Skip to content
Back to announcement

20260506_AKRA_Informasi Transaksi Afiliasi_32078162_lamp5.pdf

Asset transaction Needs review AKRA

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 56

Page 1
                                            T
                                       AF
                                     DR




Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Pengalihan Saham Treasury
Oleh PT AKR Corporindo Tbk
Mei 2026
Page 2
                                           T
                                      AF
                                    DR




Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Pengalihan Saham Treasury
Oleh PT AKR Corporindo Tbk
Mei 2026
Page 3
                                                                                                         P a g e | iii


                                                                                            Kantor Jasa Penilai Publik
Jakarta, 6 Mei 2026                                                                                RAO, YUHAL & rekan
No. 00006/2.0094-00/BS/05/0268/1/V/2026                                                                        Affiliated to
                                                                                             Truscel Capital LLP Singapore
Kepada Yth,                                                                                  Reg. License No. 2.11.0094
                                                                                      Geographical Scope: All Regions of
Direksi                                                                                                         Indonesia
PT. AKR Corporindo Tbk                                                                      Business & Property Valuer
AKR Tower, Lantai 26
                                                                                    The Boulevard Office Building #03-F1
Jl. Panjang No. 5 Kebon Jeruk                                                         Jl. Fachrudin Raya No. 5 KebonSirih
Jakarta Barat 11530, Indonesia                                                                              Jakarta, 10250
                                                                                                                 Indonesia
Telp                    : (021) 5311 110                                                              T (62 21) 3199 1488
                                                                                                         www.truscel.com
Fax                     : (021) 5311 388
Email                   : corporate.secretary@akr.co.id
Bidang Usaha            : Bidang distribusi produk BBM ke pasar industri dan retail, distribusi dan
                          perdagangan bahan kimia (seperti caustic soda, sodium sulfat, PVC resin dan soda
                          ash) yang digunakan oleh berbagai industri di Indonesia sesuai dengan perjanjian
                          distribusi dengan produsen asing dan lokal, penyewaan gudang, kendaraan
                          angkutan, tangki dan jasa logistik lainnya

Perihal                 : Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Pengalihan Saham
                        Treasury Oleh PT AKR Corporindo Tbk

Definisi dan Singkatan


 Instruksi Transaksi Nasabah                            : Merupakan Instruksi Transaksi Pengalihan Saham
                                                          Treasury sebesar 181.005.000 lembar saham dengan
                                                          uraian: pada Tahap 1 pada tanggal 4 Mei 2026 sebesar
                                                          67.261.000 lembar dengan Harga Penutupan Saham
                                                          pada tanggal 30 April 2026 sebesar Rp 1.580 per
                                                          Lembar Saham, Tahap 2 pada tanggal 5 Mei 2026
                                                          sebesar 67.261.000 lembar dengan Harga Penutupan
                                                          Saham pada tanggal 4 Mei 2026 sebesar Rp 1.570 per
                                                          Lembar Saham, Tahap 3 pada tanggal 6 Mei 2026
                                                          sebesar 46.483.000 lembar dengan Harga Penutupan
                                                          Saham pada tanggal 5 Mei 2026 sebesar Rp 1.520 per
                                                          Lembar Saham;
 Laporan Pendapat Kewajaran                             : Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi
                                                          Pengalihan Saham Treasury Oleh PT AKR Corporindo
                                                          Tbk;
 MAPPI                                                  : Merupakan singkatan dari Masyarakat Profesi Penilai
                                                          Indonesia yaitu Organisasi Profesi Penilai di Indonesia
                                                          yang bersifat mandiri, nirlaba dan non politis, yang
                                                          berasaskan Pancasila dan berlandaskan Undang-
                                                          Undang Dasar 1945 sebagai landasan konstitusional,
                                                          Peraturan perundang-undangan lainnya yang berkaitan
                                                          langsung dan tidak langsung dengan Profesi Penilai
                                                          sebagai landasan formal serta Keputusan Musyawarah
                                                          Nasional sebagai landasan operasional;




Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Pengalihan Saham Treasury
Oleh PT AKR Corporindo Tbk
Page 4
                                                                                                     P a g e | iv



 OJK                                                    : Singkatan dari Otoritas Jasa Keuangan, yaitu lembaga
                                                          yang independen yang mempunyai fungsi, tugas dan
                                                          wewenang pengaturan, pengawasan, pemeriksaan dan
                                                          penyidikan kegiatan jasa keuangan di sektor pasar
                                                          modal, perasuransian, dana pensiun, lembaga
                                                          pembiayaan, dan lembaga jasa keuangan lainnya
                                                          sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang No. 21
                                                          tahun 2011 tanggal 22 November 2011 tentang
                                                          Otoritas Jasa Keuangan yang merupakan badan
                                                          pengganti Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga
                                                          Keuangan yang mulai berlaku sejak tanggal 1 Januari
                                                          2013;

 Perseroan                                              : PT. AKR Corporindo Tbk., Perusahaan Terbuka dengan
                                                          kegiatan meliputi bidang distribusi produk BBM ke
                                                          pasar industri dan retail, distribusi dan perdagangan
                                                          bahan kimia (seperti caustic soda, sodium sulfat, PVC
                                                          resin dan soda ash) yang digunakan oleh berbagai
                                                          industri di Indonesia sesuai dengan perjanjian distribusi
                                                          dengan produsen asing dan lokal, penyewaan gudang,
                                                          kendaraan angkutan, tangki dan jasa logistik lainnya;
 POJK No. 17/2020                                       : Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia
                                                          Nomor 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material
                                                          dan Perubahan Kegiatan Usaha;
 POJK No. 35/2020                                       : Berarti Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik
                                                          Indonesia Nomor 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian
                                                          dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal;
 POJK No. 42/2020                                       : Berarti Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik
                                                          Indonesia Nomor 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi
                                                          Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan;
 POJK No. 29/2023                                       : Berarti Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik
                                                          Indonesia Nomor 29 Tahun 2023 tentang Pembelian
                                                          Kembali Saham Yang Dikeluarkan Oleh Perusahaan
                                                          Terbuka;
 Proyeksi Laba Rugi yang                                : Proyeksi Laba Rugi Perseroan yang telah disesuaikan
 Disesuaikan                                              oleh         sehingga lebih mencerminkan kewajaran
                                                          proyeksi keuangan;
 SPI                                                    : Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI) sebagai
                                                          anggota IVSC melalui Komite Penyusun Standar
                                                          Penilaian Indonesia (KPSPI) telah Menyusun Kode Etik
                                                          Penilai Indonesia dan Standar Penilaian Indonesia (KEPI
                                                          dan SPI) Edisi VII tahun 2018;




Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Pengalihan Saham Treasury
Oleh PT AKR Corporindo Tbk
Page 5
                                                                                                    P a g e |v



 Transaksi Afiliasi                                     : Transaksi Afiliasi adalah setiap aktivitas dan/atau
                                                          transaksi yang dilakukan oleh perusahaan terbuka atau
                                                          perusahaan terkendali dengan Afiliasi dari perusahaan
                                                          terbuka atau Afiliasi dari anggota direksi, anggota
                                                          dewan komisaris, pemegang saham utama, atau
                                                          Pengendali, termasuk setiap aktivitas dan/atau
                                                          transaksi yang dilakukan oleh perusahaan terbuka atau
                                                          perusahaan terkendali untuk kepentingan Afiliasi dari
                                                          perusahaan terbuka atau Afiliasi dari anggota direksi,
                                                          anggota dewan komisaris, pemegang saham utama,
                                                          atau Pengendali sebagaimana diatur dalam POJK No.
                                                          42/2020;
 Transaksi Benturan Kepentingan                         : Transaksi Benturan Kepentingan adalah transaksi yang
                                                          dilakukan oleh perusahaan terbuka atau perusahaan
                                                          terkendali dengan setiap pihak, baik dengan Afiliasi
                                                          maupun pihak selain Afiliasi yang mengandung
                                                          Benturan Kepentingan sebagaimana diatur dalam POJK
                                                          No. 42/2020;
 Transaksi Material                                     : Transaksi Material adalah setiap transaksi yang
                                                          dilakukan oleh perusahaan terbuka atau perusahaan
                                                          terkendali yang memenuhi batasan nilai sebagaimana
                                                          diatur dalam POJK No. 17/2020;
 Transaksi        Pengalihan          Saham             : Transaksi yang dilakukan oleh Perseroan meliputi
 Treasury                                                 Pengalihan Saham Treasury sebesar 181.005.000
                                                          lembar saham dengan uraian: pada Tahap 1 pada
                                                          tanggal 4 Mei 2026 sebesar 67.261.000 lembar dengan
                                                          Harga Penutupan Saham pada tanggal 30 April 2026
                                                          sebesar Rp 1.580 per Lembar Saham, Tahap 2 pada
                                                          tanggal 5 Mei 2026 sebesar 67.261.000 lembar dengan
                                                          Harga Penutupan Saham pada tanggal 4 Mei 2026
                                                          sebesar Rp 1.570 per Lembar Saham, Tahap 3 pada
                                                          tanggal 6 Mei 2026 sebesar 46.483.000 lembar dengan
                                                          Harga Penutupan Saham pada tanggal 5 Mei 2026
                                                          sebesar Rp 1.520 per Lembar Saham;
                                                        : KJPP RAO,YUHAL & rekan (terafiliasi dengan KJPP asing
                                                          Truscel Capital LLP Singapore) yang mana telah
                                                          mendapat izin usaha No. 2.11.0094 dari Kementerian
                                                          Keuangan berdasarkan Surat Keputusan Menteri
                                                          Keuangan No. 1133/KM.1/2011 tanggal 14 Oktober
                                                          2011 dan terdaftar atas nama KJPP RAO,YUHAL & rekan
                                                          sebagai profesi penunjang pasar modal berdasarkan
                                                          surat dari Otoritas Jasa Keuangan No. 11653/BL/2011
                                                          tanggal 27 Oktober 2011 dengan Surat Tanda Terdaftar
                                                          Profesi Penunjang Pasar Modal dari Otoritas Jasa
                                                          Keuangan No. STTD.PB-30/PM.2/2018 tanggal 30
                                                          Agustus 2018.




Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Pengalihan Saham Treasury
Oleh PT AKR Corporindo Tbk
Page 6
                                                                                           P a g e | vi



Dengan hormat,
PENDAHULUAN
Perseroan merupakan sebuah perusahaan yang didirikan di Surabaya tahun 1977 dan berdomisili di
Jakarta. Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan, ruang lingkup kegiatan usaha utama
Perseroan antara lain meliputi bidang industri produk dari hasil kilang minyak bumi dan industri
bahan bakar dari pemurnian dan pengilangan minyak bumi; perdagangan besar bahan bakar padat,
cari dan gas dan produk yang terkait serta bahan dan barang kimia, perdagangan eceran bahan bakar
minyak (BBM), bahan bakar gas (BBG) dan liquefied petroleum gas (LPG), pengangkutan dan
pergudangan (aktivitas penyewaan dan sewa guna usaha tanpa hak opsi, ketenagakerjaan, agen
perjalanan dan penunjang usaha lainnya); angkutan melalui saluran pipa, angkutan bermotor untuk
barang umum, angkutan bermotor untuk barang khusus, angkutan laut dalam negeri untuk barang
khusus, pergudangan dan penyimpanan, penyimpanan minyak dan gas bumi, aktivitas penyimpanan
B3, aktivitas bounded warehousing atau wilayah kawasan berikat, aktivitas penyewaan dan sewa
guna usaha tanpa hak opsi mobil, bus, truk dan sejenisnya, aktivitas profesional, ilmiah dan teknis
(jasa); serta kegiatan usaha penunjang yang meliputi pengangkutan dan pergudangan, aktivitas
pelayanan kepelabuhan laut, aktivitas pelayanan kepelabuhan sungai dan danau, konstruksi;
pengadaan listrik, gas, uap, air panas dan udara dingin.
Perseroan saat ini bergerak dalam bidang distribusi produk BBM ke pasar industri dan retail,
distribusi dan perdagangan bahan kimia (seperti caustic soda, sodium sulfat, PVC resin dan soda ash)
yang digunakan oleh berbagai industri di Indonesia sesuai dengan perjanjian distribusi dengan
produsen asing dan lokal, penyewaan gudang, kendaraan angkutan, tangki dan jasa logistik lainnya.
Perseroan memulai kegiatan usaha komersialnya pada bulan Juni 1978.
Perseroan bermaksud untuk melakukan Transaksi Pengalihan Saham Treasury Oleh PT AKR
Corporindo Tbk . Rencana Transaksi yang dilakukan merupakan Transaksi Afiliasi namun bukan
merupakan Transaksi Benturan Kepentingan sebagaimana ditentukan dalam POJK No. 42/2020.
Rencana Transaksi yang dilakukan tidak merupakan Transaksi Material sebagaimana ditentukan
dalam POJK No.17/2020.
Untuk memenuhi ketentuan dalam POJK No. 42/2020, Perseroan telah menunjuk           , sebagai
penilai independen untuk memberi pendapat kewajaran atas Transaksi Pengalihan Saham Treasury
tersebut. Berikut kami sampaikan hasil temuan dan opini        mengenai pendapat kewajaran
Transaksi Pengalihan Saham Treasury.
LATAR BELAKANG TRANSAKSI
Perseroan saat ini bergerak dalam bidang distribusi produk BBM ke pasar industri dan retail,
distribusi dan perdagangan bahan kimia (seperti caustic soda, sodium sulfat, PVC resin dan soda ash)
yang digunakan oleh berbagai industri di Indonesia sesuai dengan perjanjian distribusi dengan
produsen asing dan lokal, penyewaan gudang, kendaraan angkutan, tangki dan jasa logistik lainnya.
Selama menjalankan kegiatan operasionalnya, Perseroan berkedudukan di Jakarta Barat dan
berdomisili di AKR Tower, Lantai 26, JI. Panjang No. 5, Kebon Jeruk, Jakarta, sekaligus sebagai kantor
pusat Perseroan.
Transaksi Pengalihan Saham Treasury oleh Perseroan dilakukan sebagai bagian dari strategi
optimalisasi struktur permodalan dan peningkatan kinerja keuangan Perseroan. Melalui pelaksanaan
transaksi ini, Perseroan berpotensi memperoleh tambahan dana yang dapat digunakan untuk
memperkuat likuiditas, mendukung kegiatan operasional, serta meningkatkan fleksibilitas keuangan
dalam mendukung rencana pengembangan usaha di masa mendatang. Dengan demikian, transaksi
ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan kinerja dan nilai ekonomis
Perseroan secara keseluruhan.




Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Pengalihan Saham Treasury
Oleh PT AKR Corporindo Tbk
Page 7
                                                                                                                                                P a g e | vii



OBJEK PENDAPAT KEWAJARAN
Objek Pendapat Kewajaran adalah Transaksi Pengalihan Saham Treasury Oleh PT AKR Corporindo
Tbk.
TUJUAN PENDAPAT KEWAJARAN
Tujuan Laporan Pendapat Kewajaran ini adalah untuk memenuhi POJK No. 42/2020 untuk Transaksi
Afiliasi. Laporan Pendapat Kewajaran ini hanya disusun untuk keperluan Transaksi Pengalihan Saham
Treasury dan tidak dapat digunakan untuk keperluan perpajakan maupun keperluan-keperluan yang
menyangkut instansi lain.
SIFAT TRANSAKSI
Transaksi Afiliasi
Berdasarkan Pasal 6 ayat (1) huruf c POJK No. 42/2020, transaksi dengan nilai transaksi tidak melebihi
0,5% (nol koma lima persen) dari modal disetor Perusahaan Terbuka atau tidak melebihi jumlah Rp
5.000.000.000,- (lima miliar rupiah), digunakan nilai yang lebih rendah, wajib memenuhi ketentuan
Pasal 3 dan Pasal 4 ayat (1) POJK No. 42/2020.
           Deskripsi                   Modal Disetor Perseroan             0,5% dari Modal Disetor Perseroan    Nilai Rencana Transaksi      Perbandingan
     Per 31 Desember 2025                 401.469.492.000                            2.007.347.460                  282.526.310.000             14075%

Dalam hal ini, 0,5% dari modal disetor Perseroan adalah sebesar Rp 2.007.347.460,- sedangkan nilai
Transaksi Pengalihan Saham Treasury dengan harga senilai Rp 282.526.310.000 atau sebesar
14075%, sehingga Perseroan tetap wajib memenuhi prosedur Transaksi Afiliasi sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 3 dan Pasal 4 ayat (1) POJK No. 42/2020.
Selanjutnya Transaksi Afiliasi berdasarkan Pasal 1 angka 3 POJK No. 42/2020 adalah:
            “setiap aktivitas dan/atau transaksi yang dilakukan oleh perusahaan terbuka atau perusahaan
            terkendali dengan Afiliasi dari perusahaan terbuka atau Afiliasi dari anggota direksi, anggota
            dewan komisaris, pemegang saham utama, atau Pengendali, termasuk setiap aktivitas
            dan/atau transaksi yang dilakukan oleh perusahaan terbuka atau perusahaan terkendali untuk
            kepentingan Afiliasi dari perusahaan terbuka atau Afiliasi dari anggota direksi, anggota dewan
            komisaris, pemegang saham utama, atau Pengendali.”
Transaksi Pengalihan Saham Treasury merupakan Transaksi Afiliasi seperti yang dimaksudkan dalam
POJK No. 42/2020 dikarenakan terdapat hubungan langsung (dalam hal kepemilikan) antara pihak-
pihak yang terkait dengan Transaksi Pengalihan Saham Treasury sebagaimana dijelaskan pada tabel
dibawah ini:
                              Hubungan Pihak-Pihak Terkait Transaksi Pengalihan Saham Treasury
                 Keterangan         Pemegang Saham Perseroan     Pengurus Peseroan   Pemegang Saham PT Arthakencana Rayatama   Pengurus PT Arthakencana Rayatama
PT Arthakencana Rayatama                       ✓                         -
Haryanto Adikoesoemo                           ✓                        ✓                               ✓                                     ✓
Soegiarto Adikoesoemo                          ✓                        ✓                               ✓                                     ✓
Jimmy Tandyo                                   ✓                        ✓                               -                                     ✓
Mery Sofi                                      ✓                        ✓                               -                                     -
Bambang Soetiono                               ✓                        ✓                               -                                     -
Suresh Vembu                                   ✓                        ✓                               -                                     -
Nery Polim                                     ✓                        ✓                               -                                     -
Termurti Tiban                                 ✓                        ✓                               -                                     -
Moh. Fauzi M. Ichsan                           -                        ✓                               -                                     -
Sofyan A. Djalil                               -                        ✓                               -                                     -
Djisman Simandjuntak                           -                        ✓                               -                                     -
Irawati Adikoesoemo                            -                         -                              -                                     ✓
Sintawati Ongkowi Joyoyo                       -                         -                              -                                     ✓
Yuwono Ongkowi Joyoyo                          -                         -                              -                                     ✓
Cynthia Theresia Buniardi                      -                         -                              -                                     ✓

Sumber: Manajemen Perseroan

Berdasarkan tabel hubungan pihak-pihak yang terlibat dalam Rencana Transaksi di atas, terdapat
kesamaan pemegang saham dan kepengurusan Perseroan selaku Penjual dan PT Arthakencana
Rayatama selaku Pembeli. Oleh karena adanya kesamaan pemegang saham dan kepengurusan




Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Pengalihan Saham Treasury
Oleh PT AKR Corporindo Tbk
Page 8
                                                                                         P a g e | viii



tersebut, Transaksi Pengalihan Saham Treasury ini merupakan Transaksi antara Perseroan dengan
afiliasinya. Sebagaimana dimaksudkan dalam POJK No. 42/2020 Transaksi antara pihak-pihak yang
memiliki hubungan Afiliasi dikategorikan kedalam Transaksi Afiliasi dan/atau Transaksi Benturan
Kepentingan.
Transaksi Pengalihan Saham Treasury bukan merupakan Transaksi Benturan Kepentingan
sebagaimana dimaksud dalam POJK No. 42/2020 mengingat dalam Transaksi Pengalihan Saham
Treasury tidak terdapat perbedaan antara kepentingan ekonomis Perseroan dengan kepentingan
ekonomis pribadi Direktur, Dewan Komisaris dan Pemegang Saham Utama Perseroan yang tidak
merugikan Perseroan karena adanya Transaksi Pengalihan Saham Treasury tersebut. Dengan
demikian Transaksi Pengalihan Saham Treasury dikategorikan kedalam Transaksi Afiliasi.
Transaksi Material
Berdasarkan POJK No. 17/2020, Transaksi Material didefinisikan sebagai setiap transaksi yang
dilakukan oleh perusahaan terbuka atau perusahaan terkendali yang memenuhi batasan nilai
sebagai mana diatur dalam POJK No. 17/2020. Setiap transaksi yang dilakukan oleh perusahaan
yang termasuk dalam “Transaksi Material” antara lain, (1) penyertaan dalam badan usaha, proyek,
dan/atau kegiatan usaha tertentu; (2) pembelian, penjualan, pengalihan, tukar menukar aset atau
segmen operasi; (3) perolehan, pelepasan, dan/atau penggunaan jasa; (4) sewa menyewa aset; (5)
pinjam meminjam dana termasuk pengalihannya; (6) menjaminkan aset Perusahaan Terbuka
dan/atau Perusahaan Terkendali atas pinjaman dari pihak lain; dan (7) memberikan jaminan
perusahaan (corporate guarantee).
Batasan nilai suatu transaksi dikategorikan sebagai Transaksi Material apabila nilai transaksi sama
dengan 20% (dua puluh persen) atau lebih dari ekuitas Perusahaan Terbuka. Dalam hal transaksi
berupa perolehan dan pelepasan atas perusahaan atau segmen operasi sebagai Transaksi Material
dalam hal nilai transaksi sama dengan 20% (dua puluh persen) atau lebih dari ekuitas Perusahaan
Terbuka; total aset yang menjadi objek transaksi dibagi total aset Perusahaan Terbuka nilainya sama
dengan atau lebih dari 20% (dua puluh persen); laba bersih objek transaksi dibagi dengan laba
bersih Perusahaan Terbuka nilainya sama dengan atau lebih dari 20% (dua puluh persen); atau d.
pendapatan usaha objek transaksi dibagi dengan pendapatan usaha Perusahaan Terbuka nilainya
sama dengan atau lebih dari 20% (dua puluh persen). Dalam hal transaksi yang dilakukan oleh
Perusahaan Terbuka yang mempunyai ekuitas negatif, transaksi dikategorikan sebagai Transaksi
Material apabila nilai transaksi sama dengan 10% (sepuluh persen) atau lebih dari total aset
Perusahaan Terbuka (Pasal 3 POJK No. 17/2020).
Penilai telah melakukan Uji Transaksi Material, dimana Transaksi Pengalihan Saham Treasury bukan
merupakan Transaksi Material seperti dimaksudkan dalam POJK No. 17/2020 dikarenakan Nilai
Transaksi Pengalihan Saham Treasury kurang dari 20% (dua puluh persen) dari total ekuitas
Perseroan, total aset Perseroan, laba bersih Perseroan, dan pendapatan usaha Perseroan.
Penentuan Transaksi sebagai Transaksi Material dapat dilihat dalam uraian selanjutnya mengenai
Batasan Nilai Transaksi Material.
Batasan Nilai Transaksi Material
a) Perbandingan Total Ekuitas Perseroan dengan Nilai Transaksi Pengalihan Saham Treasury
Berdasarkan Perjanjian Transaksi Pengalihan Saham Treasury, Nilai Transaksi Pengalihan Saham
Treasury adalah sebesar Rp282.526.310.000,-.




Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Pengalihan Saham Treasury
Oleh PT AKR Corporindo Tbk
Page 9
                                                                                                              P a g e | ix



Didasarkan pada Laporan Keuangan Perseroan per 31 Desember 2025 yang telah diaudit oleh Kantor
Akuntan Publik Kantor Akuntan Publik Purwanto Susanti dan Surja, total ekuitas Perseroan adalah
sebesar Rp15.609.949.469.000,-. Perbandingan antara Nilai Transaksi Pengalihan Saham Treasury
yang dijabarkan diatas dengan Total Ekuitas Perseroan adalah sebesar 1,81%. Rincian perhitungan
adalah sebagai berikut:
            Total Ekuitas Perseroan 31 Desember 2025                                 Nilai Rencana Transaksi Perbandingan
                                  15.609.949.469.000                                        282.526.310.000         1,81%

b) Perbandingan Total Aset Perseroan dengan Total Aset Yang Menjadi Objek Transaksi
Berdasarkan Perjanjian Transaksi Pengalihan Saham Treasury, total aset Objek Transaksi adalah
sebesar Rp282.526.310.000,-.
Didasarkan pada Laporan Keuangan Konsolidasi Perseroan per 31 Desember 2025 yang telah diaudit
oleh Kantor Akuntan Publik Publik Purwanto Susanti dan Surja, total aset Perseroan adalah sebesar
Rp36.562.281.257.000,-. Perbandingan antara total aset Objek Transaksi yang dijabarkan diatas
dengan total aset Perseroan adalah sebesar 0,77%. Rincian perhitungan adalah sebagai berikut:
               Total Aset Perseroan 31 Desember 2025                  Total Aset Yang Menjadi Objek Transaksi Perbandingan
                                  36.562.281.257.000                                        282.526.310.000          0,77%

 c) Perbandingan Laba Bersih Objek Transaksi dengan Laba Bersih Perseroan
Total laba bersih Objek Transaksi adalah sebesar Rp 0,-.
Didasarkan pada Laporan Keuangan Konsolidasi Perseroan per 31 Desember 2025 yang telah diaudit
oleh Kantor Akuntan Publik Purwanto Susanti dan Surja, laba bersih Perseroan adalah sebesar Rp
2.823.416.007.000,-. Perbandingan antara laba bersih Objek Transaksi yang dijabarkan diatas dengan
laba bersih Perseroan adalah sebesar 0%. Rincian perhitungan adalah sebagai berikut:
               Laba Bersih Perseroan 31 Desember 2025                 Laba Bersih Yang Menjadi Objek Transaksi Perbandingan
                                    2.823.416.007.000                                                        0        0,00%

 d) Perbandingan Pendapatan Usaha Objek Transaksi dengan Pendapatan Usaha Perseroan
 Total pendapatan usaha Objek Transaksi adalah sebesar Rp 0,-.
 Didasarkan pada Laporan Keuangan Konsolidasi Perseroan per 31 Desember 2025 yang telah diaudit
 oleh Kantor Akuntan Publik Purwanto Susanti dan Surja, pendapatan usaha Perseroan adalah
 sebesar Rp46.018.468.072.000,-. Perbandingan antara total pendapatan usaha Objek Transaksi
 yang dijabarkan diatas dengan pendapatan usaha Perseroan adalah sebesar 0%. Rincian
 perhitungan adalah sebagai berikut:
        Pendapatan Usaha Perseroan 31 Desember 2025           Pendapatan Usaha Yang Menjadi Objek Transaksi Perbandingan
                                 46.018.468.072.000                                                       0        0,00%

Sebagaimana dimaksudkan dalam Pasal 3 ayat (2) POJK No. 17/2020 dalam hal transaksi berupa
perolehan dan pelepasan atas perusahaan atau segmen operasi dikategorikan sebagai Transaksi
Material apabila nilai atau objek transaksi sama dengan 20% (dua puluh persen) atau lebih dari
ekuitas, total aset, laba bersih, dan pendapatan usaha Perseroan.
Aspek Materialitas                                                                               Per 31 Desember 2025
Total Ekuitas Perseroan VS Nilai Rencana Transaksi                                                       1,81%
Total Aset Perseroan VS Total Aset Yang Menjadi Objek Transaksi                                          0,77%
Laba Bersih Perseroan VS Total Laba Bersih Yang Menjadi Objek Transaksi                                  0,00%
Pendapatan Usaha Perseroan VS Total Pendapatan Usaha Yang Menjadi Objek Transaksi                        0,00%

Maka perbandingan nilai atau objek Transaksi yang dijabarkan diatas kurang dari 20%, sehingga tidak
memenuhi kriteria Transaksi Material. Dengan demikian, Transaksi Pengalihan Saham Treasury
bukan merupakan Transaksi Material.




Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Pengalihan Saham Treasury
Oleh PT AKR Corporindo Tbk
Page 10
                                                                                        P a g e |x


RUANG LINGKUP
Tujuan utama Perseroan melakukan Transaksi Pengalihan Saham Treasury adalah untuk melakukan
Transaksi Pengalihan / Penjualan Saham Treasury oleh PT AKR Corporindo Tbk sebesar 181.005.000
lembar saham sebagai bagian dari strategi optimalisasi struktur permodalan dan peningkatan kinerja
keuangan Perseroan. Transaksi Pengalihan Saham Treasury yang dilakukan merupakan Transaksi
Afiliasi namun bukan merupakan Transaksi Benturan Kepentingan sebagaimana ditentukan dalam
POJK No. 42/2020. Untuk memenuhi ketentuan dalam POJK No. 42/2020, Perseroan telah menunjuk
          , sebagai penilai independen untuk melaksanakan pendapat kewajaran atas Transaksi
Pengalihan Saham Treasury. Berikut kami sampaikan hasil temuan dan opini                mengenai
pendapat kewajaran Transaksi Pengalihan Saham Treasury.
KONDISI PEMBATAS, SIFAT DAN SUMBER INFORMASI YANG DAPAT DIANDALKAN SERTA ASUMSI-
ASUMSI
Kondisi Pembatas, Sifat dan Sumber Informasi yang Dapat Diandalkan serta Asumsi-Asumsi yang
digunakan oleh Penilai seperti yang tercantum di dalam Laporan Pendapat Kewajaran ini akan
menghasilkan laporan yang memenuhi ketentuan-ketentuan sebagai berikut:
     1. Menghasilkan Laporan Pendapat Kewajaran yang bersifat non-disclaimer opinion;
     2. Mencerminkan bahwa Penilai telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang
        digunakan dalam proses penilaian;
     3. Mencerminkan bahwa data dan informasi yang diperoleh berasal dari sumber yang dapat
        dipercaya keakuratannya;
     4. Menggunakan proyeksi keuangan yang telah disesuaikan yang mencerminkan kewajaran
        proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen dengan kemampuan pencapaiannya
        (fiduciary duty);
     5. Mencerminkan bahwa Penilai bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian dan kewajaran
        proyeksi keuangan;
     6. Menghasilkan Laporan Pendapat Kewajaran yang terbuka untuk publik kecuali terdapat
        informasi yang bersifat rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional perusahaan;
     7. Mencerminkan bahwa Penilai bertanggung jawab atas Laporan Pendapat Kewajaran dan
        nilai akhir;
     8. Mencerminkan bahwa Penilai telah memperoleh informasi atas status hukum Objek
        Penilaian dari pemberi tugas.
SIFAT DAN SUMBER INFORMASI YANG DAPAT DIANDALKAN
Sebagai pihak independen dalam mempersiapkan pendapat kewajaran atas Transaksi Pengalihan
Saham Treasury,            telah mempelajari, mengacu dan mempertimbangkan informasi-
informasi dan dokumen yang kami peroleh dari manajemen Perseroan sebagai berikut:
1.    Laporan Keuangan Perseroan:
      -    Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025
           yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Purwanto Susanti dan Surja No.
           00218/2.1505/AU.1/05/0694-4/1/III/2026 tanggal 18 Maret 2026 dengan pendapat
           “disajikan secara wajar, dalam semua hal yang material”;
      -    Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024
           yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Purwantono, Sungkoro & Surja No.
           00233/2.1032/AU.1/05/0685-5/1/III/2025 tanggal 18 Maret 2025 dengan pendapat
           “disajikan secara wajar, dalam semua hal yang material”;




Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Pengalihan Saham Treasury
Oleh PT AKR Corporindo Tbk
Page 11
                                                                                      P a g e | xi



      -Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023
       yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Purwantono, Sungkoro & Surja No.
       00252/2.1032/AU.1/05/0685-4/1/III/2024 tanggal 20 Maret 2024 dengan pendapat
       “disajikan secara wajar, dalam semua hal yang material”;
    - Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022
       yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Purwantono, Sungkoro & Surja No.
       00305/2.1032/AU.1/05/0685-1/1/III/2023 tanggal 21 Maret 2023 dengan pendapat
       “disajikan secara wajar, dalam semua hal yang material”;
    - Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021
       yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Purwantono, Sungkoro & Surja No.
       00286/2.1032/AU.1/05/0694-3/1/III/2022 tanggal 21 Maret 2022 dengan pendapat
       “disajikan secara wajar, dalam semua hal yang material”;
    - Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020
       yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Purwantono, Sungkoro & Surja No.
       00265/2.1032/AU.1/05/0694-2/1/III/2021 tanggal 23 Maret 2021 dengan pendapat
       “disajikan secara wajar, dalam semua hal yang material”;
2. Proyeksi Laporan Laba Rugi Perseroan untuk periode 2026 – 2030 yang disediakan oleh
   manajemen Perseroan. Dalam menyusun laporan pendapat kewajaran ini,
   menggunakan proyeksi keuangan yang disesuaikan;
3. Instruksi Transaksi Nasabah oleh Perseroan kepada PT Samuel Sekuritas Indonesia terkait
   Instruksi Transaksi Pengalihan Saham Treasury sebesar 181.005.000 lembar saham dengan
   uraian: pada Tahap 1 pada tanggal 4 Mei 2026 sebesar 67.261.000 lembar dengan Harga
   Penutupan Saham pada tanggal 30 April 2026 sebesar Rp 1.580 per Lembar Saham, Tahap 2 pada
   tanggal 5 Mei 2026 sebesar 67.261.000 lembar dengan Harga Penutupan Saham pada tanggal 4
   Mei 2026 sebesar Rp 1.570 per Lembar Saham, Tahap 3 pada tanggal 6 Mei 2026 sebesar
   46.483.000 lembar dengan Harga Penutupan Saham pada tanggal 5 Mei 2026 sebesar Rp 1.520
   per Lembar Saham;
4. Proforma Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan sebelum dan sesudah Transaksi
   Pengalihan Saham Treasury disediakan oleh Perseroan;
5. Pernyataan Manajemen Perseroan bahwa dari tanggal penilaian, yaitu tanggal 31 Desember
   2025, sampai dengan tanggal diterbitkannya Laporan Pendapat Kewajaran, yaitu tanggal 6 Mei
   2026, tidak terdapat kejadian penting yang dapat mempengaruhi hasil penilaian secara
   signifikan;
6. Representation Letter tanggal 6 Mei 2026 yang telah ditandatangani oleh manajemen Perseroan;
7. Wawancara dan diskusi dengan manajemen Perseroan yang sehubungan dengan Transaksi
   Pengalihan Saham Treasury dimana wawancara tersebut dilakukan dengan:
    i)     Suresh Vembu selaku Direktur Perseroan;
    ii)    Fiana M. Awalina selaku Corporate Secretary Officer Perseroan;
8. Berbagai sumber informasi baik berdasarkan media cetak dan elektronik dan hasil analisis lain
   yang kami anggap relevan.




Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Pengalihan Saham Treasury
Oleh PT AKR Corporindo Tbk
Page 12
                                                                                     P a g e | xii



ASUMSI-ASUMSI PENTING
Dalam penyusunan laporan pendapat kewajaran atas Transaksi Pengalihan Saham Treasury untuk
menyatakan bahwa Transaksi Pengalihan Saham Treasury telah dilaksanakan pada kondisi
arm’s length di dalam batasan komersial yang berlaku umum dan tidak merugikan kepentingan-
kepentingan Perseroan dan para pemegang saham Perseroan,            menggunakan beberapa
asumsi antara lain:
  1.            mengasumsikan bahwa dari tanggal penerbitan laporan pendapat kewajaran ini
       sampai dengan selesainya Transaksi Pengalihan Saham Treasury tidak terjadi perubahan
       apapun yang berpengaruh secara material terhadap Transaksi Pengalihan Saham Treasury;
  2. Pendapat Kewajaran ini harus dipandang sebagai satu kesatuan dan bahwa penggunaan
     sebagian dari analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan keseluruhan informasi dan
     analisis dapat menyebabkan pandangan yang menyesatkan atas proses yang mendasari
     pendapat tersebut. Penyusunan pendapat ini merupakan suatu proses yang kompleks dan
     mungkin tidak dapat dilakukan melalui analisis yang tidak lengkap;
  3. Pendapat Kewajaran ini juga disusun berdasarkan kondisi umum keuangan, moneter, peraturan
     dan kondisi pasar yang ada saat ini; dan
  4. Pendapat Kewajaran ini menggunakan asumsi bahwa perusahaan mematuhi seluruh syarat dan
     ketentuan kontrak dan perjanjian dengan semua pihak terkait.
KONDISI PEMBATAS
Penugasan kami untuk mengeluarkan laporan pendapat kewajaran telah dilaksanakan sesuai dengan
ruang lingkup pekerjaan kami. Perlu diketahui bahwa ruang lingkup pekerjaan kami mencakup
pemberian pendapat kewajaran atas Transaksi Pengalihan Saham Treasury yang dilakukan Perseroan
sesuai dengan POJK No. 42/2020.
Laporan pendapat kewajaran ini disusun berdasarkan pada prinsip integritas informasi dan data.
Dalam menyusun laporan pendapat kewajaran ini, kami melandaskan dan berdasarkan pada
informasi dan data sebagaimana diberikan manajemen Perseroan yang mana berdasarkan hakikat
kewajaran adalah benar, lengkap dapat diandalkan serta tidak menyesatkan. Kami tidak melakukan
audit ataupun uji kepatuhan secara mendetail atas penjelasan maupun data-data yang diberikan
oleh manajemen Perseroan, baik lisan maupun tulisan, dan dengan demikian kami tidak dapat
memberikan jaminan atau bertanggung-jawab terhadap kebenaran dan kelengkapan dari informasi
atau penjelasan tersebut.
Sebagai dasar bagi kami untuk melakukan analisis dalam mempersiapkan pendapat kewajaran atas
Transaksi Pengalihan Saham Treasury, kami menggunakan data-data sebagaimana tercantum pada
bagian Sifat dan Sumber Informasi Yang Dapat Diandalkan sebagai bahan pertimbangan.
Segala perubahan terhadap data-data tersebut dapat mempengaruhi hasil analisis kami secara
material. Oleh karena itu, kami tidak dapat menerima tanggung jawab atas kemungkinan terjadinya
perbedaan kesimpulan yang disebabkan perubahan data tersebut.
Pendapat kewajaran ini disusun hanya dengan mempertimbangkan sudut pandang pemegang saham
Perseroan dan azas pertimbangan komersial dan tidak mempertimbangkan sudut pandang
stakeholders lain serta aspek-aspek lainnya.
Pendapat kewajaran ini disusun dengan mempertimbangkan kondisi pasar dan perekonomian,
kondisi umum bisnis dan keuangan, serta peraturan pemerintah pada tanggal pendapat kewajaran.
Pendapat kewajaran ini hanya dilakukan terhadap Transaksi Pengalihan Saham Treasury seperti yang
telah diuraikan di atas.
Kami menganggap bahwa tidak ada perubahan yang material dari Transaksi Pengalihan Saham
Treasury sesuai dengan ketetapan informasi dan kesepakatan yang dituangkan dalam perjanjian



Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Pengalihan Saham Treasury
Oleh PT AKR Corporindo Tbk
Page 13
                                                                                        P a g e | xiii



sehubungan dengan pelaksanaan Transaksi Pengalihan Saham Treasury, dan bahwa sejak tanggal
penerbitan laporan pendapat kewajaran sampai dengan tanggal pelaksanaan Transaksi Pengalihan
Saham Treasury tidak terjadi perubahan yang berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi
yang digunakan dalam laporan pendapat kewajaran.
Dengan ini kami menyatakan bahwa penugasan kami tidak termasuk menganalisis transaksi-
transaksi di luar Transaksi Pengalihan Saham Treasury yang mungkin tersedia bagi Perseroan serta
pengaruh dari transaksi-transaksi tersebut terhadap Transaksi Pengalihan Saham Treasury.
Kami tidak melakukan penelitian atas keabsahan Transaksi Pengalihan Saham Treasury dari segi
hukum dan implikasi aspek perpajakan dari Transaksi Pengalihan Saham Treasury tersebut.
Pendapat kewajaran atas Transaksi Pengalihan Saham Treasury ini harus dipandang sebagai satu
kesatuan dan penggunaan sebagian analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan keseluruhan
informasi dan analisis dapat menyebabkan pandangan yang menyesatkan.
Kami tidak bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi pendapat kami karena
peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal pendapat kewajaran ini.
INDEPENDENSI PENILAI
Dalam mempersiapkan pendapat kewajaran ini kami telah bertindak secara independen tanpa
adanya konflik dan tidak terafiliasi dengan Perseroan dan pihak-pihak terkait atau yang memiliki
hubungan afiliasi dengan Perseroan. Kami juga tidak mempunyai kepentingan atau keuntungan
pribadi berkaitan dengan penugasan ini. Selanjutnya, pendapat kewajaran ini tidak dibuat untuk
memberikan keuntungan atau kerugian pada pihak manapun. Imbalan yang kami terima sama sekali
tidak mempengaruhi kewajaran yang dihasilkan dari proses analisis kewajaran ini dan kami hanya
menerima imbalan sesuai dengan yang tercantum pada surat penugasan dari Perseroan dengan No.
P12/KJPP/SP-BIS/05/2/IV/2026-1 per tanggal 27 Maret 2026.
TANGGAL PENDAPAT KEWAJARAN
Analisis kewajaran dilaksanakan per tanggal 31 Desember 2025. Parameter dan laporan keuangan
yang digunakan dalam analisis menggunakan data per 31 Desember 2025.
Sesuai dengan POJK No. 35/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar
Modal, jangka waktu berlakunya Laporan Pendapat Kewajaran disesuaikan menjadi 6 bulan dari
tanggal penilaian atau setara dengan 30 Juni 2026.
KEJADIAN PENTING SETELAH TANGGAL PENDAPAT KEWAJARAN
Dari tanggal penilaian, yaitu tanggal 31 Desember 2025, sampai dengan tanggal diterbitkannya
laporan ini, berdasarkan pengetahuan kami yang terbaik, tidak terdapat kejadian penting yang dapat
mempengaruhi hasil penilaian secara signifikan.
METODOLOGI PENGKAJIAN KEWAJARAN TRANSAKSI
Laporan pendapat kewajaran ini disusun sesuai dengan SPI seperti yang ditetapkan oleh MAPPI,
dimana pendekatan yang diaplikasikan sesuai dengan standar penilaian lengkap dan POJK No.
35/2020.
Dalam melakukan analisis kewajaran atas Transaksi Pengalihan Saham Treasury, kami melakukan
analisis atas Transaksi Pengalihan Saham Treasury, analisis kualitatif atas Transaksi Pengalihan
Saham Treasury dan analisis kuantitatif atas Transaksi Pengalihan Saham Treasury.
Analisis atas Transaksi Pengalihan Saham Treasury dilakukan dengan mengidentifikasi hubungan
antara pihak-pihak yang terkait dalam Transaksi Pengalihan Saham Treasury, analisis perjanjian yang
disepakati dalam Transaksi Pengalihan Saham Treasury, penilaian atas manfaat dan risiko dari
Transaksi Pengalihan Saham Treasury, alasan dan latar belakang Transaksi Pengalihan Saham




Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Pengalihan Saham Treasury
Oleh PT AKR Corporindo Tbk
Page 14
                                                                                                                                              P a g e | xiv



 Treasury, serta keuntungan dan kerugian yang bersifat kualitatif atas Transaksi Pengalihan Saham
 Treasury.
 Analisis kualitatif atas Transaksi Pengalihan Saham Treasury terdiri atas informasi riwayat Perseroan
 dan sifat kegiatan Perseroan, analisis industri dan lingkungan dimana terdapat penjabaran akan
 tinjauan industri, serta analisis operasional dan prospek Perseroan.
 Analisis kuantitatif atas Transaksi Pengalihan Saham Treasury dilakukan atas analisis batas wajar
 Transaksi Pengalihan Saham Treasury atas Harga Pengalihan Saham atas Instruksi Transaksi Nasabah.
 Selain itu juga dilakukan penilaian kinerja historis atas pendapatan, aset, kewajiban dan kondisi
 keuangan Perseroan. Selanjutnya dilakukan penilaian atas proyeksi keuangan, proforma laporan
 keuangan sebelum dan sesudah Transaksi Pengalihan Saham Treasury, serta analisis inkremental
 (incremental analysis) dari Transaksi Pengalihan Saham Treasury untuk menentukan Pendapat
 Kewajaran.
 Berdasarkan metode-metode analisis yang telah diuraikan, berikut adalah penjelasan dari masing-
 masing analisis yang kami lakukan:
1) Analisis atas Transaksi Pengalihan Saham Treasury
a) Identifikasi dan Analisis Hubungan antara Pihak-Pihak yang Terkait dalam Transaksi Pengalihan
   Saham Treasury
Pihak-pihak yang terkait dalam Transaksi Pengalihan Saham Treasury adalah sebagai berikut:
    i.        PT Arthakencana Rayatama yang akan membeli Saham Treasury milik Perseroan;
   ii.        Perseroan selaku Pihak yang akan menjual Saham Treasury kepada PT Arthakencana
              Rayatama.
 Diagram atas Transaksi Pengalihan Saham Treasury adalah sebagai berikut:




 Pihak-pihak yang terkait dengan Transaksi Pengalihan Saham Treasury sebagaimana dijelaskan pada tabel
 dibawah ini:

                               Hubungan Pihak-Pihak Terkait Transaksi Pengalihan Saham Treasury
                  Keterangan         Pemegang Saham Perseroan   Pengurus Peseroan   Pemegang Saham PT Arthakencana Rayatama   Pengurus PT Arthakencana Rayatama
 PT Arthakencana Rayatama                       ✓                       -
 Haryanto Adikoesoemo                           ✓                      ✓                              ✓                                      ✓
 Soegiarto Adikoesoemo                          ✓                      ✓                              ✓                                      ✓
 Jimmy Tandyo                                   ✓                      ✓                              -                                      ✓
 Mery Sofi                                      ✓                      ✓                              -                                      -
 Bambang Soetiono                               ✓                      ✓                              -                                      -
 Suresh Vembu                                   ✓                      ✓                              -                                      -
 Nery Polim                                     ✓                      ✓                              -                                      -
 Termurti Tiban                                 ✓                      ✓                              -                                      -
 Moh. Fauzi M. Ichsan                           -                      ✓                              -                                      -
 Sofyan A. Djalil                               -                      ✓                              -                                      -
 Djisman Simandjuntak                           -                      ✓                              -                                      -
 Irawati Adikoesoemo                            -                       -                             -                                      ✓
 Sintawati Ongkowi Joyoyo                       -                       -                             -                                      ✓
 Yuwono Ongkowi Joyoyo                          -                       -                             -                                      ✓
 Cynthia Theresia Buniardi                      -                       -                             -                                      ✓


 Berdasarkan tabel hubungan pihak-pihak yang terlibat dalam Rencana Transaksi di atas, terdapat
 kesamaan pemegang saham dan kepengurusan Perseroan selaku Penjual dan PT Arthakencana
 Rayatama selaku Pembeli. Oleh karena adanya kesamaan pemegang saham dan kepengurusan
 tersebut, Transaksi Pengalihan Saham Treasury ini merupakan Transaksi antara Perseroan dengan
 afiliasinya. Sebagaimana dimaksudkan dalam POJK No. 42/2020 Transaksi antara pihak-pihak yang
 memiliki hubungan Afiliasi dikategorikan kedalam Transaksi Afiliasi dan/atau Transaksi Benturan
 Kepentingan.




 Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Pengalihan Saham Treasury
 Oleh PT AKR Corporindo Tbk
Page 15
                                                                                                        P a g e | xv



Transaksi Pengalihan Saham Treasury bukan merupakan Transaksi Benturan Kepentingan
sebagaimana dimaksud dalam POJK No. 42/2020 mengingat dalam Transaksi Pengalihan Saham
Treasury tidak terdapat perbedaan antara kepentingan ekonomis Perseroan dengan kepentingan
ekonomis pribadi Direktur, Dewan Komisaris dan Pemegang Saham Utama Perseroan yang tidak
merugikan Perseroan karena adanya Transaksi Pengalihan Saham Treasury tersebut. Dengan
demikian Transaksi Pengalihan Saham Treasury dikategorikan kedalam Transaksi Afiliasi.
b) Analisis Instruksi Transaksi yang Disepakati
Objek dari transaksi adalah Pengalihan Saham Treasury sebesar 181.005.000 lembar saham dengan
uraian: pada Tahap 1 pada tanggal 4 Mei 2026 sebesar 67.261.000 lembar dengan Harga Penutupan
Saham pada tanggal 30 April 2026 sebesar Rp 1.580 per Lembar Saham, Tahap 2 pada tanggal 5 Mei
2026 sebesar 67.261.000 lembar dengan Harga Penutupan Saham pada tanggal 4 Mei 2026 sebesar
Rp 1.570 per Lembar Saham, Tahap 3 pada tanggal 6 Mei 2026 sebesar 46.483.000 lembar dengan
Harga Penutupan Saham pada tanggal 5 Mei 2026 sebesar Rp 1.520 per Lembar Saham.


Berikut adalah keterangan singkat mengenai Instruksi Transaksi:
  1. Penjual:
     Perseroan selaku Pihak yang akan menjual Saham Treasury.
  2. Pembeli:
     PT Arthakencana Rayatama yang akan membeli Saham Treasury sebagai Pihak Afiliasi. PT
     Arthakencana Rayatama merupakan Perseroan Terbatas yang didirikan berdasarkan hukum
     Negara Republik Indonesia. Berdasarkan Anggaran Dasar PT Arthakencana Rayatama kegiatan
     usaha PT Arthakencana Rayatama bergerak di bidang aktivitas perusahaan holding,
     perdagangan dan distribusi bahan bakar serta produk kimia, industri hasil kilang minyak bumi,
     jasa transportasi dan logistik, pergudangan dan penyimpanan, aktivitas kepelabuhanan,
     penyewaan alat transportasi, jasa konstruksi, pengadaan dan distribusi gas, jasa konsultasi
     manajemen, serta kegiatan real estat.

        Berdasarkan Anggaran Dasar PT Arthakencana Rayatama berikut informasi susunan pengurus
        dan pemegang saham.
        Susunan Pengurus PT Arthakencana Rayatama:
                                   Pengurus

        Dewan Komisaris :
          Komisaris Utama                     Soegiarto Adikoesoemo
          Komisaris                           Irawati Adikoesoemo
          Komisaris                           Sintawati Ongkowi Joyoyo
          Komisaris                           Yuwono Ongkowi Joyoyo

        Dewan Direksi :
          Direktur Utama                      Haryanto Adikoesoemo
          Direktur                            Cynthia Theresia Buniardi
          Direktur                            Jimmy Tandyo


        Susunan Pemegang Saham PT Arthakencana Rayatama:
                                                           Pemegang Saham
                                                                               Persentase
        Pemegang Saham                              Jumlah Saham                                 Nominal (Rp)
                                                                             Kepemilikan (%)
        Haryanto Adikoesoemo                                        15.925                 49%     15.925.000.000
        Soegiarto Adikoesoemo                                       16.575                 51%     16.575.000.000
        Total                                                       32.500             100,00%      32.500.000.000


  3. Nilai Transaksi Pengalihan Saham Treasury:
     Pengalihan Saham Treasury sebesar 181.005.000 lembar saham setara Rp282.526.310.000,-
     dengan uraian: pada Tahap 1 pada tanggal 4 Mei 2026 sebesar 67.261.000 lembar dengan



Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Pengalihan Saham Treasury
Oleh PT AKR Corporindo Tbk
Page 16
                                                                                          P a g e | xvi



        Harga Penutupan Saham pada tanggal 30 April 2026 sebesar Rp 1.580 per Lembar Saham,
        Tahap 2 pada tanggal 5 Mei 2026 sebesar 67.261.000 lembar dengan Harga Penutupan Saham
        pada tanggal 4 Mei 2026 sebesar Rp 1.570 per Lembar Saham, Tahap 3 pada tanggal 6 Mei
        2026 sebesar 46.483.000 lembar dengan Harga Penutupan Saham pada tanggal 5 Mei 2026
        sebesar Rp 1.520 per Lembar Saham.

  4. Hukum Yang Mengatur:
     Hukum Negara Republik Indonesia.
c) Penilaian atas Manfaat dan Risiko dari Transaksi Pengalihan Saham Treasury
     Manfaat potensial yang diperoleh Perseroan atas Transaksi Pengalihan Saham Treasury adalah
     Perseroan berpotensi memperoleh tambahan dana yang dapat digunakan untuk memperkuat
     likuiditas, mendukung kegiatan operasional, serta meningkatkan fleksibilitas keuangan dalam
     mendukung rencana pengembangan usaha di masa mendatang. Dengan demikian, transaksi ini
     diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan kinerja dan nilai
     ekonomis Perseroan secara keseluruhan.
     Selain itu, tidak terdapat potensial risiko atas pelaksanaan Transaksi Pengalihan Saham Treasury.
d) Alasan dan Latar Belakang Transaksi Pengalihan Saham Treasury
     Transaksi Pengalihan Saham Treasury oleh Perseroan dilakukan sebagai bagian dari strategi
     optimalisasi struktur permodalan dan peningkatan kinerja keuangan Perseroan. Melalui
     pelaksanaan transaksi ini, Perseroan berpotensi memperoleh tambahan dana yang dapat
     digunakan untuk memperkuat likuiditas, mendukung kegiatan operasional, serta meningkatkan
     fleksibilitas keuangan dalam mendukung rencana pengembangan usaha di masa mendatang.
     Dengan demikian, transaksi ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap
     peningkatan kinerja dan nilai ekonomis Perseroan secara keseluruhan.
e) Keuntungan dan Kerugian yang Bersifat Kualitatif atas Transaksi Pengalihan Saham Treasury
     Berdasarkan analisis terhadap keuntungan dan kerugian yang bersifat kualitatif benefit yang
     didapatkan oleh Perseroan memungkinkan Perseroan berpotensi memperoleh tambahan dana
     yang dapat digunakan untuk memperkuat likuiditas, mendukung kegiatan operasional, serta
     meningkatkan fleksibilitas keuangan dalam mendukung rencana pengembangan usaha di masa
     mendatang. Tidak terdapat kerugian inkremental terkait dengan pelaksanaan Transaksi
     Pengalihan Saham Treasury.
2) Analisis Kualitatif atas Transaksi Pengalihan Saham Treasury
a) Riwayat Perseroan dan Sifat Kegiatan Perseroan
   Riwayat Perseroan
   Perseroan didirikan di Surabaya berdasarkan Akta Notaris Sastra Kosasih, S.H., No. 46 tanggal 28
   November 1977 yang diubah dengan Akta Notaris No. 26 oleh notaris yang sama tanggal 12 April
   1978. Akta pendirian dan perubahannya telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik
   Indonesia dalam Surat Keputusan No. Y.A.5/151/7 tanggal 14 Juni 1978, didaftarkan pada
   Pengadilan Negeri Surabaya dalam Surat No. 277/1978 dan No. 278/1978 tanggal 20 Juli 1978
   serta diumumkan dalam lembaran Berita Negara No. 101 Tambahan No. 741 tanggal 19 Desember
   1978. Pada tahun 1985, Perseroan memindahkan kantor pusatnya ke lokasinya pada saat ini di
   Jakarta. Pada tahun 2004, Perseroan mengganti namanya dari PT Aneka Kimia Raya Tbk menjadi
   PT AKR Corporindo Tbk. Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami perubahan dari waktu ke
   waktu yang mana perubahan terakhir dicakup dalam Akta Notaris Aulia Taufani, S.H., No. 17
   tanggal 28 April 2025, mengenai perubahan susunan Dewan Komisaris Perseroan.




Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Pengalihan Saham Treasury
Oleh PT AKR Corporindo Tbk
Page 17
                                                                                         P a g e | xvii



   Perseroan berdomisili di AKR Tower, Lantai 26, JI. Panjang No. 5, Kebon Jeruk, Jakarta. Kantor
   cabang utama Perseroan berlokasi di JI. Sumatra No. 51-53, Surabaya. Kantor penjualan lainnya
   sekaligus terminal tangki berlokasi di Medan, Palembang, Lampung, Ciwandan (Banten),
   Bandung, Semarang, Pontianak, Balikpapan, Banjarmasin, Stagen (Kalimantan Selatan), Muara
   Teweh (Kalimantan Tengah), Manado, Morowali (Sulawesi Tengah) dan Bali.
   Sifat Kegiatan Perseroan
   Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan, ruang lingkup kegiatan usaha utama Perseroan
   antara lain meliputi bidang industri produk dari hasil kilang minyak bumi dan industri bahan bakar
   dari pemurnian dan pengilangan minyak bumi; perdagangan besar bahan bakar padat, cari dan
   gas dan produk yang terkait serta bahan dan barang kimia, perdagangan eceran bahan bakar
   minyak (BBM), bahan bakar gas (BBG) dan liquefied petroleum gas (LPG), pengangkutan dan
   pergudangan (aktivitas penyewaan dan sewa guna usaha tanpa hak opsi, ketenagakerjaan, agen
   perjalanan dan penunjang usaha lainnya); angkutan melalui saluran pipa, angkutan bermotor
   untuk barang umum, angkutan bermotor untuk barang khusus, angkutan laut dalam negeri untuk
   barang khusus, pergudangan dan penyimpanan, penyimpanan minyak dan gas bumi, aktivitas
   penyimpanan B3, aktivitas bounded warehousing atau wilayah kawasan berikat, aktivitas
   penyewaan dan sewa guna usaha tanpa hak opsi mobil, bus, truk dan sejenisnya, aktivitas
   profesional, ilmiah dan teknis (jasa); serta kegiatan usaha penunjang yang meliputi pengangkutan
   dan pergudangan, aktivitas pelayanan kepelabuhan laut, aktivitas pelayanan kepelabuhan sungai
   dan danau, konstruksi; pengadaan listrik, gas, uap, air panas dan udara dingin.
   Perseroan saat ini bergerak dalam bidang distribusi produk BBM ke pasar industri dan retail,
   distribusi dan perdagangan bahan kimia (seperti caustic soda, sodium sulfat, PVC resin dan soda
   ash) yang digunakan oleh berbagai industri di Indonesia sesuai dengan perjanjian distribusi
   dengan produsen asing dan lokal, penyewaan gudang, kendaraan angkutan, tangki dan jasa
   logistik lainnya. Perseroan memulai kegiatan usaha komersialnya pada bulan Juni 1978.
b) Analisis Industri dan Lingkungan
  i)   Tinjauan Industri Properti Global

Kinerja Historis Industri Properti Global (2020–2024)
Industri properti global melewati siklus penuh dalam rentang 2020–2024, dimulai dari gangguan
pandemi, kemudian lonjakan euforia, diikuti kontraksi akibat kebijakan moneter ketat, dan akhirnya
pemulihan bertahap. Indikator paling representatif untuk mengukur kinerja sektor ini adalah FTSE
EPRA Nareit Global Real Estate Index, yang mencakup lebih dari 500 perusahaan properti dan REIT
yang terdaftar di bursa global.
              Return Tahunan FTSE EPRA Nareit Global Real Estate Index (2020–2024)
           Tahun       Return Indeks (%)                   Konteks Makro Utama
                                            Pandemi COVID-19; penutupan operasional
            2020               -9%
                                            massal
                                            Pemulihan ekonomi; stimulus fiskal masif; suku
            2021              27%
                                            bunga ultra-rendah
                                            Kenaikan suku bunga agresif (Fed +425 bps);
            2022              -20%
                                            inflasi tinggi
                                            Suku bunga tinggi bertahan; penyesuaian
            2023                7%
                                            ekspektasi penurunan
                                            Normalisasi siklus; Fed mulai menurunkan suku
            2024                9%
                                            bunga
         Sumber: Nareit/EPRA Annual Market Review, 2020–2024




Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Pengalihan Saham Treasury
Oleh PT AKR Corporindo Tbk
Page 18
                                                                                                P a g e | xviii



Pada 2022, tekanan suku bunga menjadi faktor dominan. Kenaikan Federal Funds Rate sebesar 425
basis poin dalam satu siklus mengakibatkan penurunan volume transaksi properti komersial global
sebesar 42,7% dan koreksi harga di segmen komersial sebesar 15–20%. Kondisi ini mencerminkan
sensitivitas sektor properti terhadap biaya modal, khususnya karena valuasi aset properti sangat
dipengaruhi oleh tingkat diskonto.
Di tingkat sub-sektor, kinerja sangat bervariasi. Data centers menjadi satu-satunya sub-sektor yang
masih mencatat pertumbuhan positif selama 2020–2021, ditopang akselerasi transformasi digital.
Sementara itu, office dan retail mengalami tekanan terbesar akibat perubahan perilaku kerja dan
belanja, sedangkan lodging/resorts pulih seiring normalisasi mobilitas pasca-pandemi.

                                     Kinerja Sub-Sektor REIT Global (2020–2024)
Deskripsi                                            2022                               2023              2024
Data Centers                                         -23%                                26%               32%
Lodging / Resorts                                     -6%          Positif (beragam regional)            Positif
Office                                               -27% Beragam (Eropa +17,1%; Asia -5,6%)               11%
Retail                                                -7%           Beragam (Eropa +21,6%)                 18%

Sumber: EPRA Annual Market Review 2022, 2023, 2024

Kinerja Historis Industri Properti Global Tahun Dasar 2025
Memasuki 2025, sektor properti global memasuki fase stabilisasi pasca-koreksi. Total pasar real
estate global yang dikelola secara terorganisir mencapai sekitar USD 12,5 triliun pada 2024, dengan
sinyal pemulihan transaksi yang mulai terlihat pada kuartal keempat 2025, ditandai pertumbuhan
volume investasi sebesar 14–16% YoY di semua wilayah utama.
Preferensi investor mengalami pergeseran struktural. Strategi Core-plus dan Value-add
mendominasi alokasi modal, sementara aset alternatif—terutama data centers dan sektor living
(apartemen, student housing, senior living)—kini menyumbang sekitar 42% dari total nilai properti
komersial AS. Pergeseran ini mencerminkan pencarian investor terhadap aset dengan karakteristik
pendapatan yang lebih stabil dan pertumbuhan jangka panjang yang lebih defensif.
Dari sisi harga, normalisasi yield obligasi memberikan dampak ganda. Spread cap rate terhadap
obligasi pemerintah 10 tahun kembali ke kisaran 200–250 basis poin pada 2025, setelah sempat
terkompresi hingga negatif pada 2021–2022. Normalisasi ini memberi sinyal bahwa harga aset
properti mulai mencerminkan nilai fundamental yang lebih realistis.

Prospek Industri Properti Global (2026–2030)
Untuk periode 2026–2030, pertumbuhan sektor properti global akan bersifat selektif, didorong oleh
tiga megatren: digitalisasi, urbanisasi, dan efisiensi energi bangunan.
Digitalisasi mendorong permintaan infrastruktur teknologi berbasis properti—data centers, fasilitas
logistik e-commerce, dan smart buildings. Sub-sektor data centers diproyeksikan tumbuh paling
pesat, didorong oleh ekspansi komputasi awan dan kebutuhan kapasitas AI. Urbanisasi global yang
terus berlanjut, khususnya di Asia Selatan dan Afrika Sub-Sahara, menciptakan permintaan
perumahan yang signifikan di perkotaan baru. Sementara itu, regulasi efisiensi energi bangunan di
Uni Eropa dan Amerika Serikat memaksa renovasi besar-besaran aset properti yang sudah tua,
membuka peluang investasi di segmen green retrofit.
Risiko utama pada periode 2026–2030 diperkirakan berasal dari tiga faktor utama, yaitu
ketidakpastian pemulihan sektor properti di Tiongkok yang masih berpotensi menekan pertumbuhan
PDB hingga sekitar 2 poin persentase serta memicu kelebihan pasokan material konstruksi di
kawasan Asia, tingginya siklus utang sektor properti global dengan nilai pinjaman mencapai sekitar
USD 2 triliun yang jatuh tempo pada 2030 sehingga meningkatkan risiko refinancing terutama dalam
kondisi suku bunga yang tetap tinggi, serta meningkatnya risiko aset terdampak (stranded assets)
berupa gedung yang tidak memenuhi standar emisi baru yang berpotensi kehilangan nilai hingga
USD 2 triliun secara global pada tahun 2030.




Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Pengalihan Saham Treasury
Oleh PT AKR Corporindo Tbk
Page 19
                                                                                         P a g e | xix



  ii) Tinjauan Industri Properti Indonesia

Kinerja Historis Industri Properti Indonesia (2020–2024)
Industri properti Indonesia sepanjang periode 2020–2024 menunjukkan dinamika yang dipengaruhi
oleh kondisi ekonomi domestik, kebijakan suku bunga, daya beli masyarakat, serta pemulihan
aktivitas bisnis pasca pandemi COVID-19. Pada tahun 2020, sektor properti mengalami perlambatan
akibat pembatasan mobilitas dan penurunan aktivitas investasi. Namun, sejak tahun 2021 hingga
2022, industri mulai menunjukkan pemulihan seiring relaksasi kebijakan pemerintah, insentif PPN
properti, serta meningkatnya permintaan pada segmen residensial dan kawasan industri.
                   Kontribusi Sektor Properti terhadap PDB Indonesia (2020–2024)




   Sumber: BPS Quarterly GDP 2020–2024; Bank Indonesia Presentation Book Agustus 2025

Pertumbuhan sektoral 2020–2021 ditopang oleh penurunan suku bunga BI yang mendorong KPR dan
pembelian properti. Pada 2022–2023, laju pertumbuhan melambat seiring kenaikan suku bunga BI
dan penyesuaian ekspektasi konsumen. Tahun 2024 mencatat pemulihan moderat (+2,21%),
sebagian besar berkat stimulus fiskal pemerintah berupa insentif pajak.

Kinerja Historis Industri Properti Indonesia Tahun Dasar 2025
Pada 2025, sektor properti domestik berada dalam kondisi pemulihan bertahap namun belum
sepenuhnya pulih. Dua faktor kebijakan pemerintah menjadi penopang utama:
   a) Pertama, kebijakan PPN Ditanggung Pemerintah (PPN DTP). Program insentif PPN 100% yang
       berlaku hingga Juni 2025 berhasil mendongkrak penjualan bulanan properti hingga 54% pada
       masa berlakunya. Insentif ini terutama menguntungkan segmen rumah tapak di kisaran harga
       Rp 500 juta–Rp 2 miliar.
   b) Kedua, perilaku investor masih bersifat wait and see, terutama di segmen menengah atas.
       Pada 2024, preferensi kuat terhadap pasar primer (karena manfaat PPN DTP); namun
       memasuki pertengahan 2025, dengan menipisnya inventori pasar primer, investor mulai
       beralih ke pasar sekunder.

Prospek Industri Properti Indonesia (2026–2030)
Industri properti Indonesia diproyeksikan tumbuh dengan CAGR 7,9% untuk total pasar real estate
pada periode 2025–2030. Berdasarkan laporan Indonesia Real Estate Market yang diterbitkan NMSC
(Next Market Search Consulting) edisi Maret 2026, nilai pasar real estate Indonesia tercatat sebesar
USD 149,2 miliar pada 2024 dan diproyeksikan mencapai USD 168,9 miliar pada 2025, kemudian
tumbuh signifikan hingga USD 348,7 miliar pada 2030. Pertumbuhan sebesar 7,9% CAGR ini jauh



Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Pengalihan Saham Treasury
Oleh PT AKR Corporindo Tbk
Page 20
                                                                                                                       P a g e | xx



lebih tinggi dibandingkan proyeksi sebelumnya dan mencerminkan potensi ekspansi pasar yang kuat
seiring urbanisasi, pertumbuhan kelas menengah, dan akselerasi pembangunan infrastruktur.
Proyeksi ini mempertimbangkan beberapa faktor pendorong struktural:
    a) Urbanisasi: Tingkat urbanisasi Indonesia meningkat dari 58,8% (2024) menuju proyeksi 65%
       pada 2030, menciptakan permintaan perumahan perkotaan yang signifikan.
    b) Pertumbuhan kelas menengah: Meskipun terdapat tekanan penyusutan kelas menengah
       dalam jangka pendek (dari 14% ke sekitar 8% pekerja pada 2024 menurut World Bank),
       proyeksi pertumbuhan ekonomi jangka menengah mendukung ekspansi kelas menengah
       baru.
    c) Pembangunan infrastruktur: Kelanjutan program infrastruktur—tol, MRT, pelabuhan—
       meningkatkan nilai lahan di koridor pengembangan baru.
    d) Ibu Kota Nusantara (IKN): Pembangunan ibu kota baru menciptakan ekosistem properti baru
       di Kalimantan Timur.


  iii) Tinjauan Industri Distribusi BBM dan Bahan Kimia Global

Kinerja Historis Industri Distribusi BBM dan Bahan Kimia Global (2020–2024)
Industri distribusi bahan bakar minyak dan energi global melewati disrupsi besar pada 2020,
dilanjutkan pemulihan signifikan, dan kini memasuki fase transisi teknologi yang menentukan arah
jangka panjang. Konsumsi energi global mencatat penurunan -4,4% pada 2020—penurunan terbesar
dalam sejarah modern akibat pembatasan mobilitas pandemi. Pemulihan cepat terjadi pada 2021
(+5,1%), diikuti pertumbuhan moderat pada 2022–2024 (1,4%–1,8%) seiring normalisasi aktivitas
ekonomi global.
Ukuran pasar distribusi BBM global tumbuh dari USD 3,0 triliun (2022) menjadi USD 3,22 triliun
(2025). Pertumbuhan ini mencerminkan peningkatan volume distribusi seiring pemulihan
permintaan, serta kenaikan nilai nominal akibat volatilitas harga komoditas energi. Struktur rantai
pasok distribusi BBM global bersifat kapital-intensif dan sangat terkonsentrasi di sekitar beberapa
pemain besar. Rantai pasok mencakup: kilang minyak → terminal penyimpanan → distribusi primer
(pipa/kapal tanker) → distribusi sekunder (truk tangki) → SPBU/konsumen industri. Setiap titik rantai
pasok ini menghadapi tekanan transformasi akibat digitalisasi dan desakan transisi energi.
   Pertumbuhan Konsumsi Energi Global (%) & Market Size Distribusi BBM Global (USD Triliun),
                                        2020–2024




 Sumber: Energy Institute Statistical Review of World Energy 2024; Allied Market Research – Global Petroleum Distribution Market 2025




Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Pengalihan Saham Treasury
Oleh PT AKR Corporindo Tbk
Page 21
                                                                                            P a g e | xxi



Pada 2025, dua dinamika simultan membentuk kondisi industri: stabilitas permintaan jangka pendek
dan investasi transformasi jangka panjang. Integrasi digital semakin masif. Pasar sistem manajemen
bahan bakar (Fuel Management System/FMS) yang mencakup pemantauan real-time, IoT, dan
analitik tumbuh dari USD 7,8 miliar (2023) menjadi USD 9,4 miliar (2025. Teknologi ini memungkinkan
operator mengoptimalkan rute distribusi, meminimalkan kebocoran, dan meningkatkan transparansi
rantai pasok. Transisi menuju kendaraan listrik (EV) mulai memberikan dampak nyata pada proyeksi
permintaan BBM. Meskipun penetrasi EV masih relatif terbatas secara agregat global, percepatan
adopsi di Eropa dan Tiongkok mulai mengubah pola permintaan di segmen penumpang. Pasar
distribusi BBM segmen gasoline diproyeksikan tumbuh dengan CAGR 4,4% untuk keseluruhan
periode 2026–2030, tetapi laju ini akan tertekan lebih jauh apabila adopsi EV lebih cepat dari
proyeksi saat.
Prospek Industri Distribusi BBM dan Bahan Kimia Global (2026–2030)
Proyeksi industri distribusi BBM global untuk 2026–2030 bersifat bifurkatif: volume dapat tumbuh
moderat di pasar berkembang, sementara tertekan di pasar maju yang agresif dalam transisi energi.
Transformasi SPBU menjadi energy hub adalah tren terpenting. Perusahaan seperti BP, Shell, dan
TotalEnergies secara aktif mengonversi jaringan SPBU menjadi hub energi yang menyediakan
pengisian listrik (EV charging), hydrogen fueling, dan layanan ritel terintegrasi. Pasar peralatan untuk
transformasi ini diproyeksikan mencapai nilai USD 204,6 miliar pada 2030 dengan CAGR 5,4%.
Dampak adopsi EV diperkirakan mendislokasi permintaan minyak global lebih dari 5 juta barel per
hari (mb/d) pada 2030 [26], setara dengan menghilangkan konsumsi minyak dua negara sebesar
Jerman dan Prancis digabungkan. Meskipun demikian, pertumbuhan konsumsi di negara
berkembang—termasuk Indonesia, India, dan negara-negara Afrika—diharapkan sebagian
mengimbangi penurunan tersebut.

                       Market Size Global Distribusi BBM (2020–2030P, USD Triliun)




   Sumber: Grand View Research – Gas Station Equipment Market 2025–2030

  iv)    Tinjauan Industri Distribusi BBM dan Bahan Kimia Indonesia

Kinerja Historis Industri Distribusi BBM dan Bahan Kimia Indonesia (2020–2024)
Konsumsi BBM Indonesia memiliki pola yang mencerminkan siklus ekonomi domestik. Pandemi
menekan konsumsi pada 2020, namun pemulihan mobilitas mendorong pertumbuhan tajam pada
2022–2023, sebelum sedikit terkoreksi di 2024 dan kembali meningkat pada 2025.




Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Pengalihan Saham Treasury
Oleh PT AKR Corporindo Tbk
Page 22
                                                                                    P a g e | xxii



                                      Konsumsi BBM Indonesia (2020–2025)




   Sumber: ESDM Handbook of Energy & Economic Statistics 2024; BPH Migas

   Lonjakan konsumsi pada 2023 (+17,1%) sebagian besar bersifat normalisasi pasca-pandemi dan
   tidak sepenuhnya mencerminkan pertumbuhan organik. Pada 2024, volume sedikit menurun
   karena penyesuaian subsidi dan efisiensi distribusi.
   Di sisi produksi minyak mentah domestik, Indonesia menghadapi keterbatasan struktural.
   Kapasitas produksi nasional terus menurun dari lapangan-lapangan tua, sehingga ketergantungan
   impor untuk minyak mentah mencapai sekitar 37,5% pada 2024, sementara ketergantungan
   impor untuk bensin (gasoline) berada di kisaran 50–60%.
   Industri kimia dasar (HS 28 dan 29) Indonesia juga menunjukkan pertumbuhan positif namun
   melambat. Pertumbuhan PDB sub-sektor kimia dasar tercatat 9,39% (2020), 11,65% (2021), 8,68%
   (2022), 8,35% (2023), dan 5,86% (2024)—tren perlambatan yang mencerminkan tekanan
   kompetitif dari produk impor berbiaya lebih rendah.
   Pada 2025, sektor BBM domestik berada dalam kondisi yang secara permintaan relatif stabil ,
   namun secara struktural menghadapi tiga tantangan besar:
       1) Keterbatasan produksi minyak mentah: Kapasitas lifting nasional terbatas mendorong
          impor yang membebani neraca perdagangan energi. Indonesia tidak lagi dapat
          sepenuhnya mengandalkan cadangan domestik untuk memenuhi kebutuhan energi yang
          terus tumbuh.
       2) Subsidi dan kendala fiskal: Harga BBM bersubsidi yang dikelola pemerintah menciptakan
          tekanan fiskal yang signifikan, sementara harga minyak global yang bergejolak
          mempersulit perencanaan anggaran.
       3) Ketergantungan impor bahan kimia: Total impor bahan kimia (HS 28+29) Indonesia
          mencapai USD 9,95 miliar pada Januari–November 2024, sementara ekspor hanya USD 7,0
          miliar pada keseluruhan 2024, mencerminkan defisit neraca perdagangan bahan kimia
          yang persisten.

Prospek Industri Distribusi BBM dan Bahan Kimia Indonesia (2026–2030)
Industri Distribusi BBM
Industri minyak dan gas Indonesia—termasuk segmen distribusi dan hilir BBM—diproyeksikan
tumbuh dengan CAGR 5,18% selama periode 2026–2031, meningkat dari nilai pasar sebesar USD
13,88 miliar (2025) menuju USD 18,81 miliar (2031) berdasarkan riset Mordor Intelligence (edisi


Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Pengalihan Saham Treasury
Oleh PT AKR Corporindo Tbk
Page 23
                                                                                         P a g e | xxiii



Januari 2026). Pertumbuhan ini didorong oleh ekspansi permintaan domestik, dengan proyeksi
konsumsi minyak mentah Indonesia mencapai 1,8 juta barel per hari (bbl/d) pada 2030 dari 1,6 juta
bbl/d pada 2025.
Proyeksi konsumsi energi nasional menargetkan total konsumsi mencapai 1.552 juta Barrel of Oil
Equivalent (BOE) pada 2030, dengan segmen bensin diproyeksikan sekitar 40,2 juta KL pada
2026[32]. Meskipun program kendaraan listrik (EV) akan memberikan dampak pengurangan,
skalanya dalam jangka pendek masih terbatas.
Pemerintah Indonesia menetapkan target ambisius adopsi EV: 2 juta unit mobil listrik dan 13 juta
unit motor listrik pada 2030. Jika tercapai, ini akan menghasilkan penghematan konsumsi BBM setara
29,79 juta BOE. Namun, laju adopsi EV aktual hingga 2025 masih sangat jauh dari target, sehingga
dampak riilnya terhadap konsumsi BBM 2026–2030 diperkirakan lebih terbatas. Kebijakan mandatori
biodiesel B50 yang dijadwalkan implementasinya mulai pertengahan 2026 juga akan mengubah
komposisi konsumsi solar secara signifikan, mengurangi impor solar fosil dan meningkatkan
permintaan CPO untuk kebutuhan energi.
Industri Bahan Kimia
Industri kimia dasar Indonesia diproyeksikan tumbuh dengan CAGR 7,2% selama periode 2021–2030,
dengan nilai pasar meningkat dari USD 17,6 miliar (2020) menuju USD 35,1 miliar (2030),
berdasarkan riset Allied Market Research (2026). Pertumbuhan didorong oleh tiga sektor utama:
pertanian (permintaan pupuk), farmasi, dan konstruksi.
Dalam hal sub-segmen, petrokimia organik diproyeksikan tumbuh dengan CAGR tertinggi sebesar
7,8%, sementara segmen berbasis energi mencatat CAGR paling cepat yakni 8,6% hingga 2030.
Pertumbuhan segmen energi ini konsisten dengan tren penggunaan bahan kimia sebagai bahan baku
energi terbarukan dan biodiesel.
  v) Tinjauan Industri Logistik Global
Kinerja Historis Industri Logistik Global (2020–2025)
Industri logistik global mengalami siklus paling dramatis dalam sejarah modern selama periode
2020–2025. Pandemi COVID-19 pada 2020 memicu disrupsi rantai pasok global yang belum pernah
terjadi sebelumnya, diikuti lonjakan permintaan yang mendorong pasar ke puncak supercycle pada
2021–2022. Kontraksi tajam kemudian terjadi pada 2023–2024 akibat normalisasi freight rate dan
penurunan permintaan konsumen. Pada 2025, pasar mulai pulih ke jalur pertumbuhan struktural
jangka panjang.
Berdasarkan data Statista dan Armstrong & Associates, nilai pasar logistik global tercatat sekitar USD
9,0 triliun pada 2020, kemudian melonjak ke USD 11,43 triliun pada puncaknya di 2022, sebelum
terkoreksi ke USD 9,97 triliun pada 2024 akibat freight recession pasca-pandemi. Pada 2025, pasar
diestimasi kembali tumbuh ke kisaran USD 11,7 triliun didorong pemulihan volume perdagangan dan
ekspansi e-commerce.




Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Pengalihan Saham Treasury
Oleh PT AKR Corporindo Tbk
Page 24
                                                                                                                    P a g e | xxiv



                       Ukuran Pasar Logistik Global & Pertumbuhan YoY (2020–2025)




          Sumber: Statista Global Logistics Market 2024; Armstrong & Associates 3PL Market Data 2022; Allied Market Research Freight
          & Logistics Market 2025

Di tingkat sub-sektor, kinerja sangat bervariasi. E-commerce logistics menjadi sub-sektor dengan
pertumbuhan paling konsisten, dengan nilai pasar global mencapai estimasi USD 524,2 miliar pada
2025 dan CAGR sekitar 20% sepanjang periode ini. Freight forwarding mengalami boom tarif pada
2021–2022 (tarif FCL Asia–Eropa sempat 8× lipat normal) sebelum crash ke level pra-pandemi pada
2023. Cold chain logistics tumbuh lebih stabil dengan CAGR 13–16%, didorong ekspansi farmasi dan
distribusi produk segar.
Pada 2025, industri logistik global memasuki fase stabilisasi pasca-freight-recession. Tiga dinamika
struktural mendefinisikan kondisi saat ini:
  1) Nearshoring dan Friend-shoring. Ketegangan geopolitik AS–Tiongkok, disrupsi Terusan Suez
     akibat konflik Laut Merah, dan pelajaran pandemi mendorong perusahaan multinasional
     merelokasi rantai pasok ke negara-negara yang lebih dekat secara geografis atau politis.
     Kawasan Asia Tenggara—termasuk Indonesia, Vietnam, dan Thailand—menjadi penerima
     manfaat langsung dari tren ini, dengan investasi fasilitas logistik meningkat signifikan.
  2) Digitalisasi dan AI dalam Logistik. Adopsi Transportation Management System (TMS) dan
     Warehouse Management System (WMS) berbasis AI tumbuh pesat. Sistem prediktif demand
     forecasting mampu mengurangi biaya persediaan 20–30%, sementara autonomous vehicle dan
     drone dalam tahap komersial awal di beberapa pasar maju.
  3) Desakan Regulasi Hijau. EU Emissions Trading System (EU ETS) mulai diberlakukan untuk sektor
     pelayaran pada 2024, dan IMO menargetkan pengurangan emisi GRK pelayaran 40% pada
     2030 vs 2008. Ini mendorong investasi masif dalam armada LNG, amonia, dan hidrogen serta
     percepatan adopsi electric vehicle (EV) untuk distribusi darat jarak pendek.
Secara regional, Asia Pasifik mendominasi pasar logistik global dengan pangsa sekitar 41,2% (estimasi
USD 2.698 miliar) pada 2025, jauh di atas Amerika Utara (~22%, USD 1.641 miliar) dan Eropa (~18%,
USD 1.476 miliar).
Prospek Industri Logistik Global (2026–2030)
Prospek industri logistik global periode 2026–2030 menunjukkan tren pertumbuhan yang solid,
dengan nilai pasar diproyeksikan meningkat dari sekitar USD 11,7 triliun pada 2025 menjadi USD 16,7
triliun pada 2030 atau tumbuh dengan CAGR sekitar 7,3%. Pertumbuhan ini didorong oleh tiga faktor
utama, yaitu ekspansi e-commerce global yang meningkatkan permintaan layanan logistik khususnya
last-mile delivery, percepatan adopsi teknologi digital seperti IoT, blockchain, dan artificial
intelligence yang meningkatkan efisiensi dan visibilitas rantai pasok, serta dorongan menuju green



Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Pengalihan Saham Treasury
Oleh PT AKR Corporindo Tbk
Page 25
                                                                                                            P a g e | xxv



logistics akibat regulasi emisi yang semakin ketat di berbagai kawasan utama dunia. Namun
demikian, industri ini tetap menghadapi sejumlah risiko, antara lain ketidakpastian geopolitik yang
dapat mengganggu jalur distribusi global, tekanan biaya operasional akibat kenaikan harga energi
dan tenaga kerja, serta kebutuhan investasi besar dalam proses dekarbonisasi, terutama bagi pelaku
usaha dengan armada lama.
     vi) Tinjauan Industri Logistik Indonesia
Kinerja Historis Industri Logistik Indonesia (2020–2025)
Sektor transportasi dan pergudangan Indonesia—proksi terdekat untuk industri logistik menurut
klasifikasi BPS—mencatat trajektori pemulihan yang kuat setelah kontraksi 2020. Nilai Produk
Domestik Bruto sektor ini atas dasar harga berlaku (ADHB) turun signifikan pada 2020 akibat
pembatasan mobilitas, kemudian tumbuh kuat seiring normalisasi aktivitas ekonomi dan lonjakan e-
commerce domestik.
Berdasarkan data BPS, nilai PDB sektor transportasi & pergudangan mencatat pertumbuhan luar
biasa sebesar +19,87% pada 2022 dan +13,96% pada 2023, jauh di atas rata-rata pertumbuhan PDB
nasional yang sekitar 5%. Pertumbuhan ini didorong oleh pemulihan transportasi udara, ekspansi
masif e-commerce logistik, dan peningkatan aktivitas pelabuhan seiring normalisasi ekspor
komoditas. Pada 2024, pertumbuhan melandai ke +8,69%, dan untuk 2025 Kemenko Perekonomian
memperkirakan pertumbuhan berlanjut di kisaran +8,78% dengan nilai mencapai sekitar Rp 1.500
triliun.
                  PDB Sektor Transportasi & Pergudangan Indonesia ADHB (2020–2025)




     Sumber: BPS — PDB Lapangan Usaha ADHB 2020–2024; estimasi 2025 berdasarkan Kemenko Perekonomian/Supply Chain Indonesia

Secara kontekstual, biaya logistik Indonesia terhadap PDB telah mengalami rekalkulasi signifikan.
Angka historis yang sering dikutip (~23,5% dari PDB) mencerminkan metodologi lama; pemerintah
melalui Kemenko Perekonomian melakukan rekalkulasi pada September 2023 dan menghasilkan
angka terbaru 14,29% dari PDB—mengindikasikan efisiensi yang membaik akibat implementasi
National Logistics Ecosystem (NLE) dan ekspansi infrastruktur jalan tol.
Indonesia menghadapi paradoks logistik: meski memiliki biaya logistik yang masih relatif tinggi
dibanding negara tetangga, negara ini secara simultan menjadi salah satu pasar logistik dengan
pertumbuhan tercepat di Asia Tenggara. Indeks Kinerja Logistik (LPI) World Bank 2023 menempatkan
Indonesia di peringkat 63 dari 139 negara dengan skor 3,0—turun dari peringkat 46 pada 2018.
Penurunan ini mencerminkan tekanan pada dimensi infrastruktur dan keandalan pengiriman,
meskipun teknologi digital logistik berkembang pesat.
Pada sisi positif, implementasi NLE yang kini mencakup 46 pelabuhan dan 6 bandara berhasil
mereduksi waktu layanan logistik 57,7% dan biaya logistik 37,6% di pelabuhan-pelabuhan yang
berpartisipasi. Inisiatif ini merupakan transformasi digital paling signifikan dalam sektor logistik


Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Pengalihan Saham Treasury
Oleh PT AKR Corporindo Tbk
Page 26
                                                                                                   P a g e | xxvi



Indonesia. Sub-sektor dengan pertumbuhan terkuat di Indonesia antara lain: e-commerce logistics
(estimasi USD 5,27 miliar pada 2025F), last-mile delivery (USD 8,5 miliar pada 2024, didominasi JNE,
J&T Express, SiCepat), cold chain (USD 5,08 miliar pada 2024, tumbuh seiring ekspansi distribusi
vaksin dan produk segar), dan freight trucking (USD 54 miliar pada 2024).
Prospek Industri Logistik Indonesia (2026–2030)
Mordor Intelligence memproyeksikan pasar logistik Indonesia akan tumbuh dengan CAGR 6,21%
selama 2026–2030, dengan nilai pasar mencapai sekitar USD 177,36 miliar (~Rp 2.750 triliun) pada
2030. Proyeksi ini didukung sejumlah katalis struktural:
     1) Infrastruktur. Penyelesaian Jalan Tol Trans-Sumatera dan pengembangan lanjutan Trans-
        Jawa akan membuka koridor logistik baru yang menghubungkan sentra produksi di luar Jawa
        dengan pelabuhan-pelabuhan utama. Program Tol Laut yang menyubsidi rute perintis ke
        Indonesia Timur terus memperluas jangkauan distribusi nasional.
     2) IKN Nusantara. Pemindahan ibu kota ke Kalimantan Timur menciptakan demand generator
        logistik yang sepenuhnya baru. Groundbreaking "Nusantara Logistics Hub" (Januari 2024,
        kolaborasi Pos Indonesia dan Bina Karya) menjadi penanda dimulainya pengembangan
        ekosistem logistik terpadu di kawasan ini.
     3) Digitalisasi dan Ekosistem. Pengembangan platform NLE generasi kedua, integrasi customs
        clearance digital, dan adopsi AI untuk optimasi rute last-mile diproyeksikan dapat
        menurunkan biaya logistik ke di bawah 12% dari PDB pada 2030—mendekati benchmark
        ASEAN seperti Thailand dan Malaysia.

             Proyeksi PDB Transportasi & Pergudangan Indonesia (2025–2030, Rp Triliun)




            Sumber: BPS 2020–2024; Mordor Intelligence & Kemenko Perekonomian Republik Indonesia



  vii) Kesimpulan Tinjauan Industri
Perkembangan industri properti, distribusi BBM dan bahan kimia, serta logistik menunjukkan bahwa
ketiga sektor tersebut telah melewati fase siklus yang signifikan selama periode historis dan kini
memasuki fase stabilisasi menuju pertumbuhan yang lebih terstruktur. Sektor properti, baik global
maupun domestik, menunjukkan pemulihan bertahap pasca tekanan suku bunga tinggi, dengan
prospek pertumbuhan yang didorong oleh urbanisasi, digitalisasi, dan kebutuhan efisiensi energi. Di
Indonesia, potensi pertumbuhan yang relatif tinggi mencerminkan adanya peluang ekspansi yang
kuat, meskipun tetap diiringi dengan risiko eksternal seperti dinamika suku bunga dan ketidakpastian
global. Sementara itu, industri distribusi BBM dan bahan kimia masih menunjukkan ketahanan
permintaan, khususnya di pasar berkembang, namun menghadapi tantangan struktural berupa
keterbatasan produksi domestik, ketergantungan impor, serta tekanan transisi energi.




Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Pengalihan Saham Treasury
Oleh PT AKR Corporindo Tbk
Page 27
                                                                                          P a g e | xxvii



   Di sisi lain, industri logistik berperan sebagai enabler utama bagi pertumbuhan kedua sektor
   tersebut, dengan prospek pertumbuhan yang solid didorong oleh ekspansi e-commerce,
   transformasi digital, dan pengembangan infrastruktur. Indonesia secara khusus menunjukkan
   potensi pertumbuhan logistik yang kuat, didukung oleh pembangunan infrastruktur, implementasi
   National Logistics Ecosystem, serta pengembangan kawasan strategis seperti IKN. Secara
   keseluruhan, ketiga sektor ini memiliki prospek pertumbuhan yang positif dengan profil risiko yang
   masih dapat dikelola, dimana keberhasilan pelaku usaha akan sangat ditentukan oleh kemampuan
   dalam beradaptasi terhadap perubahan struktural, termasuk digitalisasi, efisiensi operasional, serta
   pergeseran menuju model bisnis yang lebih berkelanjutan. Adapun secara agregat, proyeksi
   pertumbuhan untuk industri Oil and Gas, Freight & Logistics, serta Property/Real Estate pada tahun
   2030 diperkirakan mencapai 5,18% - 7,90% CAGR yang mencerminkan kondisi pertumbuhan yang
   stabil dan berkelanjutan di masing-masing sektor tersebut.
c) Analisis Operasional dan Prospek Perseroan
   Prospek operasional Perseroan pada periode 2026–2030 menunjukkan tren pertumbuhan yang
   stabil dan terukur. Secara agregat, Perseroan menyesuaikan proyeksi pertumbuhan pendapatan
   menjadi sebesar sekitar 7,25% (CAGR) selama periode proyeksi, sejalan dengan proyeksi
   pertumbuhan pasar. Penyesuaian ini mencerminkan pendekatan yang lebih konservatif dan realistis
   dalam mengantisipasi dinamika ekonomi dan industri ke depan, dengan tetap mempertimbangkan
   kondisi pasar serta kapasitas operasional yang dimiliki.
   Jika dibandingkan dengan prospek industri, pertumbuhan Perseroan kini berada pada tingkat yang
   sejalan dengan pertumbuhan pasar yang diperkirakan dengan rentang 5,18% - 7,90% CAGR hingga
   periode 2030. Keselarasan ini menunjukkan bahwa asumsi proyeksi yang digunakan Perseroan telah
   mencerminkan kondisi industri yang mendasari, baik dari sisi permintaan, perkembangan
   infrastruktur, maupun tren investasi di sektor terkait. Dengan demikian, proyeksi tersebut tidak
   hanya menjaga daya saing Perseroan, tetapi juga mencerminkan kehati-hatian dalam menjaga
   kualitas pertumbuhan yang berkelanjutan.
   Lebih lanjut, penyesuaian proyeksi pertumbuhan Perseroan ke tingkat yang setara dengan
   pertumbuhan industri juga mencerminkan strategi mitigasi risiko yang diterapkan, khususnya dalam
   menghadapi ketidakpastian global seperti volatilitas harga energi, dinamika suku bunga, serta
   perubahan kebijakan dan regulasi. Dengan mempertimbangkan faktor-faktor tersebut, proyeksi
   pertumbuhan pendapatan Perseroan dinilai berada dalam tingkat yang wajar, serta menunjukkan
   posisi Perseroan yang adaptif dan memiliki potensi untuk terus berkembang seiring dengan
   pertumbuhan industri yang mendasarinya.




   Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Pengalihan Saham Treasury
   Oleh PT AKR Corporindo Tbk
Page 28
                                                                                                                                     P a g e | xxviii



3) Analisis Kuantitatif atas Transaksi Pengalihan Saham Treasury
Analisis kuantitatif atas Transaksi Pengalihan Saham Treasury terdiri atas:
a) Analisis Kinerja Historis atas Pendapatan, Aset, Kewajiban dan Kondisi Keuangan Perseroan
                                      Laporan Posisi Keuangan Perseroan Tahun 2021 – 2025
                                                                                                                                (dalam ribuan rupiah)
                                                                       2021              2022              2023              2024                2025
                          Keterangan
                                                                       Audit             Audit             Audit             Audit               Audit
  ASET
  ASET LANCAR
  Kas dan setara kas                                          2.600.492.407     4.337.980.751     6.535.625.681     5.365.991.608       6.404.299.375
  Piutang usaha                                               4.488.568.078     5.971.459.404     6.403.443.864     7.563.490.272       9.544.657.509
  Piutang lain-lain                                              23.881.060        48.953.580        56.397.196        44.268.911          45.702.915
  Persediaan                                                  2.380.874.610     3.051.343.242     3.133.621.502     3.462.763.531       2.601.111.632
  Persediaan tanah kawasan industri                           2.126.776.429     2.169.233.066     1.620.808.463     3.756.816.356       4.013.228.173
  Pajak dibayar di muka                                         133.190.794       108.106.576       197.028.073       147.198.948         135.665.526
  Biaya dibayar dimuka                                           66.772.588        72.021.850        85.322.248        81.762.138          88.080.384
  Uang muka                                                      84.083.600        64.676.117        73.764.039       147.409.624          59.980.112
  Aset lancar lainnya                                           118.038.796        17.519.665        15.040.591       428.410.352         430.990.526
  TOTAL ASET LANCAR                                          12.022.678.362    15.841.294.251    18.121.051.657    20.998.111.740      23.323.716.152

  ASET TIDAK LANCAR
  Piutang usaha jangka panjang dari pihak ketiga                659.561.869       494.583.828       387.378.827       304.429.436       1.224.582.641
  Investasi pada entitas asosiasi                               401.618.108       417.300.271       445.892.740       492.359.823         535.825.092
  Aset pajak tangguhan - neto                                   251.900.442       205.213.107       201.297.850       188.343.792         181.237.136
  Properti investasi                                          1.816.567.520     1.816.567.520     1.816.567.520     1.816.567.520       1.816.567.520
  Aset tetap - neto                                           4.978.381.223     4.996.696.832     5.466.446.896     6.365.009.877       6.810.814.885
  Aset hak guna - neto                                          568.637.558       586.193.133       617.801.889       793.367.518         839.161.376
  Sewa tanah jangka panjang dibayar di muka - neto                        -                 -                 -                 -                   -
  Estimasi tagihan pajak penghasilan jangka panjang              42.788.198        43.598.633        16.274.311        15.571.175          70.449.440
  Aset keuangan pada nilai wajar melalui laba rugi                        -                 -                 -                 -         250.000.000
  Aset keuangan tidak lancar lainnya                            145.898.826       132.387.490        66.662.432        74.742.610          37.856.217

  Persediaan tanah kawasan industri untuk pengembangan        2.565.515.826     2.587.396.616     3.026.267.791     1.983.264.085       1.421.440.536
  Uang muka                                                      43.025.293        42.968.020        42.968.020        27.211.667                   -
  Aset tidak lancar lainnya - neto                               12.012.511        23.408.335        46.013.184        49.705.125          50.630.262
  TOTAL ASET TIDAK LANCAR                                    11.485.907.374    11.346.313.785    12.133.571.460    12.110.572.628      13.238.565.105
  TOTAL ASET                                                 23.508.585.736    27.187.608.036    30.254.623.117    33.108.684.368      36.562.281.257

  LIABILITAS DAN EKUITAS
  LIABILITAS
  LIABILITAS JANGKA PENDEK
  Hutang bank jangka pendek dan lainnya                         121.701.754         1.573.705         5.000.000         7.000.000         237.365.000
  Hutang usaha                                                7.766.849.298     9.239.323.818     9.519.185.995    10.391.582.462      12.333.889.025
  Hutang lain-lain                                               78.842.715        72.571.876       349.640.045       464.043.998         209.351.573
  Hutang pajak                                                  198.010.697       350.461.872       450.027.838       402.699.824         653.587.230
  Biaya masih harus dibayar                                     317.241.262       623.931.872       571.823.594       585.685.122         663.234.721
  Liabilitas imbalan kerja jangka pendek                        119.645.206       195.016.227       187.750.044       144.298.160         118.052.612
  Liabilitas sewa jangka pendek                                  16.563.340        15.469.598        43.446.381        45.084.227          71.402.299
  Liabilitas kontrak                                            235.492.402       226.516.877       224.865.280       272.002.142         311.093.601
  Uang muka pelanggan dan lainnya                                         -                 -                 -                 -                   -
  Hutang bank jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu
  tahun                                                         383.787.323       554.639.521     1.089.267.780     1.140.851.204       1.182.438.653
  Hutang obligasi yang jatuh tempo dalam satu tahun              67.870.584                 -        36.833.937                 -                   -
  Hutang dividen                                                    836.812           986.227        55.536.914         1.000.288          56.785.476
  TOTAL LIABILITAS JANGKA PENDEK                              9.306.841.393    11.280.491.593    12.533.377.808    13.454.247.427      15.837.200.190

  LIABILITAS JANGKA PANJANG
  Liabilitas pajak tangguhan - neto                                8.763.562        11.395.226        18.384.131        25.699.726          40.939.690
  Hutang bank jangka panjang setelah dikurangi bagian yang
  jatuh tempo dalam satu tahun                                 2.164.802.579     2.101.263.279     3.117.277.847     3.645.033.749       3.703.087.919
  Hutang obligasi                                                 36.676.629        36.751.679                 -
  Liabilitas imbalan pasca kerja                                 145.867.002       144.724.214       177.230.676       179.043.946         210.005.038
  Liabilitas kontrak jangka panjang                              216.319.601        78.668.895        19.380.841       631.405.255         631.125.850
  Liabilitas sewa jangka panjang                                 266.123.582       306.865.471       336.940.196       479.142.813         518.488.414
  Hutang dividen                                                  54.107.938        54.107.938                 -        54.107.938                   -
  Liabilitas jangka panjang lainnya                               10.118.337        18.528.966         9.074.105        16.011.040          11.484.687
  TOTAL LIABILITAS JANGKA PANJANG                             2.902.779.230     2.752.305.668     3.678.287.796     5.030.444.467       5.115.131.598
  TOTAL LIABILITAS                                           12.209.620.623    14.032.797.261    16.211.665.604    18.484.691.894      20.952.331.788

  EKUITAS
  Modal Saham                                                   401.469.492       401.469.492       401.469.492       401.469.492         401.469.492
  Tambahan modal yang disetor                                 1.287.163.057     1.287.163.057     1.287.163.057     1.301.477.917       1.365.578.353
  Saham treasuri                                               (118.071.864)     (118.071.864)     (118.071.864)     (112.577.374)        (96.093.902)
  Saldo laba                                                  7.518.358.978     9.093.922.725     9.396.615.529     9.651.189.262      10.140.827.446
  Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan               187.195.083       235.378.128       226.451.794       251.982.560         275.160.157
  Komponen ekuitas lainnya                                       69.001.583        69.001.149        68.996.200        68.994.782          68.994.086
  Kepentingan non-pengendali                                  1.953.848.784     2.185.948.088     2.780.333.305     3.061.455.835       3.454.013.837
  TOTAL EKUITAS                                              11.298.965.113    13.154.810.775    14.042.957.513    14.623.992.474      15.609.949.469
  TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS                               23.508.585.736    27.187.608.036    30.254.623.117    33.108.684.368      36.562.281.257
  Sumber: Laporan Keuangan Perseroan




Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Pengalihan Saham Treasury
Oleh PT AKR Corporindo Tbk
Page 29
                                                                                    P a g e | xxix



Selama tahun 2021 – 2025, jumlah aset Perseroan mengalami pertumbuhan yang meningkat dengan
rata-rata sebesar 12%. Peningkatan terbesar terjadi pada tahun 2021 sebesar 26% dari sebesar
Rp18.683.572.815.000,- pada tahun 2020 menjadi sebesar Rp23.508.585.736.000,- pada tahun
2021. Pada tahun 2025, jumlah aset Perseroan adalah sebesar Rp36.562.281.257.000,-.
Selama tahun 2021 – 2025, jumlah aset lancar Perseroan mengalami pertumbuhan yang meningkat
dengan rata-rata sebesar 18%. Peningkatan terbesar terjadi pada tahun 2021 sebesar 49% dari
sebesar Rp8.042.418.506.000,- pada tahun 2020 menjadi sebesar Rp12.022.678.362.000,- pada
tahun 2021. Pada tahun 2025, jumlah aset lancar Perseroan adalah sebesar Rp23.323.716.152.000,-
.
Selama tahun 2021 – 2025, jumlah aset tidak lancar Perseroan mengalami pertumbuhan yang relatif
stabil dengan rata-rata sebesar 4%. Peningkatan terbesar terjadi pada tahun 2025 sebesar 9% dari
sebesar Rp12.110.572.628.000,- pada tahun 2024 menjadi sebesar Rp13.238.565.105.000,- pada
tahun 2025.
Selama tahun 2021 – 2025, jumlah liabilitas Perseroan mengalami pertumbuhan yang meningkat
dengan rata-rata sebesar 14%. Peningkatan terbesar terjadi pada tahun 2021 sebesar 50% dari
sebesar Rp8.127.216.543.000,- pada tahun 2020 menjadi sebesar Rp12.209.620.623.000,- pada
tahun 2021. Pada tahun 2025, jumlah liabilitas Perseroan adalah sebesar Rp20.952.331.788.000,-.
Selama tahun 2021 – 2025, jumlah liabilitas jangka pendek mengalami pertumbuhan yang meningkat
dengan rata-rata sebesar 14%. Peningkatan terbesar terjadi pada tahun 2021 sebesar 82% dari
sebesar Rp5.102.110.055.000,- pada tahun 2020 menjadi sebesar Rp9.306.841.393.000,- pada tahun
2021. Pada tahun 2025, jumlah liabilitas jangka pendek Perseroan adalah sebesar
Rp15.837.200.190.000,-.
Selama tahun 2021 – 2025, jumlah liabilitas jangka panjang mengalami pertumbuhan yang
meningkat dengan rata-rata sebesar 15%. Peningkatan terbesar terjadi pada tahun 2023 sebesar 34%
dari sebesar Rp2.752.305.668.000,- pada tahun 2022 menjadi sebesar Rp3.678.287.796.000,- pada
tahun 2023.
Selama tahun 2021 – 2025, jumlah ekuitas mengalami pertumbuhan yang meningkat dengan rata-
rata sebesar 8%. Peningkatan terbesar terjadi pada tahun 2022 sebesar 16% dari sebesar
Rp11.298.965.113.000,- pada tahun 2021 menjadi sebesar Rp13.154.810.775.000,- pada tahun
2022. Pada tahun 2025, jumlah ekuitas Perseroan adalah sebesar Rp15.609.949.469.000,-.




Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Pengalihan Saham Treasury
Oleh PT AKR Corporindo Tbk
Page 30
                                                                                                                                         P a g e | xxx



                                           Laporan Laba Rugi Perseroan Tahun 2021 – 2025
                                                                                                                                    (dalam ribuan rupiah)
                                                                        2021               2022               2023               2024                2025
                        Keterangan
                                                                        Audit              Audit              Audit              Audit               Audit
Pendapatan                                                    25.707.068.900     47.539.986.604     42.086.952.436     38.729.493.298      46.018.468.072
 Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan                     25.463.445.015     47.269.426.164     41.817.425.630     38.457.126.044      45.732.540.855
 Pendapatan Sewa                                                 243.623.885        270.560.440        269.526.806        272.367.254         285.927.217
Beban Pokok Pendapatan                                       (23.413.909.898)   (43.287.573.122)   (37.613.487.899)   (35.220.457.367)    (41.920.479.417)
Laba Kotor                                                     2.293.159.002      4.252.413.482      4.473.464.537      3.509.035.931       4.097.988.655

Beban Usaha
 Beban umum dan administrasi                                   (776.009.675)      (975.279.769)      (877.798.573)      (873.443.923)       (961.169.832)
 Beban penjualan                                                (61.843.405)      (153.814.113)       (97.071.990)      (101.147.934)        (98.127.836)

Pendapatan (Beban) Usaha Lainnya
 Laba atas penjualan aset tetap - neto                            7.523.368           7.058.827        14.657.761          3.733.007            2.679.292
 Laba (rugi) selisih kurs - neto                                  4.561.803         (45.972.224)        6.248.958         13.689.654           14.824.560
 Pendapatan usaha lainnya                                        14.983.792          19.582.323        48.961.005         38.790.304           39.712.781
 Beban usaha lainnya                                            (27.486.282)        (17.206.993)       (7.927.557)       (12.191.957)         (12.106.041)
Total Beban Operasi                                            (838.270.399)     (1.165.631.949)     (912.930.396)      (930.570.849)      (1.014.187.076)
Laba Usaha                                                    1.454.888.603       3.086.781.533     3.560.534.141      2.578.465.082        3.083.801.579


Penghasilan keuangan                                              37.128.972         49.074.023       196.567.492        352.599.086         290.778.124
Pajak final terkait penghasilan keuangan                          (5.350.243)        (9.359.048)      (35.675.352)       (53.714.989)        (45.491.265)
Beban keuangan                                                   (57.068.728)       (57.212.531)      (68.489.236)       (84.909.111)        (73.767.925)
Bagian atas laba entitas asosiasi                                  7.144.436         16.632.809        34.534.891         46.467.083          52.199.723
Beban penghapusan piutang atas perubahan formula harga                     -                  -                 -                  -                   -
PSO
Total Pendapatan (Beban) Lain-Lain                               (18.145.563)         (864.747)       126.937.795        260.442.069         223.718.657

Laba dari Operasi yang Dilanjutkan Sebelum Pajak Final dan    1.436.743.040      3.085.916.786      3.687.471.936      2.838.907.151       3.307.520.236
Pajak Penghasilan

Pajak final                                                     (41.680.021)       (62.100.226)       (19.813.545)       (26.556.061)        (25.458.432)
Laba dari Operasi yang Dilanjutkan Sebelum Pajak              1.395.063.019      3.023.816.560      3.667.658.391      2.812.351.090       3.282.061.804
Penghasilan
Pajak Penghasilan - neto:
 Pajak Kini                                                    (268.098.733)      (495.142.854)      (577.041.476)      (393.765.710)       (434.396.510)
 Pajak Tangguhan                                                  8.037.470        (49.614.549)       (12.147.214)       (19.117.868)        (24.249.287)
Laba Neto Tahun Berjalan dari Operasi yang Dilanjutkan        1.135.001.756      2.479.059.157      3.078.469.701      2.399.467.512       2.823.416.007


Laba (rugi) tahun berjalan dari operasi yang dihentikan                    -                  -                  -                  -                   -
Laba neto dari operasi yang dihentikan                                     -                  -                  -                  -                   -

Laba Neto Tahun Berjalan dari Operasi yang Dihentikan                      -                  -                  -                  -                   -

Laba Neto Tahun Berjalan                                      1.135.001.756      2.479.059.157      3.078.469.701      2.399.467.512       2.823.416.007
Sumber: Laporan Keuangan Perseroan

Selama tahun 2021 – 2025, Laba Neto Tahun Berjalan Perseroan mengalami pertumbuhan yang
meningkat dengan rata-rata sebesar 26%. Peningkatan terbesar terjadi pada tahun 2022 sebesar
118% dari laba sebesar Rp1.135.001.756.000,- pada tahun 2021 menjadi laba sebesar
Rp2.479.059.157.000,- pada tahun 2022. Pada tahun 2025, Laba Neto Tahun Berjalan Perseroan
sebesar Rp2.823.416.007.000,-.
Seiring dengan adanya peningkatan penjualan Perseroan sebesar 16%, selama tahun 2021 – 2025,
beban pokok penjualan Perseroan turut mengalami peningkatan sebesar 16%. Peningkatan terbesar
terjadi pada tahun 2022 sebesar 85%.
Selama tahun 2021 – 2025, Perseroan tercatat memiliki rata-rata Laba Neto Tahun Berjalan sebesar
6% atas penjualan. Pada tahun 2025, perusahaan mencatat laba sebesar 6% atas penjualan.
Pada tahun 2021 Perseroan mencatat penjualan sebesar Rp25.707.068.900.000,- yang kemudian
mengalami peningkatan signifikan sebesar 85% pada tahun 2022 menjadi sebesar
Rp47.539.986.604.000,-. Peningkatan penjualan ini didorong oleh meningkatnya permintaan serta
harga jual produk energi dan bahan kimia yang lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya.
Pada periode selanjutnya, Perseroan mengalami penurunan penjualan sebesar 11% pada tahun 2023
dan kembali mengalami penurunan sebesar 8% pada tahun 2024. Penurunan tersebut disebabkan
oleh normalisasi harga komoditas energi dan bahan kimia di pasar global setelah periode kenaikan
signifikan pada tahun sebelumnya.



Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Pengalihan Saham Treasury
Oleh PT AKR Corporindo Tbk
Page 31
                                                                                                               P a g e | xxxi



Meskipun menghadapi tekanan harga dan volatilitas pasar, Perseroan tetap menunjukkan kinerja
operasional yang solid. Hal ini tercermin dari kemampuan Perseroan dalam menjaga stabilitas marjin
laba serta meningkatkan efisiensi operasional, yang didukung oleh kekuatan pada jaringan distribusi,
infrastruktur logistik, serta basis pelanggan industri yang luas di Indonesia.
Selanjutnya pada tahun 2025, Perseroan kembali mencatat peningkatan penjualan sebesar 19%
dibandingkan tahun sebelumnya menjadi sebesar Rp46.018.468.072.000,-. Peningkatan ini didorong
oleh perbaikan kondisi pasar, peningkatan volume penjualan, serta optimalisasi kegiatan distribusi
dan logistik yang dilakukan oleh Perseroan.
                                                            Rasio
                                                                                      (dalam persentase kecuali dinyatakan lain)
                                                    2021              2022    2023             2024            2025     Rata-Rata
                           Keterangan
                                                    Audit             Audit   Audit            Audit           Audit      Historis
Rasio Pertumbuhan*
Penjualan                                            45%               85%    -11%               -8%            19%          16%
Beban Pokok Penjualan                                49%               85%    -13%               -6%            19%          16%
Laba Kotor                                           12%               85%      5%              -22%            17%          16%
Laba (Rugi) Neto Tahun Berjalan                      18%              118%     24%              -22%            18%          26%
Aset Lancar                                          49%               32%     14%               16%            11%          18%
Aset Tidak Lancar                                     8%               -1%      7%                0%             9%           4%
Total Aset                                           26%               16%     11%                9%            10%          12%
Liabilitas Lancar                                    82%               21%     11%                7%            18%          14%
Liabilitas Tidak Lancar                              -4%               -5%     34%               37%             2%          15%
Total Liabilitas                                     50%               15%     16%               14%            13%          14%
Total Ekuitas                                         7%               16%      7%                4%             7%           8%

Rasio Vertikal**
Beban Pokok Penjualan                                91%               91%     89%              91%             91%          91%
Laba Kotor                                            9%                9%     11%               9%              9%           9%
Laba (Rugi) Neto Tahun Berjalan                       4%                5%      7%               6%              6%           6%
Aset Lancar / Total Aset                             51%               58%     60%              63%             64%          59%
Aset Tidak Lancar / Total Aset                       49%               42%     40%              37%             36%          41%
Liabilitas Lancar / Total Liabilitas                 76%               80%     77%              73%             76%          76%
Liabilitas Tidak Lancar / Total Liabilitas           24%               20%     23%              27%             24%          24%
Total Liabilitas / Total Liabilitas & Ekuitas        52%               52%     54%              56%             57%          54%
Total Ekuitas / Total Liabilitas & Ekuitas           48%               48%     46%              44%             43%          46%

Rasio Likuiditas**
Current Ratio                                        1,29              1,40    1,45             1,56            1,47         1,44
Quick Ratio                                          0,78              0,92    1,04             1,00            1,04         0,95

Rasio Profitabilitas**
Return on Asset (ROA)                                 5%                9%     10%               7%              8%           8%
Return on Equity (ROE)                               10%               19%     22%              16%             18%          17%

Rasio Aktivitas**
Perputaran Aset (x)                                  1,09              1,75    1,39             1,17            1,26         1,33
Perputaran Piutang Usaha (x)                         5,73              7,96    6,57             5,12            4,82         6,04
Perputaran Piutang Usaha (hari)                        64                46      56               71              76           62
Perputaran Hutang Usaha (x)                          3,01              4,69    3,95             3,39            3,40         3,69
Perputaran Hutang Usaha (hari)                       121                 78      92             108             107          101
Perputaran Persediaan (X)                            9,83             14,19   12,00            10,17           16,12        12,46
Perputaran Persediaan (hari)                           37                26      30               36              23           30

Rasio Solvabilitas**
Debt to Asset Ratio (DAR)                            52%               52%     54%              56%             57%          54%
Debt to Equity Ratio (DER)                          108%              107%    115%             126%            134%         118%
Sumber: Truscel. Diolah berdasarkan data laporan keuangan Perseroan
Keterangan:
*) Perhitungan rata-rata menggunakan metode CAGR pada tahun 2021 – 2025
** )Perhitungan rata-rata dilakukan dengan menggunakan metode AVERAGE
Data pada tahun 2021 – 2025
N/A) Tidak ada pembanding
N/A*) tidak dapat dihitung dikarenakan nilai pembagi sama dengan 0
Rasio Profitabilitas
Rasio profitabilitas menunjukkan kemampuan operasional suatu perusahaan dalam mengelola aset-
asetnya dengan tujuan akhir mengoptimalkan pengembalian yang dapat diperoleh para penyedia
capital (capital providers). Rasio imbal balik aset (Return on Assets / ROA) Perseroan selama tahun
2021 – 2025, secara rata-rata adalah sebesar 8%.
Rasio imbal balik ekuitas (Return on Equity / ROE) selama tahun 2021 – 2025, secara rata-rata adalah
sebesar 17% dimana rasio ini menunjukan hasil yang sejalan dengan dengan rata-rata ROA pada
tahun 2021 – 2025. Namun perlu diingat, persentase ROE direkomendasikan untuk mendekati 10%
untuk cukup menutup biaya modal perusahaan.



Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Pengalihan Saham Treasury
Oleh PT AKR Corporindo Tbk
Page 32
                                                                                        P a g e | xxxii



Rasio Likuiditas
Rasio likuiditas menunjukkan kemampuan perusahaan untuk membayar seluruh liabilitas lancarnya
yang akan jatuh tempo. Selama tahun 2021 – 2025, rata-rata current ratio dan quick ratio Perseroan
masing-masing sebesar 1,44x dan 0,95x. Hal ini menunjukkan bahwa selama tahun 2021 – 2025
Perseroan cukup mampu untuk membayar liabilitas lancarnya dengan menggunakan aset lancar
yang dimilikinya.
Current ratio dan quick ratio terbesar terjadi pada tahun 2024 sebesar 1,56x dan 1,00x. Current ratio
dan quick ratio terkecil terjadi pada tahun 2021 sebesar 1,29x dan 0,78x.
Rasio Aktivitas
Rasio aktivitas menggambarkan kemampuan perusahaan dalam mendayagunakan aset-aset yang
dimilikinya. Rasio perputaran aset Perseroan selama tahun 2021 – 2025 secara rata-rata adalah
sebesar 1,33x per tahun yang berarti bahwa Perseroan mampu menghasilkan penjualan rata-rata
sebesar 1,33x dari setiap aset yang dimiliki.
Sedangkan perputaran piutang usaha Perseroan selama tahun 2021 – 2025 memiliki rata-rata adalah
sebesar 6,04x atau selama 62 hari. Perputaran piutang usaha Perseroan tercepat terjadi pada tahun
2022 yaitu sebesar 7,96x atau selama 46 hari.
Perputaran hutang usaha Perseroan selama tahun 2021 – 2025 memiliki rata-rata sebesar 3,69x atau
101 hari. Perputaran hutang usaha tercepat terjadi pada tahun 2022 sebesar 4,69x atau 78 hari.
Perputaran persediaan Perseroan selama tahun 2021 – 2025 memiliki rata-rata sebesar 12,46x atau
30 hari. Perputaran persediaan tercepat terjadi pada tahun 2025 sebesar 16,12x atau 23 hari.
Rasio Solvabilitas
Debt to Asset Ratio (DAR) menunjukkan posisi utang berbunga terhadap aset dalam pembiayaan
perusahaan sedangkan Debt to Equity Ratio (DER) menunjukkan besarnya porsi utang berbunga
terhadap ekuitas dalam pembiayaan perusahaan (financial leverage). Rasio solvabilitas ini
menunjukkan seberapa besar kemampuan sebuah perusahaan untuk melunasi seluruh utang
berbunga dengan ekuitas atau aset yang dimiliki jika perusahaan tersebut dilikuidasi.
DAR dan DER Perseroan selama periode historis rata-rata adalah sebesar 54% dan 118%.
Penilaian Arus Kas
Informasi tentang arus kas suatu perusahaan berguna bagi pemakai laporan keuangan untuk menilai
kemampuan perusahaan untuk menghasilkan kas, memenuhi kewajibannya, membayar deviden,
menilai penyebab terjadinya perbedaan antara laba dan arus kas terkait, dan menilai pengaruh
kegiatan investasi dan pembiayaan yang menggunakan kas dan non-kas terhadap posisi keuangan
perusahaan. Dalam proses pengambilan keputusan ekonomi, para pemakai perlu melakukan
evaluasi terhadap kemampuan perusahaan dalam menghasilkan kas serta keputusan perolehannya.
Perusahaan harus menyusun laporan arus kas dan harus menyajikan laporan tersebut sebagai bagian
yang tidak terpisahkan di laporan keuangan untuk periode penyajian laporan keuangan. Tujuan
utama dari laporan arus kas adalah memberikan informasi mengenai penerimaan dan pengeluaran
kas suatu perusahaan selama satu periode. Tujuan keduanya adalah memberikan informasi atas
dasar mengenai aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.
Selain tujuan di atas, laporan arus kas juga penting untuk mengetahui keadaan kas secara pasti demi
menjaga likuiditas perusahaan. Dengan adanya laporan arus kas ini, maka perusahaan akan
mengetahui apakah perusahaan dalam keadaan defisit atau bahkan mengalami surplus. Berikut
adalah laporan arus kas Perseroan untuk tahun 2021 – 2025:




Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Pengalihan Saham Treasury
Oleh PT AKR Corporindo Tbk
Page 33
                                                                                                                                          P a g e | xxxiii



                                            Laporan Arus Kas Perseroan Tahun 2021 – 2025
                                                                                                                                         (dalam ribuan rupiah)
                                                                            2021               2022               2023               2024                2025
                          Keterangan
                                                                            Audit              Audit              Audit              Audit               Audit
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
 Kas yang diterima dari pelanggan                                  25.711.340.712     50.987.672.596     46.155.348.462     42.610.375.219      48.391.108.869
 Pembayaran kas kepada pemasok dan untuk beban usaha              (21.346.701.299)   (46.642.645.100)   (39.920.722.875)   (38.272.118.301)    (41.432.532.127)
Kas yang diperoleh dari aktivitas operasi                           4.364.639.413      4.345.027.496      6.234.625.587      4.338.256.918       6.958.576.742

Penerimaan dari (pembayaran untuk):
 Penghasilan keuangan                                                  29.965.271         40.055.996       148.600.565        215.740.530         188.704.147
 Beban keuangan                                                       (39.365.785)       (33.281.584)      (59.823.435)       (52.398.505)        (24.082.337)
 Akuisisi persediaan tanah kawasan industri, termasuk uang
 muka ke kontraktor dan kapitalisasi bunga                           (552.413.419)      (562.628.326)    (1.143.894.858)    (1.232.041.471)     (1.116.305.087)
 Pembayaran pajak penghasilan badan dan pajak lainnya                 408.467.642        624.695.486        292.675.226     (2.247.687.582)     (2.686.557.758)
 Pengembalian pajak penghasilan dan pajak lainnya                  (1.266.735.679)    (1.785.055.986)    (1.970.285.390)       324.761.348         620.638.603
Arus Kas Neto yang Diperoleh dari Aktivitas Operasi                 2.944.557.443      2.628.813.082      3.501.897.695      1.346.631.238       3.940.974.310

ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Perolehan aset tetap                                                (241.758.587)      (290.151.224)      (635.802.929)     (1.187.078.235)     (1.065.414.188)
Penerimaan atas likuidasi entitas anak                                       -                  -                  -
Penerimaan uang muka atas penjualan aset tetap                               -                  -                  -                  -                   -
Uang muka pembelian aset tetap                                               -                  -          (12.714.392)          (315.505)                -
Hasil penjualan aset tetap                                            33.400.600         12.802.201         63.443.491         10.077.582           5.877.959
Penerimaan dividen dari entitas asosiasi                                     -              846.800          1.539.036          4.403.386                 -
Penerimaan atas divestasi saham entitas asosiasi/entitas anak
tidak langsung                                                               -              103.846                -                   -               486.343
Investasi pada aset keuangan pada nilai wajar melalui laba rugi              -                  -                  -                   -          (250.000.000)
Arus Kas Neto yang Digunakan untuk Aktivitas Investasi              (208.357.987)      (276.398.377)      (583.534.794)     (1.172.912.772)     (1.309.049.886)

ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Penambahan hutang bank jangka pendek                                2.525.777.911       984.306.435         64.200.000         300.500.000         315.615.000
Pembayaran hutang bank jangka pendek                               (3.322.454.684)     (993.434.484)       (60.773.100)       (298.500.000)        (85.250.000)
Penambahan hutang bank jangka panjang                                (377.676.978)      409.118.674      2.438.212.337       2.700.000.000       1.488.745.613
Pembayaran hutang bank jangka panjang                                 117.784.352      (440.265.605)      (870.240.766)     (2.120.433.892)     (1.391.156.266)
Pembayaran hutang obligasi                                                    -         (68.000.000)               -           (37.000.000)                -
Penerimaan setoran modal dari kepentingan nonpengendali
entitas anak                                                                  -         108.803.589         306.967.190         82.575.724          16.871.190
Pembayaran dividen tunai kepada pemilik entitas induk                (532.903.579)     (828.961.123)     (2.467.146.200)    (1.973.716.960)     (1.977.629.460)
Buyback saham                                                                 -                 -                   -
Pembayaran liabilitas sewa                                            (93.784.233)      (44.809.269)        (59.676.224)      (131.265.846)        (79.841.595)
Pembayaran hutang obligasi                                                    -                 -                   -            7.809.350          23.428.050
Kas Neto yang Digunakan untuk Aktivitas Pendanaan                  (1.683.257.211)     (873.241.783)       (648.456.763)    (1.470.031.624)     (1.689.217.468)
KENAIKAN (PENURUNAN) NETO KAS DAN SETARA KAS                        1.052.942.245     1.479.172.922       2.269.906.138     (1.296.313.158)        942.706.956
Dampak perubahan selisih kurs                                          (1.813.467)      258.315.422         (72.261.208)       126.679.085          95.600.811
KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN                                       1.549.363.629     2.600.492.407       4.337.980.751      6.535.625.681       5.365.991.608
KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN                                      2.600.492.407     4.337.980.751       6.535.625.681      5.365.991.608       6.404.299.375
Sumber: Laporan Keuangan Perseroan

Selama tahun 2021 – 2025, arus kas aktivitas operasi Perseroan terdiri dari arus kas masuk. Arus kas
masuk aktivitas operasi terbesar terjadi pada tahun 2025 sebesar Rp3.940.974.310.000,-.
Selama tahun 2021 – 2025 arus kas dari aktivitas investasi merupakan arus kas keluar. Arus kas
aktivitas investasi terbesar terjadi pada tahun 2025 yaitu arus kas keluar. Pada tahun 2025, arus kas
keluar untuk aktivitas investasi adalah sebesar Rp1.309.049.886.000,-.
Selama tahun 2021 – 2025 arus kas dari aktivitas pendanaan merupakan arus kas keluar. Arus kas
keluar aktivitas pendanaan terbesar terjadi pada tahun 2025. Pada tahun 2025, arus kas keluar untuk
aktivitas pendanaan adalah sebesar Rp1.689.217.468.000,-.
Kas dan setara kas akhir tahun Perseroan pada tahun 2025 adalah sebesar Rp6.404.299.375.000,-.




Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Pengalihan Saham Treasury
Oleh PT AKR Corporindo Tbk
Page 34
                                                                                          P a g e | xxxiv



                                Common-Size Statement Laporan Laba Rugi Perseroan
                                               Tahun 2021 – 2025
                                                           2021       2022    2023    2024          2025
                      Keterangan
                                                           Audit      Audit   Audit   Audit         Audit
Pendapatan                                                 100%       100%    100%    100%          100%
 Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan                   99%        99%     99%     99%           99%
 Pendapatan Sewa                                             1%         1%      1%      1%            1%
Beban Pokok Pendapatan                                     -91%       -91%    -89%    -91%          -91%
Laba Kotor                                                   9%         9%     11%      9%            9%

Beban Usaha
 Beban umum dan administrasi                                 -3%       -2%     -2%     -2%           -2%
 Beban penjualan                                              0%        0%      0%      0%            0%

Pendapatan (Beban) Usaha Lainnya
 Laba atas penjualan aset tetap - neto                        0%        0%      0%      0%            0%
 Laba (rugi) selisih kurs - neto                              0%        0%      0%      0%            0%
 Pendapatan usaha lainnya                                     0%        0%      0%      0%            0%
 Beban usaha lainnya                                          0%        0%      0%      0%            0%
Total Beban Operasi                                          -3%       -2%     -2%     -2%           -2%
Laba Usaha                                                    6%        6%      8%      7%            7%


Penghasilan keuangan                                          0%        0%      0%      1%            1%
Pajak final terkait penghasilan keuangan                      0%        0%      0%      0%            0%
Beban keuangan                                                0%        0%      0%      0%            0%
Bagian atas laba entitas asosiasi                             0%        0%      0%      0%            0%
Beban penghapusan piutang atas perubahan formula              0%        0%      0%      0%            0%
harga PSO
Total Pendapatan (Beban) Lain-Lain                            0%        0%      0%      1%            0%

Laba dari Operasi yang Dilanjutkan Sebelum Pajak Final        6%        6%      8%      6%            7%
dan Pajak Penghasilan

Pajak final                                                   0%        0%      0%      0%            0%
Laba dari Operasi yang Dilanjutkan Sebelum Pajak              5%        6%      9%      7%            7%
Penghasilan

Pajak Kini                                                   -1%       -1%     -1%     -1%           -1%
Pajak Tangguhan                                               0%        0%      0%      0%            0%
Laba Neto Tahun Berjalan dari Operasi yang Dilanjutkan        4%        5%      7%      6%            6%


Laba (rugi) tahun berjalan dari operasi yang dihentikan       0%        0%      0%      0%            0%
Laba neto dari operasi yang dihentikan                        0%        0%      0%      0%            0%

Laba Neto Tahun Berjalan dari Operasi yang Dihentikan         0%        0%      0%      0%            0%

Laba Neto Tahun Berjalan                                      4%        5%      7%      6%            6%

 Sumber: Laporan Keuangan Perseroan

Berdasarkan tabel common-size statement Laporan Laba Rugi Perseroan tahun 2021 – 2025, dapat
diketahui bahwa selama periode historis proporsi beban pokok penjualan terhadap jumlah
pendapatan relatif stabil. Proporsi beban pokok penjualan terbesar terjadi pada tahun 2021, 2022,
2024, dan 2025 yaitu sebesar 91%, sedangkan pada tahun 2023 tercatat sedikit lebih rendah yaitu
sebesar 89%.
Selama tahun 2021 – 2025, laba tahun berjalan terhadap pendapatan cenderung mengalami
peningkatan dan stabilitas yaitu sebesar 4% (2021), 5% (2022), 7% (2023), 6% (2024), dan 6% (2025).




Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Pengalihan Saham Treasury
Oleh PT AKR Corporindo Tbk
Page 35
                                                                                                 P a g e | xxxv



                            Common-size Statement Laporan Posisi Keuangan Perseroan
                                              Tahun 2021 – 2025
                                                                 2021    2022    2023    2024    2025
                                Keterangan
                                                                 Audit   Audit   Audit   Audit   Audit
           ASET
           ASET LANCAR
           Kas dan setara kas                                     11%     16%     22%     16%     18%
           Piutang usaha                                          19%     22%     21%     23%     26%
           Piutang lain-lain                                       0%      0%      0%      0%      0%
           Persediaan                                             10%     11%     10%     10%      7%
           Persediaan tanah kawasan industri                       9%      8%      5%     11%     11%
           Pajak dibayar di muka                                   1%      0%      1%      0%      0%
           Biaya dibayar dimuka                                    0%      0%      0%      0%      0%
           Uang muka                                               0%      0%      0%      0%      0%
           Aset lancar lainnya                                     1%      0%      0%      1%      1%
           TOTAL ASET LANCAR                                      51%     58%     60%     63%     64%

           ASET TIDAK LANCAR
           Piutang usaha jangka panjang dari pihak ketiga          3%      2%      1%      1%      3%
           Investasi pada entitas asosiasi                         2%      2%      1%      1%      1%
           Aset pajak tangguhan - neto                             1%      1%      1%      1%      0%
           Properti investasi                                      8%      7%      6%      5%      5%
           Aset tetap - neto                                      21%     18%     18%     19%     19%
           Aset hak guna - neto                                    2%      2%      2%      2%      2%
           Sewa tanah jangka panjang dibayar di muka - neto        0%      0%      0%      0%      0%
           Estimasi tagihan pajak penghasilan jangka panjang       0%      0%      0%      0%      0%
                                                                   0%      0%      0%      0%      1%
           Aset keuangan tidak lancar lainnya                      1%      0%      0%      0%      0%
           Persediaan tanah kawasan industri untuk
           pengembangan                                           11%     10%     10%      6%      4%
           Uang muka                                               0%      0%      0%      0%      0%
           Aset tidak lancar lainnya - neto                        0%      0%      0%      0%      0%
           TOTAL ASET TIDAK LANCAR                                49%     42%     40%     37%     36%
           TOTAL ASET                                            100%    100%    100%    100%    100%

           LIABILITAS DAN EKUITAS
           LIABILITAS
           LIABILITAS JANGKA PENDEK
           Hutang bank jangka pendek dan lainnya                   1%      0%      0%      0%      1%
           Hutang usaha                                           33%     34%     31%     31%     34%
           Hutang lain-lain                                        0%      0%      1%      1%      1%
           Hutang pajak                                            1%      1%      1%      1%      2%
           Biaya masih harus dibayar                               1%      2%      2%      2%      2%
           Liabilitas imbalan kerja jangka pendek                  1%      1%      1%      0%      0%
           Liabilitas sewa jangka pendek                           0%      0%      0%      0%      0%
           Liabilitas kontrak                                      1%      1%      1%      1%      1%
           Uang muka pelanggan dan lainnya                         0%      0%      0%      0%      0%
           Hutang bank jangka panjang yang jatuh tempo dalam
           satu tahun                                              2%      2%      4%      3%      3%
           Hutang obligasi yang jatuh tempo dalam satu tahun       0%      0%      0%      0%      0%
           Hutang dividen                                          0%      0%      0%      0%      0%
           TOTAL LIABILITAS JANGKA PENDEK                         40%     41%     41%     41%     43%

           LIABILITAS JANGKA PANJANG
           Liabilitas pajak tangguhan - neto                       0%      0%      0%      0%      0%
           Hutang bank jangka panjang setelah dikurangi bagian
           yang jatuh tempo dalam satu tahun                       9%      8%     10%     11%     10%
           Hutang obligasi                                         0%      0%      0%      0%      0%
           Liabilitas imbalan pasca kerja                          1%      1%      1%      1%      1%
           Liabilitas kontrak jangka panjang                       1%      0%      0%      2%      2%
           Liabilitas sewa jangka panjang                          1%      1%      1%      1%      1%
           Hutang dividen                                          0%      0%      0%      0%      0%
           Liabilitas jangka panjang lainnya                       0%      0%      0%      0%      0%
           TOTAL LIABILITAS JANGKA PANJANG                        12%     10%     12%     15%     14%
           TOTAL LIABILITAS                                       52%     52%     54%     56%     57%

           EKUITAS
           Modal Saham                                             2%      1%      1%      1%      1%
           Tambahan modal yang disetor                             5%      5%      4%      4%      4%
           Saham treasuri                                         -1%      0%      0%      0%      0%
           Saldo laba                                             32%     33%     31%     29%     28%
           Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan         1%      1%      1%      1%      1%
           Komponen ekuitas lainnya                                0%      0%      0%      0%      0%
           Kepentingan non-pengendali                              8%      8%      9%      9%      9%
           TOTAL EKUITAS                                          48%     48%     46%     44%     43%
           TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS                          100%    100%    100%    100%    100%
           Sumber: Laporan Keuangan Perseroan

Berdasarkan tabel common-size statement laporan posisi keuangan tahun 2021 – 2025, dapat
diketahui bahwa selama periode historis porsi terbesar pada sisi aset adalah pada aset lancar untuk
akun piutang usaha, dimana porsi tertinggi terjadi pada tahun 2025 sebesar 26%. Selain itu, aset
tetap - neto juga merupakan salah satu komponen utama dalam aset tidak lancar dengan porsi yang
relatif stabil, yaitu berkisar antara 18% hingga 21% selama periode tersebut.


Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Pengalihan Saham Treasury
Oleh PT AKR Corporindo Tbk
Page 36
                                                                                                                                       P a g e | xxxvi



Pada sisi liabilitas dan ekuitas diketahui bahwa porsi terbesar selama tahun 2021 – 2025 adalah
liabilitas jangka pendek untuk akun utang usaha, dengan porsi tertinggi terjadi pada tahun 2022
sebesar 34% dari total jumlah liabilitas dan ekuitas. Selain itu, dari sisi ekuitas, akun saldo laba juga
menunjukkan kontribusi yang signifikan dengan porsi yang relatif stabil, yaitu berkisar antara 28%
hingga 33% selama periode tersebut.
b) Analisis Proyeksi Laba Rugi
Proyeksi laba rugi Perseroan untuk tahun 2026 – 2030 seperti ditunjukkan pada tabel di bawah ini:
                                      Proyeksi Laporan Laba Rugi Perseroan
                                                                                                                                 (dalam ribuan rupiah)
                                                                                 2026               2027               2028               2029               2030
Keterangan
                                                                              Proyeksi           Proyeksi           Proyeksi           Proyeksi           Proyeksi
Penjualan                                                              51.328.000.000     54.205.893.760     57.935.274.450     62.434.961.238     67.910.734.068
Beban Pokok Penjualan                                                 (46.890.000.000)   (49.562.245.529)   (52.929.028.433)   (56.834.220.588)   (61.331.697.385)
Laba Kotor                                                              4.438.000.000      4.643.648.231      5.006.246.016      5.600.740.650      6.579.036.683
Biaya Operasional                                                        (800.716.800)      (845.611.943)      (903.790.281)      (973.985.395)    (1.154.482.479)

Pendapatan lainnya
 Beban Bunga                                                             (75.000.000)      (115.000.000)      (142.000.000)      (160.000.000)      (169.000.000)
 Pendapatan Bunga                                                        152.000.000        155.000.000        159.000.000        162.000.000        166.000.000
 Pendapatan dari Asosiasi (BMS)                                           88.000.000         97.000.000        106.000.000        117.000.000        129.000.000

 Laba Sebelum Pajak (EBT)                                              3.802.283.200      3.935.036.289      4.225.455.735       4.745.755.255      5.550.554.204
Pajak Penghasilan                                                       (836.502.304)      (865.707.984)      (929.600.262)     (1.044.066.156)    (1.221.121.925)
 Laba Setelah Pajak                                                    2.965.780.896      3.069.328.305      3.295.855.473       3.701.689.099      4.329.432.279
 Minority Interest                                                     (359.757.403)      (394.487.388)      (503.642.986)       (679.354.801)      (977.517.799)
 Laba Setelah Pajak Perseroan                                          2.606.023.493      2.674.840.917      2.792.212.487       3.022.334.298      3.351.914.480


Perseroan memproyeksikan pendapatan usaha memiliki pertumbuhan dengan CAGR sebesar 7,25%
selama periode 2026–2030, dengan pendapatan usaha tertinggi terjadi pada tahun 2030. Proyeksi
pendapatan usaha didominasi oleh kegiatan utama Perseroan di sektor perdagangan dan distribusi
bahan bakar minyak serta bahan kimia dasar. Pertumbuhan pendapatan usaha Perseroan
mencerminkan strategi ekspansi yang lebih konservatif dibandingkan periode historis, dengan
mempertimbangkan stabilisasi harga komoditas serta kondisi pasar yang lebih moderat. Sehingga
atas dasar tersebut, Perseroan optimis terhadap prognosa antara lain dapat menghasilkan
pendapatan usaha sebesar Rp67.910.734.068.000,- pada tahun 2030 dengan pertumbuhan yang
berkelanjutan.
Adapun seiring dengan peningkatan pendapatan usaha, beban pokok pendapatan turut mengalami
peningkatan yang relatif sejalan yang menunjukkan struktur biaya yang stabil dan konsisten terhadap
skala operasional Perseroan. Perseroan memiliki strategi dalam mencapai proyeksi pendapatan yang
telah diperkirakan, antara lain adalah sebagai berikut:
      i)   Memperkuat jaringan distribusi dan infrastruktur logistik untuk mendukung peningkatan
           volume penjualan;
      ii) Meningkatkan penetrasi pasar pada segmen industri dan komersial;
      iii) Mengoptimalkan efisiensi operasional guna menjaga stabilitas margin di tengah dinamika
           harga komoditas.
Selanjutnya, Laba Setelah Pajak selama periode proyeksi 2026–2030 akan mengalami tren yang
meningkat dengan rata-rata margin laba sebesar 5,89%. Pada tahun 2026 total laba diproyeksikan
adalah sebesar Rp2.965.780.896.000,- dan akan mengalami peningkatan menjadi sebesar
Rp4.329.432.279.000,- pada tahun 2030.




Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Pengalihan Saham Treasury
Oleh PT AKR Corporindo Tbk
Page 37
                                                                                       P a g e | xxxvii



c) Harga Pengalihan Saham Treasury
Pemberi Tugas
Pemberi tugas untuk memberi Pendapat Kewajaran atas Harga Pengalihan Saham Treasury adalah
Perseroan dan pengguna laporan adalah Perseroan. Perseroan adalah perusahaan yang bergerak
dalam bidang distribusi produk BBM ke pasar industri dan retail, distribusi dan perdagangan bahan
kimia (seperti caustic soda, sodium sulfat, PVC resin dan soda ash) yang digunakan oleh berbagai
industri di Indonesia sesuai dengan perjanjian distribusi dengan produsen asing dan lokal,
penyewaan gudang, kendaraan angkutan, tangki dan jasa logistik lainnya. Perseroan memulai
kegiatan usaha komersialnya pada bulan Juni 1978.
Maksud dan Tujuan Pendapat Kewajaran
Tujuan Laporan Pendapat Kewajaran ini adalah untuk memenuhi POJK No. 42/2020 untuk Transaksi
Afiliasi. Laporan Pendapat Kewajaran ini hanya disusun untuk keperluan Transaksi Pengalihan Saham
Treasury dan tidak dapat digunakan untuk keperluan perpajakan maupun keperluan-keperluan yang
menyangkut instansi lain.
Objek Pendapat Kewajaran
Objek berupa Saham Treasury sebesar 181.005.000 lembar saham setara Rp282.526.310.000,-
dengan uraian: pada Tahap 1 pada tanggal 4 Mei 2026 sebesar 67.261.000 lembar dengan Harga
Penutupan Saham pada tanggal 30 April 2026 sebesar Rp 1.580 per Lembar Saham, Tahap 2 pada
tanggal 5 Mei 2026 sebesar 67.261.000 lembar dengan Harga Penutupan Saham pada tanggal 4 Mei
2026 sebesar Rp 1.570 per Lembar Saham, Tahap 3 pada tanggal 6 Mei 2026 sebesar 46.483.000
lembar dengan Harga Penutupan Saham pada tanggal 5 Mei 2026 sebesar Rp 1.520 per Lembar
Saham.

Dasar Nilai
Dasar nilai dalam penentuan Harga Saham Treasury Perseroan mengacu pada ketentuan POJK No.
29 Tahun 2023 Pasal 23, khususnya untuk saham yang tercatat dan diperdagangkan di Bursa Efek.
Berdasarkan ketentuan tersebut, harga pengalihan saham ditentukan dengan menggunakan dua
pendekatan, yaitu:
               (i)       tidak lebih rendah dari harga penutupan perdagangan harian di Bursa Efek 1
                         (satu) hari sebelum tanggal penjualan saham; atau
               (ii)      tidak lebih rendah dari rata-rata harga penutupan perdagangan harian selama
                         90 (sembilan puluh) hari terakhir sebelum tanggal penjualan saham setelah
                         dikurangi diskon paling banyak sebesar 7,5%.
Dalam penerapannya, harga yang digunakan sebagai dasar penentuan nilai adalah harga yang
menghasilkan nilai paling tinggi di antara kedua opsi tersebut, sehingga memastikan bahwa harga
pengalihan saham tidak berada di bawah batas minimum yang diperkenankan sesuai dengan
ketentuan yang berlaku.
Asumsi-asumsi dan Kondisi Pembatas
   1. Laporan Pendapat Kewajaran ini bersifat non-disclaimer opinion;
   2. Penilai telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang digunakan dalam proses
      penilaian;
   3. Semua data dan infomasi pasar diperoleh bersumber dari atau telah di validasi oleh Asosiasi
      Profesi Penilai;
   4. Penilai menggunakan proyeksi keuangan yang telah disesuaikan yang mencerminkan
      kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen dengan kemampuan
      pencapaiannya (fiduciary duty);



Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Pengalihan Saham Treasury
Oleh PT AKR Corporindo Tbk
Page 38
                                                                                                      P a g e | xxxviii



   5. Kami bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian dan kewajaran proyeksi keuangan;
   6. Laporan Pendapat Kewajaran ini terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat
      rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional perusahaan;
   7. Kami bertanggung jawab atas Laporan Pendapat Kewajaran ini dan atas kesimpulan pendapat
      akhirnya dan;
   8. Kami telah melakukan penelaahan atas status hukum objek Pendapat Kewajaran.
Pendekatan Penentuan Harga Pengalihan Saham Treasury
Dalam penentuan harga saham treasury Perseroan mengacu pada ketentuan POJK No. 29 Tahun
2023 Pasal 23, khususnya untuk saham yang tercatat dan diperdagangkan di Bursa Efek. Berdasarkan
ketentuan tersebut, harga pengalihan saham ditentukan dengan menggunakan dua pendekatan,
yaitu:
                (i)        tidak lebih rendah dari harga penutupan perdagangan harian di Bursa Efek 1
                           (satu) hari sebelum tanggal penjualan saham; atau
                (ii)       tidak lebih rendah dari rata-rata harga penutupan perdagangan harian selama
                           90 (sembilan puluh) hari terakhir sebelum tanggal penjualan saham setelah
                           dikurangi diskon paling banyak sebesar 7,5%.
Dalam penerapannya, harga yang digunakan sebagai dasar penentuan nilai adalah harga yang
menghasilkan nilai paling tinggi di antara kedua opsi tersebut, sehingga memastikan bahwa harga
pengalihan saham tidak berada di bawah batas minimum yang diperkenankan sesuai dengan
ketentuan yang berlaku.
Kesimpulan dan Asumsi Pembatas
Perseroan telah melakukan Pengalihan Saham Treasury dalam tiga tahap. Saham Treasury sebesar
181.005.000 lembar saham setara Rp282.526.310.000,- dengan uraian: pada Tahap 1 pada tanggal
4 Mei 2026 sebesar 67.261.000 lembar dengan Harga Penutupan Saham pada tanggal 30 April 2026
sebesar Rp 1.580 per Lembar Saham, Tahap 2 pada tanggal 5 Mei 2026 sebesar 67.261.000 lembar
dengan Harga Penutupan Saham pada tanggal 4 Mei 2026 sebesar Rp 1.570 per Lembar Saham,
Tahap 3 pada tanggal 6 Mei 2026 sebesar 46.483.000 lembar dengan Harga Penutupan Saham pada
tanggal 5 Mei 2026 sebesar Rp 1.520 per Lembar Saham.
Berdasarkan hasil perhitungan Harga Pengalihan Saham Treasury untuk masing-masing tahap
transaksi:
   i) Tahap 1 – 4 Mei 2026
Harga Acuan Pengalihan Saham untuk Transaksi Tanggal 4 Mei 2026

Deskipsi                                                                                    Harga Saham (Rp/Lembar)
Harga Pengalihan Saham Opsi 1 - Harga Saham Penutupan H-1 (Per 30 April 2026)                                     1.580
Harga Pengalihan Saham Opsi 2 - Rata-Rata Harga Saham Penutupan 90 Hari Terakhir                                  1.220
Kesimpulan Harga Pengalihan Saham Minimum                                                                         1.580

Berdasarkan tabel harga acuan pengalihan saham untuk transaksi tanggal 4 Mei 2026, harga saham
yang digunakan sebagai dasar penentuan nilai adalah sebesar Rp1.580 per lembar saham, yang
berasal dari harga penutupan saham 1 (satu) hari sebelum tanggal transaksi (H-1). Nilai ini lebih tinggi
dibandingkan dengan alternatif perhitungan menggunakan rata-rata harga penutupan 90 hari
terakhir sebesar Rp1.220 per lembar saham, sehingga sesuai dengan ketentuan yang berlaku, harga
yang dipilih adalah nilai tertinggi sebagai batas minimum harga pengalihan saham.
Transaksi Pengalihan Saham Tanggal 4 Mei 2026
Deskipsi                                                                        Satuan            Nilai
Total Pembelian Saham                                                           Lembar                         67.261.000
Harga Pengalihan Saham Opsi 1 - Harga Saham Penutupan H-1 (Per 30 April 2026)   Rp/Lembar                           1.580
Nilai Transaksi Pengalihan / Penjualan Saham Treasury per 4 Mei 2026            Rp                        106.272.380.000




Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Pengalihan Saham Treasury
Oleh PT AKR Corporindo Tbk
Page 39
                                                                                                      P a g e | xxxix



Berdasarkan tabel transaksi pengalihan saham tanggal 4 Mei 2026, Perseroan melakukan pengalihan
saham treasury sebanyak 67.261.000 lembar saham dengan menggunakan harga acuan sebesar
Rp1.580 per lembar saham. Dengan demikian, total Nilai Transaksi Pengalihan Saham Treasury pada
tahap tersebut adalah sebesar Rp106.272.380.000,-, yang mencerminkan pelaksanaan transaksi
sesuai dengan harga minimum yang telah ditetapkan berdasarkan ketentuan yang berlaku.
   ii) Tahap 2 – 5 Mei 2026
Harga Acuan Pengalihan Saham untuk Transaksi Tanggal 5 Mei 2026
Deskipsi                                                                                  Harga Saham (Rp/Lembar)
Harga Pengalihan Saham Opsi 1 - Harga Saham Penutupan H-1 (Per 4 Mei 2026)                                  1.570
Harga Pengalihan Saham Opsi 2 - Rata-Rata Harga Saham Penutupan 90 Hari Terakhir                            1.224
Kesimpulan Harga Pengalihan Saham Minimum                                                                   1.570

Berdasarkan tabel harga acuan pengalihan saham untuk transaksi tanggal 5 Mei 2026, harga saham
yang digunakan sebagai dasar penentuan nilai adalah sebesar Rp1.570 per lembar saham, yang
berasal dari harga penutupan saham 1 (satu) hari sebelum tanggal transaksi (H-1) yaitu per 4 Mei
2026. Nilai ini lebih tinggi dibandingkan dengan alternatif perhitungan menggunakan rata-rata harga
penutupan 90 hari terakhir sebesar Rp1.224 per lembar saham, sehingga sesuai dengan ketentuan
yang berlaku, harga yang dipilih adalah nilai tertinggi sebagai batas minimum harga pengalihan
saham.
Transaksi Pengalihan Saham Tanggal 5 Mei 2026
Deskipsi                                                                     Satuan           Nilai
Total Pembelian Saham                                                        Lembar                        67.261.000
Harga Pengalihan Saham Opsi 1 - Harga Saham Penutupan H-1 (Per 4 Mei 2026)   Rp/Lembar                          1.570
Nilai Transaksi Pengalihan / Penjualan Saham Treasury per 5 Mei 2026         Rp                       105.599.770.000

Berdasarkan tabel transaksi pengalihan saham tanggal 5 Mei 2026, Perseroan melakukan pengalihan
saham treasury sebanyak 67.261.000 lembar saham dengan menggunakan harga acuan sebesar
Rp1.570 per lembar saham. Dengan demikian, total Nilai Transaksi Pengalihan Saham Treasury pada
tahap tersebut adalah sebesar Rp105.599.770.000,-, yang mencerminkan pelaksanaan transaksi
sesuai dengan harga minimum yang telah ditetapkan berdasarkan ketentuan yang berlaku.
   iii) Tahap 3 – 6 Mei 2026
Harga Acuan Pengalihan Saham untuk Transaksi Tanggal 6 Mei 2026
Deskipsi                                                                                 Harga Saham (Rp/Lembar)
Harga Pengalihan Saham Opsi 1 - Harga Saham Penutupan H-1 (Per 5 Mei 2026)                                  1.520
Harga Pengalihan Saham Opsi 2 - Rata-Rata Harga Saham Penutupan 90 Hari Terakhir                            1.226
Kesimpulan Harga Pengalihan Saham Minimum                                                                   1.520

Berdasarkan tabel harga acuan pengalihan saham untuk transaksi tanggal 6 Mei 2026, harga saham
yang digunakan sebagai dasar penentuan nilai adalah sebesar Rp1.520 per lembar saham, yang
berasal dari harga penutupan saham 1 (satu) hari sebelum tanggal transaksi (H-1) yaitu per 5 Mei
2026. Nilai ini lebih tinggi dibandingkan dengan alternatif perhitungan menggunakan rata-rata harga
penutupan 90 hari terakhir sebesar Rp1.226 per lembar saham, sehingga sesuai dengan ketentuan
yang berlaku, harga yang dipilih adalah nilai tertinggi sebagai batas minimum harga pengalihan
saham.
Transaksi Pengalihan Saham Tanggal 6 Mei 2026
Deskipsi                                                                     Satuan           Nilai
Total Pembelian Saham                                                        Lembar                        46.483.000
Harga Pengalihan Saham Opsi 1 - Harga Saham Penutupan H-1 (Per 5 Mei 2026)   Rp/Lembar                          1.520
Nilai Transaksi Pengalihan / Penjualan Saham Treasury per 6 Mei 2026         Rp                        70.654.160.000




Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Pengalihan Saham Treasury
Oleh PT AKR Corporindo Tbk
Page 40
                                                                                                                                         P a g e | xl



Berdasarkan tabel transaksi pengalihan saham tanggal 6 Mei 2026, Perseroan melakukan pengalihan
saham treasury sebanyak 46.483.000 lembar saham dengan menggunakan harga acuan sebesar
Rp1.520 per lembar saham. Dengan demikian, total Nilai Transaksi Pengalihan Saham Treasury pada
tahap tersebut adalah sebesar Rp70.654.160.000,-, yang mencerminkan pelaksanaan transaksi
sesuai dengan harga minimum yang telah ditetapkan berdasarkan ketentuan yang berlaku.
Kumulatif Transaksi Pengalihan Saham Tanggal 4,5, dan 6 Mei 2026
Deskipsi                                                                         Jumlah Saham (Lembar)    Harga Saham (Rp/Lembar) Nilai Transaksi (Rp)
Nilai Transaksi Pengalihan / Penjualan Saham Treasury per 4 Mei 2026                           67.261.000                   1.580      106.272.380.000
Nilai Transaksi Pengalihan / Penjualan Saham Treasury per 5 Mei 2026                           67.261.000                   1.570      105.599.770.000
Nilai Transaksi Pengalihan / Penjualan Saham Treasury per 6 Mei 2026                           46.483.000                   1.520        70.654.160.000
Kumulatif Transaksi Pengalihan Saham Tanggal 4,5, dan 6 Mei 2026                              181.005.000                              282.526.310.000

Berdasarkan tabel kumulatif transaksi pengalihan Saham Treasury pada tanggal 4, 5, dan 6 Mei 2026,
Perseroan melakukan pengalihan saham secara bertahap dengan harga yang sama pada setiap
tanggal transaksi. Pada tanggal 4 Mei 2026, harga pengalihan saham adalah sebesar Rp1.580 per
lembar saham dengan jumlah saham sebanyak 67.261.000 lembar dan nilai transaksi sebesar
Rp106.272.380.000,-. Pada tanggal 5 Mei 2026, harga pengalihan saham tetap sebesar Rp1.570 per
lembar saham dengan jumlah saham sebanyak 67.261.000 lembar dan nilai transaksi sebesar
Rp105.599.770.000,-. Selanjutnya, pada tanggal 6 Mei 2026, harga pengalihan saham juga sebesar
Rp1.520 per lembar saham dengan jumlah saham sebanyak 46.483.000 lembar dan nilai transaksi
sebesar Rp70.654.160.000,-. Secara keseluruhan, total saham yang dialihkan adalah sebanyak
181.005.000 lembar saham dengan total nilai transaksi sebesar Rp282.526.310.000,-.
d) Analisis Batas Wajar atas Harga Transaksi
Perseroan telah melakukan Transaksi Pengalihan Saham Treasury dalam tiga tahap sebesar
181.005.000 lembar saham setara Rp282.526.310.000,- dengan uraian: pada Tahap 1 pada tanggal
4 Mei 2026 sebesar 67.261.000 lembar dengan Harga Penutupan Saham pada tanggal 30 April 2026
sebesar Rp 1.580 per Lembar Saham, Tahap 2 pada tanggal 5 Mei 2026 sebesar 67.261.000 lembar
dengan Harga Penutupan Saham pada tanggal 4 Mei 2026 sebesar Rp 1.570 per Lembar Saham,
Tahap 3 pada tanggal 6 Mei 2026 sebesar 46.483.000 lembar dengan Harga Penutupan Saham pada
tanggal 5 Mei 2026 sebesar Rp 1.520 per Lembar Saham.
Mengacu pada Pasal 48b POJK No. 35/2020, berikut adalah tabel uji batas atas dan batas bawah
sebesar 7,5% atas Harga Transaksi:
   i) Tahap 1 – 4 Mei 2026
Analisis Batas Kewajaran Harga Transaksi per 4 Mei 2026
                                                                                                                                  Harga Pengalihan
Keterengan                                                                                      Penjelasan
                                                                                                                               Saham (Rp/Lembar)
Batas atas dari Harga Transaksi                                                7,5% diatas Harga Pengalihan Treasury Stock                    1.699
Harga Pengalihan Saham Treasury Oleh PT AKR Corporindo Tbk                                                                                    1.580
Batas bawah dari Harga Transaksi                                               7,5% dibawah Harga Pengalihan Treasury Stock                   1.462 *)
Harga Transaksi                                                                                                                               1.580
Kesimpulan Opini                                                                                                                             WAJAR
*) Catatan: Harga Transaksi batas bawah sebesar Rp1.462 per lembar saham tidak dapat dijadikan sebagai acuan kewajaran, mengingat berdasarkan
ketentuan POJK No. 29 Tahun 2023, harga minimum pengalihan saham treasury harus mengacu pada harga yang lebih tinggi. Dalam hal ini, harga minimum
yang digunakan adalah sebesar Rp1.580 per lembar saham, yang merupakan Harga Pengalihan Saham Opsi 1 – Harga Saham Penutupan H-1 (per 30 April
2026), sehingga harga tersebut menjadi dasar dalam penilaian kewajaran transaksi.


Berdasarkan tabel di atas batas atas dan batas bawah kewajaran Harga Transaksi adalah masing-
masing sebesar Rp1.699 per lembar saham dan Rp1.462 per lembar saham. Namun demikian,
dengan mempertimbangkan ketentuan POJK No. 29 Tahun 2023, harga minimum pengalihan saham
harus mengacu pada harga saham minimum yang tertinggi, yaitu sebesar Rp1.580 per lembar saham.
Oleh karena itu, harga transaksi yang ditetapkan sebesar Rp1.580 per lembar saham memenuhi
harga minimum tertinggi, maka transaksi dinyatakan wajar.




Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Pengalihan Saham Treasury
Oleh PT AKR Corporindo Tbk
Page 41
                                                                                                                                                                              P a g e | xli



   ii) Tahap 2 – 5 Mei 2026
Harga Acuan Pengalihan Saham untuk Transaksi Tanggal 5 Mei 2026
                                                                                                                                    Harga Pengalihan
Keterengan                                                                                          Penjelasan
                                                                                                                                Saham (Rp/Lembar)
Batas atas dari Harga Transaksi                                                7,5% diatas Harga Pengalihan Treasury Stock                     1.688
Harga Pengalihan Saham Treasury Oleh PT AKR Corporindo Tbk                                                                                     1.570
Batas bawah dari Harga Transaksi                                               7,5% dibawah Harga Pengalihan Treasury Stock                    1.452 *)
Harga Transaksi                                                                                                                                1.570
Kesimpulan Opini                                                                                                                               WAJAR
*) Catatan: Harga Transaksi batas bawah sebesar Rp1.452 per lembar saham tidak dapat dijadikan sebagai acuan kewajaran, mengingat berdasarkan
ketentuan POJK No. 29 Tahun 2023, harga minimum pengalihan saham treasury harus mengacu pada nilai yang lebih tinggi. Dalam hal ini, harga minimum
yang digunakan adalah sebesar Rp1.570 per lembar saham, yang merupakan Harga Pengalihan Saham Opsi 1 – Harga Saham Penutupan H-1 (per 4 Mei
2026), sehingga harga tersebut menjadi dasar dalam penilaian kewajaran transaksi.


Berdasarkan tabel di atas batas atas dan batas bawah kewajaran Harga Transaksi adalah masing-
masing sebesar Rp1.688 per lembar saham dan Rp1.452 per lembar saham. Namun demikian,
dengan mempertimbangkan ketentuan POJK No. 29 Tahun 2023, harga minimum pengalihan saham
harus mengacu pada harga saham minimum yang tertinggi, yaitu sebesar Rp1.570 per lembar saham,
yang merupakan Harga Pengalihan Saham Opsi 1 – Harga Saham Penutupan H-1 (per 4 Mei 2026).
Oleh karena itu, harga transaksi yang ditetapkan sebesar Rp1.570 per lembar saham memenuhi
harga minimum tertinggi, maka transaksi dinyatakan wajar.
   iii) Tahap 3 – 6 Mei 2026
Harga Acuan Pengalihan Saham untuk Transaksi Tanggal 6 Mei 2026
                                                                                                                                  Harga Pengalihan
Keterengan                                                                                          Penjelasan
                                                                                                                               Saham (Rp/Lembar)
Batas atas dari Harga Transaksi                                                7,5% diatas Harga Pengalihan Treasury Stock                    1.634
Harga Pengalihan Saham Treasury Oleh PT AKR Corporindo Tbk                                                                                    1.520
Batas bawah dari Harga Transaksi                                               7,5% dibawah Harga Pengalihan Treasury Stock                   1.406 *)
Harga Transaksi                                                                                                                               1.520
Kesimpulan Opini                                                                                                                             WAJAR
*) Catatan: Harga Transaksi batas bawah sebesar Rp1.406 per lembar saham tidak dapat dijadikan sebagai acuan kewajaran, mengingat berdasarkan
ketentuan POJK No. 29 Tahun 2023, harga minimum pengalihan saham treasury harus mengacu pada harga yang lebih tinggi. Dalam hal ini, harga minimum
yang digunakan adalah sebesar Rp1.520 per lembar saham, yang merupakan Harga Pengalihan Saham Opsi 1 – Harga Saham Penutupan H-1 (per 5 Mei
2026), sehingga harga tersebut menjadi dasar dalam penilaian kewajaran transaksi.


Berdasarkan tabel di atas batas atas dan batas bawah kewajaran Harga Transaksi adalah masing-
masing sebesar Rp1.634 per lembar saham dan Rp1.406 per lembar saham. Namun demikian,
dengan mempertimbangkan ketentuan POJK No. 29 Tahun 2023, harga minimum pengalihan saham
harus mengacu pada harga saham minimum yang tertinggi, yaitu sebesar Rp1.520 per lembar saham,
yang merupakan Harga Pengalihan Saham Opsi 1 – Harga Saham Penutupan H-1 (per 5 Mei 2026).
Oleh karena itu, harga transaksi yang ditetapkan sebesar Rp1.520 per lembar saham memenuhi
harga minimum tertinggi, maka transaksi dinyatakan wajar.
Analisis Batas Kewajaran Harga Transaksi Kumulatif Transaksi Pengalihan Saham Tanggal 4,5, dan
6 Mei 2026
                             Keterengan                                                             Penjelasan                  Tahap 1 - 4 Mei 2026 Tahap 2 - 5 Mei 2026 Tahap 3 - 6 Mei 2026
Batas atas dari Harga Transaksi                                                 7,5% diatas Nilai Transaksi                                     1.699                  1.688                  1.634
Harga Pengalihan Saham Treasury Oleh PT AKR Corporindo Tbk                                                                                      1.580                  1.570                  1.520
Batas bawah dari Harga Transaksi (*)                                            7,5% dibawah Nilai Transaksi                                    1.462                  1.452                  1.406
Harga Transaksi                                                                                                                                 1.580                  1.570                  1.520
Kesimpulan Opini                                                                                                                                WAJAR                 WAJAR                   WAJAR
Jumlah Pengalihan Saham Treasury                                                                                                           67.261.000            67.261.000              46.483.000
Nilai Pengalihan Saham Treasury                                                                                                      106.272.380.000       105.599.770.000          70.654.160.000
Nilai Kumulatif Pengalihan Saham Treasury                                                                                            106.272.380.000       211.872.150.000         282.526.310.000
*) Catatan: Harga Transaksi batas bawah masing-masing tahap yaitu sebesar Rp1.462 per lembar saham (Tahap 1 – 4 Mei 2026), Rp1.452 per lembar saham (Tahap 2 – 5 Mei 2026), dan Rp1.406 per lembar
saham (Tahap 3 – 6 Mei 2026) tidak dapat dijadikan sebagai acuan kewajaran, mengingat berdasarkan ketentuan POJK No. 29 Tahun 2023, harga minimum pengalihan saham treasury harus mengacu pada
harga yang lebih tinggi. Dalam hal ini, harga minimum yang digunakan adalah masing-masing sebesar Rp1.580 per lembar saham untuk tanggal 4 Mei 2026 (mengacu pada Harga Saham Penutupan H-1 per
30 April 2026), Rp1.570 per lembar saham untuk tanggal 5 Mei 2026 (mengacu pada Harga Saham Penutupan H-1 per 4 Mei 2026), dan Rp1.520 per lembar saham untuk tanggal 6 Mei 2026 (mengacu pada
Harga Saham Penutupan H-1 per 5 Mei 2026), sehingga harga-harga minimum Transaksi Pengalihan Saham tersebut menjadi dasar dalam penilaian kewajaran transaksi secara keseluruhan (kumulatif)
menjadi Rp 282.526.310.000,-.



Berdasarkan tabel di atas, batas atas kewajaran Harga Transaksi pada masing-masing tahap berkisar
antara Rp1.634–Rp1.699 per lembar saham, sedangkan batas bawah kewajaran Harga Transaksi
berkisar antara Rp1.406–Rp1.462 per lembar saham. Namun demikian, dengan mempertimbangkan
ketentuan POJK No. 29 Tahun 2023, harga minimum pengalihan saham harus mengacu pada harga



Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Pengalihan Saham Treasury
Oleh PT AKR Corporindo Tbk
Page 42
                                                                                                                                   P a g e | xlii



saham minimum yang tertinggi pada setiap tanggal transaksi, yaitu masing-masing sebesar Rp1.580
per lembar saham untuk tanggal 4 Mei 2026 (mengacu pada Harga Saham Penutupan H-1 per 30
April 2026), Rp1.570 per lembar saham untuk tanggal 5 Mei 2026 (mengacu pada Harga Saham
Penutupan H-1 per 4 Mei 2026), dan Rp1.520 per lembar saham untuk tanggal 6 Mei 2026 (mengacu
pada Harga Saham Penutupan H-1 per 5 Mei 2026). Dengan demikian, harga transaksi yang
digunakan pada masing-masing tahap telah memenuhi ketentuan harga minimum tertinggi. Oleh
karena itu, secara kumulatif Nilai Transaksi Pengalihan Saham Treasury sebesar Rp282.526.310.000,-
telah mencerminkan HARGA WAJAR sebagaimana terbukti dalam analisa kewajaran, sehingga
Transaksi Pengalihan Saham Treasury sebesar 181.005.000 lembar saham setara dengan
Rp282.526.310.000,- dinyatakan WAJAR.
e) Analisis Nilai Inkremental
Analisis inkremental atas Transaksi Pengalihan Saham Treasury dalam tiga tahap sebesar
181.005.000 lembar saham setara Rp282.526.310.000,- dengan uraian: pada Tahap 1 pada tanggal
4 Mei 2026 sebesar 67.261.000 lembar dengan Harga Penutupan Saham pada tanggal 30 April 2026
sebesar Rp 1.580 per Lembar Saham, Tahap 2 pada tanggal 5 Mei 2026 sebesar 67.261.000 lembar
dengan Harga Penutupan Saham pada tanggal 4 Mei 2026 sebesar Rp 1.570 per Lembar Saham,
Tahap 3 pada tanggal 6 Mei 2026 sebesar 46.483.000 lembar dengan Harga Penutupan Saham pada
tanggal 5 Mei 2026 sebesar Rp 1.520 per Lembar Saham. Perhitungan nilai tambah inkremental dapat
dilihat pada tabel berikut.
                                  Perhitungan Nilai Inkremental
                                                                                                                                     (dalam Ribuan Rupiah)
                                                                               2026             2027             2028             2029               2030
Keterangan
                                                                            Proyeksi         Proyeksi         Proyeksi         Proyeksi           Proyeksi
EBT Sebelum Transaksi Pengalihan Saham Treasury                       3.802.283.200    3.935.036.289    4.225.455.735    4.745.755.255      5.550.554.204
EBT Setelah Transaksi Pengalihan Saham Treasury                       3.813.084.746    3.946.250.799    4.237.098.999    4.757.843.664      5.563.104.777
Inkremental EBT Transaksi Pengalihan Saham Treasury                      10.801.546       11.214.511       11.643.264       12.088.409         12.550.573
Kumulatif Inkremental                                                    58.298.302


Berdasarkan tabel perhitungan nilai tambah inkremental di atas, dapat diketahui bahwa pelaksanaan
Transaksi Pengalihan Saham Treasury memberikan dampak positif terhadap kinerja keuangan
Perseroan yang tercermin dari peningkatan EBT (Earnings Before Tax). EBT Perseroan sebelum
transaksi pada periode proyeksi 2026–2030 berada pada kisaran Rp3.802.283.200.000,- hingga
Rp5.550.554.204.000,-, sedangkan setelah pelaksanaan transaksi meningkat menjadi sebesar
Rp3.813.084.746.000,- hingga Rp5.563.104.777.000,-.
Peningkatan tersebut menghasilkan nilai tambah inkremental tahunan sebesar Rp10.801.546.000,-
pada tahun 2026, Rp11.214.511.000,- pada tahun 2027, Rp11.643.264.000,- pada tahun 2028,
Rp12.088.409.000,- pada tahun 2029, dan Rp12.550.573.000,- pada tahun 2030. Secara kumulatif,
transaksi ini memberikan tambahan nilai sebesar Rp58.298.302.000,- selama periode proyeksi.
Adapun nilai tambah inkremental tersebut berasal dari tambahan Pendapatan Bunga dari Deposito
atas hasil Transaksi Pengalihan Saham Treasury yang memberikan kontribusi positif terhadap
peningkatan profitabilitas Perseroan. Dengan demikian, pelaksanaan Transaksi Pengalihan Saham
Treasury berpotensi memberikan manfaat ekonomis dan mendukung penguatan kinerja keuangan
Perseroan secara berkelanjutan.
f) Analisis Proforma Perseroan Sebelum dan Sesudah Transaksi Pengalihan Saham Treasury
Analisis atas dampak Transaksi Pengalihan Saham Treasury dilakukan dengan menganalisa dampak
Transaksi Pengalihan Saham Treasury terhadap laporan keuangan proforma Perseroan sebelum
dan sesudah Transaksi Pengalihan Saham Treasury pada tanggal 31 Desember 2025.
Berikut adalah analisis Proforma Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan sebelum dan sesudah
Transaksi Pengalihan Saham Treasury disediakan manajemen Perseroan.




Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Pengalihan Saham Treasury
Oleh PT AKR Corporindo Tbk
Page 43
                                                                                                                                                 P a g e | xliii



                       Proforma Laporan Posisi Keuangan Perseroan per 31 Desember 2025
                                                                                                                                          (dalam ribuan rupiah)
   Deskripsi                                                  Sebelum             Penyesuaian dari Transaksi Pengalihan Saham Treasury         Setelah
   ASET
   ASET LANCAR
   Kas dan bank                                                  6.404.299.375                                            282.526.310 *         6.686.825.685
   Piutang usaha
    Pihak berelasi                                                     148.422                                                      -                 148.422
    Pihak ketiga, neto                                           9.544.509.087                                                      -           9.544.509.087
   Piutang lain-lain                                                                                                                                        -
    Pihak berelasi                                                   2.315.888                                                      -               2.315.888
    Pihak ketiga                                                    43.387.027                                                      -              43.387.027
   Persediaan - neto                                             2.601.111.632                                                      -           2.601.111.632
   Persediaan tanah kawasan industri                             4.013.228.173                                                      -           4.013.228.173
   Pajak dibayar dimuka                                            135.665.526                                                      -             135.665.526
   Uang muka                                                        59.980.112                                                      -              59.980.112
   Biaya dibayar di muka                                            88.080.384                                                      -              88.080.384
   Aset lancar lainnya                                             430.990.526                                                      -             430.990.526
   Total Aset Lancar                                            23.323.716.152                                            282.526.310          23.606.242.462

   ASET TIDAK LANCAR
   Piutang usaha jangka panjang dari pihak ketiga                1.224.582.641                                                      -           1.224.582.641
   Investasi pada entitas asosiasi                                 535.825.092                                                      -             535.825.092
   Aset pajak tangguhan - neto                                     181.237.136                                                      -             181.237.136
   Properti investasi                                            1.816.567.520                                                      -           1.816.567.520
   Aset tetap - neto                                             6.810.814.885                                                      -           6.810.814.885
   Aset keuangan pada nilai wajar melalui laba rugi                250.000.000                                                      -             250.000.000
   Aset hak guna - neto                                            839.161.376                                                      -             839.161.376
   Estimasi tagihan pajak penghasilan jangka panjang                70.449.440                                                      -              70.449.440
   Persediaan tanah kawasan industri untuk pengembangan          1.421.440.536                                                      -           1.421.440.536
   Uang muka                                                                 -                                                      -                       -
   Aset tidak lancar lainnya - neto                                 37.856.217                                                      -              37.856.217
   Aset keuangan tidak lancar lainnya                               50.630.262                                                      -              50.630.262
   Total Aset Tidak Lancar                                      13.238.565.105                                                      -          13.238.565.105
   TOTAL ASET                                                   36.562.281.257                                            282.526.310          36.844.807.567

   LIABILITAS DAN EKUITAS
   LIABILITAS JANGKA PENDEK
   Hutang bank jangka pendek dan lainnya                           237.365.000                                                      -             237.365.000
   Hutang usaha                                                 12.333.889.025                                                      -          12.333.889.025
   Hutang lain-lain                                                209.351.573                                                      -             209.351.573
   Hutang pajak                                                    653.587.230                                                      -             653.587.230
   Biaya masih harus dibayar                                       663.234.721                                                      -             663.234.721
   Liabilitas imbalan kerja jangka pendek                          118.052.612                                                      -             118.052.612
   Liabilitas sewa jangka pendek                                    71.402.299                                                      -              71.402.299
   Liabilitas Kontrak jangka pendek                                311.093.601                                                      -             311.093.601
   Hutang bank jangka panjang dan lainnya yang jatuh tempo
                                                                                                                                    -
   dalam satu tahun                                              1.182.438.653                                                                  1.182.438.653
   Hutang obligasi yang jatuh tempo dalam satu tahun                         -                                                      -                       -
   Hutang dividen                                                   56.785.476                                                      -              56.785.476
   Total Liabilitas Jangka Pendek                               15.837.200.190                                                      -          15.837.200.190

   LIABILITAS JANGKA PANJANG
   Liabilitas pajak tangguhan - neto                               40.939.690                                                       -              40.939.690
   Hutang bank jangka panjang dan lainnya setelah dikurangi
                                                                                                                                    -
   bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun                      3.703.087.919                                                                  3.703.087.919
   Hutang obligasi                                                           -                                                      -                       -
   Liabilitas imbalan pasca kerja                                  210.005.038                                                      -             210.005.038
   Liabilitas kontrak jangka panjang                               631.125.850                                                      -             631.125.850
   Liabilitas sewa jangka panjang                                  518.488.414                                                      -             518.488.414
   Hutang dividen                                                            -                                                      -                       -
   Liabilitas jangka panjang lainnya                                11.484.687                                                      -              11.484.687
   Total Liabilitas Jangka Panjang                               5.115.131.598                                                      -           5.115.131.598
   TOTAL LIABILITAS                                             20.952.331.788                                                      -          20.952.331.788

   EKUITAS
   Modal saham - nilai nominal Rp20 (nilai penuh)
   Modal dasar - 37.500.000.000 saham
   Tambahan modal ditempatkan dan disetor penuh -
                                                                                                                                    -
   20.073.474.600 saham                                            401.469.492                                                                    401.469.492
   Tambahan modal disetor                                        1.365.578.353                                                      -           1.365.578.353
   Saham Treasuri - 273.705.000 saham                              (96.093.902)                                            63.548.261             (32.545.641)
   Saldo laba                                                                                                                                               -
    Ditentukan penggunaanya                                          4.118.000                                                      -               4.118.000
    Tidak ditentukan penggunaannya                              10.136.709.446                                                      -          10.136.709.446
    Keuntungan atas Pengalihan Saham Treasury                                -                                            218.978.049             218.978.049
   Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan                 275.160.157                                                      -             275.160.157
   Komponen ekuitas lainnya
    Bagian atas perubahan lainnya dari ekuitas entitas anak        68.994.086                                                       -              68.994.086
   JUMLAH EKUITAS YANG DAPAT DIATRIBUSIKAN KEPADA
                                                                                                                          282.526.310
   PEMILIK ENTITAS INDUK                                        12.155.935.632                                                                 12.438.461.942
   KEPENTINGAN NONPENGENDALI                                     3.454.013.837                                                      -           3.454.013.837
   EKUITAS, NETO                                                15.609.949.469                                            282.526.310          15.892.475.779
   TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS                                 36.562.281.257                                            282.526.310          36.844.807.567

  Sumber: Laporan Proforma




Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Pengalihan Saham Treasury
Oleh PT AKR Corporindo Tbk
Page 44
                                                                                                                   P a g e | xliv



Berikut adalah Analisis Proforma Laporan Posisi Keuangan Perseroan sebelum dan setelah Transaksi
Pengalihan Saham Treasury:
   1) Terdapat peningkatan pada sisi aset lancar Perseroan setelah pelaksanaan Transaksi
      Pengalihan Saham Treasury, yang disebabkan oleh penerimaan kas dari pengalihan saham
      treasury secara kumulatif sebesar Rp282.526.310.000,- yang berasal dari penjualan
      181.005.000 lembar saham treasury dalam tiga tahap transaksi (pada tanggal 4, 5, dan 6 Mei
      2026). Dengan demikian, total aset lancar Perseroan meningkat dari sebesar
      Rp23.323.716.152.000,- menjadi Rp23.606.242.462.000,-;
         Deskipsi                                                               Jumlah Saham (Lembar) Nilai Transaksi (Rp)
         Nilai Transaksi Pengalihan / Penjualan Saham Treasury per 4 Mei 2026               67.261.000             106.272.380.000
         Nilai Transaksi Pengalihan / Penjualan Saham Treasury per 5 Mei 2026               67.261.000             105.599.770.000
         Nilai Transaksi Pengalihan / Penjualan Saham Treasury per 6 Mei 2026               46.483.000               70.654.160.000
         Kumulatif Transaksi Pengalihan Saham Tanggal 4,5, dan 6 Mei 2026                  181.005.000             282.526.310.000
   2) Tidak terdapat perubahan pada sisi aset tidak lancar Perseroan setelah pelaksanaan Transaksi
      Pengalihan Saham Treasury, dimana total aset tidak lancar tetap sebesar
      Rp13.238.565.105.000,-, karena transaksi yang dilakukan tidak berdampak pada perubahan
      komposisi aset jangka panjang Perseroan;
   3) Tidak terdapat perubahan pada sisi liabilitas Perseroan setelah pelaksanaan Transaksi
      Pengalihan Saham Treasury, dimana total liabilitas tetap sebesar Rp20.952.331.788.000,-,
      mengingat Transaksi Pengalihan Saham Treasury tidak menimbulkan kewajiban tambahan
      bagi Perseroan;
   4) Terdapat peningkatan pada sisi ekuitas Perseroan setelah pelaksanaan Transaksi Pengalihan
      Saham Treasury, yang terutama berasal dari pengakuan keuntungan atas pengalihan saham
      treasury secara kumulatif sebesar Rp 218.978.049.166,-, yang merupakan selisih antara
      NilaiTransaksi Pengalihan Saham Treasury sebesar Rp282.526.310.000,- dan Nilai Buku Saham
      Treasury sebesar Rp63.548.260.834,-. Dengan demikian, transaksi ini memberikan tambahan
      nilai pada ekuitas Perseroan serta meningkatkan jumlah ekuitas yang dapat diatribusikan
      kepada pemilik entitas induk.
          Deskripsi                                                                                                   Nilai (Rp)
         Nilai Buku Saham Treasury untuk 181.005.000 Lembar                                                     63.548.260.834
         Nilai Transaksi Saham Treasury untuk 181.005.000 Lembar                                               282.526.310.000
         Keuntungan Transaksi Saham Treasury untuk 181.005.000 Lembar                                          218.978.049.166




Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Pengalihan Saham Treasury
Oleh PT AKR Corporindo Tbk
Page 45
                                                                                                                               P a g e | xlv



                            Proforma Laporan Laba Rugi Perseroan per 31 Desember 2025
Deskripsi                                             Sebelum          Penyesuaian dari Transaksi Pengalihan Saham Treasury    Setelah
Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan               45.732.540.855                                                      -    45.732.540.855
Pendapatan Sewa                                           285.927.217                                                      -       285.927.217
Beban Pokok Penjualan dan Pendapatan                  (41.920.479.417)                                                     -   (41.920.479.417)
Laba Bruto                                              4.097.988.655                                                      -     4.097.988.655

Beban usaha
 Beban umum dan administrasi                             (961.169.832)                                                     -      (961.169.832)
 Beban penjualan                                          (98.127.836)                                                     -       (98.127.836)

Pendapatan (beban) usaha lainnya
 Laba atas penjualan/pengalihan aset tetap - neto           2.679.292                                                      -         2.679.292
 Laba (rugi) selisih kurs - neto                           14.824.560                                                      -        14.824.560
 Pendapatan usaha lainnya                                  39.712.781                                                      -        39.712.781
 Beban usaha lainnya                                      (12.106.041)                                                     -       (12.106.041)
Laba Usaha                                              3.083.801.579                                                      -     3.083.801.579

Penghasilan keuangan                                      290.778.124                                                      -       290.778.124
Pajak final terkait penghasilan keuangan                  (45.491.265)                                                     -       (45.491.265)
Beban keuangan                                            (73.767.925)                                                     -       (73.767.925)
Bagian atas laba entitas asosiasi                          52.199.723                                                      -        52.199.723
Laba Sebelum Pajak Final dan Pajak Penghasilan          3.307.520.236                                                      -     3.307.520.236

Pajak final                                               (25.458.432)                                                     -       (25.458.432)
Laba Sebelum Pajak Penghasilan                          3.282.061.804                                                      -     3.282.061.804

Pajak penghasilan - neto:
 Pajak kini                                              (434.396.510)                                                     -      (434.396.510)
 Pajak tangguhan                                          (24.249.287)                                                     -       (24.249.287)
Laba Neto Tahun Berjalan                                2.823.416.007                                                      -     2.823.416.007

Penghasilan Komprehensif Lain
 Pos yang Direklasifikasi ke Laba Rugi pada Periode
 Mendatang
  Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan          48.063.782                                                      -       48.063.782

 Pos yang Ridak Direklasifikasi ke Laba Rugi pada
 Periode Mendatang
  Keuntungan aktuarial atas imbalan pasca kerja            (6.468.599)                                                     -        (6.468.599)
  Pajak tangguhan terkait                                   1.902.667                                                      -         1.902.667


Laba Komprehensif Lain Tahun Berjalan Setelah Pajak     2.866.913.857                                                      -     2.866.913.857

Laba Tahun Berjalan yang Dapat Diatribusikan
kepada:
 Pemilik entitas induk                                  2.472.616.076                                                      -     2.472.616.076
 Kepentingan nonpengendali                                350.799.931                                                      -       350.799.931


Laba Komprehensif Lain Tahun Berjalan Setelah Pajak     2.823.416.007                                                      -     2.823.416.007

Sumber: Laporan Proforma

Berdasarkan Analisis Proforma Laporan Laba Rugi Perseroan, dapat diketahui bahwa tidak terdapat
perubahan pada laporan laba rugi Perseroan setelah pelaksanaan Transaksi Pengalihan Saham
Treasury.
4) Analisis Kewajaran atas Transaksi Pengalihan Saham Treasury
Transaksi Pengalihan Saham Treasury oleh Perseroan dilakukan sebagai bagian dari strategi
optimalisasi struktur permodalan dan peningkatan kinerja keuangan Perseroan. Melalui pelaksanaan
transaksi ini, Perseroan berpotensi memperoleh tambahan dana yang dapat digunakan untuk
memperkuat likuiditas, mendukung kegiatan operasional, serta meningkatkan fleksibilitas keuangan
dalam mendukung rencana pengembangan usaha di masa mendatang. Dengan demikian, transaksi
ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan kinerja dan nilai ekonomis
Perseroan secara keseluruhan.
Analisis kewajaran dilakukan dengan analisis kualitatif dan analisis kuantitatif.




Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Pengalihan Saham Treasury
Oleh PT AKR Corporindo Tbk
Page 46
                                                                                          P a g e | xlvi



Analisis Kualitatif
Berdasarkan informasi riwayat Perseroan dan sifat kegiatan Perseroan, sesuai dengan Pasal 3
Anggaran Dasar Perseroan, ruang lingkup kegiatan usaha utama Perseroan antara lain meliputi
bidang industri produk dari hasil kilang minyak bumi dan industri bahan bakar dari pemurnian dan
pengilangan minyak bumi; perdagangan besar bahan bakar padat, cari dan gas dan produk yang
terkait serta bahan dan barang kimia, perdagangan eceran bahan bakar minyak (BBM), bahan bakar
gas (BBG) dan liquefied petroleum gas (LPG), pengangkutan dan pergudangan (aktivitas penyewaan
dan sewa guna usaha tanpa hak opsi, ketenagakerjaan, agen perjalanan dan penunjang usaha
lainnya); angkutan melalui saluran pipa, angkutan bermotor untuk barang umum, angkutan
bermotor untuk barang khusus, angkutan laut dalam negeri untuk barang khusus, pergudangan dan
penyimpanan, penyimpanan minyak dan gas bumi, aktivitas penyimpanan B3, aktivitas bounded
warehousing atau wilayah kawasan berikat, aktivitas penyewaan dan sewa guna usaha tanpa hak
opsi mobil, bus, truk dan sejenisnya, aktivitas profesional, ilmiah dan teknis (jasa); serta kegiatan
usaha penunjang yang meliputi pengangkutan dan pergudangan, aktivitas pelayanan kepelabuhan
laut, aktivitas pelayanan kepelabuhan sungai dan danau, konstruksi; pengadaan listrik, gas, uap, air
panas dan udara dingin.
Perseroan saat ini bergerak dalam bidang distribusi produk BBM ke pasar industri dan retail,
distribusi dan perdagangan bahan kimia (seperti caustic soda, sodium sulfat, PVC resin dan soda ash)
yang digunakan oleh berbagai industri di Indonesia sesuai dengan perjanjian distribusi dengan
produsen asing dan lokal, penyewaan gudang, kendaraan angkutan, tangki dan jasa logistik lainnya.
Perseroan memulai kegiatan usaha komersialnya pada bulan Juni 1978.
Berdasarkan tinjauan industri secara keseluruhan, sektor properti, logistik, distribusi BBM, dan kimia
dasar menunjukkan dinamika pertumbuhan yang berbeda namun saling melengkapi dalam
mendukung aktivitas ekonomi. Meskipun pada periode terakhir pertumbuhan global cenderung
melambat akibat tekanan makroekonomi, prospek ke depan masih menunjukkan arah yang positif,
didorong oleh pemulihan aktivitas ekonomi, pembangunan infrastruktur, peningkatan konsumsi
energi, serta kebutuhan distribusi dan industrialisasi yang berkelanjutan. Hal ini mengindikasikan
bahwa secara agregat, sektor-sektor tersebut masih memiliki fundamental yang cukup kuat untuk
mendukung pertumbuhan jangka menengah hingga panjang.
Sejalan dengan kondisi tersebut, prospek operasional Perseroan pada periode 2026–2030
menunjukkan tren pertumbuhan yang stabil dan terukur. Secara agregat, Perseroan
memproyeksikan pertumbuhan pendapatan dengan CAGR sebesar sekitar 7,25% selama periode
proyeksi, yang mencerminkan ekspansi usaha yang berkelanjutan dengan mempertimbangkan
kondisi pasar dan kapasitas operasional yang dimiliki. Proyeksi ini berada pada tingkat yang relatif
sejalan dengan pertumbuhan industri yang diperkirakan dengan rentang 5,18% - 7,90% CAGR,
sehingga menunjukkan bahwa asumsi yang digunakan telah mencerminkan dinamika dari sektor-
sektor utama yang mendasari kegiatan usaha Perseroan.
Lebih lanjut, perbedaan tipis antara pertumbuhan Perseroan dan industri mencerminkan
pendekatan yang prudent dalam penyusunan proyeksi, khususnya dalam mengantisipasi risiko
eksternal seperti volatilitas harga energi, dinamika suku bunga, perubahan kebijakan, serta
ketidakpastian permintaan pasar. Dengan mempertimbangkan faktor-faktor tersebut, proyeksi
pertumbuhan pendapatan Perseroan dinilai berada dalam tingkat yang wajar dan menunjukkan
posisi Perseroan yang adaptif, serta memiliki potensi untuk terus berkembang seiring dengan
pertumbuhan sektor properti, logistik, distribusi BBM, dan kimia dasar yang mendasarinya.
Berdasarkan analisis terhadap keuntungan dan kerugian yang bersifat kualitatif benefit yang
didapatkan oleh Perseroan memungkinkan Perseroan berpotensi memperoleh tambahan dana yang
dapat digunakan untuk memperkuat likuiditas, mendukung kegiatan operasional, serta
meningkatkan fleksibilitas keuangan dalam mendukung rencana pengembangan usaha di masa




Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Pengalihan Saham Treasury
Oleh PT AKR Corporindo Tbk
Page 47
                                                                                                                                       P a g e | xlvii



mendatang. Tidak terdapat kerugian inkremental terkait dengan pelaksanaan Transaksi Pengalihan
Saham Treasury.
Analisis Kuantitatif
Analisis Batas Wajar atas Nilai Transaksi Pengalihan Saham Treasury
Perseroan telah melakukan Transaksi Pengalihan Saham Treasury dalam tiga tahap sebesar
181.005.000 lembar saham setara Rp282.526.310.000,- dengan uraian: pada Tahap 1 pada tanggal
4 Mei 2026 sebesar 67.261.000 lembar dengan Harga Penutupan Saham pada tanggal 30 April 2026
sebesar Rp 1.580 per Lembar Saham, Tahap 2 pada tanggal 5 Mei 2026 sebesar 67.261.000 lembar
dengan Harga Penutupan Saham pada tanggal 4 Mei 2026 sebesar Rp 1.570 per Lembar Saham,
Tahap 3 pada tanggal 6 Mei 2026 sebesar 46.483.000 lembar dengan Harga Penutupan Saham pada
tanggal 5 Mei 2026 sebesar Rp 1.520 per Lembar Saham.
Mengacu pada Pasal 48b POJK No. 35/2020, berikut adalah tabel uji batas atas dan batas bawah
sebesar 7,5% atas Harga Transaksi:
   i) Tahap 1 – 4 Mei 2026
Analisis Batas Kewajaran Harga Transaksi per 4 Mei 2026
                                                                                                                                  Harga Pengalihan
Keterengan                                                                                       Penjelasan
                                                                                                                               Saham (Rp/Lembar)
Batas atas dari Harga Transaksi                                                7,5% diatas Harga Pengalihan Treasury Stock                    1.699
Harga Pengalihan Saham Treasury Oleh PT AKR Corporindo Tbk                                                                                    1.580
Batas bawah dari Harga Transaksi                                               7,5% dibawah Harga Pengalihan Treasury Stock                   1.462 *)
Harga Transaksi                                                                                                                               1.580
Kesimpulan Opini                                                                                                                             WAJAR
*) Catatan: Harga Transaksi batas bawah sebesar Rp1.462 per lembar saham tidak dapat dijadikan sebagai acuan kewajaran, mengingat berdasarkan
ketentuan POJK No. 29 Tahun 2023, harga minimum pengalihan saham treasury harus mengacu pada harga yang lebih tinggi. Dalam hal ini, harga minimum
yang digunakan adalah sebesar Rp1.580 per lembar saham, yang merupakan Harga Pengalihan Saham Opsi 1 – Harga Saham Penutupan H-1 (per 30 April
2026), sehingga harga tersebut menjadi dasar dalam penilaian kewajaran transaksi.


Berdasarkan tabel di atas batas atas dan batas bawah kewajaran Harga Transaksi adalah masing-
masing sebesar Rp1.699 per lembar saham dan Rp1.462 per lembar saham. Namun demikian,
dengan mempertimbangkan ketentuan POJK No. 29 Tahun 2023, harga minimum pengalihan saham
harus mengacu pada harga saham minimum yang tertinggi, yaitu sebesar Rp1.580 per lembar saham.
Oleh karena itu, harga transaksi yang ditetapkan sebesar Rp1.580 per lembar saham memenuhi
harga minimum tertinggi, maka transaksi dinyatakan wajar.
   ii) Tahap 2 – 5 Mei 2026
Harga Acuan Pengalihan Saham untuk Transaksi Tanggal 5 Mei 2026
                                                                                                                                    Harga Pengalihan
Keterengan                                                                    Penjelasan
                                                                                                                                Saham (Rp/Lembar)
Batas atas dari Harga Transaksi                                                7,5% diatas Harga Pengalihan Treasury Stock                     1.688
Harga Pengalihan Saham Treasury Oleh PT AKR Corporindo Tbk                                                                                     1.570
Batas bawah dari Harga Transaksi                                               7,5% dibawah Harga Pengalihan Treasury Stock                    1.452 *)
Harga Transaksi                                                                                                                                1.570
Kesimpulan Opini                                                                                                                               WAJAR
*) Catatan: Harga Transaksi batas bawah sebesar Rp1.452 per lembar saham tidak dapat dijadikan sebagai acuan kewajaran, mengingat berdasarkan
ketentuan POJK No. 29 Tahun 2023, harga minimum pengalihan saham treasury harus mengacu pada nilai yang lebih tinggi. Dalam hal ini, harga minimum
yang digunakan adalah sebesar Rp1.570 per lembar saham, yang merupakan Harga Pengalihan Saham Opsi 1 – Harga Saham Penutupan H-1 (per 4 Mei
2026), sehingga harga tersebut menjadi dasar dalam penilaian kewajaran transaksi.


Berdasarkan tabel di atas batas atas dan batas bawah kewajaran Harga Transaksi adalah masing-
masing sebesar Rp1.688 per lembar saham dan Rp1.452 per lembar saham. Namun demikian,
dengan mempertimbangkan ketentuan POJK No. 29 Tahun 2023, harga minimum pengalihan saham
harus mengacu pada harga saham minimum yang tertinggi, yaitu sebesar Rp1.570 per lembar saham,
yang merupakan Harga Pengalihan Saham Opsi 1 – Harga Saham Penutupan H-1 (per 4 Mei 2026).
Oleh karena itu, harga transaksi yang ditetapkan sebesar Rp1.570 per lembar saham memenuhi
harga minimum tertinggi, maka transaksi dinyatakan wajar.




Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Pengalihan Saham Treasury
Oleh PT AKR Corporindo Tbk
Page 48
                                                                                                                                                                          P a g e | xlviii



   iii) Tahap 3 – 6 Mei 2026
Harga Acuan Pengalihan Saham untuk Transaksi Tanggal 6 Mei 2026
                                                                                                                                  Harga Pengalihan
Keterengan                                                                                          Penjelasan
                                                                                                                               Saham (Rp/Lembar)
Batas atas dari Harga Transaksi                                                7,5% diatas Harga Pengalihan Treasury Stock                    1.634
Harga Pengalihan Saham Treasury Oleh PT AKR Corporindo Tbk                                                                                    1.520
Batas bawah dari Harga Transaksi                                               7,5% dibawah Harga Pengalihan Treasury Stock                   1.406 *)
Harga Transaksi                                                                                                                               1.520
Kesimpulan Opini                                                                                                                             WAJAR
*) Catatan: Harga Transaksi batas bawah sebesar Rp1.406 per lembar saham tidak dapat dijadikan sebagai acuan kewajaran, mengingat berdasarkan
ketentuan POJK No. 29 Tahun 2023, harga minimum pengalihan saham treasury harus mengacu pada harga yang lebih tinggi. Dalam hal ini, harga minimum
yang digunakan adalah sebesar Rp1.520 per lembar saham, yang merupakan Harga Pengalihan Saham Opsi 1 – Harga Saham Penutupan H-1 (per 5 Mei
2026), sehingga harga tersebut menjadi dasar dalam penilaian kewajaran transaksi.


Berdasarkan tabel di atas batas atas dan batas bawah kewajaran Harga Transaksi adalah masing-
masing sebesar Rp1.634 per lembar saham dan Rp1.406 per lembar saham. Namun demikian,
dengan mempertimbangkan ketentuan POJK No. 29 Tahun 2023, harga minimum pengalihan saham
harus mengacu pada harga saham minimum yang tertinggi, yaitu sebesar Rp1.520 per lembar saham,
yang merupakan Harga Pengalihan Saham Opsi 1 – Harga Saham Penutupan H-1 (per 5 Mei 2026).
Oleh karena itu, harga transaksi yang ditetapkan sebesar Rp1.520 per lembar saham memenuhi
harga minimum tertinggi, maka transaksi dinyatakan wajar.
Analisis Batas Kewajaran Harga Transaksi Kumulatif Transaksi Pengalihan Saham Tanggal 4,5, dan
6 Mei 2026
                             Keterengan                                                             Penjelasan                  Tahap 1 - 4 Mei 2026 Tahap 2 - 5 Mei 2026 Tahap 3 - 6 Mei 2026
Batas atas dari Harga Transaksi                                                 7,5% diatas Nilai Transaksi                                     1.699                  1.688                  1.634
Harga Pengalihan Saham Treasury Oleh PT AKR Corporindo Tbk                                                                                      1.580                  1.570                  1.520
Batas bawah dari Harga Transaksi (*)                                            7,5% dibawah Nilai Transaksi                                    1.462                  1.452                  1.406
Harga Transaksi                                                                                                                                 1.580                  1.570                  1.520
Kesimpulan Opini                                                                                                                                WAJAR                 WAJAR                   WAJAR
Jumlah Pengalihan Saham Treasury                                                                                                           67.261.000            67.261.000              46.483.000
Nilai Pengalihan Saham Treasury                                                                                                      106.272.380.000       105.599.770.000          70.654.160.000
Nilai Kumulatif Pengalihan Saham Treasury                                                                                            106.272.380.000       211.872.150.000         282.526.310.000
*) Catatan: Harga Transaksi batas bawah masing-masing tahap yaitu sebesar Rp1.462 per lembar saham (Tahap 1 – 4 Mei 2026), Rp1.452 per lembar saham (Tahap 2 – 5 Mei 2026), dan Rp1.406 per lembar
saham (Tahap 3 – 6 Mei 2026) tidak dapat dijadikan sebagai acuan kewajaran, mengingat berdasarkan ketentuan POJK No. 29 Tahun 2023, harga minimum pengalihan saham treasury harus mengacu pada
harga yang lebih tinggi. Dalam hal ini, harga minimum yang digunakan adalah masing-masing sebesar Rp1.580 per lembar saham untuk tanggal 4 Mei 2026 (mengacu pada Harga Saham Penutupan H-1 per
30 April 2026), Rp1.570 per lembar saham untuk tanggal 5 Mei 2026 (mengacu pada Harga Saham Penutupan H-1 per 4 Mei 2026), dan Rp1.520 per lembar saham untuk tanggal 6 Mei 2026 (mengacu pada
Harga Saham Penutupan H-1 per 5 Mei 2026), sehingga harga-harga minimum Transaksi Pengalihan Saham tersebut menjadi dasar dalam penilaian kewajaran transaksi secara keseluruhan (kumulatif)
menjadi Rp 282.526.310.000,-.



Berdasarkan tabel di atas, batas atas kewajaran Harga Transaksi pada masing-masing tahap berkisar
antara Rp1.634–Rp1.699 per lembar saham, sedangkan batas bawah kewajaran Harga Transaksi
berkisar antara Rp1.406–Rp1.462 per lembar saham. Namun demikian, dengan mempertimbangkan
ketentuan POJK No. 29 Tahun 2023, harga minimum pengalihan saham harus mengacu pada harga
saham minimum yang tertinggi pada setiap tanggal transaksi, yaitu masing-masing sebesar Rp1.580
per lembar saham untuk tanggal 4 Mei 2026 (mengacu pada Harga Saham Penutupan H-1 per 30
April 2026), Rp1.570 per lembar saham untuk tanggal 5 Mei 2026 (mengacu pada Harga Saham
Penutupan H-1 per 4 Mei 2026), dan Rp1.520 per lembar saham untuk tanggal 6 Mei 2026 (mengacu
pada Harga Saham Penutupan H-1 per 5 Mei 2026). Dengan demikian, harga transaksi yang
digunakan pada masing-masing tahap telah memenuhi ketentuan harga minimum tertinggi. Oleh
karena itu, secara kumulatif Nilai Transaksi Pengalihan Saham Treasury sebesar Rp282.526.310.000,-
telah mencerminkan HARGA WAJAR sebagaimana terbukti dalam analisa kewajaran, sehingga
Transaksi Pengalihan Saham Treasury sebesar 181.005.000 lembar saham setara dengan
Rp282.526.310.000,- dinyatakan WAJAR.




Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Pengalihan Saham Treasury
Oleh PT AKR Corporindo Tbk
Page 49
                                                                                                                                              P a g e | xlix



Analisis Nilai Inkremental
Analisis inkremental atas Transaksi Pengalihan Saham Treasury dalam tiga tahap sebesar
181.005.000 lembar saham setara Rp282.526.310.000,- dengan uraian: pada Tahap 1 pada tanggal
4 Mei 2026 sebesar 67.261.000 lembar dengan Harga Penutupan Saham pada tanggal 30 April 2026
sebesar Rp 1.580 per Lembar Saham, Tahap 2 pada tanggal 5 Mei 2026 sebesar 67.261.000 lembar
dengan Harga Penutupan Saham pada tanggal 4 Mei 2026 sebesar Rp 1.570 per Lembar Saham,
Tahap 3 pada tanggal 6 Mei 2026 sebesar 46.483.000 lembar dengan Harga Penutupan Saham pada
tanggal 5 Mei 2026 sebesar Rp 1.520 per Lembar Saham. Perhitungan nilai tambah inkremental dapat
dilihat pada tabel berikut.
                                  Perhitungan Nilai Inkremental
                                                                                                                                                 (dalam Ribuan Rupiah)
                                                                                        2026                2027             2028             2029               2030
Keterangan
                                                                                     Proyeksi            Proyeksi         Proyeksi         Proyeksi           Proyeksi
EBT Sebelum Transaksi Pengalihan Saham Treasury                                3.802.283.200       3.935.036.289    4.225.455.735    4.745.755.255      5.550.554.204
EBT Setelah Transaksi Pengalihan Saham Treasury                                3.813.084.746       3.946.250.799    4.237.098.999    4.757.843.664      5.563.104.777
Inkremental EBT Transaksi Pengalihan Saham Treasury                               10.801.546          11.214.511       11.643.264       12.088.409         12.550.573
Kumulatif Inkremental                                                             58.298.302


Berdasarkan tabel perhitungan nilai tambah inkremental di atas, dapat diketahui bahwa pelaksanaan
Transaksi Pengalihan Saham Treasury memberikan dampak positif terhadap kinerja keuangan
Perseroan yang tercermin dari peningkatan EBT (Earnings Before Tax). EBT Perseroan sebelum
transaksi pada periode proyeksi 2026–2030 berada pada kisaran Rp3.802.283.200.000,- hingga
Rp5.550.554.204.000,-, sedangkan setelah pelaksanaan transaksi meningkat menjadi sebesar
Rp3.813.084.746.000,- hingga Rp5.563.104.777.000,-.
Peningkatan tersebut menghasilkan nilai tambah inkremental tahunan sebesar Rp10.801.546.000,-
pada tahun 2026, Rp11.214.511.000,- pada tahun 2027, Rp11.643.264.000,- pada tahun 2028,
Rp12.088.409.000,- pada tahun 2029, dan Rp12.550.573.000,- pada tahun 2030. Secara kumulatif,
transaksi ini memberikan tambahan nilai sebesar Rp58.298.302.000,- selama periode proyeksi.
Adapun nilai tambah inkremental tersebut berasal dari tambahan Pendapatan Bunga dari Deposito
atas hasil Transaksi Pengalihan Saham Treasury yang memberikan kontribusi positif terhadap
peningkatan profitabilitas Perseroan. Dengan demikian, pelaksanaan Transaksi Pengalihan Saham
Treasury berpotensi memberikan manfaat ekonomis dan mendukung penguatan kinerja keuangan
Perseroan secara berkelanjutan.
Analisis Proforma Perseroan Sebelum dan Sesudah Transaksi Pengalihan Saham Treasury
Analisis atas dampak Transaksi Pengalihan Saham Treasury dilakukan dengan menganalisa dampak
Transaksi Pengalihan Saham Treasury terhadap laporan keuangan proforma Perseroan sebelum dan
sesudah Transaksi Pengalihan Saham Treasury pada tanggal 31 Desember 2025.
Berikut adalah Analisis Proforma Laporan Posisi Keuangan Perseroan sebelum dan setelah Transaksi
Pengalihan Saham Treasury:
1) Terdapat peningkatan pada sisi aset lancar Perseroan setelah pelaksanaan Transaksi Pengalihan
   Saham Treasury, yang disebabkan oleh penerimaan kas dari pengalihan saham treasury secara
   kumulatif sebesar Rp282.526.310.000,- yang berasal dari penjualan 181.005.000 lembar saham
   treasury dalam tiga tahap transaksi (pada tanggal 4, 5, dan 6 Mei 2026). Dengan demikian, total
   aset lancar Perseroan meningkat dari sebesar Rp23.323.716.152.000,- menjadi
   Rp23.606.242.462.000,-;
        Deskipsi                                                                                Jumlah Saham (Lembar) Nilai Transaksi (Rp)
        Nilai Transaksi Pengalihan / Penjualan Saham Treasury per 4 Mei 2026                                67.261.000             106.272.380.000
        Nilai Transaksi Pengalihan / Penjualan Saham Treasury per 5 Mei 2026                                67.261.000             105.599.770.000
        Nilai Transaksi Pengalihan / Penjualan Saham Treasury per 6 Mei 2026                                46.483.000               70.654.160.000
        Kumulatif Transaksi Pengalihan Saham Tanggal 4,5, dan 6 Mei 2026                                   181.005.000             282.526.310.000




Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Pengalihan Saham Treasury
Oleh PT AKR Corporindo Tbk
Page 50
                                                                                           P a g e |l




2) Tidak terdapat perubahan pada sisi aset tidak lancar Perseroan setelah pelaksanaan Transaksi
   Pengalihan Saham Treasury, dimana total aset tidak lancar tetap sebesar Rp13.238.565.105.000,-
   , karena transaksi yang dilakukan tidak berdampak pada perubahan komposisi aset jangka
   panjang Perseroan;
3) Tidak terdapat perubahan pada sisi liabilitas Perseroan setelah pelaksanaan Transaksi Pengalihan
   Saham Treasury, dimana total liabilitas tetap sebesar Rp20.952.331.788.000,-, mengingat
   Transaksi Pengalihan Saham Treasury tidak menimbulkan kewajiban tambahan bagi Perseroan;
4) Terdapat peningkatan pada sisi ekuitas Perseroan setelah pelaksanaan Transaksi Pengalihan
   Saham Treasury, yang terutama berasal dari pengakuan keuntungan atas pengalihan saham
   treasury secara kumulatif sebesar Rp 218.978.049.166,-, yang merupakan selisih antara
   NilaiTransaksi Pengalihan Saham Treasury sebesar Rp282.526.310.000,- dan Nilai Buku Saham
   Treasury sebesar Rp63.548.260.834,-. Dengan demikian, transaksi ini memberikan tambahan
   nilai pada ekuitas Perseroan serta meningkatkan jumlah ekuitas yang dapat diatribusikan kepada
   pemilik entitas induk.

      Deskripsi                                                                         Nilai (Rp)
     Nilai Buku Saham Treasury untuk 181.005.000 Lembar                           63.548.260.834
     Nilai Transaksi Saham Treasury untuk 181.005.000 Lembar                     282.526.310.000
     Keuntungan Transaksi Saham Treasury untuk 181.005.000 Lembar                218.978.049.166

Berdasarkan Analisis Proforma Laporan Laba Rugi Perseroan, dapat diketahui bahwa tidak terdapat
perubahan pada laporan laba rugi Perseroan setelah pelaksanaan Transaksi Pengalihan Saham
Treasury.




Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Pengalihan Saham Treasury
Oleh PT AKR Corporindo Tbk
Page 51
                                                                                           P a g e | li



Kesimpulan Analisis Kewajaran
Berdasarkan kajian-kajian yang telah diungkapkan di atas, berikut adalah analisis atas kewajaran
Transaksi Pengalihan Saham Treasury:
             1) Transaksi Pengalihan Saham Treasury merupakan Transaksi Afiliasi namun bukan
                merupakan Transaksi Benturan Kepentingan, dimana Perseroan bermaksud untuk
                melakukan Transaksi Pengalihan Saham Treasury dilakukan sebagai bagian dari
                strategi optimalisasi struktur permodalan dan peningkatan kinerja keuangan
                Perseroan, dimana melalui transaksi ini Perseroan berpotensi memperoleh tambahan
                dana untuk memperkuat likuiditas, mendukung kegiatan operasional, serta
                meningkatkan fleksibilitas keuangan dalam mendukung pengembangan usaha di
                masa mendatang sehingga diharapkan memberikan kontribusi positif terhadap
                peningkatan kinerja dan nilai ekonomis Perseroan secara keseluruhan.
             2) Berdasarkan analisis terhadap keuntungan dan kerugian yang bersifat kualitatif
                benefit yang didapatkan oleh Perseroan memungkinkan Perseroan berpotensi
                memperoleh tambahan dana yang dapat digunakan untuk memperkuat likuiditas,
                mendukung kegiatan operasional, serta meningkatkan fleksibilitas keuangan dalam
                mendukung rencana pengembangan usaha di masa mendatang. Tidak terdapat
                kerugian inkremental terkait dengan pelaksanaan Transaksi Pengalihan Saham
                Treasury.
             3) Berdasarkan Analisis Batas Wajar atas Transaksi Pengalihan Saham Treasury, berikut
                uraian batas kewajaran masing-masing tahap:
                   i)   Tahap 1 – 4 Mei 2026: Harga transaksi sebesar Rp1.580 per lembar saham telah
                        memenuhi ketentuan harga minimum berdasarkan POJK No. 29 Tahun 2023
                        (mengacu pada harga tertinggi), sehingga transaksi dinyatakan wajar;
                   ii) Tahap 2 – 5 Mei 2026: Harga transaksi sebesar Rp1.570 per lembar saham telah
                       memenuhi ketentuan harga minimum berdasarkan POJK No. 29 Tahun 2023
                       (mengacu pada harga penutupan H-1 sebagai harga tertinggi), sehingga transaksi
                       dinyatakan wajar;
                   iii) Tahap 3 – 6 Mei 2026: Harga transaksi sebesar Rp1.520 per lembar saham juga
                        telah memenuhi ketentuan harga minimum tertinggi sesuai POJK No. 29 Tahun
                        2023, sehingga transaksi dinyatakan wajar;
                   iv) Dengan demikian, harga transaksi yang digunakan pada masing-masing tahap
                       telah memenuhi ketentuan harga minimum tertinggi. Oleh karena itu, secara
                       kumulatif    Nilai   Transaksi    Pengalihan    Saham     Treasury    sebesar
                       Rp282.526.310.000,- telah mencerminkan HARGA WAJAR sebagaimana terbukti
                       dalam analisa kewajaran, sehingga Transaksi Pengalihan Saham Treasury sebesar
                       181.005.000 lembar saham setara dengan Rp282.526.310.000,- dinyatakan
                       WAJAR.
             4) Berdasarkan Analisis Inkremental, dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan Transaksi
                Pengalihan Saham Treasury memberikan dampak positif terhadap kinerja keuangan
                Perseroan, yang tercermin dari peningkatan EBT pada setiap periode proyeksi 2026–
                2030. Tambahan nilai inkremental yang dihasilkan secara kumulatif sebesar
                Rp58.298.302.000,- menunjukkan bahwa transaksi ini mampu meningkatkan
                profitabilitas Perseroan secara berkelanjutan, sehingga secara keseluruhan dapat
                dinilai memberikan manfaat ekonomis dan mendukung penguatan kinerja keuangan
                Perseroan di masa mendatang.




Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Pengalihan Saham Treasury
Oleh PT AKR Corporindo Tbk
Page 52
                                                                                         P a g e | lii



             5) Berdasarkan Analisis Proforma Perseroan Sebelum dan Sesudah Transaksi Pengalihan
                Saham Treasury, dapat dilihat bahwa terdapat peningkatan pada sisi aset dan ekuitas
                Perseroan setelah Transaksi Pengalihan Saham Treasury.
Berdasarkan analisis kewajaran terhadap Transaksi Pengalihan Saham Treasury secara kualitatif
maupun kuantitatif, Transaksi Pengalihan Saham Treasury dilakukan sebagai bagian dari strategi
optimalisasi struktur permodalan dan peningkatan kinerja keuangan Perseroan, dimana melalui
transaksi ini Perseroan berpotensi memperoleh tambahan dana untuk memperkuat likuiditas,
mendukung kegiatan operasional, serta meningkatkan fleksibilitas keuangan dalam mendukung
pengembangan usaha di masa mendatang sehingga diharapkan memberikan kontribusi positif
terhadap peningkatan kinerja dan nilai ekonomis Perseroan secara keseluruhan. Dengan
mempertimbangkan hasil dari analisis-analisis kewajaran yang telah dilakukan oleh      , maka
Transaksi Pengalihan Saham Treasury yang akan direncanakan oleh Perseroan adalah Wajar dan
memenuhi ketentuan dalam POJK No. 42/2020.




Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Pengalihan Saham Treasury
Oleh PT AKR Corporindo Tbk
Page 53
                                                                                          P a g e | liii



KESIMPULAN
Transaksi Pengalihan Saham Treasury merupakan Transaksi Afiliasi sesuai POJK No. 42/2020 karena
melibatkan pihak yang memiliki hubungan afiliasi dengan Perseroan, namun tidak termasuk
Transaksi Benturan Kepentingan karena tidak terdapat perbedaan kepentingan ekonomis yang
merugikan Perseroan. Akan tetapi, Rencana Transaksi bukan merupakan Transaksi Benturan
Kepentingan sebagaimana dimaksud dalam POJK No. 42/2020 mengingat dalam Rencana Transaksi
tidak terdapat perbedaan antara kepentingan ekonomis Perseroan dengan kepentingan ekonomis
pribadi Direktur, Dewan Komisaris dan Pemegang Saham Utama Perseroan yang dapat merugikan
Perseroan karena adanya Rencana Transaksi tersebut.
Laporan ini juga dibuat sesuai dengan ketentuan dalam Standar Penilaian Indonesia (SPI) edisi VII
tahun 2018 dan Kode Etik Penilaian Indonesia (KEPI) serta POJK No. 35/2020.
Sehubungan dengan pelaksanaan Rencana Transaksi oleh Perseroan, kami telah melakukan analisis
kewajaran berdasarkan analisis kualitatif dan analisis kuantitatif yang tertera di Analisis Kewajaran
atas Rencana Transaksi.
Berdasarkan Kondisi Pembatas, Asumsi-Asumsi Penting, Sifat dan Sumber Informasi, Analisis
Rencana Transaksi, Analisis Kualitatif, Analisis Kuantitatif dan Analisis Kewajaran Nilai Rencana
Transaksi dapat disimpulkan bahwa Rencana Transaksi dengan asumsi realisasi proyeksi keuangan
Perseroan yang akan memitigasi risiko yang tertera di laporan ini, maka tidak akan memberikan
potensi kerugian untuk Perseroan.
Dengan mempertimbangkan hasil dari analisis-analisis kewajaran yang telah dilakukan, maka
Rencana Transaksi Perseroan adalah Wajar.




Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Pengalihan Saham Treasury
Oleh PT AKR Corporindo Tbk
Page 54
                                                                                                     P a g e | liv



PENUTUP
Pendapat kewajaran atas Transaksi Pengalihan Saham Treasury ini harus dipandang sebagai satu
kesatuan dan penggunaan sebagian analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan keseluruhan
informasi dan analisis dapat menyebabkan pandangan yang menyesatkan.
Kami tidak bertanggungjawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi pendapat kami karena
peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan pendapat kewajaran ini.


Hormat Kami,




 B. Sridhar Rao, CVA (Singapore), M.Com (India),
 MBM (Philippines), MAPPI Cert. (Indonesia).
 Managing Partner
 No. MAPPI                                                            : 05-S-01838
 No. RMK                                                              : RMK-2017.00238
 No. Izin OJK                                                         : STTD.PB-30/PJ-1/PM.02/2023




Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Pengalihan Saham Treasury
Oleh PT AKR Corporindo Tbk
Page 55
                                                                                        P a g e | lv



                                                  PERNYATAAN PENILAI
Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai Penilai Publik berdasarkan Ijin Penilai Publik B
1.10.00268 serta Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal (OJK) No. STTD.PB-
30/PM.2/2018 dan Penilai dengan RMK-2019.02908, yang berkompeten untuk melakukan penilaian
secara objektif tanpa ada benturan kepentingan, kami yang bertanda tangan di bawah ini
menerangkan bahwa:
1.    Pernyataan yang menjadi dasar analisis, pendapat dan kesimpulan yang diuraikan di dalam
      Laporan Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) ini adalah betul dan benar sesuai dengan
      pemahaman terbaik dari pihak independen dan berdasarkan atas informasi dan data-data
      pendukung yang kami gunakan dalam proses pemberian pendapat kewajaran (Fairness
      Opinion);
2.    Selanjutnya Laporan Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) ini menjelaskan semua syarat-
      syarat pembatasan yang mempengaruhi analisis, pendapat dan kesimpulan yang tertera dalam
      laporan ini;
3.    Penilai tidak mempunyai kepentingan terhadap Rencana Transaksi;
4.    Imbalan jasa yang kami terima adalah hanya sesuai dengan yang tercantum pada surat
      penugasan dan tidak berkaitan dengan pendapat kewajaran (Fairness Opinion) yang dilaporkan;
5.    Laporan Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) ini telah dibuat dengan menjaga integritas dan
      independensi Penilai Publik yang telah terdaftar pada Departemen Keuangan dan atau OJK serta
      Tim Quality Control dan Penilai pada penugasan ini dan tidak lepas dari ketentuan-ketentuan
      dalam Standar Penilaian Indonesia (SPI) edisi VII tahun 2018 termasuk Kode Etik Penilaian
      Indonesia (KEPI).
6.    Penugasan penilaian profesional telah dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundang –
      undangan yang berlaku sebagai berikut:
        a) Undang-undang atau Regulasi terkait Asumsi dalam Penilaian
              i. Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2021 terkait Pajak Penghasilan;
             ii. Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas;
            iii. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 68 /POJK.04/2017 tentang Penilai
                 Yang Melakukan Kegiatan di Pasar Modal;
            iv. POJK Nomor 35 Tahun 2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis
                 di Pasar Modal;
             v. SEOJK Nomor 17/SEOJK.04/2020 tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan
                 Penilaian Bisnis di Pasar Modal;
        b) Undang-undang atau Regulasi terkait Profesi Penilai
            i. Peraturan Menteri Keuangan No. 101/PMK.01/2014 tentang Penilai Publik;
7.    Penilai telah memenuhi persyaratan pendidikan profesional yang ditentukan dan/atau
      diselenggarakan oleh Asosiasi Penilai yang diakui pemerintah;
8.    Penilai memiliki pemahaman mengenai Rencana Transaksi;
9.    Penilai telah melakukan inspeksi terhadap Objek pendapat kewajaran (Fairness Opinion);
10. Penilai bertanggungjawab atas Laporan Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion);
11. Data ekonomi dan industri dalam Laporan Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) diperoleh dari
      berbagai sumber yang diyakini Penilai dapat dipertanggungjawabkan;
12. Penugasan pendapat kewajaran (Fairness Opinion) profesional telah dilakukan terhadap
      Rencana Transaksi pada tanggal pendapat kewajaran (Cut Off Date);
13. Analisis telah dilakukan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam Laporan Pendapat
      Kewajaran (Fairness Opinion);
14. Perkiraan pendapat kewajaran yang dihasilkan dalam penugasan penilaian profesional telah
      disajikan sebagai kesimpulan;



Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Pengalihan Saham Treasury
Oleh PT AKR Corporindo Tbk
Page 56
                                                                                                             P a g e | lvi



15.     Lingkup pekerjaan dan data yang dianalisis telah diungkapkan;
16.     Kesimpulan telah sesuai dengan asumsi-asumsi dan kondisi pembatas;
17.     Penilai melakukan review terhadap data-data yang dinilai; dan
18.     Tidak seorangpun, kecuali yang disebutkan dalam Laporan Pendapat Kewajaran (Fairness
        Opinion), telah menyediakan bantuan profesional dalam menyiapkan Laporan Pendapat
        Kewajaran (Fairness Opinion).

Jakarta, 6 Mei 2026




Managing Partner
B. Sridhar Rao
No. MAPPI                                                             : 05-S-01838
No. RMK                                                               : RMK-2017.00238
No. Izin OJK                                                          : STTD.PB-30/PJ-1/PM.02/2023

Valuer
Lukman Ari Widodo                                                     ....................................
MAPPI                                                                 : 18-P-08818
No. Register                                                          : RMK-2019.02908




Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Pengalihan Saham Treasury
Oleh PT AKR Corporindo Tbk

File

File Open PDF
Source IDX
Size1.28 MB
Published6 May 2026
Pages56
Characters236,642
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 38 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org AKR Corporindo Tbk p.1 ×215
linked person Haryanto Adikoesoemo · Direktur Utama p.7 ×4
linked person Soegiarto Adikoesoemo · Komisaris Utama p.7 ×4
linked person Jimmy Tandyo · Direktur p.7 ×3
linked person Mery Sofi p.7 ×2
linked person Suresh Vembu · Direktur p.7 ×3
linked person Nery Polim p.7 ×2
linked person Termurti Tiban p.7 ×2
linked person Moh. Fauzi M. Ichsan p.7 ×2
linked person Djisman Simandjuntak p.7 ×2
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.4 ×5
possible org PT Arthakencana Rayatama p.7 ×32
possible person Sofyan A. Djalil p.7 ×2
possible org PT Samuel Sekuritas Indonesia p.11
possible org Negara Republik Indonesia p.15 ×2
unresolved org Truscel Capital LLP p.3 ×2
unresolved org Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan p.4
unresolved org Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia p.4 ×4
unresolved org KJPP RAO p.5 ×2
unresolved org Kementerian Keuangan p.5
unresolved org Menteri Keuangan p.5 ×2
unresolved org Kantor Akuntan Publik Purwanto Susanti p.9 ×4
unresolved org Kantor Akuntan Publik Publik Purwanto Susanti p.9
unresolved org Kantor Akuntan Publik Purwantono p.10 ×5
unresolved — Fiana M. Awalina · Corporate Secretary p.11
unresolved org PT Arthakencana Rayatama. Diagram p.14
unresolved person Irawati Adikoesoemo · Komisaris p.15
unresolved person Sintawati Ongkowi Joyoyo · Komisaris p.15
unresolved person Yuwono Ongkowi Joyoyo · Komisaris p.15
unresolved person Cynthia Theresia Buniardi · Direktur p.15
unresolved person Akta Notaris Sastra Kosasih p.16
unresolved org Menteri Kehakiman Republik Indonesia p.16
unresolved org Pengadilan Negeri Surabaya p.16
unresolved org Aneka Kimia Raya Tbk p.16 ×2
unresolved person Akta Notaris Aulia Taufani p.16
unresolved org Bank Indonesia p.19
unresolved org Kota Nusantara p.20
unresolved org Departemen Keuangan p.55

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

Rule parser Needs review confidence 0.455 13291 ms 12 Sep 2026 22:29
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
 'appraiser_name': '',
 'assets': [{'area_sqm': None,
             'category': 'OTHER',
             'description': 'dibagi total aset Perusahaan Terbuka nilainya '
                            'sama'}],
 'currency': None,
 'fact_type': '',
 'issuer_name': '',
 'kind': 'MATERIAL_FACT',
 'kjpp_name': 'RAO,YUHAL & rekan',
 'letter_number': '',
 'object_text': 'dibagi total aset Perusahaan Terbuka nilainya sama',
 'object_truncated': True,
 'parties': [],
 'pct_of_equity': None,
 'reference_period': '',
 'requires_rups': None,
 'rups_date': None,
 'ticker': '',
 'transaction_date': None,
 'valuation_date': None,
 'value': None}
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result