Skip to content
Back to announcement

AnnualReport2025-APIA-att3.pdf

Other Text extracted APIA

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 322

Page 1
Melayani Sepenuh Hati, Menyambut Cakrawala Baru
           Menuju Bandara Kelas Dunia
Page 2
Sanggahan dan Batasan

PT Angkasa Pura Indonesia
(InJourney      Airports),     yang
merupakan perubahan nama dari
PT Angkasa Pura II sebagaimana
diumumkan secara resmi oleh
Menteri Badan Usaha Milik Negara
(BUMN), Erick Thohir, pada 9
September 2024, menjalankan
kegiatan    usaha      di    sektor
kebandarudaraan. Laporan ini
menyajikan     informasi     terkait
kondisi keuangan dan kinerja
pendapatan Perusahaan, serta
memuat       proyeksi,     rencana,
strategi, kebijakan, dan tujuan
bisnis.     Pernyataan        dalam
laporan ini mengandung risiko
dan ketidakpastian yang dapat
menyebabkan realisasi kinerja
berbeda secara signifikan dari yang
diproyeksikan.

Pernyataan berorientasi masa
depan di dalam laporan disusun
berdasarkan berbagai asumsi
mengenai kondisi saat ini maupun
masa depan serta lingkungan bisnis
tempat perusahaan beroperasi.
Perusahaan tidak menjamin bahwa
dokumen yang telah divalidasi akan
menghasilkan hasil sesuai harapan.



Disclaimer and Limitations of
Liabilities

PT Angkasa Pura Indonesia
(InJourney Airports), formerly
known as PT Angkasa Pura
II    following      the    official
announcement by the Minister of
State-Owned Enterprises (SOEs),
Erick Thohir, on 9 September 2024,
operates in the airport services
sector. This report contains
information on the Company’s
financial     performance       and
revenue, and includes projections,
plans, strategies, policies, and
business objectives. Statements
contained in this report involve
risks and uncertainties that may
cause actual performance to differ
materially from those projected.

Forward-looking statements in
this report are based on various
assumptions regarding current
and future conditions, as well
as the business environment in
which the Company operates.
The Company does not guarantee
that the outcomes will align with
expectations.
Page 3
Tema Laporan Keberlanjutan 2025
2025 Sustainability Report Theme




                                    Melayani Sepenuh Hati,
                                Menyambut Cakrawala Baru
                                Menuju Bandara Kelas Dunia
                             Serving Wholeheartedly, Welcoming New Horizons
                                                 Toward World-Class Airports




PT Angkasa Pura Indonesia (selanjutnya disebut               PT Angkasa Pura Indonesia (hereinafter referred to as the
“Perusahaan”) terus melaksanakan transformasi                “Company”) continues to advance airport transformation
bandara untuk meningkatkan kualitas layanan sekaligus        to enhance service quality while supporting both
mendukung mobilitas nasional dan internasional.              national and international mobility. As the fifth-largest
Sebagai operator bandara terbesar kelima di dunia,           airport operator in the world, the Company emphasizes
Perusahaan menekankan penguatan infrastruktur,               infrastructure strengthening, increased operational
peningkatan kapasitas operasional, serta integrasi           capacity, and service integration to ensure that every
layanan agar setiap perjalanan memberikan pengalaman         journey delivers an efficient, comfortable, and seamless
perjalanan yang efisien, nyaman, dan terpadu, selaras        travel experience, aligned with global airport best
dengan praktik bandara kelas dunia.                          practices.

Nilai Melayani Sepenuh Hati menjadi landasan dalam           The value of Melayani Sepenuh Hati underpins every
setiap interaksi, yang mengacu pada komitmen untuk           interaction, reflecting a commitment to continuously
senantiasa meningkatkan kompetensi sumber daya               enhancing human capital capabilities and service quality
manusia dan kualitas layanan dalam rangka memberikan         to deliver a sincere and memorable travel experience
pengalaman perjalanan yang tulus dan berkesan di             across all touchpoints. As the nation’s primary gateway,
seluruh titik layanan. Sebagai gerbang utama negara,         airports serve as a showcase of Indonesia’s culture to the
bandara berperan sebagai etalase budaya Indonesia di         world, functioning not only as transportation hubs, but
mata dunia, yang tidak hanya berfungsi sebagai simpul        also as a reflection of national identity and hospitality.
transportasi, tetapi juga mencerminkan identitas dan         With a spirit of opening new horizons, the Company
keramahtamahan bangsa. Dengan semangat membuka               continues to expand connectivity while delivering travel
cakrawala baru, Perusahaan memperluas konektivitas           experiences that are increasingly inclusive, integrated,
sekaligus menghadirkan pengalaman perjalanan yang            and aligned with international best practices.
semakin inklusif, terintegrasi, dan selaras dengan praktik
terbaik internasional.

Sejalan dengan itu, Perusahaan menjalankan prinsip           In line with this, the Company implements sustainability
keberlanjutan melalui pengembangan green airport,            principles through the development of green airports,
efisiensi energi, pengurangan emisi, serta pengelolaan       energy efficiency initiatives, emission reduction efforts,
limbah dan air secara terpadu. Langkah-langkah               and integrated waste and water management. These
ini memastikan bahwa setiap inovasi tidak hanya              measures ensure that every innovation not only enhances
meningkatkan kualitas layanan, tetapi juga memberikan        service quality but also generates sustainable positive
dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat dan        impacts for communities and the environment.
lingkungan.
Page 4
 Sanggahan dan Batasan                                        2                         Memperkenalkan Peran dan Nilai
 Disclaimer and Limitations of Liabilities                                              dalam Perjalanan Perusahaan

 Tema Laporan Keberlanjutan
 Sustainability Report Theme
                                                              3
                                                                      02                Introducing Roles and Values in the
                                                                                        Company’s Journey

 Daftar Isi                                                   4
 Table of Contents                                                    Tentang PT Angkasa Pura Indonesia                       60
                                                                      About PT Angkasa Pura Indonesia
 Sambutan Direktur Utama                                      6
 Message from the President Director                                  Penjelasan Logo                                         61
                                                                      Logo Explanation
 Pernyataan Laporan Keberlanjutan                             12
 Sustainability Report Statement                                      Visi, Misi, dan Tata Nilai Perusahaan                   62
                                                                      Vision, Mission, and Corporate Values




Daftar Isi
Table of Contents




 Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan 2025                          14      Skala Perusahaan                                        65
 2025 Sustainability Performance Highlights                           Company Scale

 Kilas Peristiwa Tahun 2025                                  20       Struktur Grup                                           66
 2025 Timeline of Events                                              Group Structure

 Penghargaan Tahun 2025                                      29       Produk, Layanan, dan Kegiatan Usaha                     67
 Awards in 2025                                                       Products, Services, and Business Activities

 Tentang Laporan Ini                                         42       Area Operasional                                        70
 About This Report                                                    Operational Areas

                                                                      Keanggotaan Asosiasi                                    74
                                                                      Association Memberships
                 Navigasi Arah Strategi
                                                                      Jejak Langkah PT Angkasa Pura Indonesia                 76
                 Keberlanjutan

 01
                                                                      Milestones of PT Angkasa Pura Indonesia
                 Navigating the Direction of Sustainability
                 Strategy                                             Etalase Bangsa                                          78
                                                                      Showcasing the Nation

 Strategi Keberlanjutan PT Angkasa Pura Indonesia            46
 PT Angkasa Pura Indonesia Sustainability Strategy                                   Menjaga Integritas melalui
                                                                                     Tata Kelola yang Tangguh

                                                                      03
 Identifikasi Topik Material                                 48
 Identification of Material Topics                                                   Upholding Integrity through Strong

 Pelibatan Pemangku Kepentingan                              53                      Governance
 Stakeholder Engagement

 Tantangan dalam Penerapan Prinsip Keberlanjutan             56       Struktur Tata Kelola                                    90
 Challenges in Implementing Sustainability Principles                 Governance Structure

                                                                      Pengelolaan Risiko Atas Penerapan Tata Kelola           103
                                                                      Keberlanjutan
                                                                      Risk Management in the Implementation of
                                                                      Sustainability Governance




4              Laporan Keberlanjutan 2025 PT Angkasa Pura Indonesia
Page 5
Kebijakan dan Kepatuhan                                  112   Manajemen Keselamatan Bandara                               209
Policies and Compliance                                        Airport Safety Management

Dukungan terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan       126
(TPB)                                                                           Mengembangkan Talenta,
Contribution to the Sustainable Development Goals                               Menyiapkan Masa Depan
(SDGs)


               Menjaga Keseimbangan
                                                               06               Developing Talent, Preparing for the Future




               Lingkungan di Setiap Lintasan

04
                                                               Pengelolaan dan Pengembangan Talenta                        216
               Maintaining Environmental Balance in Every      Talent Management and Development
               Operation
                                                               Keselamatan dan Kesehatan Kerja                             250
                                                               Occupational Health and Safety
Komitmen Lingkungan sebagai Landasan Operasi             132   Manajemen Mutu Pengelolaan Bandara                          269
Environmental Commitment as the Foundation of                  Airport Management Quality Management
Operations




Pengelolaan Sumber Daya                                  139                    Menciptakan Dampak Sosial
Resource Management                                                             Bersama
Pengelolaan Dampak Lingkungan
Environmental Impact Management
                                                         149
                                                               07               Creating Shared Social Impact



Perlindungan terhadap Keanekaragaman                     168
Biodiversity Protection                                        Mengelola Dampak terhadap Masyarakat                        272
                                                               Managing Impacts on Communities

                                                               Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan                        277
               Menghadirkan Layanan yang                       Social and Environmental Responsibility
               Berorientasi pada Pengalaman

05             Delivering Experience-Oriented Services         Pernyataan Penjaminan Eksternal
                                                               External Assurance Statement
                                                                                                                           296


                                                               Indeks Isi Standar Global Reporting Initiative (GRI) 2021   302
Kebijakan Layanan                                        180   Global Reporting Initiative (GRI) 2021 Content Index
Service Policy                                                 Referensi POJK No. 51/POJK/03/2017 dan SEOJK No. 16/        316
Pengelolaan dan Strategi Pengalaman Pelanggan            180   SEOJK/04/2021
Customer Experience Management and Strategy                    Reference to POJK No. 51/POJK/03/2017 and SEOJK No.
                                                               16/SEOJK/04/2021
Kinerja Operasional Bandara                              193
Airport Operational Performance                                Lembar Umpan Balik                                          319
                                                               Feedback Form
Pengukuran Kinerja dan Kepuasan Pelanggan                194
Performance Measurement and Customer Satisfaction

Penanganan Umpan Balik Pelanggan                         199
Customer Feedback Management

Pemasaran dan Informasi Produk                       206
Product Marketing and Information




                                                               Sestainability Report 2025 PT Angkasa Pura Indonesia              5
Page 6
Sambutan Direktur Utama                                             [GRI 2-22] [OJK D.1]

Message from the President Director




Pemangku Kepentingan yang kami hormati,                             Distinguished Stakeholders,

Di setiap lepas landas, terdapat keyakinan akan arah                In every takeoff, there is a conviction in the direction ahead.
yang dituju. Sebagai entitas hasil integrasi nasional               As a nationally integrated entity managing the largest airport
yang mengelola jaringan bandara terbesar di Indonesia,              network in Indonesia, PT Angkasa Pura Indonesia (hereinafter
PT Angkasa Pura Indonesia (selanjutnya disebut                      referred to as the “Company”) views sustainability as a
“Perusahaan”) memaknai keberlanjutan sebagai fondasi                foundation for maintaining balance between business
dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan usaha                 growth and long-term responsibility. Sustainability serves as
dan tanggung jawab jangka panjang. Keberlanjutan hadir              the balancing force between the two, preserving alignment
di antara keduanya sebagai penyeimbang yang menjaga                 between growth and responsibility, while providing a clear
keselarasan antara pertumbuhan dan tanggung jawab, serta            direction that ensures each journey delivers broader value.
sebagai arah yang memastikan setiap perjalanan memiliki
makna yang lebih luas.

Menjaga Arah di Tengah Dinamika                                     Maintaining the Course Amid Dynamic Change

Perjalanan sektor transportasi sepanjang tahun 2025                 The transportation sector’s performance in 2025 was
ditopang oleh fondasi ekonomi nasional yang solid di                supported by a resilient national economic foundation amid
tengah lanskap global yang dinamis. Ekonomi Indonesia               a dynamic global landscape. Indonesia’s economy grew by
tumbuh sebesar 5,11% (yoy), mencerminkan kekuatan yang              5.11% (yoy), reflecting underlying strength that continued
mendukung sektor transportasi dan aviasi. Pertumbuhan ini           to support the transportation and aviation sectors.
mendorong peningkatan mobilitas masyarakat, khususnya               This growth drove increased mobility, particularly in air
dengan menggunakan transportasi udara, yang tercermin               travel, as reflected in rising passenger traffic and aircraft
pada tren kenaikan trafik penumpang dan pergerakan                  movements across the airports under our management.
pesawat di bandara yang kami kelola. Hal ini menegaskan             This underscores that sustainability is not only a long-term
bahwa keberlanjutan bukan hanya menjadi komitmen                    commitment, but also a strategic necessity to ensure the
jangka panjang, melainkan juga kebutuhan strategis untuk            Company remains adaptive, resilient, and well-positioned to
memastikan perusahaan tetap adaptif, resilien, dan mampu            capture growth opportunities.
menangkap peluang pertumbuhan.

Momentum ini seiring timbul dengan meningkatnya mobilitas           This momentum was further propelled by rising air mobility
udara dan pemulihan sektor pariwisata internasional, yang           and the recovery of international tourism, creating
membuka peluang peningkatan trafik dan memperkuat                   opportunities to increase traffic and strengthen the role of
peran bandara sebagai katalisator pembangunan regional. Di          airports as catalysts for regional development. At the same
sisi lain, Perusahaan tetap mencermati dinamika geopolitik          time, the Company remained attentive to global geopolitical
global, fluktuasi ekonomi negara besar, dan volatilitas             dynamics, economic fluctuations in major markets, and
perdagangan internasional yang berpotensi memengaruhi               volatility in international trade that may affect regional
stabilitas kawasan.                                                 stability.

Industri kebandarudaraan menghadapi tantangan yang                  The airport industry continues to navigate complex
kompleks. Di tengah peningkatan trafik dan mobilitas                challenges. Amid growing traffic and air mobility, the
udara, Perusahaan juga dihadapkan pada kebutuhan                    Company must also manage environmental impacts in a
untuk mengelola dampak lingkungan secara lebih                      more measured manner to ensure that growth does not
terukur, sehingga pertumbuhan tidak berjalan dengan                 come at the expense of environmental quality and long-
mengorbankan kualitas lingkungan dan keberlanjutan                  term sustainability. These challenges include managing
jangka panjang. Bagi Perusahaan, tantangan tersebut                 traffic across a diverse airport network, optimizing the
mencakup pengelolaan trafik pada jaringan bandara dengan            performance of hub and non-hub airports, and strengthening



6            Laporan Keberlanjutan 2025 PT Angkasa Pura Indonesia
Page 7
                                        Mohammad Rizal
                                              Pahlevi

                                              Direktur Utama
                                           President Director




Sestainability Report 2025 PT Angkasa Pura Indonesia            7
Page 8
karakteristik yang beragam, optimalisasi kinerja bandara hub         non-aeronautical revenues amid shifting passenger travel
dan nonhub, serta penguatan pendapatan nonaeronautika                patterns. In addition, adapting to regulatory requirements,
di tengah perubahan pola perjalanan penumpang. Selain                enhancing service quality, and integrating operational
itu, penyesuaian terhadap kebijakan regulator, kebutuhan             systems following the entity merger remain key priorities in
peningkatan kualitas layanan, serta integrasi sistem                 sustaining performance.
operasional pascapenggabungan entitas menjadi fokus
penting dalam menjaga keberlanjutan kinerja.

Untuk menjaga kinerja yang stabil dan berkelanjutan,                 To maintain stable and sustainable performance, the
Perusahaan menetapkan target yang terukur dan realistis.             Company has set measurable and realistic targets. The
Strategi 2025 difokuskan pada penguatan struktur keuangan,           2025 strategy focused on strengthening the financial
pertumbuhan pendapatan yang konsisten, dan peningkatan               structure, driving consistent revenue growth, and enhancing
efektivitas operasional. Hingga akhir tahun, aset perusahaan         operational effectiveness. By year-end, total assets reached
mencapai Rp90,57 triliun atau naik 5,1% dibandingkan 2024,           Rp90.57 trillion, an increase of 5.1% compared to 2024,
dengan pencapaian 1,16 juta pergerakan pesawat, 154,006              supported by 1.16 million aircraft movements, 154.006 million
juta pergerakan penumpang, dan 1,49 juta ton lalu lintas             passenger movements, and 1.49 million tons of cargo traffic
kargo di seluruh bandara yang dikelola. Pencapaian ini               across the managed airports. These achievements reflect
mencerminkan kemampuan Perusahaan dalam mengelola                    the Company’s capability to manage increased air mobility in
peningkatan mobilitas udara secara terintegrasi, sekaligus           an integrated manner while maintaining service quality and
menjaga kualitas layanan dan efisiensi operasional.                  operational efficiency.

Nilai Keberlanjutan dan Komitmen Pimpinan                            Sustainability Values and Leadership Commitment

Sebagai pengelola 37 bandara di Indonesia, setiap langkah            As the operator of 37 airports across Indonesia, every
operasional PT Angkasa Pura Indonesia membawa dampak                 operational step taken by PT Angkasa Pura Indonesia
yang melampaui batas geografis. Prinsip keberlanjutan                generates impacts that extend beyond geographical
menjadi fondasi dalam setiap keputusan bisnis, mulai dari            boundaries. Sustainability principles serve as the foundation
pengembangan infrastruktur, pengelolaan operasional,                 for all business decisions, from infrastructure development
hingga layanan kepada pelanggan. Nilai-nilai keberlanjutan           and operational management to customer service delivery.
ini dikembangkan secara terintegrasi, dengan melibatkan              These values are developed in an integrated manner,
manajemen puncak, dan diselaraskan dengan kebijakan                  involving top management and aligned with national policies
nasional serta standar global, sehingga menjadi sistem               and global standards, forming a guiding system that directs
navigasi yang menuntun setiap keputusan ke arah                      every decision toward responsible growth.
pertumbuhan yang bertanggung jawab.

Direksi dan manajemen berkomitmen untuk memastikan                   The Board of Directors and management are committed
prinsip berkelanjutan menjadi bagian dari tata kelola                to embedding sustainability principles within corporate
perusahaan, termasuk dalam aspek manajemen risiko dan                governance, including risk management and long-term
perencanaan jangka panjang, serta diintegrasikan ke dalam            planning, and integrating them into key performance
indikator kinerja utama dan proses pengambilan keputusan             indicators and strategic decision-making processes. This
strategis. Komitmen ini dijalankan sebagai disiplin yang             commitment is upheld as an ongoing discipline, akin to
berkelanjutan, sebagaimana standar keselamatan dalam                 aviation safety standards, embedded throughout all levels
dunia penerbangan, yang menembus setiap lini organisasi,             of the organization, from strategic policies to everyday
dari kebijakan strategis hingga budaya kerja sehari-hari.            workplace practices.

Merespons Isu dan Tantangan Keberlanjutan                            Responding to Sustainability Issues and Challenges

Industri kebandarudaraan menghadapi persimpangan                     The airport industry stands at a critical juncture where
yang mengharuskan efisiensi operasional hadir beriringan             operational efficiency must go hand in hand with
dengan pengelolaan dampak lingkungan serta kontribusi                environmental management and social contribution. In
sosial. Dalam merespons dinamika tersebut, Perusahaan                response, the Company has strengthened its sustainability
memperkuat       pendekatan    keberlanjutannya  melalui             approach through the update of material topics using a
pembaruan topik material yang dilakukan melalui proses               double materiality assessment process.
double materiality assessment.
8             Laporan Keberlanjutan 2025 PT Angkasa Pura Indonesia
Page 9
Pembaruan ini memastikan bahwa prioritas keberlanjutan       This update ensures that the Company’s sustainability
Perusahaan senantiasa relevan dengan perkembangan            priorities remain aligned with business developments,
bisnis, dinamika industri, serta ekspektasi pemangku         industry dynamics, and stakeholder expectations. Key
kepentingan. Adapun prioritas utama mencakup pemenuhan       priorities include customer well-being and safety, data
kesejahteraan dan keselamatan pelanggan, pelindungan         privacy and cybersecurity, and service quality assurance.
privasi dan keamanan siber, serta penjaminan atas kualitas   Further details on the process and results of this assessment
layanan. Penjelasan lebih lanjut mengenai proses dan hasil   are presented in the Materiality section of this report, while
penilaian ini disampaikan pada bagian Materialitas dalam     each topic is discussed in greater depth in the relevant
laporan ini, sedangkan pembahasan masing-masing topik        sections of this sustainability report.
diuraikan secara lebih mendalam pada bagian terkait dalam
laporan keberlanjutan ini.

Perusahaan menyadari bahwa proses transformasi dan           The Company recognizes that transformation and
integrasi selalu menghadirkan tantangan yang perlu           integration processes inevitably present challenges that
dibenahi secara berkesinambungan, antara lain dengan         require continuous improvement, including enhancing
memperdalam pemahaman internal terkait praktik               internal understanding of sustainability practices, improving
keberlanjutan, meningkatkan kualitas dan integrasi           data quality and integration, and strengthening stakeholder
data, serta memperkuat kolaborasi dengan pemangku            collaboration.
kepentingan.

Perusahaan telah memiliki Kebijakan Lingkungan Hidup yang    The Company has established an Environmental Policy
menjadi landasan strategis dalam penguatan tata kelola       that serves as the strategic foundation for strengthening
dan pengelolaan aspek lingkungan di seluruh bandara yang     governance and environmental management across all
dikelola. Kebijakan ini mempertegas komitmen Perusahaan      airports under its management. This policy reaffirms
dalam penerapan prinsip eco airport, pengelolaan dampak      the Company’s commitment to implementing eco-
lingkungan secara menyeluruh, serta peningkatan kinerja      airport principles, managing environmental impacts
lingkungan melalui berbagai program seperti penurunan        comprehensively,       and     enhancing     environmental
emisi Gas Rumah Kaca (GRK), efisiensi energi, pengelolaan    performance through various programs encompassing
limbah, Bangunan Gedung Hijau di bandara, konservasi         greenhouse gas (GHG) emissions reduction, energy
keanekaragaman hayati, hingga penerapan standar              efficiency, waste management, Green Building standards
dan sertifikasi lingkungan. Selain itu, kebijakan ini juga   at airports, biodiversity conservation, and the adoption of
menekankan pentingnya kepatuhan terhadap regulasi,           environmental standards and certifications. Furthermore,
penguatan kapasitas sumber daya manusia, serta kolaborasi    the policy underscores the importance of regulatory
dengan para pemangku kepentingan dalam menjaga kualitas      compliance, human resource capacity building, and
lingkungan di sekitar bandara.                               stakeholder collaboration in maintaining environmental
                                                             quality within and around airport areas.

Dokumen kebijakan ini kemudian menjadi penguat               This policy document serves to reinforce the various
bagi berbagai inisiatif strategis yang telah dijalankan      strategic initiatives that the Company has implemented
Perusahaan dalam pengelolaan operasional bandara yang        in the sustainable management of airport operations. Its
berkelanjutan. Implementasi tersebut diarahkan untuk         implementation is directed at ensuring the effectiveness of
memastikan efektivitas pengelolaan energi, limbah, serta     energy and waste management, as well as improving service
peningkatan kualitas layanan melalui dukungan digitalisasi   quality through digitalization support and organizational
dan penguatan kapasitas organisasi. Pendekatan ini juga      capacity building. This approach also strengthens
memperkuat sistem pemantauan kinerja serta kolaborasi        the performance monitoring system and stakeholder
dengan pemangku kepentingan, sehingga setiap inisiatif       collaboration, enabling each initiative to be carried out in
dapat berjalan lebih terukur, terintegrasi, dan selaras      a more measurable, integrated, and sustainable manner,
dengan arah keberlanjutan Perusahaan.                        aligned with the Company’s sustainability direction.




                                                              Sestainability Report 2025 PT Angkasa Pura Indonesia       9
Page 10
Kinerja dan Capaian Keberlanjutan                                   Sustainability Performance and Achievements

Tahun 2025 menjadi momentum konsolidasi pasca integrasi             The year 2025 saw a consolidation phase following the
PT Angkasa Pura I ke dalam PT Angkasa Pura Indonesia                integration of PT Angkasa Pura I into PT Angkasa Pura
(dahulu PT Angkasa Pura II), yang kemudian menghadirkan             Indonesia (formerly PT Angkasa Pura II), resulting in the
InJourney Airports sebagai entitas nasional yang mengelola          establishment of InJourney Airports as a national entity
jaringan bandara terbesar di Asia Tenggara. Total                   managing the largest airport network in Southeast Asia.
pergerakan penumpang sepanjang tahun mencapai 154,006               Total passenger movements reached 154.006 million,
juta orang, mencerminkan pemulihan sektor aviasi seiring            reflecting the recovery of the aviation sector amid growing
meningkatnya antusiasme masyarakat untuk menggunakan                public enthusiasm for air travel.
moda transportasi udara.

Di tengah peningkatan aktivitas tersebut, Perusahaan terus          Amid increasing activity, the Company continued to
memperkuat kinerja lingkungannya melalui berbagai inisiatif         strengthen its environmental performance through
strategis, termasuk pengendalian emisi dan efisiensi energi         strategic initiatives, including technology-based emission
berbasis teknologi, pemanfaatan energi surya melalui                control and energy efficiency, the utilization of solar energy
pengoperasian pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS)                through rooftop Solar Power Plant (PLTS) as part of the
atap sebagai bagian dari transisi energi, pengelolaan               energy transition, sustainable waste management, and the
limbah yang berkelanjutan, serta penerapan konsep green             implementation of green building concepts across several
building di sejumlah bandara. Upaya ini menghasilkan                airports. These efforts resulted in emission reductions
capaian penurunan emisi sebesar 199.152 ton CO2e, yang              of 199,152 tCO2e, demonstrating tangible progress toward
mencerminkan langkah nyata menuju operasi yang lebih                lower-carbon operations. This commitment was further
rendah karbon. Komitmen tersebut turut didukung oleh                supported by environmental investment realization of
realisasi investasi pengelolaan lingkungan sebesar Rp84,77          Rp84.77 billion and the development of a renewable energy
miliar serta pengembangan peta jalan energi baru terbarukan,        roadmap to maintain a sustainable balance between
sebagai bagian dari upaya menjaga keseimbangan antara               operational growth and environmental responsibility.
pertumbuhan operasional dan tanggung jawab lingkungan
secara berkelanjutan.

Dalam aspek sosial, kinerja pelayanan kepada pelanggan              From a social perspective, customer service performance
secara umum berada pada kategori sangat baik, dengan                remained in the excellent category, with all service
seluruh indikator pelayanan memperoleh peringkat A. Hal             indicators achieving an A rating. This reflects continued
ini menunjukkan penguatan pengalaman pelanggan seiring              improvement in customer experience alongside efforts to
dengan upaya menjaga kualitas layanan kebandarudaraan.              maintain service quality. The Company also recorded strong
Di sisi lain, PT Angkasa Pura Indonesia juga mencatatkan            occupational safety performance, with zero workplace
kinerja keselamatan kerja yang baik dengan tidak                    accidents during the reporting period, demonstrating its
adanya kecelakaan kerja selama periode pelaporan, yang              commitment to employee protection. In supporting social
mencerminkan komitmen terhadap perlindungan bagi                    contributions, the Company allocated Rp65.804.028.121 for
pegawai. Dalam mendukung kontribusi sosial kepada                   Corporate Social Responsibility (CSR) programs. PT Angkasa
masyarakat, Perusahaan menyalurkan anggaran untuk                   Pura Indonesia also continued to strengthen diversity at the
program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL)                 governance level, reflected in 33% female representation on
sebesar Rp65.804.028.121. PT Angkasa Pura Indonesia juga            the Board of Commissioners.
terus memperkuat keberagaman di tingkat tata kelola, yang
tercermin dari keterwakilan perempuan sebesar 33% pada
level Dewan Komisaris.

Dari sisi tata kelola, penerapan prinsip Good Corporate             From a governance perspective, the implementation of
Governance tercatat pada skor 84,780 untuk tahun buku               Good Corporate Governance achieved a score of 84.780
2024. Komitmen terhadap tata kelola dan praktik bisnis yang         for the 2024 financial year. The Company’s commitment to
bertanggung jawab juga tercermin dari pencapaian Risk               governance and responsible business practices is further
Maturity Index (RMI) pada tahun 2024 sebesar 2,88 dari skala        reflected in a Risk Maturity Index (RMI) score of 2.88 out of
5,0 yang menempatkan Perusahaan pada Fase Berkembang                5.0 in 2024, placing the Company in the Developing Phase



10           Laporan Keberlanjutan 2025 PT Angkasa Pura Indonesia
Page 11
(+). Di samping itu, Perusahaan juga telah memastikan             (+). In addition, all employees have received socialization on
seluruh karyawan menerima sosialisasi mengenai Kebijakan          the Anti-Bribery Management System (ABMS) policies and
dan Prosedur Sistem Manajemen Antipenyuapan (SMAP)                procedures and have signed a Statement of Commitment to
dan menandatangani Pernyataan Komitmen Kepatuhan                  Compliance with the Prevention of Gratification, Corruption,
terhadap Penghindaran Gratifikasi, Korupsi, Kolusi, dan           Collusion, and Nepotism.
Nepotisme (KKN).

Pencapaian ini menunjukkan arah positif perusahaan dalam          These achievements reflect the Company’s positive
menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan tanggung              trajectory in balancing growth with responsibility, while
jawab, sekaligus menegaskan efektivitas transformasi dan          demonstrating the effectiveness of the airport network
integrasi jaringan bandara yang berlangsung sepanjang             transformation and integration throughout the year.
tahun.

Menyambut Cakrawala Baru                                          Embracing a New Horizon

Setiap perjalanan yang ditempuh Perusahaan tidak hanya            Every journey undertaken by the Company does not end at its
berakhir di titik tujuan, tetapi juga menjadi titik mula untuk    destination, it becomes the starting point for the next step
mempersiapkan langkah berikutnya. PT Angkasa Pura                 forward. PT Angkasa Pura Indonesia views sustainability as
Indonesia memandang keberlanjutan sebagai cakrawala               a new horizon that drives continuous progress, enabling the
baru yang mendorong perusahaan untuk terus bergerak               Company to adjust course and ensure that every decision
maju, menyesuaikan ketinggian, dan memastikan setiap              delivers long-term impact.
keputusan memberi dampak jangka panjang.

Ke depan, Perusahaan akan memperkuat fondasi                      Looking ahead, the Company will strengthen its
keberlanjutan melalui pengelolaan operasional yang                sustainability foundation through more efficient operations,
lebih efisien, pengurangan dampak lingkungan secara               gradual reduction of environmental impacts, and inclusive
bertahap, serta kontribusi sosial yang inklusif. Pemanfaatan      social contributions. Leveraging opportunities such
peluang, seperti pengembangan konsep green airport,               as the development of green airport concepts, service
digitalisasi layanan, dan kolaborasi ekosistem aviasi, akan       digitalization, and aviation ecosystem collaboration will be
menjadi strategi utama dalam menciptakan nilai tambah             key strategies in creating sustainable value.
berkelanjutan.

Seperti pesawat yang menembus batas cakrawala,                    Like an aircraft that moves beyond the horizon, PT Angkasa
PT Angkasa Pura Indonesia akan terus mengudara                    Pura Indonesia will continue its journey by maintaining
dengan menjaga arah dan menyesuaikan ketinggian demi              direction and adjusting altitude, ensuring that each journey
memastikan setiap perjalanan tidak hanya mencapai                 not only reaches its destination, but also contributes to a
destinasi, tetapi juga menghadirkan masa depan yang lebih         more sustainable future for the nation and society.
berkelanjutan bagi bangsa dan masyarakat.


                                                      Untuk dan atas nama Direksi,
                                               For and on behalf of the Board of Directors,




                                                     Mohammad Rizal Pahlevi
                                                             Direktur Utama
                                                            President Director




                                                                   Sestainability Report 2025 PT Angkasa Pura Indonesia      11
Page 12
Pernyataan Laporan Keberlanjutan
Sustainability Report Statement



Pernyataan Tanggung Jawab atas Pelaporan Keberlanjutan 2025

Kami yang bertanda tangan di bawah ini menyatakan bahwa seluruh informasi yang tertera dalam Laporan Keberlanjutan
PT Angkasa Pura Indonesia tahun buku 2025 telah dimuat secara lengkap dan bertanggung jawab penuh atas kebenaran isi
Laporan Keberlanjutan.

Demikian pernyataan ini kami buat dengan sebenarnya.

Jakarta, 30 April 2026



           Dewan Komisaris
           Board of Commissioners




                                                        Antoni Arif Priadi
                                                        Komisaris Utama
                                                     President Commissioner




          Erwan Agus Purwanto                              Dita Indah Sari                     Elly Engelbert Lasut
               Komisaris                                     Komisaris                               Komisaris
             Commissioner                                  Commissioner                           Commissioner




             Djamaluddin                                   Abdul Muis                              Eva Yuliana
          Komisaris Independen                         Komisaris Independen                    Komisaris Independen
       Independent Commissioner                     Independent Commissioner                Independent Commissioner




                                       Imelda Sari                                  Yunus Nusi
                                   Komisaris Independen                         Komisaris Independen
                                Independent Commissioner                     Independent Commissioner



12           Laporan Keberlanjutan 2025 PT Angkasa Pura Indonesia
Page 13
Statement of Responsibility for 2025 Sustainability Reporting

We, the undersigned, hereby declare that all information contained in the PT Angkasa Pura Indonesia 2025 Sustainability
Report has been presented in full, and we are fully responsible for the accuracy of its contents.

We hereby make this statement truthfully.



Jakarta, April 30, 2026



           Direksi
           Board of Directors




              Mohammad Rizal Pahlevi                                              Achmad Syahir
                  Direktur Utama                                               Wakil Direktur Utama
                President Director                                            Vice President Director




              Agus Haryadi                        Ristiyanto Eko Wibowo                          Veri Y. Setiady
             Direktur Operasi                         Direktur Teknik                          Direktur Komersial
          Director of Operations                  Director of Engineering                    Director of Commercial




         Yanindya Bayu Wirawan                        Ferry Kusnowo                               Adi Nugroho
          Direktur Keuangan dan                    Direktur Strategi dan                     Direktur Human Capital
            Manajemen Risiko                     Pengembangan Teknologi                     Director of Human Capital
       Director of Finance and Risk         Director of Strategy and Technology
               Management                               Development




                                                                Sestainability Report 2025 PT Angkasa Pura Indonesia    13
Page 14
Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan 2025
2025 Sustainability Performance Highlights




                                          Pergerakan Pesawat           Pergerakan
                                                                       Movements
                                          Aircraft Movements


                                          2025
EKONOMI [OJK B.1] [OJK C.3]                              1.160.412
ECONOMIC
                                          2024           1.162.522


                                          2023           1.212.185




                                          Pergerakan Penumpang              Orang
                                                                           People
                                          Passenger Movements


                                          2025           154.006.405


                                          2024           155.986.328


                                          2023           150.109.964




                                          Pergerakan Kargo                   Ton
                                                                            Tons
                                          Cargo Movements


                                          2025           1.494.519


                                          2024           1.482.413


                                          2023           1.265.156




                                          Pendapatan                     Rp Miliar
                                                                        Rp Billion
                                          Revenue


                                          2025           21.213,78


                                          2024           20.491,02


                                          2023           21.178,38




14            Laporan Keberlanjutan 2025 PT Angkasa Pura Indonesia
Page 15
Aset                                             Rp Miliar
                                                Rp Billion
Assets


2025          90.573,09


2024          86.168,99


2023          86.765,94




Kewajiban                                        Rp Miliar
                                                Rp Billion
Liabilities


2025          53.331,62


2024          55.948,84


2023          57.380,84




Laba (Rugi) Bersih Tahun Berjalan                Rp Miliar
                                                Rp Billion
Net Profit (Loss) for the Year


2025          7.862,22


2024          796,80


2023          2.182,31




Ekuitas                                          Rp Miliar
                                                Rp Billion
Equity


2025          37.241,47


2024          30.220,15


2023          29.385,09




                                    Sestainability Report 2025 PT Angkasa Pura Indonesia   15
Page 16
                                      Daur Ulang Limbah Domestik        Ton
                                                                        Ton
                                      Domestic Waste Recycling


                                      2025
LINGKUNGAN [OJK B.2]                                 1.260,00
ENVIRONMENTAL
                                      2024           103,09


                                      2023           118,19




                                      Volume Limbah B3                  Ton
                                                                        Ton
                                      Hazardous Waste Volume


                                      2025           54,35


                                      2024           28,32


                                      2023           18,04




                                      Volume Limbah Non-B3              Ton
                                                                        Ton
                                      Non-Hazardous Waste Volume


                                      2025           35.210


                                      2024           38.257


                                      2023           40.647




                                      Penggunaan Listrik           Gigajoule
                                                                   Gigajoule
                                      Electricity Consumption


                                      2025           2.445.461


                                      2024           2.399.235


                                      2023           1.963.824




16        Laporan Keberlanjutan 2025 PT Angkasa Pura Indonesia
Page 17
Emisi Cakupan 1 dan Cakupan 2                                                           Ton CO2e
                                                                                        Ton CO2e
Scope 1 and Scope 2 Emissions


2025              444.614


2024              402.282*


2023              371.440*




Biaya Lingkungan Hidup [OJK F.4]                                                        Rp Miliar
                                                                                       Rp Billion
Environmental Costs


2025              84,77


2024              23,95




Bird Strike Incidents                                     Kejadian per 10.000 pergerakan pesawat
                                                          Incidents per 10,000 aircraft movements




2025              0,0117


2024              0,0026


2023              0,0025



*Terdapat penyajian data kembali | Restatement of data.




                                                                         Sestainability Report 2025 PT Angkasa Pura Indonesia   17
Page 18
                                        Realisasi Dana CSR/TJSL BUMN            Rp Miliar
                                                                               Rp Billion
                                        Realization of CSR/TJSL SOE Funds


                                        2025
SOSIAL [OJK B.3]                                       65,80
SOCIAL
                                        2024           50,66


                                        2023           50,66




                                        Survei Kepuasan Pelanggan                 Skala 5
                                                                            5-Point Scale
                                        Customer Satisfaction Survey


                                        2025           5,00


                                        2024           5,00


                                        2023           5,00




                                        Total Karyawan                             Orang
                                                                                  People
                                        Total Employees


                                        2025           7.680


                                        2024           7.892




18          Laporan Keberlanjutan 2025 PT Angkasa Pura Indonesia
Page 19
Biaya Pendidikan dan Pelatihan                    Rp Miliar
                                                 Rp Billion
Education and Training Expenses


2025        79,61


2024        89,74


2023        32,67




                                                     Jam
Rata-rata Jam Pelatihan Karyawan                    Hours
Employee Average Hours of Training


             38,37
2025
             33,71



             14,21
2024
             14,21


             27,0
2023
             35,0




Insiden Diskriminasi
Discrimination Incidents
2025, 2024, 2023


NIHIL
ZERO




                                     Sestainability Report 2025 PT Angkasa Pura Indonesia   19
Page 20
Kilas Peristiwa Tahun 2025
2025 Timeline of Events




         13 April 2025                             Trafik Angkutan Lebaran 2025
         April 13, 2025                            Eid Peak Season Traffic 2025



                                                   Perusahaan berhasil melayani 10,67 juta penumpang selama periode
                                                   angkutan Lebaran 2025 dengan tetap menjaga kualitas layanan dan
                                                   operasional.
                                                   The Company served 10.67 million passengers during the 2025 Eid
                                                   peak season period while maintaining service quality and operational
                                                   reliability.




         23 April 2025                             Commercial Expo 2025
         April 23, 2025                            Commercial Expo 2025



                                                   Perusahaan menyelenggarakan Commercial Expo sebagai upaya
                                                   memperkuat bisnis nonaeronautika serta mendorong pengembangan
                                                   kawasan komersial bandara yang lebih modern dan relevan.
                                                   The Company held the Commercial Expo to strengthen non-
                                                   aeronautical business and accelerate the development of modern and
                                                   relevant airport commercial areas.




         2 Mei 2025                                Kesiapan Angkutan Haji 2025
         May 2, 2025                               Hajj Transportation Readiness 2025



                                                   Sebanyak 18 bandara disiapkan untuk melayani penerbangan haji
                                                   2025 dengan memastikan kesiapan operasional dan pelayanan.
                                                   A total of 18 airports were prepared to serve Hajj flights in 2025,
                                                   ensuring operational readiness and service quality.




20         Laporan Keberlanjutan 2025 PT Angkasa Pura Indonesia
Page 21
4 Mei 2025        Peresmian Terminal 2F Bandara Internasional Soekarno-Hatta
May 4, 2025       Inauguration of Terminal 2F Soekarno-Hatta International Airport



                  Presiden Republik Indonesia meresmikan Terminal 2F sebagai
                  terminal khusus haji dan umrah berstandar internasional dengan
                  kapasitas hingga 6,1 juta jemaah per tahun.
                  The President of the Republic of Indonesia inaugurated Terminal 2F
                  as a dedicated Hajj and Umrah terminal with international standards
                  and a capacity of up to 6.1 million pilgrims annually.




14 Mei 2025       Penghargaan Pelayanan Prima
May 14, 2025      Excellent Service Awards



                  Sepuluh bandara memperoleh Penghargaan Pelayanan Prima dari
                  Kementerian Perhubungan berdasarkan evaluasi kinerja pelayanan
                  publik.
                  Ten airports received excellent service awards from the Ministry of
                  Transportation based on public service performance evaluations.




12 Juni 2025      International Conference on Infrastructure (ICI)
June 12, 2025     International Conference on Infrastructure (ICI)



                  Perusahaan berpartisipasi dalam forum internasional guna
                  memperkuat peran dalam pengembangan infrastruktur dan
                  konektivitas nasional.
                  The Company participated in an international forum to strengthen its
                  role in infrastructure development and national connectivity.




1–31 Juli 2025    Program Customer Experience Libur Sekolah
July 1–31, 2025   School Holiday Customer Experience Program



                  Perusahaan melaksanakan program peningkatan pengalaman
                  pelanggan selama periode libur sekolah untuk menciptakan
                  perjalanan yang lebih nyaman dan menyenangkan.
                  The Company implemented a customer experience program during
                  the school holiday period to create a more comfortable and enjoyable
                  journey.



                                 Sestainability Report 2025 PT Angkasa Pura Indonesia    21
Page 22
     7 Juli 2025                               DestinAsian Readers’ Choice Awards 2025
     July 7, 2025                              DestinAsian Readers’ Choice Awards 2025



                                               Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai dan Soekarno-Hatta masuk
                                               dalam lima besar bandara terbaik di kawasan Asia-Pasifik berdasarkan
                                               penilaian pengguna jasa.
                                               I Gusti Ngurah Rai and Soekarno-Hatta International Airports ranked
                                               among the top five airports in Asia-Pacific based on passenger voting.




     13 Juli 2025                              Program Loyalitas Eat Shop Fly
     July 13, 2025                             Eat Shop Fly Loyalty Program



                                               Perusahaan memberikan apresiasi kepada pelanggan dengan
                                               transaksi tertinggi sebagai bagian dari penguatan program loyalitas
                                               pengguna jasa bandara.
                                               The Company rewarded top-spending customers as part of
                                               strengthening its passenger loyalty program.




     1 Agustus 2025                            Pengalihan Operasional Penerbangan
     August 1, 2025                            Flight Operations Transfer



                                               Pengalihan sebagian penerbangan dari Bandara Internasional Halim
                                               Perdanakusuma ke Bandara Internasional Soekarno-Hatta dilakukan
                                               untuk meningkatkan kualitas layanan dan kapasitas operasional.
                                               The transfer of certain flights from Halim Perdanakusuma
                                               International Airport to Soekarno-Hatta International Airport was
                                               carried out to improve service quality and operational capacity.




     8 Agustus 2025                            Penetapan 30 Bandara sebagai Bandara Internasional
     August 8, 2025                            Designation of 30 Airports as International Airports



                                               Penetapan oleh Kementerian Perhubungan memperkuat peran
                                               bandara dalam meningkatkan konektivitas udara dan mendukung
                                               pertumbuhan ekonomi nasional.
                                               The designation by the Ministry of Transportation strengthened
                                               airport roles in enhancing air connectivity and supporting national
                                               economic growth.




22     Laporan Keberlanjutan 2025 PT Angkasa Pura Indonesia
Page 23
9 Agustus 2025      Kolaborasi Pengembangan Koperasi Desa
August 9, 2025      Village Cooperative Development Collaboration



                    Perusahaan bekerja sama dengan Sarinah dalam penguatan kapasitas
                    koperasi melalui program pengembangan usaha dan peningkatan
                    kompetensi.
                    The Company collaborated with Sarinah to strengthen cooperative
                    capacity through business development and capability enhancement
                    programs.




14 Agustus 2025     Instalasi Seni Nusantara Heritage
August 14, 2025     Nusantara Heritage Art Installation



                    Perusahaan menghadirkan instalasi seni di Terminal 3 sebagai bagian
                    dari penguatan identitas budaya dan peningkatan pengalaman
                    pengguna jasa.
                    The Company introduced an art installation at Terminal 3 to strengthen
                    cultural identity and enhance passenger experience.




1 September 2025    Implementasi Aplikasi All Indonesia
September 1, 2025   All Indonesia Application Implementation



                    Perusahaan mengimplementasikan platform digital terpadu untuk
                    menyederhanakan proses kedatangan penumpang internasional
                    secara lebih efisien.
                    The Company implemented an integrated digital platform to
                    streamline international passenger arrival processes more efficiently.




9 September 2025    HUT ke-1 PT Angkasa Pura Indonesia
September 9, 2025   1st Anniversary of PT Angkasa Pura Indonesia



                    Perusahaan memperingati satu tahun berdirinya sebagai momentum
                    penguatan identitas dan arah strategis ke depan.
                    The Company commemorated its first anniversary as a milestone to
                    strengthen corporate identity and future strategic direction.




                                    Sestainability Report 2025 PT Angkasa Pura Indonesia     23
Page 24
     9 September 2025                          Program Penanaman 1 Juta Pohon
     September 9, 2025                         One Million Tree Planting Program



                                               Perusahaan melaksanakan program penanaman pohon di 30 bandara
                                               sebagai bagian dari komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan.
                                               The Company carried out a tree-planting program across 30 airports
                                               as part of its environmental sustainability commitment.




     10 September 2025                         Penyerahan ASQ Awards 2024
     September 10, 2025                        ASQ Awards 2024 Presentation



                                               Perusahaan menerima secara resmi 27 penghargaan ASQ dalam
                                               forum internasional sebagai pengakuan atas kualitas layanan.
                                               The Company officially received 27 ASQ awards at an international
                                               forum in recognition of service excellence.




     19 September 2025                         Program “Melayani Sepenuh Hati with ImpaCX”
     September 19, 2025                        “Serving Wholeheartedly with ImpaCX” Program



                                               Perusahaan meluncurkan program peningkatan pengalaman
                                               pelanggan berbasis enam pilar layanan guna menghadirkan layanan
                                               yang lebih andal dan berkualitas.
                                               The Company launched a customer experience program based on six
                                               service pillars to deliver more reliable and high-quality services.




     3–5 Oktober 2025                          Dukungan MotoGP Mandalika
     October 3–5, 2025                         Support for Mandalika MotoGP



                                               Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid mendukung kelancaran
                                               operasional penyelenggaraan MotoGP Mandalika sebagai ajang
                                               internasional.
                                               Zainuddin Abdul Madjid International Airport supported the smooth
                                               operation of the Mandalika MotoGP international event.




24     Laporan Keberlanjutan 2025 PT Angkasa Pura Indonesia
Page 25
10 Oktober 2025    Penghargaan The Best Contact Center Indonesia 2025 dari
October 10, 2025   Indonesia Contact Center Association
                   The Best Contact Center Indonesia 2025 Award from the
                   Indonesia Contact Center Association



                   Perusahaan meraih tiga kategori penghargaan, yaitu sebagai The Best
                   Contact Center Operations, The Best Customer Experience, dan The
                   Best Agent Inbound Public dalam bidang layanan pusat kontak sebagai
                   bentuk pengakuan atas kualitas layanan pelanggan.
                   The Company received three award categories, namely The Best
                   Contact Center Operations, The Best Customer Experience, and The
                   Best Inbound Public Agent in the contact center services field, as
                   recognition of the quality of its customer service.




11 Oktober 2025    Bali Best Island in Asia 2025
October 11, 2025   Bali Best Island in Asia 2025



                   Keberhasilan Bali sebagai destinasi terbaik Asia turut didukung oleh
                   peningkatan kualitas layanan Bandara Internasional I Gusti Ngurah
                   Rai.
                   Bali’s recognition as the best island in Asia was supported by improved
                   service quality at I Gusti Ngurah Rai International Airport.




16 Oktober 2025    Customer Satisfaction Index (INACA)
October 16, 2025   Customer Satisfaction Index (INACA)



                   Empat bandara memperoleh penghargaan atas tingkat kepuasan
                   pelanggan yang tinggi berdasarkan penilaian asosiasi maskapai
                   nasional.
                   Four airports received awards for high customer satisfaction based
                   on national airline association assessments.




22 Oktober 2025    Diskon Tarif Natal dan Tahun Baru
October 22, 2025   Year-End Holiday Discount Policy



                   Perusahaan memberlakukan diskon tarif jasa bandara untuk
                   mendukung kelancaran mobilitas selama periode Natal dan Tahun
                   Baru.
                   The Company implemented airport charge discounts to support
                   smooth mobility during the Christmas and New Year period.




                                   Sestainability Report 2025 PT Angkasa Pura Indonesia      25
Page 26
     4 November 2025                           Megahubs 2025 (OAG Aviation)
     November 4, 2025                          Megahubs 2025 (OAG Aviation)



                                               Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan I Gusti Ngurah Rai masuk
                                               dalam daftar bandara dengan konektivitas global tertinggi.
                                               Soekarno-Hatta and I Gusti Ngurah Rai International Airports were
                                               listed among the world’s most connected airports.




     5 November 2025                           Bisnis Indonesia Logistics Awards 2025
     November 5, 2025                          Bisnis Indonesia Logistics Awards 2025



                                               Perusahaan memperoleh penghargaan atas kontribusi dalam
                                               penguatan sistem logistik dan konektivitas nasional.
                                               The Company received an award for its contribution to strengthening
                                               national logistics and connectivity.




     10 November 2025                          Super Terminal Expo 2025
     November 10, 2025                         Super Terminal Expo 2025



                                               Bandara Internasional Sultan Hasanuddin memperoleh penghargaan
                                               atas desain terminal yang mengintegrasikan fungsi dan pengalaman
                                               pengguna.
                                               Sultan Hasanuddin International Airport received recognition for
                                               terminal design integrating functionality and passenger experience.




     12 November 2025                          Pengoperasian Penuh Terminal 1C
     November 12, 2025                         Full Operation of Terminal 1C



                                               Terminal 1C resmi beroperasi penuh dengan peningkatan kapasitas
                                               dan kualitas fasilitas pelayanan.
                                               Terminal 1C commenced full operations with increased capacity and
                                               improved service facilities.




26     Laporan Keberlanjutan 2025 PT Angkasa Pura Indonesia
Page 27
13 November 2025    Indonesia ESG Leadership Awards 2025
November 13, 2025   Indonesia ESG Leadership Awards 2025



                    Perusahaan meraih predikat tertinggi atas transparansi dan
                    penerapan prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola.
                    The Company achieved the highest recognition for transparency and
                    ESG implementation.




29 November 2025    Posko Bantuan Bencana
November 29, 2025   Disaster Relief Post



                    Perusahaan membuka posko bantuan di sejumlah wilayah sebagai
                    bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana.
                    The Company established relief posts in several regions as part of its
                    social responsibility toward disaster-affected communities.




4 Desember 2025     TOP Digital Awards 2025
November 10, 2025   TOP Digital Awards 2025



                    Perusahaan memperoleh penghargaan atas keberhasilan dalam
                    implementasi transformasi digital.
                    The Company received awards for its success in digital transformation
                    implementation.




15 Desember 2025    Posko Natal dan Tahun Baru 2025/2026
December 15, 2025   Christmas and New Year Operational Post



                    Perusahaan membuka posko operasional untuk memastikan
                    kelancaran layanan selama periode Natal dan Tahun Baru.
                    The Company established operational posts to ensure smooth
                    services during the Christmas and New Year period.




                                    Sestainability Report 2025 PT Angkasa Pura Indonesia     27
Page 28
     17 Desember 2025                          Go Live Manajemen Operasional berbasis Trafik (MOT)
     December 17, 2025                         Dashboard - Modul Pre-Operation
                                               Go-Live of the Traffic-Based Operational Management (MOT)
                                               Dashboard – Pre-Operation Module



                                               Perusahaan mengimplementasikan sistem manajemen operasi
                                               berbasis data untuk meningkatkan efektivitas pengambilan
                                               keputusan operasional.
                                               The Company implemented a data-driven operations management
                                               system to enhance operational decision-making effectiveness.




     30 Desember 2025                          Penandatanganan Akta Inbreng Garuda Maintenance Facility
     December 30, 2025                         Garuda Maintenance Facility Inbreng Deed Signing




                                               Perusahaan memperkuat struktur permodalan dan ekosistem industri
                                               aviasi melalui penandatanganan akta inbreng.
                                               The Company strengthened capital structure and the aviation
                                               ecosystem through the signing of an inbreng deed.




28     Laporan Keberlanjutan 2025 PT Angkasa Pura Indonesia
Page 29
Penghargaan Tahun 2025
Awards in 2025




       Tanggal       Ajang Penghargaan           Kategori Penghargaan                   Unit Kerja                  Penyelenggara
        Date            Award Event                 Award Category                     Business Unit                  Organizer

11 Februari 2025    Airports Customer         Airports Customer                 Bandara Internasional           Airports Council
February 11, 2025   Experience                Experience Accreditation          Soekarno-Hatta Tangerang        International (ACI)
                    Accreditation Program     Level 1

10 Maret 2025       Airport Service Quality   Best Airport Over 40 Million      Bandara Internasional           Airports Council
March 10, 2025      (ASQ) Awards 2024         Passengers in Asia-Pacific        Soekarno-Hatta Tangerang        International (ACI)


10 Maret 2025       Airport Service Quality   Best Airport of 15 to 25          Bandara Internasional I         Airports Council
March 10, 2025      (ASQ) Awards 2024         Million Passengers in Asia-       Gusti Ngurah Rai Bali           International (ACI)
                                              Pacific

10 Maret 2025       Airport Service Quality   Best Airport of 5 to 15 Million   Bandara Internasional           Airports Council
March 10, 2025      (ASQ) Awards 2024         Passengers in Asia-Pacific        Juanda Surabaya                 International (ACI)

10 Maret 2025       Airport Service Quality   Easiest Airport Journey in        Bandara Internasional           Airports Council
March 10, 2025      (ASQ) Awards 2024         Asia-Pacific                      Juanda Surabaya                 International (ACI)

10 Maret 2025       Airport Service Quality   Most Enjoyable Airport in         Bandara Internasional           Airports Council
March 10, 2025      (ASQ) Awards 2024         Asia-Pacific                      Juanda Surabaya                 International (ACI)

10 Maret 2025       Airport Service Quality   Cleanest Airport in Asia-         Bandara Internasional           Airports Council
March 10, 2025      (ASQ) Awards 2024         Pacific                           Juanda Surabaya                 International (ACI)

10 Maret 2025       Airport Service Quality   ACI World Director General's      Bandara Internasional           Airports Council
March 10, 2025      (ASQ) Awards 2024         Roll of Excellence                Juanda Surabaya                 International (ACI)

10 Maret 2025       Airport Service Quality   Best Airport of 5 to 15 Million   Bandara Internasional           Airports Council
March 10, 2025      (ASQ) Awards 2024         Passengers in Asia-Pacific        Sultan Hasanuddin               International (ACI)
                                                                                Makassar

10 Maret 2025       Airport Service Quality   Airport with the Most             Bandara Internasional           Airports Council
March 10, 2025      (ASQ) Awards 2024         Dedicated Staff in Asia-          Sultan Hasanuddin               International (ACI)
                                              Pacific                           Makassar




                                                                      Sestainability Report 2025 PT Angkasa Pura Indonesia            29
Page 30
       Tanggal           Ajang Penghargaan           Kategori Penghargaan                  Unit Kerja            Penyelenggara
        Date                Award Event                 Award Category                    Business Unit            Organizer

10 Maret 2025           Airport Service Quality   Easiest Airport Journey in        Bandara Internasional    Airports Council
March 10, 2025          (ASQ) Awards 2024         Asia-Pacific                      Sultan Hasanuddin        International (ACI)
                                                                                    Makassar

10 Maret 2025           Airport Service Quality   Most Enjoyable Airport in         Bandara Internasional    Airports Council
 March 10, 2025         (ASQ) Awards 2024         Asia-Pacific                      Sultan Hasanuddin        International (ACI)
                                                                                    Makassar

10 Maret 2025           Airport Service Quality   Cleanest Airport in Asia-         Bandara Internasional    Airports Council
March 10, 2025          (ASQ) Awards 2024         Pacific                           Sultan Hasanuddin        International (ACI)
                                                                                    Makassar

10 Maret 2025           Airport Service Quality   Best ASQ Awards in all 5          Bandara Internasional    Airports Council
March 10, 2025          (ASQ) Awards 2024         Departure Categories              Sultan Hasanuddin        International (ACI)
                                                                                    Makassar

10 Maret 2025           Airport Service Quality   Best Airport of 5 to 15 Million   Bandara Internasional    Airports Council
March 10, 2025          (ASQ) Awards 2024         Passengers in Asia-Pacific        SAMS Sepinggan           International (ACI)
                                                                                    Balikpapan

10 Maret 2025           Airport Service Quality   Airport with the Most             Bandara Internasional    Airports Council
March 10, 2025          (ASQ) Awards 2024         Dedicated Staff in Asia-          SAMS Sepinggan           International (ACI)
                                                  Pacific                           Balikpapan

10 Maret 2025           Airport Service Quality   Easiest Airport Journey in        Bandara Internasional    Airports Council
March 10, 2025          (ASQ) Awards 2024         Asia-Pacific                      SAMS Sepinggan           International (ACI)
                                                                                    Balikpapan

10 Maret 2025           Airport Service Quality   Most Enjoyable Airport in         Bandara Internasional    Airports Council
March 10, 2025          (ASQ) Awards 2024         Asia-Pacific                      SAMS Sepinggan           International (ACI)
                                                                                    Balikpapan

10 Maret 2025           Airport Service Quality   Cleanest Airport in Asia-         Bandara Internasional    Airports Council
March 10, 2025          (ASQ) Awards 2024         Pacific                           SAMS Sepinggan           International (ACI)
                                                                                    Balikpapan

10 Maret 2025           Airport Service Quality   Best ASQ Awards in all 5          Bandara Internasional    Airports Council
March 10, 2025          (ASQ) Awards 2024         Departure Categories              SAMS Sepinggan           International (ACI)
                                                                                    Balikpapan

10 Maret 2025           Airport Service Quality   Best Airport of 2 to 5 Million    Bandara Internasional    Airports Council
March 10, 2025          (ASQ) Awards 2024         Passengers in Asia-Pacific        Yogyakarta Kulon Progo   International (ACI)

10 Maret 2025           Airport Service Quality   Best Airport of 2 to 5 Million    Bandara Internasional    Airports Council
March 10, 2025          (ASQ) Awards 2024         Passengers in Asia-Pacific        Supadio Pontianak        International (ACI)




30           Laporan Keberlanjutan 2025 PT Angkasa Pura Indonesia
Page 31
       Tanggal    Ajang Penghargaan           Kategori Penghargaan                   Unit Kerja                  Penyelenggara
        Date         Award Event                 Award Category                     Business Unit                  Organizer

10 Maret 2025    Airport Service Quality   Best Airport of 2 to 5 Million    Bandara Internasional           Airports Council
March 10, 2025   (ASQ) Awards 2024         Passengers in Asia-Pacific        Sultan Mahmud Badaruddin        International (ACI)
                                                                             II Palembang

10 Maret 2025    Airport Service Quality   Airport with the Most             Bandara Internasional           Airports Council
March 10, 2025   (ASQ) Awards 2024         Dedicated Staff in Asia-          Sultan Mahmud Badaruddin        International (ACI)
                                           Pacific                           II Palembang

10 Maret 2025    Airport Service Quality   Most Enjoyable Airport in         Bandara Internasional           Airports Council
March 10, 2025   (ASQ) Awards 2024         Asia-Pacific                      Sultan Mahmud Badaruddin        International (ACI)
                                                                             II Palembang

10 Maret 2025    Airport Service Quality   Best Airport of 2 to 5 Million    Bandara Internasional           Airports Council
March 10, 2025   (ASQ) Awards 2024         Passengers in Asia-Pacific        Jenderal Ahmad Yani             International (ACI)
                                                                             Semarang

10 Maret 2025    Airport Service Quality   ACI World Director General's      Bandara Internasional           Airports Council
March 10, 2025   (ASQ) Awards 2024         Roll of Excellence                Jenderal Ahmad Yani             International (ACI)
                                                                             Semarang

10 Maret 2025    Airport Service Quality   Best Airport under 2 Million      Bandara Internasional           Airports Council
March 10, 2025   (ASQ) Awards 2024         Passengers in Asia-Pacific        Pattimura Ambon                 International (ACI)

09 April 2025    Skytrax World Airport     #5 World’s Top 100 Airports       Bandara Internasional           Skytrax
April 9, 2025    Awards 2025               2025                              Soekarno-Hatta Tangerang

09 April 2025    Skytrax World Airport     Certified 4 Star Airport          Bandara Internasional           Skytrax
April 9, 2025    Awards 2025               Rating 2025                       Soekarno-Hatta Tangerang

09 April 2025    Skytrax World Airport     #3 Best Airports 2025 by Size     Bandara Internasional           Skytrax
April 9, 2025    Awards 2025               (50-60M Pax)                      Soekarno-Hatta Tangerang

09 April 2025    Skytrax World Airport     #9 Best Airports in Asia 2025     Bandara Internasional           Skytrax
April 9, 2025    Awards 2025                                                 Soekarno-Hatta Tangerang

09 April 2025    Skytrax World Airport     #10 Best Airport Staff in Asia    Bandara Internasional           Skytrax
April 9, 2025    Awards 2025               2025                              Soekarno-Hatta Tangerang

09 April 2025    Skytrax World Airport     #10 World’s Best Airport          Bandara Internasional           Skytrax
April 9, 2025    Awards 2025               Immigration Services              Soekarno-Hatta Tangerang

09 April 2025    Skytrax World Airport     #72 World’s Top 100 Airports      Bandara Internasional I         Skytrax
April 9, 2025    Awards 2025               2025                              Gusti Ngurah Rai Bali

09 April 2025    Skytrax World Airport     #6 Best Regional Airports in      Bandara Internasional I         Skytrax
April 9, 2025    Awards 2025               Asia 2025                         Gusti Ngurah Rai Bali




                                                                   Sestainability Report 2025 PT Angkasa Pura Indonesia            31
Page 32
       Tanggal             Ajang Penghargaan           Kategori Penghargaan           Unit Kerja              Penyelenggara
        Date                  Award Event                 Award Category             Business Unit              Organizer

14 Mei 2025               Penilaian Pelayanan      Penghargaan Prima Utama    Bandara Internasional I     Kementerian
May 14, 2025              Prima Sektor             Prima Utama Award          Gusti Ngurah Rai Bali       Perhubungan RI
                          Transportasi                                                                    Indonesian Ministry of
                                                                                                          Transportation

14 Mei 2025               Penilaian Pelayanan      Penghargaan Prima Utama    Bandara Internasional       Kementerian
May 14, 2025              Prima Sektor             Prima Utama Award          Yogyakarta Kulon Progo      Perhubungan RI
                          Transportasi                                                                    Indonesian Ministry of
                                                                                                          Transportation

14 Mei 2025               Penilaian Pelayanan      Penghargaan Prima Utama    Bandara Internasional       Kementerian
May 14, 2025              Prima Sektor             Prima Utama Award          Zainuddin Abdul Madjid      Perhubungan RI
                          Transportasi                                        Lombok                      Indonesian Ministry of
                                                                                                          Transportation

14 Mei 2025               Penilaian Pelayanan      Penghargaan Prima Madya    Bandara Internasional       Kementerian
May 14, 2025              Prima Sektor             Prima Madya Award          Sultan Hasanuddin           Perhubungan RI
                          Transportasi                                        Makassar                    Indonesian Ministry of
                                                                                                          Transportation

14 Mei 2025               Penilaian Pelayanan      Penghargaan Prima Madya    Bandara Internasional       Kementerian
May 14, 2025              Prima Sektor             Prima Madya Award          Juanda Surabaya             Perhubungan RI
                          Transportasi                                                                    Indonesian Ministry of
                                                                                                          Transportation

14 Mei 2025               Penilaian Pelayanan      Penghargaan Prima Madya    Bandara Internasional       Kementerian
May 14, 2025              Prima Sektor             Prima Madya Award          Syamsudin Noor              Perhubungan RI
                          Transportasi                                        Banjarmasin                 Indonesian Ministry of
                                                                                                          Transportation

14 Mei 2025               Penilaian Pelayanan      Penghargaan Prima Madya    Bandara Internasional Sam   Kementerian
May 14, 2025              Prima Sektor             Prima Madya Award          Ratulangi Manado            Perhubungan RI
                          Transportasi                                                                    Indonesian Ministry of
                                                                                                          Transportation

14 Mei 2025               Penilaian Pelayanan      Penghargaan Prima Madya    Bandara Internasional       Kementerian
May 14, 2025              Prima Sektor             Prima Madya Award          Sentani Jayapura            Perhubungan RI
                          Transportasi                                                                    Indonesian Ministry of
                                                                                                          Transportation

14 Mei 2025               Penilaian Pelayanan      Penghargaan Prima Madya    Bandara Internasional       Kementerian
May 14, 2025              Prima Sektor             Prima Madya Award          Pattimura Ambon             Perhubungan RI
                          Transportasi                                                                    Indonesian Ministry of
                                                                                                          Transportation



32             Laporan Keberlanjutan 2025 PT Angkasa Pura Indonesia
Page 33
       Tanggal        Ajang Penghargaan         Kategori Penghargaan                 Unit Kerja                  Penyelenggara
        Date             Award Event               Award Category                   Business Unit                  Organizer

14 Mei 2025          Penilaian Pelayanan     Penghargaan Prima Madya         Bandara Internasional           Kementerian
May 14, 2025         Prima Sektor            Prima Madya Award               SAMS Sepinggan                  Perhubungan RI
                     Transportasi                                            Balikpapan                      Indonesian Ministry of
                                                                                                             Transportation

07 Juli 2025         18th Annual Readers’    #4 Best Airports in Asia-       Bandara Internasional I         DestinAsian
July 7, 2025         Choice Awards           Pacific 2025                    Gusti Ngurah Rai Bali

07 Juli 2025         18th Annual Readers’    #5 Best Airports in Asia-       Bandara Internasional           DestinAsian
July 7, 2025         Choice Awards           Pacific 2025                    Soekarno-Hatta Tangerang

16 September 2025    Environmental &         Penghargaan Platinum            Bandara Internasional           PT Sucofindo (Persero)
September 16, 2025   Social Innovation       Kategori Pengelolaan            Jenderal Ahmad Yani
                     Awards                  Sampah                          Semarang
                                             Platinum Award for Waste
                                             Management Category

16 September 2025    Environmental &         Penghargaan Emas Kategori       Bandara Internasional           PT Sucofindo (Persero)
September 16, 2025   Social Innovation       Pengelolaan Sampah /            SAMS Sepinggan
                     Awards                  Gold Award for Waste            Balikpapan
                                             Management Category




16 September 2025    Environmental &         Penghargaan Perak Kategori      Bandara Internasional           PT Sucofindo (Persero)
September 16, 2025   Social Innovation       Efisiensi Air dan Penurunan     Yogyakarta Kulon Progo
                     Awards                  Beban Pencemaran Air
                                             / Silver Award for Water
                                             Efficiency and Reduction
                                             of Water Pollution Load
                                             Category

10 Oktober 2025      The Best Contact        Silver Award: Best Agent        PT Angkasa Pura Indonesia       Indonesia Contact
October 10, 2025     Center Indonesia 2025   Inbound                                                         Center Association
                                                                                                             (ICCA)

10 Oktober 2025      The Best Contact        Gold Award: Best Customer       PT Angkasa Pura Indonesia       Indonesia Contact
October 10, 2025     Center Indonesia 2025   Experience                                                      Center Association
                                                                                                             (ICCA)

10 Oktober 2025      The Best Contact        Gold Award: Best Contact        PT Angkasa Pura Indonesia       Indonesia Contact
October 10, 2025     Center Indonesia 2025   Center Public Service                                           Center Association
                                                                                                             (ICCA)




                                                                   Sestainability Report 2025 PT Angkasa Pura Indonesia               33
Page 34
       Tanggal           Ajang Penghargaan           Kategori Penghargaan                Unit Kerja                Penyelenggara
        Date                Award Event                 Award Category                  Business Unit                Organizer

16 Oktober 2025         Customer Satisfaction    The Best Airports < 2 Million   Bandara Internasional         Indonesia National Air
October 16, 2025        Index 2025               Pax                             Frans Kaisiepo Biak           Carriers Association
                                                                                                               (INACA)

16 Oktober 2025         Customer Satisfaction    The Best Airports 2-5 Million   Bandara Internasional         Indonesia National Air
October 16, 2025        Index 2025               Pax                             Sultan Syarif Kasim II        Carriers Association
                                                                                 Pekanbaru                     (INACA)

16 Oktober 2025         Customer Satisfaction    The Best Airports 5+ Million    Bandara Internasional         Indonesia National Air
October 16, 2025        Index 2025               Pax                             Juanda Surabaya               Carriers Association
                                                                                                               (INACA)

16 Oktober 2025         Customer Satisfaction    The Most Improved Airport       Bandara Internasional         Indonesia National Air
October 16, 2025        Index 2025               for Service                     Yogyakarta Kulon Progo        Carriers Association
                                                                                                               (INACA)

17 Oktober 2025         Asean Energy Award       Winner: Asean Best Practice     Bandara Internasional         Asean Energy Center
October 17, 2025                                 For Green Building Awards       Jenderal Ahmad Yani
                                                                                 Semarang

05 November 2025        Bisnis Indonesia         Excellence in Airport           PT Angkasa Pura Indonesia     Bisnis Indonesia
November 5, 2025        Logistics Awards 2025    Infrastructure and
                                                 Connectivity

10 November 2025        Super Terminal Expo      The Best Airport Design:        Bandara Internasional         Informa Markets
November 10, 2025       2025                     5-20 Million Pax                Sultan Hasanuddin
                                                                                 Makassar

13 November 2025        Indonesia ESG            Predikat Leadership A –         PT Angkasa Pura Indonesia     Bumi Global Karbon
November 13, 2025       Leadership Awards        Advancing ESG Transparency                                    Foundation
                        2025                     Leadership A Predicate –
                                                 Advancing ESG Transparency

04 Desember 2025        TOP Digital Awards       TOP Digital Implementation      PT Angkasa Pura Indonesia     Majalah IT Works
December 4, 2025        2025                     2025 Stars 4                                                  IT Works Magazine

04 Desember 2025        TOP Digital Awards       TOP Leader on Digital           Mohammad R. Pahlevi           Majalah IT Works
December 4, 2025        2025                     Implementation 2025             (Direktur Utama / President   IT Works Magazine
                                                                                 Director)

04 Desember 2025        TOP Digital Awards       TOP CIO on Digital              Ferry Kusnowo                 Majalah IT Works
December 4, 2025        2025                     Implementation 2025             (Direktur Strategi dan        IT Works Magazine
                                                                                 Pengembangan Teknologi
                                                                                 Director of Strategy and
                                                                                 Technology Development)

22 Desember 2025        Apresiasi Aneka          Penghargaan Madya:              Bandara Internasional         Kementerian Energi dan
December 22, 2025       Energi Baru              Pembangkit Aneka EBT            Soekarno-Hatta Tangerang      Sumber Daya Mineral
                        Terbarukan (AAEBT)       Captive Power, Sub Kategori                                   (ESDM)
                                                 Bangunan Gedung dan
                                                 Developer Perumahan
                                                 Intermediate Award: Various
                                                 Renewable Energy (EBT)
                                                 Captive Power Generation,
                                                 Sub-Category of Buildings
                                                 and Housing Developers




34           Laporan Keberlanjutan 2025 PT Angkasa Pura Indonesia
Page 35
Sertifikasi
Certifications




  Sertifikat Bandar Udara (SBU)
  Airport Certificate (SBU)



Jenis Sertifikasi         Sertifikat Operasional Utama Bandar Udara
Type of Certificate       Main Airport Operational Certificate

Periode Berlaku           Sejak 2025
Validity Period           Since 2025

Penyelenggara             Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan
Organizer                 Directorate General of Civil Aviation, Ministry of Transportation




                                                                  Sestainability Report 2025 PT Angkasa Pura Indonesia   35
Page 36
 Sertifikasi ISO 45001:2018 Occupational Health and Safety Management System
 ISO 45001:2018 Occupational Health and Safety Management System Certification



Jenis Sertifikasi             Sertifikasi Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (Standar Internasional)
Type of Certificate           Occupational Health and Safety Management System Certification (International Standard)

Periode Berlaku               DJJ & SRG:                                          SUB:
Validity Period               3 Maret 2022 – 2 Maret 2025                         30 Juni 2025 – 29 Juni 2028
                              March 3, 2022 – March 2, 2025                       June 30, 2025 – June 29, 2028

                              CGK:                                                YIA:
                              21 Januari 2023 – 20 Januari 2026                   18 Juni 2025 – 17 Juni 2028
                              January 21, 2023 – January 20, 2026                 June 18, 2025 – June 17, 2028

                              DPS:                                                Total: 6 bandara
                              27 Mei 2025 – 26 Mei 2028                           Total: 6 airports
                              May 27, 2025 – May 26, 2028

Penyelenggara                 • PT Sucofindo (DJJ & SRG)
Organizer                     • BSI (CGK, DPS, SUB, YIA)




36            Laporan Keberlanjutan 2025 PT Angkasa Pura Indonesia
Page 37
 Sertifikasi Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3)
 Occupational Health and Safety Management System Certification (SMK3)



Jenis Sertifikasi        Sertifikasi Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (Standar Nasional)
Type of Certificate      Occupational Health and Safety Management System Certification (National Standard)

Periode Berlaku          BPN, DJJ, DPS, SOC, SRG, SUB, YIA:                   BDJ:
Validity Period          13 Mei 2022 - 12 Mei 2025                            6 Agustus 2024 - 5 Agustus 2027
                         May 13, 2022 - May 12, 2025                          August 6, 2024 - August 5, 2027

                         BDO, BTJ, CGK, DJB, DTB, LOP, MDC, PDG, PGK,         Total: 22 Bandara
                         PKU, PPLM, PNK, TNJ, UPG:                            Total: 22 Airports
                         9 Juni 2023 - 8 Juni 2026
                         June 9, 2023 - June 8, 2026

Penyelenggara            Kementerian Ketenagakerjaan
Organizer                Ministry of Manpower




                                                                 Sestainability Report 2025 PT Angkasa Pura Indonesia   37
Page 38
 Sertifikasi ISO 14001:2015 Sistem Manajemen Lingkungan (DPS, YIA, SRG, BDJ, SOC, UPG, LOP) tahun 2024
 ISO 14001:2015 Environmental Management System Certification (DPS, YIA, SRG, BDJ, SOC, UPG, LOP) of 2024



Jenis Sertifikasi             Sertifikasi Sistem Manajemen Lingkungan
Type of Certificate           Environmental Management System Certification

Periode Berlaku               BDJ:                                            SRG:
Validity Period               21 Februari 2024 - 20 Februari 2027             21 Februari 2024 - 20 Februari 2027
                              February 21, 2024 – February 20, 2027           February 21, 2024 – February 20, 2027

                              DPS:                                            YIA:
                              5 Januari 2024 - 4 Januari 2027                 5 Januari 2024 - 4 Januari 2027
                              January 5, 2024 – January 4, 2027               January 5, 2024 – January 4, 2027

Penyelenggara                 PT Sucofindo – ID Survey
Organizer




38            Laporan Keberlanjutan 2025 PT Angkasa Pura Indonesia
Page 39
 • Green Building – New Building (SRG)
 • Green Building – Existing Building (BWX)



Jenis Sertifikasi         Sertifikasi Green Building
Type of Certificate       Green Building Certification

Periode Berlaku           SRG:
Validity Period           7 Juli 2022 – 7 Juli 2025
                          July 7, 2022 – July 7, 2025

                          BWX:
                          6 Januari 2023 – 6 Januari 2026
                          January 6, 2023 – January 6, 2026

Penyelenggara             Green Building Council Indonesia
Organizer




                                                              Sestainability Report 2025 PT Angkasa Pura Indonesia   39
Page 40
 Penerapan Standar Minimum Pengamanan Objek Vital Strategis dalam Pencegahan Tindak Pidana Terorisme
 Implementation of Minimum Security Standards for Vital Strategic Objects in Preventing Terrorism



Jenis Sertifikasi             Audit BNPT
Type of Certificate           BNPT Audit

Periode Berlaku               1 Desember 2025 – 1 Desember 2027
Validity Period               December 1, 2025 – December 1, 2027

Penyelenggara                 Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Republik Indonesia
Organizer                     National Counterterrorism Agency of the Republic of Indonesia




40            Laporan Keberlanjutan 2025 PT Angkasa Pura Indonesia
Page 41
 Greenship NZH V.1.0 – Net Zero Healthy Ready (BWX)
 Greenship NZH V.1.0 – Net Zero Healthy Ready (BWX)



Jenis Sertifikasi        Sertifikasi Greenship NZH V.1.0
Type of Certificate      Greenship NZH V.1.0 Certification

Periode Berlaku          1 November 2023 – 1 November 2026
Validity Period          November 1, 2023 – November 1, 2026

Penyelenggara            Green Building Council Indonesia
Organizer




                                                                                              SERTIFIKAT
                                                                                          GREENSHIP NZH V.1.0
                                                                                                           NO. 011/RP/NZH/XI-2023


                                                                         BANDARA BANYUWANGI
                                                                                                                   Peringkat / Level




                                                                                              Berlaku sampai dengan 01 November 2026

                                                                                              GREEN BUILDING COUNCIL INDONESIA




                                                                                                               Iwan Prijanto
                                                                                                        Ketua Umum Dewan Pengurus




 Certificate of Registration Anti-Bribery Management System – ISO 37001:2016
 Certificate of Registration Anti-Bribery Management System – ISO 37001:2016



Jenis Sertifikasi        Sertifikasi Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP)
Type of Certificate      Anti-Bribery Management System (SMAP) Certification

Periode Berlaku          22 Januari 2024 – 8 Desember 2026
Validity Period          January 22, 2024 – December 8, 2026

Penyelenggara            PT BSI Group Indonesia
Organizer




                                          Certificate of Registration
                                          ANTI-BRIBERY MANAGEMENT SYSTEM - ISO 37001:2016

                                          This is to certify that:                                 PT Angkasa Pura Indonesia
                                                                                                   Injourney Airport Center
                                                                                                   Bandar Udara Internasional Soekarno - Hatta
                                                                                                   PO BOX 1004
                                                                                                   Tangerang
                                                                                                   Banten
                                                                                                   Indonesia 15111




                                          Holds Certificate No:                                     IABMS 736145
                                          and operates an Anti-Bribery Management System which complies with the requirements of ISO 37001:2016 for the
                                          following scope:


                                                         The Provision of Airport Services for Procurement Process covering Top Management,
                                                         Procurement and Logistic Group, Human Capital Management, Learning and Development
                                                         Group, Share Service Center, Financial Controller & Reporting Group, Corporate Finance Group
                                                         Internal Audit, Governance & Risk Management Group & Legal and Compliance at Head Office




                                          For and on behalf of BSI:
                                                                                                   Emmanuel Herve, Managing Director, ASEAN

                                          Original Registration Date: 2020-12-09                                                                 Effective Date: 2024-01-22
                                          Latest Revision Date: 2025-03-25                                                                       Expiry Date: 2026-12-08

                                                                                                                                                                         Page: 1 of 1




                                         This certificate was issued electronically and remains the property of BSI and is bound by the conditions of contract.
                                         An electronic certificate can be authenticated online.
                                         Printed copies can be validated at www.bsi-global.com/ClientDirectory or telephone +62 21 806 49 600 or +62 21 227 678 09.
                                         Further clarifications regarding the scope of this certificate and the applicability of ISO 37001:2016 requirements may be obtained by consulting the organization.
                                         This certificate is valid only if provided original copies are in complete set.

                                         Indonesia Headquarters: Talavera Office Suite 20th Floor, Suite #01-06 Jl. TB Simatupang Kav. 22 - 26, Cilandak,
                                         Jakarta Selatan , DKI Jakarta 12430, Indonesia. Tel: +62 21 2276 7809 ; +62 21 8064 9600 Fax: +62 21 2276 8271
                                         A Member of the BSI Group of Companies.




                                                                                                                                                   Sestainability Report 2025 PT Angkasa Pura Indonesia        41
Page 42
Tentang Laporan Ini
About This Report



Laporan ini berfokus pada isu-isu keberlanjutan yang                This report focuses on sustainability issues that have
telah diidentifikasi sebagai isu penting atau material bagi         been identified as significant or material to the business
bisnis PT Angkasa Pura Indonesia dan para pemangku                  of PT Angkasa Pura Indonesia and its stakeholders
kepentingan melalui proses penilaian materialitas. Seluruh          through a materiality assessment process. All data,
data, pengungkapan, dan klaim keberlanjutan dalam laporan           disclosures, and sustainability claims presented in this
ini telah ditinjau dan disetujui oleh manajemen senior              report have been reviewed and approved by the senior
PT Angkasa Pura Indonesia, termasuk Direksi dan Dewan               management of PT Angkasa Pura Indonesia, including
Komisaris, serta telah mendapatkan penjaminan eksternal             the Board of Directors and the Board of Commissioners,
dari PT CBC Global Indonesia, yang dilaksanakan sesuai              and have obtained external assurance from PT CBC Global
dengan standar AA1000 Tipe Moderate Tingkat 2. [GRI 2-14]           Indonesia, conducted in accordance with AA1000 Type 2
                                                                    Moderate Level standard. [GRI 2-14]

Pemilihan penjamin eksternal dilakukan melalui mekanisme            The selection of the external assurer is carried out through
seleksi dan evaluasi yang mendapatkan persetujuan Direksi,          a selection and evaluation process approved by the Board of
dengan tetap menjunjung tinggi prinsip independensi dan             Directors, while upholding the principles of independence
bebas dari potensi konflik kepentingan demi memastikan              and avoiding potential conflicts of interest to ensure
hasil penjaminan yang objektif. [GRI 2-5]                           objective assurance results. [GRI 2-5]



Standar Pengungkapan
Disclosure Standards

Laporan ini disusun sesuai dengan Peraturan Otoritas                This report has been prepared in accordance with the
Jasa Keuangan (POJK) Nomor 51/POJK.03/2017 mengenai                 Financial Services Authority Regulation (POJK) No. 51/
Penerapan Keuangan Berkelanjutan bagi Lembaga Jasa                  POJK.03/2017 on the Implementation of Sustainable Finance
Keuangan, Emiten, dan Perusahaan Publik, Surat Edaran               for Financial Services Institutions, Issuers, and Public
OJK Nomor 24/SEOJK.24/2021, Global Reporting Initiative             Companies, OJK Circular Letter No. 24/SEOJK.24/2021,
(GRI) Standards 2021, serta standar spesifik GRI G4 Airport         the Global Reporting Initiative (GRI) Standards 2021; and the
Sector Supplement. Dalam beberapa aspek yang relevan,               GRI G4 Airport Sector Supplement. In relevant aspects, this
laporan ini juga menyoroti prioritas yang mencerminkan              report also highlights priorities that reflect PT Angkasa Pura
komitmen PT Angkasa Pura Indonesia terhadap 17 Tujuan               Indonesia’s commitment to the 17 Sustainable Development
Pembangunan Berkelanjutan.                                          Goals.

Lingkup Laporan                                                     Report Scope

Laporan ini hanya menyajikan informasi terkait PT Angkasa           This report presents information solely related to PT Angkasa
Pura Indonesia dan tidak mencakup entitas anak, entitas             Pura Indonesia and does not cover subsidiaries, associates,
asosiasi, maupun ventura bersama. Meskipun Perusahaan               or joint ventures. Although the Company conducts audits of
melakukan audit laporan keuangan secara terkonsolidasi,             its consolidated financial statements, information regarding
informasi mengenai entitas-entitas tersebut, kecuali                these entities, unless otherwise stated, is not included
dinyatakan lain, tidak termasuk dalam laporan ini. Adapun           in this report. The entities included in the consolidated
entitas yang tercakup dalam audit laporan keuangan                  financial statement audit but excluded from this report are
terkonsolidasi namun tidak termasuk dalam laporan ini               as follows: [GRI 2-2]
meliputi: [GRI 2-2]

Entitas Anak:                                                       Subsidiary:
• PT Angkasa Pura Aviasi (“AVI”) dengan kepemilikan saham           • PT Angkasa Pura Aviasi (“AVI”), 51.00% shareholding
  51,00%



42           Laporan Keberlanjutan 2025 PT Angkasa Pura Indonesia
Page 43
Entitas Asosiasi:                                                 Associates:
• PT Integrasi Aviasi Solusi (“IAS”) dengan kepemilikan           • PT Integrasi Aviasi Solusi (“IAS”), 99.99% shareholding
  saham 99,99%
• PT Jasamarga Bali Tol (“JBT”) dengan kepemilikan saham          • PT Jasamarga Bali Tol (“JBT”), 6.31% shareholding
  6,31%
• PT Bandarudara Internasional Jawa Barat (“BIJB”) dengan         • PT Bandarudara Internasional Jawa Barat (“BIJB”), 20.00%
  kepemilikan saham 20,00%                                          shareholding
• PT Railink (“Railink”) dengan kepemilikan saham 40,00%          • PT Railink (“Railink”), 40.00% shareholding
• PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (“GMF”)            • PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (“GMF”),
  dengan kepemilikan saham 68,4%                                    68.4% shareholding
Ventura Bersama:                                                  Joint Ventures:
• PT Bandara Internasional Batam (“BIB”) dengan                   • PT Bandara Internasional Batam (“BIB”), 56.09%
  kepemilikan saham 56,09%                                          shareholding
Operasi Bersama:                                                  Joint Operations:
• KSO Halim Perdanakusuma (“KSO HLP”) dengan                      • KSO Halim Perdanakusuma (“KSO HLP”), 50.00%
  kepemilikan saham 50,00%                                          shareholding

Data yang disajikan dalam laporan ini mencakup aktivitas          The data presented in this report covers sustainability
dan kinerja keberlanjutan selama periode fiskal 2025 (1           activities and performance for the fiscal year 2025 (January
Januari hingga 31 Desember 2025) dan akan dipublikasikan          1 to December 31, 2025) and will be published on an annual
secara berkala setiap tahun. Selama periode pelaporan,            basis. During the reporting period, there were no significant
tidak ada perubahan signifikan dalam organisasi. [GRI 2-2] [GRI   changes in the organization. [GRI 2-2] [GRI 2-6] [OJK C.6]
2-6] [OJK C.6]



Laporan ini juga menampilkan beberapa data historis               This report also presents selected historical data over the
selama tiga tahun terakhir, dari 1 Januari 2023 hingga 31         past three years, from January 1, 2023 to December 31, 2025,
Desember 2025, untuk menunjukkan perubahan dan tren,              to illustrate changes and trends, including any restatements
termasuk informasi penyajian kembali data. Pada tahun             of data. In 2025, the Company restated the following data:
2025, Perusahaan melakukan penyajian kembali atas data            [GRI 2-4]

berikut: [GRI 2-4]
• Komposisi karyawan                                              • Employee composition
• Rekrutmen dan pergantian karyawan                               • Employee recruitment and turnover
• Cuti melahirkan                                                 • Parental leave
• Nilai ekonomi yang dihasilkan, didistribusikan, dan ditahan     • Economic value generated, distributed, and retained
• Konsumsi energi dan Emisi Gas Rumah Kaca (GRK)                  • Energy consumption and Scope 1 and Scope 2 Greenhouse
  Cakupan 1 dan Cakupan 2                                           Gas (GHG) emissions
• Realisasi program UMK aktif                                     • Realization of the active MSE programs

Narahubung Laporan [GRI 2-3]                                      Report Contact [GRI 2-3]

PT Angkasa Pura Indonesia menyambut dengan terbuka                PT Angkasa Pura Indonesia welcomes all feedback and
semua masukan dan saran yang dapat membantu                       suggestions to enhance the quality of this report in the
penyempurnaan laporan ini di masa depan. Masukan dan              future. Feedback and inquiries may be directed to:
saran dapat disampaikan dengan menghubungi:


                                                                              corcomm@injourneyairports.id
                                  Kepala Divisi Corporate
                                  Communication
                                                                  Informasi lebih lanjut terkait Laporan Keberlanjutan
                                  PT Angkasa Pura Indonesia
                                                                  PT Angkasa Pura Indonesia Tahun 2025 tersedia di
                                  Corporate Communication
                                                                  Further information regarding PT Angkasa Pura
                                  Division Head PT Angkasa
                                                                  Indonesia’s 2025 Sustainability Report is available at:
                                  Pura Indonesia
                                                                              https://injourneyairports.id


                                                                   Sestainability Report 2025 PT Angkasa Pura Indonesia       43
Page 44
01                             Navigasi Arah Strategi
                               Keberlanjutan
                               Navigating the Direction of Sustainability Strategy




Strategi Keberlanjutan PT Angkasa Pura Indonesia                                     46
PT Angkasa Pura Indonesia Sustainability Strategy

Identifikasi Topik Material                                                          48
Identification of Material Topics

Pelibatan Pemangku Kepentingan                                                       53
Stakeholder Engagement

Tantangan dalam Penerapan Prinsip Keberlanjutan                                      56
Challenges in Implementing Sustainability Principles
Page 45

          
Page 46
               Navigasi Arah Strategi Keberlanjutan
        01     Navigating the Direction of Sustainability Strategy




Strategi Keberlanjutan PT Angkasa Pura Indonesia
PT Angkasa Pura Indonesia’s Sustainability Strategy



Sebagai operator bandar udara yang melayani jutaan                   As an airport operator serving millions of passengers
penumpang dan menjadi penggerak konektivitas nasional,               and playing a vital role in enabling national connectivity,
PT Angkasa Pura Indonesia menjadikan keberlanjutan sebagai           PT Angkasa Pura Indonesia embeds sustainability at
bagian tak terpisahkan dari cara Perusahaan beroperasi               the core of how the Company operates and grows. The
dan berkembang. Tantangan perubahan iklim dan isu                    increasing urgency of climate change and environmental
lingkungan yang semakin relevan dalam praktik pengelolaan            considerations in corporate management calls for a
perusahaan menuntut PT Angkasa Pura Indonesia untuk                  strong and comprehensive sustainability strategy, with a
merumuskan strategi keberlanjutan Perusahaan yang                    clear emphasis on environmental stewardship and social
kuat dan komprehensif, dengan memprioritaskan prinsip                responsibility in line with best governance practices.
pelestarian lingkungan dan tanggung jawab sosial sesuai              Against this backdrop, the Company’s sustainability strategy
dengan praktik tata kelola terbaik. Atas dasar tersebut,             is anchored on four key pillars: [OJK A.1] [GRI 2-22] [GRI 2-24]
strategi keberlanjutan Perusahaan dibangun berlandaskan
empat pilar utama: [OJK A.1] [GRI 2-22] [GRI 2-24]



                   Operational Excellence                                                 Green Airport




                   People Development                                                     Community Development




Operational Excellence                                               Operational Excellence
Keunggulan operasional menjadi salah satu pilar utama                Operational excellence serves as a key pillar underpinning
yang menopang strategi keberlanjutan PT Angkasa Pura                 PT Angkasa Pura Indonesia’s sustainability strategy. This
Indonesia. Pilar ini diwujudkan melalui optimalisasi                 pillar is realized through the optimization of resource
pemanfaatan sumber daya, efisiensi proses, serta                     utilization, process efficiency, and the adoption of advanced
adopsi teknologi terkini yang seluruhnya diarahkan untuk             technologies, all directed at ensuring operations are carried
memastikan kegiatan operasional berjalan secara efektif              out effectively and efficiently while delivering optimal
dan efisien, sekaligus menghadirkan layanan yang optimal             services to customers.
bagi para pelanggan.

Pilar ini dijalankan melalui tiga fungsi utama, yakni                This pillar is implemented through three primary functions,
pengembangan operasional Perusahaan yang dikelola oleh               namely the development of the Company’s operations
Unit Airport Operations Strategy & Policy; pengelolaan               managed by the Airport Operations Strategy & Policy Unit;
kesehatan dan keselamatan kerja di bawah Unit Airport                the management of occupational health and safety under
Safety, serta pengendalian kualitas layanan pelanggan yang           the Airport Safety Unit; and the oversight of service quality,
menjadi tanggung jawab Unit Customer Experience.                     which is the responsibility of the Customer Experience Unit.

Green Airport                                                        Green Airport
PT Angkasa Pura Indonesia menjadikan praktik operasional             PT Angkasa Pura Indonesia places environmentally
dan pengembangan infrastruktur bandara yang ramah                    responsible airport operations and infrastructure
lingkungan sebagai salah satu pilar utama dalam strategi             development as a central pillar of its sustainability strategy.
keberlanjutannya. Komitmen ini diwujudkan melalui                    This commitment is reflected in the use of renewable energy




46           Laporan Keberlanjutan 2025 PT Angkasa Pura Indonesia
Page 47
penggunaan sumber energi baru terbarukan, penerapan             sources, the implementation of efficient water management
sistem pengelolaan air yang efisien, serta pelaksanaan          systems, and the adoption of environmentally responsible
praktik konstruksi dan pemeliharaan yang ramah lingkungan       construction and maintenance practices, all aimed at
yang seluruhnya dilakukan untuk mengurangi dampak               reducing environmental impact while enhancing operational
lingkungan sekaligus meningkatkan efisiensi operasional.        efficiency.

Pilar ini mencakup kepatuhan terhadap seluruh ketentuan         This pillar encompasses compliance with all applicable
dan peraturan perundang-undangan yang berlaku di bidang         environmental laws and regulations, periodic reporting
lingkungan hidup, pelaporan kinerja lingkungan secara           of environmental performance, and the development of
berkala, serta pengembangan berbagai inisiatif ramah            various environmentally friendly initiatives, such as solar
lingkungan seperti pembangunan pembangkit listrik tenaga        power generation and the use of electric operational
surya dan penggunaan kendaraan operasional bertenaga            vehicles. These initiatives are managed by the Airport
listrik. Keseluruhan inisiatif tersebut dikelola oleh Unit      Engineering Unit, meanwhile occupational health and safety
Airport Engineering, sementara pengelolaan kesehatan dan        management remains under the responsibility of the Airport
keselamatan kerja berada di bawah tanggung jawab Unit           Safety Unit. [GRI 2-27]
Airport Safety. [GRI 2-27]

People Development                                              People Development
Menyadari bahwa karyawan merupakan penggerak utama              Recognizing that employees are the primary drivers of the
agenda keberlanjutan di Perusahaan, PT Angkasa Pura             Company’s sustainability agenda, PT Angkasa Pura Indonesia
Indonesia menempatkan pengembangan dan pemberdayaan             places human capital development and empowerment
sumber daya manusia sebagai bagian integral dari strategi       as an integral part of its sustainability strategy. Through
keberlanjutannya. Melalui program pelatihan, kegiatan           structured training programs, knowledge-sharing initiatives,
berbagi pengetahuan, serta upaya membangun budaya               and efforts to foster an environmentally conscious culture,
peduli lingkungan, Perusahaan berupaya menanamkan pola          the Company seeks to instill a sustainability-oriented
pikir yang berorientasi pada keberlanjutan di seluruh jenjang   mindset across all levels of the organization. This approach
organisasi. Hal ini sekaligus dilakukan untuk memastikan        also ensures that employees remain competitive and agile in
seluruh insan Perusahaan mampu bersaing dan beradaptasi         adapting to the evolving business landscape.
secara lincah (agile) terhadap dinamika bisnis yang terus
berkembang.

Pelaksanaan program pelatihan dan pengembangan                  The implementation of employee training and competency
kompetensi karyawan dikelola oleh Unit Learning &               development programs is managed by the Learning
Development, sedangkan pengelolaan ketenagakerjaan              & Development Unit, meanwhile overall employment
secara menyeluruh, termasuk pemenuhan hak karyawan,             management, including the fulfillment of employee rights,
kesejahteraan, hingga pengembangan jenjang karir, berada        welfare, and career development is overseen by the Human
di bawah tanggung jawab Unit Human Capital.                     Capital Unit.

Community Development                                           Community Development
PT Angkasa Pura Indonesia meyakini bahwa keberhasilan           PT Angkasa Pura Indonesia believes that business success
bisnis harus berjalan seiring dengan kontribusi nyata bagi      must go hand in hand with meaningful contributions to
masyarakat sekitar. Untuk itu, Perusahaan secara aktif          surrounding communities. Accordingly, the Company
menjalin keterlibatan dengan komunitas lokal, mendukung         actively engages with local communities, supports various
berbagai program kesejahteraan sosial, serta berkolaborasi      social welfare programs, and collaborates with stakeholders
dengan para pemangku kepentingan dalam mengatasi                to address prevailing environmental and social challenges.
tantangan lingkungan dan sosial yang ada. Komitmen              This commitment is carried out through the provision
ini dijalankan melalui penyaluran dukungan sosial serta         of social support, as well as funding and development
pendanaan dan pembinaan Usaha Mikro dan Kecil (UMK),            programs for Micro and Small Enterprises (MSEs), managed
yang dikelola oleh Unit Corporate Social Responsibility &       by the Corporate Social Responsibility & General Services
General Services.                                               Unit.




                                                                Sestainability Report 2025 PT Angkasa Pura Indonesia    47
Page 48
                 Navigasi Arah Strategi Keberlanjutan
          01     Navigating the Direction of Sustainability Strategy




Identifikasi Topik Material
Identification of Material Topics




Dalam menetapkan isu-isu keberlanjutan yang relevan bagi               In determining sustainability issues relevant to the
Perusahaan, PT Angkasa Pura Indonesia berlandaskan pada                Company, PT Angkasa Pura Indonesia is guided by a
penilaian materialitas guna memastikan bahwa topik-topik               materiality assessment to ensure that prioritized topics
yang diprioritaskan benar-benar mencerminkan dampak                    genuinely reflect significant and tangible sustainability
keberlanjutan yang signifikan dan nyata, yang mencakup                 impacts, covering both the Company’s outward impacts and
baik dampak eksternal Perusahaan maupun risiko keuangan                the inward financial risks. [GRI 3-1]
internal. [GRI 3-1]

Mulai tahun 2025, Perusahaan mengadopsi pendekatan                     Starting in 2025, the Company adopts a double materiality
materialitas      ganda        (double      materiality)    yang       approach, which considers two dimensions simultaneously,
mempertimbangkan dua dimensi sekaligus, yakni dampak                   namely the impact of the Company’s operations on the
operasional Perusahaan terhadap lingkungan dan                         environment and society (impact materiality), as well as
masyarakat (impact materiality), serta potensi pengaruh isu-           the potential influence of these issues on the Company’s
isu tersebut terhadap kinerja dan arah strategi Perusahaan             performance and strategic direction (financial materiality).
(financial materiality). Hasil dari proses penilaian materialitas      The results of this double materiality assessment are
ganda ini selanjutnya ditinjau dan diajukan kepada Direksi             subsequently reviewed and submitted to the Board of
untuk mendapatkan persetujuan. [GRI 3-1] [GRI 2-14]                    Directors for approval. [GRI 3-1] [GRI 2-14]


   Identifikasi Isu                          Penilaian Materialitas     Tinjauan dan                   Topik Material
   Keberlanjutan                             Ganda                      Persetujuan Topik              Material Topics
   Identification of                         Double Materiality         Material
   Sustainability Issues                     Assessment                 Review and Approval of         •
                                                                        Material Topics                •
                                                                                                       •
                                                                                                       •
                                                                                                       •

   Melibatkan berbagai Pemangku Kepentingan
   Involving Various Stakeholders




48             Laporan Keberlanjutan 2025 PT Angkasa Pura Indonesia
Page 49
1.   Identifikasi Isu Keberlanjutan                             1.   Identification of Sustainability Issues
     Proses penilaian materialitas diawali dengan                    The materiality assessment process began with
     pemahaman konteks organisasi melalui pengumpulan                an understanding of the Company’s organizational
     dan penyaringan isu-isu keberlanjutan. Penyaringan ini          context through the identification and screening of
     dilakukan dengan melakukan benchmarking terhadap                sustainability issues. This screening was conducted
     standar global seperti GRI, OJK, dan SASB, lembaga              by benchmarking against global standards such as GRI,
     pemeringkat ESG seperti MSCI, S&P Global, dan                   OJK, and SASB; ESG rating agencies including MSCI,
     Morningstar Sustainalytics, serta peers industri, dengan        S&P Global, and Morningstar Sustainalytics; as well as
     turut mempertimbangkan Laporan Keberlanjutan                    industry peers. The process also took into account the
     tahun sebelumnya dan masukan dari pemangku                      previous year’s Sustainability Report and input from
     kepentingan internal maupun eksternal. Isu-isu yang             both internal and external stakeholders. The identified
     berhasil diidentifikasi selanjutnya dikategorikan dan           issues were subsequently categorized and prioritized to
     diprioritaskan untuk menentukan topik-topik yang                determine the most relevant topics for the Company.
     paling relevan bagi Perusahaan.

2.   Penilaian Materialitas Ganda                               2.   Double Materiality Assessment
     Setelah      isu-isu    keberlanjutan   teridentifikasi,        Following the identification of sustainability issues,
     Perusahaan mendistribusikan kuesioner penilaian                 the Company distributed materiality assessment
     materialitas kepada seluruh pemangku kepentingan                questionnaires to both internal stakeholders
     internal (karyawan) dan eksternal (pemegang saham,              (employees) and external stakeholders (shareholders,
     pemerintah, mitra kerja, pelanggan, dan masyarakat).            government, business partners, customers, and
     Kuesioner ini bertujuan untuk menghimpun pandangan              communities). These questionnaires were designed to
     mengenai tingkat signifikansi dan prioritas masing-             capture stakeholder perspectives on the significance
     masing isu. Penilaian dilakukan dengan menggunakan              and prioritization of each issue. The assessment
     pendekatan materialitas ganda yang mencakup dua                 applied a double materiality approach, encompassing
     dimensi:                                                        two dimensions:
     •    Materialitas Dampak: mengukur sejauh mana isu-             •    Impact Materiality: measures the extent to which
          isu keberlanjutan berdampak terhadap pemangku                   sustainability issues affect external stakeholders,
          kepentingan eksternal, lingkungan hidup, dan                    the environment, and the broader community.
          masyarakat luas.                                           •    Financial Materiality: evaluates the potential of
     •    Materialitas Finansial: mengevaluasi potensi isu-               these issues to create risks and opportunities that
          isu tersebut dalam menciptakan risiko dan peluang               may influence the Company’s financial performance
          yang berpengaruh terhadap kinerja keuangan serta                and business continuity. [GRI 3-1]
          keberlangsungan bisnis Perusahaan. [GRI 3-1]

3.   Tinjauan dan Persetujuan Topik Material                    3.   Review and Approval of Material Topics
     Dari hasil pengolahan dan penilaian menyeluruh atas             Based on the comprehensive analysis and evaluation of
     data kuesioner yang terkumpul, terpilih 13 (tiga belas)         the collected questionnaire data, 13 (thirteen) material
     topik material yang telah diprioritaskan berdasarkan            topics were identified and prioritized according to two
     dua dimensi utama, yaitu materialitas dampak                    key dimensions, namely their impact on the economy,
     terhadap ekonomi, lingkungan, dan masyarakat, serta             environment, and communities, and their financial
     materialitas finansial terhadap bisnis Perusahaan.              materiality to the Company’s business. The prioritized
     Daftar topik yang telah terprioritaskan tersebut                list of topics was subsequently submitted to the Board
     kemudian diajukan kepada Direksi untuk ditinjau dan             of Directors for review and approval. These topics were
     mendapatkan persetujuan, di mana topik-topik tersebut           assessed for alignment with the Company’s strategy,
     dikaji keselarasannya dengan strategi Perusahaan,               their relevance to business risks and opportunities, and
     dipastikan relevansinya terhadap risiko dan peluang             their impacts on stakeholders. [GRI 2-12] [GRI 3-1]
     bisnis, serta ditelaah dampaknya terhadap pemangku
     kepentingan. [GRI 2-12] [GRI 3-1]




                                                                 Sestainability Report 2025 PT Angkasa Pura Indonesia    49
Page 50
                                   Navigasi Arah Strategi Keberlanjutan
              01                   Navigating the Direction of Sustainability Strategy




         Matriks Topik Material
         Material Topics Matrix


         Sebelum      diterbitkan,   Laporan       Keberlanjutan                                              Prior to its publication, the Sustainability Report
         PT Angkasa Pura Indonesia telah ditinjau dan disetujui                                               of PT Angkasa Pura Indonesia was reviewed and
         oleh Dewan Komisaris dan Direksi sebagai badan tata                                                  approved by the Board of Commissioners and the
         kelola tertinggi. Proses peninjauan dilakukan melalui                                                Board of Directors as the highest governance bodies.
         pembahasan internal untuk memastikan bahwa                                                           The review process was conducted through internal
         seluruh informasi yang diungkapkan, termasuk topik                                                   deliberations to ensure that all disclosed information,
         material, telah lengkap, akurat, dan sesuai dengan                                                   including material topics, is complete, accurate, and in
         ketentuan pelaporan yang berlaku. [GRI 2-14]                                                         accordance with applicable reporting standards. [GRI
                                                                                                              2-14]

         Diagram Matriks Materialitas [GRI 3-2]
         Materiality Matrix Diagram
            Semakin tinggi




                                                                                                          Community             Privacy Protection &
                                                                                                          Relation & Impact     Cybersecurity
            Higher




                                                                             Air         Energi
                                                                             Water       Energy
                                                                                                                                         Customer Wellbeing
                                                 Employment and Human
                                                 Capital Development
            Impact Materiality




                                           Biodiversity & Biological




                                                                                                                                                  Product Quality &
                                                                                                                                                  Responsibility




                                                                                                              Occupational
                                                                                                                                         Business Ethics, Anti
                                                                       Emission & Air Quality                 Health & Safety
                                                                                                                                         Corruption, Code of
                                                                                                                                         Ethics
                                                                                                  Waste & Effluent        Corporate
                                                                                                                          Governance




                                                                                     Financial Materiality                                              Semakin tinggi
                                                                                                                                                        Higher




                                                                                                                                                        Pengungkapan Standar
                                                                                     Double Materiality Assessment
                                           Topik                                                                                                         Standards Disclosure
 No
                                           Topic                           Financial Materiality            Impact Materiality
                                                                                                                                                GRI                   OJK       GRI G4
                                                                               Assessment                     Assessment

     1      Kesejahteraan dan Keselamatan                                             Tinggi                          Tinggi              416-1, 416-2           F.27, F.28,
            Pelanggan                                                                  High                            High                                         F.30
            Customer Well-Being and Safety

     2      Pelindungan Privasi dan Keamanan                                          Tinggi                          Tinggi                    418-1                 F.27,
            Siber                                                                      High                            High                                           F.28
            Privacy Protection and
            Cybersecurity




50                               Laporan Keberlanjutan 2025 PT Angkasa Pura Indonesia
Page 51
                                                                                                     Pengungkapan Standar
                                                Double Materiality Assessment
                   Topik                                                                              Standards Disclosure
No
                   Topic                  Financial Materiality   Impact Materiality
                                                                                             GRI             OJK             GRI G4
                                              Assessment            Assessment

3    Kualitas dan Tanggung Jawab                 Tinggi                Tinggi               417-1,           F.26,           AO1,
     Produk                                       High                  High                417-2,           F.27,           AO2,
     Product Quality and Responsibility                                                     417-3            F.28,           AO3
                                                                                                             F.29

4    Keselamatan dan Kesehatan Kerja             Tinggi                Tinggi           403-1, 403-2,        F.21
     Occupational Health and Safety               High                  High             403-3, 403-
                                                                                          4, 403-5,
                                                                                        403-6, 403-7,
                                                                                        403-8, 403-9,
                                                                                           403-10

5    Hubungan dan Dampak terhadap                Tinggi                Tinggi            413-1, 413-2        F.23,            AO7,
     Masyarakat                                   High                  High                                 F.24,            AO8
     Community Relations and Impacts                                                                         F.25

6    Tata Kelola Perusahaan                      Tinggi                Tinggi                                E.1,
     Corporate Governance                         High                  High                                 E.2,
                                                                                                             E.3,
                                                                                                             E.4

7    Etika Bisnis (Antikorupsi, Kode             Tinggi                Sedang           205-1, 205-2,        E.1,
     Etik, & Kepatuhan terhadap                   High                 Medium           205-3, 206-1,        F.24
     Hukum)                                                                                2-26,
     Business Ethics (Anti-Corruption,                                                      2-27
     Code of Conduct, and Legal
     Compliance)

8    Limbah dan Efluen                          Sedang                 Sedang           306-1, 306-2,        F.13,            AO6
     Waste and Effluents                        Medium                 Medium           306-3, 306-4,        F.14,
                                                                                           306-5             F.15,
                                                                                                             F.16

9    Emisi dan Kualitas Udara                   Sedang                 Sedang           305-1, 305-2,        F.11,            AO5
     Emissions and Air Quality                  Medium                 Medium           305-3, 305-4,        F.12
                                                                                           305-5

10   Energi                                     Sedang                 Sedang           302-1, 302-2,         F.6,
     Energy                                     Medium                 Medium           302-3, 302-4,         F.7
                                                                                           302-5

11   Ketenagakerjaan dan                        Sedang                 Sedang           401-1, 401-2,        F.18,
     Pengembangan Sumber Daya                   Medium                 Medium           401-3, 404-1,        F.19,
     Manusia                                                                            404-2, 404-3         F.20,
     Employment and Human Capital                                                                            F.22
     Development

12   Air                                        Sedang                 Sedang           303-1, 303-2,         F.8             AO4
     Water                                      Medium                 Medium           303-3, 303-4,
                                                                                           303-5

13   Keanekaragaman Hayati dan                  Sedang                 Sedang            101-1, 101-2,       F.9,             AO9
     Dampak Ekologis                            Medium                 Medium            101-3, 101-4,       F.10
     Biodiversity and Ecological                                                         101-5, 101-6,
     Impacts                                                                                101-7,
                                                                                             101-8




                                                                    Sestainability Report 2025 PT Angkasa Pura Indonesia              51
Page 52
                Navigasi Arah Strategi Keberlanjutan
         01     Navigating the Direction of Sustainability Strategy




Proses penilaian materialitas pada periode pelaporan 2025             The materiality assessment process for the 2025 reporting
menghasilkan pembaruan daftar topik material dibandingkan             period resulted in an updated list of material topics
tahun sebelumnya, yakni berupa penambahan topik baru                  compared to the previous year, including the addition of new
serta penyatuan topik-topik yang serumpun. Pembaruan ini              topics and the consolidation of related topics. This update
merupakan hasil evaluasi berkala yang mempertimbangkan                reflects a periodic evaluation that considers stakeholder
masukan pemangku kepentingan, perkembangan isu                        input, emerging sustainability issues within the airport
keberlanjutan dalam industri kebandarudaraan, serta                   industry, as well as changes in the business and regulatory
perubahan konteks bisnis dan regulasi. [GRI 3-2]                      landscape. [GRI 3-2]

• Penambahan        topik     baru     yang   mencerminkan            • Addition of new topics reflecting evolving business risks
  perkembangan risiko dan peluang bisnis. Topik Kualitas                and opportunities. The topics of Product Quality and
  dan Tanggung Jawab Produk, Pelindungan Privasi dan                    Responsibility, Privacy Protection and Cybersecurity,
  Keamanan Siber, Hubungan dan Dampak terhadap                          Community Relations and Impacts, Corporate Governance,
  Masyarakat, Tata Kelola Perusahaan, dan Keanekaragaman                and Biodiversity and Ecological Impacts are established
  Hayati dan Dampak Ekologis ditetapkan sebagai fokus                   as new focus areas in response to emerging issues and
  baru untuk merespons perkembangan isu dan ekspektasi                  stakeholder expectations related to the management of
  pemangku kepentingan terhadap pengelolaan dampak                      airport operational impacts on surrounding communities
  operasional bandara terhadap masyarakat dan lingkungan                and the environment, increasing service quality demands,
  sekitar, tuntutan kualitas layanan, risiko keamanan data              data security risks amid service digitalization, and the
  seiring digitalisasi layanan, serta kebutuhan akan struktur           need for stronger governance structures.
  tata kelola yang lebih kuat.

• Penyatuan     topik-topik     yang    serumpun      untuk           • Consolidation of related topics to align the disclosure
  menyelaraskan struktur pengungkapan dan mempertajam                   structure and sharpen the focus on core issues:
  fokus pada isu inti.
  - Topik Ketenagakerjaan dan Pengembangan Sumber                       - The topics of Employment and Human Capital
    Daya Manusia menggabungkan topik Kepegawaian,                         Development integrates Employment, Equality and
    Kesetaraan dan Keberagaman, serta Pendidikan dan                      Diversity, and Education and Training;
    Pelatihan;
  - Topik Etika Bisnis (Antikorupsi, Kode Etik, & Kepatuhan             - The topic of Business Ethics (Anti-Corruption, Code
    terhadap Hukum) menggabungkan topik Antikorupsi                       of Conduct, and Legal Compliance) integrates Anti-
    dan Kode Etik; sedangkan                                              Corruption and Code of Conduct; meanwhile
  - Topik Pengelolaan Lingkungan dan Ketaatan dalam                     - Environmental Management and Environmental
    Bidang Lingkungan diintegrasikan ke dalam topik-                      Compliance have been integrated into more specific
    topik lingkungan yang lebih spesifik, meliputi Emisi dan              environmental topics, including Emissions and Air
    Kualitas Udara, Air, Limbah dan Efluen, Energi, serta                 Quality, Water, Waste and Effluents, Energy, and
    Keanekaragaman Hayati dan Dampak Ekologis.                            Biodiversity and Ecological Impacts.




52            Laporan Keberlanjutan 2025 PT Angkasa Pura Indonesia
Page 53
Pelibatan Pemangku Kepentingan                                                          [GRI 2-29] [OJK E.4]

Stakeholder Engagement



Pencapaian kinerja terbaik PT Angkasa Pura Indonesia tidak         PT Angkasa Pura Indonesia’s strong performance
terlepas dari dukungan dan sinergi yang terjalin erat dengan       achievements are inseparable from the support and close
para pemangku kepentingan, baik dari lingkungan internal           synergy established with its stakeholders, both internal and
maupun eksternal. Perusahaan mendefinisikan pemangku               external. The Company defines stakeholders as individuals
kepentingan sebagai individu atau kelompok yang memiliki           or groups that have the ability to influence, or are impacted
kemampuan untuk memengaruhi maupun yang turut                      by, the Company’s airport service activities and overall
merasakan dampak dari aktivitas layanan kebandarudaraan            performance. Based on the nature and level of influence,
dan kinerja Perusahaan secara keseluruhan. Berdasarkan             as well as their implications for the Company’s operations
sifat dan tingkat pengaruh tersebut serta implikasinya             and performance, PT Angkasa Pura Indonesia established
terhadap jalannya operasional dan kinerja Perusahaan,              a structured stakeholder engagement framework as part of
PT Angkasa Pura Indonesia menyusun kerangka hubungan               its corporate management processes.
dan pelibatan yang terstruktur bagi para pemangku
kepentingan dalam proses pengelolaan Perusahaan.

Pemangku kepentingan PT Angkasa Pura Indonesia                     The Company’s stakeholders include shareholders,
mencakup pemegang saham, pelanggan, karyawan,                      customers, employees, government as the regulator,
pemerintah selaku regulator, mitra kerja, industri sejenis,        business partners, industry peers, and local communities.
serta masyarakat setempat. Mengacu pada kepentingan                In consideration of the reciprocal interests with each
timbal balik yang terjalin dengan masing-masing kelompok           stakeholder group, PT Angkasa Pura Indonesia has defined
tersebut, PT Angkasa Pura Indonesia menetapkan empat               four forms of engagement: empowerment, collaboration,
bentuk pelibatan, yaitu pemberdayaan, kerja sama,                  consultation, and communication.
konsultasi, dan komunikasi.


                                                              Mekanisme dan Frekuensi
  Pemangku Kepentingan           Basis Identifikasi                  Pelibatan                                  Tujuan
      Stakeholder               Identification Basis         Engagement Mechanism and                          Objective
                                                                     Frequency

                            Tanggung jawab, Pengaruh      • Rapat Umum Pemegang Saham             • Memastikan keberlangsungan
                            Responsibilities, Influence     Tahunan (RUPST)                         bisnis perusahaan dalam jangka
                                                          • Rapat Umum Pemegang Saham               panjang.
                                                            Luar Biasa (RUPSLB) yang              • Mempertahankan dan
 Pemegang Saham
                                                            dilaksanakan sesuai kebutuhan           meningkatkan nilai usaha sesuai
 Shareholders
                                                          • Rapat Umum Pemegang Saham               harapan pemegang saham.
                                                            (RUPS) Sirkuler yang dilaksanakan     • Menghormati hak dan tanggung
                                                            sesuai kebutuhan                        jawab pemegang saham sesuai
                                                          • Annual General Meeting of               peraturan perundang-undangan
                                                            Shareholders (AGMS)                     dan ketentuan lain yang berlaku.
                                                          • Extraordinary General Meeting of      • Ensuring the long-term
                                                            Shareholders (EGMS), conducted          sustainability of the Company’s
                                                            as needed                               business.
                                                          • Circular Resolution of                • Maintaining and enhancing
                                                            Shareholders (Circular GMS),            enterprise value in line with
                                                            conducted as needed                     shareholders’ expectations.
                                                                                                  • Upholding shareholders’ rights
                                                                                                    and responsibilities in accordance
                                                                                                    with applicable laws and
                                                                                                    regulations.




                                                                    Sestainability Report 2025 PT Angkasa Pura Indonesia            53
Page 54
                Navigasi Arah Strategi Keberlanjutan
        01      Navigating the Direction of Sustainability Strategy




                                                                          Mekanisme dan Frekuensi
 Pemangku Kepentingan                    Basis Identifikasi                      Pelibatan                              Tujuan
     Stakeholder                        Identification Basis             Engagement Mechanism and                      Objective
                                                                                 Frequency

                                   Ketergantungan                     • Survey customer satisfaction      • Memastikan keberlangsungan
                                   Dependency                           index setiap satu tahun sekali      bisnis perusahaan dalam jangka
                                                                      • Layanan Contact Center              panjang.
Pelanggan
                                                                      • Tenant Gathering yang             • Mempertahankan dan
(Penumpang, Maskapai
                                                                        dilaksanakan satu kali dalam        meningkatkan nilai usaha sesuai
Penerbangan, Penyewa/
                                                                        setahun                             harapan pelanggan.
Tenant Bandara,
                                                                      • Airlines Gathering yang           • Menghormati hak dan tanggung
Perusahaan Ekspedisi)
                                                                        dilaksanakan satu kali dalam        jawab pelanggan sesuai peraturan
                                                                        setahun                             perundang-undangan dan
Customers
                                                                      • Customer Satisfaction Index         ketentuan lain yang berlaku.
(Passengers, Airlines,
                                                                        survey conducted annually         • Ensuring the long-term
Airport Tenants, Logistics/
                                                                      • Contact Center services             sustainability of the Company’s
Expedition Companies)
                                                                      • Tenant Gathering conducted          business.
                                                                        annually                          • Maintaining and enhancing
                                                                      • Airlines Gathering conducted        business value in line with
                                                                        annually                            customer expectations.
                                                                                                          • Upholding customers’ rights and
                                                                                                            responsibilities in accordance
                                                                                                            with applicable laws and
                                                                                                            regulations.

                                   Ketergantungan                     • Remunerasi ditinjau dan           • Kesetaraan serta perlakuan yang
                                   Dependency                           dievaluasi 1 kali setiap tahun.     adil dan anti-diskriminasi.
                                                                      • Reward & Punishment diterapkan    • Menjamin keamanan, kesehatan,
                                                                        dan dievaluasi secara berkala       dan keselamatan kerja.
Karyawan                                                              • Bootcamp Agent of Change setiap   • Memberikan hak-hak sesuai
Employees                                                               setahun sekali                      ketentuan yang berlaku.
                                                                      • Culture Festival setiap setahun   • Penandatanganan Perjanjian
                                                                        sekali                              Kerja Bersama (PKB).
                                                                      • Serikat Pekerja dan Perjanjian    • Ensuring equality, fair treatment,
                                                                        Kerja Bersama (PKB) dilakukan       and non-discrimination
                                                                        melalui perundingan sesuai        • Ensuring occupational health,
                                                                        periode berlaku PKB serta           safety, and security
                                                                        komunikasi rutin                  • Providing employee rights in
                                                                      • Remuneration is reviewed and        accordance with applicable
                                                                        evaluated annually                  regulations
                                                                      • Reward and punishment             • Execution of the Collective Labor
                                                                        mechanisms are implemented          Agreement (CLA)
                                                                        and periodically evaluated
                                                                      • The Agent of Change Bootcamp is
                                                                        held annually
                                                                      • The Culture Festival is held
                                                                        annually
                                                                      • Labor Union engagement and
                                                                        the Collective Labor Agreement
                                                                        (CLA) are carried out through
                                                                        negotiations in accordance
                                                                        with the applicable CLA
                                                                        period, supported by regular
                                                                        communication




54            Laporan Keberlanjutan 2025 PT Angkasa Pura Indonesia
Page 55
                                                            Mekanisme dan Frekuensi
 Pemangku Kepentingan         Basis Identifikasi                   Pelibatan                                   Tujuan
     Stakeholder             Identification Basis          Engagement Mechanism and                           Objective
                                                                   Frequency

                          Pengaruh                      • Komunikasi dan pelaporan rutin        • Menjaga hubungan yang harmonis
                          Influence                       sesuai kebutuhan                        dengan regulator
                                                        • Kerja sama event promosi              • Seluruh insan PT Angkasa Pura
                                                          bersama sesuai kebutuhan                Indonesia tunduk dan mematuhi
Pemerintah sebagai
                                                        • Communication and reporting are         hukum, undang-undang, dan
Regulator
                                                          conducted as needed                     peraturan bisnis terkait yang
Government as Regulator
                                                        • Collaboration on joint                  berlaku
                                                          promotional events is carried out     • Laporan dan kepatuhan
                                                          as needed                             • Maintaining a harmonious
                                                                                                  relationship with regulators
                                                                                                • Ensuring all employees of PT
                                                                                                  Angkasa Pura Indonesia comply
                                                                                                  with applicable laws, regulations,
                                                                                                  and business requirements
                                                                                                • Reporting and regulatory
                                                                                                  compliance.

                          Ketergantungan                • Kontrak pengadaan dilakukan           • Perlakuan adil dalam seleksi dan
                          Dependency                      mengikuti siklus pengadaan atau         evaluasi pemilihan mitra
                                                          proyek yang berjalan                  • Tidak ada pungutan biaya apapun
Mitra Kerja                                             • Penilaian penyedia barang dan           dalam proses pengadaan
Business Partners                                         jasa secara transparan setiap 1       • Ensuring fair treatment in the
                                                          (tahun) sekali pada akhir tahun         selection and evaluation of
                                                        • Penandatanganan pakta                   business partners
                                                          integritas setiap onboarding          • Ensuring no fees are charged at
                                                          pemasok baru                            any stage of the procurement
                                                        • Procurement contracts are               process
                                                          executed in accordance with the
                                                          ongoing procurement or project
                                                          cycle
                                                        • Transparent evaluation of
                                                          products and services providers
                                                          once a year at the end of the year
                                                        • Integrity pacts are signed upon
                                                          the onboarding of each new
                                                          supplier

                          Pengaruh, Tanggung jawab      • Program tanggung jawab sosial         • Menjalin hubungan yang serasi
                          Influence, Responsibilities     dan lingkungan dilaksanakan             dan harmonis dengan masyarakat
                                                          secara berkesinambungan                 sekitar wilayah operasi
                                                        • Social and environmental              • Pemberdayaan potensi
Masyarakat                                                responsibility programs are             masyarakat dengan memberi
Communities                                               implemented on an ongoing basis         sustainable value
                                                                                                • Maintaining harmonious and
                                                                                                  constructive relationships with
                                                                                                  communities in the surrounding
                                                                                                  operational areas
                                                                                                • Empowering community potential
                                                                                                  by creating sustainable value




                                                                   Sestainability Report 2025 PT Angkasa Pura Indonesia           55
Page 56
                Navigasi Arah Strategi Keberlanjutan
         01     Navigating the Direction of Sustainability Strategy




Tantangan dalam Penerapan Praktik
Keberlanjutan                                [OJK E.5]

Challenges in Implementing Sustainability Practices



Dalam menerapkan prinsip dan tata kelola keberlanjutan                In implementing sustainability principles and governance
yang mencakup aspek ekonomi, lingkungan, dan sosial,                  across economic, environmental, and social aspects, the
Perusahaan menghadapi sejumlah tantangan, di antaranya:               Company encounters several challenges, including:
1. Keterbatasan pemahaman dan informasi terkait                       1. Limited understanding and availability of information
    penerapan aspek keberlanjutan yang relevan dengan                     regarding the application of sustainability aspects
    sektor industri kebandarudaraan.                                      relevant to the airport industry.
2. Belum optimalnya pengelolaan dan dokumentasi data                  2. Suboptimal management and documentation of the
    keberlanjutan Perusahaan.                                             Company’s sustainability data.
3. Perlunya penguatan sinergi antara berbagai pihak,                  3. The need to strengthen synergy among various
    baik internal maupun eksternal, dalam mewujudkan                      parties, both internal and external, in advancing airport
    operasional bandara yang mengedepankan prinsip                        operations that prioritize sustainability principles.
    keberlanjutan.

Sebagai respons atas tantangan tersebut, Perusahaan telah             In response to these challenges, the Company has
merumuskan sejumlah inisiatif strategis, antara lain:                 formulated several strategic initiatives, including:
1. Penguatan pemahaman serta peningkatan kapasitas                    1. Strengthening        understanding       and    enhancing
   organisasi dan karyawan dalam aspek keberlanjutan                      organizational     and    employee       capabilities  in
   melalui program pengembangan yang terstruktur.                         sustainability through structured development
                                                                          programs.
2.   Peningkatan kualitas pengelolaan dan dokumentasi                 2. Improving the quality of sustainability data management
     data keberlanjutan guna mendukung pemantauan dan                     and documentation to support more accurate
     pengukuran kinerja keberlanjutan Perusahaan secara                   monitoring and measurement of the Company’s
     lebih akurat.                                                        sustainability performance.
3.   Penguatan kerja sama dengan seluruh pemangku                     3. Strengthening collaboration with relevant stakeholders
     kepentingan yang relevan dalam mengimplementasikan                   in implementing sustainability principles across airport
     prinsip-prinsip keberlanjutan ke dalam kegiatan                      operations.
     operasional bandara.




56            Laporan Keberlanjutan 2025 PT Angkasa Pura Indonesia
Page 57
Sestainability Report 2025 PT Angkasa Pura Indonesia   57
Page 58
02                           Memperkenalkan
                             Peran dan Nilai dalam
                             Perjalanan Perusahaan
                             Introducing Roles and Values in
                             the Company’s Journey




Tentang PT Angkasa Pura Indonesia                              60
About PT Angkasa Pura Indonesia

Penjelasan Logo                                                61
Logo Explanation

Visi, Misi, dan Tata Nilai Perusahaan                          62
Vision, Mission, and Corporate Values

Skala Perusahaan                                               65
Company Scale

Struktur Grup                                                  66
Group Structure

Produk, Layanan, dan Kegiatan Usaha                            67
Products, Services, and Business Activities

Area Operasional                                               70
Operational Areas

Keanggotaan Asosiasi                                           74
Association Memberships

Jejak Langkah PT Angkasa Pura Indonesia                        76
Milestones of PT Angkasa Pura Indonesia

Etalase Bangsa                                                 78
Showcasing the Nation
Page 59

          
Page 60
                Memperkenalkan Peran dan Nilai dalam Perjalanan Perusahaan
         02     Introducing Roles and Values in the Company’s Journey




Tentang PT Angkasa Pura Indonesia                                                                  [GRI 2-1]

About PT Angkasa Pura Indonesia



PT Angkasa Pura Indonesia didirikan sebagai wujud                            PT Angkasa Pura Indonesia was established as a
aspirasi Pemerintah Indonesia untuk memperkuat                               manifestation of the Government of Indonesia’s aspiration
sektor penerbangan dan pariwisata melalui transformasi                       to strengthen the aviation and tourism sectors through
pengelolaan bandara. PT Angkasa Pura Indonesia                               the transformation of airport management. PT Angkasa
(sebelumnya PT Angkasa Pura II) merupakan hasil                              Pura Indonesia (formerly PT Angkasa Pura II) is the result
penggabungan PT Angkasa Pura I ke dalam PT Angkasa                           of the merger of PT Angkasa Pura I into PT Angkasa Pura
Pura II sebagaimana tercantum dalam Akta Notaris Nomor                       II, as stipulated in Notarial Deed No. 14 dated 7 September
14 tanggal 7 September 2024, yang berlaku efektif sejak                      2024, which became effective on 9 September 2024. This
9 September 2024 yang telah diterima dan dicatat dalam                       merger has been received and recorded in the Legal Entity
Sistem Administrasi Badan Hukum berdasarkan Penerimaan                       Administration System based on the Acknowledgement
Pemberitahuan Penggabungan Perseroan PT Angkasa                              of Notification of Company Merger of PT Angkasa Pura
Pura Indonesia Nomor: AHU-AH.01.09-0249603 tanggal 9                         Indonesia Number: AHU-AH.01.09-0249603 dated 9
September 2024.                                                              September 2024.

PT Angkasa Pura Indonesia berbentuk badan hukum                              PT Angkasa Pura Indonesia is a limited liability company
Perseroan Terbatas (PT) dengan kepemilikan 2 saham Seri                      (Perseroan Terbatas/PT) with 2 Series A Dwiwarna shares
A Dwiwarna 0,00001% oleh Pemerintah Republik Indonesia                       (0.00001%) held by the Government of the Republic of
dan saham Seri B 99,99999% oleh PT Aviasi Pariwisata                         Indonesia and Series B shares (99.99999%) held by PT Aviasi
Indonesia (Persero). [OJK C.3]                                               Pariwisata Indonesia (Persero). [OJK C.3]

Saat ini, PT Angkasa Pura Indonesia mengelola 37 bandara                     Currently, PT Angkasa Pura Indonesia manages 37 airports
yang tersebar di wilayah barat, tengah, dan timur Indonesia,                 across western, central, and eastern Indonesia, both directly
baik secara langsung maupun tidak langsung. Dengan                           and indirectly. With this operational scale, the Company
skala pengelolaan tersebut, Perusahaan menempati posisi                      ranks as the fifth-largest airport operator globally, serving
sebagai perusahaan pengelola bandara terbesar kelima di                      more than 170 million passengers annually, and is projected
dunia, melayani lebih dari 170 juta penumpang per tahun,                     to serve 550–700 million passengers by 2045. Throughout
serta diproyeksikan melayani 550 juta–700 juta penumpang                     2025, there were no significant changes affecting the
pada tahun 2045. Sepanjang tahun 2025, tidak terdapat                        Company’s structure, business activities, or operational
perubahan signifikan yang memengaruhi struktur, kegiatan                     scope. [OJK C.6]
usaha, maupun ruang lingkup operasional Perusahaan. [OJK
C.6]




                                      Kantor Pusat | Head Office:                         PT Angkasa Pura Indonesia
                                                                                          InJourney Airports Center
                                                                                          Bandara Internasional Soekarno-Hatta
                                                                                          PO BOX 1004 Tangerang 15111 - Indonesia




60            Laporan Keberlanjutan 2025 PT Angkasa Pura Indonesia
Page 61
Penjelasan Logo
Logo Explanation




Representasi visual PT Angkasa Pura Indonesia tercermin            The visual identity of PT Angkasa Pura Indonesia is
melalui logo InJourney Airports yang mengusung filosofi            represented through the InJourney Airports logo, which
kesempurnaan. Filosofi tersebut diwujudkan melalui                 embodies the philosophy of perfection. This philosophy is
elemen grafis pada huruf “O” yang terinspirasi dari                reflected in the graphical element of the letter “O,” inspired
motif batik kawung. Logo ini mencerminkan komitmen                 by the kawung batik motif. The logo signifies InJourney’s
InJourney untuk menghadirkan pengalaman berwisata                  commitment to delivering an excellent travel experience
di Indonesia yang unggul di seluruh aspek perjalanan.              in Indonesia across all journey touchpoints. InJourney
InJourney senantiasa hadir dengan layanan terbaik pada             consistently provides best-in-class services across various
berbagai kebutuhan wisatawan, mulai dari transportasi,             traveler needs, including transportation, accommodation,
penginapan, pengalaman, makanan, hingga cendera mata,              experiences, food, and souvenirs, ensuring a comfortable
guna menciptakan perjalanan yang nyaman dan berkesan di            and memorable journey in Indonesia.
Indonesia.


                               Pola berantai atau tak terhingga (infinite) pada logo melambangkan keterhubungan, kesinambungan,
                               dan kesatuan sebagai representasi penyatuan institusi BUMN dalam InJourney. Pola ini mencerminkan
                               semangat kolaborasi yang mendorong keterhubungan antarpelaku pariwisata dalam mengembangkan
                               pariwisata Indonesia.
                               The infinite (continuous chain) pattern in the logo symbolizes connectivity, continuity, and unity,
                               representing the integration of SOEs within the InJourney ecosystem. It reflects a collaborative spirit
                               that fosters connectivity among tourism stakeholders in advancing Indonesia’s tourism sector.




                               Kata “Airports” merefleksikan fokus Perusahaan dalam mendukung ekosistem InJourney di sektor aviasi,
                               sekaligus menandai transformasi PT Angkasa Pura I dan PT Angkasa Pura II yang tidak hanya menyatukan
                               dua entitas, tetapi juga membuka peluang baru bagi pengembangan bandara di seluruh Indonesia, dari
                               Sabang hingga Merauke.
                               The word “Airports” reflects the Company’s focus on supporting the InJourney ecosystem within the
                               aviation sector, while also marking the transformation of PT Angkasa Pura I and PT Angkasa Pura II—
                               not only as a merger of two entities but also as a gateway to new opportunities for airport development
                               across Indonesia, from Sabang to Merauke.



Warna merah digunakan sebagai warna utama logo untuk               The red color is used as the primary logo color to represent
merepresentasikan kualitas layanan serta pengalaman                service excellence and a warm, pleasant travel experience.
perjalanan yang hangat dan menyenangkan. Kombinasi                 The combination of cool colors such as blue and green
warna dingin seperti biru dan hijau mencerminkan                   reflects the Company’s growth inspired by Indonesia’s
pertumbuhan Perusahaan yang terinspirasi dari keindahan            natural beauty, as well as the diversity of its nature and
alam Indonesia sekaligus menggambarkan keberagaman                 culture. The turquoise color used in the word “Airports,”
alam dan budaya nasional. Warna tosca pada tulisan                 derived from the kawung batik motif, symbolizes calmness
“Airports”, yang merupakan turunan dari warna batik kawung         and comfort, akin to the sky.
pada logo InJourney, melambangkan ketenangan dan
kenyamanan layaknya langit.


                                                                    Sestainability Report 2025 PT Angkasa Pura Indonesia           61
Page 62
               Memperkenalkan Peran dan Nilai dalam Perjalanan Perusahaan
        02     Introducing Roles and Values in the Company’s Journey




Visi, Misi, dan Tata Nilai Perusahaan                                                           [OJK C.1]

Vision, Mission, and Corporate Values




     VISI | VISION



     Menjadi Operator Bandara Kelas Dunia,
     menghubungkan wisatawan global
     dengan keramahtamahan khas Indonesia
     To become World-Class Airport Operator, connecting global
     travelers with distinctive Indonesian Hospitality




Visi tersebut dijabarkan ke dalam tiga tujuan utama, yaitu                  The Vision is elaborated into three primary objectives,
Value Creator, Face and Pride of Indonesia, dan Agent of                    namely Value Creator, Face and Pride of Indonesia, and Agent
Development. Ketiga tujuan tersebut dijalankan melalui tiga                 of Development. These objectives are implemented through
tema transformasi, yakni premises, process, dan people,                     three transformation themes: premises, process, and
yang selanjutnya diimplementasikan melalui empat pilar                      people, which are further executed through four strategic
strategis, yakni Operasi dan Layanan Bandara Kelas Dunia,                   pillars: World-Class Airport Operations and Services,
Organisasi & Pengembangan Talenta, Komersial Berbasis                       Organization & Talent Development, Value Creation-Based
Penciptaan Nilai, serta praktik Keuangan, ESG, Risiko, dan                  Commercial, as well as Finance, ESG, Risk, and Compliance
Kepatuhan (FAESGRC). Implementasi seluruh pilar tersebut                    (FAESGRC) practices. The implementation of all these pillars
diperkuat oleh peran teknologi sebagai enabler.                             is reinforced by the role of technology as an enabler.




     MISI | MISSION

     01. Meningkatkan nilai bagi para stakeholder dan shareholder dengan menjadi katalisator
         pertumbuhan dan pemerataan ekonomi Indonesia.
         To increase value for stakeholders and shareholders by serving as a catalyst for Indonesia’s
         economic growth and equitable development.
     02. Meningkatkan konektivitas udara untuk memastikan efisiensi operasional dan menyediakan
         layanan dengan standar keselamatan, keamanan, dan kenyamanan terbaik di seluruh bandara.
         To enhance air connectivity to ensure operational efficiency and deliver services that uphold
         the highest standards of safety, security, and comfort across all airports.
     03. Memberikan kinerja layanan bandara yang unggul dengan kearifan budaya Indonesia.
         To provide excellent airport services infused with the richness of Indonesian cultural values
         (World-Class Airport Services).
     04. Menjadi world-class airport operator melalui manajemen sumber daya manusia yang unggul.
         To become a World-Class Airport Operator through excellent human resources management.
     05. Berperan aktif sebagai agent of development dan memberikan kontribusi positif kepada
         masyarakat dan lingkungan (environment sustainability) serta memenuhi prinsip-prinsip tata
         kelola perusahaan yang baik.
         Actively serve as an agent of development by contributing positively to society and the
         environment, while upholding the principles of good corporate governance.


62           Laporan Keberlanjutan 2025 PT Angkasa Pura Indonesia
Page 63
Untuk memastikan kesesuaian arah strategis Perusahaan,                To ensure alignment with the Company’s strategic direction,
peninjauan terhadap visi dan misi dilakukan secara berkala.           periodic reviews of the Vision and Mission are conducted.
Pada tahun 2024, sejalan dengan penggabungan PT                       In 2024, in line with the merger of PT Angkasa Pura I into
Angkasa Pura I ke dalam PT Angkasa Pura Indonesia (dahulu             PT Angkasa Pura Indonesia (formerly PT Angkasa Pura II), the
PT Angkasa Pura II) , visi dan misi Perusahaan diperbarui dan         Company’s Vision and Mission were updated and approved
disetujui oleh Direktur Utama.                                        by the President Director.




                                                                             Vision
                                                 To become a World-Class Airport Operator, connecting global
                                                       travelers with distinctive Indonesian Hospitality




  Objectives
                                   Value Creator                 Face and Pride of Indonesia              Agent of Development



  Transformation
                                      Premises                            Process                                People
  themes
                             Airport infrastructure that          Ecosystem-based airport               Customer-centric values,
                          focuses on customer experience         operations with data-driven           mindsets, and competencies
                                                                      decision making                   based on global standards


  Strategic pillars
                                                                                                                   Strong Finance,
                            World Class Airport       Organization & Talent       Commercial Based On             Accounting, ESG,
                          Operations and Services         Development                Value Creation            Risk, and Compliance
                                                                                                                (FAESGRC) Practice


  Enabler
                                                                           Technology
                          Facilitating the formation of a data-driven organization through a best-in-class integrated system equipped
                                        with the advantages of big-data analytics and protected by robust cyber security.




Tata Nilai Perusahaan
Corporate Values

Nilai-nilai utama PT Angkasa Pura Indonesia mengacu pada              The core values of PT Angkasa Pura Indonesia refer to the
Surat Edaran Menteri BUMN Nomor SE-7/MBU/07/2020                      Circular Letter of the Minister of State-Owned Enterprises
tentang Nilai-Nilai Utama (Core Values) Sumber Daya                   No. SE-7/MBU/07/2020 concerning the Core Values of
Manusia Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang dikenal                  Human Capital in State-Owned Enterprises (SOEs), known
sebagai AKHLAK. AKHLAK adalah akronim dari Amanah,                    as AKHLAK. AKHLAK is an acronym for Accountable,
Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif yang              Knowledgeable, Harmonious, Loyal, Adaptive, and Keen to
mencakup nilai-nilai sebagai berikut:                                 Collaborate, which encompass the following values:




                                                                       Sestainability Report 2025 PT Angkasa Pura Indonesia             63
Page 64
              Memperkenalkan Peran dan Nilai dalam Perjalanan Perusahaan
      02      Introducing Roles and Values in the Company’s Journey




     AMANAH                                                                ACCOUNTABLE
     Bisa dipercaya, memenuhi janji dan komitmen,                          Demonstrates reliability, fulfills promises and
     bertanggung jawab atas tugas, keputusan, dan                          commitments, takes responsibility for tasks,
     tindakan, serta berpegang teguh pada nilai moral                      decisions, and actions, and upholds moral and
     dan etika.                                                            ethical values.




     KOMPETEN                                                              KNOWLEDGEABLE
     Kemampuan dan keterampilan yang sesuai dengan                         Possesses capabilities and skills relevant to the
     bidang kerja, terus belajar dan meningkatkan                          field of work, continuously learns and improves
     kualitas diri, serta berorientasi pada hasil yang                     self-quality, and is oriented toward optimal and
     optimal dan inovatif.                                                 innovative results.




     HARMONIS                                                              HARMONIOUS
     Menjaga hubungan baik dengan sesama SDM BUMN,                         Maintains good relationships with fellow SOE
     pelanggan, mitra, dan pemangku kepentingan                            personnel, customers, partners, and other
     lainnya, menghargai perbedaan dan keragaman,                          stakeholders, respects differences and diversity,
     serta menciptakan suasana kerja yang kondusif dan                     and fosters a conducive and healthy work
     sehat.                                                                environment.



     LOYAL                                                                 LOYAL
     Setia dan taat kepada negara, organisasi, dan                         Demonstrates loyalty and obedience to the nation,
     atasan, menjunjung tinggi kepentingan bersama,                        organization, and leadership, upholds collective
     serta menghindari konflik kepentingan dan tindakan                    interests, and avoids conflicts of interest and
     yang merugikan BUMN.                                                  actions that may harm SOEs.




     ADAPTIF                                                               ADAPTIVE
     Mampu menyesuaikan diri dengan perubahan                              Able to adjust to changes in the environment,
     lingkungan, tantangan, dan peluang, bersikap                          challenges, and opportunities, remains open and
     terbuka dan fleksibel, serta berani mengambil risiko                  flexible, and takes measured and accountable risks.
     yang terukur dan bertanggung jawab.




     KOLABORATIF                                                           COLLABORATIVE
     Bekerja sama dengan tim, unit kerja, atau BUMN                        Works together with teams, business units, or other
     lainnya untuk mencapai tujuan bersama, berbagi                        SOEs to achieve common goals, shares knowledge
     pengetahuan dan pengalaman, serta memberikan                          and experience, and provides necessary support
     dukungan dan bantuan yang dibutuhkan.                                 and assistance.




64          Laporan Keberlanjutan 2025 PT Angkasa Pura Indonesia
Page 65
Skala Perusahaan                       [GRI 2-6] [OJK C.3]

Company Scale




   Total Aset/Kapitalisasi Aset                                  Total Kewajiban
   Total Assets/Asset Capitalization                             Total Liabilities
   (Rp Miliar | Rp Billion)                                      (Rp Miliar | Rp Billion)



   2025                                                          2025

   90.573,09                                                     53.331,62

   Total Ekuitas                                                 Total Karyawan
   Total Equity                                                  Total Employees
   (Rp Miliar | Rp Billion)                                      (Orang | Persons)



   2025                                                          2025

   37.241,47                                                     7.680




                                                             Sestainability Report 2025 PT Angkasa Pura Indonesia   65
Page 66
                Memperkenalkan Peran dan Nilai dalam Perjalanan Perusahaan
         02     Introducing Roles and Values in the Company’s Journey




Struktur Grup                           [GRI 2-6] [OJK C.3]

Group Structure



PT Angkasa Pura Indonesia memiliki 1 (satu) kantor pusat                     PT Angkasa Pura Indonesia has 1 (one) head office located
yang berlokasi di Kota Tangerang, Provinsi Banten, serta                     in Tangerang City, Banten Province, as well as the following
struktur grup sebagai berikut:                                               group structure:
A. PT Angkasa Pura Indonesia memiliki 1 (satu) Entitas
    Anak, yaitu PT Angkasa Pura Aviasi (AVI) dengan                          A. PT Angkasa Pura Indonesia has 1 (one) Subsidiary,
    kepemilikan saham 51%.                                                      namely PT Angkasa Pura Aviasi (AVI) with a 51%
                                                                                shareholding.
B. Perusahaan memiliki 5 (lima) Entitas Asosiasi, sebagai                    B. The Company has 5 (five) Associates, as follows:
   berikut:
   1. PT Integrasi Aviasi Solusi (IAS) dengan kepemilikan                         1.   PT Integrasi Aviasi Solusi (IAS) with a 99.99%
       saham 99,99%;                                                                   shareholding;
   2. PT Jasamarga Bali Tol (JBT) dengan kepemilikan                              2.   PT Jasamarga Bali Tol (JBT) with a 6.31%
       saham 6,31%;                                                                    shareholding;
   3. PT Bandarudara Internasional Jawa Barat (BIJB)                              3.   PT Bandarudara Internasional Jawa Barat (BIJB)
       dengan kepemilikan saham 19,51%;                                                with a 19.51% shareholding;
   4. PT Railink dengan kepemilikan saham 40,00%; dan                             4.   PT Railink with a 40.00% shareholding; and
   5. PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk                                5.   PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk
       (GMF) dengan kepemilikan saham 68,40%.                                          (GMF) with a 68.40% shareholding.

C.   Perusahaan memiliki 1 (satu) Ventura Bersama, yaitu PT                  C.   The Company has 1 (one) Joint Venture, which is PT
     Bandara Internasional Batam (BIB) dengan kepemilikan                         Bandara Internasional Batam (BIB) with a 56.09%
     saham 56,09%.                                                                shareholding.
D.   Perusahaan memiliki 1 (satu) Kerja Sama Operasional
     (KSO Operasi), yaitu KSO Halim Perdanakusuma (KSO                       D.   The Company has 1 (one) Joint Operation (JO), which
     HLP) dengan porsi Perusahaan dalam KSO sebesar                               is KSO Halim Perdanakusuma (KSO HLP) with the
     50,00%.                                                                      Company’s portion in the KSO of 50.00%.
E.   Perusahaan memiliki 1 (satu) Investasi Lainnya, yaitu                   E.   The Company has 1 (one) Other Investment, which is
     PT Purantara Mitra Angkasa Dua (PMAD) dengan                                 PT Purantara Mitra Angkasa Dua (PMAD) with a 0.11%
     kepemilikan saham 0,11%.                                                     shareholding.




66            Laporan Keberlanjutan 2025 PT Angkasa Pura Indonesia
Page 67
Produk, Layanan, dan Kegiatan Usaha                                                            [GRI 2-6] [OJK C.4]

Product, Services, and Business Activities



PT Angkasa Pura Indonesia melakukan usaha jasa                   PT Angkasa Pura Indonesia conducts airport-related
kebandarudaraan, pelayanan bandara, dan usaha-usaha              services, airport operations, and other related business
terkait lain yang mencakup:                                      activities, which include:

Kegiatan Usaha Utama                                             Core Business Activities

1.   Pelayanan Jasa Kebandarudaraan, meliputi pelayanan          1.   Includes services for aircraft, passengers, cargo, and
     jasa pesawat udara, penumpang, barang, dan pos yang              mail, consisting of:
     terdiri atas:
     a. Penyediaan, pengusahaan dan/atau pengembangan                 a.   Provision, operation, and/or development of
          fasilitas untuk kegiatan pelayanan pendaratan,                   facilities for aircraft landing, takeoff, maneuvering,
          lepas landas, manuver, parkir, dan penyimpanan                   parking, and storage.
          pesawat udara.
     b. Penyediaan, pengusahaan dan/atau pengembangan                 b.   Provision, operation, and/or development of
          fasilitas terminal untuk pelayanan angkutan                      terminal facilities for passenger, cargo, and mail
          penumpang, kargo dan pos.                                        transportation services.
     c. Penyediaan, pengusahaan dan/atau pengembangan                 c.   Provision, operation, and/or development of
          fasilitas elektronika, listrik, dan instalasi limbah             electronics, electrical, and waste management
          buangan.                                                         installations.
     d. Penyediaan, pengusahaan dan/atau pengembangan                 d.   Provision,     operation,   and/or    development
          lahan untuk bangunan, lapangan dan kawasan                       of land for buildings, industrial areas, and
          industri serta gedung atau bangunan yang                         infrastructure related to the smooth operation of
          berhubungan dengan kelancaran angkutan udara.                    air transportation.




                                                                  Sestainability Report 2025 PT Angkasa Pura Indonesia       67
Page 68
                Memperkenalkan Peran dan Nilai dalam Perjalanan Perusahaan
         02     Introducing Roles and Values in the Company’s Journey




2.   Pelayanan Jasa Terkait Bandara, meliputi kegiatan:                      2.   Airport-Related Services, including:
     a. Jasa terkait untuk menunjang kegiatan pelayanan                           a. Services supporting aircraft operations at airports,
         operasi pesawat udara di Bandara, terdiri atas:                              consisting of:
         •   Penyediaan hanggar pesawat udara                                         •    Provision of aircraft hangars
         •   Perbengkelan pesawat udara                                               •    Aircraft maintenance workshops
         •   Pergudangan                                                              •    Warehousing
         •   Katering pesawat udara                                                   •    In-flight catering
         •   Pelayanan teknis penanganan pesawat udara                                •    Ground handling services
             di darat (ground handling)
         •   Pelayanan penumpang dan bagasi                                            •   Passenger and baggage services
         •   Penanganan kargo dan pos                                                  •   Cargo and mail handling
         •   Pelayanan jasa load control                                               •   Load control services
         •   Komunikasi dan operasi penerbangan di darat                               •   Ground communication and flight operations
         •   Pelayanan jasa pengamanan                                                 •   Security services
         •   Pelayanan          penyediaan         dan/atau                            •   Provision and/or distribution of aviation fuel
             pendistribusian bahan bakar pesawat udara
     b. Jasa terkait untuk menunjang kegiatan pelayanan                           b.   Services supporting passenger and cargo services,
         penumpang dan barang, terdiri atas:                                           consisting of:
         •   Penyediaan penginapan/hotel dan transit                                   •   Provision of accommodation/hotels and
             hotel                                                                         transit hotels
         •   Penyediaan toko dan restoran                                              •   Provision of retail shops and restaurants
         •   Penyimpanan kendaraan bermotor                                            •   Motor vehicle parking facilities
         •   Pelayanan kesehatan                                                       •   Healthcare services
         •   Perbankan dan/atau penukaran uang                                         •   Banking and/or currency exchange services




68            Laporan Keberlanjutan 2025 PT Angkasa Pura Indonesia
Page 69
         •   Transportasi darat                                          •    Land transportation
         •   Perawatan pada umumnya (kegiatan jasa yang                  •    General maintenance (services covering
             melayani pembersihan dan/atau pemeliharaan,                      cleaning and/or maintenance of buildings and
             gedung dan perkantoran atau building                             offices or building maintenance)
             maintenance)
    c.   Jasa terkait untuk memberikan nilai tambah bagi            c.   Services providing added value for airport
         perusahaan bandara, terdiri atas:                               companies, consisting of:
         •   Penyediaan fasilitas bermain dan rekreasi                   •   Provision of recreational and entertainment
                                                                             facilities
         •   Penyediaan fasilitas perkantoran                            •   Provision of office facilities
         •   Penyediaan fasilitas olahraga                               •   Provision of sports facilities
         •   Penyediaan fasilitas pendidikan dan pelatihan               •   Provision of education and training facilities
         •   Penjualan/pengisian bahan bakar dan/atau                    •   Sale/supply of fuel and/or lubricants for motor
             pelumas kendaraan bermotor                                      vehicles
         •   Periklanan                                                  •   Advertising
         •   Jasa pelayanan telekomunikasi                               •   Telecommunications services
         •   Jasa alur wisata                                            •   Tourism services
         •   Agen perjalanan                                             •   Travel agency services
         •   Penitipan barang                                            •   Baggage storage
         •   Lounge dan/atau VIP room                                    •   Lounge and/or VIP rooms
         •   Salon kecantikan                                            •   Beauty salons
         •   Layanan agribisnis                                          •   Agribusiness services
         •   Tempat penitipan anak (nursery)                             •   Childcare facilities (nursery)
         •   Asuransi                                                    •   Insurance
         •   Vending machine                                             •   Vending machines
         •   Perkeretaapian khusus                                       •   Dedicated railway services
         •   Jasa lainnya yang secara langsung atau tidak                •   Other services that directly or indirectly
             langsung memberikan nilai tambah bagi                           provide added value to airport operations
             kegiatan bandara

Kegiatan Usaha Penunjang                                       Supporting Business Activities

Kegiatan usaha penunjang yang bertujuan untuk                  Supporting business activities aimed at optimizing the
mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya PT Angkasa              utilization of PT Angkasa Pura Indonesia’s resources
Pura Indonesia di luar area operasional bandara mencakup       outside the airport operational areas include the property,
sektor properti, pergudangan, dan perkantoran, serta           warehousing, and office sectors, as well as the development
pengembangan perhotelan, perumahan, apartemen, dan             of hotels, housing estates, apartments, and vehicle sales
pusat jual beli kendaraan beserta bengkel.                     centers along with their workshops.

Selain itu, kegiatan usaha penunjang juga meliputi             In addition, these supporting activities encompass
restoran, stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU),           restaurants, public fuel filling stations (SPBU), shopping
pusat perbelanjaan, bisnis pariwisata dan resort, fasilitas    centers, tourism and resort businesses, sports and
olahraga dan rekreasi, rumah sakit, serta kegiatan di bidang   recreational facilities, hospitals, as well as initiatives in the
pendidikan dan penelitian.                                     fields of education and research.

Lebih lanjut, kegiatan tersebut mencakup pengembangan          Furthermore, such activities include the development of
infrastruktur telekomunikasi dan energi, serta layanan         telecommunications and energy infrastructure, along with
penyewaan dan pengelolaan usaha atas sarana dan                leasing and business management services for facilities
prasarana yang dimiliki oleh PT Angkasa Pura Indonesia.        and infrastructure owned by PT Angkasa Pura Indonesia.
Optimalisasi pemanfaatan dana PT Angkasa Pura Indonesia        The optimization of the Company’s funds is also carried out
juga dilakukan melalui instrumen pasar modal dan pasar         through capital market and money market instruments.
uang.



                                                                Sestainability Report 2025 PT Angkasa Pura Indonesia        69
Page 70
             Memperkenalkan Peran dan Nilai dalam Perjalanan Perusahaan
      02     Introducing Roles and Values in the Company’s Journey




Area Operasional                                [GRI 2-1] [GRI 2-6] [OJK C.3]

Operational Areas




      Legenda: | Legend



             Kantor Pusat                               Regional I              Regional III   Regional V
             Head Office                                Region I                Region III     Region V


             Bandara                                    Regional II             Regional IV    Regional VI

             Airport                                    Region II               Region IV      Region VI




70         Laporan Keberlanjutan 2025 PT Angkasa Pura Indonesia
Page 71
Sestainability Report 2025 PT Angkasa Pura Indonesia   71
Page 72
                    Memperkenalkan Peran dan Nilai dalam Perjalanan Perusahaan
          02        Introducing Roles and Values in the Company’s Journey




                                                         Unit Kerja                                                                   Lokasi
     No                                                                                                           Status
                                                         Work Unit                                                                   Location

     1         InJourney Airports Center                                                                    Kantor Pusat    Banten
                                                                                                            Head Office

Regional I

     2         Bandara Internasional Soekarno-Hatta Tangerang                                               Kantor Cabang   Banten
               Soekarno-Hatta International Airport Tangerang                                               Branch Office

     3         Bandara Internasional Halim Perdanakusuma Jakarta                                            Kantor Cabang   Jakarta
               Halim Perdanakusuma International Airport Jakarta                                            Branch Office
               (Kerjasama Operasi (KSO) Bandara Internasional Halim Perdanakusuma antara PT Angkasa Pura
               Indonesia dan PT Angkasa Transportindo Selaras (ATS)
               (Joint Operation (JO) of Halim Perdanakusuma International Airport between PT Angkasa Pura
               Indonesia and PT Angkasa Transportindo Selaras (ATS))

     4         Bandara Internasional Kertajati Majalengka                                                   Kantor Cabang   Jawa Barat
               Kertajati International Airport Majalengka                                                   Branch Office   West Java
               (Perusahaan sebagai operator bandara melalui Perjanjian Kerjasama Penyelenggaraan Jasa
               Kebandarudaraan dengan PT Bandarudara Internasional Jawa Barat (PT BIJB)
               (The Company acts as the airport operator through an Airport Service Operation Cooperation
               Agreement with PT Bandarudara Internasional Jawa Barat (PT BIJB))

     5         Bandara Husein Sastranegara Bandung                                                          Kantor Cabang   Jawa Barat
               Husein Sastranegara Airport Bandung                                                          Branch Office   West Java

Regional II

     6         Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai                                                     Kantor Cabang   Bali
               I Gusti Ngurah Rai International Airport                                                     Branch Office

     7         Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid Lombok                                          Kantor Cabang   Nusa Tenggara Barat
               Zainuddin Abdul Madjid International Airport Lombok                                          Branch Office   West Nusa Tenggara

     8         Bandara Internasional Banyuwangi                                                             Kantor Cabang   Jawa Timur
               Banyuwangi International Airport                                                             Branch Office   East Java

     9         Bandara Internasional El Tari Kupang                                                         Kantor Cabang   Nusa Tenggara Timur
               El Tari International Airport Kupang                                                         Branch Office   East Nusa Tenggara

Regional III

     10        Bandara Internasional Hang Nadim Batam                                                       Kantor Cabang   Kepulauan Riau
               Hang Nadim International Airport Batam                                                       Branch Office   Riau Islands
               (Dioperasikan oleh PT Bandara Internasional Batam, entitas ventura bersama)
               (Operated by PT Bandara Internasional Batam, a joint venture entity)

     11        Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda Banda Aceh                                        Kantor Cabang   Aceh
               Sultan Iskandar Muda International Airport Banda Aceh                                        Branch Office

     12        Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru                                       Kantor Cabang   Riau
               Sultan Syarif Kasim II International Airport Pekanbaru                                       Branch Office

     13        Bandara Internasional Minangkabau Padang                                                     Kantor Cabang   Sumatera Barat
               Minangkabau International Airport Padang                                                     Branch Office   West Sumatra

     14        Bandara Internasional Kualanamu Deli Serdang                                                 Kantor Cabang   Sumatera Utara
               Kualanamu International Airport Deli Serdang                                                 Branch Office   North Sumatra
               (Dioperasikan oleh PT Angkasa Pura Aviasi, entitas anak)
               (Operated by PT Angkasa Pura Aviasi, a subsidiary)

     15        Bandara Depati Amir Pangkal Pinang                                                           Kantor Cabang   Bangka Belitung
               Depati Amir Airport Pangkal Pinang                                                           Branch Office

     16        Bandara Internasional H.A.S. Hanandjoeddin Tanjung Pandan                                    Kantor Cabang   Bangka Belitung
               H.A.S. Hanandjoeddin International Airport Tanjung Pandan                                    Branch Office

     17        Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu                                                          Kantor Cabang   Bengkulu
               Fatmawati Soekarno Airport Bengkulu                                                          Branch Office

     18        Bandara Sultan Thaha Jambi                                                                   Kantor Cabang   Jambi
               Sultan Thaha Airport Jambi                                                                   Branch Office


72               Laporan Keberlanjutan 2025 PT Angkasa Pura Indonesia
Page 73
                                                      Unit Kerja                                                                Lokasi
   No                                                                                                Status
                                                      Work Unit                                                                Location

   19         Bandara Internasional Raja Haji Fisabilillah Tanjung Pinang                    Kantor Cabang            Kepulauan Riau
              Raja Haji Fisabilillah International Airport Tanjung Pinang                    Branch Office            Riau Islands

   20         Bandara Internasional Radin Inten II Bandar Lampung                            Kantor Cabang            Lampung
              Radin Inten II International Airport Bandar Lampung                            Branch Office

   21         Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang                    Kantor Cabang            Sumatera Selatan
              Sultan Mahmud Badaruddin II International Airport Palembang                    Branch Office            South Sumatra

   22         Bandara Internasional Raja Sisingamangaraja XII Tapanuli Utara                 Kantor Cabang            Sumatera Utara
              Raja Sisingamangaraja XII International Airport Tapanuli Utara                 Branch Office            North Sumatra

Regional IV

   23         Bandara Internasional Juanda Surabaya                                          Kantor Cabang            Jawa Timur
              Juanda International Airport Surabaya                                          Branch Office            East Java

   24         Bandara Internasional Yogyakarta Kulon Progo                                   Kantor Cabang            D.I. Yogyakarta
              Yogyakarta International Airport Kulon Progo                                   Branch Office            Special Region of
                                                                                                                      Yogyakarta

   25         Bandara Jenderal Besar Soedirman Purbalingga                                   Kantor Cabang            Jawa Tengah
              Jenderal Besar Soedirman Airport Purbalingga                                   Branch Office            Central Java

   26         Bandara Internasional Adi Soemarmo Solo                                        Kantor Cabang            Jawa Tengah
              Adi Soemarmo International Airport Solo                                        Branch Office            Central Java

   27         Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang                             Kantor Cabang            Jawa Tengah
              Jenderal Ahmad Yani International Airport Semarang                             Branch Office            Central Java

   28         Bandara Internasional Kediri                                                   Kantor Cabang            Jawa Timur
              International Airport Kediri                                                   Branch Office            East Java
              (Kerja Sama Operasi (KSO) dengan PT Suryo Dhoho Investama)
              (Joint Venture (JO) with PT Suryo Dhoho Investama)

   29         Bandara Adisutjipto Yogyakarta                                                 Kantor Cabang            Jawa Tengah
              Adisutjipto Airport Yogyakarta                                                 Branch Office            Central Java

Regional V

   30         Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado                                     Kantor Cabang            Sulawesi Utara
              Sam Ratulangi International Airport Manado                                     Branch Office            North Sulawesi

   31         Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar                               Kantor Cabang            Sulawesi Selatan
              Sultan Hasanuddin International Airport Makassar                               Branch Office            South Sulawesi

   32         Bandara Internasional Sentani Jayapura                                         Kantor Cabang            Papua
              Sentani International Airport Jayapura                                         Branch Office

   33         Bandara Internasional Pattimura Ambon                                          Kantor Cabang            Maluku
              Pattimura International Airport Ambon                                          Branch Office

   34         Bandara Internasional Frans Kaisiepo Biak                                      Kantor Cabang            Papua
              Frans Kaisiepo International Airport Biak                                      Branch Office

Regional VI

   35         Bandara Internasional SAMS Sepinggan Balikpapan                                Kantor Cabang            Kalimantan Timur
              SAMS Sepinggan International Airport Balikpapan                                Branch Office            East Kalimantan

   36         Bandara Internasional Syamsudin Noor Banjarmasin                               Kantor Cabang            Kalimantan Selatan
              Syamsudin Noor International Airport Banjarmasin                               Branch Office            South Kalimantan

   37         Bandara Tjilik Riwut Palangkaraya                                              Kantor Cabang            Kalimantan Tengah
              Tjilik Riwut Airport Palangkaraya                                              Branch Office            Central Kalimantan

   38         Bandara Internasional Supadio Pontianak                                        Kantor Cabang            Kalimantan Barat
              Supadio International Airport Pontianak                                        Branch Office            West Kalimantan




                                                                            Sestainability Report 2025 PT Angkasa Pura Indonesia           73
Page 74
               Memperkenalkan Peran dan Nilai dalam Perjalanan Perusahaan
        02     Introducing Roles and Values in the Company’s Journey




Keanggotaan Asosiasi                                             [GRI 2-28] [OJK C.5]

Association Membership

Keanggotaan dalam asosiasi industri menjadi salah satu                           Membership in industry associations constitutes a strategic
langkah strategis Perusahaan dalam menjaga relevansi dan                         initiative by the Company to maintain its relevance and
daya saing di tengah dinamika sektor kebandarudaraan.                            competitiveness amid the dynamic nature of the aviation
Melalui partisipasi aktif, Perusahaan memperoleh akses                           sector. Through active participation, the Company gains
terhadap standar, wawasan, serta praktik terbaik di                              access to global standards, insights, and best practices,
tingkat global, sekaligus membuka peluang kolaborasi dan                         while also creating opportunities for collaboration and
pengembangan kapasitas yang berkelanjutan.                                       continuous capacity development.



                                             Airports Council International (ACI)

                                     Meningkatkan standar dan kualitas layanan, akses pelatihan dan sertifikasi, sharing best
                                     practices dalam layanan, memperluas jaringan dan kerja sama global.
                                     Enhancing service standards and quality, access to training and certification, sharing best
                                     practices in service, expanding global networks and partnerships.

                                     Anggota
                                     Member



                                             Indonesia Contact Center Association (ICCA)

                                     Meningkatkan standar kinerja layanan contact center perusahaan, akses pelatihan dan
                                     sertifikasi bagi agen, benchmarking serta pengunatan reputasi perusahaan di bidang contact
                                     center.
                                     Improving contact center service performance standards, access to training and certification
                                     for agents, benchmarking, and strengthening corporate reputation in contact center
                                     operations.

                                     Anggota
                                     Member


                                             Indonesia National Air Carriers Association (INACA)

                                     Meningkatkan standar dan kualitas layanan, akses pelatihan dan sertifikasi, sharing best
                                     practices dalam layanan, memperluas jaringan dan kerja sama global.
                                     Enhancing service standards and quality, access to training and certification, sharing best
                                     practices in service, expanding global networks and partnerships.

                                     Anggota
                                     Member




74           Laporan Keberlanjutan 2025 PT Angkasa Pura Indonesia
Page 75
Sestainability Report 2025 PT Angkasa Pura Indonesia   75
Page 76
                   Memperkenalkan Peran dan Nilai dalam Perjalanan Perusahaan
          02       Introducing Roles and Values in the Company’s Journey




Jejak Langkah PT Angkasa Pura Indonesia
Milestones of PT Angkasa Pura Indonesia




Pemerintah       RI       mengeluarkan        Perubahan       nama   Perum             Peresmian            penggunaan      Peresmian Eco & Modern
Peraturan Pemerintah (PP) No.                 Pelabuhan Udara Cengkareng               Terminal Khusus Haji Bandara         Terminal, yakni Terminal 3
33 Tahun 1962 tentang Pendirian               menjadi Perum Angkasa Pura II            Internasional     Soekarno-Hatta     Bandara Internasional Soekarno-
Perusahaan Negara (PN) Angkasa                Renaming of Perum Pelabuhan              oleh Menteri Agama dan Menteri       Hatta
Pura Kemayoran, dengan tugas                  Udara Cengkareng to Perum                Perhubungan                          Inauguration of Eco & Modern
pokok mengelola Bandara Kemayoran             Angkasa Pura II.                         Inauguration of the Hajj Terminal    Terminal    (Terminal   3)    at
Jakarta yang saat itu merupakan                                                        at Soekarno-Hatta International      Soekarno-Hatta     International
satu-satunya bandara internasional                                                     Airport by the Minister of           Airport.
di tanah air                                             1986                          Religious Affairs and the Minister
The Government of Indonesia issued                                                     of Transportation.
Government Regulation (PP) No. 33                                                                                                  2009
of 1962 concerning the establishment
of State-Owned Enterprise (PN)                                                                 2004
Angkasa Pura Kemayoran, with the
primary duty of managing Kemayoran
Airport Jakarta, at that time the only
international airport in Indonesia.



       1962




                                 1984                                           1993                              2006
                        Pendirian Perum Pelabuhan                Pendirian PT (Persero) Angkasa           Penandatanganan          akta
                        Udara Cengkareng                         Pura II berdasarkan akta Notaris         pendirian PT Railink antara
                        Establishment     of    Perum            Muhani Salim, S.H., No. 3 tanggal        Angkasa Pura II dengan PT
                        Pelabuhan Udara Cengkareng.              2 Januari 1993                           Kereta Api Indonesia
                                                                 Establishment of PT (Persero)            Signing of the establishment
                                                                 Angkasa Pura II based on Notarial        deed of PT Railink between
                                                                 Deed No. 3 dated 2 January 1993          Angkasa Pura II and PT Kereta
                                                                 by Muhani Salim, S.H.                    Api Indonesia.




76              Laporan Keberlanjutan 2025 PT Angkasa Pura Indonesia
Page 77
              Peresmian Pusat Layanan             PT     Angkasa     Pura      II    Penggabungan PT Angkasa
              Pelanggan Contact Center            mencatatkan          Obligasi      Pura I ke dalam PT Angkasa
              Airport 138 di kawasan              Berkelanjutan I PT Angkasa         Pura II dan transformasi
              Bandara           Internasional     Pura II Tahap II Tahun 2020        Perusahaan     menjadi   PT
              Soekarno-Hatta                      senilai Rp2,25 Triliun di          Angkasa Pura Indonesia.
              Launch of Airport Contact           Bursa Efek Indonesia pada 19       Penggabungan ini menjadikan
              Center 138 Customer Service         Agustus 2020                       Perusahaan sebagai operator
              Center at Soekarno-Hatta            PT Angkasa Pura II listed its      bandara ke-5 terbesar di
              International Airport.              Phase II Continuing Bonds I        dunia.
                                                  2020 worth Rp 2.25 trillion on     Merger of PT Angkasa Pura
                                                  the Indonesia Stock Exchange       I into PT Angkasa Pura II
                                                  on 19 August 2020.                 and transformation into PT
                        2017                                                         Angkasa Pura Indonesia,
                                                                                     making the Company the
                                                        2020                         5th largest airport operator
                                                                                     globally.



                                                                                          2024




        2016                             2018                            2021                              2025
Terminal 3 Ultimate Bandara     Penerbitan          obligasi     Peluncuran        Indonesia    • Peresmian Terminal 2F Bandara Internasional
Internasional     Soekarno-     melalui Penawaran Umum           Aviation Tourism Research        Soekarno-Hatta, Tangerang, sebagai terminal
Hatta      secara      resmi    Berkelanjutan       Obligasi     & Learning Institute BUMN        khusus haji dan umrah oleh Presiden Republik
beroperasi                      Berkelanjutan     di     PT      Center of Excellence Klaster     Indonesia
Official    operation     of    Angkasa Pura II Tahun 2018       Pariwisata dan Pendukung       • Penetapan status 30 bandara PT Angkasa
Terminal      3     Ultimate    Issuance of bonds through        Launch      of    Indonesia      Pura Indonesia sebagai bandara internasional
at          Soekarno-Hatta      the Continuing Public            Aviation Tourism Research        oleh Kementerian Perhubungan
International Airport.          Offering of PT Angkasa           & Learning Institute – SOE     • Pengoperasian penuh Terminal 1C Bandara
                                Pura II Bonds 2018.              Center of Excellence for         Internasional Soekarno-Hatta
                                                                 Tourism and Supporting         • Inauguration of Terminal 2F at Soekarno-
                                                                 Sector.                          Hatta International Airport, Tangerang, as
                                                                                                  a dedicated Hajj and Umrah terminal by the
                                                                                                  President of the Republic of Indonesia
                                                                                                • Designation of 30 PT Angkasa Pura Indonesia
                                                                                                  airports as international airports by the
                                                                                                  Ministry of Transportation
                                                                                                • Full operation of Terminal 1C at Soekarno-
                                                                                                  Hatta International Airport




                                                                              Sestainability Report 2025 PT Angkasa Pura Indonesia               77
Page 78
                   Memperkenalkan Peran dan Nilai dalam Perjalanan Perusahaan
            02     Introducing Roles and Values in the Company’s Journey




Etalase Bangsa
Showcasing the Nation



Sebagai simpul konektivitas nasional, keberadaan bandara                        As a national connectivity hub, airports make a tangible
memberikan kontribusi nyata terhadap pencapaian                                 contribution to the achievement of the Sustainable
Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs) melalui                             Development Goals (SDGs) through several key pathways:
beberapa jalur utama: penciptaan lapangan kerja dalam                           large-scale job creation, both directly and indirectly, as well
skala besar, baik secara langsung maupun tidak langsung,                        as the strengthening of local and national economies. At
serta penguatan ekonomi lokal dan nasional. Di sisi lain,                       the same time, various sustainability initiatives are being
berbagai inisiatif keberlanjutan turut dijalankan, mulai dari                   implemented, ranging from waste reduction to the adoption
pengurangan limbah hingga penerapan praktik konstruksi                          of environmentally friendly construction practices, as a
ramah lingkungan, sebagai wujud komitmen Perusahaan                             reflection of the Company’s commitment to promoting
dalam mendorong pertumbuhan yang bertanggung jawab.                             responsible growth. [GRI 3-3]
[GRI 3-3]



Lebih dari sekadar fasilitas transportasi, bandara                              Beyond serving as transportation facilities, airports function
berperan sebagai katalis pertumbuhan ekonomi kawasan.                           as catalysts for regional economic growth. Their presence
Kehadirannya secara konsisten diikuti oleh pembangunan                          is consistently followed by the development of extensive
infrastruktur pendukung yang masif, seperti jalan tol, jalur                    supporting infrastructure, such as toll roads, railway
kereta api, fasilitas pengolahan limbah, produksi energi,                       networks, waste treatment facilities, energy production,
hingga perhotelan. Rangkaian pembangunan infrastruktur                          and hospitality infrastructure. This integrated infrastructure
ini dapat memperkuat ekosistem industri pariwisata,                             development strengthens the ecosystem of tourism, trade,
perdagangan, transportasi, dan logistik, baik di tingkat                        transportation, and logistics industries, both at the regional
kawasan maupun global, sehingga manfaat kehadiran                               and global levels, thereby enabling the benefits of airport
bandara dapat dirasakan secara luas oleh berbagai sektor                        presence to be widely experienced across multiple sectors
perekonomian.                                                                   of the economy.

Dalam peta kontribusi terhadap SDGs, dampak PT Angkasa                          Within the SDGs contribution framework, the impact of
Pura Indonesia dalam menciptakan nilai ekonomi paling                           PT Angkasa Pura Indonesia in creating economic value is most
signifikan dirasakan pada TPB 8 (Pekerjaan Layak dan                            significant in SDG 8 (Decent Work and Economic Growth),
Pertumbuhan Ekonomi), TPB 9 (Industri, Inovasi, dan                             SDG 9 (Industry, Innovation, and Infrastructure), and SDG 11
Infrastruktur), serta TPB 11 (Kota dan Permukiman yang                          (Sustainable Cities and Communities). These contributions are
Berkelanjutan). Kontribusi ini sejalan dengan arah pencapaian                   aligned with Indonesia’s SDG achievement targets, which are
SDGs Indonesia, yang antara lain diukur melalui proporsi                        measured, among others, by the proportion and growth rate
dan laju pertumbuhan kontribusi pariwisata terhadap PDB                         of tourism’s contribution to GDP as an indicator of SDG 8, the
sebagai indikator TPB 8, jumlah bandara yang beroperasi                         number of operational airports as an indicator of SDG 9, and the
sebagai indikator TPB 9, serta persentase penduduk yang                         percentage of the population served by public transportation
terlayani transportasi umum sebagai indikator TPB 11. Capaian                   as an indicator of SDG 11. Indonesia’s performance across
Indonesia dalam ketiga indikator tersebut menunjukkan                           these three indicators shows measurable improvement, which
peningkatan yang dapat ditelusuri lebih lanjut melalui laporan                  can be further explored through reports available at: https://
yang tersedia di https://dashboards.sdgindex.org/profiles/                      dashboards.sdgindex.org/profiles/indonesia. [GRI 203-1] [G4-EC7]
indonesia. [GRI 203-1] [G4-EC7]




78               Laporan Keberlanjutan 2025 PT Angkasa Pura Indonesia
Page 79
Membangun Bisnis yang Berbasis Nilai
Building a Value-Based Business

PT Angkasa Pura Indonesia menjalankan peran yang                 PT Angkasa Pura Indonesia performs a role that extends
melampaui fungsi logistik semata. Selain memperlancar            beyond mere logistics functions. In addition to facilitating
arus barang dan jasa, Perusahaan turut menjadi penggerak         the flow of goods and services, the Company also serves as
industri pariwisata sekaligus menyediakan sarana bagi            a driver of the tourism industry while providing a platform
masyarakat Indonesia untuk saling terhubung, berinteraksi,       for the Indonesian public to connect, interact, and carry
dan menjalankan aktivitas ekonominya. Komitmen ini               out economic activities. This commitment is realized
diwujudkan melalui pengembangan usaha kebandarudaraan            through the comprehensive development of airport-related
secara menyeluruh di seluruh penjuru tanah air, sebagai          businesses across the archipelago, as part of efforts to
bagian dari upaya mendukung pertumbuhan ekonomi                  support national economic growth.
nasional.

Di sisi lain, Perusahaan juga menyadari bahwa kegiatan           On the other hand, the Company also recognizes that its
operasionalnya      berpotensi    menimbulkan       dampak       operational activities have the potential to generate negative
negatif terhadap lingkungan dan masyarakat. Untuk itu,           impacts on the environment and society. Accordingly,
berbagai inisiatif dijalankan sebagai bagian dari komitmen       various initiatives have been implemented as part of the
Perusahaan dalam mendorong pertumbuhan bisnis yang               Company’s commitment to promoting responsible business
bertanggung jawab, mulai dari alokasi pembiayaan pada            growth, ranging from the allocation of financing to projects
proyek-proyek yang memberikan dampak sosial dan                  that deliver social and economic benefits to surrounding
ekonomi bagi masyarakat sekitar hingga penerapan praktik         communities to the adoption of environmentally friendly
operasional yang ramah lingkungan. [GRI 3-3]                     operational practices. [GRI 3-3]

Dalam rangka memperkuat fondasi bisnis jangka                    In order to strengthen its long-term business foundation,
panjang, PT Angkasa Pura Indonesia terus menjalankan             PT Angkasa Pura Indonesia continues to undertake a
transformasi bisnis secara komprehensif yang diarahkan           comprehensive business transformation aimed at improving
untuk meningkatkan kinerja sekaligus membangun bisnis            performance while building a sustainable business. This
yang berkelanjutan. Transformasi ini dibangun di atas            transformation is anchored in the Company’s vision, which
visi perusahaan yang mencakup empat pilar utama, yakni           encompasses four main pillars: premises, people, process,
premises, people, process, dan digitalization. [OJK E.3]         dan digitalization. [OJK E.3]

Fase pemulihan bisnis dirancang untuk memaksimalkan              The business recovery phase is designed to maximize
proposisi nilai Perusahaan melalui serangkaian inisiatif         the Company’s value proposition through a series of
kunci yang saling melengkapi. Inisiatif-inisiatif tersebut       complementary key initiatives. These initiatives include
mencakup      peningkatan     pertumbuhan      pergerakan        increasing passenger traffic growth, optimizing revenue,
penumpang, optimalisasi pendapatan, penerapan strategi           implementing a hub-and-spoke airport strategy, and
hub & spoke airport, serta transformasi ganda yang               executing a dual transformation that addresses two
menyentuh dua dimensi, yakni keunggulan operasional dan          dimensions: operational excellence and business
transformasi bisnis. Selain itu, peningkatan pengalaman          transformation. In addition, enhancing the airport user
pengguna bandara serta efisiensi modal dan pengeluaran           experience as well as improving capital and operating
operasional turut menjadi fokus utama dalam fase ini. [G4-EC7]   expenditure efficiency are key priorities in this phase. [G4-EC7]




                                                                 Sestainability Report 2025 PT Angkasa Pura Indonesia         79
Page 80
                   Memperkenalkan Peran dan Nilai dalam Perjalanan Perusahaan
          02       Introducing Roles and Values in the Company’s Journey




Perbandingan Target dan Realisasi Kinerja [OJK F.2]
Comparison of Target and Performance Realization


                                                           2025                                                    2024
       Deskripsi
      Description                  Target               Realisasi                Pencapaian       Target         Realisasi       Pencapaian
                                   Target                Actual                 Achievement       Target          Actual        Achievement

                                                           Pesawat (dalam satuan pergerakan)
                                                                Aircraft (in movements)

 Domestik                               989.614               912.742                    92%        1.114.630        939.724             84%
 Domestic

 Internasional                         226.926                247.670                   109%         232.672         222.798             96%
 International

 Jumlah                              1.216.540               1.160.412                   95%        1.347.302       1.162.522            86%
 Total

                                                          Penumpang (dalam satuan juta orang)
                                                             Passengers (in million persons)

 Domestik                                123,14                   113,1                  92%          128,84           118,04            92%
 Domestic

 Internasional                            39,42                  40,91                  104%            35,91           37,95           106%
 International

 Jumlah                                  162,56                 154,01                   95%          164,74           155,99            95%
 Total

                                                                  Kargo (dalam satuan ton)
                                                                      Cargo (in tons)

 Domestik                            1.092.945              1.075.123                    98%         958.059        1.069.266           112%
 Domestic

 Internasional                          388.178               419.396                   108%          276.101         413.147           150%
 International

 Jumlah                               1.481.123             1.494.519                   101%        1.234.160       1.482.413           120%
 Total




Sepanjang tahun 2025, PT Angkasa Pura Indonesia mencatat                             Throughout 2025, PT Angkasa Pura Indonesia recorded
total 1.160.412 pergerakan pesawat, mencapai 95% dari                                a total of 1,160,412 aircraft movements, achieving 95% of
target atau Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP)                             the 2025 Company Work Plan and Budget (RKAP) target.
2025. Dari sisi penumpang, Perusahaan melayani 154,01 juta                           In terms of passengers, the Company served 154.01 million
penumpang–terdiri atas 113,1 juta penumpang domestik dan                             passengers—comprising 113.1 million domestic passengers
40,91 juta penumpang internasional, mencapai 95% RKAP                                and 40.91 million international passengers—achieving 95%
2025. Sementara itu, volume kargo yang dikelola mencapai                             of the 2025 RKAP target. Meanwhile, total cargo volume
1.491.519 ton, naik 0,8% year-on-year dengan capaian 101%                            handled reached 1,494,519 tons, an increase of 0.8% year-
terhadap target RKAP 2025.[GRI G4 AO1] [GRI G4 AO3]                                  on-year, with an achievement of 101% against the 2025
                                                                                     RKAP target.[GRI G4 AO1] [GRI G4 AO3]




80               Laporan Keberlanjutan 2025 PT Angkasa Pura Indonesia
Page 81
Perbandingan Target dan Realisasi Pembiayaan Proyek Keberlanjutan [OJK F.3]
Comparison of Targets and Performance of Sustainability Project Financing

Selain kinerja operasional dan ekonomi, PT Angkasa Pura         In addition to operational and economic performance, PT
Indonesia juga berkomitmen untuk memastikan bahwa               Angkasa Pura Indonesia is also committed to ensuring that
pertumbuhan bisnis Perusahaan berjalan seiring dengan           the Company’s business growth aligns with sustainability
agenda keberlanjutan. Hal ini tercermin dari realisasi          objectives. This is reflected in the realization of financing
pembiayaan yang diarahkan pada proyek-proyek yang               directed toward projects aligned with sustainable principles.
selaras dengan prinsip berkelanjutan.

Pada tahun 2025, PT Angkasa Pura Indonesia menjalankan          In 2025, PT Angkasa Pura Indonesia implemented projects
proyek-proyek yang berkaitan dengan efisiensi energi dan        related to energy efficiency and operational resource
sumber daya operasional melalui pemutakhiran teknologi          optimization through the upgrading of technologies utilized,
yang digunakan, sebagaimana disajikan dalam tabel berikut.      as presented in the following table:

                                                                                      2025
           Program atau Proyek Keberlanjutan
                                                             Target                   Realisasi                Pencapaian
            Sustainability Program or Project
                                                             Target                    Actual                 Achievement
                                                              (Rp)                      (Rp)

 Pengadaan dan Penggantian Lampu Airfield Lighting           28.044.852.723            28.044.852.723             100%
 System (AFL) Beserta Kabel Series
 Procurement and Replacement of Airfield Lighting
 System (AFL) Lamps and Series Cables

 Pengadaan dan Penggantian Kabel Series serta Approach         8.705.416.980             8.705.416.980            100%
 Light Runway 10
 Procurement and Replacement of Series Cables and
 Approach Light Runway 10

 Penggantian Threshold Light Runway 13, Floodlight, Taxi       7.105.577.310              7.105.577.310           100%
 Guidance Sign, Approach Light dan Runway Edge Light
 Replacement of Threshold Light Runway 13, Floodlight,
 Taxi Guidance Sign, Approach Light, and Runway Edge
 Light

 Pengadaan dan Pemasangan Sequence Flashing Light              5.997.371.070             5.997.371.070            100%
 (SQFL) LED 30 Bar Pada Runway 26
 Procurement and Installation of Sequence Flashing Light
 (SQFL) LED 30 Bar on Runway 26

 Pengadaan dan Reinstalasi Runway Edge Light                  5.080.758.600             5.080.758.600             100%
 Procurement and Reinstallation of Runway Edge Light

 Pengadaan dan Pemasangan Lampu Perimeter Sisi                  821.777.400                821.777.400            100%
 Selatan Tahap I
 Procurement and Installation of South Side Perimeter
 Lighting Phase I

 Pekerjaan Penggantian Pipa dan Aksesoris Hydrant            12.234.500.000              11.371.967.750            93%
 Terminal 2 serta Pemasangan Meter Air Digital di Jaringan
 Pipa Air Bersih Bandara Internasional Soekarno-Hatta
 Replacement of Hydrant Pipes and Accessories at
 Terminal 2 and Installation of Digital Water Meters
 in Clean Water Pipeline Network at Soekarno-Hatta
 International Airport

 Pengadaan dan Pemasangan High Mast Hot Dip Apron             1.300.000.000             1.300.000.000             100%
 Flood Light di Bandara Internasional Sultan Iskandar
 Muda
 Procurement and Installation of High Mast Hot Dip Apron
 Flood Light at Sultan Iskandar Muda International Airport




                                                                 Sestainability Report 2025 PT Angkasa Pura Indonesia       81
Page 82
                Memperkenalkan Peran dan Nilai dalam Perjalanan Perusahaan
         02     Introducing Roles and Values in the Company’s Journey




Kinerja Ekonomi
Economic Performance




Dalam menjalankan kegiatan operasionalnya, Perusahaan                        In carrying out its operational activities, the Company
senantiasa berupaya menciptakan dan mendistribusikan                         consistently strives to create and distribute value to all
nilai bagi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari                          stakeholders, including shareholders, employees, suppliers,
pemegang saham, karyawan, pemasok, dan pemerintah,                           and the government, as well as surrounding communities,
hingga masyarakat sekitar, baik secara langsung maupun                       both directly and indirectly. The realization of value creation
tidak langsung. Wujud nyata dari penciptaan nilai tersebut                   can be described as follows: [GRI 3-3]
antara lain dapat diuraikan sebagai berikut: [GRI 3-3]
1. Pemegang Saham — Perusahaan menjaga kepercayaan                           1.   Shareholders — The Company maintains shareholder
     pemegang saham melalui pencapaian kinerja yang                               trust through the achievement of positive performance
     positif serta penyampaian laporan kinerja secara berkala                     and the delivery of periodic and transparent
     dan transparan, sehingga dapat memberikan imbal hasil                        performance reports, thereby providing optimal returns
     yang optimal sekaligus memelihara komunikasi yang                            while fostering constructive communication.
     konstruktif.
2. Pemerintah — Perusahaan memenuhi kewajibannya                             2.   Government — The Company fulfills its obligations to
     kepada negara melalui pembayaran pajak yang tepat                            the state through timely tax payments and orderly,
     waktu serta pelaporan yang tertib dan akuntabel.                             accountable reporting.
3. Karyawan — Perusahaan berkontribusi terhadap                              3.   Employees — The Company contributes to improving
     peningkatan kesejahteraan karyawan sebagai bagian                            employee welfare as part of its commitment to human
     dari komitmen terhadap sumber daya manusia yang                              capital.
     dimiliki.
4. Pelanggan — Perusahaan memastikan kualitas produk                         4.   Customers — The Company ensures consistent product
     dan layanan yang konsisten guna memenuhi kebutuhan                           and service quality to meet customer needs and
     dan ekspektasi pelanggan.                                                    expectations.
5. Masyarakat Sekitar — Perusahaan memberikan                                5.   Surrounding Communities — The Company contributes
     kontribusi positif kepada komunitas di sekitar wilayah                       positively to communities within its operational areas
     operasional melalui berbagai program Community                               through various Community Development (CD) and
     Development (CD) dan Corporate Social Responsibility                         Corporate Social Responsibility (CSR) programs.
     (CSR).




82            Laporan Keberlanjutan 2025 PT Angkasa Pura Indonesia
Page 83
6.   Pemasok — Perusahaan turut mendukung pertumbuhan                                     6.     Suppliers — The Company supports the economic
     ekonomi para mitra pemasok melalui penciptaan                                               growth of supplier partners through job creation and
     peluang kerja dan penguatan kapasitas usaha mereka.                                         strengthening their business capacities.
7.   Lembaga Swadaya Masyarakat — Perusahaan                                              7.     Non-Governmental Organizations (NGOs) — The
     menjalin kolaborasi dengan LSM untuk bersama-                                               Company collaborates with NGOs to jointly promote
     sama mendorong perbaikan di bidang ekonomi, sosial,                                         improvements in economic, social, and environmental
     maupun lingkungan hidup.                                                                    aspects.

                                             Nilai Ekonomi Langsung yang Dihasilkan dan Didistribusikan [GRI 201-1]
                                                       Direct Economic Value Generated and Distributed
                                                                  (Dalam satuan Rp Miliar | in Rp Billion)


                                              Deskripsi
                                                                                                             2025              2024               2023*
                                             Description

                                                                Nilai Ekonomi yang Dihasilkan
                                                                 Economic Value Generated

 Pendapatan                                                                                                   21.213,78        20.491,02*           21.178,38
 Revenue

 Total                                                                                                        21.213,78        20.491,02*          21.178,38

                                                              Nilai Ekonomi yang Didistribusikan
                                                                  Economic Value Distributed

 Biaya operasional bandara                                                                                    8.357,62           8.628,38           9.469,26
 Airport operational expenses

 Biaya pegawai
                                                                                                              4.442,10            4.056,87          3.881,05
 Employee expenses

 Biaya umum dan administrasi
                                                                                                              2.547,70            1.792,01          2.273,57
 General and administrative expenses

 Biaya pemasaran
                                                                                                                    37,02           38,32*             35,79
 Marketing expenses

 Biaya lain-lain
                                                                                                                139,85             375,85*             87,94
 Other expenses

 Biaya keuangan (termasuk bunga bank)
                                                                                                               3.127,95           3.335,31          3.038,60
 Financial expenses (including bank interest)

 Pembayaran untuk penyandang dana (dividen)
                                                                                                                855,90            850,00*             352,47
 Payments to capital providers (dividends)

 Pembayaran pajak kepada Pemerintah
                                                                                                              1.402,62            1.303,36           1.113,35
 Tax payments to the Government

 Pengeluaran untuk masyarakat (TJSL)
                                                                                                                    65,80             58,70            48,03
 Community expenditure (TJSL)

 Pengeluaran untuk masyarakat (PUMK)
                                                                                                                     5,00                 -                 -
 Community expenditure (PUMK)

 Total                                                                                                       20.981,55         20.438,80*         20.300,06

                                                                  Nilai Ekonomi yang Ditahan
                                                                   Economic Value Retained

 Total                                                                                                          232.23             52.22*             878.32
 *Terdapat penyajian kembali data | *Restatement of data




                                                                                           Sestainability Report 2025 PT Angkasa Pura Indonesia           83
Page 84
                     Memperkenalkan Peran dan Nilai dalam Perjalanan Perusahaan
              02     Introducing Roles and Values in the Company’s Journey




Nilai ekonomi langsung yang dihasilkan Perusahaan                                 The direct economic value generated by the Company is
bersumber dari pendapatan kegiatan usaha, sementara                               derived from its operating revenues, while the economic
nilai ekonomi yang didistribusikan mencerminkan berbagai                          value distributed reflects various expenditures to
pengeluaran kepada pemangku kepentingan, yakni meliputi                           stakeholders, including employee salaries, taxes, dividends,
pembayaran gaji, pajak, dividen, pembayaran kepada                                payments to suppliers, as well as the allocation of funds
pemasok, serta realisasi dana masyarakat melalui program                          to the community through State-Owned Enterprise Social
Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BUMN                                  and Environmental Responsibility (TJSL) programs and
maupun Corporate Social Responsibility (CSR). Adapun                              Corporate Social Responsibility (CSR) initiatives. The
nilai ekonomi ditahan merupakan selisih antara keduanya,                          economic value retained represents the difference between
yakni nilai yang disisihkan Perusahaan untuk kebutuhan                            the two, namely the portion reserved by the Company for
pengembangan usaha ke depan. [GRI 3-3]                                            future business development needs. [GRI 3-3]

Di sisi keuangan, pendapatan usaha PT Angkasa Pura                                From a financial perspective, PT Angkasa Pura Indonesia
Indonesia tahun 2025 tercatat sebesar Rp21,21 triliun,                            recorded operating revenue of Rp 21.21 trillion in 2025, an
naik 3,5% dibandingkan tahun 2024 yang sebesar Rp20,49                            increase of 3.5% compared to Rp 20.49 trillion in 2024.
triliun. Pendapatan tersebut bersumber dari pendapatan                            This revenue was derived from aeronautical revenue of Rp
aeronautika sebesar Rp13,41 triliun (63,2% dari total                             13.41 trillion (63.2% of total revenue) and non-aeronautical
pendapatan) dan pendapatan nonaeronautika sebesar                                 revenue of Rp 7.79 trillion (36.8% of total revenue).
Rp7,79 triliun (36,8% dari total pendapatan).

Pertumbuhan pendapatan sebesar Rp722 miliar ini                                   The revenue growth of Rp722 billion was primarily driven by
terutama didorong oleh peningkatan pada pos Pelayanan                             an increase in Passenger Service Charges (PJP2U), in line
Jasa Penumpang Pesawat Udara (PJP2U), seiring dengan                              with the recovery in passenger traffic and the global aviation
pemulihan intensitas pergerakan penumpang dan industri                            industry. Revenue growth was also supported by the positive
penerbangan global. Pertumbuhan pendapatan juga                                   performance of the non-aeronautical segment, particularly
ditopang oleh kinerja positif segmen nonaeronautika,                              through the optimization of rental income and revenue-
khususnya melalui optimalisasi pendapatan sewa dan                                sharing schemes, reflecting the Company’s success in
skema bagi hasil (revenue sharing), yang mencerminkan                             maximizing commercial potential at airports as well as
keberhasilan strategi Perusahaan dalam memaksimalkan                              the effectiveness of receivables collection from strategic
potensi komersial di bandara serta efektivitas penagihan                          partners from previous periods.
piutang jasa kepada mitra strategis dari periode-periode
sebelumnya.

Program Pensiun                                                                   Pension Program

Perusahaan menyediakan imbalan pensiun dengan                                     The Company provides pension benefits with minimum
besaran minimal yang mengacu pada Undang-Undang                                   provisions referring to Labor Law No. 13/2003 and the
Ketenagakerjaan No. 13/2003 dan Perjanjian Kerja Bersama                          Collective Labor Agreement (CLA). Given that both
(PKB). Mengingat kedua regulasi tersebut menetapkan                               regulations stipulate specific formulas for calculating
formula perhitungan imbalan pensiun secara spesifik,                              pension benefits, the Company’s pension program is
program pensiun yang dijalankan Perusahaan pada dasarnya                          categorized as a defined benefit plan. This program is
termasuk dalam kategori program pensiun imbalan pasti.                            mandatory for all permanent employees, with a participation
Program pensiun ini bersifat wajib bagi seluruh karyawan                          rate of 100%. [GRI 201-3]
tetap Perusahaan, dengan tingkat partisipasi sebesar 100%.
[GRI 201-3]



Program pensiun Perusahaan mencakup tiga segmen                                   The Company’s pension program covers three employee
karyawan dengan skema iuran yang berbeda, yaitu karyawan                          segments with different contribution schemes, namely
asal Angkasa Pura I (AP I), karyawan asal Angkasa Pura II (AP                     employees originating from Angkasa Pura I (AP I), Angkasa
II), dan karyawan Angkasa Pura Indonesia (API), sebagaimana                       Pura II (AP II), and Angkasa Pura Indonesia (API), as outlined
diuraikan dalam tabel berikut. [GRI 201-3]                                        in the following table: [GRI 201-3]




84                 Laporan Keberlanjutan 2025 PT Angkasa Pura Indonesia
Page 85
    Segmen                       Program                               Iuran Karyawan                                Iuran Perusahaan
    Segment                      Program                             Employee Contribution                         Company Contribution

Karyawan asal AP I    Dana Pensiun Angkasa Pura I     5% dari Penghasilan Dasar Pensiun (PhDP)                 Berdasarkan valuasi
AP I Employees        (DAPENRA) – masuk sebelum 1     5% of Pensionable Basic Income (PhDP)                    aktuaria
                      Januari 2011)                                                                            Based on actuarial
                      Angkasa Pura I Pension Fund                                                              valuation
                      (DAPENRA) – joined before 1
                      January 2011

                      Dana Pensiun Lembaga            5% dari gaji dasar lama                                  20% dari gaji dasar lama
                      Keuangan (DPLK) BNI             5% of previous basic salary                              20% of previous basic
                      Financial Institution Pension                                                            salary
                      Fund (DPLK) BNI

                      Tunjangan Hari Tua              •   Karyawan tetap – 5% dari gaji dasar                  Berdasarkan valuasi
                      Old-Age Benefit                 •   PNS yang diperbantukan – 3% dari gaji dasar          aktuaria
                                                      •   TNI yang ditugaskan – 1% dari gaji dasar             Based on actuarial
                                                      •   Permanent employees – 5% of basic salary             valuation
                                                      •   Seconded civil servants – 3% of basic salary
                                                      •   Assigned military personnel – 1% of basic salary

                      Kesehatan Pascakerja            Rp200.000/bulan                                          -
                      Post-employment healthcare      Rp200,000/month

Karyawan asal AP II   Dana Pensiun Angkasa Pura II    5% dari gaji dasar pension                               29,26% dari gaji dasar
AP II Employees       (DAPENDA) – diangkat sebelum    5% of pensionable basic salary                           pension
                      1 Januari 2029                                                                           29.26% of pensionable
                      Angkasa Pura II Pension Fund                                                             basic salary
                      (DAPENDA) – appointed before
                      1 January 2029

                      Tunjangan Hari Tua              • Karyawan tetap – 2,5% dari gaji dasar pensiun          -
                      Old-Age Benefit                 • PNS yang diperbantukan – 31,91% dari gaji dasar
                                                        pension
                                                      • Permanent employees – 2.5% of pensionable
                                                        basic salary
                                                      • Seconded civil servants – 31.91% of pensionable
                                                        basic salary

                      Kesehatan Pascakerja            Rp98.740/bulan                                           Rp394.958/bulan
                      Post-employment healthcare      Rp98,740/month                                           Rp394,958/month

Karyawan API          Badan Penyelenggara Jaminan     2% dari gaji                                             3,7% dari gaji
API Employees         Sosial Jaminan Hari Tua (BPJS   2% of salary                                             3.7% of salary
                      JHT)
                      Social Security Administering
                      Body – Old Age Security (BPJS
                      JHT)

                      BPJS Jaminan Pensiun (JP)       1% dari gaji                                             2% dari gaji
                      BPJS – Pension Security (BPJS   1% of salary                                             2% of salary
                      JP)




                                                                       Sestainability Report 2025 PT Angkasa Pura Indonesia             85
Page 86
                Memperkenalkan Peran dan Nilai dalam Perjalanan Perusahaan
         02     Introducing Roles and Values in the Company’s Journey




Di samping itu, Perusahaan juga menyediakan berbagai                         In addition, the Company provides various other post-
imbalan pascakerja lainnya, yang mencakup tanda                              employment benefits, including long-service awards, long
penghargaan, cuti jangka panjang, santunan kematian bagi                     leave, death benefits for employees and certain family
karyawan maupun anggota keluarga tertentu yang meninggal                     members, retirement awards for employees reaching
dunia, uang penghargaan bagi karyawan yang bekerja hingga                    retirement age in accordance with Company regulations,
usia pensiun sesuai ketentuan perusahaan, serta uang pisah                   and severance payments for employees who voluntarily
bagi karyawan yang mengundurkan diri secara sukarela                         resign after meeting the minimum service period. These
setelah memenuhi masa kerja minimum, dengan metode                           benefits are calculated using an approach consistent with
perhitungan yang mengacu pada pendekatan yang sama                           defined benefit pension schemes.
dengan program pensiun imbalan pasti.

Untuk memastikan akurasi penilaian, Perusahaan menunjuk                      To ensure accuracy in valuation, the Company appoints an
aktuaris independen dalam menghitung estimasi liabilitas                     independent actuary to calculate the estimated liabilities for
atas seluruh program imbalan pascakerja, program pensiun,                    all post-employment benefit programs, pension programs,
maupun imbalan jangka panjang lainnya, menggunakan                           and other long-term benefits using the projected unit credit
metode projected-unit-credit. Berdasarkan penilaian                          method. Based on the latest actuarial valuation conducted on
aktuaria terakhir yang dilakukan pada 13 Maret 2026, seluruh                 13 March 2026, all pension program liabilities have been fully
liabilitas program pensiun telah tercakup sepenuhnya                         covered by the allocated assets. The Company’s employee
oleh aset yang telah disisihkan. Liabilitas imbalan kerja                    benefit liabilities as of December 31, 2025 amounted to Rp
Perusahaan per 31 Desember 2025 tercatat sebesar                             2,378.32 billion, compared to Rp 2,165.58 billion in 2024. [GRI
Rp2.378,32 miliar, dibandingkan dengan Rp2.165,58 miliar                     201-3]

pada tahun 2024. [GRI 201-3]

Selama periode pelaporan, Perusahaan tidak menerima                          During the reporting period, the Company did not receive
bantuan finansial dari pemerintah Indonesia, termasuk                        any financial assistance from the Government of Indonesia,
dalam bentuk pembebasan pajak, subsidi, hibah, maupun                        including in the form of tax relief, subsidies, grants, or other
bentuk bantuan finansial lainnya. Adapun dalam struktur                      forms of financial support. The Government of the Republic
kepemilikan saham, Pemerintah Republik Indonesia memiliki                    of Indonesia holds 0,00001% ownership of the Company’s
0,00001% saham Perusahaan. [GRI 201-4]                                       shares. [GRI 201-4]




86            Laporan Keberlanjutan 2025 PT Angkasa Pura Indonesia
Page 87
Sestainability Report 2025 PT Angkasa Pura Indonesia   87
Page 88
03                          Menjaga Integritas
                            melalui Tata Kelola
                            yang Tangguh
                            Upholding Integrity through Strong Governance




Struktur Tata Kelola                                                        90
Governance Structure

Pengelolaan Risiko Atas Penerapan Tata Kelola Keberlanjutan                 103
Risk Management in the Implementation of Sustainability Governance

Kebijakan dan Kepatuhan                                                     112
Policies and Compliance

Dukungan terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB)                    126
Contribution to the Sustainable Development Goals (SDGs)
Page 89

          
Page 90
               Menjaga Integritas melalui Tata Kelola yang Tangguh
        03     Upholding Integrity through Strong Governance




Struktur Tata Kelola
Governance Structure



Pelaksanaan tata kelola keberlanjutan di Perusahaan                  The implementation of sustainability governance within the
didasarkan pada berbagai kebijakan dan pedoman internal              Company is underpinned by a comprehensive set of internal
yang mengatur praktik tata kelola perusahaan. Pedoman                policies and guidelines governing corporate governance
tersebut meliputi Code of Corporate Governance, Board                practices. These include the Code of Corporate Governance,
of Commissioner Charter, Board of Director Charter,                  Board of Commissioners Charter, Board of Directors
Code of Conduct, Pedoman Pengendalian Gratifikasi,                   Charter, Code of Conduct, Gratification Control Guidelines,
Pedoman Pengaduan Pelanggaran, Pedoman Pengisian                     Whistleblowing System Guidelines, Guidelines on the
dan Penyampaian Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara                 Declaration and Submission of State Officials’ Asset Reports,
Negara (LHKPN), Pedoman Umum Manajemen Risiko,                       General Risk Management Guidelines, Internal Audit Charter,
Internal Audit Charter, Sistem Manajemen Anti Penyuapan              Anti-Bribery Management System (ABMS), as well as other
(SMAP), serta ketentuan lain yang berkaitan dengan aspek             provisions related to economic, environmental, and social
ekonomi, lingkungan, dan sosial.                                     aspects.

Adapun struktur tata kelola perusahaan, termasuk susunan,            The Company’s governance structure, including the
fungsi, serta mekanisme pencalonan dan pengangkatan                  composition, roles, and mechanisms for the nomination and
anggota organ tertinggi perusahaan, mengacu sepenuhnya               appointment of members of its highest governance body,
pada Undang-Undang No. 40 Tahun 2007. Struktur tersebut              fully refers to Law No. 40 of 2007. The structure comprises
terdiri atas Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), Dewan                 the General Meeting of Shareholders (GMS), the Board of
Komisaris, dan Direksi.                                              Commissioners, and the Board of Directors.

Dewan Komisaris merupakan badan tata kelola tertinggi                The Board of Commissioners serves as the Company’s
Perusahaan yang menjalankan fungsi pengawasan dan                    highest governance body, performing an oversight function
diketuai oleh Komisaris Utama, sedangkan Direksi merupakan           and chaired by the President Commissioner. The Board of
organ eksekutif yang diketuai oleh Direktur Utama dan                Directors, as the executive body, is led by the President
memiliki kewenangan serta tanggung jawab penuh dalam                 Director and holds full authority and responsibility for
mengelola keberlangsungan usaha sesuai maksud dan tujuan             managing the continuity of the Company’s business in line
perusahaan, serta mewakili Perusahaan di dalam maupun                with its purposes and objectives, as well as representing
di luar pengadilan sebagaimana diatur dalam Anggaran                 the Company both in and out of court in accordance with
Dasar. Komisaris Utama selaku ketua badan tata kelola                the Articles of Association. The President Commissioner, as
tertinggi bukan merupakan eksekutif senior dalam organisasi          the chair of the highest governance body, does not hold an
Perusahaan, sehingga fungsi pengawasan dan fungsi                    executive role within the Company, thereby ensuring a clear
eksekutif dijalankan secara terpisah. [GRI 2-9] [GRI 2-11]           separation between oversight and executive functions. [GRI 2-9]
                                                                     [GRI 2-11]



Untuk memastikan benturan kepentingan dapat dihindari                To ensure that conflicts of interest are avoided and minimized,
dan diminimalisasi, Perusahaan menerapkan mekanisme                  the Company implements a management mechanism
pengelolaan yang mewajibkan seluruh anggota Dewan                    requiring all members of the Board of Commissioners and
Komisaris dan Direksi untuk secara berkala mengidentifikasi          the Board of Directors to periodically identify and disclose
serta mengungkapkan setiap potensi benturan kepentingan.             any potential conflicts of interest. Such disclosures include,
Pengungkapan tersebut mencakup, antara lain, rangkap                 among others, multiple directorships in other organizations,
jabatan di organisasi lain, kepemilikan saham pada entitas           share ownership in entities that have relationships with
yang memiliki hubungan dengan Perusahaan, serta                      the Company, as well as relationships, transactions, and
hubungan, transaksi, dan saldo terutang dengan pihak                 outstanding balances with related parties. All disclosed
terkait. Seluruh informasi tersebut ditelaah dan dimonitor           information is reviewed and monitored as part of the
sebagai bagian dari proses tata kelola, serta diungkapkan            governance process and is transparently communicated to




90           Laporan Keberlanjutan 2025 PT Angkasa Pura Indonesia
Page 91
secara transparan kepada pemangku kepentingan melalui              stakeholders through the Company’s public reports. More
laporan publik Perusahaan. Informasi lebih rinci, termasuk         detailed information, including the existence of controlling
terkait keberadaan pemegang saham pengendali, disajikan            shareholders, is presented in the Annual Report of PT Angkasa
dalam Laporan Tahunan PT Angkasa Pura Indonesia 2025.              Pura Indonesia 2025. [GRI 2-15]
[GRI 2-15]



Dalam melaksanakan tugasnya, Dewan Komisaris didukung              In carrying out its duties, the Board of Commissioners is
oleh komite-komite, yaitu Komite Audit, Komite Pemantau            supported by committees, namely the Audit Committee, the
Manajemen Risiko dan Tata Kelola Terintegrasi, serta               Integrated Risk Management and Governance Monitoring
Komite Nominasi dan Remunerasi. Sementara itu, dalam               Committee, and the Nomination and Remuneration
menjalankan tugasnya, Direksi didukung oleh Corporate              Committee. Meanwhile, in performing its duties, the Board
Secretary, Internal Audit, Legal Aid & Institutional Relations,    of Directors is supported by the Corporate Secretary,
Legal & Compliance, serta unit kerja lainnya.                      Internal Audit, Legal Aid & Institutional Relations, Legal &
                                                                   Compliance, as well as other operational units.

Pada tingkat Dewan Komisaris, pengawasan atas isu                  At the Board of Commissioners level, oversight of the
ekonomi, lingkungan, dan sosial Perusahaan dijalankan              Company’s economic, environmental, and social matters
melalui Komite Pemantau Manajemen Risiko sebagai                   is carried out through the Risk Management Monitoring
komite di bawah Dewan Komisaris yang bertanggung jawab             Committee, a committee under the Board of Commissioners
memberikan masukan, rekomendasi, serta memantau                    responsible for providing input, recommendations,
efektivitas strategi Perusahaan terkait isu-isu tersebut.          and monitoring the effectiveness of the Company’s
Selain itu, Dewan Komisaris juga menerima laporan                  strategies related to these issues. In addition, the Board of
secara periodik dari Direksi terkait implementasi strategi         Commissioners receives periodic reports from the Board of
keberlanjutan guna meninjau efektivitas Perusahaan                 Directors on the implementation of sustainability strategies
dalam mengelola dampak keberlanjutannya. Pembahasan                to assess the Company’s effectiveness in managing its
dilakukan secara rutin dalam rapat Dewan Komisaris,                sustainability impacts. These matters are discussed
Direksi, dan komite-komite di bawah Dewan Komisaris yang           regularly in meetings of the Board of Commissioners, the
diselenggarakan paling sedikit satu kali setiap bulan. [GRI 2-9]   Board of Directors, and the committees under the Board of
[GRI 2-12] [GRI 2-16]                                              Commissioners, which are held at least once a month. [GRI
                                                                   2-9] [GRI 2-12] [GRI 2-16]



Pada tingkat eksekutif, Direksi selaku penanggung                  At the executive level, the Board of Directors, as the body
jawab keuangan berkelanjutan memastikan integrasi                  responsible for sustainable finance, ensures the integration
aspek ekonomi, lingkungan, dan sosial ke dalam proses              of economic, environmental, and social aspects into the
pengambilan keputusan Perusahaan, termasuk melalui                 Company’s decision-making processes, including through
pengembangan dan pembaharuan strategi keberlanjutan                the periodic development and refinement of sustainability
secara berkala. Dalam implementasinya, pengelolaan                 strategies. In its implementation, the management of
dampak keberlanjutan didelegasikan secara terstruktur              sustainability impacts is systematically delegated to work
kepada unit kerja dengan kompetensi spesifik agar                  units with specific competencies, ensuring that each
setiap aspek dapat ditangani secara fokus dan efektif.             aspect is addressed in a focused and effective manner.
Pengelolaan dampak lingkungan dilaksanakan oleh Unit               Environmental impact management is carried out by the
Kerja Airport Environmental Management, aspek sosial               Airport Environmental Management Unit, social aspects
oleh Unit Kerja Corporate Social Responsibility, serta             are handled by the Corporate Social Responsibility Unit,
aspek tata kelola oleh Unit Kerja Governance Assurance.            and governance aspects are managed by the Governance
Untuk menjaga keterpaduan, seluruh hasil pengelolaan dari          Assurance Unit. To ensure alignment, all outputs
masing-masing unit kerja dikonsolidasikan oleh Unit Kerja          from these respective units are consolidated by the
Governance Assurance guna memastikan integrasi antar               Governance Assurance Unit to maintain integration across
aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG), sekaligus         environmental, social, and governance (ESG) aspects,
menjaga konsistensi pendekatan, pemantauan kinerja, dan            while also ensuring consistency in approach, performance
keselarasan dengan prinsip tata kelola perusahaan yang             monitoring, and alignment with the principles of good
baik. [GRI 2-12, 2-13] [OJK E.1}                                   corporate governance. [GRI 2-12, 2-13] [OJK E.1}




                                                                    Sestainability Report 2025 PT Angkasa Pura Indonesia     91
Page 92
                Menjaga Integritas melalui Tata Kelola yang Tangguh
         03     Upholding Integrity through Strong Governance




Selanjutnya, informasi tersebut disampaikan kepada BOD-               Subsequently, this information is reported to the BOD-
1 sesuai dengan bidang masing-masing, untuk kemudian                  1 in accordance with their respective areas of oversight,
dieskalasikan kepada Dewan Komisaris dan Direksi                      and further escalated to the Board of Commissioners and
sebagai badan tata kelola tertinggi melalui mekanisme                 the Board of Directors as the highest governance bodies
rapat dan pelaporan berkala. Evaluasi atas pengelolaan                through formal meeting mechanisms and periodic reporting.
dampak dilakukan secara berkala oleh masing-masing                    The evaluation of sustainability impact management is
unit kerja sesuai ruang lingkupnya melalui pemantauan                 conducted regularly by each respective work unit within
kinerja dan efektivitas program. Hasil evaluasi ini menjadi           its scope through performance monitoring and program
dasar perbaikan berkelanjutan, serta bahan konsolidasi                effectiveness assessments. The results of these evaluations
dan pelaporan kepada manajemen dan badan tata kelola                  serve as a basis for continuous improvement, as well as for
tertinggi. [GRI 2-12] [GRI 2-13]                                      consolidation and reporting to management and the highest
                                                                      governance bodies. [GRI 2-12] [GRI 2-13]

Selama periode pelaporan, isu-isu penting yang berkaitan              During the reporting period, significant issues related
dengan      implementasi       keberlanjutan     Perusahaan           to the Company’s sustainability implementation were
disampaikan kepada Dewan Komisaris dan Direksi                        communicated to the Board of Commissioners and
melalui mekanisme Board Management Meeting, sesuai                    the Board of Directors through the Board Management
dengan Code of Corporate Governance dan Board Manual                  Meeting mechanism, in accordance with the Company’s
PT Angkasa Pura Indonesia. Isu-isu tersebut mencakup,                 Code of Corporate Governance and Board Manual of
antara lain, gratifikasi, pengelolaan Whistleblowing System           PT Angkasa Pura Indonesia. These issues included,
(WBS), penerapan Sistem Manajemen Anti Penyuapan                      among others, gratuities, the management of the
(SMAP), serta hasil assessment GCG. Isu-isu tersebut berasal          Whistleblowing System (WBS), the implementation of the
dari mekanisme pemantauan internal dan saluran pelaporan              Anti-Bribery Management System (SMAP), and the results
yang tersedia, serta ditelaah sebagai bagian dari proses tata         of GCG assessments. These issues originated from internal
kelola untuk memastikan tindak lanjut dan langkah mitigasi            monitoring mechanisms and available reporting channels
yang tepat. [GRI 2-16]                                                and were reviewed as part of the governance process
                                                                      to ensure appropriate follow-up actions and mitigation
                                                                      measures. [GRI 2-16]


                                 Aspek                                       Unit Penanggung Jawab
                                 Aspect                                          Responsible Unit




                             Green Airport                                  Airport Engineering Group



                                                                       Airport Operations Strategy & Policy
                                                                                                                           Board of Directors




                       Operational Excellence
                                                                          Group and Airport Safety Group
                                                                                                                                Direksi




                                                                        Learning & Development Group and
                        People Development
                                                                        Human Capital Management Group



                                                                         Corporate Social Responsibility &
                     Community Development
                                                                             General Services Group




92            Laporan Keberlanjutan 2025 PT Angkasa Pura Indonesia
Page 93
Keberagaman Badan Tata Kelola Tertinggi
Diversity of the Highest Governance Body

Perusahaan menerapkan kebijakan keberagaman dalam            The Company implements a diversity policy in the
komposisi Dewan Komisaris dan Direksi dengan berpedoman      composition of the Board of Commissioners and the Board
pada Peraturan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN)       of Directors, guided by the Regulation of the Minister of
Nomor PER-3/MBU/03/2023 tentang Organ dan Sumber             State-Owned Enterprises (SOEs) No. PER-3/MBU/03/2023
Daya Manusia Badan Usaha Milik Negara.                       concerning Organs and Human Resources of State-Owned
                                                             Enterprises

Sesuai peraturan tersebut, PT Angkasa Pura Indonesia         In accordance with this regulation, PT Angkasa Pura
menyesuaikan susunan Direksi sesuai kebutuhan strategi       Indonesia aligns the composition of its Board of Directors
operasional, pengelolaan risiko, serta pengembangan bisnis   with the Company’s strategic operational needs, risk
Perusahaan. Pengangkatan dan pemberhentian anggota           management priorities, and business development
Direksi dilakukan melalui Rapat Umum Pemegang Saham          objectives. The appointment and dismissal of members of
(RUPS) dengan mengacu pada Undang-Undang Nomor 40            the Board of Directors are carried out through the General
Tahun 2007 tentang Perusahaan Terbatas.                      Meeting of Shareholders (GMS), with reference to Law No. 40
                                                             of 2007 on Limited Liability Companies.

Susunan Dewan Komisaris dan Direksi PT Angkasa Pura          The composition of the Board of Commissioners and
Indonesia mempertimbangkan keberagaman latar belakang,       the Board of Directors of PT Angkasa Pura Indonesia
yang mencakup usia, jenis kelamin, pendidikan, dan           reflect diversity in backgrounds, including age, gender,
pengalaman yang relevan dalam menjalankan tugas dan          education, and relevant experience in carrying out their
tanggung jawabnya. Perusahaan berkomitmen untuk terus        respective duties and responsibilities. The Company
memperkaya keberagaman dalam susunan Dewan Komisaris         remains committed to further enhancing diversity within its
dan Direksi, sebagaimana tercermin dari 33,3% posisi         governance bodies, as reflected in the fact that 33.3% of the
Dewan Komisaris Perusahaan yang dijabat oleh perempuan       positions on the Board of Commissioners have been held by
sejak Mei 2025. [GRI 2-10]                                   women since May 2025. [GRI 2-10]




                                                             Sestainability Report 2025 PT Angkasa Pura Indonesia      93
Page 94
                   Menjaga Integritas melalui Tata Kelola yang Tangguh
            03     Upholding Integrity through Strong Governance




                                  Komposisi Dewan Komisaris dan Direksi Per 31 Desember 2025 [GRI 405-1]
                        Composition of the Board of Commissioners and the Board of Directors As of December 31, 2025

                                               Kategori                                          Jumlah                Persentase
                                               Category                                           Total                Percentage

Dewan Komisaris
Board of Commissioners

Jenis Kelamin                                                                                        9                    100%
Gender

Laki-laki                                                                                            6                     67%
Male

Perempuan                                                                                            3                     33%
Female

Usia                                                                                                 9                    100%
Age

< 25 Tahun                                                                                          0                         -
Years

25–42 Tahun                                                                                         0                         -
Years

43–55 Tahun                                                                                         4                      44%
Years

> 55 Tahun                                                                                           5                     56%
Years

Direksi
Board of Directors

Jenis Kelamin                                                                                       8                     100%
Gender

Laki-laki                                                                                            8                    100%
Male

Perempuan                                                                                           0                         -
Female

Usia                                                                                                8                     100%
Age

< 25 Tahun                                                                                          0                         -
Years

25–42 Tahun                                                                                         0                         -
Years

43–55 Tahun                                                                                          5                     63%
Years

> 55 Tahun                                                                                           3                     37%
Years




94               Laporan Keberlanjutan 2025 PT Angkasa Pura Indonesia
Page 95
Adapun susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan               The composition of the Company’s Board of Commissioners
per 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut. [GRI 2-9]              and Board of Directors as of 31 December 2025 is as follows.
                                                                    [GRI 2-9]



                                Masa                                                                             Eksekutif/
                               Jabatan      Rangkap                                                                 Non-
                                                           Jenis
   Nama          Jabatan     Badan Tata     Jabatan                  Usia       Pendidikan       Keahlian        Eksekutif     Independensi
                                                          Kelamin
   Name          Position       Kelola     Concurrent                Age        Education         Skills         Executive    Independence
                                                          Gender
                             Governance     Position                                                               / Non-
                             Body Tenure                                                                         Executive

Dewan Komisaris
Board of Commissioners

Antoni Arif   Komisaris      2025 – 2030       1        Laki-laki   57          S3           Manajemen           Non-         Non-
Priadi        Utama                                     Male        Tahun       Doctoral     Perhubungan         Eksekutif    Independen
              President                                             Years       degree       Laut, Kebijakan     Non-         Non-
              Commissioner                                                                   Publik              Executive    Independent
                                                                                             Maritime
                                                                                             Transport
                                                                                             Management,
                                                                                             Public Policy

Erwan Agus    Komisaris      2024 – 2029       3        Laki-laki   57          S3           Audit, Manajemen    Non-         Non-
Purwanto      Commissioner                              Male        Tahun       Doctoral     Risiko, Kebijakan   Eksekutif    Independen
                                                                    Years       degree       Publik              Non-         Non-
                                                                                             Audit, Risk         Executive    Independent
                                                                                             Management,
                                                                                             Public Policy

Djamaluddin   Komisaris      2024 – 2029       1        Laki-laki   62          S1           Manajemen           Non-         Independen
              Independen                                Male        Tahun       Bachelor’s   Perhubungan         Eksekutif    Independent
              Independent                                           Years       Degree       Udara               Non-
              Commissioner                                                                   Air Transport       Executive
                                                                                             Management

Dita Indah    Komisaris      2025 – 2030       1        Perempuan   52          S1           Hukum,              Non-         Non-
Sari          Commissioner                              Female      Tahun       Bachelor’s   Ketenagakerjaan     Eksekutif    Independen
                                                                    Years       Degree       Law, Labor          Non-         Non-
                                                                                             Relations           Executive    Independent

Imelda Sari   Komisaris      2025 – 2030   Tidak Ada    Perempuan   58          S1           Komunikasi          Non-         Independen
              Independen                     None       Female      Tahun       Bachelor’s   Publik,             Eksekutif    Independent
              Independent                                           Years       Degree       Pemasaran dan       Non-
              Commissioner                                                                   Pelayanan           Executive
                                                                                             Public
                                                                                             Communication,
                                                                                             Marketing and
                                                                                             Services

Eva Yuliana   Komisaris      2025 – 2030       1        Perempuan   52          S3           Hukum,              Non-         Independen
              Independen                                Female      Tahun       Doctoral     Manajemen           Eksekutif    Independent
              Independent                                           Years       degree       Risiko,             Non-
              Commissioner                                                                   Tata Kelola         Executive
                                                                                             Perusahaan
                                                                                             Law, Risk
                                                                                             Management,
                                                                                             Corporate
                                                                                             Governance

Elly          Komisaris      2025 – 2030       1        Laki-laki   57          S3           Manajemen           Non-         Non-
Engelbert     Commissioner                              Male        Tahun       Doctoral     Kesehatan,          Eksekutif    Independen
Lasut                                                               Years       degree       Kebijakan Publik,   Non-         Non-
                                                                                             Tata Kelola         Executive    Independent
                                                                                             Perusahaan
                                                                                             Health
                                                                                             Management,
                                                                                             Public Policy,
                                                                                             Corporate
                                                                                             Governance




                                                                     Sestainability Report 2025 PT Angkasa Pura Indonesia               95
Page 96
                    Menjaga Integritas melalui Tata Kelola yang Tangguh
            03      Upholding Integrity through Strong Governance




                                         Masa                                                                                  Eksekutif/
                                        Jabatan          Rangkap                                                                  Non-
                                                                             Jenis
     Nama           Jabatan           Badan Tata         Jabatan                       Usia   Pendidikan       Keahlian        Eksekutif     Independensi
                                                                            Kelamin
     Name           Position             Kelola         Concurrent                     Age    Education         Skills         Executive    Independence
                                                                            Gender
                                      Governance         Position                                                                / Non-
                                      Body Tenure                                                                              Executive

Abdul Muis       Komisaris            2024 – 2029             1           Laki-laki   66      S1           Manajemen           Non-         Independen
                 Independen                                               Male        Tahun   Bachelor’s   Risiko              Eksekutif    Independent
                 Independent                                                          Years   Degree       Risk Management     Non-
                 Commissioner                                                                                                  Executive

Yunus Nusi       Komisaris            2025 – 2030             2           Laki-laki   56      S1           Manajemen           Non-         Independen
                 Independen                                               Male        Tahun   Bachelor’s   Bisnis,             Eksekutif    Independent
                 Independent                                                          Years   Degree       Tata Kelola         Non-
                 Commissioner                                                                              Perusahaan          Executive
                                                                                                           Executive

Direksi
Board of Director

Mohammad         Direktur Utama       2024 – 2029        Tidak Ada        Laki-laki   60      S2           Marketing           Eksekutif    Independen
Rizal Pahlevi    President                                 None           Male        Tahun   Master’s     Komersial           Executive    Independent
                 Director                                                             Years   Degree       Kebandarudaraan
                                                                                                           Commercial
                                                                                                           Airport Marketing

Achmad           Wakil Direktur       2024 – 2029             1           Laki-laki   49      S2           Administrasi        Eksekutif    Independen
Syahir           Utama                                                    Male        Tahun   Master’s     Bisnis,             Executive    Independent
                 Vice President                                                       Years   Degree       Manajemen SDM
                 Director                                                                                  Business
                                                                                                           Administration,
                                                                                                           Human Resource
                                                                                                           Management

Adi Nugroho      Direktur Human       2025 – 2030        Tidak Ada        Laki-laki   56      S3           Manajemen SDM,      Eksekutif    Independen
                 Capital                                   None           Male        Tahun   Doctoral     Pengembangan        Executive    Independent
                 Human Capital                                                        Years   degree       Bisnis
                 DIrector                                                                                  Human Resource
                                                                                                           Management,
                                                                                                           Business
                                                                                                           Development

Ristyanto        Direktur Teknik      2025 – 2030        Tidak Ada        Laki-laki   49      S2           Manajemen           Eksekutif    Independen
Eko Wibowo       Technical                                 None           Male        Tahun   Master’s     Keuangan            Executive    Independent
                 Director                                                             Years   Degree       Financial
                                                                                                           Management

Yanindya         Direktur             2024 – 2029        Tidak Ada        Laki-laki   52      S2           Manajemen           Eksekutif    Independen
Bayu             Keuangan dan                              None           Male        Tahun   Master’s     Keuangan,           Executive    Independent
Wirawan          Manajemen                                                            Years   Degree       Manajemen
                 Risiko                                                                                    Risiko
                 Finance                                                                                   Financial
                 and Risk                                                                                  Management,
                 Management                                                                                Risk Management
                 Director

Agus             Direktur Operasi     2025 – 2030        Tidak Ada        Laki-laki   55      S2           Manajemen           Eksekutif    Independen
Haryadi          Operation                                 None           Male        Tahun   Master’s     Operasi             Executive    Independent
                 Director                                                             Years   Degree       Kebandarudaraan
                                                                                                           Airport
                                                                                                           Operations
                                                                                                           Management




96               Laporan Keberlanjutan 2025 PT Angkasa Pura Indonesia
Page 97
                                Masa                                                                          Eksekutif/
                               Jabatan      Rangkap                                                              Non-
                                                           Jenis
    Nama        Jabatan      Badan Tata     Jabatan                  Usia    Pendidikan        Keahlian       Eksekutif      Independensi
                                                          Kelamin
    Name        Position        Kelola     Concurrent                Age     Education          Skills        Executive     Independence
                                                          Gender
                             Governance     Position                                                            / Non-
                             Body Tenure                                                                      Executive

 Ferry       Direktur        2024 – 2029   Tidak Ada    Laki-laki   52       S2           Teknologi          Eksekutif      Independen
 Kusnowo     Strategi dan                    None       Male        Tahun    Master’s     Informasi,         Executive      Independent
             Pengembangan                                           Years    Degree       Pengembangan
             Teknologi                                                                    Bisnis,
             Strategic and                                                                Transformasi
             Technology                                                                   Teknologi
             Development                                                                  Information
             Director                                                                     Technology,
                                                                                          Business
                                                                                          Development,
                                                                                          Technology
                                                                                          Transformation

 Veri Y.     Direktur        2025 – 2030   Tidak Ada    Laki-laki   58       S1           Manajemen          Eksekutif      Independen
 Setiady     Komersial                       None       Male        Tahun    Bachelor’s   Properti,          Executive      Independent
             Commercial                                             Years    Degree       Pengembangan
             Director                                                                     Bisnis
                                                                                          Property
                                                                                          Management,
                                                                                          Business
                                                                                          Development



Evaluasi Kinerja Badan Tata Kelola Tertinggi [GRI 2-18]
Performance Evaluation of the Highest Governance Body

Pemegang saham melakukan evaluasi terhadap kinerja Dewan            Shareholders evaluate the performance of the Board of
Komisaris, baik secara kolegial maupun individual, melalui          Commissioners, both collectively and individually, through
mekanisme Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Aspek-                  the General Meeting of Shareholders (GMS) mechanism. The
aspek penilaian mengacu pada Undang-Undang, Anggaran                assessment criteria refer to applicable laws and regulations,
Dasar, dan Amanat Pemegang Saham, serta mencakup                    the Articles of Association, and shareholder mandates, and
penilaian pengelolaan dampak organisasi terhadap aspek              include the evaluation of the Company’s management of its
ekonomi, lingkungan, dan sosial.                                    economic, environmental, and social impacts.

Evaluasi kinerja Dewan Komisaris didasarkan pada pencapaian         The performance evaluation of the Board of Commissioners
indikator kinerja kunci (Key Performance Indicator/KPI) yang        is based on the achievement of key performance indicators
mencakup aspek pengawasan dan pemberian arahan, aspek               (Key Performance Indicators/KPIs), which encompass
pelaporan, serta aspek dinamis lainnya. Selain itu, kinerja         oversight and advisory functions, reporting aspects, as well
Dewan Komisaris juga dievaluasi melalui penilaian Good              as other dynamic elements. In addition, the performance of
Corporate Governance (GCG) untuk menilai penerapan tata             the Board of Commissioners is also assessed through the
kelola Perusahaan.                                                  Good Corporate Governance (GCG) evaluation to measure
                                                                    the effectiveness of the Company’s governance practices.

Sementara itu, evaluasi kinerja Direksi juga didasarkan             Meanwhile, the performance evaluation of the Board of
atas pencapaian KPI serta hasil penilaian GCG. Evaluasi ini         Directors is likewise based on the achievement of KPIs
mempertimbangkan ketentuan dalam Peraturan Menteri                  and the results of the GCG assessment. This evaluation
BUMN Nomor PER-2/MBU/03/2023 tentang Pedoman                        takes into account the provisions set out in the Regulation
Tata Kelola dan Kegiatan Korporasi Signifikan BUMN yang             of the Minister of State-Owned Enterprises No. PER-2/
ditetapkan oleh Menteri BUMN pada 3 Maret 2023 dan                  MBU/03/2023 on Guidelines for Governance and Significant
diundangkan pada 24 Maret 2023, serta Surat Kementerian             Corporate Activities of SOEs, enacted on 3 March 2023 and




                                                                     Sestainability Report 2025 PT Angkasa Pura Indonesia             97
Page 98
                Menjaga Integritas melalui Tata Kelola yang Tangguh
         03     Upholding Integrity through Strong Governance




BUMN S-468/MBU/09/2024 tanggal 30 September 2024                              promulgated on 24 March 2023, as well as the Ministry of
perihal Aspirasi Pemegang Saham/Menteri untuk Penyusunan                      SOEs Letter No. S-468/MBU/09/2024 dated 30 September
Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan Tahun 2025.                             2024 regarding Shareholder/Minister Aspirations for the
                                                                              Preparation of the Company’s Work Plan and Budget for
                                                                              2025.

Adapun kriteria penilaian kinerja Direksi sebagaimana                         The performance assessment criteria for the Board of
tercantum dalam KPI Direksi secara kolegial terdiri atas lima                 Directors, as set out in the collective KPIs of the Board,
perspektif sebagai berikut:                                                   consist of the following five perspectives:




                 Nilai Ekonomi dan Sosial untuk Indonesia                                    Kepemimpinan Teknologi
                 Economic and Social Value for Indonesia                                     Technology Leadership




                 Innovasi Model bisnis                                                       Peningkatan Investasi
                 Business Model Innovation                                                   Investment Growth




                                                              Pengembangan Talenta
                                                              Talent Development




Target kinerja terkait setiap perspektif tersebut dituangkan                  Performance targets for each of these perspectives are set
dalam Kontrak Manajemen yang disahkan melalui RUPS                            out in the Management Contract, which is ratified through
terkait Pengesahan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan                      the GMS in relation to the approval of the Company’s Work
(RKAP) serta Rencana Kerja dan Anggaran Program Tanggung                      Plan and Budget (RKAP) and the Work Plan and Budget for the
Jawab Sosial dan Lingkungan (RKATJSL) pada 30 Januari                         Social and Environmental Responsibility Program (RKATJSL)
2025. Selain kriteria KPI Direksi secara kolegial, setiap                     on 30 January 2025. In addition to the collective KPI criteria
anggota Direksi juga berkewajiban untuk menerjemahkan                         of the Board of Directors, each member of the Board is also
KPI tersebut ke dalam KPI individual, termasuk di dalamnya                    required to cascade these KPIs into individual performance
aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) sebagai                       indicators, including environmental, social, and governance
wujud komitmen Perusahaan terhadap praktik bisnis yang                        (ESG) aspects, as a reflection of the Company’s commitment
berkelanjutan.                                                                to sustainable business practices.

Sebagai bentuk pertanggungjawaban atas pelaksanaan                            As part of its accountability, the Board of Directors is required
tugasnya, Direksi wajib menyampaikan laporan kinerja                          to submit periodic and annual performance reports to the
kepada Pemegang Saham secara berkala dan tahunan,                             Shareholders, based on the Company’s financial statements,
dengan didasarkan pada laporan keuangan Perusahaan yang                       which are independently audited by a Public Accounting Firm
telah diaudit secara independen oleh Kantor Akuntan Publik                    as part of the accountability mechanism. [GRI 2-23]
sebagai bagian dari mekanisme akuntabilitas. [GRI 2-23]




98            Laporan Keberlanjutan 2025 PT Angkasa Pura Indonesia
Page 99
Pengembangan Kompetensi terkait Aspek Keberlanjutan
Development of Competencies in Sustainability

Sebagai upaya meningkatkan pengetahuan dan wawasan               As part of its efforts to enhance the knowledge and
Direksi dan Dewan Komisaris terkait isu pembangunan              capabilities of the Board of Directors and the Board of
berkelanjutan, Perusahaan menyediakan program pelatihan          Commissioners on sustainable development issues, the
dan pengembangan kompetensi yang secara khusus                   Company provides training and competency development
membahas isu-isu keberlanjutan. Selama tahun 2025,               programs specifically focused on sustainability topics.
pengembangan kompetensi yang diikuti adalah sebagai              During 2025, the competency development programs
berikut. [OJK E.2] [GRI 2-17]                                    undertaken are as follows. [OJK E.2] [GRI 2-17]



       Materi Pelatihan            Peserta             Tanggal                                   Penyelenggara
      Training Materials          Participant           Date                                       Organizer

Certification Audit Committee         5            22–24 Juli 2025            Ikatan Komite Audit Indonesia (IKAI)
Practices (CACP)                                   July 22–24, 2025           Indonesian Institute of Audit Committees (IKAI)

Certified in Enterprise Risk           1         23 September 2025            Lembaga Sertifikasi Profesi Mitra Kalyana Sejahtera
Governance (CERG)                                September 23, 2025           (LSP MKS)
                                                                              Professional Certification Body Mitra Kalyana
                                                                              Sejahtera (LSP MKS)

Certified Internal Auditor             1         6–9 September 2025           ESAS
Senior (CIAS)                                    September 6–9, 2025

Certified Risk Management              1        15–19 September 2025          ESAS
Specialist                                      September 15–19, 2025

Finance for Non-Finance               2         9–10 Desember 2025            Prasetiya Mulya Executive Learning Institute (ELI)
Professional                                    December 9–10, 2025

Internal Control Over Financial       2         10–12 Desember 2025           Ikatan Akuntan Indonesia (IAI)
Reporting (ICOFR)                               December 10–12, 2025          Institute of Indonesia Chartered Accountants

Kelas HR: KPI                          1         16 September 2025            Kelas HR
HR Class: KPI                                    September 16, 2025

Master Class : Enterprise Risk        2           3 Desember 2025             Center for Risk Management and Sustainability
Governance                                        December 3, 2025            (CRMS)

Mastering HR Fundamentals              1         12 September 2025            HR Academy
(Batch 16)                                       September 12, 2025

Qualified Risk Governance             5         26–27 September 2025          CRMS & LSP MKS
Professional (QRGP)                             September 26–27, 2025

Risk Beyond 2025:International        5          4–5 Desember 2025            CRMS
Conference on Risk                               December 4–5, 2025
Management

Scale Up 2.0 Workshop:                 1        15–16 Desember 2025           Aksoro
Generate Your Exponential                       December 15–16, 2025
Business Growth

Sertifikasi Master Class Risk         4         28 Juli–1 Agustus 2025        CRMS
Governance QRGP                                 July 28–August 1, 2025
QRGP Risk Governance Master
Class Certification

Strategic Planning & Corporate         1         6–7 November 2025            HRD Spot
Budgeting                                        November 6–7, 2025




                                                                 Sestainability Report 2025 PT Angkasa Pura Indonesia              99
Page 100
                 Menjaga Integritas melalui Tata Kelola yang Tangguh
         03      Upholding Integrity through Strong Governance




        Materi Pelatihan                  Peserta                          Tanggal                                   Penyelenggara
       Training Materials                Participant                        Date                                       Organizer

 Strategi Keuangan Korporat                     1                         9 Juli 2025             MDSM
 Corporate Financial Strategy                                             July 9, 2025

 Teknik Dasar Audit Laporan                     1                      9 September 2025           IODA Academy
 Keuangan                                                              September 9, 2025
 Fundamentals of Financial
 Statement Auditing




Nominasi dan Remunerasi Badan Tata Kelola Tertinggi
Nomination and Remuneration of the Highest Governance Body

Prosedur nominasi, penetapan remunerasi, serta penilaian                             The procedures for nomination, determination of
kinerja anggota badan tata kelola tertinggi Perusahaan                               remuneration, and performance evaluation of members
merupakan kewenangan Pemegang Saham, dalam hal ini                                   of the Company’s highest governance body fall under the
Kementerian BUMN, dengan mengacu pada Peraturan                                      authority of the Shareholder, in this case the Ministry of
Menteri BUMN Nomor PER-3/MBU/03/2023 tentang Organ                                   SOEs, with reference to the Regulation of the Minister of
dan Sumber Daya Manusia Badan Usaha Milik Negara.                                    SOEs No. PER-3/MBU/03/2023 concerning Organs and
                                                                                     Human Resources of State-Owned Enterprises.

Proses Nominasi [GRI 2-10]                                                           Nomination Process [GRI 2-10]

Proses nominasi anggota badan tata kelola tertinggi                                  The nomination process for members of the highest
ditetapkan     melalui       mekanisme RUPS     dengan                               governance body is conducted through the GMS, taking
mempertimbangkan pendapat Pemegang Saham serta                                       into account the views of the Shareholder and involving the
melibatkan Komite Nominasi dan Remunerasi sebagai organ                              Nomination and Remuneration Committee as a supporting
pendukung Dewan Komisaris dalam mengevaluasi daftar                                  organ of the Board of Commissioners in evaluating the
calon yang telah terseleksi.                                                         selected candidates.

Dalam memilih calon anggota Dewan Komisaris dan Direksi,                             In selecting candidates for the Board of Commissioners and
Perusahaan mempertimbangkan pengalaman, kompetensi,                                  the Board of Directors, the Company considers experience,
keberagaman latar belakang, serta kesesuaian kandidat                                competencies, diversity of background, and alignment
dengan kebutuhan strategis Perusahaan. Setiap calon                                  with the Company’s strategic needs. Each candidate for
anggota Dewan Komisaris dan/atau Direksi PT Angkasa Pura                             the Board of Commissioners and/or Board of Directors of
Indonesia wajib memenuhi persyaratan administratif maupun                            PT Angkasa Pura Indonesia must fulfill both administrative
substantif sebagaimana diatur dalam ketentuan terkait,                               and substantive requirements as stipulated in the relevant
termasuk kriteria sebagai berikut:                                                   regulations, including the following criteria:

Calon anggota Direksi:                                                               Candidates for the Board of Directors:
•   Keahlian                                                                         •   Expertise
•   Integritas                                                                       •   Integrity
•   Kepemimpinan                                                                     •   Leadership
•   Pengalaman                                                                       •   Experience
•   Kejujuran                                                                        •   Honesty
•   Perilaku yang baik                                                               •   Good conduct
•   Dedikasi tinggi dalam memajukan dan mengembangkan                                •   Strong dedication to advancing and developing the
    perusahaan                                                                           Company




100            Laporan Keberlanjutan 2025 PT Angkasa Pura Indonesia
Page 101
Calon anggota Dewan Komisaris:                                Candidates for the Board of Commissioners:
•   Integritas                                                •   Integrity
•   Dedikasi                                                  •   Dedication
•   Pemahaman terhadap fungsi-fungsi manajemen                •   Understanding of corporate management functions
    perusahaan
•   Pengetahuan yang relevan dengan bidang usaha yang         •       Knowledge relevant to the Company’s business sector
    dicalonkan
•   Kesediaan mencurahkan waktu yang cukup dalam              •       Willingness to devote sufficient time to perform duties
    menjalankan tugas
•   Bagi Komisaris Independen, disyaratkan untuk dapat        •       For Independent Commissioners, the ability to act
    bertindak independen, baik terhadap pemegang saham                independently, both from shareholders and the
    maupun manajemen Perusahaan                                       Company’s management

Proses Penetapan Remunerasi [GRI 2-19]                        Remuneration Determination Process [GRI 2-19]

Penetapan remunerasi bagi Dewan Komisaris dan Direksi         The determination of remuneration for the Board of
dilakukan dengan mempertimbangkan prinsip kewajaran,          Commissioners and the Board of Directors is carried out
peningkatan kompleksitas tugas dan tanggung jawab             based on principles of fairness, increasing complexity of
pengelolaan Perusahaan, penyesuaian biaya hidup (Cost of      duties and responsibilities, cost of living adjustments (COLA),
Living Adjustment/COLA), serta praktik remunerasi pada        and remuneration practices in comparable industries.
industri sejenis. Aspek tugas, tanggung jawab, dan wewenang   Consideration is also given to duties, responsibilities, and
dalam pencapaian target kinerja Perusahaan, termasuk          authority in achieving the Company’s performance targets,
tujuan ESG, turut menjadi dasar pertimbangan dalam proses     including ESG objectives. In determining remuneration
penetapan tersebut. Dalam proses penentuan besaran            amount, the Company is supported by the Nomination and
remunerasi, Perusahaan dibantu oleh Komite Nominasi dan       Remuneration Committee as a supporting organ of the
Remunerasi sebagai organ pendukung Dewan Komisaris.           Board of Commissioners.

Mekanisme penetapan remunerasi adalah sebagai berikut:        The remuneration determination mechanism is as follows:
[GRI 2-20]                                                    [GRI 2-20]

1.    Dewan Komisaris, melalui Komite Nominasi dan            1.      The Board of Commissioners, through the Nomination
      Remunerasi, melakukan kajian mengenai usulan                    and Remuneration Committee, reviews the proposed
      remunerasi. Dalam proses tersebut, Komite dapat                 remuneration. The Committee may engage independent
      meminta bantuan pihak independen apabila diperlukan.            parties if necessary.
2.    Dewan Komisaris menelaah usulan dari Komite Nominasi    2.      The Board of Commissioners evaluates the Committee’s
      dan Remunerasi, kemudian menyampaikannya kepada                 proposal and submits it to the GMS for approval.
      RUPS untuk mendapatkan persetujuan.
3.    RUPS melakukan penelaahan atas usulan yang diajukan     3.      The GMS reviews the proposal submitted by the Board
      oleh Dewan Komisaris.                                           of Commissioners.
4.    RUPS memberikan persetujuan dan menetapkan              4.      The GMS approves and determines the remuneration for
      remunerasi bagi Dewan Komisaris dan Direksi.                    the Board of Commissioners and the Board of Directors.

Struktur Remunerasi [GRI 2-19]                                Remuneration Structure [GRI 2-19]

Perusahaan memberikan remunerasi kepada Dewan                 The Company provides remuneration to the Board of
Komisaris dan Direksi dengan memerhatikan ketentuan           Commissioners and the Board of Directors in accordance
remunerasi, yaitu dalam bentuk:                               with applicable provisions, consisting of:
1. Remunerasi yang bersifat tetap                             1. Fixed remuneration
    Remunerasi yang tidak dikaitkan dengan kinerja                Remuneration that is not linked to performance or risk,
    dan risiko, antara lain gaji/honorarium, fasilitas,           including salary/honorarium, facilities, health benefits,
    tunjangan kesehatan, tunjangan hari raya, dan asuransi        holiday allowances, and post-employment benefits.
    purnajabatan.




                                                                  Sestainability Report 2025 PT Angkasa Pura Indonesia    101
Page 102
                        Menjaga Integritas melalui Tata Kelola yang Tangguh
             03         Upholding Integrity through Strong Governance




2.    Remunerasi yang bersifat variabel                                                               2.     Variable remuneration
      Remunerasi yang dikaitkan dengan kinerja dan risiko,                                                   Remuneration that is linked to performance and risk,
      antara lain tantiem/insentif kerja atau bentuk lainnya                                                 including tantiem/work incentives or other similar
      yang serupa.                                                                                           forms.

Dalam hal terjadi pemberhentian anggota Dewan Komisaris                                               In the event of termination of a member of the Board
atau Direksi sebelum masa jabatan berakhir, pembayaran                                                of Commissioners or the Board of Directors prior to
asuransi purnajabatan dilakukan sesuai dengan ketentuan                                               the end of their term of office, severance payments are
yang ditetapkan dalam RUPS dan peraturan perundang-                                                   provided in accordance with provisions stipulated by the
undangan yang berlaku. Adapun anggota Dewan Komisaris                                                 GMS and applicable laws and regulations. Members who
dan Direksi yang telah menyelesaikan masa jabatan berhak                                              have completed their term of office are entitled to post-
atas manfaat purnajabatan sesuai ketentuan yang ditetapkan                                            employment benefits in accordance with Company policies
Perusahaan dan peraturan Menteri BUMN yang berlaku.                                                   and applicable SOE Ministerial regulations.

Perusahaan menerapkan mekanisme penundaan pembayaran                                                  The Company applies a deferred payment mechanism for a
sebagian tantiem sebagai bagian dari pengelolaan dan                                                  portion of tantiem as part of the management and control
pengendalian remunerasi tidak tetap. Pembayaran atas bagian                                           of variable remuneration. Payment of the deferred portion
yang ditangguhkan dilakukan sesuai dengan ketentuan yang                                              is made in accordance with applicable provisions and the
berlaku dan hasil evaluasi yang ditetapkan oleh Perusahaan.                                           evaluation outcomes determined by the Company.



                                                                Tabel Rasio Kompensasi Total Tahunan [GRI 2-21]
                                                                  Table of Annual Total Compensation Ratio


                                                                                                                            2025                                          2024
                                             Uraian
                                           Description
                                                                                                            PT Angkasa Pura Indonesia                     PT Angkasa Pura Indonesia

 Kompensasi total tahunan untuk individu dengan bayaran tertinggi di                                                  1.959.364.526                                  1.379.441.472
 organisasi
 Total annual compensation for the highest-paid individual in the
 organization

 Nilai tengah total kompensasi tahunan untuk seluruh karyawan                                                          240.701.048                                   208.883.179
 organisasi, kecuali individu dengan bayaran tertinggi
 Median total annual compensation for all employees, excluding the
 highest-paid individual

 Rasio kompensasi total tahunan                                                                                            8,14 : 1                                      6,60 : 1
 Annual total compensation ratio

 Kenaikan kompensasi total tahunan individu dengan bayaran tertinggi                                                                             42,04%
 Increase in total annual compensation of the highest-paid individual

 Kenaikan median kompensasi total tahunan seluruh karyawan                                                                                        15,23%
 Increase in median total annual compensation of all employees

 Rasio kenaikan kompensasi total tahunan                                                                                                          2,76 : 1
 Ratio of increase in total annual compensation
 Catatan | Notes:
 Individu dengan bayaran tertinggi di PT Angkasa Pura Indonesia adalah Direktur Utama. | The highest-paid individual at PT Angkasa Pura Indonesia is the President Director.




102                  Laporan Keberlanjutan 2025 PT Angkasa Pura Indonesia
Page 103
Pengelolaan Risiko Atas Penerapan
Tata Kelola Keberlanjutan
Risk Management in the Implementation of Sustainability Governance


Sistem manajemen risiko Perusahaan diatur dalam Pedoman              The Company’s risk management system is governed by the
Kebijakan Manajemen Risiko yang disusun dengan mengacu               Risk Management Policy Guidelines, which are developed
pada standar internasional ISO 31000:2018 Risk Management            in reference to the international standard ISO 31000:2018
Guidelines. Dalam kerangka tersebut, risiko keberlanjutan,           Risk Management Guidelines. Within this framework,
yang mencakup aspek lingkungan dan sosial, diintegrasikan            sustainability risks, encompassing environmental and social
ke dalam peta risiko Perusahaan. Pengelompokan risiko                aspects, are integrated into the Company’s risk register. The
tersebut mengacu pada kategori risiko sebagaimana                    classification of these risks refers to the risk categories as
ditetapkan dalam Pedoman Manajemen Risiko Perusahaan,                stipulated in the Company’s Risk Management Guidelines, as
sebagai berikut. [OJK E.3] [GRI 2-24] [GRI 2-25]                     follows. [OJK E.3] [GRI 2-24] [GRI 2-25]

 Kategori Risiko                            Penjelasan Risiko                                         Mitigasi Risiko
 Risk Category                              Risk Description                                          Risk Mitigation

 Risiko Investasi          Kemungkinan kerugian yang terjadi terhadap hasil        Membuat kajian evaluasi keberlanjutan kerjasama
 Investment Risk           yang diharapkan dari suatu investasi (return on         kemitraan strategis.
                           investment) termasuk risiko konsentrasi investasi
                           yaitu potensi eksposur dari kurangnya diversifikasi/    Melakukan monitoring penuh terhadap perjanjian
                           akumulasi Risiko dalam buku penjaminan/                 kerjasama mitra sehingga program kemitraan
                           underwriting, investasi, dan lain-lain.                 strategis berjalan sesuai yang ditentukan dalam
                                                                                   perjanjian.
                           Setiap investasi membawa risiko karena hasil yang
                           diharapkan (seperti keuntungan atau return) tidak       Conduct sustainability evaluations of strategic
                           dapat dijamin, dan bisa dipengaruhi oleh berbagai       partnership arrangements.
                           faktor eksternal maupun internal yang tidak selalu
                           dapat diprediksi.                                       Carry out comprehensive monitoring of partnership
                                                                                   agreements to ensure that strategic partnership
                           Oleh karena itu, penting untuk melakukan                programs are implemented in accordance with the
                           manajemen risiko yang baik, seperti diversifikasi       agreed terms.
                           investasi dan pemantauan terhadap faktor-
                           faktor eksternal yang dapat memengaruhi kinerja
                           investasi. Salah satu risiko investasi yang dihadapi
                           perusahaan adalah risiko penurunan value program
                           strategis.

                           Potential losses arising from deviations in expected
                           investment outcomes (return on investment),
                           including concentration risk, which refers to
                           exposure resulting from a lack of diversification
                           or the accumulation of risk within underwriting
                           portfolios, investments, and other financial
                           instruments.

                           Every investment inherently carries risk, as
                           expected returns cannot be guaranteed and may be
                           influenced by various internal and external factors
                           that are not always predictable.

                           Accordingly, robust risk management practices
                           are essential, including investment diversification
                           and continuous monitoring of external factors
                           that may affect investment performance. One of
                           the investment risks faced by the Company is the
                           potential decline in the value of strategic programs.



                                                                      Sestainability Report 2025 PT Angkasa Pura Indonesia       103
Page 104
                    Menjaga Integritas melalui Tata Kelola yang Tangguh
         03         Upholding Integrity through Strong Governance




      Kategori Risiko                                      Penjelasan Risiko                                    Mitigasi Risiko
      Risk Category                                        Risk Description                                     Risk Mitigation

Risiko Pasar                         Peristiwa risiko yang disebabkan oleh pergerakan-        Mengembangkan           diversifikasi   pendapatan
Market Risk                          pergerakan variabel makroekonomi global seperti          perusahaan, mengembangkan jenis layanan atau
                                     pergerakan tingkat bunga referensi, pergerakan           proyek baru di pasar yang berbeda sehingga dapat
                                     nilai tukar rupiah, dan/atau pergerakan harga-           mengurangi dampak negatif yang terjadi di satu
                                     harga komoditas yang tidak dapat dikendalikan oleh       pasar tertentu.
                                     perusahaan.                                              Diversify the Company’s revenue streams by
                                     Risk events arising from movements in global             developing new services or projects across different
                                     macroeconomic variables, such as fluctuations in         markets, thereby reducing exposure to adverse
                                     benchmark interest rates, exchange rates of the          conditions in any single market.
                                     Indonesian Rupiah, and/or commodity prices, which
                                     are beyond the Company’s control.

Risiko Likuiditas                    Risiko    ketidakmampuan         Perusahaan      untuk   Perusahaan memastikan terpenuhinya kewajiban
Liquidity Risk                       memenuhi kewajiban yang jatuh tempo dari sumber          pembayaran baik kepada pihak internal maupun
                                     pendanaan arus kas dan/atau dari aset likuid             eksternal     perusahaan     dengan     memastikan
                                     yang dapat dengan mudah dikonversi menjadi               optimalisasi    penagihan     piutang,    melakukan
                                     kas, tanpa mengganggu aktivitas dan kondisi              monitoring arus kas secara berkala, menyusun
                                     keuangan Perusahaan. Salah satu risiko likuiditas        proyeksi kebutuhan dana, serta melakukan
                                     yang dihadapi Perusahaan adalah menurunnya               optimalisasi penempatan dana.
                                     kemampuan         Perusahaan      dalam    memenuhi      The Company ensures the fulfillment of its payment
                                     kewajiban jangka pendek.                                 obligations to both internal and external parties by
                                     Liquidity risk refers to the Company’s inability to      optimizing receivables collection, conducting regular
                                     meet its obligations as they fall due from cash flow     cash flow monitoring, preparing funding requirement
                                     funding sources and/or from liquid assets that can       projections, and optimizing the placement of funds.
                                     be readily converted into cash, without disrupting
                                     the Company’s operations and financial condition.
                                     One of the liquidity risks faced by the Company is a
                                     decline in its ability to meet short-term obligations.

Risiko Operasional                   Potensi kerugian yang disebabkan oleh proses             Melakukan perbaikan dan pemeliharaan pada fasilitas
Operational Risk                     internal, kegagalan sistem, kecelakaan dalam             dan peralatan secara berkala serta melakukan
                                     kesehatan dan keselamatan kerja, kesalahan               penggantian fasilitas atau peralatan yang rusak.
                                     manusia, atau kejadian eksternal (seperti gangguan       Carry out periodic maintenance and repairs of
                                     rantai pasok, logistik, dan lain sebagainya) yang        facilities and equipment, as well as replace damaged
                                     mempengaruhi operasi bisnis sehari-hari. Beberapa        assets as necessary.
                                     risiko operasional yang dihadapi oleh PT Angkasa
                                     Pura Indonesia adalah penurunan performa fasilitas
                                     dan peralatan bandar udara.
                                     Potential losses arising from internal processes,
                                     system failures, occupational health and safety
                                     incidents, human error, or external events (such
                                     as supply chain disruptions, logistics issues, and
                                     others) that affect daily business operations. One
                                     of the operational risks faced by PT Angkasa Pura
                                     Indonesia is the decline in the performance of
                                     airport facilities and equipment.

Risiko Hukum                         Peristiwa risiko yang terkait dengan terjadinya          Menginventarisasi status hukum tanah yang
Legal Risk                           masalah hukum dan/atau tuntutan hukum yang               digunakan untuk bandara, termasuk kepemilikan,
                                     dapat merugikan perusahaan, baik dalam bentuk            sertifikat tanah, dan hak-hak yang terkait dengan
                                     denda, sanksi, atau kerugian finansial akibat            tanah tersebut.
                                     pelanggaran hukum terhadap perusahaan. Salah             Inventory and verify the legal status of land used
                                     satu risiko hukum yang dihadapi Perusahaan adalah        for airport operations, including ownership, land
                                     sengketa kepemilikan aset tanah.                         certificates, and associated land rights.
                                     Risk events related to legal issues and/or claims
                                     that may adversely affect the Company, including
                                     penalties, sanctions, or financial losses arising from
                                     legal non-compliance. One of the legal risks faced by
                                     the Company is disputes over land ownership.




104            Laporan Keberlanjutan 2025 PT Angkasa Pura Indonesia
Page 105
      Kategori Risiko                    Penjelasan Risiko                                         Mitigasi Risiko
      Risk Category                      Risk Description                                          Risk Mitigation

Risiko Reputasi         Peristiwa risiko yang berhubungan dengan                 Peningkatan pelayanan kepada pengguna jasa serta
Reputational Risk       kemungkinan kerusakan pada reputasi perusahaan           penyampaian informasi yang jelas dan tepat waktu
                        di mata publik, pelanggan, atau pemangku                 apabila terdapat perubahan layanan dan fasilitas di
                        kepentingan lainnya. Kerusakan reputasi ini dapat        bandara.
                        terjadi akibat peristiwa buruk atau keputusan            Enhance service quality for customers and provide
                        perusahaan yang tidak sesuai dengan ekspektasi           clear and timely information in the event of changes
                        masyarakat.                                              to airport services and facilities.
                        Risk events associated with potential damage to
                        the Company’s reputation in the eyes of the public,
                        customers, or other stakeholders. Such reputational
                        damage may arise from adverse incidents or
                        corporate decisions that do not align with societal
                        expectations.

Risiko Strategis        Merupakan potensi ancaman atau ketidakpastian            Mengembangkan proses pengambilan keputusan
Strategic Risk          yang dapat mempengaruhi pencapaian tujuan dan            berbasis data yang melibatkan berbagai perspektif
                        strategi jangka pendek, jangka menengah, dan             dan evaluasi risiko dalam bentuk kajian yang
                        jangka panjang Perusahaan. Risiko strategis dapat        komprehensif.
                        timbul akibat ketidaktepatan arahan kebijakan
                        strategis, kesalahan dalam pengambilan keputusan,        Secara bertahap mengimplementasikan internal
                        penerapan strategi yang tidak efektif dan efisien,       control over financial reporting untuk menjamin
                        serta kegagalan dalam menghadapi perubahan-              keandalan dan akurasi pelaporan keuangan, serta
                        perubahan di lingkungan eksternal yang dapat             mencegah, mendeteksi, dan memperbaiki kesalahan
                        memberikan dampak material terhadap posisi               atau penyimpangan dalam pelaporan keuangan
                        Perusahaan dalam industri tempat Perusahaan              Perusahaan.
                        beroperasi.
                        Represents potential threats or uncertainties that       Develop data-driven decision-making processes
                        may affect the achievement of the Company’s short-,      that incorporate multiple perspectives and risk
                        medium-, and long-term objectives and strategies.        assessments through comprehensive analysis.
                        Strategic risk may arise from misalignment in
                        strategic policy direction, errors in decision-making,   Gradually implement internal control over financial
                        ineffective and inefficient strategy implementation,     reporting to ensure the reliability and accuracy of
                        as well as the inability to respond to changes in the    financial reporting, as well as to prevent, detect,
                        external environment, which may materially impact        and correct errors or irregularities in the Company’s
                        the Company’s position within the industry in which      financial statements.
                        it operates.

Risiko Kepatuhan        Peristiwa risiko yang muncul apabila Perusahaan          Menetapkan kebijakan serta prosedur internal yang
Compliance Risk         tidak mematuhi peraturan perundang-undangan              sesuai dengan peraturan yang berlaku, serta menjalin
                        yang berlaku atau standar yang ditetapkan oleh           komunikasi yang baik dengan regulator dan pihak
                        otoritas regulator maupun kebijakan internal             otoritas terkait untuk memastikan bahwa Perusahaan
                        Perusahaan. Risiko ini dapat berhubungan dengan          selalu memperoleh informasi terbaru mengenai
                        peraturan lokal maupun internasional. Sebagai            peraturan yang berlaku dan dapat mengadaptasi
                        pengelola bandara, PT Angkasa Pura Indonesia harus       operasional dengan cepat.
                        mematuhi peraturan terkait keamanan penerbangan,
                        kebijakan tarif, serta prosedur operasional standar      Establish internal policies and procedures in
                        yang ditetapkan oleh otoritas penerbangan nasional       alignment with applicable regulations, while
                        maupun internasional. Apabila Perusahaan tidak           maintaining effective communication with regulators
                        memenuhi standar keselamatan atau kebijakan              and relevant authorities to ensure the Company
                        yang berlaku, Perusahaan dapat menghadapi denda          remains up to date with regulatory developments and
                        atau pembatasan operasional.                             can promptly adapt its operations accordingly.




                                                                   Sestainability Report 2025 PT Angkasa Pura Indonesia           105
Page 106
                  Menjaga Integritas melalui Tata Kelola yang Tangguh
        03        Upholding Integrity through Strong Governance




      Kategori Risiko                                    Penjelasan Risiko                                     Mitigasi Risiko
      Risk Category                                      Risk Description                                      Risk Mitigation

                                   Risk events arising when the Company fails to
                                   comply with applicable laws and regulations,
                                   standards set by regulatory authorities, or internal
                                   Company policies. This risk may relate to both local
                                   and international regulations. As an airport operator,
                                   PT Angkasa Pura Indonesia is required to comply
                                   with aviation safety regulations, tariff policies,
                                   and standard operating procedures established
                                   by national and international aviation authorities.
                                   Failure to meet applicable safety standards or
                                   policies may result in penalties or operational
                                   restrictions.

Risiko Transaksi Antar             Mencakup semua peristiwa risiko yang disebabkan          Melakukan pemantauan kinerja strategis secara
Entitas Grup                       oleh struktur korporasi dan struktur organisasi          terus-menerus serta evaluasi secara berkala
Intercompany Transaction           masing-masing BUMN Konglomerasi yang dapat               terhadap hasil yang dicapai oleh setiap unit bisnis
Risk                               meningkatkan ketidakpastian pencapaian strategi          untuk memastikan bahwa seluruh lini bisnis
                                   BUMN Konglomerasi dan portofolio BUMN secara             berkontribusi positif terhadap pencapaian tujuan
                                   material.                                                Perusahaan.
                                   Encompasses all risk events arising from the             Continuously monitor strategic performance and
                                   corporate and organizational structures of each          conduct periodic evaluations of the results achieved
                                   SOE conglomerate that may materially increase            by each business unit to ensure that all business
                                   uncertainty in achieving the SOE conglomerate’s          lines contribute positively to the achievement of the
                                   strategy and overall portfolio objectives.               Company’s objectives.

Risiko Asuransi                    Peristiwa risiko yang disebabkan oleh struktur dan       Mengelola struktur pendanaan Perusahaan melalui
Insurance Risk                     akses pendanaan, terkait perpajakan, anggaran,           diversifikasi, antara lain melalui pinjaman bank,
                                   akuntansi, piutang, pengelolaan modal kerja dan          penerbitan obligasi, atau ekuitas, untuk mengurangi
                                   arus kas, serta risiko integritas atas penyusunan        ketergantungan pada satu sumber pendanaan
                                   dan pelaporan keuangan.                                  sehingga Perusahaan memiliki akses ke berbagai
                                   Risk events arising from funding structure and           jenis fasilitas pendanaan yang dapat digunakan
                                   access, including those related to taxation,             sesuai kebutuhan, baik dalam jangka pendek maupun
                                   budgeting, accounting, receivables, working capital      jangka panjang.
                                   and cash flow management, as well as risks to the        Manage the Company’s funding structure through
                                   integrity of financial preparation and reporting.        diversification, including bank loans, bond issuance,
                                                                                            and equity, to reduce reliance on a single source of
                                                                                            financing and ensure access to a range of funding
                                                                                            facilities that can be utilized in accordance with the
                                                                                            Company’s short-term and long-term needs.

Risiko Operasional                 Risiko yang timbul dari penurunan kualitas fasilitas     Melaksanakan kegiatan inspeksi rutin dan gabungan
Operational Risk                   penunjang operasional bandar udara, baik di sisi         di sisi darat dan udara, melakukan perbaikan serta
                                   udara maupun di sisi darat.                              penggantian fasilitas penunjang yang mengalami
                                   Risk arising from the deterioration in the quality of    kerusakan, serta senantiasa berkoordinasi secara
                                   airport operational support facilities, both on the      internal dan eksternal guna memastikan kelancaran
                                   airside and landside.                                    kegiatan operasional bandar udara.

                                                                                            Melakukan pemeliharaan atas fasilitas penunjang
                                                                                            sesuai dengan ketentuan.

                                                                                            Conduct routine and joint inspections across both
                                                                                            landside and airside areas, perform repairs and
                                                                                            replacement of damaged supporting facilities, and
                                                                                            maintain continuous coordination internally and
                                                                                            externally to ensure the smooth operation of airport
                                                                                            activities.

                                                                                            Carry out maintenance of supporting facilities in
                                                                                            accordance with applicable requirements.




106           Laporan Keberlanjutan 2025 PT Angkasa Pura Indonesia
Page 107
Manajemen risiko di Perusahaan dirancang sebagai                      Risk management within the Company is designed as
instrumen untuk mendukung kepastian pencapaian sasaran                a strategic instrument to support the achievement of
dan target yang telah ditetapkan. Pendekatan ini dilakukan            established objectives and targets. This approach is
dengan mengendalikan kemungkinan terjadinya peristiwa                 implemented by controlling the likelihood of events that
yang berpotensi menghambat kelancaran proses bisnis serta             may disrupt business processes, while minimizing potential
meminimalisasi dampak kerugian yang dapat timbul.                     losses that may arise.

Pengelolaan risiko di PT Angkasa Pura Indonesia mengacu               Risk management at PT Angkasa Pura Indonesia refers to
pada standar internasional ISO 31000 Risk Management                  the international standard ISO 31000 Risk Management
Principles & Guidelines, yang telah disahkan melalui Peraturan        Principles & Guidelines, which has been formalized through
Bersama Dewan Komisaris dan Direksi PT Angkasa Pura                   the Joint Decree of the Board of Commissioners and Board
Indonesia Nomor: KEP.29/DK.API/12/2024 dan PD.DU.1028/                of Directors of PT Angkasa Pura Indonesia Number: KEP.29/
XII/2024 tentang Pedoman Manajemen Risiko PT Angkasa                  DK.API/12/2024 and PD.DU.1028/XII/2024 concerning Risk
Pura Indonesia.                                                       Management Guidelines of PT Angkasa Pura Indonesia.

Emerging Risk [OJK E.3]                                               Emerging Risks [OJK E.3]

Selain risiko yang telah diidentifikasi di atas, Perusahaan           In addition to the risks identified above, the Company
turut memantau risiko yang tengah berkembang (emerging                also monitors emerging risks as part of a proactive risk
risk) sebagai bagian dari pendekatan manajemen risiko                 management approach. Given the dynamic nature of the
yang proaktif, mengingat perubahan lingkungan bisnis yang             business environment may give rise to new risks that could
dinamis berpotensi memunculkan risiko-risiko baru yang                have significant implications for the Company’s future
berdampak signifikan terhadap keberlangsungan Perusahaan              sustainability, as follows:
di masa mendatang, sebagai berikut:


    Nama Risiko           Kategori            Deskripsi                        Dampak                               Mitigasi
     Risk Name            Category           Description                       Impact                              Mitigation

 Risiko Operasional    Lingkungan      Peningkatan emisi         1. Peningkatan emisi GRK              1.   Penyusunan analisis emisi
 & Hukum -             Environmental   GRK akibat kegiatan          yang menyebabkan                        GRK saat melakukan AMDAL
 Peningkatan Emisi                     operasional dan              peningkatan suhu udara dan         2.   Penyusunan target
 Gas Rumah Kaca                        pembangunan                  density udara                           penurunan emisi GRK dengan
 (GRK) dan Dampak                      infrastruktur bandara     2. Perubahan iklim yang                    memprioritaskan bandara
 Lingkungan dari                       serta berkurangnya           memicu terjadinya bencana               yang menghasilkan emisi di
 Operasional                           ruang terbuka hijau.         alam seperti kekeringan,                atas ambang batas IFC yaitu
 Bandara                               Increase in GHG              banjir dan kerusakan                    sebesar 25.000-ton CO2-eq
 Operational & Legal                   emissions resulting          ekosistem alam                          per tahun
 Risk – Increased                      from airport operations   1. Increased GHG emissions            3.   Menjaga keberadaan
 Greenhouse Gas                        and infrastructure           leading to rising air                   ruang terbuka hijau dalam
 (GHG) Emissions                       development, as well as      temperatures and changes                operasional Anak Perusahaan
 and Environmental                     the reduction of green       in air density                          sesuai dengan peraturan
 Impacts from                          open spaces.              2. Climate change triggering               perundang-undangan
 Airport Operations                                                 natural disasters such             4.   Penyusunan dokumen climate
                                                                    as droughts, floods, and                risk
                                                                    ecosystem degradation              1.   Conduct GHG emissions
                                                                                                            analysis as part of the AMDAL
                                                                                                            process
                                                                                                       2.   Establish GHG emission
                                                                                                            reduction targets by
                                                                                                            prioritizing airports with
                                                                                                            emissions exceeding the IFC
                                                                                                            threshold of 25,000 tons CO2-
                                                                                                            eq per year




                                                                       Sestainability Report 2025 PT Angkasa Pura Indonesia           107
Page 108
                    Menjaga Integritas melalui Tata Kelola yang Tangguh
          03        Upholding Integrity through Strong Governance




      Nama Risiko              Kategori                     Deskripsi                    Dampak                            Mitigasi
       Risk Name               Category                    Description                   Impact                           Mitigation

                                                                                                               3. Maintain the availability of
                                                                                                                  green open spaces within
                                                                                                                  Subsidiaries’ operations in
                                                                                                                  accordance with applicable
                                                                                                                  laws and regulations
                                                                                                               4. Develop climate risk
                                                                                                                  documentation

Risiko Hukum &             Sosial                  Risiko konflik dengan     1.   Terjadi permasalahan         1. Menyusun pedoman
Reputasi - Konflik         Social                  masyarakat dalam               hukum                           proses pengadaan tanah
Sosial dan Dampak                                  proses pengadaan lahan    2.   Meningkatnya nilai              berdasarkan peraturan
Mata Pencaharian                                   serta potensi hilangnya        investasi pembangunan/          perundang-undangan dan
Akibat Pengadaan                                   mata pencaharian akibat        pengembangan bandara            memperhatikan prinsip-
Lahan                                              pengembangan bandara.     3.   Gangguan reputasi               prinsip dalam Performance
Legal &                                            Risk of social conflict        Perusahaan                      Standard 5 IFC. Hal ini
Reputational Risk –                                arising during the land   1.   Legal disputes                  berkaitan dengan potensi
Social Conflicts and                               acquisition process,      2.   Increased investment costs      pengembangan bandara di
Livelihood Impacts                                 as well as potential           for airport development/        lokasi yang rawan konflik
Arising from Land                                  loss of livelihoods            expansion                       pengadaan tanah
Acquisition                                        resulting from airport    3.   Reputational impact on the   2. Menyusun ketentuan
                                                   development.                   Company                         mengenai resettlement
                                                                                                                  action plan dan/atau
                                                                                                                  livelihood restoration plan
                                                                                                                  dalam dokumen panduan
                                                                                                                  pengadaan tanah yang
                                                                                                                  sedang disusun, khususnya
                                                                                                                  apabila pengembangan
                                                                                                                  bandara berdampak pada
                                                                                                                  pemindahan masyarakat dan/
                                                                                                                  atau mata pencaharian
                                                                                                               1. Develop land acquisition
                                                                                                                  guidelines in accordance
                                                                                                                  with applicable laws
                                                                                                                  and regulations, while
                                                                                                                  incorporating the principles
                                                                                                                  of IFC Performance Standard
                                                                                                                  5. This is particularly
                                                                                                                  relevant to potential airport
                                                                                                                  developments in areas prone
                                                                                                                  to land acquisition conflicts.
                                                                                                               2. Establish provisions on
                                                                                                                  the Resettlement Action
                                                                                                                  Plan and/or Livelihood
                                                                                                                  Restoration Plan within the
                                                                                                                  land acquisition guidelines
                                                                                                                  currently being developed,
                                                                                                                  particularly where airport
                                                                                                                  development results in
                                                                                                                  community displacement
                                                                                                                  and/or impacts on
                                                                                                                  livelihoods.




108            Laporan Keberlanjutan 2025 PT Angkasa Pura Indonesia
Page 109
    Nama Risiko            Kategori               Deskripsi                         Dampak                               Mitigasi
     Risk Name             Category              Description                        Impact                              Mitigation

 Risiko Operasional    Tata Kelola        Risiko kegagalan            1.    Teguran atau sanksi dari        Menyusun kebijakan dan prosedur
 & Hukum -             Governance         infrastruktur                     regulator                       terkait penanganan kegagalan
 Kegagalan                                bandara yang dapat          2.    Gangguan terhadap               infrastruktur, yang mencakup
 Infrastruktur dan                        menyebabkan                       reputasi Perusahaan             namun tidak terbatas pada
 Keselamatan                              kecelakaan bagi             3.    Gangguan terhadap proyek        kerusakan infrastruktur yang
 Pengguna Jasa                            pengguna jasa                     pengembangan bandara            berpotensi menimbulkan bahaya
 serta Pekerja                            maupun pekerja              4.    Terjadi accident dan/atau       bagi pekerja dan pengguna
 Operational &                            akibat perencanaan,               accident yang menyebabkan       bandara.
 Legal Risk –                             konstruksi, atau                  korban jiwa                     Develop policies and procedures
 Infrastructure                           pemeliharaan yang tidak     1.    Warnings or sanctions from      for managing infrastructure
 Failure and Safety                       optimal.                          regulators                      failures, including but not limited
 Risks to Service                         Risk of airport             2.    Reputational impact on the      to damage that may pose risks to
 Users and Workers                        infrastructure failure            Company                         workers and airport users.
                                          that may result in          3.    Disruptions to airport
                                          accidents affecting               development projects
                                          both service users          4.    Accidents and/or accidents
                                          and workers due to                resulting in fatalities
                                          suboptimal planning,
                                          construction, or
                                          maintenance.

Risiko Akibat Perubahan Iklim [GRI 201-2] [OJK E.3]                        Climate Change Risks [GRI 201-2] [OJK E.3]

Perusahaan menyadari bahwa perubahan iklim menghadirkan                    The Company recognizes that climate change presents
berbagai risiko dengan implikasi finansial yang signifikan                 various risks with significant financial implications for
terhadap keberlangsungan operasional. Sejalan dengan hal                   operational continuity. In response, the Company has initiated
tersebut, Perusahaan mulai melakukan proses identifikasi                   a risk identification process, including both physical and
risiko, termasuk risiko fisik dan risiko transisi akibat perubahan         transition risks arising from climate change that may affect
iklim yang berpotensi memengaruhi kinerja operasional dan                  operational performance and financial conditions, while also
kondisi finansial Perusahaan, serta menetapkan langkah-                    establishing integrated mitigation measures to effectively
langkah mitigasi yang terintegrasi untuk mengelola risiko                  manage these risks.
tersebut secara efektif.

        Risiko                          Penjelasan                     Tingkat Risiko                       Langkah Mitigasi
         Risk                           Description                      Risk Level                        Mitigation Measures

                                                        Risiko Fisik | Physical Risk

 Cuaca ekstrem dan       Paparan terhadap musim kemarau               Rendah hingga         • Antisipasi dampak musim kemarau (El Niño),
 kondisi lingkungan      berkepanjangan, curah hujan tinggi, dan      Sedang                  curah hujan tinggi, dan angin ekstrem
 Extreme weather         angin ekstrem berpotensi meningkatkan        Low to Moderate       • Pemantauan cuaca secara berkala melalui
 and environmental       risiko keselamatan operasional serta                                 koordinasi dengan BMKG
 conditions              memicu gangguan fungsi peralatan.                                  • Pelaporan kejadian sesuai ketentuan regulator
                         Exposure to prolonged dry seasons, high                            • Peningkatan kesiapsiagaan terhadap potensi
                         rainfall intensity, and extreme winds may                            kebakaran
                         increase operational safety risks and lead                         • Pemastian kesiapan fasilitas dan peralatan
                         to equipment malfunction.                                            keselamatan
                                                                                            • Pemastian kesiapan personel dan kendaraan
                                                                                              ARFF
                                                                                            • Penyampaian imbauan keselamatan kepada
                                                                                              pemangku kepentingan
                                                                                            • Pelaksanaan program Gerakan Pekerja Sehat
                                                                                              (GPS)




                                                                            Sestainability Report 2025 PT Angkasa Pura Indonesia            109
Page 110
                   Menjaga Integritas melalui Tata Kelola yang Tangguh
         03        Upholding Integrity through Strong Governance




        Risiko                                 Penjelasan                         Tingkat Risiko                  Langkah Mitigasi
         Risk                                  Description                          Risk Level                   Mitigation Measures

                                                                                                   • Anticipating impacts of extreme dry seasons
                                                                                                     (El Niño), high rainfall, and extreme winds
                                                                                                   • Conducting regular weather monitoring in
                                                                                                     coordination with BMKG
                                                                                                   • Reporting incidents in accordance with
                                                                                                     regulatory requirements
                                                                                                   • Enhancing preparedness for potential fire
                                                                                                     hazards
                                                                                                   • Ensuring readiness of safety facilities and
                                                                                                     equipment
                                                                                                   • Ensuring readiness of ARFF personnel and
                                                                                                     vehicles
                                                                                                   • Disseminating safety advisories to
                                                                                                     stakeholders
                                                                                                   • Implementing the Healthy Worker Movement
                                                                                                     (GPS) program

                                                                    Risiko Fisik | Physical Risk

 Peningkatan                Konsumsi energi tinggi, penggunaan                   Rendah            • Pelaporan penggunaan energi secara berkala
 emisi karbon dari          bahan bakar solar, dan belum optimalnya              Low                 kepada Kantor Pusat, Kantor Regional, dan
 operasional bandara        pemanfaatan energi terbarukan                                            Otoritas Bandara
 Increased carbon           meningkatkan emisi karbon serta                                        • Pelaksanaan uji emisi kendaraan operasional
 emissions from             mencerminkan tantangan dalam transisi                                    secara berkala
 airport operations         menuju operasional rendah karbon, yang                                 • Penanaman pohon dan program penghijauan
                            berpotensi meningkatkan biaya dan                                      • Penggantian lampu dengan teknologi hemat
                            tekanan regulasi.                                                        energi
                            High energy consumption, diesel fuel                                   • Sosialisasi hemat energi kepada pengguna
                            use, and limited adoption of renewable                                   jasa
                            energy increase carbon emissions and                                   • Periodic energy usage reporting to Head
                            reflect challenges in transitioning to low-                              Office, Regional Office, and Airport Authority
                            carbon operations, potentially leading to                              • Regular emission testing for operational
                            higher costs and regulatory pressure.                                    vehicles
                                                                                                   • Tree planting and greening programs
                                                                                                   • Replacement with energy-efficient lighting
                                                                                                   • Energy-saving awareness for airport users



Pengawasan Aktif Dewan Komisaris dan Direktur dalam Manajemen Risiko
Active Oversight by the Board of Commissioners and Directors in Risk Management

Direksi bersama dengan Dewan Komisaris berperan aktif                                The Board of Directors, together with the Board of
dalam memastikan tata kelola manajemen risiko dibangun,                              Commissioners, plays an active role in ensuring that risk
diimplementasikan, dan dikomunikasikan di seluruh jenjang                            management governance is established, implemented, and
organisasi. Keduanya berperan sebagai role model dalam                               communicated across all levels of the organization. Both act
penerapan budaya risiko di Perusahaan dengan memberikan                              as role models in fostering a risk-aware culture by setting
teladan serta membangun kesadaran bahwa manajemen                                    the tone at the top and reinforcing that risk management is
risiko merupakan tanggung jawab bersama, yang melekat                                a shared responsibility embedded within each function as
pada setiap fungsi sebagai pemilik risiko sesuai dengan                              the respective risk owner, in accordance with the Company’s
kebijakan yang berlaku di Perusahaan. [OJK F.1] [GRI 2-12]                           policies. [OJK F.1] [GRI 2-12]

Selaku pihak dengan akuntabilitas tertinggi dalam manajemen                          As the party with the highest accountability for risk
risiko di Perusahaan, Direksi memiliki tugas dan tanggung                            management within the Company, the Board of Directors
jawab: [GRI 2-12]                                                                    has the following duties and responsibilities: [GRI 2-12]




110              Laporan Keberlanjutan 2025 PT Angkasa Pura Indonesia
Page 111
•   Menetapkan kebijakan dan strategi pengelolaan risiko       •       Establish written risk management policies and
    secara tertulis, termasuk penetapan persetujuan selera             strategies, including the determination of the
    dan toleransi risiko, serta kriteria risiko Perusahaan;            Company’s risk appetite and tolerance, as well as risk
                                                                       criteria;
•   Menetapkan profil risiko korporasi Perusahaan;             •       Define the Company’s corporate risk profile;
•   Memastikan perlakuan risiko Perusahaan pada tingkatan      •       Ensure that risk treatment at the strategic level is
    strategis berjalan secara efektif;                                 implemented effectively;
•   Mempertanggungjawabkan implementasi kebijakan              •       Be accountable for the implementation of the
    pengelolaan risiko Perusahaan;                                     Company’s risk management policies;
•   Memastikan kepatuhan terhadap kebijakan pengelolaan        •       Ensure compliance with the Company’s risk
    risiko Perusahaan;                                                 management policies;
•   Membentuk struktur tata kelola risiko yang proporsional    •       Establish a proportionate risk governance structure to
    untuk menerapkan manajemen risiko yang efektif dan                 enable effective and efficient risk management at both
    efisien di tingkat korporat dan kantor cabang;                     corporate and branch levels;
•   Menjamin alokasi sumber daya Perusahaan, termasuk          •       Ensure adequate allocation of Company resources,
    peningkatan kompetensi SDM sesuai kebutuhan                        including the enhancement of human capital
    penerapan manajemen risiko;                                        competencies in line with risk management
                                                                       requirements;
•   Menjamin terlaksananya mekanisme kaji ulang secara         •       Ensure the implementation of periodic reviews to
    berkala terhadap keandalan sistem pengelolaan risiko;              assess the reliability of the risk management system;
    dan                                                                and
•   Melaporkan profil risiko Perusahaan kepada pihak-pihak     •       Report the Company’s risk profile to relevant
    berkepentingan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.                stakeholders in accordance with applicable laws and
                                                                       regulations.

Di sisi lain, dalam proses pengawasan terhadap manajemen       Meanwhile, in performing its oversight role over the
risiko Perusahaan, Dewan Komisaris memiliki tugas dan          Company’s risk management, the Board of Commissioners
tanggung jawab: [GRI 2-26]                                     has the following duties and responsibilities: [GRI 2-26]
•    Mengevaluasi kebijakan manajemen risiko korporat          •   Evaluate the corporate risk management policy at
     sekurang-kurangnya satu kali atau lebih dalam setahun         least once a year, or more frequently in the event of
     dalam hal terdapat perubahan faktor-faktor yang               significant changes affecting the Company’s business
     mempengaruhi kegiatan usaha Perusahaan secara                 activities;
     signifikan;
•    Mengevaluasi pertanggungjawaban Direktur atas             •       Evaluate the Board of Directors’ accountability in
     pelaksanaan kebijakan pengelolaan risiko sekurang-                implementing risk management policies at least once a
     kurangnya satu kali atau lebih dalam setahun;                     year;
•    Mengevaluasi setiap risiko yang melekat pada              •       Review and assess risks inherent in any proposals or
     permohonan atau usulan Direktur yang berkaitan dengan             requests submitted by the Board of Directors that
     aktivitas usaha Perusahaan yang melampaui kewenangan              exceed their authority, in accordance with applicable
     Direktur guna tindak lanjut sesuai ketentuan hukum yang           laws and regulations; and
     berlaku; serta
•    Membentuk Komite Pemantau Manajemen Risiko                •       Establish a Risk Management Monitoring Committee to
     untuk membantu Dewan Komisaris dalam mengawasi                    assist the Board of Commissioners in overseeing the
     penerapan manajemen risiko oleh Direktur.                         implementation of risk management by the Board of
                                                                       Directors.



Hasil Tinjauan dan Evaluasi Efektivitas Manajemen Risiko
Review and Evaluation Results of Risk Management Effectiveness

PT Angkasa Pura Indonesia secara rutin mengukur                PT Angkasa Pura Indonesia secara rutin mengukur
efektivitas implementasi manajemen risiko melalui              efektivitas implementasi manajemen risiko melalui
program pengukuran tingkat maturitas pengelolaan risiko        program pengukuran tingkat maturitas pengelolaan risiko


                                                                   Sestainability Report 2025 PT Angkasa Pura Indonesia   111
Page 112
                Menjaga Integritas melalui Tata Kelola yang Tangguh
         03     Upholding Integrity through Strong Governance




(Risk Maturity Index/RMI). Pada tahun 2024, Perusahaan                (Risk Maturity Index/RMI ). Pada tahun 2024, Perusahaan
mencatat skor sebesar 2,88 dengan kategori berada pada                mencatat skor sebesar 2,88 dengan kategori berada pada
Fase Berkembang (+). Untuk tahun 2025, pengukuran masih               Fase Berkembang (+). Untuk tahun 2025, pengukuran masih
dalam proses, sebagai bagian dari upaya peningkatan                   dalam proses, sebagai bagian dari upaya peningkatan
berkelanjutan terhadap efektivitas sistem Manajemen                   berkelanjutan terhadap efektivitas sistem Manajemen
Risiko Perusahaan.                                                    Risiko Perusahaan.




Kebijakan dan Kepatuhan
Policy and Compliance



Kode Etik Perusahaan
Company Code of Conduct

Dalam menjalankan kegiatan usaha dan interaksi bisnisnya,             In conducting its business activities and interactions, PT
PT Angkasa Pura Indonesia berpedoman pada Kode Etik (Code             Angkasa Pura Indonesia adheres to a Code of Conduct
of Conduct) yang berlaku bagi seluruh insan Perusahaan.               applicable to all Company personnel. This guideline serves
Pedoman ini menjadi acuan dalam pelaksanaan tugas sehari-             as a reference for the execution of daily duties as well as
hari serta dalam membangun hubungan dengan pengguna                   for building relationships with service users, stakeholders,
jasa, pemangku kepentingan, penyedia, dan mitra. Aturan               suppliers, and partners. The fundamental principles set out
dasar dalam Kode Etik tersebut mencerminkan komitmen                  in the Code of Conduct reflect the Company’s commitment
Perusahaan terhadap prinsip-prinsip tata kelola yang                  to governance practices that support the achievement of its
mendukung pencapaian Visi dan Misi.                                   Vision and Mission.

Menjaga standar etika sangat penting untuk memastikan                 Maintaining high ethical standards is essential to ensure
setiap keputusan dan penyelesaian persoalan yang dihadapi             that all decisions and resolutions undertaken by the
Perusahaan dilakukan secara bertanggung jawab dan                     Company are carried out responsibly and with integrity,
berintegritas, sehingga menjaga kepercayaan dan loyalitas             thereby preserving stakeholder trust and loyalty. Clear
pemangku kepentingan terhadap Perusahaan. Hal ini karena              ethical guidelines provide assurance to stakeholders
pedoman etika yang jelas memberikan kepastian bagi                    that all corporate actions and decisions are conducted in
pemangku kepentingan bahwa setiap keputusan dan tindakan              accordance with good governance principles.
Perusahaan dilaksanakan sesuai prinsip tata kelola yang baik.

Atas dasar tersebut, PT Angkasa Pura Indonesia menetapkan             On this basis, PT Angkasa Pura Indonesia has established its
Pedoman Perilaku (Code of Conduct) sebagai acuan bagi insan           Code of Conduct as a guiding framework for all personnel in
PT Angkasa Pura Indonesia dalam bertindak dan menjalankan             carrying out their roles and fulfilling the Company’s mission
misi untuk mencapai visi Perusahaan.                                  to achieve its vision.

Pokok-Pokok Isi Kode Etik                                             Key Elements of the Code of Conduct

Pedoman Perilaku (Code of Conduct) Perusahaan disusun                 The Company’s Code of Conduct is developed with reference
dengan mengacu pada perkembangan hukum, lingkungan                    to evolving legal frameworks, social conditions, and business
sosial, dan dinamika bisnis yang dihadapi PT Angkasa Pura             dynamics faced by PT Angkasa Pura Indonesia, and is aligned
Indonesia, serta selaras dengan prinsip-prinsip hak asasi             with internationally recognized human rights principles,
manusia yang diakui secara internasional termasuk UN                  including the UN Guiding Principles on Business and Human
Guiding Principles on Business and Human Rights (UNGP                 Rights. The Code applies to all Company personnel and
BHR). Pedoman ini mengikat seluruh insan PT Angkasa Pura              comprises the following sections:
Indonesia dan terdiri atas:




112           Laporan Keberlanjutan 2025 PT Angkasa Pura Indonesia
Page 113
•       Bab I: Pendahuluan                                       •       Chapter I: Introduction
•       Bab II: Etika Usaha                                      •       Chapter II: Business Ethics
•       Bab III: Etika Kerja                                     •       Chapter III: Work Ethics
•       Bab IV: Tata Perilaku Insan Perusahaan                   •       Chapter IV: Code of Conduct for Company Personnel
•       Bab V: Penerapan dan Penegakan Pedoman Perilaku dan      •       Chapter V: Implementation and Enforcement of the
        Etika Perusahaan (Code of Conduct)                               Code of Conduct
•       Bab VI: Ketentuan Penutup                                •       Chapter VI: Closing Provisions

Peraturan Bersama Dewan Komisaris dan Direksi PT                 The Joint Regulation of the Board of Commissioners and
Angkasa Pura Indonesia Nomor KEP.28/DK.API/12/2024;              the Board of Directors of PT Angkasa Pura Indonesia No.
PD.DU.1026/XII/2024 tentang Pedoman Perilaku Dan Etika           KEP.28/DK.API/12/2024; PD.DU.1026/XII/2024 on the
Perusahaan (Code of Conduct) PT Angkasa Pura Indonesia           Code of Conduct governs, among others, matters related
mencakup peraturan terkait korupsi dan penyuapan,                to corruption and bribery, discrimination, information
diskriminasi, kerahasiaan informasi, benturan kepentingan,       confidentiality, conflicts of interest, anti-competitive
praktik antipersaingan usaha, lingkungan, kesehatan, dan         practices, environmental protection, occupational health
keselamatan kerja, serta sistem pelaporan pelanggaran.           and safety, and the whistleblowing system.

Informasi lengkap mengenai Pedoman Perilaku dan Etika            Further information on the Code of Conduct can be accessed
Perusahaan (Code of Conduct) dapat diakses pada tautan           via the following link: https://www.injourneyairports.id/
berikut: https://www.injourneyairports.id/docs/corporate-        docs/corporate-governance/Pedoman-Perilaku-dan-Etika-
governance/Pedoman-Perilaku-dan-Etika-Perusahaan.pdf             Perusahaan.pdf

Selain melalui Pedoman Perilaku dan Etika Perusahaan,            In addition to the Code of Conduct, the Company prevents
Perusahaan      mencegah     konflik  kepentingan    dan         conflicts of interest and the misuse of influence over public
penyalahgunaan pengaruh terhadap kebijakan publik dengan         policy through the implementation of policies prohibiting
menerapkan kebijakan terkait Larangan melakukan tindakan         money laundering, support for terrorism, and/or involvement
pencucian uang, mendukung kegiatan terorisme, dan/atau           with prohibited organizations, as stipulated in PT Angkasa
organisasi terlarang di PT Angkasa Pura Indonesia Nomor          Pura Indonesia Regulation No. EDR.DU.0062/PG.03/2025
EDR.DU.0062/PG.03/2025 tanggal 21 April 2025.                    dated April 21, 2025.

Pemberlakuan Kode Etik pada Seluruh Jenjang Organisasi           Implementation Across All Organizational Levels

Pedoman Perilaku dan Etika Perusahaan (Code of Conduct)          The Code of Conduct applies to all PT Angkasa Pura
berlaku bagi seluruh insan PT Angkasa Pura Indonesia, mulai      Indonesia personnel, from employees to management. It
dari karyawan hingga jajaran manajemen. Pedoman Perilaku         is consistently communicated to all employees to ensure
dan Etika Perusahaan secara konsisten disosialisasikan           alignment in understanding and implementation.
kepada seluruh karyawan guna memastikan pemahaman dan
penerapan yang selaras.

Setiap tahun, seluruh insan PT Angkasa Pura Indonesia            Each year, all personnel of PT Angkasa Pura Indonesia sign
menandatangani Pernyataan Kepatuhan Tahunan sebagai              an Annual Compliance Statement as a demonstration of
bentuk komitmen terhadap Kode Etik. Penandatanganan              their commitment to the Code of Conduct. The signing of
dokumen tersebut mencerminkan komitmen seluruh insan             this document reflects the collective commitment of all
Perusahaan dalam memahami serta mengimplementasikan              Company personnel to understand and implement the Code
Kode Etik sebagai bagian dari budaya kerja yang berintegritas.   of Conduct as an integral part of an ethical and integrity-
                                                                 driven work culture.

Pedoman Perilaku dan Etika Perusahaan (Code of Conduct) ini      The Code of Conduct also binds the Board of Commissioners,
juga mengikat Dewan Komisaris, Direksi, seluruh karyawan,        the Board of Directors, all employees, as well as stakeholders,
serta pemangku kepentingan atau penyedia barang dan mitra        suppliers, and business partners engaging in transactions
yang melakukan transaksi bisnis dengan PT Angkasa Pura           with PT Angkasa Pura Indonesia, in line with good corporate
Indonesia, sejalan dengan prinsip tata kelola yang baik. [GRI    governance principles. [GRI 2-23]
2-23]



                                                                     Sestainability Report 2025 PT Angkasa Pura Indonesia   113
Page 114
                 Menjaga Integritas melalui Tata Kelola yang Tangguh
          03     Upholding Integrity through Strong Governance




Penegakan Kode Etik                                                    Enforcement of the Code of Conduct

Perusahaan mewajibkan penandatanganan Pernyataan                       The Company requires the signing of an Annual Compliance
Kepatuhan Tahunan terhadap kode etik melalui formulir                  Statement through a digitally enabled Ethics Commitment/
Komitmen/Pernyataan Etika Perusahaan secara digital                    Statement form using barcode-based verification. It also
berbasis barcode, serta secara aktif melakukan sosialisasi             actively conducts ongoing socialization and dissemination
dan diseminasi Pedoman Perilaku dan Etika Perusahaan                   of the Code of Conduct and Business Ethics through various
kepada seluruh insan Perusahaan melalui berbagai media,                channels, including digital platforms.
termasuk platform digital.

Selain itu, Perusahaan menerapkan langkah-langkah sebagai              In addition, the Company implements the following
berikut.                                                               measures:
1. Penetapan kebijakan terkait etika dan perilaku;                     1. Establishment of policies related to ethics and conduct;
2. Pelaksanaan sosialisasi dan diseminasi secara                       2. Continuous socialization and dissemination;
    berkelanjutan;
3. Penyediaan mekanisme pelaporan pelanggaran melalui                  3.   Provision of a reporting mechanism through the
    Whistleblowing System;                                                  Whistleblowing System;
4. Penyediaan saluran konsultasi bagi insan Perusahaan                 4.   Provision of consultation channels for personnel
    melalui atasan langsung, serikat pekerja, unit Human                    through direct supervisors, labor unions, the Human
    Capital Management, maupun tim yang berwenang dalam                     Capital Management unit, and authorized investigation
    pemeriksaan pelanggaran disiplin;                                       teams;
5. Penerapan mekanisme imbalan dan sanksi secara tegas;                5.   Enforcement of a clear reward and sanction mechanism;
6. Pengambilan keputusan atas tindakan pembinaan, sanksi               6.   Decision-making on corrective actions, disciplinary
    disiplin, tindakan perbaikan, dan langkah pencegahan                    sanctions, remedial measures, and preventive actions
    oleh Pemegang Saham, Direksi, dan Dewan Komisaris                       by the Shareholders, Board of Directors, and Board of
    sesuai kewenangannya masing-masing;                                     Commissioners in accordance with their respective
                                                                            authorities;
7.    Pemberian hak kepada pihak yang diduga melakukan                 7.   Provision of the right for individuals alleged to have
      pelanggaran untuk menyampaikan penjelasan sebelum                     committed violations to present their explanation prior
      penetapan tindakan.                                                   to the determination of actions.

Perusahaan juga mewajibkan pelaksanaan uji tuntas dan                  The Company also mandates the implementation of due
penerapan prinsip kehati-hatian dalam setiap hubungan serta            diligence and the application of prudence in all relationships
keputusan bisnis yang berpotensi menimbulkan dampak                    and business decisions that may have an impact on the
terhadap lingkungan dan masyarakat.                                    environment and communities.

Sanksi Pelanggaran Kode Etik                                           Sanctions for Code of Conduct Violations

Pengaturan sanksi atas pelanggaran Kode Etik dituangkan                Sanctions for violations of the Code of Conduct are
dalam Peraturan Perusahaan, yang memuat tingkatan                      stipulated in the Company Regulation, which outlines the
pelanggaran, jenis sanksi yang dikenakan, serta pihak yang             classification of violations, types of sanctions imposed, and
memiliki kewenangan untuk memberikan sanksi.                           the parties authorized to enforce sanctions.

Jumlah Pelanggaran dan Sanksi                                          Number of Violations and Sanctions

Sepanjang tahun 2025, terjadi 40 kasus pelanggaran Kode                Throughout 2025, a total of 40 cases of Code of Conduct
Etik sebagai berikut.                                                  violations were recorded, as follows.




114            Laporan Keberlanjutan 2025 PT Angkasa Pura Indonesia
Page 115
                    Kategori                                         Sanksi                                  Jumlah Kasus
                    Category                                        Sanctions                               Number of Cases

 Berat                                             Pemberhentian dengan Tidak Hormat
                                                                                                                    3
 Severe                                            Termination with Disgrace

 Berat                                             Penurunan Kelas Jabatan
                                                                                                                    9
 Severe                                            Demotion in Position Grade

 Sedang                                            Penurunan Kelas Jabatan
                                                                                                                     1
 Moderate                                          Demotion in Position Grade

 Sedang                                            Surat Peringatan Ketiga (SP III)
                                                                                                                    25
 Moderate                                          Third Written Warning (SP III)

 Sedang                                            Surat Peringatan Kedua (SP II)
                                                                                                                    0
 Moderate                                          Second Written Warning (SP II)

 Ringan                                            Surat Peringatan Pertama (SP I)
                                                                                                                    2
 Minor                                             First Written Warning (SP I)

 Jumlah
                                                                                                                    40
 Total




Kebijakan Antikorupsi dan Antigratifikasi
Anti-Corruption and Anti-Gratification Policy

Dalam mengelola usaha kebandarudaraan, PT Angkasa                  In managing its airport operations, PT Angkasa Pura
Pura Indonesia menyadari bahwa Perusahaan menjalankan              Indonesia recognizes that its wide range of operational
berbagai kegiatan operasional dan kemitraan usaha yang             activities and business partnerships expose the Company
menimbulkan risiko fraud dan korupsi dalam seluruh aktivitas       to fraud and corruption risks across its operations. To
operasionalnya. Untuk itu, Perusahaan telah memperkuat             address these risks, the Company has strengthened its
sistem pengendalian internal dan menerapkan kebijakan              internal control system and implemented anti-corruption
pencegahan korupsi sesuai dengan Peraturan Menteri Badan           policies in accordance with the Regulation of the Minister
Usaha Milik Negara Nomor PER-02/MBU/03/2023 tentang                of State-Owned Enterprises No. PER-02/MBU/03/2023
Pedoman Tata Kelola dan Kegiatan Korporasi Signifikan              on Governance and Significant Corporate Activities of
Badan Usaha Milik Negara, guna memastikan seluruh kegiatan         State-Owned Enterprises, ensuring that all activities are
berjalan secara transparan dan akuntabel. [GRI 3-3]                conducted in a transparent and accountable manner. [GRI 3-3]

Menindaklanjuti peraturan tersebut, PT Angkasa Pura                In follow-up to this regulation, PT Angkasa Pura Indonesia
Indonesia menetapkan kebijakan untuk menerapkan prinsip            has established policies to implement good corporate
tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance)       governance (GCG) principles, as well as specific policies
dan kebijakan khusus yang mendukung penerapan prinsip              that support the prevention of Corruption, Collusion, and
pencegahan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) di                 Nepotism within the Company, as follows. [GRI 2-15]
Perusahaan, sebagai berikut. [GRI 2-15]




                                                                    Sestainability Report 2025 PT Angkasa Pura Indonesia      115
Page 116
                Menjaga Integritas melalui Tata Kelola yang Tangguh
        03      Upholding Integrity through Strong Governance




                             Pedoman                                                               Keterangan
                             Guideline                                                             Description

Peraturan Bersama Dewan Komisaris dan Direksi PT Angkasa              Dasar hukum | Legal basis:
Pura Indonesia tentang Pedoman Perilaku Dan Etika Perusahaan          KEP.28/DK.API/12/2024; PD.DU.1026/XII/2024
(Code of Conduct) PT Angkasa Pura Indonesia
Joint Regulation of the Board of Commissioners and the Board of
                                                            Peraturan Bersama ini memuat ketentuan mengenai:
Directors of PT Angkasa Pura Indonesia concerning the Code of
                                                            1.   Etika Usaha, yang mengatur etika perusahaan secara kelembagaan
Conduct of PT Angkasa Pura Indonesia                             saat berbisnis dan berinteraksi dengan pihak eksternal, seperti
                                                                 pengguna jasa, mitra, pesaing, hingga pemerintah
Pedoman dapat diakses pada tautan berikut:                  2. Etika Kerja, yang merupakan panduan sikap dan etika interaksi
The guideline can be accessed via the following link:            internal sehari-hari khusus untuk individu di dalam perusahaan,
https://www.injourneyairports.id/docs/corporate-governance/      mencakup Dewan Komisaris, Direksi, pimpinan, dan bawahan
Pedoman-Perilaku-dan-Etika-Perusahaan.pdf                   3. Tata Perilaku Insan Perusahaan, yang menjabarkan panduan
                                                                 perilaku untuk karyawan, termasuk di dalamnya mengenai
                                                                 penanganan Benturan Kepentingan (Conflict of Interest) dan
                                                                 larangan Keterlibatan Politik
                                                            4. Penerapan dan Penegakan Pedoman Perilaku dan Etika Perusahaan
                                                                 (Code of Conduct), yang antara lain mengatur tata cara sosialisasi
                                                                 pedoman, perlindungan pelapor pelanggaran, dan penjatuhan
                                                                 sanksi
                                                            This Joint Regulation sets out provisions on the following:
                                                            1.   Business Ethics, which govern the Company’s institutional conduct
                                                                 in business activities and interactions with external parties,
                                                                 including service users, partners, competitors, and government
                                                                 authorities;
                                                            2. Work Ethics, which provide guidance on individual conduct and
                                                                 internal interactions within the Company, applicable to members
                                                                 of the Board of Commissioners, Board of Directors, management,
                                                                 and employees;
                                                            3. Code of Conduct for Company Personnel, which outlines expected
                                                                 standards of behavior for employees, including the management
                                                                 of conflicts of interest and the prohibition of political involvement;
                                                                 and
                                                            4. Implementation and Enforcement of the Company’s Code
                                                                 of Conduct and Ethics, which, among others, regulate the
                                                                 dissemination of the guidelines, protection of whistleblowers, and
                                                                 the imposition of sanctions.

Peraturan Bersama Komisaris dan Direksi PT Angkasa Pura               Dasar hukum | Legal basis:
Indonesia tentang Pedoman Penerapan Prinsip Tata Kelola               KEP.08/DK.API/7/2025; PD.DU.29/PG.03/2025
Perusahaan yang Baik (Good Corporate Governance) PT Angkasa
Pura Indonesia                                                        Peraturan Bersama ini memuat ketentuan mengenai:
Joint Regulation of the Board of Commissioners and the Board          1.   Tata Kelola Perusahaan (Code of Corporate Governance) yang
of Directors of PT Angkasa Pura Indonesia concerning Guidelines            mengatur sistem pengelolaan Perusahaan, termasuk tata cara
for the Implementation of Good Corporate Governance (GCG)                  interaksi antar organ utama (RUPS, Dewan Komisaris, dan Direksi),
Principles at PT Angkasa Pura Indonesia                                    pembentukan organ pendukung, penerapan sistem pengendalian
                                                                           internal dan manajemen risiko, hingga transparansi keterbukaan
Pedoman dapat diakses pada tautan berikut:                                 informasi
The guideline can be accessed via the following link:
https://www.injourneyairports.id/docs/corporate-governance/
Pedoman-Perilaku-dan-Etika-Perusahaan.pdf




116           Laporan Keberlanjutan 2025 PT Angkasa Pura Indonesia
Page 117
                          Pedoman                                                               Keterangan
                          Guideline                                                             Description

                                                                  2.   Tata Laksana Kerja (Board Manual) Dewan Komisaris dan Direksi
                                                                       sebagai pedoman yang memperjelas batasan kewenangan, tugas,
                                                                       dan mekanisme kerja harian antara Dewan Komisaris dan Direksi,
                                                                       termasuk pedoman mengenai penanganan benturan kepentingan,
                                                                       yang mencakup larangan mengambil keuntungan pribadi,
                                                                       kewajiban pengungkapan konflik, pencabutan wewenang Direksi
                                                                       untuk mewakili perusahaan, serta larangan pemberian suara bagi
                                                                       Komisaris yang sedang memiliki konflik
                                                                  This Joint Regulation sets out provisions on the following:
                                                                  1.   Corporate Governance (Code of Corporate Governance), which
                                                                       governs the Company’s management system, including interac-
                                                                       tions among the main governing bodies (General Meeting of Share-
                                                                       holders, Board of Commissioners, and Board of Directors), the es-
                                                                       tablishment of supporting organs, the implementation of internal
                                                                       control and risk management systems, as well as transparency and
                                                                       disclosure of information;
                                                                  2. Board Manual for the Board of Commissioners and the Board of
                                                                       Directors, which provides guidance to clarify the scope of author-
                                                                       ity, roles, and day-to-day working mechanisms between the Board
                                                                       of Commissioners and the Board of Directors. This includes pro-
                                                                       visions on the management of conflicts of interest, covering the
                                                                       prohibition of personal gain, the obligation to disclose conflicts,
                                                                       the withdrawal of the Board of Directors’ authority to represent the
                                                                       Company in such situations, and restrictions on voting rights for
                                                                       Commissioners who are in a conflict position.

Peraturan Bersama Dewan Komisaris dan Direksi PT Angkasa          Dasar hukum | Legal basis:
Pura Indonesia tentang Pedoman Pencegahan Praktik Korupsi,        KEP.07/DK.API/7/2025; PD.DU.30/PG.03/2025
Kolusi, dan Nepotisme
Joint Regulation of the Board of Commissioners and the BoardAdapun ruang lingkup dalam Peraturan Bersama ini, yaitu sebagai
of Directors of PT Angkasa Pura Indonesia concerning Guidelines
                                                            berikut:
for the Prevention of Corruption, Collusion, and Nepotism   1.   Ketentuan mengenai Pengendalian Gratifikasi antara lain meliputi
                                                                 pelaporan, mekanisme pelaporan, dan penetapan status Gratifikasi,
Pedoman dapat diakses pada tautan berikut:                       UPG/Perwakilan UPG, pengawasan, hak dan perlindungan, serta
The guideline can be accessed via the following link:            sanksi;
https://www.injourneyairports.id/docs/corporate-governance/ 2. Untuk mencapai praktik GCG dalam mencegah, mendeteksi, dan
Pedoman-Pencegahan-Praktik-KKN.pdf                               menanggapi terjadinya kasus Penyuapan pada semua tingkatan
                                                                 aktivitas dalam proses bisnis Perusahaan meliputi:
                                                                 •     kebijakan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku;
                                                                 •     penjelasan mengenai ketentuan serta hal-hal terkait
                                                                       penerapan Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP);
                                                                 •     unit kerja yang menerapkan Sistem Manajemen Anti
                                                                       Penyuapan (SMAP);
                                                                 •     organisasi dan kerangka Sistem Manajemen Anti Penyuapan
                                                                       (SMAP) sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) ISO
                                                                       37001:2016; dan
                                                                 •     dokumentasi dan pelaporan Sistem Manajemen Anti
                                                                       Penyuapan (SMAP).
                                                            3. Pelaporan dan penanganan terhadap Dugaan Pelanggaran yang
                                                                 dilakukan oleh Insan Perusahaan, serta perlindungan terhadap
                                                                 Pelapor.




                                                                        Sestainability Report 2025 PT Angkasa Pura Indonesia            117
Page 118
               Menjaga Integritas melalui Tata Kelola yang Tangguh
        03     Upholding Integrity through Strong Governance




                            Pedoman                                                                Keterangan
                            Guideline                                                              Description

                                                                     The scope of this Joint Regulation includes the following:
                                                                     1.   Gratification Control Provisions, covering reporting requirements,
                                                                          reporting mechanisms, determination of gratification status, the
                                                                          role of the Gratification Control Unit (UPG) and its representatives,
                                                                          supervision, rights and protection, as well as sanctions;
                                                                     2. Implementation of Good Corporate Governance (GCG) Practices in
                                                                          preventing, detecting, and responding to bribery cases across all
                                                                          levels of the Company’s business processes, including:
                                                                          •     applicable policies and laws and regulations;
                                                                          •     provisions and key aspects related to the implementation of
                                                                                the Anti-Bribery Management System (ABMS);
                                                                          •     work units implementing the Anti-Bribery Management
                                                                                System (ABMS);
                                                                          •     the organization and framework of the Anti-Bribery
                                                                                Management System (ABMS) in accordance with SNI ISO
                                                                                37001:2016; and
                                                                          •     documentation and reporting of the Anti-Bribery Management
                                                                                System (ABMS);
                                                                     3. Reporting and Handling of Alleged Violations, including those
                                                                          committed by Company personnel, as well as the protection of
                                                                          whistleblowers.

Peraturan Direksi PT Angkasa Pura Indonesia tentang Pedoman          Dasar hukum | Legal basis:
Pengelolaan Komunikasi Perusahaan dan Media Komunikasi di            PD.DU.0001/HM.02.03/2025
Lingkungan PT Angkasa Pura Indonesia
Board of Directors Regulation of PT Angkasa Pura Indonesia           Adapun ruang lingkup dalam Peraturan Direksi ini, yaitu sebagai berikut:
concerning Guidelines on Corporate Communication                     •    Pedoman Pengelolaan Komunikasi Perusahaan di Lingkungan
Management and Communication Media within PT Angkasa Pura                 PT Angkasa Pura Indonesia, yakni merupakan panduan utama
Indonesia                                                                 dalam pengelolaan komunikasi korporat, baik internal maupun
                                                                          eksternal, meliputi pelaksana komunikasi, kewenangan juru bicara,
                                                                          kerahasiaan informasi, perencanaan dan distribusi siaran pers,
                                                                          pemantauan pemberitaan media, serta pengelolaan komunikasi
                                                                          saat krisis.
                                                                     •    Pedoman Pengelolaan Media Komunikasi PT Angkasa Pura
                                                                          Indonesia, yakni mengatur pemanfaatan media komunikasi
                                                                          untuk penyebaran informasi, edukasi, dan promosi perusahaan,
                                                                          meliputi pengelolaan website, media sosial, email, dan media luar
                                                                          ruang, penunjukan pelaksana, serta ketentuan materi yang dapat
                                                                          dipublikasikan.
                                                                     The scope of this Board of Directors Regulation includes the following:
                                                                     •    Guidelines on Corporate Communication Management within PT
                                                                          Angkasa Pura Indonesia, which serve as the primary reference for
                                                                          managing corporate communications, both internal and external.
                                                                          These guidelines cover communication roles and responsibilities,
                                                                          spokesperson authority, information confidentiality, planning
                                                                          and distribution of press releases, media monitoring, and crisis
                                                                          communication management.
                                                                     •    Guidelines on Communication Media Management within
                                                                          PT Angkasa Pura Indonesia, which govern the utilization of
                                                                          communication media for information dissemination, education,
                                                                          and corporate promotion. These include the management of
                                                                          websites, social media, email, and outdoor media, the designation
                                                                          of responsible personnel, as well as provisions on publishable
                                                                          content.




118          Laporan Keberlanjutan 2025 PT Angkasa Pura Indonesia
Page 119
Sejak tahun 2020, Perusahaan juga telah mengadopsi                Sejak tahun 2020, Perusahaan juga telah mengadopsi
standar internasional ISO 37001:2016 tentang Sistem               standar internasional ISO 37001:2016 tentang Sistem
Manajemen Anti Penyuapan (SMAP).                                  Manajemen Anti Penyuapan (SMAP).

Lebih lanjut, Perusahaan mengidentifikasi risiko korupsi          Lebih lanjut, Perusahaan mengidentifikasi risiko korupsi
yang signifikan dalam operasionalnya, terutama terkait            yang signifikan dalam operasionalnya, terutama terkait
dengan praktik suap dan gratifikasi. Untuk itu, sebanyak 9        dengan praktik suap dan gratifikasi. Untuk itu, sebanyak 9
unit kerja atau setara dengan 31% dari seluruh unit kerja telah   unit kerja atau setara dengan 31% dari seluruh unit kerja telah
melakukan pemetaan risiko suap (Bribery Risk Assessment)          melakukan pemetaan risiko suap (Bribery Risk Assessment)
dan mengimplementasikan SMAP. Unit kerja tersebut antara          dan mengimplementasikan SMAP. Unit kerja tersebut antara
lain sebagai berikut. [GRI 205-1]                                 lain sebagai berikut. [GRI 205-1]
1. Top Management;                                                1. Top Management;
2. Unit kerja yang membidangi fungsi Procurement;                 2. Unit kerja yang membidangi fungsi Procurement;
3. Unit kerja yang membidangi fungsi Human Capital                3. Unit kerja yang membidangi fungsi Human Capital
     Management;                                                       Management;
4. Unit kerja yang membidangi fungsi Learning &                   4. Unit kerja yang membidangi fungsi Learning &
     Development;                                                      Development;
5. Unit kerja yang membidangi fungsi Corporate Finance;           5. Unit kerja yang membidangi fungsi Corporate Finance;
6. Unit kerja yang membidangi fungsi Financial Controller         6. Unit kerja yang membidangi fungsi Financial Controller
     and Reporting;                                                    and Reporting;
7. Unit kerja yang membidangi fungsi Internal Audit;              7. Unit kerja yang membidangi fungsi Internal Audit;
8. Unit kerja yang membidangi fungsi Governance & Risk            8. Unit kerja yang membidangi fungsi Governance & Risk
     Management; dan                                                   Management; dan
9. Unit kerja yang membidangi fungsi Legal and                    9. Unit kerja yang membidangi fungsi Legal and
     Compliance.                                                       Compliance.

Sementara itu, terkait pemetaan titik rawan gratifikasi,          Sementara itu, terkait pemetaan titik rawan gratifikasi,
sebanyak 27 dari total 29 unit kerja, atau setara 93%, telah      sebanyak 27 dari total 29 unit kerja, atau setara 93%, telah
melaksanakan pemetaan di lingkungan Perusahaan.                   melaksanakan pemetaan di lingkungan Perusahaan.

Untuk menjamin sistem antikorupsi berjalan dengan                 Untuk menjamin sistem antikorupsi berjalan dengan
efektif, Perusahaan menyelenggarakan berbagai kegiatan            efektif, Perusahaan menyelenggarakan berbagai kegiatan
komunikasi, diseminasi, dan pelatihan mengenai kebijakan          komunikasi, diseminasi, dan pelatihan mengenai kebijakan
pencegahan praktik Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN)           pencegahan praktik Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN)
untuk manajemen serta pemangku kepentingan dalam rantai           untuk manajemen serta pemangku kepentingan dalam rantai
pasokan. Komunikasi dilakukan melalui media komunikasi            pasokan. Komunikasi dilakukan melalui media komunikasi
internal, seperti aplikasi karyawan dan email blast, serta        internal, seperti aplikasi karyawan dan email blast, serta
media komunikasi eksternal dan media sosial. Untuk                media komunikasi eksternal dan media sosial. Untuk
penyedia barang dan jasa, sosialisasi dilakukan melalui flyer     penyedia barang dan jasa, sosialisasi dilakukan melalui flyer
yang terpasang pada sistem procurement serta penjelasan           yang terpasang pada sistem procurement serta penjelasan
mengenai SMAP kepada setiap penyedia barang dan jasa.             mengenai SMAP kepada setiap penyedia barang dan jasa.

Pada tahun 2025, komunikasi mengenai kebijakan dan                In 2025, communication regarding anti-corruption policies
prosedur antikorupsi telah menjangkau seluruh manajemen           and procedures reached all management personnel (100%),
(100%), nonmanajemen (100%), serta seluruh penyedia               non-management personnel (100%), as well as all suppliers
barang dan/atau jasa (100%) yang terikat dalam kontrak            of goods and/or services (100%) bound by contractual
kerja di berbagai wilayah operasional. [GRI 205-2] [GRI 2-23]     agreements across various operational areas. [GRI 205-2] [GRI
                                                                  2-23]




                                                                   Sestainability Report 2025 PT Angkasa Pura Indonesia      119
Page 120
                      Menjaga Integritas melalui Tata Kelola yang Tangguh
            03        Upholding Integrity through Strong Governance




                                    Jumlah Penerima Komunikasi mengenai Kebijakan dan Prosedur SMAP [GRI 205-2]
                                      Number of Recipients of Communication on ABMS Policies and Procedures

                                                                         2025                                                                2024

                                                 Manajemen                        Non-Manajemen                      Manajemen                        Non-Manajemen
               Wilayah
                                                 Management                      Non-Management                      Management                      Non-Management
               Region
                                            Jumlah                              Jumlah                          Jumlah                              Jumlah
                                                                 %                                 %                                 %                                 %
                                             Total                               Total                           Total                               Total

 Kantor Pusat
                                                  17          100%                378              5%                 17           100%               381               5%
 Head Office

 Ad-hoc                                            -                 -            274              4%                  -                 -            243               3%

 Kantor Regional I
                                                   -                 -          2.646             34%                  -                 -          2.660             34%
 Regional Office I

 Kantor Regional II
                                                   -                 -            887              11%                 -                 -            923             12%
 Regional Office II

 Kantor Regional III
                                                   -                 -          1.245             16%                  -                 -           1.186            15%
 Regional Office III

 Kantor Regional IV
                                                   -                 -            921             12%                  -                 -            953             12%
 Regional Office IV

 Kantor Regional V
                                                   -                 -            514              7%                  -                 -            531               7%
 Regional Office V

 Kantor Regional VI
                                                   -                 -            550              7%                  -                 -            534               7%
 Regional Office VI

 Perbantuan/Penugasan
                                                   -                 -            265              3%                  -                 -            481               6%
 Secondment / Assignment

 Total                                            17          100%              7.680            100%                 17           100%             7.892            100%
 Catatan | Notes:
 Persentase dihitung berdasarkan perbandingan antara jumlah karyawan yang mendapatkan komunikasi mengenai kebijakan dan prosedur SMAP pada masing-masing kategori dengan
 total karyawan pada kategori tersebut.
 The percentage is calculated based on the ratio of the number of employees who received communication on SMAP policies and procedures in each category to the total number of
 employees in that category.




Selain komunikasi mengenai kebijakan dan prosedur, pada                                    In addition to communication on policies and procedures,
periode pelaporan, Perusahaan juga menyelenggarakan                                        during the reporting period, the Company conducted
pelatihan terkait penerapan ISO 37001:2015 Sistem                                          training on the implementation of ISO 37001:2015 Anti-
Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) serta penyuluhan                                           Bribery Management System (ABMS), as well as anti-
antikorupsi. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan manajemen                                corruption awareness programs. These activities were
dan nonmanajemen.                                                                          attended by representatives from both management and
                                                                                           non-management.

Cakupan peserta pada tahap awal ini mencerminkan                                           The participant coverage at this initial stage reflects
implementasi yang dilakukan secara bertahap, seiring dengan                                a phased implementation approach, in line with the
perubahan dari PT Angkasa Pura II menjadi PT Angkasa                                       transformation from PT Angkasa Pura II to PT Angkasa Pura
Pura Indonesia (InJourney Airports), dengan pelatihan                                      Indonesia (InJourney Airports), with training prioritized for
diprioritaskan pada fungsi pengadaan. Ke depan, Perusahaan                                 the procurement function. Going forward, the Company will
akan memperluas pelaksanaan pelatihan dan sertifikasi                                      progressively expand the scope of training and certification
secara bertahap ke fungsi lainnya.                                                         to other functions.




120                Laporan Keberlanjutan 2025 PT Angkasa Pura Indonesia
Page 121
                                                Jumlah Peserta Pelatihan Antikorupsi Tahun 2025 [GRI 205-2]
                                                 Number of Participants in Anti-Corruption Training in 2025


                                                                                                             Manajemen                                Non-Manajemen
                                          Wilayah                                                            Management                              Non-Management
                                          Region                                                      Jumlah                                      Jumlah
                                                                                                                                %                                          %
                                                                                                       Total                                       Total

 Kantor Pusat                                                                                                2               11,8%                     23                6,1%
 Head Office

 Ad-hoc                                                                                                      0               0,0%                       3                 1,1%

 Kantor Regional I                                                                                           0               0,0%                       3                0,1%
 Regional Office I

 Kantor Regional II                                                                                          0               0,0%                       2                0,2%
 Regional Office II

 Kantor Regional III                                                                                         0               0,0%                       2                0,2%
 Regional Office III

 Kantor Regional IV                                                                                          0               0,0%                       2                0,2%
 Regional Office IV

 Kantor Regional V                                                                                           0               0,0%                       2                0,4%
 Regional Office V

 Kantor Regional VI                                                                                          0               0,0%                       2                0,4%
 Regional Office VI

 Perbantuan/Penugasan                                                                                        0               0,0%                       0                0,0%
 Secondment / Assignment

 Total                                                                                                       2               11,8%                     39                0,5%
 Catatan | Notes:
 Persentase dihitung berdasarkan perbandingan antara jumlah karyawan yang mengikuti pelatihan antikorupsi pada masing-masing kategori dengan total karyawan pada kategori
 tersebut.
 The percentage is calculated based on the proportion of employees who participated in anti-corruption training within each category compared to the total number of employees in that
 category.



PT Angkasa Pura Indonesia menyelenggarakan sosialisasi,                                        PT Angkasa Pura Indonesia conducts regular socialization,
internalisasi, dan pelatihan untuk memastikan seluruh Insan                                    internalization, and training programs to ensure that
Perusahaan memahami dan menerapkan pedoman yang                                                all Company employees understand and implement the
berlaku. Sosialisasi dan pelatihan juga diberikan kepada                                       applicable guidelines. These initiatives are also extended
pemangku kepentingan di seluruh kantor cabang, dengan                                          to stakeholders across all branch offices, with a particular
fokus pada Program Pengendalian Gratifikasi. Sebagai wujud                                     focus on the Gratification Control Program. As part of the
komitmen Insan PT Angkasa Pura Indonesia dalam mematuhi                                        commitment of PT Angkasa Pura Indonesia personnel
pedoman pengelolaan dan pengendalian gratifikasi, seluruh                                      to uphold these standards, all employees are required
pegawai diwajibkan menandatangani Pernyataan Komitmen                                          to sign a Statement of Commitment to Compliance with
Kepatuhan terhadap Penghindaran Gratifikasi, Korupsi,                                          the Avoidance of Gratification, Corruption, Collusion, and
Kolusi, dan Nepotisme (KKN), yang diperbarui setiap tahun.                                     Nepotism, which is renewed annually. In 2025, a total of
Pada 2025, sebanyak 98,87% dari total 7.680 karyawan                                           98.87% of the Company’s 7,680 employees had signed this
Perusahan telah menandatangani komitmen kepatuhan                                              compliance commitment.
tersebut.

Berikut adalah insiden korupsi yang telah terbukti serta                                       Berikut adalah insiden korupsi yang telah terbukti serta
tindakan yang diambil pada tahun 2025 dan 2024. [GRI 205-3]                                    tindakan yang diambil pada tahun 2025 dan 2024. [GRI 205-3]




                                                                                                Sestainability Report 2025 PT Angkasa Pura Indonesia                               121
Page 122
                 Menjaga Integritas melalui Tata Kelola yang Tangguh
          03     Upholding Integrity through Strong Governance




  No                                               Deskripsi                                 2025   2024

      1   Jumlah total dan sifat insiden korupsi yang terbukti                                0      0
          Total number and nature of substantiated corruption incidents

      2   Jumlah total insiden terbukti yang mengakibatkan karyawan diberhentikan atau        0      0
          dihukum karena korupsi
          Total number of substantiated corruption incidents resulting in employees
          being dismissed or disciplined for corruption

      3   Jumlah total insiden korupsi terbukti yang mengakibatkan kontrak dengan             0      0
          mitra bisnis diakhiri atau tidak diperbarui karena pelanggaran terkait korupsi
          Total number of substantiated corruption incidents leading to the termination
          or non-renewal of contracts with business partners due to corruption-related
          violations

      4   Kasus hukum terkait korupsi yang diajukan oleh publik terhadap Perusahaan           0      0
          atau karyawan
          Legal cases related to corruption filed by the public against the Company or its
          employees




122            Laporan Keberlanjutan 2025 PT Angkasa Pura Indonesia
Page 123
Sistem Pelaporan Pelanggaran [GRI 2-25]
Whistleblowing System

Kebijakan internal terkait pengendalian gratifikasi dan           Internal policies on gratuity control and corruption
pencegahan korupsi didukung oleh mekanisme pengawasan             prevention are supported by robust oversight mechanisms
serta pengendalian internal yang memadai, dan diperkuat           and internal controls, and are further reinforced through the
melalui penerapan sistem pelaporan pelanggaran                    implementation of a Whistleblowing System (WBS). These
(Whistleblowing System). Ketentuan tersebut ditetapkan            provisions are stipulated in the Decree of the Acting Director
dalam Surat Keputusan Plt. Direktur Manajemen Risiko No.          of Risk Management No. EDR.DM.0051/X/2024 concerning
EDR.DM.0051/X/2024 mengenai Pelaporan Pelanggaran                 Whistleblowing System (WBS) Reporting and Gratification at
Whistleblowing System (WBS) dan Gratifikasi di PT Angkasa         PT Angkasa Pura Indonesia.
Pura Indonesia.

Mekanisme Penanganan Pengaduan                                    Complaint Handling Mechanism

Ruang lingkup kebijakan terkait sistem pelaporan pelanggaran      The scope of the whistleblowing policy encompasses Company
meliputi ketentuan Perusahaan terkait pelanggaran                 provisions related to violations of laws and regulations, abuse
terhadap peraturan perundang-undangan, penyalahgunaan             of authority for personal or non-company interests, extortion,
jabatan untuk kepentingan di luar Perusahaan, pemerasan,          fraud, conflicts of interest, and gratuities. The Whistleblowing
kecurangan, benturan kepentingan, serta gratifikasi. Sistem       System is accessible to all stakeholders, both internal, such as
pelaporan pelanggaran ini dapat diakses oleh seluruh              employees and management and external, including business
pemangku kepentingan, baik internal seperti karyawan              partners and the general public. The procedures for using
dan manajemen, maupun eksternal seperti mitra kerja dan           the system have been communicated to 100% of PT Angkasa
masyarakat umum. Tata cara penggunaan sistem pelaporan            Pura Indonesia employees through official communication
pelanggaran ini telah disosialisasikan kepada 100% karyawan       channels and social media platforms.
PT Angkasa Pura Indonesia melalui media komunikasi dan
media sosial resmi PT Angkasa Pura Indonesia.

Setiap laporan yang diterima akan dipelajari, diklasifikasikan,   Each report received is reviewed, classified, and subsequently
kemudian ditindaklanjuti melalui proses investigasi secara        followed up through a thorough investigation process based
mendalam berdasarkan fakta dan bukti yang diperoleh. Dugaan       on available facts and evidence. Alleged violations may
pelanggaran dapat dilaporkan melalui kanal whistleblowing         be reported through the whistleblowing channel at wbs.
di wbs.injourneyairports.id atau surat elektronik ke wbs@         injourneyairports.id, via email at wbs@injourneyairports.id,
injourneyairports.id dan/atau WhatsApp ke +628111787975.          and/or through WhatsApp at +628111787975. [GRI 2-26]
[GRI 2-26]



Proses investigasi atas tindak lanjut laporan melalui             The investigation process for follow-up actions on
penelitian lanjutan dilaksanakan secara objektif, independen,     reports through further review is carried out objectively,
dan profesional oleh Tim Pengelola WBS atau tim khusus            independently, and professionally by the WBS Management
yang dibentuk sesuai dengan profil Terlapor. Pelaksanaan          Team or a special team established in accordance with the
investigasi dilakukan oleh karyawan yang tidak berasal            profile of the reported party. The investigation is conducted
dari unit kerja yang sedang diinvestigasi guna memastikan         by employees who do not originate from the unit being
independensi dan menghindari benturan kepentingan.                investigated, in order to ensure independence and avoid
                                                                  conflicts of interest.

Jaminan Perlindungan Pelapor                                      Whistleblower Protection Assurance

Untuk melindungi pelapor, Perusahaan berkomitmen                  To safeguard whistleblowers, the Company is committed to
menyediakan saluran pelaporan (telepon, surat, email) yang        providing independent, accessible, and confidential reporting
independen, bebas, dan bersifat rahasia guna memastikan           channels (including telephone, mail, and email) to ensure
proses pelaporan berjalan dengan aman. Pelapor                    a secure reporting process. Whistleblowers may submit
diperkenankan untuk menyampaikan laporan secara anonim,           reports anonymously, and the Company guarantees the



                                                                   Sestainability Report 2025 PT Angkasa Pura Indonesia       123
Page 124
                Menjaga Integritas melalui Tata Kelola yang Tangguh
         03     Upholding Integrity through Strong Governance




dan Perusahaan menjamin kerahasiaan identitas pelapor                 confidentiality of their identity to protect them from potential
guna memberikan perlindungan dari potensi tindakan balasan            retaliation by the reported parties or other individuals,
yang dilakukan oleh terlapor maupun pihak lain, termasuk              including protection extended to the whistleblower’s family
terhadap anggota keluarga pelapor. Informasi mengenai                 members. Information regarding the follow-up of reports
pelaksanaan tindak lanjut atas laporan akan disampaikan               will be communicated confidentially to whistleblowers who
secara rahasia kepada pelapor yang mencantumkan identitas             disclose their full identity.
secara lengkap.

Pengelola Pengaduan dan Pelaporan Pelanggaran                         Complaint and Whistleblowing Management

PT Angkasa Pura Indonesia berkomitmen untuk                           PT Angkasa Pura Indonesia is committed to following up
menindaklanjuti setiap laporan yang diterima sesuai dengan            on every report received in accordance with applicable
ketentuan yang berlaku. Seluruh laporan terlebih dahulu               provisions. All reports undergo a verification process prior
melalui proses verifikasi sebelum ditetapkan tindak lanjutnya.        to determining the appropriate course of action. Based on
Berdasarkan Peraturan Bersama Dewan Komisaris dan Direksi             the Joint Regulation of the Board of Commissioners and
PT Angkasa Pura Indonesia Nomor KEP.28/DK.API/12/2024;                the Board of Directors of PT Angkasa Pura Indonesia No.
PD.DU.1026/XII/2024 tentang Pedoman Pencegahan Praktik                KEP.28/DK.API/12/2024; PD.DU.1026/XII/2024 concerning
Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme PT Angkasa Pura Indonesia,             the Guidelines for the Prevention of Corruption, Collusion,
hingga tanggal 31 Desember 2025, tercatat 16 (enam belas)             and Nepotism, as of December 31, 2025, a total of 16 (sixteen)
laporan yang disampaikan melalui mekanisme WBS dan 3                  reports were submitted through the WBS mechanism, of
(tiga) di antaranya dinyatakan memenuhi persyaratan dan               which 3 (three) met the required criteria and have been
telah ditindaklanjuti.                                                followed up.

Kepatuhan terhadap Hukum                                              Compliance with Laws and Regulations

Sebagai wujud komitmen kepatuhan terhadap hukum,                      As a manifestation of its commitment to legal compliance, the
Perusahaan tidak menerima sanksi berupa denda maupun                  Company did not incur any fines or non-monetary sanctions
sanksi nonmoneter atas ketidakpatuhan terhadap hukum                  for non-compliance with laws and regulations during the
selama periode pelaporan. [GRI 2-27]                                  reporting period. [GRI 2-27]



Kontribusi Politik dan Lobi
Political Contributions and Lobbying

PT Angkasa Pura Indonesia berkomitmen untuk mencegah                  PT Angkasa Pura Indonesia is committed to preventing
konflik kepentingan dan penyalahgunaan pengaruh terhadap              conflicts of interest and the undue influence of public
kebijakan publik dengan menerapkan pengaturan yang ketat              policy by implementing stringent controls over political
terkait sumbangan politik, sponsorship, biaya promosi, dan            contributions, sponsorships, promotional expenditures,
manfaat masyarakat, sebagaimana diatur dalam Pedoman                  and community benefits, as governed by its Anti-Bribery
Sistem Manajemen Anti Penyuapan dan Pedoman Perilaku                  Management System Guidelines and Code of Conduct.
Perusahaan.

Dalam menjalankan kegiatan operasionalnya, Perusahaan                 In conducting its operations, the Company maintains a
bersikap netral dan tidak berafiliasi dengan partai politik           neutral stance and does not affiliate with any political
manapun, baik secara langsung maupun tidak langsung.                  party, either directly or indirectly. Employees are prohibited
Setiap karyawan dilarang menggunakan sumber daya                      from using Company resources for political purposes,
Perusahaan untuk kepentingan politik, dan setiap aktivitas            and all interactions with public officials or government
yang berhubungan dengan pejabat publik atau institusi                 institutions are carried out transparently and in compliance
pemerintahan dilakukan secara transparan sesuai dengan                with applicable laws and regulations. Throughout 2025,
peraturan perundang-undangan yang berlaku. Sepanjang                  the Company made no contributions of any kind related
tahun 2025, tidak terdapat kontribusi dalam bentuk apapun             to political campaigns or organizations, lobbying and




124           Laporan Keberlanjutan 2025 PT Angkasa Pura Indonesia
Page 125
yang berkaitan dengan kampanye atau organisasi politik,                    interest representation activities, or memberships in and
aktivitas lobi dan representasi kepentingan, maupun                        contributions to trade associations and similar groups.
keanggotaan atau kontribusi kepada asosiasi perdagangan
dan kelompok sejenis.

                                        Deskripsi
                                                                                                                2025 (Rp)
                                       Description

 Lobi, representasi kepentingan, atau sejenisnya
                                                                                                                     0
 Lobbying, interest representation, or similar activities

 Kampanye, organisasi, kandidat politik lokal, regional atau nasional
                                                                                                                     0
 Campaigns, organizations, or local, regional, or national political candidates

 Asosiasi perdagangan atau kelompok bebas pajak
                                                                                                                     0
 Trade associations or tax-exempt organizations

 Cakupan
                                                                                                                  100%
 Scope

Dalam konteks posisi Perusahaan terhadap kebijakan                         In the context of the Company’s position on public policy and
publik dan isu perubahan iklim, strategi keberlanjutan                     climate change, its sustainability strategy is aligned with
Perusahaan dibangun selaras dengan target net zero emisi                   Indonesia’s net zero emissions target by 2060 and supports
karbon Indonesia pada tahun 2060 serta mendukung                           the objectives of the Paris Agreement in limiting the rate of
tujuan Perjanjian Paris dalam mengendalikan laju kenaikan                  global temperature increase. This alignment serves as the
suhu global. Keselarasan ini menjadi landasan dalam                        foundation for all of the Company’s engagements in public
setiap keterlibatan Perusahaan terhadap kebijakan publik                   policy and industry association memberships, ensuring that
dan keanggotaan asosiasi industri, sehingga tidak ada                      no involvement contradicts the established direction of
keterlibatan yang bertentangan dengan arah transisi iklim                  climate transition and decarbonization.
dan dekarbonisasi yang telah ditetapkan.

Meskipun PT Angkasa Pura Indonesia tidak terlibat dalam                    Although PT Angkasa Pura Indonesia does not participate
kampanye atau aktivitas lobi yang berkaitan dengan isu iklim               in campaigns or lobbying activities related to climate issues
maupun kebijakan publik lainnya, Perusahaan tetap menjadi                  or other public policy matters, the Company maintains
anggota sejumlah asosiasi industri yang berfungsi sebagai                  memberships in several industry associations that serve as
wadah pertukaran informasi, koordinasi kebijakan sektor                    platforms for information exchange, sectoral coordination
aviasi, serta diskusi terkait praktik usaha dan keberlanjutan.             within the aviation industry, and discussions on business
Keanggotaan ini bersifat representatif dan tidak digunakan                 practices and sustainability. These memberships are
sebagai sarana untuk mempengaruhi kebijakan iklim                          representative in nature and are not used as a means to
secara langsung. Adapun posisi asosiasi industri yang                      directly influence climate policy.
diikuti Perusahaan terhadap kebijakan iklim selaras
dengan komitmen dekarbonisasi Perusahaan sebagaimana
diungkapkan dalam laporan ini.



Rantai Pasok yang Bertanggung Jawab
Responsible Supply Chain

Perusahaan menyadari bahwa praktik bisnis yang bertanggung                 The Company recognizes that responsible business
jawab tidak hanya mencakup operasional internal, tetapi                    practices extend beyond internal operations to encompass
juga seluruh rantai pasok yang mendukung kegiatan usaha.                   the entire supply chain supporting its activities. Accordingly,
Untuk itu, Perusahaan menerapkan pendekatan penyaringan                    the Company applies a supplier screening approach that
pemasok yang mempertimbangkan aspek tata kelola yang                       incorporates responsible governance considerations,
bertanggung jawab, di samping kriteria bisnis dan komersial                alongside applicable business and commercial criteria.
yang berlaku.




                                                                            Sestainability Report 2025 PT Angkasa Pura Indonesia      125
Page 126
               Menjaga Integritas melalui Tata Kelola yang Tangguh
        03     Upholding Integrity through Strong Governance




Dalam proses seleksi, Perusahaan menetapkan kriteria                 In the selection process, the Company establishes
minimum yang harus dipenuhi oleh pemasok, antara lain                minimum requirements that must be met by suppliers,
komitmen untuk tidak terlibat dalam praktik korupsi,                 including a commitment to refrain from engaging in
kolusi, dan nepotisme (KKN), yang diterapkan sejak tahap             corruption, collusion, and nepotism, which is enforced
pendaftaran hingga penilaian dalam proses pengadaan.                 from the registration stage through to evaluation within the
                                                                     procurement process.

Ke depan, Perusahaan berkomitmen untuk terus memperkuat              Going forward, the Company remains committed to
penerapan dan integrasi prinsip tata kelola bertanggung              further strengthening the implementation and integration
jawab dan keberlanjutan ke dalam manajemen rantai pasok,             of responsible governance and sustainability principles
termasuk melalui pembentukan Supplier Code of Conduct.               across its supply chain management, including through the
                                                                     development of a Supplier Code of Conduct.




Dukungan terhadap Tujuan
Pembangunan Berkelanjutan (TPB)
Support for the Sustainable Development Goals (SDGs)



               •    menyediakan lapangan kerja untuk 7.680 karyawan;         •   providing employment for 7,680 employees;
               •    mendukung ekonomi nasional melalui layanan               •   supporting the national economy through airport
                    kebandaraan bagi 154,01 juta penumpang;                      services for 154.01 million passengers;
               •    mendukung kelancaran usaha dan transportasi barang       •   supporting the smooth flow of business and goods
                    melalui pengangkutan kargo sebanyak 1.494,52 juta            transportation through the handling of 1,494.52 million
                    ton; dan                                                     tons of cargo; and
               •    meningkatkan kesejahteraan masyarakat rentan             •   enhancing the welfare of vulnerable communities
                    melalui penyaluran bantuan sosial dan santunan kepada        through the provision of social assistance and support
                    1.000 anak yatim.                                            for 1,000 orphaned children.

               menyalurkan 59 ekor sapi kurban kepada masyarakat             distributing 59 sacrificial cattle to communities in need
               yang membutuhkan sebagai bagian dari kegiatan kurban          as part of the company’s qurban activities, which also
               perusahaan, yang juga berkontribusi pada peningkatan          contributes to improving access to food for the community,
               akses pangan bagi masyarakat, khususnya kelompok yang         particularly vulnerable groups.
               membutuhkan.

               •    menyediakan layanan bagi para difabel dan ruang multi-   •   providing services for persons with disabilities and
                    sensory bagi para penyandang autisme di ruang tunggu         a multi-sensory room for individuals with autism in
                    bandara sebagai wujud komitmen memberikan layanan            the airport waiting area as a demonstration of the
                    yang setara bagi semua pengguna bandara; dan                 commitment to delivering equal services for all airport
               •    meningkatkan akses layanan kesehatan dasar melalui           users; and
                    kegiatan khitanan massal dan donor darah bagi            •   improving access to basic healthcare services through
                    masyarakat, khususnya kelompok yang membutuhkan,             mass circumcision and blood donation programs for
                    melalui kolaborasi dengan tenaga medis dan mitra             the community, particularly for vulnerable groups,
                    terkait di 7 lokasi dengan total 645 peserta.                in collaboration with medical personnel and relevant
                                                                                 partners across 7 locations, reaching a total of 645
                                                                                 participants.

               •    meningkatkan kompetensi dan kapabilitas pegawai          •   enhancing employee competence and capability
                    melalui realisasi dana pengembangan SDM sebesar              through the realization of human resource development
                    Rp79,61 miliar, yang mendukung pelaksanaan program           funds amounting to IDR 79.61 billion, supporting training
                    pelatihan bagi 7.657 pegawai dengan total 285.963 jam        programs for 7,657 employees with a total of 285,963
                    pelatihan atau rata-rata 37 jam per pegawai; dan             training hours, averaging 37 hours per employee; and
               •    meningkatkan literasi masyarakat melalui penyediaan      •   enhancing public literacy by providing reading materials
                    bahan bacaan di wilayah sekitar bandara.                     in areas surrounding the airport.




126          Laporan Keberlanjutan 2025 PT Angkasa Pura Indonesia
Page 127
•   mencapai komposisi talenta perempuan sebesar                 •   achieving a female talent composition of 22.08% of the
    22,08% dari total pegawai;                                       total employees;
•   mendorong representasi perempuan di level                    •   promoting female representation in management,
    manajemen, mencapai 19,85% di seluruh level                      reaching 19.85% across all management levels and
    manajemen dan 13,07% di level top management; dan                13.07% at the top management level; and
•   mendukung peran perempuan dalam posisi teknis                •   supporting the role of women in technical positions,
    dengan 14,50% pegawai perempuan pada posisi terkait              with 14.50% of female employees in roles related to
    Science, Technology, Engineering, and Mathematics                Science, Technology, Engineering, and Mathematics
    (STEM).                                                          (STEM).

•   merealisasikan pemanfaatan air daur ulang dari proses        •   utilizing recycled water from the Sewage Treatment
    Sewage Treatment Plant (STP) dan Reverse Osmosis (RO)            Plant (STP) and Reverse Osmosis (RO) processes,
    sebesar 301.891 m³;                                              totaling 301,891 m³.
•   pengelolaan air bersih menggunakan Instalasi                 •   managing clean water through Water Treatment Plants
    Pengolahan Air (IPA), tampungan sumur dalam, reverse             (WTP), deep well reservoirs, brackish water reverse
    osmosis air payau, dan pemanenan air hujan yang                  osmosis systems, and rainwater harvesting collected in
    ditampung dalam Ground Water Tank (GWT); dan                     Ground Water Tanks (GWT).
•   realisasi biaya pengelolaan lingkungan hidup, termasuk       •   recording environmental management expenditures,
    untuk pemeliharaan fasilitas sanitasi dan saluran,               including the maintenance of sanitation facilities and
    mencapai Rp84,77 miliar.                                         drainage systems, amounting to IDR 84.77 billion.

•   pengoperasian pembangkit listrik tenaga surya (PLTS)         •   operating rooftop solar power plants (PLTS) across 8
    atap di 8 bandara yang menyumbangkan energi sebesar              airports, contributing 14,951 GJ of energy;
    14.951 GJ;
•   implementasi lampu PJU bertenaga surya di 18 bandara         •   implementing solar-powered street lighting (PJU) at 18
    untuk menekan ketergantungan pada energi fosil; dan              airports to reduce reliance on fossil energy; and
•   optimalisasi penggunaan energi didukung oleh                 •   optimizing energy use through the application of
    teknologi Building Automation System (BAS) dan                   Building Automation Systems (BAS) and Supervisory
    Supervisory Control and Data Acquisition (SCADA) di              Control and Data Acquisition (SCADA) technology at
    beberapa bandara.                                                selected airports.

•   menjunjung tinggi Hak Asasi Manusia (HAM) dengan             •   upholding human rights by not employing underage
    tidak mempekerjakan anak di bawah umur dan tidak                 workers and ensuring that no incidents of forced labor
    ada insiden kerja paksa;                                         occur;
•   menjaga lingkungan kerja yang aman dengan mencapai           •   maintaining a safe working environment by achieving
    zero accident (nol kecelakaan kerja) di seluruh unit kerja       zero accidents across all work units throughout 2025;
    sepanjang tahun 2025;                                        •   implementing the OHS Management System (OHSMS)
•   menerapkan Sistem Manajemen K3 (SMK3) yang                       covering 100% of employees and conducting regular
    mencakup 100% pegawai dan melakukan audit                        recertification audits;
    resertifikasi secara berkala;                                •   disbursing Rp5 billion to 13,565 Micro and Small
•   menyalurkan dana sebesar Rp5 miliar kepada 13.565                Enterprises (MSEs) in the form of soft loans as business
    kelompok Usaha Mikro dan Kecil (UMK) dalam bentuk                capital, through an affordable financing scheme;
    pinjaman lunak sebagai modal usaha dengan skema              •   conducting       managerial    and     entrepreneurship
    pembiayaan yang terjangkau;                                      training for MSEs actors to enhance competencies in
•   menyelenggarakan         pelatihan    manajerial      dan        sustainably managing their businesses involving 30
    kewirausahaan bagi pelaku UKM untuk meningkatkan                 assisted partners; and
    kompetensi dalam mengelola usaha secara                      •   facilitating partnerships between MSEs and distributors
    berkelanjutan yang melibatkan 30 mitra binaan; dan               and retailers to expand marketing networks, involving
•   memfasilitasi kemitraan antara UKM dengan distributor            71 assisted partners.
    dan ritel untuk memperluas jaringan pemasaran, yang
    diikuti oleh 71 mitra binaan.




                                                          Sestainability Report 2025 PT Angkasa Pura Indonesia           127
Page 128
             Menjaga Integritas melalui Tata Kelola yang Tangguh
      03     Upholding Integrity through Strong Governance




             •    hingga tahun 2025, sebanyak empat bandara                •   as of 2025, four airports have obtained ISO 14001:2015
                  telah tersertifikasi ISO 14001:2015, dengan target           certification, with a phased implementation target for
                  implementasi bertahap pada bandara lainnya hingga            other airports by 2030.
                  tahun 2030;
             •    mengurangi penggunaan material fisik melalui             •   reducing the use of physical materials through the
                  percepatan digitalisasi dalam proses kerja perusahaan;       acceleration of digitalization in the Company’s work
                  dan                                                          processes.
             •    melakukan kurasi dan renovasi toko/warung milik          •   curating and renovating community-owned shops/stalls
                  masyarakat (seperti di kawasan Destinasi Pariwisata          (such as those in Super Priority Tourism Destinations)
                  Super Prioritas) untuk meningkatkan standar                  to improve local business infrastructure standards.
                  infrastruktur usaha lokal.

             •    menerapkan rasio standar upah pemula antara laki-        •   applying a 1:1 entry-level wage ratio between men and
                  laki dan perempuan sebesar 1:1 untuk mendorong               women to promote remuneration equity;
                  kesetaraan remunerasi;
             •    memprioritaskan talenta lokal dengan komposisi           •   prioritizing local talent with a senior management
                  manajemen senior yang 100% berasal dari Warga                composition that is 100% comprised of Indonesian
                  Negara Indonesia;                                            citizens;
             •    menjamin hak kebebasan berserikat dan perundingan        •   guaranteeing the right to freedom of association and
                  kolektif bagi seluruh pegawai melalui Perjanjian Kerja       collective bargaining for all employees through the
                  Bersama (PKB); dan                                           Collective Labor Agreement (CLA); and
             •    mengurangi kesenjangan sosial melalui program            •   reducing social inequality through economic
                  pemberdayaan ekonomi bagi kelompok difabel dengan            empowerment programs for persons with disabilities,
                  total 483 penerima manfaat.                                  benefiting a total of 483 recipients.

             •    melakukan pemantauan tingkat kebisingan secara           •   conducting periodic monitoring of noise levels using the
                  berkala menggunakan indeks Weighted Equivalent               Weighted Equivalent Continuous Perceived Noise Level
                  Continuous Perceived Noise Level (WECPNL) untuk              (WECPNL) index to ensure the comfort of communities
                  memastikan kenyamanan masyarakat di sekitar area             surrounding the operational areas;
                  operasional;                                             •   establishing Noise Zoning Boundaries (BKK) as a
             •    menetapkan Batas Kawasan Kebisingan (BKK) sebagai            reference for spatial planning and public space
                  acuan dalam pemanfaatan ruang publik, seperti                utilization, such as the development of hospitals and
                  pembangunan rumah sakit dan sekolah; dan                     schools; and
             •    menghadirkan fasilitas pendukung kendaraan listrik       •   providing supporting facilities for electric vehicles to
                  guna menciptakan ekosistem transportasi hijau di             create a green transportation ecosystem within airport
                  kawasan bandara.                                             areas.

             •    memperoleh sertifikasi Sistem Manajemen Energi ISO       •   having obtained ISO 50001:2018 Energy Management
                  50001:2018 di Bandara Internasional Soekarno-Hatta           System certification at Soekarno-Hatta International
                  dan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai;                Airport and I Gusti Ngurah Rai International Airport;
             •    mengurangi penggunaan kertas dengan memanfaatkan         •   reducing paper consumption through the utilization of
                  teknologi dalam kegiatan operasional;                        digital technologies in operational activities;
             •    melalui inisiatif zero waste to landfill, perusahaan     •   Diverting 1,647 tons of waste from final disposal through
                  berhasil mengalihkan 1.647 ton sampah dari                   recycling and recovery processes under the zero waste
                  pembuangan akhir melalui proses daur ulang dan               to landfill initiative; and
                  pemulihan; dan
             •    mengoptimalkan pengelolaan sampah melalui fasilitas      •   optimizing waste management through Reduce, Reuse,
                  Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle              Recycle (TPS 3R) facilities operating at several airports,
                  (TPS 3R) yang telah beroperasi di beberapa bandara,          including Jenderal Ahmad Yani Airport, Sultan Aji
                  antara lain Bandara Jenderal Ahmad Yani, Bandara             Muhammad Sulaiman Sepinggan Airport, Yogyakarta
                  Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan, Bandara              International Airport, Adi Soemarmo Airport, and I Gusti
                  Internasional Yogyakarta, Bandara Adi Soemarmo, dan          Ngurah Rai International Airport, while implementation
                  Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Sementara          at Soekarno-Hatta Airport, Sam Ratulangi Airport,
                  itu, implementasi TPS 3R di Bandara Soekarno-Hatta,          Pattimura Airport, and Zainuddin Abdul Madjid Airport
                  Bandara Sam Ratulangi, Bandara Pattimura, dan                remains partially operational.
                  Bandara Zainuddin Abdul Madjid masih berlangsung
                  secara parsial.




128        Laporan Keberlanjutan 2025 PT Angkasa Pura Indonesia
Page 129
•   mewujudkan bandara berwawasan lingkungan dan               •   promoting environmentally sustainable airport
    melakukan pencegahan pencemaran lingkungan                     development and preventing environmental pollution
    melalui program green building, green procurement,             through green building, green procurement, green
    green processes, konsep reduce, reuse, recycle                 processes, the Reduce, Reuse, Recycle (3R) concept,
    (3R), habitat management, konservasi energi, serta             habitat management, energy conservation, and the
    penerapan eco airport; dan                                     implementation of eco-airport initiatives;
•   mendukung mitigasi perubahan iklim melalui kegiatan        •   supporting climate change mitigation through tree
    penanaman pohon di wilayah operasional; dan                    planting activities across operational areas; and
•   menyusun Peta Jalan Energi Baru Terbarukan sebagai         •   developing a New and Renewable Energy Roadmap as
    strategi mitigasi menuju target Net Zero Emission tahun        a mitigation strategy toward achieving the Net Zero
    2060.                                                          Emissions target by 2060.

•   melakukan aksi nyata perlindungan ekosistem pesisir        •   undertaking tangible coastal ecosystem protection
    dengan melepasliarkan 200 ekor tukik dan 10 ekor               actions by releasing 200 sea turtle hatchlings and 10
    penyu di Bali; dan                                             sea turtles in Bali; and
•   Kolaborasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya             •   collaborating with the Natural Resources Conservation
    Alam (BKSDA) untuk memastikan keberlangsungan                  Agency (BKSDA) to ensure the sustainability of coastal
    ekosistem pesisir dan satwa dilindungi di sekitar              ecosystems and protected species areas surrounding
    bandara.                                                       airport.

•   berkontribusi pada target penanaman 1 juta pohon           •   contributing to the target of planting 1 million trees
    per tahun oleh seluruh anggota Injourney Group untuk           annually across all InJourney Group members to
    meningkatkan tutupan vegetasi dan kapasitas serapan            enhance vegetation cover and carbon sequestration
    karbon;                                                        capacity;
•   menggunakan burung pemangsa (raptor) berupa Elang          •   utilizing raptor birds, specifically the Changeable
    brontok (Nisaetus cirrhatus) di Bandara Juanda untuk           Hawk-Eagle (Nisaetus cirrhatus), at Juanda Airport to
    mengendalikan populasi burung air secara alami tanpa           naturally control water bird populations without the use
    bahan kimia; dan                                               of chemicals; and
•   memantau secara ketat insiden bird strike yang             •   closely monitoring bird strike incidents, with a total of
    tercatat sebanyak 117 kejadian (rasio 0,0117) pada tahun       117 cases recorded (ratio of 0.0117) in 2025, to maintain
    2025 untuk menjaga keseimbangan ekosistem darat di             terrestrial ecosystem balance within airport areas.
    area bandara.

•   melaksanakan pemetaan risiko suap (Bribery Risk            •   conducting bribery risk assessments and mapping
    Assessment) dan titik rawan gratifikasi sebagai dasar          gratification-prone areas as a basis for implementing
    penerapan upaya pencegahan tindak korupsi yang                 targeted anti-corruption prevention measures; and
    tepat sasaran; dan
•   meningkatkan kesadaran hukum dan integritas                •   enhancing legal awareness and public integrity through
    masyarakat melalui sosialisasi pencegahan narkoba              drug prevention and anti-corruption socialization.
    dan antikorupsi.

•   menjadi anggota Airports Council International (ACI),      •   becoming a member of Airports Council International
    Indonesia Contact Center Association (ICCA), dan               (ACI), Indonesia Contact Center Association (ICCA), and
    Indonesian National Air Carriers Association (INACA);          Indonesian National Air Carriers Association (INACA);
    dan
•   bekerja sama dengan pemerintah daerah dalam                •   collaborating with local governments in the
    pengembangan wisata, UMKM, dan berbagai fasilitas              development of tourism, MSMEs, and various local
    lokal.                                                         facilities.




                                                        Sestainability Report 2025 PT Angkasa Pura Indonesia            129
Page 130
04                         Menjaga Keseimbangan
                           Lingkungan di Setiap
                           Lintasan
                           Maintaining Environmental Balance
                           in Every Operation


Komitmen Lingkungan sebagai Landasan Operasi                   132
Environmental Commitment as the Foundation of Operations

Pengelolaan Sumber Daya                                        139
Resource Management

Pengelolaan Dampak Lingkungan                                  149
Environmental Impact Management

Perlindungan terhadap Keanekaragaman                           168
Biodiversity Protection
Page 131

          
Page 132
               Menjaga Keseimbangan Lingkungan di Setiap Lintasan
        04     Maintaining Environmental Balance in Every Operation




Perusahaan memaknai keseimbangan di setiap perjalanan                 The Company interprets balance in every journey as a
sebagai landasan dalam mengelola operasional bandara                  fundamental principle in managing airport operations in
yang selaras dengan tanggung jawab lingkungan.                        alignment with its environmental responsibilities. This
Pendekatan ini diwujudkan melalui pengelolaan yang                    approach is implemented through integrated management,
terintegrasi, didukung oleh kebijakan, komitmen, serta                supported by policies, commitments, and various
berbagai inisiatif ramah lingkungan di seluruh aktivitas              environmentally friendly initiatives across all operational
operasional. Cakupan pengelolaan meliputi aspek-aspek                 activities. The scope of management encompasses key
utama seperti energi, air, limbah, emisi, kebisingan, hingga          aspects such as energy, water, waste, emissions, noise,
perlindungan keanekaragaman hayati, yang dijalankan                   and biodiversity protection, all of which are carried out
secara sistematis untuk menjaga efisiensi sumber daya                 systematically to maintain resource efficiency while
sekaligus mengendalikan dampak lingkungan, seiring                    controlling environmental impacts, in line with the Company’s
dengan upaya Perusahaan dalam memastikan keberlanjutan                ongoing efforts to ensure sustainable performance.
kinerja secara berkelanjutan.




Komitmen Lingkungan sebagai Landasan Operasi
Environmental Commitment as the Foundation of Our Operations



Arah dan Kebijakan Pengelolaan Lingkungan
Direction snd Environmental Management Policy

Pengelolaan dan pemantauan lingkungan di bandara                      Environmental management and monitoring at airports are
dilaksanakan dengan mengacu pada kerangka regulasi                    conducted with reference to a comprehensive regulatory
yang komprehensif, baik di tingkat nasional maupun                    framework at both national and international levels. At
internasional. Di tingkat nasional, pengelolaan lingkungan            the national level, environmental management adheres
mengikuti ketentuan dari kementerian terkait, antara lain             to provisions issued by relevant ministries, including the
Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Perhubungan,                Ministry of Environment, the Ministry of Transportation,
dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, serta                 and the Ministry of Energy and Mineral Resources, as well as
peraturan perundang-undangan seperti Undang-Undang                    prevailing laws and regulations such asLaw No. 32 of 2009
No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan                on Environmental Protection and Management, Law No. 1 of
Lingkungan Hidup , Undang-Undang No. 1 Tahun 2009                     2009 on Aviation, Law No. 30 of 2007 on Energy, and Law No.
tentang Penerbangan, Undang-Undang No. 30 Tahun 2007                  18 of 2008 on Waste Management.
tentang Energi, Undang-Undang No. 18 Tahun 2008 tentang
Pengelolaan Sampah.

Selanjutnya, sebagai upaya peningkatan praktik pengelolaan            Furthermore, as part of efforts to enhance management
yang selaras dengan standar global, Perusahaan juga                   practices in line with global standards, the Company also
mengacu pada pedoman internasional seperti Eco Airport                refers to international guidelines such as Eco Airport
Guidance yang diterbitkan oleh International Civil Aviation           Guidance issued by the International Civil Aviation
Organization serta Decarbonization in Airports dari Airports          Organization and Decarbonization in Airports by Airports
Council International.                                                Council International.

Seluruh acuan tersebut kemudian diintegrasikan ke dalam               All of these references are integrated into the Company’s
kebijakan lingkungan Perusahaan yang menekankan                       environmental policy, which emphasizes the implementation
penerapan pengelolaan bandar udara ramah lingkungan                   of environmentally friendly airport management from a
dengan perspektif global, serta pengelolaan yang terpadu,             global perspective, as well as integrated, harmonious,




132          Laporan Keberlanjutan 2025 PT Angkasa Pura Indonesia
Page 133
serasi, dan selaras dengan lingkungan guna mendukung                and environmentally aligned practices to support
pembangunan berkelanjutan dengan memerhatikan                       sustainable development while considering a balanced
keseimbangan kepentingan seluruh pemangku kepentingan.              approach to the interests of all stakeholders. As a follow-
Sebagai tindak lanjut atas penerapan kerangka regulasi              up to the implementation of this regulatory framework,
tersebut, PT Angkasa Pura Indonesia menetapkan kebijakan            PT Angkasa Pura Indonesia has established the following
lingkungan sebagai berikut: [GRI 3-3] [G4-DMA]                      environmental policies: [GRI 3-3] [G4-DMA]
1. Berkomitmen untuk menerapkan prinsip Bandar Udara                1. Committing to the implementation of Eco Airport
     Ramah Lingkungan (Eco Airport) dalam menjalankan                   principles in airport operations;
     operasional bandar udara;
2. Menetapkan organisasi yang bertanggung jawab                     2.   Establishing an organizational structure responsible for
     terhadap pengelolaan lingkungan hidup di bandar udara;              environmental management at airports;
3. Memenuhi sumber daya manusia yang kompeten,                      3.   Ensuring the availability of competent human
     peralatan pengelolaan dan pemantauan yang laik                      resources, operationally feasible management and
     operasi, serta anggaran yang memadai dalam                          monitoring equipment, and adequate budgeting for the
     pelaksanaan program-program lingkungan;                             implementation of environmental programs;
4. Melakukan pengelolaan dan pemantauan dampak                      4.   Conducting environmental impact management and
     lingkungan sebagai berikut:                                         monitoring covering:
     a. Kualitas udara;                                                  a. Air quality;
     b. Energi;                                                          b. Energy;
     c. Kebisingan;                                                      c. Noise;
     d. Kualitas air;                                                    d. Water quality;
     e. Tanah;                                                           e. Soil;
     f. Sampah;                                                          f. Solid waste;
     g. Air limbah;                                                      g. Wastewater;
     h. Limbah bahan berbahaya dan beracun (B3);                         h. Hazardous and toxic waste (B3);
     i. Keanekaragaman hayati;                                           i. Biodiversity;
     j. Sosial, ekonomi, budaya, dan kesehatan                           j. Social, economic, cultural, and public health
          masyarakat;                                                        aspects;
     k. Transportasi.                                                    k. Transportation.
5. Melakukan        pencegahan       pencemaran         terhadap    5.   Preventing environmental pollution and continuously
     lingkungan hidup dan peningkatan upaya-upaya                        improving environmental performance through
     peningkatan kinerja lingkungan melalui program                      programs such as environmental permitting
     pemenuhan perizinan lingkungan, green building, green               compliance, green building, green procurement, waste
     procurement, pengelolaan limbah dengan konsep                       management based on the Reduce, Reuse, Recycle (3R)
     Reduce, Reuse, Recycle (3R), pengelolaan habitat,                   concept, habitat management, energy conservation,
     konservasi energi, audit lingkungan hidup, sertifikasi              environmental audits, environmental certification (ISO
     lingkungan (ISO 14001:2015 Sistem Manajemen                         14001:2015 Environmental Management System), the
     Lingkungan), Program Penilaian Peringkat Kinerja                    Corporate Environmental Performance Rating Program
     Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup                       (PROPER-LH), Airport Carbon Accreditation (ACA),
     (PROPER-LH), Airport Carbon Accreditation (ACA),                    Environmental, Social, Governance (ESG), as well as
     Environmental, Social, Governance (ESG), serta kajian-              other environmental studies aimed at achieving Eco
     kajian lingkungan lainnya untuk menuju Bandar Udara                 Airport implementation;
     yang ramah lingkungan (Eco Airport);
6. Mematuhi semua peraturan perundang-undangan dan                  6.   Complying with all applicable environmental laws,
     persyaratan lain terkait lingkungan hidup, baik di tingkat          regulations, and other relevant requirements at both
     nasional maupun internasional;                                      national and international levels;
7. Menciptakan         keteladanan,       kedisiplinan,     serta   7.   Fostering exemplary conduct, discipline, and
     peningkatan kompetensi melalui perilaku peduli                      competency enhancement through environmentally
     lingkungan dan pengembangan ide-ide yang kreatif                    responsible behavior and the development of creative
     terkait perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup               ideas related to airport environmental protection and
     bandar udara;                                                       management;




                                                                     Sestainability Report 2025 PT Angkasa Pura Indonesia   133
Page 134
                 Menjaga Keseimbangan Lingkungan di Setiap Lintasan
          04     Maintaining Environmental Balance in Every Operation




8.    Melakukan pembinaan dan kerja sama dengan para                    8.   Developing guidance and collaboration with
      pemangku kepentingan serta masyarakat sekitar untuk                    stakeholders and surrounding communities to protect
      tujuan perlindungan terhadap ekosistem di sekitar                      ecosystems around airport areas
      bandar udara

Kebijakan tersebut kemudian dijabarkan ke dalam berbagai                These policies are further elaborated into more detailed
instrumen tata kelola yang lebih terperinci, sebagai pedoman            governance instruments, serving as operational guidelines
operasional dalam merancang, mengimplementasikan, dan                   in designing, implementing, and evaluating the Company’s
mengevaluasi program-program lingkungan Perusahaan,                     environmental programs, namely:
yaitu:
•    Peraturan Direksi PT Angkasa Pura Indonesia No.                    •    Board of Directors Regulation of PT Angkasa Pura
     PD.DT.4/TK.11/2025 tentang Pedoman Pengelolaan                          Indonesia No. PD.DT.4/TK.11/2025 on Waste
     Limbah di Bandar Udara yang Dikelola Oleh                               Management Guidelines at Airports Managed by
     PT Angkasa Pura Indonesia;                                              PT Angkasa Pura Indonesia;
•    Peraturan Direksi PT Angkasa Pura Indonesia No.                    •    Board of Directors Regulation of PT Angkasa Pura
     PD.DT.12/OM.09/2025 tentang Pedoman Bangunan                            Indonesia No. PD.DT.12/OM.09/2025 on Green Building
     Gedung Hijau Bandar Udara;                                              Guidelines for Airport Facilities;
•    Peraturan Direksi PT Angkasa Pura Indonesia No.                    •    Board of Directors Regulation of PT Angkasa Pura
     PD.DT.13/TK.11/2025 tentang Pedoman Bandar Udara                        Indonesia No. PD.DT.13/TK.11/2025 on Eco Airport
     Ramah Lingkungan (Eco Airport);                                         Guidelines;
•    Peraturan Direksi PT Angkasa Pura Indonesia No.                    •    Board of Directors Regulation of PT Angkasa Pura
     PD.DT.16/TK.11/2025 tentang Upaya Penurunan Emisi                       Indonesia No. PD.DT.16/TK.11/2025 on Greenhouse Gas
     Gas Rumah Kaca dan Konservasi Energi di Bandar                          Emission Reduction and Energy Conservation Efforts at
     Udara;                                                                  Airports;
•    Peraturan Direksi PT Angkasa Pura Indonesia No.                    •    Board of Directors Regulation of PT Angkasa Pura
     PD.DT.17/TK.11/2025 tentang Penerapan Sistem                            Indonesia     No.     PD.DT.17/TK.11/2025  on    the
     Manajemen Lingkungan di Bandar Udara                                    Implementation of Environmental Management Systems
                                                                             at Airports.



Bandara Sebagai Gerbang Keberlanjutan
Airports as Gateways to Sustainability

Sebagai simpul mobilitas dan aktivitas ekonomi, bandara                 As hubs of mobility and economic activity, airports play
memiliki peran strategis dalam mendorong praktik yang lebih             a strategic role in promoting more environmentally
ramah lingkungan. PT Angkasa Pura Indonesia mengarahkan                 responsible practices. PT Angkasa Pura Indonesia directs
pengembangan bandara dengan mengintegrasikan prinsip                    airport development by integrating Eco Airport principles
Bandar Udara Ramah Lingkungan (Eco Airport) ke dalam                    into infrastructure and operations, ensuring that airports
infrastruktur dan operasional, sehingga bandara tidak hanya             function not only as transit points but also as drivers of
berfungsi sebagai titik transit, tetapi juga sebagai penggerak          responsible environmental management.
pengelolaan lingkungan yang bertanggung jawab.

Upaya tersebut diwujudkan melalui peningkatan                           These efforts are realized through the increased utilization
pemanfaatan energi surya untuk menekan jejak karbon dan                 of solar energy to reduce carbon footprints and dependence
ketergantungan pada energi tidak terbarukan, penerapan                  on non-renewable energy, the implementation of green
desain bangunan hijau, serta penguatan berbagai inisiatif               building designs, and the strengthening of various waste
pengelolaan limbah dan efisiensi energi di seluruh fasilitas            management and energy efficiency initiatives across all
bandara sebagai bagian dari implementasi program Eco                    airport facilities as part of the Eco Airport program.
Airport.




134            Laporan Keberlanjutan 2025 PT Angkasa Pura Indonesia
Page 135
Melalui pendekatan ini, Perusahaan mendorong terciptanya       Through this approach, the Company promotes a balance
keseimbangan antara operasional bandara, perlindungan          between airport operations, environmental protection, and
lingkungan, dan nilai tambah bagi masyarakat. Inisiatif        added value for communities. This initiative is also aligned
ini juga sejalan dengan kebijakan lingkungan Perusahaan        with the Company’s environmental policy and supports the
serta mendukung pencapaian target nasional, termasuk           achievement of national targets, including the commitment
komitmen menuju Net Zero Emission pada tahun 2060.             toward Net Zero Emissions by 2060.



Langkah Nyata dalam Setiap Operasi
Tangible Actions in Every Operations

Penerapan prinsip ramah lingkungan di bandara tidak            The implementation of environmentally friendly principles
berhenti pada perencanaan, tetapi dijalankan secara nyata      within the airport goes beyond planning and is carried
dalam aktivitas operasional sehari-hari. Sepanjang tahun       out concretely in daily operational activities. Throughout
2025, PT Angkasa Pura Indonesia mengimplementasikan            2025, PT Angkasa Pura Indonesia implemented various
berbagai inisiatif lingkungan yang terintegrasi dalam          environmental initiatives integrated within eco-green
program eco-green airport dan pengembangan avionomics,         airport programs and avionomics development, as part of
sebagai bagian dari upaya memperkuat kinerja lingkungan di     efforts to strengthen environmental performance across all
seluruh lini operasional. [OJK F.1]                            operational lines. [OJK F.1]

Inisiatif tersebut mencakup berbagai aspek, mulai              These initiatives cover a wide range of aspects, from
dari peningkatan kualitas lingkungan melalui kegiatan          improving environmental quality through greening activities
penghijauan dan perlindungan kawasan pesisir, penguatan        and coastal area protection, strengthening waste and solid
infrastruktur pengelolaan limbah dan sampah, hingga            waste management infrastructure, to accelerating the
percepatan transisi energi bersih melalui pemanfaatan          transition to clean energy through solar energy utilization
energi surya dan elektrifikasi sarana transportasi bandara.    and the electrification of airport transportation facilities.
Selain itu, Perusahaan juga mendorong penggunaan               In addition, the Company promotes the use of low-emission
kendaraan rendah emisi serta menghadirkan fasilitas            vehicles and provides supporting infrastructure for
pendukung kendaraan listrik guna menciptakan ekosistem         electric vehicles to create a more environmentally friendly
transportasi yang lebih ramah lingkungan di kawasan            transportation ecosystem within airport areas.
bandara.

Sebagai penguatan kepatuhan lingkungan, Perusahaan             As part of strengthening environmental compliance, the
menerapkan Sistem Manajemen Lingkungan melalui                 Company implements the Environmental Management
sertifikasi ISO 14001:2015 di bandara-bandara yang             System through ISO 14001:2015 certification across the
dikelolanya. Hingga tahun 2025, terdapat 4 bandara yang        airports it manages. As of 2025, four airports, I Gusti Ngurah
telah memperoleh sertifikasi, yaitu Bandara Internasional      Rai International Airport, Yogyakarta International Airport,
I Gusti Ngurah Rai, Bandara Internasional Yogyakarta,          Jenderal Ahmad Yani International Airport, and Syamsudin
Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani, Bandara             Noor International Airport, have obtained certification,
Internasional Syamsudin Noor, serta satu bandara dalam         while one airport, Soekarno–Hatta International Airport, is
proses resertifikasi yaitu Bandara Internasional Soekarno-     undergoing recertification.
Hatta.

Kegiatan awareness ISO 14001:2015 juga telah dilakukan         ISO 14001:2015 awareness activities have also been
pada Bandara Internasional Supadio, Bandara Internasional      conducted at Supadio International Airport, Sultan Syarif
Supadio, Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II,         Kasim II International Airport, Minangkabau International
Bandara Internasional Minangkabau, Bandara Internasional       Airport, and Sultan Mahmud Badaruddin II International
Sultan Mahmud Badaruddin II sebagai persiapan sertifikasi      Airport. as preparation for certification in 2026. The
pada tahun 2026. Implementasi sertifikasi ini akan dilakukan   implementation of this certification will be carried out
secara bertahap hingga tahun 2030 guna memastikan              progressively through 2030 to ensure compliance with
kepatuhan terhadap standar lingkungan internasional.           international environmental standards.




                                                                Sestainability Report 2025 PT Angkasa Pura Indonesia    135
Page 136
                Menjaga Keseimbangan Lingkungan di Setiap Lintasan
       04       Maintaining Environmental Balance in Every Operation




                                                                       Jadwal Pelaksanaan Sertifikasi ISO 14001:2015 PT Angkasa Pura Indonesia
                                                                       ISO 14001:2015 Certification Implementation Schedule of PT Angkasa Pura Indonesia


                                                                               • Bandara Internasional Sultan Hasanuddin (UPG)
                                                                               • Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman
                                                                                 Sepinggan (BPN)
                                                                               • Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (LOP)
                                                                               • Bandara Internasional Adi Soemarmo (SOC)
                                                                               • Sultan Hasanuddin International Airport (UPG)
                                                                               • Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan International
                                                                                 Airport (BPN)
                                                                               • Zainuddin Abdul Madjid International Airport (LOP)
                                                                               • Adi Soemarmo International Airport (SOC)


                                                                       2025
                                                                               Sertifikasi dijadwalkan terbit pada tahun 2026
                                                                               The certification is scheduled to be issued in 2026


                                                                               •   Bandara Internasional Juanda (SUB)
                                                                               •   Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II (PKU)
                                                                               •   Bandara Internasional Minangkabau (PDG)
                                                                               •   Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II (PLM)
                                                                               •   Bandara Internasional Supadio (PNK)
                                                                               •   Juanda International Airport (SUB)
                                                                               •   Sultan Syarif Kasim II International Airport (PKU)
                                                                               •   Minangkabau International Airport (PDG)
                                                                       2026




       •   Bandara Sultan Thaha (DJB)
                                                                               •   Sultan Mahmud Badaruddin II International Airport (PLM)
       •   Bandara Internasional El Tari (KOE)
                                                                               •   Supadio International Airport (PNK)
       •   Bandara Internasional Pattimura (AMQ)
       •   Bandara Internasional Banyuwangi (BWX)
       •   Sultan Thaha Airport (DJB)                                          •   Bandara Internasional Sam Ratulangi (MDC)
       •   El Tari International Airport (KOE)
2028




                                                                               •   Bandara Internasional Sentani (DJJ)
       •   Pattimura International Airport (AMQ)                               •   Bandara Internasional Radin Inten II (TKG)
       •   Banyuwangi International Airport (BWX)                              •   Bandara Depati Amir (PGK)
                                                                               •   Sam Ratulangi International Airport (MDC)
                                                                               •   Sentani International Airport (DJJ)
                                                                       2027




       • Bandara Tjilik Riwut (PKY)
                                                                               •   Radin Inten II International Airport (TKG)
       • Bandara Internasional Sultan Iskandar
                                                                               •   Depati Amir Airport (PGK)
         Muda (BTJ)
       • Bandara Internasional Raja Haji
         Fisabilillah (TNJ)
       • Tjilik Riwut Airport (PKY)
2029




       • Sultan Iskandar Muda International
         Airport (BTJ)
       • Raja Haji Fisabilillah International
         Airport (TNJ)

       • Bandara Internasional Frans Kaisiepo
         (BIK)
       • Bandara Internasional H.A.S.
         Hanandjoeddin (TJQ)
       • Bandara Fatmawati Soekarno (BKS)
       • Bandara Internasional Raja
         Sisingamangaraja XII Tapanuli Utara
         (DTB)
       • Frans Kaisiepo International Airport
         (BIK)
       • H.A.S. Hanandjoeddin International
         Airport (TJQ)
2030




       • Fatmawati Soekarno Airport (BKS)
       • Raja Sisingamangaraja XII Tapanuli
         Utara International Airport (DTB)


136          Laporan Keberlanjutan 2025 PT Angkasa Pura Indonesia
Page 137
Penguatan Kompetensi Lingkungan Internal [OJK F.1]
Internal Environmental Competency Strengthening




Dalam upaya penguatan budaya keberlanjutan,              As part of efforts to strengthen a sustainability-
PT Angkasa Pura Indonesia menyelenggarakan               oriented culture, PT Angkasa Pura Indonesia organizes
Webinar Series untuk meningkatkan pengetahuan dan        a Webinar Series aimed at enhancing the knowledge
kompetensi personel Airport Environment. Program ini     and competencies of Airport Environment personnel.
berfokus pada penguatan pemahaman terhadap aspek         This program focuses on strengthening understanding
pengelolaan lingkungan serta kepatuhan terhadap          of environmental management aspects as well as
regulasi yang berlaku. Materi yang disampaikan           compliance with applicable regulations. The materials
meliputi:                                                delivered include:
1. Pemahaman Dokumen Lingkungan;                         1. Understanding Environmental Documents;
2. Proses AMDAL dan addendum;                            2. AMDAL processes and addenda;
3. Dokumen Persetujuan Teknis dan rincian teknis         3. Technical Approval Documents and detailed
    limbah B3;                                                specifications for hazardous and toxic waste (B3);
4. Persetujuan Teknis Air Limbah;                        4. Wastewater Technical Approval;
5. Penyusunan Laporan Rencana Pengelolaan                5. Preparation of Environmental Management and
    Lingkungan     dan     Rencana     Pemantauan             Monitoring Plan Reports (RKL-RPL);
    Lingkungan (RKL-RPL)
6. Pengenalan PROPER;                                    6.   Introduction to PROPER;
7. Sosialisasi Peraturan Menteri Lingkungan Hidup        7.   Dissemination of Minister of Environment
    Nomor 11 Tahun 2025 serta kriteria PROPER Biru            Regulation No. 11 of 2025 and the criteria for
    kategori pengendalian pencemaran air.                     PROPER Blue rating in the water pollution control
                                                              category.

Inisiatif ini mendukung peningkatan kapasitas internal   This initiative supports the enhancement of internal
dalam memastikan pengelolaan lingkungan yang             capacity in ensuring environmental management
selaras dengan ketentuan regulasi.                       aligned with regulatory requirements




                                                          Sestainability Report 2025 PT Angkasa Pura Indonesia     137
Page 138
               Menjaga Keseimbangan Lingkungan di Setiap Lintasan
        04     Maintaining Environmental Balance in Every Operation




Sebagai bentuk komitmen dalam mendukung implementasi                  As part of its commitment to supporting the implementation
berbagai program lingkungan, sepanjang tahun 2025                     of various environmental programs, throughout 2025 the
Perusahaan telah merealisasikan biaya pengelolaan                     Company realized environmental management expenditures
lingkungan hidup sebesar Rp84,77 miliar. Biaya ini                    amounting to Rp84.77 billion. These expenditures cover
mencakup kegiatan pengujian dan pemantauan lingkungan,                activities such as environmental testing and monitoring,
penyusunan Laporan Rencana Pengelolaan Lingkungan                     preparation of Environmental Management and Monitoring
dan Rencana Pemantauan Lingkungan (RKL-RPL), pest                     Plan Reports (RKL-RPL), pest and rodent control, waste
dan rodent control, pengangkutan sampah ke Tempat                     transportation to final disposal sites (TPA), integrated waste
Pembuangan Akhir (TPA), pengelolaan sampah terpadu,                   management, hazardous and toxic waste (B3) management,
pengelolaan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3),                  preparation of habitat management studies, tree planting,
penyusunan kajian habitat manajemen, penanaman pohon,                 consultancy services for data collection and environmental
jasa konsultan untuk pengumpulan data dan penyusunan                  document preparation, motor vehicle emission testing,
dokumen lingkungan, uji emisi kendaraan bermotor,                     cleanliness maintenance, drainage cleaning, as well as the
pemeliharaan kebersihan, pembersihan saluran, serta                   operation and maintenance of sanitation facilities.
pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas sanitasi.



Pengaduan Lingkungan
Environmental Complaints

Pada tahun 2025, PT Angkasa Pura Indonesia menerima                   In 2025, PT Angkasa Pura Indonesia received an
pengaduan terkait lingkungan hidup di Bandara Internasional           environmental complaint at the Sultan Syarif Kasim II
Sultan Syarif Kasim II berupa Surat Peringatan atas hasil             International Airport in the form of a Warning Letter based
pengawasan ketaatan pelaksanaan sanksi administratif                  on the results of compliance monitoring of administrative
tertanggal 25 Juli 2025. Pengaduan tersebut mencakup                  sanctions implementation dated 25 July 2025. The
kewajiban pelaporan pada matriks dampak lingkungan,                   complaint covered obligations related to reporting in the
perhitungan debit air limbah, pemantauan pH dan debit                 environmental impact matrix, calculation of wastewater
harian air limbah, serta pengolahan air limbah melalui                discharge, monitoring of daily pH and wastewater discharge,
Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).                               and wastewater treatment through the Wastewater
                                                                      Treatment Plant (IPAL).

Seluruh temuan yang disampaikan telah ditindaklanjuti                 All findings presented have been followed up and resolved by
dan diselesaikan oleh Perusahaan serta dilaporkan kepada              the Company and reported to the Deputy for Environmental
Deputi Bidang Penegakan Hukum Lingkungan Hidup                        Law Enforcement at the Ministry of Environment/
Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian                       Environmental Control Agency. Accordingly, the imposed
Lingkungan Hidup. Dengan demikian, sanksi administratif               administrative sanctions have been officially revoked
yang dikenakan telah resmi dicabut melalui Keputusan                  through the Decree of the Minister of Environment/Head
Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian                    of the Environmental Control Agency of the Republic of
Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor 1830 Tahun                  Indonesia No. 1830 of 2025 dated 1 September 2025.
2025 tanggal 1 September 2025




138          Laporan Keberlanjutan 2025 PT Angkasa Pura Indonesia
Page 139
Pengelolaan Sumber Daya
Resource Management



Material untuk Operasi yang Bertanggung Jawab
Materials for Responsible Operations

Pengelolaan      material     menjadi     bagian     penting      Material management is a critical component in ensuring
dalam     memastikan      operasional    bandara     berjalan     that airport operations are conducted in an environmentally
secara     bertanggung      jawab   terhadap     lingkungan.      responsible manner. PT Angkasa Pura Indonesia directs the
PT Angkasa Pura Indonesia mengarahkan penggunaan                  use of materials by considering their environmental impacts,
material dengan mempertimbangkan dampak lingkungannya,            including through the discontinuation of high-risk materials
termasuk melalui penghentian penggunaan material yang             such as R22 refrigerant, the utilization of recycled materials to
berisiko seperti refrigerant R22, pemanfaatan material daur       support both aesthetics and functionality of facilities, and the
ulang untuk mendukung estetika dan fungsi fasilitas, serta        reduction of single-use materials through the implementation
pengurangan penggunaan material sekali pakai melalui              of digitalization in the Company’s work processes. [OJK F.5]
penerapan digitalisasi dalam proses kerja Perusahaan. [OJK F.5]

Sebagai bentuk penguatan implementasi, Perusahaan                 As part of strengthening implementation, the Company
menjalankan berbagai inisiatif sebagai berikut:                   carries out the following initiatives:
1. Penetapan Pedoman Perusahaan                                   1. Establishment of Corporate Guidelines
    Sebagai dasar penggunaan material ramah lingkungan,                As a foundation for the use of environmentally friendly
    Perusahaan telah menetapkan:                                       materials, the Company has established:
   a. Peraturan Direksi PT Angkasa Pura Indonesia Nomor               a. Board of Directors Regulation of PT Angkasa Pura
         PD.DT.13/TK.11/2025 tentang Pedoman Bandar                        Indonesia No. PD.DT.13/TK.11/2025 on Eco Airport
         Udara Ramah Lingkungan (Eco Airport);                             Guidelines;
   b. Peraturan Direksi PT Angkasa Pura Indonesia Nomor               b. Board of Direc-tors Regulation of PT Angkasa Pura
         PD.DT.12/OM.09/2025 tentang Pedoman Bangunan                      IndonesiaNo.PD.DT.12/OM.09/2025onGreenBuilding
         Gedung Hijau Bandar Udara.                                        Guidelines for Airport Facilities.
2. Kebijakan Pembatasan Penggunaan Plastik                        2. Plastic Use Restriction Policy
    Mengacu pada Surat Direktur Komersial Nomor API.0547/              Referring to the Commercial Director’s Letter No.
    II/2025/DC-B tanggal February 11, 2025, Perusahaan                 API.0547/II/2025/DC-B dated 11 February 2025, the
    telah melaksanakan program #NoPlasticFUNtastic sejak               Company has implemented the #NoPlasticFUNtastic
    30 Maret 2025, yang menekankan pembatasan serta                    program since 30 March 2025, which emphasizes the
    substitusi kantong plastik sekali pakai pada tenant.               restriction and substitution of single-use plastic bags
                                                                       among tenants.
3.   Penggunaan Material Ramah Lingkungan                         3. Use of Environmentally Friendly Materials
     Implementasi penggunaan material ramah lingkungan                 The implementation of environmentally friendly materials
     dilakukan di berbagai bandara, antara lain:                       has been carried out at various airports, including:
     a. Bandara Internasional Yogyakarta: Menggunakan                  a. Yogyakarta International Airport: Utilizing materials
          material tersertifikasi ISO 14001:2015, termasuk                 certified under ISO 14001:2015, including recycled
          material daur ulang, material dengan kadar VOC                   materials, low VOC content materials (0.30),
          rendah (0.30), bebas merkuri (0.00), serta tidak                 mercury-free (0.00), and asbestos-free (0.00);
          mengandung asbestos (0.00);
     b. Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani:                     b.   Jenderal Ahmad Yani International Airport: Utilizing
          Menggunakan material bersertifikasi ISO 14001:2015,               ISO 14001:2015 certified materials, incorporating
          memanfaatkan material daur ulang, serta tidak                     recycled materials, and avoiding ozone-depleting
          menggunakan bahan perusak ozon pada sistem                        substances in building systems;
          gedung;
     c. Bandara Internasional Banyuwangi: Menerapkan                   c.   Banyuwangi International Airport: Implementing
          penggunaan material lokal ramah lingkungan sesuai                 the use of locally sourced environmentally friendly
          kebijakan internal yang berlaku.                                  materials in accordance with applicable internal
                                                                            policies.


                                                                   Sestainability Report 2025 PT Angkasa Pura Indonesia       139
Page 140
                   Menjaga Keseimbangan Lingkungan di Setiap Lintasan
            04     Maintaining Environmental Balance in Every Operation




Mengelola Energi di Setiap Operasi
Managing Energy In Every Operations

Energi menjadi elemen utama dalam mendukung                                        Energy is a key element in supporting the continuity of
kelancaran operasional bandara. PT Angkasa Pura Indonesia                          airport operations. PT Angkasa Pura Indonesia utilizes
memanfaatkan listrik dan bahan bakar minyak (BBM) sebagai                          electricity and fuel oil (BBM) as primary energy sources to
sumber energi utama untuk menunjang berbagai aktivitas,                            support various activities, ranging from building lighting
mulai dari penerangan gedung dan operasional perkantoran                           and office operations to the operation of equipment and
hingga pengoperasian peralatan dan kendaraan pendukung.                            supporting vehicles. [GRI 3-3]
[GRI 3-3]



Dalam mengelola energi di setiap lini operasional,                                 In managing energy across all operational lines, the Company
Perusahaan terus mendorong efisiensi penggunaan energi                             continues to promote energy efficiency while expanding the
sekaligus memperluas pemanfaatan energi yang lebih                                 use of more environmentally friendly energy sources. These
ramah lingkungan. Upaya ini dilakukan melalui penggunaan                           efforts include the use of LED lighting across all airports,
lampu LED di seluruh bandara, pemanfaatan sel surya untuk                          solar-powered street lighting (PJU), rooftop Solar Power
penerangan jalan umum (PJU), pengoperasian Pembangkit                              Plants (SPP), implementation of green building concepts
Listrik Tenaga Surya (PLTS) atap, penerapan konsep green                           in both existing and new buildings, and optimization of
building pada bangunan eksisting maupun baru, serta                                technology-based systems such as Supervisory Control and
optimalisasi sistem berbasis teknologi seperti Supervisory                         Data Acquisition (SCADA) and Building Automation Systems.
Control and Data Acquisition (SCADA) dan Building                                  [OJK F.7]

Automation System. [OJK F.7]

Konsumsi Energi Operasional                                                        Operational Energy Consumption

Sepanjang tahun 2025, total konsumsi energi Perusahaan                             Throughout 2025, the Company’s total energy consumption
mengalami peningkatan menjadi 2.527.787 GJ. Peningkatan                            increased to 2,527,787 GJ. This increase was influenced by
ini ini dipengaruhi oleh reaktivasi sejumlah subterminal                           the reactivation of several sub-terminals that had previously
yang sebelumnya beroperasi secara terbatas akibat                                  operated at limited capacity due to the COVID-19 pandemic,
pandemi COVID-19, antara lain Terminal 1C dan 2F Bandara                           including Terminal 1C and Terminal 2F at Soekarno–Hatta
Internasional Soekarno-Hatta serta Terminal Internasional                          International Airport, as well as the International Terminal at
Bandara Internasional Supadio. Selain itu, peningkatan juga                        Supadio International Airport. In addition, the improvement
didorong oleh mulai beroperasinya terminal baru di Bandara                         was supported by the commencement of operations of
Internasional Sultan Hasanuddin Makassar dan Bandara                               new terminals at Sultan Hasanuddin International Airport
Internasional Minangkabau, serta optimalisasi layanan                              and Minangkabau International Airport, along with the
pada unit tata udara guna meningkatkan tingkat pelayanan                           optimization of airside operations to enhance passenger
penumpang, khususnya di Terminal 3 Bandara Internasional                           service levels, particularly at Terminal 3 of Soekarno–Hatta
Soekarno-Hatta, Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai,                          International Airport, I Gusti Ngurah Rai International
dan Terminal Internasional Bandara Internasional Sultan                            Airport, and the International Terminal of Sultan Syarif
Syarif Kasim II. [GRI 302-1] [OJK F.6]                                             Kasim II International Airport. [GRI 302-1] [OJK F.6]

                                                    Tabel Konsumsi Energi [GRI 302-1] [OJK F.6]
                                                          Energy Consumption Table

                           Jenis Energi                                    Satuan
                                                                                                  2025            2024                2023
                           Energy Type                                      Unit

 Energi Terbarukan
 Renewables Energy

 Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS)**                                     GJ                         14.951             -                   -
 Solar Power Plant (SPP)**




140              Laporan Keberlanjutan 2025 PT Angkasa Pura Indonesia
Page 141
                               Jenis Energi                                             Satuan
                                                                                                           2025                 2024                  2023
                               Energy Type                                               Unit

 Energi Nonterbarukan
 Non-Renewables Energy

 Bensin                                                                                  GJ                       11.338             15.790*             25.763*
 Gasoline

 Solar                                                                                   GJ                     56.037               82.576*            218.922*
 Diesel

 Listrik                                                                                 GJ                  2.445.461            2.399.235           1.963.824*
 Electricity

 Jumlah                                                                                  GJ                  2.512.836             2.497.601           2.208.509
 Total

 Jumlah Energi                                                                           GJ                  2.527.787             2.497.601           2.208.509
 Total Energy
 *Penyajian kembali data
 *Restated data
 **Penerapan PLTS Atap di delapan kantor cabang PT Angkasa Pura Indonesia
 **Implementation of rooftop SPP at eight Branch Offices of PT Angkasa Pura Indonesia




Dalam pelaporan energi, Perusahaan mengacu pada                                               In energy reporting, the Company refers to provisions of the
ketentuan Kementerian Perhubungan yang mensyaratkan                                           Ministry of Transportation requiring the calculation of Scope
penghitungan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) Cakupan 1 dan                                         1 and Scope 2 Greenhouse Gas (GHG) emissions in accordance
Cakupan 2 sesuai Instruksi Direktur Jenderal Perhubungan                                      with the Director General of Civil Aviation Instruction No.
Udara No. INST 11 Tahun 2017 tentang langkah-langkah                                          INST 11 of 2017 regarding GHG emission reduction measures
penurunan emisi GRK di bandara. Oleh karena itu,                                              at airports. Therefore, energy calculations related to GHG
penghitungan energi terkait emisi GRK tidak mencakup                                          emissions do not include energy consumption from third
konsumsi energi dari pihak ketiga, termasuk mitra kerja.                                      parties, including partners.

Dalam melakukan penghitungan konsumsi energi,                                                 In calculating energy consumption, the Company converts
Perusahaan mengonversi penggunaan bahan bakar dan                                             fuel and electricity usage into gigajoules (GJ) based on
listrik ke dalam satuan gigajoule (GJ) dengan mengacu                                         applicable national references, including fuel density
pada referensi nasional yang berlaku, yaitu nilai densitas                                    values published by PT Pertamina (Persero), Net Calorific
bahan bakar yang diterbitkan oleh PT Pertamina (Persero),                                     Value (NCV) from the Ministry of Energy and Mineral
Net Calorific Value (NCV) dari Kementerian Energi dan                                         Resources (2018), and electricity conversion factors from
Sumber Daya Mineral (2018), serta faktor konversi listrik dari                                the Directorate General of Electricity, Ministry of Energy and
Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan, Kementerian Energi                                     Mineral Resources (2019).
dan Sumber Daya Mineral (2019).

Sebagai bagian dari evaluasi kinerja, Perusahaan                                              As part of performance evaluation, the Company uses energy
menggunakan intensitas energi sebagai indikator                                               intensity as an efficiency indicator, calculated based on total
efisiensi, yang dihitung berdasarkan total konsumsi energi                                    energy consumption relative to the number of commercial
dibandingkan dengan jumlah pesawat komersial yang                                             aircraft movements. [OJK F.6] [GRI 302-3]
mendarat. [OJK F.6] [GRI 302-3]




                                                                                               Sestainability Report 2025 PT Angkasa Pura Indonesia          141
Page 142
                   Menjaga Keseimbangan Lingkungan di Setiap Lintasan
           04      Maintaining Environmental Balance in Every Operation




                                                           Tabel Intensitas Energi [GRI 302-3] [OJK F.6]
                                                                    Energy Intensity Table


                         Deksripsi                                         Satuan
                                                                                                 2025               2024                2023
                        Description                                         Unit

 Konsumsi Energi                                                             GJ                     2.527.787         2.497.601*         2.208.509*
 Energy Consumption

 Jumlah Pergerakan Pesawat                                                Pergerakan                 1.160.412         1.162.522           1.212.185
 Aircraft Movements                                                       Movements

 Jumlah Penumpang                                                           Orang                154.006.405         155.986.328        150.109.964
 Passengers                                                                Persons

 Jumlah Kargo                                                               Ton                     1.494.519          1.482.413           1.265.156
 Cargo                                                                      Tons

 Pendapatan                                                                Rp Juta                 21.213.780         20.491.015          21.178.375
 Revenue                                                                  Rp Million

 Intensitas Energi per Pergerakan Pesawat                            GJ/Pergerakan                         2,18             2,14*               1,82*
 Energy Intensity per Aircraft Movement                              GJ/Movements

 Intensitas Energi per Penumpang                                     GJ/Penumpang                          0,02            0,016*              0,015*
 Energy Intensity per Passenger                                      GJ/Passenger

 Intensitas Energi per Kargo                                               GJ/Ton                          1,69             1,68*               1,74*
 Energy Intensity per Cargo

 Intensitas Energi per Pendapatan                                   GJ/Juta Rupiah                         0,12              0,12               0,10
 Energy Intensity per Revenue                                      GJ/Million Rupiah

* Terdapat penyajian kembali data
* There is restatement of data

Upaya Efisiensi Energi                                                                 Energy Efficiency Efforts

Pengelolaan energi yang efisien menjadi bagian penting                                 Efficient energy management is a critical component
dalam menjaga kinerja operasional bandara sekaligus                                    in maintaining airport operational performance while
mengendalikan dampak lingkungan. Mengacu pada                                          controlling environmental impacts. Referring to Government
Peraturan Pemerintah Nomor 33 Tahun 2023 tentang                                       Regulation No. 33 of 2023 on Energy Conservation, energy
Konservasi Energi, pengguna energi dengan konsumsi ≥500                                users with consumption ≥500 TOE (ton oil equivalent)
TOE (ton oil of equivalent) setara ton minyak per tahun wajib                          per year are required to implement systematic energy
menerapkan manajemen energi secara sistematis.                                         management.

Sebagai bentuk kepatuhan terhadap regulasi tersebut,                                   As a form of compliance with this regulation, PT Angkasa Pura
PT Angkasa Pura Indonesia telah menjalankan manajemen                                  Indonesia has implemented energy management through
energi melalui penunjukan manajer energi, penyusunan                                   the appointment of energy managers, the development of
program konservasi energi, pelaksanaan audit energi secara                             energy conservation programs, the execution of periodic
berkala, tindak lanjut atas rekomendasi hasil audit, serta                             energy audits, follow-up actions on audit recommendations,
pelaporan tahunan melalui Pelaporan Online Manajemen                                   and annual reporting through the Online Energy Management
Energi (POME) kepada Kementerian Energi dan Sumber                                     Reporting (POME) system to the Ministry of Energy and
Daya Mineral. Pelaporan tersebut telah dilaksanakan oleh                               Mineral Resources. This reporting has been carried out by
beberapa bandara, antara lain Bandara Internasional                                    several airports, including Soekarno-Hatta International
Soekarno-Hatta, Bandara Internasional I Gusti Ngurah                                   Airport, I Gusti Ngurah Rai International Airport, Juanda
Rai, Bandara Internasional Juanda, Bandara Internasional                               International Airport, Yogyakarta International Airport,
Yogyakarta, Bandara Internasional Sultan Hasanuddin,                                   Sultan Hasanuddin International Airport, Jenderal Ahmad
Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani, dan Bandara                                 Yani Airport, and Minangkabau International Airport. These
Internasional Minangkabau. Upaya ini bertujuan untuk                                   efforts aim to improve energy efficiency while reducing
meningkatkan efisiensi penggunaan energi sekaligus                                     greenhouse gas emissions generated from operational
menekan emisi gas rumah kaca yang dihasilkan dari aktivitas                            activities.
operasional.


142              Laporan Keberlanjutan 2025 PT Angkasa Pura Indonesia
Page 143
Berbagai kebijakan dan inisiatif diterapkan untuk mendukung      Various policies and initiatives have been implemented to
penghematan energi di seluruh operasional bandara, antara        support energy conservation across all airport operations,
lain sebagai berikut: [OJK F.1] [OJK F.7] [GRI 302-4] [G4-DMA]   including the following: [OJK F.1] [OJK F.7] [GRI 302-4] [G4-DMA]
1. Penggunaan lampu LED di seluruh bandara                       1. Use of LED lighting across all PT Angkasa Pura Indonesia
     PT Angkasa Pura Indonesia;                                       airports;
2. Pengoperasian lampu PJU panel surya di 18 bandara,            2. Operation of solar-powered street lighting (PJU)
     yaitu Bandara Internasional Ahmad Yani, Bandara                  at 18 airports, namely Ahmad Yani International
     Internasional Syamsudin Noor, Bandara Internasional              Airport, Syamsudin Noor International Airport, Sultan
     Sultan Hasanuddin, Bandara Internasional El Tari,                Hasanuddin International Airport, El Tari International
     Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman               Airport, Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan
     Sepinggan, Bandara Internasional Adi Soemarmo,                   International Airport, Adi Soemarmo International
     Bandara Internasional Sentani, Bandara Internasional             Airport, Sentani International Airport, Juanda
     Juanda, Bandara Internasional I Gusti Ngurah                     International Airport, I Gusti Ngurah Rai International
     Rai, Bandara Internasional Yogyakarta, Bandara                   Airport, Yogyakarta International Airport, Adisutjipto
     Internasional Adisutjipto, Bandara Internasional                 International Airport, Soekarno-Hatta International
     Soekarno-Hatta, Bandara Fatmawati Soekarno, Bandara              Airport, Fatmawati Soekarno Airport, Sultan
     Sultan Thaha, Bandara Internasional Sultan Syarif                Thaha Airport, Sultan Syarif Kasim II International
     Kasim II, Bandara Internasional H.A.S. Hanandjoeddin,            Airport, H.A.S. Hanandjoeddin International Airport,
     Bandara Internasional Minangkabau, dan Bandara                   Minangkabau International Airport, and Jenderal Besar
     Jenderal Besar Soedirman;                                        Soedirman Airport;
3. Penerapan Building Automation System (BAS), yaitu             3. Implementation of the Building Automation System
     sistem dalam ruang Airport Operation Control Center              (BAS), a system within the Airport Operation Control
     (AOCC) yang berfungsi untuk memonitor penggunaan                 Center (AOCC) used to monitor equipment usage at
     peralatan di bandara;                                            airports;
4. Penggunaan Supervisory Control and Data Acquisition           4. Use of Supervisory Control and Data Acquisition
     (SCADA) untuk memantau penggunaan listrik dan                    (SCADA) systems to periodically monitor electricity
     air secara berkala di Bandara Internasional Jenderal             and water usage at Jenderal Ahmad Yani International
     Ahmad Yani, Bandara Internasional Yogyakarta,                    Airport, Yogyakarta International Airport, I Gusti Ngurah
     Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, dan Bandara            Rai International Airport, and Soekarno-Hatta Airport;
     Internasional Soekarno-Hatta;
5. Penggunaan sensor pada eskalator untuk menghemat              5.   Installation of sensors on escalators to reduce
     listrik;                                                         electricity consumption;
6. Pengurangan penggunaan air conditioning (AC), baik            6.   Reduction in the use of air conditioning (AC), both
     standing AC maupun centralized AC di terminal;                   standing AC and centralized AC in terminals;
7. Pemanfaatan sinar matahari untuk pencahayaan dalam            7.   Utilization of natural sunlight for terminal lighting;
     terminal;
8. Penerapan sistem zonasi untuk sistem pendingin                8.  Implementation of zoning systems for Heating,
     ruangan (HVAC) di Bandara Internasional Jenderal                Ventilation, and Air Conditioning (HVAC) at Jenderal
     Ahmad Yani dan Bandara Internasional I Gusti Ngurah             Ahmad Yani International Airport and I Gusti Ngurah Rai
     Rai;                                                            International Airport;
9. Pemanfaatan desain pasif seperti sinar matahari untuk         9. Adoption of passive design concepts, such as
     pencahayaan dalam terminal;                                     maximizing natural sunlight for terminal lighting;
10. Penerapan Rapid Exit Taxiway (RET) yang dapat                10. Implementation of Rapid Exit Taxiway (RET) to reduce
     mengurangi waktu dan jarak pesawat dari landasan                aircraft taxiing time and distance from runway to apron,
     pacu ke apron sehingga dapat mengurangi konsumsi                thereby reducing fuel consumption;
     bahan bakar;
11. Kemitraan dengan Perum LPPNPI (AirNav Indonesia),            11. Partnerships with Perum LPPNPI (AirNav Indonesia),
     maskapai, dan Kementerian Perhubungan dalam                     airlines, and the Ministry of Transportation in
     penerapan Continuous Descent Operations (CDO) dan               implementing Continuous Descent Operations (CDO)
     Continuous Climb Operations (CCO);                              and Continuous Climb Operations (CCO);
12. Perawatan berkala terhadap peralatan maupun                  12. Routine maintenance of equipment and operational
     kendaraan operasional untuk memastikan kinerjanya               vehicles to ensure optimal performance;
     tetap optimal;


                                                                  Sestainability Report 2025 PT Angkasa Pura Indonesia       143
Page 144
                       Menjaga Keseimbangan Lingkungan di Setiap Lintasan
             04        Maintaining Environmental Balance in Every Operation




13. Penerapan Sistem Manajemen Energi ISO 50001:2018 di                                          13. Implementation of ISO 50001:2018 Energy Management
    Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan                                              Systems at Soekarno-Hatta International Airport
    Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai;                                                        Terminal 3 and I Gusti Ngurah Rai International Airport;
14. Penerapan green building di Bandara Internasional                                            14. Implementation of green building concepts at
    Yogyakarta, Bandara Internasional Jenderal Ahmad                                                 Yogyakarta International Airport, Jenderal Ahmad Yani
    Yani, dan Bandara Internasional Banyuwangi;                                                      International Airport, and Banyuwangi International
                                                                                                     Airport;
15. Transisi energi melalui pengoperasian PLTS atap                                              15. Energy transition through the operation of rooftop
    di beberapa bandara, yaitu Bandara Internasional                                                 SPP at several airports, including Soekarno-Hatta
    Soekarno-Hatta, Bandara Internasional Sultan Mahmud                                              International Airport, Sultan Mahmud Badaruddin
    Badaruddin II, Bandara Internasional Minangkabau,                                                II International Airport, Minangkabau International
    Bandara     Internasional     Banyuwangi,      Bandara                                           Airport, Banyuwangi International Airport, I Gusti
    Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bandara Internasional                                          Ngurah Rai International Airport, Jenderal Ahmad Yani
    Jenderal Ahmad Yani, Bandara Internasional Sultan                                                International Airport, Sultan Iskandar Muda International
    Iskandar Muda, dan Bandara Internasional Kualanamu.                                              Airport, and Kualanamu International Airport.

Sebagai bagian dari implementasi berbagai inisiatif                                              As part of the implementation of these initiatives, the
tersebut, Perusahaan juga telah mengidentifikasi beberapa                                        Company has also identified several energy-saving
capaian penghematan energi, sebagai berikut. [GRI 302-4]                                         achievements as follows. [GRI 302-5]

                                                                  Tabel Kegiatan Efisiensi Energi [GRI 302-4]
                                                                             Energy Efficiency


                            Kegiatan Efisiensi Energi                                                                              Pencapaian
                           Energy Efficiency Activities                                                                           Achievements

 Efisiensi energi melalui Implementasi Green Building Bandara                                                                15.817.592 kWh /tahun
 Internasional Yogyakarta                                                                                                     15,817,592 kWh/year
 Energy efficiency through Green Building Implementation at
 Yogyakarta International Airport

 Efisiensi energi melalui Implementasi Green Building Bandara                                                                 2.687.284 kWh/tahun
 Internasional Jenderal Ahmad Yani                                                                                             2,687,284 kWh/year
 Energy efficiency through Green Building Implementation at
 Jenderal Ahmad Yani International Airport

 Efisiensi energi melalui Implementasi Green Building Bandara                                                                 1.302.802 kWh/tahun
 Internasional Banyuwangi                                                                                                      1,302,802 kWh/year
 Energy efficiency through Green Building Implementation at
 Banyuwangi International Airport

Catatan: Perhitungan efisiensi energi pada tabel di atas mengacu pada kriteria penilaian Green Building Council Indonesia (GBCI), khususnya standar Greenship New Building dan Greenship
Existing Building. Selain itu, pendekatan penghitungan dan pengelolaan efisiensi energi juga merujuk pada standar SNI ISO 50001:2018 tentang Sistem Manajemen Energi.


Notes: Energy efficiency calculations in the table above refer to the assessment criteria of the Green Building Council Indonesia (GBCI), particularly the Greenship New Building and
Greenship Existing Building standards. In addition, the approach to calculating and managing energy efficiency also refers to the SNI ISO 50001:2018 standard on Energy Management
Systems




Upaya efisiensi energi ini terus dijalankan secara konsisten.                                    These energy efficiency efforts are continuously
Sejalan dengan komitmen untuk memperkuat pengelolaan                                             implemented in a consistent manner. In line with its
energi ke depan, Perusahaan saat ini tengah menyusun                                             commitment to strengthening energy management going
Peta Jalan Penerapan Energi Baru dan Energi Terbarukan                                           forward, the Company is currently developing a Roadmap
sebagai arah strategis dalam mendukung transisi energi                                           for the Implementation of New and Renewable Energy as
di lingkungan operasional bandara. Selain itu, kajian lebih                                      a strategic direction to support energy transition within
lanjut terkait peta jalan penghematan dan konservasi energi                                      airport operational environments. In addition, further




144                 Laporan Keberlanjutan 2025 PT Angkasa Pura Indonesia
Page 145
juga direncanakan untuk dilaksanakan pada tahun 2026         studies related to the roadmap for energy efficiency and
guna memastikan pendekatan yang lebih terstruktur dan        conservation are planned to be conducted in 2026 to
komprehensif dalam meningkatkan efisiensi energi.            ensure a more structured and comprehensive approach to
                                                             improving energy efficiency.

Pada periode pelaporan, Perusahaan belum melakukan           During the reporting period, the Company has not
penghitungan secara kuantitatif terhadap besaran reduksi     conducted a quantitative assessment of the magnitude of
atau efisiensi kebutuhan energi dari layanan yang tersedia   energy reduction or efficiency in energy requirements from
bagi pelanggan dan pengguna bandara. [OJK F.7] [G4-EN6]      services provided to customers and airport users. [OJK F.7] [G4-
                                                             EN6]




Mengelola Air Sebagai Sumber Daya Bersama
Managing Water As A Shared Resource

Air merupakan sumber daya krusial yang menopang              Water is a critical resource that supports all airport
seluruh aktivitas operasional bandara, sekaligus memiliki    operational activities and is directly connected to the
keterkaitan langsung dengan lingkungan dan masyarakat        surrounding environment and communities. As passenger
sekitar. Seiring dengan meningkatnya trafik penumpang,       traffic, aircraft movements, and facility development
pergerakan pesawat, serta pengembangan fasilitas,            increase, the demand for clean water also rises. In this
kebutuhan terhadap air bersih turut mengalami peningkatan.   context, PT Angkasa Pura Indonesia manages water not only
Dalam konteks ini, PT Angkasa Pura Indonesia mengelola air   as an operational necessity but as a shared resource whose
tidak hanya sebagai kebutuhan operasional, tetapi sebagai    sustainability must be maintained through planned and
sumber daya bersama yang harus dijaga keberlanjutannya       responsible management. [GRI 3-3] [G4-DMA]
melalui pengelolaan yang terencana dan bertanggung jawab.
[GRI 3-3] [G4-DMA]



Pendekatan tersebut diwujudkan melalui pengelolaan siklus    This approach is implemented through comprehensive
air secara menyeluruh, mencakup tahap pengambilan,           water cycle management, covering stages from abstraction
pemanfaatan, hingga pengolahan dan pembuangan,               and utilization to treatment and discharge, with a strong
dengan mengedepankan efisiensi serta upaya konservasi        emphasis on efficiency and conservation efforts such
seperti daur ulang dan penggunaan kembali air. Selain itu,   as water recycling and reuse. In addition, the Company
Perusahaan juga mempertimbangkan potensi dampak yang         considers potential impacts that may arise, ensuring that
dapat timbul, sehingga langkah mitigasi menjadi bagian       mitigation measures are integrated into every stage of
yang terintegrasi dalam setiap proses pengelolaan air.       water management

Pengambilan dan Pemanfaatan Air                              Water Withdrawal and Utilization

Pengelolaan air bersih diawali dengan perencanaan            Clean water management begins with comprehensive
yang komprehensif, mulai dari proyeksi kebutuhan             planning, including projections of water demand,
air, identifikasi sumber pasokan, hingga pengaturan          identification of supply sources, and the regulation of usage,
penggunaan, pengawasan, dan pelaporan. Dalam proses ini,     monitoring, and reporting. In this process, the Company
Perusahaan turut mempertimbangkan potensi risiko seperti     also considers potential risks such as land subsidence,
penurunan muka tanah, keterbatasan ketersediaan air, serta   limited water availability, and pollution that may affect water
pencemaran yang dapat memengaruhi kualitas sumber daya       resource quality. Therefore, various aspects are taken into
air. Oleh karena itu, berbagai aspek diperhitungkan sejak    account from the planning stage, including projections of
tahap perencanaan, termasuk proyeksi jumlah penumpang,       passenger volume, wastewater treatment facility capacity,
kapasitas fasilitas pengolahan air limbah, serta rencana     and plans for wastewater utilization and discharge. [GRI 303-1]
pemanfaatan dan pembuangan air limbah. [GRI 303-1]




                                                              Sestainability Report 2025 PT Angkasa Pura Indonesia      145
Page 146
                  Menjaga Keseimbangan Lingkungan di Setiap Lintasan
          04      Maintaining Environmental Balance in Every Operation




                    Tabel Jumlah Pengambilan, Pembuangan, dan Konsumsi Air (m3) [GRI 303-3] [GRI 303-4] [GRI 303-5] [OJK F.8]
                                            Table of Water Withdrawal, Discharge, and Consumption (m³)

                                                   Deskripsi
                                                                                                                          2025
                                                  Description

 Pengambilan air
 Water Withdrawal

 Air tanah                                                                                                              1.706.205
 Groundwater

 Pemanenan Air Hujan                                                                                                       21.872
 Rainwater Harvesting

 Air dari pihak ketiga                                                                                                 6.270.380
 Third-party water

 Jumlah pengambilan air                                                                                                 7.998.457
 Total Water Withdrawal

 Pembuangan air
 Water Discharge

 Jumlah pembuangan ke badan air                                                                                          448.997
 Total discharge to water bodies

 Konsumsi air
 Water Consumption

 Jumlah konsumsi air                                                                                                   7.549.460
 Total water consumption

 Air daur ulang
 Recycled Water

 Jumlah air daur ulang dari Sewage Treatment Plant (STP) dan proses Reverse Osmosis (RO)                                  301.891
 Total recycled water from Sewage Treatment Plant (STP) and Reverse Osmosis (RO) processes


Dalam operasionalnya, Perusahaan memanfaatkan Instalasi                    In its operations, the Company utilizes Water Treatment
Pengolahan Air (IPA) untuk memastikan kualitas air yang                    Plants (IPA) to ensure that the quality of water used meets
digunakan memenuhi standar yang berlaku. Sumber air                        applicable standards. Clean water sources are obtained
bersih diperoleh dari PDAM, sumur dalam, pengolahan air                    from PDAM, deep wells, brackish water treatment through
payau melalui reverse osmosis, serta pemanenan air hujan                   reverse osmosis, as well as rainwater harvesting stored in
yang ditampung dalam ground water tank (GWT). Air tersebut                 Ground Water Tanks (GWT). The water is then distributed
kemudian didistribusikan untuk mendukung berbagai                          to support various operational needs, including passenger
kebutuhan operasional, termasuk terminal penumpang,                        terminals, cargo terminals, office areas, hydrant systems,
terminal kargo, perkantoran, sistem hidran, serta fasilitas                and other supporting facilities.
pendukung lainnya.

Pengelolaan ini dilakukan dengan tetap mengacu pada                        This management is carried out in accordance with
ketentuan perizinan yang berlaku, termasuk batasan                         applicable licensing requirements, including limitations on
pengambilan air tawar, serta memastikan bahwa                              freshwater withdrawal, while ensuring that water extraction
pengambilan air tidak dilakukan di wilayah dengan tingkat                  is not conducted in areas experiencing water scarcity. [OJK
kelangkaan air. [OJK F.8] [GRI 303-3]                                      F.8] [GRI 303-3]




146             Laporan Keberlanjutan 2025 PT Angkasa Pura Indonesia
Page 147
Pemanfaatan Air Daur Ulang [GRI 303-5]                          Utilization of Recycled Water [GRI 303-5]

Untuk mengoptimalkan penggunaan air sekaligus menekan           To optimize water usage while reducing clean water
konsumsi air bersih, Perusahaan terus memperkuat                consumption, the Company continues to strengthen the
pemanfaatan air daur ulang dalam kegiatan operasional.          utilization of recycled water in operational activities. This
Upaya ini dilakukan melalui pengoperasian instalasi             effort is implemented through the operation of wastewater
pengolahan air limbah di beberapa bandara, yang                 treatment facilities at several airports, enabling treated
memungkinkan air hasil olahan dimanfaatkan kembali untuk        water to be reused for non-potable purposes. The Company
kebutuhan nonkonsumsi. Perusahaan mengoptimalkan                optimizes water usage through recycled water sourced from
penggunaan air melalui pemanfaatan air daur ulang               Sewage Treatment Plants (STP) and rainwater harvesting
yang bersumber dari Sewage Treatment Plant (STP) dan            systems, which are used for irrigation of gardens and roads,
penampungan air hujan       (rainwater harvesting), yang        cooling towers, and flushing.
digunakan untuk penyiraman taman dan jalan, cooling tower,
serta flushing.

1.   Pemanfaatan air daur ulang berbasis STP telah              1.   STP-based recycled water utilization has been
     diimplementasikan       di    Bandara     Internasional         implemented at Yogyakarta International Airport,
     Yogyakarta, Bandara Internasional Jenderal Ahmad                Jenderal Ahmad Yani International Airport, Syamsudin
     Yani, Bandara Internasional Syamsudin Noor, dan                 Noor International Airport, and I Gusti Ngurah Rai
     Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai;                       International Airport;
2.   Pemanfaatan rainwater harvesting telah diterapkan          2.   Rainwater harvesting has been implemented at
     di Bandara Internasional Yogyakarta dan Bandara                 Yogyakarta International Airport and Jenderal Ahmad
     Internasional Jenderal Ahmad Yani;                              Yani International International Airport;
3.   Daur ulang air sumur dengan metode reverse osmosis         3.   Reverse osmosis (RO)-based recycling of well water has
     (RO) telah diterapkan di Bandara Internasional Juanda           been implemented at Juanda International Airport to
     untuk mendukung kebutuhan air bersih.                           support clean water needs.

Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan efisiensi               This approach not only improves water use efficiency but
penggunaan air, tetapi juga menjadi bagian dari strategi        also forms part of a broader water conservation strategy,
konservasi air yang lebih luas, termasuk pemanfaatan            including the utilization of technology, optimization of
teknologi, optimalisasi sumber air alternatif, serta            alternative water sources, and reduction of dependence on
pengurangan ketergantungan terhadap air tanah.                  groundwater.

Di samping itu, Perusahaan juga melakukan berbagai upaya        In addition, the Company undertakes various water
efisiensi dan konservasi air sebagai berikut:                   efficiency and conservation measures as follows:

1.   Menggunakan air daur ulang hasil pengolahan air limbah     1.   Utilizing recycled water from wastewater treatment
     dari instalasi pengolahan air limbah (IPAL) untuk toilet        plants (IPAL) for toilet use and plant irrigation, thereby
     dan menyiram tanaman sehingga dapat mengurangi                  reducing groundwater consumption;
     penggunaan air tanah;
2.   Meningkatkan penggunaan teknologi reverse osmosis          2.   Expanding the use of reverse osmosis technology at
     di Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani dengan             Jenderal Ahmad Yani International Airport by recycling
     mendaur ulang air yang berasal dari air payau dan air           water sourced from brackish water and rainwater;
     hujan;
3.   Melakukan tangkapan air hujan di Bandara Internasional     3.   Implementing rainwater harvesting at Yogyakarta
     Yogyakarta Kulon Progo untuk mengurangi penggunaan              International Airport Kulon Progo to reduce reliance on
     air bersih dari PDAM;                                           PDAM clean water;




                                                                 Sestainability Report 2025 PT Angkasa Pura Indonesia     147
Page 148
                 Menjaga Keseimbangan Lingkungan di Setiap Lintasan
          04     Maintaining Environmental Balance in Every Operation




4.    Perusahaan berupaya maksimal untuk melakukan                      4.   The Company continuously strives to maximize water
      efisiensi penggunaan air dan meningkatkan kegiatan                     efficiency and enhance water conservation efforts to
      konservasi air dalam rangka menjaga keseimbangan                       maintain environmental balance. These efforts include:
      lingkungan. Beberapa upaya konservasi air yang
      perusahaan lakukan adalah sebagai berikut;
      a. Penggunaan sanitasi dengan sensor otomatis;                         a.   Use of sensor-based sanitation systems;
      b. Penggunaan sistem toilet dengan teknologi hemat                     b.   Use of water-efficient toilet systems (smart toilets);
           air (smart toilet);
      c. Perawatan terhadap instalasi air secara rutin guna                  c.   Routine maintenance of water installations to
           mencegah kebocoran;                                                    prevent leakage;
      d. Penanaman pohon untuk memenuhi ruang terbuka                        d.   Tree planting to support green open spaces
           hijau;
      e. Pembuatan kolam, sumur resapan, dan lubang                          e.   Development of ponds, infiltration wells, and
           biopori;                                                               biopores;
      f. Kampanye kepada seluruh pegawai untuk                               f. Awareness campaigns for all employees to
           menghemat penggunaan air.                                              conserve water usage.
5.    Dalam kegiatan operasional, perusahaan tidak lagi                 5.   In operational activities, the Company no longer utilizes
      memanfaatkan penggunaan air bawah tanah, khususnya                     groundwater sources, particularly shallow groundwater,
      air tanah dangkal, tetapi menggantinya dengan sumber                   and instead replaces them with PDAM water supply and/
      air dari PDAM dan/atau dengan air daur ulang yang                      or recycled water generated from domestic wastewater
      dihasilkan dari pengolahan air limbah domestik serta                   treatment and rainwater harvesting.
      pemanfaatan hasil tangkapan air hujan.




148            Laporan Keberlanjutan 2025 PT Angkasa Pura Indonesia
Page 149
Pengelolaan Dampak Lingkungan
Environmental Impact Management



Mengelola Limbah Dari Setiap Aktivitas
Managing Waste From Every Activity

Penerapan      Master   Plan    Eco-Airport    mendorong    The implementation of the Eco-Airport Master Plan
PT Angkasa Pura Indonesia untuk mengelola limbah secara     encourages PT Angkasa Pura Indonesia to manage waste
terpadu dan terintegrasi di seluruh area operasional,       in an integrated and comprehensive manner across all
mencakup limbah padat/sampah, limbah bahan berbahaya        operational areas, covering solid waste, hazardous and toxic
dan beracun (B3), serta air limbah. Pengelolaan dilakukan   waste (B3), as well as wastewater. Waste management is
secara sistematis dengan pengendalian yang konsisten,       carried out systematically with consistent controls, including
termasuk melalui proses pengolahan air limbah sebelum       wastewater treatment processes prior to discharge into
dibuang ke lingkungan, guna mencegah dampak negatif         the environment, in order to prevent negative impacts
seperti pencemaran, bau, dan potensi gangguan               such as pollution, odor, and potential health risks. This
kesehatan, serta mengacu pada Peraturan Direksi             approach also refers to the Board of Directors Regulation
PT Angkasa Pura Indonesia No. PD.DT.4/TK.11/2025 tentang    of PT Angkasa Pura Indonesia No. PD.DT.4/TK.11/2025 on
Pedoman Pengelolaan Limbah di Bandar Udara yang Dikelola    Waste Management Guidelines at Airports Managed by
Oleh PT Angkasa Pura Indonesia sebagai landasan dalam       PT Angkasa Pura Indonesia as the foundation to ensure that
memastikan seluruh proses berjalan secara terstruktur,      all processes are conducted in a structured, measurable,
terukur, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.          and compliant manner.

Pengelolaan Air Limbah                                      Wastewater Management

Dalam melaksanakan pengelolaan air limbah, Perusahaan       In implementing wastewater management, the Company
memastikan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.        ensures compliance with applicable regulations. Based on
Berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan          the Regulation of the Minister of Environment and Forestry
Kehutanan Nomor 5 Tahun 2021 tentang Tata Cara Penerbitan   No. 5 of 2021 concerning Procedures for Issuing Technical
Persetujuan Teknis dan Surat Kelayakan Operasional Bidang   Approvals and Operational Feasibility Certificates in the
Pengendalian Pencemaran Lingkungan, pembuangan dan/         Field of Environmental Pollution Control, wastewater
atau pemanfaatan air limbah yang dilakukan mencakup         discharge and/or utilization activities include the following:
kegiatan berikut: [GRI 3-3]                                 [GRI 3-3]



1.   Pembuangan air limbah ke badan air permukaan;          1.    Discharge of wastewater into surface water bodies;
2.   Pembuangan air limbah ke formasi tertentu;             2.    Discharge of wastewater into specific formations;
3.   Pemanfaatan air limbah ke formasi tertentu;            3.    Utilization of wastewater in specific formations;
4.   Pemanfaatan air limbah untuk aplikasi ke tanah; dan    4.    Utilization of wastewater for land application; and
5.   Pembuangan air limbah ke laut.                         5.    Discharge of wastewater into the sea.

Sejalan dengan ketentuan tersebut, PT Angkasa Pura          In line with these provisions, PT Angkasa Pura Indonesia has
Indonesia telah mengelola sejumlah bandara yang memiliki    managed a number of airports that have obtained Technical
Persetujuan Teknis Limbah Cair, antara lain Bandara         Approval for Wastewater Discharge, including I Gusti Ngurah
Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bandara Internasional     Rai International Airport, Yogyakarta International Airport,
Yogyakarta, Bandara Internasional Syamsudin Noor            Syamsudin Noor International Airport, Sultan Aji Muhammad
Banjarmasin, Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad      Sulaiman Sepinggan International Airport, Sultan Hasanuddin
Sulaiman Sepinggan, Bandara Internasional Sultan            International Airport, El Tari International Airport, Pattimura
Hasanuddin, Bandara Internasional El Tari Kupang, Bandara   International Airport, Juanda International Airport, Depati
Internasional Pattimura, Bandara Internasional Juanda,      Amir Airport, Kediri International Airport, and Minangkabau
Bandara Depati Amir, Bandara Internasional Kediri, dan      International Airport.
Bandara Internasional Minangkabau.




                                                             Sestainability Report 2025 PT Angkasa Pura Indonesia     149
Page 150
                      Menjaga Keseimbangan Lingkungan di Setiap Lintasan
           04         Maintaining Environmental Balance in Every Operation




Untuk memastikan pelestarian lingkungan, Perusahaan                          To ensure environmental preservation, the Company
secara konsisten menjaga agar pengolahan air limbah                          consistently ensures that wastewater treatment meets
memenuhi baku mutu yang ditetapkan serta melaporkannya                       the established quality standards and reports the results
kepada instansi berwenang. Air limbah yang dihasilkan                        to the relevant authorities. Wastewater generated from
dalam kegiatan operasional dikategorikan menjadi limbah                      operational activities is categorized into domestic
cair domestik, limbah cair komersial, serta limbah cair dari                 wastewater, commercial wastewater, and aircraft toilet
toilet pesawat. [GRI 303-2]                                                  wastewater. [GRI 303-2]

Seluruh pengelolaan limbah cair dilakukan mengacu pada                       All wastewater management practices are conducted in
Rencana Pengelolaan Lingkungan dan Rencana Pemantauan                        accordance with the Environmental Management Plan and
Lingkungan (RKL-RPL) sebagaimana tercantum dalam                             Environmental Monitoring Plan (RKL-RPL) as stipulated in
Persetujuan Lingkungan.                                                      the Environmental Approval.

Perusahaan juga memastikan bahwa kualitas air limbah                         The Company also ensures that the quality of the wastewater
yang dihasilkan telah memenuhi baku mutu yang ditetapkan                     generated complies with the applicable quality standards
sesuai dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor                       as stipulated in Minister of Environment Regulation No. 11
11 Tahun 2025 tentang Baku Mutu Air Limbah dan Standar                       of 2025 on Wastewater Quality Standards and Domestic
Teknologi Pengolahan Air Limbah Domestik. Upaya ini                          Wastewater Treatment Technology Standards. These
mencakup pengendalian pembuangan air limbah agar                             efforts include controlling wastewater discharge to prevent
tidak dilakukan ke badan air dengan kualitas di atas kelas II                disposal into water bodies with water quality exceeding Class
sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 22                       II standards, in accordance with Government Regulation No.
Tahun 2021.                                                                  22 of 2021.

Dalam konteks pengelolaan air secara menyeluruh,                             Within the broader context of comprehensive water
Perusahaan juga memperhatikan pengelolaan limpasan air                       management, the Company also addresses stormwater
hujan (stormwater) yang dihasilkan dari area operasional                     runoff generated from airport operational areas such as
bandara, seperti jalan, apron, dan ruang terbuka hijau.                      roads, aprons, and green open spaces. Stormwater runoff
Limpasan air hujan tersebut berpotensi membawa berbagai                      has the potential to carry various pollutants that may impact
zat pencemar yang dapat berdampak terhadap kualitas                          environmental quality if not properly managed. Therefore,
lingkungan apabila tidak dikelola dengan baik. Oleh karena                   monitoring and controlling runoff water quality form part
itu, pemantauan dan pengendalian terhadap kualitas air                       of the Company’s ongoing environmental impact mitigation
limpasan menjadi bagian dari upaya mitigasi dampak                           efforts. [G4-DMA]
lingkungan yang dilakukan secara berkelanjutan. [G4-DMA]

Berikut merupakan sampel hasil pengukuran kualitas air                       The following presents sample results of stormwater
limpasan yang disajikan berdasarkan nilai rata-rata dari tiga                quality measurements, expressed as average values from
bandara, yaitu Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad                     three airports—Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan
Sulaiman Sepinggan, Bandara Internasional Adi Soemarmo,                      International Airport, Adi Soemarmo International Airport,
dan Bandara Tjilik Riwut, dengan lokasi pengambilan sampel                   and Tjilik Riwut Airport—with sampling points located at
berada pada titik hulu (upstream) di masing-masing bandara.                  upstream positions at each airport. [GRI 303-4][G4-AO4]
[GRI 303-4][G4-AO4]




150               Laporan Keberlanjutan 2025 PT Angkasa Pura Indonesia
Page 151
                                                          Tabel Pengukuran Kualitas Limpasan Air [GRI 303-4] [G4-AO4]
                                                                      Water Quality Monitoring Table

                                                                                              Satuan                                                           Baku Mutu
                                 Parameter                                                                               Semester II 2025
                                                                                               Unit                                                         Quality Standards

                                                                                        Fisika
                                                                                       Physical

 Residu Terlarut (TDS)                                                                        mg/L                                    202                             2.000
 Total Dissolved Solids (TDS)
 Residu Tersuspensi (TSS)                                                                     mg/L                                    12,5                               400
 Total Suspended Solids (TSS)
 pH                                                                                               -                                  6,83                                 6-9
 Chemical Oxygen Demand (COD)                                                                 mg/L                                   11,16                                 80
 Biological Oxygen Demand (BOD)                                                               mg/L                                   2,35                                   12
 Dissolved Oxygen (DO)                                                                        mg/L                                   6,62                                     1
 Amonia                                                                                       mg/L                                   0,09                                     -
 Ammonia
 Minyak & Lemak                                                                               mg/L                                   0,96                                   10
 Oil & Grease
                                                                                    Mikrobiologi
                                                                                    Microbiology

 Total Coliform                                                                          Juml/100 mL                                  523                            10.000
 Total Coliform                                                                          Total/100 mL

Catatan: Baku mutu diperbarui dengan mengacu pada Baku Mutu Air Nasional Kelas IV sebagaimana tercantum dalam Lampiran VI Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021
Note: The quality standards have been updated in reference to the National Water Quality Standards Class IV as stipulated in Appendix VI of Government Regulation No. 22 of 2021.




                                                                                                  Sestainability Report 2025 PT Angkasa Pura Indonesia                              151
Page 152
                Menjaga Keseimbangan Lingkungan di Setiap Lintasan
         04     Maintaining Environmental Balance in Every Operation




Perusahaan merancang sistem drainase secara terintegrasi               The Company designs an integrated drainage system to
untuk memastikan limpasan air hujan dapat dialirkan secara             ensure that stormwater runoff is conveyed in a controlled
terkendali menuju saluran pembuangan di luar area bandara.             manner to discharge channels outside the airport area. This
Sistem ini didesain untuk menampung dan mengelola                      system is designed to collect and manage stormwater runoff
limpasan air hujan yang berpotensi mengandung polutan                  that may contain pollutants or other hazardous substances.
maupun bahan berbahaya lainnya.

Untuk meminimalkan risiko kontaminasi, Perusahaan                      To minimize the risk of contamination, the Company
menerapkan langkah-langkah berikut                                     implements the following measures:
1. Desain drainase yang tidak memungkinkan infiltrasi                  1. Drainage design that prevents direct infiltration into the
    langsung ke dalam tanah;                                               ground;
2. Pemisahan saluran black water dan grey water melalui                2. Separation of black water and grey water channels
    sistem tertutup;                                                       through a closed system;
3. Pengurangan penggunaan bahan kimia dalam                            3. Reduction in the use of chemicals in handling fuel or
    penanganan tumpahan minyak atau avtur di area apron;                   aviation fuel (avtur) spills in apron areas;
4. Pengukuran kualitas efluen secara berkala setiap enam               4. Periodic effluent quality measurements every six
    bulan oleh laboratorium terakreditasi;                                 months by accredited laboratories;
5. Penyediaan kolam penampungan sebelum air limpasan                   5. Provision of retention ponds before runoff is discharged
    dialirkan keluar area bandara; serta                                   outside the airport area; and
6. Pembersihan saluran drainase secara rutin.                          6. Routine cleaning of drainage channels.

Dalam pengelolaan air limbah, Perusahaan mengoperasikan                In wastewater management, the Company operates
Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) untuk mengolah black            Wastewater Treatment Plants (IPAL) to treat black water and
water dan grey water yang berasal dari berbagai aktivitas              grey water generated from various operational activities,
operasional, antara lain:                                              including:
1. Kawasan perkantoran;                                                1. Office areas;
2. Area komersial seperti restoran dan kafe;                           2. Commercial areas such as restaurants and cafés;
3. Terminal penumpang;                                                 3. Passenger terminals;
4. Fasilitas sanitasi dan tempat ibadah; serta                         4. Sanitation facilities and places of worship; and
5. Kawasan hunian di lingkungan bandara.                               5. Residential areas within the airport environment.

Proses pengolahan dilakukan melalui sistem terpusat                    The treatment process is carried out through centralized
yang dirancang sesuai kapasitas masing-masing bandara,                 systems designed according to the capacity of each airport,
yang secara umum mencakup tahapan penyaringan awal,                    generally comprising preliminary screening, sedimentation,
pengendapan, pengolahan biologis, hingga penampungan                   biological treatment, and final storage stages. The treated
akhir. Air limbah yang telah diolah selanjutnya dimanfaatkan           wastewater is subsequently reused for non-potable
kembali      untuk   kebutuhan       nonkonsumsi,     seperti          purposes such as toilet flushing, air conditioning systems,
penggelontoran toilet, sistem pendingin udara, serta                   and irrigation of green areas, while a portion is discharged
penyiraman area hijau, sementara sebagian lainnya dialirkan            into water bodies in accordance with applicable regulations.
ke badan air sesuai ketentuan yang berlaku.

Seluruh proses pengelolaan dan pembuangan air limbah                   All wastewater management and discharge processes are
dipantau setiap bulan dan dilaporkan secara berkala sesuai             monitored monthly and reported periodically in accordance
dengan Rencana Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan                   with the Environmental Management and Monitoring Plan
(RKL-RPL) kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan                      (RKL-RPL) to the Ministry of Environment and Forestry.
Kehutanan. Pemantauan dilakukan pada titik penaatan,                   Monitoring is conducted at compliance points, discharge
titik pembuangan, dan titik pemantauan lainnya dengan                  points, and other monitoring locations in accordance with
mengacu pada baku mutu yang ditetapkan dalam masing-                   quality standards stipulated in each environmental approval.
masing persetujuan lingkungan.




152           Laporan Keberlanjutan 2025 PT Angkasa Pura Indonesia
Page 153
Parameter yang dipantau mengacu pada parameter               The monitored parameters refer to domestic wastewater
air limbah domestik sesuai dengan Peraturan Menteri          parameters in accordance with the Regulation of the Minister
Lingkungan Hidup Nomor 11 Tahun 2025 tentang Baku Mutu       of Environment No. 11 of 2025 concerning Wastewater Quality
Air Limbah dan Standar Teknologi Pengolahan Air Limbah       Standards and Domestic Wastewater Treatment Technology
Domestik. Kegiatan pemantauan ini dilaksanakan bekerja       Standards. These monitoring activities are carried out in
sama dengan laboratorium yang terakreditasi oleh Komite      collaboration with laboratories accredited by the National
Akreditasi Nasional (KAN). [GRI 303-4]                       Accreditation Committee (KAN). [GRI 303-4]

Timbulan Limbah dan Dampak terkait Limbah beserta            Waste Generation and Waste-Related Impacts and Their
Pengelolaannya                                               Management

Pengelolaan timbulan limbah menjadi bagian penting           Waste generation management is a key component of the
dalam upaya Perusahaan untuk mengendalikan dampak            Company’s efforts to control environmental impacts from
lingkungan dari aktivitas operasional bandara, khususnya     airport operational activities, particularly those originating
yang bersumber dari limbah domestik yang dihasilkan oleh     from domestic waste generated by passengers and tenants.
penumpang maupun tenant. Pendekatan yang diterapkan          The approach focuses on reducing the volume of waste sent
berfokus pada pengurangan volume limbah yang dikirim         to final disposal sites (TPA) through the implementation of
ke tempat pembuangan akhir (TPA) melalui penerapan           waste segregation at source, as part of the zero waste to
pemilahan sampah sejak dari sumbernya (at source             landfill initiative. [GRI 3-3] [GRI 306-1]
segregation), sebagai bagian dari inisiatif zero waste to
landfill. [GRI 3-3] [GRI 306-1]

Dalam implementasinya, PT Angkasa Pura Indonesia             In its implementation, PT Angkasa Pura Indonesia optimizes
mengoptimalkan pengelolaan sampah melalui fasilitas          waste management through Waste Processing Facilities
Tempat Pengolahan Sampah dengan prinsip reduce, reuse,       based on the reduce, reuse, recycle (TPS 3R) principles.
recycle (TPS 3R). Hingga periode pelaporan, fasilitas TPS    As of the reporting period, TPS 3R facilities have been
3R ini telah beroperasi di sejumlah bandara, antara lain     operational at several airports, including Jenderal Ahmad
Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani, Bandara           Yani International Airport, Sultan Aji Muhammad Sulaiman
Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan,        Sepinggan International Airport, Yogyakarta International
Bandara Internasional Yogyakarta, Bandara Internasional      Airport, Adi Soemarmo International Airport, and I Gusti
Adi Soemarmo, dan Bandara Internasional I Gusti Ngurah       Ngurah Rai International Airport.
Rai.

Sementara itu, terdapat beberapa bandara yang masih          Meanwhile, several airports are still in the partial operational
dalam tahap pengoperasian parsial TPS 3R, yaitu Bandara      stage of TPS 3R facilities, namely Soekarno-Hatta
Internasional Soekarno-Hatta, Bandara Internasional Sam      International Airport, Sam Ratulangi International Airport,
Ratulangi, Bandara Internasional Pattimura, dan Bandara      Pattimura International Airport, and Zainuddin Abdul Madjid
Internasional Zainuddin Abdul Madjid.                        International Airport.

Melalui TPS 3R, pengelolaan sampah dilakukan secara          Through TPS 3R, waste management is carried out in a
terstruktur yang mencakup beberapa tahapan berikut:          structured manner covering the following stages:
1. Pemilahan sampah ke dalam kategori organik, botol,        1. Waste segregation into categories such as organic
    plastik, kertas, dan residu;                                 waste, bottles, plastics, paper, and residual waste;
2. Pengolahan sampah organik menjadi produk bernilai         2. Processing of organic waste into value-added products
    tambah seperti pupuk kompos dan eco enzyme,                  such as compost and eco-enzymes, including through
    termasuk melalui metode biokonversi menggunakan              bioconversion methods using Black Soldier Fly (BSF)
    larva Black Soldier Fly (BSF);                               larvae;
3. Pengelolaan sampah anorganik seperti botol, kertas,       3. Management of inorganic waste such as bottles,
    kardus, plastik, serta logam/kaleng melalui kerja sama       paper, cardboard, plastics, and metals/cans through
    dengan bank sampah maupun pihak ketiga untuk                 partnerships with waste banks and third parties to
    mendukung pemanfaatan kembali dalam kerangka                 support reuse within a circular economy framework;
    ekonomi sirkular; dan                                        and



                                                              Sestainability Report 2025 PT Angkasa Pura Indonesia      153
Page 154
                 Menjaga Keseimbangan Lingkungan di Setiap Lintasan
          04     Maintaining Environmental Balance in Every Operation




4.    Pengangkutan residu yang tidak dapat diolah lebih                 4.   Transportation of residual waste that cannot be
      lanjut ke TPA milik pemerintah daerah untuk diproses                   further processed to government-owned final disposal
      sesuai ketentuan yang berlaku.                                         sites (TPA) for handling in accordance with applicable
                                                                             regulations.

Manajemen Limbah B3                                                     Hazardous and Toxic Waste (B3) Management

Pada tahun 2025, Perusahaan mencatat timbulan limbah                    In 2025, the Company recorded hazardous and toxic waste
B3 sebesar 54 ton, yang seluruhnya telah dikelola sesuai                (B3) generation of 54 tons, all of which has been managed
dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di                        in accordance with applicable environmental regulations.
bidang lingkungan hidup. Pengelolaan limbah B3 dilakukan                B3 waste management is carried out in a controlled
secara terkontrol melalui kerja sama dengan pihak ketiga                manner through collaboration with third parties that hold
yang memiliki perizinan resmi untuk kegiatan pengangkutan               official licenses for the transportation and/or treatment of
dan/atau pengolahan limbah B3.                                          hazardous waste.

Perusahaan memastikan bahwa seluruh limbah B3 yang                      The Company ensures that all generated B3 waste is
dihasilkan terlebih dahulu dikumpulkan dan disimpan di                  first collected and stored in licensed temporary storage
fasilitas penyimpanan sementara yang telah berizin di area              facilities within the airport area. Subsequently, the waste is
bandara. Selanjutnya, limbah tersebut diserahkan kepada                 handed over to licensed third parties for transportation and
pihak ketiga berizin untuk diangkut dan dikelola sesuai                 management in accordance with applicable procedures and
dengan prosedur serta regulasi yang berlaku.                            regulations.




154            Laporan Keberlanjutan 2025 PT Angkasa Pura Indonesia
Page 155
Jenis limbah B3 yang dihasilkan beserta sumbernya di                    The types of B3 waste generated, along with their sources
lingkungan operasional bandara disajikan pada tabel berikut.            within airport operational environments, are presented in
                                                                        the following table.

                   Sumber Limbah                                                       Jenis Limbah B3
                    Waste Source                                                     Hazardous Waste Type

 Pengoperasian pesawat udara (domestik dan            Fasilitas Pendukung | Supporting facilities:
 internasional)                                       Avtur bekas, pelarut bekas
 Operation of aircraft (domestic and international)   Used jet fuel, used solvents

 Pengoperasian Bandara                                Fasilitas Pendukung | Supporting facilities:
 Airport operations                                   •     Oli atau minyak pelumas bekas hidraulis, mesin, gear, lubrikasi, insulasi, heat
                                                            transmission, grit chamber, pemisah, dan solar kotor
                                                      •     Aki bekas, baterai bekas
                                                      •     Kain majun terkontaminasi
                                                      •     Filter bekas
                                                      •     Kemasan bekas B3 (kemasan bekas oli dan kemasan tinta cartridge, kaleng
                                                            cat)
                                                      •     Residu dari kegiatan pembersihan, misalnya limbah aspal
                                                      •     Used hydraulic, engine, gear, lubrication, insulation, heat transmission, grit
                                                            chamber, separator, and dirty diesel oil
                                                      •     Used batteries, used battery packs
                                                      •     Contaminated majun cloth
                                                      •     Used filter Used hazardous waste packaging (used oil packaging and ink
                                                            cartridge packaging, paint cans)
                                                      •     Residues from cleaning activities, such as asphalt waste
                                                      Fasilitas perkantoran | Office facilities:
                                                      •     Tinta komputer/cartridge bekas
                                                      •     Lampu TL Bekas, limbah elektronik termasuk cathode ray tube, CRT printed
                                                            circuit board (PCB), wire rubber
                                                      •     Used computer ink/cartridge
                                                      •     Used light bulbs, electronic waste including cathode ray tubes, CRT printed
                                                            circuit board (PCB), wire rubber
                                                      Fasilitas Kesehatan | Healthcare Facilities:
                                                      •     Limbah medis, kotak P3K ambulans (obat kedaluwarsa)
                                                      •     Medical waste, ambulance first aid kits (expired medicines)

 Pengembangan Bandara                                 Material insulasi yang mengandung asbestos (misalnya rockwool, glasswool)
 Airport development                                  Insulation materials containing asbestos (e.g., rockwool, glasswool)

 Perawatan fasilitas Bandara dan pesawat udara:       •    Pelarut
 bengkel pemeliharaan pesawat dan kendaraan           •    Limbah Cair
 Airport and aircraft maintenance: aircraft and       •    Baterai Bekas
 vehicle maintenance workshop
                                                      •    Solvent
                                                      •    Liquid Waste
                                                      •    Used Batteries



Perusahaan memastikan pengelolaan limbah B3 dilakukan                   The Company ensures that hazardous and toxic waste
secara terdokumentasi dan terpantau melalui sistem                      (B3) management is properly documented and monitored
pelaporan resmi yang disediakan oleh Kementerian                        through official reporting systems provided by the Ministry
Lingkungan Hidup dan Kehutanan, yaitu SIMPEL KLHK                       of Environment and Forestry, namely SIMPEL KLHK and
dan Festronik. Seluruh timbulan limbah B3 yang telah                    Festronik. All identified B3 waste generation is recorded
diinventarisasi dicatat dan dilaporkan secara berkala,                  and reported periodically, including through the issuance
termasuk dalam proses penerbitan manifest limbah B3                     of B3 waste manifests to ensure full traceability of its
untuk menjamin ketertelusuran pengelolaannya.                           management.




                                                                         Sestainability Report 2025 PT Angkasa Pura Indonesia            155
Page 156
                    Menjaga Keseimbangan Lingkungan di Setiap Lintasan
             04     Maintaining Environmental Balance in Every Operation




Pengelolaan limbah B3 dilaksanakan di masing-masing                                 B3 waste management is implemented at each airport by
bandara dengan menunjuk penanggung jawab yang                                       appointing responsible personnel tasked with ensuring
bertugas memastikan kepatuhan terhadap prosedur dan                                 compliance with applicable procedures and regulations.
ketentuan yang berlaku. Dalam pelaksanaannya, setiap unit                           In practice, each operational unit also collaborates with
operasional juga bekerja sama dengan pihak ketiga yang                              third parties that hold official permits from the Ministry
telah memiliki perizinan resmi dari Kementerian Lingkungan                          of Environment and Forestry and/or the Ministry of
Hidup dan Kehutanan dan/atau Kementerian Perhubungan                                Transportation for the transportation and treatment of B3
untuk kegiatan pengangkutan dan pengolahan limbah B3.                               waste. [OJK F.14]
[OJK F.14]



Sebagai bagian dari penguatan tata kelola, penanggung jawab                         As part of strengthening governance, the appointed
yang telah ditunjuk melakukan pencatatan, dokumentasi,                              personnel conduct recording, documentation, and reporting
serta pelaporan timbulan limbah B3 melalui SIMPEL KLHK,                             of B3 waste generation through SIMPEL KLHK, as well as
serta memanfaatkan fitur Festronik untuk perencanaan                                utilize Festronik features for planning and controlling the
dan pengendalian proses pengangkutan limbah yang telah                              transportation process of collected waste. This approach
terkumpul. Pendekatan ini mendukung transparansi serta                              supports transparency and ensures that all stages of B3
memastikan seluruh tahapan pengelolaan limbah B3 dapat                              waste management are fully traceable. [GRI 306-2] [GRI 306-4] [GRI
ditelusuri dengan baik. [GRI 306-2] [GRI 306-4] [GRI 306-5]                         306-5]



Informasi mengenai timbulan dan komposisi limbah B3                                 Information regarding the Company’s B3 waste generation
Perusahaan disajikan pada tabel berikut. [GRI 306-3]                                and composition is presented in the following table. [GRI 306-3]


                                                  Tabel Komposisi Limbah B3 [GRI 306-3, 306-4, 306-5] [OJK F.13]
                                                                Hazardous Waste Table


             Jenis Limbah B3 (ton)                            Satuan
                                                                                         2025                      2024                2023
               Type of B3 Waste                                Unit

 Oli atau minyak pelumas bekas hidraulis                       Ton                       21,79                     11,04                2,3
 Used hydraulic oil or lubricants                              Tons

 Kemasan bekas B3                                              Ton                       8,08                      1,66                 2,6
 Used B3 packaging                                             Tons

 Lampu TL bekas                                                Ton                       3,27                      2,57                 2,3
 Used fluorescent lamps (TL)                                   Tons

 Baterai/aki bekas                                             Ton                       9,68                      4,99                 7,76
 Used batteries/accumulators                                   Tons

 Filter oli dan udara bekas                                    Ton                           1,57                  0,44                 1,54
 Used oil and air filters                                      Tons

 Cartridge bekas                                               Ton                           0,19                  0,42                0,42
 Used cartridges                                               Tons

 Kain majun bekas                                              Ton                       5,02                      2,67                 1,12
 Used cleaning rags                                            Tons

 Sisa bahan kimia                                              Ton                       2,78                      4,53                    -
 Chemical residues                                             Tons

 Limbah Elektronik                                             Ton                           0,18                      -                   -
 Electronic waste                                              Tons

 Pelarut Bekas                                                 Ton                       0,63                          -                   -
 Used solvents                                                 Tons




156               Laporan Keberlanjutan 2025 PT Angkasa Pura Indonesia
Page 157
           Jenis Limbah B3 (ton)                  Satuan
                                                                              2025                          2024                 2023
             Type of B3 Waste                      Unit

 Terkontaminasi LB3                                Ton                         0,47                           -                      -
 Contaminated B3 waste                             Tons

 Sludge                                            Ton                         0,39                           -                      -
                                                   Tons

 Toner Bekas                                       Ton                         0,01                           -                      -
 Used toner                                        Tons

 Limbah Medis                                      Ton                         0,01                           -                      -
 Medical waste                                     Tons

 Residu Proses Produksi                            Ton                         0,28                           -                      -
 Production process residues                       Tons

 Jumlah                                             Ton                      54,35                      28,32                    18,04
 Total                                             Tons


                                    Tabel Pembuangan Limbah B3 [GRI 306-3, 306-4, 306-5] [OJK F.13, F.14]
                                                    Hazardous Waste Table

          Pembuangan Limbah B3                    Satuan
                                                                               2025                         2024                 2023
          Type of Hazardous Waste                  Unit

 Timbulan limbah                                   Ton                        54,35                     42,25                    34,76
 Waste generated                                   Tons

 Limbah yang diserahterimakan kepada               Ton                        54,35                     42,25                    34,76
 pihak ketiga                                      Tons
 Waste handed over to third parties



Seluruh limbah B3 yang dihasilkan disimpan pada tempat                   All hazardous and toxic waste (B3) generated is stored
penyimpanan sementara (TPS) B3 sebelum diserahkan                        in temporary storage facilities (TPS B3) prior to being
kepada pihak ketiga yang memiliki izin sesuai ketentuan                  handed over to third parties holding the required permits in
yang berlaku. [OJK F.13] [GRI 306-4, 306-5] [G4-EN23]                    accordance with applicable regulations. [OJK F.13] [GRI 306-4, 306-5]
                                                                         [G4-EN23]



Manajemen Limbah Non-B3                                                  Non-Hazardous Waste (Non-B3) Management

Perusahaan mengelola limbah non-B3 atau sampah                           The Company manages non-hazardous (non-B3) or domestic
domestik secara terstruktur guna meminimalkan dampak                     waste in a structured manner to minimize environmental
lingkungan dari aktivitas operasional bandara. Pendekatan                impacts arising from airport operational activities. This
ini mencakup penyediaan infrastruktur pendukung,                         approach includes the provision of supporting infrastructure,
pemilahan, hingga pengolahan dan pengangkutan sampah                     waste segregation, as well as integrated waste processing
secara terpadu. [OJK F.15] [G4-EN23]                                     and transportation. [OJK F.15] [G4-EN23]

Sebagai bagian dari implementasi tersebut, Perusahaan                    As part of this implementation, the Company undertakes the
melakukan berbagai upaya pengelolaan sebagai berikut:                    following waste management initiatives:
•   Penyediaan Tempat Penampungan Sementara (TPS) di                     •    Provision of Temporary Storage Facilities (TPS) at each
    masing-masing bandara;                                                    airport;
•   Penyediaan tempat sampah terpilah di area terminal                   •    Provision of segregated waste bins in both passenger
    penumpang maupun kawasan non-terminal;                                    terminal areas and non-terminal zones;
•   Pengolahan sampah organik melalui metode                             •    Processing of organic waste through composting
    komposting, pemanfaatan maggot, serta produksi eco                        methods, maggot utilization, and eco-enzyme
    enzyme, serta pengelolaan sampah anorganik melalui                        production, as well as management of inorganic waste




                                                                          Sestainability Report 2025 PT Angkasa Pura Indonesia           157
Page 158
                     Menjaga Keseimbangan Lingkungan di Setiap Lintasan
            04       Maintaining Environmental Balance in Every Operation




       kegiatan daur ulang bekerja sama dengan bank sampah;                                 through recycling activities in collaboration with waste
•      Pengangkutan sampah dari TPS bandara menuju tempat                                   banks;
       pembuangan akhir (TPA) merupakan bagian dari upaya                             •     Transportation of waste from airport TPS to final
       pengelolaan sampah yang dilakukan oleh Perusahaan.                                   disposal sites (TPA) as part of the Company’s waste
       Upaya pengelolaan tersebut telah diimplementasikan                                   management efforts. These initiatives have been
       di sejumlah bandara, antara lain Bandara Internasional                               implemented at several airports, including Jenderal
       Jenderal Ahmad Yani, Bandara Internasional Sultan Aji                                Ahmad Yani International Airport, Sultan Aji Muhammad
       Muhammad Sulaiman Sepinggan, Bandara Internasional                                   Sulaiman Sepinggan International Airport, Yogyakarta
       Yogyakarta, Bandara Internasional Adi Soemarmo, dan                                  International Airport, Adi Soemarmo International
       Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.                                            Airport, and I Gusti Ngurah Rai International Airport.

Sementara itu, terdapat beberapa bandara yang masih                                   Meanwhile, several airports are still in the partial operational
dalam tahap pengoperasian parsial TPS 3R, yaitu Bandara                               stage of TPS 3R facilities, namely Soekarno-Hatta
Internasional Soekarno-Hatta, Bandara Internasional Sam                               International Airport, Sam Ratulangi International Airport,
Ratulangi, Bandara Internasional Pattimura, dan Bandara                               Pattimura International Airport, and Zainuddin Abdul Madjid
Internasional Zainuddin Abdul Madjid.                                                 International Airport.

Berikut adalah timbulan dan komposisi limbah Non-B3                                   The following are the types and composition of non-
Perusahaan. [GRI 306-3, 306-4, 306-5]                                                 hazardous waste generated by the Company. [GRI 306-3, 306-4,
                                                                                      306-5]


                                                    Tabel Limbah Non-B3 [GRI 306-3, 306-4, 306-5] [OJK F.13, F.14]
                                                               Non-Hazardous Waste Table


    Pembuangan Limbah                      Satuan
          Non-B3                            Unit
                                                                              2025                              2024                  2023
    Non-Hazardous Waste
         Disposal

    Timbulan limbah                          Ton                            35.210,00                       38.256,64             40.646,76
    Waste generated                          Tons

    Limbah yang dialihkan                    Ton                              1.647,00                          103,09                118,19
    dari pembuangan akhir                    Tons
    Waste diverted from
    final disposal

      Persiapan untuk                        Ton                                      -                              -                     -
      penggunaan ulang                       Tons
      Preparation for reuse

      Daur ulang                             Ton                             1.260,00                           103,09                118,19
      Recycling                              Tons

      Pengerjaan                             Ton                               387,00                                -                    -
      pemulihan lainnya                      Tons
      Other recovery
      processes

    Limbah yang                              Ton                                      -                              -                    -
    diserahterimakan                         Tons
    kepada pihak ketiga
    Waste handed over to
    third parties

    Limbah yang dikirim                      Ton                            33.563,00                       38.153,55             40.527,97
    ke TPA                                   Tons
    Waste sent to final
    disposal sites (TPA)




158                Laporan Keberlanjutan 2025 PT Angkasa Pura Indonesia
Page 159
Selama periode pelaporan tidak terjadi tumpahan atau          During the reporting period, there were no incidents of waste
kebocoran limbah yang berdampak kepada masyarakat atau        spills or leakages that impacted surrounding communities
lingkungan di sekitar bandara serta keluhan atau pengaduan    or the environment, nor were there any complaints or
terkait pengelolaan limbah. [OJK F. 15, 16]                   grievances related to waste management. [OJK F. 15, 16]



Mengelola Emisi dan Menjaga Kualitas Udara
Managing Emissions and Maintaining Air Quality

Setiap aktivitas operasional bandara, mulai dari pergerakan   Every aspect of airport operations—from aircraft movements
pesawat, operasional terminal penumpang, hingga               and passenger terminal operations to supporting services—
layanan pendukung, menghasilkan jejak emisi yang perlu        generates emission footprints that must be carefully
dikelola secara cermat. Seiring dengan meningkatnya lalu      managed. As air traffic increases, the intensity of these
lintas penerbangan, intensitas aktivitas tersebut turut       activities also raises the potential for Greenhouse Gas (GHG)
memperbesar potensi emisi Gas Rumah Kaca (GRK) yang           emissions. [GRI 3-3]
dihasilkan. [GRI 3-3]

Di sisi lain, perubahan iklim juga menghadirkan tantangan     At the same time, climate change presents challenges
terhadap keandalan operasional bandara, antara lain melalui   to the reliability of airport operations, including rising
peningkatan suhu, curah hujan ekstrem, serta potensi          temperatures, extreme rainfall, and other potential weather-
gangguan cuaca lainnya. Oleh karena itu, PT Angkasa Pura      related disruptions. Therefore, PT Angkasa Pura Indonesia
Indonesia menempatkan pengendalian emisi sebagai bagian       places emission control as a key component of responsible
penting dalam pengelolaan operasional yang bertanggung        and sustainable operational management. [GRI 3-3]
jawab dan berkelanjutan. [GRI 3-3]

Komitmen tersebut didukung oleh kebijakan internal melalui    This commitment is supported by internal policies through
Peraturan Direksi PT Angkasa Pura Indonesia No. PD.DT.16/     the Board of Directors Regulation of PT Angkasa Pura
TK.11/2025 tentang Upaya Penurunan Emisi Gas Rumah            Indonesia No. PD.DT.16/TK.11/2025 on Greenhouse Gas
Kaca dan Konservasi Energi di Bandar Udara. Kebijakan         Emission Reduction and Energy Conservation Efforts
ini menjadi landasan dalam pelaksanaan berbagai inisiatif     at Airports. This policy serves as the foundation for
efisiensi energi dan pemanfaatan energi baru terbarukan,      implementing various energy efficiency initiatives and the
termasuk penggunaan PLTS, lampu LED, sistem penerangan        utilization of new and renewable energy, including the use of
berbasis solar cell, serta penerapan konsep green building    SPP, LED lighting, solar cell-based lighting systems, as well
dan sistem manajemen energi di fasilitas operasional. [G4-    as the application of green building concepts and energy
DMA]                                                          management systems in operational facilities. [G4-DMA]

Untuk memastikan pengendalian emisi dilakukan secara          To ensure measurable emission control, since 2018 the
terukur, sejak tahun 2018 Perusahaan melaksanakan             Company has conducted GHG emission inventories using
inventarisasi emisi GRK melalui skema Airport Carbon          the Airport Carbon Emission Reporting Tool (ACERT)
Emission Reporting Tool (ACERT) yang dikembangkan oleh        developed by Airports Council International (ACI). The
Airports Council International (ACI). Hasil inventarisasi     results of these inventories are reported to the Ministry of
tersebut dilaporkan kepada Kementerian Perhubungan            Transportation through the Directorate of Airports and the
melalui Direktorat Bandar Udara dan Pusat Pengelolaan         Center for Sustainable Transport Management, as part of
Transportasi Berkelanjutan sebagai bagian dari komitmen       the Company’s commitment to transparency, accountability,
terhadap transparansi dan akuntabilitas serta kepatuhan       and compliance with the Director General of Civil Aviation
terhadap Instruksi Direktur Jenderal Perhubungan Udara        Instruction No. 11 of 2017 on Measures to Reduce GHG
No. 11 Tahun 2017 tentang Langkah - Langkah Penurunan         Emissions at Airports. [GRI 3-3]
Emisi GRK di Bandar Udara. [GRI 3-3]




                                                              Sestainability Report 2025 PT Angkasa Pura Indonesia    159
Page 160
                       Menjaga Keseimbangan Lingkungan di Setiap Lintasan
             04        Maintaining Environmental Balance in Every Operation




Pengelolaan Emisi                                                                     Emission Management

Penghitungan emisi GRK dilakukan berdasarkan dua                                      GHG emissions are calculated based on two scopes: direct
cakupan, yaitu emisi GRK langsung (Cakupan 1) yang                                    GHG emissions (Scope 1) originating from fuel consumption
berasal dari konsumsi bahan bakar kendaraan operasional,                              of operational vehicles; indirect GHG emissions (Scope 2)
emisi GRK tidak langsung (Cakupan 2) yang berasal dari                                originating from electricity usage; and other indirect GHG
penggunaan listrik, dan emisi GRK tidak langsung lainnya                              emissions originating from business travel.
yang berasal dari perjalanan dinas.

Pada tahun 2025, Perusahaan mencatat total emisi GRK                                  In 2025, the Company recorded total Scope 1 and Scope
Cakupan 1 dan Cakupan 2 sebesar 444.614 ton CO2eq,                                    2 GHG emissions of 444,614 tons CO2eq, representing an
meningkat 10,52% dibandingkan tahun sebelumnya seiring                                increase of 10.52% compared to the previous year, in line
dengan pertumbuhan lalu lintas penerbangan dan aktivitas                              with the growth in air traffic and operational activities.
operasional. Meskipun demikian, Perusahaan terus                                      Nevertheless, the Company continues to strengthen various
memperkuat berbagai inisiatif pengendalian emisi guna                                 emission control initiatives to reduce emission intensity
menekan intensitas emisi ke depan. [OJK F.11] [GRI 305-1, 305-2]                      going forward. [OJK F.11] [GRI 305-1, 305-2]

                                                 Tabel Emisi Cakupan 1 dan Cakupan 2 [OJK F.11] [OJK F.11] [GRI 305-1, 305-2]
                                                               Scope 1 and Scope 2 Emissions Table


            Keterangan                            Satuan
                                                                                  2025                            2024            2023
            Description                            Unit

 Cakupan 1                                       ton CO2e                          13.604                       15.256*          14.561*
 Scope 1

 Cakupan 2                                       ton CO2e                          431.010                     387.026*         356.879*
 Scope 2

 Jumlah                                          ton CO2e                        444.614                      402.282*          371.440*
 Total

* Terdapat penyajian kembali data
* There is restatement of data




Intensitas emisi digunakan sebagai salah satu parameter                               Emissions intensity is used as one of the parameters to
untuk mengukur efektivitas upaya pengurangan emisi                                    measure the effectiveness of the Company’s emission
yang dilakukan Perusahaan. Penghitungan intensitas emisi                              reduction efforts. The calculation of emissions intensity
dilakukan dengan membandingkan total emisi GRK Cakupan                                is carried out by comparing total Scope 1 and Scope 2
1 dan Cakupan 2 terhadap jumlah aktivitas operasional,                                GHG emissions against operational activity levels, such




160                 Laporan Keberlanjutan 2025 PT Angkasa Pura Indonesia
Page 161
seperti pergerakan pesawat, jumlah penumpang, dan                    as aircraft movements, number of passengers, and cargo
volume kargo. Rincian penghitungan intensitas emisi GRK              volume. The details of the calculation of PT Angkasa Pura
PT Angkasa Pura Indonesia disajikan pada tabel berikut. [OJK         Indonesia’s GHG emissions intensity are presented in the
F.11] [GRI 305-4] [G4-EN19]                                          following table. [OJK F.11] [GRI 305-4] [G4-EN19]

                                            Tabel Intensitas Emisi [OJK F.11] [GRI 305-4]
                                                   Emission Intensity Table


                      Deskripsi                     Satuan
                                                                                    2025                 2024                   2023
                     Description                     Unit

 Jumlah Emisi GRK Cakupan 1 dan                    ton CO2e                           444.614           402.282*                371.440*
 Cakupan 2
 Total GHG Emissions Scope 1 and Scope 2

 Jumlah Pergerakan Pesawat                        Pergerakan                         1.160.412          1.162.522               1.212.185
 Total Aircraft Movements                         Movements

 Jumlah Penumpang                                   Orang                        154.006.405         155.986.328              150.109.964
 Total Aircraft Movements                          Persons

 Jumlah Kargo                                        Ton                            1.494.519           1.482.413               1.265.156
 Total Cargo                                         Tons

 Pendapatan                                         Rp Juta                        21.213.780          20.491.015              21.178.375
 Revenue                                           Rp Million

 Intensitas Emisi GRK per Pergerakan        ton CO2e / Pergerakan                           0,38            0,35*                   0,31*
 Pesawat                                    ton CO2e / Movements
 GHG Emissions Intensity per Aircraft
 Movement

 Intensitas Emisi GRK per Penumpang         ton CO2e / Penumpang                      0,0029             0,0026*                 0,0025*
 GHG Emissions Intensity per Passenger       ton CO2e / Passenger

 Intensitas Emisi GRK per Kargo                 ton CO2e / Ton                              0,30            0,27*                  0,29*
 GHG Emissions Intensity per Cargo             ton CO2e / Tons

 Intensitas Emisi GRK per Pendapatan       ton CO2e / Jutaan Rupiah                         0,02             0,02                   0,02
 GHG Emissions Intensity per Revenue       ton CO2e / Million Rupiah

* Terdapat penyajian kembali data
* There is restatement of data




                                                                       Sestainability Report 2025 PT Angkasa Pura Indonesia                 161
Page 162
                       Menjaga Keseimbangan Lingkungan di Setiap Lintasan
             04        Maintaining Environmental Balance in Every Operation




Pada periode pelaporan, Perusahaan untuk pertama kalinya                      During the reporting period, the Company disclosed, for the
mengungkapkan penghitungan emisi Cakupan 3 yang                               first time, the calculation of Scope 3 emissions originating
berasal dari aktivitas perjalanan dinas karyawan, termasuk                    from employee business travel activities, including the use
penggunaan transportasi udara dan kendaraan darat,                            of air transportation and land vehicles, as part of enhanced
sebagai bagian dari peningkatan transparansi pengelolaan                      transparency in emission management.
emisi.


     Jumlah Emisi Cakupan 3 - Perjalanan Dinas [GRI 305-3]
     Total Scope 3 Emissions – Business Travel

                          Perjalanan Udara                                    Perjalanan Darat                  Jumlah | Total
                          Air Travel                                          Land Travel
                          1.600,76 Ton CO2e                                   8,95 Ton CO2e               1.600,76 Ton CO2e




Upaya pengurangan emisi dilakukan melalui optimalisasi                        Emission reduction efforts are carried out through the
teknologi dan peningkatan efisiensi operasional di berbagai                   optimization of technology and the improvement of
lini kegiatan. Perusahaan menggunakan refrigeran dan                          operational efficiency across various activities. The
Alat Pemadam Api Ringan (APAR) yang tidak mengandung                          Company utilizes Refrigerants and Fire Extinguishers
bahan perusak ozon, serta mengelola limbah organik melalui                    (APAR) that do not contain ozone-depleting substances, and
komposting, produksi eco enzyme, dan biokonversi maggot                       manages organic waste through composting, eco-enzyme
BSF yang turut menekan timbulan emisi. Upaya tersebut                         production, and BSF maggot bioconversion, all of which
diperkuat dengan kegiatan penanaman pohon secara                              contribute to reducing emission generation. These efforts
berkelanjutan sebagai bagian dari peningkatan kapasitas                       are further reinforced through continuous tree-planting
serapan karbon.                                                               initiatives as part of enhancing carbon sequestration
                                                                              capacity.

Sejalan dengan strategi transisi energi, pemanfaatan energi                   In line with the energy transition strategy, the utilization
surya terus diperluas di berbagai bandara melalui instalasi                   of solar energy continues to be expanded across various
PLTS. Hingga periode pelaporan, PLTS telah beroperasi di                      airports through the installation of SPP. As of the reporting
sejumlah lokasi, antara lain Bandara Internasional I Gusti                    period, SPP has been operational at several locations,
Ngurah Rai, Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani,                        including I Gusti Ngurah Rai International Airport, Jenderal
Bandara Internasional Banyuwangi, Bandara Internasional                       Ahmad Yani International Airport, Banyuwangi International
Soekarno-Hatta, Bandara Internasional Kualanamu, Bandara                      Airport, Soekarno-Hatta International Airport, Kualanamu
Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II, Bandara                            International Airport, Sultan Mahmud Badaruddin II
Internasional Minangkabau, Bandara Internasional Sultan                       International Airport, Minangkabau International Airport,
Iskandar Muda dengan kapasitas terpasang yang bervariasi                      and Sultan Iskandar Muda International Airport, with
sesuai kebutuhan operasional masing-masing bandara. [GRI                      installed capacities varying according to the operational
305-5] [OJK F. 12]                                                            needs of each airport. [GRI 305-5] [OJK F. 12]

Selain itu, Perusahaan juga mengimplementasikan                               In addition, the Company has implemented various energy
berbagai inisiatif efisiensi energi, termasuk penggunaan                      efficiency initiatives, including the use of zoned chiller
sistem pendingin (chiller) terzonasi yang dikendalikan                        systems controlled through SCADA and traffic-based
melalui sistem SCADA dan pengoperasian berbasis trafik,                       operations, the utilization of LED and solar cell lighting
pemanfaatan lampu LED dan panel surya untuk penerangan                        for road illumination, as well as the application of terminal
jalan, serta penerapan desain arsitektur terminal yang                        architectural designs that support energy efficiency.
mendukung efisiensi energi. Konsep green building                             Green building concepts have been implemented at
telah diterapkan di beberapa bandara, seperti Bandara                         several airports, such as Yogyakarta International Airport,
Internasional Yogyakarta, Bandara Internasional Jenderal                      Jenderal Ahmad Yani International Airport Semarang, and



162                  Laporan Keberlanjutan 2025 PT Angkasa Pura Indonesia
Page 163
Ahmad Yani, dan Bandara Internasional Banyuwangi,                        Banyuwangi International Airport, while ISO 50001:2018
sementara sistem manajemen energi ISO 50001:2018 telah                   Energy Management Systems have been implemented at
diimplementasikan di Bandara Internasional Soekarno-                     Soekarno-Hatta International Airport and I Gusti Ngurah Rai
Hatta dan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.                      International Airport. Waste management based on TPS 3R
Pengelolaan sampah berbasis TPS 3R di sejumlah bandara                   at several airports also contributes to reducing emissions
juga turut berkontribusi dalam menekan emisi dari aktivitas              from operational activities. [OJK F.12] [G4-EN19]
operasional. [OJK F.12] [G4-EN19]

Dari berbagai inisiatif tersebut, Perusahaan telah                       From these various initiatives, the Company has identified
mengidentifikasi beberapa capaian pengurangan emisi,                     several emission reduction achievements as follows.[GRI 305-5]
sebagai berikut. [GRI 305-5]

                                            Tabel Kegiatan Pengurangan Emisi [GRI 305-5] [OJK F.12]
                                                   Emission Reduction Activities Table


                                      Kegiatan Pengurangan Emisi                                                      Pencapaian
                                     Emission Reduction Activities                                                   Achievements

 Pemanfaatan Lampu PJU Tenaga Surya di 18 bandara (SRG, BDJ, UPG, KOE, BPN, SOC, JOG, DJJ, SUB,
 DPS, YIA, CGK, BKS, DJB, PKU, TJQ, PDG, PWL)
                                                                                                                            1.213 ton CO2
 Utilization of solar-powered street lighting (PJU) at 18 airports (SRG, BDJ, UPG, KOE, BPN, SOC, JOG,
 DJJ, SUB, DPS, YIA, CGK, BKS, DJB, PKU, TJQ, PDG, PWL)

 Penggunaan Lampu LED di seluruh bandara
                                                                                                                          66.016 ton CO2
 Use of LED lighting across all airports

 Pembangunan PLTS Atap di bandara (KNO, PDG, PLM, CGK AOCC, CGK T2, SRG, BWX, DPS, BTJ)
                                                                                                                           3.403 ton CO2
 Development of rooftop SPP at airports (KNO, PDG, PLM, CGK AOCC, CGK T2, SRG, BWX, DPS, BTJ)

 Penerapan Konsep Green Building di bandara (YIA, SRG, BWX)
                                                                                                                           17.621 ton CO2
 Implementation of Green Building concepts at airports (YIA, SRG, BWX)

 Implementasi Manajemen Energi di bandara (CGK T3, DPS)
                                                                                                                         104.733 ton CO2
 Implementation of Energy Management at airports (CGK T3, DPS)

 Pengoperasian Rapid Exit Taxiway (RET) pada Runway 27 di DPS
                                                                                                                             129 ton CO2
 Operation of Rapid Exit Taxiway (RET) on Runway 27 at DPS

 Pengelolaan Limbah di bandara (BPN, YIA, DPS, SRG, MDC, SOC, AMQ)
                                                                                                                           6.037 ton CH4
 Waste management at airports (BPN, YIA, DPS, SRG, MDC, SOC, AMQ)


Dalam mendukung pengelolaan emisi secara menyeluruh,                     To support comprehensive emission management, the
Perusahaan telah melakukan inventarisasi emisi GRK dari                  Company has conducted GHG emission inventories from
aktivitas operasional bandara, serta tengah melakukan                    airport operational activities and is currently undertaking
kajian untuk pengembangan strategi mitigasi menuju target                studies to develop mitigation strategies toward achieving
Net Zero Emission. Selain itu, pengungkapan berbagai                     the Net Zero Emission target. In addition, the disclosure
metrik lingkungan, seperti penggunaan energi, emisi udara,               of various environmental metrics—such as energy use, air
timbulan limbah, dan penggunaan air, terus dilakukan untuk               emissions, waste generation, and water consumption—
memperkuat pemahaman Perusahaan terhadap risiko                          continues to be carried out to strengthen the Company’s
terkait perubahan iklim.                                                 understanding of climate-related risks.

Sebagai bagian dari pengembangan strategi mitigasi emisi                 As part of the development of its long-term emissions
jangka panjang, Perusahaan saat ini tengah menyusun                      mitigation strategy, the Company is currently establishing
baseline emisi GRK tingkat korporasi, melengkapi baseline                a corporate-level GHG emissions baseline, complementing
yang telah tersedia untuk Bandara Internasional Soekarno-                the existing baselines for Soekarno-Hatta International
Hatta dan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Dalam                Airport and I Gusti Ngurah Rai International Airport. In
penetapan target penurunan emisi jangka pendek dan                       setting its short- and medium-term emissions reduction
menengah, Perusahaan merujuk pada target Enhanced                        targets, the Company refers to Indonesia’s 2022 Enhanced
Nationally Determined Contribution (ENDC) Indonesia                      Nationally Determined Contribution (ENDC) target for the



                                                                          Sestainability Report 2025 PT Angkasa Pura Indonesia          163
Page 164
                Menjaga Keseimbangan Lingkungan di Setiap Lintasan
         04     Maintaining Environmental Balance in Every Operation




Tahun 2022 pada sektor energi sebesar 21,45% terhadap                  energy sector, which aims for a 21.45% reduction from
baseline business as usual (BaU). Untuk mendukung                      the business-as-usual (BaU) baseline. To support the
pengembangan jalur dekarbonisasi korporasi, Perusahaan                 development of its corporate decarbonization pathway, the
menggunakan pendekatan model reduksi berbasis                          Company applies a power-law scale reduction model using
skala hukum pangkat dengan tahun referensi 2024 guna                   2024 as the reference year to project gradual emissions
memproyeksikan penurunan emisi secara bertahap menuju                  reductions toward its long-term targets.
target jangka panjang.

Meskipun penghitungan nilai ekonomi karbon dan carbon                  Although the calculation of carbon economic value and
footprint berbasis Life Cycle Analysis (LCA) belum dilakukan,          carbon footprint based on Life Cycle Analysis (LCA) has not
Perusahaan secara konsisten melanjutkan berbagai                       yet been conducted, the Company consistently continues
inisiatif untuk mengurangi jejak karbon melalui pendekatan             various initiatives to reduce its carbon footprint through
operasional, teknologi, dan pengelolaan sumber daya yang               more efficient operational, technological, and resource
lebih efisien.                                                         management approaches.

Pengelolaan Kualitas Udara
                                                                       Air Quality Management
Dalam pengelolaan kualitas udara, PT Angkasa Pura Indonesia
secara berkala melakukan pemantauan di lingkungan                       In managing air quality, PT Angkasa Pura Indonesia conducts
bandara untuk memastikan kondisi udara tetap berada                    periodic monitoring within airport environments to ensure
dalam batas yang dipersyaratkan. Pemantauan dilakukan                  that air conditions remain within required standards.
melalui pengukuran sejumlah parameter utama, antara                    Monitoring is carried out by measuring key parameters,
lain karbon monoksida (CO), sulfur dioksida (SO2), nitrogen            including carbon monoxide (CO), sulfur dioxide (SO2),
dioksida (NO2), serta partikulat debu, dengan mengacu                  nitrogen dioxide (NO2), and particulate matter, in reference
pada Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021 tentang                  to Government Regulation No. 22 of 2021 on Environmental
Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan                Protection and Management, particularly Appendix VII
Hidup, khususnya Lampiran VII terkait baku mutu udara                  concerning ambient air quality standards. [GRI 3-3] .[G4-AO5]
ambien. [GRI 3-3] .[G4-AO5]




164           Laporan Keberlanjutan 2025 PT Angkasa Pura Indonesia
Page 165
Kegiatan ini dilaksanakan sekurang-kurangnya setiap             These activities are conducted at least every six months
enam bulan di seluruh bandara dengan melibatkan                 across all airports, involving certified independent
lembaga independen yang tersertifikasi, guna memastikan         institutions to ensure objectivity and accuracy of results.
objektivitas dan akurasi hasil. Berdasarkan hasil               Based on monitoring results, all air quality parameters
pemantauan, seluruh parameter kualitas udara tercatat           have been recorded below the established thresholds,
berada di bawah ambang batas yang ditetapkan, sehingga          indicating that air conditions within operational areas are
menunjukkan bahwa kondisi udara di area operasional tetap       well maintained. [GRI 3-3] [G4-AO5] [OJK F.11]
terjaga dengan baik. [GRI 3-3] [G4-AO5] [OJK F.11]

                                          Tabel Parameter Kualitas Udara [G4-A05]
                                                  Air Quality Parameters


           Parameter                 Satuan             Ambang Batas                  Rata-rata                    Tertinggi
           Description                Unit              Threshold Limit               Average                       Highest

 Sulfur dioksida (SO2)               μg/Nm3                    150                       24,63                      30,00
 Sulfur dioxide

 Nitrogen dioksida (NO2)             μg/Nm3                   200                        16,47                      25,00
 Nitrogen dioxide

 Karbon monoksida (CO)               μg/Nm3                  10.000                    2.390,60                    3.586,00
 Carbon monoxide

 Debu                                μg/Nm3                    230                       29,03                          45,10
 Dust

 Partikulat                          μg/Nm3                    55                        8,22                           10,00
 Particulate matter




                                                                 Sestainability Report 2025 PT Angkasa Pura Indonesia           165
Page 166
                    Menjaga Keseimbangan Lingkungan di Setiap Lintasan
         04         Maintaining Environmental Balance in Every Operation




Menjaga Kenyamanan Di Sekitar Operasi
Maintaining Comfort Around Operations

Aktivitas operasional bandara, khususnya pergerakan                               Airport operational activities, particularly aircraft
pesawat saat lepas landas dan pendaratan, menimbulkan                             movements during takeoff and landing, generate noise
tingkat kebisingan yang menjadi perhatian bagi kenyamanan                         levels that are a concern for the comfort of surrounding
lingkungan sekitar. Menyadari hal tersebut, PT Angkasa Pura                       environments. In recognition of this, PT Angkasa Pura
Indonesia secara konsisten mengelola dan mengendalikan                            Indonesia consistently manages and controls noise levels to
tingkat kebisingan agar tetap berada dalam ambang batas                           ensure they remain within acceptable thresholds.
yang dapat diterima.

Pemantauan kebisingan dilakukan secara berkala                                    Noise monitoring is conducted periodically using the
menggunakan indeks Weighted Equivalent Continuous                                 Weighted Equivalent Continuous Perceived Noise Level
Perceived Noise Level (WECPNL), yang mengukur tingkat                             (WECPNL) index, which measures noise levels based
kebisingan berdasarkan persepsi manusia dalam periode                             on human perception over a specified period. These
waktu tertentu. Pengukuran ini mengacu pada Peraturan                             measurements refer to Government Regulation No.
Pemerintah Nomor 40 Tahun 2012 tentang Pembangunan                                40 of 2012 on Airport Environmental Development and
dan Pelestarian Lingkungan Hidup Bandara serta Peraturan                          Preservation, as well as the Director General of Civil Aviation
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor KP 590 Tahun                            Regulation No. KP 590 of 2014 concerning Airport Master
2014 mengenai Rencana Induk Bandara. [GRI 3-3] [G4-DMA]                           Plans. [GRI 3-3] [G4-DMA]

                                                              Tabel Tingkat Kebisingan [G4-DMA]
                                                                      Noise Level Table


 Tingkat Kebisingan         Kriteria Kebisingan                                               Tata Guna Lahan
     Noise Level               Noise Criteria                                                    Land Use

      Tingkat I              70 < WECPNL < 75           Untuk berbagai kegiatan dan bangunan, kecuali sekolah dan rumah sakit. Sekolah dan rumah
       Level I                                          sakit yang ada dilengkapi dengan insulasi sehingga tingkat kebisingan di dalam bangunan
                                                        sesuai peraturan perundangan yang berlaku
                                                        For various activities and buildings, except schools and hospitals. Existing schools and
                                                        hospitals are equipped with insulation so that the noise level inside the building complies
                                                        with applicable laws and regulations

      Tingkat II             75 < WECPNL < 80           Untuk berbagai kegiatan dan bangunan, kecuali sekolah, rumah sakit, dan rumah tinggal.
       Level II                                         Sekolah, rumah sakit dan rumah tinggal yang ada dilengkapi dengan insulasi sehingga
                                                        tingkat kebisingan di dalam bangunan sesuai peraturan perundangan yang berlaku
                                                        For various activities and buildings, except for schools, hospitals and residential houses.
                                                        Existing schools, hospitals and residential houses are equipped with insulation so that the
                                                        noise level inside the building complies with applicable laws and regulations

      Tingkat III              WECPNL > 80              Untuk bangunan atau fasilitas bandara yang dilengkapi dengan insulasi sehingga tingkat
       Level III                                        kebisingan di dalam bangunan sesuai peraturan perundangan yang berlaku. Tak hanya itu,
                                                        wilayah ini juga bermanfaat sebagai jalur hijau atau sarana pengendalian lingkungan dan
                                                        pertanian yang tidak mengundang burung
                                                        For airport buildings or facilities equipped with insulation so that the noise level in the
                                                        building complies with applicable laws and regulations. Not only that, this area is also useful
                                                        as a green belt or means of environmental control and agriculture that does not invite birds


Perusahaan menetapkan pengaturan tata guna lahan di                               The Company establishes land use planning regulations in
sekitar kawasan bandara untuk meminimalkan potensi                                areas surrounding airport zones to minimize potential noise
paparan kebisingan terhadap permukiman. Pemantauan                                exposure to residential communities. Noise monitoring
kebisingan telah dilakukan di seluruh bandara dan terintegrasi                    has been conducted across all airports and is integrated
dengan dokumen perencanaan serta perizinan, termasuk                              into planning and permitting documents, including the
penyusunan Batas Kawasan Kebisingan (BKK), seperti yang                           determination of Airport Noise Boundary Zones (BKK), as




166               Laporan Keberlanjutan 2025 PT Angkasa Pura Indonesia
Page 167
diterapkan pada Bandara Internasional Yogyakarta Kulon         implemented at Yogyakarta International Airport Kulon
Progo sesuai Keputusan Menteri Perhubungan Republik            Progo in accordance with the Decree of the Minister of
Indonesia Nomor KP 1994 Tahun 2018.                            Transportation of the Republic of Indonesia No. KP 1994 of
                                                               2018.

Sejalan dengan hal tersebut, Perusahaan secara berkala         In line with this, the Company conducts periodic monitoring
melakukan pemantauan kebisingan yang disebabkan oleh           of noise generated by airport operational activities, both
kegiatan operasional bandara, baik di dalam kawasan            within airport premises and in surrounding residential areas,
bandara maupun di area pemukiman masyarakat sekitar,           in accordance with monitoring points specified in the RKL-
sesuai dengan titik pantau yang dipersyaratkan dalam           RPL matrix. Monitoring is carried out every six (6) months
matriks RKL-RPL. Pemantauan dilaksanakan setiap 6              to ensure that noise levels do not exceed the established
(enam) bulan untuk memastikan bahwa tingkat kebisingan         threshold limits.
tidak melebihi nilai ambang batas yang telah ditetapkan.

Perusahaan juga menetapkan zona kawasan kebisingan             The Company also designates noise zones into Categories I,
ke dalam kategori I, II, dan III sebagai dasar pengendalian    II, and III as a basis for controlling community activities in
aktivitas masyarakat di sekitar bandara yang berpotensi        areas potentially affected by airport operations. In addition,
terdampak. Selain itu, dilakukan penanaman pohon sebagai       tree planting is carried out as a natural barrier to help reduce
barrier alami guna membantu mereduksi tingkat kebisingan       noise levels generated by airport activities. In 2025, there
yang ditimbulkan oleh operasional bandara. Pada tahun          were no communities residing in areas affected by noise
2025, tidak terdapat masyarakat yang tinggal di area yang      resulting from airport operations.
terdampak kebisingan akibat operasional bandara.

Hasil pemantauan menunjukkan bahwa tingkat kebisingan          Monitoring results indicate that overall noise levels remain
secara umum masih berada di bawah ambang batas yang            below the established threshold limits. To anticipate
ditetapkan. Untuk mengantisipasi potensi dampak pada           potential impacts at specific locations, the Company
titik tertentu, Perusahaan menerapkan berbagai langkah         implements the following control measures:
pengendalian sebagai berikut:
1. Pengembangan sabuk hijau, melalui penanaman pohon           1.   Development of green belts through tree planting
      di sekitar kawasan bandara untuk membantu mereduksi           around airport areas to help reduce noise levels
      tingkat kebisingan akibat aktivitas penerbangan;              generated by flight activities;
2. Penerapan Noise Abatement Operational Procedures,           2.   Implementation of Noise Abatement Operational
      dengan mengimbau maskapai untuk mematuhi standar              Procedures by encouraging airlines to comply
      operasional lepas landas dan pendaratan sesuai                with takeoff and landing operational standards in
      ketentuan ICAO, termasuk pengaturan arah landasan,            accordance with ICAO provisions, including runway
      ketinggian, serta penggunaan single thrust engine saat        direction management, altitude settings, and the use of
      taxiing;                                                      single-engine thrust during taxiing;
3. Penyusunan dokumen Batas Kawasan Kebisingan                 3.   Preparation of Airport Noise Boundary Zone (BKK)
      (BKK), sebagai acuan dalam menetapkan ambang batas            documentation as a reference for determining
      kebisingan dan perencanaan pemanfaatan ruang,                 noise thresholds and spatial planning, including the
      termasuk pengembangan fasilitas umum seperti rumah            development of public facilities such as hospitals and
      sakit dan sekolah;                                            schools;
4. Pemantauan kebisingan secara berkala, yang dilakukan        4.   Periodic noise monitoring conducted every six months
      setiap enam bulan untuk memastikan kepatuhan                  to ensure compliance with applicable standards;
      terhadap standar yang berlaku;
5. Perawatan rutin peralatan dan kendaraan operasional,        5.   Routine maintenance of equipment and operational
      guna meminimalkan sumber kebisingan dari aktivitas            vehicles to minimize noise sources from supporting
      pendukung bandara.                                            airport activities.

Selama periode pelaporan, tidak terdapat keluhan dari          During the reporting period, there were no complaints from
masyarakat terkait kebisingan yang dihasilkan oleh             the public regarding noise generated by airport operations.
operasional bandara. [G4-AO7]                                  [G4-AO7]



                                                                Sestainability Report 2025 PT Angkasa Pura Indonesia      167
Page 168
                  Menjaga Keseimbangan Lingkungan di Setiap Lintasan
          04      Maintaining Environmental Balance in Every Operation




Perlindungan terhadap Keanekaragaman Hayati
Protection of Biodiversity



Menjaga Kehidupan Di Sekitar Operasi Bandara
Preserving Life Around Airport Operations

Operasional bandara memiliki potensi interaksi langsung                   Airport operations have the potential to directly interact
dengan ekosistem di sekitarnya, termasuk terhadap                         with surrounding ecosystems, including biodiversity.
keanekaragaman hayati. PT Angkasa Pura Indonesia                          PT Angkasa Pura Indonesia recognizes this and is committed
menyadari hal tersebut dan berkomitmen untuk                              to minimizing the environmental impacts of its operations
meminimalkan dampak operasional terhadap lingkungan                       while maintaining a balance between aviation safety and
sekitar, sekaligus menjaga keseimbangan antara                            ecosystem preservation.
keselamatan penerbangan dan kelestarian ekosistem.

Perusahaan berkomitmen untuk menghentikan dan                             The Company is committed to halting and reversing
mengembalikan kehilangan keanekaragaman hayati, sejalan                   biodiversity loss, in line with its commitment to achieving a
dengan komitmen untuk tercapainya kondisi hidup yang                      state of living in harmony with nature. [GRI 101-1]
selaras dengan alam. [GRI 101-1]

Komitmen ini diterapkan pada seluruh aktivitas operasional                This commitment is applied across all operational activities,
Perusahaan, termasuk dalam pengelolaan kawasan bandara,                   including airport area management, infrastructure
pengembangan infrastruktur, serta hubungan dengan                         development, and engagement with business partners and
mitra usaha dan pemasok yang relevan, di mana seluruh                     suppliers. All business partners are required to comply
mitra bisnis diwajibkan mematuhi prinsip pengelolaan                      with environmental management principles that support
lingkungan yang mendukung pelestarian keanekaragaman                      biodiversity conservation. In this regard, the Company
hayati. Sejalan dengan hal tersebut, Perusahaan terus                     continues to identify and develop strategic directions and
mengidentifikasi dan mengembangkan arah serta inisiatif                   initiatives related to biodiversity, which are monitored
strategis terkait keanekaragaman hayati yang akan dipantau                periodically through measurable performance indicators.
secara berkala melalui indikator kinerja yang terukur. [GRI 101-1]        [GRI 101-1]



Pengelolaan keanekaragaman hayati dilakukan melalui                       Biodiversity management is carried out through a structured
pendekatan yang terstruktur, dimulai dari identifikasi,                   approach, beginning with identification and assessment,
penilaian, hingga mitigasi dan pemantauan dampak secara                   followed by mitigation and continuous impact monitoring.
berkelanjutan. Identifikasi dan penilaian dilakukan melalui               Identification and assessment are conducted through
Kajian Manajemen Habitat, yang memuat informasi mengenai                  Habitat Management Studies, which provide information
karakteristik ekosistem lokal, keberadaan spesies, serta                  on local ecosystem characteristics, species presence, and
potensi interaksi dengan operasional penerbangan. [GRI 3-3,               potential interactions with aviation operations. [GRI 3-3, 101-2]
101-2]



Selain itu, aspek keanekaragaman hayati juga menjadi                      In addition, biodiversity considerations are integrated into
bagian dalam proses Analisis Mengenai Dampak Lingkungan                   the Environmental Impact Assessment (AMDAL) process,
(AMDAL), yang memastikan bahwa pengembangan dan                           ensuring that airport development and operations are not
operasional bandara tidak berada di dalam maupun                          located within or adjacent to areas of high biodiversity
berdekatan dengan kawasan yang memiliki nilai                             value, while also minimizing potential impacts on sensitive
keanekaragaman hayati tinggi, serta meminimalkan potensi                  ecosystems. Based on the results of these assessments,
dampak terhadap ekosistem yang sensitif. Berdasarkan                      PT Angkasa Pura Indonesia does not have operational
hasil kajian tersebut, PT Angkasa Pura Indonesia tidak                    locations situated within or near areas of high biodiversity
memiliki lokasi operasional yang berada di dalam maupun                   value. [GRI 101-2, 101-4, 101-5, 101-6, 101-7, 101-8] [OJK F.9]
berdekatan dengan kawasan dengan nilai keanekaragaman
hayati tinggi. [GRI 101-2, 101-4, 101-5, 101-6, 101-7, 101-8] [OJK F.9]



168             Laporan Keberlanjutan 2025 PT Angkasa Pura Indonesia
Page 169
Dalam mengelola dampak tersebut, Perusahaan mengacu                  In managing these impacts, the Company adopts the
pada prinsip hirarki mitigasi, yaitu menghindari dampak              mitigation hierarchy principle, which includes avoiding
sejak tahap perencanaan, meminimalkan dampak selama                  impacts at the planning stage, minimizing impacts during
operasional, melakukan pemulihan lingkungan, serta                   operations, undertaking environmental restoration,
mempertimbangkan kompensasi apabila diperlukan.                      and considering compensation where necessary. This
Pendekatan ini memastikan bahwa pengelolaan dilakukan                approach ensures that management efforts are conducted
secara sistematis dan berbasis prioritas risiko. [GRI 101-2]         systematically and based on risk prioritization. [GRI 101-2]

                          Menghindari                  Mengurangi                    Memulihkan                     Kompensasi
                            Avoid                       Minimize                      Restore                         Offset

 Deskripsi         Menghindari dampak sejak     Mengurangi dampak yang       Memperbaiki habitat.            Kompensasi dampak.
 Description       awal.                        ada.                         Restore habitats.               Offset impacts.
                   Avoid impacts from the       Minimize existing impacts.
                   outset.

 Implementasi di   Dilakukan melalui proses     Dilaksanakan melalui         Dilakukan melalui               Berdasarkan hasil
 Perusahaan        AMDAL yang memastikan        Kajian Manajemen Habitat     pengelolaan dan                 AMDAL dan kajian yang
 Implementation    bahwa pengembangan dan       di masing-masing bandara     pemantauan lingkungan           dilakukan, Perusahaan
 in the Company    operasional bandara tidak    yang mengidentifikasi        secara berkelanjutan,           tidak memiliki lokasi
                   berada di dalam maupun       karakteristik ekosistem,     termasuk pengelolaan            operasional yang berada di
                   berdekatan dengan            keberadaan spesies, serta    habitat di sekitar              dalam maupun berdekatan
                   kawasan dengan nilai         potensi interaksi dengan     bandara untuk menjaga           dengan kawasan dengan
                   keanekaragaman hayati        operasional penerbangan,     keseimbangan ekosistem.         nilai keanekaragaman
                   tinggi.                      termasuk pemantauan          Conducted through               hayati tinggi, sehingga
                   Carried out through          dampak secara berkala.       continuous environmental        tidak terdapat
                   the AMDAL process,           Implemented through          management and                  kebutuhan kompensasi
                   which ensures that           Habitat Management           monitoring, including           keanekaragaman hayati.
                   airport development          Studies at each airport,     habitat management              Based on the results of
                   and operations are not       which identify ecosystem     around airport areas            AMDAL and related studies,
                   located within or in close   characteristics, species     to maintain ecosystem           the Company does not
                   proximity to areas with      presence, and potential      balance.                        have operational locations
                   high biodiversity value.     interactions with                                            within or near areas of
                                                aviation operations,                                         high biodiversity value;
                                                including periodic impact                                    therefore, no biodiversity
                                                monitoring.                                                  offset measures are
                                                                                                             required.




Sebagai bagian dari implementasi pendekatan tersebut,               As part of the implementation of this approach, the
Perusahaan melaksanakan berbagai inisiatif yang                     Company carries out various initiatives that contribute to
berkontribusi pada pemulihan dan peningkatan kualitas               the restoration and enhancement of ecosystem quality.
ekosistem.

Sepanjang tahun 2025, Perusahaan melaksanakan kegiatan              Throughout 2025, the Company conducted tree-planting
penanaman pohon di seluruh Kantor Cabang dan/atau                   activities across all Branch Offices and/or Regional Offices as
Kantor Regional sebagai bentuk implementasi program                 part of the Injourney Green program, with a target of planting
Injourney Green, dengan target penanaman 1 juta pohon per           1 million trees per year by all members of the Injourney
tahun oleh seluruh anggota Injourney Group. Kegiatan ini            Group. This activity also forms part of the commemoration
juga menjadi bagian dari peringatan Hari Menanam Pohon              of Indonesia’s National Tree Planting Day, observed annually
Indonesia yang diperingati setiap tanggal 28 November,              on 28 November while contributing to increased vegetation
sekaligus berkontribusi dalam peningkatan tutupan vegetasi          cover and carbon emission absorption. [GRI 101-2] [OJK F.10]
dan penyerapan emisi karbon. [GRI 101-2] [OJK F.10]




                                                                      Sestainability Report 2025 PT Angkasa Pura Indonesia         169
Page 170
                                                                       Penguatan Kompetensi Lingkungan Internal [OJK F.1]
                Menjaga Keseimbangan Lingkungan di Setiap Lintasan
         04     Maintaining Environmental Balance in Every Operation
                                                                       Penguatan Kompetensi Lingkungan Internal




Selain itu, Perusahaan aktif dalam kegiatan konservasi                  In addition, the Company actively participates in wildlife
satwa melalui kolaborasi dengan Balai Konservasi Sumber                 conservation activities through collaboration with the
Daya Alam (BKSDA) dan organisasi konservasi. Salah satu                 Natural Resources Conservation Agency (BKSDA) and
inisiatif yang dilakukan adalah pelepasan 200 ekor tukik dan            conservation organizations. One such initiative includes
10 ekor penyu hasil penyelamatan di lingkungan Bandara                  the release of 200 hatchlings and 10 rescued sea turtles
Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, pada 29 Agustus 2025.           in the area of I Gusti Ngurah Rai International Airport, Bali,
Kegiatan ini merupakan bentuk nyata dukungan terhadap                   on 29 August 2025. This activity represents a tangible
pelestarian satwa dilindungi serta menjaga keberlangsungan              commitment to the conservation of protected species and
ekosistem pesisir. [GRI 101-2] [OJK F.10]                               the preservation of coastal ecosystems. [GRI 101-2] [OJK F.10]

Dalam tahap perencanaan dan pengembangan fasilitas,                     During the planning and development stages of facilities,
Perusahaan memastikan bahwa lokasi operasional tidak                    the Company ensures that operational locations are not
berada di dalam maupun berdekatan dengan kawasan                        situated within or near areas of high biodiversity value,
yang memiliki nilai keanekaragaman hayati tinggi sehingga               thereby preventing potential disturbances to ecosystems
potensi gangguan terhadap ekosistem dapat dihindari sejak               from the outset. [GRI 101-2]
awal. [GRI 101-2]




170           Laporan Keberlanjutan 2025 PT Angkasa Pura Indonesia
Page 171
 Kajian Manajemen Habitat
 Habitat Management Study




Sebagai bentuk komitmen dalam menjaga keseimbangan           As part of its commitment to maintaining a balance
antara keselamatan operasional penerbangan dan               between aviation operational safety and biodiversity
pelestarian keanekaragaman hayati, PT Angkasa Pura           conservation, PT Angkasa Pura Indonesia conducts
Indonesia melaksanakan kajian Manajemen Habitat              Wildlife Habitat Management assessments across
Satwa Liar di sejumlah bandara kelolaannya, antara           several of its managed airports, including Syamsudin
lain Bandara Internasional Syamsudin Noor, Bandara           Noor International Airport, Zainuddin Abdul Madjid
Internasional Zainuddin Abdul Madjid, Bandara                International Airport, Jenderal Ahmad Yani International
Internasional Jenderal Ahmad Yani, Bandara                   Airport, Juanda International Airport, and Sultan
Internasional Juanda, dan Bandara Internasional Sultan       Hasanuddin International Airport. This initiative is
Hasanuddin. Inisiatif ini dijalankan melalui penerapan       implemented through the adoption of a scientifically
Wildlife Hazard Management Plan (WHMP) yang berbasis         based Wildlife Hazard Management Plan (WHMP),
pendekatan ilmiah, dengan fokus pada mitigasi risiko         focusing on mitigating the risks of interactions between
interaksi antara pesawat udara dan satwa liar, termasuk      aircraft and wildlife, including potential bird strikes and
potensi bird strike dan animal strike. Melalui pengawasan,   animal strikes. Through integrated monitoring, risk
penilaian risiko, dan mitigasi terpadu, program ini          assessment, and mitigation measures, this program not
tidak hanya memastikan kepatuhan terhadap standar            only ensures compliance with national and international
keselamatan penerbangan nasional dan internasional,          aviation safety standards but also supports the
tetapi juga mendukung dokumentasi kondisi ekologis di        documentation of ecological conditions surrounding
sekitar kawasan operasional.                                 operational areas.

Pelaksanaannya mengedepankan metode ilmiah seperti           The implementation of this initiative emphasizes
point count dan concentration count yang dipadukan           scientific methods such as point count and
dengan pemanfaatan teknologi, termasuk camera trap           concentration count methods, complemented by the
dan live trap, untuk memantau dinamika keanekaragaman        use of technology, including camera traps and live
hayati secara akurat. Penilaian risiko dilakukan melalui     traps, to accurately monitor biodiversity dynamics.
hazard scoring yang mempertimbangkan karakteristik           Risk assessments are conducted using a hazard scoring
satwa, seperti ukuran tubuh dan pola perilaku, serta         approach that considers wildlife characteristics such
diperkuat dengan pemetaan jalur lintasan menggunakan         as body size and behavioral patterns, and is further
Sistem Informasi Geografis (SIG).                            strengthened by spatial mapping using Geographic
                                                             Information Systems (GIS).

Upaya mitigasi difokuskan pada pengelolaan habitat           Mitigation efforts focus on adaptive habitat
secara adaptif, antara lain melalui pengaturan tinggi        management, including maintaining vegetation height
vegetasi pada kisaran 15–45 cm, pemangkasan vegetasi         within a range of 15–45 cm, pruning vegetation that may
yang berpotensi menarik satwa, serta penguatan pagar         attract wildlife, and periodically reinforcing perimeter
perimeter secara berkala. Selain itu, optimalisasi sistem    fencing. In addition, drainage systems are optimized
drainase dilakukan untuk mengurangi potensi habitat          to reduce potential habitats for aquatic wildlife and
bagi satwa air dan serangga, disertai pengendalian aktif     insects, supported by active control measures such as
melalui patroli rutin di area operasional. Pendekatan yang   routine patrols within operational areas. This integrated
terintegrasi ini memastikan bahwa aspek keselamatan          approach ensures that aviation safety is maintained
penerbangan tetap terjaga tanpa mengabaikan                  without compromising the sustainability of surrounding
keberlanjutan ekosistem di sekitar bandara.                  ecosystems.




                                                              Sestainability Report 2025 PT Angkasa Pura Indonesia         171
Page 172
                  Menjaga Keseimbangan Lingkungan di Setiap Lintasan
          04      Maintaining Environmental Balance in Every Operation




Kolaborasi Dan Pendekatan Inklusif
Collaboration And Inclusive Approach

Sebagai bagian dari upaya pelestarian keanekaragaman                              As part of its biodiversity conservation efforts, the
hayati, Perusahaan juga menjalin kolaborasi dengan berbagai                       Company collaborates with various stakeholders, including
pemangku kepentingan, termasuk instansi pemerintah,                               government institutions, conservation organizations,
lembaga konservasi, serta komunitas lokal. Kolaborasi                             and local communities. This collaboration encompasses
ini mencakup kegiatan edukasi, konservasi, serta potensi                          educational activities, conservation initiatives, as well as
pengembangan program berbasis masyarakat. [GRI 101-3]                             the potential development of community-based programs.
                                                                                  [GRI 101-3]



Terkait dengan prinsip akses dan pembagian manfaat                                With regard to the principles of access and benefit-sharing
atas pemanfaatan sumber daya genetik, Perusahaan                                  from the utilization of genetic resources, the Company
terus mengkaji relevansi aspek ini terhadap aktivitas                             continues to assess the relevance of these aspects to its
operasionalnya. Pada periode pelaporan, Perusahaan                                operational activities. During the reporting period, the
belum mengidentifikasi adanya aktivitas yang secara                               Company has not identified any activities directly related
langsung berkaitan dengan aspek tersebut. Oleh karena itu,                        to this aspect. Therefore, access and benefit-sharing
mekanisme akses dan pembagian manfaat atas sumber daya                            mechanisms for genetic resources are considered not yet
genetik dinilai belum relevan terhadap kegiatan operasional                       applicable to the Company’s operational activities during
Perusahaan pada periode pelaporan. [GRI 101-3]                                    the reporting period. [GRI 101-3]



Pengelolaan Interaksi Dengan Satwa Liar
Management Of Interactions With Wildlife

Seiring dengan meningkatnya aktivitas penerbangan,                                As flight activity continues to increase, managing
pengelolaan interaksi antara operasional bandara dan satwa                        interactions between airport operations and wildlife
liar menjadi semakin penting. Dalam hal ini, Perusahaan                           becomes increasingly critical. In this context, the Company
menerapkan pendekatan pengelolaan habitat untuk                                   applies a habitat management approach to minimize the risk
meminimalkan potensi wildlife strikes, yaitu kejadian                             of wildlife strikes—incidents involving collisions between
tabrakan antara pesawat dan satwa liar, khususnya burung,                         aircraft and wildlife, particularly birds, which may occur
yang dapat terjadi saat lepas landas, pendaratan, maupun                          during takeoff, landing, or in-flight operations.
selama penerbangan.

Sepanjang tahun 2025, Perusahaan mencatat 117 kejadian                            Throughout 2025, the Company recorded 117 bird strike
bird strike dari total 1.160.412 pergerakan pesawat. Informasi                    incidents out of a total of 1,160,412 aircraft movements.
ini menjadi dasar bagi Perusahaan untuk terus memperkuat                          This information serves as a key reference for continuously
langkah mitigasi risiko secara terukur dan berkelanjutan.                         enhancing risk mitigation measures in a structured and
Berikut adalah keseluruhan jumlah kejadian per-10.000                             sustainable manner. Here is the overall number of events per
pergerakan pesawat. [OJK F.9]                                                     10,000 aircraft movements. [OJK F.9]

                                                     Tabel Tabrakan dengan Hewan Liar (Burung)
                                                     Table of Collisions with Wild Animals (Birds)

                       Uraian
                                                                         2025                        2024                     2023
                     Description

 Tabrakan dengan hewan liar (burung)                                     0,0117                      0,0026                   0,0025
 Coillisions with bird wild animals (birds)



Sebagai langkah preventif, Perusahaan melakukan                                   As a preventive measure, the Company conducts habitat
pengelolaan habitat dengan mengurangi faktor-faktor yang                          management by reducing factors that may attract bird
dapat menarik kehadiran burung, seperti ketersediaan                              presence, such as the availability of food, water sources,



172             Laporan Keberlanjutan 2025 PT Angkasa Pura Indonesia
Page 173
makanan, sumber air, maupun vegetasi tertentu di area            and certain types of vegetation within airport areas. These
bandara. Upaya ini didukung dengan identifikasi spesies          efforts are supported by the identification of high-risk bird
burung berisiko tinggi berdasarkan kajian risiko. Hasil kajian   species based on risk assessments. The study results at
di Bandara Internasional Soekarno-Hatta menunjukkan              Soekarno-Hatta International Airport indicate that the Javan
bahwa blekok sawah (Ardeola speciosa) dan kuntul kerbau          pond heron (Ardeola speciosa) and cattle egret (Bubulcus
(Bubulcus ibis) merupakan dua spesies dengan tingkat risiko      ibis) are the two species with the highest risk of bird strikes.
tertinggi terhadap bird strike.

Selain itu, Perusahaan juga mengimplementasikan                  In addition, the Company implements a Nature-based
pendekatan berbasis solusi alami (Nature-based Solutions/        Solutions (NbS) approach in managing wildlife risks. One
NbS) dalam pengelolaan risiko satwa liar. Salah satu             such implementation is carried out at Juanda International
implementasinya dilakukan di Bandara Internasional Juanda        Airport Surabaya through collaboration with the Regional
Surabaya melalui kerja sama dengan Resort Konservasi             Conservation Resort (RKW) 08 and the East Java Natural
Wilayah (RKW) 08 dan Balai Besar KSDA Jawa Timur                 Resources Conservation Agency (BBKSDA East Java),
(BBKSDA Jatim), serta dukungan Tim Wildlife Rescue Unit          with support from the Wildlife Rescue Unit (WRU) team in
(WRU) melaksanakan Wildlife Hazard Management. [OJK F.10]        conducting Wildlife Hazard Management. [OJK F.10]

Pendekatan ini dilakukan melalui penempatan burung               This approach is implemented through the placement
pemangsa (raptor), yaitu elang brontok (Nisaetus cirrhatus),     of raptor birds, specifically the changeable hawk-eagle
di dua titik strategis kawasan bandara. Masing-masing terdiri    (Nisaetus cirrhatus), at two strategic locations within the
dari satu ekor elang brontok fase gelap yang ditempatkan         airport area. This includes one dark-phase hawk-eagle
di kandang sisi Pond Barat, serta dua ekor elang brontok         placed in a cage on the west pond side, and two light-phase
fase terang yang ditempatkan di area dekat Unit Pemadam          hawk-eagles placed near the Fire and Rescue Unit and the
Kebakaran dan Pond Sisi Timur. Metode ini dilakukan untuk        East Pond Area. This method is intended to reduce the
mengurangi konsentrasi burung air yang sering beraktivitas       concentration of water birds frequently active in these areas
di area tersebut dan terbukti efektif dalam menekan populasi     and has proven effective in reducing populations of high-
burung berisiko tinggi serta mengurangi potensi bird strike.     risk bird species and lowering the potential for bird strikes.
[OJK F10] [G4-AO9]                                               [OJK F.10] [G4-AO9]



Penggunaan burung pemangsa sebagai bagian dari strategi          The use of raptors as part of the mitigation strategy
mitigasi merupakan pendekatan yang lebih alami dan ramah         represents a more natural and environmentally friendly
lingkungan, karena tidak bergantung pada bahan kimia             approach, as it does not rely on chemical substances
maupun metode suara yang berpotensi mengganggu. Selain           or noise-based deterrent methods that may cause
itu, pendekatan ini memiliki efektivitas jangka panjang,         disturbances. Furthermore, this approach offers long-term
karena satwa liar cenderung menghindari area yang                effectiveness, as wildlife tends to avoid areas perceived as
dianggap berbahaya dan tidak kembali ke lokasi tersebut.         hazardous and is less likely to return to those locations.




                                                                  Sestainability Report 2025 PT Angkasa Pura Indonesia      173
Page 174
                     Menjaga Keseimbangan Lingkungan di Setiap Lintasan
           04        Maintaining Environmental Balance in Every Operation




                                                    Database Hazard Akibat Satwa Liar Tahun 2023-2025
                                                           Wildlife Hazard Database 2023–2025



      80
                                          73



      60
                                                          52
                            48                       48

      40        34
                                          31

                                                                     23                                                    24
                20           19                                                                                                                         20
      20                                  15                         20            15                                                                          16
                                                                                                              13                         13
                                                                                                12                                                      17
                                                                      8            9           11             10           10             8                    8
                5            12                                                                                                                         11
                                                        9                                           11
                                                                                                                                          8
                                                                                    1                          5                                                1
      0                                                                                                                     4
            Januari      Februari       Maret         April          Mei         Juni           Juli      Agustus September           Oktober November Desember
            January       February      March          April         May         June           July        August     September       October    November   December


                                                                 2025                   2024                  2024
 Catatan | Notes:
 Berdasarkan total database hazard selama 2023–2025, kejadian yang disebabkan oleh wildlife animal merupakan kategori hazard dengan jumlah tertinggi.
 Based on the total hazard database from 2023–2025, wildlife animal incidents represented the highest-ranking hazard category.




174              Laporan Keberlanjutan 2025 PT Angkasa Pura Indonesia
Page 175
                                 Bird Strike Terkonfirmasi Tahun 2023-2025
                                Confirmed Bird Strike Incidents in 2023–2025


           Bandara
                                  2025                               2024                                2023
           Airport

Bandara Internasional I Gusti       7                                  7                                   2
Ngurah Rai
I Gusti Ngurah Rai
International Airport

Bandara Internasional               9                                  5                                   4
Zainuddin Abdul Madjid
Zainuddin Abdul Madjid
International Airport

Bandara Internasional Juanda        76                                 3                                   3
Juanda International Airport

Bandara Internasional               10                                  1                                  3
Yogyakarta
Yogyakarta International
Airport

Bandara Internasional               0                                  0                                   3
Jenderal Ahmad Yani
General Ahmad Yani
International Airport

Bandara Internasional Adi           4                                  2                                   1
Soemarmo
Adi Soemarmo International
Airport

Bandara Internasional Sam           1                                  0                                   1
Ratulangi
Sam Ratulangi International
Airport

Bandara Internasional               0                                  0                                   0
Pattimura
Pattimura International
Airport

Bandara Internasional El Tari       0                                  0                                   0
El Tari International Airport

Bandara Internasional Sultan        1                                  0                                   1
Aji Muhammad Sulaiman
Sepinggan
Sultan Aji Muhammad
Sulaiman Sepinggan
International Airport

Bandara Internasional               0                                  0                                   1
Adisutjipto
Adisutjipto International
Airport

Bandara Internasional               2                                   1                                  0
Syamsudin Noor
Syamsudin Noor International
Airport

Bandara Internasional Sultan        4                                   1                                  0
Hasanuddin
Sultan Hasanuddin
International Airport

Bandara Internasional Sultan        0                                  0                                   0
Iskandar Muda
Sultan Iskandar Muda
International Airport




                                                         Sestainability Report 2025 PT Angkasa Pura Indonesia   175
Page 176
                  Menjaga Keseimbangan Lingkungan di Setiap Lintasan
          04      Maintaining Environmental Balance in Every Operation




            Tanggal                                 Unit Kerja                                                    Penyelenggara
             Date                                  Business Unit                                                    Organizer

 Bandara Internasional Jawa                                2                           2                                1
 Barat Kertajati
 Kertajati International Airport
 (West Java International
 Airport)

 Bandara Internasional                                     0                           0                                0
 Minangkabau
 Minangkabau International
 Airport

 Bandara Internasional                                     0                           0                                1
 Supadio
 Supadio International Airport

 Bandara Internasional                                      1                          2                                1
 Soekarno-Hatta
 Soekarno-Hatta International
 Airport

 Bandara Internasional                                      -                          2                                1
 Kualanamu
 Kualanamu International
 Airport



Perusahaan juga memandang bahwa pengelolaan risiko                       The Company also views the management of bird strike
bird strike tidak hanya berkaitan dengan aspek keselamatan               risk not only as an aviation safety concern but also as part
penerbangan, tetapi juga merupakan bagian dari upaya                     of efforts to maintain ecosystem balance. This perspective
menjaga keseimbangan ekosistem. Hal ini sejalan dengan                   aligns with the understanding that humans and wildlife
pandangan bahwa manusia dan satwa liar berbagi ruang                     share the same living space, thereby requiring an approach
hidup yang sama, sehingga diperlukan pendekatan yang                     that accommodates both interests in a balanced manner.
mampu mengakomodasi kedua kepentingan tersebut
secara seimbang.

Urgensi pengelolaan risiko ini semakin relevan mengingat                 The urgency of managing this risk is becoming increasingly
potensi dampak fatal yang dapat ditimbulkan oleh bird                    relevant given the potential for fatal impacts caused by bird
strike, seperti yang tercermin dari insiden penerbangan                  strikes, as reflected in global aviation incidents, including the
global, termasuk kecelakaan Jeju Air pada 29 Desember                    Jeju Air accident on 29 December 2024, which underscores
2024, yang menyoroti pentingnya mitigasi risiko terhadap                 the importance of mitigating risks related to interactions
interaksi antara pesawat dan satwa liar.                                 between aircraft and wildlife.

Selama periode pelaporan, pendekatan pengelolaan                         During the reporting period, the management approach
yang diterapkan menunjukkan hasil yang positif dalam                     implemented has demonstrated positive results in
menjaga keseimbangan antara keselamatan operasional                      maintaining a balance between aviation operational safety
penerbangan dan pelestarian keanekaragaman hayati di                     and biodiversity conservation in areas surrounding airport
sekitar kawasan bandara.                                                 operations.




176             Laporan Keberlanjutan 2025 PT Angkasa Pura Indonesia
Page 177
Sestainability Report 2025 PT Angkasa Pura Indonesia   177
Page 178
05                          Menghadirkan Layanan
                            yang Berorientasi pada
                            Pengalaman
                            Delivering Experience-Oriented
                            Services


Kebijakan Layanan                                            180
Service Policy

Pengelolaan dan Strategi Pengalaman Pelanggan                180
Customer Experience Management and Strategy

Kinerja Operasional Bandara                                  193
Airport Operational Performance

Pengukuran Kinerja dan Kepuasan Pelanggan                    194
Performance Measurement and Customer Satisfaction

Penanganan Umpan Balik Pelanggan                             199
Customer Feedback Management

Pemasaran dan Informasi Produk                               206
Product Marketing and Information

Manajemen Keselamatan Bandara                                209
Airport Safety Management
Page 179

          
Page 180
               Menghadirkan Layanan yang Berorientasi pada Pengalaman
        05     Delivering Experience-Oriented Services




Kebijakan Layanan
Service Policy



Bandara tidak hanya berfungsi sebagai infrastruktur                     Airports serve not only as transportation infrastructure,
transportasi, tetapi juga sebagai penggerak aktivitas                   but also as drivers of economic activity in their surrounding
ekonomi di wilayah sekitarnya. Melalui konektivitas yang                regions. Through expanding connectivity, airports create
semakin luas, bandara membuka peluang pertumbuhan                       opportunities for growth in the tourism sector, broaden
sektor pariwisata, memperluas kesempatan kerja, serta                   employment opportunities, and encourage the inflow of
mendorong masuknya investasi ke tingkat lokal dan                       investment at both local and regional levels. These economic
regional. Dampak ekonomi tersebut sangat bergantung                     impacts depend heavily on the airport’s ability to deliver
pada kemampuan bandara dalam menyediakan layanan yang                   reliable and high-quality services.
andal dan berkualitas.

Kualitas layanan, sebagai tingkat pelayanan yang dirasakan              Service quality, defined as the level of service perceived
oleh pengguna jasa bandara, berpengaruh langsung terhadap               by airport users, has a direct influence on passenger
kepuasan penumpang dan daya saing bandara. Peningkatan                  satisfaction and the airport’s competitiveness. Continuous
kualitas layanan secara konsisten mendorong pengalaman                  improvements in service quality foster a better travel
perjalanan yang lebih baik, memperkuat reputasi bandara,                experience, strengthen the airport’s reputation, and enhance
serta meningkatkan daya tarik di tengah persaingan industri             its attractiveness amid increasingly intense competition in
penerbangan yang semakin kompetitif. [GRI 3-3]                          the aviation industry. [GRI 3-3]

Kebijakan layanan PT Angkasa Pura Indonesia mengacu pada                The service policy of PT Angkasa Pura Indonesia refers
Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor                  to the Regulation of the Minister of Transportation of the
PM 41 Tahun 2023 tentang Pelayanan Jasa Kebandarudaraan                 Republic of Indonesia Number PM 41 of 2023 concerning
di Bandar Udara, yang menjadi dasar dalam penetapan                     Airport Services, which serves as the basis for establishing
standar pelayanan dan pengelolaan pengalaman pelanggan                  service standards and managing the airport customer
bandara. Peraturan Direksi Nomor PD.DU.0009/II/2025                     experience. The Board of Directors Regulation Number
tentang Pedoman Customer Experience Transformation                      PD.DU.0009/II/2025 concerning the Customer Experience
Concept sebagai acuan internal dalam memastikan layanan                 Transformation Concept Guidelines serves as an internal
yang berorientasi pada keselamatan, kenyamanan, serta                   reference to ensure services that prioritize safety, comfort,
pengalaman pelanggan yang konsisten di seluruh titik                    and consistent customer experience across all airport
layanan bandara.                                                        service touchpoints.




Pengelolaan dan Strategi Pengalaman Pelanggan
Customer Experience Management and Strategy



Pendekatan dan Pengelolaan Layanan
Service Approach and Management

PT Angkasa Pura Indonesia secara berkala melakukan                      PT Angkasa Pura Indonesia periodically evaluates the airport
evaluasi atas produk dan layanan kebandarudaraan yang                   products and services it delivers, including health and safety
diberikan, termasuk aspek kesehatan dan keselamatan yang                aspects related to the use of facilities and services by air
berkaitan dengan penggunaan fasilitas dan layanan oleh                  transport passengers. Responsibility for managing and
penumpang angkutan udara. Tanggung jawab pengelolaan                    monitoring service quality lies with the Customer Experience
dan pemantauan kualitas layanan tersebut berada pada                    Group under the coordination of the Vice President Director.
Customer Experience Group di bawah koordinasi Wakil                     Within the scope of the Company’s operations, customers
Direktur Utama. Dalam cakupan operasional Perusahaan,                   are defined as all parties who receive, use, have an interest
pelanggan dimaknai sebagai seluruh pihak yang menerima,                 in, or directly interact with the airport services provided by



180          Laporan Keberlanjutan 2025 PT Angkasa Pura Indonesia
Page 181
menggunakan, berkepentingan terhadap, atau berinteraksi      the Company. This includes passengers, airlines, tenants or
secara langsung dengan layanan kebandarudaraan yang          business partners, regulators, as well as other service users
disediakan oleh Perusahaan, yang mencakup penumpang,         and stakeholders within the airport ecosystem. In line with
maskapai penerbangan, tenant atau mitra usaha, regulator,    evolving customer needs and expectations, the Company
serta pengguna jasa dan pemangku kepentingan lainnya         continues to strengthen its service approach, transitioning
di lingkungan bandara. Sejalan dengan perkembangan           from a reactive customer service focus to a more proactive
kebutuhan dan ekspektasi pelanggan, Perusahaan terus         and holistic customer experience (CX) approach. This
memperkuat pendekatan layanan dari yang semula               approach emphasizes not only fulfilling customers’ basic
berfokus pada customer service yang bersifat reaktif         needs, but also creating a comfortable, efficient, and
menjadi customer experience (CX) yang lebih proaktif dan     memorable travel experience through the integration of all
menyeluruh. Pendekatan ini tidak hanya menitikberatkan       customer touchpoints, encompassing physical, digital, and
pada pemenuhan kebutuhan dasar pelanggan, tetapi juga        emotional interactions at every stage of the journey, from
pada penciptaan pengalaman perjalanan yang nyaman,           pre-journey, on-journey, to post-journey, including check-in,
efisien, dan berkesan melalui integrasi seluruh touchpoint   security screening, boarding, baggage claim, and departure
pelanggan, yang mencakup interaksi fisik, digital, maupun    from the airport area.
emosional di setiap tahapan perjalanan, mulai dari pre-
journey, on-journey, hingga post-journey, termasuk proses
check-in, pemeriksaan keamanan, boarding, pengambilan
bagasi, hingga keberangkatan dari area bandara.

Pada periode pelaporan tahun 2025, tidak terdapat            During the 2025 reporting period, there were no incidents of
insiden ketidakpatuhan maupun penarikan produk atau          non-compliance or product/service recalls related to health
layanan yang berkaitan dengan dampak kesehatan dan           and safety impacts that resulted in warnings, sanctions,
keselamatan, baik yang mengakibatkan peringatan,             fines, or penalties under applicable laws and regulations
sanksi, denda, maupun hukuman berdasarkan ketentuan          or voluntary standards. PT Angkasa Pura Indonesia also
peraturan perundang-undangan maupun standar sukarela         ensures that all airport services provided meet safety,
yang berlaku. PT Angkasa Pura Indonesia juga memastikan      security, and service quality standards in accordance with
bahwa seluruh layanan kebandarudaraan yang diberikan         applicable aviation regulations, including in the provision of
telah memenuhi standar keselamatan, keamanan, dan            facilities, service operations, and customer protection. This
kualitas layanan sesuai dengan regulasi yang berlaku di      is demonstrated by the fact that all airports managed by the
sektor penerbangan, termasuk dalam penyediaan fasilitas,     Company have obtained Airport Certificates as a primary
pengoperasian layanan, serta perlindungan terhadap           operational requirement, covering compliance with safety,
pelanggan. Hal ini ditunjukkan dengan seluruh bandara yang   security, service, and regulatory standards in accordance
dikelola Perusahaan telah memiliki Sertifikat Bandar Udara   with applicable regulations. In addition, several airports have




                                                              Sestainability Report 2025 PT Angkasa Pura Indonesia      181
Page 182
                         Menghadirkan Layanan yang Berorientasi pada Pengalaman
              05         Delivering Experience-Oriented Services




sebagai persyaratan utama dalam pengoperasian, yang                               also obtained Occupational Health and Safety certifications
mencakup pemenuhan aspek safety, security, service, dan                           from stakeholders at the provincial, regional, ministerial, and
compliance sesuai ketentuan regulasi yang berlaku. Selain                         international levels. The Company consistently conducts
itu, beberapa bandara juga telah memperoleh sertifikasi                           monitoring and evaluation of potential risks that may impact
terkait Keselamatan dan Kesehatan Kerja dari berbagai                             customer safety and security, and ensures the availability of
pemangku kepentingan di tingkat provinsi, regional,                               response mechanisms in the event of service disruptions
kementerian, hingga internasional. Perusahaan secara                              that may affect customer experience. [OJK F.27, F.28, F.29] [GRI 416-1,
konsisten melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap                              416-2]

potensi risiko yang dapat berdampak pada keselamatan
dan keamanan pelanggan, serta memastikan tersedianya
mekanisme penanganan apabila terjadi gangguan layanan
yang dapat memengaruhi pengalaman pelanggan. [OJK F.27,
F.28, F.29] [GRI 416-1, 416-2]




Strategi Pengalaman Layanan
Service Experience Strategy

Menciptakan pengalaman perjalanan yang nyaman dan                                 Creating a comfortable and efficient travel experience for
efisien bagi penumpang menjadi salah satu fokus utama                             passengers is one of the primary focuses in airport service
dalam pengelolaan layanan kebandarudaraan. Hal ini                                management. This requires the integrated management of
memerlukan pengelolaan berbagai aspek layanan secara                              various service aspects, ranging from service quality at key
terintegrasi, mulai dari kualitas pelayanan di titik interaksi                    interaction points to the provision of adequate supporting
utama hingga penyediaan fasilitas pendukung yang memadai                          facilities within the airport area. To support the realization
di area bandara. Guna mendukung terwujudnya transformasi                          of a customer-centric travel experience transformation,




182                   Laporan Keberlanjutan 2025 PT Angkasa Pura Indonesia
Page 183
pengalaman perjalanan yang berfokus pada customer                comprehensive integration of all service elements is
centricity, diperlukan integrasi menyeluruh atas seluruh         required, encompassing personnel, processes, as well as
elemen layanan, yang mencakup personel, proses, serta            infrastructure and supporting facilities. This integration is
infrastruktur dan fasilitas pendukung. Integrasi ini dilakukan   implemented through the 3P approach (People, Premises,
melalui pendekatan 3P (People, Premises, Process), sehingga      Process), ensuring that each service aspect operates in
setiap aspek layanan dapat berjalan secara selaras dalam         alignment to deliver a consistent and value-driven customer
menghadirkan pengalaman yang konsisten dan bernilai bagi         experience.
pelanggan.

Dalam implementasi transformasi customer experience              In implementing customer experience (CX) transformation,
(CX), terdapat sejumlah tahapan strategis yang dirancang         several strategic stages are systematically designed.
secara sistematis. Setiap tahapan tersebut memiliki elemen       Each stage includes key elements that must be fulfilled
kunci yang harus dipenuhi untuk memastikan efektivitas           to ensure effective execution, continuous improvement,
pelaksanaan, keberlanjutan perbaikan, serta kesesuaian           and alignment with customer needs and expectations, as
dengan kebutuhan dan ekspektasi pelanggan, sebagai               follows:
berikut:
1. Pengalaman Pelanggan Umum                                     1.   Generic Customer Experience
     a. Ruang Aman                                                    a. Safe Space
     b. Lingkungan Bersih                                             b. Clean Environment
     c. Informasi yang Jelas                                          c. Clear Information
     d. Interaksi yang Positif                                        d. Positive Interaction
     e. Proses yang Efisien                                           e. Efficient Process
     f. Fasilitas yang Andal                                          f. Reliable Facilities

2.   Pengalaman Pelanggan Berbasis Merek                         2.   Branded Customer Experience
     a. Momen yang Menarik                                            a. Engaging Moment
     b. Keunikan Ciri Khas Lokasi                                     b. Unique Sense of Place
     c. Wawasan yang Menginspirasi                                    c. Exciting Insight
     d. Interaksi yang Ramah                                          d. Hospitality Interaction
     e. Proses yang Terhubung dan Terintegrasi                        e. Connected and Seamless Process
     f. Fasilitas yang Inklusif                                       f. Inclusive Facilities

3.   Pengalaman Pelanggan Ikonik                                 3.   Iconic Customer Experience
     a. Layanan Unggulan                                              a. Signature Service
     b. Layanan yang Dapat Diprediksi                                 b. Predictable Service

Sebagai contoh, pelayanan pada check-in counter dan              For example, services at check-in counters and Passenger
Passenger Security Check Points (PSCP) merupakan tahapan         Security Check Points (PSCP) represent critical stages
penting yang secara langsung memengaruhi persepsi                that directly influence passengers’ perception of airport
penumpang terhadap kualitas layanan bandara. Ketepatan           service quality. Timeliness, process efficiency, and the
waktu, kelancaran proses, serta sikap profesional dan ramah      professionalism and friendliness of personnel are key factors
dari petugas menjadi faktor yang menentukan pengalaman           that determine passenger experience while at the airport.
penumpang selama berada di bandara.

Untuk memahami kebutuhan dan ekspektasi pengguna                 To gain a more comprehensive understanding of customer
jasa secara lebih komprehensif, PT Angkasa Pura                  needs and expectations, PT Angkasa Pura Indonesia
Indonesia melakukan analisis karakteristik penumpang             conducts passenger characteristic analysis supported by
yang didukung dengan penerapan metode Quality Function           the application of the Quality Function Deployment (QFD)
Deployment (QFD). Pendekatan ini membantu Perusahaan             method. This approach enables the Company to translate
dalam menerjemahkan kebutuhan pelanggan ke dalam                 customer needs into improvements in service quality and
peningkatan kualitas layanan dan fasilitas yang lebih relevan    facilities that are more aligned with user expectations.
dengan harapan pengguna jasa.



                                                                  Sestainability Report 2025 PT Angkasa Pura Indonesia   183
Page 184
                Menghadirkan Layanan yang Berorientasi pada Pengalaman
         05     Delivering Experience-Oriented Services




Selain kualitas layanan, ketersediaan fasilitas yang memadai             In addition to service quality, the availability of adequate
juga berperan penting dalam membentuk pengalaman                         facilities also plays a significant role in shaping a positive
pelanggan yang positif. Fasilitas seperti ruang tunggu yang              customer experience. Facilities such as comfortable waiting
nyaman, akses Wi-Fi yang cepat dan gratis, serta lingkungan              areas, fast and free Wi-Fi access, and a clean and secure
bandara yang bersih dan aman menjadi aspek yang sangat                   airport environment are key aspects influencing passenger
memengaruhi tingkat kepuasan penumpang.                                  satisfaction levels.

Upaya peningkatan pengalaman penumpang juga                              Efforts to enhance passenger experience are also realized
diwujudkan melalui pengembangan infrastruktur secara                     through continuous infrastructure development, including
berkelanjutan, antara lain dengan peningkatan akses                      improved access to airports, the addition of self-check-in
menuju bandara, penambahan fasilitas self-check-in, serta                facilities, and strengthening security service capacity to
penguatan kapasitas layanan keamanan guna mendukung                      support smoother passenger travel processes.
kelancaran proses perjalanan penumpang.

Untuk menjaga konsistensi kualitas layanan serta                         To maintain service quality consistency and enhance
meningkatkan pengalaman penumpang di seluruh bandara                     passenger experience across all managed airports,
yang dikelola, PT Angkasa Pura Indonesia menetapkan                      PT Angkasa Pura Indonesia has established various airport
berbagai pedoman dan standar pelayanan bandara (airport                  service and hospitality standardization guidelines. These
service and hospitality standardization). Standarisasi ini               standards have been implemented across 37 airports and
telah diterapkan di 37 bandara dan mencakup beberapa                     include the following key guidelines:
panduan utama sebagai berikut:
1. Peraturan Direksi Nomor PD.DU.0009/II/2025 tentang                    1.   Board of Directors Regulation Number PD.DU.0009/
    Pedoman Customer Experience Transformation                                II/2025 on Customer Experience Transformation
    Concept                                                                   Concept Guidelines
2. Customer Care Airport Standard Manual                                 2.   Customer Care Airport Standard Manual
3. Standar Signage Bandara                                               3.   Airport Signage Standards
4. Tenant Guideline                                                      4.   Tenant Guidelines
5. Panduan Desain Fasilitas Bandara untuk Pengguna Jasa                  5.   Airport Facility Design Guidelines for Passengers with
    Berkebutuhan Khusus                                                       Special Needs
6. Panduan Standarisasi Himbauan untuk Pengguna Jasa                     6.   Standardized Advisory Guidelines for Passengers in the
    pada Era New Normal (Covid-19)                                            New Normal (COVID-19) Era
7. Exhibition and Artwork Guideline                                      7.   Exhibition and Artwork Guidelines
8. Standar Penampilan dan Perilaku                                       8.   Appearance and Conduct Standards
9. Disiplin Operasi Personel pada Fungsi Airport Security,               9.   Operational Discipline for Personnel in Airport Security,
    Airport Rescue & Fire Fighting, Apron Movement                            Airport Rescue & Fire Fighting, Apron Movement
    Control, serta Officer in Charge PT Angkasa Pura                          Control, as well as the Officer in Charge for PT Angkasa
    Indonesia Service Hospitality Frontliner di Bandara                       Pura Indonesia Service Hospitality Frontliners at
    yang dikelola PT Angkasa Pura Indonesia                                   airports managed by PT Angkasa Pura Indonesia

Secara keseluruhan, upaya peningkatan pengalaman                         Overall, efforts to enhance customer experience at airports
pengguna jasa di bandara dilakukan melalui penguatan                     are carried out through strengthening service standards,
standar     pelayanan,    optimalisasi  fasilitas,  serta                optimizing facilities, and developing infrastructure that
pengembangan infrastruktur yang mendukung kelancaran                     supports seamless passenger journeys. The Company
proses perjalanan penumpang. Perusahaan juga secara                      also continuously monitors and evaluates service quality,
berkelanjutan melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap                 including by incorporating feedback from service users, to
kualitas layanan, termasuk dengan memperhatikan masukan                  ensure that the services provided continue to evolve and
dari pengguna jasa, guna memastikan bahwa layanan yang                   remain aligned with customer needs.
diberikan terus berkembang dan selaras dengan kebutuhan
pelanggan.




184           Laporan Keberlanjutan 2025 PT Angkasa Pura Indonesia
Page 185
Inovasi Layanan untuk Meningkatkan Pengalaman                            Service Innovation to Enhance Customer Experience [OJK
Pelanggan [OJK F.26]                                                     F.26]



Dalam rangka meningkatkan kualitas layanan sekaligus                     In order to improve service quality while supporting
mendukung operasional yang berkelanjutan, PT Angkasa                     sustainable operations, PT Angkasa Pura Indonesia
Pura Indonesia terus mengembangkan berbagai inovasi                      continues to develop various innovations in airport products
pada produk dan jasa kebandarudaraan. Pada tahun 2025,                   and services. In 2025, the Company implemented several
Perusahaan mengimplementasikan beberapa inovasi dan                      innovations and product/service developments. These
pengembangan produk dan jasa. Berbagai inovasi ini tidak                 innovations not only improve operational efficiency but
hanya meningkatkan efisiensi operasional, tetapi juga                    also continuously strengthen service quality and customer
memperkuat kualitas layanan dan pengalaman pelanggan                     experience.
secara berkelanjutan.


  Inovasi dan Pengembangan
  Produk/Jasa di tahun 2025                                                       Deskripsi
 Product/Service Innovations                                                     Description
   and Developments in 2025

 Penerapan Refrigeran Ramah        Perusahaan menjalin kerja sama strategis dalam penerapan refrigeran ramah lingkungan melalui kajian
 Lingkungan                        teknis guna menurunkan nilai Global Warming Potential (GWP) pada unit pendingin di Bandara Internasional
 Implementation of                 Soekarno-Hatta. Inisiatif ini dilaksanakan melalui Nota Kesepahaman Kegiatan Aksi Mitigasi Perubahan
 Environmentally Friendly          Iklim dalam Pengelolaan Gas Refrigeran, Tabung Refrigeran, dan Oli Bekas Nomor PJJ.DT.1036/X/2024
 Refrigerants                      tanggal 23 Oktober 2024, yang selanjutnya diperbarui melalui Nota Kesepahaman Nomor MOU.DT.05/
                                   TK.11/2025 tanggal 23 Oktober 2025.
                                   The Company established strategic collaboration in the implementation of environmentally friendly
                                   refrigerants through technical studies aimed at reducing the Global Warming Potential (GWP) value
                                   of cooling units at Soekarno-Hatta International Airport. This initiative was carried out through the
                                   Memorandum of Understanding on Climate Change Mitigation Actions in the Management of Refrigerant
                                   Gas, Refrigerant Cylinders, and Used Oil Number PJJ.DT.1036/X/2024 dated 23 October 2024, which was
                                   subsequently updated through Memorandum of Understanding Number MOU.DT.05/TK.11/2025 dated 23
                                   October 2025.

 Dukungan Terhadap                 Perusahaan turut mendukung penggunaan Sustainable Aviation Fuel (SAF) yang pertama kali
 Penggunaan Sustainable            diimplementasikan pada penerbangan rute CGK–DPS melalui Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-
 Aviation Fuel (SAF)               Hatta pada 21 Agustus 2025, sebagai bagian dari upaya pengurangan emisi sektor penerbangan.
 Support for the Use of            The Company also supported the use of Sustainable Aviation Fuel (SAF), which was first implemented on
 Sustainable Aviation Fuel (SAF)   the CGK–DPS route via Terminal 3 of Soekarno-Hatta International Airport on August 21, 2025, as part of
                                   efforts to reduce emissions in the aviation sector.

 Teknologi PV Glare dan DC         Dalam mendukung efisiensi energi dan keselamatan operasional, Perusahaan menerapkan teknologi PV
 Combiner pada Pembangkit          Glare untuk mengurangi tingkat kesilauan sinar matahari serta teknologi DC Combiner guna meningkatkan
 Listrik Tenaga Surya (PLTS)       efisiensi transmisi energi dan memudahkan pemeliharaan sistem. Kedua teknologi tersebut telah
 PV Glare and DC Combiner          diimplementasikan pada seluruh instalasi PLTS di bandara yang dikelola Perusahaan pada 8 bandara.
 Technology in Solar Power         To support energy efficiency and operational safety, the Company implemented PV Glare technology to
 Plants (SPP)                      reduce sunlight glare, as well as DC Combiner technology to enhance energy transmission efficiency and
                                   facilitate system maintenance. Both technologies have been implemented across all SPP installations at
                                   the Company’s airports, covering 8 airports under its management.

 Teknologi Inverter Anti           Instalasi PLTS di Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan Bandara Internasional Supadio telah
 Islanding dan fitur Zero Export   dilengkapi dengan teknologi Inverter Anti-Islanding untuk mendeteksi gangguan pemadaman listrik
 dengan Smart Logger pada          pada jaringan, sehingga meningkatkan aspek keselamatan bagi teknisi maupun peralatan. Perusahaan
 PLTS                              juga mengimplementasikan fitur Zero Export dengan Smart Logger untuk membatasi daya listrik yang
 Anti-Islanding Inverter           disalurkan ke jaringan, sebagai bentuk kepatuhan terhadap regulasi sekaligus optimalisasi pemanfaatan
 Technology and Zero Export        energi terbarukan.
 Feature with Smart Logger         SPP installations at Soekarno-Hatta International Airport and Supadio International Airport have been
 in SPP                            equipped with Anti-Islanding Inverter technology to detect power outages in the grid, thereby enhancing
                                   safety for both technicians and equipment. The Company has also implemented the Zero Export
                                   feature with Smart Logger to limit electricity supplied to the grid, ensuring regulatory compliance while
                                   optimizing the utilization of renewable energy.




                                                                          Sestainability Report 2025 PT Angkasa Pura Indonesia          185
Page 186
                Menghadirkan Layanan yang Berorientasi pada Pengalaman
         05     Delivering Experience-Oriented Services




Kenyamanan dan Aksesibilitas Layanan
Service Comfort and Accessibility

PT Angkasa Pura Indonesia berkomitmen untuk                              PT Angkasa Pura Indonesia is committed to delivering
menghadirkan layanan bandara yang aman, nyaman, dan                      airport services that are safe, comfortable, and easily
mudah diakses oleh seluruh pengguna layanan. Pada tahun                  accessible to all users. In 2025, PT Angkasa Pura Indonesia
2025, PT Angkasa Pura Indonesia memperkuat pendekatan                    strengthened its integrated approach to ensure an inclusive
terintegrasi dalam memastikan pengalaman perjalanan yang                 travel experience, both in public spaces and in passenger
inklusif, baik di ruang publik maupun dalam aspek mobilitas              mobility aspects.
penumpang.

Di area publik, Perusahaan menyediakan fasilitas yang                    In public areas, the Company provides responsive and user-
responsif dan ramah, didukung oleh Flight Information                    friendly facilities, supported by the Flight Information Display
Display System (FIDS) yang menyajikan sistem informasi                   System (FIDS) which delivers real-time flight information,
penerbangan secara real-time, penunjuk arah yang jelas,                  clear wayfinding signage, and consistent cleanliness and
serta pengelolaan kebersihan dan keamanan yang konsisten.                security management. Waiting areas, prayer facilities,
Fasilitas ruang tunggu, area ibadah, area komersial, dan                 commercial areas, and thematic service spaces continue
ruang layanan tematik terus ditingkatkan untuk menciptakan               to be enhanced to create an airport environment that is
lingkungan bandara yang nyaman, humanis, dan berorientasi                comfortable, human-centered, and customer-oriented.
pada kebutuhan pelanggan.

Upaya peningkatan tersebut diwujudkan melalui berbagai                   These improvements are realized through various initiatives,
inisiatif, antara lain penambahan fasilitas pendingin                    including the addition of air conditioning (AC) facilities in
udara (AC) di Terminal 3 serta revitalisasi Terminal 1C.                 Terminal 3 and the revitalization of Terminal 1C. In addition,
Selain itu, Perusahaan juga melaksanakan program                         the Company implemented beautification, revitalization,
beautifikasi, revitalisasi, dan optimalisasi infrastruktur di            and infrastructure optimization programs at I Gusti Ngurah
Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, yang mencakup                  Rai International Airport, including the construction of
pembangunan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO),                          pedestrian bridges, the addition of greenery elements
penambahan elemen penghijauan melalui tanaman dan                        through plants and vertical gardens with a vertical forest
vertical garden bernuansa vertical forest, serta peningkatan             concept, and improvements in lighting quality.
kualitas pencahayaan.

Peningkatan layanan turut dilakukan di Bandara                           Service enhancements were also carried out at Soekarno-
Internasional Soekarno-Hatta melalui penyediaan fasilitas                Hatta International Airport through the provision of
self baggage drop dan penataan ulang area komersial,                     self baggage drop facilities and the reconfiguration of
sehingga mampu menghadirkan pengalaman perjalanan                        commercial areas, thereby delivering a more efficient, well-
yang lebih efisien, tertata, dan terintegrasi.                           organized, and integrated travel experience.

Dalam aspek mobilitas, dukungan menyeluruh diberikan                     In terms of mobility, comprehensive support is provided
kepada seluruh penumpang, termasuk penyandang                            to all passengers, including persons with disabilities and
disabilitas dan individu dengan kebutuhan khusus, melalui                individuals with special needs, through online booking
layanan pemesanan fasilitas difabel secara daring,                       services for special assistance facilities, provision of
penyediaan kursi roda dan kendaraan pengantar, bantuan                   wheelchairs and escort vehicles, assistance during the
proses check-in, hingga pendampingan menuju pesawat.                     check-in process, and accompaniment to the aircraft.
Peningkatan kapasitas petugas juga dilakukan untuk                       Capacity building for personnel is also conducted to
memastikan pelayanan yang sigap dan empatik. Melalui                     ensure responsive and empathetic service. Through these
langkah tersebut, Perusahaan berupaya menghadirkan                       efforts, the Company strives to deliver a safe, inclusive, and
pengalaman perjalanan yang aman, inklusif, dan berkesan                  memorable travel experience for all users. [OJK F.17] [GRI 416-1]
bagi seluruh pengguna layanan. [OJK F.17] [GRI 416-1]




186           Laporan Keberlanjutan 2025 PT Angkasa Pura Indonesia
Page 187
Ruang Tunggu Multisensor                                      Multi-Sensory Waiting Room

Ruang Tunggu dengan Layanan Berkebutuhan Khusus PT            PT Angkasa Pura Indonesia also provides dedicated waiting
Angkasa Pura Indonesia juga menyediakan ruang tunggu          lounges in check-in areas for passengers with special
khusus di area check-in bagi penumpang berkebutuhan           needs as part of its commitment to inclusive service. These
khusus sebagai bagian dari komitmen pelayanan inklusif.       facilities are equipped with tables, chairs, and sofas to
Fasilitas ini dilengkapi dengan meja, kursi, dan sofa untuk   create a comfortable and calm environment for passengers
menciptakan suasana yang nyaman dan tenang bagi               and other airport users. Since 2019, such facilities have
penumpang serta pengguna bandara lainnya. Sejak 2019          been available at Jenderal Ahmad Yani International Airport,
fasilitas tersebut telah tersedia di Bandara Internasional    Adi Soemarmo International Airport, and Yogyakarta
Jenderal Ahmad Yani, Bandara Internasional Adi Soemarmo,      International Airport.
dan Bandara Internasional Yogyakarta.

Ruang Tunggu dengan Layanan Berkebutuhan Khusus               Waiting Area with Special Needs Services

PT Angkasa Pura Indonesia juga menyediakan ruang tunggu       PT Angkasa Pura Indonesia also provides dedicated waiting
khusus di area check-in bagi penumpang berkebutuhan           areas in the check-in zone for passengers with special
khusus sebagai bagian dari komitmen pelayanan inklusif.       needs as part of its commitment to inclusive services.
Fasilitas ini dilengkapi dengan meja, kursi, bean bag,        These facilities are equipped with tables, chairs, bean bags,
dan kasur untuk menciptakan suasana yang nyaman dan           and beds to create a comfortable and calming environment
tenang bagi penumpang serta pengguna bandara lainnya.         for passengers and other airport users. Since 2019, these
Sejak 2019, fasilitas tersebut telah tersedia di Bandara      facilities have been available at Jenderal Ahmad Yani
Internasional Jenderal Ahmad Yani, Bandara Internasional      International Airport, Adi Soemarmo International Airport,
Adi Soemarmo, dan Bandara Internasional Yogyakarta.           and Yogyakarta International Airport.

Tempat Kerja Bersama                                          Co-Working Space

Pada area ruang tunggu domestik Bandara Internasional         Within the domestic waiting area of Jenderal Ahmad Yani
Jenderal Ahmad Yani dan Bandara Internasional Soekarno-       International Airport and Soekarno-Hatta International
Hatta. PT Angkasa Pura Indonesia menyediakan fasilitas        Airport. PT Angkasa Pura Indonesia provides a co-working
ruang kerja bersama (co-working space) yang dirancang         space designed to support the needs of professionals.
untuk mendukung kebutuhan para profesional. Fasilitas ini     This facility enables passengers to remain productive
memungkinkan penumpang tetap produktif dan nyaman             and comfortable while completing work as they wait for
dalam menyelesaikan pekerjaan sambil menanti jadwal           departure schedules or boarding processes.
keberangkatan atau proses boarding.

Pusat Layanan Informasi Wisatawan                             Tourism Information Center

Sebagai pintu masuk utama bagi wisatawan, PT Angkasa          As a primary gateway for tourists, PT Angkasa Pura
Pura Indonesia mengambil peran dalam memperkuat               Indonesia plays a role in strengthening regional destination
promosi destinasi daerah melalui kehadiran Tourism            promotion through the presence of Tourism Information
Information Center (TIC) di bandara-bandara yang dikelola.    Centers (TIC) at its managed airports. These facilities
Fasilitas ini menyediakan informasi seputar objek wisata,     provide information on tourist attractions, cultural
kegiatan budaya, pilihan kuliner, penginapan, hingga moda     activities, culinary options, accommodations, and local
transportasi lokal yang dapat diakses melalui TIC dalam       transportation, accessible through both printed materials
bentuk cetak maupun media digital yang menampilkan            and digital media featuring tourism promotion content.
konten promosi pariwisata.




                                                              Sestainability Report 2025 PT Angkasa Pura Indonesia    187
Page 188
                 Menghadirkan Layanan yang Berorientasi pada Pengalaman
         05      Delivering Experience-Oriented Services




Wisatawan juga dapat memperoleh informasi secara                          Travelers can also obtain information directly by engaging
langsung dengan berdiskusi bersama perwakilan Dinas                       with representatives from the Department of Culture and
Kebudayaan dan Pariwisata, sehingga mendapatkan                           Tourism, allowing them to receive more comprehensive
rekomendasi dan penjelasan yang lebih komprehensif                        recommendations and insights into tourism potential at
mengenai potensi wisata di daerah tujuan.                                 their destination.

Science Corner                                                            Science Corner

Science Corner di Bandara Internasional Yogyakarta                        The Science Corner at Yogyakarta International Airport was
diresmikan pada 10 Agustus 2020 melalui kerja sama                        inaugurated on 10 August 2020 through a collaboration with
dengan Taman Pintar Yogyakarta. Fasilitas ini mengusung                   Taman Pintar Yogyakarta. This facility adopts an educational
konsep ruang edukatif yang memadukan pojok baca dan                       space concept that combines a reading corner and family
ruang keluarga dengan penekanan pada pembelajaran sains                   area, with an emphasis on interactive digital science
berbasis interaktif digital.                                              learning.

Area ini dirancang dalam empat zona utama. Pada bagian                    The area is designed into four main zones. At the entrance,
entrance, tersedia monitor layar sentuh yang memuat profil                a touchscreen monitor provides profile and digital
dan informasi digital serta berfungsi sebagai layar informasi             information, while also functioning as an earthquake and
gempa dan tsunami. Zona berikutnya merupakan area sains                   tsunami information display. The next zone is a science area
yang dilengkapi dengan alat peraga interaktif seperti magic               equipped with interactive exhibits such as an augmented
floor berbasis augmented reality, harpa tak berdawai, uji                 reality-based magic floor, a touchless harp, concentration
konsentrasi, dan cincin loncat. Selanjutnya, terdapat pojok               testing devices, and jumping rings. In addition, a reading
baca yang menyediakan perangkat komputer dengan akses                     corner is available with computer access to an e-library and
e-library serta koleksi buku yang dapat dibaca di tempat.                 a collection of books for on-site reading. Child passengers
Penumpang anak-anak juga dapat mengoperasikan layar                       may also use computer screens to access educational
komputer untuk mendapatkan informasi pengetahuan.                         content. As a complement, a playground area is provided,
Sebagai pelengkap, tersedia area playground yang                          allowing children to learn while playing in an enjoyable and
memungkinkan anak-anak belajar sambil bermain dalam                       educational environment.
suasana yang menyenangkan dan edukatif.

Fasilitas Hiburan                                                         Entertainment Facilities

PT Angkasa Pura Indonesia menghadirkan kid zone sebagai                   PT Angkasa Pura Indonesia provides kid zones as safe
ruang bermain yang aman dan nyaman bagi anak-anak selama                  and comfortable play areas for children while waiting for
menunggu jadwal keberangkatan. Fasilitas ini dirancang                    departure schedules. These facilities are designed to
untuk memberikan pengalaman yang lebih menyenangkan                       enhance the travel experience for families traveling through
bagi keluarga yang bepergian melalui bandara.                             airports.

Selain itu, Perusahaan juga menyediakan berbagai sarana                   In addition, the Company offers various supporting amenities,
penunjang kenyamanan, salah satunya fasilitas airport                     including airport cinema facilities at Sultan Aji Muhammad
cinema di Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad                       Sulaiman Sepinggan International Airport. The Company
Sulaiman Sepinggan. Perusahaan juga menghadirkan                          also provides game station facilities at Terminal 1, Terminal
fasilitas game station di Terminal 1, Terminal 2, dan                     2, and Terminal 3 of Soekarno-Hatta International Airport as
Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta sebagai                   an additional entertainment facility for passengers. These
sarana hiburan tambahan bagi penumpang. Kehadiran                         entertainment facilities help passengers make better use
fasilitas hiburan tersebut membantu mengisi waktu tunggu                  of waiting time, creating a more relaxed and enjoyable pre-
penumpang agar terasa lebih santai dan menghibur sebelum                  departure experience.
keberangkatan.




188           Laporan Keberlanjutan 2025 PT Angkasa Pura Indonesia
Page 189
Penyediaan Kursi Relaksasi                                     Provision of Relaxation Seating

Sebagai bagian dari peningkatan kenyamanan penumpang,          As part of enhancing passenger comfort, PT Angkasa Pura
PT Angkasa Pura Indonesia menyediakan fasilitas kursi          Indonesia provides massage chair facilities in both arrival
pijat di area kedatangan dan keberangkatan. Fasilitas          and departure areas. These facilities allow passengers to
ini memungkinkan penumpang beristirahat sejenak dan            rest briefly and recover before continuing their journey.
memulihkan kondisi sebelum melanjutkan perjalanan.             In addition to relieving fatigue, massage therapy provides
Selain membantu meredakan kelelahan, terapi pijat juga         relaxation effects that help reduce stress during air travel.
memberikan efek relaksasi yang dapat mengurangi stres
selama perjalanan udara.

Pengembangan Infrastruktur Berorientasi Pelanggan              Customer-Oriented Infrastructure Development

PT Angkasa Pura Indonesia secara berkelanjutan melakukan       PT Angkasa Pura Indonesia continuously improves airport
peningkatan fasilitas bandara dengan menempatkan               facilities by prioritizing user comfort and experience. In
kenyamanan dan pengalaman pengguna jasa sebagai                2025, development, expansion, and facility arrangement
prioritas utama. Pada tahun 2025, pengembangan,                initiatives were carried out in alignment with the Company’s
perluasan, dan penataan fasilitas dilaksanakan dengan          Transformation pillars, which include strengthening
mengacu pada pilar Transformasi Perusahaan yang                customer experience-oriented infrastructure (Premises
mencakup penguatan infrastruktur berorientasi customer         Pillar), optimizing ecosystem-based operational processes
experience (Pilar Premises), optimalisasi proses operasional   (Process Pillar), enhancing service quality by all personnel
berbasis ekosistem (Pilar Process), peningkatan kualitas       (People Pillar), and leveraging technology as an enabler.
pelayanan oleh seluruh personel (Pilar People), serta          As of the end of the reporting period, development and
dukungan teknologi sebagai enabler. Hingga akhir periode       arrangement programs have been implemented, among
pelaporan, program pengembangan dan penataan telah             others, at Soekarno-Hatta International Airport and I Gusti
dilaksanakan antara lain di Bandara Internasional Soekarno-    Ngurah Rai International Airport.
Hatta dan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.

Sebagai gerbang utama suatu kota atau wilayah, bandara         As the primary gateway to a city or region, airports also
juga merepresentasikan identitas dan kekayaan budaya           represent local identity and cultural richness. To this end, the
daerah. Untuk itu, Perusahaan menghadirkan elemen seni         Company incorporates artistic elements and installations
dan instalasi artistik di area bandara sebagai bagian dari     within airport areas as part of efforts to introduce local
upaya memperkenalkan budaya lokal sekaligus menciptakan        culture while creating an aesthetically pleasing and
suasana yang estetis dan nyaman bagi para pengguna jasa.       comfortable environment for users.

Layanan Multimoda dan Alih Moda Terintegrasi                   Integrated Multimodal and Intermodal Services

Perusahaan terus memperkuat aksesibilitas dari dan             The Company continues to strengthen accessibility to
menuju bandara melalui pengembangan konektivitas               and from airports through the development of integrated
multimoda yang terintegrasi dengan berbagai moda               multimodal connectivity with various transportation modes.
transportasi lainnya. Inisiatif ini sejalan dengan kebijakan   This initiative aligns with national policies as stipulated in
nasional sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah         Government Regulation (PP) Number 8 of 2011 on Multimodal
(PP) Nomor 8 Tahun 2011 tentang Angkutan Multimoda serta       Transportation and Minister of Transportation Regulation
Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 39             (Permenhub) Number 39 of 2019 on the National Airport
Tahun 2019 tentang Tatanan Kebandarudaraan Nasional.           System.

Pelaksanaannya dilakukan melalui kolaborasi dengan             Implementation is carried out through collaboration
kementerian terkait, pemerintah daerah, serta para             with relevant ministries, regional governments, and
pemangku kepentingan sektor transportasi, khususnya            transportation sector stakeholders, particularly in land
transportasi darat. Dukungan tersebut diwujudkan dalam         transportation. This support is realized through the




                                                                Sestainability Report 2025 PT Angkasa Pura Indonesia      189
Page 190
                 Menghadirkan Layanan yang Berorientasi pada Pengalaman
          05     Delivering Experience-Oriented Services




penyediaan area pengantaran dan penjemputan yang                          provision of integrated drop-off and pick-up areas for DAMRI
terintegrasi untuk bus DAMRI, bus antarkota, taksi, hingga                buses, intercity buses, taxis, and railway connections linking
koneksi stasiun kereta api yang menghubungkan bandara                     airports with city centers and surrounding areas. These
dengan pusat kota dan wilayah sekitarnya. Beragam fasilitas               facilities and land transport options include:
dan pilihan moda transportasi darat tersebut meliputi:
1. Stasiun Kereta Api (KA) Bandara Internasional                          1.   Airport Railway Station at Yogyakarta International
     Yogyakarta yang menghubungkan bandara dengan                              Airport, connecting the airport with Tugu Station
     Stasiun Tugu Yogyakarta. Kereta Api (KA) bandara                          Yogyakarta. The airport train is operated by PT
     tersebut dikelola oleh PT Railink Indonesia. Kehadiran                    Railink Indonesia. The presence of the YIA Airport
     KA Bandara YIA juga dapat menjadikan Bandara                              Train also enables Yogyakarta International Airport
     Internasional Yogyakarta sebagai bandara yang                             to accommodate connectivity needs not only within
     mengakomodasi kebutuhan konektivitas tidak hanya di                       Yogyakarta but also extending to Central Java
     wilayah Yogyakarta, tetapi juga hingga ke wilayah Jawa                    regions such as Cilacap, Purwokerto, Kebumen, and
     Tengah yang mencakup Cilacap, Purwokerto, Kebumen,                        Banjarnegara.
     dan Banjarnegara.
2. Sebagai wujud integrasi moda transportasi, Kereta Api                  2.   As part of intermodal transportation integration,
     (KA) Bandara, yang berada di dalam terminal Bandara                       the Airport Rail Link located within Adi Soemarmo
     Internasional Adi Soemarmo terhubung langsung                             International Airport is directly connected to Solo
     dengan Stasiun Solo Balapan pada rute utama serta                         Balapan Station on its main route, with extended
     perpanjangan rute hingga Madiun.                                          services reaching Madiun.
3. Kereta Api (KA) Bandara Bandara Internasional                          3.   Airport Rail Link services at Soekarno-Hatta
     Soekarno-Hatta yang melayani rute bandara menuju BNI                      International Airport operate routes connecting
     City Station sehingga mendukung mobilitas penumpang                       the airport to BNI City Station, thereby supporting
     menuju pusat Kota Jakarta dan kawasan sekitarnya.                         passenger mobility to central Jakarta and surrounding
                                                                               areas.
4.    Kereta Api (KA) Bandara Bandara Internasional                       4.   Airport Rail Link services at Kualanamu International
      Kualanamu yang melayani rute bandara menuju Medan                        Airport operate routes connecting the airport to Medan,
      sebagai konektivitas utama menuju pusat kota.                            serving as a key transportation link to the city center.
5.    Layanan bus DAMRI di Bandara Internasional Bandara                  5.   DAMRI bus services at Soekarno-Hatta International
      Internasional Sultan Hasanuddin, Bandara Internasional                   Airport Sultan Hasanuddin International Airport,
      Syamsudin Noor, Bandara Internasional Juanda,                            Syamsudin Noor International Airport, Juanda
      Bandara Internasional Sentani, Bandara Internasional                     International Airport, Sentani International Airport, Sam
      Sam Ratulangi, Bandara Internasional Zainuddin Abdul                     Ratulangi International Airport, Zainuddin Abdul Madjid
      Madjid, dan Bandara Internasional Yogyakarta yang                        International Airport, and Yogyakarta International
      beroperasi setiap hari untuk rute dari dan ke bandara.                   Airport, operating daily routes to and from airports.
6.    Layanan transportasi bus dan shuttle seperti Trans Metro            6.   Bus and shuttle services such as Trans Metro Dewata
      Dewata di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai,                      at I Gusti Ngurah Rai International Airport, Bus Rapid
      Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang yang memiliki                     Transit (BRT) Trans Semarang serving routes to and
      rute dari dan ke Bandara Internasional Jenderal                          from Jenderal Ahmad Yani International Airport,
      Ahmad Yani, Batik Solo Trans yang menghubungkan                          Batik Solo Trans connecting Adi Soemarmo Airport,
      Bandara Adi Soemarmo, SatelQu yang beroperasi di                         SatelQu operating at Yogyakarta International Airport,
      Bandara Internasional Yogyakarta, shuttle Kangaroo di                    Kangaroo shuttle at Sultan Aji Muhammad Sulaiman
      Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman                       Sepinggan International Airport, as well as other public
      Sepinggan, serta angkutan umum lainnya yang                              transportation services providing access at Frans
      menyediakan akses di Bandara Internasional Frans                         Kaisiepo International Airport Biak, El Tari International
      Kaisiepo, Bandara Internasional El Tari, dan Bandara                     Airport, and Pattimura International Airport.
      Internasional Pattimura.
7.    Khusus di Bandara Internasional Soekarno-Hatta,                     7.   At Soekarno-Hatta International Airport, TransJakarta
      tersedia pula layanan TransJakarta dengan rute                           services are also available, operating routes to
      menuju Terminal Kalideres dan Terminal Blok M sebagai                    Kalideres Terminal and Blok M Terminal as additional
      tambahan pilihan transportasi publik bagi pengguna                       public transportation options for airport users.
      jasa bandara.



190            Laporan Keberlanjutan 2025 PT Angkasa Pura Indonesia
Page 191
Digitalisasi Layanan
Service Digitalization

Sebagai bagian dari komitmen menghadirkan pelayanan            As part of its commitment to delivering inclusive
prima yang inklusif, PT Angkasa Pura Indonesia menyediakan     excellence in service, PT Angkasa Pura Indonesia provides
berbagai layanan bagi seluruh pelanggan, termasuk              various services for all customers, including persons
penyandang disabilitas dan penumpang dengan kebutuhan          with disabilities and passengers with special needs. The
khusus. Perusahaan memahami bahwa perjalanan udara             Company recognizes that air travel may present unique
dapat menghadirkan tantangan tersendiri, sehingga              challenges, therefore, support is provided through online
dukungan diberikan melalui aplikasi pemesanan fasilitas        applications for booking special assistance facilities,
difabel secara daring, penyediaan kursi roda, layanan          provision of wheelchairs, transport and shuttle bus
transportasi dan shuttle bus dari terminal menuju tangga       services from terminals to aircraft boarding stairs, and
pesawat, serta pendampingan oleh petugas bandara               assistance by airport personnel from check-in through to
mulai dari proses check-in hingga pengantaran ke kursi         seating on board the aircraft.
penumpang di dalam pesawat.

X-Ray Automated Tray Return System (X-Ray ATRS)                X-Ray Automated Tray Return System (X-Ray ATRS)

Peningkatan kecepatan dan keandalan layanan menjadi            Enhancing service speed and reliability is a key component
bagian penting dalam memperkuat pengalaman pelanggan.          in strengthening customer experience. In 2025, PT Angkasa
Pada tahun 2025, PT Angkasa Pura Indonesia terus               Pura Indonesia continued to optimize the utilization of
mengoptimalkan pemanfaatan teknologi keamanan melalui          security technology through the implementation of the
penggunaan X-Ray Automatic Tray Return System (ATRS)           X-Ray Automatic Tray Return System (ATRS) at the PSCP
di PSCP Terminal Keberangkatan Internasional Bandara           of the International Departure Terminal at I Gusti Ngurah
Internasional I Gusti Ngurah Rai dan Bandara Internasional     Rai International Airport and Soekarno-Hatta International
Soekarno-Hatta. Sistem ini merupakan perangkat pemindai        Airport. This system is a high-technology scanning device
berteknologi tinggi yang secara otomatis mengarahkan tray      that automatically directs trays containing passenger
berisi barang penumpang ke jalur pemeriksaan yang sesuai,      belongings to the appropriate inspection lanes, thereby
sehingga proses screening menjadi lebih efisien dan teratur.   making the screening process more efficient and orderly.

X-Ray ATRS mampu memindai sekitar 285 hingga 410 tray          The X-Ray ATRS is capable of scanning approximately
per jam, atau hampir empat kali lebih cepat dibandingkan       285 to 410 trays per hour, nearly four times faster than
dengan metode konvensional yang rata-rata memproses            conventional methods, which process an average of 155
155 tray per jam, sehingga berkontribusi pada percepatan       trays per hour, thus contributing to faster screening flows,
alur pemeriksaan, pengurangan antrean, dan peningkatan         reduced queue times, and enhanced passenger comfort.
kenyamanan penumpang. Sistem ini juga dilengkapi dengan        The system is also equipped with advanced features
fitur pemindaian lanjutan seperti smartview, explosive trace   such as smartview, explosive trace detectors, and body
detector, dan body scanner untuk mendukung deteksi barang      scanners to support the detection of potentially hazardous
berpotensi membahayakan, sekaligus memberikan nilai            items, while also providing added value to airlines through
tambah bagi maskapai melalui efisiensi waktu pemeriksaan       improved inspection efficiency and minimized risk of
dan minimisasi potensi keterlambatan operasional. Barang       operational delays. Items identified as potentially hazardous
dengan indikasi berpotensi membahayakan akan secara            are automatically diverted to a separate inspection lane,
otomatis dialihkan ke jalur pemeriksaan terpisah, sehingga     ensuring that the main flow remains uninterrupted and
tidak menghambat alur utama dan tetap menjaga kelancaran       passenger queues continue to move smoothly.
antrean penumpang.




                                                               Sestainability Report 2025 PT Angkasa Pura Indonesia     191
Page 192
                Menghadirkan Layanan yang Berorientasi pada Pengalaman
        05      Delivering Experience-Oriented Services




                           Efisiensi & Kecepatan:                               Efficiency & Speed:
                           • Meningkatkan efisiensi operasional                 • Enhances operational efficiency of screening
                             pemeriksaan.                                         processes.
                           • Mempercepat proses skrining barang dan             • Accelerates the screening process for baggage and
                             penumpang.                                           passengers.
                           • Mengurangi waktu antrean melalui peningkatan       • Reduces queue times through improved detection
  Manfaat                    akurasi deteksi.                                     accuracy.
  X-RAY ATRS
  Benefits of              Keamanan & Layanan Publik:                           Security & Public Service:
  X-RAY ATRS               • Memperkuat sistem keamanan bandara.                • Strengthens airport security systems.
                           • Meningkatkan kualitas layanan kepada pengguna      • Improves service quality for airport users.
                             jasa.

                           Desain & Integrasi Sistem:                           Design & System Integration:
                           • Rancangan ergonomis bagi personel keamanan         • Ergonomic design for both security personnel and
                             dan penumpang.                                       passengers.
                           • Menyediakan panel statistik penggunaan             • Provides a device usage statistical panel.
                             perangkat.
                           • Terintegrasi dengan berbagai produk sistem         • Integrated with various other X-ray system products.
                             X-ray lainnya.




Boarding Pass Scanner (Flap Barrier)                                     Boarding Pass Scanner (Flap Barrier)

Dalam mendukung kelancaran operasional dan peningkatan                   To support operational efficiency and enhance passenger
pengalaman penumpang, PT Angkasa Pura Indonesia                          experience, PT Angkasa Pura Indonesia utilizes boarding
memanfaatkan teknologi pemindai pas masuk (flap barrier)                 pass scanning technology (flap barrier) capable of reading
yang mampu membaca boarding pass baik dalam bentuk                       boarding passes in both printed and electronic formats
cetak maupun versi elektronik pada perangkat seluler.                    on mobile devices. The use of this system accelerates the
Penggunaan sistem ini mempercepat proses validasi                        departure validation process, reduces queue times, and
keberangkatan, mengurangi antrean, serta meningkatkan                    improves passenger flow efficiency in departure areas.
efisiensi alur penumpang di area keberangkatan.

Layanan flap barrier saat ini telah tersedia di sejumlah                 Flap barrier services are currently available at several
bandara yang dikelola Perusahaan, antara lain Bandara                    airports managed by the Company, including I Gusti Ngurah
Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bandara Internasional                  Rai International Airport, Juanda International Airport,
Juanda, Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad                        Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan International
Sulaiman Sepinggan, Bandara Internasional Sentani,                       Airport, Sentani International Airport, Adisutjipto Airport,
Bandara Adisutjipto, Bandara Internasional El Tari, Bandara              El Tari International Airport, Zainuddin Abdul Madjid
Internasional Zainuddin Abdul Madjid, Bandara Internasional              International Airport, Sam Ratulangi International Airport,
Sam Ratulangi, Bandara Internasional Adi Soemarmo,                       Adi Soemarmo International Airport, Jenderal Ahmad Yani
Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani, Bandara                       International Airport, Sultan Hasanuddin International
Internasional Sultan Hasanuddin, Bandara Internasional                   Airport, Yogyakarta International Airport, Pattimura
Yogyakarta, Bandara Internasional Pattimura, Bandara                     International Airport, Syamsudin Noor International Airport,
Internasional Syamsudin Noor, serta Bandara Internasional                and Frans Kaisiepo International Airport.
Frans Kaisiepo.




192          Laporan Keberlanjutan 2025 PT Angkasa Pura Indonesia
Page 193
Kinerja Operasional Bandara
Airport Operational Performance



Jumlah penumpang merupakan salah satu indikator                Passenger volume is one of the key indicators of the
utama kinerja operasional dan ekonomi Perusahaan,              Company’s operational and economic performance, as
mengingat pergerakan penumpang menjadi kontributor             passenger movement serves as a primary contributor
utama terhadap pendapatan jasa kebandarudaraan.                to airport service revenues. The distinction between
Pemisahan antara penumpang domestik dan internasional          domestic and international passengers provides insight
memberikan gambaran terhadap kebutuhan pengembangan            into infrastructure development needs, the dynamics of
infrastruktur, dinamika aktivitas ekonomi, serta kualitas      economic activity, and the quality of services delivered to
layanan yang diberikan kepada pelanggan. Sementara itu,        customers. Meanwhile, transit and transfer passengers
penumpang transit dan transfer yang tidak keluar dari area     who do not leave the airport area primarily impact airport
bandara terutama memberikan dampak terhadap aktivitas          operational activities, whereas origin and destination
operasional bandara, sedangkan penumpang asal dan tujuan       passengers contribute more broadly to the local economy
berkontribusi lebih luas terhadap perekonomian lokal di        surrounding the operational areas. [GRI 3-3]
sekitar wilayah operasional. [GRI 3-3]

Pada tahun 2025, bandara yang dikelola PT Angkasa Pura         In 2025, airports managed by PT Angkasa Pura Indonesia
Indonesia melayani sebanyak 154.006.405 penumpang.             served a total of 154,006,405 passengers. Passenger
Pergerakan penumpang didominasi oleh penumpang                 traffic was dominated by domestic passengers at 73.4%,
domestik sebesar 73,4%, sementara penumpang                    while international passengers accounted for 26.6% of
internasional menyumbang 26,6% dari total penumpang            the total passengers. Based on movement type, arriving
yang dilayani. Berdasarkan jenis pergerakannya, penumpang      passengers constituted the largest share at 49.7%, followed
kedatangan merupakan porsi terbesar dengan kontribusi          by departures at 46.5%, and transit passengers at 3.7% of
49,7%, diikuti oleh keberangkatan sebesar 46,5%, dan           total passengers. [GRI G4 AO1]
penumpang transit sebesar 3,7% dari total penumpang. [GRI
G4 AO1]


                                               Jumlah Penumpang Tahun 2025
                                                 Total Passengers in 2025



                 Penumpang                        Domestik (orang)           Internasional (orang)           Jumlah (orang)
                 Passengers                       Domestic (people)         International (people)            Total (people)

 Kedatangan
                                                       56.218.912                 20.368.826                     76.587.738
 Arrivals

 Keberangkatan
                                                       51.204.017                 20.452.234                     71.656.251
 Departures

 Transit                                               5.676.885                       85.531                     5.762.416

 Jumlah
                                                      113.099.814                 40.906.591                   154.006.405
 Total




                                                                Sestainability Report 2025 PT Angkasa Pura Indonesia           193
Page 194
                Menghadirkan Layanan yang Berorientasi pada Pengalaman
         05     Delivering Experience-Oriented Services




Pada periode pelaporan tahun 2025, komposisi kargo yang                    In the 2025 reporting period, the cargo composition handled
dikelola oleh Perusahaan terdiri dari 66,6% kargo domestik                 by the Company consisted of 66.6% domestic cargo and
dan 33,4% kargo internasional. Selain itu, kargo yang                      33.4% international cargo. In addition, cargo transported
diangkut melalui penerbangan penumpang (belly cargo)                       via passenger flights (belly cargo) contributed 48.6%,
memberikan kontribusi sebesar 48,5%, sedangkan kargo                       meanwhile, general cargo accounted for 51.5% of the total
umum berkontribusi 51,5% terhadap total volume kargo yang                  cargo volume handled. [GRI G4 AO2, AO3]
dikelola. [GRI G4 AO2, AO3]

                                                             Jumlah Kargo Tahun 2025
                                                               Total Cargo in 2025


                              Kargo                                      Domestik (ton)      Internasional (ton)     Jumlah (ton)
                              Cargo                                      Domestic (tons)    International (tons)      Total (tons)

Kargo                                                                       1.075.123             419.396             1.494.519
Cargo

Kargo Penumpang                                                              859.010              549.289             1.408.299
Passenger Cargo

Jumlah                                                                     1.934.133             968.685              2.902.818
Total




Pengukuran Kinerja dan Kepuasan Pelanggan
Performance Measurement and Customer Satisfaction



PT Angkasa Pura Indonesia menggunakan dua indikator                        PT Angkasa Pura Indonesia utilizes two primary indicators
utama dalam mengukur kualitas layanan, yaitu Airport                       to measure service quality, namely Airport Service Quality
Service Quality (ASQ) untuk menilai kinerja layanan bandara                (ASQ) to assess overall airport service performance, and
secara keseluruhan, serta Level of Service (LoS) untuk                     Level of Service (LoS) to measure customer satisfaction
mengukur tingkat kepuasan pelanggan terhadap fasilitas                     with available facilities and service capacity.
dan kapasitas layanan yang tersedia.




194           Laporan Keberlanjutan 2025 PT Angkasa Pura Indonesia
Page 195
Pengukuran Airport Service Quality
Airport Service Quality Measurement

Dalam rangka pemenuhan indikator kinerja kunci terkait             In fulfilling key performance indicators related to customer
kepuasan pelanggan pada tahun 2025, PT Angkasa Pura                satisfaction in 2025, PT Angkasa Pura Indonesia conducted
Indonesia melakukan pengukuran Customer Satisfaction               Customer Satisfaction Index (CSI) measurement through the
Index (CSI) melalui survei ASQ. ASQ merupakan sistem               ASQ survey. ASQ is a passenger satisfaction measurement
pengukuran kepuasan penumpang yang dikembangkan oleh               system developed by Airports Council International (ACI) and
Airports Council International (ACI) dan digunakan secara          used globally to assess airport service quality.
global untuk menilai kualitas layanan bandara.

Survei ini mencakup 32 aspek layanan kebandarudaraan,              The survey covers 32 aspects of airport services, including
antara lain fasilitas parkir, proses check-in, pemeriksaan         parking facilities, check-in processes, security screening,
keamanan, kemudahan akses informasi, fasilitas terminal,           ease of access to information, terminal facilities, airport
kondisi lingkungan bandara, hingga layanan pada area               environmental conditions, and arrival area services. The
kedatangan. Pengukuran tersebut dilaksanakan di 14                 measurement was conducted across 14 airports managed
bandara yang dikelola Perusahaan.                                  by the Company.

Sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan,               As part of its efforts to improve service quality, PT Angkasa
PT Angkasa Pura Indonesia menetapkan target CSI                    Pura Indonesia set a CSI target of 4.77 for 2025 in the ASQ
untuk tahun 2025, yaitu 4,77 pada survei ASQ, guna terus           survey, aiming to continuously enhance service quality to be
meningkatkan kualitas layanan yang lebih baik, lebih               better, faster, and more comfortable for all customers. In line
cepat, dan lebih nyaman bagi seluruh pelanggan. Sejalan            with this target, the 2025 LoS measurement results indicate
dengan target tersebut, hasil pengukuran LoS tahun 2025            that all key service indicators have exceeded the established
menunjukkan bahwa seluruh indikator utama pelayanan                targets. This reflects an excellent level of service and the
telah melampaui target nilai yang ditetapkan. Hal ini              Company’s consistency in meeting and exceeding applicable
mencerminkan tingkat pelayanan yang sangat baik serta              service standards.
konsistensi Perusahaan dalam memenuhi dan melampaui
standar pelayanan yang berlaku.

                                                   Hasil Survei CSI melalui ASQ
                                                  CSI Survey Results through ASQ


                                                                                                           ASQ - ACI
  Kelas Bandara                                  Bandara
  Airport Class                                  Airport
                                                                                           2025         2024        2023   2022

                  Bandara Internasional Soekarno-Hatta
 >40 M                                                                                      5,00        5,00        5,00   4,98
                  Soekarno-Hatta International Airport

                  Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai
 15-25 M                                                                                    5,00        5,00        5,00   5,00
                  I Gusti Ngurah Rai International Airport




                                                                    Sestainability Report 2025 PT Angkasa Pura Indonesia     195
Page 196
                  Menghadirkan Layanan yang Berorientasi pada Pengalaman
          05      Delivering Experience-Oriented Services




                                                                                                                ASQ - ACI
  Kelas Bandara                                           Bandara
  Airport Class                                           Airport
                                                                                                2025      2024          2023    2022

                     Bandara Internasional Juanda
                                                                                                5,00       5,00         5,00    5,00
                     Juanda International Airport

                     Bandara Internasional Sultan Hasanuddin
 5-15 M                                                                                         5,00       5,00         5,00    5,00
                     Sultan Hasanuddin International Airport

                     Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan
                                                                                                5,00       5,00         5,00    4,99
                     Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan International Airport

                     Bandara Internasional Yogyakarta
                                                                                                5,00       5,00         5,00    4,99
                     Yogyakarta International Airport

                     Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani
                                                                                                5,00       5,00         5,00    4,99
                     Jenderal International Ahmad Yani Airport

                     Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II
                                                                                                5,00       5,00         5,00     -
                     Sultan Syarif Kasim II International Airport

                     Bandara Internasional Mahmud Badaruddin II
 2-5 M                                                                                          5,00       5,00         5,00    5,00
                     Mahmud Badaruddin II International Airport

                     Bandara Depati Amir
                                                                                                5,00       5,00         5,00    5,00
                     Depati Amir Airport

                     Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid
                                                                                                4,95        -               -    -
                     Zainuddin Abdul Madjid International Airport

                     Bandara Husein Sastranegara
                                                                                                  -         -           5,00    5,00
                     Husen Sastranegara Airport

                     Bandara Internasional Adi Soemarmo
                                                                                                5,00       5,00         5,00    4,99
                     Adi Soemarmo International Airport

                     Bandara Internasional Pattimura
                                                                                                5,00       4,99         4,99    4,99
                     Pattimura International Airport
 <2 M
                     Bandara Internasional Supadio
                                                                                                4,99       5,00         5,00    5,00
                     Supadio International Airport

                     Bandara Sultan Thaha
                                                                                                  -        5,00         5,00     -
                     Sultan Thaha Airport



Rentang penilaian dalam survei ASQ yang diselenggarakan                    The scoring range in the ASQ survey conducted by ACI is
oleh ACI berada pada skala 1 hingga 5, dengan nilai 5 sebagai              on a scale of 1 to 5, with 5 being the highest score. This
capaian tertinggi. Hasil penilaian ini menjadi salah satu                  assessment serves as one of the international benchmarks
tolok ukur internasional dalam menilai kualitas layanan dan                for evaluating airport service quality and passenger
pengalaman penumpang di bandara.                                           experience.

Pada tahun 2025, sejumlah bandara yang dioperasikan oleh                   In 2025, several airports operated by PT Angkasa Pura
PT Angkasa Pura Indonesia kembali memperoleh berbagai                      Indonesia once again received multiple awards in the ASQ
penghargaan dalam program ASQ ACI berdasarkan penilaian                    ACI program based on passenger evaluations. In total, 10
penumpang. Secara keseluruhan, sebanyak 10 bandara                         airports achieved 27 awards across various service and
berhasil meraih 27 penghargaan pada berbagai kategori                      customer experience categories.
layanan dan pengalaman pelanggan.

Pada kategori bandara dengan jumlah penumpang di atas                      In the category of airports handling more than 40 million
40 juta per tahun, Bandara Internasional Soekarno-Hatta                    passengers per year, Soekarno-Hatta International Airport
memperoleh penghargaan sebagai bandara terbaik di                          received recognition as the best airport in the Asia-Pacific
kawasan Asia-Pasifik. Sementara itu, Bandara Internasional                 region. Meanwhile, I Gusti Ngurah Rai International Airport




196            Laporan Keberlanjutan 2025 PT Angkasa Pura Indonesia
Page 197
I Gusti Ngurah Rai meraih penghargaan pada kategori           received the Best Airport category in the Asia-Pacific region
Bandara Terbaik di Kawasan Asia-Pasifik dengan jumlah         award in the 15–25 million passenger category.
penumpang 15–25 juta per tahun.

Penghargaan pada kategori bandara dengan jumlah               Awards in the 5–15 million passenger category were
penumpang 5–15 juta per tahun diraih oleh Bandara             received by Juanda International Airport, Sultan Hasanuddin
Internasional Juanda, Bandara Internasional Sultan            International Airport, and Sultan Aji Muhammad Sulaiman
Hasanuddin, serta Bandara Internasional Sultan Aji            Sepinggan International Airport. Furthermore, in the airport
Muhammad Sulaiman        Sepinggan. Selanjutnya, pada         category handling 2–5 million passengers per year, awards
kategori bandara dengan jumlah penumpang 2–5 juta per         were received by Yogyakarta International Airport, Jenderal
tahun, penghargaan diraih oleh Bandara Internasional          Ahmad Yani International Airport, Supadio International
Yogyakarta, Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani,        Airport, and Sultan Mahmud Badaruddin II International
Bandara Internasional Supadio, dan Bandara Internasional      Airport.
Sultan Mahmud Badaruddin II.

Sementara itu, untuk kategori bandara dengan jumlah           Meanwhile, in the category of airports handling fewer than 2
penumpang di bawah 2 juta per tahun, penghargaan              million passengers per year, Pattimura International Airport
bandara terbaik di kawasan Asia-Pasifik diraih oleh Bandara   received recognition as the best airport in the Asia-Pacific
Internasional Pattimura.                                      region.



Pengukuran Kepuasan Pelanggan [OJK F.30]
Customer Satisfaction Measurement

Kepuasan pelanggan diukur melalui pencapaian Standar          Customer satisfaction is measured through the achievement
Pelayanan atau LoS yang menjadi tolok ukur dalam              of Service Standards or Level of Service (LoS), which serve
penyelenggaraan pelayanan kebandarudaraan sekaligus           as benchmarks in the provision of airport services as well
acuan evaluasi kualitas layanan. LoS mencerminkan             as references for evaluating service quality. LoS reflects
kewajiban dan komitmen Perusahaan dalam memastikan            the Company’s obligation and commitment to ensuring the
tersedianya layanan yang berkualitas, cepat, mudah,           availability of services that are high-quality, fast, convenient,
terjangkau, dan terukur bagi seluruh pengguna jasa.           accessible, and measurable for all service users.

Pengukuran LoS dilakukan melalui mekanisme self-              LoS measurement is conducted through a periodic self-
assessment secara berkala di seluruh bandara yang             assessment mechanism across all airports managed by the
dikelola, dengan mengacu pada parameter, tolok ukur,          Company, based on parameters, benchmarks, and standards
dan standar yang telah ditetapkan dalam regulasi.             established in applicable regulations. The implementation
Pelaksanaan self-assessment ini tidak hanya berfungsi         of this self-assessment not only serves as a form of service
sebagai bentuk komitmen pelayanan atas tarif yang             commitment corresponding to the tariffs paid by customers,
dibayarkan oleh pelanggan, tetapi juga menjadi kerangka       but also functions as a framework for facility planning and
kerja dalam perencanaan dan pengembangan fasilitas,           development, a monitoring instrument for service adequacy,
instrumen pemantauan kecukupan layanan, serta tolok           and a benchmark for fulfilling the obligations of airport
ukur pemenuhan kewajiban pengelola bandara dan mitra          operators and their operational partners.
operasional.

Dalam implementasinya, Perusahaan juga memanfaatkan           In its implementation, the Company also utilizes an
sistem inspeksi berbasis aplikasi untuk memastikan            application-based inspection system to ensure consistent
kesiapan fasilitas dan standar layanan secara konsisten.      readiness of facilities and service standards. The
Hasil pengukuran tersebut mencerminkan kinerja layanan        measurement results reflect service performance across
pada berbagai aspek, meliputi pelayanan terhadap pesawat      various aspects, including aircraft services, passenger
udara, pelayanan penumpang (proses keberangkatan dan          services (departure and arrival processes, comfort, and
kedatangan, kenyamanan, serta nilai tambah), kapasitas        value-added services), terminal capacity during peak hours,
terminal pada waktu sibuk, serta pelayanan kargo dan pos.     as well as cargo and postal services.



                                                               Sestainability Report 2025 PT Angkasa Pura Indonesia       197
Page 198
               Menghadirkan Layanan yang Berorientasi pada Pengalaman
        05     Delivering Experience-Oriented Services




Perusahaan menggunakan skala penilaian LoS yang                             The Company applies a LoS assessment scale classified
diklasifikasikan ke dalam beberapa kategori, mulai dari                     into several categories, ranging from A to F, based on score
skala A hingga F, berdasarkan rentang nilai pada masing-                    ranges for each service aspect.
masing aspek layanan

                           Skala Penilaian Level of Service (LoS) Standar Pelayanan Terminal Penumpang
                         Level of Service (LoS) Assessment Scale for Passenger Terminal Service Standards

                                                          LoS Bandara
               Skala                                      Airport LoS                                Kenyamanan                Nilai Tambah
  No
               Scale                        Domestik                    Internasional                  Comfort                 Value-Added
                                            Domestic                    International

   1             A                           90 - 100                     130 - 150                       90 - 100                51 - 60

  2              B                            75 - 89                     100 - 129                       75 - 89                 41 - 50

  3              C                            60 -74                       75 - 99                        60 -74                  31 - 40

  4              D                           40 - 59                       50 - 74                        40 - 59                 21 - 30

  5              E                           20 - 39                       25 - 49                        20 - 39                 11 - 20


Berdasarkan skala penilaian tersebut, Perusahaan                            Based on this assessment scale, the Company conducts
melakukan pengukuran dan evaluasi capaian LoS di seluruh                    measurement and evaluation of LoS performance across
bandara yang dikelola. Hasil pengukuran ini disajikan untuk                 all managed airports. The results are presented to provide
memberikan gambaran kinerja layanan pada setiap aspek,                      an overview of service performance in each aspect, while
sekaligus menjadi dasar dalam mengidentifikasi tingkat                      also serving as a basis for identifying the level of compliance
pemenuhan standar pelayanan serta area yang memerlukan                      with service standards and areas requiring continuous
peningkatan secara berkelanjutan.                                           improvement.

                                                   Hasil Pengukuran LoS Bandara Tahun 2025
                                                   Airport LoS Measurement Results in 2025

                                                                                      Target Nilai 2025      Rata-rata Angka Capaian
                                 Standar Pelayanan                                                                                          Huruf
  No                                                                                    2025 Target           Average Achievement
                                 Service Standard                                                                                           Grade
                                                                                           Scale                      Score

  1    Pelayanan terhadap Pesawat Udara                                                      101                       147                    A
       Aircraft Services

  2    Proses Keberangkatan dan Kedatangan Penumpang Domestik                                81                       113,16                  A
       Domestic Passenger Departure and Arrival Processes

  3    Proses Keberangkatan dan Kedatangan Penumpang Internasional                           89                        132                    A
       International Passenger Departure and Arrival Processes

  4    Kenyamanan                                                                            69                        97                     A
       Comfort

  5    Nilai Tambah                                                                          29                        38                     A
       Value-Added

  6    Pelayanan terhadap Pelayanan Kargo dan Pos                                            69                        94                     A
       Cargo and Postal Services




198          Laporan Keberlanjutan 2025 PT Angkasa Pura Indonesia
Page 199
Berdasarkan hasil pengukuran Level of Service (LoS) tahun       Based on the 2025 Level of Service (LoS) measurement
2025, kinerja pelayanan kebandarudaraan Perusahaan              results, the Company’s airport service performance was
secara umum menunjukkan capaian yang sangat baik dan            very strong overall and consistently exceeds the established
konsisten melampaui target yang ditetapkan. Seluruh             targets. All key indicators, including aircraft services,
indikator utama, termasuk pelayanan terhadap pesawat            domestic and international passenger services, comfort,
udara, pelayanan penumpang domestik dan internasional,          value-added services, as well as cargo and postal services,
kenyamanan, nilai tambah, serta pelayanan kargo dan pos,        fall within Category A.
berada pada kategori A.

Capaian ini tercermin dari nilai rata-rata yang melampaui       This achievement is reflected in average scores that exceed
target pada seluruh aspek, antara lain pelayanan pesawat        targets across all aspects, including aircraft services at 147
udara sebesar 147 poin (target 101), pelayanan penumpang        points (target: 101), domestic passenger services at 113.16
domestik sebesar 113,16 poin (target 81), dan internasional     points (target: 81), and international passenger services at
sebesar 132 poin (target 89). Sementara itu, aspek              132 points (target: 89). Meanwhile, comfort and value-added
kenyamanan dan nilai tambah masing-masing mencapai 97           aspects reached 97 points and 38 points respectively, both
poin dan 38 poin, juga berada di atas target yang ditetapkan.   surpassing the established targets.




Penanganan Umpan Balik Pelanggan
Customer Feedback Management



PT Angkasa Pura Indonesia menyediakan fasilitas informasi       PT Angkasa Pura Indonesia provides information facilities
dan layanan bagi masyarakat, khususnya pengguna jasa            and services for the public, particularly airport users,
bandara, yang tersedia di setiap terminal untuk memudahkan      available at each terminal to facilitate access to various
akses terhadap berbagai informasi dan bantuan layanan.          information and service assistance. In addition, the
Selain itu, Perusahaan juga mengoperasikan pusat layanan        Company operates service and complaint centers through
dan pengaduan melalui Contact Center 172 dan Contact            Contact Center 172 and Contact Center 138, which are
Center 138 yang telah terintegrasi dengan sistem Customer       integrated with a Customer Relationship Management (CRM)
Relationship Management (CRM), sehingga pengelolaan             system, enabling more structured and responsive handling
pertanyaan, keluhan, dan masukan dari pengguna jasa dapat       of inquiries, complaints, and feedback from service users.
ditangani secara lebih terstruktur dan responsif. [OJK F.24]    [OJK F.24]




Layanan Contact Center 172 dan Contact Center 138
Contact Center 172 and Contact Center 138 Services

PT Angkasa Pura Indonesia menghadirkan Contact Center           PT Angkasa Pura Indonesia provides Contact Center 172
172 dan 138 sebagai kanal layanan terpadu yang dapat diakses    and 138 as integrated service channels accessible to
oleh penumpang, pengguna jasa, dan masyarakat luas.             passengers, service users, and the general public. Through
Melalui layanan ini, pengguna dapat memperoleh berbagai         these services, users can obtain various information related
informasi terkait operasional penerbangan, fasilitas            to flight operations, airport facilities, and other service
bandara, serta panduan layanan lainnya secara cepat dan         guidance quickly and responsively via telephone and digital
responsif melalui telepon maupun platform digital.              platforms.

Selain fungsi informatif, Contact Center juga berperan          Beyond its informational function, the Contact Center also
sebagai media interaksi dua arah untuk menerima masukan,        serves as a two-way communication platform to receive
keluhan, dan apresiasi terhadap layanan bandara, termasuk       feedback, complaints, and commendations regarding airport
permintaan dukungan bagi penumpang dengan kebutuhan             services, including requests for assistance from passengers




                                                                 Sestainability Report 2025 PT Angkasa Pura Indonesia    199
Page 200
                 Menghadirkan Layanan yang Berorientasi pada Pengalaman
        05       Delivering Experience-Oriented Services




khusus. Dengan demikian, Contact Center 172 dan 138                       with special needs. In this regard, Contact Center 172 and 138
menjadi saluran penting untuk stakeholder engagement,                     function as key stakeholder engagement channels, enabling
yang memungkinkan Perusahaan untuk terus memperbaiki                      the Company to continuously enhance service quality in line
kualitas pelayanan sesuai dengan standar safety, security,                with applicable safety, security, service, and compliance
service, dan compliance yang berlaku. Melalui pemantauan                  standards. Through systematic monitoring and follow-up
dan tindak lanjut atas umpan balik tersebut, Perusahaan                   of this feedback, the Company is able to drive continuous
dapat terus meningkatkan kualitas pelayanan secara                        improvement in service delivery.
berkelanjutan.

Dalam mendukung peningkatan kualitas layanan,                             To support service quality enhancement, the operations of
operasional Contact Center 138 telah terintegrasi dengan                  Contact Center 138 have been integrated with the same CRM
sistem CRM yang sama dengan Contact Center 172, sehingga                  system as Contact Center 172, allowing customer service
pengelolaan dan pemantauan layanan pelanggan dapat                        management and monitoring to be conducted in a more
dilakukan secara lebih terkoordinasi dan efisien.                         coordinated and efficient manner.

Jumlah Panggilan Tahun 2025 pada Contact Center 138 dan                   Number of Calls in 2025 for Contact Center 138 and 172
172



         Januari
                         2.877
         January

        Februari
        February
                         2.179

          Maret
          March
                         2.161

             April
             April
                         1.968

             Mei
             May         1.342

             Juni
             June        998

             Juli
             July        1.642

         Agustus
          August         1.729

      September
      September          1.891

         Oktober
         October         1.991

       November
       November          2.031

       Desember
       December          2.421




200           Laporan Keberlanjutan 2025 PT Angkasa Pura Indonesia
Page 201
Pada periode pelaporan tahun 2025, Service Level Contact        During the 2025 reporting period, Service Level Contact
Center 172 mencatat total 23.230 panggilan masuk. Puncak        Center 172 recorded a total of 23,230 incoming calls.
trafik terjadi pada Januari, yaitu sebesar 2.877 panggilan,     Traffic peaked in January at 2,877 calls, driven by the
yang dipengaruhi oleh periode high season pascalibur akhir      high season following the year-end holiday period. This
tahun. Capaian tersebut masih mencakup trafik dari layanan      figure still included traffic from Dial Contact Center 138,
Dial Contact Center 138 yang beroperasi hingga 22 April         which remained in operation until 22 April 2025, before all
2025, sebelum seluruh layanan telepon dipusatkan ke nomor       telephone services were centralized under number 172.
172.

Selanjutnya, trafik mengalami penurunan bertahap pada           Thereafter, traffic declined gradually in February and March
Februari dan Maret, masing-masing menjadi 2.179 dan 2.161       to 2,179 and 2,161 calls, respectively, before decreasing
panggilan, lalu kembali menurun pada April menjadi 1.968        further to 1,968 calls in April. A more significant decline
panggilan. Penurunan signifikan terjadi pada Mei menjadi        occurred in May to 1,342 calls following the discontinuation
1.342 panggilan seiring penghentian layanan 138 dan             of service 138 and the consolidation of services under
pemusatan layanan ke nomor 172. Trafik kembali menurun          number 172. Traffic fell again in June to 998 calls during the
pada Juni menjadi 998 panggilan sebagai fase normalisasi,       normalization phase, before increasing to 1,642 calls in July
kemudian meningkat pada Juli menjadi 1.642 panggilan            in line with the school holiday period. Growth continued
sejalan dengan periode libur sekolah. Peningkatan berlanjut     in August and September, reaching 1,729 and 1,891 calls,
pada Agustus dan September, masing-masing sebesar 1.729         respectively. Entering the high season, traffic in October
dan 1.891 panggilan. Memasuki fase high season, trafik pada     and November remained relatively stable at elevated levels
Oktober dan November relatif stabil pada level tinggi, yaitu    of 1,991 and 2,031 calls. At the end of 2025, traffic rose again
1.991 dan 2.031 panggilan. Pada akhir 2025, trafik kembali      in December to 2,421 calls due to increased activity during
meningkat pada Desember menjadi 2.421 panggilan akibat          the Christmas and New Year 2026 holiday period.
lonjakan aktivitas selama periode Natal dan Tahun Baru
2026.

Selain layanan Dial, kanal WhatsApp 138 juga tidak lagi         In addition to dial services, the WhatsApp 138 channel also
melayani pelanggan sejak 4 Juni 2025. Seluruh trafik dari       ceased operations on 4 June 2025. All traffic from these
kanal-kanal tersebut yang masuk pada periode sebelumnya         channels during the earlier part of 2025 was recorded under
selama tahun 2025 dicatat ke dalam layanan Contact Center       Contact Center 172 services. Meanwhile, other Contact
172. Sementara itu, kanal Contact Center 138 lainnya, seperti   Center 138 channels, including Instagram, Twitter/X,
Instagram, Twitter/X, Facebook, email, dan Humas, tetap         Facebook, email, and Public Relations, continued to
dioperasikan sebagai bagian dari layanan Contact Center         operate as part of the InJourney Airports Contact Center
InJourney Airports 172. Secara keseluruhan, dinamika trafik     172 service. Overall, the traffic dynamics of Contact Center
Contact Center 172 selama tahun 2025 mencerminkan               172 throughout 2025 reflected the impact of high-season
pengaruh periode high season, proses konsolidasi kanal          periods, the consolidation of service channels, and the
layanan, serta normalisasi penggunaan layanan setelah           normalization of service usage following the centralization
pemusatan nomor kontak pelanggan.                               of customer contact numbers.




                                                                 Sestainability Report 2025 PT Angkasa Pura Indonesia      201
Page 202
                 Menghadirkan Layanan yang Berorientasi pada Pengalaman
        05       Delivering Experience-Oriented Services




Tingkat Kepuasan Pelanggan Tahun 2025 pada Contact                         Customer Satisfaction Level in 2025 for Contact Center
Center 138 dan 172                                                         138 and 172




        Januari
                         4,68
        January

        Februari
        February
                         4,63

          Maret
          March
                         4,80

             April
             April
                         4,53

             Mei
             May         4,73

             Juni
             June        4,71

             Juli
             July        4,76

        Agustus
         August          4,72

      September
      September          4,69

         Oktober
         October         4,89

       November
       November          4,73

       Desember
       December          4,97




Survei Kepuasan Pelanggan (Customer Satisfaction Survey)                  Survei Kepuasan Pelanggan (Customer Satisfaction Survey)
dilakukan untuk mengukur sejauh mana layanan yang                         dilakukan untuk mengukur sejauh mana layanan yang
diberikan melalui Contact Center 172 dan Contact Center                   diberikan melalui Contact Center 172 dan Contact Center
138 telah memenuhi harapan pengguna jasa. Survei ini                      138 telah memenuhi harapan pengguna jasa. Survei ini
menggunakan skala likert dengan rentang nilai 1 hingga 5.                 menggunakan skala likert dengan rentang nilai 1 hingga 5.

Aspek penilaian meliputi kecepatan respons, tingkat                       Aspek penilaian meliputi kecepatan respons, tingkat
kepuasan terhadap pelayanan, kemudahan akses layanan,                     kepuasan terhadap pelayanan, kemudahan akses layanan,




202           Laporan Keberlanjutan 2025 PT Angkasa Pura Indonesia
Page 203
serta keakuratan solusi yang diberikan. Sementara itu,        serta keakuratan solusi yang diberikan. Sementara itu,
penilaian terhadap Contact Center 138 mencakup tingkat        penilaian terhadap Contact Center 138 mencakup tingkat
kepuasan pelanggan, kemudahan dalam menghubungi               kepuasan pelanggan, kemudahan dalam menghubungi
layanan, serta kualitas penanganan yang diberikan oleh        layanan, serta kualitas penanganan yang diberikan oleh
petugas.                                                      petugas.

Layanan SOS Help
SOS Help Service

Sebagai bagian dari penguatan layanan inklusif dan            As part of strengthening inclusive and responsive services,
responsif, PT Angkasa Pura Indonesia menghadirkan             PT Angkasa Pura Indonesia has introduced the SOS Help
fasilitas SOS Help di Bandara Internasional Yogyakarta.       facility at Yogyakarta International Airport. This service is
Layanan ini ditujukan bagi penumpang berkebutuhan             intended for passengers with special needs, persons with
khusus, penyandang disabilitas, maupun penumpang yang         disabilities, and passengers requiring immediate assistance
memerlukan penanganan segera di area bandara. Fitur SOS       within the airport area. The SOS Help feature is available at
Help tersedia di area drop zone keberangkatan dan dapat       the departure drop zone and can be accessed by pressing
diakses dengan menekan tombol yang telah disediakan.          the designated button.

Setelah tombol diaktifkan, petugas Customer Service akan      Once activated, Customer Service personnel will
segera melakukan koordinasi dengan maskapai, ground           immediately coordinate with airlines, ground handling, Port
handling, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), atau pihak        Health Office (KKP), or other relevant parties according to
terkait lainnya sesuai dengan kebutuhan penumpang.            passenger needs. This initiative reflects the Company’s
Inisiatif ini merupakan wujud komitmen Perusahaan dalam       commitment to ensuring safe, comfortable, and promptly
memastikan perjalanan yang aman, nyaman, dan tertangani       handled travel experiences for all users.
dengan cepat bagi seluruh pengguna jasa.



Umpan Media yang Diterima
Feedback Received

Media dan Saluran Umpan Balik                                 Feedback Media and Channels

Selain melalui pengukuran terstruktur seperti ASQ dan         In addition to structured measurements such as ASQ and
CSI, Perusahaan juga memperoleh masukan langsung              CSI, the Company also receives direct customer feedback
dari pelanggan melalui berbagai kanal umpan balik,            through various channels to capture the voices and input
guna menampung suara dan masukan dari pengguna                of service users. PT Angkasa Pura Indonesia provides
jasa. PT Angkasa Pura Indonesia menyediakan berbagai          multiple communication channels that are accessible both
kanal komunikasi yang dapat diakses secara daring             online and in person. Overall, 13 feedback channels are
maupun langsung. Secara keseluruhan, terdapat 13 media        managed through Contact Center 172, which operates 24
penyampaian umpan balik yang dikelola melalui Contact         hours a day. Beyond digital services, airport users may also
Center 172 yang beroperasi selama 24 jam setiap hari.         submit feedback directly through Customer Service officers
Selain melalui layanan digital, pengguna jasa juga dapat      located within airport areas.
menyampaikan masukan secara langsung melalui petugas
Customer Service di area bandara.

Kanal daring yang tersedia antara lain Contact Us, Dial,      Available online channels include Contact Us, Dial, Email,
Email, Facebook, Humas, Instagram, Live Chat, media           Facebook, Public Relations, Instagram, Live Chat, other
lainnya, Twitter, WhatsApp, dan Video Call, sementara kanal   media channels, Twitter, WhatsApp, and Video Call, while
luring meliputi Customer Service dan Kotak Saran yang         offline channels consist of Customer Service counters and
tersedia di bandara.                                          Suggestion Boxes available at the airports.




                                                              Sestainability Report 2025 PT Angkasa Pura Indonesia    203
Page 204
                Menghadirkan Layanan yang Berorientasi pada Pengalaman
         05     Delivering Experience-Oriented Services




Segmentasi Umpan Balik                                                   Feedback Segmentation

Segmentasi umpan balik dilakukan untuk mengelompokkan                    Feedback segmentation is conducted to categorize user
suara pengguna jasa berdasarkan pihak yang dituju, baik unit             input based on the intended recipients, including internal
internal, mitra usaha, instansi terkait, maupun pihak lainnya.           units, business partners, related institutions, or other
Pendekatan ini membantu Perusahaan dalam memastikan                      parties. This approach ensures that each input is directed
setiap masukan diteruskan kepada pihak yang berwenang                    to the appropriate party and handled effectively. Throughout
dan ditangani secara tepat. Sepanjang tahun 2025, total                  2025, a total of 734,095 feedback entries were received. The
umpan balik yang diterima sebanyak 734.095 umpan balik.                  proportion of each category is as follows.
Rincian proporsi masing-masing topik ditampilkan pada
grafik berikut.




                                                                                  84,4%               PT Angkasa Pura Indonesia

                                                                                                      Mitra Kerja atau Usaha
                                                                                                      Business/Operational Partners
                                                                                                      Barang/Orang Tertinggal
                                                                                                      Lost/Left Items or Persons
                                                                                  11,9%               Kehilangan Barang/Orang
                                                                                                      Missing Items/Persons
                                                                                                      Operator Bandara Lain
                                                                                                      Other Airport Operators

                                                                                  2,2%                Penemuan Barang/Orang
                                                                                                      Found Items/Persons
                                                                                  1,3%
                                                                                                      Kejadian di Bandara
                                                                                  0,1%                Airport Incidents
                                                                                  0,1%
                                                                                  0,1%




Klasifikasi Umpan Balik                                                  Feedback Classification

Sepanjang tahun 2025, pengguna jasa menyampaikan                         Throughout 2025, service users submitted feedback through
umpan balik melalui berbagai kanal komunikasi yang                       various communication channels provided by the Company.
disediakan Perusahaan. Kanal daring yang tersedia antara                 Online channels include Contact Us, Dial, Email, Facebook,
lain Contact Us, Dial, Email, Facebook, Humas, Instagram,                Public Relations, Instagram, Live Chat, other media, Twitter,
Live Chat, media lainnya, Twitter, WhatsApp, dan Video Call,             WhatsApp, and Video Call, while offline channels include
sementara kanal luring meliputi Customer Service dan Kotak               Customer Service counters and suggestion boxes available
Saran yang tersedia di bandara. Distribusi penggunaan                    at airports. The distribution of usage across each channel
masing-masing kanal ditunjukkan pada diagram berikut,                    is presented in the following diagram, illustrating the
yang menggambarkan proporsi pemanfaatan setiap saluran                   proportion of customer utilization for each channel.
oleh pelanggan.




204           Laporan Keberlanjutan 2025 PT Angkasa Pura Indonesia
Page 205
                                                                                                  Customer Service

                                                                                                  Dial

                                                                                                  Contact Us
                                                                         87,3%                    Email

                                                                                                  Live Chat

                                                                                                  WhatsApp
                                                                         2,7%
                                                                                                  Instagram
                                                                         2,7%
                                                                                                  Humas
                                                                         2,7%                     Public Relations
                                                                                                  Twitter
                                                                         2,1%
                                                                                                  Media Lainnya
                                                                         1,1%                     Other Media
                                                                         1,0%
                                                                         0,2%
                                                                         0,2%
                                                                         0,2%




Secara umum, pola yang terlihat menunjukkan preferensi         Generally, the pattern indicates a strong preference for
yang kuat terhadap kanal berbasis digital, termasuk            digital-based channels, including instant messaging
aplikasi pesan instan, email, live chat, dan media sosial.     applications, email, live chat, and social media. Meanwhile,
Sementara itu, kanal konvensional seperti layanan telepon      conventional channels such as direct telephone services
langsung dan sarana tatap muka tetap digunakan, meskipun       and face-to-face interactions remain in use, albeit at a
dengan proporsi yang lebih kecil. Komposisi ini menjadi        lower proportion. This composition serves as the basis for
dasar evaluasi Perusahaan dalam memperkuat sistem              the Company’s evaluation in strengthening digital service
layanan digital serta memastikan seluruh kanal, baik digital   systems while ensuring that all channels, both digital and
maupun nondigital, tetap responsif dan terintegrasi dalam      non-digital, remain responsive and integrated in managing
pengelolaan umpan balik pelanggan.                             customer feedback.

Kategori Umpan Balik                                           Feedback Categories

Pada periode pelaporan tahun 2025, mayoritas pengguna          During the 2025 reporting period, the majority of service
jasa memanfaatkan saluran umpan balik untuk memperoleh         users utilized feedback channels to obtain information,
informasi, diikuti oleh penyampaian laporan, permintaan        followed by reporting, service requests, and other
layanan, serta kategori lainnya. Secara keseluruhan,           categories. In total, the Company received 1,595 complaints
Perusahaan menerima sebanyak 1.595 keluhan dan 1.378           and 1,378 expressions of appreciation. Out of all the
apresiasi. Dari total keluhan yang diterima, sebanyak 100%     complaints received, 100% were resolved by the end of the
keluhan telah diselesaikan pada akhir periode pelaporan.       reporting period. [OJK F.24]
[OJK F.24]



Status Umpan Balik                                             Feedback Status

Pada periode pelaporan tahun 2025, Perusahaan menerima         During the 2025 reporting period, the Company received
sebanyak 1.595 umpan balik berupa keluhan melalui Contact      1,595 complaint-related feedback entries through Contact
Center 172 dan Contact Center 138. Dari jumlah tersebut,       Center 172 and Contact Center 138. Of this number, 253 cases
sebanyak 253 atau 15,86% umpan balik berhasil diselesaikan     or 15.86% were resolved at the initial level (closed) without



                                                               Sestainability Report 2025 PT Angkasa Pura Indonesia    205
Page 206
               Menghadirkan Layanan yang Berorientasi pada Pengalaman
        05     Delivering Experience-Oriented Services




pada tingkat awal (closed) tanpa perlu diteruskan ke unit               requiring escalation to related units or partners. Meanwhile,
atau mitra terkait. Sementara itu, sebanyak 1.432 atau                  1,432 cases or 84.14% required escalation to be followed
84,14% memerlukan proses eskalasi (escalation) untuk                    up by relevant business units or partners. Throughout the
ditindaklanjuti oleh unit kerja atau mitra yang relevan.                reporting period, there were no feedback cases requiring
Sepanjang periode pelaporan, tidak terdapat umpan balik                 further probing or additional information gathering.
pengguna jasa yang berstatus memerlukan pendalaman
informasi lebih lanjut (probing).




Pemasaran dan Informasi Produk
Product Marketing and Information

PT Angkasa Pura Indonesia menjalankan praktik pemasaran                 PT Angkasa Pura Indonesia implements transparent,
yang terbuka, informatif, dan mudah dipahami dalam                      informative, and easily understandable marketing practices
menyampaikan informasi layanan kepada para pemangku                     in communicating service information to stakeholders.
kepentingan. Setiap kebijakan terkait produk dan penetapan              All policies related to products and pricing that require
harga yang memerlukan persetujuan pemerintah dan                        approval from the Government and regulators are carried
regulator dilaksanakan dengan mengedepankan kepatuhan                   out in full compliance with applicable regulations.
terhadap ketentuan yang berlaku. Dalam proses penetapan                 In determining airport service tariffs, the Company
tarif layanan kebandarudaraan, Perusahaan terlebih dahulu               first obtains recommendations from the Ministry of
memperoleh rekomendasi dari Kementerian Perhubungan                     Transportation and approval from the Coordinating Ministry
dan persetujuan dari Kementerian Koordinator Bidang                     for Economic Affairs. The approved tariff information is
Perekonomian. Informasi tarif yang telah ditetapkan                     then published through the Company’s website and official
kemudian dipublikasikan melalui situs web dan kanal                     channels, accompanied by notifications and dissemination
resmi Perusahaan, disertai pemberitahuan serta                          to stakeholders. This mechanism reflects PT Angkasa Pura
sosialisasi kepada pemangku kepentingan. Mekanisme ini                  Indonesia’s commitment to upholding the principles of
mencerminkan komitmen PT Angkasa Pura Indonesia dalam                   transparency, fairness, and service equity. [GRI 3-3] [OJK F.17]
menjaga prinsip transparansi, keadilan, dan kesetaraan
layanan. [GRI 3-3] [OJK F.17]

Seluruh aktivitas komunikasi PT Angkasa Pura Indonesia                  All communication activities of PT Angkasa Pura Indonesia
dilaksanakan dengan mengacu pada kerangka regulasi yang                 are conducted in accordance with the prevailing regulatory
berlaku, antara lain Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008                  framework, including Law Number 14 of 2008 on Public
tentang Keterbukaan Informasi Publik, Instruksi Presiden                Information Disclosure, Presidential Instruction Number
Nomor 9 Tahun 2015 tentang Pengelolaan Komunikasi                       9 of 2015 on Public Communication Management, Minister
Publik, Peraturan Menteri Perhubungan Nomor KM 63 Tahun                 of Transportation Regulation Number KM 63 of 2007 on
2007 tentang Tata Cara Tetap Pelaksanaan Komunikasi                     Standard Procedures for Public Communication within the
Publik di lingkungan Kementerian Perhubungan, serta                     Ministry of Transportation, and Minister of Home Affairs
Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 3 Tahun 2017                       Regulation Number 3 of 2017 on Guidelines for Information
tentang Pedoman Pengelolaan Pelayanan Informasi dan                     and Documentation Service Management. Internally,
Dokumentasi. Secara internal, pengelolaan komunikasi                    communication management is also governed by corporate
juga diatur melalui kebijakan dan pedoman perusahaan                    policies and guidelines to ensure that information is
yang memastikan penyampaian informasi dilakukan secara                  delivered accurately, transparently, and responsibly to all
akurat, transparan, dan bertanggung jawab kepada seluruh                stakeholders. [GRI 417-1]
pemangku kepentingan. [GRI 417-1]

Dalam setiap kegiatan promosi dan komunikasi pemasaran,                 In all promotional and marketing communication activities,
PT Angkasa Pura Indonesia memastikan informasi yang                     PT Angkasa Pura Indonesia ensures that the information
disampaikan akurat, jelas, dan bertanggung jawab, serta                 conveyed is accurate, clear, and accountable, and does not




206          Laporan Keberlanjutan 2025 PT Angkasa Pura Indonesia
Page 207
tidak memuat klaim yang menyesatkan maupun bersifat                         contain misleading or discriminatory claims. The Company
diskriminatif. Perusahaan berkomitmen untuk mematuhi                        is committed to complying with all applicable laws and
seluruh ketentuan peraturan perundang-undangan di                           regulations in marketing and consumer protection. During
bidang pemasaran dan perlindungan konsumen. Pada                            the 2025 reporting period, there were no incidents of non-
periode pelaporan tahun 2025, tidak terdapat insiden                        compliance related to service information and labeling,
ketidakpatuhan terkait informasi dan pelabelan layanan,                     marketing communications, or corporate disclosures. All
komunikasi pemasaran, maupun penyampaian informasi                          information regarding business activities and partnership
perusahaan. Seluruh informasi mengenai kegiatan usaha                       opportunities can be accessed openly through the
dan peluang kerja sama dapat diakses secara terbuka                         Company’s official website at www.injourneyairports.id. [GRI
melalui situs resmi Perusahaan di www.injourneyairports.id.                 417-2, 417-3]

[GRI 417-2, 417-3]


                                          Kegiatan Branding & Marketing Commercial Sepanjang 2025
                                         Commercial Branding & Marketing Activities Throughout 2025

                                                           Kegiatan                                                        Periode Kegiatan
     No
                                                           Activity                                                         Activity Period

 1          Loyalty Program Eat Shop Fly
            Eat Shop Fly merupakan program loyalitas pelanggan yang diinisiasi oleh InJourney Airports untuk
            meningkatkan pengalaman penumpang sekaligus mendorong kinerja bisnis non-aeronautika. Melalui
            program ini, penumpang memperoleh poin dari setiap transaksi di tenant ritel, food & beverage (F&B),
            dan layanan bandara lainnya, yang dapat ditukarkan dengan berbagai hadiah maupun mengikuti program
            undian. Program ini tidak hanya memberikan nilai tambah bagi pelanggan, tetapi juga meningkatkan            29 Desember 2024 -
            engagement, mendorong traffic dan spending, serta memperkuat loyalitas terhadap ekosistem komersial         30 Desember 2025
            bandara.                                                                                                    29 December 2024 -
            Eat Shop Fly is a customer loyalty program initiated by InJourney Airports to enhance passenger             30 December 2025
            experience while driving non-aeronautical business performance. Through this program, passengers
            earn points from transactions at retail tenants, food & beverage (F&B), and other airport services, which
            can be redeemed for various rewards or used to participate in prize draws. The program not only provides
            added value for customers but also increases engagement, drives traffic and spending, and strengthens
            loyalty to the airport’s commercial ecosystem.

 2          Commercial Expo
            Fokus kegiatan Commercial Expo diarahkan pada penguatan posisi PT Angkasa Pura Indonesia pasca-
            merger, percepatan pencapaian target Rencana Kerja Anggaran dan Anggaran Perusahaan (RKAP) non-
            aeronautika tahun 2025, serta optimalisasi pemanfaatan aset komersial melalui aktivasi ruang usaha dan
            pelaksanaan market sounding secara terpadu. Selain itu, kegiatan ini dimanfaatkan untuk memperluas
            kemitraan strategis dengan berbagai merek dan pelaku industri travel retail guna mendorong peningkatan
            kinerja dan produktivitas komersial.                                                                        23 April 2025
            The Commercial Expo was focused on strengthening PT Angkasa Pura Indonesia’s position following the
            merger, accelerating the achievement of the 2025 non-aeronautical Corporate Work Plan and Budget
            (RKAP) targets, and optimizing the utilization of commercial assets through the activation of business
            spaces and the integrated implementation of market sounding. The event also served as a platform
            to expand strategic partnerships with various brands and travel retail industry players, supporting the
            enhancement of commercial performance and productivity.

 3          Collaborative Destination Development (CDD) TJQ
            Sejalan dengan penetapan Bandara H.A.S. Hanandjoeddin, Bandara Ahmad Yani, dan Bandara Sultan
            Mahmud Badaruddin II sebagai bandara internasional, PT Angkasa Pura Indonesia melaksanakan kegiatan
            Customer Development Discussion (CDD) di Bandara H.A.S. Hanandjoeddin. Kegiatan ini merupakan
            kolaborasi antara Perusahaan, pemerintah daerah, maskapai penerbangan, asosiasi travel agent,
            dan pelaku pariwisata untuk meningkatkan konektivitas udara serta kualitas layanan bagi wisatawan
            mancanegara, sekaligus mendukung pengembangan ekonomi dan sektor pariwisata, khususnya di                   3 - 4 Juni 2025
            wilayah Kepulauan Bangka Belitung dan Sumatra Selatan.                                                      3 - 4 June 2025
            In line with the designation of H.A.S. Hanandjoeddin Airport, Ahmad Yani Airport, and Sultan Mahmud
            Badaruddin II Airport as international airports, PT Angkasa Pura Indonesia conducted a Customer
            Development Discussion (CDD) in H.A.S. Hanandjoeddin Airport. This initiative represents collaboration
            between the Company, local governments, airlines, travel agent associations, and tourism stakeholders
            to enhance air connectivity and service quality for international tourists, while supporting economic and
            tourism development, particularly in the Bangka Belitung Islands and South Sumatra regions.




                                                                             Sestainability Report 2025 PT Angkasa Pura Indonesia         207
Page 208
                 Menghadirkan Layanan yang Berorientasi pada Pengalaman
         05      Delivering Experience-Oriented Services




                                                               Kegiatan                                                  Periode Kegiatan
    No
                                                               Activity                                                   Activity Period

4        Air Service Agreement Consultation                                                                            Saudi Arabia: 25 - 26
         Program konsultasi ini dilaksanakan untuk mendukung penyusunan dan pemutakhiran dokumen Air                   Juni 2025
         Service Agreement (ASA) dengan mengacu pada regulasi serta pedoman resmi Kementerian Perhubungan.             Uzbekistan: 31 Juli - 1
         Dalam proses ini, Angkasa Pura Indonesia berperan memberikan masukan kepada regulator terkait                 Agustus 2025
         pengaturan yang memungkinkan pembukaan akses bagi maskapai asing untuk mengangkut penumpang                   Hongkong: 20
         dari Indonesia. Upaya tersebut diarahkan untuk mendorong pengembangan pasar baru melalui penerapan            November 2025
         pembatasan tertentu, seperti penetapan bandara asal, frekuensi penerbangan, dan jangka waktu                  Turki: 22 - 23 Oktober
         operasional. Seluruh inisiatif ini dilaksanakan dengan tetap menjunjung tinggi prinsip persaingan usaha       2025
         yang sehat.                                                                                                   Saudi Arabia: 25 - 26
         This consultation program was undertaken to support the development and updating of Air Service               June 2025
         Agreement (ASA) documents in accordance with the regulatory framework and official guidelines of              Uzbekistan: 31 July - 1
         the Ministry of Transportation. In this process, Angkasa Pura Indonesia provides input to the regulator       August 2025
         regarding arrangements that enable foreign airlines to access the Indonesian market and carry passengers      Hongkong: 20
         from Indonesia. These efforts are intended to support the development of new markets through the              November 2025
         application of specific limitations, such as designated airports of origin, flight frequencies, and defined   Türkiye: 22 - 23
         operational periods. All initiatives are implemented while upholding the principles of fair competition.      October 2025

5        Customer Development Discussion Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (BTJ)
         Forum diskusi ini diselenggarakan untuk mendukung pengembangan destinasi pariwisata melalui
         kolaborasi dengan pemangku kepentingan di sektor aviasi dan pariwisata, khususnya dalam pembahasan
         konektivitas penerbangan dan pengembangan pariwisata daerah. Kegiatan ini difokuskan pada
         penguatan peran BTJ sebagai hub umrah Indonesia bagian barat, pengembangan pariwisata Sabang,
                                                                                                                       10 - 11 September
         serta penjajakan pembukaan rute langsung BTJ–JED/MED.
                                                                                                                       2025
         This discussion forum was held to support tourism destination development through collaboration
         with stakeholders in the aviation and tourism sectors, particularly in discussions on flight connectivity
         and regional tourism development. The activity focused on strengthening the role of BTJ as a western
         Indonesia umrah hub, developing Sabang tourism, and exploring the opening of direct BTJ–JED/MED
         routes.

6        Routes World & Asia
         Kegiatan industri penerbangan yang mempertemukan maskapai penerbangan, operator bandara, otoritas
         pariwisata, dan pemasok penerbangan untuk bertemu, bernegosiasi, dan membangun hubungan yang                  24 - 26 September
         akan mengembangkan jaringan rute udara masa depan.                                                            2025
         An aviation industry event that brings together airlines, airport operators, tourism authorities, and
         aviation suppliers to meet, negotiate, and build relationships that will shape future air route networks.

7        MOU Hong Kong
         Nota Kesepahaman antara PT Angkasa Pura Indonesia dan Otoritas Bandara Hong Kong dengan ruang
         lingkup penguatan kerja sama dalam konektivitas udara, pengelolaan bandara, dan pengembangan sektor
         penerbangan.                                                                                                  26 September 2026
         A Memorandum of Understanding between PT Angkasa Pura Indonesia and the Hong Kong Airport
         Authority, covering cooperation in strengthening air connectivity, airport management, and aviation
         sector development.

8        Retail Connect
         Sejalan dengan agenda transformasi Perusahaan dalam penguatan strategi, penyelarasan prioritas, dan
         respons terhadap perkembangan pasar, PT Angkasa Pura Indonesia menyelenggarakan Tenant Gathering
         InJourney Airports Non-Aero Commercial sebagai forum strategis untuk memperkuat kemitraan
         dengan pelaku usaha non-aero, khususnya sektor F&B, ritel, duty free, dan services. Kegiatan ini tidak
         hanya menjadi sarana apresiasi bagi mitra berprestasi, tetapi juga wadah untuk menjajaki peluang
         pengembangan usaha, mendukung pencapaian target pendapatan, serta memperoleh wawasan terkait                  22 Oktober 2025
         tren industri dan preferensi penumpang.                                                                       22 October 2025
         In line with the Company’s transformation agenda in strengthening strategy, aligning priorities, and
         responding to market developments, PT Angkasa Pura Indonesia organized the InJourney Airports
         Non-Aero Commercial Tenant Gathering as a strategic forum to strengthen partnerships with non-aero
         business players, particularly in F&B, retail, duty free, and services. This activity serves not only as a
         platform for recognizing high-performing partners but also as a forum to explore business development
         opportunities, support revenue targets, and gain insights into industry trends and passenger preferences.




208            Laporan Keberlanjutan 2025 PT Angkasa Pura Indonesia
Page 209
                                                            Kegiatan                                                       Periode Kegiatan
     No
                                                            Activity                                                        Activity Period

 9            Rakernis Non-Aero Commercial
              Dalam rangka mendukung transformasi perusahaan dan pencapaian target pendapatan 2025, PT Angkasa
              Pura Indonesia menyelenggarakan InJourney Airports Commercial Strategic Meeting sebagai forum
              strategis lintas regional dan cabang untuk mengevaluasi kinerja Semester I 2025 serta menyelaraskan
              strategi dan prioritas. Forum ini juga menjadi wadah untuk merumuskan langkah adaptif dan terukur guna
              memastikan pencapaian target 2025 sekaligus menyiapkan strategi tahun 2026.                                22 November 2025
              To support corporate transformation and the achievement of the 2025 revenue targets, PT Angkasa Pura
              Indonesia held the InJourney Airports Commercial Strategic Meeting as a cross-regional and branch
              strategic forum to evaluate first semester 2025 performance and align strategies and priorities. This
              forum also serves to formulate adaptive and measurable steps to ensure the achievement of 2025 targets
              while preparing strategies for 2026.

 10           Airline Gathering 2025
                                                                                                                         24 - 25 Desember
              Upaya peningkatan konektivitas udara serta pengembangan rute penerbangan, melalui pertemuan,
                                                                                                                         2025
              komunikasi dan koordinasi yang intensif dalam ekosistem industri penerbangan.
                                                                                                                         24 - 25 December
              An initiative to enhance air connectivity and route development through meetings, communication, and
                                                                                                                         2025
              intensive coordination within the aviation industry ecosystem.




Manajemen Keselamatan Bandara
Airport Safety Management



Sebagai      perusahaan       penyedia    layanan     jasa                  As an airport service provider, PT Angkasa Pura Indonesia
kebandarudaraan,      PT     Angkasa     Pura   Indonesia                   places passenger safety and security as top priorities in all
menempatkan aspek keselamatan dan keamanan                                  operational activities. In addition to air passengers, attention
penumpang sebagai prioritas utama dalam setiap aktivitas                    to safety aspects is also extended to all customer segments
operasional. Selain penumpang angkutan udara, perhatian                     that interact with the Company’s airport services and
terhadap aspek keselamatan juga diberikan kepada seluruh                    facilities, including airlines, tenants or business partners,
segmen pelanggan yang berinteraksi dengan layanan dan                       regulators, as well as other service users within the airport
fasilitas kebandarudaraan Perusahaan, termasuk maskapai                     environment. This commitment reflects compliance with
penerbangan, tenant atau mitra usaha, regulator, serta                      Law Number 1 of 2009 on Aviation, particularly Article 219
pengguna jasa lainnya di lingkungan bandara. Komitmen                       paragraph (1), which requires airport operators to provide
ini merupakan bentuk kepatuhan terhadap Undang-                             facilities that meet safety and security requirements as well
Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan,                              as established service standards. [GRI 3-3]
khususnya Pasal 219 ayat (1), yang mewajibkan badan usaha
bandara menyediakan fasilitas yang memenuhi persyaratan
keselamatan dan keamanan serta standar pelayanan yang
ditetapkan. [GRI 3-3]

Dalam pemenuhan ketentuan tersebut, Perusahaan                              In fulfilling these requirements, the Company conducts
melakukan analisis kebutuhan fasilitas keselamatan dengan                   analyses of safety facility needs by considering equipment
mempertimbangkan efektivitas peralatan, klasifikasi                         effectiveness, airport classification, and the level of
bandara, serta tingkat potensi ancaman atau gangguan yang                   potential threats or disturbances. This approach ensures
relevan. Pendekatan ini memastikan bahwa penyediaan                         that the provision of facilities and security systems is
fasilitas dan sistem pengamanan dilakukan secara tepat                      implemented appropriately and proportionally to the risks
guna dan proporsional terhadap risiko yang dihadapi. [OJK F.21]             faced. [OJK F.21] [GRI 416-1]
[GRI 416-1]




                                                                             Sestainability Report 2025 PT Angkasa Pura Indonesia           209
Page 210
                 Menghadirkan Layanan yang Berorientasi pada Pengalaman
         05      Delivering Experience-Oriented Services




Dalam pelaksanaan program Keselamatan, Keamanan, dan                      In implementing Safety, Security, and Health programs, the
Kesehatan, fungsi Airport Safety berpedoman pada sejumlah                 Airport Safety function refers to several official documents
dokumen resmi yang menjadi acuan dalam pengelolaan dan                    that serve as guidelines for managing and controlling
pengendalian risiko operasional. Pedoman tersebut telah                   operational risks. These guidelines are formally documented
terdokumentasi secara formal dan mencakup sepuluh                         and consist of the following ten main documents:
dokumen utama sebagai berikut:
1. PD.DU.1016/XI/2024       tentang     Pedoman    Sistem                 1.   PD.DU.1016/XI/2024 on Safety Management System
    Manajemen Keselamatan (Safety Management System)                           Guidelines of PT Angkasa Pura Indonesia
    PT Angkasa Pura Indonesia
2. PD.DO.1017/XI/2024 tentang Pedoman Pemantauan                          2.   PD.DO.1017/XI/2024 on Monitoring and Measurement
    dan Pengukuran Sistem Manajemen Keselamatan PT                             Guidelines for the Safety Management System of PT
    Angkasa Pura Indonesia                                                     Angkasa Pura Indonesia
3. PD.DO.1019/XI/2024 tentang Pedoman Runway Safety                       3.   PD.DO.1019/XI/2024 on Runway Safety Team Guidelines
    Team PT Angkasa Pura Indonesia                                             of PT Angkasa Pura Indonesia
4. PD.DO.1021/XI/2024 tentang Pedoman Investigasi                         4.   PD.DO.1021/XI/2024 on Safety Investigation Guidelines
    Keselamatan di PT Angkasa Pura Indonesia                                   at PT Angkasa Pura Indonesia
5. PD.DO.0001/I/2025 tentang Pedoman Biosafety                            5.   PD.DO.0001/I/2025     on    Biosafety    Management
    Management PT Angkasa Pura Indonesia                                       Guidelines of PT Angkasa Pura Indonesia
6. PD.DO.0004/I/2025 tentang Pedoman Manajemen                            6.   PD.DO.0004/I/2025 on Wildlife Hazard Management
    Bahaya Hewan Liar (Wildlife Hazard Management) di                          Guidelines at Airports Managed by PT Angkasa Pura
    Bandar Udara yang Dikelola oleh PT Angkasa Pura                            Indonesia
    Indonesia
7. PD.DO.0001/PR.03.01.01/2025         tentang  Pedoman                   7.   PD.DO.0001/PR.03.01.01/2025 on Guidelines for the
    Pelaksanaan Pemindahan Pesawat Udara yang Rusak di                         Removal of Disabled Aircraft in Movement Areas at
    Daerah Pergerakan Pesawat Udara pada Bandar Udara                          Airports Managed by PT Angkasa Pura Indonesia
    yang Dikelola PT Angkasa Pura Indonesia
8. PD.DO.0002/KB.02.13/205           tentang    Pedoman                   8.   PD.DO.0002/KB.02.13/2025 on Guidelines for the
    Pelaksanaan Latihan Penanggulangan Keadaan                                 Implementation of Airport Emergency Exercises at PT
    Darurat (Airport Emergency Exercise) di Bandar Udara                       Angkasa Pura Indonesia Airports
    PT Angkasa Pura Indonesia
9. PD.DO.4/KB.02.13/2025 tentang Pedoman Operasional                      9.  PD.DO.4/KB.02.13/2025 on Operational Guidelines for
    Pelayanan Airport Rescue and Firefighting di Bandar                       Airport Rescue and Firefighting Services at PT Angkasa
    Udara PT Angkasa Pura Indonesia                                           Pura Indonesia Airports
10. KEP.DU.489/KB.02.16/2025 tentang Safety Review                        10. KEP.DU.489/KB.02.16/2025 on the Safety Review Board
    Board PT Angkasa Pura Indonesia                                           of PT Angkasa Pura Indonesia

Pada periode pelaporan tahun 2025, Perusahaan secara                      During the 2025 reporting period, the Company consistently
konsisten mempertahankan kepatuhan terhadap peraturan                     maintained compliance with regulations related to health
yang berkaitan dengan dampak kesehatan dan keselamatan                    and safety impacts of airport products and services.
dari produk serta jasa kebandarudaraan. Sepanjang tahun                   Throughout the reporting year, there were no incidents of
pelaporan, tidak terdapat insiden ketidakpatuhan terhadap                 non-compliance with applicable regulations or voluntary
regulasi maupun standar sukarela yang berlaku, termasuk                   standards, including no sanctions in the form of fines
tidak adanya sanksi berupa denda atau hukuman, peringatan                 or penalties, warnings from authorities, or violations of
dari otoritas, maupun pelanggaran terhadap ketentuan yang                 applicable airport industry regulations. [GRI 416-1, 416-2] [OJK F.27]
berlaku di industri kebandarudaraan. [GRI 416-1, 416-2] [OJK F.27]




210            Laporan Keberlanjutan 2025 PT Angkasa Pura Indonesia
Page 211
                                                  Kegiatan Airport Safety 2025
                                                 Airport Safety Activities in 2025

                   Kegiatan                                                         Uraian
No
                   Activity                                                       Description

1    Sosialisasi bahaya kebakaran         Sosialisasi bahaya kebakaran di kantor pusat dilaksanakan pada 8 Februari 2025, melibatkan
     Fire hazard awareness                tim ARFF CGK dengan mengundang pemangku kepentingan bandara sebagai bagian dari
                                          rangkaian kegiatan Peringatan Bulan K3 Nasional. Seluruh Kantor Cabang didorong untuk
                                          melaksanakan kegiatan serupa dengan mengundang pemangku kepentingan di wilayah
                                          bandara masing-masing.
                                          A fire hazard awareness program was conducted at the Head Office on February 8, 2025,
                                          involving the ARFF CGK team and inviting airport stakeholders as part of the National OHS
                                          Month commemoration. All Branch Offices were encouraged to conduct similar activities by
                                          involving stakeholders in their respective airport areas.

2    Donor darah                          Dalam rangka peringatan Bulan K3 Nasional tahun 2025, PT Angkasa Pura Indonesia, salah
     Blood donor                          satu rangkaian kegiatannya adalah donor darah yang bekerja sama dengan PMI Kabupaten
                                          Tangerang. Kegiatan donor darah dilaksanakan di Ruang Auditorium II gedung 600, dengan
                                          hasil sebagai berikut:
                                          •     Target: 100 kantong darah
                                          •     Realisasi: 118 Kantong darah
                                          •     Jumlah peserta pendaftar: 144 Orang
                                          •     Asal Peserta: HO, CGK, Reg I, Otban, Polres dan IAS

                                          Selama kegiatan tidak terdapat hal-hal yang darurat dan seluruh peserta pendonor dalam
                                          keadaan sehat. Seluruh Kantor Cabang didorong untuk melaksanakan kegiatan serupa
                                          dengan mengundang pemangku kepentingan dan penumpang di wilayah bandara masing-
                                          masing.

                                          As part of the 2025 National OHS Month commemoration, PT Angkasa Pura Indonesia
                                          conducted a blood donation program in collaboration with the Indonesian Red Cross (PMI)
                                          of Tangerang Regency. The activity was held at Auditorium Room II, Building 600, with the
                                          following results:
                                          •     Target: 100 blood bags
                                          •     Realization: 118 blood bags
                                          •     Total registered participants: 144 persons
                                          •     Participant origin: Head Office (HO), CGK, Region I, Airport Authority (Otban), Police
                                                Resort (Polres), and IAS

                                          During the activity, there were no emergency incidents and all donors were in good health.
                                          All Branch Offices were encouraged to carry out similar activities involving stakeholders and
                                          passengers in their respective airport areas.

3    Talkshow keselamatan dan safety      Kegiatan Talkshow Keselamatan dan Kesehatan Kerja dilaksanakan pada 12 Februari 2025
     award                                yang sekaligus menutup rangkaian peringatan Bulan K3 Nasional. Pembicara terdiri dari
     Safety talk show and safety awards   Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pengawasan Ketenagakerjaan Kab. Tangerang
                                          dan Investigator Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Republik Indonesia.
                                          Kegiatan dilaksanakan di Auditorium Gedung 600 secara hybrid yang diikuti oleh 413 peserta
                                          dari seluruh Kantor Cabang dan stakeholder Bandar Udara.
                                          The Occupational Safety and Health Talkshow was held on 12 February 2025, marking the
                                          closing of the National OHS Month series. Speakers included the Head of the Regional
                                          Technical Implementation Unit (UPTD) for Labor Supervision of Tangerang Regency and an
                                          Investigator from the National Transportation Safety Committee (KNKT) of the Republic of
                                          Indonesia. The event was conducted in a hybrid format at Auditorium Building 600, attended
                                          by 413 participants from all Branch Offices and airport stakeholders.




                                                                     Sestainability Report 2025 PT Angkasa Pura Indonesia           211
Page 212
              Menghadirkan Layanan yang Berorientasi pada Pengalaman
      05      Delivering Experience-Oriented Services




                   Kegiatan                                                               Uraian
 No
                   Activity                                                             Description

  4   Safety Promotion:
      Safety Buletin: Mengenal
                                                Promosi keselamatan merupakan upaya Perusahaan dalam mendorong budaya keselamatan
      Keselamatan
                                                yang positif serta mendukung pencapaian tujuan keselamatan bandar udara, yang dilakukan
      Safety Buletin: Understanding
                                                melalui penguatan kompetensi teknis secara berkelanjutan, komunikasi yang efektif,
      Safety
                                                dan pertukaran informasi. Inisiatif ini diwujudkan melalui berbagai kegiatan, antara lain
      Safety Notice: Antisipasi Cuaca
                                                penerbitan Surat Edaran Keselamatan, focus group discussion (FGD), webinar, pelatihan/
      Ekstrem
                                                diklat, seminar, inspeksi, sosialisasi, serta penyampaian konten keselamatan seperti Safety
      Safety Buletin: Extreme Weather
                                                Notice dan Bulletin.
      Preparedness
      Safety Bulletin: Electric Vehicle
                                                Safety promotion represents the Company’s effort to foster a positive safety culture and
      Safety Bulletin: Inspeksi
                                                support the achievement of airport safety objectives through continuous strengthening of
      Keselamatan
                                                technical competencies, effective communication, and information exchange. This initiative
      Safety Buletin: Extreme Weather
                                                is implemented through various activities, including the issuance of Safety Circular Letters,
      Preparedness
                                                focus group discussions (FGDs), webinars, training programs, seminars, inspections,
      Safety Bulletin: Fire Safety
                                                socialization programs, and dissemination of safety content such as Safety Notices and
      Awareness
                                                Bulletins.
      Safety Bulletin: SHELL Model
      Human Factor

  5   Safety Sharing Session:
      Q1: Wildlife Hazard Management            Promosi keselamatan dilaksanakan melalui berbagai kegiatan, antara lain FGD, sosialisasi,
      Q2: Persiapan Organisasi                  dan webinar terkait keselamatan. Sepanjang tahun 2025, PT Angkasa Pura Indonesia juga
      Penerbangan Sipil Internasional           secara konsisten menyelenggarakan Safety Sharing Session yang dilaksanakan setiap
      (ICAO) Universal Safety Oversight         kuartal, sebagai bagian dari upaya penguatan budaya keselamatan di lingkungan operasional.
      Audit Programme (USOAP)
      Q3: Focus Group Discussion (FGD)          Safety promotion is conducted through various activities, including FGDs, socialization
      Wildlife Hazard Management                programs, and webinars related to safety. Throughout 2025, PT Angkasa Pura Indonesia
      Q4: Peningkatan Kewaspadaan               consistently organized quarterly Safety Sharing Sessions as part of its efforts to strengthen
      Keselamatan Menjelang Periode             safety culture within its operational environment.
      Natal dan Tahun Baru (Nataru)




212         Laporan Keberlanjutan 2025 PT Angkasa Pura Indonesia
Page 213
Sestainability Report 2025 PT Angkasa Pura Indonesia   213
Page 214
06                         Mengembangkan
                           Talenta, Menyiapkan
                           Masa Depan
                           Developing Talent, Preparing
                           for the Future


Pengelolaan dan Pengembangan Talenta                      216
Talent Management and Development

Keselamatan dan Kesehatan Kerja                           250
Occupational Health and Safety

Manajemen Mutu Pengelolaan Bandara                        269
Airport Management Quality Management
Page 215

          
Page 216
               Mengembangkan Talenta, Menyiapkan Masa Depan
        06     Developing Talent, Preparing for the Future




Pengelolaan dan Pengembangan Talenta
Talent Management and Development



Dalam menghadapi dinamika industri kebandarudaraan                  In responding to the evolving dynamics of the airport industry,
yang terus berkembang, PT Angkasa Pura Indonesia                    PT Angkasa Pura Indonesia positions talent management
menempatkan pengelolaan dan pengembangan talenta                    and development as a fundamental pillar in sustaining
sebagai salah satu fondasi utama dalam menjaga                      organizational performance and competitiveness. The
keberlanjutan kinerja dan daya saing organisasi.                    availability of competent, adaptive human resources
Ketersediaan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten,               aligned with business needs is a critical factor in addressing
adaptif, dan selaras dengan kebutuhan bisnis menjadi                operational challenges while capturing growth opportunities
faktor utama dalam merespons tantangan operasional                  within an increasingly complex environment. The talent
sekaligus menangkap peluang pertumbuhan di lingkungan               management approach is not solely directed at enhancing
yang semakin kompleks. Pendekatan manajemen talenta                 individual performance but also at building comprehensive
tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kinerja individu,          organizational capabilities. Through structured and
tetapi juga untuk membangun kapabilitas organisasi secara           development-oriented human resource management,
menyeluruh. Melalui pengelolaan SDM yang terstruktur dan            the Company fosters a positive work culture, enhances
berorientasi pada pengembangan, Perusahaan mendorong                motivation, and optimizes employee potential.
terbentuknya budaya kerja yang positif, peningkatan
motivasi, serta optimalisasi potensi karyawan.

Sejalan dengan hal tersebut, pengembangan organisasi yang           In line with this, adaptive organizational development
adaptif menjadi bagian penting dari strategi pengelolaan            forms an integral part of the human resource management
SDM. Sinergi antara pengembangan talenta dan penguatan              strategy. Synergy between talent development and
organisasi diharapkan dapat mendukung pencapaian tujuan             organizational strengthening is expected to support the
bisnis secara berkelanjutan serta memastikan bahwa                  sustainable achievement of business objectives and ensure
Perusahaan mampu tumbuh secara responsif terhadap                   the Company’s ability to grow responsively in a broader and
perkembangan lingkungan usaha yang lebih luas. [GRI 3-3]            more dynamic business environment. [GRI 3-3]

PT Angkasa Pura Indonesia menerapkan pendekatan                     PT Angkasa Pura Indonesia implements an adaptive human
pengelolaan SDM yang adaptif dan selaras dengan                     resource management approach aligned with business
perkembangan bisnis melalui berbagai program yang                   developments through various programs outlined in
telah ditetapkan pada Rencana Kerja dan Anggaran                    the Company’s Work Plan and Budget (RKAP), including
Perusahaan (RKAP), termasuk penilaian kinerja, rekrutmen,           performance appraisal, recruitment, career development
pengembangan karier dan regenerasi, sistem remunerasi               and succession planning, remuneration and welfare
dan kesejahteraan, serta penguatan kapasitas dan                    systems, as well as continuous enhancement of employee
kapabilitas karyawan secara berkelanjutan.                          capacity and capability.

Peningkatan kualitas SDM tersebut diarahkan untuk                   Enhancement of human resource quality is directed
mendukung pencapaian visi jangka panjang Perusahaan                 toward supporting the Company’s long-term vision through
melalui penguatan organisasi dan pengembangan talenta               organizational strengthening and talent development
sebagai salah satu pilar strategis. Pilar ini mendorong             as one of the strategic pillars. This pillar promotes the
terbentuknya organisasi dan karyawan yang agile dalam               creation of an agile organization and workforce capable of
merespons perubahan lingkungan dan kebutuhan                        responding to environmental changes and customer needs,
pelanggan, termasuk melalui pemanfaatan teknologi dan               including through the utilization of relevant technologies
perangkat pendukung yang relevan, guna meningkatkan                 and supporting tools, in order to continuously improve
daya saing dan kinerja layanan secara berkelanjutan.                competitiveness and service performance.




216          Laporan Keberlanjutan 2025 PT Angkasa Pura Indonesia
Page 217
Kepegawaian
Employment



                                           Struktur Pengelolaan Kepegawaian
                                           Employment Management Structure



                                                Direktur Human Capital
                                               Director of Human Capital




                                               Direktorat Human Capital
                                               Director of Human Capital




      Organization Development               Human Capital Management                     Learning and Development




Pegawai memiliki peran penting dalam mendukung               Employees play a vital role in supporting the Company’s
operasional dan kualitas layanan Perusahaan, khususnya       operations and service quality, particularly through direct
melalui interaksi langsung dengan para pemangku              interaction with stakeholders. Employee competence and
kepentingan. Kompetensi dan profesionalisme pegawai          professionalism contribute significantly to the service
berkontribusi terhadap pengalaman layanan yang diterima      experience received by customers; therefore, employment
pengguna jasa, sehingga pengelolaan kepegawaian menjadi      management is a strategic aspect in maintaining the
aspek strategis dalam menjaga kinerja dan standar layanan    Company’s performance and service standards.
Perusahaan.

Untuk mendukung peran tersebut, PT Angkasa Pura              To support this role, PT Angkasa Pura Indonesia implements
Indonesia menerapkan kebijakan pengelolaan SDM yang          human resource management policies focused on
berorientasi pada pengembangan individu dan peningkatan      individual development and enhancing employee value. The
nilai pegawai. Strategi human capital diarahkan untuk        human capital strategy is designed to ensure alignment
memastikan kesesuaian kompetensi dengan kebutuhan            between competencies and organizational needs, promote
organisasi, mendorong kinerja yang berkelanjutan, serta      sustainable performance, and strengthen employee
memperkuat kontribusi pegawai dalam pencapaian tujuan        contributions toward achieving corporate objectives, which
Perusahaan, yang meliputi: [GRI 3-3]                         include: [GRI 3-3]
1. Perekrutan dan manajemen bakat sesuai kompetensi          1. Recruitment and talent management based on
     individu;                                                    individual competencies;
2. Pelatihan keterampilan serta pengembangan karier          2. Skills training and career development through
     tenaga kerja melalui perencanaan dan pengelolaan             structured career planning and management;
     karier;                                                 3. Monitoring and evaluation of individual, unit, and
3. Pengawasan dan evaluasi atas kinerja individu, unit            corporate performance using the Company’s Key
     kerja, dan korporat menggunakan Key Performance              Performance Indicators (KPIs);
     Indicators (KPI) perusahaan;                            4. Digitalization of employee administrative functions;
4. Digitalisasi fungsi-fungsi administrasi pegawai;          5. Performance-based compensation and reward
5. Sistem kompensasi dan penghargaan berdasarkan                  systems;
     kinerja;                                                6. Employee separation (normal retirement, pre-
6. Pemberhentian pegawai (pensiun normal, MPP, atas               retirement program/MPP, voluntary and involuntary
     permintaan/tidak atas permintaan sendiri);                   separation);



                                                              Sestainability Report 2025 PT Angkasa Pura Indonesia   217
Page 218
                     Mengembangkan Talenta, Menyiapkan Masa Depan
              06     Developing Talent, Preparing for the Future




7.     Harmonisasi hubungan industri;                                     7.    Harmonization of industrial relations;
8.     Revitalisasi budaya perusahaan dan penyempurnaan                   8.    Revitalization of corporate culture and organizational
       organisasi; dan                                                          refinement; and
9.     Keterlibatan pimpinan perusahaan dalam memberikan                  9.    Leadership involvement in setting examples (role
       teladan (role model).                                                    modeling).

Rekrutmen Pegawai
Employee Recruitment

Rekrutmen pegawai menjadi bagian penting dalam                            Employee recruitment is a key component in strengthening
memperkuat kapabilitas dan keberlanjutan kinerja                          the capability and sustainability of PT Angkasa Pura
PT Angkasa Pura Indonesia. Melalui proses seleksi yang                    Indonesia’s performance. Through a structured selection
terstruktur, Perusahaan menjaring kandidat yang memiliki                  process, the Company attracts candidates with
kompetensi dan potensi sesuai dengan kebutuhan                            competencies and potential aligned with organizational
organisasi, sehingga dapat berkontribusi secara optimal                   needs, enabling optimal contributions to the achievement
dalam mendukung pencapaian tujuan Perusahaan.                             of corporate objectives. The recruitment process includes:
Rangkaian rekrutmen pegawai mencakup: [GRI 3-3]                           [GRI 3-3]

1. Publikasi lowongan pekerjaan melalui berbagai situs                    1.    Publication of job vacancies through various websites,
     web, media cetak nasional, kanal-kanal media sosial,                       national print media, social media channels, and
     dan papan pengumuman di kantor cabang; dan                                 announcement boards at branch offices; and
2. Seleksi intelegensi tertulis, psikotes, tes kesehatan dan              2.    Written intelligence tests, psychological assessments,
     narkoba, wawancara dengan psikolog, dan wawancara                          medical and drug tests, interviews with psychologists,
     dengan manajemen.                                                          and interviews with management.

Sebagai bagian dari pengelolaan SDM yang bertanggung                      As part of responsible and transparent human resource
jawab dan transparan, PT Angkasa Pura Indonesia secara                    management, PT Angkasa Pura Indonesia regularly
berkala memantau dan mengevaluasi dinamika perekrutan                     monitors and evaluates recruitment dynamics and employee
serta pergantian pegawai. Pengungkapan data ini                           turnover. Disclosure of this data reflects the Company’s
mencerminkan komitmen Perusahaan dalam memastikan                         commitment to ensuring organizational sustainability and
keberlanjutan organisasi dan perencanaan tenaga kerja                     effective workforce planning. Information on recruitment
yang efektif. Informasi mengenai perekrutan dan tingkat                   and turnover rates is presented based on gender, age
pergantian pegawai disajikan berdasarkan jenis kelamin,                   group, work location, and underlying reasons, providing
kelompok usia, lokasi kerja, dan penyebab, guna memberikan                a comprehensive overview of workforce profiles and
gambaran yang komprehensif mengenai profil tenaga kerja                   employment dynamics within the Company. [GRI 401-1]
dan dinamika ketenagakerjaan di lingkungan Perusahaan.
[GRI 401-1]




218                Laporan Keberlanjutan 2025 PT Angkasa Pura Indonesia
Page 219
                                                       Rekrutmen Pegawai [GRI 401-1]
                                                         Employee Recruitment

     Rekrutmen
      Pegawai
                                            2025                                 2024                                    2023
     Employee
    Recruitment

   Menurut Jenis
                               Jumlah                                Jumlah                                 Jumlah
     Kelamin                                       %                                       %                                     %
                               Number                                Number                                 Number
    By Gender

 Laki-laki                              0           0%                       0              0%                      11          85%*
 Male

 Perempuan                              0           0%                       0              0%                      2           15%*
 Female

 Jumlah                                 0              0%                    0              0%                      13          100%
 Total

    Menurut Usia               Jumlah                                Jumlah                                 Jumlah
                                                   %                                       %                                     %
      By Age                   Number                                Number                                 Number

 <30                                0              0%                    0                 0%                  12               92%

 30-50                              0              0%                    0                 0%                   1               8%

 >50                                0              0%                    0                 0%                  0                0%

 Jumlah                             0              0%                    0                 0%                  13               100%
 Total

   Menurut Lokasi              Jumlah                                Jumlah                                 Jumlah
                                                   %                                       %                                     %
    By Location                Number                                Number                                 Number

 Kantor Pusat                       0              0%                    0                 0%                   9               69%
 Head Office

 Kantor Regional                    0              0%                    0                 0%                   4               31%
 Regional Offices

 Jumlah                             0              0%                    0                 0%                  13               100%
 Total
* Terdapat penyajian kembali data
* There is restatement of data




                                                                         Sestainability Report 2025 PT Angkasa Pura Indonesia          219
Page 220
                   Mengembangkan Talenta, Menyiapkan Masa Depan
            06     Developing Talent, Preparing for the Future




                                                              Pergantian Pegawai [GRI 401-1]
                                                                  Employee Turnover

      Pergantian
                                            2025                                       2024                    2023
       Pegawai
      Employee
                              Jumlah                                         Jumlah                   Jumlah
       Turnover                                           %                                      %                      %
                              Number                                         Number                   Number

                                                                  Menurut Jenis Kelamin
                                                                       By Gender

Laki-laki                         165                     78%                 236              66%     177            79%
Male

Perempuan                          47                    22%                   124             34%      47             21%
Female

Jumlah                            212                   100%                  360              100%   224             100%
Total

                                                                      Menurut Usia
                                                                        By Age

<30                                  5                     2%                   17              5%       9             4%

30-50                              65                     31%                  183              51%     61            27%

>50                               142                     67%                  160             44%     154            69%

Jumlah                            212                   100%                  360              100%   224             100%
Total

                                                                     Menurut Lokasi
                                                                      By Location

Kantor Pusat                         5                     2%                    0              0%       9            69%
Head Office

Kantor Regional                     4                      2%                    0              0%      4              31%
Regional Offices

Kantor Cabang                     157                    74%                     0              0%      4              31%
Branch Offices

Divisi                              0                      0%                    0              0%      4              31%
Division

Lain-lain                          46                    22%                     0              0%      13            100%
Others

Jumlah                            212                   100%                  360              100%   224             100%
Total

                                                                   Menurut Penyebab
                                                                      By Reason

Pensiun                           137                    65%                   152             42%     141            63%
Retirement

Meninggal                           15                     7%                   10              3%      19             8%
Deceased

Mengundurkan Diri                  57                    27%                  194              54%      55            25%
Resignation

Diberhentikan                        3                     1%                    4              1%      9              4%
Termination

Jumlah                            212                   100%                  360              100%   224             100%
Total




220              Laporan Keberlanjutan 2025 PT Angkasa Pura Indonesia
Page 221
Hingga akhir periode pelaporan tahun 2025, jumlah pegawai     As of the end of the 2025 reporting period, the total number
PT Angkasa Pura Indonesia tercatat sebanyak 7.680 orang.      of employees at PT Angkasa Pura Indonesia was recorded at
Perubahan jumlah pegawai sepanjang tahun pelaporan            7,680. Changes in the workforce throughout the reporting
dipengaruhi oleh dinamika organisasi, termasuk penyesuaian    year were influenced by organizational dynamics, including
kebutuhan operasional dan kebijakan pengelolaan SDM           adjustments to operational requirements and human
pascaproses integrasi.                                        resource management policies following the integration
                                                              process.

Perusahaan secara berkala memantau tingkat perputaran         The Company regularly monitors employee turnover as
pegawai sebagai bagian dari pengelolaan talenta dan           part of its talent management and retention strategy. This
strategi retensi. Pemantauan dilakukan tidak hanya pada       monitoring is conducted not only at the aggregate level
tingkat perputaran secara keseluruhan, tetapi juga secara     but also in a more granular manner to better understand
lebih rinci untuk memahami karakteristik pergerakan tenaga    workforce movement characteristics
kerja.

                                               Tingkat Perputaran Pegawai
                                                 Employee Turnover Rate


                    Keterangan              Satuan
                                                                2025                      2024                        2023
                    Description              Unit

 Total rekrutmen                            Orang                    0                         0                         13
 Total recruitment                          People

 Total pegawai keluar                       Orang                  212                      360                        224
 Total employees leaving                    People

 Jumlah pegawai pada awal tahun             Orang                7.892                    3.072                       3.150
 Number of employees at the beginning of    People
 the year

 Jumlah pegawai pada akhir tahun            Orang                7.680                   7.892*                       3.180
 Number of employees at the end of the      People
 year

 Tingkat perputaran pegawai secara            %                 2,19%                   4,56%*                    7,45%*
 keseluruhan
 Overall employee turnover rate

 Tingkat perputaran pegawai secara            %                 0,22%                    2,43%                        1,73%
 sukarela (voluntary)
 Voluntary employee turnover rate
 * Terdapat penyajian kembali data
 * There is restatement of data




                                                               Sestainability Report 2025 PT Angkasa Pura Indonesia           221
Page 222
                Mengembangkan Talenta, Menyiapkan Masa Depan
        06      Developing Talent, Preparing for the Future




Tingkat perputaran pegawai (employee turnover) dihitung             Employee turnover is calculated by comparing the number
dengan membandingkan jumlah pegawai yang keluar                     of employees who left during the reporting year with the
selama tahun pelaporan terhadap nilai rata-rata jumlah              average number of employees at the beginning and end of
pegawai pada awal dan akhir tahun, kemudian dikalikan               the year, multiplied by 100%. Employee turnover is classified
100%. Perputaran pegawai tersebut diklasifikasikan ke               into several categories, namely planned turnover (such
dalam beberapa kategori, yaitu turnover yang direncanakan           as retirement), unplanned turnover (such as death), and
(seperti pensiun), turnover yang tidak direncanakan                 voluntary turnover (resignation).
(misalnya meninggal dunia), serta turnover sukarela
(pengunduran diri).

Keberagaman, Kesempatan yang Setara, dan Nondiskriminasi [OJK F. 18]
Diversity, Equal Opportunity, and Non-Discrimination

PT Angkasa Pura Indonesia menjunjung tinggi prinsip                 PT Angkasa Pura Indonesia upholds the principles of
keberagaman, kesetaraan, dan inklusivitas sebagai bagian            diversity, equality, and inclusivity as part of its commitment
dari komitmen Perusahaan dalam menciptakan lingkungan               to fostering a fair and respectful workplace. The Company
kerja yang adil dan saling menghormati. Perusahaan                  implements anti-discrimination policies and a zero-
menerapkan kebijakan anti-diskriminasi serta prinsip                tolerance principle toward all forms of violence and
zero tolerance terhadap segala bentuk kekerasan dan                 harassment, both sexual and non-sexual, as stipulated
pelecehan, baik yang bersifat seksual maupun nonseksual,            in the Collective Labor Agreement (CLA) Article 91 and
sebagaimana diatur dalam Perjanjian Kerja Bersama (PKB)             the Respectful Workplace Policy Circular, to support the
Pasal 91 dan Edaran Respectful Workplace Policy, untuk              creation of a safe and productive work environment. In line
mendukung terciptanya lingkungan kerja yang aman dan                with these efforts, the Company continues to strengthen
produktif. Sejalan dengan upaya tersebut, Perusahaan terus          implementation through broader policy dissemination, the
memperkuat implementasi melalui peningkatan publikasi               provision of clearer reporting and escalation mechanisms,
kebijakan secara lebih luas, penyediaan mekanisme                   enhanced transparency in handling and follow-up of
pelaporan dan eskalasi yang lebih jelas, serta peningkatan          violations, as well as the development and implementation
transparansi dalam penanganan dan tindak lanjut atas                of training programs for all employees on the prevention of
setiap pelanggaran, serta pengembangan dan pelaksanaan              discrimination, violence, and harassment in the workplace.
pelatihan bagi seluruh karyawan terkait pencegahan
diskriminasi, kekerasan, dan pelecehan di tempat kerja.

Setiap pegawai memiliki hak dan kesempatan yang setara              All employees are entitled to equal rights and opportunities
tanpa diskriminasi, serta didorong untuk berkontribusi              without discrimination and are encouraged to contribute
secara optimal sesuai dengan peran dan kompetensinya.               optimally in accordance with their roles and competencies.
Perusahaan berupaya memastikan bahwa lingkungan kerja               The Company strives to ensure that the work environment
mendukung pengembangan potensi individu dan mendorong               supports individual potential development and promotes
partisipasi aktif seluruh pegawai dalam membangun budaya            active participation from all employees in fostering an
kerja yang inklusif. [OJK F.18] [GRI 3-3]                           inclusive work culture. [OJK F.18] [GRI 3-3]

Dalam aspek pengelolaan SDM, Perusahaan menerapkan                  In terms of human resource management, the Company
kebijakan remunerasi yang adil dan setara di seluruh wilayah        implements fair and equitable remuneration policies across
operasional. Penetapan remunerasi didasarkan pada kinerja           all operational areas. Remuneration is determined based
dan tingkat jabatan, tanpa dipengaruhi oleh karakteristik           on performance and job level, without being influenced
individu yang tidak berkaitan dengan kontribusi pegawai,            by individual characteristics unrelated to employee
seperti jenis kelamin, suku, agama, maupun latar belakang           contributions, such as gender, ethnicity, religion, or
lainnya. Penerapan prinsip nondiskriminasi ini sejalan              other backgrounds. The implementation of this non-
dengan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) Periode 2025–                 discrimination principle is aligned with the Collective
2026 serta berbagai ketentuan internal Perusahaan yang              Labor Agreement (CLA) for the 2025–2026 period, as well
mendukung terciptanya lingkungan kerja yang saling                  as various internal Company regulations that support




222          Laporan Keberlanjutan 2025 PT Angkasa Pura Indonesia
Page 223
menghormati, inklusif, dan bebas dari perlakuan tidak adil.   the creation of a respectful, inclusive, and fair working
Prinsip nondiskriminasi telah menjadi bagian dari nilai dan   environment. Non-discrimination has become an integral
budaya Perusahaan, dan sepanjang periode pelaporan            part of the Company’s values and culture, and throughout the
tahun 2025 tidak terdapat laporan insiden diskriminasi        2025 reporting period, no incidents of discrimination and
dan pelanggaran HAM di lingkungan kerja. Perusahaan juga      violence of human rights were reported in the workplace.
menyediakan saluran pelaporan melalui Whistleblowing          The Company also provides reporting channels through the
System (WBS) dan mekanisme pengaduan internal lainnya         Whistleblowing System (WBS) and other internal grievance
yang dapat diakses pegawai untuk melaporkan dugaan            mechanisms accessible to employees to report suspected
pelanggaran, termasuk tindakan diskriminasi, pelecehan,       violations, including discrimination, harassment, or conduct
maupun perilaku yang bertentangan dengan etika kerja,         inconsistent with workplace ethics, with cases handled in
dengan penanganan sesuai prosedur yang berlaku. [GRI 405-1,   accordance with applicable procedures. [GRI 405-1, 406-1]
406-1]



Sebagai bagian dari penerapan prinsip keberagaman             As part of the implementation of diversity and equality
dan kesetaraan, Perusahaan menyajikan komposisi               principles, the Company presents its employee composition
pegawai hingga akhir periode pelaporan yang memberikan        as of the end of the reporting period, providing an overview
gambaran mengenai profil SDM di lingkungan PT Angkasa         of the human resource profile within PT Angkasa Pura
Pura Indonesia. Informasi tersebut disajikan berdasarkan      Indonesia. This information is presented based on gender,
jenis kelamin, kelompok usia, lokasi kerja, dan status        age group, work location, and employment status. This
kepegawaian. Penyajian ini juga didukung oleh pengelolaan     disclosure is also supported by the management of the
struktur dan skala upah yang mengacu pada Keputusan           wage structure and salary scale, which refers to the Board
Direksi PT Angkasa Pura Indonesia Nomor KEP.DH.0015/          of Directors Decree of PT Angkasa Pura Indonesia No. KEP.
KP.06.07/2026 tentang Perubahan atas Keputusan Direksi        DH.0015/KP.06.07/2026 concerning Amendments to the
PT Angkasa Pura Indonesia Nomor KEP.DH.0056/I/2025            Board of Directors Decree of PT Angkasa Pura Indonesia No.
tentang Struktur dan Skala Upah PT Angkasa Pura Indonesia,    KEP.DH.0056/I/2025 on the Wage Structure and Salary Scale
sebagai salah satu dasar dalam pengelolaan sistem             of PT Angkasa Pura Indonesia, as one of the foundations for
remunerasi yang terstruktur dan berlaku bagi pegawai. [OJK    managing a structured remuneration system applicable to
C.3.b] [GRI 2-7, 405-1]                                       employees. [OJK C.3.b] [GRI 2-7, 405-1]

Komposisi pegawai disajikan berdasarkan metode                Employee composition is presented using the headcount
headcount, yaitu jumlah individu pegawai yang tercatat pada   method, which reflects the total number of individual
akhir periode pelaporan. Data ini mencakup seluruh pegawai    employees recorded at the end of the reporting period.
aktif di lingkungan Perusahaan dan digunakan untuk            This data includes all active employees within the Company
memberikan gambaran umum mengenai struktur tenaga             and is used to provide a general overview of the workforce
kerja. [GRI 2-7, 2-8]                                         structure. [GRI 2-7, 2-8]




                                                              Sestainability Report 2025 PT Angkasa Pura Indonesia   223
Page 224
                         Mengembangkan Talenta, Menyiapkan Masa Depan
             06          Developing Talent, Preparing for the Future




                                                                       Komposisi Pegawai [GRI 405-1]
                                                                         Employee Composition


                    Menurut Jenis Kelamin
                    By Gender


                           2025                                                    2024*                             2023
    22,08%                                                    22,10%                                   19,68%




                                             77,92%                                          77,89%                                80,32%

                  Laki-laki             5.984                             Laki-laki        6.149            Laki-laki           4.158
                  Male                                                    Male                              Male

                  Perempuan
                  Female
                                        1.696                             Perempuan
                                                                          Female
                                                                                           1.743            Perempuan
                                                                                                            Female
                                                                                                                                1.019

                         Jumlah                                                  Jumlah                            Jumlah
                         Total          7.680                                    Total     7.892                   Total        5.177

* Terdapat penyajian kembali data | * There is restatement of data




                    Menurut Tingkat Pendidikan
                    By Educational Background


                            2025                                                   2024*                             2023
                            0,01%                                                  0,01%                             0,00%
          31,64%                          4,01%                      32,78%             3,81%          37,92%             2,12%




        20,39%                              43,95%                    21,56%                 41,83%     22,79%                          37,16%

                    S3                            1                        S3                  1                S3                  0
                    S2                      306                            S2               299                 S2                110
                    S1                  3.375                              S1              3.300                S1              1.924
                    Diploma              1.567                             Diploma         1.703                Diploma         1.180
                    SD – SMA             2.431                             SD – SMA        2.589                SD – SMA        1.963
                    Elementary                                             Elementary                           Elementary
                    – Senior High                                          – Senior High                        – Senior High
                    School                                                 School                               School


                         Jumlah                                                  Jumlah                            Jumlah
                         Total          7.680                                    Total     7.892                   Total        5.177

* Terdapat penyajian kembali data | * There is restatement of data



224                  Laporan Keberlanjutan 2025 PT Angkasa Pura Indonesia
Page 225
                                        Komposisi Pegawai Berdasarkan Kewarganegaraan [GRI 405-1]
                                              Employee Composition Based on Nationality


       Komposisi
                                          2025                                 2024                                   2023
        Pegawai
       Employee
                              Jumlah                                Jumlah                                 Jumlah
      Composition                                    %                                     %                                     %
                              Number                                Number                                 Number

 Indonesia                     7.680               100,00%            7.892            100,00%              5.177              100,00%
 Indonesian



Jumlah pegawai Perusahaan pada tahun 2025 mengalami                    The total number of employees in 2025 decreased compared
penurunan dibandingkan tahun sebelumnya, yang terutama                 to the previous year, primarily influenced by operational
dipengaruhi oleh dinamika operasional dan penyesuaian                  dynamics and adjustments to workforce requirements.
kebutuhan tenaga kerja. Meskipun demikian, komposisi                   Nevertheless, the overall employee composition remained
pegawai secara umum relatif stabil, baik dari sisi jenis               relatively stable in terms of gender, employment status, and
kelamin, status kepegawaian, maupun tingkat pendidikan.                education level. [GRI 2-7, 2-8]
[GRI 2-7, 2-8]



Perusahaan secara berkala memantau komposisi tenaga                    The Company regularly monitors workforce composition
kerja berdasarkan jenis kelamin sebagai bagian dari                    based on gender as part of its efforts to promote diversity
upaya mendorong keberagaman dan inklusi di lingkungan                  and inclusion in the workplace, reflecting its commitment to
kerja yang mencerminkan komitmen Perusahaan dalam                      providing equal employment opportunities.
menciptakan kesempatan kerja yang setara.




                    Pada tahun 2025: [GRI 405-1]                              In 2025: [GRI 405-1]



                        19,85%pegawai perempuan di seluruh                        19.85% female employees across all
                        level manajemen                                           management levels

                        9,93% pegawai perempuan di level                          9.93% female employees at the
                        manajemen dalam revenue-generating function               management level within revenue-generating
                                                                                  functions

                        13,07% pegawai perempuan di level top                     13.07% female employees at the top
                        management                                                management level

                        25,17% pegawai perempuan di level junior                  25.17% female employees at the junior
                        management                                                management level

                        14,50% pegawai perempuan di posisi                        14.50%female employees in positions
                        yang terkait dengan Science, Technology,                  related to Science, Technology, Engineering,
                        Engineering, Mathematics (STEM)                           and Mathematics (STEM)




                                                                        Sestainability Report 2025 PT Angkasa Pura Indonesia             225
Page 226
                        Mengembangkan Talenta, Menyiapkan Masa Depan
             06         Developing Talent, Preparing for the Future




                                       Komposisi Pegawai Berdasarkan Jenis Kelamin dan Status Kepegawaian [GRI 405-1]
                                             Employee Composition Based on Gender and Employment Status


                                                                              2025                                                                  2024*

          Jenis Kelamin
             Gender                                                                  Pegawai Tidak Tetap                                                   Pegawai Tidak Tetap
                                               Pegawai Tetap                                                                  Pegawai Tetap
                                                                                       Non-Permanent                                                         Non-Permanent
                                            Permanent Employees                                                            Permanent Employees
                                                                                         Employees                                                             Employees

 Laki-laki
                                                           5.984                                     14                            6.149                                17
 Male

 Perempuan
                                                           1.696                                     7                             1.743                                9
 Female

 Jumlah
                                                           7.680                                     21                            7.892                               26
 Total


                                        Komposisi Pegawai Berdasarkan Kelompok Usia dan Jenis Kelamin [GRI 405-1]
                                                Employee Composition Based on Age Group and Gender


                                               2025                                                  2024                                                  2023

   Kelompok
                               Laki-laki                   Perempuan                 Laki-laki                    Perempuan                Laki-laki                  Perempuan
     Usia
                                 Male                        Female                    Male                         Female                   Male                       Female
   Age Group
                       Jumlah                          Jumlah                   Jumlah                        Jumlah                   Jumlah                     Jumlah
                                           %                           %                         %                             %                       %                             %
                       Number                          Number                   Number                        Number                   Number                     Number

 18-24                             0       0,00                1       0,06                3     0,05                  1       0,06            0      0,00                   0      0,00

 25-34                        1.938     32,37               620    36,54             2.478      40,28               764      43,76         2.164     52,04              531         52,11

 35-44                        3.100      51,80              833    49,09             2.726      44,33               738     42,33          1.594     38,34             400         39,25

 45-54                         854       14,26              223     13,20             823       13,39               207        11,97        322        7,74              64         6,28

 >55                            92         1,57               19       1,12               119    1,95                33        1,89            78      1,88              24         2,36

 Jumlah                       5.984        100             1.696       100           6.149       100              1.743         100        4.158       100             1.019         100
 Total


                                           Komposisi Pegawai Berdasarkan Kelompok Usia dan Level Jabatan [GRI 405-1]
                                                Employee Composition Based on Age Group and Position Level


                                                                                                     2025
   Kelompok
     Usia                          Entry-level                         Mid-level                           Senior-level                    Executive-level
   Age Group                                                                                                                                                                 Jumlah
                               L                  P                L                  P                   L                P               L                  P               Total
                               M                  F                M                  F                   M                F               M                  F

 18-24                             0                   1               0                  0                   0                0               0                  0                  1

 25-34                        1.876               608              59                  12                     3                0               0                  0          2.558

 35-44                        2.457               639              410                159                 185               28              48                    7          3.933

 45-54                         438                144              157                45                  169               20              90                14                 1.077

 >55                            37                    13           25                     2                18                  2             12                   2                111

 Jumlah                   4.808                1.405               651                218                 375               50              150               23                 7.680
 Total
L: Laki-laki | P: Perempuan



226                  Laporan Keberlanjutan 2025 PT Angkasa Pura Indonesia
Page 227
                                                                                     2024*
   Kelompok
     Usia                       Entry-level                     Mid-level                  Senior-level             Executive-level
   Age Group                                                                                                                                   Jumlah
                            L                 P            L                P          L                  P         L              P           Number
                            M                 F            M                F          M                  F         M              F

 18-24                           3                     1       0                 0          0                  0        0               0           4

 25-34                    2.377               730              92               34          8                  0            1           0       3.242

 35-44                    2.075               555          420              146          186                  30        45              7       3.464

 45-54                       401               135          172                 40       178                  21        72             11       1.030

 >55                            53                19           24                7         25                  6        17                 1      152

 Jumlah                   4.909           1.440            708              227         397                   57      135              20       7.892
 Total
L: Laki-laki | P: Perempuan
* Terdapat penyajian kembali data
* There is restatement of data




                                                                                      2023
   Kelompok
     Usia                       Entry-level                    Mid-level                   Senior-level             Executive-level
   Age Group                                                                                                                                   Jumlah
                           L                  P            L                P          L                  P         L              P           Number
                           M                  F            M                F          M                  F         M              F

 18-24                          0                 0            0                0          0                  0         0              0           0

 25-34                   2.060                501           95              29             9                   1        0              0       2.695

 35-44                    1.130               278          288              97          140                   19      36               6        1.994

 45-54                       161               37           55                  16       59                   5       47               6         386

 >55                         43                   15           9                5        16                   3       10               1         102

 Jumlah                  3.394                831          447              147        224                28         93             13          5.177
 Total

L: Laki-laki | P: Perempuan
* Terdapat penyajian kembali data
* There is restatement of data




                                                                                     Sestainability Report 2025 PT Angkasa Pura Indonesia           227
Page 228
                       Mengembangkan Talenta, Menyiapkan Masa Depan
             06        Developing Talent, Preparing for the Future




                                                 Komposisi Pegawai Berdasarkan Lokasi Kerja [GRI 2-7, 405-1]
                                                    Employee Composition Based on Work Location



                                                         2025                                                    2024*
     Lokasi Kerja
    Work Location                   Laki-laki         Perempuan            Jumlah             Laki-laki        Perempuan   Jumlah
                                      Male              Female              Total               Male             Female     Total

 Kantor Pusat                           249                  129               378                 252              129       381
 Head Office

 Ad-hoc                                  178                  96               274                  171             72        243

 Kantor Regional I                     2.150                 496             2.646               2.148              512     2.660
 Regional Office I

 Kantor Regional II                     690                  197               887                 717             206        923
 Regional Office II

 Kantor Regional III                   1.021                 224             1.245                 970              216      1.186
 Regional Office III

 Kantor Regional IV                     649                  272               921                 674             279        953
 Regional Office IV

 Kantor Regional V                      398                   116              514                 410              121       531
 Regional Office V

 Kantor Regional VI                     435                   115              550                 421              113       534
 Regional Office VI

 Perbantuan/                             214                   51              265                 386              95        481
 Penugasan
 Secondment/
 Assignment

 Jumlah                               5.984                1.696             7.680               6.149            1.743     7.892
 Total

* Terdapat penyajian kembali data
* There is restatement of data




228                 Laporan Keberlanjutan 2025 PT Angkasa Pura Indonesia
Page 229
                                    Komposisi Pegawai Berdasarkan Wilayah Kerja dan Status Kepegawaian [GRI 2-7, 405-1]
                                         Employee Composition Based on Work Location and Employement Status



                                                               2025                                                   2024*

          Lokasi Kerja
         Work Location                                                Pegawai Tidak Tetap                                   Pegawai Tidak Tetap*
                                             Pegawai Tetap                                       Pegawai Tetap
                                                                        Non-Permanent                                         Non-Permanent
                                          Permanent Employees                                 Permanent Employees
                                                                          Employees                                             Employees

 Kantor Pusat                                        378                         15                        381                          15
 Head Office

 Ad-hoc                                              274                          1                        243                           2

 Kantor Regional I                                 2.646                         0                       2.660                           1
 Regional Office I

 Kantor Regional II                                  887                         4                         923                          4
 Regional Office II

 Kantor Regional III                                1.245                        0                        1.186                         0
 Regional Office III

 Kantor Regional IV                                  921                         0                         953                           2
 Regional Office IV

 Kantor Regional V                                   514                         0                         531                           1
 Regional Office V

 Kantor Regional VI                                  550                         0                         534                          0
 Regional Office VI

 Perbantuan/Penugasan                                265                          1                        481                           1
 Secondment/Assignment

 Jumlah                                            7.680                         21                      7.892                          26
 Total

* Terdapat penyajian kembali data
* There is restatement of data




Perusahaan mengungkapkan komposisi tenaga kerja yang                            The Company discloses its workforce composition, which
mencakup pegawai tetap, pegawai kontrak, serta tenaga                           includes permanent employees, contract employees,
alih daya sebagai bagian dari transparansi pengelolaan                          and outsourced personnel, as part of its commitment to
sumber daya manusia. Selain pegawai, Perusahaan juga                            transparency in human resource management. In addition
didukung oleh tenaga alih daya yang berperan dalam                              to employees, the Company is supported by outsourced
mendukung operasional, baik pada fungsi administratif                           personnel who contribute to both administrative and
maupun operasional. Seluruh tenaga kerja tersebut dikelola                      operational functions. All workforce categories are managed
sesuai dengan ketentuan yang berlaku serta standar                              in accordance with applicable regulations and established
hubungan kerja yang ditetapkan, guna memastikan praktik                         employment standards, ensuring fair, accountable labor
ketenagakerjaan yang adil, akuntabel, dan selaras dengan                        practices that are aligned with the Company’s operational
kebutuhan operasional Perusahaan.                                               requirements.




                                                                                 Sestainability Report 2025 PT Angkasa Pura Indonesia        229
Page 230
                       Mengembangkan Talenta, Menyiapkan Masa Depan
            06         Developing Talent, Preparing for the Future




                                                             Komposisi Pegawai Alih Daya [GRI 2-8]
                                                              Outsource Employee Composition

                                                                  2025                                                     2024*
      Pegawai Alih Daya
    Outsourcing Employee                        Jumlah                                                            Jumlah
                                                                                  %                                                    %
                                                Number                                                            Number

 Alih Daya Administrasi                              310                         3,84%                              44              0,55%
 Administrative
 Outsourcing

 Alih Daya Operasional                             7.772                        96,16%                            7.902            99,45%
 Operational Outsourcing

 Jumlah                                            8.082                      100,00%                             7.946            100,00%
 Total

* Terdapat penyajian kembali data
* There is restatement of data




Kesejahteraan Pegawai
Employee Welfare

PT Angkasa Pura Indonesia berkomitmen untuk memastikan                            PT Angkasa Pura Indonesia is committed to ensuring
pemenuhan kesejahteraan pegawai melalui penerapan                                 employee welfare through the implementation of labor
praktik ketenagakerjaan yang sesuai dengan peraturan                              practices that comply with applicable laws and regulations
perundang-undangan dan prinsip keadilan. Perusahaan                               as well as principles of fairness. The Company provides
menyediakan kesempatan kerja dan lingkungan kerja                                 decent employment opportunities and a conducive
yang layak guna mendukung kualitas hidup pegawai, serta                           working environment to support employees’ quality of
menjunjung tinggi perlindungan Hak Asasi Manusia (HAM),                           life, while upholding respect for human rights, including
termasuk pencegahan praktik perburuhan anak dan kerja                             the prevention of child labor and forced labor practices.
paksa. Dalam aspek pengupahan, Perusahaan mematuhi                                In terms of compensation, the Company complies with
ketentuan Upah Minimum Regional (UMR) yang berlaku serta                          the applicable Regional Minimum Wage (UMR) and applies
menerapkan standar upah yang setara bagi pegawai tingkat                          equal pay standards for entry-level employees regardless
awal tanpa membedakan jenis kelamin dengan rasio 1:1.                             of gender, with a ratio of 1:1. In addition, employee
Selain itu, pengaturan penghasilan pegawai juga mengacu                           remuneration arrangements also refer to the Board of
pada Peraturan Direksi PT Angkasa Pura Indonesia Nomor                            Directors Regulation of PT Angkasa Pura Indonesia No.
PD.DH.10/KP.06.07/2025 tentang Pedoman Penghasilan                                PD.DH.10/KP.06.07/2025 concerning the Monthly Income
Bulanan (Take Home Pay) dan Kompensasi Masa Persiapan                             (Take Home Pay) and Pre-Retirement Preparation Period
Pensiun (MPP), sebagai dasar dalam pengelolaan                                    (MPP) Compensation Guidelines, which serve as the basis
penghasilan bulanan dan kompensasi pegawai secara                                 for the structured management of monthly remuneration
terstruktur di lingkungan Perusahaan. [OJK F.19, F.20] [GRI 3-3, 202-1,           and employee compensation within the Company. [OJK F.19,
405-2]                                                                            F.20] [GRI 3-3, 202-1, 405-2]



Hingga tahun pelaporan, Perusahaan memastikan bahwa                               As of the reporting year, the Company ensures that there are
tidak ada pekerja anak, pekerja paksa, atau sistem kerja                          no child labor practices, forced labor, or compulsory work
wajib di lingkungan kerja. Perusahaan berkomitmen untuk                           systems within its operations. The Company is committed to
menjaga lingkungan kerja yang adil, aman, dan menghormati                         maintaining a fair, safe, and respectful working environment
hak asasi pekerja, dengan memastikan bahwa seluruh                                by ensuring that all employees are employed voluntarily
pegawai dipekerjakan secara sukarela dan dalam kondisi                            and under conditions that comply with applicable legal
yang sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. [GRI 408-1,                      requirements. [GRI 408-1, 409-1]
409-1]




230                 Laporan Keberlanjutan 2025 PT Angkasa Pura Indonesia
Page 231
Dalam memastikan kesejahteraan tenaga kerja, Perusahaan       In ensuring workforce welfare, the Company is committed
berkomitmen untuk menyediakan upah yang kompetitif            to providing competitive wages by considering decent
dengan mempertimbangkan standar kebutuhan hidup               living standards. In 2025, the average monthly salary for the
layak. Pada tahun 2025, rata-rata upah karyawan entry-level   Company’s entry-level employees reached Rp13,989,894,
Perusahaan mencapai Rp13.989.894 juta per bulan, atau         equivalent to 3.25 times the estimated decent living needs
setara dengan 3,25 kali estimasi kebutuhan hidup layak yang   published by the Ministry of Manpower of the Republic of
dipublikasikan oleh Kementerian Ketenagakerjaan Republik      Indonesia. This estimate refers to the Board of Directors
Indonesia. Estimasi tersebut mengacu pada Pedoman             Guideline No. PD.DH.1029/IX/2024 concerning Employee
Direksi Nomor PD.DH.1029/IX/2024 tentang Penilaian            Performance Assessment, which reflects the Company’s
Kinerja Karyawan, yang mencerminkan lokasi operasional        primary operational location.
utama Perusahaan.

Perusahaan memastikan pengelolaan waktu kerja yang            The Company ensures responsible working time
bertanggung jawab melalui pemantauan jam kerja secara         management through periodic monitoring of working hours,
berkala, termasuk pengendalian lembur agar tetap sesuai       including the control of overtime to remain in compliance
dengan ketentuan yang berlaku. Sebagai upaya mencegah         with applicable regulations. As part of efforts to prevent
kelebihan jam kerja, Perusahaan menerapkan mekanisme          excessive working hours, the Company implements
pengawasan yang terstruktur terhadap jam kerja dan lembur     structured monitoring mechanisms for working hours and
melalui portal Human Capital Information System (HCIS) dan    overtime through the Human Capital Information System
SAP Human Capital Management (HCM). Seluruh pekerjaan         (HCIS) portal and SAP Human Capital Management (HCM).
lembur dibayarkan secara tepat waktu dan sesuai dengan        All overtime work is compensated in a timely manner and in
regulasi yang berlaku.                                        accordance with prevailing regulations.

Perusahaan berkomitmen untuk mendorong kesetaraan             The Company is committed to promoting pay equity between
remunerasi antara laki-laki dan perempuan melalui             male and female employees through regular monitoring
pemantauan berkala terhadap kesenjangan upah berbasis         of gender-based pay gaps and implementing necessary
jenis kelamin serta pengambilan langkah perbaikan yang        corrective measures to achieve equal remuneration.
diperlukan untuk mencapai remunerasi yang setara.

Selain itu, Perusahaan berupaya memperluas cakupan            In addition, the Company strives to expand social protection
perlindungan sosial bagi tenaga kerja, tidak hanya terbatas   coverage for its workforce, not only limited to mandatory
pada program dasar yang diwajibkan oleh pemerintah, tetapi    government programs but also through the provision of
juga melalui penyediaan manfaat tambahan. Hal ini meliputi:   additional benefits, including:
1. Program Tunjangan Hari Tua (THT)                           1. Old Age Benefit Program (THT)
2. Program Pasca Kerja Iuran Pasti                            2. Defined Contribution Post-Employment Program
3. Program Pasca Kerja Manfaat Pasti                          3. Defined Benefit Post-Employment Program
4. Program Kesehatan Pasca Kerja                              4. Post-Employment Health Program

Perusahaan memastikan bahwa seluruh karyawan                  The Company ensures that all employees obtain and utilize
memperoleh dan memanfaatkan hak cuti tahunan melalui          their annual leave entitlements through periodic monitoring
pemantauan berkala serta mekanisme pengelolaan cuti           and leave management mechanisms designed to prevent
yang dirancang untuk mencegah akumulasi cuti yang tidak       the accumulation of unused leave, while supporting work-
digunakan, sekaligus mendukung keseimbangan kehidupan         life balance. The Company also actively reminds employees
kerja. Selain itu, Perusahaan secara aktif menyampaikan       of their remaining leave entitlements and leave planning
pengingat kepada karyawan mengenai sisa hak cuti dan          through the HC Portal. In 2025, 92.41% of total employees
perencanaan jadwal cuti melalui Portal HC. Pada tahun 2025,   utilized their annual leave. The annual leave utilization rate—
sebanyak 92,41% dari total karyawan telah menjalankan cuti    calculated as the proportion of leave days taken compared
tahunan. Adapun tingkat pemanfaatan cuti tahunan, yang        to total entitled leave days—reached 61.89% in 2025. In




                                                               Sestainability Report 2025 PT Angkasa Pura Indonesia     231
Page 232
               Mengembangkan Talenta, Menyiapkan Masa Depan
        06     Developing Talent, Preparing for the Future




dihitung berdasarkan perbandingan antara jumlah hari cuti           line with these efforts, the Company continues to enhance
tahunan yang dimanfaatkan dengan total hak cuti tahunan             transparency in disclosing labor practices through public
yang dapat diambil karyawan pada tahun 2025, mencapai               reporting and various communication channels.
61,89%. Sejalan dengan seluruh upaya tersebut, Perusahaan
juga terus meningkatkan transparansi dalam pengungkapan
praktik ketenagakerjaan melalui laporan publik dan berbagai
kanal komunikasi lainnya.

Komitmen     tersebut    diperkuat   melalui      kebijakan         This commitment is reinforced through labor and human
ketenagakerjaan dan Hak Asasi Manuasia (HAM) dalam                  rights policies within the industrial relations framework,
kerangka hubungan industrial yang mengacu pada Undang-              which refer to laws and/or regulations issued by the
Undang dan/atau Peraturan Menteri Ketenagakerjaan                   Ministry of Manpower of the Republic of Indonesia. These
Republik Indonesia. Kebijakan ini mencakup pencegahan               policies include the prevention of human trafficking and the
praktik perdagangan manusia dan perlindungan hak-                   protection of fundamental workers’ rights. The Company
hak dasar pekerja. Perusahaan juga secara bertahap                  also progressively ensures the implementation of these
memastikan penerapan prinsip-prinsip tersebut tidak                 principles not only in internal operations but also in its
hanya pada kegiatan operasional internal, tetapi juga pada          relationships with suppliers and business partners.
hubungan dengan pemasok dan mitra usaha.

Sebagai bagian dari strategi mempertahankan dan                     As part of its strategy to retain and develop competent
mengembangkan SDM yang kompeten, Perusahaan                         human resources, the Company implements a competitive
menerapkan kebijakan remunerasi yang kompetitif dan                 and performance-based remuneration policy. In its
berbasis kinerja. Dalam penyusunannya, remunerasi                   formulation, the Company considers salary market
Perusahaan mempertimbangkan salary market sesuai                    benchmarks aligned with industry standards to ensure
dengan standar industri agar tetap relevan dan kompetitif.          continued relevance and competitiveness. The remuneration
Kebijakan remunerasi Perusahaan diterapkan dengan                   policy is applied based on the principles of fairness,
mengedepankan prinsip keadilan, kesetaraan, dan                     equality, and non-discrimination. In addition, the Company
nondiskriminasi. Selain itu, Perusahaan juga berkomitmen            is committed to providing incentives in accordance with
memberikan insentif sesuai dengan capaian kinerja                   employee performance achievements. Throughout 2025,
pegawai. Sepanjang tahun 2025, seluruh pegawai yang                 all eligible employees participated in periodic performance
eligible telah mengikuti proses penilaian kinerja secara            evaluations, covering the Goal Setting phase through the
berkala, yang mencakup fase Goal Setting hingga fase                Check-In (Monitoring) phase. This process will proceed to
Check In (Monitoring). Selanjutnya, proses tersebut                 the Year-End Review phase, scheduled for implementation
akan memasuki fase Year-End Review yang dijadwalkan                 in 2026. This performance appraisal cycle plays a critical
dilaksanakan pada tahun 2026. Rangkaian penilaian                   role in supporting career development and determining
kinerja ini menjadi bagian penting dalam mendukung                  performance-based remuneration. [GRI 404-3]
pengembangan karier pegawai serta penetapan remunerasi
berbasis kinerja. [GRI 404-3]

Selain remunerasi, Perusahaan juga menyediakan berbagai             In addition to remuneration, the Company provides
bentuk manfaat kesejahteraan bagi pegawai sebagai                   various forms of employee welfare benefits as part of
bagian dari paket imbalan kerja, yang mencakup manfaat              the total rewards package, encompassing both financial
finansial dan nonfinansial sesuai dengan ketentuan yang             and non-financial benefits in accordance with applicable
berlaku. Manfaat nonupah dan program kesejahteraan                  regulations. These non-wage benefits and welfare programs
tersebut dirancang untuk mendukung keseimbangan                     are designed to support work-life balance and are provided
antara kehidupan kerja dan pribadi, serta diberikan kepada          to all employees, both permanent and contract, across
seluruh pegawai, baik pegawai tetap maupun pegawai                  all operational areas. For contract employees, welfare
kontrak, di seluruh wilayah operasional Perusahaan. Bagi            benefits are also provided with program scope and value
pegawai kontrak, manfaat kesejahteraan turut diberikan              proportionally adjusted to their employment status and
dengan cakupan program dan nilai yang disesuaikan secara            applicable provisions. [GRI 401-2]
proporsional dengan status hubungan kerja serta ketentuan
yang berlaku. [GRI 401-2]



232          Laporan Keberlanjutan 2025 PT Angkasa Pura Indonesia
Page 233
                             Komposisi Remunerasi dan Manfaat Kesejahteraan Pegawai [GRI 401-2]
                               Composition of Remuneration and Employee Welfare Benefits


      Jenis Manfaat                                                       Komposisi
      Type of Benefit                                                    Composition

Penghasilan Bulanan         Gaji Dasar dan Tunjangan Posisi
Monthly Income              Basic Salary and Position Allowance

Tunjangan dan Benefit       Tunjangan Kehadiran, Tunjangan Kemahalan, Sumbangan Perkawinan, Sumbangan Kelahiran,
Allowances and Benefits     Sumbangan Kematian, Upah Lembur, Lembur Khusus Hari Raya, Tunjangan Lisensi/Sertifikasi
                            Kompetensi, Tunjangan PGS
                            Attendance Allowance, Cost of Living Allowance, Marriage Grant, Birth Grant, Death Benefit, Overtime
                            Pay, Special Holiday Overtime, License/Competency Certification Allowance, Acting Position Allowance
                            (PGS)

Tunjangan dan Insentif      Tunjangan cuti tahunan, tunjangan hari raya keagamaan, serta insentif produksi (apabila ada)
Allowances and Incentives   Annual leave allowance, religious holiday allowance, and production incentives (if any)

Pemeliharaan Kesehatan      Jaminan pemeliharaan kesehatan pegawai dan keluarga tertanggung bekerja sama dengan perusahaan
Healthcare Benefits         asuransi kesehatan serta BPJS Kesehatan sebagai program dasar. Jaminan ini mencakup layanan:
                            1.   Rawat Jalan (Outpatient) Tingkat Pertama;
                            2. Rawat Jalan (Outpatient) Tingkat Lanjutan;
                            3. Rawat Inap (Inpatient);
                            4. Perawatan Gawat Darurat/Emergency;
                            5. Perawatan Khusus;
                            6. Perawatan Gigi;
                            7.   Pemeriksaan Kehamilan dan Persalinan;
                            8. Pelayanan Obat; dan
                            9. Penunjang Diagnostik.

                            Health insurance coverage for employees and their dependents in collaboration with health insurance
                            providers as well as BPJS Kesehatan as the basic program. This coverage includes the following services:
                            1.   Primary Outpatient Care;
                            2. Advanced Outpatient Care;
                            3. Inpatient Care;
                            4. Emergency Care;
                            5. Specialized Care;
                            6. Dental Care;
                            7.   Maternity and Childbirth Services;
                            8. Pharmaceutical Services; and
                            9. Diagnostic Support.




                                                                   Sestainability Report 2025 PT Angkasa Pura Indonesia         233
Page 234
                  Mengembangkan Talenta, Menyiapkan Masa Depan
          06      Developing Talent, Preparing for the Future




         Jenis Manfaat                                                            Komposisi
         Type of Benefit                                                         Composition

 Penghargaan Masa Kerja            1.    Bantuan kepemilikan rumah diberikan kepada Karyawan yang telah bekerja di Perusahaan selama 15
 Tertentu                                (lima belas) tahun.
 Long Service Awards               2.    Uang Tanda Penghargaan pengabdian bagi pegawai yang telah bekerja secara terus-menerus di
                                         perusahaan selama 25 tahun dan yang mengakhiri masa tugas atau diberhentikan dengan hormat
                                         karena batas usia pensiun normal atau tewas/meninggal dunia atau atas permintaan sendiri atau
                                         tidak cakap jasmani.
                                   3.    Logam mulia 24 (dua puluh empat) karat seberat 25 (dua puluh lima) gram diberikan kepada
                                         Karyawan Karyawan yang mencapai batas usia pensiun normal atau tewas/meninggal dunia dan
                                         diberikan kepada Karyawan yang Pensiun dipercepat dan diberhentikan dengan hormat dengan
                                         masa kerja pengabdian sekurang-kurangnya 3 (tiga) tahun dan telah mencapai usia pensiun
                                         dipercepat. Pemberian Logam mulia 24 (dua puluh empat) karat diberikan ketika Karyawan pensiun.
                                   1.    Housing ownership assistance is provided to employees who have worked at the Company for 15
                                         (fifteen) years.
                                   2.    Long service recognition awards are granted to employees who have worked continuously for
                                         25 years and who complete their service or are honorably discharged due to reaching normal
                                         retirement age, death, voluntary resignation, or physical incapacity.
                                   3.    A 24 (twenty-four) karat gold award weighing 25 (twenty-five) grams is granted to employees who
                                         reach normal retirement age or pass away, as well as to employees who take early retirement
                                         and are honorably discharged with at least 3 (three) years of service and who have reached early
                                         retirement age. The gold award is granted at the time of retirement.


 Pajak                             Pajak Penghasilan terhadap seluruh Penghasilan, Tunjangan, dan Bantuan lainnya yang diterima oleh
 Tax                               Karyawan dalam bentuk uang dan/atau bentuk lainnya yang merupakan objek pajak ditanggung oleh
                                   Perusahaan
                                   Income tax on all income, allowances, and other benefits received by employees in monetary and/or other
                                   forms that are subject to tax is borne by the Company




Berikut bentuk tunjangan yang diberikan kepada pegawai                   The following are the types of benefits provided to
tetap serta pegawai tidak tetap atau kontrak, sesuai dengan              permanent employees as well as non-permanent or contract
ketentuan yang berlaku. [GRI 401-2]                                      employees, in accordance with applicable provisions.
                                                                         [GRI 401-2]




234            Laporan Keberlanjutan 2025 PT Angkasa Pura Indonesia
Page 235
                                   Bentuk Tunjangan berdasarkan Kategori Karyawan [GRI 401-2]
                                         Type of Benefits based on Employee Category


     Bentuk Tunjangan                           Pegawai Tetap                                     Pegawai Tidak Tetap
      Type of Benefit                        Permanent Employees                                Non-Permanent Employees

Tunjangan Hari Raya                                    √                                                      √
Religious Holiday Allowance

Tunjangan Cuti                                         √                             Bagi PKWT pada Jabatan Struktural
Leave Allowance                                                                      For PKWT in Structural Positions

Bantuan Kepemilikan Rumah     Bantuan Kepemilikan Rumah Masa Kerja 15 Tahun          –
Housing Ownership
Assistance                    Housing Ownership Assistance after 15 Years of
                              Service

Uang Tanda Penghargaan        Penghargaan Masa Kerja 25 Tahun                        Bagi PKWT pada Jabatan Struktural
Pengabdian                    25-Year Service Award                                  For PKWT in Structural Positions
Long Service Recognition
Award

Pelayanan Kesehatan           Pelayanan Kesehatan Perusahaan & BPJS Kesehatan        BPJS Kesehatan
Karyawan dan Keluarga         Company Healthcare Services & BPJS Kesehatan
Employee and Famiky
Healthcare Services

Sumbangan Kelahiran           Sumbangan Kelahiran hingga Anak Ketiga                 –
Birth Grant                   25-Year Service Award

Sumbangan Perkawinan          Sumbangan Perkawinan hanya diberikan 1 (satu) kali,    –
Marriage Grant                dan berlaku bagi perkawinan
                              pertama
                              Marriage Grant is provided once and applies only to
                              the first marriage

Sumbangan Kematian            Sumbangan Kematian, Uang Fasilitas Duka, dan           –
Death Benefit                 Santunan
                              Death Benefit, Bereavement Facility Allowance, and
                              Compensation

Kompensasi Pemutusan          Program Pensiun Manfaat Pasti / Iuran Pasti            Uang Kompensasi
Hubungan Kerja                Defined Benefit/Defined Contribution Pension           Compensation Payment
Termination Compensation      Program




                                                                     Sestainability Report 2025 PT Angkasa Pura Indonesia   235
Page 236
                Mengembangkan Talenta, Menyiapkan Masa Depan
         06     Developing Talent, Preparing for the Future




Salah satu bentuk manfaat kesejahteraan yang diberikan               One form of welfare benefit provided to employees is
kepada pegawai adalah fasilitas cuti melahirkan, yang                maternity/paternity leave, granted to female employees for a
diberikan kepada pegawai perempuan dengan durasi selama              duration of four months, and to male employees as spouses
empat bulan, serta kepada pegawai laki-laki sebagai suami            for five days. This provision exceeds the minimum standards
selama lima hari. Ketentuan ini telah melampaui standar              stipulated by applicable laws and regulations, reflecting the
minimum yang diatur dalam peraturan perundang-undangan               Company’s commitment to supporting employee welfare
yang berlaku, sebagai wujud komitmen Perusahaan dalam                and promoting work-life balance.
mendukung kesejahteraan pegawai serta mendorong
terciptanya keseimbangan antara kehidupan kerja dan
kehidupan keluarga.

Pada tahun 2025, tingkat karyawan yang kembali bekerja               In 2025, the employee return-to-work rate after maternity/
setelah cuti melahirkan tercatat sebesar 100% untuk                  paternity leave reached 100% for both male and female
karyawan laki-laki dan perempuan, menunjukkan konsistensi            employees, demonstrating consistent implementation of
dalam implementasi kebijakan cuti dan dukungan                       leave policies and the Company’s support for employees
Perusahaan terhadap pegawai pascacuti melahirkan. Selain             following maternity/paternity leave. Furthermore, employees
itu, pegawai yang kembali bekerja dan masih dipekerjakan             who returned to work and remained employed 12 months after
12 bulan setelah kembali bekerja tercatat sebanyak 444               returning totaled 444 male employees (100%) and 110 female
pegawai laki-laki (100%) dan 110 pegawai perempuan                   employees (98.21%). This information reflects the Company’s
(98,21%). Informasi ini mencerminkan implementasi                    policy implementation in supporting the sustainability of
kebijakan Perusahaan dalam mendukung keberlanjutan                   employees’ careers after taking maternity/paternity leave. [GRI
karier pegawai setelah menjalani cuti melahirkan. [GRI 401-3]        401-3]




236           Laporan Keberlanjutan 2025 PT Angkasa Pura Indonesia
Page 237
                                                     Cuti Melahirkan [GRI 401-3]
                                                    Maternity/Paternity Leave



                                                                        2025                                        2024
                    Uraian                 Satuan
                    Uraian                  Unit          Laki-laki                Perempuan           Laki-laki*            Perempuan
                                                            Male                     Female              Male                  Female

 Jumlah pegawai yang berhak mendapat       Orang              5.511                   1.325              5.566                 1.342
 cuti melahirkan                           People
 Number of employees entitled to
 maternity/paternity leave

 Jumlah pegawai yang mengambil cuti        Orang               419                      95                444                    112
 melahirkan                                People
 Number of employees who took
 maternity leave

 Jumlah pegawai yang kembali bekerja       Orang               419                      95                444                    111
 pada periode pelaporan setelah cuti       People
 melahirkan berakhir
 Number of employees who returned to
 work during the reporting period after
 maternity/paternity leave ended

 Jumlah pegawai yang kembali bekerja       Orang               444                      110                347                   194
 dan masih dipekerjakan 12 bulan setelah   People
 kembali bekerja (dari tahun sebelumnya)
 Number of employees who returned to
 work and remained employed 12 months
 after returning (from previous year)

 Tingkat persentase karyawan yang          Orang             100%                     100%               100%                 99,11%
 kembali bekerja di tahun pelaporan        People
 setelah berakhirnya masa cuti
 melahirkan yang diambil
 Percentage of employees who returned
 to work in the reporting year after the
 end of maternity/paternity leave

 Tingkat persentase karyawan yang          Orang             100%                    98,21%              100%                  100%
 mengambil cuti melahirkan yang            People
 kembali bekerja dan masih bekerja
 untuk 12 bulan setelah kembali bekerja
 Percentage of employees who took
 maternity/paternity leave and returned
 to work and remained employed for 12
 months after returning

* Terdapat penyajian kembali data
* There is restatement of data




                                                                      Sestainability Report 2025 PT Angkasa Pura Indonesia             237
Page 238
                Mengembangkan Talenta, Menyiapkan Masa Depan
        06      Developing Talent, Preparing for the Future




Selain cuti melahirkan, Perusahaan juga menyediakan                 In addition to maternity/paternity leave, the Company
berbagai kebijakan cuti lainnya yang mendukung                      provides various other leave policies that support work-life
keseimbangan antara kehidupan kerja dan keluarga,                   balance, including family leave for specific purposes such as
termasuk cuti keluarga untuk keperluan tertentu seperti             court-related matters and caregiving for family members.
urusan pengadilan maupun perawatan anggota keluarga.                These policies form part of the Company’s efforts to provide
Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya Perusahaan                flexibility and protection for employees in addressing
dalam memberikan fleksibilitas dan perlindungan bagi                personal and family needs.
pegawai dalam menghadapi kebutuhan personal dan
keluarga.

Di samping itu, Perusahaan menyediakan berbagai program             Furthermore, the Company offers various support programs
dukungan untuk menjaga kesejahteraan fisik dan mental               to maintain employees’ physical and mental well-being.
pegawai. Program tersebut mencakup fasilitas kesehatan              These programs include health and sports facilities, such
dan olahraga, seperti penyediaan pusat kebugaran (gym)              as the provision of a fitness center (gym) and employee
serta kegiatan klub olahraga karyawan, seperti sepak bola,          sports clubs, including football, futsal, basketball,
futsal, bola basket, bulu tangkis, tenis lapangan, yang juga        badminton, and tennis, which are also supported through
didukung dengan penyelenggaraan berbagai kegiatan                   the organization of various sports activities and inter-unit/
dan perlombaan olahraga antar Unit/Division. Selain itu,            division competitions. In addition, the Company provides
Perusahaan juga menyediakan program yang mendukung                  programs that support mental health and workplace stress
kesehatan mental dan pengelolaan stres di tempat kerja              management through the Konseling Amanah Nyaman
melalui program Konseling Amanah Nyaman Injourney                   Injourney Airports (KANIA) program.
Airports (KANIA).

Kompensasi Bagi Pegawai                                             Employee Compensation

Dalam pengelolaan ketenagakerjaan yang bertanggung                  In managing employment responsibly, PT Angkasa Pura
jawab, PT Angkasa Pura Indonesia memastikan pemenuhan               Indonesia ensures employee welfare through compliance
kesejahteraan karyawan melalui kepatuhan terhadap seluruh           with all applicable labor regulations. The Company provides
ketentuan ketenagakerjaan yang berlaku. Perusahaan                  decent employment opportunities and a conducive working
menyediakan kesempatan kerja dan lingkungan kerja yang              environment to support employees’ quality of life, including
layak guna mendukung kualitas hidup karyawan, termasuk              fulfilling compensation obligations in accordance with the
pemenuhan kewajiban pembayaran kompensasi sesuai                    applicable Regional Minimum Wage (UMR) provisions.
ketentuan Upah Minimum Regional (UMR).

Kebijakan tersebut juga diterapkan kepada tenaga alih               This policy is also applied to outsourced personnel working
daya yang bekerja di lingkungan Perusahaan, dengan                  within the Company’s environment, by requiring service
mensyaratkan mitra penyedia jasa untuk memberikan                   provider partners to provide compensation at least in line
kompensasi sekurang-kurangnya sesuai atau di atas                   with or above the applicable UMR. Compliance by partners
UMR yang berlaku. Pengawasan terhadap kepatuhan                     is monitored periodically as part of the Company’s internal
mitra dilakukan secara berkala sebagai bagian dari                  control mechanisms and labor risk management. [GRI 3-3, 202-1]
mekanisme pengendalian internal dan pengelolaan risiko              [OJK F.20]

ketenagakerjaan. [GRI 3-3, 202-1] [OJK F.20]




238          Laporan Keberlanjutan 2025 PT Angkasa Pura Indonesia
Page 239
                             Rasio Standar Upah Karyawan Pemula berdasarkan Jenis Kelamin terhadap UMR [GRI 202-1, 405-2]
                                           Ratio of Entry-Level Employee Wage Standard by Gender to UMR



                                                      2025                                                2024                                                   2023
     Jenis Kelamin
        Gender                          Nilai                      Rasio                     Nilai                     Rasio                      Nilai                    Rasio
                                        Value                      Ratio                     Value                     Ratio                      Value                    Ratio

 Laki-laki
                                     13.127.037                     2,6                  12.292.500                       3                    9.351.860                    2
 Male

 Perempuan
                                     13.205.291                     2,6                  12.292.500                       3                    9.351.860                    2
 Female

 UMR Tertinggi*
                                                  5.069.708                                            4.760.289                                               4.584.519
 Highest UMR*

* Perhitungan rasio berdasarkan UMR Tertinggi Kota Tangerang, sebagai wilayah signifikan Perusahaan yang merupakan lokasi Kantor Pusat.
* The ratio calculation is based on the highest UMR of Tangerang City, as a significant operational area of the Company and the location of the Head Office.




Selain memastikan pemberian upah yang kompetitif dan                                              In addition to ensuring the provision of competitive
sesuai dengan ketentuan yang berlaku, Perusahaan juga                                             compensation in accordance with applicable regulations,
memperhatikan aspek kesetaraan dalam praktik remunerasi                                           the Company also places strong emphasis on equity in
dengan terus memperkuat pendekatan dalam analisis                                                 remuneration practices by continuously strengthening
kesenjangan upah berbasis jenis kelamin (gender pay gap)                                          its approach to gender pay gap analysis through the
melalui pengembangan indikator pengukuran yang lebih                                              development of more comprehensive and structured
komprehensif dan terstruktur. Pada tahun 2025, Perusahaan                                         measurement indicators. In 2025, the Company recorded a
mencatat median raw gender pay gap sebesar -2,54%%                                                median raw gender pay gap of -2.54% and a mean gender
dan mean gender pay gap sebesar 5,78%, yang dihitung                                              pay gap of 5.78%, calculated based on a comparison of
berdasarkan perbandingan remunerasi antara karyawan                                               remuneration between male and female employees across
laki-laki dan perempuan di seluruh entitas operasional. Nilai                                     all operational entities. The negative median raw gender pay
median raw gender pay gap yang negatif menunjukkan bahwa                                          gap indicates that the median income of female employees
median penghasilan karyawan perempuan tercatat lebih                                              was higher than that of male employees. These findings
tinggi dibandingkan median penghasilan karyawan laki-laki.                                        serve as part of the Company’s evaluation basis in identifying
Temuan ini menjadi bagian dari dasar evaluasi Perusahaan                                          remuneration dynamics and reinforcing improvement
dalam mengidentifikasi dinamika remunerasi serta                                                  measures to support fair and equitable compensation
memperkuat langkah-langkah perbaikan guna mendukung                                               practices.
praktik remunerasi yang adil dan setara.

Proporsi Manajemen Senior yang Berasal dari Masyarakat                                            Proportion of Senior Management Hired from the Local
Setempat                                                                                          Community

Pada tahun 2025, komposisi manajemen senior PT Angkasa                                            In 2025, the composition of senior management at
Pura Indonesia, yang mencakup Dewan Komisaris dan                                                 PT Angkasa Pura Indonesia—comprising the Board of
Direksi, Group Head, Regional CEO, serta General Manager                                          Commissioners and the Board of Directors, Group Heads,
di kantor pusat, kantor regional, dan bandara, seluruhnya                                         Regional CEOs, and General Managers at the head office,
merupakan Warga Negara Indonesia (WNI), sejalan dengan                                            regional offices, and airports—consisted entirely of
operasional signifikan Perusahaan yang tersebar di berbagai                                       Indonesian nationals, in line with the Company’s significant
wilayah Indonesia. Informasi mengenai proporsi manajemen                                          operations across various regions in Indonesia. Information
senior yang berasal dari masyarakat setempat disajikan                                            regarding the proportion of senior management hired from
sebagai berikut. [GRI 202-2] [GRI G4-EC6]                                                         the local community is presented as follows. [GRI 202-2] [GRI G4-
                                                                                                  EC6]




                                                                                                    Sestainability Report 2025 PT Angkasa Pura Indonesia                           239
Page 240
                  Mengembangkan Talenta, Menyiapkan Masa Depan
           06     Developing Talent, Preparing for the Future




                                      Proporsi Manajemen Senior yang Berasal dari Masyarakat Setempat
                                         Proportion of Senior Management from the Local Community


                                                                                            Proporsi Manajemen Senior
                Unit Kerja                                 Posisi                          Senior Management Proportion
                Work Unit                                 Position                     Indonesia                     Asing
                                                                                      Indonesian                    Foreign

 Kantor Pusat                                    Komisaris dan Direksi                    17                           0
 Head Office                                  Board of Commissioners and
                                                  Board of Directors

                                                        Group Head                        27                           0

 Regional                                              Regional CEO                       6                            0

 Bandara                                             General Manager                      35                           0
 Airport

 Jumlah Keseluruhan                                                                       85                           0
 Grand Total

 Persentase                                                                              100%                         0%
 Percentage



Perjanjian Perundingan Kolektif
Collective Bargaining Agreement

Dalam menjaga hubungan industrial yang harmonis dan                        In maintaining harmonious and constructive industrial
konstruktif, Perusahaan menjamin hak pegawai untuk                         relations, the Company guarantees employees’ rights to
berserikat sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-                    freedom of association in accordance with applicable laws
undangan yang berlaku. Perusahaan mendukung keberadaan                     and regulations. The Company supports the existence of
serikat pekerja sebagai sarana komunikasi dan dialog antara                labor unions as a platform for communication and dialogue
pegawai dan manajemen, guna menyampaikan aspirasi,                         between employees and management to convey aspirations,
membahas isu ketenagakerjaan, serta memperkuat kerja                       discuss employment-related issues, and strengthen
sama yang saling menghormati. [GRI 3-3]                                    mutually respectful cooperation. [GRI 3-3]

PT Angkasa Pura Indonesia menerapkan Perjanjian Kerja                      PT Angkasa Pura Indonesia implements a Collective Labor
Bersama (PKB) sebagai kesepakatan yang mengikat antara                     Agreement (CLA) as a binding agreement between the
Perusahaan dan perwakilan pegawai dalam mengatur hak                       Company and employee representatives in regulating the
dan kewajiban hubungan kerja secara adil dan transparan.                   rights and obligations within employment relationships
PKB tersebut mencakup 100% pegawai dan memuat                              in a fair and transparent manner. The CLA covers 100%
ketentuan mengenai kondisi kerja, kesejahteraan, serta                     of employees and includes provisions regarding working
imbalan kerja termasuk program pensiun dan manfaat jangka                  conditions, employee welfare, and compensation,
panjang lainnya sesuai ketentuan yang berlaku. Perusahaan                  including pension programs and other long-term benefits
memastikan perlindungan hak pegawai sekaligus menjaga                      in accordance with applicable regulations. The Company
hubungan industrial yang harmonis dan berkelanjutan                        ensures the protection of employee rights while maintaining
melalui penerapan PKB yang membahas berbagai topik yang                    harmonious and sustainable industrial relations through the
mencakup: [GRI 2-30, 201-3]                                                implementation of the CLA, which covers various topics,
                                                                           including: [GRI 2-30, 201-3]
1.   Perihal hubungan kerja dan waktu kerja                                1. Employment relationships and working hours
2.   Cuti pegawai                                                          2. Employee leave
3.   Kesehatan dan keselamatan kerja                                       3. Occupational health and safety
4.   Kesejahteraan dan penghasilan pegawai                                 4. Employee welfare and income
5.   Kewajiban pegawai                                                     5. Employee obligations




240             Laporan Keberlanjutan 2025 PT Angkasa Pura Indonesia
Page 241
6.   Perjalanan dinas                                        6.    Business travel
7.   Bantuan hukum                                           7.    Legal assistance
8.   Pemberhentian pegawai                                   8.    Employee termination
9.   Penyelesaian keluh kesah                                9.    Grievance handling

Dalam pelaksanaan hubungan industrial, keberadaan            In the implementation of industrial relations, the presence
Serikat Pekerja dan Lembaga Kerja Sama Bipartit (LKS         of Labor Unions and the Bipartite Cooperation Institution
Bipartit) menjadi bagian dari mekanisme dialog antara        (LKS Bipartit) forms part of the dialogue mechanism
pegawai dan manajemen. LKS Bipartit merupakan                between employees and management. LKS Bipartit is
forum komunikasi, konsultasi, dan musyawarah antara          a communication, consultation, and deliberation forum
wakil manajemen dan wakil pekerja yang dibentuk              between management representatives and employee
untuk membahas berbagai isu ketenagakerjaan serta            representatives, established to discuss various employment
mendorong terciptanya hubungan industrial yang harmonis      matters and to promote harmonious industrial relations
di lingkungan Perusahaan. Sepanjang tahun 2025, tidak        within the Company. Throughout 2025, there were no labor-
terdapat insiden ketenagakerjaan maupun insiden yang         related incidents or incidents threatening employees’ rights
mengancam hak pegawai untuk melaksanakan kebebasan           to exercise freedom of association or collective bargaining.
berserikat atau perundingan kolektif. Selain itu, tidak      In addition, there were no reported disputes or complaints
terdapat pelaporan perselisihan maupun pengaduan terkait     related to the implementation of collective bargaining
pelaksanaan perundingan kolektif di lingkungan Perusahaan    within the Company during the reporting period. Interaction
selama periode pelaporan. Interaksi antara Perusahaan dan    between the Company and employees is carried out
pegawai dilaksanakan melalui komunikasi yang terbuka dan     through open and continuous communication, reflecting
berkesinambungan, sebagai wujud komitmen terhadap hak        the Company’s commitment to upholding freedom of
kebebasan berserikat serta menciptakan kemitraan yang        association and fostering a mutually supportive partnership.
saling mendukung. [GRI 407-1]                                [GRI 407-1]



Dalam rangka menciptakan hubungan industrial yang            To foster constructive industrial relations, the Company
konstruktif, Perusahaan secara rutin melibatkan perwakilan   regularly involves employee representatives in discussions
pekerja dalam pembahasan kondisi kerja dan kebijakan         regarding working conditions and employment policies.
ketenagakerjaan. Keterlibatan ini dilaksanakan melalui       This engagement is carried out through employee unions,
Serikat Pegawai yang terdiri dari Serikat Karyawan           namely the Angkasa Pura Indonesia Employees Union
PT Angkasa Pura Indonesia (SEKARPURA), Serikat Pekerja       (SEKARPURA), the Angkasa Pura Indonesia Labor Union
Angkasa Pura Indonesia (SP), dan Asosiasi Karyawan           (SP), and the Angkasa Pura Indonesia Employees Association
Angkasa Pura Indonesia (AKA) untuk kemudian digabung         (AKA), which are collectively referred to as the “Employee
dengan sebutan “Serikat Pegawai”.                            Union.”




                                                              Sestainability Report 2025 PT Angkasa Pura Indonesia   241
Page 242
                Mengembangkan Talenta, Menyiapkan Masa Depan
        06      Developing Talent, Preparing for the Future




                                        Kegiatan Bersama Serikat Pegawai Pada 2025 [GRI 407-1]
                                             Joint Activities with the Labor Union in 2025


             Kegiatan                   Tanggal Kegiatan                 Tujuan Kegiatan                             Partisipan
             Activity                        Date                           Objective                               Participants

Perundingan Perjanjian Kerja           2-3 Januari 2025        Pembahasan PKB 2025-2026 antara          1.   Tim Perunding Manajemen.
Bersama (PKB) Periode 2025-2026        2-3 January 2025        pihak Manajemen dengan Serikat           2.   Tim Perunding Serikat Pegawai
Tahap V                                                        Pegawai PT API yang terdiri dari              (Serikat Karyawan PT Angkasa
Collective Labor Agreement (CLA)                               Serikat Karyawan PT Angkasa Pura              Pura Indonesia, Serikat Pekerja
Negotiation for the 2025–2026                                  Indonesia, Serikat Pekerja Angkasa            Angkasa Pura Indonesia, dan
Period – Phase V                                               Pura Indonesia, dan Asosiasi                  Asosiasi Karyawan Angkasa
                                                               Karyawan Angkasa Pura Indonesia.              Pura Indonesia).
                                                               Discussion of the 2025–2026 CLA          1.   Management Negotiation Team
                                                               between Management and the PT API        2.   Employee Union Negotiation
                                                               Employee Union, consisting of the             Team (Angkasa Pura Indonesia
                                                               Angkasa Pura Indonesia Employees              Employees Union, Angkasa
                                                               Union, Angkasa Pura Indonesia Labor           Pura Indonesia Labor Union,
                                                               Union, and Angkasa Pura Indonesia             and Angkasa Pura Indonesia
                                                               Employees Association                         Employees Association)

Penandatanganan Perjanjian Kerja       9 Januari 2025          Pengesahan Perjanjian Kerja              1.   Jajaran Direksi PT Angkasa
Bersama (PKB) Periode 2025-2026        9 January 2025          Bersama PT API Periode 2025-2026              Pura Indonesia.
Signing of the Collective Labor                                Ratification of the PT API CLA for the   2.   Perwakilan Direktorat Jenderal
Agreement (CLA) for the 2025–2026                              2025–2026 period                              PHI - JSK Kementerian
Period                                                                                                       Ketenagakerjaan Republik
                                                                                                             Indonesia.
                                                                                                        3.   Serikat Pegawai PT Angkasa
                                                                                                             Pura Indonesia (Serikat
                                                                                                             Karyawan PT Angkasa Pura
                                                                                                             Indonesia, Serikat Pekerja
                                                                                                             Angkasa Pura Indonesia, dan
                                                                                                             Asosiasi Karyawan Angkasa
                                                                                                             Pura Indonesia).
                                                                                                        4.   Seluruh karyawan PT Angkasa
                                                                                                             Pura Indonesia (Hybrid).
                                                                                                        1.   Board of Directors of PT
                                                                                                             Angkasa Pura Indonesia
                                                                                                        2.   Representatives of the
                                                                                                             Directorate General of
                                                                                                             Industrial Relations and Social
                                                                                                             Security (PHI–JSK), Ministry of
                                                                                                             Manpower of the Republic of
                                                                                                             Indonesia
                                                                                                        3.   PT Angkasa Pura Indonesia
                                                                                                             Employee Union (Angkasa
                                                                                                             Pura Indonesia Employees
                                                                                                             Union, Angkasa Pura Indonesia
                                                                                                             Labor Union, and Angkasa
                                                                                                             Pura Indonesia Employees
                                                                                                             Association)
                                                                                                        4.   All employees of PT Angkasa
                                                                                                             Pura Indonesia (Hybrid




242           Laporan Keberlanjutan 2025 PT Angkasa Pura Indonesia
Page 243
             Kegiatan                 Tanggal Kegiatan             Tujuan Kegiatan                             Partisipan
             Activity                      Date                       Objective                               Participants

Sosialisasi PKB Kantor Pusat          16 Januari 2025    Penyampaian Sosialisasi PKB PT          1.   Tim Perunding Manajemen.
CLA Socialization – Head Office       16 January 2025    API Periode 2025-2026 ke Karyawan       2.   Tim Perunding Serikat Pegawai.
                                                         Kantor Pusat                            3.   Jajaran karyawan Kantor Pusat
                                                         Dissemination of the PT API CLA for          PT Angkasa Pura Indonesia.
                                                         the 2025–2026 period to Head Office     1.   Management Negotiation Team
                                                         employees                               2.   Employee Union Negotiation
                                                                                                      Team
                                                                                                 3.   Employees of PT Angkasa Pura
                                                                                                      Indonesia Head Office

Sosialisasi PKB Kantor Regional I     17 Januari 2025    Penyampaian Sosialisasi PKB PT          1.   Tim Perunding Manajemen.
CLA Socialization – Regional Office   17 January 2025    API Periode 2025-2026 ke Karyawan       2.   Tim Perunding Serikat Pegawai.
I                                                        Kantor Regional I                       3.   Jajaran karyawan Kantor
                                                         Dissemination of the PT API CLA for          Regional I PT Angkasa Pura
                                                         the 2025–2026 period to Regional             Indonesia.
                                                         Office I employees                      1.   Management Negotiation Team
                                                                                                 2.   Employee Union Negotiation
                                                                                                      Team
                                                                                                 3.   Employees of PT Angkasa Pura
                                                                                                      Indonesia Regional Office I

Sosialisasi PKB Kantor Regional II    20 Januari 2025    Penyampaian Sosialisasi PKB PT          1.   Tim Perunding Manajemen.
CLA Socialization – Regional Office   20 January 2025    API Periode 2025-2026 ke Karyawan       2.   Tim Perunding Serikat Pegawai.
II                                                       Kantor Regional II                      3.   Jajaran karyawan Kantor
                                                         Dissemination of the PT API CLA for          Regional II PT Angkasa Pura
                                                         the 2025–2026 period to Regional             Indonesia.
                                                         Office II employees                     1.   Management Negotiation Team
                                                                                                 2.   Employee Union Negotiation
                                                                                                      Team
                                                                                                 3.   Employees of PT Angkasa Pura
                                                                                                      Indonesia Regional Office II

Sosialisasi PKB Kantor Regional III   20 Januari 2025    Penyampaian Sosialisasi PKB PT          1.   Tim Perunding Manajemen.
CLA Socialization – Regional Office   20 January 2025    API Periode 2025-2026 ke Karyawan       2.   Tim Perunding Serikat Pegawai.
III                                                      Kantor Regional III                     3.   Jajaran karyawan Kantor
                                                         Dissemination of the PT API CLA for          Regional III PT Angkasa Pura
                                                         the 2025–2026 period to Regional             Indonesia.
                                                         Office III employees                    1.   Management Negotiation Team
                                                                                                 2.   Employee Union Negotiation
                                                                                                      Team
                                                                                                 3.   Employees of PT Angkasa Pura
                                                                                                      Indonesia Regional Office III

Sosialisasi PKB Kantor Regional IV    21 Januari 2025    Penyampaian Sosialisasi PKB PT          1.   Tim Perunding Manajemen.
CLA Socialization – Regional Office   21 January 2025    API Periode 2025-2026 ke Karyawan       2.   Tim Perunding Serikat Pegawai.
IV                                                       Kantor Regional IV                      3.   Jajaran karyawan Kantor
                                                         Dissemination of the PT API CLA for          Regional IV PT Angkasa Pura
                                                         the 2025–2026 period to Regional             Indonesia.
                                                         Office IV employees                     1.   Management Negotiation Team
                                                                                                 2.   Employee Union Negotiation
                                                                                                      Team
                                                                                                 3.   Employees of PT Angkasa Pura
                                                                                                      Indonesia Regional Office IV




                                                                     Sestainability Report 2025 PT Angkasa Pura Indonesia       243
Page 244
                Mengembangkan Talenta, Menyiapkan Masa Depan
        06      Developing Talent, Preparing for the Future




             Kegiatan                    Tanggal Kegiatan                Tujuan Kegiatan                          Partisipan
             Activity                         Date                          Objective                            Participants

Sosialisasi PKB Kantor Regional V       21 Januari 2025        Penyampaian Sosialisasi PKB PT         1.   Tim Perunding Manajemen.
CLA Socialization – Regional Office     21 January 2025        API Periode 2025-2026 ke Karyawan      2.   Tim Perunding Serikat Pegawai.
V                                                              Kantor Regional V                      3.   Jajaran karyawan Kantor
                                                               Dissemination of the PT API CLA for         Regional V PT Angkasa Pura
                                                               the 2025–2026 period to Regional            Indonesia.
                                                               Office V employees                     1.   Management Negotiation Team
                                                                                                      2.   Employee Union Negotiation
                                                                                                           Team
                                                                                                      3.   Employees of PT Angkasa Pura
                                                                                                           Indonesia Regional Office V

Sosialisasi PKB Kantor Regional VI      22 Januari 2025        Penyampaian Sosialisasi PKB PT         1.   Tim Perunding Manajemen.
CLA Socialization – Regional Office     22 January 2025        API Periode 2025-2026 ke Karyawan      2.   Tim Perunding Serikat Pegawai.
VI                                                             Kantor Regional VI                     3.   Jajaran karyawan Kantor
                                                               Dissemination of the PT API CLA for         Regional VI PT Angkasa Pura
                                                               the 2025–2026 period to Regional            Indonesia.
                                                               Office VI employees                    1.   Management Negotiation Team
                                                                                                      2.   Employee Union Negotiation
                                                                                                           Team
                                                                                                      3.   Employees of PT Angkasa Pura
                                                                                                           Indonesia Regional Office VI

Rapat Pembahasan Kebijakan              19 Maret 2025          Pembahasan Peraturan Direksi           1.   Organization Development
Manajemen Talenta                       19 March 2025          Manajemen Talenta dengan Serikat            Group.
Talent Management Policy                                       Pegawai                                2.   Human Capital Management
Discussion Meeting                                             Discussion of the Board of Directors        Group.
                                                               Regulation on Talent Management        3.   Serikat Pegawai (Serikat
                                                               with the Employee Union                     Karyawan PT Angkasa Pura
                                                                                                           Indonesia, Serikat Pekerja
                                                                                                           Angkasa Pura Indonesia, dan
                                                                                                           Asosiasi Karyawan Angkasa
                                                                                                           Pura Indonesia).
                                                                                                      1.   Organization Development
                                                                                                           Group
                                                                                                      2.   Human Capital Management
                                                                                                           Group
                                                                                                      3.   Employee Union (Angkasa
                                                                                                           Pura Indonesia Employees
                                                                                                           Union, Angkasa Pura Indonesia
                                                                                                           Labor Union, and Angkasa
                                                                                                           Pura Indonesia Employees
                                                                                                           Association

Rapat Pembentukan LKS Bipartit -        30 April 2025          Membentuk & Menetapkan anggota         1.   Organization Development
Kantor Pusat                                                   LKS Bipartit Kantor Pusat PT API            Group.
Bipartite Cooperation Institution                              Establishment and appointment of       2.   Serikat Pegawai DPC Kantor
(LKS Bipartit) Formation Meeting –                             LKS Bipartit members at PT API Head         Pusat.
Head Office                                                    Office                                 1.   Organization Development
                                                                                                           Group
                                                                                                      2.   Head Office Employee Union
                                                                                                           DPC




244           Laporan Keberlanjutan 2025 PT Angkasa Pura Indonesia
Page 245
             Kegiatan              Tanggal Kegiatan            Tujuan Kegiatan                             Partisipan
             Activity                   Date                      Objective                               Participants

 Rapat LKS Bipartit - Pembahasan   22 Desember 2025   Membahas Kebijakan Remunerasi          1.   Organization Development
 Kebijakan Remunerasi              22 December 2025   perusahaan                                  Group.
 LKS Bipartit Meeting –                               Discussion of the Company’s            2.   Human Capital Management
 Remuneration Policy Discussion                       remuneration policy                         Group.
                                                                                             3.   Serikat Pegawai (Serikat
                                                                                                  Karyawan PT Angkasa Pura
                                                                                                  Indonesia, Serikat Pekerja
                                                                                                  Angkasa Pura Indonesia, dan
                                                                                                  Asosiasi Karyawan Angkasa
                                                                                                  Pura Indonesia).
                                                                                             1.   Organization Development
                                                                                                  Group
                                                                                             2.   Human Capital Management
                                                                                                  Group
                                                                                             3.   Employee Union (Angkasa
                                                                                                  Pura Indonesia Employees
                                                                                                  Union, Angkasa Pura Indonesia
                                                                                                  Labor Union, and Angkasa
                                                                                                  Pura Indonesia Employees
                                                                                                  Association)




Pendidikan dan Pelatihan
Education and Training

Pengembangan kompetensi pegawai merupakan salah                 Employee competency development is one of the primary
satu fokus utama PT Angkasa Pura Indonesia dalam                focuses of PT Angkasa Pura Indonesia in ensuring
memastikan keberlanjutan operasional dan kualitas               operational sustainability and the quality of airport services.
layanan kebandarudaraan. Dalam mengelola mekanisme              In managing employee development mechanisms, the
pengembangan      pegawai,    Perusahaan     menetapkan         Company establishes structured learning policies and
kebijakan dan mekanisme pembelajaran yang terstruktur,          processes, encompassing the identification of competency
mencakup identifikasi kebutuhan kompetensi, perencanaan         needs, program planning, training implementation, and
program, pelaksanaan pelatihan, hingga evaluasi efektivitas     evaluation of learning effectiveness.
pembelajaran.

Sebagai bagian dari sistem pengelolaan SDM, Perusahaan          As part of its human resource management system, the
mengintegrasikan manajemen pembelajaran (learning               Company integrates learning management within the
management) dalam kerangka Human Capital Management             Human Capital Management System (HCMS). This approach
System (HCMS). Pendekatan ini bertujuan untuk memastikan        aims to ensure that every employee receives relevant
setiap pegawai memperoleh kesempatan pengembangan               development opportunities aligned with the achievement of
yang relevan untuk mencapai tujuan Perusahaan. [GRI 3-3]        the Company’s objectives. [GRI 3-3]

Program pengembangan pengetahuan dan keterampilan               Employee knowledge and skills development programs form
karyawan menjadi bagian dari upaya Perusahaan dalam             part of the Company’s efforts to ensure workforce readiness
memastikan kesiapan SDM untuk mendukung pencapaian              in supporting the achievement of strategic targets amid
target strategis di tengah dinamika lingkungan usaha.           dynamic business environments. Enhancing employee
Peningkatan kompetensi karyawan berkontribusi pada              competencies contributes to strengthening organizational
penguatan kapabilitas organisasi sekaligus mendukung            capabilities while also supporting individual satisfaction
tingkat kepuasan dan kinerja individu. Pada tahun 2025,         and performance. In 2025, PT Angkasa Pura Indonesia
PT Angkasa Pura Indonesia melaksanakan berbagai program         implemented various competency development programs,
pengembangan kompetensi, termasuk sertifikasi, seminar,         including certifications, seminars, workshops, and training
lokakarya, dan pelatihan bagi karyawan di berbagai unit         sessions for employees across different work units.
kerja.


                                                                 Sestainability Report 2025 PT Angkasa Pura Indonesia       245
Page 246
                      Mengembangkan Talenta, Menyiapkan Masa Depan
             06       Developing Talent, Preparing for the Future




Perusahaan secara konsisten melakukan investasi dalam                          The Company consistently invests in human capital
pengembangan sumber daya manusia sebagai bagian dari                           development as part of its efforts to enhance employee
upaya meningkatkan kapabilitas dan produktivitas pegawai.                      capability and productivity. In line with this, the Company
Sejalan dengan hal tersebut, Perusahaan secara bertahap                        is progressively developing a more comprehensive
mengembangkan pendekatan pengukuran yang lebih                                 measurement approach to assess the added value of human
komprehensif untuk menilai nilai tambah investasi SDM,                         capital investments, including through the development of
termasuk melalui pengembangan metrik Human Capital                             Human Capital Return on Investment (HCROI) metrics that
Return on Investment (HCROI) yang mempertimbangkan                             consider financial performance, operational costs, and
kinerja keuangan, biaya operasional, serta investasi pada                      workforce investments.
tenaga kerja.

                                                     Human Capital Return on Investment Tahun 2025
                                                      Human Capital Return on Investment in 2025


                            Deskripsi                                       Satuan                              Jumlah
                           Description                                       Unit                               Amount

                      Total Pendapatan (a)                                    Rp                           21.213.780.203.729
                       Total Revenue (a)

                   Total Beban Operasional (b)                                Rp                           5.067.624.409.683
                  Total Operating Expenses (b)

                Total Beban terkait Pegawai (c)                               Rp                            4.442.097.404.716
             Total Employee-Related Expenses (c)

                    Nilai HCROI (a-(b-c))/c                                 Nilai                                 4,6
                    HCROI Value (a-(b-c))/c                                 Value

                 Total Jumlah Pegawai 2025                                  Orang                                7.680
              Total Number of Employees 2025                                People




                                             Realisasi Dana Pengembangan Sumber Daya Manusia [GRI 404-2]
                                                  Realization of Human Resource Development Funds


               Tahun                                                                          PT Angkasa Pura
                                         PT Angkasa Pura I           PT Angkasa Pura II                                    Total (Rp)
                Year                                                                             Indonesia

               2025                                        -                         -         79.610.958.352            79.610.958.352


               2024                        14.940.683.045              74.795.669.154          39.278.000.798            89.736.352.199


               2023                          6.899.344.173              25.772.715.126                      -            32.672.059.299



Sebagai bagian dari penguatan pengembangan kompetensi                          As part of strengthening employee competency
pegawai, Perusahaan secara konsisten melaksanakan                              development, the Company consistently implements
berbagai program pelatihan yang terstruktur dan terukur.                       various structured and measurable training programs.
Selama tahun 2025, pemantauan terhadap pelaksanaan                             Throughout 2025, the implementation of training activities
pelatihan dilakukan melalui indikator jumlah pegawai yang                      was monitored through indicators such as the number of
mengikuti pelatihan, total jam pelatihan, serta rata-rata                      employees participating in training, total training hours,
jam pelatihan per pegawai sebagai bagian dari evaluasi                         and the average training hours per employee, as part of
efektivitas pengembangan kapasitas sumber daya manusia.                        evaluating the effectiveness of human capital capacity
[OJK F.22]                                                                     development. [OJK F.22]




246                Laporan Keberlanjutan 2025 PT Angkasa Pura Indonesia
Page 247
                                              Jumlah dan Rata-rata Jam Pelatihan [GRI 404-1, 404-2] [OJK F.22]
                                                       Number and Average Hours of Training



                                2025                                              2024                                            2024

                Jumlah                                           Jumlah                                            Jumlah
 Deskripsi                                                                                      Rata-rata                                    Rata-rata
               Pegawai       Jumlah Jam     Rata-rata Jam       Pegawai       Jumlah Jam                          Pegawai      Jumlah Jam
Description                                                                                     Jam (jam)                                    Jam (jam)
                (orang)         (jam)           (jam)            (orang)         (jam)                             (orang)        (jam)
                                                                                                 Average                                      Average
              Number of      Total Hours    Average Hours      Number of      Total Hours                        Number of     Total Hours
                                                                                                  Hours                                        Hours
              Employees        (hours)         (hours)         Employees        (hours)                          Employees       (hours)
                                                                                                 (hours)                                      (hours)
               (people)                                         (people)                                          (people)

                                                           Berdasarkan Jenis Kelamin
                                                                  By Gender

Laki-laki       5.965          228.918           38,37            11.693         166.123             14,21        20.240         175.579        27
Male

Perempuan       1.692           57.045           33,71            3.683           55.374             15,04         7.299          63.230        35
Female

Jumlah          7.657          285.963           72,08           15.376          221.497             29,24        27.539         238.809       62,00
Total

                                                           Berdasarkan Level Jabatan
                                                                 By Job Level

BOD-1            169            8.025            47,49             342            6.252              18,28          545           8.773        28,66

BOD-2           424             25.688           60,58             777            10.671             13,73         2.045          18.693       20,31

BOD-3            868            43.607           50,24            1.624           19.507             12,01         4.220          41.017       24,82

BOD-4           6.196          208.643           33,67           12.633          185.067             14,65        20.729         170.326       14,67

Jumlah          7.657          285.963          191,98           15.376          221.497             58,68        27.539         238.809      88.46
Total




                          Sepanjang tahun pelaporan tercatat: [GRI 404-1]               Throughout the reporting year, the following
                                                                                        were recorded: [GRI 404-1]


                             7.657 orang pegawai mengikuti pelatihan                        7,657    employees participated in training
                             dan pengembangan kemampuan.                                    and capacity development programs.

                             Dengan total realisasi 285.963 jam                             With a total realization of 285,963
                             pelatihan atau rata-rata jam pelatihan 37 jam                  training hours, or an average of 37 training
                             per pegawai.                                                   hours per employee.

                             Rata-rata biaya pelatihan per pegawai                          The average training cost per employee
                             mencapai Rp10,3 juta.                                          reached Rp10,3 million.

                             Perusahaan juga mendukung pelatihan                            The Company also supports employee
                             kesiapan pegawai dalam menghadapi masa                         readiness training for retirement and
                             pensiun dan transisi dari masa kerja ke pasca-                 the transition from employment to post-
                             kerja. Pada tahun 2025, 43 pegawai mengikuti                   employment. In 2025, 43 employees
                             program persiapan pensiun yang akan pensiun                    participated in pre-retirement programs for
                             pada tahun 2025-2026. [GRI 404-2]                              those scheduled to retire in 2025–2026. [GRI
                                                                                            404-2]




                                                                                  Sestainability Report 2025 PT Angkasa Pura Indonesia       247
Page 248
                Mengembangkan Talenta, Menyiapkan Masa Depan
         06     Developing Talent, Preparing for the Future




                   Pendidikan dan Pelatihan yang Dilaksanakan PT Angkasa Pura Indonesia Sepanjang 2025 [GRI 404-2]
                          Education and Training Conducted by PT Angkasa Pura Indonesia Throughout 2025


                                                                                                                           Jumlah
      Jenis Program Pelatihan                           Penjelasan Program Pelatihan                  Sasaran Pegawai      Peserta
      Type of Training Program                              Program Description                       Target Employees    Number of
                                                                                                                         Participants

                                        Program pembelajaran untuk pemenuhan gap kompetensi
                                        seluruh karyawan sebagai akselerasi dalam menjembatani
                                        proses persiapan diri dalam model pengembangan talent
                                        Injourney Group
Competency Fulfillment Program                                                                        BOD-1 - BOD-4          1.931
                                        Learning program aimed at closing competency gaps for all
                                        employees as an acceleration in bridging self-preparation
                                        processes within the Injourney Group talent development
                                        model

                                        Program pembelajaran yang bertujuan untuk memberi
                                        pengetahuan, keterampilan, dan perilaku bagi karyawan
                                        dalam upaya mendukung terciptanya layanan dan
Customer Experience & Service
                                        pengalaman yang lebih baik bagi pelanggan                     BOD-2 - BOD-4         2.564
Program
                                        Learning program designed to provide employees with
                                        knowledge, skills, and behaviors to support the delivery of
                                        improved customer service and experience

                                        Program pengembangan karyawan yang diberikan kepada
                                        Top Talent Injourney Group dari hasil seleksi talent pool
                                        member dengan desain pembelajaran (kurikulum silabus)
                                        dan pelaksanaan program dilaksanakan oleh PT Aviasi
Signature Development Program           Pariwisata Indonesia (Persero)                                BOD-1 - BOD-3           155
                                        Employee development program provided to Top Talent
                                        of the Injourney Group selected from the talent pool, with
                                        curriculum design and implementation conducted by PT
                                        Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero)

                                        Program pegembangan karyawan yang diselenggarakan
                                        dengan tujuan menciptakan profesional di berbagai bidang
Global Development Program              yang berskala global                                          BOD-1 - BOD-3            10
                                        Employee development program aimed at creating
                                        professionals across various globally competitive fields

                                        Program pelatihan yang wajib diikuti oleh personel
                                        keamanan penerbangan dan personel bandar udara
                                        sesuai dengan regulasi/ ketentuan yang ditetapkan oleh
                                        Kementerian Perhubungan Udara Republik Indonesia dan
Mandatori Regulasi
                                        Direktorat Jenderal Perhubungan Udara                         BOD-1 - BOD-4         2.912
Mandatory Regulatory Program
                                        Training programs required for aviation security personnel
                                        and airport personnel in accordance with regulations
                                        issued by the Ministry of Transportation of the Republic of
                                        Indonesia and the Directorate General of Civil Aviation

                                        Program pembelajaran karyawan baik melalui pelatihan
                                        sertifikasi (selain dari Kementerian Perhubungan Udara
                                        Republik Indonesia) maupun pelatihan non-sertifikasi yang
                                        dipersyaratkan pada fungsi kerjanya serta untuk memenuhi
Mandatori Korporasi
                                        standar kompetensi teknis jabatannya                          BOD-1 - BOD-4           256
Mandatory Corporate Program
                                        Employee learning programs through certification (outside
                                        the Ministry of Transportation) and non-certification
                                        training required for job functions and technical
                                        competency standards




248           Laporan Keberlanjutan 2025 PT Angkasa Pura Indonesia
Page 249
                                                                                                                                 Jumlah
    Jenis Program Pelatihan                      Penjelasan Program Pelatihan                        Sasaran Pegawai             Peserta
    Type of Training Program                         Program Description                             Target Employees           Number of
                                                                                                                               Participants

                                   Program pembelajaran yang bertujuan untuk menambah
                                   wawasan karyawan baik berupa program pembekalan
                                   pensiun untuk pegawai dengan masa kerja sekurang-
                                   kurangnya 5 tahun dari usia pensiun normal, seminar,
                                   workshop, short course lainnya yang sesuai dengan
Enrichment Program
                                   kebijakan internal yang berlaku                                  BOD-1 - BOD-4                34.334
Mandatory Corporate Program
                                   Learning programs aimed at enhancing employee
                                   knowledge, including pre-retirement preparation programs
                                   for employees with at least 5 years remaining before normal
                                   retirement age, seminars, workshops, and other short
                                   courses, in accordance with applicable internal policies

Jumlah Peserta
                                                                                                                                 40.529
Total Participants


                         Jenis Pelatihan Berdasarkan level Jabatan PT Angkasa Pura Indonesia Tahun 2025
                           Type of Training Participants by Job Level PT Angkasa Pura Indonesia in 2025


                                                                Level Jabatan (Orang)
           Jenis Pelatihan                                       Job Level (People)                                     Jumlah Peserta
           Type of Training                                                                                             Total Participant
                                            BOD-1              BOD-2                BOD-3               BOD-4

Core Program                                 3.784            14.508                16.973              14.561                  49.826

Signature Program                             848               1.472                2.392                   -                    4.712

Professional Program                            32               152                   200                   -                     384

Functional Program                          3.360              9.556                24.042            194.082                   231.040

Jumlah
                                            8.024             25.688               43.607             208.643                  285.962
Total




                                                                        Sestainability Report 2025 PT Angkasa Pura Indonesia              249
Page 250
                Mengembangkan Talenta, Menyiapkan Masa Depan
         06     Developing Talent, Preparing for the Future




Keselamatan dan Kesehatan Kerja                                                        [OJK F. 21]

Occupational Health and Safety



Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) merupakan salah                 Occupational Health and Safety (OHS) is a top priority in the
satu prioritas utama dalam pengelolaan operasional                   operational management of PT Angkasa Pura Indonesia,
PT Angkasa Pura Indonesia, mengingat kompleksitas                    considering the complexity of airport activities involving
aktivitas kebandarudaraan yang melibatkan berbagai                   multiple stakeholders and high operational risks. The
pemangku kepentingan dan risiko operasional yang tinggi.             implementation of the OHS management system is not
Penerapan sistem manajemen K3 tidak hanya bertujuan                  only aimed at protecting workers but also at ensuring the
melindungi pekerja, tetapi juga mendukung keamanan                   safety of service users and maintaining overall operational
pengguna jasa serta menjaga keberlangsungan dan efisiensi            sustainability and efficiency.
operasional secara menyeluruh.

Perusahaan menerapkan Sistem Manajemen K3 (SMK3)                     The Company implements an OHS Management System
melalui kebijakan, prosedur, dan pengelolaan risiko yang             (SMK3) through structured policies, procedures, and risk
terstruktur, termasuk identifikasi bahaya, penilaian,                management processes, including hazard identification,
dan pengendalian risiko melalui pendekatan Hazard                    assessment, and risk control through the Hazard Identification
Identification and Risk Assessment (HIRA) di seluruh                 and Risk Assessment (HIRA) approach across all operational
aktivitas operasional. Pendekatan ini memastikan potensi             activities. This approach ensures that potential hazards are
bahaya teridentifikasi secara sistematis, risiko dinilai             systematically identified, risks are quantitatively assessed,
secara terukur, serta langkah pengendalian ditetapkan                and control measures are established to create a safe
untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat,              and healthy working environment, while also encouraging
sekaligus mendorong partisipasi aktif pekerja. Dalam                 active employee participation. In its implementation, the
penerapannya, SMK3 Perusahaan mengacu pada Pedoman                   Company’s SMK3 refers to the PT Angkasa Pura Indonesia
Sistem Manajemen Keselamatan (Safety Management                      Safety Management System Guidelines in accordance with
System) PT Angkasa Pura Indonesia sesuai standar nasional            national and international standards.
dan internasional.

Pelaksanaan kebijakan K3 didukung dan diawasi oleh Direksi           The implementation of OHS policies is supported and
melalui penandatanganan Komitmen Keselamatan oleh                    supervised by the Board of Directors through the signing of
Direktur Utama dan General Manager pada masing-masing                Safety Commitments by the President Director and General
bandar udara, serta diperkuat melalui pembentukan Panitia            Managers at each airport, and is further strengthened
Pembina K3 (P2K3) di seluruh Bandar Udara PT Angkasa                 by the establishment of Occupational Health and Safety
Pura Indonesia yang terdiri dari perwakilan manajemen                Committees (P2K3) across all PT Angkasa Pura Indonesia
dan pekerja, yang berfungsi sebagai forum koordinasi dan             airports. These committees consist of management and
evaluasi program K3.                                                 employee representatives and serve as coordination and
                                                                     evaluation forums for OHS programs.

Perusahaan juga menerapkan mekanisme investigasi                     The Company also implements investigation mechanisms
atas kecelakaan kerja, penyakit akibat kerja, serta insiden          for workplace accidents, occupational diseases, and other
lainnya yang dilakukan oleh Investigator Internal yang telah         incidents, conducted by Internal Investigators who have
mendapat pelatihan dari Komite Nasional Kecelakaan                   received training from the National Transportation Safety
Transportasi (KNKT), untuk mengidentifikasi akar penyebab            Committee (KNKT), to identify root causes and determine
dan menetapkan tindakan perbaikan dan pencegahan.                    corrective and preventive actions. In 2025, a total of 30
Pada tahun 2025 terdapat 30 personel yang menyelesaikan              personnel completed the KNKT Safety Investigator Training,
Pelatihan Safety Investigator KNKT, sehingga seluruh                 ensuring that all PT Angkasa Pura Indonesia airports
bandara udara PT Angkasa Pura Indonesia telah memiliki               have Safety Investigator representatives. In addition,
perwakilan Safety Investigator. Selain itu, inspeksi internal        internal OHS inspections are conducted regularly at each
K3 dilakukan secara berkala di masing-masing bandar udara            airport to ensure compliance and the effectiveness of risk
guna memastikan kepatuhan dan efektivitas pengendalian               controls. The implementation of SMK3 is also verified by
risiko. Implementasi SMK3 turut diverifikasi oleh pihak              independent parties through the OHS Management System



250           Laporan Keberlanjutan 2025 PT Angkasa Pura Indonesia
Page 251
independen melalui Kegiatan Audit Resertifikasi Sistem            (SMK3) Recertification Audit conducted by the Ministry
Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3)                  of Manpower, as well as ISO 45001:2018 Occupational
oleh Kementerian Ketenagakerjaan serta Sertifikasi                Health and Safety Management System certification
ISO 45001:2018 Occupational Health Safety Management              by independent institutions (PT Sucofindo and BSI).
System oleh lembaga independen (PT Sucofindo dan BSI).            The Company continuously evaluates and enhances its
Perusahaan secara berkelanjutan melakukan evaluasi dan            OHS management system as part of its commitment to
peningkatan sistem manajemen K3 sebagai bagian dari               continuous improvement. [OJK F.21] [GRI 3-3] [G4 DMA]
komitmen perbaikan berkelanjutan. [OJK F.21] [GRI 3-3] [G4 DMA]

Pada tahun 2025, Perusahaan juga memperkuat                       In 2025, the Company further strengthened OHS
implementasi K3 melalui penyelarasan kebijakan, proses,           implementation through the alignment of safety policies,
dan prosedur keselamatan, termasuk Airport Safety dan             processes, and procedures—including Airport Safety and
Rescue and Fire Fighting (RFF), dengan standar nasional           Rescue and Fire Fighting (RFF)—with national and global
dan global sebagai bagian dari Strategic Focus 2025               standards, as part of the Strategic Focus 2025 under
dalam Roadmap Airport Safety & RFF Group. Inisiatif ini           the Airport Safety & RFF Group Roadmap. This initiative
bertujuan untuk meningkatkan konsistensi penerapan                aims to improve consistency in the implementation of
standar keselamatan di seluruh operasional bandara serta          safety standards across airport operations and enhance
memperkuat kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi                 preparedness in addressing potential risks and emergency
risiko dan keadaan darurat. [OJK F.21]                            situations. [OJK F.21]

PT Angkasa Pura Indonesia mengimplementasikan empat               PT Angkasa Pura Indonesia implements four pillars of
pilar sistem manajemen keselamatan yang diterjemahkan             the safety management system, which are translated
ke dalam berbagai program dan kegiatan guna memastikan            into various programs and initiatives to ensure airport
keselamatan operasional bandara, yang mencakup: [GRI 3-3]         operational safety, including: [GRI 3-3]




                                                                  Sestainability Report 2025 PT Angkasa Pura Indonesia   251
Page 252
                Mengembangkan Talenta, Menyiapkan Masa Depan
        06      Developing Talent, Preparing for the Future




                                                        •      Komitmen keselamatan;
                                                        •      Kebijakan dan sasaran keselamatan;
                                                        •      Tanggung jawab dan wewenang;
                                                        •      Koordinasi rencana penanggulangan kondisi gawat darurat; dan
 Kebijakan dan Sasaran Keselamatan                      •      Dokumentasi pelaksanaan sistem manajemen keselamatan.
 Safety Policy and Objectives                           •      Safety commitment;
                                                        •      Safety policies and objectives;
                                                        •      Responsibilities and authorities;
                                                        •      Coordination of emergency response planning; and
                                                        •      Documentation of safety management system implementation

                                                        •      Identifikasi bahaya; dan
 Manajemen Risiko Keselamatan                           •      Penilaian dan mitigasi risiko.
 Safety Risk Management                                 •      Hazard identification; and
                                                        •      Risk assessment and mitigation.

                                                        •      Pengukuran dan pengawasan kinerja keselamatan;
                                                        •      Manajemen perubahan;
                                                        •      Investigasi; dan
 Jaminan Keselamatan                                    •      Peningkatan berkelanjutan terhadap sistem manajemen keselamatan.
 Safety Assurance                                       •      Safety performance measurement and monitoring;
                                                        •      Change management;
                                                        •      Investigation; and
                                                        •      Continuous improvement of the safety management system

                                                        •      Pendidikan dan/atau pelatihan;
                                                        •      Safety notice, safety poster, safety bulletin, dan safety magazine;
                                                        •      Kampanye tentang keselamatan; dan
 Promosi Keselamatan                                    •      Peningkatan kesadaran atas keselamatan.
 Safety Promotion                                       •      Education and/or training;
                                                        •      Safety notices, safety posters, safety bulletins, and safety magazines;
                                                        •      Safety campaigns; and
                                                        •      Enhancement of safety awareness.




Dalam     mengimplementasikan        pilar-pilar   tersebut,                 In implementing these pillars, the Company continuously
Perusahaan secara berkelanjutan melakukan pembinaan,                         fosters, applies, and strengthens a safety culture within
penerapan, serta penguatan budaya keselamatan di                             its operational environment through various initiatives and
lingkungan operasional melalui berbagai inisiatif dan                        control measures, including the following:
langkah pengendalian, antara lain sebagai berikut:
1. Pembentukan Runway Safety Team                                            1.    Establishment of a Runway Safety Team
2. Pembentukan Bird Strike Committee                                         2.    Establishment of a Bird Strike Committee
3. Kampanye keselamatan sisi udara                                           3.    Airside safety campaigns
4. Pembersihan serpihan benda asing (Foreign Object                          4.    Foreign Object Debris (FOD) removal
     Debris/FOD)
5. Promosi keselamatan (safety awareness and promotion)                      5.    Safety awareness and promotion
6. Penilaian risiko keselamatan atau inspeksi lapangan                       6.    Safety risk assessments or field inspections
7. Inspeksi di sisi udara (landasan pacu, taxiway, dan                       7.    Airside inspections (runway, taxiway, and apron)
     apron)
8. Pengukuran dan pengawasan kinerja keselamatan                             8.    Safety performance measurement and monitoring
9. Latihan penanggulangan keadaan darurat                                    9.    Emergency response exercises




252           Laporan Keberlanjutan 2025 PT Angkasa Pura Indonesia
Page 253
Kebijakan Keselamatan Kerja
Occupational Safety Policy

Kebijakan K3 PT Angkasa Pura Indonesia dirancang untuk        PT Angkasa Pura Indonesia’s OHS policies are designed
melindungi seluruh insan perusahaan, aset, serta lingkungan   to protect all personnel, assets, and the surrounding
sekitar dari potensi kecelakaan kerja dan penyakit akibat     environment from potential workplace accidents and
kerja. Implementasinya dilakukan melalui pendekatan           occupational diseases. Implementation is carried out
berbasis risiko yang mencakup identifikasi, perencanaan,      through a risk-based approach encompassing systematic
pengelolaan, dan mitigasi bahaya secara sistematis.           hazard identification, planning, management, and
Komitmen tersebut tertuang dalam berbagai kebijakan,          mitigation. This commitment is reflected in various policies,
strategi, dan program yang mengacu pada Peraturan             strategies, and programs referring to Director Regulation
Direktur Nomor PD.DU.1016/XI/2024 tanggal 1 November          No. PD.DU.1016/XI/2024 dated 1 November 2024, concerning
2024 tentang Pedoman Sistem Manajemen Keselamatan             the Safety Management System Guidelines of PT Angkasa
(Safety Management System) PT Angkasa Pura Indonesia.         Pura Indonesia. Based on these guidelines, the Company
Berdasarkan pedoman tersebut, Perusahaan menjalankan          implements structured control measures applicable to all
langkah-langkah pengendalian yang terstruktur serta           operational activities, including employees, contractor
berlaku untuk seluruh aktivitas operasional Perusahaan        personnel, and other business partners, covering: [GRI 403-1]
yang mencakup karyawan, tenaga kerja kontraktor, dan
mitra kerja lainnya, yang meliputi: [GRI 403-1]
1. Mencegah terjadinya kecelakaan kerja dan penyakit          1.   Preventing workplace accidents, occupational
     akibat kerja serta kerusakan peralatan, properti, dan         diseases, and damage to equipment, property, and the
     lingkungan kerja;                                             work environment;
2. Menciptakan lingkungan tempat kerja yang selamat,          2.   Creating a safe, healthy, secure, and comfortable
     sehat, aman, dan nyaman bagi pegawai, pelanggan,              working environment for employees, customers,
     mitra kerja, mitra usaha, maupun pihak lain yang              partners, business partners, and other parties within
     berada di lingkungan perusahaan untuk mendukung               the Company’s environment to support the achievement
     tercapainya visi, misi, dan tujuan K3 Perusahaan;             of OHS vision, mission, and objectives;
3. Mematuhi seluruh peraturan perundang-undangan dan          3.   Complying with all applicable laws, regulations,
     persyaratan lainnya terkait K3 serta evaluasi terhadap        and other OHS requirements, including evaluating
     kepatuhannya;                                                 compliance;
4. Melakukan pembinaan, penerapan, dan pemeliharaan K3        4.   Continuously       developing,    implementing,    and
     di lingkungan perusahaan secara berkesinambungan;             maintaining OHS practices within the Company;
5. Memenuhi SDM yang kompeten, peralatan laik                 5.   Ensuring the availability of competent human resources,
     operasi, metode kerja, lingkungan kerja yang aman,            operationally fit equipment, appropriate work methods,
     serta anggaran yang memadai guna mendukung                    a safe working environment, and adequate budget to
     terlaksananya program-program K3;                             support OHS programs;
6. Melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan K3 guna            6.   Conducting evaluations of OHS implementation
     mendorong peningkatan K3 secara berkelanjutan dan             to promote continuous improvement and create
     menciptakan kondisi K3 yang kondusif; dan                     conducive OHS conditions; and
7. Menetapkan dan menerapkan suatu proses untuk               7.   Establishing and implementing processes to enhance
     meningkatkan peran aktif pegawai melalui konsultasi           active employee participation through consultation and
     dan partisipasi pegawai.                                      involvement.

Seluruh kebijakan yang berkaitan dengan keselamatan,          All policies related to safety, security, and occupational
keamanan, dan kesehatan kerja di lingkungan bandara telah     health within the airport environment have been formalized
dituangkan dan terdokumentasi dalam sepuluh pedoman           and documented in ten following key guidelines: [GRI 403-1]
utama sebagai berikut: [GRI 403-1]




                                                               Sestainability Report 2025 PT Angkasa Pura Indonesia   253
Page 254
               Mengembangkan Talenta, Menyiapkan Masa Depan
        06     Developing Talent, Preparing for the Future




•   PD.DU.1016/XI/2024     tentang    Pedoman    Sistem             •    PD.DU.1016/XI/2024 concerning Safety Management
    Manajemen Keselamatan (Safety Management System)                     System Guidelines of PT Angkasa Pura Indonesia
    PT Angkasa Pura Indonesia
•   PD.DO.1017/XI/2024 tentang Pedoman Pemantauan                   •    PD.DO.1017/XI/2024 concerning Monitoring and
    dan Pengukuran Sistem Manajemen Keselamatan PT                       Measurement Guidelines of the Safety Management
    Angkasa Pura Indonesia                                               System of PT Angkasa Pura Indonesia
•   PD.DO.1019/XI/2024 tentang Pedoman Runway Safety                •    PD.DO.1019/XI/2024 concerning Runway Safety Team
    Team PT Angkasa Pura Indonesia                                       Guidelines of PT Angkasa Pura Indonesia
•   PD.DO.1021/XI/2024 tentang Pedoman Investigasi                  •    PD.DO.1021/XI/2024 concerning Safety Investigation
    Keselamatan di PT Angkasa Pura Indonesia                             Guidelines of PT Angkasa Pura Indonesia
•   PD.DO.0001/I/2025 tentang Pedoman Biosafety                     •    PD.DO.0001/I/2025 concerning Biosafety Management
    Management PT Angkasa Pura Indonesia                                 Guidelines of PT Angkasa Pura Indonesia
•   PD.DO.0004/I/2025 tentang Pedoman Manajemen                     •    PD.DO.0004/I/2025 concerning Wildlife Hazard
    Bahaya Hewan Liar (Wildlife Hazard Management) di                    Management Guidelines at Airports Managed by PT
    Bandar Udara yang Dikelola oleh PT Angkasa Pura                      Angkasa Pura Indonesia
    Indonesia
•   PD.DO.0001/PR.03.01.01/2025      tentang  Pedoman               •    PD.DO.0001/PR.03.01.01/2025 concerning Guidelines
    Pelaksanaan Pemindahan Pesawat Udara yang Rusak di                   for the Removal of Disabled Aircraft in Movement Areas
    Daerah Pergerakan Pesawat Udara pada Bandar Udara                    at Airports Managed by PT Angkasa Pura Indonesia
    yang Dikelola PT Angkasa Pura Indonesia
•   PD.DO.0002/KB.02.13/205        tentang    Pedoman               •    PD.DO.0002/KB.02.13/205 concerning Guidelines for
    Pelaksanaan Latihan Penanggulangan Keadaan Darurat                   the Implementation of Airport Emergency Exercises at
    (Airport Emergency Exercise) di Bandar Udara PT                      PT Angkasa Pura Indonesia Airports
    Angkasa Pura Indonesia
•   PD.DO.4/KB.02.13/2025 tentang Pedoman Operasional               •    PD.DO.4/KB.02.13/2025       concerning      Operational
    Pelayanan Airport Rescue and Firefighting di Bandar                  Guidelines for Airport Rescue and Firefighting Services
    Udara PT Angkasa Pura Indonesia                                      at PT Angkasa Pura Indonesia Airports
•   KEP.DU.489/KB.02.16/2025 tentang Safety Review                  •    KEP.DU.489/KB.02.16/2025 concerning the Safety
    Board PT Angkasa Pura Indonesia.                                     Review Board of PT Angkasa Pura Indonesia

Identifikasi Bahaya, Penilaian Risiko, dan Investigasi Insiden [GRI 403-2]
Hazard Identification, Risk Assessment, and Incident Investigation

Proses identifikasi bahaya sebagaimana diatur dalam                 The hazard identification process is governed by the
Safety Management System (SMS) Manual dan mengacu                   Safety Management System (SMS) Manual and refers to
pada Peraturan Direksi PT Angkasa Pura Indonesia                    the Board of Directors Regulation No. PD.DU.1016/XI/2024
Nomor PD.DU.1016/XI/2024 tentang Pedoman Sistem                     concerning Safety Management System Guidelines in
Manajemen Keselamatan (Safety Management System)                    conducting incident investigations within PT Angkasa Pura
dalam pelaksanaan investigasi insiden di PT Angkasa Pura            Indonesia. The incident investigation process is carried out
Indonesia. Proses investigasi insiden dilaksanakan secara           systematically through the following stages:
sistematis melalui tahapan sebagai berikut:
1. Mengidentifikasi fakta dan kronologi kejadian secara             1.   Identifying facts and the chronology of events
     menyeluruh;                                                         comprehensively;
2. Menganalisis akar penyebab serta faktor-faktor yang              2.   Analyzing root causes and contributing factors,
     berkontribusi terhadap kejadian, termasuk potensi                   including potential future risks;
     risiko di masa mendatang;
3. Menyusun rekomendasi keselamatan dan langkah                     3.   Developing safety recommendations and relevant
     perbaikan yang relevan;                                             corrective actions;
4. Melaksanakan investigasi oleh tim yang berkompeten               4.   Conducting investigations by a competent team from
     dari fungsi Airport Safety bersama unit terkait segera              the Airport Safety function in coordination with related
     setelah kejadian dilaporkan;                                        units immediately after the incident is reported;




254          Laporan Keberlanjutan 2025 PT Angkasa Pura Indonesia
Page 255
5.   Menggunakan metode analisis yang sesuai, termasuk          5.   Utilizing appropriate analytical methods, including the
     pendekatan ORLIO;                                               ORLIO approach;
6.   Melaporkan hasil investigasi kepada Kantor Pusat serta     6.   Reporting investigation results to Head Office and
     pemangku kepentingan terkait, termasuk regulator;               relevant stakeholders, including regulators; and
     dan
7.   Melakukan koordinasi dengan Komite Nasional                7.   Coordinating with the National Transportation Safety
     Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk kejadian serius           Committee (KNKT) for serious incidents involving
     yang melibatkan pesawat udara.                                  aircraft

Hasil investigasi tersebut digunakan sebagai dasar dalam        The results of these investigations serve as the basis for
penetapan tindakan perbaikan dan pencegahan guna                determining corrective and preventive actions to ensure
memastikan kejadian serupa tidak terulang kembali,              that similar incidents do not recur, while also strengthening
sekaligus memperkuat efektivitas sistem manajemen               the overall effectiveness of the safety management system.
keselamatan secara keseluruhan. Proses investigasi              Investigation processes are conducted in accordance
dilaksanakan sesuai dengan Peraturan Direksi PT Angkasa         with the Board of Directors Regulation of PT Angkasa
Pura Indonesia Nomor PD.DO.1021/XI/2024 tentang                 Pura Indonesia No. PD.DO.1021/XI/2024 concerning Safety
Pedoman Investigasi Keselamatan, yang mengatur                  Investigation Guidelines, which governs the preparation of
penyusunan laporan investigasi secara komprehensif              comprehensive investigation reports based on root cause
berdasarkan analisis akar penyebab (root cause) dan             analysis and risk assessment. Recommendations developed
penilaian risiko. Rekomendasi yang dihasilkan mencakup          through the process include both short-term and long-term
langkah jangka pendek dan jangka panjang, disusun secara        measures, are prepared objectively without attributing
objektif tanpa bertujuan untuk menyalahkan, serta dapat         blame, and may be communicated progressively to relevant
disampaikan secara bertahap kepada pihak terkait sesuai         parties in accordance with operational requirements.
kebutuhan operasional.

Selain itu, rekomendasi yang dihasilkan juga mendorong          In addition, the recommendations issued encourage
pelaksanaan tindakan pencegahan secara tepat waktu oleh         the timely implementation of preventive actions by the
pihak terkait, yang selanjutnya dipantau melalui mekanisme      responsible parties, which are subsequently monitored
tindak lanjut untuk memastikan efektivitas implementasinya.     through follow-up mechanisms to ensure their effective
Penerapan pengendalian risiko dilakukan mengacu pada            execution. Risk control measures are applied in accordance
hirarki pengendalian dalam Sistem Manajemen Keselamatan         with the hierarchy of controls within the Company’s
Perusahaan guna memastikan peningkatan keselamatan              Safety Management System to support continuous safety
secara berkelanjutan.                                           improvement.

Proses pengendalian bahaya, penilaian risiko, dan investigasi   The processes of hazard control, risk assessment, and
insiden dilaksanakan sesuai dengan jenjang dan struktur         incident investigation are implemented in accordance with
manajemen K3 yang berlaku, dengan mempertimbangkan              the applicable OHS management hierarchy and structure,
kapasitas serta kompleksitas masing-masing bandara yang         taking into account the capacity and complexity of each
dikelola. Penerapan ini memastikan kejelasan peran dan          managed airport. This implementation ensures clear roles
tanggung jawab pada setiap tingkatan organisasi sehingga        and responsibilities at each organizational level, enabling
pengelolaan risiko dan tindak lanjut insiden berjalan efektif   effective and coordinated risk management and incident
dan terkoordinasi.                                              follow-up.




                                                                 Sestainability Report 2025 PT Angkasa Pura Indonesia   255
Page 256
             Mengembangkan Talenta, Menyiapkan Masa Depan
      06     Developing Talent, Preparing for the Future




                                                        Struktur Manajemen K3
                                                      OHS Management Structure



                                                            Airport Safety &
                                                            RFF Group Head




                                                             Airport Safety                   Airport RFF
       Airport Safety & RFF
                                                            Standardization                 Standardization
      Strategy Division Head
                                                             Division Head                   Division Head




           Airport Safety                      Airport Safety              Airport Safety     Airport RFF
           & RFF Strategy                     Standardization             Standardization   Standardization
               Officer                           Specialist                    Officer          Officer




           Airport Safety                      Airport Safety              Airport Safety     Airport RFF
           & RFF Strategy                     Standardization             Standardization   Standardization
             Specialist                          Specialist                    Officer         Specialist




           Airport Safety                                                                     Airport RFF
           & RFF Strategy                                                                   Standardization
             Specialist                                                                        Specialist




256        Laporan Keberlanjutan 2025 PT Angkasa Pura Indonesia
Page 257
                                                     Akuntabilitas dan Tanggung Jawab Keselamatan
                                                        Safety Accountability and Responsibility


                   Penunjukan safety manager/officer di setiap                                     Appointment of a safety manager/officer at each
          1
                   bandar udara, sebagai unit terpisah dalam struktur                              airport as a separate unit within the organizational
                   organisasi;                                                                     structure;

                   Safety manager/officer harus mendapatkan                                        Safety managers/officers must receive Safety
          2
                   pelatihan Safety Management System (SMS) dan                                    Management System (SMS) training and other
                   pelatihan terkait lainnya; dan                                                  relevant training; and

                   Pembuatan struktur organisasi keselamatan yang                                  Establishment of a safety organizational structure
          3        menunjukkan adanya jalur komunikasi antara safety                               that reflects communication lines among safety
                   manager/officer, account executive, safety action                               managers/officers, account executives, safety
                   group (SAG), dan safety review board (SRB).                                     action group (SAG), and safety review board (SRB).




Sejalan dengan upaya tersebut, PT Angkasa Pura Indonesia                                     In line with these efforts, PT Angkasa Pura Indonesia
berkomitmen untuk menciptakan lingkungan kerja yang                                          is committed to creating a safe and healthy working
aman dan sehat bagi seluruh pekerja. Untuk mendukung                                         environment for all employees. To support this commitment,
komitmen tersebut, Perusahaan menerapkan SMK3 yang                                           the Company implements an integrated OHS Management
terintegrasi dalam sistem manajemen perusahaan sebagai                                       System (SMK3) within its overall management system as part
upaya pengendalian risiko terkait K3 secara menyeluruh dan                                   of comprehensive and sustainable OHS risk control efforts.
berkelanjutan. [GRI 403-8]                                                                   [GRI 403-8]


                                               Jumlah Pegawai yang Tercakup dalam Penerapan SMK3 [GRI 403-8]
                                                 Number of Employees Covered by the SMK3 Implementation



                                                                           2025                                     2024                                   2023
                      Deskripsi
                     Description                               Jumlah                                   Jumlah                                 Jumlah
                                                                                        %                                      %                                   %
                                                               Number                                   Number                                 Number

 Jumlah pegawai yang tercakup dalam
 SMK3                                                             7.680               100%                 7.892*            100%                3.906            100%
 Number of employees covered by SMK3

 Jumlah bandara yang tercakup dalam SMK3
 dan telah diaudit secara internal
                                                                     35               100%                    35             100%                    35           100%
 Number of airports covered by SMK3 and
 internally audited

 Jumlah bandara yang tercakup dalam SMK3
 dan telah diaudit secara eksternal
                                                                       7             18,9%                     5             14,3%                    4           11,4%
 Number of airports covered by SMK3 and
 externally audited

Catatan: Penerapan SMK3 dalam terbatas pada 35 bandara. Dua bandara lainnya tidak termasuk dalam cakupan karena pengelolaannya berada di bawah entitas lain.
Note: The implementation of SMK3 is limited to 35 airports. Two other airports are excluded from the scope as their management is under different entities
* Terdapat penyajian kembali data
* There is restatement of data




                                                                                              Sestainability Report 2025 PT Angkasa Pura Indonesia                     257
Page 258
                 Mengembangkan Talenta, Menyiapkan Masa Depan
         06      Developing Talent, Preparing for the Future




Kecelakaan Kerja
Workplace Accidents

PT Angkasa Pura Indonesia menempatkan keselamatan                     PT Angkasa Pura Indonesia places aviation safety and
penerbangan dan kesehatan kerja sebagai prioritas utama               occupational health as top priorities in fostering a safe,
dalam mendukung terciptanya lingkungan kerja yang aman,               healthy, and conducive working environment. This
sehat, dan kondusif. Komitmen ini diwujudkan melalui                  commitment is demonstrated through the continuous
pengelolaan dan pemantauan kinerja keselamatan secara                 management and monitoring of safety performance,
berkelanjutan, sehingga seluruh pegawai dapat menjalankan             enabling all employees to perform their duties optimally. In
tugasnya secara optimal. Pada tahun 2025 tidak terdapat               2025, there were no workplace accident incidents recorded
insiden kecelakaan kerja di seluruh unit kerja Perusahaan.            across all Company work units.


                Data Kinerja Keselamatan Penerbangan dan Kesehatan Kerja Perusahaan di Tahun 2025 [GRI 403-9] [G4-LA6]
                           Aviation Safety and Occupational Health Performance Data for Companies in 2025



                               Deskripsi                                   Satuan               Pegawai             Nonpegawai
                              Description                                   Unit               Employees           Non-Employees

 Jumlah dan tingkat kematian sebagai akibat kecelakaan kerja               orang
                                                                                                    0                        0
 Number and rate of fatalities resulting from workplace accidents          people

 Jumlah dan tingkat kecelakaan kerja dengan konsekuensi tinggi
 (tidak termasuk kematian)                                                 orang
                                                                                                    0                        0
 Number and rate of high-consequence workplace accidents                   people
 (excluding fatalities)

 Jumlah dan tingkat kecelakaan kerja yang dapat dicatat                    orang
                                                                                                    0                        0
 Number and rate of recordable workplace accidents                         people

 Jumlah jam kerja                                                            jam
                                                                                               15.001.580                14,741,568
 Total working hours                                                        hours



Sebagai bagian dari penerapan sistem manajemen                        As part of the implementation of the safety management
keselamatan, PT Angkasa Pura Indonesia secara                         system, PT Angkasa Pura Indonesia continuously conducts
berkelanjutan melakukan identifikasi bahaya, penilaian,               hazard identification, assessment, and risk control
serta pengendalian risiko yang berkaitan dengan kecelakaan            related to aviation incidents, workplace accidents, and
penerbangan, kecelakaan kerja, dan penyakit akibat kerja              occupational diseases to ensure a safe and healthy working
guna memastikan terciptanya lingkungan kerja yang aman                environment. These efforts are carried out through periodic
dan sehat. Upaya tersebut dilaksanakan melalui inspeksi               safety inspections and walkthrough surveys to identify
keselamatan dan walkthrough survey secara berkala untuk               potential hazards and assess their risk levels, including high-
mengidentifikasi potensi bahaya serta menilai tingkat                 consequence risks, as the basis for determining control and
risikonya, termasuk risiko dengan konsekuensi tinggi,                 preventive measures in each reporting period. [GRI 403-9, 403-10]
sebagai dasar penetapan langkah pengendalian dan
pencegahan pada setiap periode pelaporan. [GRI 403-9, 403-10]

Risiko dan bahaya kecelakaan penerbangan maupun                       Risks and hazards related to aviation incidents and workplace
kecelakaan kerja yang terdapat di lingkungan operasional              accidents within PT Angkasa Pura Indonesia’s operational
PT Angkasa Pura Indonesia mencakup berbagai potensi                   environment include various potential risks arising from
yang timbul dari aktivitas kebandarudaraan, pergerakan                airport activities, aircraft and vehicle movements in airside
pesawat dan kendaraan di sisi udara, penggunaan peralatan             areas, the use of operational equipment, construction
operasional, pekerjaan konstruksi dan pemeliharaan, serta             and maintenance activities, as well as other workplace




258            Laporan Keberlanjutan 2025 PT Angkasa Pura Indonesia
Page 259
faktor lingkungan kerja lainnya yang dapat berdampak                   environmental factors that may impact aviation safety and
terhadap keselamatan penerbangan dan pekerja, yang                     worker health, including: [GRI 403-9]
meliputi: [GRI 403-9]
1. Penyerobotan landasan pacu (runway incursion) yaitu                 1.    Runway incursion, defined as the presence of aircraft,
     kehadiran pesawat terbang, kendaraan, orang, atau                       vehicles, people, or other objects that are not
     objek lain yang tidak seharusnya berada di landasan                     authorized to be on the runway, potentially causing
     pacu yang dapat menyebabkan ancaman tabrakan                            collision hazards or reducing safe distances for takeoff
     atau mengurangi jarak aman untuk lepas landas atau                      or landing
     mendarat
2. Penyimpangan landasan pacu (runway excursion) terjadi               2.    Runway excursion, occurring when an aircraft
     ketika sebuah pesawat terbang secara tidak sengaja                      unintentionally or improperly exits the runway, either
     atau tidak semestinya keluar dari landasan pacu, baik                   veering off the runway or overrunning its end
     keluar jalur maupun melewati ujung landasan pacu
3. Benturan di darat (ground collision) yaitu insiden ketika           3.    Ground collision, defined as an incident where an
     pesawat mengalami benturan atau tabrakan dengan                         aircraft collides with other objects on the ground, such
     objek lain di darat, seperti pesawat lain, kendaraan,                   as other aircraft, vehicles, or obstacles
     atau rintangan lainnya
4. Kerusakan pesawat karena objek asing (Foreign Object                4.    Aircraft damage caused by Foreign Object Debris (FOD)
     Debris/FOD)
5. Kejadian akibat keberadaan satwa liar                               5.    Incidents caused by the presence of wildlife
6. Kerusakan fasilitas bandara                                         6.    Damage to airport facilities
7. Kecelakaan kerja                                                    7.    Workplace accidents
8. Penyakit akibat kerja                                               8.    Occupational diseases




Pencegahan dan Mitigasi Dampak dari K3 yang Secara Langsung terkait Hubungan Bisnis
Prevention and Mitigation of OHS Impacts Directly Linked to Business Relationships

PT Angkasa Pura Indonesia mengembangkan program                        PT Angkasa Pura Indonesia develops OHS programs within
K3 dalam kerangka manajemen risiko yang terintegrasi                   a risk management framework integrated with airport
dengan pengelolaan operasional bandara. Perusahaan                     operations management. The Company systematically
secara sistematis mengidentifikasi risiko operasional                  identifies operational risks that may affect aviation safety
yang berpotensi memengaruhi keselamatan penerbangan                    and health, both for employees, airport service users, and
dan kesehatan, baik bagi pegawai, pengguna jasa                        other stakeholders. The risk assessment process refers
bandara, maupun pemangku kepentingan lainnya. Proses                   to the Safety Management System Manual, which sets out
penilaian risiko mengacu pada Manual Sistem Manajemen                  the stages of risk identification, analysis, elimination and/
Keselamatan, yang mengatur tahapan identifikasi, analisis,             or mitigation to an acceptable level, including assessment
eliminasi dan/atau mitigasi risiko pada tingkat yang dapat             based on the likelihood of occurrence, severity or
diterima, termasuk penilaian berdasarkan kemungkinan                   consequences, and the risk tolerability matrix. Based on
kejadian, tingkat keparahan/konsekuensi, serta matriks                 this identification, the Company establishes mitigation
tolerabilitas risiko. Berdasarkan hasil identifikasi tersebut,         and control measures to minimize potential hazards and
Perusahaan menetapkan langkah mitigasi dan pengendalian                ensure that safety and health protection standards are
untuk meminimalkan potensi bahaya serta memastikan                     consistently implemented across all business activities.
standar keselamatan dan perlindungan kesehatan diterapkan              The effectiveness of these control measures is monitored
secara konsisten dalam seluruh aktivitas bisnis. Efektivitas           regularly through the implementation monitoring of OHS
langkah pengendalian tersebut dipantau secara berkala                  programs, evaluation of findings or incidents that occur, and
melalui monitoring pelaksanaan program K3, evaluasi atas               coordination of follow-up actions with relevant work units to
temuan atau insiden yang terjadi, serta koordinasi tindak              ensure continuous improvement. These efforts include: [GRI
lanjut dengan unit kerja terkait guna memastikan perbaikan             3-3, 403-7, 416-1] [G4-DMA]

berkelanjutan. Upaya tersebut mencakup: [GRI 3-3, 403-7, 416-1] [G4-
DMA]



                                                                        Sestainability Report 2025 PT Angkasa Pura Indonesia    259
Page 260
                Mengembangkan Talenta, Menyiapkan Masa Depan
         06     Developing Talent, Preparing for the Future




1.  Identifikasi bahaya, penilaian, dan pengendalian risiko;         1.     Hazard identification, risk assessment, and risk control;
2.  Rapat rutin RST, BSC, SRB, SAG, dan P2K3;                        2.     Regular meetings of RST, BSC, SRB, SAG, and P2K3;
3.  Penyediaan Alat Pelindung Diri (APD) sesuai dengan               3.     Provision of Personal Protective Equipment (PPE)
    kondisi lingkungan pekerjaan;                                           according to workplace conditions;
4. Sosialisasi dan seminar terkait keselamatan                       4.     Socialization and seminars on aviation safety and
    penerbangan dan kesehatan kerja bagi para pekerja dan                   occupational health for employees and stakeholders;
    pemangku kepentingan;
5. Promosi dan kampanye terkait keselamatan;                         5.     Safety promotion and campaigns;
6. Penerbangan dan kesehatan kerja bagi para pekerja dan             6.     Aviation safety and occupational health initiatives for
    pemangku kepentingan;                                                   employees and stakeholders;
7. Pemeriksaan kesehatan pegawai secara berkala;                     7.     Periodic employee health examinations;
8. Pelatihan dan sertifikasi personel sesuai bidang                  8.     Training and certification of personnel according to
    berkala;                                                                their respective fields;
9. Sertifikasi fasilitas dan peralatan secara berkala;               9.     Periodic certification of facilities and equipment;
10. Pemeliharaan rutin peralatan;                                    10.    Routine maintenance of equipment;
11. Pelatihan penggunaan alat pemadam api ringan (APAR)              11.    Training on the use of fire extinguishers (APAR) for
    bagi pekerja dan pemangku kepentingan;                                  employees and stakeholders;
12. Simulasi tanggap darurat;                                        12.    Emergency response simulations;
13. Pengarahan keselamatan bagi para kontraktor, vendor,             13.    Safety briefings for contractors, vendors, tenants, and
    penyewa, dan para pemangku kepentingan;                                 stakeholders;
14. Inspeksi keselamatan penerbangan dan kesehatan                   14.    Periodic aviation safety and occupational health
    kerja secara berkala;                                                   inspections;
15. Audit internal sistem manajemen keselamatan sesuai               15.    Periodic internal audits of the safety management
    dengan peraturan yang berlaku secara berkala;                           system in accordance with applicable regulations;
16. Pengukuran lingkungan kerja secara berkala;                      16.    Periodic work environment measurements;
17. Pemasangan rambu keselamatan di area lingkungan                  17.    Installation of safety signage in work areas;
    kerja;
18. Pengecekan/inspeksi di sisi udara (landasan pacu,                18. Inspections/checks in airside areas (runways, taxiways,
    taxiway, dan apron), terminal bandara, dan fasilitas                 and aprons), airport terminals, and supporting facilities;
    pendukung lainnya;
19. Pembersihan serpihan benda asing (FOD);                          19. Foreign Object Debris (FOD) removal;
20. Pelatihan Defensive Safety Driving bagi mitra kerja              20. Defensive Safety Driving training for airline partners
    maskapai dan ground handling.                                        and ground handling personnel.

Melalui penerapan standar K3 yang konsisten, PT Angkasa              Through consistent implementation of OHS standards,
Pura Indonesia berupaya mencegah terjadinya kecelakaan               PT Angkasa Pura Indonesia strives to prevent workplace
kerja serta meminimalkan risiko yang berdampak pada                  accidents and minimize risks impacting aviation safety and
keselamatan penerbangan dan kesehatan. Pada periode                  health. During the 2025 reporting period, there were no
pelaporan tahun 2025, tidak terdapat insiden ketidakpatuhan          incidents of non-compliance related to safety and health
yang berkaitan dengan dampak terhadap keselamatan dan                impacts of the airport services provided by the Company.
kesehatan atas jasa kebandarudaraan yang diberikan oleh              [GRI 416-2]

Perusahaan. [GRI 416-2]

Upaya yang dilakukan Perusahaan untuk menghilangkan                  The Company’s efforts to eliminate hazards and minimize
bahaya dan meminimalkan risiko terhadap keselamatan                  risks to aviation safety and employee health are carried out
penerbangan serta kesehatan karyawan dilaksanakan                    through structured and continuous control measures, as
melalui berbagai langkah pengendalian yang terstruktur dan           outlined below: [GRI 403-10]
berkelanjutan, sebagaimana diuraikan berikut ini: [GRI 403-10]
1. Pengukuran kualitas lingkungan kerja;                             1.     Measurement of workplace environmental quality;
2. Pemeriksaan kesehatan pegawai secara rutin;                       2.     Routine employee health examinations;
3. Penyediaan APD sesuai dengan risiko pekerjaan;                    3.     Provision of PPE according to job-related risks;




260           Laporan Keberlanjutan 2025 PT Angkasa Pura Indonesia
Page 261
4.   Sosialisasi dan promosi keselamatan penerbangan            4.   Socialization and promotion of aviation safety and OHS;
     serta K3;
5.   Inspeksi/audit keselamatan internal;                       5.   Internal safety inspections/audits;
6.   Sertifikasi personel dan peralatan;                        6.   Certification of personnel and equipment;
7.   Komunikasi      dan    koordinasi    melalui Komite        7.   Communication and coordination through Safety
     Keselamatan;                                                    Committees;
8.   Simulasi tanggap darurat.                                  8.   Emergency response simulations.



Layanan Kesehatan Kerja
Occupational Health Services

Untuk mendukung pemenuhan layanan kesehatan bagi                To support the provision of health services for employees and
pegawai serta pengguna jasa bandara, PT Angkasa Pura            airport service users, PT Angkasa Pura Indonesia provides
Indonesia menyediakan berbagai fasilitas layanan kesehatan      various accessible healthcare facilities. For employees,
yang dapat diakses sesuai kebutuhan Bagi pegawai,               the provision of healthcare services refers to the Board
penyediaan layanan kesehatan mengacu pada Peraturan             of Directors Regulation of PT Angkasa Pura Indonesia No.
Direksi PT Angkasa Pura Indonesia Nomor PD.DH.21/               PD.DH.21/KP.06.10/2025 concerning the Healthcare Service
KP.06.10/2025 tentang Pedoman Pelayanan Kesehatan               Guidelines of PT Angkasa Pura Indonesia, which serves as
PT Angkasa Pura Indonesia, yang menjadi standar dalam           the standard for delivering healthcare services to Employees
pemberian pelayanan kesehatan bagi Karyawan dan                 and Employees’ Families. The guideline stipulates that
Keluarga Karyawan. Pedoman tersebut mengatur bahwa              healthcare and medical treatment services include primary
layanan kesehatan dan perawatan mencakup rawat jalan            outpatient care, advanced outpatient care, inpatient
tingkat pertama, rawat jalan tingkat lanjutan, rawat inap,      care, emergency treatment, specialized care, dental care,
perawatan gawat darurat, perawatan khusus, perawatan            maternity and childbirth services, pharmaceutical services,
gigi, pemeriksaan kehamilan dan persalinan, pelayanan obat,     as well as diagnostic support services. These healthcare
serta penunjang diagnostik. Fasilitas layanan kesehatan         facilities include: [GRI 403-3]
tersebut meliputi: [GRI 403-3]
1. Penyelenggaraan layanan klinik satelit di kantor pusat       1.   Provision of satellite clinic services at head office and
      dan kantor cabang yang bekerja sama dengan PT Kimia            branch offices in collaboration with PT Kimia Farma;
      Farma;
2. Menjadikan Klinik Kimia Farma sebagai fasilitas              2.   Designation of Kimia Farma Clinics as first-level
      kesehatan tingkat pertama Asuransi Mandiri Inhealth            healthcare facilities under Mandiri Inhealth Insurance
      bagi pegawai perusahaan.                                       for Company employees.

PT Angkasa Pura Indonesia secara konsisten menjaga              PT Angkasa Pura Indonesia consistently maintains the
kesehatan kerja pegawai dan pekerja kontrak sebagai bagian      occupational health of employees and contract workers
dari komitmen perusahaan terhadap perlindungan tenaga           as part of its commitment to workforce protection. These
kerja. Upaya ini mencakup identifikasi, pengendalian, serta     efforts include the identification, control, and prevention
pencegahan risiko dan penyakit yang berpotensi timbul           of risks and diseases that may arise from work activities,
akibat pekerjaan, melalui penyediaan layanan kesehatan dan      through the provision of healthcare services and periodic
pemeriksaan kesehatan berkala sebagai bagian dari manfaat       medical examinations as part of employee benefits, the
pegawai yang skemanya dikonsultasikan dan disepakati            scheme of which is consulted and agreed upon with the
bersama Serikat Pekerja. Perusahaan juga memfasilitasi          Labor Union. The Company also facilitates participation,
partisipasi, konsultasi, dan komunikasi terkait aspek K3        consultation, and communication on OHS matters through
melalui koordinasi dengan unit kerja terkait, forum internal,   coordination with relevant work units, internal forums, and
serta penyampaian informasi kepada pegawai dan pekerja          the dissemination of information to employees and workers
sesuai kebutuhan. Pasca merger, mekanisme tersebut tetap        as needed. Following the merger, these mechanisms have
dijalankan sebagai bagian dari implementasi pengelolaan         continued to be implemented as part of the Company’s
K3, seiring dengan proses penyelarasan kebijakan yang           OHS management practices, alongside the ongoing
berlaku di tingkat Perusahaan. Layanan tersebut juga            harmonization of policies at the corporate level. These




                                                                 Sestainability Report 2025 PT Angkasa Pura Indonesia    261
Page 262
                      Mengembangkan Talenta, Menyiapkan Masa Depan
               06     Developing Talent, Preparing for the Future




mencakup penanganan kondisi kesehatan akibat insiden                       services also cover the treatment of health conditions
kerja maupun penyakit yang tidak terkait langsung dengan                   arising from work-related incidents as well as non-work-
pekerjaan. [GRI 403-4]                                                     related illnesses. [GRI 403-4]

Sebagai bagian dari tata kelola K3, PT Angkasa Pura                        As part of OHS governance, PT Angkasa Pura Indonesia
Indonesia telah melakukan identifikasi terhadap berbagai                   has identified various potential physical disorders and
potensi gangguan fisik maupun penyakit yang dapat timbul                   diseases that may arise in the workplace, relevant to the
di lingkungan kerja, yang relevan dengan karakteristik                     characteristics of airport operations, including: [GRI 403-10]
operasional kebandarudaraan, antara lain sebagai berikut:
[GRI 403-10]

1.    penurunan pendengaran akibat kebisingan;                             1.   Hearing loss due to noise exposure;
2.    gangguan otot rangka akibat postur tubuh dan peralatan               2.   Musculoskeletal disorders due to improper posture and
      kerja yang tidak sesuai dengan prinsip ergonomi;                          non-ergonomic equipment;
3.    kelelahan akibat beban pekerjaan yang berlebihan;                    3.   Fatigue due to excessive workload;
4.    stres akibat kondisi lingkungan kerja yang kurang                    4.   Stress due to less conducive working conditions; and
      kondusif, dan
5.    tertular penyakit akibat virus.                                      5.   Exposure to infectious diseases caused by viruses.

Perusahaan melakukan pemantauan terhadap potensi                           The Company monitors potential health disorders and
gangguan kesehatan dan penyakit akibat kerja melalui                       occupational diseases through risk identification,
identifikasi risiko, pengawasan kondisi lingkungan kerja,                  supervision of workplace environmental conditions, as well
serta pelaporan dan evaluasi kejadian kesehatan kerja                      as periodic reporting and evaluation of occupational health
secara berkala. [GRI 403-10] [G4-LA6]                                      incidents. [GRI 403-10] [G4-LA6]

Adapun potensi penyakit akibat kerja yang dapat muncul                     Potential occupational diseases that may arise in accordance
sesuai dengan karakteristik operasional meliputi: [GRI 403-10]             with operational characteristics include: [GRI 403-10]

•     penurunan pendengeran akibat kebisingan,                             •    Hearing loss due to noise exposure,
•     gangguan otot rangka akibat postur tubuh dan peralatan               •    Musculoskeletal disorders due to improper posture and
      kerja yang tidak sesuai dengan prinsip ergonomi,                          non-ergonomic equipment,
•     kelelahan akibat beban pekerjaan yang berlebihan,                    •    Fatigue due to excessive workload,
•     stres akibat kondisi lingkungan kerja yang kurang                    •    Stress due to less conducive working condition, or
      kondusif, atau
•     tertular penyakit akibat virus.                                      •    Exposure to infectious diseases caused by viruses.




262                 Laporan Keberlanjutan 2025 PT Angkasa Pura Indonesia
Page 263
Pelibatan Pegawai Melalui Komite Keselamatan
Employee Engagement Through Safety Committees

PT Angkasa Pura Indonesia menerapkan manajemen                               PT Angkasa Pura Indonesia implements OHS management
K3 dengan melibatkan pegawai secara aktif melalui                            by actively involving employees through the establishment
pembentukan Panitia Pembina K3 (P2K3), Runway Safety                         of the Occupational Health and Safety Committee (P2K3),
Team (RST), Safety Action Group (SAG), Safety Review Board                   Runway Safety Team (RST), Safety Action Group (SAG),
(SRB), dan Bird Strike Committee (BSC) sebagai forum                         Safety Review Board (SRB), and Bird Strike Committee
gabungan keselamatan penerbangan dan K3 yang mewadahi                        (BSC) as integrated forums for aviation safety and OHS,
perwakilan manajemen dan pekerja. Melalui forum tersebut,                    comprising representatives from management and
Perusahaan membahas isu keselamatan penerbangan dan                          employees. Through these forums, the Company discusses
kesehatan kerja, pemantauan capaian kinerja serta target                     aviation safety and occupational health issues, monitors
keselamatan, serta upaya peningkatan efektivitas sistem                      safety performance achievements and targets, and drives
manajemen keselamatan secara berkelanjutan. [GRI 403-3, 403-6]               continuous improvement in the effectiveness of the safety
                                                                             management system. [GRI 403-3, 403-6]

Komite-komite tersebut terdiri atas ketua, sekretaris,                       These committees consist of a chairperson, secretary,
dan anggota yang berasal dari unsur manajemen dan                            and members drawn from management and employee
perwakilan pegawai, serta melaksanakan pertemuan secara                      representatives, and conduct regular meetings in
berkala sesuai ketentuan yang berlaku untuk membahas                         accordance with applicable provisions to discuss
perkembangan penerapan keselamatan penerbangan                               developments in the implementation of aviation safety and
dan kesehatan kerja. Hasil pembahasan tersebut menjadi                       occupational health. The outcomes of these discussions
bahan rekomendasi dan tindak lanjut oleh manajemen.                          serve as recommendations and follow-up actions for
Susunan keanggotaan Komite Gabungan di PT Angkasa Pura                       management. The composition of the Joint Committees
Indonesia adalah sebagai berikut.                                            within PT Angkasa Pura Indonesia is as follows.




                           P2K3        Manajemen | Management
                                       Direktur Utama, Perwakilan Direktur, Group Head, General Manager, dan Division Head
                                       President Director, Director Representatives, Group Heads, General Managers, and Division Heads
   Kantor Pusat
   Head Office
                           SRB         Manajemen | Management
                                       Direktur Utama, Perwakilan Direktur, Group Head, General Manager, dan Division Head
                                       President Director, Director Representatives, Group Heads, General Managers, and Division Heads



                                                                Kantor Cabang
                                                                Branch Offices

   P2K3                                RST                                  SAG                                 BSC
   Manajemen                           Perwakilan PT Angkasa Pura           Manajemen                           Perwakilan PT Angkasa Pura
   Management                          Indonesia                            Management                          Indonesia
   Group Head, General Manager, dan    PT Angkasa Pura Indonesia            General Manager, Division Head,     PT Angkasa Pura Indonesia
   Division Head                       Representatives                      dan Department Head                 Representatives
   Group Heads, General Managers,      Group Head, General Manager, dan     General Managers, Division Heads,   Group Head, General Manager, dan
   and Division Heads                  Division Head                        and Department Heads                Division Head
                                       Group Heads, General Managers,                                           Group Heads, General Managers,
   Pekerja                             and Division Heads                                                       and Division Heads
   Employees
   Perwakilan Officer di seluruh       Stakeholder                                                              Stakeholder
   unit kerja dan perwakilan Serikat   Stakeholder                                                              Stakeholder
   Pekerja                             Instansi Pemerintah, maskapai,                                           Instansi Pemerintah, maskapai,
   Officer representatives from        dan ground handling                                                      dan ground handling
   all work units and Labor Union      Government institutions, airlines,                                       Government institutions, airlines,
   representatives                     and ground handling                                                      and ground handling




                                                                              Sestainability Report 2025 PT Angkasa Pura Indonesia               263
Page 264
                Mengembangkan Talenta, Menyiapkan Masa Depan
         06     Developing Talent, Preparing for the Future




Peran Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja                The role of the Occupational Health and Safety Committee
(P2K3) dalam penerapan K3 mengacu pada ketentuan Pasal               (P2K3) in OHS implementation refers to Article 4 of the
4 Peraturan Menteri Tenaga Kerja Republik Indonesia Nomor            Regulation of the Minister of Manpower of the Republic of
PER.04/MEN/1987, yang mencakup:                                      Indonesia No. PER.04/MEN/1987, which includes:
1. Penghimpunan dan pengolahan data mengenai K3 di                   1. Collecting and processing data related to OHS in the
     tempat kerja.                                                        workplace;
2. Penerangan kepada setiap tenaga kerja mengenai:                   2. Providing information to every worker regarding:
    •    berbagai faktor bahaya di tempat kerja yang                     •    various workplace hazard factors that may cause
         dapat menimbulkan gangguan K3 termasuk                               OHS disturbances, including fire and explosion
         bahaya kebakaran dan peledakan serta cara                            hazards, and how to address them;
         menanggulanginya;                                               •    factors that may affect work efficiency and
    •    faktor-faktor yang dapat mempengaruhi efisiensi                      productivity;
         dan produktivitas kerja;                                        •    Personal Protective Equipment (PPE) for workers;
    •    APD bagi tenaga kerja; dan                                           and
    •    cara dan sikap pekerja yang benar dan aman dalam                •    proper and safe work methods and attitudes in
         melaksanakan pekerjaannya                                            performing tasks.
3. Pemberian bantuan kepada manajemen antara lain                    3. Providing assistance to management, including:
     untuk:
    •    menentukan tindakan koreksi dengan alternatif                   •   determining corrective actions with the best
         terbaik;                                                            alternatives;
    •    mengembangkan sistem pengendalian bahaya                        •   developing hazard control systems for OHS;
         terhadap K3;
    •    mengevaluasi penyebab timbulnya kecelakaan                      •   evaluating the causes of workplace accidents and
         dan penyakit akibat kerja (PAK) serta mengambil                     occupational diseases (OD) and taking necessary
         berbagai langkah yang diperlukan;                                   actions;
    •    mengembangkan penyuluhan dan penelitian di                      •   developing education and research in occupational
         bidang keselamatan kerja, higiene perusahaan,                       safety, industrial hygiene, occupational health, and
         kesehatan kerja, dan ergonomi;                                      ergonomics;
    •    melaksanakan pemantauan terhadap gizi kerja dan                 •   monitoring workplace nutrition and organizing
         menyelenggarakan makanan di perusahaan;                             employee meals within the Company;
    •    memeriksa kelengkapan peralatan keselamatan                     •   inspecting the completeness of safety equipment;
         kerja;
    •    mengembangkan pelayanan kesehatan tenaga                        •   developing employee health services;
         kerja;
    •    mengembangkan laboratorium K3, melakukan                        •   developing     OHS      laboratories,    conducting
         pemeriksaan laboratorium, dan melaksanakan                          laboratory tests, and interpreting test results
         interpretasi hasil pemeriksaan;
    •    menyelenggarakan administrasi keselamatan kerja,                •   administering occupational safety, industrial
         higiene perusahaan, dan kesehatan kerja; dan                        hygiene, and occupational health systems; and
    •    membantu Direktur perusahaan dalam menyusun                     •   assisting the Company’s Directors in formulating
         kebijaksanaan manajemen dan pedoman kerja                           management policies and work guidelines to
         untuk meningkatkan keselamatan kerja, higiene                       improve occupational safety, industrial hygiene,
         perusahaan, kesehatan kerja, ergonomi, dan gizi                     occupational health, ergonomics, and workplace
         kerja.                                                              nutrition.

Melalui P2K3, Perusahaan menyediakan ruang bagi pegawai              Through P2K3, the Company provides a platform for
untuk berpartisipasi dan berkonsultasi dalam implementasi,           employees to participate and engage in consultation in
pengembangan, serta evaluasi penerapan SMK3 guna                     the implementation, development, and evaluation of the
meningkatkan kinerja keselamatan dan kesehatan                       OHS Management System (SMK3) to enhance occupational
kerja. P2K3 juga memastikan terjalinnya komunikasi dan               safety and health performance. P2K3 also ensures effective
partisipasi yang efektif terkait aspek K3 di seluruh aktivitas       communication and participation related to OHS aspects
kerja.                                                               across all work activities.



264           Laporan Keberlanjutan 2025 PT Angkasa Pura Indonesia
Page 265
                                  Peran Komite Keselamatan PT Angkasa Pura Indonesia [GRI 403-6]
                                   Roles of the Safety Commitees of PT Angkasa Pura Indonesia




 Runaway Safety Team | RST
a. mencapai dan meningkatkan kinerja keselamatan di bandara;
b. meningkatkan pelaksanaan identifikasi bahaya dan analisis risiko secara bersama-sama;
c. mengintegrasikan rencana kegiatan keselamatan antar-organisasi yang meliputi tindakan perbaikan dan pencegahan sesuai isu
   keselamatan yang berkembang;
d. mengumpulkan dan mengolah basis data keselamatan;
e. mendapatkan solusi pencegahan kejadian di landasan pacu secara komprehensif dan optimal sesuai standar dan praktik terbaik
   yang tersedia;
f. meningkatkan fungsi promosi keselamatan; dan
g. mempertahankan dan meningkatkan program RST secara berkesinambungan.

a. Achieve and enhance airport safety performance;
b. Improve the implementation of joint hazard identification and risk analysis;
c. Integrate inter-organizational safety action plans, including corrective and preventive actions in line with emerging safety issues;
d. Collect and manage safety databases;
e. Develop comprehensive and optimal prevention solutions for runway-related incidents in accordance with applicable standards
   and best practices;
f. Enhance safety promotion functions; and
g. Sustain and continuously improve the RST program



 Bird Strike Committee | BSC
a. pencegahan, penanggulangan, dan evaluasi bahaya burung dan hewan liar; dan
b. pelaporan kasus serangan burung (bird strike) ke Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan dan kantor
   pusat sesuai dengan prosedur yang berlaku.

a. Prevent, manage, and evaluate bird and wildlife hazards; and
b. Report bird strike incidents to the Directorate General of Civil Aviation, Ministry of Transportation, and Head Office in accordance
   with applicable procedures



 Safety Action Group | SAG
a. memastikan permasalahan keselamatan di bandara dapat diselesaikan sesuai dengan kewenangan General Manager; dan
b. memastikan permasalahan keselamatan yang tidak dalam kewenangan General Manager disampaikan kepada Safety Review
   Board.

a. Ensure that safety issues at the airport are resolved within the authority of the General Manager; and
b. Ensure that safety issues beyond the authority of the General Manager are escalated to the Safety Review Board



 Safety Review Board | SRB
a. temuan audit terkait keselamatan yang belum terselesaikan lebih dari tiga tahun; dan
b. permasalahan keselamatan lainnya, sesuai pertimbangan General Manager.

a. Address audit findings related to safety that have remained unresolved for more than three years; and
b. Address other safety issues, based on the consideration of the General Manager




                                                                       Sestainability Report 2025 PT Angkasa Pura Indonesia           265
Page 266
                  Mengembangkan Talenta, Menyiapkan Masa Depan
          06      Developing Talent, Preparing for the Future




Pertemuan SAG secara rutin diselenggarakan di kantor                       SAG meetings are regularly conducted at PT Angkasa Pura
cabang PT Angkasa Pura Indonesia untuk membahas                            Indonesia branch offices to discuss various safety issues
berbagai isu dan perkembangan keselamatan di masing-                       and developments within each work unit. Meanwhile, the
masing unit kerja. Adapun SAG Kantor Regional merupakan                    Regional Office SAG serves as a safety committee involving
komite keselamatan yang melibatkan perwakilan karyawan                     employee representatives and top management, chaired by
dan manajemen puncak, diketuai oleh Regional CEO, serta                    the Regional CEO, and functions as a decision-making and
berfungsi sebagai forum pengambilan keputusan dan tindak                   follow-up forum for safety-related matters at the regional
lanjut atas permasalahan keselamatan di tingkat regional.                  level.



Pelatihan Kesehatan dan Keselamatan Kerja Bagi Pegawai
Occupational Health and Safety Training for Employees

PT Angkasa Pura Indonesia meyakini bahwa tingkat                           PT Angkasa Pura Indonesia recognizes that employee
kesadaran dan kompetensi pegawai terhadap prinsip                          awareness and competency in aviation safety and
keselamatan penerbangan dan kesehatan kerja berperan                       occupational health principles play a critical role in achieving
penting dalam mendukung pencapaian target keselamatan.                     safety targets. Therefore, the Company continuously fosters
Oleh karena itu, Perusahaan secara berkelanjutan                           a safety culture by enhancing employees’ knowledge and
membangun budaya keselamatan melalui peningkatan                           skills relevant to operational risks. Training programs
pengetahuan dan keterampilan pegawai yang relevan                          include general training for all employees, such as
dengan risiko operasional. Program pelatihan mencakup                      emergency response simulations, as well as specialized
pelatihan umum bagi seluruh pegawai, seperti simulasi                      training tailored to the needs of each work unit, including
tanggap darurat, serta pelatihan khusus sesuai kebutuhan                   OHS Expert certification. [GRI 403-5]
unit kerja, termasuk sertifikasi Ahli K3. [GRI 403-5]

                                         Pelatihan terkait Keselamatan Kerja pada tahun 2025 [GRI 403-5]
                                                 Aviation Occupational Safety Training in 2025


                                             Pelatihan Keselamatan                                                Peserta (orang)
                                                 Safety Training                                                Participants (people)

 Ahli K3 Umum                                                                                                              40
 General OHS Expert

 Auditor SMK3                                                                                                                9
 SMK3 Auditor

 Safety Investigator Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT)                                                        30
 Safety Investigator – National Transportation Safety Committee (KNKT)

 Initial Junior PKP-PK                                                                                                      24

 Technical Guidance Airport Emergency Exercise Inspector                                                                    39

 Jumlah                                                                                                                    142
 Total



Selain itu, PT Angkasa Pura Indonesia juga melaksanakan                    In addition, PT Angkasa Pura Indonesia also conducts OHS-
pelatihan terkait K3 yaitu Airport Emergency Exercise yang                 related training, namely the Airport Emergency Exercise,
dilaksanakan di 15 kantor cabang dan melibatkan seluruh                    which was implemented across 15 branch offices and
unit kerja bandara udara. Kegiatan ini bertujuan untuk                     involved all airport operational units. This activity aims
memastikan kesiapsiagaan dalam menghadapi situasi                          to ensure preparedness in responding to emergency
darurat, memperkuat koordinasi antar tim, dan memastikan                   situations, strengthen inter-team coordination, and ensure
implementasi prosedur keselamatan yang sesuai dengan                       the implementation of safety procedures in accordance with
standar operasional darurat. [GRI 403-5]                                   emergency operational standards. [GRI 403-5]




266             Laporan Keberlanjutan 2025 PT Angkasa Pura Indonesia
Page 267
Pelatihan Penanggulangan Keadaan Darurat Bandar Udara [GRI 403-5]
Airport Emergency Response Training

PT Angkasa Pura Indonesia secara berkala melaksanakan           PT Angkasa Pura Indonesia periodically conducts Airport
Pelatihan Penanggulangan Keadaan Darurat (PKD) di bandara       Emergency Response Training (PKD) as part of its safety
sebagai bagian dari sistem manajemen keselamatan                management system, aligned with the national aviation
yang selaras dengan program keselamatan penerbangan             safety program, particularly in the aspect of emergency
nasional, khususnya dalam aspek koordinasi penanganan           response coordination.
keadaan darurat.

Pelaksanaan PKD ini mengacu pada Peraturan Direktur             The implementation of this training refers to the Regulation
Jenderal Perhubungan Udara Nomor: KP 479 Tahun 2015             of the Director General of Civil Aviation No. KP 479 of 2015
tentang Petunjuk dan Tata Cara Peraturan Keselamatan            concerning Guidance and Procedures for Civil Aviation
Penerbangan Sipil Bagian 139-10 (Advisory Circular CASR         Safety Regulations Part 139-10 (Advisory Circular CASR Part
Part 139-10), Rencana Penanggulangan Keadaan Darurat            139-10), Airport Emergency Plan, which requires Airport
Bandar Udara yang mewajibkan Badan Usaha Bandar                 Operators to conduct regular training and ensure that
Udara untuk menyelenggarakan pelatihan secara berkala           the airport safety management system is implemented,
serta memastikan sistem manajemen keselamatan                   evaluated, and continuously improved.
bandara dijalankan, dievaluasi, dan ditingkatkan secara
berkelanjutan.

Latihan PKD bertujuan memastikan kesiapan bandara dalam         The PKD exercise aims to ensure airport readiness in
menghadapi kondisi darurat guna meminimalkan dampak             responding to emergency conditions to minimize potential
yang ditimbulkan, terutama dalam penyelamatan jiwa serta        impacts, particularly in saving lives and maintaining the
menjaga kelancaran operasional penerbangan. Selain itu,         continuity of flight operations. In addition, this activity
kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran bagi seluruh           serves as a learning platform for all personnel, the Airport
personel, Komite Penanggulangan Keadaan Darurat, dan            Emergency Committee, and the Airport Security Committee
Komite Keamanan Bandar Udara untuk menguji efektivitas          to test the effectiveness of emergency response, inter-unit
respons darurat, koordinasi antarunit, serta kesiapan           coordination, and the readiness of facilities and operational
fasilitas dan peralatan operasional yang digunakan dalam        equipment used during emergency situations.
situasi darurat.

Rencana       Penanggulangan       Keadaan        Darurat       The Airport Emergency Plan (AEP) must be comprehensively
(Airport Emergency Plan/AEP) harus dipahami dan                 understood and implemented by all entities involved within
diimplementasikan secara menyeluruh oleh seluruh entitas        the airport environment. This comprehensive understanding
yang terlibat di lingkungan bandara. Pemahaman yang             is necessary to avoid discrepancies in the execution of
komprehensif ini diperlukan untuk menghindari perbedaan         emergency response, ensuring that all work units and
persepsi dalam pelaksanaan penanganan keadaan darurat,          related agencies share a common understanding and clearly
sehingga seluruh unit kerja dan instansi terkait memiliki       defined roles.
kesamaan pemahaman dan peran yang jelas.

Konsep kolaborasi menjadi prinsip utama dalam                   Collaboration is a fundamental principle in emergency
penanggulangan keadaan darurat, dengan mendorong                response,      emphasizing      effective     coordination,
koordinasi yang efektif, hubungan kerja yang harmonis,          harmonious working relationships, and strong operational
serta inter-operabilitas operasional yang solid antarunit dan   interoperability among units and related agencies within the
instansi terkait di bandara.                                    airport.

Pada tahun 2025, Perusahaan melaksanakan Latihan                In 2025, the Company conducted Full Scale Emergency
Penanggulangan Keadaan Darurat Skala Penuh (Full Scale          Response Exercises to test the readiness of personnel,
Exercise) guna menguji kesiapan personel, fasilitas, serta      facilities, and applicable procedures. These exercises
prosedur yang berlaku. Latihan ini melibatkan seluruh           involved all members of the Airport Emergency Committee




                                                                Sestainability Report 2025 PT Angkasa Pura Indonesia    267
Page 268
               Mengembangkan Talenta, Menyiapkan Masa Depan
        06     Developing Talent, Preparing for the Future




anggota Komite Penanggulangan Keadaan Darurat dan                   and were conducted at several PT Angkasa Pura Indonesia
diselenggarakan di sejumlah kantor cabang PT Angkasa                branch offices, namely the following airports: [GRI 403-5]
Pura Indonesia, yaitu bandara sebagai berikut: [GRI 403-5]
1. Bandara Internasional Kertajati                                  1.    Kertajati International Airport
2. Bandara Internasional Banyuwangi                                 2.    Banyuwangi International Airport
3. Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai                         3.    I Gusti Ngurah Rai International Airport
4. Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani                        4.    Jenderal Ahmad Yani International Airport
5. Bandara Internasional Sentani                                    5.    Sentani International Airport
6. Bandara Internasional Adi Soemarmo                               6.    Adi Soemarmo International Airport
7. Bandara Internasional El Tari                                    7.    El Tari International Airport
8. Bandara Internasional Supadio                                    8.    Supadio International Airport
9. Bandara Internasional H.A.S. Hanandjoeddin                       9.    H.A.S. Hanandjoeddin International Airport
10. Bandara Tjilik Riwut                                            10.   Tjilik Riwut Airport
11. Bandara Internasional Frans Kaisiepo                            11.   Frans Kaisiepo International Airport
12. Bandara Internasional Soekarno-Hatta                            12.   Soekarno-Hatta International Airport
13. Bandara Internasional Raja Haji Fisabilillah                    13.   Raja Haji Fisabilillah International Airport
14. Bandara Internasional Minangkabau                               14.   Minangkabau International Airport
15. Bandara Internasional Radin Inten II                            15.   Radin Inten II International Airport



Penguatan Implementasi K3 Bandara
Strengthening the Implementation of Airport OHS

Perusahaan secara konsisten melaksanakan audit                      The Company consistently conducts recertification audits
resertifikasi Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan            of the Occupational Health and Safety Management System
Kerja (SMK3) sesuai dengan PP No. 50 Tahun 2012 sebagai             (SMK3) in accordance with Government Regulation No. 50 of
bagian dari upaya mempertahankan sertifikasi yang telah             2012 as part of its efforts to maintain its certification while
diperoleh sekaligus mendorong perbaikan berkelanjutan               promoting continual improvement in the implementation of
(continual improvement) dalam penerapan sistem K3.                  the OHS system. This reflects the Company’s consistency
Hal ini mencerminkan konsistensi Perusahaan dalam                   in implementing occupational health and safety standards
mengimplementasikan standar keselamatan dan kesehatan               across all operations.
kerja di seluruh operasional.


      Pencapaian Sertifikasi SMK3
      Bandara Tahun 2025
      Achievement of Airport SMK3
      Certification in 2025


      Hingga tahun 2025, sebanyak 32
      bandar udara PT Angkasa Pura Indonesia
      telah memperoleh Sertifikasi SMK3 dari
      Kementerian Ketenagakerjaan Republik
      Indonesia, dengan 7 bandar udara di antaranya
      menjalani proses resertifikasi di tahun 2025.

      As of 2025, a total of 32 airports under PT
      Angkasa Pura Indonesia have obtained SMK3
      Certification from the Ministry of Manpower
      of the Republic of Indonesia, with 7 of these
      airports undergoing recertification processes
      in 2025.



268          Laporan Keberlanjutan 2025 PT Angkasa Pura Indonesia
Page 269
Manajemen Mutu Pengelolaan Bandara
Airport Management Quality Management



PT Angkasa Pura Indonesia berkomitmen untuk secara             PT Angkasa Pura Indonesia is committed to consistently
konsisten menghadirkan layanan yang andal dan berkualitas      delivering reliable and high-quality services to all
bagi seluruh pengguna jasa bandara. Komitmen tersebut          airport users. This commitment is realized through the
diwujudkan melalui penerapan sistem manajemen mutu             implementation of a quality management system as the
sebagai landasan dalam pengelolaan layanan. Dalam              foundation for service management. In managing service
menjalankan pengelolaan mutu pelayanan, PT Angkasa Pura        quality, the Company refers to the International Organization
Indonesia mengacu pada Standar ISO 9001:2015 sebagai           for Standardization ISO 9001:2015 Standard as the
kerangka penerapan sistem manajemen mutu. Perusahaan           framework for its quality management system. The Company
telah melaksanakan proses internal audit sepanjang tahun       conducted internal audit processes throughout 2025 as part
2025 sebagai bagian dari upaya memastikan kesesuaian dan       of its efforts to ensure the conformity and effectiveness of
efektivitas penerapan standar. Proses yang dilaksanakan        the standard’s implementation. These efforts were further
tersebut didukung dengan sertifikasi ISO 9001:2015 pada        supported by the achievement of ISO 9001:2015 certification
unit Internal Audit yang berhasil diperoleh pada Maret 2026,   for the Internal Audit unit in March 2026, reflecting the
mencerminkan komitmen dan konsistensi Perusahaan               Company’s commitment and consistency in maintaining
dalam menjaga mutu layanan.                                    service quality.

Sepanjang tahun 2025, Perusahaan melaksanakan berbagai         Throughout 2025, the Company undertook various alignment
upaya penyelarasan dan penjaminan mutu guna memastikan         and quality assurance initiatives to ensure that service
standar layanan diterapkan secara konsisten dan                standards are implemented consistently and sustainably
berkelanjutan di seluruh wilayah operasional, yang meliputi:   across all operational areas, including:
1. Bertanggung jawab atas efektivitas sistem manajemen         1. Being responsible for the effectiveness of the airport
    mutu bandara;                                                  quality management system;
2. Memastikan bahwa perusahaan menetapkan kebijakan            2. Ensuring that the Company establishes quality policies
    dan sasaran mutu yang selaras dengan tujuan dan arah           and objectives aligned with its goals and strategic
    strategis perusahaan;                                          direction;
3. Memastikan integrasi persyaratan sistem manajemen           3. Ensuring the integration of airport quality management
    mutu bandara dalam proses bisnis perusahaan;                   system requirements into the Company’s business
                                                                   processes;
4.  Mengampanyekan kepedulian pada pendekatan proses           4. Promoting awareness of the process approach and
    dan pemikiran berbasis risiko;                                 risk-based thinking;
5. Memastikan sumber daya yang diperlukan tersedia;            5. Ensuring that the necessary resources are available;
6. Mengomunikasikan pentingnya sistem manajemen                6. Communicating the importance of an effective airport
    mutu bandara yang efektif dan kesesuaian terhadap              quality management system and compliance with
    persyaratan;                                                   requirements;
7. Memastikan sistem manajemen mutu bandara                    7. Ensuring that the airport quality management system
    mencapai hasil yang diinginkan;                                achieves its intended results;
8. Melibatkan, mengarahkan, dan mendukung pegawai              8. Engaging, directing, and supporting employees to
    untuk berkontribusi pada efektivitas sistem manajemen          contribute to the effectiveness of the airport quality
    mutu bandar udara;                                             management system;
9. Mempromosikan perbaikan berkelanjutan; dan                  9. Promoting continuous improvement; and
10. Mendukung peran pimpinan di seluruh level jabatan          10. Supporting leadership roles at all levels to demonstrate
    untuk memperlihatkan kepemimpinannya sesuai                    leadership in accordance with their duties and
    dengan tugas dan tanggung jawabnya.                            responsibilities




                                                               Sestainability Report 2025 PT Angkasa Pura Indonesia    269
Page 270
07                           Menciptakan Dampak
                             Sosial Bersama
                             Creating Shared Social Impact


Mengelola Dampak terhadap Masyarakat                         272
Managing Impacts on Communities

Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan                         277
Social and Environmental Responsibility
Page 271

          
Page 272
                       Menciptakan Dampak Sosial Bersama
             07        Creating Shared Social Impact




Mengelola Dampak terhadap Masyarakat
Managing Impacts on Communities




PT Angkasa Pura Indonesia menyadari bahwa aktivitas                        PT Angkasa Pura Indonesia recognizes that airport
kebandarudaraan tidak hanya menghasilkan manfaat                           operations not only generate economic value but may
ekonomi, tetapi juga berpotensi menimbulkan dampak                         also have the potential to create social and environmental
sosial dan lingkungan bagi masyarakat di sekitar wilayah                   impacts on communities surrounding its operational areas.
operasional. Oleh karena itu, Perusahaan berkomitmen                       Accordingly, the Company is committed to managing these
untuk mengelola dampak tersebut secara bertanggung                         impacts responsibly through a structured, regulatory-based
jawab melalui pendekatan yang terstruktur, berbasis                        approach that actively engages stakeholders.
regulasi, serta melibatkan pemangku kepentingan secara
aktif.

Dalam proses pengembangan dan operasional bandara,                         In the development and operation of airport infrastructure,
Perusahaan       secara    konsisten    mengintegrasikan                   the Company consistently integrates social and
pertimbangan sosial dan lingkungan ke dalam perencanaan                    environmental considerations into its planning and decision-
dan pengambilan keputusan. Pengelolaan dampak aktual                       making processes. The management of actual and potential
dan potensial dilakukan melalui mekanisme yang mencakup                    impacts is carried out through mechanisms that encompass
aspek ekonomi, lingkungan, dan sosial, serta kepemilikan                   economic, environmental, and social aspects, supported
dokumen lingkungan yang diperlukan, seperti Analisis                       by the ownership of required environmental documents,
Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), Adendum Analisis                       including Environmental Impact Assessment (AMDAL),
Dampak Lingkungan (ANDAL), Rencana Pengelolaan                             Environmental Impact Analysis Addendum (ANDAL),
Lingkungan (RKL), dan Rencana Pemantauan Lingkungan                        Environmental Management Plan (RKL), and Environmental
(RPL) untuk memperoleh Persetujuan Lingkungan dan                          Monitoring Plan (RPL). These documents form the basis for
mengurus izin yang berkaitan dengan perlindungan serta                     obtaining Environmental Approval and securing permits
pengelolaan lingkungan hidup (PPLH). Implementasi atas                     related to environmental protection and management
dokumen tersebut dipantau dan dievaluasi secara berkala                    (PPLH). The implementation of these documents is
untuk memastikan kepatuhan terhadap ketentuan yang                         monitored and evaluated regularly to ensure compliance
berlaku serta efektivitas pengelolaan dampak di lapangan.                  with applicable requirements and the effectiveness of
[GRI 3-3, 413-1] [G4-DMA]                                                  impact management in the field. [GRI 3-3, 413-1] [G4-DMA]




272                 Laporan Keberlanjutan 2025 PT Angkasa Pura Indonesia
Page 273
Sejalan dengan prinsip keterbukaan dan partisipasi,            In line with the principles of transparency and participation,
Perusahaan melaksanakan sosialisasi dan konsultasi publik      the Company conducts public socialization and consultations
guna menghimpun saran, pendapat, dan tanggapan dari            to gather feedback, perspectives, and input from affected
masyarakat terdampak, kelompok rentan, serta pemangku          communities, vulnerable groups, and other stakeholders.
kepentingan lainnya. Keterlibatan masyarakat lokal dalam       The involvement of local communities in this process is
proses ini menjadi bagian penting untuk memastikan             essential to ensure that impact management is carried out
bahwa pengelolaan dampak dilakukan secara inklusif dan         in an inclusive manner, taking into account the needs and
mempertimbangkan kebutuhan serta aspirasi masyarakat           aspirations of surrounding communities. This approach
sekitar. Hal ini menjadi landasan bagi Perusahaan dalam        serves as a foundation for the Company to continuously
terus meningkatkan kualitas pengelolaan keterlibatan           enhance the quality of its stakeholder engagement practices
pemangku kepentingan secara berkelanjutan. [GRI 2-25, 413-1]   sustainably. [GRI 2-25, 413-1]

Dalam praktik keterlibatan pemangku kepentingan,               In its stakeholder engagement practices, the Company
Perusahaan terus memperkuat pendekatan yang dilakukan          continues to strengthen its approach as part of efforts
sebagai upaya pengelolaan dampak sosial yang lebih efektif     to achieve more effective and inclusive social impact
dan inklusif. Penguatan ini diwujudkan melalui pelaksanaan     management. This enhancement is reflected in the
program yang dirancang secara terstruktur, dimulai dari        implementation of structured programs, commencing with
perencanaan tahunan, analisis kebutuhan masyarakat,            annual planning, followed by community needs assessments,
hingga survei lapangan untuk memastikan kesesuaian             and field surveys to ensure alignment with conditions across
dengan kondisi di wilayah operasional.                         its operational areas.

Interaksi dengan pemangku kepentingan dilakukan secara         Stakeholder engagement is carried out proactively through
aktif melalui evaluasi, pemantauan, serta komunikasi dengan    ongoing evaluation, monitoring, and communication
perwakilan masyarakat dan pemerintah daerah. Pendekatan        with community representatives and local government
ini didukung oleh pengembangan kanal komunikasi yang           authorities. This approach is reinforced by the development
efektif, pelaksanaan konsultasi, serta penguatan kapasitas     of effective communication channels, the conduct of
stakeholder, sehingga program yang dijalankan tetap            consultations, and the strengthening of stakeholder
relevan, responsif, dan mampu menjangkau seluruh wilayah       capacity, ensuring that the programs implemented remain
operasional Perusahaan.                                        relevant, responsive, and capable of reaching all of the
                                                               Company’s operational areas.


                                                                Sestainability Report 2025 PT Angkasa Pura Indonesia    273
Page 274
               Menciptakan Dampak Sosial Bersama
        07     Creating Shared Social Impact




      Program Desa Binaan:
      Penguatan Kapasitas dan Ekonomi Lokal Desa Bongkasa Pertiwi
      Fostered Village Program:
      Strengthening Capacity and Local Economic Development in Bongkasa
      Pertiwi Village




             Pengembangan Desa Bongkasa Pertiwi sebagai             The development of Bongkasa Pertiwi Village as a
             desa binaan merupakan salah satu bentuk                fostered village represents one of PT Angkasa Pura
             implementasi stakeholder engagement PT                 Indonesia’s stakeholder engagement initiatives,
             Angkasa Pura Indonesia yang dilakukan melalui          implemented through active collaboration
             kolaborasi aktif dengan pemerintah daerah,             with local government authorities, village
             pemerintah desa, dan masyarakat setempat.              administrations, and surrounding communities.
             Melalui koordinasi, konsultasi, serta kunjungan        Through coordination, consultations, and site
             langsung dengan Pemerintah Kabupaten Badung            visits with the Badung Regency Government and
             serta pemangku kepentingan lokal lainnya,              other local stakeholders, the Company identifies
             Perusahaan mengidentifikasi potensi dan                the village’s development potential and needs in a
             kebutuhan pengembangan desa secara lebih               comprehensive manner, particularly in enhancing
             komprehensif, khususnya dalam peningkatan              human capital capacity, strengthening MSMEs and
             kapasitas sumber daya manusia, penguatan               the creative economy, and advancing sustainable
             UMKM dan ekonomi kreatif, serta pengembangan           village tourism.
             desa wisata yang berkelanjutan.

             Inisiatif ini dirancang tidak hanya untuk              This initiative is designed not only to promote
             mendorong pertumbuhan ekonomi lokal,                   local economic growth but also to improve the
             tetapi juga untuk memperkuat kualitas layanan          quality of village-based tourism services through
             pariwisata desa melalui pelatihan hospitality,         hospitality training, intensive mentoring, and
             pendampingan intensif, dan pelibatan aktif             the active involvement of stakeholders at every
             para pemangku kepentingan dalam setiap                 stage of the program. In line with it, the program
             tahapan program. Sejalan dengan itu, program           is integrated with environmental conservation
             juga diintegrasikan dengan dukungan terhadap           efforts, including tree-planting activities,
             pelestarian    lingkungan    melalui    kegiatan       reflecting a participatory, cross-sectoral
             penanaman pohon, sehingga pendekatan yang              stakeholder engagement approach aimed at
             dijalankan mencerminkan keterlibatan pemangku          delivering sustainable social, economic, and
             kepentingan yang partisipatif, lintas sektor, dan      environmental impact.
             berorientasi pada penciptaan dampak sosial,
             ekonomi, dan lingkungan secara berkelanjutan.



274          Laporan Keberlanjutan 2025 PT Angkasa Pura Indonesia
Page 275
Selain mengelola potensi dampak negatif, Perusahaan          In addition to managing potential adverse impacts, the
berupaya memaksimalkan dampak positif dari keberadaan        Company seeks to maximize the positive contributions
dan operasional bandara melalui penciptaan nilai bagi        of airport operations by creating value for surrounding
masyarakat sekitar. Aktivitas kebandarudaraan diharapkan     communities. Airport-related activities are expected to
dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, menciptakan       stimulate local economic growth, generate employment
lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan             opportunities, and enhance community well-being, that
masyarakat, yang diwujudkan melalui pelaksanaan Program      realized through the implementation of the Corporate Social
Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dengan           Responsibility (CSR) Program, which focuses on community
fokus pada pemberdayaan masyarakat, peningkatan              empowerment, social development, environmental
kualitas sosial, dukungan terhadap pelestarian lingkungan,   conservation, and local economic development. In its
dan pengembangan ekonomi lokal. Dalam pelaksanaannya,        implementation, the Company conducts continuous
Perusahaan melakukan pemantauan dan evaluasi secara          monitoring and evaluation, including the engagement of
berkelanjutan, termasuk dengan melibatkan pihak ketiga       competent and independent third parties, to inform ongoing
yang kompeten dan independen, sebagai dasar penetapan        improvements and the refinement of its programs. [G4-SO2]
langkah perbaikan dan penyempurnaan program. [G4-SO2]

Dalam mendukung pembangunan sosial dan ekonomi               In supporting the social and economic development of
masyarakat di sekitar wilayah operasional, PT Angkasa Pura   communities surrounding its operational areas, PT Angkasa
Indonesia melaksanakan berbagai program pengembangan         Pura Indonesia implemented various infrastructure
infrastruktur yang memberikan dampak signifikan bagi         development programs that deliver tangible benefits.
masyarakat. Program tersebut antara lain, pembangunan        These initiatives include the construction of irrigation
saluran irigasi di Kabupaten Lamongan, Kabupaten             channels in Lamongan Regency, Probolinggo Regency, and
Probolinggo, dan Kabupaten Banyumas, serta pembangunan       Banyumas Regency, as well as road development projects in
jalan di Kabupaten Probolinggo dan Kabupaten Purwakarta.     Probolinggo Regency and Purwakarta Regency.

Dalam pelaksanaan program, Perusahaan secara proaktif        In implementing these programs, the Company proactively
mengidentifikasi potensi dampak terhadap masyarakat,         identifies potential impacts on communities, including
termasuk kemungkinan perubahan akses terhadap aset           possible changes in access to assets and sources of
maupun sumber penghidupan. Pada tahun pelaporan,             livelihood. During the reporting period, the Belimbing
terdapat kegiatan pekerjaan irigasi Belimbing di Bandara     irrigation works at Soekarno-Hatta International Airport
Soekarno-Hatta (CGK) yang merupakan bagian dari              (CGK) were carried out as part of the Company’s obligation to
pemenuhan kewajiban Perusahaan dalam mengganti dan           replace and relocate existing irrigation networks and access
merelokasi jaringan irigasi serta jalan irigasi eksisting    roads affected by the Runway 3 land acquisition project.
yang terdampak oleh proyek pembebasan lahan Runway           Based on the identification and monitoring conducted, these
3. Berdasarkan hasil identifikasi dan pemantauan yang        activities did not result in any loss of community access
dilakukan, kegiatan tersebut tidak menimbulkan dampak        to assets or livelihoods, nor did they lead to community
berupa hilangnya akses masyarakat terhadap aset              displacement. This reflects the Company’s commitment to
atau sumber penghidupan, serta tidak mengakibatkan           ensuring that all operational and infrastructure development
perpindahan tempat tinggal masyarakat. Hal ini               activities uphold social sustainability while minimizing
mencerminkan komitmen Perusahaan dalam memastikan            potential impacts on surrounding communities. [GRI G4-AO8]
bahwa setiap kegiatan operasional dan pengembangan
infrastruktur tetap memperhatikan keberlanjutan sosial
serta meminimalkan potensi dampak terhadap masyarakat
sekitar. [GRI G4-AO8]




                                                             Sestainability Report 2025 PT Angkasa Pura Indonesia    275
Page 276
                Menciptakan Dampak Sosial Bersama
         07     Creating Shared Social Impact




Inisiatif program TJSL berkontribusi dalam mendukung                 The CSR program initiatives contribute to supporting the
program ketahanan pangan pemerintah melalui peningkatan              government’s food security agenda by improving water
akses air untuk sektor pertanian, sekaligus meningkatkan             access for the agricultural sector, while also enhancing
kesejahteraan masyarakat. Selain itu, pembangunan jalan              community welfare. In addition, road development projects
turut memperlancar akses transportasi, serta meningkatkan            facilitate transportation access and improve the safety
kenyamanan dan keselamatan mobilitas masyarakat.                     and comfort of community mobility. All of these programs
Seluruh program tersebut dilaksanakan melalui skema                  are implemented through grant-based funding schemes as
bantuan dana sebagai bentuk kontribusi Perusahaan dalam              part of the Company’s contribution to advancing sustainable
mendukung pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan               infrastructure development that delivers tangible benefits
dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta                   to communities and the local economy. [OJK F.23] [GRI G4-AO8]
perekonomian lokal. [OJK F.23] [GRI G4-AO8]

Sejalan dengan komitmen tersebut, Perusahaan juga                    In line with this commitment, the Company also recognizes
menyadari bahwa kegiatan operasional bandara, baik di                that airport operations, both landside and airside have the
sisi darat maupun di sisi udara, memiliki potensi dampak             potential to generate environmental impacts. Accordingly,
terhadap lingkungan. Oleh karena itu, seluruh aspek dampak           all relevant impacts have been identified and managed
telah diidentifikasi dan dikelola melalui dokumen lingkungan         through environmental documentation at each airport,
di masing-masing bandara, disertai dengan upaya                      supported by regular monitoring and mitigation efforts.
pemantauan dan mitigasi yang dilakukan secara berkala.               These environmental management and monitoring
Upaya pengelolaan dan pemantauan dampak lingkungan                   measures include: [GRI 413-2]
tersebut meliputi: [GRI 413-2]
• Badan/media air: Air limbah dari kegiatan operasional              • Water bodies: Wastewater generated from operational
  diolah terlebih dahulu melalui Instalasi Pengolahan                  activities is treated through a Wastewater Treatment
  Air Limbah (IPAL) atau Sewage Treatment Plant (STP)                  Plant (WWTP) or Sewage Treatment Plant (STP) prior
  sebelum dibuang atau dimanfaatkan kembali. Perusahaan                to discharge or reuse. The Company conducts monthly
  melakukan pengujian kualitas air limbah secara berkala               wastewater quality testing to ensure compliance
  setiap bulan untuk memastikan kesesuaian dengan                      with applicable regulatory standards, as well as semi-
  baku mutu yang berlaku, serta pemantauan kualitas air                annual surface water quality monitoring to ensure that
  permukaan setiap enam bulan guna memastikan tidak                    no adverse impacts occur to receiving water bodies;
  terjadi dampak negatif terhadap badan air penerima;
• Muka air tanah permukiman: Pengukuran tinggi muka air              • Groundwater levels in residential areas: Groundwater
  tanah dilakukan setiap enam bulan pada sumur di dalam                level measurements are conducted semi-annually at
  maupun di luar area bandara untuk memastikan bahwa                   wells located both within and outside airport areas to
  operasional bandara tidak berdampak pada ketersediaan                ensure that airport operations do not adversely affect the
  dan keberlanjutan sumber daya air; dan                               availability and sustainability of water resources; and
• Kualitas udara dan kebisingan: Pemantauan kualitas                 • Air quality and noise: Air quality and noise levels are
  udara dan tingkat kebisingan dilakukan secara berkala                monitored semi-annually within and surrounding airport
  setiap enam bulan di dalam dan sekitar area bandara,                 areas, including residential zones, to ensure that all
  termasuk wilayah permukiman, guna memastikan seluruh                 parameters remain within established threshold limits.
  parameter tetap berada dalam ambang batas yang
  ditetapkan.

Melalui pendekatan ini, PT Angkasa Pura Indonesia tidak              Through this approach, PT Angkasa Pura Indonesia not
hanya berkontribusi pada pembangunan sosial melalui                  only contributes to social development through its CSR
program TJSL, tetapi juga memastikan bahwa kegiatan                  programs, but also ensures that its operations are conducted
operasional berjalan secara bertanggung jawab dengan                 responsibly by minimizing impacts on the environment and
meminimalkan dampak terhadap lingkungan dan masyarakat               surrounding communities.
sekitar.




276           Laporan Keberlanjutan 2025 PT Angkasa Pura Indonesia
Page 277
Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan
Social and Environmental Responsibility



Kondisi Umum
General Condition



    Perjalanan Program TJSL PT Angkasa Pura Indonesia
    The Journey of PT Angkasa Pura Indonesia’s CSR Program

    • Label: | Label:                                              • Label: | Label:
      Awal Pelaksanaan Program                                       Kerangka TJSL Terintegrasi
      Program Initiation                                             Integrated CSR Framework
    • Nama Program: | Program Name:                                • Nama Program: | Program Name:
      Program Usaha Kecil dan Koperasi (PUKK)                        Program tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL)
      Small Business and Cooperative Program (PUKK)                  Corporate Social Responsibility (CSR) Program
    • Fokus Utama: | Primary Focus:                                • Dasar Regulasi: | Regulatory Basis: Peraturan Menteri
      Dukungan pendanaan dan pembinaan usaha                         BUMN No. PER-1/MBU/-3/2023
      kecil dan koperasi                                             Minister of SOEs Regulation No. PER-1/MBU/03/2023
      Financial support and capacity building for small            • Fokus Utama: | Primary Focus:
      enterprises and cooperatives                                   Penciptaan dampak sosial dan lingkungan yang
                                                                     berkelanjutan
                                                                     Delivering sustainable social and environmental impact




                                                                                                   2003
                 1991                                     2007                                       -
                                                                                                 sekarang



                                   • Label: | Label:
                                     Penyesuaian Kebijakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN)
                                     Alignment with State-Owned Enterprise (SOE) Policy
                                   • Nama Program: | Program Name:
                                     Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL)
                                     Partnership and Community Development Program (PKBL)
                                   • Dasar Regulasi: | Regulatory Basis: Peraturan Menteri
                                     BUMN No. PER-05/MBU/2007
                                     Minister of SOEs Regulation No. PER-05/MBU/2007
                                   • Fokus Utama: | Primary Focus:
                                     Penguatan kemitraan UMK dan dukungan sosial
                                     kemasyarakatan
                                     Strengthening MSME partnerships and supporting
                                     community social initiatives




Pada tahun 2025, pelaksanaan Program TJSL difokuskan               In 2025, the implementation of the CSR Program was focused
pada penguatan peran Perusahaan dalam menciptakan                  on strengthening the Company’s role in creating sustainable
dampak positif yang berkelanjutan. Program-program                 positive impact. The programs implemented encompassed
yang dijalankan mencakup dukungan kepada usaha mikro               support for micro and small enterprises (MSEs), community
dan kecil (UMK), peningkatan kapasitas masyarakat, serta           capacity-building, as well as social and environmental



                                                                    Sestainability Report 2025 PT Angkasa Pura Indonesia      277
Page 278
                Menciptakan Dampak Sosial Bersama
         07     Creating Shared Social Impact




inisiatif sosial dan lingkungan yang disesuaikan dengan              initiatives tailored to local needs and characteristics. These
kebutuhan dan karakteristik wilayah. Program dirancang               programs were designed using a needs-based approach
menggunakan pendekatan berbasis kebutuhan masyarakat                 through social mapping and identification, field surveys, and
melalui identifikasi dan pemetaan sosial, survei lapangan,           dialogue with stakeholders, including local governments and
serta dialog dengan pemangku kepentingan seperti                     community representatives, with continued engagement
pemerintah daerah dan perwakilan masyarakat, dengan                  through evaluation stages via discussion forums and
keterlibatan yang berlanjut hingga tahap evaluasi melalui            feedback mechanisms. The Company also conducts regular
forum diskusi dan mekanisme umpan balik. Perusahaan                  monitoring and evaluation to ensure the effectiveness of
juga melakukan pemantauan dan evaluasi secara berkala                its programs and the achievement of the intended impacts,
untuk memastikan efektivitas program dan pencapaian                  including through the application of a SROI approach for
dampak yang diharapkan, termasuk melalui pendekatan                  selected programs to assess the social, economic, and
SROI pada program tertentu untuk menilai nilai manfaat               environmental value generated. Through this approach, the
sosial, ekonomi, dan lingkungan yang dihasilkan. Melalui             Company ensured that all operational areas of PT Angkasa
pendekatan tersebut, Perusahaan memastikan bahwa                     Pura Indonesia’s airports implemented TJSL programs,
seluruh wilayah operasional bandara PT Angkasa Pura                  achieving 100% coverage during the reporting year as part
Indonesia melaksanakan program TJSL dengan cakupan                   of its ongoing commitment to community development and
mencapai 100% pada tahun pelaporan sebagai bagian dari               empowerment. [GRI 3-3, 413-1]
upaya pengembangan dan pemberdayaan masyarakat
secara berkelanjutan. [GRI 3-3, 413-1]

Melalui pendekatan yang terencana dan berkelanjutan,                 Through a structured and sustained approach, the Company
Perusahaan berkomitmen untuk memastikan bahwa                        is committed to ensuring that the implementation of its CSR
pelaksanaan Program TJSL memberikan manfaat yang                     Program delivers tangible benefits to communities while
nyata bagi masyarakat serta sejalan dengan prinsip tata              aligning with principles of good governance and long-term
kelola yang baik dan keberlanjutan jangka panjang, seperti           sustainability, including enhancing the social well-being
peningkatan kualitas sosial masyarakat di sekitar wilayah            of communities surrounding its operational areas. These
operasional. Upaya ini diwujudkan melalui berbagai inisiatif         efforts are realized through various initiatives focused on
yang berfokus pada peningkatan kesehatan, pelestarian                improving public health, environmental conservation, and
lingkungan, serta dukungan terhadap pengembangan                     supporting tourism development. [GRI 3-3]
pariwisata. [GRI 3-3]



Dasar Hukum
Legal Basis

1.   Peraturan Presiden Nomor 59 Tahun 2017 tanggal                  1.   Presidential Regulation No. 59 of 2017 dated July 4, 2017
     4 Juli 2017 perihal Pelaksanaan Pencapaian Tujuan                    concerning the Implementation of the Achievement of
     Pembangunan Berkelanjutan.                                           the Sustainable Development Goals.
2.   Peraturan Menteri BUMN Nomor: PER-1/MBU/03/2023                 2.   Minister of State-Owned Enterprises Regulation No.
     Tanggal 03 Maret 2023 tentang Penugasan                              PER-1/MBU/03/2023 dated March 3, 2023 concerning
     Khusus dan Program Tanggung Jawab Sosial                             Special Assignments and the Corporate Social and
     dan Lingkungan Badan Usaha Milik Negara                              Environmental Responsibility (CSR) Program of State-
                                                                          Owned Enterprises.
3.   Surat Edaran Menteri Negara BUMN Nomor: SE-02/                  3.   Circular Letter of the Minister of State-Owned
     MBU/Wk/2012 Tanggal 23 Desember 2012 Tentang                         Enterprises No. SE-02/MBU/Wk/2012 dated December
     Penetapan Pedoman Akuntansi Program Kemitraan dan                    23, 2012 concerning the Establishment of Accounting
     Bina Lingkungan.                                                     Guidelines for the Partnership and Community
                                                                          Development Program.




278           Laporan Keberlanjutan 2025 PT Angkasa Pura Indonesia
Page 279
Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan [OJK F.25]
Corporate Social and Environmental Responsibility Program

Hingga akhir periode pelaporan tahun 2025, realisasi                     As of the end of the 2025 reporting period, the realization
penyaluran dana Program TJSL tercatat sebesar                            of CSR Program fund disbursement amounted to
Rp65.804.028.121, atau setara dengan 99,99% dari total                   Rp65,804,028,121, equivalent to 99.99% of the total allocated
anggaran sebesar Rp65.812.000.000. Capaian tersebut                      budget of Rp65,812,000,000. This achievement reflects
mencerminkan tingkat realisasi terhadap Rencana Kerja dan                the level of realization against the Company’s Work Plan
Anggaran Perusahaan (RKAP), yang selanjutnya diuraikan                   and Budget (RKAP), which is further detailed by program
berdasarkan masing-masing program dan fokus kegiatan.                    category and key areas of focus.

                                Rekapitulasi Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan [OJK F.25] [GRI 413-1]
                                    Recapitulation of Social and Environmental Responsibility Activities


                                                        2025                                                    2024
               Program
  No                                                 Realisasi (Rp)      Capaian                             Realisasi (Rp)        Capaian
               Program              RKAP (Rp)                                             RKAP (Rp)
                                                    Realization (Rp)   Achievement                          Realization (Rp)     Achievement

         Pilar Pembangunan
         Ekonomi
   1                              20.248.000.000      12.994.465.676          64,18%     30.246.617.000       10.257.550.863           33,91%
         Economic
         Development Pillar

         Pilar Pembangunan
         Sosial
   2                               18.874.000.000    28.463.660.445          150,81%     15.769.000.000       16.447.722.773         104,30%
         Social Development
         Pillar

         Pilar Pembangunan
         Lingkungan
   3                              26.490.000.000      24.231.194.420          91,47%     24.846.030.000       23.954.157.946           96,41%
         Environmental
         Development Pillar

         Pilar Pembangunan
         Hukum dan Tata
   4     Kelola                      200.000.000         114.707.580          57,35%        250.000.000                     0          0,00%
         Legal and Governance
         Development Pillar

Jumlah
                                  65.812.000.000      65.804.028.121          99,99%       71.111.647.000    50.659.431.582           71,24%
Total




                                                                          Sestainability Report 2025 PT Angkasa Pura Indonesia          279
Page 280
                 Menciptakan Dampak Sosial Bersama
         07      Creating Shared Social Impact




Kegiatan Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Tahun 2025 [OJK F.25]
Social and Environmental Responsibility Program Activities in 2025



 Pilar Pembangunan Ekonomi
 Economic Development Pillar




                                                      Program TJSL Pendanaan UMK (PUMK)
                                                      CSR Program for MSE Financing (PUMK)

                                            Memberikan bantuan pendanaan kepada pelaku usaha kecil sebagai bagian
                                            dari upaya mendorong pengembangan usaha yang berkelanjutan. Melalui
                                            kolaborasi dengan perbankan dan mitra binaan, inisiatif ini diarahkan untuk
                                            meningkatkan kapasitas dan kemandirian UMK. Secara lebih luas, dukungan
                                            tersebut turut berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah
                                            sekaligus membuka peluang penciptaan lapangan kerja.
                                            Providing financial assistance to small business actors as part of efforts
                                            to support sustainable business development. Through collaboration
                                            with banking institutions and fostered partners, this initiative is aimed
                                            at enhancing the capacity and independence of MSEs. More broadly,
                                            this support contributes to regional economic growth while creating
                                            opportunities for employment generation.



                                            Metrik Program:
                                            Program Metrics:
                                                                    Rp5 miiliar | billion
                                                                    dana tersalurkan melalui bank BRI
                                                                    disbursed through Bank BRI




                                                      Injourney Airports UKM Berdaya (Pelatihan)
                                                      InJourney Airports SME Empowerment (Training)

                                            Pelatihan manajerial dan kewirausahaan bagi pelaku UKM dengan melibatkan
                                            mitra pelatihan serta didukung oleh pembinaan yang berkelanjutan. Melalui
                                            inisiatif ini, Perusahaan mendorong peningkatan kompetensi manajerial dan
                                            kewirausahaan, sehingga pelaku UKM memiliki kapasitas yang lebih kuat
                                            dalam mengelola dan mengembangkan usahanya secara berkelanjutan.
Metrik Program:                             Managerial and entrepreneurship training for SME actors, delivered in
Program Metrics:                            collaboration with training partners and supported by ongoing mentoring.

30
                                            Through this initiative, the Company seeks to enhance managerial and
                                            entrepreneurial competencies, enabling SMEs to strengthen their capacity
mitra binaan berpartisipasi                 to manage and grow their businesses sustainably.
fostered partners participated




280            Laporan Keberlanjutan 2025 PT Angkasa Pura Indonesia
Page 281
                                            Injourney Airports UKM Berdaya (Akses Pasar)
                                            InJourney Airports SME Empowerment (Market Access)

                                 Perusahaan memfasilitasi akses pasar bagi UKM melalui kemitraan dengan
                                 distributor dan pelaku ritel sebagai upaya memperluas jaringan pemasaran.
                                 Melalui inisiatif ini, produk UKM didorong untuk memiliki daya saing yang
                                 lebih tinggi, sekaligus membuka peluang terjalinnya kerja sama pemasaran
                                 yang lebih luas dan berkelanjutan.
                                 The Company facilitates market access for SMEs through partnerships with
                                 distributors and retail players as part of efforts to expand their marketing
                                 networks. Through this initiative, SME products are supported to enhance
                                 their competitiveness while creating opportunities for broader and more
                                 sustainable marketing collaborations.


                                 Metrik Program:
                                 Program Metrics:
                                                          71 mitra binaan berpartisipasi
                                                             fostered partners participated




                                            Injourney Airports Pengembangan UMKM Lokal
                                            InJourney Airports Local MSME Development

                                 Perusahaan mendukung pengembangan usaha lokal melalui pendampingan
                                 dan fasilitasi usaha yang dilakukan secara berkelanjutan, dengan tujuan
                                 meningkatkan skala bisnis dan kemandirian pelaku UMKM di wilayah
                                 operasional. Upaya ini tidak hanya mendorong pertumbuhan UMKM lokal,
                                 tetapi juga berkontribusi pada penciptaan lapangan kerja di tingkat daerah.
Metrik Program:                  The Company supports the development of local enterprises through
Program Metrics:                 continuous business mentoring and facilitation, with the aim of enhancing

10
                                 business scale and strengthening the independence of MSMEs across its
                                 operational areas. These efforts not only drive the growth of local MSMEs
mitra binaan berpartisipasi      but also contribute to job creation at the regional level.
fostered partners participated




                                            Injourney Airports Ramah Difabel
                                            InJourney Airports Disability-Inclusive

                                 Perusahaan memberikan dukungan usaha kepada kelompok difabel melalui
                                 program pemberdayaan ekonomi yang dirancang untuk meningkatkan
                                 kemandirian serta mendorong inklusivitas dalam kegiatan usaha. Melalui
                                 inisiatif ini, penerima manfaat didorong untuk mampu menjalankan
                                 usahanya secara mandiri dan berkelanjutan.
Metrik Program:                  The Company provides business support to persons with disabilities through
Program Metrics:                 economic empowerment programs designed to enhance independence

483
                                 and promote inclusivity in business activities. Through this initiative,
                                 beneficiaries are encouraged to operate their businesses independently
penerima manfaat                 and sustainably.
beneficiaries




                                                                 Sestainability Report 2025 PT Angkasa Pura Indonesia   281
Page 282
                  Menciptakan Dampak Sosial Bersama
          07      Creating Shared Social Impact




 Pilar Pembangunan Sosial
 Social Development Pillar



                                                        Injourney Airports Cerdaskan Bangsa
                                                        InJourney Airports Educating the Nation

                                             Upaya peningkatan akses literasi masyarakat melalui penyediaan bahan
                                             bacaan di wilayah bandara sebagai upaya mendorong tumbuhnya budaya
                                             membaca. Inisiatif ini turut berkontribusi pada peningkatan kemampuan
                                             literasi, termasuk pemahaman dan keterampilan menulis di kalangan
                                             masyarakat.
Metrik Program:                              Efforts to enhance public literacy access through the provision of reading
Program Metrics:                             materials within airport areas, aimed at fostering a culture of reading.
                                             This initiative also contributes to improving literacy capabilities, including
                                             comprehension and writing skills among the community.
Pemberian buku di 4 lokasi kegiatan
yaitu,   Kusaba ARB Tangerang,
Mak Uwo Padang, Kupang, NTT
danTapanuli Utara, Sumatera Utara
Book assistance was distributed
across 4 program locations: Kusaba
ARB Tangerang, Mak Uwo Padang,
Kupang, East Nusa Tenggara, and
North Tapanuli, North Sumatra




                                                        Injourney Airports Berbagi
                                                        InJourney Airports Sharing

                                             Dalam rangka Hari Raya Idul Adha, Perusahaan menyalurkan bantuan hewan
                                             kurban kepada masyarakat sekitar, khususnya kelompok kurang mampu,
                                             sebagai wujud kepedulian sosial. Inisiatif ini tidak hanya berkontribusi pada
                                             peningkatan asupan gizi masyarakat, tetapi juga mempererat hubungan
                                             sosial antara Perusahaan dan komunitas di wilayah operasional.
Metrik Program:                              In commemoration of Eid al-Adha, the Company distributed sacrificial
Program Metrics:                             animals to surrounding communities, particularly to underprivileged groups,

59
                                             as a reflection of its social commitment. This initiative not only contributes
                                             to improving community nutritional intake but also strengthens social ties
sapi kurban tersalurkan                      between the Company and communities across its operational areas.
sacrificial cattle were distributed




282             Laporan Keberlanjutan 2025 PT Angkasa Pura Indonesia
Page 283
                                                                       Metrik Program:
                                                                       Program Metrics:


                                                                      • Khitanan massal: di 7 lokasi. Di wilayah
                                                                        Pekanbaru (30 Peserta), Pontianak (100
                                                                        Peserta), Banten (160 Peserta), Balikpapan
                                                                        (30 peserta), Padang (50 Peserta), Bangka
                                                                        Tengah (75 Peserta), Lombok Tengah (200
                                                                        Peserta)
                                                                        Mass     Circumsion:     across      seven
                                                                        locations: Pekanbaru (30 participants),
                                                                        Pontianak (100 participants), Banten
                                                                        (160 participants), Balikpapan (30
          Injourney Airports Peduli Kesehatan                           participants), Padang (50 participants),
          InJourney Airports Healthcare Program                         Central Bangka (75 participants), and
                                                                        Central Lombok (200 participants).
Sebagai bentuk dukungan terhadap akses layanan kesehatan,
Perusahaan menyelenggarakan kegiatan khitanan massal dan              • Donor darah: 2 lokasi. Terminal 3 Bandara
donor darah bagi masyarakat, khususnya kelompok kurang mampu,           Soetta (100 Peserta), Pekanbaru (50
melalui kolaborasi dengan tenaga medis dan mitra terkait. Melalui       Peserta).
inisiatif ini, Perusahaan turut meningkatkan derajat kesehatan          Blood donation activities were carried out
masyarakat sekaligus mempererat hubungan sosial dengan                  at 2 locations: Terminal 3 Soekarno-Hatta
komunitas di wilayah operasional.                                       International Airport (100 participants)
As part of its commitment to improving access to healthcare             and Pekanbaru (50 participants).
services, the Company organized mass circumcision and blood
donation activities for communities, particularly underprivileged
groups, in collaboration with medical professionals and relevant
partners. Through this initiative, the Company contributes to
enhancing public health outcomes while strengthening social ties
with communities across its operational areas.




                                                   Injourney Airports Cinta Anak Yatim
                                                   InJourney Airports Care for Orphans

                                        Melalui kerja sama dengan lembaga sosial, Perusahaan memberikan
                                        santunan kepada anak yatim sebagai wujud kepedulian terhadap kelompok
                                        rentan. Inisiatif ini berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan penerima
                                        manfaat sekaligus memperkuat citra positif Perusahaan di mata masyarakat.
                                        Through collaboration with social institutions, the Company provides
Metrik Program:                         financial assistance to orphans as a demonstration of its commitment to
Program Metrics:                        supporting vulnerable groups. This initiative contributes to improving the

1.000
                                        well-being of beneficiaries while strengthening the Company’s positive
                                        reputation within the community.
penerima manfaat anak yatim
orphan beneficiaries




                                                                       Sestainability Report 2025 PT Angkasa Pura Indonesia   283
Page 284
                 Menciptakan Dampak Sosial Bersama
         07      Creating Shared Social Impact




 Pilar Pembangunan Lingkungan
 Environmental Development Pillar



                                                       Injourney Airports Alam Lestari
                                                       InJourney Airports Environmental Sustainability

                                            Perusahaan melaksanakan kegiatan penanaman pohon di wilayah
                                            operasional sebagai upaya menjaga kelestarian lingkungan serta mendukung
                                            mitigasi perubahan iklim. Inisiatif ini juga mendorong peningkatan kesadaran
                                            masyarakat terhadap pentingnya perlindungan lingkungan, sekaligus
                                            berkontribusi pada pemulihan kualitas lingkungan secara berkelanjutan.
Metrik Program:                             The Company conducts tree-planting activities across its operational
Program Metrics:                            areas as part of efforts to preserve the environment and support climate
                                            change mitigation. This initiative also promotes greater public awareness
                                            of the importance of environmental protection, while contributing to the
65.366                                      sustainable restoration of environmental quality.
pohon tertanam
trees planted




                                                                           Metrik Program:
                                                                           Program Metrics:


                                                                           Diselenggarakan di 13 lokasi, yaitu
                                                                           Kepulauan Seribu; Pulau Lemukutan Teluk
                                                                           Melanau Kalbar; Mandeh Pesisir Selatan;
                                                                           Banda Neira Ambon; Kulonprogo; Badung
                                                                           Bali; Kelompok Wana Tirta Kulon Progo;
                                                                           Bugle Peni Kulon Progo; Raja Ampat;
                                                                           Lombok Tengah; Balikpapan; Ambon ;
                                                                           Badung, Bali.
                                                                           Community participation and conservation
                                                                           outcomes achieved across 13 locations:
          Injourney Airports Konservasi Bahari                             the Thousand Islands; Lemukutan Island,
          InJourney Airports Marine                                        Melanau Bay; West Kalimantan; Mandeh;
                                                                           Banda Neira; Kulon Progo; Badung; Wana
Perusahaan menjalankan kegiatan konservasi penyu dan                       Tirta Group, Kulon Progo; Bugle Peni,
penanaman terumbu karang sebagai upaya menjaga kelestarian                 Kulon Progo; Raja Ampat; Central Lombok;
ekosistem laut. Inisiatif ini tidak hanya mendukung keberlanjutan          Balikpapan; Ambon; and Badung, Bali.
lingkungan, tetapi juga memberikan dampak sosial dan ekonomi
yang berkelanjutan bagi masyarakat pesisir.
The Company carries out sea turtle conservation and coral reef
restoration activities as part of its efforts to preserve marine
ecosystems. This initiative not only supports environmental
sustainability but also delivers sustained social and economic
benefits for coastal communities.




284           Laporan Keberlanjutan 2025 PT Angkasa Pura Indonesia
Page 285
                                                                         Metrik Program:
                                                                         Program Metrics:


                                                                         Kegiatan pengelolaan sampah di 15 titik
                                                                         lokasi: Kepulauan Seribu; Tanjung Pinang;
                                                                         Pangkal Pinang; SMP N 49 Palembang; Pulau
                                                                         Panggang Kepulauan Seribu; Bandung;
                                                                         Ambon; Tani Larekang Kab Takalar; SMP
                                                                         34 Pekanbaru; SMP 1 Kuta ; Tanjung Pinang;
                                                                         TNI al Kupang; Jayapura; Tapanuli Utara;
                                                                         Biak Numfor.
                                                                         Waste management activities were
            Injourney Airports Olah Sampah dan Daur Ulang                implemented across 15 locations: the
            InJourney Airports Waste Management and                      Thousand Islands; Tanjung Pinang; Pangkal
            Recycling                                                    Pinang; SMP Negeri 49 Palembang;
                                                                         Panggang Island (Thousand Islands);
Perusahaan mengembangkan pengelolaan sampah melalui                      Bandung; Ambon; Tani Larekang (Takalar
pembangunan fasilitas serta pelaksanaan kegiatan daur ulang              Regency); SMP Negeri 34 Pekanbaru; SMP
sebagai upaya mengurangi pencemaran lingkungan. Inisiatif                Negeri 1 Kuta; Kupang; Jayapura; North
ini turut mendorong peningkatan kesadaran masyarakat dalam               Tapanuli; and Biak Numfor.
pengelolaan limbah, sehingga berkontribusi pada penurunan tingkat
pencemaran secara berkelanjutan.
The Company advances waste management through the
development of facilities and the implementation of recycling
initiatives as part of efforts to reduce environmental pollution. This
initiative also promotes greater public awareness of proper waste
management, contributing to the sustained reduction of pollution
levels.




                                                                         Metrik Program:
                                                                         Program Metrics:


                                                                         Diselenggarakan di 4 lokasi, yaitu Bandara
                                                                         Internasional I Gusti Ngurah Rai, (Beach
                                                                         Cleaning) Bandara Internasional Yogyakarta
                                                                         (Thematic Event & Sosialisasi Waste
                                                                         Management),      Bandara     Internasional
                                                                         Sultan Hasanuddin (Kampanye Lingkungan,
                                                                         dan Bandara Internasional Zainuddin Abdul
                                                                         Majid (Green Tenant Award)
                                                                         Held across four locations: I Gusti Ngurah
                                                                         Rai International Airport (Beach Cleaning),
            Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional                       Yogyakarta International Airport (Thematic
            National Waste Awareness Day Commemoration                   Event & Waste Management Socialization),
                                                                         Sultan Hasanuddin International Airport
Pada 6 dan 21 Februari 2025, Perusahaan melaksanakan program             (Environmental Campaign), and Zainuddin
Beach Cleaning, Green Tenant Award, Pembersihan Bandara, dan             Abdul Madjid International Airport (Green
Sosialiasi Waste Management. Kegiatan ini berkontribusi pada             Tenant Award).
pengurangan sampah, peningkatan kualitas lingkungan, serta
mendorong keterlibatan aktif tenant dan masyarakat dalam
membangun budaya peduli lingkungan.
On February 6 and 21, 2025, the Company carried out Beach
Cleaning, the Green Tenant Award, Airport Cleaning programs, and
Waste Management Socialization. These initiatives contributed to
waste reduction, improved environmental quality, and encouraged
active participation from tenants and communities in fostering a
culture of environmental responsibility.




                                                                          Sestainability Report 2025 PT Angkasa Pura Indonesia   285
Page 286
                Menciptakan Dampak Sosial Bersama
         07     Creating Shared Social Impact




 Pilar Pembangunan Hukum dan Tata Kelola
 Legal and Governance Development Pillar



                                                     Injourney Airports Bersih & Berintegritas
                                                     InJourney Airports Clean & Integrity Program

                                           Melalui kerja sama dengan instansi terkait, Perusahaan melaksanakan
                                           sosialisasi pencegahan narkoba dan antikorupsi sebagai upaya
                                           meningkatkan kesadaran hukum. Inisiatif ini turut mendorong terbentuknya
                                           lingkungan yang berintegritas di kalangan masyarakat.
                                           Through collaboration with relevant authorities, the Company conducts
Metrik Program:                            awareness programs on drug prevention and anti-corruption as part of
Program Metrics:                           efforts to enhance legal awareness. This initiative also promotes the
                                           development of an integrity-driven environment within the community.
Pelaksanaan diadakan di 3 lokasi,
yaitu Tangerang, Surabaya, dan
Manado.
Implemented across 3 locations:
Tangerang, Surabaya, and Manado.




286           Laporan Keberlanjutan 2025 PT Angkasa Pura Indonesia
Page 287
Gerakan Satu Juta Pohon di 30 Bandara InJourney Airports [OJK F.10, F.25]
One Million Tree Movement Across 30 InJourney Airports




     Dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-1 InJourney        In commemoration of the 1st anniversary of
     Airports, PT Angkasa Pura Indonesia melaksanakan          InJourney Airports, PT Angkasa Pura Indonesia
     program unggulan bertajuk “Satu Juta Pohon” yang          launched a flagship program titled the “One Million
     diimplementasikan secara serentak di 30 bandara           Tree Movement,” implemented simultaneously
     di seluruh Indonesia. Program ini merupakan               across 30 airports throughout Indonesia. This
     bentuk komitmen Perusahaan dalam mendukung                program reflects the Company’s commitment
     pelestarian lingkungan dan mitigasi perubahan             to supporting environmental conservation and
     iklim, sekaligus memperkuat peran bandara sebagai         climate change mitigation, while reinforcing the
     bagian dari ekosistem pembangunan berkelanjutan.          role of airports as part of a sustainable development
                                                               ecosystem.

     Pada tahun 2025, sebagai tahap awal implementasi,         In 2025, as the initial phase of implementation, the
     Perusahaan telah merealisasikan penanaman pohon           Company carried out tree planting activities across
     di 23 wilayah operasional dengan jumlah pohon             23 operational areas, with a total of 65,366 trees
     tertanam sebanyak 65.366. Capaian ini menjadi             planted. This achievement marks an early milestone
     langkah awal dalam perjalanan program yang masih          in the program’s ongoing journey toward the
     terus berlangsung secara bertahap menuju target           target of planting one million trees, implemented
     penanaman satu juta pohon, dengan pendekatan              progressively through approaches tailored to the
     yang disesuaikan dengan kondisi dan karakteristik         environmental conditions and characteristics of
     lingkungan di masing-masing wilayah. Melalui              each location. Through this initiative, the Company
     inisiatif ini, Perusahaan tidak hanya berkontribusi       not only contributes to increasing vegetation cover
     terhadap peningkatan tutupan vegetasi dan                 and enhancing carbon sequestration, but also
     penyerapan emisi karbon, tetapi juga mendorong            promotes active stakeholder engagement, including
     keterlibatan aktif pemangku kepentingan, termasuk         local governments, communities, and business
     pemerintah daerah, komunitas lokal, dan mitra             partners. This collaborative approach forms part of
     kerja. Pendekatan kolaboratif ini menjadi bagian          the Company’s broader effort to create long-term
     dari upaya Perusahaan dalam menciptakan nilai             value for both the environment and society across
     jangka panjang bagi lingkungan dan masyarakat di          its operational areas.
     seluruh wilayah operasional.




                                                             Sestainability Report 2025 PT Angkasa Pura Indonesia      287
Page 288
                Menciptakan Dampak Sosial Bersama
        07      Creating Shared Social Impact




Evaluasi Kinerja Program
Program Performance Evaluation

Pengukuran Kinerja Program                                               Program Performance Measurement

TJSL Perusahaan dilakukan dengan mengacu pada                            The Company’s CSR Program performance is measured
kerangka hasil rapat RKA TJSL yang dilakukan oleh PT Aviasi              based on the framework established in the CSR Work Plan
Pariwisata Indonesia (Persero) nomor RIS-03/DSI.MBU.B/                   and Budget meeting, as outlined in PT Aviasi Pariwisata
XII/2024 tanggal 12 Desember 2024 perihal Pembahasan                     Indonesia (Persero) document No. RIS-03/DSI.MBU.B/
Rencana Kerja dan Anggaran Program Tanggung Jawab                        XII/2024 dated December 12, 2024 concerning the
Sosial dan Lingkungan Tahun 2025. Pengukuran kinerja                     2025 CSR Program Work Plan and Budget. Performance
mencakup kontribusi program terhadap pencapaian Tujuan                   measurement encompasses the program’s contribution
Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs), nilai balik sosial                 to the achievement of the Sustainable Development Goals
atau Social Return on Investment (SROI), pemanfaatan                     (SDGs), Social Return on Investment (SROI), the utilization
teknologi informasi dalam pelaporan, kolaborasi dengan                   of information technology in reporting, collaboration with
para pemangku kepentingan, serta tingkat keterlibatan                    stakeholders, and the level of employee engagement in
karyawan dalam pelaksanaan program.                                      program implementation.

                                                        Pengukuran Kinerja Program
                                                     Program Performance Measurement


                                                                    2025                                     2024
               Uraian                 Satuan
  No                                                RKAP TW IV    Realisasi      Capaian   RKAP TW IV      Realisasi      Capaian
             Description               Unit
                                                       Q-4       Realization   Achievement    Q-4         Realization   Achievement

   1   Program Prioritas TPB
       SDG Priority Programs

       Pendidikan
                                  Bidang                3            3            100%           3           100%          100%
       Education

       Lingkungan
                                  Bidang                3            3            100%           3           100%          100%
       Environmental

       Pengembangan UMK
                                  Bidang                3            3            100%           3           100%          100%
       SME Development

       Pengukuran SROI
  2                               -                    3,00         4,00           133%          3           100%          100%
       SROI Measurement

       Pemanfaatan Teknologi
       Informasi
  3                           %                       100%          100%          100%         100%          100%          100%
       Utilization of
       Information Technology

       Kolaborasi TJSL
  4                               Bidang                3            3            100%           3           100%          100%
       CSR Collaboration

       Keterlibatan Karyawan
  5                               Orang               6.540         5.890          90%         100%          100%          100%
       Employee Engagement




288          Laporan Keberlanjutan 2025 PT Angkasa Pura Indonesia
Page 289
Dukungan terhadap Kegiatan Ekonomi Setempat                       Support for Local Economic Activities

PT Angkasa Pura Indonesia berkomitmen untuk mendukung             PT Angkasa Pura Indonesia is committed to supporting
pengembangan ekonomi masyarakat di sekitar wilayah                the economic development of communities surrounding
operasional bandara. Komitmen ini diwujudkan melalui              its airport operational areas. This commitment is realized
berbagai inisiatif pemberdayaan ekonomi lokal yang                through various local economic empowerment initiatives
bertujuan memperkuat kapasitas pelaku usaha mikro dan             aimed at strengthening the capacity of micro and small
usaha kecil agar mampu berkembang secara berkelanjutan            enterprises to grow sustainably while enhancing community
serta meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat. Salah          economic independence. One key implementation is the
satu implementasinya adalah melalui Program Pendanaan             Micro and Small Enterprise Financing Program (PUMK),
Usaha Mikro dan Usaha Kecil (PUMK) yang dirancang untuk           which is designed to improve the competitiveness of
memperkuat daya saing pelaku usaha sekaligus mendorong            business actors while promoting economic growth at both
pertumbuhan ekonomi di tingkat daerah maupun nasional.            regional and national levels. [GRI 3-3]
[GRI 3-3]



Penyaluran dana Program PUMK memberikan dampak                    The disbursement of funds under the PUMK Program
ekonomi tidak langsung yang signifikan, khususnya dalam           generates significant indirect economic impacts,
mendukung penguatan kapasitas usaha dan keberlanjutan             particularly in strengthening business capacity and ensuring
pelaku UMKM di wilayah operasional. Melalui akses                 the sustainability of SMEs within the Company’s operational
pembiayaan yang lebih inklusif, program ini berkontribusi         areas. Through more inclusive access to financing, the
pada peningkatan aktivitas ekonomi lokal serta penciptaan         program contributes to increased local economic activity,
peluang usaha dan lapangan kerja. [GRI 203-2]                     as well as the creation of business opportunities and
                                                                  employment. [GRI 203-2]

                                          Kinerja Penyaluran Dana Program PUMK
                                    Fund Distribution Performance for the PUMK Program


  Alokasi Dana (Rp)                       Dana Tersalurkan (Rp)                           Efektivitas (%)
  Fund Allocation (Rp)                    Fund Disbursed (Rp)                             Efectiveness (%)


  2025      67.886.074.750                2025    5.000.000.000                           2025     7

  2025      62.521.387.631                2025    5.000.000.000                           2025     8

  2025      52.246.309.088                2025    16.400.000.000                          2025     31



Realisasi Program TJSL                                            CSR Program Realization

Hingga akhir periode pelaporan, realisasi pendanaan               As of the end of the reporting period, the realization of CSR
Program TJSL tercatat sebesar Rp5 miliar atau 7% dari             Program funding amounted to Rp5 billion, or 7% of the total
alokasi dana, yang disalurkan kepada 13.565 kelompok UMK.         allocated budget, distributed to 13,565 SME groups. The
Penyaluran pendanaan tersebut mencakup berbagai sektor            disbursement covered various business sectors, with the
usaha, dengan penerima terbesar berasal dari sektor usaha         largest share of beneficiaries coming from the trade sector,
perdagangan, sementara sektor dengan penerima paling              while the smallest number of recipients was recorded in the
sedikit berasal dari sektor usaha perikanan.                      fisheries sector.




                                                                  Sestainability Report 2025 PT Angkasa Pura Indonesia   289
Page 290
                      Menciptakan Dampak Sosial Bersama
            07        Creating Shared Social Impact




                                                                Realisasi Program
                                                               Program Realization

                                                Uraian
      No                                                                              2025              2024*              2023*
                                              Description

                                                               Jumlah UMK Aktif
                                                             Number of Active MSEs

                  Sektor Usaha Industri
       1                                                                               3.139              3.178             3.313
                  Industrial Sector

                  Sektor Usaha Perdagangan
       2                                                                              6.660              6.758              7.146
                  Trade Sector

                  Sektor Usaha Pertanian
       3                                                                                125                127                135
                  Agriculture Sector

                  Sektor Usaha Peternakan
       4                                                                                340                347                359
                  Livestock Sector

                  Sektor Usaha Perkebunan
       5                                                                                 156               180                188
                  Plantation Sector

                  Sektor Usaha Perikanan
       6                                                                                146                146                150
                  Fisheries Sector

                  Sektor Usaha Jasa
       7                                                                               2.816             2.843              2.937
                  Service Sector

                  Sektor Usaha Lainnya
       8                                                                                 177               177                177
                  Others Sector

                  Lembaga Penyalur
       9                                                                                  0                  9                 13
                  Channeling Institutions

                  Kerjasama melalui BRI
      10                                                                                     6               5                  4
                  Collaboration through BRI

                  Hibah BUMN Khusus
      11                                                                               3.139              3.178             3.313
                  Special SOE Grants

 Jumlah UMK (tidak termasuk dari Lembaga Penyalur)
                                                                                      13.565            13.770             14.422
 Total MSEs (excluding Channeling Institutions)
 * Terdapat penyajian kembali data
 There is restatement of data




Hingga akhir periode pelaporan, PT Angkasa Pura Indonesia                  As of the end of the reporting period, PT Angkasa Pura
telah menyalurkan dukungan kepada 13.565 mitra yang                        Indonesia has provided support to 13,565 partners across
berasal dari berbagai sektor usaha. Dukungan tersebut                      various business sectors. This support is extended in the
diberikan dalam bentuk pinjaman lunak sebagai modal kerja                  form of soft loans as working capital, with an affordable
dengan skema pembiayaan yang terjangkau. Mitra usaha                       financing scheme. Business partners are subject only to
hanya dikenakan biaya administrasi sebesar 3% per tahun                    an administrative fee of 3% per annum, recalculated at the
yang dihitung kembali pada awal periode pinjaman. Melalui                  beginning of each loan period. Through this program, the
program ini, Perusahaan berupaya memperluas akses                          Company seeks to expand access to financing for micro and
permodalan bagi pelaku usaha mikro dan kecil sehingga                      small enterprises, enabling them to grow their businesses
mereka dapat mengembangkan usahanya dan memberikan                         and contribute to regional economic development. [GRI 203-1]
kontribusi terhadap perekonomian daerah. [GRI 203-1]




290                Laporan Keberlanjutan 2025 PT Angkasa Pura Indonesia
Page 291
                                              Dukungan kepada Mitra Berdasarkan Jenis Usaha
                                              Support Provided to Partners by Business Sector

                                                                                                               Akumulasi Hingga Akhir 2025
                                                                                2025
                             Uraian                                                                               Cumulative as of 2025
                           Description                          Mitra             Pinjaman (Rp)              Mitra              Pinjaman (Rp)
                                                               Partner              Loan (Rp)               Partner               Loan (Rp)

 Industri | Industry                                                     -                          -              5.945         183.348.929.998

 Perdagangan | Trade                                                     -                          -             22.644         505.777.506.888

 Pertanian | Agriculture                                                 -                          -              10.191         65.560.366.036

 Peternakan | Livestock                                                  -                          -                672            17.442.142.400

 Perkebunan | Plantation                                                 -                          -                227            11.906.750.000

 Perikanan | Fisheries                                                   -                          -                452             8.181.700.000

 Jasa | Services                                                         -                          -              5.500          171.894.383.333

 Lainnya | Others                                                        -                          -               2.122         197.857.112.000

 Lembaga Penyalur | Channeling Institutions                              -                          -                   4         16.850.000.000

 Kolaborasi BRI | Collaboration with BRI                                 1             5.000.000.000                    6         46.850.000.000

 Hibah BUMN Khusus | Special SOE Grants                                  -                          -                   -           2.000.000.000

 Jumlah | Total                                                          1             5.000.000.000              47.763        1.227.668.890.655




Pengukuran Nilai Balik Sosial                                             Social Return on Investment Measurement

Pada tahun 2025, pengukuran keberhasilan Program TJSL                     In 2025, the effectiveness of PT Angkasa Pura Indonesia’s
PT Angkasa Pura Indonesia dilakukan dengan menggunakan                    CSR Program was assessed using the SROI approach for
pendekatan SROI pada program sosial yang dikelola                         the Company’s social initiatives. From the realization of
Perusahaan. Dari realisasi bantuan program sosial sebesar                 social program assistance amounting to Rp1,678,517,883,
Rp1.678.517.883, diperoleh nilai SROI rata-rata sebesar                   an average SROI value of 3.27 times was achieved. This
3,27 kali. Hal ini menunjukkan bahwa setiap Rp1 yang                      indicates that for every Rp1 invested through the CSR
diinvestasikan melalui Program TJSL mampu menghasilkan                    Program, approximately Rp2,961,251,021 in social value was
manfaat sosial sebesar sekitar Rp2.961.251.021.                           generated.

                                                       Pengukuran Nilai Balik Sosial
                                                  Social Return Investment Measurement

                                                                                                        2025
  No                            Program                               Realisasi (Rp)                     Manfaat Ekonomi (Rp)
                                                                                                                                          SROI
                                                                     Realization (Rp)                   Economic Benefits (Rp)

   1      InJourney Hospitality House Silangit                            794.466.272                          1.088.750.000               3,50

   2      InJourney Sustainable Tourism                                   841.875.000                           1.734.131.021              3,18

   3      Pelatihan Membatik bagi Disabilitas                                42.176.611                         138.370.000                3,13

 Jumlah | Total                                                          1.678.517.883                         2.961.251.021                    -

 Rata-rata | Average                                                                   -                                    -              3,27




                                                                             Sestainability Report 2025 PT Angkasa Pura Indonesia               291
Page 292
                Menciptakan Dampak Sosial Bersama
         07     Creating Shared Social Impact




Teknologi Informasi                                                     Information Technology

Target pemanfaatan teknologi informasi dalam pelaksanaan                The utilization of information technology in the
Program TJSL diarahkan pada pemenuhan kewajiban                         implementation of the CSR Program is directed toward
pelaporan melalui sistem informasi berbasis teknologi                   fulfilling reporting obligations through the Ministry of State-
informasi    Kementerian     BUMN, yaitu Portal       TJSL              Owned Enterprises’ IT-based system, namely the SOE CSR
BUMN. Pada tahun 2025, Perusahaan secara konsisten                      Portal. In 2025, the Company consistently submitted reports
menyampaikan laporan yang dilakukan pada setiap triwulan                on a quarterly basis through the portal, including reports
melalui portal tersebut, termasuk laporan Triwulan I hingga             for the first to third quarters of 2025, and prepared and
III 2025, serta menyiapkan dan menyampaikan laporan                     submitted the audited annual report for the 2025 financial
tahunan teraudit untuk tahun buku 2025 sesuai dengan                    year in accordance with applicable regulations. The use
ketentuan yang berlaku. Pemanfaatan sistem ini mendukung                of this system supports transparency, accountability, and
transparansi, akuntabilitas, dan ketepatan waktu dalam                  timeliness in reporting the implementation of the CSR
pelaporan pelaksanaan Program TJSL.                                     Program.

Kolaborasi Program                                                      Program Collaboration

Pada tahun 2025, Perusahaan merealisasikan program                      In 2025, the Company implemented collaborative CSR
kolaborasi TJSL yang dilaksanakan melalui kerja sama                    programs through cross-stakeholder partnerships. These
lintas pemangku kepentingan. Program kolaborasi tersebut                collaboration programs focused on several key areas,
difokuskan pada beberapa bidang yaitu:                                  including:




                                                    45%                     42%                      13%
                                                    Bidang Pendidikan       Bidang Lingkungan         Bidang Pengembangan UMK
                                                    Education Field         Environmental Field       SME development Field



                                                    Secara keseluruhan, realisasi program kolaborasi mencapai Rp1.880.314.832
                                                    atau 40,79% dari total rencana program, dengan nilai anggaran sebesar
                                                    Rp4.610.000.000.

                                                    Overall, the realization of collaborative programs amounted to Rp1,880,314,832,
                                                    equivalent to 40.79% of the total planned budget of Rp4,610,000,000.



Keterlibatan Pegawai                                                    Employee Engagement

Keterlibatan karyawan merupakan salah satu elemen krusial               Employee involvement is a critical element in ensuring the
dalam memastikan keberhasilan pelaksanaan Program                       effective implementation of the CSR Program. Through the
TJSL. Melalui partisipasi aktif karyawan tetap, baik dari unit          active participation of permanent employees, from both CSR
TJSL maupun unit non-TJSL, PT Angkasa Pura Indonesia                    and non-CSR units, PT Angkasa Pura Indonesia continues to
terus mendorong pelaksanaan berbagai kegiatan sosial                    advance a range of social initiatives, including those under
kemasyarakatan yang berasal dari program TJSL maupun                    the CSR Program as well as activities initiated beyond formal
inisiatif di luar program perusahaan.                                   program framework.

Hingga akhir periode pelaporan, 5.890 karyawan atau setara              As of the end of the reporting period, a total of 5,890
dengan 90% dari total pegawai terlibat dalam program TJSL               employees, representing 90% of the total employees,
yang mencakup aksi sosial dan lingkungan, seperti kegiatan              participated in CSR initiatives encompassing social and




292           Laporan Keberlanjutan 2025 PT Angkasa Pura Indonesia
Page 293
kebersihan area operasional, donor darah, program sosial           environmental activities such as operational area clean-up
kemasyarakatan, serta inisiatif lingkungan lainnya.                efforts, blood donation drives, community social programs,
                                                                   and other environmental initiatives.



Dukungan terhadap Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan [OJK F.25]
Support for the Achievement of the Sustainable Development Goals

Dukungan terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan                    Support for the achievement of the Sustainable Development
Berkelanjutan (TPB) merupakan bagian penting dari                  Goals (SDGs) forms an important part of PT Angkasa
komitmen PT Angkasa Pura Indonesia dalam mendorong                 Pura Indonesia’s commitment to advancing inclusive and
pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. TPB yang              sustainable development. The SDGs, established by the
ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menjadi           United Nations, serve as a shared framework for enhancing
kerangka bersama dalam upaya peningkatan kesejahteraan             economic and social well-being while ensuring balanced
ekonomi, sosial, dan pelestarian lingkungan secara                 environmental preservation.
seimbang.

                             Dukungan terhadap Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB)
                             Support for the Achievement of the Sustainable Development Goals (SDGs)


                                                    2025                                                   2024

             Uraian                                        Realiasasi                                             Realiasasi
 No
           Description            RKAP                     Realization                   RKAP                     Realization

                                                         Rp                %                                      Rp            %

                                    Pilar Pembangunan Ekonomi | Economic Development Pillar

       Tujuan Pembangunan
       Berkelanjutan 7
  1                              400.000.000                        -          0%      200.000.000                         -    0%
       Sustainable
       Development Goal 7

       Tujuan Pembangunan
       Berkelanjutan 8
  2                            18.648.000.000          10.158.496.813    54,47%      29.546.617.500         10.003.240.263      34%
       Sustainable
       Development Goal 8

       Tujuan Pembangunan
       Berkelanjutan 9
  3                                         -                       -          0%                   -                      -    0%
       Sustainable
       Development Goal 9

       Tujuan Pembangunan
       Berkelanjutan 10
  4                             1.200.000.000           2.835.968.863    237,33%                    -                      -    0%
       Sustainable
       Development Goal 10

       Tujuan Pembangunan
       Berkelanjutan 17
  5                                         -                       -          0%      500.000.000              254.310.600     51%
       Sustainable
       Development Goal 17

 Total Pilar Pembangunan
 Ekonomi
                              20.248.000.000          12.994.465.676      64,18%     30.246.617.500          10.257.550.863     34%
 Total Economic
 Development Pillar




                                                                    Sestainability Report 2025 PT Angkasa Pura Indonesia        293
Page 294
               Menciptakan Dampak Sosial Bersama
        07     Creating Shared Social Impact




                                                        2025                                               2024

            Uraian                                              Realiasasi                                        Realiasasi
 No
          Description                 RKAP                      Realization                  RKAP                 Realization

                                                             Rp                  %                                Rp            %

                                           Pilar Pembangunan Sosial | Social Development Pillar

      Tujuan Pembangunan
      Berkelanjutan 1
 6                                5.440.000.000             5.842.839.035      107,41%      390.000.000       109.244.500       28%
      Sustainable
      Development Goal 1

      Tujuan Pembangunan
      Berkelanjutan 2
 7                                 5.379.500.000            12.274.121.193     228,16%     4.132.500.000     5.344.461.365      129%
      Sustainable
      Development Goal 2

      Tujuan Pembangunan
      Berkelanjutan 3
 8                                2.274.500.000                2.714.195.110   119,33%     2.149.000.000      3.877.331.521     180%
      Sustainable
      Development Goal 3

      Tujuan Pembangunan
      Berkelanjutan 4
 9                                5.780.000.000             7.632.505.107      132,05%     9.097.500.000      7.116.685.387     78%
      Sustainable
      Development Goal 4

      Tujuan Pembangunan
      Berkelanjutan 5
 10                                                -                       -         0%                -                    -    0%
      Sustainable
      Development Goal 5

Total Pilar Pembangunan
Sosial
                                 18.874.000.000           28.463.660.445       150,81%    15.769.000.000    16.447.722.773      104%
Total Social Development
Pillar

                                   Pilar Pembangunan Lingkungan | Environmental Development Pillar

      Tujuan Pembangunan
      Berkelanjutan 6
 11                                 600.000.000                 741.313.740    123,55%      100.000.000       658.582.480       659%
      Sustainable
      Development Goal 6

      Tujuan Pembangunan
      Berkelanjutan 11
 12                               17.370.000.000           15.295.074.931       88,05%    16.945.000.000     18.877.775.751     111%
      Sustainable
      Development Goal 11

      Tujuan Pembangunan
      Berkelanjutan 12
 13                                2.810.000.000            1.373.600.000       48,88%    2.060.000.000       1.525.545.611     74%
      Sustainable
      Development Goal 12

      Tujuan Pembangunan
      Berkelanjutan 13
 14                                 930.000.000                 98.700.000      10,61%    4.525.000.000           710.891.906    16%
      Sustainable
      Development Goal 13

      Tujuan Pembangunan
      Berkelanjutan 14
 15                                 640.000.000             1.460.454.495      228,20%      680.000.000       868.487.860       128%
      Sustainable
      Development Goal 14

      Tujuan Pembangunan
      Berkelanjutan 15
 16                                4.140.000.000            5.262.051.254      127,10%      536.030.000      1.312.874.338      245%
      Sustainable
      Development Goal 15



294          Laporan Keberlanjutan 2025 PT Angkasa Pura Indonesia
Page 295
                                                    2025                                                    2024

            Uraian                                         Realiasasi                                              Realiasasi
No
          Description             RKAP                     Realization                    RKAP                     Realization

                                                         Rp                 %                                      Rp            %

Total Pilar Pembangunan
Lingkungan
                              26.490.000.000           24.231.194.420      91,47%    24.846.030.000           23.954.157.946     96%
Total Environmental
Development Pillar

                             Pilar Pembangunan Tata Kelola | Legal and Governance Development Pillar

      Tujuan Pembangunan
      Berkelanjutan 16
 17                              200.000.000               114.707.580     57,35%       250.000.000                         -    0%
      Sustainable
      Development Goal 16

Total Pilar Pembangunan
Tata Kelola
                                 200.000.000               114.707.580    57,35%        250.000.000                         -    0%
Total Legal and Governance
Development Pillar

Jumlah Keseluruhan
                              65.812.000.000          65.804.028.121      99,99%       71.111.647.500        50.659.431.582      71%
Grand Total




                                                                     Sestainability Report 2025 PT Angkasa Pura Indonesia        295
Page 296
Pernyataan Penjaminan Eksternal                                                   [OJK G.1]

External Assurance Statement




                                            INDEPENDENT ASSURANCE STATEMENT

                                                    PT Angkasa Pura Indonesia
                                                     Sustainability Report 2025
                                                 Statement No: 05/IAS/CBC/IV/2026
                                                      Type 2, Moderate Level

                  Scope of Engagement in Assurance
                  CBC Global Indonesia (“CBC Global Indonesia”, “us” or “we”) were commissioned by PT
                  Angkasa Pura Indonesia (“API”) with the objective to provide assurance of API’s 2025
                  Sustainability Report (the “Report”) in relation with accordance to GRI Sustainability Reporting
                  Standards (GRI Standards), SEOJK No.16/SEOJK.04/2021, and the adherence to AA1000
                  Accountability Principles (2018) with assurance over the Subject Matter presented in the
                  Report, for the reporting year ended 31st December 2025. This statement is intended to be
                  used by stakeholders and management of API.

                  The scope and limitation of our work is restricted to the following areas:
                  1. Subject Matter
                     API has provided a statement on its subject matter as follows:
                      • Customer Well-Being and Safety                    • Privacy Protection and Cybersecurity
                      • Product Quality and Responsibility                • Occupational Health and Safety
                      • Community Relations and Impacts                   • Corporate Governance
                      • Business Ethics (Anti-Corruption, Code of         • Waste and Effluents
                         Conduct, and Legal Compliance)                   • Emissions and Air Quality
                      • Employment and Human Capital                      • Energy
                         Development                                      • Water
                      • Biodiversity and Ecological Impacts

                  2. AA1000 Principles (2018)
                     Our assurance engagement was planned and performed to meet the requirements of a
                     Type 2 “moderate level” of assurance as defined by AA1000 Assurance Standard
                     (AA1000AS) v3 to evaluate the nature and extent of API’s adherence to all four AA1000
                     AccountAbility Principles (2018): Inclusivity, Materiality, Responsiveness and Impact,
                     where sufficient evidence has been obtained to support our statement such that the risk
                     of our conclusion being in error is reduced, but not reduced to very low, but not zero.

                       We have not performed any work, and do not express any conclusions, on any other
                       information outside of the Subject Matter that may be published in the Report or on
                       API’s website for the current reporting period or for previous periods and assumed that
                       the financial data and figures provided by API has been audited by independent parties.
                       Therefore, presentation of financial data and figures in the report NOT within the scope of
                       assurance.




296       Laporan Keberlanjutan 2025 PT Angkasa Pura Indonesia
Page 297
Responsibilities of the Management of API
The Management of API has sole responsibility for preparing and presenting the Subject
Matter in accordance with GRI Standard and preparing the Report in adherence to the AA1000
Principles (2018). API’s responsibilities also include maintaining effective internal controls
over the information and data, resulting in the preparation of the Subject Matter in a way that
is free from material misstatements.

Responsibilities, Competencies and Independency of CBC Global Indonesia
Our responsibility is to plan and perform our work to obtain assurance over whether the
Subject Matter has been prepared in accordance with the GRI Standard and to report to API
in the form of an independent assurance conclusion, based on the work performed and the
review progress. We must also express a conclusion over whether the Report adheres to the
AA1000 Principles (2018) and comment on the nature and extent of each Principle individually.
All this engagement was carried out by an independent team of sustainability assurance
professionals whose already obtained the Certified Sustainability Report Assurer (CSRA) and
any relevant certifications.

CBC Global Indonesia is bounded by rules of conduct and professional practice relating to
independence           and       quality      overseen       by      AccountAbility       (www.
accountability.org/standards/licensing/ AA1000 as licensed-providers) and has established
policies and procedures that are designed to ensure that our team maintain independence and
integrity. We had no financial interest in the operation of API other than for the assessment
and assurance of this report. We don’t accept or assume responsibility (legal or otherwise) or
accept liability for or in connection with any other purpose for which it may be used, or to any
person by whom the independent assurance opinion statement may be read.

Methodology
We conduct the following assurance procedures and activities:

   •   Pre-engagement to ensure the independence and impartiality of the assurance team.
   •   Kick-off meeting and initial analysis of the report draft.
   •   Review, assess and evidence the reliability and quality of sustainability performance and
       disclosed information as specified in the Report content for the reporting period of 1st of
       January up to 31st of December 2025.
   •   Evaluate the adherence of report content, disclosure and presentation against the
       criteria of standard, principles, and indicators using references from AA1000AS v3,
       AA1000AP (2018) (AccountAbility Principles), GRI Standards, and SEOJK
       No.16/SEOJK.04/2021.
   •   Enquiries of management to gain an understanding of the processes for determining
       material issues for key stakeholder groups.
   •   Conduct in-depth interview (on-line meeting) on compliance, governance, risk
       management, business continuity management topics with the representatives of the
       relevant functions/divisions of the API concerning sustainability strategy and policies for
       material issues and the implementation of these across the API’s business.
   •   Obtained an understanding of how the identified sustainability information is gathered,
       collated and aggregated internally and enquiries of management of API to gain an
       understanding of the processes for determining material issues for key stakeholder
       groups, internally and externally.




                                                       Sestainability Report 2025 PT Angkasa Pura Indonesia   297
Page 298
                  •   Performed limited substantive testing, on a sample basis, of the sustainability
                      information identified, to verify the assumptions, estimations and computations API
                      made and to check that data had been appropriately measured, recorded, collated and
                      reported.
                  •   Compare the subject matter presented in the report to corresponding information in the
                      relevant underlying sources on a sample basis.
                  •   Evaluate the subject matter presented in the report to determine whether they are in line
                      with our overall knowledge of, and experience with, the sustainability performance of the
                      group.
                  •   Discuss and analysis data and reports with management and data contributor to
                      determine whether there are any material misstatement of fact or material
                      inconsistencies based on our understanding obtained as part of our assurance
                      engagement.

              Finding and Conclusions
              From the assurance program performed and the evidence obtained, we conducted a detailed
              review of API’s sustainability practices and reporting processes against the AA1000
              AccountAbility Principles of Inclusivity, Materiality, Responsiveness, and Impact, as well as the
              GRI Sustainability Reporting Standards.

              INCLUSIVITY
              Based on the assurance procedures performed and the evidence obtained, API has
              demonstrated efforts to engage relevant stakeholders in its sustainability processes. However,
              the stakeholder engagement process should be further strengthened through a more
              structured, documented, and systematic approach to ensure that stakeholder inputs are
              consistently considered in identifying and addressing sustainability-related issues.

              MATERIALITY
              Based on our review, API has identified sustainability topics relevant to its business and
              stakeholders. Nevertheless, the materiality determination process should be formally
              established and documented to ensure that material topics are identified, assessed, prioritized,
              and reviewed periodically in accordance with the AA1000 AccountAbility Principle of Materiality
              and the GRI Sustainability Reporting Standards.

              RESPONSIVENESS
              Based on the evidence obtained, API has shown commitment to responding to sustainability-
              related issues through the development of policies and initiatives. However, the Company
              should strengthen its sustainability management process by establishing an integrated
              sustainability management information system to support timely, consistent, and transparent
              responses to material ESG risks and opportunities.




298   Laporan Keberlanjutan 2025 PT Angkasa Pura Indonesia
Page 299
IMPACT
Based on our assurance procedures, API has taken steps to manage sustainability impacts
associated with its operations. However, the Company should enhance its ability to measure,
monitor, and disclose the impact of its sustainability initiatives through a structured
sustainability roadmap and an integrated data management platform, in order to support long-
term ESG objectives and improve the quality of future sustainability reporting.

GRI Sustainability Reporting Standards
API’s Sustainability Report has been prepared with consideration of alignment with the GRI
Sustainability Reporting Standards, including the disclosure of each relevant material topic. In
general, the management approach disclosures for each material topic have been fairly
presented. API has also applied the reporting quality principles, including balance,
comparability, accuracy, timeliness, clarity, and reliability, as well as the principles for defining
report content, namely stakeholder inclusiveness, sustainability context, materiality, and
completeness. In addition, the supporting data and documents used in the reporting process
were identifiable and traceable during the assurance program. Nevertheless, API should further
strengthen the consistency of documentation, periodic review mechanisms, and the integration
of its sustainability data management processes. These improvements are expected to support
the preparation of future sustainability reports in a more systematic, efficient, reliable, and

Opinion Statement
Our professional and certified team of sustainability report assurer has assured this report in
accordance with the AA1000AP (2018), AA1000AS v3 and GRI Sustainability Reporting
Standards. From the review progress, we conclude that the API Sustainability Report 2025
provides a fair view of the all the API programs and performances during 2025. The extent to
which the GRI Standards has been applied in the Report and conclude this report has been
prepared in accordance with GRI Standards.

We believe that the evidence we have obtained is sufficient and appropriate to provide a basis
for our conclusion. We conclude that the data in 2025 for all subject matter performance
indicators are fairly represented and there is nothing has come to our attention that would lead
us to believe that the subject matter in the Report for the year ended 31 December 2025, in all
material respects, is not prepared in accordance with the applicable criteria.




                                                         Sestainability Report 2025 PT Angkasa Pura Indonesia   299
Page 300
              Conclusion & Recommendations

              We recommend that API develop an integrated sustainability management information system as
              part of a more structured, measurable, and comprehensive sustainability roadmap. This system
              should support the effective management, monitoring, and reporting of ESG-related risks,
              opportunities, and performance, while also fostering a more consistent and well-documented
              approach to key sustainability subjects, and leveraging technology to improve data accessibility,
              traceability, and transparency of sustainability-related information.




              For and on behalf of:
              Jakarta, April 29th, 2026




              Dr. Ari Purwanti, Ak. CA. CSRA CPMA., CRMP., CERA., CIBA
              Engagement Leader

              Certified Sustainability Reporting Specialist No. S-SL1-1712-009
              Certified Sustainability Reporting Assurer No. A-SL1-1805-012




              PT CBC Global Indonesia
              The Icon Horizon Broadway Blok M.5 No.3 BSD City, Tangerang, Indonesia 15345
              Tel: (62)(21) 87780058
              Email: services@cbcglobalIndonesia.com




300   Laporan Keberlanjutan 2025 PT Angkasa Pura Indonesia
Page 301
 Halaman ini sengaja dikosongkan
This page is intentionally left blank




                          Sestainability Report 2025 PT Angkasa Pura Indonesia   301
Page 302
Indeks Isi Standar GRI
GRI Content Index



Pernyataan Penggunaan              PT Angkasa Pura Indonesia telah melaporkan sesuai dengan Standar GRI untuk periode 1
Statement of Use                   Januari hingga 31 Desember 2025.
                                   PT Angkasa Pura Indonesia reported in accordance with the GRI Standards for the period
                                   January 1 to December 31, 2025.
Penggunaan GRI 1                   GRI 1: Landasan 2021
GRI 1 Used                         GRI 1: Foundation 2021
Standar GRI Sektor                 GR G4 Operator Bandara
GRI Sector Standard                GR G4 Airport Operator



                                                                                               Yang Tidak Dicantumkan
                                                                                                      Omission
  Standar GRI                      Pengungkapan                       Halaman      Persyaratan yang
  GRI Standard                      Disclosures                        Page       Tidak Dicantumkan    Alasan           Penjelasan
                                                                                    Requirements       Reason           Explanation
                                                                                       Omitted

Pengungkapan Umum
General Disclosures

GRI 2:             Organisasi dan Praktik Pelaporan Mereka
Pengungkapan       Organizations and Their Reporting Practices
Umum 2021
                      2-1     Rincian organisasi                      60, 70-71
General
                              Organizational details
Disclosure 2021
                      2-2     Entitas yang termasuk dalam              42-43
                              pelaporan keberlanjutan organisasi
                              Entities included in the
                              organization’s sustainability
                              reporting

                      2-3     Periode, frekuensi, dan titik kontak       43
                              pelaporan
                              Reporting period, frequency and
                              contact point

                      2-4     Penyajian kembali informasi                43
                              Restatement of information

                      2-5     Penjaminan eksternal                       42
                              External assurance

                   Aktivitas dan Pekerja
                   Activities and Workers

                      2-6     Aktivitas, rantai nilai, dan hubungan   43, 65-71
                              bisnis lainnya
                              Activities, value chain, and other
                              business relationship

                      2-7     Tenaga kerja                            223- 229
                              Employees

                      2-8     Pekerja yang bukan pekerja langsung     223, 225,
                              Workers who are not employees             230




302          Laporan Keberlanjutan 2025 PT Angkasa Pura Indonesia
Page 303
                                                                                          Yang Tidak Dicantumkan
                                                                                                 Omission
Standar GRI                   Pengungkapan                   Halaman       Persyaratan yang
GRI Standard                   Disclosures                    Page        Tidak Dicantumkan         Alasan           Penjelasan
                                                                            Requirements            Reason           Explanation
                                                                               Omitted

               Tata Kelola
               Governance

                 2-9     Pernyataan tentang strategi         90, 91, 95
                         pembangunan berkelanjutan
                         Statement on sustainable
                         development strategy

                 2-10    Komitmen kebijakan                   93, 100
                         Policy commitments

                 2-11    Menanamkan komitmen kebijakan          90
                         Embedding policy commitments

                 2-12    Proses untuk memperbaiki dampak     49, 91-92,
                         negatif                              110-111
                         Process to remediate negative
                         impacts

                 2-13    Mekanisme untuk mencari nasihat       91-92
                         dan mengemukakan masalah
                         Mechanisms for seeking advice and
                         raising concerns

                 2-14    Kepatuhan terhadap hukum dan        42, 48, 50
                         peraturan
                         Compliance with laws and
                         regulations

                 2-15    Asosiasi keanggotaan                  90-91,
                         Membership associations              115-119,

                 2-16    Pernyataan tentang strategi           91-92
                         pembangunan berkelanjutan
                         Statement on sustainable
                         development strategy

                 2-17    Komitmen kebijakan                   99-100
                         Policy commitments

                 2-18    Menanamkan komitmen kebijakan         97-98
                         Embedding policy commitments

                 2-19    Proses untuk memperbaiki dampak      101-102
                         negatif
                         Process to remediate negative
                         impacts

                2-20     Mekanisme untuk mencari nasihat        101
                         dan mengemukakan masalah
                         Mechanisms for seeking advice and
                         raising concerns

                 2-21    Kepatuhan terhadap hukum dan           102
                         peraturan
                         Compliance with laws and
                         regulations




                                                              Sestainability Report 2025 PT Angkasa Pura Indonesia          303
Page 304
                                                                                              Yang Tidak Dicantumkan
                                                                                                     Omission
  Standar GRI                       Pengungkapan                      Halaman     Persyaratan yang
  GRI Standard                       Disclosures                       Page      Tidak Dicantumkan    Alasan           Penjelasan
                                                                                   Requirements       Reason           Explanation
                                                                                      Omitted

                    Strategi, Kebijakan, dan Praktik
                    Strategy, Policy, and Practice

                      2-22     Pernyataan tentang strategi              6-11
                               pembangunan berkelanjutan
                               Statement on sustainable
                               development strategy

                      2-23     Komitmen kebijakan                     98, 113,
                               Policy commitments                      120

                      2-24     Menanamkan komitmen kebijakan           46-47,
                               Embedding policy commitments           103-106

                      2-25     Proses untuk memperbaiki dampak        103-110
                               negatif
                               Process to remediate negative
                               impacts

                      2-26     Mekanisme untuk mencari nasihat        111, 123
                               dan mengemukakan masalah
                               Mechanisms for seeking advice and
                               raising concerns

                      2-27     Kepatuhan terhadap hukum dan           47, 124
                               peraturan
                               Compliance with laws and
                               regulations

                      2-28     Asosiasi keanggotaan                     74
                               Membership associations

                    Keterlibatan Pemangku Kepentingan
                    Stakeholder Engagement

                      2-29     Pendekatan untuk keterlibatan           53-55
                               pemangku kepentingan
                               Approach to stakeholder
                               engagement

                      2-30     Perjanjian perundingan kolektif        240-241
                               Collective bargaining agreements

Topik Material
Material Topics

GRI 3: Topik           3-1     Proses untuk menentukan topik           48-49
Material 2021                  material
Material Topics                Process to determine material topics
2021
                      3-2      Daftar topik material                   50-52
                               List of material topics




304           Laporan Keberlanjutan 2025 PT Angkasa Pura Indonesia
Page 305
                                                                                                  Yang Tidak Dicantumkan
                                                                                                         Omission
  Standar GRI                     Pengungkapan                        Halaman     Persyaratan yang
  GRI Standard                     Disclosures                         Page      Tidak Dicantumkan          Alasan           Penjelasan
                                                                                   Requirements             Reason           Explanation
                                                                                      Omitted

Keanekaragaman Hayati
Biodiversity

GRI 3: Topik          3-3    Manajemen topik material
Material 2021                Management of material topics
                                                                        168
Material Topics
2021

GRI 101:                     Kebijakan untuk menghentikan
Keanekaragaman               dan mengembalikan hilangnya
Hayati 2024         101-1    keanekaragaman hayati                      168
Biodiversity 2024            Policies to halt and reverse
                             biodiversity loss

                             Manajemen dampak
                    101-2    keanekaragaman hayati                    168-170
                             Management of biodiversity impacts

                             Akses dan berbagi manfaat
                    101-3                                               172
                             Access and benefit-sharing

                             Identifikasi dampak
                    101-4    keanekaragaman hayati                      168
                             Identification of biodiversity impacts

                             Lokasi yang memiliki dampak
                    101-5    keanekaragaman hayati                      168
                             Locations with biodiversity impacts

                             Pemicu langsung hilangnya
                    101-6    keanekaragaman hayati                      168
                             Direct drivers of biodiversity loss

                             Perubahan kondisi keanekaragaman
                    101-7    hayati                                     168
                             Changes to the state of biodiversity

                             Layanan ekosistem
                    101-8                                               168
                             Ecosystem services

Kinerja Ekonomi
Economic Performance

GRI 3: Topik          3-3    Manajemen topik material                   82
Material 2021                Management of material topics
Material Topics
2021

GRI 201: Kinerja     201-1   Nilai ekonomi langsung yang                83
Ekonomi 2016                 dihasilkan dan didistribusikan
Economic                     Direct economic value generated
Presence 2016                and distributed

                     201-2   Implikasi finansial serta risiko dan     109-110
                             peluang lain akibat dari perubahan
                             iklim
                             Financial implications and other
                             risks and opportunities due to
                             climate change




                                                                      Sestainability Report 2025 PT Angkasa Pura Indonesia          305
Page 306
                                                                                               Yang Tidak Dicantumkan
                                                                                                      Omission
  Standar GRI                       Pengungkapan                      Halaman      Persyaratan yang
  GRI Standard                       Disclosures                       Page       Tidak Dicantumkan    Alasan           Penjelasan
                                                                                    Requirements       Reason           Explanation
                                                                                       Omitted

                     201-3     Kewajiban program pensiun manfaat       84-86,
                               pasti dan program pensiun lainnya      240-241
                               Defined benefit plan obligations and
                               other retirement plans

                     201-4     Bantuan finansial yang diterima dari      86
                               pemerintah
                               Financial assistance received from
                               government

Keberadaan Pasar
Market Presence

GRI 3: Topik          3-3      Manajemen topik material               230, 238
Material 2021                  Management of material topics
Material Topics
2021

GRI 202:             202-1     Rasio standar upah karyawan pemula     230, 238-
Keberadaan                     berdasarkan jenis kelamin terhadap       239
Pasar 2016                     upah minimum regional
Market and                     Ratios of standard entry level
Presence 2016                  wage by gender compared to local
                               minimum wage

                     202-2     Proporsi manajemen senior yang         239-240
                               berasal dari masyarakat lokal
                               Proportion of senior management
                               hired from the local community

Dampak Ekonomi Tidak Langsung
Indirect Economic Impact

GRI 3: Topik          3-3      Manajemen topik material                78, 289
Material 2021                  Management of material topics
Material Topics
2021

GRI 203: Dampak      203-1     Investasi infrastruktur dan dukungan    78, 290
Ekonomi Tidak                  layanan
Langsung 2016                  Infrastructure investments and
Indirect                       services supported
Economic Impact
                     203-2     Dampak ekonomi tidak langsung            289
2016
                               yang signifikan
                               Significant indirect economic
                               impacts

Antikorupsi
Anti-corruption

GRI 3: Topik          3-3      Manajemen topik material                  115
Material 2021                  Management of material topics
Material Topics
2021




306           Laporan Keberlanjutan 2025 PT Angkasa Pura Indonesia
Page 307
                                                                                                Yang Tidak Dicantumkan
                                                                                                       Omission
  Standar GRI                    Pengungkapan                       Halaman     Persyaratan yang
  GRI Standard                    Disclosures                        Page      Tidak Dicantumkan          Alasan              Penjelasan
                                                                                 Requirements             Reason              Explanation
                                                                                    Omitted

GRI 205:           205-1    Operasi-operasi yang dinilai memiliki   119-120
Antikorupsi 2016            risiko terkait korupsi
Anti-Corruption             Operations assessed for risks related
2016                        to corruption

                   205-2    Komunikasi dan pelatihan tentang        120-122
                            kebijakan dan prosedur antikorupsi
                            Communication and training
                            about anti-corruption policies and
                            procedures

                   205-3    Insiden korupsi yang terbukti dan         122
                            tindakan yang diambil
                             Confirmed incidents of corruption
                            and actions taken

Kinerja Lingkungan
Environmental Performance

Energi
Energy

GRI 3: Topik        3-3     Manajemen topik material                  140
Material 2021               Management of material topics
Material Topics
2021

GRI 302: Energi    302-1    Konsumsi energi dalam organisasi        140-142
2016                        Energy consumption within the
Energy 2016                 organization

                   302-2    Konsumsi energi di luar organisasi         -       Konsumsi energi di      Keterbatasan        Perusahaan
                            Energy consumption outside of the                  luar organisasi         Informasi           belum melakukan
                            organization                                       Energy                  Information         pencatatan
                                                                               consumption             Unavailability      terhadap
                                                                               outside the                                 konsumsi energi
                                                                               organization                                di luar organisasi
                                                                                                                           The Company
                                                                                                                           has not yet
                                                                                                                           recorded energy
                                                                                                                           consumption
                                                                                                                           outside the
                                                                                                                           organization

                   302-3    Intensitas energi                       141-142
                            Energy intensity

                   302-4    Pengurangan konsumsi energi             142-145
                            Reduction of energy consumption




                                                                    Sestainability Report 2025 PT Angkasa Pura Indonesia              307
Page 308
                                                                                               Yang Tidak Dicantumkan
                                                                                                      Omission
  Standar GRI                       Pengungkapan                     Halaman      Persyaratan yang
  GRI Standard                       Disclosures                      Page       Tidak Dicantumkan      Alasan          Penjelasan
                                                                                   Requirements         Reason          Explanation
                                                                                      Omitted

                      302-5    Pengurangan pada energi yang              -       Pengurangan         Keterbatasan     Perusahaan
                               dibutuhkan untuk produk dan jasa                  konsumsi energi     Informasi        masih dalam
                               Reductions in energy requirements                 pada produk dan     Information      proses
                               of products and services                          layanan             Unavailability   asesmen untuk
                                                                                 Reduction                            mengidentifikasi
                                                                                 of energy                            dan
                                                                                 consumption                          mengkuantifikasi
                                                                                 in products and                      pengurangan
                                                                                 services                             energi untuk
                                                                                                                      produk dan ajsa
                                                                                                                      yang dimiliki
                                                                                                                      The Company
                                                                                                                      is currently
                                                                                                                      assessing
                                                                                                                      mechanisms
                                                                                                                      to identify and
                                                                                                                      quantify energy
                                                                                                                      reductions
                                                                                                                      related to its
                                                                                                                      products and
                                                                                                                      services

Air dan Efluen
Water and Effluents

GRI 3: Topik           3-3     Manajemen topik material                145
Material 2021                  Management of material topics
Material Topics
2021

GRI 303: Air dan      303-1    Interaksi dengan air sebagai sumber     145
Efluen 2018                    daya bersama
Water and                      Interaction with water as a shared
Effluents 2016                 resource

                      303-2    Manajemen dampak yang berkaitan       149-150
                               dengan pembuangan air
                               Management of impacts related to
                               water discharge

                      303-3    Pengambilan air                         146
                               Water withdrawal

                      303-4    Pembuangan air                        146, 149-
                               Water discharge                         153

                      303-5    Konsumsi air                          146-148
                               Water consumption

Emisi
Emissions

GRI 3: Topik           3-3     Manajemen topik material                159
Material 2021                  Management of material topics
Material Topics
2021




308           Laporan Keberlanjutan 2025 PT Angkasa Pura Indonesia
Page 309
                                                                                             Yang Tidak Dicantumkan
                                                                                                    Omission
  Standar GRI                  Pengungkapan                      Halaman     Persyaratan yang
  GRI Standard                  Disclosures                       Page      Tidak Dicantumkan          Alasan              Penjelasan
                                                                              Requirements             Reason              Explanation
                                                                                 Omitted

GRI 305: Emisi    305-1   Emisi GRK (Cakupan 1) langsung           160
2016                      Direct (Scope 1) GHG emissions
Emissions 2016
                  305-2   Emisi energi GRK (Cakupan 2) tidak       160
                          langsung
                          Energy indirect (Scope 2) GHG
                          emissions

                  305-3   Emisi GRK (Cakupan 3) tidak              162
                          langsung lainnya
                          Other indirect (Scope 3) GHG
                          emissions

                  305-4   Intensitas emisi GRK                     161
                          GHG emissions intensity

                  305-5   Pengurangan Emisi GRK                  162-163
                          Reduction of GHG emissions

                  305-6   Emisi zat perusak ozon (ODS)              -       Emisi zat perusak       Tidak Berlaku       Kegiatan
                          Emissions of ozone-depleting                      ozon (ODS)              Not                 operasional
                          substances (ODS)                                  Emissions of            Applicable          Perusahaan
                                                                            ozone-depleting                             tidak melibatkan
                                                                            substances (ODS)                            penggunaan
                                                                                                                        maupun
                                                                                                                        pelepasan zat
                                                                                                                        perusak ozon
                                                                                                                        (ODS)
                                                                                                                        The Company’s
                                                                                                                        operations do
                                                                                                                        not involve the
                                                                                                                        use or release of
                                                                                                                        ozone-depleting
                                                                                                                        substances (ODS)

                  305-7   Nitrogen oksida (NOX), sulfur oksida      -       Nitrogen oksida         Keterbatasan        Data emisi udara
                          (SOX), dan emisi udara signifikan                 (NOx), belerang         Informasi           signifikan lainnya
                          lainnya                                           oksida (SOx),           Information         belum tersedia
                          Nitrogen oxides (NOX), sulfur oxides              dan emisi udara         Unavailability      secara memadai
                          (SOX) and other significant air                   signifikan lainnya                          untuk dilaporkan
                          emissions                                         Nitrogen oxides                             Other significant
                                                                            (NOx), sulfur oxides                        air emissions
                                                                            (SOx), and other                            data are not
                                                                            significant air                             yet sufficiently
                                                                            emissions                                   available to be
                                                                                                                        reported

Limbah
Waste

GRI 3: Topik       3-3    Pengelolaan terhadap topik material      153
Material 2021             Management of material topics
Material Topics
2021




                                                                 Sestainability Report 2025 PT Angkasa Pura Indonesia              309
Page 310
                                                                                            Yang Tidak Dicantumkan
                                                                                                   Omission
  Standar GRI                       Pengungkapan                     Halaman    Persyaratan yang
  GRI Standard                       Disclosures                      Page     Tidak Dicantumkan    Alasan           Penjelasan
                                                                                 Requirements       Reason           Explanation
                                                                                    Omitted

GRI 306: Limbah      306-1     Timbulan limbah dan dampak              153
2020                           signifikan terkait limbah
Waste 2020                     Waste generation and significant
                               waste-related impacts

                     306-2     Pengelolaan dampak yang signifikan      156
                               terkait limbah
                               Management of significant waste-
                               related impacts

                     306-3     Timbulan limbah                       156-158
                               Waste generated

                     306-4     Limbah yang dialihkan dari            156-158
                               pembuangan akhir
                               Waste directed from disposal

                     306-5     Limbah yang dikirimkan ke             156-158
                               pembuangan akhir
                               Waste directed to disposal

Kepegawaian
Employment

GRI 3: Topik          3-3      Manajemen topik material                218
Material 2021                  Management of material topics
Material Topics
2021

GRI 401:             401-1     Perekrutan karyawan baru dan          218-220
Kepegawaian                    pergantian karyawan
2016                           New employee hires and employee
Employment 2016                turnover

                     401-2     Tunjangan yang diberikan kepada       233-235
                               karyawan purnawaktu yang tidak
                               diberikan kepada karyawan
                               sementara atau paruh waktu
                               Benefits provided to full-time
                               employees that are not provided to
                               temporary or part-time employees

                     401-3     Cuti melahirkan                       236-237
                               Parental leave

Keselamatan dan Kesehatan Kerja
Occupational Health and Safety

GRI 3: Topik          3-3      Manajemen topik material              251-252
Material 2021                  Management of material topics
Material Topics
2021




310           Laporan Keberlanjutan 2025 PT Angkasa Pura Indonesia
Page 311
                                                                                                Yang Tidak Dicantumkan
                                                                                                       Omission
  Standar GRI                     Pengungkapan                      Halaman     Persyaratan yang
  GRI Standard                     Disclosures                       Page      Tidak Dicantumkan          Alasan           Penjelasan
                                                                                 Requirements             Reason           Explanation
                                                                                    Omitted

GRI 403:            403-1    Sistem manajemen kesehatan dan         253-254
Keselamatan dan              keselamatan kerja
Kesehatan Kerja              Occupational health and safety
2018                         management system
Occupational
                    403-2    Pengidentifikasian bahaya, penilaian   254-259
Health and Safety
                             risiko, dan investigasi insiden
2018
                             Hazard identification, risk
                             assessment, and incident
                             investigation

                    403-3    Layanan kesehatan kerja                261, 263
                             Occupational health services

                    403-4    Partisipasi, konsultasi, dan           261-262
                             komunikasi pekerja tentang
                             kesehatan dan keselamatan kerja
                             Worker participation, consultation,
                             and communication on occupational
                             health and safety

                    403-5    Pelatihan bagi pekerja mengenai        266-268
                             keselamatan dan kesehatan kerja
                             Worker training on occupational
                             health and safety

                    403-6    Peningkatan kualitas kesehatan         263, 265
                             pekerja
                             Promotion of worker health

                    403-7    Pencegahan dan mitigasi dampak           259
                             dari keselamatan dan kesehatan
                             kerja yang secara langsung terkait
                             hubungan bisnis
                             Prevention and mitigation of
                             occupational health and safety
                             impacts directly linked by business
                             relationships

                    403-8    Pekerja yang tercakup dalam sistem       257
                             manajemen keselamatan dan
                             kesehatan kerja
                             Workers covered by an occupational
                             health and safety

                    403-9    Kecelakaan kerja                       258-259
                             Work-related injuries

                    403-10   Penyakit akibat kerja                    258
                             Work-related ill health




                                                                    Sestainability Report 2025 PT Angkasa Pura Indonesia           311
Page 312
                                                                                             Yang Tidak Dicantumkan
                                                                                                    Omission
  Standar GRI                       Pengungkapan                     Halaman     Persyaratan yang
  GRI Standard                       Disclosures                      Page      Tidak Dicantumkan    Alasan           Penjelasan
                                                                                  Requirements       Reason           Explanation
                                                                                     Omitted

Pendidikan dan Pelatihan
Training and Education

GRI 3: Topik          3-3      Manajemen topik material                245
Material 2021                  Management of material topics
Material Topics
2021

GRI 404:             404-1     Rata-rata jam pelatihan per tahun       247
Pendidikan dan                 per pegawai
Pelatihan 2016                 Average hours of training per year
Training and                   per employee
Education 2016
                     404-2     Program untuk meningkatkan            246-249
                               keterampilan karyawan dan program
                               bantuan peralihan
                               Programs for upgrading employee
                               skills and transition assistance
                               programs

                     404-3     Persentase karyawan yang                232
                               menerima tinjauan rutin terhadap
                               kinerja dan pengembangan karier
                               Percentage of employees receiving
                               regular performance and career
                               development reviews

Keanekaragaman dan Kesempatan Kerja
Diversity and Equal Opportunity

GRI 3: Topik          3-3      Manajemen topik material                222
Material 2021                  Management of material topics
Material Topics
2021

GRI 405:             405-1     Keanekaragaman badan tata kelola      94, 222-
Keanekaragaman                 dan karyawan                            229
dan Kesempatan                 Diversity of governance bodies and
Kerja 2016                     employees
Diversity
                     405-2     Rasio gaji pokok dan remunerasi       230, 239
and Equal
                               perempuan dibandingkan laki-laki
Opportunity 2016
                               Ratio of basic salary and
                               remuneration of women to men

Non Diskriminasi
Non-discrimination

GRI 3: Topik          3-3      Manajemen topik material                222
Material 2021                  Management of material topics
Material Topics
2021


GRI 406: Non         406-1     Insiden diskriminasi dan tindakan       223
Diskriminasi 2016              perbaikan yang dilakukan
Non-                           Incidents of discrimination and
discrimination                 corrective actions taken
2016




312           Laporan Keberlanjutan 2025 PT Angkasa Pura Indonesia
Page 313
                                                                                                     Yang Tidak Dicantumkan
                                                                                                            Omission
  Standar GRI                       Pengungkapan                         Halaman     Persyaratan yang
  GRI Standard                       Disclosures                          Page      Tidak Dicantumkan          Alasan           Penjelasan
                                                                                      Requirements             Reason           Explanation
                                                                                         Omitted

Kebebasan Berserikat dan Perundingan Kolektif
Freedom of Association and Collective Bargaining

GRI 3: Topik          3-3      Manajemen topik material                   240
Material 2021                  Management of material topics
Material Topics
2021

GRI 407:             407-1     Operasi dan pemasok di mana hak           240-241
Kebebasan                      atas kebebasan berserikat dan
Berserikat dan                 perundingan kolektif mungkin
Perundingan                    berisiko
Kolektif 2016                  Operations and suppliers in which
Freedom of                     the right to freedom of association
Association                    and collective bargaining may be at
and Collective                 risk
Bargaining 2016

Pekerja Anak
Child Labor

GRI 3: Topik          3-3      Manajemen topik material                    230
Material 2021                  Management of material topics
Material Topics
2021

GRI 408: Pekerja     408-1     Operasi dan pemasok yang berisiko         230-231
Anak 2016                      signifikan terhadap insiden pekerja
Child Labor 2016               anak
                               Operations and suppliers at
                               significant risk for incidents of child
                               labor

Kerja Paksa atau Wajib Kerja
Forced or Compulsory Labor

GRI 3: Topik          3-3      Manajemen topik material                    230
Material 2021                  Management of material topics
Material Topics
2021

GRI 409: Kerja       409-1     Operasi dan pemasok yang berisiko         230-231
Paksa atau Wajib               signifikan terhadap insiden kerja
Kerja 2016                     paksa atau wajib kerja
Forced or                      Operations and suppliers at
Compulsory                     significant risk for incidents of
Labor 2016                     forced or compulsory labor

Masyarakat Lokal
Local Communities

GRI 3: Topik          3-3      Pengelolaan terhadap topik material         272
Material 2021                  Management of material topics
Material Topics
2021




                                                                         Sestainability Report 2025 PT Angkasa Pura Indonesia          313
Page 314
                                                                                               Yang Tidak Dicantumkan
                                                                                                      Omission
  Standar GRI                       Pengungkapan                      Halaman      Persyaratan yang
  GRI Standard                       Disclosures                       Page       Tidak Dicantumkan    Alasan           Penjelasan
                                                                                    Requirements       Reason           Explanation
                                                                                       Omitted

GRI 413:              413-1    Operasi dengan keterlibatan            272-273,
Masyarakat Lokal               masyarakat lokal, penilaian dampak,    277-279
2016                           dan program pengembangan
Local                          Operations with local community
Communities                    engagement, impact assessments,
2016                           and development programs

                     413-2     Operasi yang secara aktual dan yang      276
                               berpotensi memiliki dampak negatif
                               signifikan terhadap masyarakat lokal
                               Operations with significant actual
                               and potential negative impacts on
                               local communities

Kesehatan dan Keselamatan Pelanggan
Customer Health and Safety

GRI 3: Topik          3-3      Manajemen topik material                 180
Material 2021                  Management of material topics
Material Topics
2021

GRI 416:              416-1    Penilaian dampak kesehatan dan         180-182
Kesehatan dan                  keselamatan dari berbagai kategori
Keselamatan                    produk dan jasa
Pelanggan 2016                 Assessment of the health and safety
Customer Health                impacts of product and service
and Safety 2016                categories

                     416-2     Insiden ketidakpatuhan sehubungan      182, 210,
                               dengan dampak kesehatan dan              260
                               keselamatan dari produk dan jasa
                               Incidents of non-compliance
                               concerning the health and safety
                               impacts of products and services

Pengungkapan Sektor Operator Bandara
Sector Disclosures Airport Operators

                      AO1      Jumlah total penumpang per-tahun       80, 193
                               total
                               Number of passengers per year

                      AO2      Jumlah total pergerakan pesawat          194
                               pertahun
                               Total number of aircraft movements
                               per year

                      AO3      Jumlah total tonase kargo                194
                               Total amount of cargo tonnage

                      AO4      Kualitas air hujan menurut standar       150
                               peraturan yang berlaku
                               Quality of storm water by applicable
                               regulatory standards




314           Laporan Keberlanjutan 2025 PT Angkasa Pura Indonesia
Page 315
                                                                                        Yang Tidak Dicantumkan
                                                                                               Omission
Standar GRI               Pengungkapan                      Halaman     Persyaratan yang
GRI Standard               Disclosures                       Page      Tidak Dicantumkan          Alasan             Penjelasan
                                                                         Requirements             Reason             Explanation
                                                                            Omitted

               AO5   Tingkat kualitas udara ambien          164-165
                     menurut konsentrasi polutan
                     Ambient air quality levels according
                     to pollutant concentrations

               AO6   Cairan de-icing / anti-icing pesawat      -       Cairan de-icing /       Tidak Relevan       Proses
                     dan perkerasan yang digunakan dan                 anti-icing pesawat      Not                 pencairan es
                     diolah berdasarkan tonase m3 dan/                 dan perkerasan          Applicable          dan pencegahan
                     atau meter                                        yang digunakan                              pembekuan tidak
                     Aircraft and pavements de-icing/                  dan diolah                                  diperlukan karena
                     anti-icing fluid used and treated by              Aircraft and                                kondisi iklim di
                     m3 and/or metric tonnes                           pavement de-                                lokasi geografis
                                                                       icing/anti-icing                            Perusahaan
                                                                       fluids used and                             De-icing and
                                                                       processed                                   anti-icing
                                                                                                                   processes are
                                                                                                                   not required due
                                                                                                                   to the climatic
                                                                                                                   conditions at
                                                                                                                   the Company’s
                                                                                                                   geographic
                                                                                                                   location

               AO7   Jumlah dan persentase perubahan          167
                     penduduk yang tinggal di daerah
                     yang terkena dampak kebisingan
                     Number and percentage charge of
                     people residing in areas affected by
                     noise




                                                            Sestainability Report 2025 PT Angkasa Pura Indonesia              315
Page 316
Referensi POJK No. 51/POJK/03/2017 dan
SEOJK No. 16/SEOJK/04/2021                                                 [OJK G.4]

POJK No. 51/POJK/03/2017 and SEOJK No. 16/04/2021 References



                                                      Pengungkapan                        Halaman
                                                        Disclosure                         Page

A     Strategi Keberlanjutan
      Sustainability Strategy

A.1          Strategi Keberlanjutan                                                         46-47
             Sustainability Strategy

B. Ihktisar Kinerja Aspek Keberlanjutan
   Overview of Sustainability Performance

B.1          Aspek Ekonomi                                                                  14-15
             Economic Aspect

B.2          Aspek Lingkungan Hidup                                                         16-17
             Environmental Aspect

B.3          Aspek Sosial                                                                   18-19
             Social Aspect

C. Profil Perusahaan
   Company Profile

C.1          Visi, Misi, dan Nilai Keberlanjutan                                            62-64
             Vision, Mission, and Sustainability Values

C.2          Alamat Perusahaan                                                             60,320
             Company Adress

C.3          Skala Usaha                                                               60, 65, 66, 70-71
             Business Scale

C.4          Produk, Layanan, dan Kegisatan Usaha yang dijalankan                           67-69
             Products, Services, and Business Activities

C.5          Keanggotaan pada Asosiasi                                                        74
             Membership in Associations

C.6          Perubahan emiten dan perusahaan publik yang bersifat signifikan                  43
             Significant Changes in the Issuer and Public Company

D. Penjelasan Direksi
   Board of Directors’ Statement

D.1          Penjelasan Direksi                                                              6-11
             Board of Directors’ Statement

E. Tata Kelola Keberlanjutan
   Sustainability Governance

E.1          Penanggung Jawab Penerapan Keuangan Berkelanjutan                              91-92
             Person in Charge of Sustainable Finance Implementation

E.2          Pengembangan Kompetensi Terkait Keuangan Berkelanjutan                        99-100
             Competency Development Related to Sustainable Finance

E.3          Penilaian Risiko Atas Penerapan Keuangan Berkelanjutan                        103-110
             Risk Assessment of Sustainable Finance Implementation

E.4          Hubungan Dengan Pemangku Kepentingan                                           53-55
             Relations with Stakeholders




316             Laporan Keberlanjutan 2025 PT Angkasa Pura Indonesia
Page 317
                                                       Pengungkapan                                                              Halaman
                                                         Disclosure                                                               Page

E.5          Permasalahan Terhadap Penerapan Keuangan Berkelanjutan                                                                  56
             Issues in the Implementation of Sustainable Finance

F.     Kinerja Keberlanjutan
       Sustainability Performance

F.1          Kegiatan Membangun Budaya Keberlanjutan                                                                            110, 135, 137
             The Activities of Building a Culture of Sustainability

F.2          Perbandingan target dan kinerja produksi, portofolio, target pembiayaan, atau investasi, pendapatan dan                 80
             laba rugi
             Comparison of Production Targets and Performance, Portfolio, Financial Targets, or Investment, Revenue
             and Profit

F.3          Perbandingan Target dan Kinerja Produksi, Portofolio, Target Pembiayaan, atau Investasi Pada Instrumen                  81
             Keuangan atau Proyek yang Sejalan dengan Penerapan Keuangan Berkelanjutan
             Comparison of Portfolio Targets and Performance, Financial Targets, or Investments in Financial
             Instruments or Projects in Line with the Implementation of Sustainable Finance

F.4          Biaya Lingkungan Hidup                                                                                                  17
             Environmental Cost

F.5          Penggunaan Material yang Ramah Lingkungan                                                                              139
             The Use of Environmentally Friendly Materials

F.6          Jumlah dan intensitas energi yang digunakan                                                                          140-142
             The Amount and Intensity of Energy Used

F.7          Upaya dan Pencapaian Efisiensi Energi dan Penggunaan Energi Terbarukan                                             140, 143-145
             Efforts and Achievement of Energy Efficiency Including Use of Renewable Energy Sources

F.8          Penggunaan Air                                                                                                         146
             Water Usage

F.9          Dampak dari Wilayah Operasional yang Dekat atau Berada di Daerah Konservasi atau Memiliki                            168, 172
             Keanekaragaman Hayati
             Impacts from Operational Areas Close to or in Conservation Areas or Having Biodiversity

F.10         Upaya konservasi keanekaragaman hayati                                                                         169-170, 173, 287
             Biodiversity Conservation Efforts

F.11         Jumlah dan Intensitas Emisi yang Dihasilkan Berdasarkan Jenisnya                                               160-162, 164-165
             The Amount and Intensity of Emissions Produced by Type

F.12         Upaya dan Pencapaian Pengurangan Emisi yang Dilakukan                                                                162-163
             Efforts and Achievement Emission Reduction Carried Out

F.13         Jumlah limbah dan efluen yang dihasilkan berdasarkan jenisnya                                                        156-158
             The Amount of Waste and Effluent Produced by Type

F.14         Mekanisme pengelolaan limbah dan efluen                                                                              156-158
             Mechanism of Waste and Effluent Management

F.15         Tumpahan yang terjadi (jika ada)                                                                                     157, 159
             Spills that Occur (if any)

F.16         Jumlah dan Materi Pengaduan Lingkungan Hidup yang Diterima dan Diselesaikan                                            159
             The Amount and Material of Environmental Complaints Received and Resolved

F.17         Komitmen untuk Memberikan Layanan atas Produk dan/atau Jasa yang Setara kepada Konsumen                             186, 206
             Commitment to Provide Services for Equivalent Products and/or Services to Consumers

F.18         Kesetaraan Kesempatan Bekerja                                                                                          222
             Equality of Employment Opportunities

F.19         Tenaga Kerja Anak dan Tenaga Kerja Paksa                                                                               230
             Child Labor and Forced Labor




                                                                         Sestainability Report 2025 PT Angkasa Pura Indonesia                317
Page 318
                                                    Pengungkapan                                                   Halaman
                                                      Disclosure                                                    Page

F.20      Upah Minimum Regional                                                                                     230, 238
          The Regional Minimum Wage

F.21      Lingkungan Bekerja yang Layak dan Aman                                                                  209, 250-268
          Decent and Safe Working Environment

F.22      Pelatihan dan Pengembangan Kemampuan karyawan                                                             246-247
          Training and Capacity Building of Employees

F.23      Dampak Operasi terhadap Masyarakat Sekitar                                                                  276
          Operational Impacts to the Surrounding Community

F.24      Pengaduan Masyarakat                                                                                      199, 205
          Public Complaints

F.25      Kegiatan Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL)                                                          279-287
          Environmental and Social Responsibility Activities

F.26      Inovasi dan Pengembangan Produk Berkelanjutan                                                               185
          Innovation and Development of Sustainable Financial Products

F.27      Produk dan Jasa yang sudah dievaluasi keamanannya bagi pelanggan                                        181-182, 210
          Products/Services that have been Evaluated for Customers Safety

F.28      Dampak Produk/Jasa                                                                                        181-182
          Products/Service Impacts

F.29      Jumlah Produk yang Ditarik Kembali dan Alasannya                                                          181-182
          Number of Products Recalled and the Reason

F.30      Survei Kepuasan Pelanggan                                                                                 197-199
          Customer Satisfaction Survey

G. Lain-lain
   Others

G.1       Verifikasi tertulis dari pihak independen (jika ada)                                                      296-300
          Written Verification from an Independent Party (if any)

G.2       Lembar Umpan Balik                                                                                        319-320
          Feedback Form

G.3       Tanggapan terhadap Umpan Balik Laporan Keberlanjutan Tahun Sebelumnya                                       320
          Feedback on Previous Year’s Sustainability Report

G.4       Daftar Pengungkapan Sesuai Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 51/POJK.03/2017 tentang                 316-318
          Penerapan Keuangan Berkelanjutan bagi Lembaga Jasa Keuangan, Emiten, dan Perusahaan Publik
          Disclosure List Based on POJK No. 51/POJK.03/2017 regarding the Implementation of Sustainable Finance
          for Financial Services Institutions, Listed Companies and Public Companies




318            Laporan Keberlanjutan 2025 PT Angkasa Pura Indonesia
Page 319
Lembar Umpan Balik                               [OJK G.2]

Feedback Form



Terima kasih telah meluangkan waktu untuk membaca             Thank you for taking the time to read PT Angkasa Pura
Laporan Keberlanjutan PT Angkasa Pura Indonesia tahun         Indonesia’s 2025 Sustainability Report. We welcome all
2025. Kami membuka kesempatan bagi seluruh pemangku           stakeholders to share their suggestions, input, and feedback
kepentingan untuk menyampaikan saran, masukan, dan            via email or through the available form. All feedback received
umpan balik melalui e-mail maupun formulir yang tersedia.     will serve as valuable input for the Company in enhancing
Setiap masukan yang diberikan akan menjadi bahan evaluasi     the quality, relevance, transparency, and disclosure of its
penting bagi Perusahaan dalam meningkatkan kualitas,          sustainability performance in the periods ahead.
relevansi, transparansi, serta pengungkapan kinerja
keberlanjutan pada periode mendatang.

Seluruh informasi yang disampaikan akan dijaga                All information provided will be kept confidential and used
kerahasiaannya dan digunakan semata-mata untuk                solely to support the continuous improvement of the
mendukung penyempurnaan praktik dan pelaporan                 Company’s sustainability practices and reporting.
keberlanjutan Perusahaan.


           Pertanyaan                                                                                 Ya              Tidak
           Question                                                                                   Yes              No



          Laporan ini memberi informasi yang bermanfaat
          This report provides useful information

          Laporan ini mudah dimengerti
          This report is easy to understand

          Laporan ini telah mendorong pembaca untuk berkontribusi
          dalam kinerja keberlanjutan Perusahaan
          This report has encouraged readers to contribute to the
          Company’s sustainability performance



           Profil Pemangku Kepentingan
           Stakeholder Profile


          Bagaimana Anda mengindentifikasi hubungan Anda dengan PT Angkasa Pura Indonesia?
          How do you identify your relationship with PT Angkasa Pura Indonesia?

                 Pemegang Saham/Investor               Pegawai                Pelanggan                  Pemerintah
                 Shareholder/Investor                  Employee               Customer                   Regulator

                 Mitra Kerja/Pemasok                   Masyarakat             Lainnya
                 Supplier                              Community              Others




                                                               Sestainability Report 2025 PT Angkasa Pura Indonesia           319
Page 320
Komentar Anda:
Your Comment:




Terima kasih atas partisipasi Anda. Mohon kesediaannya untuk mengirimkan kembali lembar umpan balik ini kepada:
Thank you for your participation. We kindly request that you return this feedback form to:



       Candra Ananda                                               InJourney Airports Center,
       Corporate Communication Division Head                       Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta
                                                                   PO BOX 1004 Tangerang 15111

                                                                   Untuk informasi dan pengaduan, silakan hubungi:
                                                                   For information and complaints, please contact:

                                                                         corcomm@injourneyairports.id

                                                                         138 dan 172




Tanggapan Terhadap Umpan Balik Laporan Keberlanjutan               Response to Feedback on the Previous Year’s Sustainability
Tahun Sebelumnya [OJK G.3]                                         Report [OJK G.3]

Perusahaan tidak menerima umpan balik atas Laporan                 The Company did not receive any feedback on the previous
Keberlanjutan tahun sebelumnya.                                    year’s Sustainability Report.




320         Laporan Keberlanjutan 2025 PT Angkasa Pura Indonesia
Page 321
Sestainability Report 2025 PT Angkasa Pura Indonesia   321
Page 322
                                            www.injourneyairports.id




PT Angkasa Pura Indonesia

InJourney Airports Center
Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta
PO BOX 1004 Tangerang 15111 – Indonesia

File

File Open PDF
Source IDX
Size15.66 MB
Published30 Apr 2026
Pages322
Characters1,267,586
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 152 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org Angkasa Pura p.2 ×410
linked org PT Angkasa Pura II p.2 ×34
linked person Mohammad Rizal Pahlevi · President p.7 ×4
linked org PT Angkasa Pura I p.10 ×18
linked person Antoni Arif Priadi · Komisaris p.12 ×2
linked person Erwan Agus Purwanto · Komisaris p.12 ×2
linked person Dita Indah Sari · Komisaris p.12 ×2
linked person Elly Engelbert Lasut p.12
linked person Abdul Muis · Komisaris p.12 ×2
linked person Eva Yuliana · Komisaris p.12 ×2
linked person Imelda Sari · Komisaris p.12 ×2
linked person Yunus Nusi · Komisaris p.12 ×2
linked person Achmad Syahir p.13
linked person Agus Haryadi p.13
linked person Ristiyanto Eko Wibowo · Technical p.13 ×2
linked person Yanindya Bayu Wirawan p.13
linked person Ferry Kusnowo p.13 ×2
linked person Adi Nugroho · Direktur p.13 ×2
linked org PT Jasamarga Bali Tol p.43 ×7
linked org Pemerintah | RI p.76
linked org Kereta Api Indonesia p.76
linked org Dana Pensiun p.85 ×3
possible person Ahmad Yani p.31 ×8
possible org PT Angkasa Pura Pura II p.60
possible org Pemerintah Republik Indonesia p.60 ×2
possible org Bursa Efek Indonesia p.77
possible person Djamaluddin · Komisaris p.95
possible person Elly · Komisaris p.95
possible person Mohammad · Direktur Utama p.96
possible — Haryadi · Operation p.96
possible person Ferry · Direktur p.97
unresolved org PT Angkasa Pura Indonesia p.2 ×298
unresolved org Menteri Badan Usaha Milik Negara p.2 ×2
unresolved org Minister of State-Owned Enterprises p.2 ×2
unresolved org PT Angkasa Pura Indonesia Sambutan p.4
unresolved person Sambutan · Direktur Utama p.4 ×2
unresolved person Penjelasan Logo · President Director p.4 ×2
unresolved org PT Angkasa Pura Indonesia Navigating p.4
unresolved org PT Angkasa Pura Indonesia Sustainability Strategy p.4
unresolved org PT Angkasa p.10 ×17
unresolved person Vice · President Director p.13 ×2
unresolved person Teknik · Direktur Operasi p.13 ×2
unresolved org Kementerian Perhubungan p.21 ×3
unresolved org Ministry of Transportation p.21 ×13
unresolved org Koperasi Desa p.23
unresolved org PT Angkasa Pura Indonesia Perusahaan p.23
unresolved org Kementerian p.32 ×10
unresolved org PT Sucofindo (Persero) p.33 ×5
unresolved org Kementerian Energi p.34
unresolved org Direktorat Jenderal Perhubungan Udara p.35
unresolved org Kementerian Perhubungan Organizer p.35
unresolved org Directorate General of Civil Aviation p.35
unresolved org Ministry of Transportation Sestainability p.35
unresolved org Kementerian Ketenagakerjaan Organizer p.37
unresolved org Ministry of Manpower Sestainability p.37
unresolved org Nasional Penanggulangan Terorisme Republik Indonesia Organizer p.40
unresolved org PT BSI Group Indonesia Organizer Certificate p.41
unresolved org PT Angkasa Pura Indonesia Injourney Airport Center Bandar p.41
unresolved org PT CBC Global Indonesia p.42
unresolved org PT CBC Global p.42
unresolved org Financial Services Authority p.42
unresolved org PT Angkasa Pura Aviasi p.42 ×6
unresolved org PT Integrasi Aviasi Solusi p.43 ×4
unresolved org PT Bandarudara Internasional Jawa Barat p.43 ×6
unresolved org PT Railink p.43 ×6
unresolved org PT Bandara Internasional Batam p.43 ×5
unresolved org PT Angkasa Pura Indonesia Tahun p.43
unresolved org PT Angkasa Pura Division Head p.43
unresolved org PT Angkasa Indonesia’s p.43
unresolved org PT Angkasa Pura Indonesia Sustainability Strategy Identifikasi Topik p.44
unresolved org PT Angkasa Pura Indonesia’s Sustainability Strategy Sebagai p.46
unresolved org PT Angkasa Pura Indonesia’s p.46 ×3
unresolved org PT Angkasa Pura Indonesia Indonesia p.47 ×3
unresolved org PT Angkasa Pura Indonesia Penjelasan Logo p.58
unresolved org PT Angkasa Pura Indonesia Etalase Bangsa p.58
unresolved org PT Angkasa Pura Pura Indonesia p.60
unresolved org PT Aviasi Pariwisata p.60
unresolved org PT Aviasi Indonesia (Persero) p.60
unresolved org PT Angkasa Pura Indonesia InJourney Airports Center Bandara p.60
unresolved org Menteri BUMN Nomor SE- p.63
unresolved org Milik Negara p.63 ×3
unresolved org PT Purantara Mitra Angkasa Dua p.66 ×2
unresolved org PT Angkasa Pura Indonesia. Optimalisasi p.69
unresolved org PT Angkasa Transportindo Selaras p.72 ×2
unresolved org PT BIJB p.72 ×2
unresolved person H.A.S. Hanandjoeddin Tanjung Pandan p.72
unresolved org H.A.S. Hanandjoeddin International Airport Tanjung Pandan p.72
unresolved org PT Suryo Dhoho Investama p.73 ×2
unresolved org PT Angkasa Pura Indonesia Milestones p.76
unresolved org PT Angkasa Pura Indonesia Pemerintah p.76
unresolved org Menteri Agama dan Menteri p.76
unresolved person Muhani Salim p.76 ×2
unresolved org PT Pelabuhan Udara Cengkareng. p.76
unresolved org PT Kereta p.76
unresolved org PT Angkasa Pelanggan Contact Center p.77
unresolved org PT Angkasa Airport p.77
unresolved org PT Soekarno-Hatta p.77
unresolved org Indonesia Stock Exchange p.77
unresolved org PT Angkasa Terminal p.77
unresolved org Kementerian Perhubungan International Airport. p.77
unresolved org Dana Pensiun Angkasa Pura I p.85
unresolved org Dana Pensiun Lembaga p.85
unresolved org Dana Pensiun Angkasa Pura II p.85
unresolved org Penyelenggara Jaminan p.85
unresolved org PT Angkasa Pura Indonesia. Isu-isu p.92
unresolved org PT Angkasa Pura Indonesia. These p.92
unresolved org Tata Kelola Tertinggi Diversity p.93
unresolved org Minister of Nomor PER- p.93
unresolved org Tata p.95 ×3
unresolved person Male · Commissioner p.95 ×2
unresolved person Air Transport · Commissioner p.95
unresolved person Female · Commissioner p.95
unresolved person Executive · Commissioner p.96
unresolved person Ristyanto · Direktur p.96
unresolved person Yanindya · Direktur p.96
unresolved — Bayu · Keuangan dan p.96
unresolved person Agus · Direktur p.96
unresolved — Kusnowo · Strategi dan p.97
unresolved person Veri Y. · Direktur p.97
unresolved — Setiady · Komersial p.97
unresolved org Tata Kelola Tertinggi p.97
unresolved org Minister of State-Owned Enterprises No. PER- p.97
unresolved org Menteri BUMN p.97 ×2
unresolved org Tata Kelola Tertinggi Nomination and Remuneration p.100
unresolved org Kementerian BUMN p.100
unresolved org Ministry of Menteri BUMN Nomor PER- p.100
unresolved person GMS · Komisaris p.102
unresolved org PT Angkasa Pura Indonesia Kompensasi p.102
unresolved org PT Angkasa Pura Indonesia. Emerging Risk p.107
unresolved org PT Angkasa Pura Indonesia No. PD. p.113 ×6
unresolved org PT Angkasa Pura Indonesia Joint Regulation p.116
unresolved org PT Angkasa Pura Indonesia Board p.118
unresolved org PT Angkasa Pura PD. p.134 ×7
unresolved org Menteri Lingkungan Hidup p.149
unresolved org Minister of Environment and Forestry Kehutanan p.149
unresolved org PT Angkasa Pura TK. p.159
unresolved org Menteri Perhubungan Republik Indonesia p.180
unresolved org Minister of Transportation p.180
unresolved org PT Angkasa Indonesia Service Hospitality Frontliner p.184
unresolved org PT Angkasa Pura Indonesia Secara p.184
unresolved org PT Angkasa Pura Pura Indonesia. Informasi p.223
unresolved org Ministry of Manpower p.231 ×2
unresolved org Kementerian Ketenagakerjaan Republik p.231
unresolved org PT API p.242 ×3
unresolved org PT Angkasa Collective Labor Agreement p.242
unresolved org PT Angkasa Bersama p.242
unresolved org PT API CLA p.242
unresolved org Direktorat Jenderal Agreement p.242
unresolved org Kementerian Period p.242
unresolved org PT Angkasa Pura Indonesia Employee Union p.242

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

Other files in this announcement 3

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result