Back to announcement
20240430_GWSA_Laporan Informasi dan Fakta Material_31632183_lamp1.pdf
Financial statement Text extracted GWSASource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 54
Page 1
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN DAN INFORMASI TAMBAHAN PADA TANGGAL 31 MARET 2024 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2023 (DIAUDIT)
Page 2
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk
DAN ENTITAS ANAK
DAFTAR ISI
Halaman
SURAT PERNYATAAN DIREKSI 2
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian 3
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain 5
Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian 6
Laporan Arus Kas Konsolidasian 7
Catatan Atas Laporan Keuangan Konsolidasian 8
INFORMASI TAMBAHAN
Daftar I : Informasi Laporan Posisi Keuangan Entitas Induk 49
Daftar II : Informasi Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Entitas Induk 51
Daftar III : Informasi Laporan Perubahan Ekuitas Entitas Induk 52
Daftar IV : Informasi Laporan Arus Kas Entitas Induk 53
Page 3
Page 4
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Catatan (Tidak Diaudit) (Diaudit)
Rp Rp
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 4 315.929.900.019 321.175.175.172
Piutang usaha - pihak ketiga 5 431.849.237 1.894.370.847
Piutang lain-lain
Pihak ketiga 4.256.648.080 2.384.540.044
Persediaan 6 1.363.946.827.228 1.348.255.582.246
Pajak dibayar di muka 14a 76.542.835.403 75.679.470.157
Biaya dibayar di muka dan uang muka 5.996.882.760 6.088.118.371
Jumlah Aset Lancar 1.767.104.942.727 1.755.477.256.837
ASET TIDAK LANCAR
Bagian tidak lancar
Piutang lain-lain - pihak ketiga 2.948.638.168 2.948.638.168
Persediaan 6 293.622.897.286 293.622.897.286
Uang muka investasi saham 31a 2.500.000.000 2.500.000.000
Investasi pada entitas asosiasi 7 3.375.490.709.389 3.368.209.931.173
Aset pajak tangguhan 14d 46.042.157 46.042.157
Properti investasi - nilai wajar 8 2.235.773.235.057 2.234.401.456.776
Aset tetap - bersih 9 164.832.137.282 168.350.703.878
Aset lainnya 10 43.278.125.841 43.664.601.612
Jumlah Aset Tidak Lancar 6.118.491.785.180 6.113.744.271.050
JUMLAH ASET 7.885.596.727.907 7.869.221.527.887
Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian.
-3-
Page 5
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit) (Lanjutan)
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Catatan (Tidak Diaudit) (Diaudit)
Rp Rp
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang bank jangka pendek 11 4.270.180.062 8.627.538.401
Utang usaha pihak ketiga 12 11.978.167.790 12.862.745.126
Utang lain-lain pihak ketiga 13 2.406.820.320 2.330.925.345
Utang pajak 14b 2.341.686.778 1.554.919.505
Biaya masih harus dibayar 15 22.541.741.519 25.332.118.906
Uang jaminan penyewa 16 258.863.176 266.285.600
Uang muka penjualan 17 1.581.039.860 1.566.039.860
Pendapatan diterima di muka -
bagian yang direalisasi dalam satu tahun 17 5.298.257.614 5.528.307.818
Utang bank jangka panjang - yang
jatuh tempo dalam waktu satu tahun 18, 35 95.195.799.846 90.733.544.633
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 145.872.556.965 148.802.425.194
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Uang jaminan penyewa 16 2.604.632.193 2.553.152.856
Uang muka penjualan 17 153.934.243.195 151.507.210.798
Pendapatan diterima di muka - setelah
dikurangi yang direalisasi
dalam waktu satu tahun 17 567.733.977 517.603.697
Utang bank jangka panjang - setelah
dikurangi bagian yang jatuh tempo
dalam waktu satu tahun 18, 35 433.631.823.976 447.836.628.997
Utang pihak berelasi 29 22.843.832.200 21.923.832.200
Liabilitas imbalan pascakerja 19 8.990.815.007 8.637.649.768
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 622.573.080.548 632.976.078.316
Jumlah Liabilitas 768.445.637.513 781.778.503.510
EKUITAS
Modal saham - nilai nominal Rp 100 per saham
Modal dasar - 23.000.000.000 saham
Modal ditempatkan dan disetor penuh -
7.800.760.000 saham 20 780.076.000.000 780.076.000.000
Tambahan modal disetor 222.442.743.783 222.442.743.783
Selisih transaksi perubahan ekuitas
entitas asosiasi 411.856.000 411.856.000
Penghasilan komprehensif lain 6.308.431.854 6.339.590.838
Saldo laba
Ditentukan penggunaannya 21 55.000.000.000 55.000.000.000
Tidak ditentukan penggunaannya 5.992.808.529.342 5.963.594.216.305
Ekuitas yang dapat diatribusikan
kepada pemilik entitas induk 7.057.047.560.979 7.027.864.406.926
KEPENTINGAN NONPENGENDALI 22 60.103.529.415 59.578.617.451
Jumlah Ekuitas 7.117.151.090.394 7.087.443.024.377
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 7.885.596.727.907 7.869.221.527.887
Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian.
-4-
Page 6
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
Untuk Periode yang Berakhir Pada 31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 2023 (Diaudit)
31 Maret 2024 31 Maret 2023
Catatan (Tidak Diaudit) (Tidak Diaudit)
Rp Rp
PENJUALAN DAN PENDAPATAN USAHA 23 14.546.165.173 11.986.384.400
BEBAN POKOK PENJUALAN DAN
BEBAN LANGSUNG 24,31 (7.236.605.294) (6.292.176.553)
LABA BRUTO 7.309.559.879 5.694.207.847
Beban penjualan 25 (345.366.176) (587.569.393)
Beban umum dan administrasi 26 (22.095.792.641) (19.529.982.184)
Beban pajak final 14c (214.669.172) (246.380.167)
Beban keuangan (6.199.511.849) (5.994.257.873)
Bagian laba bersih Entitas Asosiasi 7 47.372.949.057 40.026.005.574
Penghasilan bunga 27 3.744.957.083 689.745.976
Lain-lain - bersih 166.563.014 (1.035.142.316)
LABA SEBELUM PAJAK 29.738.689.195 19.016.627.464
BEBAN PAJAK PENGHASILAN 14c - -
LABA PERIODE BERJALAN 29.738.689.195 19.016.627.464
PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
Pos-pos yang tidak akan direklasifikasi
ke laba (rugi):
Pengukuran kembali liabilitas
imbalan pasti (30.002.337) 317.268.746
Bagian penghasilan komprehensif lain atas
entitas asosiasi 7 (620.841) (10.341.484)
JUMLAH LABA RUGI KOMPREHENSIF
PERIODE BERJALAN 29.708.066.017 19.323.554.726
LABA PERIODE BERJALAN YANG
DAPAT DIATRIBUSIKAN KEPADA:
Pemilik Entitas Induk 29.214.313.037 19.292.036.711
Kepentingan Nonpengendali 22 524.376.158 (275.409.247)
Jumlah 29.738.689.195 19.016.627.464
JUMLAH LABA KOMPREHENSIF PERIODE
BERJALAN YANG DIATRIBUSIKAN KEPADA:
Pemilik Entitas Induk 29.183.154.053 19.590.706.055
Kepentingan Nonpengendali 524.911.964 (267.151.329)
Jumlah 29.708.066.017 19.323.554.726
LABA PER SAHAM DASAR 28 3,75 2,47
Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian.
-5-
Page 7
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian
Untuk Periode yang Berakhir Pada 31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 2023 (Tidak Diaudit)
Penghasilan komprehensif lain Ekuitas yang
Selisih transaksi Bagian penghasilan Pengukuran kembali Saldo laba dapat diatribusikan
Tambahan perubahan ekuitas komprehensif lain atas program Ditentukan Tidak ditentukan kepada pemilik Kepentingan Jumlah
Modal saham modal disetor entitas asosiasi atas entitas asosiasi imbalan pasti entitas induk nonpengendali ekuitas
penggunaannya penggunaannya
Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp
Saldo per 1 Januari 2023 780.076.000.000 222.442.743.783 411.856.000 (1.505.712.946) 8.389.179.268 50.000.000.000 5.907.349.961.901 6.967.164.028.006 59.447.575.235 7.026.611.603.241
Laba periode berjalan - - - - - - 19.292.036.711 19.292.036.711 (275.409.247) 19.016.627.464
Penghasilan (Rugi)
komprehensif lain - - - (10.341.484) 309.010.828 - - 298.669.344 8.257.918 306.927.262
Saldo per 31 Maret 2023 780.076.000.000 222.442.743.783 411.856.000 (1.516.054.430) 8.698.190.096 50.000.000.000 5.926.641.998.612 6.986.754.734.061 59.180.423.906 7.045.935.157.967
Saldo per 31 Desember 2023 780.076.000.000 222.442.743.783 411.856.000 (1.927.436.208) 8.267.027.046 55.000.000.000 5.963.594.216.305 7.027.864.406.926 59.578.617.451 7.087.443.024.377
Laba periode berjalan - - - - - - 29.214.313.037 29.214.313.037 524.376.158 29.738.689.195
Penghasilan (Rugi)
komprehensif lain - - - (620.841) (30.538.143) - - (31.158.984) 535.806 (30.623.178)
Saldo per 31 Maret 2024 780.076.000.000 222.442.743.783 411.856.000 (1.928.057.049) 8.236.488.903 55.000.000.000 5.992.808.529.342 7.057.047.560.979 60.103.529.415 7.117.151.090.394
Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan bagian
yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian.
-6-
Page 8
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Laporan Arus Kas Konsolidasian
Untuk Periode yang Berakhir Pada 31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 2023 (Tidak Diaudit)
31 Maret 2024 31 Maret 2023
(Tidak Diaudit) (Tidak Diaudit)
Rp Rp
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan dari pelanggan 18.363.244.139 12.678.181.388
Pembayaran beban pajak final (245.930.717) (62.161.641)
Penerimaan dari pelanggan - bersih 18.117.313.422 12.616.019.747
Penerimaan bunga 1.598.172.068 663.427.381
Pembayaran kas kepada karyawan (12.669.350.459) (11.951.998.113)
Pembayaran kas kepada pemasok
dan beban operasional lainnya (37.765.675.307) (25.027.690.712)
-
Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Operasi (30.719.540.276) (23.700.241.697)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Penerimaan dividen entitas asosiasi 40.091.549.997 25.360.400.000
Perolehan properti investasi (1.371.778.281) (754.875.682)
Penurunan deposito berjangka dan
rekening yang dibatasi penggunaannya (5.298.518) (7.638.569)
Perolehan aset tetap (18.405.379) -
Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Investasi 38.696.067.819 24.597.885.749
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Penerimaan dari utang pihak berelasi 920.000.000 533.125.005
Penerimaan utang bank - 12.800.000.000
Pembayaran utang bank (14.509.358.340) (2.497.621.643)
Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Pendanaan (13.589.358.340) 10.835.503.362
KENAIKAN (PENURUNAN) KAS DAN SETARA KAS (5.612.830.797) 11.733.147.414
Pengaruh perubahan kurs mata uang asing 367.555.644 (104.784.614)
KAS DAN SETARA KAS AWAL PERIODE 321.175.175.172 78.805.683.622
KAS DAN SETARA KAS AKHIR PERIODE 315.929.900.019 90.434.046.422
Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian.
-7-
Page 9
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit) (Lanjutan)
1. UMUM
a. Pendirian dan Informasi Umum
PT Greenwood Sejahtera Tbk (“Perusahaan”), didirikan berdasarkan Akta No. 20 tanggal 16 April 1990 yang
dibuat di hadapan Hendra Karyadi, S.H., notaris di Jakarta. Akta pendirian ini disahkan oleh Menteri Kehakiman
Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. C2-5277.HT.01.01.TH 91 tanggal 30 September 1991 dan telah
diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 24 tanggal 24 Maret 1992, Tambahan No. 1276.
Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan Akta Pernyataan
Keputusan Rapat No. 120 tanggal 24 September 2021 yang dibuat di hadapan Buntario Tigris Darmawa
NG, S.H., S.E., M.H., notaris di Jakarta Pusat, dalam rangka perubahan anggaran dasar Perusahaan.
Perubahan ini telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat
Keputusan No. AHU-0055952.AH.01.02 tanggal 11 Oktober 2021.
Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, kegiatan utama Perusahaan adalah real estat yang
dimiliki sendiri dan disewa, real estat atas dasar balas jasa (fee) atau kontrak, aktivitas perusahaan holding,
aktivitas konsultasi lainnya, hotel bintang lima, dan apartemen hotel. Kegiatan penunjang perusahaan adalah
melakukan investasi baik secara langsung maupun melalui penyertaan (Investasi) ataupun pelepasan
(Divestasi) modal sehubungan dengan kegiatan usaha Perusahaan dalam Perusahaan lain, melakukan
penyertaan pada perusahaan-perusahaan lain yang memiliki kegiatan usaha yang sehubungan dengan
kegiatan usaha Perusahaan. Proyek yang sedang dikembangkan Perusahaan adalah TCC Batavia serta
melakukan investasi pada entitas anak dan asosiasi.
Perusahaan mulai melakukan kegiatan usaha secara komersial pada tahun 2010. Saat ini, kegiatan utama
Perusahaan adalah pengembangan proyek TCC Batavia serta melakukan investasi pada entitas anak dan
asosiasi.
Perusahaan berdomisili di Jakarta Pusat dengan kantor pusat beralamat di Gedung TCC Batavia - Tower 1
Lantai 35, Jl. K.H. Mas Mansyur Kav. 126, Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Perusahaan tergabung dalam Grup PT Kencana Graha Global.
Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, entitas induk dan entitas induk terakhir Perusahaan adalah
PT Prima Permata Sejahtera.
b. Penawaran Umum Saham Perusahaan
Pada tanggal 14 Desember 2011, Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari Ketua Badan Pengawas
Pasar Modal dan Lembaga Keuangan/Bapepam-LK (sekarang Otoritas Jasa Keuangan/OJK), dengan Suratnya
No. S-13404/BL/ 2011 untuk melakukan penawaran umum atas 1.600.000.000 saham Perusahaan kepada
masyarakat dengan nilai nominal Rp 100 per saham dan harga penawaran sebesar Rp 250 per saham. Pada
tanggal 23 Desember 2011, saham tersebut telah dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia. Selisih lebih jumlah
yang diterima dari pengeluaran saham terhadap nilai nominalnya sebesar Rp 240.000.000.000 dicatat dalam
akun “Tambahan Modal Disetor” setelah dikurangi total biaya emisi saham sebesar Rp 17.557.256.217.
Pada tanggal 31 Maret 2024, seluruh saham Perusahaan sebanyak 7.800.760.000 saham telah tercatat pada
Bursa Efek Indonesia.
c. Penawaran Umum Efek Utang Perusahaan
Pada tanggal 31 Desember 2014, Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari Ketua OJK dengan suratnya
No. S-582/D.04/2014 untuk melakukan Penawaran Umum Obligasi Berkelanjutan I Greenwood Sejahtera dengan
target dana yang dihimpun sebesar Rp 1.500.000.000.000. Dalam rangka Penawaran Umum Obligasi
Berkelanjutan I tersebut Perusahaan menawarkan dan menerbitkan Obligasi Berkelanjutan I Greenwood
Sejahtera Tahap I Tahun 2014 sebesar Rp 72.000.000.000 dengan tingkat bunga tetap sebesar 14,25% per
tahun. Obligasi ini ditawarkan dengan nilai 100% dari jumlah pokok obligasi.
Pada tanggal 14 Januari 2020, berdasarkan Surat No. 002/GWS-TCC/CORSEC/I/2020 tentang “Keterbukaan
Informasi Sehubungan dengan Laporan Informasi atau Fakta Material PT Greenwood Sejahtera Tbk”,
Perusahaan telah menyampaikan keterbukaan informasi terkait pelunasan obligasi berkelanjutan I Greenwood
Sejahtera Tahap I Tahun 2004 sebesar Rp 72.000.000.000.
-8-
Page 10
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit) (Lanjutan)
d. Entitas Anak
Informasi mengenai entitas anak yang dikonsolidasikan ke dalam laporan keuangan Perusahaan adalah
sebagai berikut:
Persentase Kepemilikan Jumlah Aset Sebelum Eliminasi
Anak Perusahaan 31 Maret 2024 31 Desember 2023 Tahun 31 Maret 2024 31 Desember 2023
Domisili Jenis Usaha Nama Proyek
Kepemilikan Langsung (Tidak Diaudit) (Diaudit) Operasi (Tidak Diaudit) (Diaudit)
Rp Rp Komersial Rp Rp
PT Prakarsa Nusa Cemerlang Jakarta Pengembang 55,00% 55,00% 2003 The Peak 63.226.004.858 64.198.720.298
(PNC)
PT Sentra Graha Kencana Jakarta Perhotelan 70,75% 70,75% 2014 Hotel Holiday Inn 129.145.608.145 133.580.331.333
(SGK) Emporium Pluit
PT Trisakti Makmur Persada Surabaya Pengembang 99,99% 99,99% 2023 Capital Square 1.571.928.125.076 1.502.782.660.066
(TMP)
PT Trisakti Makmur Persada (TMP)
TMP didirikan berdasarkan Akta No. 83 tanggal 13 Maret 2013 dari Buntario Tigris, S.H., S.E., M.H., Notaris di
Jakarta Pusat. Akta pendirian tersebut telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia melalui Surat Keputusan No. AHU-24230.AH.01.01. Tahun 2013 tanggal 6 Mei 2013 dan telah
diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 73 tanggal 10 September 2013 TBNRI 97700.
Anggaran dasar TMP telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan Akta No. 71 tanggal 14
September 2022 dari Buntario Tigris, S.H., S.E., M.H., Notaris di Jakarta Pusat, sehubungan dengan perubahan
ruang lingkup kegiatan usaha. Perubahan anggaran dasar tersebut telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak
Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. AHU-0067162.AH.01.02.Tahun 2022
tanggal 19 September 2022.
PT Sentra Graha Kencana (SGK)
SGK didirikan di Jakarta pada tanggal 8 Oktober 2008, berdasarkan Akta No. 6 tanggal 8 Oktober 2008 dari
Ira Sudjono, S.H., M.Hum., M.Kn., Notaris di Jakarta. Akta pendirian tersebut telah disahkan oleh Menteri
Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-90028.AH.01.01.Tahun
2008 tanggal 26 November 2008. Anggaran Dasar SGK telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir
dengan Akta No. 8 tanggal 7 Maret 2023 dari Yulia, S.H., Notaris di Jakarta Selatan, sehubungan dengan
perubahan ruang lingkup kegiatan usaha. Perubahan anggaran dasar tersebut telah disetujui oleh Menteri
Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No.
AHU-0014397.AH.01.02.Tahun 2023 tanggal 7 Maret 2023.
PT Prakarsa Nusa Cemerlang (PNC)
PNC didirikan berdasarkan Akta Pendirian No. 10 tanggal 13 Mei 2003 dari Robert Purba, S.H., Notaris di
Jakarta. Akta Pendirian tersebut telah disahkan oleh Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia melalui Surat Keputusan No. C-12568.HT.01.01.Th.2003 tanggal 5 Juni 2003 dan telah diumumkan
dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 71 tanggal 3 September 2004, Tambahan No. 8635. Anggaran
Dasar PNC telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan Akta No. 13 tanggal 7 September 2023
oleh Yulia, S.H., Notaris di Jakarta selatan, sehubungan dengan perubahan ruang lingkup kegiatan usaha.
Perubahan anggaran dasar tersebut telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. AHU-0054349.AH.01.02.Tahun 2023 tanggal 11 September 2023.
e. Komisaris, Direksi, Komite Audit, Sekretaris Perusahaan dan Karyawan
Susunan Pengurus Perusahaan pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama Ang Andri Pribadi
Komisaris Independen Arie Kusumastuti Maria
Direksi
Direktur Utama Paulus Indra Intan
Direktur Independen Suherman Anggawinata
Direktur Dedy Ismunandar Soetiarto
Anita
-9-
Page 11
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit) (Lanjutan)
Personil manajemen kunci Perusahaan meliputi seluruh anggota Dewan Komisaris dan Direksi (selain Komisaris
dan Direktur Independen). Msanajemen kunci memiliki kewenangan dan tanggung jawab untuk merencanakan,
memimpin dan mengendalikan aktivitas utama Perusahaan. Susunan Komite Audit Perusahaan pada tanggal
31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 adalah sebagai berikut:
Komite Audit
Ketua Arie Kusumastuti Maria
Anggota Andreas Bahana
Poltak Gindo Parluhutan Tampubolon
Sekertaris Perusahaan Linda Halim
Audit Internal Erik Kartolo
Jumlah karyawan tetap Perusahaan dan entitas anak (“Grup”) pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember
2023, masing-masing adalah sebanyak 94 dan 95 orang (tidak diaudit).
f. Penerbitan Laporan Keuangan
Laporan keuangan ini telah diotorisasi untuk diterbitkan oleh Direksi Perusahaan, selaku pihak yang
bertanggung jawab atas penyusunan dan penyelesaian laporan keuangan, pada tanggal 30 April 2024.
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN
a. Kepatuhan terhadap Standar Akuntansi Keuangan (SAK)
Laporan keuangan konsolidasian Grup telah disusun sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia
(“SAK”), yang mencakup Pernyataan dan Interpretasi yang dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi
Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia serta peraturan-peraturan serta Pedoman Penyajian dan Pengungkapan
Laporan Keuangan yang diterbitkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”).
b. Dasar Pengukuran dan Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasian
Dasar pengukuran yang digunakan dalam laporan keuangan konsolidasian adalah biaya historis, kecuali untuk
akun tertentu yang diukur berdasarkan pengukuran lain sebagaimana diuraikan dalam kebijakan akuntansi
masing-masing akun terkait.
Laporan keuangan konsolidasian disusun berdasarkan konsep akrual, kecuali laporan arus kas konsolidasian,
dengan menggunakan konsep biaya historis, kecuali seperti yang disebutkan dalam Catatan atas laporan
keuangan konsolidasian yang relevan.
Laporan arus kas konsolidasian disusun dengan menggunakan metode langsung dengan mengelompokkan
arus kas dalam aktivitas-aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.
Mata uang pelaporan yang digunakan dalam laporan keuangan konsolidasian adalah Rupiah, yang merupakan
mata uang fungsional Grup.
c. Perubahan terhadap Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan Interpretasi Standar
Akuntansi Keuangan (ISAK)
Grup telah menerapkan sejumlah amandemen dan penyesuaian standar akuntansi yang relevan dengan
pelaporan keuangan dan efektif untuk tahun periode yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2023 sebagai
berikut:
1 Januari 2023
• Amandemen PSAK 1 - “Penyajian Laporan Keuangan tentang Klasifikasi Liabilitas sebagai Jangka Pendek
atau Jangka Panjang”.
• Amendemen PSAK 16 “Aset Tetap” tentang hasil sebelum penggunaan yang diintensikan.
• Amendemen PSAK 25 “Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi dan Kesalahan tentang
Definisi Estimasi Akuntansi”; dan
• Amendemen PSAK 46 “Pajak Penghasilan tentang Pajak Tangguhan terkait Aset dan Liabilitas yang timbul
dari Transaksi Tunggal”.
Di samping itu, terdapat pula beberapa standar dan interpretasi standar akuntansi keuangan yang baru serta
amandemen ataupun penyesuaian terhadap standar akuntansi keuangan yang telah diterbitkan namun belum
berlaku efektif sampai dengan tanggal laporan keuangan. Standar, interpretasi, amandemen ataupun
- 10 -
Page 12
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit) (Lanjutan)
penyesuaian tersebut yang akan berlaku efektif untuk tahun buku yang dimulai pada atau setelah 1 Januari
2025 adalah sebagai berikut:
1 Januari 2025
• PSAK No. 74, “Kontrak Asuransi”.
• Amandemen PSAK No. 74, “Kontrak Asuransi tentang Penerapan Awal PSAK No. 74 dan No. 71 -
Informasi Komparatif”.
Grup sedang mengevaluasi dan belum menentukan dampak dari standar akuntansi yang baru dan
diamandemen ini terhadap laporan keuangan konsolidasian.
d. Prinsip-prinsip Konsolidasi
Laporan keuangan konsolidasian meliputi laporan keuangan Grup. Kendali diperoleh bila Grup terekspos atau
memiliki hak atas timbal balik hasil variabel dari keterlibatannya dengan investee dan memiliki kemampuan
untuk mempengaruhi imbal balik tersebut melalui kekuasaannya atas investee. Dengan demikian, investor
mengendalikan investee jika dan hanya jika investor memiliki seluruh hal berikut ini:
i. Kekuasaan atas investee, yaitu hak yang ada saat ini yang memberi investor kemampuan kini untuk
mengarahkan aktivitas relevan dari investee,
ii. Eksposur atau hak atas timbal balik hasil variabel dari keterlibatannya dengan investee, dan
iii. Kemampuan untuk menggunakan kekuasaannya atas investee untuk mempengaruhi jumlah imbal
hasil.
Bila Grup tidak memiliki hak suara atau hak serupa secara mayoritas atas suatu investee, Grup
mempertimbangkan semua fakta dan keadaan yang relevan dalam mengevaluasi apakah mereka memiliki
kekuasaan atas investee, termasuk:
i. Pengaturan kontraktual dengan pemilik hak suara lainnya dari investee,
ii. Hak yang timbul atas pengaturan kontraktual lain, dan
iii. Hak suara dan hak suara potensial yang dimiliki Grup.
Grup menilai kembali apakah mereka mengendalikan investee bila fakta dan keadaan mengindikasikan adanya
perubahan terhadap satu atau lebih dari ketiga elemen dari pengendalian. Konsolidasi atas entitas-entitas anak
dimulai sejak Grup memperoleh pengendalian atas entitas anak dan berhenti pada saat Grup kehilangan
pengendalian atas Grup. Aset, liabilitas, penghasilan dan beban dari entitas anak yang diakuisisi pada tahun
tertentu disertakan dalam laporan keuangan konsolidasian sejak tanggal Grup memperoleh kendali sampai
tanggal Grup tidak lagi mengendalikan entitas anak tersebut.
Seluruh laba rugi dan setiap komponen penghasilan komprehensif lain diatribusikan pada pemilik entitas induk
dan pada kepentingan non- pengendali (“KNP”), walaupun hal ini akan menyebabkan saldo KNP yang defisit.
Bila dipandang perlu, penyesuaian dilakukan terhadap laporan keuangan entitas anak untuk diselaraskan
dengan kebijakan akuntansi Grup.
Seluruh saldo akun, transaksi, penghasilan dan beban antar Grup yang signifikan, dan laba atau rugi hasil
transaksi dari intra Grup yang belum direalisasi dan dividen dieliminasi pada saat konsolidasi.
Perubahan dalam bagian kepemilikan entitas induk terhadap entitas anak yang tidak mengakibatkan hilangnya
pengendalian, dicatat sebagai transaksi ekuitas. Bila kehilangan pengendalian atas suatu entitas anak, maka
Grup menghentikan pengakuan atas aset (termasuk goodwill), liabilitas dan komponen lain dari ekuitas terkait,
sementara rugi atau laba yang dihasilkan diakui pada laba rugi. Bagian dari investasi yang tersisa diakui pada
nilai wajar.
Transaksi perubahan nilai investasi pada Entitas Anak yang timbul dari penerbitan saham baru oleh Entitas
Anak kepada Perusahaan dicatat pada akun “Selisih transaksi perubahan ekuitas Entitas Anak dan dampak
transaksi dengan kepentingan non-pengendali” sebagai bagian dari “Ekuitas” pada laporan posisi keuangan
konsolidasian.
e. Klasifikasi Lancar dan Tidak Lancar
Grup menyajikan aset dan liabilitas dalam laporan posisi keuangan konsolidasian berdasarkan klasifikasi
lancar/tidak lancar. Suatu aset disajikan lancar bila:
i. akan direalisasi, dijual atau dikonsumsi dalam siklus operasi normal,
ii. untuk diperdagangkan,
- 11 -
Page 13
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit) (Lanjutan)
iii. akan direalisasi dalam 12 bulan setelah tanggal pelaporan, atau kas atau setara kas kecuali yang
dibatasi penggunaannya atau akan digunakan untuk melunasi suatu liabilitas dalam paling lambat 12
bulan setelah tanggal pelaporan.
Seluruh aset lain diklasifikasikan sebagai tidak lancar.
Aset pajak tangguhan diklasifikasikan sebagai aset tidak lancar.
Suatu liabilitas disajikan jangka pendek bila:
i. akan dilunasi dalam siklus operasi normal,
ii. untuk diperdagangkan,
iii. akan dilunasi dalam 12 bulan setelah tanggal pelaporan, atau
iv. tidak ada hak tanpa syarat untuk menangguhkan pelunasannya dalam paling tidak 12 bulan setelah
tanggal pelaporan.
f. Transaksi Pihak-pihak Berelasi
Grup memiliki transaksi dengan pihak berelasi sebagaimana yang didefinisikan dalam PSAK No. 7
“Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi”.
Seluruh transaksi dan saldo yang material dengan pihak-pihak berelasi telah diungkapkan dalam catatan atas
laporan keuangan konsolidasian.
g. Instrumen Keuangan
Aset Keuangan
Pengakuan dan Pengukuran Awal
Grup mengklasifikasikan aset keuangannya dalam kategori: (a) aset keuangan yang diukur pada nilai wajar
melalui laba rugi, (b) aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui pendapatan komprehensif lainnya, dan
(c) aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi.
Aset keuangan Grup terdiri dari kas dan setara kas, usaha, piutang lain-lain, dan aset lainnya-deposito berjangka
yang dijaminkan diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi. Grup
tidak memiliki aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi dan penghasilan komprehensif lain
konsolidasian.
Grup menggunakan 2 (dua) dasar untuk mengklasifikasikan aset keuangan yaitu model bisnis Grup dalam
mengelola aset keuangan dan karakteristik arus kas kontraktual dari aset keuangan (SPPI).
Pengujian SPPI
Sebagai langkah pertama dari proses klasifikasi, Grup menilai persyaratan kontraktual keuangan untuk
mengidentifikasi apakah mereka memenuhi pengujian SPPI.
Nilai pokok untuk tujuan pengujian ini didefinisikan sebagai nilai wajar dari aset keuangan pada pengakuan awal
dan dapat berubah selama umur aset keuangan (misalnya, jika ada pembayaran pokok atau amortisasi
premi/diskon).
Elemen bunga yang paling signifikan dalam perjanjian biasanya adalah pertimbangan atas nilai waktu dari uang
dan risiko kredit. Untuk membuat penilaian SPPI, Grup menerapkan pertimbangan dan memperhatikan faktor-
faktor yang relevan seperti mata uang dimana aset keuangan didenominasikan dan periode pada saat suku
bunga ditetapkan.
Sebaliknya, persyaratan kontraktual yang memberikan eksposur lebih dari de minimis atas risiko atau volatilitas
dalam arus kas kontraktual yang tidak terkait dengan dasar pengaturan pinjaman, tidak menimbulkan arus kas
kontraktual SPPI atas jumlah saldo. Dalam kasus seperti itu, aset keuangan diharuskan untuk diukur pada Fair
Value through Profit Loss (FVPL).
Penilaian Model Bisnis
Grup menentukan model bisnisnya berdasarkan tingkat yang paling mencerminkan bagaimana Grup mengelola
kelompok atas keuangannya untuk mencapai tujuan bisnisnya.
Model bisnis Grup tidak dinilai berdasarkan masing-masing instrumennya, tetapi pada tingkat portofolio secara
agregat yang lebih tinggi dan didasarkan pada faktor-faktor yang dapat diamati seperti:
- 12 -
Page 14
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit) (Lanjutan)
− Bagaimana kinerja model bisnis dan aset keuangan yang dimiliki dalam model bisnis tersebut dievaluasi
dan dilaporkan kepada personil manajemen kunci;
− Risiko yang mempengaruhi kinerja model bisnis (dan aset keuangan yang dimiliki dalam model bisnis
tersebut) dan, khususnya, bagaimana cara risiko tersebut dikelola;
− Bagaimana manajer bisnis dikompensasi (misalnya, apakah kompensasi didasarkan pada nilai wajar dari
aset yang dikelola atau pada arus kas kontraktual yang tertagih);
− Frekuensi, nilai, dan waktu penjualan yang diharapkan, juga merupakan aspek penting dari penilaian Grup.
Penilaian model bisnis didasarkan pada skenario yang diharapkan secara wajar tanpa mempertimbangkan
skenario “worst case” atau “stress case”. Jika arus kas setelah pengakuan awal direalisasikan dengan cara yang
berbeda dari yang awal diharapkan, Grup tidak mengubah klasifikasi aset keuangan dimiliki yang tersisa dalam
model bisnis tersebut, tetapi memasukkan informasi tersebut dalam melakukan penilaian atas aset keuangan
yang baru atau yang baru dibeli selanjutnya.
Aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi jika aset keuangan dikelola dalam model bisnis
yang bertujuan untuk memiliki aset keuangan dalam rangka mendapatkan arus kas kontraktual dan persyaratan
kontraktual dari aset keuangan yang pada tanggal tertentu meningkatkan arus kas yang semata dari pembayaran
pokok dan bunga (“SPPI”) dari jumlah pokok terutang.
Pada saat pengakuan awal, aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi diakui pada nilai
wajarnya ditambah biaya transaksi dan selanjutnya diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan
menggunakan suku bunga efektif.
Pendapatan bunga dari aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi dicatat dalam laporan
laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian dan diakui sebagai “Pendapatan Keuangan”. Ketika
penurunan nilai terjadi, kerugian penurunan nilai diakui sebagai pengurang dari nilai tercatat aset keuangan dan
diakui di dalam laporan keuangan sebagai “Kerugian penurunan nilai”.
Penurunan Nilai Aset Keuangan
Grup mengakui penyisihan untuk kerugian kredit ekspektasian ("ECL") untuk seluruh instrumen utang yang tidak
dimiliki pada nilai wajar melalui laba rugi. ECL didasarkan pada selisih antara arus kas kontraktual yang jatuh
tempo sesuai dengan kontrak dan seluruh arus kas yang diperkirakan akan diterima Grup, didiskontokan
dengan SBE awal. Arus kas ekspektasian akan mencakup arus kas dari penjualan agunan atau perbaikan risiko
kredit lain yang merupakan bagian dari persyaratan kontraktual.
ECL diakui dalam dua tahap. Untuk eksposur kredit yang belum ada peningkatan risiko kredit yang signifikan
sejak pengakuan awal, ECL dilakukan untuk kerugian kredit yang diakibatkan oleh peristiwa gagal bayar yang
mungkin terjadi dalam 12 bulan ke depan (ECL 12 bulan). Untuk eksposur kredit yang telah terjadi peningkatan
risiko kredit yang signifikan sejak pengakuan awal, penyisihan kerugian dilakukan untuk kerugian kredit yang
diperkirakan selama sisa umur eksposur, terlepas dari waktu gagal bayar (ECL sepanjang umur).
Untuk piutang usaha, Grup menerapkan pendekatan yang disederhanakan dalam menghitung ECL. Oleh karena
itu, Grup tidak menelusuri perubahan dalam risiko kredit, tetapi mengakui penyisihan kerugian berdasarkan ECL
sepanjang umur pada setiap tanggal pelaporan. Grup telah menyusun matriks provisi berdasarkan pengalaman
kerugian kredit historisnya, disesuaikan dengan faktor-faktor perkiraan masa depan yang spesifik bagi debitur
dan lingkungan ekonomi.
Liabilitas keuangan
Pengakuan dan pengukuran awal
Liabilitas keuangan diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi
atau liabilitas keuangan pada biaya perolehan diamortisasi. Grup menentukan klasifikasi liabilitas keuangan
mereka pada saat pengakuan awal.
Liabilitas keuangan awalnya diukur sebesar nilai wajarnya. Biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara
langsung dengan perolehan liabilitas keuangan (selain liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui
laba rugi) ditambahkan atau dikurangkan dari nilai wajar liabilitas keuangan, yang sesuai pada pengakuan awal.
Biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung dengan perolehan liabilitas keuangan yang diukur
pada nilai wajar melalui laba rugi langsung diakui dalam laba rugi.
Liabilitas keuangan Grup terdiri dari utang bank, utang usaha, utang lain-lain, biaya masih harus dibayar, uang
jaminan penyewa dan utang pihak berelasi diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya
diamortisasi. Grup tidak memiliki liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi.
Pengukuran Selanjutnya
Setelah pengakuan awal, liabilitas keuangan yang dikenakan bunga diukur pada biaya perolehan diamortisasi
dengan menggunakan metode SBE.
- 13 -
Page 15
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit) (Lanjutan)
Pada tanggal pelaporan, akrual beban bunga dicatat secara terpisah dari pokok pinjaman terkait dalam bagian
liabilitas jangka pendek. Keuntungan atau kerugian harus diakui dalam laba rugi ketika liabilitas tersebut
dihentikan pengakuannya serta melalui proses amortisasi SBE.
Biaya perolehan diamortisasi dihitung dengan mempertimbangkan diskonto atau premium atas perolehan dan
komisi atau biaya yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari SBE. Amortisasi SBE dicatat sebagai “Beban
Keuangan” dalam laba rugi.
Penghentian Pengakuan
Suatu liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya pada saat kewajiban yang ditetapkan dalam kontrak
dihentikan atau dibatalkan atau kadaluwarsa.
Ketika sebuah liabilitas keuangan ditukar dengan liabilitas keuangan lain dari pemberi pinjaman yang sama atas
persyaratan yang secara substansial berbeda, atau bila persyaratan dari liabilitas keuangan tersebut secara
substansial dimodifikasi, pertukaran atau modifikasi persyaratan tersebut dicatat sebagai penghentian
pengakuan liabilitas keuangan awal dan pengakuan liabilitas keuangan baru, dan selisih antara nilai tercatat
masing-masing liabilitas keuangan tersebut diakui pada laba rugi.
Reklasifikasi Instrumen Keuangan
Grup diperkenankan untuk melakukan reklasifikasi atas aset keuangan yang dimiliki jika Grup mengubah model
bisnis untuk pengelolaan aset keuangan dan Grup tidak diperkenankan untuk melakukan reklasifikasi atas
liabilitas keuangan.
Perubahan model bisnis sifatnya harus berdampak secara signifikan terhadap kegiatan Grup seperti
memperoleh, melepaskan, atau mengakhiri suatu lini bisnis. Selain itu, Grup perlu membuktikan adanya
perubahan tersebut kepada pihak eksternal.
Yang bukan merupakan perubahan model bisnis adalah: (a) perubahan intensi berkaitan dengan aset keuangan
tertentu (bahkan dalam situasi perubahan signifikan dalam kondisi pasar), (b) hilangnya sementara pasar tertentu
untuk aset keuangan, dan (c) pengalihan aset keuangan antara bagian dari Grup dengan model bisnis berbeda.
Saling hapus instrumen keuangan
Aset keuangan dan liabilitas keuangan disalinghapuskan dan nilai netonya disajikan dalam laporan posisi
keuangan konsolidasian jika Grup memiliki hak yang dapat dipaksakan secara hukum untuk melakukan saling
hapus atas jumlah yang telah diakui; dan berintensi untuk menyelesaikan secara neto atau untuk merealisasikan
aset dan menyelesaikan liabilitasnya secara simultan.
Hak saling hapus harus ada pada saat ini daripada bersifat kontinjen atas terjadinya suatu peristiwa di masa
depan dan harus dieksekusi oleh pihak lawan, baik dalam situasi bisnis normal dan dalam peristiwa gagal bayar,
peristiwa kepailitan, atau kebangkrutan.
h. Kas dan Setara Kas
Kas dan setara kas terdiri dari kas, rekening giro bank dan deposito berjangka dengan jangka waktu tiga (3)
bulan atau kurang sejak tanggal penempatannya, tidak dipergunakan sebagai jaminan dan tidak dibatasi
penggunaannya.
Setara kas yang dijaminkan dan dibatasi penggunaannya dicatat sebagai bagian dari akun “Aset Lainnya” dalam
laporan posisi keuangan konsolidasian.
i. Dana / Cadangan untuk Penggantian Perabotan dan Perlengkapan Hotel
Cadangan untuk penggantian perabotan dan perlengkapan hotel ditentukan sebesar 2% - 4% dari jumlah
pendapatan hotel setiap bulan.
Dana secara khusus disisihkan untuk menutupi cadangan dan disimpan dalam rekening bank. Bunga yang
diperoleh dari rekening bank tersebut merupakan bagian dari cadangan dan dana.
Beban penggantian dan penambahan perlengkapan hotel merupakan pengurangan saldo dana cadangan.
j. Persediaan
Aset Real Estat
Persediaan aset real estat terdiri dari bangunan apartemen dan perkantoran yang siap dijual, tanah yang belum
dikembangkan dan tanah yang sedang dikembangkan, dinyatakan sebesar biaya perolehan atau nilai realisasi
bersih, mana yang lebih rendah.
- 14 -
Page 16
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit) (Lanjutan)
Tanah belum dikembangkan merupakan tanah mentah yang belum dikembangkan dan dinyatakan sebesar biaya
perolehan atau nilai realisasi bersih mana yang lebih rendah. Biaya perolehan tanah yang belum dikembangkan
meliputi biaya pra-perolehan dan perolehan tanah. Biaya perolehan akan dipindahkan ke tanah yang sedang
dikembangkan pada saat pengembangan tanah akan dimulai atau dipindahkan ke bangunan yang sedang
dikonstruksi pada saat tanah tersebut siap dibangun.
Biaya perolehan tanah yang sedang dikembangkan meliputi biaya perolehan tanah yang belum dikembangkan
ditambah dengan biaya pengembangan langsung dan tidak langsung yang dapat diatribusikan pada aset
pengembangan real estat serta biaya pinjaman. Tanah yang sedang dikembangkan akan dipindahkan ke
bangunan yang sedang dikonstruksi pada saat tanah tersebut selesai dikembangkan.
Biaya perolehan bangunan yang sedang dikonstruksi meliputi biaya perolehan tanah yang telah selesai
dikembangkan ditambah dengan biaya konstruksi, biaya lainnya yang dapat diatribusikan pada aktivitas
pengembangan real estat dan biaya pinjaman, serta dipindahkan ke bangunan yang siap dijual pada saat selesai
dibangun dan siap dijual.
Biaya aktivitas pengembangan real estat yang dikapitalisasi ke proyek pengembangan real estat adalah:
• Biaya praperolehan tanah;
• Biaya perolehan tanah;
• Biaya yang secara langsung berhubungan dengan proyek;
• Biaya yang dapat diatribusikan pada aktivitas pengembangan real estat; dan
• Biaya pinjaman.
Biaya yang dialokasikan sebagai beban proyek adalah:
• Biaya praperolehan tanah atas tanah yang tidak berhasil diperoleh.
• Kelebihan biaya dari hasil yang diperoleh atas pembangunan sarana umum yang dikomersialkan, yang
dijual atau dialihkan, sehubungan dengan penjualan unit.
Grup tetap melakukan akumulasi biaya ke proyek pengembangan walaupun realisasi pendapatan pada masa
depan lebih rendah dari nilai tercatat proyek, atas perbedaan yang terjadi Grup melakukan penyisihan secara
periodik. Jumlah penyisihan tersebut akan mengurangi nilai tercatat proyek dan dibebankan ke laba rugi berjalan.
Biaya yang telah dikapitalisasi ke proyek pengembangan real estat dialokasikan ke setiap unit real estat dengan
metode identifikasi khusus.
Pengkajian atas estimasi dan alokasi biaya dilakukan pada setiap akhir periode pelaporan sampai proyek selesai
secara substansial. Jika terjadi perubahan mendasar Grup akan melakukan revisi dan realokasi biaya.
Beban yang diakui pada saat terjadinya adalah biaya yang tidak berhubungan dengan proyek real estat.
Persediaan Hotel
Persediaan hotel merupakan perlengkapan operasional dinyatakan berdasarkan biaya perolehan atau nilai
realisasi bersih, mana yang lebih rendah. Biaya perolehan ditentukan dengan metode rata-rata tertimbang.
k. Biaya Dibayar Dimuka dan Uang Muka
Biaya dibayar dimuka diamortisasi selama masa manfaat masing-masing biaya dengan menggunakan metode
garis lurus.
l. Investasi pada Entitas Asosiasi
Entitas asosiasi adalah entitas di mana Grup memiliki pengaruh signifikan dalam bentuk kekuasaan untuk
berpartisipasi dalam keputusan kebijakan keuangan dan operasional investee, tetapi tidak mengendalikan atau
mengendalikan bersama kebijakan tersebut. Pengaruh signifikan tersebut dianggap timbul ketika Grup memiliki,
baik secara langsung maupun tidak langsung, lebih dari 20% hak suara investee.
Investasi pada entitas asosiasi dicatat dengan menggunakan metode ekuitas di mana investasi pada awal diakui
sebesar biaya perolehan dan selanjutnya disesuaikan untuk perubahan pasca perolehan dalam bagian
Perusahaan atas aset neto investee setelah tanggal perolehan. Laba atau rugi dan penghasilan komprehensif
lain Grup mencakup bagiannya atas laba atau rugi dan penghasilan komprehensif lain investee.
Pada saat kehilangan pengaruh signifikan atas entitas asosiasi Grup mengukur dan mengakui bagian investasi
bersisa pada nilai wajar. Selisih antara nilai tercatat entitas asosiasi dan nilai wajar investasi yang tersisa dan
penerimaan dari pelepasan investasi diakui pada laba rugi.
Laporan keuangan entitas asosiasi disusun atas periode pelaporan yang sama dengan Grup.
- 15 -
Page 17
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit) (Lanjutan)
m. Properti Investasi
Properti investasi adalah properti (tanah atau bangunan - bagian dari bangunan - atau keduanya) yang dikuasai
(oleh pemilik atau lessee melalui sewa pembiayaan) yang digunakan untuk menghasilkan sewa atau untuk
kenaikan nilai atau keduanya, dan tidak untuk digunakan dalam produksi atau penyediaan barang atau jasa atau
untuk tujuan administratif atau dijual dalam kegiatan usaha sehari-hari.
Properti investasi diakui sebagai aset jika dan hanya jika besar kemungkinan manfaat ekonomi masa depan yang
terkait dengan properti investasi akan mengalir ke entitas dan biaya perolehan properti investasi dapat diukur
dengan andal.
Properti investasi pada awalnya diukur sebesar biaya perolehan, meliputi harga harga pembeliannya dan setiap
pengeluaran yang dapat diatribusikan secara langsung (biaya jasa hukum, pajak pengalihan properti, dan biaya
transaksi lain). Biaya transaksi termasuk dalam pengukuran awal tersebut.
Setelah pengakuan awal, properti investasi diukur dengan menggunakan nilai wajar. Keuntungan atau kerugian
yang timbul dari perubahan nilai wajar diakui pada laba rugi pada saat terjadinya.
Biaya pemeliharaan dan perbaikan dibebankan pada laba rugi pada saat terjadinya, sedangkan pemugaran dan
penambahan dikapitalisasi.
Pengalihan ke properti investasi dilakukan jika, dan hanya jika, terdapat perubahan penggunaan yang
ditunjukkan dengan berakhirnya pemakaian oleh pemilik dan dimulainya sewa operasi kepada pihak lain.
Pengalihan dari properti investasi dilakukan jika, dan hanya jika, terdapat perubahan penggunaan yang
ditunjukkan dengan dimulainya penggunaan oleh pemilik dan dimulainya pengembangan untuk dijual.
Properti investasi dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau ketika tidak digunakan lagi secara
permanen dan tidak memiliki manfaat ekonomi masa depan yang diperkirakan dari pelepasannya. Keuntungan
atau kerugian yang timbul dari penghentian atau pelepasan ditentukan dari selisih antara hasil neto pelepasan
dan jumlah tercatat aset, dan diakui dalam laba rugi pada periode terjadinya penghentian atau pelepasan.
n. Aset Tetap
Pada saat pengakuan awal, aset tetap diukur pada biaya perolehan yang meliputi harga pembelian, biaya
pinjaman dan biaya lainnya yang dapat diatribusikan secara langsung untuk membawa aset ke lokasi dan kondisi
yang diperlukan. Biaya perolehan juga termasuk biaya penggantian bagian aset tetap saat biaya tersebut terjadi,
jika memenuhi kriteria pengakuan. Setelah pengakuan awal, Perusahaan menggunakan model biaya di mana
seluruh aset tetap diukur sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi kerugian
penurunan nilai (jika ada). Seluruh biaya pemeliharaan dan perbaikan yang tidak memenuhi kriteria pengakuan
diakui dalam laba rugi pada saat terjadinya.
Penyusutan, dihitung sejak aset tersebut siap untuk digunakan dengan menggunakan metode garis lurus
berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomi aset tetap yang bersangkutan sebagai berikut:
Tahun
Bangunan 10 - 20
Perlengkapan kantor 4-8
Peralatan kantor 4-8
Kendaraan 4-8
Penyusutan diakui bahkan jika nilai wajar aset melebihi jumlah tercatatnya, sepanjang nilai residu aset tidak
melebihi jumlah tercatatnya. Nilai residu suatu aset dapat meningkat menjadi suatu jumlah yang setara atau lebih
besar daripada jumlah tercatatnya. Ketika hal tersebut terjadi, maka beban penyusutan aset tersebut adalah nol,
hingga nilai residu selanjutnya berkurang menjadi lebih rendah daripada jumlah tercatatnya.
Penyusutan tidak dihentikan meskipun aset tidak digunakan atau dihentikan penggunaannya, kecuali telah habis
disusutkan.
Masa manfaat ekonomis, nilai residu dan metode penyusutan ditelaah setiap akhir tahun dan pengaruh dari
setiap perubahan tersebut dicatat sebagai perubahan estimasi akuntansi yang diakui secara prospektif.
Bagian aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau ketika tidak ada manfaat ekonomis masa
depan yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya. Laba atau rugi yang timbul dari penghentian
pengakuan aset (dihitung sebagai perbedaan antara jumlah neto hasil pelepasan dan jumlah tercatat dari aset
tetap) diakui dalam laba rugi pada tahun aset tersebut dihentikan pengakuannya.
- 16 -
Page 18
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit) (Lanjutan)
o. Biaya Pinjaman
Biaya pinjaman yang dapat diatribusikan secara langsung dengan perolehan, konstruksi atau pembuatan aset
kualifikasian, merupakan aset yang membutuhkan waktu yang cukup lama agar siap untuk digunakan atau dijual,
ditambahkan pada biaya perolehan aset tersebut, sampai dengan saat selesainya aset secara substansial siap
untuk digunakan atau dijual.
Penghasilan investasi diperoleh atas investasi sementara dari pinjaman yang secara spesifik belum digunakan
untuk pengeluaran aset kualifikasian dikurangi dari biaya pinjaman yang dikapitalisasi.
Biaya pinjaman lainnya diakui dalam laba rugi pada periode terjadinya. Biaya pinjaman terdiri dari beban bunga
dan biaya lainnya yang ditanggung Grup sehubungan dengan peminjaman dana.
p. Kombinasi Bisnis dan Goodwill
Kombinasi bisnis dicatat dengan menggunakan metode akuisisi. Biaya perolehan dari sebuah akuisisi diukur
pada nilai agregat imbalan yang dialihkan, diukur pada nilai wajar pada tanggal akuisisi dan jumlah setiap KNP
pada pihak yang diakuisisi. Untuk setiap kombinasi bisnis, pihak pengakuisisi mengukur KNP pada entitas yang
diakuisisi baik pada nilai wajar ataupun pada proporsi kepemilikan KNP atas aset bersih yang teridentifikasi dari
entitas yang diakuisisi. Biaya-biaya akuisisi yang timbul dibebankan langsung dan disertakan dalam beban
administrasi.
Ketika melakukan akuisisi atas sebuah bisnis, Perusahaan mengklasifikasikan dan menentukan aset keuangan
yang diperoleh dan liabilitas keuangan yang diambil alih berdasarkan pada persyaratan kontraktual, kondisi
ekonomi dan kondisi terkait lain yang ada pada tanggal akuisisi.
Dalam suatu kombinasi bisnis yang dilakukan secara bertahap, pihak pengakuisisi mengukur kembali
kepentingan ekuitas yang dimiliki sebelumnya pada pihak yang diakuisisi pada nilai wajar tanggal akuisisi dan
mengakui keuntungan atau kerugian yang dihasilkan dalam laba atau rugi.
Pada tanggal akuisisi, goodwill awalnya diukur pada harga perolehan yang merupakan selisih lebih nilai agregat
dari imbalan yang dialihkan dan jumlah setiap KNP atas selisih jumlah dari aset teridentifikasi yang diperoleh
dan liabilitas yang diambil alih. Jika imbalan tersebut kurang dari nilai wajar aset bersih entitas anak yang
diakuisisi, selisih tersebut diakui dalam laporan laba rugi sebagai keuntungan dari pembelian dengan diskon
setelah sebelumnya manajemen meninjau kembali identifikasi dan nilai wajar dari aset yang diperoleh dan
liabilitas yang diambil alih.
Setelah pengakuan awal, goodwill diukur pada jumlah tercatat dikurangi akumulasi kerugian penurunan nilai.
Untuk tujuan pengujian penurunan nilai, goodwill yang diperoleh dari suatu kombinasi bisnis, sejak tanggal
akuisisi dialokasikan kepada setiap Unit Penghasil Kas (“UPK”) dari Perusahaan yang diharapkan akan
bermanfaat dari sinergi kombinasi tersebut, terlepas dari apakah aset atau liabilitas lain dari pihak yang diakuisisi
ditetapkan atas UPK tersebut.
Jika goodwill telah dialokasikan pada suatu UPK dan operasi tertentu atas UPK tersebut dihentikan, maka
goodwill yang diasosiasikan dengan operasi yang dihentikan tersebut termasuk dalam jumlah tercatat operasi
tersebut ketika menentukan keuntungan atau kerugian dari pelepasan. Goodwill yang dilepaskan tersebut diukur
berdasarkan nilai relatif operasi yang dihentikan dan porsi UPK yang ditahan.
Kombinasi Bisnis Entitas Sepengendali
Kombinasi bisnis entitas sepengendali dicatat dengan menggunakan metode penyatuan kepentingan, dimana
selisih antara jumlah imbalan yang dialihkan dengan jumlah tercatat aset neto entitas yang diakuisisi diakui
sebagai bagian dari akun “Tambahan Modal Disetor” pada laporan posisi keuangan konsolidasian. Dalam
menerapkan metode penyatuan kepentingan tersebut, unsur- unsur laporan keuangan dari entitas yang
bergabung disajikan seolah-olah penggabungan tersebut telah terjadi sejak awal periode entitas yang bergabung
berada dalam sepengendalian.
q. Penurunan Nilai Aset Nonkeuangan
Pada setiap akhir periode pelaporan, Grup menilai apakah terdapat indikasi suatu aset mengalami penurunan
nilai. Jika terdapat indikasi tersebut, maka jumlah terpulihkan diestimasi untuk aset individual. Jika tidak mungkin
untuk mengestimasi jumlah terpulihkan aset individual, maka Grup menentukan nilai terpulihkan dari Unit
Penghasil Kas (UPK) yang mana aset tercakup (aset dari UPK).
Jumlah terpulihkan dari suatu aset (baik aset individual maupun UPK) adalah jumlah yang lebih tinggi antara nilai
wajarnya dikurangi biaya untuk menjual dengan nilai pakainya.
Jika nilai tercatat aset lebih besar daripada nilai terpulihkannya, maka aset tersebut dianggap mengalami
penurunan nilai dan nilai tercatat aset diturunkan menjadi sebesar nilai terpulihkannya.
- 17 -
Page 19
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit) (Lanjutan)
Dalam menghitung nilai pakai, estimasi arus kas masa depan neto didiskontokan ke nilai kini dengan
menggunakan tingkat diskonto sebelum pajak yang menggambarkan penilaian pasar kini dari nilai waktu uang
dan risiko spesifik atas aset.
Dalam menentukan nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual, digunakan harga transaksi pasar terakhir, jika
tersedia. Jika tidak terdapat transaksi tersebut, Grup menggunakan model penilaian yang sesuai untuk
menentukan nilai wajar aset. Perhitungan-perhitungan ini dikuatkan oleh penilaian berganda atau indikator nilai
wajar lain yang tersedia.
Kerugian penurunan nilai, jika ada, diakui pada laba rugi sesuai dengan kategori biaya yang konsisten dengan
fungsi dari aset yang diturunkan nilainya.
Penilaian dilakukan pada setiap akhir periode pelaporan apakah terdapat indikasi bahwa rugi penurunan nilai
yang telah diakui dalam periode sebelumnya untuk aset selain goodwill mungkin tidak ada lagi atau mungkin
telah menurun. Jika indikasi tersebut ada, maka entitas mengestimasi jumlah terpulihkan aset tersebut. Kerugian
penurunan nilai yang telah diakui dalam periode sebelumnya untuk aset selain goodwill dibalik hanya jika
terdapat perubahan asumsi-asumsi yang digunakan untuk menentukan jumlah terpulihkan aset tersebut sejak
rugi penurunan nilai terakhir diakui. Dalam hal ini, jumlah tercatat aset dinaikkan ke jumlah terpulihkannya.
Pembalikan tersebut dibatasi sehingga jumlah tercatat aset tidak melebihi jumlah terpulihkannya maupun jumlah
tercatat, neto setelah penyusutan, seandainya tidak ada rugi yang telah diakui untuk aset tersebut pada periode
sebelumnya. Pembalikan rugi penurunan nilai diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain
konsolidasian. Setelah pembalikan tersebut diakui, penyusutan aset tersebut disesuaikan di periode mendatang
untuk mengalokasikan jumlah tercatat aset yang direvisi, dikurang nilai sisanya, dengan dasar yang sistematis
selama sisa umur manfaatnya.
r. Imbalan Pascakerja
Imbalan kerja jangka pendek
Grup mengakui liabilitas imbalan kerja jangka pendek ketika jasa diberikan oleh karyawan dan imbalan atas jasa
tersebut akan dibayarkan dalam waktu dua belas bulan setelah jasa tersebut diberikan.
Imbalan pascakerja
Grup telah menerapkan PSAK No. 24 “Imbalan Kerja”. Penyisihan tersebut diestimasi dengan menggunakan
perhitungan aktuarial metode “Projected Unit Credit”.
Grup mengakui kewajiban imbalan kerja yang tidak didanai sesuai dengan Peraturan Pemerintah No. 35 Tahun
2022 (PP 35/2022) yang menerapkan pengaturan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu)
No. 2 tahun 2022 tentang Cipta Kerja yang kemudian disahkan menjadi Undang-Undang No. 6 tahun 2023.
Beban pensiun berdasarkan program dana pensiun manfaat pasti Grup ditentukan melalui perhitungan aktuaria
secara periodik dengan menggunakan metode projected-unit credit dan menerapkan asumsi atas tingkat
diskonto dan tingkat kenaikan manfaat pasti pensiun tahunan.
Pengukuran kembali, terdiri atas keuntungan dan kerugian aktuaria, segera diakui pada laporan posisi keuangan
konsolidasian dengan pengaruh langsung didebit atau dikreditkan kepada saldo laba melalui penghasilan
komprehensif lain pada periode terjadinya. Pengukuran kembali tidak direklasifikasi ke laba rugi periode
berikutnya.
Biaya jasa lalu harus diakui sebagai beban pada saat yang lebih awal antara:
i) Ketika program amandemen atau kurtailmen terjadi; dan
ii) Ketika Grup mengakui biaya restrukturisasi atau imbalan terminasi terkait.
Bunga neto dihitung dengan menerapkan tingkat diskonto yang digunakan terhadap liabilitas imbalan kerja. Grup
mengakui perubahan berikut pada kewajiban obligasi neto pada akun “Beban Umum dan Administrasi” pada
laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian:
i) Biaya jasa terdiri atas biaya jasa kini, biaya jasa lalu, keuntungan atau kerugian atas penyelesaian
(curtailment) tidak rutin; dan
ii) Beban atau penghasilan bunga neto.
s. Tambahan Modal Disetor
Tambahan modal disetor meliputi selisih antara modal disetor dari penerbitan saham dengan biaya-biaya yang
terkait langsung dengan penerbitan efek ekuitas Perusahaan dalam penawaran umum (Catatan 1b).
- 18 -
Page 20
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit) (Lanjutan)
t. Pengakuan Pendapatan dan Beban
Penjualan Real Estat
Grup mengakui pendapatan dengan melakukan analisis transaksi melalui lima langkah model pengakuan
pendapatan sebagai berikut:
i. Mengidentifikasi kontrak dengan pelanggan, dimana Group mencatat kontrak dengan pelanggan
hanya jika seluruh kriteria berikut terpenuhi:
• Kontrak telah disetujui oleh para pihak dalam kontrak;
• Grup dapat mengidentifikasi hak dari para pihak terkait dan jangka waktu pembayaran atas barang
atau jasa yang akan dialihkan;
• Kontrak memiliki substansi komersial; dan
• Besar kemungkinan Grup akan menerima imbalan atas barang atau jasa yang dialihkan;
ii. Mengidentifikasi kewajiban pelaksanaan dalam kontrak;
iii. Menentukan harga transaksi;
iv. Mengalokasikan harga transaksi pada setiap kewajiban pelaksanaan; dan
v. Mengakui pendapatan ketika kewajiban pelaksanaan telah dipenuhi (pada suatu waktu tertentu atau
sepanjang waktu).
Grup mengakui pendapatan dari penjualan real estat pada saat semua kondisi berikut terpenuhi:
• Grup telah mengalihkan risiko dan manfaat yang signifikan dari kepemilikan real estat kepada pembeli;
• Grup tidak lagi melanjutkan keterlibatan manajerial atau kendali efektif atas real estat yang dijual;
• Jumlah pendapatan dapat diukur dengan andal;
• Kemungkinan besar manfaat ekonomi yang terkait dengan transaksi tersebut akan mengalir ke Grup;
dan
• Biaya yang terjadi atau yang akan terjadi sehubungan dengan transaksi penjualan dapat diukur dengan
andal.
Penjualan biasanya diakui pada saat serah terima aset yang dibuktikan dengan surat serah terima.
Pendapatan dari penjualan rumah, rumah toko, apartemen, perkantoran dan bangunan sejenis lainnya beserta
tanah kavling diakui dengan metode akrual penuh (full accrual method) apabila seluruh kriteria berikut ini
terpenuhi:
• proses penjualan telah selesai;
• harga jual akan tertagih;
• tagihan penjual tidak akan bersifat subordinasi di masa yang akan datang terhadap pinjaman lain yang
akan diperoleh pembeli; dan
• penjual telah mengalihkan risiko dan manfaat kepemilikan unit bangunan kepada pembeli melalui
suatu transaksi yang secara substansi adalah penjualan dan penjual tidak lagi berkewajiban atau
terlibat secara signifikan dengan unit bangunan tersebut.
• biaya yang terjadi atau yang akan terjadi sehubungan dengan transaksi penjualan dapat diukur dengan
andal
Apabila persyaratan tersebut di atas tidak dapat dipenuhi, maka seluruh uang yang diterima dari pembeli
diperlakukan sebagai uang muka dan dicatat dengan metode deposit sampai seluruh persyaratan tersebut
dipenuhi.
Biaya-biaya yang dikapitalisasi ke proyek pengembangan real estat meliputi biaya perolehan tanah sebelum
akuisisi, biaya perolehan tanah dan biaya-biaya lain yang dapat diatribusikan pada aktivitas pengembangan real
estat. Biaya- biaya yang tidak secara jelas terkait dengan proyek real estat seperti biaya umum dan administrasi
diakui dalam laporan laba rugi pada saat terjadinya.
Pendapatan Sewa
Pendapatan sewa dari sewa operasi diakui sebagai pendapatan dengan dasar garis lurus selama masa sewa.
Biaya langsung awal yang terjadi dalam proses negosiasi dan pengaturan sewa ditambahkan ke jumlah tercatat
dari aset sewaan dan diakui dengan dasar garis lurus selama masa sewa.
Uang muka sewa yang diterima dari penyewa dicatat ke dalam akun pendapatan yang diterima dimuka dan
akan diakui sebagai pendapatan secara berkala sesuai dengan kontrak sewa yang berlaku.
Pendapatan Hotel
Pendapatan sewa hotel dan pendapatan hotel lainnya diakui pada saat jasa diberikan atau barang diberikan
kepada pelanggan.
Pendapatan Dividen
Pendapatan dividen dari investasi diakui ketika hak pemegang saham untuk menerima pembayaran ditetapkan.
- 19 -
Page 21
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit) (Lanjutan)
Pendapatan Bunga
Pendapatan bunga diakru berdasarkan waktu terjadinya dengan acuan jumlah pokok aset keuangan dan tingkat
bunga yang berlaku.
u. Transaksi dan Saldo dalam Mata Uang Asing
Transaksi dalam mata uang asing dicatat ke dalam mata uang fungsional (Rupiah) dengan menggunakan kurs
yang berlaku pada tanggal transaksi. Pada akhir periode pelaporan, aset dan liabilitas moneter dalam mata uang
asing disajikan ke dalam mata uang fungsional berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia yang berlaku pada
tanggal tersebut. Laba atau rugi kurs yang timbul dikreditkan atau dibebankan pada laba rugi.
Nilai tukar kurs mata uang asing ke dalam Rupiah yang digunakan pada tanggal 31 Maret 2024 dan
31 Desember 2023 adalah sebagai berikut:
31 Maret 31 Desember
2024 2023
Rp Rp
1 USD 15.853 15.416
1 EURO 17.161 17.140
v. Pajak Penghasilan
i. Pajak Penghasilan Kini
Aset (liabilitas) pajak kini ditentukan sebesar jumlah ekspektasi restitusi dari (atau dibayarkan kepada) otoritas
perpajakan yang dihitung menggunakan tarif pajak (dan peraturan perpajakan) yang telah berlaku atau secara
substantif telah berlaku pada tanggal laporan posisi keuangan konsolidasian.
Pajak kini diakui atas laba kena pajak dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian
tahun berjalan kecuali apabila pajak tersebut terkait dengan transaksi yang diakui di luar laba rugi (baik diakui
pada penghasilan komprehensif lain ataupun dibebankan secara langsung ke ekuitas).
Perubahan terhadap kewajiban perpajakan Grup diakui pada saat Surat Ketetapan Pajak (SKP) diterima
dan/atau, jika Grup mengajukan keberatan dan/atau banding, pada saat keputusan atas keberatan dan/atau
banding tersebut telah ditetapkan.
ii. Pajak Tangguhan
Pajak tangguhan diakui dengan menggunakan metode liabilitas atas perbedaan temporer antara dasar pajak
aset dan liabilitas dengan jumlah tercatatnya pada tiap tanggal pelaporan.
Liabilitas pajak tangguhan diakui atas seluruh perbedaan temporer kena pajak. Aset pajak tangguhan diakui
atas seluruh perbedaan temporer yang dapat dikurangkan, serta atas kredit pajak dan akumulasi rugi fiskal yang
belum digunakan sepanjang masih dapat dimanfaatkan. Jumlah tercatat aset pajak tangguhan ditelaah setiap
akhir tanggal pelaporan dan dikurangi ketika tidak terdapat kemungkinan bahwa laba kena pajak akan tersedia
dalam jumlah yang memadai untuk memanfaatkan seluruh atau sebagian aset pajak tangguhan tersebut.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif pajak yang diekspektasikan akan berlaku
ketika aset dipulihkan atau liabilitas diselesaikan berdasarkan tarif pajak (dan peraturan perpajakan) yang
berlaku atau secara substansial telah diberlakukan pada tanggal laporan posisi keuangan konsolidasian.
Untuk tujuan pengukuran liabilitas pajak tangguhan dan aset pajak tangguhan untuk properti investasi yang
diukur dengan menggunakan model nilai wajar, nilai tercatat properti tersebut dianggap dipulihkan seluruhnya
melalui penjualan, kecuali praduga tersebut dibantah. Praduga tersebut dibantah ketika properti investasi dapat
disusutkan dan dimiliki dalam model bisnis yang bertujuan untuk mengonsumsi secara substansial seluruh
manfaat ekonomi atas investasi properti dari waktu ke waktu, bukan melalui penjualan. Direksi Perusahaan
mereviu portofolio properti investasi Grup dan menyimpulkan bahwa tidak ada properti investasi Grup yang
dimiliki dalam model bisnis yang bertujuan untuk mengonsumsi secara substansial seluruh manfaat ekonomik
atas investasi properti dari waktu ke waktu, bukan melalui penjualan. Oleh karena itu, direksi telah menentukan
bahwa praduga penjualan yang ditetapkan dalam amandemen PSAK No. 46 tidak dibantah. Akibatnya, Grup
tidak mengakui pajak tangguhan atas perubahan nilai wajar properti investasi karena Grup tidak dikenakan
pajak penghasilan atas perubahan nilai wajar properti investasi.
Jumlah tercatat aset pajak tangguhan ditelaah ulang pada akhir periode pelaporan dan dikurangi jumlah
tercatatnya jika kemungkinan besar laba kena pajak tidak lagi tersedia dalam jumlah yang memadai untuk
mengkompensasikan sebagian atau seluruh aset pajak tangguhan tersebut.
- 20 -
Page 22
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit) (Lanjutan)
Pajak kini dan pajak tangguhan diakui sebagai beban atau penghasilan dalam laba rugi periode, kecuali
sepanjang pajak penghasilan yang timbul dari transaksi atau peristiwa di luar laba rugi (baik dalam penghasilan
komprehensif lain maupun secara langsung di ekuitas), dalam hal tersebut pajak juga diakui di luar laba rugi
atau yang timbul dari akuntansi awal kombinasi bisnis. Dalam kombinasi bisnis, pengaruh pajak termasuk dalam
akuntansi kombinasi bisnis.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan saling hapus ketika entitas memiliki hak yang dapat dipaksakan secara
hukum untuk melakukan saling hapus aset pajak kini terhadap liabilitas pajak kini dan ketika aset pajak
tangguhan dan liabilitas pajak tangguhan terkait dengan pajak penghasilan yang dikenakan oleh otoritas
perpajakan yang sama atas entitas kena pajak yang sama atau entitas kena pajak yang berbeda yang memiliki
intensi untuk memulihkan aset dan liabilitas pajak kini dengan dasar neto, atau merealisasikan aset dan
menyelesaikan liabilitas secara bersamaan, pada setiap periode masa depan dimana jumlah signifikan atas
aset atau liabilitas pajak tangguhan diharapkan untuk diselesaikan atau dipulihkan.
iii. Pajak Pertambahan Nilai
Pendapatan, beban-beban dan aset-aset diakui neto atas jumlah Pajak Pertambahan Nilai (“PPN”) kecuali:
• PPN yang muncul dari pembelian aset atau jasa yang tidak dapat dikreditkan oleh kantor pajak, yang
dalam hal ini PPN diakui sebagai bagian dari biaya perolehan aset atau sebagai bagian dari item beban-
beban yang diterapkan; dan
• Piutang dan utang yang disajikan termasuk dengan jumlah PPN.
Jumlah PPN Neto yang terpulihkan dari, atau terutang kepada, kantor pajak termasuk sebagai bagian dari
piutang atau utang pada laporan posisi keuangan konsolidasian.
iv. Pajak Final
Sesuai dengan peraturan perpajakan di Indonesia, pajak final dikenakan atas nilai bruto transaksi, dan tetap
dikenakan walaupun atas transaksi tersebut pelaku transaksi mengalami kerugian.
Pajak final tidak termasuk dalam lingkup yang diatur oleh PSAK 46: Pajak Penghasilan.
w. Laba per Saham
Laba per saham dasar dihitung dengan membagi laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik
entitas induk dengan jumlah rata-rata tertimbang saham yang ditempatkan dan disetor penuh selama tahun
berjalan.
Sedangkan, laba per saham dilusian dihitung dan disajikan apabila Perusahaan memiliki instrumen berpotensi
saham biasa yang bersifat dilutif.
x. Segmen Operasi
Segmen operasi disajikan dengan cara yang serupa dengan pelaporan internal yang disampaikan oleh para
manajer segmen kepada pembuat keputusan operasional. Segmen operasi tersebut dikelola secara independen
oleh tiap-tiap manajer yang bertanggung jawab atas kinerja dari masing-masing segmen operasi dalam lingkup
wewenangnya. Sedangkan pembuat keputusan operasional adalah pihak yang melakukan penelaahan terhadap
laporan segmen di mana laporan tersebut akan digunakan sebagai dasar untuk mengalokasikan sumber daya
dan menilai kinerja segmen. Informasi yang digunakan oleh pengambil keputusan operasional dalam rangka
alokasi sumber daya dan penilaian kinerja mereka terfokus pada kategori dari setiap bidang usaha.
y. Provisi
Provisi diakui jika Grup memiliki liabilitas kini (baik bersifat hukum maupun bersifat konstruktif) yang akibat
peristiwa masa lalu besar kemungkinannya penyelesaian liabilitas tersebut mengakibatkan arus keluar sumber
daya yang mengandung manfaat ekonomi dan estimasi yang andal mengenai jumlah liabilitas tersebut dibuat.
Provisi ditelaah pada setiap akhir periode pelaporan dan disesuaikan untuk mencerminkan estimasi kini terbaik.
Jika tidak terdapat kemungkinan arus keluar sumber daya yang mengandung manfaat ekonomi untuk
menyelesaikan liabilitas tersebut, provisi dibatalkan.
z. Pengukuran Nilai Wajar
Grup mengukur pada pengakuan awal instrumen keuangan, dan aset dan liabilitas yang diakuisisi pada
kombinasi bisnis. Grup juga mengukur jumlah terpulihkan dari unit penghasil kas (“UPK”) tertentu berdasarkan
nilai wajar dikurangi biaya pelepasan (fair value less cost of disposal atau “FVLCD”), dan piutang yang tidak
dikenakan bunga pada nilai wajar.
- 21 -
Page 23
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit) (Lanjutan)
Nilai wajar adalah harga yang akan diterima dari menjual suatu aset atau harga yang akan dibayar untuk
mengalihkan suatu liabilitas dalam transaksi teratur antara pelaku pasar pada tanggal pengukuran. Pengukuran
nilai wajar mengasumsikan bahwa transaksi untuk menjual aset atau mengalihkan liabilitas terjadi:
i. Di pasar utama untuk aset atau liabilitas tersebut, atau
ii. Jika tidak terdapat pasar utama, di pasar yang paling menguntungkan untuk aset atau liabilitas tersebut.
Pasar utama atau pasar yang paling menguntungkan tersebut harus dapat diakses oleh Grup.
Nilai wajar dari aset atau liabilitas diukur dengan menggunakan asumsi yang akan digunakan pelaku pasar ketika
menentukan harga aset atau liabilitas tersebut, dengan asumsi bahwa pelaku pasar bertindak dalam kepentingan
ekonomi terbaiknya.
Pengukuran nilai wajar dari suatu aset non-keuangan memperhitungkan kemampuan pelaku pasar untuk
menghasilkan manfaat ekonomik dengan menggunakan aset dalam penggunaan tertinggi dan terbaiknya atau
dengan menjualnya kepada pelaku pasar lain yang akan menggunakan aset tersebut pada penggunaan tertinggi
dan terbaiknya.
Grup menggunakan teknik penilaian yang sesuai dengan keadaan dan data yang memadai tersedia untuk
mengukur nilai wajar, dengan memaksimalkan masukan (input) yang dapat diamati (observable) yang relevan
dan meminimalkan masukan (input) yang tidak dapat diamati (unobservable).
Semua aset dan liabilitas yang nilai wajarnya diukur atau diungkapkan dalam laporan keuangan dikategorikan
dalam hirarki nilai wajar berdasarkan level masukan (input) paling rendah yang signifikan terhadap pengukuran
nilai wajar secara keseluruhan sebagai berikut:
i. Level 1 - Harga kuotasian (tanpa penyesuaian) dipasar aktif untuk aset atau liabilitas yang identik yang
dapat diakses entitas pada tanggal pengukuran.
ii. Level 2 - Teknik penilaian yang menggunakan tingkat masukan (input) yang paling rendah yang
signifikan terhadap pengukuran nilai wajar yang dapat diamati (observable) baik secara langsung atau
tidak langsung.
iii. Level 3 - Teknik penilaian yang menggunakan tingkat masukan (input) yang paling rendah yang
signifikan terhadap pengukuran nilai wajar yang tidak dapat diamati (unobservable) baik secara
langsung atau tidak langsung.
Untuk aset dan liabilitas yang diakui pada laporan keuangan secara berulang, Grup menentukan apakah
terdapat perpindahan antara Level dalam hirarki dengan melakukan evaluasi ulang atas penetapan kategori
(berdasarkan level masukan (input) paling rendah yang signifikan terhadap pengukuran nilai wajar secara
keseluruhan) pada tiap akhir periode pelaporan.
3. PERTIMBANGAN ESTIMASI DAN ASUMSI AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN
Penyusunan laporan keuangan konsolidasian mengharuskan manajemen untuk membuat pertimbangan, estimasi
dan asumsi yang akan mempengaruhi jumlah-jumlah pendapatan, beban, aset dan liabilitas yang dilaporkan, serta
pengungkapan atas liabilitas kontinjensi pada akhir periode pelaporan. Pertimbangan dan estimasi yang digunakan
dalam mempersiapkan laporan keuangan konsolidasian tersebut ditelaah secara berkala berdasarkan pengalaman
historis dan berbagai faktor, termasuk ekspektasi dari kejadian-kejadian di masa depan yang mungkin terjadi.
Namun, hasil aktual dapat berbeda dengan jumlah yang diestimasi. Adanya ketidakpastian terkait dengan asumsi
dan estimasi dapat mengakibatkan penyesuaian material terhadap jumlah tercatat aset dan liabilitas pada periode
pelaporan berikutnya.
Pertimbangan
Pertimbangan yang memiliki pengaruh paling signifikan atas jumlah-jumlah yang diakui dalam laporan keuangan
konsolidasian berikut ini dibuat oleh manajemen dalam rangka penerapan kebijakan akuntansi Grup adalah
klasifikasi aset dan liabilitas keuangan.
Klasifikasi Aset dan Liabilitas Keuangan
Grup mengklasifikasikan aset dan liabilitas keuangan sesuai dengan ketentuan di dalam PSAK No. 71. Tiap-tiap
kelompok aset dan liabilitas keuangan memiliki dampak perlakuan akuntansi yang berbeda.
Pengklasifikasian Properti
Grup menentukan apakah sebuah properti yang diperoleh diklasifikasikan sebagai properti investasi, aset tetap
atau persediaan:
• Properti investasi terdiri dari tanah dan bangunan dan prasarana (terutama kantor, gudang komersial dan
properti retail), fasilitas hotel dan aset dalam penyelesaian yang tidak bertujuan untuk digunakan oleh atau
dalam kegiatan operasi Grup dan tidak untuk dijual dalam kegiatan bisnis Grup, tetapi digunakan untuk
memperoleh pendapatan sewa dan peningkatan nilai.
- 22 -
Page 24
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit) (Lanjutan)
• Aset tetap terdiri dari tanah, bangunan dan prasarana, kendaraan, peralatan dan perlengkapan kantor, dan
aset dalam penyelesaian yang digunakan dalam kegiatan operasi Grup dan tidak untuk dijual dalam kegiatan
bisnis Grup. dan tidak digunakan untuk memperoleh pendapatan sewa.
• Persediaan terdiri dari properti yang bertujuan untuk dijual dalam kegiatan bisnis Grup. Terutama, properti
hunian yang dikembangkan oleh Grup dan digunakan untuk dijual sebelum atau pada saat penyelesaian
konstruksi.
Estimasi dan Asumsi
Asumsi dan sumber utama dari estimasi ketidakpastian pada tanggal pelaporan yang memiliki risiko signifikan bagi
penyesuaian yang material terhadap jumlah tercatat aset dan liabilitas untuk tahun berikutnya diungkapkan di
bawah ini. Grup mendasarkan asumsi dan estimasi pada tolak ukur yang tersedia pada saat laporan keuangan
konsolidasian disusun. Keadaan dan asumsi mengenai perkembangan masa depan yang ada saat ini dapat
berubah akibat perubahan pasar atau situasi di luar kendali Grup. Perubahan tersebut dicerminkan dalam asumsi
terkait pada saat terjadinya.
Penyisihan atas ECL Piutang Usaha
Grup mengevaluasi akun tertentu jika terdapat informasi bahwa pelanggan yang bersangkutan tidak dapat
memenuhi kewajiban keuangannya. Dalam hal tersebut, Grup mempertimbangkan, berdasarkan fakta dan situasi
yang tersedia, termasuk namun tidak terbatas pada, jangka waktu hubungan dengan pelanggan dan status kredit
dari pelanggan berdasarkan catatan kredit dari pihak ketiga dan faktor pasar yang telah diketahui, untuk mencatat
penyisihan spesifik atas jumlah piutang pelanggan guna mengurangi jumlah piutang yang diharapkan dapat diterima
oleh Grup. Penyisihan spesifik ini dievaluasi kembali dan disesuaikan jika tambahan informasi yang diterima
memengaruhi jumlah penyisihan atas ECL piutang usaha. Penjelasan lebih rinci diungkapkan dalam Catatan 5.
Nilai Wajar Properti Investasi
Nilai wajar properti investasi Grup bergantung pada pemilihan asumsi yang digunakan oleh penilai independen
dalam menghitung jumlah-jumlah tersebut. Asumsi tersebut termasuk antara lain, tingkat diskonto, tingkat inflasi
dan tingkat kenaikan pendapatan dan biaya. Grup berkeyakinan bahwa asumsi tersebut adalah wajar dan sesuai,
perbedaan signifikan dalam asumsi yang ditetapkan Grup dapat mempengaruhi secara material nilai wajar dari
properti investasi. Nilai wajar properti investasi diungkapkan dalam Catatan 8.
Penyusutan Aset Tetap
Aset tetap disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis dari
aset yang bersangkutan yang berkisar antara 4 hingga 20 tahun, suatu kisaran yang umumnya diperkirakan.
Perubahan dalam pola pemakaian dan tingkat perkembangan teknologi dapat memengaruhi masa manfaat
ekonomis serta nilai residu dari aset tetap dan karenanya biaya penyusutan masa depan memiliki kemungkinan
untuk direvisi. Penjelasan lebih rinci diungkapkan dalam Catatan 9.
Liabilitas imbalan pascakerja
Penentuan liabilitas dan beban imbalan pascakerja Grup bergantung pada pemilihan asumsi aktuarial yang
digunakan. Asumsi tersebut termasuk antara lain, tingkat diskonto, tingkat kenaikan gaji tahunan, tingkat
pengunduran diri karyawan tahunan, tingkat kecacatan, umur pensiun dan tingkat kematian. Hasil aktual yang
berbeda dari asumsi yang ditetapkan sebelumnya, diperlakukan sesuai dengan kebijakan akuntansi sebagaimana
diuraikan dalam Catatan 2r atas laporan keuangan konsolidasian.
Meskipun Grup berkeyakinan bahwa asumsi pada tanggal pelaporan tersebut wajar dan telah sesuai, perbedaan
signifikan pada hasil aktual atau perubahan signifikan dalam asumsi yang ditetapkan Grup dapat memengaruhi
secara material liabilitas dan beban imbalan pascakerja. Penjelasan lebih rinci diungkapkan dalam Catatan 19.
Pertimbangan komponen pembiayaan yang signifikan dalam kontrak
Grup menjual kantor, apartemen, dll setelah penandatanganan kontrak jual beli dengan metode pembayaran tunai
keras dan cicilan bertahap. Jenis kontrak ini mencakup dua opsi pembayaran alternatif bagi pelanggan, yaitu
pembayaran harga transaksi yang lebih rendah pada saat kontrak ditandatangani. Grup menyimpulkan bahwa
terdapat komponen pembiayaan yang signifikan untuk kontrak tersebut di mana pelanggan memilih untuk
membayar di muka dengan mempertimbangkan lamanya waktu antara pembayaran pelanggan dan pengalihan
kantor, apartemen, dll ke pelanggan, serta suku bunga yang berlaku di pasar.
Dalam menentukan tingkat bunga yang akan diterapkan pada jumlah imbalan. Grup menyimpulkan bahwa tingkat
bunga implisit dalam kontrak (yaitu, tingkat bunga yang mendiskontokan harga jual kas kantor, apartemen, dll ke
dalam jumlah yang dibayar di muka) adalah tepat karena hal ini sepadan dengan tarif yang akan tercermin dalam
transaksi pembiayaan terpisah antara entitas dan pelanggannya pada awal kontrak.
- 23 -
Page 25
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit) (Lanjutan)
Perpajakan
Grup selaku wajib pajak menghitung liabilitas perpajakannya secara self assessment berdasarkan pada peraturan
yang berlaku. Sehubungan dengan pengampunan pajak, perhitungan pajak sampai dengan tanggal 31 Desember
2015 dianggap benar. Untuk tahun berikutnya perhitungan pajak dianggap benar selama belum terdapat ketetapan
dari Direktorat Jenderal Pajak atas jumlah pajak yang terutang atau ketika sampai dengan jangka waktu lima (5)
tahun (masa daluwarsa pajak) tidak terdapat ketetapan pajak yang diterbitkan. Perbedaan jumlah pajak yang
terutang dapat disebabkan oleh beberapa hal seperti pemeriksaan pajak, penemuan bukti- bukti pajak baru dan
perbedaan interpretasi antara manajemen dan pejabat kantor pajak terhadap peraturan pajak tertentu. Perbedaan
hasil aktual dan jumlah tercatat tersebut dapat memengaruhi jumlah aset pajak tangguhan, utang pajak dan beban
pajak.
Instrumen Keuangan
Grup mencatat aset dan liabilitas keuangan tertentu pada nilai wajar, yang mengharuskan penggunaan estimasi
akuntansi. Sementara komponen signifikan atas pengukuran nilai wajar ditentukan menggunakan bukti obyektif
yang dapat diverifikasi, jumlah perubahan nilai wajar dapat berbeda bila Grup menggunakan metodologi penilaian
yang berbeda. Perubahan nilai wajar aset dan liabilitas keuangan tersebut dapat mempengaruhi secara langsung
laba atau rugi Grup. Nilai tercatat dari aset keuangan dan liabilitas keuangan pada nilai wajar dalam laporan posisi
keuangan konsolidasian pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 diungkapkan dalam Catatan 32.
- 24 -
Page 26
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit) (Lanjutan)
4. KAS DAN SETARA KAS
31 Maret 2024 31 Desember 2023
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
Rp Rp
Kas - Rupiah 62.063.100 82.000.000
Bank
Rupiah
PT Bank CIMB Niaga Tbk 21.255.229.533 9.504.105.388
PT Bank Pan Indonesia Tbk 4.795.707.878 1.544.703.294
PT Bank Central Asia Tbk 4.262.308.081 6.336.872.020
PT Bank ICBC Indonesia 3.376.127.150 8.325.882.613
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 2.593.864.266 395.213.520
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 649.335.187 1.368.581.969
PT Bank Ina Perdana Tbk 43.875.457 23.458.853
PT Bank Victoria International Tbk 3.164.129 18.359.664
Dolar Amerika Serikat
PT Bank CIMB Niaga Tbk 406.890.232 395.942.848
PT
PT Bank
Bank Negara Indonesia
Pan Indonesia Tbk(Persero) Tbk 11.831.569 11.617.498-
Jumlah 37.398.333.482 27.924.737.667
Setara Kas
Deposito berjangka
Rupiah
PT Bank Victoria International Tbk 215.425.710.400 283.867.340.877
PT Bank JTrust Indonesia Tbk 53.000.000.000 -
Dolar Amerika Serikat
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 12.097.944.120 11.741.022.000
Jumlah 280.523.654.520 295.608.362.877
Jumlah 317.984.051.102 323.615.100.544
Dana/cadangan untuk penggantian
perabotan dan perlengkapan hotel
(Catatan 10) (2.054.151.083) (2.439.925.372)
Bersih 315.929.900.019 321.175.175.172
Tingkat bunga deposito berjangka
per tahun
Rupiah 3,25% - 7,00% 5,75% - 6,00%
Dolar Amerika Serikat 1,00% 1,00%
Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, tidak terdapat saldo kas dan setara kas yang ditempatkan
pada pihak berelasi ataupun yang digunakan sebagai jaminan ataupun dibatasi penggunaannya.
Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, deposit berjangka yang dibatasi penggunaannya dicatat
terpisah pada laporan posisi keuangan konsolidasian (Catatan 10).
- 25 -
Page 27
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit) (Lanjutan)
5. PIUTANG USAHA KEPADA PIHAK KETIGA
Rincian piutang usaha adalah sebagai berikut:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
Rp Rp
Pendapatan
Hotel 442.299.442 1.866.606.689
Sewa 21.758.460 129.367.955
Jumlah 464.057.902 1.995.974.644
Dikurangi penyisihan penurunan piutang usaha (32.208.665) (101.603.797)
Jumlah 431.849.237 1.894.370.847
Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, semua piutang usaha Grup dari pihak ketiga dan dalam
mata uang Rupiah.
Piutang usaha tidak dijaminkan dan tidak dikenakan bunga.
Rincian saldo piutang usaha berdasarkan umur piutang adalah sebagai berikut:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
Rp Rp
Belum Jatuh Tempo 272.097.269 277.947.752
Jatuh Tempo
1 - 30 hari 112.325.268 404.476.714
31 - 60 hari 150.536 285.603.480
61 - 90 hari - 4.865.999
Lebih dari 90 hari 79.484.829 1.023.080.699
Jumlah 464.057.902 1.995.974.644
Dikurangi penyisihan penurunan piutang usaha (32.208.665) (101.603.797)
Jumlah 431.849.237 1.894.370.847
Mutasi cadangan penurunan nilai piutang usaha adalah sebagai berikut:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
Rp Rp
Saldo awal 101.603.797 1.045.700.008
Cadangan atas perubahan nilai
tahun berjalan (69.395.132) (944.096.211)
Saldo akhir 32.208.665 101.603.797
Grup membentuk cadangan kerugian penurunan nilai berdasarkan estimasi nilai tidak terpulihkan secara individual
berdasarkan pengalaman Grup atas tertagihnya piutang di masa lalu. Manajemen berkeyakinan bahwa penyisihan
penurunan nilai atas piutang usaha tersebut cukup untuk menutup kemungkinan kerugian dari piutang tidak tertagih.
Pada tanggal 31 maret 2024 dan 31 Desember 2023, piutang usaha tidak dijadikan sebagai jaminan atas fasilitas
pinjaman bank.
- 26 -
Page 28
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit) (Lanjutan)
6. PERSEDIAAN
PERSEDIAAN ASET REAL ESTAT
31 Maret 2024 31 Desember 2023
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
Rp Rp
Aset lancar
Bangunan siap dijual - Apartemen The Peak 59.141.154.287 59.141.154.287
Proyek Capital Square 1.300.836.515.783 1.285.031.255.054
Hotel 3.969.157.158 4.083.172.905
Jumlah 1.363.946.827.228 1.348.255.582.246
Aset tidak lancar
Tanah belum dikembangkan 293.622.897.286 293.622.897.286
Bangunan siap dijual
Apartemen The Peak merupakan sisa unit apartemen siap jual milik PNC, entitas anak.
Aset pengembangan real estat
Aset pengembangan real estat adalah Proyek Capital Square yang merupakan proyek superblok milik TMP yang
terdiri dari apartemen, perkantoran dan retail yang sedang dalam tahap pembangunan bersama dengan properti
investasi dan aset tetap (Catatan 8 dan 9), terletak di Jl. HR Muhammad, Putat Gede, Sukomanunggal, Surabaya.
Persentase penyelesaian per 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, adalah 54,51% dan 54,37%.
Biaya pinjaman yang dikapitalisasi ke aset real estat pada 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 masing-masing
sebesar Rp 6.903.475.265 dan Rp 27.538.483.728. Tingkat kapitalisasi biaya pinjaman pada 31 Maret 2024 dan
31 Desember 2023 masing-masing sebesar 51,66% dan 50,83%.
Persediaan aset real estat diasuransikan bersama dengan aset tetap (Catatan 9). Manajemen berpendapat bahwa
nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutup kemungkinan kerugian atas aset yang dipertanggungkan.
Berdasarkan penelaahan terhadap aset real estat pada akhir periode, manajemen berkeyakinan bahwa tidak perlu
dilakukan penurunan nilai aset real estat.
Persediaan hotel
Persediaan hotel merupakan persediaan milik SGK, entitas anak.
Tidak terdapat cadangan kerugian penurunan nilai untuk barang dan perlengkapan hotel, karena manajemen
berkeyakinan bahwa seluruh persediaan dapat dijual atau digunakan.
Tanah yang Belum Dikembangkan
Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, tanah belum dikembangkan merupakan tanah milik
Perusahaan seluas 6.028 m2 di Jl. Lingkar Luar, Duri Kosambi dan tanah seluas 3.578 m 2 di Jl. Abdul Wahid Siamin,
Surabaya.
Pembayaran kepada kontraktor yang nilainya melebihi 10% dari jumlah pembayaran konstruksi dan pengembangan
lahan aset real estat, aset tetap dan properti investasi berasal dari:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
Rp Rp
PT Total Bangun Persada 3.651.146.529 6.832.882.883
PT Sinar Arta Mulya 1.480.320.300 -
PT Perintis Dinamika Sekatama 360.360.360 7.731.661.768
Jumlah 5.491.827.189 14.564.544.651
- 27 -
Page 29
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit) (Lanjutan)
Hak legal atas tanah aset real estat sedang dalam pengembangan berupa Hak Guna Bangunan atas nama Grup
yang akan jatuh tempo pada tahun 2026 - 2044. Pada tahun 2022, seluruh bidang tanah telah disertifikasi atas
nama TMP, entitas anak. Manajemen berpendapat tidak terdapat masalah dalam perpanjangan dan proses
sertifikasi hak atas tanah karena seluruh tanah diperoleh secara sah dan didukung dengan bukti kepemilikan yang
memadai.
Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, tanah TMP seluas 12.969 m2 digunakan sebagai jaminan
utang bank jangka panjang (Catatan 18).
7. INVESTASI PADA ENTITAS ASOSIASI
Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, rincian investasi saham pada entitas asosiasi yang dicatat
dengan metode ekuitas adalah sebagai berikut:
Presentase kepemilikan Jumlah Aset
Tempat dan hak suara yang 31 Maret 2024 31 Desember 2023
Nama entitas asosiasi Aktivitas utama Nama Proyek
kedudukan dimiliki Grup (Tidak Diaudit) (Diaudit)
31 Mar 2024 31 Des 2023 Rp Rp
PT Arah Sejahtera Abadi Pusat Perbelanjaan, Apartemen Jakarta 40,00% 40,00% Kuningan City 727.338.574.330 746.960.120.619
(ASA) dan Perkantoran
PT Pluit Propertindo Pusat Perbelanjaan Jakarta 47,17% 47,17% Emporium Pluit Mall 570.584.238.682 565.126.929.980
(PP)
PT Brilliant Sakti Persada Pusat Perbelanjaan dan Hotel Bandung 30,00% 30,00% Festival CityLink, 450.763.714.868 452.104.674.629
(BSP) Hotel Haris dan Hotel PoP
PT Citra Gemilang Nusantara Pusat Perbelanjaan Jakarta 23,00% 23,00% Lindeteves Trade Center 190.602.644.511 158.084.056.340
(CGN)
PT Manggala Gelora Perkasa Pusat Perbelanjaan Jakarta 27,40% 27,40% Senayan City 4.729.230.506.217 4.714.558.510.431
(MGP)
Jumlah 6.668.519.678.607 6.636.834.291.999
Investasi entitas asosiasi pada CGN bernilai nol dikarenakan nilai investasi pada CGN sudah melebihi
kepentingan pada entitas asosiasi sehingga Perusahaan menghentikan pengakuan bagiannya atas rugi lebih
lanjut. Akumulasi rugi CGN pada 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 masing-masing sebesar
Rp 11.144.927.453 dan Rp 11.035.508.349.
Mutasi investasi pada entitas asosiasi adalah sebagai berikut :
31 Maret 2024 (Tidak Diaudit)
Bagian Penghasilan (Rugi)
Bagian Laba Pengurangan komprehensif lain Dividen yang
Saldo awal dari Entitas Asosiasi Investasi dari entitas asosiasi Diterima Saldo akhir
Rp Rp Rp Rp Rp
ASA 1.189.286.606.836 8.783.369.400 - 1.817.034 (15.200.000.000) 1.182.871.793.270
PP 1.079.118.209.417 7.611.963.049 - (2.437.875) (10.141.550.000) 1.076.586.184.591
BSP 316.594.501.180 2.681.837.350 - - (1.050.000.000) 318.226.338.530
CGN - - - - - -
MGP 783.210.613.740 28.295.779.258 - - (13.700.000.000) 797.806.392.998
Jumlah 3.368.209.931.173 47.372.949.057 - (620.841) (40.091.550.000) 3.375.490.709.389
31 Desember 2023 (Diaudit)
Bagian Penghasilan (Rugi)
Bagian Laba (Rugi) Pengurangan komprehensif lain Dividen yang
Saldo awal dari Entitas Asosiasi Investasi dari entitas asosiasi Diterima Saldo akhir
Rp Rp Rp Rp Rp
ASA 1.187.420.754.955 44.102.583.277 - (166.731.396) (42.070.000.000) 1.189.286.606.836
PP 1.099.698.245.943 34.305.732.715 - (168.569.241) (54.717.200.000) 1.079.118.209.417
BSP 304.644.329.730 11.950.171.450 - - - 316.594.501.180
CGN - - - - - -
MGP 1.006.684.896.715 50.612.139.650 (164.400.000.000) (86.422.625) (109.600.000.000) 783.210.613.740
Jumlah 3.598.448.227.343 140.970.627.092 (164.400.000.000) (421.723.262) (206.387.200.000) 3.368.209.931.173
- 28 -
Page 30
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit) (Lanjutan)
Ringkasan informasi keuangan dari entitas asosiasi diatas adalah sebagai berikut :
31 Maret 2024 31 Desember 2023
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
Rp Rp
Jumlah aset 6.668.519.678.607 6.636.834.291.999
Jumlah liabilitas (2.150.113.953.234) (2.142.032.432.358)
Aset bersih 4.518.405.725.373 4.494.801.859.641
Laba periode/tahun berjalan 137.184.000.716 315.342.793.498
Laba komprehensif periode/
tahun berjalan 137.183.374.661 314.055.084.539
Investasi pada perusahaan asosiasi diperoleh terutama untuk tujuan potensi pertumbuhan jangka panjang,
karena seluruh entitas tersebut bergerak dalam industri properti yang sama dengan industri Grup.
Entitas asosiasi mengukur properti investasi menggunakan model biaya. Penyesuaian terhadap saldo laba dan
kenaikan nilai wajar properti investasi dilakukan pada pengakuan bagian laba bersih entitas asosiasi dalam laporan
laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian untuk memberikan efek pengukuran properti investasi
menggunakan model nilai wajar yang diadopsi oleh Grup. Kenaikan nilai wajar properti investasi entitas asosiasi
adalah sebagai berikut:
31 Desember 2023
(Diaudit)
Rp
ASA 14.149.084.744
BSP 14.107.055.629
PP 1.324.025.654
Investasi pada perusahaan asosiasi diperoleh terutama untuk tujuan potensi pertumbuhan jangka panjang,
karena seluruh entitas tersebut bergerak dalam industri properti yang sama dengan industri Grup.
8. PROPERTI INVESTASI
Rincian dan mutasi properti investasi Grup adalah sebagai berikut:
1 Januari 2024 Penambahan Pengurangan 31 Maret 2024
Rp Rp Rp Rp
Tanah 273.298.480.529 - - 273.298.480.529
Bangunan dan prasarana 188.354.761.299 - - 188.354.761.299
Aset dalam penyelesaian 171.937.975.141 1.371.778.281 - 173.309.753.422
Jumlah 633.591.216.969 1.371.778.281 - 634.962.995.250
Akumulasi kenaikan
nilai wajar 1.600.810.239.807 - - 1.600.810.239.807
Jumlah Tercatat 2.234.401.456.776 2.235.773.235.057
1 Januari 2023 Penambahan Pengurangan 31 Desember 2023
Rp Rp Rp Rp
Tanah 273.298.480.529 - - 273.298.480.529
Bangunan dan prasarana 188.354.761.299 - - 188.354.761.299
Aset dalam penyelesaian 164.025.668.498 - 7.912.306.643 171.937.975.141
Jumlah 625.678.910.326 - 7.912.306.643 633.591.216.969
Akumulasi kenaikan
nilai wajar 1.599.498.734.805 1.311.505.002 1.600.810.239.807
Jumlah Tercatat 2.225.177.645.131 2.234.401.456.776
- 29 -
Page 31
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit) (Lanjutan)
a. Pada 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, perubahan properti investasi, terdiri dari penambahan biaya
perolehan dan pengurangan masing-masing sebesar Rp 1.371.778.281 dan Rp 7.912.306.643.
b. Properti investasi merupakan bagian dari unit perkantoran TCC Batavia - Tower 1 yang ditujukan untuk
disewakan dan area perkantoran yang disewakan di Pluit.
c. Sampai dengan 31 Maret 2024, aset dalam penyelesaian untuk pembangunan gedung perkantoran TCC
Batavia – Tower 2 masih belum dapat dilanjutkan oleh manajemen.
d. Aset dalam penyelesaian untuk pembangunan area pusat perbelanjaan Capital Square, Surabaya,
diperkirakan akan selesai pada tahun 2026.
Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, nilai tercatat aset dalam penyelesaian masing-masing meliputi
6,79% dan 9,44% dari nilai kontrak.
Hak legal atas tanah properti investasi berupa HGB atas nama Grup berjangka waktu 20 sampai 30 tahun yang
akan jatuh tempo antara tahun 2032 - 2042. Manajemen berpendapat tidak terdapat masalah dengan perpanjangan
hak atas tanah karena seluruh tanah diperoleh secara sah dan didukung dengan bukti kepemilikan yang memadai.
Penghasilan sewa dari properti investasi pada periode 31 Maret 2024 dan 2023, masing-masing sebesar Rp
2.280.535.263 dan Rp 2.172.604.155 (Catatan 23).
Perubahan nilai wajar properti investasi pada tahun 2023 dicatat dalam laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain konsolidasian sebesar Rp 1.311.505.002.
Properti investasi diasuransikan bersama dengan aset tetap (Catatan 9). Manajemen berpendapat bahwa nilai
pertanggungan tersebut cukup untuk menutup kemungkinan kerugian atas aset yang dipertanggungkan.
Rincian nilai wajar atas properti investasi Grup pada tanggal 31 Desember 2023:
Nama proyek Nilai wajar Nama Penilai Tanggal laporan
Rp
TCC Batavia Tower 2.064.016.890.000 KJPP Iskandar & Rekan 10 Januari 2024
Capital Square 127.875.566.776 KJPP Iskandar & Rekan 12 Februari 2024
KJPP Jimmy Prasetyo &
Area perkantoran di Pluit 42.509.000.000 25 Maret 2024
Rekan
Jumlah 2.234.401.456.776
Tanggal penilaian atas nilai wajar properti investasi adalah tanggal 31 Desember 2023. Metode penilaian yang
digunakan adalah pendekatan pasar dan pendekatan pendapatan dengan arus kas terdiskonto.
Berikut ini adalah asumsi-asumsi signifikan yang dipakai penilai dalam menghitung nilai wajar atas properti
investasi:
31 Desember 2023
Tingkat bunga diskonto per tahun 10,30% - 10,85%
Tingkat kenaikan harga 6,58% - 6,89%
Rincian Properti Investasi Grup dan informasi nilai wajar pada 31 Desember 2023 adalah sebagai berikut:
Tingkat 1 Tingkat 2 Tingkat 3 Jumlah
Rp Rp Rp Rp
TCC Batavia Tower - 988.901.000.000 1.075.115.890.000 2.064.016.890.000
Capital Square - - 127.875.566.776 127.875.566.776
Area perkantoran di Pluit - 42.509.000.000 - 42.509.000.000
Tidak terdapat perpindahan antara tingkat 1 dan tingkat 2 selama tahun berjalan.
Biaya pinjaman yang dikapitalisasi ke properti investasi pada 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 masing-masing
sebesar Rp 606.423.711 dan Rp 2.419.069.938. Tingkat kapitalisasi biaya pinjaman pada 31 Maret 2024 dan
31 Desember 2023 masing-masing sebesar 4,54% dan 4,46%.
- 30 -
Page 32
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit) (Lanjutan)
9. ASET TETAP
1 Januari 2024 Penambahan Pengurangan 31 Maret 2024
Rp Rp Rp
Biaya perolehan:
Pemilikan langsung
Tanah 15.732.219.443 - - 15.732.219.443
Bangunan 254.106.037.510 - 8.378.379 254.097.659.131
Perlengkapan kantor 3.866.820.989 - - 3.866.820.989
Peralatan kantor 14.553.320.026 18.405.379 - 14.571.725.405
Kendaraan 417.382.727 - - 417.382.727
Jumlah 288.675.780.695 18.405.379 8.378.379 288.685.807.695
Akumulasi penyusutan:
Bangunan 103.775.049.148 3.364.975.664 - 107.140.024.812
Perlengkapan kantor 3.033.393.990 51.789.195 - 3.085.183.185
Peralatan kantor 13.099.250.952 111.828.737 - 13.211.079.689
Kendaraan 417.382.727 - - 417.382.727
Jumlah 120.325.076.817 3.528.593.596 - 123.853.670.413
Jumlah Tercatat 168.350.703.878 164.832.137.282
1 Januari 2023 Penambahan Pengurangan 31 Desember 2023
Rp Rp Rp Rp
Biaya perolehan:
Pemilikan langsung
Tanah 15.732.219.443 - - 15.732.219.443
Bangunan 243.197.399.531 10.908.637.979 - 254.106.037.510
Perlengkapan kantor 3.866.820.989 - - 3.866.820.989
Peralatan kantor 13.162.461.051 1.390.858.975 - 14.553.320.026
Kendaraan 417.382.727 - - 417.382.727
Jumlah 276.376.283.741 12.299.496.954 - 288.675.780.695
Akumulasi penyusutan:
Bangunan 91.160.127.814 12.614.921.334 - 103.775.049.148
Perlengkapan kantor 2.824.707.832 412.425.614 - 3.237.133.446
Peralatan kantor 12.686.825.338 208.686.158 - 12.895.511.496
Kendaraan 416.123.977 1.258.750 - 417.382.727
Jumlah 107.087.784.961 13.237.291.856 - 120.325.076.817
Jumlah Tercatat 169.288.498.780 168.350.703.878
Beban penyusutan dialokasikan sebagai berikut:
31 Maret 2024 31 Maret 2023
(Tidak Diaudit) (Tidak Diaudit)
Rp Rp
Beban pokok penjualan dan
beban langsung (Catatan 24) 2.917.493.154 2.590.545.764
Beban penjualan(Catatan 25) 24.927.609 26.241.179
Beban umum dan administrasi (Catatan 26) 586.172.833 589.791.388
Jumlah 3.528.593.596 3.206.578.331
Properti investasi, aset real estat dan aset tetap berupa bangunan hotel dan sebagian kendaraan milik Grup
diasuransikan terhadap risiko-risiko antara lain asuransi property all risk, asuransi terhadap kerusakan mesin, serta
asuransi terhadap terorisme dan sabotase kepada beberapa perusahaan asuransi pihak ketiga dengan rincian
sebagai berikut:
- 31 -
Page 33
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit) (Lanjutan)
31 Maret 2024 31 Desember 2023
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
Rp Rp
Nilai pertanggungan aset
(Catatan 6 dan 8) 3.852.538.088.000 3.994.658.998.000
Jumlah tercatat aset
Aset tetap 148.090.204.739 150.138.537.813
Properti investasi 2.238.801.001.713 2.234.401.456.776
Aset real estat 1.359.977.670.070 1.514.764.395.503
Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutup kemungkinan kerugian atas
aset yang dipertanggungkan.
Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, tidak terdapat aset tetap yang tidak digunakan sementara
dan dihentikan dari penggunaan aktif namun tidak diklasifikasikan sebagai tersedia untuk dijual.
Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, aset tetap berupa tanah dan bangunan digunakan sebagai
jaminan atas utang bank yang diperoleh dari PT Bank Pan Indonesia dan PT Bank ICBC Indonesia (Catatan 18).
Hak legal atas tanah milik PNC, entitas anak, berupa HGB atas nama PT Pluit Propertindo, pihak berelasi, yang
akan jatuh tempo pada tahun 2036. Manajemen berpendapat tidak terdapat masalah dalam pemecahan dan
perpanjangan sertifikasi hak atas tanah karena seluruh tanah diperoleh secara sah dan didukung dengan bukti
kepemilikan yang memadai.
Nilai tercatat bangunan hotel Group pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 masing-masing sebesar
Rp 116.419.609.360 dan Rp 211.214.990.484. Nilai wajar dengan pendekatan pendapatan dikategorikan sebagai
level 3 berdasarkan tingkat input pengukuran nilai wajar.
Manajemen berkeyakinan bahwa jumlah tercatat dari seluruh aset tetap tersebut dapat dipulihkan dan tidak terdapat
adanya peristiwa atau perubahan keadaan yang mengindikasikan adanya penurunan nilai, sehingga tidak
diperlukan adanya penyisihan penurunan nilai atas aset tetap.
10. ASET LAINNYA
31 Maret 2024 31 Desember 2023
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
Rp Rp
Goodwill 39.854.275.909 39.854.275.909
Dana/cadangan untuk penggantian
perabotan dan perlengkapan hotel (Catatan 4) 2.054.151.083 2.439.925.372
Deposito berjangka yang dijaminkan 1.184.658.849 1.179.360.331
Lain-lain 185.040.000 191.040.000
Jumlah 43.278.125.841 43.664.601.612
Goodwill
Merupakan selisih lebih antara biaya perolehan dan bagian Perusahaan atas nilai wajar aset bersih entitas anak
pada saat akuisisi.
31 Maret 2024 31 Desember 2023
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
Rp Rp
TMP 39.851.112.779 39.851.112.779
PNC 2.849.000 2.849.000
SGK 314.130 314.130
Jumlah 39.854.275.909 39.854.275.909
- 32 -
Page 34
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit) (Lanjutan)
Deposito berjangka yang dijaminkan
TMP, entitas anak, memiliki deposito berjangka yang dijaminkan pada PT Bank ICBC Indonesia, pihak ketiga yang
dijaminkan dalam rangka penyediaan fasilitas kredit kepada pembeli unit perkantoran dan apartemen oleh Bank
yang bersangkutan (Catatan 31c).
Dana/cadangan untuk penggantian perabotan dan perlengkapan hotel
SGK, entitas anak, diwajibkan untuk membentuk cadangan rekening untuk penggantian perabot dan perlengkapan
hotel dengan persentase sebesar 4% dari pendapatan hotel setiap bulan.
11. UTANG BANK JANGKA PENDEK
Berdasarkan Perjanjian Pinjaman No. 049/CIB-PK/XII/13 dengan PT Bank Pan Indonesia, SGK, entitas anak, yang
beberapa kali telah diubah terakhir dengan Surat Perubahan Perjanjian No. 053/CIB-PK/S/IX/23 tanggal
29 September 2023 telah setuju untuk memberikan fasilitas dari bank berupa Fasilitas Pinjaman Rekening Koran
dengan jumlah maksimal sebesar Rp 15.000.000.000.
Fasilitas tersebut akan jatuh tempo pada tanggal 27 Juni 2024 dan atas fasilitas tersebut, SGK, entitas anak,
dikenakan tingkat bunga sebesar 9,00% per tahun (floating).
Fasilitas pinjaman ini dijamin bersamaan dengan utang bank jangka panjang (Catatan 18).
Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, utang bank jangka pendek masing-masing sebesar
Rp 4.270.180.062 dan Rp 8.627.538.401.
Biaya bunga masih harus dibayar pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 masing-masing sebesar
Rp 1.213.456.089 dan Rp 1.478.504.372 (Catatan 15).
12. UTANG USAHA – PIHAK KETIGA
Rincian dari utang usaha berdasarkan pemasok adalah sebagai berikut:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
Rp Rp
Pihak ketiga
PT Graha Tunasmekar 6.071.715.123 6.071.715.123
PT Cendrawasih Farin 2.365.308.776 846.094.784
PT Trimatra Tatagraha - 1.185.467.806
Lain-lain (masing-masing
di bawah 5% dari utang usaha) 3.541.143.891 4.759.467.413
Jumlah 11.978.167.790 12.862.745.126
Rincian utang usaha berdasarkan mata uang adalah sebagai berikut:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
Rp Rp
Rupiah 11.855.786.483 12.740.891.750
Dolar Amerika Serikat 14.267.700 13.874.400
Euro 108.113.607 107.978.976
Jumlah 11.978.167.790 12.862.745.126
Tidak ada bunga ataupun jaminan yang secara khusus diberikan oleh Grup sehubungan dengan utang usaha di
atas.
- 33 -
Page 35
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit) (Lanjutan)
13. UTANG LAIN-LAIN – PIHAK KETIGA
31 Maret 2024 31 Desember 2023
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
Rp Rp
Pihak ketiga
PT SC Hotels & Resorts Indonesia 1.244.705.412 1.061.750.996
Lain-lain (masing-masing
di bawah 5% dari utang lain-lain) 1.162.114.908 1.269.174.349
Jumlah 2.406.820.320 2.330.925.345
14. PERPAJAKAN
A. Pajak Dibayar di Muka
Akun ini terdiri dari:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
Rp Rp
Pajak pertambahan nilai
Entitas Induk 3.647.803.635 3.534.122.592
Perusahaan Anak 65.465.683.782 64.716.516.076
Pajak Final
Perusahaan 526.195.139 513.178.715
Entitas Anak 6.903.152.847 6.915.652.774
Jumlah 76.542.835.403 75.679.470.157
B. Utang Pajak
Akun ini terdiri dari:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
Rp Rp
Pajak penghasilan
Pasal 21 1.745.424.960 770.939.977
Pasal 23 17.392.559 111.471.847
Persewaan dan pengalihan
Hak atas tanah dan/atau bangunan 3.514.571 34.259.619
Jasa konstruksi 62.896.416 78.529.473
Pajak hotel dan restoran 512.458.272 559.718.589
Jumlah 2.341.686.778 1.554.919.505
C. Beban Pajak Final dan Beban Pajak Penghasilan
Beban pajak final sehubungan dengan penyewaan pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Maret 2023 masing-
masing sebesar Rp 214.669.172 dan Rp 246.380.167.
Rekonsiliasi antara laba sebelum pajak menurut laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain
konsolidasian dengan laba fiskal adalah sebagai berikut:
- 34 -
Page 36
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit) (Lanjutan)
31 Maret 2024 31 Maret 2023
(Tidak Diaudit) (Tidak Diaudit)
Rp Rp
Laba sebelum pajak menurut
laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain konsolidasian 29.738.689.195 19.016.627.464
Pendapatan dividen dari entitas
asosiasi (Catatan 7) 40.091.550.000 25.360.400.000
Rugi sebelum pajak entitas anak 6.757.022.899 14.941.014.821
Laba entitas asosiasi (Catatan 7) (47.372.949.057) (40.026.005.574)
Laba sebelum pajak - Perusahaan 29.214.313.037 19.292.036.711
Pendapatan yang sudah diperhitungkan
atau dibayar pajak final (29.214.313.037) (19.292.036.711)
Laba sebelum pajak dari pendapatan
yang tidak terutang pajak
penghasilan final - -
Beban pajak kini - -
Dikurangi pajak penghasilan dibayar
Pasal 23 - -
Pasal 25 - -
Utang pajak kini - -
Laba kena pajak hasil rekonsiliasi menjadi dasar pengisian SPT Tahunan PPh Badan.
D. Pajak Tangguhan
Rincian aset pajak tangguhan Grup terdiri dari:
31 Maret 2024 (Tidak Diaudit)
Dibebankan ke
Dikreditkan ke Penghasilan
1 Januari 2024 laba rugi komprehensif lain 31 Maret 2024
Rp Rp Rp Rp
Liabilitas imbalan pascakerja 30.775.227 - - 30.775.227
Penyisihan penurunan
piutang usaha 15.266.930 - - 15.266.930
Jumlah 46.042.157 - - 46.042.157
31 Desember 2023 (Diaudit)
Dibebankan ke
Dikreditkan ke Penghasilan
1 Januari 2023 laba rugi komprehensif lain 31 Desember 2023
Rp Rp Rp Rp
Liabilitas imbalan pascakerja 34.106.028 (3.121.679) (209.122) 30.775.227
Penyisihan penurunan
piutang usaha 212.876.228 (197.609.298) - 15.266.930
Jumlah 246.982.256 (200.730.977) (209.122) 46.042.157
- 35 -
Page 37
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit) (Lanjutan)
15. BIAYA MASIH HARUS DIBAYAR
31 Maret 2024 31 Desember 2023
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
Rp Rp
Service charge 15.746.687.335 16.789.696.574
Jasa manajemen 1.537.956.686 1.537.956.686
Bunga atas utang bank (Catatan 11 dan 18) 1.213.456.089 1.478.504.372
Utilitas 607.304.441 1.679.044.034
Bonus 358.029.374 529.919.084
Jasa profesional 183.500.000 276.000.000
Lain-lain 2.894.807.594 3.040.998.156
Total 22.541.741.519 25.332.118.906
16. UANG JAMINAN PENYEWA
Uang jaminan penyewa merupakan uang yang diterima Perusahaan dan PNC, entitas anak, sehubungan dengan
penyewaan unit apartemen dan perkantoran.
17. UANG MUKA PENJUALAN DAN PENDAPATAN DITERIMA DIMUKA
Uang muka penjualan
31 Maret 2024 31 Desember 2023
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
Rp Rp
Penjualan apartemen 85.515.283.055 83.073.250.658
Penjualan kantor (Catatan 31e) 70.000.000.000 70.000.000.000
Jumlah 155.515.283.055 153.073.250.658
Dikurang bagian jangka pendek (1.581.039.860) (1.566.039.860)
Bagian jangka panjang 153.934.243.195 151.507.210.798
Uang muka penjualan merupakan uang muka atas penjualan apartemen dan unit perkantoran yang belum
memenuhi kriteria untuk pengakuan pendapatan.
Uang muka titipan pelanggan merupakan penerimaan dari calon pembeli yang masih dapat dibatalkan sewaktu-
waktu.
Uang muka penjualan merupakan uang muka atas penjualan apartemen dan unit perkantoran yang belum
memenuhi kriteria untuk pengakuan pendapatan.
Pendapatan diterima dimuka
31 Maret 2024 31 Desember 2023
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
Rp Rp
Pendapatan sewa diterima dimuka 5.865.991.591 6.045.911.515
Bagian yang direalisasi dalam satu tahun (5.298.257.614) (5.528.307.818)
Bagian yang direalisasi lebih dari satu tahun 567.733.977 517.603.697
Pendapatan sewa diterima dimuka merupakan uang muka sewa yang diterima dari penyewa.
- 36 -
Page 38
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit) (Lanjutan)
18. UTANG BANK JANGKA PANJANG
31 Maret 2024 31 Desember 2023
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
Rp Rp
PT Bank ICBC Indonesia 277.808.333.231 278.408.333.231
PT Bank Ina Perdana Tbk 216.648.000.000 225.000.000.000
PT Bank Pan Indonesia Tbk 35.699.851.731 36.899.851.731
Jumlah 530.156.184.962 540.308.184.962
Biaya transaksi yang belum diamortisasi (1.328.561.140) (1.738.011.332)
Bersih 528.827.623.822 538.570.173.630
Dikurangi:
Jatuh tempo dalam satu tahun (95.195.799.846) (90.733.544.633)
Bagian jangka panjang - bersih 433.631.823.976 447.836.628.997
PT Bank ICBC Indonesia
Pada tanggal 8 Oktober 2015 berdasarkan Akta Perjanjian Kredit No. 7, dari Notaris Deni Thanur, S.E., S.H., M.Kn.,
TMP, entitas anak memperoleh fasilitas kredit Fasilitas Pinjaman Tetap on Installment (PTI) dengan plafon
maksimal sebesar Rp 400.000.000.000 dan sub limit fasilitas Letter of Credit (L/C) serta fasilitas Trust Receipt (TR)
dengan plafon maksimal US$ 6.000.000 dari PT Bank ICBC Indonesia, pihak ketiga, untuk pembangunan konstruksi
proyek “Capital Square”. Fasilitas tersebut dikenakan tingkat suku bunga sebesar 12,5% per tahun.
Perjanjian kredit tersebut telah beberapa kali diubah, terakhir pada tanggal 23 Juni 2023, berdasarkan Perubahan
Perjanjian Kredit No. 018/ICBC-TCT/PTI/IV/2018/PR4, di mana PT Bank ICBC Indonesia telah setuju untuk
melakukan restrukturisasi ketiga dengan perubahan jangka waktu fasilitas PTI sampai dengan 20 Februari 2026
dengan tingkat suku bunga sebesar 10,50% per tahun (floating). Terdapat perubahan atas perjanjian kredit setelah
Laporan Keuangan ini diterbitkan sesuai dengan Perubahan Perjanjian Kredit No. 018/ICBC-TCT/PTI/IV/2018/PR5
tanggal 22 April 2024 (Catatan 35).
Fasilitas pinjaman ini dijamin dengan:
− HGB tanah atas nama TMP, entitas anak, seluas 12.969 m2 terletak di Jalan HR. Muhammad, Surabaya. Dari
HGB yang dijaminkan tersebut telah diroya seluas 276 m2 yang diperuntukkan untuk pelebaran jalan.
− Pembangunan yang akan datang dari Proyek Capital Square.
− Fidusia atas tagihan yang sudah ada maupun yang akan ada di kemudian hari yang berasal dari proyek Capital
Square.
− Surat Pernyataan, Janji dan Kesanggupan dari GWS untuk melunasi kewajiban TMP.
Perjanjian pinjaman mencakup beberapa persyaratan yang mengharuskan TMP, entitas anak, untuk:
− Mempertahankan collateral leverage sebesar 250%;
− Rasio utang terhadap ekuitas Maksimal 1,50x;
− Mempertahankan ekuitas positif minimal Rp 500.600.000.000; dan
− Financial covenant akan direview setiap 3 bulan sekali.
Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, TMP, entitas anak, telah mematuhi seluruh ketentuan
perjanjian bank.
PT Bank Pan Indonesia Tbk
Pada bulan September 2012, SGK, entitas anak, memperoleh fasilitas kredit dari Bank Pan dengan jumlah
maksimum sebesar Rp 120.000.000.000 yang terbagi atas:
1. Pinjaman jangka panjang dengan jumlah maksimum sebesar Rp 38.499.851.731. Jangka waktu pinjaman
sampai dengan 27 September 2027 dan harus dikembalikan dengan cicilan bulanan dengan tingkat bunga 9%
per tahun (floating).
2. Pinjaman Rekening Koran dengan jumlah maksimum sebesar Rp 15.000.000.000. Jangka waktu pinjaman 12
bulan sampai dengan September 2023 dan telah diperpanjang sampai dengan 27 Juni 2024 dengan tingkat
bunga 9,00% per tahun (Floating).
Fasilitas pinjaman ini dijamin dengan :
− Akta Pemberian Hak Tanggungan (APHT) atas tanah dan bangunan (Hotel Holiday Inn), hasil pecahan SHGB
No. 6127, Proyek Emporium Pluit di Jl. Pluit Selatan No. 1, Jakarta Utara, dengan nilai hak tanggungan sebesar
Rp 144.000.000.000 (Catatan 9).
− Fiduciaire Eigendomsoverdracht (FEO) mesin dan peralatan Hotel Holiday Inn di Jl. Pluit Selatan No. 1, Jakarta
Utara dengan nilai Rp 50.000.000.000 (Catatan 9).
- 37 -
Page 39
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit) (Lanjutan)
Perjanjian pinjaman mencakup persyaratan tertentu untuk tidak melakukan hal-hal berikut tanpa persetujuan tertulis
terlebih dahulu dari pihak bank, antara lain membatasi hak SGK untuk mengadakan merger, akuisisi, konsolidasi,
menjual, mengalihkan, menyewakan atau melepaskan harta kekayaan SGK kecuali untuk transaksi-transaksi yang
umum, mengubah anggaran dasar dan susunan direksi dan komisaris serta pemegang saham; menjaminkan harta
kekayaan; mengajukan permohonan kepailitan; mendapat pinjaman uang atau kredit dari pihak lain; memberikan
pinjaman kepada pihak lain, termasuk tetapi tidak terbatas pada direksi, komisaris, pemegang saham, entitas anak
dan/atau perusahaan afiliasinya; melakukan pembagian dividen; serta mengadakan penyertaan investasi pada
perusahaan lain.
Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, SGK, entitas anak, telah mematuhi seluruh ketentuan
perjanjian bank.
PT Bank INA Perdana Tbk
Berdasarkan akta Perjanjian Kredit No. 11 tanggal 27 April 2022, Perusahaan memperoleh fasilitas pinjaman
“Refinancing” pada tanggal 27 April 2022 dengan jumlah pokok yang tidak lebih dari Rp 250.000.000.000. Fasilitas
tersebut dikenakan tingkat suku bunga sebesar 9% per tahun yang dihitung dari jumlah baki debet (outstanding)
fasilitas pinjamannya dengan ketentuan tingkat bunga tersebut dapat berubah dan akan ditinjau setiap saat oleh
Bank (floating rate). Jangka waktu fasilitas maksimum fasilitas pinjaman yaitu selama 4 (empat) tahun termasuk
Masa Tenggang Waktu dan Jangka Waktu Penarikan yang dimulai sejak tanggal Perjanjian sampai dengan Tanggal
Akhir. Jangka Waktu Penarikan selama 18 (delapan belas) bulan sejak tanggal perjanjian.
Fasilitas pinjaman ini dijamin dengan:
− 41 Unit kantor TCC Batavia Tower 1 di Jalan K.H. Mas Mansyur Kav. 126, Kel. Karet Tengsin, Kec. Tanah
Abang, Jakarta Pusat, atas nama PT Greenwood Sejahtera Tbk dengan total luas 10.039 m2.
Perjanjian pinjaman mencakup persyaratan tertentu untuk tidak melakukan hal-hal berikut tanpa persetujuan tertulis
terlebih dahulu dari pihak bank, antara lain melakukan penarikan modal disetor, mengubah anggaran dasar, struktur
modal, pemegang saham dan pengurus, mengubah usaha dan badan hukum, mengajukan permohonan kepailitan
atau penundaan kewajiban pembayaran hutang, membubarkan perusahaan serta melakukan penggabungan
usaha, pengambilalihan usaha, pemisahan atau peleburan usaha, memberikan pinjaman kepada pihak lain,
memperoleh pinjaman uang atau kredit baru dari pihak lain, menggadaikan dan mengalihkan saham, bertindak
sebagai penjamin dengan mengikatkan diri sebagai penjamin hutang, memberikan garansi atau menjamin harta
kekayaan untuk kepentingan pihak lain, menjual dan menyewakan aset, mengalihkan usaha, mengalihkan usaha
kepada pihak lain, mengadakan penyertaan modal dan investasi di perusahaan lain, melakukan pembayaran baik
pokok, bunga maupun pembayaran lain atas hutang Pemegang Saham, melakukan pembelian harta tetap
sepanjang tidak mempengaruhi kewajiban Perusahaan kepada Bank, melakukan pembayaran dipercepat atas
suatu hutang yang belum jatuh tempo, kecuali berhubungan dengan kegiatan usaha Perusahaan dan tidak
mempengaruhi kewajiban Perusahaan kepada Bank, melakukan transaksi tidak wajar dengan pihak lain termasuk
kepada perusahaan afiliasi atau kepada Pemegang Saham dan harus berdasarkan praktek dan kebiasaan usaha
serta prinsip perdagangan yang bebas, mengalihkan dan menyewakan jaminan.
Pada tanggal 31 Maret 2024, Perusahaan telah mematuhi seluruh ketentuan perjanjian bank.
19. ESTIMASI LIABILITAS IMBALAN PASCAKERJA
Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, Perusahaan mencatat liabilitas imbalan pascakerja
berdasarkan perhitungan yang dilakukan oleh KKA Setyo Widodo dan KKA Tubagus Syafrial & Amran Nangasan,
Aktuaris Independen, masing-masing tertanggal 13 Maret 2024 dan 27 Februari 2023, di mana disusun
menggunakan metode aktuarial “Projected Unit Credit” dan asumsi-asumsi utama sebagai berikut:
31 Desember 2023
Tingkat pensiun normal 55-56 tahun
Tingkat diskonto per tahun 6,69% - 6,73%
Tingkat kenaikan gaji per tahun 8,00%-10,00%
Tingkat mortalitas TMV 2019
Tingkat cacat 10 % TMI IV (2019)
Tingkat pengunduran diri 5% pada umur 26 tahun
dan menurun secara
linier sampai 0% pada
umur 56 tahun
- 38 -
Page 40
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit) (Lanjutan)
Mutasi nilai kini liabilitas imbalan pasti adalah sebagai berikut:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
Rp Rp
Saldo awal 8.637.649.768 7.280.698.441
Beban imbalan kerja karyawan
tahun berjalan (Catatan 24) 323.162.902 1.292.651.572
Beban imbalan pasti yang
diakui dalam penghasilan komprehensif lain 30.002.337 119.799.755
Pembayaran imbalan kerja - (55.500.000)
Jumlah 8.990.815.007 8.637.649.768
Manajemen berkeyakinan bahwa estimasi liabilitas tersebut di atas cukup untuk memenuhi ketentuan yang berlaku.
Tabel berikut menyajikan sensitivitas atas kemungkinan perubahan tingkat suku bunga pasar, dengan variabel lain
dianggap tetap, terhadap kewajiban imbalan pascakerja dan beban jasa kini, pada tanggal 31 Desember 2023:
31 Desember 2023
Kewajiban imbalan Beban jasa kini dan
pascakerja beban bunga
Tingkat diskonto
Kenaikan 1% 8.087.271.799 704.368.698
Penurunan 1% 9.254.077.057 854.225.825
Tingkat kenaikan gaji per tahun
Kenaikan 1% 9.205.709.039 848.538.677
Penurunan 1% 6.746.903.549 707.760.517
Analisis sensitivitas disajikan di atas mungkin tidak mewakili perubahan yang sebenarnya dalam liabilitas imbalan
pasti mengingat bahwa perubahan asumsi terjadinya tidak terisolasi satu sama lain karena beberapa asumsi
tersebut mungkin berkorelasi.
20. MODAL SAHAM
Susunan pemegang saham Perusahaan pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 berdasarkan laporan
yang disusun oleh PT Adimitra Jasa Korpora, Biro Administrasi Efek, adalah sebagai berikut:
31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Nama Pemegang Saham Jumlah Persentase Jumlah Modal
Saham Kepemilikan Disetor
% Rp
PT Prima Permata Sejahtera 4.387.657.776 56,25 438.765.777.600
PT Kencana Graha Nusamandiri 1.813.102.224 23,24 181.310.222.400
Ang Andri Pribadi - Komisaris Utama 969.000 0,01 96.900.000
Masyarakat umum
(masing-masing dibawah 5%) 1.599.031.000 20,50 159.903.100.000
Jumlah 7.800.760.000 100,00 780.076.000.000
Berdasarkan Akta Risalah Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) No. 188 tanggal 30 Juni 2023 dari
Notaris Buntario Tigris, S.H. S.E., M.H, para pemegang saham telah menyetujui penggunaan alokasi laba bersih
tahun 2022 sebesar Rp 5.000.000.000 ditetapkan sebagai dana cadangan sesuai dengan Anggaran Dasar
Perusahaan. Sisa laba bersih sebesar Rp 26.096.724.286 akan digunakan untuk keperluan modal kerja
Perusahaan dan dicatat sebagai saldo laba yang belum ditentukan penggunaannya.
- 39 -
Page 41
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit) (Lanjutan)
21. CADANGAN UMUM
Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan sebagaimana dinyatakan dalam Akta No. 188 tanggal
30 Juni 2023 dari Buntario Tigris Darmawa NG, Sarjana Hukum, Sarjana Ekonomi, Magister Hukum, notaris di
Jakarta Pusat, pemegang saham Perusahaan menyetujui untuk membentuk cadangan umum sebesar
Rp 5.000.000.000.
22. KEPENTINGAN NONPENGENDALI
Kepentingan nonpengendali atas aset bersih Entitas Anak adalah sebagai berikut:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
Rp Rp
a. Kepentingan nonpengendali atas
Aset bersih Entitas Anak
PT Sentra Graha Kencana (SGK) 35.833.353.990 35.212.830.278
PT Prakarsa Nusa Cemerlang (PNC) 24.331.329.457 24.426.933.822
PT Trisakti Makmur Persada (TMP) (61.154.032) (61.146.649)
Jumlah 60.103.529.415 59.578.617.451
Kepentingan Nonpengendali atas Laba (Rugi) Komprehensif Entitas Anak adalah sebagai berikut:
31 Maret 2024 31 Maret 2023
(Tidak Diaudit) (Tidak Diaudit)
Rp Rp
b. Kepentingan nonpengendali atas
Laba (Rugi) bersih Entitas Anak
PT Sentra Graha Kencana (SGK) 619.987.881 (201.888.994)
PT Trisakti Makmur Persada (TMP) (7.363) (73.509.334)
PT Prakarsa Nusa Cemerlang (PNC) (95.604.360) (10.899)
Jumlah 524.376.158 (275.409.227)
23. PENJUALAN DAN PENDAPATAN USAHA
Rincian penjualan dan pendapatan usaha adalah sebagai berikut:
31 Maret 2024 31 Maret 2023
(Tidak Diaudit) (Tidak Diaudit)
Rp Rp
Pendapatan:
Sewa 2.280.535.263 2.289.923.247
Hotel 12.265.629.910 9.696.461.153
Jumlah 14.546.165.173 11.986.384.400
Jumlah 14.546.165.173 11.986.384.400
Tidak terdapat pendapatan dari pelanggan maupun penjualan yang melebihi 10% dari jumlah penjualan dan
pendapatan untuk periode 31 Maret 2024 dan 2023.
- 40 -
Page 42
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit) (Lanjutan)
24. BEBAN POKOK PENJUALAN DAN BEBAN LANGSUNG
Rincian beban pokok penjualan dan beban langsung adalah sebagai berikut:
31 Maret 2024 31 Maret 2023
(Tidak Diaudit) (Tidak Diaudit)
Rp Rp
Beban langsung:
Penyusutan (Catatan 9) 2.917.493.154 2.590.545.764
Utilitas 997.820.259 846.556.500
Gaji dan tunjangan 933.276.930 1.001.843.539
Lain-lain 2.388.014.951 1.853.230.750
Jumlah 7.236.605.294 6.292.176.553
25. BEBAN PENJUALAN
31 Maret 2024 31 Maret 2023
(Tidak Diaudit) (Tidak Diaudit)
Rp Rp
Komisi 214.423.066 142.830.283
Gaji dan tunjangan 81.270.855 -
Penyusutan (Catatan 9) 24.927.609 26.241.179
Iklan dan promosi 24.744.646 31.308.800
Lain-lain - 387.189.131
Jumlah 345.366.176 587.569.393
26. BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI
31 Maret 2024 31 Maret 2023
(Tidak Diaudit) (Tidak Diaudit)
Rp Rp
Gaji dan tunjangan 12.629.286.798 10.351.653.574
Perbaikan dan pemeliharaan 2.865.097.458 295.565.095
Sewa dan jasa layanan 2.591.246.443 409.423.294
Jasa manajemen (Catatan 31) 1.239.176.502 935.047.850
Jasa keamanan 614.373.552 516.400.582
Penyusutan (Catatan 9) 586.172.833 589.791.388
Utilitas 498.634.380 413.023.440
Beban kantor 468.825.727 533.800.811
Imbalan pascakerja (Catatan 19) 323.162.902 290.538.194
Biaya konversi pembangunan rumah Susun 218.953.542 4.386.802.781
Lain-lain 60.862.504 807.935.175
Jumlah 22.095.792.641 19.529.982.184
27. PENGHASILAN BUNGA
31 Maret 2024 31 Maret 2023
(Tidak Diaudit) (Tidak Diaudit)
Rp Rp
Deposito berjangka 3.669.549.450 653.984.053
Jasa giro 75.407.633 35.761.923
Jumlah 3.744.957.083 689.745.976
- 41 -
Page 43
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit) (Lanjutan)
28. LABA PER SAHAM
31 Maret 2024 31 Maret 2023
(Tidak Diaudit) (Tidak Diaudit)
Rp Rp
Laba
Laba bersih yang dapat diatribusikan
kepada pemilik entitas induk 29.214.313.037 19.292.036.711
Jumlah Saham
Jumlah rata-rata tertimbang saham
untuk tujuan perhitungan laba
bersih per saham dasar 7.800.760.000 7.800.760.000
Laba Per Saham Dasar 3,75 2,47
Pada tanggal laporan posisi keuangan konsolidasian, Perusahaan tidak memiliki efek berpotensi saham biasa yang
bersifat dilutif.
29. SIFAT DAN TRANSAKSI PIHAK BERELASI
a. PT Kencana Graha Nusamandiri dan PT Prima Permata Sejahtera adalah pemegang saham utama
Perusahaan.
b. PT Karya Multi Makmur adalah pemegang saham minoritas entitas anak, SGK.
c. Pihak berelasi yang merupakan entitas yang dikendalikan personil manajemen kunci Perusahaan:
− PT Langgeng Gemilang Sejahtera
d. Pihak berelasi yang merupakan entitas asosiasi Perusahaan:
− PT Arah Sejahtera Abadi
− PT Briliant Sakti Persada
− PT Pluit Propertindo
− PT Manggala Gelora Perkasa
− PT Citra Gemilang Nusantara
Transaksi-transaksi dengan Pihak Berelasi
Dalam kegiatan usahanya, Grup melakukan transaksi tertentu dengan pihak berelasi, yang meliputi antara lain:
a. Sejak tahun 2013, Perusahaan mengadakan perjanjian pengelolaan Perkantoran TCC Batavia - Tower 1
dengan PT Langgeng Gemilang Sejahtera. Perjanjian ini telah diperpanjang sampai dengan 10 Februari
2026.
b. Pada tanggal 7 Januari 2009, ASA, entitas asosiasi, mengadakan perjanjian jasa konsultasi manajemen
dengan PNC, entitas anak, untuk memberi jasa konsultasi manajemen. Perjanjian ini telah diperpanjang
beberapa kali terakhir pada tanggal 13 April 2023 yang berlaku sampai dengan 31 Desember 2023.
c. Perusahaan menerima dividen dari CGN, entitas asosiasi, akan tetapi bagian Perusahaan atas rugi CGN
sudah melebihi kepentingannya, maka Perusahaan menghentikan pengakuan bagiannya atas rugi lebih
lanjut (berdasarkan PSAK No. 15). Dividen yang sudah diterima oleh Perusahaan disajikan pada akun
"Utang Pihak Berelasi". Saldo pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 masing-masing
sebesar Rp 22.843.832.200 dan Rp 21.923.832.200.
30. INFORMASI SEGMEN
Grup menetapkan segmen berdasarkan unit usahanya secara terpisah guna keperluan pengambilan keputusan
mengenai alokasi sumber daya dan penilaian kinerja. Kinerja segmen dievaluasi berdasarkan laba atau rugi operasi
dan diukur secara konsisten dengan laba atau rugi operasi pada laporan keuangan konsolidasian.
Segmen Usaha
Grup melakukan kegiatan usaha sebagai berikut
I. Penjualan dan pendapatan sewa
− Apartemen
− Perkantoran
II. Pendapatan
− Hotel
- 42 -
Page 44
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit) (Lanjutan)
Berikut ini adalah informasi segmen berdasarkan segmen usaha:
31 Maret 2024 (Tidak Diaudit)
Tidak dapat
Perkantoran Apartemen Hotel dialokasikan Eliminasi Konsolidasian
Rp Rp Rp Rp Rp Rp
Penjualan dan pendapatan
usaha 2.166.816.171 113.719.092 12.265.629.910 - - 14.546.165.173
Hasil
Hasil segmen 2.166.816.171 113.719.092 5.029.024.616 - - 7.309.559.879
Beban penjualan (20.651.443) (259.106.419) 82.662.721 (148.271.035) - (345.366.176)
Beban umum dan administrasi (16.327.367.987) (68.974.358) (2.170.720.020) (3.528.730.276) - (22.095.792.641)
Beban pajak final (193.438.056) (11.371.908) (9.859.208) - - (214.669.172)
Bagian laba bersih
entitas asosiasi 47.372.949.057 - - - - 47.372.949.057
Pendapatan bunga 3.426.252.978 12.433.596 13.249.021 293.021.488 - 3.744.957.083
Beban bunga dan keuangan (5.073.496.714) (230.000) (997.737.619) (128.047.516) - (6.199.511.849)
Keuntungan (kerugian)
lainnya - neto 344.496.020 6.000.000 - (183.933.006) - 166.563.014
Laba (rugi) sebelum pajak 31.695.560.026 (207.529.997) 1.946.619.511 (3.695.960.345) - 29.738.689.195
LAPORAN POSISI KEUANGAN
Aset segmen 5.268.224.317.772 63.226.004.858 129.145.608.145 1.571.928.125.076 853.072.672.056 7.885.596.727.907
Liabilitas segmen 251.928.579.434 9.424.332.294 45.692.794.806 439.618.526.052 21.781.404.927 768.445.637.513
Informasi Lainnya
Penyusutan 562.223.747 - 2.921.630.779 44.739.070 - 3.528.593.596
31 Maret 2023 (Tidak Diaudit)
Tidak dapat
Perkantoran Apartemen Hotel dialokasikan Eliminasi Konsolidasian
Rp Rp Rp Rp Rp Rp
Penjualan dan pendapatan
usaha 2.172.604.155 117.319.092 9.696.461.153 - - 11.986.384.400
Hasil
Hasil segmen 2.171.055.184 117.319.092 3.405.833.571 - - 5.694.207.847
Beban penjualan (3.955.555) (247.734.510) (284.582.024) (51.297.304) - (587.569.393)
Beban umum dan administrasi (13.215.928.475) (420.707.618) (2.546.498.033) (3.346.848.058) - (19.529.982.184)
Beban pajak final (227.674.621) (11.731.908) (6.973.638) - - (246.380.167)
Bagian laba bersih
entitas asosiasi 40.026.005.574 - - - - 40.026.005.574
Pendapatan bunga 653.759.934 14.157.870 - 21.828.172 - 689.745.976
Beban bunga dan keuangan (4.808.371.343) (723.240) (1.015.563.291) (169.599.999) - (5.994.257.873)
Keuntungan (kerugian)
lainnya - neto 735.263.078 18.926.517 - (1.789.331.911) - (1.035.142.316)
Laba (rugi) sebelum pajak 25.330.153.776 (530.493.797) (447.783.415) (5.335.249.100) - 19.016.627.464
LAPORAN POSISI KEUANGAN
Aset segmen 5.106.074.510.023 63.880.665.582 126.202.598.493 1.443.691.518.523 1.077.194.746.625 7.817.044.039.246
Liabilitas segmen 241.195.815.305 8.117.995.937 49.016.717.648 455.410.592.419 17.367.759.970 771.108.881.279
Informasi Lainnya
Penyusutan 563.068.035 112.486 2.593.304.181 50.093.629 - 3.206.578.331
31. IKATAN
a. Akta Kesepakatan Bersama II No. 138 tanggal 24 Agustus 2009 yang dibuat di hadapan Buntario Tigris, S.H.,
S.E., M.H., notaris di Jakarta, oleh dan antara Ny. Betty Donna Christina Siahaan (Betty) dan Tn. DR. Tunggul
Simanjuntak (Tunggul) (yang dalam hal ini bertindak masing-masing sebagai pemegang dan pemilik hak atas
seluruh saham sejumlah 50.000 lembar dalam PT Sinar Bonana Jaya (SBJ)) dan PT Kawasan Industri
Jababeka Tbk (KIJA) dengan Perusahaan. Betty dan Tunggul setuju dan sepakat untuk menjual seluruh saham
dan tagihan yang dimiliki oleh mereka terhadap SBJ kepada Perusahaan dan/atau pihak lain yang ditunjuk oleh
Perusahaan dengan harga penjualan masing masing sebesar Rp 5.000.000.000 dan Rp 17.500.000.000. KIJA
setuju dan sepakat untuk menjual tagihan miliknya terhadap SBJ kepada Perusahaan dan/atau pihak lain yang
ditunjuk oleh Perusahaan sebesar Rp 50.000.000.000. Pembayaran oleh Perusahaan kepada Betty dan Tunggul
dilakukan secara bertahap sebanyak 8 kali (dalam PPJB No. 139 tanggal 24 Agustus 2009, pembayaran
dilakukan 7 kali, dimana pada pembayaran ketiga dilakukan secara 2 tahap) sesuai dengan pemenuhan kondisi
tertentu oleh pihak Betty dan Tunggul. Sedangkan pembayaran kepada KIJA dilakukan secara bertahap
sebanyak 5 kali sesuai dengan pemenuhan kondisi tertentu oleh pihak KIJA.
Pada tanggal 15 Desember 2014, Betty dan Tunggul (Pemohon) mengajukan Permohonan Arbitrase
No. 640/XII/ARB-BANI/2014 melawan Perusahaan (Termohon) dan Buntario Tigris, SH., S.E., M.H. (selaku turut
Termohon) di Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI), untuk melakukan pembatalan perjanjian pengikatan
jual beli saham dan tagihan PT Sinar Bonana Jaya (SBJ) yang dinyatakan dalam Akta No. 139 tanggal 24
Agustus 2009. Perkara ini telah diputus oleh Mahkamah Arbitrase BANI pada tanggal 4 Februari 2016 dengan
putusan menolak seluruhnya permohonan Pemohon. Dengan demikian, Perjanjian Pengikatan Jual Beli Saham
dan Tagihan PT SBJ antara Perusahaan dengan Betty dan Tunggul dinyatakan sah dan masih mengikat kedua
belah pihak.
- 43 -
Page 45
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit) (Lanjutan)
Sampai dengan tanggal penyelesaian laporan keuangan konsolidasian, Perusahaan telah membayar sebesar
Rp 2.850.000.000 kepada Betty dan Tunggul, yang dicatat pada akun piutang lain-lain sebesar Rp 350.000.000
dan akun uang muka investasi sebesar Rp 2.500.000.000 dan sebesar Rp 2.500.000.000 kepada KIJA yang
dicatat sebagai bagian piutang lain-lain.
b. Pada 27 Oktober 2003, PNC mengadakan perjanjian jual beIi dengan PT Graha Tunasmekar selaku pemilik
tunggal yang sah dan memiliki hak penuh untuk unit yang sedang dibangun, dan merupakan kontraktor dan
pengembang rumah susun apartemen “The Peak di Sudirman” (The Peak) yang telah diubah dengan adendum
pada tanggal 2 Desember 2004.
c. Grup mengadakan perjanjian dengan beberapa bank dalam rangka penyediaan fasilitas kredit kepada pembeli
untuk pemilikan perkantoran dan apartemen milik Grup sebagai berikut:
1. Perusahaan mengadakan perjanjian kerjasama pemberian fasilitas kredit kepemilikan perkantoran (KPK)
dengan PT Bank Central Asia Tbk.
2. PNC, entitas anak, mengadakan perjanjian kerjasama pemberian fasilitas kredit kepemilikan apartemen
(KPA) dengan Bank Pan Indonesia, Bank CIMB Niaga dan Bank OCBC NISP.
3. TMP, entitas anak, mengadakan perjanjian kerjasama pemberian fasilitas kredit kepemilikan apartemen
(KPA) dengan PT Bank Central Asia Tbk.
Dalam perjanjian kerjasama tersebut, Grup menjamin pembayaran jumlah yang terutang atas pembelian unit
perkantoran dan unit apartemen oleh pembeli kepada bank – bank pemberi KPK dan KPA melalui penempatan
dana pada bank yang bersangkutan (Catatan 10). Penjaminan ini berlaku sampai dengan Akta Jual beli (AJB)
dan Akta Pemberian Hak Tanggungan (APHT) atas unit perkantoran dan unit apartemen tersebut
ditandatangani.
d. Pada tahun 2012, SGK mengadakan perjanjian kerja sama dengan Intercontinental Hotel Group
(PT SC Hotels & Resorts Indonesia) untuk pengawasan, pengarahan dan untuk mengelola Hotel Holiday Inn
Express. Perjanjian ini berlaku selama 15 tahun. SGK diwajibkan untuk membayar:
1. Biaya dasar manajemen sebesar 2 % dari dari pendapatan kotor hotel.
2. Biaya insentif manajemen sebesar persentase tertentu dari laba operasi kotor yang telah disesuaikan
(AGOP).
Pada periode 31 Maret 2024 dan 2023, beban jasa manajemen masing-masing sebesar Rp 1.239.176.502 dan
Rp 935.047.850 dicatat sebagai bagian dari beban umum dan administrasi (Catatan 26).
e. Pada tanggal 30 Juli 2013 dengan addendum tertanggal 11 April 2014, TMP, entitas anak, melakukan transaksi
pembelian tanah dengan PT Equator Paradise, dengan penandatanganan surat pesanan dan/atau Perjanjian
Pengikatan Jual Beli atas unit-unit kantor oleh PT Eastern Star Capital (ESC), segera setelah didirikannya
proyek Capital Square, proses balik nama keatas nama TMP dan setelah mendapatkan Izin Mendirikan
Bangunan. Atas perjanjian ini, TMP, entitas anak, mencatat utang sebesar Rp 70.000.000.000 yang disajikan
sebagai bagian dari uang muka penjualan (Catatan 17).
f. Pada tanggal 19 November 2019, berdasarkan hasil pembahasan perhitungan nilai konversi sesuai dengan
Peraturan Gubernur Provinsi DKI Jakarta No. 112 Tahun 2019, tentang Tata Cara Pemenuhan Kewajiban
Pembiayaan dan Pembangunan Rumah Susun Murah/Sederhana Melalui Konversi oleh para Pemegang Izin
Pemanfaatan Ruang, Perusahaan sebagai pemegang Izin Pemanfaatan Ruang telah menyepakati jumlah nilai
konversi sebesar Rp 42.260.447.250 melalui Surat Pernyataan No. 8 tanggal 4 Juni 2021. Nilai konversi
didasarkan oleh Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) pada tahun 2019 sebesar Rp 55.923.000/m2 dan luas lahan
yang ditunjuk oleh Surat Izin Penunjukkan Penggunaan Tanah (SIPPT) sebesar +/- 24.173 m2. Selanjutnya,
berdasarkan Surat dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Daerah Khusus
Ibukota Jakarta No. 32/C.47/31.71.07.1003.04.005.K.1.a.b/1/- 1.711.32/2021 tanggal 21 Oktober 2021
memutuskan memberikan izin prinsip konversi kepada Perusahaan sebesar nilai konversi melalui
pembangunan fasilitas publik dalam bentuk Pembangunan Rumah Susun Kampung Akuarium Tahap Dua, yang
meliputi biaya KJPP dan Konsultan Manajemen untuk Blok A, E dan C, Konstruksi Blok A dan E serta konstruksi
lansekap, di mana konstruksi pembangunan Blok A dan E diselesaikan paling lambat pada tanggal 20 Juni 2022
dan serah terima kepada Walikota Jakarta Utara paling lambat bulan Oktober 2022 melalui Berita Acara Serah
Terima.
Pada tanggal 14 Maret 2022, berdasarkan Surat No. 024-002/GWS-TCC/DIR/III/2022, Perusahaan melakukan
permohonan untuk membangun satu Blok terlebih dahulu atas Rumah Susun Kampung Akuarium, hal tersebut
dikarenakan sesuai dengan Surat No. 025-002/GWS-TCC/DIR/III/2022 tanggal 18 Maret 2022 sehubungan
dengan kesanggupan Perusahaan untuk mendanai pembangunan konstruksi pembangunan Rumah Susun
Kampung Akuarium sebesar Rp 21.500.000.000.
Berdasarkan Surat No. 1105/-1.796.32 tanggal 23 Maret 2022 dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Dinas
Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, Perusahaan diminta untuk segera menerbitkan Surat
Kerjasama dengan PT Prosys Eka Persada sebagai Manajemen Konstruksi dan penunjukkan penyedia jasa
konstruksi dengan PT Totalindo Eka Persada.
Selanjutnya, pada tanggal 5 Oktober 2022 berdasarkan surat No. 076-012/GWS- RKA/DIR/X/2022, Perusahaan
mengajukan permohonan perubahan tanggal penyerahan fisik bangunan dalam izin prinsip kepada Dinas
- 44 -
Page 46
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit) (Lanjutan)
Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman DKI Jakarta. Dan pada tanggal 13 Oktober 2022, Dinas
Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi DKI Jakarta mengeluarkan surat keputusan No.
43/C.47/31.71.07.1003.04.005.K.1.a.b/1/-.711.32/202 tentang perpanjangan izin prinsip pelaksanaan bentuk
konversi, dimana konstruksi pembangunan diselesaikan paling lambat Februari 2023 dan serah terima kepada
Walikota Jakarta Utara paling lambat April 2023. Selanjutnya, atas izin prinsip yang telah berakhir tersebut,
Perusahaan mengirimkan Surat No. 042-008/GWS-RKA/PRO/III/2023 tanggal 28 Maret 2023 sehubungan
dengan permohonan perubahan tanggal penyerahan fisik bangunan dalam izin prinsip pelaksanaan bentuk
konversi kepada Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman DKI Jakarta.
Perusahaan sudah memulai proses konstruksi pembangunan Rumah Susun Kampung Akuarium.
Pembangunan Rumah Susun Kampung Akuarium dilaksanakan oleh kontraktor yang penyelesaiannya
berdasarkan progress proyek serta nilai proyek tersebut nilainya akan diverifikasi oleh pihak KJPP. (Manajemen
Konstruksi yang ditunjuk oleh Pemerintah Daerah).
32. KATEGORI DAN KELAS INSTRUMEN KEUANGAN
Selain dari piutang usaha dan utang bank jangka panjang, seluruh jumlah tercatat aset dan liabilitas keuangan yang
diakui di dalam laporan posisi keuangan konsolidasian pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, telah
mendekati nilai wajarnya karena merupakan instrumen keuangan yang berjangka pendek.
Jumlah tercatat piutang lain-lain, aset lainnya, uang jaminan penyewa, utang bank jangka panjang dan utang pihak
berelasi diakui berdasarkan arus kas masa depan yang didiskontokan dengan tingkat bunga pasar yang
mencerminkan risiko kredit dengan mengacu pada instrumen keuangan yang serupa. Dengan demikian, jumlah
tercatat utang tersebut juga telah mendekati nilai wajarnya.
33. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN DAN RISIKO MODAL
Tujuan dan kebijakan manajemen risiko keuangan
Tujuan dan kebijakan manajemen risiko keuangan Grup adalah untuk memastikan bahwa sumber daya keuangan
yang memadai tersedia untuk operasi dan pengembangan bisnis, serta untuk mengelola risiko mata uang asing,
risiko kredit, risiko likuiditas dan risiko suku bunga. Grup beroperasi dengan pedoman yang telah ditentukan oleh
Direksi.
I. Manajemen risiko mata uang asing
Risiko nilai tukar mata uang asing timbul ketika transaksi dalam mata uang selain mata uang fungsional dari
Grup yang terutama disebabkan karena volatilitas atau fluktuasi nilai tukar mata uang asing tersebut. Volatilitas
ini menghasilkan pendapatan dan menimbulkan beban yang mempengaruhi pendapatan dan beban Grup.
Kebijakan Grup adalah melakukan pengelolaan dengan cara penyeimbangan arus kas dari aktivitas operasi dan
pendanaan dalam mata uang yang sama.
Sebagian besar transaksi Grup dilakukan dalam mata uang Rupiah, demikian juga dengan pembukuannya.
Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, Grup mempunyai aset dan liabilitas moneter dalam mata
uang asing sebagai berikut:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
Mata Uang Ekuivalen Mata Uang Ekuivalen
Asing Rp Asing Rp
Aset Moneter
Kas dan setara kas US$ 789.546 12.516.665.921 772.270 12.148.582.346
Jumlah aset 12.516.665.921 12.148.582.346
Liabilitas Moneter
Utang usaha kepada
pihak ketiga US$ 900 14.267.700 900 13.874.400
EURO 6.300 108.113.607 6.300 107.978.976
Jumlah Liabilitas Moneter 122.381.307 121.853.376
Jumlah Aset Neto Moneter 12.394.284.614 12.026.728.970
- 45 -
Page 47
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit) (Lanjutan)
II. Manajemen risiko kredit
Risiko kredit mengacu pada risiko rekanan gagal dalam memenuhi kewajiban kontraktualnya yang
mengakibatkan kerugian bagi Grup.
Risiko kredit Grup terutama melekat pada rekening bank, deposito berjangka, piutang usaha dan lain-lain.
Grup menempatkan saldo bank dan deposito berjangka pada institusi keuangan yang layak serta terpercaya.
Grup meminimalisasi risiko kredit atas piutang usaha yang timbul dari pembeli properti dengan mengenakan
denda atas keterlambatan pembayaran, pembatalan penjualan dengan denda pembatalan dan apabila
penjualan belum dilunasi tidak dilakukan serah terima unit yang dijual sehingga dapat dilakukan penjualan
kembali properti dengan dikenakan klaim atas kerugian yang timbul dari penjualan kembali tersebut. Untuk
risiko kredit yang timbul dari penyewa properti investasi dilakukan dengan cara meminta penyewa untuk
memberikan deposit dalam bentuk tunai atau bank garansi untuk sewa selama 3 bulan, serta membayar
uang muka sewa sebelum masa sewa berlaku.
Grup memiliki kebijakan untuk memperoleh pertumbuhan pendapatan yang berkelanjutan dengan
meminimalkan kerugian yang terjadi karena eksposur risiko kredit. Karena itu, Grup memiliki kebijakan untuk
memastikan transaksi dilakukan dengan pelanggan yang memiliki sejarah dan reputasi kredit yang baik.
Manajemen melakukan pengawasan secara terus menerus untuk mengurangi eksposur risiko kredit. Piutang
usaha atas penjualan perkantoran dan apartemen Grup pada tanggal pelaporan sebagian besar merupakan
selisih pengakuan pendapatan setelah dikurangi dengan bagian yang telah dibayar oleh pembeli sehingga
pembayarannya belum jatuh tempo.
III. Manajemen risiko suku bunga
Risiko suku bunga adalah risiko dimana nilai wajar atau arus kas kontraktual masa datang dari suatu
instrumen keuangan akan terpengaruh akibat perubahan suku bunga pasar. Eksposur Grup yang
terpengaruh risiko suku bunga terutama terkait dengan utang bank.
Untuk meminimalkan risiko suku bunga, Grup mengelola beban bunga melalui kombinasi pembiayaan
melalui perbankan dan institusi keuangan yang kredibel. Manajemen juga melakukan penelaahan berbagai
suku bunga yang ditawarkan oleh kreditur untuk mendapatkan suku bunga yang menguntungkan sebelum
mengambil keputusan untuk melakukan perikatan utang.
Manajemen tidak menganggap perlunya melakukan swap suku bunga pada saat ini.
Tidak ada analisis sensitivitas yang dilakukan karena Grup tidak memperkirakan adanya dampak material
terhadap laba atau rugi Grup yang timbul dari dampak perubahan suku bunga yang wajar pada instrumen
keuangan berbunga pada akhir periode pelaporan.
IV. Manajemen risiko likuiditas
Tanggung jawab utama manajemen risiko likuiditas terletak pada direksi, yang telah membangun kerangka
manajemen risiko likuiditas yang sesuai untuk persyaratan manajemen likuiditas dan pendanaan jangka
pendek, menengah dan jangka panjang Grup. Grup mengelola risiko likuiditas dengan menjaga kecukupan
simpanan, fasilitas bank dan fasilitas pinjaman cadangan dengan terus menerus memonitor perkiraan dan
arus kas aktual dan mencocokkan profil jatuh tempo liabilitas keuangan.
Tabel risiko likuiditas dan suku bunga
Tabel berikut merinci sisa jatuh tempo kontrak untuk liabilitas keuangan nonderivatif dengan periode
pembayaran yang disepakati Grup. Tabel telah disusun berdasarkan arus kas yang tidak terdiskontokan dari
liabilitas keuangan berdasarkan tanggal terawal di mana Grup dapat diminta untuk membayar. Tabel
mencakup arus kas bunga dan pokok. Sepanjang arus bunga tingkat mengambang jumlah tidak
didiskontokan berasal dari kurva suku bunga pada akhir periode pelaporan. Jatuh tempo kontrak didasarkan
pada tanggal terawal di mana Grup mungkin akan diminta untuk membayar.
- 46 -
Page 48
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit) (Lanjutan)
31 Maret 2024 (Tidak Diaudit)
Tingkat bunga
efektif Kurang dari
1 - 3 bulan 3 bulan - 1 tahun 1 - 5 tahun Di atas 5 tahun Jumlah
rata-rata 1 bulan
tertimbang
Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp
Tanpa bunga
Utang usaha
Pihak ketiga - - 11.973.703.846 - 4.463.944 - 11.978.167.790
Utang lain-lain kepada
pihak ketiga - - - 2.406.820.320 - - 2.406.820.320
Biaya yang masih
harus dibayar - - 22.541.741.519 - - - 22.541.741.519
Uang jaminan
penyewa - - 258.863.176 - 2.604.632.193 - 2.863.495.369
Instrumen tingkat
bunga variabel
Utang bank jangka
pendek 9,00% - - - 4.270.180.062 - 4.270.180.062
Utang bank jangka
panjang 9,00% - 10,50% - 1.800.000.000 19.700.000.000 507.327.623.822 - 528.827.623.822
Jumlah - 36.574.308.541 22.106.820.320 514.206.900.021 - 572.888.028.882
31 Desember 2023 (Diaudit)
Tingkat bunga
efektif Kurang dari
1 - 3 bulan 3 bulan - 1 tahun 1 - 5 tahun Di atas 5 tahun Jumlah
rata-rata 1 bulan
tertimbang
Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp
Tanpa bunga
Utang usaha
Pihak berelasi - - - - - - -
Pihak ketiga - - 5.506.302.003 - 7.356.443.123 - 12.862.745.126
Utang lain-lain -
pihak ketiga - 1.108.586.848 176.891.023 - 1.045.447.474 - 2.330.925.345
Biaya masih
harus dibayar - 8.019.173.571 529.919.084 16.783.026.251 - - 25.332.118.906
Uang jaminan
penyewa - - 266.285.600 - 2.553.152.856 - 2.819.438.456
Instrumen tingkat
bunga variabel
Utang bank jangka
pendek 9,00% - - 8.627.538.401 - - 8.627.538.401
Utang bank jangka
panjang 9,00% - 10,50% 4.404.775.346 23.438.996.971 161.455.355.210 443.827.769.824 (94.556.723.721) 538.570.173.630
Jumlah 13.532.535.765 29.918.394.681 186.865.919.862 454.782.813.277 (94.556.723.721) 590.542.939.864
Jumlah yang dicantum di atas untuk instrumen suku bunga mengambang untuk liabilitas keuangan harus
berubah jika perubahan suku bunga mengambang berbeda dengan estimasi suku bunga yang ditentukan
pada akhir periode pelaporan.
Grup memiliki fasilitas pembiayaan dari bank sebagaimana dijelaskan dalam catatan di bawah ini, yang tidak
digunakan untuk mengurangi risiko likuiditas pada 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023.
31 Maret 2024 31 Desember 2023
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
Rp Rp
Fasilitas utang dengan
jaminan dan tanggal jatuh tempo yang berbeda
mulai tahun 2024 dan 2023 yang diperpanjang
dengan perjanjian bersama:
Jumlah yang digunakan 540.308.184.962 540.308.184.962
Jumlah yang belum digunakan 166.941.666.769 166.941.666.769
Jumlah 707.249.851.731 707.249.851.731
Grup memelihara kecukupan dana untuk membiayai kebutuhan modal kerja yang berkelangsungan.
34. TUNTUTAN HUKUM
Pada tanggal 25 Januari 2024, Perusahaan menerima surat panggilan Sidang dari Hakim Ketua Majelis Pengadilan
Negeri Jakarta Pusat terkait Perkara No. 48/Pdt.G/2024/PN Jkt.Pst. antara Tabrani M. Harun sebagai Penggugat
melawan PT Suluh Dwipantara dan lainnya sebagai Para Tergugat, dalam hal ini Perusahaan sebagai Tergugat II
atas sengketa tanah yang beralamat di Jl. KH Mas Mansyur Kav 126 RT 09/RW 04, Kelurahan Karet Tengsin,
Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat. Sampai pada tanggal laporan keuangan, proses panggilan sidang masih
berjalan.
- 47 -
Page 49
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit) (Lanjutan)
35. PERISTIWA PENTING SETELAH PERIODE PELAPORAN
Pada tanggal 22 April 2024 berdasarkan Perubahan Perjanjian Kredit No. 018/ICBC-TCT/PTI/IV/2018/PR5, Entitas
Anak, TMP, melakukan perubahan Perjanjian Kredit Restrukturisasi dimana atas Fasilitas tersebut dikenakan
Tingkat suku bunga sebesar 9,00% per tahun dan jangka waktu fasilitas PTI sampai dengan 20 Desember 2028.
36. INFORMASI KEUANGAN TERSENDIRI PERUSAHAAN
Informasi keuangan tersendiri entitas induk menyajikan informasi laporan posisi keuangan, laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain, laporan perubahan ekuitas dan laporan arus kas, dimana penyertaan saham pada
entitas anak dan asosiasi.
Laporan keuangan tersendiri entitas induk disajikan dari halaman 49 sampai dengan 53. Informasi laporan
keuangan induk tersendiri mengikuti kebijakan akuntansi yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan
konsolidasian seperti yang dijelaskan dalam Catatan 2, kecuali untuk investasi pada entitas anak dan asosiasi yang
dicatat menggunakan metode ekuitas.
- 48 -
Page 50
INFORMASI TAMBAHAN
DAFTAR I: INFORMASI LAPORAN POSISI KEUANGAN ENTITAS INDUK *)
31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
31 Maret 2024 31 Desember 2023
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
Rp Rp
ASET
Aset Lancar
Kas dan setara kas 249.391.147.812 305.647.677.011
Piutang usaha kepada pihak ketiga 13.701.660 13.701.660
Piutang lain-lain - pihak ketiga 3.685.097.218 1.538.312.203
Pajak dibayar di muka 3.647.803.635 4.047.301.307
Biaya dibayar di muka dan uang muka 638.953.624 262.436.714
Jumlah Aset Lancar 257.376.703.949 311.509.428.895
Aset Tidak Lancar
Piutang lain-lain - pihak ketiga 2.948.638.168 2.948.638.168
Persediaan 293.622.897.287 293.622.897.286
Uang muka investasi saham 916.494.849.502 845.494.849.502
Investasi pada entitas asosiasi
dan anak 3.771.277.618.519 3.766.311.919.647
Properti investasi - nilai wajar 2.058.379.306.516 2.058.379.306.517
Aset tetap - neto 30.799.954.931 31.352.151.678
Jumlah Aset Tidak Lancar 7.073.523.264.923 6.998.109.762.798
JUMLAH ASET 7.330.899.968.872 7.309.619.191.693
*) Investasi saham pada entitas anak dan asosiasi dicatat dengan
menggunakan metode ekuitas.
- 49 -
Page 51
INFORMASI TAMBAHAN
DAFTAR I: INFORMASI LAPORAN POSISI KEUANGAN ENTITAS INDUK *)
31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
31 Maret 2024 31 Desember 2023
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
Rp Rp
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
Liabilitas Jangka Pendek
Utang usaha - pihak ketiga 761.065.689 761.065.689
Utang lain-lain - pihak ketiga - 1.045.447.474
Utang pajak 1.264.751.852 631.820.196
Biaya yang masih harus dibayar 17.837.860.502 18.420.809.856
Pendapatan diterima di muka -
bagian yang direalisasi dalam satu tahun 5.222.444.886 5.081.295.002
Utang bank jangka panjang yang jatuh tempo
dalam waktu satu tahun 83.475.601.093 83.320.204.918
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 108.561.724.022 109.260.643.135
Liabilitas Jangka Panjang
Uang jaminan penyewa 2.368.160.509 2.316.681.172
Pendapatan diterima di muka - dikurangi
bagian yang direalisasi dalam satu tahun 452.758.981 517.603.697
Utang pihak berelasi 22.843.832.200 21.923.832.200
Utang Bank 133.128.000.000 141.480.000.000
Estimasi Liabilitas imbalan kerja karyawan 6.497.932.181 6.256.484.563
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 165.290.683.871 172.494.601.632
Jumlah Liabilitas 273.852.407.893 281.755.244.767
EKUITAS
Modal saham - nilai nominal - Rp 100 per saham
Modal dasar - 23.000.000.000 saham
Modal ditempatkan dan disetor penuh -
7.800.760.000 saham 780.076.000.000 780.076.000.000
Tambahan modal disetor 222.442.743.783 222.442.743.783
Selisih transaksi perubahan ekuitas
entitas asosiasi 411.856.000 411.856.000
Penghasilan komprehensif lain 6.308.431.854 6.339.590.838
Saldo laba
Ditentukan penggunaannya 55.000.000.000 55.000.000.000
Tidak ditentukan penggunaannya 5.992.808.529.342 5.963.594.216.305
Jumah Ekuitas 7.057.047.560.979 7.027.864.406.926
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 7.330.899.968.872 7.309.619.651.693
*) Investasi saham pada entitas anak dan asosiasi dicatat dengan
menggunakan metode ekuitas.
- 50 -
Page 52
INFORMASI TAMBAHAN
DAFTAR II : INFORMASI LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN ENTITAS INDUK *)
Untuk Periode yang Berakhir Pada 31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
31 Maret 2024 31 Maret 2023
(Tidak Diaudit) (Tidak Diaudit)
Rp Rp
PENJUALAN DAN PENDAPATAN USAHA 1.988.793.152 2.023.419.521
BEBAN POKOK PENJUALAN DAN BEBAN LANGSUNG - -
LABA BRUTO 1.988.793.152 2.023.419.521
Beban penjualan (20.651.443) (3.955.555)
Beban umum dan administrasi (16.327.367.987) (13.215.928.475)
Beban pajak final (193.438.056) (227.674.621)
Bagian rugi bersih entitas anak (2.303.223.970) (5.890.481.402)
Bagian laba bersih entitas asosiasi 47.372.949.057 40.026.005.574
Penghasilan bunga 3.426.252.978 653.759.934
Beban bunga dan keuangan (5.073.496.714) (4.808.371.343)
Keuntungan dan kerugian lain-lain-neto 344.496.020 735.263.078
LABA SEBELUM PAJAK 29.214.313.037 19.292.036.711
BEBAN PAJAK PENGHASILAN - -
LABA PERIODE BERJALAN 29.214.313.037 19.292.036.711
PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
Pos yang tidak akan direklasifikasi ke laba rugi :
Pengukuran kembali atas program imbalan pasti (31.158.984) 298.669.344
JUMLAH LABA KOMPREHENSIF
PERIODE BERJALAN 29.183.154.053 19.590.706.055
*) Investasi saham pada entitas anak dan asosiasi dicatat dengan
menggunakan metode ekuitas.
- 51 -
Page 53
INFORMASI TAMBAHAN
DAFTAR III : INFORMASI LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS ENTITAS INDUK *)
Untuk Periode yang Berakhir Pada 31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Komponen ekuitas lainnya
Selisih transaksi Bagian penghasilan Saldo laba
Tambahan perubahan ekuitas komprehensif lain Penghasilan Ditentukan Tidak ditentukan Jumlah
Modal disetor modal disetor entitas asosiasi atas entitas asosiasi komprehensif lain penggunaannya penggunaannya ekuitas
Rp Rp Rp Rp Rp Rp
Saldo per 1 Januari 2023 780.076.000.000 222.442.743.783 411.856.000 (1.505.712.946) 8.389.179.268 50.000.000.000 5.907.349.961.901 6.967.164.028.006
Cadangan umum - - - - - - - -
Laba tahun berjalan - - - - - - 19.292.036.711 19.292.036.711
Penghasilan komprehensif lain - - - (10.341.484) 309.010.828 - - 298.669.344
Saldo per 31 Desember 2023 780.076.000.000 222.442.743.783 411.856.000 (1.516.054.430) 8.698.190.096 50.000.000.000 5.926.641.998.612 6.986.754.734.061
Saldo per 31 Desember 2023 780.076.000.000 222.442.743.783 411.856.000 (1.927.436.208) 8.267.027.046 55.000.000.000 5.963.594.216.305 7.027.864.406.926
Saldo per 1 Januari 2024
setelah penyesuaian 780.076.000.000 222.442.743.783 411.856.000 (1.927.436.208) 8.267.027.046 55.000.000.000 5.963.594.216.305 7.027.864.406.926
Cadangan umum - - - - - - - -
Laba tahun berjalan - - - - - - 29.184.756.437 29.184.756.437
Penghasilan komprehensif lain - - - (620.841) (30.538.143) - - (31.158.984)
Saldo per 31 Maret 2024 780.076.000.000 222.442.743.783 411.856.000 (1.928.057.049) 8.236.488.903 55.000.000.000 5.992.778.972.742 7.057.018.004.379
*) Investasi saham pada entitas anak dan asosiasi dicatat dengan menggunakan metode ekuitas.
- 52 -
Page 54
INFORMASI TAMBAHAN
DAFTAR IV : INFORMASI LAPORAN ARUS KAS ENTITAS INDUK
Untuk Periode yang Berakhir Pada 31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
31 Maret 2024 31 Maret 2023
(Tidak Diaudit) (Tidak Diaudit)
Rp Rp
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan dari pelanggan 2.075.989.972 2.240.735.865
Penerimaan bunga 1.279.467.963 627.441.339
Pembayaran kas kepada karyawan (8.110.641.221) (7.089.576.433)
Pembayaran pajak penghasilan (204.496.980) (36.522.939)
Pembayaran kas kepada pemasok
dan untuk beban operasional lainnya (8.582.153.957) (6.535.694.871)
Kas Neto Digunakan untuk Aktivitas Operasi (13.541.834.223) (10.793.617.039)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Penerimaan dividen entitas asosiasi 40.091.550.000 25.360.400.000
Penerimaan pengembalian investasi saham 920.000.000 -
Penempatan uang muka investasi saham (71.000.000.000) (12.340.000.000)
Perolehan aset tetap dan properti investasi (10.027.000) 145.188.584
Kas Neto Diperoleh dari (Digunakan untuk) Aktivitas Investasi (29.998.477.000) 13.165.588.584
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Penerimaan utang pihak berelasi - 460.000.000
Penerimaan utang bank (8.196.603.825) 12.954.109.589
Pembayaran bunga utang bank (4.853.124.999) (4.589.400.000)
Kas Neto Diperoleh dari Aktivitas Pendanaan (13.049.728.824) 8.824.709.589
KENAIKAN (PENURUNAN) KAS DAN SETARA KAS (56.590.040.047) 11.196.681.134
Pengaruh perubahan kurs mata uang asing 333.510.848 (1.091.864.652)
KAS DAN SETARA KAS AWAL PERIODE 305.647.677.011 69.514.705.674
KAS DAN SETARA KAS AKHIR PERIODE 249.391.147.812 79.619.522.156
*) Investasi saham pada entitas anak dan asosiasi dicatat dengan
menggunakan metode ekuitas.
- 53 -
Names mentioned 79 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
person
Hendra Karyadi
p.9
unresolved
org
Menteri Kehakiman Republik Indonesia
p.9
unresolved
person
Buntario Tigris Darmawa NG
p.9 ×6
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.9 ×6
unresolved
person
K.H. Mas Mansyur
p.9 ×3
unresolved
org
PT Kencana Graha Global.
p.9
unresolved
org
PT Prima Permata Sejahtera.
p.9 ×3
unresolved
org
Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan
p.9
unresolved
org
Bapepam-LK
p.9 ×2
unresolved
org
PT Prakarsa Nusa Cemerlang
p.10 ×4
unresolved
org
PT Sentra Graha Kencana
p.10 ×4
unresolved
org
PT Trisakti Makmur Persada
p.10 ×4
unresolved
person
Ira Sudjono
p.10
unresolved
person
Yulia
· Notaris
p.10 ×2
unresolved
person
Robert Purba
p.10
unresolved
org
Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.10
unresolved
person
Arie Kusumastuti Maria
· Komisaris Independen
p.10 ×4
unresolved
person
Dedy Ismunandar Soetiarto
· Direktur
p.10 ×2
unresolved
person
Andreas Bahana
· Anggota
p.11
unresolved
org
Bank Indonesia
p.21
unresolved
org
Direktorat Jenderal Pajak
p.25
unresolved
org
PT Bank ICBC Indonesia
p.26 ×7
unresolved
org
Bank Bank Negara Indonesia Pan Indonesia Tbk(Persero) Tbk
p.26 ×2
unresolved
org
PT Sinar Arta Mulya
p.28
unresolved
org
PT Perintis Dinamika Sekatama
p.28
unresolved
org
PT Arah Sejahtera Abadi
p.29 ×2
unresolved
org
PT Pluit Propertindo
p.29 ×3
unresolved
org
PT Brilliant Sakti Persada
p.29
unresolved
org
PT Manggala Gelora Perkasa
p.29 ×2
unresolved
org
KJPP Iskandar & Rekan
p.31 ×2
unresolved
org
KJPP Jimmy Prasetyo
p.31
unresolved
org
PT Graha Tunasmekar
p.34 ×2
unresolved
org
PT Cendrawasih Farin
p.34
unresolved
org
PT Trimatra Tatagraha
p.34
unresolved
org
PT SC Hotels
p.35 ×2
unresolved
person
Deni Thanur
p.38
unresolved
org
PT Adimitra Jasa Korpora
p.40
unresolved
org
PT Kencana Graha Nusamandiri
p.40 ×2
unresolved
—
(masing-masing dibawah 5%)
p.40
unresolved
org
PT Karya Multi Makmur
p.43
unresolved
org
PT Langgeng Gemilang Sejahtera
p.43
unresolved
org
PT Briliant Sakti Persada
p.43
unresolved
org
PT Citra Gemilang Nusantara Transaksi-transaksi
p.43
unresolved
org
PT Langgeng Gemilang Sejahtera. Perjanjian
p.43
unresolved
person
Betty Donna Christina Siahaan
p.44
unresolved
person
DR. Tunggul Simanjuntak
p.44
unresolved
org
PT Sinar Bonana Jaya
p.44 ×2
unresolved
org
Arbitrase Nasional Indonesia
p.44
unresolved
org
PT SBJ
p.44
unresolved
org
PT Equator Paradise
p.45
unresolved
org
PT Eastern Star Capital
p.45
unresolved
org
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman
p.45
unresolved
org
PT Prosys Eka Persada
p.45
unresolved
org
PT Totalindo Eka Persada. Selanjutnya
p.45
unresolved
org
PT Suluh Dwipantara
p.48
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.