Skip to content
Back to announcement

20260506_DNAR_Informasi Transaksi Afiliasi_32077726_lamp3.pdf

Asset transaction Needs review DNAR

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 52

Page 1
            LAPORAN PENILAIAN
                           BISNIS


    PT BANK OKE INDONESIA TBK

                                Lokasi:
Jl. r. H. Juanda No. 12, RT 014 RW 4, Kel. Kebon Kelapa Kec. Gambir, Kota
                      Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10120.
Page 2
                                                                                 Jakarta, 08 April 2026

Yth.
PT Bank Oke Indonesia Tbk.
Jl. Ir. H. Juanda No.12 RT.014 RW.4
Kel. Kebon Kelapa Kec. Gambir
Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10120

File No         : 00510/2.0131-00/BS/07/0375/1/IV/2026
Hal             : Laporan Penilaian Piutang milik PT Bank Oke Indonesia Tbk


Dengan hormat,

Penilai Publik yang bertanda tangan di dalam Laporan Penilaian ini adalah Ir. Budi Prasodjo, M.Ec.Dev.,
MAPPI (Cert.), merupakan Penilai Publik Properti & Bisnis dengan Nomor Izin Penilai Publik No. PB-
1.13.00375 berdasarkan Surat Keputusan Menteri Keuangan Nomor 511/KM.1/2013 Tanggal 23 Juli 2013.
Penilai Publik juga telah terdaftar sebagai Profesi Penunjang Pasar Modal di Otoritas Jasa Keuangan/OJK
(d/h Bapepam-LK) dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal No. STTD.PPB-
09/PM.2/2018 Tanggal 6 Juni 2018.

Penilai Publik bertindak atas nama Kantor Jasa Penilai Publik SUGIANTO PRASODJO DAN REKAN yang
beralamat di 18 Office Park Lantai 3 Unit A-3E, Jl. TB Simatupang, Kelurahan Kebagusan, Kecamatan Pasar
Minggu, Kotamadya Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta. KJPP Sugianto Prasodjo dan Rekan memiliki Izin
Usaha resmi dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia No. 2.15.0131 berdasarkan Kepmenkeu
No. 722/KM.1/2015 tanggal 9 September 2015 dari Menteri Keuangan Republik Indonesia. KJPP Sugianto
Prasodjo dan Rekan adalah perusahaan penilai independen yang terdaftar di Masyarakat Profesi Penilai
Indonesia (MAPPI) dan terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan/OJK (d/h Bapepam-LK) berdasarkan Surat
Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal No. S-859/PM.223/2015 tanggal 17 November 2015.

Sebagai penilai, kami dalam posisi untuk memberikan penilaian yang objektif dan tidak memihak, tidak
mempunyai potensi benturan kepentingan dengan subjek dan atau objek penilai, serta kami memiliki
kompetensi dalam melakukan penilaian atas Objek Penilaian yang dimaksud.

Sesuai dengan penugasan yang tertera dalam Surat Kontrak No. 00598/2.0131-00/OBI/KJPPSPR/APP-
BS/II/2026 tanggal 26 Februari 2026, kami telah melakukan investigasi dan penilaian terhadap objek
Piutang Milik PT Bank Oke Indonesia Tbk di mana inspeksi dan wawancara manajemen dilakukan pada
tanggal 27 Februari 2026 – 20 Maret 2026. Kami memastikan bahwa Proses Penilaian telah dilakukan
dengan cara yang benar.

DASAR PENUGASAN

Dalam melakukan pekerjaan penilaian objek ini kami telah ditunjuk sebagai konsultan penilai independen
oleh PT Bank Oke Indonesia Tbk. yang beralamat di Jl. Ir. H. Juanda No.12 RT 014 RW 4 Kel Kebon Kelapa
Kec Gambir Kota Jakarta Pusat DKI Jakarta 10120, berdasarkan No. 00598/2.0131-00/OBI/KJPPSPR/APP-
BS/II/2026 tanggal 26 Februari 2026.




Penilaian Piutang PT Bank Oke Indonesia, Tbk.                                                    I-1
Page 3
OBJEK PENILAIAN

Dalam penilaian ini, objek yang dinilai adalah Piutang milik PT Bank Oke Indonesia Tbk.

MATA UANG YANG DIGUNAKAN

Mata uang yang digunakan dalam penilaian objek tersebut menggunakan mata uang Rupiah. Penggunaan
nilai tukar selain yang tercantum dalam laporan ini tidak berlaku, namun sebagai informasi tambahan, nilai
kurs tengah mata uang dolar Amerika Serikat terhadap Rupiah pada tanggal penilaian adalah
US$1 = Rp16.782,-.

MAKSUD DAN TUJUAN PENILAIAN

Maksud dan tujuan dalam penilaian ini adalah memberikan opini Nilai Pasar (Market Value) Piutang milik
PT Bank Oke Indonesia Tbk per tanggal 31 Desember 2025 terkait rencana transaksi jual beli piutang.

Kami tidak merekomendasikan pengunaan laporan ini selain hanya untuk maksud/tujuan yang tercantum di
atas dan bukan untuk Pengguna Laporan lainnya.


DASAR NILAI, PENDEKATAN DAN METODOLOGI PENILAIAN

Dalam penilaian ini kami berpedoman pada Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI) & Standar Penilaian
Indonesia (SPI) EDISI VII – 2018, Edisi Revisi SPI 300 Tahun 2020 dan POJK No.35/POJK.04/ 2020
tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal. Dasar nilai yang digunakan
adalah Nilai Pasar (Market Value) sebagai Dasar Penilaian. Basis Nilai Pasar di sini seperti didefinisikan
dalam POJK No.35/POJK.04/2020 sebagai berikut:

NILAI PASAR

“Adalah estimasi sejumlah uang yang dapat diperoleh dari hasil penukaran suatu aset atau liabilitas pada
tanggal penilaian, antara pembeli yang berminat membeli dan penjual yang berniat menjual dalam suatu
transaksi bebas ikatan yang pemasarannya dilakukan secara layak dimana kedua pihak masing-masing
bertindak atas dasar pemahaman yang dimilikinya, kehati-hatian dan tanpa paksaan”. (POJK
35/POJK.04/2020 pasal 1 ayat 14 dan SPI 101.3.1)

Untuk melakukan penilaian ini kami menggunakan Pendekatan Pendapatan (Income Approach) dengan
menerapkan metode DCF (Discounted Cash Flow). Pendekatan Pasar dalam penilaian ini tidak digunakan,
dikarenakan objek penilaian tidak memiliki data pasar yang sesuai/ sebanding. Begitupun dengan
Pendekatan Aset dalam penilaian ini tidak digunakan, dikarenakan kondisi objek penilaian pada PT Bank
Oke Indonesia Tbk adalah kredit macet sehingga tidak memiliki bukti pasar yang dapat diobservasi.


TANGGAL PENILAIAN

Kami telah melakukan inspeksi lapangan dan wawancara manajemen pada tanggal 27 Februari 2026 – 20
Maret 2026 terhadap objek yang dinilai. Sehubungan dengan kemungkinan perubahan yang terjadi terhadap
kondisi pasar dan kondisi objek tersebut, maka laporan penilaian ini hanya dapat mempresentasikan tentang
opini Nilai Pasar pada tanggal penilaian. Dalam penugasan ini tanggal penilaian adalah per 31 Desember
2025 sesuai dengan Laporan Keuangan Audit per 31 Desember 2025. Kami menilai objek dimaksud dengan
menggunakan mata uang Rupiah. Kami mengingatkan bahwa penggunaan nilai tukar selain yang tercantum
dalam laporan ini tidak berlaku. Namun, sebagai informasi tambahan, nilai kurs tengah mata uang dolar


Penilaian Piutang PT Bank Oke Indonesia, Tbk.                                                       I-2
Page 4
Amerika Serikat terhadap Rupiah pada tanggal 31 Desember 2025 untuk penilaian per tanggal 31
Desember 2025 adalah sebesar US$1= Rp16.782,-. Dalam melakukan inspeksi lapangan, penelaahan,
perhitungan dan Analisa terhadap objek penilaian kami memiliki keterbatasan dalam beberapa hal antara
lain disebabkan oleh batasan waktu, dan sebagainya.

TINGKAT KEDALAMAN INVESTIGASI

a) Data dan informasi atas objek dan kelengkapannya kami peroleh dari pemberi tugas dan/atau pemilik
   aset/properti serta pihak terkait lainnya. Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan memberikan
   pembebasan tanggungjawab apapun kepada KJPP Sugianto dan Rekan apabila data dan informasi
   tersebut tidak benar/tidak sesuai dengan fakta sebenarnya.
b) Investigasi dilakukan melalui proses pengumpulan data dengan cara inspeksi, penelaahan, perhitungan
   dan analisis.
c) Inspeksi dilakukan dengan disertai surat tugas atau persetujuan inspeksi serta dilengkapi berita acara
   inspeksi yang ditandatangani oleh Pemberi Tugas dan/atau pemilik objek atau pihak yang dikuasakan.
d) Kami telah melakukan verifikasi terhadap keseluruhan atau bagian dari objek, yang diperlukan dan
   dianggap penting dalam pelaksanaan penugasan. Bila diketahui pemeriksaan/verifikasi tidak dapat
   dilakukan atau memiliki keterbatasan, maka hal-hal tersebut akan dinyatakan dalam berita acara
   perubahan Surat Perjanjian Kerja (SPK) yang ditandatangani oleh Penilai, Pemberi Tugas dan/atau
   Pemilik Objek.
e) Dalam penilaian, kami telah melakukan inspeksi lapangan dan melakukan wawancara manajemen
   berdasarkan data yang diberikan oleh pemberi tugas.
f) Pemilik perusahaan yang piutangnya dinilai tidak memberikan pembatasan terhadap penilai dalam
   melakukan inspeksi, penelaahan perhitungan dan analisis dalam penilaian ini.
g) Penugasan penilaian adalah bukan dan tidak dianggap sebagai, kajian atau audit atau pelaksanaan
   prosedur tertentu pada informasi keuangan. Penugasan penilaian ini dilakukan bukan dengan tujuan
   untuk menemukan kelemahan pengawasan internal, kesalahan atau kecurangan pada laporan
   keuangan, implikasi perpajakan ataupun pelanggaran hukum.

ASUMSI, ASUMSI KHUSUS DAN KONDISI PEMBATAS

Asumsi adalah hal yang wajar untuk diterima sebagai fakta tanpa penyelidikan tertentu atau verifikasi, hal
tersebut dinyatakan untuk diterima dalam pemahaman pada umumnya. Asumsi dalam penilaian ini adalah
sebagai berikut:
     1) Penilai tidak melakukan penyelidikan atas legalitas dokumen-dokumen yang digunakan dalam
         proses penilaian.
     2) Data dan informasi yang diterima Penilai dari Pemberi Tugas diasumsikan benar dan dapat
         dipertanggungjawabkan dan apabila ternyata data dan informasi tersebut tidak benar maka Pemberi
         Tugas membebaskan Penilai dan KJPP Sugianto Prasodjo dan Rekan dari tanggung jawab atas
         hasil peniaian yang tidak tepat dikarenakan kesalahan tersebut.
     3) Penilai dibebaskan dari segala tuntutan dan kewajiban yang berkaitan dengan penggunaan laporan
         yang tidak sesuai dengan tujuan dan kepentingan dari laporan penilaian.
     4) Tidak ada kejadian luar biasa baik secara makroekonomi maupun industri, dimasa yang akan
         datang yang bisa berpengaruh terhadap bisnis Objek Penilaian.
     5) Seluruh data dan informasi yang diperoleh dari manajemen Objek Penilaian adalah benar.
     6) Tidak ada dispute pajak yang bersifat material dan seluruh kewajiban pajak dapat dipenuhi oleh
         Objek Penilaian.

Kami menegaskan bahwa dalam penilaian ini kami tidak memperhitungkan biaya dan pajak yang terjadi
karena adanya jual beli, sesuai dengan yang diatur di dalam Standar Penilaian Indonesia. Penilaian ini
bergantung pada hal-hal sebagai berikut:
    1) Dalam menyusun laporan ini, KJPP Sugianto Prasodjo dan Rekan mengandalkan keakuratan dan
        kelengkapan informasi yang disediakan oleh Manajemen dan/atau data yang diperoleh dari

Penilaian Piutang PT Bank Oke Indonesia, Tbk.                                                       I-3
Page 5
        informasi yang tersedia untuk publik dan informasi lainnya serta penelitian yang kami anggap
        relevan. KJPP Sugianto Prasodjo dan Rekan tidak terlibat dan tidak melakukan audit ataupun
        verifikasi atas informasi yang disediakan tersebut.
    2) Laporan ditujukan untuk memenuhi kepentingan transaksi/jual beli dan tidak ditujukan untuk
        kepentingan lainnya.
    3) KJPP Sugianto Prasodjo dan Rekan tidak memiliki kepentingan atau hal-hal lainnya yang dapat
        menyebabkan KJPP Sugianto Prasodjo dan Rekan memberikan pendapat yang bias sehubungan
        dengan informasi yang dibahas dalam laporan ini.
    4) Manajemen telah membebaskan KJPP Sugianto Prasodjo dan Rekan dari setiap klaim yang dapat
        dan akan timbul dari kesalahan ataupun kekurangan dalam bahan atau informasi yang disediakan
        Manajemen, konsultan atau pihak ketiga, kepada KJPP Sugianto Prasodjo dan Rekan dalam
        penyusunan laporan ini.
    5) Manajemen menyatakan bahwa seluruh informasi material yang menyangkut penilaian piutang
        telah diungkapkan seluruhnya kepada KJPP Sugianto Prasodjo dan Rekan dan tidak ada
        pengurangan atas fakta-fakta yang penting.
    6) Kami tidak memiliki kepentingan pribadi atau kecenderungan untuk berpihak berkenaan dengan
        subyek dari laporan ini maupun pihak-pihak yang terlibat didalamnya.
    7) Analisis, opini dan kesimpulan telah dibuat, dan laporan ini telah disusun sesuai dengan Standar
        Penilaian Indonesia dan Kode Etik Penilai Indonesia.
    8) Laporan Penilaian yang dihasilkan terbuka untuk publik kecuali terdapati informasi yang bersifat
        rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional perusahaan.
    9) KJPP Sugianto Prasodjo dan Rekan bertanggung jawab atas laporan penilaian dan kesimpulan nilai
        akhir yang dihasilkan.
    10) KJPP Sugianto Prasodjo dan Rekan telah memperoleh informasi atas status hukum objek penilaian
        dari pemberi tugas.
    11) Tanda tangan pimpinan dan cap perusahaan yang resmi merupakan syarat mutlak sahnya
        Certificate of Appraisal ini dan laporan penilaian yang terlampir.




Penilaian Piutang PT Bank Oke Indonesia, Tbk.                                                    I-4
Page 6
psr,wiffi fi f.Ty"J#sy"r*-;ffi'.ffi,'
       KE$IMPULAN

       Berdasarkan praktik penilaian yang normal dan berCasarkan rnfornnasi yang relevan, kondisi pasar',
       perhitungan serta analisa yang dilakukan serta faktor lain yang berkaitan dengan penilaian dan berpedoman
       pada kondisi pembatas daiam iaperan ini, maka kami Lierkesinrpulan bahwa representasi Nilai Pasar
       Fiutang milik FT Bank Oke indonesia Ti:k per tangEal 3t 0esennber 2025 adalah:

                                                    Rp4t.99?"883.?94,-
       {Hmpat Pululi Satu Miliar Sembilan Ratus $e$bilan Puluh Tujuh Juta Selapan Ratus Eelapan Pulutr
                               Tiga Ribu Dua Ratus $embilan Puluh Empat Rupiah)

       Berkaitan denga* penuga$an penilaian ini kami tid*k meiakukan penyelidikan yang herkaitan dengan status
       huhunr kepemilikan dan lain seb*gainya atas objek penilaian tersebut" Dalam penilaian ini kamiberasurnsi
       bahwa selun.lh objeit penilaian didukirng oleh dokumen kenemiiikan yang sah dan bei:as dari sengketa. Disini
       kanniiegaskan bahwa karni dan pare penilaitidak menarik keunlungan, baik sekarang rTifiupun di masa yang
       akan datang dari ohjek yang dinilai atau dari nilai yang diperoleh.

       Akhirnya, sesuai dengan praktlk standar yang hiasa kami iekukan, rnaka karni menegaskan bahwa iaporan
       ini bersifat rahasia kepada Perusahaan sesuai dengan kepeduan yang tertulis. Karnitidak bertanggung jawah
       kepada pihak ketlga, dan baik sebagian maupun keseluruhan iaporan *tau nijukan terhadap laporan initidak
       dibenarkan untuk dite;-bitkan t}alam dokumen apapun, pernyataan. edaran, ataupun untuk dikomunikasikan
       kepada pihak ketiga tanpa persetujuan tertulis lerl*trih dahulu dari kami untuk fcnrrat maupun kanteks din"rana
       akan dimunculkan.

       Surat Penga*tar ini akan diikuti oleh Laporan Fenilaian dengan format Laporan Penilaian Terinci
       iCompr*hensive $ffe)yang herisi inforrnasi atas hasil penilaian yang teiah dilakukan.


       Hnrrnat kami,
       KJPP SUGIAI{TO PRASODJO & REKAN
       P ubli *.Appra,rsers and Consulfanfs




       Managing Partnar
       Penilai Properti & Bisnis (Praperty & Buslness Va{uerl
       lzin Men. Keu.l Minister of Finance's Permrssbn No. PB-1.13.00375
       $TTD.PPB-091PM.21201     I
       MAPPI No.92-5-00208
       RMK-2017.0033




       Penilaian Piubng PT Sank Oke Indonesi4   Tbk"                                                           i-s
Page 7
                                                              DAFTAR ISI

                                                                                                                                HAL

      Surat Pengantar …………………............................................................................................       I-1
      Daftar Isi ……………………....................................................................................................   I-6
      Ringkasan Eksekutif………………………...............................................................................               I-7
      Ringkasan Penilaian………………………...............................................................................               I-8
      Pernyataan……………………………………...........................................................................                       I-9
      Asumsi dan Syarat-Syarat Pembatasan……………………………………………....................                                                  I - 12
      Definisi dan Istilah-Istilah Penilaian……………………………………......................................                                I -13


      I.     LINGKUP PENUGASAN …………………………………….............................................                                      I – 17
     II.     PROFIL PERUSAHAAN ……………………………………..............................................                                     II - 1
    III.     GAMBARAN EKONOMI MAKRO ……………………………………................................                                              III – 1
    IV.      PENDEKATAN DAN METODE PENILAIAN ……………………………………................                                                     IV - 1
     V.      ASUMSI PENILAIAN ………………………………………………………………………….                                                                     V-1
    VI.      KESIMPULAN PENILAIAN …………………………………………………………………..                                                                   VI – 1

       LAMPIRAN – KERTAS KERJA




Penilaian Piutang PT Bank Oke Indonesia, Tbk.                                                                                     I-6
Page 8
                                         RINGKASAN EKSEKUTIF

 PEMBERI TUGAS                              :   PT Bank Oke Indonesia Tbk.

 ALAMAT PEMBERI TUGAS                       :   Jl. Ir. H. Juanda No. 12 RT 014 RW 4 Kel Kebon Kelapa Kec
                                                Gambir Kota Jakarta Pusat DKI Jakarta 10120


 BIDANG USAHA                               :   Perbankan

 INSTRUKSI PENUGASAN                        :   Surat Kontrak No. 00598/2.0131-00/OBI/KJPPSPR/APP-
                                                BS/II/2026 tanggal 26 Februari 2026.

 OBJEK PENILAIAN                            :   Penilaian Piutang Milik PT Bank Oke Indonesia Tbk.

 MAKSUD & TUJUAN PENILAIAN                  :   Rencana Transaksi Jual Beli Piutang

 JENIS PENILAIAN & FORMAT                   :   Laporan Penilaian Terinci
 LAPORAN

 TANGGAL INSPEKSI &                         :   27 Februari 2026 – 20 Maret 2026
 WAWANCARA MANAJEMEN

 TANGGAL PENILAIAN                          :   31 Desember 2025


 TANGGAL LAPORAN                            :   08 April 2026

 DASAR NILAI                                :   Nilai Pasar (Market Value)

 PENDEKATAN & METODE                        :   Pendekatan Pendapatan (Income Approach)
                                                - Metode Discounted Cash Flow (DCF)

 NILAI PASAR                                :   Rp41.997.883.294,-

 REVIEWER                                   :   Ruli Citrarini, S.E

 TENAGA PENILAI                             :   Putri Sekarningrum, S.MB., M.H., MAPPI (Cert.)



Ringkasan eksekutif ini hanya digunakan bersama dengan laporan penilaian dengan segala macam asumsi,
batasan dan dasar penilaian yang dinyatakan di dalam laporan ini dan tidak dapat dibaca secara terpisah.




Penilaian Piutang PT Bank Oke Indonesia, Tbk.                                                        I-7
Page 9
                                                RINGKASAN PENILAIAN

                                                                                                                  dalam Rupiah penuh
                                                     Laporan Penilaian
                                                       Properti KJPP                                  Indikasi Nilai    Indikasi Nilai Pasar
 No          Nama Debitur              O/S                                Indikasi Nilai Likuidasi
                                                                                                     Realisasi Bersih        Piutang
                                                        Nilai Pasar

                                                          6.825.200.000           3.753.860.000         4.572.884.000         2.355.961.597
  1   DENNY MULIANA                 18.156.596.115
                                                          9.460.000.000           5.203.000.000         6.338.200.000         2.459.946.301
  2   VERONICA THALIB               17.816.151.349       27.368.200.000          16.420.920.000        18.336.694.000         7.116.733.866
                                                         15.518.300.000          10.862.810.000        10.397.261.000         5.356.695.606
  3   DEBBIE RACHMAWATI TEGUH       12.982.736.229
                                                          6.679.400.000           4.675.580.000         4.475.198.000         3.386.596.954
                                                          1.055.000.000             738.500.000           706.850.000           534.907.295
                                                          2.897.000.000           2.027.900.000         1.940.990.000         1.164.231.169
  4   ANDREAS BUDI TJANDRA          11.451.441.493
                                                          3.047.000.000           2.132.900.000         2.041.490.000           936.391.822
                                                          2.889.000.000           2.022.300.000         1.935.630.000           887.835.895
  5   DAFIET DELIMA PUTERA SUGENG    5.345.858.147        5.494.000.000           3.296.400.000         3.680.980.000         1.896.450.362
  6   TJONG KOK SIAN                 1.000.000.000        1.941.000.000           1.358.700.000         1.300.470.000           752.568.485
  7   YUDISTIRA EDYANTO              4.800.000.000        9.656.200.000           4.828.100.000         6.469.654.000         2.820.385.090
  8   MULTIDORA BERCA LESTARI PT     3.503.075.526        3.197.100.000           2.237.970.000         2.142.057.000         1.443.160.437
  9   FANDY SANTOSO TANGGARA TAN     2.948.278.384        4.490.000.000           2.918.500.000         3.008.300.000         1.311.440.220
 10   LUSIANA                        8.245.518.169        9.277.000.000           6.030.050.000         6.215.590.000         3.202.287.953
 11   HOLLAD                         1.097.702.164        1.459.200.000             948.480.000           977.664.000           478.723.389
 12   SUSAN CHRISTINETIO             1.325.726.815        1.684.500.000           1.179.150.000         1.128.615.000           581.465.350
                                                          1.311.000.000             852.150.000           878.370.000           402.891.263
 13 TJHAI WIDODO                     2.000.000.000
                                                          2.640.000.000           1.716.000.000         1.768.800.000           811.314.214
 14 LATIF                            2.000.000.000        2.570.400.000           1.799.280.000         1.722.168.000           668.398.094
 15 BERRYS INTERNASIONAL PT            643.894.270        4.298.400.000           2.149.200.000         2.879.928.000         1.117.741.351
                                                          5.608.600.000           2.804.300.000         3.757.762.000         1.638.161.162
 16 RIANTI CRISTINA                  6.463.082.989
                                                          1.951.400.000             975.700.000         1.307.438.000           673.595.420
               Total                99.780.061.650      131.317.900.000          80.931.750.000        87.982.993.000        41.997.883.294




Penilaian Piutang PT Bank Oke Indonesia, Tbk.                                                                                        I-8
Page 10
                                          PERNYATAAN PENILAI

Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai penilai, kami yang bertanda tangan di bawah ini pada
tanggal penilaian menyatakan bahwa:

1)    Pernyataan dalam laporan penilaian ini, yang mana berdasarkan pada analisis, opini, dan kesimpulan
      yang digambarkan di dalamnya, adalah benar dan akurat.
2)    Kami tidak mempunyai kepentingan baik sekarang atau di masa yang akan datang terhadap
      perusahaan dalam laporan ini, maupun kepentingan pribadi atau keberpihakan sehubungan dengan
      hal-hal dalam laporan ini atau pihak-pihak terkait.
3)    Penilai Usaha bertanggungjawab atas Laporan Penilaian Usaha.
4)    Penugasan penilaian professional telah dilakukan terhadap Objek Penilaian pada Tanggal Penilaian
      (Cut Off Date);
5)    Penilai Usaha telah melakukan analisis untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam Laporan
      Penilaian Usaha.
6)    Perkiraan Nilai yang dihasilkan dalam penugasan penilaian professional telah disajikan sebagai
      kesimpulan Nilai.
7)    Lingkup pekerjaan dan data yang dianalisis telah diungkapkan;
8)    Kesimpulan Nilai telah sesuai dengan asumsi-asumsi dan kondisi pembatas; dan
9)    Data ekonomi dan industri dalam Laporan Penilaian Usaha diperoleh dari berbagai sumber yang
      diyakini Penilai Usaha dapat dipertanggungjawabkan.
10)   Biaya profesional tidak berhubungan dengan opini kewajaran yang terdapat dalam laporan ini.
11)   Penilai telah menyelesaikan persyaratan pendidikan profesional yang ditetapkan/ dilaksanakan oleh
      Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI).
12)   Penilai memiliki pengetahuan yang memadai sehubungan dengan perusahaan dan/atau jenis industri
      yang dinilai.
13)   Hasil penugasan ini tidak tergantung pada pengembangan atau indikasi nilai awal atau arahan analisa
      untuk menghasilkan nilai yang subyektif, besaran nilai, penentuan pencapaian nilai, atau peristiwa
      yang terjadi di kemudian hari yang berkaitan langsung yang ditujukan untuk penggunaan laporan ini.
14)   Penilai telah melaksanakan ruang lingkup sebagai berikut:
      • Identifikasi masalah (identifikasi batasan, tujuan dan objek, definisi penilaian, dan tanggal
           penilaian)
      • Pengumpulan data dan wawancara
      • Analisis data
      • Estimasi nilai dengan menggunakan pendekatan penilaian
      • Penulisan laporan
15)   Penilai telah melakukan analisis terhadap objek penilaian pada tanggal penilaian.
16)   Penilaian ini telah dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
17)   Tidak ada penilai lainnya selain yang bertandatangan di bawah ini, yang telah terlibat dalam
      pelaksanaan inspeksi, analisis, pembuatan kesimpulan, dan opini sebagaimana yang dinyatakan
      dalam laporan penilaian ini.




Penilaian Piutang PT Bank Oke Indonesia, Tbk.                                                      I-9
Page 11
18)   Analisis, opini, dan kesimpulan yang dibuat oleh penilai, serta laporan penilaian telah dibuat dengan
      memenuhi ketentuan Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI) dan SPI Edisi VII-2018 dan Peraturan OJK
      35/POJK.04/2020 dengan mencantumkan nama, kualifikasi profesional dan tanda tangan penilai
      berikut tim pelaksananya (jika ada) dengan konfirmasi bahwa:
           a. Penilai telah memenuhi persyaratan pendidikan profesional yang ditentukan dan/atau
                diselenggarakan oleh Asosiasi Penilai yang diakui pemerintah yakni MAPPI.
           b. Penilai melakukan wawancara dengan pihak manajemen.
           c. Tidak seorangpun, kecuali yang disebutkan dalam laporan penilaian telah menyediakan
                bantuan profesional dalam menyiapkan laporan penilaian.




Penilaian Piutang PT Bank Oke Indonesia, Tbk.                                                       I - 10
Page 12
L
     Nr                   KANT0BJAsA PINIrAt PUBtTK
i         -
L                               ffi,:fff3J*DANnErnN
     YSPR*Y#
L
          Nama                                                            Kualifikasi                 Tanda

L         Penilai Publik:


          lr. Budi Prasodjo, M.Ec.Dev,, MAPPI{Cefi,)
L         lzin Penrlai Publik No. PB-1.13.00375
                                                                   Penilai Properti & Bisnis
          STTD. P PB-09 I P l\rt.21 2A1 8
                                                                         Bersertifikat
          l\4APPl No. S-92-00208
          Rt\ilK-2017 00333
t_


          Reviewer:
          RuliCitrarini, S"E
          IvlAPPl No. 15-T-05474                                  Penilai Bisnis Terakreditasi
          Rr\4K-2017.00792
L
          Penilai:
t         Putri Sekarningrum, S.MB., M.H., MAPPI (Cert.)      Penilai Publik Properti Bersertifikat
          lzin Penilai Publik No. P-1 .18,005'16                    & Bisnis Terakreditasi
          MAPPINo. 15-5-05484
I
L_        RtuK-2017.00788



L

L

t
t
L

L




t
i
L

              Penilaian PiutanE PT Bank Oke Indonesla, Tbk.                                                   1- 11
Page 13
                               ASUMSI DAN SYARAT-SYARAT PEMBATASAN

Penilaian Instrumen Keuangan Piutang ini berdasarkan dengan asumsi-asumsi dan syarat-syarat pembatasan sebagai
berikut:

1.       Laporan ini adalah Laporan Penilaian yang bersifat non-disclaimer opinion
2.       Penilaian ini didasarkan pada proyeksi keuangan yang telah disesuaikan yang mencerminkan kewajaran
         proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen dengan kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty).
3.       Penilai bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian dan kewajaran proyeksi keuangan yang telah
         disesuaikan dengan persetujuan dari manajemen.
4.       Penilai bertanggung jawab atas Laporan Penilaian dan kesimpulan Nilai
5.       Penilai telah memperoleh informasi atas status hukum obyek Penilaian dari pemberi tugas
6.       Penilai tidak melakukan penyelidikan atas legalitas dokumen-dokumen yang digunakan dalam proses
         penilaian.
7.       Data dan informasi yang diterima Penilai dari Pemberi Tugas diasumsikan benar dan dapat
         dipertanggungjawabkan dan apabila ternyata data dan informasi tersebut tidak benar maka Pemberi Tugas
         membebaskan Penilai dan KJPP Sugianto Prasodjo dan Rekan dari tanggung jawab atas hasil penilaian yang
         tidak tepat dikarenakan kesalahan tersebut.
8.       Penilai dibebaskan dari segala tuntutan dan kewajiban yang berkaitan dengan penggunaan laporan yang tidak
         sesuai dengan tujuan dan kepentingan dari laporan penilaian.
9.       Seluruh data dan informasi yang diperoleh dari manajemen Objek Penilaian adalah benar
10.      Tidak ada dispute pajak yang bersifat material dan seluruh kewajiban pajak dapat dipenuhi oleh Objek
         Penilaian.




Penilaian Piutang PT Bank Oke Indonesia, Tbk.                                                             I - 12
Page 14
                        DEFINISI DAN ISTILAH-ISTILAH PENILAIAN
NILAI PASAR

“Adalah estimasi sejumlah uang yang dapat diperoleh dari hasil penukaran suatu aset atau liabilitas pada
tanggal penilaian, antara pembeli yang berminat membeli dan penjual yang berniat menjual dalam suatu
transaksi bebas ikatan yang pemasarannya dilakukan secara layak dimana kedua pihak masing-masing
bertindak atas dasar pemahaman yang dimilikinya, kehati-hatian dan tanpa paksaan”. (POJK
35/POJK.04/2020 pasal 1 ayat 14 dan SPI 101.3.1)

NILAI LIKUIDASI

“Adalah sejumlah uang yang mungkin diterima dari penjualan suatu aset dalam jangka waktu yang relatif
pendek untuk dapat memenuhi jangka waktu pemasaran dalam definisi Nilai Pasar.” (SPI 102.3.5)

NILAI REALISASI BERSIH

“Adalah perkiraan harga jual suatu aset dalam suatu usaha yang berjalan sebagaimana biasa, dikurangi
biaya penjualan dan biaya penyelesaian. Dengan demikian, Nilai Realisasi Bersih adalah sama dengan
dengan Nilai Pasar dikurangi biaya penjualan hanya jika semua persyaratan definisi Nilai Pasar telah
dipenuhi.” (SPI 102.3.10)

PENDEKATAN PASAR

Membandingkan perusahaan yang dinilai dengan perusahaan sebanding, kepentingan kepemilikan
perusahaan dan surat berharga yang diperjualbelikan di pasar serta transaksi relevan atas saham
perusahaan yang sebanding. Transaksi sebelumnya atau penawaran atas komponen perusahaan juga dapat
merupakan indikasi nilai. (SPI 330.5.24.1)

Pendekatan Pasar menghasilkan indikasi nilai dengan cara membandingkan aset yang dinilai dengan aset
yang identik atau sebanding dan adanya informasi harga transaksi atau penawaran. (KPUP 17.1)

Dalam pendekatan pasar, langkah pertama adalah mempertimbangkan harga yang baru terjadi di pasar dari
transakasi aset yang identik atau sebanding. Jika transaksi terakhir yang telah terjadi hanya sedikit, dapat
dipertimbangkan dengan menggunakan harga yang ditawarkan (untuk dijual) atau yang terdaftar (listed) dari
aset yang identik atau sebanding relevansinya dengan informasi ini perlu diketahui secara jelas dan dengan
seksama dianalisis. Dalam hal ini perlu dilakukan penyesuaian atas informasi harga transakasi atau
penawaran apabila terdapat perbedaan dengan transakasi sebenarnya, sesuai dengan Dasar Nilai dan
asumsi yang akan digunakan dalam penilaian. Perbedaan dapat juga meliputi karakteristik hukum, ekonomi
atau fisik dari aset yang ditransaksikan dan yang dinilai (KPUP 17.2)

PENDEKATAN PENDAPATAN

Dapat digunakan untuk memperkirakan nilai dengan mengantisipasi dan mengkuantifikasi kemampuan objek
penilaian dalam menghasilkan imbal balik (return) yang akan diterima dimasa datang. (SPI 330.5.26.1)

PENDEKATAN ASET

Untuk memperoleh indikasi nilai dari suatu entitas, kapital yang diinvestasikan (invested capital), struktur
permodalan (capital structure), dan/atau Nilai Aset Bersih Perusahaan (ekuitas). (SPI 330.5.33.3)




Penilaian Piutang PT Bank Oke Indonesia, Tbk.                                                        I - 13
Page 15
Untuk memperoleh indikasi Nilai dari Nilai suatu perusahaan, Nilai dari Modal yang diinvestasikan (Invested
Capital), Nilai dari struktur permodalan (Capital Structure), dan/atau Nilai Aset Bersih Perusahaan (Ekuitas).
(Peraturan OJK d/h Bapepam-LK VIII.C.3 poin 15.c)

METODE DISKONTO PENDAPATAN EKONOMI MENDATANG

Suatu teknik pembuatan model keuangan yang didasarkan pada asumsi prospek arus kas suatu
properti/aset. Sebagai metode yang dapat diterima dalam pendekatan pendapatan analisis DCF melibatkan
proyeksi arus kas untuk suatu periode baik untuk menilai properti operasional, properti dalam pengembangan
atau bisnis. Proyeksi arus kas tersebut memerlukan parameter tingkat diskonto yang berlaku saat ini untuk
mendapatkan indikasi nilai kini dari arus kas dalam kaitannya dengan properti atau bisnis. (SPI 351.3.1)
Berdasarkan Standar Penilaian Indonesia (SPI 330.3.0), definisi yang digunakan dalam penilaian usaha
adalah sebagai berikut:

ABV (Adjusted Book Value) adalah metode penilaian saham yang didasarkan pada penilaian kembali aktiva
dan kewajiban dari suatu badan usaha.

DCF (Discounted Cash Flow) adalah suatu metode untuk menetapkan indikasi nilai dari suatu perusahaan,
kepemilikan atas perusahaan atau sekuritas yang dilakukan dengan cara mendiskonto arus kas bersih
dengan tingkat diskon yang relevan.

Arus Kas Bersih (AKB) adalah jumlah kas yang:
a. Tersedia setelah terpenuhinya kebutuhan kas untuk kegiatan operasional;
b. Merupakan arus kas yang tersedia bagi penyedia modal (utang dan ekuitas); dan
c. Telah bebas dari kewajiban untuk mempertahankan operasi saat ini (current operation) dan untuk
   mengantisipasi pertumbuhan perusahaan.

Arus Kas Bersih untuk Ekuitas (Free Cash Flow to Equity or Equity Net Cash Flow), Laba bersih setelah
pajak, ditambah dengan depresiasi dan komponen bukan kas lainnya, dikurangi atau ditambah perubahan
modal kerja, dikurangi pengeluaran barang modal (capital expenditure), dikurangi/ditambah perubahan
pokok pinjaman.

Arus Kas Bersih untuk Modal Investasi (Free Cash Flow to the Firm or Invested Capital Net Cash Flow),
Laba bersih setelah pajak, ditambah dengan depresiasi dan komponen bukan kas lainnya, ditambah dengan
pembayaran bunga bebas pajak, dikurangi atau ditambah perubahan modal kerja, dikurangi pengeluaran
barang modal (capital expenditure).

Modal Investasi (Invested Capital) adalah jumlah utang berbunga (interest bearing debt) dan ekuitas pada
suatu perusahaan.

Diskon Tanpa Pengendalian (Discount For Lack of Control) adalah suatu jumlah atau persentase tertentu
yang merupakan pengurang dari nilai suatu ekuitas sebagai cerminan dari kurangnya tingkat pengendalian
atas Objek Penilaian.

Diskon Likuiditas Pasar (Discount For Lack of Marketability) adalah suatu jumlah atau persentase tertentu
yang merupakan pengurang dari nilai suatu ekuitas sebagai cerminan dari kurangnya likuiditas dari Objek
Penilaian.

Faktor Kapitalisasi adalah semua jenis rasio yang digunakan untuk mengkonversi pendapatan menjadi
suatu nilai.




Penilaian Piutang PT Bank Oke Indonesia, Tbk.                                                          I - 14
Page 16
Kelangsungan Usaha (Going Concern) adalah:
a. Suatu kondisi yang mencerminkan usaha yang sedang beroperasi atau sekurang-kurangnya dalam
    proses konstruksi;atau
b. Suatu premis dalam penilaian, dimana Penilai menganggap suatu perusahaan akan terus melanjutkan
    operasinya secara berkelanjutan.

Kapitalisasi adalah:
a. Pengkonversian Arus Kas Bersih (AKB) atau penghasilan bersih lain, baik yang bersifat aktual maupun
   perkiraan, selama periode tertentu yang ekuivalen dengan nilai aset pada suatu tanggal tertentu; atau

b. Pengakuan atas suatu pengeluaran barang modal (capital expenditure).

Modal Kerja Bersih adalah selisih jumlah aset lancar dikurangi liabilitas lancar.

Nilai Aset Bersih (Net Asset Value) adalah total Nilai Pasar aset dikurangi total Nilai Pasar Liabilitas.

Nilai Buku Aset Tetap adalah hasil Kapitalisasi atas biaya perolehan aset, dikurangi akumulasi depresiasi,
deplesi, sebagaimana yang tercatat dalam laporan posisi keuangan.

Nilai Buku Ekuitas/Nilai Buku adalah selisih antara total aset dikurangi dengan total liabilitas dari
perusahaan sebagaimana tercatat dalam laporan posisi keuangan.

Nilai Buku Disesuaikan adalah Nilai Buku yang dihasilkan setelah dilakukan penyesuaian (normailisasi)
terhadap nilai dari satu atau lebih aset atau liabilitas.

Nilai Entitas (Enterprise Value) adalah Nilai Ekuitas dalam bisnis ditambah nilai utang atau kewajiban utang
terkait, dikurangi kas atau setara kas yang tersedia untuk memenuhi liabilitas yang ada.

Nilai Ekuitas adalah nilai bisnis bagi semua pemegang saham.

Kendali/Pengendalian adalah kemampuan untuk mengatur pengelolaan dan kebijakan suatu entitas.

Objek Penilaian dapat merupakan aset, liabilitas, entitas, ekuitas, kepentingan dan/atau kerugian ekonomis
yang dinilai.

Premi Kendali (Control Premium) adalah suatu jumlah atau persentase tertentu yang merupakan
penambah dari nilai suatu ekuitas sebagai cerminan dari tingkat pengendalian atas Objek Penilaian.

Rasio Penilaian (Valuation Multiple) adalah faktor dimana nilai atau harga sebagai pembilang (numerator)
dan data keuangan, operasional, atau data fisik sebagai penyebut (denominator).

Asumsi adalah sesuatu yang dianggap akan terjadi termasuk fakta, syarat, atau keadaan yang mungkin
dapat mempengaruhi Objek Penilaian atau Pendekatan Penilaian dan kewajarannya telah dianalisis oleh
Penilai Usaha sebagai bagian dari proses penilaian.

Dasar Penilaian adalah suatu penjelasan dan/atau pendefinisian tentang jenis nilai yang sedang diteliti
berdasarkan kriteria tertentu.

Kelangsungan Usaha (going concern) adalah suatu premis dalam penilaian, dimana Penilai Usaha
menganggap suatu perusahaan akan terus melanjutkan operasinya secara berkelanjutan.

Premis Nilai adalah Asumsi Nilai yang berhubungan dengan suatu kondisi transaksi yang dapat digunakan
pada Objek Penilaian.

Penilaian Piutang PT Bank Oke Indonesia, Tbk.                                                          I - 15
Page 17
Tanggal Penilaian adalah Tanggal pada saat Nilai, hasil penilaian, atau perhitungan manfaat ekonomi
dinyatakan.

Piutang adalah aset keuangan nonderivativ dengan pembayaran tetap atau telah ditentukan dan tidak
mempunyai kuotasi di pasar aktif.

Biaya Lelang adalah biaya yang berdasarkan peraturan perundang – undangan, dikenakan kepada Penjual
dan/atau Pembeli atas setiap pelaksanaan lelang, yang merupakan Penerimaan Negara Bukan Pajak.

Waktu Ekspos adalah estimasi waktu dari suatu aset yang dinilai, dianggap telah ditawarkan dalam suatu
pasar hipotetis untuk dijual sesuai definisi Nilai Pasar pada tanggal penilaian.

Junk Bond obligasi yang memiliki peringkat di bawah peringkat investasi dan resiko gagal bayar yang lebih
tinggi karena aliran pendapatan yang tidak pasti atau kurangnya jaminan. Resiko gagal bayar obligasi
meningkat selama penurunan ekonomi yang membuat utang tingkat bawah ini semakin beresiko.

Tingkat Diskonto adalah Suatu Tingkat Imbal Balik untuk mengkonversikan nilai di masa depan ke nilai
sekarang yang mencerminkan nilai waktu dari uang (time value of money) dan ketidakpastian atas
terealisasinya pendapatan ekonomi.




Penilaian Piutang PT Bank Oke Indonesia, Tbk.                                                     I - 16
Page 18
                                                BAB I
                                         LINGKUP PENUGASAN


1.1      Status Penilai

         ➢ Penilai Publik yang bertanda tangan di dalam Laporan Penilaian ini adalah Ir. Budi Prasodjo,
           M.Ec. Dev, MAPPI (Cert.) dengan kualifikasi Penilai Properti & Bisnis dengan Nomor Izin Penilai
           Publik No. PB-1.13.00375 berdasarkan Surat Keputusan Menteri Keuangan Nomor
           511/KM.1/2013 tanggal 23 Juli 2013. Penilai Publik juga telah terdaftar sebagai Profesi
           Penunjang Pasar Modal di Otoritas Jasa Keuangan/OJK (d/h Bapepam-LK) dengan Surat
           Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal No. STTD.PPB-09/PM.2/2018 Tanggal 6 Juni
           2018.
         ➢ Penilai Publik bertindak atas nama Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Sugianto Prasodjo dan
           Rekan yang beralamat di 18 Office Park Lantai 3 Unit A-3E, Jl. TB Simatupang, Kelurahan
           Kebagusan, Kecamatan Pasar Minggu, Kotamadya Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta
           dengan Nomor Izin Usaha KJPP No. 2.15.0131 dan terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
           (d/h Bapepam-LK) berdasarkan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal No. S-
           859/PM.223/2015.
         ➢ Penilai memiliki kompetensi dalam melakukan penilaian atas objek penilaian yang dimaksud
           sehingga tidak memerlukan bantuan tenaga ahli dari luar.
         ➢ Penilai dalam posisi untuk memberikan penilaian secara objektif dan tidak memihak.
         ➢ Penilai tidak memiliki potensi benturan kepentingan dengan subjek dan/atau objek penilaian.
         ➢ Seluruh Penilai, ahli dan staf pelaksana dalam penugasan ini di bawah koordinator Penilai
           berizin atau penanggung jawab laporan penilaian.

1.2      Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan

         Dalam penilaian ini yang dimaksud dengan pemberi tugas adalah PT Bank Oke Indonesia Tbk
         yang beralamat di Jl. Ir. H. Juanda No. 12 RT 014 RW 4, Kel. Kebon Kelapa, Kec. Gambir, Kota
         Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10120, dan pengguna laporan adalah PT Bank Oke Indonesia Tbk,
         PT Oke Asset Indonesia, dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK Pasar Modal).




Penilaian Piutang PT Bank Oke Indonesia, Tbk.                                                      I - 17
Page 19
1.3      Objek Penilaian

         Objek Penilaian yang dimaksud dalam lingkup penugasan ini adalah Penilaian Piutang milik
         PT Bank Oke Indonesia Tbk dengan rincian sebagai berikut:

                                      Objek Transaksi Penilaian Piutang PT Bank Oke Indonesia Tbk

                                                                                                                                                   dalam Rupiah penuh
         No           Nama Debitur                O/S            CKPN           NetO/S                                                 Jaminan


                                                                                             SHM 1424 (Denny Muliana)
          1    DENNY MULIANA                 18.156.596.115   11.722.482.917   6.434.113.198
                                                                                             SHM 1421 & SHM 1423 (Denny Muliana)
          2    VERONICA THALIB               17.816.151.349   10.715.675.616   7.100.475.733 SHM No.2375 & SHM No.2584 a.n Veronica Thalib
                                                                                             SHM 2650a.n SUGANDA
          3    DEBBIE RACHMAWATI TEGUH       12.982.736.229    9.375.000.000   3.607.736.229
                                                                                             SHM 36 & SHM 219
                                                                                             SHMRS NO. 241.XVI
                                                                                             SHMRS NO. 1672, 1673, 1700,1699,1228
          4    ANDREAS BUDI TJANDRA          11.451.441.493    8.955.800.663   2.495.640.830


           5   DAFIET DELIMA PUTERA SUGENG    5.345.858.147    3.755.640.453   1.590.217.694 SHM Nr.2541 & SHM Nr.2452 a.n Dafiet Delima Putera Sugeng
           6   TJONG KOK SIAN                 1.000.000.000       18.330.000     981.670.000 SHM.1557 & SHM.1558
           7   YUDISTIRA EDYANTO              4.800.000.000    1.589.408.000   3.210.592.000 SHM No. 71, SHM No. 75, & SHM No. 126 (a.n Yudistira Edyanto)
           8   MULTIDORA BERCA LESTARI PT     3.503.075.526    1.996.231.360   1.506.844.166 SHM No. 03376 & SHM No. 03382 a.n Arifianti Dewi
           9   FANDY SANTOSO TANGGARA TAN     2.948.278.384      934.041.943   2.014.236.441 SHM No 3038 a.n Fandy Santoso
          10   LUSIANA                        8.245.518.169    8.245.518.169               - SHGB 497 a.n LusianaExpired 03 April 2029
          11   HOLLAD                         1.097.702.164    1.097.702.164               - SHM No. 210 an. Hollad
          12   SUSAN CHRISTINETIO             1.325.726.815    1.325.726.815               - SHM No. 23731. SUSAN CHRISTINETIO (TIO, MU HAN),2. KELVIN SUWANTHO (KELVIN),3. JEFVLIN.
                                                                                             SHPTU Nr.056655, SHPTU Nr.056656, SHPTU Nr.056657
          13 TJHAI WIDODO                     2.000.000.000    2.000.000.000               -
                                                                                             SHPTU Nr.056659, SHPTU Nr.056660, SHPTU Nr.056661
          14 LATIF                            2.000.000.000    2.000.000.000               - SHM 1477A.N LATIF
          15 BERRYS INTERNASIONAL PT            643.894.270      643.894.270               - SHM No.1446 (Raka Iman Topan)
                                                                                             SHM No. 11961 (Nyonya Rianti Cristina)Rumah tinggal (Kontrakan),
          16 RIANTI CRISTINA                  6.463.082.989    6.463.082.989               -
                                                                                             SHM No. 3816 (Nyonya Rianti Cristina)

         Sumber: Manajemen Perseroan

1.4      Jenis Mata Uang

         Jenis mata uang yang digunakan dalam Laporan Penilaian ini adalah mata uang Rupiah.

1.5      Maksud dan Tujuan Penilaian

         Maksud Penilaian ini adalah untuk memberikan opini tentang Nilai Pasar (Market Value) Piutang
         milik PT Bank Oke Indonesia Tbk dengan Nilai Pasar sebagai Dasar Penilaian terhadap objek yang
         dinilai pada tanggal penilaian dengan Pendekatan yang sesuai terhadap objek yang dinilai terkait
         rencana transaksi jual beli piutang.

         Kami tidak merekomendasikan penggunaan laporan ini selain hanya untuk maksud/tujuan yang
         tercantum di atas dan bukan untuk tujuan lainnya.

1.6      Dasar Nilai

         Dasar nilai yang digunakan adalah Nilai Pasar sebagai Dasar Penilaian. Basis Nilai Pasar disini
         seperti didefinisikan sebagai berikut:

         NILAI PASAR
         (Market Value)

         “Adalah estimasi sejumlah uang yang dapat diperoleh dari hasil penukaran suatu aset atau liabilitas
         pada tanggal penilaian, antara pembeli yang berniat membeli dan penjual yang berniat menjual


Penilaian Piutang PT Bank Oke Indonesia, Tbk.                                                                                                                                I - 18
Page 20
         dalam suatu transaksi bebas ikatan yang pemasarannya dilakukan secara layak dimana kedua pihak
         masing-masing bertindak atas dasar pemahaman yang dimilikinya, kehati-hatian dan tanpa
         paksaan”. (POJK 35/POJK.04/2020 pasal 1 ayat 14 dan SPI 101.3.1)

1.7      Tanggal Penilaian

         Tanggal penilaian diartikan dalam SPI sebagai tanggal pada saat nilai dinyatakan dan diberlakukan.
         Tanggal ini berbeda dengan tanggal laporan penilaian yang akan diterbitkan atau tanggal penutupan
         laporan keuangan. Dalam lingkup penugasan ini tanggal penilaian adalah 31 Desember 2025.

1.8      Tingkat Kedalaman Investigasi

         Penilaian ini dilakukan dengan batasan investigasi sebagai berikut:

         ➢ Data dan informasi atas objek dan kelengkapannya kami peroleh dari pemberi tugas dan/atau
           pemilik aset/properti serta pihak terkait lainnya. Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan
           memberikan pembebasan tanggungjawab apapun kepada KJPP Sugianto dan Rekan apabila
           data dan informasi tersebut tidak benar/tidak sesuai dengan fakta sebenarnya.
         ➢ Investigasi dilakukan melalui proses pengumpulan data dengan cara inspeksi, penelaahan,
           perhitungan dan analisis.
         ➢ Inspeksi dilakukan dengan disertai surat tugas atau persetujuan inspeksi serta dilengkapi berita
           acara inspeksi yang ditandatangani oleh Pemberi Tugas dan/atau pemilik objek atau pihak yang
           dikuasakan.
         ➢ Kami telah melakukan verifikasi terhadap keseluruhan atau bagian dari objek, yang diperlukan
           dan dianggap penting dalam pelaksanaan penugasan. Bila diketahui pemeriksaan/verifikasi
           tidak dapat dilakukan atau memiliki keterbatasan, maka hal-hal tersebut akan dinyatakan dalam
           berita acara perubahan Surat Perjanjian Kerja (SPK) yang ditandatangani oleh Penilai, Pemberi
           Tugas dan/atau Pemilik Objek.
         ➢ Dalam penilaian, kami telah melakukan inspeksi lapangan dan melakukan wawancara
           manajemen berdasarkan data yang diberikan oleh pemberi tugas.
         ➢ Pemilik perusahaan yang piutangnya dinilai tidak memberikan pembatasan terhadap penilai
           dalam melakukan inspeksi, penelaahan perhitungan dan analisis dalam penilaian ini.
         ➢ Penugasan penilaian adalah bukan dan tidak dianggap sebagai, kajian atau audit atau
           pelaksanaan prosedur tertentu pada informasi keuangan. Penugasan penilaian ini dilakukan
           bukan dengan tujuan untuk menemukan kelemahan pengawasan internal, kesalahan atau
           kecurangan pada laporan keuangan, implikasi perpajakan ataupun pelanggaran hukum.

1.9      Sifat dan Sumber Informasi yang Dapat Diandalkan

         Informasi dan data yang relevan namun tidak membutuhkan verifikasi, dapat disetujui untuk
         digunakan sepanjang sumber data tersebut dipublikasikan pada tingkat nasional maupun
         internasional. Sumber data tersebut antara lain bersumber dari:
         ➢ Bank Indonesia
         ➢ Bursa Efek Indonesia atau negara lain
         ➢ Data Pemerintah termasuk data dari Badan Pusat Statistik


Penilaian Piutang PT Bank Oke Indonesia, Tbk.                                                       I - 19
Page 21
         ➢ Data riset dari lembaga independaen
         ➢ Informasi dari media massa elektronik


         Selain itu laporan penilaian ini dibuat berdasarkan informasi sebagai berikut:
         • Laporan Keuangan Audited PT Bank Oke Indonesia Tbk per 31 Desember Tahun 2021, 2022,
             2023, 2024, dan 2025 yang telah di audit.
         • Berbagai data pasar dan industri yang dikumpulkan dan diolah oleh KJPP Sugianto Prasodjo
             dan Rekan.
         • Data ekonomi makro yang diambil dari berbagai laporan yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia
             dan Biro Pusat Statistik.
         • Hasil wawancara dengan manajemen PT Bank Oke Indonesia Tbk.
         • Kami telah melakukan verifikasi terhadap data yang diberikan oleh
             PT Bank Oke Indonesia Tbk.
         • Kami telah mendapatkan dokumen legalitas perusahaan berupa akta pendirian dan
             perubahannya dan kami telah melakukan verifikasi sesuai lingkup pekerjaan kami.

1.10     Asumsi- Asumsi dan Kondisi Pembatas

         Kami menegaskan bahwa dalam penilaian ini kami tidak memperhitungkan biaya dan pajak yang
         terjadi karena adanya jual beli, sesuai dengan yang diatur di dalam Standar Penilaian Indonesia.
         Asumsi adalah hal yang wajar untuk diterima sebagai fakta dalam konteks perusahaan penilaian
         tanpa penyelidikan tertentu atau verifikasi, hal tersebut dinyatakan untuk dapat diterima dalam
         pemahaman penilaian.

         Asumsi dan kondisi pembatas dalam penilaian ini adalah sebagai berikut:
         ➢ Laporan ini adalah Laporan Penilaian yang bersifat non-disclaimer opinion
         ➢ Penilaian ini didasarkan pada proyeksi keuangan yang telah disesuaikan yang mencerminkan
            kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen dengan kemampuan
            pencapaiannya (fiduciary duty).
         ➢ Penilai bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian dan kewajaran proyeksi keuangan yang
            telah disesuaikan dengan persetujuan dari manajemen.
         ➢ Penilai bertanggung jawab atas Laporan Penilaian dan kesimpulan Nilai
         ➢ Penilai telah memperoleh informasi atas status hukum obyek Penilaian dari pemberi tugas
         ➢ Penilai tidak melakukan penyelidikan atas legalitas dokumen-dokumen yang digunakan dalam
            proses penilaian.
         ➢ Data dan informasi yang diterima Penilai dari Pemberi Tugas diasumsikan benar dan dapat
            dipertanggungjawabkan dan apabila ternyata data dan informasi tersebut tidak benar maka
            Pemberi Tugas membebaskan Penilai dan KJPP Sugianto Prasodjo dan Rekan dari tanggung
            jawab atas hasil penilaian yang tidak tepat dikarenakan kesalahan tersebut.
         ➢ Penilai dibebaskan dari segala tuntutan dan kewajiban yang berkaitan dengan penggunaan
            laporan yang tidak sesuai dengan tujuan dan kepentingan dari laporan penilaian.
         ➢ Seluruh data dan informasi yang diperoleh dari manajemen Objek Penilaian adalah benar
         ➢ Tidak ada dispute pajak yang bersifat material dan seluruh kewajiban pajak dapat dipenuhi oleh
            Objek Penilaian.



Penilaian Piutang PT Bank Oke Indonesia, Tbk.                                                     I - 20
Page 22
         Asumsi khusus adalah asumsi yang berbeda dari fakta yang sebenarnya pada tanggal penilaian
         atau hal yang tidak akan diberatkan oleh sebagian kecil pelaku pasar dalam suatu transaksi pada
         tanggal penilaian. Dalam penugasan ini asumsi-asumsi yang digunakan adalah asumsi yang berlaku
         atau relevan dengan kondisi pada tanggal penilaian dan tidak ada asumsi khusus yang digunakan.

         Asumsi yang digunakan untuk penilaian ini sesuai dengan KEPI & SPI Edisi VII - 2018.

1.11     Pendekatan Penilaian

         Dikenal tiga pendekatan yang digunakan di dalam proses penilaian yakni Pendekatan Pasar,
         Pendekatan Pendapatan dan Pendekatan Biaya. Pendekatan tersebut dapat dilakukan bersama-
         sama sekaligus atau sendiri-sendiri. Untuk menentukan pendekatan mana yang akan dilakukan
         sangat tergantung pada objek yang dinilai serta mempertimbangkan ketersediaan data yang
         diperlukan untuk dapat melaksanakan penilaian.

         Sesuai dengan jenis dan klasifikasi objek yang dinilai serta memperhatikan pengalaman penilaian
         sebelumnya dan merujuk kepada Standar Penilaian Indonesia (SPI), maka untuk penilaian piutang
         milik PT Bank Oke Indonesia Tbk kami menggunakan Pendekatan Pendapatan.

1.12     Data dan Informasi

         a. Perizinan dan Legalitas

         Data perizinan dan legalitas yang dimiliki oleh PT Bank Oke Indonesia Tbk adalah sebagai berikut:
         • Akta Pendirian dengan nama PT. Liman International Bank No. 99 tanggal 15 Agustus 1990
             yang dibuat di hadapan James Herman Rahardjo S.H., Notaris di Jakarta.
         • Surat Pengesahan Akta Pendirian yang ditetapkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia
             No. C2-2703.HT.01.01.TH’91 tanggal 3 Juli 1991.
         • Surat Bank Indonesia No.24/381/UPBD/PBD2 tanggal 21 November 1991 Tentang Pemberian
             izin usaha Bank Umum kepada Bank Liman International.
         • Akta Pernyataan Keputusan Rapat Perubahan Anggaran Dasar PT Bank Liman International
             No. 56 pada tanggal 17 September 2008 oleh Notaris James Herman Rahardjo S.H., yang telah
             diterima dan dicatat dalam database Sistem Administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum
             dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat No. AHU-89275.AH.01.02
             Tahun 2008 tanggal 24 November 2008.
         • Akta No. 27 tentang Persetujuan perubahan nama dari PT Bank Liman International menjadi
             PT Bank Dinar Indonesia dan Perubahan data perseroan PT Bank Dinar Indonesia pada
             tanggal 23 Mei 2012 oleh Notaris Dewi Kusumawati, S.H., yang telah diterima dan dicatat dalam
             database Sistem Administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia
             Republik Indonesia berdasarkan Surat No. AHU-AH.01.10-24622 dan Surat No. AHU-
             AH.01.10-24621 pada tanggal 5 Juli 2012.
         • Salinan Keputusan Gubernur Bank Indonesia No.14/75/KEP.GBI/2012 Tentang Perubahan
             penggunaan izin usaha atas nama PT Liman International Bank menjadi izin usaha atas nama
             PT Bank Dinar Indonesia.
         • Akta Pernyataan Keputusan Rapat Perubahan Anggaran Dasar dan Perubahan Badan Hukum
             Perseroan Terbatas PT Bank Dinar Indonesia Tbk No. 4 tanggal 5 Juni 2014 oleh Notaris

Penilaian Piutang PT Bank Oke Indonesia, Tbk.                                                      I - 21
Page 23
             Tjhong Sendrawan, S.H., yang telah diterima dan dicatat dalam database Sistem Administrasi
             Badan Hukum Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan
             Surat No. AHU-02793.40.21.2014 dan Surat No. AHU-03715.40.20.2014 pada tanggal 10 Juni
             2014.
         •   Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 88 pada tanggal 21 Mei 2015 oleh Notaris Eliwaty Tjitra,
             S.H., yang telah diterima dan dicatat dalam database Sistem Administrasi Badan Hukum
             Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat No. AHU-
             AH.01.03-0943482 tanggal 18 Juni 2015.
         •   Akta No. 5 tanggal 5 Juli 2019 tentang Penggabungan Perseroan PT Bank Oke Indonesia
             kedalam PT Bank Dinar Indonesia Tbk, oleh Notaris Dewi Kusumawati, S.H., yang telah
             diterima dan dicatat dalam database Sistem Administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum
             dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat No. AHU-AH.01.10-0008817
             pada tanggal 8 Juli 2019.
         •   Akta Pernyataan Keputusan Rapat Perubahan Anggaran Dasar dan Perubahan Data
             Perseroan PT Bank Dinar Indonesia Tbk No. 6 tanggal 5 Juli 2019 oleh Notaris Dewi
             Kusumawati, S.H., yang telah diterima dan dicatat dalam database Sistem Administrasi Badan
             Hukum Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat
             No. AHU-AH.01.03-0295219 pada tanggal 8 Juli 2019.
         •   Salinan Keputusan Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Nomor KEP-
             104/D.03/2019 Tentang Izin rencana akuisisi 77,38% saham PT Bank Dinar Indonesia Tbk oleh
             APRO Financial Co.,Ltd.
         •   Salinan Keputusan Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Nomor KEP-
             104/D.03/2019 Tentang Pemberian izin penggabungan usaha (merger) PT Bank Oke Indonesia
             ke dalam PT Bank Dinar Indonesia Tbk.
         •   Akta Pernyataan Keputusan Rapat Perubahan Anggaran Dasar PT Bank Oke Indonesia Tbk
             No. 23 pada tanggal 22 Juli 2019 oleh Notaris Dewi Kusumawati, S.H., yang telah diterima dan
             dicatat dalam database Sistem Administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum dan Hak Asasi
             Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat No. AHU-0040123.AH.01.02 Tahun 2019 pada
             tanggal 22 Juli 2019.
         •   Akta No. 1 tanggal 12 Januari 2021 tentang Perubahan susunan pengurus PT Bank Oke
             Indonesia Tbk oleh Notaris Dr. Agung Iriantoro S.H., MH.
         •   Akta Pernyataan Keputusan Rapat Perubahan Anggaran Dasar PT Bank Oke Indonesia Tbk
             No. 03 Tanggal 07 Juni 2021 yang dibuat oleh Notaris Dr. Agung Iriantoro S.H., MH, yang telah
             diterima dan dicatat dalam database Sistem Administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum
             dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat No. AHU-AH.01.03-0359070
             tanggal 8 Juni 2021.
         •   Akta No. 17 tentang Pernyataan penegasan pengangkatan dalam jabatan Direksi dan
             Komisaris PT Bank Oke Indonesia Tbk oleh Notaris Dr. Agung Iriantoro S.H., MH, yang telah
             diterima dan dicatat dalam database Sistem Administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum
             dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat No. AHU-AH.01.03-0389101
             pada tanggal 21 Juni 2021.
         •   Nomor Induk Berusaha (NIB) PT. Bank Oke Indonesia Tbk dengan Nomor: 9120501831933
             pada tanggal 23 Februari 2022.
         •   Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dengan Nomor: 01.548.056.9-054.000 atas nama Bank
             Oke Indonesia Tbk.


Penilaian Piutang PT Bank Oke Indonesia, Tbk.                                                      I - 22
Page 24
         •        Salinan Keputusan Deputi Komisioner Pengawas Perbankan I Otoritas Jasa Keuangan Nomor
                  KEP-67/PB.1/2019 tentang Penetapan penggunaan izin usaha atas nama PT Bank Dinar
                  Indonesia Tbk menjadi izin usaha atas nama PT Bank Oke Indonesia Tbk.


         b. Tingkat Kepemilikan & Sifat Pengendalian Objek Penilaian

         Susunan pemegang saham PT. Bank Oke Indonesia,Tbk dan besarannya masing-masing dengan
         rincian sebagai berikut:
                                  Struktur Permodalan dan Pemegang Saham




         Sumber: Laporan Keuangan PT Bank Oke Indonesia Tbk per 31 Desember 2025


         c. Jenis Objek Penilaian dan Hak yang Melekat

         Objek dalam penilaian piutang ini adalah outstanding aset kredit, dimana semua aset ini yang
         mendasari adanya piutang dan diperkuat dengan jaminan aset serta personal guarantee dari masing
         – masing debitur yang terkait.

                                       Objek Transaksi Penilaian Piutang PT Bank Oke Indonesia Tbk

          No            Nama Debitur                O/S            CKPN           NetO/S                                                 Jaminan


                                                                                               SHM 1424 (Denny Muliana)
             1   DENNY MULIANA                 18.156.596.115   11.722.482.917   6.434.113.198
                                                                                               SHM 1421 & SHM 1423 (Denny Muliana)
             2   VERONICA THALIB               17.816.151.349   10.715.675.616   7.100.475.733 SHM No.2375 & SHM No.2584 a.n Veronica Thalib
                                                                                               SHM 2650a.n SUGANDA
             3   DEBBIE RACHMAWATI TEGUH       12.982.736.229    9.375.000.000   3.607.736.229
                                                                                               SHM 36 & SHM 219
                                                                                               SHMRS NO. 241.XVI
                                                                                               SHMRS NO. 1672, 1673, 1700,1699,1228
             4   ANDREAS BUDI TJANDRA          11.451.441.493    8.955.800.663   2.495.640.830


           5     DAFIET DELIMA PUTERA SUGENG    5.345.858.147    3.755.640.453   1.590.217.694 SHM Nr.2541 & SHM Nr.2452 a.n Dafiet Delima Putera Sugeng
           6     TJONG KOK SIAN                 1.000.000.000       18.330.000     981.670.000 SHM.1557 & SHM.1558
           7     YUDISTIRA EDYANTO              4.800.000.000    1.589.408.000   3.210.592.000 SHM No. 71, SHM No. 75, & SHM No. 126 (a.n Yudistira Edyanto)
           8     MULTIDORA BERCA LESTARI PT     3.503.075.526    1.996.231.360   1.506.844.166 SHM No. 03376 & SHM No. 03382 a.n Arifianti Dewi
           9     FANDY SANTOSO TANGGARA TAN     2.948.278.384      934.041.943   2.014.236.441 SHM No 3038 a.n Fandy Santoso
          10     LUSIANA                        8.245.518.169    8.245.518.169               - SHGB 497 a.n LusianaExpired 03 April 2029
          11     HOLLAD                         1.097.702.164    1.097.702.164               - SHM No. 210 an. Hollad
          12     SUSAN CHRISTINETIO             1.325.726.815    1.325.726.815               - SHM No. 23731. SUSAN CHRISTINETIO (TIO, MU HAN),2. KELVIN SUWANTHO (KELVIN),3. JEFVLIN.
                                                                                               SHPTU Nr.056655, SHPTU Nr.056656, SHPTU Nr.056657
          13 TJHAI WIDODO                       2.000.000.000    2.000.000.000               -
                                                                                               SHPTU Nr.056659, SHPTU Nr.056660, SHPTU Nr.056661
          14 LATIF                              2.000.000.000    2.000.000.000               - SHM 1477A.N LATIF
          15 BERRYS INTERNASIONAL PT              643.894.270      643.894.270               - SHM No.1446 (Raka Iman Topan)
                                                                                               SHM No. 11961 (Nyonya Rianti Cristina)Rumah tinggal (Kontrakan),
          16 RIANTI CRISTINA                    6.463.082.989    6.463.082.989               -
                                                                                               SHM No. 3816 (Nyonya Rianti Cristina)

         Sumber : Manajemen Perseroan




Penilaian Piutang PT Bank Oke Indonesia, Tbk.                                                                                                                                 I - 23
Page 25
         d. Tenaga Ahli dan Hasil Pekerjaan Tenaga Ahli

         Dalam penilaian piutang milik PT Bank Oke Indonesia Tbk kami tidak mendasarkan penilaian pada
         hasil kerja tenaga ahli dikarenakan bidang usaha yang dijalani oleh perusahaan tidak memerlukan
         pendapat dari tenaga ahli.

         e.          Uraian Penilai Properti dan Hasil Penilaian Properti yang Digunakan

         Dalam penilaian piutang milik PT Bank Oke Indonesia Tbk kami menggunakan hasil penilaian
         properti yang disusun oleh KJPP rekanan PT Bank Oke Indonesia Tbk yang juga terdaftar di Otoritas
         Jasa Keuangan (OJK). Adapun rinciannya adalah sebagai berikut:

                                                                                   Hasil Penilaian Properti Objek Penilaian
                                                                                                                                                                                                                   Laporan Penilaian
                                                                                                                                                                                                                     Properti KJPP
          No             Nama Debitur                O/S                                                 Jaminan                                             No. Laporan Penilaian Properti      Tanggal Laporan
                                                                                                                                                                                                                      Nilai Pasar
                                                               SHM 1424 (Denny Muliana)                                                                  00032/2.0179-00/PI/07/0701/1/III/2026    26 Maret 2026         6.825.200.000
              1   DENNY MULIANA                 18.156.596.115
                                                               SHM 1421 & SHM 1423 (Denny Muliana)                                                       00033/2.0179-00/PI/07/0701/1/III/2026    26 Maret 2026         9.460.000.000
              2   VERONICA THALIB               17.816.151.349 SHM No.2375 & SHM No.2584 a.n Veronica Thalib                                             00034/2.0179-00/PI/07/0701/1/III/2026    26 Maret 2026        27.368.200.000
                                                               SHM 2650a.n SUGANDA                                                                       00035/2.0179-00/PI/07/0701/1/III/2026    26 Maret 2026        15.518.300.000
              3   DEBBIE RACHMAWATI TEGUH       12.982.736.229
                                                               SHM 36 & SHM 219                                                                          00036/2.0179-00/PI/07/0701/1/III/2026    26 Maret 2026         6.679.400.000
                                                               SHMRS NO. 241.XVI                                                                         00037/2.0179-00/PI/07/0701/1/III/2026    26 Maret 2026         1.055.000.000
                                                               SHMRS NO. 1672, 1673, 1700,1699,1228                                                      00038/2.0179-00/PI/07/0701/1/III/2026    26 Maret 2026         2.897.000.000
              4   ANDREAS BUDI TJANDRA          11.451.441.493
                                                                                                                                                         00039/2.0179-00/PI/07/0701/1/III/2026    26 Maret 2026         3.047.000.000
                                                                                                                                                         00040/2.0179-00/PI/07/0701/1/III/2026    26 Maret 2026         2.889.000.000
           5      DAFIET DELIMA PUTERA SUGENG    5.345.858.147 SHM Nr.2541 & SHM Nr.2452 a.n Dafiet Delima Putera Sugeng                                 00041/2.0179-00/PI/07/0701/1/III/2026    26 Maret 2026         5.494.000.000
           6      TJONG KOK SIAN                 1.000.000.000 SHM.1557 & SHM.1558                                                                       00042/2.0179-00/PI/07/0701/1/III/2026    26 Maret 2026         1.941.000.000
           7      YUDISTIRA EDYANTO              4.800.000.000 SHM No. 71, SHM No. 75, & SHM No. 126 (a.n Yudistira Edyanto)                             00043/2.0179-00/PI/07/0701/1/III/2026    26 Maret 2026         9.656.200.000
           8      MULTIDORA BERCA LESTARI PT     3.503.075.526 SHM No. 03376 & SHM No. 03382 a.n Arifianti Dewi                                          00044/2.0179-00/PI/07/0701/1/III/2026    26 Maret 2026         3.197.100.000
           9      FANDY SANTOSO TANGGARA TAN     2.948.278.384 SHM No 3038 a.n Fandy Santoso                                                             00045/2.0179-00/PI/07/0701/1/III/2026    26 Maret 2026         4.490.000.000
          10      LUSIANA                        8.245.518.169 SHGB 497 a.n LusianaExpired 03 April 2029                                                 00046/2.0179-00/PI/07/0701/1/III/2026    26 Maret 2026         9.277.000.000
          11      HOLLAD                         1.097.702.164 SHM No. 210 an. Hollad                                                                    00047/2.0179-00/PI/07/0701/1/III/2026    26 Maret 2026         1.459.200.000
          12      SUSAN CHRISTINETIO             1.325.726.815 SHM No. 23731. SUSAN CHRISTINETIO (TIO, MU HAN),2. KELVIN SUWANTHO (KELVIN),3. JEFVLIN.   00048/2.0179-00/PI/07/0701/1/III/2026    26 Maret 2026         1.684.500.000
                                                               SHPTU Nr.056655, SHPTU Nr.056656, SHPTU Nr.056657                                         00049/2.0179-00/PI/07/0701/1/III/2026    26 Maret 2026         1.311.000.000
          13 TJHAI WIDODO                        2.000.000.000
                                                               SHPTU Nr.056659, SHPTU Nr.056660, SHPTU Nr.056661                                         00050/2.0179-00/PI/07/0701/1/III/2026    26 Maret 2026         2.640.000.000
          14 LATIF                               2.000.000.000 SHM 1477A.N LATIF                                                                         00051/2.0179-00/PI/07/0701/1/III/2026    26 Maret 2026         2.570.400.000
          15 BERRYS INTERNASIONAL PT               643.894.270 SHM No.1446 (Raka Iman Topan)                                                             00052/2.0179-00/PI/07/0701/1/III/2026    26 Maret 2026         4.298.400.000
                                                               SHM No. 11961 (Nyonya Rianti Cristina)Rumah tinggal (Kontrakan),                          00053/2.0179-00/PI/07/0701/1/III/2026    26 Maret 2026         5.608.600.000
          16 RIANTI CRISTINA                     6.463.082.989
                                                               SHM No. 3816 (Nyonya Rianti Cristina)                                                     00054/2.0179-00/PI/07/0701/1/III/2026    26 Maret 2026         1.951.400.000
                           Total                99.780.061.650                                                                                                                                                        131.317.900.000


         Sumber : Laporan Penilaian Properti KJPP Pical Niken Tjahjono dan Rekan

         f.          Informasi Keuangan

         Laporan penilaian ini dibuat berdasarkan informasi Laporan Keuangan PT Bank Oke Indonesia
         Tbk periode :
         a. Laporan Keuangan PT Bank Oke Indonesia Tbk Tanggal 31 Desember 2021 serta Tahun
            yang Berakhir pada Tanggal Tersebut yang telah diaudit oleh KAP Paul Hadiwinata,
            Hidajat, Arsono, Retno, Palilingan & Rekan dengan pendapat bahwa laporan keuangan
            tersebut menyajikan secara wajar dalam semua hal yang material.
         b. Laporan Keuangan PT Bank Oke Indonesia Tbk Tanggal 31 Desember 2022 serta Tahun
            yang Berakhir pada Tanggal Tersebut yang telah diaudit oleh KAP Paul Hadiwinata,
            Hidajat, Arsono, Retno, Palilingan & Rekan dengan pendapat bahwa laporan keuangan
            tersebut menyajikan secara wajar dalam semua hal yang material.
         c. Laporan Keuangan PT Bank Oke Indonesia Tbk Tanggal 31 Desember 2023 serta Tahun
            yang Berakhir pada Tanggal Tersebut yang telah diaudit oleh KAP Paul Hadiwinata,
            Hidajat, Arsono, Retno, Palilingan & Rekan dengan pendapat bahwa laporan keuangan
            tersebut menyajikan secara wajar dalam semua hal yang material.
         d. Laporan Keuangan PT Bank Oke Indonesia Tbk Tanggal 31 Desember 2024 serta Tahun
            yang Berakhir pada Tanggal Tersebut yang telah diaudit oleh KAP Paul Hadiwinata,
            Hidajat, Arsono, Retno, Palilingan & Rekan dengan pendapat bahwa laporan keuangan
            tersebut menyajikan secara wajar dalam semua hal yang material.
         e. Laporan Keuangan PT Bank Oke Indonesia Tbk Tanggal 31 Desember 2025 serta Tahun

Penilaian Piutang PT Bank Oke Indonesia, Tbk.                                                                                                                                                                              I - 24
Page 26
            yang Berakhir pada Tanggal Tersebut yang telah diaudit oleh KAP Paul Hadiwinata,
            Hidajat, Arsono, Retno, Palilingan & Rekan dengan pendapat bahwa laporan keuangan
            tersebut menyajikan secara wajar dalam semua hal yang material.
         f. Hasil wawancara dengan manajemen Perseroan dan pihak lain yang kami anggap layak
            dan relevan guna mengumpulkan dan menganalisis data dan informasi untuk keperluan
            proses penilaian.
         g. Data dan informasi pendukung lainnya dari pihak eksternal Perseroan baik dari media
            cetak maupun media elektronik mengenai kondisi pasar dan industri.

         g.   Dokumen dan Sumber Informasi Terkait Entitas

         Penilaian ini didasarkan pada analisa dan perhitungan atas piutang milik PT Bank Oke Indonesia
         Tbk yang dinilai sesuai dengan data dan informasi yang diperoleh, yaitu:
         • Laporan Keuangan PT Bank Oke Indonesia Tbk per 31 Desember 2021, 2022, 2023, 2024,
             dan 2025 yang telah di audit.
         • Legalitas dan Perizinan PT Bank Oke Indonesia Tbk.
         • Rincian piutang beserta dengan saldo outstandingnya yang diberikan oleh pihak manajemen
             Perseroan.
         • Laporan Penilaian Aset terkait piutang yang disusun oleh beberapa KJPP Rekanan PT Bank
             Oke Indonesia Tbk yang terdaftar di OJK.
         • Hasil diskusi dengan manajemen.

1.13     Ruang Lingkup

         Lingkup pekerjaan mengacu kepada prosedur penilaian yang berlaku secara umum. Secara garis
         besar lingkup pekerjaan dapat dijelaskan sebagai berikut:




Penilaian Piutang PT Bank Oke Indonesia, Tbk.                                                   I - 25
Page 27
1.14     Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian

         Dalam pemahaman terbaik kami berdasarkan informasi publik yang tersedia, kami berpendapat
         tidak ada kejadian penting setelah tanggal penilaian yang dapat secara signifikan mempengaruhi
         hasil penilaian.

1.15     Konfirmasi bahwa Penilaian Dilakukan Berdasarkan SPI

         Dalam penilaian ini kami berpedoman pada Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI) & Standar
         Penilaian Indonesia (SPI) EDISI VII - 2018, serta POJK No. 35/POJK.04/ 2020 tentang Penilaian
         dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal.

1.16     Pernyataan Independensi Penilai

         Dalam mempersiapkan laporan Penilaian ini kami bertindak secara independen tanpa adanya
         benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Objek Penilaian ataupun pihak-pihak yang
         terafiliasi dengan Objek Penilaian. SPR juga tidak memiliki kepentingan ataupun keuntungan pribadi
         terkait dengan penugasan ini. Laporan Penilaian ini tidak ditujukan untuk memberikan keuntungan
         atau merugikan pihak manapun. Imbalan jasa yang kami terima sama sekali tidak dipengaruhi oleh
         nilai yang dihasilkan.

1.17     Penugasan Bersama (Second Opinion)

         Sebagai pelaksanaan dari ketentuan sebagaimana tercantum dalam kontrak kerja penugasan,
         penilai telah melakukan konfirmasi kepada Pemberi Tugas bahwa objek penilaian dimaksud, tidak
         sedang atau telah dinilai oleh Penilai Publik lainnya dalam jangka waktu kurang dari dua bulan, baik
         untuk maksud, tujuan, pengguna laporan maupun tanggal penilaian yang sama atau berdekatan.

         Dengan demikian, pelaksanaan penilaian ini tidak termasuk dalam katagori penugasan bersama
         (second opinion) dan dilakukan secara independen sesuai dengan ruang lingkup yang telah
         disepakati dalam kontrak kerja penugasan.




Penilaian Piutang PT Bank Oke Indonesia, Tbk.                                                         I - 26
Page 28
                                                BAB II
                                         PROFIL PERUSAHAAN


2.1      Profil Perusahaan

         PT Bank Oke Indonesia Tbk (dahulu PT Bank Liman International) ("Bank") berkedudukan di Jakarta
         Pusat didirikan pada tanggal 15 Agustus 1990 berdasarkan akta notaris James Herman Rahardjo,
         S.H., No.99 tanggal 15 Agustus 1990. Bank memperoleh izin usaha untuk beroperasi sebagai bank
         umum berdasarkan Surat Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia
         No.1098/KMK.013/1991 tanggal 9 November 1991. Bank memulai operasi komersilnya pada tahun
         1991. Untuk memenuhi ketentuan Undang-undang No.40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas,
         telah dilakukan penyesuaian terhadap Anggaran Dasar Bank. Penyesuaian tersebut dinyatakan
         dalam Akta Notaris James Herman Rahardjo, S.H., No.56 tanggal 17 September 2008 dan telah
         mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat
         Keputusan No.AHU-89275.AH.01.02 Tahun 2008 tanggal 24 November 2008.

         Anggaran Dasar Bank telah mengalami beberapa kali perubahan, berdasarkan akta notaris No.22
         tanggal 9 Februari 2012 dari Notaris Hizmelina, S.H., mengenai perubahan modal dasar dari
         Rp50.000.000.000 menjadi Rp200.000.000.000 dan telah mendapat persertujuan dari Menteri
         Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No.AHU-07717.AH.01.02 Tahun 2012 tanggal
         14 Februari 2012 dan dicatat dalam database Sisminbakum Departemen Hukum dan Hak Asasi
         Manusia Republik Indonesia berdasarkan surat No.AHU-AH.01.10-05949 tanggal 21 Februari 2012.

         Berdasarkan akta notaris Dewi Kusumawati, S.H., No.27 tanggal 23 Mei 2012 tentang perubahan
         Anggaran Dasar mengenai penerbitan saham dalam portepel guna penambahan modal disetor
         Bank, perubahan susunan Direksi dan Komisaris Bank, serta pengajuan dan persetujuan nama
         Bank yang baru yaitu PT Bank Dinar Indonesia. Perubahan Anggaran Dasar tersebut telah
         mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No.AHU-
         33753.AH.01.02 Tahun 2012 tanggal 20 Juni 2012 dan dicatat dalam database Sisminbakum
         Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan surat No.AHU
         AH.01.10-24622 dan No.AHU-AH.01.10-24621 tanggal 5 Juli 2012. Pergantian nama Bank tersebut
         telah mendapat persetujuan dari Bank Indonesia berdasarkan Keputusan Gubernur Bank Indonesia
         No.14/75/KEP.GBI/2012, tanggal 25 Oktober 2012.

         Berdasarkan akta notaris Tjhong Sendrawan, S.H., No.2 tanggal 9 Desember 2013 mengenai
         peningkatan modal dasar menjadi Rp500.000.000.000, peningkatan modal disetor menjadi
         Rp175.000.000.000 dan perubahan status bank dari tertutup menjadi terbuka dan telah mendapat
         persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No.AHU-
         66790.AH.01.02 Tahun 2013, tanggal 19 Desember 2013, terakhir berdasarkan akta notaris Tjhong
         Sendrawan, S.H., No.15 tanggal 17 Oktober 2014 mengenai peningkatan modal disetor menjadi
         Rp225.000.000.000 dan telah mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
         Republik Indonesia No.AHU-07586.40.21.2014 tanggal 21 Oktober 2014.




Penilaian Piutang PT. Bank Oke Indonesia, Tbk                                                    II - 1
Page 29
         Pada tanggal 8 Juli 2019, Bank melakukan penggabungan usaha (merger) dengan PT Bank Oke
         Indonesia yang berkedudukan di Jakarta. Keputusan Merger ini dituangkan dalam akta No.5 tanggal
         5 Juli 2019 yang dibuat dihadapan Dewi Kusumawati, S.H., notaris di Jakarta.
         Selain itu, terdapat perubahan anggaran dasar Bank sesuai akta No.6 tanggal 5 Juli 2019 yang
         dibuat dihadapan Dewi Kusumawati, S.H., notaris di Jakarta, mengenai persetujuan:
         - Rencana penggabungan usaha PT Bank Dinar Indonesia Tbk dan PT Bank Oke Indonesia,
         - Pembelian saham kembali dari pemegang saham yang tidak menyetujui Rencana
             Penggabungan,
         - Perubahan anggaran dasar Bank,
         - Peningkatan modal dasar Bank,
         - Tanggal efektif penggabungan direncanakan dua Mei dua ribu sembilan belas (2-5-2019) atau
             tanggal lain yang disetujui oleh PT Bank Dinar Indonesia Tbk dan PT Bank Oke Indonesia yang
             merupakan tanggal pertama dari bulan sebagaimana disetujui tersebut,
         - Penunjukkan anggota Direksi dan Dewan Komisaris Bank hasil penggabungan dan
             pemberhentian anggota Direksi dan Dewan Komisaris Bank peserta penggabungan,
         - Nama Bank hasil penggabungan,
         - Jangka waktu masa jabatan pengurus perseroan,
         - Gaji dan honorarium bagi Direksi dan Komisaris serta fasilitas pengurus,
         - Peninjauan kembali batasan rekomendasi Dewan Komisaris atas nominal kredit yang
             diputuskan oleh Direksi.

         Akta perubahan ini telah mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
         Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No.AHU-0035514.AH.01.02 tahun 2019 tanggal 8 Juli
         2019.

         Berdasarkan akta notaris Dewi Kusumawati, S.H. No.23 tanggal 22 Juli 2019, mengenai perubahan
         nama Perusahaan dari PT Bank Dinar Indonesia Tbk menjadi PT Bank Oke Indonesia Tbk.
         Perubahan ini telah mendapatkan persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
         Indonesia dengan Surat Keputusan No.AHU-0040123.AH.01.02 Tahun 2019 tanggal 22 Juli 2019.

         Berdasarkan akta notaris Dr. Agung Irianto, S.H., M.H. No.8 tanggal 19 Mei 2022, mengenai
         peningkatan modal dasar Bank, perubahan Pasal 3 untuk disesuaikan dengan Klasifikasi Baku
         Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2020. Perubahan ini telah mendapatkan persetujuan dari
         Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No.AHU-
         0033894.AH.01.02.Tahun 2022 tanggal 19 Mei 2022.

         Perubahan terakhir Anggaran Dasar Bank berdasarkan akta notaris Dr. Agung Irianto, S.H., M.H.
         No. 2 tanggal 1 Oktober 2025, mengenai pengalihan saham treasuri dengan ditarik kembali dengan
         cara pengurangan modal, perubahan pada Pasal 4 ayat 2. Perubahan telah mendapatkan
         persetujuan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan
         No.AHU-AH.01.03-0239856 tanggal 1 Oktober 2025.

         Sesuai dengan Anggaran Dasar Bank, maksud dan tujuan Bank adalah berusaha dalam bidang
         usaha bank umum dengan melaksanakan kegiatan-kegiatan usaha perbankan antara lain seperti:



Penilaian Piutang PT. Bank Oke Indonesia, Tbk                                                    II - 2
Page 30
         •   Menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan berupa giro, deposito berjangka,
             sertifikat deposito, tabungan dan/atau bentuk lainnya yang dipersamakan dengan itu.
         •   Memberikan kredit, baik untuk jangka panjang, jangka menengah dan jangka pendek.
         •   Menerbitkan surat pengakuan hutang.
         •   Membeli, menjual, atau menjamin atas risiko sendiri maupun untuk kepentingan dan atau
             perintah nasabahnya.

         Entitas pemegang saham pengendali dari Bank adalah Ok Next Co, Ltd. (dahulu APRO Financial
         Co, Ltd.). Yoon Choi adalah pemilik manfaat (beneficial owner) dari Bank.

         Kantor Pusat Bank berlokasi di Jl. Ir. H. Juanda No.12, Jakarta Pusat 10120. Jumlah kantor pada
         tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 adalah sebagai berikut:




2.2      Struktur Permodalan dan Pemegang Saham

         Susunan kepemilikan saham Perseroan dan besarannya berdasarkan Catatan Atas Laporan
         Keuangan Tanggal 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:


                                    Tabel 2. Struktur Kepemilikan Saham Perseroan




         Sumber: Laporan Keuangan PT Bank Oke Indonesia Tbk per 31 Desember 2025

2.3      Susunan Dewan Komisaris dan Direksi

         Susunan Dewan Komisaris dan Direksi berdasarkan Catatan Atas Laporan Keuangan Tanggal 31
         Desember 2025 adalah sebagai berikut:
         Dewan Komisaris:
         Komisaris Utama            : Sang Ton Sim
         Komisaris Independen       : Sondang Martha Samosir
         Komisaris Independen       : Chairudin
         Direksi:
         Direktur Utama             : Kang Bong Joo
         Wakil Direktur Utama       : Hendra Lie


Penilaian Piutang PT. Bank Oke Indonesia, Tbk                                                    II - 3
Page 31
         Direktur Kredit dan IT     : Jong Ha Lee
         Direktur Bisnis            : Vincentia Magnalena Djuniwati
         Direktur Kepatuhan         : Efdinal Alamsyah

2.4      Struktur Organisasi Perseroan




         Sumber: okbank.co.id


2.5      Kegiatan Usaha

         Perubahan terakhir Anggaran Dasar Bank berdasarkan akta notaris Dr. Agung Irianto, S.H., M.H.
         No. 2 tanggal 1 Oktober 2025, mengenai pengalihan saham treasuri dengan ditarik kembali dengan
         cara pengurangan modal, perubahan pada Pasal 4 ayat 2. Perubahan telah mendapatkan
         persetujuan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan
         No.AHU-AH.01.03-0239856 tanggal 1 Oktober 2025.

         Sesuai dengan Anggaran Dasar Bank, maksud dan tujuan Bank adalah berusaha dalam bidang
         usaha bank umum dengan melaksanakan kegiatan-kegiatan usaha perbankan antara lain seperti:

             •    Menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan berupa giro, deposito
                  berjangka, sertifikat deposito, tabungan dan/atau bentuk lainnya yang dipersamakan
                  dengan itu.
             •    Memberikan kredit, baik untuk jangka panjang, jangka menengah dan jangka pendek.
             •    Menerbitkan surat pengakuan hutang.
             •    Membeli, menjual, atau menjamin atas resiko sendiri maupun untuk kepentingan dan atau
                  perintah nasabahnya

2.6      Kinerja Keuangan PT Bank Oke Indonesia Tbk.

         Kinerja keuangan perusahaan ditunjukkan pada laporan keuangan yang memperlihatkan transaksi
         atau perubahan pos-pos keuangan. Adapun laporan keuangan PT Bank Oke Indonesia Tbk pada
         saat dilakukan penilaian telah di audit yang berakhir pada:
           - 31 Desember 2021 laporan keuangan audited;
           - 31 Desember 2022 laporan keuangan audited;


Penilaian Piutang PT. Bank Oke Indonesia, Tbk                                                   II - 4
Page 32
            - 31 Desember 2023 laporan keuangan audited;
            - 31 Desember 2024 laporan keuangan audited;
            - 31 Desember 2024 laporan keuangan audited.

         2.6.1            Laporan Posisi Keuangan

                                                      Laporan Posisi Keuangan PT Bank Oke Indonesia Tbk
                                                                                                    (dalam jutaan Rupiah)
                                                                                           HIST              HIST              HIST              HIST                HIST
                                                  KETERANGAN                               2021              2022              2023              2024                2025
                                                                                         31-Dec-21         31-Dec-22         31-Dec-23         31-Dec-24           31-Dec-25

          ASET
            Kas                                                                                 20.204            26.413             17.164            23.122             21.783
            Giro pada Bank Indonesia                                                           149.338           406.091            462.809           440.809            372.953
            Giro pada bank lain                                                                  3.181             1.316              2.730               427                297
            Penempatan pada Bank Indonesia                                                     697.937           529.377            549.985           364.985            640.815
            Efek-Efek yang dibeli dengan janji dijual kembali                                  564.413                 -                  -           123.630             21.747
            Efek-Efek                                                                          476.912           921.401          1.382.902         1.505.282          1.574.490
            Penyisihan kerugian penurunan nilai                                                      -                 -                  -                 -                (30)
            Kredit yang diberikan
              Pihak yang berelasi                                                               178.162            72.694            80.614           173.989            330.185
              Pihak ketiga                                                                    5.341.027         7.991.429         8.447.267         9.126.165         10.404.625
            Penyisihan kerugian penurunan nilai                                                 (86.752)         (134.469)         (217.321)         (207.640)          (239.410)
                                                                                              5.432.436         7.929.654         8.310.560         9.092.514         10.495.371
            Aset keuangan lainnya
            Aset pajak tangguhan                                                                      -                 -                 -             6.887             10.718
            Aset tetap                                                                          121.125           114.081           130.722           120.449            118.575
            Aset takberwujud                                                                     40.660            31.516            24.825            15.860             22.472
            Aset hak guna                                                                        14.418            15.392            22.599            24.107             16.074
            Aset lain-lain                                                                      200.722           208.170           170.854           152.421            122.331
          TOTAL ASET                                                                          7.721.344        10.183.411        11.075.151        11.870.492         13.417.628

          LIABILITAS
            Liabilitas segera                                                                    68.122            80.974            57.420            54.949             52.719
            Simpanan nasabah                                                                  3.963.989         5.368.612         6.069.745         6.818.150          8.174.482
            Simpanan dari bank lain                                                             575.663           600.082           744.263           725.613            803.889
            Pinjaman yang diterima                                                                    -           500.000           550.000           550.000            500.000
            Utang Pajak                                                                           4.260            14.327            11.220            33.772             29.037
            Liabilitas imbalan pasca kerja                                                       15.725            14.308            15.194            15.853             20.882
            Pendapatan diterima dimuka                                                              174                36                 -                 -
            Liabilitas sewa                                                                      10.136             9.265             9.845            10.952              8.399
            Liabilitas pajak tangguhan - bersih                                                  12.515            10.168            11.176                 -
            Liabilitas lain-lain                                                                 31.053            33.279            21.804            25.520             30.789
            TOTAL LIABILITAS                                                                  4.681.638         6.631.052         7.490.666         8.234.810          9.620.197

          EKUITAS
            Modal Saham                                                                       1.409.999         1.703.779         1.703.779         1.703.779          1.689.239
            Saham treasuri                                                                      (55.201)          (55.201)          (55.201)          (55.201)                 -
            Agio saham                                                                                -                 -                 -                 -                  -
            Tambahan modal disetor                                                            1.429.008         1.633.486         1.633.486         1.633.486          1.592.825
            Surplus revaluasi aset tetap                                                         89.209            85.034            85.480            81.949             80.715
            Laba (Rugi) yang belum direalisasi atas perubahan nilai
              wajar aset keuangan yang tersedia untuk dijual - setelah pajak tangguhan                -                 -                 -                (136)           2.737
            Keuntungan (kerugian) pengukuran kembali
              program manfaat pasti - setelah pajak tangguhan                                    (4.314)           (3.129)           (2.996)           (1.651)            (2.750)
              Defisit                                                                                 -                 -                 -                 -
            Saldo laba
              Telah ditentukan penggunaannya                                                     25.622            29.114            31.756            37.486            47.484
              Belum ditentukan penggunaannya                                                    145.384           159.277           188.182           235.971           387.181
            Ekuitas merging entity                                                                    -                 -                 -                 -
            TOTAL EKUITAS                                                                     3.039.706         3.552.360         3.584.486         3.635.682          3.797.430

          TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS                                                        7.721.344        10.183.411        11.075.151        11.870.492         13.417.628


         Sumber: Laporan Keuangan PT Bank Oke Indonesia Tbk


       2.6.1.1            Aset
                          Total Aset Perseroan untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2021 sampai dengan
                          31 Desember 2025 secara berturut - turut adalah sebesar Rp7,72 triliun, Rp10,18 triliun,
                          Rp11,07 triliun, Rp11,87 triliun, dan Rp13,41 triliun.

       2.6.1.2            Liabilitas
                          Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2021, 31 Desember 2022,
                          31 Desember 2023, 31 Desember 2024 dan 31 Desember 2025, total liabilitas Perseroan
                          secara berturut-turut adalah sebesar Rp4,68 triliun, Rp6,63 triliun, Rp7,49 triliun, Rp8,23



Penilaian Piutang PT. Bank Oke Indonesia, Tbk                                                                                                                      II - 5
Page 33
                          triliun, dan Rp9,62 triliun. Total liabilitas Perseroan dari tahun 2021 sampai dengan 2025
                          dipengaruhi oleh fluktuasi pada akun simpanan nasabah dan simpanan dari bank lain.

       2.6.1.3            Ekuitas
                          Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2021, 31 Desember 2022,
                          31 Desember 2023, 31 Desember 2024 dan 31 Desember 2025, total liabilitas Perseroan
                          secara berturut-turut adalah sebesar Rp3,03 triliun, Rp3,55 triliun, Rp3,58 triliun, Rp3,63
                          triliun, dan Rp3,79 triliun. Total ekuitas Perseroan sangat dipengaruhi oleh saldo laba (rugi)
                          yang belum ditentukan penggunaannya.

         2.6.2            Laporan Laba (Rugi)

                          Berikut adalah laporan posisi keuangan Perseroan untuk periode yang berakhir pada 31
                          Desember 2021, 31 Desember 2022, 31 Desember 2023, 31 Desember 2024 dan 31
                          Desember 2025.

                                                      Laporan Laba (Rugi) PT Bank Oke Indonesia Tbk
                                                                                                  (dalam jutaan Rupiah)
                                                                                      HIST                HIST                HIST                HIST                HIST
                                          KETERANGAN                                  2021                2022                2023                2024                2025
                                                                                    31-Dec-21           31-Dec-22           31-Dec-23           31-Dec-24           31-Dec-25

        Pendapatan dan Beban Operasional
          Pendapatan bunga                                                                526.345             701.981           1.000.383           1.037.329          1.206.747
          Beban bunga                                                                    (205.176)           (234.939)           (397.023)           (435.910)          (517.871)
          Pendapatan bunga - neto                                                         321.169             467.042             603.360             601.419            688.876

        Pendapatan dan Beban Operasional Lainnya
          Pendapatan operasional lainnya                                                   13.191              10.436              16.949              28.296
          Pendapatan operasional lainnya                                                   13.191              10.436              16.949              28.296             31.946

          Penyisihan kerugian penurunan nilai atas aset keuangan dan non-keuangan                  -                   -                   -                   -

          Beban operasional lainnya                                                      (309.005)           (458.021)           (583.140)           (561.896)          (506.590)
          Umum dan administrasi                                                          (137.112)           (176.240)           (176.023)           (143.731)          (138.901)
          Tenaga kerja                                                                   (107.993)           (108.974)           (128.756)           (139.471)          (155.401)
          Penyisihan kerugian penurunan
           nilai atas aset keuangan                                                       (63.899)           (156.757)           (268.130)           (278.694)          (212.288)
                                                                                                              (16.050)            (10.231)                  -
        LABA (RUGI) OPERASIONAL                                                            25.356              19.458              37.169              67.820            214.233

        PENDAPATAN (BEBAN) NON-OPERASIONAL
          Keuntungan (kerugian) penjualan aset tetap dan inventaris
          Pendapatan non-operasional                                                             792                 490                  93                368               33
          Beban non-operasional                                                                 (319)               (662)               (190)               (51)            (316)
          Pendapatan non-operasional - neto                                                      473                (172)                (97)               318             (283)

        LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK                                                          25.828              19.286              37.072              68.138            213.950

        BEBAN PAJAK PENGHASILAN                                                            (8.368)             (6.076)             (8.420)            (18.150)           (53.976)
          Pajak kini
          Pajak sehubungan dengan
            Surat Ketetapan Pajak (SKP)
          Pajak tangguhan
          Jumlah Beban Pajak Penghasilan                                                   (8.368)             (6.076)             (8.420)            (18.150)           (53.976)

        LABA (RUGI) BERSIH TAHUN BERJALAN                                                  17.460              13.210              28.652              49.988            159.975

        Penghasilan (beban) komprehensif lain                                               1.571               1.185               3.474               1.208              1.774
        Pos-pos yang tidak akan direklasifikasi ke laba rugi:
          Keuntungan pengukuran kembali
            program manfaat pasti                                                           2.014               1.520                 170               1.724             (1.409)
          Dampak perubahan tarif pajak                                                          -                   -                   -                   -                  -
          Beban pajak penghasilan terkait                                                    (443)               (334)                (37)               (379)               310
          Surplus revaluasi aset tetap                                                          -                   -               3.341                   -
        Pos-pos yang akan direklasifikasikan ke laba rugi tahun berikutnya:
          Laba (rugi) yang belum direalisasi atas efek
            dalam kelompok tersedia untuk dijual                                                   -                   -                   -                (175)          3.683
          Dampak perubahan tarif pajak                                                             -                   -                   -                   -               -
          Manfaat (beban) pajak penghasilan terkait                                                -                   -                   -                  38            (810)

        LABA (RUGI) KOMPREHENSIF TAHUN BERJALAN                                            19.031              14.395              32.126              51.196            161.748




         Sumber: Laporan Keuangan PT Bank Oke Indonesia Tbk



Penilaian Piutang PT. Bank Oke Indonesia, Tbk                                                                                                                         II - 6
Page 34
          2.6.2.1 Pendapatan dan Beban Operasional

                   Pendapatan dan Beban Operasional Perseroan terdiri dari Pendapatan bunga dan Beban
                   bunga. Pendapatan dan Beban Operasional untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31
                   Desember 2021, 31 Desember 2022, 31 Desember 2023, 31 Desember 2024 dan 31
                   Desember 2025 mengalami fluktuasi. Secara berturut-turut pendapatan dan beban
                   operasional Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember
                   2021, 31 Desember 2022, 31 Desember 2023, 31 Desember 2024 dan 31 Desember
                   2025 adalah sebesar Rp321,16 miliar, Rp 467,04 miliar, Rp603,36 miliar, 601,41 miliar,
                   dan Rp688,87 miliar.

          2.6.2.2 Pendapatan dan Beban Operasional Lainnya

                   Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2021, 31 Desember 2022,
                   31 Desember 2023, 31 Desember 2024 dan 31 Desember 2025, pendapatan operasional
                   lainnya dari Perseroan secara berturut-turut adalah sebesar Rp13,19 miliar, Rp10,43
                   miliar, Rp16,94 miliar, Rp 28,29 miliar, dan Rp31,94 miliar.

                   Sedangkan beban operasional lainnya dari Perseroan untuk tahun yang berakhir pada
                   tanggal-tanggal 31 Desember 2021, 31 Desember 2022, 31 Desember 2023, 31
                   Desember 2024 dan 31 Desember 2025 secara berturut-turut adalah sebesar Rp309,00
                   miliar, Rp458,02 miliar, Rp583,14 miliar, Rp561,89 miliar, dan Rp506,59 miliar.

          2.6.2.3 Laba (Rugi) Operasional

                   Laba Operasional Perseroan cenderung meningkat selama 3 tahun terakhir dari tahun
                   2023, 2024 dan 2025.

                   Kenaikan tertinggi yaitu pada tahun 2025 atau meningkat sebesar 216% yang
                   disebabkan oleh meningkatnya pendapatan bunga.

                   Adapun laba operasional Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31
                   Desember 2021, 31 Desember 2022, 31 Desember 2023, 31 Desember 2024 dan 31
                   Desember 2025 secara berturut-turut yaitu sebesar Rp25,35 miliar, Rp19,45 miliar,
                   Rp37,16 miliar, Rp67,82 miliar, dan Rp214,23 miliar.

          2.6.2.4 Laba (Rugi) Bersih Tahun Berjalan

                   Perseroan mencatatkan laba komprehensif tahun berjalan secara berturut-turut pada 31
                   Desember 2021, 31 Desember 2022, 31 Desember 2023, 31 Desember 2024 dan 31
                   Desember 2025 adalah sebesar Rp17,46 miliar, Rp13,21 miliar, Rp28,65 miliar, Rp49,98
                   miliar dan Rp159,97 miliar.




Penilaian Piutang PT. Bank Oke Indonesia, Tbk                                                     II - 7
Page 35
           2.6.2.5 Laba (Rugi) Komprehensif Tahun Berjalan

                           Perseroan mencatatkan laba komprehensif tahun berjalan secara berturut-turut pada 31
                           Desember 2021, 31 Desember 2022, 31 Desember 2023, 31 Desember 2024 dan 31
                           Desember 2025 adalah sebesar Rp19,03 miliar, Rp14,39 miliar, Rp32,12 miliar, Rp51,19
                           miliar dan Rp161,74 miliar.

2.7      Analisa Rasio Keuangan

         Ratio Analysis atau analisis rasio merupakan salah satu bentuk teknis analisis laporan keuangan
         yang digunakan untuk mengetahui hubungan dari pos pos tertentu dari posisi keuangan dan laba
         rugi secara individu atau kombinasi antara keduanya. Berikut adalah tabel berbagai macam rasio
         keuangan yang kami gunakan dalam analisis rasio keuangan Perseroan:

                                                      Rasio Keuangan PT Bank Oke Indonesia Tbk
                                                                          HIST             HIST             HIST             HIST                HIST
                                         KETERANGAN
                                                                        31-Dec-21        31-Dec-22        31-Dec-23        31-Dec-24           31-Dec-25

         Net Interest Margin (NIM)                                               5,09%            5,68%            5,87%            5,58%              5,67%
         Capital Adequacy Ratio (CAR)                                           50,88%           47,67%           49,22%           46,83%             42,21%
         Return On Asset (ROA)                                                   0,38%            0,22%            0,35%            0,61%              1,70%
         Return On Equity (ROE)                                                  0,70%            0,41%            0,46%            1,41%              4,35%
         Loan to Deposit Ratio (LDR)                                           130,25%          146,06%          136,73%          132,30%            128,99%
         Non - Performing Loans/ NPL (Gross)     exclude bpr                     3,58%            2,75%            3,80%            2,49%              2,50%
         Non - Performing Loans/ NPL (Net)       exclude bpr                     2,62%            2,06%            2,30%            1,45%              1,22%
         Operating Expense to Operating Income                                  95,33%           97,28%           96,35%           93,64%             82,71%




         Sumber: Laporan Keuangan PT Bank Oke Indonesia Tbk


         2.7.1          Rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM)/Capital Adequacy Ratio (CAR)

                        KPMM merupakan indikator terhadap kemampuan bank untuk menutupi penurunan
                        aktivanya sebagai akibat dari kerugian-kerugian bank yang disebabkan oleh aktiva yang
                        berisiko. Rasio ini mengukur kecukupan modal yang dimiliki bank guna menunjang aktiva
                        yang mengandung risiko (kredit, penyertaan, surat berharga, tagihan pada bank lain).
                        Semakin tinggi rasio akan semakin baik bagi bank dalam menutupi berbagai risiko dalam
                        menjalankan usahanya. Dari rasio keuangan di atas tampak CAR Perseroan menurun
                        dimana mencapai 42,21% pada tahun 2025 namun masih dalam taraf rata – rata rasio
                        pencapaian perseroan pada tahun-tahun sebelumnya. Sementara Peraturan OJK
                        No. 11/POJK.03/2016 tentang Kewajiban Penyediaan Modal Minimum Bank Umum
                        disematkan CAR minimal 8%-11%.

        2.7.2           Rasio Pinjaman yang Diberikan Bermasalah (Bruto)/Non-Performing Loans (Gross)

                        Rasio ini membandingkan antara kredit berstatus kurang lancar, diragukan, dan macet
                        yang disatukan dengan total kredit yang disalurkan. Semakin besar rasio NPL gross, maka
                        semakin buruk bank tersebut. Dari rasio keuangan di atas tampak NPL Gross 2025 sebesar
                        2,50% atau membaik dari tahun-tahun sebelumnya. Batas NPL menurut OJK maksimal
                        sebesar 5%.


Penilaian Piutang PT. Bank Oke Indonesia, Tbk                                                                                               II - 8
Page 36
        2.7.3     Rasio Pinjaman yang Diberikan Bermasalah (Neto)/Non-Performing Loans (Net)

                  Rasio ini membandingkan total kredit berstatus “macet” terhadap total kredit bank. NPL
                  bank yang “sangat sehat” biasanya berada di bawah 2%, sedangkan NPL bank yang
                  “sehat” berada di kisaran 2 - 5%. Dari rasio keuangan di atas tampak NPL Net 2025 yaitu
                  sebesar 1,22%, cenderung membaik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Batas NPL
                  menurut OJK maksimal sebesar 5%.

        2.7.4     Rasio Laba (Rugi) Sebelum Pajak terhadap Rata-Rata Aset/Return on Asset (ROA)

                  ROA digunakan untuk mengukur kemampuan manajemen bank dalam memperoleh laba
                  secara keseluruhan dari total aset yang dikelola. Semakin besar ROA suatu bank, semakin
                  besar pula tingkat keuntungan yang dicapai. Pada tahun 2025, ROA Perseroan mengalami
                  peningkatan signifikan menjadi 1,70% dibandingkan tahun 2024 yang sebesar 0,61%.
                  Peningkatan ini mencerminkan keberhasilan strategi efisiensi Perseroan dalam
                  mengoptimalkan seluruh aset yang dimiliki untuk menghasilkan laba bersih.

        2.7.5     Rasio Laba (Rugi) Sebelum Pajak terhadap Rata-Rata Ekuitas/Return on Equity
                  (ROE)
                  ROE merupakan rasio yang mengukur kemampuan bank untuk menghasilkan laba dari
                  investasi pemegang sahamnya. Rasio ini sangat krusial bagi investor sebagai tolok ukur
                  nilai bisnis. ROE Perseroan menunjukkan pertumbuhan yang pesat, meningkat dari 1,41%
                  di tahun 2024 menjadi 4,35% pada tahun 2025. Hal ini sejalan dengan peningkatan laba
                  bersih dan menunjukkan nilai tambah yang semakin baik bagi pemegang saham Perseroan
                  pada tanggal penilaian.

        2.7.6     Rasio Margin Bunga Bersih/Net Interest Margin (NIM)
                  NIM merupakan indikator untuk mengukur kemampuan manajemen bank dalam mengelola
                  aktiva produktifnya guna menghasilkan pendapatan bunga bersih. Rasio ini menunjukkan
                  selisih antara pendapatan bunga yang diperoleh dengan biaya bunga yang dibayarkan.
                  Berdasarkan data historis, NIM Perseroan menunjukkan tren yang cukup stabil dan kuat,
                  di mana pada tahun 2025 tercatat sebesar 5,67%. Nilai ini berada di atas rata-rata industri
                  perbankan nasional, yang mengindikasikan bahwa Perseroan memiliki pengelolaan aset
                  produktif yang efisien dan margin keuntungan yang kompetitif.

        2.7.7     Rasio Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO)/Operating
                  Expense to Operating Income
                  Rasio BOPO mengukur tingkat efisiensi operasional bank dalam menjalankan usahanya.
                  Semakin rendah rasio BOPO, maka semakin efisien bank tersebut dalam menjalankan
                  kegiatan operasionalnya. Terlihat adanya perbaikan efisiensi yang luar biasa pada
                  Perseroan, di mana BOPO turun tajam dari 93,64% (2024) menjadi 82,71% pada tahun
                  2025. Penurunan ini menjadi faktor utama pendorong meningkatnya profitabilitas
                  Perseroan secara signifikan di akhir periode laporan.




Penilaian Piutang PT. Bank Oke Indonesia, Tbk                                                         II - 9
Page 37
        2.7.8       Rasio Kredit yang Diberikan terhadap Dana Pihak Ketiga/Loan to Funding Ratio
                    (LFR/LDR)
                    LDR merupakan rasio yang mengukur komposisi jumlah kredit yang diberikan
                    dibandingkan dengan jumlah dana masyarakat dan modal sendiri yang digunakan. Rasio
                    ini mengindikasikan tingkat likuiditas bank. LDR Perseroan pada tahun 2025 tercatat
                    sebesar 128,99%, menunjukkan tren penurunan (perbaikan) dari tahun-tahun sebelumnya.
                    Meski angka ini berada di atas threshold umum (rata-rata 80-92%), tren penurunan ini
                    menunjukkan komitmen manajemen dalam memperbaiki profil likuiditas dan
                    menyeimbangkan pertumbuhan kredit dengan penghimpunan DPK.

2.8      Analisa dan Pembahasan Manajemen

         a. Keuntungan dan kerugian atas penjualan piutang
            Keuntungan yang diperoleh atas penjualan piutang di antaranya:
            1. Meningkatkan serta memelihara rasio kesehatan perbankan Perseroan.
            2. Perseroan dapat meningkatkan portofolio kreditnya.
            Kerugian yang diperoleh atas penjualan piutang yaitu kemungkinan adanya ketidak mampuan
            pihak pembeli (PT. Oke Asset Indonesia) untuk membayar transaksi.

         b. Aset dan kewajiban di luar neraca (kontijensi)
            PT Bank Oke Indonesia Tbk tidak memiliki aset dan kewajiban di luar neraca (kontijensi).

         c. Jumlah kredit (piutang) Perseroan pada periode sebelumnya
            Berikut ini jumlah kredit (piutang) PT Bank Oke Indonesia Tbk selama 31 Desember 2021
            sampai dengan 31 Desember 2025:
                                                          HIST              HIST              HIST              HIST              HIST
                                KETERANGAN                2021              2022              2023              2024              2025
                                                        31-Dec-21         31-Dec-22         31-Dec-23         31-Dec-24         31-Dec-25

                ASET
                  Kredit yang diberikan
                    Pihak yang berelasi                        178.162            72.694            80.614           173.989          330.185
                    Pihak ketiga                             5.341.027         7.991.429         8.447.267         9.126.165       10.404.625
                  Penyisihan kerugian penurunan nilai          (86.752)         (134.469)         (217.321)         (207.640)        (239.410)
                                                             5.432.436         7.929.654         8.310.560         9.092.514       10.495.371




                Sumber: Laporan Keuangan PT Bank Oke Indonesia Tbk

             Berdasarkan data historis aset periode 2021 hingga 2025, portofolio kredit bersih Perseroan
             menunjukkan tren pertumbuhan yang sangat positif dengan rata-rata kenaikan sebesar 18,90%
             per tahun. Ekspansi ini terlihat dari peningkatan konsisten total kredit bersih yang pada 31
             Desember 2021 tercatat sebesar Rp5,43 triliun, kemudian melonjak signifikan hingga mencapai
             Rp10,49 triliun pada akhir 2025, yang mencerminkan dominasi penyaluran pada pihak ketiga
             serta manajemen risiko yang pruden melalui penyisihan kerugian yang proporsional.

         d. Perbandingan kinerja saat ini dengan kinerja historis
            Perseroan menunjukkan performa pertumbuhan laba yang sangat ekspansif di tahun 2025
            dibandingkan periode historisnya. Berikut rincian analisisnya:
            • Lonjakan Laba Bersih 2025: Pada akhir tahun 2025, Perseroan berhasil membukukan
                laba bersih tahun berjalan sebesar Rp159,97 miliar. Angka ini menunjukkan kenaikan


Penilaian Piutang PT. Bank Oke Indonesia, Tbk                                                                                      II - 10
Page 38
                  yang sangat signifikan sebesar 220% atau lebih dari tiga kali lipat dibandingkan
                  pencapaian tahun 2024 yang sebesar Rp49,98 miliar.
             •    Tren Pertumbuhan (CAGR): Secara historis, laba bersih Perseroan tumbuh dari Rp17,46
                  miliar pada tahun 2021 menjadi Rp159,97 miliar pada 2025. Pertumbuhan ini
                  mencerminkan tren yang sangat positif dengan perbaikan margin laba yang semakin
                  melebar di tiap tahunnya.

         e. Perbandingan kinerja objek penilaian dengan tren industri sesuai
            Secara keseluruhan, kinerja Perseroan menunjukkan tren yang positif dan konsisten dengan
            tren industri perbankan nasional. Meskipun mungkin bukan bank terbesar dari segi aset,
            Perseroan mampu:
                 - Menjaga kualitas aset (NPL) tetap sehat.
                 - Mencatatkan profitabilitas yang positif dan terus meningkat.
                 - Memiliki permodalan yang kuat (CAR) yang melebihi standar.
                 - Beradaptasi dengan tren digitalisasi untuk meningkatkan daya saing.

             Perseroan berhasil menempatkan dirinya sebagai pemain yang kompetitif, menunjukkan
             kemampuan untuk tumbuh dan beradaptasi di tengah tantangan ekonomi dan persaingan yang
             ketat. Fokus pada efisiensi operasional dan pengembangan layanan digital menjadi kunci bagi
             Perseroan untuk terus meraih pertumbuhan kinerja di masa depan.

2.9      Risiko Usaha

         Risiko usaha adalah ketidakpastian yang mungkin terjadi dan dapat mengakibatkan kerugian akibat
         dari pelaksanaan sistem manajemen perusahaan. Berikut gambaran risiko terkait dengan bisnis
         PT Bank Oke Indonesia Tbk:

         a. Risiko Kredit
            Secara umum, Perseroan berhasil menjaga kualitas asetnya tetap sehat, tercermin dari rasio
            NPL (Non-Performing Loan) yang terkendali. Ini menunjukkan bahwa manajemen risiko kredit
            bank berjalan dengan baik dan sejalan dengan tren industri perbankan nasional.

             Tantangan utama adalah potensi kenaikan kredit bermasalah jika terjadi gejolak ekonomi yang
             signifikan. Untuk itu, Perseroan perlu terus memperkuat proses analisis kredit yang ketat,
             melakukan diversifikasi portofolio pinjaman ke berbagai sektor, dan meningkatkan sistem
             monitoring untuk mendeteksi dini nasabah yang berpotensi gagal bayar. Dengan demikian,
             bank dapat mempertahankan kualitas asetnya di tengah persaingan yang ketat.

         b. Resiko Operasional
            Beberapa faktor yang harus diperhatikan Perseroan terkait risiko operasional, terutama di tahun
            2021 lalu, adalah antara lain penyempurnaan core banking sebagai sarana pendukung aktivitas
            bisnis, perkembangan produk dan aktivitas baru pada Perseroan serta pelaksanaan strategi
            contingency plan di sisi operasional selama pandemi agar layanan operasional dapat tetap
            berjalan.



Penilaian Piutang PT. Bank Oke Indonesia, Tbk                                                      II - 11
Page 39
             Saat ini Perseroan sedang berfokus pada transformasi digital. Ketergantungan pada sistem
             teknologi dan informasi membuat risiko operasional menjadi salah satu perhatian utama. Risiko
             ini mencakup serangan cyber, kegagalan sistem, dan kesalahan manusia.

             Risiko operasional akan terus meningkat seiring dengan pertumbuhan platform digital bank.
             Perseroan harus secara proaktif berinvestasi pada keamanan siber dan infrastruktur IT yang
             tangguh. Selain itu, diperlukan pengawasan ketat, pelatihan karyawan secara berkala, dan
             penyempurnaan proses internal untuk meminimalkan kesalahan dan potensi penipuan.
             Kesiapan bank menghadapi risiko ini akan menentukan keberlanjutan dan keandalan
             layanannya di masa depan.




Penilaian Piutang PT. Bank Oke Indonesia, Tbk                                                     II - 12
Page 40
          Kantor Jasa Penilai Publik
          SUGIANTO PRASODJO DAN REKAN
          Public Appraisers and Consultants



                                          BAB III
                                  GAMBARAN EKONOMI MAKRO

3.1.    Tinjauan Ekonomi Makro Indonesia
3.1.1   Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Triwulan IV-2025
        A. PDB Menurut Lapangan Usaha

            Pertumbuhan Ekonomi Tahun 2025 Terhadap 2024 (C-to-C)

            Ekonomi Indonesia tahun 2025 tumbuh sebesar 5,11 persen (c-to-c). Pertumbuhan terjadi pada
            hampir seluruh lapangan usaha, kecuali Pertambangan dan Penggalian yang terkontraksi
            sebesar 0,66 persen. Lapangan usaha yang tumbuh signifikan adalah Jasa Lainnya sebesar
            9,93 persen; diikuti oleh Jasa Perusahaan sebesar 9,10 persen; serta Transportasi dan
            Pergudangan sebesar 8,78 persen. Sementara itu, Industri Pengolahan; serta Perdagangan
            Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor yang memiliki peran dominan terhadap
            perekonomian Indonesia masing-masing tumbuh sebesar 5,30 persen dan 5,49 persen.




            Struktur PDB Indonesia menurut lapangan usaha atas dasar harga berlaku tahun 2025 tidak
            menunjukkan perubahan berarti. Perekonomian Indonesia masih didominasi oleh Lapangan
            Usaha Industri Pengolahan sebesar 19,07 persen; diikuti oleh Perdagangan Besar dan Eceran,
            Reparasi Mobil dan Sepeda Motor sebesar 13,17 persen; Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan
            sebesar 13,10 persen; Konstruksi sebesar 9,83 persen; serta Pertambangan dan Penggalian
            sebesar 8,75 persen. Peranan kelima lapangan usaha tersebut dalam perekonomian Indonesia
            mencapai 63,92 persen.

            Pertumbuhan Ekonomi Triwulan IV-2025 Terhadap Triwulan IV-2024 (Y-on-Y)

            Ekonomi Indonesia triwulan IV-2025 terhadap triwulan IV-2024 (y-on-y) tumbuh sebesar 5,39
            persen. Pertumbuhan terjadi pada hampir seluruh lapangan usaha, kecuali Pertambangan dan
            Penggalian; serta Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang yang masing-
            masing terkontraksi sebesar 1,31 persen dan 0,51 persen. Lapangan usaha yang tumbuh
            signifikan adalah Transportasi dan Pergudangan sebesar 8,98 persen; diikuti oleh Jasa Lainnya
            sebesar 8,71 persen. Sementara itu, Industri Pengolahan yang memiliki peran dominan
            terhadap perekonomian Indonesia tumbuh sebesar 5,40 persen.

Penilaian Piutang PT. Bank Oke Indonesia, Tbk                                                   III- 1
Page 41
          Kantor Jasa Penilai Publik
          SUGIANTO PRASODJO DAN REKAN
          Public Appraisers and Consultants




             Pertumbuhan Ekonomi Triwulan IV-2025 Terhadap Triwulan III-2025 (Q-to-Q)

             Ekonomi Indonesia triwulan IV-2025 dibanding triwulan III-2025 (q-to-q) tumbuh sebesar 0,86
             persen. Pertumbuhan tertinggi terjadi pada Lapangan Usaha Administrasi Pemerintahan,
             Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib sebesar 13,59 persen; diikuti oleh Jasa Pendidikan
             sebesar 7,48 persen. Sementara itu, Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan; serta Pengadaan
             Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang masing-masing mengalami kontraksi
             sebesar 18,33 persen dan 1,30 persen.




        B. PDB Menurut Pengeluaran

            Pertumbuhan Ekonomi Tahun 2025 Terhadap 2024 (C-to-C)

            Ekonomi Indonesia tahun 2025 tumbuh sebesar 5,11 persen (c-to-c). Pertumbuhan terjadi pada
            seluruh komponen pengeluaran. Pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Komponen Ekspor Barang
            dan Jasa sebesar 7,03 persen; diikuti Komponen Pengeluaran Konsumsi LNPRT (PK-LNPRT)
            sebesar 5,13 persen; Komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 5,09
            persen; Komponen Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (PK-RT) sebesar 4,98 persen; dan
            Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PK-P) sebesar 2,50 persen. Komponen Impor
            Barang dan Jasa (yang merupakan faktor pengurang dalam PDB menurut Pengeluaran)
            tumbuh sebesar 4,77 persen.




Penilaian Piutang PT. Bank Oke Indonesia, Tbk                                                  III- 2
Page 42
          Kantor Jasa Penilai Publik
          SUGIANTO PRASODJO DAN REKAN
          Public Appraisers and Consultants




             Struktur PDB Indonesia menurut pengeluaran atas dasar harga berlaku pada tahun 2025 tidak
             menunjukkan perubahan yang signifikan. Perekonomian Indonesia masih didominasi oleh
             Komponen PK-RT yang mencakup lebih dari separuh PDB Indonesia yaitu sebesar 53,88
             persen; diikuti oleh Komponen PMTB sebesar 28,77 persen; Komponen Ekspor Barang dan
             Jasa sebesar 22,85 persen; Komponen PK-P sebesar 7,53 persen; Komponen Perubahan
             Inventori sebesar 1,85 persen; dan Komponen PK-LNPRT sebesar 1,35 persen. Sementara
             itu, Komponen Impor Barang dan Jasa sebagai faktor pengurang dalam PDB Pengeluaran
             memiliki peran sebesar 20,54 persen.


             Pertumbuhan Ekonomi Triwulan IV-2025 Terhadap Triwulan IV-2024 (Y-on-Y)

             Ekonomi Indonesia triwulan IV-2025 terhadap triwulan IV-2024 tumbuh sebesar 5,39 persen
             (y-on-y). Pertumbuhan terjadi pada seluruh komponen pengeluaran. Pertumbuhan tertinggi
             dicapai oleh Komponen PMTB sebesar 6,12 persen; diikuti Komponen PK-LNPRT sebesar
             5,90 persen; Komponen PK-RT sebesar 5,11 persen; Komponen PK-P sebesar 4,55 persen;
             dan Komponen Ekspor Barang dan Jasa sebesar 3,25 persen. Komponen Impor Barang dan
             Jasa (yang merupakan faktor pengurang dalam PDB menurut Pengeluaran) tumbuh sebesar
             3,96 persen.


             Pertumbuhan Ekonomi Triwulan IV-2025 Terhadap Triwulan III-2025 (Q-to-Q)

             Ekonomi Indonesia triwulan IV-2025 dibanding triwulan III-2025 tumbuh sebesar 0,86 persen
             (q-to-q). Pertumbuhan terjadi pada seluruh komponen pengeluaran, kecuali Komponen Ekspor
             Barang dan Jasa terkontraksi sebesar 1,18 persen. Pertumbuhan tertinggi terjadi pada
             Komponen PK-P sebesar 37,68 persen; diikuti oleh Komponen PK-LNPRT sebesar 8,55
             persen; Komponen PMTB sebesar 3,50 persen; dan Komponen PKRT sebesar 1,84 persen.
             Komponen Impor Barang dan Jasa sebagai faktor pengurang tumbuh sebesar 6,62 persen.


        C. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB)

            Pada tahun 2025, Pulau Jawa masih menunjukkan peranan yang kuat dalam perekonomian
            Indonesia, dengan kontribusi sebesar 56,93 persen. Posisi berikutnya ditempati oleh Pulau


Penilaian Piutang PT. Bank Oke Indonesia, Tbk                                                 III- 3
Page 43
           Kantor Jasa Penilai Publik
           SUGIANTO PRASODJO DAN REKAN
           Public Appraisers and Consultants



             Sumatera (22,22 persen), Kalimantan (8,12 persen), Sulawesi (7,22 persen), Bali dan Nusa
             Tenggara (2,82 persen), serta Maluku dan Papua (2,69 persen).

             Ekonomi Indonesia secara spasial selama tahun 2025 menunjukkan pertumbuhan di seluruh
             kelompok provinsi. Kelompok provinsi di Pulau Sulawesi mencatat pertumbuhan (c-to-c)
             tertinggi sebesar 6,23 persen, diikuti oleh Pulau Jawa (5,30 persen), Pulau Bali dan Nusa
             Tenggara (4,87 persen), Pulau Sumatera (4,81 persen), dan Pulau Kalimantan (4,79 persen).
             Sementara itu, kelompok provinsi di Pulau Maluku dan Papua mencatat pertumbuhan terendah,
             yakni sebesar 1,44 persen.

   3.1.2    Inflasi
            Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada 2025 terjaga dalam kisaran sasaran 2,5±1%.
            Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, IHK Desember 2025 mencatatkan inflasi sebesar
            0,64% (mtm), sehingga secara tahunan IHK 2025 mengalami inflasi sebesar 2,92% (yoy),
            meningkat dari 2024 yang sebesar 1,57% (yoy). Perkembangan inflasi tahunan Desember 2025
            juga meningkat bulan sebelumnya sebesar 2,72% (yoy) disumbang terutama oleh kelompok
            volatile food (VF) dan inti. Kelompok VF mengalami inflasi sebesar 6,21% (yoy), meningkat dari
            Desember 2024 yang sebesar 0,12% (yoy) maupun November 2025 sebesar 5,48% (yoy). Inflasi
            inti tercatat sebesar 2,38% (yoy), lebih tinggi dari Desember 2024 yang sebesar 2,26% (yoy)
            maupun November 2025 sebesar 2,36% (yoy). Sementara itu, kelompok administered price (AP)
            mengalami inflasi sebesar 1,93% (yoy), meningkat dari Desember 2024 yang sebesar 0,56%
            (yoy) maupun November 2025 yang sebesar 1,58% (yoy). Inflasi sepanjang 2025 yang tetap
            terjaga dalam kisaran sasarannya merupakan hasil dari konsistensi kebijakan moneter serta
            eratnya sinergi pengendalian inflasi antara Bank Indonesia dan Pemerintah dalam Tim
            Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP dan TPID) dan penguatan implementasi Program
            Ketahanan Pangan Nasional. Ke depan, Bank Indonesia meyakini inflasi tetap terkendali dalam
            sasaran 2,5±1% pada 2026.




Penilaian Piutang PT. Bank Oke Indonesia, Tbk                                                    III- 4
Page 44
          Kantor Jasa Penilai Publik
          SUGIANTO PRASODJO DAN REKAN
          Public Appraisers and Consultants



            Secara spasial, inflasi tahunan IHK Desember 2025 meningkat di seluruh wilayah. Berdasarkan
            provinsi, tercatat 29 provinsi berada dalam rentang sasaran inflasi nasional 2,5±1%, sementara
            itu tujuh provinsi berada di atas sasaran inflasi nasional dan dua provinsi lainnya di bawah
            sasaran inflasi nasional. Inflasi tahunan tertinggi tercatat di Aceh sebesar 6,71% (yoy), Sumatera
            Barat 5,15% (yoy), dan Riau sebesar 4,88% (yoy). Komoditas utama penyumbang inflasi di
            ketiga provinsi tersebut adalah beras, komoditas hortikultura (cabai merah dan bawang merah),
            daging dan telur ayam ras, serta emas perhiasan. Kenaikan harga pangan terutama didorong
            oleh gangguan pasokan akibat bencana alam di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
            Pasokan cabai merah terbatas akibat kondisi cuaca di wilayah sentra produksi Sumatera dan
            Jawa. Sementara itu, peningkatan harga daging dan telur ayam ras didorong oleh pola seasonal
            kenaikan permintaan pada HBKN Nataru, serta kenaikan harga jagung pakan. Lebih lanjut,
            peningkatan harga emas perhiasan dipengaruhi oleh kenaikan harga emas global yang
            berlanjut.

            Secara bulanan, seluruh wilayah mengalami inflasi pada Desember 2025. Berdasarkan provinsi,
            seluruh provinsi mengalami inflasi dengan inflasi bulanan tertinggi di Aceh sebesar 3,60% (mtm),
            Papua sebesar 1,77% (mtm), dan Sumatera Utara sebesar 1,66% (mtm). Inflasi di provinsi
            tersebut terutama disebabkan kenaikan harga komoditas hortikultura (bawang merah dan cabai
            rawit). Khusus untuk Provinsi Aceh dan Sumatera Utara, kenaikan harga merupakan akibat
            dampak bencana alam, sedangkan di Papua kenaikan inflasi disumbang terutama oleh tarif
            angkutan udara seiring mobilitas pada masa HBKN Nataru dan kenaikan harga aneka ikan
            akibat kondisi gelombang laut tinggi. Inflasi pada ketiga provinsi tersebut juga dipengaruhi oleh
            perkembangan harga komoditas daging dan telur ayam ras, serta komoditas emas perhiasan
            sejalan dengan kenaikan harga emas global.

3.1.3   Nilai Tukar Rupiah
        Nilai tukar Rupiah pada 31 Desember 2025 tercatat sebesar Rp16.675 per dolar AS melemah 3,48%
        ptp dibandingkan akhir tahun 2024. Selanjutnya, hingga 23 Januari 2026, nilai tukar Rupiah tercatat
        sebesar Rp16.815 per dolar AS, atau mengalami pelemahan sebesar 0,83% dibandingkan dengan
        level akhir Desember 2025. Pelemahan nilai tukar tersebut dipengaruhi oleh aliran keluar modal
        asing akibat meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global. Selain itu, kenaikan permintaan
        valas oleh perbankan dan korporasi domestik yang sejalan dengan kegiatan ekonomi, turut
        memengaruhi kinerja Rupiah. Ke depan, BI berkomitmen untuk menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah
        termasuk melalui intervensi terukur di transaksi Non-Deliverable Forward (NDF), Domestic Non
        Deliverable Forward (DNDF), dan pasar spot, serta memperkuat strategi operasi moneter pro
        market. Nilai tukar Rupiah diprakirakan akan stabil dengan kecenderungan menguat didukung oleh
        imbal hasil yang menarik, inflasi yang rendah, dan tetap baiknya prospek pertumbuhan ekonomi
        Indonesia.

3.2     Prospek Usaha Perseroan

        Prospek usaha PT Bank Oke Indonesia Tbk pada tahun 2025 diproyeksikan akan cukup positif
        meskipun tetap menghadapi tantangan dari dinamika ekonomi global maupun domestik. Secara
        umum, sektor perbankan Indonesia pada 2025 masih berada dalam jalur pertumbuhan yang sehat,


Penilaian Piutang PT. Bank Oke Indonesia, Tbk                                                        III- 5
Page 45
          Kantor Jasa Penilai Publik
          SUGIANTO PRASODJO DAN REKAN
          Public Appraisers and Consultants



        ditopang oleh stabilitas makroekonomi, inflasi yang terjaga, serta nilai tukar rupiah yang relatif stabil
        meskipun tetap fluktuatif akibat tekanan eksternal.

        Bagi Bank Oke, peluang pertumbuhan terutama datang dari semakin pesatnya digitalisasi layanan
        keuangan. Transformasi digital yang dilakukan perseroan dalam beberapa tahun terakhir
        diperkirakan akan terus memberikan kontribusi pada peningkatan efisiensi operasional, perluasan
        basis nasabah, serta penetrasi ke segmen ritel dan UMKM yang menjadi fokus utama. Selain itu,
        dukungan induk usaha dan kerja sama strategis dengan berbagai mitra memungkinkan Bank Oke
        memperkuat modal serta meningkatkan daya saing di tengah kompetisi yang semakin ketat.

        Dari sisi kredit, prospek pertumbuhan kredit Bank Oke pada 2025 diperkirakan selaras dengan
        target industri perbankan nasional yang berada di kisaran 10–12% yoy. Fokus pembiayaan akan
        diarahkan pada sektor konsumtif dan UMKM, yang dinilai memiliki prospek pertumbuhan cukup baik
        pascapulihnya daya beli masyarakat serta meningkatnya aktivitas bisnis domestik. Namun, Bank
        perlu tetap berhati-hati dalam menjaga kualitas aset mengingat potensi risiko kredit bermasalah
        (NPL) yang dapat meningkat apabila terjadi perlambatan ekonomi atau tekanan eksternal.

        Dari sisi penghimpunan dana, tren kenaikan dana murah (CASA) masih menjadi fokus utama.
        Optimalisasi digital banking diharapkan mampu mendorong pertumbuhan DPK, khususnya
        tabungan ritel, dengan biaya dana yang lebih efisien. Hal ini akan memperbaiki struktur likuiditas
        Bank Oke sekaligus meningkatkan margin keuntungan.

        Selain itu, strategi diversifikasi produk juga akan menjadi salah satu kunci pertumbuhan, baik melalui
        pengembangan layanan wealth management, bancassurance, maupun layanan digital payment
        yang saat ini semakin dibutuhkan masyarakat. Bank Oke juga berpotensi memanfaatkan tren
        kolaborasi dengan fintech untuk memperkuat ekosistem layanan keuangan digitalnya.

        Secara keseluruhan, prospek usaha PT Bank Oke Indonesia Tbk pada 2025 masih tergolong positif
        dengan peluang ekspansi yang terbuka lebar, khususnya melalui digitalisasi, perluasan kredit ritel
        dan UMKM, serta optimalisasi dana murah. Namun, perseroan tetap perlu mengantisipasi tantangan
        berupa ketatnya persaingan industri, potensi perlambatan global, serta risiko kredit, agar kinerja
        dapat tumbuh berkelanjutan dan menciptakan nilai tambah bagi pemegang saham.




Penilaian Piutang PT. Bank Oke Indonesia, Tbk                                                           III- 6
Page 46
          Kantor Jasa Penilai Publik
          SUGIANTO PRASODJO DAN REKAN
          Public Appraisers and Consultants



                                          BAB V
                              PENDEKATAN DAN METODE PENILAIAN


Dalam      penilaian   usaha,    prosedur    penilaian   dilaksanakan     dengan     mengaplikasikan
pendekatan dan metode penilaian usaha yang berlaku umum dalam penilaian perusahaan atau ekuitas sesuai
dengan Peraturan OJK No. 35/POJK.04/2020 dan KEPI & SPI Edisi VII – 2018. Berikut adalah pendekatan
penilaian usaha yang umum digunakan:

a. Pendekatan Data Pasar (Market Based Approach)
   Pendekatan data pasar adalah menilai dengan membandingkan nilai yang sama pada kegiatan usaha
   (bisnis) yang serupa, hak atas kepemilikan bisnis, atau surat berharga yang telah terjual di pasar terbuka.

b. Pendekatan Aset (Asset Based Approach)
   Pendekatan Aset adalah suatu cara dalam mengestimasi nilai dari objek penilaian yang ditentukan
   berdasarkan laporan keuangan historis objek penilaian yang telah diaudit, dimana seluruh aset dan
   kewajiban disesuaikan menjadi nilai pasar wajar atau nilai pasar.

c. Pendekatan Pendapatan (Income Approach)
   Pendekatan pendapatan adalah suatu cara untuk memperkirakan nilai suatu usaha, kepemilikan, atau
   efek, dengan cara mengkonversi manfaat ekonomis atau pendapatan ekonomi yang diantisipasi akan
   dihasilkan oleh objek penilaian di masa depan.

Penilaian ini dilakukan dengan analisis berdasarkan data yang disediakan oleh manajemen Perusahaan,
terkait analisis historis atas Neraca dan Laporan Laba/Rugi, pengkajian atas kondisi operasi, manajemen,
serta prospek usaha di masa yang akan datang.

Dari pendekatan penilaian yang telah disebutkan sebelumnya dengan mempertimbangkan berbagai
pendekatan penilaian mulai dari pendekatan berdasarkan pendapatan, berdasarkan aktiva, dan berdasarkan
pasar, adapun pendekatan yang digunakan dalam melakukan penilaian piutang PT Bank Oke Indonesia Tbk
adalah sebagai berikut:



            PENDEKATAN                                                METODE

                                       Diskonto Pendapatan Ekonomi Mendatang (Multi Period of Income
   Pendekatan Pendapatan
                                       Discounting Method) (“DCF”)

Dalam melakukan penilaian piutang PT Bank Oke Indonesia Tbk kami menggunakan pendekatan di atas
dengan pertimbangan sebagai berikut:

    •    PT Bank Oke Indonesia Tbk merupakan perusahaan yang berjalan (“going concern”) sehingga
         pendekatan pendapatan akan mengakomodir potensi pendapatan piutang perusahaan melalui




Penilaian Piutang PT. Bank Oke Indonesia, Tbk                                                          VI - 1
Page 47
                Kantor Jasa Penilai Publik
                SUGIANTO PRASODJO DAN REKAN
                Public Appraisers and Consultants



               penjualan lelang suatu aset dan mendiskontonya dengan menggunakan tingkat diskonto yang
               sesuai yang mencerminkan risiko yang terkait dengan arus kas.

          •    Pendekatan Aset dalam penilaian ini tidak digunakan, dikarenakan kondisi objek penilaian pada
               PT Bank Oke Indonesia Tbk adalah kredit macet sehingga tidak memiliki bukti pasar yang dapat
               diobservasi.
          •    Pendekatan Pasar dalam penilaian ini tidak digunakan, dikarenakan objek penilaian tidak memiliki
               data pasar yang sesuai/ sebanding.

4.1   Metode Diskonto Pendapatan Ekonomi Mendatang/Discounted Cash Flow (“DCF”)

      Dengan model DCF, nilai suatu piutang diestimasi dengan menentukan arus kas bersih yang diharapkan di
      masa depan melalui penjualan lelang suatu aset dan mendiskontonya dengan menggunakan tingkat diskonto
      yang sesuai yang mencerminkan risiko yang terkait dengan arus kas.




      Penilaian Piutang PT. Bank Oke Indonesia, Tbk                                                     VI - 2
Page 48
                                               BAB V
                                           ASUMSI PENILAIAN


5.1      Asumsi Umum

         •   Penilaian ini didasarkan atas laporan keuangan audited PT Bank Oke Indonesia Tbk per tanggal
             31 Desember 2025.
         •   Penilaian dilakukan atas sebagian piutang milik PT Bank Oke Indonesia Tbk per 31 Desember
             2025 sesuai dengan lingkup penugasan.
         •   Dalam penilaian ini kami mengasumsikan bahwa informasi dalam laporan keuangan adalah
             benar dan tidak ada hal yang signifikan yang akan mempengaruhi keuangan perusahaan-
             perusahaan tersebut di masa yang akan datang.
         •   Nilai tukar mata uang US Dollar per tanggal 31 Desember 2025 adalah US$1 = Rp16.782,- (kurs
             Tengah BI)
         •   Outstanding kredit yang diberikan ditetapkan berdasarkan informasi yang diberikan oleh
             PT Bank Oke Indonesia Tbk.
         •   Sebagai dasar perhitungan Nilai Pasar Piutang, kami menggunakan Nilai Pasar objek yang
             berasal dari laporan penilaian properti yang disusun oleh KJPP lain yang telah ditunjuk oleh
             PT Bank Oke Indonesia Tbk.
         •   Kami tidak melakukan eskalasi pada Nilai Pasar rencana penjualan melalui lelang karena
             semata – mata diambil dari Nilai Pasar yang sudah dilakukan penilai properti. Hal ini menjadi
             pertimbangan kami berdasarkan asumsi bahwa pasar properti di masa datang tidak mudah
             dilakukan prediksi tangkat kenaikannya.
         •   Biaya – biaya yang terkait pengelolaan dan rencana pelaksanaan lelang aset kredit didapat dari
             hasil wawancara dengan manajemen Perseroan dimana besarannya sesuai dengan kebijakan
             internal dan yang selama ini diterapkan oleh Perseroan.
         •   Jangka waktu rencana penjualan aset kredit melalui proses lelang didasari oleh masing –
             masing karakter dari aset kredit tersebut.
         •   Tingkat diskonto yang digunakan adalah Junk Bond.

5.1.1    Penentuan Tingkat Diskonto

         Dalam rangka penilaian unit bisnis ini tingkat diskonto yang digunakan mengacu pada Junk Bond
         karena terkait dengan kondisi kredit macet sehingga tidak didasarkan pada obligasi pasar yang lebih
         liquid.
         Junk Bond atau dikenal dengan istilah high-yield bond adalah obligasi yang memiliki peringkat di
         bawah peringkat investasi dan resiko gagal bayar yang lebih tinggi karena aliran pendapatan yang
         tidak pasti atau kurangnya jaminan. Resiko gagal bayar obligasi meningkat selama penurunan
         ekonomi yang membuat utang tingkat bawah ini semakin beresiko.
         Junk Bond yang digunakan dalam penilaian ini adalah milik 2 perusahaan Indonesia berbasis
         Rupiah, dan 1 perusahaan asing (Amerika) berbasis US Dollar yang kemudian dikonversikan ke
         dalam Rupiah.


Penilaian Piutang PT. Bank Oke Indonesia, Tbk                                                         V-1
Page 49
5.1.2    Penggunaan Diskon dan Premi

         Penentuan diskon dalam penilaian ini mengacu pada selisih perbedaan waktu ekspos dalam
         pemahaman waktu pemasaran normal dan waktu pemasaran terbatas dapat diperkirakan selisih
         koreksi kondisi terlikuidasi terhadap pasar normal. Rujukan kisaran besaran koreksi (diskon) sebagai
         berikut:




           Sumber: Pedoman Penilaian Indonesia 05 (PPI 05), tentang Penilaian Untuk Tujuan Lelang


         Dari tabel di atas kami menggunakan diskon sesuai dengan karakter masing – masing aset kredit
         yang diproyeksikan akan dijual melalui proses lelang, sehingga masing – masing aset kredit bisa
         berbeda penerapan diskonnya.

5.2      Metode Discounted Cash Flow Analysis (“DCF”)

         Prosedur dalam melakukan metode Discounted Cash Flow (DCF) adalah sebagai berikut:

5.2.1    Proyeksi Penerimaan Piutang yang dinilai

         Proyeksi penerimaan piutang yang dinilai didasarkan atas bussiness plan dan masukan dari
         PT Bank Oke Indonesia Tbk yang kemudian dilakukan review tingkat kewajarannya. Berdasarkan
         business plan terdapat ketidakpastian yang signifikan mengenai estimasi jumlah dan waktu
         terjadinya pendapatan di masa yang akan datang. Adapun rincian proyeksinya adalah sebagai
         berikut:




Penilaian Piutang PT. Bank Oke Indonesia, Tbk                                                          V-2
Page 50
                                                      Proyeksi Penjualan Piutang PT Bank Oke Indonesia Tbk
                                                                                                                                                                                                                                                        Laporan Penilaian
                                                                                                                                                                                                                                                          Properti KJPP
  No          Nama Debitur               O/S                CKPN            NetO/S                                                 Jaminan                                                    No. Laporan Penilaian Properti        Tanggal Laporan
                                                                                                                                                                                                                                                           Nilai Pasar
                                                                                         SHM 1424 (Denny Muliana)                                                                         00032/2.0179-00/PI/07/0701/1/III/2026      26 Maret 2026           6.825.200.000
  1    DENNY MULIANA                 18.156.596.115     11.722.482.917     6.434.113.198
                                                                                         SHM 1421 & SHM 1423 (Denny Muliana)                                                              00033/2.0179-00/PI/07/0701/1/III/2026      26 Maret 2026           9.460.000.000
  2    VERONICA THALIB               17.816.151.349     10.715.675.616     7.100.475.733 SHM No.2375 & SHM No.2584 a.n Veronica Thalib                                                    00034/2.0179-00/PI/07/0701/1/III/2026      26 Maret 2026          27.368.200.000
                                                                                         SHM 2650a.n SUGANDA                                                                              00035/2.0179-00/PI/07/0701/1/III/2026      26 Maret 2026          15.518.300.000
  3    DEBBIE RACHMAWATI TEGUH       12.982.736.229      9.375.000.000     3.607.736.229
                                                                                         SHM 36 & SHM 219                                                                                 00036/2.0179-00/PI/07/0701/1/III/2026      26 Maret 2026           6.679.400.000
                                                                                         SHMRS NO. 241.XVI                                                                                00037/2.0179-00/PI/07/0701/1/III/2026      26 Maret 2026           1.055.000.000
                                                                                         SHMRS NO. 1672, 1673, 1700,1699,1228                                                             00038/2.0179-00/PI/07/0701/1/III/2026      26 Maret 2026           2.897.000.000
  4    ANDREAS BUDI TJANDRA          11.451.441.493      8.955.800.663     2.495.640.830
                                                                                                                                                                                          00039/2.0179-00/PI/07/0701/1/III/2026      26 Maret 2026           3.047.000.000
                                                                                                                                                                                          00040/2.0179-00/PI/07/0701/1/III/2026      26 Maret 2026           2.889.000.000
   5   DAFIET DELIMA PUTERA SUGENG    5.345.858.147      3.755.640.453     1.590.217.694 SHM Nr.2541 & SHM Nr.2452 a.n Dafiet Delima Putera Sugeng                                        00041/2.0179-00/PI/07/0701/1/III/2026      26 Maret 2026           5.494.000.000
   6   TJONG KOK SIAN                 1.000.000.000         18.330.000       981.670.000 SHM.1557 & SHM.1558                                                                              00042/2.0179-00/PI/07/0701/1/III/2026      26 Maret 2026           1.941.000.000
   7   YUDISTIRA EDYANTO              4.800.000.000      1.589.408.000     3.210.592.000 SHM No. 71, SHM No. 75, & SHM No. 126 (a.n Yudistira Edyanto)                                    00043/2.0179-00/PI/07/0701/1/III/2026      26 Maret 2026           9.656.200.000
   8   MULTIDORA BERCA LESTARI PT     3.503.075.526      1.996.231.360     1.506.844.166 SHM No. 03376 & SHM No. 03382 a.n Arifianti Dewi                                                 00044/2.0179-00/PI/07/0701/1/III/2026      26 Maret 2026           3.197.100.000
   9   FANDY SANTOSO TANGGARA TAN     2.948.278.384        934.041.943     2.014.236.441 SHM No 3038 a.n Fandy Santoso                                                                    00045/2.0179-00/PI/07/0701/1/III/2026      26 Maret 2026           4.490.000.000
  10   LUSIANA                        8.245.518.169      8.245.518.169                 - SHGB 497 a.n LusianaExpired 03 April 2029                                                        00046/2.0179-00/PI/07/0701/1/III/2026      26 Maret 2026           9.277.000.000
  11   HOLLAD                         1.097.702.164      1.097.702.164                 - SHM No. 210 an. Hollad                                                                           00047/2.0179-00/PI/07/0701/1/III/2026      26 Maret 2026           1.459.200.000
  12   SUSAN CHRISTINETIO             1.325.726.815      1.325.726.815                 - SHM No. 23731. SUSAN CHRISTINETIO (TIO, MU HAN),2. KELVIN SUWANTHO (KELVIN),3. JEFVLIN.          00048/2.0179-00/PI/07/0701/1/III/2026      26 Maret 2026           1.684.500.000
                                                                                         SHPTU Nr.056655, SHPTU Nr.056656, SHPTU Nr.056657                                                00049/2.0179-00/PI/07/0701/1/III/2026      26 Maret 2026           1.311.000.000
  13 TJHAI WIDODO                     2.000.000.000      2.000.000.000                 -
                                                                                         SHPTU Nr.056659, SHPTU Nr.056660, SHPTU Nr.056661                                                00050/2.0179-00/PI/07/0701/1/III/2026      26 Maret 2026           2.640.000.000
  14 LATIF                            2.000.000.000      2.000.000.000                 - SHM 1477A.N LATIF                                                                                00051/2.0179-00/PI/07/0701/1/III/2026      26 Maret 2026           2.570.400.000
  15 BERRYS INTERNASIONAL PT            643.894.270        643.894.270                 - SHM No.1446 (Raka Iman Topan)                                                                    00052/2.0179-00/PI/07/0701/1/III/2026      26 Maret 2026           4.298.400.000
                                                                                         SHM No. 11961 (Nyonya Rianti Cristina)Rumah tinggal (Kontrakan),                                 00053/2.0179-00/PI/07/0701/1/III/2026      26 Maret 2026           5.608.600.000
  16 RIANTI CRISTINA                  6.463.082.989      6.463.082.989                 -
                                                                                         SHM No. 3816 (Nyonya Rianti Cristina)                                                            00054/2.0179-00/PI/07/0701/1/III/2026      26 Maret 2026           1.951.400.000
                Total                99.780.061.650     70.838.535.359    28.941.526.291                                                                                                                                                                   131.317.900.000



                                                                                                                     Asumsi Biaya Eksekusi                                                                                          Penentuan Discount
                                                                                                                                                                                             Indikasi Nilai
  No               Nama Debitur                Indikasi Nilai Likuidasi
                                                                          Biaya KPKNL Biaya Balai Lelang       Biaya Notaris     Pajak Penjual    Pajak Pembeli Biaya Pengosongan           Realisasi Bersih        3-6 bulan           >6-9 bulan            >9 bulan
                                                                               2%            3%                     1%                3%               5%              20%                                             15%                 35%                  45%
                                                       3.753.860.000        136.504.000    170.630.000            68.252.000       170.630.000      341.260.000      1.365.040.000              4.572.884.000      3.886.951.400       2.972.374.600        2.515.086.200
   1   DENNY MULIANA
                                                       5.203.000.000        189.200.000    236.500.000            94.600.000       236.500.000      473.000.000      1.892.000.000              6.338.200.000      5.387.470.000       4.119.830.000        3.486.010.000
   2   VERONICA THALIB                                16.420.920.000        547.364.000    684.205.000           273.682.000       684.205.000    1.368.410.000      5.473.640.000             18.336.694.000     15.586.189.900      11.918.851.100       10.085.181.700
                                                      10.862.810.000        310.366.000    387.957.500           155.183.000       387.957.500      775.915.000      3.103.660.000             10.397.261.000      8.837.671.850       6.758.219.650        5.718.493.550
   3   DEBBIE RACHMAWATI TEGUH
                                                       4.675.580.000        133.588.000    166.985.000            66.794.000       166.985.000      333.970.000      1.335.880.000              4.475.198.000      3.803.918.300       2.908.878.700        2.461.358.900
                                                         738.500.000         21.100.000     26.375.000            10.550.000        26.375.000       52.750.000        211.000.000                706.850.000        600.822.500         459.452.500          388.767.500
                                                       2.027.900.000         57.940.000     72.425.000            28.970.000        72.425.000      144.850.000        579.400.000              1.940.990.000      1.649.841.500       1.261.643.500        1.067.544.500
   4   ANDREAS BUDI TJANDRA
                                                       2.132.900.000         60.940.000     76.175.000            30.470.000        76.175.000      152.350.000        609.400.000              2.041.490.000      1.735.266.500       1.326.968.500        1.122.819.500
                                                       2.022.300.000         57.780.000     72.225.000            28.890.000        72.225.000      144.450.000        577.800.000              1.935.630.000      1.645.285.500       1.258.159.500        1.064.596.500
   5   DAFIET DELIMA PUTERA SUGENG                     3.296.400.000        109.880.000    137.350.000            54.940.000       137.350.000      274.700.000      1.098.800.000              3.680.980.000      3.128.833.000       2.392.637.000        2.024.539.000
   6   TJONG KOK SIAN                                  1.358.700.000         38.820.000     48.525.000            19.410.000        48.525.000       97.050.000        388.200.000              1.300.470.000      1.105.399.500         845.305.500          715.258.500
   7   YUDISTIRA EDYANTO                               4.828.100.000        193.124.000    241.405.000            96.562.000       241.405.000      482.810.000      1.931.240.000              6.469.654.000      5.499.205.900       4.205.275.100        3.558.309.700
   8   MULTIDORA BERCA LESTARI PT                      2.237.970.000         63.942.000     79.927.500            31.971.000        79.927.500      159.855.000        639.420.000              2.142.057.000      1.820.748.450       1.392.337.050        1.178.131.350
   9   FANDY SANTOSO TANGGARA TAN                      2.918.500.000         89.800.000    112.250.000            44.900.000       112.250.000      224.500.000        898.000.000              3.008.300.000      2.557.055.000       1.955.395.000        1.654.565.000
  10   LUSIANA                                         6.030.050.000        185.540.000    231.925.000            92.770.000       231.925.000      463.850.000      1.855.400.000              6.215.590.000      5.283.251.500       4.040.133.500        3.418.574.500
  11   HOLLAD                                            948.480.000         29.184.000     36.480.000            14.592.000        36.480.000       72.960.000        291.840.000                977.664.000        831.014.400         635.481.600          537.715.200
  12   SUSAN CHRISTINETIO                              1.179.150.000         33.690.000     42.112.500            16.845.000        42.112.500       84.225.000        336.900.000              1.128.615.000        959.322.750         733.599.750          620.738.250
                                                         852.150.000         26.220.000     32.775.000            13.110.000        32.775.000       65.550.000        262.200.000                878.370.000        746.614.500         570.940.500          483.103.500
  13 TJHAI WIDODO
                                                       1.716.000.000         52.800.000     66.000.000            26.400.000        66.000.000      132.000.000        528.000.000              1.768.800.000      1.503.480.000       1.149.720.000          972.840.000
  14 LATIF                                             1.799.280.000         51.408.000     64.260.000            25.704.000        64.260.000      128.520.000        514.080.000              1.722.168.000      1.463.842.800       1.119.409.200          947.192.400
  15 BERRYS INTERNASIONAL PT                           2.149.200.000         85.968.000    107.460.000            42.984.000       107.460.000      214.920.000        859.680.000              2.879.928.000      2.447.938.800       1.871.953.200        1.583.960.400
                                                       2.804.300.000        112.172.000    140.215.000            56.086.000       140.215.000      280.430.000      1.121.720.000              3.757.762.000      3.194.097.700       2.442.545.300        2.066.769.100
  16 RIANTI CRISTINA
                                                         975.700.000         39.028.000     48.785.000            19.514.000        48.785.000       97.570.000        390.280.000              1.307.438.000      1.111.322.300         849.834.700          719.090.900
                    Total                             80.931.750.000      2.626.358.000  3.282.947.500         1.313.179.000     3.282.947.500    6.565.895.000     26.263.580.000             87.982.993.000     74.785.544.050      57.188.945.450       48.390.646.150


                                                                                                            Indikasi Nilai Berdasarkan Tahun Terjual
                                                                                                                              12,32%                                                                                                                  Indikasi Nilai Pasar
  No              Nama Debitur                                                                                                                                                                                         Rencana Harga Transaksi
                                                                  0,890291717                                              0,792619341                                              0,705662434                                                            Piutang
                                                                       Y1                                                       Y2                                                       Y3
                                              3.460.520.635       2.646.280.486       2.239.160.411    3.080.872.857       2.355.961.597    1.993.505.967      2.742.875.586        2.097.493.095    1.774.801.850                                          2.355.961.597
   1   DENNY MULIANA                                                                                                                                                                                                               4.815.907.898
                                              4.796.419.916       3.667.850.524       3.103.565.828    4.270.212.922       3.265.456.940    2.763.078.949      3.801.735.193        2.907.209.265    2.459.946.301                                          2.459.946.301
   2   VERONICA THALIB                       13.876.255.765      10.611.254.409       8.978.753.730   12.353.915.569       9.447.111.905    7.993.710.074     10.998.588.701        8.410.685.477    7.116.733.866                 7.116.733.866            7.116.733.866
                                              7.868.106.044       6.016.786.975       5.091.127.440    7.004.909.638       5.356.695.606    4.532.588.590      6.236.413.028        4.769.021.728    4.035.326.077                                          5.356.695.606
   3   DEBBIE RACHMAWATI TEGUH                                                                                                                                                                                                     8.743.292.560
                                              3.386.596.954       2.589.750.612       2.191.327.441    3.015.059.216       2.305.633.518    1.950.920.669      2.684.282.246        2.052.686.424    1.736.888.512                                          3.386.596.954
                                                534.907.295         409.046.755         346.116.485      476.223.534         364.170.938      308.144.640        423.977.868          324.218.369      274.338.620                                            534.907.295
                                              1.468.840.222       1.123.230.758         950.426.026    1.307.696.283       1.000.003.040      846.156.418      1.164.231.169          890.294.423      753.326.050                                          1.164.231.169
   4   ANDREAS BUDI TJANDRA                                                                                                                                                                                                        3.523.366.180
                                              1.544.893.391       1.181.389.064         999.636.900    1.375.405.790       1.051.780.898      889.968.452      1.224.512.382          936.391.822      792.331.541                                            936.391.822
                                              1.464.784.052       1.120.128.981         947.801.446    1.304.085.109         997.241.554      843.819.776      1.161.016.171          887.835.895      751.245.757                                            887.835.895
   5   DAFIET DELIMA PUTERA SUGENG            2.785.574.103       2.130.144.903       1.802.430.302    2.479.973.551       1.896.450.362    1.604.688.768      2.207.899.910        1.688.394.049    1.428.641.118                 1.896.450.362            1.896.450.362
   6   TJONG KOK SIAN                           984.128.019         752.568.485         636.788.718      876.161.023         670.005.488      566.927.721        780.038.902          596.500.337      504.731.054                   752.568.485              752.568.485
   7   YUDISTIRA EDYANTO                      4.895.897.462       3.743.921.589       3.167.933.652    4.358.776.957       3.333.182.379    2.820.385.090      3.880.583.020        2.967.504.663    2.510.965.484                 2.820.385.090            2.820.385.090
   8   MULTIDORA BERCA LESTARI PT             1.620.997.263       1.239.586.143       1.048.880.582    1.443.160.437       1.103.593.275      933.809.694      1.284.833.783          982.519.952      831.363.036                 1.443.160.437            1.443.160.437
   9   FANDY SANTOSO TANGGARA TAN             2.276.524.886       1.740.871.972       1.473.045.514    2.026.771.249       1.549.883.896    1.311.440.220      1.804.417.655        1.379.848.795    1.167.564.365                 1.311.440.220            1.311.440.220
  10   LUSIANA                                4.703.635.048       3.596.897.390       3.043.528.561    4.187.607.323       3.202.287.953    2.709.628.268      3.728.192.113        2.850.970.439    2.412.359.602                 3.202.287.953            3.202.287.953
  11   HOLLAD                                   739.845.237         565.764.005         478.723.389      658.678.086         503.695.007      426.203.468        586.415.644          448.435.493      379.445.417                   478.723.389              478.723.389
  12   SUSAN CHRISTINETIO                       854.077.098         653.117.781         552.638.122      760.377.766         581.465.350      492.009.143        676.958.027          517.673.785      438.031.664                   581.465.350              581.465.350
                                                664.704.705         508.303.598         430.103.044      591.781.093         452.538.483      382.917.178        526.857.805          402.891.263      340.907.992                                            402.891.263
  13 TJHAI WIDODO                                                                                                                                                                                                                  1.214.205.476
                                              1.338.535.790       1.023.586.193         866.111.394    1.191.687.327         911.290.309      771.091.800      1.060.949.356          811.314.214      686.496.642                                            811.314.214
  14 LATIF                                    1.303.247.120         996.600.739         843.277.548    1.160.270.116         887.265.383      750.763.016      1.032.978.873          789.925.021      668.398.094                   670.514.801              668.398.094
  15 BERRYS INTERNASIONAL PT                  2.179.379.637       1.666.584.428       1.410.186.824    1.940.283.639       1.483.746.312    1.255.477.649      1.727.418.452        1.320.967.051    1.117.741.351                 1.117.741.351            1.117.741.351
                                              2.843.678.725       2.174.577.849       1.840.027.410    2.531.703.614       1.936.008.646    1.638.161.162      2.253.954.757        1.723.612.462    1.458.441.314                                          1.638.161.162
  16 RIANTI CRISTINA                                                                                                                                                                                                               2.311.756.582
                                                989.401.038         756.600.794         640.200.672      880.855.549         673.595.420      569.965.355        784.218.399          599.696.423      507.435.435                                            673.595.420
                    Total                    66.580.950.407      50.914.844.429      43.081.791.440   59.276.468.647 45.329.064.260 38.355.362.066            52.773.349.041       40.356.090.443   34.147.461.144                42.000.000.000           41.997.883.294




Penilaian Piutang PT. Bank Oke Indonesia, Tbk                                                                                                                                                                                                                   V-3
Page 51
5.2.3    Indikasi Nilai Pasar

         Indikasi Nilai Pasar piutang milik PT Bank Oke Indonesia Tbk berdasarkan metode DCF :

                                              Indikasi Nilai Pasar dengan DCF
                                     PT. Bank Oke Indonesia Tbk per 31 Desember 2025

                                                                                                                   (dalam Rupiah penuh)
                                                            Laporan Penilaian
                                                              Properti KJPP                                  Indikasi Nilai    Indikasi Nilai Pasar
        No          Nama Debitur              O/S                                Indikasi Nilai Likuidasi
                                                                                                            Realisasi Bersih        Piutang
                                                               Nilai Pasar

                                                                 6.825.200.000           3.753.860.000         4.572.884.000         2.355.961.597
         1   DENNY MULIANA                 18.156.596.115
                                                                 9.460.000.000           5.203.000.000         6.338.200.000         2.459.946.301
         2   VERONICA THALIB               17.816.151.349       27.368.200.000          16.420.920.000        18.336.694.000         7.116.733.866
                                                                15.518.300.000          10.862.810.000        10.397.261.000         5.356.695.606
         3   DEBBIE RACHMAWATI TEGUH       12.982.736.229
                                                                 6.679.400.000           4.675.580.000         4.475.198.000         3.386.596.954
                                                                 1.055.000.000             738.500.000           706.850.000           534.907.295
                                                                 2.897.000.000           2.027.900.000         1.940.990.000         1.164.231.169
         4   ANDREAS BUDI TJANDRA          11.451.441.493
                                                                 3.047.000.000           2.132.900.000         2.041.490.000           936.391.822
                                                                 2.889.000.000           2.022.300.000         1.935.630.000           887.835.895
         5   DAFIET DELIMA PUTERA SUGENG    5.345.858.147        5.494.000.000           3.296.400.000         3.680.980.000         1.896.450.362
         6   TJONG KOK SIAN                 1.000.000.000        1.941.000.000           1.358.700.000         1.300.470.000           752.568.485
         7   YUDISTIRA EDYANTO              4.800.000.000        9.656.200.000           4.828.100.000         6.469.654.000         2.820.385.090
         8   MULTIDORA BERCA LESTARI PT     3.503.075.526        3.197.100.000           2.237.970.000         2.142.057.000         1.443.160.437
         9   FANDY SANTOSO TANGGARA TAN     2.948.278.384        4.490.000.000           2.918.500.000         3.008.300.000         1.311.440.220
        10   LUSIANA                        8.245.518.169        9.277.000.000           6.030.050.000         6.215.590.000         3.202.287.953
        11   HOLLAD                         1.097.702.164        1.459.200.000             948.480.000           977.664.000           478.723.389
        12   SUSAN CHRISTINETIO             1.325.726.815        1.684.500.000           1.179.150.000         1.128.615.000           581.465.350
                                                                 1.311.000.000             852.150.000           878.370.000           402.891.263
        13 TJHAI WIDODO                     2.000.000.000
                                                                 2.640.000.000           1.716.000.000         1.768.800.000           811.314.214
        14 LATIF                            2.000.000.000        2.570.400.000           1.799.280.000         1.722.168.000           668.398.094
        15 BERRYS INTERNASIONAL PT            643.894.270        4.298.400.000           2.149.200.000         2.879.928.000         1.117.741.351
                                                                 5.608.600.000           2.804.300.000         3.757.762.000         1.638.161.162
        16 RIANTI CRISTINA                  6.463.082.989
                                                                 1.951.400.000             975.700.000         1.307.438.000           673.595.420
                      Total                99.780.061.650      131.317.900.000          80.931.750.000        87.982.993.000        41.997.883.294




         Setelah melakukan analisis DCF, kami berpendapat bahwa estimasi Nilai Pasar piutang PT. Bank
         Oke Indonesia Tbk berdasarkan metode Discounted Cash Flow (DCF) per tanggal 31 Desember
         2025 adalah:

                                      Rp41.997.883.294,-
(Empat Puluh Satu Miliar Sembilan Ratus Sembilan Puluh Tujuh Juta Delapan Ratus Delapan Puluh
                       Tiga Ribu Dua Ratus Sembilan Puluh Empat Rupiah)




Penilaian Piutang PT. Bank Oke Indonesia, Tbk                                                                                              V-4
Page 52
                                            BAB VI
                                     KESIMPULAN PENILAIAN


Dengan mempertimbangkan seluruh informasi yang relevan dan kondisi pasar yang berlaku, kami
berpendapat bahwa Nilai Pasar Piutang PT Bank Oke Indonesia Tbk per tanggal 31 Desember 2025 adalah:

                                      Rp41.997.883.294,-
(Empat Puluh Satu Miliar Sembilan Ratus Sembilan Puluh Tujuh Juta Delapan Ratus Delapan Puluh
                      Tiga Ribu Dua Ratus Sembilan Puluh Empat Rupiah)

Untuk sampai pada penilaian ini, kami tidak mempertimbangkan nilai strategis yang melekat pada kegiatan
usaha PT Bank Oke Indonesia Tbk.

Sesuai dengan aturan yang berlaku, kami mengonfirmasikan bahwa laporan ini hanya ditujukan kepada yang
bersangkutan dan digunakan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Kami tidak
bertanggung jawab terhadap pihak ketiga dan tidak ada bagian/referensi maupun laporan keseluruhan dapat
dipublikasikan dalam bentuk apapun kepada pihak ketiga tanpa persetujuan tertulis dari kami.




Penilaian Piutang PT. Bank Oke Indonesia, Tbk
                                                                                               VI - 1

File

File Open PDF
Source IDX
Size2.67 MB
Published6 May 2026
Pages52
Characters182,313
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 58 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org BANK OKE INDONESIA TBK p.1 ×329
linked org PT Oke Asset Indonesia p.18 ×3
linked org APRO Financial Co.,Ltd. p.23 ×2
linked person Sondang Martha Samosir p.30
linked person Hendra Lie p.30
linked person Efdinal Alamsyah p.31
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.2 ×9
possible org KJPP Sugianto p.4 ×2
possible person Ruli Citrarini p.8
possible org Bursa Efek Indonesia p.20
possible org Ok Next Co p.30
possible person Sang Ton Sim p.30
possible person Kang Bong Joo p.30
possible person Jong Ha Lee p.31
unresolved person H. Juanda p.1 ×6
unresolved person Ir. Budi Prasodjo p.2 ×5
unresolved org Menteri Keuangan p.2 ×2
unresolved org Bapepam-LK p.2 ×10
unresolved org Kantor Jasa Penilai Publik SUGIANTO PRASODJO DAN REKAN p.2
unresolved org Provinsi DKI Jakarta. KJPP Sugianto Prasodjo dan Rekan p.2
unresolved org KJPP Sugianto Prasodjo p.2 ×15
unresolved org Kementerian Keuangan Republik Indonesia p.2
unresolved org Menteri Keuangan Republik Indonesia. KJPP Sugianto Prasodjo dan Rekan p.2
unresolved org KJPP Sugianto dan Rekan p.4 ×2
unresolved org KJPP Sugianto Prasodjo dan Rekan p.4 ×14
unresolved org Bank Oke p.6 ×6
unresolved org KJPP SUGIAI p.6
unresolved org TO PRASODJO & REKAN p.6
unresolved org Minister of Finance's Permrssbn No. PB- p.6
unresolved org PT Sank Oke Indonesi p.6
unresolved org PT Bank Oke Indonesla p.12
unresolved person Dev p.18
unresolved org KJPP p.18 ×3
unresolved person Rianti Cristina p.19 ×8
unresolved org Bank Indonesia p.20 ×10
unresolved org PT. Liman International Bank p.22 ×2
unresolved org Menteri Kehakiman Republik Indonesia No. C p.22
unresolved org Bank Liman International. p.22 ×4
unresolved org Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.22 ×9
unresolved person Dewi Kusumawati p.22 ×8
unresolved org PT Bank Dinar Indonesia Tbk p.22 ×21
unresolved person Tjhong Sendrawan p.23 ×3
unresolved person Eliwaty Tjitra p.23
unresolved person Dr. Agung Iriantoro S.H. p.23 ×6
unresolved org Laporan Penilaian Properti KJPP Pical Niken Tjahjono dan Rekan p.25
unresolved org KJPP Pical Niken Tjahjono p.25
unresolved org Paul Hadiwinata p.25 ×5
unresolved org Palilingan & Rekan p.25 ×5
unresolved — Sumber Informasi Terkait Entit · Penilai p.26
unresolved org Menteri Keuangan Republik Indonesia p.28
unresolved person Akta Notaris James Herman Rahardjo · Notaris p.28 ×2
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.28 ×10
unresolved person Hizmelina p.28
unresolved org Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.28 ×2
unresolved org PT Bank Dinar Indonesia. Perubahan Anggaran Dasar p.28
unresolved person Dr. Agung Irianto p.29 ×6
unresolved org Kantor Jasa Penilai Publik SUGIANTO PRASODJO DAN REKAN Public Appraisers p.40 ×8
unresolved org Pusat Statistik p.43

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

Rule parser Needs review confidence 0.364 10952 ms 12 Sep 2026 22:29
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
 'appraiser_name': '',
 'assets': [{'area_sqm': None,
             'category': 'LOAN',
             'description': 'Penilaian Piutang PT Bank Oke Indonesia Tbk'}],
 'currency': None,
 'fact_type': '',
 'issuer_name': '',
 'kind': 'CONFLICT',
 'kjpp_name': '',
 'letter_number': '',
 'object_text': 'Penilaian Piutang PT Bank Oke Indonesia Tbk',
 'object_truncated': True,
 'parties': [],
 'pct_of_equity': None,
 'reference_period': '',
 'requires_rups': None,
 'rups_date': None,
 'ticker': '',
 'transaction_date': None,
 'valuation_date': None,
 'value': None}
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result