Skip to content
Back to announcement

LK Konsolidasian Telkom Tahun 2025 Audited_Bahasa.pdf

Financial statement Text extracted TLKM

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 126

Page 1
Perusahaan Perseroan (Persero)
PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. dan entitas anaknya

Laporan keuangan konsolidasian
tanggal 31 Desember 2025 dan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal tersebut beserta laporan auditor independen
Page 2
                           PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                          LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                              TANGGAL 31 DESEMBER 2025
                DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
                         BESERTA LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN




                                           DAFTAR ISI



                                                                        Halaman

Surat Pernyataan Direksi

Laporan Auditor Independen

Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian                                         1

Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian             2

Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian                                     3-4   -

Laporan Arus Kas Konsolidasian                                                5

Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian                               6-118
Page 3
                                  Surat Pernyataan Direksi
                           mengenai Tanggung Jawab Direksi atas
                              Laporan Keuangan Konsolidasian
         tanggal 31 Desember 2025 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut
     Perusahaan Perseroan (Persero) PT Telekomunikasi Indonesia Tbk dan Entitas Anaknya



Atas nama Direksi, kami yang bertanda tangan di bawah ini:

1. Nama                        : Dian Siswarini
   Alamat Kantor               : Jl. Japati No.1 Bandung 40133
   Alamat Domisili             : Jl. Tebet Utara II C/18 RT 004 RW 001
                                 Kelurahan Tebet Timur, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan
   Nomor Telepon               : (022) 452 7101
   Jabatan                     : Direktur Utama

2. Nama                        : Arthur Angelo Syailendra
   Alamat Kantor               : Jl. Japati No.1 Bandung 40133
   Alamat Domisili             : Jl. Jenderal Sudirman Kav. 59 RT 004 RW 003
                                 Kelurahan Senayan Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan
   Nomor Telepon               : (022) 452 7201/ (021) 520 9824
   Jabatan                     : Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko

menyatakan bahwa:

1. Kami bertanggung jawab atas persiapan dan penyajian laporan keuangan konsolidasian Perusahaan
   Perseroan (Persero) PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. (”Perusahaan”) dan entitas anak tanggal
   31 Desember 2025 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut.

2. Laporan keuangan konsolidasian Perusahaan dan entitas anak tanggal 31 Desember 2025 dan untuk
   tahun yang berakhir pada tanggal tersebut telah dipersiapkan dan disajikan sesuai dengan Standar
   Akuntansi Keuangan di Indonesia.

3. Seluruh informasi dalam laporan keuangan konsolidasian Perusahaan dan entitas anak ini telah
   diungkapkan secara lengkap dan benar.

4. Laporan keuangan konsolidasian Perusahaan dan entitas anak tidak mengandung informasi atau fakta
   material yang tidak benar dan tidak menghilangkan informasi atau fakta material.

5. Kami bertanggung jawab atas sistem pengendalian internal Perusahaan dan entitas anak.

Demikian pernyataan ini dibuat dengan sebenarnya.


Jakarta, 11 Mei 2026

                                        untuk dan atas nama
                                 PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk




                         Dian Siswarini                Arthur Angelo Syailendra
                         Direktur Utama        Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko
Page 4
Laporan Auditor Independen

Laporan No. 01320/2.1505/AU.1/06/0687-4/1/V/2026


Pemegang Saham, Dewan Komisaris, dan Direksi
Perusahaan Perseroan (Persero) PT Telekomunikasi Indonesia Tbk.

Opini

Kami telah mengaudit laporan keuangan konsolidasian Perusahaan Perseroan (Persero)
PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. (“Perusahaan”) dan entitas anaknya (secara kolektif disebut
sebagai “Grup”) terlampir, yang terdiri dari laporan posisi keuangan konsolidasian tanggal 31
Desember 2025, serta laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian,
laporan perubahan ekuitas konsolidasian, dan laporan arus kas konsolidasian untuk tahun yang
berakhir pada tanggal tersebut, serta catatan atas laporan keuangan konsolidasian, termasuk
informasi kebijakan akuntansi material.

Menurut opini kami, laporan keuangan konsolidasian terlampir menyajikan secara wajar, dalam
semua hal yang material, posisi keuangan konsolidasian Grup tanggal 31 Desember 2025, serta
kinerja keuangan dan arus kas konsolidasiannya untuk tahun yang berakhir pada tanggal
tersebut, sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia.

Basis opini

Kami melaksanakan audit kami berdasarkan Standar Audit yang ditetapkan oleh Institut
Akuntan Publik Indonesia (“IAPI”). Tanggung jawab kami menurut standar tersebut diuraikan
lebih lanjut dalam paragraf Tanggung Jawab Auditor terhadap Audit atas Laporan Keuangan
Konsolidasian pada laporan kami. Kami independen terhadap Grup berdasarkan ketentuan etika
yang relevan dalam audit kami atas laporan keuangan konsolidasian di Indonesia, dan kami telah
memenuhi tanggung jawab etika lainnya berdasarkan ketentuan tersebut. Kami yakin bahwa
bukti audit yang telah kami peroleh adalah cukup dan tepat untuk menyediakan suatu basis bagi
opini kami.

Hal audit utama

Hal audit utama adalah hal yang, menurut pertimbangan profesional kami, merupakan hal yang
paling signifikan dalam audit kami atas laporan keuangan konsolidasian periode kini. Hal audit
utama tersebut disampaikan dalam konteks audit kami atas laporan keuangan konsolidasian
secara keseluruhan, dan dalam merumuskan opini kami atas laporan keuangan konsolidasian
terkait, dan kami tidak menyatakan suatu opini terpisah atas hal audit utama tersebut. Untuk
hal audit utama di bawah ini, penjelasan kami tentang bagaimana audit kami merespons hal
tersebut disampaikan dalam konteks tersebut.




KAP Purwanto Susanti dan Surja                        i
Registered Public Accountants KMK No. 69/MK/SK/2025
A member firm of Ernst & Young Global Limited
Page 5
Laporan Auditor Independen (lanjutan)

Laporan No. 01320/2.1505/AU.1/06/0687-4/1/V/2026 (lanjutan)

Hal audit utama (lanjutan)

Kami telah memenuhi tanggung jawab yang diuraikan dalam paragraf Tanggung Jawab Auditor
terhadap Audit atas Laporan Keuangan Konsolidasian pada laporan kami, termasuk sehubungan
dengan hal audit utama yang dikomunikasikan di bawah ini. Oleh karena itu, audit kami
mencakup pelaksanaan prosedur yang didesain untuk merespons penilaian kami atas risiko
kesalahan penyajian material dalam laporan keuangan konsolidasian terlampir. Hasil prosedur
audit kami, termasuk prosedur yang dilakukan untuk merespons hal audit utama di bawah ini,
menyediakan basis bagi opini kami atas laporan keuangan konsolidasian terlampir.

Evaluasi atas estimasi umur manfaat infrastruktur telekomunikasi

Penjelasan atas hal audit utama:

Pada tanggal 31 Desember 2025, saldo infrastruktur telekomunikasi konsolidasian adalah
sebesar Rp144.713 miliar yang merupakan 50% dari total aset konsolidasian. Seperti dibahas
dalam Catatan 2.z. ii.(b) dan 11 pada laporan keuangan konsolidasian terlampir, Grup menelaah
estimasi umur manfaat aset tetap, termasuk infrastruktur telekomunikasi, setidaknya setiap
tahun dan estimasi tersebut dimutakhirkan jika ekspektasi berbeda dari estimasi sebelumnya
karena perubahan ekspektasi tingkat keausan fisik, keusangan teknis atau keusangan
komersial, dan pembatasan hukum atau pembatasan lainnya atas penggunaan aset tetap.

Audit atas estimasi umur manfaat infrastruktur telekomunikasi Grup merupakan hal yang
kompleks dan memerlukan pertimbangan yang signifikan karena penentuan estimasi umur
manfaat mempertimbangkan sejumlah faktor, termasuk rencana bisnis strategis,
perkembangan teknologi masa depan yang diharapkan, dan perilaku pasar.

Respons audit:

Kami memeroleh pemahaman, dan mengevaluasi desain serta menguji efektivitas operasi atas
pengendalian internal Grup dalam memperkirakan umur manfaat infrastruktur telekomunikasi.
Dalam hal ini termasuk diantaranya pengujian pengendalian penelaahan oleh manajemen dalam
memeriksa kelengkapan dan keakuratan data klasifikasi aset dan menilai ketepatan atas
pertimbangan mengenai data yang paling relevan untuk dipertimbangkan dalam menentukan
umur manfaat. Kami juga menguji pengendalian oleh manajemen atas analisis pembandingan,
termasuk kriteria pemilihan, atas estimasi umur manfaat infrastruktur telekomunikasi.

Untuk menguji apakah estimasi umur manfaat infrastuktur telekomunikasi yang digunakan oleh
manajemen adalah wajar, prosedur audit kami termasuk diantaranya memeroleh pemahaman
tentang strategi manajemen terkait penggantian aset dan menilai kewajaran asumsi-asumsi
dengan mempertimbangkan sumber eksternal, seperti perkembangan teknologi
telekomunikasi, perubahan permintaan pasar, tren ekonomi dan peraturan saat ini. Kami
menilai apakah analisis pembandingan estimasi umur manfaat infrastruktur telekomunikasi
yang digunakan oleh manajemen lengkap dan konsisten sesuai kriteria pemilihan, melalui
pembandingan portofolio sampel perusahaan publik di dalam industri telekomunikasi.




                                                ii
A member firm of Ernst & Young Global Limited
Page 6
Laporan Auditor Independen (lanjutan)

Laporan No. 01320/2.1505/AU.1/06/0687-4/1/V/2026 (lanjutan)


Penekanan Suatu Hal

Kami membawa perhatian ke Catatan 2.z.iii atas laporan keuangan terlampir yang menjelaskan
tentang perubahan kebijakan akuntansi pada aset tetap dan penerapannya secara retrospektif.
Opini kami tidak dimodifikasi sehubungan dengan hal tersebut.

Informasi lain

Manajemen bertanggung jawab atas informasi lain. Informasi lain terdiri dari informasi yang
tercantum dalam Laporan Tahunan Tahun 2025 (“Laporan Tahunan”) selain laporan keuangan
konsolidasian terlampir dan laporan auditor independen kami. Laporan Tahunan diharapkan
akan tersedia bagi kami setelah tanggal laporan auditor independen ini.

Opini kami atas laporan keuangan konsolidasian terlampir tidak mencakup Laporan Tahunan,
dan oleh karena itu, kami tidak menyatakan bentuk keyakinan apapun atas Laporan Tahunan
tersebut.

Sehubungan dengan audit kami atas laporan keuangan konsolidasian terlampir, tanggung
jawab kami adalah untuk membaca Laporan Tahunan ketika tersedia dan, dalam
melaksanakannya,     mempertimbangkan     apakah   Laporan    Tahunan    mengandung
ketidakkonsistensian material dengan laporan keuangan konsolidasian terlampir atau
pemahaman yang kami peroleh selama audit, atau mengandung kesalahan penyajian material.

Ketika kami membaca Laporan Tahunan, jika kami menyimpulkan bahwa terdapat suatu
kesalahan penyajian material di dalamnya, kami diharuskan untuk mengomunikasikan hal
tersebut kepada pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola dan melakukan tindakan yang
tepat berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Tanggung jawab manajemen dan pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola terhadap
laporan keuangan konsolidasian

Manajemen bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian wajar laporan keuangan
konsolidasian tersebut sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia, dan atas
pengendalian internal yang dianggap perlu oleh manajemen untuk memungkinkan penyusunan
laporan keuangan konsolidasian yang bebas dari kesalahan penyajian material, baik yang
disebabkan oleh kecurangan maupun kesalahan.

Dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian, manajemen bertanggung jawab untuk
menilai kemampuan Grup dalam mempertahankan kelangsungan usahanya, mengungkapkan,
sesuai dengan kondisinya, hal-hal yang berkaitan dengan kelangsungan usaha, dan
menggunakan basis akuntansi kelangsungan usaha, kecuali manajemen memiliki intensi untuk
melikuidasi Grup atau menghentikan operasi, atau tidak memiliki alternatif yang realistis selain
melaksanakannya.

Pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola bertanggung jawab untuk mengawasi proses
pelaporan keuangan Grup.

                                                iii
A member firm of Ernst & Young Global Limited
Page 7
Laporan Auditor Independen (lanjutan)

Laporan No. 01320/2.1505/AU.1/06/0687-4/1/V/2026 (lanjutan)

Tanggung jawab auditor terhadap audit atas laporan keuangan konsolidasian

Tujuan kami adalah untuk memeroleh keyakinan memadai tentang apakah laporan keuangan
konsolidasian secara keseluruhan bebas dari kesalahan penyajian material, baik yang
disebabkan oleh kecurangan maupun kesalahan, dan untuk menerbitkan laporan auditor
independen yang mencakup opini kami. Keyakinan memadai merupakan suatu tingkat
keyakinan tinggi, namun bukan merupakan suatu jaminan bahwa audit yang dilaksanakan
berdasarkan Standar Audit yang ditetapkan oleh IAPI akan selalu mendeteksi kesalahan
penyajian material ketika hal tersebut ada. Kesalahan penyajian dapat disebabkan oleh
kecurangan maupun kesalahan dan dianggap material jika, baik secara individual maupun
agregat, dapat diekspektasikan secara wajar akan memengaruhi keputusan ekonomi yang
diambil oleh pengguna berdasarkan laporan keuangan konsolidasian tersebut.

Sebagai bagian dari suatu audit berdasarkan Standar Audit yang ditetapkan oleh IAPI, kami
menerapkan pertimbangan profesional dan mempertahankan skeptisisme profesional selama
audit. Kami juga:

      Mengidentifikasi dan menilai risiko kesalahan penyajian material dalam laporan keuangan
       konsolidasian, baik yang disebabkan oleh kecurangan maupun kesalahan, mendesain dan
       melaksanakan prosedur audit yang responsif terhadap risiko tersebut, serta memeroleh
       bukti audit yang cukup dan tepat untuk menyediakan basis bagi opini kami. Risiko tidak
       terdeteksinya suatu kesalahan penyajian material yang disebabkan oleh kecurangan lebih
       tinggi dari yang disebabkan oleh kesalahan, karena kecurangan dapat melibatkan kolusi,
       pemalsuan, penghilangan secara sengaja, pernyataan salah, atau pengabaian atas
       pengendalian internal.

      Memeroleh suatu pemahaman tentang pengendalian internal yang relevan dengan audit
       untuk mendesain prosedur audit yang tepat sesuai dengan kondisinya, tetapi bukan untuk
       tujuan menyatakan opini atas keefektivitasan pengendalian internal Grup.

      Mengevaluasi ketepatan kebijakan akuntansi yang digunakan serta kewajaran estimasi
       akuntansi dan pengungkapan terkait yang dibuat oleh manajemen.

      Menyimpulkan ketepatan penggunaan basis akuntansi kelangsungan usaha oleh manajemen
       dan, berdasarkan bukti audit yang diperoleh, apakah terdapat suatu ketidakpastian material
       yang terkait dengan peristiwa atau kondisi yang dapat menyebabkan keraguan signifikan
       atas kemampuan Grup untuk mempertahankan kelangsungan usahanya. Ketika kami
       menyimpulkan bahwa terdapat suatu ketidakpastian material, kami diharuskan untuk
       menarik perhatian dalam laporan auditor independen kami ke pengungkapan terkait dalam
       laporan keuangan konsolidasian atau, jika pengungkapan tersebut tidak memadai,
       memodifikasi opini kami. Kesimpulan kami didasarkan pada bukti audit yang diperoleh
       hingga tanggal laporan auditor independen kami. Namun, peristiwa atau kondisi masa depan
       dapat menyebabkan Grup tidak dapat mempertahankan kelangsungan usaha.

      Mengevaluasi penyajian, struktur, dan isi laporan keuangan konsolidasian secara
       keseluruhan, termasuk pengungkapannya, dan apakah laporan keuangan konsolidasian
       mencerminkan transaksi dan peristiwa yang mendasarinya dengan suatu cara yang
       mencapai penyajian wajar.
                                                iv
A member firm of Ernst & Young Global Limited
Page 8
Laporan Auditor Independen (lanjutan)

 Laporan No. 01320/2.1505/AU.1/06/0687-4/1/V/2026 (lanjutan)

Tanggung jawab auditor terhadap audit atas laporan keuangan konsolidasian (lanjutan)

Sebagai bagian dari suatu audit berdasarkan Standar Audit yang ditetapkan oleh IAPI, kami
menerapkan pertimbangan profesional dan mempertahankan skeptisisme profesional selama
audit. Kami juga: (lanjutan)

•      Memeroleh bukti audit yang cukup dan tepat terkait informasi keuangan entitas atau
       aktivitas bisnis dalam Grup untuk menyatakan opini atas laporan keuangan konsolidasian.
       Kami bertanggung jawab atas arahan, supervisi, dan pelaksanaan audit grup. Kami tetap
       bertanggung jawab sepenuhnya atas opini audit kami.

Kami mengomunikasikan kepada pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola mengenai,
antara lain, ruang lingkup dan scat yang direncanakan atas audit serta temuan audit signifikan,
termasuk setiap defisiensi signifikan dalam pengendalian internal yang teridentifikasi oleh kami
selama audit.

Kami juga memberikan suatu pernyataan kepada pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola
bahwa kami telah mematuhi ketentuan etika yang relevan mengenai independensi, dan
mengomunikasikan kepada pihak tersebut seluruh hubungan, Berta hal-hal lain yang dianggap
secara wajar berpengaruh terhadap independensi kami, dan, jika relevan, pengamanan terkait.

Dari hal-hal yang dikomunikasikan kepada pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola, kami
menentukan hal-hal tersebut yang paling signifikan dalam audit atas laporan keuangan
konsolidasian periode kini dan oleh karenanya menjadi hal audit utama. Kami menguraikan hal
audit utama tersebut dalam laporan auditor independen kami kecuali peraturan perundang-
undangan melarang pengungkapan publik tentang hal audit utama tersebut atau ketika, dalam
kondisi yang sangat jarang terjadi, kami menentukan bahwa suatu hal audit utama tidak boleh
dikomunikasikan dalam laporan auditor independen kami karena konsekuensi yang merugikan
dari mengomunikasikan hal tersebut akan diekspektasikan secara wajar melebihi manfaat
kepentingan publik atas komunikasi tersebut.


KAP            rwanto Susanti dan Surja

                   1

Agung urw to
Registry ' Aku an Publik No.: AP. 0687

11 Mei 202




                                                                                   . i"-:
                                                                                       ~j'. ,~'`,~' ..
                                                                                      }~~
                                                                              ~:                  qty ~.i
                                                                                     $V  ,~,~ ~ F#
                                                                                       w~~-#~ ~          y


                                                                                          0932U

A member firm of Ernst & Young Global Limited
Page 9
                                  PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                      PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                              LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                                          Tanggal 31 Desember 2025
                   (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


                                                                                                         Disajikan kembali (Catatan 2z)
                                                                        Catatan             2025            2024        1 Januari 2024
ASET

ASET LANCAR
Kas dan setara kas                                                       3,32,37             34.228            33.905                29.007
Aset keuangan lancar lainnya                                             4,32,37              1.420             1.285                 1.661
Piutang usaha - setelah dikurangi penyisihan
  kerugian kredit ekspektasian
    Pihak berelasi                                                       5,32,37              2.040             2.350                 1.918
    Pihak ketiga                                                          5,37                9.183             9.843                 8.749
Aset kontrak                                                              6,32                2.290             2.449                 2.704
Persediaan                                                                  7                   901             1.096                   997
Biaya kontrak                                                               9                   932             1.134                   653
Klaim restitusi pajak dan pajak dibayar di muka                            27                 1.979             2.844                 1.928
Aset tersedia untuk dijual                                                 1e                   751                 -                     -
Aset lancar lainnya                                                       8,32                8.042             8.174                 7.996
Jumlah Aset Lancar                                                                           61.766            63.080                55.613

ASET TIDAK LANCAR
Aset kontrak                                                               6,32                 109               129                    26
Investasi jangka panjang                                                  10,37               7.387             8.335                 8.162
Biaya kontrak                                                               9                 1.370             1.596                 1.568
Aset tetap                                                              11,32,35a           165.453           170.335               172.063
Aset hak-guna                                                              12a               27.961            26.910                22.584
Aset takberwujud                                                            14                9.237             9.442                 8.731
Aset pajak tangguhan                                                       27f                6.603             5.354                 5.822
Aset tidak lancar lainnya                                                13,27,32             7.873             6.208                 5.433
Jumlah Aset Tidak Lancar                                                                    225.993           228.309               224.389
JUMLAH ASET                                                                                 287.759           291.389               280.002

LIABILITAS DAN EKUITAS

LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha
  Pihak berelasi                                                        15,32,37                571               626                   585
  Pihak ketiga                                                           15,37               15.613            14.710                18.023
Liabilitas kontrak                                                       17a,32               7.970             7.738                 6.848
Utang lain-lain                                                            37                   648               454                   441
Utang pajak                                                               27c                 2.025             3.293                 4.525
Beban yang masih harus dibayar                                          16,32,37             14.867            14.192                13.079
Deposit dari pelanggan                                                     32                 1.523             2.872                 2.566
Utang bank jangka pendek                                                18,32,37              6.929            11.525                 9.650
Pinjaman jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun               19,32,37             17.746            15.866                10.276
Liabilitas sewa yang jatuh tempo dalam satu tahun                        12a,37               5.590             5.491                 5.575
Liabilitas terkait aset tersedia untuk dijual                              1e                   466                 -                     -
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                                              73.948            76.767                71.568

LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas pajak tangguhan                                                 27f                1.233                992                  841
Liabilitas kontrak                                                       17b,32               2.851              2.484                2.591
Liabilitas diestimasi penghargaan masa kerja                               31                 1.308              1.192                1.153
Liabilitas diestimasi manfaat pensiun dan imbalan
  pasca kerja lainnya                                                      30                12.996            11.540                11.414
Pinjaman jangka panjang                                                 19,32,37             26.099            25.518                27.773
Liabilitas sewa                                                          12a,37              18.547            18.468                14.850
Liabilitas tidak lancar lainnya                                                                 240               224                   290
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                                             63.274            60.418                58.912
JUMLAH LIABILITAS                                                                           137.222           137.185               130.480

EKUITAS
Modal saham                                                                21                 4.953              4.953                4.953
Tambahan modal disetor                                                                        2.310              2.310                2.711
Modal saham yang diperoleh kembali                                         1c                   (30)                 -                    -
Komponen ekuitas lainnya                                                   22                10.259              9.898                9.639
Saldo laba
  Ditentukan penggunaannya                                                 29                15.337            15.337                15.337
  Belum ditentukan penggunaannya                                                             97.856           101.310                96.064
Jumlah ekuitas yang dapat diatribusikan kepada:
  Pemilik entitas induk - bersih                                                            130.685           133.808               128.704
  Kepentingan nonpengendali                                                20                19.852            20.396                20.818
JUMLAH EKUITAS                                                                              150.537           154.204               149.522
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                                               287.759           291.389               280.002


         Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan bagian integral dari laporan keuangan konsolidasian ini.
                                                                    1
Page 10
                           PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
               PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
        LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN
                   untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2025
            (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)



                                                                                                                   Disajikan kembali
                                                                                                                      (Catatan 2z)
                                                                              Catatan              2025                   2024
PENDAPATAN                                                                     23,33                 146.742                 149.967

BIAYA DAN BEBAN
Beban operasi, pemeliharaan, dan jasa telekomunikasi                           25,32                  (41.234)                     (41.202)
Beban penyusutan dan amortisasi                                              11,12a,14                (37.649)                     (34.181)
Beban karyawan                                                                   24                   (16.362)                     (16.807)
Beban interkoneksi                                                               32                    (7.018)                      (6.880)
Beban umum dan administrasi                                                    26,32                   (6.601)                      (6.225)
Beban pemasaran                                                                  32                    (3.287)                      (3.824)
Keuntungan (kerugian) yang belum direalisasi dari perubahan
 nilai wajar atas investasi                                                      10                       (242)                       188
Penghasilan lain-lain - bersih                                                                             119                        281
Laba selisih kurs - bersih                                                                                 180                        136

LABA USAHA                                                                                             34.648                      41.453

Penghasilan pendanaan - bersih                                                   32                      1.661                       1.367
Biaya pendanaan                                                                  32                     (5.206)                     (5.208)
Bagian laba (rugi) investasi jangka panjang pada entitas asosiasi                                           (1)                          3

LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN                                                                         31.102                      37.615

(BEBAN) MANFAAT PAJAK PENGHASILAN                                               27d
 Pajak kini                                                                                             (7.605)                     (7.635)
 Pajak tangguhan                                                                                           961                        (483)
                                                                                                        (6.644)                     (8.118)

LABA TAHUN BERJALAN                                                                                    24.458                      29.497

PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
Penghasilan komprehensif lain yang akan
 direklasifikasikan ke laba rugi pada periode berikutnya:
Selisih kurs penjabaran                                                          22                        360                        258
Perubahan nilai wajar investasi                                                                              1                          1
Bagian penghasilan komprehensif lain entitas asosiasi                                                        1                          1
Penghasilan komprehensif lain yang tidak akan
 direklasifikasikan ke laba rugi pada periode berikutnya:
Laba (rugi) aktuaria program manfaat pasti - bersih                              30                       (236)                       635
Penghasilan komprehensif lain - bersih                                                                     126                        895

JUMLAH LABA KOMPREHENSIF TAHUN BERJALAN                                                                24.584                      30.392

Laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada:
 Pemilik entitas induk                                                                                 17.814                      22.403
 Kepentingan nonpengendali                                                       20                     6.644                       7.094
                                                                                                       24.458                      29.497
Jumlah laba komprehensif tahun berjalan yang dapat
 diatribusikan kepada:
 Pemilik entitas induk                                                                                 17.954                      23.188
 Kepentingan nonpengendali                                                                              6.630                       7.204
                                                                                                       24.584                      30.392
LABA PER SAHAM DASAR
 (dalam jumlah penuh)                                                            28
 Laba bersih per saham                                                                                 179,83                   226,15
 Laba bersih per ADS (100 saham Seri B per ADS)                                                     17.982,85                22.615,08



        Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan bagian integral dari laporan keuangan konsolidasian ini.


                                                                   2
Page 11
                                                                          PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                                                               PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                                                                     LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN
                                                                 untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2025
                                                          (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)




                                                                                                           Diatribusikan kepada pemilik entitas induk
                                                                                                                                                  Saldo laba
                                                                                                       Modal saham
                                                                                        Tambahan          yang         Komponen                              Belum
                                                                           Modal          modal         diperoleh        ekuitas        Ditentukan         ditentukan            Jumlah       Kepentingan     Jumlah
                          Uraian                            Catatan        saham         disetor         kembali         lainnya    penggunaannya        penggunaannya           bersih      nonpengendali    ekuitas
Saldo, 1 Januari 2025 (disajikan kembali, Catatan 2z)                         4.953          2.310                -          9.898             15.337            101.310           133.808          20.396    154.204
Penambahan setoran modal dari kepentingan nonpengendali
  pada entitas anak                                           1e                  -               -                -               -                   -                    -           -              270        270
Penyesuaian kepentingan nonpengendali                                             -               -                -               -                   -                    -           -               (6)        (6)
Dividen kas                                                   29                  -               -                -               -                   -              (21.047)    (21.047)          (7.359)   (28.406)
Modal saham yang diperoleh kembali                            1c                  -               -              (30)              -                   -                    -         (30)             (79)      (109)
Laba tahun berjalan                                           20                  -               -                -               -                   -               17.814      17.814            6.644     24.458
Penghasilan (rugi) komprehensif lain - bersih                                     -               -                -             361                   -                 (221)        140              (14)       126
Saldo, 31 Desember 2025                                                       4.953           2.310              (30)         10.259              15.337               97.856     130.685           19.852    150.537




                                                 Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan bagian integral dari laporan keuangan konsolidasian ini.

                                                                                                            3
Page 12
                                                                         PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                                                              PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                                                                    LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN
                                                                untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2025
                                                         (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)




                                                                                                          Diatribusikan kepada pemilik entitas induk
                                                                                                                                       Saldo laba
                                                                                                           Komponen
                                                                           Modal        Tambahan            ekuitas         Ditentukan        Belum ditentukan                             Kepentingan     Jumlah
                              Uraian                           Catatan     saham       modal disetor        lainnya       penggunaannya       penggunaannya              Jumlah bersih    nonpengendali    ekuitas
Saldo, 31 Desember 2023 (disajikan sebelumnya)                               4.953            2.711              9.639             15.337               103.104                135.744          20.818       156.562
Penyesuaian: penyajian kembali                                                   -                 -                 -                  -                (7.040)                (7.040)               -       (7.040)
Saldo, 1 Januari 2024 (disajikan kembali, Catatan 2z)                        4.953            2.711              9.639             15.337                96.064                128.704          20.818       149.522
Selisih nilai transaksi restrukturisasi entitas sepengendali     1e              -             (401)                 -                  -                     -                   (401)            (158)         (559)
Penambahan setoran modal dari kepentingan nonpengendali
 pada entitas anak                                               1e                -                 -                -                      -                     -                 -              322          322
Penyesuaian kepentingan nonpengendali                                              -                 -                -                      -                     -                 -               13           13
Dividen kas                                                      29                -                 -                -                      -               (17.683)          (17.683)          (7.099)     (24.782)
Modal saham kepentingan nonpengendali yang diperoleh
                                                                 1e                -                 -                -                      -                       -               -             (704)        (704)
kembali
Laba tahun berjalan                                              20               -                 -                -                     -                  22.403            22.403            7.094       29.497
Penghasilan komprehensif lain - bersih                                            -                 -              259                     -                     526               785              110          895
Saldo, 31 Desember 2024 (disajikan kembali, Catatan 2z)                       4.953             2.310            9.898                15.337                 101.310           133.808           20.396      154.204




                                                  Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan bagian integral dari laporan keuangan konsolidasian ini.

                                                                                                             4
Page 13
                                  PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                       PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                                  LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN
                        untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2025
                  (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


                                                                               Catatan              2025                     2024
ARUS KAS DARI KEGIATAN OPERASI
 Penerimaan kas dari pelanggan dan operator lain                                                         146.002                    148.415
 Penerimaan dari pendapatan bunga                                                                          1.670                      1.366
 Penerimaan restitusi pajak                                                                                1.322                      1.144
 Pembayaran kas untuk beban                                                                              (51.455)                   (51.273)
 Pembayaran kas kepada karyawan                                                                          (13.319)                   (16.364)
 Pembayaran pajak penghasilan badan dan final                                                            (10.438)                   (11.528)
 Pembayaran beban bunga                                                                                   (5.230)                    (5.295)
 Pembayaran sewa jangka pendek dan bernilai rendah                               12a                      (4.654)                    (3.693)
 Pembayaran pajak pertambahan nilai - bersih                                                              (1.076)                    (1.691)
 Penerimaan kas lainnya - bersih                                                                           1.020                        519

Arus kas bersih yang dihasilkan dari kegiatan operasi                                                      63.842                    61.600

ARUS KAS DARI KEGIATAN INVESTASI
 Hasil dari pelepasan investasi pada instrumen keuangan                          10                            728                        -
 Hasil dari klaim asuransi                                                       11                            151                      143
 Hasil dari penjualan aset tetap                                                 11                             78                      717
 Pembelian aset tetap                                                           11,39                      (22.871)                 (26.005)
 Pembelian aset takberwujud                                                     14,39                       (2.897)                  (3.658)
 Pembayaran uang muka dan aset lainnya                                                                      (1.117)                    (330)
 (Penempatan pada) hasil dari aset keuangan lancar lainnya - bersih                                           (141)                     339
 Penambahan investasi jangka panjang pada instrumen keuangan                                                   (26)                     (30)
 Penerimaan dividen dari entitas asosiasi                                                                        -                        3
 Pembelian bisnis setelah dikurangi kas yang diperoleh                                                           -                     (635)

Arus kas bersih yang digunakan untuk kegiatan investasi                                                    (26.095)                 (29.456)

ARUS KAS DARI KEGIATAN PENDANAAN
 Pencairan utang bank dan pinjaman lainnya                                      18,19                      69.895                    52.653
 Penerimaan setoran modal pada entitas anak dari pemegang
  saham nonpengendali                                                                                          270                      322
 Pembayaran utang bank dan pinjaman lainnya                                     18,19                      (72.037)                 (47.607)
 Pembayaran dividen kas kepada pemegang saham perusahaan                         29                        (21.047)                 (17.683)
 Pembayaran dividen kas kepada pemegang saham
  nonpengendali entitas anak                                                                                (7.359)                  (7.099)
 Pembayaran liabilitas sewa                                                       39                        (7.356)                  (7.387)
 Pembelian saham kembali pemegang saham entitas anak                              1e                           (79)                    (704)
 Pembelian kembali saham Perusahaan                                               1c                           (30)                       -

Arus kas bersih yang digunakan untuk kegiatan pendanaan                                                    (37.743)                 (27.505)

KENAIKAN BERSIH KAS DAN SETARA KAS                                                                               4                    4.639

DAMPAK PERUBAHAN KURS TERHADAP KAS DAN
 SETARA KAS                                                                                                   320                      260

PENYISIHAN KERUGIAN KREDIT EKSPEKTASIAN                                                                         (1)                      (1)

KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL TAHUN                                                 3                       33.905                    29.007

KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR TAHUN                                                3                       34.228                    33.905




         Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan bagian integral dari laporan keuangan konsolidasian ini.

                                                                    5
Page 14
                               PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                     PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                        CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
             Tanggal 31 Desember 2025 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
               (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1.   UMUM

     a. Pendirian dan informasi umum

       Perusahaan Perseroan (Persero) PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. (“Perusahaan”) pada mulanya
       merupakan bagian dari “Post en Telegraafdienst”, yang didirikan dan beroperasi secara komersial
       pada tahun 1884 berdasarkan Keputusan Gubernur Jenderal Hindia Belanda No. 7 tanggal
       27 Maret 1884 dan diumumkan dalam Berita Negara Hindia Belanda No. 52 tanggal 3 April 1884.

       Pada tahun 1991, berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 25 tahun 1991, status Perusahaan diubah
       menjadi perseroan terbatas milik negara (“Persero”). Entitas induk terakhir Perusahaan adalah
       Pemerintah Republik Indonesia (“Pemerintah”).

       Pada tanggal 22 Maret 2025, berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 15 dan No. 16 tahun 2025,
       Perusahaan menjadi entitas anak dari PT Danantara Asset Management (“DAM”), dengan Pemerintah
       tetap berkedudukan sebagai entitas induk terakhir Perusahaan (Catatan 21).

       Perusahaan didirikan berdasarkan Akta Notaris Imas Fatimah, S.H., No. 128 tanggal
       24 September 1991. Akta pendirian tersebut telah disetujui oleh Menteri Kehakiman Republik
       Indonesia dengan Surat Keputusan No. C2-6870.HT.01.01.Th.1991 tanggal 19 November 1991 dan
       diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 5 tanggal 17 Januari 1992, Tambahan
       No. 210. Anggaran Dasar Perusahaan telah beberapa kali diubah, dengan perubahan terakhir
       dilakukan sehubungan dengan kebutuhan Perusahaan untuk melakukan penyesuaian kegiatan usaha
       dalam Anggaran Dasar dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia Tahun 2020.

       Perubahan Anggaran Dasar Perusahaan di atas sebagaimana dituangkan dalam Akta Notaris
       Ashoya Ratam, S.H., M.Kn., No. 37 tanggal 22 Juni 2022, telah diterima dan disetujui oleh
       Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (“Menkumham”) berdasarkan Keputusan
       Menkumham No. AHU-0044650.AH.01.02. Tahun 2022 tanggal 29 Juni 2022 tentang Persetujuan
       Perubahan Anggaran Dasar Perseroan Terbatas Perusahaan Perseroan (Persero)
       PT Telekomunikasi Indonesia Tbk.

       Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, maksud dan tujuan Perusahaan adalah
       melakukan usaha di bidang penyelenggaraan jaringan dan jasa telekomunikasi, informatika, serta
       optimalisasi pemanfaatan sumber daya yang dimiliki Perusahaan untuk menghasilkan barang
       dan/atau jasa yang bermutu tinggi dan berdaya saing kuat untuk mendapatkan/mengejar keuntungan
       guna meningkatkan nilai Perusahaan dengan menerapkan prinsip Perseroan Terbatas. Untuk
       mencapai maksud dan tujuan tersebut di atas, Perusahaan dapat menjalankan kegiatan usaha yang
       secara umum meliputi:
       i.      Usaha utama:
               (a) Merencanakan, membangun, menyediakan, mengembangkan, mengoperasikan,
                   memasarkan/menjual/menyewakan, dan memelihara jaringan telekomunikasi dan
                   informatika dalam arti yang seluas-luasnya dengan memperhatikan peraturan perundang-
                   undangan;
               (b) Merencanakan, mengembangkan, menyediakan, memasarkan/menjual, dan meningkatkan
                   layanan jasa telekomunikasi dan informatika dalam arti yang seluas-luasnya dengan
                   memperhatikan peraturan perundang-undangan;
               (c) Melakukan investasi, termasuk penyertaan modal pada perusahaan lainnya sejalan dengan
                   dan untuk mencapai maksud dan tujuan Perusahaan.
       ii.     Usaha penunjang:
               (a) Menyediakan jasa transaksi pembayaran dan pengiriman uang melalui jaringan
                   telekomunikasi dan informatika;
               (b) Menjalankan kegiatan dan usaha lain dalam rangka optimalisasi sumber daya yang dimiliki
                   Perusahaan, antara lain pemanfaatan aset tetap dan aset bergerak, fasilitas sistem
                   informasi, fasilitas pendidikan dan pelatihan, serta fasilitas pemeliharaan dan perbaikan;
               (c) Bekerja sama dengan pihak lain dalam rangka optimalisasi sumber daya informatika,
                   komunikasi atau teknologi yang dimiliki oleh pihak lain pelaku industri informatika, dan
                   komunikasi dan teknologi lainnya sejalan dengan dan untuk mencapai maksud dan tujuan
                   Perusahaan.
                                                        6
Page 15
                           PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
         Tanggal 31 Desember 2025 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
           (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1.   UMUM (lanjutan)

     a. Pendirian dan informasi umum (lanjutan)

       Perusahaan berkedudukan dan berkantor pusat di Bandung, Jawa Barat, dengan alamat di Jalan
       Japati No. 1, Bandung.

       Perusahaan memiliki beberapa izin penyelenggaraan jaringan dan/atau jasa dari Pemerintah yang
       berlaku sampai jangka waktu yang tidak terbatas selama Perusahaan tunduk pada ketentuan
       perundang-undangan yang berlaku dan melaksanakan ketentuan sebagaimana tercantum dalam
       izin-izin tersebut. Untuk setiap izin yang diterbitkan oleh Menteri Komunikasi dan Digital
       (“Menkomdigi”) sebelumnya Menteri Komunikasi dan Informatika (“Menkominfo”), evaluasi dilakukan
       setiap tahun dan evaluasi menyeluruh dilakukan setiap lima tahun. Perusahaan wajib menyampaikan
       laporan atas penyelenggaraan jaringan dan/atau jasa berdasarkan izin-izin tersebut di atas setiap
       tahun kepada Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika (“DJPPI”), sebelumnya
       adalah Direktorat Jenderal Pos dan Telekomunikasi (“DJPT”).

       Laporan tersebut meliputi beberapa informasi, seperti kemajuan pengembangan jaringan, pencapaian
       standar kualitas jasa, jumlah pelanggan, pembayaran biaya atas hak penyelenggaraan, dan kontribusi
       pelayanan universal. Sementara, untuk jasa internet teleponi untuk keperluan publik, jasa interkoneksi
       internet, dan jasa akses internet, terdapat tambahan informasi yang dipersyaratkan, seperti kinerja
       operasi, segmen pelanggan, lalu lintas, dan pendapatan bruto.

       Rincian izin-izin tersebut adalah sebagai berikut:

                                                                                         Tanggal penetapan/
                      Izin                    No. Izin          Jenis jasa                 perpanjangan
       Izin penyelenggaraan jasa 127/KEP/DJPPI/          Jasa internet                        30 Maret 2016
         internet teleponi untuk       KOMINFO/3/2016     teleponi untuk
         keperluan publik                                 keperluan publik
       Izin penyelenggaraan jasa 2176/KEP/M.KOMINFO/ Jasa akses internet                   30 Desember 2016
         akses internet                12/2016
       Izin penyelenggaraan jasa 1040/KEP/M.KOMINFO/ Jasa penyediaan                              16 Mei 2017
         penyediaan konten             16/2017            konten
       Izin penyelenggaraan jasa 1004/KEP/M.KOMINFO/ Jasa interkoneksi                     26 Desember 2018
         interkoneksi internet         2018               internet
       Izin penyelenggaraan jasa 046/KEP/M.KOMINFO/ Jaringan sistem                            3 Agustus 2020
         sistem komunikasi data        02/2020            komunikasi data
       Izin penerbit uang elektronik Izin Bank Indonesia Penerbit uang elektronik                  1 Juli 2021
         dan penyelenggara             23/587/DKSP/Srt/B  dan penyelenggara
         transfer dana                                    transfer dana
       Izin penyelenggaraan          073/KEP/M.KOMINFO/ Jaringan tetap                       23 Agustus 2021
         jaringan tetap sambungan 02/2021                 sambungan
         langsung jarak jauh                              langsung jarak jauh
       Izin penyelenggaraan          082/KEP/M.KOMINFO/ Jaringan tetap                         8 Oktober 2021
         jaringan tetap sambungan 02/2021                 sambungan
         internasional                                    internasional
       Izin penyelenggaraan          094/KEP/M.KOMINFO/ Jaringan tetap                      9 Desember 2021
         jaringan tetap tertutup       02/2021            tertutup
       Izin penyelenggaraan          095/KEP/M.KOMINFO/ Jaringan tetap lokal                9 Desember 2021
         jaringan tetap lokal          02/2021            berbasis circuit
         berbasis circuit switched                        switched dan packet
                                                          switched




                                                      7
Page 16
                               PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                     PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                        CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
             Tanggal 31 Desember 2025 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
               (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1.   UMUM (lanjutan)

     b. Dewan Komisaris, Direksi, Komite Audit, Corporate Secretary, Audit Internal, dan Karyawan

       i.      Dewan Komisaris dan Direksi

               Berdasarkan keputusan yang dibuat pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (“RUPST”)
               yang dinyatakan dalam Akta Notaris Ashoya Ratam, S.H., M.Kn., No. 32 tanggal
               12 Desember 2025 dan No. 58 tanggal 28 Mei 2024, susunan Dewan Komisaris dan Direksi
               Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 masing-masing adalah sebagai berikut:

                                                                              2025                                      2024
               Komisaris Utama                                      Angga Raka Prabowo                      -
               HIDDEN_ROW
               Komisaris Utama/                                                                             Bambang Permadi
                Komisaris Independen                                -                                         Soemantri Brojonegoro
               Komisaris Independen                                 Rofikoh Rokhim                          Bono Daru Adji
               Komisaris Independen                                 Ira Noviarti                            Wawan Iriawan
               Komisaris Independen                                 Deswandhy Agusman                       -
               Komisaris                                            Ossy Dermawan                           Arya Mahendra Sinulingga
               Komisaris                                            Rionald Silaban                         Ismail
               Komisaris                                            Silmy Karim                             Silmy Karim
               Komisaris                                            Rizal Mallarangeng                      Rizal Mallarangeng
               Komisaris                                            -                                       Marcelino Rumambo Pandin
               Komisaris                                            -                                       Isa Rachmatarwata
               Direktur Utama                                       Dian Siswarini                          Ririek Adriansyah
               Direktur Enterprise &
                 Business Service                                   Veranita Yosephine                      F.M. Venusiana R.
               Direktur Human Capital Management                    Willy Saelan                            Afriwandi
               Direktur IT Digital                                  Faizal Rochmad Djoemadi                 Muhamad Fajrin Rasyid
               Direktur Keuangan dan
                Manajemen Risiko                                    Arthur Angelo Syailendra                Heri Supriadi
               Direktur Legal & Compliance                          Andy Kelana                             -
               Direktur Network                                     Nanang Hendarno                         Herlan Wijanarko
               Direktur Strategic Business
                 Development & Portfolio                            Seno Soemadji                           Budi Setyawan Wijaya
               Direktur Wholesale &
                International Service                               Budi Satria Dharma Purba                Bogi Witjaksono
               Direktur Group Business Development                  -                                       Honesti Basyir

       ii.     Komite Audit, Corporate Secretary, dan Audit Internal

               Susunan Komite Audit, Corporate Secretary, dan Audit Internal Perusahaan pada tanggal
               31 Desember 2025 dan 2024 masing-masing adalah sebagai berikut:

                                                                                2025                                  2024
               Ketua                                               Deswandhy Agusman                       Bono Daru Adji
               Anggota                                             Ira Noviarti                            Bambang Permadi
                                                                                                            Soemantri Brojonegoro
               Anggota                                             Rofikoh Rokhim                          Emmanuel Bambang Suyitno
               Anggota                                             Achmad Taufik                           Edy Sihotang
               Anggota                                             Irhoan Tanudiredja                      Wawan Iriawan
               Corporate Secretary                                 Jati Widagdo                            Octavius Oky Prakarsa
               Audit Internal                                      Mohamad Ramzy*                          Mohamad Ramzy

               *Berdasarkan Surat Pemberitahuan SVP Corporate Secretary No Tel.03/LP 000/COP-M0000000/2026 tanggal 5 Maret 2026 kepada
               Otoritas Jasa Keuangan tentang Pemberitahuan Pergantian Kepala Unit Audit Internal Perusahaan, Bapak Afdol Muftiasa ditunjuk sebagai
               pejabat pengganti sementara SVP Internal Audit (Kepala Unit Audit Internal) Perusahaan. Selanjutnya, Bapak Mohamad Ramzy tidak lagi
               menjalankan fungsi sebagai Kepala Unit Audit Internal Perseroan.




                                                                       8
Page 17
                                PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                      PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                         CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
              Tanggal 31 Desember 2025 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
                (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1.   UMUM (lanjutan)

     b. Dewan Komisaris, Direksi, Komite Audit, Corporate Secretary, Audit Internal, dan Karyawan
        (lanjutan)

       iii.     Karyawan

                Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, Perusahaan dan entitas anak (secara kolektif disebut
                “Grup”) masing-masing memiliki 19.082 karyawan dan 19.695 karyawan (tidak diaudit).

     c. Penawaran umum efek Perusahaan

       Jumlah saham Perusahaan sesaat sebelum penawaran umum perdana (Initial Public Offering
       atau “IPO”) adalah 8.400.000.000, yang terdiri dari 8.399.999.999 saham Seri B dan 1 saham Seri A
       Dwiwarna yang seluruhnya dimiliki oleh Pemerintah. Pada tanggal 14 November 1995, Pemerintah
       menjual saham Perusahaan yang terdiri dari 933.333.000 saham baru Seri B dan 233.334.000 saham
       Seri B milik Pemerintah kepada masyarakat melalui IPO di Bursa Efek Indonesia (“BEI”), dan
       penawaran dan pencatatan di Bursa Efek New York (“NYSE”) dan Bursa Efek London (“LSE”) atas
       700.000.000 saham Seri B milik Pemerintah dalam bentuk American Depositary Shares (“ADS”).
       Terdapat 35.000.000 ADS dan masing-masing ADS mewakili 20 saham Seri B pada saat itu.

       Pada bulan Desember 1996, Pemerintah menjual saham Perusahaan sebanyak 388.000.000 saham
       Seri B dan selanjutnya pada tahun 1997, Pemerintah membagikan 2.670.300 saham Seri B sebagai
       insentif bagi para pemegang saham Perusahaan yang tidak menjual sahamnya selama satu tahun
       terhitung sejak tanggal IPO. Pada bulan Mei 1999, Pemerintah kembali menjual 898.000.000 saham
       Seri B.

       Untuk memenuhi ketentuan Undang-Undang No. 1 tahun 1995 tentang Perseroan Terbatas, pada
       RUPST Perusahaan tanggal 16 April 1999, para pemegang saham Perusahaan memutuskan untuk
       meningkatkan modal ditempatkan yang berasal dari kapitalisasi sebagian tambahan modal disetor
       melalui pembagian saham bonus sejumlah 746.666.640 lembar saham. Pembagian saham bonus
       kepada para pemegang saham Perusahaan dilakukan pada bulan Agustus 1999. Pada tanggal
       16 Agustus 2007, Undang-Undang No. 1 tahun 1995 tentang Perseroan Terbatas telah diamendemen
       dengan dikeluarkannya Undang-Undang No. 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas yang berlaku
       efektif pada tanggal yang sama. Pemberlakuan Undang-Undang No. 40 tahun 2007 tidak berdampak
       terhadap penawaran umum efek Perusahaan. Perusahaan telah memenuhi ketentuan Undang-
       Undang tersebut.

       Pada bulan Desember 2001, Pemerintah menjual 1.200.000.000 saham atau 11,9% dari jumlah
       saham Seri B yang beredar. Pada bulan Juli 2002, Pemerintah kembali menjual 312.000.000 saham
       atau 3,1% dari jumlah saham Seri B yang beredar.

       Berdasarkan hasil RUPST Perusahaan yang dinyatakan dalam Akta Notaris A. Partomuan Pohan,
       S.H., LLM., No. 26 tanggal 30 Juli 2004, para pemegang saham Perusahaan menyetujui pemecahan
       saham Perusahaan untuk Seri A Dwiwarna dan Seri B dari 1 menjadi 2. Untuk 1 saham Seri A
       Dwiwarna dengan nilai nominal Rp500 dipecah menjadi 1 saham Seri A Dwiwarna dengan nilai
       nominal Rp250 dan 1 saham Seri B dengan nilai nominal Rp250. Jumlah modal saham dasar
       Perusahaan setelah pemecahan meningkat dari 1 saham Seri A Dwiwarna dan 39.999.999.999
       saham Seri B menjadi 1 saham Seri A Dwiwarna dan 79.999.999.999 saham Seri B, dan jumlah
       modal saham ditempatkan Perusahaan meningkat dari 1 saham Seri A Dwiwarna dan
       10.079.999.639 saham Seri B menjadi 1 saham Seri A Dwiwarna dan 20.159.999.279 saham Seri B.
       Setelah pemecahan saham, setiap ADS mewakili 40 saham Seri B.

       Pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (“RUPSLB”) yang diselenggarakan pada tanggal
       21 Desember 2005 dan RUPST pada tanggal 29 Juni 2007, 20 Juni 2008, dan 19 Mei 2011, para
       pemegang saham Perusahaan menyetujui masing-masing rencana tahap I, II, III, dan IV program
       Perusahaan untuk membeli kembali saham Seri B yang telah diterbitkan.




                                                       9
Page 18
                           PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
         Tanggal 31 Desember 2025 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
           (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1.   UMUM (lanjutan)

     c. Penawaran umum efek Perusahaan (lanjutan)

       Selama periode 21 Desember 2005 sampai dengan 20 Juni 2007, Perusahaan telah melakukan
       pembelian kembali 211.290.500 saham dari publik (program pembelian kembali saham tahap I).
       Pada tanggal 30 Juli 2013, Perusahaan telah menjual seluruh saham tersebut.

       Pada RUPST tanggal 19 April 2013, sebagaimana diaktakan dalam Akta Notaris Ashoya Ratam, S.H.,
       M.Kn., No. 38 tanggal 19 April 2013, para pemegang saham menyetujui perubahan rencana
       Perusahaan atas saham treasuri yang diakuisisi dalam tahap III. Berdasarkan keputusan RUPST
       Perusahaan tanggal 19 April 2013 yang dinyatakan dalam Akta Notaris No. 38 tanggal 19 April 2013
       oleh Ashoya Ratam, S.H., M.Kn., para pemegang saham Perusahaan menyetujui pemecahan saham
       Perusahaan untuk Seri A Dwiwarna dan Seri B dari 1 menjadi 5. Untuk 1 saham Seri A Dwiwarna
       dengan nilai nominal Rp250 dipecah menjadi 1 saham Seri A Dwiwarna dengan nilai nominal Rp50
       dan 4 saham Seri B dengan nilai nominal Rp50. Jumlah modal saham dasar Perusahaan setelah
       pemecahan meningkat dari 1 saham Seri A Dwiwarna dan 79.999.999.999 saham Seri B menjadi
       1 saham Seri A Dwiwarna dan 399.999.999.999 saham Seri B. Jumlah modal saham ditempatkan
       Perusahaan meningkat dari 1 saham Seri A Dwiwarna dan 20.159.999.279 saham Seri B menjadi
       1 saham Seri A Dwiwarna dan 100.799.996.399 saham Seri B. Setelah pemecahan saham, setiap
       ADS mewakili 200 saham Seri B. Efektif tanggal 26 Oktober 2016, Perusahaan melakukan perubahan
       rasio Depositary Receipt dari 1 ADS mewakili 200 saham Seri B menjadi 1 ADS mewakili 100 saham
       Seri B. Informasi laba bersih per ADS pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lainnya
       konsolidasian telah disesuaikan dengan perubahan rasio ini.

       Pada tanggal 16 Mei dan 5 Juni 2014, Perusahaan telah melakukan pembatalan pencatatan pada
       Bursa Efek Tokyo (“TSE”) dan delisting pada LSE.

       Pada tanggal 21 Desember 2015, Perusahaan menjual sisa saham treasuri tahap III.

       Pada tanggal 29 Juni 2016, Perusahaan menjual saham treasuri tahap IV.

       Pada RUPST tanggal 27 April 2018, sebagaimana diaktakan dalam Akta Notaris Ashoya Ratam, S.H.,
       M.Kn., No. 35 tanggal 15 Mei 2018, para pemegang saham menyetujui perubahan rencana
       pengalihan saham hasil pembelian kembali melalui penarikan kembali sejumlah 1.737.779.800
       saham yang merupakan seluruh saham yang telah dibeli kembali oleh Perusahaan, dengan cara
       pengurangan modal ditempatkan dan disetor dari semula sebesar Rp5.040 miliar menjadi sebesar
       Rp4.953 miliar. Dengan demikian, guna memenuhi ketentuan Pasal 33 Undang-Undang
       No. 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, pada RUPST telah disetujui pengurangan modal
       dasar Perusahaan dari semula sebesar Rp20.000 miliar menjadi sebesar Rp19.500 miliar, sehingga
       jumlah modal saham dasar Perusahaan menjadi 1 saham Seri A Dwiwarna dan 389.999.999.999
       saham Seri B.

       Berdasarkan Risalah RUPS oleh Notaris Ashoya Ratam, S.H., M.Kn., No. 52 tanggal 27 Mei 2025,
       RUPS menyetujui program pembelian kembali saham Perusahaan dengan alokasi dana maksimum
       sebesar Rp3 triliun. Pada tanggal 31 Desember 2025, Perusahaan telah melakukan pembelian
       kembali saham sebanyak 8.945.400 lembar atau sebesar Rp30 miliar (Catatan 21).

       Pada tanggal 31 Desember 2025, seluruh saham Seri B Perusahaan telah dicatatkan pada BEI dan
       43.568.230 ADS atau setara dengan 4.356.822.980 lembar saham Seri B telah dicatatkan pada NYSE
       (Catatan 21).

       Pada tanggal 16 Juni 2015, Perusahaan menerbitkan Obligasi Berkelanjutan I Telkom Tahap I Tahun
       2015 masing-masing sebesar Rp2.200 miliar untuk Seri A yang berjangka waktu 7 (tujuh) tahun,
       Rp2.100 miliar untuk Seri B yang berjangka waktu 10 (sepuluh) tahun, Rp1.200 miliar untuk Seri C
       yang berjangka waktu 15 (lima belas) tahun, dan Rp1.500 miliar untuk Seri D yang berjangka waktu
       30 (tiga puluh) tahun dan masing-masing telah dicatatkan di BEI (Catatan 19a).




                                                  10
Page 19
                              PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                    PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                       CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
            Tanggal 31 Desember 2025 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
              (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1.   UMUM (lanjutan)

     d. Entitas anak

        Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, Perusahaan telah mengkonsolidasikan laporan keuangan
        semua entitas anak yang dimiliki secara langsung maupun tidak langsung, sebagai berikut
        (Catatan 2b dan 2d):

       i.     Entitas anak dengan kepemilikan langsung:
                                                                      Tahun
                                                                    dimulainya                              Jumlah aset sebelum
                                                                      operasi     Persentase kepemilikan*        eliminasi
                  Entitas anak                 Jenis usaha          komersial       2025         2024       2025           2024
              PT Telekomunikasi      Jasa jaringan, layanan            1995              70            70    114.627         117.403
               Selular                 telekomunikasi seluler,
               (“Telkomsel”)           fixed broadband, dan
                                       internet protocol
                                       television ("IPTV")

              PT Dayamitra         Penyewaan menara                      1995             72          72      58.350          58.140
               Telekomunikasi Tbk.  telekomunikasi dan jasa
               (“Mitratel”)         penunjang digital untuk
                                    mobile infrastructure

              PT Telekomunikasi      Jasa telekomunikasi dan             1995            100         100      19.540          17.173
               Indonesia               informasi internasional
               International
               (“Telin”)

              PT Multimedia          Jasa jaringan telekomunikasi        1998            100         100      17.287          17.995
               Nusantara               dan multimedia
               (“Metra”)

              PT Telkom Data         Data center                         1996            100         100       9.924           8.466
               Ekosistem
               (“TDE”)

              PT Telkom Satelit      Telekomunikasi -                    1996            100         100       8.245           8.858
               Indonesia              menyediakan sistem
               (“Telkomsat”)          komunikasi satelit, jasa
                                      dan sarana terkait

              PT Sigma Cipta         Jasa konsultasi piranti             1988            100         100       5.416           6.207
               Caraka                  keras dan piranti lunak
               (“Sigma”)               komputer

              PT Graha Sarana        Pembangunan, perdagangan,           1982            100         100       5.197           5.494
               Duta                   jasa, dan pengangkutan
               ("GSD")                darat

              PT Telkom Akses        Pembangunan, jasa dan               2013            100         100       4.244           4.480
               (“Telkom Akses”)       perdagangan bidang
                                      telekomunikasi

              PT Telkom              Jasa jaringan                       2024            100         100       3.944           3.048
               Infrastruktur           telekomunikasi
               Indonesia               dan informasi
               (“TIF”)

              PT Metra-Net           Jasa portal multimedia              2009            100         100       1.883           2.096
               (“Metra-Net”)

              PT Infrastruktur       Pembangunan, jasa dan               2014            100         100       1.226           1.371
               Telekomunikasi         perdagangan bidang
               Indonesia              telekomunikasi
               (“Telkom Infra”)

              PT PINS Indonesia      Perdagangan perangkat               1995            100         100         550            733
               (“PINS”)               telekomunikasi

              PT Napsindo Primatel   Telekomunikasi -                 1999;               60          60           5              5
               Internasional          menyediakan Network,           berhenti
               (“Napsindo”)           Access Point ("NAP"),         beroperasi
                                      Voice Over Data ("VOD"),        pada
                                      dan jasa terkait lainnya       tanggal
                                                                    13 Januari
                                                                      2006

              *Persentase kepemilikan sebesar 99,99% disajikan dengan pembulatan menjadi 100%.
              Semua entitas anak dengan kepemilikan langsung berdomisili di Indonesia.


                                                                    11
Page 20
                                PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                      PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                         CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
              Tanggal 31 Desember 2025 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
                (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1.   UMUM (lanjutan)

     d. Entitas anak (lanjutan)

        ii.     Entitas anak dengan kepemilikan tidak langsung:

                                                                             Tahun
                                                                           dimulainya                                        Jumlah aset sebelum
                                                                             operasi       Persentase kepemilikan*                eliminasi
                       Entitas anak                   Jenis usaha          komersial          2025        2024               2025           2024
                PT Metra Digital               Jasa perdagangan,              2013                100          100              9.054           9.110
                 Investama Ventura               informasi dan
                 (“MDI”)                         teknologi multimedia,
                                                 hiburan, dan
                                                 jasa investasi

                Telekomunikasi                 Telekomunikasi dan              2008                100           100               7.102        6.090
                 Indonesia                      jasa terkait
                 International Pte. Ltd.
                 ("Telin Singapore"),
                 berdomisili di Singapura

                Telekomunikasi                 Pengelolaan investasi           2010                100           100               3.530        3.624
                 Indonesia                      dan layanan
                 International Ltd.             telekomunikasi
                 ("Telin Hong Kong"),
                 berdomisili di Hong Kong

                NeutraDC                       Data center                     2024                100           100               2.379        2.086
                 Singapore Pte. Ltd.
                 (“NeutraDC Singapore”)
                 berdomisili di Singapura

                PT Teknologi Data              Jasa telekomunikasi             2013                  60           60               2.261        1.444
                 Infrastruktur                   dan data center
                 (“TDI”)

                PT Telkom Landmark             Jasa pengembangan               2012                  55           55               2.148        2.120
                 Tower                           dan manajemen
                 (“TLT”)                         properti

                PT Infomedia                   Jasa layanan informasi,         1984                100           100               1.979        2.203
                 Nusantara                       contact center dan
                 (“Infomedia”)                   content directory

                PT Persada Sokka               Penyewaan menara                2008                100           100               1.753        1.621
                 Tama                           telekomunikasi dan
                 ("PST")                        jasa telekomunikasi
                                                lainnya

                PT Finnet Indonesia            Jasa teknologi                  2006                  60           60               1.450        1.383
                 (“Finnet”)                      informatika

                PT Nuon Digital Indonesia      Jasa penjualan                  2010                100           100               1.412        1.393
                 (“Nuon”)                        konten digital

                Telekomunikasi                 Jaringan telekomunikasi,        2012                100           100               1.297        1.035
                 Indonesia                       mobile, internet,
                 International                   dan data
                 (TL) S.A.
                 ("Telkomcel"),
                 berdomisili di Timor Leste

                PT Telkomsel Mitra             Jasa konsultan                  2019                100           100               1.014        1.040
                 Inovasi                         manajemen bisnis
                 (“TMI”)                         dan investasi

                PT Metra Digital Media         Jasa informasi                  2013                100           100                859          877
                 (“MD Media”)                    telekomunikasi dan
                                                 informasi lainnya

                PT Administrasi                Jasa administrasi               2002                100           100                747          704
                 Medika                          asuransi kesehatan
                 (“Ad Medika”)**

                *Persentase kepemilikan sebesar 99,99% disajikan dengan pembulatan menjadi 100%.
                **Note 1.e.iii.
                Selain yang disebutkan secara spesifik, entitas anak dengan kepemilikan tidak langsung berdomisili di Indonesia.




                                                                          12
Page 21
                                PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                      PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                         CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
              Tanggal 31 Desember 2025 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
                (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1.   UMUM (lanjutan)

     d. Entitas anak (lanjutan)

        ii.     Entitas anak dengan kepemilikan tidak langsung (lanjutan):

                                                                             Tahun
                                                                           dimulainya                                          Jumlah aset sebelum
                                                                             operasi        Persentase kepemilikan*                 eliminasi
                      Entitas anak                  Jenis usaha            komersial         2025          2024                2025           2024
                PT Digital Aplikasi Solusi   Jasa sistem                      2014                100            100              507              441
                 ("Digiserve")                 komunikasi

                PT Ultra Mandiri             Jasa sarana-prasarana            2019                 100               100           430            366
                 Telekomunikasi                jaringan telekomunikasi
                 ("UMT")

                Telekomunikasi               Jasa telekomunikasi              2014                 100               100           392            267
                 Indonesia                     dan informasi
                 International (USA) Inc.
                 (“Telin USA”),
                 berdomisili di
                 Amerika Serikat

                PT Swadharma                 Jasa pengisian kas               2001                   51               51           388            387
                 Sarana Informatika            dan pemeliharaan
                 (“SSI”)                       Anjungan Tunai
                                               Mandiri ("ATM")

                PT Telkomsel Ekosistem       Jasa konsultasi                  2021                 100               100           304            451
                 Digital                       manajemen bisnis
                 ("TED")                       dan investasi, dan/atau
                                               penyertaan modal pada
                                               perusahaan lain

                PT Nusantara Sukses          Jasa dan                         2014                 100               100           286            288
                 Investasi                     perdagangan
                 (“NSI”)

                PT Graha Yasa Selaras        Jasa pariwisata dan              2012                   51               51           261            277
                 (”GYS”)                       perhotelan

                PT Metra TV                  Jasa penyiaran                   2013                 100               100           255             57
                 ("Metra TV")                  berlangganan

                PT Nutech Integrasi          Jasa penyedia                    2001                   60               60           244            225
                 (“Nutech”)                    sistem integrator

                TS Global                    Jasa satelit                     1996                   70               70           210            357
                 Network Sdn. Bhd.
                 (“TSGN”),
                 berdomisili di Malaysia

                PT Collega Inti Pratama      Perdagangan dan                  2001                   70               70           195            196
                 ("CIP")                      jasa

                PT Graha Telkomsigma         Jasa pengelolaan                 1999                 100               100           163            167
                 ("GTS")                       dan konsultasi

                Telekomunikasi               Jasa telekomunikasi              2013                   70               70           152            144
                 Indonesia International       dan informasi
                 (Malaysia) Sdn. Bhd.
                 (”Telin Malaysia”),
                 berdomisili di Malaysia

                PT Media Nusantara           Jasa konsultasi piranti          2012                   55               55           128            134
                 Data Global                   keras, piranti lunak
                 ("MNDG")                      komputer, data center,
                                               dan internet exchange

                * Persentase kepemilikan sebesar 99,99% disajikan dengan pembulatan menjadi 100%.
                Selain yang disebutkan secara spesifik, entitas anak dengan kepemilikan tidak langsung berdomisili di Indonesia.




                                                                         13
Page 22
                                PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                      PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                         CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
              Tanggal 31 Desember 2025 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
                (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1.   UMUM (lanjutan)

     d. Entitas anak (lanjutan)

        ii.     Entitas anak dengan kepemilikan tidak langsung (lanjutan):

                                                                    Tahun
                                                                  dimulainya                                              Jumlah aset sebelum
                                                                    operasi          Persentase kepemilikan*                   eliminasi
                     Entitas anak               Jenis usaha       komersial           2025           2024                 2025           2024
                Telekomunikasi              Jasa telekomunikasi      2013                   100            100                  58            52
                 Indonesia                    dan informasi
                 International
                 (Australia) Pty. Ltd.
                 (“Telin Australia”),
                 berdomisili di Australia

                PT Pojok Celebes            Usaha pariwisata         2008                    100              100                  52         69
                 Mandiri
                 ("PCM")

                PT Metraplasa               Jasa jaringan dan        2012;                    60               60                  28         29
                 (“Metraplasa”)               e-commerce            berhenti
                                                                   beroperasi
                                                                   pada bulan
                                                                  Oktober 2020

                * Persentase kepemilikan sebesar 99,99% disajikan dengan pembulatan menjadi 100%.
                Selain yang disebutkan secara spesifik, entitas anak dengan kepemilikan tidak langsung berdomisili di Indonesia.


     e. Informasi penting lainnya

        i.      Mitratel

                Pembelian kembali saham

                Pada tanggal 6 Maret 2023, Mitratel mengumumkan untuk melakukan pembelian kembali saham
                yang dimiliki publik, dengan jumlah maksimum 7,88% saham dari saham Mitratel yang
                ditempatkan dan disetor penuh. Periode pembelian kembali saham adalah 18 (delapan belas)
                bulan dimulai dari tanggal 14 April 2023 sampai tanggal 13 Oktober 2024. Pada
                31 Desember 2024, Mitratel telah melakukan pembelian kembali saham sebanyak 1.095.945.900
                lembar saham atau setara dengan Rp704 miliar.

                Pada tanggal 18 Juli 2025, Mitratel mengumumkan rencana melakukan pembelian kembali
                saham yang dimiliki publik, dengan jumlah maksimum 4,12% saham dari saham Mitratel yang
                ditempatkan dan disetor penuh. Periode pembelian kembali saham adalah 12 (dua belas) bulan
                dimulai dari tanggal 26 Agustus 2025 sampai tanggal 25 Agustus 2026. Pada tanggal
                31 Desember 2025, Mitratel telah melakukan pembelian kembali saham sebanyak 131.491.800
                lembar saham atau setara dengan Rp79 miliar.

                Akuisisi entitas sepengendali

                Berdasarkan Akta Notaris Shinta Dewi S.H., Nomor 2 dan Nomor 3 pada tanggal
                2 Desember 2024, Mitratel melakukan penandatanganan Akta Jual Beli Saham (Share Purchase
                Agreement) dengan PT Pembangunan Perumahan Infrastruktur (“PPIN”) dan Yayasan
                Kesejahteraan Karyawan Pembangunan Perumahan (“YKPP”) untuk akuisisi 100% saham
                UMT. Transaksi ini merupakan transaksi kombinasi bisnis entitas sepengendali, dimana
                pemegang saham pengendali terakhir (ultimate shareholder) dari Mitratel dan UMT adalah
                Pemerintah. Atas transaksi ini Mitratel menjadi pengendali atas UMT.

                Selisih antara nilai imbalan yang dialihkan dan nilai tercatat investasi yang diperoleh dari transaksi
                ini telah diakui sebagai Tambahan Modal Disetor dalam Laporan Perubahan Ekuitas
                Konsolidasian, dengan rincian sebagai berikut:

                Imbalan yang dibayarkan                                                                                                     650
                Nilai buku ekuitas UMT pada saat akuisisi                                                                                   (91)
                Selisih nilai transaksi restrukturisasi entitas sepengendali                                                                559
                                                                         14
Page 23
                                PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                      PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                         CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
              Tanggal 31 Desember 2025 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
                (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1.   UMUM (lanjutan)

     e. Informasi penting lainnya (lanjutan)

        ii.     TDI

                Berdasarkan Akta Notaris Jimmy Tanal, S.H., M.Kn., No. 313 tanggal 14 Oktober 2024, seluruh
                pemegang saham TDI menyetujui penerbitan 8.050.000 lembar saham baru. Atas penerbitan
                saham tersebut, diambil bagiannya oleh TDE sebanyak 4.830.000 lembar saham atau sebesar
                Rp483 miliar; Nxera ID Pte. Ltd. (sebelumnya ST Dynamo ID Pte. Ltd.) sebanyak
                2.817.500 lembar saham atau sebesar Rp282 miliar; dan PT Medco Power Indonesia sebesar
                402.500 lembar saham atau sebesar Rp40 miliar.

                Selanjutnya, berdasarkan Akta Notaris Jimmy Tanal, S.H., M.Kn., No. 238 pada tanggal
                22 Desember 2025, seluruh pemegang saham TDI menyetujui penerbitan 7.315.000 lembar
                saham baru. Atas penerbitan saham tersebut, diambil bagiannya oleh TDE sebanyak
                4.620.000 lembar saham atau sebesar Rp462 miliar dan Nxera ID Pte. Ltd. sebanyak
                2.695.000 lembar saham atau sebesar Rp270 miliar.

        iii.    Ad Medika dan entitas anaknya

                Pada tanggal 4 Maret 2026, Metra menandatangani Perjanjian Jual Beli Bersyarat (Conditional
                Sale and Purchase Agreement/CSPA) dengan Global Assistance and Healthcare (Singapore)
                Pte. Ltd. sehubungan dengan rencana pelepasan seluruh kepemilikan atas Ad Medika dan
                entitas anaknya. Pada tanggal 31 Desember 2025, transaksi divestasi masih dalam proses dan
                pengendalian masih dimiliki oleh Perusahaan.

                Kelompok utama aset dan liabilitas dari Ad Medika dan entitas anaknya yang diklasifikasikan
                sebagai tersedia untuk dijual pada tanggal 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:

                Aset
                Kas dan setara kas                                                                    413
                Piutang usaha                                                                         157
                Lainnya (masing-masing di bawah Rp100 miliar)                                         181
                Aset tersedia untuk dijual                                                            751
                Liabilitas
                Deposit pada pelanggan                                                               (247)
                Lainnya (masing-masing di bawah Rp100 miliar)                                        (219)
                Liabilitas terkait aset yang tersedia untuk dijual                                   (466)

                Aset tersedia untuk dijual - bersih                                                   285


     f. Penyelesaian dan kewenangan penerbitan laporan keuangan konsolidasian

        Manajemen Perusahaan bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian wajar laporan keuangan
        konsolidasian ini sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia, yang telah disetujui dan
        diotorisasi untuk diterbitkan oleh Direksi Perusahaan pada tanggal 11 Mei 2026.




                                                       15
Page 24
                           PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
         Tanggal 31 Desember 2025 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
           (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.   IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL

     Laporan keuangan konsolidasian Grup disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi
     Keuangan di Indonesia yang mencakup Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (“PSAK”) dan
     Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (“ISAK”) yang dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi
     Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia ("DSAK IAI") dan Peraturan Badan Pengawas Pasar Modal dan
     Lembaga Keuangan (“Bapepam-LK”) No. VIII.G.7 tentang “Penyajian dan Pengungkapan Laporan
     Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik”, yang terlampir dalam surat KEP-347/BL/2012.

     a. Dasar penyusunan laporan keuangan konsolidasian

       Laporan keuangan konsolidasian, kecuali untuk laporan arus kas konsolidasian, disusun dengan
       dasar akrual. Laporan keuangan konsolidasian juga disusun dengan dasar harga perolehan, kecuali
       untuk akun tertentu yang diukur dengan menggunakan dasar seperti yang disebutkan dalam catatan
       yang relevan.

       Laporan arus kas konsolidasian disusun dengan menggunakan metode langsung dan menyajikan
       perubahan kas dan setara kas dari kegiatan operasi, investasi, dan pendanaan.

       Mata uang pelaporan yang digunakan dalam laporan keuangan konsolidasian adalah mata uang
       Rupiah (“Rp”) yang juga merupakan mata uang fungsional setiap entitas dalam Grup, kecuali atas
       entitas anak tertentu yang memiliki mata uang fungsional Dolar Amerika Serikat, Dolar Australia,
       Dolar Singapura, dan Ringgit Malaysia.

       Untuk angka-angka dalam laporan keuangan konsolidasian ini yang masih mengandung nilai tetapi di
       bawah Rp1 miliar dan US$1 juta disajikan dengan angka nol.

       Standar akuntansi baru

       Pada tanggal 1 Januari 2025, Grup menerapkan pernyataan standar akuntansi keuangan dan
       interpretasi standar akuntansi keuangan baru dan revisi yang efektif sejak tanggal tersebut.
       Penyesuaian kebijakan akuntansi Grup telah dibuat seperti yang disyaratkan, sesuai dengan
       ketentuan transisi dalam masing-masing standar dan interpretasi. Penerapan standar dan interpretasi
       yang baru dan direvisi tidak menghasilkan perubahan besar terhadap kebijakan akuntansi Grup dan
       tidak memiliki dampak material pada jumlah yang dilaporkan untuk tahun berjalan atau tahun
       sebelumnya adalah:

       Amendemen PSAK 221: Pengaruh Perubahan Kurs Valuta Asing

       Amendemen ini menjelaskan kriteria ketertukaran antara dua mata uang dan mensyaratkan
       pengungkapan informasi yang memungkinkan pengguna laporan keuangan memahami dampak mata
       uang yang tidak dapat dipertukarkan. Amendemen ini tidak memberikan dampak material terhadap
       laporan keuangan konsolidasian.

       Standar akuntansi yang telah diterbitkan namun belum berlaku efektif

       Berlaku efektif 1 Januari 2026:

       Amendemen PSAK 109: Instrumen Keuangan dan PSAK 107: Instrumen Keuangan: Pengungkapan

       Amendemen ini menjelaskan terkait penghentian pengakuan liabilitas keuangan dengan kas
       menggunakan sistem pembayaran elektronik, klasifikasi aset keuangan, pengungkapan terkait
       investasi pada instrumen ekuitas ditetapkan untuk diukur pada nilai wajar melalui penghasilan
       komprehensif lain, dan pengungkapan terkait persyaratan kontraktual yang mengubah waktu atau
       jumlah arus kas kontraktual.




                                                   16
Page 25
                           PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
         Tanggal 31 Desember 2025 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
           (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.   IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     a. Dasar penyusunan laporan keuangan konsolidasian (lanjutan)

       Standar akuntansi yang telah diterbitkan namun belum berlaku efektif (lanjutan)

       Berlaku efektif 1 Januari 2026: (lanjutan)

       Amendemen PSAK 109: Instrumen Keuangan dan PSAK 107: Instrumen Keuangan: Pengungkapan
       (lanjutan)

       Amendemen ini mengatur pertimbangan sebagai pembeli neto dalam menerapkan ketentuan
       ‘penggunaan sendiri’. Amendemen ini menjelaskan penerapan akuntansi lindung nilai jika kontrak
       yang mengacu pada listrik bergantung alam ditetapkan sebagai instrumen lindung nilai serta
       amendemen ini mensyaratkan pengungkapan agar pengguna dapat memahami risiko dari kontrak
       yang mengacu pada listrik bergantung alam.

       Amendemen ini diperkirakan tidak memberikan dampak material terhadap laporan keuangan
       konsolidasian.

       PSAK 338 (Revisi 2025): Kombinasi Bisnis Entitas Sepengendali

       DSAK IAI telah mengesahkan PSAK 338 (Revisi 2025): Kombinasi Bisnis Entitas Sepengendali. Revisi
       ini mencakup ruang lingkup dan penerapan dari metode penyatuan kepemilikan (pooling of interest)
       dan pelepasan di ekuitas (disposal in equity) sebagai konsep akuntansi yang digunakan dalam PSAK
       338.

       Perubahan utama dalam revisi ini mencakup pengecualian entitas investasi dari ruang lingkup PSAK
       338, serta tambahan definisi bisnis alihan, entitas penerima, dan entitas pengalih. Revisi ini juga
       mencakup rujukan jumlah tercatat bisnis alihan dan penyajian informasi prakombinasi bisnis ketika
       terjadi ketidakpraktisan dalam penerapan metode penyatuan kepemilikan.

       Amendemen ini diperkirakan tidak memberikan dampak material terhadap laporan keuangan
       konsolidasian.

       Berlaku efektif 1 Januari 2027:

       PSAK 118: Penyajian dan Pengungkapan dalam Laporan Keuangan

       DSAK IAI telah mengesahkan PSAK 118: Penyajian dan Pengungkapan dalam Laporan Keuangan.
       PSAK 118 akan menggantikan PSAK 201: Penyajian Laporan Keuangan. PSAK 118 memberikan
       persyaratan untuk penyajian subtotal laba (rugi) operasi, laba (rugi) sebelum pendanaan dan pajak
       penghasilan, serta laba (rugi). Selain itu, PSAK 118 juga mensyaratkan penghasilan dan beban untuk
       diklasifikasikan ke dalam kategori operasi, investasi, dan pendanaan, serta pajak penghasilan dan
       operasi yang dihentikan.

       PSAK 118 juga mengatur mengenai pengungkapan Ukuran Kinerja Tetapan Manajemen (“UKTM”)
       dengan tujuan mengomunikasikan pandangan manajemen atas aspek kinerja keuangan perusahaan
       secara keseluruhan. PSAK 118 menjelaskan mengenai peran laporan keuangan utama dan catatan
       atas laporan keuangan serta prinsip dan persyaratan mengenai agregasi dan disagregasi informasi.
       Prinsip tersebut berlaku baik dalam penyajian di laporan keuangan maupun dalam pengungkapan di
       catatan atas laporan keuangan. Saat ini, Grup tengah berupaya mengidentifikasi dampak yang akan
       ditimbulkan terhadap laporan keuangan konsolidasian.




                                                    17
Page 26
                            PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                  PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
          Tanggal 31 Desember 2025 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
            (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.   IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     a. Dasar penyusunan laporan keuangan konsolidasian (lanjutan)

       Standar akuntansi yang telah diterbitkan namun belum berlaku efektif (lanjutan)

       Berlaku efektif 1 Januari 2027 (lanjutan):

       PSAK 119: Entitas Anak Tanpa Akuntabilitas Publik: Pengungkapan

       DSAK IAI telah mengesahkan PSAK 119: Entitas Anak Tanpa Akuntabilitas Publik: Pengungkapan.
       PSAK 119 mengatur persyaratan pengungkapan yang dapat diterapkan oleh entitas sebagai
       pengganti persyaratan pengungkapan dalam PSAK lain. Entitas dapat memilih untuk menerapkan
       PSAK ini dalam laporan keuangan konsolidasian, tersendiri, atau laporan keuangan individual jika dan
       hanya jika pada akhir periode pelaporan entitas merupakan entitas anak tanpa akuntabilitas publik di
       mana entitas induknya menyusun laporan keuangan konsolidasian yang tersedia bagi publik yang
       mematuhi SAK Indonesia.

       Pada November 2025, DSAK IAI mengesahkan amendemen PSAK 119. Amendemen PSAK 119 ini
       mencakup:
       i. penghapusan penerapan dalam laporan keuangan tersendiri oleh entitas induk perantara;
       ii. penghapusan tujuan pengungkapan terkait pembiayaan pemasok, kekurangan ketertukaran,
            model Pilar Dua, klasifikasi dan pengukuran instrumen keuangan, serta liabilitas jangka panjang
            dengan kovenan;
       iii. pengurangan persyaratan pengungkapan terkait pengaturan pembiayaan pemasok;
       iv. penghapusan materi yang berisi panduan dan bukan persyaratan pengungkapan; dan
       v. penggantian persyaratan pengungkapan ukuran kinerja tetapan manajemen dengan rujukan
            silang ke PSAK 118.

        Amendemen ini diperkirakan tidak memberikan dampak material terhadap laporan keuangan
        konsolidasian.

     b. Prinsip konsolidasi

       Laporan keuangan konsolidasian meliputi laporan keuangan Perusahaan dan entitas anak yang mana
       Perusahaan memiliki kendali. Pengendalian timbul ketika Grup terekspos atau memiliki hak atas imbal
       hasil variabel dari keterlibatannya dengan investee dan memiliki kemampuan untuk mempengaruhi
       imbal hasil tersebut melalui kekuasaannya atas investee. Secara spesifik, Grup mengendalikan
       investee jika dan hanya jika Grup memiliki kekuasaan atas investee, eksposur, atau hak atas imbal
       hasil variabel dari keterlibatannya dengan investee, dan kemampuan untuk menggunakan
       kekuasaannya atas investee untuk mempengaruhi imbal hasil.

       Umumnya, ada dugaan bahwa mayoritas hak suara menghasilkan kontrol. Untuk mendukung
       anggapan ini bila Grup memiliki mayoritas atau kurang dari mayoritas hak suara atau hak serupa dari
       investee, Grup mempertimbangkan semua fakta dan keadaan yang relevan dalam menilai apakah
       Grup memiliki kuasa atas investee, termasuk:
       i. pengaturan kontraktual dengan pemilik hak suara lainnya dari investee;
       ii. hak yang timbul atas pengaturan kontraktual lain; dan
       iii. hak suara dan hak suara potensial yang dimiliki Grup.

       Grup menilai kembali apakah Grup mengendalikan investee jika fakta dan keadaan mengindikasikan
       adanya perubahan terhadap satu atau lebih dari tiga elemen pengendalian. Entitas anak dikonsolidasi
       sejak tanggal ketika Grup memperoleh pengendalian secara efektif dan tidak dikonsolidasikan lagi
       sejak tanggal Grup kehilangan pengendalian. Aset, liabilitas, pendapatan, dan beban entitas anak
       yang diperoleh atau dilepaskan selama periode berjalan dimasukkan ke dalam laporan posisi
       keuangan konsolidasian dan laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian sejak
       tanggal ketika Grup memperoleh pengendalian hingga tanggal sejak Grup kehilangan pengendalian.




                                                    18
Page 27
                            PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                  PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
          Tanggal 31 Desember 2025 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
            (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.   IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     b. Prinsip konsolidasi (lanjutan)

        Laba atau rugi dan setiap komponen penghasilan komprehensif lain diatribusikan pada pemilik
        Perusahaan dan pada kepentingan nonpengendali, meskipun hal ini akan mengakibatkan timbulnya
        saldo defisit pada kepentingan nonpengendali.

        Seluruh aset dan liabilitas, ekuitas, pendapatan dan beban, dan arus kas atas transaksi antar-Grup
        dieliminasi sepenuhnya pada saat konsolidasi.

        Saat Grup kehilangan pengendalian atas entitas anak, maka Grup:
        i. menghentikan pengakuan aset (termasuk setiap goodwill) dan liabilitas entitas anak pada nilai
             tercatatnya ketika pengendalian hilang;
        ii. menghentikan pengakuan jumlah tercatat setiap kepentingan nonpengendali pada entitas anak
             terdahulu pada tanggal hilangnya pengendalian;
        iii. mengakui nilai wajar pembayaran yang diterima (jika ada) dari transaksi, peristiwa, atau keadaan
             yang mengakibatkan hilangnya pengendalian;
        iv. mengakui setiap sisa investasi pada entitas anak terdahulu pada nilai wajarnya pada tanggal
             hilangnya pengendalian; dan
        v. mengakui setiap perbedaan yang dihasilkan sebagai keuntungan atau kerugian dalam laporan laba
             rugi konsolidasian yang dapat diatribusikan pada Grup.

     c. Transaksi dengan pihak berelasi

        Grup mempunyai transaksi dengan pihak berelasi. Definisi pihak berelasi yang digunakan sesuai
        dengan Peraturan Bapepam-LK No. VIII.G.7 tentang Penyajian dan Pengungkapan Laporan
        Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik, yang terlampir dalam surat keputusan
        No.KEP-347/BL/2012. Pihak-pihak yang dipertimbangkan sebagai pihak berelasi adalah orang atau
        entitas yang terkait dengan entitas yang menyiapkan laporan keuangannya.

        Berdasarkan Peraturan Bapepam-LK No. VIII.G.7 tersebut, entitas berelasi dengan pemerintah
        merupakan entitas yang dikendalikan, dikendalikan bersama, atau dipengaruhi secara signifikan oleh
        pemerintah. Pemerintah dalam hal ini adalah Menteri Keuangan atau Pemerintah Daerah yang
        merupakan pemegang saham dari entitas.

        Personil manajemen kunci adalah orang-orang yang mempunyai kewenangan dan tanggung jawab
        untuk merencanakan, memimpin, dan mengendalikan aktivitas entitas, secara langsung atau tidak
        langsung, termasuk direktur (baik eksekutif maupun bukan eksekutif) dari Grup. Status pihak berelasi
        diperluas sampai dengan manajemen kunci dari entitas anak sampai dengan tingkatan mereka
        mengarahkan operasi entitas anak dengan tingkat keterlibatan minimal dari manajemen Perusahaan.

     d. Kombinasi bisnis dan goodwill

        Kombinasi bisnis dicatat dengan metode akuisisi. Imbalan yang dialihkan diukur sebesar nilai
        wajarnya, yang merupakan agregat dari nilai wajar aset yang dialihkan, liabilitas yang diambil alih, dan
        instrumen ekuitas yang diterbitkan sebagai pertukaran atas pengendalian dari pihak yang diakuisisi.
        Untuk setiap kombinasi bisnis, kepentingan nonpengendali diukur pada nilai wajar atau pada proporsi
        kepemilikan nonpengendali atas aset neto teridentifikasi dari entitas yang diakuisisi. Pilihan dasar
        pengukuran dibuat berdasarkan basis tiap transaksi. Biaya terkait akuisisi dicatat sebagai beban pada
        saat timbulnya. Aset dan liabilitas yang teridentifikasi dari pihak yang diakuisisi diakui pada nilai wajar
        pada tanggal akuisisi.




                                                       19
Page 28
                            PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                  PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
          Tanggal 31 Desember 2025 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
            (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.   IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     d. Kombinasi bisnis dan goodwill (lanjutan)

        Goodwill awalnya diukur pada harga perolehan, yang merupakan selisih lebih dari nilai agregat
        imbalan yang dialihkan dan nilai yang diakui oleh kepentingan nonpengendali dan nilai kepentingan
        ekuitas yang dimiliki sebelumnya, atas jumlah neto dari aset teridentifikasi yang diperoleh dan liabilitas
        yang diambil alih. Jika nilai wajar dari jumlah neto aset yang diakuisisi melebihi nilai agregat imbalan
        yang dialihkan, Grup menilai kembali apakah semua aset yang diakuisisi dan liabilitas yang diambil
        alih sudah diidentifikasi dengan benar dan memeriksa prosedur yang digunakan untuk mengukur nilai
        yang harus diakui pada tanggal akuisisi. Jika hasil penilaian kembali tersebut masih menghasilkan
        selisih lebih atas nilai wajar dari aset neto diakuisisi atas nilai agregat imbalan yang dialihkan, maka
        keuntungan diakui pada laba atau rugi.

        Setiap imbalan kontinjensi yang akan ditransfer oleh perusahaan pengakuisisi akan diakui pada nilai
        wajar pada tanggal akuisisi. Imbalan kontinjensi yang diklasifikasikan sebagai ekuitas tidak diukur
        kembali dan penyelesaian selanjutnya adalah diperhitungkan dalam ekuitas. Imbalan kontinjensi yang
        diklasifikasikan sebagai aset atau liabilitas yaitu instrumen keuangan dan dalam lingkup PSAK 109,
        diukur pada nilai wajar dengan perubahan nilai wajar yang diakui dalam laba rugi sesuai dengan PSAK
        109. Imbalan kontinjensi lain yang tidak termasuk dalam PSAK 109 diukur sebesar nilai wajar pada
        setiap tanggal pelaporan dengan perubahan nilai wajar yang diakui pada laba rugi.

        Jika akuntansi awal untuk kombinasi bisnis belum selesai pada akhir periode pelaporan saat
        kombinasi bisnis terjadi, maka Grup akan melaporkan jumlah sementara untuk pos-pos yang proses
        akuntansinya belum selesai dalam laporan keuangan konsolidasian. Selama periode pengukuran,
        Grup menyesuaikan secara retrospektif jumlah sementara yang diakui pada tanggal akuisisi untuk
        mencerminkan informasi baru yang diperoleh tentang fakta dan keadaan yang ada pada tanggal
        akuisisi dan, jika diketahui, telah berdampak pada pengukuran jumlah yang diakui pada tanggal
        tersebut. Periode pengukuran berakhir segera setelah Perusahaan menerima informasi yang dicari
        tentang fakta dan keadaan yang ada pada tanggal akuisisi atau mempelajari bahwa informasi
        tambahan tidak dapat diperoleh. Namun demikian, periode pengukuran tidak boleh melebihi satu
        tahun dari tanggal akuisisi.

        Dalam suatu kombinasi bisnis yang dilakukan secara bertahap, pihak pengakuisisi mengukur kembali
        kepentingan ekuitas yang dimiliki sebelumnya pada pihak diakuisisi pada nilai wajar saat tanggal
        akuisisi dan mengakui keuntungan atau kerugian yang dihasilkan, jika ada, dalam laba rugi.

        Berdasarkan PSAK 338: Kombinasi Bisnis Entitas Sepengendali, pengalihan aset, liabilitas, saham,
        dan instrumen kepemilikan lain antara entitas sepengendali tidak akan menghasilkan suatu laba atau
        rugi bagi Perusahaan atau entitas individual yang berada dalam Grup yang sama. Oleh karena
        transaksi restrukturisasi antara entitas sepengendali tidak mengubah substansi ekonomi atas
        kepemilikan aset, liabilitas, saham, atau instrumen kepemilikan lain yang dipertukarkan, aset atau
        liabilitas yang dialihkan harus dicatat berdasarkan nilai buku yang menggunakan metode penyatuan
        kepentingan (pooling-of-interests).

        Dalam pelaksanaan metode penyatuan kepentingan, komponen-komponen laporan keuangan selama
        restrukturisasi terjadi disajikan seolah-olah restrukturisasi tersebut telah terjadi sejak awal periode
        penyajian paling awal. Selisih imbalan yang dibayar atau diterima dengan nilai buku historis terkait
        dengan nilai tercatat dari kepentingan yang diperoleh, setelah memperhitungkan dampak pajak
        penghasilan, diakui secara langsung di ekuitas dan disajikan sebagai “Tambahan Modal Disetor” pada
        bagian ekuitas di laporan posisi keuangan konsolidasian.

        Pada saat penerapan awal PSAK 338, seluruh saldo Selisih Nilai Transaksi Restrukturisasi Entitas
        Sepengendali direklasifikasikan ke akun “Tambahan Modal Disetor” pada laporan posisi keuangan
        konsolidasian.




                                                       20
Page 29
                            PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                  PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
          Tanggal 31 Desember 2025 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
            (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.   IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     e. Kas dan setara kas

        Kas dan setara kas di laporan posisi keuangan terdiri dari kas di tangan, kas di bank, dan deposito
        jangka pendek yang sangat likuid dengan jangka waktu tiga bulan atau kurang, yang siap dikonversi
        menjadi uang tunai dalam jumlah yang diketahui dan memiliki risiko perubahan nilai yang tidak
        signifikan.

        Deposito yang jatuh temponya lebih dari tiga bulan tetapi tidak lebih dari satu tahun disajikan sebagai
        “Aset keuangan lancar lainnya” pada laporan posisi keuangan konsolidasian.

     f. Persediaan

        Persediaan terdiri dari kartu Subscriber Identification Module (“SIM”) dan voucer prabayar yang
        dibebankan pada saat dijual.

        Persediaan diakui sebesar nilai yang lebih rendah antara harga perolehan dan nilai realisasi bersih.
        Nilai realisasi bersih ditentukan dengan mengestimasi harga jual, dikurangi estimasi biaya penjualan
        atau menentukan biaya penggantian yang berlaku.

        Biaya persediaan meliputi harga beli, bea impor, pajak lainnya, biaya pengangkutan, biaya
        penanganan, dan biaya lainnya yang secara langsung dapat diatribusikan pada perolehannya.

        Harga perolehan ditentukan dengan menggunakan metode rata-rata tertimbang.

        Jumlah penurunan nilai persediaan di bawah biaya perolehan menjadi nilai realisasi bersih dan
        seluruh kerugian persediaan diakui sebagai beban pada periode terjadinya penurunan atau kerugian
        tersebut. Setiap pemulihan kembali penurunan nilai persediaan karena peningkatan kembali nilai
        realisasi bersih, diakui sebagai pengurangan terhadap jumlah beban umum dan administrasi pada
        periode terjadinya pemulihan tersebut.

        Provisi persediaan usang ditentukan berdasarkan estimasi penggunaan setiap jenis persediaan pada
        masa depan.

     g. Beban dibayar di muka

        Beban dibayar di muka diamortisasi sesuai masa manfaatnya dengan menggunakan metode garis
        lurus. Beban dibayar di muka disajikan di laporan posisi keuangan konsolidasian sebagai aset lancar
        lainnya dan aset tidak lancar lainnya.

     h. Aset tidak lancar tersedia untuk dijual

        Aset (atau kelompok lepasan) diklasifikasikan sebagai aset tersedia untuk dijual ketika nilai
        tercatatnya akan dipulihkan terutama melalui transaksi penjualan daripada melalui pemakaian
        berlanjut dan penjualannya sangat mungkin terjadi. Aset ini dicatat pada nilai yang lebih rendah antara
        jumlah tercatat dan nilai wajar setelah dikurangi biaya untuk menjual.

        Aset (atau kelompok lepasan) berada dalam keadaan segera dapat dijual dengan syarat-syarat yang
        biasa dan umum diperlukan dalam penjualan aset (atau kelompok lepasan) tersebut dan penjualannya
        harus sangat mungkin (highly probable).

        Aset (atau kelompok lepasan) yang diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk dijual disajikan secara
        terpisah dari aset lainnya dalam laporan posisi keuangan konsolidasian. Liabilitas dari kelompok
        lepasan yang diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk dijual disajikan secara terpisah dari liabilitas
        lainnya dalam laporan posisi keuangan konsolidasian.




                                                      21
Page 30
                            PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                  PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
          Tanggal 31 Desember 2025 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
            (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.   IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     i. Aset takberwujud

        Aset takberwujud diakui jika kemungkinan besar Grup akan memperoleh manfaat ekonomis masa
        depan dari aset takberwujud tersebut dan biaya perolehan aset tersebut dapat diukur secara andal.

        Aset takberwujud dicatat berdasarkan biaya perolehan dikurangi akumulasi amortisasi dan rugi
        penurunan nilai (apabila ada). Aset takberwujud diamortisasi selama estimasi masa manfaatnya.
        Periode amortisasi dan metode amortisasi aset takberwujud dengan umur manfaat terbatas ditelaah
        setidaknya setiap akhir periode pelaporan. Grup mengestimasi nilai terpulihkan dari aset takberwujud.
        Apabila nilai tercatat aset takberwujud melebihi estimasi jumlah terpulihkan, maka nilai tercatat aset
        tersebut diturunkan menjadi sebesar estimasi jumlah terpulihkan.

        Aset takberwujud, kecuali goodwill, diamortisasi dengan menggunakan metode garis lurus
        berdasarkan estimasi masa manfaat aset takberwujud sebagai berikut:

                                                                                                      Tahun
        Piranti lunak                                                                                  3-6
        Lisensi                                                                                        3-20
        Aset takberwujud lainnya                                                                       3-30

        Aset takberwujud dihentikan pengakuannya ketika aset tersebut dilepaskan atau ketika tidak terdapat
        lagi manfaat ekonomis masa depan yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasan aset tersebut.
        Selisih dalam laporan antara nilai tercatat aset dengan hasil neto yang diterima dari pelepasannya
        diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian.

     j. Aset tetap

        Aset tetap dinyatakan pada harga perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan rugi penurunan
        nilai (jika ada).

        Biaya perolehan aset tetap terdiri dari: (a) harga perolehan; (b) setiap biaya yang dapat diatribusikan
        secara langsung untuk membawa aset ke lokasi dan kondisi yang diinginkan; dan (c) estimasi awal
        biaya pembongkaran dan pemindahan aset tetap dan restorasi lokasi aset tetap. Setiap bagian aset
        tetap yang memiliki harga perolehan cukup signifikan terhadap biaya perolehan seluruh aset tetap
        disusutkan secara terpisah.

        Aset tetap, kecuali tanah, disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan estimasi
        masa manfaat aset tetap sebagai berikut:

                                                                                                     Tahun
        Bangunan                                                                                     10-50
        Renovasi bangunan sewa                                                                        3-10
        Peralatan sentral telepon                                                                     3-15
        Peralatan telegraf, teleks, dan komunikasi data                                                15
        Peralatan dan instalasi transmisi                                                             3-40
        Satelit, stasiun bumi, dan peralatan                                                          4-20
        Jaringan kabel                                                                                3-25
        Drop cable                                                                                      5
        Catu daya                                                                                     4-25
        Peralatan pengolahan data                                                                     4-20
        Peralatan telekomunikasi lainnya                                                              3-5
        Peralatan kantor                                                                              2-5
        Kendaraan                                                                                     4-8
        Peralatan lainnya                                                                             2-5




                                                      22
Page 31
                           PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
         Tanggal 31 Desember 2025 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
           (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.   IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     j. Aset tetap (lanjutan)

       Biaya signifikan sehubungan dengan renovasi bangunan sewa dikapitalisasi dan disusutkan selama
       masa sewa.

       Metode penyusutan, umur manfaat, dan nilai residu dari suatu aset direviu paling tidak setiap akhir
       tahun buku dan disesuaikan jika diperlukan. Nilai residu dari aset adalah estimasi jumlah yang dapat
       diperoleh Grup dari pelepasan aset, setelah dikurangi estimasi biaya pelepasan, ketika aset telah
       mencapai umur dan kondisi yang diharapkan pada akhir umur manfaatnya.

       Aset tetap yang diperoleh dalam pertukaran dengan aset non-moneter atau kombinasi aset moneter
       dan non-moneter diukur pada nilai wajar kecuali, (i) transaksi pertukaran tidak memiliki substansi
       komersial; atau (ii) nilai wajar aset yang diterima, dan aset yang diserahkan tidak dapat diukur secara
       andal.

       Suku cadang utama dan suku cadang siap pakai yang diperkirakan dapat digunakan lebih dari
       12 bulan dicatat sebagai bagian dari aset tetap.

       Ketika aset tetap tidak digunakan lagi atau dijual, maka harga perolehan dan akumulasi
       penyusutannya dikeluarkan dari laporan posisi keuangan konsolidasian dan laba atau rugi yang timbul
       dari pelepasan atau penjualan aset tetap diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan
       komprehensif lain konsolidasian.

       Piranti keras komputer tertentu tidak dapat dioperasikan tanpa ketersediaan piranti lunak komputer
       tertentu. Dalam kondisi tersebut, piranti lunak komputer dicatat sebagai bagian dari piranti keras
       komputer. Jika piranti lunak komputer berdiri sendiri dari piranti keras komputernya, piranti lunak
       komputer tersebut dicatat sebagai bagian dari aset takberwujud.

       Biaya pemeliharaan dan perbaikan dibebankan pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif
       lain konsolidasian pada saat terjadinya. Pemugaran dan penambahan yang signifikan, dikapitalisasi
       ke akun aset tetap yang terkait.

       Grup mengakui biaya penggantian sebagian aset tetap dalam jumlah tercatat aset tetap tersebut,
       maka entitas menghentikan pengakuan jumlah tercatat dari bagian aset yang diganti.

       Aset dalam pembangunan diakui sebesar biaya perolehan, dikurangi dengan penurunan nilai
       (jika ada), hingga pembangunan selesai, yang kemudian direklasifikasi ke akun aset tetap yang terkait.
       Selama masa pembangunan hingga aset tetap siap untuk digunakan/dijual, biaya pinjaman, yang
       termasuk di dalamnya beban bunga dan selisih kurs yang timbul atas pinjaman yang diperoleh untuk
       membiayai pembangunan aset, dikapitalisasi secara proporsional terhadap rata-rata nilai akumulasi
       pengeluaran selama periode tersebut sepanjang aset tetap tersebut memenuhi definisi aset
       kualifikasian. Kapitalisasi biaya pinjaman dihentikan ketika pembangunan selesai, dan aset tetap siap
       untuk digunakan atau dijual.

     k. Sewa

       Grup menilai pada awal kontrak apakah suatu kontrak merupakan atau mengandung sewa, yaitu jika
       kontrak memiliki hak untuk mengendalikan penggunaan aset yang diidentifikasi untuk jangka waktu
       tertentu dengan imbalan pertimbangan. Jangka waktu sewa tidak dapat dibatalkan untuk masing-
       masing kontrak, kecuali dalam kasus di mana Grup cukup yakin untuk melaksanakan opsi
       perpanjangan kontrak.




                                                     23
Page 32
                              PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                    PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                       CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
            Tanggal 31 Desember 2025 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
              (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.   IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     k. Sewa (lanjutan)

       Grup memilih tindakan praktis yang tersedia berdasarkan pedoman dalam PSAK 116, antara lain:
       •   penggunaan tingkat diskonto tunggal untuk portofolio sewa dengan karakteristik yang serupa;
       •   akuntansi untuk sewa operasi dengan sisa masa sewa kurang dari 12 bulan sebagai sewa jangka
           pendek;
       •   pengecualian biaya langsung awal untuk pengukuran aset hak guna sebagai sewa jangka
           pendek;
       •   penggunaan tinjauan ke belakang dalam menentukan masa sewa di mana kontrak berisi opsi
           untuk perpanjangan atau pemutusan masa sewa;
       •   tidak memisahkan komponen non-sewa dari komponen sewa, dan sebagai konsekuensinya Grup
           menganggap seluruh kontrak sebagai sewa; dan
       •   untuk tidak mengakui liabilitas sewa dan aset hak guna untuk sewa di mana aset dasar adalah
           aset bernilai rendah (yaitu aset dasar dengan nilai maksimum US$5.000 atau Rp50 juta dalam
           kondisi baru).

       Grup menerapkan definisi sewa dan panduan terkait yang ditetapkan dalam PSAK 116 untuk semua
       kontrak sewa.

       i.     Grup sebagai lessee

              Grup menerapkan pendekatan pengakuan dan pengukuran tunggal untuk semua sewa, kecuali
              untuk sewa jangka pendek dan sewa aset bernilai rendah. Grup mengakui liabilitas sewa untuk
              melakukan pembayaran sewa dan aset hak guna yang mewakili hak untuk menggunakan aset
              yang mendasarinya.

              Grup mengakui aset hak guna pada tanggal dimulainya sewa. Aset hak guna diukur pada biaya
              perolehan, dikurangi akumulasi amortisasi dan rugi penurunan nilai, dan disesuaikan untuk setiap
              pengukuran kembali liabilitas sewa. Biaya aset hak guna termasuk jumlah liabilitas sewa yang
              diakui, biaya langsung awal yang dikeluarkan, biaya restorasi dan pembayaran sewa yang
              dilakukan pada atau sebelum tanggal dimulainya dikurangi insentif sewa yang diterima.

              Aset hak guna diamortisasi dengan metode garis lurus selama periode yang lebih pendek antara
              masa sewa dan estimasi masa manfaat aset, sebagai berikut:

                                                                                                      Tahun
              Tanah                                                                                    1-33
              Bangunan                                                                                 1-30
              Peralatan dan instalasi transmisi                                                        1-25
              Kendaraan                                                                                 1-6
              Lain-lain                                                                                 1-6

              Jika kepemilikan aset hak guna dialihkan ke Grup pada akhir masa sewa atau biaya
              mencerminkan pelaksanaan opsi pembelian, penyusutan dihitung menggunakan taksiran masa
              manfaat ekonomis aset. Aset hak guna mengalami penurunan nilai sesuai dengan PSAK 236:
              Penurunan Nilai Aset.




                                                      24
Page 33
                               PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                     PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                        CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
             Tanggal 31 Desember 2025 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
               (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.   IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     k. Sewa (lanjutan)

        i.    Grup sebagai lessee (lanjutan)

               Liabilitas sewa

               Pada tanggal dimulainya sewa, Grup mengakui liabilitas sewa yang diukur pada nilai kini dari
               pembayaran sewa yang akan dilakukan selama masa sewa. Pembayaran sewa termasuk
               pembayaran tetap (termasuk pembayaran tetap secara substansi) dikurangi piutang insentif
               sewa, pembayaran sewa variabel yang bergantung pada indeks atau kurs, dan jumlah yang
               diharapkan akan dibayarkan berdasarkan jaminan nilai residu. Pembayaran sewa juga termasuk
               harga pelaksanaan opsi pembelian yang cukup pasti akan dilakukan oleh Grup dan pembayaran
               penalti untuk mengakhiri sewa, jika jangka waktu sewa mencerminkan Grup yang melaksanakan
               opsi untuk mengakhiri. Pembayaran sewa variabel yang tidak bergantung pada indeks atau kurs
               diakui sebagai beban pada periode di mana peristiwa atau kondisi yang memicu pembayaran
               terjadi.

               Dalam menghitung nilai sekarang dari pembayaran sewa, Grup menggunakan suku bunga
               pinjaman inkremental karena tingkat suku bunga implisit sewa tidak dapat ditentukan dengan
               mudah. Setelah tanggal dimulainya, jumlah liabilitas sewa ditingkatkan untuk mencerminkan
               pertambahan bunga dan dikurangi untuk pembayaran sewa yang dilakukan. Selain itu, jumlah
               tercatat liabilitas sewa diukur kembali jika ada modifikasi, perubahan jangka waktu sewa,
               perubahan pembayaran sewa, atau perubahan dalam penilaian opsi untuk membeli aset yang
               mendasarinya.

               Sewa jangka pendek dengan jangka waktu kurang dari 12 bulan dan sewa aset bernilai rendah,
               serta elemen-elemen sewa tersebut, sebagian atau seluruhnya tidak sesuai dengan prinsip-
               prinsip pengakuan yang ditetapkan oleh PSAK 116 akan diperlakukan sama dengan sewa
               operasi. Grup akan mengakui pembayaran sewa tersebut dengan dasar garis lurus selama masa
               sewa dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian.

        ii.    Grup sebagai lessor

               Berdasarkan PSAK 116, lessor terus mengklasifikasikan sewa sebagai sewa pembiayaan atau
               sewa operasi dan memperhitungkan kedua jenis sewa tersebut secara berbeda. Sewa di mana
               Grup mentransfer secara substansial seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan
               suatu aset diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan, jika tidak maka akan diklasifikasikan
               sebagai sewa operasi. Klasifikasi sewa dibuat pada tanggal insepsi dan dinilai kembali hanya jika
               ada modifikasi sewa.

               Pada tanggal dimulainya, Grup mengakui aset yang dimiliki dalam sewa pembiayaan dengan
               jumlah yang sama dengan investasi bersih dalam sewa dan menyajikannya sebagai piutang
               sewa pembiayaan. Investasi bersih dalam sewa termasuk pembayaran tetap (termasuk
               pembayaran tetap dalam substansi) dikurangi piutang insentif sewa, pembayaran sewa variabel
               yang bergantung pada indeks atau kurs, dan jaminan nilai residu yang diberikan kepada lessor
               oleh lessee. Pembayaran sewa juga termasuk harga pelaksanaan opsi pembelian yang cukup
               pasti akan dilakukan oleh lessee dan pembayaran penalti untuk mengakhiri sewa, jika jangka
               waktu sewa mencerminkan Grup yang menggunakan opsi untuk mengakhiri.

               Sebagaimana disyaratkan oleh PSAK 109, penyisihan kerugian kredit ekspektasian telah diakui
               sebagai piutang sewa dan disajikan sebagai "Piutang lain-lain" (Catatan 8).




                                                       25
Page 34
                                PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                      PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                         CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
              Tanggal 31 Desember 2025 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
                (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.   IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     k. Sewa (lanjutan)

        ii.     Grup sebagai lessor (lanjutan)

                Pendapatan sewa yang timbul dari sewa operasi dicatat secara garis lurus selama masa sewa
                dan dimasukkan dalam pendapatan dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain
                konsolidasian karena sifat operasinya. Biaya langsung awal yang dikeluarkan untuk
                menegosiasikan dan mengatur sewa operasi ditambahkan ke jumlah tercatat dari aset tetap dan
                diakui selama masa sewa dengan dasar yang sama dengan pendapatan sewa. Sewa kontinjensi
                diakui sebagai pendapatan pada periode terjadinya.

                Jika suatu perjanjian mengandung komponen sewa dan non-sewa, Grup menerapkan
                pendapatan PSAK 115: Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan, untuk mengalokasikan
                pertimbangan dalam kontrak. Pendapatan yang timbul dari sewa operasi dicatat sebagai
                Pendapatan dari transaksi lessor (Catatan 2o).

     l. Beban tangguhan - hak atas tanah

       Hak atas tanah termasuk biaya pengurusan legal hak atas tanah ketika tanah diperoleh pertama kali
       dicatat sebagai bagian dari aset tetap dan tidak diamortisasi. Biaya yang terjadi sehubungan dengan
       pengurusan perpanjangan atau pembaruan legal hak atas tanah ditangguhkan dan diamortisasi
       dengan metode garis lurus selama periode legal hak atas tanah atau umur ekonomis tanah, mana
       yang lebih pendek.

     m. Pinjaman

       Pada saat pengakuan awal, pinjaman diakui sebesar nilai wajar, dikurangi dengan biaya-biaya
       transaksi yang terjadi. Selanjutnya, pinjaman diukur sebesar biaya perolehan diamortisasi, selisih
       antara penerimaan (dikurangi biaya transaksi) dan nilai pelunasan dicatat pada laporan laba rugi dan
       penghasilan komprehensif lain konsolidasian selama periode pinjaman dengan menggunakan metode
       bunga efektif.

       Biaya yang dibayar untuk memperoleh fasilitas pinjaman diakui sebagai biaya transaksi pinjaman
       sepanjang besar kemungkinan sebagian atau seluruh fasilitas akan ditarik. Dalam hal ini, biaya
       ditangguhkan sampai penarikan terjadi. Sepanjang tidak terdapat bukti bahwa besar kemungkinan
       sebagian atau seluruh fasilitas akan ditarik, biaya dikapitalisasi sebagai pembayaran di muka untuk
       jasa likuiditas dan diamortisasi selama periode fasilitas yang terkait.

     n. Penjabaran valuta asing

       Transaksi-transaksi dalam valuta asing dijabarkan ke dalam Rupiah dengan kurs tengah Reuters yang
       berlaku pada saat terjadinya transaksi. Pada tanggal laporan posisi keuangan konsolidasian, aset dan
       liabilitas moneter dalam valuta asing dijabarkan ke dalam Rupiah dengan menggunakan kurs beli dan
       jual yang diterbitkan oleh Reuters pada tanggal laporan posisi keuangan konsolidasian dengan rincian
       sebagai berikut:
                                                        2025                             2024
                                                Beli            Jual             Beli            Jual
       Pound Inggris (“GBP”) 1                    22.386          22.401           20.198           20.212
       Dolar A.S. (“US$”) 1                       16.672          16.681           16.090           16.100
       Dolar Australia (“AU$”) 1                  11.136          11.149            9.995           10.009
       Dolar Singapura (“SGD”) 1                  12.960          12.969           11.815           11.829
       Dolar Taiwan Baru (“TWD”) 1                530,38          531,21           490,07           490,52
       Euro (“EUR”) 1                             19.541          19.556           16.761           16.775
       Yen Jepang (“JPY”) 1                       106,45          106,52           103,02           103,11
       Ringgit Malaysia (“MYR”) 1                   4.101           4.111           3.591            3.601
       Dolar Hong Kong (“HKD”) 1                    2.142           2.143           2.072            2.074
       Kyat Myanmar (“MMK”) 1                        7,91             7,97            7,64            7,69
                                                      26
Page 35
                               PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                     PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                        CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
             Tanggal 31 Desember 2025 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
               (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.   IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     n. Penjabaran valuta asing (lanjutan)

       Laba atau rugi selisih kurs yang timbul, baik yang telah maupun yang belum direalisasi, dikreditkan
       atau dibebankan dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian periode
       berjalan, kecuali untuk selisih kurs yang timbul dari pinjaman selama pembangunan suatu aset
       tertentu yang memenuhi syarat untuk dikapitalisasi, di mana pinjaman dapat diatribusikan terhadap
       pembangunan aset tersebut (Catatan 2i).

     o. Pengakuan pendapatan dan beban

        Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan

       PSAK 115 menetapkan kerangka kerja yang komprehensif untuk menentukan bagaimana, kapan, dan
       berapa banyak pendapatan yang harus diakui. Standar ini menyediakan model lima langkah tunggal
       untuk penentuan dan pengakuan pendapatan untuk diterapkan pada semua kontrak dengan
       pelanggan. Standar ini juga memberikan panduan spesifik yang mensyaratkan jenis biaya tertentu
       untuk memperoleh dan/atau memenuhi kontrak yang akan dikapitalisasi dan diamortisasi secara
       sistematis yang konsisten dengan pengalihan kepada pelanggan atas barang atau jasa yang terkait
       dengan biaya yang dikapitalisasi.

       Di bawah ini adalah ringkasan kebijakan akuntansi pengakuan pendapatan Grup untuk setiap jenis
       pendapatan:

       i.      Data, internet, dan jasa teknologi informatika

               Pendapatan dari komunikasi data dan internet diakui berdasarkan pemakaian, yang diukur
               berdasarkan jangka waktu pemakaian internet atau berdasarkan jumlah biaya tetap tergantung
               pengaturan dengan pelanggan. Pendapatan dari penjualan, instalasi dan implementasi piranti
               lunak dan perangkat keras komputer, jasa pemasangan jaringan data komputer, dan instalasi
               diakui pada saat penyerahan barang dan/atau jasa kepada pelanggan atau instalasi perangkat.
               Pendapatan dari jasa pengembangan piranti lunak komputer diakui berdasarkan metode
               persentase penyelesaian.

               Untuk layanan yang dijual dalam paket bundel/solusi, total penerimaan dari pelanggan
               dialokasikan untuk kewajiban pelaksanaan berdasarkan harga jual yang berdiri sendiri untuk
               setiap produk dan/atau layanan. Grup mengestimasi harga jual yang berdiri sendiri menggunakan
               harga yang berlaku jika layanan tersebut dijual dengan basis yang berdiri sendiri. Sebagian besar
               paket bundel/solusi yang dijual oleh Grup hanya mencakup layanan yang pada umumnya
               terselesaikan selama periode waktu yang sama. Karena itu, pola pengakuan pendapatan
               umumnya tidak dipengaruhi oleh alokasi.

       ii.     IndiHome

               Pendapatan dari layanan IndiHome berasal dari pelanggan yang berlangganan layanan internet
               atau paket layanan bundel kombinasi layanan consumer (misal telepon, internet dan data, serta
               TV berbayar). Layanan tersebut ditawarkan berdasarkan pascabayar yang ditagih pada bulan
               berikutnya. Grup menerapkan syarat dan ketentuan yang mengharuskan pelanggan untuk
               membayar denda pengakhiran yang substantif apabila kontrak berlangganan berakhir atas
               permintaan dan/atau kesalahan pelanggan dalam 12 bulan pertama setelah layanan aktif.
               Setelah periode 12 bulan pertama, pelanggan dapat memutuskan untuk berhenti berlangganan
               sesuai dengan syarat dan ketentuan yang berlaku tanpa dikenakan denda. Sesuai ketentuan
               PSAK 115, periode kontrak adalah 12 bulan, dan selanjutnya dapat diperbaharui sebagai kontrak
               bulanan.




                                                        27
Page 36
                                PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                      PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                         CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
              Tanggal 31 Desember 2025 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
                (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.   IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     o. Pengakuan pendapatan dan beban (lanjutan)

       Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan (lanjutan)

       ii.      IndiHome (lanjutan)

                Seluruh layanan IndiHome diakui menggunakan metode output berdasarkan penggunaan aktual
                pelanggan atau waktu yang telah berlalu ketika pelanggan secara bersamaan menerima dan
                mengonsumsi manfaat yang diberikan oleh Grup.

                Pelanggan diharuskan membayar biaya di muka pada saat dimulainya kontrak. Biaya di muka
                dianggap sebagai hak material karena pelanggan tidak diharuskan membayar biaya di muka
                ketika pelanggan memperbarui layanan di luar periode kontrak asli. Grup menilai opsi pembaruan
                sebesar pembayaran yang diterima dari biaya di muka untuk layanan instalasi. Grup
                menangguhkan nilai tersebut sebagai liabilitas kontrak dan mengakuinya sebagai pendapatan
                berdasarkan metode garis lurus sepanjang taksiran jangka waktu hubungan dengan pelanggan.
                Grup memperkirakan jangka waktu hubungan dengan pelanggan berdasarkan informasi historis
                dan tren pelanggan serta memperbarui evaluasi tersebut setiap tahun.

       iii.     Interkoneksi

                Pendapatan dari interkoneksi terutama terdiri dari jasa interkoneksi untuk panggilan pelanggan
                operator telekomunikasi lainnya ke pelanggan Grup (panggilan masuk), panggilan antara
                pelanggan operator telekomunikasi lainnya melalui jaringan Grup (transit), dan jasa jaringan
                dengan operator telekomunikasi lainnya. Semua jasa ini diakui berdasarkan metode output
                menggunakan basis traffic aktual yang tercatat untuk bulan tersebut.

       iv.      SMS, telepon tidak bergerak, dan selular

                Layanan ditawarkan secara pascabayar atau prabayar. Untuk layanan prabayar, penjualan paket
                perdana (juga dikenal sebagai kartu SIM dan voucer perdana) dan voucer isi ulang pada awalnya
                diakui sebagai liabilitas kontrak. Grup mengakui aset kontrak untuk penyediaan jasa dari
                pelanggan pascabayar yang belum ditagih.

                Seluruh pendapatan layanan tersebut diakui berdasarkan metode output, baik per penggunaan
                aktual atau estimasi unit yang digunakan (jika layanan dijual berdasarkan paket), karena
                pelanggan secara bersamaan menerima dan mengonsumsi manfaat yang disediakan oleh Grup.

                Untuk layanan yang dijual dalam paket bundel, total penerimaan dari pelanggan dialokasikan
                untuk kewajiban pelaksanaan berdasarkan harga jual yang berdiri sendiri untuk setiap produk
                dan/atau layanan. Grup mengestimasi harga jual yang berdiri sendiri menggunakan harga yang
                berlaku jika layanan tersebut dijual dengan basis yang berdiri sendiri. Sebagian besar paket
                bundel yang dijual oleh Grup hanya mencakup layanan yang pada umumnya terselesaikan
                selama periode waktu yang sama. Karena itu, pola pengakuan pendapatan umumnya tidak
                dipengaruhi oleh alokasi.

                Pembayaran yang diterima dialokasikan antara layanan telekomunikasi yang terjual dan jumlah
                poin yang dikeluarkan, dengan nilai yang dialokasikan ke poin yang setara dengan nilai wajarnya.
                Nilai wajar poin yang dikeluarkan ditangguhkan dan diakui sebagai pendapatan saat poin
                tersebut ditukarkan, berakhir masa berlakunya, atau pada saat program tersebut dihapus.

        v.      Jaringan dan jasa telekomunikasi lainnya

                Pendapatan dari jaringan terdiri dari pendapatan dari sewa sirkit dan transponder satelit yang
                diakui pada periode saat jasa diberikan. Pendapatan dari perangkat atau jasa telekomunikasi
                lainnya diakui pada saat penyerahan kepada pelanggan.



                                                        28
Page 37
                              PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                    PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                       CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
            Tanggal 31 Desember 2025 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
              (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.   IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     o. Pengakuan pendapatan dan beban (lanjutan)

        Aset kontrak

        Aset kontrak awalnya diakui dari pendapatan atas pengalihan barang atau jasa karena penerimaan
        imbalan masih bersyarat tahapan tertentu atau setelah penyelesaian proyek. Setelah penyelesaian
        syarat tahapan tertentu atau proyek, jumlah yang diakui sebagai aset kontrak direklasifikasi ke piutang
        usaha.

        Aset kontrak tunduk pada penilaian penurunan nilai. Lihat kebijakan akuntansi tentang penurunan nilai
        aset keuangan di bagian 2.r.i. Instrument keuangan - pengakuan awal dan pengukuran selanjutnya.

        Liabilitas kontrak

        Liabilitas kontrak diakui jika pembayaran diterima atau pembayaran telah jatuh tempo (mana yang
        lebih awal) dari pelanggan sebelum Grup mengalihkan barang atau jasa. Liabilitas kontrak diakui
        sebagai pendapatan ketika Grup melaksanakan kewajiban dalam kontrak (misal mengalihkan kendali
        atas barang atau jasa kepada pelanggan).

        Biaya inkremental untuk mendapatkan dan biaya memenuhi kontrak

        Biaya inkremental untuk mendapatkan/memenuhi kontrak dengan pelanggan, yang pada dasarnya
        terdiri dari komisi penjualan dan biaya pemenuhan kontrak, pada awalnya diakui pada laporan posisi
        keuangan konsolidasian sebagai biaya kontrak. Biaya-biaya ini kemudian diamortisasi secara
        sistematis yang konsisten dengan periode dan pola pengiriman produk dan jasa terkait ke pelanggan.
        Biaya yang tidak memenuhi syarat sebagai biaya untuk mendapatkan/memenuhi kontrak dengan
        pelanggan dibebankan pada saat terjadinya atau sesuai dengan standar terkait lainnya.

        Setiap akhir tahun pelaporan, Grup melakukan evaluasi apakah terdapat indikasi bahwa
        biaya kontrak yang dikapitalisasi mengalami penurunan nilai. Penurunan nilai terjadi ketika
        nilai tercatat biaya kontrak melebihi nilai yang diharapkan diterima dari pertukaran barang dan jasa.
        Ketika terjadi penurunan nilai, rugi penurunan nilai diakui di laporan laba rugi dan penghasilan
        komprehensif lain.

        Pendapatan dari transaksi lessor

        Pendapatan dari transaksi lessor terdiri dari pendapatan dari sewa operasi atas menara
        telekomunikasi dan sewa lainnya. Pendapatan sewa diakui berdasarkan metode garis lurus selama
        masa sewa dan termasuk dalam pendapatan dalam laporan laba rugi karena sifat operasinya.

        Beban

        Beban diakui pada saat terjadinya.

     p. Imbalan kerja

       i.     Imbalan kerja jangka pendek

              Seluruh imbalan kerja jangka pendek yang terdiri dari gaji dan imbalan terkait, tunjangan cuti,
              insentif, dan imbalan kerja jangka pendek lain diakui sebagai biaya yang tidak didiskonto saat
              karyawan telah memberikan jasa kepada Grup.




                                                      29
Page 38
                              PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                    PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                       CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
            Tanggal 31 Desember 2025 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
              (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

   p. Imbalan kerja (lanjutan)

      ii.     Imbalan pasca kerja dan imbalan kerja jangka panjang lain

              Imbalan pasca kerja terdiri dari program pensiun imbalan pasti yang funded dan unfunded,
              program pensiun iuran pasti, imbalan pasca kerja lainnya, program imbalan kesehatan pasca
              kerja imbalan pasti, program imbalan kesehatan pasca kerja iuran pasti, dan kewajiban
              berdasarkan undang-undang ketenagakerjaan.

              Imbalan kerja jangka panjang lain terdiri dari penghargaan masa kerja, cuti masa kerja, dan masa
              persiapan pensiun.

              Perhitungan biaya terkait dengan program imbalan pasca kerja dan imbalan kerja jangka panjang
              lain dilakukan oleh aktuaris independen dengan menggunakan metode projected unit credit.

              Kewajiban bersih Perusahaan berkaitan dengan imbalan pasti pensiun dan imbalan kesehatan
              pasca kerja dihitung sebesar nilai kini dari estimasi imbalan yang akan diperoleh karyawan di
              masa depan sehubungan dengan jasa di masa sekarang dan masa lalu, dikurangi dengan nilai
              wajar dari aset program. Nilai kini kewajiban imbalan pasti ditentukan dengan mendiskontokan
              estimasi arus kas keluar di masa depan dengan menggunakan tingkat bunga obligasi pemerintah,
              yang didenominasi dalam mata uang di mana manfaat akan dibayarkan dan yang mempunyai
              jangka waktu sampai dengan jatuh tempo mendekati jangka waktu kewajiban imbalan pasca
              kerja terkait. Obligasi pemerintah digunakan karena tidak ada pasar aktif untuk obligasi korporat
              berkualitas tinggi.

              Aset program adalah aset yang dimiliki oleh program pensiun imbalan pasti dan imbalan
              kesehatan pasca kerja serta polis asuransi yang memenuhi syarat. Aset ini diukur pada nilai wajar
              pada akhir periode pelaporan. Nilai wajar polis asuransi adalah jumlah yang sama dengan
              kewajiban yang terkait (dan dapat dikurangi jika jumlah yang dapat diterima dari polis asuransi
              tidak dapat diperoleh secara penuh).

              Pengukuran kembali, terdiri dari keuntungan dan kerugian aktuarial, dampak batas atas aset
              (tidak termasuk jumlah yang dimasukkan dalam bunga neto atas liabilitas (aset) imbalan pasti
              neto) dan imbal hasil aset program (tidak termasuk jumlah yang dimasukkan dalam bunga neto
              atas liabilitas (aset) imbalan pasti neto) diakui pada ekuitas melalui penghasilan komprehensif
              lain di periode terjadinya. Pengukuran kembali tidak diklasifikasikan ke laba rugi di periode
              selanjutnya.

              Biaya jasa lalu diakui di laba rugi pada tanggal yang lebih awal antara:
              (a) ketika amendemen atau kurtailmen program terjadi; dan
              (b) ketika Grup mengakui biaya restrukturisasi terkait.

              Bunga neto dihitung dengan mengalikan liabilitas (aset) imbalan pasti neto dengan tingkat
              diskonto.

              Laba atau rugi kurtailmen diakui apabila terdapat komitmen untuk melakukan pengurangan
              jumlah karyawan dalam jumlah yang material yang ditanggung oleh suatu program atau apabila
              terdapat perubahan ketentuan-ketentuan pada suatu program imbalan pasti, di mana bagian
              yang material dari jasa yang diberikan karyawan pada masa depan tidak lagi memberikan
              imbalan, atau memberikan imbalan yang lebih rendah.

              Laba atau rugi penyelesaian diakui apabila terdapat transaksi yang menghapuskan semua
              kewajiban hukum atau konstruktif atas sebagian atau seluruh imbalan dalam program manfaat
              pasti (selain pembayaran imbalan sesuai dengan ketentuan program dan termasuk dalam asumsi
              aktuaria).




                                                       30
Page 39
                              PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                    PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                       CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
            Tanggal 31 Desember 2025 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
              (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

   p. Imbalan kerja (lanjutan)

      ii.     Imbalan pasca kerja dan imbalan kerja jangka panjang lain (lanjutan)

              Untuk program iuran pasti, Perusahaan membayar iuran secara rutin yang merupakan biaya
              berkala bersih untuk periode iuran tersebut dan dicatat sebagai bagian dari beban karyawan
              ketika terutang.

              Grup mengatribusikan imbalan berdasarkan program imbalan pasti, yaitu dari tanggal ketika jasa
              pekerja pertama kali menghasilkan imbalan dalam program sampai dengan tanggal ketika jasa
              pekerja selanjutnya tidak akan menghasilkan jumlah imbalan yang material di bawah program
              tersebut.

      iii.    Pensiun dini (“Pendi”)

              Beban Pendi yang dicatat sebagai biaya karyawan di laporan laba rugi dan penghasilan
              komprehensif lain konsolidasian diakui pada saat Grup berkomitmen untuk membayar pesangon
              Pendi yang timbul sehubungan dengan tawaran yang diajukan Grup agar karyawan
              mengundurkan diri secara sukarela. Grup dianggap berkomitmen untuk membayar pesangon
              Pendi jika, dan hanya jika, Grup telah memiliki rencana formal terinci yang tidak dapat dibatalkan.

   q. Pajak

      Pajak Penghasilan (“PPh”)

      Pajak kini dan pajak tangguhan diakui sebagai penghasilan atau beban dalam laporan laba rugi dan
      penghasilan komprehensif lain konsolidasian, kecuali pajak penghasilan tersebut sehubungan dengan
      transaksi atau kejadian yang diakui secara langsung di ekuitas di mana pajak penghasilannya diakui
      secara langsung di ekuitas.

      Aset dan liabilitas pajak kini dihitung sebesar jumlah yang diperkirakan dapat diperoleh atau dibayar
      dengan menggunakan tarif dan ketentuan pajak yang telah ditetapkan atau secara substantif
      ditetapkan pada setiap tanggal pelaporan. Manajemen secara periodik mengevaluasi perlakuan pajak
      yang diterapkan dalam Surat Pemberitahuan Tahunan (“SPT Tahunan”) sehubungan dengan situasi
      di mana aturan pajak yang berlaku membutuhkan interpretasi. Jika perlu, manajemen menentukan
      provisi berdasarkan jumlah yang diperkirakan akan dibayar kepada Otoritas Pajak.

      Pemeriksaan pajak

      Perubahan terhadap liabilitas perpajakan dicatat pada saat diterimanya Surat Ketetapan Pajak
      (“SKP”) atau apabila dilakukan banding, ketika hasil banding sudah diputuskan. Jumlah tambahan
      pokok dan denda pajak yang ditetapkan dengan SKP diakui sebagai pendapatan atau beban dalam
      laba rugi periode berjalan, kecuali jika diajukan upaya penyelesaian selanjutnya. Jumlah tambahan
      pokok pajak dan denda yang ditetapkan dengan SKP ditangguhkan pembebanannya sepanjang
      memenuhi kriteria pengakuan aset.

      Pajak tangguhan

      Grup mengakui aset dan liabilitas pajak tangguhan untuk semua perbedaan temporer antara dasar
      pengenaan pajak aset dan liabilitas dengan nilai tercatatnya pada setiap tanggal pelaporan. Grup juga
      mengakui aset pajak tangguhan yang berasal dari manfaat pajak pada masa depan, seperti
      kompensasi rugi fiskal, jika kemungkinan realisasi manfaat tersebut di masa depan cukup besar
      (probable). Aset pajak tangguhan dan liabilitas pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif
      pajak dan undang-undang pajak pada setiap tanggal pelaporan yang diharapkan berlaku terhadap
      penghasilan kena pajak ketika aset dipulihkan atau liabilitas diselesaikan.




                                                       31
Page 40
                            PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                  PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
          Tanggal 31 Desember 2025 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
            (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.   IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     q. Pajak (lanjutan)

        Pajak tangguhan (lanjutan)

        Jumlah tercatat aset pajak tangguhan direviu pada setiap tanggal pelaporan dan dikurangi apabila
        tidak lagi terdapat kemungkinan besar bahwa laba kena pajak yang memadai akan tersedia untuk
        mengkompensasi sebagian atau semua manfaat aset pajak tangguhan. Aset pajak tangguhan yang
        tidak diakui ditinjau ulang pada setiap tanggal pelaporan dan akan diakui apabila besar kemungkinan
        bahwa laba fiskal pada masa yang akan datang akan tersedia untuk pemulihannya. Pengurangan
        pajak yang berasal dari pembalikan aset pajak tangguhan dikecualikan dari estimasi laba kena pajak
        masa depan.

        Pajak tangguhan suatu transaksi diakui di luar laba rugi, oleh karena itu pajak tangguhan atas
        transaksi tersebut diakui dalam penghasilan komprehensif lain konsolidasian atau diakui langsung di
        ekuitas.

        Aset dan liabilitas pajak tangguhan disajikan saling hapus di laporan posisi keuangan konsolidasian,
        jika dan hanya jika entitas memiliki hak yang dapat dipaksakan secara hukum untuk melakukan saling
        hapus aset dan liabilitas pajak kini dan aset dan liabilitas pajak tangguhan terkait dengan pajak
        penghasilan yang dikenakan oleh Otoritas Pajak yang sama atas entitas kena pajak yang sama atau
        entitas kena pajak yang berbeda yang memiliki intensi untuk memulihkan aset dan liabilitas pajak kini
        dengan dasar neto, atau merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitas secara bersamaan, pada
        setiap periode masa depan di mana jumlah signifikan atas aset atau liabilitas pajak tangguhan
        diharapkan untuk dipulihkan atau diselesaikan.

        Pajak Pertambahan Nilai (“PPN”)

       Pendapatan, beban-beban dan aset-aset diakui neto atas jumlah PPN kecuali:
       i.  PPN yang muncul dari pembelian aset atau jasa yang tidak dapat dikreditkan oleh kantor pajak,
           yang dalam hal ini PPN diakui sebagai bagian dari biaya perolehan aset atau sebagai bagian dari
           item beban-beban yang diterapkan; dan
       ii. Piutang dan utang yang disajikan termasuk dengan jumlah PPN.

        Ketidakpastian dalam perlakuan pajak penghasilan

        ISAK 123: Ketidakpastian dalam Perlakuan Pajak Penghasilan menyatakan bahwa, pengakuan dan
        pengukuran aset dan liabilitas pajak yang mengandung ketidakpastian perlakuan pajak penghasilan
        ditentukan dengan mempertimbangkan apakah diperlakukan secara terpisah atau bersamaan,
        penggunaan asumsi tentang pemeriksaan atas perlakuan pajak tidak pasti oleh otoritas perpajakan,
        pertimbangan apakah besar kemungkinan Otoritas Pajak akan menerima perlakuan pajak tidak pasti
        dan penilaian kembali pertimbangan atau estimasi yang disyaratkan jika terjadi perubahan fakta dan
        keadaan.

        Jika penerimaan perlakuan pajak dimungkinkan oleh Otoritas Pajak, pengukuran tersebut sejalan
        dengan pengisian pajak penghasilan. Jika penerimaan perlakuan pajak oleh Otoritas Pajak tidak
        memungkinkan, Grup menggunakan jumlah pajak dengan menggunakan metode yang memberikan
        prediksi resolusi yang lebih baik (yaitu jumlah yang paling mungkin atau nilai yang diharapkan).

        Pajak final

        Peraturan perpajakan Indonesia mengatur beberapa jenis penghasilan dikenakan pajak yang bersifat
        final. Pajak final yang dikenakan atas nilai bruto transaksi tetap dikenakan walaupun atas transaksi
        tersebut pelaku transaksi mengalami kerugian.

        Pajak final tidak termasuk dalam lingkup yang diatur oleh PSAK 212: Pajak Penghasilan. Pajak final
        atas jasa konstruksi dan sewa disajikan sebagai bagian dari “Penghasilan lain-lain - bersih”.



                                                     32
Page 41
                                 PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                       PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                          CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
               Tanggal 31 Desember 2025 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
                 (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.   IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     r.   Instrumen keuangan

          Grup mengklasifikasikan instrumen keuangan menjadi aset keuangan dan liabilitas keuangan.
          Instrumen keuangan adalah setiap kontrak yang menimbulkan aset keuangan pada satu entitas dan
          liabilitas keuangan atau instrumen ekuitas pada entitas lain.

          i.     Aset keuangan

                 Pengakuan dan pengukuran awal

                 Aset keuangan diklasifikasikan pada saat pengakuan awal dan selanjutnya diukur pada biaya
                 perolehan diamortisasi, nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain (“FVTOCI”), dan nilai
                 wajar melalui laba rugi (“FVTPL”).

                 Klasifikasi aset keuangan pada pengakuan awal tergantung pada karakteristik arus kas
                 kontraktual aset keuangan dan model bisnis Grup dalam mengelola aset keuangan tersebut.
                 Kecuali untuk piutang usaha yang tidak memiliki komponen pendanaan yang signifikan dan/atau
                 saat Grup menerapkan panduan praktis, pada saat pengakuan awal Grup mengukur aset
                 keuangan pada nilai wajarnya ditambah, dalam hal aset keuangan tidak diukur pada nilai wajar
                 melalui laba rugi, biaya transaksi. Untuk piutang usaha yang tidak memiliki komponen pendanaan
                 yang signifikan atau ketika Grup menerapkan panduan praktis, diukur pada harga transaksi yang
                 telah ditentukan berdasarkan PSAK 115.

                 Agar aset keuangan dapat diklasifikasikan dan diukur pada biaya perolehan diamortisasi atau
                 nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain, aset keuangan harus memiliki arus kas yang
                 semata dari pembayaran pokok dan bunga dari jumlah pokok terutang. Pengujian ini dikenal
                 sebagai Solely Payment of Principal and Interest (”SPPI”) testing dan dilakukan pada tingkat
                 instrumen.

                 Model bisnis Grup dalam mengelola aset keuangan mengacu kepada bagaimana Grup
                 mengelola aset keuangan untuk menghasilkan arus kas. Model bisnis menentukan apakah arus
                 kas akan dihasilkan dari perolehan arus kas kontraktual, menjual aset keuangan atau keduanya.

                 Pembelian atau penjualan aset keuangan yang memerlukan penyerahan aset dalam kurun waktu
                 yang telah ditetapkan oleh peraturan atau kebiasaan yang berlaku di pasar (pembelian yang
                 lazim) diakui pada tanggal perdagangan, yaitu tanggal Grup berkomitmen untuk membeli atau
                 menjual aset tersebut.

                 Pengukuran setelah pengakuan awal

                 Untuk tujuan pengukuran setelah pengakuan awal, aset keuangan diklasifikasikan ke dalam
                 empat kategori:

                 (a) Aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi (instrumen utang)

                     Grup mengukur aset keuangan pada biaya perolehan diamortisasi jika kedua kondisi berikut
                     dipenuhi:
                     • Aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang bertujuan untuk memiliki aset keuangan
                        dalam rangka mendapatkan arus kas kontraktual; dan
                     • Persyaratan kontraktual dari aset keuangan yang pada tanggal tertentu meningkatkan
                        arus kas yang semata dari pembayaran pokok dan bunga dari jumlah pokok terutang.

                     Aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi setelah pengakuan awal diukur
                     menggunakan metode suku bunga efektif dan merupakan subjek penurunan nilai.
                     Keuntungan dan kerugian diakui pada laba rugi saat aset dihentikan pengakuannya,
                     dimodifikasi atau mengalami penurunan nilai. Aset keuangan Grup pada kategori ini meliputi
                     kas dan setara kas, aset keuangan lancar lainnya, piutang usaha, piutang lain-lain, dan aset
                     tidak lancar lainnya.


                                                        33
Page 42
                              PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                    PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                       CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
            Tanggal 31 Desember 2025 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
              (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.   IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     r. Instrumen keuangan (lanjutan)

       i.     Aset keuangan (lanjutan)

              Pengakuan dan pengukuran awal (lanjutan)

              (b) Aset keuangan diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain dengan fitur
                  reklasifikasi keuntungan dan kerugian kumulatif (instrumen utang)

                  Grup mengukur instrumen utang pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain jika
                  kedua kondisi berikut dipenuhi:
                  • Aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang tujuannya akan terpenuhi dengan
                     mendapatkan arus kas kontraktual dan menjual aset keuangan; dan
                  • Persyaratan kontraktual dari aset keuangan tersebut memberikan hak pada tanggal
                     tertentu atas arus kas yang semata dari pembayaran pokok dan bunga dari jumlah pokok
                     terutang.

                  Untuk instrumen utang yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain,
                  pendapatan bunga, keuntungan atau kerugian selisih kurs, dan kerugian penurunan nilai
                  diakui pada laba rugi dan dihitung dengan cara yang sama dengan aset keuangan diukur
                  pada biaya perolehan diamortisasi. Perubahan nilai wajar lainnya diakui pada penghasilan
                  komprehensif lain. Ketika aset keuangan dihentikan pengakuannya, keuntungan atau
                  kerugian kumulatif yang sebelumnya diakui dalam pendapatan komprehensif lainnya
                  direklasifikasi ke laba rugi.

              (c) Aset keuangan diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain tanpa fitur
                  reklasifikasi keuntungan dan kerugian kumulatif saat penghentian pengakuan (instrumen
                  ekuitas)

                  Saat pengakuan awal, Grup dapat membuat pilihan yang tidak dapat dibatalkan untuk
                  menyajikan dalam penghasilan komprehensif lain perubahan nilai wajar investasi dalam
                  instrumen ekuitas yang masuk dalam ruang lingkup PSAK 232: Instrumen Keuangan:
                  Penyajian dan yang bukan merupakan instrumen ekuitas dimiliki untuk diperdagangkan.
                  Pilihan ini dilakukan pada level instrumen per instrumen. Keuntungan dan kerugian dari aset
                  keuangan ini tidak direklasifikasikan ke laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain
                  konsolidasian. Dividen diakui pada laba rugi ketika hak untuk menerima pembayaran dividen
                  telah ditetapkan, kecuali dividen secara jelas mewakili bagian terpulihkan dari biaya
                  investasi. Instrumen ekuitas yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif
                  lain tidak terpengaruh pada persyaratan penurunan nilai. Aset keuangan Grup pada kategori
                  ini meliputi investasi jangka panjang pada instrumen keuangan.

              (d) Aset keuangan diukur pada nilai wajar melalui laba rugi

                  Aset keuangan diukur pada nilai wajar melalui laba rugi meliputi aset keuangan yang dikelola
                  untuk diperdagangkan, aset keuangan yang pada saat awal ditetapkan untuk diukur pada
                  nilai wajar melalui laba rugi, atau aset keuangan yang disyaratkan untuk diukur pada nilai
                  wajarnya. Aset keuangan diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang diperdagangkan jika
                  perolehannya ditujukan untuk dijual atau dibeli kembali dalam waktu dekat. Derivatif,
                  termasuk derivatif melekat yang dipisahkan, juga diklasifikasikan sebagai diperdagangkan
                  kecuali derivatif sebagai instrumen lindung nilai yang ditetapkan dan efektif. Aset keuangan
                  yang tidak memenuhi SPPI testing diklasifikasikan sebagai diukur pada nilai wajar melalui
                  laba rugi, terlepas apapun model bisnisnya. Terlepas dari kriteria untuk instrumen utang
                  yang akan diklasifikasikan pada biaya perolehan diamortisasi atau pada nilai wajar melalui
                  penghasilan komprehensif lain, seperti dijelaskan di atas, instrumen utang dapat ditetapkan
                  pada nilai wajar melalui laba rugi pada pengakuan awal jika penerapan itu dapat
                  menghilangkan, atau secara signifikan mengurangi, inkonsistensi pengukuran atau
                  pengakuan.


                                                     34
Page 43
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                   PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                      CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
           Tanggal 31 Desember 2025 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

   r. Instrumen keuangan (lanjutan)

      i.     Aset keuangan (lanjutan)

             Pengukuran setelah pengakuan awal (lanjutan)

             (d) Aset keuangan diukur pada nilai wajar melalui laba rugi (lanjutan)

                 Aset keuangan kategori ini pada laporan posisi keuangan konsolidasian diukur pada nilai
                 wajarnya di mana keuntungan dan kerugian yang timbul sebagai hasil dari perubahan nilai
                 wajar diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian. Aset
                 keuangan Grup diukur pada nilai wajar melalui laba rugi terdiri dari investasi jangka panjang
                 pada instrumen keuangan dan aset keuangan lancar lainnya.

             Kerugian kredit ekspektasian

             Grup mengakui cadangan untuk kerugian kredit ekspektasian untuk seluruh instrumen utang
             yang tidak diklasifikasikan sebagai diukur pada nilai wajar melalui laba rugi. Kerugian kredit
             ekspektasian didasarkan pada perbedaan antara arus kas kontraktual yang jatuh tempo sesuai
             dengan kontrak dan seluruh arus kas yang diharapkan akan diterima Grup, didiskontokan
             menggunakan perkiraan suku bunga efektif awal. Arus kas yang diharapkan akan diterima
             tersebut mencakup arus kas dari penjualan agunan yang dimiliki atau peningkatan kualitas kredit
             lainnya yang merupakan bagian integral dari persyaratan kontrak.

             Kerugian kredit ekspektasian diakui dalam dua tahap. Untuk risiko kredit atas instrumen
             keuangan yang tidak mengalami peningkatan secara signifikan sejak pengakuan awal,
             pengukuran penyisihan kerugian dilakukan sejumlah kerugian kredit ekspektasian dalam
             12 bulan. Untuk risiko kredit atas instrumen keuangan yang mengalami peningkatan secara
             signifikan sejak pengakuan awal, penyisihan kerugian dilakukan untuk kerugian kredit
             ekspektasian selama sisa umurnya, terlepas dari waktu gagal bayar (sepanjang umurnya).

             Untuk piutang usaha dan aset kontrak, Grup menerapkan panduan praktis dalam menghitung
             kerugian kredit ekspektasian. Oleh karena itu, Grup tidak mengidentifikasi perubahan dalam
             risiko kredit, melainkan mengukur penyisihan kerugian sejumlah kerugian kredit ekspektasian
             sepanjang umur. Grup telah membentuk model provisi yang didasarkan pada data historis
             kerugian kredit, disesuaikan dengan faktor-faktor perkiraan masa depan (forward-looking) yaitu
             kondisi pelanggan dan lingkungan ekonomi.

             Grup mempertimbangkan aset keuangan memenuhi definisi gagal bayar ketika telah menunggak
             lebih dari 90 hari. Namun, dalam kasus-kasus tertentu, Grup juga dapat menganggap aset
             keuangan dalam keadaan gagal bayar ketika informasi internal atau eksternal menunjukkan
             bahwa Grup tidak mungkin menerima arus kas kontraktual secara penuh tanpa melakukan
             peningkatan kualitas kredit. Penghapusan piutang usaha dilakukan ketika kecil kemungkinan
             untuk memulihkan arus kas kontraktual, setelah semua upaya penagihan telah dilakukan dan
             telah sepenuhnya dilakukan penyisihan.




                                                     35
Page 44
                               PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                     PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                        CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
             Tanggal 31 Desember 2025 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
               (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.   IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     r. Instrumen keuangan (lanjutan)

       ii.     Liabilitas keuangan

               Pengakuan dan pengukuran awal

               Liabilitas keuangan diklasifikasikan pada pengakuan awal, sebagai liabilitas keuangan yang
               diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, pinjaman, dan hutang atau sebagai derivatif yang
               ditetapkan sebagai instrumen lindung nilai dalam lindung nilai yang efektif, jika sesuai.

               Semua liabilitas keuangan pada awalnya diakui pada nilai wajar, dan untuk pinjaman sebesar
               pinjaman yang diterima setelah dikurangi biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara
               langsung.

               Grup mengklasifikasikan liabilitas keuangannya sebagai (a) liabilitas keuangan diukur pada nilai
               wajar melalui laba rugi atau (b) liabilitas keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi.

               Liabilitas keuangan Grup terdiri dari utang usaha, utang lain-lain, beban yang masih harus
               dibayar, deposit dari pelanggan, pinjaman, dan liabilitas sewa. Pinjaman termasuk utang bank
               jangka pendek, obligasi, dan utang bank jangka panjang.

               Pengukuran setelah pengakuan awal

               Pengukuran liabilitas keuangan bergantung pada klasifikasinya sebagai berikut:

               (a) Liabilitas keuangan diukur pada nilai wajar melalui laba rugi

                   Liabilitas keuangan diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi adalah liabilitas
                   keuangan yang diperdagangkan dan liabilitas keuangan yang pada saat awal ditetapkan
                   untuk diukur pada nilai wajar melalui laba rugi. Liabilitas keuangan diklasifikasikan sebagai
                   liabilitas keuangan yang diperdagangkan jika perolehannya ditujukan untuk dijual atau dibeli
                   kembali dalam waktu dekat. Kategori ini mencakup juga derivatif yang tidak ditetapkan
                   sebagai instrumen lindung nilai. Derivatif melekat yang dipisahkan juga diklasifikasikan
                   sebagai diperdagangkan kecuali derivatif sebagai instrumen lindung nilai yang ditetapkan
                   dan efektif. Keuntungan dan kerugian yang timbul diakui dalam laporan laba rugi.

                   Penentuan liabilitas keuangan untuk dapat ditetapkan diukur pada nilai wajar melalui laba
                   rugi ditentukan pada saat pengakuan awal, dan hanya jika kriteria-kriteria yang terdapat
                   dalam PSAK 109 terpenuhi. Grup tidak menetapkan liabilitas keuangan untuk diukur pada
                   nilai wajar melalui laba rugi.

               (b) Liabilitas keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi

                   Kategori ini merupakan yang paling relevan bagi Grup. Setelah pengakuan awal, pinjaman
                   diukur pada biaya perolehan diamortisasi menggunakan metode suku bunga efektif.
                   Keuntungan dan kerugian diakui pada laba rugi hingga liabilitas dihentikan pengakuannya
                   melalui proses amortisasi metode suku bunga efektif. Biaya perolehan diamortisasi dihitung
                   dengan mempertimbangkan setiap diskon atau premi pada perolehan awal dan biaya yang
                   merupakan bagian integral dari metode suku bunga efektif. Amortisasi metode suku bunga
                   efektif diakui sebagai biaya pendanaan pada laporan laba rugi. Kategori ini secara umum
                   berlaku untuk pinjaman. Informasi lebih lanjut dapat mengacu ke Catatan 19.




                                                       36
Page 45
                           PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
         Tanggal 31 Desember 2025 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
           (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.   IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     r. Instrumen keuangan (lanjutan)

        iii. Saling hapus instrumen keuangan

             Aset keuangan dan liabilitas keuangan saling hapus dan jumlah netonya dilaporkan pada laporan
             posisi keuangan konsolidasian ketika terdapat hak yang berkekuatan hukum untuk melakukan
             saling hapus atas jumlah yang telah diakui tersebut dan adanya niat untuk merealisasikan aset
             dan menyelesaikan liabilitas secara simultan. Hak saling hapus harus tidak kontinjen atas
             peristiwa di masa depan dan harus dapat dipaksakan secara hukum terhadap seluruh keadaan
             sebagai berikut:
             (i) situasi bisnis yang normal;
             (ii) peristiwa default; dan
             (iii) peristiwa kepailitan atau kebangkrutan dari Grup dan seluruh pihak lawan.

       iv.   Penghentian pengakuan instrumen keuangan

             Grup menghentikan pengakuan aset keuangan saat hak kontraktual atas arus kas yang berasal
             dari aset keuangan tersebut berakhir, atau saat seluruh resiko dan manfaat dari aset keuangan
             tersebut ditransfer secara substansial kepada pihak lain.

             Grup menghentikan pengakuan liabilitas keuangan saat kewajiban kontraktual untuk membayar
             dilepaskan, dibatalkan atau berakhir.

     s. Modal saham yang diperoleh kembali

       Saham diperoleh kembali dicatat dengan menggunakan nilai perolehannya sebagai “Modal Saham
       yang Diperoleh Kembali” dan disajikan sebagai pengurang modal saham. Harga pokok dari
       penjualan/pengalihan saham yang diperoleh kembali dicatat dengan menggunakan metode rata-rata
       tertimbang. Tidak ada laba atau rugi yang diakui pada laba rugi atas perolehan, penjualan kembali,
       penerbitan atau pembatalan dari instrumen ekuitas Grup. Selisih antara nilai tercatat dan nilai yang
       diperoleh kembali dari penjualan kembali saham treasuri di masa mendatang, diakui sebagai bagian
       dari tambahan modal disetor dalam ekuitas.

     t. Dividen

       Pembagian dividen kepada para pemegang saham Perusahaan diakui sebagai liabilitas dalam
       laporan keuangan konsolidasian pada periode ketika dividen tersebut disetujui oleh para pemegang
       saham Perusahaan. Untuk dividen interim, Perusahaan mengakui sebagai liabilitas berdasarkan
       keputusan Rapat Direksi dengan persetujuan Rapat Dewan Komisaris.

     u. Laba per saham dan laba per ADS

       Laba per saham dasar dihitung dengan membagi laba periode berjalan yang dapat diatribusikan
       kepada pemilik entitas induk dengan jumlah rata-rata tertimbang saham yang beredar selama periode
       tersebut. Laba per ADS dihitung dengan mengalikan laba per saham dasar dengan 100, yaitu jumlah
       lembar saham per ADS.




                                                    37
Page 46
                            PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                  PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
          Tanggal 31 Desember 2025 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
            (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.   IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     v. Informasi segmen

       Informasi segmen Grup disajikan menurut segmen operasi yang telah diidentifikasi sesuai dengan
       PSAK 108: Segmen Operasi. Segmen operasi adalah suatu komponen dari entitas:
       i.   yang terlibat dalam aktivitas bisnis yang mana memperoleh pendapatan dan menimbulkan beban
            (termasuk pendapatan dan beban terkait dengan transaksi dengan komponen lain dari entitas
            yang sama);
       ii. hasil operasinya direviu secara reguler oleh Pengambil Keputusan Operasional (“PKO”) Grup,
            misalnya Direksi untuk membuat keputusan tentang sumber daya yang dialokasikan pada
            segmen tersebut dan menilai kinerjanya; dan
       iii. tersedia informasi keuangan yang dapat dipisahkan.

     w. Provisi

        Provisi diakui ketika Grup memiliki kewajiban kini (baik bersifat hukum maupun bersifat konstruktif)
        sebagai akibat peristiwa masa lalu, besar kemungkinan penyelesaian kewajiban tersebut
        mengakibatkan arus keluar sumber daya yang mengandung manfaat ekonomi dan estimasi yang
        andal mengenai jumlah kewajiban tersebut dapat dibuat.

        Provisi untuk kontrak yang merugi diakui ketika kontrak tersebut menjadi merugi sebesar mana yang
        lebih rendah antara biaya neto memenuhi kontrak dengan denda atau kompensasi yang dibayar jika
        tidak memenuhi kontrak.

     x. Penurunan nilai aset non-keuangan

        Pada setiap akhir periode pelaporan, Grup menilai apakah terdapat indikasi suatu aset non-keuangan
        mengalami penurunan nilai aset. Aset tersebut meliputi atas aset tetap, aset lancar, dan aset tidak
        lancar lainnya, termasuk aset takberwujud. Jika terdapat indikasi tersebut, maka jumlah terpulihkan
        diestimasi untuk aset individual. Jika tidak memungkinkan untuk mengestimasi jumlah terpulihkan aset
        individual, maka Grup menentukan jumlah terpulihkan dari Unit Penghasil Kas (“UPK”) yang mana
        aset tercakup (“aset UPK”).

       Jumlah terpulihkan dari suatu aset (baik aset individual maupun UPK) adalah jumlah yang lebih tinggi
       antara nilai wajarnya dikurangi biaya pelepasan dengan nilai pakainya. Jika nilai tercatat aset lebih
       besar daripada jumlah terpulihkannya, maka aset tersebut dianggap mengalami penurunan nilai dan
       nilai tercatat aset diturunkan menjadi sebesar nilai terpulihkannya. Dalam menghitung nilai pakai,
       estimasi arus kas masa depan neto didiskontokan ke nilai kini dengan menggunakan tingkat diskonto
       sebelum pajak yang menggambarkan penilaian pasar kini dari nilai waktu uang dan risiko spesifik atas
       aset.

       Dalam menentukan nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual, digunakan harga penawaran pasar
       terakhir, jika tersedia. Jika tidak terdapat transaksi tersebut, Grup menggunakan model penilaian yang
       sesuai untuk menentukan nilai wajar aset. Perhitungan-perhitungan ini dikuatkan oleh penilaian
       berganda atau indikator nilai wajar lain yang tersedia.

       Rugi penurunan nilai dari operasi yang berkelanjutan dibebankan pada operasi berjalan dan disajikan
       sebagai bagian dari laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian.




                                                    38
Page 47
                              PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                    PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                       CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
            Tanggal 31 Desember 2025 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
              (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.   IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

      x. Penurunan nilai aset non-keuangan (lanjutan)

          Pada setiap akhir periode pelaporan, Grup menilai apakah terdapat indikasi bahwa rugi penurunan
          nilai yang telah diakui dalam periode sebelumnya, untuk aset selain goodwill, mungkin tidak ada lagi
          atau mungkin telah menurun. Jika indikasi dimaksud ditemukan, maka jumlah terpulihkan aset
          tersebut diestimasi. Kerugian penurunan nilai yang telah diakui dalam periode sebelumnya, untuk aset
          selain goodwill, dibalik hanya jika terdapat perubahan asumsi-asumsi yang digunakan untuk
          menentukan jumlah terpulihkan aset tersebut sejak rugi penurunan nilai terakhir diakui. Pembalikan
          tersebut dibatasi sehingga jumlah tercatat aset tidak melebihi jumlah terpulihkannya maupun jumlah
          tercatat yang telah ditentukan, neto setelah penyusutan, seandainya tidak ada rugi penurunan nilai
          yang telah diakui untuk aset tersebut pada periode sebelumnya. Pemulihan rugi penurunan nilai diakui
          dalam laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian.

          Penurunan nilai goodwill diuji setiap tahun dan ketika terdapat keadaan yang mengindikasikan adanya
          penurunan nilai. Penurunan nilai untuk goodwill ditentukan dengan menilai jumlah terpulihkan dari
          UPK (atau kelompok UPK) yang mana goodwill tercakup. Jika nilai terpulihkan dari UPK lebih rendah
          dari nilai tercatatnya, maka rugi penurunan nilai diakui. Rugi penurunan nilai atas goodwill tidak dapat
          dipulihkan pada periode mendatang.

     y. Klasifikasi lancar dan tidak lancar

          Grup menyajikan aset dan liabilitas dalam laporan posisi keuangan konsolidasian berdasarkan
          klasifikasi lancar/tidak lancar. Suatu aset disajikan sebagai lancar bila:
          i.   akan direalisasi, dijual, atau dikonsumsi dalam siklus operasi normal;
          ii. untuk diperdagangkan; atau
          iii. akan direalisasi dalam 12 bulan setelah tanggal pelaporan; atau
          iv. kas atau setara kas kecuali yang dibatasi penggunaannya atau akan digunakan untuk melunasi
               suatu liabilitas dalam paling lambat 12 bulan setelah tanggal pelaporan.

          Aset yang tidak memenuhi kriteria di atas, diklasifikasikan sebagai aset tidak lancar.

          Suatu liabilitas disajikan sebagai lancar bila:
          i.   akan dilunasi dalam siklus operasi normal;
          ii. untuk diperdagangkan;
          iii. akan dilunasi dalam 12 bulan setelah tanggal pelaporan; atau
          iv. tidak ada hak pada akhir periode pelaporan untuk menangguhkan pelunasannya dalam paling
               tidak 12 bulan setelah tanggal pelaporan.

          Persyaratan liabilitas yang dapat mengakibatkan diselesaikannya liabilitas tersebut dengan
          menerbitkan instrumen ekuitas sesuai dengan pilihan pihak lawan, tidak berdampak terhadap
          klasifikasi liabilitas tersebut.

          Liabilitas yang tidak memenuhi kriteria di atas, diklasifikasikan sebagai liabilitas jangka panjang.

          Aset dan liabilitas pajak tangguhan diklasifikasikan sebagai aset dan liabilitas tidak lancar.

     z.   Pertimbangan, estimasi, dan asumsi akuntansi yang signifikan

          Penyusunan laporan keuangan konsolidasian Grup mengharuskan manajemen untuk membuat
          keputusan, estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah pendapatan, beban, aset dan liabilitas
          yang dilaporkan, dan pengungkapan yang menyertainya, dan pengungkapan liabilitas kontinjensi,
          pada akhir periode pelaporan.

          Ketidakpastian tentang asumsi dan perkiraan ini dapat menghasilkan hasil yang memerlukan
          penyesuaian material terhadap nilai tercatat aset dan liabilitas yang terpengaruh pada periode
          mendatang.


                                                         39
Page 48
                               PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                     PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                        CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
             Tanggal 31 Desember 2025 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
               (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.   IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     z. Pertimbangan, estimasi, dan asumsi akuntansi yang signifikan (lanjutan)

       i.      Pertimbangan

               Pertimbangan berikut ini dibuat oleh manajemen dalam rangka penerapan kebijakan akuntansi
               Grup yang memiliki pengaruh paling signifikan atas jumlah yang diakui dalam laporan keuangan
               konsolidasian:

               Informasi segmen

               Untuk tujuan manajemen, Grup menggunakan pendekatan berbasis business pillars sebagai
               berikut: Business to Customer (“B2C”), Business to Business Infrastructure (“B2B Infra”),
               Business to Business ICT (“B2B ICT”), Internasional, dan Lain-lain. Grup telah menentukan
               segmen dilaporkan berdasarkan, antara lain, struktur organisasi serta komponen dari Grup yang
               hasil operasinya secara regular direviu oleh PKO. Grup juga telah menentukan Direksi sebagai
               PKO karena Direksi memonitor hasil operasi masing-masing segmen secara terpisah untuk
               tujuan pengambilan keputusan atas alokasi sumber daya dan penilaian kinerja.

               Pajak penghasilan

               Ketidakpastian atas interpretasi dari peraturan pajak yang kompleks, perubahan peraturan pajak
               dan jumlah dan timbulnya penghasilan kena pajak di masa depan, dapat menyebabkan
               penyesuaian di masa depan atas penghasilan dan beban pajak yang telah dicatat. Pertimbangan
               juga dilakukan dalam menentukan penyisihan atas pajak penghasilan badan. Terdapat transaksi
               dan perhitungan tertentu yang penentuan pajak akhirnya adalah tidak pasti sepanjang kegiatan
               usaha normal.

               Grup mengakui liabilitas untuk area pemeriksaan pajak yang diantisipasi berdasarkan estimasi
               apakah tambahan pajak akan terutang. Jika hasil akhir pajak berbeda dengan jumlah yang sudah
               dicatat, selisihnya akan mempengaruhi aset dan liabilitas pajak kini dan tangguhan pada periode
               ditentukannya hasil pajak tersebut.

       ii.     Estimasi dan asumsi

               Estimasi dan asumsi terus dievaluasi dan didasarkan kepada pengalaman historis dan faktor-
               faktor lain, termasuk ekspektasi peristiwa masa depan yang diyakini wajar berdasarkan kondisi
               yang ada.

               Grup membuat estimasi dan asumsi mengenai masa depan. Estimasi akuntansi yang dihasilkan,
               menurut definisi, jarang yang sama dengan hasil aktualnya. Estimasi dan asumsi pada saat
               tanggal pelaporan yang secara signifikan berisiko menyebabkan penyesuaian material terhadap
               jumlah tercatat aset dan liabilitas selama satu tahun laporan keuangan ke depan dipaparkan di
               bawah ini.

               (a) Imbalan pasca kerja

                   Nilai kini kewajiban imbalan pasca kerja tergantung pada beberapa faktor yang ditentukan
                   dengan dasar aktuaria berdasarkan beberapa asumsi. Asumsi yang digunakan untuk
                   menentukan biaya (penghasilan) pensiun neto mencakup tingkat diskonto dan tingkat
                   pengembalian investasi. Perubahan asumsi ini akan mempengaruhi jumlah tercatat liabilitas
                   imbalan pasca kerja.

                   Grup menentukan tingkat diskonto yang sesuai pada akhir periode pelaporan. Tingkat
                   diskonto tersebut adalah tingkat suku bunga yang harus digunakan untuk menentukan nilai
                   kini dari estimasi arus kas keluar masa depan yang diharapkan untuk menyelesaikan
                   kewajiban. Dalam menentukan tingkat suku bunga yang sesuai, Grup mempertimbangkan
                   tingkat suku bunga obligasi pemerintah yang didenominasikan dalam mata uang imbalan
                   yang akan dibayar dan memiliki jangka waktu yang serupa dengan jangka waktu liabilitas
                   yang terkait.

                                                      40
Page 49
                               PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                     PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                        CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
             Tanggal 31 Desember 2025 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
               (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.   IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     z. Pertimbangan, estimasi, dan asumsi akuntansi yang signifikan (lanjutan)

       ii.     Estimasi dan asumsi (lanjutan)

               (a) Imbalan pasca kerja (lanjutan)

                   Jika terdapat peningkatan peringkat seperti pada obligasi pemerintah atau penurunan tingkat
                   bunga sebagai hasil dari peningkatan kondisi ekonomi, maka akan terdapat dampak material
                   terhadap tingkat diskonto yang digunakan dalam menentukan kewajiban pasca kerja.

                   Asumsi kunci kewajiban imbalan pasca kerja lainnya sebagian ditentukan berdasarkan
                   kondisi pasar saat ini. Informasi tambahan diungkapkan pada Catatan 30 dan 31.

               (b) Umur manfaat aset tetap

                   Grup mengestimasi umur manfaat aset tetap berdasarkan ekspektasi penggunaan aset oleh
                   Grup dengan mempertimbangkan rencana strategi usaha, perkembangan teknologi di masa
                   depan, dan perilaku pasar. Estimasi umur manfaat aset tetap adalah berdasarkan pada
                   penelaahan Grup secara kolektif terhadap praktik industri, evaluasi teknis internal, dan
                   pengalaman untuk aset yang sejenis.

                   Grup melakukan reviu atas estimasi umur manfaat sekurang-kurangnya setiap akhir periode
                   pelaporan dan diperbarui jika ekspektasi berbeda dengan estimasi sebelumnya, yang
                   dikarenakan adanya perubahan ekspektasi daya pakai aset akibat pemakaian dan
                   kerusakan fisik, keusangan secara teknis atau komersial dan hukum atau pembatasan lain
                   atas penggunaan aset. Jumlah beban tercatat setiap tahun akan terpengaruh oleh
                   perubahan atas faktor-faktor dan situasi tersebut. Perubahan estimasi umur manfaat aset
                   tetap merupakan perubahan estimasi akuntansi dan diakui secara prospektif dalam laporan
                   laba rugi pada periode perubahan dan periode mendatang.

                   Pada tahun 2025, Perusahaan menetapkan perubahan estimasi umur manfaat untuk
                   beberapa aset yang dimiliki Perusahaan sebagai berikut:
                                                                                          Perubahan
                                                                           Estimasi umur estimasi umur
                            Kelompok                                          manfaat       manfaat
                             aset tetap                  Kelas aset            (tahun)       (tahun)
                   Jaringan kabel             Optical Line Terminal               25            8
                   Peralatan sentral telepon Sentral telepon                    10-15          5-10
                   Peralatan dan instalasi
                    transmisi                 Transmisi terestrial              10-15           8
                   Satelit, stasiun bumi,     IP Multimedia Subsystem
                    dan peralatan              ("IMS")                          10-15           8

               (c) Menentukan jangka waktu kontrak dengan opsi perpanjangan dan penghentian - Grup
                   sebagai lessee

                   Grup menentukan jangka waktu sewa sebagai jangka waktu sewa yang tidak dapat
                   dibatalkan, bersama dengan periode yang dicakup oleh opsi untuk memperpanjang masa
                   sewa jika cukup pasti akan dilaksanakan, atau periode yang dicakup oleh opsi untuk
                   menghentikan masa sewa, jika cukup pasti untuk tidak dilakukan.

                   Grup memiliki beberapa kontrak sewa yang mencakup opsi perpanjangan dan penghentian.
                   Grup menerapkan pertimbangan dalam mengevaluasi apakah akan menggunakan opsi
                   untuk memperbarui atau menghentikan sewa, mempertimbangkan semua faktor relevan
                   yang menciptakan insentif ekonomi untuk melakukan perpanjangan atau penghentian.
                   Setelah tanggal dimulainya sewa, Grup menilai kembali masa sewa jika ada peristiwa atau
                   perubahan signifikan dalam kendali yang mempengaruhi kemampuan untuk melakukan atau
                   tidak opsi perpanjangan atau penghentian.
                                                      41
Page 50
                               PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                     PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                        CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
             Tanggal 31 Desember 2025 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
               (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.   IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     z. Pertimbangan, estimasi, dan asumsi akuntansi yang signifikan (lanjutan)

       ii.     Estimasi dan asumsi (lanjutan)

               (d) Penyisihan kerugian kredit ekspektasian untuk aset keuangan

                   Grup menerapkan panduan praktis dalam menghitung kerugian kredit ekspektasian untuk
                   piutang usaha dan aset kontrak. Oleh karena itu, Grup tidak mengidentifikasi perubahan
                   dalam risiko kredit, melainkan mengukur penyisihan kerugian berdasarkan kerugian kredit
                   ekspektasian sepanjang kepemilikan aset pada tanggal pelaporan. Untuk piutang lain-lain,
                   Grup mengevaluasi apakah terdapat bukti obyektif bahwa piutang lain-lain mengalami
                   penurunan nilai pada setiap akhir periode pelaporan.

                   Grup telah membentuk metodologi terkait penyisihan kerugian kredit ekspektasian untuk
                   piutang usaha dan aset kontrak yang didasarkan pada data historis kerugian kredit dan
                   informasi terkini yang lebih mencerminkan perubahan kondisi saat ini, disesuaikan dengan
                   faktor-faktor perkiraan masa depan (forward-looking) khusus terkait pelanggan, dan
                   lingkungan ekonomi. Metode dan pendekatan akan terus dimonitor dan diperbaharui jika
                   terdapat tambahan informasi yang wajar, terdukung, dan tersedia.

               (e) Pendapatan

                   (i)    Pertimbangan penting dalam menentukan kewajiban pelaksanaan, waktu pengakuan
                          pendapatan, dan klasifikasi pendapatan

                          Grup menyediakan jasa teknologi informatika dengan spesifikasi sesuai pesanan
                          pelanggan. Produk sesuai pesanan pelanggan terdiri dari berbagai barang dan/atau
                          jasa yang dijual dalam satu rangkaian tidak terpisah untuk memberikan layanan solusi
                          terintegrasi kepada pelanggan. Selain produk sesuai pesanan pelanggan, Grup juga
                          menyediakan beberapa produk standar sebagai bagian dari solusi terintegrasi dalam
                          kontrak dengan pelanggan. Diperlukan pertimbangan yang signifikan dalam
                          menentukan jumlah dan sifat kewajiban pelaksanaan yang dijanjikan kepada pelanggan
                          dalam kontrak tersebut. Jumlah dan sifat kewajiban pelaksanaan akan menentukan
                          waktu pengakuan pendapatan untuk kontrak tersebut.

                          Grup menelaah penentuan kewajiban pelaksanaan berdasarkan kontrak per kontrak.
                          Ketika suatu kontrak yang terdiri dari beberapa barang dan/atau jasa dinilai memiliki
                          satu kewajiban pelaksanaan, Grup menerapkan metode tunggal untuk mengukur
                          tingkat penyelesaian kewajiban pelaksanaan berdasarkan metode pengukuran yang
                          paling menggambarkan ekonomi kontrak, yang dalam banyak kasus adalah
                          berdasarkan waktu.

                          Grup juga menyajikan klasifikasi pendapatan dengan menggunakan pendekatan yang
                          konsisten. Ketika suatu kontrak yang terdiri dari beberapa barang dan/atau jasa dicatat
                          sebagai kewajiban pelaksanaan tersendiri, Grup menyajikan kewajiban pelaksanaan
                          dalam komponen laporan keuangan yang paling mewakili layanan utama Grup, yaitu
                          internet, data, dan jasa teknologi informatika.

                   (ii)   Pertimbangan penting dalam menentukan harga jual yang berdiri sendiri

                          Grup menyediakan beragam produk yang berkaitan dengan telekomunikasi dan
                          teknologi. Untuk menentukan harga jual yang berdiri sendiri untuk barang dan/atau jasa
                          yang tidak dapat diamati, Grup menggunakan pendekatan margin biaya ditambah biaya
                          yang diharapkan. Grup menentukan margin yang sesuai berdasarkan data historis.




                                                        42
Page 51
                               PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                     PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                        CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
             Tanggal 31 Desember 2025 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
               (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.   IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     z. Pertimbangan, estimasi, dan asumsi akuntansi yang signifikan (lanjutan)

       ii.     Estimasi dan asumsi (lanjutan)

               (f) Uji penurunan nilai aset tidak lancar dan goodwill

                   Penerapan metode akuisisi dalam suatu kombinasi bisnis mensyaratkan penggunaan
                   estimasi akuntansi secara ekstensif dalam mengalokasikan harga beli kepada nilai pasar
                   wajar aset dan liabilitas yang diakuisisi, termasuk aset takberwujud. Akuisisi bisnis tertentu
                   oleh Grup menimbulkan goodwill, yang tidak diamortisasi namun diuji bagi penurunan nilai
                   setiap tahunnya dan setiap terdapat indikasi penurunan nilai.

                   Perhitungan arus kas masa depan dalam menentukan nilai wajar aset tetap dan aset tidak
                   lancar lainnya dari entitas yang diakuisisi pada tanggal akuisisi melibatkan estimasi yang
                   signifikan. Walaupun manajemen berkeyakinan bahwa asumsi yang digunakan adalah tepat
                   dan memiliki dasar yang kuat, perubahan signifikan pada asumsi tersebut dapat
                   mempengaruhi secara material evaluasi atas nilai terpulihkan dan dapat menimbulkan
                   penurunan nilai sesuai PSAK 236.

               (g) Pengukuran nilai wajar instrumen keuangan

                   Ketika nilai wajar atas aset keuangan dan liabilitas keuangan yang tercatat pada laporan
                   posisi keuangan tidak dapat diukur pada harga kuotasian di pasar aktif, nilai wajar diukur
                   menggunakan teknik penilaian termasuk model arus kas diskonto. Input atas model ini
                   diambil dari pasar yang dapat diobservasi apabila memungkinkan, namun apabila tidak
                   tersedia, sejumlah pertimbangan diperlukan dalam menetapkan nilai wajar. Pertimbangan
                   mencakup input seperti risiko likuiditas, risiko kredit dan volatilitas. Perubahan asumsi yang
                   berkaitan dengan faktor-faktor tersebut dapat mempengaruhi nilai wajar instrumen
                   keuangan yang dilaporkan.

               (h) Akuisisi

                   Grup mengevaluasi setiap transaksi akuisisi untuk menentukan akan diperlakukan sebagai
                   akuisisi aset atau kombinasi bisnis. Untuk transaksi yang diperlakukan sebagai akuisisi aset,
                   harga pembelian dialokasikan untuk aset yang diperoleh, tanpa pengakuan goodwill. Untuk
                   akuisisi yang memenuhi definisi kombinasi bisnis, Grup menerapkan metode akuntansi
                   untuk kombinasi bisnis atas aset yang diperoleh dan liabilitas yang diambil alih dicatat pada
                   nilai wajar pada tanggal akuisisi, dan hasil operasi disertakan dengan hasil Grup dari tanggal
                   akuisisi masing-masing.

                   Setiap kelebihan dari harga pembelian dibayar atas jumlah yang diakui untuk aset yang
                   diperoleh dan liabilitas diambil alih dicatat sebagai goodwill. Grup terus mengevaluasi
                   akuisisi yang diperhitungkan sebagai kombinasi bisnis untuk jangka waktu tidak melebihi
                   satu tahun setelah tanggal akuisisi yang berlaku dari setiap transaksi untuk menentukan
                   apakah penyesuaian tambahan diperlukan untuk alokasi harga pembelian yang dibayarkan
                   untuk aset yang diperoleh dan liabilitas yang diambil alih. Nilai wajar dari aset yang diperoleh
                   dan liabilitas yang diambil alih biasanya ditentukan dengan menggunakan salah satu
                   perkiraan biaya penggantian atau metode penilaian arus kas diskonto. Ketika menentukan
                   nilai wajar dari aset berwujud yang diperoleh, Grup memperkirakan biaya untuk mengganti
                   aset dengan aset baru dengan mempertimbangkan faktor seperti umur, kondisi, dan masa
                   manfaat ekonomi dari aset. Ketika menentukan nilai wajar dari aset tidak berwujud yang
                   diperoleh, Grup memperkirakan tingkat diskonto yang berlaku dan waktu dan jumlah arus
                   kas masa depan, termasuk tingkat dan persyaratan atas perpanjangan dan pengurangan.




                                                        43
Page 52
                         PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
               PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                  CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
       Tanggal 31 Desember 2025 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
         (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

   z. Pertimbangan, estimasi, dan asumsi akuntansi yang signifikan (lanjutan)

     iii. Penyajian kembali atas Laporan Keuangan Konsolidasian

         Pada tahun 2025, setelah dilakukan penelaahan mendalam atas karakteristik fisik, penerapan
         operasional, dan topologi aset drop cable, Grup menyimpulkan bahwa drop cable perlu
         diidentifikasi dan diklasifikasikan sebagai komponen terpisah dari aset infrastruktur telekomunikasi
         dan tidak lagi digabungkan dalam komponen kabel jaringan akses utama. Dalam mencapai
         kesimpulan tersebut, Grup menilai bahwa kebijakan komponenisasi yang direvisi memberikan
         informasi yang lebih andal dan lebih relevan karena lebih mencerminkan sifat penggunaan yang
         spesifik terhadap pelanggan (customer-specific/last mile asset).

         Perubahan ini memenuhi definisi perubahan kebijakan akuntansi karena mencerminkan
         perubahan dalam prinsip dan dasar yang digunakan dalam penentuan unit of measure dan
         klasifikasi aset. Seiring dengan pemisahan tersebut, Grup menetapkan umur manfaat aset drop
         cable secara tersendiri selama 5 tahun, yang mencerminkan karakteristik dan pola konsumsi
         manfaat ekonominya.

         Grup menerapkan bahwa perubahan kebijakan akuntansi secara sukarela (voluntary change) ini
         secara retrospektif sesuai dengan ketentuan PSAK 208. Grup menilai bahwa informasi yang
         diperlukan untuk melakukan penyajian kembali periode komparatif tersedia dan dapat diandalkan.
         Laporan keuangan konsolidasian untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025
         mencakup penyajian kembali atas informasi komparatif untuk tahun yang berakhir pada tanggal
         31 Desember 2024 dan January 1, 2024, yang berdampak pada laporan posisi keuangan
         konsolidasian, laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian, laporan
         perubahan ekuitas konsolidasian, serta catatan terkait. Dampak kumulatif sebelum 1 Januari 2024
         diakui sebagai penyesuaian saldo laba pada tanggal tersebut. Tidak terdapat dampak terhadap
         laporan arus kas konsolidasian Grup.

         (a) Dampak terhadap Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian

                                                                  Disajikan                       Disajikan
                       31 Desember 2024                Catatan   sebelumnya      Penyesuaian      kembali
             Aset tetap                                  11           180.566         (10.231)        170.335
             Aset pajak tangguhan                        27f             3.409          1.945            5.354
             Jumlah Aset Tidak Lancar                                 236.595          (8.286)        228.309
             Jumlah Aset                                              299.675          (8.286)        291.389

             Saldo laba:
              Belum ditentukan penggunaannya                29        109.596           (8.286)       101.310
             Jumlah ekuitas yang dapat diatribusikan
              kepada pemilik entitas induk - bersih                   142.094           (8.286)       133.808
             Jumlah Ekuitas                                           162.490           (8.286)       154.204
             Jumlah Liabilitas dan Ekuitas                            299.675           (8.286)       291.389


                                                                  Disajikan                       Disajikan
                         1 Januari 2024                Catatan   sebelumnya      Penyesuaian      kembali
             Aset tetap                                  11           180.755          (8.692)        172.063
             Aset pajak tangguhan                        27f             4.170          1.652            5.822
             Jumlah Aset Tidak Lancar                                 231.429          (7.040)        224.389
             Jumlah Aset                                              287.042          (7.040)        280.002

             Saldo laba:
              Belum ditentukan penggunaannya                29        103.104          (7.040)         96.064
             Jumlah ekuitas yang dapat diatribusikan
              kepada pemilik entitas induk - bersih                   135.744          (7.040)        128.704
             Jumlah Ekuitas                                           156.562          (7.040)        149.522
             Jumlah Liabilitas dan Ekuitas                            287.042          (7.040)        280.002




                                                       44
Page 53
                              PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                    PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                       CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
            Tanggal 31 Desember 2025 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
              (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
     2. IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

        z. Pertimbangan, estimasi, dan asumsi akuntansi yang signifikan (lanjutan)

           iii. Penyajian kembali atas Laporan Keuangan Konsolidasian (lanjutan)

              (b) Dampak terhadap Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian

                                                                           Disajikan               Disajikan
                                 31 Desember 2024                 Catatan sebelumnya Penyesuaian kembali
                  Beban penyusutan dan amortisasi                 11,12a      (32.643)     (1.538)   (34.181)
                  Laba usaha                                                   42.991      (1.538)    41.453
                  Laba sebelum pajak penghasilan                               39.153      (1.538)    37.615
                  Beban pajak penghasilan
                    Pajak tangguhan                                27d           (775)        292        (483)
                  Laba tahun berjalan                                          30.743      (1.246)    29.497
                  Laba komprehensif tahun berjalan                             31.638      (1.246)    30.392
                  Laba tahun berjalan yang diatribusikan
                    kepada Pemilik entitas induk                               23.649      (1.246)    22.403
                  Laba komprehensif tahun berjalan yang
                    diatribusikan kepada Pemilik entitas induk                 24.434      (1.246)    23.188
                  Laba per saham dasar (dalam jumlah penuh)
                   Laba bersih per saham                                       238,73      (12,58)    226,15
                   Laba bersih per ADS (100 saham seri B per ADS)           23.872,88   (1.257,80) 22.615,08

                                                                           Disajikan   Penyesuaian Disajikan
                                   1 Januari 2024                 Catatan sebelumnya Penyesuaian kembali
                                                                                                     kembali
                  Beban penyusutan dan amortisasi                 11,12a      (32.663)       (1.696)  (34.359)
                  Laba usaha                                                   44.384        (1.696)    42.688
                  Laba sebelum pajak penghasilan                               40.794        (1.696)    39.098
                  Manfaat pajak penghasilan
                     Pajak tangguhan                               27d            210           322        532
                  Laba tahun berjalan                                          32.208        (1.374)    30.834
                  Laba komprehensif tahun berjalan                             30.754        (1.374)    29.380
                  Laba tahun berjalan yang diatribusikan
                    kepada Pemilik entitas induk                               24.560        (1.374)    23.186
                  Laba komprehensif tahun berjalan yang
                    diatribusikan kepada Pemilik entitas induk                 23.083        (1.374)    21.709
                  Laba per saham dasar (dalam jumlah penuh)
                   Laba bersih per saham                                       247,92        (13,87)    234,05
                   Laba bersih per ADS (100 saham seri B per ADS)           24.792,50     (1.387,01) 23.405,49




3.




                                                      45
Page 54
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                   PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                      CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
           Tanggal 31 Desember 2025 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3.   KAS DAN SETARA KAS

                                                                                2025                         2024
                                                                               Saldo                         Saldo
                                                                      Mata uang                     Mata uang
                                                             Mata        asing         Setara          asing         Setara
                                                             uang   (dalam jutaan)     Rupiah     (dalam jutaan)     Rupiah
     Kas                                                      Rp                  -          39                 -         14
     Bank
      Pihak berelasi
        PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (“BRI”)       Rp                -         4.959               -        3.278
                                                             US$              240         4.007             229        3.678
                                                             TWD                4             2               2            1
        PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (“Bank Mandiri”)       Rp                -         5.780               -        4.715
                                                             US$               34           567              45          718
                                                             EUR                2            44               2           37
                                                             HKD                3             7               2            4
                                                             JPY                6             1               6            1
                                                             AU$                0             1               0            0
        PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (“BNI”)       Rp                -         2.785               -        4.180
                                                             US$               39           652              31          506
                                                             GBP                0             1               0            1
                                                             SGD                0             0               0            0
                                                             EUR                0             0               0            0
                                                             AU$                0             0               -            -
        PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. ("BTN")        Rp                -         2.925               -        4.097
        Lain-lain                                             Rp                -            72               -           51
                                                             US$                0             0               0            0
      Sub-jumlah                                                                         21.803                       21.267

      Pihak ketiga
        PT Bank Maybank Indonesia Tbk ("Maybank")             Rp                -          839                -         355
                                                             MYR                1            4                1           5
        The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Ltd.
          ("HSBC Hongkong")                                  US$               22           364               6          102
                                                             HKD               12            27               9           19
        Standard Chartered Bank ("SCB")                      US$                8           135               7          108
                                                             SGD               12           160               5           55
        DBS Bank (Hong Kong) Ltd. ("DBS Hong Kong")          US$               10           165              19          308
                                                             HKD                0             1               0            1
        Citibank, N.A. (“Citibank”)                           Rp                -             7               -           35
                                                             US$                7           119               2           25
                                                             EUR                0             2               0            1
        Lain-lain (masing-masing di bawah Rp100 miliar)       Rp                -           606               -          870
                                                             US$               13           214               9          164
                                                             SGD                2            23               2           20
                                                             TWD               34            18              28           14
                                                             MYR                1             3               0            2
                                                             AU$                0             2               0            3
                                                             MMK               15             0             167            1
                                                             EUR                0             0               -            -
      Sub-jumlah                                                                          2.689                        2.088

     Jumlah bank                                                                         24.492                       23.355

     Deposito berjangka
      Pihak berelasi
        BTN                                                   Rp                -         1.530               -        1.400
                                                             US$                -             -               7          104
        BRI                                                   Rp                -         1.159               -          647
                                                             US$               10           168              18          283
                                                             TWD                -             -               6            3
        PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (“BSI”)                Rp                -         1.150               -        1.688
        BNI                                                   Rp                -           497               -          566
                                                             US$               34           567              10          162
        Bank Mandiri                                          Rp                -           190               -           97
                                                             US$               10           167               -            -
      Sub-jumlah                                                                          5.428                        4.950




                                                               46
Page 55
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                   PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                      CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
           Tanggal 31 Desember 2025 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3.   KAS DAN SETARA KAS (lanjutan)

                                                                                   2025                         2024
                                                                                   Saldo                        Saldo
                                                                          Mata uang                    Mata uang
                                                                 Mata        asing         Setara         asing         Setara
                                                                 uang   (dalam jutaan)     Rupiah    (dalam jutaan)     Rupiah
     Deposito berjangka (lanjutan)
      Pihak ketiga
        PT Bank Pan Indonesia Tbk. ("Bank Panin")                Rp                 -         909                 -        274
        PT Bank Mega Tbk. (“Bank Mega”)                          Rp                 -         433                 -      1.922
                                                                 US$               38         637                18        287
        Bank Pembangunan Daerah ("BPD")                          Rp                 -         804                 -        962
        PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk.
          ("BJB")                                                Rp                 -          58                 -       370
                                                                 US$               22         367                12       195
        PT Bank China Construction Bank Indonesia Tbk.
          ("CCB Indonesia")                                      Rp                 -         184                 -          -
                                                                 US$               13         209                10        153
        PT Bank UOB Indonesia ("UOB Indonesia")                  US$               16         274                16        259
                                                                 SGD                3          44                 3         35
        SCB                                                      US$                7         117                 9        145
        Lain-lain (masing-masing di bawah Rp100 miliar)           Rp                -         206                 -        500
                                                                 US$                1          13                30        478
                                                                 MYR                4          15                 2          7
      Sub-jumlah                                                                            4.270                        5.587

     Jumlah deposito berjangka                                                              9.698                       10.537
     Penyisihan kerugian kredit ekspektasian                                                   (1)                          (1)
     Jumlah                                                                                34.228                       33.905


     Tingkat bunga deposito berjangka per tahun adalah sebagai berikut:

                                                                               2025                          2024
     Rupiah                                                                0,53%-7,08%                   0,53%-7,25%
     Mata uang asing                                                       1,01%-5,25%                   2,55%-6,00%

     Grup menempatkan sebagian besar kas dan setara kas pada bank milik negara (pihak berelasi) yang
     memiliki reputasi dan peringkat kredit yang baik. Berdasarkan penilaian manajemen atas risiko kredit
     ekspektasian, tidak terdapat peningkatan risiko kredit yang signifikan sehingga penyisihan kerugian kredit
     ekspektasian atas aset tersebut tidak material.




                                                            47
Page 56
                              PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                    PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                       CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
            Tanggal 31 Desember 2025 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
              (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
4.   ASET KEUANGAN LANCAR LAINNYA

                                                                            2025                           2024
                                                                            Saldo                         Saldo
                                                                   Mata uang                     Mata uang
                                                          Mata        asing         Setara          asing         Setara
                                                          uang   (dalam jutaan)     Rupiah     (dalam jutaan)     Rupiah
     Deposito berjangka
      Pihak berelasi
       BRI                                                Rp                  -         50                 -          415
                                                          US$                 5         84                 -            -
        BSI                                               Rp                  -        120                 -          198
        Lain-lain (masing-masing di bawah Rp100 miliar)   Rp                  -        100                 -          135
                                                          US$                 5         84                 5           81
      Pihak ketiga
        United Overseas Bank Limited Singapore
         ("UOB Singapore")                                US$               33         554                12          195
        Standard Chartered Bank (Singapore) Limited
         ("SCB Singapore")                                US$                 6         101                 -           -
        Lain-lain (masing-masing di bawah Rp100 miliar)   Rp                  -          10                 -           3
     Jumlah deposito berjangka                                                        1.103                         1.027

     Rekening penampungan
      Pihak berelasi
       Lain-lain (masing-masing di bawah Rp100 miliar)    Rp                  -        106                 -          108
                                                          US$                 0          4                 0            5
      Pihak ketiga
       Lain-lain                                          Rp                  -          1                 -           36
                                                          US$                 4         67                 1           14
     Jumlah rekening penampungan                                                       178                            163

     Reksa dana
      Pihak berelasi
        Lain-lain                                         Rp                  -         94                  -          89
     Jumlah reksa dana                                                                  94                             89

     Lain-lain                                             Rp                 -         44                 -               5
                                                          MYR                 0          1                 0               1
     Jumlah lain-lain                                                                   45                                 6

     Penyisihan kerugian kredit ekspektasian                                             (0)                           (0)
     Jumlah                                                                           1.420                         1.285



     Seluruh deposito berjangka di atas memiliki tanggal jatuh tempo lebih dari tiga bulan tetapi tidak lebih
     dari satu tahun, dengan tingkat bunga per tahun sebagai berikut:

                                                                             2025                          2024
     Rupiah                                                              3,00%-6,50%                   2,50%-7,25%
     Mata uang asing                                                     3,75%-4,45%                   4,57%-4,61%




                                                            48
Page 57
                                PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                      PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                         CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
              Tanggal 31 Desember 2025 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
                (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
5.   PIUTANG USAHA

     Piutang usaha berhubungan dengan jasa yang diberikan kepada pelanggan retail dan non-retail, dengan
     rincian sebagai berikut:

     a. Berdasarkan pelanggan

        (i)     Pihak berelasi
                                                                                       2025                             2024
                Badan Usaha Milik Negara ("BUMN")                                              1.702                            1.935
                PT Indosat Tbk. ("Indosat")                                                      906                              738
                PT Indonusa Telemedia ("Indonusa")                                               387                              386
                Lain-lain (masing-masing di bawah Rp100 miliar)                                  134                              409
                Jumlah                                                                         3.129                            3.468
                Penyisihan kerugian kredit ekspektasian                                       (1.089)                          (1.118)
                Jumlah bersih                                                                  2.040                            2.350

        (ii)    Pihak ketiga
                                                                                       2025                             2024
                Pelanggan individual dan bisnis                                               13.758                           13.613
                Penyelenggara jasa telekomunikasi luar negeri                                  1.291                            1.176
                Jumlah                                                                        15.049                           14.789
                Penyisihan kerugian kredit ekspektasian                                       (5.866)                          (4.946)
                Jumlah bersih                                                                  9.183                            9.843

     b. Berdasarkan umur
                                                                   2025                                      2024
                                                                Penyisihan       Tingkat                Penyisihan       Tingkat
                                                 Sebelum      kerugian kredit kerugian kredit Sebelum kerugian kredit kerugian kredit
                                                penyisihan     ekspektasian    ekspektasian penyisihan ekspektasian    ekspektasian
        Belum jatuh tempo                             6.687              263           3,9%      7.319          417             5,7%
        Jatuh tempo sampai dengan 3 bulan             3.155              414          13,1%      3.602          329             9,1%
        Jatuh tempo lebih dari 3 bulan sampai
          dengan 6 bulan                              1.573              454         28,9%       1.305            285            21,8%
        Jatuh tempo lebih dari 6 bulan                6.763            5.824         86,1%       6.031          5.033            83,5%
        Jumlah                                       18.178            6.955                    18.257          6.064


        Grup telah membentuk penyisihan kerugian kredit ekspektasian berdasarkan tingkat penurunan nilai
        historis secara kolektif dan historis kredit para pelanggan secara individual, disesuaikan dengan faktor-
        faktor perkiraan masa depan (forward-looking) khusus terkait pelanggan dan lingkungan ekonomi.
        Grup tidak membedakan piutang usaha pihak berelasi dan piutang usaha pihak ketiga dalam menilai
        jumlah yang jatuh tempo. Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, nilai tercatat piutang usaha
        Grup yang telah jatuh tempo tetapi tidak diturunkan nilainya masing-masing sebesar
        Rp4.799 miliar dan Rp5.291 miliar. Manajemen berpendapat bahwa piutang usaha yang telah jatuh
        tempo tetapi tidak diturunkan nilainya, termasuk piutang usaha yang belum jatuh tempo dan juga tidak
        diturunkan nilainya, adalah terutang dari para pelanggan dengan historis tingkat ketertagihan yang
        baik dan diharapkan dapat terpulihkan.

     c. Berdasarkan mata uang

                                                                                       2025                             2024
        Rupiah                                                                                15.554                           15.775
        Dolar A.S.                                                                             2.423                            2.180
        Dolar Singapura                                                                          156                              273
        Lain-lain                                                                                 45                               29
        Jumlah                                                                                18.178                           18.257
        Penyisihan kerugian kredit ekspektasian                                               (6.955)                          (6.064)
        Jumlah bersih                                                                         11.223                           12.193



                                                                  49
Page 58
                            PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                  PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
          Tanggal 31 Desember 2025 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
            (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
5.   PIUTANG USAHA (lanjutan)

     d. Mutasi penyisihan kerugian kredit ekspektasian

                                                                       2025               2024
        Saldo awal                                                            6.064               5.561
        Penyisihan kerugian kredit ekspektasian                               1.465                 904
        Penghapusbukuan piutang                                                (574)               (401)
        Saldo akhir                                                           6.955               6.064

        Penghapusbukuan piutang merupakan penghapusbukuan piutang usaha pihak berelasi dan pihak
        ketiga. Manajemen berpendapat bahwa saldo penyisihan kerugian kredit ekspektasian atas piutang
        usaha sudah cukup untuk menutup kerugian atas tidak tertagihnya piutang usaha.

        Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, piutang usaha tertentu atas entitas anak masing-masing
        sebesar Rp3.131 miliar dan Rp2.137 miliar telah dijaminkan dalam beberapa perjanjian pinjaman
        (Catatan 18 dan 19b).

6.   ASET KONTRAK

     Rincian dari aset kontrak adalah sebagai berikut:

                                                                       2025               2024
     Aset kontrak                                                              2.529               2.603
     Penyisihan kerugian kredit ekspektasian                                    (130)                (25)
     Jumlah bersih                                                             2.399               2.578
     Lancar                                                                   (2.290)             (2.449)
     Tidak Lancar                                                                109                 129

     Manajemen berpendapat bahwa saldo penyisihan kerugian kredit ekspektasian atas aset kontrak sudah
     cukup untuk menutup kerugian atas tidak tertagihnya aset kontrak.

     Lihat Catatan 32 untuk rincian transaksi dengan pihak berelasi.

7.   PERSEDIAAN

     Persediaan diakui sebesar nilai realisasi bersih, terdiri atas:

                                                                       2025                2024
     Kartu SIM dan voucer prabayar                                               457                676
     Lain-lain (masing-masing di bawah Rp100 miliar)                             504                480
     Jumlah                                                                      961              1.156
     Provisi atas persediaan usang                                               (60)               (60)
     Jumlah bersih                                                               901              1.096

     Manajemen berpendapat saldo provisi atas persediaan usang cukup untuk menutup kerugian akibat dari
     penurunan nilai persediaan karena usang.

     Persediaan yang diakui sebagai beban termasuk dalam beban usaha operasi, pemeliharaan, dan
     jasa telekomunikasi pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 masing-masing sebesar Rp532 miliar
     dan Rp584 miliar (Catatan 25).

     Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, tidak ada persediaan yang dijaminkan dalam perjanjian
     pinjaman.




                                                        50
Page 59
                            PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                  PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
          Tanggal 31 Desember 2025 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
            (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
8.   ASET LANCAR LAINNYA

     Rincian dari aset lancar lainnya adalah sebagai berikut:

                                                                    2025                   2024
     Izin penggunaan frekuensi
       dibayar di muka - bagian jangka pendek (Catatan 35c.i)              6.384                  6.245
     Uang muka                                                               511                    451
     Gaji dibayar di muka                                                    178                    281
     Piutang lain-lain                                                       173                    621
     Sewa dibayar di muka                                                    162                    129
     Lain-lain (masing-masing di bawah Rp100 miliar)                         634                    447
     Jumlah                                                                8.042                  8.174
9.




9.   BIAYA KONTRAK

     Mutasi biaya kontrak untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2025 dan 2024 adalah sebagai berikut:

                                                                        2025
                                                      Biaya            Biaya
                                                    perolehan       pemenuhan              Jumlah
                                                     kontrak          kontrak
     Saldo, 1 Januari 2025                                1.666             1.064                 2.730
     Penambahan selama tahun berjalan                       519                323                  842
     Amortisasi selama tahun berjalan                      (499)                 -                 (499)
     Beban selama tahun berjalan                              -               (763)                (763)
     Penurunan nilai                                          -                 (8)                  (8)
     Saldo, 31 Desember 2025                              1.686                616                2.302
     Lancar                                                (472)              (460)                (932)
     Tidak lancar                                         1.214                156                1.370

                                                                        2024
                                                      Biaya            Biaya
                                                    perolehan       pemenuhan              Jumlah
                                                     kontrak          kontrak
     Saldo, 1 Januari 2024                                1.641                580                 2.221
     Penambahan selama tahun berjalan                       479             1.318                  1.797
     Amortisasi selama tahun berjalan                      (454)                 -                  (454)
     Beban selama tahun berjalan                              -               (831)                 (831)
     Penurunan nilai                                          -                 (3)                   (3)
     Saldo, 31 Desember 2024                              1.666             1.064                  2.730
     Lancar                                                (407)              (727)               (1.134)
     Tidak lancar                                         1.259                337                 1.596




                                                     51
Page 60
                            PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                  PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
          Tanggal 31 Desember 2025 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
            (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
10. INVESTASI JANGKA PANJANG

   Rincian dari investasi jangka panjang adalah sebagai berikut:

                                                                     2025                     2024
   Instrumen keuangan
     Diukur pada nilai wajar melalui laba rugi:
      Ekuitas                                                                6.901                    7.797
      Obligasi konversi                                                        353                      377
     Diukur pada nilai wajar melalui penghasilan
      komprehensif lain:
      Ekuitas                                                                   27                       27
      Obligasi konversi                                                          -                       24
                                                                             7.281                    8.225
   Entitas asosiasi
    PT Jalin Pembayaran Nusantara ("Jalin")                                    106                      110
                                                                               106                      110
   Jumlah investasi jangka panjang                                           7.387                    8.335

   Investasi pada ekuitas yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi merupakan investasi jangka panjang
   dalam bentuk saham pada berbagai perusahaan start-up yang bergerak di bidang informasi dan
   teknologi. Grup tidak memiliki pengaruh signifikan dalam perusahaan start-up tersebut.

   Investasi pada ekuitas yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi termasuk investasi pada:

   (i)    Investasi Telkomsel pada PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (“GOTO”).

          Per tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, Telkomsel menilai nilai wajar investasi di GOTO
          menggunakan level 1 berdasarkan nilai pasar GOTO masing-masing sebesar Rp64 per saham dan
          Rp70 per saham. Jumlah kerugian yang belum direalisasi dari perubahan nilai wajar investasi
          Telkomsel pada GOTO untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
          masing-masing adalah sebesar Rp142 miliar dan Rp380 miliar. Nilai ini disajikan sebagai kerugian
          yang belum direalisasi dari perubahan nilai wajar atas investasi dalam laporan laba rugi
          konsolidasian.

   (ii)   Investasi MDI pada berbagai perusahaan start-up yang bergerak di bidang informasi dan teknologi.

          Pada tahun 2025 dan 2024, penambahan investasi MDI pada tahun berjalan masing-masing sebesar
          Rp97 miliar dan Rp100 miliar. Nilai wajar investasi MDI menggunakan level 3, jumlah (kerugian)
          keuntungan yang belum direalisasi dari perubahan nilai wajar investasi MDI pada tanggal
          31 Desember 2025 dan 2024 masing-masing adalah sebesar (Rp16 miliar) dan Rp483 miliar. Nilai
          ini disajikan sebagai keuntungan (kerugian) yang belum direalisasi dari perubahan nilai wajar atas
          investasi dalam laporan laba rugi konsolidasian.

   Pada tahun 2025, Grup melakukan pelepasan investasi jangka panjang pada instrumen keuangan
   sebesar Rp728 miliar.

   Rincian informasi terkait teknik valuasi nilai wajar level 1 dan level 3 diungkapkan dalam Catatan 37.

   Investasi pada obligasi konversi yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi merupakan investasi jangka
   panjang yang dimiliki oleh MDI dan Telkomsel dalam bentuk obligasi konversi pada berbagai perusahaan
   start-up yang bergerak di bidang informasi dan teknologi. Obligasi konversi ini memberikan opsi bagi
   pemegangnya untuk mengkonversi obligasi menjadi saham pada saat jatuh tempo, sesuai dengan syarat
   dan ketentuan yang disepakati. Dalam hal opsi konversi tidak digunakan, pemegang obligasi berhak
   menerima pengembalian pokok obligasi.

   Bagian kerugian yang tidak diakui dari investasi di asosiasi, yang diperhitungkan berdasarkan metode
   ekuitas, masing-masing adalah sebesar Rp338 miliar dan Rp323 miliar per 31 Desember 2025 dan 2024.


                                                     52
Page 61
                           PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
         Tanggal 31 Desember 2025 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
           (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
11. ASET TETAP

   Rincian aset tetap adalah sebagai berikut:

                                           Disajikan kembali
                                              (Catatan 2z)
                                             31 Desember                                  Reklasifikasi/     31 Desember
                                                  2024         Penambahan Pengurangan      Translasi             2025
   Harga perolehan:
   Aset tetap pemilikan langsung
    Tanah                                             1.981             -            -               14            1.995
    Bangunan                                         20.907           197           (2)             861           21.963
    Renovasi bangunan sewa                            1.795             5          (46)             147            1.901
    Peralatan sentral telepon                        19.470           285       (1.722)           1.667           19.700
    Peralatan telegraf, teleks, dan
     komunikasi data                                      5             -            -                (3)              2
    Peralatan dan instalasi transmisi               182.170         1.836       (5.178)           8.062          186.890
    Satelit, stasiun bumi, dan peralatan             14.795           143         (202)             371           15.107
    Jaringan kabel                                   63.471         3.505          (13)             212           67.175
    Drop cable                                       18.104         1.686            -                 -          19.790
    Catu daya                                        25.604           483         (476)           1.924           27.535
    Peralatan pengolahan data                        21.940           407       (1.245)           1.775           22.877
    Peralatan telekomunikasi lainnya                 12.238         1.047            -               (11)         13.274
    Peralatan kantor                                  2.719           128          (85)            (146)           2.616
    Kendaraan                                           530             2           (5)              (11)            516
    Peralatan lainnya                                    60             3            -                 8              71
    Aset dalam pembangunan                            2.930        14.850           (1)         (13.768)           4.011
    Jumlah                                          388.719        24.577       (8.975)           1.102          405.423

   Akumulasi penyusutan:
   Aset tetap pemilikan langsung
    Bangunan                                          7.461           701           (2)             196            8.356
    Renovasi bangunan sewa                            1.347           121          (46)              27            1.449
    Peralatan sentral telepon                        14.795         1.755       (1.717)              67           14.900
    Peralatan telegraf, teleks, dan
      komunikasi data                                     4             -            -                 (2)             2
    Peralatan dan instalasi transmisi               106.321        12.320       (5.076)             568          114.133
    Satelit, stasiun bumi, dan peralatan              7.377           918         (203)             389            8.481
    Jaringan kabel                                   20.531         4.944          (12)               27          25.490
    Drop cable                                       13.497         1.941            -                  -         15.438
    Catu daya                                        18.720         2.300         (432)             313           20.901
    Peralatan pengolahan data                        16.532         1.837       (1.248)             349           17.470
    Peralatan telekomunikasi lainnya                  9.216         1.608            -                 (2)        10.822
    Peralatan kantor                                  2.284           253          (85)            (229)           2.223
    Kendaraan                                           250            31           (5)              (11)            265
    Peralatan lainnya                                    49             2            -               (11)             40
    Jumlah                                          218.384        28.731       (8.826)           1.681          239.970
   Nilai buku bersih                                170.335                                                      165.453




                                                           53
Page 62
                            PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                  PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
          Tanggal 31 Desember 2025 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
            (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
11. ASET TETAP (lanjutan)

    Rincian aset tetap adalah sebagai berikut (lanjutan):

                                                                        Disajikan kembali (Catatan 2z)
                                            31 Desember                                              Reklasifikasi/ 31 Desember
                                                2023      Akuisisi     Penambahan Pengurangan          Translasi        2024
    Harga perolehan:
    Aset tetap pemilikan langsung
     Tanah                                        1.955            -            13               -            13         1.981
     Bangunan                                    19.596            -           221             (32)        1.122        20.907
     Renovasi bangunan sewa                       1.675            -            40             (94)          174         1.795
     Peralatan sentral telepon                   19.636            -           228          (1.090)          696        19.470
     Peralatan telegraf, teleks, dan
       komunikasi data                            1.583         -                -          (1.578)             -            5
     Peralatan dan instalasi transmisi          180.664         -            1.393          (9.972)       10.085       182.170
     Satelit, stasiun bumi, dan peralatan        10.941         -               50            (114)        3.918        14.795
     Jaringan kabel                              60.256       314            3.140             (15)         (224)       63.471
     Drop cable                                  16.513         -            1.591               -              -       18.104
     Catu daya                                   24.348         -              559            (730)        1.427        25.604
     Peralatan pengolahan data                   21.893         -              332          (1.577)        1.292        21.940
     Peralatan telekomunikasi lainnya            11.087         -              412              (4)          743        12.238
     Peralatan kantor                             2.696         0               84             (74)            13        2.719
     Kendaraan                                      593         0               15             (42)           (36)         530
     Peralatan lainnya                               53         -                3               -              4           60
     Aset dalam pembangunan                       6.240         -           16.368             (31)      (19.647)        2.930
     Jumlah                                     379.729       314           24.449         (15.353)         (420)      388.719

    Akumulasi penyusutan:
    Aset tetap pemilikan langsung
     Bangunan                                     6.818            -           650             (27)           20         7.461
     Renovasi bangunan sewa                       1.312            -           128             (86)            (7)       1.347
     Peralatan sentral telepon                   14.121            -         1.756          (1.088)             6       14.795
     Peralatan telegraf, teleks, dan
       komunikasi data                            1.582            -             -          (1.578)             -            4
     Peralatan dan instalasi transmisi          104.347            -        11.713          (9.787)           48       106.321
     Satelit, stasiun bumi, dan peralatan         6.726            -           719            (114)           46         7.377
     Jaringan kabel                              17.812            -         2.698             (15)           36        20.531
     Drop cable                                  11.273            -         2.223               -              1       13.497
     Catu daya                                   17.387            -         2.014            (710)           29        18.720
     Peralatan pengolahan data                   16.149            -         2.031          (1.545)         (103)       16.532
     Peralatan telekomunikasi lainnya             7.700            -         1.517              (1)             -        9.216
     Peralatan kantor                             2.136            -           278             (68)          (62)        2.284
     Kendaraan                                      256            -            38             (27)          (17)          250
     Peralatan lainnya                               47            -             4               -             (2)          49
     Jumlah                                     207.666            -        25.769         (15.046)            (5)     218.384
    Nilai buku bersih                           172.063                                                                170.335




                                                              54
Page 63
                               PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                     PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                        CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
             Tanggal 31 Desember 2025 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
               (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
11. ASET TETAP (lanjutan)

    Rincian aset tetap adalah sebagai berikut (lanjutan):

                                                                Disajikan kembali (Catatan 2z)
                                            31 Desember                                Reklasifikasi/        31 Desember
                                                2022      Penambahan Pengurangan         Translasi               2023
    Harga perolehan:
    Aset tetap pemilikan langsung
     Tanah                                        1.838           110               -                  7             1.955
     Bangunan                                    18.947           569             (34)               114            19.596
     Renovasi bangunan sewa                       1.571            28             (14)                90             1.675
     Peralatan sentral telepon                   20.083           582            (309)              (720)           19.636
     Peralatan telegraf, teleks, dan
      komunikasi data                             1.583              -               -                  -          1.583
     Peralatan dan instalasi transmisi          171.106          5.839          (3.562)            7.281         180.664
     Satelit, stasiun bumi, dan peralatan        10.804            137               -                  -         10.941
     Jaringan kabel                              59.608          4.336              (6)           (3.682)         60.256
     Drop cable                                  15.087          1.426               -                  -         16.513
     Catu daya                                   23.276            722            (768)            1.118          24.348
     Peralatan pengolahan data                   20.954            557            (218)              600          21.893
     Peralatan telekomunikasi lainnya            10.402            468               -               217          11.087
     Peralatan kantor                             2.625             96             (18)                (7)         2.696
     Kendaraan                                      605             48             (56)                (4)           593
     Peralatan lainnya                               51              1               -                  1             53
     Aset dalam pembangunan                       4.598         18.049               -           (16.407)          6.240
     Jumlah                                     363.138         32.968          (4.985)          (11.392)        379.729

    Akumulasi penyusutan:
    Aset tetap pemilikan langsung
     Bangunan                                     6.228            649            (11)               (48)            6.818
     Renovasi bangunan sewa                       1.207            141             (6)               (30)            1.312
     Peralatan sentral telepon                   14.100          1.967           (309)            (1.637)           14.121
     Peralatan telegraf, teleks, dan
       komunikasi data                            1.582              -               -                 -           1.582
     Peralatan dan instalasi transmisi           97.335         12.171          (3.372)           (1.787)        104.347
     Satelit, stasiun bumi, dan peralatan         6.041            746               -               (61)          6.726
     Jaringan kabel                              20.550          2.593              (6)           (5.325)         17.812
     Drop cable                                   8.955          2.318               -                 -          11.273
     Catu daya                                   16.890          1.861            (758)             (606)         17.387
     Peralatan pengolahan data                   15.490          2.093            (217)           (1.217)         16.149
     Peralatan telekomunikasi lainnya             6.067          1.659               -               (26)          7.700
     Peralatan kantor                             2.073            285             (18)             (204)          2.136
     Kendaraan                                      242             48             (31)               (3)            256
     Peralatan lainnya                               44              3               -                 -              47
     Jumlah                                     196.804         26.534          (4.728)          (10.944)        207.666
    Nilai buku bersih                           166.334                                                          172.063

    Kelompok aset tetap yang terdiri dari (1) peralatan sentral telepon; (2) peralatan telegraf, teleks, dan
    komunikasi data; (3) peralatan dan instalasi transmisi; (4) satelit, stasiun bumi, dan peralatan;
    (5) jaringan kabel; (6) drop cable; (7) catu daya; (8) peralatan pengolahan data; dan (9) peralatan
    telekomunikasi lainnya merupakan infrastruktur utama telekomunikasi Grup.

    a. Laba dari penjualan aset tetap
                                                                         2025             2024               2023
       Hasil penjualan aset tetap                                               78               717                100
       Nilai buku bersih                                                         0               (59)               (16)
       Laba dari pelepasan atau penjualan aset tetap                            78               658                 84

    b. Lain-lain

       (i)     Selama tahun 2025 dan 2024, UPK yang menghasilkan proyeksi arus kas masuk adalah
               sambungan nirkabel tidak bergerak, seluler, dan lainnya. Manajemen berpendapat bahwa tidak
               ada indikasi penurunan nilai aset dari UPK tersebut pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024.


                                                           55
Page 64
                            PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                  PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
          Tanggal 31 Desember 2025 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
            (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
11. ASET TETAP (lanjutan)

    b. Lain-lain (lanjutan)

       (ii)   Bunga pinjaman yang dikapitalisasi ke aset dalam pembangunan sejumlah Rp13 miliar dan
              Rp98 miliar masing-masing untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 dan
              2024. Tarif kapitalisasi yang digunakan untuk menentukan jumlah biaya pinjaman yang layak
              dikapitalisasi berkisar antara 5,44%-8,20% dan 1,50%-6,10% masing-masing untuk tahun yang
              berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024.

       (iii) Tidak ada rugi selisih kurs yang dikapitalisasi ke aset dalam pembangunan untuk tahun yang
             berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024.

       (iv) Selama tahun 2025 dan 2024, Grup telah mendapat klaim asuransi atas aset tetap yang hilang
            dan rusak masing-masing sebesar Rp151 miliar dan Rp143 miliar dan dicatat sebagai bagian dari
            “Penghasilan lain-lain - bersih” dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain
            konsolidasian. Selama tahun 2025 dan 2024, nilai tercatat aset tetap tersebut masing-masing
            sebesar Rp96 miliar dan Rp114 miliar, telah dibebankan dalam laporan laba rugi dan penghasilan
            komprehensif lain konsolidasian.

       (v)    Grup memiliki beberapa bidang tanah yang terletak di berbagai daerah di Indonesia dengan
              status Hak Guna Bangunan (“HGB”) berjangka waktu 10-50 tahun yang akan habis masa
              berlakunya antara tahun 2026 sampai dengan tahun 2071. Manajemen berkeyakinan bahwa
              tidak akan terdapat kesulitan untuk memperpanjang hak atas tanah pada saat berakhirnya hak
              tersebut.

       (vi) Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, aset tetap milik Grup kecuali tanah, dengan nilai
            tercatat bersih masing-masing sebesar (sebelum eliminasi dan penyesuaian intercompany)
            Rp160.374 miliar dan Rp178.692 miliar telah diasuransikan terhadap risiko kebakaran,
            pencurian, gempa bumi dan risiko lainnya, termasuk gangguan bisnis. Jumlah keseluruhan
            pertanggungan untuk tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 masing-masing sebesar
            Rp44.267 miliar dan Rp44.143 miliar, HKD35 juta dan HKD10 juta, SGD197 juta dan
            SGD219 juta, dan MYR46 juta dan MYRNihil. Jumlah pertanggungan first loss basis untuk
            tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 masing-masing sebesar Rp2.750 miliar dan Rp2.750 miliar.
            Manajemen berkeyakinan bahwa nilai pertanggungan asuransi tersebut memadai untuk
            menutupi kemungkinan kerugian atas aset yang dipertanggungkan.

       (vii) Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, tingkat perkiraan persentase penyelesaian aset
             dalam pembangunan adalah masing-masing sekitar 44,12% dan 53,29% dari nilai kontrak atau
             Rp4.011 miliar dan Rp2.930 miliar sebagai jumlah tercatat aset tetap dalam pembangunan,
             dengan perkiraan penyelesaian masing-masing sampai Desember 2026. Saldo aset dalam
             pembangunan tersebut terutama terdiri dari bangunan, peralatan dan instalasi transmisi, jaringan
             kabel, dan catu daya. Manajemen berkeyakinan bahwa tidak terdapat hambatan yang dapat
             mempengaruhi penyelesaian aset dalam pembangunan.

       (viii) Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 seluruh aset yang dimiliki Perusahaan telah
              dijaminkan dalam perjanjian obligasi (Catatan 19a). Aset tetap entitas anak tertentu dengan biaya
              perolehan masing-masing sebesar Rp2.205 miliar dan Rp2.190 miliar telah dijaminkan dalam
              beberapa perjanjian pinjaman (Catatan 18 dan 19b).

       (ix) Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, jumlah tercatat bruto dari setiap aset tetap Grup yang
            telah disusutkan secara penuh dan masih digunakan adalah masing-masing sebesar
            Rp100.603 miliar dan Rp89.480 miliar. Grup saat ini sedang melakukan modernisasi aset jaringan
            untuk menggantikan aset tetap yang sudah disusutkan secara penuh.




                                                     56
Page 65
                           PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
         Tanggal 31 Desember 2025 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
           (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
11. ASET TETAP (lanjutan)

    b. Lain-lain (lanjutan)

       (x)   Pada tahun 2025, Perusahaan mengklasifikasikan aset drop cable dengan umur manfaat 5 tahun.
             Perubahan kebijakan akuntansi ini telah diterapkan secara retrospektif (Catatan 2z.iii). Dampak
             penambahan beban penyusutan (sebelum eliminasi dan penyesuaian intercompany) untuk tahun
             yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 adalah sebesar Rp1.352 miliar. Sedangkan
             estimasi untuk penambahan (pengurangan) beban penyusutan untuk setidaknya 5 (lima) tahun
             ke depan masing-masing adalah sebesar sebagai berikut:

                   Tahun                                                              Penambahan (Pengurangan)
                   2026                                                                                    880
                   2027                                                                                    419
                   2028                                                                                     55
                   2029                                                                                   (298)
                   2030                                                                                   (642)

       (xi) Pada tahun 2025, Perusahaan menetapkan perubahan estimasi umur manfaat untuk beberapa
            aset yang dimiliki Perusahaan (Catatan 2z.ii.(b)). Dampak penambahan beban penyusutan
            (sebelum eliminasi dan penyesuaian intercompany) untuk tahun yang berakhir pada tanggal
            31 Desember 2025 adalah sebesar Rp1.684 miliar. Sedangkan estimasi untuk penambahan
            (pengurangan) beban penyusutan untuk setidaknya 5 (lima) tahun ke depan masing-masing
            adalah sebesar sebagai berikut:

                    Tahun                                                             Penambahan (Pengurangan)
                    2026                                                                                  1.446
                    2027                                                                                    653
                    2028                                                                                    228
                    2029                                                                                    (96)
                    2030                                                                                   (381)

       (xii) Di tahun 2025, Perusahaan melakukan evaluasi kondisi fisik aset dan selanjutnya melakukan
             percepatan depresiasi sebesar Rp1.945 miliar atas beberapa jenis aset yang diperkirakan tidak
             optimal lagi.

       (xiii) Pada tahun 2025 dan 2024, nilai wajar tanah dan bangunan Grup adalah sebesar Rp54.474 miliar
              dan Rp53.262 miliar.

12. SEWA

    a. Grup sebagai lessee

       Grup menyewa beberapa aset termasuk tanah, bangunan, peralatan dan instalasi transmisi,
       kendaraan, dan lain-lain yang digunakan dalam operasi, yang pada umumnya memiliki masa sewa
       antara 1 dan 33 tahun.

       Nilai tercatat aset hak-guna yang diakui dan mutasi selama tahun berjalan adalah sebagai berikut:

                                                                  Peralatan
                                                                 dan instalasi
                                       Tanah        Bangunan      transmisi       Kendaraan     Lain-lain     Jumlah
       Saldo, 1 Januari 2024               4.691          582          15.868            522           921      22.584
       Penambahan                          1.725          198            7.337           241           920      10.421
       Pengurangan dan reklasifikasi        (167)          (0)            (409)           (4)          (16)        (596)
       Beban penyusutan                   (1.074)        (192)          (3.699)         (266)         (268)      (5.499)
       Saldo, 31 Desember 2024             5.175          588          19.097            493         1.557      26.910
       Penambahan                          2.320          138            4.471           413            99        7.441
       Pengurangan dan reklasifikasi        (137)          23             (603)          (12)             -        (729)
       Beban penyusutan                   (1.142)        (193)          (3.977)         (310)          (39)      (5.661)
       Saldo, 31 Desember 2025             6.216          556          18.988            584         1.617      27.961


                                                           57
Page 66
                           PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
         Tanggal 31 Desember 2025 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
           (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
12. SEWA (lanjutan)

    a. Grup sebagai lessee (lanjutan)

      Nilai tercatat liabilitas sewa dan rincian mutasinya selama tahun berjalan adalah sebagai berikut:

                                                                       2025                   2024

       Saldo, 1 Januari                                                       23.959                 20.425
       Penambahan bunga                                                        1.466                  1.335
       Penambahan (Catatan 39a)                                                7.441                 10.421
       Pengurangan                                                            (8.729)                (8.222)
       Saldo, 31 Desember                                                     24.137                 23.959
       Bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun                               (5.590)                (5.491)
       Bagian jangka panjang                                                  18.547                 18.468

       Jatuh tempo pembayaran liabilitas sewa adalah sebagai berikut:

                                                                       2025                   2024

       Kurang dari 1 tahun                                                     6.844                  6.824
       Lebih dari satu tahun dan kurang dari 5 tahun                          14.676                 14.356
       Lebih dari 5 tahun                                                      7.517                  8.081
       Jumlah pembayaran sewa                                                 29.037                 29.261
       Bunga                                                                  (4.900)                (5.302)
       Nilai kini atas pembayaran sewa                                        24.137                 23.959
       Bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun                               (5.590)                (5.491)
       Bagian jangka panjang                                                  18.547                 18.468

       Grup juga memiliki sewa tertentu dengan jangka waktu dua belas bulan atau kurang dan nilai sewa
       bernilai rendah. Grup menerapkan 'sewa jangka pendek' dan 'sewa aset bernilai rendah' sebagai
       pengecualian untuk sewa ini. Tidak ada kontrak sewa dengan pembayaran sewa variabel.

       Berikut adalah beban terkait sewa yang diakui pada laba rugi:

                                                                       2025                   2024
       Beban penyusutan                                                        5.661                  5.499
       Beban sewa jangka pendek                                                4.638                  3.689
       Beban bunga sewa                                                        1.466                  1.335
       Beban sewa aset bernilai rendah                                            16                      4

    b. Grup sebagai lessor

      Grup menandatangani beberapa perjanjian sewa menyewa dengan pihak ketiga maupun pihak
      berelasi yang tidak dapat dibatalkan. Perjanjian tersebut meliputi sewa jaringan, peralatan
      telekomunikasi serta tanah dan bangunan dengan jangka waktu bervariasi berkisar 1 sampai dengan
      29 tahun yang akan berakhir bervariasi antara tahun 2026 hingga 2039. Periode sewa menyewa dapat
      diperpanjang berdasarkan perjanjian oleh kedua belah pihak.

      Jumlah pembayaran dan penerimaan sewa minimum di masa yang akan datang untuk perjanjian sewa
      operasi adalah sebagai berikut:

                                                                       2025                   2024
       Kurang dari 1 tahun                                                     3.188                  6.222
       Lebih dari 1 tahun dan kurang dari 5 tahun                             10.670                  8.502
       Lebih dari 5 tahun                                                      4.701                  3.518
       Jumlah                                                                 18.559                 18.242




                                                    58
Page 67
                           PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
         Tanggal 31 Desember 2025 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
           (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
13. ASET TIDAK LANCAR LAINNYA

   Rincian dari aset tidak lancar lainnya adalah sebagai berikut:

                                                                             2025                         2024
   Klaim restitusi pajak - setelah dikurangi
    bagian jangka pendek (Catatan 27b)                                              3.996                         2.818
   Beban dibayar di muka                                                            1.432                         1.056
   Izin penggunaan frekuensi dibayar di muka - setelah
    dikurangi bagian jangka pendek (Catatan 35c.i)                                  1.201                         1.594
   Uang muka                                                                          734                           205
   Uang jaminan                                                                       284                           234
   Lain-lain (masing-masing di bawah Rp100 miliar)                                    226                           301
   Jumlah                                                                           7.873                         6.208

   Grup mereklasifikasi piutang usaha - bersih atas transaksi yang tidak memiliki substansi ekonomi dan
   tidak sesuai dengan standar pelaporan keuangan yang berlaku serta kebijakan dan pengendalian internal
   Grup ke aset tidak lancar lainnya, sebagaimana diungkapkan pada Catatan 35.c.iv.

14. ASET TAKBERWUJUD

   Rincian aset takberwujud adalah sebagai berikut:

                                                                                                 Aset
                                                                                            takberwujud
                                                Goodwill     Piranti lunak     Lisensi         lainnya       Jumlah
    Nilai tercatat bruto:
     Saldo, 1 Januari 2025                          1.474          20.531            647          1.703          24.355
     Penambahan                                         -           2.878             68             16           2.962
     Pengurangan                                        -              (8)            (1)            (3)            (12)
     Reklasifikasi/translasi                          (85)            196             11             (2)            120
     Saldo, 31 Desember 2025                        1.389          23.597            725          1.714          27.425
    Akumulasi amortisasi:
     Saldo, 1 Januari 2025                           (479)        (13.086)          (277)        (1.071)         (14.913)
     Beban amortisasi                                   -          (2.906)           (94)           (72)          (3.072)
     Pengurangan                                        -               7              -              -                7
     Reklasifikasi/translasi                            4            (218)             1              3             (210)
     Saldo, 31 Desember 2025                         (475)        (16.203)          (370)        (1.140)         (18.188)
    Nilai buku bersih                                 914           7.394            355            574            9.237



                                                                                                 Aset
                                                                                            takberwujud
                                                Goodwill     Piranti lunak     Lisensi         lainnya       Jumlah
    Nilai tercatat bruto:
     Saldo, 1 Januari 2024                          1.492          21.642            550          1.694          25.378
     Penambahan                                         -           3.415             94              9           3.518
     Pengurangan                                      (18)         (4.489)             -              -          (4.507)
     Reklasifikasi/translasi                            -             (37)             3              -             (34)
     Saldo, 31 Desember 2024                        1.474          20.531            647          1.703          24.355
    Akumulasi amortisasi dan penurunan nilai:
     Saldo, 1 Januari 2024                           (413)        (15.034)          (200)        (1.000)         (16.647)
     Beban amortisasi                                   -          (2.515)           (76)           (71)          (2.662)
     Penurunan nilai                                  (77)              -              -              -              (77)
     Pengurangan                                       11           4.472              -              -            4.483
     Reklasifikasi/translasi                            -              (9)            (1)             -              (10)
     Saldo, 31 Desember 2024                         (479)        (13.086)          (277)        (1.071)         (14.913)
    Nilai buku bersih                                 995           7.445            370            632            9.442




                                                      59
Page 68
                            PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                  PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
          Tanggal 31 Desember 2025 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
            (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
14. ASET TAKBERWUJUD (lanjutan)

   (i)    Goodwill timbul dari akuisisi oleh Mitratel, Metranet, Sigma, TDE, Telkomsat, dan Metra masing-
          masing sebesar Rp467 miliar, Rp220 miliar, Rp78 miliar, Rp77 miliar, Rp68 miliar, dan Rp4 miliar.

   (ii)   Sisa periode amortisasi dari aset takberwujud piranti lunak untuk tahun yang berakhir pada tanggal
          31 Desember 2025 dan 2024 adalah masing-masing 1-6 tahun. Beban amortisasi diakui sebagai
          bagian dari “Beban penyusutan dan amortisasi” dalam laporan laba rugi dan penghasilan
          komprehensif lain konsolidasian.

   (iii) Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, jumlah tercatat bruto dari aset takberwujud yang telah
         diamortisasi seluruhnya dan masih digunakan adalah masing-masing sebesar Rp10.664 miliar dan
         Rp8.345 miliar.

15. UTANG USAHA

   Rincian utang usaha adalah sebagai berikut:

                                                                            2025                2024
   Pihak berelasi
    Pembelian peralatan, barang, dan jasa                                          337                  378
    Utang kepada penyelenggara telekomunikasi lainnya                              234                  248
   Sub-jumlah                                                                      571                  626

   Pihak ketiga
    Pembelian peralatan, barang, dan jasa                                      10.006                  9.729
    Utang kepada penyelenggara telekomunikasi lainnya                           3.123                  2.350
    Beban pemakaian frekuensi radio, beban hak
      penyelenggaraan, dan Kewajiban Pelayanan Universal ("KPU")                2.484                2.631
   Sub-jumlah                                                                  15.613               14.710
   Jumlah                                                                      16.184               15.336

   Utang usaha berdasarkan mata uang adalah sebagai berikut:

                                                                            2025                2024
   Rupiah                                                                      13.476              13.217
   Dolar A.S.                                                                   2.657                2.059
   Lain-lain                                                                       51                   60
   Jumlah                                                                      16.184              15.336

   Syarat dan ketentuan atas utang usaha di atas:
   a. Utang usaha tidak dikenakan bunga dan secara umum diselesaikan dalam jangka waktu 1 tahun.
   b. Lihat Catatan 32c untuk rincian transaksi pihak berelasi.
   c. Lihat Catatan 37b.v untuk manajemen risiko likuiditas Grup.




                                                    60
Page 69
                          PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                   CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
        Tanggal 31 Desember 2025 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
          (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
15. UTANG USAHA (lanjutan)

   GSD, Telkom Akses, dan Mitratel memiliki kerjasama dengan beberapa bank dalam fasilitas pembiayaan
   supply chain. Fasilitas tersebut dapat digunakan oleh pemasok GSD, Telkom Akses, dan Mitratel untuk
   memperoleh pembayaran atas tagihan yang telah disetujui untuk dibayarkan oleh bank sesuai dengan
   syarat dan ketentuan tertentu. Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, nilai tercatat liabilitas dalam
   pengaturan pembiayaan pemasok adalah sebagai berikut:

                                                                      2025                  2024
   Liabilitas dalam pengaturan pembiayaan pemasok                              353                   475
   Jumlah yang vendor telah terima dari penyedia pembiayaan                    353                   473

   Rentang tanggal jatuh tempo                                         1 - 3 bulan           1 - 3 bulan

   Tidak ada kombinasi bisnis material atau perbedaan nilai tukar mata uang asing yang akan
   mempengaruhi kewajiban berdasarkan pengaturan pembiayaan pemasok pada kedua periode tersebut.
   Terdapat transfer non-tunai dari utang usaha ke utang bank berdasarkan pengaturan pembiayaan
   pemasok sebesar RpNihil dan Rp115 miliar masing-masing pada tahun 2025 dan 2024.

16. BEBAN YANG MASIH HARUS DIBAYAR

   Rincian beban yang masih harus dibayar adalah sebagai berikut:

                                                                     2025                  2024
   Gaji dan tunjangan                                                        5.673                  3.856
   Operasi, pemeliharaan, dan jasa telekomunikasi                            5.459                  6.424
   Umum, administrasi, dan pemasaran                                         3.525                  3.665
   Beban bunga dan administrasi bank                                           210                    247
   Jumlah                                                                   14.867                 14.192

   Lihat Catatan 32 untuk rincian transaksi dengan pihak berelasi.

17. LIABILITAS KONTRAK

   Rinican dari liabilitas kontrak adalah sebagai berikut:

   a. Liabilitas kontrak jangka pendek

                                                                     2025                  2024
      Uang muka pelanggan B2C                                               3.396                   3.529
      Uang muka pelanggan B2B ICT                                           2.774                   2.208
      Uang muka pelanggan Internasional                                       814                     679
      Uang muka pelanggan B2B Infra                                           492                     699
      Uang muka pelanggan lain-lain                                           494                     623
      Jumlah                                                                7.970                   7.738

   b. Liabilitas kontrak jangka panjang

                                                                     2025                  2024
      Uang muka pelanggan Internasional                                      1.059                    948
      Uang muka pelanggan B2B ICT                                              581                    244
      Uang muka pelanggan B2C                                                  558                    602
      Uang muka pelanggan lain-lain                                            653                    690
      Jumlah                                                                 2.851                  2.484




                                                     61
Page 70
                          PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                   CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
        Tanggal 31 Desember 2025 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
          (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
17. LIABILITAS KONTRAK (lanjutan)

   Mutasi liabilitas kontrak untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 adalah
   sebagai berikut:

                                                                     2025                     2024
    Saldo, 1 Januari                                                        10.222                    9.439
    Ditangguhkan selama tahun berjalan                                       8.337                    7.631
    Diakui sebagai pendapatan selama tahun berjalan                         (7.738)                  (6.848)
    Saldo, 31 Desember                                                      10.821                   10.222
    Lancar                                                                  (7.970)                  (7.738)
    Tidak lancar                                                             2.851                    2.484

   Lihat Catatan 32 untuk rincian transaksi dengan pihak berelasi.

18. UTANG BANK JANGKA PENDEK

                                                                             Saldo Terutang
   Kreditur                                                          2025                     2024
   Pihak berelasi
    Bank Mandiri                                                               804                    3.755
    BNI                                                                        586                    1.799
    BRI                                                                        100                        -
   Sub-jumlah                                                                1.490                    5.554
   Pihak ketiga
    MUFG Bank ("MUFG")                                                       2.805                    1.805
    PT Bank HSBC Indonesia ("HSBC")                                          2.100                    2.440
    PT Bank DBS Indonesia ("DBS")                                              420                      440
    PT Bank Maspion Indonesia Tbk. ("Bank Maspion")                             95                      167
    Bank of China                                                                -                    1.000
    UOB Indonesia                                                                -                      100
    Lain-lain                                                                   19                       19
   Sub-jumlah                                                                5.439                    5.971
   Jumlah                                                                    6.929                   11.525




                                                   62
Page 71
                                PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                      PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                         CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
              Tanggal 31 Desember 2025 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
                (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
18. UTANG BANK JANGKA PENDEK (lanjutan)

   Informasi lain yang signifikan terkait utang bank jangka pendek pada tanggal 31 Desember 2025 adalah
   sebagai berikut:

                                              Total
                                            fasilitas                      Periode            Tingkat
                                       Mata (dalam Jatuh tempo fasilitas pembayaran         suku bunga
                        Peminjam       uang miliar)*    pinjaman            bunga            per tahun          Jaminan**
   Bank Mandiri
    2020                     Finnet     Rp       500           28 April 2026    Bulanan             1 bulan        Tidak ada
                                                                                           IndONIA + 1,30%
       2021                 Nutech      Rp       100     27 September 2026      Bulanan              9,00%     Piutang usaha
                                                                                                               dan aset tetap
       2022                 Mitratel    Rp     3.450            25 Juli 2026    Bulanan              5,50%          Tidak ada

   BNI
    2014                     Sigma      Rp       150         9 Januari 2026     Bulanan              8,50%     Piutang usaha
                                                                                                               dan aset tetap
       2017 - 2021      Infomedia,      Rp       985        28 Maret 2026 -     Bulanan              1 bulan        Tidak ada
                       Telkom Infra                             6 Juni 2026                  JIBOR + 1,75%;
                                                                                                     1 bulan
                                                                                           IndONIA + 2,78%
       2019                Metranet     Rp       150       18 Februari 2026     Bulanan              1 bulan   Piutang usaha
                                                                                              JIBOR + 2,00%
   BRI
    2025                     Finnet     Rp       500           19 Juni 2026     Bulanan              6,70%         Tidak ada
   MUFG
    2018                  Telkomsel     Rp     1.000           30 April 2026   Bulanan               5,05%         Tidak ada
    2018 - 2019          Infomedia,     Rp     2.176       31 Januari 2026 -   Bulanan,    1 bulan JIBOR +         Tidak ada
                       Metra, GSD,                          31 Oktober 2026    Kuartalan     0,25%-0,80%;
                       Telkom Infra,                                                       3 bulan JIBOR +
                         Telkomsat                                                            0,25%-0,80%
   HSBC
    2014                     Sigmaa     Rp       400      6 November 2026      Bulanan         6,42%-7,63%     Piutang usaha
    2018 - 2023       Sigma, Metra,     Rp     2.588      12 Januari 2026 -    Bulanan,             1 bulan         Tidak ada
                              PINS,                        25 Oktober 2026     Kuartalan    JIBOR + 0,35%;
                          Metranet,                                                                 3 bulan
                         Telkomsat,                                                          JIBOR + 2,00%
                         GSD, TDE
   DBS
    2018               Telkom Infra,    Rp       600         1 Agustus 2026     Bulanan            1 bulan         Tidak ada
                          Infomedia                                                         JIBOR + 1,20%
   Bank Maspion
    2023                   Metranet     Rp       170       26 Oktober 2026      Bulanan              7,25%         Tidak ada

   *
      Disajikan dalam mata uang asal.
   ** Lihat Catatan 5 dan Catatan 11 untuk piutang usaha dan aset tetap yang dijaminkan.
   a.
      Perpanjangan otomatis jika belum dilunasi.

   Sebagaimana dinyatakan dalam perjanjian, Grup diharuskan untuk menaati semua persyaratan atau
   batasan seperti adanya batasan bahwa Perusahaan harus memiliki kepemilikan saham mayoritas paling
   sedikit 51% terhadap anak perusahaan dan mempertahankan rasio-rasio keuangan. Pada tanggal
   31 Desember 2025, Grup telah memenuhi ketentuan mengenai rasio keuangan tersebut, kecuali untuk
   Sigma terkait debt to service coverage ratio yang masih lebih rendah dari yang dipersyaratkan. Pada
   tanggal 31 Desember 2025, Grup telah memperoleh persetujuan (waiver) untuk pinjaman sebesar
   Rp9 miliar dari HSBC untuk tidak mensyaratkan pembayaran sebagai konsekuensi atas pelanggaran
   tersebut untuk Sigma. Waiver dari HSBC diterima pada tanggal 15 Desember 2025 dan berlaku efektif
   selama 12 bulan setelah periode pelaporan.

   Fasilitas utang bank yang diperoleh Grup digunakan untuk keperluan pengembangan bisnis usaha.




                                                             63
Page 72
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                   PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                      CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
           Tanggal 31 Desember 2025 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
19. PINJAMAN JANGKA PANJANG

   Pinjaman jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun adalah sebagai berikut:

                                                         Catatan                2025                            2024
   Obligasi                                               19a                               -                           2.347
   Utang bank                                             19b                          17.746                          13.519
   Jumlah                                                                              17.746                          15.866

   Pinjaman jangka panjang adalah sebagai berikut:

                                                         Catatan                2025                            2024
   Obligasi                                               19a                               2.696                       2.696
   Utang bank                                             19b                              23.403                      22.822
   Jumlah                                                                                  26.099                      25.518

   Jadwal pembayaran pokok utang pada tanggal 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:

                                                                       Tahun
                               Catatan     Jumlah        2027          2028            2029           2030 Selanjutnya
   Obligasi                     19a          2.696               -              -              -       1.200    1.496
   Utang bank                   19b         23.403           6.175          5.554          4.979       4.003    2.692
   Jumlah                                   26.099           6.175          5.554          4.979       5.203    4.188

   a. Obligasi

                                                                                           Saldo terutang
      Obligasi                                                                      2025                        2024
      Obligasi Telkom Tahun 2015
         Seri B                                                                                -                        2.100
         Seri C                                                                            1.200                        1.200
         Seri D                                                                            1.500                        1.500
      Obligasi Mitratel Tahun 2024                                                             -                          240
      Sukuk Mitratel Tahun 2024                                                                -                           10
      Jumlah                                                                               2.700                        5.050
      Biaya perolehan pinjaman yang belum
       diamortisasi                                                                           (4)                          (7)
                                                                                           2.696                        5.043
      Bagian yang akan jatuh tempo dalam satu tahun                                             -                      (2.347)
      Bagian jangka panjang                                                                2.696                        2.696

      i.     Obligasi Telkom Tahun 2015

                                                                                                  Periode          Tingkat
                                                    Tempat        Tanggal                       pembayaran        bunga per
             Obligasi   Pokok utang    Penerbit    pencatatan      terbit      Jatuh tempo         bunga            tahun
             Seri A           2.200   Perusahaan      BEI       23 Juni 2015   23 Juni 2022         Kuartalan      9,93%
             Seri B           2.100   Perusahaan      BEI       23 Juni 2015   23 Juni 2025         Kuartalan      10,25%
             Seri C           1.200   Perusahaan      BEI       23 Juni 2015   23 Juni 2030         Kuartalan      10,60%
             Seri D           1.500   Perusahaan      BEI       23 Juni 2015   23 Juni 2045         Kuartalan      11,00%
             Total            7.000

             Obligasi ini tidak dijamin dengan jaminan khusus, tetapi dijamin dengan seluruh harta kekayaan
             Perusahaan baik berupa barang bergerak maupun tidak bergerak, baik yang telah ada maupun
             yang akan ada dikemudian hari (Catatan 11b.viii). Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi
             obligasi ini adalah PT Bahana TCW Investment Management (“Bahana TCW”), PT BRI
             Danareksa Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas, dan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk.,
             sedangkan bertindak sebagai Wali Amanat adalah Bank Permata. Perusahaan menerima hasil
             penerbitan obligasi ini pada tanggal 23 Juni 2015.

                                                        64
Page 73
                               PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                     PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                        CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
             Tanggal 31 Desember 2025 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
               (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
19. PINJAMAN JANGKA PANJANG (lanjutan)

   a. Obligasi (lanjutan)

      i.       Obligasi Telkom Tahun 2015 (lanjutan)

               Dana yang diperoleh dari hasil penawaran umum obligasi setelah dikurangi biaya-biaya emisi,
               seluruhnya dipergunakan untuk pengembangan usaha: broadband, backbone, metro network,
               regional metro junction, information technology application and support, dan akuisisi beberapa
               perusahaan baik dalam lingkup domestik maupun internasional.

               Pada tanggal 31 Desember 2025, peringkat obligasi Perusahaan yang diberikan oleh
               PT Pemeringkat Efek Indonesia adalah idAAA (Triple A).

               Berdasarkan Perjanjian Perwaliamanatan, Perusahaan dipersyaratkan untuk menaati semua
               pembatasan, termasuk mempertahankan rasio-rasio keuangan sebagai berikut:
               (a) Debt to equity tidak lebih dari 2:1;
               (b) EBITDA terhadap beban bunga tidak kurang dari 4:1;
               (c) Debt service coverage minimal sebesar 125%.

               Pada tanggal 31 Desember 2025, Perusahaan telah memenuhi ketentuan mengenai rasio-rasio
               tersebut di atas.

      ii.      Obligasi Mitratel Tahun 2024

               Pada tanggal 4 Juli 2024, Mitratel menerbitkan obligasi berkelanjutan tahap I sebesar
               Rp240 miliar. Bunga obligasi sebesar 6,50% per tahun akan dibayarkan setiap triwulan.
               Pembayaran atas obligasi telah dilakukan pada tanggal 14 Juli 2025.

               BTN ditunjuk sebagai wali amanat atas penerbitan obligasi Mitratel 2024. Penerbitan obligasi ini
               memperoleh peringkat idAAA dari PT Pemeringkat Efek Indonesia.

      iii.     Sukuk Mitratel Tahun 2024

               Pada tanggal 4 Juli 2024, Mitratel menerbitkan Sukuk Ijarah berkelanjutan tahap I sebesar
               Rp10 miliar. Bunga sukuk sebesar 6,50% per tahun akan dibayarkan setiap triwulan. Pembayaran
               atas sukuk telah dilakukan pada tanggal 14 Juli 2025.

               BTN ditunjuk sebagai wali amanat atas penerbitan sukuk Mitratel 2024. Penerbitan sukuk ini
               memperoleh peringkat AAAsy dari PT Pemeringkat Efek Indonesia.




                                                       65
Page 74
                           PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
         Tanggal 31 Desember 2025 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
           (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
19. PINJAMAN JANGKA PANJANG (lanjutan)
   b. Utang bank
                                                                                      2025                              2024
                                                                                  Saldo terutang                    Saldo terutang
                                                                            Mata uang                         Mata uang
                                                                               asing          Setara             asing          Setara
      Kreditur                                          Mata uang         (dalam jutaan)      Rupiah        (dalam jutaan)      Rupiah
      Pihak berelasi
       BNI                                                     Rp                       -       13.155                     -        6.030
       Bank Mandiri                                            Rp                       -        7.635                     -        6.355
       BSI                                                     Rp                       -        1.666                     -        2.083
       BRI                                                     Rp                       -          261                     -        1.475
      Sub-jumlah                                                                                22.717                             15.943
      Pihak ketiga
       BCA                                                      Rp                     -         7.313                     -        9.755
       DBS                                                      Rp                     -         4.350                     -        4.800
       Bank of China                                            Rp                     -         1.900                     -        1.900
       Bank CIMB Niaga                                          Rp                     -         1.750                     -        1.710
                                                               US$                    10           173                     6           99
       Bank Permata                                             Rp                     -         1.229                     -        1.021
       PT Bank Sinarmas Tbk. (“Bank Sinarmas”)                  Rp                     -         1.000                     -            -
       HSBC                                                     Rp                     -           784                     -        1.000
       Bank Danamon                                             Rp                     -            16                     -          110
       PT Bank ANZ Indonesia ("Bank ANZ")                       Rp                     -             -                     -           22
       Bank Sindikasi                                          US$                     -             -                     4           60
       Lain-lain                                                Rp                     -             -                     -            3
                                                               MYR                     6            26                     7           27
      Sub-jumlah                                                                                18.541                             20.507
      Jumlah                                                                                    41.258                             36.450
      Biaya perolehan pinjaman yang belum
       diamortisasi                                                                               (109)                              (109)
                                                                                                41.149                             36.341
      Utang bank yang jatuh tempo dalam
       satu tahun                                                                               (17.746)                           (13.519)
      Bagian jangka panjang                                                                      23.403                             22.822

      Informasi lain yang signifikan terkait utang bank pada tanggal 31 Desember 2025 adalah sebagai
      berikut:
                                                                Pembayaran
                                                     Total        periode
                                                   fasilitas      berjalan                     Periode
                                         Mata       (dalam         (dalam        Jadwal      pembayaran     Tingkat suku
                         Peminjam        Uang       miliar)*      miliar)*     pembayaran       bunga      bunga per tahun      Jaminan**
      BNI
       2013                   Sigma       Rp            650               61    2021-2027       Bulanan             1 bulan         Piutang
                                                                                                           IndONIA + 2,25%       usaha dan
                                                                                                                                  aset tetap
       2018                     TLT       Rp          1.540            110      2018-2033      Kuartalan              3 bulan    Aset tetap
                                                                                                               JIBOR + 1,50%
       2018 - 2025      Perusahaan,       Rp         22.825           2.131     2018-2032      Bulanan,               3 bulan     Tidak ada
                            Mitratel,                                                          Kuartalan      JIBOR + 0,25%;
                         UMT, PST,                                                                         1 bulan IndONIA +
                          Telkomsel                                                                             0,75%-1,65%;
                                                                                                                      3 bulan
                                                                                                            IndONIA + 0,75%
      Bank Mandiri
       2018               Telkomsel       Rp          4.000          11.000     2018-2026      Kuartalan               5,00%      Tidak ada
       2018 - 2024      Perusahaan,       Rp          9.975           2.320     2020-2031      Bulanan,      3 bulan JIBOR +      Tidak ada
                         GSD, PST,                                                             Kuartalan       0,25%-1,50%;
                             Mitratel                                                                                 1 bulan
                                                                                                           IndONIA + 0,85%;
                                                                                                                      3 bulan
                                                                                                            IndONIA + 0,90%
      BSI
       2021 - 2022        Telkomsel       Rp          2.000           5.000     2022-2027       Bulanan              5,30%        Tidak ada
       2024                  Mitratel     Rp          2.500             417     2024-2029       Bulanan             1 bulan       Tidak ada
                                                                                                           IndONIA + 0,85%
      BRI
       2019 - 2023      Perusahaan,       Rp          3.000           1.214     2021-2030      Bulanan,             3 bulan       Tidak ada
                             Mitratel                                                          Kuartalan     JIBOR + 0,75%;
                                                                                                                    1 bulan
                                                                                                           IndONIA + 1,00%
       2024               Telkomsel       Rp          1.000           2.000     2024-2026    Semesteran               6,50%       Tidak ada

      * Disajikan dalam mata uang asal
      ** Lihat Catatan 5 dan Catatan 11 untuk piutang usaha dan aset tetap yang dijaminkan
                                                                     66
Page 75
                           PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
         Tanggal 31 Desember 2025 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
           (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
19. PINJAMAN JANGKA PANJANG (lanjutan)

   b. Utang bank (lanjutan)

      Informasi lain yang signifikan terkait utang bank pada tanggal 31 Desember 2025 adalah sebagai
      berikut:

                                                               Pembayaran
                                                     Total       periode
                                                   fasilitas     berjalan                      Periode
                                         Mata       (dalam        (dalam          Jadwal     pembayaran Tingkat suku bunga
                         Peminjam        Uang       miliar)*     miliar)*       pembayaran      bunga        per tahun     Jaminan**
      BCA
       2020 - 2024      Perusahaan,       Rp         18.686            2.443     2020-2032     Bulanan,      3 bulan JIBOR +    Tidak ada
                         PST, GSD,                                                             Kuartalan       0,50%-1,00%;
                             Mitratel                                                                                 1 bulan
                                                                                                           IndONIA + 0,75%;
                                                                                                           3 bulan IndONIA +
                                                                                                                1,25%-1,89%
       2022               Telkomsel       Rp          2.000            5.000     2022-2026      Bulanan                6,10%    Tidak ada
      DBS
       2021 - 2023           Mitratel     Rp          5.500            1.283     2022-2030      Bulanan             1 bulan     Tidak ada
                                                                                                           IndONIA + 0,95%
       2024 - 2025      Perusahaan,       Rp          6.000            2.167     2025-2031     Kuartalan       4,95%-6,50%      Tidak ada
                          Telkomsel
      Bank of China
       2019               Telkomsel       Rp          1.900            1.900     2019-2026      Bulanan               5,05%     Tidak ada
      Bank CIMB
       Niaga
       2019 - 2022            PINS,       Rp          2.300              960     2022-2028     Bulanan,             3 bulan     Tidak ada
                             Mitratel                                                          Kuartalan     JIBOR + 1,95%;
                                                                                                                    1 bulan
                                                                                                           IndONIA + 0,90%
       2025               Telkomsel       Rp          1.000            2.000     2025-2027      Bulanan               4,70%     Tidak ada
       2021 - 2022             Telin      US$             0                0     2025-2030   Semesteran             6 bulan     Tidak ada
                                                                                                              SOFR + 1,82%
      Bank Permata
       2020 - 2024           Mitratel     Rp          2.250              292     2021-2031      Bulanan             1 bulan     Tidak ada
                                                                                                           IndONIA + 1,02%
       2025               Telkomsel       Rp          1.000            2.000     2025-2027      Bulanan              5,85%      Tidak ada
      Bank Sinarmas
       2024               Telkomsel       Rp          1.000            6.500     2025-2026     Kuartalan            1 minggu    Tidak ada
                                                                                                                      JIBOR
      HSBC
       2021 - 2023           Mitratel     Rp          1.250              216     2023-2030      Bulanan             1 bulan     Tidak ada
                                                                                                           IndONIA + 0,90%
      Bank Danamon
       2022                  Mitratel     Rp            636               91     2022-2025     Kuartalan            3 bulan     Tidak ada
                                                                                                             JIBOR + 1,50%
       2024                      SSI      Rp             24                3     2024-2029      Bulanan              8,75%      Tidak ada
      Bank ANZ
       2015              PINS, GSD        Rp            440               22     2020-2025     Kuartalan    3 bulan JIBOR +     Tidak ada
                                                                                                               1,40%-2,00%
       2025               Telkomsel       Rp          1.500            3.000     2025-2027      Bulanan               5,32%     Tidak ada
      Bank Sindikasi
       2018                     Telin     US$             0                0     2020-2025   Semesteran             6 bulan     Tidak ada
                                                                                                              SOFR + 1,55%

      * Disajikan dalam mata uang asal
      ** Lihat Catatan 5 dan Catatan 11 untuk piutang usaha dan aset tetap yang dijaminkan




                                                                    67
Page 76
                          PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                   CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
        Tanggal 31 Desember 2025 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
          (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
19. PINJAMAN JANGKA PANJANG (lanjutan)

   b. Utang bank (lanjutan)

      Sebagaimana dinyatakan dalam perjanjian, Grup diharuskan untuk menaati semua persyaratan atau
      batasan seperti adanya pembatasan pembagian dividen, pembatasan perolehan utang baru,
      termasuk mempertahankan rasio-rasio keuangan. Pada tanggal 31 Desember 2025, Grup telah
      memenuhi ketentuan mengenai rasio keuangan tersebut, kecuali untuk Sigma terkait debt to service
      coverage ratio yang masih lebih rendah dari yang dipersyaratkan. Pada tanggal 31 Desember 2025,
      Grup telah memperoleh persetujuan (waiver) untuk pinjaman sebesar Rp47 miliar dari BNI untuk tidak
      mensyaratkan pembayaran sebagai konsekuensi atas pelanggaran tersebut untuk Sigma. Waiver dari
      BNI diterima pada tanggal 15 Desember 2025 dan berlaku efektif selama 12 bulan setelah periode
      pelaporan.

      Fasilitas utang bank yang diperoleh Grup tersebut digunakan untuk keperluan pengembangan bisnis
      usaha dan keperluan investasi.

      Pada tanggal 31 Desember 2025, Grup memiliki fasilitas pinjaman yang belum ditarik sebesar
      Rp42.109 miliar dan US$67 juta.

20. KEPENTINGAN NONPENGENDALI

   Rincian kepentingan nonpengendali adalah sebagai berikut:

                                                                   2025                   2024
   Kepentingan nonpengendali atas aset bersih entitas anak:
    Telkomsel                                                             10.381                 11.022
    Mitratel                                                               8.404                  8.440
    Lain-lain (masing-masing di bawah Rp100 miliar)                        1.067                    934
   Jumlah                                                                 19.852                 20.396

                                                                   2025                   2024
   Kepentingan nonpengendali atas laba (rugi)
    tahun berjalan entitas anak:
      Telkomsel                                                            6.101                  6.434
      Mitratel                                                               597                    594
      Lain-lain                                                              (54)                    66
   Jumlah                                                                  6.644                  7.094

   Entitas anak dengan kepemilikan nonpengendali yang material

   Kepemilikan kepentingan nonpengendali yang dianggap material oleh Perusahaan adalah kepemilikan
   kepentingan nonpengendali atas Telkomsel dan Mitratel. Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024,
   kepemilikan kepentingan nonpengendali atas Telkomsel dan Mitratel masing-masing adalah sebesar
   30,10% dan 28,16%.

   Ringkasan informasi keuangan Telkomsel dan Mitratel disajikan di bawah ini. Informasi ini berdasarkan
   nilai sebelum penyesuaian dan eliminasi antar perusahaan.




                                                  68
Page 77
                          PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                   CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
        Tanggal 31 Desember 2025 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
          (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
20. KEPENTINGAN NONPENGENDALI (lanjutan)

   Ringkasan laporan posisi keuangan:

                                                    Telkomsel                         Mitratel
                                            2025              2024           2025                2024
   Aset lancar                                  17.651            19.374          3.051              3.447
   Aset tidak lancar                            96.976            98.029        55.299              54.693
   Liabilitas jangka pendek                    (41.560)          (41.199)        (7.500)           (12.286)
   Liabilitas jangka panjang                   (44.791)          (45.216)      (17.499)            (12.467)
   Jumlah ekuitas                               28.276            30.988        33.351              33.387
   Yang dapat diatribusikan kepada:
    Pemilik entitas induk                      17.895             19.966        24.947              24.947
    Kepentingan nonpengendali                  10.381             11.022         8.404               8.440


   Ringkasan laporan laba (rugi) dan penghasilan komprehensif lain:

                                                  Telkomsel                        Mitratel
                                            2025            2024            2025            2024
   Pendapatan                                109.307         113.340            9.534           9.308
   Beban operasi                              (81.386)        (83.883)         (5.381)         (5.129)
   Beban lain-lain - bersih                    (2.458)         (2.108)         (1.905)         (1.918)
   Laba sebelum pajak penghasilan              25.463          27.349           2.248           2.261
   Beban pajak penghasilan - bersih            (5.776)         (5.347)           (129)           (157)
   Laba tahun berjalan                         19.687          22.002           2.119           2.104
   Penghasilan (rugi) komprehensif
    lain - bersih                                 (43)                355          (3)                  1
   Jumlah laba komprehensif
    tahun berjalan                             19.644           22.357         2.116               2.105

   Diatribusikan kepada
    kepentingan nonpengendali                   6.101            6.434           597                 594
   Dividen yang dibayar kepada
    kepentingan nonpengendali                   6.729            6.627           545                 407

   Ringkasan laporan arus kas:

                                                  Telkomsel                        Mitratel
                                            2025            2024            2025            2024
   Kegiatan operasi                            36.806          38.939           6.776           6.632
   Kegiatan investasi                         (14.282)        (14.932)         (2.250)         (3.490)
   Kegiatan pendanaan                         (22.937)        (25.631)         (4.514)         (3.436)
   Kenaikan (penurunan) bersih
    kas dan setara kas                           (413)          (1.624)            12                (294)




                                                  69
Page 78
                           PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
         Tanggal 31 Desember 2025 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
           (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
21. MODAL SAHAM

                                                                                                 2025
                                                                                               Persentase           Jumlah modal
   Keterangan                                                         Jumlah saham
                                                                                               kepemilikan             disetor
   Saham seri A Dwiwarna
    Pemerintah                                                                        1                         0                  0
   Saham seri B
    DAM                                                                 51.602.353.559                      52,09           2.580
    The Bank of New York Mellon Corporation*                             4.356.822.980                       4,40             218
    Direksi (Catatan 1b):
     Dian Siswarini                                                            203.000                          0                  0
     Veranita Yosephine                                                         90.000                          0                  0
     Nanang Hendarno                                                            32.500                          0                  0
     Faizal Rochmad Djoemadi                                                   248.500                          0                  0
    Komisaris (Catatan 1b):
     Rizal Mallarangeng                                                      3.240.600                          0               0
     Silmy Karim                                                             1.344.700                          0               0
    Masyarakat (masing-masing di bawah 5%)                              43.088.935.360                      43,50           2.155
    Modal saham yang diperoleh kembali (Catatan 1c)                          8.945.400                       0,01               0
   Jumlah                                                               99.062.216.600                     100,00           4.953

                                                                                                 2024
                                                                                               Persentase           Jumlah modal
   Keterangan                                                         Jumlah saham
                                                                                               kepemilikan             disetor
   Saham seri A Dwiwarna
    Pemerintah                                                                        1                         0                  0
   Saham seri B
    Pemerintah                                                          51.602.353.559                      52,09           2.580
    The Bank of New York Mellon Corporation*                             4.185.694.580                       4,23             209
    Direksi (Catatan 1b):
     Ririek Adriansyah                                                      9.336.755                           0                  0
     Bogi Witjaksono                                                        6.952.700                           0                  0
     Afriwandi                                                              6.995.200                           0                  0
     Heri Supriadi                                                          7.242.700                           0                  0
     F.M. Venusiana R.                                                     10.629.200                           0                  0
     Herlan Wijanarko                                                       6.995.200                           0                  0
     Muhamad Fajrin Rasyid                                                  6.952.700                           0                  0
     Budi Setyawan Wijaya                                                   7.407.700                           0                  0
     Honesti Basyir                                                         3.250.844                           0                  0
    Komisaris (Catatan 1b):
     Isa Rachmatarwata                                                       3.312.700                          0               0
     Marcelino Rumambo Pandin                                                3.312.700                          0               0
     Ismail                                                                  3.312.700                          0               0
     Arya Mahendra Sinulingga                                                3.359.500                          0               0
     Rizal Mallarangeng                                                      3.312.700                          0               0
     Silmy Karim                                                             1.344.700                          0               0
    Masyarakat (masing-masing di bawah 5%)                              43.190.450.461                      43,68           2.164
   Jumlah                                                               99.062.216.600                     100,00           4.953

   *The Bank of New York Mellon Corporation bertindak sebagai lembaga penyimpanan untuk saham ADS Perusahaan.


   Perusahaan hanya menerbitkan 1 saham Seri A Dwiwarna yang dimiliki oleh Pemerintah Republik
   Indonesia dan tidak dapat dialihkan kepada siapapun, dan mempunyai hak veto dalam RUPS
   Perusahaan berkaitan dengan pengangkatan dan penggantian Dewan Komisaris dan Direksi, penerbitan
   saham baru, serta perubahan Anggaran Dasar Perusahaan.

   Berdasarkan Akta Notaris Jose Dima Satria S.H., M.Kn., Nomor 121 tanggal 22 Maret 2025, Pemerintah
   mengalihkan kepemilikan 51.602.353.559 Saham Seri B, atau 52,09% dari seluruh saham Perusahaan,
   kepada PT Biro Klasifikasi Indonesia (“BKI”) melalui proses penyertaan saham inbreng.

   Pengalihan saham ini merupakan pelaksanaan peraturan perundang-undangan, yaitu:
   (a) Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 2025 tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara RI
       ke dalam Modal Saham BKI untuk Pendirian Holding Operasional;
   (b) Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2025 tentang Penyertaan Modal Negara RI ke dalam Badan
       Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (“Danantara”).



                                                                 70
Page 79
                            PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                  PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
          Tanggal 31 Desember 2025 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
            (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
21. MODAL SAHAM (lanjutan)

   BKI, sebagai penerima pengalihan, merupakan Perusahaan Induk Operasional (Holding Operasional)
   yang seluruh sahamnya dimiliki oleh Pemerintah melalui Menteri BUMN dan Danantara. Pemerintah tetap
   berkedudukan sebagai Pemegang Saham Pengendali Perusahaan (Ultimate Beneficial Owner) melalui
   kepemilikan langsung 1 lembar saham Seri A Dwiwarna dengan hak istimewa dan kepemilikan tidak
   langsung saham Seri B milik BKI melalui Danantara. Berdasarkan Akta Notaris Jose Dima Satria, S.H.,
   M.Kn., No. 163 tanggal 23 Mei 2025, BKI berubah nama menjadi DAM.

22. KOMPONEN EKUITAS LAINNYA

                                                                                   2025                                2024
    Selisih transaksi akuisisi kepemilikan kepentingan
     nonpengendali pada entitas anak                                                         8.364                             8.364
    Selisih kurs karena penjabaran                                                           1.462                             1.102
    Selisih transaksi perubahan ekuitas entitas asosiasi                                       386                               386
    Laba belum direalisasi atas kepemilikan efek yang
     tersedia untuk dijual                                                                     10                                  9
    Komponen ekuitas lainnya                                                                   37                                 37
    Jumlah                                                                                 10.259                              9.898

23. PENDAPATAN

   Grup memperoleh pendapatan dari lini produk utama sebagai berikut:

                                                                                                                         Pendapatan
                   2025                B2C         B2B Infra         B2B ICT       Internasional       Lain-lain        konsolidasian
   Pendapatan data, internet, dan
     jasa teknologi informatika
     Internet dan data seluler          71.289                   -             -                   -               -              71.289
     Internet, komunikasi data, dan
       jasa teknologi informatika            440           1.107         10.817             1.843              10                 14.217
     Lain-lain                                48           1.237            505               159           2.589                  4.538
   Jumlah pendapatan data, internet,
     dan jasa teknologi informatika     71.777             2.344         11.322             2.002           2.599                 90.044
   Pendapatan IndiHome                  26.119                 -              -                 -               -                 26.119
   Pendapatan interkoneksi                 386             1.345              -             7.241               -                  8.972
   Pendapatan telepon
     Selular                             4.229                 -             -                171                  -               4.400
     Telepon tidak bergerak                  -                88           484                  -                  -                 572
     SMS                                 3.143                 -            20                  -                  -               3.163
   Jumlah pendapatan telepon             7.372                88           504                171                  -               8.135
   Pendapatan jaringan                       3             1.739           677              1.226                  -               3.645
   Layanan lainnya
     E-payment                                 -                 -            -                 -           1.684                  1.684
     Manage service dan terminal               -                 -        1.201                25               -                  1.226
     Call center service                       -                 -        1.154                 -               -                  1.154
     E-health                                  -                 -            -                 -               -                      -
     Lain-lain                               241               538          442                 8           1.659                  2.888
   Jumlah layanan lainnya                    241               538        2.797                33           3.343                  6.952
   Jumlah pendapatan dari
     kontrak dengan pelanggan          105.898             6.054         15.300            10.673           5.942                143.867
   Pendapatan dari transaksi lessor          -             2.875              -                 -               -                  2.875
   Jumlah pendapatan                   105.898             8.929         15.300            10.673           5.942                146.742




                                                               71
Page 80
                            PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                  PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
          Tanggal 31 Desember 2025 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
            (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
23. PENDAPATAN (lanjutan)

    Grup memperoleh pendapatan dari lini produk utama sebagai berikut (lanjutan):

                                                          Disajikan kembali
                                                                                                                           Pendapatan
                   2024                B2C         B2B Infra         B2B ICT          Internasional       Lain-lain       konsolidasian
   Pendapatan data, internet, dan
     jasa teknologi informatika
     Internet dan data seluler          72.639                   -                -                   -               -             72.639
     Internet, komunikasi data, dan
       jasa teknologi informatika              -           1.122          11.314               1.651              17                14.104
     Lain-lain                               134             834             578                 260           1.984                 3.790
   Jumlah pendapatan data, internet,
     dan jasa teknologi informatika     72.773             1.956          11.892               1.911           2.001                90.533
   Pendapatan IndiHome                  26.262                 -               -                   -               -                26.262
   Pendapatan interkoneksi                 363             1.193               -               7.631               -                 9.187
   Pendapatan telepon
     Selular                             6.077                 -                 -               183                  -              6.260
     Telepon tidak bergerak                  -                82               397                 -                  -                479
     SMS                                 3.791                 -                14                 -                  -              3.805
   Jumlah pendapatan telepon             9.868                82               411               183                  -             10.544
   Pendapatan jaringan                       3             1.538               648               990                  -              3.179
   Layanan lainnya
     E-payment                                14                 -                -                -           1.286                 1.300
     Call center service                       -                 -            1.255                -               -                 1.255
     Manage service dan terminal               -                 1            1.039                5               -                 1.045
     E-health                                  -                 -                -                -             767                   767
     Lain-lain                               379               381              496               12           1.598                 2.866
   Jumlah layanan lainnya                    393               382            2.790               17           3.651                 7.233
   Jumlah pendapatan dari
     kontrak dengan pelanggan          109.662             5.151          15.741              10.732           5.652               146.938
   Pendapatan dari transaksi lessor          -             3.029               -                   -               -                 3.029
   Jumlah pendapatan                   109.662             8.180          15.741              10.732           5.652               149.967


    Manajemen mengharapkan bahwa sebagian besar transaksi yang dialokasikan untuk kontrak yang
    belum diselesaikan pada tanggal 31 Desember 2025 akan diakui sebagai pendapatan selama periode-
    periode pelaporan berikutnya. Kewajiban pelaksanaan yang belum terpenuhi pada tanggal
    31 Desember 2025, bagian yang diharapkan dapat direalisasi dalam satu tahun adalah sebesar
    Rp8.512 miliar dan bagian yang lebih dari satu tahun adalah sebesar Rp5.453 miliar.

    Grup menandatangani beberapa perjanjian sewa menyewa dengan pihak ketiga maupun pihak berelasi
    yang tidak dapat dibatalkan. Perjanjian tersebut meliputi sewa jaringan, peralatan telekomunikasi serta
    tanah dan bangunan dengan jangka waktu bervariasi berkisar 1 sampai dengan 29 tahun yang akan
    berakhir bervariasi antara tahun 2026 hingga 2039. Periode sewa menyewa dapat diperpanjang
    berdasarkan perjanjian oleh kedua belah pihak.

    Lihat Catatan 32 untuk rincian transaksi dengan pihak berelasi.

24. BEBAN KARYAWAN

    Rincian dari beban karyawan adalah sebagai berikut:

                                                                                      2025                                2024
    Gaji dan tunjangan                                                                         9.411                              9.457
    Cuti, insentif, dan tunjangan lainnya                                                      3.784                              4.214
    Beban pensiun dan imbalan pasca kerja
     lainnya (Catatan 30)                                                                     1.854                               1.691
    Program pensiun dini                                                                        937                               1.186
    Beban penghargaan masa kerja (Catatan 31)                                                   284                                 226
    Lain-lain                                                                                    92                                  33
    Jumlah                                                                                   16.362                              16.807

    Lihat Catatan 32 untuk rincian transaksi dengan pihak berelasi.




                                                               72
Page 81
                          PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                   CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
        Tanggal 31 Desember 2025 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
          (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
25. BEBAN OPERASI, PEMELIHARAAN, DAN JASA TELEKOMUNIKASI

   Rincian dari beban operasi, pemeliharaan, dan jasa telekomunikasi adalah sebagai berikut:

                                                                     2025                  2024
   Operasi dan pemeliharaan                                                 23.478                24.365
   Beban pemakaian frekuensi radio (Catatan 35c.i)                           7.746                 7.687
   Sewa sirkit dan Customer Premise
    Equipment ("CPE")                                                        4.474                 3.422
   Beban hak penyelenggaraan dan
    KPU (Catatan 15)                                                         2.885                 2.933
   Listrik, gas, dan air                                                     1.051                 1.097
   Beban pokok penjualan kartu SIM, voucer,
    dan periferal (Catatan 7)                                                  532                   584
   Manajemen proyek                                                            445                   427
   Asuransi                                                                    335                   308
   Sewa kendaraan dan fasilitas pendukung                                      164                   271
   Lain-lain (masing-masing di bawah Rp100 miliar)                             124                   108
   Jumlah                                                                   41.234                41.202

   Lihat Catatan 32 untuk rincian transaksi dengan pihak berelasi.

26. BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI

   Rincian dari beban umum dan administrasi adalah sebagai berikut:

                                                                     2025                  2024
   Beban umum                                                                2.241                 2.448
   Penyisihan kerugian kredit ekspektasian
    piutang usaha (Catatan 5)                                                1.465                   904
   Jasa profesional                                                            824                   855
   Pelatihan, pendidikan, dan rekrutmen                                        358                   453
   Perjalanan                                                                  343                   421
   Rapat                                                                       307                   390
   Sumbangan sosial                                                            301                   233
   Beban penagihan                                                             291                   194
   Lain-lain (masing-masing di bawah Rp100 miliar)                             471                   327
   Jumlah                                                                    6.601                 6.225

   Lihat Catatan 32 untuk rincian transaksi dengan pihak berelasi.

27. PERPAJAKAN

   a. Pajak dibayar di muka
                                                                     2025                  2024
      Perusahaan:
        Pajak penghasilan ("PPh")
          Pasal 23 - Penyerahan jasa                                                 -              260
      Entitas anak:
        PPh
          PPh Badan                                                               4                    1
          Pasal 4(2) - Pajak final                                               16                   17
          Pasal 23 - Penyerahan jasa                                             55                   79
        PPN                                                                   1.587                2.076
      Jumlah pajak dibayar di muka                                            1.662                2.433
      Bagian jangka pendek                                                   (1.662)              (2.433)
      Bagian jangka panjang                                                       -                    -



                                                   73
Page 82
                          PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                   CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
        Tanggal 31 Desember 2025 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
          (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
27. PERPAJAKAN (lanjutan)
   b. Klaim restitusi pajak
                                                                2025                     2024
      Perusahaan
       PPh
        PPh Badan                                                        663                     641
        PPh 21 - PPh pribadi                                              42                     154
       PPN                                                               746                     168
      Entitas anak
       PPh
        PPh Badan                                                       1.806                   1.553
        PPh 21 - PPh pribadi                                                6                       7
        PPh 23 - Penyerahan jasa                                           60                       -
       PPN                                                                990                     706
      Jumlah tagihan restitusi pajak                                    4.313                   3.229
      Bagian jangka pendek                                               (317)                   (411)
      Bagian jangka panjang (Catatan 13)                                3.996                   2.818
   c. Utang pajak

                                                                 2025                    2024
      Perusahaan:
       PPh
        Pasal 4(2) - Pajak final                                          31                      11
        Pasal 21 - PPh pribadi                                             2                       1
        Pasal 22 - Pembelian barang                                        1                       1
        Pasal 23 - Penyerahan jasa                                        46                      45
        Pasal 25 - Angsuran PPh Badan                                      -                      78
       PPN                                                               304                     109
       PPN atas Pemungutan Pajak ("WAPU")                                185                     114
                                                                         569                     359
      Entitas anak:
       PPh
        Pasal 4(2) - Pajak final                                          219                     644
        Pasal 21 - PPh pribadi                                             52                     160
        Pasal 22 - Pembelian barang                                         5                       6
        Pasal 23 - Penyerahan jasa                                        183                      33
        Pasal 25 - Angsuran PPh Badan                                      52                     587
        Pasal 26 - PPh Wajib Pajak Luar Negeri                             14                     178
        Pasal 29 - PPh Badan                                              317                     203
       PPN                                                                147                     473
       PPN WAPU                                                           467                     650
                                                                        1.456                   2.934
      Jumlah utang pajak                                                2.025                   3.293
   d. Komponen beban (manfaat) pajak penghasilan konsolidasian adalah sebagai berikut:

                                                                 2025                    2024
                                                                                 (Disajikan kembali)
      Kini
        Perusahaan                                                      1.017                     905
        Entitas anak                                                    6.588                   6.730
                                                                        7.605                   7.635
      Tangguhan
       Perusahaan                                                        (489)                    316
       Entitas anak                                                      (472)                    167
                                                                         (961)                    483
      Beban pajak penghasilan bersih                                    6.644                   8.118

                                                 74
Page 83
                          PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                   CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
        Tanggal 31 Desember 2025 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
          (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
27. PERPAJAKAN (lanjutan)

   d. Komponen beban (manfaat) pajak penghasilan konsolidasian adalah sebagai berikut (lanjutan):

      Rekonsiliasi antara laba sebelum pajak penghasilan dengan estimasi laba kena pajak untuk tahun
      yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 adalah sebagai berikut:
                                                                          2025                      2024
                                                                                            (Disajikan kembali)
      Laba sebelum pajak penghasilan konsolidasian                               31.102                  37.615
      Penambahan kembali eliminasi konsolidasian                                 24.739                  25.590
      Laba konsolidasian sebelum pajak penghasilan
       dan eliminasi                                                              55.841                 63.205
      Dikurangi: laba entitas anak sebelum pajak penghasilan                     (37.007)               (38.949)
      Laba sebelum pajak penghasilan sebelum dikurangi
       pajak penghasilan atas pajak final - Perusahaan                           18.834                 24.256
      Dikurangi: penghasilan yang telah dikenakan pajak final                    (1.156)                  (801)
      Laba sebelum pajak penghasilan setelah dikurangi
       penghasilan atas pajak final - Perusahaan                                 17.678                 23.455

      Perbedaan temporer:
      Penyisihan kerugian kredit ekspektasian                                      (273)                   (324)
      Pendapatan instalasi tangguhan                                                (31)                     17
      Sewa                                                                           (1)                      7
      Provisi imbalan karyawan                                                      116                    (127)
      Hak atas tanah, aset takberwujud dan lainnya                                   24                      67
      Beban pensiun dan imbalan pasca kerja lainnya
        berkala bersih                                                              777                    (175)
      Perbedaan nilai buku aset tetap menurut akuntansi
        dan pajak                                                                 1.870                  (1.157)
      Beban yang masih harus dibayar                                                  -                    (127)
      Lain-lain                                                                      26                      (7)
      Jumlah perbedaan temporer bersih                                            2.508                  (1.826)
      Perbedaan tetap:
      Beban imbalan kesehatan pasca kerja berkala - bersih                          282                    282
      Sumbangan                                                                     172                    211
      Imbalan karyawan                                                               11                     14
      Beban untuk mendapatkan obyek
        pajak penghasilan final                                                      407                    242
      Bagian laba bersih entitas asosiasi dan entitas anak                       (16.576)               (18.342)
      Beban lain-lain dari hasil pemeriksaan pajak                                    47                     69
      Lain-lain                                                                       88                     95
      Jumlah perbedaan tetap bersih                                              (15.569)               (17.429)
      Penghasilan kena pajak - Perusahaan                                          4.617                  4.200
      Beban pajak penghasilan kini                                                   878                    798
      Beban pajak penghasilan final                                                  139                    107
      Jumlah beban pajak penghasilan kini - Perusahaan                             1.017                    905
      Beban pajak penghasilan kini - entitas anak                                  6.588                  6.730
      Jumlah beban pajak penghasilan kini                                          7.605                  7.635

      Rekonsiliasi antara pajak penghasilan yang dihitung dengan menggunakan tarif pajak perusahaan
      19% terhadap laba sebelum pajak penghasilan setelah dikurang pendapatan yang dikenakan pajak
      final dan beban pajak bersih pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian
      adalah sebagai berikut:
                                                                          2025                      2024
                                                                                            (Disajikan kembali)
      Laba sebelum pajak penghasilan konsolidasian                               31.102                  37.615
      Dikurangi pendapatan yang dikenakan
       pajak final - bersih konsolidasian                                        (8.471)                (7.598)
                                                                                 22.631                 30.017

      Beban pajak penghasilan dihitung pada tarif
       Perusahaan                                                                  4.300                 5.703
      Perbedaan pada tarif pajak entitas anak                                        657                   738
      Beban yang tidak dapat dikurangkan untuk
       tujuan perpajakan                                                           1.295                 1.229
      Beban pajak penghasilan final                                                  138                   107
      Penyesuaian pajak tangguhan                                                    295                    (4)
      Pajak tangguhan yang tidak diakui                                               39                     8
      Lain-lain                                                                      (80)                  337
      Beban pajak penghasilan bersih                                               6.644                 8.118

                                                                75
Page 84
                              PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                    PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                       CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
            Tanggal 31 Desember 2025 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
              (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
27. PERPAJAKAN (lanjutan)

   d. Komponen beban (manfaat) pajak penghasilan konsolidasian adalah sebagai berikut (lanjutan):

      Dalam UU No. 7 tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan sebagaimana telah beberapa kali diubah
      terakhir dengan UU No. 6 tahun 2023 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-
      Undang No. 2 tahun 2022 tentang Cipta Kerja menjadi Undang-Undang. Pasal 17 ayat (1) huruf b
      mengatur bahwa tarif pajak yang diterapkan atas Penghasilan Kena Pajak bagi wajib pajak badan
      dalam negeri dan bentuk usaha tetap sebesar 22% (dua puluh dua persen) yang mulai berlaku pada
      tahun pajak 2022 dan dalam Pasal 17 ayat (2b) mengatur bahwa bagi wajib pajak badan berbentuk
      perseroan terbatas dengan jumlah keseluruhan saham yang disetor diperdagangkan pada bursa efek
      di Indonesia paling sedikit 40% dan memenuhi persyaratan tertentu dapat memperoleh tarif sebesar
      3% lebih rendah dari tarif seharusnya.

      Perusahaan telah menerapkan tarif pajak PPh Badan sebesar 19% untuk tahun yang berakhir pada
      tanggal 31 Desember 2025 dan 2024. Entitas anak menerapkan tarif pajak sebesar 22% untuk tahun
      yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024.

      Perusahaan telah menyampaikan SPT Tahunan Badan untuk tahun pajak 2024 pada tanggal
      30 April 2025 kepada Otoritas Pajak sebagaimana ketentuan peraturan perpajakan yang berlaku.

   e. Pemeriksaan pajak

      (i)     Perusahaan

              Untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2024, Perusahaan menerima sejumlah ketetapan
              pajak hasil pemeriksaan pajak tahun pajak 2019, 2020 dan 2021, dimana dari seluruh ketetapan
              pajak tersebut Perusahaan menerima restitusi bersih sebesar Rp7,7 miliar setelah dipotong
              dengan tagihan dan ketetapan jenis pajak lainnya. Selain restitusi dari hasil pemeriksaan pajak,
              Perusahaan juga menerima restitusi senilai Rp37,9 miliar atas keputusan persetujuan
              pembatalan Surat Tagihan Pajak PPN tahun pajak 2015 dan 2016.

              Pada bulan Juli 2024, Perusahaan menerima Surat Pemberitahuan Pemeriksaan Lapangan
              untuk seluruh jenis pajak tahun 2023. Pada bulan September 2024, Perusahaan menerima Surat
              Pemberitahuan Pemeriksaan Lapangan PPN tahun 2022.

              Pada bulan Juni 2025, Perusahaan menerima sejumlah ketetapan pajak hasil pemeriksaan pajak
              tahun pajak 2023. Pada bulan Agustus 2025, dari seluruh ketetapan pajak tersebut Perusahaan
              menerima restitusi bersih sebesar Rp589,1 miliar setelah dipotong dengan tagihan dan ketetapan
              pajak. Pada bulan Agustus 2025, Perusahaan menerima Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar
              (“SKPKB”) hasil pemeriksaan PPN tahun 2022 senilai total Rp10,1 miliar (termasuk denda).

              Pada bulan Agustus 2025, Perusahaan menerima Surat Pemberitahuan Pemeriksaan Lapangan
              untuk seluruh jenis pajak tahun 2024.

              Pada bulan Oktober 2025, Perusahaan menerima surat keputusan keberatan pajak yang
              menolak permohonan keberatan yang telah diajukan Perusahaan terhadap surat ketetapan pajak
              hasil pemeriksaan tahun 2019 dan 2020 senilai Rp35,7 miliar. Perusahaan sedang dalam proses
              upaya hukum banding atas sengketa pajak tahun 2019 dan 2020. Sampai dengan laporan
              keuangan konsolidasian ini diterbitkan, proses pemeriksaan pajak untuk tahun pajak 2024, dan
              proses banding atas sengketa pajak tahun pajak 2019 dan 2020 masih berlangsung.




                                                      76
Page 85
                           PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
         Tanggal 31 Desember 2025 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
           (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
27. PERPAJAKAN (lanjutan)

   e. Pemeriksaan pajak (lanjutan)

      (ii)   Telkomsel

             Pada tanggal 31 Desember 2025, Telkomsel memiliki sejumlah ketetapan pajak yang sedang
             dalam proses banding. Rincian klaim restitusi pajak, baik yang berkaitan dengan ketetapan pajak
             maupun yang belum ditetapkan oleh Otoritas Pajak, termasuk eksposur ketetapan pajak yang
             tidak disertai dengan klaim pajak oleh Telkomsel, adalah sebagai berikut:

                                                                                    2025
                                                          Keberatan       Banding          Lainnya        Jumlah
             Klaim restitusi pajak yang belum
              ditetapkan oleh Otoritas Pajak
              Telkomsel
              PPh Badan
                Tahun pajak 2025                                      -             -           261            261
                Tahun pajak 2024                                      -             -           791            791
              Anak perusahaan
                PPN
                  Tahun Pajak 2025                                    -             -                46            46
                PPh
                  Tahun Pajak 2025                                    -             -                 1             1

             Ketetapan pajak dengan klaim
              restitusi pajak
              PPh Badan
                Tahun pajak 2018                                      -         35                    -         35
                Tahun pajak 2015                                      -        294                    -        294
                Tahun pajak 2014                                      -         35                    -         35
              PPh
                Tahun pajak 2015                                      -          -                 0             0
                                                                      -        364             1.099         1.463
             Ketetapan pajak tanpa adanya
              klaim restitusi pajak
              PPh Badan
                Tahun pajak 2023                               1.623                -                 -      1.623
              PPh
                Tahun pajak 2023                              12.844                -                 -     12.844
                                                              14.467                -                 -     14.467


             Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025, Telkomsel menerima sejumlah
             SKPKB atas PPN untuk tahun fiskal 2021 sampai dengan 2023 sebesar Rp606 miliar (termasuk
             sanksi sebesar Rp181 miliar), serta atas PPh Pasal 23 dan PPh Badan untuk tahun fiskal 2023
             masing-masing sebesar Rp12.844 miliar (termasuk sanksi sebesar Rp3.823 miliar) dan Rp1.623
             miliar (termasuk sanksi sebesar Rp445 miliar). Sehubungan dengan kurang bayar PPN, di mana
             Telkomsel bertindak sebagai Pemungut Pajak, Telkomsel menerima seluruh jumlah kurang bayar
             pajak dan mencatatkan sanksi sebesar Rp181 miliar sebagai beban pajak dalam laporan laba
             rugi konsolidasian tahun 2025, dan mengkompensasikan pokok pajak kurang bayar PPN sebesar
             Rp425 miliar sebagai kredit pajak PPN tahun 2025. Sehubungan dengan kurang bayar PPh Pasal
             23 dan PPh Badan untuk tahun fiskal 2023, Telkomsel memiliki argumen teknis yang kuat untuk
             mendukung posisi perpajakannya serta meyakini telah mematuhi ketentuan peraturan
             perundang-undangan perpajakan yang berlaku, sehingga Telkomsel mempertimbangkan bahwa
             tidak diperlukan provisi atas kurang bayar pajak tersebut. Telkomsel telah mengajukan keberatan
             kepada Direktorat Jenderal Pajak pada tanggal 10 Desember 2025. Sampai dengan tanggal
             penerbitan laporan keuangan konsolidasian ini, hasil atas pengajuan keberatan belum diterima.

             Manajemen berkeyakinan bahwa Telkomsel memiliki argumen yang kuat untuk mempertahankan
             posisinya terkait dengan klaim restitusi pajak. Telkomsel memutuskan bahwa provisi terkait
             dengan ketetapan pajak tidak diperlukan.




                                                    77
Page 86
                           PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
         Tanggal 31 Desember 2025 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
           (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
27. PERPAJAKAN (lanjutan)

   f. Aset dan liabilitas pajak tangguhan

      Rincian aset dan liabilitas pajak tangguhan Grup adalah sebagai berikut:
                                                                      Aset dan liabilitas pajak tangguhan              (Dibebankan) dikreditkan ke
                                                                        pada laporan posisi keuangan                        laporan laba rugi
                                                                 2025              2024                 2023             2025              2024
                                                                           (Disajikan kembali) (Disajikan kembali)                 (Disajikan kembali)

      Perusahaan
      Penyisihan kerugian kredit ekspektasian                         718                 770                 831              (52)               (61)
      Beban pensiun dan beban imbalan pasca
        kerja lainnya berkala - bersih                              1.001                 781                 822             148                 (34)
      Perbedaan nilai buku aset tetap menurut
        akuntansi dan pajak                                         2.519               1.894               2.082             367                (189)
      Provisi imbalan karyawan                                        298                 276                 299              22                 (23)
      Pendapatan instalasi tangguhan                                   19                  25                  21               (6)                  4
      Hak atas tanah, aset takberwujud, dan lainnya                    47                  42                  29                5                 13
      Beban yang masih harus dibayar                                    -                   -                  24                -                (24)
      Sewa                                                              1                   1                   -                -                   1
      Lain-lain                                                        78                  73                  76                5                  (3)
      Aset pajak tangguhan Perusahaan - bersih                      4.681               3.862               4.184             489                (316)
      Telkomsel
      Provisi imbalan karyawan                                      1.698               1.445               1.385              241               160
      Penyisihan kerugian kredit ekspektasian                         571                 324                 205              247               119
      Sewa                                                             15                 481                 554             (466)               (73)
      Liabilitas kontrak                                              399                 370                 400               29                (30)
      Pengukuran nilai wajar
        atas instrumen-instrumen keuangan                               (8)                 (8)                  -               -                 (8)
      Perbedaan nilai buku aset tetap menurut
        akuntansi dan pajak                                           (857)             (1.361)             (1.228)           504                (133)
      Amortisasi lisensi                                              (195)               (174)               (171)            (21)                 (3)
      Biaya kontrak                                                      (6)                (23)                (46)            17                 23
      Instrumen-instrumen keuangan lainnya                            (270)               (242)               (165)            (28)               (77)
      Aset pajak tangguhan Telkomsel - bersih                        1.347                 812                 934            523                 (22)
      Aset pajak tangguhan entitas anak lainnya - bersih               575                 680                 704             (99)               (15)
      Liabilitas pajak tangguhan entitas anak lainnya - bersih      (1.233)               (992)               (841)             48               (130)
      Beban pajak tangguhan (manfaat)                                                                                         961                (483)
      Aset pajak tangguhan - bersih                                  6.603              5.354               5.822
      Liabilitas pajak tangguhan - bersih                           (1.233)              (992)               (841)


      Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, jumlah agregat perbedaan temporer yang terkait dengan
      investasi pada entitas anak dan entitas asosiasi atas liabilitas pajak tangguhan yang tidak diakui
      adalah masing-masing sebesar Rp28.516 miliar dan Rp84.310 miliar.

      Realisasi dari aset pajak tangguhan tergantung kepada kemampuan Grup dalam menghasilkan laba
      fiskal di masa depan. Meskipun tidak ada jaminan atas realisasi tersebut, Grup yakin bahwa
      kemungkinan besar aset pajak tangguhan tersebut akan terealisasi melalui pengurangan atas laba
      fiskal masa depan ketika perbedaan temporer terpulihkan. Jumlah aset pajak tangguhan tersebut
      diperkirakan dapat terealisasi, namun bisa berkurang jika laba fiskal di masa depan lebih kecil dari
      pada yang diestimasikan.

   g. Administrasi
      Pada bulan Desember 2024, Pemerintah menerbitkan Keputusan Menteri Keuangan Nomor 465
      tahun 2024 tentang Implementasi Sistem Inti Administrasi Perpajakan dan Peraturan Menteri
      Keuangan tentang Ketentuan Perpajakan dalam Rangka Pelaksanaan Sistem Inti Administrasi
      Perpajakan No. 81 Tahun 2024. Guna mewujudkan aspek keadilan di masyarakat, pada akhir
      Desember 2024 Pemerintah menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 131 Tahun 2024
      tentang Perlakuan Pajak Pertambahan Nilai atas Impor Barang Kena Pajak, Penyerahan Barang
      Barang Kena Pajak, Penyerahan Jasa Kena Pajak, Pemanfaatan Barang Kena Pajak Tidak Berwujud
      dari Luar Daerah Pabean di Dalam Daerah Pabean, dan Pemanfaatan Jasa Kena Pajak dari Luar
      Daerah Pabean di Dalam Daerah Pabean (PMK 131/2024) yang berlaku terhitung tanggal 1 Januari
      2025. PMK 131/2024 mengatur bahwa atas Impor dan/atau penyerahan Barang Kena Pajak di dalam
      Daerah Pabean oleh Pengusaha selain Barang Kena Pajak yang tergolong mewah, penyerahan Jasa
      Kena Pajak di dalam Daerah Pabean oleh Pengusaha, pemanfaatan Barang Kena Pajak tidak
      berwujud dari luar Daerah Pabean di dalam Daerah Pabean, pemanfaatan Jasa Kena Pajak dari luar
      Daerah Pabean di dalam Daerah Pabean terutang PPN yang dihitung dengan cara mengalikan tarif
      12% (dua belas persen) dengan Dasar Pengenaan Pajak berupa nilai lain.



                                                                       78
Page 87
                          PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                   CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
        Tanggal 31 Desember 2025 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
          (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
27. PERPAJAKAN (lanjutan)

   g. Administrasi (lanjutan)

      Penerbitan PMK 131/2024 sesuai dengan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi
      Peraturan Perpajakan (UU HPP) yang mengatur bahwa selambat-lambatnya mulai 1 Januari 2025
      akan diterapkan tarif PPN sebesar 12%. Pada bulan Februari 2025, Pemerintah menerbitkan
      Peraturan Menteri Keuangan Nomor 11 tahun 2025 tentang Ketentuan Nilai Lain sebagai Dasar
      Pengenaan Pajak dan Besaran Tertentu Pajak Pertambahan Nilai. Perusahaan memastikan
      koordinasi dengan unit terkait, Tim IT dan otoritas perpajakan agar proses administrasi perpajakan
      yang dilakukan melalui aplikasi Sistem Inti Administrasi Perpajakan serta ketentuan penggunaan nilai
      lain sebagai Dasar Pengenaan Pajak PPN berjalan lancar.

      Dalam rangka menerapkan Pilar Kedua Kerangka Kerja Inklusif Organisasi untuk Kerja Sama dan
      Pembangunan Ekonomi (Organisation for Economic Co-operation and Development atau "OECD"),
      pada tanggal 31 Desember 2024, Pemerintah Indonesia menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan
      No. 136/2024 (PMK 136/2024) yang berlaku mulai tanggal 1 Januari 2025.

      PMK 136/2024 menerapkan mekanisme perpajakan baru yang mensyaratkan Perusahaan
      Multinasional ("PMN") untuk membayar pajak tambahan di suatu yurisdiksi ketika tarif pajak efektif,
      yang ditentukan berdasarkan yurisdiksi menurut aturan Pilar Kedua, lebih rendah dari tarif minimum
      15%. PMK 136/2024 menetapkan mekanisme untuk menentukan entitas mana (atau entitas-entitas
      mana) dalam Grup PMN yang harus menerapkan pajak tambahan tersebut dan porsi pajak yang
      dibebankan kepada setiap entitas terkait.

      Grup telah melakukan analisa berdasarkan peraturan perpajakan yang berlaku dan mengidentifikasi
      adanya potensi pajak tambahan pada entitas konstituen yang beroperasi di yurisdiksi Timor Leste.
      Grup berpendapat berdasarkan hasil analisa bahwa dampak potensi pajak tambahan tersebut tidak
      material terhadap laporan keuangan konsolidasian untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31
      Desember 2025.

      Sehubungan dengan pelaksanaan ketentuan Pasal 222 Peraturan Menteri BUMN Nomor
      PER-2/MBU/03/2023 tentang Pedoman Tata Kelola dan Kegiatan Korporasi Signifikan BUMN. BUMN
      diwajibkan menyampaikan realisasi kontribusi kepada negara (berbasis kas). Rincian kontribusi
      kepada negara pada tanggal 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:

                                                                                            2025
      Pajak
       PPh                                                                                         18.120
       PPN dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah                                                   13.457
       Bea Masuk/Keluar, Bea dan Cukai, Bea Materai                                                    23
       Pajak Daerah dan Retribusi Daerah ("PDRD"), termasuk
        PBB P2 (Perkotaan dan Pedesaan)                                                                96
      Total kontribusi pajak                                                                       31.696

      Penerimaan Negara Bukan Pajak ("PNBP")
       Dividen                                                                                     10.964
       PNBP Lainnya                                                                                10.221
      Total kontribusi PNBP                                                                        21.185

      Total kontribusi kepada negara                                                               52.881




                                                  79
Page 88
                          PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                   CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
        Tanggal 31 Desember 2025 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
          (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
28. LABA PER SAHAM DASAR

   Laba per saham dasar dihitung dengan membagi laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada
   pemilik entitas induk sebesar Rp17.814 miliar dan Rp22.403 miliar dengan jumlah rata-rata tertimbang
   saham yang beredar sejumlah 99.061.024.659 untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
   2025 dan sejumlah 99.062.216.600 untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 (disajikan
   kembali). Jumlah rata-rata tertimbang juga memperhitungkan rata-rata tertimbang atas dampak transaksi
   modal saham yang diperoleh kembali dalam perubahan transaksi pembelian saham kembali selama
   periode berjalan.

   Laba per saham dasar masing-masing sejumlah Rp179,83 dan Rp226,15 (dalam jumlah penuh) untuk
   tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 (disajikan kembali). Perusahaan tidak
   memiliki instrumen keuangan yang berpotensi dilutif untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31
   Desember 2025 dan 2024 (disajikan kembali).

29. DIVIDEN KAS DAN CADANGAN UMUM

   Berdasarkan hasil RUPST Perusahaan yang dinyatakan dalam Akta Notaris Ashoya Ratam, S.H., M.Kn.,
   No. 52 tertanggal 27 Mei 2025 para pemegang saham Perusahaan menyetujui pembagian dividen kas
   untuk tahun buku 2024 sebesar Rp21.047 miliar (Rp212,47 per lembar saham). Perusahaan melakukan
   pembayaran dividen kas pada tanggal 19 Juni 2025.

   Berdasarkan hasil RUPST Perusahaan yang dinyatakan dalam Akta Notaris Ashoya Ratam, S.H., M.Kn.,
   No. 04 tertanggal 3 Mei 2024 para pemegang saham Perusahaan menyetujui pembagian dividen kas
   untuk tahun buku 2023 sebesar Rp17.683 miliar (Rp178,50 per lembar saham). Perusahaan melakukan
   pembayaran dividen kas pada tanggal 29 Mei 2024.

   Berdasarkan Undang-Undang Perseroan Terbatas, Perusahaan diharuskan untuk membuat penyisihan
   cadangan wajib hingga sekurang-kurangnya 20% dari jumlah modal yang ditempatkan dan disetor penuh.

   Saldo laba ditentukan penggunaannya Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 masing-
   masing adalah sebesar Rp15.337 miliar.

30. PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA

   Rincian liabilitas manfaat pensiun dan imbalan pasca kerja lainnya adalah sebagai berikut:

                                                   Catatan              2025                    2024
   Liabilitas diestimasi manfaat pensiun dan
    imbalan pasca kerja lainnya
    Program manfaat pensiun
      Perusahaan - funded                           30a.i.a
       Manfaat pasti                               30a.i.a.i                   3.725                   3.543
       Manfaat tambahan                            30a.i.a.ii                     42                      42
      Perusahaan - unfunded                         30a.i.b                      216                     215
      Telkomsel                                      30a.ii                    5.978                   4.950
    Liabilitas diestimasi manfaat pensiun                                      9.961                   8.750
    Imbalan kesehatan pasca kerja                       30b                    1.708                   1.550
    Imbalan pasca kerja lainnya                         30c                      187                     175
    Imbalan tunjangan masa kerja                        30d                        1                       1
    Kewajiban pensiun berdasarkan Undang-
      Undang Ketenagakerjaan                            30e                  1.139                  1.064
   Jumlah                                                                   12.996                 11.540




                                                   80
Page 89
                          PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                   CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
        Tanggal 31 Desember 2025 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
          (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30. PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA (lanjutan)

   Beban manfaat pensiun yang diakui pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain
   konsolidasian adalah sebagai berikut:

                                                       Catatan         2025           2024
   Beban pensiun
    Perusahaan - funded                                 30a.i.a
     Manfaat pasti                                     30a.i.a.i              357              518
     Manfaat tambahan                                  30a.i.a.ii               3                3
    Perusahaan - unfunded                               30a.i.b                25              (27)
    Telkomsel                                            30a.ii               978              663
   Beban pensiun berkala-bersih                           24                1.363            1.157
   Beban imbalan kesehatan pasca kerja
    berkala-bersih                                     24,30b                 281             282
   Beban imbalan pasca kerja lainnya                   24,30c                  17              20
   Beban imbalan tunjangan masa kerja                  24,30d                   1               0
   Beban pensiun berdasarkan Undang-Undang
    Ketenagakerjaan                                    24,30e                 192              232
   Jumlah                                                                   1.854            1.691

   Jumlah yang diakui pada penghasilan komprehensif lainnya adalah sebagai berikut:

                                                       Catatan         2025           2024
   Laba (rugi) aktuaria program manfaat pasti
    Perusahaan - funded                                 30a.i.a
     Manfaat pasti                                     30a.i.a.i              (381)            72
     Manfaat tambahan                                  30a.i.a.ii               (1)             1
    Perusahaan - unfunded                               30a.i.b                 14            (53)
    Telkomsel                                            30a.ii                (77)           420
   Beban pensiun berkala-bersih                                               (445)           440
   Beban imbalan kesehatan pasca kerja                    30b                  123            202
   Beban imbalan pasca kerja lainnya                      30c                   (6)             6
   Beban imbalan tunjangan masa kerja                     30c                    -              0
   Beban pensiun berdasarkan Undang-Undang
    Ketenagakerjaan                                       30e                    5            107
   Sub-jumlah                                                                 (323)           755
   Pajak tangguhan dengan tarif pajak yang
    berlaku                                                                    87            (120)
   Laba (rugi) aktuaria program manfaat pasti -
    bersih                                                                    (236)           635




                                                  81
Page 90
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                   PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                      CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
           Tanggal 31 Desember 2025 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30. PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA (lanjutan)

   Tabel berikut ini menyajikan perubahan liabilitas manfaat pasti dan liabilitas imbalan kesehatan pasca
   kerja, perubahan aset program pensiun dan aset program kesehatan pasca kerja, status pendanaan
   program pensiun dan program imbalan kesehatan pasca kerja, dan nilai bersih yang tercatat pada laporan
   posisi keuangan konsolidasian pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, berdasarkan program pensiun
   manfaat pasti sebagai berikut:

                                                                      Funded                                             Imbalan kesehatan
                                                                    Manfaat pasti                                             pasca kerja
                                                   Perusahaan                         Telkomsel                               Perusahaan
                                                                                                                     Liabilitas           Aset
                                              Liabilitas         Aset           Liabilitas           Aset            imbalan            program
                                              manfaat          program          manfaat            program          kesehatan          kesehatan
                                              pensiun          pensiun          pensiun            pensiun          pasca kerja       pasca kerja     Jumlah
   Saldo awal, 1 Januari 2025                    22.377          (18.834)           6.089             (1.139)             14.152           (12.602)    10.043

   Beban jasa                                       177                -              332                  -                  -                  -       509
   Beban jasa lalu                                    -                -              294                  -                  -                  -       294
   Beban bunga (pendapatan bunga)                 1.500           (1.271)             406                (55)               970               (862)      688
   Beban administrasi program                      (110)             110                -                  1                  -                173       174
   Jumlah yang dibebankan
     pada laba rugi                                1.567          (1.161)           1.032                (54)               970               (689)     1.665

   (Keuntungan) kerugian aktuarial atas:
     Perubahan asumsi pengalaman                    (17)               -             (187)                 -                (66)                 -       (270)
     Perubahan asumsi demografi                      (1)               -                -                  -                  0                  -         (1)
     Perubahan asumsi keuangan                    1.053                -              261                  -                478                  -      1.792
   Pengembalian aset program pensiun
     (setelah dikurangi nilai yang termasuk
     dalam beban bunga bersih)                         -            (654)                -                 3                   -              (535)    (1.186)
   Jumlah yang dibebankan pada
     penghasilan komprehensif lain                1.035             (654)              74                  3                412               (535)      335

   Kontribusi pemberi kerja                           -             (605)               -                (27)                  -                 -       (632)
   Kontribusi peserta program pensiun                10              (10)               1                 (1)                  -                 -          -
   Pembayaran imbalan dari
     aset program                                (1.843)          1.843                  -                 -                (584)             584           -
   Pembayaran imbalan oleh
     Perusahaan                                     (17)             17              (288)              288                    -                 -          -
   Pembayaran imbalan lalu oleh
     Perusahaan                                       -                -             (221)               221                   -                 -          -
   Saldo akhir, 31 Desember 2025                 23.129          (19.404)           6.687               (709)             14.950           (13.242)    11.411
   Liabilitas diestimasi manfaat pensiun
     pada akhir periode                           3.725                             5.978                                  1.708                       11.411


                                                                       Funded                                            Imbalan kesehatan
                                                                     Manfaat pasti                                            pasca kerja
                                                     Perusahaan                          Telkomsel                            Perusahaan
                                                                                                                      Liabilitas          Aset
                                              Liabilitas          Aset            Liabilitas          Aset            imbalan           program
                                              manfaat           program           manfaat           program          kesehatan         kesehatan
                                              pensiun           pensiun           pensiun           pensiun          pasca kerja      pasca kerja     Jumlah
   Saldo awal, 1 Januari 2024                     23.718           (20.052)            5.796           (1.070)             14.624          (13.154)     9.862

   Beban jasa                                        279                 -               346                 -                  -               -         625
   Biaya transfer pegawai                             (2)                1                 2                (2)                 -               -          (1)
   Beban bunga (pendapatan bunga)                  1.533            (1.304)              381               (65)               966            (866)        645
   Beban administrasi program                       (115)              115                 -                 1                  -             182         183
   Beban tambahan manfaat
     kesejahteraan                                    34                    -                 -                 -                   -            -          34
   Jumlah yang dibebankan
     pada laba rugi                                1.729            (1.188)              729               (66)               966            (684)       1.486

   (Keuntungan) kerugian aktuarial atas:
     Perubahan asumsi pengalaman                    (609)                   -           (121)                   -               65               -        (665)
     Perubahan asumsi demografi                       (1)                   -              -                    -                0               -          (1)
     Perubahan asumsi keuangan                      (491)                   -           (314)                   -             (863)              -      (1.668)
   Pengembalian aset program pensiun
     (setelah dikurangi nilai yang termasuk
     dalam beban bunga bersih)                             -         1.029                    -            15                       -         596        1.640
   Jumlah yang dibebankan pada
     penghasilan komprehensif lain                (1.101)            1.029              (435)              15                 (798)           596         (694)

   Kontribusi pemberi kerja                            -              (558)                  -             (18)                     -            -        (576)
   Kontribusi peserta program pensiun                 13               (13)                  1              (1)                     -            -           -
   Pembayaran imbalan dari
     aset program                                 (1.948)            1.948                   (2)                1             (640)           640           (1)
   Pembayaran imbalan oleh
     Perusahaan                                      (34)                -                 -                 -                   -              -          (34)
   Saldo akhir, 31 Desember 2024                  22.377           (18.834)            6.089            (1.139)             14.152        (12.602)      10.043
   Liabilitas diestimasi manfaat pensiun
     pada akhir periode                            3.543                               4.950                                 1.550                      10.043




                                                                       82
Page 91
                              PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                    PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                       CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
            Tanggal 31 Desember 2025 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
              (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30. PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA (lanjutan)

   Tabel berikut ini menyajikan perubahan liabilitas manfaat unfunded, liabilitas manfaat tambahan, imbalan
   pasca kerja lainnya, dan kewajiban pensiun berdasarkan undang-undang ketenagakerjaan, perubahan
   aset program imbalan pensiun tambahan, dan nilai bersih yang diakui pada laporan posisi keuangan
   konsolidasian pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, berdasarkan program pensiun manfaat pasti
   sebagai berikut:
                                                                                                  Perusahaan dan
                                                            Perusahaan                              entitas anak
                                                                    Imbalan        Imbalan       Kewajiban pensiun
                                         Manfaat                   pasca kerja    tunjangan       undang-undang
                                        tambahan     Unfunded        lainnya      masa kerja      ketenagakerjaan      Jumlah
   Saldo awal, 1 Januari 2025                  42          215             175              1                 1.064      1.497

   Beban jasa                                   0            10              5             1                    134         150
   Beban jasa lalu                              -             -              -             -                    (10)        (10)
   Beban bunga                                  3            15             12             -                     68          98
   Jumlah yang dibebankan
    pada laba rugi                              3            25             17             1                    192         238

   (Laba) rugi aktuaria diakui pada
     penghasilan komprehensif lainnya           1           (14)             6              -                    (5)        (12)
   Pembayaran imbalan oleh
     Perusahaan                                (4)         (10)            (11)            (1)                  (68)        (94)
   Divestasi                                    -            -               -              -                   (44)        (44)
   Saldo akhir, 31 Desember 2025               42          216             187              1                 1.139       1.585



                                                                                                  Perusahaan dan
                                                            Perusahaan                              entitas anak
                                                                    Imbalan        Imbalan       Kewajiban pensiun
                                         Manfaat                   pasca kerja    tunjangan       undang-undang
                                        tambahan     Unfunded        lainnya      masa kerja      ketenagakerjaan      Jumlah
   Saldo awal, 1 Januari 2024                  44          258             244             1                  1.005       1.552

   Beban jasa                                   0              9             6              0                  204          219
   Beban jasa lalu                              -              -             1              -                   18            19
   Beban bunga                                  3            14            13               -                   10            40
   Biaya transfer pegawai                      (0)            (0)           (0)             -                    (0)           (0)
   Biaya penyelesaian Pensiun Dini              -           (50)             0             (0)                   (0)         (50)
   Jumlah yang dibebankan
     pada laba rugi                             3           (27)           20              0                   232          228

   (Laba) rugi aktuaria diakui pada
     penghasilan komprehensif lainnya          (1)          53              (6)            (0)                (107)         (61)
   Pembayaran imbalan oleh
     Perusahaan                                (4)          (69)           (83)            -                    (62)       (218)
   Divestasi anak perusahaan                    -             -              -             -                     (4)          (4)
   Saldo akhir, 31 Desember 2024              42           215            175              1                 1.064        1.497


   a. Program manfaat pensiun

       i.     Perusahaan

              (a) Funded

                    (i)   Manfaat pasti

                          Perusahaan menyelenggarakan program pensiun manfaat pasti bagi karyawan tetap
                          yang mulai bekerja sebelum 1 Juli 2002. Program pensiun ini diatur di dalam undang-
                          undang pensiun Indonesia dan dikelola oleh Dana Pensiun Telkom (“Dapen”).
                          Pengelolaan Dana Pensiun sesuai dengan Peraturan Dana Pensiun dan Arahan
                          Investasi yang ditetapkan oleh Pendiri dilaksanakan oleh Dewan Pengurus. Dewan
                          Pengurus diawasi oleh Dewan Pengawas yang terdiri dari perwakilan Perusahaan dan
                          peserta.

                          Manfaat pensiun yang dibayar dihitung berdasarkan gaji pokok pada saat mulai pensiun
                          dan masa kerja karyawan. Karyawan yang ikut serta dalam program pensiun ini
                          membayar kontribusi 18% (sebelum Maret 2003: 8,4%) dari gaji pokok ke dana pensiun.
                          Perusahaan memberikan kontribusi kepada Dapen untuk tahun yang berakhir pada
                          tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 adalah masing-masing sebesar Rp605 miliar dan
                          Rp558 miliar.
                                                       83
Page 92
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                   PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                      CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
           Tanggal 31 Desember 2025 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30. PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA (lanjutan)

   a. Program manfaat pensiun (lanjutan)

      i.     Perusahaan (lanjutan)

             (a) Funded (lanjutan)

                 (i)   Manfaat pasti (lanjutan)

                       Risiko yang terekspos pada program manfaat pasti adalah risiko seperti volatilitas aset
                       dan perubahan imbal hasil obligasi. Liabilitas program dihitung menggunakan tingkat
                       diskonto yang merujuk kepada tingkat imbal hasil obligasi pemerintah, jika imbal hasil
                       aset program lebih rendah, maka akan menghasilkan defisit program. Penurunan imbal
                       hasil obligasi pemerintah akan meningkatkan liabilitas program, walaupun hal ini akan
                       saling hapus secara sebagian dengan kenaikan dari nilai obligasi program yang dimiliki.
                       Perusahaan memastikan bahwa posisi investasi telah diatur dalam kerangka asset-
                       liability matching (“ALM”) yang telah dibentuk untuk mencapai hasil jangka panjang
                       yang sejalan dengan liabilitas pada program pensiun imbalan pasti. Dalam kerangka
                       ALM, tujuan Perusahaan adalah untuk menyesuaikan aset-aset dan liabilitas pensiun
                       dengan berinvestasi pada portofolio yang terdiversifikasi dengan baik dalam
                       menghasilkan tingkat pengembalian yang optimal dengan mempertimbangkan tingkat
                       risikonya. Investasi pada program telah terdiversifikasi dengan baik, sehingga kinerja
                       buruk satu investasi tidak akan memberikan dampak material bagi seluruh kelompok
                       aset.

                       Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, aset program manfaat pasti terdiri dari:

                                                                               2025                                  2024
                                                               Harga kuotasian      Tidak memiliki   Harga kuotasian      Tidak memiliki
                                                                di pasar aktif    harga kuotasian     di pasar aktif    harga kuotasian
                       Kas dan setara kas                                1.255                   -               921                   -
                       Instrumen ekuitas:
                         Keuangan                                        1.004                  -              1.265                  -
                         Barang konsumen primer                            325                  -                 48                  -
                         Bahan baku                                        383                  -                203                  -
                         Infrastruktur                                     431                  -                510                  -
                         Energi                                            175                  -                146                  -
                         Teknologi                                          91                  -                 91                  -
                         Perindustrian                                     268                  -                239                  -
                         Barang konsumen non-primer                         60                  -                448                  -
                         Properti dan real estate                           75                  -                110                  -
                         Kesehatan                                         141                  -                175                  -
                         Transportasi dan logistik                           7                  -                  4                  -
                       Reksadana berbasis saham                             74                  -                193                  -
                       Instrumen keuangan pendapatan tetap:
                         Obligasi korporasi                                  -              2.031                  -             2.034
                         Obligasi pemerintah                            11.191                  -             10.608                 -
                         Reksadana pendapatan tetap ("RDPT")                 -                  -                  -                66
                         Reksadana indeks                                   14                  -                  -                 -
                         Medium-term notes ("MTN")                           -                105                  -               100
                         Efek beragun aset ("EBA")                           -                  5                  -                 7
                         Sukuk                                               -                980                  -               935
                       Saham non-publik:
                         Penempatan langsung                                 -                359                  -               377
                         Properti                                            -                204                  -               202
                         Lainnya                                             -                495                  -               356
                       Jumlah                                           15.494              4.179             14.961             4.077


                       Aset program pensiun termasuk di dalamnya saham Seri B yang dikeluarkan oleh
                       Perusahaan dengan nilai wajar Rp256 miliar dan Rp294 miliar, yang mewakili 1,32%
                       dan 1,54% dari total aset program pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, dan
                       obligasi yang dikeluarkan oleh Perusahaan dengan nilai wajar masing-masing senilai
                       Rp248 miliar dan Rp338 miliar mewakili masing-masing 1,28% dan 1,78% dari total
                       aset per tanggal 31 Desember 2025 dan 2024.




                                                               84
Page 93
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                   PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                      CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
           Tanggal 31 Desember 2025 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30. PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA (lanjutan)

   a. Program manfaat pensiun (lanjutan)

      i.     Perusahaan (lanjutan)

             (a) Funded (lanjutan)

                 (i)    Manfaat pasti (lanjutan)

                        Perkiraan pengembalian ditentukan berdasarkan ekspektasi pasar untuk pengembalian
                        keseluruhan masa liabilitas dengan mempertimbangkan perpaduan portofolio dari aset
                        program. Hasil aktual aset program adalah Rp1.924 miliar dan Rp275 miliar masing-
                        masing untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024.
                        Berdasarkan Peraturan Perusahaan yang diterbitkan tanggal 14 Januari 2014
                        mengenai kebijakan pendanaan Dapen. Perusahaan tidak akan memberikan kontribusi
                        ke Dapen bila Rasio Kecukupan Pendanaan (“RKD”) Dapen di atas 105%. Berdasarkan
                        laporan keuangan Dapen pada tanggal 31 Desember 2025, RKD Dapen di bawah 105%
                        sehingga Perusahaan akan memberikan kontribusi pemberi kerja ke program pensiun
                        manfaat pasti.

                        Berdasarkan Peraturan Perusahaan yang diterbitkan tanggal 30 September 2022,
                        tentang Peraturan Dana Pensiun dari Dana Pensiun Telkom, Perusahaan menetapkan
                        bagi para pensiunan yang berhenti selain karena Hukuman Disiplin, Pensiun Dini, dan
                        Atas Permintaan Sendiri dan menerima Manfaat Pensiun kurang dari Rp1 juta per bulan
                        diberikan kenaikan Manfaat Pensiun bulanan menjadi Rp1 juta. Pada tahun 2025 dan
                        2024, Perusahaan memberikan manfaat kesejahteraan tambahan kepada Pensiunan
                        dan penerima manfaat pensiun dari peserta yang memasuki masa pensiun sebelum
                        30 Juni 2002 masing-masing sebesar Rp17 miliar dan Rp34 miliar.

                        Penilaian aktuaria atas program pensiun manfaat pasti dilakukan berdasarkan
                        perhitungan pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, pada laporan masing-masing
                        tertanggal 15 April 2026 dan 19 Maret 2025 yang dilakukan oleh KKA I Gde Eka
                        Sarmaja, FSA dan Rekan. Asumsi dasar aktuaria yang digunakan oleh aktuaris
                        independen pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 adalah sebagai berikut:

                                                                         2025                  2024
                        Tingkat diskonto                                        6,50%                 7,00%
                        Tingkat kenaikan kompensasi                             8,00%                 8,00%
                        Table tingkat kematian di Indonesia                      2019                  2019

                 (ii)   Manfaat Tambahan

                        Berdasarkan Peraturan Perusahaan yang diterbitkan tanggal 30 September 2022,
                        tentang Peraturan Dana Pensiun dari Dana Pensiun Telkom, Perusahaan
                        menyelenggarakan Program Manfaat Lain Iuran Pasti (“PMLIP”) dalam bentuk Manfaat
                        Tambahan. Peserta PMLIP berhak menerima Manfaat Pensiun Berkala tiap bulan
                        sesuai dengan ketentuan dalam Peraturan Dana Pensiun. Dana Manfaat Tambahan
                        bersumber dari iuran Manfaat Tambahan Pemberi Kerja dan dana penyisihan hasil
                        pengembangan investasi apabila tercapai RKD di atas 102% dan tingkat pengembalian
                        investasi (“ROI”) di atas suku bunga aktuaria untuk pendanaan. Iuran Manfaat
                        Tambahan Pemberi Kerja untuk setiap peserta PMLIP ditetapkan sebesar Rp120 ribu
                        untuk periode iuran 12 bulan yang dihitung secara proporsional sesuai dengan jumlah
                        penerimaan.




                                                      85
Page 94
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                   PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                      CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
           Tanggal 31 Desember 2025 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30. PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA (lanjutan)

   a. Program manfaat pensiun (lanjutan)

      i.     Perusahaan (lanjutan)

             (a) Funded (lanjutan)

                 (ii)   Manfaat Tambahan (lanjutan)

                        Penilaian aktuaria untuk program pensiun manfaat tambahan dilakukan berdasarkan
                        perhitungan pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, pada laporan masing-masing
                        tertanggal 15 April 2026 dan 19 Maret 2025 yang dilakukan oleh KKA I Gde Eka
                        Sarmaja, FSA dan Rekan. Asumsi dasar aktuaria yang digunakan oleh aktuaris
                        independen pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 adalah sebagai berikut:

                                                                         2025                 2024
                        Tingkat diskonto                                        6,50%                7,00%
                        Table tingkat kematian di Indonesia                      2019                 2019

                        Aset program untuk manfaat tambahan telah disisihkan sejak 2018 sesuai persetujuan
                        Dewan Pengawas. Pada tanggal 31 Desember 2025, tidak ada kewajiban tambahan
                        yang disisihkan karena persyaratan pengakuan manfaat tambahan sebagaimana
                        tersebut di atas belum terpenuhi.

             (b) Unfunded

                 Perusahaan menyelenggarakan program pensiun manfaat pasti tanpa pendanaan dan
                 program pensiun iuran pasti untuk karyawannya. Program pensiun iuran pasti
                 diselenggarakan bagi karyawan tetap yang mulai bekerja pada atau setelah tanggal
                 1 Juli 2002. Program ini dikelola oleh Dana Pensiun Lembaga Keuangan (“DPLK”).
                 Kontribusi Perusahaan kepada DPLK dihitung berdasarkan persentase tertentu dari gaji
                 karyawan di mana untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
                 adalah masing-masing sebesar Rp48 miliar dan Rp52 miliar.

                 Sejak tahun 2007, Perusahaan memberlakukan manfaat pensiun berdasarkan
                 penyeragaman bagi peserta sebelum 20 April 1992 dan peserta sejak 20 April 1992 yang
                 mulai diterapkan bagi karyawan yang akan pensiun terhitung sejak 1 Februari 2009. Pada
                 tahun 2010, Perusahaan menggantikan penyeragaman dengan Manfaat Pensiun Sekaligus
                 (“MPS”). MPS diberikan bagi karyawan yang telah mencapai usia pensiun, kematian, atau
                 cacat sejak 1 Februari 2009.

                 Perusahaan juga menyelenggarakan manfaat bagi karyawan yang akan memasuki masa
                 persiapan pensiun, di mana karyawan tidak aktif selama periode 6 bulan sebelum mencapai
                 usia pensiun yakni 56 tahun yang disebut dengan Masa Persiapan Pensiun (“MPP”). Selama
                 periode tersebut, karyawan tetap menerima manfaat-manfaat yang diselenggarakan bagi
                 pegawai aktif, di antaranya termasuk, namun tidak terbatas pada gaji regular, kesehatan,
                 cuti besar, bonus, dan manfaat-manfaat lainnya. Mulai tanggal 1 April 2012, karyawan harus
                 mengajukan permohonan MPP terlebih dahulu dan tanpa permohonan maka dianggap tetap
                 akan bekerja sampai dengan masa pensiun.

                 Penilaian aktuaria atas program pensiun manfaat pasti tanpa pendanaan dilakukan
                 berdasarkan perhitungan pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, pada laporan masing-
                 masing tertanggal 15 April 2026 dan 19 Maret 2025 yang dilakukan oleh KKA I Gde Eka
                 Sarmaja, FSA dan Rekan. Asumsi dasar aktuaria yang digunakan oleh aktuaris independen
                 pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 adalah sebagai berikut:

                                                                         2025                 2024
                 Tingkat diskonto                                            6,25%                 7,00%
                 Tingkat kenaikan kompensasi                           6,00%-8,00%           6,00%-8,00%
                 Tabel tingkat kematian di Indonesia                          2019                  2019

                                                       86
Page 95
                              PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                    PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                       CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
            Tanggal 31 Desember 2025 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
              (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30. PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA (lanjutan)

   a. Program manfaat pensiun (lanjutan)

      ii.     Telkomsel

              Telkomsel menyelenggarakan program pensiun imbalan pasti bagi karyawannya. Berdasarkan
              program ini, karyawan berhak atas imbalan pensiun yang ditentukan berdasarkan gaji pokok
              terakhir atau gaji bersih yang diterima (tidak termasuk tunjangan fungsional) dan masa kerjanya.
              Program pensiun tersebut dikelola oleh PT Asuransi Jiwasraya (Persero) (“Jiwasraya”),
              perusahaan asuransi jiwa milik negara, melalui suatu kontrak asuransi anuitas. Hingga tahun
              2004, karyawan berkontribusi pada program ini sebesar 5% dari gaji pokok bulanan mereka,
              sementara Telkomsel menanggung sisa besaran kontribusi yang diharuskan menurut program
              tersebut. Sejak tahun 2005, Telkomsel telah menanggung sepenuhnya besaran kontribusi
              tersebut.

              Pada tanggal 23 April 2021, Telkomsel dan Jiwasraya sepakat untuk mengakhiri kontrak program
              asuransi tersebut dan menandatangani perjanjian restrukturisasi. Perjanjian tersebut
              menggantikan program manfaat dari anuitas menjadi manfaat sekaligus (lump sum).
              Berdasarkan perjanjian ini, kedua belah pihak sepakat untuk menentukan nilai tunai pada tanggal
              pengakhiran yang terbagi menjadi nilai tunai untuk peserta aktif dan peserta pasif masing-masing
              sebesar Rp857 miliar dan Rp73 miliar. Terdapat potongan 5% dari nilai tunai untuk peserta aktif,
              maka 95% dari Rp857 miliar (atau setara dengan Rp814 miliar) ditambah Rp73 miliar akan
              menjadi jumlah yang selanjutnya diambil alih oleh PT Asuransi Jiwa IFG (”IFG Life”) pada saat
              perjanjian dengan IFG Life menjadi efektif dan karenanya, perjanjian restrukturisasi akan
              berakhir. Pada tanggal 30 November 2023, dana tunai telah selesai diambil alih oleh IFG Life
              dengan tidak terdapat perubahan pada program dan nilai tunai yang dialihkan pada tanggal
              pengalihan, dan di saat yang sama, perjanjian restrukturisasi dinyatakan berakhir.

              Pada tanggal 27 Juni 2023, Perusahaan dan Telkomsel menandatangani perjanjian mengenai
              Dapen untuk menunjuk Telkomsel sebagai Mitra dari Perusahaan sebagai satu-satunya Pendiri,
              yang menghasilkan hak dan kewajiban bagi Telkomsel sebagaimana diatur pada Peraturan Dana
              Pensiun efektif sejak tanggal pemisahan segmen usaha IndiHome ke Telkomsel.

              Sejak tanggal pemisahan segmen usaha IndiHome ke Telkomsel, Telkomsel menyelenggarakan
              program pensiun manfaat pasti bagi karyawan tetap yang dialihkan, yang mulai bekerja sebelum
              1 Juli 2002. Program pensiun ini diatur di dalam undang-undang pensiun Indonesia dan dikelola
              oleh Dapen. Dapen dikelola sesuai dengan Peraturan Dana Pensiun dan Arahan Investasi yang
              ditetapkan oleh Perusahaan sebagai Pendiri dan dilaksanakan oleh Dewan Pengurus. Dewan
              Pengurus diawasi oleh Dewan Pengawas yang ditunjuk oleh Pendiri.

              Manfaat pensiun yang dibayar dihitung berdasarkan gaji pokok pada saat mulai pensiun dan
              masa kerja karyawan. Karyawan yang ikut serta dalam program pensiun ini membayar kontribusi
              sebesar 18% dari gaji pokok ke dana pensiun. Kontribusi Telkomsel kepada Dapen untuk tahun
              berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 adalah sebesar Rp27 miliar (2024: Rp18 miliar).

              Penilaian aktuaria atas program pensiun manfaat pasti dilakukan berdasarkan perhitungan pada
              tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 dengan laporan tertanggal masing-masing
              13 Februari 2026 dan 6 Maret 2025 yang dilakukan oleh KKA Halim dan Rekan, aktuaris
              independen yang berasosiasi dengan Milliman. Asumsi dasar aktuaria yang digunakan oleh
              aktuaris independen pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 adalah sebagai berikut:

                                                                          2025                   2024
              Tingkat diskonto                                                6,30%                  7,10%
              Tingkat kenaikan kompensasi                               7,00%-8,00%            7,25%-8,00%
              Tabel tingkat kematian di Indonesia                              2019                   2019




                                                      87
Page 96
                          PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                   CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
        Tanggal 31 Desember 2025 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
          (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30. PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA (lanjutan)

   b. Imbalan kesehatan pasca kerja

      Perusahaan menyelenggarakan program imbalan kesehatan pasca kerja untuk semua karyawannya
      yang sudah bekerja sebelum tanggal 1 November 1995 dengan masa kerja 20 tahun atau lebih pada
      saat pensiun, dan anggota keluarganya yang memenuhi syarat. Ketentuan untuk masa kerja selama
      20 tahun ini tidak berlaku bagi karyawan yang memasuki masa pensiun sebelum tanggal 3 Juni 1995.
      Program ini tidak berlaku bagi karyawan yang mulai bekerja pada Perusahaan sejak tanggal
      1 November 1995. Program jaminan kesehatan pasca kerja tersebut dikelola oleh Yayasan
      Kesehatan Telkom (“Yakes Telkom”).

      Program imbalan kesehatan pasca kerja iuran pasti diselenggarakan bagi karyawan tetap yang mulai
      bekerja pada atau setelah tanggal 1 November 1995 atau karyawan dengan masa kerja kurang dari
      20 tahun pada saat pensiun. Perusahaan tidak memberikan kontribusi ke Yakes Telkom untuk tahun
      yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024. Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024,
      aset program terdiri dari:
                                                             2025                                       2024
                                             Harga kuotasian       Tidak memiliki       Harga kuotasian       Tidak memiliki
                                              di pasar aktif      harga kuotasian        di pasar aktif      harga kuotasian
      Kas dan setara kas                                  700                     -                   375                    -
      Instrumen ekuitas:
        Keuangan                                          983                     -                 1.070                    -
        Barang konsumen primer                            300                     -                    78                    -
        Bahan baku                                        276                     -                   197                    -
        Infrastruktur                                     500                     -                   517                    -
        Energi                                            238                     -                   164                    -
        Teknologi                                          62                     -                    43                    -
        Perindustrian                                     296                     -                   242                    -
        Barang konsumen non-primer                         95                     -                   355                    -
        Properti dan real estate                           79                     -                    96                    -
        Kesehatan                                          99                     -                   118                    -
        Transportasi dan logistik                           3                     -                     4                    -
      Reksadana berbasis ekuitas                          326                     -                   313                    -
      Instrumen keuangan pendapatan tetap:
        Obligasi pemerintah                             2.321                     -                 1.837                    -
        Obligasi korporasi                                447                     -                   196                    -
        Reksadana pendapatan tetap                      5.972                     -                 6.484                    -
        Exchange Traded Fund ("ETF")                       35                     -                    24                    -
        Reksadana Indeks                                    -                     -                     5                    -
      Saham non-publik:
        Penempatan privat                                   -                  535                     -                  507
      Jumlah                                           12.732                  535                12.118                  507

      Aset program Yakes Telkom juga termasuk saham Seri B yang diterbitkan Perusahaan dengan nilai
      wajar sebesar Rp251 miliar dan Rp217 miliar yang merupakan 1,89% dan 1,72% dari keseluruhan
      aset program masing-masing pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024. Obligasi yang dikeluarkan
      oleh Perusahaan dengan nilai wajar senilai Rp99 miliar dan Rp69 miliar mewakili masing-masing
      0,74% dan 0,55% dari total aset per tanggal 31 Desember 2025 dan 2024. Perkiraan pengembalian
      ditentukan berdasarkan ekspektasi pasar untuk pengembalian keseluruhan masa liabilitas dengan
      mempertimbangkan perpaduan portofolio dari aset program. Hasil aktual aset program adalah
      Rp1.397 miliar dan Rp270 miliar masing-masing untuk tahun yang berakhir pada tanggal
      31 Desember 2025 dan 2024.

      Penilaian aktuaria untuk program imbalan kesehatan pasca kerja dilakukan berdasarkan perhitungan
      pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, pada laporan masing-masing tertanggal 15 April 2026 dan
      19 Maret 2025 yang dilakukan oleh KKA I Gde Eka Sarmaja, FSA dan Rekan. Asumsi dasar aktuaria
      yang digunakan oleh aktuaris independen pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 adalah sebagai
      berikut:

                                                                                      2025                     2024
      Tingkat diskonto                                                                   6,75%                     7,00%
      Tingkat pertumbuhan beban kesehatan untuk tahun depan                              7,00%                     7,00%
      Tingkat tren beban kesehatan                                                       7,00%                     7,00%
      Tabel tingkat kematian di Indonesia                                                  2019                     2019


                                                         88
Page 97
                           PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
         Tanggal 31 Desember 2025 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
           (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30. PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA (lanjutan)

   c. Imbalan pasca kerja lainnya

      Perusahaan memberikan imbalan pasca kerja lainnya dalam bentuk uang tunai yang dibayarkan pada
      saat karyawan pensiun atau saat pemutusan hubungan kerja atau meninggal dunia. Imbalan pasca
      kerja lainnya tersebut adalah Biaya Fasilitas Perumahan Terakhir (“BFPT”) dan Biaya Perjalanan
      Pensiun dan Purnabhakti (“BPP”) dan Pesangon Meninggal Dunia (“Pesangon MD”). Pesangon MD
      diberikan kepada karyawan yang meninggal dunia dengan besaran sebanyak 12 kali gaji terakhir.

      Penilaian aktuaria untuk program imbalan pasca kerja lainnya dilakukan berdasarkan perhitungan
      pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, pada laporan masing-masing tertanggal 15 April 2026 dan
      19 Maret 2025 yang dilakukan oleh KKA I Gde Eka Sarmaja, FSA dan Rekan. Asumsi dasar aktuaria
      yang digunakan oleh aktuaris independen pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 adalah sebagai
      berikut:

                                                                                2025                        2024
      Tingkat diskonto                                                                 6,00%                       7,00%
      Tabel tingkat kematian di Indonesia                                               2019                        2019

   d. Imbalan khusus masa kerja

      Perusahaan memberikan Tunjangan Khusus Masa Kerja kepada karyawan dengan kriteria karyawan
      yang diangkat sebelum 1 Juli 2002 dan memiliki masa kerja lebih dari 30 tahun serta berakhir
      hubungan kerja setelah 19 September 2019. Jumlah tercatat liabilitas imbalan khusus masa kerja
      pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 masing-masing sebesar Rp1 miliar dan Rp1 miliar. Beban
      tunjangan masa kerja yang dibebankan adalah sebesar Rp1 miliar dan Rp1 miliar masing-masing
      untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024.

   e. Kewajiban pensiun berdasarkan Undang-Undang Ketenagakerjaan

      Berdasarkan Undang-Undang No. 11 tahun 2020 mengenai Ketenagakerjaan, Perusahaan dan
      entitas anak diharuskan untuk memberikan manfaat pensiun minimum, jika belum dipenuhi oleh
      program pensiun yang diselenggarakan, kepada para karyawannya yang mencapai usia pensiun.
      Jumlah tercatat liabilitas tambahan ini pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 masing-masing
      sebesar Rp1.139 miliar dan Rp1.064 miliar. Beban pensiun yang dibebankan adalah sebesar
       Rp192 miliar dan Rp232 miliar masing-masing untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
      2025 dan 2024. Laba (rugi) aktuaria yang diakui pada penghasilan komprehensif lainnya adalah
      sebesar Rp5 miliar dan Rp107 miliar masing-masing untuk tahun yang berakhir pada tanggal
      31 Desember 2025 dan 2024.

   f. Profil jatuh tempo atas liabilitas manfaat pasti

      Waktu perkiraan pembayaran manfaat dan rata-rata tertimbang durasi atas liabilitas manfaat pasti
      untuk tahun 2025 dan 2024 adalah sebagai berikut:

                                                             Perkiraan pembayaran manfaat
                                          Perusahaan                                                      Kewajiban pensiun
                                       Funded                                   Imbalan    Imbalan           berdasarkan
                                Manfaat      Manfaat                           kesehatan pasca kerja       Undang-Undang
      Jangka waktu               pasti      tambahan     Unfunded    Telkomsel pasca kerja lainnya         ketenagakerjaan

      2025
      Dalam 10 tahun kedepan       20.124           38        253       6.688       8.654          200               1.848
      Dalam 10-20 tahun            14.464           27         95       9.486      13.671          119               5.030
      Dalam 20-30 tahun             8.069           13        195       5.080      13.558           60               3.243
      Dalam 30-40 tahun             2.667            4          6          77       7.185            1                 238
      Dalam 40-50 tahun               430            1          -           -       1.800            -                   -
      Dalam 50-60 tahun                26            -          -           -         281            -                   -
      Dalam 60-70 tahun                 0            -          -           -          52            -                   -
      Dalam 70-80 tahun                 -            -          -           -           5            -                   -

      Rata-rata tertimbang
       durasi atas liabilitas
       manfaat pasti            8,11 tahun   8,11 tahun 6,28 tahun    10 tahun 16,34 tahun   5,04 tahun         11,35 tahun

                                                      89
Page 98
                           PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
         Tanggal 31 Desember 2025 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
           (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30. PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA (lanjutan)

   f. Profil jatuh tempo atas liabilitas manfaat pasti (lanjutan)

      Waktu perkiraan pembayaran manfaat dan rata-rata tertimbang durasi atas liabilitas manfaat pasti
      untuk tahun 2025 dan 2024 adalah sebagai berikut (lanjutan):

                                                                Perkiraan pembayaran manfaat
                                           Perusahaan                                                              Kewajiban pensiun
                                       Funded                                           Imbalan    Imbalan            berdasarkan
                                Manfaat      Manfaat                                   kesehatan pasca kerja        Undang-Undang
      Jangka waktu               pasti      tambahan      Unfunded        Telkomsel    pasca kerja  lainnya         ketenagakerjaan

      2024
      Dalam 10 tahun kedepan       20.107           39          277           5.933         8.159          202                1.857
      Dalam 10-20 tahun            15.035           28          110           9.831        13.330          118                4.874
      Dalam 20-30 tahun             8.744           15          212           5.603        13.966           66                3.369
      Dalam 30-40 tahun             3.079            5           20              93         7.931            2                  319
      Dalam 40-50 tahun               539            1            -               -         2.142            -                    -
      Dalam 50-60 tahun                37            -            -               -           340            -                    -
      Dalam 60-70 tahun                 1            -            -               -            62            -                    -
      Dalam 70-80 tahun                 -            -            -               -             7            -                    -

      Rata-rata tertimbang
       durasi atas liabilitas
       manfaat pasti            8,16 tahun   8,16 tahun   6,48 tahun     10,47 tahun   16,75 tahun   5,18 tahun          11,29 tahun


   g. Analisis sensitivitas

      Perubahan 1% pada tingkat diskonto dan tingkat gaji akan memberikan dampak atas liabilitas manfaat
      pasti pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 sebagai berikut:

                                                            Tingkat diskonto                 Tingkat gaji
                                                     Peningkatan 1% Penurunan 1% Peningkatan 1% Penurunan 1%
                                                     Jumlah peningkatan (penurunan) Jumlah peningkatan (penurunan)
      Sensitivitas
      2025
      Didanai:
        Manfaat pasti                                             (1.885)              2.205                 139               (134)
      Tidak didanai                                                  (10)                 11                  12                (11)
      Telkomsel                                                     (492)                558                 595               (534)
      Imbalan kesehatan pasca kerja                               (1.738)              2.118               2.020             (1.693)
      Imbalan pasca kerja lainnya                                     (9)                 10                   3                 (3)
      Kewajiban pensiun berdasarkan Undang-
        Undang Ketenagakerjaan                                         (93)             100                  135               (124)

      2024
      Didanai:
        Manfaat pasti                                             (1.809)              2.113                 153               (146)
      Tidak didanai                                                  (11)                 12                  13                (12)
      Telkomsel                                                     (434)                492                 531               (475)
      Imbalan kesehatan pasca kerja                               (1.666)              2.036               1.948             (1.628)
      Imbalan pasca kerja lainnya                                     (9)                 10                   3                 (3)
      Kewajiban pensiun berdasarkan Undang-
        Undang Ketenagakerjaan                                         (71)              94                   99                 (77)

      Analisis sensitivitas dilakukan dengan menggunakan metode yang mengekstrapolasi dampak atas
      liabilitas manfaat pasti sebagai akibat perubahan atas asumsi utama yang muncul pada akhir tahun
      pelaporan.

      Hasil sensitivitas tersebut di atas menentukan dampak secara individu atas liabilitas manfaat pasti
      masing-masing program pada akhir tahun. Dalam kenyataannya, setiap program bergantung pada
      beberapa hal eksternal lain yang dapat menyebabkan liabilitas manfaat pasti bergerak baik searah
      maupun berlawanan, dan sensitivitas setiap program dapat berubah secara bervariasi dari waktu ke
      waktu.

      Tidak terdapat perubahan metode dan asumsi yang digunakan dalam menghitung analisis sensitivitas
      dari periode sebelumnya.
                                                             90
Page 99
                          PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                   CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
        Tanggal 31 Desember 2025 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
          (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
31. PENGHARGAAN MASA KERJA (“LONG SERVICE AWARDS” atau “LSA”)

   Telkomsel dan Telkomsat memberikan penghargaan dalam bentuk uang tunai atau sejumlah hari cuti
   tertentu kepada karyawan yang telah memenuhi syarat masa kerja tertentu, termasuk LSA dan Long
   Service Leaves (“LSL”). LSA diberikan saat karyawan mencapai kelipatan tahun tertentu atau saat
   pemutusan hubungan kerja. LSL dalam bentuk sejumlah hari cuti atau uang tunai, tergantung persetujuan
   manajemen, diberikan kepada karyawan yang memenuhi syarat masa kerja dan dengan usia minimum
   tertentu.

   Liabilitas yang timbul sehubungan dengan penghargaan ini ditentukan berdasarkan perhitungan aktuaria
   dengan menggunakan metode Projected Unit Credit sebesar Rp1.308 miliar dan Rp1.192 miliar masing-
   masing pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024. Manfaat yang dibebankan adalah sebesar
   Rp284 miliar dan Rp226 miliar masing-masing untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2025 dan 2024 (Catatan 24).

32. TRANSAKSI DENGAN PIHAK BERELASI

   a. Hubungan dan sifat saldo akun atau transaksi dengan pihak berelasi

      Rincian hubungan dan sifat akun atau transaksi dengan pihak berelasi yang signifikan adalah sebagai
      berikut:
      Pihak Berelasi                          Hubungan                                  Sifat Saldo Akun/Transaksi
      Pemerintah
        Menteri Keuangan                Pemegang saham             Pendapatan jasa internet dan data, pendapatan jasa
                                         utama                      telekomunikasi lainnya, biaya pendanaan, dan investasi pada
                                                                    instrumen keuangan
      BUMN
       Indosat                          Entitas sepengendali     Pendapatan       interkoneksi,  pendapatan    sewa   jaringan,
                                                                    pendapatan atas penggunaan satelit transponder, beban
                                                                    interkoneksi, beban penggunaan fasilitas telekomunikasi,
                                                                    beban operasional dan pemeliharaan, dan beban atas
                                                                    penggunaan data jaringan sistem komunikasi
        PT Pertamina (Persero)          Entitas sepengendali     Pendapatan jasa internet dan data dan pendapatan jasa
         (“Pertamina”)                                             telekomunikasi lainnya
        PT Garuda Indonesia (Persero)   Entitas sepengendali     Pendapatan jasa internet dan data dan pendapatan jasa
         (“Garuda Indonesia”)                                      telekomunikasi lainnya
        Bank milik negara               Entitas sepengendali     Penghasilan pendanaan dan biaya pendanaan
        BNI                             Entitas sepengendali     Pendapatan jasa internet dan data, pendapatan jasa
                                                                   telekomunikasi lainnya, beban konsultan, beban kesehatan
                                                                   karyawan, penghasilan pendanaan, dan biaya pendanaan
        BRI                             Entitas sepengendali   PePendapatan jasa internet dan data, pendapatan jasa
                                                                    telekomunikasi lainnya, penghasilan pendanaan, dan biaya
                                                                    pendanaan
        Bank Mandiri                    Entitas sepengendali   PePendapatan jasa internet dan data, pendapatan jasa
                                                                    telekomunikasi lainnya, penghasilan pendanaan, dan biaya
                                                                    pendanaan
        PT Perusahaan Listrik Negara    Entitas sepengendali     Pendapatan jasa internet dan data, pendapatan jasa
          (Persero) (“PLN”)                                        telekomunikasi lainnya, dan beban listrik
        Indonesia Financial Group       Entitas sepengendali     Beban asuransi aset tetap dan beban asuransi karyawan
        Bahana TCW                      Entitas sepengendali     Reksa dana
        Sarana Multi Infrastruktur      Entitas sepengendali     Pinjaman lainnya dan biaya pendanaan
        BUMN lainnya                    Entitas sepengendali     Pendapatan jasa internet dan data, pendapatan jasa
                                                                     telekomunikasi lainnya, beban operasi, dan pembelian aset
                                                                     tetap
      PT Omni Inovasi Indonesia Tbk.    Entitas asosiasi         Distribusi kartu SIM dan voucer prabayar
        (“Omni Inovasi Indonesia”)
      PT Fintek Karya Nusantara         Entitas asosiasi           Beban pemasaran dan distribusi kartu SIM dan voucer prabayar
        (“Finarya”)
      PT Kereta Cepat Indonesia China   Entitas berelasi lainnya   Pendapatan jasa telekomunikasi lainnya
        (“KCIC”)
      Padi UMKM                         Entitas berelasi lainnya   Beban jasa operasional dan pemeliharaan, beban pencairan
                                                                     piutang, beban pelatihan, beban pengamanan internal, beban
                                                                     pengembangan dan penelitian, beban cetak dan printing,
                                                                     beban rapat, beban umum dan administrasi lainnya, beban
                                                                     promosi, beban iklan, beban penjualan, beban customer
                                                                     education, dan beban pemasaran
      Direksi                           Personil manajemen         Gaji dan fasilitas
                                          kunci
      Komisaris                         Personil pengawas          Gaji dan fasilitas

                                                             91
Page 100
                          PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                   CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
        Tanggal 31 Desember 2025 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
          (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
32. TRANSAKSI DENGAN PIHAK BERELASI (lanjutan)

   a. Hubungan dan sifat saldo akun atau transaksi dengan pihak berelasi (lanjutan)

      Jumlah saldo dari piutang dan utang usaha pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 tidak dijamin
      dan bebas dari bunga, serta penyelesaiannya akan terjadi dalam bentuk kas. Tidak ada jaminan yang
      disediakan atau diterima untuk setiap piutang dan utang usaha dengan pihak berelasi. Pada tanggal
      31 Desember 2025 dan 2024, Grup mencatat (penurunan) peningkatan atas kerugian penurunan nilai
      piutang usaha dari pihak berelasi sebesar (Rp29) miliar dan Rp29 miliar.

   b. Transaksi yang signifikan dengan pihak berelasi

      Tabel berikut menyajikan transaksi signifikan dengan pihak terkait:

                                                     2025                                2024
                                                        % terhadap jumlah                   % terhadap jumlah
                                        Jumlah             pendapatan       Jumlah             pendapatan
      Pendapatan
       Pemegang saham utama
        Menteri Keuangan                          387                0,26             234                0,16
       Entitas sepengendali
        Indosat                                  2.392               1,63            2.209               1,47
        BNI                                        586               0,40              531               0,35
        Pertamina                                  573               0,39              488               0,33
        Bank Mandiri                               243               0,17              308               0,21
        BRI                                        184               0,13              228               0,15
        Garuda Indonesia                           105               0,07               57               0,04
        Lain-lain (masing-masing
          di bawah Rp100 miliar)                   287               0,20              373               0,25
       Sub-jumlah                                4.370               2,99            4.194               2,80
       Entitas berelasi lainnya
        KCIC                                       103               0,07              357               0,24
        Lain-lain                                   49               0,03               47               0,03
       Sub-jumlah                                  152               0,10              404               0,27
       Entitas asosiasi                              0               0,00                0               0,00
      Jumlah                                     4.909               3,35            4.832               3,23


                                                     2025                                2024
                                                        % terhadap jumlah                   % terhadap jumlah
                                        Jumlah                beban         Jumlah                beban
      Beban
       Entitas sepengendali
        PLN                                   2.905                 2,59         2.779                  2,55
        Indosat                                 712                 0,63           644                  0,59
        Indonesia Financial Group               137                 0,12           112                  0,10
        Lain-lain (masing-masing
          di bawah Rp100 miliar)                239                 0,21           333                  0,32
       Sub-jumlah                             3.993                 3,55         3.868                  3,56
       Entitas berelasi lainnya
        Padi UMKM                               388                 0,35           508                  0,47
        Lain-lain                                61                 0,05            77                  0,07
       Sub-jumlah                               449                 0,40           585                  0,54
       Entitas asosiasi                          98                 0,09           109                  0,10
      Jumlah                                  4.540                 4,04         4.562                  4,20




                                                         92
Page 101
                          PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                   CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
        Tanggal 31 Desember 2025 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
          (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
32. TRANSAKSI DENGAN PIHAK BERELASI (lanjutan)

   b. Transaksi yang signifikan dengan pihak berelasi (lanjutan)

      Tabel berikut menyajikan transaksi signifikan dengan pihak terkait (lanjutan):
                                                      2025                                     2024
                                                         % terhadap jumlah                        % terhadap jumlah
                                                            penghasilan                              penghasilan
                                        Jumlah               pendanaan            Jumlah              pendanaan
      Penghasilan pendanaan
       Entitas sepengendali
        Bank milik negara                          346                    20,83             371                27,14
      Jumlah                                       346                    20,83             371                27,14


                                                      2025                                     2024
                                                         % terhadap jumlah                        % terhadap jumlah
                                         Jumlah           biaya pendanaan         Jumlah           biaya pendanaan
      Biaya pendanaan
       Pemegang saham utama
        Menteri Keuangan                              -                       -               1                 0,02
       Entitas sepengendali
        Bank milik negara                         1.400                   26,89            1.329               25,52
        Sarana Multi Infrastruktur                    -                       -                8                0,15
      Jumlah                                      1.400                   26,89            1.338               25,69

                                                      2025                                     2024

                                                              % terhadap jumlah                    % terhadap jumlah
                                         Jumlah                   pembelian       Jumlah               pembelian
      Pembelian aset tetap
       Entitas sepengendali                         42                    0,17               29                0,12
      Jumlah                                        42                    0,17               29                0,12

                                                      2025                                     2024
                                                         % terhadap jumlah                        % terhadap jumlah
                                         Jumlah             pendapatan            Jumlah             pendapatan
      Distribusi kartu SIM dan
       voucer
       Entitas asosiasi
         Finarya                                    76                    0,05              100                0,08
         Omni Inovasi Indonesia                      -                       -              371                0,26
      Jumlah                                        76                    0,05              471                0,34


   c. Saldo dengan pihak berelasi

      Tabel berikut menyajikan transaksi signifikan dengan pihak terkait:
                                                      2025                                     2024
                                                         % terhadap jumlah                        % terhadap jumlah
                                         Jumlah                 aset              Jumlah                 aset
      Kas dan setara kas
        (Catatan 3)                           27.231                       9,46        26.217                   9,00
      Aset keuangan lancar lainnya
        (Catatan 4)                                642                     0,22            1.031                0,35
      Piutang usaha
        (Catatan 5)                               2.040                    0,71            2.350                0,81

      Aset kontrak
       Pemegang saham utama
        Menteri Keuangan                            94                     0,03              16                 0,01
       Entitas sepengendali                        210                     0,07             193                 0,07
       Entitas asosiasi                              1                     0,00               1                 0,00
       Entitas berelasi lainnya                      4                     0,00               3                 0,00
      Jumlah                                       309                     0,10             213                 0,08

      Aset lancar lainnya                          151                     0,05             138                 0,05
      Aset tidak lancar lainnya                      7                     0,00              12                 0,00


                                                         93
Page 102
                          PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                   CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
        Tanggal 31 Desember 2025 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
          (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
32. TRANSAKSI DENGAN PIHAK BERELASI (lanjutan)

   c. Saldo dengan pihak berelasi (lanjutan)

      Tabel berikut menyajikan transaksi signifikan dengan pihak terkait (lanjutan):

                                                     2025                                  2024
                                                        % terhadap jumlah                     % terhadap jumlah
                                        Jumlah               liabilitas       Jumlah               liabilitas
      Utang usaha (Catatan 15)
       Pemegang saham utama
         Menteri Keuangan                           7                0,01                 17               0,01
       Entitas sepengendali
         BUMN                                     281                0,20               317                0,23
         Indosat                                  200                0,15               212                0,15
       Sub-jumlah                                 481                0,35               529                0,38
       Entitas asosiasi                             3                0,00                20                0,01
       Entitas berelasi lainnya                    80                0,06                60                0,04
      Jumlah                                      571                0,42               626                0,44

      Beban yang masih harus
       dibayar
       Entitas sepengendali
         BUMN                                     279                0,20                209               0,15
         Bank milik negara                         58                0,04                 81               0,06
         Lain-lain                                  1                0,00                  -                  -
       Sub-jumlah                                 338                0,24                290               0,21
       Entitas asosiasi                             7                0,01                  1               0,00
      Jumlah                                      345                0,25                291               0,21

      Liabilitas kontrak
        Pemegang saham utama
         Menteri Keuangan                          58                0,04                 90              0,07
        Entitas sepengendali
         BUMN                                     698                0,51               474               0,35
         Lain-lain                                  1                0,00                 1               0,00
        Sub-jumlah                                699                0,51               475               0,35
        Entitas asosiasi                            5                0,00                 7               0,01
        Entitas berelasi lainnya
         KCIC                                    1.023               0,75              1.113              0,81
         Lain-lain                                   8               0,01                  4              0,00
        Sub-jumlah                               1.031               0,76              1.117              0,81
      Jumlah                                     1.793               1,31              1.689              1,24

      Deposit dari pelanggan                       19                0,01                19               0,01
      Utang bank jangka pendek
       (Catatan 18)                              1.490               1,09              5.554              4,05
      Utang bank jangka panjang
       (Catatan 19b)                          22.717               16,55           15.943                11,62




                                                     94
Page 103
                          PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                   CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
        Tanggal 31 Desember 2025 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
          (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
32. TRANSAKSI DENGAN PIHAK BERELASI (lanjutan)

   d. Perjanjian signifikan dengan pihak berelasi

      Indosat

      Perusahaan mengadakan perjanjian dengan Indosat untuk menyelenggarakan jasa telekomunikasi
      internasional kepada masyarakat.

      Perusahaan juga mengadakan perjanjian interkoneksi dengan Indosat antara jaringan telepon tidak
      bergerak (“Public Switched Telephone Network” atau “PSTN”) milik Perusahaan dan jaringan
      telekomunikasi bergerak selular (“Global System for Mobile Communications” atau “GSM”) milik
      Indosat dalam rangka penyelenggaraan jasa Indosat Multimedia Mobile serta penyelesaian hak dan
      liabilitas interkoneksi terkait.

      Perusahaan juga mengadakan perjanjian dengan Indosat untuk interkoneksi jaringan telekomunikasi
      bergerak selular GSM milik Indosat dengan PSTN Perusahaan yang memungkinkan pelanggan
      masing-masing perusahaan untuk melakukan panggilan domestik antara jaringan telekomunikasi
      bergerak selular GSM milik Indosat dan jaringan tidak bergerak Perusahaan, serta memungkinkan
      pelanggan Indosat untuk mengakses jasa Sambungan Langsung Internasional (“SLI”) Perusahaan
      dengan menekan “007”.

      Pemilik Indosat, Ooredoo telah melakukan merger dengan Tri, CK Hutchison Holdings (“CKHH”)
      dengan menggabungkan perusahaan mereka menjadi Indosat Ooredoo Hutchison. Dengan adanya
      merger ini dan Peraturan Menkominfo terbaru No. 5 tahun 2021, Perusahaan telah melakukan
      amandemen perjanjian kerjasama interkoneksi untuk jaringan tidak bergerak (lokal, Sambungan
      Langsung Jarak Jauh (“SLJJ”), dan internasional) dan jaringan bergerak pada tanggal 30 Mei 2023
      dalam rangka implementasi liabilitas tarif berbasis biaya berdasarkan Dokumen Penawaran
      Interkoneksi tahun 2014.

      Perusahaan juga menyediakan sewa sirkit kepada Indosat dan entitas anaknya, yaitu
      PT Aplikanusa Lintasarta (“Lintasarta”). Saluran ini dapat digunakan perusahaan-perusahaan
      tersebut untuk hubungan telepon, telegraf, data, teleks, faksimili, atau jasa telekomunikasi lainnya.

   e. Remunerasi personil manajemen kunci dan pengawas

      Personil manajemen kunci adalah Direksi Perusahaan dan personil pengawas adalah Dewan
      Komisaris.

      Perusahaan memberikan remunerasi dalam bentuk gaji atau honorarium dan fasilitas untuk
      mendukung tata kelola dan tugas pengawasan Dewan Komisaris, serta tugas kepemimpinan dan
      manajemen Direksi. Jumlah remunerasi tersebut adalah sebagai berikut:

                                                 2025                                  2024
                                                   % terhadap jumlah                     % terhadap jumlah
                                     Jumlah              beban             Jumlah              beban
      Direksi                              579                0,52%              504                0,46%
      Dewan Komisaris                       48                0,04%              176                0,16%

      Jumlah yang disajikan pada tabel di atas adalah jumlah yang diakui sebagai beban umum dan
      administrasi selama periode laporan keuangan.




                                                   95
Page 104
                            PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                  PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
          Tanggal 31 Desember 2025 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
            (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
33. SEGMEN OPERASI

   Pada tahun 2025, Manajemen mengubah dasar pengelompokan segmen operasi Grup dari pendekatan
   berbasis Customer Facing Unit (“CFU”) menjadi pendekatan berbasis business pillar. Perubahan ini
   dilakukan untuk mencerminkan cara PKO dalam menelaah kinerja segmen operasi dan mengalokasikan
   sumber daya. Sehubungan dengan perubahan tersebut, informasi segmen untuk tahun sebelumnya telah
   disajikan kembali agar konsisten dengan penyajian informasi segmen pada tahun berjalan.

   Grup mengidentifikasi lima segmen dilaporkan, yaitu B2C, B2B Infra, B2B ICT, Internasional, dan
   Lain-lain. Tidak terdapat penggabungan segmen operasi dalam penentuan segmen dilaporkan tersebut.
   Segmen B2C mencakup penyediaan layanan telekomunikasi kepada pelanggan individu/perumahan,
   termasuk layanan mobile dan fixed broadband. Segmen B2B Infra mencakup penyediaan, pengelolaan,
   dan pemeliharaan infrastruktur telekomunikasi, termasuk menara telekomunikasi, jaringan fiber optic,
   backbone, data center, dan satelit. Segmen B2B ICT mencakup penyediaan layanan system integration,
   jasa teknologi informasi, dan solusi digital kepada pelanggan korporasi dan institusional. Segmen
   Internasional mencakup penyediaan layanan konektivitas internasional dan jasa wholesale kepada
   operator telekomunikasi dan pelanggan di luar negeri. Segmen Lain-lain mencakup kegiatan usaha
   pendukung antara lain layanan media dan konten, jasa konsultasi dan pengelolaan bisnis, perdagangan
   dan distribusi, layanan teknologi informasi tertentu, serta aktivitas investasi dan pengembangan bisnis
   lainnya.

   PKO menelaah kinerja masing-masing segmen dilaporkan berdasarkan laba atau rugi segmen yang
   diukur secara konsisten dengan laba atau rugi usaha dalam laporan keuangan konsolidasian.
   Pendapatan dan beban segmen meliputi juga transaksi antar segmen operasi. Transaksi tersebut
   dieliminasi pada saat konsolidasi dan ditentukan berdasarkan harga pasar yang berlaku (arm’s length
   basis).

                                                                                        2025
                                                                                                                        Penyesuaian
                                                                                                           Total            dan        Jumlah
                               B2C        B2B Infra    B2B ICT         Internasional     Lain-lain        segmen         eliminasi  konsolidasian
   Hasil segmen
   Pendapatan
     Pendapatan eksternal      105.898        8.929     15.300               10.673             5.942      146.742                -      146.742
     Pendapatan antar segmen     3.255       47.661      3.814                1.493            23.155       79.378          (79.378)           -
   Jumlah pendapatan segmen    109.153       56.590     19.114               12.166            29.097      226.120          (79.378)     146.742

   Hasil segmen                 27.793       10.487      1.759                  961            (4.491)      36.509           (5.407)      31.102
   Informasi lain
   Pembelian barang modal      (11.980)     (10.042)     (1.473)             (1.086)             (233)      (24.814)            237       (24.577)
   Penyusutan dan amortisasi   (21.704)     (15.894)     (3.156)               (718)             (613)      (42.085)          4.436       (37.649)
   Provisi diakui selama
     tahun berjalan             (1.239)         (52)      (376)                (120)              (12)       (1.799)           334         (1.465)


                                                                            2024 (Disajikan kembali)
                                                                                                                         Penyesuaian
                                                                                                            Total            dan        Jumlah
                               B2C        B2B Infra    B2B ICT          Internasional      Lain-lain       segmen         eliminasi  konsolidasian
   Hasil segmen
   Pendapatan
     Pendapatan eksternal      109.662        8.180       15.741              10.732             5.652      149.967                -       149.967
     Pendapatan antar segmen     3.268       48.799        3.989               1.412            25.701       83.169          (83.169)            -
   Jumlah pendapatan segmen    112.930       56.979       19.730              12.144            31.353      233.136          (83.169)      149.967

   Hasil segmen                 29.078       16.467        1.402               1.204            (5.903)       42.248          (4.633)       37.615
   Informasi lain
   Pembelian barang modal      (12.653)     (12.579)      (2.007)               (460)             (174)      (27.873)          3.424       (24.449)
   Penyusutan dan amortisasi   (21.880)     (12.424)      (3.290)               (594)             (679)      (38.867)          4.686       (34.181)
   Provisi diakui selama
     tahun berjalan               (678)          (7)               5             (32)              (65)         (777)          (127)          (904)




                                                                 96
Page 105
                            PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                  PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
          Tanggal 31 Desember 2025 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
            (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
33. SEGMEN OPERASI (lanjutan)

                                                                      2023 (Disajikan kembali)
                                                                                                               Penyesuaian
                                                                                                   Total           dan        Jumlah
                               B2C        B2B Infra    B2B ICT     Internasional   Lain-lain      segmen        eliminasi  konsolidasian
   Hasil segmen
   Pendapatan
     Pendapatan eksternal      111.713        6.753      15.441          10.634          4.675     149.216               -        149.216
     Pendapatan antar segmen     3.694       40.001       4.679             762         26.320      75.456         (75.456)             -
   Jumlah pendapatan segmen    115.407       46.754      20.120          11.396         30.995     224.672         (75.456)       149.216

   Hasil segmen                 34.784       11.924       1.137           1.252         (4.532)     44.565          (5.467)          39.098
   Informasi lain
   Pembelian barang modal      (12.744)     (17.330)     (3.184)           (865)          (181)     (34.304)         1.336           (32.968)
   Penyusutan dan amortisasi   (24.486)     (10.034)     (3.387)           (557)          (776)     (39.240)         4.881           (34.359)
   Provisi diakui selama
     tahun berjalan               (655)         (15)        149              (5)           (81)       (607)            94              (513)



   Rekonsiliasi hasil segmen:

                                                                                          2024                2023
                                                                        2025      (Disajikan kembali) (Disajikan kembali)
   Jumlah hasil segmen                                                     36.509              42.248              44.565
   Keuntungan (kerugian) yang belum direalisasi dari
    perubahan nilai wajar atas investasi                                        (242)                     188                       (748)
   Penghasilan (beban) lain-lain - bersih                                        119                      282                        252
   Laba (rugi) selisih kurs-bersih                                               180                      136                        (36)
   Penghasilan pendanaan                                                       1.661                    1.367                      1.061
   Biaya pendanaan                                                            (5.206)                  (5.208)                    (4.652)
   Bagian laba (rugi) bersih entitas asosiasi                                     (1)                       3                          1
   Penyesuaian dan eliminasi pendapatan (beban)
     antar segmen - bersih                                                   (1.918)                  (1.401)                    (1.345)
   Laba sebelum pajak penghasilan konsolidasi                                31.102                   37.615                     39.098


   Informasi geografis:

                                                                        2025                      2024                        2023
    Pendapatan eksternal
     Indonesia                                                             137.858                  141.062                     141.157
     Luar negeri                                                             8.884                    8.905                       8.059
    Jumlah                                                                 146.742                  149.967                     149.216


   Informasi terkait pendapatan di atas didasarkan pada lokasi pelanggan.

   Tidak terdapat pendapatan dari pelanggan utama yang melebihi 10% dari total pendapatan pada tahun
   yang berakhir pada 31 Desember 2025 dan 2024.




                                                                 97
Page 106
                          PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                   CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
        Tanggal 31 Desember 2025 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
          (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
33. SEGMEN OPERASI (lanjutan)

   Informasi geografis (lanjutan):

                                                                           2024          1 Januari 2024
                                                       2025        (Disajikan kembali) (Disajikan kembali)
   Aset operasional tidak lancar
    Indonesia                                            171.604             176.927             177.862
    Luar negeri                                            3.086               2.850               2.932
   Jumlah                                                174.690             179.777             180.794

   Aset operasional tidak lancar untuk tujuan pelaporan segmen ini terdiri dari aset tetap dan aset
   takberwujud.

34. TARIF JASA TELEKOMUNIKASI

   Berdasarkan UU No. 36 tahun 1999 dan Peraturan Pemerintah No. 52 tahun 2000, tarif penyelenggaraan
   jaringan dan/atau jasa telekomunikasi ditetapkan oleh penyelenggara berdasarkan jenis tarif, struktur,
   dan dengan mengacu pada formula batasan tarif jasa telekomunikasi yang ditetapkan oleh Pemerintah.
   Kemudian, peraturan tersebut disesuaikan dengan UU No. 11 tahun 2020, sebagaimana terakhir diubah
   dengan UU No. 6 tahun 2023, dan Peraturan Pemerintah No. 46 tahun 2021 yang membuat menteri yang
   berwenang dapat menetapkan tarif batas atas dan/atau tarif batas bawah.

   a. Tarif telepon tidak bergerak

      Pemerintah telah mengeluarkan formula penyesuaian tarif yang diatur dalam Peraturan Menkominfo
      No. 5/2021 tanggal 31 Maret 2021 tentang “Penyelenggaraan Telekomunikasi”. Peraturan ini
      menggantikan peraturan sebelumnya Peraturan Menkominfo No. 15/PER/M.KOMINFO/4/2008
      tanggal 30 April 2008.

      Berdasarkan peraturan tersebut, struktur tarif jasa teleponi dasar yang disalurkan melalui jaringan
      tetap terdiri dari:
      i.   Biaya aktivasi;
      ii. Biaya berlangganan bulanan;
      iii. Biaya penggunaan; dan
      iv. Biaya fasilitas tambahan.

   b. Tarif telepon selular

      Pada tanggal 31 Maret 2021, Menkomdigi mengeluarkan Peraturan Menkominfo No. 5/2021 yang
      memberikan pedoman penetapan tarif selular dengan formula yang terdiri dari biaya elemen jaringan
      dan biaya aktivitas layanan ritel.

      Berdasarkan Peraturan Menkominfo No. 5/2021, tarif selular untuk penyelenggaraan jasa
      telekomunikasi yang terhubung melalui jaringan selular bergerak terdiri dari:
      i.   Tarif jasa teleponi dasar;
      ii. Tarif jasa nilai tambah teleponi; dan/atau
      iii. Tarif jasa multimedia.

      dengan struktur tarif sebagai berikut:
      i.   Biaya aktivasi;
      ii. Biaya berlangganan bulanan; dan/atau
      iii. Biaya penggunaan.




                                                  98
Page 107
                          PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                   CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
        Tanggal 31 Desember 2025 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
          (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
34. TARIF JASA TELEKOMUNIKASI (lanjutan)

   c. Tarif interkoneksi

      Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (“BRTI”), dalam suratnya No. 262/BRTI/XII/2011 tanggal
      12 Desember 2011, memutuskan untuk mengubah tarif interkoneksi SMS menjadi berbasis biaya
      dengan tarif maksimal sebesar Rp23 per SMS efektif sejak tanggal 1 Juni 2012 dan berlaku untuk
      seluruh operator penyelenggara telekomunikasi.

      Berdasarkan       surat    Direktur    Jenderal   Penyelenggaraan    Pos    dan     Informatika
      No. 118/KOMINFO/DJPPI/PI.02.04/01/2014 tanggal 30 Januari 2014, Direktur Jenderal
      Penyelenggaraan Pos dan Informatika memutuskan untuk menerapkan tarif interkoneksi baru yang
      berlaku efektif sejak 1 Februari 2014 sampai dengan 31 Desember 2016 dan dapat dievaluasi setiap
      tahun oleh BRTI. Sebagai tindak lanjut, Perusahaan dan Telkomsel diminta untuk menyampaikan
      usulan Dokumen Penawaran Interkoneksi (“DPI”) kepada BRTI untuk dievaluasi.

      Selanjutnya, BRTI melalui suratnya No. 60/BRTI/III/2014 tanggal 10 Maret 2014 dan
      No. 125/BRTI/IV/2014 tanggal 24 April 2014 menyetujui revisi DPI Telkomsel dan Perusahaan terkait
      tarif interkoneksi. Melalui surat tersebut, BRTI juga menyetujui perubahan tarif interkoneksi SMS
      menjadi Rp24 per SMS.

      Pada tanggal 18 Januari 2017, BRTI melalui suratnya No. 20/BRTI/DPI/I/2017 dan
      No. 21/BRTI/DPI/I/2017, memutuskan untuk tetap memberlakukan tarif interkoneksi sesuai dengan
      DPI Perusahaan dan Telkomsel tahun 2014 sampai dengan tarif interkoneksi yang baru ditetapkan.

   d. Tarif sewa jaringan

      Pada tahun 2008 Direktur Jendral Pos dan Telekomunikasi Indonesia menerbitkan peraturan
      No. 115 tahun 2008 yang mengatur tentang Perjanjian Dokumen Jenis Layanan Sewa Jaringan, Tarif
      Layanan Sewa Jaringan, Kapasitas Tersedia Layanan Sewa Jaringan, Kualitas Layanan Sewa
      Jaringan, dan Prosedur Penyediaan Layanan Sewa Jaringan yang Dimiliki oleh Penyedia Layanan
      Sewa Jaringan Dominan sesuai dengan usulan Perusahaan. Selanjutnya, berdasarkan peraturan
      Menkominfo No. 5/2021, Pemerintah mengatur bentuk, jenis, struktur, dan perhitungan tarif untuk jasa
      yang berhubungan dengan sewa jaringan.

   e. Tarif jasa lainnya

      Tarif sewa satelit, jasa teleponi, dan multimedia lainnya ditentukan oleh penyedia layanan dengan
      memperhitungkan berbagai pengeluaran dan harga pasar. Pemerintah hanya menetapkan formula
      tarif untuk layanan teleponi dasar. Tidak ada aturan untuk tarif atas jasa-jasa lainnya.




                                                  99
Page 108
                         PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
               PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                  CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
       Tanggal 31 Desember 2025 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
         (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
35. IKATAN, PERJANJIAN SIGNIFIKAN, DAN LAINNYA

   a. Pembelian barang modal

     Pada tanggal 31 Desember 2025, jumlah ikatan pembelian barang modal adalah sebesar
     Rp14.130 miliar dan US$25 juta.

     Jumlah di atas termasuk perjanjian-perjanjian signifikan berikut:

      Pihak yang terkait dengan kontrak     Periode perjanjian     Bagian yang signifikan dari perjanjian
                                                                   Perjanjian dan Pengadaan Development
                                                                   and Rollout Agreement ("DRA") dan
                                           12 September 2019-
       Telkomsel dan PT Phincon                                    Technical Support Agreement ("TSA")
                                           11 September 2027
                                                                   Customer Relationship Management
                                                                   ("CRM") Solution System Integrator
       Telkomsel, PT Ericsson Indonesia,
                                           1 Februari 2021-        Perjanjian Pengadaan Radio Ultimate
       PT Huawei Tech Investment, dan
                                           31 Januari 2027         Solution ("ROA") dan TSA
       PT ZTE Indonesia
       Telkomsel dan PT Ericsson           13 Februari 2022-       Perjanjian Pengadaan CS Core Solution
       Indonesia                           12 Februari 2028        ROA
       Telkomsel dan PT Ericsson           13 Februari 2022-       Perjanjian Pengadaan CS Core Solution
       Indonesia                           31 Agustus 2027         TSA
       Telkomsel dan PT Lintas Teknologi   13 Februari 2022-       Perjanjian Pengadaan CS Core Solution
       Indonesia                           12 Februari 2028        ROA
       Telkomsel dan PT Lintas Teknologi   13 Februari 2022-       Perjanjian Pengadaan CS Core Solution
       Indonesia                           31 Agustus 2027         TSA
       Telkomsel dan PT Huawei Tech        24 Maret 2022-
                                                                   Perjanjian Pengadaan PCRF
       Investment                          23 Maret 2028
                                           24 Juni 2024-           Perjanjian Desain, Pengembangan, dan
       Telkomsel dan PT Phincon
                                           23 Juni 2029            Peluncuran Solusi Platform By.U
       Telkomsel, Amdocs Software
                                                                   Perjanjian Online Charging System
       Solutions Limited Liability         8 Oktober 2024-
                                                                   (“OCS”) dan Service Control Points
       Company, dan PT Application         7 Oktober 2029
                                                                   (“SCP”) System Solution Development
       Solutions
       Telkomsel dan PT Application        8 Oktober 2024-
                                                                   TSA untuk OCS dan SCP
       Solutions                           7 Oktober 2029
                                                                   Perjanjian Kontrak terhadap General
                                           14 Oktober 2024-
       TDE dan PT ZTE Indonesia                                    Contractor ("GC") untuk Proyek Delta
                                           14 Oktober 2027
                                                                   Level-2 Fit Out Works
       Telkomsel dan PT Mahardika          14 November 2024-       Perjanjian Pengadaan Fixed Broadband
       Teknotama Integrasi                 13 November 2027        Core ("FBB Core")
                                                                   Perjanjian Pengadaan dan Pemasangan
       Perusahaan dan PT Packet            18 Desember 2024-
                                                                   OTN Metro ("OTM") Future State
       Systems Indonesia                   17 Desember 2026
                                                                   Architecture ("FSA") - Platform Huawei
                                           3 Januari 2025-         Perjanjian untuk General Contractor for
       TDI dan KSO-PP Adhi
                                           26 Februari 2026        Data Center Construction
                                                                   Perjanjian Pengadaan Next Generation
       Telkomsel dan PT Ericsson           23 Januari 2025-
                                                                   of Gateway GPRS Support Node
       Indonesia                           22 Januari 2028
                                                                   ("GGSN") (Virtualized EPC)
                                                                   Perjanjian Kontrak terhadap General
       TDE dan PT Huawei Tech              24 Maret 2025-
                                                                   Contractor ("GC") untuk Proyek Delta
       Investment                          23 Maret 2028
                                                                   Level-3 dan Level-4 Fit Out Works
                                                                   Perjanjian Pengadaan Next Generation
       Telkomsel dan PT Lintas Teknologi   8 April 2025-
                                                                   of Gateway GPRS Support Node
       Indonesia                           7 April 2028
                                                                   ("GGSN") (Virtualized EPC)
                                                                   Perjanjian Pengadaan Next Generation
       Telkomsel dan PT Cahaya Mutiara     26 Mei 2025-
                                                                   of Gateway GPRS Support Node
       Mandiri                             25 Mei 2028
                                                                   ("GGSN") (Virtualized EPC)
       Telkomsat dan PT Starlink           22 Desember 2025-       Perjanjian Penjualan Kembali Layanan
       Services Indonesia                  31 Desember 2026        dan Perangkat Starlink
                                                                   Perjanjian Pengadaan dan Pemasangan
       Perusahaan dan PT Lintas            24 Desember 2025-
                                                                   Sistem Komunikasi Kabel Laut ("SKKL")
       Teknologi Indonesia                 23 Juni 2027
                                                                   Papua Selatan ("PASELA")


                                                  100
Page 109
                              PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                    PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                       CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
            Tanggal 31 Desember 2025 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
              (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
35. IKATAN, PERJANJIAN SIGNIFIKAN, DAN LAINNYA (lanjutan)

   b. Perjanjian pinjaman dan fasilitas kredit lainnya

      (i)     Pada tanggal 31 Desember 2025, Perusahaan memiliki fasilitas bank garansi untuk jaminan
              penawaran (tender bond), pelaksanaan (performance bond), pemeliharaan (maintenance bond),
              setoran jaminan, dan uang muka (advance payment bond) berbagai proyek Perusahaan, dengan
              rincian sebagai berikut:
              78




                                                       Akhir periode
              Kreditur         Jumlah fasilitas           fasilitas      Mata uang asal   Fasilitas yang digunakan
              BRI                              500     14 Maret 2026           Rp                                5
              BNI                              500     31 Maret 2026           Rp                               73
              Bank Mandiri                     500      21 Juni 2026           Rp                              136
              Jumlah                         1.500                                                             214


               Perusahaan memiliki fasilitas bank yang cukup untuk memenuhi kewajiban jangka pendeknya
               (Catatan 37b.v).

      (ii)     Pada tanggal 31 Desember 2025, Telkomsel memiliki fasilitas bank garansi untuk berbagai
               macam proyek sebagai berikut:
              78




                                                       Akhir periode
              Kreditur         Jumlah fasilitas           fasilitas      Mata uang asal   Fasilitas yang digunakan
              BRI                            1.000   25 September 2028         Rp                              621
              BNI                            2.100       1 Mei 2028            Rp                            1.420
              Jumlah                         3.100                                                           2.041


               Fasilitas bank garansi dengan BRI dan BNI sebagian besar untuk performance bond dan surety
               bond of radio frequency (Catatan 35c.i).

      (iii) Telin memiliki fasilitas bank garansi dari Bank Mandiri dan BRI dengan batas kredit maksimum
            masing-masing sebesar US$25 juta dan US$5 juta atau setara dengan Rp417 miliar dan
            Rp83 miliar. Pada tanggal 31 Desember 2025, tidak terdapat fasilitas bank garansi yang
            digunakan.

   c. Lainnya

      (i)     Penggunaan frekuensi radio

              Berdasarkan UU No. 36 Tahun 1999, penggunaan spektrum frekuensi radio dan biaya
              penggunaan frekuensi radio ditetapkan oleh pemerintah. Berdasarkan Surat Keputusan
              Menkominfo No. 025/TEL.01.02/2022 Tahun 2022 tanggal 28 Januari 2022, Menkomdigi
              memberikan hak kepada Telkomsel untuk layanan telekomunikasi bergerak dengan pita
              frekuensi radio di 800 MHz, 900 MHz, 1.800 MHz, 2,1 GHz, dan 2,3 GHz; dan layanan
              telekomunikasi dasar.

              Berdasarkan Surat Keputusan Menkominfo No. 509 Tahun 2016, No. 1896 Tahun 2017,
              No. 806 Tahun 2019, No. 620 Tahun 2020, No. 178 Tahun 2021, No. 479 Tahun 2022,
              No. 90 Tahun 2023, dan No. 188 Tahun 2023 Telkomsel disyaratkan antara lain, untuk:
              1. Menyerahkan surety bond setiap tahunnya sebesar Rp1.028 miliar untuk pita frekuensi
                   2,3 GHz.
              2. Menyerahkan surety bond setiap tahunnya sebesar Rp360 miliar untuk pita frekuensi
                   2,3 GHz Blok A dan C.
              3. Menyerahkan surety bond sebesar Rp617 miliar untuk pita frekuensi 2,1 GHz.
              4. Membayar iuran tahunan Biaya Hak Penyelenggara (“BHP”) selama jangka waktu lisensi
                   sebagaimana ditetapkan dalam Surat Keputusan. BHP terutang pada saat diterimanya Surat
                   Pemberitahuan Pembayaran dari DJPPI. Iuran tahunan BHP terutang sampai dengan
                   berakhirnya periode lisensi.




                                                       101
Page 110
                              PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                    PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                       CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
            Tanggal 31 Desember 2025 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
              (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
35. IKATAN, PERJANJIAN SIGNIFIKAN, DAN LAINNYA (lanjutan)

   c. Lainnya (lanjutan)

      (i)     Penggunaan frekuensi radio (lanjutan)

              Berikut adalah izin penggunaan frekuensi radio pada Telkomsel, atas izin tersebut Telkomsel
              terutang BHP setiap tahun hingga masa lisensi berakhir:

              1.   Pita frekuensi radio 800 MHz, 900 MHz, dan 1.800 MHz

                   Berdasarkan Surat Keputusan Menkominfo No. 620 Tahun 2020, terkait dengan
                   perpanjangan penetapan pita frekuensi radio 800 MHz, 900 MHz, dan 1.800 MHz, sehingga
                   Telkomsel harus membayar biaya penggunaan frekuensi tahunan pada tahun 2020 sampai
                   2030.

              2.   Pita frekuensi radio sampai 2,1 GHz

                              No. Izin                                     Deskripsi
                    Surat Keputusan Menkominfo        Pada 27 Februari 2023, Telkomsel memperoleh izin
                    No. 90 Tahun 2023 amd. Surat      penggunaan tahunan atas penggunaan pita frekuensi
                    Keputusan Menkominfo              radio 1.975-1.980 MHz berpasangan dengan
                    No. 76 Tahun 2023                 2.165-2.170 MHz sampai dengan 18 Maret 2033.
                    Surat Keputusan Menkominfo        Menkomdigi menyetujui Telkomsel untuk perpanjangan
                    No. 509 Tahun 2016 amd.           izin atas penggunaan pita frekuensi 1.970-1.975 MHz
                    Surat Keputusan Menkominfo        berpasangan dengan 2.160-2.165 MHz sampai dengan
                    No. 76 Tahun 2023                 28 Maret 2026.
                    Surat Keputusan Menkominfo        Menkomdigi menyetujui Telkomsel untuk perpanjangan
                    No. 806 Tahun 2019 amd.           izin atas penggunaan pita frekuensi 1.965-1.970 MHz
                    Surat Keputusan Menkominfo        berpasangan dengan 2.155-2.160 MHz sampai dengan
                    No. 76 Tahun 2023                 30 September 2029.
                    Surat Keputusan Menkominfo        Telkomsel sebagai pemenang lelang dan berhak atas
                    No. 479 Tahun 2022 amd.           penggunaan tahunan atas pita frekuensi radio
                    Surat Keputusan Menkominfo        1.960-1.965      MHz        berpasangan      dengan
                    No. 76 Tahun 2023                 2.150-2.155 MHz, terhitung sejak 11 Januari 2023
                                                      sampai dengan 10 Januari 2033.

              3.   Pita frekuensi radio sampai 2,3 GHz

                               No. Izin                                      Deskripsi
                    Surat Keputusan Menkominfo        Telkomsel sebagai pemenang atas hak penggunaan
                    No. 1896 tahun 2017               pita frekuensi radio 2.300-2.330 Mhz sampai dengan
                                                      2026.
                    Surat Keputusan Menkominfo        Telkomsel sebagai pemenang atas penggunaan pita
                    No. 178 Tahun 2021                frekuensi radio 2.330-2.340 MHz berpasangan dengan
                                                      2.340-2.350 MHz masing-masing untuk Blok A dan C
                                                      sampai dengan 2030.
                    Surat Keputusan Menkominfo        Pada 18 November 2022, Telkomsel memperoleh
                    No. 487 Tahun 2022 amd.           pengalihan hak penggunaan pita frekuensi radio
                    Surat Keputusan Menkominfo        2.340-2.355        MHz      berpasangan      dengan
                    No. 92 Tahun 2023                 2.330-2.360 MHz sampai dengan 17 November 2029.
                    Surat Keputusan Menkominfo        Pada 18 April 2023, Telkomsel diberikan persetujuan
                    No. 188 Tahun 2023                untuk mengalihkan sebagian hak penggunaan spektrum
                                                      frekuensi radio 2,3 GHz kepada PT Smart Telecom.



                                                      102
Page 111
                           PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
         Tanggal 31 Desember 2025 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
           (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
35. IKATAN, PERJANJIAN SIGNIFIKAN, DAN LAINNYA (lanjutan)

   c. Lainnya (lanjutan)

      (ii)   Perjanjian kerjasama spektrum frekuensi radio

             Menkomdigi memberikan persetujuan atas kerja sama penggunaan spektrum frekuensi radio
             kepada Telkomsel dan KCIC melalui Surat Keputusan No. B-171/M.KOMINFO/SP.01.01/03/2023
             tanggal 17 Maret 2023 mengenai Persetujuan Kerja Sama Penggunaan Spektrum Frekuensi
             Radio pada rentang 891-895 MHz berpasangan dengan 936-940 MHz, dengan jangka waktu
             sampai dengan tanggal 14 Desember 2030.

             Sebagai akibat dari perjanjian ini, KCIC akan membayar sejumlah kompensasi kepada Telkomsel
             yaitu kompensasi biaya penggunaan tahunan sebesar Rp878 miliar per tahun, biaya jaringan
             pengganti sebesar Rp1.250 miliar, serta biaya operasional dan perawatan tambahan.

      (iii) KPU

             Pada tanggal 27 Desember 2011, Telkomsel (atas nama Konsorsium Telkomsel, konsorsium
             yang dibentuk dengan Mitratel pada 9 Desember 2011) ditunjuk oleh Balai Penyedia dan
             Pengelola Pembiayaan Telekomunikasi dan Informatika (“BPPPTI”), sekarang Badan
             Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (“BAKTI”), sebagai penyedia Program KPU di daerah
             perbatasan dengan total harga sebesar Rp261 miliar. Pada tahun 2015, program tersebut
             dihentikan. Pada Januari 2016, Telkomsel mengajukan klaim arbitrase ke Badan Arbitrase
             Nasional Indonesia (“BANI”) terkait penyelesaian dari sisa piutang atas penyelenggaraan
             program tersebut.

             Pada tanggal 22 Juni 2017, Telkomsel menerima surat keputusan BANI
             No. 792/1/ARB-BANI/2016 yang menginstruksikan BAKTI untuk membayar kompensasi kepada
             Telkomsel sebesar Rp218 miliar, dan sampai penerbitan laporan keuangan konsolidasian ini
             Telkomsel telah menerima pembayaran dari BAKTI sebesar Rp91 miliar (sebelum dikurangi
             pajak) dan sisa kompensasi masih belum dibayarkan.

             Menkomdigi menerbitkan Peraturan Menkominfo No. 5 Tahun 2021 tanggal 31 Maret 2021 yang
             menggantikan peraturan sebelumnya terkait kebijakan program KPU. Peraturan tersebut
             mengharuskan penyelenggara telekomunikasi untuk memberikan kontribusi sebesar 1,25% dari
             pendapatan kotor penyelenggaraan telekomunikasi (dengan mempertimbangkan piutang tidak
             tertagih dari penyelenggaraan telekomunikasi dan/atau beban interkoneksi dan/atau beban
             ketersambungan dan/atau pendapatan yang tidak diperhitungkan sebagai pendapatan kotor
             penyelenggara telekomunikasi) untuk pengembangan KPU.

             Berdasarkan Surat Keputusan No. 827/KOMINFO/BAKTI.31/KS.1/10/2021 tanggal
             4 Oktober 2021, BAKTI memberikan kepada Telkomsel sebagai mitra kerjasama operasi (“KSO”)
             untuk delapan paket KSO, yang meliputi Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Papua
             Barat, Papua Barat Tengah, Papua Tengah Utara, dan Papua Timur Selatan untuk periode tahun
             2021 sampai dengan 2031.

      (iv) Kontinjensi

             Berdasarkan PSAK 237: Provisi, Liabilitas Kontinjensi, dan Aset Kontinjensi, suatu provisi harus
             diakui ketika terdapat kewajiban kini (hukum atau konstruktif) sebagai akibat peristiwa masa lalu,
             kemungkinan besar penyelesaian kewajiban tersebut mengakibatkan arus keluar sumber daya
             yang mengandung manfaat ekonomi, dan estimasi yang andal mengenai jumlah kewajiban
             tersebut dapat dibuat.




                                                     103
Page 112
                          PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                   CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
        Tanggal 31 Desember 2025 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
          (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
35. IKATAN, PERJANJIAN SIGNIFIKAN, DAN LAINNYA (lanjutan)

   c. Lainnya (lanjutan)

      (iv) Kontinjensi (lanjutan)
          Pada bulan Oktober 2023, Grup menerima permintaan dokumen dari Komisi Sekuritas dan Bursa
          Amerika Serikat (“SEC”) terkait keterlibatan Telkom Infra dalam proyek dengan Badan
          Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik
          Indonesia (“BAKTI Kominfo”) terkait penyediaan infrastruktur 4G Base Transceiver Station
          (“BTS”). Sejak saat itu, SEC telah memperluas penyelidikannya mencakup isu-isu akuntansi dan
          pengungkapan yang terkait dengan pengakuan pendapatan dan praktik pelaporan keuangan
          serta pengendalian internal atas pelaporan keuangan Grup, termasuk laporan publik mengenai
          proses hukum tertentu di Indonesia yang melibatkan Grup, beberapa entitas anak dan afiliasinya,
          serta beberapa klien dan pemasok Grup. Sejak Mei 2024, Grup juga telah menerima permintaan
          tambahan untuk informasi dari Departemen Kehakiman A.S. (“DOJ”) terkait kepatuhan terhadap
          Undang-Undang Praktik Korupsi Asing A.S. (“FCPA”). SEC dan DOJ saling mengetahui atas
          masing-masing penyelidikan yang sedang terjadi. Melalui proses audit internal dan investigasi
          yang Grup lakukan, Grup telah menetapkan, atau Grup menduga (untuk proyek dan transaksi
          yang masih dalam tahap investigasi) bahwa transaksi tersebut tidak memiliki substansi ekonomi.
          Terhitung sejak bulan Mei 2024, Grup juga menerima permintaan informasi tambahan dari
          Departemen Kehakiman A.S. (“DOJ”) yang berfokus pada kepatuhan terhadap Undang-Undang
          Praktik Korupsi Asing A.S. (“FCPA”). Grup telah menunjuk penasihat hukum eksternal dan auditor
          forensik untuk melakukan penyelidikan internal terhadap isu-isu yang sedang berlangsung. Pada
          tanggal 31 Desember 2025, penyelidikan internal tersebut secara substansial telah selesai,
          namun penyelidikan oleh SEC dan DOJ masih berlangsung dan Grup terus bekerja sama dengan
          otoritas tersebut.

          Berdasarkan hasil penyelidikan internal yang secara substansial telah selesai, Grup
          mengidentifikasi bahwa sekitar 140 transaksi historis, terutama yang terjadi pada periode
          sebelum tahun 2021 dan khususnya antara tahun 2016 hingga 2019 dan terutama terkait dengan
          segmen bisnis enterprise, tidak memiliki substansi ekonomi tidak sesuai dengan standar
          pelaporan keuangan yang berlaku serta kebijakan dan pengendalian internal Grup yang
          mengakibatkan adanya pencatatan yang berlebihan (overstatement) atas informasi keuangan
          tertentu.

          Meskipun demikian, berdasarkan penilaian manajemen, kelebihan pencatatan tersebut tidak
          bersifat material secara kuantitatif terhadap laporan keuangan konsolidasian Grup untuk periode-
          periode yang telah disajikan sebelumnya. Grup meyakini bahwa transaksi-transaksi tersebut
          mengakibatkan adanya kelebihan pencatatan (overstatement) atas pendapatan, piutang usaha
          bruto, dan piutang usaha neto, setidaknya sebagai berikut:

                                 2014    2015    2016    2017    2018    2019    2020    2021    2022    2023 2024
          Pendapatan                31      10     291   2.285     721     368      58     378     247      11    39
          Piutang usaha             23      22     288   1.687   1.972   1.999   2.018   2.154   2.152   2.094 1.927
          Piutang usaha-bersih      23      22     256   1.376   1.558     980      94      72      63      63    30

          Grup menghadapi tantangan dalam mengompilasi informasi historis yang rinci untuk sebagian
          besar dari 140 transaksi tersebut, yang disebabkan oleh usia transaksi, kendala sistem akuntansi,
          serta kendala terkait penyimpanan dan pengambilan kembali dokumen pendukung akuntansi
          historis yang dalam beberapa kasus berasal dari hampir 10 tahun yang lalu. Perusahaan
          mengasumsikan bahwa transaksi tertentu tidak memiliki substansi ekonomi kecuali tersedia
          informasi akuntansi dan dokumen pendukung lainnya yang dapat menunjukkan sebaliknya.

          Pada tanggal 31 Desember 2020, sebagian besar piutang usaha yang terkait dengan transaksi
          tersebut telah memiliki pencadangan penuh dalam laporan laba rugi serta penyisihan terkait
          kerugian kredit ekspektasian, sehingga piutang usaha neto atas transaksi tersebut yang disajikan
          dalam Laporan Posisi Keuangan Perusahaan sejak tahun 2020 dan seterusnya bersifat tidak
          material (de minimis). Oleh karena itu, berdasarkan informasi yang tersedia hingga saat ini,
          transaksi historis tersebut tidak memerlukan koreksi atas Laporan Posisi Keuangan pada tanggal
          31 Desember 2025 dan 2024, maupun Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
          untuk tahun yang berakhir pada 2025 dan 2024.
                                                   104
Page 113
                          PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                   CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
        Tanggal 31 Desember 2025 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
          (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
35. IKATAN, PERJANJIAN SIGNIFIKAN, DAN LAINNYA (lanjutan)

   c. Lainnya (lanjutan)

      iv.   Kontinjensi (lanjutan)

            Grup selanjutnya menetapkan bahwa piutang usaha bruto sebesar Rp1.898 miliar dan
            Rp1.762 miliar beserta cadangan kerugian kredit ekspektasian terkait sebesar Rp1.898 miliar dan
            Rp1.762 miliar yang berasal dari transaksi historis yang telah ditinjau atau dijadwalkan untuk
            ditinjau dalam investigasi internal, direklasifikasi ke aset tidak lancar lainnya pada laporan posisi
            keuangan konsolidasian pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 (Catatan 13). Reklasifikasi
            ini dilakukan untuk tujuan penyajian yang lebih tepat sesuai dengan substansi ekonomi transaksi.
            Grup menilai bahwa piutang usaha tersebut tidak memiliki kemungkinan yang wajar untuk dapat
            dipulihkan dan oleh karena itu tidak lagi memenuhi kriteria penyajian sebagai piutang usaha.
            Karena jumlah piutang usaha bruto yang direklasifikasi dan cadangan kerugian kredit
            ekspektasian terkait saling meniadakan (neto nihil), reklasifikasi tersebut tidak memberikan
            dampak terhadap nilai bersih piutang usaha maupun aset tidak lancar lainnya pada tanggal
            31 Desember 2025 dan 2024. Sampai dengan tanggal penyelesaian laporan keuangan
            konsolidasian ini, piutang tersebut telah disetujui untuk dihapus buku berdasarkan nilai piutang
            per 31 Desember 2024 sesuai dengan ketentuan peraturan yang berlaku, namun hal tersebut
            tidak menghilangkan hak penagihan.

            Perusahaan merupakan BUMN, sehingga proses penghapusan piutang Perusahaan tunduk pada
            ketentuan tata kelola dan regulasi tertentu yang berlaku bagi BUMN. Berdasarkan kebijakan
            penghapusan piutang yang berlaku, piutang yang melebihi batas tertentu dan/atau piutang
            dengan karakteristik tertentu memerlukan persetujuan dari otoritas terkait dan/atau instansi
            pemerintah. Dengan demikian, penyelesaian dan waktu pelaksanaan proses penghapusan
            piutang tersebut tidak sepenuhnya berada dalam kendali Manajemen, karena bergantung pada
            proses penelaahan dan persetujuan eksternal yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan
            pemerintah.

            Grup juga telah bekerjasama dengan otoritas penegak hukum Pemerintah Indonesia dan
            melakukan pelaporan mandiri (self-reporting) yang melibatkan dugaan atau potensi pelanggaran
            hukum dan peraturan Indonesia oleh Grup, beberapa anak perusahaan, dan afiliasinya, termasuk
            anti-korupsi, dugaan penipuan, penggelapan, dan masalah yang terkait dengan piutang usaha,
            beberapa di antaranya terkait dengan hal-hal yang telah dijelaskan di atas yang sedang diselidiki
            oleh SEC dan DOJ. Grup telah melakukan berbagai langkah perbaikan, termasuk penguatan
            kebijakan prosedur dan pengendalian internal, serta peningkatan fungsi kepatuhan dan tata
            kelola perusahaan.

            Untuk investigasi yang disebutkan di atas terkait isu akuntansi dan pengungkapan Grup
            mengenai pengakuan pendapatan, praktik pelaporan keuangan, serta pengendalian internal atas
            pelaporan keuangan, berdasarkan penilaian Grup hingga tanggal penerbitan laporan keuangan
            konsolidasian ini, Grup saat ini tidak meyakini bahwa investigasi tersebut akan menimbulkan
            dampak merugikan yang material terhadap laporan keuangan konsolidasian Grup
            pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024.

            Hingga tanggal penerbitan laporan keuangan konsolidasian, Grup belum dapat mengestimasi
            secara andal potensi kerugian atau rentang kerugian yang mungkin timbul dari penyelidikan oleh
            SEC dan DOJ, mengingat masih adanya ketidakpastian signifikan terkait hasil akhir, waktu
            penyelesaian, serta potensi sanksi atau dampak lainnya.

            Selain itu, terdapat kemungkinan bahwa hasil akhir dari penyelidikan yang sedang berlangsung
            atau identifikasi informasi tambahan di masa mendatang dapat berdampak material terhadap
            posisi keuangan, hasil usaha, atau arus kas Grup.




                                                     105
Page 114
                            PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                  PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
          Tanggal 31 Desember 2025 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
            (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
36. ASET DAN LIABILITAS MONETER DALAM VALUTA ASING

   Saldo aset dan liabilitas moneter dalam valuta asing adalah sebagai berikut:

                                                                                                     2025
                                                                    Dolar A.S.                     Lain-lain*                  Setara Rupiah
                                                                  (dalam jutaan)                 (dalam jutaan)               (dalam miliaran)
   Aset
   Kas dan setara kas                                                            522,25                         21,10                         9.097
   Aset keuangan lancar lainnya                                                   53,23                             -                           895
   Piutang usaha
     Pihak berelasi                                                                0,24                          0,02                             3
     Pihak ketiga                                                                144,38                         11,90                         2.620
   Aset kontrak                                                                    4,42                             -                            75
   Piutang lain-lain                                                               0,62                             -                            10
   Aset lancar lainnya                                                             1,45                          0,35                            30
   Investasi jangka panjang pada instrumen keuangan                              307,89                          6,17                         5.241
   Aset tidak lancar lainnya                                                       0,40                          0,74                            19
   Jumlah aset                                                                 1.034,88                         40,28                        17.990
   Liabilitas
   Utang usaha
     Pihak berelasi                                                               (0,05)                             -                            (1)
     Pihak ketiga                                                               (158,59)                         (3,06)                       (2.707)
   Utang lain-lain                                                               (19,61)                         (2,17)                         (365)
   Beban yang masih harus dibayar                                                (11,17)                        (11,08)                         (373)
   Deposit dari pelanggan                                                         (3,98)                         (0,32)                          (72)
   Pinjaman jangka panjang dan liabilitas sewa
     yang jatuh tempo dalam satu tahun                                           (10,82)                         (0,35)                        (187)
   Pinjaman jangka panjang dan liabilitas sewa                                   (23,03)                         (1,30)                        (408)
   Liabilitas lainnya                                                             (0,36)                             -                           (6)
   Jumlah liabilitas                                                            (227,61)                        (18,28)                      (4.119)
   Aset (liabilitas) bersih                                                      807,27                          22,00                       13.871


                                                                                                     2024
                                                                    Dolar A.S.                     Lain-lain*                  Setara Rupiah
                                                                  (dalam jutaan)                 (dalam jutaan)               (dalam miliaran)
   Aset
   Kas dan setara kas                                                            475,58                         13,01                          7.885
   Aset keuangan lancar lainnya                                                   18,19                          0,06                            296
   Piutang usaha
     Pihak berelasi                                                                0,19                          0,01                             3
     Pihak ketiga                                                                134,77                         18,64                         2.479
   Aset kontrak                                                                    2,77                             -                            45
   Piutang lain-lain                                                               1,09                             -                            18
   Aset lancar lainnya                                                             2,05                          0,31                            38
   Investasi jangka panjang pada instrumen keuangan                              389,31                         12,28                         6.464
   Aset tidak lancar lainnya                                                       0,42                          2,90                            53
   Jumlah aset                                                                 1.024,37                         47,21                        17.281
   Liabilitas
   Utang usaha
     Pihak berelasi                                                               (0,01)                             -                             0
     Pihak ketiga                                                               (127,43)                         (3,56)                       (2.119)
   Utang lain-lain                                                                 3,76                          (8,00)                          (70)
   Beban yang masih harus dibayar                                                (13,90)                         (1,83)                         (254)
   Deposit dari pelanggan                                                         (2,72)                         (0,27)                          (47)
   Pinjaman jangka panjang dan liabilitas sewa
     yang jatuh tempo dalam satu tahun                                            (9,33)                         (0,28)                        (155)
   Pinjaman jangka panjang dan liabilitas sewa                                   (24,65)                         (1,47)                        (422)
   Liabilitas lainnya                                                             (0,09)                         (0,05)                          (2)
   Jumlah liabilitas                                                            (174,37)                        (15,46)                      (3.069)
   Aset (liabilitas) bersih                                                      850,00                          31,75                       14.212

   *Aset dan liabilitas dalam mata uang asing lain-lain disajikan dalam setara Dolar A.S. dengan menggunakan kurs beli dan jual yang diterbitkan oleh
   Reuters pada akhir periode pelaporan.


   Grup memiliki kemungkinan terhadap berbagai risiko keuangan termasuk dampak perubahan harga
   pasar surat utang dan efek, nilai tukar mata uang asing, dan tingkat bunga.




                                                                      106
Page 115
                              PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                    PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                       CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
            Tanggal 31 Desember 2025 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
              (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
37. INSTRUMEN KEUANGAN

   a. Nilai wajar aset dan liabilitas keuangan

      i.      Klasifikasi

              (a)    Aset Keuangan

                                                                                                 2025                          2024
                     Biaya perolehan diamortisasi
                      Kas dan setara kas                                                                34.228                        33.905
                      Aset keuangan lancar lainnya                                                       1.326                         1.196
                      Piutang usaha                                                                     11.223                        12.193
                      Piutang lain-lain                                                                    172                           621
                      Aset tidak lancar lainnya                                                            208                           165
                     FVTPL
                      Investasi jangka panjang pada instrumen keuangan                                   7.254                         8.174
                      Aset keuangan lancar lainnya                                                          94                            89
                     FVTOCI
                      Investasi jangka panjang pada instrumen keuangan                                      27                            51
                     Jumlah aset keuangan                                                               54.532                        56.394

              (b)    Liabilitas Keuangan

                                                                                                 2025                          2024
                     Liabilitas keuangan yang diukur pada
                      biaya perolehan diamortisasi
                      Utang usaha                                                                      16.184                      15.336
                      Utang lain-lain                                                                     648                         454
                      Beban yang masih harus dibayar                                                   14.867                      14.192
                      Deposit dari pelanggan                                                               52                          41
                      Utang bank jangka pendek                                                          6.929                      11.525
                      Obligasi                                                                          2.696                       5.043
                      Utang bank jangka panjang                                                        41.149                      36.341
                      Liabilitas sewa                                                                  24.137                      23.959
                      Liabilitas lainnya                                                                   75                         104
                     Jumlah liabilitas keuangan                                                       106.737                     106.995

      ii.     Nilai wajar

              Tabel di bawah ini menggambarkan perbandingan nilai buku dan nilai wajar instrumen keuangan
              Perusahaan, selain dari itu nilai wajar instrumen keuangan dipertimbangkan mendekati nilai buku
              sebagai hasil dari pendiskontoan yang tidak signifikan:

                                                                                              Pengukuran nilai wajar pada tanggal pelaporan
                                                                                                               menggunakan
                                                                                              Harga pasar aset      Input    Input signifikan
                                                                                               atau liabilitas   signifikan     yang tidak
                                                                                                sejenis pada    yang dapat         dapat
                                                                 Jumlah nilai                    pasar aktif    diobservasi    diobservasi
              2025                                                 tercatat     Nilai wajar       (level 1)       (level 2)      (level 3)
              FVTPL
              Aset keuangan lancar lainnya                                 94            94                94              -                -
              Investasi jangka panjang pada instrumen keuangan          7.254         7.254             1.529              -            5.725
              FVTOCI
              Investasi jangka panjang pada instrumen keuangan            27             27                  -             -              27
              Liabilitas keuangan yang diukur pada biaya
                perolehan yang diamortisasi
                Pinjaman:
                  Obligasi                                             2.696          3.458             3.458              -                -
                  Utang bank jangka panjang                           41.149         40.863                 -              -           40.863
                Liabilitas sewa                                       24.137         24.137                 -              -           24.137
                Liabilitas lainnya                                        75             75                 -              -               75
              Jumlah                                                  75.432         75.908             5.081              -           70.827




                                                                   107
Page 116
                              PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                    PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                       CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
            Tanggal 31 Desember 2025 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
              (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
37. INSTRUMEN KEUANGAN (lanjutan)

   a. Nilai wajar aset dan liabilitas keuangan (lanjutan)

      ii.     Nilai wajar (lanjutan)

              Tabel di bawah ini menggambarkan perbandingan nilai buku dan nilai wajar instrumen keuangan
              Perusahaan, selain dari itu nilai wajar instrumen keuangan dipertimbangkan mendekati nilai buku
              sebagai hasil dari pendiskontoan yang tidak signifikan (lanjutan):

                                                                                              Pengukuran nilai wajar pada tanggal pelaporan
                                                                                                               menggunakan
                                                                                                                                  Input
                                                                                              Harga pasar aset      Input      signifikan
                                                                                               atau liabilitas   signifikan    yang tidak
                                                                                                sejenis pada    yang dapat        dapat
                                                                 Jumlah nilai                    pasar aktif    diobservasi   diobservasi
              2024                                                 tercatat     Nilai wajar       (level 1)       (level 2)     (level 3)
              FVTPL
              Aset keuangan lancar lainnya                                 89            89                89             -              -
              Investasi jangka panjang pada instrumen keuangan          8.174         8.174             1.668             -          6.506
              FVTOCI
              Investasi jangka panjang pada instrumen keuangan            51             51                  -            -             51
              Liabilitas keuangan yang diukur pada biaya
                perolehan yang diamortisasi
                Pinjaman:
                  Obligasi                                             5.043          5.669             5.669             -              -
                  Utang bank jangka panjang                           36.341         36.472                 -             -         36.472
                Liabilitas sewa                                       23.959         23.959                 -             -         23.959
                Liabilitas lainnya                                       104            104                 -             -            104
              Jumlah                                                  73.761         74.518             7.426             -         67.092


              Kerugian atas pengukuran nilai wajar yang diakui pada laba rugi dan penghasilan komprehensif
              lain konsolidasian untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 senilai
              Rp103 miliar.

              Rekonsiliasi saldo awal dan akhir untuk investasi yang nilai wajarnya diukur dengan input
              signifikan yang tidak dapat diobservasi (level 3) pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
              adalah:

                                                                                              2025                        2024
              Saldo awal                                                                             6.557                         5.997
              Laba (rugi) yang diakui dalam laporan laba rugi
               dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian                                        (103)                          578
              Pembelian/penambahan                                                                      26                            49
              Penjualan/pengurangan                                                                   (728)                          (67)
              Saldo akhir                                                                            5.752                         6.557




                                                                   108
Page 117
                              PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                    PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                       CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
            Tanggal 31 Desember 2025 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
              (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
37. INSTRUMEN KEUANGAN (lanjutan)

   a. Nilai wajar aset dan liabilitas keuangan (lanjutan)

      ii.     Nilai wajar (lanjutan)

              Analisis Sensitivitas

              Tabel di bawah ini mengikhtisarkan informasi kuantitatif atas input signifikan yang tidak dapat
              diobservasi yang digunakan pada pengukuran nilai wajar level 3:

                                                                      Input signifikan
                                                                      yang tidak dapat    Rentang (rata-
              Industri                              Teknik valuasi       diobervasi      rata tertimbang)      Sensitivitas atas input nilai wajar
              Investasi ekuitas
              Investasi ekuitas tidak terdaftar -   OPM              Volatility           20%-75,40%        Kenaikan (penurunan) sebesar 10% pada
              teknologi                             Backsolve                                               percentage of volatility akan menghasilkan
                                                    method                                                  kenaikan (penurunan) sebesar Rp5 miliar
                                                                                                            pada nilai investasi

                                                                     Time to liquidity      1-4 Tahun       Kenaikan (penurunan) pada 1 tahun time
                                                                                                            to liquidity akan menghasilkan kenaikan
                                                                                                            (penurunan) sebesar Rp5 miliar pada nilai
                                                                                                            investasi


                                                    Market           Volatility          30,40%-85,59%      Kenaikan (penurunan) sebesar 10% pada
                                                    movement                                                percentage of volatility akan menghasilkan
                                                                                                            kenaikan (penurunan) sebesar Rp13 miliar
                                                                                                            pada nilai investasi

                                                                     Time to liquidity      1-6 Tahun       Kenaikan (penurunan) pada 1 tahun time
                                                                                                            to liquidity akan menghasilkan kenaikan
                                                                                                            (penurunan) sebesar Rp15 miliar pada
                                                                                                            nilai investasi

                                                    Guideline        Volatility          10,77%-91,40%      Kenaikan (penurunan) sebesar 10% pada
                                                    Public                                                  percentage of volatility akan menghasilkan
                                                    Company                                                 kenaikan (penurunan) sebesar Rp91 miliar
                                                    Method                                                  pada nilai investasi

                                                                     Time to liquidity      1-6 Tahun       Kenaikan (penurunan) pada 1 tahun time
                                                                                                            to liquidity akan menghasilkan kenaikan
                                                                                                            (penurunan) sebesar Rp134 miliar pada
                                                                                                            nilai investasi

              Investasi ekuitas tidak terdaftar -   Discounted       Weighted Average        9%-22%         Penurunan (kenaikan) sebesar 1% pada
              lembaga pemeringkat kredit            cash flow        Cost of Capital                        WACC akan menghasilkan kenaikan
                                                                     ("WACC")                               (penurunan) sebesar Rp5 miliar pada nilai
                                                                                                            investasi

                                                                     Terminal growth         1%-5%          Kenaikan (penurunan) sebesar 1% pada
                                                                     rate                                   terminal growth rate akan menghasilkan
                                                                                                            kenaikan (penurunan) sebesar Rp3 miliar
                                                                                                            pada nilai investasi

              Investasi ekuitas tidak terdaftar -   Discounted       WACC                 3,03%-13,20%      Penurunan (kenaikan) sebesar 0,5% pada
              telekomunikasi                        cash flow                                               WACC akan menghasilkan kenaikan
                                                                                                            (penurunan) sebesar Rp6 miliar pada nilai
                                                                                                            investasi

                                                                     Terminal growth      1,97%-3,10%       Kenaikan (penurunan) sebesar 1% pada
                                                                     rate                                   terminal growth rate akan menghasilkan
                                                                                                            kenaikan (penurunan) sebesar Rp12 miliar
                                                                                                            pada nilai investasi




                                                                         109
Page 118
                               PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                     PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                        CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
             Tanggal 31 Desember 2025 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
               (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
37. INSTRUMEN KEUANGAN (lanjutan)

   a. Nilai wajar aset dan liabilitas keuangan (lanjutan)

      iii.     Pengukuran nilai wajar

               Nilai wajar adalah jumlah suatu aset dapat ditukarkan, atau suatu liabilitas dapat diselesaikan,
               antara berbagai pihak secara arm’s length transaction.

               Nilai wajar aset dan liabilitas keuangan jangka pendek dengan jatuh tempo satu tahun atau
               kurang (kas dan setara kas, piutang usaha, piutang lain-lain, aset lancar lainnya, utang usaha,
               utang lain-lain, beban yang masih harus dibayar, dan utang bank jangka pendek), dan aset tidak
               lancar lainnya dipertimbangkan mendekati nilai bukunya sebagai hasil dari pendiskontoan yang
               tidak signifikan.

               Nilai wajar aset keuangan jangka panjang (aset tidak lancar lainnya (piutang jangka panjang dan
               kas dibatasi penggunaannya)) dipertimbangkan mendekati nilai bukunya sebagai hasil dari
               pendiskontoan yang tidak signifikan.

               Grup menentukan pengukuran nilai wajar untuk tujuan pelaporan dari tiap kelas aset dan liabilitas
               keuangan berdasarkan metode dan asumsi sebagai berikut:
               (a) Nilai wajar pada laporan laba rugi, terdiri dari saham, reksadana, obligasi korporasi dan
                   Pemerintah, dan obligasi konversi. Saham dan reksadana yang aktif diperdagangkan di
                   pasar dinyatakan pada nilai wajarnya dengan menggunakan kuotasi harga pasar atau jika
                   tidak dikuotasi, ditentukan menggunakan teknik penilaian. Nilai wajar dari obligasi konversi
                   dan investasi entitas anak (investasi ekuitas tidak terdaftar) ditentukan dengan
                   menggunakan teknik penilaian. Obligasi korporasi dan Pemerintah dinyatakan pada nilai
                   wajar dengan referensi harga dari surat berharga yang sejenis pada tanggal pelaporan;
               (b) Nilai wajar liabilitas keuangan jangka panjang diestimasikan dengan mendiskontokan arus
                   kas kontraktual masa depan dari tiap liabilitas pada tingkat suku bunga yang ditawarkan
                   kepada Grup untuk liabilitas sejenis yang jatuh temponya bisa diperbandingkan oleh para
                   pelaku bank Grup, kecuali untuk obligasi yang didasarkan pada harga pasar

               Estimasi nilai wajar bersifat judgemental dan melibatkan batasan-batasan yang beragam,
               termasuk:
               (a) Nilai wajar disajikan tidak mempertimbangkan dampak fluktuasi mata uang di masa depan;
               (b) Estimasi nilai wajar tidak selalu mengindikasikan nilai yang Grup akan catat pada saat
                    pelepasan/penghentian aset dan liabilitas keuangan.

   b. Tujuan dan kebijakan manajemen risiko keuangan

      Aktivitas Grup mengandung berbagai macam risiko keuangan, seperti risiko pasar (termasuk risiko
      kurs, risiko harga pasar, dan risiko tingkat suku bunga), risiko kredit, dan risiko likuiditas. Secara
      keseluruhan, program manajemen risiko keuangan Grup bertujuan untuk meminimalkan kerugian atas
      nilai aset dan liabilitas yang dapat timbul dari pergerakan kurs dan pergerakan tingkat suku bunga.
      Manajemen mempunyai kebijakan tertulis untuk manajemen risiko valuta asing yang sebagian besar
      melalui penempatan deposito berjangka dan lindung nilai untuk mengantisipasi risiko fluktuasi valuta
      asing untuk jangka waktu 3 sampai dengan 12 bulan.

      Fungsi manajemen risiko keuangan dijalankan oleh Unit Group Financial Accounting & Treasury di
      bawah kebijakan-kebijakan yang disetujui oleh Direksi. Unit Group Financial Accounting & Treasury
      mengidentifikasi, mengevaluasi, dan melakukan aktivitas lindung nilai risiko-risiko keuangan.




                                                       110
Page 119
                              PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                    PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                       CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
            Tanggal 31 Desember 2025 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
              (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
37. INSTRUMEN KEUANGAN (lanjutan)

   b. Tujuan dan kebijakan manajemen risiko keuangan (lanjutan)

      i.      Risiko nilai tukar mata uang asing

              Grup rentan terhadap risiko nilai tukar mata uang asing atas transaksi penjualan, pembelian, dan
              pinjaman yang didenominasi dalam mata uang asing. Transaksi yang didenominasi dalam mata
              uang asing terutama dalam Dolar A.S. Eksposur risiko nilai tukar mata uang asing Grup tidak
              material.

              Risiko kenaikan nilai tukar mata uang asing terhadap liabilitas Grup diharapkan dapat saling
              hapus dengan dampak dari nilai tukar atas deposito berjangka dan piutang dalam mata uang
              asing yang ditetapkan minimal 25% dari liabilitas jangka pendek dalam mata uang asing yang
              terutang.

              Tabel di bawah ini menggambarkan eksposur aset dan liabilitas keuangan Grup terhadap risiko
              nilai tukar mata uang:

                                                                2025                         2024
                                                             Dolar A.S                    Dolar A.S
                                                           (dalam miliar)               (dalam miliar)
              Aset keuangan                                                  1,03                         1,02
              Liabilitas keuangan                                           (0,23)                       (0,17)
              Eksposur bersih                                                0,80                         0,85

              Analisis sensitivitas

              Penguatan Dolar A.S. sebagaimana diindikasikan di bawah, terhadap Rupiah pada
              31 Desember 2025 akan menurunkan ekuitas dan laba atau rugi sebesar jumlah yang ditunjukkan
              di bawah. Analisis ini didasarkan pada varian kurs yang Grup pertimbangkan sebagai sangat
              mungkin terjadi pada tanggal pelaporan. Analisis mengasumsikan bahwa seluruh variabel lain,
              pada khususnya tingkat bunga, tidak berubah.

                                                                                     Ekuitas/ laba (rugi)
              31 Desember 2025
              Dolar A.S. (penguatan 1%)                                                                     135

              Pelemahan Dolar A.S. terhadap Rupiah pada 31 Desember 2025 akan mempunyai dampak yang
              setara tetapi berlawanan terhadap jumlah yang ditunjukkan di atas, pada dasar seluruh variabel
              lain tidak berubah.

      ii.     Risiko harga pasar

              Grup rentan terhadap perubahan dalam harga pasar atas utang dan ekuitas terkait aset keuangan
              yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi. Keuntungan dan kerugian yang timbul dari
              perubahan nilai wajar pada aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi diakui
              pada laporan laba rugi dan pendapatan komprehensif lainnya.

              Kinerja aset keuangan yang diukur dengan nilai wajar melalui laba rugi Grup dimonitor secara
              berkala, bersama dengan penilaian secara teratur mengenai keterkaitannya dengan rencana
              strategis jangka panjang Grup.

              Pada tanggal 31 Desember 2025, manajemen mempertimbangkan risiko harga untuk aset
              keuangan yang diukur dengan nilai wajar melalui laba rugi adalah tidak material dalam hal
              dampak yang mungkin terjadi pada laba rugi dan total ekuitas dari perubahan dalam nilai wajar
              yang sangat mungkin terjadi.



                                                     111
Page 120
                          PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                   CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
        Tanggal 31 Desember 2025 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
          (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
37. INSTRUMEN KEUANGAN (lanjutan)

   b. Tujuan dan kebijakan manajemen risiko keuangan (lanjutan)

      iii. Risiko tingkat suku bunga

            Pergerakan tingkat suku bunga diawasi untuk meminimalisasi dampak negatif terhadap posisi
            keuangan. Pinjaman dalam berbagai tingkat suku bunga menyebabkan Grup terpapar risiko
            tingkat suku bunga (Catatan 18 dan 19). Untuk mengukur risiko pasar atas pergerakan suku
            bunga. Grup melakukan analisis pada pergerakan margin suku bunga dan pada profil jatuh tempo
            aset dan liabilitas keuangan berdasarkan jadwal perubahan suku bunga.

            Pada tanggal pelaporan, profil risiko tingkat bunga pinjaman yang dikenakan bunga milik Grup
            adalah sebagai berikut:

                                                                         2025                    2024
            Pinjaman bunga tetap                                                37.407               48.097
            Pinjaman bunga mengambang                                           37.504               28.771

            Analisis sensitivitas untuk pinjaman bunga mengambang

            Pada 31 Desember 2025, penurunan (kenaikan) 25 poin dasar pada tingkat bunga pinjaman
            bunga mengambang akan menaikkan (menurunkan) ekuitas dan laba atau rugi masing-masing
            sebesar Rp94 miliar. Analisis mengasumsikan bahwa seluruh variabel lain, pada khususnya kurs,
            tidak berubah.

      iv.   Risiko kredit

            Tabel di bawah ini menggambarkan eksposur maksimum risiko kredit atas aset keuangan Grup:

                                                                         2025                    2024
            Kas dan setara kas                                                  34.228               33.905
            Aset keuangan lancar lainnya                                         1.420                1.285
            Piutang usaha                                                       11.223               12.193
            Piutang lain-lain                                                      172                  621
            Aset tidak lancar lainnya                                              208                  165
            Jumlah                                                              47.251               48.169

            Grup rentan terhadap risiko kredit terutama dari kas dan setara kas, piutang usaha dan piutang
            lain-lain. Risiko kredit dikendalikan dengan pengawasan terus menerus atas saldo dan
            penagihan. Risiko kredit yang berasal dari saldo bank dan institusi keuangan dikelola oleh Grup
            melalui Unit Group Financial Accounting & Treasury sesuai dengan kebijakan tertulis dari Grup.

            Grup menempatkan sebagian besar kas dan setara kasnya di bank milik pemerintah karena bank
            milik pemerintah memiliki jaringan cabang terluas di Indonesia dan dipertimbangkan sebagai
            bank terpercaya, karena dimiliki oleh Pemerintah. Oleh karena itu, penempatan ini bertujuan
            untuk meminimalisasi kerugian secara finansial yang berasal dari potensi kegagalan dalam
            pembayaran dari bank dan institusi keuangan.

            Risiko kredit pelanggan dikelola dengan memantau saldo piutang dan penagihannya secara
            berkala. Piutang usaha dan piutang lain-lain tidak memiliki suatu konsentrasi utama risiko kredit
            di mana tidak ada saldo piutang pelanggan yang melebihi 7,95% dari piutang usaha dan
            piutang lain-lain pada tanggal 31 Desember 2025 (2024: 5,76%).

            Manajemen yakin akan kemampuannya untuk mengawasi dan mempertahankan eksposur risiko
            kredit yang minimal, di mana Grup telah menyediakan provisi yang memadai untuk menutupi
            kerugian yang timbul dari piutang yang tidak tertagih berdasarkan data kerugian historis.



                                                    112
Page 121
                         PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
               PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                  CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
       Tanggal 31 Desember 2025 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
         (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
37. INSTRUMEN KEUANGAN (lanjutan)

   b. Tujuan dan kebijakan manajemen risiko keuangan (lanjutan)

      v.   Risiko likuiditas

           Risiko likuiditas timbul apabila Grup mengalami kesulitan untuk memenuhi liabilitas keuangan
           ketika liabilitas keuangan tersebut jatuh tempo.

           Manajemen risiko likuiditas berarti menjaga kecukupan saldo kas dalam upaya pemenuhan
           liabilitas keuangan Grup. Grup secara terus menerus melakukan analisis untuk mengawasi rasio-
           rasio likuiditas laporan posisi keuangan, seperti antara lain: rasio lancar dan rasio debt to equity
           terhadap persyaratan-persyaratan yang diharuskan perjanjian utang. Grup memiliki posisi
           liabilitas jangka pendek bersih pada tanggal 31 Desember 2025, dan memperkirakan untuk
           memenuhi kewajiban jangka pendek dengan menggunakan akses pada fasilitas pinjaman yang
           belum ditarik sebesar Rp42.109 miliar dan US$67 juta (Catatan 19b).

           Berikut adalah analisis jatuh tempo liabilitas keuangan Grup berdasarkan pembayaran
           kontraktual yang tidak didiskontokan:

                                            Nilai buku Arus kas                                                   2030 dan
                                             tercatat   wajib        2026       2027       2028       2029       selanjutnya
           2025
           Utang usaha                         16.184     (16.184)   (16.184)          -          -          -            -
           Utang lain-lain                        648        (648)      (648)          -          -          -            -
           Beban yang masih harus dibayar      14.867     (14.867)   (14.867)          -          -          -            -
           Deposit dari pelanggan                  52         (52)       (52)          -          -          -            -
           Pinjaman:
             Utang bank jangka pendek          6.929       (6.929)    (6.929)         -          -         -              -
             Obligasi                          2.696       (6.544)      (296)      (296)      (297)     (296)        (5.359)
             Utang bank jangka panjang        41.149      (45.311)   (19.003)    (7.279)    (6.357)   (5.499)        (7.173)
           Liabilitas sewa                    24.137      (29.037)    (6.844)    (4.438)    (3.604)   (3.440)       (10.711)
           Liabilitas lainnya                     75          (89)        (4)       (21)       (21)      (21)           (22)
           Jumlah                            106.737     (119.661)   (64.827)   (12.034)   (10.279)   (9.256)       (23.265)


                                            Nilai buku Arus kas                                                   2029 dan
                                             tercatat   wajib        2025       2026       2027       2028       selanjutnya
           2024
           Utang usaha                         15.336     (15.336)   (15.336)          -          -          -            -
           Utang lain-lain                        454        (454)      (454)          -          -          -            -
           Beban yang masih harus dibayar      14.192     (14.192)   (14.192)          -          -          -            -
           Deposit dari pelanggan                  41         (41)       (41)          -          -          -            -
           Pinjaman:
             Utang bank jangka pendek         11.525      (11.525)   (11.525)         -          -         -              -
             Obligasi                          5.043       (9.307)    (2.763)      (296)      (296)     (297)        (5.655)
             Utang bank jangka panjang        36.341      (42.701)   (15.419)    (8.442)    (6.086)   (4.955)        (7.799)
           Liabilitas sewa                    23.959      (29.261)    (6.824)    (4.597)    (3.656)   (3.152)       (11.032)
           Liabilitas lainnya                    104         (120)        (6)       (29)       (29)      (28)           (28)
           Jumlah                            106.995     (122.937)   (66.560)   (13.364)   (10.067)   (8.432)       (24.514)


           Perbedaan antara nilai buku tercatat dengan arus kas wajib merupakan nilai bunga. Nilai bunga
           dari pinjaman mengambang ditentukan berdasarkan tingkat suku bunga efektif pada tanggal
           pelaporan.




                                                        113
Page 122
                          PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                   CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
        Tanggal 31 Desember 2025 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
          (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
38. MANAJEMEN MODAL

   Struktur modal Grup adalah sebagai berikut:

                                                     2025                          2024
                                                                      (disajikan kembali, Catatan 2z)
                                         Jumlah             Bagian       Jumlah           Bagian
   Utang jangka pendek                        6.929             3,37%         11.525           5,47%
   Utang jangka panjang                     67.982            33,07%          65.343          31,02%
   Total utang                              74.911            36,44%          76.868          36,49%
   Ekuitas yang dapat diatribusikan
    kepada pemilik                           130.685          63,56%          133.808           63,51%
   Jumlah                                    205.596         100,00%          210.676          100,00%

   Tujuan Grup dalam pengelolaan permodalan adalah untuk mempertahankan kelangsungan usaha Grup
   guna memberikan imbal hasil kepada pemegang saham dan manfaat kepada pemegang kepentingan
   lainnya serta menjaga struktur modal yang optimal untuk mengurangi biaya modal.

   Secara berkala, Grup melakukan penilaian utang untuk menilai kemungkinan pembiayaan kembali
   kewajiban yang ada dengan yang baru yang memiliki biaya yang lebih efisien yang akan mengarahkan
   pada biaya utang yang lebih optimal. Dalam kasus kas menganggur dengan kesempatan investasi
   terbatas, Grup akan mempertimbangkan membeli kembali saham-sahamnya atau membayar dividen
   kepada para pemegang sahamnya.

   Sebagai tambahan untuk patuh kepada pembatasan-pembatasan utang, Grup juga menjaga struktur
   modalnya pada tingkat yang diyakini tidak akan membahayakan peringkat kredit dan yang hampir setara
   dengan pesaingnya.

   Rasio utang terhadap ekuitas (perbandingan utang dengan bunga bersih terhadap total ekuitas) adalah
   rasio yang dimonitor oleh manajemen untuk mengevaluasi struktur modal Grup dan mengkaji efektifitas
   utang Grup. Grup memonitor tingkat utangnya untuk meyakinkan bahwa rasio utang terhadap ekuitas
   sesuai atau di bawah rasio yang ditetapkan dalam pinjaman kontraktual dan bahwa rasio tersebut
   sebanding atau lebih baik daripada entitas industri telekomunikasi lain dalam area regional.

   Rasio utang terhadap ekuitas Grup pada 31 Desember 2025 dan 2024 adalah sebagai berikut:

                                                            2025                     2024
                                                                        (disajikan kembali, Catatan 2z)
   Jumlah utang dengan bunga                                    74.911                          76.868
   Dikurangi: kas dan setara kas                               (34.228)                        (33.905)
   Utang bersih                                                 40.683                          42.963
   Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik             130.685                        133.808
   Rasio utang bersih terhadap ekuitas                         31,13%                          32,11%

   Sebagaimana disajikan dalam Catatan 19. Grup dipersyaratkan untuk memelihara rasio utang terhadap
   ekuitas dan rasio debt service coverage tertentu oleh pemberi pinjaman. Untuk tahun yang berakhir pada
   tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, Grup sudah memenuhi beberapa persyaratan modal yang telah
   diberlakukan secara eksternal.




                                                 114
Page 123
                          PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                   CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
        Tanggal 31 Desember 2025 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
          (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
39. INFORMASI TAMBAHAN ARUS KAS

   a. Aktivitas non-kas investasi untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
      adalah sebagai berikut:

                                                                             2025                 2024
      Penambahan aset tetap melalui:
        Utang usaha                                                                 3.945                2.251
        Kapitalisasi bunga                                                             13                   98

      Penambahan aset hak-guna melalui:
        Liabilitas sewa (Catatan 12)                                                7.441             10.421

      Penambahan aset takberwujud melalui:
        Utang usaha                                                                  404                  339

   b. Perubahan dalam kenaikan liabilitas dari kegiatan pendanaan adalah sebagai berikut:

                                                                   Perubahan non-tunai
                                                             Perubahan             Perubahan
                                   1 Januari 2025 Arus kas valuta asing Sewa baru   lainnya   31 Desember 2025
      Utang bank jangka pendek            11.525     (4.596)          -         -           -            6.929
      Obligasi                             5.043     (2.350)          -         -           3            2.696
      Utang bank jangka panjang           36.341      4.804          2          -           1           41.148
      Liabilitas sewa                     23.959     (7.356)        16      7.441         78            24.138
      Jumlah liabilitas dari
        aktivitas pendanaan              76.868     (9.498)        18      7.441         82              74.911


40. PERISTIWA SETELAH TANGGAL LAPORAN POSISI KEUANGAN

   a. Pada tanggal 20 Oktober 2025, Perusahaan bersama dengan TIF telah menandatangani ”Perjanjian
      Pemisahan Bersyarat” sehubungan dengan pengalihan sebagian bisnis dan aset wholesale fiber
      connectivity (“spin-off Infraco”) Perusahaan ke TIF yang berlaku efektif sejak 1 Januari 2026.
      Berdasarkan perjanjian ini, nilai objek transaksi yang dialihkan adalah Rp35.787 miliar. Sebagai imbal
      balik atas pengalihan objek transaksi, TIF akan menerbitkan saham sebanyak 357.872.580 lembar
      kepada Perusahaan dan telah ditetapkan dalam Akta Notaris Aulia Taufani, S.H., No. 63 tanggal
      18 Desember 2025. Akta tersebut telah disahkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asas Manusia
      Republik Indonesia (”Kemenkumham”) sesuai dengan Surat Keputusan No. 0086733.AH.01.02
      tanggal 1 Januari 2026.
   b. Efektif sejak tanggal 1 Januari 2026, Perusahaan melakukan pengalihan pinjaman bank dari DBS,
      BNI, dan BCA kepada TIF sebesar Rp1.831 miliar, Rp2.649 miliar, dan Rp5.317 miliar sehubungan
      dengan proyek spin-off Infraco.
   c. Pada tanggal 6 Januari 2026, DAM telah menyerahkan saham Perusahaan kepada BP BUMN,
      sehingga BP BUMN memiliki 1% saham dari jumlah kepemilikan negara melalui BP BUMN dan DAM,
      sejumlah 516.023.535 lembar saham yang terdiri dari Saham Seri B sebesar 0,52% dari seluruh
      saham yang diterbitkan dan disetor penuh oleh Perusahaan.
   d. Pada tanggal 6 Januari 2026, 23 Januari 2026, dan 1 April 2026, Telkomsel telah melunasi pinjaman
      bank kepada BNI sebesar Rp4.000 miliar.
   e. Pada tanggal 12 Januari 2026, 27 Februari 2026, dan 27 Maret 2026, Telkomsel telah melunasi
      pinjaman bank kepada Bank Mandiri sebesar Rp3.000 miliar.
   f. Pada tanggal 12 Januari 2026, 30 Maret 2026, dan 30 April 2026, Telkomsel telah melunasi pinjaman
      bank kepada Bank Sinarmas sebesar Rp3.000 miliar.
   g. Pada tanggal 29 Januari 2026, dan 13 April 2026, Telkomsel telah melunasi pinjaman bank kepada
      Bank of China sebesar Rp3.800 miliar.
   h. Pada tanggal 6 Januari 2026 dan 27 April 2026, Telkomsel telah melunasi pinjaman bank kepada
      CIMB Niaga sebesar Rp2.000 miliar.
   i. Pada tanggal 29 Januari 2026 dan 13 Februari 2026, Telkomsel telah melunasi pinjaman bank kepada
      MUFG dan DBS masing-masing sebesar Rp1.000 miliar dan Rp1.000 miliar.




                                                   115
Page 124
                            PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                  PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
          Tanggal 31 Desember 2025 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
            (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
40. PERISTIWA SETELAH TANGGAL LAPORAN POSISI KEUANGAN (lanjutan)

   j.   Selama periode Januari hingga April 2026, Telkomsel telah melakukan penarikan pinjaman kepada
        Bank of China, Bank Sinarmas, CIMB Niaga, BNI, dan Bank DBS masing-masing sebesar
        Rp3.800 miliar, Rp2.000 miliar, Rp1.500 miliar, Rp1.000 miliar dan Rp1.000 miliar.
   k.   Pada tanggal 1 Mei 2026, Perusahaan mengumumkan rencana untuk melakukan pembelian kembali
        saham yang dimiliki publik, dengan jumlah maksimum sebesar Rp1.000 miliar dan tidak melebihi 10%
        dari jumlah saham yang ditempatkan dan disetor penuh. Periode pembelian kembali saham adalah
        paling lama 12 (dua belas) bulan sejak tanggal persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS)
        pada 8 Juni 2026, yang direncanakan dimulai sejak tanggal 9 Juni 2026 sampai dengan tanggal
        8 Juni 2027.

41. RINGKASAN PERBEDAAN YANG SIGNIFIKAN ANTARA PSAK DAN INTERNATIONAL FINANCIAL
    REPORTING STANDARDS (“IFRS”)

    Di bawah ini disajikan ikhtisar perbedaan signifikan antara PSAK dan IFRS untuk tahun 2025.

    Dampak perbedaan antara PSAK dan IFRS atas pos-pos dalam Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
    tanggal 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:

                                                                Referensi   PSAK      Rekonsiliasi    IFRS
    ASET

    Piutang usaha - setelah dikurangi penyisihan
     kerugian kredit ekspektasian
      Pihak berelasi                                               b          2.040            590      2.630
      Pihak ketiga                                                 b          9.183           (590)     8.593
    Aset lancar lainnya                                            d          8.042             14      8.056
    Jumlah Aset Lancar                                                       61.766             14     61.780

    Aset tetap - setelah dikurangi akumulasi penyusutan             a       165.453         (1.995)   163.458
    Aset hak-guna                                                  a,d       27.961          1.372     29.333
    Aset pajak tangguhan - bersih                                   d         6.603            130      6.733
    Jumlah Aset Tidak Lancar                                                225.993           (493)   225.500

    JUMLAH ASET                                                             287.759           (479)   287.280

    LIABILITAS DAN EKUITAS

    LIABILITAS

    Utang usaha
      Pihak berelasi                                               b            571          2.487      3.058
      Pihak ketiga                                                 b         15.613         (2.487)    13.126
    Liabilitas sewa yang jatuh tempo dalam satu tahun              d          5.590            355      5.945
    Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                          73.948            355     74.303

    Liabilitas sewa                                                d         18.547              0     18.547
    Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                         63.274              0     63.274

    JUMLAH LIABILITAS                                                       137.222            355    137.577

    EKUITAS

    Tambahan modal disetor                                          c         2.310           (333)     1.977
    Komponen ekuitas lainnya                                        c        10.259         (9.139)     1.120
    Saldo laba                                                      c       113.193          8.938    122.131
    Jumlah ekuitas yang dapat diatribusikan kepada:
     Pemilik entitas induk                                         d        130.685           (534)   130.151
     Kepentingan nonpengendali                                     d         19.852           (300)    19.552

    JUMLAH EKUITAS                                                          150.537           (834)   149.703

    JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                           287.759           (479)   287.280

                                                          116
Page 125
                          PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                   CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
        Tanggal 31 Desember 2025 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
          (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
41. RINGKASAN PERBEDAAN YANG SIGNIFIKAN ANTARA PSAK DAN INTERNATIONAL FINANCIAL
    REPORTING STANDARDS (“IFRS”) (lanjutan)

   Dampak perbedaan antara PSAK dan IFRS atas pos-pos dalam Laporan Laba Rugi dan Penghasilan
   Komprehensif Lain Konsolidasian tanggal 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:

                                                            Referensi    PSAK        Rekonsiliasi    IFRS

   Beban penyusutan dan amortisasi                             a,d        (37.649)             (4)   (37.653)
   Penghasilan lain-lain - bersih                               d             119            (587)      (468)

   LABA USAHA                                                             34.648             (591)   34.057

   Biaya pendanaan                                             d           (5.206)             (2)    (5.208)

   LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN                                         31.102             (593)   30.509

   (BEBAN) MANFAAT PAJAK PENGHASILAN                           d           (6.644)            103     (6.541)

   LABA TAHUN BERJALAN                                                    24.458             (490)   23.968

   JUMLAH LABA KOMPREHENSIF TAHUN BERJALAN                                24.584             (490)   24.094

   Laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada:
     Pemilik entitas induk                                                17.814             (328)   17.486
     Kepentingan nonpengendali                                             6.644             (162)    6.482
                                                                          24.458             (490)   23.968
   Jumlah laba komprehensif tahun berjalan yang dapat
    diatribusikan kepada:
     Pemilik entitas induk                                                17.954             (328)   17.626
     Kepentingan nonpengendali                                             6.630             (162)    6.468
                                                                          24.584             (490)   24.094
   LABA PER SAHAM DASAR
    (dalam jumlah penuh)
    Laba bersih per saham                                                  179,83           (3,31)    176,52
    Laba bersih per ADS (100 saham Seri B per ADS)                      17.982,85         (331,10) 17.651,75

   a. Hak atas tanah

      Berdasarkan PSAK, hak atas tanah dicatat sebagai bagian dari aset tetap dan tidak diamortisasi
      kecuali terdapat bukti yang mengindikasikan bahwa perpanjangan atau pembaruan hak atas tanah
      kemungkinan besar atau pasti tidak diperoleh. Biaya pengurusan perpanjangan atau pembaruan legal
      hak atas tanah diakui sebagai aset takberwujud dan diamortisasi sepanjang umur hukum hak atau
      umur ekonomis tanah mana yang lebih pendek.

      Berdasarkan IFRS, hak atas tanah dicatat sebagai sewa pembiayaan dan disajikan sebagai bagian
      dari aset hak-guna. Hak atas tanah diamortisasi selama masa sewa.

   b. Transaksi dengan pihak berelasi

      Berdasarkan Peraturan Bapepam-LK No VIII.G.7 tentang Penyajian dan Pengungkapan Laporan
      Keuangan Emiten, atau Perusahaan Publik, entitas berelasi dengan pemerintah merupakan entitas
      yang dikendalikan, dikendalikan bersama atau dipengaruhi oleh suatu pemerintahan. Pemerintah
      dalam hal ini adalah Menteri Keuangan atau Pemerintah Daerah yang merupakan pemegang saham
      dari entitas.

      Berdasarkan IFRS, entitas berelasi dengan pemerintah adalah entitas yang dikendalikan, dikendalikan
      bersama, atau dipengaruhi oleh suatu pemerintahan. Pemerintah dalam hal ini mengacu pada
      pemerintah, instansi pemerintah dan lembaga sejenis baik lokal, nasional, maupun internasional.




                                                      117
Page 126
                          PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                   CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
        Tanggal 31 Desember 2025 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
          (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
41. RINGKASAN PERBEDAAN YANG SIGNIFIKAN ANTARA PSAK DAN INTERNATIONAL FINANCIAL
    REPORTING STANDARDS (“IFRS”) (lanjutan)

   c. Selisih transaksi restrukturisasi entitas sepengendali

      Berdasarkan PSAK, selisih transaksi restrukturisasi entitas sepengendali masuk ke dalam kelompok
      tambahan modal disetor di ekuitas. Sementara berdasarkan IFRS, selisih transaksi restrukturisasi
      entitas sepengendali masuk ke dalam kelompok saldo laba.

   d. Perbedaan waktu penerapan standar akuntansi

      Grup menerapkan PSAK 116 Sewa mulai tanggal 1 Januari 2020. Penerapan tersebut setara dengan
      standar akuntansi IFRS 16 Leases yang diimplementasikan mulai tanggal 1 Januari 2019. Perbedaan
      waktu penerapan standar akuntansi menyebabkan perbedaan di beberapa akun pada laporan
      keuangan konsolidasian.




                                                118

File

File Open PDF
Source IDX
Size2.79 MB
Published12 May 2026
Pages126
Characters587,194
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 166 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked person Dian Siswarini · Direktur Utama p.3 ×4
linked person Arthur Angelo Syailendra p.3 ×3
linked person Angga Raka Prabowo · Komisaris Utama p.16
linked person Rofikoh Rokhim · Komisaris Independen p.16 ×3
linked person Bono Daru Adji p.16 ×2
linked person Ira Noviarti · Komisaris Independen p.16 ×3
linked person Wawan Iriawan p.16 ×2
linked person Deswandhy Agusman · Komisaris Independen p.16 ×3
linked person Ossy Dermawan · Komisaris p.16
linked person Arya Mahendra Sinulingga p.16 ×2
linked person Rionald Silaban · Komisaris p.16
linked person Silmy Karim · Komisaris p.16 ×4
linked person Rizal Mallarangeng · Komisaris p.16 ×4
linked person Marcelino Rumambo Pandin p.16 ×2
linked person Isa Rachmatarwata p.16 ×2
linked person Ririek Adriansyah p.16 ×2
linked person Veranita Yosephine p.16 ×2
linked person Venusiana R. p.16 ×2
linked person Willy Saelan p.16
linked person Faizal Rochmad Djoemadi p.16 ×2
linked person Heri Supriadi p.16 ×2
linked person Andy Kelana p.16
linked person Nanang Hendarno · Direktur Network p.16 ×2
linked person Herlan Wijanarko p.16 ×2
linked person Seno Soemadji p.16
linked person Budi Setyawan Wijaya p.16 ×2
linked person Budi Satria Dharma Purba p.16
linked person Bogi Witjaksono p.16 ×2
linked person Honesti Basyir p.16 ×2
linked person Bambang Permadi Soemantri Brojonegoro p.16 ×2
linked person Emmanuel Bambang Suyitno p.16
linked person Achmad Taufik · Anggota p.16
linked person Edy Sihotang p.16
linked person Irhoan Tanudiredja · Anggota p.16
linked person Jati Widagdo · Corporate Secretary p.16
linked person Octavius Oky Prakarsa p.16
linked org PT Metra-Net p.19
linked org PT PINS Indonesia p.19
linked org PT Metra Digital p.20 ×2
linked org PT Media Nusantara p.21
linked org PT Medco Power Indonesia p.23
linked org Bank Mandiri (Persero) Tbk. p.54 ×16
linked org Bank Maybank Indonesia Tbk p.54 ×2
linked — Standard Chartered p.54 ×2
linked org Bank Syariah Indonesia Tbk. p.54 ×2
linked org Bank Pan Indonesia Tbk. p.55 ×2
linked org Bank Mega Tbk. p.55 ×4
linked org PT Bank UOB Indonesia p.55
linked org GoTo Gojek Tokopedia Tbk. p.60 ×2
linked org PT Bank HSBC Indonesia p.70
linked org PT Bank DBS Indonesia p.70
linked org Bank Maspion Indonesia Tbk. p.70 ×2
linked org PT Mandiri Sekuritas p.72
linked org Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk. p.72 ×2
linked org Bank Permata. p.72 ×4
linked org Bank CIMB Niaga p.74 ×3
linked org Bank Danamon p.74 ×3
linked org PT Garuda Indonesia (Persero) p.99 ×2
linked org Sarana Multi Infrastruktur p.99
linked org Omni Inovasi Indonesia Tbk. p.99 ×3
linked org Karya Nusantara p.99
linked — Ooredoo Hutchison. p.103
linked org PT Aplikanusa Lintasarta p.103
possible org Telkom Indonesia (Persero) Tbk p.3 ×2
possible org Pemerintah Republik Indonesia p.14 ×2
possible org Negara Republik Indonesia p.14
possible person Muhamad Fajrin Rasyid p.16 ×2
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.16
possible org Bursa Efek Indonesia p.17
possible org International Pte. Ltd. p.20 ×2
possible org Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. p.54 ×2
possible org Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. p.54 ×2
possible org DBS Bank p.54
possible org Indosat Tbk. p.57 ×2
possible org MUFG Bank ("MUFG p.70
possible org Bank Sinarmas Tbk. p.74 ×2
possible org PT Pertamina (Persero) p.99
unresolved org Telekomunikasi Indonesia Tbk. p.1 ×184
unresolved org Purwanto Susanti p.4
unresolved org Young Global Limited p.4 ×5
unresolved person Akta Notaris Imas Fatimah p.14
unresolved org Menteri Kehakiman Republik Indonesia p.14
unresolved person Akta Notaris Ashoya Ratam p.14 ×8
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.14
unresolved org Menteri Komunikasi dan Digital p.15
unresolved org Menteri Komunikasi dan Informatika p.15
unresolved org Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika p.15
unresolved org Direktorat Jenderal Pos dan Telekomunikasi p.15
unresolved org Bank Indonesia p.15 ×2
unresolved org Bank Indonesia Penerbit p.15
unresolved person Afdol Muftiasa p.16
unresolved person Mohamad Ramzy p.16
unresolved person Akta Notaris A. Partomuan Pohan p.17
unresolved org PT Dayamitra p.19
unresolved org Telekomunikasi Tbk. p.19
unresolved org PT Multimedia p.19
unresolved org PT Telkom Data p.19
unresolved org PT Telkom Satelit p.19
unresolved org PT Sigma Cipta p.19
unresolved org PT Graha Sarana p.19
unresolved org PT Telkom Akses p.19
unresolved org PT Telkom p.19
unresolved org PT Napsindo Primatel p.19
unresolved org Singapore Pte. Ltd. p.20
unresolved org PT Telkom Landmark p.20
unresolved org PT Infomedia p.20
unresolved org PT Persada Sokka p.20
unresolved org PT Finnet Indonesia p.20
unresolved org PT Nuon Digital Indonesia p.20
unresolved org PT Telkomsel Mitra p.20
unresolved org PT Metra Digital Media p.20
unresolved org PT Ultra Mandiri p.21
unresolved org PT Swadharma p.21
unresolved org PT Telkomsel Ekosistem p.21
unresolved org PT Nusantara Sukses p.21
unresolved org PT Graha Yasa Selaras p.21
unresolved org PT Metra TV p.21
unresolved org PT Nutech Integrasi p.21
unresolved org PT Collega Inti Pratama p.21
unresolved org PT Graha Telkomsigma p.21
unresolved org Pty. Ltd. p.22
unresolved org PT Pojok Celebes p.22
unresolved org PT Metraplasa p.22
unresolved org Yayasan Kesejahteraan Karyawan Pembangunan Perumahan p.22
unresolved person TDI Berdasarkan Akta Notaris Jimmy Tanal p.23 ×2
unresolved org Nxera ID Pte. Ltd. p.23 ×2
unresolved org ST Dynamo ID Pte. Ltd. p.23
unresolved org Pte. Ltd. p.23
unresolved org Pengawas Pasar Modal p.24
unresolved org Bapepam-LK p.24 ×6
unresolved org Menteri Keuangan p.27 ×7
unresolved org Shanghai Banking Corporation Ltd. p.54
unresolved org PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat p.55
unresolved org Banten Tbk. p.55
unresolved org Milik Negara p.57
unresolved org PT Indonusa Telemedia p.57
unresolved org PT Jalin Pembayaran Nusantara p.60
unresolved org Bank Maspion p.70 ×2
unresolved org PT Bahana TCW Investment Management p.72
unresolved org PT BRI Danareksa Sekuritas p.72
unresolved org Bank Permata. Perusahaan p.72
unresolved org PT Pemeringkat Efek Indonesia p.73 ×3
unresolved org PT Bank ANZ Indonesia p.74
unresolved org Bank ANZ p.74 ×2
unresolved org Bank Sindikasi p.74 ×2
unresolved org New York Mellon Corporation p.78 ×3
unresolved org Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara p.78
unresolved org Menteri BUMN dan Danantara. Pemerintah p.79
unresolved person Danantara. Berdasarkan Akta Notaris Jose Dima Satria p.79 ×2
unresolved org Tahun p.85 ×3
unresolved org Direktorat Jenderal Pajak p.85
unresolved org Menteri BUMN Nomor PER- p.87
unresolved — Entitas sepengendali p.99 ×11
unresolved org PT Fintek Karya Nusantara p.99
unresolved org PT Kereta Cepat Indonesia China p.99
unresolved org Personil manajemen p.99
unresolved person Personil · Komisaris p.99
unresolved — Personil pengawas p.99

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

Other files in this announcement 7

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result