Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 53
Page 1
Page 2
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA Laporan keuangan konsolidasian interim yang tidak diaudit Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut (Mata Uang Rupiah Indonesia)
Page 3
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA
Laporan keuangan konsolidasian interim yang tidak diaudit
Tanggal 31 Maret 2024
dan untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)
Halaman
Daftar Isi
Surat Pernyataan Direksi
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Interim tidak diaudit ............................................................. 1
Laporan Laba Rugi Konsolidasian Interim tidak diaudit ………………………………………….………….. 2
Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian Interim tidak diaudit …………………………………………… 3
Laporan Arus Kas Konsolidasian Interim tidak diaudit ………………………………………………………. 4
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian Interim tidak diaudit …………………………………… 5 - 46
***************************
Page 4
Page 5
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
Tanggal 31 Maret 2024
dan untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Catatan
(Tidak diaudit) (Diaudit)
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 2, 4, 26 200,936,384,819 200,031,485,371
Piutang usaha
Pihak ketiga, bersih 2, 5, 26 527,820,922,043 449,571,028,852
Pihak berelasi 2, 5, 24 2,890,765,915 4,521,071,549
Piutang lain-lain
Pihak berelasi 2, 6 159,631,579,265 165,318,515,570
Pihak ketiga 2, 6, 24 20,747,547,655 19,951,107,306
Persediaan 2, 7 2,809,966,794,875 2,843,452,158,143
Pajak dibayar di muka 2, 10 36,159,692,970 77,448,419,005
Biaya dibayar di muka 2 3,974,003,948 4,827,778,102
Uang muka pembelian 8 977,592,936,468 979,106,423,077
Taksiran tagihan pajak 2 - 10,375,285,831
Jumlah Aset Lancar 4,739,720,627,958 4,754,603,272,806
ASET TIDAK LANCAR
Uang muka pembelian 8 221,616,950,118 246,226,854,344
Aset pajak tangguhan 2 4,468,066,754 4,468,066,754
Taksiran tagihan pajak 2 37,531,565,802 35,246,125,087
Properti Investasi 2, 11 237,719,939,700 237,719,939,700
Penyertaan Saham 2, 9 26,272,870,988 26,272,870,988
Aset tetap - bersih 2, 11 2,213,749,499,334 2,221,152,503,359
Aset hak guna usaha 2, 15 44,794,944,244 57,067,379,882
Aset lain-lain - bersih 2, 12 104,567,408,717 80,164,134,447
Jumlah Aset Tidak Lancar 2,890,721,245,657 2,908,317,874,561
JUMLAH ASET 7,630,441,873,615 7,662,921,147,367
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian terlampir
merupakan bagian yang tak terpisahkan dari Laporan
Keuangan Konsolidasian ini secara keseluruhan.
1
Page 6
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
Tanggal 31 Maret 2024
dan untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Catatan
(Tidak diaudit) (Diaudit)
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang bank dan lembaga
keuangan bukan bank 2, 13 1,529,268,694,306 1,743,633,649,407
Utang obligasi 2, 18 407,715,529,401 407,402,221,552
Utang sukuk mudharabah 2, 18 97,500,000,000 97,500,000,000
Utang usaha
Pihak ketiga 2, 14, 25 89,139,874,008 69,947,175,752
Pihak berelasi 2, 14, 24 633,101,008 1,312,922,290
Utang lain-lain
Pihak ketiga 2 4,482,326,517 4,674,374,734
Pihak berelasi 2, 24 1,528,103,697 1,460,327,150
Beban akrual 2 41,791,247,800 26,895,125,148
Utang pajak 2, 16 11,975,295,654 9,546,443,411
Liabilitas kontrak 2, 17 38,650,146 64,381,603,688
Utang jangka panjang
yang jatuh tempo dalam
waktu satu tahun
Utang bank dan lembaga
keuangan bukan bank 2, 13 102,167,140,237 113,017,071,695
Utang sewa pembiayaan 2 12,641,781,322 14,261,181,117
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 2,298,881,744,096 2,554,032,095,944
LIABILITAS
JANGKA PANJANG
Utang jangka panjang, setelah
dikurangi bagian yang jatuh
tempo dalam waktu satu tahun :
Utang bank dan lembaga
keuangan bukan bank 2, 13 316,135,706,330 333,955,146,292
Utang sewa pembiayaan 2 5,867,100,884 8,764,500,607
Utang obligasi 2, 18 249,146,551,717 248,979,793,482
Utang sukuk mudharabah 2, 18 109,030,000,000 109,030,000,000
Utang lain-lain
Pihak berelasi 2, 24 200,000,000,000 -
Liabilitas pajak tangguhan 2 65,505,505,170 65,805,414,454
Liabilitas imbalan kerja 2 33,436,345,433 30,493,629,819
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 979,121,209,534 797,028,484,654
JUMLAH LIABILITAS 3,278,002,953,630 3,351,060,580,598
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian Interim yang
tidak diaudit terlampir merupakan bagian yang tak
terpisahkan dari Laporan Keuangan Konsolidasian Interim
yang tidak diaudit ini secara keseluruhan.
1a
Page 7
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
Tanggal 31 Maret 2024
dan untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Catatan
(Tidak diaudit) (Diaudit)
EKUITAS
Ekuitas yang dapat
didistribusikan kepada
pemilik entitas induk
Modal saham - nilai nominal
Rp 100 per saham pada periode
31 Maret 2024 dan Tahun 2023 2, 19 643,750,000,000 643,750,000,000
Tambahan modal disetor 2, 19 314,163,016,890 314,163,016,890
Komponen ekuitas lainnya 238,898,344,827 238,898,344,827
Saham treasury (89,957,290,800) (89,957,290,800)
Penghasilan Komprehensif lain 1,178,850,602,943 1,179,693,702,812
Saldo laba
Belum ditentukan
penggunaannya 1,191,004,231,258 1,148,023,933,477
Ditentukan penggunaannya 792,735,214,664 792,735,214,664
Sub-jumlah 4,269,444,119,782 4,227,306,921,870
Kepentingan non-pengendali 20 82,994,800,203 84,553,644,899
JUMLAH EKUITAS 4,352,438,919,985 4,311,860,566,769
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 7,630,441,873,615 7,662,921,147,367
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian terlampir
merupakan bagian yang tak terpisahkan dari Laporan
Keuangan Konsolidasian ini secara keseluruhan.
1b
Page 8
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA
LAPORAN LABA RUGI KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
Tanggal 31 Maret 2024
dan untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)
31 Maret 2024 31 Maret 2023
Catatan (Tidak diaudit) (Tidak diaudit)
PENJUALAN BERSIH 2, 21 641,310,882,085 633,417,242,061
BEBAN POKOK PENJUALAN 2, 22 473,270,934,253 435,415,130,007
LABA BRUTO 168,039,947,832 198,002,112,054
Beban penjualan 2, 23 32,236,606,356 69,642,663,456
Beban umum dan administrasi 2, 23 38,841,194,904 35,676,407,343
Jumlah Beban Operasional 71,077,801,260 105,319,070,799
Pendapatan Operasional 96,962,146,572 92,683,041,255
Pendapatan (Beban) Lain - Lain
Beban bunga 2 (63,409,858,573) (57,498,338,211)
Beban administrasi bank 2 (1,428,753,428) (4,623,354,832)
Penghasilan bunga 8,101,533,289 1,462,378,972
Penghasilan sewa 9,130,000 156,000,000
Lain - lain bersih 2 5,522,934,669 6,057,658,834
Laba (rugi) pelepasan aset tetap 2 166,606,297 1,934,094,111
Laba (rugi) selisih kurs - bersih 2 9,007,693,906 (6,321,894,448)
Jumlah pendapatan (beban) Lain - Lain (42,030,713,840) (58,833,455,574)
LABA SEBELUM MANFAAT (BEBAN) PAJAK
54,931,432,732 33,849,585,681
MANFAAT (BEBAN) PAJAK
Kini 2 (14,752,988,800) (10,225,487,140)
Tangguhan 299,909,284 1,425,846,338
Jumlah beban pajak - bersih (14,453,079,516) (8,799,640,802)
Laba Tahun Berjalan 40,478,353,216 25,049,944,879
Laba tahun berjalan yang
dapat diatribusikan kepada:
Pemilik entitas induk 42,137,197,912 25,829,338,703
Kepentingan non-pengendali (1,658,844,696) (779,393,824)
LABA TAHUN BERJALAN 40,478,353,216 25,049,944,879
PENGHASILAN (KERUGIAN) - -
KOMPREHENSIF LAIN
JUMLAH PENGHASILAN KOMPREHENSIF
TAHUN/PERIODE BERJALAN 40,478,353,216 25,049,944,879
LABA PER SAHAM DASAR DAN DILUSIAN 6.62 4.07
YANG DAPAT DIATRIBUSIKAN KEPADA
PEMILIK ENTITAS INDUK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian terlampir
merupakan bagian yang tak terpisahkan dari Laporan
Keuangan Konsolidasian ini secara keseluruhan.
2
Page 9
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
Tanggal 31 Maret 2024
dan untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)
Catatan
Tambahan Modal Komponen ekuitas Penghasilan Belum ditentukan Ditentukan Kepentingan
Modal saham Saham Treasury Disetor lainnya Komprehensif Lain penggunaannya penggunaannya Total non-pengendali Jumlah ekuitas
Saldo Awal - 1 Januari
19
2023 643,750,000,000 (49,643,362,000) 314,164,475,737 6,372,300,984 1,013,314,257,442 1,029,733,872,012 792,735,214,664 3,750,426,758,839 10,180,642,425 3,760,607,401,264
Laba tahun berjalan
- - - - - 25,829,338,703 - 25,829,338,703 (779,393,824) 25,049,944,879
Saham Treasury
- (7,264,758,000) - - - - - (7,264,758,000) - (7,264,758,000)
Saldo 31 Maret 2023
643,750,000,000 (56,908,120,000) 314,164,475,737 6,372,300,984 1,013,314,257,442 1,055,563,210,715 792,735,214,664 3,768,991,339,542 9,401,248,601 3,778,392,588,143
Catatan
Tambahan Modal Komponen ekuitas Penghasilan Belum ditentukan Ditentukan Kepentingan
Modal saham Saham Treasury Disetor lainnya Komprehensif Lain penggunaannya penggunaannya Total non-pengendali Jumlah ekuitas
Saldo Awal - 1 Januari
19
2024 643,750,000,000 (89,957,290,800) 314,163,016,890 238,898,344,827 1,179,693,702,812 1,148,023,933,477 792,735,214,664 4,227,306,921,870 84,553,644,899 4,311,860,566,769
Laba tahun berjalan
- - - - - 42,137,197,912 - 42,137,197,912 (1,658,844,696) 40,478,353,216
Setoran modal oleh KNP
- - - - - - - - 100,000,000 100,000,000
Surplus revaluasi aset
tetap - - - - (843,099,869) 843,099,869 - - - -
Saldo 31 Maret 2024
643,750,000,000 (89,957,290,800) 314,163,016,890 238,898,344,827 1,178,850,602,943 1,191,004,231,258 792,735,214,664 4,269,444,119,782 82,994,800,203 4,352,438,919,985
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian terlampir merupakan bagian yang tak
terpisahkan dari Laporan Keuangan Konsolidasian ini secara keseluruhan.
3
Page 10
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA
LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
Tanggal 31 Maret 2024
dan untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)
Untuk periode tiga bulan yang berakhir
Pada tanggal 31 Maret 2024
31 Maret 2024 31 Maret 2023
(Tidak diaudit) (Tidak diaudit)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS
OPERASI
Penerimaan kas dari pelanggan 500,699,835,805 642,941,039,358
Pembayaran kas kepada
pemasok, direksi, karyawan
dan beban operasional
lain-lain (362,836,174,595) (580,921,684,271)
Kas yang diperoleh dari
(digunakan untuk) operasi 137,863,661,210 62,019,355,087
Penghasilan keuangan 8,101,533,289 1,462,378,972
Beban keuangan (64,032,079,646) (41,236,644,709)
Pembayaran pajak (14,596,973,574) (26,086,840,460)
Penerimaan pajak 10,375,285,831 -
Lain-lain - bersih 5,180,569,851 6,247,659,211
Kas bersih yang diperoleh
dari (digunakan untuk)
aktivitas operasi 82,891,996,961 2,405,908,101
ARUS KAS UNTUK AKTIVITAS
INVESTASI
Perolehan aset tetap (1,371,410,086) (4,173,592,849)
Perolehan aset hak guna - -
Perolehan aset lain-lain (25,849,514,007) (2,179,957,045)
Pembayaran uang muka
pembelian aset tetap (1,022,344,000) (4,056,089,169)
Hasil pelepasan aset tetap 595,082,251 10,129,617,334
Kas bersih yang digunakan
untuk aktivitas investasi (27,648,185,842) (280,021,729)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS
PENDANAAN
Penambahan utang bank dan LKBB jangka panjang - 50,000,000,000
Pembayaran utang bank dan dan LKBB jangka panjang (29,343,489,009) (55,550,080,818)
Penambahan utang bank dan LKBB jangka pendek 1,478,848,920,887 1,109,091,384,346
Pembayaran utang bank dan LKBB jangka pendek (1,669,515,383,617) (1,349,029,320,533)
Setoran modal oleh KNP 100,000,000 -
Pembayaran utang sewa (4,516,799,517) (8,271,690,989)
Pembayaran beban keuangan (obligasi & sukuk) - (4,694,805,847)
Penerimaan dari lease-back - 9,290,653,370
Saham treasury - (7,264,758,000)
Perolehan (pembayaran) utang lain-lain 200,000,000,000 -
Pencairan (penempatan) untuk dana dibatasi pengunaannya - 40,000,000,000
Kas bersih yang diperoleh dari
aktivitas pendanaan (24,426,751,256) (216,428,618,471)
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian terlampir
merupakan bagian yang tak terpisahkan dari Laporan
Keuangan Konsolidasian ini secara keseluruhan.
4
Page 11
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA
LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
Tanggal 31 Maret 2024
dan untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)
Untuk periode tiga bulan yang berakhir
Pada tanggal 31 Maret 2024
31 Maret 2024 31 Maret 2023
(Tidak diaudit) (Tidak diaudit)
KENAIKAN (PENURUNAN)
BERSIH KAS, SETARA
KAS DAN CERUKAN 30,817,059,863 (214,302,732,099)
DAMPAK BERSIH
PERUBAHAN NILAI
TUKAR ATAS KAS
DAN SETARA KAS (1,678,569,002) 1,543,701,815
KAS, SETARA KAS DAN
CERUKAN AWAL TAHUN 130,274,413,894 226,407,484,051
KAS, SETARA KAS DAN
CERUKAN AKHIR TAHUN 159,412,904,755 13,648,453,767
Kas, setara kas dan cerukan terdiri dari:
Kas dan setara kas 200,936,384,819 68,253,166,561
Cerukan (41,523,480,064) (54,604,712,794)
JUMLAH 159,412,904,755 13,648,453,767
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian terlampir
merupakan bagian yang tak terpisahkan dari Laporan
Keuangan Konsolidasian ini secara keseluruhan.
4a
Page 12
FINAL DRAFT
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA Date:
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
Tanggal 31 Maret 2024
dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)
1. UMUM
a. Pendirian Perusahaan
PT Integra Indocabinet, Tbk (“Perusahaan” atau “ITG”) didirikan berdasarkan akta notaris Soetjipto, S.H., No. 147
tanggal 19 Mei 1989. Akta pendirian ini telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan Surat
Keputusan No. C2-320.HT.01.01.th’90 tanggal 20 Januari 1990.
Anggaran dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir berdasarkan akta notaris Dyah
Ayu Ambarwati, S.H., M.Kn., No. 6 tanggal 20 Juli 2022 menyetujui perubahan pasal 3 mengenai maksud dan
tujuan Perusahaan. Perubahan ini telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
dengan Surat Keputusan No. AHU-0055698.AH.01.02.Tahun 2022 tanggal 8 Agustus 2022.
Approved by:
Sesuai dengan pasal 3 anggaran dasar Perusahaan, maksud dan tujuan Perusahaan adalah berusaha dalam
bidang industry dan perdagangan besar.
Perusahaan berkedudukan di Sidoarjo dan saat ini bergerak dalam bidang produksi mebel berbahan dasar kayu
dan produk kayu lainnya. Perusahaan mulai melakukan kegiatan operasinya pada tahun 1989.
PT Integra Indo Lestari (IIL) adalah entitas induk dan entitas induk terakhir Perusahaan.
b. Penawaran Umum Saham Perusahaan
Berdasarkan Surat Otoritas Jasa Keuangan No. S-307/D.04/2017, tanggal 14 Juni 2017, Pernyataan Pendaftaran
Perusahaan dalam rangka Penawaran Umum Perdana telah dinyatakan efektif. Pada tanggal 21 Juni 2017,
Perusahaan mencatatkan 1.250.000.000 lembar sahamnya dari modal ditempatkan dan disetor penuh dengan nilai
nominal Rp 100 per saham di Bursa Efek Indonesia dengan harga penawaran perdana sebesar Rp 260 per saham.
c. Penawaran Umum Efek Utang Perusahaan
Berdasarkan Surat Otoritas Jasa Keuangan No. S-52/D.04/2021, tanggal 8 April 2021, Perusahaan memperoleh
pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan untuk melakukan penawaran umum berkelanjutan Obligasi dan
Sukuk Mudharabah dengan total penawaran umum masing-masing sebesar Rp 700.000.000.000 dan Rp
300.000.000.000.
Perusahaan telah mencatatkan di Bursa Efek Indonesia Obligasi dan Sukuk Mudharabah Tahap I masing masing
sebesar Rp 450.000.000.000 dan Rp 150.000.000.000 pada tanggal 15 April 2021.
Perusahaan telah mencatatkan di Bursa Efek Indonesia Obligasi dan Sukuk Mudharabah Tahap II masing masing
sebesar Rp 250.000.000.000 dan Rp 109.030.000.000 pada tanggal 28 Maret 2022.
d. Entitas Anak
Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, Perusahaan memiliki Entitas Anak sebagai berikut:
Persentase Jumlah aset sebelum
Kepemilikan eliminasi (dalam jutaan rupiah)
Aktivitas Tahun
Bisnis Pendirian 31 Maret 2024
Entitas Anak Domisili
31 Mar, 2024 31 Des, 2023 31 Mar, 2024 31 Des, 2023
____________ _____________ ______
Entitas Anak Langsung
PT Belayan River Timber (BRT) Kalimantan Timur a 1972 81.44% 81.44% 569,320 567,046
PT Intertrend Utama (ITR) Sidoarjo b 1993 99.79% 99.79% 2,296,964 2,415,213
PT Interkraft (ITK) Sidoarjo b 2002 99.53% 99.53% 1,219,533 1,241,399
PT Intera Indonesia (INT) Sidoarjo b 2012 99.89% 99.89% 1,313,812 1,283,388
PT Inter Kayu Mandiri (IKM) Sidoarjo c 2015 80.00% 80.00% 16,598 16,598
Carbon Resources Alliance Aps (CRA) Denmark d 2023 60.00% 60.00% 111,402 108,331
Entitas Anak Tidak Langsung
Melalui PT Intertrend Utama (ITR)
PT Superalam Mas (SAM) Tulungagung D d 2006 100.00% 100.00% 14,814 14,780
Melalui PT Belayan River Timber (BRT)
PT Narkata Rimba (NKT) Kalimantan Timur a 1978 99.00% 99.00% 58,783 59,853
PT Kandelia Alam (KAN) Kalimantan Barat d 2001 80.00% 80.00% 18,282 21,391
PT Borneo Forestama Lestari Kalimantan Timur d 2021 100.00% 100.00% 8,142 8,139
(BFL)
PT Borneo Wana Utama (BWU) Kalimantan Timur d 2021 100.00% 100.00% 38,014 38,001
PT Ekosistem Alam Sejahtera Kalimantan Timur d 2023 70.00% 70.00% 27,641 27,640
(EAS)
PT Indika Ekosistem Khatulistiwa Kalimantan Timur d 2023 70.00% 70.00% 42,737 42,579
(IEK)
PT Bakau Bina Usaha (BBU) Aceh d 2008 95.00% - 508 -
PT Ananda Anugerah Agung (AAA) Riau d 2000 90.00% - 14,786 -
5
Page 13
FINAL DRAFT
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA Date:
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
Tanggal 31 Maret 2024
dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)
1. UMUM (Lanjutan)
d. Entitas Anak
Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, Perusahaan memiliki Entitas Anak sebagai berikut:
(Lanjutan)
Melalui PT Belayan River Timber (BRT) dan PT Narkata Rimba (NKT)
PT Nala WIjaya Amerta (NWA) Surabaya d 2023 100.00% 100.00% 4,046 4,046
PT Renjana Amerta Lestari (RAL) Surabaya d 2023 100.00% 100.00% 6,179 4,096
Melalui PT Borneo Forestama Lestari (BFL) dan PT Renjana Amerta Lestari (RAL)
PT Ekosistem Alas Lestari (EAL) Surabaya D d 2023 100.00% 100.00% 3,258 3,325
Melalui PT Borneo Wana Utama (BWU) dan PT Renjana Amerta Lestari (RAL)
Approved by: PT Wana Kelola Utama (WKU) Surabaya d 2023 100.00% 100.00% 724 724
Melalui PT Nala Wijaya Amerta (NWA) dan PT Renjana Amerta Lestari (RAL)
PT Arya Harita Wanantara (AHW) Surabaya d 2023 100.00% 100.00% 3,258 3,258
PT Askara Wana Utama (AWU) Surabaya d 2023 100.00% 100.00% 713 713
PT Bhumi Nawasena Sejahtera Surabaya d 2023 100.00% 100.00% 506 506
(BWS)
Aktivitas Bisnis Entitas Anak
a. Industri Hak Pengelolaan Hutan
b. Industri Mebel
c. Perusahaan Induk
d. Belum beroperasi secara komersial
e. Dewan Komisaris, Direksi dan Karyawan
Susunan dewan komisaris dan direksi Perusahaan pada tanggal 31 Maret 2024 adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama (Independen) : Bing Hartono Poernomosidi*
Komisaris : Stephanie Kane Ilham
Direksi
Direktur Utama : Halim Rusli
Direktur : Widjaja Karli
: Syany Tjandra
Direktur Independen : Wang Sutrisno
Komite Audit
Ketua : Bing Hartono Poernomosidi*
Anggota : Benny Bachtiar
Dian Prameswari
Perusahaan dan Entitas Anaknya (bersama-sama disebut “Kelompok Usaha”) memiliki 1.612 dan 1.544 orang
karyawan tetap masing-masing pada tanggal 31 Maret 2024 (tidak diaudit) dan 31 Desember 2023.
f. Tanggal Penyelesaian Laporan Keuangan Konsolidasian
Laporan keuangan konsolidasian telah diselesaikan dan diotorisasi untuk terbit oleh Direksi Perusahaan pada 29
April 2024
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN
a. Pernyataan Kepatuhan
Laporan keuangan konsolidasian telah disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di
Indonesia (“SAK”), yang mencakup Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (“PSAK”) dan Interpretasi Standar
Akuntansi Keuangan (“ISAK”) yang dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan
Indonesia serta Peraturan No. VIII.G.7 tentang Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten dan
Perusahaan Publik yang diterbitkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”).
b. Dasar Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasian
Laporan keuangan konsolidasian disusun berdasarkan konsep akrual, kecuali untuk laporan arus kas
konsolidasian, dan dasar pengukuran dengan menggunakan konsep biaya historis, kecuali untuk akun tertentu
yang diukur dengan menggunakan dasar seperti yang disebutkan dalam catatan yang relevan.
Laporan arus kas konsolidasian yang disusun dengan menggunakan metode langsung, menyajikan penerimaan
dan pengeluaran kas dan setara kas yang diklasifikasikan ke dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.
6
Page 14
FINAL DRAFT
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA Date:
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
Tanggal 31 Maret 2024
dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (Lanjutan)
b. Dasar Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasian (Lanjutan)
Untuk tujuan laporan arus kas konsolidasian, kas mencakup kas, bank dan deposito yang jatuh tempo dalam waktu
tiga bulan atau kurang dan tidak dijaminkan setelah dikurangi cerukan.
Mata uang pelaporan yang digunakan pada laporan keuangan konsolidasian adalah Rupiah (“Rp”), yang
merupakan mata uang fungsional Kelompok Usaha.
c. Perubahan Standar Akuntansi
Approved by:
Implementasi dari standar-standar, amandemen dan penyesuaian tahunan yang dimulai pada atau setelah tanggal
1 Januari 2023 di bawah ini tidak menghasilkan perubahan kebijakan akuntansi Kelompok Usaha dan tidak
memiliki dampak material terhadap jumlah yang dilaporkan di periode berjalan atau sebelumnya:
Amandemen PSAK No. 1 “Penyajian Laporan Keuangan” tentang kewajiban diklasifikasikan sebagai
lancar atau tidak lancar;
Amandemen PSAK No. 1 “Penyajian Laporan Keuangan” tentang pengungkapan kebijakan akuntansi;
Amandemen PSAK No. 16 “Aset Tetap” tentang hasil sebelum penggunaan yang diintensikan;
Amandemen PSAK No. 25 “Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi dan Kesalahan” tentang
definisi estimasi akuntansi;
Amandemen PSAK No. 46 “Pajak Penghasilan” tentang pajak tangguhan terkait aset dan liabilitas yang
timbul dari transaksi tunggal;
Amandemen PSAK No. 107 “Akuntansi Ijarah” tentang pengakuan, pengukuran, penyajian, dan
pengungkapan akad ijarah.
d. Prinsip-prinsip Konsolidasian
Laporan keuangan konsolidasian terdiri dari laporan keuangan Perusahaan dan Entitas Anaknya.
Pengendalian didapat ketika Kelompok Usaha terekspos, atau memiliki hak atas imbal hasil variabel dari
keterlibatannya dengan investee dan memiliki kemampuan untuk mempengaruhi imbal hasil tersebut melalui
kekuasaannya atas investee.
Secara khusus, Kelompok Usaha mengendalikan investee jika, dan hanya jika, Kelompok Usaha memiliki seluruh
hal berikut ini:
kekuasaan atas investee, yaitu hak yang ada saat ini yang memberi investor kemampuan kini untuk
mengarahkan aktivitas relevan dari investee;
eksposur atau hak atas imbal hasil variabel dari keterlibatannya dengan investee; dan
kemampuan untuk menggunakan kekuasaannya atas investee untuk mempengaruhi jumlah imbal hasil
investor.
Ketika Kelompok Usaha memiliki kurang dari hak suara mayoritas, Kelompok Usaha dapat mempertimbangkan
semua fakta dan keadaan yang relevan dalam menilai apakah memiliki kekuasaan atas investee, termasuk:
pengaturan kontraktual dengan pemegang hak suara yang lain;
hak yang timbul atas pengaturan kontraktual lain; dan
hak suara dan hak potensial Kelompok Usaha.
Kelompok Usaha menilai kembali apakah investor mengendalikan investee jika fakta dan keadaan
mengindikasikan adanya perubahan terhadap satu atau lebih dari tiga elemen pengendalian.
Konsolidasi atas entitas anak dimulai ketika Kelompok Usaha memiliki pengendalian atas entitas anak dan
berhenti ketika Kelompok Usaha kehilangan pengendalian atas entitas anak. Aset, liabilitas, pendapatan dan
beban atas entitas anak yang diakuisisi atau dilepas selama periode termasuk dalam laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain konsolidasian dari tanggal Kelompok Usaha memperoleh pengendalian sampai
dengan tanggal Kelompok Usaha menghentikan pengendalian atas entitas anak.
Laba atau rugi dan setiap komponen atas penghasilan komprehensif lain diatribusikan pada pemegang saham
entitas induk Kelompok Usaha dan pada kepentingan non-pengendali (“KNP”), walaupun hasil di KNP mempunyai
saldo defisit.
7
Page 15
FINAL DRAFT
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA Date:
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
Tanggal 31 Maret 2024
dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (Lanjutan)
d. Prinsip-prinsip Konsolidasian (Lanjutan)
Bila diperlukan, penyesuaian dilakukan pada laporan keuangan entitas anak agar kebijakan akuntansinya sesuai
dengan kebijakan akuntansi Kelompok Usaha. Semua aset dan liabilitas, ekuitas, pendapatan, beban dan arus kas
berkaitan dengan transaksi antar anggota Kelompok Usaha akan dieliminasi secara penuh dalam proses
konsolidasi.
Seluruh akun dan transaksi antar perusahaan yang material, termasuk keuntungan atau kerugian yang belum
direalisasi, jika ada, dieliminasi untuk mencerminkan posisi keuangan dan hasil operasi Kelompok Usaha sebagai
satu kesatuan usaha.
Approved by:
Laporan keuangan entitas anak disusun atas periode pelaporan yang sama dengan Perusahaan.
Perubahan kepemilikan di entitas anak, tanpa kehilangan pengendalian, dihitung sebagai transaksi ekuitas. Jika
Kelompok Usaha kehilangan pengendalian atas entitas anak, maka:
menghentikan pengakuan aset (termasuk goodwill) dan liabilitas entitas anak;
menghentikan pengakuan jumlah tercatat setiap KNP;
menghentikan pengakuan akumulasi selisih penjabaran yang dicatat di ekuitas, bila ada;
mengakui nilai wajar pembayaran yang diterima;
mengakui setiap sisa investasi pada nilai wajarnya;
mengakui setiap perbedaan yang dihasilkan sebagai keuntungan atau kerugian dalam laba rugi;
mereklasifikasi ke laba rugi proporsi keuntungan dan kerugian yang telah diakui sebelumnya dalam
penghasilan komprehensif lain atau saldo laba, begitu pula menjadi persyaratan jika Kelompok Usaha
akan melepas secara langsung aset atau liabilitas yang terkait.
Rugi entitas anak yang tidak dimiliki secara penuh diatribusikan pada KNP bahkan jika hal ini mengakibatkan KNP
mempunyai saldo defisit.
KNP mencerminkan bagian atas laba atau rugi dan aset neto dari entitas anak yang tidak dapat diatribusikan
secara langsung maupun tidak langsung kepada Perusahaan, yang masing-masing disajikan dalam laba atau rugi
dan dalam ekuitas pada laporan posisi keuangan konsolidasian, terpisah dari bagian yang dapat diatribusikan
kepada pemilik entitas induk.
Perubahan dalam bagian kepemilikan entitas induk pada entitas anak yang tidak mengakibatkan hilangnya
pengendalian dicatat sebagai transaksi ekuitas (dalam hal ini transaksi dengan pemilik dalam kapasitasnya
sebagai pemilik).
e. Kombinasi Bisnis dan Goodwill
Kombinasi bisnis dicatat dengan menggunakan metode akuisisi. Biaya perolehan dari sebuah akuisisi diukur pada
nilai agregat imbalan yang dialihkan, diukur pada nilai wajar pada tanggal akuisisi dan jumlah setiap KNP pada
pihak yangdiakuisisi.
Untuk setiap kombinasi bisnis, Kelompok Usaha memilih apakah mengukur KNP pada entitas yang diakuisisi baik
pada nilai wajar ataupun pada proporsi kepemilikan KNP atas aset neto yang teridentifikasi dari entitas yang
diakuisisi. Biaya-biaya akuisisi yang timbul dibebankan langsung dan disertakan dalam bebanadministrasi.
Ketika melakukan akuisisi atas sebuah bisnis, Kelompok Usaha mengklasifikasikan dan menentukan aset
keuangan yang diperoleh dan liabilitas keuangan yang diambil alih berdasarkan pada persyaratan kontraktual,
kondisi ekonomi dan kondisi terkait lain yangada pada tanggal akuisisi.
Pada tanggal akuisisi, goodwill awalnya diukur pada harga perolehan yang merupakan selisih lebih nilai agregat
dari imbalan yang dialihkan dan jumlah setiap KNP atas selisih jumlah dari aset teridentifikasi yang diperoleh dan
liabilitas yang diambil alih. Jika imbalan tersebut lebih rendah dari nilai wajar aset neto entitas anak yang diakuisisi,
selisih tersebut diakui pada laba rugi sebagai keuntungan dari pembelian dengan diskon setelah sebelumnya
manajemen melakukan penilaian atas identifikasi dan nilai wajar dari aset yang diperoleh dan liabilitas yang
diambil alih.
Setelah pengakuan awal, goodwill diukur pada jumlah tercatat dikurangi akumulasi kerugian penurunan nilai. Untuk
tujuan pengujian penurunan nilai, goodwill yang diperoleh dari suatu kombinasi bisnis, sejak tanggal akuisisi
dialokasikan kepada setiap Unit Penghasil Kas (“UPK”) dari Kelompok Usaha yang diharapkan akan bermanfaat
dari sinergi kombinasi tersebut, terlepas dari apakah aset atau liabilitas lain dari pihak yang diakuisisi ditetapkan
atas UPK tersebut.
8
Page 16
FINAL DRAFT
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA Date:
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
Tanggal 31 Maret 2024
dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (Lanjutan)
f. Akuntansi Penggabungan Usaha
Kelompok Usaha menerapkan PSAK No. 38 (2012), “Kombinasi Bisnis Entitas Sepengendali”. PSAK ini mengatur
perlakuan akuntansi untuk kombinasi bisnis entitas sepengendali dan diterapkan untuk kombinasi bisnis
sepengendali yang memenuhi persyaratan dalam PSAK No. 22, “Kombinasi Bisnis”, baik untuk entitas penerima
ataupun entitas yang melepas bisnis.
Akuisisi atau pengalihan saham antara entitas sepengendali dicatat sesuai dengan PSAK No. 38 (2012),
“Kombinasi Bisnis Entitas Sepengendali”. Dalam PSAK No. 38 (2012), pengalihan aset, kewajiban, saham dan
instrumen kepemilikan lainnya dari entitas sepengendali tidak menghasilkan laba atau rugi bagi Perusahaan atau
entitas individual dalam kelompok yang sama.
Approved by:
Karena transaksi restrukturisasi entitas sepengendali tidak mengakibatkan perubahan substansi ekonomi pemilikan
atas aset, liabilitas, saham atau instrumen kepemilikan lainnya yang dipertukarkan, maka aset maupun liabilitas
yang dialihkan harus dicatat sebesar nilai buku sebagai penggabungan usaha berdasarkan metode penyatuan
kepemilikan (pooling-of-interests).
Dalam menerapkan metode penyatuan kepemilikan, komponen laporan keuangan untuk periode di mana terjadi
restrukturisasi dan untuk periode lain yang disajikan untuk tujuan perbandingan, disajikan sedemikian rupa seolah-
olah restrukturisasi telah terjadi sejak awal periode entitas yang bergabung berada dalam sepengendalian.
Selisih antara nilai tercatat investasi pada tanggal efektif dan harga pengalihan diakui sebagai bagian dari akun
“Tambahan Modal Disetor” pada ekuitas dalam laporan posisi keuangan konsolidasian.
g. Transaksi dengan Pihak-pihak Berelasi
Kelompok Usaha mengungkapkan hubungan, transaksi dan saldo pihak-pihak berelasi, termasuk komitmen, dalam
laporan keuangan konsolidasian.
Orang atau anggota keluarga terdekat mempunyai relasi dengan Kelompok Usaha jika mereka:
(i) memiliki pengendalian atau pengendalian bersama atas Kelompok Usaha;
(ii) memiliki pengaruh signifikan atas Kelompok Usaha; atau
(iii) merupakan personil manajemen kunci Kelompok Usaha atau entitas induk dari Perusahaan.
Suatu pihak dianggap berelasi dengan Kelompok Usaha jika:
(a) langsung, atau tidak langsung yang melalui satu atau lebih perantara, suatu pihak (i) mengendalikan, atau
dikendalikan oleh, atau berada di bawah pengendalian bersama dengan, Kelompok Usaha; (ii) memiliki
kepentingan dalam Kelompok Usaha yang memberikan pengaruh signifikan atas Kelompok Usaha; atau (iii)
memiliki pengendalian bersama atas Kelompok Usaha;
(b) suatu pihak adalah entitas asosiasi Kelompok Usaha;
(c) suatu pihak adalah ventura bersama di mana Kelompok Usaha sebagai venturer;
(d) suatu pihak adalah anggota dari personil manajemen kunci Kelompok Usaha;
(e) suatu pihak adalah anggota keluarga dekat dari individu yang diuraikan dalam butir (a) atau (d);
(f) suatu pihak adalah entitas yang dikendalikan, dikendalikan bersama atau dipengaruhi signifikan oleh atau di
mana hak suara signifikan dimiliki oleh, langsung maupun tidak langsung, individu seperti diuraikan dalam butir
(d) atau (e); atau
(g) suatu pihak adalah suatu program imbalan pasca-kerja untuk imbalan kerja dari Kelompok Usaha atau entitas
yang terkait dengan Kelompok Usaha.
Transaksi ini dilakukan berdasarkan persyaratan yang disetujui oleh kedua belah pihak, di mana persyaratan
tersebut mungkin tidak sama dengan transaksi lain yang dilakukan dengan pihak-pihak yang tidak berelasi.
Seluruh transaksi dan saldo signifikan dengan pihak-pihak berelasi diungkapkan dalam catatan atas laporan
keuangan konsolidasian yang relevan.
9
Page 17
FINAL DRAFT
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA Date:
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
Tanggal 31 Maret 2024
dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (Lanjutan)
h. Instrumen Keuangan
Aset Keuangan
Pengakuan dan pengukuran awal
Kelompok Usaha mengklasifikasikan aset keuangannya dalam kategori (a) aset keuangan yang diukur pada nilai
wajar melalui laba rugi, (b) aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain, dan
(c) aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi.
Aset keuangan Kelompok Usaha terdiri dari kas dan setara kas, piutang usaha dan piutang lain-lain diklasifikasikan
Approved by: sebagai aset keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi dan penyertaan saham diklasifikasikan
sebagai aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain. Kelompok Usaha tidak
memiliki aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi.
Kelompok Usaha menggunakan 2 (dua) metode untuk mengklasifikasikan aset keuangan, yaitu model bisnis
Kelompok Usaha dalam mengelola aset keuangan dan karakteristik arus kas kontraktual dari aset keuangan
(“SPPI”).
Pengujian SPPI
Sebagai langkah pertama dari proses klasifikasi, Kelompok Usaha menilai persyaratan kontraktual keuangan untuk
mengidentifikasi apakah mereka memenuhi pengujian SPPI.
Nilai pokok untuk tujuan pengujian ini didefinisikan sebagai nilai wajar dari aset keuangan pada pengakuan awal
dan dapat berubah selama umur aset keuangan (misalnya, jika ada pembayaran pokok atau amortisasi
premi/diskon).
Elemen bunga yang paling signifikan dalam perjanjian biasanya adalah pertimbangan atas nilai waktu dari uang
dan risiko kredit. Untuk membuat penilaian SPPI, Kelompok Usaha menerapkan pertimbangan dan memperhatikan
faktor-faktor yang relevan seperti mata uang di mana aset keuangan didenominasikan dan periode pada saat suku
bunga ditetapkan.
Sebaliknya, persyaratan kontraktual yang memberikan eksposur lebih dari de minimis atas risiko atau volatilitas
dalam arus kas kontraktual yang tidak terkait dengan dasar pengaturan pinjaman, tidak menimbulkan arus kas
kontraktual yang hanya merupakan pembayaran pokok dan bunga atas saldo SPPI. Dalam kasus seperti itu, aset
keuangan diharuskan untuk diukur pada Fair Value through Profit or Loss (“FVTPL”).
Penilaian model bisnis
Kelompok Usaha menentukan model bisnisnya berdasarkan tingkat yang paling mencerminkan bagaimana
Kelompok Usaha mengelola kelompok atas keuangannya untuk mencapai tujuan bisnisnya.
Model bisnis Kelompok Usaha tidak dinilai berdasarkan masing-masing instrumennya, tetapi pada tingkat portofolio
secara agregat yang lebih tinggi dan didasarkan pada faktor-faktor yang dapat diamati seperti:
Bagaimana kinerja model bisnis dan aset keuangan yang dimiliki dalam model bisnis tersebut dievaluasi dan
dilaporkan kepada personel manajemen kunci;
Risiko yang mempengaruhi kinerja model bisnis (dan aset keuangan yang dimiliki dalam model bisnis
tersebut) dan, khususnya, bagaimana cara risiko tersebut dikelola;
Bagaimana manajer bisnis dikompensasi (misalnya, apakah kompensasi didasarkan pada nilai wajar dari aset
yang dikelola atau pada arus kas kontraktual yang tertagih);
Frekuensi, nilai, dan waktu penjualan yang diharapkan, juga merupakan aspek penting dari penilaian
Kelompok Usaha.
Penilaian model bisnis didasarkan pada skenario yang diharapkan secara wajar tanpa mempertimbangkan
skenario “worst case” atau “stress case”. Jika arus kas setelah pengakuan awal direalisasikan dengan cara yang
berbeda dari yang awal diharapkan, Kelompok Usaha tidak mengubah klasifikasi aset keuangan dimiliki yang
tersisa dalam model bisnis tersebut, tetapi memasukkan informasi tersebut dalam melakukan penilaian atas aset
keuangan yang baru atau yang baru dibeli selanjutnya.
Aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi jika aset keuangan dikelola dalam model bisnis
yang bertujuan untuk memiliki aset keuangan dalam rangka mendapatkan arus kas kontraktual dan persyaratan
kontraktual dari aset keuangan yang pada tanggal tertentu meningkatkan arus kas yang semata dari pembayaran
pokok dan bunga (“SPPI”) dari jumlah pokok terutang.
Pada saat pengakuan awal, aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi diakui pada nilai
wajarnya ditambah biaya transaksi dan selanjutnya diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan
menggunakan suku bunga efektif.
10
Page 18
FINAL DRAFT
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA Date:
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
Tanggal 31 Maret 2024
dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (Lanjutan)
h. Instrumen Keuangan (Lanjutan)
Aset Keuangan (Lanjutan)
Penilaian model bisnis (Lanjutan)
Aset keuangan diukur pada FVTOCI jika kedua kondisi berikut terpenuhi: (a) aset keuangan dikelola dalam model
bisnis yang tujuannya akan terpenuhi dengan mendapatkan arus kas kontraktual dan menjual aset keuangan
dan (b) persyaratan kontraktual dari aset keuangan tersebut memberikan hak pada tanggal tertentu atas arus kas
yang semata dari pembayaran pokok dan bunga (solely payments of principal and interest - SPPI) dari jumlah
pokok terutang.
Approved by:
Aset keuangan tersebut diukur sebesar nilai wajar, di mana keuntungan atau kerugian diakui dalam penghasilan
komprehensif lain, kecuali untuk kerugian akibat penurunan nilai dan keuntungan atau kerugian akibat perubahan
kurs, diakui pada laba rugi. Ketika aset keuangan tersebut dihentikan pengakuannya atau direklasifikasi,
keuntungan atau kerugian kumulatif yang sebelumnya diakui dalam penghasilan komprehensif lain direklasifikasi
dari ekuitas ke laba rugi sebagai penyesuaian reklasifikasi.
Penghasilan bunga dari aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi dicatat dalam laporan laba
rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian dan diakui sebagai “Pendapatan keuangan”. Ketika
penurunan nilai terjadi, kerugian penurunan nilai diakui sebagai pengurang dari nilai tercatat aset keuangan dan
diakui di dalam laporan keuangan konsolidasian sebagai “Kerugian penurunan nilai”.
Metode Suku Bunga Efektif (“SBE”)
SBE adalah metode yang digunakan untuk menghitung biaya perolehan diamortisasi dari instrumen keuangan dan
metode untuk mengalokasikan pendapatan bunga selama periode yang relevan. SBE adalah suku bunga yang
secara tepat mendiskontokan estimasi penerimaan kas di masa datang (mencakup seluruh komisi dan bentuk lain
yang dibayarkan dan diterima yang merupakan bagian yang tak terpisahkan dari SBE, biaya transaksi dan
premium dan diskonto lainnya) selama perkiraan umur instrumen keuangan, atau, jika lebih tepat, digunakan
periode yang lebih singkat untuk memperoleh nilai tercatat bersih aset keuangan pada saat pengakuan awal.
Pendapatan diakui berdasarkan suku bunga efektif untuk instrumen keuangan selain dari aset keuangan FVTPL.
Penurunan nilai aset keuangan
Aset keuangan dinilai apakah terdapat indikasi penurunan nilai pada setiap akhir periode pelaporan. Aset
keuangan diturunkan nilainya apabila terdapat bukti objektif sebagai akibat adanya satu atau lebih peristiwa yang
terjadi setelah pengakuan awal aset keuangan tersebut dan dilakukan estimasi terhadap arus kas masa depan dari
investasi tersebut yang akan terdampak.
Kelompok Usaha mengakui Kerugian Kredit Ekspektasian (KKE) untuk aset keuangan yang diukur pada biaya
perolehan diamortisasi.
Pada setiap tanggal pelaporan, Kelompok Usaha mengukur penyisihan kerugian instrumen keuangan sejumlah
kerugian kredit ekspektasian sepanjang umurnya jika risiko kredit atas instrumen keuangan tersebut telah
meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal. Namun, jika risiko kredit instrumen keuangan tersebut tidak
meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal, maka Kelompok Usaha mengakui sejumlah kerugian kredit
ekspektasian 12 bulan.
Kelompok Usaha menerapkan metode yang disederhanakan untuk mengukur kerugian kredit ekspektasian
tersebut terhadap piutang usaha tanpa komponen pendanaan yang signifikan.
Liabilitas Keuangan
Pengakuan dan pengukuran awal
Liabilitas keuangan diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi atau
liabilitas keuangan pada biaya perolehan diamortisasi. Kelompok Usaha menentukan klasifikasi liabilitas keuangan
mereka pada saat pengakuan awal.
Liabilitas keuangan awalnya diukur sebesar nilai wajarnya. Biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara
langsung dengan perolehan liabilitas keuangan (selain liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba
rugi) ditambahkan atau dikurangkan dari nilai wajar liabilitas keuangan, yang sesuai, pada pengakuan awal. Biaya
transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung dengan perolehan liabilitas keuangan yang diukur pada nilai
wajar melalui laba rugi langsung diakui dalam laba rugi.
Liabilitas keuangan Kelompok Usaha terdiri dari utang bank dan lembaga keuangan bukan bank, utang usaha,
utang lain-lain, beban akrual, liabilitas sewa, utang obligasi dan sukuk mudharabah diklasifikasikan sebagai
liabilitas keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi. Kelompok Usaha tidak memiliki liabilitas
keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi.
11
Page 19
FINAL DRAFT
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA Date:
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
Tanggal 31 Maret 2024
dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (Lanjutan)
h. Instrumen Keuangan (Lanjutan)
Liabilitas Keuangan (Lanjutan)
Pengukuran selanjutnya
Setelah pengakuan awal, liabilitas keuangan yang dikenakan bunga diukur pada biaya perolehan diamortisasi
dengan menggunakan metode SBE.
Pada tanggal pelaporan, akrual beban bunga dicatat secara terpisah dari pokok pinjaman terkait dalam bagian
liabilitas jangka pendek. Keuntungan atau kerugian harus diakui dalam laba rugi ketika liabilitas tersebut dihentikan
Approved by: pengakuannya serta melalui proses amortisasi SBE.
Biaya perolehan diamortisasi dihitung dengan mempertimbangkan diskonto atau premium atas perolehan dan
komisi atau biaya yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari SBE. Amortisasi SBE dicatat sebagai “Beban
keuangan” dalam laba rugi.
Penghentian pengakuan
Suatu liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya pada saat kewajiban yang ditetapkan dalam kontrak dihentikan
atau dibatalkan atau kadaluwarsa.
Ketika sebuah liabilitas keuangan ditukar dengan liabilitas keuangan lain dari pemberi pinjaman yang sama atas
persyaratan yang secara substansial berbeda, atau bila persyaratan dari liabilitas keuangan tersebut secara
substansial dimodifikasi, pertukaran atau modifikasi persyaratan tersebut dicatat sebagai penghentian pengakuan
liabilitas keuangan awal dan pengakuan liabilitas keuangan baru, dan selisih antara nilai tercatat masing-masing
liabilitas keuangan tersebut diakui pada laba rugi.
Biaya Perolehan Diamortisasi dari Instrumen Keuangan
Biaya perolehan diamortisasi dihitung dengan menggunakan metode SBE dikurangi cadangan atas penurunan nilai
dan pembayaran pokok atau nilai yang tidak dapat ditagih. Perhitungan tersebut mempertimbangkan premium atau
diskonto pada saat perolehan dan termasuk biaya transaksi dan fee yang merupakan bagian yang tidak
terpisahkan dari SBE.
Saling Hapus dari Instrumen Keuangan
Aset dan liabilitas keuangan saling hapus dan nilai netonya dilaporkan dalam laporan posisi keuangan
konsolidasian jika, dan hanya jika, saat ini memiliki hak yang berkekuatan hukum untuk melakukan saling hapus
atas jumlah tercatat dari aset keuangan dan liabilitas keuangan tersebut dan terdapat intensi untuk menyelesaikan
secara neto, atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitasnya secara bersamaan.
Hirarki Nilai Wajar
Nilai wajar adalah harga yang akan diterima untuk menjual suatu aset atau harga yang akan dibayarkan untuk
mentransfer suatu liabilitas dalam transaksi teratur antara pelaku pasar pada tanggal pengukuran. Pengukuran nilai
wajar mengasumsikan bahwa transaksi untuk menjual suatu aset atau mentransfer liabilitas terjadi. Jika tidak
terdapat pasar utama, di pasar yang paling menguntungkan untuk aset atau liabilitas tersebut. Kelompok Usaha
harus memiliki akses ke pasar utama.
Nilai wajar aset atau liabilitas diukur menggunakan asumsi yang akan digunakan pelaku pasar ketika menentukan
harga aset atau liabilitas tersebut, dengan asumsi bahwa pelaku pasar bertindak dalam kepentingan ekonomi
terbaiknya.
Kelompok Usaha menggunakan teknik penilaian yang tepat sesuai keadaan dan di mana tersedia kecukupan data
untuk mengukur nilai wajar, memaksimalkan penggunaan input yang dapat diobservasi yang relevan dan
meminimalisir penggunaan input yang tidak dapat diobservasi.
Semua aset dan liabilitas di mana nilai wajar diukur atau diungkapkan dalam laporan keuangan konsolidasian
dapat dikategorikan pada tingkat hirarki nilai wajar, berdasarkan tingkatan input terendah yang signifikan atas
pengukuran nilai wajar secara keseluruhan:
Tingkat 1: Nilai wajar diukur berdasarkan pada harga kuotasi (tidak disesuaikan) dalam pasar aktif untuk aset
atau liabilitas sejenis;
Tingkat 2: Nilai wajar diukur berdasarkan teknik-teknik valuasi di mana seluruh input yang mempunyai efek
yang signifikan atas nilai wajar dapat diobservasi baik secara langsung maupun tidak langsung;
Tingkat 3: Nilai wajar diukur berdasarkan teknik-teknik valuasi di mana seluruh input yang mempunyai efek
yang signifikan atas nilai wajar tidak berdasarkan data pasar yang dapat diobservasi.
12
Page 20
FINAL DRAFT
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA Date:
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
Tanggal 31 Maret 2024
dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (Lanjutan)
h. Instrumen Keuangan (Lanjutan)
Hirarki Nilai Wajar (Lanjutan)
Untuk aset dan liabilitas yang diakui pada laporan keuangan konsolidasian secara berulang, Kelompok Usaha
menentukan apakah terjadi transfer antara Tingkat di dalam hirarki dengan cara mengevaluasi kategori
(berdasarkan input tingkat terendah yang signifikan dalam pengukuran nilai wajar) setiap akhir periode pelaporan.
Untuk tujuan pengungkapan nilai wajar, Kelompok Usaha telah menentukan kelas aset dan liabilitas berdasarkan
sifat, karakteristik, dan risiko aset atau liabilitas, dan tingkat hirarki nilai wajar seperti dijelaskan di atas.
i.
Approved by: Kas dan Setara Kas
Kas dan setara kas terdiri dari kas, bank serta deposito berjangka dengan jangka waktu 3 (tiga) bulan atau kurang
pada saat ditempatkan dan yang tidak dijadikan sebagai jaminan dan dibatasi dalam penggunaannya.
Bank yang dijaminkan atau dibatasi penggunaannya disajikan sebagai bagian dari “Dana yang dibatasi
penggunaannya.”
j. Persediaan
Persediaan dinyatakan sebesar nilai yang lebih rendah antara biaya perolehan atau nilai realisasi neto.
Biaya perolehan ditetapkan berdasarkan metode rata-rata yang meliputi harga pembelian, biaya konversi dan
biaya-biaya lainnya yang terjadi untuk memperoleh persediaan tersebut, serta membawanya ke lokasi dan
kondisinya yang sekarang. Barang jadi dan barang dalam proses meliputi alokasi beban pabrikasi tetap dan
variabel, sebagai tambahan atas bahan baku dan tenaga kerja langsung.
Nilai realisasi neto adalah taksiran harga jual dalam kegiatan usaha normal setelah dikurangi dengan taksiran
biaya untuk menyelesaikan dan taksiran biaya yang diperlukan untuk melakukan penjualan.
Penyisihan atas persediaan usang atau penurunan nilai persediaan, jika ada, ditetapkan berdasarkan penelaahan
kondisi fisik dan tingkat perputaran persediaan.
k. Biaya Dibayar di Muka
Biaya dibayar di muka diamortisasi selama masa manfaat dengan menggunakan metode garis lurus.
l. Penyertaan Saham
Laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian mencerminkan bagian Kelompok Usaha atas
hasil operasi dari entitas asosiasi.
Bila terdapat perubahan yang diakui langsung pada ekuitas dari entitas asosiasi, Kelompok Usaha mengakui
bagiannya atas perubahan tersebut dan mengungkapkan hal ini, jika relevan dalam laporan perubahan ekuitas
konsolidasian.
Keuntungan atau kerugian yang belum direalisasi sebagai hasil dari transaksi-transaksi antara Kelompok Usaha
dengan entitas asosiasi dieliminasi pada jumlah sesuai dengan kepentingan Kelompok Usaha dalam entitas
asosiasi.
Kelompok Usaha menentukan apakah diperlukan untuk mengakui rugi penurunan nilai atas investasi Kelompok
Usaha dalam investasi pada entitas asosiasi. Kelompok Usaha menentukan apakah terdapat bukti yang objektif
yang mengindikasikan bahwa investasi dalam entitas asosiasi mengalami penurunan nilai. Dalam hal ini, Kelompok
Usaha menghitung jumlah penurunan nilai berdasarkan selisih antara nilai terpulihkan atas investasi pada entitas
asosiasi dan nilai tercatatnya dan mengakuinya dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain
konsolidasian.
Laporan keuangan entitas asosiasi disusun atas periode pelaporan yang sama dengan Kelompok Usaha.
Investasi saham pada entitas di mana Kelompok Usaha tidak memiliki pengaruh yang signifikan dicatat sesuai
dengan PSAK No. 71.
Kelompok Usaha menghentikan penggunaan metode ekuitas sejak tanggal ketika investasinya berhenti menjadi
investasi pada entitas asosiasi sebagai berikut:
a. Jika investasi menjadi entitas anak, dan
b. Jika sisa kepentingan dalam entitas asosiasi merupakan aset keuangan, maka Perusahaan mengukur sisa
kepentingan tersebut pada nilai wajar.
Ketika Kelompok Usaha menghentikan penggunaan metode ekuitas, Kelompok Usaha mencatat seluruh jumlah
yang sebelumnya telah diakui dalam penghasilan komprehensif lain yang terkait dengan investasi tersebut
menggunakan dasar perlakuan yang sama dengan yang disyaratkan jika investee telah melepaskan secara
langsung aset dan liabilitas terkait.
13
Page 21
FINAL DRAFT
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA Date:
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
Tanggal 31 Maret 2024
dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (Lanjutan)
m. Aset Tetap
Tanah dan bangunan disajikan sebesar nilai revaluasi, dikurangi akumulasi penyusutan untuk bangunan.
Revaluasi akan dilakukan dengan keteraturan yang cukup regular untuk memastikan bahwa jumlah tercatat tidak
berbeda secara material dari jumlah yang ditentukan dengan menggunakan nilai wajar pada akhir periode
pelaporan.
Frekuensi revaluasi tergantung perubahan nilai wajar dari suatu aset tetap yang direvaluasi. Jika aset tetap
mengalami perubahan nilai wajar secara signifikan dan fluktuatif, maka revaluasi secara tahunan perlu dilakukan.
Revaluasi secara tahunan tidak perlu dilakukan apabila perubahan nilai wajar tidak signifikan, sehingga revaluasi
Approved by: setiap tiga atau lima tahun sekali dianggap cukup.
Surplus revaluasi diakui dalam penghasilan komprehensif lain dan terakumulasi dalam ekuitas pada bagian surplus
revaluasi aset tetap. Namun, kenaikan tersebut diakui dalam laba rugi hingga sebesar jumlah penurunan nilai aset
yang sama akibat revaluasi yang pernah diakui sebelumnya dalam laba rugi.
Defisit revaluasi diakui dalam laba rugi. Namun penurunan nilai tersebut diakui dalam surplus revaluasi aset tetap
sepanjang tidak melebihi saldo surplus revaluasi untuk aset tersebut.
Surplus/defisit revaluasi aset tetap yang dipindahkan secara berkala setiap periode ke saldo laba adalah sebesar
perbedaan antara jumlah penyusutan berdasarkan nilai revaluasian aset dengan jumlah penyusutan berdasarkan
biaya perolehan aset tersebut. Selanjutnya, akumulasi penyusutan pada tanggal revaluasian dieliminasi terhadap
jumlah tercatat bruto dari aset dan jumlah tercatat neto setelah eliminasi disajikan kembali sebesar jumlah
revaluasian dari aset tersebut. Pada saat penghentian aset, surplus/defisit revaluasi untuk aset tetap yang dijual
dipindahkan ke saldo laba.
Aset tetap, kecuali tanah dan bangunan, dinyatakan sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan
rugi penurunan nilai, jika ada. Biaya perolehan aset tetap meliputi: (a) harga pembelian, (b) biaya-biaya yang
dapat diatribusikan secara langsung untuk membawa aset ke lokasi dan kondisinya sekarang, dan (c) estimasi
awal biaya pembongkaran dan pemindahan dan restorasi lokasi aset (jika ada). Setiap bagian dari aset tetap
dengan biaya perolehan yang signifikan terhadap jumlah biaya perolehan aset, disusutkan secara terpisah.
Pada saat pembaharuan dan perbaikan yang signifikan dilakukan, biaya tersebut diakui ke dalam nilai tercatat
(carrying amount) aset tetap sebagai suatu penggantian jika memenuhi kriteria pengakuan. Semua biaya perbaikan
dan pemeliharaan lainnya yang tidak memenuhi kriteria pengakuan dibebankan langsung pada operasi berjalan.
Penyusutan dimulai saat aset tetap tersedia untuk digunakan dan dihitung dengan menggunakan metode garis
lurus berdasarkan taksiran masa manfaat aset sebagai berikut:
Tahun
Bangunan 10-30
Sarana dan prasarana 10
Instalasi listrik 8-20
Mesin dan peralatan 4-16
Alat-alat berat 8
Kendaraan dan inventaris 4-8
Pada setiap akhir tahun buku, nilai residu, masa manfaat dan metode penyusutan aset tetap ditelaah oleh
manajemen, dan jika perlu disesuaikan secara prospektif. Perubahan dalam umur masa manfaat aset yang
diharapkan dan nilai sisa menjadi pertimbangan untuk modifikasi periode depresiasi dan jumlah terdepresiasi yang
diperlukan sebagai perubahan dalam estimasi akuntansi.
Biaya pengurusan legal hak atas tanah dalam bentuk Hak Guna Usaha (“HGU”), Hak Guna Bangunan (“HGB”),
dan Hak Pakai (“HP”) ketika tanah diperoleh pertama kali diakui sebagai bagian dari biaya perolehan tanah pada
akun “Aset tetap” dan tidak diamortisasi. Biaya yang terjadi sehubungan dengan perpanjangan atau pembaharuan
hak-hak tersebut di atas diakui sebagai aset yang ditangguhkan dan diamortisasi sepanjang umur hukum hak atau
umur manfaat ekonomis tanah, periode mana yang lebih pendek.
Aset dalam penyelesaian dinyatakan sebesar biaya perolehan dan disajikan sebagai bagian dari aset tetap.
Akumulasi biaya perolehan aset dalam penyelesaian akan dipindahkan ke masing-masing aset tetap yang
bersangkutan pada saat aset tersebut selesai dikerjakan dan siap digunakan sesuai dengan tujuannya.
Jumlah tercatat aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau saat tidak ada manfaat ekonomis
masa depan yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya. Laba atau rugi yang timbul dari penghentian
pengakuan aset (dihitung sebagai perbedaan antara jumlah neto hasil pelepasan dan nilai tercatat dari aset)
dikreditkan atau dibebankan pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian dalam
tahun/periode aset tersebut dihentikan pengakuannya.
14
Page 22
FINAL DRAFT
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA Date:
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
Tanggal 31 Maret 2024
dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (Lanjutan)
n. Properti Investasi
Properti investasi Kelompok Usaha terdiri dari tanah yang dikuasai Kelompok Usaha untuk menghasilkan sewa
atau untuk kenaikan nilai atau keduanya, dan bukan untuk digunakan dalam kegiatan produksi atau penyediaan
barang atau jasa atau untuk tujuan administratif atau dijual dalam kegiatan usaha sehari-hari.
Properti investasi – tanah dinyatakan sebesar biaya perolehan termasuk biaya transaksi dikurangi penurunan nilai,
jika ada, dan tidak disusutkan. Jumlah tercatat termasuk bagian biaya penggantian dari properti investasi yang ada
pada saat terjadinya biaya, jika kriteria pengakuan terpenuhi, dan tidak termasuk biaya harian penggunaan properti
investasi.
Approved by:
Properti investasi dihentikan pengakuannya pada saat pelepasan atau ketika properti investasi tersebut tidak
digunakan lagi secara permanen dan tidak memiliki manfaat ekonomis di masa depan yang dapat diharapkan pada
saat pelepasannya. Keuntungan atau kerugian yang timbul dari penghentian atau pelepasan properti investasi
diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian dalam tahun terjadinya
penghentian atau pelepasan tersebut.
Pengalihan ke properti investasi dilakukan jika, dan hanya jika, terdapat perubahan penggunaan yang ditunjukkan
dengan berakhirnya pemakaian oleh pemilik, dimulainya sewa operasi ke pihak lain atau selesainya pembangunan
atau pengembangan.
Pengalihan dari properti investasi dilakukan jika, dan hanya jika, terdapat perubahan penggunaan yang ditunjukkan
dengan dimulainya penggunaan oleh pemilik atau dimulainya pengembangan untuk dijual.
Untuk pengalihan dari properti investasi ke properti yang digunakan sendiri, Kelompok Usaha menggunakan
metode biaya pada tanggal perubahan penggunaan. Jika properti yang digunakan Kelompok Usaha menjadi
properti investasi, Kelompok Usaha mencatat properti investasi tersebut sesuai dengan kebijakan aset tetap
sampai dengan saat tanggal terakhir perubahan penggunaannya.
o. Biaya Ditangguhkan atas Hak Pengusahaan Hutan
Biaya/iuran yang terjadi untuk memperoleh “Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu (IUPHHK)”, seperti biaya
Hak Pengusahaan Hutan (“HPH”), analisis mengenai dampak lingkungan, foto udara dan rencana karya
pengusahaan hutan, ditangguhkan dan diamortisasi selama sisa masa manfaat masing- masing IUPHHK tersebut
dengan menggunakan metode garis lurus selama jangka waktu IUPHHK.
p. Penurunan Nilai Aset Non-Keuangan
Pada setiap tanggal pelaporan, Kelompok Usaha menilai apakah terdapat indikasi suatu aset non-keuangan
mengalami penurunan nilai. Jika terdapat indikasi tersebut, maka Kelompok Usaha membuat estimasi jumlah
terpulihkan aset tersebut untuk menentukan kerugian penurunan nilai (jika ada). Jika tidak mungkin
mengestimasi jumlah terpulihkan dari aset non- keuangan secara individual, Kelompok Usaha akan mengestimasi
jumlah terpulihkan dari unit penghasil kas aset (“UPK”).
Estimasi jumlah terpulihkan adalah jumlah yang lebih tinggi antara nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual
dengan nilai pakai dari aset atau UPK tersebut. Ketika jumlah terpulihkan suatu aset non-keuangan (“UPK”) di
bawah nilai tercatatnya, maka nilai tercatat aset (“UPK”) diturunkan menjadi sebesar nilai terpulihkannya dan
kerugian penurunan nilai yang timbul diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain
konsolidasian.
q. Sewa
Kelompok Usaha mengevaluasi pada insepsi kontrak bila kontrak tersebut adalah, atau mengandung, sewa. Yaitu,
bila kontrak tersebut memberikan hak untuk mengendalikan penggunaan aset identifikasian selama suatu jangka
waktu untuk dipertukarkan dengan imbalan.
Kelompok Usaha sebagai Penyewa
Kelompok Usaha menerapkan pendekatan pengakuan dan pengukuran tunggal untuk semua sewa, kecuali untuk
sewa jangka pendek dan sewa aset bernilai rendah. Kelompok Usaha mengakui liabilitas sewa untuk melakukan
pembayaran sewa dan aset hak-guna yang mewakili hak untuk menggunakan aset pendasar.
Aset hak-guna
Kelompok Usaha mengakui aset hak-guna pada tanggal permulaan sewa (tanggal aset dasar tersedia untuk
digunakan). Aset hak-guna diukur pada biaya perolehan, dikurangi akumulasi penyusutan dan rugi penurunan nilai,
dan disesuaikan untuk setiap pengukuran kembali liabilitas sewa. Biaya perolehan aset hak-guna termasuk jumlah
liabilitas sewa yang diakui, biaya langsung awal yang dikeluarkan, dan pembayaran sewa yang dilakukan pada
atau sebelum tanggal mulai dikurangi insentif sewa yang diterima. Aset hak-guna disusutkan dengan metode garis
lurus selama masa sewa.
15
Page 23
FINAL DRAFT
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA Date:
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
Tanggal 31 Maret 2024
dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (Lanjutan)
q. Sewa (Lanjutan)
Aset hak-guna (Lanjutan)
Jika kepemilikan aset sewaan beralih ke Kelompok Usaha pada masa sewa atau biaya mencerminkan
pelaksanaan opsi pembelian, penyusutan dihitung dengan menggunakan estimasi masa manfaat aset. Aset hak-
guna juga dievaluasi untuk penurunan nilai.
Liabilitas sewa
Pada tanggal permulaan sewa, Kelompok Usaha mengakui liabilitas sewa yang diukur pada nilai kini dari
pembayaran sewa yang akan dilakukan selama masa sewa.
Approved by:
Pembayaran sewa juga mencakup harga pelaksanaan dari opsi pembelian yang secara wajar pasti akan
dilaksanakan oleh Kelompok Usaha dan pembayaran denda untuk penghentian sewa, jika masa sewa
mencerminkan pelaksanaan opsi untuk mengakhiri. Pembayaran sewa variabel yang tidak bergantung pada indeks
atau tarif diakui sebagai beban pada periode terjadinya peristiwa atau kondisi yang memicu terjadinya pembayaran
tersebut.
Dalam menghitung nilai kini dari pembayaran sewa, Kelompok Usaha menggunakan tingkat pinjaman tambahan
pada tanggal dimulainya sewa karena tingkat bunga yang tersirat dalam sewa tidak dapat ditentukan dengan
mudah. Setelah tanggal dimulainya, jumlah liabilitas sewa ditingkatkan untuk mencerminkan pertambahan bunga
dan dikurangi untuk pembayaran sewa yang dilakukan. Selain itu, nilai tercatat liabilitas sewa diukur kembali jika
ada modifikasi, perubahan jangka waktu sewa, perubahan pembayaran sewa (misalnya, perubahan pembayaran
masa depan yang dihasilkan dari perubahan indeks atau kurs yang digunakan untuk menentukan pembayaran
sewa) atau perubahan dalam penilaian opsi untuk membeli aset pendasar.
Sewa jangka-pendek dan sewa aset bernilai-rendah
Kelompok Usaha menerapkan pengecualian pengakuan sewa jangka pendek untuk sewa jangka pendeknya (yaitu,
sewa yang memiliki jangka waktu sewa 12 bulan atau kurang dari tanggal permulaan dan tidak memiliki opsi
pembelian). Kelompok Usaha juga menerapkan pengecualian pengakuan sewa aset bernilai rendah untuk sewa
yang dianggap bernilai rendah.
Pembayaran sewa untuk sewa jangka pendek dan sewa dari aset pendasar bernilai rendah diakui sebagai beban
dengan metode garis lurus selama masa sewa.
Kelompok Usaha sebagai Penyewa
Sewa yang dalam pengaturannya Kelompok Usaha tidak mengalihkan secara substansial seluruh risiko dan
manfaat yang terkait dengan kepemilikan suatu aset diklasifikasikan sebagai sewa operasi. Penghasilan sewa yang
timbul dicatat dengan metode garis lurus selama masa sewa dan disertakan dalam pendapatan pada laba rugi
karena sifat operasinya. Biaya langsung awal yang timbul dalam negosiasi dan pengaturan sewa operasi
ditambahkan ke nilai tercatat dari aset sewaan dan diakui selama masa sewa atas dasar yang sama dengan
penghasilan sewa.
r. Perpajakan
Pajak Kini
Aset atau liabilitas pajak penghasilan kini yang berasal dari periode berjalan dan periode sebelumnya dicatat
sebesar jumlah yang diharapkan dapat dipulihkan dari atau dibayarkan kepada Kantor Pajak yang besarnya
ditentukan berdasarkan tarif pajak dan peraturan perpajakan yang berlaku atau secara substantif telah berlaku.
Beban pajak kini dihitung berdasarkan taksiran penghasilan kena pajak untuk tahun yang bersangkutan. Pengaruh
pajak untuk suatu tahun dialokasikan pada operasi tahun berjalan, kecuali untuk pengaruh pajak dari transaksi
yang langsung dibebankan atau dikreditkan ke ekuitas. Manajemen secara periodik mengevaluasi posisi yang
diambil Kelompok Usaha sehubungan dengan situasi di mana interpretasi diperlukan untuk peraturan perpajakan
yang terkait dan menetapkan provisi jika diperlukan.
Jumlah tambahan pokok dan denda pajak yang ditetapkan dengan Surat Ketetapan Pajak (“SKP”) diakui sebagai
pendapatan atau beban dalam operasi periode berjalan, kecuali jika diajukan upaya penyelesaian selanjutnya.
Jumlah tambahan pokok pajak dan denda yang ditetapkan dengan SKP ditangguhkan pembebanannya sepanjang
memenuhi kriteria pengakuan aset.
Pajak Tangguhan
Pajak tangguhan diakui menggunakan metode liabilitas atas perbedaan temporer antara dasar pengenaan pajak
aset dan liabilitas dan nilai tercatatnya dalam laporan keuangan pada akhir periode pelaporan.
16
Page 24
FINAL DRAFT
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA Date:
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
Tanggal 31 Maret 2024
dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (Lanjutan)
r. Perpajakan (Lanjutan)
Pajak Tangguhan (Lanjutan)
Liabilitas pajak tangguhan diakui untuk setiap perbedaan temporer kena pajak. Aset pajak tangguhan diakui untuk
semua perbedaan temporer yang dapat dikurangkan dan rugi fiskal belum dikompensasi, sejauh terdapat
kemungkinan besar bahwa laba kena pajak akan tersedia untuk dimanfaatkan dengan perbedaan temporer yang
dapat dikurangkan dan rugi fiskal belum dikompensasi.
Nilai tercatat dari aset pajak tangguhan direviu pada setiap akhir periode pelaporan dan diturunkan ketika tidak lagi
terdapat kemungkinan bahwa akan terdapat laba kena pajak yang memungkinkan semua atau sebagian dari aset
Approved by: pajak tangguhan tersebut untuk direalisasi. Penelaahan dilakukan pada setiap akhir periode pelaporan atas aset
pajak tangguhan yang tidak diakui sebelumnya dan aset pajak tangguhan tersebut diakui sepanjang kemungkinan
besar laba kena pajak mendatang akan tersedia sehingga aset pajak tangguhan tersebut dipulihkan.
Pajak tangguhan yang terkait dengan pos-pos yang diakui di luar laba rugi diakui di luar laba rugi. Pos pajak
tangguhan diakui terkait dengan transaksi yang mendasarinya baik dalam penghasilan komprehensif lain atau
langsung ke ekuitas.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan saling hapus ketika terdapat hak yang dapat dipaksakan secara hukum untuk
melakukan saling hapus aset pajak kini terhadap liabilitas pajak kini dan pajak tangguhan tersebut terkait dengan
entitas kena pajak yang sama dan otoritas perpajakan yang sama.
Pajak Pertambahan Nilai
Pendapatan, beban-beban dan aset-aset diakui neto atas jumlah Pajak Pertambahan Nilai (“PPN”) kecuali:
i) PPN yang muncul dari pembelian aset atau jasa yang tidak dapat dikreditkan sesuai dengan peraturan
perpajakan, yang dalam hal ini PPN diakui sebagai bagian dari biaya perolehan aset atau sebagai bagian dari
item beban-beban yang diterapkan; dan
ii) piutang dan utang yang disajikan termasuk dengan jumlah PPN.
Jumlah PPN neto yang terpulihkan dari, atau terutang kepada, kantor pajak termasuk sebagai bagian dari
piutang atau utang pada laporan posisi keuangan konsolidasian.
s. Imbalan Kerja
Kelompok Usaha mengakui liabilitas imbalan kerja yang tidak didanai sesuai dengan Undang-Undang Cipta Kerja
No. 11 tahun 2020, Peraturan Pemerintah No. 35 tahun 2021, dan PSAK No. 24, “Imbalan Kerja”.
Berdasarkan Undang-Undang dan peraturan tersebut, Kelompok Usaha diharuskan untuk membayar uang
pesangon, uang penghargaan masa kerja dan uang penggantian hak kepada karyawan apabila persyaratan yang
ditentukan tersebut terpenuhi.
Beban pensiun Kelompok Usaha ditentukan melalui perhitungan aktuaria dengan menggunakan metode projected-
unit-credit dan menerapkan asumsi atas tingkat diskonto dan tingkat kenaikan gaji.
Pengukuran kembali terdiri atas keuntungan dan kerugian aktuarial, segera diakui pada laporan posisi keuangan
konsolidasian dengan pengaruh langsung didebit atau dikreditkan kepada saldo laba melalui penghasilan
komprehensif lain pada periode terjadinya. Pengukuran kembali tidak direklasifikasi ke laba rugi periode berikutnya.
Seluruh biaya jasa lalu diakui pada saat yang lebih dulu antara ketika amandemen/kurtailmen terjadi atau ketika
biaya restrukturisasi atau pemutusan hubungan kerja diakui.
Bunga neto dihitung dengan menerapkan tingkat diskonto yang digunakan terhadap liabilitas imbalan kerja.
Kelompok Usaha mengakui perubahan berikut pada liabilitas imbalan kerja pada akun "Beban Umum dan
Administrasi" pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian:
i. Biaya jasa terdiri atas biaya jasa kini, biaya jasa lalu, keuntungan atau kerugian atas penyelesaian (kurtailmen)
tidak rutin, dan;
ii. Beban atau penghasilan bunga neto.
t. Pengakuan Pendapatan dan Beban
Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan mensyaratkan pengakuan pendapatan harus memenuhi lima langkah
analisa sebagai berikut:
Identifikasi kontrak dengan pelanggan;
Identifikasi kewajiban pelaksanaan dalam kontrak. Kewajiban pelaksanaan merupakan janji-janji dalam
kontrak untuk menyerahkan barang atau jasa yang memiliki karakteristik berbeda ke pelanggan;
17
Page 25
FINAL DRAFT
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA Date:
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
Tanggal 31 Maret 2024
dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (Lanjutan)
t. Pengakuan Pendapatan dan Beban (Lanjutan)
Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan mensyaratkan pengakuan pendapatan harus memenuhi lima langkah
analisa sebagai berikut: (Lanjutan)
Penetapan harga transaksi. Harga transaksi merupakan jumlah imbalan yang berhak diperoleh suatu entitas
sebagai kompensasi atas diserahkannya barang atau jasa yang dijanjikan ke pelanggan. Jika imbalan yang
dijanjikan di kontrak mengandung suatu jumlah yang bersifat variabel, maka Kelompok Usaha membuat
estimasi jumlah imbalan tersebut sebesar jumlah yang diharapkan berhak diterima atas diserahkannya barang
atau jasa yang dijanjikan ke pelanggan dikurangi dengan estimasi jumlah jaminan kinerja jasa yang akan
Approved by: dibayarkan selama periode kontrak;
Alokasi harga transaksi ke setiap kewajiban pelaksanaan dengan menggunakan dasar harga jual berdiri
sendiri relatif dari setiap barang atau jasa berbeda yang dijanjikan di kontrak. Ketika tidak dapat diamati secara
langsung, hargajual berdiri sendiri relatif diperkirakan berdasarkan biaya yang diharapkanditambah marjin;
Pengakuan pendapatan ketika kewajiban pelaksanaan telah dipenuhi dengan menyerahkan barang atau jasa
yang dijanjikan ke pelanggan (ketika pelanggan telah memiliki kendali atas barang atau jasa tersebut).
Untuk penjualan barang, kewajiban pelaksanaan umumnya terpenuhi, dan pendapatan diakui, pada saat
pengendalian atas barang telah berpindah kepada pelanggan (pada suatu titik waktu).
Kelompok Usaha mengakui pendapatan atas kewajiban pelaksanaan yang dipenuhi sepanjang waktu hanya jika
entitas dapat mengukur kemajuan secara wajar terhadap penyelesaian penuh atas kewajiban pelaksanaan. Dalam
beberapa keadaan, Kelompok Usaha mungkin tidak dapat mengukur hasil kewajiban pelaksanaan secara wajar,
tetapi Kelompok Usaha memperkirakan untuk memulihkan biaya yang terjadi dalam memenuhi kewajiban
pelaksanaan. Dalam keadaan tersebut, Kelompok Usaha mengakui pendapatan hanya sejumlah biaya yang terjadi
sampai waktu tertentu di mana Kelompok Usaha dapat mengukur hasil kewajiban pelaksanaan secara wajar.
Beban diakui pada saat terjadinya (accrual basic)
Penghasilan/Beban Bunga
Untuk semua instrumen keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi, pendapatan atau biaya bunga
dicatat dengan menggunakan metode SBE, yaitu suku bunga yang secara tepat mendiskontokan estimasi
pembayaran atau penerimaan kas di masa yang akan datang selama umur yang diharapkan dari instrumen
keuangan, atau jika lebih tepat, selama periode yang lebih singkat, terhadap nilai tercatat neto dari aset keuangan
atau liabilitas keuangan.
u. Transaksi dan Penjabaran Laporan Keuangan dalam Mata Uang Asing
Pembukuan Perusahaan dan Entitas Anaknya, kecuali CRA, diselenggarakan dalam mata uang Rupiah. Transaksi-
transaksi selama tahun berjalan dalam mata uang selain Rupiah dicatat dengan kurs yang berlaku pada saat
terjadinya transaksi. Pada tanggal pelaporan, aset dan liabilitas moneter dalam mata uang selain Rupiah
disesuaikan untuk mencerminkan kurs yang berlaku pada tanggal tersebut. Keuntungan atau kerugian kurs yang
timbul dikreditkan atau dibebankan dalam laba rugi tahun yang bersangkutan. Pembukuan entitas anak, CRA
diselenggarakan dalam Dolar Amerika Serikat dan mata uang fungsionalnya adalah Krona Denmark.
Dengan demikian, pada setiap akhir periode pelaporan, pembukuan entitas anak ditranslasikan ke dalam mata
uang penyajian Rupiah menggunakan prosedur sebagai berikut:
Aset dan liabilitas dijabarkan dengan menggunakan kurs pada tanggal pelaporan;
Pendapatan dan beban dijabarkan dengan menggunakan kurs rata-rata periode berjalan;
Akun ekuitas dijabarkan dengan menggunakan kurs historis; dan
Selisih kurs yang terjadi disajikan pada akun “Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan” pada
penghasilan komprehensif lain di ekuitas.
Kurs yang digunakan mengacu pada kurs tengah transaksi Bank Indonesia pada tanggal-tanggal pelaporan,
adalah sebagai berikut:
Mata uang 31 Maret 2024 31 Desember 2023
US$ 1 15,853 15,416
DKK 1 2,301 2,299
EUR 1 17,161 17,140
SGD 1 11,766 11,712
RMB 1 2,193 2,170
Transaksi dalam mata uang asing lainnya (jika ada) dianggap tidak signifikan.
18
Page 26
FINAL DRAFT
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA Date:
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
Tanggal 31 Maret 2024
dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (Lanjutan)
v. Informasi Segmen
Segmen adalah komponen dari Kelompok Usaha yang dapat dibedakan yang terlibat dalam penyediaan produk-
produk tertentu (segmen usaha), atau dalam menyediakan produk dalam lingkungan ekonomi tertentu (segmen
geografis), yang memiliki risiko dan manfaat yang berbeda dari segmen lainnya. Jumlah setiap unsur segmen
dilaporkan merupakan ukuran yang dilaporkan kepada pengambil keputusan operasional untuk tujuan pengambilan
keputusan untuk mengalokasikan sumber daya kepada segmen dan menilai kinerjanya.
Pendapatan, beban, hasil usaha, aset dan liabilitas segmen termasuk item-item yang dapat didistribusikan secara
langsung kepada suatu segmen serta hal-hal yang dapat dialokasikan dengan dasar yang memadai untuk segmen
Approved by: tersebut. Segmen ditentukan sebelum saldo dan transaksi antar Kelompok Usaha dieliminasi sebagai bagian dari
proses konsolidasi.
w. Laba per Saham Dasar
Jumlah laba per saham dasar dihitung dengan membagi laba tahun/periode berjalan yang dapat didistribusikan
kepada pemilik entitas induk dengan jumlah rata-rata tertimbang saham yang beredar selama tahun/periode yang
bersangkutan.
Apabila jumlah saham biasa yang beredar meningkat tanpa disertai peningkatan sumber daya, maka jumlah
saham biasa yang beredar sebelum peristiwa tersebut disesuaikan dengan perubahan proporsional atas jumlah
saham beredar seolah-olah peristiwa tersebut terjadi pada permulaan dari periode sajian paling awal.
x. Biaya Emisi Saham
Biaya-biaya emisi yang terjadi sehubungan dengan penerbitan saham Perusahaan dikurangkan langsung dari
“Tambahan Modal Disetor” yang diperoleh dari penawaran efek tersebut.
y. Provisi
Provisi diakui jika Kelompok Usaha memiliki kewajiban kini (baik bersifat hukum maupun bersifat konstruktif) jika,
sebagai akibat peristiwa masa lalu, besar kemungkinan penyelesaian kewajiban tersebut mengakibatkan arus
keluar sumber daya yang mengandung manfaat ekonomi dan jumlah kewajiban tersebut dapat diestimasi secara
andal.
Seluruh provisi ditelaah pada setiap tanggal pelaporan dan disesuaikan untuk mencerminkan estimasi terbaik yang
paling kini. Jika kemungkinan besar tidak terjadi arus keluar sumber daya yang mengandung manfaat ekonomi
untuk menyelesaikan kewajiban tersebut, maka provisi dibatalkan.
z. Kontinjensi
Kewajiban kontinjensi tidak diakui dalam laporan keuangan konsolidasian tetapi diungkapkan dalam catatan atas
laporan keuangan konsolidasian kecuali jika kemungkinan pengeluaran sumber daya yang memiliki manfaat
ekonomi sangat kecil. Aset kontinjensi tidak diakui dalam laporan keuangan konsolidasian tetapi diungkapkan
dalam catatan atas laporan keuangan konsolidasian apabila ada kemungkinan pemasukan manfaat ekonomi.
aa. Saham Treasuri
Saham treasuri diakui dengan menggunakan metode nilai nominal dan dikurangi dari ekuitas. Keuntungan atau
kerugian yang timbul dari pembelian, penjualan, penerbitan, atau pembatalan instrumen ekuitas Perusahaan tidak
diakui dalam laba rugi. Selisih antara jumlah tercatat dan penerimaan dari penjualan saham treasuri di masa yang
akan datang, diakui sebagai bagian dari tambahan modal disetor pada ekuitas.
ab. Peristiwa setelah Periode Laporan Keuangan
Peristiwa setelah akhir periode laporan yang memberikan informasi tambahan terkait posisi Kelompok Usaha
pada periode laporan keuangan (adjusting events) diungkapkan dalam laporan keuangan konsolidasian. Peristiwa
setelah periode laporan keuangan yang bukan merupakan adjusting events telah diungkapkan dalam catatan atas
laporan keuangan konsolidasian apabila material.
3. PENGGUNAAN PERTIMBANGAN, ESTIMASI DAN ASUMSI OLEH MANAJEMEN
Penyusunan laporan keuangan konsolidasian Kelompok Usaha mensyaratkan manajemen untuk membuat
pertimbangan, estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah atas pendapatan, beban, aset dan liabilitas yang
dilaporkan, serta pengungkapan liabilitas kontinjensi, pada akhir periode pelaporan. Namun, ketidakpastian estimasi
dan asumsi ini dapat menyebabkan penyesuaian material atas nilai tercatat aset dan liabilitas yang berdampak pada
masa mendatang.
19
Page 27
FINAL DRAFT
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA Date:
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
Tanggal 31 Maret 2024
dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)
3. PENGGUNAAN PERTIMBANGAN, ESTIMASI DAN ASUMSI OLEH MANAJEMEN (Lanjutan)
a. Pertimbangan
Penentuan Mata Uang Fungsional
Mata uang fungsional dari masing-masing entitas dalam Kelompok Usaha adalah mata uang dari lingkungan
ekonomi primer di mana entitas beroperasi. Mata uang tersebut adalah mata uang yang mempengaruhi
pendapatan dan beban pokok penjualan serta beban langsung terkait Kelompok Usaha.
Klasifikasi Aset dan Liabilitas Keuangan
Kelompok Usaha menetapkan klasifikasi atas aset dan liabilitas tertentu sebagai aset keuangan dan liabilitas
Approved by: keuangan dengan mempertimbangkan bila definisi yang ditetapkan PSAK No. 71 dipenuhi.
Tagihan dan Keberatan atas Hasil Pemeriksaan Pajak
Berdasarkan peraturan perpajakan yang berlaku saat ini, manajemen mempertimbangkan apakah jumlah tercatat
dalam akun di atas dapat dipulihkan dan direstitusi oleh Kantor Pajak. Lebih lanjut, manajemen
mempertimbangkan liabilitas yang mungkin timbul dari hasil pemeriksaan pajak yang masih diajukan keberatannya.
Revaluasi Tanah dan Bangunan
Kelompok Usaha mengukur tanah dan bangunan pada jumlah revaluasian dengan perubahan pada nilai wajar
diakui dalam Penghasilan Komprehensif Lain (“OCI”). Kelompok Usaha melibatkan penilai independen dalam
menentukan nilai wajar tanah dan bangunan pada tanggal 31 Desember 2023. Nilai wajar tanah dan bangunan
ditentukan berdasarkan bukti pasar dengan menggunakan harga yang dapat dibandingkan dan disesuaikan
terhadap faktor-faktor pasar spesifik seperti sifat, lokasi dan kondisi aset tersebut.
Sewa
Kelompok Usaha menerapkan PSAK No. 73 yang mensyaratkan pengakuan liabilitas sewa sehubungan dengan
sewa yang diklasifikasikan sebagai 'sewa operasi'. Pada tanggal permulaan kontrak, Kelompok Usaha menilai
apakah kontrak merupakan, atau mengandung, sewa. Suatu kontrak merupakan atau mengandung sewa jika
kontrak tersebut memberikan hak untuk mengendalikan penggunaan aset identifikasian selama suatu jangka waktu
untuk dipertukarkan dengan imbalan.
b. Estimasi dan Asumsi
Asumsi utama masa depan dan sumber utama estimasi ketidakpastian lain pada tanggal pelaporan yang memiliki
risiko signifikan mengakibatkan penyesuaian yang material terhadap nilai tercatat aset dan liabilitas untuk tahun
berikutnya diungkapkan di bawah ini.
Kelompok Usaha mendasarkan asumsi dan estimasi pada parameter yang tersedia pada saat laporan keuangan
konsolidasian disusun. Asumsi dan situasi mengenai perkembangan masa depan mungkin berubah akibat
perubahan pasar atau situasi di luar kendali Kelompok Usaha. Perubahan-perubahan tersebut dicerminkan dalam
asumsi terkait pada saat terjadinya.
Penyisihan atas KKE Piutang Usaha
Kelompok Usaha mengevaluasi akun tertentu jika terdapat informasi bahwa pelanggan yang bersangkutan tidak
dapat memenuhi kewajiban keuangannya. Dalam hal tersebut, Kelompok Usaha mempertimbangkan, berdasarkan
fakta dan situasi yang tersedia, termasuk namun tidak terbatas pada, jangka waktu hubungan dengan pelanggan
dan status kredit dari pelanggan berdasarkan catatan kredit dari pihak ketiga dan faktor pasar yang telah diketahui,
untuk mencatat penyisihan spesifik atas jumlah piutang pelanggan guna mengurangi jumlah piutang yang
diharapkan dapat diterima oleh Kelompok Usaha.
Penyisihan spesifik ini dievaluasi kembali dan disesuaikan jika tambahan informasi yang diterima mempengaruhi
jumlah penyisihan atas KKE piutang usaha.
Nilai Wajar dari Instrumen Keuangan
Ketika nilai wajar aset dan liabilitas keuangan dicatat dalam laporan posisi keuangan konsolidasian tidak dapat
diperoleh dari pasar yang aktif, maka nilai wajarnya ditentukan dengan menggunakan teknik penilaian termasuk
model discounted cash flow. Masukan untuk model tersebut dapat diambil dari pasar yang dapat diobservasi, tetapi
apabila hal ini tidak dimungkinkan, sebuah tingkat pertimbangan disyaratkan dalam menetapkan nilai wajar.
Pertimbangan tersebut mencakup penggunaan masukan seperti risiko likuiditas, risiko kredit dan volatilitas.
Perubahan dalam asumsi mengenai faktor-faktor tersebut dapat mempengaruhi nilai wajar dari instrumen
keuangan yang dilaporkan.
Imbalan Kerja
Penentuan liabilitas imbalan kerja Kelompok Usaha bergantung pada pemilihan asumsi yang digunakan oleh
aktuaris independen dalam menghitung jumlah-jumlah tersebut.
20
Page 28
FINAL DRAFT
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA Date:
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
Tanggal 31 Maret 2024
dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)
3. PENGGUNAAN PERTIMBANGAN, ESTIMASI DAN ASUMSI OLEH MANAJEMEN (Lanjutan)
b. Estimasi dan Asumsi (Lanjutan)
Imbalan Kerja (Lanjutan)
Asumsi tersebut termasuk antara lain, tingkat diskonto, tingkat kenaikan gaji tahunan, tingkat pengunduran diri
karyawan tahunan, tingkat kecacatan, umur pensiun dan tingkat kematian. Hasil aktual yang berbeda dari asumsi
yang ditetapkan Kelompok Usaha langsung diakui dalam laba atau rugi pada saat terjadinya. Sementara Kelompok
Usaha berkeyakinan bahwa asumsi tersebut adalah wajar dan sesuai, perbedaan signifikan pada hasil aktual atau
perubahan signifikan dalam asumsi yang ditetapkan Kelompok Usaha dapat mempengaruhi secara material
liabilitas imbalan kerja dan beban imbalan kerja bersih.
Approved by: Penyusutan Aset Tetap
Biaya perolehan aset tetap disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran masa
manfaat ekonomisnya. Manajemen mengestimasi masa manfaat ekonomis aset tetap antara 4 sampai 25 tahun. Ini
adalah umur yang secara umum diharapkan dalam industri di mana Kelompok Usaha menjalankan bisnisnya.
Perubahan tingkat pemakaian dan perkembangan teknologi dapat mempengaruhi masa manfaat ekonomis dan
nilai sisa aset, dan karenanya biaya penyusutan masa depan mungkin direvisi.
Realisasi dari Aset Pajak Tangguhan
Aset pajak tangguhan diakui atas seluruh rugi fiskal yang belum digunakan sepanjang besar kemungkinannya
bahwa penghasilan kena pajak akan tersedia sehingga rugi fiskal tersebut dapat digunakan. Estimasi signifikan
oleh manajemen disyaratkan dalam menentukan jumlah aset pajak tangguhan yang dapat diakui, berdasarkan saat
penggunaan dan tingkat penghasilan kena pajak dan strategi perencanaan pajak masa depan. Namun tidak
terdapat kepastian bahwa Kelompok Usaha dapat menghasilkan penghasilan kena pajak yang cukup untuk
memungkinkan penggunaan sebagian atau keseluruhan dari aset pajak tangguhan tersebut.
Ketidakpastian Liabilitas Perpajakan
Dalam situasi tertentu, Kelompok Usaha tidak dapat menentukan secara pasti jumlah liabilitas pajak mereka pada
saat ini atau masa depan karena proses pemeriksaan oleh, atau negosiasi dengan, otoritas perpajakan.
Ketidakpastian timbul terkait dengan interpretasi dari peraturan perpajakan yang kompleks dan jumlah dan waktu
dari penghasilan kena pajak di masa depan.
Dalam menentukan jumlah yang harus diakui terkait dengan liabilitas pajak yang tidak pasti, Kelompok Usaha
menerapkan pertimbangan yang sama yang akan mereka gunakan dalam menentukan jumlah cadangan yang
harus diakui sesuai dengan PSAK No. 57, “Provisi, Liabilitas Kontinjensi dan Aset Kontinjensi”. Kelompok Usaha
membuat analisa untuk semua posisi pajak terkait dengan pajak penghasilan untuk menentukan jika liabilitas pajak
untuk manfaat pajak yang belum diakui harus diakui.
Taksiran Nilai Realisasi Neto Persediaan
Persediaan dinyatakan sebesar nilai yang lebih rendah antara biaya perolehan dan nilai realisasi neto.
Penyisihan penurunan nilai pasar dan keusangan persediaan diestimasi berdasarkan fakta dan situasi yang
tersedia, termasuk namun tidak terbatas kepada, kondisi fisik persediaan yang dimiliki, harga jual pasar, estimasi
biaya penyelesaian dan estimasi biaya yang timbul untuk penjualan. Provisi dievaluasi kembali dan disesuaikan
jika terdapat tambahan informasi yang mempengaruhi jumlah yang diestimasi.
Pajak Penghasilan
Pertimbangan signifikan dilakukan dalam menentukan penyisihan atas pajak penghasilan badan. Terdapat
transaksi dan perhitungan tertentu yang penentuan pajak akhirnya adalah tidak pasti sepanjang kegiatan usaha
normal. Kelompok Usaha mengakui liabilitas atas pajak penghasilan badan berdasarkan estimasi apakah akan
terdapat tambahan pajak penghasilan badan.
Penurunan Nilai Aset Non-Keuangan
Penurunan nilai muncul saat nilai tercatat aset atau UPK melebihi nilai terpulihkannya, yang lebih besar antara nilai
wajar dikurangi biaya untuk menjual dan nilai pakainya. Nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual didasarkan pada
ketersediaan data dari perjanjian penjualan yang mengikat yang dibuat dalam transaksi normal atas aset serupa
atau harga pasar yang dapat diamati dikurangi dengan biaya tambahan yang dapat diatribusikan dengan
pelepasan aset.
Perhitungan nilai pakai didasarkan pada model arus kas yang didiskontokan. Arus kas masa depan yang
diproyeksikan tidak termasuk aktivitas restrukturisasi yang belum ada perikatannya atau investasi signifikan di
masa depan yang akan meningkatkan kinerja dari UPK yang diuji.
Nilai terpulihkan paling sensitif terhadap tingkat diskonto yang digunakan untuk model arus kas yang didiskontokan
seperti halnya dengan arus kas masuk masa depan yang diharapkan dan tingkat pertumbuhan yang digunakan
untuk tujuan ekstrapolasi.
21
Page 29
FINAL DRAFT
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA Date:
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
Tanggal 31 Maret 2024
dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)
4. KAS DAN SETARA KAS
Akun ini terdiri dari:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
(Tidak diaudit) (Diaudit)
KAS 1,000,267,984 66,618,573,997
BANK
Dalam Rupiah
Approved by: PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 1,137,343,540 1,201,707,451
PT Bank Central Asia Tbk 47,293,286,225 5,828,569,423
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 114,421,977 149,684,831
PT Bank ICBC 16,143,709 16,157,264
PT Bank Syariah Indonesia Tbk 4,651,261 4,771,261
PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur 6,150,435 6,238,895
PT Bank Danamon Indonesia, Tbk 3,953,496 4,453,412
Dalam Dollar Amerika Serikat
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 34,433,365,814 4,935,208,098
PT Bank Central Asia Tbk 7,744,138,027 613,765,378
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 2,492,021,847 4,394,778,018
PT Bank ICBC 18,196,073 18,164,982
PT Bank Danamon Indonesia, Tbk 38,721,904 31,112,417
Dalam Krona Denmark
Ringkobing Landbobank 7,458,186,527 7,252,595,944
SETARA KAS - DEPOSITO BERJANGKA
Dalam Rupiah
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 97,400,000,000 96,330,000,000
Dalam Dollar Amerika Serikat
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 1,775,536,000 12,625,704,000
JUMLAH KAS DAN SETARA KAS 200,936,384,819 200,031,485,371
Deposito berjangka memperoleh tingkat bunga sebesar 2%-4% per tahun masing-masing pada tahun 2024 dan 2023.
5. PIUTANG USAHA – BERSIH
Akun ini terdiri dari:
a. Berdasarkan pelanggan
31 Maret 2024 31 Desember 2023
(Tidak diaudit) (Diaudit)
Pihak berelasi
PT Integriya Dekorindo 2,685,612,719 4,139,656,014
PT Alam Mentari Sejahtera 205,153,196 381,415,535
Sub Jumlah 2,890,765,915 4,521,071,549
Cadangan kerugian
penurunan nilai - -
Pihak berelasi - bersih 2,890,765,915 4,521,071,549
22
Page 30
FINAL DRAFT
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA Date:
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
Tanggal 31 Maret 2024
dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)
5. PIUTANG USAHA – BERSIH (Lanjutan)
Akun ini terdiri dari: (Lanjutan)
a. Berdasarkan pelanggan (Lanjutan)
31 Maret 2024 31 Desember 2023
(Tidak diaudit) (Diaudit)
Ekspor 531,453,369,081 439,065,051,015
Lokal 600,629,122 15,090,548,815
Sub Jumlah 532,053,998,203 454,155,599,830
Approved by:
Cadangan kerugian
penurunan nilai (4,233,076,160) (4,584,570,978)
Pihak ketiga - bersih 527,820,922,043 449,571,028,852
Jumlah - Bersih 530,711,687,958 454,092,100,401
b. Berdasarkan mata uang
31 Maret 2024 31 Desember 2023
(Tidak diaudit) (Diaudit)
Rupiah 3,491,395,037 19,505,122,732
Dolar Amerika Serikat 527,220,292,921 434,462,971,130
Dolar Singapura - 124,006,539
Sub Jumlah 530,711,687,958 454,092,100,401
c. Berdasarkan umur
31 Maret 2024 31 Desember 2023
(Tidak diaudit) (Diaudit)
0 - 30 hari 411,383,657,112 345,049,913,954
31 - 60 hari 41,422,734,600 41,190,646,390
61 – 90 hari 33,123,960,473 27,274,611,751
> 90 hari 44,781,335,773 40,576,928,306
Sub Jumlah 530,711,687,958 454,092,100,401
Pada tanggal 31 Desember 2023, piutang usaha sebesar Rp 698.674.896.392 dijadikan jaminan utang bank dan
lembaga keuangan bukan bank dan utang obligasi dan sukuk mudharabah.
Berdasarkan hasil penelaahan terhadap keadaan piutang usaha masing-masing pelanggan pada akhir periode
pelaporan, manajemen berpendapat bahwa penyisihan atas penurunan nilai piutang usaha di atas cukup untuk
menutup kemungkinan kerugian atas nilai piutang tersebut.
6. PIUTANG LAIN-LAIN
Piutang lain-lain terdiri dari:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
(Tidak diaudit) (Diaudit)
Pihak berelasi
PT Alam Mentari Sejahtera 1,010,000 1,010,000
PT Integra Indo Lestari 602,500,000 -
PT Integriya Dekorindo 159,028,069,265 165,317,505,570
Sub Jumlah 159,631,579,265 165,318,515,570
23
Page 31
FINAL DRAFT
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA Date:
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
Tanggal 31 Maret 2024
dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)
6. PIUTANG LAIN-LAIN (Lanjutan)
Piutang lain-lain terdiri dari: (Lanjutan)
31 Maret 2024 31 Desember 2023
(Tidak diaudit) (Diaudit)
Pihak ketiga
Pihak ketiga 20,747,547,655 19,951,107,306
Sub Jumlah 20,747,547,655 19,951,107,306
Approved by:
Jumlah 180,379,126,920 185,269,622,876
Berdasarkan hasil penelaahan terhadap keadaan piutang lain-lain pada akhir tahun, manajemen berpendapat bahwa
tidak ada penurunan nilai piutang.
7. PERSEDIAAN – BERSIH
31 Maret 2024 31 Desember 2023
(Tidak diaudit) (Diaudit)
Manufaktur
Bahan baku dan pembantu 1,488,029,219,945 1,535,977,927,403
Barang dalam proses 675,382,000,809 654,658,569,385
Barang jadi 643,436,772,963 649,679,368,123
Kehutanan
Persediaan kayu bulat 12,060,708,484 12,078,200,558
Sub-Jumlah 2,818,908,702,201 2,852,394,065,469
Cadangan Penurunan Nilai (8,941,907,326) (8,941,907,326)
Jumlah 2,809,966,794,875 2,843,452,158,143
Pada tanggal 31 Desember 2023, persediaan tertentu telah diasuransikan terhadap risiko kebakaran dan risiko lainnya
dengan nilai pertanggungan sebesar Rp 2.221.042.225.645, di mana menurut pendapat manajemen nilai
pertanggungan tersebut cukup untuk menutup kemungkinan kerugian dari risiko tersebut.
Pada tanggal 31 Desember 2023, persediaan sebesar Rp 2.176.469.129.221 digunakan sebagai jaminan atas utang
bank dan lembaga keuangan bukan bank dan utang obligasi dan sukuk mudharabah.
Berdasarkan penelaahan terhadap kondisi fisik dan tingkat perputaran persediaan pada akhir periode pelaporan,
manajemen berpendapat bahwa penyisihan atas penurunan nilai persediaan di atas cukup untuk menutup
kemungkinan kerugian atas nilai persediaan tersebut.
8. UANG MUKA PEMBELIAN
Akun ini terdiri dari uang muka pembelian atas:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
(Tidak diaudit) (Diaudit)
Aset tetap 9,355,809,762 9,319,117,113
Persediaan 969,771,035,501 978,521,946,771
Lain-lain 220,083,041,323 237,492,213,537
Jumlah 1,199,209,886,586 1,225,333,277,421
24
Page 32
FINAL DRAFT
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA Date:
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
Tanggal 31 Maret 2024
dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)
8. UANG MUKA PEMBELIAN (Lanjutan)
Akun ini terdiri dari uang muka pembelian atas: (Lanjutan)
31 Maret 2024 31 Desember 2023
(Tidak diaudit) (Diaudit)
Disajikan dalam laporan
posisi keuangan
konsolidasian sebagai:
Approved by: Aset lancar 977,592,936,468 979,106,423,077
Aset tidak lancar 221,616,950,118 246,226,854,344
Jumlah 1,199,209,886,586 1,225,333,277,421
Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, Kelompok Usaha memiliki uang muka pembelian aset tetap –
2
tanah yang berlokasi di Lingkar Timur, Sidoarjo seluas ± 3.045 m dengan nilai sebesar Rp 7.814.551.562.
9. PENYERTAAN SAHAM
Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui
penghasilan komprehensif lain terdiri dari:
Kenaikan atas
Persentase perubahan nilai
Biaya perolehan Nilai wajar
kepemilikan wajar
31 Maret 2024 dan 2023
PT Integriya Dekorindo (ITD) 18,49% 15,990,782,486 (15,990,782,486) -
Melalui PT Inter Kayu Mandiri
PT WoodOne Integra Indonesia (WII) 25% 16,560,000,000 4,808,470,988 21,368,470,988
PT Teknologi Optimal Prima (TOP) 8,92% 3,004,400,000 - 3,004,400,000
PT Interkreasi Kerta Aji (IKA) 19% 1,900,000,000 - 1,900,000,000
Jumlah 37,455,182,486 (11,182,311,498) 26,272,870,988
Berdasarkan akta notaris Dyah Ayu Ambarwati, S.H., M.Kn., No. 6 tanggal 18 November 2022, para pemegang saham
ITD menyetujui peningkatan modal dasar, ditempatkan dan disetor penuh dari Rp 178.344.235.000 menjadi Rp
208.074.235.000 yang disetor oleh PT Integra Indo Lestari sehingga persentase kepemilikan Perusahaan menjadi
18,49%.
10. PAJAK DIBAYAR DIMUKA
Akun ini terdiri dari:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
(Tidak diaudit) (Diaudit)
Perusahaan
Pajak Pertambahan Nilai 7,509,936,952 10,799,857,218
Pasal 23 - 101,000
Entitas anak
Pajak Pertambahan Nilai 28,649,756,018 66,648,460,787
Jumlah 36,159,692,970 77,448,419,005
25
Page 33
FINAL DRAFT
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA Date:
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
Tanggal 31 Maret 2024
dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)
11. ASET TETAP – BERSIH
Akun ini terdiri dari:
31 Maret 2024
Saldo Awal Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Saldo Akhir
Nilai tercatat
Pemilikan langsung
Tanah 1,225,979,335,867 - - - 1,225,979,335,867
Bangunan 598,978,096,678 - - 3,893,757,096 602,871,853,774
Sarana prasarana 170,922,449,849 - - - 170,922,449,849
Instalasi listrik 52,715,665,158 - - - 52,715,665,158
Mesin
Approved by: dan peralatan 461,314,012,099 15,010,149,711 421,689,543 - 475,902,472,267
Alat-alat berat 3,192,500,000 - - - 3,192,500,000
Kendaraan 75,980,860,828 1,240,000,000 950,690,018 - 76,270,170,810
Inventaris 30,385,641,863 467,613,055 491,576,789 - 30,361,678,129
Sub-jumlah 2,619,468,562,342 16,717,762,766 1,863,956,350 3,893,757,096 2,638,216,125,854
Aset dalam
penyelesaian
8,396,404,884 1,153,512,259 - (3,893,757,096) 5,656,160,047
Jumlah 2,627,864,967,226 17,871,275,025 1,863,956,350 - 2,643,872,285,901
Akumulasi
penyusutan
Pemilikan langsung
Bangunan 8,841,055,430 9,974,768,554 - - 18,815,823,984
Sarana prasarana 64,090,117,345 2,385,998,635 - - 66,476,115,980
Instalasi listrik 34,896,860,151 752,671,393 - - 35,649,531,544
Mesin dan peralatan 210,551,835,497 9,868,625,105 338,808,300 - 220,081,652,302
Alat-alat berat 3,192,500,000 - - - 3,192,500,000
Kendaraan 59,229,840,554 1,367,282,617 607,010,369 - 59,990,112,802
Inventaris 25,910,254,890 496,456,792 489,661,727 - 25,917,049,955
Jumlah 406,712,463,867 24,845,803,096 1,435,480,396 - 430,122,786,567
Nilai Buku 2,221,152,503,359 2,213,749,499,334
31 Desember 2023
Saldo Awal Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Revaluasi Saldo Akhir
Nilai tercatat
Pemilikan
langsung
Tanah 1,147,563,793,818 - - - 78,415,542,049 1,225,979,335,867
Bangunan 650,783,512,591 - 505,664,400 12,199,435,290 (63,499,186,803) 598,978,096,678
Sarana
Prasarana 124,090,357,523 46,832,092,326 - - - 170,922,449,849
Instalasi Listrik 52,715,665,158 - - - - 52,715,665,158
Mesin &
Peralatan 422,255,542,201 49,862,855,324 12,814,873,352 2,010,487,926 - 461,314,012,099
Alat-alat Berat 189,703,260,247 318,595,000 186,829,355,247 - - 3,192,500,000
Kendaraan 90,926,778,176 5,830,659,240 20,776,576,588 - - 75,980,860,828
Inventaris 28,953,921,931 1,569,219,932 137,500,000 - - 30,385,641,863
Sub-jumlah 2,706,992,831,645 104,413,421,822 221,063,969,587 14,209,923,216 14,916,355,246 2,619,468,562,342
Aset dalam
penyelesaian 16,397,695,408 7,231,295,921 1,022,663,229 (14,209,923,216) - 8,396,404,884
Jumlah 2,723,390,527,053 111,644,717,743 222,086,632,816 - 14,916,355,246 2,627,864,967,226
Akumulasi
penyusutan
Pemilikan
langsung
Bangunan 178,472,016,994 46,143,873,368 305,505,575 - (215,469,329,357) 8,841,055,430
Sarana
Prasarana 52,589,887,004 11,500,230,341 - - - 64,090,117,345
Instalasi Listrik 31,002,782,490 3,894,077,661 - - - 34,896,860,151
Mesin &
Peralatan 179,490,437,395 33,243,872,329 2,182,474,227 - - 210,551,835,497
Alat-alat Berat 186,189,938,400 1,364,606,998 184,362,045,398 - - 3,192,500,000
Kendaraan 69,145,550,058 7,407,668,222 17,323,377,726 - - 59,229,840,554
Inventaris 23,618,065,615 2,319,949,692 27,760,417 - - 25,910,254,890
Jumlah 720,508,677,956 105,874,278,611 204,201,163,343 - (215,469,329,357) 406,712,463,867
Nilai Buku 2,002,881,849,097 2,221,152,503,359
26
Page 34
FINAL DRAFT
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA Date:
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
Tanggal 31 Maret 2024
dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)
11. ASET TETAP – BERSIH (Lanjutan)
Pada periode Maret 2024 dan 2023, penambahan aset tetap termasuk reklasifikasi dari aset dalam penyelesaian
masing-masing sebesar Rp 3.893.757.096 dan Rp 14.209.923.216.
Pada periode Maret 2024 dan 2023, penambahan aset tetap termasuk reklasifikasi dari aset hak-guna dengan biaya
perolehan masing-masing sebesar Rp 14.840.096.000 dan Rp 45.386.612.529 dan akumulasi penyusutan masing-
masing sebesar Rp 3.634.364.944 dan Rp 11.023.336.735.
Pada periode Maret 2024 dan 2023, penambahan aset tetap termasuk reklasifikasi dari uang muka pembelian masing-
masing sebesar Rp 985.651.351 dan Rp 22.265.005.418.
Jika tanah dan bangunan diukur menggunakan model biaya, nilai tercatatnya akan menjadi sebesar Rp
Approved 655.031.291.363
by: pada tanggal 31 Desember 2023. Surplus revaluasi yang diakui dalam penghasilan komprehensif lain
dan terakumulasi dalam ekuitas sebesar Rp 1.008.804.061.891 pada tanggal 31 Desember 2023.
Nilai wajar tanah dan bangunan ditentukan dengan menggunakan metode pendekatan pasar dan biaya dengan nilai
sebesar Rp 1.792.924.490.467. Hal ini berarti penilaian yang dilakukan oleh penilai didasarkan pada harga pasar aktif,
yang disesuaikan secara signifikan untuk perbedaan pada sifat, lokasi dan kondisi dari tanah dan bangunan yang dinilai.
Nilai wajar tanah dan bangunan didasarkan pada penilaian yang dilakukan oleh:
Penilai Independen Tanggal Laporan
PT Integra Indocabinet Tbk KJPP Pung’s Zulkarnain & Rekan 18 Januari 2024
PT Intertrend Utama KJPP Sarwono, Indriassari & Rekan 15 Januari 2024
PT Interkraft KJPP Ruddy Barus Yenny & Rekan 30 Maret 2023
KJPP Sarwono, Indriassari & Rekan 15 Januari 2024
PT Intera Indonesia KJPP Pung’s Zulkarnain & Rekan 8 Maret 2024
KJPP Pung’s Zulkarnain & Rekan 18 Januari 2024
Pada tahun 2023 saldo surplus revaluasi aset tetap yang direklasifikasi ke saldo laba sebesar Rp 21.280.190.629.
Pada tanggal 31 Desember 2023, aset tetap tertentu telah diasuransikan terhadap risiko kebakaran dan risiko lainnya
dengan nilai pertanggungan sebesar Rp 1.184.611.167.511, dimana menurut pendapat manajemen nilai pertanggungan
tersebut cukup untuk menutup kemungkinan kerugian dari risiko tersebut.
Berdasarkan evaluasi yang dilakukan, manajemen berpendapat bahwa tidak terdapat kejadian atau perubahan keadaan
yang mengindikasikan penurunan nilai aset tetap pada tanggal 31 Maret 2024 dan 2023.
Pada tanggal 31 Desember 2023, aset tetap berupa tanah, bangunan dan mesin dan peralatan sebesar
Rp 2.051.832.000.000 digunakan sebagai jaminan atas utang bank dan lembaga keuangan bukan bank dan utang
obligasi dan sukuk mudharabah.
Kelompok Usaha memiliki aset tetap tanah dengan Hak Guna Bangunan (“HGB”) dengan jangka waktu 20-30 tahun.
Pada tanggal 31 Maret 2024, HGB Kelompok Usaha masih memiliki sisa jangka waktu 3-28 tahun. Manajemen
berpendapat bahwa jangka waktu HGB tersebut dapat diperbaharui/ diperpanjang saat jatuh tempo.
Beban penyusutan yang dibebankan ke operasi sebagai bagian dari berikut ini:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
(Tidak diaudit) (Diaudit)
Beban Pokok Penjualan 19,193,507,711 87,542,064,852
Beban Administrasi dan Umum 2,017,930,441 7,211,432,816
Jumlah 21,211,438,152 94,753,497,668
Aset tetap dalam penyelesaian terdiri dari:
31 Maret 2024
Perkiraan % Nilai Tahun Perkiraan
Penyelesaian Tercatat Penyelesaian
Bangunan, Sarana dan
Prasarana 85% 1,895,424,258 April 2024
Mesin dan Peralatan 89% 3,760,735,789 Juli 2024
Jumlah 5,656,160,047
27
Page 35
FINAL DRAFT
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA Date:
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
Tanggal 31 Maret 2024
dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)
11. ASET TETAP – BERSIH (Lanjutan)
31 Desember 2023
Perkiraan % Nilai Tahun Perkiraan
Penyelesaian Tercatat Penyelesaian
Bangunan, Sarana dan
Prasarana 84% 4,635,669,095 Maret 2024
Mesin dan Peralatan 85% 3,760,735,789 Juni 2024
Approved by:
Jumlah 8,396,404,884
Properti Investasi
Properti investasi merupakan tanah yang belum digunakan oleh Kelompok Usaha yang berlokasi di Wedoroklurak,
Sidoarjo.
Berdasarkan evaluasi yang dilakukan, manajemen berpendapat bahwa tidak terdapat kejadian atau perubahan
keadaan yang mengindikasikan penurunan nilai properti investasi pada tanggal 31 Maret 2024 dan 2023.
Pada tanggal 31 Desember 2023, properti investasi sebesar Rp 157.200.000.000 digunakan sebagai jaminan atas
utang bank dan lembaga keuangan bukan bank dan utang obligasi dan sukuk mudharabah.
12. ASET LAIN-LAIN – BERSIH
Akun ini terdiri dari:
31 Maret 2024 31 Desember 2022
(Tidak diaudit) (Diaudit)
Biaya ditangguhkan atas hak
pengusahaan hutan dan proyek
kredit karbon, bersih 88,471,876,006 66,294,626,986
Biaya emisi ditangguhkan
atas utang sukuk 361,386,263 512,059,961
Lain-lain 15,734,146,448 13,357,447,500
Jumlah 104,567,408,717 80,164,134,447
Kelompok Usaha memiliki hak pengelolaan hutan (“HPH”) dengan jangka waktu 43-53 tahun. Pada tanggal 31 Maret
2024, HPH Kelompok Usaha masih memiliki sisa jangka waktu 27-30 tahun. Manajemen berpendapat bahwa jangka
waktu HPH tersebut dapat diperbaharui/diperpanjang saat jatuh tempo.
13. UTANG BANK DAN LEMBAGA KEUANGAN BUKAN BANK
a. Utang bank dan lembaga keuangan bukan bank jangka pendek terdiri dari:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
(Tidak diaudit) (Diaudit)
Perusahaan
Pihak ketiga
PT Bank Negara
Indonesia (Persero) Tbk
Kredit modal kerja
plafon trancheB 297,200,000,000.00 380,000,000,000
RC terbatas tranche B 100,180,000,000.00 121,822,000,000
28
Page 36
FINAL DRAFT
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA Date:
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
Tanggal 31 Maret 2024
dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)
13. UTANG BANK DAN LEMBAGA KEUANGAN BUKAN BANK (Lanjutan)
a. Utang bank dan lembaga keuangan bukan bank jangka pendek terdiri dari: (Lanjutan)
31 Maret 2024 31 Desember 2023
(Tidak diaudit) (Diaudit)
Perusahaan
Pihak ketiga
PT Bank Negara
Indonesia (Persero) Tbk
Kredit modal kerja plafon 90,000,000,000.00 90,000,000,000
Approved by:
RC terbatas 15,088,874,864.00 -
PT Bank Maspion
Indonesia Tbk
Demand loan 27,000,000,000.00 25,000,000,000
Rekening koran 10,092,211,755.00 12,008,424,599
PT Bank Central Asia Tbk
Rekening koran 5,149,276.00 9,687,936,550
Sub-jumlah 539,566,235,895 638,518,361,149
Entitas Anak
Pihak ketiga
PT Bank Negara
Indonesia (Persero) Tbk
Kredit modal kerja
plafon tranche B 66,001,075,421 170,000,000,000
Kredit modal kerja plafon 75,000,000,000 75,000,000,000
Letter of credit
(US$ 864.384 dan US$ 3.466.002
pada tahun 2024 dan 2023) 13,703,074,003 53,431,884,982
RC terbatas tranche B 96,000,000,000 82,925,677,257
RC terbatas 14,992,377,794 14,992,489,393
PT Bank Maspion
Indonesia Tbk
Demand loan 310,000,000,000 310,000,000,000
Fixed loan 85,000,000,000 85,000,000,000
Rekening koran 24,379,634,288 35,483,655,900
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
Kredit modal kerja revolving 96,200,000,000 96,200,000,000
Pre export financing
(US$ 7.834.250 dan US$ 6.560.250
pada tahun 2024 dan 2023) 124,196,365,250 101,132,814,000
Letter of credit
(US$ 1.399.322 dan US$ 867.392
pada tahun 2024 dan 2023) 22,183,446,910 13,371,712,298
PT Bank Central Asia Tbk
Fasilitas kredit ekspor 30,000,000,000 30,000,000,000
Kredit multi 25,000,000,000 25,000,000,000
Rekening koran 7,046,484,745 12,577,054,428
Sub-jumlah 989,702,458,411 1,105,115,288,258
Jumlah 1,529,268,694,306 1,743,633,649,407
29
Page 37
FINAL DRAFT
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA Date:
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
Tanggal 31 Maret 2024
dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)
13. UTANG BANK DAN LEMBAGA KEUANGAN BUKAN BANK (Lanjutan)
a. Utang bank dan lembaga keuangan bukan bank jangka pendek terdiri dari: (Lanjutan)
Perusahaan
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Pada tanggal 6 September 2021, Perusahaan memperoleh fasilitas kredit modal kerja berupa RC terbatas, kredit
modal kerja plafon, RC terbatas tranche B, kredit modal kerja plafon tranche B, letter of credit/SKBDN dan treasury
line (untuk Perusahaan, ITR, ITK dan INT) dengan batas maksimum masing-masing sebesar Rp 20 miliar, Rp 90
miliar, Rp 230 miliar, Rp 380 miliar, US$ 6 juta dan US$ 2 juta. Fasilitas ini dibebani bunga sebesar 8% per tahun
untuk fasilitas selain letter of credit/SKBDN dan 5,5% per tahun untuk fasilitas letter of credit/SKBDN masing-
Approved by: masing pada Maret 2024 dan 2023. Fasilitas ini akan jatuh tempo pada tanggal 16 September 2024 dan dijamin
dengan aset tetap tertentu milik Perusahaan, ITR dan INT serta piutang usaha dan persediaan milik Perusahaan
dan ITR.
Kelompok Usaha wajib menjaga ketentuan atau rasio keuangan sebagai berikut:
Rasio lancar minimum 1x.
Rasio debt service coverage minimum 100%.
Rasio debt to equity maksimum 2,5x.
PT Bank Maspion Indonesia Tbk
Pada tanggal 12 Maret 2021, Perusahaan memperoleh fasilitas kredit berupa fasilitas rekening koran dan demand
loan dengan batas maksimum masing-masing sebesar Rp 5 miliar dan Rp 25 miliar. Pada tanggal 25 Januari 2023,
Perusahaan merubah batas maksimum fasilitas rekening koran dan demand loan masing-masing menjadi sebesar
Rp 15 miliar dan Rp 35 miliar. Fasilitas ini dibebani bunga sebesar 8,5% per tahun masing-masing pada Maret
2024 dan 2023 dan akan jatuh tempo pada tanggal 13 Mei 2024. Fasilitas ini dijamin dengan persediaan milik INT,
ITR dan ITK, aset tetap tertentu milik INT dan SAM serta corporate guarantee dari Perusahaan.
PT Bank Central Asia Tbk
Pada tanggal 8 Januari 2021, Perusahaan memperoleh fasilitas kredit berupa fasilitas rekening koran dengan
batas maksimum sebesar Rp 30 miliar. Pada tanggal 27 Desember 2022, Perusahaan memperoleh tambahan
fasilitas kredit berupa fasilitas time loan revolving dengan batas maksimum sebesar Rp 40 miliar. Pada tanggal 11
April 2023, Perusahaan memperoleh tambahan fasilitas kredit berupa fasilitas rekening koran dengan batas
maksimum sebesar Rp 300 miliar. Fasilitas ini dibebani bunga sebesar 0,6% per tahun untuk fasilitas kredit time
loan revolving dan 0,5%- 9,25% per tahun untuk fasilitas rekening koran masing-masing pada Maret 2024 dan
2023. Fasilitas ini akan jatuh tempo masing-masing pada tanggal 29 Desember 2023 dan 12 April 2024. Fasilitas
time loan revolving dan rekening koran dengan batas maksimum Rp 300 miliar telah dilunasi pada masing-masing
pada bulan Januari 2023 dan September 2023.
Fasilitas ini dijamin dengan rekening giro milik Perusahaan, persediaan dan aset tetap tertentu milik Perusahaan,
ITR, INT, IIL dan sebagian direksi Perusahaan.
Perusahaan terikat dengan beberapa batasan,antara lain:
Rasio lancar minimum 1x.
Rasio debt service coverage minimum 1,25x.
Rasio debt to equity maximum 1x.
Rasio EBITDA/(Installment+interest) minimum 1x.
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
Pada tanggal 22 November 2022, Perusahaan dan ITR, entitas anak, memperoleh fasilitas kredit berupa fasilitas
kredit modal kerja revolving, pre export financing, non cash loan (LC/SKBDN) dan treasury line dengan batas
maksimum masing-masing sebesar Rp 100 miliar, US$ 10 juta, US$ 3 juta dan US$ 5 juta. Fasilitas ini dibebani
bunga sebesar 8%-8,5% per tahun pada Maret 2024 dan 2023 dan akan jatuh tempo pada tanggal 21 Desember
2024. Fasilitas ini dijamin dengan aset tetap tertentu milik direksi Perusahaan, piutang dan persediaan milik
Perusahaan, ITR dan INT serta corporate guarantee dari NKT, BRT, ITK dan INT.
Kelompok Usaha wajib menjaga ketentuan atau rasio keuangan sebagai berikut:
Rasio lancar minimum 1x.
Debt/EBITDA maksimum 4,5x.
EBITDA to interest ratio minimum 1,25x.
30
Page 38
FINAL DRAFT
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA Date:
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
Tanggal 31 Maret 2024
dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)
13. UTANG BANK DAN LEMBAGA KEUANGAN BUKAN BANK (Lanjutan)
a. Utang bank dan lembaga keuangan bukan bank jangka pendek terdiri dari: (Lanjutan)
Perusahaan
PT Bank Danamon Indonesia Tbk
Pada tanggal 5 Agustus 2019, Perusahaan dan entitas anaknya, ITR dan ITK, memperoleh fasilitas kredit berupa
rekening koran (hanya untuk Perusahaan), demand loan dan omnibus trade finance dengan batas maksimum
masing-masing sebesar Rp 20 miliar, Rp 70 miliar dan US$ 7,5 juta (tersedia dalam mata uang Rupiah dan US$).
Pada tanggal 29 November 2021, terjadi perubahan batas maksimum fasilitas omnibus trade finance menjadi Rp
116.450.000.000 (tersedia dalam mata uang Rupiah dan US$).
Approved by: Fasilitas ini dibebani bunga sebesar 8,75%-9,5% per tahun untuk pinjaman dalam mata uang Rupiah dan 4,25%-
5,75% per tahun untuk pinjaman dalam mata uang Dolar Amerika Serikat pada tahun 2023. Fasilitas ini akan jatuh
tempo pada tanggal 28 Agustus 2023 dan dijamin dengan aset tetap tertentu milik Kelompok Usaha. Fasilitas ini
telah dilunasi pada Februari 2023.
Kelompok Usaha wajib menjaga ketentuan ataurasio keuangan sebagai berikut:
Debt/EBITDA maksimum 3,5x.
Inventory turnover maksimum 500 hari.
Trade receivables turnover maksimum 120 hari.
Rasio debt service coverage minimal 1,25x.
Entitas anak
PT Bank Maspion Indonesia Tbk
Pada tanggal 5 November 2020, INT, entitas anak, memperoleh fasilitas kredit berupa fasilitas rekening koran,
fixed loan dan demand loan dengan batas maksimum masing-masing sebesar Rp 15 miliar, Rp 30 miliar dan Rp 30
miliar. Pada tanggal 25 Januari 2023, INT merubah batas maksimum fasilitas fixed loan dan demand loan masing-
masing menjadi sebesar Rp 50 miliar dan Rp 110 miliar.
Pada tanggal 12 November 2021, ITR, entitas anak, memperoleh fasilitas kredit berupa fasilitas rekening Koran,
fixed loan, dan demand loan dengan batas maksimum masing-masing sebesar Rp 25 miliar, Rp 30 miliar dan Rp
120 miliar. Pada tanggal 25 Januari 2023, ITR merubah batas maksimum fasilitas demand loan menjadi sebesar
Rp 170 miliar.
Pada tanggal 3 Februari 2021, ITK, entitas anak, memperoleh fasilitas kredit berupa fasilitas rekening koran dan
fixed loan dengan batas maksimum masing-masing sebesar Rp 5 miliar. Pada tanggal 25 Januari 2023, ITK
memperoleh tambahan fasilitas kredit berupa fasilitas demand loan dengan batas maksimum sebesar Rp 30 miliar.
Fasilitas ini dibebani bunga sebesar 8,5%-9,5% per tahun pada Maret 2024 dan 2023. Fasilitas ini akan jatuh
tempo pada tanggal 13 Mei 2024. Fasilitas ini dijamin dengan persediaan milik INT, ITR dan ITK, aset tetap
tertentu milik INT dan SAM, properti investasi tertentu milik ITG, ITD dan ITR serta corporate guarantee dari
Perusahaan.
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Pada tanggal 6 September 2021, ITR, entitas anak, memperoleh fasilitas kredit modal kerja berupa RC terbatas,
RC terbatas tranche B, kredit modal kerja plafon, kredit modal kerja plafon tranche B, letter of credit/SKBDN dan
treasury line (untuk Perusahaan, ITR, ITK dan INT) dengan batas maksimum masing-masing sebesar Rp 15 miliar,
Rp 85 miliar, Rp 75 miliar, Rp 170 miliar, US$ 6 juta dan US$ 2 juta. Fasilitas ini dibebani bunga sebesar 8%-8,5%
per tahun untuk fasilitas selain letter of credit/SKBDN dan 5,5% per tahun untuk fasilitas letter of credit/SKBDN
masing-masing pada Maret 2024 dan 2023. Fasilitas ini akan jatuh tempo pada tanggal 16 September 2024.
Fasilitas ini dijamin dan memiliki ketentuan atau rasio keuangan yang sama dengan fasilitas yang diterima oleh
Perusahaan.
PT Bank Central Asia Tbk
Pada tanggal 12 April 2019, INT, entitas anak, memperoleh fasilitas kredit berupa fasilitas rekening koran, time
loan revolving dan kredit ekspor dengan batas maksimum masing-masing sebesar Rp 15 miliar, Rp 15 miliar dan
Rp 30 miliar. Pada tanggal 8 Januari 2021, INT memperoleh tambahan batas maksimum fasilitas rekening koran
menjadi Rp 25 miliar dan fasilitas time loan revolving dialihkan menjadi fasilitas kredit multi sebesar Rp 25 miliar.
Pada bulan Agustus 2020, ITR, entitas anak, memperoleh fasilitas letter of credit usance dengan batas maksimum
sebesar US$ 1.000.000. Pada tanggal 12 Juli 2021, ITR memperoleh tambahan batas maksimum menjadi US$
3.500.000.
Fasilitas ini akan jatuh tempo pada tanggal 13 Juli 2024 dan dibebani bunga sebesar 8,5%-10,5% dan 10,5% per
tahun untuk fasilitas rekening koran masing-masing pada tahun Maret 2024 dan 2023. Fasilitas ini dijamin dengan
fasilitas yang diterima oleh Perusahaan kecuali jaminan rekening giro.
31
Page 39
FINAL DRAFT
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA Date:
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
Tanggal 31 Maret 2024
dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)
13. UTANG BANK DAN LEMBAGA KEUANGAN BUKAN BANK (Lanjutan)
a. Utang bank dan lembaga keuangan bukan bank jangka pendek terdiri dari: (Lanjutan)
Entitas anak (Lanjutan)
PT Bank ICBC Indonesia
Pada tahun 2020, ITR, entitas anak, memperoleh fasilitas kredit pre-export financing non-LC dengan batas
maksimum sebesar US$ 1.500.000. Pada tanggal 24 September 2021, ITR memperoleh penurunan batas
maksimum fasilitas menjadi US$ 1.000.000. Pada tanggal 20 September 2022, ITR memperoleh penurunan batas
maksimum menjadi US$ 500.000. Fasilitas ini dibebani bunga sebesar 6,25% per tahun masing-masing pada
tahun 2023 dan 2022 dan jatuh tempo pada tanggal 26 September 2023. Fasilitas ini dijamin dengan piutang
usaha dan persediaan tertentu milik ITR dan jaminan pribadi dari Halim Rusli dan Widjaja Karli. Di samping itu, ITR
Approved by:
diwajibkan memelihara rasio debt to equity maksimum 3x. Fasilitas ini telah dilunasi pada bulan September 2023.
b. Utang bank dan lembaga keuangan bukan bank jangka panjang terdiri dari:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
(Tidak diaudit) (Diaudit)
Perusahaan
Pihak ketiga
PT Bank Negara
Indonesia (Persero) Tbk
Kredit investasi
refinancing 216,562,500,000 226,406,250,000
Skema PEN 28,000,000,000 37,000,000,000
PT BCA Finance 861,165,185 326,349,502
Sub-jumlah 245,423,665,185 263,732,599,502
Entitas Anak
Pihak ketiga
PT Bank Negara
Indonesia (Persero) Tbk
Kredit investasi
refinancing 130,600,000,000 136,540,000,000
PT Bank Maspion
Indonesia Tbk
Fixed loan anuitas 40,768,215,737 42,973,505,540
PT Bank Central Asia Tbk
Kredit investasi 708,333,330 2,708,333,330
PT BCA Finance 802,632,315 1,002,240,981
PT Clipan Finance Indonesia Tbk - 15,538,634
Sub-jumlah 172,879,181,382 183,239,618,485
Jumlah 418,302,846,567 446,972,217,987
Bagian Jatuh Tempo dalam
waktu satu tahun (102,167,140,237) (113,017,071,695)
Bagian Jangka Panjang 316,135,706,330 333,955,146,292
32
Page 40
FINAL DRAFT
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA Date:
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
Tanggal 31 Maret 2024
dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)
13. UTANG BANK DAN LEMBAGA KEUANGAN BUKAN BANK (Lanjutan)
b. Utang bank dan lembaga keuangan bukan bank jangka panjang terdiri dari: (Lanjutan)
Perusahaan
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Pada tanggal 6 September 2021, Perusahaan memperoleh fasilitas kredit investasi refinancing dan kredit skema
PEN dengan batas maksimum masing-masing sebesar Rp 315 miliar dan Rp 100 miliar. Fasilitas ini dibebani
bunga sebesar 8% per tahun masing-masing pada Maret 2024 dan 2023.
Fasilitas ini terutang dalam angsuran bulanan masing-masing sampai dengan September 2029 dan November
Approved by: 2024. Fasilitas ini dijamin dan memiliki ketentuan atau rasio keuangan yang sama dengan fasilitas jangka pendek.
Pembayaran pokok pinjaman pada Maret 2024 dan 2023 masing-masing sebesar Rp 18.843.750.000 dan Rp
72.875.000.000.
PT BCA Finance
Pada tahun 2020-2021, Perusahaan mengadakan perjanjian kredit kepemilikan kendaraan yang terutang dalam
angsuran bulanan sampai dengan 2023-2025. Fasilitas ini dibebani bunga sebesar 4,48%-5,99% per tahun
masing-masing pada Maret 204 dan 2023.
Pembayaran pokok pinjaman pada Maret 2024 dan 2023 masing-masing sebesar Rp 139.301.905 dan Rp
342.707.790
PT Bank Danamon Indonesia Tbk
Pada tanggal 5 Agustus 2019, Perusahaan, ITK dan ITR memperoleh fasilitas kredit berupa kredit angsuran
berjangka dengan batas maksimum sebesar Rp 100 miliar. Pada tanggal 26 Desember 2019, batas maksimum
fasilitas diturunkan menjadi sebesar Rp 60 miliar. Fasilitas ini terutang dalam angsuran bulanan sampai dengan
Desember 2025 dengan masa tenggang 6 bulan. Fasilitas ini dibebani bunga sebesar 9,25%-9,5% per tahun
masing-masing pada tahun 2023 dan 2022. Fasilitas ini dijamin dan memiliki ketentuan atau rasio keuangan yang
sama dengan fasilitas jangka pendek. Fasilitas pinjaman ini telah dilunasi pada Februari 2023.
Pembayaran pokok pinjaman pada tahun 2023 sebesar Rp 29.189.426.277.
Entitas anak
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Pada tanggal 6 September 2021, ITR, entitas anak, memperoleh fasilitas kredit investasi refinancing dengan batas
maksimum sebesar Rp 190 miliar. Fasilitas ini dibebani bunga sebesar 8% per tahun masing-masing pada Maret
2024 dan 2023. Fasilitas ini terutang dalam angsuran bulanan sampai dengan September 2029. Fasilitas ini
dijamin dan memiliki ketentuan atau rasio keuangan yang sama dengan fasilitas jangka pendek.
Pembayaran pokok pinjaman pada Maret 2024 dan 2023 masing-masing sebesar Rp 5.940.000.000 dan Rp
23.760.000.000.
PT Bank Maspion Indonesia Tbk
Pada tanggal 25 Januari 2023, ITR memperoleh fasilitas kredit berupa fasilitas fixed loan anuitas dengan batas
maksimum sebesar Rp 50 miliar. Fasilitas ini dibebani bunga sebesar 8,5% per tahun dan terutang dalam
angsuran bulanan sampai dengan Februari 2028. Fasilitas ini dijamin dengan jaminan yang sama dengan fasilitas
jangka pendek.
Pembayaran pokok pinjaman pada Maret 2024 dan 2023 sebesar Rp 2.205.289.803 dan Rp 7.026.494.460.
PT Bank Central Asia Tbk
Pada tanggal 12 April 2019, INT, entitas anak, memperoleh fasilitas kredit investasi dengan batas maksimum
sebesar Rp 40 miliar. Fasilitas ini dibebani bunga sebesar 10,25% per tahun masing-masing pada Maret 2024 dan
2023 dan terutang dalam angsuran bulanan sampai dengan April 2024. Fasilitas ini dijamin dengan persediaan dan
aset tetap tertentu milik INT dan corporate guarantee dari Perusahaan.
Entitas anak terikat dengan beberapa batasan,antara lain:
Rasio lancar minimum 1x.
Rasio debt to equity maksimum 1x.
Rasio debt service coverage minimum 1,25x.
Pembayaran pokok pinjaman pada Maret 2024 dan 2023 sebesar Rp 2.000.000.000 dan Rp 8.000.000.000.
33
Page 41
FINAL DRAFT
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA Date:
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
Tanggal 31 Maret 2024
dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)
13. UTANG BANK DAN LEMBAGA KEUANGAN BUKAN BANK (Lanjutan)
b. Utang bank dan lembaga keuangan bukan bank jangka panjang terdiri dari: (Lanjutan)
PT BCA Finance
Pada tahun 2021-2023, ITR, ITK dan INT, entitas anak, mengadakan perjanjian kredit kepemilikan kendaraan
dengan angsuran bulanan hingga tahun 2026. Fasilitas ini dibebani bunga sebesar 2,99%-5,72% per tahun
masing-masing pada Maret 2024 dan 2023.
Pembayaran pokok pinjaman pada Maret 2024 dan 2023 sebesar Rp 215.147.300 dan Rp 1.059.613.448.
PT Clipan Finance Indonesia Tbk
Approved by: Pada tahun 2022, ITR, entitas anak, mengadakan perjanjian kredit kepemilikan kendaraan dengan angsuran
bulanan hingga tahun 2024. Fasilitas ini dibebani bunga sebesar 2,68% per tahun pada Maret 2024 dan 2023.
Pembayaran pokok pinjaman pada Maret 2024 dan 2023 sebesar Rp 15.538.634 dan Rp 180.806.664.
Kepatuhan atas Syarat-syarat Pinjaman
Pada tanggal 31 Maret 2024, Kelompok Usaha telah memenuhi semua persyaratan pinjaman-pinjaman tersebut di
atas seperti disebutkan dalam perjanjian kredit terkait atau memperoleh surat pernyataan pelepasan tuntutan
(waiver) sebagaimana diperlukan.
14. UTANG USAHA
a. Akun ini terdiri dari utang kepada pemasok sebagai berikut:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
(Tidak diaudit) (Diaudit)
Pihak ketiga
Impor 10,129,810,706 7,235,190,057
Lokal 79,010,063,302 62,711,985,695
Jumlah 89,139,874,008 69,947,175,752
Pihak berelasi
PT Integriya Dekorindo 633,101,008 1,312,922,290
Jumlah 89,772,975,016 71,260,098,042
b. Berdasarkan mata uang
31 Maret 2024 31 Desember 2023
(Tidak diaudit) (Diaudit)
Rupiah 79,643,164,310 64,024,907,985
Dollar Amerika Serikat 9,715,352,980 6,637,811,213
Euro 213,723,879 323,966,136
RMB 200,733,847 273,412,708
Sub Jumlah 89,772,975,016 71,260,098,042
c. Berdasarkan umur
31 Maret 2024 31 Desember 2023
(Tidak diaudit) (Diaudit)
0 - 30 hari 82,731,719,570 69,419,199,702
31 - 60 hari 6,276,201,572 1,676,172,498
61 – 90 hari 765,053,874 474,000
> 90 hari - 164,251,842
Sub Jumlah 89,772,975,016 71,260,098,042
Utang usaha merupakan utang tanpa jaminan dan tidak dikenakan bunga.
34
Page 42
FINAL DRAFT
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA Date:
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
Tanggal 31 Maret 2024
dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)
15. ASET HAK GUNA – BERSIH
31 Maret 2024
Saldo Awal Penambahan Pengurangan Reklas Saldo Akhir
Biaya Perolehan
Sewa pembiayaan
Kendaraan 8,755,762,215 - - (258,500,000) 8,497,262,215
Mesin dan peralatan 60,024,423,234 - - (14,581,596,000) 45,442,827,234
Jumlah 68,780,185,449 - - (14,840,096,000) 53,940,089,449
Approved by:
Akumulasi Penyusutan
Sewa pembiayaan
Kendaraan 2,488,438,425 258,727,152 - (99,630,196) 2,647,535,381
Mesin dan peralatan 9,224,367,142 807,977,430 - (3,534,734,748) 6,497,609,824
Jumlah 11,712,805,567 1,066,704,582 - (3,634,364,944) 9,145,145,205
Nilai Buku 57,067,379,882 44,794,944,244
31 Desember 2023
Saldo Awal Penambahan Pengurangan Reklas Saldo Akhir
Biaya Perolehan
Sewa pembiayaan
Kendaraan 13,090,469,213 657,424,054 - (4,992,131,052) 8,755,762,215
Mesin dan peralatan 91,785,070,850 8,633,833,861 - (40,394,481,477) 60,024,423,234
Jumlah 104,875,540,063 9,291,257,915 - (45,386,612,529) 68,780,185,449
Akumulasi Penyusutan
Sewa pembiayaan
Kendaraan 2,750,991,176 1,382,870,007 - (1,645,422,758) 2,488,438,425
Mesin dan peralatan 13,692,648,543 4,909,632,576 - (9,377,913,977) 9,224,367,142
Jumlah 16,443,639,719 6,292,502,583 - (11,023,336,735) 11,712,805,567
Nilai Buku 88,431,900,344 57,067,379,882
Berdasarkan evaluasi yang dilakukan, manajemen berpendapat bahwa tidak terdapat kejadian atau perubahan keadaan
yang mengindikasikan penurunan nilai aset hak-guna pada tanggal 31 Maret 2024 dan 2023.
16. PERPAJAKAN
a. Utang pajak terdiri dari:
Akun ini terdiri dari:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
(Tidak diaudit) (Diaudit)
Perusahaan
Pajak penghasilan (PPh):
Pasal 4 (2) 66,654,637 68,281,978
Pasal 21 259,221,228 259,923,241
Pasal 22 7,463,940 12,273,300
Pasal 23 54,458,322 55,516,725
Pasal 25 1,235,713,422 1,235,695,422
Sub-jumlah 1,623,511,549 1,631,690,666
35
Page 43
FINAL DRAFT
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA Date:
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
Tanggal 31 Maret 2024
dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)
16. PERPAJAKAN (Lanjutan)
a. Utang pajak terdiri dari: (Lanjutan)
Akun ini terdiri dari: (Lanjutan)
31 Maret 2024 31 Desember 2023
(Tidak diaudit) (Diaudit)
Entitas Anak
Pajak Pertambahan Nilai 3,259,303,855 2,825,601,695
Surat Ketetapan Pajak
Kurang Bayar - 6,000
Approved by:
Pajak Bumi & Bangunan 1,187,639,909 1,805,173,829
Pajak penghasilan (PPh):
Pasal 4 (2) 146,004,429 128,197,578
Pasal 15 330,000 40,066,539
Pasal 21 373,329,931 282,438,255
Pasal 22 58,192,462 53,668,397
Pasal 23 315,549,994 209,604,868
Pasal 25 2,569,995,584 2,569,995,584
Pasal 29
Tahun 2024 2,441,437,941 -
Sub-jumlah 10,351,784,105 7,914,752,745
Jumlah 11,975,295,654 9,546,443,411
b. Lain-lain
Pada tahun 2023, Kelompok Usaha memperoleh surat ketetapan pajak sebagai berikut :
2023
Surat Ketetapan Jenis pajak
Entitas Periode Jumlah Tanggal Surat Ketetapan Pajak
Pajak
Perusahaan Lebih Bayar Pajak Pertambahan November- 14,284,630,483 Januari-Februari 2023
Nilai Desember 2022
Lebih Bayar Pajak Pertambahan Januari-Juli 2023 23,012,502,389 Maret-September 2023
Nilai
Kurang Bayar Pajak Penghasilan Februari 2020 141,650 Mei 2023
pasal 23
PT Intertrend Utama Lebih Bayar Pajak Pertambahan Januari-Juli 2023 15,107,379,270 Maret-September 2023
Nilai
Kurang Bayar Pajak Penghasilan 2022 164,544,443 Agustus 2023
pasal 21
Kurang Bayar Pajak Penghasilan 2022 29,857,149 Agustus 2023
pasal 23
Kurang Bayar Pajak Penghasilan 2022 8,767,837 Agustus 2023
pasal 4 (2)
Lebih Bayar Pajak Penghasilan 2022 36,420,366,990 Agustus 2023
pasal 29
PT Interkraft Lebih Bayar Pajak Pertambahan Desember 2022 2,580,765,603 Maret 2023
Nilai
Lebih Bayar Pajak Pertambahan Januari-Februari, 8,351,693,495 Maret-April, Juli-Agustus dan Oktober 2023
Nilai April-Juli 2023
PT Intera Indonesia Lebih Bayar Pajak Pertambahan Oktober-November 1,572,105,337 Januari 2023
Nilai 2022
Lebih Bayar Pajak Pertambahan Januari-Juli 2023 8,159,122,825 Maret-Mei, Juli-Agustus, Oktober 2023
Nilai
PT Narkata Rimba Kurang Bayar Pajak Penghasilan 2021 159,857,280 September 2023
pasal 29
Kurang Bayar Pajak Pertambahan 2021 18,143,106 September 2023
Nilai
PT Belayan River Timber Kurang Bayar Pajak Penghasilan 2021-2022 676,782,531 Februari-September 2023
pasal 4 (2)
Kurang Bayar Pajak Penghasilan 2021-2022 3,816,655 Februari-September 2023
pasal 21
Kurang Bayar Pajak Penghasilan 2021-2022 60,008,752 Februari-September 2023
pasal 23
Kurang Bayar Pajak Pertambahan 2021-2022 145,085,429 Februari-September 2023
Nilai
Lebih Bayar Pajak Penghasilan 2022 565,774,560 September 2023
pasal 28a
36
Page 44
FINAL DRAFT
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA Date:
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
Tanggal 31 Maret 2024
dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)
17. LIABILITAS KONTRAK
Akun ini terdiri dari uang muka yang diterima dari pelanggan yang berasal dari penjualan furniture dan log:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
(Tidak diaudit) (Diaudit)
Pihak berelasi
PT Alam Mentari Sejahtera - 702,000,000
PT Integriya Dekorindo 38,650,146 38,650,146
Pihak ketiga
Approved by:
Ekspor - 63,549,701,242
Lokal - 91,252,300
Jumlah 38,650,146 64,381,603,688
18. UTANG OBLIGASI DAN SUKUK MUDHARABAH
a. Utang obligasi terdiri dari:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
(Tidak diaudit) (Diaudit)
Nilai nominal 657,820,000,000 657,820,000,000
Dikurangi biaya emisi obligasi
ditangguhkan yang belum diamortisasi (957,918,882) (1,437,984,966)
Jumlah 656,862,081,118 656,382,015,034
Bagian jatuh tempo dalam
waktu satu tahun 407,715,529,401 407,402,221,552
Bagian jangka panjang 249,146,551,717 248,979,793,482
b. Sukuk mudharabah terdiri dari:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
(Tidak diaudit) (Diaudit)
Nilai nominal 206,530,000,000 206,530,000,000
Bagian jatuh tempo
dalam waktu satu tahun 97,500,000,000 97,500,000,000
Bagian jangka panjang 109,030,000,000 109,030,000,000
“Obligasi Berkelanjutan I Integra Indocabinet Tahap II Tahun 2022 (“Obligasi”) dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I
Integra Indocabinet Tahap II Tahun 2022” (“Sukuk Mudharabah”)
Pada tanggal 28 Maret 2022, Perusahaan telah mencatatkan di Bursa Efek Indonesia untuk “Obligasi Berkelanjutan I
Integra Indocabinet Tahap II Tahun 2022 (“Obligasi”) dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Integra Indocabinet
Tahap II Tahun 2022” (“Sukuk Mudharabah”) masing-masing sebesar Rp 250.000.000.000 dan Rp 109.030.000.000.
Obligasi Perusahaan yang dikeluarkan terdiri dari dua (2) seri, yaitu Obligasi Seri A dan Obligasi Seri B dengan
penawaran masing-masing 100% dari jumlah pokok Obligasi. Rincian Obligasi yang telah didistribusikan kepada
masyarakat adalah sebagai berikut:
- Seri A sebesar Rp 197.470.000.000 dengan tingkat bunga tetap sebesar 9% per tahun yang dibagikan per tiga
(3) bulan, berjangka waktu tiga (3) tahun; dan
- Seri B sebesar Rp 52.530.000.000 dengan tingkat bunga tetap sebesar 9,75% per tahun yang dibagikan per tiga
(3) bulan, berjangka waktu lima (5) tahun.
Sukuk Mudharabah Perusahaan yang dikeluarkan terdiri dari dua (2) seri, yaitu Sukuk Mudharabah Seri A dan Sukuk
Mudharabah Seri B dengan penawaran masing-masing 100% dari jumlah pokok Sukuk Mudharabah. Rincian Sukuk
Mudharabah yang telah didistribusikan kepada masyarakat adalah sebagai berikut:
- Seri A sebesar Rp 83.800.000.000 dengan indikasi pendapatan bagi hasil sebesar 9% per tahun yang dibagikan
per tiga (3) bulan, berjangka waktu tiga (3) tahun; dan
- Seri B sebesar Rp 25.230.000.000 dengan indikasi pendapatan bagi hasil sebesar 9,75% per tahun yang
dibagikan per tiga (3) bulan, berjangka waktu lima (5) tahun.
37
Page 45
FINAL DRAFT
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA Date:
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
Tanggal 31 Maret 2024
dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)
18. UTANG OBLIGASI DAN SUKUK MUDHARABAH (Lanjutan)
“Obligasi Berkelanjutan I Integra Indocabinet Tahap II Tahun 2022 (“Obligasi”) dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan
I Integra Indocabinet Tahap II Tahun 2022” (“Sukuk Mudharabah”) (Lanjutan)
Berdasarkan pemeringkatan dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (“Pefindo”), Perusahaan memperoleh peringkat idA
(Single A) untuk Obligasi dan idA(sy) (Single A Syariah) untuk Sukuk Mudharabah.
Obligasi dan Sukuk Mudharabah di atas tidak dijamin dengan jaminan khusus, tetapi dijamin dengan seluruh harta
kekayaan Perusahaan baik barang bergerak maupun barang tidak bergerak, baik yang telah ada maupun yang akan
ada di kemudian hari sesuai dengan ketentuan dalam pasal 1131 dan 1132 Kitab Undang-undang Hukum Perdata.
Approved by:
Perusahaan menggunakan dana Obligasi dan Sukuk Mudharabah tersebut, setelah dikurangi dengan biaya emisi,
sebagai modal kerja Perusahaan dan telah dicatatkan di Bursa Efek Indonesia dengan wali amanat PT Bank
Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk.
“Obligasi Berkelanjutan I Integra Indocabinet Tahap I Tahun 2021 (“Obligasi”) dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I
Integra Indocabinet Tahap I Tahun 2021” (“Sukuk Mudharabah”)
Pada tanggal 15 April 2021, Perusahaan telah mencatatkan di Bursa Efek Indonesia untuk “Obligasi Berkelanjutan I
Integra Indocabinet Tahap I Tahun 2021 (“Obligasi”) dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Integra Indocabinet
Tahap I Tahun 2021” (“Sukuk Mudharabah”) masing-masing sebesar Rp 450.000.000.000 dan Rp 150.000.000.000.
Obligasi Perusahaan yang dikeluarkan terdiri dari dua (2) seri, yaitu Obligasi Seri A dan Obligasi Seri B dengan
penawaran masing-masing 100% dari jumlah pokok Obligasi. Rincian Obligasi yang telah didistribusikan kepada
masyarakat adalah sebagai berikut:
- Seri A sebesar Rp 42.180.000.000 dengan tingkat bunga tetap sebesar 9% per tahun yang dibagikan per tiga (3)
bulan, berjangka waktu 370 hari; dan
- Seri B sebesar Rp 407.820.000.000 dengan tingkat bunga tetap sebesar 10,25% per tahun yang dibagikan per
tiga (3) bulan, berjangka waktu tiga (3) tahun.
Sukuk Mudharabah Perusahaan yang dikeluarkan terdiri dari dua (2) seri, yaitu Sukuk Mudharabah Seri A dan Sukuk
Mudharabah Seri B dengan penawaran masing-masing 100% dari jumlah pokok Sukuk Mudharabah. Rincian Sukuk
Mudharabah yang telah didistribusikan kepada masyarakat adalah sebagai berikut:
- Seri A sebesar Rp 52.500.000.000 dengan indikasi pendapatan bagi hasil sebesar 9% per tahun yang dibagikan
per tiga (3) bulan, berjangka waktu 370 hari; dan
- Seri B sebesar Rp 97.500.000.000 dengan indikasi pendapatan bagi hasil sebesar 10,25% per tahun yang
dibagikan per tiga (3) bulan, berjangka waktu tiga (3) tahun.
Berdasarkan pemeringkatan dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (“Pefindo”), Perusahaan memperoleh peringkat idA-
(Single A Minus) untuk Obligasi dan idA-(sy) (Single A Minus Syariah) untuk Sukuk Mudharabah.
Obligasi dan Sukuk Mudharabah di atas dijamin dengan Hak Guna Bangunan milik ITK, piutang usaha dan
persediaan tertentu milik Perusahaan.
Perusahaan menggunakan dana Obligasi dan Sukuk Mudharabah tersebut, setelah dikurangi dengan biaya emisi,
untuk melakukan pelunasan utang entitas anak, ITK dan INT, pada Indonesia Eximbank dan sisanya dipergunakan
sebagai modal kerja Perusahaan dan telah dicatatkan di Bursa Efek Indonesia dengan wali amanat PT Bank Rakyat
Indonesia (Persero) Tbk.
Obligasi dan Sukuk Mudharabah yang diterbitkan Perusahaan mencakup persyaratan yang membatasi hak
Perusahaan (negative covenants) antara lain untuk tidak melakukan hal-hal tertentu tanpa persetujuan tertulis Wali
Amanat sebagaimana diatur dalam Perjanjian Wali Amanat, antara lain:
- Melakukan penggabungan atau peleburan dengan perusahaan lain yang akan menyebabkan bubarnya
Perusahaan atau yang akan mempunya dampak negatif yang material.
- Mengurangi modal dasar, modal ditempatkan dan modal disetor Perusahaan.
- Menjaminkan dan/atau membebani dengan caraapapun aset Kelompok Usaha.
- Mengalihkan aset tetap yang jumlahnya melebihi 20% dari total aset Perusahaan.
- Mengubah bidang usaha utama.
- Mengajukan permohonan pailit atau permohonan penundaan kewajiban pembayaranutang.
- Mengeluarkan obligasi, sukuk atau efek-efek lainnya melalui Pasar Modal yang dijamin secara khusus.
Di samping itu, Perusahaan juga diwajibkan untuk memelihara beberapa rasio keuangan sebagai berikut:
- EBITDA terhadap jumlah beban bunga minimal 1,25x.
- Rasio debt to equity maksimum 3x.
38
Page 46
FINAL DRAFT
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA Date:
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
Tanggal 31 Maret 2024
dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)
18. UTANG OBLIGASI DAN SUKUK MUDHARABAH (Lanjutan)
“Obligasi Berkelanjutan I Integra Indocabinet Tahap I Tahun 2021 (“Obligasi”) dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I
Integra Indocabinet Tahap I Tahun 2021” (“Sukuk Mudharabah”) (Lanjutan)
Pada tanggal pelaporan, Perusahaan telah memenuhi seluruhnya persyaratan rasio-rasio keuangan yang ditentukan
pada perjanjian penerbitan Obligasi dan Sukuk Mudharabah.
Saldo beban bunga terutang pada Maret 2024 dan 2023 sebesar Rp 17.344.607.500 dan Rp 12.005.833.333 yang
dicatat sebagai bagian dari “Beban akrual” pada laporan posisi keuangan konsolidasian.
19. MODAL SAHAM DAN TAMBAHAN MODAL DISETOR
Approved by:
a. Modal Saham
Rincian pemegang saham Perusahaan dan persentase kepemilikannya pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31
Desember 2023 berdasarkan catatan yang dibuat PT Datindo Entrycom, Biro Administrasi Efek adalah sebagai
berikut:
31 Maret 2024 (Tidak Diaudit)
Jumlah Saham Persentase Jumlah
Pemegang Saham Ditempatkan dan Kepemilikan (Rp)
Disetor Penuh
PT Integra Indo Lestari 4,573,835,000 71.05% 457,383,500,000
Komisaris
Stephanie Kane Ilham 10,000,000 0.15% 1,000,000,000
Direksi
Halim Rusli 25,000,000 0.39% 2,500,000,000
Widjaja Karli 20,000,000 0.31% 2,000,000,000
Sjany Tjandra 10,000,000 0.15% 1,000,000,000
Wang Sutrisno 10,000,000 0.15% 1,000,000,000
Masyarakat 1,615,121,900 25.09% 161,512,190,000
6,263,956,900 97.29% 626,395,690,000
Saham treasuri 173,543,100 2.71% 17,354,310,000
Jumlah 6,437,500,000 100% 643,750,000,000
31 Desember 2023 (Diaudit)
Jumlah Saham Persentase Jumlah
Pemegang saham Ditempatkan dan Kepemilikan (Rp)
Disetor Penuh
PT Integra Indo Lestari 4,573,835,000 71.05% 457,383,500,000
Komisaris
Stephanie Kane Ilham 10,000,000 0.15% 1,000,000,000
Direksi
Halim Rusli 25,000,000 0.39% 2,500,000,000
Widjaja Karli 20,000,000 0.31% 2,000,000,000
Sjany Tjandra 10,000,000 0.15% 1,000,000,000
Wang Sutrisno 10,000,000 0.15% 1,000,000,000
Masyarakat 1,615,121,900 25.09% 161,512,190,000
6,363,956,900 97.29% 626,395,690,000
Saham treasuri 173,543,100 2.71% 17,354,310,000
Jumlah 6,437,500,000 100% 643,750,000,000
Perusahaan menerbitkan program MESOP pada tanggal 12 Agustus 2022 sejumlah 75,000,000 lembar saham
dengan harga pelaksanaan Rp 298 per saham. Pada tanggal 15 Agustus 2022 jumlah saham tersebut efektif
dicatatkan di Bursa Efek Indonesia. MESOP tersebut menghasilkan tambahan modal disetor di atas nilai nominal
sebesar Rp 14.850.000.000.
39
Page 47
FINAL DRAFT
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA Date:
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
Tanggal 31 Maret 2024
dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)
19. MODAL SAHAM DAN TAMBAHAN MODAL DISETOR (Lanjutan)
a. Modal Saham (Lanjutan)
Perubahan peningkatan modal ditempatkan dan disetor berdasarkan program MESOP ini dicatat di Kementerian
Hukum dan Hak Asasi Manusia No. AHU-AH.01.03-0007286 tanggal16 Januari 2023 sehingga modal saham
meningkat dari Rp 636.250.000.000 menjadi Rp 643.750.000.000.
Pada tanggal 8 Maret 2023, Perusahaan melalui surat No. 007/WOOD/03/2023 mengajukan permohonan
persetujuan pembelian kembali saham Perusahaan (saham treasuri) kepada Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”)
sebanyak-banyaknya sebesar Rp 50.000.000.000. Pembelian kembali tersebut dilakukan dalam jangka waktu 3
bulan, dari tanggal 9 Maret 2023 hingga 9 Juni 2023 dan dilakukan dalam beberapa kali transaksi.
Approved by:
Pada tahun 2023, jumlah saham yang dibeli adalah sebanyak 98.393.900 lembar (nilai nominal Rp 100 per lembar)
dengan nilai sebesar Rp 40.313.928.800. Pada tanggal 31 Desember 2023, jumlah saham treasuri 173.543.100
lembar dengan nilai Rp 89.957.290.800.
Pembentukan saldo laba yang telah ditentukan penggunaannya
Dalam rangka memenuhi Undang-Undang Perseroan Terbatas No. 40 Tahun 2007, yang mengharuskan
perusahaan-perusahaan secara bertahap mencadangkan sekurang-kurangnya 20% dari modal yang ditempatkan
sebagai cadangan dana umum, para pemegang saham menyetujui pencadangan sebagian dari saldo laba
Perusahaan sebagai cadangan dana umum sebesar Rp 494.268.062.435 pada tahun 2022 yang diputuskan dalam
RUPS pada tanggal 15 Juli 2022.
b. Tambahan modal disetor
Rincian akun tambahan modal disetor adalah sebagai berikut:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
(Tidak diaudit) (Diaudit)
Tambahan modal disetor 236,412,562,853 236,412,562,853
di atas nilai nominal
Biaya emisi saham (6,142,500,000) (6,142,500,000)
Selisih transaksi kombinasi
bisnis antar entitas
sepengendali 82,846,704,551 82,846,704,551
Pengampunan pajak 1,046,249,486 1,046,249,486
Jumlah 314,163,016,890 314,163,016,890
Saldo tambahan modal disetor di atas nilai nominal berasal dari selisih antara hasil penerimaan dari Penawaran
Umum Perdana Saham tahun 2017 atas 1.250.000.000 lembar saham kepada masyarakat dengan nilai
nominalnya dan MESOP.
c. Kombinasi bisnis entitas sepengendali
Pada tahun 2012, Perusahaan melakukan transaksi penyertaan saham pada BRT, ITR dan ITK, entitas anak. Pada
tahun 2020, ITR, entitas anak, melakukan transaksi penyertaan saham pada SAM. Pada tahun 2021, Perusahaan
melakukan pelepasan penyertaan saham pada ITD
Transaksi tersebut di atas dilakukan antara entitas sepengendali dalam rangka kombinasi bisnis sehingga
diperlakukan dengan metode penyatuan kepemilikan sesuai dengan PSAK No. 38 (Revisi 2012) mengenai
“Kombinasi Bisnis Entitas Sepengendali”.
Selisih neto nilai transaksi kombinasi bisnis dengan entitas sepengendali yang dicatat sebagai “Tambahan modal
disetor” sehubungan dengan transaksi penyertaan saham di entitas anak, dengan rincian sebagai berikut:
Aset bersih
Tahun akuisisi Harga jual Selisih
yang diperoleh
Entitas anak
ITD 2021 (123,300,000,000) (61,702,637,678) 61,597,362,322
SAM 2020 6,750,000,000 3,953,644,773 (2,796,355,227)
BRT 2012 13,125,600,000 27,736,469,667 14,610,869,667
ITR 2012 7,524,000,000 9,096,469,925 1,572,469,925
ITK 2012 4,653,000,000 12,515,357,864 7,862,357,864
Jumlah (91,247,400,000) (8,400,695,449) 82,846,704,551
40
Page 48
FINAL DRAFT
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA Date:
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
Tanggal 31 Maret 2024
dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)
20. KEPENTINGAN NON-PENGENDALI
Tabel berikut ini menjelaskan komponen dari hak pemegang saham non-pengendali entitas anak pada tanggal 31
Maret 2024 dan 2023 sebagai berikut:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
(Tidak diaudit) (Diaudit)
PT Inter Kayu Mandiri 3,318,985,380 3,318,985,380
PT Interkraft 2,929,164,298 2,936,635,264
Carbon Resources Alliance ApS 2,927,635,961 2,927,635,961
PT Intertrend Utama
Approved by:
2,500,262,866 2,474,874,814
PT Belayan River Timber 74,168,102,128 74,935,154,788
PT Intera Indonesia 931,184,572 908,408,666
PT Narkata Rimba 448,545,534 475,424,670
PT Ekosistem Alam Sejahtera 90,000,000 90,000,000
PT Indika Ekosistem Khatulistiwa 90,000,000 90,000,000
PT Ananda Anugerah Agung 100,000,000 -
PT Kandelia Alam (4,509,080,536) (3,603,474,644)
Jumlah 82,994,800,203 84,553,644,899
21. PENJUALAN BERSIH
Rincian penjualan bersih konsolidasian adalah sebagai berikut:
31 Maret 2024 31 Maret 2023
(Tidak diaudit) (Tidak diaudit)
Ekspor
Manufaktur
Building component 418,066,536,713 220,220,316,943
Set up 91,700,961,583 137,580,710,679
Knock down 126,281,056,022 245,219,310,036
Lokal
Manufaktur
Building component 1,412,559,112 5,331,855,475
Set up 1,957,631,336 8,455,063,155
Knock down 1,892,137,319 5,973,143,411
Kehutanan - 10,636,842,362
Jumlah 641,310,882,085 633,417,242,061
Rincian pelanggan yang memiliki transaksi penjualan lebih dari 10% dari jumlah penjualan bersih konsolidasian adalah
sebagai berikut:
31 Maret 2024 31 Maret 2023
(Tidak diaudit) (Tidak diaudit)
Persentase terhadap Persentase
Jumlah jumlah penjualan Jumlah terhadap jumlah
bersih penjualan bersih
Starbright Forever, Llc 187,435,273,005 29.23% - -
The Empire Company 95,950,575,175 14.96% - -
Target Store - - 172,265,622,836 27.20%
41
Page 49
FINAL DRAFT
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA Date:
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
Tanggal 31 Maret 2024
dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)
22. BEBAN POKOK PENJUALAN
Rincian beban pokok penjualan adalah sebagai berikut:
31 Maret 2024 31 Maret 2023
(Tidak diaudit) (Tidak Diaudit)
Manufaktur dan Kehutanan
Pemakaian bahan baku 302,141,996,452 248,472,096,253
Upah buruh langsung 74,373,163,952 50,598,835,600
Approved by:
Beban pabrikasi 104,459,069,822 92,704,668,770
Jumlah beban produksi 480,974,230,226 391,775,600,623
Barang dalam proses
Awal tahun 654,658,569,385 454,947,094,750
Akhir tahun (675,382,000,809) (462,155,378,837)
Jumlah beban pokok produksi 460,250,798,802 384,567,316,536
Persediaan barang jadi
Awal tahun 649,679,368,123 663,209,812,157
Pembelian barang jadi 6,777,540,291 26,283,432,496
Akhir tahun (643,436,772,963) (638,645,431,182)
Sub-jumlah 473,270,934,253 435,415,130,007
Sub-jumlah 473,270,934,253 435,415,130,007
Jumlah beban pokok penjualan 473,509,463,365 435,415,130,007
23. BEBAN PENJUALAN DAN UMUM DAN ADMINISTRASI
Rincian beban penjualan dan umum dan administrasi adalah sebagai berikut:
31 Maret 2024 31 Maret 2023
(Tidak diaudit) (Tidak diaudit)
Beban penjualan
Kurir dan ekspor 21,958,814,748 8,487,114,832
Gaji dan tunjangan 1,384,542,827 1,234,793,887
Ongkos angkut 1,834,857,132 1,822,898,604
Perjalanan Dinas 190,445,545 255,777,704
Riset dan Pengembangan 892,066,887 875,369,192
Promosi - 1,000,000,000
Komisi 4,184,794,458 27,876,626,538
Lain-lain (masing-
masing dibawah Rp 2 miliar) 1,791,084,759 28,090,082,699
Jumlah 32,236,606,356 69,642,663,456
42
Page 50
FINAL DRAFT
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA Date:
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
Tanggal 31 Maret 2024
dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)
23. BEBAN PENJUALAN DAN UMUM DAN ADMINISTRASI (Lanjutan)
Rincian beban penjualan dan umum dan administrasi adalah sebagai berikut: (Lanjutan)
Beban umum dan administrasi
Gaji dan tunjangan 15,673,531,869 11,746,355,913
Pajak 323,656,270 327,057,086
Imbalan Kerja 2,942,715,613 3,032,134,102
Penyusutan 2,017,930,441 1,784,785,017
Asuransi 1,173,351,424 1,504,771,759
Approved by:
Jamuan dan sumbangan 5,425,802,757 6,184,751,766
Keperluan kantor 1,127,277,292 1,368,330,291
Sewa 39,153,957 269,360,897
Jasa profesional 7,268,695,900 7,266,372,836
Perbaikan dan pemeliharaan 420,833,787 232,106,742
Perjalanan dinas 406,459,777 246,563,151
Transportasi 588,287,596 475,166,692
Iuran dan perijinan 144,595,263 18,900,000
Lain-lain (masing-
masing dibawah Rp 2 miliar) 1,288,902,958 1,219,751,091
Jumlah 38,841,194,904 35,676,407,343
24. SALDO DAN TRANSAKSI SIGNIFIKAN DENGAN PIHAK-PIHAK BERELASI
Dalam kegiatan usaha normal, Kelompok Usaha melakukan transaksi usaha dan non usaha dengan pihak-pihak
berelasi.
Transaksi-transaksi ini dilakukan berdasarkan persyaratan yang disetujui oleh kedua belah pihak, dimana persyaratan
tersebut mungkin tidak sama dengan transaksi lain yang dilakukan dengan pihak-pihak yang tidak berelasi.
a. Sifat hubungan dan transaksi
Pihak-pihak berelasi Hubungan Jenis transaksi
PT Integra Indo Lestari (IIL) Induk Perusahaan Jasa professional dan beban sewa
PT Alam Mentari Sejahtera (AMS) Perusahaan Afiliasi Penjualan
PT Integriya Dekorindo (ITD) Entitas Asosiasi Penjualan, Pembelian, Penjualan aset tetap
dan penghasilan bunga
PT Woodone Integra Indonesia (WII) Perusahaan Afiliasi Penjualan
b. Transaksi
Penjualan bersih ke pihak berelasi (sebagai persentase terhadap jumlah penjualan bersih):
31 Maret 2024 31 Maret 2023
(Tidak diaudit) (Tidak diaudit)
Penjualan Bersih - ITD 2,588,675,216 1,529,151,902
Penjualan Bersih - AMS 617,180,200 572,112,560
Penjualan Bersih - WII 145,052,317 -
Penjualan Bersih - IIL 89,730 1,179,852
Jumlah 3,350,997,463 2,102,444,314
Persentase terhadap
penjualan 0.52% 0.33%
43
Page 51
FINAL DRAFT
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA Date:
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
Tanggal 31 Maret 2024
dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)
24. SALDO DAN TRANSAKSI SIGNIFIKAN DENGAN PIHAK-PIHAK BERELASI (Lanjutan)
b. Transaksi ( Lanjutan)
Pembelian ke pihak berelasi (sebagai persentase terhadap beban pokok penjualan):
Pembelian - ITD 533,011,360 -
Sewa Bangunan - IIL 4,083,168,317 -
Jumlah 4,616,179,677 -
Persentase terhadap
Approved by: beban pokok penjualan 0.98% 0%
Beban (sebagai persentase terhadap jumlah beban umum dan administrasi):
31 Maret 2024 31 Maret 2023
(Tidak diaudit) (Tidak diaudit)
Sewa kendaraan - ITD 45,412,845 -
Jasa manajemen IIL 3,866,075,424 4,796,250,912
Jumlah 3,911,488,269 4,796,250,912
Persentase terhadap
beban umum dan
administrasi 10.07% 13.44%
IIL memberikan jasa manajemen di bidang akuntansi, keuangan, pajak, sumber daya manusia dan dukungan jasa
teknologi informasi kepada Perusahaan, ITR, ITK, NKT, BRT dan INT.
31 Maret 2024 31 Maret 2023
(Tidak diaudit) (Tidak diaudit)
Pendapatan sewa - AMS 3,000,000 3,000,000
Jumlah 3,000,000 3,000,000
Persentase terhadap
pendapatan sewa 33% 2%
31 Maret 2024 31 Maret 2023
(Tidak diaudit) (Tidak diaudit)
Pendapatan bunga - ITD 2,124,921,568 1,299,188,235
Persentase terhadap
pendapatan bunga 26% 89%
c. Saldo
Aset (sebagai persentase terhadap jumlah aset):
31 Maret 2024 31 Desember 2023
(Tidak diaudit) (Diaudit)
Piutang usaha 2,890,765,915 4,521,071,549
Piutang lain-lain 159,631,579,265 165,318,515,570
Uang muka pembelian 1,157,153,000 -
Jumlah 163,679,498,180 169,839,587,119
Persentase terhadap
aset 2.15% 2.22%
44
Page 52
FINAL DRAFT
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA Date:
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
Tanggal 31 Maret 2024
dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)
24. SALDO DAN TRANSAKSI SIGNIFIKAN DENGAN PIHAK-PIHAK BERELASI (Lanjutan)
c. Saldo (Lanjutan)
Liabilitas (sebagai persentase terhadap jumlah liabilitas):
31 Maret 2024 31 Desember 2023
(Tidak diaudit) (Diaudit)
Utang usaha 633,101,008 1,312,922,290
Utang lain-lain
Approved by: Jangka pendek 1,528,103,697 1,460,327,150
Jangka panjang 200,000,000,000 -
Liabilitas kontrak 38,650,146 38,650,146
Jumlah 202,199,854,851 2,811,899,586
Persentase terhadap
liabilitas 6.17% 0.08%
25. LABA PER SAHAM DASAR DAN DILUSIAN
Perhitungan laba per saham dasar dan dilusian adalah sebagai berikut:
31 Maret 2024 31 Maret 2023
(Tidak diaudit) (Tidak diaudit)
Laba tahun berjalan yang
42,137,197,912 25,829,338,703
diatribusikan ke entitas induk
Jumlah rata-rata tertimbang
saham yang beredar 6,363,705,025 6,346,274,865
Laba per saham dasar dan dilusian 6,62 4,07
26. ASET DAN LIABILITAS MONETER DALAM MATA UANG ASING
Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, Kelompok Usaha memiliki aset dan liabilitas moneter dalam mata
uang asing sebagai berikut:
31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) 31 Desember 2023 (Diaudit)
Mata Uang Asing Ekuivalen Rupiah Mata Uang Asing Ekuivalen Rupiah
ASET
Kas dan setara kas US$ 2,821,324 44,726,443,665 US$ 1,467,223 22,618,732,893
DKK 3,154,674 7,458,186,527 DKK 3,154,674 7,252,595,944
Piutang usaha US$ 33,294,619 527,220,292,921 US$ 28,182,601 434,462,971,130
SGD 10,588 124,006,539
Jumlah 579,404,923,113 464,458,306,506
LIABILITAS
Utang bank dan lembaga
keuangan bukan bank US$ 10,097,955 160,082,886,163 US$ 10,893,644 167,936,411,280
Utang usaha US$ 612,840 9,715,352,980 US$ 430,579 6,637,811,213
EUR 95,245 213,723,879 EUR 15,952 273,412,708
RMB 11,697 200,733,847 RMB 149,316 323,966,136
Jumlah 170,212,696,869 175,171,601,337
Aset - bersih 409,192,226,244 289,286,705,169
Aset dan liabilitas moneter di atas dijabarkan menggunakan kurs tengah Bank Indonesia pada periode 31 Maret 2024
dan Tahun 2023.
45
Page 53
FINAL DRAFT
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA Date:
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
Tanggal 31 Maret 2024
dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)
27. PERISTIWA SETELAH TANGGAL PELAPORAN
Pada tanggal 16 April 2024, Perusahaan telah melakukan pelunasan bunga dan pokok Obligasi Berkelanjutan 1 Integra
Indocabinet Tahap 1 Tahun 2021 Seri B dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan 1 Integra Indocabinet Tahap 1 Tahun
2021 Seri B sejumlah Rp 518.268.825.000
Pada tanggal 26 Maret 2024, Perusahaan menerima Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar atas Pajak Pertambahan Nilai
untuk masa Januari 2024 sebesar Rp 2.714.896.922. Pengembalian telah diterima oleh Perusahaan pada bulan April
2024.
Pada tanggal 25 Maret 2024, ITR, entitas anak, menerima Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar atas Pajak Pertambahan
Nilai untuk masa Januari 2024 sebesar Rp 5.972.782.969. Pengembalian telah diterima oleh entitas anak pada bulan
April 2024.
Approved by:
Pada tanggal 25 Maret 2024, INT, entitas anak, menerima Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar atas Pajak Pertambahan
Nilai untuk masa Januari 2024 sebesar Rp 1.944.908.722 Pengembalian telah diterima oleh entitas anak pada bulan
April 2024.
46
Names mentioned 67 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
person
Soetjipto
p.12
unresolved
org
Menteri Kehakiman Republik Indonesia
p.12
unresolved
person
Dyah Ayu Ambarwati
p.12 ×2
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.12
unresolved
org
PT Belayan River Timber
p.12 ×5
unresolved
org
PT Intertrend Utama
p.12 ×4
unresolved
org
PT Interkraft
p.12 ×4
unresolved
org
PT Intera Indonesia
p.12 ×4
unresolved
org
PT Inter Kayu Mandiri
p.12 ×3
unresolved
org
PT Superalam Mas
p.12
unresolved
org
PT Narkata Rimba
p.12 ×4
unresolved
org
PT Kandelia Alam
p.12 ×2
unresolved
org
PT Borneo Forestama Lestari
p.12 ×2
unresolved
org
PT Borneo Wana Utama
p.12 ×2
unresolved
org
PT Ekosistem Alam Sejahtera
p.12 ×2
unresolved
org
PT Indika Ekosistem Khatulistiwa
p.12 ×2
unresolved
org
PT Bakau Bina
p.12
unresolved
org
PT Ananda Anugerah Agung
p.12 ×2
unresolved
org
PT Nala WIjaya Amerta
p.13 ×2
unresolved
org
PT Renjana Amerta Lestari
p.13 ×4
unresolved
org
PT Ekosistem Alas Lestari
p.13
unresolved
org
PT Wana Kelola Utama
p.13
unresolved
org
PT Arya Harita Wanantara
p.13
unresolved
org
PT Askara Wana Utama
p.13
unresolved
org
PT Bhumi Nawasena Sejahtera
p.13
unresolved
org
Bank Indonesia
p.25 ×2
unresolved
org
PT Bank ICBC
p.29 ×2
unresolved
org
PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur
p.29
unresolved
org
PT Integriya Dekorindo
p.29 ×6
unresolved
org
PT Alam Mentari Sejahtera
p.29 ×4
unresolved
org
PT WoodOne Integra Indonesia
p.32 ×2
unresolved
org
PT Teknologi Optimal Prima
p.32
unresolved
org
PT Interkreasi Kerta Aji
p.32
unresolved
org
KJPP Pung’s Zulkarnain & Rekan
p.34 ×3
unresolved
org
KJPP Pung’s Zulkarnain
p.34 ×3
unresolved
org
KJPP Sarwono
p.34 ×2
unresolved
org
Indriassari & Rekan
p.34 ×2
unresolved
org
KJPP Ruddy Barus Yenny & Rekan
p.34
unresolved
org
KJPP Ruddy Barus Yenny
p.34
unresolved
org
PT Bank ICBC Indonesia
p.39
unresolved
org
PT BCA Finance
p.39 ×4
unresolved
org
PT Pemeringkat Efek Indonesia
p.45 ×2
unresolved
org
PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat
p.45
unresolved
org
Banten Tbk.
p.45
unresolved
org
PT Datindo Entrycom
p.46
unresolved
org
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia No. AHU-AH.
p.47
unresolved
org
PT Intertrend Utama Approved
p.48
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.