Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 180
Page 1 OCR 0.827
INDONESIA | INFRASTRUCTURE 8 | FINANCE Laporan Keberlanjutan Sustainability Report 2025
Page 2 OCR 0.917
Jalan Tol Pemalang-Batang Pemalang-Batang Toll Road Laporan Keberlanjutan PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025
Page 3 OCR 0.898
INDONESIA, INFRASTRUCTURE. —--— FINANCE Tema Laporan Report Theme Enhancing Progress PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) terus meningkatkan kualitas dan skala dampak dari setiap pembiayaan infrastruktur yang dilakukan. “Enhancing Progress" mencerminkan adaptasi dan inovasi Perseroan dalam menghadirkan solusi pembiayaan yang relevan bagi proyek-proyek strategis nasional, dengan tetap memperkuat kualitas portofolio dan tata kelola yang berintegritas. Melalui integrasi aspek Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola (LST) yang lebih dalam serta penguatan ekosistem kemitraan, Perseroan berupaya mengakselerasi kemajuan pembangunan nasional yang inklusif, tangguh, dan berkelanjutan bagi generasi mendatang. PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) continues to improve the guality and scale of the impact of every infrastructure financing project it” undertakes. “Enhancing Progress” reflects the Companys adaptability and innovation in delivering relevant financing solutions for national strategic projects, while continuing to strengthen portfolio guality and governance with Integrity. Through deeper integration of Environmental, Social, and Governance (ESG) aspects and the strengthening of the partnership ecosystem, the Company strives to accelerate inclusive, resilient, and sustainable national development for future generations. Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance inability Report 2025
Page 4 OCR 0.918
Daftar Isi Table of Contents Tema Laporan Report Theme Pernyataan Anggota Dewan Komisaris Tentang Tanggung Jawab Atas Laporan Keberlanjutan Tahun 2025 Statement of Members of the Board of Commissioners on Responsibility for the 2025 Sustainability Report Pernyataan Anggota Direksi Tentang Tanggung Jawab Atas Laporan Keberlanjutan Tahun 2025 Statement of Members of the Board of Directors on Responsibility for the 2025 Sustainability Report TENTANG LAPORAN KEBERLANJUTAN About the Sustainability Report 1 Cakupan dan Batasan Laporan Scope and Limitations 2 Standar Pengungkapan Disclosure Standards 3 Perlode dan Frekuensi Pelaporan Reporting Period and Freguenoy 4 Penyajian Kembali Informasi Restatement of Information 5 Penjaminan Eksternal External Assurance 6 Topik Material Material Topies BAB 01 IKHTISAR KEBERLANJUTAN Chapter 01 Sustainability Highlights 14 1.1 Kinerja Aspek Ekonomi Economic Performance 1.2 Kinerja Aspek Lingkungan Environmental Performance 1.3 Kinerja Aspek Sosial Social Performance 1.4 Dampak Positif Berkelanjutan Sustainable Positive Impact 1.5 Pencapaian Utama Penerapan Keuangan Berkelanjutan Sustainable Financing Implementation Key Achievements 1.6 Penghargaan Awards 16 18 20 2 22 BAB 02 PENJELASAN DIREKSI Chapter 02 Board of Directors Explanation 26 BAB 03 KOMITMEN KEBERLANJUTAN IIF Chapter 03 IIF' Sustainability Commitment 38 3.1 Visi, Misi, dan Nilai Keberlanjutan Vision, Mission, and Sustainability Values 3.2 Strategi dan Prinsip Keberlanjutan Sustainability Strategies and Principles 3.3 Pilar Keberlanjutan Sustainability Pillars 3,4 Integrasi Keberlanjutan dalam Proses Bisnis Sustainability Integration Into Business Process 3.5 Komitmen Kebijakan Policy Commitment 3.6 Dukungan terhadap Sustainable Development Goals (SDGS) Support for the Sustainable Development Goals (SDGs) BAB 04 PROFIL PERUSAHAAN Chapter 04 Company Profile 37 38 39 4 46 4A Informasi Umum General Information 4.2 Struktur Kepemilikan Saham Share Ownership Structure 4.3 Skala dan Kinerja Organisasi Organization Scale and Performance 4.4 Kegiatan Usaha Business Activities 4.5 Keanggotaan Asosiasi Association Memberships 4.6 Wilayah Operasional Operational Areas 48 49 50 50 54 55 Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance ( Sustainability Report 2025
Page 5 OCR 0.860
INDONESIA | (4 INFRASTRUCTURE FINANCE BAB 05 BAB 07 TATA KELOLA MENJAGA LINGKUNGAN KEBERLANJUTAN SECARA BERKELANJUTAN Chapter 05 Sustainability Governance 56 Chapter 07 Preserving a Sustainable Environment ga 51 Struktur Tata Kelola 50 7.1 Kornitmen Keberlanjutan Lingkungan 96 Governance Structure Environmental Sustainability Gommitment 5.2 Penanggung Jawab Penerapan Keuangan Berkelanjutan 64 7.2 Energi Baru dan Terbarukan 9 Responsibility for Sustainable Finance Implementation New and Renewable Energy 5.3 Pengembangan Kompetensi Tata Kelola Keberlanjutan 68 7.3 Jumlah Pelanggan yang Dilayani 98 Sustainable Governance Competency Development Number of People Served 5.4 Manajemen Risiko Keuangan Berkelanjutan 70 7.4 Energi dan Emisi 98 Sustainable Risk Management of Finance Energy and Emissions 5.5 Manajemen Risiko Perubahan Iklim 7 7.5 Pengelolaan Air dan Limbah 105 Climate Change Risk Management Water and Waste Management 5.6 Komunikasi Isu-isu Penting dalam Keuangan Berkelanjutan — 72 7.6 Keanekaragaman Hayati 107 Communication of Critical Issues in Sustainable Finance Biodiversity 5.7 Etika, Anti Korupsi, dan Benturan Kepentingan 76 7.7 Biaya dan Pengaduan Lingkungan 108 Ethics, Anti-Corruption, and Conflict of Interest Environmental Costs and Grievances 5.8 Sistem Pelaporan Pelanggaran 80 Whistleblowing System 5.9 Tantangan Implementasi Keuangan Berkelanjutan 82 Sustainable Finance Implementation Challenges BAB 08 MENCIPTAKAN DAMPAK SOSIAL YANG BERKELANJUTAN Chapter 08 Creating Sustainable Social Impact 110 BAB 06 ag MEMBANGUN PERTUMBUHAN 84 Dampek Sosial den Ekonomi Tidak Tangsung 113 Indirect Social and Economic Impects EKONOMI YANG BERKELANJUTAN 8.2 Inisiatif Pemberdayaan Masyarakat 15 Chapter 06 Building a Sustainable Economic Growth 84 Cemmunity Empowerment Initiatives 8.3 Mekanisme Pengaduan Sosial 117 6.1 Dinamika Perekonomian dan Sektor Infrastruktur 86 Socia! Grievance Mechanism Economic Dynamics and Infrastructure Sectors 6.4 Prokik Ketenagakerjaan ts 6.2 Komitmen Pembiayaan Berkelanjutan 8 Emptoyment Practices Sustainable Financing Commitment 8.5 Kesetaraan dan Anti-Diskriminasi 19 6.3 Layanan Advisory Berkelanjutan 88 Eaualty and Non-Diserimination Sustainable Advisory Services 86 Profil Karyawan 120 6,4 Kinerja Portofolio dan Pembiayaan 28 Employee Profile Portfoio and Financing Pertormance 8.7 Rekrutmen dan Perputaran Karyawan 123 6.5 Distribusi Nilai Ekonomi 96 Employee Recruitment and Turnover Feonomie Value Distribution 2.8 Pendidikan dan Pelatihan 126 6.6 Mitigasi Dampak Produk dan Jasa a Education and Training Product and Service Impact Mitigation 8.9 Penilaian Kinerja dan Remunerasi 128 6.7 Pengembangan Produk dan Jasa Berkelanjutan » Performance Appraisal and Remuneration Sustainable Product and Service Development 8.10 Kesejahteraan Karyawan dan Program Pensiun 129 6.8 Ikhtisar Pembiayaan Berkelanjutan 92 Employee Welfare and Retirement Program Sustainable Financing Highlights 8.11 Kesehatan dan Keselamatan Kerja 133 Oooupationat Health and Safety 8.12 Pengaduan Ketenagakerjaan 136 Employment Grievances 8.13 Kontribusi terhadap SDGs 137 Contibution to SDS Laporan Keberlanjutan 2025 | PF Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025
Page 6 OCR 0.881
Pernyataan Anggota Dewan Komisaris Tentang Tanggung Jawab Atas Laporan Keberlanjutan Tahun 2025 Statement of Members of the Board of Commissioners on Responsibility for the 2025 Sustainability Report We, the undersigned, the Board of Commissioner of PT Indonesia Kami yang bertanda tangan di bawah ini, Dewan Komisaris Infrastructure Finance declare that all information in Fs PT Indonesia Infrastructure Finance menyatakan bahwa semua informasi dalam Laporan Keberlanjutan IIF Tahun 2025 telah disampaikan sesuai dengan POJK No. S1/POJK.03/2017, dan bertanggung jawab penuh atas kebenaran isi Laporan. Laporan ini disusun oleh Direksi dan telah mendapat persetujuan Dewan Komisaris, untuk disampaikan kepada para pemangku kepentingan. Demikian pernyataan ini dibuat dengan sebenarnya. Sustainability Report 2025 has been subrnitted in accordance with OJK Regulation No. 51/POJK.03/2017 and we are fully responsible for the correctness of the contents in the Report. This report was prepared by the Board of Directors and has received approval from the Board of Commissioners, to be submitted to stakeholders. This statement was truthfully made. 25 Maret 2026 25 March 2026 ' Dewan Komisaris - —. mn ka mann man nan | Boardof Commissioners ' £ / — Darmin Nasution Presiden Komisaris dan Komisaris Independen President Commissioner and Independent Commissioner Rinaldi Firmansyah Komisaris Independen Independent Commissioner Na Lodewijk Govaerts Komisaris Commissioner Oza Olavia Komisaris Commissioner Na Supriya Prakash Sen Komisaris Cormmissloner Rizal Bambang Prasetijo Komisaris Independen Independent Commissioner e— Marc Oliver Juenemann Komisaris Commissioner Yuji Fukuda Komisaris Commissioner ran Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustalnabilliy Report 2025
Page 7 OCR 0.888
INDONESIA INFRASTRUCTURE— — FINANCE Pernyataan Anggota Direksi Tentang Tanggung Jawab Atas Laporan Keberlanjutan Tahun 2025 Statement of Members of the Board of Directors on Responsibility for the 2025 Sustainability Report Kami yang bertanda tangan di bawah ini, Direksi PT Indonesia Infrastructure Finance menyatakan bahwa semua informasi dalam Laporan Keberlanjutan IIF Tahun 2025 telah disampaikan sesuai dengan POJK No. 51/POJK.03/2017, dan bertanggung jawab penuh atas kebenaran isi Laporan. Laporan ini disusun oleh Direksi dan telah mendapat persetujuan Dewan Komisaris, untuk disampaikan kepada para pemangku kepentingan. Demikian pernyataan ini dibuat dengan sebenarnya. We, the undersigned, the Board of Directors of PT Indonesia Infrastructure Finance declare that all information in IFs Sustainability Report 2025 has been submitted in accordance with OJK Regutation No. 51/POJK.03/2017 and we are fully responsible for the correctness of the contenis in the Report. This report was prepared by the Board of Direotors and Ihas received approval from the Board of Commissioners, to be subrmitted to stakeholders. This statement was truthfully made. 25 Maret 2026 25 March 2026 Direksi Board of Directors Pa Rizki Pribadi Hasan Presiden Direktur Chief Executive Officer Uty Eri Wibowo Direktur Keuangan Chief Financial Officer aya Ul Lestari Andaluscia Umardin Direktur Risiko Chief Risk Officer — Mohammad Ramadhan Harahap Direktur Investasi Chief Investment Officer Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indanesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025
Page 8 OCR 0.846
Sistem Penyediaan Air Minum di Pekanbaru Orinking Water Supply System in Pekanbaru PT Indone: mengintegrasikan prinsip. kenakan kegiatan bisnis. Sebagai: wujud k a ra pemangku kepenting: njutan setiap tahun untuk: menyaji Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025
Page 9 OCR 0.903
INDONESIA INFRASTRUCTURE FINANCE Cakupan dan Batasan Laporan ISR' 2-21 Scope and Limitations of the Report Ruang lingkup pelaporan meliputi aktivitas satu entitas, yaitu PT Indonesia Infrastructure Finance, di Kantor Pusat Perseroan di Jakarta, Indonesia, mencakup seluruh inisiatif dan dampak yang terkait langsung dengan lokasi tersebut, kecuali jika dinyatakan secara khusus untuk kegiatan di wilayah operasi Perseroan. Per 31 Desember 2025, Perseroan tidak memiliki entitas anak maupun entitas terkait. Meskipun ruang lingkup dan fokus pembahasan Laporan Keberlanjutan ini terbatas pada wilayah kerja di Kantor Pusat MF, Perseroan juga dapat memasukkan informasi yang relevan mengenai kegiatan operasional, proyek atau kemitraan penting yang berkontribusi terhadap narasi keberlanjutan Perseroan secara keseluruhan. Dengan demikian, terdapat kemungkinan bahwa meskipun upaya telah dilakukan untuk memastikan cakupan yang komprehensif, kegiatan atau dampak tertentu mungkin berada di luar cakupan Laporan Keberlanjutan ini. Standar Pengungkapan Disclosure Standards Penyusunan laporan ini mengacu pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) No. S1/POJK.03/2017, Surat Edaran OJK (SEOJK) 16/2021, serta standar internasional Global Reporting Initiative (GRI) Standards, Untuk memudahkan penelusuran, Perseroan menandai tujukan standar GRI, GRI Financial Services (FS), SEOJK 16/2021 pada setiap halaman yang relevan dengan sistem penomoran berwarna (merah untuk GRI, hijau untuk FS, biru untuk SEOJK). Indeks GRI, FS, dan OJK disajikan pada bagian akhir laporan. Perseroan juga menyediakan lembar umpan balik pada bagian akhir Laporan ini, sebagai salah satu media untuk pemangku kepentingan menanyakan maupun memberikan masukan atas Laporan Keberlanjutan Perseroan. Selama tahun 2025, Perseroan tidak menerima umpan balik atas Laporan Keberlanjutan Tahun 2024, Sx ca The scope of reporling covers the activities of one entity, namely PT Indonesia Infrastructure Finance, at the Companys Head Office in Jakarta, Indonesia, including all ihitiatives and impacts directty related to that location, unless specifically stated for activities in the Company's operating areas. As of December 31, 2025, the Company has no subsidiaries or related entities. Although the scope and focus of this Sustainability Report is limited to the work area at IIFs Head Office, the Company may also include relevant information regarding operational activities, projects or important partnerships that contribute to the Company overall sustainability narrative. Therefore, it Is possible that despite efforts to #nsure comprehensive coverage, certain activities or impacts may fall cutside the scope of this Sustainability Report. This report has been prepared in accordance with Financial Services Autinority (OJK) Regulation No. 57/POJK.03/2017, OJK Citcular Letter (SEOJK) 16/2021, and the Global Reporting Initiative (GRI) Standards. For ease of refarence, the Company has marked GRI, GRI Financial Services (FS), and SEOJK 16/2021 references on each relevant page using a color-coded numbering system (red for GRI, green for FS, blue for SEOJK). The GRI, FS, and OJK indexes are presented at the end of the report. The Company also provides a feedback sheet at the end of this Report as a medium for stakehoiders to ask guestions or provide input on the Companys Sustainability Report. During 2025, the Ccmpany did not receive any feedback on the 2024 Sustainebilily Report. bana) Periode Pelaporan dan Frekuensi ISRI 2-31 Reporting Period and Freguency Laporan ini menampilkan kinerja-klnerja utama Perseroan khususnya untuk aspek Ekonomi, Sosial, dan Lingkungan pada periode 1 Januari 2025 hingga 31 Desember 2025, selaras dengan periode pelaporan finansial Perseroan. Laporan Keberlanjutan Perseroan tahun 2025 merupakan penerbitan laporan tahun ketujuh, diterbitkan pada April 2026 dan dapat diakses di situs web resmi (httpss/lif.co.id/en/ investor/financial-informations/sustai report/). This report nresenis the Company's key nerformance indicators, particularly in terms of Economic, Social, and Environmental aspects (or the period from January 1, 2025 to December 31, 2025, in line with ihe Companys financial reporting period. The Companys 2025 Sustainability Report is the seventh annual report, published in April 2626 and acsessible on the official website (httpsMlif.co.id/en/ investor/financial-inforrations/sustainability-report/). Penyajian Kembali Informasi ISRI 2-41 Restatement of Information Laporan ini memuat sejumlah data yang disajikan kembali (restatemeni), dan disebutkan pada data terkait. Pada beberapa pengungkapan, disajikan data historis dalam tiga tahun terakhir sebagai gambaran kinerja yang konsisten bagi pemangku kepentingan. This report contains a number of restated data, which are mentioned in the relevant data, In some disclosures, bistorical data for the last three years is presented to provide stakeholders wilh a consistent picture of performance. Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025
Page 10 OCR 0.891
Penjaminan Eksternal ISR' 2-5! External Assurance Perseroan menggunakan penjaminan eksternal independen untuk menilai dan memberikan verifikasi tertulis, guna memastikan serta meningkatkan kualitas Laporan Keberlanjutan, Penunjukan penjamin eksternal dilakukan dengan mempertimbangkan pengalaman, jaringan internasional, profesionalisrne, serta independensi terhadap Perseroan dan pihak terkait. Verifikasi tertulis disajikan dalam "Penjaminan eksternal atas Laporan Keberlanjutan Perseroan 2025" yang terdapat pada halaman 164-168. Pelaksanaan penjaminan eksternal ini mengacu pada standar dan tingkat penjaminan yang Seguai, OKcdlomi 2-5 Topik Material Materiality Topics Topik material adalah isu-isu yang dinilai memberikan dampak dari kegiatan Perseroan yang paling signifikan terhadap ekonomi, Ilngkungan, dan masyarakat, termasuk dampak terhadap hak asasi manusia, sebagaimana mengacu pada GRI Topic Standards 2021 serta GRI G4 untuk Sektor Keuangan. Pembahasan kinerja keberlanjutan dalam laporan ini difokuskan pada topik-topik material yang ditetapkan Perseroan melalui metode dan mekanisme yang selaras dengan konteks keberlanjutan Perseroan. Penentuan Topik Material 82-11 Materiality Topics Determination Penetapan topik material dilakukan melalui sebagaimana dijelaskan pada bagan ini. empat tahap, Mengidentifikasi dan melakukan penilaian terhadap dampak yani sudah dan akan terjadi Memahami konteks keberlanjutan IIF Understanding IIF's. Identifying and sustainability context asngenina netual end potential impacts Metodologi Penentuan Topik Material Methodology for Determining Material Topics Mengacu pada GRI 3 (Topik Material), Perseroan menerapkan pendekatan yang terstruktur dan sistematis untuk mengidentifikasi serta memprioritaskan topik keberlanjutan dengan dampak ekonomi, lingkungan, sosial, dan tata kelola yang paling signifikan. Proses ini terdiri dari empat langkah utama, dengan tiga langkah pertama berfokus pada identifikasi dan penilaian dampak secara berkelanjutan sebagai bagian dari aktivitas sehari-hari Perseroan dan keterlibatan pemangku kepentingan. Dengan mekanisme ini, Perseroan dapat mengelola dampak yang berkembang maupun yang baru muncul, terlepas dari siklus pelaporan. 3008049 The Company uses independent external assurance to assess and provide written verification to ensure and improve the guality of the Sustainability Report The appointment of external assurance providers Is based on their experience, international network, professionalism, and independence from the Company and related parties, The written verification is presented in the "External 'kssurance on the Company's 2025 Sustainability Report" found on pages 164-168. The implementation of external assurance refers to the appropriate standards and levels of assurance. paras za Material topics are issues that are considered io have the most significant impact of the Company activities on the economy, environment, and society, including the impact on human rights, as referred to In the GRI Topic Standards 2021 and GRI G4 for the Financial Sector. The discussion of sustainability performance in this report focuses on material toples determined by the Company through methods and mechanisms that are in line with the Company's sustainability context. The determination of material topics was carried out in four stages, as explained in this chart. Memprioritaskan dampak yang paling signifikan sebagai topik material Melakukan penilaian terkait sianifikansi dampak Assessing the significancs of the impacis Prioritizing the most significant impact as material topics Referring to GRI 3 (Material Topics), the Company applied a structured and systematic approach to Identify and priorilize sustainability topics with the most significant economic, environmental, social, and governance impacts. This process consisied of four main steps, with the first three steps focusing on the Identificalion and assessment of impacts on an ongoing basis as part of Ine Company daily activities and stakehclder engagement. With this mechanism, the Company can manage both evolving and emerging Impacts, regardiess of the reporting cycle. Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Repo)
Page 11 OCR 0.851
Untuk memastikan penilaian yang komprehensif, Perseroan menyebarkan kuesioner keterlibatan pemangku kepentingan kepada pihak internal dan eksternal, termasuk pemegang saham, mitra pendanaan, vendor, mitra investasi klien, dan mitra klien advisory, guna menghimpun pandangan tentang isu-isu keberlanjutan utama dan tingkat signifikansinya dari beragam perspektif. Pada tahap akhir, Perseroan memprioritaskan dampak paling signifikan untuk dilaporkan, sehingga topik material mencerminkan dinamika kegiatan organisasi, hubungan bisnis, dan kornitmen keberlanjutan yang lebih luas, Perseroan melakukan analisis topik material pada tahun 2023 yang selanjutnya ditinjau ulang setiap tahun. Pada tahun 2025, Perseroan telah melakukan peninjauan ulang atas topik material yang disajikan dalam Laporan Keberlanjutan 2024. Perseroan menilai, topik-topik material tersebut masih relevan dengan aktivitas Perseroan selama tahun 2025. Daftar Topik Material !S2' 3-2) Material Topics List Berdasarkan hasil evaluasi dampak dan peninjauan kembali atas konteks organisasi pada periode pelaporan ini, Perseroan menyatakan bahwa seluruh topik material pada periode sebelumnya masih relevan untuk tahun 2025. Berikut ini daftar topik material yang dilaporkan pada laporan ini, Topik Material INDONESIA. “ 4 INERASTRUCTURE FINANCE To ensure a comprehensive assessment, the Company distributed stakeholder engagement guestionnaires to internal and external parties, including shareholders, funding partners, vendors, investment clients, and advisory clients, to gather views on key sustainability issues and their level of significance from a variety of perspectives. In the final stage, the Company prioritized the most significant impacts for reporting, so that the material topics reflect the dynamics of the organizations activities, business relatianships, and broader sustainability commitments. The Company conducted a material topic analysis in 2023, which will be reviewed annvally. In 2025, ihe Company reviewed the material topics presented in the 2024 Sustainability Report. The Company @ssessed that these material topics remain relevant to the Company's activities during 2025. Based on the results of the impact assessment and review of the organizationai context during this reporting period, the Company declared thal all material topics from the previous period remain relevant for 2025. The following is a list of material topics reported in this report. Alasan Mengapa Material sat Topic R s for Materiality Sebagai lembaga pembiayaan infrastruktur, kinerja ekonomi IIF secara langsung mencerminkan kemampuan dalam menjalankan mandat pembangunan nasional, Hat ini menjadi fondasi utama kepercayaan Investor, kreditur. maupun GRI201 pemangku kepentingan lainnya. Pengelolaan kinerja ekonomi yang berkelanjutan sangat penting bagi Perseroan untuk Kinerja Ekonomi terus mengalirkan modal ke proyekeproyek infrastruktur yang berdampak luas bagi masyarakat. Economic As an infrastructure financing institution, F's economic performance directly refleots its ability to carry cut its national Performance development mandate. This becomes the main foundation of trust for investors, creditors, and other stakeholders. Sustainable economic performance management is very important for the Company to continue channeling capital to infrastructure projects ihat have a broad impact on society. Pembangunan infrastruktur memiliki efek berganda (multiplier effect) Yang sigpiikan, muat dari penciptaan lapangan GRI 203 kerja, kesejahteraan masyarakat di sekitar lokasi Proyek, peningkatan infrestsuktur serta perbaikan sarana sosial. JIF Dampak Ekonomi sebagai lembaga pembiayaan Infrastruktur perlu melaporkan bahwa setiap pembiayaan berdampak pada pemerataan Tidak Langsung pembangunan. Indirect Economic Infrastructure development has a significant multiplier effect, ranging from Job sreatian, community welfare around Impacts project sites, infrastruclure improvement, and social facliy improvement. As an Infrastructure financing Institution, IP needs io report that every financing has an impact on eguitable development Risiko korupsi datam pembiayaan infrasiruktur bersifat tinggi secara inheren, sehingga komitmen terhadap anti-korupsi menjadi aspek yang sangat penting bagi reputasi dan kelangsungan bisnis IIF Sebagai lembaga keuangan non-bank, Perseroan Berkomitmen untuk menjaga integritas dalam setiap transaksi yang dilakukan melalui penerapan kebijakan GRI 205 antkerupsi. Inisiatif Ini memastikan Kepatuhan terhadap landasan peraturan erundang:undangan serta mendorong Anti Korupsi praktik bisnis yang beretika pada seluruh kegiatan usaha dan kerja sama yang dilaksanakan. Anti-corruption The risk ef cortuption in infrastructure financing is inherently high, making a comunitment to anti-corruption @ critical aspect of IF's reputation and business continutty. As a non-bank financial Institution, the Company Is committad Io maintaining integrity in every tansaetion through the implementation of anti-cortuption policies. This Intiatve ensures compilance with the legal Iramework and promates ethical business practices in all business activities and partnerships. Konsumsi energi memegang peranan krusial dalam imendukung upaya pengurangan ermisi serta peningkatan efisionsi @perasional IIF: Inisiatif efislensi energi yang diterapkan secara Internal dapat memberikan dampak langsung dalam, ka 32 menurunkan emisi yang dihasilkan dari aktivitas bisnis utama Perseroan. Eneray Enercy consumption plays a etucial role in supporting IIFS efforts to reduce emissions and improve operational efficiency, Energy efficiency initiatives that are implemented Intermaliy can have a direct impasi on teducing emissions generated from the Company main business aciivities. Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025
Page 12 OCR 0.796
000 Tingkat Materialitas Level of Materiality Untuk menentukan tingkat materialitas topiktopik yang disajikan — To determine the level of materiality of the topics presented in this dalam laporan ini, Perseroan telah melakukan survei tingkat report, the Company conducted a materiality level survey using a materialitas melatul metode kuesioner, baik kepada pemangku guestionnaire-based method, involving both internal and external kepentingan internal maupun eksternal. Hasil survei tersebut stakeholders. The resufts of the survey provide an overview of the menunjukkan gambaran tingkat materialitas yang digambarkan — level of materiaity, as illustrated below sebagai berikut. Topik Material Atasan Mengapa Material Inisiatf ntuk mengurangi emisi merupakan hal yang sengat penting bagi agenda keberaniutan NE Untuk itu, Perseroan mengelola dampak perubahan iklim melalui pelaksanaan kegiatan operasional dan pembiayaan yang rendah karbon, Serta menyelaraskan inisiatif Perseroan dengan komitmen Indonesia sesuai Perjanjian Paris. Perseroan juga Mengadopsi Protokol Gas Rumah Kaca sebagai standar acuan dalam pengukuran dan pelaporan emisi gas rumah kaca, guna mernastikan akurasi, konsistensi, dan transparansi data emisi yang dilaporkan. Pada lovel proyek, Perseroan berkomitmen untuk meningkatkan upaya untuk mengurangi emisi Gas Rumah Kaca (GRK) Wari proyek yang dibiayai sebagai pemenuhan Prinsip Sosial & Lingkungan (PrinsIp SEE) No.3 tentang Pencegahan dan GRI 305 ir AA Pengurangan Polusi, serta Perubahan Iklim. GHG Emissions Initiatives to reduce emissions are very important to IIFS sustainability agenda. To that end, ihe Company manages the irapact of ciimate change through low-carbon operational activities and financing, and aligns the Company initiatives Wii Indonesia's comrmitments Under the Paris Agreement. The Company siso adonts the Greenhouse Gas Protocolas a teturence standard In measuring and reporting greenhouse 92S €rmissions, ta ensure the securacy, consistency, and transparency of reported emissions data. At the project level Ihe Company is committed to Increasing efTorts to reduce greenhouse gas (GHG) emissions from 'inanesd projects In compiiance with Socia! & Environmental Principle (SRE Principle) No. 8 on Pollution Prevention and Reduction, and Climate Change. Kualitag pertofoio pembiayaan dan jas advsocy 1F sangat bergantung pada kompetensi, integritas, dan stabilitas GR40 Tenaga karja yang dimiliki Oleh karena Itu, praktik ketenegakerjaan yang baik dan adil berkontribusi langsung terhadap 1 produktivitas organisasi. Kepegawalan Emy The guality of HF financing portfolio and adyisory services is highiy dependent an the cormpetence, Integrity, and ployment Tewbiliy ol its workforce. Tnerefore, Good and fair employment practices conribute directly to the organization productivity. INF berkomitmen memastikan lingkungan kerja yang aman dan sehat bagi seluruh karyewan. Meskipun profi risiko fisik GRI403 Perseroan relatif rendah, kesehatan dan keselarnatan kerja tetap dinilei material karena merupakan prasyarat Kesehatan dan produktivitas jangka panjang serta bentuk tanggung jawab nyata perusahaan terhadap pemangku kepentingan Keselamatan Kerja internalnya. Oecupational MF is committed to ensuring a safa and healthy working environment for all employees. Although the Company physical Health and Safety risk profile is relatively low, occupetional Health and sal ety is still considered material as iis a prereguisite for Abate 'roductivity and a form of the company's tangible responsibilty 10 its internal stakeholers. Kapasitas HIF dalam menilai dan membiayai proyek intrastruktur yang kompleks sangat bergantung pada keahlian teknis GRI 404 dan finansial karyawannya. Investasi dalam betdihan dan pengembangan Rompetenai ane dadi prioiitas strategis untuk: Ii Pelatihan dan Aaamustikan kualitas analisis, inovasi layanan, dan daya saing perusahaan delam jangka panjang. Training and IIFs capacity to assess and finance complex infrastructure projects is bighiy dependent on the technical and financial Education @xpartibe of ts employees. Investment in training and competency development is a strategic priorily io ensure the @ualty of analysis, service innovation, and ihe company's long-term compettiveness. UF berkomitmen melindungi hak-hak karyawan, menerapkan prinsip kesetaraan dan keadilan sebagai wujud GRI 406 1 Manusi: 5 j PA A0 minasi penghormatan terhadap Hak Asasi Maniusia (HAM), sejalan dengan regulasi ketenagakerjaan yang berlaku. Non-diserimination IIF is committad to protecting employee rights, implementing the principles of eguality and fairness as a form of respect for hurnan rights, in line with applicable labor regul lations. 'Sebagai lembaga pembiayaan infrastruktur, |IF mengelola data dan informasi sensitif milik mitra, investor, maupun pihak lain dalem setisp proses transaksi. Perlindungan privasi pelanggan merupakan kewajiban fundamental yang mendukung GRI a18 kepercayaan pemangku kepentingan serta menjaga reputasi Perseroan sebagai mitra keuangan yang andal dan Privasi Pelanggan bertanggung jawab. Customer Privacy As an Infrastructure inencing institution, IIF manages sensitive data and information belongina to partners, Investors, Snfother pariles im every transaction pr6cesS. Customer privacy protection Is a fundamental obligation that supports Stskeholder trust and maintains Ibe Gompany'$ reputation as 8 reliable and tesponsible financial partner. Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025
Page 13 OCR 0.772
INDONESIA - 1 INFRASTRUCTURE ———-—— FINANCE Tingkat Materialitas Topik Material IIF Tahun 2025 Materiality Level of IIF's Material Topics for 2025 3 H - £ bnomi z Performance pe .- S5 8s Ly S$ 83 - 4 22 2.0 2g z8 » n Lo.» BE $$ S9 3 E 23 8 88 a2 3» Fa B3 : ST 'O Non-Diskriminasi : 28 c Non Diseriminatior & c : SE B3 O Pelatihan dan Pendidikan x 2 ta Training and Education z : O Kesehatan dan Keselamatan Operasional Hj Operatignal Health and Safety! Rendah Sedang Tinggi Low Moderate High Tingkat Kepentingan bagi Pemangku Kepentingan Eksternal Importance to Externat Siakeholders Perseroan berkomitmen untuk sentiasa meningkatkan kualitas The Company is committed to continuously improving the guality of Laporan Keberlanjutan. Untuk itu, Perseroan menyediakan saluran its Sustainability Report. To this end, the Company provides feedback umpan balik dan narahubung untuk mengakomodir korespondensi — channels and a designated point of contact to accommodate furher lebih lanjut. Forrnulir umpan balik tersedia pada halaman 173-176 Correspondence. The feedback form is availabie on page 173-175 of laporan ini. Setiap masukan, saran dan pertanyaan lainnya dapat this report. Any inpul, suggestions, or other inguiries may be dikirimkan melalui alamat berikut: Sw za submitted through the following contact details: 2231 Prosperity Tower 53-55": Floor Lot 28, . “1. 3 Sudirman Central Business District (SCBD) Sustainability Council “Il deng, Sudirman Kav. 52-53, Jakarta 12190, Indonesia - . Tel :(62-21) 5082 6600 PT Indonesia Infrastructure Finance Fax (62 Sa ena E-mail : sustainability. council@lif.co.id Laporan Keberlanjutan 2025 | PT indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025
Page 14 OCR 0.823
090060200 Oi Ikhtisar Keberlanjutan Sustainability Highlights
Page 15 OCR 0.947
Sistem Penyediaan Air Minum di Pekanbaru
Page 16 OCR 0.757
06820 Kinerja Aspek Ekonomi 'OSK B1IlcRi ca Fstil Economic Aspect Performance Total Aset 2023 2024 2025 F7 Total Assets Rp15.110 Rp14.655 p CT IDR 15 IDR 4.6 1 5 3 89 , 5,014 Rp Miliar Ha nia 2023 2024 2025 IDR 11,894 (26.012) Rp Miliar 1 Revenue Pendapatan Rp1.337 — Rp1.376 Rp IDR 1,337 IDR 1,376 1 .360 IDR 1,360 Rp Miliar "1 Laba/Rugi 2023 2024 2025 Profit/Loss Rp104 Rp122 Rp PE IDR 104 IDR 122 1 85 51.878 Rp Miliar " : IDR 188 Aset Investasi 2023 2024 2025 Investment Assets Rp13.315 Rp12.351 Rp . On IDR 13315 IDR 12,351 1 0.632 ang IDR 10632 : Komitmen Investasi 2023 2024 2025 ersi p15.791 Rp16.076 Rp Net Investment S IDR 15791 IDR 16,076 1 1 .894 Commitment Persentase Aset 2023 2024 2025 Investasi dari Total BD 88,124 84,284 69 09 Y, 88.1206 84.288 Percentage of Invesiment n n & 69.091 ' Assets to Total Assets (18,025) id Jumlah Proyek yang 2023 2024 2025 Ibiayai 61 54 Number of Projects mM &1 54 41 Financed Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainabilily Report 2025
Page 17 OCR 0.633
FINANCE Komitmen Bersih atas Portofolio Investasi IOJK 811 IGRI Fsal Net Commitment for the Investment Portfolio Bandara Siri 2624 Rp1.009 102 1,009 2025 Hp B29 10R829 2023 Rp1.120 21120 Rp Miliar IDR Billion Pelabuhan Hut! 2023 RP250 2024 Rp873 2025 29775 JER 250 1OR 873 102 775 (LENASAN Re Mitar 108 Bilion Jalan Raya Rs! 2023 Rp1.714 oo 2021 Rp4.735 2025 RP90B peang 10217335 “01908 (47,68: Sam Rp Miliar IDR Bitlion Air dan Pengelolaan Limbah Water ane Masts Uti 2023 Rp4.308 2024 Rp41 641 2025 R1,521 y0An.g0g) bar wR1s21 (7,301) Rp Miliar IDR Billion Infrastruktur Gas Gas Ini. 2023 R9551 2024 R1,080 102 ssi 108 1,080 Rp Miliar IDR Bilion Infrastruktur Sosial £ 2023 20572 2024 RP752 108572 108752 Rp Millar IDR Bilion 26028 Rp1.015 DR 1015 2025 Rp724 IR 724 Kinerja Jasa Advisory IO4K F31 GRI Fsa) Advisory Service Performance Infrastruktur Daerah Fxyso1a| leasarasiure 2023 Rp509 2224 R0496 2025 19479 101 5309 12 a96 I0R 479 Kelistrikan F' 2028 RP4I21 2024 RP3.75B 2025172072 Rai bags ton 2072 KELANA Rp Miliar 1DR Billion Kereta Api dan Transportasi Massal ia art aa 2022 2133 1024 Rp126 2025 Rp119 108 393 108 126 rig IDE Rp Miliar IDR Billion Telekomunikasi dan Informatika : 2023 Rp3.655 2028 Rp3.101 2025 R22 447 1R 3655 103101 10R 2447 (An OKARNEN Rp Miliar IDR Biltion IS Kontraktor Infrastruktur Infrastructure Contrartor 2029 RP1.BG7 2024 Rp4.504 2025 94.005 0R 1867 IoR 1,504 108 1905 6 Infrastruktur Pariwisata Towneia Infossteuc tas 2023 Rp. 2025 Rp. 2025 Rp. 00. 3 - Rp Miliar IDR Billion Pendapatan dari Mandat Aktif Advisory Terkait Proyek Infrastruktur Beketanjutan Ra s & mate Invasi 2024 Rn32,00 10R32100 2023 Rp23,20 1DR23.20 2025 Rp 19,89 010.89 Rp Miltar IDR Billlon Peda tahun 2025, terdapat perunahan kategoni dan penyajtan data kembali. Jumlah Mandat Aktif Advisory Terkait Proyek Infrastruktur Bekelanjutan 2024 16 202516 Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025 INDONESIA INFRASTRUCTURE ——
Page 18 OCR 0.658
Kinerja Aspek Lingkungan !94K 5-2! Environmental Performance Pemakaian Energi BBM LSM Jumlah Emisi GRK Cakupan 1 dan 2 dengan | Fuel Usage | MualM pendekatan market-based ! : Total GHG emissions from Scope 1 and 2 1 using a market-based approach 02321.0361 2024 19,950L 2025 20.9151 692cj 6566| i : 688cj jl mngons6 — mw33926 2025 T NN : none 'onte,a 48,7Btanenxe Pemakai Sa 290,4Btoncose von | Pemakaian Energi Listrik 25 Pena 0 : It Electricity Usage Jumlah Emisi GRK Cakupan 1 dan 2 dengan 2025 2028 : Ted akan Naa aah 2025 376.522 hi pendekatan ocation-based i 1.3276j : Total GHG emissions from Scope 1 and 2 ! Naa Ni using a location-based approach ! i An ny 2023 317,06 2024 364,10 2025 | Total Energi (Konsumsi BBM dan Listrik) Hi jonobse jonod,e 425,30voncor Total Energy (Fuel and Electricity Consumption) j ' EL 13uncoeten | 16, 2023 1,823Gj 2024 2 099Gj 2025 2.0156 81-01 1 ! Emisi GRK Cakupan 3 | Kategori 6 - Perjalanan Dinas Hai i Ia ! - ng SI : alan : Pengurangan Energi 81 Scope 3 GHG Emissions ! | Energy reduction H : Category 6 - Business Travel Ini ! . BI 22 -Gj 2024 -Gj 2025 34gy | 2 - reog 2024 9017 2025 5 TN: 401ryov 33,04 ,.co. Li nm Ba Emisi GRK Cakupan 3 : i Ps: Emisi GRK Cakupan 1 Kategori 15 - Investasi Ha Scope 1 GHG Emissions : Scope 3 GHG Emissions : i Po 2023 49,07 2004 16,54 2025 . Category 15 - Investmenis j I ae kai 48,78 Lt mm146872 21408,302 2025 ! : 1 KA : ton CO,e tonCO,e ta $ ton CO,e "tan Co (CR Emisi GRK Cakupan 2 resi dengan pendekatan market-based Scope 2 GHG emissions using a market- based approach 2023 248,89 2024 292 72 2025 ton Cse toncd,e “ton co, ' Emisi GRK Cakupan 2 dengan pendekatan location-based ! Scope 2 GHG emissions using a lacation- based approach 2023 248,89 2024 317,57 2025 | : 233 jonede 376,52 orooe Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025
Page 19 OCR 0.813
INDONESIA (14 INFRASTRUCTURE— —--—— FINANCE Kontribusi Proyek-proyek Infrastruktur yang Dibiayai IIF hingga 2025 Contribution of Infrastructure Projects Financed by IIF until 2025 KS Emisi GRK Terhindarkan dari Proyek Energi Mendapatkan Akses terhadap Listrik Baru Terbarukan GHG Providing Access to Electricity Avoided Emission from New and Renewable Energy Project 2023 4.806.678 2024 413.615 2025 2023 692.900 2024 693.900 2025 kn "98 4.924.608 im oo KIP 700.900 ton CO,e Rumah Tangga L He Kinerja Aspek Sosial '0x 2-1 Social Performance Proporsi Jumlah Karyawan Perempuan Jumlah Karyawan Perempuan dalam Struktur Proportion of Female Employees Manajemen Senior Number of Female Empioyees in the Senior Management Structure 223 49,654 2021 49,661 2025 2023 49 2024 13 2025 Orang! Person Orangi Person 47,104 10 , Orang Fersca Total Jam Pelatihan Karyawan Rata-rata Jam Pelatihan per Karyawan Total Employee Training Hours Average Training Hours per Employee 2023 19.824 2024 13,766 2025 223 77,00 2024 93,09 2025 Jam | Hours Jam Hours Jam | Hours Jam| Hous 6.23 am... 43,0 yes Perbandingan Imbalan Jasa Karyawan Tetap Total Biaya Program Tanggung Jawab Sosial Golongan Terendah Terhadap Upah Minimum Lingkungan (TJSL) Provinsi (UMP) Total Cost of Environmental Social Comparison of the Compensation of Responsibility (TJSL) Program Permanent Employees in the Lowest Grade to the Provincial Minimum Wage (UMP) 2023 483,68 2024 710,69 2025 tilon ten 550,00 1023 13806 2024 1399 2025 Rp Juta IE mutan 1684 Penerima Manfaat Beneficiary 2023 4.839.559 207 4.940.410 2025 Orang People Orang (People 5.020.410 Orang li Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025
Page 20 OCR 0.896
068900 Dampak Positif Berkelanjutan !SF Fs1ol Sustainable Positive Impact Pembiayaan Proyek Jaringan Air Minum Drinking Water Installation Project Financing Kapasitas Air Masyarakat Penerima Manfaat Water Capacity Beneficiary Community . / Iiter per detik 1 4 / ut a Rumah Tangga 2 . 5 0 1 Iitre per second “ y Households 1.47 million Pembiayaan Proyek Energi Bersih Terbarukan Renewable Energy Projects Financing Pembiayaan Proyek Rumah Sakit Hospital Project Financing Kapasitas Tempat Tidur Bed Capacity . Bed Masyarakat Penerima Manfaat Beneficiary Community 351.000 Pasien pertahun Patients peryear Total Energi Dihasilkan Total Energy Generated 709,90 uw Masyarakat Penerima Manfaat Beneficiary Community 709.900 Rumah Tangga Households Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustalnability Report 2025
Page 21 OCR 0.856
INDONESIA 1g INFRASTRUCTURE FINANCE Pembiayaan Proyek Pembangunan Strategis Strategic Development Project Financing Pembangunan Jalan Raya Pengembangan dan Pengoperasian Infrastruktur Perkeretaapian Road Construction ailway Infrastructure Development 4 28 kilometer jalan tol 1 30 kilometer kilometers of tol! roads kilometers Pencapaian Utama Penerapan Keuangan Berkelanjutan !0JK 8.11 Sustainable Financing Implementation Key Achievements Penerbitan Surat Berharga Perpetual Berwawasan Lingkungan IIF Tahun 2025 Issuance of IIF Green Perpetual Notes Year 2025 "326,28 miliar 8: Proyek Energi Bersih Terbarukan Renewable Energy Projects IDR 326.28 billion Pencapaian Komitmen Investasi F Achievement of Investment p 3 Commitments i RP12,82 triliun IDR 12.82 trillion £ Total Komitmen Investasi : Proyek Energi Terbarukan £ Total Investment Commitment H the Renewable Energy Projects RP 2 14 triliun IDR 2.14 trillion Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia infrastucture Finance | Sustainability Report 2025
Page 22 OCR 0.916
— 5 LE 6060 Penghargaan Awards BEST INVESTOR/CREDITOR ON DEBT & PROJECT FINANCING ESG Kehati Award 2025 Pencapaian ini diraih atas keberhasilan mengintegrasikan prinsip ESG ke dalam 55 proyek infrastruktur di 16 provinsi selama periode 2023 hingga pertengahan 2024. Fokus proyek mencakup energi terbarukan, efisiensi energi, serta Kegiatan Usaha Berbasis Lingkungan (KUBL) yang mayoritas tersebar di luar Pulau Jawa. This achievement was made possible by successfully integrating ESG principles into 55 Infrastructure projects in 16 provinces during the period from 2023 to mid-2024. The projects focus on renewable energy, energy efficiency and Environmentally-Based Business Activities (KUBL), most of which are located outside of Java. GOLD STANDARD FOR IIF SUSTAINABILITY REPORTS The Asia Sustainability Reporting Rating (ASRRAT) 2025 Perseroan secara konsisten meraih Peringkat Emas dalam ajang Asia Sustainability Reporting Rating (ASRRAT) sejak 2021, termasuk pada periode penilaian 2024. Pencapaian ini menegaskan kualitas Laporan Keberlanjutan Perseroan yang telah memenuhi standar POJK 51/2017 serta standar Global Reporting Initiative (GRI). Peringkat ini menjadi bukti penerapan praktik terbaik global datam transparansi kinerja ekonomi, lingkungan, dan sosial kepada publik. The Company has consistently achieved a Gold Rating in the Asia Sustainability Reporting Rating (ASRRAT) since 2021, including in the 2024 assessment period. This achievement confirms the guality of the Company's Sustainability Report, which has met the standards of POJK 51/2017 and the Global Reporting Initiative (GRI) standards. “This rating Is proof of the implementation of global best practices in transparency of economic, environmental, and social performance to the public, BEST INNOVATION IN SUSTAINABLE FINANCE IMPLEMENTATION Indonesia Green and Sustainable Companies Award (SWA Media) 2025 Perseroan meraih predikat Sangat Baik untuk kategori Best Innovation in Sustainable Finance Implementation dari SWA Media Group pada 10 September 2024. Penghargaan ini merupakan apresiasi atas konsistensi dan inovasi Perseroan dalam mengintegrasikan prinsip ESG ke seluruh aspek bisnis dan operasionalnya. The Company received an Excellent rating in the Best Innovation in Sustainable Finance Implementation category from SWA Media Group on September 10, 2024. This award is an appreciation of the Company's consistency and innovation in integrating ESG principles into all aspects of its business and operations. Sumber: Dokumentas! IF 1 Source. if Documentation Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025
Page 23 OCR 0.912
INDONESIA INFRASTRUCTURE FINANCE DEBT DEAL OF THE YEAR AND INNOVATIVE DEAL OF THE YEAR Asian Banking and Finance (ABF) Corporate and Investment Banking Awards 2025 Perseroan meraih dua penghargaan langsung atas keberhasilan penerbitan Obligasi Berkelanjutan Il Tahap II Tahun 2024 senilai Rp1 triliun. Inisiatif ini menjadi terobosan di sektor keuangan nasional karena Perseroan merupakan satu-satunya lembaga keuangan non- bank yang menerbitkan obligasi dengan tenor 10 tahun pada tahun 2024. Langkah strategis ini dinilai inovatif dalam mengoptimalkan efisiensi blaya dana untuk pembiayaan infrastruktur berkelanjutan. The Company won two awards for the successful Issuance of its 2024 Phase II Sustainable Bonds II worth IDR 1 trillion. This initiative is a breakthrough in the national financial sector because the Company is the only non-bank financial institution to issue 10-year bonds in 2024. This strategic move is considered innovative in optimizing the cost efficiency of funds for sustainable infrastructure financing. THE ASSET TRIPLE A SUSTAINABLE INFRASTRUCTURE AWARDS 2025 Perseroan meraih lima penghargaan utama atas kontribusi signifikan dalam pembiayaan infrastruktur berkelanjutan di Indonesia, yaitu: » Project Finance House of the Year (Reputasi dan Kinerja Korporasi). - Transport Deal of the Year (Proyek PT Polytama Propindo-USD 38,55 juta). " Telecom Deal of the Year (Akuisisi PT Ultra Mandiri Telekomunikasi-Rp650 miliar) “ Water Deal of the Year (Proyek PT PP Tirta Riau-Rp250 miliar). « LNG Deal of the Year (Proyek PT Sumber Aneka Gas-Rp700 miliar). The company won five major awards for its significant contribution to sustainable infrastructure financing in Indonesia, namely: " Project Finance House of the Year (Corporate Reputation and Performance). Transport Deal of the Year (PT Polytama Propindo Project — USD 38.55 million). Telecom Deal of ihe Year (Acguisition of PT Ultra Mandiri Telekomunikasi - IDR 650 billion). Water Deal of the Year (PT PP Tirta Riau Project — IDR 250 billion). LNG Deal of the Year (PT Sumber Aneka Gas Project - IDR 700 billion). Sumber: Dokumentasi IIF | Source: IIF Documentation Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025
Page 24 OCR 0.876
kang 4 Yaa baya BESTISSL -FINAT ILINSTITUTIONS Win, PT Ind , WreFinance FINANCE ASIA ACHIEVEMENT AWARDS 2025 Perseroan berhasil meraih tiga kategori penghargaan sekaligus yaitu Best Projact Finance Deal (Southeast Asia and Indonesia Winner) dan Best Issuer - Financial Institutions. Apresiasi ini diberikan atas inovasi penerbitan green perpetual bond serta kontribusi strategis IIF dalam pendanaan Proyek Strategis Nasional (PSN) jalan tol Cimanggis- Cibitung. The company won three awards simultancously, namely Best Project Finance Deal (Southeast Asia and Indonesia Winner) and Best Issuer - Financial Institutions. This recognition was given for the innovation of issuing green perpetual bonds and IIF's strategic contribution to the financing of the Cimanggis-Cibitung toll road National Strategic Project (PSN). Pn House Awards - Servire Providers (APAC) BestESG Ser 2 Provider mey PT Indonesia in : r ” ture Finance CORPORATETREASURER: BEST ESG SERVICE PROVIDER & MOST INNOVATIVE TREASURY INITIATIVES 2025 IIF menerima dua penghargaan bergengsi pada CorporateTreasurer Awards 2025 di Singapura, yaitu Best ESG Service Provider dan Most Innovative Treasury Initiatives, yang mencerminkan komitmennya yang berkelanjutan terhadap pembiayaan infrastruktur. Penghargaan terakhir secara khusus didorong oleh penerbitan obligasi jangka panjang senilai Rp 250 miliar dengan tenor 10 tahun, menjadikan IIF satu- satunya lembaga keuangan nombank di Indonesia yang melakukannya pada 2024. IIF received two prestigious awards at the 2025 CorporateTreasurer Awards in Singapore — Best ESG Service Provider and Most Innovative Treasury Initiatives — reflecting its ongoing commitment to sustainability in Infrastructure financing. The latter award was notebly driven by HF's issuance of fang-term bonds worth IDR 250 billion with a 10-year tenor, making it the only non- bank financiaf institution in Indonesia to do so in 2024. EXCELLENCE ANARDS HR EXCELLENCE AWARDS 2025 IIF memenangkan HR Excellence Awards 2025 dalam kategori Excellence in Corporate Engagement, diakui atas budaya kerja kolaboratif dan peningkatan produktivitasnya. Penghargaan ini mencerminkan tiga nilai inti IIF, yaitu Lead & Collaborate, Strive for Excellence, dan Committed to Sustainable Business, yang menjadi panduan perusahaan dalam menyeimbangkan kinerja yang unggul dengan tanggung jawab sosial dan lingkungan. IIF won the HR Excellence Awards 2025 in the Excellence in Corporate Engagement category, recognized collaborative culture productivity improvements. The award reflects IIFs three core values — Lead & Collaborate, Strive for Excellence, for its work and and Committed to Sustainable Business — which guide the company in balancing strong performance with social and environmental responsibility. Sumber: Dokumentasi IF |Souree: IIF Dosumentatlon Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 20:
Page 25 OCR 0.867
INDONESIA | anta FINANCE Pembangkit Listrik Tenaga Bayu di Sulawesi Selatan Wind Power Plant in South Sulawesi
Page 26 OCR 0.857
00020000 02 Penjelasan Direksi Board of Directors Explanation ture Finance |
Page 27 OCR 0.831
Jajaran Komite Eksekutif Perseroan The Company's Executive Comrnittee Members Sumber: Dokumentasi IF | Sauce IIF Documentation
Page 28 OCR 0.357
Sinyal 4 yang Men Sama tah batang AN ain ah Ke mantan maa Yan Mara pang. Bing jodi Iwasieigiraltohe ai GSNpap dip BPN 3 aa Iin cat sale Hiu Mennipiarin 0 Rizki Pribadi Hasan" Presiden Direktui Hi President Director Doing sai dn sem di suga arndenlima A & catat ea yen ud alunan Jiwa Kie kornea bai Joiie ngga dita tni kail ai ampat yu ost apada Dago dn Anta san. fest Bete Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia infrastucture Finance | Sustainability Report 2025
Page 29 OCR 0.909
INDONESIA
Komitmen dan Nilai-nilai Keberlanjutan IIF
lIF Sustainability Commitment and Values
Sejak didirikan, IIF menjalankan mandat pemegang saham untuk
menjadi katalis pembangunan infrastruktur Indonesia yang
berlandaskan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).
Karena Itu, keberlanjutan diposisikan sebagai bagian dari cara
Perseroan menjalankan bisnis, dan telah diintegrasikan secara
konsisten sejak 2012.
Dalam penerapannya, Perseroan menempatkan perlindungan sosiat
dan lingkungan sebagai elemen inti tata kelola dan manajemen risiko
proyek. IIF menerapkan delapan Social and Environmental Principles
(Prinsip SE), yang terdapat di dalam Social and Environmental
Management System (SEMS) yang terintegrasi dalam proses kerja,
khususnya dalam menilai penerapan aspek sosial dan lingkungan
untuk setiap proyek pembiayaan.
Kebijakan untuk Memenuhi Strategi Keber
Policies in Support of the Sustainability Strategy
Pada tahun 2025, Perseroan melanjutkan komitmen keberlanjutan
sebagaimana tertuang Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan (RAKB)
yang dilaporkan setiap tahun kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
RAKB memuat nilainnilai keberlanjutan, strategi, komitmen,
pelaksanaan, serta rencana Perseroan ke depan.
Pelaksanaan RAKB mengacu pada Kerangka Kerja Berkelanjutan IIF
(“Kerangka Kerja) sebagai dasar strategi, perencanaan, dan
penetapan target. Kerangka Kerja tersebut dibangun atas tiga pilar
yaitu bisnis berkelanjutan, operasional berkelanjutan, dan dampak
berkelanjutan, yang diterjemahkan ke dalam inisiatif dan kebijakan.
Melalui pllar-pilar tersebut, Perseroan memastikan kegiatan bisnis
dan operasional berjalan selaras dengan pengembangan infrastruktur
berkelanjutan yang menciptakan nilai jangka panjang serta manfaat
bagi para pemangku kepentingan.
Pada pilar bisnis berkelanjutan, Perseroan mengintegrasikan
keberlanjutan ke dalam bisnis inti dengan memastikan bahwa
pembiayaan infrastruktur selaras dengan prinsip ESG dan S&E. Pilar
ini mencakup praktik investasi yang bertanggung jawab, manajemen
. risiko yang kuat, serta memastikan proyek tidak merugikan dan
berdampak negatif pada sosial dan lingkungan.
Pada pilar operasional berkelanjutan, Perseroan berkomitmen untuk
beroperasi secara berkelanjutan dengan mengikutsertakan
pertimbangan ESC ke dalam tata kelola perusahaan, budaya tempat
kerja, dan aktivitas rutin, Pilar ini melibatkan efisiensi sumber daya,
praktik bisnis yang ctis, dan membina lingkungan kerja yang beragam
dan inklusif.
Sedangkan pada pilar dampak berkelanjutan, IIF berupaya untuk
menciptakan dampak positif yang berkelanjutan dengan membiayai
proyek-proyek yang mendukung aksi terkait iklim, kesetaraan gender,
dan pembangunan sosial. Melalui kemitraan strategis dan
keterlibatan pemangku kepentingan, IIF berkontribusi pada tujuan
keberlanjutan nasional dan global yang lebih luas, termasuk Tujuan
Pembangunan Berkelanjutan.
INFRASTRUCTURE
FINANCE
Sinee its inception, IIF has fulfilled its shareholders' mandate to bea
catalyst for Indonesian infrastructure development based on
Environmental, Social, and Governance (ESG) principles. Therefore,
sustainability is positioned as an integral past of how the Company
conducts its business and has been consistently integrated since
2012.
In its implementation, the Company places social and environmental
protection as a core element of project governance and risk
management. IIF applics cight Social and Environmental Principles
(SBE Principles), coniained within (he Social and Environmental
Management System (SEMS) which is integrated into the work
process, particularly in assessing the application of social and
environmental aspects for each financing project.
lanjutan
In 2025, the Company continued its sustainability commitment as
outlined in the Sustainable Finance Action Plan (RAKB), which is
reported annually to the Financial Services Authority (OJK). The RAKB
encompasses the Companys sustainability values, strategies,
commitments, implementation, and future plans.
The implementation of the RAKB refers to the IIF Sustainability
Framework ('the Framework") as the basis for strategy, planning, and
taraet setting. The Framework is built upon three pillars, namely
sustainable business, Sustaineble Operations, and sustainable impact,
which are transiated into initiatives and policies. Through these pillars,
the Company ensures that business and operational activities are
aligned with sustainable infrastructure development that creates long-
term value and benefits for stakeholders.
Under the sustainable business pillar, the Company integrates
sustainability into its core business by ensuring that Infrastructure
financing aligns with ESG and SE principles. This pillar encompasses
responsible Investment practices and robust risk management, as
well as ensuring that projects do not cause harm or have negative
social and environmental impacts
In the sustainable operations pillar, the Company is committed to
operating sustainably by incorporating ESG considerations into
corporate governance, workplace culture, and routine activities. This
pillar involves resource efficiency, ethical business practices, and
fastering a diverse and inclusive work environment.
Meanwhile in the sustainable impect pillar, IIF strives to create lasting
positive impact by financing projects that support climate action,
gender eguality, and social development. Through strategic
partnerships and stakeholder engagement, IF contributes to broader
national and global sustainability goals, including the Sustainable
Development Goals (SDGS).
Tantangan dalam Implementasi Keberlanjutan
Challenges in Sustainability Implementation
Dalam menjalankan komitmen keberlanjutan pada tahun 2025,
Perseroan menghadapi tekanan operasional yang kompleks dari dua
sisi. DI level proyek, Perseroan harus menavigasi hambatan kritis
terkait pembebasan lahan dan potensi konflik sosial yang berisiko
tinggi menghambat jadwal konstruksi serta memicu risiko reputasi.
Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability
In implementing its sustainability commitments in 2025, the Company
@ncountered complex operational pressures from two fronis. At ihe
project level, the Company was reguired to navigate critical challenges
related to land acguisition and potential social conflicts, which posed
significant risks to construction timelines and could potentially trigger
reputational risks.
y Report 2025
Page 30 OCR 0.909
—e@ Eiptoiation e20 Selain itu, Perseroan juga menghadapi tantangan yang bersifat inheren pada karakteristik proyek, misalnya relokasi komunitas nelayan dan perlindungan habitat, sehingga menuntut ketelitian mendalam pada manajemen risiko sosial dan lingkungan agar tidak terjadi dampak negatif (do no harm). Guna menjawab kompleksitas tantangan tersebut, Perseroan memperketat implementasi Social Environmental Principles (SEP) sebagai instrumen strategis. Perseroan memastikan bahwa setiap pembiayaan tidak hanya mengejar progres fisik, tetapi juga wajib memenuhi standar perlindungan hak masyarakat dan kelestarian ekosistom melalui pelibatan pemangku kepentingan yang jauh lebih intensif, Secara eksternal, ketidakpastian dinamika pasar turut menguji ketahanan model bisnis Perseroan. Transisi administrasi pemerintahan di tahun 2025 membawa perubahan drastis pada arah tata kelola infrastruktur nasional, termasuk restrukturisasi peran BUMN Karya dan kemunculan dinamika Danantara. Masa transisi ini menyebabkan terhentinya sejumlah rencana proyek (pipeline) yang siap didanai, sehingga upaya Perseroan untuk mengintegrasikan standar SG ke dalam instrumen pembiayaan menjadi jauh lebih kompetitif dan menantang. Dalam kondisi tersebut, Perseroan harus bekerja lebih cerdas dalam menyaring proyek yang terbatas namun tetap memenuhi standar keberlanjutan yang ketat. Menghadapi tantangan tersebut, Direksi semakin memperkuat perannya melalui pengawalan yang konsisten dalam proses pengambilan keputusan. Penilaian sosial dan lingkungan tidak berhenti pada tingkat pelaksana, tetapi menjadi bagian dari pembahasan dan persetujuan di Komite investasi, sejajar dengan pertimbangan finansial, manajerial, dan operasionai. Selain itu, Direksi secara berkala mengevaluasi dinamika pasar, merespons ketidakpastian yang terjadi, serta mengarahkan pencarian peluang dan model pembiayaan baru melalui pembahasan rutin dalam rapat- rapat Direksi. Perseroan juga melanjutkan penguatan tata kelola keberlanjutan melalui penerapan kerangka kebijakan dan prinsip S&E yang berjalan secara efektif. Untuk memastikan kepatuhan terhadap standar sosial dan lingkungan, Perseroan menerapkan carrective action plan sebagai mekanisme pengendalian, termasuk sebagai dasar penyesuaian tindak lanjut hingga penghentian proses apabila suatu proyek tidak memenuhi persyaratan yang ditetapkan. Selain Itu, Perseroan juga memperkuat koordinasi lintas fungsi dalam implementasi keuangan berkelanjutan melalui Sustainability Council. Sustainability Council, yang dibentuk pada tahun 2024, berperan sebagai badan strategis yang terdiri dari perwakilan lintas fungsi untuk menyusun serta merekomendasikan kebijakan dan strategi korporasi terkait keberlanjutan, melakukan penyusunan berbagai laporan terkait keberlanjutan yang dikeluarkan Perseroan, dan membentuk database terkait keberlanjutan. Pembentukan Sustainability Council mencerminkan komitmen IIF dalam membudayakan keberlanjutan dalam pengambilan keputusan korporasi, serta membangun akuntabilitas dan kepedulian lingkungan di seluruh tingkatan korporasi. Selain dalam kegiatan operasional, IIF juga secara konsisten melakukan pengukuran dampak dari kegiatan pembiayaan dan jasa advisory, yang dilaporkan melalui Keberlanjutan sebagai sarana utama akuntabilitas. Laporan hanya mencerminkan transparansi kepada pemegang saham dan pemangku kepentingan, tetapi juga menegaskan tanggung jawab IIF terhadap masyarakat dan lingkungan. 00 In addition, the Company also faced challenges Inherent to project characteristics, such as the relocation of fishing communities and the protection of natural habitats. These conditions reguired a high level Of rigor in social and environmental risk management to ensure that no adverse impacts occurred (do no harm). In response to these complex challenges, the Company strengthened the implementation of Social Environmental Principles (SEP) as @ strategic instrument. The Company ensured that each financing activity not only pursued physical progress but also complied with standards for community rights protection and ecosystem preservation, supported by more intensive stakeholder engagement. Externally, uncertainties in market dynamics further tested the resilience of the Company's business model. The governmental administrative transition in 2025 brought significant changes to the direction of national infrastructure governance, including the restructuring of tne roles of siate-owned construction enterprises (BUMN Karya) and the emergence of Danantare-related dynamics, This transition period led to delays in several project pipelines thal were previously ready for financing, thereby intensifying competition and challenges in integrating ESG standards into financing Instruments, Under these conditions, Ine Company was reguired to adopt a more selective and prudent approach in identifying limited project opportunities while ensuring strict adherence to sustainability standards. In response to these chailenges, the Board of Directors has further strengthened its role through consistent oversight in the decision- making process. Social and environmental assessments do not stop at Ihe execution level: instead, they are an integral part of the discussions and approvals within the Investment Committee, on par with financial, managerial, and operational considerations. Furthermore, the Board periodically evaluates market dynamics, tesponds to ongoing uncertainties, and directs the pursuit of new @pportunities and financing models through routine discussions in Board of Directors meetings. The Company also continued to strengthen its sustainability governance through the effective implementation of the policy Iramework and S8E principles. To ensure compliance with social and environmental standards, the Company applies a corrective action plan as & control mechanism, which serves as a basis for follow-up adjusiments or even the termination of a process if a project fails to meet the established reguirements. Besides, the Company also strengthens cross-functional coordination in sustainable finance implementation through the Sustainability Council. The Sustainability Council, which established in 2024, acis as a strategic body comprising cross-functional representatives to formulate and recommend corporate sustainability policies and strategies, prepare various sustainabilily-related reports issued by the Company, and develop a sustainability-related database. The establishment of the Sustainability Council reflects IIFs commitment to embedding sustainability into corporate decision-making, as well as bujiding accountability and environmental awareness across all levels of the corporation. In addition to its operational activities, IIF also consistently measures the impact of its financing and advisory services, which are reported through the Sustainability Report as a primary means of accountability. This report not only reflects transparency to Shareholders and stakeholders but also reaffirms IIF's responsibility toward society and the environment. Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025
Page 31 OCR 0.899
Pada aspek iklim, Perseroan juga mulai memperkuat integrasi isu iklim pada proses bisnis melalui penyusunan Kebijakan Manajemen Risiko Iklim serta kolaborasi dengan International Finance Corporation (IFC)-Worid Bank guna mengintegrasikan aspek risiko iklim ke dalam SEMS. Melanjutkan inisiatif tahun 2024, IIF memperkuat kebijakan dan prosedur yang komprehensif untuk mengidentifikasi, mengukur, memantau, dan memitigasi risiko terkait keberlanjutan di bawah pengawasan Chief Risk Officer. Sepanjang tahun 2025, IIF terus meninjau dan memperbarui kebijakan dan prosedur ini agar tetap selaras dengan perkembangan bisnis dan perubahan peraturan. Selain itu, Perseroan telah menetapkan batasan risiko yang mencerrninkan selera dan toleransi risikonya. Perseroan juga meningkatkan keahtian internal dalam penilaian risiko iklim dan mengembangkan Kebijakan Manajemen Risiko Iklim yang komprehensif. Hal ini memastikan bahwa setiap proyek yang dibiayai menjalani analisis holistik, yang memperkuat komitmen IIF terhadap infrastruktur yang berkelanjutan. Dari sisi portofolio, Perseroan mencatat eksposur pada sektor kelistrikan sekitar 22, dengan porsi utama pada energi terbarukan. Kemitraan strategis IIF dengan organisasi seperti Climate Policy Initiative (CPI), Millennium Challenge Corporation (MCC). sera sesama Special Mission Vehicles (SMV) di bawah Kementerian Keuangan Indonesia juga semakin kuat. Kolaborasi ini meningkatkan operasi bisnis IIF sekaligus meningkatkan dampak positif pada aspek. ekonomi, lingkungan, dan sosial. Kinerja Keberlanjutan 2025 2025 Sustainability Performance Inovasi IIF dalam menghadirkan solusi pembiayaan infrastruktur berkelanjutan membuahkan hasil nyata sepanjang tahun 2025. Kinerja Perseroan mencapai target yang ditetapkan, mempertegas posisi IIF sebagai katalis pembangunan hijau di Indonesia. Perseroan berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp185,29 miliar meningkat 51,874 dibandingkan tahun 2024 sebesar Rp122,51 miliar. Kinerja ini melampaui target anggaran sebesar Rp108 miliar didorong oleh pendapatan usaha yang tumbuh sehat menjadi Rp1,36 triliun. Komitmen IIF dalam menjembatani kesenjangan infrastruklur tercermin dari total komitmen investasi bersih mencapai sebesar Rp12.607,14 triliun, disalurkan untuk 41 proyek. Alokasi tersebut menyasar sektor-sektor krusial, antara lain ketenagalistrikan, telekomunikasi dan informatika, utllisasi air dan fimbah, infrastruktur sosial, maupun kereta api dan transportasi publik. Di lini jasa advisory, WF memenangkan 16 mandat strategis senilai Rp13,92 millar, dengan 13 mandat berfokus pada ESG advisory, menandai peningkatan kepercayaan pasar terhadap keahlian keberlanjutan Perseroan. Pada sisi penghimpunan dana, Perseroan menyelesaikan program Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) melalui penerbitan Obligasi Berkelanjutan II Indonesia Infrastructure Finance Tahap III Tahun 2025 sebesar Rp1,5 trillun. Obligasi Ini merupakan seri terakhir penawaran obligasi berkelanjutan II dengan target Rp3 triliun. Penerbitan obligasi tersebut mendapatkan atensi positif yang tercermin dari tingkat @oversubscription lebih dari 6 kali. Sementara di sisi penyaluran dana, Perseroan terus mengoptimalkan produk Senior, Junior, dan Non-Cash untuk mendukung proyek-proyek hijau. Salah satu pencapalan nyata sebagai katalisator pembangunan adalah penguatan portofolio sektor Energi Baru dan Terbarukan (EBT), yang mencatatkan total pembiayaan sebesar Rp1261 triliun hingga 31 Desember 2025. Melalui penerapan standar SRE IIF yang ketat, Perseroan memastikan setiap proyek tidak sekadar layak secara komersial, tetapi juga memberikan dampak sosial dan ekonomi yang bertanggung jawab. Dengan perpaduan keahlian keuangan dan kerangka kerja ESG standar global, IIF siap melanjutkan perannya sebagai mitra terpercaya dalam membentuk lanskap infrastruktur Indonesia yang lebih hijau, tangguh, dan inklusif di tahun-tahun mendatang. FINANCE Regarding the climate aspect, the Company has also begun to strengthen the integration of climate issues into its business processes through the fermulation of the Climate Risk Management Policy and collaboration with the International Finance Corporation (FC)-World Bank to integrate climate risk aspects into the SEMS. Continuing the 2024 initiative, IIF reinforced comprehensive policies and procedures to identify, measure, monitor, and mitigate sustainability-telated risks under the supervision of the Chief Risk Officer. Throughout 2025, IIF continued 10 review and update these policies and procedures to remain aligned with business developments and regulatory changes. Furthermore, the Company has established risk limits that reflect its risk appetite and tolerance. The Company also enhanced internal expertise in climate risk assessment and developed a comprehensive Climate Risk Management Policy. This ensures that every financed project undergoes a holistic analysis, reinforcing IIFs commitment to sustainable infrastructure. From a portfolio perspective, the Company recorded exposure in the power sector of approximately 22x, with the primary portion in tenewable energy. IIF's strategic partnerships with organizations such as the Climate Policy Initiative (CPI), Millennium Challenge Corporation (MCC), and fellow Special Mission Vehicles (SMV) under the Indonesian Ministry Of Finance have also grown stronger. This collaboration enhanced IIFs business operations and increased positive impacts on economic, environmental, and social aspecis. IIF'S Innovation in providing sustainable infrastructure financing solutions yielded tangible results throughout 2025. The Cempanys performance achieved the set targets, reinforcing IIFS position as 2 catalyst for green development in Indonesia. The Company successfully recorded a net profit of IDR 185.29 billion, a 51.874 increase compared to 2024, which stood at IDR 122.51 billion. This performance exeeeded the budgel target of IDR 108 billion, driven by healthy growth in operating income to IDR 1.36 trillian. IF's commitment to bridging the infrastructure gap is reflected in the total net investment commitment reached IDR 1260714 trillion, channeled to 41 projects. This allocation targeted crucial sectors, including power, telecommunications and informatics, water and waste utilization, social infrastructure, as well as railways and public iransportation. In the advisory services line, IIF won 16 strategic mandates valued al IDR 13.92 bilion, wilh 13 mandates focusing on ESG advisory, marking an increase in market confidence in the Company's sustainability expertise. On the fund:raising side, the Company completed the Sustainable Public Offering (PUB) program through the issuance of the indonesia Infrastructure Finance Sustainable Bonds II Phase III Year 2025 amounting to IDR 1.5 trillion. These bonds represented the final series of the Sustainable Bonds II offering with a target of IDR 3 trillion. The bond issuance received positive attention, reflected in an oversubscription rate of more than 6 times. While on the financing side, the Company conlinued to optimize Senior, Junior, and Non-Cash products 1o support green projecis. One of the tangible achievements as a development catalyst was the strangthening of the New and Renewable Energy (NRE) sector portfolio, which recorded a total financing of IDR 12.61 trillion as of December 31, 2025. Through the strict implementation of IIFs S&E standards, the Company ensured that every project was not only commercialiy viable but also delivered responsible social and economic impacts. By combining financial expertise with a global-standard ESG framework, IIF stands ready to continue its role as a trusted partner in shaping a areener, more resilient, and inclusive Indonesian infrastructure landscape in the years to come. Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025 INDONESIA INFRASTRUCTURE ——"
Page 32 OCR 0.916
Strategi Pencapaian Target 2026 2026 Target Achievement Strategy Memasuki tahun 2026, Perseroan memproyeksikan kondisi makro ekonomi relatif resilien, meskipun disertai ketidakpastian global dan volatilitas pasar keuangan. Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi berkisar di antara 4,996—5,79, sementara Bank Dunia memproyeksikan pertumbuhan bertahan di sekitar 5 hingga 2026-2027, dan Asian Development Bank (ADB) memproyeksikan sekitar 5,08 pada 2026. Prospek tersebut perlu dibaca berdampingan dengan meningkatnya risiko fisik perubahan iktim, khususnya kejadian cuaca ekstrem dan banjir di Asia Tenggara. Sebagaimana ditegaskan Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC), risiko akibat hujan ekstrem dan banjir cenderung meningkat seiring kenaikan pemanasan global. Dalam konteks tersebut, strategi keberlanjutan Perseroan untuk tahun 2026 telah diintegrasikan ke dalam RAKB dan tetap dijalankan melalui tiga pilar yakni Sustainable Business Impact, Sustainable Operation, dan Sustainable Impact. Fokus utama diarahkan pada implementasi Kebijakan Manajemen Risiko Iklim, pemetaan portofolio dari perspektif risiko iklim, serta penetapan target korporasi untuk pengurangan emisi cakupan (Scope) 1 dan Scope 2. Dari sisi penguatan sistem, Perseroan akan meningkatkan kualitas prinsip S&E agar asesmen iklim dan gender terintegrasi tebih terstruktur, sejalan dengan pengembangan peluang pembiayaan iklim. Persercan juga melanjutkan koordinasi dengan regulator untuk memestikan dukungan kerangka kebijakan yang diperlukan. Dari sisi pasar, Perseroan memandang pemulihan dan ketersediaan pipeline proyek menjadi faktor kunci bagi kinerja pembiayaan 2026, termasuk peluang pada sektor-sektor yang relevan seperti pengelolaan sampah menjadi energi (waste-to-energy). Secara paralel, Perseroan memperluas penjajakan pada infrastruktur pendukung sektor swasta yang berskala lebih kecil seperti warehousing/logistik, sebagai bagian dari diversifikasi, sekaligus menjaga disiplin ESG dan pengelolaan risiko secara konsisten. Apresiasi Appreciation Atas nama Direksi, kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh pemangku kepentingan atas kepercayaan dan dukungan yang diberikan dalam upaya Perseroan memperkuat perannya sebagai katalis pembangunan infrastruktur berkelanjutan di Indonesia. Melalui kolaborasi yang erat, IIF dapat terus meningkatkan daya saing dan menegaskan posisinya sebagai pelopor sekaligus rujukan dalam penerapan prinsip-prinsip ESG secara konsisten, guna mendukung ketersediaan dan pemerataan infrastruktur yang berwawasan lingkungan serta menghadirkan manfaat yang luas bagi masyarakat. Moving into 2026, the Company projecis macro-economic conditions to remain relatively resilient, despite global uncertainty and financial market volatility. Bank Indonesia eslimates economic growth to range between 4.94-5.7", while the World Bank projects growth to hold steady at around 54 through 2026-2027, and the Asian Development Bank (ADB) forecasts approximately 5.04 in 2026. These prospects must be viewed alongside the increasing physical risks of climate change, particularly extreme weather events and flooding in Southeast Asia. As emphasized by the Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCG), risks from extreme rainfall and flooding are likely to escalate with global warming. In this context, the Company sustainability strategy for 2026 has been integrated into the RAKB and continues to be implemented through three pillars: Sustainable Business, Sustainable Operation, and Sustainable Impact. The primary focus is directed toward the implementation of the Climate Risk Management Policy, portfolio mapping from a climate risk perspective, and the setting of corporate targets for Scope 1 and Scope 2 emission reductians. Regarding system strengthening, the Company will enhance the guality of the S8E principles to ensure that climate and gender assessments are integrated more structurally, in line with the development of climate financing opportunities, The Company also continues to coordinate with regulators to ensure the necessary policy framework support. Fram a market perspective, the Company views the recovery and availability of the project pipeline as a key factor for 2026 financing performance, including opportunities in relevant sectors such as Wwaste-to-energy. In parallel, the Company is expanding its exploration into smaller-scale private sector supporting infrastructure, such as warehousing/logistics, as part of its diversification strategy, while maintaining ESG discipline and consistent risk management. On behalf of the Board of Directors, we express our gratitude to all stakeholders for the trust and support provided in the Company's efforts to strengthen its role as a catatyst for sustainable infrastructure development in Indonesia. Through close collaboration, UF can continue to enhance its competitiveness and affirm its position as a pioneer and a benchmark in the consistent application of ESG principles, supporting the availabilily and eguitable distribution of environmentally conscious infrastructure while delivering broad benefits to soclety, Atas Nama Direksi On Behalf of the Board of Directors — Rizki Pribadi Hasan Presiden Direktur President Director Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025
Page 33 OCR 0.752
Sharing Session Global and Domestic Capital Market Outlook: Sharing Session Global and Domestic Capital Market Outlook, ' IL AND ENvig PEMBIAYAAN INERASTRU pi APEGUARD DALAH Sharing Sessian on Strengthening ESG Impleman Finance of the Republic of Indonesia N 3 : Ae 2 JIE Dorumentalion Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025 33 —
Page 34 OCR 0.767
Komitmen Keberlanjutan | | F IOJK A.T) IGRI FS1J IIF's Sustainability Commitment PT Indonesia Infrastucture Finane
Page 35 OCR 0.655
Sunset di Lokasi TJSL IIF Botubarani F Seurie MP Decumentatian
Page 36 OCR 0.924
nen Keberlanjutan UP: Jalan Tol Cimanggis-Cibitung Cimanggis -Cibitung Toll Road Sebagai lembaga keuangan pembangunan yang memiliki peran strategis, Perseroan meyakini bahwa keberlanjutan bukan sekadar aspek pelengkap, melainkan fondasi utama yang terintegrasi secara menyeluruh dalam visi, misi, dan model bisnis Perseroan. Komitmen iwujudkan melalui penyelarasan setiap aktivitas pembiayaan dan jasa advisory dengan prinsip-prinsip yang menjunjung tinggi keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, kelestarian lingkungan, dan keadilan sosial. Guna mewujudkan visi dan misi keberlanjutan, Perseroan telah menyusun RAKB 2025. RAKB ini merupakan perwujudan dukungan nyata terhadap integrasi prinsip keberlanjutan dalam strategi bisnis Perseroan, sekaligus menjadi instrumen strategis untuk memperkuat kepercayaan pemangku kepentingan dalam mencapai visi IIF sebagai mitra pembiayaan utama dalam pembangunan infrastruktur yang ramah lingkungan, inklusif, dan berdaya saing tinggi. Selaras dengan Rencana Bisnis serta strategi dan pilar keberlanjutan Perseroan, RAKB 2025 juga menjadi landasan fundamental untuk mendorong pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Lebih jauh, melalui RAKB ini, IIF berkomitmen penuh untuk berkontribusi pada target nasional Indonesia dalam mencapai Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060 mendatang, dengan memastikan setiap proyek infrastruktur yang didukung memiliki ketahanan terhadap dampak perubahan iklim dan memberikan manfaat jangka panjang bagi generasi mendatang. Sumber: Dokumentasi UIF | As a strategic development financial institution, the Company believes that sustainability is not meely a supplementary aspect but the core foundation fully integrated into its vision, mission, and business model, This commitment is realized by aligning every financing and advisory activity with principles that uphold the balance between economic growth, environmental preservation, and social justice. To fulfil this sustainability vision and mission, the Company has formulated the 2025 RAKB. This RAKB is a tangible manifestation of support for the integration of sustainability principles into the Company's business strategy, as well as a strategic Instrument to strengthen stakeholder trust in achieving IIF's vision as a primary financing partner in developing environmentally friendly, inclusive, and highly competitive infrastructure. Aligned with the Company's Business Plan as well as its sustainability strategy and pillars, the 2025 RAKB also has served as a fundamental basis for driving the achievement of the Sustainable Development Goals (SDG8). Furthermore, through this RAKB, IIF is fully committed to contributing to Indonesia's national target of reaching Net Zero Emission (NZE) by 2060, by ensuring that every supported infrastructure project is resilient to the impacts of climate change and provides long-term benefits for future generaticns. Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025
Page 37 OCR 0.834
INDONESIA H INFRASTRUCTURE FINANCE Visi, Misi, dan Nilai Keberlanjutan fOxK c.1 Vision, Mission, and Sustainability Values JM Visi fm Vision Menjadi pelopor katalisator untuk pembiayaan pengembangan infrastruktur di Indonesia. f financing Infrastructure: Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finano ainability Report 2025
Page 38 OCR 0.901
— 65 0 IN Budaya Perusahaan 'O8K C1) 6R1 2231 Corporate Culture Nilai-nilai Inti adalah prinsip-prinsip yang mengakar kuat yang memandu semua tindakan Perseroan, berfungsi sebagai landasan budaya Perseroan. Nilai-nilai Inti IIF terdiri dari: 1. Memimpin dan Berkolaborasi 2. Berusaha Keras untuk Mencapai Keunggulan 3. Berkomitmen pada Bisnis yang Berkelanjutan Core Values are the deeply ingrained principles that guide all of the Company's actions, they serve as its cultural cornerstones. IIF Core Values consist of: 1. Lead and Collaborate 2. Strive for Excellence 3. Committed to Sustainable Business Strategi dan Prinsip Keberlanjutan 'OJK A41 IGRI 2-221 Sustainability Strategies and Principle Imp!ementation: Corporate Level ity Framework Sustainable Business Perseroan telah menyusun peta jalan (roadmap) RAKB berdasarkan kerangka kerja keberlanjutan yang telah dirancang secara komprehensif, guna memastikan keberlanjutan jangka panjang Perseroan. Kerangka Kerja ini terbagi dalam tiga pilar utama yang saling terkait, yaitu Sustainable Business (Bisnis Berkelanjutan), Sustainable Operation (Kegiatan Operasional Berkelanjutan), dan Sustainable Impact (Dampak Berkelanjutan). Setiap pilar ini dirancang untuk mendukung pencapaian tujuan strategis Perseroan sekaligus memitigasi dampak negatif terhadap lingkungan dan masyarakat, serta menciptakan nilai yang berkelanjutan bagi pemangku kepentingan dalam jangka panjang. Berikut ini fokus keberlanjutan pada masing-masing pilar, dengan target jangka panjang untuk 5 tahun, jangka pendek untuk 1 tahun, dan capaian tahun 2025. Implementation: Project Level | The Company has developed a RAKB roadmap based on @ comprehensively designed sustainability framework to ensure Its long:term viability. This framework is divided into three Interconnected primary pillars: Sustainable Business, Sustainable Operation, and Susteinable Impact. Each pillar is designed to support the achievement of the Company' strategic objectives while mitigating negative impacts on the environment and society, as well as creating sustainable value for stakeholders in the long term. The following is the sustainability focus for each pillar, including 5- year long-term targets, I-year short-term targets, and the 2025 achievements. Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025
Page 39 OCR 0.808
Pilar Keberlanjutan Sustainability Pitlars Pilar Sustainable Business (Bisnis Berkelanjutan) Sustainable Business Pillars Fokus Target Jangka Keberlanjutan — Target Jangka Panjang Pendek 2025 Capaian 2025 istammabi Long jerm Target t Term Targ « Pemimpin lembaga - Mesealisasikan pembiayaan Perseroan telah menyalurkan pernbiayaan pada berbagai pembiayaan berbasis ESG di hijau dan inklusif pioyeknirasiruktur guatog sena Rp1 129 tlun. tingkat nasional dan « Melakukan Penghimpunan luruh proyek (10014) telah melalui proses penilaian nal Dana Berbasis ESG berdasarkan 8 prinsip SEE. « Peningkatan danintegrasi “ Meningkatkan kinerja manajemen risiko iklim keuangan " The campany has disiributed funding for various - Produk dan kerjasama « Memperkuat manajemen strategic infrastructure projects worth IDR 11.89 #rilion. pembiayaan berkelanjutan risiko iklim All projects (10015) have undergone an assessment » Pembiayaan sektor-sektor « Penerapan Social and process based on the eight SE principles. kebertnjutan Environmental Management « Pengembangan produk System (SEMS) advisory terkait « Kemitraan Strategis Blended keberlanjutan Financing. Perseroan sukses menerbitkan obligasi berkelanjutan « Pendanaan korporat » Mengembangkan jasa ESG senilai Rp1,5 triliun pada November 2025 yang berkelanjutan Advisory mencatatkan kelebihan permintaan (oversubscription) hingga 6 kali Tipat. » Leading ESG-based » Regizing green and financing Institurions at ihe inelusive financing, The company suecessfully issued sustainable bonds national and regional levels Gonducting ESG-Based worth IDR 1.5 trilion in November 2025, which recorded 3 « Improving and integrating Fundrasing sixefold oversubscription, climate risk management : Improving financiel « Sustainable financing performance producis and coflaborations Strengthening climate risk Financing sustainable management Perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp185,29 sectors » Implementing a Social and miliar, tumbuh 51,874 dibandingkan tahun 2024. Total - Developing sustainabiliy- Environmental Management | set meningkat menjadi Rp15,39 ulun dengan related advisory products System (SEMS) komposisi aset produktif mencapai Rp10,63 triliun. » Suslaineble corporate : Strategic Blended Financing financing Partnership The company has posted a net profit of IDR 185.29 - Developing ESG Advisory billion, e 51.875 increase compared to 2024. Total assets Services inereased to IDR 15.39 tnilion, with productive assets #eaching IDR 10.63 trillion. Menyediakan layaan Perseroan telah mengintegrasikan penilaian risiko iklim Berkelanjutan untuk ke dalam proses pengarmbilan keputusan investasi Proyek-Proyek sebagai langkah proaktif dalam mendukung target Infrastruktur nasional Net Zero Emission (NZE) 2060. Providin: i Sustainable The Company has integrated climate risk assessment Financing for into fts investment decision-making process as a Intvastrusture proactive step in supporting the national Net Zero Projects Emission (NZE) 2060 target. Perseroan telah menerapkan prinsip SSE pada seluruh Iini bisnis untuk mendukung upaya pengelolaan risiko sosial dan lingkungan pada proyek-proyek yang dibiayai, sekaligus meningkatkan transparansi pelaporan, keberlanjutan sesuai standar global. The Company has implemented S&£ principles across all business lines to support social and environmental risk. management efforts in financed projects, while increasing the transparenoy of sustainability reporting in acrordance with global standards. Perseroan merniliki skema penggabungan dana publik “dan swasta untuk mendukung proyek infrastruktur yang didanai oleh IIF. The company had a scheme for combining public and private funds to support Infrastructure projects funded by 1 Pada jasa advisory, Perseroan berhasil mendapatkan 16 mandat strategis di berbagai sektor, dengan 13 mandat diantaranya merupakan proyek berbasis ESG, inadyisory services, the Company successfully secured 16 strategic mandates acro9s various Sectors, with 13 of these mandates being ESG-based projeots. Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025
Page 40 OCR 0.740
K3) Komitmen Kebuanjutan IP Pilar Sustainable Operation (Kegiatan Operasional Berkelanjutan) Sustainable Operation Pillars Fokus Keberlanjutan — Target Jangka Panjang Target Jangka Capaian 2025 : bond rai 1g - Panya (5 Achievennasi « Inventaris GRK Scope 1,2, " Melakukan perhitungan Melaporkan perhitungan emisi GRK Scope 3 kategori 15 lan 3 serta penentuan emisi GRK Scope 3 dan target emisi untuk GRK verifikasi perhitungan emisi Perseroan menjalin kerja sama dan hubungan baik Scope 1 dan2 GRK Scope 1 dan dengan seluruh regulator, pemegang saham serta. « Pengembangan sumber » Peningkatan Kapasitas Hard | instansi lainnya untuk mengembangkan kompetensi daya manusia berbasis Skill dengan Fokus karyawan, khususnya hard skil melalui kegiatan pelatihan ebertanjutan melalui Keberlanjutan dan/atau workshop yang berfokus pada topik Mendukung Fisiadi bahelanjitan Lenaanankrakanokng |. Kebortanjutan. Pengapaian Target operasional perseroan Perseroan telah mengurangi emisi GRK Scope 2 melalui Net Zero Emi si lons « Manajemen pemangku « Gonducting Scope 3 CHG pembelian Renewable Energy Certificate (REC). D Mau senja an kepentingan yang mission calculations and Operaslona iyah berkelanjutan . verifying Scope Tand 2GHG | Reporting he calculation of Scope 3 GHG emissions, 'oan Rendat « Pengembangan informasi #mission calculatiars category 15. Karbor n teknologi berbasis » Enhancing Hard Skilis Supporting the keberlanjutan Capacity with a “The Company collaborated and maintained good supporting 3 $ Rehleyemant of Net Sustainability Pecus relationship with all regulators, shareholders, and other Zero Emiselons - GHG Scope 1,2, and3 - Ervironmentally agencies to develop employee competencies, particularly Targets Through inventory and determination Conscientious Operational hard sitlls, through training and/or.warkshops focused on Lowbarbon Of emission targets for GHG Ketivities sustainability topics. Company. Scope 1 and 2 Operational « Sustainability-based human The Company has redurad Scope 2 GHG smiseione Aetivities, Jesouree development Iiough e purchase of Renewable Energy Certificates ihrough training/workshops 5). « Company operational sustainability initiatives - Sustainable stakeholder management 1 Sustainablitybased information technology development
Page 41 OCR 0.864
INDONESIA Pilar Sustainable Impact (Dampak Berkelanjutan) Sustainable Impact Pillars Foki US Keberlanjutan As alat Target Jangka Panjang Long Term Target : Memberikan dampak positif yang nyata bagi penerima manfaat melalui berbagai program sosial dan ingkungan. « Memperkuat reputasi perseroan sebagai pernimpin delam pembiayaan infrastruktur erkelanjutan, « Meningkatkan kualitas dan transparansi pelaporan berbasis keberlanjutan. Target Jangka Pendek 2025 ort Term Target MMengimplementasikan program Tanggung Jawab Sosial (TJSL) melalui empat pilar utama. Meningkatkan kualitas dan transparansi pelaporan berbasis keberlanjutan. Implementing a Corporate Social Responsibility (CSR) program through four main pilfars. Improving the guality and transparency of susteinability- INERASTRUCTURE FINANCE Capaian 2025 Aokkeyemett Perseroan merealisasikan dana TJSL sebesar Rp50 juta Untuk 5 program yang memberi dampak langsung kepada komunitas sasaran, Melakukan penjarninan eksternal atas Laporan Keberlanjutan tahun 2025. The Company disbursed IDR 505 million in CSR funds for ITve programs that direetly impacted target communities. Provided external assurance forthe 2025 Sustainability Report. Menciptakan « Integrasi standardisasi Manfaat dan nasional dan internasional Dampak Positif terkait pengungkapan based reporting. keberlanjutan, Creating Benefits and Positive » Delivering tangible positive Impacts impacts for beneficiaries through various social and @nvironmental programs. Strengihening the company's reputation as a Tender in sustainable infrastructure financing. - Improvingthe gualnty and transparen2y sustainabilty-based reporting. - Integrating national and international standards for sustainability disclosure. Integrasi Aspek Keberlanjutan pada Proses Bisnis Sustainability Integration into Business Processes Pada pilar Sustainable Business dan Sustainable Impact di level proyek, Perseroan telah mengadopsi pendekatan Triple Bortom Line (People, Planet, Prosperity). Pendekatan ini dituangkan dalam mekanisme pembiayaan yang terintegrasi dengan Social and Environmental Principles (Prinsip SSE) dalam setlap proses bisnis dan pengambilan keputusan investasi Melalui kegiatan pembiayaan dan jasa advisory, Perseroan mewajibkan pemenuhan Prinsip S8E pada setiap proyek infrastruktur sebagai standar kepatuhan. Hal ini bertujuan untuk memastikan seluruh klien telah melakukan pengelolaan, mitigasi, serta upaya mengurangi risiko sosial dan lingkungan secara optimal dalam aktivitas proyek mereka. Seluruh implementasi Prinsip S&E pada proyek infrastruktur yang dibiayai oleh Perseroan berpedoman pada Social Environment Management System (SEMS). Dalam hal ini, SEMS menyediakan panduan operasional melalui delapan Prinsip SKE yang menjadi acuan utama dalam penilaian risiko serta dampak proyek terhadap aspek sosial dan lingkungan secara berkesinambungan In the pillars of Sustainable Business and Sustainable Impact at the project level, the Company has adopted the Triple Bottom Line (Peopie, Planet, Prosperity) approach. This approach Is embedded ina financing mechanism integrated with Social and Environmental Principles (S8E Principles) across all business processes and investment decision-making. Through Its financing and advisory activities, the Company has mandated compliance with S&E Principles for every infrastructure project as a standard. This aimed to ensure that al clients optimally managed, mitigated, and undertaken efforts to reduce social and environmental risks within their project activities. MI implementations of S&E Principles in infrastructure projects financed by the Company were guided by the Social and Envitonmental Management System (SEMS). In this regard, the SEMS has provided operational guidance through eight S8E Principles that serve as the primary reference for the ongoing assessment of project Tisks and impacts on social and environmental aspects Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025
Page 42 OCR 0.878
Sistem Pengelolaan dan Penilaian
Sosial dan Lingkungan (SEMS)
Socisl and Environmental Assessment
and Management System (SEMS)
Pengadaan Tanah Tenaga Kerja dan Kondisi Kerja -.-
Land Acguisition Labour and Working Conditions
Pencegahan dan Pengurangan Polusi,
Keanekaragaman Hayati k serta Perubahan Ikllm
Blodiversty na | Pollution Preventatlon and Abatement
Prinsip and Climate Change
S8E IIF
Kesehatan Masyarakat,
Masyarakat Adat Keselamatan, dan Keamanan
Indigenous Peoples Community Health, Safety,
Benda dan Warisan Budaya
Cultural Property and Heritage
Based on a review and report conducted by the Institute for Economic
and Social Research, Faculty of Economics and Business, University
of Indonesia (“LPEM FEB UP") in 2021, the SBE Principles implemented
Berdasarkan tinjauan dan laporan yang dibuat oleh Lembaga
Ikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Universitas Indonesia ("LPEM FEB UI") pada tahun 2021, Prinsip S&E
yang diterapkan oleh IIF dalam proses pembiayaan infrastruktur
memiliki beberapa nilai tambah sebagai berikut: 59'2025,202-2)
1. Prinsip S8E IIF mampu mengidentifikasi potensi risiko dan
dampak sosial dan lingkungan dengan lebih komprehensif.
Sebagai contoh, Prinsip S8E IIF mencakup penilaian terhadap
dampak proyek terhadap tenaga kerja dan kondisi kerja,
masyarakat adat, serta benda dan warisan budaya yang sering kali
masih minim analisisnya di dalam dokumen lingkungan proyek.
»
Prinsip S&E IIF menyediakan rencana aksi mitigasi yang lebih
komprehensif dan rinci. Sebagai contoh, IIF memastikan bahwa
pemulihan mata pencaharian atau penghidupan masyarakat yang
terdampak dilakukan dan dikelola dengan baik oleh proyek dan
tertuang dalam dokumen rencana yang strategis.
bal
Prinsip S&E IIF mendukung terciptanya SEMS di masing-masing
proyek untuk membantu debitur dalam mengelola risiko dan
dampak sosial dan lingkungan di sepanjang siklus proyek.
»
Prinsip $8E IIF menerapkan standar yang lebih ketat di beberapa
aspek sosial dan lingkungan, dengan memastikan penerapan
praktik-praktik dan standar bertaraf intemasional.
ul
Prinsip S8E IIF mendorong dilakukannya pemantauan berkala oleh
proyek guna memastikan bahwa implementasi tindakan mitigasi
yang telah direncanakan memenuhi standar yang berlaku.
by JIF in the infrastructure financing process offer several added
values as fotlows: (S8 21212024)
»
»
-
al
/F'S SSE Principles are capable of identifying potential social and
environmental risks and impacts more comprehensively. For
instance, those principles include assessments of project impacts
on labor and working conditions, indigenous peoples, and cultural
heritage that are often minimally analyzed in standard project
environmental documents.
NF'S SKE Principles provide more detailed and comprehensive
mitigation action plans. For example, IIF ensures that the
restoration of livelihoods for affected communities is properly
executed and managed by the project, as articulated in strategic
planning documents.
IFs S&E Principles support the creation of a Social and
Environmental Management System (SEMS) within each project to
assist debtors in managing social and environmental risks and
impacts throughout the project life cycle.
IIF's SE Principles apply more stringent standards across various
social and environmental aspects, ensuring the implementation of
International-level practices and standards.
IIFs SZE Principles encourage regular monitoring by the project to
ensure that the implementation of planned mitigation actions
meets the applicable standards.
Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025
Page 43 OCR 0.900
| K (kata NOONESIA | FINANCE Komitmen Kebijakan ISR! 2-23, 2-24 Policy Commitment Perseroan menetapkan komitmen keberlanjutan melalui adopsi kebijakan yang selaras dengan kerangka regulasi nasional. Instrumen utama dalam penegakan komitmen ini adalah Kode Etik (Code of Conduet) IIF yang dapat diakses publik di situs web Perseroan: In ds If vat lent/uploads/2025/12/Cocle-of-Condi Kode etik tersebut berfungsi sebagai pedoman perilaku bagi seluruh insan Perseroan, termasuk Dewan Komisaris, Direksi, dan seluruh karyawan, guna memastikan terciptanya lingkungan kerja yang berintegritas dan akuntabel. Dalam setiap proses bisnisnya, IIF mematuhi peraturan-peraturan yang berlaku, disertai dengan standar internal yang ketat. Selain kepatuhan regulasi, IIF mengintegrasikan penghormatan terhadap Hak Asasi Manusia (HAM) ke dalam kebijakan strategis korporasi. Komitmen ini mencakup kebijakan kesejahteraan (benefit), hak cuti, serta kesetaraan gender yang mengedepankan asas keadilan. Dalam implementasi di tingkat operasional dan proyek, Perseroan memastikan perlindungan terhadap hak tenaga kerja, kondisi kerja yang layak, serta penghormatan terhadap masyarakat adat sebagai bagian dari perwujudan tanggung jawab sosial dan kemanusiaan. Dalam setlap proyek infrastruktur yang dibiayai, Perseroan berkomitmen memastikan pemenuhan 8 SEP melalui penerapan SEMS sebagai panduan operasional dalam melakukan penilaian risiko serta dampak proyek terhadap aspek sosial dan lingkungan secara komprehensif. Sebagai bagian dari aktivitas bisnisnya, IIF senantiasa mengedepankan prinsip kehati-hatian melalui mekanisme uji tuntas (due diligence) yang menyeluruh, mencakup aspek Know Your Customer (KYC), kredit, legal, hingga kepatuhan terhadap standar sosial dan lingkungan. The Company has established its sustainability commitments through the adoption of policies aligned with the national reguiatory framework. The primary instrument for enfarcing these commitments is the IIF Code of Conduct, which is publicly accessible on the Company's website uploads/2025/12/Code-of-Conduct: This Code of Conduct has served as a behavioral guideline for all Company personnel, including the Board of Commissioners, the Board af Directors, and all employees, to ensure a work environment characterized by integrity and accountability, In every business prooess, IIF has complied with applicabls regulations 3ccompanied by stringent internal standards. Beyond regulatory compliance, IIF has integrated respect for Human Rights into its corporate strategic policies. This commitment also encompasses policies of weifare (benefits), leave entitlements, and gender eguality that prioritizes the principle of fairness. At the @perational and project levels, the Company ensured the protection of labor rights, decent working conditions, and respect for indigenous communities as part of its social and humanitarian responsibility. For every financed infrastructure project, the Company is committed lo ensuring the fulillment of the 8 S&E Principles (SEP) through the implementation of the SEMS as an operational Guide for condueting comprehensive assessments of project risks and impacts on social and environmental aspecis. AS part of its business activities, IIF has consistently prioritized the principle of prudence through holistic due diligence mechanisms, covering Know Your Customer (KYC), credit, legal, and compliance with social and environmental standards, Dukungan terhadap Sustainable Development Goals (SDGs) Support for the Sustainable Development Goals (SDGs) Melalui integrasi Prinsip S&E serta mekanisme SEMS, setiap kegiatan pembiayaan IIF dirancang untuk memberikan kontribusi nyata yang terukur terhadap target-target SDGs. Fokus pembiayaan Perseroan tidak hanya terbatas pada penciptaan nilai ekonomi (profit), tetapi secara spesifik menyasar pada peningkatan akses infrastruktur yang layak, pemberdayaan masyarakat lokal, dan perlindungan ekosistem hayati. Dengan demikian, investasi yang disalurkan oleh Perseroan berfungsi sebagai katalis dalam mengakselerasi pencapaian agenda pembangunan berkelanjutan Indonesia di tingkat nasional dan global. Laporan Kebei Through the integration of S&E Principles and the SEMS mechanism, every IIF financing activity is designed to provide a measurable and tangible contribution to the SDG targets. The Company's financing focus is not limited Io economic value eseation (profit) but specificaly targets improving access to proper infrastructure, empowering local communities, and protecting biological ecosystems. Thus, the investments channeled by the Company serve as a catalysi in accelerating the achievement of Indonesia's sustainable development agenda at both national and global levels. jutan 2025 | PT Indonesia Infrastuoture Finance | Sustainability Report 2025
Page 44 OCR 0.875
Dampak Positif dari Kegiatan Pembiayaan Perseroan terhadap Kontribusi Sustainable Development Goals (SDGs) ix F251 Positive Impact of Corporate Financing Activities on Contribution to Sustainable Development Goals (SDGs) Melalui pembiayaan proyek penyediaan air minum (Sistem Penyediaan Air Minum/SPAM), Perseroan telah memberikan dampak positif kepada 1,47 juta rumah tangga dalam mendapatkan akses terhadap air bersih yang memadai, dengan total kapasitas suplai sebesar 27.501 liter per detik. Kg POVERTY Selain itu, proyek energi terbarukan telah menghasilkan kapasitas listrik bersih sebesar 709,90 MW yang menjangkau 709.900 rumah tangga, sehingga mendukung penerangan sekolah, penyediaan alat belajar, serta terciptanya lingkungan sekolah yang inklusif. Perbaikan ini memberdayakan para siswa untuk belajar dalam lingkungan yang lebih sehat dan kondusif. @UALITr EDUCATIDN Through the financing of drinking water supply projects (Sistem Penyediaan Air Minum/ SPAM), the Company has delivered a positive impact to 1.47 million househofds in obtaining access to adeguate clean water, with a total supply capacity of 27,501 liters per second. Furthermore, renewable energy projects have generated a clean electricity capacity of 709.90 MW, reaching 709,900 households, thereby supporting school lighting, the provision of learning tools, and the creation of an inciusive school environment. These improvements empower students to Igarn in a healthier and more conducive environment. CLEAN WATER ANO SAWITATION Proyek Penyediaan Air Minum 1 47 juta rumahtangga Drinking Water Supply Projects , sulr households Proyek Energi Terbarukai umah tangga Renewable aneroy Projeets 709,90 househoids. MW Melalui pembiayaan infrastruktur rumah sakit, Perseroan telah berkontribusi dengan total 1.051 tempat tidur rumah sakit, sehingga memperluas akses terhadap layanan kesehatan yang berkualitas bagi sekitar 351.000 pasien setiap tahunnya. GOOD HEALTH AMD WELE BEING Through Infrastructure financing for hospitals, the Company has contributed a total of 1,051 hospital beds, thereby expanding access to guality healtncare services for approximately 351,000 patients annually. Pembiayaan Infrastruktur tempat dur ema MO aa Infrastructure Financing pasien pertahun for Hospitals 351.000 Petema annual Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025
Page 45 OCR 0.897
INDONESIA INFRASTRUCTURE FINANCE INDUSTRI INOYASI Melalui pembiayaan proyek infrastruktur nasional yang strategis, Perseroan mendukung DANINFRASIRUKTUR pembangunan jalan tol sepanjang 428 kilometer yang berfungsi dalam meningkatkan konektivitas serta efisiensi logistik antarwilayah, Selain itu, Perseroan juga berkontribusi pada pengembangan dan pengoperasian infrastruktur perkeretaapian sepanjang 130 kitometer sebagai bagian dari jalur kereta strategis, yang mendorong peralihan mobilitas menuju transportasi yang lebih berkelanjutan dan inklusif. Perseroan juga membiayai pembangunan empat bandara di Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi yang meningkatkan konektivitas dan aksesibilitas udara baik di perkotaan maupun daerah terpencil, serta mendukung dua pelabuhan strategis yang memperkuat pergerakan barang dan komoditas pokok. Through the financing of strategic national Infrastructure projects, he Company supported the construction of 428 kilometers of toll roads, which function to enhance connectivity and regional logistics efficiency. Furthermore, the Company contributed to the development and operation of 130 kilometers of railway infrastructure as part of strategic rail lines, which encouraged a mobility shift toward mare sustainable and inclusive transportation. The Company also financed the development of four airports in Java, Kalimantan, and Sulawesi, which improved air connectivity and accessibility in both urban and remote areas, and supports two strategic ports that strengthen the movement of goods and essential commodities. Pembangunan Jalan Tol 42 kilometer the Construciien Of toll reads epanatens Infrastruktur Perkeretaapian 13 Kilometer Railway Infrastructure Intaarsers Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025
Page 46 OCR 0.962
Profil Perusahaan Company Profile
Page 47 OCR 0.585
Sumber Dokumentasi uk 15
Page 48 OCR 0.854
Nama Organisasi: Status Organisasi: Dasar Hukum Pendirian Papan PT Indonesia Infrastructure Finance Perseroan Terbatas Limited Liability Company Perusahaan Swasta Nasional : National Private Company ' " Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia — No. — KEP439/KM.10/2010 | tanggal & Agustus 2010 tentang Pemberian Izin Usaha Perusahaan Pembiayaan Infrastruktur kepada PT Indonesia Infrastructure Finance. i Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No, 46 tahun 2020 tentang Perusahaan Pembiayaan Infrastruktur — selanjutnya diubah dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 46 tahun 2024 tentang Pengembangan dan Penguatan Perusahaan Infrastruktur, Akta Pendirian No. 34 tanggal 15 Januari 2010 yang dibuat di hadapan Aulia Taufani, SH, selaku pengganti Sutjipto SH, Notaris | di Jakarta, disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. AHU-21503, AH.O1.01, Tahun 2010 tanggal 28 April 2010 dan diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No, 20 tanggal 11 Maret 2011, Tambahan No. 5123. - Decree of the Minister of Finance of the Republic Of Indonesia No. KEP-439/ KM.10/2010 dated & Augusi 2010 on the Granting ef Infrastructure Financing Company Business Permit to PT Indonesia Infrastructure Finance. - Financial Services Authority Regulation No 46 of 2020 cancerning Infrastructure | Financing ” Companles,” which — was subseguently amended by Financial Services Authority Regulation No. 46 of 2024 conceming Development and | Strengihening of Infrastructure Companies. i - Deed of Establishment No. 34 dated 15 January 2010, made before Aulia Taufani, SH, substituting for Sutjipto Sti, Notary in Jakarta, and approved by the Minister of Law and Human Rights of the Repuhlic of | Indonesia by Decree No. AMU21503. | AH.OLO1. Year 2010 dated 28 April 2010, and anmouneed in the Slate Gazette ofthe —: Republic of Indonesia No. 20 dated 11 March 2011, Supplement No. 5123. Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance ainability Report
Page 49 OCR 0.856
| Alamat Kantor Pusat Meelanasa Wilayah Operasional dan Negara Tempat Beroperasi Kegiatan, Merek, Produk dan Jasa Kan ang Kegiatan Usaha Pembiayaan Infrastruktur Infrastructure Financing Produk Produk Investasi (fund-based dan non-fund- based) serta Jasa Advisory Investment Products (fund-based and non Tund-based) and Advisory Services A4,99K Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025
Page 50 OCR 0.871
— 6009 MB 0000 Skala dan Kinerja Organisasi I04K €.3| IGRI 2-6, 2-71 Organization Scale and Performance Jumlah Aset Total Assets Rp Millar IDR Bilion Jumlah Pendapatan Total Revenues 2023 Rp Miliar IDR Bilion 2024 376 Jumlah Liabilitas Total Liabilities Rp Miliar 1DR Bililon 2025 O| Jumlah Ekuitas Total Eguity Rp Miliar IDR Bilion 3 Kegiatan Usaha I0JK c.4, c.cl Business Activities Sesuai dengan Anggaran Dasar Perseroan melalui Akta Nomor 48 tanggal 24 Juli 2018 yang terakhir kali diubah dengan Akta Nomor 10 tanggal 26 November 2024 bahwa kegiatan usaha IIF bergerak dalam usaha pembiayaan proyek-proyek infrastruktur di Indonesia. Pada tahun 2025, IIF telah menjalankan kegiatan usaha sesuai dengan Anggaran Dasar sebagai berikut: Jumlah Proyek yang Dibiayai Total Active Financed Project Proyek Projects 2025 Jumlah Provinsi yang Dilayani Provinces that the Company Serveda Provinsi Provinces 2024 Jumlah Mandat Advisory Total Advisory Mandates Mandat Mandates 2023 Tni 2025 16 Jumlah Karyawan Total Employees Orang People 138 Fa PESAN 2024 2025 Ba Et In accordance with the Company's Articles of Association through Deed Number 43 dated 24 July 2018, as most recently amended by Deed Number 10 dated 26 November 2024, IIF's business activities focus on financing infrastructure projects in Indonesia. In 2025, IIF carried out its business activities in accordance with the Articles of Association as follows: erlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025
Page 51 OCR 0.882
INDONESIA 1. Produk Investasi (Fund-based dan Non-Fund-based) a, Produk Investasi Fund-based dikategorikan menjadi: " Bentuk pinjaman, antara lain pinjaman senior, pinjaman subordinasi/mezzanine finance, bridge financing, take-out financing, dan/atau pembiayaan kembali, - Pembiayaan kegiatan lain yang berkaitan dengan proyek- proyek infrastruktur selama diperkenankan oleh peraturan: serta " Investasi ekuitas atau fasilitas eguity-like. b. Produk Investasi Non-fund-based dikategorikan menjadi: " Pemberian jasa dalam mencari pasar swap yang berkaitan dengan perusahaan pembiayaan infrastruktur, serta - Pemberian jaminan dalam bentuk, antara lain pemenuhan liabiltas keuangan, credit enhancement, dan/atau performance bonds. 2. Jasa Advisory a. Jasa Advisory kepada Klien Sektor Publik (Kementerian/ Lembaga, Pemerintah Daerah) » Jasa Advisory Transaksi Penyediaan jasa advisory kepada Klien Sektor Publik terkait rencana/ inisiatif pengembangan proyek infrastruktur melalui skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) maupun skema non-KPBU yang melibatkan kerja sama antara sektor publik dan pihak swasta. Proyek KPBU tersebut mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 38 Tahun 2015 beserta peraturan pelaksanaannya, sedangkan proyek non-KPBU mencakup antara lain proyek pembangkit listrik independen (Independent Power Producer/IPP) maupun proyek kerja sama bisnis antar badan usaha (business-to-business) pada sektor air minum, dan proyek infrastruktur lainnya. Ruang lingkup layanan meliputi: Penyusunan due diligence dan perencanaan proyek, konsultasi pasar, penyusunan studi kelayakan, analisis dukungan pemerintah, penyusunan struktur komersial, negosiasi, pelaksanaan proses tender/ pengadaan, serta penguatan kelembagaan proyek dengan tujuan mencapai alokasi risiko yang optimal dan meningkatkan bankability proyek, Jasa Advisory Kebijakan Penyediaan jasa advisory dalam perumusan kebijakan terkait pengembangan infrastruktur serta kegiatan peningkatan kapasitas (capacity building) untuk meningkatkan kualitas penyediaan infrastruktur. Layanan ini dapat dilaksanakan melalui diskusi, seminar, publikasi akademik, serta penyusunan kajian kebijakan dan rekomendasi praktik terbaik. b. Jasa Advisory kepada Klien Sektor Swasta " Jasa Advisory Keuangan dan Transaksi Penyediaan jasa advisory untuk mendukung pengembangan dan pembiayaan proyek infrastruktur, — termasuk memfasilitasi kerja sama dengan calon investor, meningkatkan bankability proyek, serta memaksimalkan nilai bagi para pemangku kepentingan. Layanan yang diberikan antara lain mencakup pendampingan persiapan proyek, penyusunan studi kelayakan, proyek advisory transaksi, serta pengaturan dan penataan struktur pembiayaan untuk proyek KPBU maupun non-KPBU, baik yang bersifat solicited maupun unsolicited. Selain itu, IIF juga dapat memberikan jasa konsultansi terkait transaksi korporasi, termasuk merger dan akuisisi, identifikasi mitra ekuitas atau join? venture, valuasi perusahaan atau saham, serta pelaksanaan due diligence. INFRASTRUCTURE 7 FINANCE 1. Investment Products (Fund-based and Non-Fund-based) a. Fund-based Investment Products are categorized into: » Loan farms, including senior loans, subordinated foans/ mezzanine finance, bridge financing, take-cut financing, and/or refinancing. " Financing of other activities related to Infrastructure projects as permitted by regulations: and Eguity investments or eguity-like facilities b. Non-fund-based Investment Products are categorized into: - Provision of services in seeking swap markets related lo infrastructure financing companies: and " Provision of guarantees in the form of, among others, fulfiliment of financial liabilities, credit enhancement, and/ or performance bonds. 2. Advisory Services a. Advisory Services to Public Sector Clients (Ministries/ Agencies, Local Governments) » Transaction Advisory Services Pravision of advisory services ta Public Sector Ciients regarding infrastructure project development plans/ initiatives through Public-Private Partnership (PPP/KPBU) schemes 2s well as non-PPP schemes involring Cooperation between the public sector and private parties. PPP projecls refer to Presidential Regulatian Number 38 cf 2015 and its implementing regulations, while non-PPP projects include, among others, Independent Power Producer (IPP) projects, business-to-business cooperation in the drinking water sector, and other infrastructure projects. The scope of services includes: Preparation of due diigence and project planning, market consultation, Preparation of feasibility studies, analysis of government support, formulation of commercial structures, negotiation, implementation of tender/precurement precesses. and project institutional strengthening aimed at achieving Optimal risk allocation and enhancing project bankability Policy Advisory Services Provision of advisory services in the formulation of policies related to infrastructure development and capacily-building activities to improve the guality of infrastructure provision. These services may be delivered through discussions, seminars, academic publications, and the preparation of policy studies and best practice recommendations, b. Advisory Services to Private Sector Clients - Financial and Transaction Advisory Services The provision of advisory services to support the development and financing of infrastructure projects, including facilitating cooperation with potential investors, enhancing project bankability, and maximizing value for stakeholders. The services provided include project preparation assistance, feasibility study preparation, transaction advisory projects, as well as the arrangement and structuring of financing for both solicited and unsolicited PPP (KPBU) and non-PPP projects. Additionally, IIF can provide consultancy services related to corporate transactions, including mergers and seguisitions, identification of eguity or joint venture partners, company or share valuations, and the execution of due diligence. Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025
Page 52 OCR 0.915
« Jasa Penilaian Ekonomi Penyediaan jasa advisory dalam melakukan evaluasi terhadap dampak finansial dan ekonomi dari inisiatif pengembangan infrastruktur. Layanan ini mencakup analisis finansial dan ekonomi proyek serta eksplorasi skema pembiayaan inovatif, termasuk mekanisme value capture dan asset recycling. Jasa Advisory Strategi dan Bisnis Penyediaan jasa advisory dalam penyusunan rencana strategis maupun rencana jangka panjang pada tingkat korporasi maupun unit bisnis yang berkaitan dengan sektor infrastruktur, Layanan ini antara lain mencakup analisis industri dan persaingan, identifikasi pipeline proyek, pengembangan model bisnis, penguatan proses bisnis, identifikasi dan mitigasi risiko, serta penyusunan proyeksi keuangan dengan mempertimbangkan visi, misi, dan tujuan klien. Jasa Advisory Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola (ESG) Penyediaan jasa ESG advisory untuk mendukung pengembangan proyek infrastruktur yang berkelanjutan. Layanan ini meliputi antara lain penilaian sosial dan lingkungan, evaluasi keselarasan kegiatan usaha atau proyek infrastruktur dengan Prinsip Sosial dan Lingkungan (S&E Principles IIF), penyusunan rencana aksi untuk memenuhi prinsip tersebut, penyusunan uji tuntas ESG, pengembangan kerangka kerja dan peta jalan ESG, penyusunan ESG key performance indicators, serta dukungan dalam pengungkapan ESC. Layanan ini juga dapat mencakup dukungan dalam pembiayaan berkelanjutan, termasuk penyusunan kerangka penerbitan instrumen pembiayaan hijau, sosial, atau keberlanjutan, pemberian second-party opinion, serta layanan terkait dekarbonisasi seperti pengelolaan emisi gas rumah kaca dan analisis bursa karbon. - Economic Assessment Services The provision of advisory services to evaluate the financial and economic impacts of Infrastructure development initiatives. These services include project financial and economic analysis as well as the exploration of innovative financing schemes, including value capture and asset recycling mechanisms. Strategic and Business Advisory Services The provision of advisory services in the preparation of strategic plans and long-term plans at the corporate or business unit level related to the infrastructure sector. These services include industry and competition analysis, project pipeline identification, business model development, business process strengthening, risk Identification and mitigation, and the preparation of financial projections considering the client's vision, mission, and objectives. Environmental, Social, and Governance (ESG) Advisory Services The pravision of ESG advisory services to support sustainable infrastructure project development. These services include social and environmental assessments, evaluating the alignment of business activities or infrastructure projects with IIF's Social and Environmental Principles (S8E Principles), preparing action plans to meet these principles, conducting ESG due diligence, developing ESG frameworks and roadmaps, establishing ESC key performance indicators, and supporting ESG disclosures. These services may also include support in sustainable finance, ineluding the preparation of frameworks for Issuing green, social, or sustainability financing Instruments, providing second:party opinions, and decarbonization- related services such as greenhouse gas emisslons management and carbon exchange analysis. Sektor Pembiayaan Infrastruktur ISR! Fse, Fs1o) Infrastructure Financing Sectors Perseroan menjalankan kegiatan pembiayaan infrastruktur pada berbagai sektor sebagai target pembiayaan, meliputi infrastruktur transportasi, jalan, sumber daya air dan irigasi, air minum, sistem pengelolaan air limbah terpusat, sistem pengelolaan air limbah setempat, sistem pengelolaan persampahan, telekomunikasi dan informatika, ketenagalistrikan, minyak dan gas bumi dan energi terbarukan, konservasi energi, fasilitas perkotaan, fasilitas pendidikan, fasilitas sarana dan prasarana olahraga serta kesenian, kawasan, pariwisata, kesehatan, lembaga pemasyarakatan, perumahan rakyat, bangunan negara, kawasan industri, distribusi pangan, dan infrastruktur lain. Objek pembiayaan infrastruktur tersebut sesuai dengan Pasal 5 PMK No. 100/PMK.010/2009 tentang Perusahaan Pembiayaan, Surat OJK No. S-2/D.05/2018, dan POJK No. 46/POJK.05/2020 tentang Perusahaan Pembiayaan Infrastruktur, Surat Keputusan OJK No. S-170/NB.21/2023 terkait Perluasan Kegiatan Usaha dan Perluasan Sektor Infrastruktur PT IIF. Hingga 31 Desember 2025, jumlah klien yang aktif dibiayai dan persentase portofolio investasinya diuraikan sebagai berikut. Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Si The Company has carried oul infrastructure financing activities across various sectors as financing targets, including transportation infrasiructure, roads, water resources and irrigation, drinking water, centralized wastewater management systems, localized wastewater management systems, solid waste management systems, telecommunications and infonmatics, electricity, oil and gas and renewable energy, energy conservation, urban facilities, educational facilities, sports and arts facilities and Infrastructure, regional zones, tourism, health, correctional facilities, public housing, state bulldings, industrial estates, food distribution, and other infrastructure. These infrastructure financing objects are in accordance with Article 5 of PMK No. 100/PMK.010/2009 concerning Financing Companies, OJK Letter No. S-2/D.05/2018, and POJK No. 46/POJK.05/2020 concerning Infrastructure Financing Companies, and OJK Decree No. S-170/NB.21/2023 regarding the Expansion of Business Activities and Infrastructure Sectors of PT IIF. As of December 31, 2025, the number of actively financed clients and their investment portfolio percentages are detailad as follows: inability Report 2025
Page 53 OCR 0.858
Sektor Portofolio Portfolio Sectorr INDONESIA 1 INFRASTRUCTURE FINANCE Persentase Nilai Investasi Investment Value Percentage (4) Telekomunikasi dan Informatika Telecommunications and Informatics Kelistrikan Electricity Air dan Pengelolaan Limbah Water and Waste Utility Kontraktor Infrastruktur Infrastructure Contractor Infrastruktur Gas Gas Infrastructure Jalan Raya Road Bandara Airport Pelabuhan Port Infrastruktur Sosial Social Infrastructure Infrastruktur Daerah Regional Infrastructure Kereta Api dan Transportasi Massal Railway and Mass Transportation Infrastruktur Pariwisata Tourism Infrastructure Rantai Nilai dan Rantai Pasok'“"' 2-81 Value and Supply Chain Layanan pembiayaan dan adyisory di bidang infrastruktur yang diberikan oleh IIF didukung oleh rantai nilai yang terdiri dari serangkaian proses bisnis. Rangkaian proses bisnis tersebut melibatkan berbagai jenis pemasok, baik pemasok jasa maupun pemasok berbagai produk yang digunakan oleh IIF untuk menjalankan kegiatan usaha, Sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat sekitar, IIF berkomitmen untuk mengoptimalkan para pemasok lokal dari wilayah sekitar lokasi operasional Perseroan. Pada tahun 2025, pemasck yang bekerjasama dengan !F antara lain namun tidak terbatas pada pemasok untuk layanan kebersihan, IT support, dan desainer. Hubungan bisnis yang dilaksanakan sebagian besar bersifat jangka pendek dengan kontrak kerja. Untuk pemasok dengan jenis layanan atau pekerjaan yang bersifat spesifik, hubungan bisnis dilaksanakan dengan kontrak berbasis proyek. IIF juga melaksanakan sosialisasi isu-isu perubahan iklim dalam kegiatan Vendor Gathering pada tanggal 28 Juli 2025, dihadiri oleh vendor IT, SE Consultant, dan Technical Consultant. Sebagai langkah nyata dalam memperkuat keberlanjutan pada rantai pasok tersebut, IIF telah mendistribusikan Kuesioner ESG Pengadaan (Procurement ESG Guestionnaire) kepada para vendor, yang berhasil mencapai tingkat partisipasi aktif lebih dari 508. 20,57x 17,422 12,794 8,45 8,45 2 7,63: 6,974 6,524 6,09 4,03- 12 Ox 7”. sangan 9” sangggnng 7” sananga 4" ya ai J 0 |) |) an 0 |) ken 0 0 kis 0 0 on 0 Men 0 bun S5. NN AN & Infrastructure financing and advisory services provided by IIF have been supported by a value chain consisting of a series of business processes. This business process seguence has involved various types ol suppliers, including both service providers and product suppliers used by IIF to conduct its business activities. As a form of local community empowerment, !IF is committed to optimizing local suppliers from the areas surrounding the Company's operational focations. In 2025, the suppiiers collaborated with IIF included, but were not limited to, cleaning services, IT support, and designers. Business relationships primary being shorterm and contract-based. For suppliers providing specific 1ypes of services or work, business retationships were conducted through project-based contracts IIF also socialized climate change issues during a Vendor Gathering held on 28 July 2025, which was attended by IT vendors, S8E Consultants, and Technical Consultants. In addition, JIF has distributed a Procurement ESG Guestionnaire to its vendors, which received more than 5056 active participation Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025
Page 54 OCR 0.896
Kuesioner ini dirancang untuk memetakan pemahaman dasar serta
praktik ESG di tingkat vendor, sehingga IIF dapat mengukur sejauh
mana tingkat kesadaran keberlanjutan dalam ekosistem mitranya.
Hasil dari penilaian ini menjadi landasan bagi Perseroan untuk terus
mendukung, mempromosikan, serta mendiseminasikan nilai-nilai ESG
secara lebih luas di seluruh rantai pasoknya.
009
The guestionnaire was designed to establish a baseline
understanding of vendors' ESG awareness and practices, enabling IIF
to assess the current level of knowledge within its vendor ecosystem.
The results served as a foundation for identifying areas where IIF
could further support, promote, and disseminate ESG values across
its supply chain,
Alur dan Skema Layanan Pembiayaan/Advisory Berkelanjutan IIF IS! 2-61
Sustainable Financing/Advisory Services Flow and Scheme
Dalam menyediakan layanan pembiayaan infrastruktur dan advisory,
IE menerapkan skema layanan yang mengatur interaksi dan
rangkaian aktivitas pada tingkat proyek, mulai dari penjajakan hingga
pelaksanaan,
Pada tahun 2025, sasaran utama layanan pembiayaan diarahkan pada
proyek energi terbarukan serta proyek dengan tingkat kepatuhan ESG
yang tinggi, Sementara itu, untuk layanan konsultasi, Perusahaan
menargetkan perusahaan yang menjalankan proyek yang memenuhi
kriteria ESG (proyek hijau). Sebelum pembiayaan disalurkan, IIF
terlebih dahulu melakukan asesmen terhadap calon klien berdasarkan
kriteria ESC.
Secara keseluruhan, Perseroan tidak memiliki hubungan bisnis lain
dengan pemasok di luar hubungan yang terkait dengan rantai pasok.
Perubahan Signifikan !0x cl
Significant Changes
Sepanjang tahun 2025, tidak terdapat perubahan yang terjadi pada
Perseroan terkait penutupan atau pembukaan cabang baru,
pembukaan atau penutupan unit usaha baru, maupun merger atau
penggabungan usaha. Begitu juga dengan rantai pasokan, tidak
mengalami perubahan signifikan yang berdampak terhadap Perseroan
di sepanjang tahun 2025.
In delivering infrastructure financing and advisory services, IIF applies
a service framework that governs interactions and seguences of
activities at the project level, from initial engagement through to
implementation.
In 2025, the primary focus of financing services was directed toward
renewable energy projects as well as projects with a high level of ESG
compliance. Meanwhile, for advisory services, the Company targeted
enterprises undertaking projects that meet ESG criteria (green
projects). Prior to the disbursement of financing, IIF conducts an
assessment of prospective clients based on FSG criteria.
Overall, the Company did not maintain any business relationships with
suppliers beyond those related ta its supply chain.
Throughout 2025, there were no changes at ths Company related to
the closure or opening of new branches, the esteblishment or closure
of new business units, or any mergers er business combinations.
Similarly, the supply chain did not undergo any significant changes
that had'an impact on the Company during 2025.
Keanggotaan Asosiasi !OJK C.5I IGRI 2-28
Association Memberships
Nama Organisasi
Name of the Organization
Skala Organisasi
Organizational Scale
Status Keanggotaan
Membership Status
Masyarakat Telematika Indonesla ("MASTEL") Nasional Anggota Aktif
The indonesian Telernatics Society National Active Member
Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (“METI") Nasional Anggota Aktif
The Indonesian Renewable Energy Society Nationat Active Member
Asia Pacific Loan Market Association (“APLMA") Asia-Pasifik Anggota Aktif
i Asia Pacific Loan Market Association ("APLMA?) Asia-Pacific Active Member
CFO Club Indonesia . Nasional Anggota Aktif
CFO Club Indonesia National Active Member
Lembaga Alternatif Penyelesalan Sengketa Sektor
| “Jasa Keuangan (LAPS SIK) Naslonal Anggota Aktif
National Active Member
Lembaga Atematf Penyelegaian Sengketa Sektor
Jasa Keuangan ("LAPS SIK)
Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025
Page 55 OCR 0.875
Wilayah Operasional 'OJK C-2| IGRI 2-61 IGRI Fscl
Operational Area
Sampai dengan akhir tahun 2025, IIF memiliki 41 proyek yang aktif
dibiayai dari berbagai sektor infrastruktur di 23 provinsi yang tersebar
di seluruh Indonesia.
As of the end of 2025, PT Indonesia Infrastructure Finance ("IIF") had
41 actively financed projects across various infrastructure sectors in
28 provinces throughout Indonesia.
Sektor Portofolio
Portfolio Sector
Wilayah Portofolio
Portfolio Areas
Sektor Portofolio
Portfolio Sector
Wilayah Portofolio
Portfolio Areas
Bandara Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Airdan Jawa Timur, Lampung, Riau (Pekanbaru dan
Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Selatan Pengelolaan Dumal)
Airport Limbah
West Java, Central Java, East Java, South East Java, Lampung, and Riau (Pekanbaru
Kalimantan, and South Sulawesi Water and Waste and Duma)
utility
Kelistrikan Aceh, Sumatera Utara, Jambi, Lampung,
Kalimantan Utara, Jawa Barat, Jawa Timur, Kontraktor Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur,
Electricity Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, dan Infrastruktur Sumatera Utara, Kalimantan Barat, dan
Papua Barat Kalimantan Timur
Infrastructure
Aceh, North Sumatra, Jambi, Lampung, Contractor West Java, Central Java, East Jaya, North
North Kalimantan, West Java, Easi Java, Sumata, West Kalimantan, and East
Sentral Sulawesi, North Sulawesi, and West Kalimantan
Papua
Infrastruktur Gas Jawa Timur, Kalimantan Timur, dan Papua
Pelabuhan Gorontalo and Jawa Barat Barat
Gas Infrastructure
Port Gorontelo and West Java (asi Java, East Kalimantan, and West Papua
Kereta Api dan Infrastruktur -
“Transportasi Massal Banten (Tangerang) Pariwisata
Railway and Mass
Kaananbrtatian Banten (Tangerang) Tourism
Infrastructure
Jalan Raya DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Tengah |
ah 8 9 Infrastruktur OKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, dan Jawa
Road DKI Jakarta, West Java, and Central Java Sosial Timur
Social . OKI Jakarta, West Java, Banten, and East
Telekomunikasi .Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Infrastructure Java
dan Informatika Kepulauan Riau (Batam), Bali, Kelimantan
Timur, Maluku, Nusa Tenggara Barat, Nusa
Telecommunicati Tenggara Timur, Papua, dan cakupan se- Infrastruktur Bali
ons and indonesia Daerah
Informatics . Bali
West Java, Central Jaya, East Java, Riau Ragional
Islands (Batam), Beli, East Kalimantan, Infrastructure
Maluku, West Nusa Tenggara, East Nusa
Tenggara, Papua, and nationwide coverage
across Indonesia
Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025
Page 56 OCR 0.838
620 0S Tata Kelola Keberlanjutan Sustainability Governance
Page 57 OCR 0.645
Rapat Koordinasi Internal Tim IIF Sumber Dokamanlan IP Sowee HP
Page 58 OCR 0.719
Tata Kelola Keberlanjutan Sustainability Governance : Corporate Governai memastikan pros bertanggung jawa penciptaan nilai 5 mitrient is pealaea tembugh rSonnel in upholding GCG-prir Sorhprehiensive. Internal : foundation for transpatent, nd.consisi e, 1 Sistem Penyediaan Air Minum di Pekanbaru it U Drinking Water Supply System in Pekanbaru ' Governance (ESG).management across all Company'activitjes. -- on . PT Indonesia Infrastucture Finance | S
Page 59 OCR 0.861
INDONESIA Struktur Tata Kelola ISRI 2-1 Governance Structure Perseroan senantiasa mengkaji pengembangan organisasi secara berkala dengan tetap menjunjung tinggi prinsip GCG dan mendukung upaya untuk membangun kultur budaya kinerja tinggi (High Performance Culture). Penyesuaian maupun penambahan komite juga akan dilakukan sesuai kebutuhan dan kondisi Perseroan. Penyesuaian organisasi tersebut perlu dilakukan untuk menyesuaikan dengan rencana pengembangan usaha Perseroan, meningkatkan efektivitas organisasi yang berorientasi bisnis di samping untuk mengantisipasi dinamika kegiatan usaha yang cenderung tinggi. Strategi yang akan diterapkan adalah melakukan kajian internal didampingi konsultan SDM yang relevan. Per 30 September 2025, Perseroan dikelola oleh Komite Eksekutif yang terdiri dari empat Diraktur dan satu Executive Vice President, serta Dewan Komisaris yang terdiri dari tiga Komisaris Independen, satu Komisaris yang mewakili PT Sarana Multi infrastruktur (Persero), dan empat Komisaris yang masing-masing mewakili pemegang saham lainnya, sebagaimana diperlihatkan pada diagram berikut ini. Kos sa INFRASTRUCTURE FINANCE The Company has been continuously reviewing its organizational development periodically while upholding GCG principles and supporting efforts to build a High Performance Culture. Adjustments Or additions to committees are also carried out according to the Company needs and conditions. Such organizational adjustments are necessary to align with the Company's business development plans, enhance business-oriented organizational effectiveness, and anticipate the highly dynamic nature of business activities. The strategy to be implemented involves conducting internal reviews accompanied by relevant HR consultants. As of September 30, 2025, the Company was managed by an Executive Committee consisting of four Directors and one Executive Vice President, as well as a Board of Commissioners consisting of three Independent Commissioners, one Commissioner representing PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero), and four Comrmissioners each tepresenling other Sharehoklers, as shown in the following diagram. Corporate Strategy and Economist Legal & Corporate Secretary Internal Audit Advisory Grotip cr.” | s (Bol BoDIC Board of Directors - Investment Committee, Asset and Liabilities Committee: RMC, Risk Managoment Committee: IC Advisory Committee: ITSC Information Technology Steering Committee, HRC Human Resources Committee e, FPC Fraud and Corruption Prevention Committee, and IMCO Impairment Committee, Finanei Planning Inistitutiona! Relatioris and iry. AC Audit Committee, NRC” Nomination and Remuneration Committee. BoC IC Board of Commissioners - Investment Committee, and ROC Risk Oversight Comrmnittee. Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Inftastucture Finance | Sustainability Report 2025
Page 60 OCR 0.900
Untuk mendukung kelancaran manajemen yang disebutkan di atas, Perseroan juga telah memenuhi ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait pembentukan organ pendukung bagi Lembaga Jasa Keuangan, antara lain Unit Audit Internal serta komite-komite di bawah Dewan Komisaris dan Direksi, yang berperan dalam mendukung efektivitas pengawasan dan pengelolaan Perseroan. Berikut ini komite-komite di bawah Dewan Komisaris dan Direksi: To support the smooth management mentioned above, the Company has also complied with the Financial Services Authority (OJK) regulatians regarding the establishment of supporting organs for Financial Service Insitutions, including the Internal Audit Unit as well as commitiees under the Board of Commissioners and Board of Directors, which played a role in supporting the effectiveness of the Companys oversight and management. The following are the committees under the Board of Commissioners and Board of Komite-komite di Bawah Dewan Komisaris Committees Under the Board of Commissioners 1. Komite Audit (Audit Committee/AC) 2. Komite Nominasi dan Remunerasi (Nomination and Remuneration Committee/NRC) 3. Komite Investasi Dewan Komisaris (BoC-IC) 4. Komite Pemantau Risiko (Risk Oversight Committee/ROC) Komite-komite di Bawah Direksi Committees Under the Board of Directors Komite Investasi (Investment Committee) Komite Aset dan Liabilitas (ALCO) Komite Manajemen Risiko (RMC) Komite Advisory (ADVC) Komite Pengarah Teknologi Informasi (ITSC) Komite Sumber Daya Manusia (HRC) Komite Pencegahan Kecurangan dan Korupsi (FPC) Komite Penurunan Nilal (IMCO) PNPPAPND Dalam struktur tata kelola Perseroan, Ketua Dewan Komisaris tidak merangkap jabatan sebagai eksekutif senior di Perseroan, Pemisahan peran antara fungsi pengawasan dan fungsi pengelolaan tersebut diterapkan untuk menjaga Independensi, mencegah konflik kepentingan, serta memastikan pengambitan keputusan yang objektif dan akuntabel. ISm21! Kompasisi badan tata kelola tertinggi Perseroan dan komite- komitenya terdiri atas anggota eksekutif dan non-eksekutif yang memenuhi kriteria independensi, dengan memperhatikan masa Jabatan, rangkap jabatan dan komitmen signifikan lainnya, keberagaman gender, keterwakilan kelompok sosial yang kurang terwakili, serta perwakilan pemangku kepentingan. Penetapan anggota juga mempertimbangkan kompetensi yang relevan dengan pengelolaan dampak ekonomi, IIngkungan, dan sosial. '“#'2s1 Prosedur Nominasi dan Seleksi !S"' 20) Nomination and Selection Procedure Proses nominasi Dewan Komisaris dan/atau Direksi telah diselaraskan dengan ketentuan-ketentuan, yang berlaku meliputi ketentuan dalarn Anggaran Dasar Perseroan dan POJK No. 33/ POJK.04/2014 tentang Direksi dan Dewan Komisaris Emiten atau Perusahaan Publik: serta Peraturan perundang-undangan lain yang berlaku. Untuk komisaris independen, Perseroan telah memastikan bahwa kriteria dan proses seleksi yang dilakukan senantiasa selaras dengan standar tata kelola terbaru, termasuk kepatuhan terhadap POJK No. 48 Tahun 2024 tentang Kriteria Komisaris Independen. Penerapan aturan ini menegaskan komitmen Perseroan dalam memperkuat fungsi pengawasan yang objektif dan independen guna menjaga Integritas tata kelola perusahaan di seluruh aspek operasional.IS”' 2-1 Directors: Audit Committee (AC) Nomination and Remuneration Committee (NRC) Investment Committee of the Board of Commissioners (BoC-IC) Risk Oversight Committee (ROC) opa Investment Committee Asset and Liability Committee (ALCO) Risk Management Committee (RMC) Advisory Committee (ADVC) IT Steering Committee (ITSC) Human Resources Committee (HRC) Fraud and Corruption Prevention Committee (FPC) Impairment Committee (IMCO) PNP In the Company's governance structure, the Chairperson of the Board of Commissioners does not hold a concurrent position as a senior executive within the Company. This separation of roles between oversight and management functions is implemented to maintain Independence, preveni conficts of interest, and ensure ohjeclive and accountable decision-making. SR 2411 The composition of the Company highest governance body and its committees consists of executive and non-executive members who meet Independence criteria, taking into account tenure, concurrent positions and other significant commitments, gender divessity, tepresenlation from underrepresented social groups, and stakeholder representation, The appointment of members also considers competencies relevant to the management of economic, environmentai, and social impacts. 1921291 The nomination process for the Board of Commissioners and/or Board of Directors was also aligned with the prevailing provis'ons, ineluding the provisions in the Company Articles of Association and POJK No. 33/POJK.04/2014 concerning the Board of Directors and Board of Commissioners of Issuers or Public Companies: as well as other applicable laws and regulations. For independent commissioners, the Company ensured that the criteria and selection process are consislently aligned witi the latest governance standards, including compliance with POJK No, 48 of 2024 concerning Crileria for Independent Commissioners. The implementation of this regulation reaffirmed the Companys commitment to strengthening objective and independent oversight unctions to maintain the integrily of corporate governance across all operational aspects. “211 Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025
Page 61 OCR 0.833
Proses nominasi Dewan Komisaris dan/atau Direksi IIF merupakan bagian dari tugas dan tanggung jawab Komite Nominasi dan Remunerasi (NRC) melalui prosedur sebagai berikut: NRC melakukan seleksi dan memberikan nominasi calon yang akan direkomendasikan kepada Dewan Komisaris: Dewan Komisaris melakukan seleksi dan memberikan nominasi calon yang akan direkomendasikan kepada Pemegang Saham: Ketua NRC dan Dewan Komisaris memberikan rekomendasi nominasi calon dan remunerasinya kepada Pemegang Sahat Pemegang Saham memberikan tanggapan, pertanyaan, dan/atau persetujuannya pada nominasi yang disampaikan oleh Ketua NRC dan Dewan Komisaris, Khusus untuk anggota Komisaris yang mewakili Pemegang Saham, seleksi dan nominasinya dilakukan oleh Pemegang Saham Terkait. Berikut ini komposisi Dewan Komisaris dan Komite Eksekutif/Direksi per 31 Desember 2025. INDONESIA IE INFRASTRUCTURE FINANCE The nomination process for the Board of Commissioners and/or Board of Directors of IIF is part of the duties and responsibilities of the Nomination and Remuneration Committee (NRC) through 1he following procedures: "the NRC conducted selection and provides nominations of candidates to be recommended to the Board of Commissioners: the Board of Commissioners conducted selection and provides nominations of candidates to be recommended to Shareholders: the Chairman of the NRC and the Board of Commissioners provided recommendations for candidate nominations and their temuneration to Sharsholders: shareholders provided responses, auestions, and/or approvals to the nominations submitted by the Chairman of tha NRC and the Board of Commissioners: specifically for members of the Board of. Commissioners tepresenting Shareholders, the selection and nomination were carried out by the Relevant Shareholders. The following is the composition of the Board of Commissioners and the Executive Committee/Board of Directors as of December 31, 2025. Komposisi Dewan Komisaris (per 31 Desember 2025) IS" 29) Composition of the Board of Commissioners (as of 31 Desember 2025) Pemangku Kaper Term ot Off Yang Diwaki Jabatan Periode Jabatan ori rm of Oifeo #ositons Termet ori Reprasentn Stokehalders Darmin Presiden Komisaris dan 14 Jul 2020 s/d 14 Juli 2023, Laki-laki Independen Berpengalaman lebih dari 35 Nasution Komisaris Independen. diangket kembali sampai dengan tahun di bidang ekenomi dan 14 Juli 2026 Male Independent keuangan, President Commissioner and Independent Cemmissioner 14 July 202010 14 July 2023, More than 36 years of reappointed until 14 July 2026 experience in econorrics and finance Rinaldi Komisaris Independen 25 Janwari 2018 s/d 19 Maret 2020, Lakitaki Independen Berpengalaman lebih dari 35 Fimansyah “diangkat kembali s/d 19 Maret 2023 tahun di bidang teknologi, Independent Commissioner dan diangkat kembali untuk ketiga Male Independent keuangan, dan manajemen. kalinya s/d 19 Maret 2026 korporasi. 25 danvary 2018 te 19 Mereh 2020, Over 36 yeeis Of expenence teappointed until 19 March 2023 and intechnology, finance, and reahpointed for the tird time until 19 Corporate management. March 2026 Rizal Komisaris Independen 1 Januari 2024 s/d 1 Januari 2027 Lakklaki Independen Berpengalaman lebih dari 35 Bambang tahun di bidang analisis Prasetjo, Independent Cermmissioner 1 January 2024 until 1 January 2027 Male Independent ekuitas, perbankan, dan manajemen risiko: More than 35 years of experience in eguity analysis, banking and risk managemen! Oza Olivia Komisaris, perwakilan dari 23 Juni 2023 sfd 23 Juni 2026 Perempuan Pemegang Saham Berpengalaman 'ebih dari 20 Sarana Multi Infrastruktur tahun di bidang keuangan: GM) 28 June 2023 t0 23 June 2026 Female Shareholders negara, kebijakan fiskal, dan administrasi publik. Gommmissioner, representative Of Sarana Multi Infrastruktur More than 20ycars of MI) erpenancein Ine held of slate finance, fiscal policy, and public administsaticn Lodewij Komisaris, perwakilan dari 26 Juli 2019 s/d 22 Maret 2022, Pemegang Saham Berpengalaman lebih dari 25 Lodowk Asian Development Bank: na ken bl ara 22 Manar gang tahun dijasa keuangan (A08) 2022 dan diangkat kembali Male Shareholders global perbankanimesasi, Commissionet, representative untuk ketiga kalinya s/d 22 "eta Keloa Korporat, df the Asian Davelopment Maret 2026 Over 25 years of eaporience Bank (ADB) in global Tnangial services, invesimem banking and corporate governance 26 July 2019 to 22 March 2022, ointed until 22 March 2025, and reappointed for the third time until 22 March 2026 Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025
Page 62 OCR 0.693
Mare-Oliver Komisaris, perwakilan dari 120 April 2022 s/d 20 April 2025 Laki-laki Pemegang Saham Bermengalamen lebih den 35 Juenemann Deutsche Invesfitlons-und dan diangkat kembali s/d 20 tahun di bidang kewe Entwisklunosgeseltschali, ii hold ekuitas, den pembiayaan Pangan Api 2025 Mate Shaehotders Pi Commissiorerentesentatye 20 April 202210 20 April 2026, fmance, @fbevisoha mbesitoasang and reappointed until 20 April More than 35 yeers of Entwieklung 2028 @xperience'in Iinance, eaully and structured finance. Supriya .... Korriseris, perwakilan dari '20 April 2022 s/d 20 April 2025 Perempuan Pemegang Saham Berpengalaman lebih dari 30 Prakash San Itenatana rona dan Singkat Dana z1 £ N N h ya katun di biang perankan rporation investasi ckuta5 swasia" Geihmssloner April 2021 emale Shareholders dalam bidang proyek nori 1 120 April 2022 to 20 April 2025, Ann perkotaan Danton Finance and reappointed until 21 April ebagal agan Corporation (FO) 2028 ver 30 years of cxperience In banking private eguly Investments - in renewable energy projects, Wansbattatcn, ran jnlrastruolure in various countriee. Yuji Komisaris, perwakilan dari ari 2024 s/d 12 Januari aki ang Saha Berpengalaman lebih dari 27 Kei vaa Sumitomo Mitsul Banking Rap nuar bi ' baki laki Pemegang Saham tahun dibidang kenangan Corporatlan (SMBC) Male Shareholders internasional, pembiayaan Sommissjaner 12 January 2024 until 12 terstruktur (St7Uetur January 2027 finance), dan en Representative of aset investasi infrastruktur, Sumitemo Mitsui Banking “Corporation (SMBC) Over 27 years Of experience in internat'onal finance, sttuctured finance, and Infrastructure investment asset management. Komposisi Direksi/Komite Eksekutif (Per 31 Desember 2025) S2 Composition of the Board of Directors/Executive Committee (as of 31 December 2025) Jabatan Periode Jabatan Jenis Kelamin Kompetensi Positioi T Office Gender Competency Pribadi Presiden Direktur 3Maret2025s/d3 Maret 2028 Lakilaki Berpengalaman letih dan 30 ahun di bidang asan Chief Exeoutive Officer 3 March 2025 until 3 March Male na edan Hong 2028 korporasi dan investasi, properti serta pelabuhan an maritim Over 30 years of experience in finance across various industries in Indonesia, Hong Kong and Malaysia, including corporate and investrnent banking, property, and ports and maritime. Eri Wibowo Direktur Keuangan 7 Mei 2025 s/d 7 Mel 2028 Laki-laki Berper laman Jebih dari 26 tahun Gbidang khususnya Chief Financial Officer 7 May 2025 until 7 May 2028 Male Sea men dan er, dengan keahlian meliputi pembiayaan proyek, sindikasi pinjaman, pembiayaan terstruktur, serta Jasa konsultasi keuangan. Over 24 years of experience in corporate and invesiment banking, particularty in the infrastructure, agribusiness, and energy sectors, with expertise spanning project finance, loan syndication, struotured financing, and financial consulting services. Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025
Page 63 OCR 0.888
INDONESIA INFRASTRUCTURE FINANCE Lestari Direktur Risiko Onsagacia Chief Risk Officer 8 Desember 2023 s/d 8 Desember 2026 8 December 2023 until 8 December 2026 Perempuan Berpengslaman lebih dar 25 tahun di bidang £ perbankan internasional dengan spesialsasi ci emate idang manajemen risiko, penjaminan kredit, serta 7 manajemen portofofio krex More than 25 years of experience in international banking with Specialization in risk management, credit guarantee, and credit portfolio management. Mohammad Direktur Investasi Ramadhan Harahap Chief Investmeat Officer 30 Juni 2023 s/d 30 Juni 2026 30 June 2023 until 30 June 2026 Laki-laki Berpengalaman selama 30 tahun dalam bidang Mate perbankan korporasi dan investasi. 30 ycars of experience in corporate and investment banking. Executive Vice President - Kepala Grup Advisory Executive Vice Presidant - Head of Advisory Group Irman Boyle Informasi lebih rinci mengenai struktur, komposisi, proses pencalonan, serta profil badan tata kelola tertinggi disajikan dalam Laporan Tahunan Perseroan 2025. Evaluasi Kinerja Performance Evaluation Penilaian kinerja Dewan Komisaris dan Direksi, baik secara kolektif maupun individual, dilakukan setiap tahun melalui metode penilaian mandiri (self-assessment). Evaluasi ini didasarkan pada pencapaian indikator kinerja utama (Key Performance Indicator/KPI) yang mencakup aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan, serta kepatuhan terhadap regulasi dan Anggaran Dasar Perseroan, (#2 181 Hasil penilaian kinerja Dewan Komisaris disampaikan kepada Presiden Komisaris. Sementara itu, hasil penilaian Direksi disampaikan kepada Dewan Komisaris untuk dievaluasi lebih lanjut oleh Presiden Komisaris berdasarkan rekomendasi Komite Nominasi dan Remunerasi (NRC). Selain sebagai bentuk tanggung jawab kepada Pemegang Saham, hasil evaluasi ini menjadi acuan dalam meningkatkan kinerja kepemimpinan serta menjadi dasar pertimbangan NRC dalam memberikan rekomendasi pengangkatan kembali anggota Direksi maupun penyusunan struktur remunerasi. IS?! 29.2 18 Mei 2024 s/d 15 Mei 2026 15 May 2024 until 15 May 2026 Lakilaki Male Berpengalaman selama 15 tahun di berbagai institusi multilateral dan firma konsultan (IFC, APB, IIE/Energy Group dan PA Consulting), bekerja di bidang jasa advisory dan pendanaan Sektor publik untuk proyek proyek di bidang energi dan infrastruktur. 15 years of experience in various multilateral institutions and consulting firms (IFC, APB, IIE/ Eneroy Group and PA Consulting) working in the field ot advisor services and puc secto: funding for projects in the energy and infrastructure sectors. More detailed information regarding the structure, cemposition, nomination process, and profiles of the highest governance body is presented in the Company 2025 Annual Report. The performance evaluation ol the Board of Commissioners and the Board of Directors, both collectively and individually, was conducted annually through a self-assessment method. This evaluation was based on the achievement of Key Performance indicators (KPIS) covering economic, social, and environmental aspects, as well as compliance with regulations and the Companys Articles of Association. (ema The results of the Board of Commissioners' performance assessment were submilted to the President Commissioner, Meanwhile, the results of the Board of Directors' assessment were submilted to the Board of Commissioners for further evaluation by the President Commissioner, based on recommendations from the Nomination and Remuneration Committee (NRC). In addition to being a form of accountability to Shareholders, the results of this evaluation served as a reference for enhancing leadership performance and as a basis for the NRC's consideration in recommending the reappointment of Board members and structuring remuneration. $P'219,2-201 Kebijakan Remunerasi Dewan Komisaris dan Direksi 21522 Remuneration Policy for the Board of Commissioners and the Board of Directors Perseroan menyusun paket remunerasi bagi Dewan Komisaris dan Direksi dengan menitikberatkan pada keselarasan antara beban tugas serta tanggung jawab individual masing-masing personel. Dalam penetapannya, struktur dan nominal imbalan tersebut diputuskan melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan, yang merujuk pada hasil evaluasi serta rekomendasi strategis dari Komite Nominasi dan Remunerasi (NRC). Hingga saat ini, proses penentuan tersebut dilakukan secara internal secara mandiri tanpa melibatkan konsultan atau pihak ketiga. The Company structures the remuneration packages for the Board of Commissioners and the Board of Directors by emphasizing alignment between the workioad and the individual responsibilities of ach persannel. In its determination, the structure and nominal amount of he compensation are decided through the Annual General Meeting of Shareholders (AGIMS), referring to the evaluation results and strategic recommendations from the Nomination and Remuneration Committee (NRC). To date, this determination process has been conducted internally and independently without involving consultants or third parties. Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025
Page 64 OCR 0.920
TmtaKelola Kehedlanjutan Proses penetapan besaran remunerasi Dewan Komisaris dan Direksi diawali dengan pembahasan oleh Dewan Komisaris mengenai Indikator-indikator yang menjadi pertimbangan utama dalam proses penetapan remunerasi Dewan Komisaris dan Direksi, termasuk hasil @valuasi dan pertimbangan yang disampaikan oleh NRC. Selanjutnya, usulan remunerasi Dewan Komisaris dan Direksi akan disampaikan kepada Pemegang Saham pada saat RUPS Tahunan untuk dimintakan persetujuannya. Indikator-indikator utama sebagai dasar pertimbangan dalam menentukan besaran remunerasi Dewan Komisaris dan Direksi, antara lain kinerja Perseroan, faktor dan skala usaha, faktor kompleksitas usaha, kinerja Board secara kolektif, kinerja individu, benchmark internal dan eksternal, tingkat inflasi, kondisi dan kemampuan keuangan Perseroan, serta faktor-faktor lain yang relevan dan tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Terkait dengan besaran remunerasi Dewan Komisaris dan Direksi tahun 2025, IIF menganut kebijakan tertutup dan merupakan informasi rahasia bagi Perseroan. (#1221! The process of determining the remuneration for the Board of Commissioners and the Board of Directors begins with a discussion by the Board of Commissioners regarding the primary indicators considered in tne remuneration setting process, including evaluation results and considerations submitted by the NRC. Subseguently, the proposed remuneration for the Board of Commissioners and the Board of Directors is presented to the Shareholders at the AGMS for their approval. The primary indicators serving as the basis for determining the temuneraticn of the Board of Commissioners and the Board of Directors inciude, among others, the Companys performance, business scale and factors, business complexiy, the Board's collective performance, individual performance, internal and external benchmarking, inflation rates, the Campanys financial condition and capacity, as well as other relevant factors that do not conflict with applicabie laws and regulations. —" Related to the remuneration of the Board of Commissioners and the Board of Directors in 2025, IF adopted a closed policy, and such information was considered confidential to the Company, SWT Penanggung Jawab Penerapan Keuangan Berkelanjutan 'OJK E-11 IRI 2-121 Responsibility For Sustainable Finance Implementation Dalam rangka memastikan penerapan Keuangan Berkelanjutan yang efektif dan terintegrasi ke dalam strategi bisnis, Perseroan telah menetapkan pembagian tugas dan tanggung jawab yang jelas pada seluruh tingkatan organisasi, mulai dari Dewan Komisaris, Direksi, hingga unit kerja dan pejabat terkait. Sesuai ketentuan Undang-Undang Republik Indonesia No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (UU PT), struktur tata kelola IIF terdiri atas organ-organ Perseroan, yaitu Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), Dewan Komisaris, Direksi, serta organ pendukung lainnya, RUPS merupakan organ tertinggi Perseroan yang memiliki kewenangan eksklusif untuk mengambil keputusan strategis dan material yang tidak dapat dilimpahkan kepada Dewan Komisaris maupun Direksi. RUPS juga menjadi wadah bagi Pemegang Saham untuk menggunakan hak-haknya, termasuk menyampaikan pendapat serta memperoleh informasi mengenai kinerja dan pengelolaan Perseroan. RUPS Perseroan terdiri atas Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), RUPST merupakan rapat yang wajib diselenggarakan paling lambat enam bulan setelah berakhirnya tahun buku, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Dewan Komisaris dan Direksi masing-masing menjalankan fungsi pengawasan dan pengelolaan Perseroan secara independen dan saling melengkapi, dengan dukungan organ-organ pendukung guna memastikan penerapan tata kelola yang efektif, transparan, dan akuntabel. Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sus In order to ensure the effective implementation of Sustainable Finance and its integration into the business strategy, the Company has established clear duties and responsibilities across all levels of the organization, starting from the Board of Commissioners and Board of Directors to the relevant work units and officers. In aceordance with the provisions of Law of the Republic of Indonesia No. 40 of 2007 concerning Limited Liability Companies (Company Law), IIF's governance structure consists of the Company's organs, namely the General Meeting of Shareholders (GMS), the Board of Commissioners, the Board of Directors, and other supporting organs. The GMS Is the Company highest organ, possessing exclusive authority to make strategic and material decisions that cannot be delegated to the Board of Commissioners or the Board of Directors. The GMS also serves as a forum for Shareholders to exercise their rights, including expressing opinions and obtaining information regarding the performance and management of the Company. The Companys GMS consists of the Annual General Meeting of Shareholders (AGMS) and the Extraordinary General Meeting of Shareholders (EGMS). The AGMS is a meeting that must be held no later than six months after the end of the fiscal year, in accordance with applicable laws and regulations. The Board of Commissioners and the Board of Directors each perform the functions of oversight and management of the Company independentiy and complementarily, with ihe support of auxiliary organs to ensure the implementation of effective, transparent, and accounteble governance, lity Report 2025
Page 65 OCR 0.840
INDONESIA Peran Dewan Komisaris dan Direksi INFRASTRUCTURE FINANCE The Role of the Board of Commissioners and Directors Dewan Komisaris berperan sebagai badan tata kelola tertinggi yang melakukan pengawasan atas pengelolaan Perseroan, termasuk dalam penerapan prinsip Keuangan Berkelanjutan dan pengelolaan dampak keberlanjutan. Sedangkan Direksi bertanggung jawab atas perumusan, pelaksanaan, dan pengendalian penerapan Keuangan Berkelanjutan dalam seluruh aktivitas Perusahaan. Peran Dewan Komisaris dan Direksi dalam implementasi keuangan berkelanjutan dapat dibaca pada Tabel Tugas dan Tanggung Jawab dalam Penerapan Keuangan Berkelanjutan di bawah ini, I9"'2131 The Board of Commissioners serves as ihe highest governance body that oversees the management of the Company, including ihe implementation of Sustainable Finance principles and ihe management of sustainebility impacts. Meanwhile, the Board of Directors is responsible for the formulation, implementation, and control of Sustainable Finance application across all Company aciivities. The roles of the Board of Commissioners and the Board of Directors in the implementation of sustainable finance can be found in the Table of Duties and Responsibiliies in the Implementation of Sustainable Finance below "212 Tugas dan Tanggung Jawab dalam Penerapan Keuangan Berkelanjutan (01x F1)16RI 2:12. 2-3) Duties and Responsibilities in the Implementation of Sustainable Finance Pihak Terkait Tugas dan Tanggung Jawab pesan Komisaris Pengawasan, pemberian saran, dan persetujuan terhadap Overseeing, as well as providing advice and approval on RAKB Board of pengelolaan RAKB yang dilakukan oleh Direksi MF. menagement carried out by the IIF Board of Directors. Commissioners Direksi Pengelolaan Program RAKB secara keseluruhan yang Comprehensive RAKB Program Management to support IIFs Board of Directors mendukung Visi dan Misi IIF serta tujuan dari penerapan RAKB. Vision and Mission and the objectives of RAKB implementation. Sustainability Council Sustainability Council Sustainability Couneil berperan aktif dalam meningkatkan Komitmen IIF terhadap Keberlanjutan dengan melakukan kegiatan sebagai berikut: «Strategi Keberlanjutan Korporasi: « Pelaporan Keberlanjutan Korporasi: dan Pusat Data Keberlanjutan Korporasi. The Sustainability Council plays an active ro!e in enhancing IIFs commitment to sustainability by canying out the following activities: » Corporate Sustainability Strategy: Corporate Sustainabilily Reporting: and « Corporate Sustainability Data Center. Hukum dan Sekretaris Melakukan koordinasi dengan divisi terkait lainnya dalam » Goordinating with other relevant divisions in implementing Perusahaan elaksanaan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Social and Environmental Responsibility (TJSL). Legal and Corporate tas . - Serving as the primary point of communication with external Sedratary " Sebagai pintu utama arus komunikasi dengan pihak parties. eksternal. Divisi Sosial dan " Mendukung penerapan RAKB sera penyesuaian dengan - Supporting he implementation of the RAKB and its ligament Lingkungan Prinsip S8E dalam ruang ingkup intemal dan ekstemal If with the SBE Principles within IIFs internal and external Social and - Mengelola penerapan Prinsip SEE dalam setiapproyekyang — scope. Environmental dibiayai oleh IIF secara komprehensif dalam upaya untul - Comprehensively managing the implementation of SBE Divisian 'memirigasi risiko dan dampak kegiatan proyek terhadap Principles in every IIF-financed project to mitigate the risks aspek sosial dan lingkungan. and impaots of project activities on Social and environmental aspects. Direktorat Keuangan Mendukung pelaporan realisasi anggaran TUSL. « Supporting reporting on the disbursement of the Social and Finance Directorate « Memastikan kesesuaian RAKB dengan Rencana Strategi Environmental Management (TJSL) budget: Bisnis IIF. « Ensuring alignment of the RAKB with Ihe IIF Business » Mendukung sinergi dan penerapan pengembangan produk Strategy Plan dan jasa keuangan berkelanjutan. - Supporting syaergy and implementation of sustainable financial product and service development. Departemen HR « Melakukan rekrutmen karyawan atas kebutuhan penguatan" Reeruiting employees to meet ihe needs of internal HR Department internal organisasi terkait penerapan RAKS, organizational strengthening related to he implementation of « Melakukan pelatihan peningkatan kompetensi terkait ihe RAKB, keuangan berkelanjutan. « Condueting competency-building training related to sustainable finance. Direktorat Risiko Melakukan kalian dan pembaruan atas risikosika yang Conducting studies and updates on risks that ray arise, Risk Directorate mungkin timbul, baik dalam risiko kredit, risiko pasar, risiko including credit risk, market risk, operational risk, and S8 risk. operasional, dan risiko SBE. Direktorat Investasi Providing projections of the infrastructure sector targeted by IIF investment Directorate Menyediakan proyeksi sektor Inrasruktr yang menjad target Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustatnability Report 2025
Page 66 OCR 0.901
“Ita Kolota Keberlanjutan bl 6 Delegasi Tanggung Jawab Pengelolaan Dampak IS#' 231 Delegation of Responsibility for Managing Impacts Dewan Komisaris sebagai badan tata kelola tertinggi Perseroan mendelegasikan tanggung jawab pengelolaan dampak ekonomi, lingkungan, dan sosial kepada Direksi sebagai eksekutif senior yang bertanggung jawab atas integrasi aspek keberlanjutan dalam strategi, kebijakan, dan kegiatan operasional Perseroan. Selanjutnya, Direksi mendelegasikan pelaksanaan pengelolaan dampak tersebut kepada unit kerja dan karyawan terkait sesuai dengan fungsi masing-masing, dengan dukungan Sustainability Council sebagai forum lintas fungsi yang mengkoordinasikan implementasi inisiatif ESG dan pemantauan kinerja keberlanjutan. Peran Sustainability Council ISR' 212) Role of the Sustainability Council Sustainability Council dibentuk pada tahun 2024 sebagai pengembangan dari Sustainable Finance Working Group (SFWG). Sustainability Council merniliki mandat lebih luas untuk menyusun strategi dan merekomendasikan langkah korporasi dalam penerapan prinsip ESG serta mendukung pembangunan berkelanjutan. Sustainability Council terdiri dari satu koordinator pada level manejerial senior yang bertanggung jawab langsung ke Executive Committee, serta anggota lintas direktorat dengan fungsi dan keahlian beragam, untuk memastikan inisiatif keberlanjutan dipantau dan dilaporkan secara holistik dan berkala kepada Manajemen. Dalam melakukan kajian terkait topik ESG, Sustainability Council melibatkan pemangku kepentingan yang relevan, dan hasil kajian tersebut digunakan sebagai pertimbangan dalam penyusunan RAKB serta implementasi kegiatan Keuangan Berkelanjutan. Sustainability Council juga memastikan seluruh kegiatan bisnis dan operasional Perseroan telah sejalan dengan tiga pilar utama keberlanjutan Perseroan, yaitu Sustainable Business, Sustainable Operation, dan Sustainable Impact. Direksi bersama Sustainability Council B0D with Sustainability Counci The Board of Commissioners, as Ihe Company highest governance body, delegates the responsibilily for managing economic, environmental, and social impacts to the Board of Directors as senior executives responsible for integrating sustainability aspects into the Company strategy, policies, and operational activities. Furthermore, the Board of Directors delegates the implementation of such impact management to the relevant work units and employees in accordance with their respective functions, with the support of the Sustainability Council as a cross-functional forum that coordinates the implementation of ESG initiatives and the monitoring of sustainability performance. The Sustainability Council was established in 2024 as an evolution of the Sustainable Finance Working Group (SFWG). The Sustainability Council holds a broader mandate to formulate strategies and recommend corporate actions in implementing ESG principles and supporting sustainable development. The Sustainability Council consists of a coordinator at the senior management level who reports directly to the Executive Committee, along with members from various directorates with diverse functions and expertise, to ensure that sustainability initiatives are monitored and reported holistically and periodically to Management. In conducting studies related to ESG topics, the Sustainability Council have involved relevant stakeholders, and the results of these studies have baen used as considerations In the preparation of he RAKB and the Imptementation of Sustainable Finance activities. The Sustainability Council also ensured that all of the Company's business and operational activities were allgned with its three main pillars of sustainability: Sustainable Business, Sustainable Operation, and Sustainable Impact. LM Decumentauan
Page 67 OCR 0.899
Sustainability Council menyampaikan RAKB kepada Direksi untuk memperoleh persetujuan, dan menyelenggarakan pertemuan rutin untuk mendukung Direksi dalam pengambilan keputusan terkait aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan. Sebagai bagian dari mekanisme pengawasan, Dewan Komisaris, melalui komite- komitenya, menerima informasi lengkap dan terkini mengenai kondisi operasional Perseroan. Dewan Komisaris sebagai badan tata kelola tertinggi juga memberikan nasihat atas pengelolaan RAKB dan Kinerja keberlanjutan Perseroan. Sustainability Council juga bertanggungjawab atas penyusunan Laporan Keberlanjutan secara berkala setiap tahun. Tahap penelaahan dan penyusunan Laporan Keberlanjutan Perseroan telah mempertimbangkan masukan dari pihak internal dan eksternal selaku pemangku kepentingan dan memenuhi ketentuan serta standar yang berlaku pada tingkat nasional dan internasional. Laporan Keberlanjutan ini juga telah melalul tahap pemeriksaan oleh direktorat terkait dan disetujui oleh Direksi, termasuk topik-topik material yang dilaporkan. IS INDONESIA || INFRASTRUCTURE FINANCE The Sustainability Council submits the RAKB to the Board of Directors for approval and holds regular meetings lo support the Board of Directors in decision-meking relaled to economic, social, and environmental aspects. As part of the oversight mechanism, the Board of Commissioners, Ihrough its committees, receives complete and upto-date information regarding the Company's operational conditians. The Board of Comrnissioners, as the highest governance body, also provides advice on the management of the RAKB and the Company sustainability performance The Sustainability Council is also responsible for the preparation of the Sustainability Repor: on an annual basis. The review and preparation phase of the Companys Sustainability Report has considered input from internal and external parties as stakeholders and complies with applicable national and international regulations and standards. This Sustainability Report has also undergone a review process by the relevant direciorates and has been approved by the Board of Directors, including the material topics reported. IS#214 Peran Divisi Sosial dan Lingkungan S8 2-23, 2-24 IGRI FS2, Fssi Social and Environmental Division Roles Perseroan memiliki Divisi Sosial dan Lingkungan (Social and Environmental Division/SED) yang bertanggung jawab memastikan penerapan Prinsip S&E pada proyek-proyek yang dibiayai oleh IIF. Divisi ini dipimpin oleh Kepala SED yang bertanggung jawab atas seluruh operasional dan fungsi SED. SED bertanggung jawab dalam mengelola risiko sosial lingkungan proyek baru dan eksisting Perseroan. Guna memastikan ketepatan penilaian pada proyek-proyek yang memiliki dampak signifikan terhadap S&E, SED berwenang untuk melibatkan konsultan S&E pihak ketiga. Langkah tersebut merupakan bentuk mitigasi Perseroan atas risiko sosial dan lingkungan yang mungkin timbul apabila proyek yang dibiayal tidak mematuhi dan/atau tidak menerapkan aturan dan regulasi yang berlaku di Indonesia, serta mengabaikan penerapan Good International Industry Practice (GIIP) terkait aspek S&E. Struktur Divisi Sosial dan Lingkungan Social and Environmental Division Structure Social Environmental Manager (SEM) The Company has a Social and Environmental Division (SED) responsible for ensuring the implementation of S8 Principles in projects financed by IIF. This division is led by the Head of SED, who is responsible for all SED operations and functions. The SED is responsible Tor managing social and environmental risks associaled with both new and existing projects of the Company. To ensure the accuraoy of assessments for projects with significant S2F impacts, the SED is authorized to engage third-party S&E consultants This mezsure serves as the Company' mitigation against social and environmental risks that may arise if financed projects fait to comply with and/or implement applicable rules and regulations in Indonesia, or neglect the application of Good international Industry Practice (SIP) regarding SE aspects. Deputy Head SEE Business Development Monitoring and Evaluation Secial and Environmental Specialist SRE Business Development Third Party S&E Independent Consultant Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025
Page 68 OCR 0.910
—2 Dalam mengelola proyek dengan profil risiko tinggi, Perseroan secara selektif melibatkan konsultan S&E independen untuk memastikan penilaian dampak yang komprehensif. Pelibatan ini menjadi krusial terutama jika diperlukan saran profesional terkait isu material, seperti isu-isu pencemaran, keanekaragaman hayati, pembebasan lahan, seria masalah kesehatan dan keselamatan kerja. Konsultan S&E juga dapat dilibatkan ketika data yang dimiliki klien belum mencukupi untuk memvalidasi kepatuhan atas Prinsip S&E Perseroan. Secara khusus, Perseroan bekerja sama dengan konsultan yang memiliki rekam jejak kuat pada Standar Kinerja IFC atau standar internasional lainnya. SED juga menerima dukungan dari lembaga internasional, yaitu International Bank for Reconstruction and Development (IBRD), Intemational Finance Corporation (IFC), dan Asian Development Bank (ADB). Lembaga-lembaga ini memberikan masukan dan ulasan konstruktif terhadap kegiatan penilaian, pemantauan, dan pengawasan proyek. IBRD, IFC, dan ADB secara bersama-sama mendukung staf SED dalam meninjau Sacia! and Environmental Due Diligence (SEDD), Environmental and Social Action Plan (ESAP), dan dokumen perlindungan hukum terkait aspek sosial dan lingkungan. Tujuannya adalah memastikan identifikasi risiko sosial dan Ilngkungan yang memadai, disertai upaya pengelolaan dan mitigasi yang kemudian diintegrasikan ke dalam persyaratan proyek. SED berperan strategis dalam memastikan kepatuhan standar keberlanjutan melalui pengawasan ketat terhadap implementasi SEMS dan integrasi risiko S&E pada proses due diligence. Divisi ini bertanggung jawab menyusun laporan tinjauan kepada Chief Risk Officer, serta merumuskan persyaratan S&E yang mengikat dalam setiap perjanjian pinjaman. Melalui pemantauan kinerja portofolio yang berkelanjutan, SED melakukan validasi kepatuhan peminjam, serta bertindak sebagai penghubung utarna bagi pemegang saham pendiri dan investor dalam melaporkan kinerja S&E maupun mitigasi atas klaim yang mungkin muncul. Lebih lanjut, divisi ini secara dinamis memperbarui SEMS sesuai persyaratan pemegang saham, dan memastikan bahwa seluruh tugas berbasis biaya dilaksanakan selaras dengan prinsip-prinsip SEE. Hingga akhir 2025, Divisi Sosial dan Lingkungan memiliki 12 staf dengan keahlian beragam, mencakup isu pembebasan lahan, masyarakat adat, keanekaragaman hayati, pengelolaan dan rekayasa Genangan, perubahan iklim, serta Kesehatan dan Keselamatan Kerja K3). 9 9 dk 0 0 in managing projects with a high-tisk profile, the Company selectively engaged independent S8E consultants to ensure a comprehensive impact assessment. This involvement becomes crucial, particularly when professional advice is reguired regarding material issues, such as pollution, biodiversily, land aeguisition, as well as occupational health and safety issues. S8E consultants were also engaged when the data provided by the client was insufficient to validate compliance with the Companys S8E Principles. Specifically, the Company collaborated with consultants who have a strong track record in IFC Performance Standards or other international standards. SED also have received support from international institutions, namely the International Bank for Reconstruction and Development (IBRD), the International Finance Corporation (IFC), and the Asian Development Bank (ADB). These institutions provided constructive input and reviews for project assessment, monitoring, and supervision activities. IBRD, IFC, and ADB jointly support SED staff in reviewing Social and Environmental Due Diligence (SEDD), Environmental and Social Action Plans (ESAP), and legal protection documents related to social and environmental aspects. The objective is to ensure adeguate identification of social and environmental risks, accompanied by management and mitigation efforts that are subseguently integrated into project reguirements. SED plays a strategic role in ensuring compliance with sustainability stendards through strict oversight of SEMS implementation and the integration of S&E risks into the due diligence process. This division is responsible for preparing review reports for the Chief Risk Officer, as well as formulating binding S8E reguirements in every loan agreement. Through ongoing monitoring of portfolio performance, SED has been validating borrower compliance and acts as the primary liaison for founding shareholders and investors in reporting SE performance and mitigating any claims that may arise. Furthermore, the division dynamically updates the SEMS in accordance with shareholder reguirements and ensures that all fee-based assignments have been executed in allgnment with S8E principles, As Of the end of 2025, the Social and Environmental Division consisted of 12 staff members with diverse expertise, covering Issues of land acguisition, indigenous peoples, biodiversity, environmental management and engineering, climate change, and Occupational Health and Safety (OHS). Pengembangan Kompetensi Tata Kelola Keberlanjutan IOJK E.2| IGRI 2-17) IGRI FS4) Sustainable Governance Competency Development Dewan Komisaris, Direksi, Divisi Lingkungan dan Sosial (SED), serta seluruh unit kerja yang bertanggung jawab atas penerapan keberlanjutan secara berkala mengikuti program pelatihan dan peningkatan kapasitas di bidang keuangan berkelanjutan, ESG, dan pengelolaan risiko sosial-lingkungan. Penguatan pengetahuan kolektif ini merupakan fondasi utama bagi Perseroan untuk menjalankan misinya yang khas, yakni menyeimbangkan profitabilitas dengan pembangunan infrastruktur nasional berstandar internasional ESG. Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia infrastucture Finance | Si The Board of Commissioners, the Board of Directors, Social and Environmental Division (SED), and all business units responsible for sustainability implementation periodically participate in capacity- building programs in the fields of sustainable finance, ESG, and sacial- environmental risk management. Strengthening this collective knowledge serves as the primary foundation for the Company to carry out Its unigue mission: balancing profitability with national Infrastructure development that meels international ESG standards. ainability Report 2025
Page 69 OCR 0.789
INDONESIA Peningkatan pengetahuan kolektif atas isuisu keberlanjutan merupakan bagian dari penerapan High Performance Organization (HPO) guna memperkuat basis klien dan mengukuhkan posisi sebagai pionir pembiayaan proyek yang mengarusutamakan ESG. Komitmen ini diperkuat melalui budaya kerja yang memberdayakan dan kolaboratif demi memacu inovasi serta kelincahan organisasi. Dengan integrasi antara kompetensi SDM yang mumpuni dan budaya kerja yang dinamis, Perseroan optimis dapat menjaga pertumbuhan berkelanjutan serta meraih kesuksesan bisnis jangka panjang. Berikut ini program pengembangan kapasitas terkait isu-isu keberlanjutan yang diikuti Dewan Komisaris, Direksi, Direktorat dan karyawan terkait. Peserta Agonda P. Agenda INFRASTRUCTURE FINANCE The enhancement of cotlective knowledge on sustainability issues is part of the implementation of a High Performance Organization (HPO) to strengthen the client base and solidify the Company position as 3 pioneer in project financing that mainstreams ESG. This commitment is reinforced through an empowering and collaborative work culture aimed at driving innovation and organizational agility. Through the integration of highly competent human resources and a dynamic work culture, the Company is optimistic about maintaining sustainable growth and achieving longrterm business success. The following are the capacity-building programs related to sustainability issues attended by the Board of Commissioners, the Board of Directors, Directorates, and relevant employees: Dawan Komisaris Sertifikasi Manajemen Risiko Jakarta, 28 November 2025. cenbaga Serdlikas Profesi Perbankan (SPP Badan Boardot Risk Management Certification 19 Desember 2 KAN Manatamen Ko SA Commissioners Jakarta, Nova 26, 2025- ILemibega Sertfikesi Profesi erbanean (LSPP)/Badan December19, 2025 Sertifikasi Manajemen Risiko (GSMR) Direksi Sertifikesi Manajemen Risiko “Jakarta, 27 Oktober 2025- Lanbaga Srifkasi Pole Perbankan (LSPPBadan Board of Directors Risk Management Certification 19 Desember 2025 “Sertifikasi Manajemen Risiko (BSM “Jakarta, October 27, 2025- December 19, 2025 Lembaga Sertifikasi Profesi tabanan (LSPP)/Badan Sertifikasi Manajemen Risiko (BSMR) Finance OECD Report on Legal and Regulatory “Jakarta, 25:26 November 2025 asian Development Bank (ADB) Directorate Berriers to Ousity Investment in Asia Jakarta, November 25:25, 2025 'Asian Development Bank (A08) Finance 9ECO Report on Legal and Regulatory Directorate Bartiers Io Ouality Inveslmeni In Asia Risk Directorate enificates Sustainabilty for Finance “Jakarta, 22 November 2025 - Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) Risk Directorate Certificates Sustainability for Finance 7 Desember 2025 Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) “Jakarta, November 22, 2025- December 7, 2025 Seluruh Pekerja Climate Change Workshop “Jakarta, 24 Januari 2025 Carbon Trust Ai Employees Climate Change Workshop “Jakarta, January 24,2025 Carbon Trust Economic Outlook 2025 Jakarta,7 Agustus 2025 Bank Mandiri Economic utlook 2025 Jakarto, August 7, 2025 Bank Mandiri Climate Risk Management Workshop Climate Risk Management Workshop avgatg Oyeersasyniy Raksin Tho Nori Era and Building Resiter Navigatna Opbergecurit Roksin The Neni Eraand Ballding Resilierice Aoplication of Gender Egua!y and Sooal Inetuslon in Infrastructure Proj Application of Gender Eouality and Social Inclusion in Infrastructure Projects Loan Syndication Course Loan Syndication Course Serifikasi Manajemen risiko BSMR dan LSPP Risk Management Certification BSMR and LSPP Laparan Keberlanjutan 2025 Jakarta, 15 Agustus 2025 Jakarta, August 15, 2025 Jakarta, 23 Mei 2025 Jakarta, May 23, 2025 “Jakarta, 11 Juli 2025 Jakarta, July 11, 2025 “Jakarta, 18 September 2025 “Jakarta, September 18, 2025 Jakarta, 5 November -17 Desember 2025 Climate Policy Initiative Climate Policy Initiative PTRSM Indonesia PT RSM Indonesia Asian Development Bank (DB) Asian Development Bank (A0B) Asia Pacific Loan Market Association (APLMA) Asia Pasific Loan Market Association (APLMA) 'Arfaidhams Secret Arfaidhams Secret Jakarta, November 5 - December 17, 2025 1 PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025
Page 70 OCR 0.924
020 Manajemen Risiko Keuangan Berkelanjutan tx 31cn 2-2511cxirso1 Sustainable Finance Risk Management Kerangka manajemen risiko Perseroan secara umum mencakup kebijakan yang komprehensif untuk menangani risiko utama, struktur organisasi dengan peran dan tanggung jawab yang jelas di berbagai tingkatan, serta proses manajemen risiko yang mencakup identifikasi, pengukuran, pemantauan, dan pengendalian risiko. Kerangka ini juga didukung oleh infrastruktur yang memadai, termasuk sistem IT dan sumber daya manusia yang mendukung pelaksanaan manajemen risiko secara efektif. Para pihak yang bertanggung jawab atas pengelolaan risiko keuangan berkelanjutan di Perseroan secara berkala memperbaiki dan mengembangkan berbagai kebijakan dan prosedur yang relevan, serta disesuaikan dengan perkembangan kegiatan usaha Perseroan serta peraturan perundang-undangan terkait. Dalam melaksanakan kegiatan usahanya, Perseroan menerapkan prinsip tiga lini pertahanan (three Iines of defense), yang digambarkan sebagai berikut: Line of Defense (2) Line of Defense Risk Steward Risk Owner The Company's risk management framework has generally encompassed comprehensive policies to address key risks, an organizational structure with clear roles and responsibilities at various levels, and risk management processes covering risk identification, measurement, monitoring, and control, This framework has also been supported by adeguate infrastructure, including IT systems and human resources that facilitate the effective execution of risk management. The parties responsible for managing sustainable finance risks within the Company periodically refine and develop various relevant policies and procedures, adapted to the evolution of the Company's business activities as well as related laws and regulations. In sonducting its business activities, the Company has applied the three lines of defense principle, described as follows: (3) Line of Defense Unit Audit Internal Memiliki kepemilikan tertinggi atas risiko dan kontrol. Memberikan saran, arahan, tinjauan, dan tantangan terkait keahlian di bidang D. terkait terhadap aktivitas Has the highest ownership first line. of risk and control. Provide subject matter expertise advice, guidance, review, and challenge of the First Line's activities. Memberikan assurance independen terkait proses manajemen risiko, tata Kelola, dan pengendalian internal secara berkala, setidaknya satu kali dalam setahun atau sesuai dengan rencana audit berbasis risiko, untuk menilai efektivitas implementasi kebijakan lingkungan dan sosial serta prosedur penilaian risiko di seluruh lini bisnis. Hasil audit ini dilaporkan Jangsung kepada Komite Audit dan Direksi guna memastikan perbaikan berkelanjutan atas sistem pengendalian internal Perseroan. Provides independent assurance regarding Tisk management processes, governance, and internal controls on a regular basis at least once a year or in accordance with the risk-based audit plan to assess the effectiveness of environmental and social policy implementation as well as risk assessment procedures across all business lines. The resuits of these audits are Teported directly to the Audit Committee and the Board of Directors to ensure continuous improvement of the Companys internal control systems. Pada tahun 2025, penerapan manajemen risiko di Perseroan, termasuk Sistem Pengendalian Internal, telah sesuai dengan prinsip Tata Kelola Manajemen Risiko yang Baik, mencakup identifikasi, pengukuran, pemantauan, dan pengendalian risiko secara menyeluruh. Proses identifikasi, pengukuran, pemantauan, dan pengendalian risiko dilakukan dengan menggunakan Risk Scorecard yang dilaporkan dalam laporan profil risiko triwulanan kepada RMC, ROC, dan Pemegang Saham, serta dilaporkan dalam laporan profil risiko tahunan kepada OJK, Risk rating dalam Risk Scorecard Perseroan ditentukan berdasarkan risiko inheren dan kualitas penerapan manajemen risiko. Penilaiannya dilakukan dengan menggunakan parameter, indikator, dan limit untuk masing-masing risk taxonomy, termasuk risiko terkait keuangan, sosial, dan lingkungan. Untuk indikator risiko yang dinilai melebihi limit, Perseroan menetapkan tindak lanjut yang pelaksanaannya dipantau dan dilaporkan dalam laporan profil risiko, In 2025, the implementation of risk management within the Company, including the Internal Control System, aligned with the principles of Good Risk Management Governance, encompassing comprehensive risk identification, measurement, monitoring, and control. The process of risk Identification, measurement, monitoring, and control is conducted using a Risk Scorecard, which Is reported in guarterly risk profile reports to the RMC, ROC, and Shareholders, as well as in the annual risk profile report to the OJK, The risk rating in the Company's Risk Scorecard is determined based on inherent risk and the guality of risk management implementation. Assessments are carried out using parametars, indicators, and limits for each risk taxonomy, including financial, social, and environmental risks. For risk indicators assessed to be exceeding limits, the Company establishes follow-up actions whose implementation is monitored and reported in the risk profile reports. Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability
Page 71 OCR 0.907
Khusus terkait risiko sosial dan lingkungan, Perseroan mei and Environmental Management System (SEMS) sebagai panduan, serta Exclusion List berisi daftar proyek yang dihindari untuk dibiayai karena risiko SF. Adapun proyek-proyek berisiko tinggi (kategori AR) harus ditinjau oleh pemegang saham (IFC, ADB, dan PT SMI) serta tim S&E Safeguard. Implementasi pengelolaan risiko S&E IIF juga diawasi Secara reguler oleh pemegang saham. Pengelolaan risiko, termasuk penerapan Keuangan Berkelanjutan, menjadi tanggung jawab Direktur Manajemen Risiko di bawah kepemimpinan Direktur Risiko (Chief Risk Officer). Sementara Direksi dan Dewan Komisaris menjalankan fungsinya terkait manajemen risiko melalui Risk Management Committee (RMC) dan Risk Oversight Committee (ROC). INDONESIA I 4 INFRASTRUSTURE FINANCE Specifically regarding social and environmental risks, the Company has utilized the Social and Environmental Management System (SEMS) as 3 guide, along with an Exclusion List containing projects that are avoided for financing due to S&E risks. High-risk projects (Category AR) must be reviewed by shareholders (IFC, ADB, and PT SMI) as wellas the SRE Safeguard team. The implementation of IIF's S8E risk management aiso has been regutarly supervised by the shareholders. Risk management, including the implementation of Sustainable Finance, is the responsibility of the Director of Risk Management under the leadership of the Chief Risk Officer (CRO). Meanuhile, the Board of Directors and ihe Board of Comrmissioners perform their risk management functions through Ihe Risk Management Comrittee (RMC) and the Risk Gversight Committee (ROC). Manajemen Risiko Perubahan Iklim Climate Change Risk Management Perseroan menyadari urgensi pengelolaan risiko iklim dan berkomitmen penuh mendukung target Pemerintah Indonesia dalam pengendalian perubahan iklim global, Sebagai langkah nyata, Perseroan telah menuntaskan penyusunan Kebijakan Manajemen Risiko Iklim pada tahun 2025 yang mengacu pada regulasi OJK serta standar nasional dan Internasional yang relevan. Implementasi kebijakan ini mulai memasuki fase uji coba (piloting) pada September 2025, dengan mewajibkan setiap proposal kredit yang diajukan ke Komite Kredit wajib menyertakan penilaian heatmap risiko iklim berbasis sektor industri. Instrumen penilaian heatmap ini dirancang untuk memetakan eksposur risiko secara lintas sektor guna mendukung pengambilan keputusan strategis serta pemantauan investasi berkelanjutan. Proses penilaian tersebut mencakup dua pilar utama: " Penilaian Eksposur Risiko Transisi: Mengidentifikasi risiko transisi berdasarkan kategori sektoral dan estimasi emisi yang dihasilkan dari proyek yang diblayat. “ Penilaian Eksposur Risiko Fisik: Mengidentifikasi kerentanan fisik. proyek terhadap dampak perubahan iklim berdasarkan !okasi geografis spesifik. Perseroan menargetkan pemetaan paparan risiko iklim untuk seluruh portofolio kredit dapat diselesaikan pada akhir tahun 2026. Hasil pernetaan komprehensif ini akan menjadi fondasi strategis bagi Perseroan dalam merumuskan ambang batas selera risiko (risk appetite) dan toleransi risiko (risk tolerance) terkait iklim, yang direncanakan mulai diimplementasikan pada awal tahun 2027. The Company recognizes the urgency of managing climate risks and is fully commilted to supporting the Govemment of Indonesia's targets in global climate change control. As a tangible step, the Company finalized the formulation of its Climate Risk Management Policy in 2025, referencing OJK regulations as well as relevant national and international standards, The implementation of this policy entered its piloting phase in September 2025, mandating that very credit proposal submitted to the Credit Committee must include a sector-based climate risk heatmap assessment. This heatmap assessment instrument is designed to map risk exposure across sectors Io support strategic decision-making and sustainable investment monitoring. The assessment process comprises two main pillars: - Transition Risk Exposure Assessment: Idenlifying transition risks based on sectoral categories and estimated emissions generated Irom the financed projects. - Physical Risk Exposure Assessment: Identifying the physical vulnerability of projacts to the impacts of climate change based on specific geographical locations. The Company aims to complete the mapping of climate risk exposure for the entire credit portfolio by the end of 2026. The results of this comprehensive mapping wili serve as the strategic foundation for the Company in formulating climate-related risk appetite and risk tolerance thresholds, which are planned for implementation at the beginning of 2027. Prosedur Penilaian dan Penyaringan Risiko Lingkungan dan Sosial '“"' "s2 Environmental and Social Risk Assessment and Screening Procedures Perseroan mengintegrasikan aspek keberlanjutan ke dalam siklus pembiayaan melalui penerapan Social and Environmental Management System (SEMS) yang ketat. Dokumen SEMS berfungsi sebagai panduan operasional dalam melakukan penilaian dan penyaringan (screening) risiko lingkungan serta sosial untuk setiap proposal proyek yang masuk. Proses ini memastikan bahwa seluruh lini bisnis Perseroan selaras dengan 8 Prinsip S&E IIF serta standar internasional yang berlaku. Dalam pelaksanaannya, SED melakukan Social and Environmental Due Dilgence (SEDD) secara mendalam pada setiap proyek. Berdasarkan hasil uji tuntas tersebut, Perseroan menetapkan kategorisasi proyek sesuai dengan profil risiko lingkungan dan sosialnya, sebagaimana diatur dalam SEMS. Selain penyaringan di tahap awal, SEMS juga mengatur mekanisme pemantauan dan evaluasi berkala terhadap tindakan mitigasi yang telah disepakati dengan klien guna memastikan efektivitas pengelolaan risiko di lapangan. Hasil pemantauan ini dilaporkan secara rutin kepada Direksi sebagai bagian dari fungsi pengawasan kepatuhan dan manajemen risiko portofolio Perseroan. The Company has integrated sustainebility aspects into the fimancing cyele through the sirict application of the Social and Environmental Management System (SEMS). The SEMS document has served as an operational guide in conducting environmental and social risk assessments and screenings fer every incaming project proposal. This process ensured that all of the Company's business lines are aligned with HF's 8 S&E Principles as well as appticeble international standards. In its execution, the SED conducted an in-depth Social and Environmental Due Oiligence (SEDD) for each project. Based on the results of this due diligence, the Company determined the project categorization according to its environmental and social risk profile, as regulated in the SEMS, In addition to initial screening. ihe SEMS also governed mechanisms for periodic monitoring and evaluation of mitigation actions agreed upon with clients to ensure the effectiveness of risk management on the ground. The results of this monitoring were regularly reported to the Board of Directors as part of the Company compliance oversight and portfolio risk management functions. Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025
Page 72 OCR 0.917
Sebagai bentuk transparansi dan keterbukaan kepada publik, Perseroan memastikan setiap dokumen Proyek Sosial dan Lingkungan tersedia dan dapat diakses melalui situs web Perseroan maupun debitur. Perseroan juga menyediakan Panduan Operasi Sosial dan Lingkungan (Operational Manual/OM) yang menggambarkan sistem pengelolaan secara menyeluruh, serta menyediakan saluran penyampaian keluhan (Grlevance Redress Mechanism/GRM) melalui alamat email sneteam@lif.co.id. Saat Ini, pengelolaan keluhan terkait isu sosial dan lingkungan tersebut dikelola langsung oleh Divisi SED untuk menjamin penanganan yang objektif dan tepat waktu. As a form of transparency and public disclosure, the Company ensures that every Social and Environmental Project document is available and accessible through both the Company's and the debtors websites. The Company also provides a Social and Environmentaf Operational Manual (OM) that describes the overall management system, and provides a Grievance Redress Mechanism (GRM) channel Via the email address sneteamlif.co.id. Currenily, the management of grievances related to social and environmental issues is handled directly by the SED Division to guarantee objective and timely resolution. Proses Pemantauan Implementasi dan Kepatuhan Klien terhadap Persyaratan Lingkungan dan Sosial yang Tercantum dalam Perjanjianatau Transaksi 'S8' s3) Monitoring Process for Client Implementation and Compliance with Environmental and Social Reguirements in Agreements or Transactions Perseroan secara konsisten melakukan pemantauan terhadap implementasi dan kepatuhan klien atas persyaratan aspek S&E yang tertuang dalam perjanjian. Proses evaluasi dilakukan setidaknya satu kali dalam setahun melalui penyusunan laporan kinerja S8E klien, Guna memastikan akurasi data, Perseroan menerapkan metode tinjauan berlapis yang mencakup desktop review atas laporan berkala klien, pengiriman kuesioner, wawancara mendalam, hingga kunjungan lapangan (site visit) secara langsung ke lokasi proyek. Apabila ditemukan kesenjangan atau pelanggaran terhadap komitmen 'S8E, Perseroan menempuh prosedur eskalasi yang terstruktur, SED akan berkoordinasi dengan tim investasi untuk memberikan peringatan tertulis serta melakukan tindak lanjut (follow-up) kepada jajaran Direksi. Langkah korektif yang diambil dipastikan selaras dengan ketentuan yang tercantum dalam perjanjian fasilitas guna memastikan pemulihan kepatuhan berjalan efektif. Perseroan memprioritaskan topik-topik strategis terkait mitigasi dampak lingkungan dan peningkatan kesejahteraan sosial melalui interaksi aktif dengan klien dan mitra bisnis, baik menggunakan metode kuesioner, wawancara, dan kunjungan lapangan. Hasil dari interaksi ini dipantau secara berkala melalui mekanisme pelaporan internal untuk memastikan setiap peluang dan risiko yang teridentifikasi telah dikelola sesuai dengan prinsip keberlanjutan Perseroan. Komunikasi Isu-lsu Penting The Company consistently monitors the implementation and complance of clients regarding S&E reguirements stipulated in agreements. The evaluation process is conducted at least once a year through the preparation of client S&E performance reports. To ensure data accuracy, the Company applies a multi-layered review method that Includes desktop reviews of clients' periodic reports, distribution of guestlonnaires, in-depth Interviews, and direct site visits to profect locations. If gaps or violations of S&E commitments are identified, the Company follows a structured escalation procedure. The SED will coordinate with the investment team to issue written warnings and perform foltow-ups with the Board of Directors. Corrective actions taken are ensured to be aligned with the provisions set out In the facility agreements to ensure that the restoration of compliance is carried out effectively. The Company prioritizes strategic topics related to environmental impact mitigation and social welfare improvement through active interaction with clients and business partners, utilizing methods such as guestionnaires, interviews, and site visits. The results of these interactions are monitored periodically through interna! reporting mechanisms to ensure that every identified opportunity and risk is managed in accordance with the Company's sustainability principles. dalam Keuangan Berkelanjutan ISRI 2-161 Communication Of Critical Concerns In Sustainable Finance Sebagai bentuk transparansi, Perseroan secara aktif menjalankan mekanisme komunikasi isu-isu penting dalam keuangan berkelanjutan melalui struktur tata kelola yang terintegrasi, Proses ini dimulai dengan penyusunan laporan profil risiko triwulanan oleh Risk Directorate, yang mencakup Isu-isu penting dari setiap risk taxonomy. Laporan tersebut ditelaah secara berjenjang oleh Risk Management Committee (RMC) dan Risk Oversight Committee (ROC) sebelum disampaikan kepada Pemegang Saham. Laporan ini juga dilaporkan secara tahunan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai bagian dari Laporan Tingkat Kesehatan. Selain jalur formal manajemen risiko, Perseroan menyediakan wadah partisipatif bagi seluruh karyawan untuk menyampaikan aspirasi dan isu operasional melalui forum IIF Town Hall Meeting yang rutin diselenggarakan setiap kuartal. Melalui pengawasan yang ketat tersebut, sepanjang periode pelaporan 2025, tidak terdapat Isu penting yang memerlukan perhatian khusus dari Dewan Komisaris maupun Direksi terkait dampak kegiatan operasional Perseroan pada aspek ekonomi, lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG). ran Keberlanjutan 2 As a form of transparency, the Company has actively implemented communication mechanisms for critical concerns in sustainable finance through an integrated governance structure. This process began with the preparation of guarterly risk profile reports by the Risk Directorate, which covered critical concerns from each risk taxonomy. These reports have been reviewed hierarchically by the Risk Management Committee (RMC) and the Risk Oversight Committee (ROC) before being presented to Shareholders. This report also has been submitted annually to the Financial Services Authority (OJK) as part of the Soundness Level Report (Laporan Tingkat Kesehatan). In addition to forrnal risk management channels, the Company has provided a& participatory platform for all employees to voice aspirations and operational concerns through the IIF Town Hall Meetings, held regularly every guarter. Through such rigorous oversight, throughout the 2025 reporting period, there were no critical concerns that reguired special attention from the Board of Commissioners or the Board of Directors regarding the impact of the Company's operational activities on economic, environmental, social, and governance (ESG) aspects, | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025
Page 73 OCR 0.904
INDONESIA INFRASTRUCTURE FINANCE Hubungan dengan Pemangku Kepentingan '04K E-41 (GRI 2-29) (GRI Fs12) Stakeholders Engagement Perseroan menempatkan komunikasi efektif dan hubungan harmonis dengan seluruh pemangku kepentingan sebagai prioritas strategis. Hubungan ini mencakup sinergi dengan pemegang saham dan investor, pemerintah pusat, pemerintah daerah, anggota legislatif terkait, klien, sponsor, vendor, masyarakat, dan media massa. Komitmen ini diwujudkan melalui partisipasi aktif dalam berbagai forum rutin maupun saluran komunikasi ad-hoc. Langkah ini krusial untuk memastikan seluruh aspirasi dan ekspektasi pemangku kepentingan, terutama terkait isu keberlanjutan, dapat terakomodasi dengan baik. Setiap isu yang memerlukan tindak lanjut strategis dieskalasi ke dalam forum tata kelola Perseroan. Seluruh proses pengambilan keputusan dalam forum tersebut dilakukan dengan kepatuhan, yang telah memenuhi aturan rapat berdasarkan POJK 46/2020 dan POJK 48/2020. Sepanjang tahun 2025, Perseroan secara konsisten memetakan dan mengelola isu-isu prioritas yang disesuaikan dengan karakteristik unik dari setiap kelompok pemangku kepentingan. Selain interaksi tatap muka, Perseroan juga menyediakan kanal komunikasi digital yang inklusif melalui situs web resmi. Fasilitas ini menjamin akses informasi bagi publik sekaligus memastikan setiap masukan direspons secara responsif dan tepat waktu. Inisiatif ini merupakan bagian fundamental dari strategi Perseroan dalam memperkuat kepercayaan publik serta menjaga keberlangsungan bisnis yang Iransparan dan akuntabel. Metode Identifikasi Kelompok Pemangku Kepentingan S8 2: Stakeholders Group Identification Method Perseroan mengidentifikasikan kelompok pemangku kepentingan berdasarkan sejumlah aspek berikut ini. Ketergantungan Dependency Kewajiban Responsibility organisasi. Tekanan x Tension The Company places effective communication and harmonious relationships with alt stakeholders as a strategic priority. These relationships encompass synergies with shareholders and invesiors, central and local governments, relevant legislative members, clients, sponsors, vendors, the community, and the mass media. This commitment is realized through active participation in various regular forums as well as ad-hcc communication channels. This step is crucia! to ensure that all stakeholder aspiraticns and expectations, parlicularly regarding sustainability issues, are well accommodated Any issue reguiring strategic follow-up is escalated into the Company's governance forums. Ali decisien-making processes within these forums are conducted with compliance, meeting tne meeting regulations based on POJK 46/2020 and POJK 48/2020. Throughout 2025, the Company consistentiy mapped and managed priority issues tailored to the unigue characteristics of each stakeholder group. In addition to face-to-face interactions, the Company also provided inclusive digital communication channels through its official website, This facilily guaranteed public access to information while ensuring that every inpul was addressed responsively and in a timely manner. This Initiative is a fundamental part of the Company's strategy to strengthen public trust and maintain Iransparent and accountable business continuity. 291 The Company identified stakeholder groups based on the following aspects. Perseroan memiliki ketergantungan pada seseorang atau sebuah organisasi, atau sebaliknya. The Company has a dependency on a person or an organization, or Vice versa. Perseroan memiliki tanggung jawab tegal, komersial, atau etika terhadap seseorang atau sebuah The Company has legal, commercial, ar ethical responsibilities towards a person or organization. Seseorang atau sebuah organisasi memiliki pengaruh terhadap Isu ekonorni, sosial, atau lingkungan tentu. 'A person or organization has influence on a particular economic, social, or environmental issue. Seseorang atau sebuah organisasi memiliki pandangan yang berbeda yang dapat mempengaruhi situasi @ 1G Perspektif Beragam Diverse Perspective not exist before. Pengaruh e Infuence kepentingan lain. Kedekatan Proximity dan mendorong adanya aksi yang tidak ada sebelumnya. AA person ar organization has a different view that can influence the situation and encourage action that did Seseorang atau sebuah organisasi memiliki pengaruh terhadap suatu strategi atau kebijakan pemangku A person or organization has influence over the strategy or policies of other stakeholders. Seseorang atau sebuah organisasi memiliki kedekatan geografis dan operasional dengan Perseroan. A person ar organization has geographical and operational proximity to the Company. Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia infrastucture Finance | Sustainability Report 2025
Page 74 OCR 0.789
—00 Ikhtisar Basis Identifikasi, Topik, dan Metode Pelibatan Pemangku Kepentingan sx £4lcm 2211 Overview of Identification Basis, Topics, and Stakeholder Engagement Methods Basis Penetapan Pemangku Kepentingan Metode Pendekatan dan Frekuensi Pertei Fokus Perhatian Engagement Methods and Freguency Coneern Pengaruh dan Pemegang Saham: » Kinerja Perseroan: Ketergantungan - Persetujuan rencana bisnis, aksi korporasi, dan struktur organisasi: - Tanggung jawab sosial - Penunjukan anggota Dewan Komisaris dan Direksi, dan lingkungan: serta Influence and Dependency - Penetapan siruklurtata kelola - Pengelolaan risiko, - Keterwakilan melalui keenggotaan dalam Dewan Komisaris: serta - Pengaruh dalam pengambilan keputusan pemtiayaan oleh Komite . Company performance: Investasi. » Sogalang environmental Investor: 4 " Pengendalian struktur permodalan: . Pa ek - Pembatasan penerbitan utang dan ekuitas, serta « Penetapan proyek-proyek yang akan dibiayai. Shareholders: - Approval of business plans, corporate acting, and organizational structure: Appointment of members of the Board of Commissioners and Board of Directors, « Determination of the governance structure: : Represemtation dhrovgh membership on ine Board af Commmissioners: and « Influence In financing decisions by the Investment Committee, Investors: - Gontrol of the capital structure: » Restrictions on debt and eguity issuance, and « Determinatlon of projects to be financed, Pengaruh dan - Team Buling per Divisi dan per Direktorat (frekuensi tidak ditetapkan « Pengembangan karier Ketergantungan namun anggaran pertahun dibatasi) dan kompetensi, » Team Building di tingkat Perseraan (sekali setahun): » Remunerasi dan Influence and Dependenoy » Town Hall Meeting (sesuai kebutuhan): kesejahteraan: - Sosialisasi prosedur operasional dan Induksi terhadap karyawan (sesuai « Perbaikan kinerja kebutuhan): operasional Perseroan: 'Acara-acara penting Perseroan, seperti Investor Gathering, Pencatatan Fasilitas kerja, serta Obligasi, dan sebagainya, (sesuai kebutuhan, « Kesehatan dan - Acara Tutup Tahun (sekali setahun): serta keselamatan kerja, « Acara-acara penting karyawan, seperti pernikahan, kelahiran, sakit, meninggal, promosi, dan sebagainya (sesuai kebutuhan). . Career and competency development: « Team Building per Division and per Directorate (freguenoy is not set, but the Remuneration and annual budget is iimited), welfares Team Building at the Company level (once a year): Improvement of the Town Hall Meetings (as needed), Company's operational « Socialization of operational procedures and employee induction (as rformane needed), " Work facil and « Important Company events, such as Investor Gatherings, Bond Listings, etc. - Occupational health and as needed), safety. - Year-End Events (once a year): and « Important employee events, such as weddings, births, ilnesses, deaths, (promotions, etc. (as needed). Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025
Page 75 OCR 0.781
INDONESIA INFRASTRUCIURE —— FINANCE Basis Penetapan Pemangku Kepentingan Metode Pendekatan dan Frekuensi Pertemuan Fokus Perhatian Facus of Concern Determination Pengaruh dan « Melakukan koordinasi dan identifikasi proyek infrastruktur di pusat dan » Pembangunan Ketergantungan daerah, infrastruktur, - Menghadiri market sounding/sosialisasi oleh pemerintah pusat/daerah: - Perkembangan Influence and Dependency - Menghadiri dan memberikan masukan pada acara METI, kemajuan proyek, . Berpartisipasi dalam berbagai acara Kementerian Kevangany serta » Kendala yang dihadapi - Menjadi anggota dalam Sustainable Finance Task Force OJK. proyek: serta " Pericapaian target SDGs » Coordinating and identifying Infrastructure projects at the central and dan NDCs. regional levels: - Altending market soundings/socislization sessions conducted by the » Infrastructure cemtraljregional govemmem, development: AAttending and providing input at METI events: Project progress Participating in various Ministry of Finance events, and Project ehallenges: and Becoming a member of the OJK Sustainable Finance Task Force. Achievement of SDGs and NDCS targets. Klien dan Sponsor/Pemrakarsa Proyek, serta Pemangku Kepentingan Terkait Pengaruh dan Kilen/Sponsor/Pemrakarsa Proyek: Ketergantungan » Kesediaan untuk dibiayai oleh IF: - Kepatuhan terhadah perarilan yang atur oleh IE dalam kesepakatan Influence and Dependency pinjaman (terkait hal-hal finanslal, pelaporan, dan S&E): » Penetapan harga (suku bunga, blaya, dan sernua hal komersial lainnya - Kerja sama dalam penyediaan data, Produk dan jasa: Pelayanan advisoryi Suku bunga pinjaman: Proses dan durasi dalam pemberian keputusan, Persyaratan kredit, serta » Pemantauan perkembangan proyek dan penerapan aspek sosial dan - Kepatuhan terhadap lingkungan (sebagaimana diperlukan): Prinsip SBE IIF. - Tinjauan secara berkala atas proyek-proyek yang dibiayai (kunjungan rutin ke proyek) serta | . . “ Products and services, » Koordinasi atau advisory terkait proyek infrastruktur yang berlangsung PA pap (sebagaimana diperlukan). « Loan Interest rates Pemangku Kepentingan terkait: Nan Toni » Kesediaan untuk membangun/mengerjakan proyek berdasarkan Prinsip S&E Beni reguire manten and yang diatur oleh If, serta . 1 Conollanoe MN Es » Kesedigan untuk patuh pada perjanjian yang relevan bagi pemangku Sek Prineries: kepentingan terkait (misalnya, perusahaan EPC, konsultan kerekayasaan/ teknis, dan lain-lain). Client/Sponsor/Project Proponent: - Wiliingness to be financed by the IIF, « Compilance with the covenants stipulated by the IIF in the Ioan agreement (related to financial, reporting, and S&E matters), Pricing (interest rates, fees, and ali other commercial matters): « Cooperation in providing data: - Monitoring project progress and implementation of social and environmental aspects (as reguired): - Regular review of financed projects (regular projeet visits): and " Gaordinalian or advisoryregerdingangoin Infrastructure projects tes reguired). Relevant Stakeholders: « Willingness to construct/execute the project based on the SBE Principles stipu'ated by the HF: and « Willingness to comply with relevant covenants for relevant stakeholders (e.g, EPC companies, engineering/technical consultant, etc) Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025
Page 76 OCR 0.866
Basis Penetapan Pemangku Metode Pendekatan dan Frekuensi Pertemua Fokus Perhatian Engagement Methods and Fi Kepentingan s for olclers' Determination Media M ia Kinerja Perseroan, serta « Informasi yang berkaitan dengan proyek-proyek yang didukung, Pengaruh dan « Perseroan melibatkan media massa untuk setiap peristiwa penting yang Ketergantungan berhubungan dengan pemangku kepentingan eksternal. Media massa secara formal diundang ke acara tersebut untuk meliput langsung. Demi Influence and Dependency terjaganya akurasi dan aktualnya berita, IiF membuat siaran pers untuk. Mmenhel acuan media masya dalam mneherbilkan berita, Perseroan melibatkan media massa, baik secara langsung maupun melalui ageng, untuk penyebarluasan berita terkait Perseroan secara aktual dan efektif: se: » Company performance: and » Information related to supported projects. “Jenis media massa yang terlibat dalam operasi Perseroan, mayoritas merupakan media daring yang terafiliasi dengan media cetak, dan umumnya dalam bidang bisnis dan ekonomi. - The Company engages the media for every significant event involving external stokeholders. Media outlets are formally invited to these evenis for Iive coverage. To ensure the aecuracy and timeliness of news, lIF Issues press releases to serve as a reference for media Outlets when publishing news, "The Company engages the media, both directly and through agencies, to effeotively and timely disseminate nesus related to the Company, - The media outlels involved in the Companys operations are predominantly online media elfliated with print media outlets, generally in the business. and economic sectors, Etika, Anti Korupsi, dan Benturan Kepentingan Ethics, Anti-Corruption, and Conflict of Interest Kode Etik Code of Ethics Penerapan Kode Etik Perseroan menjadi pedoman etika yang memandu hubungan antara manajemen, karyawan, dan pemangku kepentingan, serta mendukung implementasi Tata Kelola Perusahaan. Kode Etik mencakup prinsip-prinsip terkait kepatuhan hukum dan etika, pengendalian internal dan pelaporan keuangan, benturan kepentingan, privasi dan keamanan informasi, penghormatan terhadap individu dan masyarakat, serta interaksi dengan mitra usaha dan pihak ketiga, Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | The implementation of the Company's Code of Ethics has served as an ethical guideline steering the relationchins between management, employees, and stakeholders, while supporting the implementation of Corporate Governance, The Code of Ethics encompassed principles related to legal and ethical compliance, internal control and financial reporting, conflict of interest, privacy and information security, respect for individuals and the community, as well as interactions with business partners and third parties. tainability Report 2025
Page 77 OCR 0.910
INDOKESIA Isi Kode Etik Perseroan ialah sebagai berikut: » Melakukan Usaha dengan Taat Hukum dan Beretika Kebijakan Informasi, Pengendalian Internal, dan Pelaporan Keuangan - Benturan Kepentingan Kebijakan Sumber Daya Elektronik Keamanan informasi dan Kebijakan Kerahasiaan Pengendalian Internal, Pelaporan Keuangan, Retensi Dokumen, dan Kebijakan Audit Hormati Individu, Masyarakat dan Kebijakan Privasi Perilaku dengan Mitra Usaha dan Pihak Ketiga Informasi mengenai penjelasan dari setiap Kode Etik IIF diuraikan pada Laporan Tahunan Perseroan bab Tata Kelola Perusahaan. Seluruh pegawai Perseroan wajib memahami dan mengimptementasikan Kode Etik yang mengatur standar perilaku bisnis secara profesional dan berintegritas. Guna memastikan pemahaman yang mendalam, tim Sumber Daya Manusia bersama unit kerja Kepatuhan menyelenggarakan sosialisasi serta sesi konsultasi secara rutin maupun bersifat ad-hoc. Komitmen terhadap perilaku bisnis yang baik ini tidak hanya berlaku bagi pegawai tetap, namun juga diwajibkan bagi seluruh penyedia jasa dan tenaga kerja paruh waktu. Langkah ini merupakan bagian dari upaya Perseroan dalam menjamin terciptanya ekosistem kerja yang etis dan akuntabel di seluruh lini operasional. Kebijakan dan Praktik Anti Korupsi '88' 2051 Anti-Corruption Policy and Practice Perseroan menempatkan penanggulangan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) serta berbagai bentuk penipuan (fraud) sebagai prioritas utama dalam menjalankan kegiatan pembiayaan dan jasa advisory. Perseroan menyadari sepenuhnya bahwa tindakan tersebut dapat mencederai reputasi dan kinerja Perseroan, sekaligus merugikan bangsa dan negara, Oleh karena itu, Perseroan menjunjung tinggi integritas dengan menerapkan kebijakan tanpa toleransi (zero tolerance) terhadap praktik korupsi di seluruh lini kegiatan usaha, mencakup seluruh tingkatan karyawan hingga manajemen. "341 Tanggung jawab dalam pencegahan dan pengelolaan anti-korupsi berada di bawah kewenangan Komite Manajemen Risiko (RMC). Dalam menjalankan fungsi pencegahannya, RMC memiliki mandat untuk melaksanakan tugas-tugas sebagai berikut: mengembangkan strategi untuk meningkatkan kesadaran dan etika karyawan atas penipuan (kecurangan) dan korupsi: meninjau penilaian risiko kecurangan dan korupsi untuk seluruh lingkup Perseroan sebagaimana disusun oleh Direktorat Risiko setidaknya tiga tahun sekali, atau setelah terjadinya perubahan struktural atau fungsional yang signifikan di iIF: menentukan strategi pengendalian penipuan dan korupsi untuk mengatasi risiko yang diidentifikasi oleh kajian penilaian penipuan dan korupsi, memastikan setiap karyawan dalam ruang lingkup tanggung jawab masing-masing menerima pelatihan peningkatan kesadaran atas penipuan dan korupsi dan memahami Kode Etik IIF: merekomendasikan kebijakan dan prosedur yang tepat untuk deteksi dan pencegahan penipuan dan korupsi: serta meninjau dan memperbarui kebijakan dan prosedur apabila diperlukan namun setidaknya setiap dua tahun sekali untuk memastikan kesesuaiannya dengan prinsip, standar, dan praktik terbaik dalam pencegahan penipuan dan korupsi. INFRASTRUCTURE FINANCE The contents of the Company Code of Ethics are as follows: - Conducting Business Legally and Ethically - Information Policy, Internal Control, and Financial Reporting Conflict of Interest Electronic Resource Policy Information Security and Confidentiality Policy Internal Control, Financial Reporting, Document Retention, and Audit Policy Respect for Individuals, Community, and Privacy Policy Conduct with Business Partners and Third Parties Detailed expianations of each point of the IIF Code of £thics are outlined in the Companys Annual Report under the Corporate Governance chapter. Al Company employees have been reguired to understand and implement the Code of Fthics, which regulates standards of professional business conduet and integrity. To ensure deep understanding, the Human Resources team, together with the Compliance unit, crganized socialization and consultation sessions on both a regular and ad-hoc basis. This commitment to good business conduct applied not only to permanent employees but was also mandatory for all service providers and part-time workers. This step was part of the Company' efforts to ensure the creation of an ethical and accountable work ecosystem across all operational lines. The Company places the prevention of Corruption, Collusion, and Nepotism (KKN), as well as various forms of fraud, as a top priority in conducting its financing and advisory activities. The Company fully recognizes that such actions can damage the Company's reputation and performance, while also harming the nation and the state Therefore, the Company has been upholding the highest level of integrity by implementing a zero-tolerance policy toward corrupt Practices across all business lines, encompassing all levels from employees to management, "W3 31 The responsibility for anti-corruption prevention and management falls under the authority of the Risk Management Committee (RMC). In exercising its prevention function, the RMC has the mandate to perform the following dutles: » developing strategies to enhance employee awareness and ethics regarding fraud and corruption: - reviewing fraud and corruption risk assessments for the entire scope of Ihe Company, as prepared by the Risk Direotorate, at least once every three years, or following significant structural or functional changes within IIF: « determining fraud and corruption control strategies to address Tisks identified by fraud and corruntion assessment reviews: ensuring that every employee, within their respective areas of responsibility, receives fraud and corruption awareness training and understands the IIF Code of Ethics, - resommending appropriate policies and procedures for the detection and prevention of fraud and corruption: and - teviewing and updating policies and procedures as necessary, but at least once every two years, to ensure alignment with principles, standards, and best practices in fraud and corruption prevention. Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability
Page 78 OCR 0.907
Se Sebagai langkah mitigasi, IIF menerapkan sistem pengendalian internal yang ketat melalui prinsip foureyes dan pemisahan tugas (segregalian of dulies) pada aktivitas bisnis utama. Selain itu, Perseroan memberlakukan: " Batasan nilai hadiah Perseroan memberlakukan kebijakan gratifikasi yang tegas berupa larangan bagi karyawan menerima hadiah dalam bentuk uang atau bentuk lainnya, yang nilainya melebihi USD100, atau setara dengan Rp1.500,000. Batasan nilai ini ditinjau dan direvisi secara berkala oleh Direksi agar tetap relevan dengan praktik terbaik di dunia kerja. Setiap hadiah yang diterima secara langsung namun melebihi batas tersebut wajib dikembalikan secara profesional tanpa menyinggung pihak pengirim maupun merusak reputasi Perseroan. Implementasi block leave untuk BoD-1. Block leave adalah 5 hari cuti berturutturut di mana karyawan dilarang mengakses aktivitas kerja apa pun, termasuk email, telepon perusahaan, sistem, folder/drive bersama, rapat atau pengambilan keputusan dengan cara apa pun. Akses hanya diberikan ke drive lokal dan laptop. Fraud and Corruption Prevention Committee (FPC) Komite ini beranggotakan CEO, CRO, dan CFO yang berwenang memutuskan semua kasus (dugaan atau terbukti) kecurangan dan korupsi beserta isu terkait, termasuk investigasi, eskalasi kepada pihak eksternal seperti polisi, publikasi, dan sanksi yang terjadi di Perseroan, dengan mempertimbangkan implikasi dari keputusan dan temuan audit, Keputusan ini berlaku untuk kasus di mana tersangka bukan anggota Direksi. FPC Charter dapat dilihat pada laman berikut: httpsriif.co.id/id/ hubungan-investor/tata-kelola-perusahaan/komite/ Perseroan telah melakukan penilaian risiko fraud dan korupsi di seluruh kegiatan operasional dan proyek-proyek yang memiliki risiko terkait korupsi. Dengan demikian, 1008 operasi IIF telah dinilai Fisikonya ewe Guna memperkuat budaya integritas, Perseroan mewajibkan seluruh karyawan menandatangani pernyataan kepatuhan terhadap Kode Etik dan Kebijakan Anti- Korupsl yang didukung oleh pelaksanaan sesi sadar risiko serta penyediaan mekanisme pelaporan pelanggaran (whistteblowing), ISP! 23.26sa1 Perseroan juga melakukan penilaian profil risiko atas semua kegiatan operasional dan proyek menggunakan Risk Scorecard dengan parameter dan indikator sesuai SEOJK No.27/SEOJK.05/2021, termasuk parameter dan indikator terkait risiko kecurangan (fraud). Adapun penilaian Risk Control Self-Assessment dilakukan untuk menilai tingkat risiko inheren dari risiko fraud di tingkat korporasi, pengendalian yang telah dilakukan oleh Perusahaan, serta tingkat residual risk untuk risiko fraud tersebut. Melalui penilaian risiko yang dilakukan secara menyeluruh terhadap semua kegiatan operasional dan proyek, Perseroan memastikan bahwa 1006 operasi IIF telah dinilai risikonya terkait aspek korupsi, Sa As a mitigation measure, IIF has implemented a strict internal control system through the “four-eyes" principle and segregation of duties in its core business activities. Furthermore, the Company enforces: “ Gift Value Thresholds The Company enforces a siriet gratification policy prohibiting empioyees from accepting gifts in the form of cash or other forms exceeding a value of USD 100 or its eguiyalent of IDR 1,500,000. This threshold is reviewed and revised periodically by the Board of Directors to remain relevant with professional best practices, Any gifts received directly that exceed this limit must be returned professionally without offanding the sender or damaging the Company's reputation. Implementation of Block Leave for BoP-1 Block leave consists of 5 consecutive days of leave during which employees are prohibiled from accessing any work activities, including emails, company phones, systems, Shared folders/drives, meetings, or decision-making in any manner. Access is only granted to local drives and laptops. Fraud and Corruption Prevention Committee (FPC) This committee consists of the CEO, CRO, and CFO, who are authorized to decide on all cases (suspected or proven) of fraud and corruption along with related issues, including investigations, escalation to external parties such as the police, publications, and sanctions occurring within the Company, considering the implications of the decisions and audit findings. This decision applies to cases where the suspeci is not a member of the Board of Directors. The FPC Charter can be accessed at the following link: https// iif.co.id/en/investor-relations/corporate-governance/commiltees/ The Company has conducted fraud and corruption risk assessments across all operational activities and projects that carry corruption- related risks. Accordinaly, 1004 of IIF's operations have been assessed for risk, (6212001 To strengthen the culture of integrity, the Company has reguired afi employees to sign a compliance statement regarding the Code of Ethics and Anti-Corruption Policy, supported by the implementation of risk awareness sessions and the provision of a whistleblowing mechanism. Im33.205-1 The Company also performed risk profile assessments for all operational activities and projecis using a Risk Scorecard with parameters and indicators in accordance with SEOJK No.27/ SEOJK.05/2021, including parameters and indicators related to fraud risk. Furthermore, the Risk Control Seif-Assessment (RCSA) was conducted to evaluate the inherent risk level of fraud at the corporate level, the controls implemented by the Company, and the residual risk level for said fraud risks. Through comprehensive risk assessments conducted on all Operetional activities and projects, the Company ensurad that 10016 of IIFS operations have been assessed for risks related to corruption aspects. (Oa Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025
Page 79 OCR 0.901
INDONESIA Sosialisasi, Pelatihan, dan Kepatuhan Anti Korupsi Anti-Corruption Socialization, Training, and Compliance Perseroan secara aktif menyelenggarakan program komunikasi, sosialisasi, dan pelatihan anti-korupsi yang komprehensif. Seluruh jajaran karyawan dan manajemen telah menerima sosialisasi mengenai Kebijakan serta prosedur anti-korupsi sejak tahap awal bergabung dengan Perseroan. Program pelatihan ini juga diikuti oleh Dewan Komisaris, Direksi, karyawan, hingga mitra usaha, yang dilaksanakan baik secara daring maupun furing di kantor pusat Perseroan guna memastikan pemahaman standar etika yang seragam di seluruh level organisasi. Pada tahun 2025, seluruh anggota Direksi dan karyawan secara berkelanjutan mengikuti pelatihan anti-korupsi, baik yang diselenggarakan secara internal oleh Perseroan maupun melalui program eksternal yang relevan, sebagai bagian dari upaya peningkatan kapasitas dan penguatan budaya integritas. Seluruh anggota Direksi dan karyawan juga telah menandatangani Kode Etik Perseroan yang mencakup komitmen terhadap kebijakan anti-korupsi sebagai bagian dari standar integritas yang wajib dipatuhi di lingkungan kerja. (82051 Selain penguatan internal, Perseroan mewajibkan seluruh klien dan mitra usaha untuk mematuhi kebijakan anti-korupsi Perseroan. Sebelum penandatanganan Perjanjian Fasilitas, mitra diwajibkan untuk menyampaikan dokumen "Panduan Pencegahan dan Pemberantasan Penipuan dan Korupsi dalam Proyek yang Dibiayai oleh Pinjaman IBRD serta Kredit dan Hibah IDA". Integritas ini diperkuat dengan penyertaan klausul spesifik dalam Perjanjian Fasilitas mengenai sanksi atas praktik korupsi dan penipuan. Berkat pengawasan yang ketat, sepanjang tahun 2025, tidak terdapat Insiden korupsi yang terbukti di lingkungan internal Perseroan. Selain itu, tidak ada pemutusan kontrak dengan mitra kerja yang disebabkan oleh pelanggaran terkait praktik korupsi. Hal ini mencerminkan keberhasilan mekanisme pencegahan dan efektivitas budaya integrilas yang diterapkan oleh Perseroan. (“20531 INFRASTRUCTURE FINANCE The Company has actively organized comprehensive anti-sorruption communication, sosialization, and training programs. All employees and management levels have received socializatlon regarding anti- carruption policies and prosedures since their initial stage of joining the Company. This training programs were also attended by the Board of Commissioners, the Board of Directors, employees, and business partners, conducted both online and offline at the Companys headguarters to ensure 2 uniform understanding of ethical standards across ail organizational levels. In 2025, all members of the Board of Directors and employees continued to participate in anti-corruption training programs, both organized internally by the Company and through relevant external programs, as part of ongoing efforts to strengthen capacity and reinforce a culture of Integrity. AII members of the Board of Directors and employees have also signed the Companys Code of Ethics, which incorporates & commitment to the anti-corruption policy as part of the integrity standards applicable within the workolace. 2203 In addition to internat reinforcement, the Company has reguired all clients and business partners to compiy with its anti-corruption policies. Prior to the signing of the Facility Agreement, partners were reguired to submit the document “Guidelines on Preventing and Combating Fraud and Corruption in Projects Financed by IBRD Loans and IDA Credits and Grants" This integrity is further strengthened by the inclusion of specific clauses in the Facility Agreement regarding sanctions for corruption and fraudulent practices. Through rigorous oversight, the Company recorded no incidents of corruption Iwoughout 2025. Furthermore, there were no terminations Of coniracts with business partners due to violations related to coruplion practices, This reflects the success of the prevention mechanisms and ihe effectiveness of the culture of integrity implemented by the Company, 197205: Kebijakan Penanganan Benturan Kepentingan 'S"' 2351 Conflict of Interest Management Policy Perseroan menerapkan kebijakan penanganan benturan kepentingan berdasarkan Kode Etik Perseroan, yang menegaskan bahwa seluruh insan Perseroan dan perwakilannya harus terbebas dari setiap benturan kepentingan yang dapat memengaruhi keputusan, objektivitas, atau kesetiaan mereka terhadap Perseroan. Perseroan memastikan Dewan Komisaris, Direksi, karyawan, hingga klien, memahami dan berkomitmen menerapkan Kode Etik. Penegakan Kode Etik dilakukan oleh Dewan Komisaris dan Direksi sebagai upaya untuk mengurangi potensi benturan kepentingan. Perseroan telah menetapkan prosedur komprehensif untuk mengidentifikasi dan mengelola konflik kepentingan yang berkaitan dengan kegiatan operasional, produk, maupun layanan organisasi. Perangkat kebijakan yang dimiliki Perseroan meliputi: 1. Manyal Operasional - Kode Etik Sebagaimana tercantum dalam manual operasional pada Kode Etik, setiap pihak terkait harus menjaga independensi dari kepentingan pribadi yang dapat merugikan penilaian profesional dalam aktivitas bisnis IIF. Meskipun Perseroan menghormati hak karyawan untuk terlibat dalam kegiatan finansial atau bisnis luar yang Sah, setiap potensi benturan kepentingan yang timbul dari aktivitas tersebut wajib segera diungkapkan kepada manajemen. Manual operasional ini juga memuat pedoman pelaksanaan sebagai panduan teknis bagi seluruh karyawan dalam menjalankan prinsipprinsip bebas benturan kepentingan pada aktivitas sehari-hari. The Company has implemented a conflict of interest management policy based on the Company Code of Ethics, which asserts that all Company personnel and representatives must be free from any conflict of interest that could influence their decisions, objectivity, or loyalty to the Company. The Company ensured that the Board af Commissioners, the Board of irectors, employees, and clients understand and are committed to implementing the Code of Ethics. The enforcement af the Code of #thics has been carried out by the Board of Commissioners and the Board of Directors as an effort to mitigate potential conflicts of interest. The Company has established comprehensive procedures to identify and manage confficts of interest related to organizational operations, products, and services. The Company policy framework includes: 1. Operational Manual - Code of Ethics As stated in the Operational Manual on the Code of Ethics, every relevant party must maintain independence from personal interests that could impair professional judgment in HF's business activities. While the Company respects the rights of employees to @ngage in legitimate external financial or business activities, any potential conflict of interest arising from such activities must be immediately disclosed to management. This operational manual also contains implememtation guidelines as technical guidance for all employees in exercising conflict-tree principles in their daily activities Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025
Page 80 OCR 0.917
2. Prosedur Internal Perusahaan (PIP) Pengelolaan Potensi Benturan Kepentingan dalam Transaksi Investasi dan Mandat Penasihat (Advisory) Kebijakan ini mengatur identifikasi situasi yang memicu konfik kepentingan serta menetapkan langkah tindak lanjut yang diperlukan. Salah satu mekanisme mitigasi utama yang diterapkan adalah kebijakan pemisahan informasi (Chinese Wall) untuk menjaga independensi antar unit kerja. » Kebijakan Pengelolaan Potensi Benturan Kepentingan pada Pinjaman dan Investasi Ekuitas Mengatur secara spesifik pengendalian risiko konflik pada lini bisnis utama Perseroan, termasuk penerapan protokol Chinese Wall guna memastikan tidak ada pertukaran informasi sensitif yang dapat mencederai integritas proses pengambilan keputusan investasi. Apabila muncul kondisi yang berpotensi menimbulkan benturan kepentingan antar pemangku kepentingan, Perseroan dapat melakukan mediasi sesuai kebijakan yang berlaku, Seluruh proyek dengan potensi konflik kepentingan juga menjadi subjek proses persetujuan berdasarkan limit kewenangan. Dalam hal klien meminta kombinasi pembiayaan dan jasa advisory, IIF menempuh langkah- langkah mitigasi, antara lain: » memberikan penjelasan kepada kilen mengenai sifat umum atau potensi sumber benturan kepentingan: “ dalam kasus pembiayaan, mengedepankan keterlibatan non- eksklusif agar klien Jain tetap dapat memperoleh penawaran yang sama, » menetapkan kebijakan, prosedur, dan prinsip pemisahan wewenang serta tanggung jawab (Chinese Walis) jika diperlukan. Pada tahun 2025, Perseroan telah melaporkan potensi konflik kepentingan Manajemen dalam Laporan Tahunan, khususnya terkait rangkap jabatan dan kepemilikan saham anggota Direksi dan Dewan Komisaris di Perseroan maupun perusahaan lain maupun transaksi dengan pihak berelasi termasuk jenis dan nilai transaksi pihak berelasi. 2. Policy Implementation Procedure (PIP) on Managing Potential Conflicts of Interest in Investment Transactions and Advisory Mandates This policy regulates the Identification of situations that trigger conflicts of interest and establishes the necessary follow-up actions. One of the primary mitigation mechanisms implemented is the information barrier policy (Chinese Wal) to maintain indepen'dence between business units. 3. Policy on Managing Potential Conflicis of Interest in Loans and Eguity Investments This policy specifically regulates the control of conflict risks within the Company's core business lines, including the application of Chinese Wall protocols to ensure that no sensitive information is @xchanged that could compromise the integrity of the investment decision-making process. In the event of conditions that potentialiy give rise to conflicts of interest among stakeholders, the Company may conduct mediation in accordance with applicable policies. All projects with potential conflicts of interest are also subject to an approval process based on the limits of authority. In cases where a client reguests a combination of financing and 'advisory services, IIF undertakes mitigation measures, including: providing explanalions to the client regarding the general nature or potential sources of the conflict of interest: in financing cases, prioritizing non-exclusive engagement so that other clients may Still obtain the same offer, establishing policies, procedures, and principles for the separation of authority and responsibility (Chinese Walls) where necessary. In 2025, the Company reported potential management conflicts of interest in the Annual Report, specifically regarding concurrent positions and share ownership of members of the Board of Directors and the Board of Commissioners in the Company and other companies, as well as transactions with related parties, including the Iype and value of such transactions. Sistem Pelaporan Pelanggaran 'SRI 2-2c1 Whistleblowing System Sebagai bagian dari komitmen membangun lingkungan bisnis yang sehat dan penerapan aspek keberlanjutan, Perseroan telah memiliki Whistleblowing System (WBS) dan Policy Implementation Procedure (PIP) Ethical Conduct. Sistem WBS menyediakan saluran bagi karyawan Perseroan maupun pihak ketiga untuk melaporkan perilaku tidak etis (inappropriate behaviour) seperti dugaan korupsi, kecurangan, kolusi, maupun tindakan koersif. Mekanisme pelaporan juga mencakup proses remediasi terhadap dampak negatif di tingkat korporasi, termasuk aspek ESG. Saluran pelaporan ini tersedia di situs web resmi Perseroan dalam Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia, serta dapat diakses selama 24 jam. As part of the commitment to building a healthy business environment and implementing sustainability aspecis, the Company has established a Whistleblowing System (WBS) and a Policy Implementation Procedure (PIP) on Ethical Conduct. The WBS system has provided channels for the Ceompany's employees and third parties to report inappropriate behavior, such as suspected corruption, fraud, collusion, or coercive actions. The reporting mechanism also includes remediation processes for negative Impacis at the corporate level, including ESG aspects. This reporting channel is available on the Company's officiai website in both Engtish and Indonesian and is accessible 24 hours a day. Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Repori 2025
Page 81 OCR 0.809
INDONESIA | INFRASTRUCTURE FINANCE Mekanisme Pelaporan Pelanggaran Perseroan menyediakan mekanisme pelaporan pelanggaran maupun perilaku tidak etis di tingkat korporat melalui WBS, dan di tingkat proyek melalui Grievance Redress Mechanism (GRM). Grievance and Violation Reporting Mechanism Tw Company provides machatisng sarung malations and (nethisal beharani ati he sorporate level tarsugh the MBS, and at ih ptojee level nongki the Griesanse Redress Id LRT & Penyampaian Laporan Reporting the Report. Apabila terdapat dugaan pelanggaran atau aktivitas mencurigakan oleh karyawan II, pelapor wajib menyampaikan laporan secara tertulis, baik diketik maupun tulisan tangan, agar kronologi dan subjek perkara dapat dipahami secara komprehensif, Should there be any suspected Viciotions or suspicious aclivties by IP 'handuritten, to ensure the chronology and subject matter can be compreheasively understood, #mployees, ceporters are ceguired to submit a written report, elther ypedor Pengiriman Laporan Report Submission Laporan harus dikirimkan bersama dengan surat pengantar yang menyebutkan identitas dari pelapor, Report must be submitted along with a cover letter stating tho reporters identity, Pengajuan laporan tanpa mencantumkan identitas diperkenankan apabila diserta: dengan bukt-bult! pendukung yang memadai, atau apabila terdapat Indikasi kuat bahwa penipuan/korupsi telah terjadi, “sehingga dapat disetciki lebih lanjut. “Subimission of reports without disclosing identity is permitted if 'ecompanied by adeguate supporting evidence, or f Ihere are strong Penerimaan Laporan Report Receiving Pelaporan melalui mekanisme WBS diterima oleh Head of Internal Audit. Reports submitted through the WBS mechanism are received by the Head of Internal Audit. Jawab untuk melakukan proses pencarian fakta (fact finding). 1 ihe report is related to unathical behavior i will be forwardad to the Human Rescurees Division, which is responsible lor conducting the fact: finding process. “Apabila ternyata pelaporan tersebut terkait dengan perilaku tidak et's maka faporan akan diteruskan kepada Divisi Human Resources yang bertanggung indications that fraud/corruptian has oecurred, warranting lurther investigation. Tindak Lanjut Laporan Follow-up On submitted Reports Tindak lanjut dari laporan yang disampaikan akan dilaksanekan sesuai peraturan yang berlaku baik peraturan dalam lingkup Perseroan (maupun Pemerintah. The follow-up on submitted reports wil be carried out in secordance with applizable regulations, both within the Company's internal scope and Goverament regulations. Untuk tingkat proyek mekanisme pelaporan dan remediasi melatui 'GRM dengan mengirimken lembar umpan balik untuk selanjutnya ditindaklanjuti oleh Divisl Soslal dan Lingkungan dengan Investigasi Laporan Report Investigation seluruh informasi yang ada dan melakukan investigasi termasuk alas barang bukti Subseguent, the Internal Audit Unit wil register and record al available information and conduet an investigatien, including an exarmination of evidence akan dieskalasi ke FPC untuk ditindaklanjuti. Iftno investigation results are deemned valid, Ihe orievance report will be #sealated to the Fraud Pravantian Committee (FPC) for turther action. Selanjutnya, Unit Audit Internal akan melakukan registrasl/pencatatan otas Apabila hasil investigasi dianggap benar, maka laporan pengaduan tersebut menginformasikan kepada proyek terkali. At the project level, te reporting and remediatlon mechanismn is conducted through the GRM by submirting a feedback farm, which Is then followed up by ine Socisl and Environmental Division by informing te relevant project Apabila diperlukan, hasil dari mekanisme petaporan tersebut akan dijadikan syara bagi proyek dari Perseroan untuk tahap tesolusil essary, the results of this reporting mechanism wil bo ategulrement for the Gompanys projecls at the resolution stage. Kw312 Selanjutnya, Unit Audit Internal melakukan registrasi/pencatatan atas seluruh informasi yang ada dan melakukan investigasi termasuk atas barang bukti. Apabila hasil invesligasi dianggap benar, maka laporan pengaduan tersebut akan dieskatasi ke FPC untuk ditindaklanjuti. Tindak lanjut dari laporan yang disampaikan akan dilaksanakan sesuai peraturan yang berlaku baik peraturan dalam lingkup Perseroan maupun Pemerintah, Untuk tingkat proyek, mekanisme pelaporan dan remediasi melalui GRM dengan mengirimkan lembar umpan balik untuk selanjutnya ditindaklanjuti oleh Divisi Sosial dan Lingkungan dengan menginformasikan kepada proyek terkait. Apabila diperlukan, hasil dari mekanisme pelaporan tersebut akan dijadikan syarat bagi proyek dari Perseroan untuk tahap resolusi, '99'2-2s1 Subseguently, the Internal Audit Unit registers and records all available information and conduct an investigation, including an @examination of evidence. If the investigation results are deemed valid, the grievance report will be escalated to the Fraud Prevention Committee (FPC) for furtirer action. The follow-up on submitted reports will be carried cut in accordance with applicable regulations, both within the Company's internal scope and Government regulations. At the project level, the reporting and remediation mechanism is conducted through the GRM by submitting a feedback form, which is then followed up by the Social and Environmental Division by informing the relevant project. If necessary, the results of this reporting mechanism will be made a reguirement for the Companys projects at the resolution stage, 11225! Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia tnfrastucture Finance | Sustainability Report 2025
Page 82 OCR 0.906
—@ Tantangan Implementasi Keuangan Berkelanjutan '9sK £-5I Sustainable Finance Implementation Challenges Seiring dinamika eksternal dan internal sepanjang tahun 2025, Perseroan menghadapi sejumlah tantangan penerapan keuangan berkelanjutan. Sebagai respons, Perseroan terus melakukan identifikasi dan evaluasi tantangan tersebut serta menetapkan langkah-langkah mitigasi yang tepat. Berikut ini penjelasan mengenai tantangan dan langkah-langkah respons yang dilakukan Perseroan. Tantangan Penerapan Keuangan Berkelanjutan tainable Finance Implementation Challenges Amid evolving internal and external dynamics throughout 2025, the Company encountered several challenges in implementing sustainable finance practices. In response, the Company continuously identified and evaluated these challenges and established appropriate mitigation mneasures. The following section outlines the key challenges and the corresponding response measures undertaken by the Company. Respons Perseroan Company's Response Perubahan arahan atau regulasi dari pemerintah terkait dengan penerapan keuangan berkelanjutan membutuhkan adaptasi dan penyesuaian pelaksanaan pembangunan Infrastruktur. Changes in government directives or regulations related to the implementation of sustainable finance reguire adaptation and adjustments to the implementation of Infrastructure development. Perseroan menjalin komunikasi secara rutin dengan para pemangku kepentingan dan pejabat terkait untuk mengetahui arah kebijakan selanjutnya dan sedapat mungkin melakukan penyesuaian pada aksi keuangan berkelanjutan Perseroan. The Company has been regularly communicating with stakeholders and relevant officials to determine the direction of future policies and, wherever possible, to make adjustments to the Company's sustainable financial actions. Perubahan preferensi debitur dan produk Investasi yang tersedia di pasar sektor infrastruktur, khususnya pembiayaan infrastruktur di Indonesia. Selain itu, kesadaran debitur maupun masyarakat umum terkait dengan implementasi Prinsip S&E juga perlu untuk terus didorong. Changes in debtor preferences and investment lucts @vallable in the infrastructure market, particular! Infrastructure financing in Indonesia, are also being addressed. Furthermore, awareness among debtors and the general public regarding the implementation of S&E rinciples also needs to be continvously promoted. Perseroan akan memberikan asistensi dan soslalisasi kepada debitur maupun calon debitur mengenai penerapan 8 Prinsip S&E dan implementasi ESG. The Company would provide assistance and outreach to debtors and prospective debtors regarding the implementation of the 8 S&E Principles and ESG implementation. Peningkatan tren suku bunga yang terus berlanjut menjadikan ra klien Perseroan mencari alternatif sumber pendanaan lain, seperti pasar modal, sehingga klien tersebut melakukan percepatan pembayaran berdasarkan sumber dana lain. The continuing increase in interest rates has led the Companys clients to seek alternative funding sources, such as the capital market, resulting in accelerated payments based on other funding scurces. Perseroan terus berupaya mendapatkan kontrak-kontrak baru serta mengoptimalkan pengal atan dari lini bisnis lainnya, seperti jasa advisory. IIF juga berupaya untuk meningkatkan pendapatan di luar bunga fainnya, seperti treasury maupun produk-produk lainnya. The Company has continued to pursue new contracts and Optimizing revenue from other business lines, such as advisory services. IIF has also been striving to increase non- interest incorne, such as from treasury and other products. Penawaran-penawaran dari institusi lain terhadap karyawan Perseroan yang sudah cukup ahli di bidang ESG menjadi tantangan tersendiri untuk mempertahankan karyawan tersebut. Offers from other Institutions to the Company's employees who are already gate experienced in the ESG field pose a Challenge in itself to retain these employees. Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sus Perseroan menerapkan strategi khusus dalam men embangkan dan mempertahankan karyawan yang sudah memiliki kompetensi di bidang ESG, termasuk dalam hal pemberian remunerasi yang menarik, pemberian fasilitas kesejahteraan karyawan, program pengembangan karier, dan lain-lain. The Company has implemented targeted strategies to develop and retain employees with ESG competencies, including offering competitive remuneration, comprehensive employee welfare benefits, structured career development programs, and other supporting initiatives. sinability Report 2025
Page 83 OCR 0.915
INDONESIA Kepatuhan Hukum dan Regulasi 8227! Compliance to Law and Regulation Sepanjang tahun 2025, Perseroan menerima beberapa sanksi administratif dari regulator berupa peringatan tertulis dan denda administratif dengan nilai kumulatif di bawah Rp1 juta. Sanksi tersebut merupakan hasil dari pemeriksaan atas pemenuhan ketentuan administratif yang berlaku, Sebagai bentuk komitmen terhadap kepatuhan, seluruh tindak lanjut atas temuan tersebut dipantau secara ketat dalam forum tata kelola Direksi dan Dewan Komisaris guna memastikan perbaikan prosedur dan mencegah terjadinya pelanggaran berulang di masa depan. INFRASTRUCTURE FINANCE Throughout 2025, the Company received several administrative sanctions from regulators in the form of written warnings and administrative fines with a cumulative value of less than IOR 1 million. These sanctions were the result of examinations regarding the fulfillment of applicable administrative provisions. As a form of commitment to compliance, all follow-up actions on these findings we re strictly monitored within the Board of Directors and Board of Commissioners governance forums to ensure pracedural improvements and prevent the recurrence of violations in the future. Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025
Page 84 OCR 0.956
Membangun Pertumbuhan Ekonomi yang Berkelanjutan Building a Sustainable Economic Growth
Page 85 OCR 0.938
Pembelajaran Pembuatan Kompos dalam Program TJSL IIF 'bersama Sekolah Alternatif SAAJA
Page 86 OCR 0.771
Jalan Tol Pemalang-Batang Pemalang-Batang Toll Roadi Haluan YP 1g, el Skema: Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainabilily Report 2025
Page 87 OCR 0.902
Pelabuhan di Gorontalo Gorontale Port Di tengah ambisi tersebut, tantangan kesenjangan pendanaan funding gap) tetap menjadi realitas yang harus dihadapi, dengan kapasitas APBN diperkirakan hanya mampu memenuhi sekitar 4016 dari total kebutuhan investasi infrastruktur 2025-2029. Di sinilah peran NE menjadi krusial sebagai jembatan melalui skema pembiayaan kreatif dan inovatif. Sebagai entitas yang memelopori prinsip ESG di tanah air, Perseroan berupaya meningkatkan penyaluran kredit ke sektor-sektor strategis seperti energi terbarukan dan pengelolaa untuk menghasilkan multipller effect yang nyata, baik dari profitabilitas maupun Kontribusi terhadap target Net Zero Emission. Per 31 Desember 2025, kinerja ekonomi berkelanjutan Perseroan mencerminkan pertumbuhan yang solid, dengan kenaikan laba bersih mencapai 51,875 secara tahunan dari Rp122 miliar pada 2024 menjadi Rp18529 miliar. Kinerja ini tidak lepas dari stratea penempatan portofolio yang selektif pada proyek-proyek dengan dampak postif seperti penyediaan alr bersih untuk leblh dari 1,97 juta tumah tangga dan kontribusi reduksi emisi yang mendekati angk 5 juta ton CO,e, Capalan Ini menegaskan posisi Perseroan sebagai penogerak transformasi infrastruktur hijau yang mampu menyelaraskan kepentingan komersial dengan keberlangsungan ekosistem di Indonesia Amidst these ambitions, the funding gap remains a reality, with State Budget (APBN) capacity estimated to cover only about 4016 of the total infrastructure investment needs for 2025-2020. In this cont mes crucial as a bridge through creative and innovative As an entity pioneering ESG principles in the mpany has strived to increase credit distribution to 2ctors such as renewable energy and water management a tangible multiplier effect, both in terms of profitability and contribution to Net Zero Emission tar As of December 31, 2025, the Companys sustainable economic performance reflected solid growth, with net profit increasing by 51.87 year-onyear from IDR 122 biltion in 2024 to IDR 185.29 billion. This performance was driven by a selective portfolio placement strategy in projects with positive impacts, such as providing clean water to over 1.47 million households and contributing to emissian reductions of neariy 5 million tons of CO2e. These achieyements reaffirm the Company position as a driver of green Infrastructure transformation capable of aligning commercial interests with @cosystem sustainability in Indonesia. Komitmen Pembiayaan Berkelanjutan (JK F.26| Sustainable Financing Commitment Komitmen IIF terhadap pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan diwujudkan melalui penerapan konsep triple bottom line (people, prosperity, planet) melalui integrasi delapan Prinsip S&E ke dalam dua pilar inti kegiatan usaha Perseroan, yailu penghimpunan dan penyaluran dana. Pada sisi penghimpunan dana, Perseroan menyelesaikan program Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) melalui penerbitan Obligasi Berkelanjutan II Indonesia Infrastructure Finance Tahap II! Tahun 2025 sebesar Rp1,5 triliun. Obligasi ini merupakan seri terakhir penawaran obligasi berkelanjutan II dengan target Rp3 triliun. Penerbitan obligasi tersebut mendapatkan atensi positif yang tercermin dari tingkat oversubscription lebih dari 6 kali. Sementara di sisi penyaluran dana, Perseroan terus mengoptimalkan produk Senior, Junior, dan Non-Cash untuk mendukung proyek-proyek hijau. Salah satu pencapaian nyata sebagai katalisator pembangunan adalah penguatan portofolio sektor Energi Baru dan Terbarukan (EBT), yang mencatatkan total pembiayaan sebesar Rp12,61 triliun hingga 31 Desember 2025. Laporan K 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance lanjutan An IIFFS commitment to sustainable infrastructure development is realized through the application of the triple bottom line concept (people, prosperity, planet) by integrating eight SSE Principles into the Company two core business pillars, which are fund raising and fund distribution. On the fund raising side, the Company completed the shelf registration program (PUB) through the issuance of the Indonesia Infrastructure Finance Shelf Registered Bond II Phase III Year 2025 amounting to IDR 1.5 trillion, This bond represented the final series of the Shelf Registered Bond II offering with a total target of IDR 3 trillion. The bond issuance received positive attention, reflected in an oversubscription rate of more than 6 times. Meanwhite, on the fund distribution side, he Company continued to optimize Senior, Junior, and Non-Cash products to support green projects. One of the tangible achievements as @ catalyst for development was the strengthening of the New and Renewable Energy (NRE) sector portfolio, which recorded total financing of IDR 12.61 trillion as of December 31, 2025.
Page 88 OCR 0.861
Layanan Advisory Berkelanjutan IOJK F2cl Sustainable Advisory Services Tahun 2025 turut menandai peran unit jasa Advisory Perseroan yang berhasil merealisasikan 16 mandat di berbagai sektor infrastruktur strategis, antara Jain transportasi dan perkeretaapian. Dalam pemberian jasa tersebut, Perseroan menjalankan peran sebagai ESG advisor. Dalam aspek keberlanjutan, Perseroan memberikan nilai tambah bagi klien melalui layanan ESG Advisory yang diantaranya mencakup penyusunan kerangka kerja dan peta jalan ESG serta strategi dekarbonisasi, Setiap mandat yang dijalankan merupakan bukti nyata dedikasi Perseroan dalam mendorong standar keberlanjutan yang lebih tinggi di Indonesia. Keberhasilan strategi ini tercermin pada kinerja keuangan unit Advisory yang memberikan kontribusi pendapatan sebesar Rp10,89 miliar bagi Perseroan. The year 2025 also marked the role of the Companys Advisory services unit, which successfully realized 16 mandates across various strategic infrastructure sectors, including transportation and railways. In providing these services, the Company served as an ESG advisor. Regarding sustainability, the Company provided added value to clients through ESG Advisory services, which include the development of ESG frameworks and roadmaps, as well as decarbonization strategies. Each mandate executed is tangible evidence of the Companys dedication to driving higher sustainability standards in Indonesia. The success of this strategy is reflected in the financial performance of the Advisory unit, which contributed IDR 10.89 billion in revenue to the Company. Kinerja Portofolio dan Pembiayaan I04K F2, F3I Portfolio and Financing Performance Sepanjang tahun 2025, Perseroan membukukan pendapatan usaha sebesar Rp1,36 triliun, menurun 1,14 dibandingkan capaian tahun 2024 senilai Rp1,34 triliun. Penurunan ini terutama dipengaruhi oleh adanya penundaan pada beberapa proyek infrastruktur yang masih berada pada tahap konstruksi maupun proses financial close, sehingga penarikan pembiayaan (drawdown) serta pengakuan pendapatan bunga bergeser ke periode pelaporan berikutnya, Perseroan mampu mengamankan empat kesepakatan baru dengan nilai investasi sebesar Rp1 triliun sehingga mendorong total aset investasi menjadi Rp10,63 triliun pada akhir tahun 2025. Jumlah portofolio Perseroan mencakup 41 proyek yang didominasi oleh sektor-sektor krusial seperti ketenagalistrikan, transportasi, utilitas air dan limbah, serta infrastruktur gas, Dalam setiap operasionalnya, Perseroan memegang teguh komitmen untuk menyediakan layanan yang inklusif serta memastikan setiap solusi pembiayaan dirancang secara presisi demi menjawab kebutuhan spesifik dari setiap klien, IS i#lsri sis Throughout 2025, the Company recorded operating revenue of IDR 1.36 trillion, a decrease of 1.144 compared to the 2024 achievement of IDR 1.34 trilion. This decline was primarily influenced by delays in several Infrastructure projects that remained in the construction stage or were still undergoing the financial close process, resulting in the poslponement of financing drawdowns and the recognition of interest income to subseguent reporting periods. The Company successfully secured four new deals with an investment value of IDR 1 trillion, driving total Investment assets to IDR 10.63 trillion by the end of 2025 The Company's portfolio comprises 41 projects, dominated by crucial sectors such as power, transportation, water and waste utilities, and gas infrastructure. In every operation, the Company upholds its commitment to providing inclusive services and ensuring that every financing solution is precisely designed to meet the specific needs of each client. (M4 Mckrsisi Portfolto and Financing Performance Hasil (biliar Rupiah) 25009 Resulis (IDR Eilion) 20.000 | | Ka 18000 |. Kg 10.000 a uya Kinerja Portofolio dan Pemblayaan 0 O An Statis ne Pencapaian 2025 1025 Achievement 55,564 55,962 76,381 108,631 Komitman Investasi Bersih Aset Investasi (@ Pendapatan Getmasuk pendepatan forelm exchange) Ciean Investment Commitment Investment Assets 'Revenur (ineluding foreign exchange Income) Nila Kormitman untuk Aset Investasi dalam Proyek terkait Keuangan Berkelanjutan Proyek terkait Keuangan Berkelanjutan Gommitment Value for Sustainabie Finance Projecis Investment Assets in Sustainable Finance-Related Projects @ Isa Bersih Tahun Berjalan Net Profit for the Cucrent Year Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025
Page 89 OCR 0.713
INDONESIA. INFRASTRUCTURE FINANCE Kinerja Jasa Advisory ISR' 2-6! ICRI FSc, FS7, Fsal Advisory Services Performance Jumlah Mandat yang Aktif HH Pendapatan dari Mandat Aktif ESG Advisory Number of Active Mandates Revenue from Active ESG Advisory Mandates 2023 7,20 2024 12,30 2025 5,71 23 Ongnda,.. 70 Angs 2025 Ayana hilargeean WAao Waton Pendapatan Proporsi Pendapatan dari ESG Advisory Revenue Proportion of Revenue from ESG Advisory 2023 23,20 2024 32,00 2025 10,89 kanan “Rupiah Mgr Rupiah MitarRvpiah 2023 31,034 2024 38,441 2025 52,435, Jumlah Mandat Aktif ESG Advisory & Number of Active ESG Advisory Mandates 2023 Imandat 202 Sangat 2025 13yandar Mangaten Mangalan tenda Komitmen Bersih Portofolio Investasi IS#' Fss, Fs7, Fssl Investment Portfolio Commitment (Net) Hasi (ailir Ruplah) 200 Resulis (IDR Billion) ca MI 2012 1570100 2021 16.075,00 a00 MEI 2025 masaoo 2200 1600 Komitmen Bersih Portofolio Investasi Investment Portfolio Commitment (Net) JA 2000112025 ti ! Ruplah) 2025 Targer (IDR Bilian) 31.041,17 encapaan 2025 2908 Aemevemont 9, 38,326 Bandara Kelistrikan Pelabuhan kupon Hang For (Oj Kereta Api dan Transportasi Massal Jalan Raya Telekomunikasi dan Informatika Kaiuay and Mang Mannpenaton Rao Teasommunicatans ang Informatee Air dan Pengelolaan Limbah Kontraktor Infrastruktur Infrastruktur Gas WooraneWase Uuliy Intamtueturo Gontor as ntasitusure Infrastruktur Pariwisata Infrastruktur Sosial Infrastruktur Daerah Kevin intasmatuo Social Intositvemte Resonalintasructure “ Pada tahun 2025, terdapat perubahan kategori dan data disajikan kembali. “In 2025, there was a change in categories and the data have been restated. Laporan Keberlanjutan 2025 | PT indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025
Page 90 OCR 0.808
00002 Distribusi Nilai Ekonomi Economic Value Distribution Keberhasilan kinerja ekonomi yang bersumber dari portofolio investasi dan pembiayaan menjadi fondasi bagi Perseroan dalam mendistribusikan nilai ekonomi langsung kepada seluruh pemangku kepentingan. Nilai ekonomi yang dihasilkan Perseroan merepresentasikan akumulasi pendapatan dari seluruh lini bisnis Perseroan. Sementara itu, nilai ekonorni yang didistribusikan merupakan wujud nyata kontribusi Perseroan dalam mengakselerasi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat melalui pembayaran gaji karyawan, pajak kepada negara, dividen bagi pemegang saham, imbal jasa pemasok, hingga realisasi program TJSL. Rincian distribusi nilai ekonomi selama tiga tahun terakhir dipaparkan sebagai berikut: 92131 The Company's economic performance, driven by its investment and financing portfolios, serves as the foundation for distributing direct @conomic value to all stakeholders. The economic value generated by the Company represents the aggregate revenue derived from ali business lines. Meanwhile, the economic value distributed reflects the Company's tangible contribution to acceleraling economic growth and enhancing societal welfare through employee compensation, tax payments to the state, dividends to shareholders, payments to suppliers, as well as the implementation of Corporate Social and Environmental Responsibility (CSER) programs. The details of the economic value distribution over the past three years are presented as follows: em 3- Nilai Ekonomi yang Dihasilkan #21 Nilai Ekonomi yang Didistribusikan 2-1 Economic Value Generated Economic Value Distributed maeran Pata onta an Pembayaran kepada Pemasok Penetimaan Pendapatan Bunga Payment to Suppliers Recoipt of Interest income: O O) 130318 Pembayaran kepada Karyawan Payment to Employsos 24559 1604 16351 @ Penerimaan Pendapatan Provisi dan Komisi dan Lainnya (Recsipt of Provision and Commission and Other Income @ Pemmbayaran Pajak Final dan Pajak Penghasilan Badan Payment of Final Tax and Corporate Income Tax taka 1ga4 & (@ Penerimaan Pendapatan Jasa Advisory Receipt of Advisery Income ng Pembayaran Beban Bunga Payment of Interest Expense @) Penesimaan Pengembalian Pajak Tax Retund Received as o1g 5) Pembayaran Dividen Payment of Dividend Jumlah Nilai Ekonornt yang Dihasilkan. Total Economic Value Generated @ Pembayaran Utang Sewa Payment of Lease Liablities yg 122 (Gb Ievestasi Pengembangan Masyarakat Community Development Investmen: nas 07 Jumlah Hz 121,09 are se Total M4 (86,05) ....... m- 250,95 ... 8) Jumlah Nital Ekonomi yang Didistribusikan Total Economic Value Distributed Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025
Page 91 OCR 0.898
Perseroan tidak menerima bantuan keuangan langsung dari pemerintah, maupun dalam bentuk insentif lainnya. Meskipun demikian, operasional Perseroan diperkuat oleh pinjaman subordinasi yang diberikan oleh pemegang sahamnya dan termasuk instansi yang penggunaan fasilitasnya diawasi oleh lembaga pemerintah seperti BAPPENAS. Selain dukungan finansial, para pemegang saham turut memberikan kontribusi substansial melalui bimbingan strategis dan penyediaan tenaga ahli. Dukungan secara menyeluruh tersebut menjadi motor penggerak bagi proses internal Persergan dalam mencapai target keberlanjutan, melalui transfer wawasan, keahlian teknis, serta adopsi praktik terbaik dunia. Kemitraan ini menegaskan komitmen Perseroan Untuk mengoptimalkan seluruh sumber daya yang tersedia demi mewujudkan keunggulan operasional dan pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan, #2211 INDONESIA | INFRASTRUCTURE FINANCE The Company has not received direct financial assistance from the government, nor in the form Of other incentives, Nevertheless, the Companys operations were strengthened by subordinated loans provided by its shareholders, including entitles whose facilily usage was supervised by government institutions such as BAPPENAS. In addition to financial support, shareholders provided substantial contributions through strategic guidance and the provision of experts. This comprehensive support served as the driving force for the Company's internal processes in achieving sustainability targets through the transfer of insighis, technical expertise, and the adoption of global besi practices. This partnership reaffirmed the Companys commitment to optimizing all available resources to realize operational excellence and Sustainable long-term growth. IS#201-) Mitigasi Dampak Produk dan Jasa I0JK F271 Product and Service Impact Mitigation Perseroan memastikan bahwa pembiayaan infrastruktur serta jasa advisory yang menjadi kegiatan usaha utama Perseroan tidak memiliki dampak secara langsung terhadap kondisi sosial dan lingkungan sekitar. Namun demikian, Perseroan memahami bahwa setiap proyek infrastruktur memiliki jejak sosial dan lingkungan. Oleh karena itu, Perseroan menerapkan mekanisme Social and Environmental Due Diligence (SEDD) sebagai garda terdepan mitigasi risiko. Berlandaskan 1IF Operation Manual SEMS 2019, SEDD mengevaluasi kemampuan proyek dalam mengatasi dampak negatif dengan mengkategorikan risiko dari kategori A (tinggi), B (sedang), hingga C (rendah). Efektivitas mitigasi ini diperkuat melalui penyusunan Corrective Action Plan (CAP) berdasarkan hasil analisis kesenjangan (gap analysis) terhadap Prinsip $8E. CAP menjadi bagian dari kesepakatan pembiayaan antara Perseroan dengan debitur, berfungsi sebagai instrumen pengawasan yang mewajibkan debitur melakukan perbaikan berkelanjutan, termasuk perubahan prosedur operasional dan pengawasan periodik. Dengan diterapkannya CAP secara konsisten, Perseroan memastikan seluruh proyek tidak hanya patuh pada regulasi, tetapi juga berkontribusi pada pembangunan yang berkelanjutan dan bertanggung jawab secara sosial. Sepanjang tahun 2025, tidak terdapat produk/layanan yang ditarik. Selain itu, Perseroan juga belum melakukan survei kepuasan klien atas produk dan layanan yang ditawarkan hingga akhir tahun 2025. ok 29. F30) The Company ensures that its main business activities, which consist of Infrastructure financing and advisory services, do not have a direct impact on the surrounding social and environmental conditions. However, the Company understands that every infrastructure project has Social and environmental footprints. Therefore, the Company has implemented the Social and Environmental Due Diligence (SEDO) mechanism as the frontline of risk mitigation. Based on the IIF Operation Manual SEMS 2019, SEDD has evaluated a projects ability to address negative impacts by categorizing risks from category A (high), B (medium), to € (low). The effectiveness of this mitigation has been strengthened through the formulation of a Corrective Action Plan (CAP) based on the results of a gap analysis against the S&E Principles. The CAP becomes part of the financing agreement between the Company and the debtor, serving as an oversight instrument that reguires the debtor to perform continuous improvements, including changes to operational procedures and periodic monitoring. Through the consistent implementation of the CAP, the Company has ensured that all projects not only complied with regulations but also contributed to sustainable and socially responsible development Throughout 2025, no products/services were recalled. Additionally, the Company had not conducted a client satisfaction survey on the products and services offered as of the end of 2025, 1 "35. 7ial Pengembangan Produk dan Jasa yang Berkelanjutan I0vx F261 Sustainable Product and Service Development Perseroan memastikan setiap produk dan layanan pembiayaan infrastruktur yang ditawarkan telah memenuhi standar kepatuhan yang ketat, terutama terhadap Prinsip SE Perseroan. Fokus utama perseroan mencakup aspek krusial seperti keselamatan kerja, pencegahan polusi, serta penguatan inklusi sosial. Setiap rencana pengembangan atau perluasan kegiatan usaha strategis dituangkan secara transparan dalam Rencana Bisnis Tahunan yang dilaporkan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Unit bisnis sebagai Lini Pertama bertanggung jawab menyusun Product Sector Paper yang komprehensif. Dokumen ini juga wajib menyertakan penilaian risiko yang mendalam, termasuk risiko sosial dan lingkungan, serta merumuskan strategi mitigasi yang relevan untuk setiap inlsiatif baru, Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture The Company ensures that every infrastructure financing product and service offered meets strict compliance standards, particularly the Company's SEE Principles. The primary focus includes erucia! aspects such as oceupational safety, pollution prevention, and the strengthening of social inclusion, Every plan for development or expansion Of strategic business activities has been transparenily outlined in the Annual Business Plan reported to the Financial Services Authority (OJK). Business units, acting as the First Line, are responsible for preparing comprehensive Product/Sector Papers. These documents must include an in-depth risk assessment, including social and environmental risks, and formulate relevant mitigaticn strategles for each new initiative nce | Sustainability Report 2025
Page 92 OCR 0.921
Untuk menjaga objektivitas, Lini Kedua melakukan review atas penilaian risiko dan mitigasi yang diusulkan. Setelah melalui kajian Iintas lini, Product/Sector Paper tersebut diajukan kepada Executive Committee (Excomm) untuk mendapatkan persetujuan sebelum diluncurkan. Sebagai bukti nyata dukungan terhadap transisi energi, Perseroan secara konsisten memperluas pendanaan pada berbagai proyek Energi Baru Terbarukan (EBT), termasuk PLTA di Sumatera Utara, PLTS di Gorontalo dan Nusa Tenggara Tirnur, serta PLTB di Sulawesi, Portofolio IIF juga mencakup PLTMh yang tersebar di Jawa Barat hingga Sulawesi, PLTP di Jawa Barat, serta pembangkit listrik biomassa di Aceh. Guna memperkaya dampak positif, Perseroan kini merambah sektor-sektor baru melalui pembiayaan rumah sakit berkelanjutan dan peningkatan kapasitas penyediaan air bersih sebagai bagian dari strategi perluasan industri yang bertanggung Jawab. To maintain objectivity, the Second Line reviews the proposed risk assessments and mitigations, Foltowing a cross-line review the Product/Sector Paper is submitted to the Executive Committee (Excomm) for approval prior to launch, As tangible evidence of supporting the energy transition, ihe Company has consistently expanded funding for various New and Renewable Energy (NRE) projects, including hydropower plants (PLTA) in North Sumatra, solar power plants (PLTS) in Gorontalo and NTT, and wind power plants (PLTB) in Sulawesi. UF'$ portfolio also included mini- hydropower plants (PLTMH) spanning from West Java to Sulawesi, geothermal power plants (PLTP) in West Java, and biomass power plants in Aceh. To enrich positive impacts, the Company is now venturing into new sectors through susteinable hospital financing and increasing clean water supply capacity as part of ils responsible industry expansion strategy. Ikhtisar Pembiayaan Berkelanjutan Sustainable Financing Highlights Perseroan terus berupaya untuk melanjutkan dan mengembangkan diversifikasi portofolio pembiayaan di berbagai sektor infrastruktur, sebagai berikut. The Company continues its efforts to maintain and expand the diversification of its financing portfolio across various Infrastructure sectors, as follows. 1. Akselerasi Proyek Energi Terbarukan dalam Mencapai Net Zero Emission di Indonesia . Accelerating Renewabia Energy Projects to Achieve Net Zero Emissions In Indonesia Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Susta Transformasi menuju energi bersih kini telah menjadi mandat global yang diadopsi sepenuhnya oleh Indonesia. Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap target Net Zero Emission, Perseroan terus memperkuat perannya dalam mempercepat realisasi proyek-proyek energi terbarukan. Melalui penyaluran pembiayaan strategis pada berbagai infrastruktur hijau seperti PLTMH, PLTB, dan PLIS, Perseroan menciptakan tonggak penting dalam transisi energi nasional. Fasilitas pinjaman jangka panjang yang disalurkan pada tahun 2025 menjadi bukti konsistensi Perseroan dalam menyediakan pendanaan yang stabil. Langkah ini tidak hanya berfokus pada reduksi emisi karbon, tetapi juga dirancang untuk menciptakan lapangan kerja baru serta menstimulasi pertumbuhan ekonomi di tingkat lokal. The transformation toward clean energy has now become a global mandate fully adopted by Indonesia. As a farm of concrete support for the Net Zero Emission target, the Company continues to strengthen its role in accelerating the realization of renewable energy projects. Through the .distribution of strategic financing to various green infrastructures such as small-scale hydropower (PLTMH), wind power (PLTB), and solar power (PLTS), the Company is creating significant milestones in the natlonal energy transition. The long:term loan facilities distributed in 2025 serves as evidence of the Company's consistency in providing stable funding. This step does not only focus on carbon emission reduction but was also designed to create new jobs and stimulate economic growth at the local level. bility Report 2025
Page 93 OCR 0.905
INDONESIA - — I INFRASTRUCTURE FINANCE 2. Dukungan pada Peningkatan Kapasitas Penyediaan dan Ketersediaan air bersih merupakan kebutuhan fundamental yang kian Penyaluran Air Bersih kepada Masyarakat mendesak seiring dengan laju populasi dan urbanisasi. Menyadari urgensi tersebut, Perseroan mengambil peran aktif dalam meningkatkan kapasitas penyediaan dan distribusi air bersih, dengan fokus utama pada pengembangan wilayah Kota Pekanbaru dan Kampar, 2. Support for Capacity Building in Clean Water Provision and Distribution to the Community Melalui skema pembiayaan bilateral, Perseroan mengakselerasi pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) guna memastikan akses air yang layak bagi lebih dari 1,47 juta rumah tangga dan sektor industri. Inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen Perseroan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus mendorong produktivitas ekonomi daerah yang lebih inklusif. The availability of clean water is a fundamental and increasingly urgent need alongside the pace of population growth and urbanization, Recognizing this urgency, the Company took an active Tole in increasing clean water provision and distribution capacity, with a primary focus on the developrnent of the Pekanbaru City and Kampar areas. Through bilateral financing schemes, the Company accelerated the construction of the Drinking Water Supply System (SPAM) to ensure access to adeguate water for more than 1.47 million households and industrial sectors. This live was part of the Companys commitment to improving the communitys guality of life while Sumber ugplasn.com | Souiee: unsplash com, encouraging more inclusive regional economic productivity. IIF memandang perubahan Iklim bukan sekadar tantangan lingkungan, melainkan Isu material yang mendefinisikan ulang lanskap infrastruktur dan stabilitas ekonomi Indonesia. Sebagai katalis infrastruktur berkelanjutan, Perseroan menyelaraskan strategi bisnis dan manajemen risiko dengan upaya mitigasi dampak iklim di setiap keputusan investasi. Perseroan telah memetakan risiko perubahan iklim, mencakup dua jenis risiko utama: risiko fisik, seperti meningkatnya frekuensi dan intensitas kejadian cuaca ekstrem, serta risiko transisi, yang muncul akibat perubahan regulasi dan pergeseran menuju ekonomi rendah karbon. Meskipun demikian, perubahan iklim juga membuka peluang bagi Perseroan untuk memperluas perannya dalam mendorong keberlanjutan dengan menerapkan prinsip-prinsip lingkungan dan iklim ke seluruh layanan pembiayaan dan jasa penasihat guna mendukung proyek infrastruktur yang tangguh terhadap perubahan iklim. Pada tahun 2025, Perseroan telah memiliki Kebijakan Manajemen Risiko Iklim. Sejak bulan September, Perseroan mengimplementasikan fase uji coba (piloting) atas kebijakan tersebut dengan mewajibkan setlap proposal kredit yang diajukan ke Komite Kredit wajib menyertakan penilaian heatmap risiko iklim berbasis sektor industri. Langkah ini mempertegas misi Perseroan dalam mengawal transisi Indonesia menuju masa depan yang rendah karbon melalui pembangunan infrastruktur berkelanjutan. '9#'20-a1 IIF views climate change not merely as an environmental challenge, but as a material issue that redefines Indonesia's Infrastructure landscape and economic stability. As a catalyst for susisinable infrastructure, the Company aligns its business strategy and risk management with climate impact mitigation efforts in every investment decision. The Company has mapped climate change risks, encompassing two main types of risks: physical risks, such as the increasing fraguency and intensily of extreme wealher evenis, and transition risks, which arise from regulatory changes and the shift toward a low-carbon economy. Nevertheiess, climate change also presents opportunities for the Company to expand its role in driving sustainability by applying environmental and climate principles across all financing and advisory services to support c!imate-resilient Infrastructure projects. In 2025, he Company established a Climate Risk Management Policy. Since September, the Company has been implementing a piloting phase of this policy by reguiring every eredil proposal submilted to the Credit Committee to include a sector-based climate risk heatmap assessment. This step reinforces ihe Company mission to safeguard Indonesia's transition toward a low-carbon future through sustainable Infrastructure development. F2 217 Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025
Page 94 OCR 0.829
— @O060s6s94 Menjaga Lingkungan Secara Berkelanjutan Preserving a Sustainable Environment
Page 95 OCR 0.949
Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro di Cikopo
Page 96 OCR 0.887
Meraga Ungkongan Sea Pembangkit Listrik Tenaga Minitidro di Sum Ae Mini Hydropower Plant in North Suma a Sumber: Dokumentasi IP | Sewce: IF Dacumentation Komitmen Keberlanjutan Lingkungan Environmental Sustainability Commitment Perseroan menempatkan mitigasi dampak dan pelestarian lingkungan sebagai pilar strategis dalam RAKB Perseroan. IIF menyadari bahwa integritas ekosistem merupakan fondasi utama bagi keberlangsungan bisnis maupun kesejahteraan masyarakat dalam jangka panjang. Oleh karena itu, komitmen Perseroan tidak hanya diwujudkan melalui penyaluran pembiayaan hijau, tetapi juga melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang komprehensif sebagaimana tertuang dalam RAKB 2025. Selain pembiayaan berkelanjutan, Perseroan juga berupaya menciptakan dampak positif pada lingkungan melalui program TJSL. Strategi TJSL IIF difokuskan pada empat pilar utama: (1) pembangunan infrastruktur pendidikan, (2) optimalisasi pengelolaan limbah, (8) konservasi alam dan keanekaragaman hayati, serta (4) pengembangan daerah terpencil melalui pemenuhan kebutuhan dasar. Sepanjang tahun 2025, Perseroan telah merealisasikan sejumlah inisiatif lingkungan yang berdampak nyata, yaitu pembuatan rumpon plankton, pembangunan rumah layak huni, penanaman pohon, pengadaan Proyek Tenaga Listrik Mini Hidro (PLTMH), serta penyediaan sarana dan prasarana kompos sampah. The Company places impact mitigation and environmental preservation as strategic pillars within its RAKB, IF recognizes that ecosystem integrity is the primary foundation for both business continuity and long-term community welfare, Therefore, the Company's commitment has been manifested not only through green financing distribution but also through comprehensive Corporate Social and Environmental Responsibility (CSER/TJSL) programs as outlined in the 2025 RAKB. In addition to sustainable financing, the Company has strived to create a positive environmental impact through TJSL programs. IIF's TJSL strategy is focused on four main pillars: (1) educational infrastructure development, (2) optimizatien of waste management, (3) nature and biodiversity conservation, and (4) development of remote areas through the fulfillment of basic needs, Throughout 2025, the Company has realized several environmental Initiatives with tangible impacts, namely the creation of plankton FADS (fish aggregating devices), the construction of habitable housing, tree planting, the provision of Micro-Hydro Power Plant (PLTMH) projects, and the provision of composting facilities and infrastructure. Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025
Page 97 OCR 0.595
Kontribusi Proyek Energi Baru dan Terbarukan (EBT) di Indonesia Contribution of New and Renewable Energy (NRE) Projects in Indonesia INDONESIA INFRASTRUCTURE FINANCE Sumatra Utara Jawa Timur Sulawesi Utara Aceh Norih Sumatra East Java Gorontalo North Sulawesi » 13 NE Tam - T22 1 (180 180 T00 P0 110 110 222 Pa Fan 22 S8 Sumatra Barat “ Sulawesi Tengah “West Sumatra “Central Sulawesi baa Sulawesi Selatan South Sulawesi 3 “ad 205 Po G 50 76 70 Jawa Barat Nusa Tenggara Timur Jumlah Pss pai Pes ens 700 AO PANAH pura Panel Surya Energi Baru dan Terbarukan (EBT) ISR' 305-s1 New and Renewabie Energy (NRE) 2023 2024 , 2025 TBM i BM LetiTenaga homorea 83.244,63 ancon 83.244,53 ncoe 1 83.24453 ncos Bem Poni piTP ! Keiangar tawa Tenaga Panas Buru 2.337.783,83 rena 2.337.78383 oncoe 2.337.783,83 uncoe jaan aa PLTA i Pemangun Lek enaga Br 1.248.667,92 unene 1.248.667,92 neon | 1.248.667,2unooe Kanan S Phi Letak Tenaga Im Hero 637.514,34 ntar 637.514,34 oncoe 1 712821,80 encoe Wini:Hydro Power Plarit PLTS Pembangkit Lestik tenaga Surya Solar Power Plant PLTB Pembangka Listnk Tenaga Bayu Wind Power Plant Ka) ko) Ls) kz) (1) 13.874,09 ton co,e 485.593,08 -enco,e 20.811,13 neon 485.593,08 oncoe M1.622,30 wncoe 485.593,08 1onco,e Jurnlah 4.806.677,79 voncoe 4.813.614,83 cncox 1 4.910.733,46 toncox “ Perhitungan dilakukan dengan menggunakan faktor emisi dari International Eneng (Agenoy (IEA) tahun 2023 dan menggunakan pendekatan @stimasi kapasitas optimal untuk produksi energi yang dihasilkan setiap tahun Cateulntione war pertormodusinn emission Haeto's tom Tp Intematotal Energy Agency (FA) 2023 andlan optimal capacity estimation approach for Ihe energy production generated annually Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainal Report 2025
Page 98 OCR 0.792
Jumlah Pelanggan yang Dilayani ISR'! Fs1ol Number of People Served 2023 | 2024 ! 2025 Il ta) Peran svikToragabomessa @12.000 @12.000 @a2.000 Biorrase Power Plant & c0.000 & 60.000 ak 60.000 (@ #hanseriamrmum | 22700 @337.000 | @ann.oo0 eothemal Power Plant & 1.685.000 61.685.000 | 21.685.000 @ Pengisi Tenaga Air # 180.000 @ 180.000 # 180.000 #udropower Plant & 900.000 & 900.000 & 900.000 6 Pa stik Tenaga Mini Hero @ 91.900 R 91.900 @ 102.900 WMinHyero Power Plant & 459.500 & 459.500 & 514.500 fa) Paabanak ietiTenaga Surya #2000 @a.oo0 &3.000 Solar Power Plom | & 10.000 & 15.000 & 40.000 (3) Pa gu ek Tannga Bayu @70.000 @70.000 @7o.000 Wind Powar Plant & 350.000 & 350.900 & 350.000 Sa Peneaana @ 692.000 & 693.900 R-709.900 Oa ia & 3.464.500 4 3.469.500 & 3.549.500 Energi dan Emisi Energy and Emissions Perseroan menyadari bahwa aktivitas operasional mengkonsumsi energi yang berkontribusi terhadap emisi Gas Rumah Kaca (GRK) dan berdampak pada perubahan iklim. Pada tahun 2025, sumber energi utama yang digunakan meliputi listrik dari PT PLN (Persero) untuk kebutuhan penerangan dan operasional kantor, serta Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk kendaraan operasional Perseroan secara rutin memantau konsumsi energi melalui akumulasi tagihan bulanan dalam satuan kWh untuk listrik dan volume liter untuk penggunaan BBM. The Company tecognizes that Its operational activities have consumed energy that contributes to Greenhouse Gas (GHG) emissions and impacts climate change. In 2025, the primary energy sources utilized included electricity from PT PLN (Persera) for lighting and office operational needs, as well as fuel (BBM) for operational vehicles. The Company has been routinely monitoring energy consumption through the accumulatian of monthly bills in kWh for electricity and volume in liters for fuel usage. Konsumsi Energi TOJK F.7JIGRI 302-1, 302-2, 302-5, 304-2) Energy Consumption Pada tahun 2025, total konsumsi energi Perseroan yang terdiri dari energi terbarukan dan energi tidak terbarukan mencapai 2.014.90 GJ, atau menurun sebesar 8,919 dibandingkan tahun 2024 sebesar 221188 GJ. Begitu pula dengan intensitas energi, yang dihitung berdasarkan total konsumsi energi per karyawan, mengalami penurunan menjadi 1460 GJ/karyawan dibandingkan tahun sebelumnya yaitu 14,95 GJ/karyawan. Penurunan ini terutama disebabkan oleh meningkatnya inisiatif Perseroan untuk mengganti sumber energi dari energi tidak terbarukan menjadi energi terbarukan melalui pembelian Renewable Energy Certificate (REC) dari PLN. Sementara itu, tidak terdapat data mengenai total energi yang terjual Karena tidak relevan dengan kegiatan usaha yang dijalankan Perseroan. Begitu juga dengan konsumsi energi di luar Perseroan, seperti konsumsi energi dari proyek-proyek yang dibiayai, belum dilakukan pengukuran pada tahun buku berjalan. Laporan Keberlanjutan 2025 | PT indon In 2028, the Company total energy consumption, consisting of renewabie and nonenewable energy, reached 2,014.90 GJ, represeniing an 8.914 decrease compared to 2,211.88 GJ in 2024. Similarly, energy intensity, calculated based on total energy consumption per employee, decreased to 14.60 GJ/employee compared to the previous years 14.95 GJ/employee. This decline was primarily driven by the Company increasing Initlatives to transition 'energy sources from non-tenewable to renewable energy through the purchase of Renewable Energy Certificates (REC) from PLN. Meanwhile, there was no data regarding total eneray sold as it is not relevant 16 the Companys business activities. Likewise, eneray consumption outside of the Company, such as energy consumption from financed projects, was not measured during the current fiscal year. infrastueture Finance | Sustainability Report 2025
Page 99 OCR 0.615
INDONESIA INFRASTRUCTURE FINANCE Konsumsi Energi Perseroan The Company's Energy Consumption Kensumsi Bahan Bakar Minyak L-. Fuel Gonsumption IM Seosusi titik Electisity Consumption INI Kersumal2nerl Terbarukan Renewable Energy Consumption Jumlah Konsumsi Energi Toral Energy Consumption “2 1.823,00,, ““2.211,88... “5 2.014,90,, K i Energi i 688,00 onsumsi Energi , berdasarkan 20.914,90 Sumber Energi — Energy Consumption Dased On Energy Sources, Keterangan: Penggunaan lisirik kWh diperoleh berdasarkan pengukuran tagihan Iisirik kWh gecung kantor IIF. Perhitungan konversi ke GJ menggunakan berat, jenis sebesar 0.000743 ton/iiter dan Net Caloiific Value sebesar 0,44 yang diambil .... dari 2006 iPCC Guidelines for National Greernouse Gas Inventaries, "Pada tahun 2025, seluruh konsumsi listrik JIF berasa? dari sumber energi A8 terbarukan melalui pembelian Renewable Energy Certificate (REC) dari PLN A sehingga angka konsumsi stik sama dengan konsumsi energi terbarukan 20 dalam pengungkapan periode 2025. a ata disajikan kembali Eleciricily consumplion in kWh is obtained based on the measurement of IPS Office building elestnicuty bils The conversion caleulation Ic GJ uses a density 01 0000723 tons/iter and 2 Net Calorfic Value of 0.14, sourced frem the 2006 IPCC Guidelines for National Greonhouse Gas Inventories, in 2025, IFs total elecincity consumotian originated from renewable energy sources through Ine purchase of Rercwable Energy Ceruicales (REC) irom PL, Weteore. ane declidlg gonsunpilan 'gutes ro egual to the enowabio energy corsumpuon in the 2025 period disclosure. » Restated data Rasio Intensitas Energi per Karyawan Energy Intensity Ratio per Employee Total Energi Jumlah Karyawan GJ/Karyawan HE Nu 023 - dientenpena niat daniati iii 1257 2 DA. diteribenahgehanassatonetarhhananyara ha bhi ahh 145 3 2182300 25 AAN KAN AN IKEA INK N KAN TKK TKA KKR RRT TAKE KAKI ditebengadann dapa h tania nakas ta ag tta ntah 2024 & 221188» PEN N NYA KENA AAN INKA NAN AAN ENAK KANE KAN KAN AKA KAK KA Dn P1: 14,954 " #ioeiiaten deni HA PENAHAN ita tabatkhahondeaatak tahta thtati tita ita Hdditiiridiaiditk Giihddiiiiattadii anioindiiit itiiiti 2025 C 201490. #ttertangatant | t 138 14,60 | "Data disajikan kembali | Restated data Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Susteinability Report 2
Page 100 OCR 0.880
000000 Rasio Intensitas Energi Listrik per Luas Area Kantor IOJK F6lIGRI 302-3| Electricity Energy Intensity Ratio per Office Area Total Energi 21823000 Luas Area Kantor 2024 2221188 cx 0,854 2.600 m2 2025 2 201490. 2.600 m3 Data disajikan kembali | Restated data Rasio Intensitas Energi Listrik per Pendapatan Perseroan IOJK Fe I6RI302-3| Electricity Energy Intensity Ratio per Company Revenue Total Energi @ 1323005 Pendapatan (Rp Miliar) GJ/Rp Miliar 2024 D 221188. | NN 1.276,00 0,854 2025 2 2014900. | NN 1.260,30 1,48 “Data disajikan kembali | Restated data Selain menghitung konsumsi energi, Perseroan juga melakukan pengukuran terhadap emisi GRK yang dihasilkan dari penggunaan energi untuk kegiatan operasional. BBM yang digunakan dalam kegiatan operasional dapat menghasilkan emisi GRK secara langsung (Cakupan 1) dan penggunaan listrik dari PLN menghasilkan ernisi GRK - secara tidak langsung (Cakupan 2). Perhitungan emisi GRK dari penggunaan BBM mengacu pada IPCC Guideline for National Greenhouse Gas Inventories (2006). Sedangkan perhitungan emisi GRK dari penggunaan listrik menggunakan Faktor Emisi (FE) GRK Sistem Interkoneksi Tenaga Listrik Tahun 2019 Jakarta (ESDM, 2019). Mempertimbangkan sifat bisnis Perseroan yang bergerak dalam sektor keuangan, Perseroan tidak memperhitungkan emisi non-CO, sebagai emisi bahan perusak ozon (Ozone Depleting Substance/ODS). Pencatatan emisi freon pada tahun 2025 dilakukan oleh pihak Pengelola Gedung. '911305-6,305-7) In addition to calculating energy consumption, the Company also measured GHG emissions generated from energy use for operational activities. Fuel utilized in operational activities generated direct GHG emissions (Scope 1), while electricity consumption from PLN generated indirect GHG emissions (Scope 2). The caleutation of GHG emissions from fuel usage refers to the IPCC Guideline for National Greenhouse Gas Inventories (2006). Meanwhile, the calculation of GHG emissions from electricity usage utilized the 2019 Jakarta Imergommested Power System GHG Emission Factor (FE) (ESDM, 2019). Considering the nature of the Company business in the financial sector, the Company has not accounted far non-CO, emissions as Ozone Depleting Substances (ODS). The recording of freon emissions in 2025 was conducted by the Building Management. IS#'305-5.305-71 Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025
Page 101 OCR 0.606
INDONESIA HF INFRASTRUCTURE FINANCE Total Emisi GRK yang Dihasilkan (ton CO,e) 'O4K F17116RI 305-1, 305-2, 305-3| Total GHG Emissions Generated (ton CO,e) 2023 2024 | 2025 Emisi GRK Cakupan 1 ! Scope 1 GHG Emissions Penggunaan BBM | Fuej Censumption 49,07 tonco,e 46,54 toncoe 48,78 tonco,e Emisi GRK Cakupan 2 Scope 2 GHG Emissions Berbasis Pasar | Market Based 248,89 toncoso 292,27 toncoye OX tonco,e Berbasis Lokasi | Location Based 248,89 toncose 3N7,57 tonco,e 376,52 ten cose Emisi GRK Cakupan 3 Scope 3 GHG Emissions Kategori 6: Perjalanan Dinas Category 6: Business Travel - 90,17 tonco,e 33,04 torco.e Kategori 15: Investasi : Category 15: Investments 146.872,00 toncc,e 98.302,00t 1onco.e - ! Jumlah Emisi GRK Cakupan 1 dan 2 Total GHG Emissions of Scope 1 and 2 i Berbasis Pasar | Market Based 1 297,96 toncose 839,26 tencase 48,78 toto | Berbasis Lokasi | Location Based 1 297,96 ncoe B64,1T tonco,e 425,30 ronco.e : Jumlah Emisi GRK Cakupan 1, 2, dan 3 : Total GHG Emussions of Scope 1, 2, and 3 . Berbasis Pasar | Market Based 147.467,92 tontoce 99.070,69 tonco,e 130,60 ton c0.o : Berbasis Lokasi | Location Based 147.467,92 vonco.e : 99.120,39 uncoe 883,64 wnco.e Kate Untuk emisi Cakupan 2 dus pendekatan (Location gd Mametbanedapposc) ah dilakukan. - Fr Scope anon ppgas (Location bacd ad Mana baze) have bsa spled sebagaimana dipersyaratkan dalam Panduan GHG Protocol Cakupan 2. as taguied by the GHG Protncoi Scope 2 Guidance. - Perhitungan Emisi Konsurvsi Listrik (cakupan 2) berbasis pasar pada 2025 ebesarOkarena IP - Market-baset Elentisty Gansumption Emissions (Scope 2) in 2025 amounted to 0 because IF telah membeli REG. has putehased RECS. - Perhitungan Emisi Konsurvsitistik (Cakupan 2) menggunakan PE GRK Sistem Interkoneksi « The caloulatlon for Eiceticity Gonsumptian Emissions (Scope 2) uses the 2019 Grid Enission Tenaga Lisirik Tahun 2019 Jakarta (ESDM, 2015): FE (ex-Post) 087 10 602/MYH, For forIhe Jakarta Interconneetion System (ESDM. 2013): with an (erposi) EF of 9.87 tons : Reiniungan Emis Konsumsi BBM (akupan 1) mengau pada IPCO Gulen for Maan CO21 My. reenhousa Gas Inventories (2005). - The caloulaion for Fuel Gonsumpian Emissions (Scope 1) refers to the 2006 IPGC Guidelines «Bada hun 2024, erniungan Soue oeh Ur menggunakan ata satu tahun sebelum periode“ Ia Maan Greeehouse Gosimuamofes pelaporan, Oleh Karen itu dat tahwn 2025 akan dinpakan dalam Laporan Keberanutan2026, «In 2024 Ie Scopo3 cokelaten by appled one Jar ag por oo reporting period menyesuaikan ketersediaan data finansial Therefore, 2025 dato wil be diselosed in the 2426 Sustainability Repor4 in line ulin the availabilny of inancis data. Rasio Intensitas Ei per Karyawan (04K F111Icri 30s-4) Emission Intensity Ratio per Employees Tahun Total Emisi GRK Jumlah Karyawan mton CO,e/Karyawan dahadhsaktdi thai d ik hh HPA LEE EA ANA 2023 D 297,961 moncose seiedakdatiotiba eraketi ed ia ita ehi TAS 2,05" " tiki sriitditianinnkaddid iri ridha iii sakeebnaraapaa teken kait 2024 2 B6A,IT ratan c0,2" dtateretattardktehatdettaetikako ita hhtataiiitt 148 246 " : PAKAN A KKN A KKN TARI N KITA RE KKN KA KAN KATA NAK KKKKTI sidtastanindoretidadaei inii bhi had kitikhikit 2025 D 425,30 monto,e desetatdasgotetatidsketiotadi ht ita hid dadi 138 3,08 " " dtitestdattoee heh kei b iiitahh Catatax: Note “Data disafikan kembali “Resated date Total emisi yang digunakan dalam perhitungan adalah emisi cakupan 1 dan 2 berb Mocatlon-based). lokasi Total emissions usedin the caleulation include Scope 1 and Scope 2 (location-based) emissions. Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025
Page 102 OCR 0.828
Rasio Intensitas Emisi per Luas Area Kantor 94K F1) ICRi 305-4, 30s-s1 Emission Intensity Ratio per Office Area Tahun Total Emisi GRK Luas Area Kantor mton CO,e/m? 2023 (FM 297,968 moncoe 2.600 m3 | 2024 | #2 364,11 ton c0,e1 | 2.600 m2 | 014 | | 2025 | £" 425,30 mon 2010 | 2.600 m2 | 016 | Catatan: Note: “Data disajikan kembali “Restated data Total emisi yang digunakan dalam perhitungan adalah emisi cakupan 1 dan 2 berbasis lokasi Total emissions used in ihe calculation include Scope 1 and Secpe 2 (locatiombased) emisslons. (ocatlon-based). Rasio Intensitas Emisi per Pendapatan Perseroan 'O4K £11) IcRi 305-4, 305-5) Emissions Intensity Ratio per Company Revenue Tahun Total Emisi GRK Pendapatan (Rp Miliar) mton CO,e/Rp Miliar 2023 K4 297,96 mon 20. NI 1.337,00 2,05 | 2024 | #“ 86411 mionco,er | NN 1.376,00 | 246 | 2025 £“ 425,30 monco,e | NN 1.260,30 | 3,08 Catatan: Note: “Data disajikan kembali #Restated dala Total emisi yang digunakan dalam perhitungan adalah emisi cakupan 1 dan 2 berbasis lokasi Total emisgions used in the cakculation include Scope 1 and Scope ? (location-basedj emissions. Gocatonbased). Emisi GRK Tidak Langsung Cakupan 3 Kategori 6 (Business Travel) Indirect GHG Emissions Scope 3 Category 6 (Business Travel) Perseroan melaporkan emisi Cakupan 3 yang dihasilkan dari aktivitas perjalanan bisnis (business travel). Perhitungan emisi ini mengacu pada standar internasional GHG Protocol Corporate Value Chain (Scope 3) Standard, serta metode perhitungan emisi perjalanan udara dari International Civil Aviation Organization (ICAO). Sepanjang tahun 2025, total emisi Cakupan 3 yang tercatat dari aktivitas perjalanan bisnis sebesar 33,039 ton co,e, 'The Company reports Scope 3 emissions generated from business travel activities. The emission calculation refers to the international standards of the GHG Protocol Corporate Value Chain (Scope 3) Standard, as well as the air travel emission calculation method from the International Civil Aviation Organization (ICAO). Throughout 2025, the total Scope 3 emissions recorded from business travel activities amounted to 33.039 tonnes co,e, KSM Emisi GRK Cakupan 3 ca Kategori 6: Perjalanan Dinas | Category 6: Business Travel 2023 202 2025 “unto 90,165...o. 33,04... Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025
Page 103 OCR 0.906
INDONESIA INFRASTRUCTURE FINANCE Upaya Efisiensi Energi dan Reduksi Emisi GRK Energy Efficiency and GHG Emission Reduction Efforts Perseroan memahami bahwa penggunaan energi listrik yang dipasok oleh PT PLN (Persero) serta Bahan Bakar Minyak (BBM) atau energi fosil yang digunakan untuk kegiatan operasionalnya merupakan salah satu kontributor timbulnya emisi Gas Rumah Kaca (GRK) yang dapat berdampak pada perubahan iklim. Oleh karena itu, Perseroan berkomitmen untuk terus mendorong inisiatif efisiensi energi seiring langkah untuk mengelola dampak lingkungan dari aspek energi dan emisi semaksimal mungkin. Inisialifinisiatif tersebut telah secara konsisten dilaksanakan di seluruh unit kerja dengan peran aktif dari seluruh elemen di Perseroan, “33 Perseroan telah menerapkan beberapa inisiatif, termasuk kampanye kesadaran terkait penggunaan perangkat elektronik yang lebih bijak serta pengaturan penggunaan pendingin ruangan di ruang rapat saat tidak digunakan. Budaya efisiensi energi ini disosialisasikan Ke seluruh Tini perusahaan dan didukung oleh kerja sama yang, erat antara Divisi General Affairs dan petugas kebersihan kantor, Sx Selain itu pada tahun 2025, Perseroan terus mendukung pengurangan emisi, salah satunya emisi yang dihasilkan oleh mobilitas karyawan. Komitmen pengurangan emisi Perseroan pada tahun 2025 salah satunya melalui penyelenggaraan World Sustainable Transport Day tanggal 26 November 2025 untuk menghimbau karyawan menggunakan transportasi publik, Perseroan juga melakukan pembelian sertifikat energi terbarukan (Renewable Energy Certificate/REC PLN) dari proyek PLTA Cirata pada 19 November 2024 (detail sertifikat terlampir pada halaman 177 laporan ini). Inisiatif ini menegaskan dedikasi Perseroan terhadap transisi energi bersih sekaligus upaya memperkuat pasar REC di Indonesia, OR F1Asi34,3021,305:5) The Company understands thal the use Of electricity supplied by PT PLN (Persero) and fuel (BBM) or fossil energy for its operational activities have been contributors to Greenhouse Gas (GHG) emissions, which can impact climate change. Therefore, the Company is committed to continuously promoting energy efficiency initiatives alongside steps to manage the environmental impact of energy and emissions as much as possible. These initiatives have heen consistently implemented across ali work units with the active participation of all elemenis within the Company. 8 341 The Cempany has implemented several initiatives, including awareness campaigns regarding the wiser use of electronic devices and regulating air conditioning in meeting rooms when not in use. This culture of energy efficiency has been promoted across all lines of the company and supported by close cooperation between the General Affairs Division and the office cleaning staff. #41 Furthermore, in 2025, the Company continued to support emission reductions, including emissions generated by employee mobility. One of the Company's emission reduction cornmitments in 2025 was through the commemoration of World Sustainable Transport Day on November 26, 2025, to encourage employees to use public transportation. The Company also purchased Renewable Energy Certificates (REC PLN) from ihe Cirata Hydropower Plant (PLTA) project on 19 November 2024 (certificate details are attached on page 177 of this teport). This initiative reaffirms the Company's dedication to the clean energy transition while supporting the strengthening of the REC market in Indonesia, (ox 1116R12,2021.205.8) Emisi GRK Tidak Langsung Cakupan 3 Kategori 15 (Investasi) ISR!305-3, 305-4) Indirect GHG Emissions Scope 3 Category 15 (Investments) Untuk mengukur emisi GRK dari aktivitas pembiayaan (financed @emissions), IIF menerapkan metodologi global dari Partnership for Carbon Accounting Financials (PCAF). Sesual standar PCAF, obligasi bersifat Hold to Collect and Seli (termasuk obligasi negara) serta aset di luar neraca seperti fasilitas pinjaman non-tunai, dikecualikan dari perhitungan. Sebagai bagian dari metodologi PCAF, skor kualitas data untuk setiap kelas aset dinilai dalam skala 1 yang menunjukkan tingkat akurasi tertinggi hingga 5 yang terendah. Perseroan tetap berkornitmen untuk meningkatkan tingkat akurasi data dengan memanfaatkan data emisi yang telah diverifikasi serta menyempurnakan metode estimasi guna meningkatkan akurasi. Berikut adalah data emisi Cakupan 3 mencakup tahun pelaporan 2024 dan 2028, disebabkan Perseroan belum menerima laporan emisi dari klien untuk periode pelaporan tahun 2025. To measure GHG emissions from financing activities (financed emissions), NF applied the global methodology irom the Partnership for Carbon Accounting Financials (PCAF). In accordance with PCAF standards, bonds classified as Hold to Colleci and Sell (including government bonds) and off-balance sheet assets, such as non-cash loan facilities, are excluded from the cakculation. As part of the PCAF methodology, the data guality score for each asset class was assessed on a scale of 1, indicating the highest level of accuracy, to 5, the lowest. The Company achieved an average PCAF data auality score of 2.5, reflecting a medium-to-high level of accuracy in emissions reporting. The Company remains committed to improving data accuracy by utilizing verified emissions data and rafining estimation methods to enhance precision. The following Scope 3 emissions data covers the 2024 and 2023 reporting years, as the Company has not yet received emissions reports from clients for the 2025 reporting period. Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainahility Report 2025
Page 104 OCR 0.589
—6 Menjaga Uingkungan Secara Berkalanjatan Preserving 2 Sustainable Favironment Uraian Satuan x - . Jumlah proyek Number of proieets : Total Pemblayaan dar Investasi ott "mancing and Investment :. juta IDR milion D1 maneze052 £ Emisi Pembiayaan yang @ Distibusikan Aonbatsto Financing Emis “mn core , sang Intanstas Emisi Emisslon Intansity S Toncoe/usojuta 1293 . .. : Ton C@,e/USD milion StorKunitas Data Pear Emisi Cakupan182 | “29 : PCAF Data Gualny Soore Scope 1& 2 Emisslone / Skor Kualitas Data PCAF Emisi Cakupan 3 | PCAF Data Ouality Scare Scope 3 Emisslons. 1 Proyek Projeota 37 38 40 8061.721,07 26.497 5812 28 38 Jumlah Total | Total Pembiayaan dan Investasi Total Financing ard Investment. msi Pembiayaan ya yang Distibustian (cakupan 12 . Auributable Financing Emisslons (copa 122) Emisi Pembiayaan yang Diatibusikan (Cakupan 3) | Atiibutable Financing Ermlesions (Scope 3) Intensitas Emnial (Cakupan 1 x 2 Emnisslon Intansity (Scope 1 & 2) “Intensitas Emis (Cakupan 9) Emission Intensity (Scope 3) “Skor Kualitas Data PCAF Emisi Cakupan 1 & 2 / POAF Data Oulty Score Scope 1 &2 Emlaslone Skor Kuaitn Data PCAF Emisi Cakupan 8 (PCAF Data Guality Score Scope 3 Emlssions Pinjaman Bisni aftar/Privat | 8 Rp han (DR millon sena17 Uso juta USD miflon 1 s60205 TonCO,e 34794 Toncoze | 8794 .| Ton COke/Rp juta opa Ten GOse/USD milion : : Ton CO,e/USD juta 614413 5 Ton CO,e/USD million ' Tonco,e/RpJita a03 Ten COM/USD million : Tonc0,e/ISD juta / 508 Ton COze/USD milllon 13 40 250.000 164083 81458 27.108 : durilah Total Total Pembieyaan dan Investasi ! Total Financing and Investment Emisi Pemblayaan yang Dietbibusikan (Cakupan 1 & 2) Atrbunable Financing Emisslon (Seope 1&2) Emisi Pembiayaan yang Datibualkan (Gakupan 3) | Attibutable Financing Emissions (Scope 3) !intonstas Emis! (Cakupan 1 82) 3 mission Intensity(Scope 1 & 2) 4 Inanaltan Era) W(Catapan 2 , imlesion Intensily(Soope 3) : Skor Kualtas Data PGAF Emisi Cakupan 1 & 2 PCAF Data Ovallty Score Scope 14 2 Emissione “Skor Kualitas Data PCAF Eriisi Cakupan PCAF Data Guality Score Scope 3 Emissions Catatan: | “Data tahun 2023 disoiken kembali 1 Rpjuta (DR millon 4.204.016 UsD juta USD millon 76 Tonco4a 53.183 . Ton Coza 172253 1 Ton CO,e/Rpjuta 001 " Tan COs0/USD milion Ten CO,e/USD juta 193 Ton CO48/USD milton Ton CO,e/Rp juta oo4 1, Ten CO2/USD millon . TonCO,eyuSD juta 528 , Ten CO,e/USD milan 26 39 Note “2023 data have been restated Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025 2.760.685 181 40.347 106.202 001 23 oos 586 34 38
Page 105 OCR 0.880
INDONESIA Pengelolaan Air dan Limbah Water and Waste Management Dalam menjalankan kegiatan operasionalnya, Perseroan tidak menggunakan air untuk proses produksi, melainkan terbatas pada pemenuhan kebutuhan domestik seperti sanitasi dan pemeliharaan area perkantoran. Mengingat status operasional kantor yang berada di fasilitas bersama, konsumsi air dikelola secara temusat oleh manajemen gedung sehingga pencatatan penggunaannya tidak dilakukan secara terpisah oleh Perseroan. Idr ti Terkait pengelolaan limbah, jenis limbah utama yang dihasilkan dari aktivitas kantor adalah kertas dan toner. Meskipun pemantauan dan pengangkutan limbah secara keseluruhan ditangani oleh pihak ketiga melalui pengelola gedung, Perseroan secara mandiri tetap melakukan pencatatan konsumsi kertas dan penggunaan toner sebagai upaya pengendalian limbah internal. Sepanjang tahun 2025, Perseroan berhasil menekan penggunaan kertas dan toner seiring dengan digitalisasi yang diterapkan pada operasi bisnis. Jumlah kertas dan toner yang digunakan turun masing- masing 482 dan 8.63" dibandingkan tahun 2024, sebagaimana dirinci pada tabel di bawah ini, (O06P1 Konsumsi Kertas dan Toner/Tinta Printer Paper and Toner/Ink Consumption Jumlah Penggunaan Kertas Paper Number of Uses @ 248 amin BB 275 tim teams C1 yagoon Mz Mz Inisiatif Pengelolaan Limbah (04K F14l Waste Management Initiatives Perseroan berkomitmen meminimalkan jejak lingkungan dari aktivitas operasional melalui penerapan sistem pemilahan limbah organik dan anorganik secara sistematis. Sebagai lembaga keuangan non-bank yang beroperasi di lingkungan perkantoran, limbah yang dihasilkan IIF bersumber dari aktivitas operasional sehari-hari, meliputi konsumsi kertas dan kemasan di lingkungan kerja, penggunaan peralatan kantor, serta kegiatan konsumsi karyawan. Keluaran limbah dari aktivitas-aktivitas tersebut didominasi oleh limbah padat non-B3 berupa kertas, plastik, kaca, logam, dan sisa makanan, IS" ses Dampak lingkungan yang berpotensi timbul dari pengelolaan limbah tidak tepat mencakup pencemaran tanah, peningkatan emisi metana dari dekomposisi limbah organik di TPA, serta akumulasi sampah plastik yang sulit terurai. Mengingat (IF tidak memiliki kegiatan produksi fisik maupun pengelolaan aset infrastruktur secara langsung, maka seluruh dampak tersebut timbul dari aktivitas internal IIF di tingkat operasional kantor, bukan dari rantai nilai hulu maupun hilir. 'S"' Bee 118,545 INFRASTRUCTURE FINANCE In conducting its operational activities, the Company has not utilized water for production processes, usage was limited to meeting domestic needs such as sanitation and office area maintenance. Given the office's operational status within a shared facility, water consumption was managed centrally by the building management, therefore Usage was not recorded separately by the Company, Oxs Regarding waste management, the primary types of waste generated tom office activities were paper and toner. Alihough the overall monitoring and transport of waste were handled by a third party through tie building management, the Company has independently maintained records of paper consumption and toner usage as part of its Internal waste control efforts, Throughout 2025, the Company successlully reduced the use of paper and toner in line with the digitalization implemented across business Operations. The amount of paper and toner used decreased by 484 and 8.634, respectively, compared to 2024, as detailed in the table below Darfia Jumlah Penggunaan Toner/Tinta Printer Printer Tener/In Nuraber of Uses Rp 100.381.939 193,215 113,18 Rp 111.688.987 111,264 : | Igcan IM Perubahan dibandingkan tahun sebelumnya Changes compared to the previous year (8) The Company is committed to minisnizing the environmental footprint of its operational activities through the implementation of a systematic organic and incrganic waste segregation system. As a non-bank financial institution operating in &n office environment, Ihe waste generated by IIF originates from daily operational activities, including the consumption of paper and packaging in the worknlace, Ihe use of office eguipment, as well as employee consumption activities. The waste output from these activities was dominated by non-hazardous solid waste in the form of paper, plastic, glass, metal, and food seraps. isR'3ns 1 The potential environmental impacts arising from improper waste management include soil pollution, increased meihane emissions from the decomposition of organic waste in landfills, and the accumulation of non-biodegradable plastic waste. Given that IIF did not have physical production activities or direct management of infrastructure assets, all such impacts arose from IIFs internal activities at tha office operational level, rather than from upstream or downstream value chains, IS" 9511 Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia infrastucture Finance | Sustainability Report 2025
Page 106 OCR 0.834
Manajemen Dampak Signifikan Terkait Limbah '$F'20s-2) Management of Significant Waste-Related Impacts Perseroan menerapkan budaya pemilahan sampah di lingkungan kerja dengan memanfaatkan fasilitas tempat sampah terpilah yang disediakan oleh pengelola gedung. Sampah dapat dipilah berdasarkan empat kategori, yakni organik, anorganik, dapat didaur ulang (recyclable), dan limbah 83, Pada Oktober 2025, IIF mulai bekerja sama dengan Waste4Change sebagai mitra pengelolaan limbah bertanggung jawab (responsible waste management) untuk periode satu tahun ke depan. Sebagai pengelola, Waste4Change menjalankan proses pengelolaan limbah yang terstandar dan terverifikasi, mencakup pengangkutan oleh operator terlatih, pemilahan lanjutan di Material Recovery Facility (MRF), serta distribusi ke mitra daur ulang, fasilitas pengomposan, dan pengolahan Refuse-Derived Fuel (RFD). IIF memastikan kepatuhan pengelolaan limbah oleh mitra melalui pelaporan bulanan yang memuat data timbulan, komposisi, dan jalur pengolahan setiap jenis limbah secara rinci dan terdokumentasi, ISP" 30s-21 Proses pengelolaan limbah dimulai dari kantor dengan menggunakan kantong sampah berdasarkan jenis lirabah yaitu abu-abu untuk residu dan oranye untuk limbah terpilah. Selama tahun 2025, IIF menghasilkan 235 kg limbah yang selanjutnya dikelola oleh Waste4Change, sehingga 1004 limbah operasional IIF dikelola melalui jalur pengolahan yang bertanggung jawab, janpa: ada limbah yang dibuang langsung ke TPA (zero land). IS s0 The Company has implemented a waste segregation culture within the workplace by ulilizing the segregated waste bin facilities provided by the building management. Waste is categorized into four types: organic, inorganic, recyclables, and hazardous waste (B3). In October 2025, IIF began collaborating with Waste4Change as a responsible waste management partner for the next one-year period, As the manager, Waste4Change conducted standardized and verifed wasle management processes, including transportation by trained operators, further sorting at the Material Recovery Facility (MRF), and distribution to recycling partners, composting facilities, and Refuse- Derived Fuel (RDF) processing. IIF ensured the waste management compliance of its partner through monthly reporting containing detailed and documented data on generation, composition, and the processing pathway for each type of waste. ISR's0c-7) The waste management process begins at the office by using trash bags based on waste type: grey for residue and orange for segregated wasie. During 2025, IIF generated 235 kg of waste which was subseguently managed by Waste4Change, ensuring that 1004 of IIF's operational waste was managed through responsible processing pathways, with zero waste disposed of directly to landfills (zero landfit). 16830651 Dikelola oleh Waste4Change melalui mekanismo: Limbah yang Dihasilkan SexFial Waste Generated 4 Kertas | Paper TS kg Daur Ulang 67304 Recycling il i Limbah anorganik terpilah seperti Kertas, H Rp Pest Plastic 50,2 kg Pikat kaca logam Alsakrkr ke mira “daur ulang untuk diproses menjadi produk baru. Sorted Inorganlc waste such as papor, H te) Kaca | Glass 46 kg iasti, glass, metal, was distributed ta reeycling pariners to be processed Into new products. H jap Logam | Metal 16 kg 127 kg (54,435) “ ——A Pengomposan dan Budidaya larva Black Soldier Fly ISP sos) Composting and Cultivation of Black Soldier Fly Larvae Wanaged by Waste4Change through tne Tollowing 235 Kg Food Waste Limbah Sisa Makanan Limbah organik/sisa makanan diolah 'melalul pengomposan dan budidaya larva Black Soldler Fly sebagal sumber pakan 28,9 kg — mechanisms: ternak. Organic wastejfood scraps were processed through composting and cultvating Bleck Soldler Fly jarvae as a source of animal feed. 23,9 kg (101726) bbw. Refuse-Derived Fuel (RDF) IGRI 306-4) H4 1 Lain-lain | Others Residu yang tidak dapat didaur ulang dikonversi marjadI bahan bakar alternatif melalui teknologi ROF. 83,2 kg AA Non-recyclabie residues were convarted into alternative fuels through RDF. 83,2 kg (35,45) technology. Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Raport 2025
Page 107 OCR 0.811
INDONESIA Selain manajemen limbah, Perseroan secara aktif menginternalisasi budaya ramah lingkungan dengan mendorong karyawan untuk menggunakan botol minum isi ulang dan membatasi konsumsi kertas dalam setiap proses kerja. Perseroan memprioritaskan penggunaan material yang dapat didaur ulang dalam operasional harian, termasuk penggunaan galon air isi ulang dan pemanfaatan kertas bekas untuk draf kerja internal. Di lingkungan kantor, Perseroan telah sepenuhnya menggantikan penggunaan air kemasan plastik sekali pakai dengan botol berbahan kaca yang lebih aman bagi ekosistem. Perseroan juga memfasilitasi seluruh karyawan dengan tumbler eksklusif guna memastikan pengurangan limbah plastik sekali pakai dapat terlaksana secara konsisten di seluruh level organisasi. 2/67 3.751 Keanekaragaman Hayati IK Biodiversity INFRASTRUCTURE FINANCE In addition to waste management, the Company has actively internalized an eco friendly culture by encouraging employees to use tefillable water botiles and limiting paper consumption in every work process. The Company has prioritized the use of recyelable materials in daily operations, including the use of refillable water carboys and Ihe reuse of scrap paper for intemat working drafis. Within the office environment, ne Company has fully replaced the use of single-use plastic bottled water with glass bottles, which are safer for the ecosystem. The Company has also provided all employees with exclusive tumblers to ensure that the reduction of single-use plastic waste was implemented consistently across all organizational leveis. Kar ersi F.10| “Sebagai bagian dari komitmen atas pe konservasi hiu paus di Desa Botubarani, Kabupaten Bone Rumpon Penarik Plankton. Planktan Attractor ADS (Fish Aggregating Devices) Upaya Ini bertujuan untuk menjaga. Gorontalo secara berkelanjutan De masyarakat lokat program in Botuberani Villege, Bone Bolango :ney. Thi Irish keberlangsungan pogulasi hiu paus di kawasan Botubarani sel engan memastikan ketersediaan ekosistem yang mendukung kehidupan hiu paus, program ini mencerminkan pendekatan konservasi berbasis alam (rature-based solution) yang mengintegrasikan pelestarian lingkungan dengan pengembangan ekonomi Ra Haoregatina Devoas 10 iness ine alah Of la tarian keanekaragaman hayati 1F bekerja sama dengan Pemerintah Proinsl Gorontalo alam p'agrarn olango. Melatu pragram in, IIF memberikan dukungan berupa pembangunan Rumpcn Plankton Attracter untuk meningkatkan Ketersedlaan plankton sebagai sumber pakan alami hiu paus di perairan setempat. Is memperkuat daya tarik wisata bahari Pravinsi As part of its commitment to biodiversity Conservation, II colleborated with the Provincial Government of Gorontalo in a whale shark conservation rough this program, IIF previded support in the ferm of constructing Plankton Atirastor FADS 1 ton ag a Halus obd soutee lo hale sharke In he local Ht “This effort aimed ta maintain the sustainability Of the whale shark population in the Botubarani area while simuhtaneously srengthened the sustainable marine tourism appesl of Gorontalo Province. By ensuring an ecosystem that supporis whale shark We, this program ref approach nat Inegrates environmental preservation with local community economic develepmeri. -cis a falure-hasod solution Sebagai bagian dari j pohon dl kawasan pros di sekitar Penanaman Pohon di Kawasan Proyek Tree Planting in the Project Area Pemilihan pohon sawo kecik mencer As par of the environmental management eforts around program ate pejet at logatedi Indramayu Cirebon, around Ie projzet location with the aim of supporting reg pengelolaan lingkungan di sekitar area proyek. IF bersama salah yk yang bloasi dIndiamaru Grabon, Ja okasi proyek dengan tujuan mendukung penghijauan inken pendekatan yang mempertimbangkan keses ketahanan tnggi dan mila ekolog$ yang bat Ptogram Ini merupakan wujud nyata sinerg! mengintegrasikan praktik:amah lingkungan ke dalam siklus proyek Infrastruktur yang dibiayai atu Mlen, PT Polytama melaksanakan ptogram penanaman arat Dalam program Ii sekat 150 pohon sawo ketik (Manliara keuki) ditanam kawasan sekaligus berkontribusi pada upaya teduksi emisi karbon. ekologis lokal, mengingat fenis pohon ini dikenal memilki 'a Perseroan dan mia pembiayaannya dalam (he project area, IIF, together with one of is clients, PT Polytarna, implemented a tree-planting Wes Java In this program, approrimately 150 sawo keci trees |Manikara kauki) were planted lonaf greening while contributing to carbon emission reduction efforis. The selection Of sawo kecik tees reflects an approach that considers losal eeolegical suitabily, as this bee species is known Iorits high resilence and “gnfeant eeoogkeal value, Thi program isa tangible menfestation €' he yuwgy butwesn ine Company ant financing partner intogtting eco: friendly prectices into the ifeoyote of Infrastructure projeots fmanced by IIF, Kegiatan operasional Perseroan berlokasi di kawasan perkotaan yang tidak berada di atau berdekatan dengan area keanekaragaman hayati tinggi, sehingga tidak menimbulkan dampak langsung terhadap ekosistem maupun habitat alarni di sekitarnya. Ox si Komitmen Perseroan terhadap keanekaragaman hayati dan pengelolaan sumber daya alam dalam proyek-proyek pembiayaan diimplementasikan melalui pelaksanaan Social and Environmental Due Diligence (SEDD) serta penerapan Corrective Action Plans (CAP) terkait keanekaragaman hayati sebagai bagian dari perjanjian fasilitas. Proses uji tuntas (due diligence) ini bertujuan untuk menilai potensi dampak proyek terhadap keanekaragaman hayati, ekosistem, dan pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan. (sx Fto Sesuai dengan Prinsip S&E IIF Nomor Enam (Konservasi Keanekaragaman Hayati dan Pengelolaan Sumber Daya Alam Berkelanjutan), sejumlah proyek yang dibiayai pada tahun 2025 telah menerapkan prinsip ini, termasuk diantaranya ialah proyek pembangkit listrik tenaga air skala kecil (PLTMH), jalan tol, dan bandara. Proyek-proyek ini memiliki karakteristik, risiko, dan dampak yang berbeda terhadap aspek keanekaragaman hayati dan pengelolaan sumber daya alam. Sebagai contoh, proyek PLTMH umumnya berlokasi di daerah tangkapan air hulu dengan topografi perbukitan, seringkali berada di dalam atau dekat habitat perairan yang sensitif dan mungkin menjadi jalur migrasi spesies ikan tertentu. The Company's operational activities are located in urban industrial areas that are neither sitvated in nor adjacent to areas of high biodiversity significance, and therefore do not give rise to direct impacts on surrounding ecosystems or natural habitats, IS") The Companys commitment to biodiversity and natural resource management in financing projects has been implemented through Social and Environmental Due Diligence (SEDD) and the application cf biodiversity-related Corrective Action Plans (CAP) as part of the facility agreements. This due diligence process aimed to assess potential project impacts on biodiversity, ecosystems, and the sustainable utilization of natural resources. Ps #0) In accordance with IIF S&E Principle Number Six (Biodiversity Conservation and Sustainable Management of Living Natural Resources), a number of projects financed in 2025 have implemented this principle, icluding small-scale hydropower (PLTMH), toll roads, and airports. These projects have possessed distinct characteristics, risks, and impacts regarding biodiversity and natural resource management. For example, PLTMH projects are generally located in upstream water catchment areas with hilly topography, Often within or near sensitive aguatic habitats and potentially serving 2s migration routes for certain fish species. (Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025
Page 108 OCR 0.914
enjaga Ses2e0 Sebagai bagian dari mitigasi risiko dan rencana tindakan korektif, Perseroan mensyaratkan agar proyek-proyek tersebut melakukan studi garis dasar keanekaragaman hayati, yang kemudian dilanjutkan dengan penyusunan Biodiversity Action Plan (BAP). BAP ini memuat langkah-langkah yang disesuaikan untuk menghindari atau meminimalkan dampak proyek terhadap keanekaragaman hayati, serta kerangka pemantauan untuk memastikan kepatuhan yang Hghungan Secara Berketanjuta Ma En As part of risk mitigation and corrective action plans, the Company reguired these projecis to conduct baseline biodiversily studies, Tollowed by the formulation of a Biodiversity Action Plan (BAP). This BAP contained tailored measures to avoid or minimize project impacts on biodiversity, as well as a monitoring framework to ensure continuous compliange and adaplive management throughout the project lifeoycle, axis! berkelanjutan dan pengelolaan adaptif sepanjang siklus hidup proyek. Tol Biaya dan Pengaduan Lingkungan Environmental Costs and Grievances Biaya Pengelolaan Lingkungan 'SK F4 Environmental-Related Cost Perseroan mengalokasikan biaya lingkungan untuk mengurangi dampak negatif pada lingkungan dalam bentuk pengelolaan limbah dengan pihak ketiga, dan pelaksanaan program TJSL yang berkaitan dengan aspek lingkungan hidup. Selama tahun 2025, Perseroan merealisasikan biaya lingkungan sebesar Rp505 juta. The Company allocated environmental costs to mitigate negative environmental impacts through waste management with third parties and the implementation of Corporate Social and Environmental Responsibility (CSER/TJSL) programs related to environmental aspects. Throughout 2025, the Company realized environmental costs amounting to IDR 505 million. Pengaduan Terkait Lingkungan 'OSK 161 16R1 2-27) Environmental Grievances Perseroan memiliki mekanisme pengaduan untuk masalah atau isu yang berkaitan dengan lingkungan hidup. Setiap laporan atau masukan dari pemangku kepentingan yang terkait dengan lingkungan hidup dapat ditujukan kepada penanggung jawab pelaksanaan penerapan Keuangan Berkelanjutan di Perseroan pada alamat berikut: 'The Company has maintained a grievance mechanism for problems or issues related to the environment. Any reports or feedback fram stakeholders regarding environmental matters can be addressed to the party responsible for the implementation of Sustainable Finance at the Company at the following address: Prosperity Tower Floor 53rd-55th Floor Lot 28, Sudirman Central Business District (SCBD) Jl. Jend, Sudirman Kav. 52-53, Jakarta 12190, Indonesia Tel:(62-21) 5082 6600 Fax: (62-21) 5082 6601 Email : sustainability. council@iif.co.id PT Indonesia Infrastructure Finance Throughout 2025, the Company complied with all environmental laws and regulations. Conseguently, no reports regarding environmental issues were received by the Company from the community or other stakeholders. Selama tahun 2025, Perseroan telah mematuhi seluruh ketentuan peraturan terkait lingkungan hidup. Dengan demikian, tidak ada laporan terkait isu lingkungan hidup yang diterima oleh Perseroan dari masyarakat maupun pemangku kepentingan lainnya. Details of reports related to environmental issues received by the Rincian laporan terkait isu lingkungan hidup yang diterima oleh Company over the last 3 (three) years are as follows: Perseroan selama 3 (tiga) tahun terakhir, sebagai berikut: Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025
Page 109 OCR 0.845
INDONESIA INFRASTRUCTURE FINANCE Jumlah Laporan Diterima | Jumlah Laporan Diproses Status Penyelesaian Number of Reports Received Number of Reports Processed Completian 2024 Mibil Nihit NA None None N/A 2025 Nihil Nihit NYA None None N/A Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025
Page 110 OCR 0.900
02 Menciptakan Dampak Sosial yang Berkelanjutan Creating Sustainable Social Impact
Page 111 OCR 0.587
Pembangunan infrastruktur Pariwisata di Bali Svsilses Dokumantazs II: Source LiF Dasum
Page 112 OCR 0.893
Menghadirkan Nilai Keberlanjutan Untuk Masyarakat Delivering Sustainability Value to the Community Sebagai lembaga pembiayaan Infrastruktur yang menjadi bagian dari sektor jasa keuangan Indonesia, Perseroan berkomitmen untuk menghadirkan dampak positif nyata bagi masyarakat melalui distribusi nita ekonomi, baik secara langsung maupun tidak langsung, dari setiap kegiatan pembiayaan dan jasa advisory yang dijalankan. Perseroan selalu menyadari tanggung jawabnya untuk mengelola dampak sosial yang mungkin timbul, serta melaksanakan program pengembangan dan pemberdayaan masyarakat sesuai kebutuhan masyarakat setempat, Sw3-31 Pelaksanaan program pengembangan dan pemberdayaan masyarakat dilandasi oleh Prinsip SBE guna memastikan bahwa setiap proyek infrastruktur yang dibiayai Perseroan mampu memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat, tidak hanya selama masa konstruksi, tetapi juga pada tahap operasional setelah proyek selesai dibangun. Implementasi Prinsip S&E dalam kegiatan pengembangan dan pemberdayaan masyarakat diuraikan dalam tabe! berikut: IS) As an infrastructure financing Institution within Indonesia's financial services sector, the Company is committed to delivering a tangible positive impact on society through the distribution of economic value, bath directly and indirect!y, from every financing and advisory activity conducted. The Company is consistently aware of its responsibility to manage potential social impacts and to implement community development and empowerment programs in accordance with the needs of local communities, Isma The implementation of community development and empowerment programs has been grounded in the SRE Principles to ensure that every infrastructure project financed by the Company provides sustainable benefits to the community, not only during the construction phase but also throughout the operational stage after the projects completion. The implementation of the SBE Principles in community development and empowerment aclivilies is outlined in the following table: SP 33) Partisipasi Perseroan dalam program TJSL pembangunan rumah layak huni di Sangkrah, Suraka The Company's Participation in a CSR Program for Livable Housing Development in Sangkral uree IP Dosum Laporan Kebertanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025
Page 113 OCR 0.862
INDONESIA
H INFRASTRUCTURE
FINANCE
Penerapan Prinsip SAE IIF bertujuan untuk memastikan pengelolaan aspek sosial di setiap proyek infrastruktur yang dibiayai dapat berjatan optimal,
termasuk namun tidak terbatas pada hal-hal sebagai berikut:
The implementation of IE!
not limited to the following
&E Principles aims to ensure the optimal management of sociat
ecis in every financed inti
ture project, including but
« Mendorong penyediaan sarana pelibatan pemangku kepentingan,
Encouraging the provision of stakeholder engagement facilities.
PN Memastikan keluhan dari masyarakat terdampak proyek (projeot affected people/"PAP') dan komunikasi eksternal dengan pemangku
kepentingan terkait ditanggapi dan cikelala dengan tepat.
Ensuring that complaints from project affected people ("PAP") and extemal communications with relevant stakeholders are responded to and
menaged appropriately
3 Menghindari atau meminimalkan risiko dan dampak negatif terhadap kesehatan, keselamatan, dan keamanan masyarakat yang terdampak.
proyel
'Avoiding or minimizing negative risks and Impacts on the health, safety, and security of projeot-affected communities
4 Menghindari penggusuran atau pemukiman kembali secara paksa.
|oiding forced evietions or involuntary resetlement.
5 Mengantisipasi dan meminimalkan dampak sosial dan ekonomi dari proses pembebasan lahan,
Anticipating and minimizing the social and economic impacts of the land acauisition process.
& Meningkatkan atau memulihkan penghidupan dan standar hidup masyarakat tergusur.
Amproving or restoring the welfara and Iivelihood of relocated communities.
7 Menghindari atau meminimalkan dampak negatif proyek terhadap masyarakat adat,
(Waiding or minimnizing the projects negative impacts on indigenous peoples.
& Memastikan proses pembangunan menghormati hak asasi manusia, martabat, aspirasi, budaya dan penghidupan berbasis sumbar daya alam
“dari masyarakat adat.
Ensuring that the development process fosters respect for the human rights, dignity, aspiratlons, culture, and natural resource-based livelihoods
of indigenous peoples.
P1 Menghormati dan melestarikan budaya pengetahuan, dan praktik
hubungan yang berkelanjutan dengan masyarakat adat selama sik
raktik yang dimiliki masyarakat adat serta membangun dan menjaga
lus berjalan.
Respecting and preserving the culture, knowledge, and practices of indigenous peoples and building while maintaining sustainable relationships
ALE IAGinenous peopies IMrowohcu! tc eyole,
1. Melindungi dan melestarikan warisan budaya dari dampak negatif kegiatan proyek.
Proteoting and preserving cultural heritage from the negative Impacts Of project activities.
Dampak Sosial dan Ekonomi Tidak Langsung
Indirect Social and Economic Impacts
Dampak Kegiatan Operasional terhadap Masyarakat IK F28IIGRI 41-21
Impact Of Operational Activities On Communities
Sejalan dengan visi untuk mendukung pembangunan infrastruktur
yang inklusif, Perseroan berkomitmen menciptakan dampak positif
yang berkelanjutan bagi masyarakat. Guna mewujudkan hal tersebut,
Perseroan secara konsisten mengelola dampak sosial dari seluruh
kegiatan operasionalnya.
Perseroan telah melakukan identifikasi dampak sosial proyek secara
komprehensif untuk memastikan kepatuhan terhadap standar
internasional melalui penerapan delapan Prinsip S&E. Dengan
mengintegrasikan prinsip-prinsip tersebut, Perseroan menjamin
bahwa pembangunan inirastruktur fisik yang dilakukan senantiasa
berjalan selaras dengan upaya peningkatan kualitas hidup masyarakat
serta perlindungan ekosistem di sekitar wilayah operasional.
In line with the vision to support inclusive infrastructure development,
the Company is committed to creating a sustainable positive impact
for the community. To achieve this, the Company consistenty
manages the social impacts of all its operational activities,
The Company has conducted a comprehensive identification of social
project Impacts to ensure compliance with international standards
through the application of eight SBE Principles. By integrating these
principles, the Company guaranteed that physical Infrastructure
development has been consistently carried out in alignment with
efforts to improve community guality of life and protect the
ecosystems surrounding the operational areas.
Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025
Page 114 OCR 0.849
— 09048 00 Dampak Ekonomi Tidak Langsung !58!203-1) Indirect Economic Impacts Dukungan pembiayaan Perseroan untuk proyek-proyek infrastruktur strategis turut memberikan dampak 'omi tidak langsung yang dirasakan oleh masyarakat. Kontribusi terwujud dalam berbagai bentuk, mulai dari optimalisasi penyerapan tenaga kerja lokal hingga penyediaan infrastruktur pendukung yang krusial. Proyek-proyek yang dibiayai turut memfasilitasi pembangunan jalan penghubung guna meningkatkan aksesibililas warga, pengembangan sislem air bersih, serta penyediaan fasilitas kesehatan yang dapat diakses oleh masyarakat luas di sekitar lokasi proyek. Selain itu, kehadiran proyek- proyek tersebut menjadi katalis bagi terciptanya peluang ekonomi baru dan lapangan kerja turunan yang memperkuat kemandirian @konomi lokal secara berkelanjutan. Dalam melaksanakan program yang berkaitan dengan masyarakat dan pemangku kepentingan, Perseroan mengadopsi pendekatan Do No Significant Harm (DNSH) melalui penerapan SEMS. Melalui pendekatan ini, Perseroan menetapkan landasan kuat dalam analisis risiko dan dampak pada setiap tahapan utama siklus proyek, mulai dari pra-konstruksi, konstruksi, operasional, hingga tahap penutupan atau dekomisi. Kerangka kerja ini memungkinkan Perseroan untuk mengidentifikasi serta mitigasi potensi dampak negatif tidak langsung secara efektif dan relevan. Investasi dan layanan infrastruktur yang didukung oleh Perseroan mencakup spekirum yang luas, mulai dari aset komersial hingga penyediaan fasilitas publik yang krusial bagi masyarakat. Pada tahun 2025, Perseroan telah melakukan pengkajian mendalam terhadap dampak ekonomi tidak langsung, baik positif maupun negatif, dari seluruh fasilitas dan infrastruktur tersebut sesuai dengan standar yang berlaku di Indonesia. Berdasarkan hasil evaluasi tersebut, Perseroan mencatat tidak terdapat dampak negatif yang timbul dari pengoperasian fasilitas dan infrastruktur yang dibiayai, Sebaliknya, proyek-proyek tersebut memberikan kontribusi nilai tambah bagi pembangunan nasional. Detail mengenai fasilitas, infrastruktur, beserta dampak positif yang dihasilkan adalah sebagai berikut: The Company financing support for sirategic infrastructure projects contributed to indirect economic impacts felt by the community. This contribution manifested in various forms, ranging from the Optimization of local labor absorptien to the provision of erucial supporting infrastructure. Financed projects facilitated the construction of connecting roads to improve community accessibility, the development of ciean water syslems, and the provision of health facilities accessible to the general public around project locations. Furthermore, the presence of these projects served as a catalyst for the creation of new economic opportunitiss and derivative empioyment, which strengihens sustainable local economic independence. In implementing programs related to the community and stakeholders, the Company has adopted the Do No Significant Harm (DNSH) approach through the application of the Social and Environmental Management System (SEMS). Through this approach, the Company has established a solid foundation for risk and impact analysis at every major stage of the project cycle, from pre- construction, construction, and operations, to the closure or decommissioning phase. This framework has enabled Company to effectively and relevantly identify as well as mitigate potential indirect negative impacts Infrastructure investments and services supported by the Company cover a broad specirum, ranging from commercial assets to the provision of public facilities erucial to the community. In 2025, the Company conducted an in-depth assessment of the indireet economic impacts, both positive and negative, of all these facilities and infrastructure in accordance with applicable standards in Indonesia. Based on the evaluation results, the Company recorded that there were no negative Impacts arising from the operation of the financed facilities and Infrastructure. On the contrary, these projects contributed added value to national development. Details regarding the facillties, Infrastructure, and the positive Impacts generated are as follows: Pembangunan Jatan Tol Ic Road Ganstnetiate Through the financing of strat (“Melalui pembiayaan proyek Infrastruktur nasional yang strategis, Perseroan mendukung pembangunan jalan tol sepanjang 427 kilometer yang berfungsi dalam meningkatkan konektivitas serta efisiensi logistik antarwilayah. It national Infrastructure projects, the Company supported the construction of 427 kilometers Of toll roads, which function to enhance connectivity and Inter-realonal logistics efficlanoy. Pembangunan Bandara dan Pelabuhan KD NA PAN URL NARAN | komoditas pokok. - Perseroan Juga membiayai pembangunan empat bandara yang meningkatkan konektivitas dan aksesibilitas udara baik di perkataan maupun daerah terpenei serta mendukung proyek pelabuhan strategi yang memperkuat pergerakan barang dan The Company also financed the construction of four Apar, #@nhancing air connectivity and accessibility In both urban and remote areas, while supporting strategic port projecis: al srengtnen tas movement of goods and essattisl commodilies, Pengembangan Sa yediaan Air Minum memberikan dampak positif Kepada 1.47 juta dengan total kapasitas suplel sebesar 27.501 Melalui pembiayaan tujuh proyek penyediaan air minum (Sistem Penyediaan Air Minum/ SPAM), Perseroan telah turmah tangga dalam mendapatkan akses terhadap air bersih yang memadai, Iiter per detik, Through ihe financing of seven drinklng water supply projects (SPAM), the Company has delivered a positive impact to 1.47 PA DA YA Pen | Dae di 1 lean water, with a total supply capacity of 27,501 liters per second. gembangan Pembangkit rik dari Energi Terbarukan k Gan Pasi Plan sekolah yang inklusif. Perbaikan ini member Nine renewable enerc 9 project have generated o cleen eeeuity opaciy This supports school lighting, the provision of learning tools, and th ic improvemants empower studenis to learn In a heahhhier and more stable environment, Sembilan proyek energi terbarukan tetah menghasilkan kapasitas listrik bersih sebesar 709,90 MW yang menjan kau 709.900 rumah tangga, sehingga mendukung penerangan sekolah, pen . ayakan para siswa untuk belajar dalam lingkungan yang lebih sehat dan stabil, diaan alat belajar, serta terciptanya lingkungan of 709.90 MW, reaching 709,900 households, e creation of inclusive school environments. These Perseroan juga berkontribusi Perkeretaapian deri jalur kereta strategis, yan, an batras pada pengembangan infrastruktur perkeretaaplan sepanjang 130 klometer sebagai bagian mendorong peral asi. han mobilitas menuju transportasi yang lebih berkelanjutan dan Inki The Company also contributed to the development of 130 kilometers of railway Infrastructure as part of a strategic rail network, promoting a mobility shift toward more sustainable and inclusive transportation. Host Otastbut Melalui pembiayaan infrastruktur rumah sakit, Perseroan telah berkontribusi dengan total 1.051 tempat tidur rumah sakit, sehingga memperluas akses terhadap tayanan kesehatan yang berkualitas bagi sekitar 351.000 paslen setiap tahunnya. Through the financing of hospital Infrastructure, the Company has contributed a total of 1,051 hospital beds, thereby Ian #xpanding access to auality healtncare services for approximately 351,000 patients annual. Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report
Page 115 OCR 0.792
INDONESIA Ng WNFRASTRUCTURE FINANCE Pasokan Air kepada Masyarakat Water Supply to Society Jumlah | Total Jumlah | Total 223 om 2022 333, 27.501 D santen D JawaTimuriEsstsowo @ tamu 024 1.470.210 2025 1.470 910 H 161.970 164.976 Jumlah Penggura (Rumah Tangga) Wamena Der Meat O @ 0x sarana D riau F11.75 1.875 @ Jawa berat mesra Inisiatif Pemberdayaan Masyarakat Tahun 2025 IOJK F.25) (GRI 413-1| Community Empowerment Initiatives In 2025 Inisiatif pemberdayaan masyarakat merupakan kegiatan TJSL yang diinisiasi oleh Perseroan secara mandiri maupun melalui kerja sama dengan lembaga lain. Inisiatif ini telah melibatkan dan memberdayakan sejumlah masyarakat dengan program-program yang berfokus pada keberlangsungan hidup masyarakat agar dapat dirasakan langsung manfaatnya. Sepanjang tahun 2025, Perseroan secara konsisten melaksanakan berbagai kegiatan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang bertujuan untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan. Melalui berbagai program yang terstruktur, Perseroan berkornitmen untuk mendukung pembangunan yang berkelanjutan dan meningkatkan kualitas hidup komunitas sekitar. Perseroan telah melakukan lima program TJSL sebagai berikut, dengan total biaya Rp505 juta. Community empowerment initiatives are CSR (TSI) activities initiated by the Company independently Or through collaboration with other institutions. These initiatives have involved and empowered numersus communities with programs focusing on community Tivelihood, ensuring that the benefits can be felt directly. Throughout 2025, the Company consistently implemented various Corporate Socia! and Environmental Responsibility (CSER/TJSL) activities aimed at providing a positive impact on the community and the environment. Through various structured programs, the Company has been committed to supporting sustainable development and improving the guality of life of surrounding communitiss. The Company conducted five CSR (TUSL) programs as follows, with a total cost of IDR 505 million. Kegiatan | Aetrvittan Pembuatan dau rumpan plankton attractor Ikan Hiu Paus Faslyas ni petungal sebagai sumber makanan hiu paus mela #lankten, sehingga mendukung keberlanjutan keberadaan wisata sebagal destinasi unggulan daerah Gorontalo, Development of Plankton Atiraster FADS (Rumpon) for Whale Sharks This faclty serve as a food source for whale sharks by Inercasing plankton gvailability. thereby supporting the sustainable presence of Wale Shark tourism in otubarani Vilage as a prervier debliaton nine Gorontai regian Lokasi ' Location Gorontalo, Sulawesi Utara Gorontalo, North Sulawesi ingkatan ketersediaan Paus di desa Botubarani Penerima Manfaat | Beneficiasics Masyarakat sekitar dan pemerintah daerah Local communilies and local goverament Dukungan untuk SDGs Support lor SDG5 wita Kerjasama | Collaboration Partners Pemerintah Provinsi Gorontalo. Gerontais Provincial Government. Kegiatan ! hctirmia Pembangunan 2 rumah tinggal layak twni dari total 25 rumah, dan penataan kawasan kumuh, Gonstruction of 2 habitable houses out of a total target of 25 nouses, alongside Ihe tedevelopment and artangement of slum areas. Lokasi ' Location Desa Sangkrab, Solo, Jawa Tengah | Sangkrab Vilage, Solo, Central Java Penerima Manfaat i Benehciaries Masyarakat sekitar berpendapatan rendah “The Surrounding commusity has low income Mlira Kerjasama | Gollaboiation Partners Kementean Keuangan (Den Kekayazn Negara) & Special Mission Vehicle (SMV) di bawah Kementerian Keyangan Ministry of Finance (Directorate General cf State A5set8) & Speciat Mission Vehicle (SMV) under the Ministry of Finance Dukungan untuk SDG5 Support for SLG5 Kegiatan ! Activitios Penanaman 150 pohon sawo kecik Planting 150 sapodila trees. Lokasi " Lagatian Indramayu, Jawa Tangah Indramayu, West Java Penerima Manfaat ! Beneficiariou Masyarakat sekitar proyek pembiayaan Perseroan Semmunitles around the Company financing projects Mitra Kerjasama ' Collatoration PasLncrs Kilen Perseroan Gerporaie Clients Dukungan untuk SDG5 Support far D6: Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustatnability Report 2025
Page 116 OCR 0.789
“000000049 Keglatan | Aetivitien Kenjasama TUSL dalam pembangunan Perbangka rw Tenaga Miuodre (PLTN) pasitas 30 KwP, dalam program AKTIF (Akselerasi Transisi Energi Kolaboratif). Program Ini ditujukan untuk memberikan #strik sebagai akses dasar dan meningkatkan perekonomian masyarakat setempat. 1TUSL's eoilaboration in the construction of a 30 kWh Micra-Hydro Power Plant (PLTMH) under the AKTIF (Collaborative Energy Transitlan Acceleration) program. This program aimed to provide electicity as basic access and improve the local economy. Lokasi (Location Rantav Dedap, Muare Enim, Sumatera Selatan Rantau Dedap, Muara Enim Regeney, South Sumatra Penedima Manfaat Beneiciores ruokat setempat Mamamia 1 Dukungan untuk SDGs Soppor or SDG5 Mitra Kerjasama | Collahoration Partners “Special Mission Vehicle (SMV) di bawah Kementrian Keuangan: PT Seraya Muhi Penjarnan Iirasirutu Indonasia Persero (PT PII), Society Renewable Energy (SRE), niversitas Sriwijaya Spesial Mission Site (SM) under ih Inisiry ol Finance: PT Sarana Multi Infesutuktur Persero (PT Penjarinan Iirasruktu Indonesia Persero PT PIM, Soclety Renewable Energy (SRE), rIwijaya University Kegiatan | hetivitlen (Pembuatan IT room, sarana, prasarana dan edukasi membuat kompos sampah melalui program “Give Stories, Give Steps, Give Hope”, Kegiatan Ini meliputi: « #gukas aga anak: anak ci rumah sin: Bah dan memnbeokan pendidikan - pat 1 Utan ruangan 1 lengkap dengan sarana dan prasarana pe meningtatkan nas Gk empalua aka pembelajaran Bebas tekno sera "mendukung pengembangan kapasitas dar 'depan generasi m «donasi buku pecgan, Sepau, as dan pakal Inrcugh the “Give Stories, Give Steps, Give Hope” program. This activity includes: 1 Educating children at Ihe SAAJA shelter on how to make composi ftam waste and providing environmental respersibility education from an ezriy age. Construction of an IT room complete wilh s Cevelopmenf and future ef Ihe younger gene eration. Donations of reading books, shioes, bags, and suitable clothing, donated by IIF employees. Lokasi | Location Rumah Singgah SAAJA, Kuningan, Jakarta Selatan 'SAAJA Shelter House, Kuningan, South Jakarta SAAJA tenang ce membuat pup kompos Btahada p Ingkungon sejak cin, Pa 1 Na Kekal Kas donasi Har para karyawan IE Establishmeni of an IT room. fasiiies, Infrastructure, and education an composting waste uppoti TBcities and infrasirurture toimprove “ita Ierey capand 3600s8 101ee1mologr-bases Iaiing. and support Ine capasly Dukungan untuk SDGs Support lor SDGs Penerima Manfaat | Beneficiaries Apaan dirumah singgah SAAJA hildren in the SAAJA shelter Chilaren in the SAAJA shelter Mitra Kerjasama | Collaboration Partners Rumah singgah Shkua Shelter House | Mekanisme Penanganan Keluhan '9Jx F24l Complaint Management Mechanism Sebagai bagian dari komitmen untuk meningkatkan kualitas pengelolaan dampak sosial, Perseroan menyediakan fasilitas penanganan pengaduan bagi masyarakat yang terdampak langsung oleh proyek infrastruktur yang dibiayai. Untuk memfasilitasi hal tersebut, Perseroan telah mengimplementasikan Grievance Redress Mechanism (GRM) sebagai kanal komunikasi resmi bagi pemangku kepentingan untuk menyampaikan aspirasi maupun pengaduan secara langsung. Kanal GRM ini dapat diakses secara terbuka melalui situs web resmi Perseroan melalui laman kontak Perseroan (iif-co.id/en/c , di mana setiap laporan yang masuk akan desa ditindaklanjuti, dan diperbarui statusnya secara berkala guna menjamin transparansi. Prosedur penanganan pengaduan di Perseroan mencakup tahapan sebagai berikut: " Menerima dan mencatat pengaduan, Menanggapi pengaduan dalam waktu 2x24 jam dengan menyatakan bahwa pengaduan telah diterima dan sedang ditindaklanjuti oleh tim: Penyelesaian proses peninjauan dan validasi pengaduan dalam waktu 14 hari Setelah pengaduan dikonfirmasi, harus diselesaikan dalam waktu 30 hari, baik secara langsung atau dengan meneruskan pengaduan tersebut ke pihak yang bertanggung jawab, untuk menyelesaikan pengaduan tersebut, Mengawasi proses penyelesaian pengaduan, serta Menutup pengaduan jika dinyatakan telah selesai dan menyiapkan memorandum kesepakatan antara pihak pengadu dan juga Perseroan. Setiap tahun, seluruh dokumen pengaduan beserta status penyelesaiannya dilaporkan secara transparan sebagai bagian dari Laporan Tahunan Kinerja Sosial dan Lingkungan Perseroan, Laporan Keberlanjutan As part of its commitment to enhancing the guality of social impact management, the Company provided grievance redress facilities for communities directly affected by financed infrastructure projects. To facilitate this, the Company has implemented a Grievance Redress Mechanism (GRM) as an official communication channel for stakeholders to submit aspirations or complaints directly. The GRM channel is openly acceesible through the Company official website via the Company's contact page (iif.co.id/en/contao1/), where every incoming report is recorded, followed up, and updated periodically to ensure transparenoy. The grievance handling procedure at the Company includes the following stages: Receiving and recording grievances: Responding to grievances within 2x24 hours by stating that the grievance has been received and is being followed up by the team: Completing the review and validation process of the grievance within 14 days: Once the grievance is confirmed, it must be resolved within 30 days, either directly or by forwarding the grievance to the responsible party to settle the matter, Supervising the grievanoe resolution process: and Closing the grievance once it is declared resolved and preparing a memorandum of agreement between the complainant and the Company. Every year, all grievance documents along with their resolution status were reported transparentiy as part of the Company's Annual Social and Environmental Performance Report. 025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainabllity Report 2025
Page 117 OCR 0.912
INDONESIA Kebijakan ini juga diimplementasikan pada seluruh proyek yang dibiayai, di mana setiap proyek diwajibkan memiliki mekanisme penanganan serupa yang mampu merekam seluruh jenis aduan serta langkah-langkah penyelesaian yang diambil. Hasil pencatatan tersebut kemudian dilaporkan kepada Perseroan secara berkala setiap tahun, Mekanisme ini bertujuan untuk” memastikan terpeliharanya hubungan baik antara proyek dengan seluruh pemangku kepentingan, terutama masyarakat terdampak, di setiap tahapan siklus proyek. Hingga akhir tahun 2025, tidak terdapat pengaduan yang diterima oleh Perseroan terkait proyek-proyek yang dibiayai. Sesuai dengan prosedur yang berlaku, setiap pengaduan yang masuk akan ditindaklanjuti dengan mengkomunikasikannya kepada pemilik proyek guna memastikan penyelesaian melalui GRM di tingkat proyek tersebut. Selain kanal di tingkat proyek, Perseroan juga menyediakan sarana pengaduan di level korporasi untuk menangani aspirasi yang ditujukan langsung kepada Perseroan. Laporan aduan ini disampaikan secara periodik kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sampai dengan akhir tahun 2025, tercatat nihil pengaduan yang diterima Perseroan melalui kanal korporasi tersebut. INFRASTRUCTURE FINANCE This policy is also implemented across all financed projects, where each project is reguised to have a similar handling mechanism capable of recording all 1ypes of complaints and the resolution steps laken. The results of such recordings are then reported to the Company periodically every year. This mechanism aims to ensure the maintenance ef good relations between the project and all stakeholders, particularly affeoted communities, at every stage of ihe project cyole. As of the end of 2025, no grievances were received by the Company regarding financed projects. In aceordance with applicable procedures, any incoming grievance will be followed up by commuricating it to 1he project owner to ensure resolution through the GRM at the project tevel In addition to channels at the praject level, the Company also has provided grievance facilities at the corporate level to handle aspirations directed specifically to the Company. These grievance reports were submitted periodically to the Financial Services Authority (OJK). As of the end of 2025, zero grievances were recorded through the corporate channel. Mekanisme Pengaduan Sosial Social Grievance Mechanism Pengaduan Terkait Privasi dan Data Pelanggan '58'19-1) Complaint Related to Customer Privacy and Personal Data Perseroan menempatkan perlindungan privasi serta keamanan data pelanggan sebagai prioritas utama. Perseroan mengimplementasikan sistem keamanan informasi yang ketat untuk menjamin kerahasiaan, integritas, dan ketersediaan data pribadi pelanggan di seluruh lini operasional. Sepanjang tahun 2025, Perseroan mencatat nihil pengaduan terkait pelanggaran privasi pelanggan. Selain itu, tidak terdapat insiden kebocoran, pencurian, maupun kehilangan data pelanggan yang teridentifikasi. Perseroan senantiasa memastikan bahwa pemrosesan data dilakukan berdasarkan persetujuan pemilik data dan sesuai dengan regulasi perlindungan data pribadi yang berlaku. Guna menjaga kepercayaan pemangku kepentingan, Perseroan berkomitmen untuk terus memperkuat infrastruktur IT dan sistem keamanan data. The Company places the protection of privacy and customer data security as its top priority. The Company has implemented a stringent information security system to ensure the confidentiality, integrily, and availability of customers' personal data across all operational lines, Throughout 2025, the Company recorded zero complainis regarding customer privacy violations. Additionally, there were no identifed incidents of leakage, theft, or Ioss of customer data. The Company has consistently ensured that data processing was conducted based on the data owners consent and in accordance with applicable personal data protection regulations. To maintain stakeholder trust, the Company is committed to continuously strengthening its IT infrastructure and data security systems. Membangun Tenaga Kerja Dengan Kompetensi yang Berkelanjutan Kompetensi, Kinerja dan Pengelolaan SDM yang Unggul Building a Workforce with Sustainable Competencies Excellence in Competence, Performance, and HR Management Dalam strategi keberlanjutan IE Sumber Daya Manusia (SDM) diposisikan sebagai pilar fundamental yang memungkinkan Perseroan menjalankan perannya sebagai katalis pembiayaan infrastruktur di Indonesia. Menghadapi dinamika industri yang kompetitif, Perseroan berkomitmen untuk terus memperkuat kapasitas talenta dengan kompetensi unggul guna menjawab ekspektasi pemangku kepentingan, baik dalam fungsi pembiayaan maupun jasa advisory. Untuk itu, Perseroan secara konsisten meningkatkan kompetensi karyawan mencakup kecakapan manajerial dan keahlian spesifik sektor infrastruklur, termasuk penguatan aspek teknis yang selaras dengan implementasi RAKB. Investasi pada pengembangan SDM ini merupakan langkah nyata Perseroan dalam memastikan kesiapan organisasi menghadapi tantangan rmasa depan sekaligus menciptakan nilai tambah bagi pembangunan nasional. Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | S In MIF's sustainability strategy, Human Resources (HR) are positioned as a fundamental pillar that enables the Company to fulfll its role as a cetalyst for infrastructure financing in Indonesia. Facing competitive industry dynamics, the Company is committed to continuously sirengthening the capacity of talents with superior competencies to meet stakeholder expeotations, both in financing functions and advisory services. To this end, the Company has consistently enhanced employee competencies, covering managerial proficiency and sectorspecific infrastructure expertise, including the reinforcement of technical aspects aligned with the implementation of the RAKB (Sustainable Finance Action Plan). This investment in HR development is the Companys concrete step in ensuring organizational readiness to face future challenges while creating added value for national development. inability Report 20:
Page 118 OCR 0.788
Praktik Ketenagakerjaan Employment Practices Praktik ketenagakerjaan Perseroan mencakup rangkaian strategi pengelolaan SDM yang komprehensif, mulai dari proses rekrutmen yang kompetitif, pengembangan kapasitas berkelanjutan, penilaian kinerja yang objektif, hingga pengelolaan hubungan industrial yang harmonis. Sebagai bagian dari penguatan organisasi, Perseroan secara konsisten melakukan internalisasi nilai-nilai dan budaya perusahaan guna memastikan setiap tindakan karyawan selaras dengan visi dan misi Perseroan. Di sisi lain, Perseroan berkomitmen penuh untuk menciptakan lingkungan kerja yang inklusif, menjunjung tinggi prinsip anti- diskriminasi, serta mengedepankan kesetaraan peluang bagi seluruh talenta. Perseroan juga menjamin terpenuhinya hak-hak karyawan secara optimal, baik melalui skema remunerasi dan paket kesejahteraan yang kompetitif, maupun pemenuhan hak-hak ketenagakerjaan lainnya sesuai dengan peraturan perundang- undangan yang berlaku. S3 Kebijakan SDM HR Policies Pengelolaan SDM di Perseroan mengadaptasi empat nilai utama yaitu Kepemimpinan, Kolaborasi, Keunggulan dan Komitmen terhadap bisnis infrastruktur. Ketiga nilai tersebut merupakan landasan pelaksanaan program kerja SDM yang diturunkan ke dalam berbagai kegiatan selama tahun 2025. The Company's employment practices encompass a comprehensive range of HR management sirategies, starting from competitive recruitment processes, continuous capacity bullding, and objective performance appraisals to the management of harmonious Industrial relations. As part of organizational strengthening, the Company has consistently internalized corporate values and culture to ensure that every employees actions align with the Company's vision and mission. On the other hand, the Company is fully committed to creating an inclusive work environment, upholding anti-discrimination principles, and prioritizing egual opportunities for all talents. The Company also guaranteed the optimal fulfillment of employee rights, both through competitive remuneration schemes and welfare packages, as well as the fulfillment of other labor rights in accordance with applicable faws and regulations, Stdal HR management at the Company adapts 4 (four) core values: Leadership, Colfaboration, Excellence, and Commitment to the infrastructure business, These three values serve as the foundation for implementing HR work programs, which were translated into various activities throughout 2025. & Collaborate erinteraks! dengar Membangun Kepercayaz membuat Faya Kerja Tim: Bekerja secara efektif membangun dan memelihara hubungan kerja yang bali berkelanjutan. kang lain dengan cara yang mereka yakin akan niat seseorang dan tujuan organisasi. can kooperatif dengan orang ain: Kepemimpinan: Kemampuan untuk mengidentifikasi, menerapkan, dan mernimpin orang-orang dalam organisasi menuju tujuan organisasi secara Bufiding Trust: Interacting with others In a way that Inspires confidence in (one Intentions and the organizations goals. Teamwork: Working affectively and cocperatively with others, establishing and maintaining good working relarionships. LangorsWp: The abi t0identi.Imelemeri,and lead people wihn the Organization towerd the organizatiana cosis ina sustainable manner. Strive for Excellence untuk din sendiri dan orang lain: memikul tanggung standar keunggulan pada diri sendiri di Pe Secara aki pembelajaran: secara: melalui penerapannya. Berorientasi pada Pelar an halapan pelanagan ter PenanS Ketan kelompoke menggunakan metode pen: melampaui targat sambil tetap meni P1oses peningkatan berkelanjutan. Committed to Sustainable Business Inna karyawan yang be iki rasa (dan perusahaan, serta mem pemilikan. tata kelola perusahai pembangunan Infrastruktur di Indonesia. untuk menyelesalkan tugas atau pekerjaan dengan sukses memaksakan pada standar yang dl if mengidentiikasi area baru untuk tur menciptakan dan memanfastkan peluang membelajaran, menggunakan pengetahuan dan keterampilan yang baru diperoleh di tempat kerja dan belajar pelanggan dan memberikan layanan terbaik untuk memastikan permintaan enkihi, Pelanggan tidak hanya me al & Internal), tetapi juga ptoses selani Mendorong Hasil: Memenuhi standar tinggi untuk pencapalan pribadi dan 3 Kan keenam kemajuan menuju peneapalan Lv ar: orus bekerja untuk mencapai atau rmati proses pencapaian tujuan dan Business Awareness: Lingkungan kerja yang profesional, ramun tetap "kualitas, melayani pelanggan Social & ErvIronment Awareness: Menerapkan praktik terbaik berdasarkan standar Internasional dalam hal Kredit, manajemen risiko, dan seluruh asck Pi an, sera dalam menerapkan standar perindungan corporate governance, as well 25 implementing International soclal and Sosial an Ingkungan Intemasional untuk mernasikan keberlanjutan it Tanggung Jawab & Akuntablitas: Menetapkan standar kineria Yang Ing Respopsibiy & Aceountably: Sering hah performance standards for rab dan akuntablikas — onese 3n8 Others assumingtesponslbilty and secountabily or successfully compieting tasks or work: imposing standard of excellence on paksakan. neself rather Ynan selfimposed standards. Gentinvovs Learning: Active identiying new areas folesning:regulay rating and capital'zing on learning opportunities, using newiy Bca knowledge and skils in the workplace and learning throvah their apptication. ustomer-Oriented: The ability 10 identify customer needs and provide c nc Kemampuan untuk mengidentifikasi kebutuhan — excellent service to ensure customer raguests and expectations are mel 1, Customers refer not on|y to end customers (external and internal), but also to pada Ihe subseguent process. tnya. Drive for Resulis: Meeting high standards for personal and group achievement, using measurement methods to rellect progress toward goal 2ehlovement. continually working ta meet or exceed targers white enjoying he process df achieving goes and Ihe process of continuous improvement. Business Awareness: A professional work environment, while priorilizing poly employee reltonships, customer and company seriz, anda sense of ownership, Soclal & Envitonmentel Awareness: Implementing best prasiices based on international stendards in creci, risk management, and all aspecta of #naronmental protection atandards 1 ensure tie suotanablit of inrastructure development In Indonesia. Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastueture Finance | Sustainability Report 2025
Page 119 OCR 0.898
INDONESIA INFRASTRUCTURE FINANCE Metode dan Pendekatan Terkait Aspek Ketenagakerjaan '58 2:7, 2:8, 3-11 Methods and Approaches Related to Employment Perseroan menerapkan metode Ful-Time Eguivalent (FTE) untuk melaporkan jumlah tenaga kerja sekaligus mengukur keseimbangan antara ketersediaan personel dengan beban kerja organisasi. Pendekatan ini bertujuan untuk mengidentifikasi kebutuhan tenaga kerja secara objektif dan akurat guna mendukung efektivitas operasional. Secara spesifik berkaitan dengan isu gender, IIF menerapkan kebijakan mengenai kesetaraan dan keberpihakan gender. Selain itu, metode yang digunakan dalam pengelolaan isu terkait ketenagakerjaan merujuk pada Whistleblowing System IIF. Sepanjang tahun 2025, Perseroan mencatat tidak terdapat fluktuasi signifikan pada jumlah tenaga kerja, baik untuk kategori karyawan tetap maupun tenaga kerja penunjang (pekerja bukan langsung). Hal ini mencerminkan stabilitas pengelolaan SDM di lingkungan Perseroan. The Company has applied the Full-Time Egulvalent (FTE) method to report the number of workers while measuring the balance between personnel availability and the organizatioris workload. This approach aimed to identify labor needs objectively and accurately to support operational effectiveness. Specifically regarding gender issues, IIF has implemented policies concerning gender eguality and empowerment. Furthermore, the method used in managing employment-related issues refers to IIF's Whistleblowing System. Throughout 2025, the Company recorded no significant uctuaticns in the number of workers, both for the permanent empioyee category and supporting labor (non-direct workers). This reflects the stability of human resource management within the Company. Kesetaraan dan Anti-Diskriminasi !9JK F18| IGRI 406-1) Eguality and Anti-Discrimination Perseroan senantiasa mengedepankan lingkungan kerja inklusif yang menghargai kreativitas dari berbagai latar belakang kepribadian dan budaya yang beragam. Kesempatan yang adil diberikan kepada seluruh karyawan tanpa memandang gender, suku, ras, agama, status sosial, afiliasi politik, maupun aspek lainnya yang rentan terhadap tindakan diskriminasi. Komitmen terhadap kesetaraan ini diimplementasikan secara konsisten mulai dari tahapan rekrutmen hingga dalam sistem pelatihan serta pengembangan karier. Sebagaimana diatur dalam peraturan kepegawaian atau dalam Perjanjian Kerja Bersama (PKB), Perseroan memperlakukan sama dan setara semua karyawan untuk memperoleh promosi. Perseroan juga memiliki Surat Keputusan terkait kesetaraan gender. Dokumen tersebut menjamin terselenggarakannya prinsip sensitivitas gender dan kesetaraan gender termasuk dalam hal partisipasi, kontrol, pendapatan dan benefit, serta kesempatan pelatihan. Sepanjang tahun 2025, Perseroan telah menerapkan kebijakan yang ketat dan prinsip kehati-hatian, sehingga tidak terdapat insiden maupun keluhan terkait diskriminasi di lingkungan kerja. Komitmen Anti-Diskriminasi 'S8! 40651 Anti-Discrimination Commitment Sebagai bentuk nyata komitmen anti-diskriminasi, Perseroan mengacu pada Konvensi International Labor Organization (ILO) yang melarang segala bentuk diskriminasi berdasarkan ras, warna kulit, gender, agama, pandangan politik, keturunan, asal-usul sosial, maupun faktor pembeda lainnya. Sepanjang tahun 2025, Perseroan mencatat nihil insiden diskriminasi di lingkungan kerja. Guna mengelola potensi Insiden yang mungkin timbul, Perseroan telah menyediakan mekanisme remediasi melalui Grievance Redress Mechanism (GRM). Seluruh laporan terkait indikasi diskriminasi beserta rencana remediasinya ditinjau secara berkala oleh unit kerja terkait untuk memastikan penyelesaian yang tepat dan sesuai dengan standar etika perusahaan. The Cempany has consistently promoled an inclusive work environment that values creativity Irom diverse personalities and cultural backgrounds. Fair opportunities have been provided io all #mployees regardless of gender, ethnicity, race, religion, social status, political affiliation, or any other aspects vulnerable to discrimination. This commitment to eguality is implemented consistently from the recruitment stage through to the training and career development systems. As stipulated in the personnel regulations or the Collective Labor Agreement (CLA), the Company has been treating all employees egually and eguitably in terms of obtaining promotions. The Company also has maintained & Decree regarding gender eguality, This document guaranteed the implementation of gender sensitivity and gender eguality principles, including in areas of participation, control, income and benefits, as well as training 'apportunities. Throughout 2025, the Company implemented strict policies and precautionary principles, resulting in zero incidents or grievances related to discrimination in the workplace. As a tangible manifestation of its anti-discrimination commitment, the Company refers to the International Labor Organization (ILO) Conventions, which prohibit all ferms of discriminalien based on race, color, gender, religion, political opinion, national extraction, social origin, or any other distinguishing factors. Throughout 2025, the Company recorded zero incidents of discrimination in the workplace, To manage any potential incidenis that may arise, the Company has provided a remediation mechanism through the Grievance Redress Mechanism (GRM). All reports regarding indications of discrimination, along with their remediation plans, are reviewed periodicaliy by the relevant business units to ensure appropriate resolution in accordance with the Company's @thical standards. Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025
Page 120 OCR 0.846
—-e Tenaga Kerja Anak dan Tenaga Kerja Paksa (s4 F19) Chitd Labor and Forced Labor Sesuai dengan amanat UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, Perseroan berkomitmen penuh untuk tidak mempekerjakan tenaga kerja di bawah umur serta menolak segala bentuk praktik kerja paksa di lingkungan kerja. Komitmen ini juga selaras dengan UU No. 19 Tahun 1999 mengenai ratifikasi Konvensi ILO tentang Penghapusan Kerja Paksa. Selain diterapkan pada tingkat korporasi, Perseroan memastikan bahwa praktik kerja paksa dan penggunaan tenaga kerja anak tidak terjadi di seluruh lokasi operasional maupun proyek infrastruktur yang mendapatkan pembiayaan. Melalui pengawasan yang ketat, Perseroan menjamin bahwa seluruh mitra dan proyek yang didukung senantiasa menjunjung tinggi hak asasi manusia dan mematuhi tegulasi ketenagakerjaan yang berlaku. Profil Karyawan I04K c.31 IcRi 2-71 Employee Profile Jumlah karyawan Perseroan pada tahun 2025 tercatat sebesar 138 orang, mengalami penyesuaian dari 148 orang pada tahun 2024. Perseroan senantiasa menerapkan kebijakan kesetaraan peluang (egual opportunity) dalam pengelolaan sumber daya manusia, yang tercermin dari komposisi karyawan tahun 2025 yang terdiri atas 53,529 laki-laki dan 46,489 perempuan. Seluruh karyawan memilik! kesempatan setara untuk berkarir guna mendukung keberlanjutan operasional Perseroan. Jumlah Karyawan Berdasarkan Kontrak Kerja Kepegawaian In accordance with the mandate of Law No. 13 of 2003 concerning Manpower, the Company is fully committed to not employing underage labor and rejects all forms of forced labor practices within the workplace. This commitment is also aligned with Law No. 19 of 1999 regarding the ratification of the ILO Convention on the Abolition of Forced Labour. Beyond the corporate level, the Company has ensured that forced labor practices and the use of child labor did not occur across ail operational locations and financed infrastructure projects. Through Tigorous oversight, the Company guaranteed that all supported partners and projects have consistently upheld human rights and compfied with applicabls labor regulations. The Company's total workforce in 2025 stood at 138 employees, a siight adjustment from 148 in 2024. The Company has consistently applied an egual opportunity policy in managing its human resources, as reflected in the 2025 employee composition of 53.524 men and 16.485 women. All employees have egual opportunities to develop their careers in support of the Company's operational sustainability. (Tetap dan Temporer) Berdasarkan Jenis Kelamin IX .3.l (cm 2-7) Total Employees Based on Employment Contract (Permanent and Temporary) based on Gender Perbandingan jumlah total karyawan berdasarkan kontrak kerja kepegawaian dengan wilayah kerja dijabarkan dalam tabel berikut: Perempuan | Laki-laki Female | Male Temporer" Tetap ' Tetap Tebpbratya Pemanen | Perrtonent 6 64 66 7 Tetoy Menpan Pemisah Petntanent 7 65 65 | Teta Tebe Pemai Peinianent 1 ca! 68 Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025 The comparison of the total number of employces by employment contract type and by work region is presented in the following table: Topan Sena Feiftanent | Seal Tampan, | Tora" 5 130 " 141 Temporer", gubTora| Tetap gub-Totaj Temparer Totals Tempo SETAN Fetitanent | SRTSIS Tempersty | 7 131 | 14 145 Kembaran SeTatal Felfhanem | Sep Tokal Tempat | Tatan 5 132 6 138 “Data disajikan kembali | Restared data
Page 121 OCR 0.689
RASIRUCTURE INDONESIA ME: FINANCE Jumlah Karyawan Berdasarkan Kontrak Kerja Kepegawaian (Tetap dan Temporer) Berdasarkan Wilayah Total Emptoyees Based on Employment Contract (Permanent and Temporary) based on Region Laki-laki Male Perempuan Female amporest Tetaj Tetap TEMpOa: Permaneik | Riftanent 5 Bao 86 S Tengaran Tety " Tetag Gmnaraya Pemanet Peretanent 7 es tan Temporer tag Tetag Kaban Pemai Petitanent 5 Gta s3 Jumlah (Toral | Jumlah pekerja tidak tetap (kontrak) di Perseroan selama tahun 2025 mencapai enam nekerja, sesuai kebutuhan Perseroan. Secara keseluruhan, kebutuhan tenaga kerja df Perseroan sebagian besar dipenuhi dari tenaga kerja tetanV" 24 Pada tahun 2025, Perseraan tidak mempekerjakan pekerja dengan jam kerja tidak pasti, Profil Karyawan Berdasarkan Jenis Kelamin Employee Profile based on Gender LH 71 50351 1 173 50345 173 52901 Pererpuan | Female Profil Karyawan Berdasarkan Jenjang Kepangkatan Employee Profile based on Position Level 2023 2024 1 Potaksana Sratt Manajer Madya Middle Manager ha is 2 Pa Eksekutif Executive Lakidaki Male if perempuan | famale Jumlah | Total 1414 "Data disajikan kembali | KI Male 71 R male 701 Resttea cata 1 taketokI Male 71" Perempuan Female 70 R72 Agoes R65 47100 Jumlah (Total 1454 fase 702 Af pemmpanieenat 72: Tamporere .Sub-Total Tetap 'Sub-Total Temporer Toral" u Temporary” Sub-Tota! Permanent Sub-Total temporary 5 130 1 141 KS Be Total etdfaneot hi Hoslempatay Tol 7 131 145 Tema, Mpana Pabanen— Sebaglianpash— Total 132 6 138 “Data disaliken kembali | Restated data 4 3 Jabodetabek (MO Jawa (diluar Jabodetabek) | Java (outside of Jabodetabek) F--) 9 Luar Jawa | Dutsido Java The number of temporary (contract) employees within the Company in 2025 Tsached six workers, in accordance with the Company's needs. Overall, the 'Companys manpower reguirements were predominantiy met by permanent empioyees, (8127) In 2025, ihe Company did not employ any freelance warkers. Jumlah |Total 149 Jumlah |Totat 145 Jumlah iTotal 138 “Data disajikan kembal | Restated data 2025 Jumlah (Total 138 ii Lovst1tse 73 Perempuan Penale 65 Laporan Keberlanjutan 2025 1 PT Indonesia Infrastuoture Finance | Sustainability Report 2025
Page 122 OCR 0.687
008 Profil Karyawan Berdasarkan Kelompok Usia Employee Profile based on Age Group » Jumlah 449k ms po Li sen sni ftefs feto Jumlah & Total Jumlah 2as Jam 1a5t pn pa 138 fnfes pagu C “Data isak kembati | Retated data KK MAA 2... Ke... Ko BNN... KUP ) Profil Karyawan Berdasarkan Pendidikan Employee Profile based on Education 2023 2024 2025 | Da . . n 1 | adi pas Strata 1 & » Bachelors Degres pa 2aagat NI Ya Strata Zatav Lebih Tinggi . Master Degree “ae 1 Higher is df toketakit Mate 3 4g Perempuan | Female Jumlah (Total 1414 “pataglatankembai Lakitaki1 Mate 715 4 Perempuan i Female 70 a Resteteci dat Pekerja Bukan Karyawan '$8' 28) Non-Empioyee Workers Selain pekerja dengan status karyawan tetap, Perseroan juga mempekerjakan tenaga kerja dengan status bukan pekerja langsung, yaitu mereka yang bekerja untuk Perseroan tetapi tidak dalam hubungan kerja dengan Perseroan secara langsung, antara lain karyawan alih daya dan pekerja magang. Demografi pekerja yang bukan pekerja langsung tersebut diuraikan sebagai berikut: Profil Pekerja Bukan Karyawan Non-Employee Workers Profile Jumlah (Total 1454 IP Look Mate 721 H Perempuan IFemale 72“ Jumlah (Total 138 Af akitakil Male 73 Af Perempuan Femals 65 In addition to permanent employees, the Company has engaged workers who were not directly employed, specifically individuals who performed work for the Company but did not have a direct employment relationship with it, such as outsourced personnel and interns. The demographics of these non-employee workers are Getailed as follows: Karyawan Alih Daya Paruh Waktu/Magang Outsourced Workers Parttime/tntemship tuner 201 KEMEN 40 2016 Jumlah 39 Toni" 18 52946 34 47,061 Jumlah 16 Jumlah 49 54,200 1: 35 45,719 Jumlah 16 Mz22 Hz Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025
Page 123 OCR 0.886
INDONESIA INFRASTRUCTURE FINANCE Rekrutmen dan Perputaran Karyawan Employee Recruitment and Turnover Rekrutmen Karyawan Employee Recruitment Perseroan menerapkan sistem Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) yang dimulai dengan penjaringan talenta terbaik melalui proses seleksi komprehensif. Strategi rekrutmen ini bertujuan untuk memastikan penempatan kandidat yang tepat pada posisi yang tepat (right person on the right place). Dalam pelaksanaannya, masing- masing unit kerja dilibatkan secara aktif untuk menilai kesesuaian kompetensi teknis serta karakter kandidat dengan budaya organisasi. Rangkatan proses rekrutmen dilaksanakan secara sistematis, dimulai dari identifikasi kebutuhan tenaga kerja, penetapan kualifikasi yang | diharapkan, hingga pelaksanaan pelatihan pengenalan organisasi (induction training). Perseroan menjunjung tinggi prinsip keadilan dan kesetaraan bagi seluruh kandidat tanpa membedakan gender, suku, fas, agama, status sosial, afiliasi politik, maupun aspek subjektif lainnya yang tidak relevan dengan kinerja. Untuk menjaga objektivitas, Perseroan juga bekerja sama dengan pihak eksternal, seperti konsultan SDM independen, untuk melakukan analisis kebutuhan maupun bertindak sebagai asesor dalam proses seleksi. Sepanjang tahun 2025, Perseroan telah merekrut sepuluh karyawan baru, yang terdiri dari delapan karyawan laki-laki dan dua karyawan The Gompany has implemented a Human Resource Management (HRM) system that begins with scouting the best talent through & comprehensive selection process. This recruitment strategy aimed to ensure the placement of the right person in the right place. In its execution, ash business unit has been actively involved in assessing the alignment of technical competencles and candidate character with the organizational culture. The recruitment process has been carried out systematically, starting from the Identification af manpower needs, the determination of expected gualifications, to the implementation of induction training. The Company has upheld the principles of fairness and eguality for all candidates without diseriminating based on gender, ethnicity, race, religion, social status, political affiliation, or any other subjective aspects irrelevant to performance. To maintain objectivily, the Company also collaborated with external parties, such as independent HR consultants, to perform needs analyses and act as assessots in the selection process. Throughout 2025, the Company recruited ten new employees, consisting of eight men emptoyees and two women employees. Profil Karyawan yang Direkrut Perseroan Berdasarkan Jenis Kelamin Profile of Employees Recruited by the Company based on Gender 2023 Ie REAL FYI 15 6250 2025 MEMAKAI H2 2006 Jumiah ITotal 10 Jumlah (Total 43 IM LakitokiI Mate ES Perempuan | Female Profil Karyawan yang Direkrut Perseroan Berdasarkan Kelompok Usia Profile of Employees Recruited by the Company based on Age Group 14 3 s Jumlah . " M3 Jumlah 24 1 $, Jumlah | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025 Laporan Keberlanjutan 20
Page 124 OCR 0.858
Profil Karyawan yang Direkrut Perseroan Berdasarkan Wilayah Profile of Employees Recruited by the Company based on Region PTPN 43 10015 PIrI Na 24 1004 PATIN 10 1008 Ia" 10 MI saboserabek RI Luar Jabodetabek | Outside Jabodetabek Perputaran Karyawan ISR1 401.11 Employee Turnover Perseroan berkomitmen meningkatkan retensi karyawan melalui penguatan program pendidikan, pengembangan kompetensi berkelanjutan, serta penyediaan paket kesejahteraan yang kompetitif. Sejalan dengan upaya tersebut, Perseroan — senantiasa memprioritaskan pemenuhan hak-hak karyawan guna menciptakan lingkungan kerja yang stabil dan produktif. Sepanjang tahun 2025, Perseroan mencatat sebanyak 16 karyawan yang mengakhiri masa baktinya, dengan tingkat perputaran karyawan (turnover rate) mencapai 11,035, turun dibandingkan tahun sebelumnya. Adapun rincian informasi mengenai penghentian status 'kekaryawanan selama tahun 2025 tersaji dalam tabel berikut: Alasan Perputaran Karyawan Reasons for Emptoyee Turnover Keterangan Desoription Jumlah Total 48 Jumlah Total 24 The Company is committed 10 enhancing employee retention by strengthening education programs, providing continuous competency development, and offering competitive welfare packages. In line with these efforts, he Company has consistently prioritized the fulfillment of employee rights to create a stable and productive working environment. Throughout 2025, the Company recorded 16 employees who ended their tenure, with an employee turnover rate of 11.034, a decrease compared to the previcus year. Detailed information regarding employment terminations during 2025 is presented in the following table: Pensiun Retired 9 1 Passed Away Meninggal ii 9 Dismissed Diberhentikan 0 0 Mengundurkan Diri Resigned 19 pkaiititiiti Other Reasons /Alasan Lainnya 1 1 Jumlah Total Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025
Page 125 OCR 0.659
INDONESIA INFRASTRUCTURE FINANCE Pergantian Karyawan Berdasarkan Jenis Kelamin Employee Turnover based on Gender Pare H 10 50,008 Jurntah ITotal 20 PMN H 14 60670 P 7 s33an Jumlah 1Total 21 2025 B MMKENELA H9 56254 Jumlah 1Total 16 IMA Pro1 Mate FG Wanita Female Pergantian Karyawan Berdasarkan Kelompok Usia Employee Turnover based on Age Group Jumlah 9, 59 Toral 3 - —— sea" s. Jumlah - Ma Tem 16 MAN 227ahun NY 2220Tahun (1 31 -40Tohun Mg A1 SOTahun Hg 5! - S5 Tahun 55 Tahun « Years Old YearsO1d Li Years Old Years Old Years Old Years Okt « Pergantian Karyawan Berdasarkan Wilayah Employee Turnover based on Region Jumlah | Total 20 Pure 20 1004 Jumlah (Total 21 2024 21 1008 Jumlah (Total 16 2025 Ribka IM saboserabek FEE Luar Jabodetabek 1 Outside Jabodetabek Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Repori 2025
Page 126 OCR 0.799
2008 Pendidikan dan Pelatihan (OJK F.221 Education and Training Di tengah lanskap industri pembiayaan infrastruktur yang kian kompetitif, Perseroan menempatkan pengembangan kapasitas personel sebagai fondasi utama keunggulan layanan. Perseroan percaya bahwa jasa advisory yang andal hanya dapat dicapai melalui talenta yang responsif terhadap dinamika pasar. Oleh karena itu, Perseroan secara konsisten memfasilitasi program pembelajaran berkelanjutan bagi seluruh jenjang organisasi, baik melalui modul internal maupun kemitraan strategis dengan institusi eksternal terpercaya. Dalam jangka panjang, investasi pada SDM ini diarahkan untuk membekali karyawan dengan keahlian teknis, manajerial, hingga pemahaman mendalam pada aspek ESG. Dengan begitu, karyawan dapat berkontribusi optimal dalam mewujudkan rencana aksi Keuangan Berkelanjutan Perseroan, S@9-3)1c5'Fsa) Sepanjang tahun 2025, Perseroan telah mengimplementasikan berbagai inisiatif strategis dalam pengelolaan pengembangan SDM. Program pelatihan komprehensif dirancang mencakup technical skill dan soft skill, dengan total 6.235,5 jam pelatihan yang terdiri dari 5.597 jam technical skill (89,764) dan 639 jam soft skill (10,24) yang diikuti oleh seluruh level karyawan. Sepanjang tahun 2025, Perseroan telah merealisasikan sebanyak 199 program pendidikan dan pelatihan bagi karyawan serta komite eksekutif. Program tersebut diikuti oleh 663 peserta perempuan dan 698 peserta laki-laki dengan total durasi pelatihan mencapai 5.235,5 jam pelatihan, atau rata-rata 43,91 jam per karyawan. Informasi lebih lengkap diuraikan sebagai berikut: Amidst te landscape, the Company positions personnel capacity building as the primary foundation of service excellence. The Company believes that reliable advisory services can only be achieved through talent that is responsive to market dynamics. Therefore, the Company has increasingly competitive Infrastructure financing consistently facilitated continuous learning programs for all organizational levels, through both internal modules and strategic partnerships with trusted external institutions, In the long term, this investment in human resources has been aimed at eguipping employees with technical and managerial expertise, as well as a deep understanding of ESG aspects. In this way, employces can contribute optimally to realizing the Company's Sustainable Finance action plan, #2411 rs1 Throughout 2025, the Company implemented various strategic initiatives in HR development management. A comprehensive training program was designed to cover bath technical and soft skills, totaling 6.235.5 Iraining hours, cansisting of 5,597 hours of technisal skills (89.764) and 639 hours of soft skills (10.24), attended by employees at all levels. Throughout 2025, the Company realized 199 educatian and training programs for employees and the executive committee. These programs were attended by 663 women participants and 698 men participants, with a total training duration of 6,235.5 hours, or an average of 43.91 hours per employee. Further details are outlined as ollows: Jumlah Pelatihan Karyawan Berdasarkan Jenis Kelamin dan Tingkat Jabatan Number of Employee Trainings based on Gender and Position Level 2023 2024 Fi Pelaksana ai dn fa Manajer Madya ka Miwale Manager ts Gan Eksekutif Executive f3 ba “Data disajikan kemban Rostalod data iss fo tas fee im di karoiatitivate 429 ff Perempuan IFamala da0. ff Lakitakli Male 294 fp Perempuan Female 217" ff Lakitakil Male 698 Jf Perempuan IFerala 663 Jam Pelatihan Karyawan Berdasarkan Jenis Kelamin dan Tingkat Jabatan Employee Training Hours based on Gender and Position Level 2023 2024 Pelaksana HA . sa 2064 - j7 Wanajer Madya : Miceia Manoger 1.765 oi pas NE Pap jae Pan “Data disajikan kembali — & Lakilaki & Peremauan H Laktlaki @entateideta Rano 558 H koma” 5.366 h Ing Jumlah (Total 10.324 Laporan Keberlanjutan 2 Jumlah | Total 14.496,74 2025 fiasas naas : isa pis22 goes /- f2 pasang pa Pase f2 Dane nenen 217020 GEA ana Hanan 2.005, Jumlah | Total 6.235,5 PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025
Page 127 OCR 0.548
INDONESIA, | INFRASTRUCTURE FINANCE Jam Pelatihan Berdasarkan Jenis Pelatihan IGRi 403-3) Training Hours Based on Training Type Pelatihan Internal Interna! Training 2023 2024 2025 Pelaksana Saat uan za ana ens Haa ES Men Kamanae 1188 2644 ja 708 3 ( eekutit Mara SPA sogsn 18098 ..) recutive 5 jihan 202651 4 161 froaa pasas “Dat disg|kan kembali Pena 2.733 1 Perempuan » 760 penari A87 i Perempuan 4 39: intai 1.490,0 i Perempuan 1 578,5 Jumlah 1Total 5.501 Jumlah (Total 9.709” Jumlah 1Towl 2.365,5 Pelatihan Umum General Training 2023 2024 2025 Pelaksana so isa im pes pa Manajer Madya : Bl kgatenaga 577 PH faes ) 22,031 Eksekutif Bxeoutive Apa f 1.386 # 502 Brnas Ha Ke Was Takan on pe ga7 Geng ana Ane ran Abang 1619 Jumlah (Total 5.325 Jumlah (Total 4.070” Yumlah | Total 3.367 Jam Pelatihan Berdasarkan Tujuan Pelatihan Training Hours Based on Training Objectives Pelatihan Soft Skill Soft Skills Training Yaa $ 309 1.529 942 145 120 pesan ii pe t Sati 4 397 1 381 1 1.138 1 785 3 1385 125 Manajer Madya 26101 23114 1701 Middle Manager Eksekutif ART Pa 13041K P3 38,374 2 Sein is EL AK tss 2023 F2 2024 Ros 2925 ye Peu .307 AH perempuan 4 217 Mens ap7 perempuan 9 555 Rirsen 390 AH Perempuan 398,5 Jumlah (Total 2.644 Jumlah Total 5.712” Jumlah ITotal 636,5 “Data disajikan kembali Restated data Pelatihan Technical Skill Techntcal Skills Training (an Bian Pelaksana . | Staff idea Manajer Madya Eksekutif 2023 Bana Pe BASA Des ON Pe men Lola Daan Jumlah (Total 8 161 Jumlah | Totat 2.055 Jumlah | Total 5.597 “Data disajikan kembali Restated data Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia infrastucture Finance | Sustainability Report 2025
Page 128 OCR 0.918
238 8 Selain penyelenggaraan berbagai program pelatihan, Perseroan secara konsisten mempercepat pengembangan talenta serta membangun kepemimpinan yang tangguh dan adaptif melalui inisiatif Coaching and Mentoring Program yang dikenal sebagai Cross Mentaring Program. Program ini dirancang sebagai wadah pembelajaran strategis yang melibatkan anggota Executive Committee (Excomm) sebagai mentor bagi para Manajer Menengah dan Manajer Senior di PT IIF. Dalam pelaksanaannya, setiap anggota Excomm membimbing sekitar delapan karyawan terpilih yang dibagi secara bertahap, yaitu empat peserta pada tahun 2025 dan empat peserta lainnya pada tahun 2026. Pendekatan ini memungkinkan proses pendampingan yang lebih fokus, personal, dan berdampak. Setiap peserta program memperoleh minimal 12 jam sesi mentoring yang terstruktur, mencakup penguatan kompetensi kepemimpinan, pengambilan keputusan strategis, serta kesiapan dalam menghadapi dinamika dan tantangan bisnis ke depan. Melalui program ini, Perseroan tidak hanya memastikan keberlanjutan kepemimpinan, tetapi juga mendorong terciptanya budaya pembelajaran yang kolaboratif dan berorientasi pada kinerja unggul. o0ecC Mereinaran acak sei Beyond delivering various training programs, the Company has consistently accelerated talent development and bullds resilient, adaptive leadership through its Coaching and Mentoring initiative, known as the Cross Mentoring Program. This program was designed asa strategic learning platform engaging Executive Committee (Excomm) members as mentors for Middle Managers and Senior Managers at PT IIE In practice, each Excomm member guided approximately eight selected employees in phases, with four participants in 2025 and four more in 2026. This approach enabled a more focused, personalized, and impactful mentoring process. Each program participant received a minimum of 12 stsuctured mentoring hours, covering leadership competency developmeni, strategic decision-making, and preparedness for evolving business dynamics and challenges. Through this program, the Company not only ensured leadership continuity but also fostered a collaborative learning culture oriented toward high performance. Penilaian Kinerja dan Remunerasi Performance Appraisal and Remuneration Penilaian Kinerja '52!404-3) Performance Appraisal Perseroan menyelenggarakan penilaian kinerja sebagai bagian integral dari kebijakan pengelolaan SDM. Proses penilaian ini dilakukan secara komprehensif menggunakan modul Key Performance Indicator (KPI) dengan meninjau pencapaian karyawan selama periode satu tahun. Pelaksanaan penilaian kinerja di lingkungan Perseroan dikelola oleh Divisi SDM, di mana hasilnya menjadi landasan utama bagi sistem reward and punishment, termasuk penentuan bonus serta skerna apresiasi lainnya. Sepanjang tahun 2025, Perseroan telah melaksanakan penilaian kinerja bagi 1009 karyawan, termasuk karyawan kontrak. Sistem penilaian ini dilakukan secara menyeluruh pada akhir tahun dengan tetap memantau progres pencapaian di pertengahan tahun melalui sesi diskusi formal. Sesi tersebut memberikan kesempatan berharga bagi karyawan dan atasan untuk berdialog secara bermakna guna mengevaluasi kemajuan, merefleksikan kontribusi individu, serta menentukan langkah strategis yang diperlukan untuk memastikan target akhir tahun tercapai secara optimal, Remunerasi dan Kompensasi Remuneration and Compensation Sebagai bagian dari strategi retensi talenta unggulan, Perseroan menyediakan paket remunerasi yang kompetitif dan berbasis performa. Perseroan memandang kompensasi bukan sekadar kewajiban, melainkan bentuk apresiasi nyata atas dedikasi dan kontribusi setiap indIvidu dalam mencapai target tahunan. Guna mempertahankan posisi sebagai employer of choice, Perseroan secara konsisten melakukan pemantauan standar pasar industri, memastikan paket kesejahteraan yang diberikan tetap relevan dan menarik, baik bagi karyawan maupun calon karyawan potensial. Laporan K The Company has conducted performance appraisals as an integral part of its HR management policy. This assessment process was carried out comprehensively using the Key Performance Indicator (KPI) module, teviewing employee achievements over a oneyear period. The implementation of performance appraisals within the Company was managed by the HR Division, where the results served as the primary basis Tor the reward and punishment system, including the determination of bonuses and other appreciation schemes. Throughout 2025, the Company conducted performance evaluations for 1008 of its employees, including contract employees. This assessment system is carried out comprehensively at year-end, while midyear progress is monitored through formal discussion sessions. These sessions provide a valuable opportunity for employees and their supervisors to engage in meaningful dialogue, evaluating progress, reflecting on individual contributions, and determining the strategic steps needed to ensure that year-end targets are met optimally. As part of he strategy to retain top talent, the Company has provided competitive and performance-based remuneration packages. The Company views compensation not merely as an obilgation, but as A tangible form of appreciatian for the dedication and contribution of cach individual in achieving annual targets. To maintain its position as an "employer of choice" the Company has consistently monitored industry market standards, ensuring that the welfare packages provided remain relevant and attractive to both current and potential employees. lanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025
Page 129 OCR 0.830
Sistem pemberian remunerasi dan kompensasi diimplementasikan secara adil, transparan, dan sesuai dengan regulasi yang berlaku. Perseroan memastikan bahwa seluruh kompensasi yang diberikan telah memenuhi atau melampaui standar Upah Minimum Regional (UMR). Kompensasi untuk karyawan telah mempertimbangkan pencapaian kinerja, tingkat jabatan, masa kerja, status kepegawaian, serta catatan performa lainnya. Perseroan menjunjung tinggi kesetaraan gender dengan menetapkan rasio remunerasi entry level yang sama (1:1) antara karyawan laki-laki dan perempuan pada tingkat jabatan dan posisi yang setara. Pada tahun 2025, paket kompensasi yang diberikan kepada karyawan meliputi gaji pokok yang dibayarkan setiap akhir bulan sesuai ketentuan Upah Minimum Provinsi (UMP), kepesertaan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), asuransi kesehatan, manfaat terkait jabatan, Tunjangan Hari Raya (THR), serta bonus prestasi. Standar gaji yang diberikan Perseroan juga sudah memenuhi UMP DKI Jakarta dengan nilai imbalan jasa karyawan tetap golongan terendah lebih tinggi 129,714 dari UMP. Pada tahun 2025, UMP DKI Jakarta adalah sebesar Rp5.396.761. («F20) INDONESIA, || INFRASTRUCTURE FINANCE The system for providing remuneration and compensation has been impiemented fairly, transparentiy, and in accordance with appticable regulations. The Company ensured that all compensation provided meets or exceeds the Regional Minimum Wage (UMR) standards. Employee compensation considers performance achievement, job level, years af service, employment status, and other performance records. The Company upheld gender eguality by setting an egual entry-level remuneration ratio (1:1) between men and women employees at eguivatent job levels and positions. In 2025, the compensation package provided to employees included a basic salary paid at the end of each month in accordance with the Provincial Minimum Wage (UMP) regulations, participation in the Social Security Administrative Body (BPJS), health insurance, position- related benefits, Religious Holiday Allowance (THR), and performance bonuses. The salary standards provided by the Company are also aligned the DKI Jakartas minimum wage reguirement, with the compensation value for permanent employees in the lowest grade being 120.718 higher than the minimum wage reguirement. In 2025, the DKI Jakarta UMP was IDR 5,396,761. Over Kesejahteraan Karyawan dan Program Pensiun Employee Welfare and Retirement Program Program Kesejahteraan untuk Seluruh Karyawan (Tetap dan Kontrak) IS'' 201-2) Welfare Program for All Employees (Permanent and Contract) Gaji dan Bonus Kinerja Besaran ga an bonus King pangkat masing-masing karyawan. Company and the level or Fank of each employee. yang diterima karyawan berdasarkan pada capaian kineria stau prestasi, kontribusi terhadap Perseroan serta tingkat atau The amount of salary and performance bonuses received by employees Is based on performance achlevements or accomplishments, contibutions to the BPJS Ketenagaki ES ala ociai Security for Emoloymea: BPJS Kesehatan: BPS Kesehatan (Social Security for Heal): Eyoglasses Benefit for empoyees and their family members: ah Benuikacamat ontuk karyawan beserta anggota keluarganya THR yang diberikan setahun sekali sesuai dengan peraturan yang bertaku: Relikous Holday Alowance CR) pronled amtualyIn Secofdafca th applicabieregulatonsi Ken biaya pengobatan rawat jalan dan rawat inap dirumah sakit, serta bersalin dan vitamin untuk karyawan dan anggota kelua cal Relmibursement for ovtpatient and inpalient hospital care, as well as maternity and vitarnia allowances for employees and their family nya, Communication and Transportation Allowances: & (Bh Wrisngonkerurkas dan Tansporasi Tunjangan keanggotaan olahraga serta Sports Memberstip Allowance, Dana pensiun Karyawan TE3 Aiko Ponsion undian ep Kegiatan komunitas IntermalItoresk, Inova, and Fun Aciviles (IE Ga Gent tvltou mam Imereor inova, sn Fan ) untuk kegiatan Olahraga, Senin, Budaya, dan Petualangan, AN ne Berg Kana Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025
Page 130 OCR 0.881
— 08090 Tunjangan yang Diberikan Kepada Karyawan Purna Waktu yang Kepada Karyawan Sementara atau Paruh Waktu IGRI 401-21 Benefits Provided to Full-Time Employees That Are Not Provided to Temporary or Part-Time Employees Keterangan Description Karyawan Purna Waktu Full Time Employee Karyawan Paruh Waktu Part-Time Employee Gaji Salary KK) Tunjangan Hari Raya Holiday allowance Asuransi Jiwa Life insurance Asuransi Cacat Disability Insurance Jaminan Kesehatan bagi Pekerja . Health Insurance for Employees -Jaminan Kesehatan bagi Pasangan Pekerja : Health Insurance for Working Couples Jaminan Kesehatan bagi Anak Pekerja Health Insurance for Children of Employees 2Dana Pensiun “Pension fund Istirahat Tahunan Annual Rest Istirahat Melahirkan dan Keguguran Maternity Rest and Miscarriage Pesangon Severance pay Persiapan Masa Pensiun Retirement Preparation Sjejalajajajlalajajala Kepemilikan Saham Shareholding Slejelelajalagalalalaa 8 Catatan: “Dana penslun: Keryawan puma waktu tercakup dalam progrem berbasis pemerintah (Jaminan Har Tua - BPJS Ketenagakerjaan) dan program pensiun swasta (DPLK), sedangkan Karyawan paruh waktu hanya tercakup dalem program berbasis pemerintah, Program Pensiun ISR 201-3) Retirement Plan Program pensiun Perseroan mencakup ketentuan kesejahteraan karyawan, sebagaimana yang tercantum dalam Peraturan Perusahaan Perseroan dan sesuai dengan Undang - undang No.6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja. Dalam praktiknya, Perseroan memberikan kompensasi terkait pensiun, yang meliputi dua kali wang pesangon, uang penghargaan masa kerja, uang penggantian hak, uang jasa, dan kompensasi lainnya. Karyawan juga menerima manfaat tambahan seperti Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Pensiun (JP) dari BPJS Ketenagakerjaan dan keikutsertaan dalam program Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK). Dalam program DPLK, kontribusi Perusahaan adalah sebesar 586 dari total pendapatan karyawan, dan kontribusi karyawan adalah sebesar 2?» dari total pendapatan. Kontribusi Perusahaan merupakan bagian dari manfaat pensiun yang akan dibayarkan kepada peserta. Laporan # Note: "Pension fund: Fulktime employees are covered under both govemment-based programs (Gaminan Hart Tua - BPJS Ketenagakerjaan) and private penslon schemes (DPLK) wine part- Time employees are covered under the government-based program oniy. The Companys retirement program included employee welfare provisions as stipulated in the Company's Internal Regulations and in accordance with Law No. 6 of 2023 concerning Job Creation. In practice, the Company has provided retirement-related campensation, which includes double severance pay, long-service appreciation pay, rights compensation pay, service pay, and other forms of 'compensation. Employees also have received additional benefits such as the Old Ags Security (JHT), Pension Security (JP) from BPJS Ketenagakerjaan, and participation in the Financial Institution Pension Fund (DPLK) program. Under the DPLK program, the Company has contributed 5? of the employee's total income, while the employees have contributed 254 of their total income. Company contributions forim part of the pension benefits payable to participants. jutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025
Page 131 OCR 0.900
INDONESIA Perseroan melaksanakan program persiapan pensiun yang dirancang untuk memberikan berbagai manfaat bagi karyawan yang mendekati usia pensiun, sebagai bentuk pengakuan atas dedikasi dan loyalitas mereka. Selain kompensasi, IIF memberikan pelatihan persiapan masa pensiun dengan mengundang psikolog, seasoned retiree, pihak BPJS dan DPLK. Pada 10 Oktober 2025, Perseroan telah menyelenggarakan program Masa Persiapan Pensiun (MPP) yang dirancang secara holistik melalui tiga komponen utama: 1. Sharing Session from Seasoned Retiree Sebuah forum interaktif yang menghadirkan para pumabakti berpengalaman untuk berbagi perspektif serta strategi adaptasi dalam menghadapi fase transisi pasca karier. 2. Mentaland Health Session Sesi khusus yang membekali peserta dengan kesiapan mental dan fisik agar tetap produktif dan sehat di masa pensiun 3. Post-Retirement Financial Planning Edukasi perencanaan keuangan strategis untuk menjamin stabilitas finansial jangka panjang bagi para pensiunan. Melalui program tersebut, Perseroan telah menyediakan bantuan transisi komprehensif yang tidak hanya mencakup aspek finansial, tetapi juga aspek mental, kesehatan, dan perencanaan kehidupan pasca pensiun yang holistik, sehingga memfasilitasi manajemen akhir karier yang bermakna bagi karyawan senlor yang telah berkontribusi bagi organisasi. 97 4012) Cuti Memiliki Anak ISR' “01-31 Parental Leave Perseroan memberikan hak cuti bagi karyawan perempuan (maternity leave) serta karyawan laki-laki yang mendampingi persalinan istri (paternity leave), sebagai wujud penghormatan terhadap hak-hak karyawan dan kepatuhan terhadap UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Fasilitas ini mencakup hak untuk menggunakan waktu istirahat selarma masa kehamilan dan pasca-persalinan, dengan Jaminan perolehan upah penuh selama periode tersebut. Sepanjang tahun 2025, tercatat dua karyawan perempuan telah mengambil cuti melahirkan dan tiga karyawan laki-laki menggunakan hak paternity leave, Dari jumlah tersebut, seluruh karyawan (1004) telah kembali bekerja secara aktif dan dipertahankan (retained) sesuai dengan posisi mereka sebelumnya. Hal ini membuktikan komitmen nyata Perseroan dalam menciptakan lingkungan kerja yang mendukung kesejahteraan dan hak asasi setiap karyawan. Berikut ini rincian jumlah karyawan yang mengambil cuti melahirkan sepanjang tahun 2025: INFRASTRUCTURE FINANCE The Company has implemented a retirement preparation program designed to provide various benefits for employees approaching retirement age, as a form of recagnition for their dedication and loyalty. Beyond compensation, IIF has provided retirement preparation training by inviting psychologists, seasoned retirces, and representatives from BPJS and DPLK. On October 10, 2025, the Company organized a Retirement Preparation Period (MPP) program designed holistically through three main components: 1. Sharing Session from Seasoned Retiree An interactive forum featuring experienced retirees to share perspectives and adaptation strategies for facing the post- Career transition phase 2 Mental and Healih Session A spesialized session eguipping participants with mental and physical readiness to remain productive and healthy during retirement. 3. Post-Retirement Financial Planning Swrategic financial planning education to ensure long:term Iinanciat stability for retirees. Through this program, the Company has provided comprehensive trensition assistance covering nol only financial aspects but also holistic mental, health, and postretirement life planning, thereby facilitating meaningful career-end management for senior employees who have contributed to the organization, 'Sm's0x-21 The Company has provided leave rights for women employees (matemnity leave) as well as men employees accompanying their wives during childbirih (paternity leave), as a form of respect for employee rights and compliance with Law No. 13 of 2003 conceraing Manpower, This facility includes the right to take rest periods during pregnancy and post-delivery, with a guarantee of full wages during that period. Throughout 2025, two women employees took maternity leave and three men employees utilized their paternity leave rights. Of this total, all employees (10056) returned to active work and were retained in their previous positions. This demonstrates Ihe Company's tangible commitment to crealing a work environment that supporis the welfare and human rights of every employee. The following are the details of the number of employees who took parental leave throughout 2025: Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025
Page 132 OCR 0.848
M2 2024 ' Li t is 2 ft NN Ta Keryawan yang Berhak Mengambil Cuti @ Emoloees Who Are Elite io Toko Employees Taking Maternity .oava can KKeryawan yang Tetap Bekerja 1 Tahun kembali bekerja #6 D Serah dea Cr Mali Ooo Employees Who Continue Working for One Year After Gompieting Matesnly cave Catatan | Note: Dihitung dari data cuti melahirkan dan memilki arak di tahun buku sebelumnya. Calculated from maternity and child leave data from the previous fiscal year. Perjanjian Perundingan Kolektif 188! 2:30, 4 Collective Bargaining Agreements Perseroan berkomitmen mewujudkan hubungan ketenagakerjaan yang harmonis antara Manajemen dan seluruh insan perusahaan. Saat ini, Perseroan belum memiliki serikat pekerja sehingga hubungan ketenagakerjaan tidak diatur melalui Perjanjian Kerja Bersama (PKB). Sebagai gantinya, Perseroan telah menetapkan Peraturan Perusahaan (PP) yang telah terdaftar resmi sebagai landasan formal hak dan kewajiban kerja. PP ini disusun melalui proses diskusi dan kesepakatan bersama perwakilan karyawan, serta telah disosialisasikan secara menyeluruh kepada seluruh insan Perseroan. Guna menjaga keharmonisan hubungan industrial, Perseroan juga telah membentuk Lembaga Kerja Sama (LKS) Bipartit sebagai wadah komunikasi dan konsultasi antara Manajemen dan karyawan sesuai dengan regulasi ketenagakerjaan yang berlaku. Karyawan yang Mengambil Cuti Melahirkan (@ kayayan yang Kembali Bekerja Seolah Cui Melahirkan Employees Returning 10 Work After Maternity Leave | Tingkat Retensi & Relantion Rate 9s Ko) 07-11 The Company is committed to fostering harmonious labor relations between Management and all company personnel. Currently, tne Company does not have a labor union: therefore, employment relations are not governed by a Collective Labor Agreement (CLA/ PKB). Instead, the Company has established Company Regulations (PP), which have been officially registered as the formal foundation for employment rights and obligations. These regulations were drafted through a process of discussion and mutual agreement with employee representatives and have been thoroughly socialized to all of the Company's personnel. Te maintain harmonious industrial relations, the Company has also established a Bipartite Cooperation Institution (LKS Bipartile) as a forum for communication and consuitation between Management and employees, in accordance with applicable labor regulations. Lingkungan Bekerja yang Aman dan Kondusif (04K F211 Safe and Conducive Working Environment Lingkungan kerja yang aman dan nyaman mencakup lingkungan kerja yang sehat, aman serta bebas diskriminasi dan intimidasi. Perseroan berkomitmen untuk terus mendorong terciptanya lingkungan kerja yang aman dan kondusif sehingga dapat meningkatkan produktivitas dan etos kerja karyawan, I##i3l Laporan Keberlanjutan 21 A safe and comfortable working environment encompasses 8 healthy, secure workplace free from discrimination and intimidation. The Company is committed to continuously fostering a safe and conducive working environment to enhance employee productivity and work ethic. (eka 5 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025
Page 133 OCR 0.901
INDONESIA Ng INFRASTRUCTURE FINANCE Kesehatan dan Keselamatan Kerja Occupational Health and Safety Sebagai lembaga keuangan non-bank, operasional Perseroan tidak melibatkan peralatan berat atau kondisi berbahaya tertentu, Meskipun demikian, Perseroan percaya bahwa lingkungan kerja yang aman dan kondusif merupakan hal yang terpenting bagi kegiatan operasional Perseroan. Untuk itu, Perseroan menerbitkan Kebijakan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) pada tahun 2025. Kebijakan ini disusun merujuk pada kerangka regulasi nasional maupun standar Internasional yang berlaku. Landasan utama sistem ini adalah Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan beserta perubahannya, yang diperkuat oleh Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 50 Tahun 2012 tentang Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3). Selain itu, IIF mengacu pada ketentuan Bab III Lampiran Peraturan Menteri Kesehatan No. 48 Tahun 2016 tentang Standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja Perkantoran sebagai pedoman teknis operasional. SMK3 Perseroan mencakup seluruh karyawan (10016) dan pihak terkait yang beraktivitas di lingkungan kerja perusahaan, meliputi area operasional kantor IF. Secara kelembagaan, sistem ini dikelola melalui struktur organisasi yang jelas dengan jalur pertanggungjawaban langsung kepada Presiden Direktur, sehingga memastikan komitmen manajemen puncak dalam penerapan K3. IS"! Anya) Salah satu wujud nyata dari sistem manajemen K3 IIF adalah pembentukan Tim Floor Warden dan First Aider berdasarkan Surat Keputusan No. 5/LEG-SKDir/IIF/VI1/2025 yang ditetapkan pada 16 Juli 2025. Tim ini merupakan mitigasi atas risiko keadaan darurat di tempat kerja, sekaligus memenuhi himbauan pengelola gedung tempat WF berkantor terkait Office Tower Safety Guide." “031 Layanan Kesehatan Kerja IS “03-31 Occupational Health Services Persaroan menyediakan layanan kesehatan kerja yang terintegrasi untuk mendukung identifikasi bahaya kesehatan serta meminimalkan risiko penyakit akibat kerja. Fungsi layanan ini mencakup pemeriksaan kesehatan berkala (medical check-up) dan layanan kesehatan melalui BPJS Kesehatan dan asuransi swasta yang bermitra dengan fasilitas kesehatan terpercaya. Terkait data medis, Perseroan menjamin kerahasiaan informasi medis karyawan yang hanya dapat diakses oleh personel medis yang berwenang atau pihak manajemen SDM dalam koridor kepentingan pemenuhan syarat kesehatan kerja. Perseroan juga memastikan bahwa hasil pemeriksaan kesehatan dan partisipasi pekerja dalam layanan kesehatan dikelola secara profesional. Informasi tersebut tidak akan digunakan sebagai dasar untuk memberikan perlakuan yang menguntungkan maupun tidak menguntungkan (discrimination- free) dalam proses penilaian kinerja, promosi, maupun tindakan administratif lainnya. Pada tahun 2025, Perseroan menyediakan layanan pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) sebagai bagian dari sistem respons darurat medis di lingkungan kerja. Layanan ini dioperasikan oleh First 'Aider Team yang dibentuk secara resmi dengan struktur, kewenangan, dan prosedur yang telah ditetapkan. As a non-bank financial institution, the Company's operations does not involve heavy eguipment or specific hazardous conditions, Nevertheless, the Company believes that a safe and conducive working environment is of paramount importance to Its operational activities. To this end, the Company issued an Occupational Health and Safeiy Management System (OHSMS) Policy in 2025. This policy was Geveloped with reference to both national regulatory frameworks and applicable international slandards. The primary foundation of lhis system is Law No, 13 of 2003 concerning Manpower and its 'amendments, reinforced by Government Regulation of the Republic of Indcnesia No. 50 of 2012 regarding the Implementation of the Occupational Health and Safety Management System (SMK3). Additionally, NIF refers to the provisions of Chapter Iii of the Appendix to the Minister of Health Regulation No. 48 of 2016 concerning Office Occupational Health and Safety Standards as technical operational guidelines. The Company's OHSMS covered all empioyees (10056) and relevant parties operating within the Company's work environment, including the IIF office operational areas. Institutionally, this system has been managed through a clear organizational structure with & direct line of accountability to the President Director, ensuring top managements commitment to OHS implementation. S#1403) A tangible manifestation of IIF's OHS management system is the formation of the Floor Warden and First Aider Team based on Decree No. 5/LEG-SKDIr/IIF/V11/2025 issued on July 16, 2025. This team has served as 3 mitigation measure for emergency risks In the workplace, while also fulfiling the recommendations of the building management “where IIF is located regarding the Office Tower Safety Guide, (“011 The Company has provided integrated oecupational health services to support the identification of healtn hazards and minirmize the cisks of work-related illnesses. These services include periodic medical check. ups and health services Inrough BPJS Kesehatan and private insurance partnered with trusted healthcare facilities. Regarding medical data, Ihe Company guaranteed the confidentiality Of employees' medical information, which only accessible by authorized medical personnel or HR management within the scope of fulfiling ocoupational health reguirements. The Company also ensured that health examination resuits and worker participation in health services are managed professionally. This information was nol used as a basis for favorable or unfavorable treatment (diserimination-tree) in performance appraisals, promotions, or other administrative actions. In 2025, the Company provided first aid services (P3K) as part of the medical emergency response system in the workplace. These services have been operated by an officially formed First Aider Team with established structures, autnorities, and procedures Laporan Keberlanjutan 2025 j PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025
Page 134 OCR 0.907
Layanan pertolongan pertama yang disediakan mencakup: Asesmen cepat kondisi korban dan penentuan prioritas penanganan medis awal. Penyediaan dan penggunaan peralatan P3K, termasuk tandu dan oksigen portable yang disiapkan di seluruh zona lantai Operasional. Pemberian dukungan psikologis dasar kepada korban dalam Situasi darurat. Pencatatan informasi insiden secara sistematis, meliputi identitas korban, jenis cedera, dan waktu kejadian, sebagai dasar pelaporan dan evaluasi. Koordinasi dengan tenaga medis eksternal (ambulans) dan pihak berwenang apabila kondisi memerlukan penanganan lebih lanjut. First Aider Team beroperasi di dua lantai dengan enam zona pelayanan yang masing-masing dijaga oleh personel terlatih. Tim int dipimpin oleh First Aider Team Leader di setiap lantai, yang bertanggung jawab mengkoordinasikan tindakan medis awal dan melaporkan kondisi lapangan kepada Field Coordinator. The provided first aid services include: « Rapid assessment of the victim's condition and determination of initial medical treatment priorities. Provision and use of first aid eguipment, including stretohers and portable oxygen prepared across all operational floor zones. Provision of basic psychological support to victims In emergency situations. Systematic recording of incident information, including victim identity, type of injury, and time of occurrence, as a basis for reporting and evaluation. Coordination with external medical personnel (ambulances) and authorities if the condition reguires further treatment, The First Aider Team has operated across two floors with six service zones, each manned by trained personel. The team was ted by a First Aider Team Leader on each floor, who was responsible for coordinating initial medical actions and reporting field conditions to the Field Coordinator. Pencegahan dan Mitigasi Dampak-dampak K3 !SR! 4037) Prevention and Mitigation of OHS Impacts Perseroan menerapkan pendekatan proaktif dalam pencegahan dan mitigasi risiko keselamatan di tempat kerja melalui pembentukan sistem tanggap darurat yang terstruktur. Upaya ini diwujudkan melalui Tim Floor Warden yang bertugas mengelola evakuasi gedung secara tertib, aman, dan sesuai prosedur yang telah ditetapkan. Langkah-langkah pencegahan dan mitigasi yang diterapkan meliputi: " Penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) evakuasi dan sistem tanggap darurat medis yang komprehensif Pemetaan zona evakuasi secara mendetail di setiap lantai Operasional, mencakup tiga zona di dua lantai gedung, dengan personel Floor Warden yang ditugaskan secara spesifik di setiap zona, Pemeriksaan rutin kesiapan jalur evakuasi, alat keselamatan, dan logistik medis di seluruh zona oleh Field Coordinator, Pelaksanaan simulasi evakuasi secara berkala sebagai bagian dari upaya kesiapsiagaan dan evaluasi sistem. Penunjukan Floor Warden Team Leader di setiap lantai untuk memimpin proses evakuasi dan memastikan tidak ada penghuni yang tertinggal melafui penyisiran menyeluruh di area toilet, ruang rapat, dan area kerja. Evaluasi berkala atas hasil simulasi evakuasi dan insiden medis, yang hasilnya dilaporkan kepada Head of HR8GA dan Presiden Direktur sebagai dasar perbaikan sistem. Struktur tim Floor Warden dirancang untuk memastikan respons yang cepat dan terkoordinasi dalam kondisi darurat, dengan jalur komando yang jelas dari Main Coordinator hingga Floor Warden Team Member di tingkat zona. IIF juga menjaga koordinasi aktif dengan pihak eksternal, termasuk Dinas Pemadam Kebakaran, Tim SAR, TNI/Polri, dan layanan ambulans, sebagal bagian dari ekosistem respons darurat yang terintegrasi. Secara umum, kebijakan SMK3 |IF telah mengatur mekanisme identifikasi bahaya meliputi penilalan risiko hingga investigasi atas terjadinya kejadian insiden di tempat kerja, termasuk risiko dan bahaya terkait operasi atau layanan yang berkaitan dengan hubungan bisnis IIF dengan seluruh mitra, Perseroan juga telah mengidentifikasi jenis pekerjaan berdasarkan tingkat risiko kesehatan (rendah, sedang, tinggi). Selama tahun 2025, tidak terdapat kecelakaan kerja maupun penyakit akibat kerja di Perseroan, IS#' 405-2. 408-2. 030) The Company has adoptad a proactive approach to preventing and mitigating safety risks in the workpiace through the establishment of a structured emergency response system. This effort was realized through the Floor Warden Team, tasked with managing building @vacuations in an orderly and safe manner, in accordance with established procedures. The prevention and mitigation measures implemented include: - Development of comprehensive Standard Operating Procedures (SOPS) for evacuation and medical emergency response systems. Detailed mapping of evacuation zones on each operational floor, covering three zones across two building floors, with specific Floor Warden personnel assigned to each zone. » Routine inspections of evacuation route readiness, safety eguipment, and medical logistics across all zones by the Field Coordinator. " Implementation of periodic evacuation drills as part of preparedness efforts and system evaluation. - Appointment of a Floor Warden Team Leader on each floor to lead the evacuation process and ensure no occupanis are left behind through thorough sweeps of resirooms, meeting rooms, and work areas, " Periodic evaluation of evacuation drill results and medical incidents, with findings reported to the Head of HR&GA and the President Director as a basis for system improvement. The Floor Warden team structure was designed to ensure rapid and coordinated response during emergencies, with a clear line af command from the Main Coordinator to the Floor Warden Team Members at the zone level IIF also has maintained active coordination with external parties, including the Fire Department, Search and Rescue (SAR) teams, TNIPolri (Military/Police), and ambulance services, as part of an emergency response ecosysiem. In general, IIFs OHSMS policy has reculated hazard identification mechanisms, including risk assessments and investigations into workploce incidents, including risks and hazards related to Operations Or services associated with IIFs business relationships with all partners, The Company has also identified job types based on health "sk Jevels (low, medium, high). Throughout 2025, there were no work- telated accidents or occupational illnesses within the Company. '“"! 40212, 405 dra-to Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025
Page 135 OCR 0.900
INDONESIA 11 INFRASTRUCTURE FINANCE Partisipasi, Konsultasi, dan Komunikasi K3 '#! 403-4) Participation, Consultation, and Communication Perseroan meyakini bahwa keterlibatan aktif pekerja adalah kunci efektivitas SMK3, Perseroan memfasilitasi partisipasi pekerja melalul berbagai saluran formal dan informal untuk memastikan suara mereka terdengar dalam setiap tahap pengembangan, impiementasi, hingga evaluasi sistem. Dalam hal ini, proses konsultasi difasilitasi Divisi Sumber Daya Manusia (HR), memastikan bahwa karyawan dapat menyampaikan masukan dan berkontribusi dalam pengambilan keputusan terkait K3. Adapun keterlibatan pekerja dalam SMK3 terwujud nyata dari partisipasi mereka ke dalam Tim Floor Warden dan First Aider. Untuk terus mengkomunikasikan kesadaran atas K3, Perseroan menyelenggarakan pertemuan rutin, sesi pelatihan, serta memberikan saluran umpan balik diselenggarakan untuk meningkatkan keselamatan di tempat kerja secara berkelanjutan. Perseroan berkomitmen untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat dengan mengikuti regulasi nasional serta praktik terbaik internasional, sebagai bagian dari dedikasi terhadap kesejahteraan karyawan, fit soal Pada tahun 2025, Perseroan telah menyelenggarakan pelatihan wajib Occupational Health and Safety (OHS) dalam bentuk e-learning untuk semua karyawan guna meningkatkan kesadaran dan kompetensi dalam aspek keselamatan kerja. Sebagai bagian dari kesiapsiagaan darurat, perusahaan memiliki karyawan yang ditunjuk sebagai Floor Warden yang telah dilatih dalam pertolongan pertama (first aid) untuk menangani situasi darurat dan bencana. 'S#' 403 s1 The Company belicves that active worker involvement is the key Io the effecliveness of the OHSMS. The Company has facilitated worker parlicipation through various formal and informal channels to ensure their voices are heard at every stage, from development and implementation to system evaluation. In this regard, the consultation process has been facilitated by ihe Human Resources (HR) Division, ensuring that employees can provide input and contribute to decision- making related Io OHS. Furthermore, worker involvement in the OHSMS is tangibly demonstrated through their participation in the Floor Warden and First Aider Teams. To continuously communicate OHS awareness, the Company has organized regular meetings, training sessions, and provides feedback channels to sustainably enhance workplace safeiy. The Company is committed to creating a safe and healthy working environment by adhering to national regulations and international besi practices, as part of its dedication to employee well-being. IS#i403-41 In 2025, the Company conducted mandatory Occupational Health and Safety (OHS) training via e-learning for all empioyees to enhance awareness and competence in workplace safety aspects. As part of emergency preparedness, the Company has designated employees as Floor Wardens who have been trained in first aid to handle emergency Situations and disasters, IS 351 Peningkatan Kualitas Kesehatan Karyawan 'S8' 403-cl Promotion of Employee Health If memandang kesehatan karyawan sebagai investasi jangka panjang yang melampaui batas lingkungan kerja. Untuk itu, Perseroan memfasilitasi akses karyawan terhadap layanan kesehatan dan program peningkatan kualitas hidup yang bersifat menyeluruh, mencakup aspek fisik, mental, dan psikososial. Sebagai fondasi perlindungan kesehatan, seluruh karyawan Perseroan mendapatkan jaminan kesehatan melalui BPJS Kesehatan sesuai ketentuan yang berlaku. Selain itu, karyawan mendapatkan manfaat kesehatan tambahan yang lebih komprehensif, yaitu penggantian biaya perawatan rawat jalan dan rawat inap di rumah sakit. Perseroan juga menyediakan benefit kacamata bagi karyawan sebagai bentuk perhatian terhadap kesehatan indera penglihatan karyawan yang sebagian besar aktivitas kerjanya berbasis layar digital. Perseroan mendorong gaya hidup aktif dan sehat melalui dua inisiatif yang saling melengkapi. Pertama, Perusahaan menyediakan tunjangan keanggotaan olahraga yang dapat dimanfaatkan karyawan untuk mengakses fasilitas kebugaran sesuai kebutuhan dan preferensi masing-masing. Inisiatif ini secara langsung menangani Tisiko kesehatan akibat gaya hidup pasif yang umum dialami karyawan perkantoran, termasuk risiko kardiovaskular, gangguan muskuloskeletal, dan penurunan kebugaran fisik secara umum. Kedua, IIF memfasilitasi komunitas internal melalui Interest, Innovation, and Fun Activities (IIF Act) untuk meningkatkan kualitas kesehatan secara holistik. IIF Act memiliki empat klaster kegiatan yang masing-masing menyasar dimensi kesehatan yang berbeda: klaster Olahraga untuk mendorong aktivitas fisik rutin: klaster Seni sebagai sarana ekspresi kreatif dan pengelolaan stres, klaster Budaya untuk memperkuat kohesi sosial dan kesehatan psikososial, serta klaster Petualangan yang mendorong pemulihan mental melalui aktivitas di luar ruangan, Seluruh kegiatan IIF Act dikoordinasikan melalui HR&GA dan dapat diikuti karyawan sesuai minat tanpa paksaan. IIF views employee health as a long:term investment that extends bayond the boundaries of the workplace. To this end, the Company has facilitated employee access to comprehansive healthcare services and guality-of-life programs covering physical, mantal, and psychosocial aspecis. As the foundation of health protection, all Company employees have received health insurance through BPJS Kesehatan in aceordance with applicable regulations. Furthermore, employees have received more comprehensive additional health benefits, specificatly reimbursement for outpatient and inpatient hospital care. The Company also has provided vision benefits for employees as a form of care for the visual health of employees, whose work aclivilies are predominantly digital screen-based. The Company encourages an active and healthy lifestyle through Iwo complementary initiatives. First, the Company has provided a sports membership allowance that employees can use to access fitness facilities according 10 tneir individual needs and preferences. This iniative directly addressed health risks resulting from the sedentary litestyles common among office employees, including cardiovascular tisks, musculoskeleta! disorders, and a general decline in physical fitness. Second, IIF has facilitated an internal community through Interest, Innovation, and Fun Activities ()iF Act) to enhance holistic health. IIF Act featured four activity clusters, gach targeting diffesent health dimensiens: the Sports cluster to encourage routine physical activity: the Arts cluster as a means of creative expression and stress management, the Culture cluster to strengthen social cohesion and psychosocial healin, and the Adventure cluster which prontotes mental recovery through outdoor activities. All IIF Act activities have been coordinated through HR&GA and were open to employees based on their interests without coercion. Laparan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025
Page 136 OCR 0.912
Pengaduan Ketenagakerjaan !SRI 493-21 Employment Grievance Perseroan menyediakan saluran komunikasi dua arah sekaligus mekanisme penyampaian laporan terkait aspek ketenagakerjaan di Perseroan secara bebas, terbuka dan bertanggung jawab. Melalui mekanisme tersebut, seluruh karyawan dapat menyampaikan saran, pendapat maupun laporan terkait hubungan kerja di dalam Perseroan. Mekanisme pelaporan terkait kejadian intimidasi, diskriminasi, pelecehan, hingga dugaan penipuan/perbuatan melanggar hukum dapat ditempuh melalui mekanisme Sistem Pelaporan Pelanggaran Perseroan dengan Alamat sebagai berikut: Website Perseroan yaitu iif.co.id dengan tautan if. I/en/contact, Saluran telepon: (#62) 21 5082 6600 ext. 5076 (Unit Audit Internal) E-mail ditujukan kepada whistleblowingAlif.co.id. Alamat surat: PT Indonesia Infrastructure Finance Unit Audit Internal Prosperity Tower Li. 55, District 8. Sudirman Central Business District Lot 28 Jl. Jend. Sudirman Kav 52-53, Jakarta 12190 Sebagai bentuk pengelolaan hubungan Ketenagakerjaan dan konflik ketenagakerjaan, Perseroan juga secara berkala menyelenggarakan pertemuan dengan karyawan setiap 4 (empat) bulan sekali. Dalam pertemuan tersebut, perwakilan dari Manajemen akan melakukan pembahasan strategi atau solusi ketenagakerjaan yang dapat terjadi di lingkup Perseroan. Sesuai Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2004 tentang Penyelesaian Perselisihan Hubungan Ketenagakerjaan, mekanisme penyelesaian masalah ketenagakerjaan diupayakan terlebih dahulu melalui perundingan bipartit dan jika setelah melalui perundingan bipartit lidak tercapai kesepakatan maka pihak yang berselisih dapat mengajukan gugatan ke Pengadilan Hubungan Industrial. Sepanjang tahun 2025, Perseroan tidak menerima laporan terkait masalah ketenagakerjaan. Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infi The Company has provided a two-way communication channel as well asa mechanism for submitting labor-related reports within the Company in a free, open, and responsible manner, Through this mechanism, all employees can convey suggestions, opinions, or reports regarding labor relations within the Company. Reporting mechanisms for incidents of intimidation, discrimination, harassment, as well as suspected #raud or unlawfut acts, can be processed through the Campanys Whistleblowing System (WBS) via ihe following address: The Company's website, iif.co.id, at the following link: iif.co.id/en/contact/ Telephone line: (#62) 21 5082 6600 ext. 5076 (Internal Audit Unit) E- mail addressed to whistleblowing@iif.co.id. Mailing Address: PT Indonesia Infrastructure Finance Unit Audit internal Prosperity Tower Lt. 55, District 8. Sudirman Central Business District Lot 28 Jl. Jend. Sudirman Kav 52-53, Jakarta 12190 As a form of labor relations management and conflict mitigation, ihe Company perlodically holds meetings with employees every 4 (four) months. During these meatings, Management representatives discuss labor strategies or solutions to potential issues within the Company's scope. In accordance with Law No. 2 of 2004 concerning Industrial Relations Dispute Settlement, the labor dispute resotution mechanism is first sought through bipartite negotistions. If an agreement is not reached through bipartite negotiations, the disputing parlies may file a lawsuit with the Industrial Relations Court. Throughout 2025, the Company Teceived no reports regarding labor issues. (cture Finance | Sustainability Report 2025
Page 137 OCR 0.863
INDONESIA WNFRASTRUCTURE FINANCE Kontribusi Terhadap SDGs Contribution to the SDGs SDG 1 Tanpa Kemiskinan Ng 1.4 Menjamin hak yang sama terhadap POVERTY sumber daya ekonorni, layanan dasar, dan kepemilikan SDG1 No Poverty 1.4: Ensure egual rights to economic resources, basic services, and properly IMF mendukung pengentasan kemiskinan melalui penyediaan — !IF supported poverty alleviation through the provision of basic infrastruktur dasar dan akses ekonomi yang inklusif dengan capaian — infrastructure and inclusive economic access with the following sebagai berikut: achievements: » Air Bersih (SPAM): Memberikan akses air layak bagi 1,47 juta - Clean Water (SPAM): Provided access to adeguate water for 1,47 rumah tangga (kapasitas 27.501 liter/detik). million households (capacity of 27,501 liters/second), “ Energi Terbarukan: Menyediakan listrik untuk 709.900 rumah “ Renewable Energy: Supplied electricity to 709,900 households tangga (total kapasitas 709,9 MW). (total capacity of 709.9 MW). » Ketahanan Pangan: Membiayai pelabuhan untuk memperlancar “ Food Security: Financed port facilities to strearnline the distribusi pangan pokok ke wilayah terpencil. distribution of staple foods to remote areas. - Dampak Utama: Mengurangi kerentanan ekonomi dan - Key Impact: Reduced economic vulnerability and improving living meningkatkan standar hidup di daerah pedesaan melalui —. . Standards'in ruralareas through infrastructure development. pembangunan infrastruktur. MA aan aan DG 3 Kehidupan Sehat dan Sej GOOOMEAMTN HS 8.8: Mencapai cakupan kesehatan semesta (UHC) AND WELL-BEING "dan akses ke layanan kesehatan yang berkualitas SDG 3 Good Health afid Weli-being”. 3.8: Achieve universal health coverage and access to guality healthcare services Melalui dukungan pembi nya, HF telah berkontribusi pada & ributed to the'achievement pencapaian SDG 3.8 dengangmefniyediakan 1.051 tempat tidur rumah Of 1,051 "hospital beds, sakit, yang memperluas akseSflayanan kesehatan berkualitas bagi services for Bpproximately sekitar 351.000 pasien setiap tA Laporan Keber 25 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025
Page 138 OCR 0.870
SDG 4 Pendidikan Berkualitas (WALITY EDUCATION 4.a: Membangun fasilitas pendidikan yang inklusif dan aman SDG 4 Guality Education 4.a: Build inclusive and safe education facilities Melalui berbagai proyek SPAM, 1,47 juta rumah tangga kini menikmati akses air yang lebih baik dengan kapasitas 27.501 liter per detik, memperkuat standar higienitas dan sanitasi di lingkungan sekolah dan komunitas. Di In, proyek energi terbarukan telah menyalurkan daya sebesar 709,9 MW ke 709.900 rumah tangga, memfasilitasi penerangan sekolah, alat bantu belajar, serta suasana sekolah yang inklusif. Perbaikan ini memungkinkan para siswa untuk belajar dalam kondisi yang lebih sehat dan layak. & Through various Water Supply System (SPAM) projects, 1.47 million households can now utilize the improved water access with a total capacity of 27,501 liters per second, strengthening hygiene and Sanitation standards in schools and community environmenis. Meanwhile, renewable eneroy projects have supplied 709.9 MW af power to 709,900 households, facilitating schooi lighting, learning aids, and an inolusive school atmosphere. These improvements enable students to Isarn under healthier and more decent conditions. SDG 5 Kesetaraan Gender GENDER EGUALITY 5.1: Mengakhiri segala bentuk diskriminasi terhadap perempuan dan anak perempuan SDG 5 Gender Eguality 51: End all forms of discrimination agalnst women and girls " Gama ternasikanN TpeTRURY f @portunitles., for: elusive. fat Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025
Page 139 OCR 0.893
INDONESIA | un FINANCE SDG 6 Air Bersih dan Sanitasi Layak 6.1: Mencapai akses universal dan merata terhadap air minum yang aman CLEAN WATER AND SAKITATION air sungai sebagai sumber air baku) 6.2: Mencapai akses terhadap sanitasi yang layak dan merata 6.3: Proporsi badan air dengan kualitas air ambien yang baik (kualitas 6.4: Meningkatkan efisiensi penggunaan air di semua sektor SDG 6 Clean Water and Sanitation 6.1: Achieve universal and eguitable access to safe drinking water 6.2: Achieve access to adeguate and eguitable sanitation 6.3: The proportion of water bodies with good ambient water guality. (Ouality of river water as raw water source) 6.4: Increase water-use efficiency across all sectors Melalui pembiayaan proyek SPAM, IIF telah berhasil memfasilitasi akses air bersih yang layak bagi 1,47 juta rumah tangga dengan total kapasitas pasokan mencapai 27.501 liter per detik. Capaian skala besar Ini memainkan peran krusial dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, khususnya bagi komunitas yang sebelumnya belum terjangkau layanan dasar. Sejalan dengan Target 6.2 dan 6.3, penyediaan air bersih yang andal ini mendukung praktik higiene yang lebih baik sekaligus menekan risiko kontaminasi dan gangguan kesehatan publik. Selain itu, sebagai bentuk komitmen terhadap Target 6.4, penggunaan sistem meteran alr diterapkan untuk mendorong efisiensi konsumsi dan perubahan perilaku masyarakat. Langkah ini sekaligus — mengurangi ketergantungan pada air tanah yang kian tertekan di berbagai wilayah Indonesia, sehingga berkontribusi langsung pada ketahanan air jangka panjang dan kualitas hidup masyarakat yang lebih baik. Through the financing of Water Supply System (SPAM) projects, IIF has successfully facilitated access to proper clean water for 1.47 million households, with a total supply capacity reaching 27,501 liters per second. This large-scale achievement played a crucial role in improving public health standards, particularly for communities that previously lacked access to basic services. In line with Targets 6.2 and 6.3, the provision of this reliable clean water supported better hygiene practices while minimizing the risk of contamination and public health issues. Furthermore, as a farm of commitment to Target 6.4, the use of water metering systems wass implemented to encourage consumption efficiency and behavioral change within the community. This step simultaneously reduced dependency on groundwater, which was increasingly under pressure In various regions of Indonesia, thereby contributing directly to long- term water security and a better guality of life for the community. SDG 7 Energi Bersih dan Terjangkau 71: Proporsi populasi dengan akses terhadap listrik SDG 7 Affordable arid Clean Energy L. Ka Ta e bie energy projects, IIF has ita 709,900 households & f 709.9 MW. Tni ugh Fe Tupoort: for, various. rene successfully provided ' electririty --acc: ih ata Ist Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025
Page 140 OCR 0.822
SDG 8 Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi DEGENY WORK AND ECONOMIC GROWTK kerja yang aman 8.7: Menghapuskan kerja paksa dan mengakhiri pekerja anak 8.8: Melindungi hak-hak tenaga kerja dan mempromosikan lingkungan 'SDG 8 Decent Work and Economic Growth 8.7: Eradicate forced labor, end child labor 8.8: Protect labor rights and promote safe working environments NIF menerapkan manajemen risiko lingkungan dan sosial yang ketat untuk menjunjung tinggi hak-hak pekerja, menghapuskan kerja paksa dan pekerja anak, serta menciptakan lingkungan kerja yang aman dan inklusif. Melalui Prinsip No. 2 dalam Social and Environmental Management System (SEMS), IIF secara tegas melarang debitur mempekerjakan anak di bawah umur pada kondisi yang eksploitatif atau berbahaya, serta melarang segala bentuk kerja paksa. Kepatuhan terhadap standar ini dipastikan melalui proses uji tuntas (due diligence), pemantauan berkala, penyusunan rencana tindakan korektif, serta peningkatan kapasitas. Selain itu, IIF mewajibkan setiap debitur untuk menjaga kondisi kerja yang aman dengan mengelola berbagai risiko spesifik sektor sesuai dengan praktik terbaik internasional. NF has implemented rigorous environmental and social risk management to uphofd' labor rights, eliminate forced and child labor, and create a safe and--inclusive working” environment. Through Principle No. 2 within the Social arid Environmental Management System (SEMS), IIF strictly prohibited debtors::from empioying underage children in exploitative or hazardous conditions and forbids all forms of forced labor. Compliance with these standards was ensured ifi ugh due diligence processes, periodic monitering, the developmenirof 'Gorrecilve: action plans, and capacity building. Furthermore, MF h48"feguliBd every debtor to maintain sate Working conditions by' managing .sector- specific risks in accordance.with international best Practi , INDUSTRY, INNOVATION AND INFRASTRUCTURE SDG 9 Industri, Inovasi dan.Infrastruktu 9.1: Membangin infrastruktur yang berkelanjutan dan tangguh" SDG 9 Industry, Innovation and Infrastructure 9.1: Develop sustainable and resilient infrastructure F Melalui pembiayaan berbagai proyek strategis nasional, UF telan" mendukung pembangunan 428 kilometer jalan tol yang berperan penting dalam meningkatkan konektivitas! serta .fisiensi logis | antarwilayah. Selain itu, IIF berkontribusi pada pengembarigar 130 kilometer infrastruktur kereta api sebagai bagian “ari jalur strategis untuk mendorong mobilitas masyarakat ke arah transportasi he 9 lebih inklusif dan berkelanjutan. ea 1 Di sektor transportasi udara dan laut, pengembangan empat bandar” untuk : meningkatkan. aksesibilitas: wilayah perkotaan maupun. daerah terpencil, serta, mendukui pelabuhan strategis guna memperkuat : distribusi" barani dites pangan pokok!” | : Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025 IE telan .menibiayal Through the financing of various national strategic projecis: IIF has supported the construction of 428 kilometers of toll roads, which play & vital role ih enhancing connectivity and regional logistics efficiency. Furthermorg IIF has contributed to,the development of 130 kiloimeters toward mc re inclusive and sustainable transportation. "transport tip, IIF has financed the “den CE of four'airparts.to improve ioce3 ibility in both urban and remote lareas, 3s well as supported. trategic 'seaports to 1 f.gbods and cetama food commodiies. y infrastructurg as, part of'a strategic route to promote public .'.
Page 141 OCR 0.874
INDONESIA INFRASTRUCTURE FINANCE REDUCED INEOUALITIES P - ) mengurangi kesenjangan hasil SDG 10 Berkurangnya Kesenjangan 10.3: Menjamin kesempatan yang sama dan td “ SDG 10 Reduced Inegualities 10.3: Ensure egual opportunity and reduce inegualities of butcome UF mempromosikan kesempatan yang setara dan mengurangi kesenjangan di sektor infrastruktur melalui pembiayaan yang tepat sasaran, penegakan kebijakan, serta pelibatan pemangku kepentingan. Berdasarkan Prinsip No. 2 dalam Social and Environmental Management System (SEMS), IIF melakukan uji tuntas untuk menilai potensi dampak yang tidak proporsional terhadap kelompok rentan, termesuk perempuan, penyandang disabilitas, dan masyarakat adat. IIF promotes egual opportunity and reduces ineguality in the infrastructure sector through targeted financing, policy enforcement, and stakeholder engagement. Based on Principle No. 2 within the Social and Environmental Management System (SEMS), IIF conducts due diligence to assess potential disproportionate impacts on vulnerable groups, including women, persons with disabilities, and indigenous peoples. SDG 11 Kota dan Pemukiman yang 7 asean Berkelanjutan p AND COMMUNMES 11.4: Melindungi warisan budaya dan alam PN ri SDG 11 Sustainable Cities and Communities 11.4: Protect cultural and natural heritage Melalui penerapan Prinsip No. 8 dalam Soclal and Environmental Management System (SEMS), IIF memastikan setiap proyek menjalani Uji tuntas yang mendalam untuk mengidentifikasi serta memitigasi dampak negatif terhadap situs budaya, sejarah, arkeologi, maupun alam. Jik i darnpak, IIF mewajibkan langkah mitigasi yan In ulang tata letak proyek, penetapan zona em penemuan tidak sengaja (chance-find :IF memfasilitasi relokasi dan d slam mupan di sekitar ulta t dengan Pengelabah Plan) sebagai Through the implementation of Principle No. 8 within the Social and Environmental Management System (SEMS), IIF ensured that every project undergoes in-depth due diligence to identify and mitigate negative impacts on cultural, historical, archaeological, or natural sites. If potential impacts were identified, IIF mandated appropriate mitigation measures, such as redesigning project layouts, establishing buffer zones, implementing chance-find procedures, and conducting regular monitoring. Ina financed project in Sanur, Bali, IIF facilitated the relocation and rehabilitation of several tempies located within or around the project area through ciose coordination and consultation with local communities. Additlonally, a Cultural Heritage Management Plan was developed as a guide for monitoring throughout the project's duration. Laporan Keberlanjutan 2025 | PY Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025
Page 142 OCR 0.904
yang ar ejtan SDG 12 Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab 1 RESPONSIBLE CONSUMPTION AND PRODUCTION 12.4: Mencapai pengelolaan bahan kimia dan limbah yang ramah lingkungan CO of chemicals and waste $SDG 12 Responsible Consumption and Production 12.4 : Achieve environmentally sound management IIF berkomitmen penuh pada pengelolaan lingkungan melalui penerapan Prinsip No. 3 dalam Social and Enviranmental Management System (SEMS) mengenai Pencegahan dan Pengurangan Polusi serta Perubahan Iklim. Di tingkat operasional, IIF mewajibkan setiap debitur untuk sedapat mungkin menghindari timbulan limbah, baik yang bersifat berbahaya maupun tidak berbahaya. IIF is fully committed to environmental management through the implementation of Principie No. 3 within the Social and Environmental Management System (SEMS) regarding Pollution Prevention and Abatement and Climate Change. At the operational level, IIF reguires every debtor to avoid the generalion of waste, both hazardous and mon-hazardous, to the extent possible, SDG 13 Penanganan Perubahan Iklim 1 anon 13.2: Mengintegrasikan tindakan perubahan iklim ke dalam kebijakan dan perencanaan nasional SDG 13 Climate Action 13.2: Integrate climate change measures into national policies and planning IIF mengintegrasikan mitigasi dan adaptasi perubahan Iklim ke dalam pembiayaan infrastruktur melalui Prinsip No. 3 dalam Social and Environmental Management System (SEMS). Setiap debitur diwajibkan untuk mengukur, melaporkan, dan mengelola emisi Gas Rumah Kaca (GRK) dari proyek mereka. Bekerja sama dengan Carbon Trust, IF telah mengembangkan metodologi dan perangkat kuantifikasi GRK ' berdasarkan Protokol GRK internasional. Selain itu, IIF memberikan penguatan kapasitas baik bagi tim internal maupun para debitur. IIF has integrated cllmate change mitigation and adaptation into infrastructure financing through Principle No. 3 within the Social and Environmental Management System (SEMS). Every debtor has been reguired to measure, report, and manage Greenhouse Gas (GHG) emissions from their projects. In collaboration with Carbon Trust, IIF has developed a methodology and GHG guantification tools based on international GHG Protocols. Furthermore, IIF has provided capacity building for both Internal teams and debtars. Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025
Page 143 OCR 0.910
INDONESIA INFRASTRUCTURE FINANCE SDG 15 Ekosistem Daratan 15.9: Mengintegrasikan nilai-nilai ekosistem dan keanekaragaman hayati ke dalam perencanaan SDG 15 Life on Land 15.9 : Integrate ecosystem and bindiversity values into planning IIF mengintegrasikan konservasi keanekaragaman hayati dan pengelolaan sumber daya alam melalui Prinsip No. 6 dalam Social and Environmental Management System (SEMS). Melalui pendekatan ini, IIF memastikan bahwa setiap proyek yang didanai telah melalui proses penilaian dan mitigasi risiko terhadap keanekaragaman hayati. Langkah ini sejatan dengan tujuan yang lebih luas untuk melindungi ekosistem alami dan mempromosikan keberlanjutan lingkungan dalam jangka panjang. IIF has integrated biodiversity conservation and natural resource management throvgh Principle No. & within the Social and Environmental Management System (SEMS). Through this approach, IIF ensured that every financed project has undergone a biodiversity risk assessment and mitigation process This measure is aligned with the broader objective of protecting natural ecosystems and promoting fengiterm environmental sustainability. Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025
Page 144 OCR 0.884
Lampiran Appendix Indeks Standar Pelaporan Reporting Standards Index Daftar Pengungkapan sesuai POJK Nomor 51/POJK.O3/2017 tentang Bentuk dan Isi Laporan Tahunan Emiten atau Perusahaan Publik (sx sal Cross Reference According to POJK Nomor 51/POJK.03/2017 concerning the Form and Content of the Annual Report of Issuers or Public Companies Laporan ini telah memuat informasi yang dipersyaratkan sebagaimana dalam POJK Nomor S1/POJK.03/2017 tentang Penerapan Keuangan Berkelanjutan bagi Lembaga Jasa Keuangan, Emiten, dan Perusahaan Publik.sahaan Publik dan SEOJK No, 16/ SEOJK.04/2021 tentang Bentuk dan Isi Laporan Tahunan Emiten atau Perusahaan Publik. Nomor Indeks Index Number Strategi Keberlanjutan Penjelasan Stratagi Keberlanjutan Explanation of Sustainability Strategy Nama Indeks Index Name This report contains the reguired information as stated in SEOJK POJK Nomor SI/POJK.03/2017 concerning Sustainable Finance Implementation for Financial Service Institution, Issuer and Public Company and No. 16/SEOJK.04/2021 concerning the Form and Content of the Annual Report of Issuers or Public Companies. Halaman Page 38 Ba “Aspek Ekonomi 16 Economic Aspects Bia Kuantitas Produksi atau Jasa yang Dijual 16 Guantity of Production or Services Sold B.b Pendapatan atau Penjualan 16 Revenue or Sales Bie Laba atau Rugi Bersih 16 Net Profit or Loss Bid Produk Ramah Lingkungan 16 Environmentally Friendly Products Bl Pelibatan pihak lokal yang berkaitan dengan proses 16 bisnis Keuangan Berkelanjutan Local Engagement Related to Sustainable Finance Business Processes 82 “Aspek Lingkungan Hidup 18 Environmenta! Aspects Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance stainability Report 2025
Page 145 OCR 0.845
Nomor Indeks ex Number Nama Indeks Index Name INDONESIA INFRASTRUCTURE FINANCE Halaman Page B2. Bb Be Bad Profil Perusahaan Penggunaan Energi Energy Consumption Pengurangan Emisi yang Dihasilkan Emission Reduction Pengurangan Limbah dan Efuen Waste and EffNuent Reduction Pelestarian Keanekaragaman Hayati Biodiversity Conservation Aspek Sosial Social Aspects 18 18 CA c.2 c3 ca Cab C.3.c cad cd Visi, Misi, dan Nilai Keberlanjutan Vision, Mission, and Sustainability Values Alamat Perusahaan Company Address Skala Usaha Scale of Business Total Aset atau Kapitalisasi Aset dan Total Kewajiban Total Assets or Capitalized Assets and Total Liabilities jumlah karyawan menurut jenis kelarnin Jabatan, usia Pendidikan, dan status ketenagakerjaan Number of employees by gender, position, age, education, 'and employment status Nama Pemegang Saham dan Persentase Kepemilikan Saham The Name of Shareholders and Percentage of Share Ownership Wilayah Operasional Operational Areas Produk, Layanan, dan Kegiatan Usaha yang Dijalankan Producis, Services, and Business Activities Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2t 37 49 49 50 120 49 49 50
Page 146 OCR 0.868
Nomor Indeks Narna Indeks Halaman Index Number Index N Pi cs Keanggotaan pada Asosiasi 54 Membership In Associations 26 H5 » Perubahan Emiten dan Perusahaan Publik yang Bersifat Signifikan 50 Significant Changes in the Issuer and Public Company Da Penjelasan Direksi 26 Board of Directors' Explanation Dota Kebijakan untuk Merespon Tantangan dalam 29 Pemenuhan Strategi Keberlanjutan Policies to Respond Challenges in Fulfiling the Sustainability Strategy Dt.b Penerapan Keuangan Berkelanjutan 3 Implementation of Sustainable Finance De Strategi Pencapaian Target 32 Strategy for Achieving Targets Tata Kelota Keberlanjutan z1 Penanggung Jawab Penerapan Keuangan Berkelanjutan & Persons Responsible for Implementing Sustainable Finance E2 Pengembangan Kompetensi Terkait Keuangan Berkelanjutan 68,69 Competency Development Related to Sustainable Finance E3 Penilaian Risiko Atas Penerapen Keuangan Berkelanjutan 70 Risk Assessment of Sustainable Finance Implementation E4 Hubungan Dengan Pemangku Kepentingan 78,74 Stakeholder Relations ES Permasalahan Terhadap Penerapan Keuangan Berkelanjutan 82 Issues in the Implementation of Sustainable Finance Kinerja Keberlanjutan La Kegiatan Membangun Budaya Keberlanjutan 34 Activities to Build a Culture of Sustainability Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025
Page 147 OCR 0.878
INDONESIA, INFRASTRUCTURE FINANCE Nomor Indeks K: Halaman Index Number 2 Ni Page Kinerja Ekonomi F2 Perbandingan Target dan Kinerja Produksi, Portofolio, Target Pembiayaan, atau 38 investasi, Pendapatan dan Laba Rugi Goraparison of Production Targets and Performance, Portfolio, Financing Targets, or Investment, Income and Profit and Loss F3 Perbandingan Target dan Kinerja Portofolio, Target Pembiayaan, atau Investasi 8 pada Instrumen Keuangan atau Proyek yang Sajulan dengan Keuangan Berkelanjutan Comparison of Portfolio Targets and Performance, Financing Targets, or Investments in Financial Instruments or Projects in Line with Sustainable Finance Kinerja Lingkungan Hidup Aspek Umum F4 Biaya Lingkungan Hidup: 108 Environmental Costs spek Material Fs Penggunaan Material yang Ramah Lingkungan 17 Use of Environmentally Friendly Materials Aspek Energi F6 Jumlah dan Intensitas Energi yang Digunakan 100 Amount and Intensity of Energy Consumption F7 Upaya dan Pencapaian Efisiensi Energi dan Penggunaan Energi Terbarukan 98 Efforts and Achievements in Energy Efficieney and Renewable Energy Usage Aspek Air F8 Penggunaan Air 105 Water Usage Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025
Page 148 OCR 0.880
Nomor Indel Index Number Aspek Keanekaragaman Hayati £9 810 Nama Indeks Halaman Index Name Page Dampak dari Wilayah Operasional yang Dekat atau Berada di Daerah 107 Konservasi atau Memiliki Keanekaragaman Hayati Impacts of Operational Areas Lacated Near or Within Conservation Areas or Areas with Biodiversity Value Usaha Konservasi Keanekaragaman Hayati 107 Biodiversity Conservation Efforts F12 Aspek Limbah dan Efluen Jumlah dan Intensitas Emisi yang Dihasilkan Berdasarkan Jenisnya 101, 102 Amount and Intensity of Emissions Produced by Type Upaya dan Pencapaian Pengurangan Emisi yang Dilakukan 103 Efforts and Achievemenis in Emission Reduction 13 F14 Jumlah Limbah dan Efluen yang Dihasilkan Berdasarkan Jenis 107 Amount of Waste and Effluent Generated by Type Mekanisme Pengelolaan Limbah dan Efluen 105, 106 Waste and Efluent Management Mechanism Tumpahan yang Terjadi (Jika ada) 106 Spils Incident (if any) Pengaduan Terkait Lingkungan Hidup F16 Jumlah dan Materi Pengaduan Lingkungan Hidup yang Diterima dan 108 Diselesaikan Number and Material of Environmental Complaints Received and Resolved F17 Komitmen untuk Memberikan Layanan atas Produk dan/atau Jasa yang Setara 88 kepada Konsumen Commitment ta Providing Egual Services on Products and/or Services to Customers Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025
Page 149 OCR 0.879
Nomor Indeks Nama Indeks umber Index Name ek Ketenagakerjaan F18 Kesetaraan Kesempatan Bekerja Egual Employment Opportunity F19 Tenaga Kerja Anak dan Tenaga Kerja Paksa Child Labor and Forced Labor F20 Survei Kepuasan Pelanggan Terhadap Produk dan/atau Jasa Keuangan Berkelanjutan Customer Satisfaction Survey on Sustainable Finance Products and/or Services Fan Lingkungan Bekerja yang Layak dan Aman Decent and Sale Workplace F22 Pelatihan dan Pengembangan Kemampuan Pekerja Employee Capability Training and Development Aspek Masyarakat INDONESIA. INFRASTRUCTURE FINANCE Halaman 119 120 129 132 126, 127,128 F23 Dampak Operasi Terhadap Masyarakat Sekitar Impact of Operations en Surrounding Communities F24 Pengaduan Masyarakat Gemmunity Complaints F25 Kegiatan Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) Social and Environmental Responsibility (TJSL) Activities Tanggung Jawab Pengembangan Produk/Jasa Berkelanjutan 113 16117 15116 F26 Inovasi dan Pengembangan Produk/Jasa Keuangan Berkelanjutan Innovation and Development of Sustainable Finance Products/Services F27 Produk/Jasa yang Sudah Dievaluasi Keamanannya bagi Pelanggan Products/Services That Have Been Evaluated for Customer Safety F28 Dampak Produk/Jasa Impact of Products/Services F29 Jumlah Produk yang Ditarik Kembali Number of Recalled Products Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025 87,88, 91 ” “
Page 150 OCR 0.797
Nomor Indeks Nama Indeks Halaman Indgs Number Index Name Page F30 Survei Kepuasan Pelanggan Terhadap Produk dan/atau Jasa Keuangan »n Berkelanjutan Custorner Satisfaction Survey on Sustainable Finance Products and/or Services Lain-lain: G4 Verifikasi Tertulis dari Pihak Independen (jika ada) 10, 164, 165, 166, 157, 168 “Written Verification from Independent Party (Assurer) (if any) 6.2 Lembar Umpan Balik 173, 174,175, 176 Feedback Form 63 Tanggapan Terhadap Umpan Balik Laporan Keberlanjutan Tahun Sebelumnya 9172 Response to Previous Year's Sustainabilily Report Feedback C4 Daftar Pengungkapan Sesual Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 51/ Ya POJK.03/2017 tentang Penerapan Keuangan bagi Lembaga Jasa Keuangan, Emiten, dan Perusahaan Publik Cross Reference with Financial Services Authority Regulation No. 51/ PosK.03/2017 an Financis! Implementation for Financial Services Institutions, Issuers, and Public Companies Daftar Pengungkapan Sesuai Standar GRI 2021 GRI Standards 2021 Cross Reference Pernyataan Penggunaan PT indonesia Infrastructure Finance telah melaporkan sesuai dengan GRI Standar untuk periode Statement al 4sel D1 Januari- 31 Desember 2025. PT Indonesia Infrastructure Finance has reported In accordance with the GRI Standards for the period January 1 to December 31, 2025. Penggunaan GRI 1 GRI 1: Landasan 2021 Use ot GELI GRI 1: Foundation 2621 Standar Sektor GRI GRI G4 Jasa Keuangan GRI Sertes Standards! GRI G4 Financial Services GR Inda s Halaman Gr Indo Perjelasan kxplanstiam Pengungkapan Umum Genoralpiselowas GRI Z A. Organisasi dan Praktik Pelaporan Mereka Pangungkapa hi " Umum 2021 AA. The Organtzation and Its Reporting Practices GRI 2: General " — Deslosas aa » . . Rincian organisasi & Organizational details Laporan Keberla: 2 Infrastucture Finance f Sustainability Report 2021
Page 151 OCR 0.689
INDONESIA INFRASTRUCTURE FINANCE Yang Tidak Dicantumb Pengungkapan. pengungkapan 1oeure Pagal Persyaratan yang M nyai ' Tidak Dicantumkan Alasan Penjelasan Rogvirementfs Omuited Halaman Reason tralanatton Gang rias yang dimasukan : : : : engungkapa nlitas yang dimasukkan Tana dalam pelaporan . - . keberlanjutan organisasi GRI: General 2 Pekat Entites included in ihe @rgonizations sustainal #porting 23 Periode, rekuensi, dan titik kontak pelaporan - - - 23 Reporting period, freguency ind contact point 24 Penyajian kembaliinformasi 24 Restatementa of Information 25 10164168 - - - Penjaminan ekstemal 25 tinternal assurance B, Aktivitas dan Pekerja B. Activities and Workers 5 19:50, 59-55,89 - - - 'Akiitas, rantai nilai dan hubungan bisnis lainnya. - - - 28 Aetivias, value chain, and other business relaionships - 50, 119, 120-122 - - - Tenaga kerja 27 Employees 28 122 - - - Pekerja yang bukan pekerja langsung 28 Workers who are not employees CG. Tata Kelola &.Govemance 29 59.63 - - - “Struktur dan komposisi tata kelola - - 29 Governance structure and composition 216 Pencalonan dan pemilihan badan tata kelola tertinggi - - . 210 Nomiration and selection of the highest govemance body z1 s0 - - - Ketua badan tata kelota tertinggi - - . 212 Chair of the highest governance body jutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025
Page 152 OCR 0.635
Yang Tidak Disantumkan Halaman Page Persyaratan yang Tisek Dicantumkan 6) Omittee Masan GRI 2: 212 65,66 - - - Pengungkapa Peran badan tata kelola Umum 2021 tertinggi dalam mengawasi - - - manajemen dampatt Gap Sanata Png Pool inehghest @ovemarce boa Serenang ine Tianegement Gfimp3si Bel sicanggang Jawa: mengelola. - - . Belaaaron of responsistty for managing impacts 214 (3 - - - Peran badan tata kelol tegingg alam pelaporan - - . manjutan held orne Mighest governance b Keniahait teboring 215 Konfik kepentingan 215 Conlicts of interest 216 Komunikasi masalah penting 216 Communication of eriicat concerns 68:69 - - - dngetahuan kolektif badan eta ella tenaga - - . . #Slocnve knowledge otthe highest governance body. 218 68 - - - Evaluasi kinerja badan tata Kelola tertinggi - - - 218 Evaluation of the performance of i 9overnance body e highest 219 634 - - - Kebijakan remunerasi 219 Remunerstion policies 220 6361 - - - Proses untuk menentukan temuneras. - - - 220 Process to determine temuneration & - - - Fto kompensasi total tahunan - - - 21 “Annual toral compensation ratio O. Strategi, Kebijakan dan Praktik D. Strategy, Pollcies, and Practices 263238 - - . Bd yataan entang sategi Ingunan berkelanjutan - - . Stotement on sustainable : Serelopmem sirategy Laporan Keberfanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025
Page 153 OCR 0.712
INDONESIA Ng INFRASTRUCTURE FINANCE “Yang Tidak Dicantumkan Pengungkapan- —— ungkapan Tidak Oicantumnkan Penjetasan druitee Esptonat GRI 2: 223 38, 49,67-58 - - - Pengungkapa “Komitmen kebijakan Umum 2021 - - . 223 GRI 2: Generat Pohicy commitmenis. Disclosures 2021 228 43, 6168 - . . Menanamkan komitmen kebijak: eh - 223 Embedding policy commitments. 225 10,81 - - - Proses untuk memperbaiki dampak negatif - - - 225 Processes to remediate negative Impacis 226 20,81 - - . Mekanisme untuk mencari "nasihat dan mengemukakan - - - masalah 225 Mechanisms for seeking 'aduice and raising conceens 227 83, 108 - - - Kepatuhan terhadap hukum “dan peraturan - : : 227 Compliance with lavis and Tegulations. 228 58 - - - “Asosiasi keanggotaan 228 Membership associstions E Keterlibatan Pemangku Kepentingan. E Stakeholder Engagement 2:29 7314 - - - Pendekatan untuk keterlibatan pemangku - - . kepentingan 223 Approach to stakeholder 'engagement kotkat P ga 230 Gollective bargaining agreement. GRI 3: Fl 10an ng - - - Topik Mataral Proses untuk menentukan 2021 topik matetiat GRI 3: - Material Topio Process to determine 2021 materiai toples 32 Daftar topik material 32 List of materia! topics 33 72:78, 90, 103, - - - Manajemen topik material 112 118,126 33 Management of materiat toples Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025
Page 154 OCR 0.609
Yang Tidak Dicantumkan Pengungkapan. pengungkapan Halaman Keaso Topik Material Material Toplos Kinerja Ekonomi Economic Performance Senen Fengung ai : : | engungkapan manajemen za Jopig apan mang - - - CR3: 33 Meterial Wanagement of material | Toples 2021 topics GR 201: 2011 90 - - - Kinerja Nilai ekonomi langsung yang Ekonomi dihasilkan dan didistibusikan - : - 2016 Bina re value GRI201: Ireet econome v Economic generated and distrlbuted Performance : 2012 » - - - implikasi inansial serta isiko £ dan peluang !aln akibat cari . - - N perubahan iklim 1 202 : Financial implications and i other sks and opportunities Gue tocimate change 2013 129130 . - - Kewajiban program pensiun manfaat pastl dan brogram - - - pensiun latan 2013 : Defined bener plan bligations and cihe: tetlrement plans wan finansial @lerma dani pemdrintah . - - 2014 Financial assistance received Irom the govemment (Dampak Ekonomi Tidak Langsung Indireot Economic Impacts Tepi tata Petguakapan mana Tenang : : : Topik Mat ungkapan manajemen , La op TP - : - | cas 33 Material Management of material "Toples 2021 topics D eRi20g 2031 ane - - - Dampak Investasi Infrastruktur dan EkonariTidak dukungan ayanan - : - Pn : inffastructureInvestments | em202 and services supported Indiraot 1 Feonomig dp.tna - - . 2032 Dampak ekonomi tidak : langsung yang signifikan - - - 2032 Signlfcant incireet economic impacts Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025
Page 155 OCR 0.638
INDONESIA INFRASTRUCTURE FINANCE Yang Tidak Dicantumkan Pengungkapan- Pagote) Persyaratan yang Tidak Dicantumkan Reguiremeats) Ornintud Antikorupsi 'ntirorruption Sie Matedat — Pbgungu 7 . . ea ngungkapan manajemen 3 (ep kapan manajer GRI: 33 Material Management of material Topics 2021 toples GRI 205: 2051 738 - . - Antikorupsi Operasi-operasi yang dinilai 2016 memilki risiko terkait korups - - . GRI 205: 2051 Anticoerupton Operations assessedi for isks 2016 related to cortuption 2052 Komunikasi dan pelatihan tentang kebijakan dan - - - prosedur antkorupsi 2082 Communication and trcining about antl-coruption policies and procedure: 2053 insiden korupsi yang terbukti dan tindakan yang diambil - - 2053 Confrmed incidents of Sorruption and actions taken Energi Energy Seni Matertat Bangun ji kl " " : pik Mater ngungkapan manajemen 221 Kok GR13: 33 Material Management of material Toples 2021 topes GR 302: 3021 Energi 2016 Konsumsi energi di datam organisasi 9899, 109 - - - GRO: Energy: 3021 Eneray consumption within the organization 3022 9890 - - - Konsumsi energi di luar organisasi - - - 3022 Eneray consumption cutside of Ihecrgarization 3023 100 - " - Intensitas energi 3023 Energy Intensity 302 98 - - . Pengurangan konsumsi energi 3024 Reguetion of energy censumption Ia ngan pat 9 - - - engurangan pada energi yang tuna untuk 0 . - . produk dan jasa 3025 Reductians in energy egultements of products and services Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025
Page 156 OCR 0.625
Emisi Envisslons Sepi Material at Ba GRI: Materlat Toples 2021 GRI 305: Emisi 2016 GRI 305: Emlasions 2016 Umbah Waste SRS: Topik Matarial 2021 GRIS: Material Topics 2021 Halaman Panet Persyaratan yan Tidak Dicantumkan Reguirementis/ Oresit 3 angka h ga - - . ungkapan mangjemen ba 'gkap: 33 Management of material topies 3051 10 - - . Emisi GRK (Cokupan 1) langsung 3051 Direct (Scope 1) GHG emissiens KI) - - . Ea Of (oakupan 2) “dak langsuni - - - Tniige (Scope 2) GHG @missions #ione Kakuran 9 dak Fang la Bibartndrat (Soope 8 CHO emisslons 3054 101-103 - - - Intensitas Emlsi GRK 305:4 GHG emissions intensity 3055 . 97, 102103 - - . Pengurangan emis! GRK 3055 Reduction of GHG emissions 305: Emisi zat perusak ozon (0DS 05-6 Hiastonser gpopedenlsing substances (ODS) Wigan Oksida (NO2) sulfur (80x), dan ernisi udara - - - signifikan lainnya 3087 Niwogen ogees 1101 sulfur rides (SO), and other: Sinicsnt ak emisalons 33 105 - - . Pengungkapan manafernen topi 33 Management cf material topics Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025
Page 157 OCR 0.714
INDONESIA. || INERASTRUCTURE. FINANCE Yang Ti Pengungkapan- pengungkapan Halaman Nona Persyaratan yang Disele Tidak Dicanturnkan ia ir lasan Oruted GRI 306: 2061 Limbah 2020 Timbufan limbah dan dampak se signifikan terkait imbah - - . 1306: GRI 306: Waste 2020 3061 “Waste generation and significant wasiereloted impacis 105 - - - 108 - - - men dampak In terkait limbah - - - 3062 Management of significant wasterelated impacts 2063 Timbalan limbah 2063 Waste generated 3064 106 - - - Limbah yang dialihkan dari pembuangan akhir - - . 06x “Waste diverted from disposal 306-5 108 - - - Limbah yang dikirimkan ke pembuangan aktir - - - 3065 . Waste directed to disposal Ketenagakerjaan Employment SRI 3: 33 Topik Material Pengungkapan manajemen 2021 topi GRI3: 33 Material Management of material Topics 2021 topics gran, doa rae125 : - - Kgupegiketpan Perekrutan karyawan baru Gan pergantian karyawan - - - ma aa 7016 New employee hires and empiayae turnoner 4012 139 - - - Tunjangan yang diberikan kepada karyawan pumawaktu - - - yang dak diberikan kepada aryawan pada kurun waktu tertentu atau paruh waktu 4012 Benefits provided to (ulltime employees that are not Provided to temporary er part- lima employees 4013 180 - - - Cuti melahirkan 4013 Perental leave Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastuctura Finance | Sustainability Report 2025
Page 158 OCR 0.659
GRI Indeks Pengung pengung Kesehatan dan Keselamatan Kerja Oceupatlonal Healih 8 Safety “GRI3: Tepi matt 2021 Material Toples 2021 GRI 403: Kesehatan dan Keselamatan Kerja 2018 GRI 403: Oecupatlonat Heslihang Sat 2018 GRI 403: Kesehatan dan Kesetamatan Kerja 2018 GRI 403: 33 Pengungkapan manajemen topi 33 Manegement of material tepics 4031 Sistem manajemen kesehatan dan keselamatan kerja 4081 Oscupational healih and saleiy maragement system Fantnasian an bahaya, penil Pwesigas anta" Haindicontiteaton risk assessment, and incident investigation 4033 Layanan kesehatan kerja 4033 Orcupational heatih services 4034 Partisipasi, konsultasi, dan kemuolkasi pekerja ohtang hegehatan dan kesoaratan en “eter portetaton, Sonsuation and commuricar Serupatona! health and safety bihan pekerja mengenal sehatan dan kogelariatan 4025 Worker training on. erupationai health and satety 14026 Peningkatan kualitas kesehatan pekerja 2035 Promotion of worker healih 4937 Pencec dam an (dan keselamatan kerja yang secara langsung terkait (hubungan bisnis 4037 Prevention and mitigation of 'oceupationai health and salety Impacis direoty Ii 'yy business reletio Patayang jereakup dalam pisiom manajemen dan keselamatan kerja 3:8 Workers covered by an eeupatlonai heatin andi Safety management system Yang Tidak Dicantumkan Halaman Cuyata) Persyaratan yang Tidak Dici teguirement: 183 - 133134 - 194136 - 138 - 135 - 135 - 138 - 194 - 183 - Laporan Keberlanjuta tumkan A Penjelasan Omitteg , txotanatior 5 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025
Page 159 OCR 0.587
INDONESIA INFRASTRUCTURE FINANCE Yang Tidak Dicantumkan GRI Indeks Pengungkapan. Halaman peda pengungkapar " teeason txplanation SRI 403: 4029 134 . - . Kesehatan Kecelaaan kerja Keselarnatan 4039 : : : Kerja 2018 WOrkeretated Injurins upalional 40819 14 - - - Herlin ang Penyakit akibat kerja | : g 2013 “92-10 WWorlerelated il heatth Pelatihan dan Pendidikan Training and Educaton GRI: 33 128 - - - MMaterlat Pengungkapan menalemon 2021 topi - - - GRt3: 33 Material Management of material Toples 2021 topies GR ane: 40an 12 - - - Pelatihan dan Ratarata jam pelatihan per Pendidikan tahun per pekerja - - - 2016 21 GR a0: Average hours of training per Trainingand year per employee Education 2016 2012 18 - - . Progtam untuk meningkatkan keterampilan pekerja dan - - . program bantuan peralihan s012 Program for uparading #mpioyee aklis and Wansition assistance programs. 4013 128 - - . Persentase karyawan yang menerima tinjaven rutin - - - terhadap kinerja do pengembangan karier 043 Percentage of employoes teceivingtogular Perlormance and career development tevions Nondiskriminasi Wondiserimination Sapikitatetat—— ehgungkapr " N — . Tor ta ngungkapan manajemen 202i Tpi " - - - R13: 33 Material Managemen: of mateniat Toples 2021 topies cal 106: 4061 ang . - - Agidivsiminst insiden diskriminasi dan 6 tindakan perbaikan yang - - . artung: dilokukan Mondircriminat kano 6-1 Incidenis of diserimination and corrective actions taken Laporan Keberlanjutan 20251 PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025
Page 160 OCR 0.583
Yang Tidak Dicamumkan GRI Indeks Pengungkop: Halaman 'ungkapar Bit pengungkap: ts Didor ayols, aratan yang p Tidak Dicanturokan tegur ritte Kebebasan Berserikat dan Perundingan Kolektif Freedom of Association and Collective Bargaining R13: 38 139 . . - TepikMateal Pengungkapan manalemen 2021 topi - - - GRI3: 33 Materlal Management of material “Toples 2021 topies, 4071 182 - . - (Operasi dan pemasok di mana hak atas kebebasan - - . berserikat dan perundingan : Kelak mungkin Beraka 2071 Operatone eng supplersin Wwitlen Ine gn to reedom of assosiatlon and collect v6 bargaining may be atriak Masyarakat Setempat Loeal Communities | s13 H3 1s - - - Tepikatmial. Pengungkapan manajemen 2021 topi - - -. | m3: 33 | Material Management of material | Toples 2021 topies : ORI MO dangan kerrib 1318 - - - asyaraket nasi dengan keterlibatan Setempat Mnoyarakar setempat - - - 2016 niaian dampak, dan mb: GRI 412: Local Sommunhies 4131 2016 Operations with local cammunity engagement, impact assessments, ana @evelopment programs : 13, kva m3 - - . rasi yang secara a Gn yang balpotenst memilki - - . Sampak negati sgntikan terhadap masyarakat Setempat a12 Operations with significant agtual and potential negative impacts on local cammuniies Privasi Pelanggan Customer Privacy BA etotat « 1 . - . Topik Mate ungkapan manajemen 12021 gemekapan manah - - - m3: 33 Materal Menagemeni of materai Topies 2021 topies” SA 418: ana m7 . - . Privasi Pengaduan yang berdasar Pelanggan mengenai pelanggoran - - . 1 216 tehadap pivasi pelanggan an hilangnya cata pelanggan cRang: nya data pelangga Customer aga Pilvany 2016 Substantated complains Concerning breaches of . : Customer privacy and losses Of customer data Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025
Page 161 OCR 0.627
Daftar Pengungkapan Sesuai Standar GRI G4 Jasa Keuangan GRI G4 Financial Services Cross Reference cai | standar | | wataa | 81 Kebiloran ya Fs3 Proses Fsa Proses untuk meningkatkan GRIG4 Financiat Services Inda Halaman Pages Pengungkapan Denlosire lan yang ntumkan memuat komponen Ingkungan dan Jantan pada bian Polictes wah spec environmental and social 34,42 - components applied to business lines. Prosedur untuk mena dan” 5,7 - dngkunga Tandan padan! - #emuma raman Sereening environmenta! ar soelal risks In business lines. s pemantavar 7 - Implemomasi dan kepatuhan ken Pareyaatan - Engkungan dar s0 Tertanam datar perjanjian atau transaksi. Processes for monitoring cllents' Implementation of and complanze win environmental and social Selada 'greements or transactions. 68-69, - kompetensi karyawan dalam 16 n prosedur Iingkunyan Sera" Sostal pada ini bisnis. Progassles) farimproving staff competency to iemplernes the enviranmanta! An social polas ang (oeodunes as ppiledto usiness lines: Fss Interaksi dengan kileny/ . - Laporan Kebert FS6 Persentase Investee/mllra usaha terkaht risiko dan peluang lingkungan - dan sosial, Interacttons with clients7 investees/buslness partners tegar roamer social risks and opportunities. rtofollo untuk setiap Iii bisnis berdasarkan “wiayah, skala usaha, - (misanya mikcofuKmmbesan, Perentogoo the ontfolio for business Ines by spocife lala and by 2geor. tentu pada setiap Ini biemir dinel beraroarkan tujuan. Monetary value of products andser Lencana to liver a specific sc Paket ora buagos Ine broken dawn by purpose. njutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025 Yang Tidak Dicantumkan INDONESIA INFRASTRUCTURE FINANCE Penjelasan
Page 162 OCR 0.583
GRI GA Financial ng Services Fsto FS11 Fst2 Fs13 Pengungkapan Monetar Teo of ogase og series designadto dellyar a specilio nvraamental benefit or #ach business line broken dorm by purpose. Cakupan dan frekuensi audit Untuk menda! Implementasi kei jakan. lingkungan: dan penlaian niko Coverage and freguency of Budits fa assess 2 policles and risk assessment procedures, Persentase dan Jumlah erusahaan dalam partafollo Institusi yang telah diajak berinteraksi aleh organisasi pelapor terkait Isuingkungan Percontage and sumberat companies heldin tn imeututons portal with wwhloh the reporting rganisation has Interacted (on environmental or social issuos, Persentase aset yang melalu ses penyaringan pos Sam aga ega Tingkungan atau sosial. Of of assets voer topositive end Se enoamaran andal screening, Ikan pemungutan suara 8 Na aakan Untar kungan au soal! atas IK suaranya Sen ang Ta Gt pemungutan svara oleh Organisasi pelapor. Voting polioy(tes) appiied to environmental or social issues for shares over which the reporting organization hnolds the right 10 vote shares Or advises On voting. Access points inlowe. populated or economically disadvantaged areas by type, idak Dicantumkan Halaman Pagstst Persyaratan yang Tidak Dicantumkan. Bagairomergis) Costa 17, 89 - - & - 7 - - : . Po - : - : " po 5x 16 " - - - “ - Tidak Relevan , - - ' Not Relevant # - Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sus Penjelasan nability Report 2025
Page 163 OCR 0.727
INDONESIA INFRASTRUCTURE FINANCE Yang Tidak Oicantumkan standar Oowssior GRI 1m Onselosure Persyaratan yang Pane Tidak Dicantumkan alasan Penjelasan Kewa Feptunatsan pom Po criGa Pengungkapan Halaman | | Fst4 Inistatf untuk meningkatkan - - Tidak Relevan : - akseo layanan keuangan bag! kelompok masyarakat kurang - Not Relevant - mampu. Initatives toimprove access to financial services for disadvantaped people. FS1S Kebijakan untuk perancangan 88 - - - - GRIc4 an penjulan produk serta Finanelal Jangan yang adi, - - - Services Poticies for the fair design and sale of financial products and services. FS16 Inolti untuk meningkatkan - - Tidak Relevan - - iterasi keuangan berdasarkan jenis penerima manfaat, - Not Relevant . Initiatives toenhance Tinancial Iteracy Hy type of benetielary. Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025
Page 164 OCR 0.881
an) Moores Rowland Independent Assurance Statement Report No. 0426/BD/0047/IK To the management of PT Indonesia Infrastructure Finance, We were engaged by PT Indonesia Infrastructure Finance (TIF') to provide assurance in respect to its Sustainability Report 2025 (“the Report'). The assurance engagement was carried out by our highly experienced assurance team whose diverse and complementary skills ensure a high level of competence in carrying out their duties. Independence We conducted all our assurance undertakings with Independence and autonomny having not been involved in the preparation of any key part of the Report. Nor did we provide any services to IIF during 2025 that could conflict with the independence of the assurance engagement. Assurance Standards Our work was carried out in accordance with AA1000 Assurance Standards v3, issued by AccountAbility. Level of assurance and criteria used By designing our evidence-gathering procedures to obtain a moderate level of assurance engagement as set out in AA1000AS v3, readers of the Report can be confident that all risks or errors have been reduced toa very low level, although not necessarily to zero. Moreover, the Report was also evaluated in accordance with the criteria of AA1000 AccountAbility Principles (2018) of Inctusivity, Materiality, Responsiveness and Impact, Scope of Assurance We provided a Type 2 assurance engagement under AA1000AS v3. This involved: 1) Assessment of IIF's adherence to the AA1000 'AccountAbility Principles (2018) and PT, Moores Rowiand Indonesia Jl Sisingamangaraja No. 26 - Jakarta Selalan 12120 - Indonesia Tak: 46221 7202605 - Fax: 162 21 7202006 - wwwrmoores-TOWiaNd.com 2) Assessment of the accuracy and guality of the specified sustainability performance information contained within the Report, in relation to the agreed scope, which comprised: # Energy # Emissions Responsibility MF is responsible for the preparation of the Report and all the information and ciaims therein, which include established sustainability management targets, performance management, data collection, etc. In performing this assurance engagement, our responsibility to the management of IIF was solely for the purpose of verifying the statements it made in relation to its sustainability performance, specifically as described in the agreed scope, and expressing our opinion on the conclusions reached. Methodology In order to assess the veracity of certain assertions and specifled data sets included within the Report, as well as the systems and processes used ta manage and report them, the following methods were employed during the engagement process: . « Review — the Report, internal — palicies, documentation, management and information systems, «Interview relevant staff involved in sustainability- related management and reporting: and # Follow data trails to their initial aggregated source soas to check data samples to a greater depth. Limitatlons Our scope of work was limited to a review of the accuracy and reliability of specified data and Intervlews with data providers, persons in charge of data collection and processing, as well as persons in charge of sustainability — performance-related information. (OPRAXITY tempenarng Buninonn Glebolly Laporan Keberlanjutan 2025 1 PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Repori
Page 165 OCR 0.884
(3 INDONESIA INFRASTRUCTURE FINANCE m 7 Moores Rowland Canclusions UIF's allocation of resources to stakeholder Conclusions in regard to adherence to the AA1000 AccountAbility Principles of Inclusivity, Materiality, Responsiveness and Impact include the following findings: « Inclusivity An assessment was made on whether IIF has included all key stakeholders in developing and achieving an accountable and strategic response to sustainability issues. Demonstration of IIF's strong commitment to stakeholder inclusivity included the conducting of needs assessment surveys and a materiality level survey of the key stakeholder groups. Our overall assessment is that IIF has set in place an effective system that enables key stakeholders to participate in the development of the organization's response in the context of sustainability. In order to maintain and strengthen the effectiveness of this inclusivity, however, we recommend that IIF carries out regular monitoring of its systems and procedures, and implements improvemenis where necessary. » Materiality With stakeholders reguiring material information on which to base their informed judgments, Getisions and actions, an assessment was carried out to determine the extent to which IIF has included such information in the Report, IIF's strong commitment to meet stakeholder needs in this field was evidenced by the provision af adeguately reported and balanced information on key material issues. Nevertheless, as demands for information continue to increase, we recommend that IIF conducts materiality tests on a regular basis for inclusion in future reports. » Responsiveness As it is increasingly important to communicate in meeting stakeholder expectations, an assessment was carried out to determine the degree to which IIF demonstrates its accountability in this area. PT, Moores Romland Indonesia Jl Ssingamargaraja No. 26 — Jakarta Selatan 12120 - Indonesia et 48221 7202605 - Fax 462 21 720 2608 - www moores-owland.com Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sus engagement, the timeliness and accessibility of reported information, and the types of communication mechanisms regularly employed, were all indicative of IIF's responsiveness to key stakeholder concerns and expectations. As in other areas, however, vigilance is of key importance, and we recommend that IIF conducts regular monitoring while — improving stakeholder — engagement procedures where necessary in future reports. " Impact An assessment was made on whether IIF has monitored, measured and is accountable for how its actions affect their broader ecosystems. IIF has integrated identified impacts into its key management processes including, for example, its materiality assessment process, organisational strategy, governance, goal setting, and operations. In order to strengthen the effectiveness of the assessment and disclosure of its impacts, however, we recommend that IIF provides the necessary competencies and resources to measure, evaluate and manage its impacts, conducts regular monitoring of its systems and procedures, and implements improvements, where necessary, Based on our limited assurance engagement, nothing has come to our attentionthat causes us to believe the data in the Report is materially misstated. All key assurance findings are included herein, while detailed observations and follow-up recommendations have been submitted to IIF management in a separate report, Jakarta, April 7, 2026 AA1000 Licensed Report 00D-107/V3-IAF?5 Okt James Kallman Chief Executive Officer Moores Rowland is an International organization specializing in audit, aecounting, tax, legal cnd Advisory, business and human rights services In Indonesia. Moores Rowlond is a member of Prasity AISBL, the world's largest Alliance of Independent and unoffiliated Gudit and consultancy companies. With more than 65,000 professionals operating in 126 countries across the globe, each sharing the same values and sense of responsibility, Praxity is served by Moores Rowland in Indonesia, one of the leading sustainability OPRAXITY tmpowering Bumn ability Repart 2025
Page 166 OCR 0.732
nf) Moores Rowland assurance providers. (PT. Meores Rowland Indonesia Jl Sisingamangeraja No. 26 - Jakarta Selatan 12120 - Indonesia PN " Tet48221 7202605 « Fax 46223 720 2606 - www.Mooresomand.com & — #mpoworing Musinesa Otebally Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025
Page 167 OCR 0.695
INDONESIA INFRASTRUCTURE FINANCE Laporan Penjaminan Eksternal terkait Verifikasi Perhitungan Emisi Gas Rumah Kaca Cakupan 1 dan 2 IIF pada tahun 2025 External Assurance Report on the Verification of IlF's Scope 1 and 2 Greenhouse Gas Emission Calculation for the Year 2025 CARBON TRUST Certificate of Assurance PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) has measured the organisational carbon footprint of their organisation for their: NF Headguarters, Prosperity Tower Carbon Trust Assurance Limited verifies that in acoordance with ISO 14064-8 that PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) has caloulated the organisattonal carbon footprint of their Seope 1:All emissions sources Scope 2: All emissions sources (location- and market-based) emissions in the reporting period 01/01/2024 - 31/12/2024 in their HF Headguarters at | Prosperiy Tower 58rd - 55th Floor, District 8 (Jakarta, Indonesia), in accordance with: Greenhouse Gas Protocol: A Corporate Accounting and Reporting Standard: Greenhouse Gas Protocol: Scope 2 Guidance The Carbon Trust — Organisational Carbon Footprints - Part 1 The Carbon Trust — Organisational Carbon Footprints - Part 2 Awarded: 28 February 2025 For and on behalf of Carbon Trust Assurance Ltd, HW netnt2 Martin Hockaday, Head of Assurance Ina ertao geenusn apem ny Pia ta ceres Ba mba Im AineE Lutena ae R Glee top e Sa Na DK Ea TA ANAN elo rah once De Cat Amar ra An Ka Asarane Lem nga mein ErpindaN Mr w1Se BIN Yr mba DOSA mr Agar DUA me Per P3 Pace Ran Lg SE HACK kotor MUG TATO OS Cat Tu hore Lari petai Ie Lte Tomi pewpotcnpanen Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025
Page 168 OCR 0.633
— Ba 3 CARBON TRUST Carbon Footprint Label PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) has measured the organisational carbon footprint of their IF Headguarters, Prosperity Tower Carbon Trust Assurance has verified that this organisation has met allthe reguirements for using the Carbon Trust Carbon Footprint Label. Tan The IREPORTING Pe PERIODJ carbon #misslona of this CARBON organisation covering TRUST TOPERATIONAL VERIFICATION TIAKIGED | p0wNOARYI hevebeen VEMMED Coje Verified In accordance ORGANISATIONAL FOOTPAINT | With the GHG Protocol. The above is the generic version of the Carbon Trust Label which you are Iicensed to use, the final Label text and artwork for your label shall ba Issued upon agreement of text and signatory of the Label Licence Terms and Conditions. Awarded: 28 February 2025 Valid Until: — 27 February 2026 for and on behalf of Carbon Trust Assurance Ltd, Nina Martin Hockaday, Head of Assurance Tentor pet) pem Pr emut we dang Lara mes ran omi On Apa an en Dea naa Me megan Ken Tn Ainan Dt edi So be Sato be ne pr on Taboa Ma Ata Ke mun nge mad Brg ene RA Undangan BA RS meh gmn Dera Le Ane JS ra Ma ot SE AC Teken HA O07 1TODOE Latan TentAnmesa ragi Patel Cadon TA peupaloempanea Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025
Page 169 OCR 0.900
INDONESIA || INFRASTRUCTURE FINANCE Daftar Singkatan List of Abbreviation Abbreviation Singkatan Nama Lengkap Full Name ADB Asian Development Bank Asian Development Bank AKB Aksi Keuangan Berkelanjutan Sustainable Finance Action BBM Bahan Bakar Minyak Fuel BEI Bursa Efek Indonesia Indonesia Stock Exchange BPJS Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Social Security Administrator BUMN/SOE Badan Usaha Milik Negara State Owned Enterprise B3 Bahan Berbahaya dan Beracun Hazardous and Toxic Materials CAP Rencana Tindakan Perbaikan Corrective Action Plans DEG Ai an Dab eangegesalachattmbH EBT Energi Baru Terbarukan New and Renewable Energy cce Good Corporate Governance Good Corporate Governance GUP Good International Industry Practice Good International Industry Practice CJ Giga Joule Giga Joule GRI Global Reporting Initiative Global Reporting Initiative GRK/GHG Gas Rumah Kaca Greenhouse Gas GRM Mekanisme Penanganan Keluhan Grievance Redress Mechanism IBRD International Bank for Reconstruction International Bank for Reconstruction and Development and Development IFC International Finance Corporation International Finance Corporation Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrasturture Finance | Sustainability Report 2025
Page 170 OCR 0.924
Abbrevlation Singkatan Nama Lengkap Full Name 1 Indonesia Infrastructure Finance Indonesia Infrastructure Finance IPCC | Intergovernmental Panel on Climate Change Intergovernmental Panel on Climate Change Jabodetabek Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi K3/0HS Keselamatan dan Kesehatan Kerja Oecupational Health and Safety KKN/CCN Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme Corruption, Collusion, and Nepotism KPBU/PPP Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha Public Private Partnership kwh Kilowatt Jam Kilowatt Hour LPEM UI Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Institute of Economic and Social Research Universitas Indonesia University of Indonesia LST/ESG Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola Environmental, Social, and Governance MW Megawatt Megawatt NRC Kornite Nominasi dan Remunerasi Nomination and Remuneration Committee NRW Non-Revenue Water Non-Revenue Water ODS Bahan Perusak Ozon Ozone Depleting Substance OIKN Otorita Ibu Kota Nusantara Otorita Ibu Kota Nusantara OJK Otoritas Jasa Keuangan Financial Services Authority OM Operation Manual Operation Manual PCAF Partnership for Carbon Accounting Financials Partnership for Carbon Accounting Financials PDAM Perusahaan Daerah Air Minum Regional Drinking Water Company PLTA Pembangkit Listrik Tenaga Air Hydroelectric Power Plant Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025
Page 171 OCR 0.922
INDONESIA Ig INFRASTRUCTURE FINANCE , Semakan Nama Lengkap Full Name PLTB Pembangkit Listrik Tenaga Bayu Wind Power Plant PLTBm Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa Biomass Power Plant PLTMH Pembangkit Listrik Tenaga Mini-Hidro Mini-Hydro Power Plant PLTP Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi Geothermal Power Plant PETS Pembangkit Listrik Tenaga Surya Solar Power Plant PTSMI PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) POJK Peraturan OJK OJK Regulation RAKB Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan Sustainable Finance Action Plan RUED Rencana Umum Energi Daerah Regional Energy General Plan RUPS/GMS Rapat Umum Pemegang Saham General Meeting of Shareholders S8E Sosial dan Lingkungan Social & Environmental SDM/HR Sumber Daya Manusia Human Resources SED Divisi Sosia! dan Lingkungan Social and Environmental Division SEDD Uji Tuntas Sosial dan Lingkungan Social and Environmental Due Diligence SEMS Sistem Manajemen Sosial dan Lingkungan Social and Environmental Management System SEOJK Surat Edaran OJK OJK Circular Letter SFWG Sustainable Finance Working Group Sustainable Finance Working Group SMBC Sumitomo Mitsui Banking Corporation 'Sumitomo Mitsui Banking Corporation SMV Special Mission Vehicle Special Mission Vehicle Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025
Page 172 OCR 0.883
Abbreviation Singkatan Nama Lengkap Full Name SPAM Sistem Penyediaan Air Minum Drinking Water Supply System : TPB/SDGS . . Tujuan Pembangunan Berkelanjutan Sustainable Development Goals TUSL/CSR Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Corporate Social Responsibility Top Transit Oriented Development Transit Oriented Development TPA Tempat Pembuangan Akhir Final Disposal Site / Landfill UMP Upah Minimum Provinsi Provincial Minimum Wage USD Dolar Amerika Serikat United States Dollar WBS Whistleblowing System Whistleblowing System 3P People, Planet, Profit People, Planet, Profit Tanggapan Terhadap Survei Pembaca Laporan Tahun Sebelumnya '9x 631 Response To The Previous Year's Reader Survey Perseroan tidak mendapat tanggapan dari para pemangku — The Company did not receive feedback from stakeholders following kepentingan setelah diterbitkannya Laporan Keberlanjutan 2024. — the publication of the Sustainabiliy Report 2024. Therefore, this Dengan demikian, dalam laporan ini tidak terdapat informasi secara — report does not contain specific information about the Companys spesifik tentang tindak lanjut yang diambil Perseroan atasttanggapan — ollow-up actions regarding stakeholders" feedback from the previous dari pemangku kepentingan tahun sebelumnya. year, Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia infrastucture Finance | Sustainability Report 2025
Page 173 OCR 0.878
INDONESIA Lembar Umpan Balik I95x 6.21 Feedback Form Laporan Keberlanjutan IIF Tahun 2025 IIF Sustainability Report 2025 Silakan pilih salah satu kelompok pemangku kepentingan yang paling mewakili Anda: Please tick the box for the stakeholder group that best describes you: Akademisi | Academics Lain-lain | Others: LC) Pegawai | Employee (C) Contractor/Sub-contractor/Vendor/Supplier CJ Konsumen | Costumer (CJ investor/FinancialAnalyst/Shareholders (CC) Regulator CC) neo ( Media g 0 Bagaimana penilaian Anda terhadap laporan ini: Please rate the report for: Parameter Parameter INFRASTRUCTURE FINANCE (1 SANGAT TIDAK BAIK sampai dengan 5 SANGAT BAIK) (1 being POOR up to & being EXCELLENT) Dapat memenuhi kebutuhan Informasi yang Anda butuhkan Meeting your information needs Konten yang lengkap Content Completeness Transparan Transparency Jelas dan mudah dimengerti Clarity and easy to understand Kemudahan dalam mencari informasi tertentu Ease in finding Information Keseluruhan Laporan Overall Report Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Repori 2025
Page 174 OCR 0.906
Laporan ini terdiri dari bagian-bagian berikut: The raport has these following sections: Apakah bagian ini bermanfaat/memuat informasi yang mencukupi? Is it useful/insightful? Bagian Apakah Anda mengakses bagian ini? Section Did you access this section? Strategi Keberlanjutan Sustainability Strategy Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan Sustalnability Performance Overview Profil Perusahaan Company Profile Penjelasan Direksi Board of Directors Explanation Tata Kelola Keberlanjutan Sustainability Governance Kinerja Operasional Operational Performance Kinerja Lingkungan Environmental Performance Ketenagakerjaan Employment Kinerja Sosial Soclal Performance Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability R:
Page 175 OCR 0.912
INDONESIA. INFRASTRUCTURE FINANCE Material aspek apa yang menurut Anda paling informatif dan bermanfaat: Which of our most material aspect did you find informative or useful: Apakah data dan informasi yang disajikan cukup untuk kebutuhan informasi Anda? Is data and information presented sufficient for you? Aspek Keberlanjutan Material Material Sustainability Aspects Terlalu banyak | Meneukupi Terlalu sedikit Too much Sufficient Too little Dampak ekonomi tidak langsung Indirect economic Impact Antikorupsi Anti-corruption Energi Energy Air dan efluen Water and effluent Keanekaragaman hayati Biodiversity Emisi Emission Ketenagakerjaan Employment Kesehatan dan keselamatan kerja Occupational health and safety Pelatihan dan pendidikan Training and education Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report
Page 176 OCR 0.886
Mohon penjelasan, apakah laporan ini telah menjawab pertanyaan Anda tentang kinerja keberlanjutan kami? Please elaborate, does the report address your main concerns about our sustainability performance? Mohon berikan saran kepada kami untuk meningkatkan kualitas laporan berikutnya? How could we improve this report in the future? Mohon kirimkan lembar umpan balik kepada kontak di bawah ini. Terima kasih. Please send the feedback form to the contact below. Thank you Prosperity Tower 53-58" Floor Lot 28, Sudirman Gentral Business District (SCBD) Sustainability Council 3) Jend, Sudirman Kav. 52-53, Jakarta 12190, Indonesia . . Tel (62-21) 5082 6600 PT Indonesia Infrastructure Finance Fax (62-21) 5082 G6D1 Email: sustainability. council@iff.co.id Website: wwwlif.co.id Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia infrastucture Finance | Sustainebility Report 2025
Page 177 OCR 0.731
INDONESIA UNFRASTRUCTURE FINANCE IIF PLN Renewable Energy Certificate (REC) @ATIGRsS PLN tudapa arm 4 ren Beronnan TIGR Registry Certificate of Rctiremcnt APX, Ine,, in its capacity as operator and administrator of ihe TIGR Registry, hercby certifies Ihal ibe following Renewable Energy Certificntos (REC) have been retirad in the TIGR Registry on behalf of: PT Indonesia Infrastructure Finance Total RECS Retired: 600 Retirement Reason Details: Meet Corporate Runcwable Energy Goals Retirement Date: November 19, 2024 Sub-Account Name Projec( Name Project Type TIGRs Serial Numbers Guantity PT Indonosin nfrasarueture Fiowe da Hpvrorlecuie Water ' TA Cirata Haa v TGR-2M0-1D-JB-10-202442734:75591 1076120 500 Reliring TIGRs Account Holder: PT PLN (Porsero) “The Tradable Insirument far Global Ronewables (TIGR) Regisry is an online platform purpose buill 19 mect RETOO besi praetiees guidelines and CDP standards for procuring and reporting purchases Of renewable energy. The Registry Is developed and managed by APX, leveraging more Ikan 15 years of experlenec in environmental markets. For more information: wyaw.apx,com Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025
Page 178 OCR 0.954
Halaman ini sengaja dikosongkan This page is intentionally left blank
Page 179
Page 180 OCR 0.829
PT Indonesia Infrastructure Finance 16221 50826600 Prosperity Tower 53"-557 Floor Lot 28, Sudirman Central Business District (SCBD) B8 sustainability. council@iif.co.id Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53, Jakarta 12190, Indonesia & iif.co.id
Names mentioned 88 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
PT Indonesia Infrastucture Finance
p.2 ×93
unresolved
org
PT Indanesia Infrastucture Finance
p.7
unresolved
org
PT Indone
p.8
unresolved
person
Hj Operatignal Health
p.13
unresolved
org
PT Polytama Propindo-USD
p.23
unresolved
org
PT Ultra Mandiri Telekomunikasi-Rp
p.23
unresolved
org
PT PP Tirta Riau-Rp
p.23
unresolved
org
PT Sumber Aneka Gas-Rp
p.23
unresolved
org
PT Polytama Propindo Project
p.23
unresolved
org
PT PP Tirta Riau Project
p.23
unresolved
org
PT Sumber Aneka Gas Project
p.23
unresolved
org
PT Ind
p.24
unresolved
org
Financial Services Authority
p.29 ×7
unresolved
org
Millennium Challenge Corporation
p.31 ×2
unresolved
org
Kementerian Keuangan Indonesia
p.31
unresolved
org
Bank Indonesia
p.32 ×2
unresolved
org
PT Indonesia Infrastucture Finane
p.34
unresolved
org
PT Indonesia Infrastucture Finano
p.37
unresolved
org
PT Indonesia Infrastuoture Finance
p.43 ×2
unresolved
org
Menteri Keuangan Republik Indonesia
p.48
unresolved
person
Aulia Taufani
p.48 ×2
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.48
unresolved
org
Minister of Finance
p.48
unresolved
org
Minister of Law and Human Rights
p.48
unresolved
org
PT IIF. Hingga
p.52
unresolved
org
PT IIF. As
p.52
unresolved
org
PT Indonesia Inftastucture Finance
p.59
unresolved
—
BoC-IC
· Komisaris
p.60
unresolved
person
Darmin
· Komisaris
p.61
unresolved
person
Nasution
· Komisaris Independen
p.61
unresolved
person
Rinaldi
· Komisaris Independen
p.61
unresolved
person
Rizal
· Komisaris Independen
p.61
unresolved
person
Oza Olivia
· Komisaris
p.61
unresolved
person
Lodewij
· Komisaris
p.61
unresolved
person
Mare-Oliver
· Komisaris
p.62
unresolved
person
Yuji
· Komisaris
p.62
unresolved
person
Lestari
· Direktur
p.63
unresolved
org
Departemen HR
p.65
unresolved
org
Intemational Finance Corporation
p.68
unresolved
person
Dawan
· Komisaris
p.69
unresolved
org
Boardot Risk Management Certification
p.69
unresolved
org
Sertifikasi Manajemen Risiko
p.69
unresolved
org
Bank Mandiri Economic
p.69
unresolved
org
Bank Mandiri Climate Risk Management Workshop Climate Risk
p.69
unresolved
org
PT RSM Indonesia Asian Development Bank
p.69
unresolved
org
PT SMI
p.71 ×2
unresolved
org
Kementerian Kevangany
p.75
unresolved
org
Ministry of Finance
p.75
unresolved
org
Payment of Final Tax
p.90
unresolved
org
PT Indonesia Infrastucture
p.91
unresolved
org
PT PLN (Persero)
p.98 ×4
unresolved
org
PT Polytama
p.107
unresolved
org
PT Polytarna
p.107
unresolved
org
Pemerintah Provinsi Gorontalo. Gerontais Provincial Government. Kegiatan
p.115
unresolved
org
Kementerian Keyangan Ministry of Finance
p.115
unresolved
org
Ministry of Finance Dukungan
p.115
unresolved
org
PT Seraya Muhi Penjarnan Iirasirutu Indonasia Persero
p.116
unresolved
org
PT PII
p.116
unresolved
org
PT Sarana Multi Infesutuktur Persero
p.116
unresolved
org
PT Penjarinan Iirasruktu Indonesia Persero
p.116
unresolved
org
PT PIM
p.116
unresolved
org
PT Indonesia Infrastueture Finance
p.118
unresolved
org
PT IIF.
p.128
unresolved
org
PT IIE In
p.128
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.