Back to announcement
20240505_PTPP_Laporan Informasi dan Fakta Material_31634573_lamp1.pdf
Other Text extracted PTPPSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 3
Page 1
PRESS RELEASE
PTPP Selesaikan Proyek Bendungan Tiu Suntuk Paket II
Presiden Jokowi Resmikan Salah Satu dari Tujuh Bendungan Terbesar di NTB
Kabupaten Sumbawa Barat, 2 Mei 2024 PT PP (Persero) Tbk sebagai salah satu BUMN Konstruksi dan
Investasi di Indonesia (“PTPP”) berhasil menyelesaikan pembangunan proyek Bendungan Tiu Suntuk Paket
II dengan luas 464,63 Ha. Terdapat 2 paket pekerjaan pada proyek Pembangunan Bendungan Tiu Suntuk,
dimana PTPP sebagai leader pembangunan bendungan paket II. Presiden RI Joko Widodo meresmikan
secara langsung dengan memutar tuas pintu air dan menandatangani prasasti sebagai bentuk simbolis.
Turut hadir dalam acara peresmian tersebut yaitu Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri Pertanian Andi
Amran Sulaiman, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan, Pj Gubernur NTB Lalu Gita Aryadi, Bupati Sumbawa
Barat W. Musyafirin, Direktur Utama PT Nindya Karya Moeharmein ZC, dan Direktur Utama PTPP Novel
Arsyad.
Proyek Bendungan Tiu Suntuk Paket II ini adalah proyek Joint Operation antara PT PP (Persero) Tbk dengan
porsi 57,5% dan PT Mafri Jaya Abadi dengan porsi 42,5%, memiliki kapasitas tampung sebesar 60,85 Juta
M3 dan memiliki luas genangan sebesar 321,51 Hektar. Bendungan ini merupakan salah satu proyek
strategis nasional pemerintah dengan nilai kontrak senilai Rp 577,13 Miliar dan masa pelaksanaan dari 2020
sampai dengan 2023. Proyek ini memiliki manfaat untuk irigasi seluas 1.900 Hektar, air baku 680 liter/detik,
dan untuk mereduksi banjir pada daerah sekitar Sumbawa Barat. Dalam sambutannya Presiden Joko Widodo
mengatakan bahwa saat ini NTB menjadi provinsi yang paling banyak memiliki bendungan. "Pemerintah
dalam 10 tahun ini telah membangun tujuh bendungan di NTB, hanya di NTB, paling banyak dan
Bendungan Tiu Suntuk ini menjadi salah satu bendungan besar," ucap Presiden. Presiden menjelaskan
bahwa bendungan yang pembangunannya menghabiskan anggaran Rp1,4 triliun tersebut dapat
memberikan sejumlah manfaat nyata bagi masyarakat sekitar.
PERESMIAN BENDUNGAN TIU SUNTUK PAKET II; SALAH SATU DARI TUJUH
1
BENDUNGAN TERBESAR DI NTB
Page 2
Direktur Utama PTPP Novel Arsyad cukup bangga dengan keberhasilan penyelesaian proyek Bendungan Tiu
Suntuk Paket II yang merupakan proyek strategis nasional (PSN) dan telah diresmikan secara langsung oleh
Presiden Republik Indonesia Joko Widodo. “PTPP bangga dapat menuntaskan pekerjaan pembangunan
proyek bendungan tiu suntuk paket II sesuai dengan target, kualitas, dan zero accident. Tentunya peresmian
Bendungan Tiu Suntuk Paket II ini menambahkan pengalaman PTPP dalam menyelesaikan proyek-proyek
bendungan yang tersebar diseluruh Indonesia, Ujar Novel.” Sebelumnya PTPP sudah menyelesaikan
beberapa proyek bendungan yang merupakan Proyek Strategis Nasional yaitu Bendungan Lolak, Bendungan
Leuwikeris, Bendungan Lausimeme, dan Bendungan Tamblang. “PTPP akan terus berkomitmen untuk dapat
memberikan kualitas terbaik dalam menyelesaikan proyek-proyek strategis nasional yang telah
diamanahkan kepada Perusahaan, sehingga harapannya proyek-proyek yang telah diselesaikan oleh PTPP
dapat meningkatkan nilai tambah demi mendukung program pemerintah Indonesia untuk mendorong
produktivitas dan kesejahteraan masyarakat Indonesia, seiring dengan komitmen perusahaan dalam
menciptakan pembangunan keberlanjutan,” tutup Novel.
--SELESAI--
Sekilas Mengenai PT PP (Persero) Tbk
PT PP (Persero) Tbk (kode emiten: PTPP) merupakan salah satu perusahaan konstruksi dan terkemuka di Indonesia yang berdiri sejak
tahun 1953. Saat ini, PTPP memiliki 7 (tujuh) lini bisnis yang terintegrasi mulai dari Upstream, Middlestream sampai dengan Downstream,
yang meliputi: Energi, Properti, Infrastruktur, Jasa Konstruksi, Engineering, Procurement and Construction (EPC), Peralatan Berat dan
Pracetak. PTPP memiliki jejak rekam yang solid dan berhasil memenangkan penghargaan atas proyek-proyek konstruksi Pelabuhan,
Pembangkit Listrik, Airport, Bendungan, dan Gedung di Indonesia. PTPP merupakan pionir untuk konsep Eco-Friendly Green Building di
Indonesia yang telah memenangkan beberapa penghargaan lokal dan internasional atas hasil karyanya. PTPP mencatatkan sahamnya di
Bursa Efek Indonesia pada tanggal 9 Februari 2010, dengan kepemilikan publik sebesar 49%. Pada tahun 2015, PTPP mencatatkan saham
entitas anak PT PP Properti Tbk (kode emiten: PPRO) di Bursa Efek Indonesia sebanyak 35%. Untuk mendukung pertumbuhan yang
berkelanjutan di masa depan, PTPP berekspansi di sektor Energi dan Infrastruktur di tahun 2016. Pada tahun 2017, entitas anak yang
bergerak sebagai kontraktor berbasis peralatan berat PT PP Presisi Tbk (kode emiten: PPRE) melantai di Bursa Efek Indonesia dengan
melepas 23% saham ke publik. Untuk menghadapi era Industry 4.0, PTPP melakukan strategi operasional excellence dengan menerapkan
sistem informasi yang handal, yaitu ERP sebagai enterprise system utama yang didukung berbagai aplikasi penunjang operasional dalam
menjawab tantangan dan kebutuhan perusahaan kedepan. PTPP juga menerapkan penggunaan Building Information Modeling (BIM) serta
penguasaan teknologi baru lainnya yang bertujuan untuk meningkatkan kecepatan, akurasi dan efisiensi serta menjadi perusahaan yang
unggul serta excellence.
Informasi lebih lanjut dapat menghubungi:
Bakhtiyar Efendi
Sekretaris Perusahaan
PT PP (Persero) Tbk
PERESMIAN BENDUNGAN TIU SUNTUK PAKET II; SALAH SATU DARI TUJUH
2
BENDUNGAN TERBESAR DI NTB
Page 3
Tel : 021 – 877 84137
PERESMIAN BENDUNGAN TIU SUNTUK PAKET II; SALAH SATU DARI TUJUH
3
BENDUNGAN TERBESAR DI NTB
Names mentioned 11 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono
p.1
unresolved
org
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman
p.1
unresolved
org
Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan
p.1
unresolved
org
PT Nindya Karya Moeharmein ZC
p.1
unresolved
org
PT Mafri Jaya Abadi
p.1
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.