 | 2.428.474 | 2.580.770 | 2.774.106 | 3.009.657 | Pendapatan |“ Beban Operasional Beban Depresiasi dan Amortisasi Beban Keuangan Beban Pajak 2 2 16.908 | 38.996 50.614 625.873 | 639.546 653.518 667.795 682.384 | 204.616 | 208.115 110.048 58.328 67.637 | 7.000 3.500 - - - 3) Modal Kerja Proyeksi Modal Kerja Keterangan (Kenaikan) Penurunan (808) (1.032) (1.287) Piutang Usaha | (Kenaikan) Penurunan 50.632 | (21.295) | (26.556) (32.636) | (39.764) Persediaan | (Kenaikan) Penurunan 18.269 | 21.505 26.817 | 32.958 40.156 Utang Usaha ro IL 4) Modal Belanja Proyeksi Belanja Modal Keterangan 2026 Belanja Modal 2027 2028 5) Tingkat Diskonto Biaya Modal Untuk mengkonversi arus kas penyedia modal atau capital selama periode eksplisit menggunakan tingkat diskonto (discount rate) dari 67
Page 69 OCR 0.908
biaya kapital rata-rata tertimbang (weighted average cost of capitallVACC), dengan perhitungan sebagai berikut: WACC - (We x Ke) 4 (Wd x Kd(1 — 0) Keterangan: - WACC - We - Ke - Wd - Kd Biaya ekuitas Weighted Average Cost of Capital Persentase bobot dari cost of eguity Tingkat pengembalian terhadap eguity Persentase bobot dari cost of debt Tingkat pengembalian perusahaan terhadap debt Biaya Ekuitas (cost of eguity) (K.) sebesar 11,564 yang diperoleh dari perhitungan sebagai berikut: Rf B (Rm-RI : RbDS Keterangan: Kes Rft (8 (Rm- Rf)) - RbDS : Risk Free : Unsystematic Risk Risk Market Premium : Rating-based Default Spread — Risk free rate (Rf) adalah tingkat bunga bebas risiko. Risk free rate diperoleh dari website PT Penilai Harga Efek Indonesia/PHEI (d/h Indonesian Government Bond Yield Curve) per 31 Desember 2025 dengan tenor 30 tahun sebesar 6,7044. — Beta (8), mengukur sensitivitas tingkat pendapatan dari suatu perusahaan terhadap pergerakan tingkat pendapatan pasar secara keseluruhan. Dalam melakukan perhitungan beta, digunakan indikasi beta dari perusahaan pembanding sebagai berikut: 68
Page 70 OCR 0.866
Perusahaan Pembanding Beta : Beta No Nama Perusahaan (Levered) Rasio D/E (Unlevered) Jiangxi Guoguang ki Commercial Chains Co Ltd | Kos Tana 1,03 2 | MerryMart Consumer Corp 1,03 2178,66Y4 0,33 3 |PGple 0,97 2248Yo 0,85 4 | Zhe Jiang Dong Ri Ltd Co 178 1,07 Yo NT 5 | Thanapiriya PCL 1,15 4,89Y9 110 6 | Mynews Holdings Bhd 122 57,174 0,85 Clifford Modern Living 7 Holdings Ltd 0,72 6, 1046 0,69 Xinjiang Wuika Times 9) 8 Department Store Co Ltd 032 31.827 0108 — Levered Beta pada tabel di atas telah menggunakan adjusted beta. Levered Beta dari perusahaan pembanding kemudian di unlevered dengan menggunakan struktur modal dari masing- masing perusahaan kemudian dirata-rata. Rata-rata unlevered beta tersebut kemudian di re-levered dengan menggunakan struktur modal dari perusahaan pembanding yang mewakili pasar industri sebesar 9,286, dari hasil perhitungan tersebut didapat beta sebesar 0,9683. — Risk Market Premium (Rm-Rf) adalah selisih antara pengembalian pasar dan tingkat bunga bebas risiko. Risk Market Premium diperoleh dari data hasil penelitian Aswath Damodaran, dengan nilai sebesar 6,694. — Rating-based Default Spread menggambarkan kondisi ekonomi suatu negara, kondisi politik dan — creditworthiness. Creditworthiness merupakan ukuran seberapa besar kemungkinan suatu negara gagal memenuhi kewajiban utangnya. Rating-based Default Spread diperoleh dari data hasil penelitian Aswath Damodaran, dengan nilai sebesar 1,62Y4. Biaya Utang Biaya Utang (K4) merupakan tingkat bunga utang yang harus dibayar oleh perusahaan setelah pajak, yaitu sebesar 6,58”6 yang diperoleh dari perhitungan sebagai berikut: Kasi (1) Suku Bunga Pinjaman (i) sebesar 8,44”5 berdasarkan perkiraan bunga yang dapat disetujui oleh Bank pemberi kredit dan tarif pajak (t) sebesar 22”4. 69
Page 71 OCR 0.844
7.3 Struktur Modal Pada perhitungan cost of capital, struktur modal yang dipakai adalah struktur modal yang merupakan hasil perhitungan menggunakan data Perusahaan yang sejenis dan sebanding, dan dihitung dengan menggunakan rumus: D/E Ratio Wd — — Naa -1-wa D/E Ratio 41 Li ui Sehingga diperoleh porsi utang (Wd) sebesar 8,49Y5 dan porsi ekuitas (We) sebesar 91,516. Tabel Biaya Modal Keterangan Informasi Risk aswala (Rn 6.70” Indonesia Goverment Bond DA PE Yield, PHEI 31 Desember 2025 | Eguity beta (proxy) (B) 0,9683 | Beta Perusahaan Pembanding Eguity risk 1 2 Lpremium (Rm-Rf) 6,69Y5 | Damodaran, 1 Januari 2026 Rating-based 1 Default Spread (RbDS) 1,6240 | Damodaran, 1 Januari 2026 Biaya Ekuitas (Ke) | 41,567 | RF# (8x (Rm - Rf)) - RbDS Interest Rate IDR Investment | Bunga pinjam 14 ln "7 | Loan State Banks, Des 2025 Palak penghasilan (0 | 2210096 | Marginal Tax Rate : Biaya Utang | (i)x(14) | Porsi ekuitas er 91,51Y0 | eltetd) | Porsi utang dYo 84979 | diletd ee | WACC 11,149 Net Present Value (“NPV”) Metode NPV ini menghitung selisih antara nilai sekarang investasi dengan nilai sekarang dari keuntungan sesudah pajak (earning after tax). Apabila NPV lebih besar dari nol atau menunjukkan angka yang positif, maka proyek investasi layak untuk dilaksanakan. Untuk menghitung nilai sekarang perlu ditentukan terlebih dahulu tingkat diskonto yang digunakan. Dari perhitungan NPV dengan menggunakan tingkat diskonto sebesar 11,14/o menunjukkan bahwa nilai NPV dengan proyeksi aliran kas bersih selama 5 tahun adalah sebesar Rp170.033.525.543,00. Hal ini menunjukan bahwa penambahan KBLI Baru layak untuk dilaksanakan. Dimana proyek ini tidak hanya mengembalikan modal, tetapi juga keuntungan yang signifikan. 70
Page 72 OCR 0.945
7.4 7.5 7.6 TN Internal Rate of Return (“IRR”) Metode IRR ini menghitung tingkat bunga yang menyamakan nilai sekarang investasi dengan nilai sekarang dari keuntungan sesudah pajak (earning after tax). Apabila tingkat bunga ini lebih besar daripada tingkat diskonto, maka investasi dikatakan menguntungkan. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa IRR proyek adalah 30,594 lebih besar daripada tingkat diskonto sebesar 11,14”5. Hal itu menunjukkan bahwa proyek menambahan KBLI ini sangat prospektif. Payback Period Metode ini mengukur seberapa cepat investasi bisa kembali, dalam satuan waktu. Semakin singkat periode payback, maka proyek tersebut semakin menguntungkan. Berdasarkan perhitungan Payback Period penambahan KBLI Baru membutuhkan waktu & 4 Tahun untuk mengembalikan investasi awal penambahan KBLI Baru selama periode proyeksi yang dikeluarkan sebesar Rp297.500.000.000,00,-. Pengembalian modal investasi di tahun ke 4 dianggap sangat cepat, sehingga risiko likuiditas atau kegagalan investasi dalam jangka panjang menjadi lebih rendah. Profitability Index (PI) Metode PI ini menghitung perbandingan antara nilai sekarang dari keuntungan sesudah pajak (earning after tax) di masa mendatang dengan nilai sekarang investasi. Bila PI lebih besar dari 1 maka proyek dikatakan menguntungkan, bila kurang dari 1 maka dikatakan tidak menguntungkan. Berdasarkan perhitungan yang kami lakukan diketahui bahwa nilai PI dari investasi dan rencana pengembangan tersebut adalah 1,57. Hal ini menunjukan bahwa rencana penambahan KBLI Baru tersebut adalah layak untuk dilaksanakan dimana keuntungan yang dihasilkan hampir tiga kali lipat dari biaya yang dikeluarkan. Analisis Sensitivitas Analisis ini bertujuan untuk menguji kepekaan suatu proyek terhadap berbagai faktor yang dapat mempengaruhinya. Hasil analisis menunjukkan bahwa adanya kegiatan usaha untuk KBLI baru dengan kode 47242 — perdagangan eceran minuman alkohol, 47242 — Perdagangan eceran roti, kue kering, dan 10710 — Industri produksi bakeri memiliki tingkat sensitivitas terhadap penurunan pendapatan dan penurunan Cost of Goods Sales (COGS). 71
Page 73 OCR 0.891
Sensitivitas terhadap kinerja keuangan Perseroan dapat dipengaruhi oleh perubahan sentimen pasar serta dinamika kepatuhan terhadap regulasi, khususnya pada lini produk baru perdagangan minuman beralkohol. Dimana pergeseran kebijakan publik dan potensi keterlambatan dalam pemenuhan izin operasional dapat berdampak pada target penghasilan yang telah diproyeksikan. Namun, potensi risiko tersebut dapat dimitigasi melalui efisiensi margin yang dihasilkan dari kendali penuh atas struktur biaya dan optimalisasi bahan baku pada industri bakeri internal yang akan dijalankan oleh Perseroan. Hasil analisis sensitivitas proyeksi Penambahan KBLI kode 47242 — perdagangan eceran minuman alkohol, 47242 — Perdagangan eceran roti, kue kering, dan 10710 — Industri produksi bakeri, adalah sebagai berikut: i HN Perubahan Kondisi Uraian Kondisi Normal 3 75 Tax Penjualan dan COGS - menurun NPV 170.033.525.543 35.751.602.211 (91.283.243.829)| — (99.681.895.096)| Profitability Indeks 157! 112 0,89 0,66) IRR 30,5994| 15,3996| 7,389h| -1,3696| Payback Period 4 Tahun 5 Tahun 6 Tahun Ka) Hasil dari uji sensitivitas di atas terlihat variabel sensitivitas pada penurunan nilai penjualan dan COGS sebesar 7,54 perpotensi mengubah status kelayakan proyek menjadi tidak layak. Hal itu terlihat dari indikator keuangan yaitu NPV, IRR, Payback Period, dan Profitability Index menunjukkan hasil negatif, dengan catatan variabel lain tetap (cateris paribus). Menandakan bahwa proyek tidak mampu memberikan nilai ekonomis pada kondisi tesebut. 72
Page 74 OCR 0.954
BAB VIII KESIMPULAN DAN SARAN 8.1 Kesimpulan Hasil analisis atas aspek pasar, menunjukkan bahwa industri ritel di Indonesia adalah sektor yang memiliki berkontribusi lebih dari 12-13Y6 terhadap PDB nasional, menjadi sektor terbesar kedua setelah industri pengolahan. Karena Indonesia adalah negara dengan struktur ekonomi yang didorong oleh konsumsi domestik, kesehatan sektor ritel menjadi indikator utama kesehatan ekonomi nasional. Proyeksi pasar pada industri ritel menunjukkan skenario pertumbuhan yang kuat. Beberapa lembaga riset memperkirakan nilai pasar ritel di Indonesia meningkat signifikan pada tahun 2025-2030 dengan CAGR positif 4,8/o didorong oleh demografi yang menguntungkan. Meskipun memiliki prospeknya kuat, industri ini menghadapi tantangan signifikan berupa ketentuan regulasi dan perizinan yang kompleks terutama pada KBLI 47221 — Perdagangan Eceran Minuman Alkohol, Pengelolaan produk dengan masa simpan singkat pada perdangan roti, kue basah, & produksi bakeri, adanya fluktuasi harga bahan baku pangan (gandum, gula, mentega, dan minyak goreng), persaingan ketat dan perubahan perilaku konsumen, dan pemenuhan standar keamanan pangan. Hasil analisis atas aspek teknis menunjukkan bahwa adanya penambahan KBLI tidak mengubah secara signifikan proses bisnis utama Perseroan. Kegiatan usaha tetap berfokus pada perdagangan eceran modern melalui jaringan supermarket yang telah beroperasi. Sebelum terjadi penambahan KBLI, RANC menjalankan usaha dengan menyediakan berbagai produk kebutuhan sehari hari seperti produk segar (fresh product), produk premium, dan produk impor. Setelah terjadinya penambahan KBLI terdapat Penambahan pada diversifikasi produk seperti perdagangan minuman beralkohol, roti, kue kering, kue basah, dan produksi bakeri. Sehingga secara teknis RANC mampu menjalankan penambahan KBLI baru. Hasil analisis atas aspek pola bisnis menunjukkan bahwa Perseroan memilki keunggulan kompetitif dalam kegiatan usaha di bidang ritel, kemampuan Perseroan dalam menciptakan nilai tambah produk dan strategi memitigasi risiko, Perseroan memiliki fondasi yang kuat untuk menghadapi dinamika pasar. Hal ini memberikan keyakinan bahwa seluruh kegiatan usaha yang direncanakan akan memberikan kontribusi positif yang berkelanjutan bagi pertumbuhan kinerja keuangan Perseroan dalam Jangka Panjang. Hasil analisis atas aspek model manajemen menunjukkan bahwa Perseroan dapat menambahkan KBLI baru dengan dukungan tersedianya tenaga kerja yang kompeten dan tersertifikasi, pemahaman komprehensif terhadap manajemen risiko bisnis pada industri ritel, serta komitmen terhadap etika bisnis dan kepatuhan hukum dalam mengelola hak kekayaan intelektual. 73
Page 75 OCR 0.935
Menunjukkan bahwa Perseroan memiliki kapasitas yang mumpuni untuk menjalankan KBLI baru di industri ritel secara profesional dan berkelanjutan. Hasil analisis atas aspek keuangan Dari perhitungan NPV dengan menggunakan tingkat diskonto sebesar 11,14» menunjukkan bahwa nilai NPV dengan proyeksi aliran kas bersih selama 5 tahun adalah sebesar Rp170.033.525.543,00. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa IRR adalah 30,59Y6 lebih besar daripada tingkat diskonto sebesar 11,14”. Berdasarkan perhitungan Payback Period penambahan KBLI baru membutuhkan waktu t4 tahun untuk mengembalikan investasi. Berdasarkan perhitungan yang kami lakukan diketahui bahwa nilai PI dari investasi dan rencana pengembangan tersebut adalah 1,57. Dengan demikian berdasarkan data-data dan hasil dari berbagai analisis di antaranya analisis atas aspek pasar, teknis, pola bisnis, model manajemen, dan aspek keuangan, kami berpendapat bahwa penambahan KBLI baru dengan kode 47221 -— Perdagangan Eceran Minuman Alkohol (SKP -A dan SKP B dan C), 47242 — Perdagangan Eceran Roti, Kue Kering, Kue Basah, serta sejenisnya, dan 10710 — Industri Produk Bakeri untuk Perseroan dapat dilaksanakan dan layak. 8.2 Saran Berdasarkan kesimpulan di atas, Kami menyarankan pihak manajemen harus melakukan tindakan-tindakan yang diperlukan sehubungan dengan penambahan KBLI baru dengan kode 47221 — Perdagangan Eceran Minuman Alkohol (SKP -A dan SKP B dan C), 47242 — Perdagangan Eceran Roti, Kue Kering, Kue Basah, serta sejenisnya, dan 10710 — Industri Produk Bakeri, sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia, termasuk mengurus perizinan kepada Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal. Dengan melakukan pengurusan perizinan yang tepat waktu, penempatan tenaga ahli yang berkompeten, dan pengawasan operasional yang ketat, Perseroan dipastikan dapat menjalankan penambahan KBLI ini sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia serta mampu mencapai target pertumbuhan yang diproyeksikan. 74
Page 76 OCR 0.967
LAMPIRAN
Page 77 OCR 0.337
000'£0r81191LL |000980601 261 | 000228481 1pcL | 66p4£98ippS£ Ll | O9LpLO9SOTISL 13Sv WLOL 000 L£8 PS 629 000212 €pL'SS9 000p£8 PSB LL 1£p619 129 p£8 TO LPS PEL LPG J2DUEY MEp!L JOSy |EJOL » # 2 Cost 022 BLL 0E9P ISEPIOG YEUId « 2 EZE OOP LSG BE £62 6pb€LO9E 2619y XeUId ueuwel buen 000 LL6£08P 000199 9€8vp OOOTSE OpE Tb 2 2 @huure seouej yep Jasy/| 000160 8Lp9LZ 000 Lz1 029 'Srz 000 OBE SEP 162 SL96E9PBI-SLE LSI c996e8Ob OION - deja) ysy| 000 LYE COS 262 000 108 912862 000 Z6S Ly9SBZ 681 2p6'S02 c2E 6LC 106 89C 16€ eun6 yey yasy| 0006194019 000260 6Z£'OL 000 LY9Z0ELL 28E8/1009EL 9212291661 pninwuagxel jsy 000 BE LSI Cb 000 L6E CEZ'8£ 000 LpO9LE 92 09115700912 261 E8c'£E002 ueundbuej xeled jasy/| 0006Z1 €S€'9 000 LOp 8828 0008210918 ESrOErLEscL SSL 19p'8918 yeled uejjegwabuad ueu!6e) uesisye || 000SL p402L 000866651 000'061250pL BOS TLP ESEL 61962696811 einwip Jekegip eAela uep eynw Buen - - 000126218 PE 088192 LPEEE SB SL6 SE TE ISBISOSY SEIMUI Eped ISEISSAUJ 000ZEL 662 P 000684 8629 000895899 tb1€170199. 28TE9L 1489 25iyay YEUJO - ule| - urej buejnid VONYI MVOIL LISV/| 000995 O£Z LPS 000 pL8S9£ LPS 0008SO££€-6LS 290846961615 BL EL L060LS J2DURT )2Sy 12301) 000171816 000p9L pZL PL 000612 SC OL 108999 9e1C 0605205112 en IP sekegip ekeig uep eynW Buen Jeduej usibeg 000'£8ZZ09 000 188 Lb 000 9p2 Lb 686192 E2Z £08'182789 Binw Ip Jekegip xeled 0001801p#'8Ep 000 £18 EOt B6£ 000566694 L9E TBC MET OLZ SBE 828196918 plp UBEIP3SJOd 000”L9E 0582 00011 1582 000522069 TO 9cP SGP PS8P669S2 1 26iyoy yeyid - ureg - urej Buejnid| 000'SpL'Lp46 000820 Lp4'LL 000689 0r8'PL TBTOEL PES 6201829k9 2BNON NBUId 000'106'ZpZ'8 000 pOO p99L 0000z1 7929 SLT 11610261 619268161 IsEpJag YEUd euesn Sueinig 000219 29S14 000689 101 901 00061 9POEZL S8E£E6€8 LOL Segozy 08cScL SEN PJEJOS UEP SE BVONYI L3SV| 1aSv szoz pzoz coz Tzoz Izoz Isdlaysog (Hvianw WwIYA) LaSV MAL INVLSIT VOOG VUdNS Ld Sc0z YIANAISAG L£ - 1202 HIAWISIG L£ JGOMId ISYAITOSNOM - SIMOLSIH NYONVNAY ISISOd NV4OdVT INVEIdWNVYI
Page 78 OCR 0.282
Ooo'rorgzz91VL |oooogosorzeri | 000z2828V1yc1 | 66rL9Birysti | O9L LO OLOCISI SVLINY3 NYO SVLNISVII VLO1) Ooo'osi-tezs9z o | oowseweoozze oo oowszosresc | E26E99LECOtp oo | 1219009005 Sv1in3 W1OL| 000881 Ov6 1 OOT Det GEET 000625695 888 CLE LOOP PO SBI-L601 TEpUSBUSduou uebunusday| Ooorzegosecaz | ooo'sorzi6is | ooogreizgsez | seowrcozecan | ccrrLzg996z0s pu semua yiiwad epeday vexisngujetp yedep BueA seynxa (000”414”92€”21) O00's01'6ri9€ Oooererespl | 2IOip6zbrlrl Osggireezyza #huueeun6buad veynjuanp Lunjag 000”000'000'01- 000'000000701 000000'000'0L | Dog'On0r000'O1 000'000'0008 #Kuueeunb5uad uerinjuayp Uejo| (usyag) 2027 opies| (00/91/5287) (o00/921-528'7) (ooogeiszgy) —(ooogzrrsag) (9009115281) mepusBueduou uebujuaday urBuep Isxesue usiaS| GovezerolELL |oooezeeoieit |oooezseoreri |ezoeegeoweil |esoeegeoreii JojaSIp Jepow URU2OWE |. 0007054 Bpp 9SL 000054 BrrOSL 000091 Brp 9SL 000052 Bpr 9SL 000052 Bb 9SL WeyES (EPON)| Svuinx3| Ooorzziswil6 |ooogessos13 | ooolsegesirs | 9esElconvaze | GRELOOTL6hOO1 Svinavi WLO1| Oooseweericc o|ooozesezogaz oo oowzvwosswec | Lsozewzso1or | S6EOLO 128 LLE Buelueg exBuer sej 000 201 p8S9 000780 VOOP 2 5 2 ekuure Jeouej xep1 5 £ 000p1Z 9167 0pe'6191621 106297 9121 emafuod ueutwel Buen) 1000/996 20965 000 OS9'SEE-0S Oonssguszer | Liec0ggegi 10056 LEK vemefuey eliay uejegw si 0000Lg'ezz'szz Oogesi te €lz Doo8ldaseraec | o0S-LekizeBOc L906p39LL B2 »apuad eybuel ueibeg IBueinwp uejajas 'emas si ONYENYA VNONYP SVAITISVIT OowopZyO0oz9 |oowLozzi6909 | oowostowrto9 | Sigorscisozo | pesac6rosIeo Napuag eybuer EM IelO1| 000981 2991 000758 21296 Oooe9e10reL | - 5 emas SENJaEI JEouej Uabeg| 0000.028x:ze 000851 655-42 Oooseoogoz8 — | ser11r91ee2 10966919852 “yepuad eyBuel uemefuey elay uejegui 0002888p241 000265 9zc'e2 Oooystew2zi | vsez10zpeoc 9E1-681 T27”02 sekegjp snuey Wsew efeigl 0009y2 86161 000/602”15'61 ooogzsesseL | 22616021691 26115 08PL xeled buegn| Ooo'sozocog9e — |oooeeeroogoge | oooescorsiL 82008/1PVL 691 201069 25nay Yeuid 0006r0'0p£”S 000 6EB 025 Oone901£60p | 9egzegeLXzcv | osexs0eistup Isejaueg YELId eyesn Guan) 000000000702 : Dooooorgooro9 — | ooo'c00-0000s 1000'000/000708 e5nax yeuid 000'000/000'01 000'000'000/09 000009000709 — | ooorooorooooe. 2 Isejaseg yeuid “kepuad exbuel xuea Guegn| | MSANSd VAONYP SVANISVIT SVLSVIN SWLINY3 NYA SV LIS scoz yzz Eco Teo 1zoz Isdinysag (Hvidnu WyIya) SV.LINMI 8 SVLIMISVIT Sz0z MIAWASAG L£ - 1z0z MIAWISIG L£ 3GOIMId MAL INVLSIT VOOG VUdNS Ld ISYVGINOSNOM - SIMOLSIH NYONVNAY ISISOd NVYOdVT 1 NVEIdWNYTI
Page 79 OCR 0.275
(ooo'gyz”196'25) 000'S91”869'9Z ((o00'1162p0”121) (6sg'pz2'899c8) P81 1918286 NY TVP43S NNHVL VSVI 000618229 000 9pZ BESOL 000 BO9 £80€ 099 CELBIET O9p L20Ec€L vejiseubuad Yefed JERJUEN| (ooo'190'009'25) 00061 6SL9L (ooo'6z5”121pz1) (615 196'92093) Y2£ 969 SL, 193 (ooo'sz1'120”2) 000'S6L'0Y5'68 (ooo'goz'86s'si) 880150 p2S8L OSLELV619pZ teoL ebung uejedepuag! 2 000'1£p”604”OLL ISEISOSE Sejus 2p2d IseJsanul uejenluad SEJ2 921 " 0009EY' 122 000521 LOS'L G6£ 98986 662221 £r8 ISEISOSE SEJIJUS O1SU 2ge| SEE ueibeg 000989 'Tp4 0009126271 000'SOS'SSO L 489 129801 Li9Oor Ep € ue6buenay uejseubuad| (oo0'g60'z59'L€) (ooo'gze'zis"Lp) (oo0'96rwr0'zp) (oee'61ez29'op) (G1ze61 126/02) uebuenay uegag (000685'14”0L) (00092102091) (o000”119'z2091) 2 eAuurej 1sesodo uegog 000918 69S b€ 000'OLL LLzS€ 000612 216 6£ 9EE BL6'0569S 6SS pc €2O 1S Auure| isesedo uejedepuad (ooorzye'zzs'0s) (00092218221) (ooo'Lze'c25”801) (109'pz0”195pOL) (0zp11529191) FREE) 000'6p4'£S8'OL 000ZEC cpt PL 000724 £28PL P16 9Zp 06991 pOOL2E 12291 ISEJISU/WPE UEP WIN UEGS 000'2£6'S9S"LGL 000 S$SP4S 191 000'66£ 6180zL SOE BEC EBL GZL L1S 690 028 9rL vejenfuad uegag Iseiseidag 000ppZ 968 LLL 000 LOp'SES'BOL 00020863112 2L9 OPO LE 18 6pL'606'1189pL VA1I93 000'862 697622 000'028”148'0SZ 00009 P2S CET 626605 ELE Lzc ICP 9ES 09r 61Z ISEJISIUIWPE ep wnwn uegsg O00'Z0S TEO BE 000 LC LL9 9p€ 000228 EZ€ LSE ZLL 60p'S18”LYE €p26929S/2L£ uejenfuad uegag Ieuoiseyado uegag 000”ppSB8E”paL 000'p#S8L0'90Z 000622 850199 ELE09S 105059 EL£'SL1P60'629 1010Y E9eT 000'£S9'1GL 0612 OOOkErOSO'B9LZ looozi9gsiesic |6e6o89eceBrcc | CE 90L6EPBOZZ vejedepuad YOYOd UEgSA| 000 461 IPS PL6 2 000816890182 |0009r8riz 08 CLElpc 1288682 | 989128 Ea 188 2yesn uejedepuad szoc pzoz £zoz Tzoz Lzoz Isdsag (HvIanw WvIYaA) Sz0z MIAWASAG L£ — Lz0z MAISWASAG L£ 3GOMId MAL IMVLSAT VOOF VUdNS Ld ISVAINOSNOM - SIMOLSIH IDNM VIVI NVMOdVI HI NVSIJWYI
Page 80 OCR 0.371
NA 66szczzo8gzbrl | 6621p 96lezeL | £01797”6161SOL | 482661 £12'596 S6£ 21819 SSOL 13Sv W1OL PSO SPS 'E0 812 TSL SCE Op6 y8C 1£6 627 BLS 28 GL098L 9IOZEE BLLY89 LE66LP JEDUET YEP!L JOSY IENOL) - "3 - - ISEJONAH MEUId - - - - - 26nY YEyld - - - - 3 ueuwef 6uep) 000116608? 000'1161£08p 000 LL6L£08p 000 LL6£0 8 000 LL6£0 87 eAuure| seouej xepI 19SV| PSO 142 LEE 62 TS£ 15581018 2£6 S9 LLOP6 817696269211 £Sc 8E2615Y9L OIEN - dejaj jasy 000 000090 S8 0000000008 000 000585 P4 009 ZSpLSp'GOL 008'66£ LSE LOC 2un6 yey jasy - - - 23 ser 21121 pninmuagyen rasy| 000'BBE 199 Zb 000 88£ 1592p 000BBE 159 TP 000 BE 19 TP 000 BSE S9 TP veunbbueg yefed yosy| 000621 £5£9 00064159 000621 €5E9 000621 €S€'9. 000621 €5£'9 yeled ueyegwsbuad ueyjej uesisye| | 000851 YZO0ZL 000851 2021 000851401 000851 PZOZL 000851 P20ZL nuip Jekegip eAeig uep Binw Guen 2 - - - 3, Iseisosy selnuJ eped Isejsanu| 000'ZE1 6647 000ZE1 664 7 000ZE 16647 000 EL 6627 000 EL 6617 ebnay yeujd - urej - ure| Suegnid MVONYI MYGIL L3SV) SvSc8986pp9LL | Zp0'9pL 9SZ 8C6 992 720 19p69L 69£EL9LpI££9 LITB2V EPL SLS JEDURT )OSy IBIOLI 000 Lp1 p816 000 Lp1 7816 000 Lp 7816 000 LtL #86 000 LtL #86 Binw Ip sefegip eAe1g uep eynw Buen sebuej ueibeg 00082209 000'£8z 209 000 £8ZZ09 00082209 00082209 Sanu Ip seAegp vxeled LOL 901990”80S 906911 1089p 999 ELLY G9I CE 188 16201160 9LL LOT SLB 18€ UBEIPOSIOd 000 L9E'0S8 2 000 L9E'058Z 000 L9E 0S C 000 L9EOS8 000 L9E'OS8Z ebney xeujd - uje| - uje| bueynig 920 68P8L9 PC 96L SEL 16922 9SL Lp€OLL 2 Erc pes ecg6L 88021162181 eyesn buegnig 8LF 200815819 El 816520 Ep 76 280'8pP 662 6£Z 9p6'916061 £S6 21P668 SSL SEM PJEJOS UEP SBY) BVONVI LISV 13Sv| Ocoz 6zoz szoz 120 9zoz ssduysag MAL IVLSIT VDOA VUdNS Ld (Hvidny wyIya) LISV 020z MIAWASAG L£ - 9Z0z MAIJWASAG L£ 3GOMId ISMIAOMd NYONYNAY ISISOd NVMOdVT AI NVAIdWYI
Page 81 OCR 0.286
Gesazecogcrri | 66211p96tcc| | s0ze9c6161S01 |285662217996 | S6£ 218295501 SVLINX3 NYA SV LINISVIN VLOL ses'Bereoglep o| Lv6o1gesiciz | 86zr3loooeZl | Izz9ples6eil | Isee1zel6sil SvLINM3 WLOL 000881 'Op6'L 000'881 0b6'L 000881 Or6 | 000881 061 000881 0561 MEPUSBUSJUDU URBuNUSGSY| sesro1ce9yesp | Ipezeweizoie |escgseeserzi | leceserLioziL | iscosogz6rezL —hnpur semua yuuwad epeday ueyisngwerp yedep BueA sEjNy3| (ooo'viwozezi) Kooortiwozeui) Kooorewozesi) (oootiwozezi) (ooortirozeui) #kuueeunB5uad veynjuayip lunjag 000'000'000'01 000'000'000'O1 000"000'000'OL 000'000'000'OL 000'000'000'OL #AuueeunB5uad ueynjuayip URje. & F 2 2 5 Gisyag) ege1 opies| (ooogziszsp) — oooourszs) — Koooozisasp) — (loooozrscep) — (ooogziezep) epuaBuaduou ueSuyuaday USuap ISyesuen YisIas seg'yu'zar'sre | iweresazuesol o|esceescizia oo |lcocpoceecze) | iscuzeoeeez JO1OSIP IEPOW UBUEIW || ooo'0s2'8tr9sL |ooorosseerrosi Jooooseerwosi |ooooseewwasi | o00r0s18bros1 weyes jepon| SVLINM3| cizezizerise | sseoog9roll6 | SoweoGzog18 | 9sozsolocise | tpi pes 9s/618 SvinisvII WOL Dooewezricz | oooeswccwicz | oooeewccwiez | ooocewzewiez | oootewecilec Buelueg eBuer si 1 Ie1O1) 000202 Y8S9 000'202p859 000101 7859 0002027859 0001017859 EAuurei Jebuel Xeph SEMNAE| - - - - - emakuad ueuiwef buen| 00099610965 000'996'10965 1000'996'10965 000'296'10963 |000'996209'65 veme/iej eliy uejegwi Seger Oowotsezz'szz | ooooigezzscz | ooooLsezzszz |ooooigezasea |oooo1gezesaz yepuad exbuef ueibeg IGueunyip yejajas "Emas Si ONYENYJ VMONYP SVLMISVII ELLSp2OL1659 | SSBLLEPL9GL9 | SOwSGSOS998S | OSOGOLGEKGSS | rri-1GOPEE BBS apung Bibuer Sejjeigen BIO! 000 882 E9P OZ 000882 £949/ 000/881 £9197 000881 £9179Z 000 881E9191 SS SENIN O00'0L0'282'2£ 000'0L0e8z'££ 0000L0£8c'E£ OoooLocecee — |ooooroescee "apuad eybuel uemefuey eloy uejegu 000'288'8p/'LL 000'288'8h4'LL 000288 8p4'LL 000'288'8p4LL 000128387211 JeKe9Ip SnJeU UISEL BAEIAI 000'SpZ/8616L 0005286161 O00'Sp2/861-6L 000'Sy2'861-61 0005286161 xeled buen)| eLzeLegzoeis |eseicrozezur |soweoozoseer Jocoercesireis | reiscirororiee eyesn Guein| : 5 - 5 000'000'000'05 rapuad exbuef yuea burn ASANId VMONYP SVLIISVII SV SVLINY3 NYA SVLNISVIN Oozoz 6zoz 8zoz Izoz 9zoz sdinysag (Hvianu wvTya) SVLINMA 8 SVLINISVIT 0£0z MAIAWASAG L£ — 9z0z MIAWISAG L£ 3GOMId MAL INVLSAT VOOF VANS Ld ISMIAONd NYONYNAY ISISOd NYMOSVI A NYATA NYI
Page 82 OCR 0.343
wpozegerr6Zl |ergozreszeci Jooseoerees o(leisiscigoeio) ((epzloszzereB) uejefiag unye1 (16nu) ege7 696'010'p190S OvSgrz9668e | zserozreosoL - : uejiseySued yefed (uegog) peejuew roggs6r9oocz |rersgsszu1i |eiweswoseoz (le1steiooerig) Kevxtoszzeres) uejseybuog yefeg wnjagas (16nu) ege1 2 si 000'00000S"£ 000"000'000'Z vebuenay uegag C068s62900zz |r8ks1YysscLLL |eLweswose91 Ilcisucig99wes) (erzloezzerze) (1193) xefea uep e6ung wnjoges (16nw) ege1 86908192919 SBL PLG'L2E8S Lsoob6yooLL JogisersiLgoz | zzezsioLgpoz Isesibowy uep :se/seideg Log6eoozzez | e9ceeseewsez | oosvowrososi | ivoooeerareri | 2011scererci sideg Sreeg es Pa 9eyselreeza9g |ovessorsezzog Jelieszisesa |ooseresraree9 | 2092017218's20 Ieuorsesodp uegog 162'526780'086 | siz'p19gue'eos |elgeszczwore |uproreseresz | r19esestisp2 o1ug ege1 599038959 600€ | rbezse'ooLb22z | rerusweuLossc |esktugoLpecre | ogorgogezeueza uejedepuad Yoyog uegog 296511y1686t | esozzoser119e | Zow9ewioztzwe | eezisesogcize | rs'1s9eewsroe vejedepuad Or0oz 6zoz gzoz 1202 9zoz ueburiapay (Hviany wyIya) 0£0z MIAWISIG L£ - 9z0z MIAWISIG L£ 3GOIMId MAL INVLSIT VDOG VUdNS Ld ISMIAOUd IONA VAVI NYAOdVI IA NYEId NYI
Page 83 OCR 0.231
un 00p POLO NILOAE (R65 OS Eri Tn Syapui Anirgenjoidl ERSSESELOOLL anjen Wuosaig YON WPC 'GEP LE8BOL 20682990788 TER 10S106L 000688 28012 999 yewgecoz| ooo'000-00s 262) UISiag SeY SNay IUDI EN 168510 rss90 y8c110 260810 866810 UOYSIA 30P/24| Serbu Semut et tt mL Sept (oat void YeNbur, 00s 00 oo oo Oo u| SL9 200255 YBL DOG SEE LIS YEL SOL9E1 LP BOL 982 22510818 S56011961661 (000r000”00S-262) WiSJOg SB) Snay (296p8S pes) |(6zo'sosese 1) (Er69p8 201) (Gse tes 123) 138 615 E6089 SAN TEpON UeueanJad (000'000/000”19) (000'00070s1"09) |(co0'000-005'09) |(000'000'0sz-00) (oooro00'o00's5) Tepom elueag - - 2 000'000'022 000'00900r”5 uza #bungjsg Suein veyegnuodl 269081929119 9817161285 180966'Z7OOLL 09186y'SL 1802 zeszs1 919 oz iseseidag YR6'188'6PP'6LL Cpoger 6scBeL 995”120”8p665 (eisisyggeng) — |erztoszzees) vejefiag unye ((6nw) eae1 69601071908 OPS Rp2 966 BE 258 025 B06OL E - xeleg vegag c06'856-290022 PBL SL9SST”LLL BL SSP ISYOL (cissergosig) — (erztoszzceg) xeleg wnjagas (ibnu) ege1 3 - 5 000000005 € 0000000002 vebuenay uegog| EO6Bs6£90'0£2 PBKSL9SSC”LLL BL 8SP9SIOL (61s”te1-901”83) (6rxto6z1cz80) 2183| 869087 9E919 681 P162ZE86 180976170011 091 BEP SL I-B02 Tegesi91goZ sseisaidag| 109621001 162 69£ 68 eessec 00S pop PO698L IY999E 6rI Gpl z20rscepatel va.L183| 969'S81-yOe 289 orerseosez109 — Jelipogzicese 205 26 SPS 6E9 209201218529 Ievoisesodo uegog| 167526780036 sipi9g1£to6s oo | eioreezzzwove IyvoscserenZ | #29 BGBSLL BL c1nag ege1 Gagosgocosooe |wecseoorwuzc |borzerezrossz |esitsoozrere |osoregezezeza uejedepuad oxOd usaog| 296511116862 |esouzoseryge |owseviociawe Jeseisesoozae | scwisgeewsroe vejedepuad) ozoz Gzoz szoz 1zoe szoz ISESSAuj uebuesoyay (Hvianyu wyIya) 0£0z MIIWISIG L£ - 9202 MIAWISIG L£ 3GOIMId MAL INVLSIT VDOG VUdNS Ld OLNOYSIGNIL SVM SNuv IIA NVSId NYI
Page 84 OCR 0.341
unye1 9 9€'L- 990 (o60'ses" 199166) unye1 9 O6e€' 6g'0 (6zgerzesc'Le) nye s 0n6e'SL zr Lizrzog'le/se lunyei $ 1065 0£ LS €rSSzS££0'0LL poueg yoegked| us Sapu Aiige1yoid AdN uninusu - $909 Uep uejenluagi “Ok PS Yes IEWUON ISIPUOY ISIPUOY Ueyegniag ueiein MAL IHVLSIT VDOG VUdNS Ld (Hviany wyIya) 0£0z MIAWASAG |£ — 9z0z MAIJWASIA L£ 3GOIMId SV LIALLISN3S IPN IIA NYEIdWVI
Page 85 OCR 0.963
LAMPIRAN SURAT REPRESENTASI
Page 86 OCR 0.933
No.
| SUPRA
| BOGA
LESTARI
041/CORSEC-SBL/V/2026
Jakarta, 07 Mei 2026
Kepada Yth.
KJPP BENEDICTUS DARMAPUSPITA DAN REKAN
Jl. Musi No. 38
Jakarta Pusat 10150
Up.
Yth. Bp. Ir. B Supriyanto D, M.Sc., MAPPI (Cert)
Hal
Surat Pernyataan atas penugasan Jasa Konsultansi Studi Kelayakan Penambahan Bidang
Usaha (Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia / KBLI) sesuai dengan Kontrak Ref. No.
BDR 26P — 084/R1 tanggal 2 Maret 2026 yang telah disetujui oleh PT Supra Boga Lestari Tbk
Dengan hormat,
Merujuk pada perihal tersebut di atas, berikut adalah pernyataan dari PT Supra Boga Lestari Tbk ("Perseroan")
atas penugasan dimaksud untuk menunjang keperluan penyusunan studi kelayakan penambahan bidang usaha
(Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia) yang akan digunakan oleh Perseroan dalam rangka memenuhi
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait keterbukaan informasi bagi Perusahaan Publik (Terbuka), sebagai
berikut :
a.
Kami menyadari tanggung jawab kami untuk menyediakan informasi yang relevan, benar dan selengkap-
lengkapnya, yang tersedia hagi kami, termasuk pengungkapan fakta-fakta material yang dapat
mempengaruhi penilaian ini. Untuk mempersiapkan penerbitan laporan penilaian anda, kami telah
menyediakan data-data dan informasi yang dibutuhkan sebagai berikut
1) Company Profile Perseroan
2) List Aset Tetap per tanggal 31 Desember 2025
) Laporan Keuangan Audited Perseroan per 31 Desember 2021
) Laporan Keuangan Audited Perseroan per 31 Dasember 2022
) Laporan Keuangan Audited Perseroan per 31 Desember 2023
) Laporan Keuangan Audited Perseroan per 31 Desember 2024
) Laporan Keuangan Audited Perseroan per 31 Desember 2025
8) Proyeksi Bisnis Perusahaan 2026-2030
9) Rincian Utang Berbunga per 31 Oktober 2025
10)Kontrak atau perjanjian pembiayaan serta sewa menyewa
11)Akta Pendirian Perseroan
12)Perubahan Anggaran Terakhir Perseroan
13)lzin Usaha Perseroan
14)NPWP Perseroan
Bahwa seluruh informasi dan pernyataan baik secara lisan maupun tulisan serta dokumen baik dalam
bentuk asli maupun foto kopi dan/atau salinan yang kami sampaikan kepada KJPP Benedictus
Darmapuspita dan Rekan yang kemudian digunakan dalam analisis dalam pemberian opini nilai adalah
benar-benar berasal dari Perseroan, lengkap dan sesuai dengan keadaan yang sebenarnya pada tanggal
penilaian sampai dengan diterbitkannya laporan penilaian.
SOonsu
Bahwa atas isi dan segala sesuatu yang terdapat dan/atau yang digunakan dalam penugasan penilaian
Perseroan bertanggung jawab sepenuhnya atas kebenaran, kelengkapan, dan keakuratan data serta informasi
yang disampaikan kepada KJPP Benedictus Darmapuspila dan Rekan sehingga Perseroan membebaskan
KJPP Benedictus Darmapuspita dan Rekan, termasuk di dalamnya anggota rekan dan seluruh staff yang
ada dari tuntutan yang timbul akibat ketidakbenaran atau ketidaklengkapan data dan informasi yang
disampaikan oleh Perseroan, baik yang disampaikan secara verbal dan/atau dalam bentuk asli, foto kopi,
dan/atau salinan dari kami.
5 RANCH ti MARKET” — FARMERSS:MARKET —
PT. SUPRA BOGA LESTARI Tbk
Ratich Market Headguarter, Jl. Pesanggrahan Raya No, 2, Kembarigan - Jakarta Barat T, (62-21) 5835 1999
Page 87 OCR 0.873
| SUPRA | BOGA (LESTARI d. Bahwa data-data yang diberikan oleh Perseroan kepada KJPP Benedictus Darmapuspita dan Rekan, bersifat rahasia dan diperuntukkan hanya oleh dan antara pihak-pihak yang terkait dan/atau mempunyai kepentingan di dalamnya berikut akan digunakan sebagaimana mestinya oleh KJPP Benedictus Darmapuspita dan Rekan sesuai dengan Kontrak Ref. No. BDR 26P — 084/R1 tanggal 2 Maret 2026. Demikian pernyataan ini kami buat dengan sebenarnya untuk kepentingan penilaian yang dibuat oleh KJPP Benedictus Darmapuspita dan Rekan. Hormat Kami, PT SUPRA BOGA Li JOHARTONO Direktur Utama H Ta 13 RANCH £: MARKET” FARMERS £: MARKET Y NN Sissom PT. SUPRA BOGA LESTARI Tbk Ranch Market Headguarter, Il. Pesanggrahan Raya No. 2, Kermbarigan - Jakarta Barat T. (62-21) 5835 1999
Names mentioned 66 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
Publik Benedictus Darmapuspita dan Rekan
p.2
unresolved
org
BAPEPAM
p.2
unresolved
org
Kantor Jasa Penilai Publik Benedictus Darmapuspita dan Rekan
p.2
unresolved
org
Kantor Jasa Penilai Publik Benedictus Darmapuspita
p.2
unresolved
org
KJPP BDR
p.2 ×12
unresolved
org
KJPP Benedictus Darmapuspita dan Rekan
p.5 ×9
unresolved
org
KJPP Benedictus Darmapuspita
p.5 ×9
unresolved
org
Pimpinan Rekan PA Ir. Benedictus Supriyanto Darmapuspita
p.5
unresolved
person
Ir. Benedictus Supriyanto Darmapuspita
p.5 ×5
unresolved
person
Timbul Nauli Nainggolan
p.7
unresolved
person
Calvin
p.7
unresolved
org
BABI PENDAHULUAN Status Konsultan KJPP Benedictus Darmapuspita dan Rekan
p.12
unresolved
org
Menteri Keuangan
p.12 ×4
unresolved
org
Menteri Keuangan Republik Indonesia
p.12
unresolved
org
Menteri
p.12
unresolved
org
Menteri Agraria dan Tata Ruang
p.12
unresolved
org
Pertanahan Nasional RI
p.12
unresolved
person
Judistira
p.18 ×3
unresolved
person
Akta Notaris Suwarni Sukiman
p.20
unresolved
org
Menteri Kehakiman Republik Indonesia
p.20
unresolved
person
Esi Susanti
p.20
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.20
unresolved
org
PT Supra Investama Mandiri
p.20 ×2
unresolved
org
PT Supra Mas Mandiri
p.20
unresolved
org
PT Supra Kreatif Mandiri
p.20
unresolved
org
Bank Indonesia
p.31 ×14
unresolved
org
Bank Indonesia Neraca Perdagangan Non Mi Neraca Perdagangan
p.31
unresolved
org
Bank Indonesia Pertumbuhan Uang Beredar Rp Triliun
p.34
unresolved
org
Nippon Indosari Corporindo Tbk
p.40 ×2
unresolved
org
Koordinasi Penanaman Modal
p.41 ×4
unresolved
org
Pusat Statiktik
p.41
unresolved
org
Kementerian Perindustrian RI
p.42 ×2
unresolved
org
CT Corp
p.43
unresolved
org
Hero Supermarket Tbk
p.43 ×2
unresolved
org
PT Lion Super Indo
p.43
unresolved
org
Departemen Recruitment.
p.50
unresolved
org
Menteri Perdagangan Republik Indonesia
p.52
unresolved
org
Commercial Chains Co Ltd
p.70
unresolved
org
MerryMart Consumer Corp
p.70
unresolved
org
Zhe Jiang Dong Ri Ltd
p.70
unresolved
org
Holdings Ltd
p.70
unresolved
org
Department Store Co Ltd
p.70
unresolved
org
Kementerian Investasi
p.75
unresolved
person
Up. Yth. Bp. Ir. B Supriyanto D
p.86 ×2
unresolved
org
KJPP Benedictus Darmapuspila dan Rekan
p.86
unresolved
org
KJPP Benedictus Darmapuspila
p.86
unresolved
org
SUPRA
| BOGA
(LESTARI
p.87
unresolved
org
PT SUPRA BOGA Li JOHARTONO
p.87
unresolved
person
JOHARTONO
· Direktur Utama
p.87
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.