Back to announcement
20260506_AKRA_Informasi Transaksi Afiliasi_32078162_lamp3.pdf
Asset transaction Needs review AKRASource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 56
Page 1
T
AF
DR
Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Pengalihan Saham Treasury
Oleh PT AKR Corporindo Tbk
Mei 2026
Page 2
T
AF
DR
Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Pengalihan Saham Treasury
Oleh PT AKR Corporindo Tbk
Mei 2026
Page 3
P a g e | iii
Kantor Jasa Penilai Publik
Jakarta, 6 Mei 2026 RAO, YUHAL & rekan
No. 00006/2.0094-00/BS/05/0268/1/V/2026 Affiliated to
Truscel Capital LLP Singapore
Kepada Yth, Reg. License No. 2.11.0094
Geographical Scope: All Regions of
Direksi Indonesia
PT. AKR Corporindo Tbk Business & Property Valuer
AKR Tower, Lantai 26
The Boulevard Office Building #03-F1
Jl. Panjang No. 5 Kebon Jeruk Jl. Fachrudin Raya No. 5 KebonSirih
Jakarta Barat 11530, Indonesia Jakarta, 10250
Indonesia
Telp : (021) 5311 110 T (62 21) 3199 1488
www.truscel.com
Fax : (021) 5311 388
Email : corporate.secretary@akr.co.id
Bidang Usaha : Bidang distribusi produk BBM ke pasar industri dan retail, distribusi dan
perdagangan bahan kimia (seperti caustic soda, sodium sulfat, PVC resin dan soda
ash) yang digunakan oleh berbagai industri di Indonesia sesuai dengan perjanjian
distribusi dengan produsen asing dan lokal, penyewaan gudang, kendaraan
angkutan, tangki dan jasa logistik lainnya
Perihal : Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Pengalihan Saham
Treasury Oleh PT AKR Corporindo Tbk
Definisi dan Singkatan
Instruksi Transaksi Nasabah : Merupakan Instruksi Transaksi Pengalihan Saham
Treasury sebesar 181.005.000 lembar saham dengan
uraian: pada Tahap 1 pada tanggal 4 Mei 2026 sebesar
67.261.000 lembar dengan Harga Penutupan Saham
pada tanggal 30 April 2026 sebesar Rp 1.580 per
Lembar Saham, Tahap 2 pada tanggal 5 Mei 2026
sebesar 67.261.000 lembar dengan Harga Penutupan
Saham pada tanggal 4 Mei 2026 sebesar Rp 1.570 per
Lembar Saham, Tahap 3 pada tanggal 6 Mei 2026
sebesar 46.483.000 lembar dengan Harga Penutupan
Saham pada tanggal 5 Mei 2026 sebesar Rp 1.520 per
Lembar Saham;
Laporan Pendapat Kewajaran : Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi
Pengalihan Saham Treasury Oleh PT AKR Corporindo
Tbk;
MAPPI : Merupakan singkatan dari Masyarakat Profesi Penilai
Indonesia yaitu Organisasi Profesi Penilai di Indonesia
yang bersifat mandiri, nirlaba dan non politis, yang
berasaskan Pancasila dan berlandaskan Undang-
Undang Dasar 1945 sebagai landasan konstitusional,
Peraturan perundang-undangan lainnya yang berkaitan
langsung dan tidak langsung dengan Profesi Penilai
sebagai landasan formal serta Keputusan Musyawarah
Nasional sebagai landasan operasional;
Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Pengalihan Saham Treasury
Oleh PT AKR Corporindo Tbk
Page 4
P a g e | iv
OJK : Singkatan dari Otoritas Jasa Keuangan, yaitu lembaga
yang independen yang mempunyai fungsi, tugas dan
wewenang pengaturan, pengawasan, pemeriksaan dan
penyidikan kegiatan jasa keuangan di sektor pasar
modal, perasuransian, dana pensiun, lembaga
pembiayaan, dan lembaga jasa keuangan lainnya
sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang No. 21
tahun 2011 tanggal 22 November 2011 tentang
Otoritas Jasa Keuangan yang merupakan badan
pengganti Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga
Keuangan yang mulai berlaku sejak tanggal 1 Januari
2013;
Perseroan : PT. AKR Corporindo Tbk., Perusahaan Terbuka dengan
kegiatan meliputi bidang distribusi produk BBM ke
pasar industri dan retail, distribusi dan perdagangan
bahan kimia (seperti caustic soda, sodium sulfat, PVC
resin dan soda ash) yang digunakan oleh berbagai
industri di Indonesia sesuai dengan perjanjian distribusi
dengan produsen asing dan lokal, penyewaan gudang,
kendaraan angkutan, tangki dan jasa logistik lainnya;
POJK No. 17/2020 : Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia
Nomor 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material
dan Perubahan Kegiatan Usaha;
POJK No. 35/2020 : Berarti Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik
Indonesia Nomor 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian
dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal;
POJK No. 42/2020 : Berarti Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik
Indonesia Nomor 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi
Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan;
POJK No. 29/2023 : Berarti Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik
Indonesia Nomor 29 Tahun 2023 tentang Pembelian
Kembali Saham Yang Dikeluarkan Oleh Perusahaan
Terbuka;
Proyeksi Laba Rugi yang : Proyeksi Laba Rugi Perseroan yang telah disesuaikan
Disesuaikan oleh sehingga lebih mencerminkan kewajaran
proyeksi keuangan;
SPI : Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI) sebagai
anggota IVSC melalui Komite Penyusun Standar
Penilaian Indonesia (KPSPI) telah Menyusun Kode Etik
Penilai Indonesia dan Standar Penilaian Indonesia (KEPI
dan SPI) Edisi VII tahun 2018;
Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Pengalihan Saham Treasury
Oleh PT AKR Corporindo Tbk
Page 5
P a g e |v
Transaksi Afiliasi : Transaksi Afiliasi adalah setiap aktivitas dan/atau
transaksi yang dilakukan oleh perusahaan terbuka atau
perusahaan terkendali dengan Afiliasi dari perusahaan
terbuka atau Afiliasi dari anggota direksi, anggota
dewan komisaris, pemegang saham utama, atau
Pengendali, termasuk setiap aktivitas dan/atau
transaksi yang dilakukan oleh perusahaan terbuka atau
perusahaan terkendali untuk kepentingan Afiliasi dari
perusahaan terbuka atau Afiliasi dari anggota direksi,
anggota dewan komisaris, pemegang saham utama,
atau Pengendali sebagaimana diatur dalam POJK No.
42/2020;
Transaksi Benturan Kepentingan : Transaksi Benturan Kepentingan adalah transaksi yang
dilakukan oleh perusahaan terbuka atau perusahaan
terkendali dengan setiap pihak, baik dengan Afiliasi
maupun pihak selain Afiliasi yang mengandung
Benturan Kepentingan sebagaimana diatur dalam POJK
No. 42/2020;
Transaksi Material : Transaksi Material adalah setiap transaksi yang
dilakukan oleh perusahaan terbuka atau perusahaan
terkendali yang memenuhi batasan nilai sebagaimana
diatur dalam POJK No. 17/2020;
Transaksi Pengalihan Saham : Transaksi yang dilakukan oleh Perseroan meliputi
Treasury Pengalihan Saham Treasury sebesar 181.005.000
lembar saham dengan uraian: pada Tahap 1 pada
tanggal 4 Mei 2026 sebesar 67.261.000 lembar dengan
Harga Penutupan Saham pada tanggal 30 April 2026
sebesar Rp 1.580 per Lembar Saham, Tahap 2 pada
tanggal 5 Mei 2026 sebesar 67.261.000 lembar dengan
Harga Penutupan Saham pada tanggal 4 Mei 2026
sebesar Rp 1.570 per Lembar Saham, Tahap 3 pada
tanggal 6 Mei 2026 sebesar 46.483.000 lembar dengan
Harga Penutupan Saham pada tanggal 5 Mei 2026
sebesar Rp 1.520 per Lembar Saham;
: KJPP RAO,YUHAL & rekan (terafiliasi dengan KJPP asing
Truscel Capital LLP Singapore) yang mana telah
mendapat izin usaha No. 2.11.0094 dari Kementerian
Keuangan berdasarkan Surat Keputusan Menteri
Keuangan No. 1133/KM.1/2011 tanggal 14 Oktober
2011 dan terdaftar atas nama KJPP RAO,YUHAL & rekan
sebagai profesi penunjang pasar modal berdasarkan
surat dari Otoritas Jasa Keuangan No. 11653/BL/2011
tanggal 27 Oktober 2011 dengan Surat Tanda Terdaftar
Profesi Penunjang Pasar Modal dari Otoritas Jasa
Keuangan No. STTD.PB-30/PM.2/2018 tanggal 30
Agustus 2018.
Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Pengalihan Saham Treasury
Oleh PT AKR Corporindo Tbk
Page 6
P a g e | vi Dengan hormat, PENDAHULUAN Perseroan merupakan sebuah perusahaan yang didirikan di Surabaya tahun 1977 dan berdomisili di Jakarta. Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan, ruang lingkup kegiatan usaha utama Perseroan antara lain meliputi bidang industri produk dari hasil kilang minyak bumi dan industri bahan bakar dari pemurnian dan pengilangan minyak bumi; perdagangan besar bahan bakar padat, cari dan gas dan produk yang terkait serta bahan dan barang kimia, perdagangan eceran bahan bakar minyak (BBM), bahan bakar gas (BBG) dan liquefied petroleum gas (LPG), pengangkutan dan pergudangan (aktivitas penyewaan dan sewa guna usaha tanpa hak opsi, ketenagakerjaan, agen perjalanan dan penunjang usaha lainnya); angkutan melalui saluran pipa, angkutan bermotor untuk barang umum, angkutan bermotor untuk barang khusus, angkutan laut dalam negeri untuk barang khusus, pergudangan dan penyimpanan, penyimpanan minyak dan gas bumi, aktivitas penyimpanan B3, aktivitas bounded warehousing atau wilayah kawasan berikat, aktivitas penyewaan dan sewa guna usaha tanpa hak opsi mobil, bus, truk dan sejenisnya, aktivitas profesional, ilmiah dan teknis (jasa); serta kegiatan usaha penunjang yang meliputi pengangkutan dan pergudangan, aktivitas pelayanan kepelabuhan laut, aktivitas pelayanan kepelabuhan sungai dan danau, konstruksi; pengadaan listrik, gas, uap, air panas dan udara dingin. Perseroan saat ini bergerak dalam bidang distribusi produk BBM ke pasar industri dan retail, distribusi dan perdagangan bahan kimia (seperti caustic soda, sodium sulfat, PVC resin dan soda ash) yang digunakan oleh berbagai industri di Indonesia sesuai dengan perjanjian distribusi dengan produsen asing dan lokal, penyewaan gudang, kendaraan angkutan, tangki dan jasa logistik lainnya. Perseroan memulai kegiatan usaha komersialnya pada bulan Juni 1978. Perseroan bermaksud untuk melakukan Transaksi Pengalihan Saham Treasury Oleh PT AKR Corporindo Tbk . Rencana Transaksi yang dilakukan merupakan Transaksi Afiliasi namun bukan merupakan Transaksi Benturan Kepentingan sebagaimana ditentukan dalam POJK No. 42/2020. Rencana Transaksi yang dilakukan tidak merupakan Transaksi Material sebagaimana ditentukan dalam POJK No.17/2020. Untuk memenuhi ketentuan dalam POJK No. 42/2020, Perseroan telah menunjuk , sebagai penilai independen untuk memberi pendapat kewajaran atas Transaksi Pengalihan Saham Treasury tersebut. Berikut kami sampaikan hasil temuan dan opini mengenai pendapat kewajaran Transaksi Pengalihan Saham Treasury. LATAR BELAKANG TRANSAKSI Perseroan saat ini bergerak dalam bidang distribusi produk BBM ke pasar industri dan retail, distribusi dan perdagangan bahan kimia (seperti caustic soda, sodium sulfat, PVC resin dan soda ash) yang digunakan oleh berbagai industri di Indonesia sesuai dengan perjanjian distribusi dengan produsen asing dan lokal, penyewaan gudang, kendaraan angkutan, tangki dan jasa logistik lainnya. Selama menjalankan kegiatan operasionalnya, Perseroan berkedudukan di Jakarta Barat dan berdomisili di AKR Tower, Lantai 26, JI. Panjang No. 5, Kebon Jeruk, Jakarta, sekaligus sebagai kantor pusat Perseroan. Transaksi Pengalihan Saham Treasury oleh Perseroan dilakukan sebagai bagian dari strategi optimalisasi struktur permodalan dan peningkatan kinerja keuangan Perseroan. Melalui pelaksanaan transaksi ini, Perseroan berpotensi memperoleh tambahan dana yang dapat digunakan untuk memperkuat likuiditas, mendukung kegiatan operasional, serta meningkatkan fleksibilitas keuangan dalam mendukung rencana pengembangan usaha di masa mendatang. Dengan demikian, transaksi ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan kinerja dan nilai ekonomis Perseroan secara keseluruhan. Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Pengalihan Saham Treasury Oleh PT AKR Corporindo Tbk
Page 7
P a g e | vii
OBJEK PENDAPAT KEWAJARAN
Objek Pendapat Kewajaran adalah Transaksi Pengalihan Saham Treasury Oleh PT AKR Corporindo
Tbk.
TUJUAN PENDAPAT KEWAJARAN
Tujuan Laporan Pendapat Kewajaran ini adalah untuk memenuhi POJK No. 42/2020 untuk Transaksi
Afiliasi. Laporan Pendapat Kewajaran ini hanya disusun untuk keperluan Transaksi Pengalihan Saham
Treasury dan tidak dapat digunakan untuk keperluan perpajakan maupun keperluan-keperluan yang
menyangkut instansi lain.
SIFAT TRANSAKSI
Transaksi Afiliasi
Berdasarkan Pasal 6 ayat (1) huruf c POJK No. 42/2020, transaksi dengan nilai transaksi tidak melebihi
0,5% (nol koma lima persen) dari modal disetor Perusahaan Terbuka atau tidak melebihi jumlah Rp
5.000.000.000,- (lima miliar rupiah), digunakan nilai yang lebih rendah, wajib memenuhi ketentuan
Pasal 3 dan Pasal 4 ayat (1) POJK No. 42/2020.
Deskripsi Modal Disetor Perseroan 0,5% dari Modal Disetor Perseroan Nilai Rencana Transaksi Perbandingan
Per 31 Desember 2025 401.469.492.000 2.007.347.460 282.526.310.000 14075%
Dalam hal ini, 0,5% dari modal disetor Perseroan adalah sebesar Rp 2.007.347.460,- sedangkan nilai
Transaksi Pengalihan Saham Treasury dengan harga senilai Rp 282.526.310.000 atau sebesar
14075%, sehingga Perseroan tetap wajib memenuhi prosedur Transaksi Afiliasi sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 3 dan Pasal 4 ayat (1) POJK No. 42/2020.
Selanjutnya Transaksi Afiliasi berdasarkan Pasal 1 angka 3 POJK No. 42/2020 adalah:
“setiap aktivitas dan/atau transaksi yang dilakukan oleh perusahaan terbuka atau perusahaan
terkendali dengan Afiliasi dari perusahaan terbuka atau Afiliasi dari anggota direksi, anggota
dewan komisaris, pemegang saham utama, atau Pengendali, termasuk setiap aktivitas
dan/atau transaksi yang dilakukan oleh perusahaan terbuka atau perusahaan terkendali untuk
kepentingan Afiliasi dari perusahaan terbuka atau Afiliasi dari anggota direksi, anggota dewan
komisaris, pemegang saham utama, atau Pengendali.”
Transaksi Pengalihan Saham Treasury merupakan Transaksi Afiliasi seperti yang dimaksudkan dalam
POJK No. 42/2020 dikarenakan terdapat hubungan langsung (dalam hal kepemilikan) antara pihak-
pihak yang terkait dengan Transaksi Pengalihan Saham Treasury sebagaimana dijelaskan pada tabel
dibawah ini:
Hubungan Pihak-Pihak Terkait Transaksi Pengalihan Saham Treasury
Keterangan Pemegang Saham Perseroan Pengurus Peseroan Pemegang Saham PT Arthakencana Rayatama Pengurus PT Arthakencana Rayatama
PT Arthakencana Rayatama ✓ -
Haryanto Adikoesoemo ✓ ✓ ✓ ✓
Soegiarto Adikoesoemo ✓ ✓ ✓ ✓
Jimmy Tandyo ✓ ✓ - ✓
Mery Sofi ✓ ✓ - -
Bambang Soetiono ✓ ✓ - -
Suresh Vembu ✓ ✓ - -
Nery Polim ✓ ✓ - -
Termurti Tiban ✓ ✓ - -
Moh. Fauzi M. Ichsan - ✓ - -
Sofyan A. Djalil - ✓ - -
Djisman Simandjuntak - ✓ - -
Irawati Adikoesoemo - - - ✓
Sintawati Ongkowi Joyoyo - - - ✓
Yuwono Ongkowi Joyoyo - - - ✓
Cynthia Theresia Buniardi - - - ✓
Sumber: Manajemen Perseroan
Berdasarkan tabel hubungan pihak-pihak yang terlibat dalam Rencana Transaksi di atas, terdapat
kesamaan pemegang saham dan kepengurusan Perseroan selaku Penjual dan PT Arthakencana
Rayatama selaku Pembeli. Oleh karena adanya kesamaan pemegang saham dan kepengurusan
Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Pengalihan Saham Treasury
Oleh PT AKR Corporindo Tbk
Page 8
P a g e | viii tersebut, Transaksi Pengalihan Saham Treasury ini merupakan Transaksi antara Perseroan dengan afiliasinya. Sebagaimana dimaksudkan dalam POJK No. 42/2020 Transaksi antara pihak-pihak yang memiliki hubungan Afiliasi dikategorikan kedalam Transaksi Afiliasi dan/atau Transaksi Benturan Kepentingan. Transaksi Pengalihan Saham Treasury bukan merupakan Transaksi Benturan Kepentingan sebagaimana dimaksud dalam POJK No. 42/2020 mengingat dalam Transaksi Pengalihan Saham Treasury tidak terdapat perbedaan antara kepentingan ekonomis Perseroan dengan kepentingan ekonomis pribadi Direktur, Dewan Komisaris dan Pemegang Saham Utama Perseroan yang tidak merugikan Perseroan karena adanya Transaksi Pengalihan Saham Treasury tersebut. Dengan demikian Transaksi Pengalihan Saham Treasury dikategorikan kedalam Transaksi Afiliasi. Transaksi Material Berdasarkan POJK No. 17/2020, Transaksi Material didefinisikan sebagai setiap transaksi yang dilakukan oleh perusahaan terbuka atau perusahaan terkendali yang memenuhi batasan nilai sebagai mana diatur dalam POJK No. 17/2020. Setiap transaksi yang dilakukan oleh perusahaan yang termasuk dalam “Transaksi Material” antara lain, (1) penyertaan dalam badan usaha, proyek, dan/atau kegiatan usaha tertentu; (2) pembelian, penjualan, pengalihan, tukar menukar aset atau segmen operasi; (3) perolehan, pelepasan, dan/atau penggunaan jasa; (4) sewa menyewa aset; (5) pinjam meminjam dana termasuk pengalihannya; (6) menjaminkan aset Perusahaan Terbuka dan/atau Perusahaan Terkendali atas pinjaman dari pihak lain; dan (7) memberikan jaminan perusahaan (corporate guarantee). Batasan nilai suatu transaksi dikategorikan sebagai Transaksi Material apabila nilai transaksi sama dengan 20% (dua puluh persen) atau lebih dari ekuitas Perusahaan Terbuka. Dalam hal transaksi berupa perolehan dan pelepasan atas perusahaan atau segmen operasi sebagai Transaksi Material dalam hal nilai transaksi sama dengan 20% (dua puluh persen) atau lebih dari ekuitas Perusahaan Terbuka; total aset yang menjadi objek transaksi dibagi total aset Perusahaan Terbuka nilainya sama dengan atau lebih dari 20% (dua puluh persen); laba bersih objek transaksi dibagi dengan laba bersih Perusahaan Terbuka nilainya sama dengan atau lebih dari 20% (dua puluh persen); atau d. pendapatan usaha objek transaksi dibagi dengan pendapatan usaha Perusahaan Terbuka nilainya sama dengan atau lebih dari 20% (dua puluh persen). Dalam hal transaksi yang dilakukan oleh Perusahaan Terbuka yang mempunyai ekuitas negatif, transaksi dikategorikan sebagai Transaksi Material apabila nilai transaksi sama dengan 10% (sepuluh persen) atau lebih dari total aset Perusahaan Terbuka (Pasal 3 POJK No. 17/2020). Penilai telah melakukan Uji Transaksi Material, dimana Transaksi Pengalihan Saham Treasury bukan merupakan Transaksi Material seperti dimaksudkan dalam POJK No. 17/2020 dikarenakan Nilai Transaksi Pengalihan Saham Treasury kurang dari 20% (dua puluh persen) dari total ekuitas Perseroan, total aset Perseroan, laba bersih Perseroan, dan pendapatan usaha Perseroan. Penentuan Transaksi sebagai Transaksi Material dapat dilihat dalam uraian selanjutnya mengenai Batasan Nilai Transaksi Material. Batasan Nilai Transaksi Material a) Perbandingan Total Ekuitas Perseroan dengan Nilai Transaksi Pengalihan Saham Treasury Berdasarkan Perjanjian Transaksi Pengalihan Saham Treasury, Nilai Transaksi Pengalihan Saham Treasury adalah sebesar Rp282.526.310.000,-. Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Pengalihan Saham Treasury Oleh PT AKR Corporindo Tbk
Page 9
P a g e | ix
Didasarkan pada Laporan Keuangan Perseroan per 31 Desember 2025 yang telah diaudit oleh Kantor
Akuntan Publik Kantor Akuntan Publik Purwanto Susanti dan Surja, total ekuitas Perseroan adalah
sebesar Rp15.609.949.469.000,-. Perbandingan antara Nilai Transaksi Pengalihan Saham Treasury
yang dijabarkan diatas dengan Total Ekuitas Perseroan adalah sebesar 1,81%. Rincian perhitungan
adalah sebagai berikut:
Total Ekuitas Perseroan 31 Desember 2025 Nilai Rencana Transaksi Perbandingan
15.609.949.469.000 282.526.310.000 1,81%
b) Perbandingan Total Aset Perseroan dengan Total Aset Yang Menjadi Objek Transaksi
Berdasarkan Perjanjian Transaksi Pengalihan Saham Treasury, total aset Objek Transaksi adalah
sebesar Rp282.526.310.000,-.
Didasarkan pada Laporan Keuangan Konsolidasi Perseroan per 31 Desember 2025 yang telah diaudit
oleh Kantor Akuntan Publik Publik Purwanto Susanti dan Surja, total aset Perseroan adalah sebesar
Rp36.562.281.257.000,-. Perbandingan antara total aset Objek Transaksi yang dijabarkan diatas
dengan total aset Perseroan adalah sebesar 0,77%. Rincian perhitungan adalah sebagai berikut:
Total Aset Perseroan 31 Desember 2025 Total Aset Yang Menjadi Objek Transaksi Perbandingan
36.562.281.257.000 282.526.310.000 0,77%
c) Perbandingan Laba Bersih Objek Transaksi dengan Laba Bersih Perseroan
Total laba bersih Objek Transaksi adalah sebesar Rp 0,-.
Didasarkan pada Laporan Keuangan Konsolidasi Perseroan per 31 Desember 2025 yang telah diaudit
oleh Kantor Akuntan Publik Purwanto Susanti dan Surja, laba bersih Perseroan adalah sebesar Rp
2.823.416.007.000,-. Perbandingan antara laba bersih Objek Transaksi yang dijabarkan diatas dengan
laba bersih Perseroan adalah sebesar 0%. Rincian perhitungan adalah sebagai berikut:
Laba Bersih Perseroan 31 Desember 2025 Laba Bersih Yang Menjadi Objek Transaksi Perbandingan
2.823.416.007.000 0 0,00%
d) Perbandingan Pendapatan Usaha Objek Transaksi dengan Pendapatan Usaha Perseroan
Total pendapatan usaha Objek Transaksi adalah sebesar Rp 0,-.
Didasarkan pada Laporan Keuangan Konsolidasi Perseroan per 31 Desember 2025 yang telah diaudit
oleh Kantor Akuntan Publik Purwanto Susanti dan Surja, pendapatan usaha Perseroan adalah
sebesar Rp46.018.468.072.000,-. Perbandingan antara total pendapatan usaha Objek Transaksi
yang dijabarkan diatas dengan pendapatan usaha Perseroan adalah sebesar 0%. Rincian
perhitungan adalah sebagai berikut:
Pendapatan Usaha Perseroan 31 Desember 2025 Pendapatan Usaha Yang Menjadi Objek Transaksi Perbandingan
46.018.468.072.000 0 0,00%
Sebagaimana dimaksudkan dalam Pasal 3 ayat (2) POJK No. 17/2020 dalam hal transaksi berupa
perolehan dan pelepasan atas perusahaan atau segmen operasi dikategorikan sebagai Transaksi
Material apabila nilai atau objek transaksi sama dengan 20% (dua puluh persen) atau lebih dari
ekuitas, total aset, laba bersih, dan pendapatan usaha Perseroan.
Aspek Materialitas Per 31 Desember 2025
Total Ekuitas Perseroan VS Nilai Rencana Transaksi 1,81%
Total Aset Perseroan VS Total Aset Yang Menjadi Objek Transaksi 0,77%
Laba Bersih Perseroan VS Total Laba Bersih Yang Menjadi Objek Transaksi 0,00%
Pendapatan Usaha Perseroan VS Total Pendapatan Usaha Yang Menjadi Objek Transaksi 0,00%
Maka perbandingan nilai atau objek Transaksi yang dijabarkan diatas kurang dari 20%, sehingga tidak
memenuhi kriteria Transaksi Material. Dengan demikian, Transaksi Pengalihan Saham Treasury
bukan merupakan Transaksi Material.
Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Pengalihan Saham Treasury
Oleh PT AKR Corporindo Tbk
Page 10
P a g e |x
RUANG LINGKUP
Tujuan utama Perseroan melakukan Transaksi Pengalihan Saham Treasury adalah untuk melakukan
Transaksi Pengalihan / Penjualan Saham Treasury oleh PT AKR Corporindo Tbk sebesar 181.005.000
lembar saham sebagai bagian dari strategi optimalisasi struktur permodalan dan peningkatan kinerja
keuangan Perseroan. Transaksi Pengalihan Saham Treasury yang dilakukan merupakan Transaksi
Afiliasi namun bukan merupakan Transaksi Benturan Kepentingan sebagaimana ditentukan dalam
POJK No. 42/2020. Untuk memenuhi ketentuan dalam POJK No. 42/2020, Perseroan telah menunjuk
, sebagai penilai independen untuk melaksanakan pendapat kewajaran atas Transaksi
Pengalihan Saham Treasury. Berikut kami sampaikan hasil temuan dan opini mengenai
pendapat kewajaran Transaksi Pengalihan Saham Treasury.
KONDISI PEMBATAS, SIFAT DAN SUMBER INFORMASI YANG DAPAT DIANDALKAN SERTA ASUMSI-
ASUMSI
Kondisi Pembatas, Sifat dan Sumber Informasi yang Dapat Diandalkan serta Asumsi-Asumsi yang
digunakan oleh Penilai seperti yang tercantum di dalam Laporan Pendapat Kewajaran ini akan
menghasilkan laporan yang memenuhi ketentuan-ketentuan sebagai berikut:
1. Menghasilkan Laporan Pendapat Kewajaran yang bersifat non-disclaimer opinion;
2. Mencerminkan bahwa Penilai telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang
digunakan dalam proses penilaian;
3. Mencerminkan bahwa data dan informasi yang diperoleh berasal dari sumber yang dapat
dipercaya keakuratannya;
4. Menggunakan proyeksi keuangan yang telah disesuaikan yang mencerminkan kewajaran
proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen dengan kemampuan pencapaiannya
(fiduciary duty);
5. Mencerminkan bahwa Penilai bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian dan kewajaran
proyeksi keuangan;
6. Menghasilkan Laporan Pendapat Kewajaran yang terbuka untuk publik kecuali terdapat
informasi yang bersifat rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional perusahaan;
7. Mencerminkan bahwa Penilai bertanggung jawab atas Laporan Pendapat Kewajaran dan
nilai akhir;
8. Mencerminkan bahwa Penilai telah memperoleh informasi atas status hukum Objek
Penilaian dari pemberi tugas.
SIFAT DAN SUMBER INFORMASI YANG DAPAT DIANDALKAN
Sebagai pihak independen dalam mempersiapkan pendapat kewajaran atas Transaksi Pengalihan
Saham Treasury, telah mempelajari, mengacu dan mempertimbangkan informasi-
informasi dan dokumen yang kami peroleh dari manajemen Perseroan sebagai berikut:
1. Laporan Keuangan Perseroan:
- Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025
yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Purwanto Susanti dan Surja No.
00218/2.1505/AU.1/05/0694-4/1/III/2026 tanggal 18 Maret 2026 dengan pendapat
“disajikan secara wajar, dalam semua hal yang material”;
- Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024
yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Purwantono, Sungkoro & Surja No.
00233/2.1032/AU.1/05/0685-5/1/III/2025 tanggal 18 Maret 2025 dengan pendapat
“disajikan secara wajar, dalam semua hal yang material”;
Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Pengalihan Saham Treasury
Oleh PT AKR Corporindo Tbk
Page 11
P a g e | xi
-Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023
yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Purwantono, Sungkoro & Surja No.
00252/2.1032/AU.1/05/0685-4/1/III/2024 tanggal 20 Maret 2024 dengan pendapat
“disajikan secara wajar, dalam semua hal yang material”;
- Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022
yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Purwantono, Sungkoro & Surja No.
00305/2.1032/AU.1/05/0685-1/1/III/2023 tanggal 21 Maret 2023 dengan pendapat
“disajikan secara wajar, dalam semua hal yang material”;
- Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021
yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Purwantono, Sungkoro & Surja No.
00286/2.1032/AU.1/05/0694-3/1/III/2022 tanggal 21 Maret 2022 dengan pendapat
“disajikan secara wajar, dalam semua hal yang material”;
- Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020
yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Purwantono, Sungkoro & Surja No.
00265/2.1032/AU.1/05/0694-2/1/III/2021 tanggal 23 Maret 2021 dengan pendapat
“disajikan secara wajar, dalam semua hal yang material”;
2. Proyeksi Laporan Laba Rugi Perseroan untuk periode 2026 – 2030 yang disediakan oleh
manajemen Perseroan. Dalam menyusun laporan pendapat kewajaran ini,
menggunakan proyeksi keuangan yang disesuaikan;
3. Instruksi Transaksi Nasabah oleh Perseroan kepada PT Samuel Sekuritas Indonesia terkait
Instruksi Transaksi Pengalihan Saham Treasury sebesar 181.005.000 lembar saham dengan
uraian: pada Tahap 1 pada tanggal 4 Mei 2026 sebesar 67.261.000 lembar dengan Harga
Penutupan Saham pada tanggal 30 April 2026 sebesar Rp 1.580 per Lembar Saham, Tahap 2 pada
tanggal 5 Mei 2026 sebesar 67.261.000 lembar dengan Harga Penutupan Saham pada tanggal 4
Mei 2026 sebesar Rp 1.570 per Lembar Saham, Tahap 3 pada tanggal 6 Mei 2026 sebesar
46.483.000 lembar dengan Harga Penutupan Saham pada tanggal 5 Mei 2026 sebesar Rp 1.520
per Lembar Saham;
4. Proforma Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan sebelum dan sesudah Transaksi
Pengalihan Saham Treasury disediakan oleh Perseroan;
5. Pernyataan Manajemen Perseroan bahwa dari tanggal penilaian, yaitu tanggal 31 Desember
2025, sampai dengan tanggal diterbitkannya Laporan Pendapat Kewajaran, yaitu tanggal 6 Mei
2026, tidak terdapat kejadian penting yang dapat mempengaruhi hasil penilaian secara
signifikan;
6. Representation Letter tanggal 6 Mei 2026 yang telah ditandatangani oleh manajemen Perseroan;
7. Wawancara dan diskusi dengan manajemen Perseroan yang sehubungan dengan Transaksi
Pengalihan Saham Treasury dimana wawancara tersebut dilakukan dengan:
i) Suresh Vembu selaku Direktur Perseroan;
ii) Fiana M. Awalina selaku Corporate Secretary Officer Perseroan;
8. Berbagai sumber informasi baik berdasarkan media cetak dan elektronik dan hasil analisis lain
yang kami anggap relevan.
Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Pengalihan Saham Treasury
Oleh PT AKR Corporindo Tbk
Page 12
P a g e | xii
ASUMSI-ASUMSI PENTING
Dalam penyusunan laporan pendapat kewajaran atas Transaksi Pengalihan Saham Treasury untuk
menyatakan bahwa Transaksi Pengalihan Saham Treasury telah dilaksanakan pada kondisi
arm’s length di dalam batasan komersial yang berlaku umum dan tidak merugikan kepentingan-
kepentingan Perseroan dan para pemegang saham Perseroan, menggunakan beberapa
asumsi antara lain:
1. mengasumsikan bahwa dari tanggal penerbitan laporan pendapat kewajaran ini
sampai dengan selesainya Transaksi Pengalihan Saham Treasury tidak terjadi perubahan
apapun yang berpengaruh secara material terhadap Transaksi Pengalihan Saham Treasury;
2. Pendapat Kewajaran ini harus dipandang sebagai satu kesatuan dan bahwa penggunaan
sebagian dari analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan keseluruhan informasi dan
analisis dapat menyebabkan pandangan yang menyesatkan atas proses yang mendasari
pendapat tersebut. Penyusunan pendapat ini merupakan suatu proses yang kompleks dan
mungkin tidak dapat dilakukan melalui analisis yang tidak lengkap;
3. Pendapat Kewajaran ini juga disusun berdasarkan kondisi umum keuangan, moneter, peraturan
dan kondisi pasar yang ada saat ini; dan
4. Pendapat Kewajaran ini menggunakan asumsi bahwa perusahaan mematuhi seluruh syarat dan
ketentuan kontrak dan perjanjian dengan semua pihak terkait.
KONDISI PEMBATAS
Penugasan kami untuk mengeluarkan laporan pendapat kewajaran telah dilaksanakan sesuai dengan
ruang lingkup pekerjaan kami. Perlu diketahui bahwa ruang lingkup pekerjaan kami mencakup
pemberian pendapat kewajaran atas Transaksi Pengalihan Saham Treasury yang dilakukan Perseroan
sesuai dengan POJK No. 42/2020.
Laporan pendapat kewajaran ini disusun berdasarkan pada prinsip integritas informasi dan data.
Dalam menyusun laporan pendapat kewajaran ini, kami melandaskan dan berdasarkan pada
informasi dan data sebagaimana diberikan manajemen Perseroan yang mana berdasarkan hakikat
kewajaran adalah benar, lengkap dapat diandalkan serta tidak menyesatkan. Kami tidak melakukan
audit ataupun uji kepatuhan secara mendetail atas penjelasan maupun data-data yang diberikan
oleh manajemen Perseroan, baik lisan maupun tulisan, dan dengan demikian kami tidak dapat
memberikan jaminan atau bertanggung-jawab terhadap kebenaran dan kelengkapan dari informasi
atau penjelasan tersebut.
Sebagai dasar bagi kami untuk melakukan analisis dalam mempersiapkan pendapat kewajaran atas
Transaksi Pengalihan Saham Treasury, kami menggunakan data-data sebagaimana tercantum pada
bagian Sifat dan Sumber Informasi Yang Dapat Diandalkan sebagai bahan pertimbangan.
Segala perubahan terhadap data-data tersebut dapat mempengaruhi hasil analisis kami secara
material. Oleh karena itu, kami tidak dapat menerima tanggung jawab atas kemungkinan terjadinya
perbedaan kesimpulan yang disebabkan perubahan data tersebut.
Pendapat kewajaran ini disusun hanya dengan mempertimbangkan sudut pandang pemegang saham
Perseroan dan azas pertimbangan komersial dan tidak mempertimbangkan sudut pandang
stakeholders lain serta aspek-aspek lainnya.
Pendapat kewajaran ini disusun dengan mempertimbangkan kondisi pasar dan perekonomian,
kondisi umum bisnis dan keuangan, serta peraturan pemerintah pada tanggal pendapat kewajaran.
Pendapat kewajaran ini hanya dilakukan terhadap Transaksi Pengalihan Saham Treasury seperti yang
telah diuraikan di atas.
Kami menganggap bahwa tidak ada perubahan yang material dari Transaksi Pengalihan Saham
Treasury sesuai dengan ketetapan informasi dan kesepakatan yang dituangkan dalam perjanjian
Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Pengalihan Saham Treasury
Oleh PT AKR Corporindo Tbk
Page 13
P a g e | xiii sehubungan dengan pelaksanaan Transaksi Pengalihan Saham Treasury, dan bahwa sejak tanggal penerbitan laporan pendapat kewajaran sampai dengan tanggal pelaksanaan Transaksi Pengalihan Saham Treasury tidak terjadi perubahan yang berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam laporan pendapat kewajaran. Dengan ini kami menyatakan bahwa penugasan kami tidak termasuk menganalisis transaksi- transaksi di luar Transaksi Pengalihan Saham Treasury yang mungkin tersedia bagi Perseroan serta pengaruh dari transaksi-transaksi tersebut terhadap Transaksi Pengalihan Saham Treasury. Kami tidak melakukan penelitian atas keabsahan Transaksi Pengalihan Saham Treasury dari segi hukum dan implikasi aspek perpajakan dari Transaksi Pengalihan Saham Treasury tersebut. Pendapat kewajaran atas Transaksi Pengalihan Saham Treasury ini harus dipandang sebagai satu kesatuan dan penggunaan sebagian analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan keseluruhan informasi dan analisis dapat menyebabkan pandangan yang menyesatkan. Kami tidak bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi pendapat kami karena peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal pendapat kewajaran ini. INDEPENDENSI PENILAI Dalam mempersiapkan pendapat kewajaran ini kami telah bertindak secara independen tanpa adanya konflik dan tidak terafiliasi dengan Perseroan dan pihak-pihak terkait atau yang memiliki hubungan afiliasi dengan Perseroan. Kami juga tidak mempunyai kepentingan atau keuntungan pribadi berkaitan dengan penugasan ini. Selanjutnya, pendapat kewajaran ini tidak dibuat untuk memberikan keuntungan atau kerugian pada pihak manapun. Imbalan yang kami terima sama sekali tidak mempengaruhi kewajaran yang dihasilkan dari proses analisis kewajaran ini dan kami hanya menerima imbalan sesuai dengan yang tercantum pada surat penugasan dari Perseroan dengan No. P12/KJPP/SP-BIS/05/2/IV/2026-1 per tanggal 27 Maret 2026. TANGGAL PENDAPAT KEWAJARAN Analisis kewajaran dilaksanakan per tanggal 31 Desember 2025. Parameter dan laporan keuangan yang digunakan dalam analisis menggunakan data per 31 Desember 2025. Sesuai dengan POJK No. 35/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, jangka waktu berlakunya Laporan Pendapat Kewajaran disesuaikan menjadi 6 bulan dari tanggal penilaian atau setara dengan 30 Juni 2026. KEJADIAN PENTING SETELAH TANGGAL PENDAPAT KEWAJARAN Dari tanggal penilaian, yaitu tanggal 31 Desember 2025, sampai dengan tanggal diterbitkannya laporan ini, berdasarkan pengetahuan kami yang terbaik, tidak terdapat kejadian penting yang dapat mempengaruhi hasil penilaian secara signifikan. METODOLOGI PENGKAJIAN KEWAJARAN TRANSAKSI Laporan pendapat kewajaran ini disusun sesuai dengan SPI seperti yang ditetapkan oleh MAPPI, dimana pendekatan yang diaplikasikan sesuai dengan standar penilaian lengkap dan POJK No. 35/2020. Dalam melakukan analisis kewajaran atas Transaksi Pengalihan Saham Treasury, kami melakukan analisis atas Transaksi Pengalihan Saham Treasury, analisis kualitatif atas Transaksi Pengalihan Saham Treasury dan analisis kuantitatif atas Transaksi Pengalihan Saham Treasury. Analisis atas Transaksi Pengalihan Saham Treasury dilakukan dengan mengidentifikasi hubungan antara pihak-pihak yang terkait dalam Transaksi Pengalihan Saham Treasury, analisis perjanjian yang disepakati dalam Transaksi Pengalihan Saham Treasury, penilaian atas manfaat dan risiko dari Transaksi Pengalihan Saham Treasury, alasan dan latar belakang Transaksi Pengalihan Saham Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Pengalihan Saham Treasury Oleh PT AKR Corporindo Tbk
Page 14
P a g e | xiv
Treasury, serta keuntungan dan kerugian yang bersifat kualitatif atas Transaksi Pengalihan Saham
Treasury.
Analisis kualitatif atas Transaksi Pengalihan Saham Treasury terdiri atas informasi riwayat Perseroan
dan sifat kegiatan Perseroan, analisis industri dan lingkungan dimana terdapat penjabaran akan
tinjauan industri, serta analisis operasional dan prospek Perseroan.
Analisis kuantitatif atas Transaksi Pengalihan Saham Treasury dilakukan atas analisis batas wajar
Transaksi Pengalihan Saham Treasury atas Harga Pengalihan Saham atas Instruksi Transaksi Nasabah.
Selain itu juga dilakukan penilaian kinerja historis atas pendapatan, aset, kewajiban dan kondisi
keuangan Perseroan. Selanjutnya dilakukan penilaian atas proyeksi keuangan, proforma laporan
keuangan sebelum dan sesudah Transaksi Pengalihan Saham Treasury, serta analisis inkremental
(incremental analysis) dari Transaksi Pengalihan Saham Treasury untuk menentukan Pendapat
Kewajaran.
Berdasarkan metode-metode analisis yang telah diuraikan, berikut adalah penjelasan dari masing-
masing analisis yang kami lakukan:
1) Analisis atas Transaksi Pengalihan Saham Treasury
a) Identifikasi dan Analisis Hubungan antara Pihak-Pihak yang Terkait dalam Transaksi Pengalihan
Saham Treasury
Pihak-pihak yang terkait dalam Transaksi Pengalihan Saham Treasury adalah sebagai berikut:
i. PT Arthakencana Rayatama yang akan membeli Saham Treasury milik Perseroan;
ii. Perseroan selaku Pihak yang akan menjual Saham Treasury kepada PT Arthakencana
Rayatama.
Diagram atas Transaksi Pengalihan Saham Treasury adalah sebagai berikut:
Pihak-pihak yang terkait dengan Transaksi Pengalihan Saham Treasury sebagaimana dijelaskan pada tabel
dibawah ini:
Hubungan Pihak-Pihak Terkait Transaksi Pengalihan Saham Treasury
Keterangan Pemegang Saham Perseroan Pengurus Peseroan Pemegang Saham PT Arthakencana Rayatama Pengurus PT Arthakencana Rayatama
PT Arthakencana Rayatama ✓ -
Haryanto Adikoesoemo ✓ ✓ ✓ ✓
Soegiarto Adikoesoemo ✓ ✓ ✓ ✓
Jimmy Tandyo ✓ ✓ - ✓
Mery Sofi ✓ ✓ - -
Bambang Soetiono ✓ ✓ - -
Suresh Vembu ✓ ✓ - -
Nery Polim ✓ ✓ - -
Termurti Tiban ✓ ✓ - -
Moh. Fauzi M. Ichsan - ✓ - -
Sofyan A. Djalil - ✓ - -
Djisman Simandjuntak - ✓ - -
Irawati Adikoesoemo - - - ✓
Sintawati Ongkowi Joyoyo - - - ✓
Yuwono Ongkowi Joyoyo - - - ✓
Cynthia Theresia Buniardi - - - ✓
Berdasarkan tabel hubungan pihak-pihak yang terlibat dalam Rencana Transaksi di atas, terdapat
kesamaan pemegang saham dan kepengurusan Perseroan selaku Penjual dan PT Arthakencana
Rayatama selaku Pembeli. Oleh karena adanya kesamaan pemegang saham dan kepengurusan
tersebut, Transaksi Pengalihan Saham Treasury ini merupakan Transaksi antara Perseroan dengan
afiliasinya. Sebagaimana dimaksudkan dalam POJK No. 42/2020 Transaksi antara pihak-pihak yang
memiliki hubungan Afiliasi dikategorikan kedalam Transaksi Afiliasi dan/atau Transaksi Benturan
Kepentingan.
Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Pengalihan Saham Treasury
Oleh PT AKR Corporindo Tbk
Page 15
P a g e | xv
Transaksi Pengalihan Saham Treasury bukan merupakan Transaksi Benturan Kepentingan
sebagaimana dimaksud dalam POJK No. 42/2020 mengingat dalam Transaksi Pengalihan Saham
Treasury tidak terdapat perbedaan antara kepentingan ekonomis Perseroan dengan kepentingan
ekonomis pribadi Direktur, Dewan Komisaris dan Pemegang Saham Utama Perseroan yang tidak
merugikan Perseroan karena adanya Transaksi Pengalihan Saham Treasury tersebut. Dengan
demikian Transaksi Pengalihan Saham Treasury dikategorikan kedalam Transaksi Afiliasi.
b) Analisis Instruksi Transaksi yang Disepakati
Objek dari transaksi adalah Pengalihan Saham Treasury sebesar 181.005.000 lembar saham dengan
uraian: pada Tahap 1 pada tanggal 4 Mei 2026 sebesar 67.261.000 lembar dengan Harga Penutupan
Saham pada tanggal 30 April 2026 sebesar Rp 1.580 per Lembar Saham, Tahap 2 pada tanggal 5 Mei
2026 sebesar 67.261.000 lembar dengan Harga Penutupan Saham pada tanggal 4 Mei 2026 sebesar
Rp 1.570 per Lembar Saham, Tahap 3 pada tanggal 6 Mei 2026 sebesar 46.483.000 lembar dengan
Harga Penutupan Saham pada tanggal 5 Mei 2026 sebesar Rp 1.520 per Lembar Saham.
Berikut adalah keterangan singkat mengenai Instruksi Transaksi:
1. Penjual:
Perseroan selaku Pihak yang akan menjual Saham Treasury.
2. Pembeli:
PT Arthakencana Rayatama yang akan membeli Saham Treasury sebagai Pihak Afiliasi. PT
Arthakencana Rayatama merupakan Perseroan Terbatas yang didirikan berdasarkan hukum
Negara Republik Indonesia. Berdasarkan Anggaran Dasar PT Arthakencana Rayatama kegiatan
usaha PT Arthakencana Rayatama bergerak di bidang aktivitas perusahaan holding,
perdagangan dan distribusi bahan bakar serta produk kimia, industri hasil kilang minyak bumi,
jasa transportasi dan logistik, pergudangan dan penyimpanan, aktivitas kepelabuhanan,
penyewaan alat transportasi, jasa konstruksi, pengadaan dan distribusi gas, jasa konsultasi
manajemen, serta kegiatan real estat.
Berdasarkan Anggaran Dasar PT Arthakencana Rayatama berikut informasi susunan pengurus
dan pemegang saham.
Susunan Pengurus PT Arthakencana Rayatama:
Pengurus
Dewan Komisaris :
Komisaris Utama Soegiarto Adikoesoemo
Komisaris Irawati Adikoesoemo
Komisaris Sintawati Ongkowi Joyoyo
Komisaris Yuwono Ongkowi Joyoyo
Dewan Direksi :
Direktur Utama Haryanto Adikoesoemo
Direktur Cynthia Theresia Buniardi
Direktur Jimmy Tandyo
Susunan Pemegang Saham PT Arthakencana Rayatama:
Pemegang Saham
Persentase
Pemegang Saham Jumlah Saham Nominal (Rp)
Kepemilikan (%)
Haryanto Adikoesoemo 15.925 49% 15.925.000.000
Soegiarto Adikoesoemo 16.575 51% 16.575.000.000
Total 32.500 100,00% 32.500.000.000
3. Nilai Transaksi Pengalihan Saham Treasury:
Pengalihan Saham Treasury sebesar 181.005.000 lembar saham setara Rp282.526.310.000,-
dengan uraian: pada Tahap 1 pada tanggal 4 Mei 2026 sebesar 67.261.000 lembar dengan
Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Pengalihan Saham Treasury
Oleh PT AKR Corporindo Tbk
Page 16
P a g e | xvi
Harga Penutupan Saham pada tanggal 30 April 2026 sebesar Rp 1.580 per Lembar Saham,
Tahap 2 pada tanggal 5 Mei 2026 sebesar 67.261.000 lembar dengan Harga Penutupan Saham
pada tanggal 4 Mei 2026 sebesar Rp 1.570 per Lembar Saham, Tahap 3 pada tanggal 6 Mei
2026 sebesar 46.483.000 lembar dengan Harga Penutupan Saham pada tanggal 5 Mei 2026
sebesar Rp 1.520 per Lembar Saham.
4. Hukum Yang Mengatur:
Hukum Negara Republik Indonesia.
c) Penilaian atas Manfaat dan Risiko dari Transaksi Pengalihan Saham Treasury
Manfaat potensial yang diperoleh Perseroan atas Transaksi Pengalihan Saham Treasury adalah
Perseroan berpotensi memperoleh tambahan dana yang dapat digunakan untuk memperkuat
likuiditas, mendukung kegiatan operasional, serta meningkatkan fleksibilitas keuangan dalam
mendukung rencana pengembangan usaha di masa mendatang. Dengan demikian, transaksi ini
diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan kinerja dan nilai
ekonomis Perseroan secara keseluruhan.
Selain itu, tidak terdapat potensial risiko atas pelaksanaan Transaksi Pengalihan Saham Treasury.
d) Alasan dan Latar Belakang Transaksi Pengalihan Saham Treasury
Transaksi Pengalihan Saham Treasury oleh Perseroan dilakukan sebagai bagian dari strategi
optimalisasi struktur permodalan dan peningkatan kinerja keuangan Perseroan. Melalui
pelaksanaan transaksi ini, Perseroan berpotensi memperoleh tambahan dana yang dapat
digunakan untuk memperkuat likuiditas, mendukung kegiatan operasional, serta meningkatkan
fleksibilitas keuangan dalam mendukung rencana pengembangan usaha di masa mendatang.
Dengan demikian, transaksi ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap
peningkatan kinerja dan nilai ekonomis Perseroan secara keseluruhan.
e) Keuntungan dan Kerugian yang Bersifat Kualitatif atas Transaksi Pengalihan Saham Treasury
Berdasarkan analisis terhadap keuntungan dan kerugian yang bersifat kualitatif benefit yang
didapatkan oleh Perseroan memungkinkan Perseroan berpotensi memperoleh tambahan dana
yang dapat digunakan untuk memperkuat likuiditas, mendukung kegiatan operasional, serta
meningkatkan fleksibilitas keuangan dalam mendukung rencana pengembangan usaha di masa
mendatang. Tidak terdapat kerugian inkremental terkait dengan pelaksanaan Transaksi
Pengalihan Saham Treasury.
2) Analisis Kualitatif atas Transaksi Pengalihan Saham Treasury
a) Riwayat Perseroan dan Sifat Kegiatan Perseroan
Riwayat Perseroan
Perseroan didirikan di Surabaya berdasarkan Akta Notaris Sastra Kosasih, S.H., No. 46 tanggal 28
November 1977 yang diubah dengan Akta Notaris No. 26 oleh notaris yang sama tanggal 12 April
1978. Akta pendirian dan perubahannya telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik
Indonesia dalam Surat Keputusan No. Y.A.5/151/7 tanggal 14 Juni 1978, didaftarkan pada
Pengadilan Negeri Surabaya dalam Surat No. 277/1978 dan No. 278/1978 tanggal 20 Juli 1978
serta diumumkan dalam lembaran Berita Negara No. 101 Tambahan No. 741 tanggal 19 Desember
1978. Pada tahun 1985, Perseroan memindahkan kantor pusatnya ke lokasinya pada saat ini di
Jakarta. Pada tahun 2004, Perseroan mengganti namanya dari PT Aneka Kimia Raya Tbk menjadi
PT AKR Corporindo Tbk. Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami perubahan dari waktu ke
waktu yang mana perubahan terakhir dicakup dalam Akta Notaris Aulia Taufani, S.H., No. 17
tanggal 28 April 2025, mengenai perubahan susunan Dewan Komisaris Perseroan.
Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Pengalihan Saham Treasury
Oleh PT AKR Corporindo Tbk
Page 17
P a g e | xvii
Perseroan berdomisili di AKR Tower, Lantai 26, JI. Panjang No. 5, Kebon Jeruk, Jakarta. Kantor
cabang utama Perseroan berlokasi di JI. Sumatra No. 51-53, Surabaya. Kantor penjualan lainnya
sekaligus terminal tangki berlokasi di Medan, Palembang, Lampung, Ciwandan (Banten),
Bandung, Semarang, Pontianak, Balikpapan, Banjarmasin, Stagen (Kalimantan Selatan), Muara
Teweh (Kalimantan Tengah), Manado, Morowali (Sulawesi Tengah) dan Bali.
Sifat Kegiatan Perseroan
Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan, ruang lingkup kegiatan usaha utama Perseroan
antara lain meliputi bidang industri produk dari hasil kilang minyak bumi dan industri bahan bakar
dari pemurnian dan pengilangan minyak bumi; perdagangan besar bahan bakar padat, cari dan
gas dan produk yang terkait serta bahan dan barang kimia, perdagangan eceran bahan bakar
minyak (BBM), bahan bakar gas (BBG) dan liquefied petroleum gas (LPG), pengangkutan dan
pergudangan (aktivitas penyewaan dan sewa guna usaha tanpa hak opsi, ketenagakerjaan, agen
perjalanan dan penunjang usaha lainnya); angkutan melalui saluran pipa, angkutan bermotor
untuk barang umum, angkutan bermotor untuk barang khusus, angkutan laut dalam negeri untuk
barang khusus, pergudangan dan penyimpanan, penyimpanan minyak dan gas bumi, aktivitas
penyimpanan B3, aktivitas bounded warehousing atau wilayah kawasan berikat, aktivitas
penyewaan dan sewa guna usaha tanpa hak opsi mobil, bus, truk dan sejenisnya, aktivitas
profesional, ilmiah dan teknis (jasa); serta kegiatan usaha penunjang yang meliputi pengangkutan
dan pergudangan, aktivitas pelayanan kepelabuhan laut, aktivitas pelayanan kepelabuhan sungai
dan danau, konstruksi; pengadaan listrik, gas, uap, air panas dan udara dingin.
Perseroan saat ini bergerak dalam bidang distribusi produk BBM ke pasar industri dan retail,
distribusi dan perdagangan bahan kimia (seperti caustic soda, sodium sulfat, PVC resin dan soda
ash) yang digunakan oleh berbagai industri di Indonesia sesuai dengan perjanjian distribusi
dengan produsen asing dan lokal, penyewaan gudang, kendaraan angkutan, tangki dan jasa
logistik lainnya. Perseroan memulai kegiatan usaha komersialnya pada bulan Juni 1978.
b) Analisis Industri dan Lingkungan
i) Tinjauan Industri Properti Global
Kinerja Historis Industri Properti Global (2020–2024)
Industri properti global melewati siklus penuh dalam rentang 2020–2024, dimulai dari gangguan
pandemi, kemudian lonjakan euforia, diikuti kontraksi akibat kebijakan moneter ketat, dan akhirnya
pemulihan bertahap. Indikator paling representatif untuk mengukur kinerja sektor ini adalah FTSE
EPRA Nareit Global Real Estate Index, yang mencakup lebih dari 500 perusahaan properti dan REIT
yang terdaftar di bursa global.
Return Tahunan FTSE EPRA Nareit Global Real Estate Index (2020–2024)
Tahun Return Indeks (%) Konteks Makro Utama
Pandemi COVID-19; penutupan operasional
2020 -9%
massal
Pemulihan ekonomi; stimulus fiskal masif; suku
2021 27%
bunga ultra-rendah
Kenaikan suku bunga agresif (Fed +425 bps);
2022 -20%
inflasi tinggi
Suku bunga tinggi bertahan; penyesuaian
2023 7%
ekspektasi penurunan
Normalisasi siklus; Fed mulai menurunkan suku
2024 9%
bunga
Sumber: Nareit/EPRA Annual Market Review, 2020–2024
Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Pengalihan Saham Treasury
Oleh PT AKR Corporindo Tbk
Page 18
P a g e | xviii
Pada 2022, tekanan suku bunga menjadi faktor dominan. Kenaikan Federal Funds Rate sebesar 425
basis poin dalam satu siklus mengakibatkan penurunan volume transaksi properti komersial global
sebesar 42,7% dan koreksi harga di segmen komersial sebesar 15–20%. Kondisi ini mencerminkan
sensitivitas sektor properti terhadap biaya modal, khususnya karena valuasi aset properti sangat
dipengaruhi oleh tingkat diskonto.
Di tingkat sub-sektor, kinerja sangat bervariasi. Data centers menjadi satu-satunya sub-sektor yang
masih mencatat pertumbuhan positif selama 2020–2021, ditopang akselerasi transformasi digital.
Sementara itu, office dan retail mengalami tekanan terbesar akibat perubahan perilaku kerja dan
belanja, sedangkan lodging/resorts pulih seiring normalisasi mobilitas pasca-pandemi.
Kinerja Sub-Sektor REIT Global (2020–2024)
Deskripsi 2022 2023 2024
Data Centers -23% 26% 32%
Lodging / Resorts -6% Positif (beragam regional) Positif
Office -27% Beragam (Eropa +17,1%; Asia -5,6%) 11%
Retail -7% Beragam (Eropa +21,6%) 18%
Sumber: EPRA Annual Market Review 2022, 2023, 2024
Kinerja Historis Industri Properti Global Tahun Dasar 2025
Memasuki 2025, sektor properti global memasuki fase stabilisasi pasca-koreksi. Total pasar real
estate global yang dikelola secara terorganisir mencapai sekitar USD 12,5 triliun pada 2024, dengan
sinyal pemulihan transaksi yang mulai terlihat pada kuartal keempat 2025, ditandai pertumbuhan
volume investasi sebesar 14–16% YoY di semua wilayah utama.
Preferensi investor mengalami pergeseran struktural. Strategi Core-plus dan Value-add
mendominasi alokasi modal, sementara aset alternatif—terutama data centers dan sektor living
(apartemen, student housing, senior living)—kini menyumbang sekitar 42% dari total nilai properti
komersial AS. Pergeseran ini mencerminkan pencarian investor terhadap aset dengan karakteristik
pendapatan yang lebih stabil dan pertumbuhan jangka panjang yang lebih defensif.
Dari sisi harga, normalisasi yield obligasi memberikan dampak ganda. Spread cap rate terhadap
obligasi pemerintah 10 tahun kembali ke kisaran 200–250 basis poin pada 2025, setelah sempat
terkompresi hingga negatif pada 2021–2022. Normalisasi ini memberi sinyal bahwa harga aset
properti mulai mencerminkan nilai fundamental yang lebih realistis.
Prospek Industri Properti Global (2026–2030)
Untuk periode 2026–2030, pertumbuhan sektor properti global akan bersifat selektif, didorong oleh
tiga megatren: digitalisasi, urbanisasi, dan efisiensi energi bangunan.
Digitalisasi mendorong permintaan infrastruktur teknologi berbasis properti—data centers, fasilitas
logistik e-commerce, dan smart buildings. Sub-sektor data centers diproyeksikan tumbuh paling
pesat, didorong oleh ekspansi komputasi awan dan kebutuhan kapasitas AI. Urbanisasi global yang
terus berlanjut, khususnya di Asia Selatan dan Afrika Sub-Sahara, menciptakan permintaan
perumahan yang signifikan di perkotaan baru. Sementara itu, regulasi efisiensi energi bangunan di
Uni Eropa dan Amerika Serikat memaksa renovasi besar-besaran aset properti yang sudah tua,
membuka peluang investasi di segmen green retrofit.
Risiko utama pada periode 2026–2030 diperkirakan berasal dari tiga faktor utama, yaitu
ketidakpastian pemulihan sektor properti di Tiongkok yang masih berpotensi menekan pertumbuhan
PDB hingga sekitar 2 poin persentase serta memicu kelebihan pasokan material konstruksi di
kawasan Asia, tingginya siklus utang sektor properti global dengan nilai pinjaman mencapai sekitar
USD 2 triliun yang jatuh tempo pada 2030 sehingga meningkatkan risiko refinancing terutama dalam
kondisi suku bunga yang tetap tinggi, serta meningkatnya risiko aset terdampak (stranded assets)
berupa gedung yang tidak memenuhi standar emisi baru yang berpotensi kehilangan nilai hingga
USD 2 triliun secara global pada tahun 2030.
Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Pengalihan Saham Treasury
Oleh PT AKR Corporindo Tbk
Page 19
P a g e | xix
ii) Tinjauan Industri Properti Indonesia
Kinerja Historis Industri Properti Indonesia (2020–2024)
Industri properti Indonesia sepanjang periode 2020–2024 menunjukkan dinamika yang dipengaruhi
oleh kondisi ekonomi domestik, kebijakan suku bunga, daya beli masyarakat, serta pemulihan
aktivitas bisnis pasca pandemi COVID-19. Pada tahun 2020, sektor properti mengalami perlambatan
akibat pembatasan mobilitas dan penurunan aktivitas investasi. Namun, sejak tahun 2021 hingga
2022, industri mulai menunjukkan pemulihan seiring relaksasi kebijakan pemerintah, insentif PPN
properti, serta meningkatnya permintaan pada segmen residensial dan kawasan industri.
Kontribusi Sektor Properti terhadap PDB Indonesia (2020–2024)
Sumber: BPS Quarterly GDP 2020–2024; Bank Indonesia Presentation Book Agustus 2025
Pertumbuhan sektoral 2020–2021 ditopang oleh penurunan suku bunga BI yang mendorong KPR dan
pembelian properti. Pada 2022–2023, laju pertumbuhan melambat seiring kenaikan suku bunga BI
dan penyesuaian ekspektasi konsumen. Tahun 2024 mencatat pemulihan moderat (+2,21%),
sebagian besar berkat stimulus fiskal pemerintah berupa insentif pajak.
Kinerja Historis Industri Properti Indonesia Tahun Dasar 2025
Pada 2025, sektor properti domestik berada dalam kondisi pemulihan bertahap namun belum
sepenuhnya pulih. Dua faktor kebijakan pemerintah menjadi penopang utama:
a) Pertama, kebijakan PPN Ditanggung Pemerintah (PPN DTP). Program insentif PPN 100% yang
berlaku hingga Juni 2025 berhasil mendongkrak penjualan bulanan properti hingga 54% pada
masa berlakunya. Insentif ini terutama menguntungkan segmen rumah tapak di kisaran harga
Rp 500 juta–Rp 2 miliar.
b) Kedua, perilaku investor masih bersifat wait and see, terutama di segmen menengah atas.
Pada 2024, preferensi kuat terhadap pasar primer (karena manfaat PPN DTP); namun
memasuki pertengahan 2025, dengan menipisnya inventori pasar primer, investor mulai
beralih ke pasar sekunder.
Prospek Industri Properti Indonesia (2026–2030)
Industri properti Indonesia diproyeksikan tumbuh dengan CAGR 7,9% untuk total pasar real estate
pada periode 2025–2030. Berdasarkan laporan Indonesia Real Estate Market yang diterbitkan NMSC
(Next Market Search Consulting) edisi Maret 2026, nilai pasar real estate Indonesia tercatat sebesar
USD 149,2 miliar pada 2024 dan diproyeksikan mencapai USD 168,9 miliar pada 2025, kemudian
tumbuh signifikan hingga USD 348,7 miliar pada 2030. Pertumbuhan sebesar 7,9% CAGR ini jauh
Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Pengalihan Saham Treasury
Oleh PT AKR Corporindo Tbk
Page 20
P a g e | xx
lebih tinggi dibandingkan proyeksi sebelumnya dan mencerminkan potensi ekspansi pasar yang kuat
seiring urbanisasi, pertumbuhan kelas menengah, dan akselerasi pembangunan infrastruktur.
Proyeksi ini mempertimbangkan beberapa faktor pendorong struktural:
a) Urbanisasi: Tingkat urbanisasi Indonesia meningkat dari 58,8% (2024) menuju proyeksi 65%
pada 2030, menciptakan permintaan perumahan perkotaan yang signifikan.
b) Pertumbuhan kelas menengah: Meskipun terdapat tekanan penyusutan kelas menengah
dalam jangka pendek (dari 14% ke sekitar 8% pekerja pada 2024 menurut World Bank),
proyeksi pertumbuhan ekonomi jangka menengah mendukung ekspansi kelas menengah
baru.
c) Pembangunan infrastruktur: Kelanjutan program infrastruktur—tol, MRT, pelabuhan—
meningkatkan nilai lahan di koridor pengembangan baru.
d) Ibu Kota Nusantara (IKN): Pembangunan ibu kota baru menciptakan ekosistem properti baru
di Kalimantan Timur.
iii) Tinjauan Industri Distribusi BBM dan Bahan Kimia Global
Kinerja Historis Industri Distribusi BBM dan Bahan Kimia Global (2020–2024)
Industri distribusi bahan bakar minyak dan energi global melewati disrupsi besar pada 2020,
dilanjutkan pemulihan signifikan, dan kini memasuki fase transisi teknologi yang menentukan arah
jangka panjang. Konsumsi energi global mencatat penurunan -4,4% pada 2020—penurunan terbesar
dalam sejarah modern akibat pembatasan mobilitas pandemi. Pemulihan cepat terjadi pada 2021
(+5,1%), diikuti pertumbuhan moderat pada 2022–2024 (1,4%–1,8%) seiring normalisasi aktivitas
ekonomi global.
Ukuran pasar distribusi BBM global tumbuh dari USD 3,0 triliun (2022) menjadi USD 3,22 triliun
(2025). Pertumbuhan ini mencerminkan peningkatan volume distribusi seiring pemulihan
permintaan, serta kenaikan nilai nominal akibat volatilitas harga komoditas energi. Struktur rantai
pasok distribusi BBM global bersifat kapital-intensif dan sangat terkonsentrasi di sekitar beberapa
pemain besar. Rantai pasok mencakup: kilang minyak → terminal penyimpanan → distribusi primer
(pipa/kapal tanker) → distribusi sekunder (truk tangki) → SPBU/konsumen industri. Setiap titik rantai
pasok ini menghadapi tekanan transformasi akibat digitalisasi dan desakan transisi energi.
Pertumbuhan Konsumsi Energi Global (%) & Market Size Distribusi BBM Global (USD Triliun),
2020–2024
Sumber: Energy Institute Statistical Review of World Energy 2024; Allied Market Research – Global Petroleum Distribution Market 2025
Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Pengalihan Saham Treasury
Oleh PT AKR Corporindo Tbk
Page 21
P a g e | xxi
Pada 2025, dua dinamika simultan membentuk kondisi industri: stabilitas permintaan jangka pendek
dan investasi transformasi jangka panjang. Integrasi digital semakin masif. Pasar sistem manajemen
bahan bakar (Fuel Management System/FMS) yang mencakup pemantauan real-time, IoT, dan
analitik tumbuh dari USD 7,8 miliar (2023) menjadi USD 9,4 miliar (2025. Teknologi ini memungkinkan
operator mengoptimalkan rute distribusi, meminimalkan kebocoran, dan meningkatkan transparansi
rantai pasok. Transisi menuju kendaraan listrik (EV) mulai memberikan dampak nyata pada proyeksi
permintaan BBM. Meskipun penetrasi EV masih relatif terbatas secara agregat global, percepatan
adopsi di Eropa dan Tiongkok mulai mengubah pola permintaan di segmen penumpang. Pasar
distribusi BBM segmen gasoline diproyeksikan tumbuh dengan CAGR 4,4% untuk keseluruhan
periode 2026–2030, tetapi laju ini akan tertekan lebih jauh apabila adopsi EV lebih cepat dari
proyeksi saat.
Prospek Industri Distribusi BBM dan Bahan Kimia Global (2026–2030)
Proyeksi industri distribusi BBM global untuk 2026–2030 bersifat bifurkatif: volume dapat tumbuh
moderat di pasar berkembang, sementara tertekan di pasar maju yang agresif dalam transisi energi.
Transformasi SPBU menjadi energy hub adalah tren terpenting. Perusahaan seperti BP, Shell, dan
TotalEnergies secara aktif mengonversi jaringan SPBU menjadi hub energi yang menyediakan
pengisian listrik (EV charging), hydrogen fueling, dan layanan ritel terintegrasi. Pasar peralatan untuk
transformasi ini diproyeksikan mencapai nilai USD 204,6 miliar pada 2030 dengan CAGR 5,4%.
Dampak adopsi EV diperkirakan mendislokasi permintaan minyak global lebih dari 5 juta barel per
hari (mb/d) pada 2030 [26], setara dengan menghilangkan konsumsi minyak dua negara sebesar
Jerman dan Prancis digabungkan. Meskipun demikian, pertumbuhan konsumsi di negara
berkembang—termasuk Indonesia, India, dan negara-negara Afrika—diharapkan sebagian
mengimbangi penurunan tersebut.
Market Size Global Distribusi BBM (2020–2030P, USD Triliun)
Sumber: Grand View Research – Gas Station Equipment Market 2025–2030
iv) Tinjauan Industri Distribusi BBM dan Bahan Kimia Indonesia
Kinerja Historis Industri Distribusi BBM dan Bahan Kimia Indonesia (2020–2024)
Konsumsi BBM Indonesia memiliki pola yang mencerminkan siklus ekonomi domestik. Pandemi
menekan konsumsi pada 2020, namun pemulihan mobilitas mendorong pertumbuhan tajam pada
2022–2023, sebelum sedikit terkoreksi di 2024 dan kembali meningkat pada 2025.
Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Pengalihan Saham Treasury
Oleh PT AKR Corporindo Tbk
Page 22
P a g e | xxii
Konsumsi BBM Indonesia (2020–2025)
Sumber: ESDM Handbook of Energy & Economic Statistics 2024; BPH Migas
Lonjakan konsumsi pada 2023 (+17,1%) sebagian besar bersifat normalisasi pasca-pandemi dan
tidak sepenuhnya mencerminkan pertumbuhan organik. Pada 2024, volume sedikit menurun
karena penyesuaian subsidi dan efisiensi distribusi.
Di sisi produksi minyak mentah domestik, Indonesia menghadapi keterbatasan struktural.
Kapasitas produksi nasional terus menurun dari lapangan-lapangan tua, sehingga ketergantungan
impor untuk minyak mentah mencapai sekitar 37,5% pada 2024, sementara ketergantungan
impor untuk bensin (gasoline) berada di kisaran 50–60%.
Industri kimia dasar (HS 28 dan 29) Indonesia juga menunjukkan pertumbuhan positif namun
melambat. Pertumbuhan PDB sub-sektor kimia dasar tercatat 9,39% (2020), 11,65% (2021), 8,68%
(2022), 8,35% (2023), dan 5,86% (2024)—tren perlambatan yang mencerminkan tekanan
kompetitif dari produk impor berbiaya lebih rendah.
Pada 2025, sektor BBM domestik berada dalam kondisi yang secara permintaan relatif stabil ,
namun secara struktural menghadapi tiga tantangan besar:
1) Keterbatasan produksi minyak mentah: Kapasitas lifting nasional terbatas mendorong
impor yang membebani neraca perdagangan energi. Indonesia tidak lagi dapat
sepenuhnya mengandalkan cadangan domestik untuk memenuhi kebutuhan energi yang
terus tumbuh.
2) Subsidi dan kendala fiskal: Harga BBM bersubsidi yang dikelola pemerintah menciptakan
tekanan fiskal yang signifikan, sementara harga minyak global yang bergejolak
mempersulit perencanaan anggaran.
3) Ketergantungan impor bahan kimia: Total impor bahan kimia (HS 28+29) Indonesia
mencapai USD 9,95 miliar pada Januari–November 2024, sementara ekspor hanya USD 7,0
miliar pada keseluruhan 2024, mencerminkan defisit neraca perdagangan bahan kimia
yang persisten.
Prospek Industri Distribusi BBM dan Bahan Kimia Indonesia (2026–2030)
Industri Distribusi BBM
Industri minyak dan gas Indonesia—termasuk segmen distribusi dan hilir BBM—diproyeksikan
tumbuh dengan CAGR 5,18% selama periode 2026–2031, meningkat dari nilai pasar sebesar USD
13,88 miliar (2025) menuju USD 18,81 miliar (2031) berdasarkan riset Mordor Intelligence (edisi
Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Pengalihan Saham Treasury
Oleh PT AKR Corporindo Tbk
Page 23
P a g e | xxiii Januari 2026). Pertumbuhan ini didorong oleh ekspansi permintaan domestik, dengan proyeksi konsumsi minyak mentah Indonesia mencapai 1,8 juta barel per hari (bbl/d) pada 2030 dari 1,6 juta bbl/d pada 2025. Proyeksi konsumsi energi nasional menargetkan total konsumsi mencapai 1.552 juta Barrel of Oil Equivalent (BOE) pada 2030, dengan segmen bensin diproyeksikan sekitar 40,2 juta KL pada 2026[32]. Meskipun program kendaraan listrik (EV) akan memberikan dampak pengurangan, skalanya dalam jangka pendek masih terbatas. Pemerintah Indonesia menetapkan target ambisius adopsi EV: 2 juta unit mobil listrik dan 13 juta unit motor listrik pada 2030. Jika tercapai, ini akan menghasilkan penghematan konsumsi BBM setara 29,79 juta BOE. Namun, laju adopsi EV aktual hingga 2025 masih sangat jauh dari target, sehingga dampak riilnya terhadap konsumsi BBM 2026–2030 diperkirakan lebih terbatas. Kebijakan mandatori biodiesel B50 yang dijadwalkan implementasinya mulai pertengahan 2026 juga akan mengubah komposisi konsumsi solar secara signifikan, mengurangi impor solar fosil dan meningkatkan permintaan CPO untuk kebutuhan energi. Industri Bahan Kimia Industri kimia dasar Indonesia diproyeksikan tumbuh dengan CAGR 7,2% selama periode 2021–2030, dengan nilai pasar meningkat dari USD 17,6 miliar (2020) menuju USD 35,1 miliar (2030), berdasarkan riset Allied Market Research (2026). Pertumbuhan didorong oleh tiga sektor utama: pertanian (permintaan pupuk), farmasi, dan konstruksi. Dalam hal sub-segmen, petrokimia organik diproyeksikan tumbuh dengan CAGR tertinggi sebesar 7,8%, sementara segmen berbasis energi mencatat CAGR paling cepat yakni 8,6% hingga 2030. Pertumbuhan segmen energi ini konsisten dengan tren penggunaan bahan kimia sebagai bahan baku energi terbarukan dan biodiesel. v) Tinjauan Industri Logistik Global Kinerja Historis Industri Logistik Global (2020–2025) Industri logistik global mengalami siklus paling dramatis dalam sejarah modern selama periode 2020–2025. Pandemi COVID-19 pada 2020 memicu disrupsi rantai pasok global yang belum pernah terjadi sebelumnya, diikuti lonjakan permintaan yang mendorong pasar ke puncak supercycle pada 2021–2022. Kontraksi tajam kemudian terjadi pada 2023–2024 akibat normalisasi freight rate dan penurunan permintaan konsumen. Pada 2025, pasar mulai pulih ke jalur pertumbuhan struktural jangka panjang. Berdasarkan data Statista dan Armstrong & Associates, nilai pasar logistik global tercatat sekitar USD 9,0 triliun pada 2020, kemudian melonjak ke USD 11,43 triliun pada puncaknya di 2022, sebelum terkoreksi ke USD 9,97 triliun pada 2024 akibat freight recession pasca-pandemi. Pada 2025, pasar diestimasi kembali tumbuh ke kisaran USD 11,7 triliun didorong pemulihan volume perdagangan dan ekspansi e-commerce. Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Pengalihan Saham Treasury Oleh PT AKR Corporindo Tbk
Page 24
P a g e | xxiv
Ukuran Pasar Logistik Global & Pertumbuhan YoY (2020–2025)
Sumber: Statista Global Logistics Market 2024; Armstrong & Associates 3PL Market Data 2022; Allied Market Research Freight
& Logistics Market 2025
Di tingkat sub-sektor, kinerja sangat bervariasi. E-commerce logistics menjadi sub-sektor dengan
pertumbuhan paling konsisten, dengan nilai pasar global mencapai estimasi USD 524,2 miliar pada
2025 dan CAGR sekitar 20% sepanjang periode ini. Freight forwarding mengalami boom tarif pada
2021–2022 (tarif FCL Asia–Eropa sempat 8× lipat normal) sebelum crash ke level pra-pandemi pada
2023. Cold chain logistics tumbuh lebih stabil dengan CAGR 13–16%, didorong ekspansi farmasi dan
distribusi produk segar.
Pada 2025, industri logistik global memasuki fase stabilisasi pasca-freight-recession. Tiga dinamika
struktural mendefinisikan kondisi saat ini:
1) Nearshoring dan Friend-shoring. Ketegangan geopolitik AS–Tiongkok, disrupsi Terusan Suez
akibat konflik Laut Merah, dan pelajaran pandemi mendorong perusahaan multinasional
merelokasi rantai pasok ke negara-negara yang lebih dekat secara geografis atau politis.
Kawasan Asia Tenggara—termasuk Indonesia, Vietnam, dan Thailand—menjadi penerima
manfaat langsung dari tren ini, dengan investasi fasilitas logistik meningkat signifikan.
2) Digitalisasi dan AI dalam Logistik. Adopsi Transportation Management System (TMS) dan
Warehouse Management System (WMS) berbasis AI tumbuh pesat. Sistem prediktif demand
forecasting mampu mengurangi biaya persediaan 20–30%, sementara autonomous vehicle dan
drone dalam tahap komersial awal di beberapa pasar maju.
3) Desakan Regulasi Hijau. EU Emissions Trading System (EU ETS) mulai diberlakukan untuk sektor
pelayaran pada 2024, dan IMO menargetkan pengurangan emisi GRK pelayaran 40% pada
2030 vs 2008. Ini mendorong investasi masif dalam armada LNG, amonia, dan hidrogen serta
percepatan adopsi electric vehicle (EV) untuk distribusi darat jarak pendek.
Secara regional, Asia Pasifik mendominasi pasar logistik global dengan pangsa sekitar 41,2% (estimasi
USD 2.698 miliar) pada 2025, jauh di atas Amerika Utara (~22%, USD 1.641 miliar) dan Eropa (~18%,
USD 1.476 miliar).
Prospek Industri Logistik Global (2026–2030)
Prospek industri logistik global periode 2026–2030 menunjukkan tren pertumbuhan yang solid,
dengan nilai pasar diproyeksikan meningkat dari sekitar USD 11,7 triliun pada 2025 menjadi USD 16,7
triliun pada 2030 atau tumbuh dengan CAGR sekitar 7,3%. Pertumbuhan ini didorong oleh tiga faktor
utama, yaitu ekspansi e-commerce global yang meningkatkan permintaan layanan logistik khususnya
last-mile delivery, percepatan adopsi teknologi digital seperti IoT, blockchain, dan artificial
intelligence yang meningkatkan efisiensi dan visibilitas rantai pasok, serta dorongan menuju green
Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Pengalihan Saham Treasury
Oleh PT AKR Corporindo Tbk
Page 25
P a g e | xxv
logistics akibat regulasi emisi yang semakin ketat di berbagai kawasan utama dunia. Namun
demikian, industri ini tetap menghadapi sejumlah risiko, antara lain ketidakpastian geopolitik yang
dapat mengganggu jalur distribusi global, tekanan biaya operasional akibat kenaikan harga energi
dan tenaga kerja, serta kebutuhan investasi besar dalam proses dekarbonisasi, terutama bagi pelaku
usaha dengan armada lama.
vi) Tinjauan Industri Logistik Indonesia
Kinerja Historis Industri Logistik Indonesia (2020–2025)
Sektor transportasi dan pergudangan Indonesia—proksi terdekat untuk industri logistik menurut
klasifikasi BPS—mencatat trajektori pemulihan yang kuat setelah kontraksi 2020. Nilai Produk
Domestik Bruto sektor ini atas dasar harga berlaku (ADHB) turun signifikan pada 2020 akibat
pembatasan mobilitas, kemudian tumbuh kuat seiring normalisasi aktivitas ekonomi dan lonjakan e-
commerce domestik.
Berdasarkan data BPS, nilai PDB sektor transportasi & pergudangan mencatat pertumbuhan luar
biasa sebesar +19,87% pada 2022 dan +13,96% pada 2023, jauh di atas rata-rata pertumbuhan PDB
nasional yang sekitar 5%. Pertumbuhan ini didorong oleh pemulihan transportasi udara, ekspansi
masif e-commerce logistik, dan peningkatan aktivitas pelabuhan seiring normalisasi ekspor
komoditas. Pada 2024, pertumbuhan melandai ke +8,69%, dan untuk 2025 Kemenko Perekonomian
memperkirakan pertumbuhan berlanjut di kisaran +8,78% dengan nilai mencapai sekitar Rp 1.500
triliun.
PDB Sektor Transportasi & Pergudangan Indonesia ADHB (2020–2025)
Sumber: BPS — PDB Lapangan Usaha ADHB 2020–2024; estimasi 2025 berdasarkan Kemenko Perekonomian/Supply Chain Indonesia
Secara kontekstual, biaya logistik Indonesia terhadap PDB telah mengalami rekalkulasi signifikan.
Angka historis yang sering dikutip (~23,5% dari PDB) mencerminkan metodologi lama; pemerintah
melalui Kemenko Perekonomian melakukan rekalkulasi pada September 2023 dan menghasilkan
angka terbaru 14,29% dari PDB—mengindikasikan efisiensi yang membaik akibat implementasi
National Logistics Ecosystem (NLE) dan ekspansi infrastruktur jalan tol.
Indonesia menghadapi paradoks logistik: meski memiliki biaya logistik yang masih relatif tinggi
dibanding negara tetangga, negara ini secara simultan menjadi salah satu pasar logistik dengan
pertumbuhan tercepat di Asia Tenggara. Indeks Kinerja Logistik (LPI) World Bank 2023 menempatkan
Indonesia di peringkat 63 dari 139 negara dengan skor 3,0—turun dari peringkat 46 pada 2018.
Penurunan ini mencerminkan tekanan pada dimensi infrastruktur dan keandalan pengiriman,
meskipun teknologi digital logistik berkembang pesat.
Pada sisi positif, implementasi NLE yang kini mencakup 46 pelabuhan dan 6 bandara berhasil
mereduksi waktu layanan logistik 57,7% dan biaya logistik 37,6% di pelabuhan-pelabuhan yang
berpartisipasi. Inisiatif ini merupakan transformasi digital paling signifikan dalam sektor logistik
Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Pengalihan Saham Treasury
Oleh PT AKR Corporindo Tbk
Page 26
P a g e | xxvi
Indonesia. Sub-sektor dengan pertumbuhan terkuat di Indonesia antara lain: e-commerce logistics
(estimasi USD 5,27 miliar pada 2025F), last-mile delivery (USD 8,5 miliar pada 2024, didominasi JNE,
J&T Express, SiCepat), cold chain (USD 5,08 miliar pada 2024, tumbuh seiring ekspansi distribusi
vaksin dan produk segar), dan freight trucking (USD 54 miliar pada 2024).
Prospek Industri Logistik Indonesia (2026–2030)
Mordor Intelligence memproyeksikan pasar logistik Indonesia akan tumbuh dengan CAGR 6,21%
selama 2026–2030, dengan nilai pasar mencapai sekitar USD 177,36 miliar (~Rp 2.750 triliun) pada
2030. Proyeksi ini didukung sejumlah katalis struktural:
1) Infrastruktur. Penyelesaian Jalan Tol Trans-Sumatera dan pengembangan lanjutan Trans-
Jawa akan membuka koridor logistik baru yang menghubungkan sentra produksi di luar Jawa
dengan pelabuhan-pelabuhan utama. Program Tol Laut yang menyubsidi rute perintis ke
Indonesia Timur terus memperluas jangkauan distribusi nasional.
2) IKN Nusantara. Pemindahan ibu kota ke Kalimantan Timur menciptakan demand generator
logistik yang sepenuhnya baru. Groundbreaking "Nusantara Logistics Hub" (Januari 2024,
kolaborasi Pos Indonesia dan Bina Karya) menjadi penanda dimulainya pengembangan
ekosistem logistik terpadu di kawasan ini.
3) Digitalisasi dan Ekosistem. Pengembangan platform NLE generasi kedua, integrasi customs
clearance digital, dan adopsi AI untuk optimasi rute last-mile diproyeksikan dapat
menurunkan biaya logistik ke di bawah 12% dari PDB pada 2030—mendekati benchmark
ASEAN seperti Thailand dan Malaysia.
Proyeksi PDB Transportasi & Pergudangan Indonesia (2025–2030, Rp Triliun)
Sumber: BPS 2020–2024; Mordor Intelligence & Kemenko Perekonomian Republik Indonesia
vii) Kesimpulan Tinjauan Industri
Perkembangan industri properti, distribusi BBM dan bahan kimia, serta logistik menunjukkan bahwa
ketiga sektor tersebut telah melewati fase siklus yang signifikan selama periode historis dan kini
memasuki fase stabilisasi menuju pertumbuhan yang lebih terstruktur. Sektor properti, baik global
maupun domestik, menunjukkan pemulihan bertahap pasca tekanan suku bunga tinggi, dengan
prospek pertumbuhan yang didorong oleh urbanisasi, digitalisasi, dan kebutuhan efisiensi energi. Di
Indonesia, potensi pertumbuhan yang relatif tinggi mencerminkan adanya peluang ekspansi yang
kuat, meskipun tetap diiringi dengan risiko eksternal seperti dinamika suku bunga dan ketidakpastian
global. Sementara itu, industri distribusi BBM dan bahan kimia masih menunjukkan ketahanan
permintaan, khususnya di pasar berkembang, namun menghadapi tantangan struktural berupa
keterbatasan produksi domestik, ketergantungan impor, serta tekanan transisi energi.
Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Pengalihan Saham Treasury
Oleh PT AKR Corporindo Tbk
Page 27
P a g e | xxvii Di sisi lain, industri logistik berperan sebagai enabler utama bagi pertumbuhan kedua sektor tersebut, dengan prospek pertumbuhan yang solid didorong oleh ekspansi e-commerce, transformasi digital, dan pengembangan infrastruktur. Indonesia secara khusus menunjukkan potensi pertumbuhan logistik yang kuat, didukung oleh pembangunan infrastruktur, implementasi National Logistics Ecosystem, serta pengembangan kawasan strategis seperti IKN. Secara keseluruhan, ketiga sektor ini memiliki prospek pertumbuhan yang positif dengan profil risiko yang masih dapat dikelola, dimana keberhasilan pelaku usaha akan sangat ditentukan oleh kemampuan dalam beradaptasi terhadap perubahan struktural, termasuk digitalisasi, efisiensi operasional, serta pergeseran menuju model bisnis yang lebih berkelanjutan. Adapun secara agregat, proyeksi pertumbuhan untuk industri Oil and Gas, Freight & Logistics, serta Property/Real Estate pada tahun 2030 diperkirakan mencapai 5,18% - 7,90% CAGR yang mencerminkan kondisi pertumbuhan yang stabil dan berkelanjutan di masing-masing sektor tersebut. c) Analisis Operasional dan Prospek Perseroan Prospek operasional Perseroan pada periode 2026–2030 menunjukkan tren pertumbuhan yang stabil dan terukur. Secara agregat, Perseroan menyesuaikan proyeksi pertumbuhan pendapatan menjadi sebesar sekitar 7,25% (CAGR) selama periode proyeksi, sejalan dengan proyeksi pertumbuhan pasar. Penyesuaian ini mencerminkan pendekatan yang lebih konservatif dan realistis dalam mengantisipasi dinamika ekonomi dan industri ke depan, dengan tetap mempertimbangkan kondisi pasar serta kapasitas operasional yang dimiliki. Jika dibandingkan dengan prospek industri, pertumbuhan Perseroan kini berada pada tingkat yang sejalan dengan pertumbuhan pasar yang diperkirakan dengan rentang 5,18% - 7,90% CAGR hingga periode 2030. Keselarasan ini menunjukkan bahwa asumsi proyeksi yang digunakan Perseroan telah mencerminkan kondisi industri yang mendasari, baik dari sisi permintaan, perkembangan infrastruktur, maupun tren investasi di sektor terkait. Dengan demikian, proyeksi tersebut tidak hanya menjaga daya saing Perseroan, tetapi juga mencerminkan kehati-hatian dalam menjaga kualitas pertumbuhan yang berkelanjutan. Lebih lanjut, penyesuaian proyeksi pertumbuhan Perseroan ke tingkat yang setara dengan pertumbuhan industri juga mencerminkan strategi mitigasi risiko yang diterapkan, khususnya dalam menghadapi ketidakpastian global seperti volatilitas harga energi, dinamika suku bunga, serta perubahan kebijakan dan regulasi. Dengan mempertimbangkan faktor-faktor tersebut, proyeksi pertumbuhan pendapatan Perseroan dinilai berada dalam tingkat yang wajar, serta menunjukkan posisi Perseroan yang adaptif dan memiliki potensi untuk terus berkembang seiring dengan pertumbuhan industri yang mendasarinya. Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Pengalihan Saham Treasury Oleh PT AKR Corporindo Tbk
Page 28
P a g e | xxviii
3) Analisis Kuantitatif atas Transaksi Pengalihan Saham Treasury
Analisis kuantitatif atas Transaksi Pengalihan Saham Treasury terdiri atas:
a) Analisis Kinerja Historis atas Pendapatan, Aset, Kewajiban dan Kondisi Keuangan Perseroan
Laporan Posisi Keuangan Perseroan Tahun 2021 – 2025
(dalam ribuan rupiah)
2021 2022 2023 2024 2025
Keterangan
Audit Audit Audit Audit Audit
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 2.600.492.407 4.337.980.751 6.535.625.681 5.365.991.608 6.404.299.375
Piutang usaha 4.488.568.078 5.971.459.404 6.403.443.864 7.563.490.272 9.544.657.509
Piutang lain-lain 23.881.060 48.953.580 56.397.196 44.268.911 45.702.915
Persediaan 2.380.874.610 3.051.343.242 3.133.621.502 3.462.763.531 2.601.111.632
Persediaan tanah kawasan industri 2.126.776.429 2.169.233.066 1.620.808.463 3.756.816.356 4.013.228.173
Pajak dibayar di muka 133.190.794 108.106.576 197.028.073 147.198.948 135.665.526
Biaya dibayar dimuka 66.772.588 72.021.850 85.322.248 81.762.138 88.080.384
Uang muka 84.083.600 64.676.117 73.764.039 147.409.624 59.980.112
Aset lancar lainnya 118.038.796 17.519.665 15.040.591 428.410.352 430.990.526
TOTAL ASET LANCAR 12.022.678.362 15.841.294.251 18.121.051.657 20.998.111.740 23.323.716.152
ASET TIDAK LANCAR
Piutang usaha jangka panjang dari pihak ketiga 659.561.869 494.583.828 387.378.827 304.429.436 1.224.582.641
Investasi pada entitas asosiasi 401.618.108 417.300.271 445.892.740 492.359.823 535.825.092
Aset pajak tangguhan - neto 251.900.442 205.213.107 201.297.850 188.343.792 181.237.136
Properti investasi 1.816.567.520 1.816.567.520 1.816.567.520 1.816.567.520 1.816.567.520
Aset tetap - neto 4.978.381.223 4.996.696.832 5.466.446.896 6.365.009.877 6.810.814.885
Aset hak guna - neto 568.637.558 586.193.133 617.801.889 793.367.518 839.161.376
Sewa tanah jangka panjang dibayar di muka - neto - - - - -
Estimasi tagihan pajak penghasilan jangka panjang 42.788.198 43.598.633 16.274.311 15.571.175 70.449.440
Aset keuangan pada nilai wajar melalui laba rugi - - - - 250.000.000
Aset keuangan tidak lancar lainnya 145.898.826 132.387.490 66.662.432 74.742.610 37.856.217
Persediaan tanah kawasan industri untuk pengembangan 2.565.515.826 2.587.396.616 3.026.267.791 1.983.264.085 1.421.440.536
Uang muka 43.025.293 42.968.020 42.968.020 27.211.667 -
Aset tidak lancar lainnya - neto 12.012.511 23.408.335 46.013.184 49.705.125 50.630.262
TOTAL ASET TIDAK LANCAR 11.485.907.374 11.346.313.785 12.133.571.460 12.110.572.628 13.238.565.105
TOTAL ASET 23.508.585.736 27.187.608.036 30.254.623.117 33.108.684.368 36.562.281.257
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Hutang bank jangka pendek dan lainnya 121.701.754 1.573.705 5.000.000 7.000.000 237.365.000
Hutang usaha 7.766.849.298 9.239.323.818 9.519.185.995 10.391.582.462 12.333.889.025
Hutang lain-lain 78.842.715 72.571.876 349.640.045 464.043.998 209.351.573
Hutang pajak 198.010.697 350.461.872 450.027.838 402.699.824 653.587.230
Biaya masih harus dibayar 317.241.262 623.931.872 571.823.594 585.685.122 663.234.721
Liabilitas imbalan kerja jangka pendek 119.645.206 195.016.227 187.750.044 144.298.160 118.052.612
Liabilitas sewa jangka pendek 16.563.340 15.469.598 43.446.381 45.084.227 71.402.299
Liabilitas kontrak 235.492.402 226.516.877 224.865.280 272.002.142 311.093.601
Uang muka pelanggan dan lainnya - - - - -
Hutang bank jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu
tahun 383.787.323 554.639.521 1.089.267.780 1.140.851.204 1.182.438.653
Hutang obligasi yang jatuh tempo dalam satu tahun 67.870.584 - 36.833.937 - -
Hutang dividen 836.812 986.227 55.536.914 1.000.288 56.785.476
TOTAL LIABILITAS JANGKA PENDEK 9.306.841.393 11.280.491.593 12.533.377.808 13.454.247.427 15.837.200.190
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas pajak tangguhan - neto 8.763.562 11.395.226 18.384.131 25.699.726 40.939.690
Hutang bank jangka panjang setelah dikurangi bagian yang
jatuh tempo dalam satu tahun 2.164.802.579 2.101.263.279 3.117.277.847 3.645.033.749 3.703.087.919
Hutang obligasi 36.676.629 36.751.679 -
Liabilitas imbalan pasca kerja 145.867.002 144.724.214 177.230.676 179.043.946 210.005.038
Liabilitas kontrak jangka panjang 216.319.601 78.668.895 19.380.841 631.405.255 631.125.850
Liabilitas sewa jangka panjang 266.123.582 306.865.471 336.940.196 479.142.813 518.488.414
Hutang dividen 54.107.938 54.107.938 - 54.107.938 -
Liabilitas jangka panjang lainnya 10.118.337 18.528.966 9.074.105 16.011.040 11.484.687
TOTAL LIABILITAS JANGKA PANJANG 2.902.779.230 2.752.305.668 3.678.287.796 5.030.444.467 5.115.131.598
TOTAL LIABILITAS 12.209.620.623 14.032.797.261 16.211.665.604 18.484.691.894 20.952.331.788
EKUITAS
Modal Saham 401.469.492 401.469.492 401.469.492 401.469.492 401.469.492
Tambahan modal yang disetor 1.287.163.057 1.287.163.057 1.287.163.057 1.301.477.917 1.365.578.353
Saham treasuri (118.071.864) (118.071.864) (118.071.864) (112.577.374) (96.093.902)
Saldo laba 7.518.358.978 9.093.922.725 9.396.615.529 9.651.189.262 10.140.827.446
Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan 187.195.083 235.378.128 226.451.794 251.982.560 275.160.157
Komponen ekuitas lainnya 69.001.583 69.001.149 68.996.200 68.994.782 68.994.086
Kepentingan non-pengendali 1.953.848.784 2.185.948.088 2.780.333.305 3.061.455.835 3.454.013.837
TOTAL EKUITAS 11.298.965.113 13.154.810.775 14.042.957.513 14.623.992.474 15.609.949.469
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS 23.508.585.736 27.187.608.036 30.254.623.117 33.108.684.368 36.562.281.257
Sumber: Laporan Keuangan Perseroan
Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Pengalihan Saham Treasury
Oleh PT AKR Corporindo Tbk
Page 29
P a g e | xxix Selama tahun 2021 – 2025, jumlah aset Perseroan mengalami pertumbuhan yang meningkat dengan rata-rata sebesar 12%. Peningkatan terbesar terjadi pada tahun 2021 sebesar 26% dari sebesar Rp18.683.572.815.000,- pada tahun 2020 menjadi sebesar Rp23.508.585.736.000,- pada tahun 2021. Pada tahun 2025, jumlah aset Perseroan adalah sebesar Rp36.562.281.257.000,-. Selama tahun 2021 – 2025, jumlah aset lancar Perseroan mengalami pertumbuhan yang meningkat dengan rata-rata sebesar 18%. Peningkatan terbesar terjadi pada tahun 2021 sebesar 49% dari sebesar Rp8.042.418.506.000,- pada tahun 2020 menjadi sebesar Rp12.022.678.362.000,- pada tahun 2021. Pada tahun 2025, jumlah aset lancar Perseroan adalah sebesar Rp23.323.716.152.000,- . Selama tahun 2021 – 2025, jumlah aset tidak lancar Perseroan mengalami pertumbuhan yang relatif stabil dengan rata-rata sebesar 4%. Peningkatan terbesar terjadi pada tahun 2025 sebesar 9% dari sebesar Rp12.110.572.628.000,- pada tahun 2024 menjadi sebesar Rp13.238.565.105.000,- pada tahun 2025. Selama tahun 2021 – 2025, jumlah liabilitas Perseroan mengalami pertumbuhan yang meningkat dengan rata-rata sebesar 14%. Peningkatan terbesar terjadi pada tahun 2021 sebesar 50% dari sebesar Rp8.127.216.543.000,- pada tahun 2020 menjadi sebesar Rp12.209.620.623.000,- pada tahun 2021. Pada tahun 2025, jumlah liabilitas Perseroan adalah sebesar Rp20.952.331.788.000,-. Selama tahun 2021 – 2025, jumlah liabilitas jangka pendek mengalami pertumbuhan yang meningkat dengan rata-rata sebesar 14%. Peningkatan terbesar terjadi pada tahun 2021 sebesar 82% dari sebesar Rp5.102.110.055.000,- pada tahun 2020 menjadi sebesar Rp9.306.841.393.000,- pada tahun 2021. Pada tahun 2025, jumlah liabilitas jangka pendek Perseroan adalah sebesar Rp15.837.200.190.000,-. Selama tahun 2021 – 2025, jumlah liabilitas jangka panjang mengalami pertumbuhan yang meningkat dengan rata-rata sebesar 15%. Peningkatan terbesar terjadi pada tahun 2023 sebesar 34% dari sebesar Rp2.752.305.668.000,- pada tahun 2022 menjadi sebesar Rp3.678.287.796.000,- pada tahun 2023. Selama tahun 2021 – 2025, jumlah ekuitas mengalami pertumbuhan yang meningkat dengan rata- rata sebesar 8%. Peningkatan terbesar terjadi pada tahun 2022 sebesar 16% dari sebesar Rp11.298.965.113.000,- pada tahun 2021 menjadi sebesar Rp13.154.810.775.000,- pada tahun 2022. Pada tahun 2025, jumlah ekuitas Perseroan adalah sebesar Rp15.609.949.469.000,-. Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Pengalihan Saham Treasury Oleh PT AKR Corporindo Tbk
Page 30
P a g e | xxx
Laporan Laba Rugi Perseroan Tahun 2021 – 2025
(dalam ribuan rupiah)
2021 2022 2023 2024 2025
Keterangan
Audit Audit Audit Audit Audit
Pendapatan 25.707.068.900 47.539.986.604 42.086.952.436 38.729.493.298 46.018.468.072
Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan 25.463.445.015 47.269.426.164 41.817.425.630 38.457.126.044 45.732.540.855
Pendapatan Sewa 243.623.885 270.560.440 269.526.806 272.367.254 285.927.217
Beban Pokok Pendapatan (23.413.909.898) (43.287.573.122) (37.613.487.899) (35.220.457.367) (41.920.479.417)
Laba Kotor 2.293.159.002 4.252.413.482 4.473.464.537 3.509.035.931 4.097.988.655
Beban Usaha
Beban umum dan administrasi (776.009.675) (975.279.769) (877.798.573) (873.443.923) (961.169.832)
Beban penjualan (61.843.405) (153.814.113) (97.071.990) (101.147.934) (98.127.836)
Pendapatan (Beban) Usaha Lainnya
Laba atas penjualan aset tetap - neto 7.523.368 7.058.827 14.657.761 3.733.007 2.679.292
Laba (rugi) selisih kurs - neto 4.561.803 (45.972.224) 6.248.958 13.689.654 14.824.560
Pendapatan usaha lainnya 14.983.792 19.582.323 48.961.005 38.790.304 39.712.781
Beban usaha lainnya (27.486.282) (17.206.993) (7.927.557) (12.191.957) (12.106.041)
Total Beban Operasi (838.270.399) (1.165.631.949) (912.930.396) (930.570.849) (1.014.187.076)
Laba Usaha 1.454.888.603 3.086.781.533 3.560.534.141 2.578.465.082 3.083.801.579
Penghasilan keuangan 37.128.972 49.074.023 196.567.492 352.599.086 290.778.124
Pajak final terkait penghasilan keuangan (5.350.243) (9.359.048) (35.675.352) (53.714.989) (45.491.265)
Beban keuangan (57.068.728) (57.212.531) (68.489.236) (84.909.111) (73.767.925)
Bagian atas laba entitas asosiasi 7.144.436 16.632.809 34.534.891 46.467.083 52.199.723
Beban penghapusan piutang atas perubahan formula harga - - - - -
PSO
Total Pendapatan (Beban) Lain-Lain (18.145.563) (864.747) 126.937.795 260.442.069 223.718.657
Laba dari Operasi yang Dilanjutkan Sebelum Pajak Final dan 1.436.743.040 3.085.916.786 3.687.471.936 2.838.907.151 3.307.520.236
Pajak Penghasilan
Pajak final (41.680.021) (62.100.226) (19.813.545) (26.556.061) (25.458.432)
Laba dari Operasi yang Dilanjutkan Sebelum Pajak 1.395.063.019 3.023.816.560 3.667.658.391 2.812.351.090 3.282.061.804
Penghasilan
Pajak Penghasilan - neto:
Pajak Kini (268.098.733) (495.142.854) (577.041.476) (393.765.710) (434.396.510)
Pajak Tangguhan 8.037.470 (49.614.549) (12.147.214) (19.117.868) (24.249.287)
Laba Neto Tahun Berjalan dari Operasi yang Dilanjutkan 1.135.001.756 2.479.059.157 3.078.469.701 2.399.467.512 2.823.416.007
Laba (rugi) tahun berjalan dari operasi yang dihentikan - - - - -
Laba neto dari operasi yang dihentikan - - - - -
Laba Neto Tahun Berjalan dari Operasi yang Dihentikan - - - - -
Laba Neto Tahun Berjalan 1.135.001.756 2.479.059.157 3.078.469.701 2.399.467.512 2.823.416.007
Sumber: Laporan Keuangan Perseroan
Selama tahun 2021 – 2025, Laba Neto Tahun Berjalan Perseroan mengalami pertumbuhan yang
meningkat dengan rata-rata sebesar 26%. Peningkatan terbesar terjadi pada tahun 2022 sebesar
118% dari laba sebesar Rp1.135.001.756.000,- pada tahun 2021 menjadi laba sebesar
Rp2.479.059.157.000,- pada tahun 2022. Pada tahun 2025, Laba Neto Tahun Berjalan Perseroan
sebesar Rp2.823.416.007.000,-.
Seiring dengan adanya peningkatan penjualan Perseroan sebesar 16%, selama tahun 2021 – 2025,
beban pokok penjualan Perseroan turut mengalami peningkatan sebesar 16%. Peningkatan terbesar
terjadi pada tahun 2022 sebesar 85%.
Selama tahun 2021 – 2025, Perseroan tercatat memiliki rata-rata Laba Neto Tahun Berjalan sebesar
6% atas penjualan. Pada tahun 2025, perusahaan mencatat laba sebesar 6% atas penjualan.
Pada tahun 2021 Perseroan mencatat penjualan sebesar Rp25.707.068.900.000,- yang kemudian
mengalami peningkatan signifikan sebesar 85% pada tahun 2022 menjadi sebesar
Rp47.539.986.604.000,-. Peningkatan penjualan ini didorong oleh meningkatnya permintaan serta
harga jual produk energi dan bahan kimia yang lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya.
Pada periode selanjutnya, Perseroan mengalami penurunan penjualan sebesar 11% pada tahun 2023
dan kembali mengalami penurunan sebesar 8% pada tahun 2024. Penurunan tersebut disebabkan
oleh normalisasi harga komoditas energi dan bahan kimia di pasar global setelah periode kenaikan
signifikan pada tahun sebelumnya.
Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Pengalihan Saham Treasury
Oleh PT AKR Corporindo Tbk
Page 31
P a g e | xxxi
Meskipun menghadapi tekanan harga dan volatilitas pasar, Perseroan tetap menunjukkan kinerja
operasional yang solid. Hal ini tercermin dari kemampuan Perseroan dalam menjaga stabilitas marjin
laba serta meningkatkan efisiensi operasional, yang didukung oleh kekuatan pada jaringan distribusi,
infrastruktur logistik, serta basis pelanggan industri yang luas di Indonesia.
Selanjutnya pada tahun 2025, Perseroan kembali mencatat peningkatan penjualan sebesar 19%
dibandingkan tahun sebelumnya menjadi sebesar Rp46.018.468.072.000,-. Peningkatan ini didorong
oleh perbaikan kondisi pasar, peningkatan volume penjualan, serta optimalisasi kegiatan distribusi
dan logistik yang dilakukan oleh Perseroan.
Rasio
(dalam persentase kecuali dinyatakan lain)
2021 2022 2023 2024 2025 Rata-Rata
Keterangan
Audit Audit Audit Audit Audit Historis
Rasio Pertumbuhan*
Penjualan 45% 85% -11% -8% 19% 16%
Beban Pokok Penjualan 49% 85% -13% -6% 19% 16%
Laba Kotor 12% 85% 5% -22% 17% 16%
Laba (Rugi) Neto Tahun Berjalan 18% 118% 24% -22% 18% 26%
Aset Lancar 49% 32% 14% 16% 11% 18%
Aset Tidak Lancar 8% -1% 7% 0% 9% 4%
Total Aset 26% 16% 11% 9% 10% 12%
Liabilitas Lancar 82% 21% 11% 7% 18% 14%
Liabilitas Tidak Lancar -4% -5% 34% 37% 2% 15%
Total Liabilitas 50% 15% 16% 14% 13% 14%
Total Ekuitas 7% 16% 7% 4% 7% 8%
Rasio Vertikal**
Beban Pokok Penjualan 91% 91% 89% 91% 91% 91%
Laba Kotor 9% 9% 11% 9% 9% 9%
Laba (Rugi) Neto Tahun Berjalan 4% 5% 7% 6% 6% 6%
Aset Lancar / Total Aset 51% 58% 60% 63% 64% 59%
Aset Tidak Lancar / Total Aset 49% 42% 40% 37% 36% 41%
Liabilitas Lancar / Total Liabilitas 76% 80% 77% 73% 76% 76%
Liabilitas Tidak Lancar / Total Liabilitas 24% 20% 23% 27% 24% 24%
Total Liabilitas / Total Liabilitas & Ekuitas 52% 52% 54% 56% 57% 54%
Total Ekuitas / Total Liabilitas & Ekuitas 48% 48% 46% 44% 43% 46%
Rasio Likuiditas**
Current Ratio 1,29 1,40 1,45 1,56 1,47 1,44
Quick Ratio 0,78 0,92 1,04 1,00 1,04 0,95
Rasio Profitabilitas**
Return on Asset (ROA) 5% 9% 10% 7% 8% 8%
Return on Equity (ROE) 10% 19% 22% 16% 18% 17%
Rasio Aktivitas**
Perputaran Aset (x) 1,09 1,75 1,39 1,17 1,26 1,33
Perputaran Piutang Usaha (x) 5,73 7,96 6,57 5,12 4,82 6,04
Perputaran Piutang Usaha (hari) 64 46 56 71 76 62
Perputaran Hutang Usaha (x) 3,01 4,69 3,95 3,39 3,40 3,69
Perputaran Hutang Usaha (hari) 121 78 92 108 107 101
Perputaran Persediaan (X) 9,83 14,19 12,00 10,17 16,12 12,46
Perputaran Persediaan (hari) 37 26 30 36 23 30
Rasio Solvabilitas**
Debt to Asset Ratio (DAR) 52% 52% 54% 56% 57% 54%
Debt to Equity Ratio (DER) 108% 107% 115% 126% 134% 118%
Sumber: Truscel. Diolah berdasarkan data laporan keuangan Perseroan
Keterangan:
*) Perhitungan rata-rata menggunakan metode CAGR pada tahun 2021 – 2025
** )Perhitungan rata-rata dilakukan dengan menggunakan metode AVERAGE
Data pada tahun 2021 – 2025
N/A) Tidak ada pembanding
N/A*) tidak dapat dihitung dikarenakan nilai pembagi sama dengan 0
Rasio Profitabilitas
Rasio profitabilitas menunjukkan kemampuan operasional suatu perusahaan dalam mengelola aset-
asetnya dengan tujuan akhir mengoptimalkan pengembalian yang dapat diperoleh para penyedia
capital (capital providers). Rasio imbal balik aset (Return on Assets / ROA) Perseroan selama tahun
2021 – 2025, secara rata-rata adalah sebesar 8%.
Rasio imbal balik ekuitas (Return on Equity / ROE) selama tahun 2021 – 2025, secara rata-rata adalah
sebesar 17% dimana rasio ini menunjukan hasil yang sejalan dengan dengan rata-rata ROA pada
tahun 2021 – 2025. Namun perlu diingat, persentase ROE direkomendasikan untuk mendekati 10%
untuk cukup menutup biaya modal perusahaan.
Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Pengalihan Saham Treasury
Oleh PT AKR Corporindo Tbk
Page 32
P a g e | xxxii Rasio Likuiditas Rasio likuiditas menunjukkan kemampuan perusahaan untuk membayar seluruh liabilitas lancarnya yang akan jatuh tempo. Selama tahun 2021 – 2025, rata-rata current ratio dan quick ratio Perseroan masing-masing sebesar 1,44x dan 0,95x. Hal ini menunjukkan bahwa selama tahun 2021 – 2025 Perseroan cukup mampu untuk membayar liabilitas lancarnya dengan menggunakan aset lancar yang dimilikinya. Current ratio dan quick ratio terbesar terjadi pada tahun 2024 sebesar 1,56x dan 1,00x. Current ratio dan quick ratio terkecil terjadi pada tahun 2021 sebesar 1,29x dan 0,78x. Rasio Aktivitas Rasio aktivitas menggambarkan kemampuan perusahaan dalam mendayagunakan aset-aset yang dimilikinya. Rasio perputaran aset Perseroan selama tahun 2021 – 2025 secara rata-rata adalah sebesar 1,33x per tahun yang berarti bahwa Perseroan mampu menghasilkan penjualan rata-rata sebesar 1,33x dari setiap aset yang dimiliki. Sedangkan perputaran piutang usaha Perseroan selama tahun 2021 – 2025 memiliki rata-rata adalah sebesar 6,04x atau selama 62 hari. Perputaran piutang usaha Perseroan tercepat terjadi pada tahun 2022 yaitu sebesar 7,96x atau selama 46 hari. Perputaran hutang usaha Perseroan selama tahun 2021 – 2025 memiliki rata-rata sebesar 3,69x atau 101 hari. Perputaran hutang usaha tercepat terjadi pada tahun 2022 sebesar 4,69x atau 78 hari. Perputaran persediaan Perseroan selama tahun 2021 – 2025 memiliki rata-rata sebesar 12,46x atau 30 hari. Perputaran persediaan tercepat terjadi pada tahun 2025 sebesar 16,12x atau 23 hari. Rasio Solvabilitas Debt to Asset Ratio (DAR) menunjukkan posisi utang berbunga terhadap aset dalam pembiayaan perusahaan sedangkan Debt to Equity Ratio (DER) menunjukkan besarnya porsi utang berbunga terhadap ekuitas dalam pembiayaan perusahaan (financial leverage). Rasio solvabilitas ini menunjukkan seberapa besar kemampuan sebuah perusahaan untuk melunasi seluruh utang berbunga dengan ekuitas atau aset yang dimiliki jika perusahaan tersebut dilikuidasi. DAR dan DER Perseroan selama periode historis rata-rata adalah sebesar 54% dan 118%. Penilaian Arus Kas Informasi tentang arus kas suatu perusahaan berguna bagi pemakai laporan keuangan untuk menilai kemampuan perusahaan untuk menghasilkan kas, memenuhi kewajibannya, membayar deviden, menilai penyebab terjadinya perbedaan antara laba dan arus kas terkait, dan menilai pengaruh kegiatan investasi dan pembiayaan yang menggunakan kas dan non-kas terhadap posisi keuangan perusahaan. Dalam proses pengambilan keputusan ekonomi, para pemakai perlu melakukan evaluasi terhadap kemampuan perusahaan dalam menghasilkan kas serta keputusan perolehannya. Perusahaan harus menyusun laporan arus kas dan harus menyajikan laporan tersebut sebagai bagian yang tidak terpisahkan di laporan keuangan untuk periode penyajian laporan keuangan. Tujuan utama dari laporan arus kas adalah memberikan informasi mengenai penerimaan dan pengeluaran kas suatu perusahaan selama satu periode. Tujuan keduanya adalah memberikan informasi atas dasar mengenai aktivitas operasi, investasi dan pendanaan. Selain tujuan di atas, laporan arus kas juga penting untuk mengetahui keadaan kas secara pasti demi menjaga likuiditas perusahaan. Dengan adanya laporan arus kas ini, maka perusahaan akan mengetahui apakah perusahaan dalam keadaan defisit atau bahkan mengalami surplus. Berikut adalah laporan arus kas Perseroan untuk tahun 2021 – 2025: Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Pengalihan Saham Treasury Oleh PT AKR Corporindo Tbk
Page 33
P a g e | xxxiii
Laporan Arus Kas Perseroan Tahun 2021 – 2025
(dalam ribuan rupiah)
2021 2022 2023 2024 2025
Keterangan
Audit Audit Audit Audit Audit
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Kas yang diterima dari pelanggan 25.711.340.712 50.987.672.596 46.155.348.462 42.610.375.219 48.391.108.869
Pembayaran kas kepada pemasok dan untuk beban usaha (21.346.701.299) (46.642.645.100) (39.920.722.875) (38.272.118.301) (41.432.532.127)
Kas yang diperoleh dari aktivitas operasi 4.364.639.413 4.345.027.496 6.234.625.587 4.338.256.918 6.958.576.742
Penerimaan dari (pembayaran untuk):
Penghasilan keuangan 29.965.271 40.055.996 148.600.565 215.740.530 188.704.147
Beban keuangan (39.365.785) (33.281.584) (59.823.435) (52.398.505) (24.082.337)
Akuisisi persediaan tanah kawasan industri, termasuk uang
muka ke kontraktor dan kapitalisasi bunga (552.413.419) (562.628.326) (1.143.894.858) (1.232.041.471) (1.116.305.087)
Pembayaran pajak penghasilan badan dan pajak lainnya 408.467.642 624.695.486 292.675.226 (2.247.687.582) (2.686.557.758)
Pengembalian pajak penghasilan dan pajak lainnya (1.266.735.679) (1.785.055.986) (1.970.285.390) 324.761.348 620.638.603
Arus Kas Neto yang Diperoleh dari Aktivitas Operasi 2.944.557.443 2.628.813.082 3.501.897.695 1.346.631.238 3.940.974.310
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Perolehan aset tetap (241.758.587) (290.151.224) (635.802.929) (1.187.078.235) (1.065.414.188)
Penerimaan atas likuidasi entitas anak - - -
Penerimaan uang muka atas penjualan aset tetap - - - - -
Uang muka pembelian aset tetap - - (12.714.392) (315.505) -
Hasil penjualan aset tetap 33.400.600 12.802.201 63.443.491 10.077.582 5.877.959
Penerimaan dividen dari entitas asosiasi - 846.800 1.539.036 4.403.386 -
Penerimaan atas divestasi saham entitas asosiasi/entitas anak
tidak langsung - 103.846 - - 486.343
Investasi pada aset keuangan pada nilai wajar melalui laba rugi - - - - (250.000.000)
Arus Kas Neto yang Digunakan untuk Aktivitas Investasi (208.357.987) (276.398.377) (583.534.794) (1.172.912.772) (1.309.049.886)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Penambahan hutang bank jangka pendek 2.525.777.911 984.306.435 64.200.000 300.500.000 315.615.000
Pembayaran hutang bank jangka pendek (3.322.454.684) (993.434.484) (60.773.100) (298.500.000) (85.250.000)
Penambahan hutang bank jangka panjang (377.676.978) 409.118.674 2.438.212.337 2.700.000.000 1.488.745.613
Pembayaran hutang bank jangka panjang 117.784.352 (440.265.605) (870.240.766) (2.120.433.892) (1.391.156.266)
Pembayaran hutang obligasi - (68.000.000) - (37.000.000) -
Penerimaan setoran modal dari kepentingan nonpengendali
entitas anak - 108.803.589 306.967.190 82.575.724 16.871.190
Pembayaran dividen tunai kepada pemilik entitas induk (532.903.579) (828.961.123) (2.467.146.200) (1.973.716.960) (1.977.629.460)
Buyback saham - - -
Pembayaran liabilitas sewa (93.784.233) (44.809.269) (59.676.224) (131.265.846) (79.841.595)
Pembayaran hutang obligasi - - - 7.809.350 23.428.050
Kas Neto yang Digunakan untuk Aktivitas Pendanaan (1.683.257.211) (873.241.783) (648.456.763) (1.470.031.624) (1.689.217.468)
KENAIKAN (PENURUNAN) NETO KAS DAN SETARA KAS 1.052.942.245 1.479.172.922 2.269.906.138 (1.296.313.158) 942.706.956
Dampak perubahan selisih kurs (1.813.467) 258.315.422 (72.261.208) 126.679.085 95.600.811
KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN 1.549.363.629 2.600.492.407 4.337.980.751 6.535.625.681 5.365.991.608
KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN 2.600.492.407 4.337.980.751 6.535.625.681 5.365.991.608 6.404.299.375
Sumber: Laporan Keuangan Perseroan
Selama tahun 2021 – 2025, arus kas aktivitas operasi Perseroan terdiri dari arus kas masuk. Arus kas
masuk aktivitas operasi terbesar terjadi pada tahun 2025 sebesar Rp3.940.974.310.000,-.
Selama tahun 2021 – 2025 arus kas dari aktivitas investasi merupakan arus kas keluar. Arus kas
aktivitas investasi terbesar terjadi pada tahun 2025 yaitu arus kas keluar. Pada tahun 2025, arus kas
keluar untuk aktivitas investasi adalah sebesar Rp1.309.049.886.000,-.
Selama tahun 2021 – 2025 arus kas dari aktivitas pendanaan merupakan arus kas keluar. Arus kas
keluar aktivitas pendanaan terbesar terjadi pada tahun 2025. Pada tahun 2025, arus kas keluar untuk
aktivitas pendanaan adalah sebesar Rp1.689.217.468.000,-.
Kas dan setara kas akhir tahun Perseroan pada tahun 2025 adalah sebesar Rp6.404.299.375.000,-.
Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Pengalihan Saham Treasury
Oleh PT AKR Corporindo Tbk
Page 34
P a g e | xxxiv
Common-Size Statement Laporan Laba Rugi Perseroan
Tahun 2021 – 2025
2021 2022 2023 2024 2025
Keterangan
Audit Audit Audit Audit Audit
Pendapatan 100% 100% 100% 100% 100%
Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan 99% 99% 99% 99% 99%
Pendapatan Sewa 1% 1% 1% 1% 1%
Beban Pokok Pendapatan -91% -91% -89% -91% -91%
Laba Kotor 9% 9% 11% 9% 9%
Beban Usaha
Beban umum dan administrasi -3% -2% -2% -2% -2%
Beban penjualan 0% 0% 0% 0% 0%
Pendapatan (Beban) Usaha Lainnya
Laba atas penjualan aset tetap - neto 0% 0% 0% 0% 0%
Laba (rugi) selisih kurs - neto 0% 0% 0% 0% 0%
Pendapatan usaha lainnya 0% 0% 0% 0% 0%
Beban usaha lainnya 0% 0% 0% 0% 0%
Total Beban Operasi -3% -2% -2% -2% -2%
Laba Usaha 6% 6% 8% 7% 7%
Penghasilan keuangan 0% 0% 0% 1% 1%
Pajak final terkait penghasilan keuangan 0% 0% 0% 0% 0%
Beban keuangan 0% 0% 0% 0% 0%
Bagian atas laba entitas asosiasi 0% 0% 0% 0% 0%
Beban penghapusan piutang atas perubahan formula 0% 0% 0% 0% 0%
harga PSO
Total Pendapatan (Beban) Lain-Lain 0% 0% 0% 1% 0%
Laba dari Operasi yang Dilanjutkan Sebelum Pajak Final 6% 6% 8% 6% 7%
dan Pajak Penghasilan
Pajak final 0% 0% 0% 0% 0%
Laba dari Operasi yang Dilanjutkan Sebelum Pajak 5% 6% 9% 7% 7%
Penghasilan
Pajak Kini -1% -1% -1% -1% -1%
Pajak Tangguhan 0% 0% 0% 0% 0%
Laba Neto Tahun Berjalan dari Operasi yang Dilanjutkan 4% 5% 7% 6% 6%
Laba (rugi) tahun berjalan dari operasi yang dihentikan 0% 0% 0% 0% 0%
Laba neto dari operasi yang dihentikan 0% 0% 0% 0% 0%
Laba Neto Tahun Berjalan dari Operasi yang Dihentikan 0% 0% 0% 0% 0%
Laba Neto Tahun Berjalan 4% 5% 7% 6% 6%
Sumber: Laporan Keuangan Perseroan
Berdasarkan tabel common-size statement Laporan Laba Rugi Perseroan tahun 2021 – 2025, dapat
diketahui bahwa selama periode historis proporsi beban pokok penjualan terhadap jumlah
pendapatan relatif stabil. Proporsi beban pokok penjualan terbesar terjadi pada tahun 2021, 2022,
2024, dan 2025 yaitu sebesar 91%, sedangkan pada tahun 2023 tercatat sedikit lebih rendah yaitu
sebesar 89%.
Selama tahun 2021 – 2025, laba tahun berjalan terhadap pendapatan cenderung mengalami
peningkatan dan stabilitas yaitu sebesar 4% (2021), 5% (2022), 7% (2023), 6% (2024), dan 6% (2025).
Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Pengalihan Saham Treasury
Oleh PT AKR Corporindo Tbk
Page 35
P a g e | xxxv
Common-size Statement Laporan Posisi Keuangan Perseroan
Tahun 2021 – 2025
2021 2022 2023 2024 2025
Keterangan
Audit Audit Audit Audit Audit
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 11% 16% 22% 16% 18%
Piutang usaha 19% 22% 21% 23% 26%
Piutang lain-lain 0% 0% 0% 0% 0%
Persediaan 10% 11% 10% 10% 7%
Persediaan tanah kawasan industri 9% 8% 5% 11% 11%
Pajak dibayar di muka 1% 0% 1% 0% 0%
Biaya dibayar dimuka 0% 0% 0% 0% 0%
Uang muka 0% 0% 0% 0% 0%
Aset lancar lainnya 1% 0% 0% 1% 1%
TOTAL ASET LANCAR 51% 58% 60% 63% 64%
ASET TIDAK LANCAR
Piutang usaha jangka panjang dari pihak ketiga 3% 2% 1% 1% 3%
Investasi pada entitas asosiasi 2% 2% 1% 1% 1%
Aset pajak tangguhan - neto 1% 1% 1% 1% 0%
Properti investasi 8% 7% 6% 5% 5%
Aset tetap - neto 21% 18% 18% 19% 19%
Aset hak guna - neto 2% 2% 2% 2% 2%
Sewa tanah jangka panjang dibayar di muka - neto 0% 0% 0% 0% 0%
Estimasi tagihan pajak penghasilan jangka panjang 0% 0% 0% 0% 0%
0% 0% 0% 0% 1%
Aset keuangan tidak lancar lainnya 1% 0% 0% 0% 0%
Persediaan tanah kawasan industri untuk
pengembangan 11% 10% 10% 6% 4%
Uang muka 0% 0% 0% 0% 0%
Aset tidak lancar lainnya - neto 0% 0% 0% 0% 0%
TOTAL ASET TIDAK LANCAR 49% 42% 40% 37% 36%
TOTAL ASET 100% 100% 100% 100% 100%
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Hutang bank jangka pendek dan lainnya 1% 0% 0% 0% 1%
Hutang usaha 33% 34% 31% 31% 34%
Hutang lain-lain 0% 0% 1% 1% 1%
Hutang pajak 1% 1% 1% 1% 2%
Biaya masih harus dibayar 1% 2% 2% 2% 2%
Liabilitas imbalan kerja jangka pendek 1% 1% 1% 0% 0%
Liabilitas sewa jangka pendek 0% 0% 0% 0% 0%
Liabilitas kontrak 1% 1% 1% 1% 1%
Uang muka pelanggan dan lainnya 0% 0% 0% 0% 0%
Hutang bank jangka panjang yang jatuh tempo dalam
satu tahun 2% 2% 4% 3% 3%
Hutang obligasi yang jatuh tempo dalam satu tahun 0% 0% 0% 0% 0%
Hutang dividen 0% 0% 0% 0% 0%
TOTAL LIABILITAS JANGKA PENDEK 40% 41% 41% 41% 43%
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas pajak tangguhan - neto 0% 0% 0% 0% 0%
Hutang bank jangka panjang setelah dikurangi bagian
yang jatuh tempo dalam satu tahun 9% 8% 10% 11% 10%
Hutang obligasi 0% 0% 0% 0% 0%
Liabilitas imbalan pasca kerja 1% 1% 1% 1% 1%
Liabilitas kontrak jangka panjang 1% 0% 0% 2% 2%
Liabilitas sewa jangka panjang 1% 1% 1% 1% 1%
Hutang dividen 0% 0% 0% 0% 0%
Liabilitas jangka panjang lainnya 0% 0% 0% 0% 0%
TOTAL LIABILITAS JANGKA PANJANG 12% 10% 12% 15% 14%
TOTAL LIABILITAS 52% 52% 54% 56% 57%
EKUITAS
Modal Saham 2% 1% 1% 1% 1%
Tambahan modal yang disetor 5% 5% 4% 4% 4%
Saham treasuri -1% 0% 0% 0% 0%
Saldo laba 32% 33% 31% 29% 28%
Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan 1% 1% 1% 1% 1%
Komponen ekuitas lainnya 0% 0% 0% 0% 0%
Kepentingan non-pengendali 8% 8% 9% 9% 9%
TOTAL EKUITAS 48% 48% 46% 44% 43%
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS 100% 100% 100% 100% 100%
Sumber: Laporan Keuangan Perseroan
Berdasarkan tabel common-size statement laporan posisi keuangan tahun 2021 – 2025, dapat
diketahui bahwa selama periode historis porsi terbesar pada sisi aset adalah pada aset lancar untuk
akun piutang usaha, dimana porsi tertinggi terjadi pada tahun 2025 sebesar 26%. Selain itu, aset
tetap - neto juga merupakan salah satu komponen utama dalam aset tidak lancar dengan porsi yang
relatif stabil, yaitu berkisar antara 18% hingga 21% selama periode tersebut.
Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Pengalihan Saham Treasury
Oleh PT AKR Corporindo Tbk
Page 36
P a g e | xxxvi
Pada sisi liabilitas dan ekuitas diketahui bahwa porsi terbesar selama tahun 2021 – 2025 adalah
liabilitas jangka pendek untuk akun utang usaha, dengan porsi tertinggi terjadi pada tahun 2022
sebesar 34% dari total jumlah liabilitas dan ekuitas. Selain itu, dari sisi ekuitas, akun saldo laba juga
menunjukkan kontribusi yang signifikan dengan porsi yang relatif stabil, yaitu berkisar antara 28%
hingga 33% selama periode tersebut.
b) Analisis Proyeksi Laba Rugi
Proyeksi laba rugi Perseroan untuk tahun 2026 – 2030 seperti ditunjukkan pada tabel di bawah ini:
Proyeksi Laporan Laba Rugi Perseroan
(dalam ribuan rupiah)
2026 2027 2028 2029 2030
Keterangan
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Penjualan 51.328.000.000 54.205.893.760 57.935.274.450 62.434.961.238 67.910.734.068
Beban Pokok Penjualan (46.890.000.000) (49.562.245.529) (52.929.028.433) (56.834.220.588) (61.331.697.385)
Laba Kotor 4.438.000.000 4.643.648.231 5.006.246.016 5.600.740.650 6.579.036.683
Biaya Operasional (800.716.800) (845.611.943) (903.790.281) (973.985.395) (1.154.482.479)
Pendapatan lainnya
Beban Bunga (75.000.000) (115.000.000) (142.000.000) (160.000.000) (169.000.000)
Pendapatan Bunga 152.000.000 155.000.000 159.000.000 162.000.000 166.000.000
Pendapatan dari Asosiasi (BMS) 88.000.000 97.000.000 106.000.000 117.000.000 129.000.000
Laba Sebelum Pajak (EBT) 3.802.283.200 3.935.036.289 4.225.455.735 4.745.755.255 5.550.554.204
Pajak Penghasilan (836.502.304) (865.707.984) (929.600.262) (1.044.066.156) (1.221.121.925)
Laba Setelah Pajak 2.965.780.896 3.069.328.305 3.295.855.473 3.701.689.099 4.329.432.279
Minority Interest (359.757.403) (394.487.388) (503.642.986) (679.354.801) (977.517.799)
Laba Setelah Pajak Perseroan 2.606.023.493 2.674.840.917 2.792.212.487 3.022.334.298 3.351.914.480
Perseroan memproyeksikan pendapatan usaha memiliki pertumbuhan dengan CAGR sebesar 7,25%
selama periode 2026–2030, dengan pendapatan usaha tertinggi terjadi pada tahun 2030. Proyeksi
pendapatan usaha didominasi oleh kegiatan utama Perseroan di sektor perdagangan dan distribusi
bahan bakar minyak serta bahan kimia dasar. Pertumbuhan pendapatan usaha Perseroan
mencerminkan strategi ekspansi yang lebih konservatif dibandingkan periode historis, dengan
mempertimbangkan stabilisasi harga komoditas serta kondisi pasar yang lebih moderat. Sehingga
atas dasar tersebut, Perseroan optimis terhadap prognosa antara lain dapat menghasilkan
pendapatan usaha sebesar Rp67.910.734.068.000,- pada tahun 2030 dengan pertumbuhan yang
berkelanjutan.
Adapun seiring dengan peningkatan pendapatan usaha, beban pokok pendapatan turut mengalami
peningkatan yang relatif sejalan yang menunjukkan struktur biaya yang stabil dan konsisten terhadap
skala operasional Perseroan. Perseroan memiliki strategi dalam mencapai proyeksi pendapatan yang
telah diperkirakan, antara lain adalah sebagai berikut:
i) Memperkuat jaringan distribusi dan infrastruktur logistik untuk mendukung peningkatan
volume penjualan;
ii) Meningkatkan penetrasi pasar pada segmen industri dan komersial;
iii) Mengoptimalkan efisiensi operasional guna menjaga stabilitas margin di tengah dinamika
harga komoditas.
Selanjutnya, Laba Setelah Pajak selama periode proyeksi 2026–2030 akan mengalami tren yang
meningkat dengan rata-rata margin laba sebesar 5,89%. Pada tahun 2026 total laba diproyeksikan
adalah sebesar Rp2.965.780.896.000,- dan akan mengalami peningkatan menjadi sebesar
Rp4.329.432.279.000,- pada tahun 2030.
Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Pengalihan Saham Treasury
Oleh PT AKR Corporindo Tbk
Page 37
P a g e | xxxvii
c) Harga Pengalihan Saham Treasury
Pemberi Tugas
Pemberi tugas untuk memberi Pendapat Kewajaran atas Harga Pengalihan Saham Treasury adalah
Perseroan dan pengguna laporan adalah Perseroan. Perseroan adalah perusahaan yang bergerak
dalam bidang distribusi produk BBM ke pasar industri dan retail, distribusi dan perdagangan bahan
kimia (seperti caustic soda, sodium sulfat, PVC resin dan soda ash) yang digunakan oleh berbagai
industri di Indonesia sesuai dengan perjanjian distribusi dengan produsen asing dan lokal,
penyewaan gudang, kendaraan angkutan, tangki dan jasa logistik lainnya. Perseroan memulai
kegiatan usaha komersialnya pada bulan Juni 1978.
Maksud dan Tujuan Pendapat Kewajaran
Tujuan Laporan Pendapat Kewajaran ini adalah untuk memenuhi POJK No. 42/2020 untuk Transaksi
Afiliasi. Laporan Pendapat Kewajaran ini hanya disusun untuk keperluan Transaksi Pengalihan Saham
Treasury dan tidak dapat digunakan untuk keperluan perpajakan maupun keperluan-keperluan yang
menyangkut instansi lain.
Objek Pendapat Kewajaran
Objek berupa Saham Treasury sebesar 181.005.000 lembar saham setara Rp282.526.310.000,-
dengan uraian: pada Tahap 1 pada tanggal 4 Mei 2026 sebesar 67.261.000 lembar dengan Harga
Penutupan Saham pada tanggal 30 April 2026 sebesar Rp 1.580 per Lembar Saham, Tahap 2 pada
tanggal 5 Mei 2026 sebesar 67.261.000 lembar dengan Harga Penutupan Saham pada tanggal 4 Mei
2026 sebesar Rp 1.570 per Lembar Saham, Tahap 3 pada tanggal 6 Mei 2026 sebesar 46.483.000
lembar dengan Harga Penutupan Saham pada tanggal 5 Mei 2026 sebesar Rp 1.520 per Lembar
Saham.
Dasar Nilai
Dasar nilai dalam penentuan Harga Saham Treasury Perseroan mengacu pada ketentuan POJK No.
29 Tahun 2023 Pasal 23, khususnya untuk saham yang tercatat dan diperdagangkan di Bursa Efek.
Berdasarkan ketentuan tersebut, harga pengalihan saham ditentukan dengan menggunakan dua
pendekatan, yaitu:
(i) tidak lebih rendah dari harga penutupan perdagangan harian di Bursa Efek 1
(satu) hari sebelum tanggal penjualan saham; atau
(ii) tidak lebih rendah dari rata-rata harga penutupan perdagangan harian selama
90 (sembilan puluh) hari terakhir sebelum tanggal penjualan saham setelah
dikurangi diskon paling banyak sebesar 7,5%.
Dalam penerapannya, harga yang digunakan sebagai dasar penentuan nilai adalah harga yang
menghasilkan nilai paling tinggi di antara kedua opsi tersebut, sehingga memastikan bahwa harga
pengalihan saham tidak berada di bawah batas minimum yang diperkenankan sesuai dengan
ketentuan yang berlaku.
Asumsi-asumsi dan Kondisi Pembatas
1. Laporan Pendapat Kewajaran ini bersifat non-disclaimer opinion;
2. Penilai telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang digunakan dalam proses
penilaian;
3. Semua data dan infomasi pasar diperoleh bersumber dari atau telah di validasi oleh Asosiasi
Profesi Penilai;
4. Penilai menggunakan proyeksi keuangan yang telah disesuaikan yang mencerminkan
kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen dengan kemampuan
pencapaiannya (fiduciary duty);
Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Pengalihan Saham Treasury
Oleh PT AKR Corporindo Tbk
Page 38
P a g e | xxxviii
5. Kami bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian dan kewajaran proyeksi keuangan;
6. Laporan Pendapat Kewajaran ini terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat
rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional perusahaan;
7. Kami bertanggung jawab atas Laporan Pendapat Kewajaran ini dan atas kesimpulan pendapat
akhirnya dan;
8. Kami telah melakukan penelaahan atas status hukum objek Pendapat Kewajaran.
Pendekatan Penentuan Harga Pengalihan Saham Treasury
Dalam penentuan harga saham treasury Perseroan mengacu pada ketentuan POJK No. 29 Tahun
2023 Pasal 23, khususnya untuk saham yang tercatat dan diperdagangkan di Bursa Efek. Berdasarkan
ketentuan tersebut, harga pengalihan saham ditentukan dengan menggunakan dua pendekatan,
yaitu:
(i) tidak lebih rendah dari harga penutupan perdagangan harian di Bursa Efek 1
(satu) hari sebelum tanggal penjualan saham; atau
(ii) tidak lebih rendah dari rata-rata harga penutupan perdagangan harian selama
90 (sembilan puluh) hari terakhir sebelum tanggal penjualan saham setelah
dikurangi diskon paling banyak sebesar 7,5%.
Dalam penerapannya, harga yang digunakan sebagai dasar penentuan nilai adalah harga yang
menghasilkan nilai paling tinggi di antara kedua opsi tersebut, sehingga memastikan bahwa harga
pengalihan saham tidak berada di bawah batas minimum yang diperkenankan sesuai dengan
ketentuan yang berlaku.
Kesimpulan dan Asumsi Pembatas
Perseroan telah melakukan Pengalihan Saham Treasury dalam tiga tahap. Saham Treasury sebesar
181.005.000 lembar saham setara Rp282.526.310.000,- dengan uraian: pada Tahap 1 pada tanggal
4 Mei 2026 sebesar 67.261.000 lembar dengan Harga Penutupan Saham pada tanggal 30 April 2026
sebesar Rp 1.580 per Lembar Saham, Tahap 2 pada tanggal 5 Mei 2026 sebesar 67.261.000 lembar
dengan Harga Penutupan Saham pada tanggal 4 Mei 2026 sebesar Rp 1.570 per Lembar Saham,
Tahap 3 pada tanggal 6 Mei 2026 sebesar 46.483.000 lembar dengan Harga Penutupan Saham pada
tanggal 5 Mei 2026 sebesar Rp 1.520 per Lembar Saham.
Berdasarkan hasil perhitungan Harga Pengalihan Saham Treasury untuk masing-masing tahap
transaksi:
i) Tahap 1 – 4 Mei 2026
Harga Acuan Pengalihan Saham untuk Transaksi Tanggal 4 Mei 2026
Deskipsi Harga Saham (Rp/Lembar)
Harga Pengalihan Saham Opsi 1 - Harga Saham Penutupan H-1 (Per 30 April 2026) 1.580
Harga Pengalihan Saham Opsi 2 - Rata-Rata Harga Saham Penutupan 90 Hari Terakhir 1.220
Kesimpulan Harga Pengalihan Saham Minimum 1.580
Berdasarkan tabel harga acuan pengalihan saham untuk transaksi tanggal 4 Mei 2026, harga saham
yang digunakan sebagai dasar penentuan nilai adalah sebesar Rp1.580 per lembar saham, yang
berasal dari harga penutupan saham 1 (satu) hari sebelum tanggal transaksi (H-1). Nilai ini lebih tinggi
dibandingkan dengan alternatif perhitungan menggunakan rata-rata harga penutupan 90 hari
terakhir sebesar Rp1.220 per lembar saham, sehingga sesuai dengan ketentuan yang berlaku, harga
yang dipilih adalah nilai tertinggi sebagai batas minimum harga pengalihan saham.
Transaksi Pengalihan Saham Tanggal 4 Mei 2026
Deskipsi Satuan Nilai
Total Pembelian Saham Lembar 67.261.000
Harga Pengalihan Saham Opsi 1 - Harga Saham Penutupan H-1 (Per 30 April 2026) Rp/Lembar 1.580
Nilai Transaksi Pengalihan / Penjualan Saham Treasury per 4 Mei 2026 Rp 106.272.380.000
Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Pengalihan Saham Treasury
Oleh PT AKR Corporindo Tbk
Page 39
P a g e | xxxix Berdasarkan tabel transaksi pengalihan saham tanggal 4 Mei 2026, Perseroan melakukan pengalihan saham treasury sebanyak 67.261.000 lembar saham dengan menggunakan harga acuan sebesar Rp1.580 per lembar saham. Dengan demikian, total Nilai Transaksi Pengalihan Saham Treasury pada tahap tersebut adalah sebesar Rp106.272.380.000,-, yang mencerminkan pelaksanaan transaksi sesuai dengan harga minimum yang telah ditetapkan berdasarkan ketentuan yang berlaku. ii) Tahap 2 – 5 Mei 2026 Harga Acuan Pengalihan Saham untuk Transaksi Tanggal 5 Mei 2026 Deskipsi Harga Saham (Rp/Lembar) Harga Pengalihan Saham Opsi 1 - Harga Saham Penutupan H-1 (Per 4 Mei 2026) 1.570 Harga Pengalihan Saham Opsi 2 - Rata-Rata Harga Saham Penutupan 90 Hari Terakhir 1.224 Kesimpulan Harga Pengalihan Saham Minimum 1.570 Berdasarkan tabel harga acuan pengalihan saham untuk transaksi tanggal 5 Mei 2026, harga saham yang digunakan sebagai dasar penentuan nilai adalah sebesar Rp1.570 per lembar saham, yang berasal dari harga penutupan saham 1 (satu) hari sebelum tanggal transaksi (H-1) yaitu per 4 Mei 2026. Nilai ini lebih tinggi dibandingkan dengan alternatif perhitungan menggunakan rata-rata harga penutupan 90 hari terakhir sebesar Rp1.224 per lembar saham, sehingga sesuai dengan ketentuan yang berlaku, harga yang dipilih adalah nilai tertinggi sebagai batas minimum harga pengalihan saham. Transaksi Pengalihan Saham Tanggal 5 Mei 2026 Deskipsi Satuan Nilai Total Pembelian Saham Lembar 67.261.000 Harga Pengalihan Saham Opsi 1 - Harga Saham Penutupan H-1 (Per 4 Mei 2026) Rp/Lembar 1.570 Nilai Transaksi Pengalihan / Penjualan Saham Treasury per 5 Mei 2026 Rp 105.599.770.000 Berdasarkan tabel transaksi pengalihan saham tanggal 5 Mei 2026, Perseroan melakukan pengalihan saham treasury sebanyak 67.261.000 lembar saham dengan menggunakan harga acuan sebesar Rp1.570 per lembar saham. Dengan demikian, total Nilai Transaksi Pengalihan Saham Treasury pada tahap tersebut adalah sebesar Rp105.599.770.000,-, yang mencerminkan pelaksanaan transaksi sesuai dengan harga minimum yang telah ditetapkan berdasarkan ketentuan yang berlaku. iii) Tahap 3 – 6 Mei 2026 Harga Acuan Pengalihan Saham untuk Transaksi Tanggal 6 Mei 2026 Deskipsi Harga Saham (Rp/Lembar) Harga Pengalihan Saham Opsi 1 - Harga Saham Penutupan H-1 (Per 5 Mei 2026) 1.520 Harga Pengalihan Saham Opsi 2 - Rata-Rata Harga Saham Penutupan 90 Hari Terakhir 1.226 Kesimpulan Harga Pengalihan Saham Minimum 1.520 Berdasarkan tabel harga acuan pengalihan saham untuk transaksi tanggal 6 Mei 2026, harga saham yang digunakan sebagai dasar penentuan nilai adalah sebesar Rp1.520 per lembar saham, yang berasal dari harga penutupan saham 1 (satu) hari sebelum tanggal transaksi (H-1) yaitu per 5 Mei 2026. Nilai ini lebih tinggi dibandingkan dengan alternatif perhitungan menggunakan rata-rata harga penutupan 90 hari terakhir sebesar Rp1.226 per lembar saham, sehingga sesuai dengan ketentuan yang berlaku, harga yang dipilih adalah nilai tertinggi sebagai batas minimum harga pengalihan saham. Transaksi Pengalihan Saham Tanggal 6 Mei 2026 Deskipsi Satuan Nilai Total Pembelian Saham Lembar 46.483.000 Harga Pengalihan Saham Opsi 1 - Harga Saham Penutupan H-1 (Per 5 Mei 2026) Rp/Lembar 1.520 Nilai Transaksi Pengalihan / Penjualan Saham Treasury per 6 Mei 2026 Rp 70.654.160.000 Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Pengalihan Saham Treasury Oleh PT AKR Corporindo Tbk
Page 40
P a g e | xl
Berdasarkan tabel transaksi pengalihan saham tanggal 6 Mei 2026, Perseroan melakukan pengalihan
saham treasury sebanyak 46.483.000 lembar saham dengan menggunakan harga acuan sebesar
Rp1.520 per lembar saham. Dengan demikian, total Nilai Transaksi Pengalihan Saham Treasury pada
tahap tersebut adalah sebesar Rp70.654.160.000,-, yang mencerminkan pelaksanaan transaksi
sesuai dengan harga minimum yang telah ditetapkan berdasarkan ketentuan yang berlaku.
Kumulatif Transaksi Pengalihan Saham Tanggal 4,5, dan 6 Mei 2026
Deskipsi Jumlah Saham (Lembar) Harga Saham (Rp/Lembar) Nilai Transaksi (Rp)
Nilai Transaksi Pengalihan / Penjualan Saham Treasury per 4 Mei 2026 67.261.000 1.580 106.272.380.000
Nilai Transaksi Pengalihan / Penjualan Saham Treasury per 5 Mei 2026 67.261.000 1.570 105.599.770.000
Nilai Transaksi Pengalihan / Penjualan Saham Treasury per 6 Mei 2026 46.483.000 1.520 70.654.160.000
Kumulatif Transaksi Pengalihan Saham Tanggal 4,5, dan 6 Mei 2026 181.005.000 282.526.310.000
Berdasarkan tabel kumulatif transaksi pengalihan Saham Treasury pada tanggal 4, 5, dan 6 Mei 2026,
Perseroan melakukan pengalihan saham secara bertahap dengan harga yang sama pada setiap
tanggal transaksi. Pada tanggal 4 Mei 2026, harga pengalihan saham adalah sebesar Rp1.580 per
lembar saham dengan jumlah saham sebanyak 67.261.000 lembar dan nilai transaksi sebesar
Rp106.272.380.000,-. Pada tanggal 5 Mei 2026, harga pengalihan saham tetap sebesar Rp1.570 per
lembar saham dengan jumlah saham sebanyak 67.261.000 lembar dan nilai transaksi sebesar
Rp105.599.770.000,-. Selanjutnya, pada tanggal 6 Mei 2026, harga pengalihan saham juga sebesar
Rp1.520 per lembar saham dengan jumlah saham sebanyak 46.483.000 lembar dan nilai transaksi
sebesar Rp70.654.160.000,-. Secara keseluruhan, total saham yang dialihkan adalah sebanyak
181.005.000 lembar saham dengan total nilai transaksi sebesar Rp282.526.310.000,-.
d) Analisis Batas Wajar atas Harga Transaksi
Perseroan telah melakukan Transaksi Pengalihan Saham Treasury dalam tiga tahap sebesar
181.005.000 lembar saham setara Rp282.526.310.000,- dengan uraian: pada Tahap 1 pada tanggal
4 Mei 2026 sebesar 67.261.000 lembar dengan Harga Penutupan Saham pada tanggal 30 April 2026
sebesar Rp 1.580 per Lembar Saham, Tahap 2 pada tanggal 5 Mei 2026 sebesar 67.261.000 lembar
dengan Harga Penutupan Saham pada tanggal 4 Mei 2026 sebesar Rp 1.570 per Lembar Saham,
Tahap 3 pada tanggal 6 Mei 2026 sebesar 46.483.000 lembar dengan Harga Penutupan Saham pada
tanggal 5 Mei 2026 sebesar Rp 1.520 per Lembar Saham.
Mengacu pada Pasal 48b POJK No. 35/2020, berikut adalah tabel uji batas atas dan batas bawah
sebesar 7,5% atas Harga Transaksi:
i) Tahap 1 – 4 Mei 2026
Analisis Batas Kewajaran Harga Transaksi per 4 Mei 2026
Harga Pengalihan
Keterengan Penjelasan
Saham (Rp/Lembar)
Batas atas dari Harga Transaksi 7,5% diatas Harga Pengalihan Treasury Stock 1.699
Harga Pengalihan Saham Treasury Oleh PT AKR Corporindo Tbk 1.580
Batas bawah dari Harga Transaksi 7,5% dibawah Harga Pengalihan Treasury Stock 1.462 *)
Harga Transaksi 1.580
Kesimpulan Opini WAJAR
*) Catatan: Harga Transaksi batas bawah sebesar Rp1.462 per lembar saham tidak dapat dijadikan sebagai acuan kewajaran, mengingat berdasarkan
ketentuan POJK No. 29 Tahun 2023, harga minimum pengalihan saham treasury harus mengacu pada harga yang lebih tinggi. Dalam hal ini, harga minimum
yang digunakan adalah sebesar Rp1.580 per lembar saham, yang merupakan Harga Pengalihan Saham Opsi 1 – Harga Saham Penutupan H-1 (per 30 April
2026), sehingga harga tersebut menjadi dasar dalam penilaian kewajaran transaksi.
Berdasarkan tabel di atas batas atas dan batas bawah kewajaran Harga Transaksi adalah masing-
masing sebesar Rp1.699 per lembar saham dan Rp1.462 per lembar saham. Namun demikian,
dengan mempertimbangkan ketentuan POJK No. 29 Tahun 2023, harga minimum pengalihan saham
harus mengacu pada harga saham minimum yang tertinggi, yaitu sebesar Rp1.580 per lembar saham.
Oleh karena itu, harga transaksi yang ditetapkan sebesar Rp1.580 per lembar saham memenuhi
harga minimum tertinggi, maka transaksi dinyatakan wajar.
Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Pengalihan Saham Treasury
Oleh PT AKR Corporindo Tbk
Page 41
P a g e | xli
ii) Tahap 2 – 5 Mei 2026
Harga Acuan Pengalihan Saham untuk Transaksi Tanggal 5 Mei 2026
Harga Pengalihan
Keterengan Penjelasan
Saham (Rp/Lembar)
Batas atas dari Harga Transaksi 7,5% diatas Harga Pengalihan Treasury Stock 1.688
Harga Pengalihan Saham Treasury Oleh PT AKR Corporindo Tbk 1.570
Batas bawah dari Harga Transaksi 7,5% dibawah Harga Pengalihan Treasury Stock 1.452 *)
Harga Transaksi 1.570
Kesimpulan Opini WAJAR
*) Catatan: Harga Transaksi batas bawah sebesar Rp1.452 per lembar saham tidak dapat dijadikan sebagai acuan kewajaran, mengingat berdasarkan
ketentuan POJK No. 29 Tahun 2023, harga minimum pengalihan saham treasury harus mengacu pada nilai yang lebih tinggi. Dalam hal ini, harga minimum
yang digunakan adalah sebesar Rp1.570 per lembar saham, yang merupakan Harga Pengalihan Saham Opsi 1 – Harga Saham Penutupan H-1 (per 4 Mei
2026), sehingga harga tersebut menjadi dasar dalam penilaian kewajaran transaksi.
Berdasarkan tabel di atas batas atas dan batas bawah kewajaran Harga Transaksi adalah masing-
masing sebesar Rp1.688 per lembar saham dan Rp1.452 per lembar saham. Namun demikian,
dengan mempertimbangkan ketentuan POJK No. 29 Tahun 2023, harga minimum pengalihan saham
harus mengacu pada harga saham minimum yang tertinggi, yaitu sebesar Rp1.570 per lembar saham,
yang merupakan Harga Pengalihan Saham Opsi 1 – Harga Saham Penutupan H-1 (per 4 Mei 2026).
Oleh karena itu, harga transaksi yang ditetapkan sebesar Rp1.570 per lembar saham memenuhi
harga minimum tertinggi, maka transaksi dinyatakan wajar.
iii) Tahap 3 – 6 Mei 2026
Harga Acuan Pengalihan Saham untuk Transaksi Tanggal 6 Mei 2026
Harga Pengalihan
Keterengan Penjelasan
Saham (Rp/Lembar)
Batas atas dari Harga Transaksi 7,5% diatas Harga Pengalihan Treasury Stock 1.634
Harga Pengalihan Saham Treasury Oleh PT AKR Corporindo Tbk 1.520
Batas bawah dari Harga Transaksi 7,5% dibawah Harga Pengalihan Treasury Stock 1.406 *)
Harga Transaksi 1.520
Kesimpulan Opini WAJAR
*) Catatan: Harga Transaksi batas bawah sebesar Rp1.406 per lembar saham tidak dapat dijadikan sebagai acuan kewajaran, mengingat berdasarkan
ketentuan POJK No. 29 Tahun 2023, harga minimum pengalihan saham treasury harus mengacu pada harga yang lebih tinggi. Dalam hal ini, harga minimum
yang digunakan adalah sebesar Rp1.520 per lembar saham, yang merupakan Harga Pengalihan Saham Opsi 1 – Harga Saham Penutupan H-1 (per 5 Mei
2026), sehingga harga tersebut menjadi dasar dalam penilaian kewajaran transaksi.
Berdasarkan tabel di atas batas atas dan batas bawah kewajaran Harga Transaksi adalah masing-
masing sebesar Rp1.634 per lembar saham dan Rp1.406 per lembar saham. Namun demikian,
dengan mempertimbangkan ketentuan POJK No. 29 Tahun 2023, harga minimum pengalihan saham
harus mengacu pada harga saham minimum yang tertinggi, yaitu sebesar Rp1.520 per lembar saham,
yang merupakan Harga Pengalihan Saham Opsi 1 – Harga Saham Penutupan H-1 (per 5 Mei 2026).
Oleh karena itu, harga transaksi yang ditetapkan sebesar Rp1.520 per lembar saham memenuhi
harga minimum tertinggi, maka transaksi dinyatakan wajar.
Analisis Batas Kewajaran Harga Transaksi Kumulatif Transaksi Pengalihan Saham Tanggal 4,5, dan
6 Mei 2026
Keterengan Penjelasan Tahap 1 - 4 Mei 2026 Tahap 2 - 5 Mei 2026 Tahap 3 - 6 Mei 2026
Batas atas dari Harga Transaksi 7,5% diatas Nilai Transaksi 1.699 1.688 1.634
Harga Pengalihan Saham Treasury Oleh PT AKR Corporindo Tbk 1.580 1.570 1.520
Batas bawah dari Harga Transaksi (*) 7,5% dibawah Nilai Transaksi 1.462 1.452 1.406
Harga Transaksi 1.580 1.570 1.520
Kesimpulan Opini WAJAR WAJAR WAJAR
Jumlah Pengalihan Saham Treasury 67.261.000 67.261.000 46.483.000
Nilai Pengalihan Saham Treasury 106.272.380.000 105.599.770.000 70.654.160.000
Nilai Kumulatif Pengalihan Saham Treasury 106.272.380.000 211.872.150.000 282.526.310.000
*) Catatan: Harga Transaksi batas bawah masing-masing tahap yaitu sebesar Rp1.462 per lembar saham (Tahap 1 – 4 Mei 2026), Rp1.452 per lembar saham (Tahap 2 – 5 Mei 2026), dan Rp1.406 per lembar
saham (Tahap 3 – 6 Mei 2026) tidak dapat dijadikan sebagai acuan kewajaran, mengingat berdasarkan ketentuan POJK No. 29 Tahun 2023, harga minimum pengalihan saham treasury harus mengacu pada
harga yang lebih tinggi. Dalam hal ini, harga minimum yang digunakan adalah masing-masing sebesar Rp1.580 per lembar saham untuk tanggal 4 Mei 2026 (mengacu pada Harga Saham Penutupan H-1 per
30 April 2026), Rp1.570 per lembar saham untuk tanggal 5 Mei 2026 (mengacu pada Harga Saham Penutupan H-1 per 4 Mei 2026), dan Rp1.520 per lembar saham untuk tanggal 6 Mei 2026 (mengacu pada
Harga Saham Penutupan H-1 per 5 Mei 2026), sehingga harga-harga minimum Transaksi Pengalihan Saham tersebut menjadi dasar dalam penilaian kewajaran transaksi secara keseluruhan (kumulatif)
menjadi Rp 282.526.310.000,-.
Berdasarkan tabel di atas, batas atas kewajaran Harga Transaksi pada masing-masing tahap berkisar
antara Rp1.634–Rp1.699 per lembar saham, sedangkan batas bawah kewajaran Harga Transaksi
berkisar antara Rp1.406–Rp1.462 per lembar saham. Namun demikian, dengan mempertimbangkan
ketentuan POJK No. 29 Tahun 2023, harga minimum pengalihan saham harus mengacu pada harga
Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Pengalihan Saham Treasury
Oleh PT AKR Corporindo Tbk
Page 42
P a g e | xlii
saham minimum yang tertinggi pada setiap tanggal transaksi, yaitu masing-masing sebesar Rp1.580
per lembar saham untuk tanggal 4 Mei 2026 (mengacu pada Harga Saham Penutupan H-1 per 30
April 2026), Rp1.570 per lembar saham untuk tanggal 5 Mei 2026 (mengacu pada Harga Saham
Penutupan H-1 per 4 Mei 2026), dan Rp1.520 per lembar saham untuk tanggal 6 Mei 2026 (mengacu
pada Harga Saham Penutupan H-1 per 5 Mei 2026). Dengan demikian, harga transaksi yang
digunakan pada masing-masing tahap telah memenuhi ketentuan harga minimum tertinggi. Oleh
karena itu, secara kumulatif Nilai Transaksi Pengalihan Saham Treasury sebesar Rp282.526.310.000,-
telah mencerminkan HARGA WAJAR sebagaimana terbukti dalam analisa kewajaran, sehingga
Transaksi Pengalihan Saham Treasury sebesar 181.005.000 lembar saham setara dengan
Rp282.526.310.000,- dinyatakan WAJAR.
e) Analisis Nilai Inkremental
Analisis inkremental atas Transaksi Pengalihan Saham Treasury dalam tiga tahap sebesar
181.005.000 lembar saham setara Rp282.526.310.000,- dengan uraian: pada Tahap 1 pada tanggal
4 Mei 2026 sebesar 67.261.000 lembar dengan Harga Penutupan Saham pada tanggal 30 April 2026
sebesar Rp 1.580 per Lembar Saham, Tahap 2 pada tanggal 5 Mei 2026 sebesar 67.261.000 lembar
dengan Harga Penutupan Saham pada tanggal 4 Mei 2026 sebesar Rp 1.570 per Lembar Saham,
Tahap 3 pada tanggal 6 Mei 2026 sebesar 46.483.000 lembar dengan Harga Penutupan Saham pada
tanggal 5 Mei 2026 sebesar Rp 1.520 per Lembar Saham. Perhitungan nilai tambah inkremental dapat
dilihat pada tabel berikut.
Perhitungan Nilai Inkremental
(dalam Ribuan Rupiah)
2026 2027 2028 2029 2030
Keterangan
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
EBT Sebelum Transaksi Pengalihan Saham Treasury 3.802.283.200 3.935.036.289 4.225.455.735 4.745.755.255 5.550.554.204
EBT Setelah Transaksi Pengalihan Saham Treasury 3.813.084.746 3.946.250.799 4.237.098.999 4.757.843.664 5.563.104.777
Inkremental EBT Transaksi Pengalihan Saham Treasury 10.801.546 11.214.511 11.643.264 12.088.409 12.550.573
Kumulatif Inkremental 58.298.302
Berdasarkan tabel perhitungan nilai tambah inkremental di atas, dapat diketahui bahwa pelaksanaan
Transaksi Pengalihan Saham Treasury memberikan dampak positif terhadap kinerja keuangan
Perseroan yang tercermin dari peningkatan EBT (Earnings Before Tax). EBT Perseroan sebelum
transaksi pada periode proyeksi 2026–2030 berada pada kisaran Rp3.802.283.200.000,- hingga
Rp5.550.554.204.000,-, sedangkan setelah pelaksanaan transaksi meningkat menjadi sebesar
Rp3.813.084.746.000,- hingga Rp5.563.104.777.000,-.
Peningkatan tersebut menghasilkan nilai tambah inkremental tahunan sebesar Rp10.801.546.000,-
pada tahun 2026, Rp11.214.511.000,- pada tahun 2027, Rp11.643.264.000,- pada tahun 2028,
Rp12.088.409.000,- pada tahun 2029, dan Rp12.550.573.000,- pada tahun 2030. Secara kumulatif,
transaksi ini memberikan tambahan nilai sebesar Rp58.298.302.000,- selama periode proyeksi.
Adapun nilai tambah inkremental tersebut berasal dari tambahan Pendapatan Bunga dari Deposito
atas hasil Transaksi Pengalihan Saham Treasury yang memberikan kontribusi positif terhadap
peningkatan profitabilitas Perseroan. Dengan demikian, pelaksanaan Transaksi Pengalihan Saham
Treasury berpotensi memberikan manfaat ekonomis dan mendukung penguatan kinerja keuangan
Perseroan secara berkelanjutan.
f) Analisis Proforma Perseroan Sebelum dan Sesudah Transaksi Pengalihan Saham Treasury
Analisis atas dampak Transaksi Pengalihan Saham Treasury dilakukan dengan menganalisa dampak
Transaksi Pengalihan Saham Treasury terhadap laporan keuangan proforma Perseroan sebelum
dan sesudah Transaksi Pengalihan Saham Treasury pada tanggal 31 Desember 2025.
Berikut adalah analisis Proforma Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan sebelum dan sesudah
Transaksi Pengalihan Saham Treasury disediakan manajemen Perseroan.
Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Pengalihan Saham Treasury
Oleh PT AKR Corporindo Tbk
Page 43
P a g e | xliii
Proforma Laporan Posisi Keuangan Perseroan per 31 Desember 2025
(dalam ribuan rupiah)
Deskripsi Sebelum Penyesuaian dari Transaksi Pengalihan Saham Treasury Setelah
ASET
ASET LANCAR
Kas dan bank 6.404.299.375 282.526.310 * 6.686.825.685
Piutang usaha
Pihak berelasi 148.422 - 148.422
Pihak ketiga, neto 9.544.509.087 - 9.544.509.087
Piutang lain-lain -
Pihak berelasi 2.315.888 - 2.315.888
Pihak ketiga 43.387.027 - 43.387.027
Persediaan - neto 2.601.111.632 - 2.601.111.632
Persediaan tanah kawasan industri 4.013.228.173 - 4.013.228.173
Pajak dibayar dimuka 135.665.526 - 135.665.526
Uang muka 59.980.112 - 59.980.112
Biaya dibayar di muka 88.080.384 - 88.080.384
Aset lancar lainnya 430.990.526 - 430.990.526
Total Aset Lancar 23.323.716.152 282.526.310 23.606.242.462
ASET TIDAK LANCAR
Piutang usaha jangka panjang dari pihak ketiga 1.224.582.641 - 1.224.582.641
Investasi pada entitas asosiasi 535.825.092 - 535.825.092
Aset pajak tangguhan - neto 181.237.136 - 181.237.136
Properti investasi 1.816.567.520 - 1.816.567.520
Aset tetap - neto 6.810.814.885 - 6.810.814.885
Aset keuangan pada nilai wajar melalui laba rugi 250.000.000 - 250.000.000
Aset hak guna - neto 839.161.376 - 839.161.376
Estimasi tagihan pajak penghasilan jangka panjang 70.449.440 - 70.449.440
Persediaan tanah kawasan industri untuk pengembangan 1.421.440.536 - 1.421.440.536
Uang muka - - -
Aset tidak lancar lainnya - neto 37.856.217 - 37.856.217
Aset keuangan tidak lancar lainnya 50.630.262 - 50.630.262
Total Aset Tidak Lancar 13.238.565.105 - 13.238.565.105
TOTAL ASET 36.562.281.257 282.526.310 36.844.807.567
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Hutang bank jangka pendek dan lainnya 237.365.000 - 237.365.000
Hutang usaha 12.333.889.025 - 12.333.889.025
Hutang lain-lain 209.351.573 - 209.351.573
Hutang pajak 653.587.230 - 653.587.230
Biaya masih harus dibayar 663.234.721 - 663.234.721
Liabilitas imbalan kerja jangka pendek 118.052.612 - 118.052.612
Liabilitas sewa jangka pendek 71.402.299 - 71.402.299
Liabilitas Kontrak jangka pendek 311.093.601 - 311.093.601
Hutang bank jangka panjang dan lainnya yang jatuh tempo
-
dalam satu tahun 1.182.438.653 1.182.438.653
Hutang obligasi yang jatuh tempo dalam satu tahun - - -
Hutang dividen 56.785.476 - 56.785.476
Total Liabilitas Jangka Pendek 15.837.200.190 - 15.837.200.190
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas pajak tangguhan - neto 40.939.690 - 40.939.690
Hutang bank jangka panjang dan lainnya setelah dikurangi
-
bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun 3.703.087.919 3.703.087.919
Hutang obligasi - - -
Liabilitas imbalan pasca kerja 210.005.038 - 210.005.038
Liabilitas kontrak jangka panjang 631.125.850 - 631.125.850
Liabilitas sewa jangka panjang 518.488.414 - 518.488.414
Hutang dividen - - -
Liabilitas jangka panjang lainnya 11.484.687 - 11.484.687
Total Liabilitas Jangka Panjang 5.115.131.598 - 5.115.131.598
TOTAL LIABILITAS 20.952.331.788 - 20.952.331.788
EKUITAS
Modal saham - nilai nominal Rp20 (nilai penuh)
Modal dasar - 37.500.000.000 saham
Tambahan modal ditempatkan dan disetor penuh -
-
20.073.474.600 saham 401.469.492 401.469.492
Tambahan modal disetor 1.365.578.353 - 1.365.578.353
Saham Treasuri - 273.705.000 saham (96.093.902) 63.548.261 (32.545.641)
Saldo laba -
Ditentukan penggunaanya 4.118.000 - 4.118.000
Tidak ditentukan penggunaannya 10.136.709.446 - 10.136.709.446
Keuntungan atas Pengalihan Saham Treasury - 218.978.049 218.978.049
Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan 275.160.157 - 275.160.157
Komponen ekuitas lainnya
Bagian atas perubahan lainnya dari ekuitas entitas anak 68.994.086 - 68.994.086
JUMLAH EKUITAS YANG DAPAT DIATRIBUSIKAN KEPADA
282.526.310
PEMILIK ENTITAS INDUK 12.155.935.632 12.438.461.942
KEPENTINGAN NONPENGENDALI 3.454.013.837 - 3.454.013.837
EKUITAS, NETO 15.609.949.469 282.526.310 15.892.475.779
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS 36.562.281.257 282.526.310 36.844.807.567
Sumber: Laporan Proforma
Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Pengalihan Saham Treasury
Oleh PT AKR Corporindo Tbk
Page 44
P a g e | xliv
Berikut adalah Analisis Proforma Laporan Posisi Keuangan Perseroan sebelum dan setelah Transaksi
Pengalihan Saham Treasury:
1) Terdapat peningkatan pada sisi aset lancar Perseroan setelah pelaksanaan Transaksi
Pengalihan Saham Treasury, yang disebabkan oleh penerimaan kas dari pengalihan saham
treasury secara kumulatif sebesar Rp282.526.310.000,- yang berasal dari penjualan
181.005.000 lembar saham treasury dalam tiga tahap transaksi (pada tanggal 4, 5, dan 6 Mei
2026). Dengan demikian, total aset lancar Perseroan meningkat dari sebesar
Rp23.323.716.152.000,- menjadi Rp23.606.242.462.000,-;
Deskipsi Jumlah Saham (Lembar) Nilai Transaksi (Rp)
Nilai Transaksi Pengalihan / Penjualan Saham Treasury per 4 Mei 2026 67.261.000 106.272.380.000
Nilai Transaksi Pengalihan / Penjualan Saham Treasury per 5 Mei 2026 67.261.000 105.599.770.000
Nilai Transaksi Pengalihan / Penjualan Saham Treasury per 6 Mei 2026 46.483.000 70.654.160.000
Kumulatif Transaksi Pengalihan Saham Tanggal 4,5, dan 6 Mei 2026 181.005.000 282.526.310.000
2) Tidak terdapat perubahan pada sisi aset tidak lancar Perseroan setelah pelaksanaan Transaksi
Pengalihan Saham Treasury, dimana total aset tidak lancar tetap sebesar
Rp13.238.565.105.000,-, karena transaksi yang dilakukan tidak berdampak pada perubahan
komposisi aset jangka panjang Perseroan;
3) Tidak terdapat perubahan pada sisi liabilitas Perseroan setelah pelaksanaan Transaksi
Pengalihan Saham Treasury, dimana total liabilitas tetap sebesar Rp20.952.331.788.000,-,
mengingat Transaksi Pengalihan Saham Treasury tidak menimbulkan kewajiban tambahan
bagi Perseroan;
4) Terdapat peningkatan pada sisi ekuitas Perseroan setelah pelaksanaan Transaksi Pengalihan
Saham Treasury, yang terutama berasal dari pengakuan keuntungan atas pengalihan saham
treasury secara kumulatif sebesar Rp 218.978.049.166,-, yang merupakan selisih antara
NilaiTransaksi Pengalihan Saham Treasury sebesar Rp282.526.310.000,- dan Nilai Buku Saham
Treasury sebesar Rp63.548.260.834,-. Dengan demikian, transaksi ini memberikan tambahan
nilai pada ekuitas Perseroan serta meningkatkan jumlah ekuitas yang dapat diatribusikan
kepada pemilik entitas induk.
Deskripsi Nilai (Rp)
Nilai Buku Saham Treasury untuk 181.005.000 Lembar 63.548.260.834
Nilai Transaksi Saham Treasury untuk 181.005.000 Lembar 282.526.310.000
Keuntungan Transaksi Saham Treasury untuk 181.005.000 Lembar 218.978.049.166
Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Pengalihan Saham Treasury
Oleh PT AKR Corporindo Tbk
Page 45
P a g e | xlv
Proforma Laporan Laba Rugi Perseroan per 31 Desember 2025
Deskripsi Sebelum Penyesuaian dari Transaksi Pengalihan Saham Treasury Setelah
Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan 45.732.540.855 - 45.732.540.855
Pendapatan Sewa 285.927.217 - 285.927.217
Beban Pokok Penjualan dan Pendapatan (41.920.479.417) - (41.920.479.417)
Laba Bruto 4.097.988.655 - 4.097.988.655
Beban usaha
Beban umum dan administrasi (961.169.832) - (961.169.832)
Beban penjualan (98.127.836) - (98.127.836)
Pendapatan (beban) usaha lainnya
Laba atas penjualan/pengalihan aset tetap - neto 2.679.292 - 2.679.292
Laba (rugi) selisih kurs - neto 14.824.560 - 14.824.560
Pendapatan usaha lainnya 39.712.781 - 39.712.781
Beban usaha lainnya (12.106.041) - (12.106.041)
Laba Usaha 3.083.801.579 - 3.083.801.579
Penghasilan keuangan 290.778.124 - 290.778.124
Pajak final terkait penghasilan keuangan (45.491.265) - (45.491.265)
Beban keuangan (73.767.925) - (73.767.925)
Bagian atas laba entitas asosiasi 52.199.723 - 52.199.723
Laba Sebelum Pajak Final dan Pajak Penghasilan 3.307.520.236 - 3.307.520.236
Pajak final (25.458.432) - (25.458.432)
Laba Sebelum Pajak Penghasilan 3.282.061.804 - 3.282.061.804
Pajak penghasilan - neto:
Pajak kini (434.396.510) - (434.396.510)
Pajak tangguhan (24.249.287) - (24.249.287)
Laba Neto Tahun Berjalan 2.823.416.007 - 2.823.416.007
Penghasilan Komprehensif Lain
Pos yang Direklasifikasi ke Laba Rugi pada Periode
Mendatang
Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan 48.063.782 - 48.063.782
Pos yang Ridak Direklasifikasi ke Laba Rugi pada
Periode Mendatang
Keuntungan aktuarial atas imbalan pasca kerja (6.468.599) - (6.468.599)
Pajak tangguhan terkait 1.902.667 - 1.902.667
Laba Komprehensif Lain Tahun Berjalan Setelah Pajak 2.866.913.857 - 2.866.913.857
Laba Tahun Berjalan yang Dapat Diatribusikan
kepada:
Pemilik entitas induk 2.472.616.076 - 2.472.616.076
Kepentingan nonpengendali 350.799.931 - 350.799.931
Laba Komprehensif Lain Tahun Berjalan Setelah Pajak 2.823.416.007 - 2.823.416.007
Sumber: Laporan Proforma
Berdasarkan Analisis Proforma Laporan Laba Rugi Perseroan, dapat diketahui bahwa tidak terdapat
perubahan pada laporan laba rugi Perseroan setelah pelaksanaan Transaksi Pengalihan Saham
Treasury.
4) Analisis Kewajaran atas Transaksi Pengalihan Saham Treasury
Transaksi Pengalihan Saham Treasury oleh Perseroan dilakukan sebagai bagian dari strategi
optimalisasi struktur permodalan dan peningkatan kinerja keuangan Perseroan. Melalui pelaksanaan
transaksi ini, Perseroan berpotensi memperoleh tambahan dana yang dapat digunakan untuk
memperkuat likuiditas, mendukung kegiatan operasional, serta meningkatkan fleksibilitas keuangan
dalam mendukung rencana pengembangan usaha di masa mendatang. Dengan demikian, transaksi
ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan kinerja dan nilai ekonomis
Perseroan secara keseluruhan.
Analisis kewajaran dilakukan dengan analisis kualitatif dan analisis kuantitatif.
Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Pengalihan Saham Treasury
Oleh PT AKR Corporindo Tbk
Page 46
P a g e | xlvi Analisis Kualitatif Berdasarkan informasi riwayat Perseroan dan sifat kegiatan Perseroan, sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan, ruang lingkup kegiatan usaha utama Perseroan antara lain meliputi bidang industri produk dari hasil kilang minyak bumi dan industri bahan bakar dari pemurnian dan pengilangan minyak bumi; perdagangan besar bahan bakar padat, cari dan gas dan produk yang terkait serta bahan dan barang kimia, perdagangan eceran bahan bakar minyak (BBM), bahan bakar gas (BBG) dan liquefied petroleum gas (LPG), pengangkutan dan pergudangan (aktivitas penyewaan dan sewa guna usaha tanpa hak opsi, ketenagakerjaan, agen perjalanan dan penunjang usaha lainnya); angkutan melalui saluran pipa, angkutan bermotor untuk barang umum, angkutan bermotor untuk barang khusus, angkutan laut dalam negeri untuk barang khusus, pergudangan dan penyimpanan, penyimpanan minyak dan gas bumi, aktivitas penyimpanan B3, aktivitas bounded warehousing atau wilayah kawasan berikat, aktivitas penyewaan dan sewa guna usaha tanpa hak opsi mobil, bus, truk dan sejenisnya, aktivitas profesional, ilmiah dan teknis (jasa); serta kegiatan usaha penunjang yang meliputi pengangkutan dan pergudangan, aktivitas pelayanan kepelabuhan laut, aktivitas pelayanan kepelabuhan sungai dan danau, konstruksi; pengadaan listrik, gas, uap, air panas dan udara dingin. Perseroan saat ini bergerak dalam bidang distribusi produk BBM ke pasar industri dan retail, distribusi dan perdagangan bahan kimia (seperti caustic soda, sodium sulfat, PVC resin dan soda ash) yang digunakan oleh berbagai industri di Indonesia sesuai dengan perjanjian distribusi dengan produsen asing dan lokal, penyewaan gudang, kendaraan angkutan, tangki dan jasa logistik lainnya. Perseroan memulai kegiatan usaha komersialnya pada bulan Juni 1978. Berdasarkan tinjauan industri secara keseluruhan, sektor properti, logistik, distribusi BBM, dan kimia dasar menunjukkan dinamika pertumbuhan yang berbeda namun saling melengkapi dalam mendukung aktivitas ekonomi. Meskipun pada periode terakhir pertumbuhan global cenderung melambat akibat tekanan makroekonomi, prospek ke depan masih menunjukkan arah yang positif, didorong oleh pemulihan aktivitas ekonomi, pembangunan infrastruktur, peningkatan konsumsi energi, serta kebutuhan distribusi dan industrialisasi yang berkelanjutan. Hal ini mengindikasikan bahwa secara agregat, sektor-sektor tersebut masih memiliki fundamental yang cukup kuat untuk mendukung pertumbuhan jangka menengah hingga panjang. Sejalan dengan kondisi tersebut, prospek operasional Perseroan pada periode 2026–2030 menunjukkan tren pertumbuhan yang stabil dan terukur. Secara agregat, Perseroan memproyeksikan pertumbuhan pendapatan dengan CAGR sebesar sekitar 7,25% selama periode proyeksi, yang mencerminkan ekspansi usaha yang berkelanjutan dengan mempertimbangkan kondisi pasar dan kapasitas operasional yang dimiliki. Proyeksi ini berada pada tingkat yang relatif sejalan dengan pertumbuhan industri yang diperkirakan dengan rentang 5,18% - 7,90% CAGR, sehingga menunjukkan bahwa asumsi yang digunakan telah mencerminkan dinamika dari sektor- sektor utama yang mendasari kegiatan usaha Perseroan. Lebih lanjut, perbedaan tipis antara pertumbuhan Perseroan dan industri mencerminkan pendekatan yang prudent dalam penyusunan proyeksi, khususnya dalam mengantisipasi risiko eksternal seperti volatilitas harga energi, dinamika suku bunga, perubahan kebijakan, serta ketidakpastian permintaan pasar. Dengan mempertimbangkan faktor-faktor tersebut, proyeksi pertumbuhan pendapatan Perseroan dinilai berada dalam tingkat yang wajar dan menunjukkan posisi Perseroan yang adaptif, serta memiliki potensi untuk terus berkembang seiring dengan pertumbuhan sektor properti, logistik, distribusi BBM, dan kimia dasar yang mendasarinya. Berdasarkan analisis terhadap keuntungan dan kerugian yang bersifat kualitatif benefit yang didapatkan oleh Perseroan memungkinkan Perseroan berpotensi memperoleh tambahan dana yang dapat digunakan untuk memperkuat likuiditas, mendukung kegiatan operasional, serta meningkatkan fleksibilitas keuangan dalam mendukung rencana pengembangan usaha di masa Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Pengalihan Saham Treasury Oleh PT AKR Corporindo Tbk
Page 47
P a g e | xlvii
mendatang. Tidak terdapat kerugian inkremental terkait dengan pelaksanaan Transaksi Pengalihan
Saham Treasury.
Analisis Kuantitatif
Analisis Batas Wajar atas Nilai Transaksi Pengalihan Saham Treasury
Perseroan telah melakukan Transaksi Pengalihan Saham Treasury dalam tiga tahap sebesar
181.005.000 lembar saham setara Rp282.526.310.000,- dengan uraian: pada Tahap 1 pada tanggal
4 Mei 2026 sebesar 67.261.000 lembar dengan Harga Penutupan Saham pada tanggal 30 April 2026
sebesar Rp 1.580 per Lembar Saham, Tahap 2 pada tanggal 5 Mei 2026 sebesar 67.261.000 lembar
dengan Harga Penutupan Saham pada tanggal 4 Mei 2026 sebesar Rp 1.570 per Lembar Saham,
Tahap 3 pada tanggal 6 Mei 2026 sebesar 46.483.000 lembar dengan Harga Penutupan Saham pada
tanggal 5 Mei 2026 sebesar Rp 1.520 per Lembar Saham.
Mengacu pada Pasal 48b POJK No. 35/2020, berikut adalah tabel uji batas atas dan batas bawah
sebesar 7,5% atas Harga Transaksi:
i) Tahap 1 – 4 Mei 2026
Analisis Batas Kewajaran Harga Transaksi per 4 Mei 2026
Harga Pengalihan
Keterengan Penjelasan
Saham (Rp/Lembar)
Batas atas dari Harga Transaksi 7,5% diatas Harga Pengalihan Treasury Stock 1.699
Harga Pengalihan Saham Treasury Oleh PT AKR Corporindo Tbk 1.580
Batas bawah dari Harga Transaksi 7,5% dibawah Harga Pengalihan Treasury Stock 1.462 *)
Harga Transaksi 1.580
Kesimpulan Opini WAJAR
*) Catatan: Harga Transaksi batas bawah sebesar Rp1.462 per lembar saham tidak dapat dijadikan sebagai acuan kewajaran, mengingat berdasarkan
ketentuan POJK No. 29 Tahun 2023, harga minimum pengalihan saham treasury harus mengacu pada harga yang lebih tinggi. Dalam hal ini, harga minimum
yang digunakan adalah sebesar Rp1.580 per lembar saham, yang merupakan Harga Pengalihan Saham Opsi 1 – Harga Saham Penutupan H-1 (per 30 April
2026), sehingga harga tersebut menjadi dasar dalam penilaian kewajaran transaksi.
Berdasarkan tabel di atas batas atas dan batas bawah kewajaran Harga Transaksi adalah masing-
masing sebesar Rp1.699 per lembar saham dan Rp1.462 per lembar saham. Namun demikian,
dengan mempertimbangkan ketentuan POJK No. 29 Tahun 2023, harga minimum pengalihan saham
harus mengacu pada harga saham minimum yang tertinggi, yaitu sebesar Rp1.580 per lembar saham.
Oleh karena itu, harga transaksi yang ditetapkan sebesar Rp1.580 per lembar saham memenuhi
harga minimum tertinggi, maka transaksi dinyatakan wajar.
ii) Tahap 2 – 5 Mei 2026
Harga Acuan Pengalihan Saham untuk Transaksi Tanggal 5 Mei 2026
Harga Pengalihan
Keterengan Penjelasan
Saham (Rp/Lembar)
Batas atas dari Harga Transaksi 7,5% diatas Harga Pengalihan Treasury Stock 1.688
Harga Pengalihan Saham Treasury Oleh PT AKR Corporindo Tbk 1.570
Batas bawah dari Harga Transaksi 7,5% dibawah Harga Pengalihan Treasury Stock 1.452 *)
Harga Transaksi 1.570
Kesimpulan Opini WAJAR
*) Catatan: Harga Transaksi batas bawah sebesar Rp1.452 per lembar saham tidak dapat dijadikan sebagai acuan kewajaran, mengingat berdasarkan
ketentuan POJK No. 29 Tahun 2023, harga minimum pengalihan saham treasury harus mengacu pada nilai yang lebih tinggi. Dalam hal ini, harga minimum
yang digunakan adalah sebesar Rp1.570 per lembar saham, yang merupakan Harga Pengalihan Saham Opsi 1 – Harga Saham Penutupan H-1 (per 4 Mei
2026), sehingga harga tersebut menjadi dasar dalam penilaian kewajaran transaksi.
Berdasarkan tabel di atas batas atas dan batas bawah kewajaran Harga Transaksi adalah masing-
masing sebesar Rp1.688 per lembar saham dan Rp1.452 per lembar saham. Namun demikian,
dengan mempertimbangkan ketentuan POJK No. 29 Tahun 2023, harga minimum pengalihan saham
harus mengacu pada harga saham minimum yang tertinggi, yaitu sebesar Rp1.570 per lembar saham,
yang merupakan Harga Pengalihan Saham Opsi 1 – Harga Saham Penutupan H-1 (per 4 Mei 2026).
Oleh karena itu, harga transaksi yang ditetapkan sebesar Rp1.570 per lembar saham memenuhi
harga minimum tertinggi, maka transaksi dinyatakan wajar.
Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Pengalihan Saham Treasury
Oleh PT AKR Corporindo Tbk
Page 48
P a g e | xlviii
iii) Tahap 3 – 6 Mei 2026
Harga Acuan Pengalihan Saham untuk Transaksi Tanggal 6 Mei 2026
Harga Pengalihan
Keterengan Penjelasan
Saham (Rp/Lembar)
Batas atas dari Harga Transaksi 7,5% diatas Harga Pengalihan Treasury Stock 1.634
Harga Pengalihan Saham Treasury Oleh PT AKR Corporindo Tbk 1.520
Batas bawah dari Harga Transaksi 7,5% dibawah Harga Pengalihan Treasury Stock 1.406 *)
Harga Transaksi 1.520
Kesimpulan Opini WAJAR
*) Catatan: Harga Transaksi batas bawah sebesar Rp1.406 per lembar saham tidak dapat dijadikan sebagai acuan kewajaran, mengingat berdasarkan
ketentuan POJK No. 29 Tahun 2023, harga minimum pengalihan saham treasury harus mengacu pada harga yang lebih tinggi. Dalam hal ini, harga minimum
yang digunakan adalah sebesar Rp1.520 per lembar saham, yang merupakan Harga Pengalihan Saham Opsi 1 – Harga Saham Penutupan H-1 (per 5 Mei
2026), sehingga harga tersebut menjadi dasar dalam penilaian kewajaran transaksi.
Berdasarkan tabel di atas batas atas dan batas bawah kewajaran Harga Transaksi adalah masing-
masing sebesar Rp1.634 per lembar saham dan Rp1.406 per lembar saham. Namun demikian,
dengan mempertimbangkan ketentuan POJK No. 29 Tahun 2023, harga minimum pengalihan saham
harus mengacu pada harga saham minimum yang tertinggi, yaitu sebesar Rp1.520 per lembar saham,
yang merupakan Harga Pengalihan Saham Opsi 1 – Harga Saham Penutupan H-1 (per 5 Mei 2026).
Oleh karena itu, harga transaksi yang ditetapkan sebesar Rp1.520 per lembar saham memenuhi
harga minimum tertinggi, maka transaksi dinyatakan wajar.
Analisis Batas Kewajaran Harga Transaksi Kumulatif Transaksi Pengalihan Saham Tanggal 4,5, dan
6 Mei 2026
Keterengan Penjelasan Tahap 1 - 4 Mei 2026 Tahap 2 - 5 Mei 2026 Tahap 3 - 6 Mei 2026
Batas atas dari Harga Transaksi 7,5% diatas Nilai Transaksi 1.699 1.688 1.634
Harga Pengalihan Saham Treasury Oleh PT AKR Corporindo Tbk 1.580 1.570 1.520
Batas bawah dari Harga Transaksi (*) 7,5% dibawah Nilai Transaksi 1.462 1.452 1.406
Harga Transaksi 1.580 1.570 1.520
Kesimpulan Opini WAJAR WAJAR WAJAR
Jumlah Pengalihan Saham Treasury 67.261.000 67.261.000 46.483.000
Nilai Pengalihan Saham Treasury 106.272.380.000 105.599.770.000 70.654.160.000
Nilai Kumulatif Pengalihan Saham Treasury 106.272.380.000 211.872.150.000 282.526.310.000
*) Catatan: Harga Transaksi batas bawah masing-masing tahap yaitu sebesar Rp1.462 per lembar saham (Tahap 1 – 4 Mei 2026), Rp1.452 per lembar saham (Tahap 2 – 5 Mei 2026), dan Rp1.406 per lembar
saham (Tahap 3 – 6 Mei 2026) tidak dapat dijadikan sebagai acuan kewajaran, mengingat berdasarkan ketentuan POJK No. 29 Tahun 2023, harga minimum pengalihan saham treasury harus mengacu pada
harga yang lebih tinggi. Dalam hal ini, harga minimum yang digunakan adalah masing-masing sebesar Rp1.580 per lembar saham untuk tanggal 4 Mei 2026 (mengacu pada Harga Saham Penutupan H-1 per
30 April 2026), Rp1.570 per lembar saham untuk tanggal 5 Mei 2026 (mengacu pada Harga Saham Penutupan H-1 per 4 Mei 2026), dan Rp1.520 per lembar saham untuk tanggal 6 Mei 2026 (mengacu pada
Harga Saham Penutupan H-1 per 5 Mei 2026), sehingga harga-harga minimum Transaksi Pengalihan Saham tersebut menjadi dasar dalam penilaian kewajaran transaksi secara keseluruhan (kumulatif)
menjadi Rp 282.526.310.000,-.
Berdasarkan tabel di atas, batas atas kewajaran Harga Transaksi pada masing-masing tahap berkisar
antara Rp1.634–Rp1.699 per lembar saham, sedangkan batas bawah kewajaran Harga Transaksi
berkisar antara Rp1.406–Rp1.462 per lembar saham. Namun demikian, dengan mempertimbangkan
ketentuan POJK No. 29 Tahun 2023, harga minimum pengalihan saham harus mengacu pada harga
saham minimum yang tertinggi pada setiap tanggal transaksi, yaitu masing-masing sebesar Rp1.580
per lembar saham untuk tanggal 4 Mei 2026 (mengacu pada Harga Saham Penutupan H-1 per 30
April 2026), Rp1.570 per lembar saham untuk tanggal 5 Mei 2026 (mengacu pada Harga Saham
Penutupan H-1 per 4 Mei 2026), dan Rp1.520 per lembar saham untuk tanggal 6 Mei 2026 (mengacu
pada Harga Saham Penutupan H-1 per 5 Mei 2026). Dengan demikian, harga transaksi yang
digunakan pada masing-masing tahap telah memenuhi ketentuan harga minimum tertinggi. Oleh
karena itu, secara kumulatif Nilai Transaksi Pengalihan Saham Treasury sebesar Rp282.526.310.000,-
telah mencerminkan HARGA WAJAR sebagaimana terbukti dalam analisa kewajaran, sehingga
Transaksi Pengalihan Saham Treasury sebesar 181.005.000 lembar saham setara dengan
Rp282.526.310.000,- dinyatakan WAJAR.
Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Pengalihan Saham Treasury
Oleh PT AKR Corporindo Tbk
Page 49
P a g e | xlix
Analisis Nilai Inkremental
Analisis inkremental atas Transaksi Pengalihan Saham Treasury dalam tiga tahap sebesar
181.005.000 lembar saham setara Rp282.526.310.000,- dengan uraian: pada Tahap 1 pada tanggal
4 Mei 2026 sebesar 67.261.000 lembar dengan Harga Penutupan Saham pada tanggal 30 April 2026
sebesar Rp 1.580 per Lembar Saham, Tahap 2 pada tanggal 5 Mei 2026 sebesar 67.261.000 lembar
dengan Harga Penutupan Saham pada tanggal 4 Mei 2026 sebesar Rp 1.570 per Lembar Saham,
Tahap 3 pada tanggal 6 Mei 2026 sebesar 46.483.000 lembar dengan Harga Penutupan Saham pada
tanggal 5 Mei 2026 sebesar Rp 1.520 per Lembar Saham. Perhitungan nilai tambah inkremental dapat
dilihat pada tabel berikut.
Perhitungan Nilai Inkremental
(dalam Ribuan Rupiah)
2026 2027 2028 2029 2030
Keterangan
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
EBT Sebelum Transaksi Pengalihan Saham Treasury 3.802.283.200 3.935.036.289 4.225.455.735 4.745.755.255 5.550.554.204
EBT Setelah Transaksi Pengalihan Saham Treasury 3.813.084.746 3.946.250.799 4.237.098.999 4.757.843.664 5.563.104.777
Inkremental EBT Transaksi Pengalihan Saham Treasury 10.801.546 11.214.511 11.643.264 12.088.409 12.550.573
Kumulatif Inkremental 58.298.302
Berdasarkan tabel perhitungan nilai tambah inkremental di atas, dapat diketahui bahwa pelaksanaan
Transaksi Pengalihan Saham Treasury memberikan dampak positif terhadap kinerja keuangan
Perseroan yang tercermin dari peningkatan EBT (Earnings Before Tax). EBT Perseroan sebelum
transaksi pada periode proyeksi 2026–2030 berada pada kisaran Rp3.802.283.200.000,- hingga
Rp5.550.554.204.000,-, sedangkan setelah pelaksanaan transaksi meningkat menjadi sebesar
Rp3.813.084.746.000,- hingga Rp5.563.104.777.000,-.
Peningkatan tersebut menghasilkan nilai tambah inkremental tahunan sebesar Rp10.801.546.000,-
pada tahun 2026, Rp11.214.511.000,- pada tahun 2027, Rp11.643.264.000,- pada tahun 2028,
Rp12.088.409.000,- pada tahun 2029, dan Rp12.550.573.000,- pada tahun 2030. Secara kumulatif,
transaksi ini memberikan tambahan nilai sebesar Rp58.298.302.000,- selama periode proyeksi.
Adapun nilai tambah inkremental tersebut berasal dari tambahan Pendapatan Bunga dari Deposito
atas hasil Transaksi Pengalihan Saham Treasury yang memberikan kontribusi positif terhadap
peningkatan profitabilitas Perseroan. Dengan demikian, pelaksanaan Transaksi Pengalihan Saham
Treasury berpotensi memberikan manfaat ekonomis dan mendukung penguatan kinerja keuangan
Perseroan secara berkelanjutan.
Analisis Proforma Perseroan Sebelum dan Sesudah Transaksi Pengalihan Saham Treasury
Analisis atas dampak Transaksi Pengalihan Saham Treasury dilakukan dengan menganalisa dampak
Transaksi Pengalihan Saham Treasury terhadap laporan keuangan proforma Perseroan sebelum dan
sesudah Transaksi Pengalihan Saham Treasury pada tanggal 31 Desember 2025.
Berikut adalah Analisis Proforma Laporan Posisi Keuangan Perseroan sebelum dan setelah Transaksi
Pengalihan Saham Treasury:
1) Terdapat peningkatan pada sisi aset lancar Perseroan setelah pelaksanaan Transaksi Pengalihan
Saham Treasury, yang disebabkan oleh penerimaan kas dari pengalihan saham treasury secara
kumulatif sebesar Rp282.526.310.000,- yang berasal dari penjualan 181.005.000 lembar saham
treasury dalam tiga tahap transaksi (pada tanggal 4, 5, dan 6 Mei 2026). Dengan demikian, total
aset lancar Perseroan meningkat dari sebesar Rp23.323.716.152.000,- menjadi
Rp23.606.242.462.000,-;
Deskipsi Jumlah Saham (Lembar) Nilai Transaksi (Rp)
Nilai Transaksi Pengalihan / Penjualan Saham Treasury per 4 Mei 2026 67.261.000 106.272.380.000
Nilai Transaksi Pengalihan / Penjualan Saham Treasury per 5 Mei 2026 67.261.000 105.599.770.000
Nilai Transaksi Pengalihan / Penjualan Saham Treasury per 6 Mei 2026 46.483.000 70.654.160.000
Kumulatif Transaksi Pengalihan Saham Tanggal 4,5, dan 6 Mei 2026 181.005.000 282.526.310.000
Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Pengalihan Saham Treasury
Oleh PT AKR Corporindo Tbk
Page 50
P a g e |l
2) Tidak terdapat perubahan pada sisi aset tidak lancar Perseroan setelah pelaksanaan Transaksi
Pengalihan Saham Treasury, dimana total aset tidak lancar tetap sebesar Rp13.238.565.105.000,-
, karena transaksi yang dilakukan tidak berdampak pada perubahan komposisi aset jangka
panjang Perseroan;
3) Tidak terdapat perubahan pada sisi liabilitas Perseroan setelah pelaksanaan Transaksi Pengalihan
Saham Treasury, dimana total liabilitas tetap sebesar Rp20.952.331.788.000,-, mengingat
Transaksi Pengalihan Saham Treasury tidak menimbulkan kewajiban tambahan bagi Perseroan;
4) Terdapat peningkatan pada sisi ekuitas Perseroan setelah pelaksanaan Transaksi Pengalihan
Saham Treasury, yang terutama berasal dari pengakuan keuntungan atas pengalihan saham
treasury secara kumulatif sebesar Rp 218.978.049.166,-, yang merupakan selisih antara
NilaiTransaksi Pengalihan Saham Treasury sebesar Rp282.526.310.000,- dan Nilai Buku Saham
Treasury sebesar Rp63.548.260.834,-. Dengan demikian, transaksi ini memberikan tambahan
nilai pada ekuitas Perseroan serta meningkatkan jumlah ekuitas yang dapat diatribusikan kepada
pemilik entitas induk.
Deskripsi Nilai (Rp)
Nilai Buku Saham Treasury untuk 181.005.000 Lembar 63.548.260.834
Nilai Transaksi Saham Treasury untuk 181.005.000 Lembar 282.526.310.000
Keuntungan Transaksi Saham Treasury untuk 181.005.000 Lembar 218.978.049.166
Berdasarkan Analisis Proforma Laporan Laba Rugi Perseroan, dapat diketahui bahwa tidak terdapat
perubahan pada laporan laba rugi Perseroan setelah pelaksanaan Transaksi Pengalihan Saham
Treasury.
Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Pengalihan Saham Treasury
Oleh PT AKR Corporindo Tbk
Page 51
P a g e | li
Kesimpulan Analisis Kewajaran
Berdasarkan kajian-kajian yang telah diungkapkan di atas, berikut adalah analisis atas kewajaran
Transaksi Pengalihan Saham Treasury:
1) Transaksi Pengalihan Saham Treasury merupakan Transaksi Afiliasi namun bukan
merupakan Transaksi Benturan Kepentingan, dimana Perseroan bermaksud untuk
melakukan Transaksi Pengalihan Saham Treasury dilakukan sebagai bagian dari
strategi optimalisasi struktur permodalan dan peningkatan kinerja keuangan
Perseroan, dimana melalui transaksi ini Perseroan berpotensi memperoleh tambahan
dana untuk memperkuat likuiditas, mendukung kegiatan operasional, serta
meningkatkan fleksibilitas keuangan dalam mendukung pengembangan usaha di
masa mendatang sehingga diharapkan memberikan kontribusi positif terhadap
peningkatan kinerja dan nilai ekonomis Perseroan secara keseluruhan.
2) Berdasarkan analisis terhadap keuntungan dan kerugian yang bersifat kualitatif
benefit yang didapatkan oleh Perseroan memungkinkan Perseroan berpotensi
memperoleh tambahan dana yang dapat digunakan untuk memperkuat likuiditas,
mendukung kegiatan operasional, serta meningkatkan fleksibilitas keuangan dalam
mendukung rencana pengembangan usaha di masa mendatang. Tidak terdapat
kerugian inkremental terkait dengan pelaksanaan Transaksi Pengalihan Saham
Treasury.
3) Berdasarkan Analisis Batas Wajar atas Transaksi Pengalihan Saham Treasury, berikut
uraian batas kewajaran masing-masing tahap:
i) Tahap 1 – 4 Mei 2026: Harga transaksi sebesar Rp1.580 per lembar saham telah
memenuhi ketentuan harga minimum berdasarkan POJK No. 29 Tahun 2023
(mengacu pada harga tertinggi), sehingga transaksi dinyatakan wajar;
ii) Tahap 2 – 5 Mei 2026: Harga transaksi sebesar Rp1.570 per lembar saham telah
memenuhi ketentuan harga minimum berdasarkan POJK No. 29 Tahun 2023
(mengacu pada harga penutupan H-1 sebagai harga tertinggi), sehingga transaksi
dinyatakan wajar;
iii) Tahap 3 – 6 Mei 2026: Harga transaksi sebesar Rp1.520 per lembar saham juga
telah memenuhi ketentuan harga minimum tertinggi sesuai POJK No. 29 Tahun
2023, sehingga transaksi dinyatakan wajar;
iv) Dengan demikian, harga transaksi yang digunakan pada masing-masing tahap
telah memenuhi ketentuan harga minimum tertinggi. Oleh karena itu, secara
kumulatif Nilai Transaksi Pengalihan Saham Treasury sebesar
Rp282.526.310.000,- telah mencerminkan HARGA WAJAR sebagaimana terbukti
dalam analisa kewajaran, sehingga Transaksi Pengalihan Saham Treasury sebesar
181.005.000 lembar saham setara dengan Rp282.526.310.000,- dinyatakan
WAJAR.
4) Berdasarkan Analisis Inkremental, dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan Transaksi
Pengalihan Saham Treasury memberikan dampak positif terhadap kinerja keuangan
Perseroan, yang tercermin dari peningkatan EBT pada setiap periode proyeksi 2026–
2030. Tambahan nilai inkremental yang dihasilkan secara kumulatif sebesar
Rp58.298.302.000,- menunjukkan bahwa transaksi ini mampu meningkatkan
profitabilitas Perseroan secara berkelanjutan, sehingga secara keseluruhan dapat
dinilai memberikan manfaat ekonomis dan mendukung penguatan kinerja keuangan
Perseroan di masa mendatang.
Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Pengalihan Saham Treasury
Oleh PT AKR Corporindo Tbk
Page 52
P a g e | lii
5) Berdasarkan Analisis Proforma Perseroan Sebelum dan Sesudah Transaksi Pengalihan
Saham Treasury, dapat dilihat bahwa terdapat peningkatan pada sisi aset dan ekuitas
Perseroan setelah Transaksi Pengalihan Saham Treasury.
Berdasarkan analisis kewajaran terhadap Transaksi Pengalihan Saham Treasury secara kualitatif
maupun kuantitatif, Transaksi Pengalihan Saham Treasury dilakukan sebagai bagian dari strategi
optimalisasi struktur permodalan dan peningkatan kinerja keuangan Perseroan, dimana melalui
transaksi ini Perseroan berpotensi memperoleh tambahan dana untuk memperkuat likuiditas,
mendukung kegiatan operasional, serta meningkatkan fleksibilitas keuangan dalam mendukung
pengembangan usaha di masa mendatang sehingga diharapkan memberikan kontribusi positif
terhadap peningkatan kinerja dan nilai ekonomis Perseroan secara keseluruhan. Dengan
mempertimbangkan hasil dari analisis-analisis kewajaran yang telah dilakukan oleh , maka
Transaksi Pengalihan Saham Treasury yang akan direncanakan oleh Perseroan adalah Wajar dan
memenuhi ketentuan dalam POJK No. 42/2020.
Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Pengalihan Saham Treasury
Oleh PT AKR Corporindo Tbk
Page 53
P a g e | liii KESIMPULAN Transaksi Pengalihan Saham Treasury merupakan Transaksi Afiliasi sesuai POJK No. 42/2020 karena melibatkan pihak yang memiliki hubungan afiliasi dengan Perseroan, namun tidak termasuk Transaksi Benturan Kepentingan karena tidak terdapat perbedaan kepentingan ekonomis yang merugikan Perseroan. Akan tetapi, Rencana Transaksi bukan merupakan Transaksi Benturan Kepentingan sebagaimana dimaksud dalam POJK No. 42/2020 mengingat dalam Rencana Transaksi tidak terdapat perbedaan antara kepentingan ekonomis Perseroan dengan kepentingan ekonomis pribadi Direktur, Dewan Komisaris dan Pemegang Saham Utama Perseroan yang dapat merugikan Perseroan karena adanya Rencana Transaksi tersebut. Laporan ini juga dibuat sesuai dengan ketentuan dalam Standar Penilaian Indonesia (SPI) edisi VII tahun 2018 dan Kode Etik Penilaian Indonesia (KEPI) serta POJK No. 35/2020. Sehubungan dengan pelaksanaan Rencana Transaksi oleh Perseroan, kami telah melakukan analisis kewajaran berdasarkan analisis kualitatif dan analisis kuantitatif yang tertera di Analisis Kewajaran atas Rencana Transaksi. Berdasarkan Kondisi Pembatas, Asumsi-Asumsi Penting, Sifat dan Sumber Informasi, Analisis Rencana Transaksi, Analisis Kualitatif, Analisis Kuantitatif dan Analisis Kewajaran Nilai Rencana Transaksi dapat disimpulkan bahwa Rencana Transaksi dengan asumsi realisasi proyeksi keuangan Perseroan yang akan memitigasi risiko yang tertera di laporan ini, maka tidak akan memberikan potensi kerugian untuk Perseroan. Dengan mempertimbangkan hasil dari analisis-analisis kewajaran yang telah dilakukan, maka Rencana Transaksi Perseroan adalah Wajar. Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Pengalihan Saham Treasury Oleh PT AKR Corporindo Tbk
Page 54
P a g e | liv PENUTUP Pendapat kewajaran atas Transaksi Pengalihan Saham Treasury ini harus dipandang sebagai satu kesatuan dan penggunaan sebagian analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan keseluruhan informasi dan analisis dapat menyebabkan pandangan yang menyesatkan. Kami tidak bertanggungjawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi pendapat kami karena peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan pendapat kewajaran ini. Hormat Kami, B. Sridhar Rao, CVA (Singapore), M.Com (India), MBM (Philippines), MAPPI Cert. (Indonesia). Managing Partner No. MAPPI : 05-S-01838 No. RMK : RMK-2017.00238 No. Izin OJK : STTD.PB-30/PJ-1/PM.02/2023 Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Pengalihan Saham Treasury Oleh PT AKR Corporindo Tbk
Page 55
P a g e | lv
PERNYATAAN PENILAI
Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai Penilai Publik berdasarkan Ijin Penilai Publik B
1.10.00268 serta Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal (OJK) No. STTD.PB-
30/PM.2/2018 dan Penilai dengan RMK-2019.02908, yang berkompeten untuk melakukan penilaian
secara objektif tanpa ada benturan kepentingan, kami yang bertanda tangan di bawah ini
menerangkan bahwa:
1. Pernyataan yang menjadi dasar analisis, pendapat dan kesimpulan yang diuraikan di dalam
Laporan Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) ini adalah betul dan benar sesuai dengan
pemahaman terbaik dari pihak independen dan berdasarkan atas informasi dan data-data
pendukung yang kami gunakan dalam proses pemberian pendapat kewajaran (Fairness
Opinion);
2. Selanjutnya Laporan Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) ini menjelaskan semua syarat-
syarat pembatasan yang mempengaruhi analisis, pendapat dan kesimpulan yang tertera dalam
laporan ini;
3. Penilai tidak mempunyai kepentingan terhadap Rencana Transaksi;
4. Imbalan jasa yang kami terima adalah hanya sesuai dengan yang tercantum pada surat
penugasan dan tidak berkaitan dengan pendapat kewajaran (Fairness Opinion) yang dilaporkan;
5. Laporan Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) ini telah dibuat dengan menjaga integritas dan
independensi Penilai Publik yang telah terdaftar pada Departemen Keuangan dan atau OJK serta
Tim Quality Control dan Penilai pada penugasan ini dan tidak lepas dari ketentuan-ketentuan
dalam Standar Penilaian Indonesia (SPI) edisi VII tahun 2018 termasuk Kode Etik Penilaian
Indonesia (KEPI).
6. Penugasan penilaian profesional telah dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundang –
undangan yang berlaku sebagai berikut:
a) Undang-undang atau Regulasi terkait Asumsi dalam Penilaian
i. Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2021 terkait Pajak Penghasilan;
ii. Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas;
iii. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 68 /POJK.04/2017 tentang Penilai
Yang Melakukan Kegiatan di Pasar Modal;
iv. POJK Nomor 35 Tahun 2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis
di Pasar Modal;
v. SEOJK Nomor 17/SEOJK.04/2020 tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan
Penilaian Bisnis di Pasar Modal;
b) Undang-undang atau Regulasi terkait Profesi Penilai
i. Peraturan Menteri Keuangan No. 101/PMK.01/2014 tentang Penilai Publik;
7. Penilai telah memenuhi persyaratan pendidikan profesional yang ditentukan dan/atau
diselenggarakan oleh Asosiasi Penilai yang diakui pemerintah;
8. Penilai memiliki pemahaman mengenai Rencana Transaksi;
9. Penilai telah melakukan inspeksi terhadap Objek pendapat kewajaran (Fairness Opinion);
10. Penilai bertanggungjawab atas Laporan Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion);
11. Data ekonomi dan industri dalam Laporan Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) diperoleh dari
berbagai sumber yang diyakini Penilai dapat dipertanggungjawabkan;
12. Penugasan pendapat kewajaran (Fairness Opinion) profesional telah dilakukan terhadap
Rencana Transaksi pada tanggal pendapat kewajaran (Cut Off Date);
13. Analisis telah dilakukan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam Laporan Pendapat
Kewajaran (Fairness Opinion);
14. Perkiraan pendapat kewajaran yang dihasilkan dalam penugasan penilaian profesional telah
disajikan sebagai kesimpulan;
Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Pengalihan Saham Treasury
Oleh PT AKR Corporindo Tbk
Page 56
P a g e | lvi
15. Lingkup pekerjaan dan data yang dianalisis telah diungkapkan;
16. Kesimpulan telah sesuai dengan asumsi-asumsi dan kondisi pembatas;
17. Penilai melakukan review terhadap data-data yang dinilai; dan
18. Tidak seorangpun, kecuali yang disebutkan dalam Laporan Pendapat Kewajaran (Fairness
Opinion), telah menyediakan bantuan profesional dalam menyiapkan Laporan Pendapat
Kewajaran (Fairness Opinion).
Jakarta, 6 Mei 2026
Managing Partner
B. Sridhar Rao
No. MAPPI : 05-S-01838
No. RMK : RMK-2017.00238
No. Izin OJK : STTD.PB-30/PJ-1/PM.02/2023
Valuer
Lukman Ari Widodo ....................................
MAPPI : 18-P-08818
No. Register : RMK-2019.02908
Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Pengalihan Saham Treasury
Oleh PT AKR Corporindo Tbk
Names mentioned 38 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
Truscel Capital LLP
p.3 ×2
unresolved
org
Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan
p.4
unresolved
org
Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia
p.4 ×4
unresolved
org
KJPP RAO
p.5 ×2
unresolved
org
Kementerian Keuangan
p.5
unresolved
org
Menteri Keuangan
p.5 ×2
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Purwanto Susanti
p.9 ×4
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Publik Purwanto Susanti
p.9
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Purwantono
p.10 ×5
unresolved
—
Fiana M. Awalina
· Corporate Secretary
p.11
unresolved
org
PT Arthakencana Rayatama. Diagram
p.14
unresolved
person
Irawati Adikoesoemo
· Komisaris
p.15
unresolved
person
Sintawati Ongkowi Joyoyo
· Komisaris
p.15
unresolved
person
Yuwono Ongkowi Joyoyo
· Komisaris
p.15
unresolved
person
Cynthia Theresia Buniardi
· Direktur
p.15
unresolved
person
Akta Notaris Sastra Kosasih
p.16
unresolved
org
Menteri Kehakiman Republik Indonesia
p.16
unresolved
org
Pengadilan Negeri Surabaya
p.16
unresolved
org
Aneka Kimia Raya Tbk
p.16 ×2
unresolved
person
Akta Notaris Aulia Taufani
p.16
unresolved
org
Bank Indonesia
p.19
unresolved
org
Kota Nusantara
p.20
unresolved
org
Departemen Keuangan
p.55
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
Rule parser
Needs review
confidence 0.455
13217 ms
12 Sep 2026 22:29
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
'appraiser_name': '',
'assets': [{'area_sqm': None,
'category': 'OTHER',
'description': 'dibagi total aset Perusahaan Terbuka nilainya '
'sama'}],
'currency': None,
'fact_type': '',
'issuer_name': '',
'kind': 'MATERIAL_FACT',
'kjpp_name': 'RAO,YUHAL & rekan',
'letter_number': '',
'object_text': 'dibagi total aset Perusahaan Terbuka nilainya sama',
'object_truncated': True,
'parties': [],
'pct_of_equity': None,
'reference_period': '',
'requires_rups': None,
'rups_date': None,
'ticker': '',
'transaction_date': None,
'valuation_date': None,
'value': None}