Back to announcement
20240430_PADI_Laporan Informasi dan Fakta Material_31631607_lamp3.pdf
Financial statement Text extracted PADISource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 69
Page 1
PT MINNA PADI INVESTAMA SEKURITAS Tbk LAPORAN KEUANGAN UNTUK PERIODE 3 BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 MARET 2024 DAN 2023 (TIDAK DIAUDIT)
Page 2
PT MINNA PADI INVESTAMA SEKURITAS TBK
DAFTAR ISI
Halaman
SURAT PERNYATAAN DIREKSI DAN KOMISARIS
LAPORAN POSISI KEUANGAN UNTUK PERIODE 3 BULAN YANG BERAKHIR
PADA TANGGAL 31 MARET 2024 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL
31 DESEMBER 2023 1
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN UNTUK
PERIODE 3 BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 MARET 2024
DAN 2023 2-3
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS UNTUK PERIODE 3 BULAN YANG BERAKHIR PADA
TANGGAL 31 MARET 2024 DAN 2023 4
LAPORAN ARUS KAS UNTUK PERIODE 3 BULAN YANG BERAKHIR
PADA TANGGAL 31 MARET 2024 DAN 2023 5
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 6 - 67
Page 3
PT MINNA PADI INVESTAMA SEKURITAS Tbk
LAPORAN POSISI KEUANGAN
UNTUK PERIODE 3 BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 MARET 2024
DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2024 2023
Catatan Unaudited Audited
ASET
Kas dan Setara Kas 2b,2c,4,31,36 17.515.457.189 6.415.552.692
Portofolio Efek: 2c,5,36
- Pihak Ketiga 76.038.189.337 106.195.316.690
- Pihak Berelasi 2d,34 11.672.436.255 11.650.917.796
Piutang Lembaga Kliring dan Penjaminan 2c,6,36 30.629.830.223 60.801.494.881
Piutang Nasabah: 2c,7,36
- Pihak Ketiga 3.453.803.854 5.133.830.812
Piutang Lain-lain 2c,2d,8,34,36 352.312.436 310.648.143
Uang Muka dan Biaya Dibayar di Muka 2e 263.340.033 43.806.700
Pajak Dibayar di Muka 2k, 13a 656.052.910 442.231.177
Penyertaan Saham 2c,2f,9,36 12.500.000.000 12.500.000.000
Properti Investasi - Neto 2g,2j,10,15 23.341.219.374 23.759.604.418
Aset Tetap - Neto 2h,2j,11 9.147.419.324 9.408.577.180
Aset Pajak Tangguhan - Neto 2k,13d 1.521.277.665 1.518.053.979
Aset Lain-lain 2c,2f,2i,12,36 511.317.835 511.317.836
TOTAL ASET 187.602.656.435 238.691.352.303
LIABILITAS
Utang Bank 2c,15,36 9.258.403.361 9.614.495.798
Utang Nasabah: 2c,14,36
- Pihak Ketiga 18.754.030.151 56.179.179.555
Utang Lain-lain 2c, 2d,16,36 469.650.281 458.049.457
Beban Akrual 2c,17,36 699.536.657 372.852.295
Utang Pajak 2k,13b 282.808.237 37.352.904
Liabilitas Sewa 2c,2o,18,36 67.740.206 87.847.525
Liabilitas Imbalan Kerja Karyawan 2n,19,27 6.158.069.359 6.158.069.359
TOTAL LIABILITAS 35.690.238.253 72.907.846.893
EKUITAS
Modal Saham - nilai nominal Rp. 25 per saham
Modal dasar - 32.000.000.000 saham
Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh -
11.307.246.524 saham 20 282.681.163.100 282.681.163.100
Tambahan Modal Disetor 21 245.759.273 245.759.273
Saldo Laba:
- Telah ditentukan penggunaannya 22 1.100.000.000 1.100.000.000
- Belum ditentukan penggunaannya (123.186.675.753) (109.294.070.194)
Komponen Ekuitas Lainnya 23 (8.927.828.439) (8.949.346.769)
TOTAL EKUITAS 151.912.418.182 165.783.505.410
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 187.602.656.435 238.691.352.303
Catatan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari
laporan keuangan secara keseluruhan
1
Page 4
PT MINNA PADI INVESTAMA SEKURITAS Tbk
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
UNTUK PERIODE 3 BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL
31 MARET 2024 DAN 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2024 2023
Catatan Unaudited Unaudited
PENDAPATAN USAHA
Pendapatan Kegiatan Perantara Perdagangan Efek 2d,5,24,34 (9,380,929,070) 2,009,982,963
Pendapatan Dividen dan Bunga - Neto 25 49,708,375 53,297,270
TOTAL PENDAPATAN (9,331,220,695) 2,063,280,233
BEBAN USAHA
Beban Kepegawaian 19.27 (3,161,184,958) (1,772,282,921)
Penyusutan 10, 11 (771,601,797) (884,364,631)
Beban Umum dan Administrasi 28 (245,864,057) (189,480,708)
Sewa Kantor (93,429,342) (186,863,500)
Kustodian (74,969,201) (161,231,569)
Jamuan dan Sumbangan (3,250,000) (7,400,000)
Telekomunikasi (96,083,580) (95,795,416)
Beban Pemeliharaan Sistem (142,176,000) (150,224,050)
Jasa Profesional (284,086,732) (262,086,732)
Perjalanan Dinas - (2,517,000)
Lain-lain (215,148,649) (1,036,168,092)
Total Beban Usaha (5,087,794,315) (4,748,414,619)
RUGI USAHA (14,419,015,010) (2,685,134,386)
PENGHASILAN (BEBAN) LAIN-LAIN
Laba (Rugi) Selisih Kurs - Neto 2q 44,839,463 -
Laba (Rugi) Penjualan Aset Tetap 11 - 10,575,000
Beban Keuangan 29 (6,194,418) (333,894,450)
Lain-lain - Neto 2d, 30,34 484,540,721 324,897,074
Penghasilan (Beban) Lain-lain - Neto 523,185,767 1,577,624
RUGI SEBELUM BEBAN
PAJAK PENGHASILAN (13,895,829,243) (2,683,556,762)
BEBAN PAJAK PENGHASILAN 2k, 13c 3,223,684 6,157,121
RUGI NETO TAHUN BERJALAN (13,892,605,559) (2,677,399,641)
Catatan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari
laporan keuangan secara keseluruhan
2
Page 5
PT MINNA PADI INVESTAMA SEKURITAS Tbk
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
UNTUK PERIODE 3 BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL
31 MARET 2024 DAN 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2024 2023
Catatan Unaudited Unaudited
PENGHASILAN (RUGI) KOMPREHENSIF LAIN
Pos yang akan Direklasifikasi ke Laba Rugi
Keuntungan (Kerugian) nilai wajar
pada aset keuangan tersedia
untuk Dijual 5,12,23 21.518.330 (6.025.477.841)
Total Penghasilan (Beban) Komprehensif Lain 21.518.330 (6.025.477.841)
TOTAL RUGI KOMPREHENSIF (13.871.087.229) (8.702.877.482)
RUGI NETO PER SAHAM 2r, 32 (1,23) (0,24)
RUGI KOMPREHENSIF LAIN TAHUN BERJALAN
Catatan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari
laporan keuangan secara keseluruhan
3
Page 6
PT MINNA PADI INVESTAMA SEKURITAS Tbk
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS
UNTUK PERIODE 3 BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL
31 MARET 2024 DAN 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Modal
Ditempatkan Saldo Laba
dan Disetor Tambahan Telah Ditentukan Tidak Ditentukan Komponen
Catatan Penuh Modal Disetor Penggunaannya Penggunaannya Ekuitas Lainnya Jumlah Ekuitas
Saldo Per 1 Januari 2023 282.681.163.100 245.759.273 1.100.000.000 (85.155.703.826) (6.086.678.839) 192.784.539.708
Rugi Neto Tahun Berjalan - - - (2.677.399.641) - (2.677.399.641)
Penghasilan Komprehensif Lain - - - - (6.025.477.841) (6.025.477.841)
Saldo Per 31 Desember 2023 282.681.163.100 245.759.273 1.100.000.000 (87.833.103.467) (12.112.156.680) 184.081.662.226
Saldo Per 1 Januari 2024 282.681.163.100 245.759.273 1.100.000.000 (109.294.070.194) (8.949.346.769) 165.783.505.410
Rugi Neto Tahun Berjalan - - - (13.892.605.559) - (13.892.605.559)
Penghasilan Komprehensif Lain - - - - 21.518.330 21.518.330
Saldo Per 31 Maret 2024 282.681.163.100 245.759.273 1.100.000.000 (123.186.675.753) (8.927.828.439) 151.912.418.181
Catatan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari
laporan keuangan secara keseluruhan
4
Page 7
PT MINNA PADI INVESTAMA SEKURITAS Tbk
LAPORAN ARUS KAS
UNTUK PERIODE 3 BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL
31 MARET 2024 DAN 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2024 2023
Catatan Unaudited Unaudited
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan Komisi Perantara Perdagangan Efek 728.892.965 448.234.728
Penerimaan Pendapatan Bunga 18.818.983 87.219.138
Pendapatan Deviden 6.354.740 -
Pembayaran kepada Lembaga
Kliring dan Penjaminan - Bersih 30.171.664.658 3.488.396.873
Pembayaran kepada Nasabah Pemilik
Rekening Efek (35.745.122.445) (4.183.304.592)
Pembayaran Lain-lain Bersih (3.646.057.258) (3.690.343.060)
Penjualan Portofolio Efek 26.901.503.100 25.155.665.840
Pembelian Portofolio Efek (6.932.404.000) (20.629.939.800)
Pembayaran Pajak Penghasilan 213.821.733 (13.805.463)
Pembayaran Bunga Pinjaman (212.770.177)
Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk)
11.504.702.300 662.123.664
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Penjualan Aset Tetap - 10.575.000
Perolehan Aset Tetap (92.059.000) (63.249.000)
Pendapatan Fixed Income 43.353.635 53.297.270
Kas Bersih Diperoleh dari
Aktivitas Investasi (48.705.365) 623.270
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Pembayaran Hutang Bank (356.092.437) (356.092.438)
Kas Bersih (Digunakan untuk)
Aktivitas Pendanaan (356.092.437) (356.092.438)
KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN
SETARA KAS 11.099.904.498 306.654.496
KAS DAN SETARA KAS, AWAL PERIODE 6.415.552.692 4.711.288.629
KAS DAN SETARA KAS, AKHIR PERIODE 17.515.457.189 5.017.943.125
Catatan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari
laporan keuangan secara keseluruhan
5
Page 8
PT MINNA PADI INVESTAMA SEKURITAS Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 MARET 2024 DAN 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
1. INFORMASI UMUM
a. Pendirian dan Informasi Umum
PT Minna Padi Investama Sekuritas Tbk (dahulu PT Batavia Artatama Securindo) didirikan
berdasarkan Akta No. 79 tanggal 28 Mei 1998 dari Notaris Drs. Atrino Leswara, S.H., Akta
Pendirian ini telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat
Keputusan No. C2-8234.HT.01.01.Th.98 tanggal 3 Juli 1998 dan telah diumumkan dalam
Berita Negara Republik Indonesia No. 86 tanggal 27 Oktober 2006, Tambahan No. 11489.
Berdasarkan Akta Notaris No. 2 tanggal 1 Juni 2004 dari Drs. Eko Putranto, S.H., Notaris di
Jakarta, PT Batavia Artatama Securindo telah mengalami perubahan nama menjadi PT
Minna Padi Investama Tbk.
Anggaran dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan akta
Notaris No. 98 tanggal 23 Februari 2017 oleh Buntario Tigris Darmawa Ng, S,H., S.E., M.H.,
Notaris di Jakarta, mengenai perubahan nama Perusahaan dari semula bernama PT Minna
Padi Investama Tbk menjadi PT Minna Padi Investama Sekuritas Tbk. Perubahan ini telah
disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat
Keputusan No. AHU-0005381.AH.01.02.TAHUN 2017 tanggal 3 Maret 2017 serta
diumumkan dalam Berita Negara Republik Indoneisa No. 48, Tambahan No. 9919 tanggal
14 Juni 2019.
Sesuai dengan pasal 3 anggaran dasar Perusahaan, maksud dan tujuan pendirian
Perusahaan adalah melaksanakan kegiatan usaha sebagai perantara perdagangan efek dan
penjamin emisi efek. Perusahaan memperoleh izin usaha sebagai perantara perdagangan
efek dan penjamin emisi efek, berdasarkan Surat Keputusan Ketua Badan Pengawas Pasar
Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) No. KEP-22/PM/1999 tanggal
30 Agustus 1999 dan No. KEP-04/PM/2000 tanggal 3 April 2000.
Perusahaan telah memperoleh ijin fasilitas perdagangan marjin berdasarkan Surat dari
PT Bursa Efek Indonesia (dahulu PT Bursa Efek Jakarta) No. S-582/BEJ.ANG/05-2005
tanggal 20 Mei 2005.
Kantor pusat Perusahaan terletak di Equity Tower, Lantai 11, Jl. Jenderal Sudirman Kav. 52-
53, Jakarta. Perusahaan mulai beroperasi komersial sejak tahun 1999.
b. Penawaran Umum Efek Perusahaan
Pada tanggal 30 Desember 2011, Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari ketua
Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) dalam Surat
Keputusan No. S-14055/BL/2011 sebanyak 300.000.000 saham biasa atas nama dengan
nilai nominal Rp 100 per saham dengan harga penawaran sebesar Rp 395 per saham
disertai dengan 150.000.000 Waran Seri I dengan harga pelaksanaan Rp 450. Pada tanggal
9 Januari 2012, saham Perusahaan telah dicatat pada PT Bursa Efek Indonesia.
6
Page 9
PT MINNA PADI INVESTAMA SEKURITAS Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 MARET 2024 DAN 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
1. INFORMASI UMUM (Lanjutan)
c. Dewan Komisaris, Direksi, Komite Audit dan Karyawan
Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan pada tanggal 31 Maret 2024 dan
31 Desember 2023, berdasarkan Akta No. 87 tanggal 24 Agustus 2022 oleh Notaris Buntario
Tigris,S.H.,S.E.,M.H, Notaris di Jakarta, adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama (Independen) : Poltak Sihotang
Komisaris : Wijaya Mulia
Direksi
Direktur Utama : Djoko Joelijanto
Direktur Independen : Martha Susanti
Direktur Independen : Dwi Setijo Adji
Manajemen kunci adalah direksi dan dewan komisaris Perusahaan. Ruang lingkup Direktur
Utama mencakup bidang hukum dan sumber daya manusia dan ruang lingkup Direktur
Independen mencakup bidang keuangan dan akuntansi.
Susunan Komite Audit Perusahaan pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023
adalah sebagai berikut:
Ketua Poltak Sihotang
Anggota David Prasetio
Anggota Bulan Lastiar Siahaan
Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 , Perusahaan memiliki masing-masing
sebanyak 49 karyawan tetap.
d. Penyelesaian Laporan Keuangan
Laporan keuangan Perusahaan tanggal 31 Desember 2023 diselesaikan dan diotorisasi oleh
Direksi Perusahaan pada tanggal 25 April 2024. Direksi Perusahaan yang menandatangani
Surat Pernyataan Direksi bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian wajar laporan
keuangan tersebut.
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN
a. Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan
Laporan keuangan PT Minna Padi Investama Sekuritas Tbk disusun berdasarkan Standar
Akuntansi Keuangan (SAK), yang mencakup Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan
(PSAK) dan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (ISAK) yang dikeluarkan oleh Dewan
Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia serta peraturan regulator pasar
modal untuk entitas yang berada di bawah pengawasannya.
7
Page 10
PT MINNA PADI INVESTAMA SEKURITAS Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 MARET 2024 DAN 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)
a. Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan (lanjutan)
Kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan adalah selaras
dengan kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan
Perusahaan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020, kecuali bagi
penerapan beberapa SAK yang telah direvisi. Seperti diungkapkan dalam catatan-catatan
terkait atas laporan keuangan, beberapa standar akuntansi yang telah direvisi dan
diterbitkan, diterapkan efektif tanggal 1 Januari 2021.
Laporan keuangan, kecuali untuk laporan arus kas, disusun berdasarkan dasar akrual
dengan menggunakan konsep harga perolehan, kecuali beberapa akun tertentu disusun
berdasarkan pengukuran lain sebagaimana diuraikan dalam kebijakan akuntansi masing-
masing akun tersebut.
Laporan arus kas disusun dengan menggunakan metode langsung dengan
mengelompokkan arus kas dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.
Mata uang pelaporan yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan adalah Rupiah,
yang merupakan mata uang fungsional Perusahaan.
Untuk memberikan pemahaman yang lebih baik atas kinerja keuangan Perusahaan, karena
sifat dan jumlahnya yang signifikan, beberapa item pendapatan dan beban telah disajikan
secara terpisah.
Perusahaan menyajikan laporan posisi keuangan bedasarkan likuiditas. Analisis mengenai
pemulihan atau penyelesaian dalam waktu 12 bulan setelah tanggal pelaporan (saat ini)
dan lebih dari 12 bulan setelah tanggal pelaporan (tidak lancar) disajikan pada Catatan 39.
Penyusunan laporan keuangan sesuai dengan standar akuntansi keuangan di Indonesia
mengharuskan penggunaan estimasi dan asumsi. Hal tersebut juga mengharuskan
manajemen untuk membuat pertimbangan dalam proses penerapan kebijakan akuntansi
Perusahaan. Area yang kompleks atau memerlukan tingkat pertimbangan yang lebih tinggi
atau area dimana asumsi dan estimasi dapat berdampak signifikan terhadap laporan
keuangan diungkapkan di Catatan 3.
b. Kas dan Setara Kas dan Deposito Berjangka
Kas dan setara kas dalam laporan posisi keuangan terdiri atas kas di tangan, kas di bank
dan deposito berjangka yang jatuh tempo dalam waktu tiga bulan atau kurang dan tidak
digunakan sebagai jaminan atas pinjaman serta tidak dibatasi penggunaannya.
Deposito berjangka yang jatuh temponya lebih dari tiga bulan sejak tanggal penempatan
yang dijaminkan, dan dibatasi penggunaannya dicatat sebagai “Deposito berjangka” dan
“Aset lain-lain” dalam laporan posisi keuangan.
8
Page 11
PT MINNA PADI INVESTAMA SEKURITAS Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 MARET 2024 DAN 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)
c. Instrumen Keuangan
Perusahaan mengklasifikasikan instrumen keuangan menjadi aset keuangan dan liabilitas
keuangan. Instrumen keuangan adalah setiap kontrak yang menimbulkan aset keuangan
pada satu entitas dan liabilitas keuangan atau instrumen ekuitas pada entitas lain.
Klasifikasi
(i) Aset Keuangan
Aset keuangan diklasifikasikan pada saat pengakuan awal dan selanjutnya diukur
pada (i) biaya perolehan diamortisasi, (ii) nilai wajar melalui PKL (FVOCI), dan (iii)
nilai wajar melalui laba rugi (FVTPL).
Perusahaan mengukur aset keuangan pada biaya perolehan diamortisasi jika kedua
kondisi berikut dipenuhi:
• Aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang bertujuan untuk memiliki aset
keuangan dalam rangka mendapatkan arus kas kontraktual; dan
• Persyaratan kontraktual dari aset keuangan yang pada tanggal tertentu
meningkatkan arus kas yang semata dari pembayaran pokok dan bunga dari jumlah
pokok terutang.
Perusahaan mengklasifikasikan instrumen utang pada FVOCI jika kedua kondisi
berikut dipenuhi:
• Aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang tujuannya akan terpenuhi
dengan mendapatkan arus kas kontraktual dan menjual aset keuangan; dan
• Persyaratan kontraktual dari aset keuangan yang pada tanggal tertentu
meningkatkan arus kas yang semata dari pembayaran pokok dan bunga dari jumlah
pokok terutang.
Pada saat pengakuan awal, Perusahaan dapat membuat pilihan yang tidak dapat
dibatalkan untuk menyajikan instrumen ekuitas yang bukan dimiliki untuk
diperdagangkan pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain.
Aset keuangan lainnya yang tidak memenuhi persyaratan untuk diklasifikasikan
sebagai aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi atau nilai wajar
melalui penghasilan komprehensif lain, diklasifikasikan sebagai diukur pada nilai
wajar melalui laba rugi (FVTPL).
Saat pengakuan awal Perusahaan dapat membuat penetapan yang tidak dapat
dibatalkan untuk mengukur aset yang memenuhi persyaratan untuk diukur pada
biaya perolehan diamortisasi atau nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain
pada nilai wajar melalui laba rugi, apabila penetapan tersebut mengeliminasi atau
secara signifikan mengurangi inkonsistensi pengukuran atau pengakuan (kadang
disebut sebagai “accounting mismatch”).
Aset keuangan Perusahaan terdiri atas kas dan setara kas, piutang dari lembaga
kliring dan penjaminan, piutang nasabah pihak ketiga dan pihak berelasi, piutang lain-
lain dan aset lain-lain - jaminan yang diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang
9
Page 12
PT MINNA PADI INVESTAMA SEKURITAS Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 MARET 2024 DAN 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)
c. Instrumen Keuangan (lanjutan)
dicatat pada biaya perolehan diamortisasi, portofolio efek - pihak ketiga dan pihak
berelasi yang diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang diukur pada FVTPL, dan
portofolio efek - pihak ketiga dan pihak berelasi, penyertaan saham dan aset lain-lain
- investasi dalam saham yang diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang diukur
pada FVOCI.
(ii) Liabilitas Keuangan
Perusahaan mengklasifikasikan liabilitas keuangannya sebagai (i) liabilitas keuangan
diukur pada FVTPL atau (ii) liabilitas keuangan diukur pada biaya perolehan
diamortisasi.
Liabilitas keuangan Perusahaan terdiri atas utang bank, utang pada lembaga kliring
dan penjaminan, utang nasabah pada pihak ketiga dan berelasi, utang perusahaan
efek, utang lain-lain, beban akrual dan liabilitas sewa yang diklasifikasikan sebagai
liabilitas keuangan yang dicatat berdasarkan biaya perolehan diamortisasi.
Pengakuan dan Pengukuran
(i) Aset Keuangan
Klasifikasi aset keuangan pada pengakuan awal tergantung pada karakteristik arus
kas kontraktual aset keuangan dan model bisnis Perusahaan dalam mengelola aset
keuangan tersebut. Kecuali untuk piutang usaha yang tidak memiliki komponen
pendanaan yang signifikan dan atau saat Perusahaan menerapkan panduan praktis,
pada saat pengakuan awal Perusahaan mengukur aset keuangan pada nilai
wajarnya ditambah, dalam hal aset keuangan tidak diukur pada FVTPL, biaya
transaksi. Untuk piutang usaha yang tidak memiliki komponen pendanaan yang
signifikan atau ketika Perusahaan menerapkan panduan praktis, diukur sesuai harga
transaksi seperti yang didefinisikan dalam PSAK 72.
Agar dapat diklasifikasikan dan diukur pada biaya perolehan diamortisasi atau
FVOCI, aset keuangan harus memiliki arus kas yang semata dari pembayaran pokok
dan bunga dari jumlah pokok terutang. Pengujian ini dikenal sebagai solely payment
of principal and interest (SPPI) testing dan dilakukan pada tingkat instrumen.
Model bisnis Perusahaan dalam mengelola aset keuangan mengacu kepada
bagaimana Perusahaan mengelola aset keuangan untuk menghasilkan arus kas.
Model bisnis menentukan apakah arus kas akan dihasilkan dari memperoleh arus kas
kontraktual, menjual aset keuangan atau keduanya.
Pembelian atau penjualan aset keuangan yang memerlukan penyerahan aset dalam
kurun waktu yang telah ditetapkan oleh peraturan atau kebiasaan yang berlaku di
pasar (pembelian yang lazim) diakui pada tanggal perdagangan, yaitu tanggal
Perusahaan berkomitmen untuk membeli atau menjual aset tersebut.
10
Page 13
PT MINNA PADI INVESTAMA SEKURITAS Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 MARET 2024 DAN 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)
c. Instrumen Keuangan (lanjutan)
Pengakuan dan Pengukuran (lanjutan)
(i) Aset Keuangan (lanjutan)
Pengukuran aset keuangan tergantung pada klasifikasinya sebagai berikut:
a. Aset keuangan diukur pada nilai wajar melalui laba rugi
Derivatif, termasuk derivatif melekat yang dipisahkan, juga diklasifikasikan
sebagai diperdagangkan kecuali derivatif sebagai instrumen lindung nilai yang
ditetapkan dan efektif. Aset keuangan yang tidak memenuhi SPPI testing diukur
pada FVTPL, terlepas apapun model bisnisnya. Terlepas dari kriteria untuk
instrumen utang yang akan diklasifikasikan pada biaya perolehan diamortisasi
atau pada FVOCI, seperti dijelaskan di atas, instrumen utang dapat ditetapkan
pada FVTPL pada pengakuan awal jika penerapan itu dapat menghilangkan,
atau secara signifikan mengurangi, inkonsistensi pengukuran atau pengakuan.
Aset keuangan kategori ini pada laporan posisi keuangan diukur pada FVTPL
yang timbul sebagai hasil dari perubahan nilai wajar diakui dalam laba rugi. Aset
keuangan Perusahaan diukur pada FVTPL terdiri dari portofolio efek - pihak
ketiga dan pihak berelasi terdiri dari surat berharga hutang dan ekuitas.
b. Aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi (instrumen utang)
Kategori ini merupakan yang paling relevan bagi Perusahaan. Aset keuangan
diukur pada biaya perolehan diamortisasi setelah pengakuan awal diukur
menggunakan metode suku bunga efektif (SBE) dan merupakan subjek
penurunan nilai. Keuntungan dan kerugian diakui pada laba rugi saat aset
dihentikan pengakuannya, dimodifikasi atau mengalami penurunan nilai.
c. Aset keuangan pada FVOCI tanpa fitur reklasifikasi keuntungan dan kerugian
kumulatif saat penghentian pengakuan (instrumen ekuitas)
Saat pengakuan awal, Perusahaan dapat membuat pilihan yang tidak dapat
dibatalkan untuk menyajikan dalam FVOCI perubahan nilai wajar investasi
dalam instrumen ekuitas yang masuk dalam ruang lingkup PSAK 71 dan yang
bukan merupakan instrumen ekuitas dimiliki untuk diperdagangkan. Pilihan ini
dilakukan pada level instrumen per instrumen. Keuntungan dan kerugian dari
aset keuangan ini tidak direklasifikasikan ke laba rugi.
Dividen diakui sebagai penghasilan lainnya pada laba rugi ketika hak untuk
menerima pembayaran dividen telah ditetapkan, kecuali dividen secara jelas
mewakili bagian terpulihkan dari biaya investasi, di mana keuntungan tersebut
dicatat dalam penghasilan komprehensif lainnya. Instrumen ekuitas yang diukur
pada FVOCI tidak terpengaruh pada persyaratan penurunan nilai.
11
Page 14
PT MINNA PADI INVESTAMA SEKURITAS Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 MARET 2024 DAN 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)
c. Instrumen Keuangan (lanjutan)
Pengakuan dan Pengukuran (lanjutan)
(ii) Liabilitas Keuangan
Instrumen keuangan yang diterbitkan atau komponen dari instrumen keuangan
tersebut, yang tidak diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur pada
FVTPL diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan lain-lain, jika substansi perjanjian
kontraktual mengharuskan Perusahaan untuk menyerahkan kas atau aset keuangan
lain kepada pemegang instrumen keuangan, atau jika liabilitas tersebut diselesaikan
tidak melalui penukaran kas atau aset keuangan lain atau saham sendiri yang
jumlahnya tetap atau telah ditetapkan.
Pengukuran liabilitas keuangan tergantung pada klasifikasinya sebagai berikut:
a. Liabilitas keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi
Kategori ini merupakan yang paling relevan bagi Perusahaan. Setelah pengakuan
awal, pinjaman diukur pada biaya perolehan yang diamortisasi dengan
menggunakan metode SBE. Keuntungan dan kerugian diakui dalam laporan laba
rugi dan PKL hingga liabilitas dihentikan pengakuannya melalui proses amortisasi
menggunakan metode SBE. Biaya perolehan dimortisasi dihitung dengan
mempertimbangkan setiap diskon atau premi pada perolehan awal dan biaya yang
merupakan bagian integral dari metode SBE. Amortisasi metode SBE diakui
sebagai biaya pendanaan pada laba rugi. Kategori ini umumnya berlaku untuk
pinjaman berbunga dan pinjaman lainnya.
Saling Hapus dari Instrumen Keuangan
Aset keuangan dan liabilitas keuangan saling hapus dan nilai bersihnya dilaporkan
dalam laporan posisi keuangan jika, dan hanya jika, saat ini memiliki hak yang
berkekuatan hukum untuk melakukan saling hapus atas total yang telah diakui dari
aset keuangan dan liabilitas keuangan tersebut dan terdapat intensi untuk
menyelesaikan dengan menggunakan dasar neto, atau untuk merealisasikan aset
dan menyelesaikan liabilitasnya secara bersamaan.
Nilai Wajar dari Instrumen Keuangan
Nilai wajar instrumen keuangan yang diperdagangkan secara aktif di pasar
keuangan yang terorganisasi, jika ada, ditentukan dengan mengacu pada kuotasi
harga penawaran atau permintaan (bid or ask prices) pada penutupan
perdagangan pada akhir periode pelaporan.
Untuk instrumen keuangan yang tidak memiliki pasar aktif, nilai wajar ditentukan
dengan menggunakan teknik penilaian. Teknik penilaian mencakup penggunaan
transaksi pasar terkini yang dilakukan secara wajar oleh pihak-pihak yang
berkeinginan dan memahami (recent arm’s length market transactions);
penggunaan nilai wajar terkini instrumen lain yang secara substansial sama;
analisa arus kas yang didiskonto; atau model penilaian lain.
12
Page 15
PT MINNA PADI INVESTAMA SEKURITAS Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 MARET 2024 DAN 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)
c. Instrumen Keuangan (lanjutan)
Pengakuan dan Pengukuran (lanjutan)
(ii) Liabilitas Keuangan (lanjutan)
Bila nilai wajar instrumen keuangan yang tidak diperdagangkan di pasar aktif tidak
dapat ditentukan secara handal, aset keuangan tersebut diakui dan diukur pada
nilai tercatatnya.
Penurunan Nilai Aset Keuangan
Perusahaan mengakui cadangan untuk kerugian kredit ekspektasian (ECL) untuk seluruh
instrumen utang yang tidak diklasifikasikan sebagai diukur pada FVTPL. ECL didasarkan
pada perbedaan antara arus kas kontraktual yang tertuang dalam kontrak dan seluruh arus
kas yang diharapkan akan diterima Perusahaan, didiskontokan menggunakan suku bunga
efektif awal. Arus kas yang diharapkan akan diterima tersebut mencakup arus kas dari
penjualan agunan yang dimiliki atau perluasan kredit lainnya yang merupakan bagian
integral dari persyaratan kontrak.
ECL diakui dalam dua tahap. Untuk risiko kredit atas instrumen keuangan yang tidak
mengalami peningkatan secara signifikan sejak pengakuan awal, pengukuran penyisihan
kerugian dilakukan sejumlah ECL 12 bulan. Untuk risiko kredit atas instrumen keuangan
yang mengalami peningkatan secara signifikan sejak pengakuan awal, penyisihan kerugian
dilakukan sepanjang sisa umurnya, terlepas dari waktu terjadinya default (sepanjang umur
ECL).
Untuk piutang usaha dan aset kontrak, Perusahaan menerapkan panduan praktis dalam
menghitung ECL. Oleh karena itu, Perusahaan tidak mengidentifikasi perubahan dalam
risiko kredit, melainkan mengukur penyisihan kerugian sejumlah ECL sepanjang umur.
Perusahaan telah membentuk matriks provisi yang didasarkan pada data historis kerugian
kredit, disesuaikan dengan faktor-faktor perkiraan masa depan (forward-looking) khusus
terkait pelanggan dan lingkungan ekonomi.
Perusahaan mempertimbangkan aset keuangan memenuhi definisi default ketika telah
menunggak lebih dari 1 tahun. Namun, dalam kasus-kasus tertentu, Perusahaan juga dapat
menganggap aset keuangan dalam keadaan default ketika informasi internal atau eksternal
menunjukkan bahwa Perusahaan tidak mungkin menerima arus kas kontraktual secara
penuh tanpa melakukan perluasan persyaratan kredit. Piutang usaha dihapusbukukan
ketika kecil kemungkinan untuk memulihkan arus kas kontraktual, setelah semua upaya
penagihan telah dilakukan dan telah sepenuhnya dilakukan penyisihan.
Instrumen ekuitas yang ditetapkan pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain
tidak tunduk pada penilaian penurunan nilai.
Penghentian Pengakuan
(i) Aset Keuangan
Suatu aset keuangan, atau mana yang berlaku, bagian dari aset keuangan atau
bagian dari kelompok aset keuangan sejenis, dihentikan pengakuannya pada saat:
13
Page 16
PT MINNA PADI INVESTAMA SEKURITAS Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 MARET 2024 DAN 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)
c. Instrumen Keuangan (lanjutan)
Penghentian Pengakuan(lanjutan)
(i) Aset Keuangan (lanjutan)
(a) hak kontraktual atas arus kas yang berasal dari aset keuangan tersebut
berakhir; atau
(b) Perusahaan mentransfer hak kontraktual untuk menerima arus kas yang berasal
dari aset keuangan atau menanggung kewajiban untuk membayar arus kas
yang diterima tanpa penundaan yang signifikan kepada pihak ketiga melalui
suatu kesepakatan penyerahan dan (i) secara substansial mentransfer seluruh
risiko dan manfaat atas kepemilikan aset keuangan tersebut, atau (ii) secara
substansial tidak mentransfer dan tidak memiliki seluruh risiko dan manfaat atas
kepemilikan aset keuangan tersebut, namun telah mentransfer pengendalian
atas aset keuangan tersebut.
Ketika Perusahaan telah mentransfer hak untuk menerima arus kas dari aset atau
telah menandatangani kesepakatan pelepasan (pass through arrangement), dan
secara substansial tidak mentransfer dan tidak memiliki seluruh risiko dan manfaat
atas aset keuangan, maupun mentransfer pengendalian atas aset, aset tersebut
diakui sejauh keterlibatan berkelanjutan Perusahaan terhadap aset keuangan
tersebut.
Keterlibatan berkelanjutan yang berbentuk pemberian jaminan atas aset yang
ditransfer diukur sebesar jumlah terendah dari jumlah tercatat aset dan jumlah
maksimal dari pembayaran yang diterima yang mungkin harus dibayar kembali.
Dalam hal ini, Perusahaan juga mengakui liabilitas terkait. Aset yang ditransfer dan
liabilitas terkait diukur dengan dasar yang mencerminkan hak dan liabilitas yang
masih dimiliki Perusahaan.
Pada saat penghentian pengakuan atas aset keuangan secara keseluruhan, maka
selisih antara nilai tercatat dan jumlah dari (i) pembayaran yang diterima, termasuk
setiap aset baru yang diperoleh dikurangi setiap liabilitas baru yang harus
ditanggung; dan (ii) setiap keuntungan atau kerugian kumulatif yang telah diakui
secara langsung dalam ekuitas harus diakui pada laporan laba rugi.
(ii) Liabilitas keuangan
Liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya ketika liabilitas yang ditetapkan dalam
kontrak dihentikan atau dibatalkan atau kadaluarsa.
Ketika liabilitas keuangan saat ini digantikan dengan yang lain dari pemberi pinjaman
yang sama dengan persyaratan yang berbeda secara substansial, atau modifikasi
secara substansial atas ketentuan liabilitas keuangan yang saat ini ada, maka
pertukaran atau modifikasi tersebut dicatat sebagai penghapusan liabilitas keuangan
awal dan pengakuan liabilitas keuangan baru, dan selisih antara nilai tercatat liabilitas
keuangan tersebut diakui dalam laporan laba rugi.
14
Page 17
PT MINNA PADI INVESTAMA SEKURITAS Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 MARET 2024 DAN 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)
d. Transaksi dengan Pihak-pihak Berelasi
Pihak-pihak berelasi adalah orang atau entitas yang terkait dengan Perusahaan:
Pihak-pihak berelasi adalah orang atau entitas yang terkait dengan Perusahaan:
a. Orang atau anggota keluarga dekatnya yang mempunyai relasi dengan Perusahaan
jika orang tersebut:
(i) memiliki pengendalian atau pengendalian bersama atas Perusahaan;
(ii) memiliki pengaruh signifikan atas Perusahaan; atau
(iii) personil manajemen kunci Perusahaan atau entitas induk Perusahaan.
b. Suatu entitas berelasi dengan Perusahaan jika memenuhi salah satu hal berikut:
(i) entitas dan Perusahaan adalah anggota dari kelompok usaha yang sama
(artinya entitas induk, entitas anak, dan entitas anak berikutnya saling berelasi
dengan entitas lainnya).
(ii) satu entitas adalah entitas asosiasi atau ventura bersama dari entitas lain (atau
entitas asosiasi atau ventura bersama yang merupakan anggota suatu kelompok
usaha, yang mana entitas lain tersebut adalah anggotanya).
(iii) kedua entitas tersebut adalah ventura bersama dari pihak ketiga yang sama
(iv) satu entitas adalah ventura bersama dari entitas ketiga dan entitas yang lain
adalah entitas asosiasi dari entitas ketiga.
(v) entitas tersebut adalah suatu program imbalan pasca kerja untuk imbalan kerja
dari salah satu entitas pelapor atau entitas yang terkait dengan Perusahaan
(vi) entitas yang dikendalikan atau dikendalikan bersama oleh orang yang
diidentifikasi dalam huruf a).
(vii) orang yang diidentifikasi dalam huruf a. (i) memiliki pengaruh signifikan atas
entitas atau merupakan personil manajemen kunci entitas (atau entitas induk
dari entitas).
(viii) entitas, atau anggota dari kelompok di mana entitas merupakan bagian dari
kelompok tersebut, menyediakan jasa personil manajemen kunci kepada
Perusahaan atau kepada entitas induk dari Perusahaan.
Transaksi ini dilakukan berdasarkan persyaratan yang disetujui oleh kedua belah pihak,
dimana persyaratan tersebut sama dengan transaksi lain yang dilakukan dengan pihak-
pihak yang tidak berelasi.
Seluruh transaksi dan saldo yang material dengan pihak-pihak berelasi diungkapkan dalam
catatan atas laporan keuangan yang relevan
15
Page 18
PT MINNA PADI INVESTAMA SEKURITAS Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 MARET 2024 DAN 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)
e. Beban Dibayar di Muka
Beban dibayar di muka diamortisasi selama masa manfaat masing-masing beban dengan
menggunakan metode garis lurus.
f. Penyertaan Saham
Penyertaan saham merupakan investasi yang tidak diperoleh dari pasar modal dan
dimaksudkan untuk dimiliki untuk jangka waktu yang lama. Perusahaan memiliki
kepemilikan kurang dari hak suara dan dinyatakan sebesar biaya perolehan (metode biaya),
setelah dikurangi penyisihan kerugian penurunan nilai.
g. Properti Investasi
Properti yang dimiliki untuk disewakan dalam jangka panjang atau untuk kenaikan harga
atau keduanya, dan yang tidak ditempati oleh Perusahaan diklasifikasikan sebagai properti
investasi. Properti investasi juga mencakup properti yang sedang dikonstruksi atau
dikembangkan untuk digunakan sebagai properti investasi di masa depan.
Properti investasi awalnya diukur berdasarkan biayanya, termasuk biaya transaksi yang
terkait dan biaya pinjaman yang berlaku.
Properti investasi dinyatakan sebesar biaya perolehan termasuk biaya transaksi dikurangi
akumulasi penyusutan dan penurunan nilai, jika ada, kecuali tanah yang tidak disusutkan.
Jumlah tercatat termasuk bagian biaya penggantian dari properti investasi yang ada pada
saat terjadinya biaya, jika kriteria pengakuan terpenuhi, dan tidak termasuk biaya harian
penggunaan properti investasi.
Penyusutan dihitung dengan menggunakan metode garis lurus selama umur manfaat
ekonomis properti investasi sebagai berikut:
Bangunan 20 tahun
Properti investasi dihentikan pengakuannya pada saat pelepasan atau ketika properti
investasi tersebut tidak digunakan lagi secara permanen dan tidak memiliki manfaat
ekonomis di masa depan yang dapat diharapkan pada saat pelepasannya. Laba atau rugi
yang timbul dari penghentian atau pelepasan properti investasi diakui dalam laporan laba
rugi dalam tahun terjadinya penghentian atau pelepasan tersebut.
Transfer ke properti investasi dilakukan jika, dan hanya jika, terdapat perubahan
penggunaan yang ditunjukkan dengan berakhirnya pemakaian oleh pemilik, dimulainya
sewa operasi ke pihak lain atau selesainya pembangunan atau pengembangan. Transfer
dari properti investasi dilakukan jika, dan hanya jika, terdapat perubahan penggunaan yang
ditunjukkan dengan dimulainya penggunaan oleh pemilik atau dimulainya pengembangan
untuk dijual.
Untuk transfer dari properti investasi ke properti yang digunakan sendiri, Perusahaan
menggunakan metode biaya pada tanggal perubahan penggunaan. Jika properti yang
digunakan sendiri oleh Perusahaan menjadi properti investasi, Perusahaan mencatat
properti tersebut sesuai dengan kebijakan aset tetap sampai dengan saat tanggal terakhir
perubahan penggunaannya.
16
Page 19
PT MINNA PADI INVESTAMA SEKURITAS Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 MARET 2024 DAN 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)
h. Aset Tetap
Aset tetap dinyatakan sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan rugi
penurunan nilai. Biaya perolehan termasuk biaya penggantian bagian aset tetap saat biaya
tersebut terjadi, jika memenuhi kriteria pengakuan. Selanjutnya, pada saat inspeksi yang
signifikan dilakukan, biaya inspeksi itu diakui ke dalam jumlah tercatat aset tetap sebagai
suatu penggantian jika memenuhi kriteria pengakuan. Semua biaya perbaikan dan
pemeliharaan yang tidak memenuhi kriteria pengakuan diakui dalam laporan laba rugi pada
saat terjadinya.
Penyusutan dihitung berdasarkan metode garis lurus (straight-line method) selama masa
manfaat aset tetap sebagai berikut:
Bangunan 20 tahun
Kendaraan 5 tahun
Peralatan Kantor 5 tahun
Perabot Kantor dan Partisi 8 tahun
Jumlah tercatat aset tetap dihentikan pengakuannya (derecognized) pada saat dilepaskan
atau tidak ada manfaat ekonomis masa depan yang diharapkan. Aset tetap yang dijual atau
dilepaskan, dikeluarkan dari kelompok aset tetap berikut akumulasi penyusutan serta
akumulasi penurunan nilai yang terkait dengan aset tetap tersebut. Laba atau rugi yang
timbul dari penghentian pengakuan aset tetap ditentukan sebesar perbedaan antara jumlah
neto hasil pelepasan, jika ada, dengan jumlah tercatat dari aset tetap tersebut, dan diakui
dalam laba rugi pada tahun terjadinya penghentian pengakuan.
Nilai tercatat aset tetap ditelaah kembali dan dilakukan penurunan nilai apabila terdapat
peristiwa atau perubahan kondisi tertentu yang mengindikasikan nilai tercatat tersebut tidak
dapat dipulihkan sepenuhnya.
Nilai residu, umur manfaat, serta metode penyusutan ditelaah setiap akhir tahun dan
dilakukan penyesuaian apabila hasil telaah berbeda dengan estimasi sebelumnya.
i. Perangkat Lunak Komputer
Perangkat lunak komputer dibukukan berdasarkan biaya perolehan dan diamortisasi selama
5 tahun. Akun ini dibukukan sebagai bagian dalam aset lain-lain pada laporan posisi
keuangan.
j. Penurunan Nilai Aset Non-keuangan
Pada setiap akhir periode pelaporan, Perusahaan menilai apakah terdapat indikasi suatu
aset mengalami penurunan nilai. Jika terdapat indikasi tersebut atau pada saat pengujian
penurunan nilai aset diperlukan, maka Perusahaan membuat estimasi jumlah terpulihkan
aset tersebut.
17
Page 20
PT MINNA PADI INVESTAMA SEKURITAS Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 MARET 2024 DAN 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)
j. Penurunan Nilai Aset Non-keuangan
Jumlah terpulihkan yang ditentukan untuk aset individual adalah jumlah yang lebih tinggi
antara nilai wajar aset atau Unit Penghasil Kas (UPK) dikurangi biaya untuk menjual dengan
nilai pakainya, kecuali aset tersebut tidak menghasilkan arus kas masuk yang sebagian
besar independen dari aset atau kelompok aset lain. Jika nilai tercatat aset lebih besar
daripada nilai terpulihkannya, maka aset tersebut mengalami penurunan nilai dan nilai
tercatat aset diturunkan menjadi sebesar nilai terpulihkannya. Rugi penurunan nilai dari
operasi yang dilanjutkan diakui pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain
sebagai rugi penurunan nilai.
Dalam menghitung nilai pakai, estimasi arus kas masa depan bersih didiskontokan ke nilai
kini dengan menggunakan tingkat diskonto sebelum pajak yang menggambarkan penilaian
pasar terkini atas nilai waktu dari uang dan risiko spesifik dari aset. Dalam menentukan nilai
wajar dikurangi biaya untuk menjual, digunakan harga penawaran pasar terakhir, jika
tersedia. Jika tidak terdapat transaksi tersebut, Perusahaan menggunakan model penilaian
yang sesuai untuk menentukan nilai wajar aset. Perhitungan-perhitungan ini dikuatkan oleh
penilaian berganda atau indikasi nilai wajar yang tersedia.
Penilaian dilakukan pada akhir setiap periode pelaporan tahunan apakah terdapat indikasi
bahwa rugi penurunan nilai yang telah diakui dalam periode sebelumnya untuk suatu aset
mungkin tidak ada lagi atau mungkin telah menurun. Jika indikasi dimaksud ditemukan,
maka entitas mengestimasi jumlah terpulihkan aset tersebut.
Kerugian penurunan nilai yang telah diakui dalam periode sebelumnya untuk aset selain
goodwill dibalik hanya jika terdapat perubahan asumsi-asumsi yang digunakan untuk
menentukan jumlah terpulihkan aset tersebut sejak rugi penurunan nilai terakhir diakui.
Dalam hal ini, jumlah tercatat aset dinaikkan ke jumlah terpulihkannya.
Pembalikan tersebut dibatasi sehingga jumlah tercatat aset tidak melebihi jumlah
terpulihkannya maupun jumlah tercatat, setelah dikurangi penyusutan, seandainya tidak ada
rugi penurunan nilai yang telah diakui untuk aset tersebut pada tahun sebelumnya.
Pembalikan rugi penurunan nilai diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain. Setelah pembalikan tersebut, penyusutan aset tersebut disesuaikan di
periode mendatang untuk mengalokasikan jumlah tercatat aset yang direvisi, dikurangi nilai
sisanya, dengan dasar yang sistematis selama sisa umur manfaatnya.
k. Pajak Penghasilan
Beban pajak terdiri atas pajak penghasilan final dan pajak penghasilan tidak final (pajak kini
dan tangguhan). Beban pajak diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif
lain kecuali untuk transaksi yang berhubungan dengan transaksi diakui langsung ke ekuitas,
dalam hal ini diakui sebagai penghasilan komprehensif lain.
Pajak Kini
Beban pajak kini dihitung dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku pada tanggal
pelaporan keuangan, dan ditetapkan berdasarkan taksiran laba kena pajak tahun berjalan.
Manajemen secara periodik mengevaluasi posisi yang dilaporkan di Surat Pemberitahuan
Tahunan (SPT) sehubungan dengan situasi dimana aturan pajak yang berlaku
membutuhkan interpretasi. Jika perlu, manajemen menentukan provisi berdasarkan jumlah
yang diharapkan akan dibayar kepada otoritas pajak.
18
Page 21
PT MINNA PADI INVESTAMA SEKURITAS Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 MARET 2024 DAN 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)
k. Pajak Penghasilan (lanjutan)
Pajak Kini (lanjutan)
Kekurangan atau kelebihan pembayaran pajak penghasilan badan dicatat sebagai bagian
dari beban pajak kini dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain.
Koreksi terhadap liabilitas perpajakan diakui pada saat surat ketetapan pajak diterima. Jika
Perusahaan mengajukan keberatan, Perusahaan mempertimbangkan apakah besar
kemungkinan otoritas pajak akan menerima keberatan tersebut dan merefleksikan
dampaknya terhadap liabilitas perpajakan Perusahaan.
Pajak Tangguhan
Pajak tangguhan diukur dengan metode liabilitas atas beda waktu pada tanggal pelaporan
antara dasar pengenaan pajak untuk aset dan liabilitas dengan nilai tercatatnya untuk
tujuan pelaporan keuangan. Liabilitas pajak tangguhan diakui untuk semua perbedaan
temporer kena pajak dengan beberapa pengecualian. Aset pajak tangguhan diakui untuk
perbedaan temporer yang boleh dikurangkan apabila terdapat kemungkinan besar bahwa
jumlah laba kena pajak pada masa mendatang akan memadai untuk mengkompensasi
perbedaan temporer.
Jumlah tercatat aset pajak tangguhan dikaji ulang pada akhir periode pelaporan, dan
mengurangi jumlah tercatat jika kemungkinan besar laba kena pajak tidak lagi tersedia
dalam jumlah yang memadai untuk mengkompensasi sebagian atau seluruh aset pajak
tangguhan. Aset pajak tangguhan yang belum diakui dinilai kembali pada setiap akhir
periode pelaporan dan diakui sepanjang kemungkinan besar laba kena pajak mendatang
akan memungkinkan aset pajak tangguhan tersedia untuk dipulihkan.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan dihitung berdasarkan tarif yang akan dikenakan pada
periode saat aset direalisasikan atau liabilitas tersebut diselesaikan, berdasarkan undang-
undang pajak yang berlaku atau berlaku secara substantif pada akhir periode laporan
keuangan. Pengaruh pajak terkait dengan penyisihan dan/atau pemulihan semua
perbedaan temporer selama tahun berjalan, termasuk pengaruh perubahan tarif pajak,
dikreditkan atau dibebankan pada periode operasi berjalan, kecuali untuk transaksi-
transaksi yang sebelumnya telah langsung dibebankan atau dikreditkan ke ekuitas.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan disajikan secara saling hapus saat hak yang dapat
dipaksakan secara hukum ada untuk saling hapus aset pajak kini dan liabilitas pajak kini,
atau aset pajak tangguhan dan liabilitas pajak tangguhan berkaitan dengan entitas kena
pajak yang sama, atau Perusahaan bermaksud untuk menyelesaikan aset dan liabilitas
pajak kini dengan dasar neto.
l. Akuntansi Aset dan Liabilitas Pengampunan Pajak
Perusahaan menerapkan PSAK 70, “Akuntansi Aset dan Liabilitas Pengampunan Pajak”.
PSAK ini mengatur perlakuan akuntasi atas aset dan liabilitas pengampunan pajak sesuai
dengan Undang-Undang Nomor 11 tahun 2016 tentang Pengampunan Pajak (“UU
Pengampunan Pajak”) yang berlaku efektif tanggal 1 Juli 2016.
19
Page 22
PT MINNA PADI INVESTAMA SEKURITAS Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 MARET 2024 DAN 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)
l. Akuntansi Aset dan Liabilitas Pengampunan Pajak (lanjutan)
Aset pengampunan pajak diakui sebesar biaya perolehan berdasarkan Surat Keterangan
Pengampunan Pajak (SKPP). Liabilitas pengampunan pajak diakui sebesar kewajiban
kontraktual untuk menyerahkan kas atau setara kas untuk menyelesaikan kewajiban yang
berkaitan langsung dengan perolehan aset pengampunan pajak.
Perusahaan mengakui selisih antara aset pengampunan pajak dan liabilitas pengampunan
pajak sebagai bagian dari tambahan modal disetor di ekuitas. Selisih tersebut tidak dapat
diakui sebagai laba rugi direalisasi maupun direklasifikasi ke saldo laba.
Aset dan liabilitas pengampunan pajak disajikan secara terpisah dari aset dan liabilitas
lainnya dalam laporan posisi keuangan.
m. Imbalan Kerja
Imbalan kerja jangka pendek
Imbalan kerja jangka pendek adalah imbalan kerja yang jatuh tempo dalam jangka waktu
dua belas bulan setelah akhir periode pelaporan dan diakui pada saat pekerja telah
memberikan jasa kerjanya. Kewajiban diakui ketika karyawan memberikan jasa kepada
perusahaan dimana semua perubahan pada nilai bawaan dari kewajiban diakui pada laba
rugi. Imbalan kerja jangka pendek diakui berdasarkan “beban akrual” dalam laporan posisi
keuangan.
Manfaat imbalan pasti
Perusahaan mengakui kewajiban imbalan kerja yang tidak didanai sesuai dengan Peraturan
Pemerintah No.35 Tahun 2021 (PP 35/2021) yang menerapkan pengaturan Peraturan
Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) No. 2/2022 tentang Cipta Kerja pada
tahun 2022 dan Undang-Undang No. 11/2020 tetang Cipta Kerja pada tahun 2021. Beban
pensiun berdasarkan program dana pensiun manfaat pasti Perusahaan ditentukan melalui
perhitungan aktuaria secara periodik dengan menggunakan metode projected-unit credit
dan menerapkan asumsi atas tingkat diskonto, hasil atas aset program dan tingkat kenaikan
manfaat pasti pensiun tahunan.
Pengukuran kembali, terdiri dari keuntungan dan kerugian aktuarial, dampak perubahan
pada batas atas aset dan imbal hasil atas aset program (tidak termasuk bunga), yang
tercermin langsung dalam laporan posisi keuangan yang dibebankan atau dikreditkan diakui
dalam penghasilan komprehensif lain pada periode terjadinya untuk mencerminkan aset
atau liabilitas pension neto yang diakui pada laporan keuangan untuk mencerminkan nilai
penuh dari defisit dan surplus program. Pengukuran kembali diakui dalam penghasilan
komprehensif lain tercermin segera dalam saldo laba. Biaya jasa lalu diakui pada saat yang
lebih dulu antara ketika amandemen/kurtailmen terjadi atau ketika biaya restrukturisasi atau
pemutusan hubungan kerja diakui.
Bunga neto dihitung dengan menggunakan tingkat diskonto terhadap liabilitas atau aset
imbalan pasti neto. Biaya imbalan pasti dikategorikan sebagai berikut:
Biaya jasa (termasuk biaya jasa kini, biaya jasa lalu serta keuntungan dan kerugian
kurtailmen dan penyelesaian)
Beban atau pendapatan bunga neto
Pengukuran kembali
20
Page 23
PT MINNA PADI INVESTAMA SEKURITAS Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 MARET 2024 DAN 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)
n. Sewa
Sebagai Penyewa
Perusahaan menilai apakah sebuah kontrak mengandung sewa, pada tanggal insepsi
kontrak. Perusahaan mengakui aset hak-guna dan liabilitas sewa terkait sehubungan
dengan seluruh kesepakatan sewa di mana Perusahaan merupakan penyewa, kecuali
untuk sewa jangka-pendek (yang didefinisikan sebagai sewa yang memiliki masa sewa 12
bulan atau kurang) dan sewa yang aset pendasarnya bernilai-rendah. Untuk sewa-sewa
tersebut, Perusahaan mengakui pembayaran sewa sebagai beban operasi secara garis
lurus selama masa sewa kecuali dasar sistematis lainnya lebih merepresentasikan pola
konsumsi manfaat penyewa dari aset sewa.
Liabilitas sewa awalnya diukur pada nilai kini pembayaran sewa masa depan yang belum
dibayarkan pada tanggal permulaan, yang didiskontokan menggunakan suku bunga implisit
dalam sewa. Jika suku bunga ini tidak dapat ditentukan, Perusahaan menggunakan suku
bunga pinjaman inkremental khusus untuk penyewa.
Pembayaran sewa yang diperhitungkan dalam pengukuran liabilitas sewa terdiri atas:
pembayaran tetap (termasuk pembayaran tetap secara-substansi), dikurangai insentif
sewa;
pembayaran sewa variabel yang bergantung pada indeks atau suku bunga yang pada
awalnya diukur dengan menggunakan indeks atau suku bunga pada tanggal permulaan;
jumlah yang diperkirakan akan dibayarkan oleh penyewa dalam jaminan nilai residual;
harga eksekusi opsi beli jika penyewa cukup pasti untuk mengeksekusi opsi tersebut;
dan
pembayaran penalti karena penghentian sewa, jika masa sewa merefleksikan penyewa
mengeksekusi opsi untuk menghentikan sewa.
Liabilitas sewa disajikan sebagai pos terpisah dalam laporan posisi keuangan.
Liabilitas sewa selanjutnya diukur dengan meningkatkan jumlah tercatat untuk mereflesikan
bunga atas liabilitas sewa (menggunakan metode suku bunga efektif) dan dengan
mengurangi jumlah tercatat untuk merefleksikan sewa yang telah dibayar.
Setiap pembayaran sewa dialokasikan antara liabilitas dan biaya keuangan. Biaya
keuangan dibebankan pada laba rugi selama periode sewa sehingga menghasilkan tingkat
suku bunga periodik yang konstan atas saldo liabilitas untuk setiap periode.
Perusahaan mengukur kembali liabilitas sewa (dan melakukan penyesuaian terkait
terhadap aset hak-guna) jika:
terdapat perubahan dalam masa sewa atau perubahan dalam penilaian atas eksekusi
opsi pembelian, di mana liabilitas sewa diukur dengan mendiskontokan pembayaran
sewa revisian menggunakan tingkat diskonto revisian;
terdapat perubahan sewa masa depan sebagai akibat dari perubahan indeks atau
perubahan perkiraan pembayaran berdasarkan nilai residual jaminan di mana liabilitas
sewa diukur Kembali dengan mendiskontokan pembayaran sewa revisian menggunakan
tingkat diskonto awal (kecuali jika pembayaran sewa berubah karena perubahan suku
bunga mengambang, di mana tingkat diskonto revisian digunakan); atau
21
Page 24
PT MINNA PADI INVESTAMA SEKURITAS Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 MARET 2024 DAN 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)
n. Sewa (lanjutan)
Sebagai Penyewa (lanjutan)
kontrak sewa dimodifikasi dan modifikasi sewa tidak dicatat sebagai sewa terpisah, di
mana liabilitas sewa diukur dengan mendiskontokan pembayaran sewa revisian
menggunakan tingkat diskonto revisian.
Aset hak-guna terdiri dari pengukuran awal atas liabilitas sewa, pembayaran sewa yang
dilakukan pada saat atau sebelum permulaan sewa dan biaya langsung awal. Aset hak-
guna selanjutnya diukur sebesar biaya dikurangi akumulasi penyusutan dan kerugian
penurunan nilai.
Jika Perusahaan dibebankan kewajiban atas biaya membongkar dan memindahkan aset
sewa, merestorasi tempat di mana aset berada atau merestorasi aset pendasar ke kondisi
yang disyaratkan oleh syarat dan ketentuan sewa, provisi diakui dan diukur sesuai PSAK
57. Biaya tersebut diperhitungkan dalam aset hak-guna terkait, kecuali jika biaya tersebut
terjadi untuk memproduksi persediaan.
Aset hak-guna selanjutnya diukur dengan harga perolehan dikurangi akumulasi penyusutan
dan penurunan nilai. Aset hak-guna disusutkan secara garis lurus selama jangka waktu
sewa yang lebih pendek dan estimasi masa manfaat aset, sebagai berikut:
Tahun/ Years
Gedung kantor 4
Jika sewa mengalihkan kepemilikan aset pendasar atau jika biaya perolehan aset hak-guna
merefleksikan Perusahaan akan mengeksekusi opsi beli, aset hak-guna disusutkan selama
masa manfaat aset pendasar. Penyusutan dmulai pada tanggal permulaan sewa.
Aset hak-guna disajikan sebagai bagian dari “Aset Tetap” pada laporan keuangan.
Perusahaan menerapkan PSAK 48 untuk menentukan apakah aset hak-guna mengalami
penurunan nilai dan mencatat kerugian penurunan nilai yang teridentifikasi sebagaimana
dijelaskan dalam kebijakan asset penurunan nilai.
Sewa variabel yang tidak bergantung pada indeks atau suku bunga tidak diperhitungkan
dalam pengukuran liabilitas sewa dan aset hak-guna. Pembayaran terkait diakui sebagai
beban dalam periode di mana peristiwa atau kondisi yang memicu pembayaran tersebut
terjadi dan dicatat dalam pos "Beban umum dan administrasi" dalam laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain.
Sebagai cara praktis, PSAK 73 mengijinkan penyewa untuk memisahkan komponen
nonsewa, dan mencatat masing-masing komponen sewa dan komponen nonsewa sebagai
kesepakatan sewa tunggal. Perusahaan tidak menggunakan cara praktis ini. Untuk kontrak
yang memiliki komponen sewa dan satu atau lebih sewa tambahan atau komponen non
sewa, Perusahaan mengalokasikan imbalan dalam kontrak ke setiap komponen sewa
dengan dasar harga jual relatif berdiri sendiri dari komponen sewa dan jumlah agregat
masing-masing dari komponen non sewa.
22
Page 25
PT MINNA PADI INVESTAMA SEKURITAS Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 MARET 2024 DAN 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)
n. Sewa (lanjutan)
Sebagai Pesewa
Perusahaan melakukan perjanjian sewa sebagai pesewa sehubungan dengan beberapa
properti investasinya.
Sewa di mana Perusahaan sebagai pesewa diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan atau
sewa operasi. Ketika persyaratan sewa secara substansial mengalihkan seluruh risiko dan
manfaat yang terkait dengan kepemilikan ke penyewa, kontrak tersebut diklasifikasikan
sebagai sewa pembiayaan. Seluruh sewa lainnya diklasifikasikan sebagai sewa operasi.
Ketika Perusahaan adalah pesewa-antara, Perusahaan mencatat sewa utama dan subsewa
sebagai dua kontrak yang terpisah. Subsewa diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan
atau sewa operasi dengan mengacu pada aset hak-guna yang timbul dari sewa utama.
Penghasilan sewa dari sewa operasi diakui secara garis lurus selama masa sewa yang
relevan. Biaya langsung awal yang terjadi dalam menegosiasikan dan mengatur sewa
operasi ditambahkan ke jumlah tercatat aset sewa dan diakui secara garis lurus selama
masa sewa.
Dalam sewa pembiayaan, jumlah terutang oleh penyewa diakui sebagai piutang sebesar
jumlah yang sama dengan investasi sewa neto Perusahaan. Pengakuan penghasilan sewa
pembiayaan dialokasikan pada periode akuntansi yang mencerminkan suatu tingkat
pengembalian periodik yang konstan atas investasi bersih pesewa.
Ketika suatu kontrak mencakup komponen sewa dan non-sewa, Perusahaan menerapkan
PSAK 72 untuk mengalokasikan imbalan berdasarkan kontrak bagi setiap komponen.
o. Pengakuan Pendapatan dan Beban
Pendapatan diukur berdasarkan imbalan yang Perusahaan perkirakan menjadi haknya
dalam kontrak dengan pelanggan dan tidak termasuk jumlah yang ditagih atas nama pihak
ketiga. Perusahaan mengakui pendapatan ketika mengalihkan pengendalian barang atau
jasa kepada pelanggan.
Pendapatan kegiatan perantara perdagangan efek
Pendapatan kegiatan perantara perdagangan efek berasal dari:
(i) Komisi perantara perdagangan efek yang diakui berdasarkan tanggal transaksi; dan
(ii) Transaksi efek yaitu perdagangan transaksi efek yang lazim dicatat pada tanggal
perdagangan, seolah-olah transaksi efek telah diselesaikan. Keuntungan dan
kerugian yang timbul dari transaksi efek yang merupakan tanggungan dan risiko
Perusahaan dicatat berdasarkan tanggal perdagangan. Transaksi efek pelanggan
dilaporkan pada tanggal penyelesaian dan pendapatan komisi dan beban terkait
dilaporkan pada tanggal perdagangan. Jumlah piutang dan utang dari transaksi
efek yang belum mencapai tanggal penyelesaian kontrak dicatat bersih pada
laporan posisi keuangan.
23
Page 26
PT MINNA PADI INVESTAMA SEKURITAS Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 MARET 2024 DAN 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)
o. Pengakuan Pendapatan dan Beban (lanjutan)
Pendapatan kegiatan penjaminan emisi efek
Pendapatan kegiatan penjaminan emisi efek berasal dari jasa konsultan manajemen yang
diakui pada saat jasa diberikan sesuai dengan ketentuan dalam kontrak.
Pendapatan dividen dan bunga
Pendapatan dividen dari investasi diakui pada saat hak pemegang saham untuk menerima
pembayaran telah ditetapkan.
Untuk semua instrumen keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi,
pendapatan atau beban bunga dicatat dengan menggunakan metode suku bunga efektif
(SBE), yaitu suku bunga yang secara tepat mendiskontokan estimasi pembayaran atau
penerimaan kas di masa datang selama perkiraan umur dari instrumen keuangan, atau jika
lebih tepat, digunakan periode yang lebih singkat, sebesar nilai tercatat bersih dari aset
keuangan atau liabilitas keuangan.
Beban
Beban diakui pada saat terjadinya dengan dasar akrual.
p. Transaksi dan Saldo Dalam Mata Uang Asing
Perusahaan menentukan bahwa mata uang fungsionalnya adalah Rupiah. Transaksi dalam
mata uang asing dijabarkan ke dalam Rupiah dengan kurs yang berlaku pada tanggal
transaksi. Pada akhir periode pelaporan, aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing
dijabarkan ke dalam Rupiah dengan menggunakan kurs tengah yang ditetapkan oleh Bank
Indonesia pada tanggal tersebut. Keuntungan dan kerugian dari selisih kurs mata uang
asing dan penjabaran aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing ke dalam mata
uang Rupiah diakui dalam laporan laba rugi.
Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, kurs konversi yakni kurs tengah Bank
Indonesia yang digunakan oleh Perusahaan masing-masing sebesar Rp 15.853 dan
Rp 15.416 untuk 1 Dolar Amerika Serikat.
q. Laba Neto per saham
Jumlah laba neto per saham dasar dihitung dengan membagi laba periode berjalan yang
dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk dengan rata-rata tertimbang jumlah saham
biasa yang beredar pada periode yang bersangkutan.
r. Provisi
Provisi diakui jika Perusahaan memiliki liabilitas kini (baik bersifat hukum maupun bersifat
konstruktif), sebagai akibat peristiwa masa lalu, besar kemungkinan penyelesaian liabilitas
tersebut mengakibatkan arus keluar sumber daya yang mengandung manfaat ekonomi dan
estimasi yang andal mengenai jumlah liabilitas tersebut dapat dibuat. Ketika Perusahaan
mengharapkan sebagian atau seluruh provisi diganti, maka penggantian tersebut diakui
sebagai aset yang terpisah tetapi hanya pada saat timbul keyakinan pengantian pasti
24
Page 27
PT MINNA PADI INVESTAMA SEKURITAS Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 MARET 2024 DAN 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)
r. Provisi (lanjutan)
diterima. Beban yang terkait dengan provisi disajikan secara neto setelah dikurangi jumlah
yang diakui sebagai penggantiannya.
Provisi ditelaah pada setiap tanggal pelaporan dan disesuaikan untuk mencerminkan
estimasi terbaik yang paling kini. Jika kemungkinan besar tidak terjadi arus keluar sumber
daya yang mengandung manfaat ekonomi untuk menyelesaikan liabilitas tersebut, maka
provisi dibatalkan.
s. Pengukuran Nilai Wajar
Nilai wajar adalah harga yang akan diterima dari menjual suatu aset atau harga
yang akan dibayar untuk mengalihkan suatu liabilitas dalam transaksi teratur antara
pelaku pasar pada tanggal pengukuran. Pengukuran nilai wajar mengasumsikan
bahwa transaksi untuk menjual aset atau mengalihkan liabilitas terjadi:
i) Di pasar utama untuk aset atau liabilitas tersebut, atau
ii) Jika tidak terdapat pasar utama, di pasar yang paling menguntungkan untuk aset
atau liabilitas tersebut.
Pasar utama atau pasar yang paling menguntungkan tersebut harus dapat diakses oleh
Perusahaan.
Nilai wajar dari aset atau liabilitas diukur dengan menggunakan asumsi yang akan
digunakan pelaku pasar ketika menentukan harga aset atau liabilitas tersebut, dengan
asumsi bahwa pelaku pasar bertindak dalam kepentingan ekonomi terbaiknya.
Pengukuran nilai wajar dari suatu aset non-keuangan memperhitungkan kemampuan
pelaku pasar untuk menghasilkan manfaat ekonomik dengan menggunakan aset dalam
penggunaan tertinggi dan terbaiknya atau dengan menjualnya kepada pelaku pasar lain
yang akan menggunakan aset tersebut pada penggunaan tertinggi dan terbaiknya.
Perusahaan menggunakan teknik penilaian yang sesuai dengan keadaan dan data yang
memadai tersedia untuk mengukur nilai wajar, dengan memaksimalkan masukan (input)
yang dapat diamati (observable) yang relevan dan meminimalkan masukan (input) yang
tidak dapat diamati (unobservable).
Seluruh aset dan liabilitas, baik yang diukur pada nilai wajar, atau dimana nilai wajar aset
atau liabilitas tersebut diungkapkan, dikategorikan dalam hirarki nilai wajar, berdasarkan
level input terendah yang signifikan terhadap keseluruhan pengukuran, sebagai berikut:
1. Tingkat 1 - Harga kuotasian (tanpa penyesuaian) dipasar aktif untuk aset atau liabilitas
yang identik;
2. Tingkat 2 -Teknik penilaian dimana level input terendah yang signifikan terhadap
pengukuran nilai wajar dapat diobservasi, baik secara langsung maupun
tidak langsung;
3. Tingkat 3 -Teknik penilaian dimana level input terendah yang signifikan terhadap
pengukuran nilai wajar tidak dapat diobservasi.
25
Page 28
PT MINNA PADI INVESTAMA SEKURITAS Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 MARET 2024 DAN 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)
s. Pengukuran Nilai Wajar (lanjutan)
Untuk aset dan liabilitas yang diakui pada laporan keuangan secara berulang, Perusahaan
menentukan apakah terdapat perpindahan antara Level dalam hirarki dengan melakukan
evaluasi ulang atas penetapan kategori (berdasarkan Level masukan (input) paling rendah
yang signifikan terhadap pengukuran nilai wajar secara keseluruhan) pada tiap akhir
periode pelaporan.
t. Rekening Efek
Rekening efek adalah rekening yang dimiliki oleh nasabah Perusahaan Efek dalam
kaitannya dengan transaksi jual beli Efek oleh nasabah. Rekening Efek berisi catatan
mengenai Efek dan dana yang dititipkan nasabah kepada Perusahaan Efek, Rekening Efek
nasabah tidak memenuhi kriteria pengakuan aset keuangan oleh Perusahaan, sehingga
tidak dapat dicatat dalam laporan posisi keuangan Perusahaan, namun dicatat secara off
balance sheet pada Buku Pembantu Dana dan Buku Pembantu Efek.
u. Peristiwa Setelah Periode Pelaporan
Peristiwa setelah periode pelaporan yang memberikan informasi tambahan tentang posisi
Perusahaan pada periode pelaporan (menyesuaikan peristiwa) tercermin dalam laporan
keuangan. Peristiwa setelah periode pelaporan yang tidak menyesuaikan peristiwa, jika
ada, diungkapkan ketika material terhadap laporan keuangan.
3. PERTIMBANGAN KRITIS AKUNTANSI DAN SUMBER UTAMA KETIDAKPASTIAN ESTIMASI
Penyusunan laporan keuangan Perusahaan mengharuskan manajemen untuk membuat
pertimbangan, estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah yang dilaporkan dan
pengungkapan yang terkait, pada akhir periode pelaporan. Ketidakpastian mengenai asumsi dan
estimasi tersebut dapat mengakibatkan penyesuaian material terhadap nilai tercatat pada aset
dan liabilitas dalam periode pelaporan berikutnya.
Pertimbangan
Dalam proses penerapan kebijakan akuntansi Perusahaan, manajemen telah membuat keputusan
berikut, yang memiliki pengaruh paling signifikan atas jumlah yang diakui dalam laporan
keuangan:
Kelangsungan Usaha
Manajemen Perusahaan telah melakukan penilaian terhadap kemampuan Perusahaan untuk
mempertahankan kelangsungan usaha dan menilai keyakinan bahwa aset dan liabilitas
Perusahaan dicatat dengan basis bahwa Perusahaan akan dapat merealisasikan asetnya dan
menyelesaikan liabilitasnya dalam kegiatan usaha normal terlepas dari kondisi yang
mengindikasikan adanya ketidakpastian material yang dapat menimbulkan keraguan signifikan
atas kemampuan Perusahaan untuk mempertahankan kelangsungan usahanya. Oleh karena itu,
laporan keuangan dilanjutkan untuk disusun atas basis kelangsungan usaha. Rincian terkait
masalah ini diungkapkan dalam Catatan 41.
26
Page 29
PT MINNA PADI INVESTAMA SEKURITAS Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 MARET 2024 DAN 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Penilaian Model Bisnis
Klasifikasi dan pengukuran aset keuangan bergantung pada hasil SPPI dan uji model bisnis.
Perusahaan menentukan model bisnis pada tingkat yang mencerminkan bagaimana kelompok
aset keuangan dikelola bersama untuk mencapai tujuan bisnis tertentu. Penilaian ini mencakup
penilaian yang mencerminkan semua bukti yang relevan termasuk bagaimana kinerja aset
dievaluasi dan kinerjanya diukur, risiko yang memengaruhi kinerja aset dan bagaimana hal ini
dikelola dan bagaimana manajer aset diberi kompensasi. Perusahaan memantau aset keuangan
yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi atau nilai wajar melalui penghasilan komprehensif
lain yang dihentikan pengakuannya sebelum jatuh tempo untuk memahami alasan pelepasannya
dan apakah alasan tersebut konsisten dengan tujuan bisnis di mana aset tersebut dimiliki.
Pemantauan adalah bagian dari penilaian berkelanjutan Perusahaan atas apakah model bisnis di
mana aset keuangan yang tersisa dimiliki tetap sesuai dan jika tidak sesuai apakah telah terjadi
perubahan dalam model bisnis dan dengan demikian terdapat perubahan prospektif terhadap
klasifikasi aset keuangan tersebut. Tidak ada perubahan yang diperlukan selama periode yang
disajikan.
Penentuan Mata Uang Fungsional
Mata uang fungsional Perusahaan adalah mata uang dari lingkungan ekonomi primer Perusahaan
beroperasi. Mata uang tersebut adalah mata uang yang mempengaruhi pendapatan dan beban
dari jasa yang diberikan. Berdasarkan penilaian manajemen Perusahaan, mata uang fungsional
adalah Rupiah.
Menentukan Masa Sewa Kontrak dengan Opsi Pembaruan dan Penghentian - Perusahaan
sebagai Penyewa
Perusahaan menentukan bahwa masa sewa sebagai masa sewa yang tidak dapat dibatalkan,
bersamaan dengan periode yang tercakup dalam opsi perpanjangan sewa, jika dieksekusi secara
wajar dan pasti, atau periode yang tercakup dalam opsi penghentian sewa, jika tidak dieksekusi
secara wajar dan pasti.
Perusahaan menerapkan pertimbangan dalam mengevaluasi apakah wajar dan pasti untuk
mengeksekusi opsi untuk pembaruan atau penghentian sewa atau tidak. Untuk kontrak sewa
dengan opsi perpanjangan dan penghentian, manajemen perlu mengestimasi masa sewa yang
memerlukan pertimbangan semua fakta dan keadaan yang menimbulkan insentif ekonomi untuk
mengeksekusi opsi perpanjangan dan tidak mengeksekusi opsi penghentian, termasuk setiap
perubahan yang diharapkan dalam fakta dan keadaan dari tanggal permulaan hingga tanggal
pengekesekusian opsi tersebut. Opsi perpanjangan (atau periode setelah opsi penghentian)
hanya dimasukkan dalam persyaratan sewa jika Perusahaan cukup yakin untuk mengeksekusi
opsi perpanjangan dan tidak mengeksekusi opsi penghentian. Jika terdapat peristiwa signifikan
atau perubahan keadaan yang signifikan yang mempengaruhi penilaian ini dan masih dalam
kendali penyewa, maka penilaian diatas akan ditelaah kembali.
Komitmen Sewa Operasi - Perusahaan sebagai Pesewa
Perusahaan telah mengadakan perjanjian sewa gedung. Perusahaan telah menentukan,
berdasarkan evaluasi dari persyarat dan kondisi perjanjian, bahwa Perusahaan mempertahankan
semua risiko dan manfaat signifikan dari kepemilikan gedung ini dan mengakui kontrak tersebut
sebagai sewa operasi.
27
Page 30
PT MINNA PADI INVESTAMA SEKURITAS Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 MARET 2024 DAN 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Estimasi dan Asumsi
Asumsi utama masa depan dan ketidakpastian sumber estimasi utama yang lain pada tanggal
pelaporan yang memiliki risiko signifikan bagi penyesuaian yang material terhadap nilai tercatat
aset dan liabilitas untuk tahun berikutnya diungkapkan di bawah ini. Perusahaan mendasarkan
asumsi dan estimasi pada parameter yang tersedia pada saat laporan keuangan disusun. Asumsi
dan situasi mengenai perkembangan masa depan mungkin berubah akibat perubahan pasar atau
situasi di luar kendali Perusahaan. Perubahan tersebut dicerminkan dalam asumsi terkait pada
saat terjadinya.
Penyisihan atas ECL Piutang
Perusahaan menggunakan matriks provisi untuk menghitung ECL piutang usaha dan kontrak aset.
Tingkat provisi didasarkan pada hari lewat jatuh tempo untuk pengelompokan berbagai segmen
pelanggan yang memiliki pola kerugian yang serupa (yaitu, menurut geografi, jenis produk, jenis
dan peringkat pelanggan, dan pertanggungan berdasarkan surat kredit dan bentuk asuransi kredit
lainnya).
Matriks provisi awalnya didasarkan pada tingkat default yang diamati secara historis Perusahaan.
Perusahaan akan mengkalibrasi matriks untuk menyesuaikan pengalaman kerugian kredit historis
dengan informasi berwawasan ke depan. Misalnya, jika prakiraan kondisi ekonomi (yaitu, produk
domestik bruto) diperkirakan akan memburuk selama tahun depan yang dapat menyebabkan
peningkatan jumlah default di sektor manufaktur, maka tingkat default historis disesuaikan. Pada
setiap tanggal pelaporan, tingkat default yang diamati secara historis diperbarui dan perubahan
dalam estimasi berwawasan ke depan dianalisa.
Penilaian korelasi antara tingkat default yang diamati secara historis, prakiraan kondisi ekonomi,
dan ECL adalah estimasi signifikan. Jumlah ECL sensitif terhadap perubahan keadaan dan
prakiraan kondisi ekonomi. Pengalaman kerugian kredit historis Perusahaan dan prakiraan kondisi
ekonomi mungkin tidak mewakili default aktual pelanggan di masa depan.
Nilai tercatat piutang dari lembaga kliring dan penjaminan dan piutang nasabah Perusahaan pada
tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 diungkapkan masing-masing pada Catatan 6 dan
7.
Nilai Wajar Instrumen Keuangan
Perusahaan mdolaencatat aset dan liabilitas keuangan tertentu pada nilai wajar, yang
mengharuskan penggunaan estimasi akuntansi. Sementara komponen signifikan atas pengukuran
nilai wajar ditentukan menggunakan bukti objektif yang dapat diverifikasi, jumlah perubahan nilai
wajar dapat berbeda bila Perusahaan menggunakan metode penilaian yang berbeda. Perubahan
nilai wajar aset dan liabilitas keuangan tersebut dapat mempengaruhi secara langung laba atau
rugi Perusahaan. Nilai wajar aset keuangan dan liabilitas keuangan diungkapkan pada Catatan
37.
Taksiran Masa Manfaat Ekonomis Properti Investasi dan Aset Tetap
Biaya perolehan properti investasi dan aset tetap disusutkan dengan menggunakan metode garis
lurus berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomisnya. Manajemen mengestimasi masa manfaat
ekonomis aset tetap antara 5 sampai dengan 20 tahun dan properti investasi 20 tahun. Masa
manfaat setiap properti investasi dan aset tetap Perusahaan ditentukan berdasarkan periode
kegunaan yang diharapkan dari aset tersebut.
28
Page 31
PT MINNA PADI INVESTAMA SEKURITAS Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 MARET 2024 DAN 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
3. PERTIMBANGAN KRITIS AKUNTANSI DAN SUMBER UTAMA KETIDAKPASTIAN ESTIMASI
(lanjutan)
Taksiran Masa Manfaat Ekonomis Properti Investasi dan Aset Tetap (lanjutan)
Estimasi ini ditentukan berdasarkan evaluasi teknis internal dan pengalaman atas aset sejenis.
Masa manfaat setiap aset direviu secara periodik dan disesuaikan apabila prakiraan berbeda
dengan estimasi sebelumnya karena keausan, keusangan teknis dan komersial, hukum atau
keterbatasan lainnya atas pemakaian aset. Namun terdapat kemungkinan bahwa hasil operasi
dimasa mendatang dapat dipengaruhi secara signifikan oleh perubahan atas jumlah serta periode
pencatatan beban yang diakibatkan karena perubahan faktor yang disebutkan di atas.
Perubahan masa manfaat properti investasi dan aset tetap dapat mempengaruhi jumlah beban
penyusutan yang diakui dan penurunan nilai tercatat aset tersebut.
Nilai tercatat properti investasi dan aset tetap diungkapkan pada Catatan 10 dan 11.
Penurunan nilai muncul saat nilai tercatat aset atau Unit Penghasil Kas (UPK) melebihi nilai
terpulihkannya, yang lebih besar antara nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual dan nilai
pakainya. Nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual didasarkan pada ketersediaan data dari
perjanjian penjualan yang mengikat yang dibuat dalam transaksi normal atas aset serupa atau
harga pasar yang dapat diamati dikurangi dengan biaya tambahan yang dapat diatribusikan
dengan pelepasan aset.
Perhitungan nilai pakai didasarkan pada model arus kas yang didiskontokan. Data arus kas
diambil dari anggaran untuk lima tahun yang akan datang dan tidak termasuk aktivitas
restrukturisasi yang belum dilakukan oleh Perusahaan atau investasi signifikan dimasa datang
yang akan memutakhirkan kinerja aset dari UPK yang diuji. Nilai terpulihkan paling dipengaruhi
oleh tingkat diskonto yang digunakan dalam model arus kas yang didiskontokan, sebagaimana
juga jumlah arus kas masuk di masa datang yang diharapkan dan tingkat pertumbuhan yang
digunakan untuk tujuan ekstrapolasi.
Manajemen berpendapat bahwa tidak ada indikasi potensi penurunan nilai aset non-keuangan
pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023.
Imbalan Pasca Kerja dan Pensiun
Penentuan utang dan biaya pensiun dan liabilitas imbalan kerja Perusahaan bergantung pada
pemilihan asumsi yang digunakan oleh aktuaris independen dalam menghitung jumlah-jumlah
tersebut. Asumsi tersebut termasuk antara lain, tingkat diskonto, tingkat kenaikan gaji tahunan,
tingkat pengunduran diri karyawan tahunan, tingkat kecacatan, umur pensiun dan tingkat
kematian. Hasil aktual yang berbeda dari asumsi yang ditetapkan Perusahaan diakui segera pada
laporan posisi keuangan dengan debit atau kredit ke saldo laba melalui penghasilan komprehensif
lainnya dalam periode terjadinya. Sementara Perusahaan berkeyakinan bahwa asumsi tersebut
adalah wajar dan sesuai, perbedaan signifikan pada hasil aktual atau perubahan signifikan dalam
asumsi yang ditetapkan Perusahaan dapat mempengaruhi secara material liabilitas diestimasi
atas pensiun dan imbalan kerja dan beban imbalan kerja neto. Penjelasan lebih rinci diungkapkan
dalam Catatan 19.
Pajak Penghasilan
Pertimbangan signifikan dilakukan dalam menentukan provisi atas pajak penghasilan badan.
Terdapat transaksi dan perhitungan tertentu yang penentuan pajak akhirnya adalah tidak pasti
dalam kegiatan usaha normal. Perusahaan mengakui liabilitas atas pajak penghasilan badan
29
Page 32
PT MINNA PADI INVESTAMA SEKURITAS Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 MARET 2024 DAN 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
3. PERTIMBANGAN KRITIS AKUNTANSI DAN SUMBER UTAMA KETIDAKPASTIAN ESTIMASI
(lanjutan)
Pajak Penghasilan (lanjutan)
berdasarkan estimasi apakah akan terdapat tambahan pajak penghasilan badan. Rincian lebih
lanjut diungkapkan dalam Catatan 13.
Aset Pajak Tangguhan
Aset pajak tangguhan diakui untuk semua perbedaan temporer antara nilai tercatat aset dan
liabilitas pada laporan keuangan dengan dasar pengenaan pajak jika besar kemungkinan bahwa
jumlah laba fiskal akan memadai untuk pemanfaatan perbedaan temporer yang diakui. Estimasi
manajemen yang signifikan diperlukan untuk menentukan jumlah aset pajak tangguhan yang
diakui berdasarkan kemungkinan waktu terealisasinya dan jumlah laba kena pajak pada masa
mendatang serta strategi perencanaan pajak masa depan.
Estimasi Bunga Pinjaman Inkremental untuk Sewa
Perusahaan tidak dapat langsung menentukan tingkat bunga implisit dalam sewa, oleh karena itu,
Perusahaan menggunakan suku bunga pinjaman inkremental (IBR) untuk mengukur kewajiban
sewa. IBR adalah tingkat bunga yang harus dibayar Perusahaan untuk meminjam dalam jangka
waktu yang sama, dan dengan jaminan serupa, dana yang diperlukan untuk memperoleh aset
dengan nilai yang sama dengan aset hak guna dalam lingkungan ekonomi yang sama. Oleh
karena itu, IBR mencerminkan apa yang 'harus dibayar' oleh Perusahaan, yang memerlukan
perkiraan ketika tidak ada tarif yang tersedia sebagai acuan atau ketika perlu disesuaikan untuk
mencerminkan syarat dan ketentuan sewa. Perusahaan memperkirakan IBR menggunakan input
yang dapat diamati (seperti suku bunga pasar).
30
Page 33
PT MINNA PADI INVESTAMA SEKURITAS Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 MARET 2024 DAN 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
4. KAS DAN SETARA KAS
Rincian per 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 sebagai berikut:
2024 2023
Kas
Rupiah 5.000.000 5.000.000
Kas di Bank
Rupiah
PT Bank CIMB Niaga Tbk 12.690.917.016 871.007.274
PT Bank Central Asia Tbk 739.041.687 1.485.322.702
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 232.812.340 251.316.033
PT Bank Mayapada Tbk 7.922.380 7.982.380
Dolar Amerika Serikat
PT Bank CIMB Niaga Tbk
(USD 409,65 tanggal 31 Maret 2024 dan
USD 444,65 tanggal 31 Desember 2023) 6.494.182 6.854.724
Subtotal 13.677.187.604 2.622.483.113
Deposito Berjangka
Dolar Amerika Serikat
PT Bank CIMB Niaga Tbk
(USD 99.994,07 tanggal 31 Maret 2024 dan
USD 99.896,60 tanggal 31 Desember 2023) 1.585.205.991 1.540.005.986
Rupiah
PT Bank CIMB Niaga Tbk 2.248.063.593 2.248.063.593
Subtotal 3.833.269.585 3.788.069.579
Total 17.515.457.189 6.415.552.692
Tingkat bunga tahunan deposito berjangka pada tahun 2024 dan 2023 sebagai berikut:
2024 2023
Suku bunga deposito berjangka
Dolar Amerika Serikat 0,50%-3,75% 0,50%-3,75%
Rupiah 2,50% - 2,75% 2,50% - 2,75%
Tidak terdapat saldo kas dan setara kas yang ditempatkan pada pihak berelasi pada tanggal
31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023.
31
Page 34
PT MINNA PADI INVESTAMA SEKURITAS Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 MARET 2024 DAN 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
5. PORTOFOLIO EFEK
Rincian per 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 sebagai berikut:
2024 2023
Aset Keuangan Diukur pada nilai wajar
melalui laba rugi:
Pihak ketiga 112.075.245.437 142.232.372.790
Pihak berelasi (Catatan 34) - -
Subtotal 112.075.245.437 142.232.372.790
Pecandangan Penurunan Nilai Portofolio Efek (38.169.156.100) (38.169.156.100)
Subtotal 73.906.089.337 104.063.216.690
Aset Keuangan Diukur pada nilai wajar
melalui penghasilan komprhensif:
Pihak ketiga 2.132.100.000 2.132.100.000
Pihak berelasi (Catatan 34) 11.672.436.255 11.650.917.796
Subtotal 13.804.536.255 13.783.017.796
Total 87.710.625.592 117.846.234.486
Aset Keuangan yang Diukur Pada Nilai Wajar melalui Laba Rugi :
2024 2023
Pihak Ketiga
Efek Ekuitas
PT Bakrie Telecom Tbk 41.312.775.000 41.312.775.000
PT Hotel Mandarine Regency Tbk 19.194.580.000 19.194.580.000
PT Hanson International Tbk 11.113.785.000 11.113.785.000
PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk 7.601.269.942 11.178.338.150
PT Andira Agro Tbk 7.342.442.800 10.797.710.000
PT Asuransi Jasa Tania Tbk 4.202.931.795 4.568.404.125
PT Rimo International Lestari Tbk 4.154.000.000 4.154.000.000
PT Asuransi Jiwa Syariah Jasa Mitra Abadi Tbk 2.295.445.600 2.500.396.100
32
Page 35
PT MINNA PADI INVESTAMA SEKURITAS Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 MARET 2024 DAN 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
5. PORTOFOLIO EFEK (Lanjutan)
PT Natura City Developments Tbk 1.423.900.000 1.794.114.000
PT Bumi Teknokultura Unggul Tbk 1.360.000.000 2.000.000.000
PT Bakrieland Development Tbk 1.360.000.000 2.000.000.000
PT Visi Media Asia Tbk 1.305.600.000 1.920.000.000
PT Bukit Uluwatu Villa Tbk 955.065.300 1.099.226.100
PT Armidian Karyatama Tbk 884.940.000 884.940.000
PT Indonesia Pondasi Raya Tbk 758.640.000 659.068.500
PT Andalan Perkasa Abadi Tbk 669.172.000 812.566.000
PT Marga Abhinaya Abadi Tbk 665.905.000 665.905.000
PT Forza Land Indonesia Tbk 534.740.000 534.740.000
PT Steadfast Marine Tbk 521.980.000 521.980.000
PT Jasa Armada Indonesia Tbk 458.210.200 468.244.000
PT Bank Jtrust Indonesia 187.200.000 216.000.000
PT Pikko Land Development Tbk 57.633.400 84.755.000
PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk 55.728.000 -
PT Mitra Tirta Buwana Tbk 47.174.600 47.174.600
PT Royal Prima Tbk 45.149.400 49.051.200
PT Meta Epsi Tbk 34.625.000 83.100.000
PT Weha Transportasi Indonesia Tbk 3.360.000 3.340.000
PT Lavender Bina Cendikia Tbk 305.000 762.500
PT Cakra Buana Resources Energi Tbk - warrant 66.600 99.900
PT Bumi Resources Minerals Tbk 8.100 9.180
PT Pan Brothers Tbk 1.700 2.500
PT Solusi Kemasan Digital Tbk - warrant 400 800
PT Mitra Tirta Buwana Tbk - warrant 225 525
PT Vastland Indonesia Tbk - warrant 100 140
PT Siwani Makmur Tbk 50 50
PT Sumber Energi Andalan Tbk - 17.388.000.000
PT J Resources Asia Pasifik Tbk - 1.276.792.000
Jumlah Efek Ekuitas 108.546.635.212 137.329.860.370
33
Page 36
PT MINNA PADI INVESTAMA SEKURITAS Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 MARET 2024 DAN 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
5. PORTOFOLIO EFEK (Lanjutan)
Efek Utang
Obligasi Negara Ritel Republik Indonesia
Seri ORI023T3 1.096.599.000 79.223.600
Sukuk Negara Ritel
Seri SR018T5 593.715.622 95.686.426
Obligasi Negara Ritel Republik Indonesia
Seri ORI021 393.218.178 767.007.604
Sukuk Negara Ritel
Seri SR019T3 321.578.424 -
Sukuk Negara Ritel
Seri SR017 200.148.162 1.369.829.091
Sukuk Negara Ritel
Seri SR016 195.233.895 942.216.541
Obligasi Negara Ritel Republik Indonesia
Seri ORI024T3 188.600.270 104.897.918
Obligasi Negara Ritel Republik Indonesia
Seri ORI022 158.011.656 379.578.120
Obligasi Negara Ritel Republik Indonesia
Seri ORI020 145.359.060 135.405.731
Sukuk Negara Ritel
Seri SR019T5 95.333.184 -
Sukuk Negara Ritel
Seri SR015 71.727.264 450.194.572
Obligasi Negara Ritel Republik Indonesia
Seri ORI023T6 39.352.360 19.790.580
Obligasi Negara Ritel Republik Indonesia
Seri ORI024T6 19.755.900 8.876.007
Sukuk Negara Ritel
Seri SR018T3 9.977.250 285.180.994
Sukuk Negara Ritel
Seri SR014 - 152.736.228
Obligasi Negara Ritel Republik Indonesia
Seri ORI019 - 111.889.008
Total Efek Utang 3.528.610.225 4.902.512.420
Subtotal 112.075.245.437 142.232.372.790
Pecandangan Penurunan Nilai Portofolio Efek (38.169.156.100) (38.169.156.100)
Jumlah 73.906.089.337 104.063.216.690
34
Page 37
PT MINNA PADI INVESTAMA SEKURITAS Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 MARET 2024 DAN 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
5. PORTOFOLIO EFEK (Lanjutan)
Aset Keuangan yang Diukur pada Nilai Wajar melalui Penghasilan Komprehensif Lain:
Pihak Ketiga
Efek Ekuitas
PT Bakrie Telecom Tbk 2.132.100.000 2.132.100.000
Pihak Berelasi
Reksa Dana
Reksadana Minna Padi Keraton Balance 10.792.228.445 10.770.709.986
Reksadana Minna Padi Keraton II 880.207.810 880.207.810
Jumlah Reksa Dana 11.672.436.255 11.650.917.796
Jumlah 13.804.536.255 13.783.017.796
Perubahan nilai wajar aset keuangan yang diukur pada FVOCI sebesar Rp 21.518.330 dan
(Rp 1.014.971.383) masing-masing untuk tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 disajikan
sebagai akun keuntungan (kerugian) nilai wajar pada FVOCI dalam laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain.
Nilai wajar atas efek ekuitas dan utang didasarkan pada harga pasar yang tercatat di Bursa Efek
Indonesia (BEI) pada hari terakhir bursa pada periode tersebut, sedangkan nilai wajar reksa dana
ditetapkan berdasarkan nilai aset bersih pada tanggal laporan posisi keuangan.
Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, efek ekuitas merupakan saham-saham yang
diperdagangkan di BEI dan tidak dijaminkan.
6. PIUTANG DARI LEMBAGA KLIRING DAN PENJAMINAN
Piutang Lembaga Kliring dan Penjaminan
Akun ini merupakan tagihan terkait dengan transaksi jual efek dan setoran jaminan sebagai
jaminan tambahan kepada PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia terkait dengan transaksi efek
dengan rincian sebagai berikut:
2024 2023
Setoran Jaminan 14.919.706.123 8.422.610.281
Piutang Transaksi Bursa 15.710.124.100 52.378.884.600
Total 30.629.830.223 60.801.494.881
Tingkat bunga setoran jaminan tersebut masing-masing berkisar antara 4,10% - 6,80% per tahun
untuk 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023.
35
Page 38
PT MINNA PADI INVESTAMA SEKURITAS Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 MARET 2024 DAN 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
7. PIUTANG NASABAH
2024 2023
Pihak Ketiga
Nasabah Pemilik Rekening
Individu 3,453,803,854 5,133,830,812
Total pihak ketiga 3,453,803,854 5,133,830,812
Piutang nasabah kelembagaan adalah piutang atas transaksi dengan nasabah yang tidak memiliki
rekening efek pada Perusahaan. Pada umumnya, seluruh piutang nasabah diselesaikan dalam
waktu singkat, biasanya dalam waktu 2 hari dari tanggal perdagangan.
8. PIUTANG LAIN-LAIN
Nilai tercatat piutang lain-lain yang diklasifikasikan sebagai pinjaman yang diberikan dan piutang
adalah sesuai dengan nilai wajarnya.
2024 2023
Pihak Berelasi
Piutang Karyawan 155.662.952 167.100.000
Sewa 60.000.000 60.000.000
Total 215.662.952 227.100.000
Pihak Ketiga
Sewa 66.475.909 66.475.909
Lain-lain 640.480.621 587.379.280
Subtotal 706.956.530 653.855.189
Dikurangi penyisihan kerugian kredit
ekspektasian (570.307.046) (570.307.046)
Total 136.649.484 83.548.143
Total 352.312.436 310.648.143
Pada tanggal laporan posisi keuangan, seluruh piutang lain-lain dinyatakan dalam Rupiah.
Manajemen Perusahaan berpendapat bahwa penyisihan kerugian kredit ekspektasian atas
piutang sewa pembiayaan adalah cukup untuk menutup kerugian yang mungkin timbul dari tidak
tertagihnya piutang tersebut.
9. PENYERTAAN SAHAM
2024 2023
PT Kustodian Sentral Efek Indonesia 5.000.000.000 5.000.000.000
PT Bursa Efek Indonesia 7.500.000.000 7.500.000.000
Total 12.500.000.000 12.500.000.000
Penyertaan saham pada PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dan PT Bursa Efek
Indonesia (BEI) merupakan salah satu persyaratan sebagai anggota bursa.
36
Page 39
PT MINNA PADI INVESTAMA SEKURITAS Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 MARET 2024 DAN 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Manajemen berpendapat tidak terdapat kejadian atau perubahan keadaan yang mengindikasikan
penurunan nilai investasi saham pada akhir periode pelaporan.
10. PROPERTI INVESTASI – NETO
Rincian properti investasi per 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 sebagai berikut:
2024
Saldo Awal Penambahan Pengurangan Saldo Akhir
Biaya Perolehan 36.953.363.920 - - 36.953.363.920
Akumulasi Penyusutan 13.193.759.502 418.385.044 - 13.612.144.546
Total Tercatat 23.759.604.418 23.341.219.374
2023
Saldo Awal Penambahan Pengurangan Saldo Akhir
Biaya Perolehan 36.953.363.920 - - 36.953.363.920
Akumulasi Penyusutan 11.520.219.973 1.673.539.529 13.193.759.502
Total Tercatat 25.433.143.947 23.759.604.418
Beban penyusutan untuk 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 masing-masing sebesar
Rp 418.385.044 dan Rp 1.673.539.529.
Berdasarkan hasil penelaahan manajemen, tidak terdapat indikasi penurunan nilai properti
investasi, sehingga Perusahaan tidak melakukan penyisihan penurunan nilai pada tahun 2024 dan
2023.
Berdasarkan Akta Jual Beli No. 205/2011 dan 206/2011 tertanggal 28 Oktober 2011, Perusahaan
memiliki hak atas Bangunan Perkantoran Equity Tower Lantai 25 Unit A dan B yang berlokasi di
Jl. Jenderal Sudirman Kav. 52 - 53 Lot 9, Jakarta Selatan dengan Sertifikat Hak Milik atas Satuan
Rumah Susun No. 1574/XXI dan No. 1575/XXI yang terdaftar atas nama Perusahaan dengan nilai
transaksi jual beli bangunan sebesar Rp 10.142.863.920 dengan luas masing-masing sebesar 290
m2 dan 163,6 m2. Properti investasi tersebut disewakan kepada pihak berelasi sebesar
Rp 60.000.000 (Catatan 34) untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2024 dan
31 Desember 2023 dan kepada pihak ketiga sebesar Rp 350.522.747 dan Rp 1.257.668.384
untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023. Pendapatan sewa
dicatat pada akun “lain-lain neto” pada laporan laba rugi.
Berdasarkan Akta Jual Beli No. 290/2014 dan 291/2014 tanggal 14 Nopember 2014, Perusahaan
memperoleh satuan rumah kantor unit M dan N (promenade 20) yang berlokasi di Jl. Bangka
Raya No. 20, Jakarta Selatan dengan nilai transaksi jual beli bangunan masing-masing sebesar
Rp 4.037.500.000 untuk luas bangunan sebesar 70 m2 dan Rp 4.323.000.000 untuk luas
bangunan sebesar 73 m2.
Berdasarkan Akta Jual Beli No. 50/2019 tertanggal 23 September 2019, Perusahaan memiliki hak
atas Bangunan Perkantoran Equity Tower Lantai 11 Unit E yang berlokasi di Jl. Jenderal
Sudirman Kav. 52 - 53 Lot 9, Jakarta Selatan dengan Sertifikat Hak Milik atas Satuan Rumah
Susun No. 1490/X senayan yang terdaftar atas nama Perusahaan. Nilai transaksi jual beli
bangunan sebesar Rp. 18.450.000.000 untuk luas bangunan sebesar 295,2 m2. Properti ini
digunakan sebagai jaminan atas hutang bank PT CIMB Niaga Tbk sebesar
Rp 15.000.000.000 (Catatan 15).
37
Page 40
PT MINNA PADI INVESTAMA SEKURITAS Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 MARET 2024 DAN 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Bangunan Perusahaan telah diasuransikan kepada PT Asuransi Central Asia atas risiko gempa
bumi dan kerusakan atas properti dengan jumlah pertanggungan masing-masing sebesar
Rp 6.000.000.000 untuk periode 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023. Manajemen
berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian
atas aset yang dipertanggungkan.
11. ASET TETAP - NETO
Rincian per 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 sebagai berikut:
2024
Saldo Awal Penambahan Pengukuran Kembali Pengurangan Saldo Akhir
Biaya Perolehan
Tanah 1.024.641.834 - - - 1.024.641.834
Bangunan 23.272.064.217 - - 23.272.064.217
Kendaraan 2.115.343.182 - - 2.115.343.182
Peralatan Kantor 4.629.616.368 92.059.000 - - 4.721.675.368
Perabot Kantor dan Partisi 9.146.137.808 - - - 9.146.137.808
Aset Hak Guna (Gedung Kantor) 160.858.544 - - 160.858.541
Total 40.348.661.953 92.059.000 - - 40.440.720.950
Akumulasi Penyusutan
Bangunan 15.311.781.845 290.900.648 - - 15.602.682.493
Kendaraan 2.115.343.180 - - - 2.115.343.180
Peralatan Kantor 4.254.620.019 40.107.396 - - 4.294.727.415
Perabot Kantor dan Partisi 9.130.993.382 2.101.391 - - 9.133.094.873
Aset Hak Guna (Gedung Kantor) 127.346.347 20.107.318 - - 147.453.665
Total 30.940.084.773 353.216.753 - - 31.293.301.626
Total Tercatat 9.408.577.180 9.147.419.324
2023
Saldo Awal Penambahan Pengukuran Kembali Pengurangan Saldo Akhir
Biaya Perolehan
Tanah 1.024.641.834 - - - 1.024.641.834
Bangunan 23.272.064.217 - - 23.272.064.217
Kendaraan 2.115.343.182 - - - 2.115.343.182
Peralatan Kantor 4.915.198.318 145.249.000 - 430.830.950 4.629.616.368
Perabot Kantor dan Partisi 9.153.208.208 7.070.400 9.146.137.808
Aset Hak Guna (Gedung Kantor) 160.858.544 - - - 160.858.544
40.641.314.303 145.249.000 - 437.901.350 40.348.661.953
Akumulasi Penyusutan
Bangunan 14.148.178.417 1.163.603.428 - - 15.311.781.845
Kendaraan 2.002.979.538 112.363.642 - - 2.115.343.180
Peralatan Kantor 4.457.482.724 227.968.245 - 430.830.950 4.254.620.019
Perabot Kantor dan Partisi 9.068.538.259 69.525.523 - 7.070.400 9.130.993.382
Aset Hak Guna (Gedung Kantor) 46.917.075 80.429.272 - - 127.346.347
Total 29.724.096.013 1.653.890.110 - 437.901.350 30.940.084.773
Total Tercatat 10.917.218.290 9.408.577.180
Beban penyusutan untuk 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 masing-masing sebesar
Rp 353.216.753 dan Rp 1.653.890.110
Berdasarkan Akta Jual Beli No. 201/2011, 202/2011 dan 203/2011 tertanggal 28 Oktober 2011,
Perusahaan memiliki hak atas Bangunan Perkantoran Equity Tower Lantai 11 Unit A, B dan C
yang berlokasi di Jl. Jenderal Sudirman Kav. 52 - 53 Lot 9, Jakarta Selatan dengan Sertifikat Hak
Milik atas Satuan Rumah Susun No. 1486/X, No. 1487/X dan No. 1488/X yang terdaftar atas
nama PT Minna Padi Investama Sekuritas Tbk. Nilai transaksi jual beli bangunan sebesar USD
1.424.400 atau ekuivalen Rp 12.731.877.600 untuk luas bangunan sebesar 617,2 m 2.
Berdasarkan Akta Jual Beli No. 204 tanggal 28 Oktober 2011, Perusahaan memperoleh bangunan
perkantoran Equity Tower Lt. 11 unit D yang berlokasi di Jl. Jenderal Sudirman Kav 52 - 53 Lot 9,
Jakarta Selatan dengan Sertifikat Hak Milik atas Satuan Rumah Susun No. 1489/X yang terdaftar
atas nama PT Minna Padi Investama Sekuritas Tbk. Nilai transaksi jual beli bangunan sebesar
USD 702.660 ekuivalen Rp 6.367.158.280 untuk bangunan seluas 290 m2.
38
Page 41
PT MINNA PADI INVESTAMA SEKURITAS Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 MARET 2024 DAN 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
11. ASET TETAP – NETO (Lanjutan)
Berdasarkan Akta Jual Beli No. 70 tanggal 28 Desember 2012, Perusahaan memperoleh satuan
Rumah Kantor yang berlokasi di Jl. Sriwijaya Kabupaten Semarang, Jawa Tengah dengan nilai
transaksi jual beli bangunan sebesar Rp 2.400.000.000 untuk bangunan seluas 149 m2 dengan
Hak Guna Bangunan No. 344/Tegalsari.
Berdasarkan Perjanjian Pengikatan Akta Jual Beli No. 081/SPAZIO-219 A/KTRK/BKIS/2012
tertanggal 28 Agustus 2012, Perusahaan melakukan pengikatan pembelian Bangunan
Kondominium Perkantoran Spazio lantai 2 unit 219 A yang berlokasi di Jl. Mayjend Yono Soewoyo
Kav. 3, Surabaya dengan nilai transaksi jual beli bangunan sebesar Rp 1.449.000.000 termasuk
PPN untuk bangunan seluas 70 m2.
Rincian laba atas penjualan aset tetap sebagai berikut:
2024 2023
Nilai Jual - -
Biaya Perolehan:
Aset Tetap - 437.901.350
Akumulasi Penyusutan - (437.901.350)
Jumlah Tercatat - -
Laba Penjualan Aset Tetap - -
Kendaraan Perusahaan telah diasuransikan kepada PT Asuransi Central Asia atas risiko
pencurian, kebakaran dan lainnya dengan jumlah pertanggungan Rp 1.427.100.000 untuk periode
31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023. Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan
tersebut cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian atas aset yang dipertanggungkan.
Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutupi kemungkinan
kerugian atas aset yang dipertanggungkan.
Berdasarkan hasil penelaahan manajemen, tidak terdapat indikasi penurunan nilai aset tetap,
sehingga Perusahaan tidak melakukan penyisihan penurunan nilai aset tetap pada periode
31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023.
12. ASET LAIN-LAIN
Rincian per 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 sebagai berikut:
2024 2023
Investasi dalam Saham 443.755.835 443.755.835
Perangkat Lunak Komputer
Biaya Perolehan 254.574.091 254.574.091
Akumulasi Amortisasi (254.574.091) (254.574.091)
Subtotal - -
Jaminan - Pihak Ketiga
Jaminan Telepon 56.000.000 56.000.000
Jaminan Lainnya 11.562.000 11.562.000
Subtotal 67.562.000 67.562.000
Aset pengampunan pajak - -
Total 511.317.835 511.317.835
39
Page 42
PT MINNA PADI INVESTAMA SEKURITAS Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 MARET 2024 DAN 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
12. ASET LAIN-LAIN (lanjutan)
Rincian per 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 sebagai berikut:
31 Maret 2024
Persentase Kerugian Atas
Nilai Perolehan Nilai Tercatat
Kepemilikan Nilai Wajar
PT Minna Padi Aset Manajemen 18,87% - - -
PT MP Capital 19,00% 443.755.835 - 443.755.835
Total 443.755.835 - 443.755.835
31 Desember 2023
Persentase Kerugian Atas
Nilai Perolehan Nilai Tercatat
Kepemilikan Nilai Wajar
PT Minna Padi Aset Manajemen 18,87% - - -
PT MP Capital 19,00% 443.755.835 - 443.755.835
Total 443.755.835 - 443.755.835
PT Minna Padi Aset Manajemen (PT MPAM)
Berdasarkan Akta No. 16 tanggal 11 Nopember 2004 dari Notaris Marina Soewana, SH,
Perusahaan membeli 4.950 saham PT MPAM dengan nilai nominal Rp 1.000.000 per saham
seharga Rp 4.950.000.000 dengan persentase kepemilikan saham sebesar 99%, sehingga
Laporan Keuangan PT MPAM dikonsolidasi ke Laporan Keuangan Perusahaan.
Berdasarkan Akta No. 22 tanggal 11 Pebruari 2010 dari Notaris Fathiah Helmi, SH, PT MPAM
meningkatkan Modal Ditempatkan dan Disetor dari Rp 5.000.000.000 menjadi
Rp 25.000.000.000. Atas peningkatan modal tersebut, Perusahaan menyetor sebesar
Rp 50.000.000, sehingga kepemilikan Perusahaan atas PT MPAM terdilusi menjadi 20% dan
Laporan Keuangan PT MPAM tidak dikonsolidasi sejak tanggal tersebut.
Berdasarkan Surat Keputusan Pemegang Saham tanggal 23 Juni 2010 yang telah diaktakan
dalam Akta No. 142 tanggal 18 Oktober 2010 dari Notaris Buntario Tigris Darmawa Ng, SH, MH,
PT MPAM meningkatkan modal ditempatkan dan disetor dari Rp 25.000.000.000 menjadi
Rp 26.500.000.000. Atas peningkatan modal tersebut, Perusahaan tidak menambah investasinya
sehingga kepemilikan Perusahaan atas PT MPAM terdilusi menjadi sebesar 18,87%.
PT MP Capital (PT MPC)
Berdasarkan Akta No. 63 tanggal 28 Juli 2009 dari Notaris Marina Soewana, SH, Perusahaan
menjual saham PT MPC sebanyak 7.625 saham sehingga persentase kepemilikan Perusahaan
menjadi sebesar 19% dan Laporan Keuangan PT MPC tidak dikonsolidasi sejak tanggal tersebut.
40
Page 43
PT MINNA PADI INVESTAMA SEKURITAS Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 MARET 2024 DAN 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
13. PERPAJAKAN
a. Pajak Dibayar Dimuka
2024 2023
Pajak Penghasilan
Pasal 23 114.217.109 -
Pajak 4 (2) 7.808.700 -
Pajak Pertambahan Nilai 534.027.101 442.231.177
Total 656.052.910 442.231.177
b. Utang Pajak
2024 2023
Pajak Penghasilan
Pasal 23 - 1.729.704
Pasal 21 175.163.647 35.623.200
Pajak Pertambahan Nilai 107.644.591 -
Total 282.808.237 37.352.904
c. Pajak Penghasilan - Pajak Kini
Rekonsiliasi antara laba sebelum taksiran pajak penghasilan dengan laba (rugi) fiskal
sebagaimana yang dilaporkan dalam perhitungan pajak penghasilan adalah sebagai berikut:
2024 2023
Rugi sebelum Taksiran Pajak Penghasilan (13.895.829.243) (2.683.556.762)
Beda Waktu:
Sewa - 23.612.005
Penyusutan Aset Tetap 14.653.111 4.374.929
Subtotal 14.653.111 27.986.934
Beda Tetap:
(Laba) Rugi Belum Terealisasi atas Efek 10.176.201.135 2.424.896.314
(Laba) Rugi Realisasi atas Penjualan Efek (66.379.100) (3.985.181.333)
Beban Biaya Transaksi 29.379.137
Perjalanan Dinas - 1.510.020
Kustodian 74.969.201 161.231.569
Pajak 32.281.786 136.596.837
Penyusutan Aset Tetap 17.556.818
Jamuan dan Sumbangan 3.250.000 7.400.000
Jasa Giro dan Bunga Deposito (18.818.983) (33.859.245)
Pendapatan Bunga Obligasi (43.353.635) (53.297.270)
Pendapatan Sewa (322.817.879) (350.522.747)
Subtotal 9.882.268.480 (1.691.225.855)
Rugi Fiskal (3.998.907.653) (4.346.795.683)
Dibulatkan (3.998.907.000) (4.346.795.000)
41
Page 44
PT MINNA PADI INVESTAMA SEKURITAS Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 MARET 2024 DAN 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
13. PERPAJAKAN (lanjutan)
d. Pajak Penghasilan - Pajak Tangguhan
Rinciannya sebagai berikut:
Dikreditkan Diakui dalam Effect Dikreditkan
(Dibebankan) Penghasilan Penyesuaian (Dibebankan)
1 Januari ke Laporan Komprehensif Tarif baru 31 Desember ke Laporan 31 Maret
2023 Laba Rugi Lain 2023 Laba Rugi 2024
Liabilitas Imbalan Kerja 1.200.059.995 203.836.574 (49.121.309) - 1.354.775.260 - 1.354.775.260
Lialibilitas Sewa 37.127.501 (17.801.046) - - 19.326.455 - 19.326.455
Aset Tetap 12.962.660 12.894.737 - - 25.857.397 3.223.684 29.081.083
Aset Hak Guna (25.067.123) 17.694.440 (7.372.683) (7.372.683)
Cadangan penyisihan -
piutang ragu-ragu 125.467.550 - - - 125.467.550 - 125.467.550
Jumlah Aset
Pajak Tangguhan 1.350.550.583 216.624.705 (49.121.309) - 1.518.053.979 3.223.684 1.521.277.665
14. UTANG NASABAH
Rincian per 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 sebagai berikut:
a. Berdasarkan Hubungan
2024 2023
Pihak Ketiga
Nasabah Pemilik Rekening
Individu 18.522.674.946 56.179.179.555
Institusi 231.355.205 -
Jumlah 18.754.030.151 56.179.179.555
Pihak Berelasi
Nasabah Pemilik Rekening
Individu - -
Jumlah - -
Total 18.754.030.151 56.179.179.555
b. Berdasarkan Pihak
2024 2023
Nasabah Pemilik Kliring
Transaksi Reguler 56.179.179.555 56.179.179.555
Transaksi Marjin - -
Total 56.179.179.555 56.179.179.555
Akun ini merupakan utang yang timbul dari transaksi penjualan portofolio efek oleh nasabah.
42
Page 45
PT MINNA PADI INVESTAMA SEKURITAS Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 MARET 2024 DAN 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
15. UTANG BANK
Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, Perusahaan memiliki utang bank sebesar
Rp. 9.258.403.361 dan Rp 9.614.495.798.
Berdasarkan perjanjian kredit No. 617/LGL-MSME-JKT/SME/PK/THA/IX/2019 tanggal 23
September 2019, Perusahaan memperoleh fasilitas pinjaman berupa Pinjaman Investasi dengan
maksimum pinjaman sebesar Rp 15.000.000.000. Penggunaan Fasilitas Kredit ini di gunakan
untuk pembelian 1 unit ruang kantor di Equity Tower Lt.11 Unit E. Fasilitas pinjaman ini berjangka
waktu 10 tahun sampai dengan tanggal 23 September 2029 dan tingkat suku bunga pinjaman
sebesar 8.25% per tahun.
Berdasarkan perjanjian kredit No. 015/OL/SME/JKTS/CIMBN-GSB/V/2021 tanggal 18 Mei 2021,
PT CIMB Niaga Tbk menyetujui restrukturisasi fasilitas pembiayaan Perusahaan atas penundaan
pembayaran angsuran selama 6 bulan dan perpanjangan tenor pembayaran selama 6 bulan
dengan plafond restrukturisasi menjadi Rp 14.125.000.000 serta akan jatuh tempo pada tanggal
23 September 2030.
Jaminan fasilitas kredit berupa sertifikat Hak Milik Atas Satuan Rumah Susun No.
1490/X/Senayan, terletak di Rumah Susun bukan Hunian Equity Tower, Jl. Jendral Sudirman
Kav.52-53 Lot 9 Lantai 11 No. 11E, Kelurahan Senayan, Kecamatan Kebayoran Baru, Kota
Administrasi, Jakarta Selatan, Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta.
Utang bank akan dilunasi melalui angsuran bulanan sejak tanggal 23 Oktober 2019 sampai
dengan 23 September 2030 dengan jadwal sebagai berikut:
2024 2023
2024 1.068.277.311 1.424.369.748
2025 1.424.369.748 1.424.369.748
2026 1.424.369.748 1.424.369.748
2027 1.424.369.748 1.424.369.748
2028 1.424.369.748 1.424.369.748
2029 1.424.369.748 1.424.369.748
2030 1.068.277.310 1.068.277.310
Total 9.258.403.361 9.614.495.798
Pada tanggal 31 Maret 2024 dan Desember 2022, Perusahaan telah memenuhi seluruh
persyaratan yang disebutkan dalam perjanjian fasilitas-fasilitas pinjaman.
16. UTANG LAIN-LAIN
Rincian per 31 Marat 2023 dan 31 Desember 2023 sebagai berikut:
2024 2023
Pihak Ketiga
Uang Jaminan Deposit:
PT Sam Indonesia 10.000.000 10.000.000
Biaya Materai 15.040.000 15.530.000
Lain-lain 444.610.281 432.519.457
Total 469.650.281 458.049.457
Utang kepada PT Sam Indonesia merupakan utang atas uang jaminan sewa kepada PT Minna
Padi Investama Sekuritas Tbk.
43
Page 46
PT MINNA PADI INVESTAMA SEKURITAS Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 MARET 2024 DAN 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
17. BEBAN AKRUAL
Rincian akun ini pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 adalah sebagai berikut:
2024 2023
Transaksi Bursa 88.152.168 139.570.841
Lain-lain 611.384.489 233.281.453
Total 699.536.657 372.852.295
18. SEWA
Perusahaan memiliki kontrak sewa untuk gedung kantor yang digunakan dalam operasinya.
Gedung kantor memiliki jangka waktu sewa 4 tahun tanpa batasan atau perjanjian yang
diberlakukan dan mencakup opsi perpanjangan dan pemutusan hubungan kerja. Pada tanggal
31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, nilai tercatat aset hak guna adalah sebesar Rp 13.404.876
dan Rp 33.512.197 (Catatan 11).
Perubahan liabilitas sewa yang diakui dalam laporan posisi keuangan tanggal 31 Maret 2024 dan
31 Desemberr 2022 adalah sebagai berikut:
2024 2023
Saldo Awal 87.847.525 Saldo Awal 168.761.369
Penambahan Pokok - Penambahan Pokok -
Penambahan Bunga 1.824.340 Penambahan Bunga 9.995.247
Pembayaran: Pembayaran:
Pokok (20.107.318) Pokok (80.913.844)
Bunga (1.824.340) Bunga (9.995.247)
Saldo Akhir 67.740.207 Saldo Akhir 87.847.525
Lancar 67.740.207 Lancar 87.847.525
Tidak lancar - Tidak lancar -
Jumlah 67.740.207 Jumlah 87.847.525
Rata-rata tertimbang dari kenaikan suku bunga pinjaman yang diterapkan Perusahaan adalah
8,25%.
Berikut ini adalah jumlah yang diakui dalam laba rugi:
2024 2023
Beban penyusutan aset hak guna (Catatan 11) 20.107.318 80.429.272
Beban bunga liabilitas sewa 1.824.340 9.995.247
Total yang diakui dalam laba rugi 21.931.658 90.424.519
Analisis jatuh tempo liabilitas sewa diungkapkan pada Catatan 38.
Total arus kas keluar untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember
2023 untuk semua kontrak sewa berjumlah Rp 21.931.658 dan Rp. 90.909.091, termasuk biaya
sewa yang tidak termasuk dalam kewajiban sewa.
44
Page 47
PT MINNA PADI INVESTAMA SEKURITAS Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 MARET 2024 DAN 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
19. LIABILITAS IMBALAN KERJA
Perusahaan memberikan imbalan untuk karyawannya yang telah mencapai usia pensiun yaitu 55
tahun sesuai dengan Peraturan Pemerintah No. 35 Tahun 2021 (PP 35/2021) yang menerapkan
Peraturan Pemerintah pengganti Undang-Undang (Perppu) No. 2/2022 tentang cipta kerja dan
Undang-undang No.11/2020 tentang Cipta Kerja pada tahun 2021. Liabilitas imbalan kerja
tersebut tidak didanai.
Pada tanggal 31 Desember 2023 dan 2021, perhitungan aktuaria atas imbalan kerja dilakukan
oleh Kantor Konsultan Aktuaria (KKA) Agus Susanto, aktuaris independen, dalam laporannya
tanggal 12 Februari 2024, dengan menggunakan metode “Projected Unit Credit”.
Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, total karyawan yang berhak atas imbalan
kerja tersebut masing-masing sebanyak 49 karyawan.
Rekonsiliasi jumlah liabilitas imbalan kerja karyawan pada laporan posisi keuangan adalah
sebagai berikut:
2023
Nilai kini liabilitas imbalan pasti 6.158.069.359
Rincian beban imbalan kerja yang diakui dalam laporan laba rugi adalah sebagai berikut :
2023
Biaya jasa kini 533.782.974
Biaya jasa lalu -
Biaya bunga 392.746.907
Total 926.529.881
Rincian (penghasilan) beban imbalan kerja karyawan yang diakui di dalam penghasilan
komprehensif lain adalah sebagai berikut:
2023
Pengukuran kembali:
Dampak perubahan
asumsi keuangan 147.447.114
Dampak penyesuaian pengalaman (370.725.793)
Total (223.278.679)
Mutasi saldo liabilitas imbalan kerja dengan rincian sebagai berikut:
2023
Saldo Awal 5.454.818.157
Beban Tahun Berjalan 926.529.881
Keuntungan Aktuarial Imbalan Kerja Diakui dalam
Penghasilan Komprehensif Lain (223.278.679)
-
Saldo Akhir 6.158.069.359
45
Page 48
PT MINNA PADI INVESTAMA SEKURITAS Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 MARET 2024 DAN 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
19. LIABILITAS IMBALAN KERJA (lanjutan)
Asumsi yang digunakan untuk menghitung liabilitas imbalan kerja pada tanggal laporan posisi
keuangan sebagai berikut:
2023
Tingkat diskonto per tahun 7,20%
Kenaikan gaji rata-rata per tahun 10,00%
Usia pensiun normal 55
Tingkat mortalitas TMI IV 2019
Tingkat cacat 10% dari tingkat
mortalitas
Tingkat pengunduran diri usia:
18 - 30 4%
31 -40 3%
41 - 45 2%
46 - 50 1%
51 - 55 0%
Manajemen telah menelaah asumsi yang digunakan dan berpendapat bahwa asumsi tersebut
sudah memadai. Manajemen berkeyakinan bahwa estimasi liabilitas imbalan kerja tersebut telah
memadai dan cukup untuk menutupi jika terjadi pemutusan hubungan kerja.
Pada tanggal 31 Maret 2024 belum dilakukan perhitungan aktuaria atas imbalan kerja.
20. MODAL SAHAM
Berdasarkan catatan yang dibuat oleh PT Adimitra Jasa Korpora, Biro Administrasi Efek, susunan
pemegang saham Perusahaan per 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 sebagai berikut :
2024
Jumlah Persentase
Nama Pemegang Saham Saham Kepemilikan Total
Eveline Listijosuputro 330.140.191 2,92 8.253.504.775
Henry Kurniawan Latief 26.209.200 0,23 655.230.000
Djoko Joelijanto (Direktur Utama) 11.000.000 0,10 275.000.000
Lain-lain 10.939.897.133 96,75 273.497.428.325
Total 11.307.246.524 100 282.681.163.100
2023
Jumlah Persentase
Nama Pemegang Saham Saham Kepemilikan Total
Eveline Listijosuputro 330.140.191 2,92 8.253.504.775
Henry Kurniawan Latief 26.209.200 0,23 655.230.000
Djoko Joelijanto (Direktur Utama) 11.000.000 0,10 275.000.000
Lain-lain 10.939.897.133 96,75 273.772.428.325
Total 11.307.246.524 100 282.956.163.100
46
Page 49
PT MINNA PADI INVESTAMA SEKURITAS Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 MARET 2024 DAN 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
20. MODAL SAHAM (lanjutan)
Rekonsiliasi saham beredar pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 adalah sebagai
berikut:
2024 2023
Saldo Awal 11.307.246.524 11.307.246.524
Penambahan - -
Saldo Akhir 11.307.246.524 11.307.246.524
21. TAMBAHAN MODAL DISETOR
Akun ini terdiri dari agio saham dan biaya emisi saham per 31 Maret 203 dan 31 Desember 2023
sebagai berikut:
2024 2023
Agio Saham:
Penawaran Umum Perdana 88.500.000.000 88.500.000.000
Warran Seri I 52.376.450.000 52.376.450.000
Realisasi Pembagian Saham Bonus - Tahun 2013 (72.482.350.000) (72.482.350.000)
Realisasi Pembagian Saham Bonus - Tahun 2014 (65.234.113.100) (65.234.113.100)
Biaya Emisi Saham (2.945.727.627) (2.945.727.627)
Tax Amnesti 31.500.000 31.500.000
Total 245.759.273 245.759.273
22. SALDO LABA YANG TELAH DITENTUKAN PENGGUNAANNYA
Berdasarkan Undang-undang Perseroan Terbatas No. 40 Tahun 2007 Pasal 70, Perusahaan
diwajibkan untuk membuat penyisihan cadangan wajib hingga sekurang-kurangnya 20% dari
jumlah modal yang ditempatkan dan disetor penuh.
23. KOMPONEN EKUITAS LAINNYA
Rincian per 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 sebagai berikut:
2024 2023
Keuntungan yang Belum Terealisasi atas Perubahan
Nilai Wajar Portofolio Efek Tersedia untuk Dijual
Efek ekuitas
Saldo Awal Periode (7.513.728.685) (7.513.728.685)
Saldo Akhir Periode - Bersih (7.513.728.685) (7.513.728.685)
Reksadana
Saldo Awal Periode 4.196.810.002 7.059.477.932
Penambahan Laba (Rugi) yang Belum
Direalisasi Selama Periode Berjalan - neto 21.518.330 (1.014.971.383)
Penambahan Laba (Rugi) yang Sudah
Direalisasi Selama Periode Berjalan - Bersih - (1.847.696.547)
Saldo Akhir Periode - neto 4.218.328.332 4.196.810.002
47
Page 50
PT MINNA PADI INVESTAMA SEKURITAS Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 MARET 2024 DAN 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
23. KOMPONEN EKUITAS LAINNYA (lanjutan)
2024 2023
Investasi dalam saham
Saldo Awal Periode (5.423.458.760) (5.423.458.760)
Penambahan Laba (Rugi) yang Belum
Direalisasi Selama Periode Berjalan - neto - -
Saldo Akhir Periode - neto (5.423.458.760) (5.423.458.760)
Subtotal (8.718.859.113) (8.740.377.443)
Selisih Transaksi Perubahan Ekuitas
Entitas Asosiasi (208.969.326) (208.969.326)
Total (8.927.828.439) (8.949.346.769)
Perubahan Nilai Selisih Transaksi Perubahan Ekuitas Perusahaan Asosiasi terjadi karena
perubahan keuntungan (kerugian) yang belum terealisasi atas perubahan nilai wajar portofolio
efek tersedia untuk dijual milik PT MPAM, Perusahaan Asosiasi akibat dari perubahan harga
pasar saham dan nilai aset bersih per unit reksadana.
24. PENDAPATAN KEGIATAN PERANTARA PERDAGANGAN EFEK
Rinciannya akun ini untuk tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Maret 2022 sebagai berikut:
2024 2023
Komisi Transaksi (Catatan 35) 728.892.965 448.234.728
Laba (Rugi) belum terealisasi atas Efek (10.176.201.135) (2.424.896.314)
Laba (Rugi) direalisasi atas perdagangan efek-neto 66.379.100 3.985.181.333
Bunga pembiayaan penyelesaian transaksi - 1.463.216
Total (9.380.929.070) 2.009.982.963
Komisi transaksi merupakan komisi yang diperoleh dari aktivitas Perusahaan sebagai perantara
perdagangan efek dengan jumlah sebesar 0,097% - 0,188% dari nilai transaksi.
25. PENDAPATAN DIVIDEN DAN BUNGA - NETO
Rincian akun ini untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Maret 2022
adalah sebagai berikut:
2024 2023
Pendapatan Dividen 6.354.740 -
Pendapatan Bunga Obligasi 43.353.635 53.297.270
Total 49.708.375 53.297.270
26. PENDAPATAN KEGIATAN PENJAMINAN EMISI EFEK
Akun ini merupakan imbalan jasa yang diterima Perusahaan sebagai penjamin emisi dan agen
penjualan atas penawaran umum saham dan obligasi.
48
Page 51
PT MINNA PADI INVESTAMA SEKURITAS Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 MARET 2024 DAN 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
27. BEBAN KEPEGAWAIAN
Rincian akun ini untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Maret 2022
adalah sebagai berikut:
2024 2023
Gaji dan Tunjangan 1.510.246.419 1.557.554.117
Bonus dan Tunjangan Lain-lain 1.310.796.712 106.330.692
BPJS 122.480.299 36.298.032
Komisi 210.844.028 -
Jamsostek 6.817.500 72.100.080
Total 3.161.184.958 1.772.282.921
28. BEBAN ADMINISTRASI DAN UMUM
Rincian akun ini untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Maret 2022
adalah sebagai berikut:
2024 2023
Keperluan Kantor Lain 109.124.706 3.095.802
Perbaikan dan Pemeliharaan 5.342.794 2.415.000
Listrik dan Air 59.629.685 53.725.618
Asuransi - 47.124.472
Transportasi 21.446.644 28.314.159
Meterai, Pos dan Kurir 2.859.609 25.072.107
Alat Tulis dan Cetakan 7.567.317 6.890.000
Makan dan Minum 24.588.302 11.132.550
Kabel Vision 3.021.000 3.021.000
Perijinan 5.669.000 3.825.000
Surat Kabar dan Majalah 2.835.000 2.835.000
Informasi 3.780.000 2.030.000
Total 245.864.057 189.480.708
29. BEBAN KEUANGAN
Rincian akun ini untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Maret 2022
adalah sebagai berikut:
2024 2023
Bunga Pinjaman Bank - 239.998.884
Beban Administrasi Bank 6.194.418 93.895.566
Total 6.194.418 333.894.450
49
Page 52
PT MINNA PADI INVESTAMA SEKURITAS Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 MARET 2024 DAN 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
30. LAIN-LAIN - NETO
Rincian akun ini untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Maret 2022
adalah sebagai berikut:
2024 2023
Pendapatan Sewa 322.817.879 350.522.747
Denda Terlambat Bayar 64.343.578 47.938.836
Jasa Giro dan Bunga 18.818.983 33.921.868
Pajak (32.281.786) (136.596.837)
Lain-Lain 110.842.067 29.110.459
Total 484.540.721 324.897.074
31. ASET MONETER DALAM MATA UANG ASING
Rinciannya per 31 Desember 2023 dan 31 Desember 2023 sebagai berikut:
2024 2023
Mata Uang Ekuivalen Rupiah Mata Uang Ekuivalen
Asing Rupiah Asing Rupiah
Kas dan Setara Kas - USD 100.403,72 1.591.700.173 100.341,25 1.546.860.710
32. LABA (RUGI) NETO PER SAHAM
Laba (rugi) per saham dasar dihitung dengan membagi laba bersih dan laba komprehensif
residual dengan jumlah rata-rata tertimbang saham yang beredar pada periode yang
bersangkutan.
Rinciannya per 31 Desember 2023 dan 31 Desember 2023 sebagai berikut:
2024 2023
Rugi Neto Tahun Berjalan (13.892.605.559) (2.677.399.641)
Jumlah Rata-rata Tertimbang Saham 11.307.246.524 11.307.246.524
Rugi Tahun Berjalan Per Saham Dasar (1,23) (0,24)
33. REKENING EFEK
Perusahaan mengelola efek dan dana nasabah dalam rekening dana nasabah dan efek
per 31 Desember 2023 dan 31 Desember 2023 dengan rincian sebagai berikut:
2024 2023
Efek Bebas 2.856.988.136.798 2.874.794.865.927
Dana Bebas 52.679.740.241 37.346.490.453
Total 2.909.667.877.039 2.912.141.356.380
Jumlah efek liabilitas kepada nasabah yang terkait tidak diakui dalam Laporan Posisi Keuangan
Perusahaan sesuai ketentuan Pedoman Akuntansi Perusahaan Efek.
50
Page 53
PT MINNA PADI INVESTAMA SEKURITAS Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 MARET 2024 DAN 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
34. SIFAT DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK-PIHAK BERELASI
Kebijakan dan syarat transaksi dengan pihak-pihak berelasi diperlakukan sama dengan kebijakan
dan syarat untuk transaksi dengan pihak ketiga.
Sifat hubungan dengan pihak-pihak berelasi adalah sebagai berikut:
a. PT Minna Padi Aset Manajemen
Perusahaan mempunyai penyertaan saham pada PT Minna Padi Aset Manajemen sebesar
18,87% pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023.
b. PT MP Capital
Perusahaan mempunyai penyertaan saham pada PT MP Capital sebesar 19% pada tanggal
31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023.
c. Reksa Dana Minna Padi Keraton Balance, Reksa Dana Minna Padi Keraton II, merupakan
produk reksa dana dari PT Minna Padi Aset Manajemen.
d. PT Sanurhasta Mitra Tbk
PT Sanurhasta Mitra Tbk memiliki manajemen kunci yaitu Edy Suwarno, suami dari Eveline
Listijosuputro.
Dalam aktivitas operasinya, Perusahaan melakukan transaksi tertentu dengan pihak-pihak
berelasi, yaitu meliputi antara lain:
- Kegiatan Usaha Utama (Operasional)
Rincian akun ini pada tanggal 31 Desember 2023 dan 31 Desember 2023 adalah sebagai berikut:
Portofolio Efek
Reksadana
Minna Padi Keraton Balance 10.792.228.445 10.770.709.986
Minna Padi Keraton II 880.207.810 880.207.810
Total 11.672.436.255 11.650.917.796
Persentase terhadap Jumlah Aset 6,22% 4,88%
51
Page 54
PT MINNA PADI INVESTAMA SEKURITAS Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 MARET 2024 DAN 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
34. SIFAT DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK-PIHAK BERELASI (lanjutan)
Pendapatan Usaha
Edy Suwarno - 66.419.451
PT MP Capital 3.252.694 1.388.645
Eveline Listijosuputro - 824.371
Henry Kurniawan Latif - 337.475
PT Minna Padi Aset Manajemen 431.068 482.355
Reksa Dana Keraton Balance - 80.840
Total 3.683.762 69.533.137
Persentase terhadap Jumlah Pendapatan -0,04% 3,37%
- Kegiatan Usaha Non Operasional
Rinciannya per 31 Desember 2023 dan 31 Desember 2023 sebagai berikut:
Piutang Lain-lain
2024 2023
Karyawan 155.662.952 167.100.000
Sewa
PT Sanurhasta Mitra Tbk 60.000.000 60.000.000
Total 215.662.952 227.100.000
Persentase terhadap Jumlah Aset 0,11% 0,10%
- Total Remunerasi (Kompensasi) Komisaris dan Direksi sebagai berikut:
2024 2023
Dewan Komisaris 120.000.000 210.000.000
Direksi 331.500.000 327.000.000
Total 451.500.000 537.000.000
Kebijakan dan syarat transaksi dengan pihak-pihak berelasi diperlakukan sama dengan kebijakan
dan syarat untuk transaksi dengan pihak ketiga.
52
Page 55
PT MINNA PADI INVESTAMA SEKURITAS Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 MARET 2024 DAN 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
35. MANAJEMEN MODAL
Perusahaan mengelola modal ditujukan untuk memastikan kemampuan Perusahaan melanjutkan
usaha secara berkelanjutan dan memaksimumkan imbal hasil kepada pemegang saham melalui
optimalisasi saldo liabilitas dan ekuitas. Untuk memelihara atau mencapai struktur modal yang
optimal, Perusahaan dapat menyesuaikan jumlah pembayaran dividen, pengurangan modal,
penerbitan saham baru atau membeli kembali saham beredar, mendapatkan pinjaman baru atau
menjual aset untuk mengurangi pinjaman.
a. Modal disetor
Perusahaan yang beroperasi sebagai perantara perdagangan efek dan penjamin emisi efek
yang mengadministrasikan rekening efek nasabah diwajibkan untuk mempunyai modal
disetor diatas ketentuan minimum masing-masing sebesar Rp 30.000.000.000 dan
Rp 50.000.000.000 sesuai ketetapan dalam Keputusan Menteri Keuangan No. 153/KMK.010/
2010 tanggal 31 Agustus 2010 tentang Kepemilikan Saham dan Permodalan Perusahaan
Efek.
b. Modal Kerja Bersih Disesuaikan (MKBD)
Berdasarkan Peraturan Bapepam-LK No . V.D.5, yang terlampir dalam Surat Keputusan
No. Kep-566/BL/2011 tanggal 31 Oktober 2011 dan Peraturan OJK No.52/POJK.04/2020,
Perusahaan efek yang menjalankan kegiatan usaha sebagai perantara perdagangan efek
yang mengadministrasikan rekening efek nasabah dan penjamin emisi efek, wajib memiliki
Modal Kerja Bersih Disesuaikan (MKBD) paling sedikit sebesar Rp 25.000.000.000 atau
6,25% dari total liabilitas tanpa utang subordinasi dan utang dalam rangka penawaran
umum/penawaran terbatas ditambah rangking liabilitas, mana yang lebih tinggi.
Jika hal ini tidak dipantau dan disesuaikan, tingkat modal dan modal kerja sesuai peraturan
dapat berada di bawah jumlah minimum yang ditetapkan oleh regulator, yang dapat
mengakibatkan berbagai sanksi mulai dari denda sampai dengan penghentian sebagian atau
seluruh kegiatan usaha. Untuk mengatasi risiko ini, Perusahaan terus mengevaluasi tingkat
kebutuhan modal dan modal kerja bersih berdasarkan peraturan dan memantau
perkembangan peraturan tentang modal dan modal kerja bersih yang disyaratkan dan
mempersiapkan peningkatan batas minimum yang diperlukan sesuai peraturan yang mungkin
terjadi dari waktu ke waktu di masa datang.
Perusahaan telah memenuhi persyaratan kepemilikan saham, modal disetor dan Modal Kerja
Bersih Disesuaikan pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023.
Modal Kerja Bersih Disesuaikan (MKBD) Perusahaan masing-masing sebesar
Rp 36.947.441.926 dan Rp 32.054.735.723 per 31 Maret 2024 dan 30 Desember 2022.
53
Page 56
PT MINNA PADI INVESTAMA SEKURITAS Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 MARET 2024 DAN 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
36. INSTRUMEN KEUANGAN
Tabel berikut menyajikan nilai tercatat dan estimasi nilai wajar dari instrumen keuangan
Perusahaan pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023:
31 Desember 2023
Nilai Tercatat Nilai Wajar
Aset Keuangan
Aset Keuangan yang Diukur pada Nilai Wajar
melalui Laba Rugi
Portofolio Efek 104.063.216.690 104.063.216.690
Aset Keuangan yang Diukur pada Nilai Wajar
melalui penghasilan komprehensif lain
Portofolio Efek 13.783.017.796 13.783.017.796
Penyertaan Saham 12.500.000.000 12.500.000.000
Aset Lain-lain (Investasi dalam Saham) 443.755.835 443.755.835
Total 26.726.773.631 26.726.773.631
Aset keuangan yang dicatat pada biaya perolehan
diamortisasi :
Kas dan Setara Kas 6.415.552.692 6.415.552.692
Piutang Lembaga Kliring dan Penjaminan 60.801.494.881 60.801.494.881
Piutang Nasabah 5.133.830.812 5.133.830.812
Piutang Lain-lain 310.648.143 310.648.143
Aset Lain-lain (Jaminan dan Deposito) 67.562.000 67.562.000
Total 72.729.088.528 72.729.088.528
Total Aset Keuangan 203.519.078.849 203.519.078.849
Liabilitas Keuangan yang Diukur dengan
Biaya Perolehan Diamortisasi
Utang bank 9.614.495.798 9.614.495.798
Utang Nasabah
Pihak Ketiga 56.179.179.555 56.179.179.555
Utang lain-lain (Jaminan Deposit) 10.000.000 10.000.000
Beban Akrual 372.852.295 372.852.295
Liabilitas Sewa 87.847.525 87.847.525
Total Liabilitas Keuangan 66.264.375.173 66.264.375.173
54
Page 57
PT MINNA PADI INVESTAMA SEKURITAS Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 MARET 2024 DAN 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
36. INSTRUMEN KEUANGAN (lanjutan)
31 Maret 2024
Nilai Tercatat Nilai Wajar
Aset Keuangan
Aset Keuangan yang Diukur pada Nilai Wajar
melalui Laba Rugi
Portofolio Efek 73.906.089.337 73.906.089.337
Aset Keuangan yang Diukur pada Nilai Wajar
melalui penghasilan komprehensif lain
Portofolio Efek 13.804.536.255 13.804.536.255
Penyertaan Saham 12.500.000.000 12.500.000.000
Aset Lain-lain (Investasi dalam Saham) 443.755.835 443.755.835
Total 26.748.292.090 26.748.292.090
Aset keuangan yang dicatat pada biaya perolehan
diamortisasi :
Kas dan Setara Kas 17.515.457.189 17.515.457.189
Piutang Lembaga Kliring dan Penjaminan 30.629.830.223 30.629.830.223
Piutang Nasabah - Pihak Ketiga 3.453.803.854 3.453.803.854
Piutang Lain-lain 352.312.436 352.312.436
Aset Lain-lain (Jaminan dan Deposito) 67.562.000 67.562.000
Total 52.018.965.703 52.018.965.703
Total Aset Keuangan 152.673.347.129 152.673.347.129
Liabilitas Keuangan
Liabilitas Keuangan yang Diukur dengan
Biaya Perolehan Diamortisasi
Utang bank 9.258.403.361 9.258.403.361
Utang Nasabah
Pihak Ketiga 18.754.030.151 18.754.030.151
Beban Akrual 699.536.657 699.536.657
Utang Lain-lain (uang jaminan deposit) 10.000.000 10.000.000
Liabilitas sewa 67.740.206 67.740.206
Total Liabilitas Keuangan 28.789.710.376 28.789.710.376
Berikut metode dan asumsi yang digunakan untuk estimasi nilai wajar:
- Untuk kas dan setara kas, deposito berjangka, piutang dari lembaga kliring dan penjaminan,
piutang nasabah, piutang lain-lain, utang pada lembaga kliring dan penjaminan, utang
nasabah, utang lain-lain, dan beban masih harus dibayar, nilai tercatat aset dan liabilitas
telah mendekati estimasi nilai wajarnya karena jatuh tempo dalam jangka pendek.
- Untuk aset lain-lain nilai wajarnya dicatat secara historis karena nilai wajarnya tidak dapat
diukur secara handal dan tidak praktis untuk mengestimasi nilai wajar dari aset tersebut
karena tidak ada jangka waktu penerimaan yang pasti kecuali untuk investasi dalam saham
yang mengalami penurunan nilai wajar.
- Untuk portofolio efek dicatat sebesar nilai wajar mengacu pada harga kuotasi yang
dipublikasikan pada pasar aktif.
55
Page 58
PT MINNA PADI INVESTAMA SEKURITAS Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 MARET 2024 DAN 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
36. INSTRUMEN KEUANGAN (lanjutan)
- Untuk penyertaan saham dicatat sebesar biaya historis karena nilai wajarnya tidak dapat
diukur secara handal.
- Liabilitas sewa diukur sebesar nilai kini dari pembayaran kontraktual lessor selama masa
sewa, dengan tingkat diskonto yang ditentukan dengan mengacu pada tarif implisit dalam
sewa kecuali hal ini tidak dapat segera ditentukan, dalam hal ini, bunga pinjaman
inkremental Perusahaan saat dimulainya sewa digunakan.
37. PENGUKURAN NILAI WAJAR
Tabel di bawah ini menganalisis intrumen keuangan yang dicatat pada nilai wajar berdasarkan
tingkatan metode penilaian. Perbedaan pada setiap tingkatan metode penilaian dijelaskan sebagai
berikut:
a. Pengukuran nilai wajar level 1 adalah yang berasal dari harga kuotasian (tanpa
penyesuaian) di pasar aktif untuk asset atau liabilitas yang identic; yang dapat diakses
entitas pada tanggal pengukuran;
b. Pengukuran nilai wajar level 2 adalah yang berasal dari Input selain harga kuotasian yang
termasuk dalam level 1 yang dapat diobservasi untuk aset dan liabilitas, baik secara
langsung (misalnya harga) atau secara tidak langsung (misalnya deviasi dari harga); dan
c. Pengukuran nilai wajar level 3 adalah yang berasal dari teknik penilaian yang mencakup
Input untuk aset atau liabilitas yang bukan berdasarkan data pasar yang dapat diobservasi
(input yang tidak dapat diobservasi).
Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, Perusahaan memiliki instrumen keuangan
berikut dicatat pada nilai wajar dalam laporan posisi keuangan:
2024 Tingkat 1 Tingkat 2 Tingkat 3
Aset keuangan yang diukur pada
nilai wajar melalui laba rugi
Portofolio efek
Efek utang 3.528.610.225 3.528.610.225 - -
Efek ekuitas 70.377.479.112 70.377.479.112 - -
Aset keuangan tersedia untuk
dijual
Portofolio efek
Reksa dana 11.672.436.255 11.672.436.255 - -
Efek ekuitas 2.132.100.000 2.132.100.000 - -
Penyertaan saham 12.500.000.000 - - 12.500.000.000
Aset lain-lain 443.755.835 - - 443.755.835
Total 100.654.381.427 87.710.625.592 - 12.943.755.835
2023 Tingkat 1 Tingkat 2 Tingkat 3
Aset keuangan yang diukur pada
nilai wajar melalui laba rugi
Portofolio efek
Efek utang 4.902.512.420 4.902.512.420 - -
Efek ekuitas 99.160.704.270 99.160.704.270 - -
Aset keuangan tersedia untuk
dijual
Portofolio efek
Reksa dana 11.650.917.796 11.650.917.796 - -
Efek ekuitas 2.132.100.000 2.132.100.000 - -
Penyertaan saham 12.500.000.000 - - 12.500.000.000
Aset lain-lain 443.755.835 - - 443.755.835
Total 130.789.990.320 117.846.234.486 - 12.943.755.835
56
Page 59
PT MINNA PADI INVESTAMA SEKURITAS Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 MARET 2024 DAN 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
37. PENGUKURAN NILAI WAJAR (lanjutan)
Teknik penilaian
Instrumen keuangan
Nilai wajar instrumen keuangan yang diperdagangkan dalam pasar aktif (misalnya efek yang
diperdagangkan dan tersedia untuk dijual) ditentukan berdasarkan harga pasar yang dikutip pada
tanggal pelaporan. Suatu pasar dianggap aktif apabila informasi mengenai harga kuotasi dapat
dengan mudah dan secara berkala tersedia dari suatu bursa, pedagang efek, atau broker,
kelompok penilai harga pasar industri tertentu, regulator dan harga-harga tersebut mencerminkan
transaksi pasar yang aktual dan reguler pada tingkat yang wajar.
Kuotasi harga pasar yang digunakan untuk aset keuangan yang dimiliki oleh Perusahaan adalah
harga penawaran (bid price) terkini. Instrumen keuangan seperti ini termasuk dalam hirarki
tingkat 1. Instrumen yang termasuk dalam hirarki tingkat 1 terdiri dari investasi dalam saham dan
reksa dana yang ditetapkan untuk diukur pada nilai wajar pada laba rugi dan efek utang di BEI dan
diklasifikasikan sebagai surat berharga tersedia untuk dijual.
Teknik penilaian ini memaksimalkan penggunaan data pasar yang dapat diobservasi yang tersedia
dan sesedikit mungkin mengandalkan estimasi spesifik yang dibuat oleh entitas. Jika seluruh input
signifikan yang dibutuhkan untuk menentukan nilai wajar dapat diobservasi, maka instrumen
tersebut termasuk dalam hirarki tingkat 2. Perusahaan tidak memiliki instrumen keuangan yang
termasuk dalam hirarki tingkat 2.
Metode dan asumsi berikut ini digunakan oleh Perusahaan untuk melakukan estimasi atas nilai
wajar setiap kelompok instrumen keuangan:
a. Aset Keuangan dengan Periode 12 Bulan atau Kurang
Sehubungan dengan sifat transaksi jangka pendek pada akun-akun di atas, nilai tercatat
aset mendekati estimasi nilai wajarnya.
b. Aset Keuangan yang tidak memiliki Kuotasi Harga di Pasar yang Aktif
Investasi yang tidak memiliki kuotasi harga di pasar yang aktif terdiri dari penyertaan saham
pada PT Bursa Efek Indonesia, dengan persentase kepemilikan di bawah 20% dan nilai
wajarnya tidak dapat ditentukan dengan andal, maka dicatat pada harga perolehan.
38. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN
Perusahaan memiliki eksposur terhadap risiko-risiko atas instrumen keuangan seperti: risiko
kredit, dan risiko pasar (seperti risiko harga ekuitas, tingkat suku bunga, dan risiko nilai tukar) dan
risiko likuiditas.
Mengingat bahwa penerapan praktik manajemen risiko yang baik dapat mendukung kinerja
perusahaan manajemen investasi, maka manajemen risiko selalu menjadi elemen pendukung
penting bagi Perusahaan dalam menjalankan roda bisnisnya. Sasaran dan tujuan utama dari
diterapkannya praktik manajemen risiko di Perusahaan adalah untuk menjaga dan melindungi
Perusahaan melalui pengelolaan risiko kerugian yang mungkin timbul dari berbagai aktivitasnya
serta menjaga tingkat risiko agar sesuai dengan arahan yang sudah ditetapkan oleh Perusahaan.
57
Page 60
PT MINNA PADI INVESTAMA SEKURITAS Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 MARET 2024 DAN 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
38. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan)
Strategi untuk mendukung sasaran dan tujuan dari manajemen risiko diwujudkan dengan
pembentukan dan pengembangan budaya risiko yang kuat, penerapan praktik Tata Kelola
Perusahaan yang Baik, pelestarian nilai-nilai kepatuhan terhadap regulasi, infrastruktur yang
memadai, serta proses kerja yang terstruktur dan sehat. Budaya risiko yang kuat ini diciptakan
dengan membangun kesadaran risiko yang kuat dimulai dari Komisaris, Direksi sampai kepada
seluruh karyawan Perusahaan.
Tata Kelola Perusahaan yang baik disosialisasikan dan dikembangkan secara menyeluruh pada
semua komponen dan aktivitas Perusahaan serta dilaksanakan dengan tanpa kompromi, nilai-nilai
kepatuhan terhadap peraturan yang ada dan berlaku harus dibudayakan dan melekat pada semua
karyawan Perusahaan yang dipimpin oleh jajaran Manajemen Perusahaan, infrastruktur risiko
dibangun melalui tersedianya kebijakan dan proses yang tepat dan sesuai dengan kondisi terkini
pengembangan sistem dan database risiko yang berkelanjutan, serta teknik dan metodologi
pengelolaan yang modern. Membangun proses dan kemampuan risiko yang sehat dan kuat
adalah sebuah pengkajian yang berkesinambungan terhadap tujuan daripada penanganan risiko
serta berbagai aktivitas yang menyangkut penanganan risiko, seperti identifikasi, pengukuran,
pemantauan dan pengendalian risiko.
Fungsi manajemen risiko juga berkewajiban untuk menjaga arahan risiko yang dapat diterima dan
disetujui oleh Komisaris dan Direksi dengan tetap berpedoman dan mampu menyesuaikan diri
dengan perkembangan usaha.
Sebagai perusahaan sekuritas, manajemen Perusahaan memiliki komitmen penuh untuk
menerapkan manajemen risiko secara komprehensif yang secara esensi mencakup kecukupan
kebijakan, prosedur dan metodologi pengelolaan risiko sehingga kegiatan usaha Perusahaan tetap
dapat terarah dan terkendali pada batasan risiko yang dapat diterima, serta tetap menguntungkan
Perusahaan.
Risiko Kredit
Risiko kredit adalah risiko kerugian keuangan yang timbul jika counterparty Perusahaan gagal
memenuhi kewajiban kontraktualnya kepada Perusahaan. Risiko kredit Perusahaan terutama
melekat kepada bank dan setara kas, deposito berjangka, piutang lembaga kliring dan
penjaminan, piutang nasabah pihak ketiga dan pihak berelasi, piutang lain-lain, dan aset lain-lain.
Risiko kredit yang timbul dari piutang dari lembaga kliring dan penjaminan, piutang nasabah, dan
piutang lain-lain merupakan risiko yang tidak bisa dihindari, namun dapat dikelola hingga pada
batasan yang bisa diterima. Perusahaan telah memiliki kebijakan dalam menghadapi risiko ini.
Dimulai dari proses awal penerimaan aplikasi yang selektif dan ditangani dengan prinsip kehati-
hatian, yang mana aplikasi akan melalui proses survey dan analisa untuk kemudian disetujui.
Perusahaan juga menerapkan Pedoman Penerapan Prinsip Mengenal Nasabah yang diatur oleh
Peraturan Menteri Keuangan No. 45/KMK.06/2003 tanggal 30 Januari 2003 tentang Penerapan
Prinsip Mengenal Nasabah bagi Lembaga Keuangan Non Bank, telah dirubah dengan Peraturan
Menteri Keuangan No. 74/PMK.012/2006 tanggal 31 Agustus 2006 dan Keputusan Direktur
Jenderal Lembaga Keuangan No. Kep-2833/LK/2003 tanggal 12 Mei 2003 tentang Pedoman
Pelaksanaan Penerapan Prinsip Mengenal Nasabah pada Lembaga Keuangan Non Bank.
58
Page 61
PT MINNA PADI INVESTAMA SEKURITAS Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 MARET 2024 DAN 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
38. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan)
Risiko kredit juga timbul dari bank dan setara kas dan simpanan-simpanan di bank dan institusi
keuangan. Untuk memitigasi risiko kredit, Perusahaan menempatkan kas dan setara kas pada
institusi keuangan yang terpercaya.
Perusahaan tidak masuk ke dalam instrumen derivatif untuk mengelola risiko kredit, walaupun
langkah-langkah pencegahan harus diambil untuk beberapa kasus tertentu yang cukup
terkonsentrasi, yang bertujuan untuk mengurangi risiko serupa.
Tabel berikut ini memberikan informasi mengenai paparan risiko kredit maksimum Perusahaan
dan kualitas kredit aset keuangan berdasarkan kelas berdasarkan proses evaluasi kreditnya:
2023
Belum Jatuh
Telah Jatuh
Tempo Dan Tidak
Telah Jatuh Tempo Tetapi Belum Diturunkan Nilainya Tempo Dan
Ada Penurunan Total
Diturunkan
Nilainya
Nilainya
1 - 30 hari 31 - 60 hari 61 - 90 hari
Bank dan setara kas 6.410.552.692 - - - - 6.410.552.692
Piutang dari lembaga kliring dan
60.801.494.881 - - - - 60.801.494.881
penjaminan
Piutang nasabah
Pihak ketiga 5.133.830.812 - - - - 5.133.830.812
Piutang lain-lain 310.648.143 - - - - 310.648.143
Aset lain-lain 511.317.836 - - - - 511.317.836
Total/Total 73.167.844.363 - - - - 73.167.844.363
2024
Belum Jatuh
Telah Jatuh
Tempo Dan Tidak
Telah Jatuh Tempo Tetapi Belum Diturunkan Nilainya Tempo Dan
Ada Penurunan Total
Diturunkan
Nilainya
Nilainya
1 - 30 hari 31 - 60 hari 61 - 90 hari
Bank dan setara kas 17.510.457.189 - - - - 17.510.457.189
Piutang dari lembaga kliring dan
30.629.830.223 - - - - 30.629.830.223
penjaminan
Piutang nasabah
Pihak ketiga 3.453.803.854 - - - - 3.453.803.854
Piutang lain-lain 352.312.436 - - - - 352.312.436
Aset lain-lain 511.317.835 - - - - 511.317.835
Total/Total 52.457.721.538 - - - - 52.457.721.538
Untuk piutang dari lembaga kliring dan penjamin, piutang nasabah, dan piutang lain-lain,
Perusahaan telah menerapkan pendekatan yang disederhanakan dalam PSAK 71 untuk
mengukur penyisihan kerugian pada ECL seumur hidup. Perusahaan menentukan kerugian kredit
ekspektasian atas pos-pos tersebut dengan menggunakan matriks provisi, yang diestimasi
berdasarkan pengalaman kerugian kredit historis berdasarkan status jatuh tempo debitur, yang
disesuaikan untuk mencerminkan kondisi saat ini dan estimasi kondisi ekonomi masa depan.
Karenanya, profil risiko kredit dari aset tersebut disajikan berdasarkan status tunggakannya dalam
matriks provisi.
59
Page 62
PT MINNA PADI INVESTAMA SEKURITAS Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 MARET 2024 DAN 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
38. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan)
Risiko Pasar
Eksposur Perusahaaan terhadap risiko harga pasar dapat muncul dari fasilitas pembiayaan
transaksi (marjin) yang diberikan oleh Perusahaan kepada nasabah.Risiko ini muncul jika nilai
agunan nasabah mengalami penurunan yang sangat signifikan dan kondisi pasar yang tidak likuid,
sehingga agunan tersebut tidak lagi mencukupi untuk menutup liabilitas nasabah kepada
Perusahaan. Dalam kondisi ini, Perusahaan berpotensi mengalami kerugian dari piutang tidak
tertagih.
Risiko pasar merupakan risiko yang terutama disebabkan karena perubahan tingkat bunga, nilai
tukar, harga komoditas dan harga modal atau pinjaman, yang dapat membawa risiko bagi
Perusahaan. Dalam perencanaan usaha Perusahaan, risiko pasar yang memiliki dampak
langsung kepada Perusahaan adalah dalam hal pengelolaan investasi atas aset keuangan yang
diukur pada nilai wajar melalui laba rugi.
Risiko Harga Efek Ekuitas
Portofolio efek perusahaan yang dapat dipasarkan rentan terhadap risiko harga pasar yang timbul
dari ketidakpastian tentang masa depan nilai portofolio efek.
Analisa sensitivitas berikut ini ditentukan berdasarkan eksposur risiko harga saham pada akhir
periode pelaporan. Analisa sensitivitas menunjukkan sensitivitas atas kemungkinan kenaikan atau
penurunan harga efek sebagai akibat perubahan nilai wajar melalui laba rugi, dengan asumsi
variabel lain dianggap tetap (ceteris paribus) terhadap laba sebelum pajak:
2024 2023
Kenaikan harga efek sebesar 5% 3.695.304.467 5.309.765.835
Penurunan harga efek sebesar 5% (3.695.304.467) (5.309.765.835)
Risiko Pasar
Risiko Tingkat Suku Bunga
Risiko tingkat suku bunga adalah risiko dimana nilai wajar atas arus kas masa datang dari suatu
instrumen keuangan akan berfluktuasi akibat perubahan suku bunga pasar. Eksposur Perusahaan
yang terpengaruh risiko suku bunga terutama terkait dengan liabilitas sewa.
Untuk meminimalkan risiko suku bunga, Perusahaan mengelola beban bunga dengan suku bunga
tetap dengan mengevaluasi kecenderungan suku bunga pasar. Manajemen juga melakukan
penelaahan berbagai suku bunga yang ditawarkan oleh kreditur untuk mendapatkan suku bunga
yang menguntungkan sebelum mengambil keputusan untuk melakukan perikatan utang.
60
Page 63
PT MINNA PADI INVESTAMA SEKURITAS Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 MARET 2024 DAN 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
38. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan)
2024
Jatuh Jatuh Jatuh Jatuh
Jatuh Tempo Tempo Pada Tahun Tempo Pada Tahun Tempo Pada Tahun Tempo Pada Tahun
Rata-rata Suku
dalam Satu (1)
Bunga Efektif
Tahun Jumlah
Utang bank 8,25% 1.424.369.748 1.424.369.748 1.424.369.748 1.424.369.748 3.560.924.369 9.258.403.361
Liabilitas sewa 8,25% 67.740.206 - - - - 67.740.206
2023
Jatuh Jatuh Jatuh Jatuh
Jatuh Tempo Tempo Pada Tahun Tempo Pada Tahun Tempo Pada Tahun Tempo Pada Tahun
Rata-rata Suku
dalam Satu (1)
Bunga Efektif
Tahun Jumlah
Utang bank 8,25% 1.424.369.748 1.424.369.748 1.424.369.748 1.424.369.748 3.917.016.806 9.614.495.798
Liabilitas sewa 8,25% 87.847.525 - - - - 87.847.525
Analisis Sensitivitas
Perubahan dari 100 basis poin suku bunga pada tanggal laporan keuangan akan meningkatkan
atau menurunkan laba sebelum pajak untuk tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023
Rp 93.261.436 dan Rp 97.023.433 Analisis ini mengasumsikan bahwa semua variabel lainnya
tetap konstan.
Risiko Nilai Tukar Mata Uang Asing
Risiko nilai tukar mata uang asing adalah risiko dimana nilai wajar atas arus kas masa mendatang
dari suatu instrumen keuangan akan berfluktuasi akibat perubahan nilai tukar mata uang asing.
Perusahaan tidak memiliki eksposur yang signifikan terhadap mata uang asing karena Perusahaan
tidak memiliki aset dan liabilitas dalam mata uang asing yang signifikan serta transaksi efek yang
dilakukan dan melalui Perusahaan di Bursa Efek Indonesia dilakukan dalam mata uang Rupiah.
Oleh karena itu, Perusahaan menyakini bahwa dampak fluktuasi nilai tukar tidak berpengaruh
signifikan terhadap kinerja keuangan Perusahaan.
Risiko Likuiditas
Risiko likuiditas merupakan risiko dalam hal Perusahaan tidak memiliki sumber keuangan yang
mencukupi untuk memenuhi liabilitasnya yang telah jatuh tempo.
Kebijakan Perusahaan adalah untuk memastikan bahwa mereka selalu memiliki uang yang cukup
dalam bentuk kas untuk membayar kewajiban mereka ketika kewajiban tersebut jatuh tempo.
Untuk memenuhi tujuan tersebut, mereka mencari cara untuk menjaga saldo kas dan fasilitas
yang disetujui untuk memenuhi kebutuhan uang kas untuk suatu periode setidaknya 180 hari.
Risiko Likuiditas (Lanjutan)
Perusahaan juga mencari cara untuk mengurangi risiko likuiditas dengan menetapkan suku bunga
dalam bagian pinjaman bank yang diterima.
Analisis liabilitas keuangan berdasarkan jatuh tempo dari tanggal Laporan Posisi Keuangan
sampai dengan tanggal jatuh tempo kontraktual per 31 Marer 2023 dan 31 Desember 2023
diungkapkan dalam tabel berikut:
61
Page 64
PT MINNA PADI INVESTAMA SEKURITAS Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 MARET 2024 DAN 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
2023
Tiga Bulan Satu Sampai
Kurang dari Sampai dengan dengan Lebih dari
Tiga Bulan Satu Tahun Lima Tahun Lima Tahun Jumlah
Utang Bank 237.394.958 1.186.974.790 5.697.478.992 2.492.647.058 9.614.495.798
Utang Nasabah 56.179.179.555 - - - 56.179.179.555
Beban Akrual 372.852.295 - - - 372.852.295
Liabilitas Sewa - 87.847.525 - - 87.847.525
Utang Lain-lain-Jaminan Sewa - - 10.000.000 - 10.000.000
Total Liabilitas 56.789.426.808 1.274.822.315 5.707.478.992 2.492.647.058 66.264.375.173
2024
Tiga Bulan Satu Sampai
Kurang dari Sampai dengan dengan Lebih dari
Tiga Bulan Satu Tahun Lima Tahun Lima Tahun Jumlah
Utang Bank 237.394.958 1.186.974.790 5.697.478.992 2.136.554.621 9.258.403.361
Utang Nasabah 18.754.030.151 - - - 18.754.030.151
Beban Akrual 699.536.657 - - - 699.536.657
Liabilitas Sewa - 67.740.206 - 67.740.206
Utang Lain-lain-Jaminan Sewa - - 10.000.000 - 10.000.000
Total Liabilitas 19.690.961.766 1.254.714.996 5.707.478.992 2.136.554.621 28.789.710.376
39. ANALISA MATURITAS ASET DAN KEWAJIBAN
Tabel di bawah ini menunjukkan analisis aset dan kewajiban sesuai kapan mereka diharapkan
untuk dipulihkan atau diselesaikan:
31 Maret 2024
Dalam Setelah
12 bulan 12 bulan Total
ASET
Kas dan Setara Kas 17.515.457.189 - 17.515.457.189
Portofolio Efek:
- Pihak Ketiga 76.038.189.337 - 76.038.189.337
- Pihak Berelasi 11.672.436.255 - 11.672.436.255
Piutang Lembaga Kliring dan Penjaminan 30.629.830.223 - 30.629.830.223
Piutang Nasabah:
- Pihak Ketiga 3.453.803.854 - 3.453.803.854
Piutang Lain-lain 352.312.436 - 352.312.436
Uang Muka dan Biaya Dibayar di Muka 263.340.033 - 263.340.033
Pajak Dibayar di Muka 656.052.910 - 656.052.910
Penyertaan Saham - 12.500.000.000 12.500.000.000
Properti Investasi - neto - 23.341.219.374 23.341.219.374
Aset Tetap - neto - 9.147.419.324 9.147.419.324
Aset pajak tangguhan - neto - 1.521.277.665 1.521.277.665
Aset Lain-lain - 511.317.835 511.317.835
Total Aset 140.581.422.237 47.021.234.198 187.602.656.435
62
Page 65
PT MINNA PADI INVESTAMA SEKURITAS Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 MARET 2024 DAN 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
39. ANALISA MATURITAS ASET DAN KEWAJIBAN (lanjutan)
LIABILITAS
Utang Bank 1.424.369.748 7.834.033.613 9.258.403.361
Utang Nasabah:
- Pihak Ketiga 18.754.030.151 - 18.754.030.151
Utang Lain-lain 469.650.281 - 469.650.281
Beban akrual 699.536.657 - 699.536.657
Utang Pajak 282.808.237 - 282.808.237
Liabiitas sewa 67.740.206 - 67.740.206
Liabilitas imbalan kerja karyawan - 6.158.069.359 6.158.069.359
Total Liabilitas 21.698.135.281 13.992.102.972 35.690.238.253
31 Desember 2023
Dalam Setelah
12 bulan 12 bulan Total
ASET
Kas dan Setara Kas 6.415.552.692 - 6.415.552.692
Portofolio Efek:
- Pihak Ketiga 106.195.316.690 - 106.195.316.690
- Pihak Berelasi 11.650.917.796 - 11.650.917.796
Piutang Lembaga Kliring dan Penjaminan 60.801.494.881 - 60.801.494.881
Piutang Nasabah:
- Pihak Ketiga 5.133.830.812 - 5.133.830.812
Piutang Lain-lain 310.648.143 - 310.648.143
Uang Muka dan Biaya Dibayar di Muka 43.806.700 - 43.806.700
Pajak Dibayar di Muka 442.231.177 - 442.231.177
Penyertaan Saham - 12.500.000.000 12.500.000.000
Properti Investasi - neto - 23.759.604.418 23.759.604.418
Aset Tetap - neto - 9.408.577.180 9.408.577.180
Aset pajak tangguhan - neto - 1.518.053.979 1.518.053.979
Aset Lain-lain - 511.317.836 511.317.836
Total Aset 190.993.798.890 47.697.553.413 238.691.352.303
LIABILITAS
Utang Bank 1.424.369.748 8.190.126.050 9.614.495.798
Utang Nasabah:
- Pihak Ketiga 56.179.179.555 - 56.179.179.555
Utang Lain-lain 458.049.457 - 458.049.457
Beban akrual 372.852.295 - 372.852.295
Utang Pajak 37.352.904 - 37.352.904
Liabiitas sewa 87.847.525 - 87.847.525
Liabilitas imbalan kerja karyawan 1.598.106.500 4.559.962.859 6.158.069.359
Total Liabilitas 60.157.757.984 12.750.088.909 72.907.846.893
63
Page 66
PT MINNA PADI INVESTAMA SEKURITAS Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 MARET 2024 DAN 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
40. INFORMASI TAMBAHAN UNTUK ARUS KAS
Rekonsiliasi liabilitas yang timbul dari aktivitas pendanaan
Tabel di bawah ini menjelaskan perubahan dalam liabilitas Perusahaan yang timbul dari aktivitas
pendanaan, termasuk perubahan yang timbul dari arus kas dan perubahan nonkas. Liabilitas yang
timbul dari aktivitas pendanaan adalah liabilitas yang arus kas, atau arus kas masa depannya,
diklasifikasikan dalam laporan arus kas Perusahaan sebagai arus kas dari aktivitas pendanaan.
31 Maret 2024
1 Januari 2024 Arus Kas Perubahan Non-Kas Saldo Akhir
Liabilitas sewa 87.847.525 (21.931.658) 1.824.340 67.740.206
Utang bank 9.614.495.798 (356.092.437) - 9.258.403.361
Total 9.702.343.323 (378.024.095) 1.824.340 9.326.143.567
31 Desember 2023
1 Januari 2023 Arus Kas Perubahan Non-Kas Saldo Akhir
Liabilitas sewa 168.761.369 (90.909.091) 9.995.247 87.847.525
Utang bank 11.038.865.546 (1.424.369.748) - 9.614.495.798
Total 11.207.626.915 (1.515.278.839) 9.995.247 9.702.343.323
41. RENCANA MANAJEMEN TERHADAP KELANGSUNGAN USAHA
Rencana Jangka Pendek
Memiliki Divisi IT yang dapat mengikuti perkembangan IT sesuai dengan bidang usaha
Perusahaan;
Mengembangkan dan memelihara infrastruktur dan aplikasi online trading agar selalu sesuai
perkembangan teknologi atau peraturan pasar modal.
Melakukan edukasi kepada nasabah dan calon nasabah tentang evaluasi saham serta analisa
fundamental dan techincal melalui media sosial yang dimiliki Perusahaan;
Membuat standar operasional prosedur agar selalu sesuai dengan peraturan yang terbaru;
Memperhatikan risiko-risiko yang ada sebelum melakukan investasi untuk portofolio
Perusahaan.
Rencana Jangka Panjang
Meningkatkan MKBD Perusahaan sehingga memiliki kemampuan bersaing terutama dalam
memberikan fasilitas margin yang lebih luas;
Meningkatkan peran galeri investasi yang ada dengan melakukan promosi kepada masyarakat
sekitar baik dengan pembagian brosur atau membuat acara-acara dengan mengundang
nasabah dan calon nasabah;
Bekerjasama dengan asosiasi-asosiasi yang memiliki network luas sebagai basis nasabah;
Divisi Corporate Finance akan berupaya aktif sebagai penjamin pelaksana emisi efek dan
bidang corporate finance lainnya, sehingga dapat memberikan kontribusi besar bagi
pendapatan Perusahaan;
Menjadi jasa penjaminan efek baik ekuitas maupun yang bersifat utang seperti obligasi, sukuk
dan Medium Term Notes (MTN) maupun ekuitas sejak tahap originasi hingga distribusi;
64
Page 67
PT MINNA PADI INVESTAMA SEKURITAS Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 MARET 2024 DAN 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
41. RENCANA MANAJEMEN TERHADAP KELANGSUNGAN USAHA (Lanjutan)
Divisi Research akan menopang divisi perdagangan efek melalui laporan riset dan
rekomendasi secara harian. Melakukan training bagi para analis untuk meningkatkan
ketajaman analisa dan kemampuan analisis;
Meng-upgrade hardware supaya selalu up-to-date dan mengikuti perkembangan teknologi,
agar fasilitas online trading menjadi yang terbaik dan menunjang pendapatan.
42. STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN BARU
Diterapkan pada tahun 2023
Penerapan standar akuntansi keuangan revisi berikut, yang berlaku efektif 1 Januari 2023, relevan
bagi Perusahaan namun tidak menyebabkan perubahan material terhadap jumlah-jumlah yang
dilaporkan dalam laporan keuangan:
- Amandemen PSAK 1, “Penyajian Laporan Keuangan” Pengungkapan Kebijakan Akuntansi
yang Mengubah Istilah “Signifikan” menjadi “Material” dan Memberi Penjelasan mengenai
Kebijakan Akuntansi Material
Amendemen ini memberikan panduan dan contoh untuk membantu entitas menerapkan
pertimbangan materialitas dalam pengungkapan kebijakan akuntansi. Amendemen tersebut
bertujuan untuk membantu entitas menyediakan pengungkapan kebijakan akuntansi yang lebih
berguna dengan mengganti persyaratan untuk mengungkapkan kebijakan akuntansi 'signifikan
entitas dengan persyaratan untuk mengungkapkan kebijakan akuntansi 'material' entitas dan
menambahkan panduan tentang bagaimana entitas menerapkan konsep materialitas dalam
membuat keputusan tentang pengungkapan kebijakan akuntansi.
- Amandemen PSAK 16, “Aset Tetap”: Hasil sebelum Penggunaan yang Diintensikan
Amendemen tersebut melarang entitas untuk mengurangi biaya perolehan aset tetap dari
penerimaan dari penjualan yang dihasilkan oleh aset tetap sebelum penggunaan yang
diintensikan. Penerimaan atas penjualan memenuhi definisi pendapatan dan oleh karena itu
harus diakui dalam laba rugi.
- Amandemen PSAK 25, “Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi dan Kesalahan”:
Definisi Estimasi Akuntansi
Amendemen tersebut memperkenalkan definisi 'estimasi akuntansi' dan mengklarifikasi
perbedaan antara perubahan estimasi akuntansi dan perubahan kebijakan akuntansi dan
koreksi kesalahan. Amendemen tersebut juga mengklarifikasi bagaimana entitas menggunakan
teknik pengukuran dan input untuk mengembangkan estimasi akuntansi.
- Amandemen PSAK 46, “Pajak Penghasilan”: Pajak Tangguhan terkait Aset dan Liabilitas yang
Timbul dari Transaksi Tunggal
Amendemen ini mengusulkan agar entitas mengakui aset maupun liabilitas pajak tangguhan
pada saat pengakuan awalnya sebagai contoh dari transaksi sewa, untuk mengeliminasi
perbedaan praktik saat ini atas transaksi tersebut dan transaksi lain yang serupa.
65
Page 68
PT MINNA PADI INVESTAMA SEKURITAS Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 MARET 2024 DAN 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
42. STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN BARU (Lanjutan)
Telah diterbitkan namun belum berlaku efektif
Amendemen standar akuntansi keuangan yang telah diterbitkan yang bersifat wajib untuk tahun
buku yang dimulai pada atau setelah:
1 Januari 2024
- Amendemen PSAK 1, “Penyajian Laporan Keuangan”: Liabilitas Jangka Panjang dengan
Kovenan
Amendemen ini mengklarifikasi bahwa hanya kovenan yang harus dipatuhi entitas pada atau
sebelum tanggal pelaporan yang akan memengaruhi klasifilasi liabilitas sebagai lancar atau
tidak lancar.
Entitas menerapkan amendemen PSAK 1 (Oktober 2020) tentang klasifikasi liabilitas sebagai
jangka pendek atau jangka panjang pada periode pelaporan tahunan yang dimulai pada atau
setelah 1 Januari 2024 secara retrospektif sesuai dengan PSAK 25. Jika entitas menerapkan
amendemen PSAK 1 (Oktober 2020) pada periode yang lebih awal setelah terbitnya
amendemen PSAK 1 (Desember 2022) tentang liabilitas jangka panjang dengan kovenan,
maka entitas juga menerapkan amendemen PSAK 1 (Desember 2022) pada periode tersebut.
Jika entitas menerapkan amendemen PSAK 1 (Oktober 2020) untuk periode sebelumnya,
maka entitas mengungkapkan fakta tersebut.
- Amendemen PSAK 1, “Penyajian Laporan Keuangan”: Klasifikasi Liabilitas sebagai Jangka
Pendek atau Jangka Panjang
Amendemen PSAK 1, “Penyajian Laporan Keuangan” mengklarifikasi bahwa kewajiban
diklasifikasikan sebagai lancar atau tidak lancar, berdasarkan pada hak yang ada pada akhir
periode pelaporan. Klasifikasi tidak terpengaruh oleh ekspektasi entitas atau peristiwa setelah
tanggal pelaporan (misalnya penerimaan waiver atau pelanggaran perjanjian). Amendemen
tersebut juga mengklarifikasi apa yang dimaksud PSAK 1 perihal 'penyelesaian' liabilitas.
Amendemen tersebut dapat memengaruhi klasifikasi liabilitas, terutama untuk entitas yang
sebelumnya mempertimbangkan intensi manajemen untuk menentukan klasifikasi dan untuk
beberapa liabilitas yang dapat dikonversi menjadi ekuitas.
- Amendemen PSAK 73, “Sewa”: Liabilitas Sewa pada Transaksi Jual dan Sewa-balik
Amendemen ini menetapkan persyaratan yang digunakan penjual-penyewa dalam mengukur
kewajiban sewa yang timbul dalam transaksi jual beli dan sewa-balik, untuk memastikan
penjual-penyewa tidak mengakui jumlah setiap keuntungan atau kerugian yang terkait dengan
hak guna yang dipertahankan.
- Perubahan Penomoran PSAK dan ISAK dalam Standar Akuntansi Keuangan Indonesia
Sejalan dengan pengesahan Kerangka Standar Pelaporan Keuangan Indonesia pada 12
Desember 2022, DSAK juga mengesahkan perubahan penomoran Pernyataan Standar
Akuntansi Keuangan (PSAK) dan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (ISAK) dalam
Standar Akuntansi Keuangan Indonesia.
66
Page 69
PT MINNA PADI INVESTAMA SEKURITAS Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 MARET 2024 DAN 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
42. STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN BARU (Lanjutan)
Perubahan tersebut untuk membedakan penomoran PSAK dan ISAK yang merujuk pada
International Financial Reporting Standards (IFRS) (diawali dengan angka 1 dan 2) dan tidak
merujuk pada IFRS (diawali dengan angka 3 dan 4).
1 Januari 2025
- PSAK 74, “Kontrak Asuransi”
PSAK 74 mengatur relaksasi beberapa ketentuan antara lain berupa penambahan
pengecualian ruang lingkup, penyesuaian penyajian laporan keuangan, penerapan opsi mitigasi
risiko dan beberapa modifikasi pada ketentuan transisi. PSAK 74 juga mensyaratkan
pemisahan yang jelas antara pendapatan yang dihasilkan dari bisnis asuransi dengan yang
berasal dari kegiatan investasi.
- Amendemen PSAK 74: “Kontrak Asuransi” terkait Penerapan Awal PSAK 74 dan PSAK 71 -
Informasi Komparatif.
Amendemen ini memperjelas pengaturan bagi entitas industri asuransi yang akan melakukan
penerapan awal PSAK 74 dan PSAK 71 dalam periode bersamaan. Amendemen ini juga
mengatasi isu penerapan yang terkait dengan informasi komparatif yang akan disajikan pada
penerapan awal untuk aset keuangan.
Sampai dengan tanggal penerbitan laporan keuangan, dampak dari penerapan standar,
amendemen dan interpretasi tersebut terhadap laporan keuangan tidak dapat diketahui atau
diestimasi oleh manajemen.
43. PERKARA HUKUM
Pada November tahun 2023, Perusahaan menerima 7 gugatan dari nasabah PT Minna Padi Aset
Manajemen sebagai turut tergugat II yang telah didaftarkan di Kepaniteraan Pengadilan Negeri
Jakarta Selatan sehubungan dengan proses pengembalian dana nasabah pemilik reksadana atas
reksadana yang sedang dalam proses pembubaran dengan nomor perkara:
- 735/Pdt.G/2023/PN.Jkt.Sel
- 737/Pdt.G/2023/PN.Jkt.Sel
- 738/Pdt.G/2023/PN.Jkt.Sel
- 742/Pdt.G/2023/PN.Jkt.Sel
- 745/Pdt.G/2023/PN.Jkt.Sel
- 746/Pdt.G/2023/PN.Jkt.Sel
- 1138/Pdt.G/2023/PN.Jkt.Sel
Pada tanggal 21 Februari 2024, hasil putusan untuk No.735/Pdt.G/2023/PN.Jkt.Sel;
737/Pdt.G/2023/PN.Jkt.Sel; 738/Pdt.G/2023/PN.Jkt.Sel; 742/Pdt.G/2023/PN.Jkt.Sel;
745/Pdt.G/2023/PN.Jkt.Sel; 746/Pdt.G/2023/PN.Jkt.Sel diucapkan dalam persidangan terbuka
untuk umum di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan yang menyatakan Pengadilan Negeri tidak
berwenang mengadili perkara a quo, atas putusan tersebut pihak penggugat sedang mengajukan
banding. Untuk kasus perkara No 1138/Pdt.G/2023/PN.Jkt.Sel masih dalam proses pengadilan.
67
Names mentioned 85 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
PT Batavia Artatama Securindo
p.8 ×2
unresolved
person
Drs. Atrino Leswara
p.8 ×2
unresolved
org
Menteri Kehakiman Republik Indonesia
p.8
unresolved
person
Drs. Eko Putranto
p.8 ×2
unresolved
org
Minna Padi Investama Tbk.
p.8 ×4
unresolved
person
Buntario Tigris Darmawa Ng
· Notaris
p.8 ×2
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.8
unresolved
org
Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan
p.8 ×2
unresolved
org
Bapepam-LK
p.8 ×6
unresolved
person
David Prasetio
· Anggota
p.9
unresolved
person
Bulan Lastiar Siahaan
· Anggota
p.9
unresolved
org
Bank Indonesia
p.26 ×2
unresolved
org
Bank Mayapada Tbk
p.33 ×2
unresolved
org
Hanson International Tbk
p.34 ×2
unresolved
org
Rimo International Lestari Tbk
p.34 ×2
unresolved
org
Marga Abhinaya Abadi Tbk
p.35 ×2
unresolved
org
Forza Land Indonesia Tbk
p.35 ×2
unresolved
org
Steadfast Marine Tbk
p.35 ×2
unresolved
org
Solusi Kemasan Digital Tbk
p.35 ×2
unresolved
org
Siwani Makmur Tbk
p.35 ×2
unresolved
org
Reksa Dana Reksadana Minna Padi Keraton Balance
p.37
unresolved
org
PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia
p.37
unresolved
org
PT Kustodian Sentral Efek Indonesia
p.38 ×3
unresolved
org
PT CIMB Niaga Tbk
p.39 ×2
unresolved
org
Niaga Tbk
p.39 ×2
unresolved
org
PT Minna Padi Aset Manajemen
p.42 ×7
unresolved
org
PT MP Capital
p.42 ×5
unresolved
org
PT MPAM
p.42 ×9
unresolved
person
Marina Soewana
p.42 ×2
unresolved
person
Fathiah Helmi
p.42
unresolved
org
PT MPC
p.42 ×3
unresolved
org
PT Adimitra Jasa Korpora
p.48
unresolved
—
Henry Kurniawan Latief
p.48 ×5
unresolved
org
PT Minna Padi Aset Manajemen Perusahaan
p.53
unresolved
org
PT MP Capital Perusahaan
p.53
unresolved
org
Reksa Dana Minna Padi Keraton Balance
p.53
unresolved
org
Reksa Dana Minna Padi Keraton II
p.53
unresolved
org
Reksa Dana Keraton Balance
p.54
unresolved
org
Menteri Keuangan
p.55 ×3
unresolved
org
Pengadilan Negeri Jakarta Selatan
p.69 ×2
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.