Skip to content
Back to announcement

AnnualReport2025-IIFF-att4.pdf

Other Text extracted IIFF

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 180

Page 1 OCR 0.827
INDONESIA
| INFRASTRUCTURE
8 | FINANCE

Laporan Keberlanjutan
Sustainability Report 2025

Page 2 OCR 0.917
Jalan Tol Pemalang-Batang
Pemalang-Batang Toll Road

Laporan Keberlanjutan PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025

Page 3 OCR 0.898
INDONESIA,
INFRASTRUCTURE. —--—
FINANCE

Tema Laporan
Report Theme

Enhancing
Progress

PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) terus
meningkatkan kualitas dan skala dampak dari setiap
pembiayaan infrastruktur yang dilakukan. “Enhancing
Progress" mencerminkan adaptasi dan inovasi
Perseroan dalam menghadirkan solusi pembiayaan
yang relevan bagi proyek-proyek strategis nasional,
dengan tetap memperkuat kualitas portofolio dan tata
kelola yang berintegritas. Melalui integrasi aspek
Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola (LST) yang lebih
dalam serta penguatan ekosistem kemitraan, Perseroan
berupaya mengakselerasi kemajuan pembangunan
nasional yang inklusif, tangguh, dan berkelanjutan bagi
generasi mendatang.

PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) continues to
improve the guality and scale of the impact of every
infrastructure financing project it” undertakes.
“Enhancing Progress” reflects the  Companys
adaptability and innovation in delivering relevant
financing solutions for national strategic projects, while
continuing to strengthen portfolio guality and
governance with Integrity. Through deeper integration of
Environmental, Social, and Governance (ESG) aspects
and the strengthening of the partnership ecosystem, the
Company strives to accelerate inclusive, resilient, and
sustainable national development for future
generations.

Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance inability Report 2025

Page 4 OCR 0.918
Daftar Isi

Table of Contents

Tema Laporan
Report Theme

Pernyataan Anggota Dewan Komisaris Tentang Tanggung
Jawab Atas Laporan Keberlanjutan Tahun 2025

Statement of Members of the Board of Commissioners
on Responsibility for the 2025 Sustainability Report

Pernyataan Anggota Direksi Tentang Tanggung Jawab
Atas Laporan Keberlanjutan Tahun 2025

Statement of Members of the Board of Directors on
Responsibility for the 2025 Sustainability Report

TENTANG LAPORAN
KEBERLANJUTAN

About the Sustainability Report

1 Cakupan dan Batasan Laporan
Scope and Limitations

2 Standar Pengungkapan
Disclosure Standards

3 Perlode dan Frekuensi Pelaporan
Reporting Period and Freguenoy

4 Penyajian Kembali Informasi
Restatement of Information

5 Penjaminan Eksternal
External Assurance

6 Topik Material
Material Topies

BAB 01
IKHTISAR
KEBERLANJUTAN

Chapter 01 Sustainability Highlights

14

1.1 Kinerja Aspek Ekonomi
Economic Performance
1.2 Kinerja Aspek Lingkungan
Environmental Performance
1.3 Kinerja Aspek Sosial
Social Performance
1.4 Dampak Positif Berkelanjutan
Sustainable Positive Impact
1.5 Pencapaian Utama Penerapan Keuangan Berkelanjutan
Sustainable Financing Implementation Key Achievements
1.6 Penghargaan
Awards

16

18

20

2

22

BAB 02
PENJELASAN DIREKSI

Chapter 02 Board of Directors Explanation

26

BAB 03
KOMITMEN
KEBERLANJUTAN IIF

Chapter 03 IIF' Sustainability Commitment

38

3.1 Visi, Misi, dan Nilai Keberlanjutan
Vision, Mission, and Sustainability Values

3.2 Strategi dan Prinsip Keberlanjutan
Sustainability Strategies and Principles

3.3 Pilar Keberlanjutan
Sustainability Pillars

3,4 Integrasi Keberlanjutan dalam Proses Bisnis
Sustainability Integration Into Business Process

3.5 Komitmen Kebijakan
Policy Commitment

3.6 Dukungan terhadap Sustainable Development Goals (SDGS)
Support for the Sustainable Development Goals (SDGs)

BAB 04
PROFIL PERUSAHAAN

Chapter 04 Company Profile

37

38

39

4

46

4A Informasi Umum
General Information

4.2 Struktur Kepemilikan Saham
Share Ownership Structure

4.3 Skala dan Kinerja Organisasi
Organization Scale and Performance

4.4 Kegiatan Usaha
Business Activities

4.5 Keanggotaan Asosiasi
Association Memberships

4.6 Wilayah Operasional
Operational Areas

48

49

50

50

54

55

Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance ( Sustainability Report 2025

Page 5 OCR 0.860
INDONESIA
| (4 INFRASTRUCTURE
FINANCE

BAB 05 BAB 07

TATA KELOLA MENJAGA LINGKUNGAN

KEBERLANJUTAN SECARA BERKELANJUTAN

Chapter 05 Sustainability Governance 56 Chapter 07 Preserving a Sustainable Environment ga

51 Struktur Tata Kelola 50 7.1 Kornitmen Keberlanjutan Lingkungan 96
Governance Structure Environmental Sustainability Gommitment

5.2 Penanggung Jawab Penerapan Keuangan Berkelanjutan 64 7.2 Energi Baru dan Terbarukan 9
Responsibility for Sustainable Finance Implementation New and Renewable Energy

5.3 Pengembangan Kompetensi Tata Kelola Keberlanjutan 68 7.3 Jumlah Pelanggan yang Dilayani 98
Sustainable Governance Competency Development Number of People Served

5.4 Manajemen Risiko Keuangan Berkelanjutan 70 7.4 Energi dan Emisi 98
Sustainable Risk Management of Finance Energy and Emissions

5.5 Manajemen Risiko Perubahan Iklim 7 7.5 Pengelolaan Air dan Limbah 105
Climate Change Risk Management Water and Waste Management

5.6 Komunikasi Isu-isu Penting dalam Keuangan Berkelanjutan — 72 7.6 Keanekaragaman Hayati 107
Communication of Critical Issues in Sustainable Finance Biodiversity

5.7 Etika, Anti Korupsi, dan Benturan Kepentingan 76 7.7 Biaya dan Pengaduan Lingkungan 108
Ethics, Anti-Corruption, and Conflict of Interest Environmental Costs and Grievances

5.8 Sistem Pelaporan Pelanggaran 80
Whistleblowing System

5.9 Tantangan Implementasi Keuangan Berkelanjutan 82
Sustainable Finance Implementation Challenges BAB 08

MENCIPTAKAN DAMPAK SOSIAL
YANG BERKELANJUTAN

Chapter 08 Creating Sustainable Social Impact 110
BAB 06 ag
MEMBANGUN PERTUMBUHAN 84 Dampek Sosial den Ekonomi Tidak Tangsung 113
Indirect Social and Economic Impects
EKONOMI YANG BERKELANJUTAN 8.2 Inisiatif Pemberdayaan Masyarakat 15
Chapter 06 Building a Sustainable Economic Growth 84 Cemmunity Empowerment Initiatives
8.3 Mekanisme Pengaduan Sosial 117
6.1 Dinamika Perekonomian dan Sektor Infrastruktur 86 Socia! Grievance Mechanism
Economic Dynamics and Infrastructure Sectors 6.4 Prokik Ketenagakerjaan ts
6.2 Komitmen Pembiayaan Berkelanjutan 8 Emptoyment Practices
Sustainable Financing Commitment 8.5 Kesetaraan dan Anti-Diskriminasi 19
6.3 Layanan Advisory Berkelanjutan 88 Eaualty and Non-Diserimination
Sustainable Advisory Services 86 Profil Karyawan 120
6,4 Kinerja Portofolio dan Pembiayaan 28 Employee Profile
Portfoio and Financing Pertormance 8.7 Rekrutmen dan Perputaran Karyawan 123
6.5 Distribusi Nilai Ekonomi 96 Employee Recruitment and Turnover
Feonomie Value Distribution 2.8 Pendidikan dan Pelatihan 126
6.6 Mitigasi Dampak Produk dan Jasa a Education and Training
Product and Service Impact Mitigation 8.9 Penilaian Kinerja dan Remunerasi 128
6.7 Pengembangan Produk dan Jasa Berkelanjutan » Performance Appraisal and Remuneration
Sustainable Product and Service Development 8.10 Kesejahteraan Karyawan dan Program Pensiun 129
6.8 Ikhtisar Pembiayaan Berkelanjutan 92 Employee Welfare and Retirement Program
Sustainable Financing Highlights 8.11 Kesehatan dan Keselamatan Kerja 133
Oooupationat Health and Safety
8.12 Pengaduan Ketenagakerjaan 136
Employment Grievances
8.13 Kontribusi terhadap SDGs 137
Contibution to SDS

Laporan Keberlanjutan 2025 | PF Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025

Page 6 OCR 0.881
Pernyataan Anggota Dewan Komisaris
Tentang Tanggung Jawab Atas
Laporan Keberlanjutan Tahun 2025

Statement of Members of the Board of Commissioners
on Responsibility for the 2025 Sustainability Report

We, the undersigned, the Board of Commissioner of PT Indonesia

Kami yang bertanda tangan di bawah ini, Dewan Komisaris
Infrastructure Finance declare that all information in Fs

PT Indonesia Infrastructure Finance menyatakan bahwa semua

informasi dalam Laporan Keberlanjutan IIF Tahun 2025 telah
disampaikan sesuai dengan POJK No. S1/POJK.03/2017, dan
bertanggung jawab penuh atas kebenaran isi Laporan. Laporan ini
disusun oleh Direksi dan telah mendapat persetujuan Dewan
Komisaris, untuk disampaikan kepada para pemangku kepentingan.

Demikian pernyataan ini dibuat dengan sebenarnya.

Sustainability Report 2025 has been subrnitted in accordance with
OJK Regulation No. 51/POJK.03/2017 and we are fully responsible for
the correctness of the contents in the Report. This report was
prepared by the Board of Directors and has received approval from the
Board of Commissioners, to be submitted to stakeholders.

This statement was truthfully made.

25 Maret 2026 25 March 2026

' Dewan Komisaris - —. mn ka mann man nan
| Boardof Commissioners '

£

/

—

Darmin Nasution
Presiden Komisaris dan Komisaris Independen
President Commissioner and Independent Commissioner

Rinaldi Firmansyah
Komisaris Independen
Independent Commissioner

Na

Lodewijk Govaerts
Komisaris
Commissioner

Oza Olavia
Komisaris
Commissioner

Na

Supriya Prakash Sen
Komisaris
Cormmissloner

Rizal Bambang Prasetijo

Komisaris Independen
Independent Commissioner

e—

Marc Oliver Juenemann
Komisaris
Commissioner

Yuji Fukuda
Komisaris
Commissioner

ran Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustalnabilliy Report 2025

Page 7 OCR 0.888
INDONESIA

INFRASTRUCTURE— —
FINANCE

Pernyataan Anggota Direksi Tentang Tanggung Jawab
Atas Laporan Keberlanjutan Tahun 2025

Statement of Members of the Board of Directors
on Responsibility for the 2025 Sustainability Report

Kami yang bertanda tangan di bawah ini, Direksi PT Indonesia
Infrastructure Finance menyatakan bahwa semua informasi dalam
Laporan Keberlanjutan IIF Tahun 2025 telah disampaikan sesuai
dengan POJK No. 51/POJK.03/2017, dan bertanggung jawab penuh
atas kebenaran isi Laporan. Laporan ini disusun oleh Direksi dan telah
mendapat persetujuan Dewan Komisaris, untuk disampaikan kepada
para pemangku kepentingan.

Demikian pernyataan ini dibuat dengan sebenarnya.

We, the undersigned, the Board of Directors of PT Indonesia
Infrastructure Finance declare that all information in IFs
Sustainability Report 2025 has been submitted in accordance with
OJK Regutation No. 51/POJK.03/2017 and we are fully responsible
for the correctness of the contenis in the Report. This report was
prepared by the Board of Direotors and Ihas received approval from the
Board of Commissioners, to be subrmitted to stakeholders.

This statement was truthfully made.

25 Maret 2026 25 March 2026

Direksi
Board of Directors

Pa

Rizki Pribadi Hasan
Presiden Direktur
Chief Executive Officer

Uty

Eri Wibowo
Direktur Keuangan
Chief Financial Officer

aya Ul

Lestari Andaluscia Umardin
Direktur Risiko
Chief Risk Officer

—

Mohammad Ramadhan Harahap
Direktur Investasi
Chief Investment Officer

Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indanesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025

Page 8 OCR 0.846
Sistem Penyediaan Air Minum di Pekanbaru
Orinking Water Supply System in Pekanbaru

PT Indone:
mengintegrasikan prinsip. kenakan
kegiatan bisnis. Sebagai: wujud k
a ra pemangku kepenting:
njutan setiap tahun untuk: menyaji

Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025

Page 9 OCR 0.903
INDONESIA

INFRASTRUCTURE
FINANCE

Cakupan dan Batasan Laporan ISR' 2-21

Scope and Limitations of the Report

Ruang lingkup pelaporan meliputi aktivitas satu entitas, yaitu
PT Indonesia Infrastructure Finance, di Kantor Pusat Perseroan di
Jakarta, Indonesia, mencakup seluruh inisiatif dan dampak yang
terkait langsung dengan lokasi tersebut, kecuali jika dinyatakan
secara khusus untuk kegiatan di wilayah operasi Perseroan. Per 31
Desember 2025, Perseroan tidak memiliki entitas anak maupun
entitas terkait.

Meskipun ruang lingkup dan fokus pembahasan Laporan
Keberlanjutan ini terbatas pada wilayah kerja di Kantor Pusat MF,
Perseroan juga dapat memasukkan informasi yang relevan mengenai
kegiatan operasional, proyek atau kemitraan penting yang
berkontribusi terhadap narasi keberlanjutan Perseroan secara
keseluruhan. Dengan demikian, terdapat kemungkinan bahwa
meskipun upaya telah dilakukan untuk memastikan cakupan yang
komprehensif, kegiatan atau dampak tertentu mungkin berada di luar
cakupan Laporan Keberlanjutan ini.

Standar Pengungkapan

Disclosure Standards

Penyusunan laporan ini mengacu pada Peraturan Otoritas Jasa
Keuangan (OJK) No. S1/POJK.03/2017, Surat Edaran OJK (SEOJK)
16/2021, serta standar internasional Global Reporting Initiative (GRI)
Standards,

Untuk memudahkan penelusuran, Perseroan menandai tujukan
standar GRI, GRI Financial Services (FS), SEOJK 16/2021 pada setiap
halaman yang relevan dengan sistem penomoran berwarna (merah
untuk GRI, hijau untuk FS, biru untuk SEOJK). Indeks GRI, FS, dan OJK
disajikan pada bagian akhir laporan.

Perseroan juga menyediakan lembar umpan balik pada bagian akhir
Laporan ini, sebagai salah satu media untuk pemangku kepentingan
menanyakan maupun memberikan masukan atas Laporan
Keberlanjutan Perseroan. Selama tahun 2025, Perseroan tidak
menerima umpan balik atas Laporan Keberlanjutan Tahun 2024, Sx
ca

The scope of reporling covers the activities of one entity, namely
PT Indonesia Infrastructure Finance, at the Companys Head Office in
Jakarta, Indonesia, including all ihitiatives and impacts directty related
to that location, unless specifically stated for activities in the
Company's operating areas. As of December 31, 2025, the Company
has no subsidiaries or related entities.

Although the scope and focus of this Sustainability Report is limited
to the work area at IIFs Head Office, the Company may also include
relevant information regarding operational activities, projects or
important partnerships that contribute to the Company overall
sustainability narrative. Therefore, it Is possible that despite efforts to
#nsure comprehensive coverage, certain activities or impacts may fall
cutside the scope of this Sustainability Report.

This report has been prepared in accordance with Financial Services
Autinority (OJK) Regulation No. 57/POJK.03/2017, OJK Citcular Letter
(SEOJK) 16/2021, and the Global Reporting Initiative (GRI) Standards.

For ease of refarence, the Company has marked GRI, GRI Financial
Services (FS), and SEOJK 16/2021 references on each relevant page
using a color-coded numbering system (red for GRI, green for FS, blue
for SEOJK). The GRI, FS, and OJK indexes are presented at the end of
the report.

The Company also provides a feedback sheet at the end of this
Report as a medium for stakehoiders to ask guestions or provide
input on the Companys Sustainability Report. During 2025, the
Ccmpany did not receive any feedback on the 2024 Sustainebilily
Report. bana)

Periode Pelaporan dan Frekuensi ISRI 2-31

Reporting Period and Freguency

Laporan ini menampilkan kinerja-klnerja utama Perseroan khususnya
untuk aspek Ekonomi, Sosial, dan Lingkungan pada periode 1 Januari
2025 hingga 31 Desember 2025, selaras dengan periode pelaporan
finansial Perseroan. Laporan Keberlanjutan Perseroan tahun 2025
merupakan penerbitan laporan tahun ketujuh, diterbitkan pada April
2026 dan dapat diakses di situs web resmi (httpss/lif.co.id/en/
investor/financial-informations/sustai report/).

This report nresenis the Company's key nerformance indicators,
particularly in terms of Economic, Social, and Environmental aspects
(or the period from January 1, 2025 to December 31, 2025, in line with
ihe Companys financial reporting period. The Companys 2025
Sustainability Report is the seventh annual report, published in April
2626 and acsessible on the official website (httpsMlif.co.id/en/
investor/financial-inforrations/sustainability-report/).

Penyajian Kembali Informasi ISRI 2-41

Restatement of Information

Laporan ini memuat sejumlah data yang disajikan kembali
(restatemeni), dan disebutkan pada data terkait. Pada beberapa
pengungkapan, disajikan data historis dalam tiga tahun terakhir
sebagai gambaran kinerja yang konsisten bagi pemangku
kepentingan.

This report contains a number of restated data, which are mentioned
in the relevant data, In some disclosures, bistorical data for the last
three years is presented to provide stakeholders wilh a consistent
picture of performance.

Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025

Page 10 OCR 0.891
Penjaminan Eksternal ISR' 2-5!
External Assurance

Perseroan menggunakan penjaminan eksternal independen untuk
menilai dan memberikan verifikasi tertulis, guna memastikan serta
meningkatkan kualitas Laporan Keberlanjutan, Penunjukan penjamin
eksternal dilakukan dengan mempertimbangkan pengalaman,
jaringan internasional, profesionalisrne, serta independensi terhadap
Perseroan dan pihak terkait. Verifikasi tertulis disajikan dalam
"Penjaminan eksternal atas Laporan Keberlanjutan Perseroan 2025"
yang terdapat pada halaman 164-168. Pelaksanaan penjaminan
eksternal ini mengacu pada standar dan tingkat penjaminan yang
Seguai, OKcdlomi 2-5

Topik Material
Materiality Topics

Topik material adalah isu-isu yang dinilai memberikan dampak dari
kegiatan Perseroan yang paling signifikan terhadap ekonomi,
Ilngkungan, dan masyarakat, termasuk dampak terhadap hak asasi
manusia, sebagaimana mengacu pada GRI Topic Standards 2021
serta GRI G4 untuk Sektor Keuangan. Pembahasan kinerja
keberlanjutan dalam laporan ini difokuskan pada topik-topik material
yang ditetapkan Perseroan melalui metode dan mekanisme yang
selaras dengan konteks keberlanjutan Perseroan.

Penentuan Topik Material 82-11

Materiality Topics Determination

Penetapan topik material dilakukan melalui
sebagaimana dijelaskan pada bagan ini.

empat tahap,

Mengidentifikasi dan
melakukan penilaian
terhadap dampak yani

sudah dan akan terjadi

Memahami konteks
keberlanjutan IIF

Understanding IIF's. Identifying and

sustainability context asngenina netual end
potential impacts

Metodologi Penentuan Topik Material

Methodology for Determining Material Topics

Mengacu pada GRI 3 (Topik Material), Perseroan menerapkan
pendekatan yang terstruktur dan sistematis untuk mengidentifikasi
serta memprioritaskan topik keberlanjutan dengan dampak ekonomi,
lingkungan, sosial, dan tata kelola yang paling signifikan. Proses ini
terdiri dari empat langkah utama, dengan tiga langkah pertama
berfokus pada identifikasi dan penilaian dampak secara berkelanjutan
sebagai bagian dari aktivitas sehari-hari Perseroan dan keterlibatan
pemangku kepentingan. Dengan mekanisme ini, Perseroan dapat
mengelola dampak yang berkembang maupun yang baru muncul,
terlepas dari siklus pelaporan.

3008049

The Company uses independent external assurance to assess and
provide written verification to ensure and improve the guality of the
Sustainability Report The appointment of external assurance
providers Is based on their experience, international network,
professionalism, and independence from the Company and related
parties, The written verification is presented in the "External
'kssurance on the Company's 2025 Sustainability Report" found on
pages 164-168. The implementation of external assurance refers to
the appropriate standards and levels of assurance. paras za

Material topics are issues that are considered io have the most
significant impact of the Company activities on the economy,
environment, and society, including the impact on human rights, as
referred to In the GRI Topic Standards 2021 and GRI G4 for the
Financial Sector. The discussion of sustainability performance in this
report focuses on material toples determined by the Company
through methods and mechanisms that are in line with the Company's

sustainability context.

The determination of material topics was carried out in four stages,
as explained in this chart.

Memprioritaskan

dampak yang paling

signifikan sebagai topik
material

Melakukan penilaian
terkait sianifikansi
dampak

Assessing the
significancs of the
impacis

Prioritizing the most
significant impact as
material topics

Referring to GRI 3 (Material Topics), the Company applied a structured
and systematic approach to Identify and priorilize sustainability topics
with the most significant economic, environmental, social, and
governance impacts. This process consisied of four main steps, with
the first three steps focusing on the Identificalion and assessment of
impacts on an ongoing basis as part of Ine Company daily activities
and stakehclder engagement. With this mechanism, the Company can
manage both evolving and emerging Impacts, regardiess of the

reporting cycle.

Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Repo)

Page 11 OCR 0.851
Untuk memastikan penilaian yang komprehensif, Perseroan
menyebarkan kuesioner keterlibatan pemangku kepentingan kepada
pihak internal dan eksternal, termasuk pemegang saham, mitra
pendanaan, vendor, mitra investasi klien, dan mitra klien advisory,
guna menghimpun pandangan tentang isu-isu keberlanjutan utama
dan tingkat signifikansinya dari beragam perspektif. Pada tahap akhir,
Perseroan memprioritaskan dampak paling signifikan untuk
dilaporkan, sehingga topik material mencerminkan dinamika kegiatan
organisasi, hubungan bisnis, dan kornitmen keberlanjutan yang lebih
luas,

Perseroan melakukan analisis topik material pada tahun 2023 yang
selanjutnya ditinjau ulang setiap tahun. Pada tahun 2025, Perseroan
telah melakukan peninjauan ulang atas topik material yang disajikan
dalam Laporan Keberlanjutan 2024. Perseroan menilai, topik-topik
material tersebut masih relevan dengan aktivitas Perseroan selama
tahun 2025.

Daftar Topik Material !S2' 3-2)

Material Topics List

Berdasarkan hasil evaluasi dampak dan peninjauan kembali atas
konteks organisasi pada periode pelaporan ini, Perseroan menyatakan
bahwa seluruh topik material pada periode sebelumnya masih relevan
untuk tahun 2025. Berikut ini daftar topik material yang dilaporkan
pada laporan ini,

Topik Material

INDONESIA.
“ 4 INERASTRUCTURE
FINANCE

To ensure a comprehensive assessment, the Company distributed
stakeholder engagement guestionnaires to internal and external
parties, including shareholders, funding partners, vendors, investment
clients, and advisory clients, to gather views on key sustainability
issues and their level of significance from a variety of perspectives. In
the final stage, the Company prioritized the most significant impacts
for reporting, so that the material topics reflect the dynamics of the
organizations activities, business relatianships, and broader
sustainability commitments.

The Company conducted a material topic analysis in 2023, which will
be reviewed annvally. In 2025, ihe Company reviewed the material
topics presented in the 2024 Sustainability Report. The Company
@ssessed that these material topics remain relevant to the Company's
activities during 2025.

Based on the results of the impact assessment and review of the
organizationai context during this reporting period, the Company
declared thal all material topics from the previous period remain
relevant for 2025. The following is a list of material topics reported in
this report.

Alasan Mengapa Material

sat Topic R s for Materiality
Sebagai lembaga pembiayaan infrastruktur, kinerja ekonomi IIF secara langsung mencerminkan kemampuan dalam
menjalankan mandat pembangunan nasional, Hat ini menjadi fondasi utama kepercayaan Investor, kreditur. maupun

GRI201 pemangku kepentingan lainnya. Pengelolaan kinerja ekonomi yang berkelanjutan sangat penting bagi Perseroan untuk

Kinerja Ekonomi terus mengalirkan modal ke proyekeproyek infrastruktur yang berdampak luas bagi masyarakat.

Economic As an infrastructure financing institution, F's economic performance directly refleots its ability to carry cut its national

Performance development mandate. This becomes the main foundation of trust for investors, creditors, and other stakeholders.
Sustainable economic performance management is very important for the Company to continue channeling capital to
infrastructure projects ihat have a broad impact on society.

Pembangunan infrastruktur memiliki efek berganda (multiplier effect) Yang sigpiikan, muat dari penciptaan lapangan

GRI 203 kerja, kesejahteraan masyarakat di sekitar lokasi Proyek, peningkatan infrestsuktur serta perbaikan sarana sosial. JIF

Dampak Ekonomi sebagai lembaga pembiayaan Infrastruktur perlu melaporkan bahwa setiap pembiayaan berdampak pada pemerataan

Tidak Langsung pembangunan.

Indirect Economic Infrastructure development has a significant multiplier effect, ranging from Job sreatian, community welfare around

Impacts project sites, infrastruclure improvement, and social facliy improvement. As an Infrastructure financing Institution, IP
needs io report that every financing has an impact on eguitable development
Risiko korupsi datam pembiayaan infrasiruktur bersifat tinggi secara inheren, sehingga komitmen terhadap anti-korupsi
menjadi aspek yang sangat penting bagi reputasi dan kelangsungan bisnis IIF Sebagai lembaga keuangan non-bank,
Perseroan Berkomitmen untuk menjaga integritas dalam setiap transaksi yang dilakukan melalui penerapan kebijakan

GRI 205 antkerupsi. Inisiatif Ini memastikan Kepatuhan terhadap landasan peraturan erundang:undangan serta mendorong

Anti Korupsi praktik bisnis yang beretika pada seluruh kegiatan usaha dan kerja sama yang dilaksanakan.

Anti-corruption The risk ef cortuption in infrastructure financing is inherently high, making a comunitment to anti-corruption @ critical
aspect of IF's reputation and business continutty. As a non-bank financial Institution, the Company Is committad Io
maintaining integrity in every tansaetion through the implementation of anti-cortuption policies. This Intiatve ensures
compilance with the legal Iramework and promates ethical business practices in all business activities and partnerships.
Konsumsi energi memegang peranan krusial dalam imendukung upaya pengurangan ermisi serta peningkatan efisionsi
@perasional IIF: Inisiatif efislensi energi yang diterapkan secara Internal dapat memberikan dampak langsung dalam,

ka 32 menurunkan emisi yang dihasilkan dari aktivitas bisnis utama Perseroan.

Eneray Enercy consumption plays a etucial role in supporting IIFS efforts to reduce emissions and improve operational
efficiency, Energy efficiency initiatives that are implemented Intermaliy can have a direct impasi on teducing emissions
generated from the Company main business aciivities.

Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025

Page 12 OCR 0.796
000

Tingkat Materialitas

Level of Materiality

Untuk menentukan tingkat materialitas topiktopik yang disajikan — To determine the level of materiality of the topics presented in this
dalam laporan ini, Perseroan telah melakukan survei tingkat report, the Company conducted a materiality level survey using a
materialitas melatul metode kuesioner, baik kepada pemangku guestionnaire-based method, involving both internal and external
kepentingan internal maupun eksternal. Hasil survei tersebut stakeholders. The resufts of the survey provide an overview of the
menunjukkan gambaran tingkat materialitas yang digambarkan — level of materiaity, as illustrated below

sebagai berikut.

Topik Material Atasan Mengapa Material

Inisiatf ntuk mengurangi emisi merupakan hal yang sengat penting bagi agenda keberaniutan NE Untuk itu, Perseroan
mengelola dampak perubahan iklim melalui pelaksanaan kegiatan operasional dan pembiayaan yang rendah karbon,
Serta menyelaraskan inisiatif Perseroan dengan komitmen Indonesia sesuai Perjanjian Paris. Perseroan juga
Mengadopsi Protokol Gas Rumah Kaca sebagai standar acuan dalam pengukuran dan pelaporan emisi gas rumah kaca,
guna mernastikan akurasi, konsistensi, dan transparansi data emisi yang dilaporkan.

Pada lovel proyek, Perseroan berkomitmen untuk meningkatkan upaya untuk mengurangi emisi Gas Rumah Kaca (GRK)
Wari proyek yang dibiayai sebagai pemenuhan Prinsip Sosial & Lingkungan (PrinsIp SEE) No.3 tentang Pencegahan dan

GRI 305 ir
AA Pengurangan Polusi, serta Perubahan Iklim.
GHG Emissions Initiatives to reduce emissions are very important to IIFS sustainability agenda. To that end, ihe Company manages the
irapact of ciimate change through low-carbon operational activities and financing, and aligns the Company initiatives
Wii Indonesia's comrmitments Under the Paris Agreement. The Company siso adonts the Greenhouse Gas Protocolas a
teturence standard In measuring and reporting greenhouse 92S €rmissions, ta ensure the securacy, consistency, and
transparency of reported emissions data.
At the project level Ihe Company is committed to Increasing efTorts to reduce greenhouse gas (GHG) emissions from
'inanesd projects In compiiance with Socia! & Environmental Principle (SRE Principle) No. 8 on Pollution Prevention and
Reduction, and Climate Change.
Kualitag pertofoio pembiayaan dan jas advsocy 1F sangat bergantung pada kompetensi, integritas, dan stabilitas
GR40 Tenaga karja yang dimiliki Oleh karena Itu, praktik ketenegakerjaan yang baik dan adil berkontribusi langsung terhadap
1 produktivitas organisasi.
Kepegawalan
Emy The guality of HF financing portfolio and adyisory services is highiy dependent an the cormpetence, Integrity, and
ployment Tewbiliy ol its workforce. Tnerefore, Good and fair employment practices conribute directly to the organization
productivity.
INF berkomitmen memastikan lingkungan kerja yang aman dan sehat bagi seluruh karyewan. Meskipun profi risiko fisik
GRI403 Perseroan relatif rendah, kesehatan dan keselarnatan kerja tetap dinilei material karena merupakan prasyarat
Kesehatan dan produktivitas jangka panjang serta bentuk tanggung jawab nyata perusahaan terhadap pemangku kepentingan
Keselamatan Kerja internalnya.
Oecupational MF is committed to ensuring a safa and healthy working environment for all employees. Although the Company physical
Health and Safety risk profile is relatively low, occupetional Health and sal ety is still considered material as iis a prereguisite for Abate

'roductivity and a form of the company's tangible responsibilty 10 its internal stakeholers.

Kapasitas HIF dalam menilai dan membiayai proyek intrastruktur yang kompleks sangat bergantung pada keahlian teknis
GRI 404 dan finansial karyawannya. Investasi dalam betdihan dan pengembangan Rompetenai ane dadi prioiitas strategis untuk:
Ii

Pelatihan dan Aaamustikan kualitas analisis, inovasi layanan, dan daya saing perusahaan delam jangka panjang.
Training and IIFs capacity to assess and finance complex infrastructure projects is bighiy dependent on the technical and financial
Education @xpartibe of ts employees. Investment in training and competency development is a strategic priorily io ensure the

@ualty of analysis, service innovation, and ihe company's long-term compettiveness.

UF berkomitmen melindungi hak-hak karyawan, menerapkan prinsip kesetaraan dan keadilan sebagai wujud

GRI 406 1 Manusi: 5 j

PA A0 minasi penghormatan terhadap Hak Asasi Maniusia (HAM), sejalan dengan regulasi ketenagakerjaan yang berlaku.

Non-diserimination IIF is committad to protecting employee rights, implementing the principles of eguality and fairness as a form of respect
for hurnan rights, in line with applicable labor regul lations.
'Sebagai lembaga pembiayaan infrastruktur, |IF mengelola data dan informasi sensitif milik mitra, investor, maupun pihak
lain dalem setisp proses transaksi. Perlindungan privasi pelanggan merupakan kewajiban fundamental yang mendukung

GRI a18 kepercayaan pemangku kepentingan serta menjaga reputasi Perseroan sebagai mitra keuangan yang andal dan

Privasi Pelanggan bertanggung jawab.

Customer Privacy As an Infrastructure inencing institution, IIF manages sensitive data and information belongina to partners, Investors,

Snfother pariles im every transaction pr6cesS. Customer privacy protection Is a fundamental obligation that supports
Stskeholder trust and maintains Ibe Gompany'$ reputation as 8 reliable and tesponsible financial partner.

Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025

Page 13 OCR 0.772
INDONESIA
- 1 INFRASTRUCTURE ———-——
FINANCE

Tingkat Materialitas Topik Material IIF Tahun 2025
Materiality Level of IIF's Material Topics for 2025

3
H -
£ bnomi
z Performance
pe .-
S5 8s
Ly S$
83 -
4
22
2.0
2g
z8
» n

Lo.»
BE $$
S9 3

E 23

8 88
a2
3»
Fa
B3 :
ST 'O Non-Diskriminasi :
28 c Non Diseriminatior
& c :
SE B3 O Pelatihan dan Pendidikan
x 2 ta Training and Education
z : O Kesehatan dan Keselamatan Operasional
Hj Operatignal Health and Safety!

Rendah Sedang Tinggi
Low Moderate High

Tingkat Kepentingan bagi Pemangku Kepentingan Eksternal
Importance to Externat Siakeholders

Perseroan berkomitmen untuk sentiasa meningkatkan kualitas The Company is committed to continuously improving the guality of
Laporan Keberlanjutan. Untuk itu, Perseroan menyediakan saluran its Sustainability Report. To this end, the Company provides feedback

umpan balik dan narahubung untuk mengakomodir korespondensi — channels and a designated point of contact to accommodate furher
lebih lanjut. Forrnulir umpan balik tersedia pada halaman 173-176 Correspondence. The feedback form is availabie on page 173-175 of
laporan ini. Setiap masukan, saran dan pertanyaan lainnya dapat this report. Any inpul, suggestions, or other inguiries may be
dikirimkan melalui alamat berikut: Sw za submitted through the following contact details: 2231

Prosperity Tower 53-55": Floor Lot 28,

. “1. 3 Sudirman Central Business District (SCBD)
Sustainability Council “Il deng, Sudirman Kav. 52-53, Jakarta 12190, Indonesia

- . Tel :(62-21) 5082 6600
PT Indonesia Infrastructure Finance Fax (62 Sa ena

E-mail : sustainability. council@lif.co.id

Laporan Keberlanjutan 2025 | PT indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025

Page 14 OCR 0.823
090060200

Oi

Ikhtisar

Keberlanjutan

Sustainability Highlights

Page 15 OCR 0.947
Sistem Penyediaan Air Minum di Pekanbaru

Page 16 OCR 0.757
06820

Kinerja Aspek Ekonomi 'OSK B1IlcRi ca Fstil
Economic Aspect Performance

Total Aset 2023 2024 2025
F7 Total Assets Rp15.110 Rp14.655 p
CT IDR 15 IDR 4.6 1 5 3 89
, 5,014 Rp Miliar Ha nia

2023 2024 2025

IDR 11,894
(26.012) Rp Miliar 1

Revenue
Pendapatan Rp1.337 — Rp1.376 Rp
IDR 1,337 IDR 1,376 1 .360
IDR 1,360
Rp Miliar "1
Laba/Rugi 2023 2024 2025
Profit/Loss Rp104 Rp122 Rp
PE IDR 104 IDR 122 1 85
51.878 Rp Miliar " : IDR 188
Aset Investasi 2023 2024 2025
Investment Assets Rp13.315 Rp12.351 Rp .
On IDR 13315 IDR 12,351 1 0.632
ang IDR 10632 :
Komitmen Investasi 2023 2024 2025
ersi p15.791 Rp16.076 Rp
Net Investment S IDR 15791 IDR 16,076 1 1 .894
Commitment
Persentase Aset 2023 2024 2025
Investasi dari Total BD 88,124 84,284 69 09 Y,
88.1206 84.288

Percentage of Invesiment n n & 69.091 '
Assets to Total Assets (18,025) id
Jumlah Proyek yang 2023 2024 2025

Ibiayai 61 54
Number of Projects mM &1 54 41
Financed

Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainabilily Report 2025

Page 17 OCR 0.633
FINANCE

Komitmen Bersih atas Portofolio Investasi IOJK 811 IGRI Fsal
Net Commitment for the Investment Portfolio

Bandara Siri

2624 Rp1.009

102 1,009

2025 Hp B29

10R829

2023 Rp1.120
21120

Rp Miliar IDR Billion

Pelabuhan Hut!

2023 RP250 2024 Rp873 2025 29775
JER 250 1OR 873 102 775
(LENASAN Re Mitar 108 Bilion
Jalan Raya Rs!
2023 Rp1.714 oo 2021 Rp4.735 2025 RP90B
peang 10217335 “01908
(47,68: Sam Rp Miliar IDR Bitlion

Air dan Pengelolaan Limbah Water ane Masts Uti

2023 Rp4.308 2024 Rp41 641 2025 R1,521
y0An.g0g) bar wR1s21
(7,301) Rp Miliar IDR Billion

Infrastruktur Gas Gas Ini.

2023 R9551 2024 R1,080
102 ssi 108 1,080

Rp Miliar IDR Bilion

Infrastruktur Sosial £

2023 20572 2024 RP752
108572 108752

Rp Millar IDR Bilion

26028 Rp1.015

DR 1015

2025 Rp724

IR 724

Kinerja Jasa Advisory IO4K F31 GRI Fsa)
Advisory Service Performance

Infrastruktur Daerah Fxyso1a| leasarasiure
2023 Rp509 2224 R0496 2025 19479
101 5309 12 a96 I0R 479

Kelistrikan F'
2028 RP4I21 2024 RP3.75B 2025172072
Rai bags ton 2072

KELANA Rp Miliar 1DR Billion

Kereta Api dan Transportasi Massal ia art aa

2022 2133 1024 Rp126 2025 Rp119
108 393 108 126 rig
IDE Rp Miliar IDR Billion

Telekomunikasi dan Informatika :

2023 Rp3.655 2028 Rp3.101 2025 R22 447
1R 3655 103101 10R 2447
(An OKARNEN Rp Miliar IDR Biltion

IS Kontraktor Infrastruktur Infrastructure Contrartor
2029 RP1.BG7 2024 Rp4.504 2025 94.005
0R 1867 IoR 1,504 108 1905

6 Infrastruktur Pariwisata Towneia Infossteuc tas

2023 Rp. 2025 Rp. 2025 Rp.
00. 3

- Rp Miliar IDR Billion

Pendapatan dari Mandat Aktif Advisory
Terkait Proyek Infrastruktur Beketanjutan
Ra s

&

mate Invasi

2024 Rn32,00
10R32100

2023 Rp23,20

1DR23.20

2025 Rp 19,89
010.89

Rp Miltar IDR Billlon

Peda tahun 2025, terdapat perunahan kategoni dan penyajtan data kembali.

Jumlah Mandat Aktif Advisory
Terkait Proyek Infrastruktur Bekelanjutan

2024 16 202516

Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025

INDONESIA
INFRASTRUCTURE ——

Page 18 OCR 0.658
Kinerja Aspek Lingkungan !94K 5-2!

Environmental Performance

Pemakaian Energi BBM LSM Jumlah Emisi GRK Cakupan 1 dan 2 dengan |
Fuel Usage | MualM pendekatan market-based !
: Total GHG emissions from Scope 1 and 2
1 using a market-based approach

 02321.0361 2024 19,950L 2025 20.9151

692cj 6566| i :
688cj jl mngons6 — mw33926 2025
T NN : none 'onte,a 48,7Btanenxe
Pemakai Sa 290,4Btoncose von |
Pemakaian Energi Listrik 25 Pena 0
: It

Electricity Usage

Jumlah Emisi GRK Cakupan 1 dan 2 dengan

2025 2028 :
Ted akan Naa aah 2025 376.522 hi pendekatan ocation-based i
1.3276j : Total GHG emissions from Scope 1 and 2 !
Naa Ni using a location-based approach ! i
An ny 2023 317,06 2024 364,10 2025 |

Total Energi (Konsumsi BBM dan Listrik) Hi jonobse jonod,e 425,30voncor
Total Energy (Fuel and Electricity Consumption) j ' EL 13uncoeten |

16,

2023 1,823Gj 2024 2 099Gj 2025

2.0156

81-01

1
!

Emisi GRK Cakupan 3 |
Kategori 6 - Perjalanan Dinas Hai

i

Ia

! - ng SI : alan

: Pengurangan Energi 81 Scope 3 GHG Emissions

! | Energy reduction H : Category 6 - Business Travel

Ini ! .

BI 22 -Gj 2024 -Gj 2025 34gy | 2 - reog 2024 9017 2025 5

TN: 401ryov 33,04 ,.co. Li
nm Ba Emisi GRK Cakupan 3 :

i Ps: Emisi GRK Cakupan 1 Kategori 15 - Investasi Ha

Scope 1 GHG Emissions : Scope 3 GHG Emissions :

i Po 2023 49,07 2004 16,54 2025 . Category 15 - Investmenis j

I ae kai 48,78 Lt mm146872  21408,302 2025 !

: 1 KA : ton CO,e tonCO,e ta

$ ton CO,e

"tan Co

(CR Emisi GRK Cakupan 2

resi dengan pendekatan market-based
Scope 2 GHG emissions using a market-
based approach

2023 248,89 2024 292 72 2025

ton Cse toncd,e

“ton co,

' Emisi GRK Cakupan 2
dengan pendekatan location-based

! Scope 2 GHG emissions using a lacation-
based approach
2023 248,89 2024 317,57 2025

| : 233 jonede 376,52 orooe

Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025
Page 19 OCR 0.813
INDONESIA
(14 INFRASTRUCTURE— —--——
FINANCE

Kontribusi Proyek-proyek Infrastruktur yang Dibiayai IIF hingga 2025
Contribution of Infrastructure Projects Financed by IIF until 2025

KS Emisi GRK Terhindarkan dari Proyek Energi Mendapatkan Akses terhadap Listrik
Baru Terbarukan GHG Providing Access to Electricity
Avoided Emission from New and Renewable
Energy Project

2023 4.806.678 2024 413.615 2025 2023 692.900 2024 693.900 2025
kn "98 4.924.608 im oo KIP 700.900
ton CO,e Rumah Tangga L He

Kinerja Aspek Sosial '0x 2-1
Social Performance

Proporsi Jumlah Karyawan Perempuan Jumlah Karyawan Perempuan dalam Struktur
Proportion of Female Employees Manajemen Senior
Number of Female Empioyees in the Senior
Management Structure
223 49,654 2021 49,661 2025 2023 49 2024 13 2025
Orang! Person Orangi Person
47,104 10
, Orang Fersca
Total Jam Pelatihan Karyawan Rata-rata Jam Pelatihan per Karyawan
Total Employee Training Hours Average Training Hours per Employee
2023 19.824 2024 13,766 2025 223 77,00 2024 93,09 2025
Jam | Hours Jam Hours Jam | Hours Jam| Hous
6.23 am... 43,0 yes
Perbandingan Imbalan Jasa Karyawan Tetap Total Biaya Program Tanggung Jawab Sosial
Golongan Terendah Terhadap Upah Minimum Lingkungan (TJSL)
Provinsi (UMP) Total Cost of Environmental Social
Comparison of the Compensation of Responsibility (TJSL) Program
Permanent Employees in the Lowest Grade to
the Provincial Minimum Wage (UMP) 2023 483,68 2024 710,69 2025
tilon ten 550,00
1023 13806 2024 1399 2025 Rp Juta IE mutan
1684

Penerima Manfaat
Beneficiary

2023 4.839.559 207 4.940.410 2025

Orang People Orang (People 5.020.410

Orang li

Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025

Page 20 OCR 0.896
068900

Dampak Positif Berkelanjutan !SF Fs1ol
Sustainable Positive Impact

Pembiayaan Proyek Jaringan Air Minum

Drinking Water Installation Project Financing
Kapasitas Air Masyarakat Penerima Manfaat
Water Capacity Beneficiary Community
.
/ Iiter per detik 1 4 / ut a Rumah Tangga
2 . 5 0 1 Iitre per second “ y Households
1.47 million

Pembiayaan Proyek
Energi Bersih

Terbarukan
Renewable Energy

Projects Financing

Pembiayaan Proyek

Rumah Sakit
Hospital Project Financing

Kapasitas Tempat Tidur
Bed Capacity

. Bed

Masyarakat Penerima Manfaat
Beneficiary Community

351.000

Pasien pertahun
Patients peryear

Total Energi Dihasilkan
Total Energy Generated

709,90 uw

Masyarakat Penerima Manfaat
Beneficiary Community

709.900

Rumah Tangga
Households

Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustalnability Report 2025
Page 21 OCR 0.856
INDONESIA
1g INFRASTRUCTURE
FINANCE
Pembiayaan Proyek Pembangunan Strategis
Strategic Development Project Financing
Pembangunan Jalan Raya Pengembangan dan Pengoperasian Infrastruktur Perkeretaapian

Road Construction ailway Infrastructure Development

4 28 kilometer jalan tol 1 30 kilometer
kilometers of tol! roads kilometers

Pencapaian Utama Penerapan Keuangan
Berkelanjutan !0JK 8.11

Sustainable Financing Implementation Key Achievements

Penerbitan Surat Berharga Perpetual Berwawasan
Lingkungan IIF Tahun 2025

Issuance of IIF Green Perpetual
Notes Year 2025

"326,28 miliar 8:

Proyek Energi Bersih Terbarukan
Renewable Energy Projects

IDR 326.28 billion

Pencapaian Komitmen Investasi F

Achievement of Investment p 3
Commitments i

RP12,82 triliun

IDR 12.82 trillion

£ Total Komitmen Investasi
: Proyek Energi Terbarukan
£ Total Investment Commitment
H the Renewable Energy Projects

RP 2 14 triliun

IDR 2.14 trillion

Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia infrastucture Finance | Sustainability Report 2025

Page 22 OCR 0.916
— 5 LE 6060

Penghargaan
Awards

BEST INVESTOR/CREDITOR ON DEBT &
PROJECT FINANCING
ESG Kehati Award 2025

Pencapaian ini diraih atas keberhasilan mengintegrasikan prinsip ESG
ke dalam 55 proyek infrastruktur di 16 provinsi selama periode 2023
hingga pertengahan 2024. Fokus proyek mencakup energi terbarukan,
efisiensi energi, serta Kegiatan Usaha Berbasis Lingkungan (KUBL)
yang mayoritas tersebar di luar Pulau Jawa.

This achievement was made possible by successfully integrating ESG
principles into 55 Infrastructure projects in 16 provinces during the
period from 2023 to mid-2024. The projects focus on renewable
energy, energy efficiency and Environmentally-Based Business
Activities (KUBL), most of which are located outside of Java.

GOLD STANDARD FOR IIF SUSTAINABILITY REPORTS
The Asia Sustainability Reporting Rating (ASRRAT) 2025

Perseroan secara konsisten meraih Peringkat Emas dalam ajang Asia
Sustainability Reporting Rating (ASRRAT) sejak 2021, termasuk pada
periode penilaian 2024. Pencapaian ini menegaskan kualitas Laporan
Keberlanjutan Perseroan yang telah memenuhi standar POJK
51/2017 serta standar Global Reporting Initiative (GRI). Peringkat ini
menjadi bukti penerapan praktik terbaik global datam transparansi
kinerja ekonomi, lingkungan, dan sosial kepada publik.

The Company has consistently achieved a Gold Rating in the Asia
Sustainability Reporting Rating (ASRRAT) since 2021, including in the
2024 assessment period. This achievement confirms the guality of
the Company's Sustainability Report, which has met the standards of
POJK 51/2017 and the Global Reporting Initiative (GRI) standards.
“This rating Is proof of the implementation of global best practices in
transparency of economic, environmental, and social performance to
the public,

BEST INNOVATION IN SUSTAINABLE

FINANCE IMPLEMENTATION

Indonesia Green and Sustainable Companies Award
(SWA Media) 2025

Perseroan meraih predikat Sangat Baik untuk kategori Best Innovation
in Sustainable Finance Implementation dari SWA Media Group pada
10 September 2024. Penghargaan ini merupakan apresiasi atas
konsistensi dan inovasi Perseroan dalam mengintegrasikan prinsip
ESG ke seluruh aspek bisnis dan operasionalnya.

The Company received an Excellent rating in the Best Innovation in
Sustainable Finance Implementation category from SWA Media Group
on September 10, 2024. This award is an appreciation of the
Company's consistency and innovation in integrating ESG principles
into all aspects of its business and operations.

Sumber: Dokumentas! IF 1 Source. if Documentation

Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025

Page 23 OCR 0.912
INDONESIA
INFRASTRUCTURE
FINANCE

DEBT DEAL OF THE YEAR AND INNOVATIVE DEAL
OF THE YEAR

Asian Banking and Finance (ABF) Corporate and
Investment Banking Awards 2025

Perseroan meraih dua penghargaan langsung atas keberhasilan
penerbitan Obligasi Berkelanjutan Il Tahap II Tahun 2024 senilai Rp1
triliun. Inisiatif ini menjadi terobosan di sektor keuangan nasional
karena Perseroan merupakan satu-satunya lembaga keuangan non-
bank yang menerbitkan obligasi dengan tenor 10 tahun pada tahun
2024. Langkah strategis ini dinilai inovatif dalam mengoptimalkan
efisiensi blaya dana untuk pembiayaan infrastruktur berkelanjutan.

The Company won two awards for the successful Issuance of its
2024 Phase II Sustainable Bonds II worth IDR 1 trillion. This initiative
is a breakthrough in the national financial sector because the
Company is the only non-bank financial institution to issue 10-year
bonds in 2024. This strategic move is considered innovative in
optimizing the cost efficiency of funds for sustainable infrastructure
financing.

THE ASSET TRIPLE A SUSTAINABLE
INFRASTRUCTURE AWARDS 2025

Perseroan meraih lima penghargaan utama atas kontribusi signifikan
dalam pembiayaan infrastruktur berkelanjutan di Indonesia, yaitu:

» Project Finance House of the Year (Reputasi dan Kinerja Korporasi).

- Transport Deal of the Year (Proyek PT Polytama Propindo-USD
38,55 juta).

" Telecom Deal of the Year (Akuisisi PT Ultra Mandiri
Telekomunikasi-Rp650 miliar)

“ Water Deal of the Year (Proyek PT PP Tirta Riau-Rp250 miliar).

« LNG Deal of the Year (Proyek PT Sumber Aneka Gas-Rp700 miliar).

The company won five major awards for its significant contribution to
sustainable infrastructure financing in Indonesia, namely:

" Project Finance House of the Year (Corporate Reputation and
Performance).
Transport Deal of the Year (PT Polytama Propindo Project — USD
38.55 million).
Telecom Deal of ihe Year (Acguisition of PT Ultra Mandiri
Telekomunikasi - IDR 650 billion).
Water Deal of the Year (PT PP Tirta Riau Project — IDR 250 billion).
LNG Deal of the Year (PT Sumber Aneka Gas Project - IDR 700
billion).

Sumber: Dokumentasi IIF | Source: IIF Documentation

Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025

Page 24 OCR 0.876
kang

4

Yaa
baya

BESTISSL -FINAT ILINSTITUTIONS
Win,

PT Ind , WreFinance

FINANCE ASIA ACHIEVEMENT AWARDS 2025

Perseroan berhasil meraih tiga kategori penghargaan sekaligus yaitu
Best Projact Finance Deal (Southeast Asia and Indonesia Winner) dan
Best Issuer - Financial Institutions. Apresiasi ini diberikan atas inovasi
penerbitan green perpetual bond serta kontribusi strategis IIF dalam
pendanaan Proyek Strategis Nasional (PSN) jalan tol Cimanggis-
Cibitung.

The company won three awards simultancously, namely Best Project
Finance Deal (Southeast Asia and Indonesia Winner) and Best Issuer
- Financial Institutions. This recognition was given for the innovation
of issuing green perpetual bonds and IIF's strategic contribution to the
financing of the Cimanggis-Cibitung toll road National Strategic
Project (PSN).

Pn

House Awards - Servire Providers (APAC)
BestESG Ser 2 Provider

mey

PT Indonesia in :

r ” ture Finance

CORPORATETREASURER: BEST ESG SERVICE PROVIDER &
MOST INNOVATIVE TREASURY INITIATIVES 2025

IIF menerima dua penghargaan bergengsi pada CorporateTreasurer
Awards 2025 di Singapura, yaitu Best ESG Service Provider dan Most
Innovative Treasury Initiatives, yang mencerminkan komitmennya
yang berkelanjutan terhadap pembiayaan infrastruktur. Penghargaan
terakhir secara khusus didorong oleh penerbitan obligasi jangka
panjang senilai Rp 250 miliar dengan tenor 10 tahun, menjadikan IIF
satu- satunya lembaga keuangan nombank di Indonesia yang
melakukannya pada 2024.

IIF received two prestigious awards at the 2025 CorporateTreasurer
Awards in Singapore — Best ESG Service Provider and Most Innovative
Treasury Initiatives — reflecting its ongoing commitment to
sustainability in Infrastructure financing. The latter award was notebly
driven by HF's issuance of fang-term bonds worth IDR 250 billion with
a 10-year tenor, making it the only non- bank financiaf institution in
Indonesia to do so in 2024.

EXCELLENCE
ANARDS

HR EXCELLENCE AWARDS 2025

IIF memenangkan HR Excellence Awards 2025 dalam kategori
Excellence in Corporate Engagement, diakui atas budaya kerja
kolaboratif dan peningkatan produktivitasnya. Penghargaan ini
mencerminkan tiga nilai inti IIF, yaitu Lead & Collaborate, Strive for
Excellence, dan Committed to Sustainable Business, yang menjadi
panduan perusahaan dalam menyeimbangkan kinerja yang unggul
dengan tanggung jawab sosial dan lingkungan.

IIF won the HR Excellence Awards 2025 in the Excellence in Corporate
Engagement category, recognized collaborative culture productivity
improvements. The award reflects IIFs three core values — Lead &
Collaborate, Strive for Excellence, for its work and and Committed to
Sustainable Business — which guide the company in balancing strong
performance with social and environmental responsibility.

Sumber: Dokumentasi IF |Souree: IIF Dosumentatlon

Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 20:

Page 25 OCR 0.867
INDONESIA
| anta

FINANCE

Pembangkit Listrik Tenaga Bayu di Sulawesi Selatan
Wind Power Plant in South Sulawesi

Page 26 OCR 0.857
00020000

02

Penjelasan
Direksi

Board of Directors Explanation

ture Finance |

Page 27 OCR 0.831
Jajaran Komite Eksekutif Perseroan
The Company's Executive Comrnittee Members

Sumber: Dokumentasi IF | Sauce IIF Documentation

Page 28 OCR 0.357
Sinyal
4 yang Men

Sama
tah batang AN ain ah

Ke mantan maa Yan
Mara pang.

Bing jodi

Iwasieigiraltohe ai GSNpap dip BPN 3
aa Iin cat sale
Hiu Mennipiarin 0

Rizki Pribadi Hasan"

Presiden Direktui Hi

President Director

Doing sai
dn sem di

suga arndenlima A

& catat ea
yen
ud alunan

Jiwa

Kie kornea bai Joiie
ngga dita tni

kail ai ampat yu

ost apada Dago

dn Anta san. fest Bete

Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia infrastucture Finance | Sustainability Report 2025

Page 29 OCR 0.909
INDONESIA

Komitmen dan Nilai-nilai Keberlanjutan IIF
lIF Sustainability Commitment and Values

Sejak didirikan, IIF menjalankan mandat pemegang saham untuk
menjadi katalis pembangunan infrastruktur Indonesia yang
berlandaskan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).
Karena Itu, keberlanjutan diposisikan sebagai bagian dari cara
Perseroan menjalankan bisnis, dan telah diintegrasikan secara
konsisten sejak 2012.

Dalam penerapannya, Perseroan menempatkan perlindungan sosiat
dan lingkungan sebagai elemen inti tata kelola dan manajemen risiko
proyek. IIF menerapkan delapan Social and Environmental Principles
(Prinsip SE), yang terdapat di dalam Social and Environmental
Management System (SEMS) yang terintegrasi dalam proses kerja,
khususnya dalam menilai penerapan aspek sosial dan lingkungan
untuk setiap proyek pembiayaan.

Kebijakan untuk Memenuhi Strategi Keber
Policies in Support of the Sustainability Strategy

Pada tahun 2025, Perseroan melanjutkan komitmen keberlanjutan
sebagaimana tertuang Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan (RAKB)
yang dilaporkan setiap tahun kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
RAKB memuat nilainnilai keberlanjutan, strategi, komitmen,
pelaksanaan, serta rencana Perseroan ke depan.

Pelaksanaan RAKB mengacu pada Kerangka Kerja Berkelanjutan IIF
(“Kerangka Kerja) sebagai dasar strategi, perencanaan, dan
penetapan target. Kerangka Kerja tersebut dibangun atas tiga pilar
yaitu bisnis berkelanjutan, operasional berkelanjutan, dan dampak
berkelanjutan, yang diterjemahkan ke dalam inisiatif dan kebijakan.
Melalui pllar-pilar tersebut, Perseroan memastikan kegiatan bisnis
dan operasional berjalan selaras dengan pengembangan infrastruktur
berkelanjutan yang menciptakan nilai jangka panjang serta manfaat
bagi para pemangku kepentingan.

Pada pilar bisnis berkelanjutan, Perseroan mengintegrasikan
keberlanjutan ke dalam bisnis inti dengan memastikan bahwa
pembiayaan infrastruktur selaras dengan prinsip ESG dan S&E. Pilar
ini mencakup praktik investasi yang bertanggung jawab, manajemen

. risiko yang kuat, serta memastikan proyek tidak merugikan dan
berdampak negatif pada sosial dan lingkungan.

Pada pilar operasional berkelanjutan, Perseroan berkomitmen untuk
beroperasi secara berkelanjutan dengan mengikutsertakan
pertimbangan ESC ke dalam tata kelola perusahaan, budaya tempat
kerja, dan aktivitas rutin, Pilar ini melibatkan efisiensi sumber daya,
praktik bisnis yang ctis, dan membina lingkungan kerja yang beragam
dan inklusif.

Sedangkan pada pilar dampak berkelanjutan, IIF berupaya untuk
menciptakan dampak positif yang berkelanjutan dengan membiayai
proyek-proyek yang mendukung aksi terkait iklim, kesetaraan gender,
dan pembangunan sosial. Melalui kemitraan strategis dan
keterlibatan pemangku kepentingan, IIF berkontribusi pada tujuan
keberlanjutan nasional dan global yang lebih luas, termasuk Tujuan
Pembangunan Berkelanjutan.

INFRASTRUCTURE
FINANCE

Sinee its inception, IIF has fulfilled its shareholders' mandate to bea
catalyst for Indonesian infrastructure development based on
Environmental, Social, and Governance (ESG) principles. Therefore,
sustainability is positioned as an integral past of how the Company
conducts its business and has been consistently integrated since
2012.

In its implementation, the Company places social and environmental
protection as a core element of project governance and risk
management. IIF applics cight Social and Environmental Principles
(SBE Principles), coniained within (he Social and Environmental
Management System (SEMS) which is integrated into the work
process, particularly in assessing the application of social and
environmental aspects for each financing project.

lanjutan

In 2025, the Company continued its sustainability commitment as
outlined in the Sustainable Finance Action Plan (RAKB), which is
reported annually to the Financial Services Authority (OJK). The RAKB
encompasses the Companys sustainability values, strategies,
commitments, implementation, and future plans.

The implementation of the RAKB refers to the IIF Sustainability
Framework ('the Framework") as the basis for strategy, planning, and
taraet setting. The Framework is built upon three pillars, namely
sustainable business, Sustaineble Operations, and sustainable impact,
which are transiated into initiatives and policies. Through these pillars,
the Company ensures that business and operational activities are
aligned with sustainable infrastructure development that creates long-
term value and benefits for stakeholders.

Under the sustainable business pillar, the Company integrates
sustainability into its core business by ensuring that Infrastructure
financing aligns with ESG and SE principles. This pillar encompasses
responsible Investment practices and robust risk management, as
well as ensuring that projects do not cause harm or have negative
social and environmental impacts

In the sustainable operations pillar, the Company is committed to
operating sustainably by incorporating ESG considerations into
corporate governance, workplace culture, and routine activities. This
pillar involves resource efficiency, ethical business practices, and
fastering a diverse and inclusive work environment.

Meanwhile in the sustainable impect pillar, IIF strives to create lasting
positive impact by financing projects that support climate action,
gender eguality, and social development. Through strategic
partnerships and stakeholder engagement, IF contributes to broader
national and global sustainability goals, including the Sustainable
Development Goals (SDGS).

Tantangan dalam Implementasi Keberlanjutan

Challenges in Sustainability Implementation

Dalam menjalankan komitmen keberlanjutan pada tahun 2025,
Perseroan menghadapi tekanan operasional yang kompleks dari dua
sisi. DI level proyek, Perseroan harus menavigasi hambatan kritis
terkait pembebasan lahan dan potensi konflik sosial yang berisiko
tinggi menghambat jadwal konstruksi serta memicu risiko reputasi.

Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability

In implementing its sustainability commitments in 2025, the Company
@ncountered complex operational pressures from two fronis. At ihe
project level, the Company was reguired to navigate critical challenges
related to land acguisition and potential social conflicts, which posed
significant risks to construction timelines and could potentially trigger
reputational risks.

y Report 2025

Page 30 OCR 0.909
—e@

Eiptoiation

e20

Selain itu, Perseroan juga menghadapi tantangan yang bersifat
inheren pada karakteristik proyek, misalnya relokasi komunitas
nelayan dan perlindungan habitat, sehingga menuntut ketelitian
mendalam pada manajemen risiko sosial dan lingkungan agar tidak
terjadi dampak negatif (do no harm).

Guna menjawab kompleksitas tantangan tersebut, Perseroan
memperketat implementasi Social Environmental Principles (SEP)
sebagai instrumen strategis. Perseroan memastikan bahwa setiap
pembiayaan tidak hanya mengejar progres fisik, tetapi juga wajib
memenuhi standar perlindungan hak masyarakat dan kelestarian
ekosistom melalui pelibatan pemangku kepentingan yang jauh lebih
intensif,

Secara eksternal, ketidakpastian dinamika pasar turut menguji
ketahanan model bisnis Perseroan. Transisi administrasi
pemerintahan di tahun 2025 membawa perubahan drastis pada arah
tata kelola infrastruktur nasional, termasuk restrukturisasi peran
BUMN Karya dan kemunculan dinamika Danantara. Masa transisi ini
menyebabkan terhentinya sejumlah rencana proyek (pipeline) yang
siap didanai, sehingga upaya Perseroan untuk mengintegrasikan
standar SG ke dalam instrumen pembiayaan menjadi jauh lebih
kompetitif dan menantang. Dalam kondisi tersebut, Perseroan harus
bekerja lebih cerdas dalam menyaring proyek yang terbatas namun
tetap memenuhi standar keberlanjutan yang ketat.

Menghadapi tantangan tersebut, Direksi semakin memperkuat
perannya melalui pengawalan yang konsisten dalam proses
pengambilan keputusan. Penilaian sosial dan lingkungan tidak
berhenti pada tingkat pelaksana, tetapi menjadi bagian dari
pembahasan dan persetujuan di Komite investasi, sejajar dengan
pertimbangan finansial, manajerial, dan operasionai. Selain itu, Direksi
secara berkala mengevaluasi dinamika pasar, merespons
ketidakpastian yang terjadi, serta mengarahkan pencarian peluang
dan model pembiayaan baru melalui pembahasan rutin dalam rapat-
rapat Direksi.

Perseroan juga melanjutkan penguatan tata kelola keberlanjutan
melalui penerapan kerangka kebijakan dan prinsip S&E yang berjalan
secara efektif. Untuk memastikan kepatuhan terhadap standar sosial
dan lingkungan, Perseroan menerapkan carrective action plan sebagai
mekanisme pengendalian, termasuk sebagai dasar penyesuaian
tindak lanjut hingga penghentian proses apabila suatu proyek tidak
memenuhi persyaratan yang ditetapkan.

Selain Itu, Perseroan juga memperkuat koordinasi lintas fungsi dalam
implementasi keuangan berkelanjutan melalui Sustainability Council.
Sustainability Council, yang dibentuk pada tahun 2024, berperan
sebagai badan strategis yang terdiri dari perwakilan lintas fungsi
untuk menyusun serta merekomendasikan kebijakan dan strategi
korporasi terkait keberlanjutan, melakukan penyusunan berbagai
laporan terkait keberlanjutan yang dikeluarkan Perseroan, dan
membentuk database terkait keberlanjutan. Pembentukan
Sustainability Council mencerminkan komitmen IIF dalam
membudayakan keberlanjutan dalam pengambilan keputusan
korporasi, serta membangun akuntabilitas dan kepedulian lingkungan
di seluruh tingkatan korporasi. Selain dalam kegiatan operasional, IIF
juga secara konsisten melakukan pengukuran dampak dari kegiatan
pembiayaan dan jasa advisory, yang dilaporkan melalui
Keberlanjutan sebagai sarana utama akuntabilitas. Laporan
hanya mencerminkan transparansi kepada pemegang saham dan
pemangku kepentingan, tetapi juga menegaskan tanggung jawab IIF
terhadap masyarakat dan lingkungan.

00

In addition, the Company also faced challenges Inherent to project
characteristics, such as the relocation of fishing communities and the
protection of natural habitats. These conditions reguired a high level
Of rigor in social and environmental risk management to ensure that
no adverse impacts occurred (do no harm).

In response to these complex challenges, the Company strengthened
the implementation of Social Environmental Principles (SEP) as @
strategic instrument. The Company ensured that each financing
activity not only pursued physical progress but also complied with
standards for community rights protection and ecosystem
preservation, supported by more intensive stakeholder engagement.

Externally, uncertainties in market dynamics further tested the
resilience of the Company's business model. The governmental
administrative transition in 2025 brought significant changes to the
direction of national infrastructure governance, including the
restructuring of tne roles of siate-owned construction enterprises
(BUMN Karya) and the emergence of Danantare-related dynamics,
This transition period led to delays in several project pipelines thal
were previously ready for financing, thereby intensifying competition
and challenges in integrating ESG standards into financing
Instruments, Under these conditions, Ine Company was reguired to
adopt a more selective and prudent approach in identifying limited
project opportunities while ensuring strict adherence to sustainability
standards.

In response to these chailenges, the Board of Directors has further
strengthened its role through consistent oversight in the decision-
making process. Social and environmental assessments do not stop
at Ihe execution level: instead, they are an integral part of the
discussions and approvals within the Investment Committee, on par
with financial, managerial, and operational considerations.
Furthermore, the Board periodically evaluates market dynamics,
tesponds to ongoing uncertainties, and directs the pursuit of new
@pportunities and financing models through routine discussions in
Board of Directors meetings.

The Company also continued to strengthen its sustainability
governance through the effective implementation of the policy
Iramework and S8E principles. To ensure compliance with social and
environmental standards, the Company applies a corrective action
plan as & control mechanism, which serves as a basis for follow-up
adjusiments or even the termination of a process if a project fails to
meet the established reguirements.

Besides, the Company also strengthens cross-functional coordination
in sustainable finance implementation through the Sustainability
Council. The Sustainability Council, which established in 2024, acis as
a strategic body comprising cross-functional representatives to
formulate and recommend corporate sustainability policies and
strategies, prepare various sustainabilily-related reports issued by the
Company, and develop a sustainability-related database. The
establishment of the Sustainability Council reflects IIFs commitment
to embedding sustainability into corporate decision-making, as well as
bujiding accountability and environmental awareness across all levels
of the corporation. In addition to its operational activities, IIF also
consistently measures the impact of its financing and advisory
services, which are reported through the Sustainability Report as a
primary means of accountability. This report not only reflects
transparency to Shareholders and stakeholders but also reaffirms IIF's
responsibility toward society and the environment.

Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025

Page 31 OCR 0.899
Pada aspek iklim, Perseroan juga mulai memperkuat integrasi isu
iklim pada proses bisnis melalui penyusunan Kebijakan Manajemen
Risiko Iklim serta kolaborasi dengan International Finance
Corporation (IFC)-Worid Bank guna mengintegrasikan aspek risiko
iklim ke dalam SEMS. Melanjutkan inisiatif tahun 2024, IIF
memperkuat kebijakan dan prosedur yang komprehensif untuk
mengidentifikasi, mengukur, memantau, dan memitigasi risiko terkait
keberlanjutan di bawah pengawasan Chief Risk Officer. Sepanjang
tahun 2025, IIF terus meninjau dan memperbarui kebijakan dan
prosedur ini agar tetap selaras dengan perkembangan bisnis dan
perubahan peraturan. Selain itu, Perseroan telah menetapkan batasan
risiko yang mencerrninkan selera dan toleransi risikonya.

Perseroan juga meningkatkan keahtian internal dalam penilaian risiko
iklim dan mengembangkan Kebijakan Manajemen Risiko Iklim yang
komprehensif. Hal ini memastikan bahwa setiap proyek yang dibiayai
menjalani analisis holistik, yang memperkuat komitmen IIF terhadap
infrastruktur yang berkelanjutan. Dari sisi portofolio, Perseroan
mencatat eksposur pada sektor kelistrikan sekitar 22, dengan porsi
utama pada energi terbarukan.

Kemitraan strategis IIF dengan organisasi seperti Climate Policy
Initiative (CPI), Millennium Challenge Corporation (MCC). sera
sesama Special Mission Vehicles (SMV) di bawah Kementerian
Keuangan Indonesia juga semakin kuat. Kolaborasi ini meningkatkan
operasi bisnis IIF sekaligus meningkatkan dampak positif pada aspek.
ekonomi, lingkungan, dan sosial.

Kinerja Keberlanjutan 2025
2025 Sustainability Performance

Inovasi IIF dalam menghadirkan solusi pembiayaan infrastruktur
berkelanjutan membuahkan hasil nyata sepanjang tahun 2025.
Kinerja Perseroan mencapai target yang ditetapkan, mempertegas
posisi IIF sebagai katalis pembangunan hijau di Indonesia. Perseroan
berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp185,29 miliar meningkat
51,874 dibandingkan tahun 2024 sebesar Rp122,51 miliar. Kinerja ini
melampaui target anggaran sebesar Rp108 miliar didorong oleh
pendapatan usaha yang tumbuh sehat menjadi Rp1,36 triliun.

Komitmen IIF dalam menjembatani kesenjangan infrastruklur
tercermin dari total komitmen investasi bersih mencapai sebesar
Rp12.607,14 triliun, disalurkan untuk 41 proyek. Alokasi tersebut
menyasar sektor-sektor krusial, antara lain ketenagalistrikan,
telekomunikasi dan informatika, utllisasi air dan fimbah, infrastruktur
sosial, maupun kereta api dan transportasi publik. Di lini jasa advisory,
WF memenangkan 16 mandat strategis senilai Rp13,92 millar, dengan
13 mandat berfokus pada ESG advisory, menandai peningkatan
kepercayaan pasar terhadap keahlian keberlanjutan Perseroan.

Pada sisi penghimpunan dana, Perseroan menyelesaikan program
Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) melalui penerbitan Obligasi
Berkelanjutan II Indonesia Infrastructure Finance Tahap III Tahun 2025
sebesar Rp1,5 trillun. Obligasi Ini merupakan seri terakhir penawaran
obligasi berkelanjutan II dengan target Rp3 triliun. Penerbitan obligasi
tersebut mendapatkan atensi positif yang tercermin dari tingkat
@oversubscription lebih dari 6 kali.

Sementara di sisi penyaluran dana, Perseroan terus mengoptimalkan
produk Senior, Junior, dan Non-Cash untuk mendukung proyek-proyek
hijau. Salah satu pencapalan nyata sebagai katalisator pembangunan
adalah penguatan portofolio sektor Energi Baru dan Terbarukan (EBT),
yang mencatatkan total pembiayaan sebesar Rp1261 triliun hingga
31 Desember 2025.

Melalui penerapan standar SRE IIF yang ketat, Perseroan memastikan
setiap proyek tidak sekadar layak secara komersial, tetapi juga
memberikan dampak sosial dan ekonomi yang bertanggung jawab.
Dengan perpaduan keahlian keuangan dan kerangka kerja ESG
standar global, IIF siap melanjutkan perannya sebagai mitra
terpercaya dalam membentuk lanskap infrastruktur Indonesia yang
lebih hijau, tangguh, dan inklusif di tahun-tahun mendatang.

FINANCE

Regarding the climate aspect, the Company has also begun to
strengthen the integration of climate issues into its business
processes through the fermulation of the Climate Risk Management
Policy and collaboration with the International Finance Corporation
(FC)-World Bank to integrate climate risk aspects into the SEMS.
Continuing the 2024 initiative, IIF reinforced comprehensive policies
and procedures to identify, measure, monitor, and mitigate
sustainability-telated risks under the supervision of the Chief Risk
Officer. Throughout 2025, IIF continued 10 review and update these
policies and procedures to remain aligned with business
developments and regulatory changes. Furthermore, the Company
has established risk limits that reflect its risk appetite and tolerance.

The Company also enhanced internal expertise in climate risk
assessment and developed a comprehensive Climate Risk
Management Policy. This ensures that every financed project
undergoes a holistic analysis, reinforcing IIFs commitment to
sustainable infrastructure. From a portfolio perspective, the Company
recorded exposure in the power sector of approximately 22x, with the
primary portion in tenewable energy.

IIF's strategic partnerships with organizations such as the Climate
Policy Initiative (CPI), Millennium Challenge Corporation (MCC), and
fellow Special Mission Vehicles (SMV) under the Indonesian Ministry
Of Finance have also grown stronger. This collaboration enhanced
IIFs business operations and increased positive impacts on
economic, environmental, and social aspecis.

IIF'S Innovation in providing sustainable infrastructure financing
solutions yielded tangible results throughout 2025. The Cempanys
performance achieved the set targets, reinforcing IIFS position as 2
catalyst for green development in Indonesia. The Company
successfully recorded a net profit of IDR 185.29 billion, a 51.874
increase compared to 2024, which stood at IDR 122.51 billion. This
performance exeeeded the budgel target of IDR 108 billion, driven by
healthy growth in operating income to IDR 1.36 trillian.

IF's commitment to bridging the infrastructure gap is reflected in the
total net investment commitment reached IDR 1260714 trillion,
channeled to 41 projects. This allocation targeted crucial sectors,
including power, telecommunications and informatics, water and
waste utilization, social infrastructure, as well as railways and public
iransportation. In the advisory services line, IIF won 16 strategic
mandates valued al IDR 13.92 bilion, wilh 13 mandates focusing on
ESG advisory, marking an increase in market confidence in the
Company's sustainability expertise.

On the fund:raising side, the Company completed the Sustainable
Public Offering (PUB) program through the issuance of the indonesia
Infrastructure Finance Sustainable Bonds II Phase III Year 2025
amounting to IDR 1.5 trillion. These bonds represented the final series
of the Sustainable Bonds II offering with a target of IDR 3 trillion. The
bond issuance received positive attention, reflected in an
oversubscription rate of more than 6 times.

While on the financing side, the Company conlinued to optimize
Senior, Junior, and Non-Cash products 1o support green projecis. One
of the tangible achievements as a development catalyst was the
strangthening of the New and Renewable Energy (NRE) sector
portfolio, which recorded a total financing of IDR 12.61 trillion as of
December 31, 2025.

Through the strict implementation of IIFs S&E standards, the
Company ensured that every project was not only commercialiy viable
but also delivered responsible social and economic impacts. By
combining financial expertise with a global-standard ESG framework,
IIF stands ready to continue its role as a trusted partner in shaping a
areener, more resilient, and inclusive Indonesian infrastructure
landscape in the years to come.

Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025

INDONESIA
INFRASTRUCTURE ——"
Page 32 OCR 0.916
Strategi Pencapaian Target 2026
2026 Target Achievement Strategy

Memasuki tahun 2026, Perseroan memproyeksikan kondisi makro
ekonomi relatif resilien, meskipun disertai ketidakpastian global dan

volatilitas pasar keuangan. Bank Indonesia memperkirakan
pertumbuhan ekonomi berkisar di antara 4,996—5,79, sementara Bank
Dunia memproyeksikan pertumbuhan bertahan di sekitar 5 hingga
2026-2027, dan Asian Development Bank (ADB) memproyeksikan
sekitar 5,08 pada 2026. Prospek tersebut perlu dibaca berdampingan
dengan meningkatnya risiko fisik perubahan iktim, khususnya kejadian
cuaca ekstrem dan banjir di Asia Tenggara. Sebagaimana ditegaskan
Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC), risiko akibat
hujan ekstrem dan banjir cenderung meningkat seiring kenaikan
pemanasan global.

Dalam konteks tersebut, strategi keberlanjutan Perseroan untuk tahun
2026 telah diintegrasikan ke dalam RAKB dan tetap dijalankan melalui
tiga pilar yakni Sustainable Business Impact, Sustainable Operation,
dan Sustainable Impact. Fokus utama diarahkan pada implementasi
Kebijakan Manajemen Risiko Iklim, pemetaan portofolio dari
perspektif risiko iklim, serta penetapan target korporasi untuk
pengurangan emisi cakupan (Scope) 1 dan Scope 2. Dari sisi
penguatan sistem, Perseroan akan meningkatkan kualitas prinsip S&E
agar asesmen iklim dan gender terintegrasi tebih terstruktur, sejalan
dengan pengembangan peluang pembiayaan iklim. Persercan juga
melanjutkan koordinasi dengan regulator untuk memestikan
dukungan kerangka kebijakan yang diperlukan.

Dari sisi pasar, Perseroan memandang pemulihan dan ketersediaan
pipeline proyek menjadi faktor kunci bagi kinerja pembiayaan 2026,
termasuk peluang pada sektor-sektor yang relevan seperti
pengelolaan sampah menjadi energi (waste-to-energy). Secara paralel,
Perseroan memperluas penjajakan pada infrastruktur pendukung
sektor swasta yang berskala lebih kecil seperti warehousing/logistik,
sebagai bagian dari diversifikasi, sekaligus menjaga disiplin ESG dan
pengelolaan risiko secara konsisten.

Apresiasi
Appreciation

Atas nama Direksi, kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh
pemangku kepentingan atas kepercayaan dan dukungan yang
diberikan dalam upaya Perseroan memperkuat perannya sebagai
katalis pembangunan infrastruktur berkelanjutan di Indonesia. Melalui
kolaborasi yang erat, IIF dapat terus meningkatkan daya saing dan
menegaskan posisinya sebagai pelopor sekaligus rujukan dalam
penerapan prinsip-prinsip ESG secara konsisten, guna mendukung
ketersediaan dan pemerataan infrastruktur yang berwawasan
lingkungan serta menghadirkan manfaat yang luas bagi masyarakat.

Moving into 2026, the Company projecis macro-economic conditions
to remain relatively resilient, despite global uncertainty and financial
market volatility. Bank Indonesia eslimates economic growth to range
between 4.94-5.7", while the World Bank projects growth to hold
steady at around 54 through 2026-2027, and the Asian Development
Bank (ADB) forecasts approximately 5.04 in 2026. These prospects
must be viewed alongside the increasing physical risks of climate
change, particularly extreme weather events and flooding in Southeast
Asia. As emphasized by the Intergovernmental Panel on Climate
Change (IPCG), risks from extreme rainfall and flooding are likely to
escalate with global warming.

In this context, the Company sustainability strategy for 2026 has
been integrated into the RAKB and continues to be implemented
through three pillars: Sustainable Business, Sustainable Operation,
and Sustainable Impact. The primary focus is directed toward the
implementation of the Climate Risk Management Policy, portfolio
mapping from a climate risk perspective, and the setting of corporate
targets for Scope 1 and Scope 2 emission reductians. Regarding
system strengthening, the Company will enhance the guality of the
S8E principles to ensure that climate and gender assessments are
integrated more structurally, in line with the development of climate
financing opportunities, The Company also continues to coordinate
with regulators to ensure the necessary policy framework support.

Fram a market perspective, the Company views the recovery and
availability of the project pipeline as a key factor for 2026 financing
performance, including opportunities in relevant sectors such as
Wwaste-to-energy. In parallel, the Company is expanding its exploration
into smaller-scale private sector supporting infrastructure, such as
warehousing/logistics, as part of its diversification strategy, while
maintaining ESG discipline and consistent risk management.

On behalf of the Board of Directors, we express our gratitude to all
stakeholders for the trust and support provided in the Company's
efforts to strengthen its role as a catatyst for sustainable
infrastructure development in Indonesia. Through close collaboration,
UF can continue to enhance its competitiveness and affirm its position
as a pioneer and a benchmark in the consistent application of ESG
principles, supporting the availabilily and eguitable distribution of
environmentally conscious infrastructure while delivering broad
benefits to soclety,

Atas Nama Direksi
On Behalf of the Board of Directors

—

Rizki Pribadi Hasan
Presiden Direktur
President Director

Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025

Page 33 OCR 0.752
Sharing Session Global and Domestic Capital Market Outlook:
Sharing Session Global and Domestic Capital Market Outlook,
'

IL AND ENvig
PEMBIAYAAN INERASTRU pi APEGUARD DALAH

Sharing Sessian on Strengthening ESG Impleman
Finance of the Republic of Indonesia N

3

: Ae 2 JIE Dorumentalion

Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025 33 —

Page 34 OCR 0.767
Komitmen
Keberlanjutan
| | F IOJK A.T) IGRI FS1J

IIF's Sustainability Commitment

PT Indonesia Infrastucture Finane

Page 35 OCR 0.655
Sunset di Lokasi TJSL IIF Botubarani

F Seurie MP Decumentatian

Page 36 OCR 0.924
nen Keberlanjutan UP:

Jalan Tol Cimanggis-Cibitung
Cimanggis -Cibitung Toll Road

Sebagai lembaga keuangan pembangunan yang memiliki peran
strategis, Perseroan meyakini bahwa keberlanjutan bukan sekadar
aspek pelengkap, melainkan fondasi utama yang terintegrasi secara
menyeluruh dalam visi, misi, dan model bisnis Perseroan. Komitmen
iwujudkan melalui penyelarasan setiap aktivitas pembiayaan dan
jasa advisory dengan prinsip-prinsip yang menjunjung tinggi
keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, kelestarian lingkungan,
dan keadilan sosial.

Guna mewujudkan visi dan misi keberlanjutan, Perseroan telah
menyusun RAKB 2025. RAKB ini merupakan perwujudan dukungan
nyata terhadap integrasi prinsip keberlanjutan dalam strategi bisnis
Perseroan, sekaligus menjadi instrumen strategis untuk memperkuat
kepercayaan pemangku kepentingan dalam mencapai visi IIF sebagai
mitra pembiayaan utama dalam pembangunan infrastruktur yang
ramah lingkungan, inklusif, dan berdaya saing tinggi.

Selaras dengan Rencana Bisnis serta strategi dan pilar keberlanjutan
Perseroan, RAKB 2025 juga menjadi landasan fundamental untuk
mendorong pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Lebih
jauh, melalui RAKB ini, IIF berkomitmen penuh untuk berkontribusi
pada target nasional Indonesia dalam mencapai Net Zero Emission
(NZE) pada tahun 2060 mendatang, dengan memastikan setiap
proyek infrastruktur yang didukung memiliki ketahanan terhadap
dampak perubahan iklim dan memberikan manfaat jangka panjang
bagi generasi mendatang.

Sumber: Dokumentasi UIF |

As a strategic development financial institution, the Company believes
that sustainability is not meely a supplementary aspect but the core
foundation fully integrated into its vision, mission, and business
model, This commitment is realized by aligning every financing and
advisory activity with principles that uphold the balance between
economic growth, environmental preservation, and social justice.

To fulfil this sustainability vision and mission, the Company has
formulated the 2025 RAKB. This RAKB is a tangible manifestation of
support for the integration of sustainability principles into the
Company's business strategy, as well as a strategic Instrument to
strengthen stakeholder trust in achieving IIF's vision as a primary
financing partner in developing environmentally friendly, inclusive, and
highly competitive infrastructure.

Aligned with the Company's Business Plan as well as its sustainability
strategy and pillars, the 2025 RAKB also has served as a fundamental
basis for driving the achievement of the Sustainable Development
Goals (SDG8). Furthermore, through this RAKB, IIF is fully committed
to contributing to Indonesia's national target of reaching Net Zero
Emission (NZE) by 2060, by ensuring that every supported
infrastructure project is resilient to the impacts of climate change and
provides long-term benefits for future generaticns.

Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025

Page 37 OCR 0.834
INDONESIA
H INFRASTRUCTURE
FINANCE

Visi, Misi, dan Nilai Keberlanjutan fOxK c.1

Vision, Mission, and Sustainability Values

JM Visi
fm Vision

Menjadi pelopor katalisator untuk
pembiayaan pengembangan infrastruktur
di Indonesia.

f financing

Infrastructure:

Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finano ainability Report 2025

Page 38 OCR 0.901
— 65 0 IN

Budaya Perusahaan 'O8K C1) 6R1 2231

Corporate Culture

Nilai-nilai Inti adalah prinsip-prinsip yang mengakar kuat yang
memandu semua tindakan Perseroan, berfungsi sebagai landasan
budaya Perseroan. Nilai-nilai Inti IIF terdiri dari:

1. Memimpin dan Berkolaborasi
2. Berusaha Keras untuk Mencapai Keunggulan
3. Berkomitmen pada Bisnis yang Berkelanjutan

Core Values are the deeply ingrained principles that guide all of the
Company's actions, they serve as its cultural cornerstones. IIF Core
Values consist of:

1. Lead and Collaborate
2. Strive for Excellence
3. Committed to Sustainable Business

Strategi dan Prinsip Keberlanjutan 'OJK A41 IGRI 2-221

Sustainability Strategies and Principle

Imp!ementation:
Corporate Level

ity Framework

Sustainable Business

Perseroan telah menyusun peta jalan (roadmap) RAKB berdasarkan
kerangka kerja keberlanjutan yang telah dirancang secara
komprehensif, guna memastikan keberlanjutan jangka panjang
Perseroan. Kerangka Kerja ini terbagi dalam tiga pilar utama yang
saling terkait, yaitu Sustainable Business (Bisnis Berkelanjutan),
Sustainable Operation (Kegiatan Operasional Berkelanjutan), dan
Sustainable Impact (Dampak Berkelanjutan). Setiap pilar ini dirancang
untuk mendukung pencapaian tujuan strategis Perseroan sekaligus
memitigasi dampak negatif terhadap lingkungan dan masyarakat,
serta menciptakan nilai yang berkelanjutan bagi pemangku
kepentingan dalam jangka panjang.

Berikut ini fokus keberlanjutan pada masing-masing pilar, dengan
target jangka panjang untuk 5 tahun, jangka pendek untuk 1 tahun,
dan capaian tahun 2025.

Implementation:
Project Level |

The Company has developed a RAKB roadmap based on @
comprehensively designed sustainability framework to ensure Its
long:term viability. This framework is divided into three Interconnected
primary pillars: Sustainable Business, Sustainable Operation, and
Susteinable Impact. Each pillar is designed to support the
achievement of the Company' strategic objectives while mitigating
negative impacts on the environment and society, as well as creating
sustainable value for stakeholders in the long term.

The following is the sustainability focus for each pillar, including 5-
year long-term targets, I-year short-term targets, and the 2025
achievements.

Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025

Page 39 OCR 0.808
Pilar Keberlanjutan

Sustainability Pitlars

Pilar Sustainable Business (Bisnis Berkelanjutan)
Sustainable Business Pillars

Fokus Target Jangka

Keberlanjutan — Target Jangka Panjang Pendek 2025 Capaian 2025

istammabi Long jerm Target

t Term Targ

« Pemimpin lembaga - Mesealisasikan pembiayaan Perseroan telah menyalurkan pernbiayaan pada berbagai
pembiayaan berbasis ESG di hijau dan inklusif pioyeknirasiruktur guatog sena Rp1 129 tlun.
tingkat nasional dan « Melakukan Penghimpunan luruh proyek (10014) telah melalui proses penilaian

nal Dana Berbasis ESG berdasarkan 8 prinsip SEE.
« Peningkatan danintegrasi “ Meningkatkan kinerja
manajemen risiko iklim keuangan " The campany has disiributed funding for various
- Produk dan kerjasama « Memperkuat manajemen strategic infrastructure projects worth IDR 11.89 #rilion.
pembiayaan berkelanjutan risiko iklim All projects (10015) have undergone an assessment
» Pembiayaan sektor-sektor « Penerapan Social and process based on the eight SE principles.
kebertnjutan Environmental Management
« Pengembangan produk System (SEMS)
advisory terkait « Kemitraan Strategis Blended
keberlanjutan Financing. Perseroan sukses menerbitkan obligasi berkelanjutan
« Pendanaan korporat » Mengembangkan jasa ESG senilai Rp1,5 triliun pada November 2025 yang
berkelanjutan Advisory mencatatkan kelebihan permintaan (oversubscription)
hingga 6 kali Tipat.
» Leading ESG-based » Regizing green and
financing Institurions at ihe inelusive financing, The company suecessfully issued sustainable bonds
national and regional levels  Gonducting ESG-Based worth IDR 1.5 trilion in November 2025, which recorded 3
« Improving and integrating Fundrasing sixefold oversubscription,
climate risk management : Improving financiel
« Sustainable financing performance
producis and coflaborations  Strengthening climate risk
Financing sustainable management Perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp185,29
sectors » Implementing a Social and miliar, tumbuh 51,874 dibandingkan tahun 2024. Total
- Developing sustainabiliy- Environmental Management | set meningkat menjadi Rp15,39 ulun dengan
related advisory products System (SEMS) komposisi aset produktif mencapai Rp10,63 triliun.
» Suslaineble corporate : Strategic Blended Financing
financing Partnership The company has posted a net profit of IDR 185.29
- Developing ESG Advisory billion, e 51.875 increase compared to 2024. Total assets
Services inereased to IDR 15.39 tnilion, with productive assets
#eaching IDR 10.63 trillion.
Menyediakan
layaan Perseroan telah mengintegrasikan penilaian risiko iklim

Berkelanjutan untuk ke dalam proses pengarmbilan keputusan investasi

Proyek-Proyek sebagai langkah proaktif dalam mendukung target

Infrastruktur nasional Net Zero Emission (NZE) 2060.

Providin: i

Sustainable The Company has integrated climate risk assessment

Financing for into fts investment decision-making process as a

Intvastrusture proactive step in supporting the national Net Zero

Projects Emission (NZE) 2060 target.

Perseroan telah menerapkan prinsip SSE pada seluruh Iini
bisnis untuk mendukung upaya pengelolaan risiko sosial
dan lingkungan pada proyek-proyek yang dibiayai,
sekaligus meningkatkan transparansi pelaporan,
keberlanjutan sesuai standar global.

The Company has implemented S&£ principles across all
business lines to support social and environmental risk.
management efforts in financed projects, while
increasing the transparenoy of sustainability reporting in
acrordance with global standards.

Perseroan merniliki skema penggabungan dana publik
“dan swasta untuk mendukung proyek infrastruktur yang
didanai oleh IIF.

The company had a scheme for combining public and
private funds to support Infrastructure projects funded by
1

Pada jasa advisory, Perseroan berhasil mendapatkan 16
mandat strategis di berbagai sektor, dengan 13 mandat
diantaranya merupakan proyek berbasis ESG,

inadyisory services, the Company successfully secured
16 strategic mandates acro9s various Sectors, with 13 of
these mandates being ESG-based projeots.

Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025

Page 40 OCR 0.740
K3) Komitmen Kebuanjutan IP

Pilar Sustainable Operation (Kegiatan Operasional Berkelanjutan)
Sustainable Operation Pillars

Fokus

Keberlanjutan — Target Jangka Panjang Target Jangka Capaian 2025
: bond rai 1g - Panya (5 Achievennasi

« Inventaris GRK Scope 1,2, " Melakukan perhitungan Melaporkan perhitungan emisi GRK Scope 3 kategori 15
lan 3 serta penentuan emisi GRK Scope 3 dan
target emisi untuk GRK verifikasi perhitungan emisi Perseroan menjalin kerja sama dan hubungan baik
Scope 1 dan2 GRK Scope 1 dan dengan seluruh regulator, pemegang saham serta.
« Pengembangan sumber » Peningkatan Kapasitas Hard | instansi lainnya untuk mengembangkan kompetensi
daya manusia berbasis Skill dengan Fokus karyawan, khususnya hard skil melalui kegiatan pelatihan
ebertanjutan melalui Keberlanjutan dan/atau workshop yang berfokus pada topik
Mendukung Fisiadi bahelanjitan Lenaanankrakanokng |. Kebortanjutan.
Pengapaian Target operasional perseroan Perseroan telah mengurangi emisi GRK Scope 2 melalui
Net Zero Emi si lons « Manajemen pemangku « Gonducting Scope 3 CHG pembelian Renewable Energy Certificate (REC).
D Mau senja an kepentingan yang mission calculations and
Operaslona iyah berkelanjutan . verifying Scope Tand 2GHG | Reporting he calculation of Scope 3 GHG emissions,
'oan Rendat « Pengembangan informasi #mission calculatiars category 15.
Karbor
n teknologi berbasis » Enhancing Hard Skilis
Supporting the keberlanjutan Capacity with a “The Company collaborated and maintained good
supporting 3 $
Rehleyemant of Net Sustainability Pecus relationship with all regulators, shareholders, and other
Zero Emiselons - GHG Scope 1,2, and3 - Ervironmentally agencies to develop employee competencies, particularly
Targets Through inventory and determination Conscientious Operational hard sitlls, through training and/or.warkshops focused on
Lowbarbon Of emission targets for GHG Ketivities sustainability topics.
Company. Scope 1 and 2
Operational « Sustainability-based human The Company has redurad Scope 2 GHG smiseione
Aetivities, Jesouree development Iiough e purchase of Renewable Energy Certificates
ihrough training/workshops 5).
« Company operational
sustainability initiatives
- Sustainable stakeholder
management
1 Sustainablitybased
information technology
development

Page 41 OCR 0.864
INDONESIA

Pilar Sustainable Impact (Dampak Berkelanjutan)
Sustainable Impact Pillars

Foki

US
Keberlanjutan

As alat

Target Jangka Panjang

Long Term Target

: Memberikan dampak positif
yang nyata bagi penerima
manfaat melalui berbagai
program sosial dan

ingkungan.

« Memperkuat reputasi
perseroan sebagai
pernimpin delam
pembiayaan infrastruktur

erkelanjutan,

« Meningkatkan kualitas dan
transparansi pelaporan
berbasis keberlanjutan.

Target Jangka
Pendek 2025

ort Term Target

MMengimplementasikan program
Tanggung Jawab Sosial (TJSL)
melalui empat pilar utama.

Meningkatkan kualitas dan
transparansi pelaporan berbasis
keberlanjutan.

Implementing a Corporate
Social Responsibility (CSR)
program through four main
pilfars.

Improving the guality and
transparency of susteinability-

INERASTRUCTURE
FINANCE

Capaian 2025

Aokkeyemett

Perseroan merealisasikan dana TJSL sebesar Rp50 juta
Untuk 5 program yang memberi dampak langsung kepada
komunitas sasaran,

Melakukan penjarninan eksternal atas Laporan
Keberlanjutan tahun 2025.

The Company disbursed IDR 505 million in CSR funds for
ITve programs that direetly impacted target communities.

Provided external assurance forthe 2025 Sustainability
Report.

Menciptakan « Integrasi standardisasi

Manfaat dan nasional dan internasional

Dampak Positif terkait pengungkapan based reporting.
keberlanjutan,

Creating Benefits

and Positive » Delivering tangible positive

Impacts impacts for beneficiaries

through various social and
@nvironmental programs.
Strengihening the
company's reputation as a
Tender in sustainable
infrastructure financing.
- Improvingthe gualnty and
transparen2y
sustainabilty-based
reporting.
- Integrating national and
international standards for
sustainability disclosure.

Integrasi Aspek Keberlanjutan pada Proses Bisnis

Sustainability Integration into Business Processes

Pada pilar Sustainable Business dan Sustainable Impact di level
proyek, Perseroan telah mengadopsi pendekatan Triple Bortom Line
(People, Planet, Prosperity). Pendekatan ini dituangkan dalam
mekanisme pembiayaan yang terintegrasi dengan Social and
Environmental Principles (Prinsip SSE) dalam setlap proses bisnis dan
pengambilan keputusan investasi

Melalui kegiatan pembiayaan dan jasa advisory, Perseroan
mewajibkan pemenuhan Prinsip S8E pada setiap proyek infrastruktur
sebagai standar kepatuhan. Hal ini bertujuan untuk memastikan
seluruh klien telah melakukan pengelolaan, mitigasi, serta upaya
mengurangi risiko sosial dan lingkungan secara optimal dalam
aktivitas proyek mereka.

Seluruh implementasi Prinsip S&E pada proyek infrastruktur yang
dibiayai oleh Perseroan berpedoman pada Social Environment
Management System (SEMS). Dalam hal ini, SEMS menyediakan
panduan operasional melalui delapan Prinsip SKE yang menjadi acuan
utama dalam penilaian risiko serta dampak proyek terhadap aspek
sosial dan lingkungan secara berkesinambungan

In the pillars of Sustainable Business and Sustainable Impact at the
project level, the Company has adopted the Triple Bottom Line
(Peopie, Planet, Prosperity) approach. This approach Is embedded ina
financing mechanism integrated with Social and Environmental
Principles (S8E Principles) across all business processes and
investment decision-making.

Through Its financing and advisory activities, the Company has
mandated compliance with S&E Principles for every infrastructure
project as a standard. This aimed to ensure that al clients optimally
managed, mitigated, and undertaken efforts to reduce social and
environmental risks within their project activities.

MI implementations of S&E Principles in infrastructure projects
financed by the Company were guided by the Social and
Envitonmental Management System (SEMS). In this regard, the SEMS
has provided operational guidance through eight S8E Principles that
serve as the primary reference for the ongoing assessment of project
Tisks and impacts on social and environmental aspects

Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025

Page 42 OCR 0.878
Sistem Pengelolaan dan Penilaian
Sosial dan Lingkungan (SEMS)

Socisl and Environmental Assessment
and Management System (SEMS)

Pengadaan Tanah Tenaga Kerja dan Kondisi Kerja -.-
Land Acguisition Labour and Working Conditions
Pencegahan dan Pengurangan Polusi,
Keanekaragaman Hayati k serta Perubahan Ikllm
Blodiversty na | Pollution Preventatlon and Abatement
Prinsip and Climate Change
S8E IIF
Kesehatan Masyarakat,
Masyarakat Adat Keselamatan, dan Keamanan
Indigenous Peoples Community Health, Safety,

Benda dan Warisan Budaya
Cultural Property and Heritage

Based on a review and report conducted by the Institute for Economic
and Social Research, Faculty of Economics and Business, University
of Indonesia (“LPEM FEB UP") in 2021, the SBE Principles implemented

Berdasarkan tinjauan dan laporan yang dibuat oleh Lembaga
Ikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Universitas Indonesia ("LPEM FEB UI") pada tahun 2021, Prinsip S&E

yang diterapkan oleh IIF dalam proses pembiayaan infrastruktur
memiliki beberapa nilai tambah sebagai berikut: 59'2025,202-2)

1. Prinsip S8E IIF mampu mengidentifikasi potensi risiko dan
dampak sosial dan lingkungan dengan lebih komprehensif.
Sebagai contoh, Prinsip S8E IIF mencakup penilaian terhadap
dampak proyek terhadap tenaga kerja dan kondisi kerja,
masyarakat adat, serta benda dan warisan budaya yang sering kali
masih minim analisisnya di dalam dokumen lingkungan proyek.

»

Prinsip S&E IIF menyediakan rencana aksi mitigasi yang lebih
komprehensif dan rinci. Sebagai contoh, IIF memastikan bahwa
pemulihan mata pencaharian atau penghidupan masyarakat yang
terdampak dilakukan dan dikelola dengan baik oleh proyek dan
tertuang dalam dokumen rencana yang strategis.

bal

Prinsip S&E IIF mendukung terciptanya SEMS di masing-masing
proyek untuk membantu debitur dalam mengelola risiko dan
dampak sosial dan lingkungan di sepanjang siklus proyek.

»

Prinsip $8E IIF menerapkan standar yang lebih ketat di beberapa
aspek sosial dan lingkungan, dengan memastikan penerapan
praktik-praktik dan standar bertaraf intemasional.

ul

Prinsip S8E IIF mendorong dilakukannya pemantauan berkala oleh
proyek guna memastikan bahwa implementasi tindakan mitigasi
yang telah direncanakan memenuhi standar yang berlaku.

by JIF in the infrastructure financing process offer several added
values as fotlows: (S8 21212024)

»

»

-

al

/F'S SSE Principles are capable of identifying potential social and

environmental risks and impacts more comprehensively. For
instance, those principles include assessments of project impacts
on labor and working conditions, indigenous peoples, and cultural
heritage that are often minimally analyzed in standard project
environmental documents.

NF'S SKE Principles provide more detailed and comprehensive
mitigation action plans. For example, IIF ensures that the
restoration of livelihoods for affected communities is properly
executed and managed by the project, as articulated in strategic
planning documents.

IFs S&E Principles support the creation of a Social and
Environmental Management System (SEMS) within each project to
assist debtors in managing social and environmental risks and
impacts throughout the project life cycle.

IIF's SE Principles apply more stringent standards across various
social and environmental aspects, ensuring the implementation of
International-level practices and standards.

IIFs SZE Principles encourage regular monitoring by the project to
ensure that the implementation of planned mitigation actions
meets the applicable standards.

Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025

Page 43 OCR 0.900
| K (kata NOONESIA |
FINANCE

Komitmen Kebijakan ISR! 2-23, 2-24

Policy Commitment

Perseroan menetapkan komitmen keberlanjutan melalui adopsi
kebijakan yang selaras dengan kerangka regulasi nasional. Instrumen
utama dalam penegakan komitmen ini adalah Kode Etik (Code of
Conduet) IIF yang dapat diakses publik di situs web Perseroan:
In ds If vat lent/uploads/2025/12/Cocle-of-Condi

Kode etik tersebut berfungsi sebagai pedoman perilaku bagi seluruh
insan Perseroan, termasuk Dewan Komisaris, Direksi, dan seluruh
karyawan, guna memastikan terciptanya lingkungan kerja yang
berintegritas dan akuntabel. Dalam setiap proses bisnisnya, IIF
mematuhi peraturan-peraturan yang berlaku, disertai dengan standar
internal yang ketat.

Selain kepatuhan regulasi, IIF mengintegrasikan penghormatan
terhadap Hak Asasi Manusia (HAM) ke dalam kebijakan strategis
korporasi. Komitmen ini mencakup kebijakan kesejahteraan (benefit),
hak cuti, serta kesetaraan gender yang mengedepankan asas
keadilan. Dalam implementasi di tingkat operasional dan proyek,
Perseroan memastikan perlindungan terhadap hak tenaga kerja,
kondisi kerja yang layak, serta penghormatan terhadap masyarakat
adat sebagai bagian dari perwujudan tanggung jawab sosial dan
kemanusiaan.

Dalam setlap proyek infrastruktur yang dibiayai, Perseroan
berkomitmen memastikan pemenuhan 8 SEP melalui penerapan
SEMS sebagai panduan operasional dalam melakukan penilaian risiko
serta dampak proyek terhadap aspek sosial dan lingkungan secara
komprehensif. Sebagai bagian dari aktivitas bisnisnya, IIF senantiasa
mengedepankan prinsip kehati-hatian melalui mekanisme uji tuntas
(due diligence) yang menyeluruh, mencakup aspek Know Your
Customer (KYC), kredit, legal, hingga kepatuhan terhadap standar
sosial dan lingkungan.

The Company has established its sustainability commitments through
the adoption of policies aligned with the national reguiatory
framework. The primary instrument for enfarcing these commitments
is the IIF Code of Conduct, which is publicly accessible on the
Company's website

uploads/2025/12/Code-of-Conduct:

This Code of Conduct has served as a behavioral guideline for all
Company personnel, including the Board of Commissioners, the Board
af Directors, and all employees, to ensure a work environment
characterized by integrity and accountability, In every business
prooess, IIF has complied with applicabls regulations 3ccompanied by
stringent internal standards.

Beyond regulatory compliance, IIF has integrated respect for Human
Rights into its corporate strategic policies. This commitment also
encompasses policies of weifare (benefits), leave entitlements, and
gender eguality that prioritizes the principle of fairness. At the
@perational and project levels, the Company ensured the protection of
labor rights, decent working conditions, and respect for indigenous
communities as part of its social and humanitarian responsibility.

For every financed infrastructure project, the Company is committed
lo ensuring the fulillment of the 8 S&E Principles (SEP) through the
implementation of the SEMS as an operational Guide for condueting
comprehensive assessments of project risks and impacts on social
and environmental aspecis. AS part of its business activities, IIF has
consistently prioritized the principle of prudence through holistic due
diligence mechanisms, covering Know Your Customer (KYC), credit,
legal, and compliance with social and environmental standards,

Dukungan terhadap Sustainable Development Goals (SDGs)

Support for the Sustainable Development Goals (SDGs)

Melalui integrasi Prinsip S&E serta mekanisme SEMS, setiap kegiatan
pembiayaan IIF dirancang untuk memberikan kontribusi nyata yang
terukur terhadap target-target SDGs. Fokus pembiayaan Perseroan
tidak hanya terbatas pada penciptaan nilai ekonomi (profit), tetapi
secara spesifik menyasar pada peningkatan akses infrastruktur yang
layak, pemberdayaan masyarakat lokal, dan perlindungan ekosistem
hayati. Dengan demikian, investasi yang disalurkan oleh Perseroan
berfungsi sebagai katalis dalam mengakselerasi pencapaian agenda
pembangunan berkelanjutan Indonesia di tingkat nasional dan global.

Laporan Kebei

Through the integration of S&E Principles and the SEMS mechanism,
every IIF financing activity is designed to provide a measurable and
tangible contribution to the SDG targets. The Company's financing
focus is not limited Io economic value eseation (profit) but specificaly
targets improving access to proper infrastructure, empowering local
communities, and protecting biological ecosystems. Thus, the
investments channeled by the Company serve as a catalysi in
accelerating the achievement of Indonesia's sustainable development
agenda at both national and global levels.

jutan 2025 | PT Indonesia Infrastuoture Finance | Sustainability Report 2025

Page 44 OCR 0.875
Dampak Positif dari Kegiatan Pembiayaan Perseroan terhadap
Kontribusi Sustainable Development Goals (SDGs) ix F251
Positive Impact of Corporate Financing Activities on Contribution to
Sustainable Development Goals (SDGs)

Melalui pembiayaan proyek penyediaan air minum (Sistem Penyediaan Air Minum/SPAM),
Perseroan telah memberikan dampak positif kepada 1,47 juta rumah tangga dalam
mendapatkan akses terhadap air bersih yang memadai, dengan total kapasitas suplai
sebesar 27.501 liter per detik.

Kg
POVERTY

Selain itu, proyek energi terbarukan telah menghasilkan kapasitas listrik bersih sebesar
709,90 MW yang menjangkau 709.900 rumah tangga, sehingga mendukung penerangan
sekolah, penyediaan alat belajar, serta terciptanya lingkungan sekolah yang inklusif.
Perbaikan ini memberdayakan para siswa untuk belajar dalam lingkungan yang lebih sehat
dan kondusif.

@UALITr
EDUCATIDN

Through the financing of drinking water supply projects (Sistem Penyediaan Air Minum/
SPAM), the Company has delivered a positive impact to 1.47 million househofds in obtaining
access to adeguate clean water, with a total supply capacity of 27,501 liters per second.

Furthermore, renewable energy projects have generated a clean electricity capacity of 709.90
MW, reaching 709,900 households, thereby supporting school lighting, the provision of
learning tools, and the creation of an inciusive school environment. These improvements
empower students to Igarn in a healthier and more conducive environment.

CLEAN WATER
ANO SAWITATION

Proyek Penyediaan Air Minum 1 47 juta rumahtangga
Drinking Water Supply Projects , sulr households

Proyek Energi Terbarukai umah tangga
Renewable aneroy Projeets 709,90 househoids.
MW

Melalui pembiayaan infrastruktur rumah sakit, Perseroan telah berkontribusi dengan total
1.051 tempat tidur rumah sakit, sehingga memperluas akses terhadap layanan kesehatan
yang berkualitas bagi sekitar 351.000 pasien setiap tahunnya.

GOOD HEALTH
AMD WELE BEING

Through Infrastructure financing for hospitals, the Company has contributed a total of 1,051
hospital beds, thereby expanding access to guality healtncare services for approximately
351,000 patients annually.

Pembiayaan Infrastruktur tempat dur
ema MO aa
Infrastructure Financing pasien pertahun
for Hospitals 351.000 Petema annual

Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025
Page 45 OCR 0.897
INDONESIA
INFRASTRUCTURE
FINANCE

INDUSTRI INOYASI Melalui pembiayaan proyek infrastruktur nasional yang strategis, Perseroan mendukung
DANINFRASIRUKTUR pembangunan jalan tol sepanjang 428 kilometer yang berfungsi dalam meningkatkan
konektivitas serta efisiensi logistik antarwilayah,

Selain itu, Perseroan juga berkontribusi pada pengembangan dan pengoperasian
infrastruktur perkeretaapian sepanjang 130 kitometer sebagai bagian dari jalur kereta
strategis, yang mendorong peralihan mobilitas menuju transportasi yang lebih berkelanjutan
dan inklusif. Perseroan juga membiayai pembangunan empat bandara di Jawa, Kalimantan,
dan Sulawesi yang meningkatkan konektivitas dan aksesibilitas udara baik di perkotaan
maupun daerah terpencil, serta mendukung dua pelabuhan strategis yang memperkuat
pergerakan barang dan komoditas pokok.

Through the financing of strategic national Infrastructure projects, he Company supported
the construction of 428 kilometers of toll roads, which function to enhance connectivity and
regional logistics efficiency.

Furthermore, the Company contributed to the development and operation of 130 kilometers
of railway infrastructure as part of strategic rail lines, which encouraged a mobility shift
toward mare sustainable and inclusive transportation. The Company also financed the
development of four airports in Java, Kalimantan, and Sulawesi, which improved air
connectivity and accessibility in both urban and remote areas, and supports two strategic
ports that strengthen the movement of goods and essential commodities.

Pembangunan Jalan Tol 42 kilometer
the Construciien Of toll reads epanatens

Infrastruktur Perkeretaapian 13 Kilometer
Railway Infrastructure Intaarsers

Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025

Page 46 OCR 0.962
Profil

Perusahaan

Company Profile

Page 47 OCR 0.585
Sumber Dokumentasi uk 15

Page 48 OCR 0.854
Nama Organisasi:

Status Organisasi:

Dasar Hukum
Pendirian

Papan

PT Indonesia Infrastructure Finance

Perseroan Terbatas
Limited Liability Company

Perusahaan Swasta Nasional :
National Private Company '

" Keputusan Menteri Keuangan Republik
Indonesia — No. — KEP439/KM.10/2010 |
tanggal & Agustus 2010 tentang
Pemberian Izin Usaha Perusahaan
Pembiayaan Infrastruktur kepada PT
Indonesia Infrastructure Finance. i
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No, 46
tahun 2020 tentang Perusahaan
Pembiayaan Infrastruktur — selanjutnya
diubah dengan Peraturan Otoritas Jasa
Keuangan No. 46 tahun 2024 tentang
Pengembangan dan Penguatan
Perusahaan Infrastruktur,

Akta Pendirian No. 34 tanggal 15 Januari
2010 yang dibuat di hadapan Aulia Taufani,
SH, selaku pengganti Sutjipto SH, Notaris |
di Jakarta, disahkan oleh Menteri Hukum
dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
dengan Surat Keputusan No. AHU-21503,
AH.O1.01, Tahun 2010 tanggal 28 April
2010 dan diumumkan dalam Berita Negara
Republik Indonesia No, 20 tanggal 11
Maret 2011, Tambahan No. 5123.

- Decree of the Minister of Finance of the
Republic Of Indonesia No. KEP-439/
KM.10/2010 dated & Augusi 2010 on the
Granting ef Infrastructure Financing
Company Business Permit to PT Indonesia
Infrastructure Finance.

- Financial Services Authority Regulation No
46 of 2020 cancerning Infrastructure |
Financing ” Companles,” which — was
subseguently amended by Financial
Services Authority Regulation No. 46 of
2024 conceming Development and |
Strengihening of Infrastructure
Companies. i

- Deed of Establishment No. 34 dated 15
January 2010, made before Aulia Taufani,
SH, substituting for Sutjipto Sti, Notary in
Jakarta, and approved by the Minister of
Law and Human Rights of the Repuhlic of |
Indonesia by Decree No. AMU21503. |
AH.OLO1. Year 2010 dated 28 April 2010,
and anmouneed in the Slate Gazette ofthe —:

Republic of Indonesia No. 20 dated 11

March 2011, Supplement No. 5123.

Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance ainability Report
Page 49 OCR 0.856
| Alamat Kantor Pusat

Meelanasa

Wilayah Operasional dan
Negara Tempat Beroperasi

Kegiatan, Merek, Produk dan Jasa Kan ang

Kegiatan Usaha Pembiayaan Infrastruktur
Infrastructure Financing

Produk Produk Investasi (fund-based dan non-fund-
based) serta Jasa Advisory
Investment Products (fund-based and non
Tund-based) and Advisory Services

A4,99K

Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025
Page 50 OCR 0.871
— 6009 MB 0000

Skala dan Kinerja Organisasi I04K €.3| IGRI 2-6, 2-71

Organization Scale and Performance

Jumlah Aset
Total Assets

Rp Millar
IDR Bilion

Jumlah Pendapatan
Total Revenues

2023

Rp Miliar
IDR Bilion

2024 376

Jumlah Liabilitas
Total Liabilities

Rp Miliar
1DR Bililon

2025

O| Jumlah Ekuitas
Total Eguity

Rp Miliar
IDR Bilion

3

Kegiatan Usaha I0JK c.4, c.cl
Business Activities

Sesuai dengan Anggaran Dasar Perseroan melalui Akta Nomor 48
tanggal 24 Juli 2018 yang terakhir kali diubah dengan Akta Nomor 10
tanggal 26 November 2024 bahwa kegiatan usaha IIF bergerak dalam
usaha pembiayaan proyek-proyek infrastruktur di Indonesia.

Pada tahun 2025, IIF telah menjalankan kegiatan usaha sesuai
dengan Anggaran Dasar sebagai berikut:

Jumlah Proyek yang Dibiayai

Total Active Financed Project
Proyek
Projects

2025

Jumlah Provinsi yang Dilayani
Provinces that the Company Serveda

Provinsi
Provinces

2024

Jumlah Mandat Advisory

Total Advisory Mandates
Mandat
Mandates

2023 Tni
2025 16
Jumlah Karyawan
Total Employees
Orang
People

138 Fa PESAN

2024

2025

Ba Et

In accordance with the Company's Articles of Association through
Deed Number 43 dated 24 July 2018, as most recently amended by
Deed Number 10 dated 26 November 2024, IIF's business activities
focus on financing infrastructure projects in Indonesia.

In 2025, IIF carried out its business activities in accordance with the
Articles of Association as follows:

erlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025

Page 51 OCR 0.882
INDONESIA

1. Produk Investasi (Fund-based dan Non-Fund-based)
a, Produk Investasi Fund-based dikategorikan menjadi:

" Bentuk pinjaman, antara lain pinjaman senior, pinjaman
subordinasi/mezzanine finance, bridge financing, take-out
financing, dan/atau pembiayaan kembali,

- Pembiayaan kegiatan lain yang berkaitan dengan proyek-
proyek infrastruktur selama diperkenankan oleh peraturan:
serta

" Investasi ekuitas atau fasilitas eguity-like.

b. Produk Investasi Non-fund-based dikategorikan menjadi:

" Pemberian jasa dalam mencari pasar swap yang berkaitan
dengan perusahaan pembiayaan infrastruktur, serta

- Pemberian jaminan dalam bentuk, antara lain pemenuhan
liabiltas keuangan, credit enhancement, dan/atau
performance bonds.

2. Jasa Advisory
a. Jasa Advisory kepada Klien Sektor Publik (Kementerian/

Lembaga, Pemerintah Daerah)

» Jasa Advisory Transaksi

Penyediaan jasa advisory kepada Klien Sektor Publik terkait
rencana/ inisiatif pengembangan proyek infrastruktur
melalui skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan
Usaha (KPBU) maupun skema non-KPBU yang melibatkan
kerja sama antara sektor publik dan pihak swasta. Proyek
KPBU tersebut mengacu pada Peraturan Presiden Nomor
38 Tahun 2015 beserta peraturan pelaksanaannya,
sedangkan proyek non-KPBU mencakup antara lain proyek
pembangkit listrik independen (Independent Power
Producer/IPP) maupun proyek kerja sama bisnis antar
badan usaha (business-to-business) pada sektor air minum,
dan proyek infrastruktur lainnya.

Ruang lingkup layanan meliputi: Penyusunan due diligence
dan perencanaan proyek, konsultasi pasar, penyusunan
studi kelayakan, analisis dukungan pemerintah, penyusunan
struktur komersial, negosiasi, pelaksanaan proses tender/
pengadaan, serta penguatan kelembagaan proyek dengan
tujuan mencapai alokasi risiko yang optimal dan
meningkatkan bankability proyek,

Jasa Advisory Kebijakan

Penyediaan jasa advisory dalam perumusan kebijakan
terkait pengembangan infrastruktur serta kegiatan
peningkatan kapasitas (capacity building) untuk
meningkatkan kualitas penyediaan infrastruktur. Layanan ini
dapat dilaksanakan melalui diskusi, seminar, publikasi
akademik, serta penyusunan kajian kebijakan dan
rekomendasi praktik terbaik.

b. Jasa Advisory kepada Klien Sektor Swasta

" Jasa Advisory Keuangan dan Transaksi
Penyediaan jasa advisory untuk mendukung pengembangan
dan pembiayaan proyek infrastruktur, — termasuk
memfasilitasi kerja sama dengan calon investor,
meningkatkan bankability proyek, serta memaksimalkan
nilai bagi para pemangku kepentingan.

Layanan yang diberikan antara lain mencakup
pendampingan persiapan proyek, penyusunan studi
kelayakan, proyek advisory transaksi, serta pengaturan dan
penataan struktur pembiayaan untuk proyek KPBU maupun
non-KPBU, baik yang bersifat solicited maupun unsolicited.
Selain itu, IIF juga dapat memberikan jasa konsultansi
terkait transaksi korporasi, termasuk merger dan akuisisi,
identifikasi mitra ekuitas atau join? venture, valuasi
perusahaan atau saham, serta pelaksanaan due diligence.

INFRASTRUCTURE 7
FINANCE

1. Investment Products (Fund-based and Non-Fund-based)
a. Fund-based Investment Products are categorized into:

» Loan farms, including senior loans, subordinated foans/
mezzanine finance, bridge financing, take-cut financing,
and/or refinancing.

" Financing of other activities related to Infrastructure
projects as permitted by regulations: and

 Eguity investments or eguity-like facilities

b. Non-fund-based Investment Products are categorized into:

- Provision of services in seeking swap markets related lo
infrastructure financing companies: and

" Provision of guarantees in the form of, among others,
fulfiliment of financial liabilities, credit enhancement, and/
or performance bonds.

2. Advisory Services

a. Advisory Services to Public Sector Clients (Ministries/

Agencies, Local Governments)

» Transaction Advisory Services
Pravision of advisory services ta Public Sector Ciients
regarding infrastructure project development plans/
initiatives through Public-Private Partnership (PPP/KPBU)
schemes 2s well as non-PPP schemes involring
Cooperation between the public sector and private parties.
PPP projecls refer to Presidential Regulatian Number 38 cf
2015 and its implementing regulations, while non-PPP
projects include, among others, Independent Power
Producer (IPP) projects, business-to-business cooperation
in the drinking water sector, and other infrastructure
projects.

The scope of services includes: Preparation of due
diigence and project planning, market consultation,
Preparation of feasibility studies, analysis of government
support, formulation of commercial structures, negotiation,
implementation of tender/precurement precesses. and
project institutional strengthening aimed at achieving
Optimal risk allocation and enhancing project bankability

Policy Advisory Services
Provision of advisory services in the formulation of policies
related to infrastructure development and capacily-building
activities to improve the guality of infrastructure provision.
These services may be delivered through discussions,
seminars, academic publications, and the preparation of
policy studies and best practice recommendations,

b. Advisory Services to Private Sector Clients

- Financial and Transaction Advisory Services
The provision of advisory services to support the
development and financing of infrastructure projects,
including facilitating cooperation with potential investors,
enhancing project bankability, and maximizing value for
stakeholders.

The services provided include project preparation
assistance, feasibility study preparation, transaction
advisory projects, as well as the arrangement and
structuring of financing for both solicited and unsolicited
PPP (KPBU) and non-PPP projects. Additionally, IIF can
provide consultancy services related to corporate
transactions, including mergers and  seguisitions,
identification of eguity or joint venture partners, company or
share valuations, and the execution of due diligence.

Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025

Page 52 OCR 0.915
« Jasa Penilaian Ekonomi

Penyediaan jasa advisory dalam melakukan evaluasi
terhadap dampak finansial dan ekonomi dari inisiatif
pengembangan infrastruktur. Layanan ini mencakup
analisis finansial dan ekonomi proyek serta eksplorasi
skema pembiayaan inovatif, termasuk mekanisme value
capture dan asset recycling.

Jasa Advisory Strategi dan Bisnis

Penyediaan jasa advisory dalam penyusunan rencana
strategis maupun rencana jangka panjang pada tingkat
korporasi maupun unit bisnis yang berkaitan dengan sektor
infrastruktur, Layanan ini antara lain mencakup analisis
industri dan persaingan, identifikasi pipeline proyek,
pengembangan model bisnis, penguatan proses bisnis,
identifikasi dan mitigasi risiko, serta penyusunan proyeksi
keuangan dengan mempertimbangkan visi, misi, dan tujuan
klien.

Jasa Advisory Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola (ESG)

Penyediaan jasa ESG advisory untuk mendukung
pengembangan proyek infrastruktur yang berkelanjutan.
Layanan ini meliputi antara lain penilaian sosial dan
lingkungan, evaluasi keselarasan kegiatan usaha atau
proyek infrastruktur dengan Prinsip Sosial dan Lingkungan
(S&E Principles IIF), penyusunan rencana aksi untuk
memenuhi prinsip tersebut, penyusunan uji tuntas ESG,
pengembangan kerangka kerja dan peta jalan ESG,
penyusunan ESG key performance indicators, serta
dukungan dalam pengungkapan ESC.

Layanan ini juga dapat mencakup dukungan dalam
pembiayaan berkelanjutan, termasuk penyusunan kerangka
penerbitan instrumen pembiayaan hijau, sosial, atau
keberlanjutan, pemberian second-party opinion, serta
layanan terkait dekarbonisasi seperti pengelolaan emisi gas
rumah kaca dan analisis bursa karbon.

- Economic Assessment Services
The provision of advisory services to evaluate the financial
and economic impacts of Infrastructure development
initiatives. These services include project financial and
economic analysis as well as the exploration of innovative
financing schemes, including value capture and asset
recycling mechanisms.

Strategic and Business Advisory Services

The provision of advisory services in the preparation of
strategic plans and long-term plans at the corporate or
business unit level related to the infrastructure sector.
These services include industry and competition analysis,
project pipeline identification, business model development,
business process strengthening, risk Identification and
mitigation, and the preparation of financial projections
considering the client's vision, mission, and objectives.

Environmental, Social, and Governance (ESG) Advisory
Services

The pravision of ESG advisory services to support
sustainable infrastructure project development. These
services include social and environmental assessments,
evaluating the alignment of business activities or
infrastructure projects with IIF's Social and Environmental
Principles (S8E Principles), preparing action plans to meet
these principles, conducting ESG due diligence, developing
ESG frameworks and roadmaps, establishing ESC key
performance indicators, and supporting ESG disclosures.

These services may also include support in sustainable
finance, ineluding the preparation of frameworks for Issuing
green, social, or sustainability financing Instruments,
providing second:party opinions, and decarbonization-
related services such as greenhouse gas emisslons
management and carbon exchange analysis.

Sektor Pembiayaan Infrastruktur ISR! Fse, Fs1o)

Infrastructure Financing Sectors

Perseroan menjalankan kegiatan pembiayaan infrastruktur pada
berbagai sektor sebagai target pembiayaan, meliputi infrastruktur
transportasi, jalan, sumber daya air dan irigasi, air minum, sistem
pengelolaan air limbah terpusat, sistem pengelolaan air limbah
setempat, sistem pengelolaan persampahan, telekomunikasi dan
informatika, ketenagalistrikan, minyak dan gas bumi dan energi
terbarukan, konservasi energi, fasilitas perkotaan, fasilitas pendidikan,
fasilitas sarana dan prasarana olahraga serta kesenian, kawasan,
pariwisata, kesehatan, lembaga pemasyarakatan, perumahan rakyat,
bangunan negara, kawasan industri, distribusi pangan, dan
infrastruktur lain.

Objek pembiayaan infrastruktur tersebut sesuai dengan Pasal 5 PMK
No. 100/PMK.010/2009 tentang Perusahaan Pembiayaan, Surat OJK
No. S-2/D.05/2018, dan POJK No. 46/POJK.05/2020 tentang
Perusahaan Pembiayaan Infrastruktur, Surat Keputusan OJK No.
S-170/NB.21/2023 terkait Perluasan Kegiatan Usaha dan Perluasan
Sektor Infrastruktur PT IIF.

Hingga 31 Desember 2025, jumlah klien yang aktif dibiayai dan
persentase portofolio investasinya diuraikan sebagai berikut.

Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Si

The Company has carried oul infrastructure financing activities across
various sectors as financing targets, including transportation
infrasiructure, roads, water resources and irrigation, drinking water,
centralized wastewater management systems, localized wastewater
management systems, solid waste management systems,
telecommunications and infonmatics, electricity, oil and gas and
renewable energy, energy conservation, urban facilities, educational
facilities, sports and arts facilities and Infrastructure, regional zones,
tourism, health, correctional facilities, public housing, state bulldings,
industrial estates, food distribution, and other infrastructure.

These infrastructure financing objects are in accordance with Article 5
of PMK No. 100/PMK.010/2009 concerning Financing Companies,
OJK Letter No. S-2/D.05/2018, and POJK No. 46/POJK.05/2020
concerning Infrastructure Financing Companies, and OJK Decree No.
S-170/NB.21/2023 regarding the Expansion of Business Activities and
Infrastructure Sectors of PT IIF.

As of December 31, 2025, the number of actively financed clients and
their investment portfolio percentages are detailad as follows:

inability Report 2025

Page 53 OCR 0.858
Sektor Portofolio

Portfolio Sectorr

INDONESIA
1 INFRASTRUCTURE
FINANCE

Persentase Nilai Investasi
Investment Value Percentage (4)

Telekomunikasi dan Informatika
Telecommunications and Informatics

Kelistrikan
Electricity

Air dan Pengelolaan Limbah
Water and Waste Utility

Kontraktor Infrastruktur
Infrastructure Contractor

Infrastruktur Gas
Gas Infrastructure

Jalan Raya
Road

Bandara
Airport

Pelabuhan
Port

Infrastruktur Sosial
Social Infrastructure

Infrastruktur Daerah
Regional Infrastructure

Kereta Api dan Transportasi Massal
Railway and Mass Transportation

Infrastruktur Pariwisata
Tourism Infrastructure

Rantai Nilai dan Rantai Pasok'“"' 2-81
Value and Supply Chain

Layanan pembiayaan dan adyisory di bidang infrastruktur yang
diberikan oleh IIF didukung oleh rantai nilai yang terdiri dari
serangkaian proses bisnis. Rangkaian proses bisnis tersebut
melibatkan berbagai jenis pemasok, baik pemasok jasa maupun
pemasok berbagai produk yang digunakan oleh IIF untuk menjalankan
kegiatan usaha, Sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat sekitar,
IIF berkomitmen untuk mengoptimalkan para pemasok lokal dari
wilayah sekitar lokasi operasional Perseroan.

Pada tahun 2025, pemasck yang bekerjasama dengan !F antara lain
namun tidak terbatas pada pemasok untuk layanan kebersihan, IT
support, dan desainer. Hubungan bisnis yang dilaksanakan sebagian
besar bersifat jangka pendek dengan kontrak kerja. Untuk pemasok
dengan jenis layanan atau pekerjaan yang bersifat spesifik, hubungan
bisnis dilaksanakan dengan kontrak berbasis proyek.

IIF juga melaksanakan sosialisasi isu-isu perubahan iklim dalam
kegiatan Vendor Gathering pada tanggal 28 Juli 2025, dihadiri oleh
vendor IT, SE Consultant, dan Technical Consultant.

Sebagai langkah nyata dalam memperkuat keberlanjutan pada rantai
pasok tersebut, IIF telah mendistribusikan Kuesioner ESG Pengadaan
(Procurement ESG Guestionnaire) kepada para vendor, yang berhasil
mencapai tingkat partisipasi aktif lebih dari 508.

20,57x
17,422
12,794
8,45
8,45 2
7,63:
6,974
6,524
6,09
4,03-
12

Ox

7”. sangan
9” sangggnng
7” sananga
4" ya

ai J 0 |) |)

an 0 |)

ken 0 0

kis 0 0

on 0

Men 0

bun

S5. NN AN &

Infrastructure financing and advisory services provided by IIF have
been supported by a value chain consisting of a series of business
processes. This business process seguence has involved various
types ol suppliers, including both service providers and product
suppliers used by IIF to conduct its business activities. As a form of
local community empowerment, !IF is committed to optimizing local
suppliers from the areas surrounding the Company's operational
focations.

In 2025, the suppiiers collaborated with IIF included, but were not
limited to, cleaning services, IT support, and designers. Business
relationships primary being shorterm and contract-based. For
suppliers providing specific 1ypes of services or work, business
retationships were conducted through project-based contracts

IIF also socialized climate change issues during a Vendor Gathering
held on 28 July 2025, which was attended by IT vendors, S8E
Consultants, and Technical Consultants.

In addition, JIF has distributed a Procurement ESG Guestionnaire to its
vendors, which received more than 5056 active participation

Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025

Page 54 OCR 0.896
Kuesioner ini dirancang untuk memetakan pemahaman dasar serta
praktik ESG di tingkat vendor, sehingga IIF dapat mengukur sejauh
mana tingkat kesadaran keberlanjutan dalam ekosistem mitranya.
Hasil dari penilaian ini menjadi landasan bagi Perseroan untuk terus
mendukung, mempromosikan, serta mendiseminasikan nilai-nilai ESG
secara lebih luas di seluruh rantai pasoknya.

009

The guestionnaire was designed to establish a baseline
understanding of vendors' ESG awareness and practices, enabling IIF
to assess the current level of knowledge within its vendor ecosystem.
The results served as a foundation for identifying areas where IIF
could further support, promote, and disseminate ESG values across
its supply chain,

Alur dan Skema Layanan Pembiayaan/Advisory Berkelanjutan IIF IS! 2-61
Sustainable Financing/Advisory Services Flow and Scheme

Dalam menyediakan layanan pembiayaan infrastruktur dan advisory,
IE menerapkan skema layanan yang mengatur interaksi dan
rangkaian aktivitas pada tingkat proyek, mulai dari penjajakan hingga
pelaksanaan,

Pada tahun 2025, sasaran utama layanan pembiayaan diarahkan pada
proyek energi terbarukan serta proyek dengan tingkat kepatuhan ESG
yang tinggi, Sementara itu, untuk layanan konsultasi, Perusahaan
menargetkan perusahaan yang menjalankan proyek yang memenuhi
kriteria ESG (proyek hijau). Sebelum pembiayaan disalurkan, IIF
terlebih dahulu melakukan asesmen terhadap calon klien berdasarkan
kriteria ESC.

Secara keseluruhan, Perseroan tidak memiliki hubungan bisnis lain
dengan pemasok di luar hubungan yang terkait dengan rantai pasok.

Perubahan Signifikan !0x cl

Significant Changes

Sepanjang tahun 2025, tidak terdapat perubahan yang terjadi pada
Perseroan terkait penutupan atau pembukaan cabang baru,
pembukaan atau penutupan unit usaha baru, maupun merger atau
penggabungan usaha. Begitu juga dengan rantai pasokan, tidak
mengalami perubahan signifikan yang berdampak terhadap Perseroan
di sepanjang tahun 2025.

In delivering infrastructure financing and advisory services, IIF applies
a service framework that governs interactions and seguences of
activities at the project level, from initial engagement through to
implementation.

In 2025, the primary focus of financing services was directed toward
renewable energy projects as well as projects with a high level of ESG
compliance. Meanwhile, for advisory services, the Company targeted
enterprises undertaking projects that meet ESG criteria (green
projects). Prior to the disbursement of financing, IIF conducts an
assessment of prospective clients based on FSG criteria.

Overall, the Company did not maintain any business relationships with
suppliers beyond those related ta its supply chain.

Throughout 2025, there were no changes at ths Company related to
the closure or opening of new branches, the esteblishment or closure
of new business units, or any mergers er business combinations.
Similarly, the supply chain did not undergo any significant changes
that had'an impact on the Company during 2025.

Keanggotaan Asosiasi !OJK C.5I IGRI 2-28

Association Memberships

Nama Organisasi

Name of the Organization

Skala Organisasi
Organizational Scale

Status Keanggotaan
Membership Status

Masyarakat Telematika Indonesla ("MASTEL") Nasional Anggota Aktif

The indonesian Telernatics Society National Active Member

Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (“METI") Nasional Anggota Aktif

The Indonesian Renewable Energy Society Nationat Active Member

Asia Pacific Loan Market Association (“APLMA") Asia-Pasifik Anggota Aktif

i Asia Pacific Loan Market Association ("APLMA?) Asia-Pacific Active Member

CFO Club Indonesia . Nasional Anggota Aktif

CFO Club Indonesia National Active Member
Lembaga Alternatif Penyelesalan Sengketa Sektor

| “Jasa Keuangan (LAPS SIK) Naslonal Anggota Aktif

National Active Member

Lembaga Atematf Penyelegaian Sengketa Sektor
Jasa Keuangan ("LAPS SIK)

Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025

Page 55 OCR 0.875
Wilayah Operasional 'OJK C-2| IGRI 2-61 IGRI Fscl
Operational Area

Sampai dengan akhir tahun 2025, IIF memiliki 41 proyek yang aktif
dibiayai dari berbagai sektor infrastruktur di 23 provinsi yang tersebar
di seluruh Indonesia.

As of the end of 2025, PT Indonesia Infrastructure Finance ("IIF") had
41 actively financed projects across various infrastructure sectors in
28 provinces throughout Indonesia.

Sektor Portofolio
Portfolio Sector

Wilayah Portofolio
Portfolio Areas

Sektor Portofolio
Portfolio Sector

Wilayah Portofolio
Portfolio Areas

Bandara Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Airdan Jawa Timur, Lampung, Riau (Pekanbaru dan
Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Selatan Pengelolaan Dumal)
Airport Limbah
West Java, Central Java, East Java, South East Java, Lampung, and Riau (Pekanbaru
Kalimantan, and South Sulawesi Water and Waste and Duma)
utility
Kelistrikan Aceh, Sumatera Utara, Jambi, Lampung,
Kalimantan Utara, Jawa Barat, Jawa Timur, Kontraktor Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur,
Electricity Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, dan Infrastruktur Sumatera Utara, Kalimantan Barat, dan
Papua Barat Kalimantan Timur
Infrastructure
Aceh, North Sumatra, Jambi, Lampung, Contractor West Java, Central Java, East Jaya, North
North Kalimantan, West Java, Easi Java, Sumata, West Kalimantan, and East
Sentral Sulawesi, North Sulawesi, and West Kalimantan
Papua
Infrastruktur Gas Jawa Timur, Kalimantan Timur, dan Papua
Pelabuhan Gorontalo and Jawa Barat Barat
Gas Infrastructure
Port Gorontelo and West Java (asi Java, East Kalimantan, and West Papua
Kereta Api dan Infrastruktur -
“Transportasi Massal Banten (Tangerang) Pariwisata
Railway and Mass
Kaananbrtatian Banten (Tangerang) Tourism
Infrastructure
Jalan Raya DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Tengah |
ah 8 9 Infrastruktur OKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, dan Jawa
Road DKI Jakarta, West Java, and Central Java Sosial Timur
Social . OKI Jakarta, West Java, Banten, and East
Telekomunikasi .Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Infrastructure Java
dan Informatika Kepulauan Riau (Batam), Bali, Kelimantan
Timur, Maluku, Nusa Tenggara Barat, Nusa
Telecommunicati Tenggara Timur, Papua, dan cakupan se- Infrastruktur Bali
ons and indonesia Daerah
Informatics . Bali
West Java, Central Jaya, East Java, Riau Ragional
Islands (Batam), Beli, East Kalimantan, Infrastructure

Maluku, West Nusa Tenggara, East Nusa
Tenggara, Papua, and nationwide coverage
across Indonesia

Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025

Page 56 OCR 0.838
620

0S

Tata Kelola

Keberlanjutan

Sustainability Governance

Page 57 OCR 0.645
Rapat Koordinasi Internal Tim IIF

Sumber Dokamanlan IP Sowee HP

Page 58 OCR 0.719
Tata Kelola Keberlanjutan
Sustainability Governance :

Corporate Governai
memastikan pros

bertanggung jawa
penciptaan nilai 5

mitrient is pealaea tembugh
rSonnel in upholding GCG-prir

Sorhprehiensive. Internal :
foundation for transpatent, nd.consisi e, 1 Sistem Penyediaan Air Minum di Pekanbaru
it U Drinking Water Supply System in Pekanbaru

' Governance (ESG).management across all Company'activitjes. -- on .

PT Indonesia Infrastucture Finance | S
Page 59 OCR 0.861
INDONESIA

Struktur Tata Kelola ISRI 2-1

Governance Structure

Perseroan senantiasa mengkaji pengembangan organisasi secara
berkala dengan tetap menjunjung tinggi prinsip GCG dan mendukung
upaya untuk membangun kultur budaya kinerja tinggi (High
Performance Culture). Penyesuaian maupun penambahan komite juga
akan dilakukan sesuai kebutuhan dan kondisi Perseroan. Penyesuaian
organisasi tersebut perlu dilakukan untuk menyesuaikan dengan
rencana pengembangan usaha Perseroan, meningkatkan efektivitas
organisasi yang berorientasi bisnis di samping untuk mengantisipasi
dinamika kegiatan usaha yang cenderung tinggi. Strategi yang akan
diterapkan adalah melakukan kajian internal didampingi konsultan
SDM yang relevan.

Per 30 September 2025, Perseroan dikelola oleh Komite Eksekutif
yang terdiri dari empat Diraktur dan satu Executive Vice President,
serta Dewan Komisaris yang terdiri dari tiga Komisaris Independen,
satu Komisaris yang mewakili PT Sarana Multi infrastruktur (Persero),
dan empat Komisaris yang masing-masing mewakili pemegang

saham lainnya, sebagaimana diperlihatkan pada diagram berikut ini.
Kos sa

INFRASTRUCTURE
FINANCE

The Company has been continuously reviewing its organizational
development periodically while upholding GCG principles and
supporting efforts to build a High Performance Culture. Adjustments
Or additions to committees are also carried out according to the
Company needs and conditions. Such organizational adjustments
are necessary to align with the Company's business development
plans, enhance business-oriented organizational effectiveness, and
anticipate the highly dynamic nature of business activities. The
strategy to be implemented involves conducting internal reviews
accompanied by relevant HR consultants.

As of September 30, 2025, the Company was managed by an
Executive Committee consisting of four Directors and one Executive
Vice President, as well as a Board of Commissioners consisting of
three Independent Commissioners, one Commissioner representing
PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero), and four Comrmissioners each
tepresenling other Sharehoklers, as shown in the following diagram.

Corporate Strategy and
Economist

Legal &
Corporate Secretary

Internal Audit

Advisory Grotip

cr.” |

s (Bol

BoDIC Board of Directors - Investment Committee,
Asset and Liabilities Committee:
RMC, Risk Managoment Committee:

IC Advisory Committee:
ITSC Information Technology Steering Committee,
HRC Human Resources Committee

e,
FPC Fraud and Corruption Prevention Committee, and
IMCO  Impairment Committee,

Finanei Planning

Inistitutiona! Relatioris and
iry.

AC Audit Committee,

NRC” Nomination and Remuneration Committee.

BoC IC Board of Commissioners - Investment Committee, and
ROC Risk Oversight Comrmnittee.

Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Inftastucture Finance | Sustainability Report 2025

Page 60 OCR 0.900
Untuk mendukung kelancaran manajemen yang disebutkan di atas,
Perseroan juga telah memenuhi ketentuan Otoritas Jasa Keuangan
(OJK) terkait pembentukan organ pendukung bagi Lembaga Jasa
Keuangan, antara lain Unit Audit Internal serta komite-komite di
bawah Dewan Komisaris dan Direksi, yang berperan dalam
mendukung efektivitas pengawasan dan pengelolaan Perseroan.
Berikut ini komite-komite di bawah Dewan Komisaris dan Direksi:

To support the smooth management mentioned above, the Company
has also complied with the Financial Services Authority (OJK)
regulatians regarding the establishment of supporting organs for
Financial Service Insitutions, including the Internal Audit Unit as well
as commitiees under the Board of Commissioners and Board of

Directors, which played a role in supporting the effectiveness of the
Companys oversight and management. The following are the

committees under the Board of Commissioners and Board of

Komite-komite di Bawah Dewan Komisaris
Committees Under the Board of Commissioners

1. Komite Audit (Audit Committee/AC)

2. Komite Nominasi dan Remunerasi (Nomination and Remuneration
Committee/NRC)

3. Komite Investasi Dewan Komisaris (BoC-IC)

4. Komite Pemantau Risiko (Risk Oversight Committee/ROC)

Komite-komite di Bawah Direksi
Committees Under the Board of Directors

Komite Investasi (Investment Committee)

Komite Aset dan Liabilitas (ALCO)

Komite Manajemen Risiko (RMC)

Komite Advisory (ADVC)

Komite Pengarah Teknologi Informasi (ITSC)
Komite Sumber Daya Manusia (HRC)

Komite Pencegahan Kecurangan dan Korupsi (FPC)
Komite Penurunan Nilal (IMCO)

PNPPAPND

Dalam struktur tata kelola Perseroan, Ketua Dewan Komisaris tidak
merangkap jabatan sebagai eksekutif senior di Perseroan, Pemisahan
peran antara fungsi pengawasan dan fungsi pengelolaan tersebut
diterapkan untuk menjaga Independensi, mencegah konflik
kepentingan, serta memastikan pengambitan keputusan yang objektif
dan akuntabel. ISm21!

Kompasisi badan tata kelola tertinggi Perseroan dan komite-
komitenya terdiri atas anggota eksekutif dan non-eksekutif yang
memenuhi kriteria independensi, dengan memperhatikan masa
Jabatan, rangkap jabatan dan komitmen signifikan lainnya,
keberagaman gender, keterwakilan kelompok sosial yang kurang
terwakili, serta perwakilan pemangku kepentingan. Penetapan
anggota juga mempertimbangkan kompetensi yang relevan dengan
pengelolaan dampak ekonomi, IIngkungan, dan sosial. '“#'2s1

Prosedur Nominasi dan Seleksi !S"' 20)
Nomination and Selection Procedure

Proses nominasi Dewan Komisaris dan/atau Direksi telah
diselaraskan dengan ketentuan-ketentuan, yang berlaku meliputi
ketentuan dalarn Anggaran Dasar Perseroan dan POJK No. 33/
POJK.04/2014 tentang Direksi dan Dewan Komisaris Emiten atau
Perusahaan Publik: serta Peraturan perundang-undangan lain yang
berlaku.

Untuk komisaris independen, Perseroan telah memastikan bahwa
kriteria dan proses seleksi yang dilakukan senantiasa selaras dengan
standar tata kelola terbaru, termasuk kepatuhan terhadap POJK No.
48 Tahun 2024 tentang Kriteria Komisaris Independen. Penerapan
aturan ini menegaskan komitmen Perseroan dalam memperkuat
fungsi pengawasan yang objektif dan independen guna menjaga
Integritas tata kelola perusahaan di seluruh aspek operasional.IS”' 2-1

Directors:

Audit Committee (AC)
Nomination and Remuneration Committee (NRC)

Investment Committee of the Board of Commissioners (BoC-IC)
Risk Oversight Committee (ROC)

opa

Investment Committee
Asset and Liability Committee (ALCO)

Risk Management Committee (RMC)

Advisory Committee (ADVC)

IT Steering Committee (ITSC)

Human Resources Committee (HRC)

Fraud and Corruption Prevention Committee (FPC)
Impairment Committee (IMCO)

PNP

In the Company's governance structure, the Chairperson of the Board
of Commissioners does not hold a concurrent position as a senior
executive within the Company. This separation of roles between
oversight and management functions is implemented to maintain
Independence, preveni conficts of interest, and ensure ohjeclive and
accountable decision-making. SR 2411

The composition of the Company highest governance body and its
committees consists of executive and non-executive members who
meet Independence criteria, taking into account tenure, concurrent
positions and other significant commitments, gender divessity,
tepresenlation from underrepresented social groups, and stakeholder
representation, The appointment of members also considers
competencies relevant to the management of economic,
environmentai, and social impacts. 1921291

The nomination process for the Board of Commissioners and/or
Board of Directors was also aligned with the prevailing provis'ons,
ineluding the provisions in the Company Articles of Association and
POJK No. 33/POJK.04/2014 concerning the Board of Directors and
Board of Commissioners of Issuers or Public Companies: as well as
other applicable laws and regulations.

For independent commissioners, the Company ensured that the
criteria and selection process are consislently aligned witi the latest
governance standards, including compliance with POJK No, 48 of
2024 concerning Crileria for Independent Commissioners. The
implementation of this regulation reaffirmed the Companys
commitment to strengthening objective and independent oversight
unctions to maintain the integrily of corporate governance across all
operational aspects. “211

Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025

Page 61 OCR 0.833
Proses nominasi Dewan Komisaris dan/atau Direksi IIF merupakan
bagian dari tugas dan tanggung jawab Komite Nominasi dan
Remunerasi (NRC) melalui prosedur sebagai berikut:

NRC melakukan seleksi dan memberikan nominasi calon yang
akan direkomendasikan kepada Dewan Komisaris:

Dewan Komisaris melakukan seleksi dan memberikan nominasi
calon yang akan direkomendasikan kepada Pemegang Saham:
Ketua NRC dan Dewan Komisaris memberikan rekomendasi
nominasi calon dan remunerasinya kepada Pemegang Sahat
Pemegang Saham memberikan tanggapan, pertanyaan, dan/atau
persetujuannya pada nominasi yang disampaikan oleh Ketua NRC
dan Dewan Komisaris,

Khusus untuk anggota Komisaris yang mewakili Pemegang
Saham, seleksi dan nominasinya dilakukan oleh Pemegang Saham
Terkait.

Berikut ini komposisi Dewan Komisaris dan Komite Eksekutif/Direksi
per 31 Desember 2025.

INDONESIA
IE INFRASTRUCTURE
FINANCE

The nomination process for the Board of Commissioners and/or
Board of Directors of IIF is part of the duties and responsibilities of
the Nomination and Remuneration Committee (NRC) through 1he
following procedures:

"the NRC conducted selection and provides nominations of
candidates to be recommended to the Board of Commissioners:
the Board of Commissioners conducted selection and provides
nominations of candidates to be recommended to Shareholders:
the Chairman of the NRC and the Board of Commissioners
provided recommendations for candidate nominations and their
temuneration to Sharsholders:

shareholders provided responses, auestions, and/or approvals to
the nominations submitted by the Chairman of tha NRC and the
Board of Commissioners:

specifically for members of the Board of. Commissioners
tepresenting Shareholders, the selection and nomination were
carried out by the Relevant Shareholders.

The following is the composition of the Board of Commissioners and
the Executive Committee/Board of Directors as of December 31,

2025.

Komposisi Dewan Komisaris (per 31 Desember 2025) IS" 29)
Composition of the Board of Commissioners (as of 31 Desember 2025)

Pemangku Kaper
Term ot Off Yang Diwaki

Jabatan Periode Jabatan
ori rm of Oifeo

#ositons Termet ori

Reprasentn
Stokehalders

Darmin Presiden Komisaris dan 14 Jul 2020 s/d 14 Juli 2023, Laki-laki Independen Berpengalaman lebih dari 35
Nasution Komisaris Independen. diangket kembali sampai dengan tahun di bidang ekenomi dan
14 Juli 2026 Male Independent keuangan,
President Commissioner and
Independent Cemmissioner 14 July 202010 14 July 2023, More than 36 years of
reappointed until 14 July 2026 experience in econorrics and
finance
Rinaldi Komisaris Independen 25 Janwari 2018 s/d 19 Maret 2020, Lakitaki Independen Berpengalaman lebih dari 35
Fimansyah “diangkat kembali s/d 19 Maret 2023 tahun di bidang teknologi,
Independent Commissioner dan diangkat kembali untuk ketiga Male Independent keuangan, dan manajemen.
kalinya s/d 19 Maret 2026 korporasi.
25 danvary 2018 te 19 Mereh 2020, Over 36 yeeis Of expenence
teappointed until 19 March 2023 and intechnology, finance, and
reahpointed for the tird time until 19 Corporate management.
March 2026
Rizal Komisaris Independen 1 Januari 2024 s/d 1 Januari 2027 Lakklaki Independen Berpengalaman lebih dari 35
Bambang tahun di bidang analisis
Prasetjo, Independent Cermmissioner 1 January 2024 until 1 January 2027 Male Independent ekuitas, perbankan, dan
manajemen risiko:
More than 35 years of
experience in eguity analysis,
banking and risk
managemen!
Oza Olivia Komisaris, perwakilan dari 23 Juni 2023 sfd 23 Juni 2026 Perempuan Pemegang Saham Berpengalaman 'ebih dari 20
Sarana Multi Infrastruktur tahun di bidang keuangan:
GM) 28 June 2023 t0 23 June 2026 Female Shareholders negara, kebijakan fiskal, dan
administrasi publik.
Gommmissioner, representative
Of Sarana Multi Infrastruktur More than 20ycars of
MI) erpenancein Ine held of
slate finance, fiscal policy,
and public administsaticn
Lodewij Komisaris, perwakilan dari 26 Juli 2019 s/d 22 Maret 2022, Pemegang Saham Berpengalaman lebih dari 25
Lodowk Asian Development Bank: na ken bl ara 22 Manar gang tahun dijasa keuangan
(A08) 2022 dan diangkat kembali Male Shareholders global perbankanimesasi,
Commissionet, representative untuk ketiga kalinya s/d 22 "eta Keloa Korporat,
df the Asian Davelopment Maret 2026 Over 25 years of eaporience

Bank (ADB) in global Tnangial services,
invesimem banking and

corporate governance

26 July 2019 to 22 March 2022,
ointed until 22 March

2025, and reappointed for the

third time until 22 March 2026

Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025

Page 62 OCR 0.693
Mare-Oliver Komisaris, perwakilan dari 120 April 2022 s/d 20 April 2025 Laki-laki Pemegang Saham Bermengalamen lebih den 35

Juenemann Deutsche Invesfitlons-und dan diangkat kembali s/d 20 tahun di bidang kewe
Entwisklunosgeseltschali, ii hold ekuitas, den pembiayaan
Pangan Api 2025 Mate Shaehotders Pi
Commissiorerentesentatye 20 April 202210 20 April 2026, fmance,
@fbevisoha mbesitoasang and reappointed until 20 April More than 35 yeers of
Entwieklung 2028 @xperience'in Iinance, eaully
and structured finance.
Supriya .... Korriseris, perwakilan dari '20 April 2022 s/d 20 April 2025 Perempuan Pemegang Saham Berpengalaman lebih dari 30
Prakash San Itenatana rona dan Singkat Dana z1 £ N N h ya katun di biang perankan
rporation investasi ckuta5 swasia"
Geihmssloner April 2021 emale Shareholders dalam bidang proyek nori
1 120 April 2022 to 20 April 2025, Ann perkotaan
Danton Finance and reappointed until 21 April ebagal agan
Corporation (FO) 2028
ver 30 years of cxperience
In banking private eguly
Investments - in renewable
energy projects,
Wansbattatcn, ran
jnlrastruolure in various
countriee.
Yuji Komisaris, perwakilan dari ari 2024 s/d 12 Januari aki ang Saha Berpengalaman lebih dari 27
Kei vaa Sumitomo Mitsul Banking Rap nuar bi ' baki laki Pemegang Saham tahun dibidang kenangan
Corporatlan (SMBC) Male Shareholders internasional, pembiayaan
Sommissjaner 12 January 2024 until 12 terstruktur (St7Uetur
January 2027 finance), dan en
Representative of aset investasi infrastruktur,
Sumitemo Mitsui Banking
“Corporation (SMBC) Over 27 years Of experience

in internat'onal finance,
sttuctured finance, and
Infrastructure investment
asset management.

Komposisi Direksi/Komite Eksekutif (Per 31 Desember 2025) S2
Composition of the Board of Directors/Executive Committee (as of 31 December 2025)

Jabatan Periode Jabatan Jenis Kelamin Kompetensi

Positioi T

Office Gender Competency

Pribadi Presiden Direktur 3Maret2025s/d3 Maret 2028 Lakilaki Berpengalaman letih dan 30 ahun di bidang
asan Chief Exeoutive Officer 3 March 2025 until 3 March Male na edan Hong
2028 korporasi dan investasi, properti serta pelabuhan
an maritim

Over 30 years of experience in finance across
various industries in Indonesia, Hong Kong and
Malaysia, including corporate and investrnent
banking, property, and ports and maritime.

Eri Wibowo Direktur Keuangan 7 Mei 2025 s/d 7 Mel 2028 Laki-laki Berper laman Jebih dari 26 tahun Gbidang
khususnya
Chief Financial Officer 7 May 2025 until 7 May 2028 Male Sea men dan er,

dengan keahlian meliputi pembiayaan proyek,
sindikasi pinjaman, pembiayaan terstruktur, serta
Jasa konsultasi keuangan.

Over 24 years of experience in corporate and
invesiment banking, particularty in the
infrastructure, agribusiness, and energy sectors,
with expertise spanning project finance, loan
syndication, struotured financing, and financial
consulting services.

Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025

Page 63 OCR 0.888
INDONESIA
INFRASTRUCTURE
FINANCE

Lestari Direktur Risiko

Onsagacia Chief Risk Officer

8 Desember 2023 s/d 8
Desember 2026

8 December 2023 until 8
December 2026

Perempuan Berpengslaman lebih dar 25 tahun di bidang

£ perbankan internasional dengan spesialsasi ci
emate idang manajemen risiko, penjaminan kredit, serta
7

manajemen portofofio krex

More than 25 years of experience in international
banking with Specialization in risk management,
credit guarantee, and credit portfolio
management.

Mohammad Direktur Investasi
Ramadhan

Harahap Chief Investmeat Officer

30 Juni 2023 s/d 30 Juni 2026
30 June 2023 until 30 June
2026

Laki-laki Berpengalaman selama 30 tahun dalam bidang
Mate perbankan korporasi dan investasi.

30 ycars of experience in corporate and
investment banking.

Executive Vice President -
Kepala Grup Advisory

Executive Vice Presidant -
Head of Advisory Group

Irman Boyle

Informasi lebih rinci mengenai struktur, komposisi, proses
pencalonan, serta profil badan tata kelola tertinggi disajikan dalam
Laporan Tahunan Perseroan 2025.

Evaluasi Kinerja
Performance Evaluation

Penilaian kinerja Dewan Komisaris dan Direksi, baik secara kolektif
maupun individual, dilakukan setiap tahun melalui metode penilaian
mandiri (self-assessment). Evaluasi ini didasarkan pada pencapaian
indikator kinerja utama (Key Performance Indicator/KPI) yang
mencakup aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan, serta kepatuhan
terhadap regulasi dan Anggaran Dasar Perseroan, (#2 181

Hasil penilaian kinerja Dewan Komisaris disampaikan kepada
Presiden Komisaris. Sementara itu, hasil penilaian Direksi
disampaikan kepada Dewan Komisaris untuk dievaluasi lebih lanjut
oleh Presiden Komisaris berdasarkan rekomendasi Komite Nominasi
dan Remunerasi (NRC). Selain sebagai bentuk tanggung jawab
kepada Pemegang Saham, hasil evaluasi ini menjadi acuan dalam
meningkatkan kinerja kepemimpinan serta menjadi dasar
pertimbangan NRC dalam memberikan rekomendasi pengangkatan
kembali anggota Direksi maupun penyusunan struktur remunerasi. IS?!
29.2

18 Mei 2024 s/d 15 Mei 2026
15 May 2024 until 15 May 2026

Lakilaki
Male

Berpengalaman selama 15 tahun di berbagai
institusi multilateral dan firma konsultan (IFC, APB,
IIE/Energy Group dan PA Consulting), bekerja di
bidang jasa advisory dan pendanaan Sektor publik
untuk proyek proyek di bidang energi dan
infrastruktur.

15 years of experience in various multilateral
institutions and consulting firms (IFC, APB, IIE/
Eneroy Group and PA Consulting) working in the
field ot advisor services and puc secto: funding
for projects in the energy and infrastructure
sectors.

More detailed information regarding the structure, cemposition,
nomination process, and profiles of the highest governance body is
presented in the Company 2025 Annual Report.

The performance evaluation ol the Board of Commissioners and the
Board of Directors, both collectively and individually, was conducted
annually through a self-assessment method. This evaluation was
based on the achievement of Key Performance indicators (KPIS)
covering economic, social, and environmental aspects, as well as
compliance with regulations and the Companys Articles of
Association. (ema

The results of the Board of Commissioners' performance assessment
were submilted to the President Commissioner, Meanwhile, the
results of the Board of Directors' assessment were submilted to the
Board of Commissioners for further evaluation by the President
Commissioner, based on recommendations from the Nomination and
Remuneration Committee (NRC). In addition to being a form of
accountability to Shareholders, the results of this evaluation served as
a reference for enhancing leadership performance and as a basis for
the NRC's consideration in recommending the reappointment of Board
members and structuring remuneration. $P'219,2-201

Kebijakan Remunerasi Dewan Komisaris dan Direksi 21522
Remuneration Policy for the Board of Commissioners and the Board of Directors

Perseroan menyusun paket remunerasi bagi Dewan Komisaris dan
Direksi dengan menitikberatkan pada keselarasan antara beban tugas
serta tanggung jawab individual masing-masing personel. Dalam
penetapannya, struktur dan nominal imbalan tersebut diputuskan
melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan, yang
merujuk pada hasil evaluasi serta rekomendasi strategis dari Komite
Nominasi dan Remunerasi (NRC). Hingga saat ini, proses penentuan
tersebut dilakukan secara internal secara mandiri tanpa melibatkan
konsultan atau pihak ketiga.

The Company structures the remuneration packages for the Board of
Commissioners and the Board of Directors by emphasizing alignment
between the workioad and the individual responsibilities of ach
persannel. In its determination, the structure and nominal amount of
he compensation are decided through the Annual General Meeting of
Shareholders (AGIMS), referring to the evaluation results and strategic
recommendations from the Nomination and  Remuneration
Committee (NRC). To date, this determination process has been
conducted internally and independently without involving consultants
or third parties.

Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025

Page 64 OCR 0.920
TmtaKelola Kehedlanjutan

Proses penetapan besaran remunerasi Dewan Komisaris dan Direksi
diawali dengan pembahasan oleh Dewan Komisaris mengenai
Indikator-indikator yang menjadi pertimbangan utama dalam proses
penetapan remunerasi Dewan Komisaris dan Direksi, termasuk hasil
@valuasi dan pertimbangan yang disampaikan oleh NRC. Selanjutnya,
usulan remunerasi Dewan Komisaris dan Direksi akan disampaikan
kepada Pemegang Saham pada saat RUPS Tahunan untuk dimintakan
persetujuannya.

Indikator-indikator utama sebagai dasar pertimbangan dalam
menentukan besaran remunerasi Dewan Komisaris dan Direksi, antara
lain kinerja Perseroan, faktor dan skala usaha, faktor kompleksitas
usaha, kinerja Board secara kolektif, kinerja individu, benchmark
internal dan eksternal, tingkat inflasi, kondisi dan kemampuan
keuangan Perseroan, serta faktor-faktor lain yang relevan dan tidak
bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Terkait dengan besaran remunerasi Dewan Komisaris dan Direksi
tahun 2025, IIF menganut kebijakan tertutup dan merupakan
informasi rahasia bagi Perseroan. (#1221!

The process of determining the remuneration for the Board of
Commissioners and the Board of Directors begins with a discussion
by the Board of Commissioners regarding the primary indicators
considered in tne remuneration setting process, including evaluation
results and considerations submitted by the NRC. Subseguently, the
proposed remuneration for the Board of Commissioners and the
Board of Directors is presented to the Shareholders at the AGMS for
their approval.

The primary indicators serving as the basis for determining the
temuneraticn of the Board of Commissioners and the Board of
Directors inciude, among others, the Companys performance,
business scale and factors, business complexiy, the Board's
collective performance, individual performance, internal and external
benchmarking, inflation rates, the Campanys financial condition and
capacity, as well as other relevant factors that do not conflict with
applicabie laws and regulations. —"

Related to the remuneration of the Board of Commissioners and the
Board of Directors in 2025, IF adopted a closed policy, and such
information was considered confidential to the Company, SWT

Penanggung Jawab Penerapan
Keuangan Berkelanjutan 'OJK E-11 IRI 2-121

Responsibility For Sustainable Finance Implementation

Dalam rangka memastikan penerapan Keuangan Berkelanjutan yang
efektif dan terintegrasi ke dalam strategi bisnis, Perseroan telah
menetapkan pembagian tugas dan tanggung jawab yang jelas pada
seluruh tingkatan organisasi, mulai dari Dewan Komisaris, Direksi,
hingga unit kerja dan pejabat terkait.

Sesuai ketentuan Undang-Undang Republik Indonesia No. 40 Tahun
2007 tentang Perseroan Terbatas (UU PT), struktur tata kelola IIF
terdiri atas organ-organ Perseroan, yaitu Rapat Umum Pemegang
Saham (RUPS), Dewan Komisaris, Direksi, serta organ pendukung
lainnya,

RUPS merupakan organ tertinggi Perseroan yang memiliki
kewenangan eksklusif untuk mengambil keputusan strategis dan
material yang tidak dapat dilimpahkan kepada Dewan Komisaris
maupun Direksi. RUPS juga menjadi wadah bagi Pemegang Saham
untuk menggunakan hak-haknya, termasuk menyampaikan pendapat
serta memperoleh informasi mengenai kinerja dan pengelolaan
Perseroan. RUPS Perseroan terdiri atas Rapat Umum Pemegang
Saham Tahunan (RUPST) dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar
Biasa (RUPSLB), RUPST merupakan rapat yang wajib diselenggarakan
paling lambat enam bulan setelah berakhirnya tahun buku, sesuai
dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Dewan Komisaris dan Direksi masing-masing menjalankan fungsi
pengawasan dan pengelolaan Perseroan secara independen dan
saling melengkapi, dengan dukungan organ-organ pendukung guna
memastikan penerapan tata kelola yang efektif, transparan, dan
akuntabel.

Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sus

In order to ensure the effective implementation of Sustainable
Finance and its integration into the business strategy, the Company
has established clear duties and responsibilities across all levels of
the organization, starting from the Board of Commissioners and
Board of Directors to the relevant work units and officers.

In aceordance with the provisions of Law of the Republic of Indonesia
No. 40 of 2007 concerning Limited Liability Companies (Company
Law), IIF's governance structure consists of the Company's organs,
namely the General Meeting of Shareholders (GMS), the Board of
Commissioners, the Board of Directors, and other supporting organs.

The GMS Is the Company highest organ, possessing exclusive
authority to make strategic and material decisions that cannot be
delegated to the Board of Commissioners or the Board of Directors.
The GMS also serves as a forum for Shareholders to exercise their
rights, including expressing opinions and obtaining information
regarding the performance and management of the Company. The
Companys GMS consists of the Annual General Meeting of
Shareholders (AGMS) and the Extraordinary General Meeting of
Shareholders (EGMS). The AGMS is a meeting that must be held no
later than six months after the end of the fiscal year, in accordance
with applicable laws and regulations.

The Board of Commissioners and the Board of Directors each perform
the functions of oversight and management of the Company
independentiy and complementarily, with ihe support of auxiliary
organs to ensure the implementation of effective, transparent, and
accounteble governance,

lity Report 2025

Page 65 OCR 0.840
INDONESIA

Peran Dewan Komisaris dan Direksi

INFRASTRUCTURE
FINANCE

The Role of the Board of Commissioners and Directors

Dewan Komisaris berperan sebagai badan tata kelola tertinggi yang
melakukan pengawasan atas pengelolaan Perseroan, termasuk dalam
penerapan prinsip Keuangan Berkelanjutan dan pengelolaan dampak
keberlanjutan. Sedangkan Direksi bertanggung jawab atas
perumusan, pelaksanaan, dan pengendalian penerapan Keuangan
Berkelanjutan dalam seluruh aktivitas Perusahaan. Peran Dewan
Komisaris dan Direksi dalam implementasi keuangan berkelanjutan
dapat dibaca pada Tabel Tugas dan Tanggung Jawab dalam
Penerapan Keuangan Berkelanjutan di bawah ini, I9"'2131

The Board of Commissioners serves as ihe highest governance body
that oversees the management of the Company, including ihe
implementation of Sustainable Finance principles and ihe
management of sustainebility impacts. Meanwhile, the Board of
Directors is responsible for the formulation, implementation, and
control of Sustainable Finance application across all Company
aciivities. The roles of the Board of Commissioners and the Board of
Directors in the implementation of sustainable finance can be found
in the Table of Duties and Responsibiliies in the Implementation of

Sustainable Finance below "212

Tugas dan Tanggung Jawab dalam Penerapan Keuangan Berkelanjutan (01x F1)16RI 2:12. 2-3)
Duties and Responsibilities in the Implementation of Sustainable Finance

Pihak Terkait

Tugas dan Tanggung Jawab

pesan Komisaris Pengawasan, pemberian saran, dan persetujuan terhadap Overseeing, as well as providing advice and approval on RAKB
Board of pengelolaan RAKB yang dilakukan oleh Direksi MF. menagement carried out by the IIF Board of Directors.
Commissioners

Direksi Pengelolaan Program RAKB secara keseluruhan yang Comprehensive RAKB Program Management to support IIFs

Board of Directors

mendukung Visi dan Misi IIF serta tujuan dari penerapan RAKB.

Vision and Mission and the objectives of RAKB implementation.

Sustainability Council
Sustainability Council

Sustainability Couneil berperan aktif dalam meningkatkan
Komitmen IIF terhadap Keberlanjutan dengan melakukan
kegiatan sebagai berikut:

«Strategi Keberlanjutan Korporasi:

« Pelaporan Keberlanjutan Korporasi: dan

Pusat Data Keberlanjutan Korporasi.

The Sustainability Council plays an active ro!e in enhancing IIFs
commitment to sustainability by canying out the following
activities:
» Corporate Sustainability Strategy:
Corporate Sustainabilily Reporting: and
« Corporate Sustainability Data Center.

Hukum dan Sekretaris Melakukan koordinasi dengan divisi terkait lainnya dalam » Goordinating with other relevant divisions in implementing
Perusahaan elaksanaan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Social and Environmental Responsibility (TJSL).
Legal and Corporate tas . - Serving as the primary point of communication with external
Sedratary " Sebagai pintu utama arus komunikasi dengan pihak parties.
eksternal.
Divisi Sosial dan " Mendukung penerapan RAKB sera penyesuaian dengan - Supporting he implementation of the RAKB and its ligament
Lingkungan Prinsip S8E dalam ruang ingkup intemal dan ekstemal If with the SBE Principles within IIFs internal and external
Social and - Mengelola penerapan Prinsip SEE dalam setiapproyekyang — scope.
Environmental dibiayai oleh IIF secara komprehensif dalam upaya untul - Comprehensively managing the implementation of SBE
Divisian 'memirigasi risiko dan dampak kegiatan proyek terhadap Principles in every IIF-financed project to mitigate the risks
aspek sosial dan lingkungan. and impaots of project activities on Social and environmental
aspects.
Direktorat Keuangan Mendukung pelaporan realisasi anggaran TUSL. « Supporting reporting on the disbursement of the Social and
Finance Directorate « Memastikan kesesuaian RAKB dengan Rencana Strategi Environmental Management (TJSL) budget:
Bisnis IIF. « Ensuring alignment of the RAKB with Ihe IIF Business
» Mendukung sinergi dan penerapan pengembangan produk Strategy Plan
dan jasa keuangan berkelanjutan. - Supporting syaergy and implementation of sustainable
financial product and service development.
Departemen HR « Melakukan rekrutmen karyawan atas kebutuhan penguatan" Reeruiting employees to meet ihe needs of internal
HR Department internal organisasi terkait penerapan RAKS, organizational strengthening related to he implementation of
« Melakukan pelatihan peningkatan kompetensi terkait ihe RAKB,
keuangan berkelanjutan. « Condueting competency-building training related to
sustainable finance.
Direktorat Risiko Melakukan kalian dan pembaruan atas risikosika yang Conducting studies and updates on risks that ray arise,
Risk Directorate mungkin timbul, baik dalam risiko kredit, risiko pasar, risiko including credit risk, market risk, operational risk, and S8 risk.
operasional, dan risiko SBE.
Direktorat Investasi Providing projections of the infrastructure sector targeted by IIF

investment Directorate

Menyediakan proyeksi sektor Inrasruktr yang menjad target

Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustatnability Report 2025

Page 66 OCR 0.901
“Ita Kolota Keberlanjutan
bl

6

Delegasi Tanggung Jawab Pengelolaan Dampak IS#' 231
Delegation of Responsibility for Managing Impacts
Dewan Komisaris sebagai badan tata kelola tertinggi Perseroan
mendelegasikan tanggung jawab pengelolaan dampak ekonomi,
lingkungan, dan sosial kepada Direksi sebagai eksekutif senior yang
bertanggung jawab atas integrasi aspek keberlanjutan dalam strategi,
kebijakan, dan kegiatan operasional Perseroan.

Selanjutnya, Direksi mendelegasikan pelaksanaan pengelolaan
dampak tersebut kepada unit kerja dan karyawan terkait sesuai
dengan fungsi masing-masing, dengan dukungan Sustainability
Council sebagai forum lintas fungsi yang mengkoordinasikan
implementasi inisiatif ESG dan pemantauan kinerja keberlanjutan.

Peran Sustainability Council ISR' 212)
Role of the Sustainability Council

Sustainability Council dibentuk pada tahun 2024 sebagai
pengembangan dari Sustainable Finance Working Group (SFWG).
Sustainability Council merniliki mandat lebih luas untuk menyusun
strategi dan merekomendasikan langkah korporasi dalam penerapan
prinsip ESG serta mendukung pembangunan berkelanjutan.
Sustainability Council terdiri dari satu koordinator pada level
manejerial senior yang bertanggung jawab langsung ke Executive
Committee, serta anggota lintas direktorat dengan fungsi dan
keahlian beragam, untuk memastikan inisiatif keberlanjutan dipantau
dan dilaporkan secara holistik dan berkala kepada Manajemen.

Dalam melakukan kajian terkait topik ESG, Sustainability Council
melibatkan pemangku kepentingan yang relevan, dan hasil kajian
tersebut digunakan sebagai pertimbangan dalam penyusunan RAKB
serta implementasi kegiatan Keuangan Berkelanjutan. Sustainability
Council juga memastikan seluruh kegiatan bisnis dan operasional
Perseroan telah sejalan dengan tiga pilar utama keberlanjutan
Perseroan, yaitu Sustainable Business, Sustainable Operation, dan
Sustainable Impact.

Direksi bersama Sustainability Council
B0D with Sustainability Counci

The Board of Commissioners, as Ihe Company highest governance
body, delegates the responsibilily for managing economic,
environmental, and social impacts to the Board of Directors as senior
executives responsible for integrating sustainability aspects into the
Company strategy, policies, and operational activities.

Furthermore, the Board of Directors delegates the implementation of
such impact management to the relevant work units and employees in
accordance with their respective functions, with the support of the
Sustainability Council as a cross-functional forum that coordinates
the implementation of ESG initiatives and the monitoring of
sustainability performance.

The Sustainability Council was established in 2024 as an evolution of
the Sustainable Finance Working Group (SFWG). The Sustainability
Council holds a broader mandate to formulate strategies and
recommend corporate actions in implementing ESG principles and
supporting sustainable development. The Sustainability Council
consists of a coordinator at the senior management level who reports
directly to the Executive Committee, along with members from various
directorates with diverse functions and expertise, to ensure that
sustainability initiatives are monitored and reported holistically and
periodically to Management.

In conducting studies related to ESG topics, the Sustainability Council
have involved relevant stakeholders, and the results of these studies
have baen used as considerations In the preparation of he RAKB and
the Imptementation of Sustainable Finance activities. The
Sustainability Council also ensured that all of the Company's business
and operational activities were allgned with its three main pillars of
sustainability: Sustainable Business, Sustainable Operation, and
Sustainable Impact.

LM Decumentauan
Page 67 OCR 0.899
Sustainability Council menyampaikan RAKB kepada Direksi untuk
memperoleh persetujuan, dan menyelenggarakan pertemuan rutin
untuk mendukung Direksi dalam pengambilan keputusan terkait
aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan. Sebagai bagian dari
mekanisme pengawasan, Dewan Komisaris, melalui komite-
komitenya, menerima informasi lengkap dan terkini mengenai kondisi
operasional Perseroan. Dewan Komisaris sebagai badan tata kelola
tertinggi juga memberikan nasihat atas pengelolaan RAKB dan Kinerja
keberlanjutan Perseroan.

Sustainability Council juga bertanggungjawab atas penyusunan
Laporan Keberlanjutan secara berkala setiap tahun. Tahap
penelaahan dan penyusunan Laporan Keberlanjutan Perseroan telah
mempertimbangkan masukan dari pihak internal dan eksternal selaku
pemangku kepentingan dan memenuhi ketentuan serta standar yang
berlaku pada tingkat nasional dan internasional. Laporan
Keberlanjutan ini juga telah melalul tahap pemeriksaan oleh direktorat
terkait dan disetujui oleh Direksi, termasuk topik-topik material yang
dilaporkan. IS

INDONESIA
|| INFRASTRUCTURE
FINANCE

The Sustainability Council submits the RAKB to the Board of Directors
for approval and holds regular meetings lo support the Board of
Directors in decision-meking relaled to economic, social, and
environmental aspects. As part of the oversight mechanism, the
Board of Commissioners, Ihrough its committees, receives complete
and upto-date information regarding the Company's operational
conditians. The Board of Comrnissioners, as the highest governance
body, also provides advice on the management of the RAKB and the
Company sustainability performance

The Sustainability Council is also responsible for the preparation of
the Sustainability Repor: on an annual basis. The review and
preparation phase of the Companys Sustainability Report has
considered input from internal and external parties as stakeholders
and complies with applicable national and international regulations
and standards. This Sustainability Report has also undergone a review
process by the relevant direciorates and has been approved by the
Board of Directors, including the material topics reported. IS#214

Peran Divisi Sosial dan Lingkungan S8 2-23, 2-24 IGRI FS2, Fssi

Social and Environmental Division Roles

Perseroan memiliki Divisi Sosial dan Lingkungan (Social and
Environmental Division/SED) yang bertanggung jawab memastikan
penerapan Prinsip S&E pada proyek-proyek yang dibiayai oleh IIF.

Divisi ini dipimpin oleh Kepala SED yang bertanggung jawab atas
seluruh operasional dan fungsi SED.

SED bertanggung jawab dalam mengelola risiko sosial lingkungan
proyek baru dan eksisting Perseroan. Guna memastikan ketepatan
penilaian pada proyek-proyek yang memiliki dampak signifikan
terhadap S&E, SED berwenang untuk melibatkan konsultan S&E pihak
ketiga. Langkah tersebut merupakan bentuk mitigasi Perseroan atas
risiko sosial dan lingkungan yang mungkin timbul apabila proyek yang
dibiayal tidak mematuhi dan/atau tidak menerapkan aturan dan
regulasi yang berlaku di Indonesia, serta mengabaikan penerapan
Good International Industry Practice (GIIP) terkait aspek S&E.

Struktur Divisi Sosial dan Lingkungan
Social and Environmental Division Structure

Social Environmental Manager
(SEM)

The Company has a Social and Environmental Division (SED)
responsible for ensuring the implementation of S8 Principles in
projects financed by IIF. This division is led by the Head of SED, who is
responsible for all SED operations and functions.

The SED is responsible Tor managing social and environmental risks
associaled with both new and existing projects of the Company. To
ensure the accuraoy of assessments for projects with significant S2F
impacts, the SED is authorized to engage third-party S&E consultants
This mezsure serves as the Company' mitigation against social and
environmental risks that may arise if financed projects fait to comply
with and/or implement applicable rules and regulations in Indonesia,
or neglect the application of Good international Industry Practice
(SIP) regarding SE aspects.

Deputy Head SEE Business

Development

Monitoring and Evaluation

Secial and Environmental Specialist

SRE Business Development

Third Party S&E Independent Consultant

Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025

Page 68 OCR 0.910
—2

Dalam mengelola proyek dengan profil risiko tinggi, Perseroan secara
selektif melibatkan konsultan S&E independen untuk memastikan
penilaian dampak yang komprehensif. Pelibatan ini menjadi krusial
terutama jika diperlukan saran profesional terkait isu material, seperti
isu-isu pencemaran, keanekaragaman hayati, pembebasan lahan,
seria masalah kesehatan dan keselamatan kerja. Konsultan S&E juga
dapat dilibatkan ketika data yang dimiliki klien belum mencukupi
untuk memvalidasi kepatuhan atas Prinsip S&E Perseroan. Secara
khusus, Perseroan bekerja sama dengan konsultan yang memiliki
rekam jejak kuat pada Standar Kinerja IFC atau standar internasional
lainnya.

SED juga menerima dukungan dari lembaga internasional, yaitu
International Bank for Reconstruction and Development (IBRD),
Intemational Finance Corporation (IFC), dan Asian Development Bank
(ADB). Lembaga-lembaga ini memberikan masukan dan ulasan
konstruktif terhadap kegiatan penilaian, pemantauan, dan
pengawasan proyek. IBRD, IFC, dan ADB secara bersama-sama
mendukung staf SED dalam meninjau Sacia! and Environmental Due
Diligence (SEDD), Environmental and Social Action Plan (ESAP), dan
dokumen perlindungan hukum terkait aspek sosial dan lingkungan.
Tujuannya adalah memastikan identifikasi risiko sosial dan
Ilngkungan yang memadai, disertai upaya pengelolaan dan mitigasi
yang kemudian diintegrasikan ke dalam persyaratan proyek.

SED berperan strategis dalam memastikan kepatuhan standar
keberlanjutan melalui pengawasan ketat terhadap implementasi
SEMS dan integrasi risiko S&E pada proses due diligence. Divisi ini
bertanggung jawab menyusun laporan tinjauan kepada Chief Risk
Officer, serta merumuskan persyaratan S&E yang mengikat dalam
setiap perjanjian pinjaman. Melalui pemantauan kinerja portofolio
yang berkelanjutan, SED melakukan validasi kepatuhan peminjam,
serta bertindak sebagai penghubung utarna bagi pemegang saham
pendiri dan investor dalam melaporkan kinerja S&E maupun mitigasi
atas klaim yang mungkin muncul. Lebih lanjut, divisi ini secara
dinamis memperbarui SEMS sesuai persyaratan pemegang saham,
dan memastikan bahwa seluruh tugas berbasis biaya dilaksanakan
selaras dengan prinsip-prinsip SEE.

Hingga akhir 2025, Divisi Sosial dan Lingkungan memiliki 12 staf
dengan keahlian beragam, mencakup isu pembebasan lahan,
masyarakat adat, keanekaragaman hayati, pengelolaan dan rekayasa
Genangan, perubahan iklim, serta Kesehatan dan Keselamatan Kerja
K3).

9 9 dk 0 0

in managing projects with a high-tisk profile, the Company selectively
engaged independent S8E consultants to ensure a comprehensive
impact assessment. This involvement becomes crucial, particularly
when professional advice is reguired regarding material issues, such
as pollution, biodiversily, land aeguisition, as well as occupational
health and safety issues. S8E consultants were also engaged when
the data provided by the client was insufficient to validate compliance
with the Companys S8E Principles. Specifically, the Company
collaborated with consultants who have a strong track record in IFC
Performance Standards or other international standards.

SED also have received support from international institutions, namely
the International Bank for Reconstruction and Development (IBRD),
the International Finance Corporation (IFC), and the Asian
Development Bank (ADB). These institutions provided constructive
input and reviews for project assessment, monitoring, and supervision
activities. IBRD, IFC, and ADB jointly support SED staff in reviewing
Social and Environmental Due Diligence (SEDD), Environmental and
Social Action Plans (ESAP), and legal protection documents related to
social and environmental aspects. The objective is to ensure
adeguate identification of social and environmental risks,
accompanied by management and mitigation efforts that are
subseguently integrated into project reguirements.

SED plays a strategic role in ensuring compliance with sustainability
stendards through strict oversight of SEMS implementation and the
integration of S&E risks into the due diligence process. This division is
responsible for preparing review reports for the Chief Risk Officer, as
well as formulating binding S8E reguirements in every loan
agreement. Through ongoing monitoring of portfolio performance,
SED has been validating borrower compliance and acts as the primary
liaison for founding shareholders and investors in reporting SE
performance and mitigating any claims that may arise. Furthermore,
the division dynamically updates the SEMS in accordance with
shareholder reguirements and ensures that all fee-based assignments
have been executed in allgnment with S8E principles,

As Of the end of 2025, the Social and Environmental Division
consisted of 12 staff members with diverse expertise, covering Issues
of land acguisition, indigenous peoples, biodiversity, environmental
management and engineering, climate change, and Occupational
Health and Safety (OHS).

Pengembangan Kompetensi Tata Kelola

Keberlanjutan IOJK E.2| IGRI 2-17) IGRI FS4)
Sustainable Governance Competency Development

Dewan Komisaris, Direksi, Divisi Lingkungan dan Sosial (SED), serta
seluruh unit kerja yang bertanggung jawab atas penerapan
keberlanjutan secara berkala mengikuti program pelatihan dan
peningkatan kapasitas di bidang keuangan berkelanjutan, ESG, dan
pengelolaan risiko sosial-lingkungan.

Penguatan pengetahuan kolektif ini merupakan fondasi utama bagi
Perseroan untuk menjalankan misinya yang khas, yakni
menyeimbangkan profitabilitas dengan pembangunan infrastruktur
nasional berstandar internasional ESG.

Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia infrastucture Finance | Si

The Board of Commissioners, the Board of Directors, Social and
Environmental Division (SED), and all business units responsible for
sustainability implementation periodically participate in capacity-
building programs in the fields of sustainable finance, ESG, and sacial-
environmental risk management.

Strengthening this collective knowledge serves as the primary
foundation for the Company to carry out Its unigue mission: balancing
profitability with national Infrastructure development that meels
international ESG standards.

ainability Report 2025

Page 69 OCR 0.789
INDONESIA

Peningkatan pengetahuan kolektif atas isuisu keberlanjutan
merupakan bagian dari penerapan High Performance Organization
(HPO) guna memperkuat basis klien dan mengukuhkan posisi
sebagai pionir pembiayaan proyek yang mengarusutamakan ESG.
Komitmen ini diperkuat melalui budaya kerja yang memberdayakan
dan kolaboratif demi memacu inovasi serta kelincahan organisasi.
Dengan integrasi antara kompetensi SDM yang mumpuni dan budaya
kerja yang dinamis, Perseroan optimis dapat menjaga pertumbuhan
berkelanjutan serta meraih kesuksesan bisnis jangka panjang.

Berikut ini program pengembangan kapasitas terkait isu-isu
keberlanjutan yang diikuti Dewan Komisaris, Direksi, Direktorat dan
karyawan terkait.

Peserta Agonda
P. Agenda

INFRASTRUCTURE
FINANCE

The enhancement of cotlective knowledge on sustainability issues is
part of the implementation of a High Performance Organization (HPO)
to strengthen the client base and solidify the Company position as 3
pioneer in project financing that mainstreams ESG. This commitment
is reinforced through an empowering and collaborative work culture
aimed at driving innovation and organizational agility. Through the
integration of highly competent human resources and a dynamic work
culture, the Company is optimistic about maintaining sustainable
growth and achieving longrterm business success.

The following are the capacity-building programs related to
sustainability issues attended by the Board of Commissioners, the
Board of Directors, Directorates, and relevant employees:

Dawan Komisaris Sertifikasi Manajemen Risiko Jakarta, 28 November 2025. cenbaga Serdlikas Profesi Perbankan (SPP Badan

Boardot Risk Management Certification 19 Desember 2 KAN Manatamen Ko SA

Commissioners Jakarta, Nova 26, 2025- ILemibega Sertfikesi Profesi erbanean (LSPP)/Badan
December19, 2025 Sertifikasi Manajemen Risiko (GSMR)

Direksi Sertifikesi Manajemen Risiko “Jakarta, 27 Oktober 2025- Lanbaga Srifkasi Pole Perbankan (LSPPBadan

Board of Directors Risk Management Certification 19 Desember 2025 “Sertifikasi Manajemen Risiko (BSM

“Jakarta, October 27, 2025-
December 19, 2025

Lembaga Sertifikasi Profesi tabanan (LSPP)/Badan
Sertifikasi Manajemen Risiko (BSMR)

Finance OECD Report on Legal and Regulatory “Jakarta, 25:26 November 2025 asian Development Bank (ADB)
Directorate Berriers to Ousity Investment in Asia Jakarta, November 25:25, 2025 'Asian Development Bank (A08)
Finance 9ECO Report on Legal and Regulatory
Directorate Bartiers Io Ouality Inveslmeni In Asia
Risk Directorate enificates Sustainabilty for Finance “Jakarta, 22 November 2025 - Ikatan Akuntan Indonesia (IAI)
Risk Directorate Certificates Sustainability for Finance 7 Desember 2025 Ikatan Akuntan Indonesia (IAI)
“Jakarta, November 22, 2025-
December 7, 2025
Seluruh Pekerja Climate Change Workshop “Jakarta, 24 Januari 2025 Carbon Trust
Ai Employees Climate Change Workshop “Jakarta, January 24,2025 Carbon Trust
Economic Outlook 2025 Jakarta,7 Agustus 2025 Bank Mandiri
Economic utlook 2025 Jakarto, August 7, 2025 Bank Mandiri

Climate Risk Management Workshop
Climate Risk Management Workshop

avgatg Oyeersasyniy Raksin Tho Nori
Era and Building Resiter
Navigatna Opbergecurit Roksin The Neni
Eraand Ballding Resilierice

Aoplication of Gender Egua!y and Sooal
Inetuslon in Infrastructure Proj

Application of Gender Eouality and Social
Inclusion in Infrastructure Projects

Loan Syndication Course
Loan Syndication Course

Serifikasi Manajemen risiko BSMR dan
LSPP

Risk Management Certification BSMR and
LSPP

Laparan Keberlanjutan 2025

Jakarta, 15 Agustus 2025
Jakarta, August 15, 2025

Jakarta, 23 Mei 2025
Jakarta, May 23, 2025

“Jakarta, 11 Juli 2025
Jakarta, July 11, 2025

“Jakarta, 18 September 2025
“Jakarta, September 18, 2025

Jakarta, 5 November -17 Desember
2025

Climate Policy Initiative
Climate Policy Initiative

PTRSM Indonesia
PT RSM Indonesia

Asian Development Bank (DB)
Asian Development Bank (A0B)

Asia Pacific Loan Market Association (APLMA)
Asia Pasific Loan Market Association (APLMA)

'Arfaidhams Secret
Arfaidhams Secret

Jakarta, November 5 - December 17,
2025

1 PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025

Page 70 OCR 0.924
020

Manajemen Risiko Keuangan Berkelanjutan tx 31cn 2-2511cxirso1

Sustainable Finance Risk Management

Kerangka manajemen risiko Perseroan secara umum mencakup
kebijakan yang komprehensif untuk menangani risiko utama, struktur
organisasi dengan peran dan tanggung jawab yang jelas di berbagai
tingkatan, serta proses manajemen risiko yang mencakup identifikasi,
pengukuran, pemantauan, dan pengendalian risiko.

Kerangka ini juga didukung oleh infrastruktur yang memadai,
termasuk sistem IT dan sumber daya manusia yang mendukung
pelaksanaan manajemen risiko secara efektif. Para pihak yang
bertanggung jawab atas pengelolaan risiko keuangan berkelanjutan di
Perseroan secara berkala memperbaiki dan mengembangkan
berbagai kebijakan dan prosedur yang relevan, serta disesuaikan
dengan perkembangan kegiatan usaha Perseroan serta peraturan
perundang-undangan terkait.

Dalam melaksanakan kegiatan usahanya, Perseroan menerapkan

prinsip tiga lini pertahanan (three Iines of defense), yang digambarkan
sebagai berikut:

Line of Defense

(2)

Line of Defense

Risk Steward

Risk Owner

The Company's risk management framework has generally
encompassed comprehensive policies to address key risks, an
organizational structure with clear roles and responsibilities at various
levels, and risk management processes covering risk identification,
measurement, monitoring, and control,

This framework has also been supported by adeguate infrastructure,
including IT systems and human resources that facilitate the effective
execution of risk management. The parties responsible for managing
sustainable finance risks within the Company periodically refine and
develop various relevant policies and procedures, adapted to the
evolution of the Company's business activities as well as related laws
and regulations.

In sonducting its business activities, the Company has applied the
three lines of defense principle, described as follows:

(3)

Line of Defense

Unit Audit Internal

Memiliki kepemilikan
tertinggi atas risiko dan
kontrol.

Memberikan saran, arahan,
tinjauan, dan tantangan
terkait keahlian di bidang
D. terkait terhadap aktivitas
Has the highest ownership first line.
of risk and control.
Provide subject matter
expertise advice, guidance,
review, and challenge of the
First Line's activities.

Memberikan assurance independen terkait proses manajemen
risiko, tata Kelola, dan pengendalian internal secara berkala,
setidaknya satu kali dalam setahun atau sesuai dengan rencana
audit berbasis risiko, untuk menilai efektivitas implementasi
kebijakan lingkungan dan sosial serta prosedur penilaian risiko
di seluruh lini bisnis. Hasil audit ini dilaporkan Jangsung kepada
Komite Audit dan Direksi guna memastikan perbaikan
berkelanjutan atas sistem pengendalian internal Perseroan.

Provides independent assurance regarding Tisk management
processes, governance, and internal controls on a regular basis
at least once a year or in accordance with the risk-based audit
plan to assess the effectiveness of environmental and social
policy implementation as well as risk assessment procedures
across all business lines. The resuits of these audits are
Teported directly to the Audit Committee and the Board of
Directors to ensure continuous improvement of the Companys
internal control systems.

Pada tahun 2025, penerapan manajemen risiko di Perseroan,
termasuk Sistem Pengendalian Internal, telah sesuai dengan prinsip
Tata Kelola Manajemen Risiko yang Baik, mencakup identifikasi,
pengukuran, pemantauan, dan pengendalian risiko secara
menyeluruh.

Proses identifikasi, pengukuran, pemantauan, dan pengendalian risiko
dilakukan dengan menggunakan Risk Scorecard yang dilaporkan
dalam laporan profil risiko triwulanan kepada RMC, ROC, dan
Pemegang Saham, serta dilaporkan dalam laporan profil risiko
tahunan kepada OJK, Risk rating dalam Risk Scorecard Perseroan
ditentukan berdasarkan risiko inheren dan kualitas penerapan
manajemen risiko. Penilaiannya dilakukan dengan menggunakan
parameter, indikator, dan limit untuk masing-masing risk taxonomy,
termasuk risiko terkait keuangan, sosial, dan lingkungan. Untuk
indikator risiko yang dinilai melebihi limit, Perseroan menetapkan
tindak lanjut yang pelaksanaannya dipantau dan dilaporkan dalam
laporan profil risiko,

In 2025, the implementation of risk management within the Company,
including the Internal Control System, aligned with the principles of
Good Risk Management Governance, encompassing comprehensive
risk identification, measurement, monitoring, and control.

The process of risk Identification, measurement, monitoring, and
control is conducted using a Risk Scorecard, which Is reported in
guarterly risk profile reports to the RMC, ROC, and Shareholders, as
well as in the annual risk profile report to the OJK, The risk rating in
the Company's Risk Scorecard is determined based on inherent risk
and the guality of risk management implementation. Assessments
are carried out using parametars, indicators, and limits for each risk
taxonomy, including financial, social, and environmental risks. For risk
indicators assessed to be exceeding limits, the Company establishes
follow-up actions whose implementation is monitored and reported in
the risk profile reports.

Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability

Page 71 OCR 0.907
Khusus terkait risiko sosial dan lingkungan, Perseroan mei
and Environmental Management System (SEMS) sebagai panduan,
serta Exclusion List berisi daftar proyek yang dihindari untuk dibiayai
karena risiko SF. Adapun proyek-proyek berisiko tinggi (kategori AR)
harus ditinjau oleh pemegang saham (IFC, ADB, dan PT SMI) serta tim
S&E Safeguard. Implementasi pengelolaan risiko S&E IIF juga diawasi
Secara reguler oleh pemegang saham.

Pengelolaan risiko, termasuk penerapan Keuangan Berkelanjutan,
menjadi tanggung jawab Direktur Manajemen Risiko di bawah
kepemimpinan Direktur Risiko (Chief Risk Officer). Sementara Direksi
dan Dewan Komisaris menjalankan fungsinya terkait manajemen
risiko melalui Risk Management Committee (RMC) dan Risk Oversight
Committee (ROC).

INDONESIA
I 4 INFRASTRUSTURE
FINANCE

Specifically regarding social and environmental risks, the Company
has utilized the Social and Environmental Management System
(SEMS) as 3 guide, along with an Exclusion List containing projects
that are avoided for financing due to S&E risks. High-risk projects
(Category AR) must be reviewed by shareholders (IFC, ADB, and PT
SMI) as wellas the SRE Safeguard team. The implementation of IIF's
S8E risk management aiso has been regutarly supervised by the
shareholders.

Risk management, including the implementation of Sustainable
Finance, is the responsibility of the Director of Risk Management
under the leadership of the Chief Risk Officer (CRO). Meanuhile, the
Board of Directors and ihe Board of Comrmissioners perform their risk
management functions through Ihe Risk Management Comrittee
(RMC) and the Risk Gversight Committee (ROC).

Manajemen Risiko Perubahan Iklim

Climate Change Risk Management

Perseroan menyadari urgensi pengelolaan risiko iklim dan
berkomitmen penuh mendukung target Pemerintah Indonesia dalam
pengendalian perubahan iklim global, Sebagai langkah nyata,
Perseroan telah menuntaskan penyusunan Kebijakan Manajemen
Risiko Iklim pada tahun 2025 yang mengacu pada regulasi OJK serta
standar nasional dan Internasional yang relevan. Implementasi
kebijakan ini mulai memasuki fase uji coba (piloting) pada September
2025, dengan mewajibkan setiap proposal kredit yang diajukan ke
Komite Kredit wajib menyertakan penilaian heatmap risiko iklim
berbasis sektor industri.

Instrumen penilaian heatmap ini dirancang untuk memetakan
eksposur risiko secara lintas sektor guna mendukung pengambilan
keputusan strategis serta pemantauan investasi berkelanjutan.
Proses penilaian tersebut mencakup dua pilar utama:

" Penilaian Eksposur Risiko Transisi: Mengidentifikasi risiko transisi
berdasarkan kategori sektoral dan estimasi emisi yang dihasilkan
dari proyek yang diblayat.

“ Penilaian Eksposur Risiko Fisik: Mengidentifikasi kerentanan fisik.
proyek terhadap dampak perubahan iklim berdasarkan !okasi
geografis spesifik.

Perseroan menargetkan pemetaan paparan risiko iklim untuk seluruh
portofolio kredit dapat diselesaikan pada akhir tahun 2026. Hasil
pernetaan komprehensif ini akan menjadi fondasi strategis bagi
Perseroan dalam merumuskan ambang batas selera risiko (risk
appetite) dan toleransi risiko (risk tolerance) terkait iklim, yang
direncanakan mulai diimplementasikan pada awal tahun 2027.

The Company recognizes the urgency of managing climate risks and
is fully commilted to supporting the Govemment of Indonesia's
targets in global climate change control. As a tangible step, the
Company finalized the formulation of its Climate Risk Management
Policy in 2025, referencing OJK regulations as well as relevant
national and international standards, The implementation of this
policy entered its piloting phase in September 2025, mandating that
very credit proposal submitted to the Credit Committee must include
a sector-based climate risk heatmap assessment.

This heatmap assessment instrument is designed to map risk
exposure across sectors Io support strategic decision-making and
sustainable investment monitoring. The assessment process
comprises two main pillars:

- Transition Risk Exposure Assessment: Idenlifying transition risks
based on sectoral categories and estimated emissions generated
Irom the financed projects.

- Physical Risk Exposure Assessment: Identifying the physical
vulnerability of projacts to the impacts of climate change based on
specific geographical locations.

The Company aims to complete the mapping of climate risk exposure
for the entire credit portfolio by the end of 2026. The results of this
comprehensive mapping wili serve as the strategic foundation for the
Company in formulating climate-related risk appetite and risk
tolerance thresholds, which are planned for implementation at the
beginning of 2027.

Prosedur Penilaian dan Penyaringan Risiko Lingkungan dan Sosial '“"' "s2
Environmental and Social Risk Assessment and Screening Procedures

Perseroan mengintegrasikan aspek keberlanjutan ke dalam siklus
pembiayaan melalui penerapan Social and Environmental Management
System (SEMS) yang ketat. Dokumen SEMS berfungsi sebagai
panduan operasional dalam melakukan penilaian dan penyaringan
(screening) risiko lingkungan serta sosial untuk setiap proposal
proyek yang masuk. Proses ini memastikan bahwa seluruh lini bisnis
Perseroan selaras dengan 8 Prinsip S&E IIF serta standar
internasional yang berlaku.

Dalam pelaksanaannya, SED melakukan Social and Environmental Due
Dilgence (SEDD) secara mendalam pada setiap proyek. Berdasarkan
hasil uji tuntas tersebut, Perseroan menetapkan kategorisasi proyek
sesuai dengan profil risiko lingkungan dan sosialnya, sebagaimana
diatur dalam SEMS. Selain penyaringan di tahap awal, SEMS juga
mengatur mekanisme pemantauan dan evaluasi berkala terhadap
tindakan mitigasi yang telah disepakati dengan klien guna
memastikan efektivitas pengelolaan risiko di lapangan. Hasil
pemantauan ini dilaporkan secara rutin kepada Direksi sebagai bagian
dari fungsi pengawasan kepatuhan dan manajemen risiko portofolio
Perseroan.

The Company has integrated sustainebility aspects into the fimancing
cyele through the sirict application of the Social and Environmental
Management System (SEMS). The SEMS document has served as an
operational guide in conducting environmental and social risk
assessments and screenings fer every incaming project proposal.
This process ensured that all of the Company's business lines are
aligned with HF's 8 S&E Principles as well as appticeble international
standards.

In its execution, the SED conducted an in-depth Social and
Environmental Due Oiligence (SEDD) for each project. Based on the
results of this due diligence, the Company determined the project
categorization according to its environmental and social risk profile,
as regulated in the SEMS, In addition to initial screening. ihe SEMS
also governed mechanisms for periodic monitoring and evaluation of
mitigation actions agreed upon with clients to ensure the
effectiveness of risk management on the ground. The results of this
monitoring were regularly reported to the Board of Directors as part of
the Company compliance oversight and portfolio risk management
functions.

Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025

Page 72 OCR 0.917
Sebagai bentuk transparansi dan keterbukaan kepada publik,

Perseroan memastikan setiap dokumen Proyek Sosial dan
Lingkungan tersedia dan dapat diakses melalui situs web Perseroan
maupun debitur. Perseroan juga menyediakan Panduan Operasi
Sosial dan Lingkungan (Operational Manual/OM) yang
menggambarkan sistem pengelolaan secara menyeluruh, serta
menyediakan saluran penyampaian keluhan (Grlevance Redress
Mechanism/GRM) melalui alamat email sneteam@lif.co.id. Saat Ini,
pengelolaan keluhan terkait isu sosial dan lingkungan tersebut
dikelola langsung oleh Divisi SED untuk menjamin penanganan yang
objektif dan tepat waktu.

As a form of transparency and public disclosure, the Company
ensures that every Social and Environmental Project document is
available and accessible through both the Company's and the debtors
websites. The Company also provides a Social and Environmentaf
Operational Manual (OM) that describes the overall management
system, and provides a Grievance Redress Mechanism (GRM) channel
Via the email address sneteamlif.co.id. Currenily, the management
of grievances related to social and environmental issues is handled
directly by the SED Division to guarantee objective and timely
resolution.

Proses Pemantauan Implementasi dan Kepatuhan Klien terhadap
Persyaratan Lingkungan dan Sosial yang Tercantum dalam

Perjanjianatau Transaksi 'S8' s3)

Monitoring Process for Client Implementation and

Compliance with Environmental and Social Reguirements in Agreements or Transactions

Perseroan secara konsisten melakukan pemantauan terhadap
implementasi dan kepatuhan klien atas persyaratan aspek S&E yang
tertuang dalam perjanjian. Proses evaluasi dilakukan setidaknya satu
kali dalam setahun melalui penyusunan laporan kinerja S8E klien,
Guna memastikan akurasi data, Perseroan menerapkan metode
tinjauan berlapis yang mencakup desktop review atas laporan berkala
klien, pengiriman kuesioner, wawancara mendalam, hingga kunjungan
lapangan (site visit) secara langsung ke lokasi proyek.

Apabila ditemukan kesenjangan atau pelanggaran terhadap komitmen
'S8E, Perseroan menempuh prosedur eskalasi yang terstruktur, SED
akan berkoordinasi dengan tim investasi untuk memberikan
peringatan tertulis serta melakukan tindak lanjut (follow-up) kepada
jajaran Direksi. Langkah korektif yang diambil dipastikan selaras
dengan ketentuan yang tercantum dalam perjanjian fasilitas guna
memastikan pemulihan kepatuhan berjalan efektif.

Perseroan memprioritaskan topik-topik strategis terkait mitigasi
dampak lingkungan dan peningkatan kesejahteraan sosial melalui
interaksi aktif dengan klien dan mitra bisnis, baik menggunakan
metode kuesioner, wawancara, dan kunjungan lapangan. Hasil dari
interaksi ini dipantau secara berkala melalui mekanisme pelaporan
internal untuk memastikan setiap peluang dan risiko yang
teridentifikasi telah dikelola sesuai dengan prinsip keberlanjutan
Perseroan.

Komunikasi Isu-lsu Penting

The Company consistently monitors the implementation and
complance of clients regarding S&E reguirements stipulated in
agreements. The evaluation process is conducted at least once a year
through the preparation of client S&E performance reports. To ensure
data accuracy, the Company applies a multi-layered review method
that Includes desktop reviews of clients' periodic reports, distribution
of guestlonnaires, in-depth Interviews, and direct site visits to profect
locations.

If gaps or violations of S&E commitments are identified, the Company
follows a structured escalation procedure. The SED will coordinate
with the investment team to issue written warnings and perform
foltow-ups with the Board of Directors. Corrective actions taken are
ensured to be aligned with the provisions set out In the facility
agreements to ensure that the restoration of compliance is carried out
effectively.

The Company prioritizes strategic topics related to environmental
impact mitigation and social welfare improvement through active
interaction with clients and business partners, utilizing methods such
as guestionnaires, interviews, and site visits. The results of these
interactions are monitored periodically through interna! reporting
mechanisms to ensure that every identified opportunity and risk is
managed in accordance with the Company's sustainability principles.

dalam Keuangan Berkelanjutan ISRI 2-161
Communication Of Critical Concerns In Sustainable Finance

Sebagai bentuk transparansi, Perseroan secara aktif menjalankan
mekanisme komunikasi isu-isu penting dalam keuangan
berkelanjutan melalui struktur tata kelola yang terintegrasi, Proses ini
dimulai dengan penyusunan laporan profil risiko triwulanan oleh Risk
Directorate, yang mencakup Isu-isu penting dari setiap risk taxonomy.
Laporan tersebut ditelaah secara berjenjang oleh Risk Management
Committee (RMC) dan Risk Oversight Committee (ROC) sebelum
disampaikan kepada Pemegang Saham. Laporan ini juga dilaporkan
secara tahunan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai bagian
dari Laporan Tingkat Kesehatan.

Selain jalur formal manajemen risiko, Perseroan menyediakan wadah
partisipatif bagi seluruh karyawan untuk menyampaikan aspirasi dan
isu operasional melalui forum IIF Town Hall Meeting yang rutin
diselenggarakan setiap kuartal. Melalui pengawasan yang ketat
tersebut, sepanjang periode pelaporan 2025, tidak terdapat Isu
penting yang memerlukan perhatian khusus dari Dewan Komisaris
maupun Direksi terkait dampak kegiatan operasional Perseroan pada
aspek ekonomi, lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG).

ran Keberlanjutan 2

As a form of transparency, the Company has actively implemented
communication mechanisms for critical concerns in sustainable
finance through an integrated governance structure. This process
began with the preparation of guarterly risk profile reports by the Risk
Directorate, which covered critical concerns from each risk taxonomy.
These reports have been reviewed hierarchically by the Risk
Management Committee (RMC) and the Risk Oversight Committee
(ROC) before being presented to Shareholders. This report also has
been submitted annually to the Financial Services Authority (OJK) as
part of the Soundness Level Report (Laporan Tingkat Kesehatan).

In addition to forrnal risk management channels, the Company has
provided a& participatory platform for all employees to voice
aspirations and operational concerns through the IIF Town Hall
Meetings, held regularly every guarter. Through such rigorous
oversight, throughout the 2025 reporting period, there were no critical
concerns that reguired special attention from the Board of
Commissioners or the Board of Directors regarding the impact of the
Company's operational activities on economic, environmental, social,
and governance (ESG) aspects,

| PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025

Page 73 OCR 0.904
INDONESIA

INFRASTRUCTURE
FINANCE

Hubungan dengan Pemangku Kepentingan '04K E-41 (GRI 2-29) (GRI Fs12)

Stakeholders Engagement

Perseroan menempatkan komunikasi efektif dan hubungan harmonis
dengan seluruh pemangku kepentingan sebagai prioritas strategis.
Hubungan ini mencakup sinergi dengan pemegang saham dan
investor, pemerintah pusat, pemerintah daerah, anggota legislatif
terkait, klien, sponsor, vendor, masyarakat, dan media massa.
Komitmen ini diwujudkan melalui partisipasi aktif dalam berbagai
forum rutin maupun saluran komunikasi ad-hoc. Langkah ini krusial
untuk memastikan seluruh aspirasi dan ekspektasi pemangku
kepentingan, terutama terkait isu keberlanjutan, dapat terakomodasi
dengan baik. Setiap isu yang memerlukan tindak lanjut strategis
dieskalasi ke dalam forum tata kelola Perseroan. Seluruh proses
pengambilan keputusan dalam forum tersebut dilakukan dengan
kepatuhan, yang telah memenuhi aturan rapat berdasarkan POJK
46/2020 dan POJK 48/2020.

Sepanjang tahun 2025, Perseroan secara konsisten memetakan dan
mengelola isu-isu prioritas yang disesuaikan dengan karakteristik unik
dari setiap kelompok pemangku kepentingan. Selain interaksi tatap
muka, Perseroan juga menyediakan kanal komunikasi digital yang
inklusif melalui situs web resmi. Fasilitas ini menjamin akses
informasi bagi publik sekaligus memastikan setiap masukan
direspons secara responsif dan tepat waktu. Inisiatif ini merupakan
bagian fundamental dari strategi Perseroan dalam memperkuat
kepercayaan publik serta menjaga keberlangsungan bisnis yang
Iransparan dan akuntabel.

Metode Identifikasi Kelompok Pemangku Kepentingan S8 2:

Stakeholders Group Identification Method

Perseroan mengidentifikasikan kelompok pemangku kepentingan
berdasarkan sejumlah aspek berikut ini.

Ketergantungan
Dependency

Kewajiban

Responsibility organisasi.

Tekanan
x Tension

The Company places effective communication and harmonious
relationships with alt stakeholders as a strategic priority. These
relationships encompass synergies with shareholders and invesiors,
central and local governments, relevant legislative members, clients,
sponsors, vendors, the community, and the mass media. This
commitment is realized through active participation in various regular
forums as well as ad-hcc communication channels. This step is
crucia! to ensure that all stakeholder aspiraticns and expectations,
parlicularly regarding sustainability issues, are well accommodated
Any issue reguiring strategic follow-up is escalated into the
Company's governance forums. Ali decisien-making processes within
these forums are conducted with compliance, meeting tne meeting
regulations based on POJK 46/2020 and POJK 48/2020.

Throughout 2025, the Company consistentiy mapped and managed
priority issues tailored to the unigue characteristics of each
stakeholder group. In addition to face-to-face interactions, the
Company also provided inclusive digital communication channels
through its official website, This facilily guaranteed public access to
information while ensuring that every inpul was addressed
responsively and in a timely manner. This Initiative is a fundamental
part of the Company's strategy to strengthen public trust and maintain
Iransparent and accountable business continuity.

291

The Company identified stakeholder groups based on the following
aspects.

Perseroan memiliki ketergantungan pada seseorang atau sebuah organisasi, atau sebaliknya.
The Company has a dependency on a person or an organization, or Vice versa.

Perseroan memiliki tanggung jawab tegal, komersial, atau etika terhadap seseorang atau sebuah

The Company has legal, commercial, ar ethical responsibilities towards a person or organization.

Seseorang atau sebuah organisasi memiliki pengaruh terhadap Isu ekonorni, sosial, atau lingkungan
tentu.

'A person or organization has influence on a particular economic, social, or environmental issue.

Seseorang atau sebuah organisasi memiliki pandangan yang berbeda yang dapat mempengaruhi situasi

@ 1G Perspektif Beragam

Diverse Perspective

not exist before.
Pengaruh e
Infuence kepentingan lain.
Kedekatan
Proximity

dan mendorong adanya aksi yang tidak ada sebelumnya.
AA person ar organization has a different view that can influence the situation and encourage action that did

Seseorang atau sebuah organisasi memiliki pengaruh terhadap suatu strategi atau kebijakan pemangku

A person or organization has influence over the strategy or policies of other stakeholders.

Seseorang atau sebuah organisasi memiliki kedekatan geografis dan operasional dengan Perseroan.
A person ar organization has geographical and operational proximity to the Company.

Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia infrastucture Finance | Sustainability Report 2025

Page 74 OCR 0.789
—00

Ikhtisar Basis Identifikasi, Topik, dan Metode Pelibatan Pemangku Kepentingan sx £4lcm 2211
Overview of Identification Basis, Topics, and Stakeholder Engagement Methods

Basis Penetapan Pemangku
Kepentingan Metode Pendekatan dan Frekuensi Pertei Fokus Perhatian

Engagement Methods and Freguency Coneern

Pengaruh dan Pemegang Saham: » Kinerja Perseroan:
Ketergantungan - Persetujuan rencana bisnis, aksi korporasi, dan struktur organisasi: - Tanggung jawab sosial
- Penunjukan anggota Dewan Komisaris dan Direksi, dan lingkungan: serta
Influence and Dependency - Penetapan siruklurtata kelola - Pengelolaan risiko,
- Keterwakilan melalui keenggotaan dalam Dewan Komisaris: serta
- Pengaruh dalam pengambilan keputusan pemtiayaan oleh Komite . Company performance:
Investasi. » Sogalang
environmental
Investor: 4
" Pengendalian struktur permodalan: . Pa ek

- Pembatasan penerbitan utang dan ekuitas, serta
« Penetapan proyek-proyek yang akan dibiayai.

Shareholders:
- Approval of business plans, corporate acting, and organizational structure:
 Appointment of members of the Board of Commissioners and Board of
Directors,
« Determination of the governance structure:
: Represemtation dhrovgh membership on ine Board af Commmissioners: and
« Influence In financing decisions by the Investment Committee,

Investors:

- Gontrol of the capital structure:

» Restrictions on debt and eguity issuance, and
« Determinatlon of projects to be financed,

Pengaruh dan - Team Buling per Divisi dan per Direktorat (frekuensi tidak ditetapkan « Pengembangan karier
Ketergantungan namun anggaran pertahun dibatasi) dan kompetensi,
» Team Building di tingkat Perseraan (sekali setahun): » Remunerasi dan
Influence and Dependenoy » Town Hall Meeting (sesuai kebutuhan): kesejahteraan:
- Sosialisasi prosedur operasional dan Induksi terhadap karyawan (sesuai « Perbaikan kinerja
kebutuhan): operasional Perseroan:

'Acara-acara penting Perseroan, seperti Investor Gathering, Pencatatan Fasilitas kerja, serta

Obligasi, dan sebagainya, (sesuai kebutuhan, « Kesehatan dan
- Acara Tutup Tahun (sekali setahun): serta keselamatan kerja,
« Acara-acara penting karyawan, seperti pernikahan, kelahiran, sakit,

meninggal, promosi, dan sebagainya (sesuai kebutuhan). . Career and competency

development:
« Team Building per Division and per Directorate (freguenoy is not set, but the Remuneration and
annual budget is iimited), welfares
Team Building at the Company level (once a year): Improvement of the
Town Hall Meetings (as needed), Company's operational

« Socialization of operational procedures and employee induction (as rformane
needed), " Work facil and
« Important Company events, such as Investor Gatherings, Bond Listings, etc. - Occupational health and

as needed), safety.
- Year-End Events (once a year): and
« Important employee events, such as weddings, births, ilnesses, deaths,

(promotions, etc. (as needed).

Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025

Page 75 OCR 0.781
INDONESIA
INFRASTRUCIURE ——
FINANCE

Basis Penetapan Pemangku
Kepentingan Metode Pendekatan dan Frekuensi Pertemuan Fokus Perhatian

Facus of Concern

Determination

Pengaruh dan « Melakukan koordinasi dan identifikasi proyek infrastruktur di pusat dan » Pembangunan
Ketergantungan daerah, infrastruktur,

- Menghadiri market sounding/sosialisasi oleh pemerintah pusat/daerah: - Perkembangan
Influence and Dependency - Menghadiri dan memberikan masukan pada acara METI, kemajuan proyek,

. Berpartisipasi dalam berbagai acara Kementerian Kevangany serta » Kendala yang dihadapi

- Menjadi anggota dalam Sustainable Finance Task Force OJK. proyek: serta

" Pericapaian target SDGs
» Coordinating and identifying Infrastructure projects at the central and dan NDCs.
regional levels:
- Altending market soundings/socislization sessions conducted by the » Infrastructure

cemtraljregional govemmem, development:

AAttending and providing input at METI events: Project progress

Participating in various Ministry of Finance events, and Project ehallenges: and

Becoming a member of the OJK Sustainable Finance Task Force. Achievement of SDGs
and NDCS targets.

Klien dan Sponsor/Pemrakarsa Proyek, serta Pemangku Kepentingan Terkait

Pengaruh dan Kilen/Sponsor/Pemrakarsa Proyek:
Ketergantungan » Kesediaan untuk dibiayai oleh IF:

- Kepatuhan terhadah perarilan yang atur oleh IE dalam kesepakatan
Influence and Dependency pinjaman (terkait hal-hal finanslal, pelaporan, dan S&E):

» Penetapan harga (suku bunga, blaya, dan sernua hal komersial lainnya

- Kerja sama dalam penyediaan data,

Produk dan jasa:
Pelayanan advisoryi
Suku bunga pinjaman:
Proses dan durasi dalam
pemberian keputusan,
Persyaratan kredit, serta

» Pemantauan perkembangan proyek dan penerapan aspek sosial dan - Kepatuhan terhadap
lingkungan (sebagaimana diperlukan): Prinsip SBE IIF.
- Tinjauan secara berkala atas proyek-proyek yang dibiayai (kunjungan rutin
ke proyek) serta | . . “ Products and services,
» Koordinasi atau advisory terkait proyek infrastruktur yang berlangsung PA pap
(sebagaimana diperlukan). « Loan Interest rates
Pemangku Kepentingan terkait: Nan Toni

» Kesediaan untuk membangun/mengerjakan proyek berdasarkan Prinsip S&E Beni reguire manten and
yang diatur oleh If, serta . 1 Conollanoe MN Es

» Kesedigan untuk patuh pada perjanjian yang relevan bagi pemangku Sek Prineries:
kepentingan terkait (misalnya, perusahaan EPC, konsultan kerekayasaan/
teknis, dan lain-lain).

Client/Sponsor/Project Proponent:

- Wiliingness to be financed by the IIF,

« Compilance with the covenants stipulated by the IIF in the Ioan agreement
(related to financial, reporting, and S&E matters),

Pricing (interest rates, fees, and ali other commercial matters):

« Cooperation in providing data:

- Monitoring project progress and implementation of social and
environmental aspects (as reguired):

- Regular review of financed projects (regular projeet visits): and

" Gaordinalian or advisoryregerdingangoin Infrastructure projects tes
reguired).

Relevant Stakeholders:
« Willingness to construct/execute the project based on the SBE Principles
stipu'ated by the HF: and
« Willingness to comply with relevant covenants for relevant stakeholders
(e.g, EPC companies, engineering/technical consultant, etc)

Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025

Page 76 OCR 0.866
Basis Penetapan Pemangku

Metode Pendekatan dan Frekuensi Pertemua Fokus Perhatian

Engagement Methods and Fi

Kepentingan

s for olclers'
Determination

Media M
ia

Kinerja Perseroan, serta
« Informasi yang berkaitan
dengan proyek-proyek
yang didukung,

Pengaruh dan « Perseroan melibatkan media massa untuk setiap peristiwa penting yang
Ketergantungan berhubungan dengan pemangku kepentingan eksternal. Media massa
secara formal diundang ke acara tersebut untuk meliput langsung. Demi
Influence and Dependency terjaganya akurasi dan aktualnya berita, IiF membuat siaran pers untuk.
Mmenhel acuan media masya dalam mneherbilkan berita,
Perseroan melibatkan media massa, baik secara langsung maupun melalui
ageng, untuk penyebarluasan berita terkait Perseroan secara aktual dan
efektif: se:

» Company performance:
and

» Information related to
supported projects.

“Jenis media massa yang terlibat dalam operasi Perseroan, mayoritas
merupakan media daring yang terafiliasi dengan media cetak, dan umumnya
dalam bidang bisnis dan ekonomi.

- The Company engages the media for every significant event involving
external stokeholders. Media outlets are formally invited to these evenis for
Iive coverage. To ensure the aecuracy and timeliness of news, lIF Issues
press releases to serve as a reference for media Outlets when publishing

news,

"The Company engages the media, both directly and through agencies, to
effeotively and timely disseminate nesus related to the Company,

- The media outlels involved in the Companys operations are predominantly

online media elfliated with print media outlets, generally in the business.

and economic sectors,

Etika, Anti Korupsi, dan Benturan Kepentingan
Ethics, Anti-Corruption, and Conflict of Interest

Kode Etik
Code of Ethics

Penerapan Kode Etik Perseroan menjadi pedoman etika yang
memandu hubungan antara manajemen, karyawan, dan pemangku
kepentingan, serta mendukung implementasi Tata Kelola Perusahaan.
Kode Etik mencakup prinsip-prinsip terkait kepatuhan hukum dan
etika, pengendalian internal dan pelaporan keuangan, benturan
kepentingan, privasi dan keamanan informasi, penghormatan
terhadap individu dan masyarakat, serta interaksi dengan mitra usaha
dan pihak ketiga,

Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance |

The implementation of the Company's Code of Ethics has served
as an ethical guideline steering the relationchins between
management, employees, and stakeholders, while supporting the
implementation of Corporate Governance, The Code of Ethics
encompassed principles related to legal and ethical compliance,
internal control and financial reporting, conflict of interest, privacy
and information security, respect for individuals and the
community, as well as interactions with business partners and
third parties.

tainability Report 2025

Page 77 OCR 0.910
INDOKESIA

Isi Kode Etik Perseroan ialah sebagai berikut:

» Melakukan Usaha dengan Taat Hukum dan Beretika

Kebijakan Informasi, Pengendalian Internal, dan Pelaporan
Keuangan

- Benturan Kepentingan
Kebijakan Sumber Daya Elektronik
Keamanan informasi dan Kebijakan Kerahasiaan

Pengendalian Internal, Pelaporan Keuangan, Retensi Dokumen,
dan Kebijakan Audit

Hormati Individu, Masyarakat dan Kebijakan Privasi
Perilaku dengan Mitra Usaha dan Pihak Ketiga

Informasi mengenai penjelasan dari setiap Kode Etik IIF diuraikan
pada Laporan Tahunan Perseroan bab Tata Kelola Perusahaan.

Seluruh pegawai Perseroan wajib memahami dan
mengimptementasikan Kode Etik yang mengatur standar perilaku
bisnis secara profesional dan berintegritas. Guna memastikan
pemahaman yang mendalam, tim Sumber Daya Manusia bersama
unit kerja Kepatuhan menyelenggarakan sosialisasi serta sesi
konsultasi secara rutin maupun bersifat ad-hoc. Komitmen terhadap
perilaku bisnis yang baik ini tidak hanya berlaku bagi pegawai tetap,
namun juga diwajibkan bagi seluruh penyedia jasa dan tenaga kerja
paruh waktu. Langkah ini merupakan bagian dari upaya Perseroan
dalam menjamin terciptanya ekosistem kerja yang etis dan akuntabel
di seluruh lini operasional.

Kebijakan dan Praktik Anti Korupsi '88' 2051

Anti-Corruption Policy and Practice

Perseroan menempatkan penanggulangan Korupsi, Kolusi, dan
Nepotisme (KKN) serta berbagai bentuk penipuan (fraud) sebagai
prioritas utama dalam menjalankan kegiatan pembiayaan dan jasa
advisory. Perseroan menyadari sepenuhnya bahwa tindakan tersebut
dapat mencederai reputasi dan kinerja Perseroan, sekaligus merugikan
bangsa dan negara, Oleh karena itu, Perseroan menjunjung tinggi
integritas dengan menerapkan kebijakan tanpa toleransi (zero
tolerance) terhadap praktik korupsi di seluruh lini kegiatan usaha,
mencakup seluruh tingkatan karyawan hingga manajemen. "341

Tanggung jawab dalam pencegahan dan pengelolaan anti-korupsi
berada di bawah kewenangan Komite Manajemen Risiko (RMC).
Dalam menjalankan fungsi pencegahannya, RMC memiliki mandat
untuk melaksanakan tugas-tugas sebagai berikut:

mengembangkan strategi untuk meningkatkan kesadaran dan etika
karyawan atas penipuan (kecurangan) dan korupsi:

meninjau penilaian risiko kecurangan dan korupsi untuk seluruh
lingkup Perseroan sebagaimana disusun oleh Direktorat Risiko
setidaknya tiga tahun sekali, atau setelah terjadinya perubahan
struktural atau fungsional yang signifikan di iIF:

menentukan strategi pengendalian penipuan dan korupsi untuk
mengatasi risiko yang diidentifikasi oleh kajian penilaian penipuan
dan korupsi,

memastikan setiap karyawan dalam ruang lingkup tanggung jawab
masing-masing menerima pelatihan peningkatan kesadaran atas
penipuan dan korupsi dan memahami Kode Etik IIF:
merekomendasikan kebijakan dan prosedur yang tepat untuk
deteksi dan pencegahan penipuan dan korupsi: serta

meninjau dan memperbarui kebijakan dan prosedur apabila
diperlukan namun setidaknya setiap dua tahun sekali untuk
memastikan kesesuaiannya dengan prinsip, standar, dan praktik
terbaik dalam pencegahan penipuan dan korupsi.

INFRASTRUCTURE
FINANCE

The contents of the Company Code of Ethics are as follows:

- Conducting Business Legally and Ethically
- Information Policy, Internal Control, and Financial Reporting
Conflict of Interest

Electronic Resource Policy

Information Security and Confidentiality Policy

Internal Control, Financial Reporting, Document Retention, and
Audit Policy

Respect for Individuals, Community, and Privacy Policy
Conduct with Business Partners and Third Parties

Detailed expianations of each point of the IIF Code of £thics are
outlined in the Companys Annual Report under the Corporate
Governance chapter.

Al Company employees have been reguired to understand and
implement the Code of Fthics, which regulates standards of
professional business conduet and integrity. To ensure deep
understanding, the Human Resources team, together with the
Compliance unit, crganized socialization and consultation
sessions on both a regular and ad-hoc basis. This commitment to
good business conduct applied not only to permanent employees
but was also mandatory for all service providers and part-time
workers. This step was part of the Company' efforts to ensure the
creation of an ethical and accountable work ecosystem across all
operational lines.

The Company places the prevention of Corruption, Collusion, and
Nepotism (KKN), as well as various forms of fraud, as a top priority in
conducting its financing and advisory activities. The Company fully
recognizes that such actions can damage the Company's reputation
and performance, while also harming the nation and the state
Therefore, the Company has been upholding the highest level of
integrity by implementing a zero-tolerance policy toward corrupt
Practices across all business lines, encompassing all levels from
employees to management, "W3 31

The responsibility for anti-corruption prevention and management
falls under the authority of the Risk Management Committee (RMC).
In exercising its prevention function, the RMC has the mandate to
perform the following dutles:

» developing strategies to enhance employee awareness and ethics
regarding fraud and corruption:

- reviewing fraud and corruption risk assessments for the entire
scope of Ihe Company, as prepared by the Risk Direotorate, at least
once every three years, or following significant structural or
functional changes within IIF:

« determining fraud and corruption control strategies to address

Tisks identified by fraud and corruntion assessment reviews:

ensuring that every employee, within their respective areas of

responsibility, receives fraud and corruption awareness training
and understands the IIF Code of Ethics,

- resommending appropriate policies and procedures for the
detection and prevention of fraud and corruption: and

- teviewing and updating policies and procedures as necessary, but
at least once every two years, to ensure alignment with principles,
standards, and best practices in fraud and corruption prevention.

Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability

Page 78 OCR 0.907
Se

Sebagai langkah mitigasi, IIF menerapkan sistem pengendalian
internal yang ketat melalui prinsip foureyes dan pemisahan tugas
(segregalian of dulies) pada aktivitas bisnis utama. Selain itu,
Perseroan memberlakukan:

" Batasan nilai hadiah

Perseroan memberlakukan kebijakan gratifikasi yang tegas berupa
larangan bagi karyawan menerima hadiah dalam bentuk uang atau
bentuk lainnya, yang nilainya melebihi USD100, atau setara dengan
Rp1.500,000. Batasan nilai ini ditinjau dan direvisi secara berkala
oleh Direksi agar tetap relevan dengan praktik terbaik di dunia
kerja. Setiap hadiah yang diterima secara langsung namun
melebihi batas tersebut wajib dikembalikan secara profesional
tanpa menyinggung pihak pengirim maupun merusak reputasi
Perseroan.

Implementasi block leave untuk BoD-1.

Block leave adalah 5 hari cuti berturutturut di mana karyawan
dilarang mengakses aktivitas kerja apa pun, termasuk email,
telepon perusahaan, sistem, folder/drive bersama, rapat atau
pengambilan keputusan dengan cara apa pun. Akses hanya
diberikan ke drive lokal dan laptop.

Fraud and Corruption Prevention Committee (FPC)

Komite ini beranggotakan CEO, CRO, dan CFO yang berwenang
memutuskan semua kasus (dugaan atau terbukti) kecurangan dan
korupsi beserta isu terkait, termasuk investigasi, eskalasi kepada
pihak eksternal seperti polisi, publikasi, dan sanksi yang terjadi di
Perseroan, dengan mempertimbangkan implikasi dari keputusan
dan temuan audit, Keputusan ini berlaku untuk kasus di mana
tersangka bukan anggota Direksi.

FPC Charter dapat dilihat pada laman berikut: httpsriif.co.id/id/
hubungan-investor/tata-kelola-perusahaan/komite/

Perseroan telah melakukan penilaian risiko fraud dan korupsi di
seluruh kegiatan operasional dan proyek-proyek yang memiliki risiko
terkait korupsi. Dengan demikian, 1008 operasi IIF telah dinilai
Fisikonya ewe

Guna memperkuat budaya integritas, Perseroan mewajibkan seluruh
karyawan menandatangani pernyataan kepatuhan terhadap Kode Etik
dan Kebijakan Anti- Korupsl yang didukung oleh pelaksanaan sesi
sadar risiko serta penyediaan mekanisme pelaporan pelanggaran
(whistteblowing), ISP! 23.26sa1

Perseroan juga melakukan penilaian profil risiko atas semua kegiatan
operasional dan proyek menggunakan Risk Scorecard dengan
parameter dan indikator sesuai SEOJK No.27/SEOJK.05/2021,
termasuk parameter dan indikator terkait risiko kecurangan (fraud).
Adapun penilaian Risk Control Self-Assessment dilakukan untuk
menilai tingkat risiko inheren dari risiko fraud di tingkat korporasi,
pengendalian yang telah dilakukan oleh Perusahaan, serta tingkat
residual risk untuk risiko fraud tersebut.

Melalui penilaian risiko yang dilakukan secara menyeluruh terhadap
semua kegiatan operasional dan proyek, Perseroan memastikan

bahwa 1006 operasi IIF telah dinilai risikonya terkait aspek korupsi,

Sa

As a mitigation measure, IIF has implemented a strict internal control
system through the “four-eyes" principle and segregation of duties in
its core business activities. Furthermore, the Company enforces:

“ Gift Value Thresholds

The Company enforces a siriet gratification policy prohibiting
empioyees from accepting gifts in the form of cash or other forms
exceeding a value of USD 100 or its eguiyalent of IDR 1,500,000.
This threshold is reviewed and revised periodically by the Board of
Directors to remain relevant with professional best practices, Any
gifts received directly that exceed this limit must be returned
professionally without offanding the sender or damaging the
Company's reputation.

Implementation of Block Leave for BoP-1

Block leave consists of 5 consecutive days of leave during which
employees are prohibiled from accessing any work activities,
including emails, company phones, systems, Shared folders/drives,
meetings, or decision-making in any manner. Access is only granted
to local drives and laptops.

Fraud and Corruption Prevention Committee (FPC)

This committee consists of the CEO, CRO, and CFO, who are
authorized to decide on all cases (suspected or proven) of fraud and
corruption along with related issues, including investigations,
escalation to external parties such as the police, publications, and
sanctions occurring within the Company, considering the
implications of the decisions and audit findings. This decision
applies to cases where the suspeci is not a member of the Board of
Directors.

The FPC Charter can be accessed at the following link: https//
iif.co.id/en/investor-relations/corporate-governance/commiltees/

The Company has conducted fraud and corruption risk assessments
across all operational activities and projects that carry corruption-
related risks. Accordinaly, 1004 of IIF's operations have been
assessed for risk, (6212001

To strengthen the culture of integrity, the Company has reguired afi
employees to sign a compliance statement regarding the Code of
Ethics and Anti-Corruption Policy, supported by the implementation of
risk awareness sessions and the provision of a whistleblowing
mechanism. Im33.205-1

The Company also performed risk profile assessments for all
operational activities and projecis using a Risk Scorecard with
parameters and indicators in accordance with SEOJK No.27/
SEOJK.05/2021, including parameters and indicators related to fraud
risk. Furthermore, the Risk Control Seif-Assessment (RCSA) was
conducted to evaluate the inherent risk level of fraud at the corporate
level, the controls implemented by the Company, and the residual risk
level for said fraud risks.

Through comprehensive risk assessments conducted on all
Operetional activities and projects, the Company ensurad that 10016 of
IIFS operations have been assessed for risks related to corruption
aspects. (Oa

Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025

Page 79 OCR 0.901
INDONESIA

Sosialisasi, Pelatihan, dan Kepatuhan Anti Korupsi
Anti-Corruption Socialization, Training, and Compliance

Perseroan secara aktif menyelenggarakan program komunikasi,
sosialisasi, dan pelatihan anti-korupsi yang komprehensif. Seluruh
jajaran karyawan dan manajemen telah menerima sosialisasi
mengenai Kebijakan serta prosedur anti-korupsi sejak tahap awal
bergabung dengan Perseroan. Program pelatihan ini juga diikuti oleh
Dewan Komisaris, Direksi, karyawan, hingga mitra usaha, yang
dilaksanakan baik secara daring maupun furing di kantor pusat
Perseroan guna memastikan pemahaman standar etika yang
seragam di seluruh level organisasi. Pada tahun 2025, seluruh
anggota Direksi dan karyawan secara berkelanjutan mengikuti
pelatihan anti-korupsi, baik yang diselenggarakan secara internal oleh
Perseroan maupun melalui program eksternal yang relevan, sebagai
bagian dari upaya peningkatan kapasitas dan penguatan budaya
integritas.

Seluruh anggota Direksi dan karyawan juga telah menandatangani
Kode Etik Perseroan yang mencakup komitmen terhadap kebijakan
anti-korupsi sebagai bagian dari standar integritas yang wajib dipatuhi
di lingkungan kerja. (82051

Selain penguatan internal, Perseroan mewajibkan seluruh klien dan
mitra usaha untuk mematuhi kebijakan anti-korupsi Perseroan.
Sebelum penandatanganan Perjanjian Fasilitas, mitra diwajibkan
untuk menyampaikan dokumen "Panduan Pencegahan dan
Pemberantasan Penipuan dan Korupsi dalam Proyek yang Dibiayai
oleh Pinjaman IBRD serta Kredit dan Hibah IDA". Integritas ini
diperkuat dengan penyertaan klausul spesifik dalam Perjanjian
Fasilitas mengenai sanksi atas praktik korupsi dan penipuan.

Berkat pengawasan yang ketat, sepanjang tahun 2025, tidak terdapat
Insiden korupsi yang terbukti di lingkungan internal Perseroan. Selain
itu, tidak ada pemutusan kontrak dengan mitra kerja yang disebabkan
oleh pelanggaran terkait praktik korupsi. Hal ini mencerminkan
keberhasilan mekanisme pencegahan dan efektivitas budaya
integrilas yang diterapkan oleh Perseroan. (“20531

INFRASTRUCTURE
FINANCE

The Company has actively organized comprehensive anti-sorruption
communication, sosialization, and training programs. All employees
and management levels have received socializatlon regarding anti-
carruption policies and prosedures since their initial stage of joining
the Company. This training programs were also attended by the Board
of Commissioners, the Board of Directors, employees, and business
partners, conducted both online and offline at the Companys
headguarters to ensure 2 uniform understanding of ethical standards
across ail organizational levels. In 2025, all members of the Board of
Directors and employees continued to participate in anti-corruption
training programs, both organized internally by the Company and
through relevant external programs, as part of ongoing efforts to
strengthen capacity and reinforce a culture of Integrity.

AII members of the Board of Directors and employees have also
signed the Companys Code of Ethics, which incorporates &
commitment to the anti-corruption policy as part of the integrity
standards applicable within the workolace. 2203

In addition to internat reinforcement, the Company has reguired all
clients and business partners to compiy with its anti-corruption
policies. Prior to the signing of the Facility Agreement, partners were
reguired to submit the document “Guidelines on Preventing and
Combating Fraud and Corruption in Projects Financed by IBRD Loans
and IDA Credits and Grants" This integrity is further strengthened by
the inclusion of specific clauses in the Facility Agreement regarding
sanctions for corruption and fraudulent practices.

Through rigorous oversight, the Company recorded no incidents of
corruption Iwoughout 2025. Furthermore, there were no terminations
Of coniracts with business partners due to violations related to
coruplion practices, This reflects the success of the prevention
mechanisms and ihe effectiveness of the culture of integrity
implemented by the Company, 197205:

Kebijakan Penanganan Benturan Kepentingan 'S"' 2351

Conflict of Interest Management Policy

Perseroan menerapkan kebijakan penanganan benturan kepentingan
berdasarkan Kode Etik Perseroan, yang menegaskan bahwa seluruh
insan Perseroan dan perwakilannya harus terbebas dari setiap
benturan kepentingan yang dapat memengaruhi keputusan,
objektivitas, atau kesetiaan mereka terhadap Perseroan.

Perseroan memastikan Dewan Komisaris, Direksi, karyawan, hingga
klien, memahami dan berkomitmen menerapkan Kode Etik.
Penegakan Kode Etik dilakukan oleh Dewan Komisaris dan Direksi
sebagai upaya untuk mengurangi potensi benturan kepentingan.
Perseroan telah menetapkan prosedur komprehensif untuk
mengidentifikasi dan mengelola konflik kepentingan yang berkaitan
dengan kegiatan operasional, produk, maupun layanan organisasi.
Perangkat kebijakan yang dimiliki Perseroan meliputi:

1. Manyal Operasional - Kode Etik

Sebagaimana tercantum dalam manual operasional pada Kode
Etik, setiap pihak terkait harus menjaga independensi dari
kepentingan pribadi yang dapat merugikan penilaian profesional
dalam aktivitas bisnis IIF. Meskipun Perseroan menghormati hak
karyawan untuk terlibat dalam kegiatan finansial atau bisnis luar
yang Sah, setiap potensi benturan kepentingan yang timbul dari
aktivitas tersebut wajib segera diungkapkan kepada manajemen.
Manual operasional ini juga memuat pedoman pelaksanaan
sebagai panduan teknis bagi seluruh karyawan dalam
menjalankan prinsipprinsip bebas benturan kepentingan pada
aktivitas sehari-hari.

The Company has implemented a conflict of interest management
policy based on the Company Code of Ethics, which asserts that all
Company personnel and representatives must be free from any
conflict of interest that could influence their decisions, objectivity, or
loyalty to the Company.

The Company ensured that the Board af Commissioners, the Board of
irectors, employees, and clients understand and are committed to
implementing the Code of Ethics. The enforcement af the Code of
#thics has been carried out by the Board of Commissioners and the
Board of Directors as an effort to mitigate potential conflicts of
interest. The Company has established comprehensive procedures to
identify and manage confficts of interest related to organizational
operations, products, and services. The Company policy framework
includes:

1. Operational Manual - Code of Ethics

As stated in the Operational Manual on the Code of Ethics, every
relevant party must maintain independence from personal
interests that could impair professional judgment in HF's business
activities. While the Company respects the rights of employees to
@ngage in legitimate external financial or business activities, any
potential conflict of interest arising from such activities must be
immediately disclosed to management. This operational manual
also contains implememtation guidelines as technical guidance for
all employees in exercising conflict-tree principles in their daily
activities

Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025

Page 80 OCR 0.917
2. Prosedur Internal

Perusahaan (PIP) Pengelolaan Potensi
Benturan Kepentingan dalam Transaksi Investasi dan Mandat
Penasihat (Advisory)

Kebijakan ini mengatur identifikasi situasi yang memicu konfik
kepentingan serta menetapkan langkah tindak lanjut yang
diperlukan. Salah satu mekanisme mitigasi utama yang diterapkan
adalah kebijakan pemisahan informasi (Chinese Wall) untuk
menjaga independensi antar unit kerja.

»

Kebijakan Pengelolaan Potensi Benturan Kepentingan pada
Pinjaman dan Investasi Ekuitas

Mengatur secara spesifik pengendalian risiko konflik pada lini
bisnis utama Perseroan, termasuk penerapan protokol Chinese
Wall guna memastikan tidak ada pertukaran informasi sensitif
yang dapat mencederai integritas proses pengambilan keputusan
investasi.

Apabila muncul kondisi yang berpotensi menimbulkan benturan
kepentingan antar pemangku kepentingan, Perseroan dapat
melakukan mediasi sesuai kebijakan yang berlaku, Seluruh proyek
dengan potensi konflik kepentingan juga menjadi subjek proses
persetujuan berdasarkan limit kewenangan. Dalam hal klien meminta
kombinasi pembiayaan dan jasa advisory, IIF menempuh langkah-
langkah mitigasi, antara lain:

» memberikan penjelasan kepada kilen mengenai sifat umum atau
potensi sumber benturan kepentingan:

“ dalam kasus pembiayaan, mengedepankan keterlibatan non-
eksklusif agar klien Jain tetap dapat memperoleh penawaran yang
sama,

» menetapkan kebijakan, prosedur, dan prinsip pemisahan
wewenang serta tanggung jawab (Chinese Walis) jika diperlukan.

Pada tahun 2025, Perseroan telah melaporkan potensi konflik
kepentingan Manajemen dalam Laporan Tahunan, khususnya terkait
rangkap jabatan dan kepemilikan saham anggota Direksi dan Dewan
Komisaris di Perseroan maupun perusahaan lain maupun transaksi
dengan pihak berelasi termasuk jenis dan nilai transaksi pihak
berelasi.

2. Policy Implementation Procedure (PIP) on Managing Potential
Conflicts of Interest in Investment Transactions and Advisory
Mandates

This policy regulates the Identification of situations that trigger
conflicts of interest and establishes the necessary follow-up
actions. One of the primary mitigation mechanisms implemented is
the information barrier policy (Chinese Wal) to maintain
indepen'dence between business units.

3. Policy on Managing Potential Conflicis of Interest in Loans and
Eguity Investments

This policy specifically regulates the control of conflict risks within
the Company's core business lines, including the application of
Chinese Wall protocols to ensure that no sensitive information is
@xchanged that could compromise the integrity of the investment
decision-making process.

In the event of conditions that potentialiy give rise to conflicts of
interest among stakeholders, the Company may conduct mediation in
accordance with applicable policies. All projects with potential
conflicts of interest are also subject to an approval process based on
the limits of authority. In cases where a client reguests a combination
of financing and 'advisory services, IIF undertakes mitigation
measures, including:

providing explanalions to the client regarding the general nature or
potential sources of the conflict of interest:

in financing cases, prioritizing non-exclusive engagement so that
other clients may Still obtain the same offer,

establishing policies, procedures, and principles for the separation
of authority and responsibility (Chinese Walls) where necessary.

In 2025, the Company reported potential management conflicts of
interest in the Annual Report, specifically regarding concurrent
positions and share ownership of members of the Board of Directors
and the Board of Commissioners in the Company and other
companies, as well as transactions with related parties, including the
Iype and value of such transactions.

Sistem Pelaporan Pelanggaran 'SRI 2-2c1

Whistleblowing System

Sebagai bagian dari komitmen membangun lingkungan bisnis yang
sehat dan penerapan aspek keberlanjutan, Perseroan telah memiliki
Whistleblowing System (WBS) dan Policy Implementation Procedure
(PIP) Ethical Conduct.

Sistem WBS menyediakan saluran bagi karyawan Perseroan maupun
pihak ketiga untuk melaporkan perilaku tidak etis (inappropriate
behaviour) seperti dugaan korupsi, kecurangan, kolusi, maupun
tindakan koersif. Mekanisme pelaporan juga mencakup proses
remediasi terhadap dampak negatif di tingkat korporasi, termasuk
aspek ESG. Saluran pelaporan ini tersedia di situs web resmi
Perseroan dalam Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia, serta dapat
diakses selama 24 jam.

As part of the commitment to building a healthy business
environment and implementing sustainability aspecis, the Company
has established a Whistleblowing System (WBS) and a Policy
Implementation Procedure (PIP) on Ethical Conduct.

The WBS system has provided channels for the Ceompany's
employees and third parties to report inappropriate behavior, such as
suspected corruption, fraud, collusion, or coercive actions. The
reporting mechanism also includes remediation processes for
negative Impacis at the corporate level, including ESG aspects. This
reporting channel is available on the Company's officiai website in
both Engtish and Indonesian and is accessible 24 hours a day.

Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Repori 2025

Page 81 OCR 0.809
INDONESIA
| INFRASTRUCTURE
FINANCE

Mekanisme Pelaporan Pelanggaran

Perseroan menyediakan mekanisme pelaporan pelanggaran
maupun perilaku tidak etis di tingkat korporat melalui WBS, dan di
tingkat proyek melalui Grievance Redress Mechanism (GRM).

Grievance and Violation Reporting Mechanism

Tw Company provides machatisng sarung malations and
(nethisal beharani ati he sorporate level tarsugh the MBS, and at
ih ptojee level nongki the Griesanse Redress Id

LRT

& Penyampaian Laporan

Reporting the Report.

Apabila terdapat dugaan pelanggaran atau aktivitas mencurigakan oleh
karyawan II, pelapor wajib menyampaikan laporan secara tertulis, baik
diketik maupun tulisan tangan, agar kronologi dan subjek perkara dapat
dipahami secara komprehensif,

Should there be any suspected Viciotions or suspicious aclivties by IP

'handuritten, to ensure the chronology and subject matter can be
compreheasively understood,

#mployees, ceporters are ceguired to submit a written report, elther ypedor

Pengiriman Laporan
Report Submission

Laporan harus dikirimkan bersama dengan surat pengantar yang
menyebutkan identitas dari pelapor,

Report must be submitted along with a cover letter stating tho
reporters identity,

Pengajuan laporan tanpa mencantumkan identitas diperkenankan
apabila diserta: dengan bukt-bult! pendukung yang memadai, atau
apabila terdapat Indikasi kuat bahwa penipuan/korupsi telah terjadi,
“sehingga dapat disetciki lebih lanjut.

“Subimission of reports without disclosing identity is permitted if
'ecompanied by adeguate supporting evidence, or f Ihere are strong

Penerimaan Laporan
Report Receiving
Pelaporan melalui mekanisme WBS diterima oleh Head of Internal Audit.

Reports submitted through the WBS mechanism are received by the
Head of Internal Audit.

Jawab untuk melakukan proses pencarian fakta (fact finding).

1 ihe report is related to unathical behavior i will be forwardad to the
Human Rescurees Division, which is responsible lor conducting the fact:
finding process.

“Apabila ternyata pelaporan tersebut terkait dengan perilaku tidak et's maka
faporan akan diteruskan kepada Divisi Human Resources yang bertanggung

indications that fraud/corruptian has oecurred, warranting lurther
investigation.

Tindak Lanjut Laporan
Follow-up On submitted Reports

Tindak lanjut dari laporan yang disampaikan akan dilaksanekan sesuai
peraturan yang berlaku baik peraturan dalam lingkup Perseroan
(maupun Pemerintah.

The follow-up on submitted reports wil be carried out in secordance
with applizable regulations, both within the Company's internal scope
and Goverament regulations.

Untuk tingkat proyek mekanisme pelaporan dan remediasi melatui
'GRM dengan mengirimken lembar umpan balik untuk selanjutnya
ditindaklanjuti oleh Divisl Soslal dan Lingkungan dengan

Investigasi Laporan
Report Investigation

seluruh informasi yang ada dan melakukan investigasi termasuk alas
barang bukti

Subseguent, the Internal Audit Unit wil register and record al available
information and conduet an investigatien, including an exarmination of
evidence

akan dieskalasi ke FPC untuk ditindaklanjuti.

Iftno investigation results are deemned valid, Ihe orievance report will be
#sealated to the Fraud Pravantian Committee (FPC) for turther action.

Selanjutnya, Unit Audit Internal akan melakukan registrasl/pencatatan otas

Apabila hasil investigasi dianggap benar, maka laporan pengaduan tersebut

menginformasikan kepada proyek terkali.

At the project level, te reporting and remediatlon mechanismn is
conducted through the GRM by submirting a feedback farm, which Is
then followed up by ine Socisl and Environmental Division by informing
te relevant project

Apabila diperlukan, hasil dari mekanisme petaporan tersebut
akan dijadikan syara bagi proyek dari Perseroan untuk tahap
tesolusil

essary, the results of this reporting mechanism wil bo
ategulrement for the Gompanys projecls at the
resolution stage. Kw312

Selanjutnya, Unit Audit Internal melakukan registrasi/pencatatan atas
seluruh informasi yang ada dan melakukan investigasi termasuk atas
barang bukti. Apabila hasil invesligasi dianggap benar, maka laporan
pengaduan tersebut akan dieskatasi ke FPC untuk ditindaklanjuti.

Tindak lanjut dari laporan yang disampaikan akan dilaksanakan
sesuai peraturan yang berlaku baik peraturan dalam lingkup
Perseroan maupun Pemerintah, Untuk tingkat proyek, mekanisme
pelaporan dan remediasi melalui GRM dengan mengirimkan lembar
umpan balik untuk selanjutnya ditindaklanjuti oleh Divisi Sosial dan
Lingkungan dengan menginformasikan kepada proyek terkait. Apabila
diperlukan, hasil dari mekanisme pelaporan tersebut akan dijadikan
syarat bagi proyek dari Perseroan untuk tahap resolusi, '99'2-2s1

Subseguently, the Internal Audit Unit registers and records all
available information and conduct an investigation, including an
@examination of evidence. If the investigation results are deemed valid,
the grievance report will be escalated to the Fraud Prevention
Committee (FPC) for furtirer action.

The follow-up on submitted reports will be carried cut in accordance
with applicable regulations, both within the Company's internal scope
and Government regulations. At the project level, the reporting and
remediation mechanism is conducted through the GRM by submitting
a feedback form, which is then followed up by the Social and
Environmental Division by informing the relevant project. If necessary,
the results of this reporting mechanism will be made a reguirement
for the Companys projects at the resolution stage, 11225!

Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia tnfrastucture Finance | Sustainability Report 2025

Page 82 OCR 0.906
—@

Tantangan Implementasi Keuangan Berkelanjutan '9sK £-5I
Sustainable Finance Implementation Challenges

Seiring dinamika eksternal dan internal sepanjang tahun 2025,
Perseroan menghadapi sejumlah tantangan penerapan keuangan
berkelanjutan. Sebagai respons, Perseroan terus melakukan
identifikasi dan evaluasi tantangan tersebut serta menetapkan
langkah-langkah mitigasi yang tepat. Berikut ini penjelasan mengenai
tantangan dan langkah-langkah respons yang dilakukan Perseroan.

Tantangan Penerapan Keuangan Berkelanjutan

tainable Finance Implementation Challenges

Amid evolving internal and external dynamics throughout 2025, the
Company encountered several challenges in implementing
sustainable finance practices. In response, the Company continuously
identified and evaluated these challenges and established appropriate
mitigation mneasures. The following section outlines the key
challenges and the corresponding response measures undertaken by
the Company.

Respons Perseroan
Company's Response

Perubahan arahan atau regulasi dari pemerintah terkait
dengan penerapan keuangan berkelanjutan membutuhkan
adaptasi dan penyesuaian pelaksanaan pembangunan
Infrastruktur.

Changes in government directives or regulations related to
the implementation of sustainable finance reguire adaptation
and adjustments to the implementation of Infrastructure
development.

Perseroan menjalin komunikasi secara rutin dengan para
pemangku kepentingan dan pejabat terkait untuk mengetahui
arah kebijakan selanjutnya dan sedapat mungkin melakukan
penyesuaian pada aksi keuangan berkelanjutan Perseroan.

The Company has been regularly communicating with
stakeholders and relevant officials to determine the direction
of future policies and, wherever possible, to make
adjustments to the Company's sustainable financial actions.

Perubahan preferensi debitur dan produk Investasi yang
tersedia di pasar sektor infrastruktur, khususnya pembiayaan
infrastruktur di Indonesia. Selain itu, kesadaran debitur
maupun masyarakat umum terkait dengan implementasi
Prinsip S&E juga perlu untuk terus didorong.
Changes in debtor preferences and investment lucts
@vallable in the infrastructure market, particular!
Infrastructure financing in Indonesia, are also being
addressed. Furthermore, awareness among debtors and the
general public regarding the implementation of S&E
rinciples also needs to be continvously promoted.

Perseroan akan memberikan asistensi dan soslalisasi
kepada debitur maupun calon debitur mengenai penerapan 8
Prinsip S&E dan implementasi ESG.

The Company would provide assistance and outreach to
debtors and prospective debtors regarding the
implementation of the 8 S&E Principles and ESG
implementation.

Peningkatan tren suku bunga yang terus berlanjut menjadikan
ra klien Perseroan mencari alternatif sumber pendanaan
lain, seperti pasar modal, sehingga klien tersebut melakukan

percepatan pembayaran berdasarkan sumber dana lain.
The continuing increase in interest rates has led the
Companys clients to seek alternative funding sources, such
as the capital market, resulting in accelerated payments
based on other funding scurces.

Perseroan terus berupaya mendapatkan kontrak-kontrak baru
serta mengoptimalkan pengal atan dari lini bisnis lainnya,
seperti jasa advisory. IIF juga berupaya untuk meningkatkan
pendapatan di luar bunga fainnya, seperti treasury maupun
produk-produk lainnya.

The Company has continued to pursue new contracts and
Optimizing revenue from other business lines, such as
advisory services. IIF has also been striving to increase non-
interest incorne, such as from treasury and other products.

Penawaran-penawaran dari institusi lain terhadap karyawan
Perseroan yang sudah cukup ahli di bidang ESG menjadi
tantangan tersendiri untuk mempertahankan karyawan
tersebut.

Offers from other Institutions to the Company's employees
who are already gate experienced in the ESG field pose a
Challenge in itself to retain these employees.

Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sus

Perseroan menerapkan strategi khusus dalam
men embangkan dan mempertahankan karyawan yang
sudah memiliki kompetensi di bidang ESG, termasuk dalam
hal pemberian remunerasi yang menarik, pemberian fasilitas
kesejahteraan karyawan, program pengembangan karier, dan
lain-lain.

The Company has implemented targeted strategies to
develop and retain employees with ESG competencies,
including offering competitive remuneration, comprehensive
employee welfare benefits, structured career development
programs, and other supporting initiatives.

sinability Report 2025

Page 83 OCR 0.915
INDONESIA

Kepatuhan Hukum dan Regulasi 8227!
Compliance to Law and Regulation

Sepanjang tahun 2025, Perseroan menerima beberapa sanksi
administratif dari regulator berupa peringatan tertulis dan denda
administratif dengan nilai kumulatif di bawah Rp1 juta. Sanksi
tersebut merupakan hasil dari pemeriksaan atas pemenuhan
ketentuan administratif yang berlaku, Sebagai bentuk komitmen
terhadap kepatuhan, seluruh tindak lanjut atas temuan tersebut
dipantau secara ketat dalam forum tata kelola Direksi dan Dewan
Komisaris guna memastikan perbaikan prosedur dan mencegah
terjadinya pelanggaran berulang di masa depan.

INFRASTRUCTURE
FINANCE

Throughout 2025, the Company received several administrative
sanctions from regulators in the form of written warnings and
administrative fines with a cumulative value of less than IOR 1 million.
These sanctions were the result of examinations regarding the
fulfillment of applicable administrative provisions. As a form of
commitment to compliance, all follow-up actions on these findings we
re strictly monitored within the Board of Directors and Board of
Commissioners governance forums to ensure  pracedural
improvements and prevent the recurrence of violations in the future.

Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025

Page 84 OCR 0.956
Membangun

Pertumbuhan
Ekonomi yang
Berkelanjutan

Building a Sustainable Economic Growth

Page 85 OCR 0.938
Pembelajaran Pembuatan Kompos dalam Program TJSL IIF
'bersama Sekolah Alternatif SAAJA

Page 86 OCR 0.771
Jalan Tol Pemalang-Batang
Pemalang-Batang Toll Roadi

Haluan YP 1g,

el

Skema:

Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainabilily Report 2025

Page 87 OCR 0.902
Pelabuhan di Gorontalo

Gorontale Port

Di tengah ambisi tersebut, tantangan kesenjangan pendanaan
funding gap) tetap menjadi realitas yang harus dihadapi, dengan
kapasitas APBN diperkirakan hanya mampu memenuhi sekitar 4016

dari total kebutuhan investasi infrastruktur 2025-2029. Di sinilah peran
NE menjadi krusial sebagai jembatan melalui skema pembiayaan
kreatif dan inovatif. Sebagai entitas yang memelopori prinsip ESG di

tanah air, Perseroan berupaya meningkatkan penyaluran kredit ke
sektor-sektor strategis seperti energi terbarukan dan pengelolaa
untuk menghasilkan multipller effect yang nyata, baik dari
profitabilitas maupun Kontribusi terhadap target Net Zero Emission.

Per 31 Desember 2025, kinerja ekonomi berkelanjutan Perseroan
mencerminkan pertumbuhan yang solid, dengan kenaikan laba bersih
mencapai 51,875 secara tahunan dari Rp122 miliar pada 2024
menjadi Rp18529 miliar. Kinerja ini tidak lepas dari stratea
penempatan portofolio yang selektif pada proyek-proyek dengan
dampak postif seperti penyediaan alr bersih untuk leblh dari 1,97 juta
tumah tangga dan kontribusi reduksi emisi yang mendekati angk
5 juta ton CO,e, Capalan Ini menegaskan posisi Perseroan sebagai
penogerak transformasi infrastruktur hijau yang mampu
menyelaraskan kepentingan komersial dengan keberlangsungan
ekosistem di Indonesia

Amidst these ambitions, the funding gap remains a reality, with State
Budget (APBN) capacity estimated to cover only about 4016 of the
total infrastructure investment needs for 2025-2020. In this cont
mes crucial as a bridge through creative and innovative
As an entity pioneering ESG principles in the
mpany has strived to increase credit distribution to
2ctors such as renewable energy and water management
a tangible multiplier effect, both in terms of profitability
and contribution to Net Zero Emission tar

As of December 31, 2025, the Companys sustainable economic
performance reflected solid growth, with net profit increasing by
51.87 year-onyear from IDR 122 biltion in 2024 to IDR 185.29 billion.
This performance was driven by a selective portfolio placement
strategy in projects with positive impacts, such as providing clean
water to over 1.47 million households and contributing to emissian
reductions of neariy 5 million tons of CO2e. These achieyements
reaffirm the Company position as a driver of green Infrastructure
transformation capable of aligning commercial interests with
@cosystem sustainability in Indonesia.

Komitmen Pembiayaan Berkelanjutan (JK F.26|

Sustainable Financing Commitment

Komitmen IIF terhadap pembangunan infrastruktur yang
berkelanjutan diwujudkan melalui penerapan konsep triple bottom line
(people, prosperity, planet) melalui integrasi delapan Prinsip S&E ke
dalam dua pilar inti kegiatan usaha Perseroan, yailu penghimpunan
dan penyaluran dana.

Pada sisi penghimpunan dana, Perseroan menyelesaikan program
Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) melalui penerbitan Obligasi
Berkelanjutan II Indonesia Infrastructure Finance Tahap II! Tahun 2025
sebesar Rp1,5 triliun. Obligasi ini merupakan seri terakhir penawaran
obligasi berkelanjutan II dengan target Rp3 triliun. Penerbitan obligasi
tersebut mendapatkan atensi positif yang tercermin dari tingkat
oversubscription lebih dari 6 kali.

Sementara di sisi penyaluran dana, Perseroan terus mengoptimalkan
produk Senior, Junior, dan Non-Cash untuk mendukung proyek-proyek
hijau. Salah satu pencapaian nyata sebagai katalisator pembangunan
adalah penguatan portofolio sektor Energi Baru dan Terbarukan (EBT),
yang mencatatkan total pembiayaan sebesar Rp12,61 triliun hingga
31 Desember 2025.

Laporan K 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance

lanjutan

An

IIFFS commitment to sustainable infrastructure development is
realized through the application of the triple bottom line concept
(people, prosperity, planet) by integrating eight SSE Principles into the
Company two core business pillars, which are fund raising and fund
distribution.

On the fund raising side, the Company completed the shelf
registration program (PUB) through the issuance of the Indonesia
Infrastructure Finance Shelf Registered Bond II Phase III Year 2025
amounting to IDR 1.5 trillion, This bond represented the final series of
the Shelf Registered Bond II offering with a total target of IDR 3 trillion.
The bond issuance received positive attention, reflected in an
oversubscription rate of more than 6 times.

Meanwhite, on the fund distribution side, he Company continued to
optimize Senior, Junior, and Non-Cash products to support green
projects. One of the tangible achievements as @ catalyst for
development was the strengthening of the New and Renewable
Energy (NRE) sector portfolio, which recorded total financing of IDR
12.61 trillion as of December 31, 2025.

Page 88 OCR 0.861
Layanan Advisory Berkelanjutan IOJK F2cl

Sustainable Advisory Services

Tahun 2025 turut menandai peran unit jasa Advisory Perseroan yang
berhasil merealisasikan 16 mandat di berbagai sektor infrastruktur
strategis, antara Jain transportasi dan perkeretaapian. Dalam
pemberian jasa tersebut, Perseroan menjalankan peran sebagai ESG
advisor. Dalam aspek keberlanjutan, Perseroan memberikan nilai
tambah bagi klien melalui layanan ESG Advisory yang diantaranya
mencakup penyusunan kerangka kerja dan peta jalan ESG serta
strategi dekarbonisasi,

Setiap mandat yang dijalankan merupakan bukti nyata dedikasi
Perseroan dalam mendorong standar keberlanjutan yang lebih tinggi
di Indonesia. Keberhasilan strategi ini tercermin pada kinerja
keuangan unit Advisory yang memberikan kontribusi pendapatan
sebesar Rp10,89 miliar bagi Perseroan.

The year 2025 also marked the role of the Companys Advisory
services unit, which successfully realized 16 mandates across various
strategic infrastructure sectors, including transportation and railways.
In providing these services, the Company served as an ESG advisor.
Regarding sustainability, the Company provided added value to clients
through ESG Advisory services, which include the development of ESG
frameworks and roadmaps, as well as decarbonization strategies.

Each mandate executed is tangible evidence of the Companys
dedication to driving higher sustainability standards in Indonesia. The
success of this strategy is reflected in the financial performance of
the Advisory unit, which contributed IDR 10.89 billion in revenue to the
Company.

Kinerja Portofolio dan Pembiayaan I04K F2, F3I
Portfolio and Financing Performance

Sepanjang tahun 2025, Perseroan membukukan pendapatan usaha sebesar Rp1,36 triliun, menurun 1,14 dibandingkan capaian tahun 2024
senilai Rp1,34 triliun. Penurunan ini terutama dipengaruhi oleh adanya penundaan pada beberapa proyek infrastruktur yang masih berada pada
tahap konstruksi maupun proses financial close, sehingga penarikan pembiayaan (drawdown) serta pengakuan pendapatan bunga bergeser ke
periode pelaporan berikutnya,

Perseroan mampu mengamankan empat kesepakatan baru dengan nilai investasi sebesar Rp1 triliun sehingga mendorong total aset investasi
menjadi Rp10,63 triliun pada akhir tahun 2025. Jumlah portofolio Perseroan mencakup 41 proyek yang didominasi oleh sektor-sektor krusial
seperti ketenagalistrikan, transportasi, utilitas air dan limbah, serta infrastruktur gas, Dalam setiap operasionalnya, Perseroan memegang teguh
komitmen untuk menyediakan layanan yang inklusif serta memastikan setiap solusi pembiayaan dirancang secara presisi demi menjawab
kebutuhan spesifik dari setiap klien, IS i#lsri sis

Throughout 2025, the Company recorded operating revenue of IDR 1.36 trillion, a decrease of 1.144 compared to the 2024 achievement of IDR
1.34 trilion. This decline was primarily influenced by delays in several Infrastructure projects that remained in the construction stage or were still
undergoing the financial close process, resulting in the poslponement of financing drawdowns and the recognition of interest income to
subseguent reporting periods.

The Company successfully secured four new deals with an investment value of IDR 1 trillion, driving total Investment assets to IDR 10.63 trillion by
the end of 2025 The Company's portfolio comprises 41 projects, dominated by crucial sectors such as power, transportation, water and waste
utilities, and gas infrastructure. In every operation, the Company upholds its commitment to providing inclusive services and ensuring that every
financing solution is precisely designed to meet the specific needs of each client. (M4 Mckrsisi

Portfolto and Financing Performance

Hasil (biliar Rupiah) 25009
Resulis (IDR Eilion)

20.000
|
| Ka 18000
|. Kg

10.000

a uya

Kinerja Portofolio dan Pemblayaan 0 O An

Statis ne

Pencapaian 2025
1025 Achievement 55,564 55,962 76,381 108,631

Komitman Investasi Bersih Aset Investasi (@ Pendapatan Getmasuk pendepatan forelm exchange)
Ciean Investment Commitment Investment Assets 'Revenur (ineluding foreign exchange Income)

Nila Kormitman untuk Aset Investasi dalam
Proyek terkait Keuangan Berkelanjutan Proyek terkait Keuangan Berkelanjutan
Gommitment Value for Sustainabie Finance Projecis Investment Assets in Sustainable Finance-Related Projects

@ Isa Bersih Tahun Berjalan
Net Profit for the Cucrent Year

Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025

Page 89 OCR 0.713
INDONESIA.

INFRASTRUCTURE
FINANCE

Kinerja Jasa Advisory ISR' 2-6! ICRI FSc, FS7, Fsal
Advisory Services Performance

Jumlah Mandat yang Aktif HH Pendapatan dari Mandat Aktif ESG Advisory
Number of Active Mandates Revenue from Active ESG Advisory Mandates

2023 7,20 2024 12,30 2025 5,71
23 Ongnda,.. 70 Angs 2025 Ayana hilargeean WAao Waton
Pendapatan Proporsi Pendapatan dari ESG Advisory
Revenue Proportion of Revenue from ESG Advisory
2023 23,20 2024 32,00 2025 10,89
kanan “Rupiah Mgr Rupiah MitarRvpiah 2023 31,034 2024 38,441 2025 52,435,

Jumlah Mandat Aktif ESG Advisory &
Number of Active ESG Advisory Mandates
2023 Imandat 202 Sangat 2025 13yandar

Mangaten Mangalan tenda

Komitmen Bersih Portofolio Investasi IS#' Fss, Fs7, Fssl
Investment Portfolio Commitment (Net)

Hasi (ailir Ruplah) 200
Resulis (IDR Billion)

ca
MI 2012 1570100

2021 16.075,00 a00

MEI 2025 masaoo
2200

1600

Komitmen Bersih Portofolio Investasi
Investment Portfolio Commitment (Net)

JA 2000112025 ti

! Ruplah)

2025 Targer (IDR Bilian)
31.041,17
encapaan 2025
2908 Aemevemont
9,
38,326
Bandara Kelistrikan Pelabuhan
kupon Hang For
(Oj Kereta Api dan Transportasi Massal Jalan Raya Telekomunikasi dan Informatika
Kaiuay and Mang Mannpenaton Rao Teasommunicatans ang Informatee
Air dan Pengelolaan Limbah Kontraktor Infrastruktur Infrastruktur Gas
WooraneWase Uuliy Intamtueturo Gontor as ntasitusure
Infrastruktur Pariwisata Infrastruktur Sosial Infrastruktur Daerah
Kevin intasmatuo Social Intositvemte Resonalintasructure

“ Pada tahun 2025, terdapat perubahan kategori dan data disajikan kembali.
“In 2025, there was a change in categories and the data have been restated.

Laporan Keberlanjutan 2025 | PT indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025

Page 90 OCR 0.808
00002

Distribusi Nilai Ekonomi

Economic Value Distribution

Keberhasilan kinerja ekonomi yang bersumber dari portofolio investasi dan pembiayaan menjadi fondasi bagi Perseroan dalam mendistribusikan
nilai ekonomi langsung kepada seluruh pemangku kepentingan.

Nilai ekonomi yang dihasilkan Perseroan merepresentasikan akumulasi pendapatan dari seluruh lini bisnis Perseroan. Sementara itu, nilai
ekonorni yang didistribusikan merupakan wujud nyata kontribusi Perseroan dalam mengakselerasi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan
masyarakat melalui pembayaran gaji karyawan, pajak kepada negara, dividen bagi pemegang saham, imbal jasa pemasok, hingga realisasi
program TJSL. Rincian distribusi nilai ekonomi selama tiga tahun terakhir dipaparkan sebagai berikut: 92131

The Company's economic performance, driven by its investment and financing portfolios, serves as the foundation for distributing direct
@conomic value to all stakeholders.

The economic value generated by the Company represents the aggregate revenue derived from ali business lines. Meanwhile, the economic value
distributed reflects the Company's tangible contribution to acceleraling economic growth and enhancing societal welfare through employee
compensation, tax payments to the state, dividends to shareholders, payments to suppliers, as well as the implementation of Corporate Social
and Environmental Responsibility (CSER) programs. The details of the economic value distribution over the past three years are presented as
follows: em 3-

Nilai Ekonomi yang Dihasilkan #21 Nilai Ekonomi yang Didistribusikan 2-1
Economic Value Generated Economic Value Distributed

maeran

Pata onta

an

Pembayaran kepada Pemasok

Penetimaan Pendapatan Bunga
Payment to Suppliers

Recoipt of Interest income:

O O)

130318

Pembayaran kepada Karyawan
Payment to Employsos

24559

1604

16351

@

Penerimaan Pendapatan Provisi dan Komisi dan Lainnya
(Recsipt of Provision and Commission and Other Income

@

Pemmbayaran Pajak Final dan Pajak Penghasilan Badan
Payment of Final Tax and Corporate Income Tax
taka
1ga4

&

(@ Penerimaan Pendapatan Jasa Advisory
Receipt of Advisery Income

ng

Pembayaran Beban Bunga
Payment of Interest Expense

@) Penesimaan Pengembalian Pajak
Tax Retund Received

as
o1g

5) Pembayaran Dividen
Payment of Dividend

Jumlah Nilai Ekonornt yang Dihasilkan.
Total Economic Value Generated

@

Pembayaran Utang Sewa
Payment of Lease Liablities

yg

122
(Gb Ievestasi Pengembangan Masyarakat
Community Development Investmen:

nas
07

Jumlah Hz 121,09 are se

Total

M4 (86,05) .......
m- 250,95 ...

8) Jumlah Nital Ekonomi yang Didistribusikan
Total Economic Value Distributed

Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025

Page 91 OCR 0.898
Perseroan tidak menerima bantuan keuangan langsung dari
pemerintah, maupun dalam bentuk insentif lainnya. Meskipun
demikian, operasional Perseroan diperkuat oleh pinjaman subordinasi
yang diberikan oleh pemegang sahamnya dan termasuk instansi yang
penggunaan fasilitasnya diawasi oleh lembaga pemerintah seperti
BAPPENAS.

Selain dukungan finansial, para pemegang saham turut memberikan
kontribusi substansial melalui bimbingan strategis dan penyediaan
tenaga ahli. Dukungan secara menyeluruh tersebut menjadi motor
penggerak bagi proses internal Persergan dalam mencapai target
keberlanjutan, melalui transfer wawasan, keahlian teknis, serta adopsi
praktik terbaik dunia. Kemitraan ini menegaskan komitmen Perseroan
Untuk mengoptimalkan seluruh sumber daya yang tersedia demi
mewujudkan keunggulan operasional dan pertumbuhan jangka
panjang yang berkelanjutan, #2211

INDONESIA
| INFRASTRUCTURE
FINANCE

The Company has not received direct financial assistance from the
government, nor in the form Of other incentives, Nevertheless, the
Companys operations were strengthened by subordinated loans
provided by its shareholders, including entitles whose facilily usage
was supervised by government institutions such as BAPPENAS.

In addition to financial support, shareholders provided substantial
contributions through strategic guidance and the provision of experts.
This comprehensive support served as the driving force for the
Company's internal processes in achieving sustainability targets
through the transfer of insighis, technical expertise, and the adoption
of global besi practices. This partnership reaffirmed the Companys
commitment to optimizing all available resources to realize
operational excellence and Sustainable long-term growth. IS#201-)

Mitigasi Dampak Produk dan Jasa I0JK F271

Product and Service Impact Mitigation

Perseroan memastikan bahwa pembiayaan infrastruktur serta jasa
advisory yang menjadi kegiatan usaha utama Perseroan tidak
memiliki dampak secara langsung terhadap kondisi sosial dan
lingkungan sekitar. Namun demikian, Perseroan memahami bahwa
setiap proyek infrastruktur memiliki jejak sosial dan lingkungan. Oleh
karena itu, Perseroan menerapkan mekanisme Social and
Environmental Due Diligence (SEDD) sebagai garda terdepan mitigasi
risiko. Berlandaskan 1IF Operation Manual SEMS 2019, SEDD
mengevaluasi kemampuan proyek dalam mengatasi dampak negatif
dengan mengkategorikan risiko dari kategori A (tinggi), B (sedang),
hingga C (rendah).

Efektivitas mitigasi ini diperkuat melalui penyusunan Corrective Action
Plan (CAP) berdasarkan hasil analisis kesenjangan (gap analysis)
terhadap Prinsip $8E. CAP menjadi bagian dari kesepakatan
pembiayaan antara Perseroan dengan debitur, berfungsi sebagai
instrumen pengawasan yang mewajibkan debitur melakukan
perbaikan berkelanjutan, termasuk perubahan prosedur operasional
dan pengawasan periodik. Dengan diterapkannya CAP secara
konsisten, Perseroan memastikan seluruh proyek tidak hanya patuh
pada regulasi, tetapi juga berkontribusi pada pembangunan yang
berkelanjutan dan bertanggung jawab secara sosial.

Sepanjang tahun 2025, tidak terdapat produk/layanan yang ditarik.
Selain itu, Perseroan juga belum melakukan survei kepuasan klien

atas produk dan layanan yang ditawarkan hingga akhir tahun 2025.
ok 29. F30)

The Company ensures that its main business activities, which consist
of Infrastructure financing and advisory services, do not have a direct
impact on the surrounding social and environmental conditions.
However, the Company understands that every infrastructure project
has Social and environmental footprints. Therefore, the Company has
implemented the Social and Environmental Due Diligence (SEDO)
mechanism as the frontline of risk mitigation. Based on the IIF
Operation Manual SEMS 2019, SEDD has evaluated a projects ability
to address negative impacts by categorizing risks from category A
(high), B (medium), to € (low).

The effectiveness of this mitigation has been strengthened through
the formulation of a Corrective Action Plan (CAP) based on the results
of a gap analysis against the S&E Principles. The CAP becomes part
of the financing agreement between the Company and the debtor,
serving as an oversight instrument that reguires the debtor to perform
continuous improvements, including changes to operational
procedures and periodic monitoring. Through the consistent
implementation of the CAP, the Company has ensured that all projects
not only complied with regulations but also contributed to sustainable
and socially responsible development

Throughout 2025, no products/services were recalled. Additionally,
the Company had not conducted a client satisfaction survey on the
products and services offered as of the end of 2025, 1 "35. 7ial

Pengembangan Produk dan Jasa yang

Berkelanjutan I0vx F261

Sustainable Product and Service Development

Perseroan memastikan setiap produk dan layanan pembiayaan
infrastruktur yang ditawarkan telah memenuhi standar kepatuhan
yang ketat, terutama terhadap Prinsip SE Perseroan. Fokus utama
perseroan mencakup aspek krusial seperti keselamatan kerja,
pencegahan polusi, serta penguatan inklusi sosial.

Setiap rencana pengembangan atau perluasan kegiatan usaha
strategis dituangkan secara transparan dalam Rencana Bisnis
Tahunan yang dilaporkan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Unit
bisnis sebagai Lini Pertama bertanggung jawab menyusun Product
Sector Paper yang komprehensif. Dokumen ini juga wajib menyertakan
penilaian risiko yang mendalam, termasuk risiko sosial dan
lingkungan, serta merumuskan strategi mitigasi yang relevan untuk
setiap inlsiatif baru,

Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture

The Company ensures that every infrastructure financing product and
service offered meets strict compliance standards, particularly the
Company's SEE Principles. The primary focus includes erucia! aspects
such as oceupational safety, pollution prevention, and the
strengthening of social inclusion,

Every plan for development or expansion Of strategic business
activities has been transparenily outlined in the Annual Business Plan
reported to the Financial Services Authority (OJK). Business units,
acting as the First Line, are responsible for preparing comprehensive
Product/Sector Papers. These documents must include an in-depth
risk assessment, including social and environmental risks, and
formulate relevant mitigaticn strategles for each new initiative

nce | Sustainability Report 2025

Page 92 OCR 0.921
Untuk menjaga objektivitas, Lini Kedua melakukan review atas
penilaian risiko dan mitigasi yang diusulkan. Setelah melalui kajian
Iintas lini, Product/Sector Paper tersebut diajukan kepada Executive
Committee (Excomm) untuk mendapatkan persetujuan sebelum
diluncurkan.

Sebagai bukti nyata dukungan terhadap transisi energi, Perseroan
secara konsisten memperluas pendanaan pada berbagai proyek
Energi Baru Terbarukan (EBT), termasuk PLTA di Sumatera Utara, PLTS
di Gorontalo dan Nusa Tenggara Tirnur, serta PLTB di Sulawesi,
Portofolio IIF juga mencakup PLTMh yang tersebar di Jawa Barat
hingga Sulawesi, PLTP di Jawa Barat, serta pembangkit listrik
biomassa di Aceh. Guna memperkaya dampak positif, Perseroan kini
merambah sektor-sektor baru melalui pembiayaan rumah sakit
berkelanjutan dan peningkatan kapasitas penyediaan air bersih
sebagai bagian dari strategi perluasan industri yang bertanggung
Jawab.

To maintain objectivity, the Second Line reviews the proposed risk
assessments and mitigations, Foltowing a cross-line review the
Product/Sector Paper is submitted to the Executive Committee
(Excomm) for approval prior to launch,

As tangible evidence of supporting the energy transition, ihe Company
has consistently expanded funding for various New and Renewable
Energy (NRE) projects, including hydropower plants (PLTA) in North
Sumatra, solar power plants (PLTS) in Gorontalo and NTT, and wind
power plants (PLTB) in Sulawesi. UF'$ portfolio also included mini-
hydropower plants (PLTMH) spanning from West Java to Sulawesi,
geothermal power plants (PLTP) in West Java, and biomass power
plants in Aceh. To enrich positive impacts, the Company is now
venturing into new sectors through susteinable hospital financing and
increasing clean water supply capacity as part of ils responsible
industry expansion strategy.

Ikhtisar Pembiayaan Berkelanjutan

Sustainable Financing Highlights

Perseroan terus berupaya untuk melanjutkan dan mengembangkan diversifikasi portofolio pembiayaan di berbagai sektor infrastruktur,

sebagai berikut.

The Company continues its efforts to maintain and expand the diversification of its financing portfolio across various Infrastructure sectors,

as follows.

1. Akselerasi Proyek Energi Terbarukan dalam Mencapai Net Zero
Emission di Indonesia

. Accelerating Renewabia Energy Projects to Achieve Net Zero
Emissions In Indonesia

Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Susta

Transformasi menuju energi bersih kini telah menjadi mandat global
yang diadopsi sepenuhnya oleh Indonesia. Sebagai bentuk dukungan
nyata terhadap target Net Zero Emission, Perseroan terus memperkuat
perannya dalam mempercepat realisasi proyek-proyek energi
terbarukan. Melalui penyaluran pembiayaan strategis pada berbagai
infrastruktur hijau seperti PLTMH, PLTB, dan PLIS, Perseroan
menciptakan tonggak penting dalam transisi energi nasional.

Fasilitas pinjaman jangka panjang yang disalurkan pada tahun 2025
menjadi bukti konsistensi Perseroan dalam menyediakan pendanaan
yang stabil. Langkah ini tidak hanya berfokus pada reduksi emisi
karbon, tetapi juga dirancang untuk menciptakan lapangan kerja baru
serta menstimulasi pertumbuhan ekonomi di tingkat lokal.

The transformation toward clean energy has now become a global
mandate fully adopted by Indonesia. As a farm of concrete support
for the Net Zero Emission target, the Company continues to
strengthen its role in accelerating the realization of renewable energy
projects. Through the .distribution of strategic financing to various
green infrastructures such as small-scale hydropower (PLTMH), wind
power (PLTB), and solar power (PLTS), the Company is creating
significant milestones in the natlonal energy transition.

The long:term loan facilities distributed in 2025 serves as evidence of
the Company's consistency in providing stable funding. This step does
not only focus on carbon emission reduction but was also designed to
create new jobs and stimulate economic growth at the local level.

bility Report 2025

Page 93 OCR 0.905
INDONESIA
- — I INFRASTRUCTURE
FINANCE

2. Dukungan pada Peningkatan Kapasitas Penyediaan dan Ketersediaan air bersih merupakan kebutuhan fundamental yang kian

Penyaluran Air Bersih kepada Masyarakat mendesak seiring dengan laju populasi dan urbanisasi. Menyadari
urgensi tersebut, Perseroan mengambil peran aktif dalam
meningkatkan kapasitas penyediaan dan distribusi air bersih, dengan
fokus utama pada pengembangan wilayah Kota Pekanbaru dan
Kampar,

2. Support for Capacity Building in Clean Water Provision and
Distribution to the Community

Melalui skema pembiayaan bilateral, Perseroan mengakselerasi
pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) guna
memastikan akses air yang layak bagi lebih dari 1,47 juta rumah
tangga dan sektor industri. Inisiatif ini merupakan bagian dari
komitmen Perseroan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat
sekaligus mendorong produktivitas ekonomi daerah yang lebih
inklusif.

The availability of clean water is a fundamental and increasingly
urgent need alongside the pace of population growth and
urbanization, Recognizing this urgency, the Company took an active
Tole in increasing clean water provision and distribution capacity, with
a primary focus on the developrnent of the Pekanbaru City and
Kampar areas.

Through bilateral financing schemes, the Company accelerated the
construction of the Drinking Water Supply System (SPAM) to ensure
access to adeguate water for more than 1.47 million households and
industrial sectors. This live was part of the Companys
commitment to improving the communitys guality of life while
Sumber ugplasn.com | Souiee: unsplash com, encouraging more inclusive regional economic productivity.

IIF memandang perubahan Iklim bukan sekadar tantangan lingkungan, melainkan Isu material yang mendefinisikan ulang lanskap infrastruktur
dan stabilitas ekonomi Indonesia. Sebagai katalis infrastruktur berkelanjutan, Perseroan menyelaraskan strategi bisnis dan manajemen risiko
dengan upaya mitigasi dampak iklim di setiap keputusan investasi.

Perseroan telah memetakan risiko perubahan iklim, mencakup dua jenis risiko utama: risiko fisik, seperti meningkatnya frekuensi dan intensitas
kejadian cuaca ekstrem, serta risiko transisi, yang muncul akibat perubahan regulasi dan pergeseran menuju ekonomi rendah karbon. Meskipun
demikian, perubahan iklim juga membuka peluang bagi Perseroan untuk memperluas perannya dalam mendorong keberlanjutan dengan
menerapkan prinsip-prinsip lingkungan dan iklim ke seluruh layanan pembiayaan dan jasa penasihat guna mendukung proyek infrastruktur yang
tangguh terhadap perubahan iklim.

Pada tahun 2025, Perseroan telah memiliki Kebijakan Manajemen Risiko Iklim. Sejak bulan September, Perseroan mengimplementasikan fase uji
coba (piloting) atas kebijakan tersebut dengan mewajibkan setlap proposal kredit yang diajukan ke Komite Kredit wajib menyertakan penilaian
heatmap risiko iklim berbasis sektor industri. Langkah ini mempertegas misi Perseroan dalam mengawal transisi Indonesia menuju masa depan
yang rendah karbon melalui pembangunan infrastruktur berkelanjutan. '9#'20-a1

IIF views climate change not merely as an environmental challenge, but as a material issue that redefines Indonesia's Infrastructure landscape
and economic stability. As a catalyst for susisinable infrastructure, the Company aligns its business strategy and risk management with climate
impact mitigation efforts in every investment decision.

The Company has mapped climate change risks, encompassing two main types of risks: physical risks, such as the increasing fraguency and
intensily of extreme wealher evenis, and transition risks, which arise from regulatory changes and the shift toward a low-carbon economy.
Nevertheiess, climate change also presents opportunities for the Company to expand its role in driving sustainability by applying environmental
and climate principles across all financing and advisory services to support c!imate-resilient Infrastructure projects.

In 2025, he Company established a Climate Risk Management Policy. Since September, the Company has been implementing a piloting phase of
this policy by reguiring every eredil proposal submilted to the Credit Committee to include a sector-based climate risk heatmap assessment. This
step reinforces ihe Company mission to safeguard Indonesia's transition toward a low-carbon future through sustainable Infrastructure
development. F2 217

Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025

Page 94 OCR 0.829
— @O060s6s94

Menjaga
Lingkungan
Secara

Berkelanjutan

Preserving a Sustainable Environment

Page 95 OCR 0.949
Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro di Cikopo

Page 96 OCR 0.887
Meraga Ungkongan Sea

Pembangkit Listrik Tenaga Minitidro di Sum Ae
Mini Hydropower Plant in North Suma
a

Sumber: Dokumentasi IP | Sewce: IF Dacumentation

Komitmen Keberlanjutan Lingkungan
Environmental Sustainability Commitment

Perseroan menempatkan mitigasi dampak dan pelestarian lingkungan
sebagai pilar strategis dalam RAKB Perseroan. IIF menyadari bahwa
integritas ekosistem merupakan fondasi utama bagi keberlangsungan
bisnis maupun kesejahteraan masyarakat dalam jangka panjang. Oleh
karena itu, komitmen Perseroan tidak hanya diwujudkan melalui
penyaluran pembiayaan hijau, tetapi juga melalui program Tanggung
Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang komprehensif
sebagaimana tertuang dalam RAKB 2025.

Selain pembiayaan berkelanjutan, Perseroan juga berupaya
menciptakan dampak positif pada lingkungan melalui program TJSL.
Strategi TJSL IIF difokuskan pada empat pilar utama: (1)
pembangunan infrastruktur pendidikan, (2) optimalisasi pengelolaan
limbah, (8) konservasi alam dan keanekaragaman hayati, serta (4)
pengembangan daerah terpencil melalui pemenuhan kebutuhan
dasar.

Sepanjang tahun 2025, Perseroan telah merealisasikan sejumlah
inisiatif lingkungan yang berdampak nyata, yaitu pembuatan rumpon
plankton, pembangunan rumah layak huni, penanaman pohon,
pengadaan Proyek Tenaga Listrik Mini Hidro (PLTMH), serta
penyediaan sarana dan prasarana kompos sampah.

The Company places impact mitigation and environmental
preservation as strategic pillars within its RAKB, IF recognizes that
ecosystem integrity is the primary foundation for both business
continuity and long-term community welfare, Therefore, the
Company's commitment has been manifested not only through green
financing distribution but also through comprehensive Corporate
Social and Environmental Responsibility (CSER/TJSL) programs as
outlined in the 2025 RAKB.

In addition to sustainable financing, the Company has strived to
create a positive environmental impact through TJSL programs. IIF's
TJSL strategy is focused on four main pillars: (1) educational
infrastructure development, (2) optimizatien of waste management,
(3) nature and biodiversity conservation, and (4) development of
remote areas through the fulfillment of basic needs,

Throughout 2025, the Company has realized several environmental
Initiatives with tangible impacts, namely the creation of plankton FADS
(fish aggregating devices), the construction of habitable housing, tree
planting, the provision of Micro-Hydro Power Plant (PLTMH) projects,
and the provision of composting facilities and infrastructure.

Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025

Page 97 OCR 0.595
Kontribusi Proyek Energi Baru dan Terbarukan (EBT) di Indonesia
Contribution of New and Renewable Energy (NRE) Projects in Indonesia

INDONESIA
INFRASTRUCTURE
FINANCE

Sumatra Utara Jawa Timur Sulawesi Utara
Aceh Norih Sumatra East Java Gorontalo North Sulawesi
» 13 NE Tam -
T22 1 (180 180 T00 P0 110 110 222 Pa
Fan 22 S8
Sumatra Barat “ Sulawesi Tengah

“West Sumatra

“Central Sulawesi

baa

Sulawesi Selatan
South Sulawesi

3 “ad 205

Po G 50 76 70
Jawa Barat Nusa Tenggara Timur Jumlah

Pss pai Pes  ens 700 AO

PANAH

pura

Panel Surya

Energi Baru dan Terbarukan (EBT) ISR' 305-s1
New and Renewabie Energy (NRE)
2023 2024 , 2025
TBM i
BM LetiTenaga homorea 83.244,63 ancon 83.244,53 ncoe 1 83.24453 ncos
Bem Poni
piTP !
Keiangar tawa Tenaga Panas Buru 2.337.783,83 rena 2.337.78383 oncoe 2.337.783,83 uncoe
jaan aa
PLTA i
Pemangun Lek enaga Br 1.248.667,92 unene 1.248.667,92 neon | 1.248.667,2unooe
Kanan
S
Phi Letak Tenaga Im Hero 637.514,34 ntar 637.514,34 oncoe 1 712821,80 encoe

Wini:Hydro Power Plarit

PLTS
Pembangkit Lestik tenaga Surya
Solar Power Plant

PLTB
Pembangka Listnk Tenaga Bayu
Wind Power Plant

Ka)
ko)
Ls)
kz)
(1)

13.874,09 ton co,e

485.593,08 -enco,e

20.811,13 neon

485.593,08 oncoe

M1.622,30 wncoe

485.593,08 1onco,e

Jurnlah 4.806.677,79 voncoe 4.813.614,83 cncox 1 4.910.733,46 toncox
“ Perhitungan dilakukan dengan menggunakan faktor emisi dari International Eneng (Agenoy (IEA) tahun 2023 dan menggunakan pendekatan
@stimasi kapasitas optimal untuk produksi energi yang dihasilkan setiap tahun

Cateulntione war pertormodusinn emission Haeto's tom Tp Intematotal Energy Agency (FA) 2023 andlan optimal capacity estimation
approach for Ihe energy production generated annually

Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainal

Report 2025

Page 98 OCR 0.792
Jumlah Pelanggan yang Dilayani ISR'! Fs1ol
Number of People Served

2023 | 2024 ! 2025
Il

ta) Peran svikToragabomessa @12.000 @12.000 @a2.000

Biorrase Power Plant & c0.000 & 60.000 ak 60.000
(@ #hanseriamrmum | 22700 @337.000 | @ann.oo0

eothemal Power Plant & 1.685.000 61.685.000 | 21.685.000
@ Pengisi Tenaga Air # 180.000 @ 180.000 # 180.000

#udropower Plant & 900.000 & 900.000 & 900.000
6 Pa stik Tenaga Mini Hero @ 91.900 R 91.900 @ 102.900

WMinHyero Power Plant & 459.500 & 459.500 & 514.500
fa) Paabanak ietiTenaga Surya #2000 @a.oo0 &3.000

Solar Power Plom | & 10.000 & 15.000 & 40.000
(3) Pa gu ek Tannga Bayu @70.000 @70.000 @7o.000

Wind Powar Plant & 350.000 & 350.900 & 350.000
Sa  Peneaana @ 692.000 & 693.900 R-709.900

Oa ia & 3.464.500 4 3.469.500 & 3.549.500

Energi dan Emisi
Energy and Emissions

Perseroan menyadari bahwa aktivitas operasional mengkonsumsi
energi yang berkontribusi terhadap emisi Gas Rumah Kaca (GRK) dan
berdampak pada perubahan iklim. Pada tahun 2025, sumber energi
utama yang digunakan meliputi listrik dari PT PLN (Persero) untuk
kebutuhan penerangan dan operasional kantor, serta Bahan Bakar
Minyak (BBM) untuk kendaraan operasional Perseroan secara rutin
memantau konsumsi energi melalui akumulasi tagihan bulanan dalam
satuan kWh untuk listrik dan volume liter untuk penggunaan BBM.

The Company tecognizes that Its operational activities have
consumed energy that contributes to Greenhouse Gas (GHG)
emissions and impacts climate change. In 2025, the primary energy
sources utilized included electricity from PT PLN (Persera) for lighting
and office operational needs, as well as fuel (BBM) for operational
vehicles. The Company has been routinely monitoring energy
consumption through the accumulatian of monthly bills in kWh for
electricity and volume in liters for fuel usage.

Konsumsi Energi TOJK F.7JIGRI 302-1, 302-2, 302-5, 304-2)

Energy Consumption

Pada tahun 2025, total konsumsi energi Perseroan yang terdiri dari
energi terbarukan dan energi tidak terbarukan mencapai 2.014.90 GJ,
atau menurun sebesar 8,919 dibandingkan tahun 2024 sebesar
221188 GJ. Begitu pula dengan intensitas energi, yang dihitung
berdasarkan total konsumsi energi per karyawan, mengalami
penurunan menjadi 1460 GJ/karyawan dibandingkan tahun
sebelumnya yaitu 14,95 GJ/karyawan. Penurunan ini terutama
disebabkan oleh meningkatnya inisiatif Perseroan untuk mengganti
sumber energi dari energi tidak terbarukan menjadi energi terbarukan
melalui pembelian Renewable Energy Certificate (REC) dari PLN.

Sementara itu, tidak terdapat data mengenai total energi yang terjual
Karena tidak relevan dengan kegiatan usaha yang dijalankan
Perseroan. Begitu juga dengan konsumsi energi di luar Perseroan,
seperti konsumsi energi dari proyek-proyek yang dibiayai, belum
dilakukan pengukuran pada tahun buku berjalan.

Laporan Keberlanjutan 2025 | PT indon

In 2028, the Company total energy consumption, consisting of
renewabie and nonenewable energy, reached 2,014.90 GJ,
represeniing an 8.914 decrease compared to 2,211.88 GJ in 2024.
Similarly, energy intensity, calculated based on total energy
consumption per employee, decreased to 14.60 GJ/employee
compared to the previous years 14.95 GJ/employee. This decline was
primarily driven by the Company increasing Initlatives to transition
'energy sources from non-tenewable to renewable energy through the
purchase of Renewable Energy Certificates (REC) from PLN.

Meanwhile, there was no data regarding total eneray sold as it is not
relevant 16 the Companys business activities. Likewise, eneray
consumption outside of the Company, such as energy consumption
from financed projects, was not measured during the current fiscal
year.

infrastueture Finance | Sustainability Report 2025

Page 99 OCR 0.615
INDONESIA

INFRASTRUCTURE
FINANCE

Konsumsi Energi Perseroan
The Company's Energy Consumption

Kensumsi Bahan Bakar Minyak
L-. Fuel Gonsumption

IM Seosusi titik
Electisity Consumption

INI Kersumal2nerl Terbarukan
Renewable Energy Consumption

Jumlah Konsumsi Energi
Toral Energy Consumption

“2 1.823,00,,
““2.211,88...
“5 2.014,90,,

K i Energi i 688,00

onsumsi Energi ,

berdasarkan 20.914,90
Sumber Energi —

Energy Consumption Dased
On Energy Sources,

Keterangan:

Penggunaan lisirik kWh diperoleh berdasarkan pengukuran tagihan Iisirik kWh

gecung kantor IIF. Perhitungan konversi ke GJ menggunakan berat, jenis

sebesar 0.000743 ton/iiter dan Net Caloiific Value sebesar 0,44 yang diambil
.... dari 2006 iPCC Guidelines for National Greernouse Gas Inventaries,

"Pada tahun 2025, seluruh konsumsi listrik JIF berasa? dari sumber energi

A8 terbarukan melalui pembelian Renewable Energy Certificate (REC) dari PLN
A sehingga angka konsumsi stik sama dengan konsumsi energi terbarukan
20 dalam pengungkapan periode 2025.

a

ata disajikan kembali

Eleciricily consumplion in kWh is obtained based on the measurement of IPS
Office building elestnicuty bils The conversion caleulation Ic GJ uses a density
01 0000723 tons/iter and 2 Net Calorfic Value of 0.14, sourced frem the 2006
IPCC Guidelines for National Greonhouse Gas Inventories,

in 2025, IFs total elecincity consumotian originated from renewable energy
sources through Ine purchase of Rercwable Energy Ceruicales (REC) irom
PL, Weteore. ane declidlg gonsunpilan 'gutes ro egual to the enowabio
energy corsumpuon in the 2025 period disclosure.

» Restated data

Rasio Intensitas Energi per Karyawan
Energy Intensity Ratio per Employee

Total Energi Jumlah Karyawan GJ/Karyawan

HE Nu

023 - dientenpena niat daniati iii 1257
2 DA. diteribenahgehanassatonetarhhananyara ha bhi ahh 145 3
2182300 25 AAN KAN AN IKEA INK N KAN TKK TKA KKR RRT TAKE KAKI
ditebengadann dapa h tania nakas ta ag tta ntah
2024 & 221188» PEN N NYA KENA AAN INKA NAN AAN ENAK KANE KAN KAN AKA KAK KA Dn P1: 14,954
" #ioeiiaten deni HA PENAHAN

ita

tabatkhahondeaatak tahta thtati
tita ita

Hdditiiridiaiditk
Giihddiiiiattadii

anioindiiit
itiiiti

2025 C 201490.

#ttertangatant
| t 138 14,60 |

"Data disajikan kembali | Restated data

Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Susteinability Report 2

Page 100 OCR 0.880
000000

Rasio Intensitas Energi Listrik per Luas Area Kantor IOJK F6lIGRI 302-3|

Electricity Energy Intensity Ratio per Office Area

Total Energi

21823000

Luas Area Kantor

2024 2221188 cx

0,854
2.600 m2

2025 2 201490.

2.600 m3

Data disajikan kembali | Restated data

Rasio Intensitas Energi Listrik per Pendapatan Perseroan IOJK Fe I6RI302-3|

Electricity Energy Intensity Ratio per Company Revenue

Total Energi

@ 1323005

Pendapatan (Rp Miliar)

GJ/Rp Miliar

2024 D 221188.

| NN 1.276,00

0,854

2025 2 2014900.

| NN 1.260,30

1,48

“Data disajikan kembali | Restated data

Selain menghitung konsumsi energi, Perseroan juga melakukan
pengukuran terhadap emisi GRK yang dihasilkan dari penggunaan
energi untuk kegiatan operasional. BBM yang digunakan dalam
kegiatan operasional dapat menghasilkan emisi GRK secara langsung
(Cakupan 1) dan penggunaan listrik dari PLN menghasilkan ernisi GRK

- secara tidak langsung (Cakupan 2). Perhitungan emisi GRK dari
penggunaan BBM mengacu pada IPCC Guideline for National
Greenhouse Gas Inventories (2006). Sedangkan perhitungan emisi
GRK dari penggunaan listrik menggunakan Faktor Emisi (FE) GRK
Sistem Interkoneksi Tenaga Listrik Tahun 2019 Jakarta (ESDM, 2019).

Mempertimbangkan sifat bisnis Perseroan yang bergerak dalam
sektor keuangan, Perseroan tidak memperhitungkan emisi non-CO,
sebagai emisi bahan perusak ozon (Ozone Depleting Substance/ODS).
Pencatatan emisi freon pada tahun 2025 dilakukan oleh pihak
Pengelola Gedung. '911305-6,305-7)

In addition to calculating energy consumption, the Company also
measured GHG emissions generated from energy use for operational
activities. Fuel utilized in operational activities generated direct GHG
emissions (Scope 1), while electricity consumption from PLN
generated indirect GHG emissions (Scope 2). The caleutation of GHG
emissions from fuel usage refers to the IPCC Guideline for National
Greenhouse Gas Inventories (2006). Meanwhile, the calculation of
GHG emissions from electricity usage utilized the 2019 Jakarta
Imergommested Power System GHG Emission Factor (FE) (ESDM,
2019).

Considering the nature of the Company business in the financial
sector, the Company has not accounted far non-CO, emissions as
Ozone Depleting Substances (ODS). The recording of freon emissions
in 2025 was conducted by the Building Management. IS#'305-5.305-71

Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025

Page 101 OCR 0.606
INDONESIA
HF INFRASTRUCTURE
FINANCE
Total Emisi GRK yang Dihasilkan (ton CO,e) 'O4K F17116RI 305-1, 305-2, 305-3|
Total GHG Emissions Generated (ton CO,e)
2023 2024 | 2025

Emisi GRK Cakupan 1 !
Scope 1 GHG Emissions
Penggunaan BBM | Fuej Censumption 49,07 tonco,e 46,54 toncoe 48,78 tonco,e
Emisi GRK Cakupan 2
Scope 2 GHG Emissions
Berbasis Pasar | Market Based 248,89 toncoso 292,27 toncoye OX tonco,e
Berbasis Lokasi | Location Based 248,89 toncose 3N7,57 tonco,e 376,52 ten cose
Emisi GRK Cakupan 3
Scope 3 GHG Emissions
Kategori 6: Perjalanan Dinas
Category 6: Business Travel - 90,17 tonco,e 33,04 torco.e
Kategori 15: Investasi :
Category 15: Investments 146.872,00 toncc,e 98.302,00t 1onco.e - !
Jumlah Emisi GRK Cakupan 1 dan 2
Total GHG Emissions of Scope 1 and 2 i
Berbasis Pasar | Market Based 1 297,96 toncose 839,26 tencase 48,78 toto |
Berbasis Lokasi | Location Based 1 297,96 ncoe B64,1T tonco,e 425,30 ronco.e :
Jumlah Emisi GRK Cakupan 1, 2, dan 3 :
Total GHG Emussions of Scope 1, 2, and 3 .
Berbasis Pasar | Market Based 147.467,92 tontoce 99.070,69 tonco,e 130,60 ton c0.o :
Berbasis Lokasi | Location Based 147.467,92 vonco.e : 99.120,39 uncoe 883,64 wnco.e

Kate
Untuk emisi Cakupan 2 dus pendekatan (Location gd Mametbanedapposc) ah dilakukan. - Fr Scope anon ppgas (Location bacd ad Mana baze) have bsa spled

sebagaimana dipersyaratkan dalam Panduan GHG Protocol Cakupan 2. as taguied by the GHG Protncoi Scope 2 Guidance.
- Perhitungan Emisi Konsurvsi Listrik (cakupan 2) berbasis pasar pada 2025 ebesarOkarena IP - Market-baset Elentisty Gansumption Emissions (Scope 2) in 2025 amounted to 0 because IF
telah membeli REG. has putehased RECS.
- Perhitungan Emisi Konsurvsitistik (Cakupan 2) menggunakan PE GRK Sistem Interkoneksi « The caloulatlon for Eiceticity Gonsumptian Emissions (Scope 2) uses the 2019 Grid Enission
Tenaga Lisirik Tahun 2019 Jakarta (ESDM, 2015): FE (ex-Post) 087 10 602/MYH, For forIhe Jakarta Interconneetion System (ESDM. 2013): with an (erposi) EF of 9.87 tons
: Reiniungan Emis Konsumsi BBM (akupan 1) mengau pada IPCO Gulen for Maan CO21 My.
reenhousa Gas Inventories (2005). - The caloulaion for Fuel Gonsumpian Emissions (Scope 1) refers to the 2006 IPGC Guidelines
«Bada hun 2024, erniungan Soue oeh Ur menggunakan ata satu tahun sebelum periode“ Ia Maan Greeehouse Gosimuamofes
pelaporan, Oleh Karen itu dat tahwn 2025 akan dinpakan dalam Laporan Keberanutan2026, «In 2024 Ie Scopo3 cokelaten by appled one Jar ag por oo reporting period
menyesuaikan ketersediaan data finansial Therefore, 2025 dato wil be diselosed in the 2426 Sustainability Repor4 in line ulin the

availabilny of inancis data.

Rasio Intensitas Ei

per Karyawan (04K F111Icri 30s-4)

Emission Intensity Ratio per Employees

Tahun Total Emisi GRK Jumlah Karyawan mton CO,e/Karyawan

dahadhsaktdi thai d ik hh HPA LEE EA ANA
2023 D 297,961 moncose seiedakdatiotiba eraketi ed ia ita ehi TAS 2,05"
" tiki sriitditianinnkaddid iri ridha iii
sakeebnaraapaa teken kait
2024 2 B6A,IT ratan c0,2" dtateretattardktehatdettaetikako ita hhtataiiitt 148 246
" : PAKAN A KKN A KKN TARI N KITA RE KKN KA KAN KATA NAK KKKKTI
sidtastanindoretidadaei inii bhi had kitikhikit
2025 D 425,30 monto,e desetatdasgotetatidsketiotadi ht ita hid dadi 138 3,08
" " dtitestdattoee heh kei b iiitahh
Catatax: Note
“Data disafikan kembali “Resated date

Total emisi yang digunakan dalam perhitungan adalah emisi cakupan 1 dan 2 berb
Mocatlon-based).

lokasi Total emissions usedin the caleulation include Scope 1 and Scope 2 (location-based) emissions.

Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025

Page 102 OCR 0.828
Rasio Intensitas Emisi per Luas Area Kantor 94K F1) ICRi 305-4, 30s-s1
Emission Intensity Ratio per Office Area

Tahun Total Emisi GRK Luas Area Kantor mton CO,e/m?

2023 (FM 297,968 moncoe 2.600 m3
| 2024 | #2 364,11 ton c0,e1 | 2.600 m2 | 014 |
| 2025 | £" 425,30 mon 2010 | 2.600 m2 | 016 |
Catatan: Note:
“Data disajikan kembali “Restated data

Total emisi yang digunakan dalam perhitungan adalah emisi cakupan 1 dan 2 berbasis lokasi Total emissions used in ihe calculation include Scope 1 and Secpe 2 (locatiombased) emisslons.
(ocatlon-based).

Rasio Intensitas Emisi per Pendapatan Perseroan 'O4K £11) IcRi 305-4, 305-5)
Emissions Intensity Ratio per Company Revenue

Tahun Total Emisi GRK Pendapatan (Rp Miliar) mton CO,e/Rp Miliar

2023 K4 297,96 mon 20. NI 1.337,00 2,05

| 2024 | #“ 86411 mionco,er | NN 1.376,00 | 246 |
2025 £“ 425,30 monco,e | NN 1.260,30 | 3,08

Catatan: Note:

“Data disajikan kembali #Restated dala

Total emisi yang digunakan dalam perhitungan adalah emisi cakupan 1 dan 2 berbasis lokasi Total emisgions used in the cakculation include Scope 1 and Scope ? (location-basedj emissions.
Gocatonbased).

Emisi GRK Tidak Langsung Cakupan 3 Kategori 6 (Business Travel)
Indirect GHG Emissions Scope 3 Category 6 (Business Travel)

Perseroan melaporkan emisi Cakupan 3 yang dihasilkan dari aktivitas perjalanan bisnis (business travel). Perhitungan emisi ini mengacu pada
standar internasional GHG Protocol Corporate Value Chain (Scope 3) Standard, serta metode perhitungan emisi perjalanan udara dari International
Civil Aviation Organization (ICAO). Sepanjang tahun 2025, total emisi Cakupan 3 yang tercatat dari aktivitas perjalanan bisnis sebesar 33,039 ton
co,e,

'The Company reports Scope 3 emissions generated from business travel activities. The emission calculation refers to the international standards
of the GHG Protocol Corporate Value Chain (Scope 3) Standard, as well as the air travel emission calculation method from the International Civil
Aviation Organization (ICAO). Throughout 2025, the total Scope 3 emissions recorded from business travel activities amounted to 33.039 tonnes
co,e,

KSM Emisi GRK Cakupan 3
ca Kategori 6: Perjalanan Dinas | Category 6: Business Travel
2023 202 2025

“unto 90,165...o. 33,04...

Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025

Page 103 OCR 0.906
INDONESIA

INFRASTRUCTURE
FINANCE

Upaya Efisiensi Energi dan Reduksi Emisi GRK
Energy Efficiency and GHG Emission Reduction Efforts

Perseroan memahami bahwa penggunaan energi listrik yang dipasok
oleh PT PLN (Persero) serta Bahan Bakar Minyak (BBM) atau energi
fosil yang digunakan untuk kegiatan operasionalnya merupakan salah
satu kontributor timbulnya emisi Gas Rumah Kaca (GRK) yang dapat
berdampak pada perubahan iklim. Oleh karena itu, Perseroan
berkomitmen untuk terus mendorong inisiatif efisiensi energi seiring
langkah untuk mengelola dampak lingkungan dari aspek energi dan
emisi semaksimal mungkin. Inisialifinisiatif tersebut telah secara
konsisten dilaksanakan di seluruh unit kerja dengan peran aktif dari
seluruh elemen di Perseroan, “33

Perseroan telah menerapkan beberapa inisiatif, termasuk kampanye
kesadaran terkait penggunaan perangkat elektronik yang lebih bijak
serta pengaturan penggunaan pendingin ruangan di ruang rapat saat
tidak digunakan. Budaya efisiensi energi ini disosialisasikan Ke
seluruh Tini perusahaan dan didukung oleh kerja sama yang, erat
antara Divisi General Affairs dan petugas kebersihan kantor, Sx

Selain itu pada tahun 2025, Perseroan terus mendukung pengurangan
emisi, salah satunya emisi yang dihasilkan oleh mobilitas karyawan.
Komitmen pengurangan emisi Perseroan pada tahun 2025 salah
satunya melalui penyelenggaraan World Sustainable Transport Day
tanggal 26 November 2025 untuk menghimbau karyawan
menggunakan transportasi publik,

Perseroan juga melakukan pembelian sertifikat energi terbarukan
(Renewable Energy Certificate/REC PLN) dari proyek PLTA Cirata pada
19 November 2024 (detail sertifikat terlampir pada halaman 177
laporan ini). Inisiatif ini menegaskan dedikasi Perseroan terhadap

transisi energi bersih sekaligus upaya memperkuat pasar REC di
Indonesia, OR F1Asi34,3021,305:5)

The Company understands thal the use Of electricity supplied by PT
PLN (Persero) and fuel (BBM) or fossil energy for its operational
activities have been contributors to Greenhouse Gas (GHG)
emissions, which can impact climate change. Therefore, the Company
is committed to continuously promoting energy efficiency initiatives
alongside steps to manage the environmental impact of energy and
emissions as much as possible. These initiatives have heen
consistently implemented across ali work units with the active
participation of all elemenis within the Company. 8 341

The Cempany has implemented several initiatives, including
awareness campaigns regarding the wiser use of electronic devices
and regulating air conditioning in meeting rooms when not in use.
This culture of energy efficiency has been promoted across all lines of
the company and supported by close cooperation between the
General Affairs Division and the office cleaning staff. #41

Furthermore, in 2025, the Company continued to support emission
reductions, including emissions generated by employee mobility. One
of the Company's emission reduction cornmitments in 2025 was
through the commemoration of World Sustainable Transport Day on
November 26, 2025, to encourage employees to use public
transportation.

The Company also purchased Renewable Energy Certificates (REC
PLN) from ihe Cirata Hydropower Plant (PLTA) project on 19
November 2024 (certificate details are attached on page 177 of this
teport). This initiative reaffirms the Company's dedication to the clean
energy transition while supporting the strengthening of the REC
market in Indonesia, (ox 1116R12,2021.205.8)

Emisi GRK Tidak Langsung Cakupan 3 Kategori 15 (Investasi) ISR!305-3, 305-4)
Indirect GHG Emissions Scope 3 Category 15 (Investments)

Untuk mengukur emisi GRK dari aktivitas pembiayaan (financed
@emissions), IIF menerapkan metodologi global dari Partnership for
Carbon Accounting Financials (PCAF). Sesual standar PCAF,
obligasi bersifat Hold to Collect and Seli (termasuk obligasi negara)
serta aset di luar neraca seperti fasilitas pinjaman non-tunai,
dikecualikan dari perhitungan.

Sebagai bagian dari metodologi PCAF, skor kualitas data untuk
setiap kelas aset dinilai dalam skala 1 yang menunjukkan tingkat
akurasi tertinggi hingga 5 yang terendah. Perseroan tetap
berkornitmen untuk meningkatkan tingkat akurasi data dengan
memanfaatkan data emisi yang telah diverifikasi serta
menyempurnakan metode estimasi guna meningkatkan akurasi.

Berikut adalah data emisi Cakupan 3 mencakup tahun pelaporan
2024 dan 2028, disebabkan Perseroan belum menerima laporan
emisi dari klien untuk periode pelaporan tahun 2025.

To measure GHG emissions from financing activities (financed
emissions), NF applied the global methodology irom the Partnership
for Carbon Accounting Financials (PCAF). In accordance with PCAF
standards, bonds classified as Hold to Colleci and Sell (including
government bonds) and off-balance sheet assets, such as non-cash
loan facilities, are excluded from the cakculation.

As part of the PCAF methodology, the data guality score for each
asset class was assessed on a scale of 1, indicating the highest level
of accuracy, to 5, the lowest. The Company achieved an average PCAF
data auality score of 2.5, reflecting a medium-to-high level of accuracy
in emissions reporting. The Company remains committed to
improving data accuracy by utilizing verified emissions data and
rafining estimation methods to enhance precision.

The following Scope 3 emissions data covers the 2024 and 2023
reporting years, as the Company has not yet received emissions
reports from clients for the 2025 reporting period.

Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainahility Report 2025

Page 104 OCR 0.589
—6

Menjaga Uingkungan Secara Berkalanjatan
Preserving 2 Sustainable Favironment

Uraian Satuan x
-

. Jumlah proyek Number of proieets

: Total Pemblayaan dar Investasi ott "mancing and Investment

:. juta IDR milion D1 maneze052
£ Emisi Pembiayaan yang @ Distibusikan Aonbatsto Financing Emis “mn core , sang
Intanstas Emisi Emisslon Intansity S Toncoe/usojuta 1293

. .. : Ton C@,e/USD milion
StorKunitas Data Pear Emisi Cakupan182 | “29

: PCAF Data Gualny Soore Scope 1& 2 Emisslone

/ Skor Kualitas Data PCAF Emisi Cakupan 3
| PCAF Data Ouality Scare Scope 3 Emisslons.

1 Proyek Projeota 37

38

40
8061.721,07
26.497

5812

28

38

Jumlah Total

| Total Pembiayaan dan Investasi
Total Financing ard Investment.

msi Pembiayaan ya yang Distibustian (cakupan 12
. Auributable Financing Emisslons (copa 122)

Emisi Pembiayaan yang Diatibusikan (Cakupan 3)
| Atiibutable Financing Ermlesions (Scope 3)

Intensitas Emnial (Cakupan 1 x 2
Emnisslon Intansity (Scope 1 & 2)

“Intensitas Emis (Cakupan 9)
Emission Intensity (Scope 3)

“Skor Kualitas Data PCAF Emisi Cakupan 1 & 2
/ POAF Data Oulty Score Scope 1 &2 Emlaslone

Skor Kuaitn Data PCAF Emisi Cakupan 8
(PCAF Data Guality Score Scope 3 Emlssions

Pinjaman Bisni aftar/Privat |

8
Rp han (DR millon sena17
Uso juta USD miflon 1 s60205
TonCO,e 34794
Toncoze | 8794

.| Ton COke/Rp juta opa
Ten GOse/USD milion :
: Ton CO,e/USD juta 614413
5 Ton CO,e/USD million
' Tonco,e/RpJita a03
Ten COM/USD million :
Tonc0,e/ISD juta / 508
Ton COze/USD milllon
13
40

250.000

164083

81458

27.108

: durilah Total

Total Pembieyaan dan Investasi
! Total Financing and Investment

Emisi Pemblayaan yang Dietbibusikan (Cakupan 1 & 2)
Atrbunable Financing Emisslon (Seope 1&2)

Emisi Pembiayaan yang Datibualkan (Gakupan 3)
| Attibutable Financing Emissions (Scope 3)

!intonstas Emis! (Cakupan 1 82)
3 mission Intensity(Scope 1 & 2)

4 Inanaltan Era) W(Catapan 2
, imlesion Intensily(Soope 3)

: Skor Kualtas Data PGAF Emisi Cakupan 1 & 2
PCAF Data Ovallty Score Scope 14 2 Emissione

“Skor Kualitas Data PCAF Eriisi Cakupan
PCAF Data Guality Score Scope 3 Emissions

Catatan: |
“Data tahun 2023 disoiken kembali

1
Rpjuta (DR millon 4.204.016
UsD juta USD millon 76
Tonco4a 53.183

. Ton Coza 172253
1 Ton CO,e/Rpjuta 001
" Tan COs0/USD milion
Ten CO,e/USD juta 193
Ton CO48/USD milton
Ton CO,e/Rp juta oo4
1, Ten CO2/USD millon
. TonCO,eyuSD juta 528
, Ten CO,e/USD milan
26
39
Note

“2023 data have been restated

Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025

2.760.685
181

40.347

106.202

001

23

oos

586

34

38
Page 105 OCR 0.880
INDONESIA

Pengelolaan Air dan Limbah
Water and Waste Management

Dalam menjalankan kegiatan operasionalnya, Perseroan tidak
menggunakan air untuk proses produksi, melainkan terbatas pada
pemenuhan kebutuhan domestik seperti sanitasi dan pemeliharaan
area perkantoran. Mengingat status operasional kantor yang berada di
fasilitas bersama, konsumsi air dikelola secara temusat oleh
manajemen gedung sehingga pencatatan penggunaannya tidak
dilakukan secara terpisah oleh Perseroan. Idr ti

Terkait pengelolaan limbah, jenis limbah utama yang dihasilkan dari
aktivitas kantor adalah kertas dan toner. Meskipun pemantauan dan
pengangkutan limbah secara keseluruhan ditangani oleh pihak ketiga
melalui pengelola gedung, Perseroan secara mandiri tetap melakukan
pencatatan konsumsi kertas dan penggunaan toner sebagai upaya
pengendalian limbah internal.

Sepanjang tahun 2025, Perseroan berhasil menekan penggunaan
kertas dan toner seiring dengan digitalisasi yang diterapkan pada
operasi bisnis. Jumlah kertas dan toner yang digunakan turun masing-
masing 482 dan 8.63" dibandingkan tahun 2024, sebagaimana dirinci
pada tabel di bawah ini, (O06P1

Konsumsi Kertas dan Toner/Tinta Printer
Paper and Toner/Ink Consumption

Jumlah Penggunaan Kertas
Paper Number of Uses

@ 248 amin

BB 275 tim teams
C1 yagoon

Mz

Mz

Inisiatif Pengelolaan Limbah (04K F14l
Waste Management Initiatives

Perseroan berkomitmen meminimalkan jejak lingkungan dari aktivitas
operasional melalui penerapan sistem pemilahan limbah organik dan
anorganik secara sistematis. Sebagai lembaga keuangan non-bank
yang beroperasi di lingkungan perkantoran, limbah yang dihasilkan IIF
bersumber dari aktivitas operasional sehari-hari, meliputi konsumsi
kertas dan kemasan di lingkungan kerja, penggunaan peralatan
kantor, serta kegiatan konsumsi karyawan. Keluaran limbah dari
aktivitas-aktivitas tersebut didominasi oleh limbah padat non-B3
berupa kertas, plastik, kaca, logam, dan sisa makanan, IS" ses

Dampak lingkungan yang berpotensi timbul dari pengelolaan limbah
tidak tepat mencakup pencemaran tanah, peningkatan emisi metana
dari dekomposisi limbah organik di TPA, serta akumulasi sampah
plastik yang sulit terurai. Mengingat (IF tidak memiliki kegiatan
produksi fisik maupun pengelolaan aset infrastruktur secara langsung,
maka seluruh dampak tersebut timbul dari aktivitas internal IIF di
tingkat operasional kantor, bukan dari rantai nilai hulu maupun hilir. 'S"'
Bee

118,545

INFRASTRUCTURE
FINANCE

In conducting its operational activities, the Company has not utilized
water for production processes, usage was limited to meeting
domestic needs such as sanitation and office area maintenance.
Given the office's operational status within a shared facility, water
consumption was managed centrally by the building management,
therefore Usage was not recorded separately by the Company, Oxs

Regarding waste management, the primary types of waste generated
tom office activities were paper and toner. Alihough the overall
monitoring and transport of waste were handled by a third party
through tie building management, the Company has independently
maintained records of paper consumption and toner usage as part of
its Internal waste control efforts,

Throughout 2025, the Company successlully reduced the use of paper
and toner in line with the digitalization implemented across business
Operations. The amount of paper and toner used decreased by 484
and 8.634, respectively, compared to 2024, as detailed in the table
below Darfia

Jumlah Penggunaan Toner/Tinta Printer
Printer Tener/In Nuraber of Uses

Rp 100.381.939 193,215
113,18 Rp 111.688.987 111,264
: | Igcan

IM Perubahan dibandingkan tahun sebelumnya Changes compared to the previous year (8)

The Company is committed to minisnizing the environmental footprint
of its operational activities through the implementation of a
systematic organic and incrganic waste segregation system. As a
non-bank financial institution operating in &n office environment, Ihe
waste generated by IIF originates from daily operational activities,
including the consumption of paper and packaging in the worknlace,
Ihe use of office eguipment, as well as employee consumption
activities. The waste output from these activities was dominated by
non-hazardous solid waste in the form of paper, plastic, glass, metal,
and food seraps. isR'3ns 1

The potential environmental impacts arising from improper waste
management include soil pollution, increased meihane emissions
from the decomposition of organic waste in landfills, and the
accumulation of non-biodegradable plastic waste. Given that IIF did
not have physical production activities or direct management of
infrastructure assets, all such impacts arose from IIFs internal
activities at tha office operational level, rather than from upstream or
downstream value chains, IS" 9511

Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia infrastucture Finance | Sustainability Report 2025

Page 106 OCR 0.834
Manajemen Dampak Signifikan Terkait Limbah '$F'20s-2)
Management of Significant Waste-Related Impacts

Perseroan menerapkan budaya pemilahan sampah di lingkungan kerja
dengan memanfaatkan fasilitas tempat sampah terpilah yang
disediakan oleh pengelola gedung. Sampah dapat dipilah berdasarkan
empat kategori, yakni organik, anorganik, dapat didaur ulang
(recyclable), dan limbah 83,

Pada Oktober 2025, IIF mulai bekerja sama dengan Waste4Change
sebagai mitra pengelolaan limbah bertanggung jawab (responsible
waste management) untuk periode satu tahun ke depan. Sebagai
pengelola, Waste4Change menjalankan proses pengelolaan limbah
yang terstandar dan terverifikasi, mencakup pengangkutan oleh
operator terlatih, pemilahan lanjutan di Material Recovery Facility
(MRF), serta distribusi ke mitra daur ulang, fasilitas pengomposan,
dan pengolahan Refuse-Derived Fuel (RFD). IIF memastikan kepatuhan
pengelolaan limbah oleh mitra melalui pelaporan bulanan yang
memuat data timbulan, komposisi, dan jalur pengolahan setiap jenis
limbah secara rinci dan terdokumentasi, ISP" 30s-21

Proses pengelolaan limbah dimulai dari kantor dengan menggunakan
kantong sampah berdasarkan jenis lirabah yaitu abu-abu untuk residu
dan oranye untuk limbah terpilah. Selama tahun 2025, IIF
menghasilkan 235 kg limbah yang selanjutnya dikelola oleh
Waste4Change, sehingga 1004 limbah operasional IIF dikelola
melalui jalur pengolahan yang bertanggung jawab, janpa: ada limbah
yang dibuang langsung ke TPA (zero land). IS s0

The Company has implemented a waste segregation culture within
the workplace by ulilizing the segregated waste bin facilities provided
by the building management. Waste is categorized into four types:
organic, inorganic, recyclables, and hazardous waste (B3).

In October 2025, IIF began collaborating with Waste4Change as a
responsible waste management partner for the next one-year period,
As the manager, Waste4Change conducted standardized and verifed
wasle management processes, including transportation by trained
operators, further sorting at the Material Recovery Facility (MRF), and
distribution to recycling partners, composting facilities, and Refuse-
Derived Fuel (RDF) processing. IIF ensured the waste management
compliance of its partner through monthly reporting containing
detailed and documented data on generation, composition, and the
processing pathway for each type of waste. ISR's0c-7)

The waste management process begins at the office by using trash
bags based on waste type: grey for residue and orange for segregated
wasie. During 2025, IIF generated 235 kg of waste which was
subseguently managed by Waste4Change, ensuring that 1004 of IIF's
operational waste was managed through responsible processing
pathways, with zero waste disposed of directly to landfills (zero
landfit). 16830651

Dikelola oleh
Waste4Change
melalui
mekanismo:

Limbah yang
Dihasilkan SexFial
Waste Generated

4 Kertas | Paper TS kg Daur Ulang 67304

Recycling
il i Limbah anorganik terpilah seperti Kertas,

H Rp Pest Plastic 50,2 kg Pikat kaca logam Alsakrkr ke mira
“daur ulang untuk diproses menjadi produk
baru.
Sorted Inorganlc waste such as papor,

H te) Kaca | Glass 46 kg iasti, glass, metal, was distributed ta
reeycling pariners to be processed Into
new products.

H jap Logam | Metal 16 kg

127 kg (54,435) “ ——A

Pengomposan dan Budidaya
larva Black Soldier Fly ISP sos)
Composting and Cultivation
of Black Soldier Fly Larvae

Wanaged by
Waste4Change
through tne
Tollowing

235 Kg Food Waste

Limbah Sisa Makanan

Limbah organik/sisa makanan diolah
'melalul pengomposan dan budidaya larva
Black Soldler Fly sebagal sumber pakan

28,9 kg —

mechanisms:

ternak.

Organic wastejfood scraps were
processed through composting and
cultvating Bleck Soldler Fly jarvae as a
source of animal feed.

23,9 kg (101726)

bbw.

Refuse-Derived Fuel (RDF)
IGRI 306-4)

H4 1 Lain-lain | Others

Residu yang tidak dapat didaur ulang
dikonversi marjadI bahan bakar alternatif
melalui teknologi ROF.

83,2 kg AA

Non-recyclabie residues were convarted
into alternative fuels through RDF.

83,2 kg (35,45) technology.

Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Raport 2025

Page 107 OCR 0.811
INDONESIA

Selain manajemen limbah, Perseroan secara aktif menginternalisasi
budaya ramah lingkungan dengan mendorong karyawan untuk
menggunakan botol minum isi ulang dan membatasi konsumsi kertas
dalam setiap proses kerja. Perseroan memprioritaskan penggunaan
material yang dapat didaur ulang dalam operasional harian, termasuk
penggunaan galon air isi ulang dan pemanfaatan kertas bekas untuk
draf kerja internal. Di lingkungan kantor, Perseroan telah sepenuhnya
menggantikan penggunaan air kemasan plastik sekali pakai dengan
botol berbahan kaca yang lebih aman bagi ekosistem. Perseroan juga
memfasilitasi seluruh karyawan dengan tumbler eksklusif guna
memastikan pengurangan limbah plastik sekali pakai dapat
terlaksana secara konsisten di seluruh level organisasi. 2/67 3.751

Keanekaragaman Hayati IK
Biodiversity

INFRASTRUCTURE
FINANCE

In addition to waste management, the Company has actively
internalized an eco friendly culture by encouraging employees to use
tefillable water botiles and limiting paper consumption in every work
process. The Company has prioritized the use of recyelable materials
in daily operations, including the use of refillable water carboys and
Ihe reuse of scrap paper for intemat working drafis. Within the office
environment, ne Company has fully replaced the use of single-use
plastic bottled water with glass bottles, which are safer for the
ecosystem. The Company has also provided all employees with
exclusive tumblers to ensure that the reduction of single-use plastic

waste was implemented consistently across all organizational leveis.
Kar ersi

F.10|

“Sebagai bagian dari komitmen atas pe
konservasi hiu paus di Desa Botubarani, Kabupaten Bone

Rumpon Penarik
Plankton.
Planktan Attractor
ADS (Fish
Aggregating
Devices)

Upaya Ini bertujuan untuk menjaga.
Gorontalo secara berkelanjutan De

masyarakat lokat

program in Botuberani Villege, Bone Bolango :ney. Thi
Irish

keberlangsungan pogulasi hiu paus di kawasan Botubarani sel
engan memastikan ketersediaan ekosistem yang mendukung kehidupan hiu paus, program ini mencerminkan
pendekatan konservasi berbasis alam (rature-based solution) yang mengintegrasikan pelestarian lingkungan dengan pengembangan ekonomi

Ra
Haoregatina Devoas 10 iness ine alah Of la

tarian keanekaragaman hayati 1F bekerja sama dengan Pemerintah Proinsl Gorontalo alam p'agrarn

olango. Melatu pragram in, IIF memberikan dukungan berupa pembangunan Rumpcn

Plankton Attracter untuk meningkatkan Ketersedlaan plankton sebagai sumber pakan alami hiu paus di perairan setempat.

Is memperkuat daya tarik wisata bahari Pravinsi

As part of its commitment to biodiversity Conservation, II colleborated with the Provincial Government of Gorontalo in a whale shark conservation

rough this program, IIF previded support in the ferm of constructing Plankton Atirastor FADS

1
ton ag a Halus obd soutee lo hale sharke In he local Ht

“This effort aimed ta maintain the sustainability Of the whale shark population in the Botubarani area while simuhtaneously srengthened the sustainable
marine tourism appesl of Gorontalo Province. By ensuring an ecosystem that supporis whale shark We, this program ref
approach nat Inegrates environmental preservation with local community economic develepmeri.

-cis a falure-hasod solution

Sebagai bagian dari j
pohon dl kawasan pros
di sekitar

Penanaman Pohon
di Kawasan Proyek
Tree Planting in the
Project Area

Pemilihan pohon sawo kecik mencer

As par of the environmental management eforts around
program ate pejet at logatedi Indramayu Cirebon,
around Ie projzet location with the aim of supporting reg

pengelolaan lingkungan di sekitar area proyek. IF bersama salah
yk yang bloasi dIndiamaru Grabon, Ja
okasi proyek dengan tujuan mendukung penghijauan

inken pendekatan yang mempertimbangkan keses
ketahanan tnggi dan mila ekolog$ yang bat Ptogram Ini merupakan wujud nyata sinerg!
mengintegrasikan praktik:amah lingkungan ke dalam siklus proyek Infrastruktur yang dibiayai

atu Mlen, PT Polytama melaksanakan ptogram penanaman
arat Dalam program Ii sekat 150 pohon sawo ketik (Manliara keuki) ditanam
kawasan sekaligus berkontribusi pada upaya teduksi emisi karbon.

ekologis lokal, mengingat fenis pohon ini dikenal memilki
'a Perseroan dan mia pembiayaannya dalam

(he project area, IIF, together with one of is clients, PT Polytarna, implemented a tree-planting
Wes Java In this program, approrimately 150 sawo keci trees |Manikara kauki) were planted
lonaf greening while contributing to carbon emission reduction efforis.

The selection Of sawo kecik tees reflects an approach that considers losal eeolegical suitabily, as this bee species is known Iorits high resilence and
“gnfeant eeoogkeal value, Thi program isa tangible menfestation €' he yuwgy butwesn ine Company ant financing partner intogtting eco:
friendly prectices into the ifeoyote of Infrastructure projeots fmanced by IIF,

Kegiatan operasional Perseroan berlokasi di kawasan perkotaan yang
tidak berada di atau berdekatan dengan area keanekaragaman hayati
tinggi, sehingga tidak menimbulkan dampak langsung terhadap
ekosistem maupun habitat alarni di sekitarnya. Ox si

Komitmen Perseroan terhadap keanekaragaman hayati dan
pengelolaan sumber daya alam dalam proyek-proyek pembiayaan
diimplementasikan melalui pelaksanaan Social and Environmental Due
Diligence (SEDD) serta penerapan Corrective Action Plans (CAP)
terkait keanekaragaman hayati sebagai bagian dari perjanjian
fasilitas. Proses uji tuntas (due diligence) ini bertujuan untuk menilai
potensi dampak proyek terhadap keanekaragaman hayati, ekosistem,
dan pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan. (sx Fto

Sesuai dengan Prinsip S&E IIF Nomor Enam (Konservasi
Keanekaragaman Hayati dan Pengelolaan Sumber Daya Alam
Berkelanjutan), sejumlah proyek yang dibiayai pada tahun 2025 telah
menerapkan prinsip ini, termasuk diantaranya ialah proyek
pembangkit listrik tenaga air skala kecil (PLTMH), jalan tol, dan
bandara. Proyek-proyek ini memiliki karakteristik, risiko, dan dampak
yang berbeda terhadap aspek keanekaragaman hayati dan
pengelolaan sumber daya alam.

Sebagai contoh, proyek PLTMH umumnya berlokasi di daerah
tangkapan air hulu dengan topografi perbukitan, seringkali berada di
dalam atau dekat habitat perairan yang sensitif dan mungkin menjadi
jalur migrasi spesies ikan tertentu.

The Company's operational activities are located in urban industrial
areas that are neither sitvated in nor adjacent to areas of high
biodiversity significance, and therefore do not give rise to direct
impacts on surrounding ecosystems or natural habitats, IS")

The Companys commitment to biodiversity and natural resource
management in financing projects has been implemented through
Social and Environmental Due Diligence (SEDD) and the application cf
biodiversity-related Corrective Action Plans (CAP) as part of the
facility agreements. This due diligence process aimed to assess
potential project impacts on biodiversity, ecosystems, and the
sustainable utilization of natural resources. Ps #0)

In accordance with IIF S&E Principle Number Six (Biodiversity
Conservation and Sustainable Management of Living Natural
Resources), a number of projects financed in 2025 have implemented
this principle, icluding small-scale hydropower (PLTMH), toll roads,
and airports. These projects have possessed distinct characteristics,
risks, and impacts regarding biodiversity and natural resource
management.

For example, PLTMH projects are generally located in upstream water
catchment areas with hilly topography, Often within or near sensitive
aguatic habitats and potentially serving 2s migration routes for
certain fish species.

(Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025

Page 108 OCR 0.914
enjaga

Ses2e0

Sebagai bagian dari mitigasi risiko dan rencana tindakan korektif,
Perseroan mensyaratkan agar proyek-proyek tersebut melakukan
studi garis dasar keanekaragaman hayati, yang kemudian dilanjutkan
dengan penyusunan Biodiversity Action Plan (BAP). BAP ini memuat
langkah-langkah yang disesuaikan untuk menghindari atau
meminimalkan dampak proyek terhadap keanekaragaman hayati,
serta kerangka pemantauan untuk memastikan kepatuhan yang

Hghungan Secara Berketanjuta
Ma En

As part of risk mitigation and corrective action plans, the Company
reguired these projecis to conduct baseline biodiversily studies,
Tollowed by the formulation of a Biodiversity Action Plan (BAP). This
BAP contained tailored measures to avoid or minimize project
impacts on biodiversity, as well as a monitoring framework to ensure
continuous compliange and adaplive management throughout the
project lifeoycle, axis!

berkelanjutan dan pengelolaan adaptif sepanjang siklus hidup proyek.
Tol

Biaya dan Pengaduan Lingkungan
Environmental Costs and Grievances

Biaya Pengelolaan Lingkungan 'SK F4
Environmental-Related Cost

Perseroan mengalokasikan biaya lingkungan untuk mengurangi dampak negatif pada lingkungan dalam bentuk pengelolaan limbah dengan pihak
ketiga, dan pelaksanaan program TJSL yang berkaitan dengan aspek lingkungan hidup. Selama tahun 2025, Perseroan merealisasikan biaya
lingkungan sebesar Rp505 juta.

The Company allocated environmental costs to mitigate negative environmental impacts through waste management with third parties and the
implementation of Corporate Social and Environmental Responsibility (CSER/TJSL) programs related to environmental aspects. Throughout 2025,
the Company realized environmental costs amounting to IDR 505 million.

Pengaduan Terkait Lingkungan 'OSK 161 16R1 2-27)
Environmental Grievances

Perseroan memiliki mekanisme pengaduan untuk masalah atau isu yang berkaitan dengan lingkungan hidup. Setiap laporan atau masukan dari
pemangku kepentingan yang terkait dengan lingkungan hidup dapat ditujukan kepada penanggung jawab pelaksanaan penerapan Keuangan
Berkelanjutan di Perseroan pada alamat berikut:

'The Company has maintained a grievance mechanism for problems or issues related to the environment. Any reports or feedback fram
stakeholders regarding environmental matters can be addressed to the party responsible for the implementation of Sustainable Finance at the
Company at the following address:

Prosperity Tower Floor 53rd-55th Floor
Lot 28, Sudirman Central Business District (SCBD)

Jl. Jend, Sudirman Kav. 52-53, Jakarta 12190, Indonesia
Tel:(62-21) 5082 6600

Fax: (62-21) 5082 6601

Email : sustainability. council@iif.co.id

PT Indonesia Infrastructure Finance

Throughout 2025, the Company complied with all environmental laws
and regulations. Conseguently, no reports regarding environmental
issues were received by the Company from the community or other
stakeholders.

Selama tahun 2025, Perseroan telah mematuhi seluruh ketentuan
peraturan terkait lingkungan hidup. Dengan demikian, tidak ada
laporan terkait isu lingkungan hidup yang diterima oleh Perseroan dari
masyarakat maupun pemangku kepentingan lainnya.

Details of reports related to environmental issues received by the

Rincian laporan terkait isu lingkungan hidup yang diterima oleh
Company over the last 3 (three) years are as follows:

Perseroan selama 3 (tiga) tahun terakhir, sebagai berikut:

Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025

Page 109 OCR 0.845
INDONESIA
INFRASTRUCTURE
FINANCE

Jumlah Laporan Diterima | Jumlah Laporan Diproses Status Penyelesaian
Number of Reports Received Number of Reports Processed Completian

2024 Mibil Nihit NA
None None N/A
2025 Nihil Nihit NYA
None None N/A

Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025

Page 110 OCR 0.900
02

Menciptakan
Dampak Sosial

yang Berkelanjutan

Creating Sustainable Social Impact

Page 111 OCR 0.587
Pembangunan infrastruktur Pariwisata di Bali

Svsilses Dokumantazs II: Source LiF Dasum

Page 112 OCR 0.893
Menghadirkan Nilai Keberlanjutan Untuk Masyarakat

Delivering Sustainability Value to the Community

Sebagai lembaga pembiayaan Infrastruktur yang menjadi bagian dari
sektor jasa keuangan Indonesia, Perseroan berkomitmen untuk
menghadirkan dampak positif nyata bagi masyarakat melalui
distribusi nita ekonomi, baik secara langsung maupun tidak langsung,
dari setiap kegiatan pembiayaan dan jasa advisory yang dijalankan.
Perseroan selalu menyadari tanggung jawabnya untuk mengelola
dampak sosial yang mungkin timbul, serta melaksanakan program
pengembangan dan pemberdayaan masyarakat sesuai kebutuhan
masyarakat setempat, Sw3-31

Pelaksanaan program pengembangan dan pemberdayaan masyarakat
dilandasi oleh Prinsip SBE guna memastikan bahwa setiap proyek
infrastruktur yang dibiayai Perseroan mampu memberikan manfaat
berkelanjutan bagi masyarakat, tidak hanya selama masa konstruksi,
tetapi juga pada tahap operasional setelah proyek selesai dibangun.
Implementasi Prinsip S&E dalam kegiatan pengembangan dan
pemberdayaan masyarakat diuraikan dalam tabe! berikut: IS)

As an infrastructure financing Institution within Indonesia's financial
services sector, the Company is committed to delivering a tangible
positive impact on society through the distribution of economic value,
bath directly and indirect!y, from every financing and advisory activity
conducted. The Company is consistently aware of its responsibility to
manage potential social impacts and to implement community
development and empowerment programs in accordance with the
needs of local communities, Isma

The implementation of community development and empowerment
programs has been grounded in the SRE Principles to ensure that
every infrastructure project financed by the Company provides
sustainable benefits to the community, not only during the
construction phase but also throughout the operational stage after
the projects completion. The implementation of the SBE Principles in
community development and empowerment aclivilies is outlined in
the following table: SP 33)

Partisipasi Perseroan dalam program TJSL pembangunan rumah layak huni di Sangkrah, Suraka
The Company's Participation in a CSR Program for Livable Housing Development in Sangkral

uree IP Dosum

Laporan Kebertanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025

Page 113 OCR 0.862
INDONESIA
H INFRASTRUCTURE
FINANCE

Penerapan Prinsip SAE IIF bertujuan untuk memastikan pengelolaan aspek sosial di setiap proyek infrastruktur yang dibiayai dapat berjatan optimal,
termasuk namun tidak terbatas pada hal-hal sebagai berikut:

The implementation of IE!
not limited to the following

&E Principles aims to ensure the optimal management of sociat

ecis in every financed inti

ture project, including but

« Mendorong penyediaan sarana pelibatan pemangku kepentingan,
Encouraging the provision of stakeholder engagement facilities.

PN Memastikan keluhan dari masyarakat terdampak proyek (projeot affected people/"PAP') dan komunikasi eksternal dengan pemangku

kepentingan terkait ditanggapi dan cikelala dengan tepat.

Ensuring that complaints from project affected people ("PAP") and extemal communications with relevant stakeholders are responded to and

menaged appropriately

3 Menghindari atau meminimalkan risiko dan dampak negatif terhadap kesehatan, keselamatan, dan keamanan masyarakat yang terdampak.
proyel

'Avoiding or minimizing negative risks and Impacts on the health, safety, and security of projeot-affected communities

4 Menghindari penggusuran atau pemukiman kembali secara paksa.
|oiding forced evietions or involuntary resetlement.

5 Mengantisipasi dan meminimalkan dampak sosial dan ekonomi dari proses pembebasan lahan,
Anticipating and minimizing the social and economic impacts of the land acauisition process.

& Meningkatkan atau memulihkan penghidupan dan standar hidup masyarakat tergusur.
Amproving or restoring the welfara and Iivelihood of relocated communities.

7 Menghindari atau meminimalkan dampak negatif proyek terhadap masyarakat adat,
(Waiding or minimnizing the projects negative impacts on indigenous peoples.

& Memastikan proses pembangunan menghormati hak asasi manusia, martabat, aspirasi, budaya dan penghidupan berbasis sumbar daya alam
“dari masyarakat adat.

Ensuring that the development process fosters respect for the human rights, dignity, aspiratlons, culture, and natural resource-based livelihoods

of indigenous peoples.

P1 Menghormati dan melestarikan budaya pengetahuan, dan praktik

hubungan yang berkelanjutan dengan masyarakat adat selama sik

raktik yang dimiliki masyarakat adat serta membangun dan menjaga
lus berjalan.

Respecting and preserving the culture, knowledge, and practices of indigenous peoples and building while maintaining sustainable relationships

ALE IAGinenous peopies IMrowohcu! tc eyole,

1. Melindungi dan melestarikan warisan budaya dari dampak negatif kegiatan proyek.
Proteoting and preserving cultural heritage from the negative Impacts Of project activities.

Dampak Sosial dan Ekonomi Tidak Langsung

Indirect Social and Economic Impacts

Dampak Kegiatan Operasional terhadap Masyarakat IK F28IIGRI 41-21
Impact Of Operational Activities On Communities

Sejalan dengan visi untuk mendukung pembangunan infrastruktur
yang inklusif, Perseroan berkomitmen menciptakan dampak positif
yang berkelanjutan bagi masyarakat. Guna mewujudkan hal tersebut,
Perseroan secara konsisten mengelola dampak sosial dari seluruh
kegiatan operasionalnya.

Perseroan telah melakukan identifikasi dampak sosial proyek secara
komprehensif untuk memastikan kepatuhan terhadap standar
internasional melalui penerapan delapan Prinsip S&E. Dengan
mengintegrasikan prinsip-prinsip tersebut, Perseroan menjamin
bahwa pembangunan inirastruktur fisik yang dilakukan senantiasa
berjalan selaras dengan upaya peningkatan kualitas hidup masyarakat
serta perlindungan ekosistem di sekitar wilayah operasional.

In line with the vision to support inclusive infrastructure development,
the Company is committed to creating a sustainable positive impact
for the community. To achieve this, the Company consistenty
manages the social impacts of all its operational activities,

The Company has conducted a comprehensive identification of social
project Impacts to ensure compliance with international standards
through the application of eight SBE Principles. By integrating these
principles, the Company guaranteed that physical Infrastructure
development has been consistently carried out in alignment with
efforts to improve community guality of life and protect the
ecosystems surrounding the operational areas.

Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025

Page 114 OCR 0.849
— 09048

00

Dampak Ekonomi Tidak Langsung !58!203-1)
Indirect Economic Impacts

Dukungan pembiayaan Perseroan untuk proyek-proyek infrastruktur
strategis turut memberikan dampak 'omi tidak langsung yang
dirasakan oleh masyarakat. Kontribusi terwujud dalam berbagai
bentuk, mulai dari optimalisasi penyerapan tenaga kerja lokal hingga
penyediaan infrastruktur pendukung yang krusial. Proyek-proyek yang
dibiayai turut memfasilitasi pembangunan jalan penghubung guna
meningkatkan aksesibililas warga, pengembangan sislem air bersih,
serta penyediaan fasilitas kesehatan yang dapat diakses oleh
masyarakat luas di sekitar lokasi proyek. Selain itu, kehadiran proyek-
proyek tersebut menjadi katalis bagi terciptanya peluang ekonomi
baru dan lapangan kerja turunan yang memperkuat kemandirian
@konomi lokal secara berkelanjutan.

Dalam melaksanakan program yang berkaitan dengan masyarakat
dan pemangku kepentingan, Perseroan mengadopsi pendekatan Do
No Significant Harm (DNSH) melalui penerapan SEMS. Melalui
pendekatan ini, Perseroan menetapkan landasan kuat dalam analisis
risiko dan dampak pada setiap tahapan utama siklus proyek, mulai
dari pra-konstruksi, konstruksi, operasional, hingga tahap penutupan
atau dekomisi. Kerangka kerja ini memungkinkan Perseroan untuk
mengidentifikasi serta mitigasi potensi dampak negatif tidak
langsung secara efektif dan relevan.

Investasi dan layanan infrastruktur yang didukung oleh Perseroan
mencakup spekirum yang luas, mulai dari aset komersial hingga
penyediaan fasilitas publik yang krusial bagi masyarakat. Pada tahun
2025, Perseroan telah melakukan pengkajian mendalam terhadap
dampak ekonomi tidak langsung, baik positif maupun negatif, dari
seluruh fasilitas dan infrastruktur tersebut sesuai dengan standar
yang berlaku di Indonesia.

Berdasarkan hasil evaluasi tersebut, Perseroan mencatat tidak
terdapat dampak negatif yang timbul dari pengoperasian fasilitas dan
infrastruktur yang dibiayai, Sebaliknya, proyek-proyek tersebut
memberikan kontribusi nilai tambah bagi pembangunan nasional.
Detail mengenai fasilitas, infrastruktur, beserta dampak positif yang
dihasilkan adalah sebagai berikut:

The Company financing support for sirategic infrastructure projects
contributed to indirect economic impacts felt by the community. This
contribution manifested in various forms, ranging from the
Optimization of local labor absorptien to the provision of erucial
supporting infrastructure. Financed projects facilitated the
construction of connecting roads to improve community accessibility,
the development of ciean water syslems, and the provision of health
facilities accessible to the general public around project locations.
Furthermore, the presence of these projects served as a catalyst for
the creation of new economic opportunitiss and derivative

empioyment, which strengihens sustainable local economic
independence.
In implementing programs related to the community and

stakeholders, the Company has adopted the Do No Significant Harm
(DNSH) approach through the application of the Social and
Environmental Management System (SEMS). Through this approach,
the Company has established a solid foundation for risk and impact
analysis at every major stage of the project cycle, from pre-
construction, construction, and operations, to the closure or
decommissioning phase. This framework has enabled Company to
effectively and relevantly identify as well as mitigate potential indirect
negative impacts

Infrastructure investments and services supported by the Company
cover a broad specirum, ranging from commercial assets to the
provision of public facilities erucial to the community. In 2025, the
Company conducted an in-depth assessment of the indireet economic
impacts, both positive and negative, of all these facilities and
infrastructure in accordance with applicable standards in Indonesia.

Based on the evaluation results, the Company recorded that there
were no negative Impacts arising from the operation of the financed
facilities and Infrastructure. On the contrary, these projects
contributed added value to national development. Details regarding
the facillties, Infrastructure, and the positive Impacts generated are as
follows:

Pembangunan Jatan Tol
Ic Road Ganstnetiate

Through the financing of strat

(“Melalui pembiayaan proyek Infrastruktur nasional yang strategis, Perseroan mendukung pembangunan jalan tol sepanjang
427 kilometer yang berfungsi dalam meningkatkan konektivitas serta efisiensi logistik antarwilayah.

It national Infrastructure projects, the Company supported the construction of 427

kilometers Of toll roads, which function to enhance connectivity and Inter-realonal logistics efficlanoy.

Pembangunan Bandara dan
Pelabuhan

KD NA PAN URL NARAN | komoditas pokok.

-
Perseroan Juga membiayai pembangunan empat bandara yang meningkatkan konektivitas dan aksesibilitas udara baik di
perkataan maupun daerah terpenei serta mendukung proyek pelabuhan strategi yang memperkuat pergerakan barang dan

The Company also financed the construction of four Apar, #@nhancing air connectivity and accessibility In both urban and
remote areas, while supporting strategic port projecis:

al srengtnen tas movement of goods and essattisl commodilies,

Pengembangan Sa
yediaan Air Minum

memberikan dampak positif Kepada 1.47 juta
dengan total kapasitas suplel sebesar 27.501

Melalui pembiayaan tujuh proyek penyediaan air minum (Sistem Penyediaan Air Minum/ SPAM), Perseroan telah

turmah tangga dalam mendapatkan akses terhadap air bersih yang memadai,
Iiter per detik,

Through ihe financing of seven drinklng water supply projects (SPAM), the Company has delivered a positive impact to 1.47
PA DA YA Pen | Dae di 1

lean water, with a total supply capacity of 27,501 liters per second.

gembangan Pembangkit
rik dari Energi Terbarukan
k Gan Pasi Plan

sekolah yang inklusif. Perbaikan ini member

Nine renewable enerc

9 project have generated o cleen eeeuity opaciy
This supports school lighting, the provision of learning tools, and th ic
improvemants empower studenis to learn In a heahhhier and more stable environment,

Sembilan proyek energi terbarukan tetah menghasilkan kapasitas listrik bersih sebesar 709,90 MW yang menjan kau
709.900 rumah tangga, sehingga mendukung penerangan sekolah, pen
. ayakan para siswa untuk belajar dalam lingkungan yang lebih sehat dan stabil,

diaan alat belajar, serta terciptanya lingkungan

of 709.90 MW, reaching 709,900 households,
e creation of inclusive school environments. These

Perseroan juga berkontribusi
Perkeretaapian deri jalur kereta strategis, yan,

an batras

pada pengembangan infrastruktur perkeretaaplan sepanjang 130 klometer sebagai bagian
mendorong peral asi.

han mobilitas menuju transportasi yang lebih berkelanjutan dan Inki

The Company also contributed to the development of 130 kilometers of railway Infrastructure as part of a strategic rail
network, promoting a mobility shift toward more sustainable and inclusive transportation.

Host Otastbut

Melalui pembiayaan infrastruktur rumah sakit, Perseroan telah berkontribusi dengan total 1.051 tempat tidur rumah sakit,
sehingga memperluas akses terhadap tayanan kesehatan yang berkualitas bagi sekitar 351.000 paslen setiap tahunnya.

Through the financing of hospital Infrastructure, the Company has contributed a total of 1,051 hospital beds, thereby

Ian #xpanding access to auality healtncare services for approximately 351,000 patients annual.

Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report

Page 115 OCR 0.792
INDONESIA
Ng WNFRASTRUCTURE
FINANCE
Pasokan Air kepada Masyarakat
Water Supply to Society
Jumlah | Total Jumlah | Total 223 om
2022 333,

27.501

D santen

D JawaTimuriEsstsowo

@ tamu

024
1.470.210

2025
1.470 910

H 161.970
164.976

Jumlah Penggura
(Rumah Tangga)
Wamena Der
Meat

O
@ 0x sarana D riau

F11.75
1.875

@ Jawa berat mesra

Inisiatif Pemberdayaan Masyarakat

Tahun 2025 IOJK F.25) (GRI 413-1|

Community Empowerment Initiatives In 2025

Inisiatif pemberdayaan masyarakat merupakan kegiatan TJSL yang
diinisiasi oleh Perseroan secara mandiri maupun melalui kerja sama
dengan lembaga lain. Inisiatif ini telah melibatkan dan
memberdayakan sejumlah masyarakat dengan program-program
yang berfokus pada keberlangsungan hidup masyarakat agar dapat
dirasakan langsung manfaatnya.

Sepanjang tahun 2025, Perseroan secara konsisten melaksanakan
berbagai kegiatan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL)
yang bertujuan untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat
dan lingkungan. Melalui berbagai program yang terstruktur, Perseroan
berkornitmen untuk mendukung pembangunan yang berkelanjutan
dan meningkatkan kualitas hidup komunitas sekitar. Perseroan telah
melakukan lima program TJSL sebagai berikut, dengan total biaya
Rp505 juta.

Community empowerment initiatives are CSR (TSI) activities
initiated by the Company independently Or through collaboration with
other institutions. These initiatives have involved and empowered
numersus communities with programs focusing on community
Tivelihood, ensuring that the benefits can be felt directly.

Throughout 2025, the Company consistently implemented various
Corporate Socia! and Environmental Responsibility (CSER/TJSL)
activities aimed at providing a positive impact on the community and
the environment. Through various structured programs, the Company
has been committed to supporting sustainable development and
improving the guality of life of surrounding communitiss. The
Company conducted five CSR (TUSL) programs as follows, with a total
cost of IDR 505 million.

Kegiatan | Aetrvittan
Pembuatan dau rumpan plankton attractor Ikan Hiu Paus
Faslyas ni petungal sebagai sumber makanan hiu paus mela
#lankten, sehingga mendukung keberlanjutan keberadaan wisata
sebagal destinasi unggulan daerah Gorontalo,

Development of Plankton Atiraster FADS (Rumpon) for Whale Sharks

This faclty serve as a food source for whale sharks by Inercasing plankton gvailability. thereby
supporting the sustainable presence of Wale Shark tourism in otubarani Vilage as a prervier

debliaton nine Gorontai regian

Lokasi ' Location
Gorontalo, Sulawesi Utara Gorontalo, North Sulawesi

ingkatan ketersediaan
Paus di desa Botubarani

Penerima Manfaat | Beneficiasics

Masyarakat sekitar dan pemerintah daerah
Local communilies and local goverament

Dukungan untuk SDGs
Support lor SDG5

wita Kerjasama | Collaboration Partners

Pemerintah Provinsi Gorontalo.
Gerontais Provincial Government.

Kegiatan ! hctirmia

Pembangunan 2 rumah tinggal layak twni dari total 25 rumah, dan penataan kawasan kumuh,
Gonstruction of 2 habitable houses out of a total target of 25 nouses, alongside Ihe

tedevelopment and artangement of slum areas.

Lokasi ' Location
Desa Sangkrab, Solo, Jawa Tengah | Sangkrab Vilage, Solo, Central Java

Penerima Manfaat i Benehciaries

Masyarakat sekitar berpendapatan rendah
“The Surrounding commusity has low income

Mlira Kerjasama | Gollaboiation Partners
Kementean Keuangan (Den Kekayazn
Negara) & Special Mission Vehicle (SMV)
di bawah Kementerian Keyangan

Ministry of Finance (Directorate General cf
State A5set8) & Speciat Mission Vehicle
(SMV) under the Ministry of Finance

Dukungan untuk SDG5
Support for SLG5

Kegiatan ! Activitios
Penanaman 150 pohon sawo kecik
Planting 150 sapodila trees.

Lokasi " Lagatian
Indramayu, Jawa Tangah Indramayu, West Java

Penerima Manfaat ! Beneficiariou
Masyarakat sekitar proyek pembiayaan
Perseroan

Semmunitles around the Company
financing projects

Mitra Kerjasama ' Collatoration PasLncrs
Kilen Perseroan

Gerporaie Clients

Dukungan untuk SDG5
Support far D6:

Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustatnability Report 2025

Page 116 OCR 0.789
“000000049

Keglatan | Aetivitien

Kenjasama TUSL dalam pembangunan Perbangka rw Tenaga Miuodre (PLTN)
pasitas 30 KwP, dalam program AKTIF (Akselerasi Transisi Energi Kolaboratif).

Program Ini ditujukan untuk memberikan #strik sebagai akses dasar dan meningkatkan
perekonomian masyarakat setempat.

1TUSL's eoilaboration in the construction of a 30 kWh Micra-Hydro Power Plant (PLTMH) under the

AKTIF (Collaborative Energy Transitlan Acceleration) program.

This program aimed to provide electicity as basic access and improve the local economy.

Lokasi (Location

Rantav Dedap, Muare Enim, Sumatera Selatan Rantau Dedap, Muara Enim Regeney, South Sumatra

Penedima Manfaat  Beneiciores

ruokat setempat
Mamamia 1

Dukungan untuk SDGs
Soppor or SDG5

Mitra Kerjasama | Collahoration Partners

“Special Mission Vehicle (SMV) di bawah
Kementrian Keuangan: PT Seraya Muhi

Penjarnan Iirasirutu Indonasia Persero
(PT PII), Society Renewable Energy (SRE),

niversitas Sriwijaya
Spesial Mission Site (SM) under ih
Inisiry ol Finance: PT Sarana Multi
Infesutuktur Persero (PT
Penjarinan Iirasruktu Indonesia Persero
PT PIM, Soclety Renewable Energy (SRE),
rIwijaya University

Kegiatan | hetivitlen

(Pembuatan IT room, sarana, prasarana dan edukasi membuat kompos sampah melalui program

“Give Stories, Give Steps, Give Hope”, Kegiatan Ini meliputi:
« #gukas

aga anak: anak ci rumah sin:
Bah dan memnbeokan pendidikan

- pat 1 Utan ruangan 1 lengkap dengan sarana dan prasarana pe
meningtatkan nas Gk empalua aka pembelajaran Bebas tekno sera
"mendukung pengembangan kapasitas dar 'depan generasi m

«donasi buku pecgan, Sepau, as dan pakal

Inrcugh the “Give Stories, Give Steps, Give Hope” program. This activity includes:

1 Educating children at Ihe SAAJA shelter on how to make composi ftam waste and providing

environmental respersibility education from an ezriy age.
Construction of an IT room complete wilh s

Cevelopmenf and future ef Ihe younger gene

eration.
 Donations of reading books, shioes, bags, and suitable clothing, donated by IIF employees.

Lokasi | Location
Rumah Singgah SAAJA, Kuningan, Jakarta Selatan

'SAAJA Shelter House, Kuningan, South Jakarta

 SAAJA tenang ce membuat pup kompos
Btahada p Ingkungon sejak cin, Pa 1

Na Kekal Kas donasi Har para karyawan IE
Establishmeni of an IT room. fasiiies, Infrastructure, and education an composting waste

uppoti TBcities and infrasirurture toimprove
“ita Ierey capand 3600s8 101ee1mologr-bases Iaiing. and support Ine capasly

Dukungan untuk SDGs
Support lor SDGs

Penerima Manfaat | Beneficiaries

Apaan dirumah singgah SAAJA
hildren in the SAAJA shelter
Chilaren in the SAAJA shelter

Mitra Kerjasama | Collaboration Partners

Rumah singgah
Shkua Shelter House |

Mekanisme Penanganan Keluhan '9Jx F24l

Complaint Management Mechanism

Sebagai bagian dari komitmen untuk meningkatkan kualitas
pengelolaan dampak sosial, Perseroan menyediakan fasilitas
penanganan pengaduan bagi masyarakat yang terdampak langsung
oleh proyek infrastruktur yang dibiayai. Untuk memfasilitasi hal
tersebut, Perseroan telah mengimplementasikan Grievance Redress
Mechanism (GRM) sebagai kanal komunikasi resmi bagi pemangku
kepentingan untuk menyampaikan aspirasi maupun pengaduan
secara langsung.

Kanal GRM ini dapat diakses secara terbuka melalui situs web resmi
Perseroan melalui laman kontak Perseroan (iif-co.id/en/c , di
mana setiap laporan yang masuk akan desa ditindaklanjuti, dan
diperbarui statusnya secara berkala guna menjamin transparansi.
Prosedur penanganan pengaduan di Perseroan mencakup tahapan
sebagai berikut:

" Menerima dan mencatat pengaduan,

Menanggapi pengaduan dalam waktu 2x24 jam dengan
menyatakan bahwa pengaduan telah diterima dan sedang
ditindaklanjuti oleh tim:

Penyelesaian proses peninjauan dan validasi pengaduan dalam
waktu 14 hari

Setelah pengaduan dikonfirmasi, harus diselesaikan dalam waktu
30 hari, baik secara langsung atau dengan meneruskan
pengaduan tersebut ke pihak yang bertanggung jawab, untuk
menyelesaikan pengaduan tersebut,

Mengawasi proses penyelesaian pengaduan, serta

Menutup pengaduan jika dinyatakan telah selesai dan menyiapkan
memorandum kesepakatan antara pihak pengadu dan juga
Perseroan.

Setiap tahun, seluruh dokumen pengaduan beserta status
penyelesaiannya dilaporkan secara transparan sebagai bagian dari
Laporan Tahunan Kinerja Sosial dan Lingkungan Perseroan,

Laporan Keberlanjutan

As part of its commitment to enhancing the guality of social impact
management, the Company provided grievance redress facilities for
communities directly affected by financed infrastructure projects. To
facilitate this, the Company has implemented a Grievance Redress
Mechanism (GRM) as an official communication channel for
stakeholders to submit aspirations or complaints directly.

The GRM channel is openly acceesible through the Company official
website via the Company's contact page (iif.co.id/en/contao1/), where
every incoming report is recorded, followed up, and updated
periodically to ensure transparenoy. The grievance handling procedure
at the Company includes the following stages:

Receiving and recording grievances:
Responding to grievances within 2x24 hours by stating that the
grievance has been received and is being followed up by the team:
Completing the review and validation process of the grievance
within 14 days:

Once the grievance is confirmed, it must be resolved within 30
days, either directly or by forwarding the grievance to the
responsible party to settle the matter,

Supervising the grievanoe resolution process: and

Closing the grievance once it is declared resolved and preparing a
memorandum of agreement between the complainant and the
Company.

Every year, all grievance documents along with their resolution status
were reported transparentiy as part of the Company's Annual Social
and Environmental Performance Report.

025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainabllity Report 2025

Page 117 OCR 0.912
INDONESIA

Kebijakan ini juga diimplementasikan pada seluruh proyek yang
dibiayai, di mana setiap proyek diwajibkan memiliki mekanisme
penanganan serupa yang mampu merekam seluruh jenis aduan serta
langkah-langkah penyelesaian yang diambil. Hasil pencatatan
tersebut kemudian dilaporkan kepada Perseroan secara berkala
setiap tahun, Mekanisme ini bertujuan untuk” memastikan
terpeliharanya hubungan baik antara proyek dengan seluruh
pemangku kepentingan, terutama masyarakat terdampak, di setiap
tahapan siklus proyek.

Hingga akhir tahun 2025, tidak terdapat pengaduan yang diterima
oleh Perseroan terkait proyek-proyek yang dibiayai. Sesuai dengan
prosedur yang berlaku, setiap pengaduan yang masuk akan
ditindaklanjuti dengan mengkomunikasikannya kepada pemilik proyek
guna memastikan penyelesaian melalui GRM di tingkat proyek
tersebut.

Selain kanal di tingkat proyek, Perseroan juga menyediakan sarana
pengaduan di level korporasi untuk menangani aspirasi yang ditujukan
langsung kepada Perseroan. Laporan aduan ini disampaikan secara
periodik kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sampai dengan akhir
tahun 2025, tercatat nihil pengaduan yang diterima Perseroan melalui
kanal korporasi tersebut.

INFRASTRUCTURE
FINANCE

This policy is also implemented across all financed projects, where
each project is reguised to have a similar handling mechanism
capable of recording all 1ypes of complaints and the resolution steps
laken. The results of such recordings are then reported to the
Company periodically every year. This mechanism aims to ensure the
maintenance ef good relations between the project and all
stakeholders, particularly affeoted communities, at every stage of ihe
project cyole.

As of the end of 2025, no grievances were received by the Company
regarding financed projects. In aceordance with applicable
procedures, any incoming grievance will be followed up by
commuricating it to 1he project owner to ensure resolution through
the GRM at the project tevel

In addition to channels at the praject level, the Company also has
provided grievance facilities at the corporate level to handle
aspirations directed specifically to the Company. These grievance
reports were submitted periodically to the Financial Services Authority
(OJK). As of the end of 2025, zero grievances were recorded through
the corporate channel.

Mekanisme Pengaduan Sosial

Social Grievance Mechanism

Pengaduan Terkait Privasi dan Data Pelanggan '58'19-1)
Complaint Related to Customer Privacy and Personal Data

Perseroan menempatkan perlindungan privasi serta keamanan data
pelanggan sebagai prioritas utama. Perseroan mengimplementasikan
sistem keamanan informasi yang ketat untuk menjamin kerahasiaan,
integritas, dan ketersediaan data pribadi pelanggan di seluruh lini
operasional.

Sepanjang tahun 2025, Perseroan mencatat nihil pengaduan terkait
pelanggaran privasi pelanggan. Selain itu, tidak terdapat insiden
kebocoran, pencurian, maupun kehilangan data pelanggan yang
teridentifikasi. Perseroan senantiasa memastikan bahwa pemrosesan
data dilakukan berdasarkan persetujuan pemilik data dan sesuai
dengan regulasi perlindungan data pribadi yang berlaku. Guna
menjaga kepercayaan pemangku kepentingan, Perseroan
berkomitmen untuk terus memperkuat infrastruktur IT dan sistem
keamanan data.

The Company places the protection of privacy and customer data
security as its top priority. The Company has implemented a stringent
information security system to ensure the confidentiality, integrily, and
availability of customers' personal data across all operational lines,

Throughout 2025, the Company recorded zero complainis regarding
customer privacy violations. Additionally, there were no identifed
incidents of leakage, theft, or Ioss of customer data. The Company
has consistently ensured that data processing was conducted based
on the data owners consent and in accordance with applicable
personal data protection regulations. To maintain stakeholder trust,
the Company is committed to continuously strengthening its IT
infrastructure and data security systems.

Membangun Tenaga Kerja Dengan Kompetensi yang Berkelanjutan
Kompetensi, Kinerja dan Pengelolaan SDM yang Unggul

Building a Workforce with Sustainable Competencies
Excellence in Competence, Performance, and HR Management

Dalam strategi keberlanjutan IE Sumber Daya Manusia (SDM)
diposisikan sebagai pilar fundamental yang memungkinkan
Perseroan menjalankan perannya sebagai katalis pembiayaan
infrastruktur di Indonesia. Menghadapi dinamika industri yang
kompetitif, Perseroan berkomitmen untuk terus memperkuat
kapasitas talenta dengan kompetensi unggul guna menjawab
ekspektasi pemangku kepentingan, baik dalam fungsi pembiayaan
maupun jasa advisory. Untuk itu, Perseroan secara konsisten
meningkatkan kompetensi karyawan mencakup kecakapan manajerial
dan keahlian spesifik sektor infrastruklur, termasuk penguatan aspek
teknis yang selaras dengan implementasi RAKB. Investasi pada
pengembangan SDM ini merupakan langkah nyata Perseroan dalam
memastikan kesiapan organisasi menghadapi tantangan rmasa depan
sekaligus menciptakan nilai tambah bagi pembangunan nasional.

Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | S

In MIF's sustainability strategy, Human Resources (HR) are positioned
as a fundamental pillar that enables the Company to fulfll its role as a
cetalyst for infrastructure financing in Indonesia. Facing competitive
industry dynamics, the Company is committed to continuously
sirengthening the capacity of talents with superior competencies to
meet stakeholder expeotations, both in financing functions and
advisory services. To this end, the Company has consistently
enhanced employee competencies, covering managerial proficiency
and sectorspecific infrastructure expertise, including the
reinforcement of technical aspects aligned with the implementation of
the RAKB (Sustainable Finance Action Plan). This investment in HR
development is the Companys concrete step in ensuring
organizational readiness to face future challenges while creating
added value for national development.

inability Report 20:

Page 118 OCR 0.788
Praktik Ketenagakerjaan
Employment Practices

Praktik ketenagakerjaan Perseroan mencakup rangkaian strategi
pengelolaan SDM yang komprehensif, mulai dari proses rekrutmen
yang kompetitif, pengembangan kapasitas berkelanjutan, penilaian
kinerja yang objektif, hingga pengelolaan hubungan industrial yang
harmonis. Sebagai bagian dari penguatan organisasi, Perseroan
secara konsisten melakukan internalisasi nilai-nilai dan budaya
perusahaan guna memastikan setiap tindakan karyawan selaras
dengan visi dan misi Perseroan.

Di sisi lain, Perseroan berkomitmen penuh untuk menciptakan
lingkungan kerja yang inklusif, menjunjung tinggi prinsip anti-
diskriminasi, serta mengedepankan kesetaraan peluang bagi seluruh
talenta. Perseroan juga menjamin terpenuhinya hak-hak karyawan
secara optimal, baik melalui skema remunerasi dan paket
kesejahteraan yang kompetitif, maupun pemenuhan hak-hak
ketenagakerjaan lainnya sesuai dengan peraturan perundang-
undangan yang berlaku. S3

Kebijakan SDM
HR Policies

Pengelolaan SDM di Perseroan mengadaptasi empat nilai utama yaitu
Kepemimpinan, Kolaborasi, Keunggulan dan Komitmen terhadap
bisnis infrastruktur. Ketiga nilai tersebut merupakan landasan
pelaksanaan program kerja SDM yang diturunkan ke dalam berbagai
kegiatan selama tahun 2025.

The Company's employment practices encompass a comprehensive
range of HR management sirategies, starting from competitive
recruitment processes, continuous capacity bullding, and objective
performance appraisals to the management of harmonious Industrial
relations. As part of organizational strengthening, the Company has
consistently internalized corporate values and culture to ensure that
every employees actions align with the Company's vision and
mission.

On the other hand, the Company is fully committed to creating an
inclusive work environment, upholding anti-discrimination principles,
and prioritizing egual opportunities for all talents. The Company also
guaranteed the optimal fulfillment of employee rights, both through
competitive remuneration schemes and welfare packages, as well as
the fulfillment of other labor rights in accordance with applicable faws
and regulations, Stdal

HR management at the Company adapts 4 (four) core values:
Leadership, Colfaboration, Excellence, and Commitment to the
infrastructure business, These three values serve as the foundation
for implementing HR work programs, which were translated into
various activities throughout 2025.

& Collaborate

erinteraks! dengar

Membangun Kepercayaz
membuat Faya

Kerja Tim: Bekerja secara efektif
membangun dan memelihara hubungan kerja yang bali

berkelanjutan.

kang lain dengan cara yang
mereka yakin akan niat seseorang dan tujuan organisasi.

can kooperatif dengan orang ain:

Kepemimpinan: Kemampuan untuk mengidentifikasi, menerapkan, dan
mernimpin orang-orang dalam organisasi menuju tujuan organisasi secara

Bufiding Trust: Interacting with others In a way that Inspires confidence in
(one Intentions and the organizations goals.

Teamwork: Working affectively and cocperatively with others, establishing
and maintaining good working relarionships.

LangorsWp: The abi t0identi.Imelemeri,and lead people wihn the
Organization towerd the organizatiana cosis ina sustainable manner.

Strive for Excellence
untuk din sendiri dan orang lain: memikul tanggung

standar keunggulan pada diri sendiri di
Pe Secara aki

pembelajaran: secara:

melalui penerapannya.
Berorientasi pada Pelar
an halapan pelanagan ter
PenanS Ketan
kelompoke menggunakan metode pen:

melampaui targat sambil tetap meni
P1oses peningkatan berkelanjutan.

Committed to

Sustainable Business Inna karyawan yang be
iki rasa

(dan perusahaan, serta mem pemilikan.

tata kelola perusahai
pembangunan Infrastruktur di Indonesia.

untuk menyelesalkan tugas atau pekerjaan dengan sukses memaksakan
pada standar yang dl

if mengidentiikasi area baru untuk
tur menciptakan dan memanfastkan peluang
membelajaran, menggunakan pengetahuan dan keterampilan yang baru
diperoleh di tempat kerja dan belajar

pelanggan dan memberikan layanan terbaik untuk memastikan permintaan
enkihi, Pelanggan tidak hanya me
al & Internal), tetapi juga ptoses selani

Mendorong Hasil: Memenuhi standar tinggi untuk pencapalan pribadi dan
3 Kan keenam

kemajuan menuju peneapalan Lv ar: orus bekerja untuk mencapai atau
rmati proses pencapaian tujuan dan

Business Awareness: Lingkungan kerja yang profesional, ramun tetap
"kualitas, melayani pelanggan

Social & ErvIronment Awareness: Menerapkan praktik terbaik berdasarkan
standar Internasional dalam hal Kredit, manajemen risiko, dan seluruh asck

Pi an, sera dalam menerapkan standar perindungan corporate governance, as well 25 implementing International soclal and
Sosial an Ingkungan Intemasional untuk mernasikan keberlanjutan it

Tanggung Jawab & Akuntablitas: Menetapkan standar kineria Yang Ing Respopsibiy & Aceountably: Sering hah performance standards for
rab dan akuntablikas — onese

3n8 Others assumingtesponslbilty and secountabily or
successfully compieting tasks or work: imposing standard of excellence on

paksakan. neself rather Ynan selfimposed standards.

Gentinvovs Learning: Active identiying new areas folesning:regulay
rating and capital'zing on learning opportunities, using newiy Bca
knowledge and skils in the workplace and learning throvah their apptication.

ustomer-Oriented: The ability 10 identify customer needs and provide

c
nc Kemampuan untuk mengidentifikasi kebutuhan — excellent service to ensure customer raguests and expectations are mel

1,
Customers refer not on|y to end customers (external and internal), but also to

pada Ihe subseguent process.
tnya.

Drive for Resulis: Meeting high standards for personal and group
achievement, using measurement methods to rellect progress toward goal
2ehlovement. continually working ta meet or exceed targers white enjoying
he process df achieving goes and Ihe process of continuous improvement.

Business Awareness: A professional work environment, while priorilizing
poly employee reltonships, customer and company seriz, anda sense
of ownership,

Soclal & Envitonmentel Awareness: Implementing best prasiices based on
international stendards in creci, risk management, and all aspecta of

#naronmental protection atandards 1 ensure tie suotanablit of
inrastructure development In Indonesia.

Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastueture Finance | Sustainability Report 2025

Page 119 OCR 0.898
INDONESIA
INFRASTRUCTURE
FINANCE

Metode dan Pendekatan Terkait Aspek Ketenagakerjaan '58 2:7, 2:8, 3-11

Methods and Approaches Related to Employment

Perseroan menerapkan metode Ful-Time Eguivalent (FTE) untuk
melaporkan jumlah tenaga kerja sekaligus mengukur keseimbangan
antara ketersediaan personel dengan beban kerja organisasi.
Pendekatan ini bertujuan untuk mengidentifikasi kebutuhan tenaga
kerja secara objektif dan akurat guna mendukung efektivitas
operasional. Secara spesifik berkaitan dengan isu gender, IIF
menerapkan kebijakan mengenai kesetaraan dan keberpihakan
gender.

Selain itu, metode yang digunakan dalam pengelolaan isu terkait
ketenagakerjaan merujuk pada Whistleblowing System IIF.

Sepanjang tahun 2025, Perseroan mencatat tidak terdapat fluktuasi
signifikan pada jumlah tenaga kerja, baik untuk kategori karyawan
tetap maupun tenaga kerja penunjang (pekerja bukan langsung). Hal
ini mencerminkan stabilitas pengelolaan SDM di lingkungan
Perseroan.

The Company has applied the Full-Time Egulvalent (FTE) method to
report the number of workers while measuring the balance between
personnel availability and the organizatioris workload. This approach
aimed to identify labor needs objectively and accurately to support
operational effectiveness. Specifically regarding gender issues, IIF has
implemented policies concerning gender eguality and empowerment.

Furthermore, the method used in managing employment-related
issues refers to IIF's Whistleblowing System.

Throughout 2025, the Company recorded no significant uctuaticns in
the number of workers, both for the permanent empioyee category
and supporting labor (non-direct workers). This reflects the stability of
human resource management within the Company.

Kesetaraan dan Anti-Diskriminasi !9JK F18| IGRI 406-1)

Eguality and Anti-Discrimination

Perseroan senantiasa mengedepankan lingkungan kerja inklusif yang
menghargai kreativitas dari berbagai latar belakang kepribadian dan
budaya yang beragam. Kesempatan yang adil diberikan kepada
seluruh karyawan tanpa memandang gender, suku, ras, agama, status
sosial, afiliasi politik, maupun aspek lainnya yang rentan terhadap
tindakan diskriminasi.

Komitmen terhadap kesetaraan ini diimplementasikan secara
konsisten mulai dari tahapan rekrutmen hingga dalam sistem
pelatihan serta pengembangan karier. Sebagaimana diatur dalam
peraturan kepegawaian atau dalam Perjanjian Kerja Bersama (PKB),
Perseroan memperlakukan sama dan setara semua karyawan untuk
memperoleh promosi.

Perseroan juga memiliki Surat Keputusan terkait kesetaraan gender.
Dokumen tersebut menjamin terselenggarakannya prinsip sensitivitas
gender dan kesetaraan gender termasuk dalam hal partisipasi,
kontrol, pendapatan dan benefit, serta kesempatan pelatihan.

Sepanjang tahun 2025, Perseroan telah menerapkan kebijakan yang
ketat dan prinsip kehati-hatian, sehingga tidak terdapat insiden
maupun keluhan terkait diskriminasi di lingkungan kerja.

Komitmen Anti-Diskriminasi 'S8! 40651
Anti-Discrimination Commitment

Sebagai bentuk nyata komitmen anti-diskriminasi, Perseroan
mengacu pada Konvensi International Labor Organization (ILO) yang
melarang segala bentuk diskriminasi berdasarkan ras, warna kulit,
gender, agama, pandangan politik, keturunan, asal-usul sosial,
maupun faktor pembeda lainnya.

Sepanjang tahun 2025, Perseroan mencatat nihil insiden diskriminasi
di lingkungan kerja. Guna mengelola potensi Insiden yang mungkin
timbul, Perseroan telah menyediakan mekanisme remediasi melalui
Grievance Redress Mechanism (GRM). Seluruh laporan terkait indikasi
diskriminasi beserta rencana remediasinya ditinjau secara berkala
oleh unit kerja terkait untuk memastikan penyelesaian yang tepat dan
sesuai dengan standar etika perusahaan.

The Cempany has consistently promoled an inclusive work
environment that values creativity Irom diverse personalities and
cultural backgrounds. Fair opportunities have been provided io all
#mployees regardless of gender, ethnicity, race, religion, social status,
political affiliation, or any other aspects vulnerable to discrimination.

This commitment to eguality is implemented consistently from the
recruitment stage through to the training and career development
systems. As stipulated in the personnel regulations or the Collective
Labor Agreement (CLA), the Company has been treating all employees
egually and eguitably in terms of obtaining promotions.

The Company also has maintained & Decree regarding gender
eguality, This document guaranteed the implementation of gender
sensitivity and gender eguality principles, including in areas of
participation, control, income and benefits, as well as training
'apportunities.

Throughout 2025, the Company implemented strict policies and
precautionary principles, resulting in zero incidents or grievances
related to discrimination in the workplace.

As a tangible manifestation of its anti-discrimination commitment, the
Company refers to the International Labor Organization (ILO)
Conventions, which prohibit all ferms of discriminalien based on race,
color, gender, religion, political opinion, national extraction, social
origin, or any other distinguishing factors.

Throughout 2025, the Company recorded zero incidents of
discrimination in the workplace, To manage any potential incidenis
that may arise, the Company has provided a remediation mechanism
through the Grievance Redress Mechanism (GRM). All reports
regarding indications of discrimination, along with their remediation
plans, are reviewed periodicaliy by the relevant business units to
ensure appropriate resolution in accordance with the Company's
@thical standards.

Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025

Page 120 OCR 0.846
—-e

Tenaga Kerja Anak dan Tenaga Kerja Paksa (s4 F19)

Chitd Labor and Forced Labor

Sesuai dengan amanat UU No. 13 Tahun 2003 tentang
Ketenagakerjaan, Perseroan berkomitmen penuh untuk tidak
mempekerjakan tenaga kerja di bawah umur serta menolak segala
bentuk praktik kerja paksa di lingkungan kerja. Komitmen ini juga
selaras dengan UU No. 19 Tahun 1999 mengenai ratifikasi Konvensi
ILO tentang Penghapusan Kerja Paksa.

Selain diterapkan pada tingkat korporasi, Perseroan memastikan
bahwa praktik kerja paksa dan penggunaan tenaga kerja anak tidak
terjadi di seluruh lokasi operasional maupun proyek infrastruktur yang
mendapatkan pembiayaan. Melalui pengawasan yang ketat,
Perseroan menjamin bahwa seluruh mitra dan proyek yang didukung
senantiasa menjunjung tinggi hak asasi manusia dan mematuhi
tegulasi ketenagakerjaan yang berlaku.

Profil Karyawan I04K c.31 IcRi 2-71
Employee Profile

Jumlah karyawan Perseroan pada tahun 2025 tercatat sebesar 138
orang, mengalami penyesuaian dari 148 orang pada tahun 2024.
Perseroan senantiasa menerapkan kebijakan kesetaraan peluang
(egual opportunity) dalam pengelolaan sumber daya manusia, yang
tercermin dari komposisi karyawan tahun 2025 yang terdiri atas
53,529 laki-laki dan 46,489 perempuan. Seluruh karyawan memilik!
kesempatan setara untuk berkarir guna mendukung keberlanjutan
operasional Perseroan.

Jumlah Karyawan Berdasarkan Kontrak Kerja Kepegawaian

In accordance with the mandate of Law No. 13 of 2003 concerning
Manpower, the Company is fully committed to not employing
underage labor and rejects all forms of forced labor practices within
the workplace. This commitment is also aligned with Law No. 19 of
1999 regarding the ratification of the ILO Convention on the Abolition
of Forced Labour.

Beyond the corporate level, the Company has ensured that forced
labor practices and the use of child labor did not occur across ail
operational locations and financed infrastructure projects. Through
Tigorous oversight, the Company guaranteed that all supported
partners and projects have consistently upheld human rights and
compfied with applicabls labor regulations.

The Company's total workforce in 2025 stood at 138 employees, a
siight adjustment from 148 in 2024. The Company has consistently
applied an egual opportunity policy in managing its human resources,
as reflected in the 2025 employee composition of 53.524 men and
16.485 women. All employees have egual opportunities to develop
their careers in support of the Company's operational sustainability.

(Tetap dan Temporer) Berdasarkan Jenis Kelamin IX .3.l (cm 2-7)

Total Employees Based on Employment Contract
(Permanent and Temporary) based on Gender

Perbandingan jumlah total karyawan berdasarkan kontrak kerja
kepegawaian dengan wilayah kerja dijabarkan dalam tabel berikut:

Perempuan | Laki-laki
Female | Male
Temporer" Tetap ' Tetap
Tebpbratya Pemanen | Perrtonent
6 64 66
7 Tetoy
Menpan Pemisah Petntanent
7 65 65
| Teta
Tebe Pemai Peinianent
1 ca! 68

Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025

The comparison of the total number of employces by employment
contract type and by work region is presented in the following table:

Topan Sena Feiftanent | Seal Tampan, | Tora"
5 130 " 141
Temporer", gubTora| Tetap gub-Totaj Temparer Totals
Tempo SETAN Fetitanent | SRTSIS Tempersty |

7 131 | 14 145
Kembaran SeTatal Felfhanem | Sep Tokal Tempat | Tatan
5 132 6 138

“Data disajikan kembali | Restared data

Page 121 OCR 0.689
RASIRUCTURE

INDONESIA
ME:

FINANCE

Jumlah Karyawan Berdasarkan Kontrak Kerja Kepegawaian

(Tetap dan Temporer) Berdasarkan Wilayah
Total Emptoyees Based on Employment Contract
(Permanent and Temporary) based on Region

Laki-laki
Male

Perempuan
Female

amporest Tetaj Tetap
TEMpOa: Permaneik | Riftanent
5 Bao 86
S
Tengaran Tety " Tetag
Gmnaraya Pemanet Peretanent
7 es tan
Temporer tag Tetag
Kaban Pemai Petitanent
5 Gta s3

Jumlah (Toral |

Jumlah pekerja tidak tetap (kontrak) di Perseroan selama tahun 2025 mencapai
enam nekerja, sesuai kebutuhan Perseroan. Secara keseluruhan, kebutuhan
tenaga kerja df Perseroan sebagian besar dipenuhi dari tenaga kerja tetanV" 24

Pada tahun 2025, Perseraan tidak mempekerjakan pekerja dengan jam kerja
tidak pasti,

Profil Karyawan Berdasarkan Jenis Kelamin
Employee Profile based on Gender

LH 71 50351
1

173 50345
173 52901

Pererpuan | Female

Profil Karyawan Berdasarkan Jenjang Kepangkatan
Employee Profile based on Position Level

2023 2024

1 Potaksana
Sratt

Manajer Madya
Middle Manager

ha is

2 Pa

Eksekutif
Executive

Lakidaki Male

if perempuan | famale

Jumlah | Total 1414

"Data disajikan kembali

| KI Male 71 R male 701
Resttea cata 1 taketokI Male 71" Perempuan Female 70

R72 Agoes
R65 47100

Jumlah (Total 1454

fase 702 Af pemmpanieenat 72:

Tamporere .Sub-Total Tetap 'Sub-Total Temporer Toral"

u

Temporary” Sub-Tota! Permanent Sub-Total temporary

5 130 1 141

KS Be Total etdfaneot hi Hoslempatay Tol

7 131 145

Tema, Mpana Pabanen— Sebaglianpash— Total
132 6 138

“Data disaliken kembali | Restated data

4 3 Jabodetabek (MO Jawa (diluar Jabodetabek) | Java (outside of Jabodetabek) F--) 9 Luar Jawa | Dutsido Java

The number of temporary (contract) employees within the Company in 2025
Tsached six workers, in accordance with the Company's needs. Overall, the
'Companys manpower reguirements were predominantiy met by permanent
empioyees, (8127)

In 2025, ihe Company did not employ any freelance warkers.

Jumlah |Total 149
Jumlah |Totat 145

Jumlah iTotal 138

“Data disajikan kembal | Restated data

2025

Jumlah (Total 138

ii Lovst1tse 73 Perempuan Penale 65

Laporan Keberlanjutan 2025 1 PT Indonesia Infrastuoture Finance | Sustainability Report 2025

Page 122 OCR 0.687
008

Profil Karyawan Berdasarkan Kelompok Usia
Employee Profile based on Age Group

» Jumlah 449k ms po
Li
sen sni

ftefs feto

Jumlah
& Total

Jumlah
2as Jam

1a5t pn pa

138 fnfes

pagu

C “Data isak kembati | Retated data KK MAA 2... Ke... Ko BNN... KUP )
Profil Karyawan Berdasarkan Pendidikan
Employee Profile based on Education
2023 2024 2025
| Da . . n
1 | adi pas
Strata 1 & »
Bachelors Degres pa 2aagat NI Ya

Strata Zatav
Lebih Tinggi .
Master Degree “ae
1 Higher is
df toketakit Mate 3

4g Perempuan | Female

Jumlah (Total 1414

“pataglatankembai  Lakitaki1 Mate 715 4 Perempuan i Female 70
a

Resteteci dat

Pekerja Bukan Karyawan '$8' 28)
Non-Empioyee Workers

Selain pekerja dengan status karyawan tetap, Perseroan juga
mempekerjakan tenaga kerja dengan status bukan pekerja langsung,
yaitu mereka yang bekerja untuk Perseroan tetapi tidak dalam
hubungan kerja dengan Perseroan secara langsung, antara lain
karyawan alih daya dan pekerja magang. Demografi pekerja yang
bukan pekerja langsung tersebut diuraikan sebagai berikut:

Profil Pekerja Bukan Karyawan
Non-Employee Workers Profile

Jumlah (Total 1454
IP Look Mate 721 H Perempuan IFemale 72“

Jumlah (Total 138
Af akitakil Male 73 Af Perempuan Femals 65

In addition to permanent employees, the Company has engaged
workers who were not directly employed, specifically individuals who
performed work for the Company but did not have a direct
employment relationship with it, such as outsourced personnel and
interns. The demographics of these non-employee workers are
Getailed as follows:

Karyawan Alih Daya Paruh Waktu/Magang
Outsourced Workers Parttime/tntemship
tuner 201 KEMEN 40 2016 Jumlah 39
Toni" 18 52946 34 47,061 Jumlah 16
Jumlah 49 54,200 1: 35 45,719 Jumlah 16
Mz22 Hz

Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025

Page 123 OCR 0.886
INDONESIA
INFRASTRUCTURE

FINANCE

Rekrutmen dan Perputaran Karyawan

Employee Recruitment and Turnover

Rekrutmen Karyawan
Employee Recruitment

Perseroan menerapkan sistem Manajemen Sumber Daya Manusia
(MSDM) yang dimulai dengan penjaringan talenta terbaik melalui
proses seleksi komprehensif. Strategi rekrutmen ini bertujuan untuk
memastikan penempatan kandidat yang tepat pada posisi yang tepat
(right person on the right place). Dalam pelaksanaannya, masing-
masing unit kerja dilibatkan secara aktif untuk menilai kesesuaian
kompetensi teknis serta karakter kandidat dengan budaya organisasi.

Rangkatan proses rekrutmen dilaksanakan secara sistematis, dimulai
dari identifikasi kebutuhan tenaga kerja, penetapan kualifikasi yang

| diharapkan, hingga pelaksanaan pelatihan pengenalan organisasi
(induction training). Perseroan menjunjung tinggi prinsip keadilan dan
kesetaraan bagi seluruh kandidat tanpa membedakan gender, suku,
fas, agama, status sosial, afiliasi politik, maupun aspek subjektif
lainnya yang tidak relevan dengan kinerja. Untuk menjaga objektivitas,
Perseroan juga bekerja sama dengan pihak eksternal, seperti
konsultan SDM independen, untuk melakukan analisis kebutuhan
maupun bertindak sebagai asesor dalam proses seleksi.

Sepanjang tahun 2025, Perseroan telah merekrut sepuluh karyawan
baru, yang terdiri dari delapan karyawan laki-laki dan dua karyawan

The Gompany has implemented a Human Resource Management
(HRM) system that begins with scouting the best talent through &
comprehensive selection process. This recruitment strategy aimed to
ensure the placement of the right person in the right place. In its
execution, ash business unit has been actively involved in assessing
the alignment of technical competencles and candidate character
with the organizational culture.

The recruitment process has been carried out systematically, starting
from the Identification af manpower needs, the determination of
expected gualifications, to the implementation of induction training.
The Company has upheld the principles of fairness and eguality for all
candidates without diseriminating based on gender, ethnicity, race,
religion, social status, political affiliation, or any other subjective
aspects irrelevant to performance. To maintain objectivily, the
Company also collaborated with external parties, such as independent
HR consultants, to perform needs analyses and act as assessots in
the selection process.

Throughout 2025, the Company recruited ten new employees,
consisting of eight men emptoyees and two women employees.

Profil Karyawan yang Direkrut Perseroan Berdasarkan Jenis Kelamin
Profile of Employees Recruited by the Company based on Gender

2023 Ie REAL
FYI 15 6250
2025 MEMAKAI H2 2006 Jumiah ITotal 10

Jumlah (Total 43

IM LakitokiI Mate ES Perempuan | Female

Profil Karyawan yang Direkrut Perseroan Berdasarkan Kelompok Usia
Profile of Employees Recruited by the Company based on Age Group

14

3 s Jumlah
.

" M3 Jumlah 24

1 $, Jumlah

| PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025

Laporan Keberlanjutan 20

Page 124 OCR 0.858
Profil Karyawan yang Direkrut Perseroan Berdasarkan Wilayah
Profile of Employees Recruited by the Company based on Region

PTPN 43 10015
PIrI Na 24 1004
PATIN 10 1008 Ia" 10

MI saboserabek RI Luar Jabodetabek | Outside Jabodetabek

Perputaran Karyawan ISR1 401.11
Employee Turnover

Perseroan berkomitmen meningkatkan retensi karyawan melalui
penguatan program pendidikan, pengembangan kompetensi
berkelanjutan, serta penyediaan paket kesejahteraan yang kompetitif.
Sejalan dengan upaya tersebut, Perseroan — senantiasa
memprioritaskan pemenuhan hak-hak karyawan guna menciptakan
lingkungan kerja yang stabil dan produktif.

Sepanjang tahun 2025, Perseroan mencatat sebanyak 16 karyawan
yang mengakhiri masa baktinya, dengan tingkat perputaran karyawan
(turnover rate) mencapai 11,035, turun dibandingkan tahun
sebelumnya. Adapun rincian informasi mengenai penghentian status
'kekaryawanan selama tahun 2025 tersaji dalam tabel berikut:

Alasan Perputaran Karyawan
Reasons for Emptoyee Turnover

Keterangan

Desoription

Jumlah
Total 48

Jumlah
Total

24

The Company is committed 10 enhancing employee retention by
strengthening education programs, providing continuous competency
development, and offering competitive welfare packages. In line with
these efforts, he Company has consistently prioritized the fulfillment
of employee rights to create a stable and productive working
environment.

Throughout 2025, the Company recorded 16 employees who ended
their tenure, with an employee turnover rate of 11.034, a decrease
compared to the previcus year. Detailed information regarding
employment terminations during 2025 is presented in the following
table:

Pensiun
Retired 9 1

Passed Away

Meninggal ii 9

Dismissed

Diberhentikan 0 0

Mengundurkan Diri
Resigned

19 pkaiititiiti

Other Reasons

/Alasan Lainnya 1 1

Jumlah
Total

Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025

Page 125 OCR 0.659
INDONESIA

INFRASTRUCTURE
FINANCE

Pergantian Karyawan Berdasarkan Jenis Kelamin
Employee Turnover based on Gender

Pare H 10 50,008 Jurntah ITotal 20

PMN H 14 60670 P 7 s33an Jumlah 1Total 21

2025 B MMKENELA H9 56254 Jumlah 1Total 16

IMA Pro1 Mate FG Wanita Female

Pergantian Karyawan Berdasarkan Kelompok Usia
Employee Turnover based on Age Group

Jumlah 9,
59 Toral

3

- —— sea"
s. Jumlah
- Ma Tem 16

MAN 227ahun NY 2220Tahun (1 31 -40Tohun Mg A1 SOTahun Hg 5! - S5 Tahun 55 Tahun «
Years Old YearsO1d Li Years Old Years Old Years Old Years Okt «

Pergantian Karyawan Berdasarkan Wilayah
Employee Turnover based on Region

Jumlah | Total 20

Pure 20 1004

Jumlah (Total 21

2024 21 1008

Jumlah (Total 16

2025 Ribka

IM saboserabek FEE Luar Jabodetabek 1 Outside Jabodetabek

Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Repori 2025

Page 126 OCR 0.799
2008

Pendidikan dan Pelatihan (OJK F.221

Education and Training

Di tengah lanskap industri pembiayaan infrastruktur yang kian
kompetitif, Perseroan menempatkan pengembangan kapasitas
personel sebagai fondasi utama keunggulan layanan. Perseroan
percaya bahwa jasa advisory yang andal hanya dapat dicapai melalui
talenta yang responsif terhadap dinamika pasar. Oleh karena itu,
Perseroan secara konsisten memfasilitasi program pembelajaran
berkelanjutan bagi seluruh jenjang organisasi, baik melalui modul
internal maupun kemitraan strategis dengan institusi eksternal
terpercaya.

Dalam jangka panjang, investasi pada SDM ini diarahkan untuk
membekali karyawan dengan keahlian teknis, manajerial, hingga
pemahaman mendalam pada aspek ESG. Dengan begitu, karyawan
dapat berkontribusi optimal dalam mewujudkan rencana aksi
Keuangan Berkelanjutan Perseroan, S@9-3)1c5'Fsa)

Sepanjang tahun 2025, Perseroan telah mengimplementasikan
berbagai inisiatif strategis dalam pengelolaan pengembangan SDM.
Program pelatihan komprehensif dirancang mencakup technical skill
dan soft skill, dengan total 6.235,5 jam pelatihan yang terdiri dari
5.597 jam technical skill (89,764) dan 639 jam soft skill (10,24) yang
diikuti oleh seluruh level karyawan.

Sepanjang tahun 2025, Perseroan telah merealisasikan sebanyak 199
program pendidikan dan pelatihan bagi karyawan serta komite
eksekutif. Program tersebut diikuti oleh 663 peserta perempuan dan
698 peserta laki-laki dengan total durasi pelatihan mencapai 5.235,5
jam pelatihan, atau rata-rata 43,91 jam per karyawan. Informasi lebih
lengkap diuraikan sebagai berikut:

Amidst

te
landscape, the Company positions personnel capacity building as the
primary foundation of service excellence. The Company believes that
reliable advisory services can only be achieved through talent that is
responsive to market dynamics. Therefore, the Company has

increasingly competitive Infrastructure financing

consistently facilitated continuous learning programs for all
organizational levels, through both internal modules and strategic
partnerships with trusted external institutions,

In the long term, this investment in human resources has been aimed
at eguipping employees with technical and managerial expertise, as
well as a deep understanding of ESG aspects. In this way, employces
can contribute optimally to realizing the Company's Sustainable
Finance action plan, #2411 rs1

Throughout 2025, the Company implemented various strategic
initiatives in HR development management. A comprehensive training
program was designed to cover bath technical and soft skills, totaling
6.235.5 Iraining hours, cansisting of 5,597 hours of technisal skills
(89.764) and 639 hours of soft skills (10.24), attended by
employees at all levels.

Throughout 2025, the Company realized 199 educatian and training
programs for employees and the executive committee. These
programs were attended by 663 women participants and 698 men
participants, with a total training duration of 6,235.5 hours, or an
average of 43.91 hours per employee. Further details are outlined as
ollows:

Jumlah Pelatihan Karyawan Berdasarkan Jenis Kelamin dan Tingkat Jabatan
Number of Employee Trainings based on Gender and Position Level

2023 2024
Fi Pelaksana
ai dn fa
Manajer Madya ka
Miwale Manager ts Gan
Eksekutif
Executive
f3
ba
“Data disajikan kemban
Rostalod data

iss

fo

tas

fee

im

di karoiatitivate 429 ff Perempuan IFamala da0. ff Lakitakli Male 294 fp Perempuan Female 217" ff Lakitakil Male 698 Jf Perempuan IFerala 663

Jam Pelatihan Karyawan Berdasarkan Jenis Kelamin dan Tingkat Jabatan
Employee Training Hours based on Gender and Position Level

2023 2024
Pelaksana
HA .
sa 2064 - j7
Wanajer Madya :
Miceia Manoger 1.765 oi pas
NE Pap
jae
Pan
“Data disajikan kembali — & Lakilaki & Peremauan H Laktlaki
@entateideta Rano 558 H koma” 5.366 h Ing

Jumlah (Total 10.324

Laporan Keberlanjutan 2

Jumlah | Total 14.496,74

2025
fiasas naas : isa
pis22 goes /- f2
pasang pa
Pase f2
Dane nenen 217020 GEA ana Hanan 2.005,

Jumlah | Total 6.235,5

PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025

Page 127 OCR 0.548
INDONESIA,
| INFRASTRUCTURE
FINANCE
Jam Pelatihan Berdasarkan Jenis Pelatihan IGRi 403-3)
Training Hours Based on Training Type
Pelatihan Internal Interna! Training
2023 2024 2025
Pelaksana
Saat uan za ana ens Haa
ES Men Kamanae 1188 2644 ja 708 3
( eekutit Mara SPA sogsn 18098
..) recutive 5
jihan 202651 4 161
froaa pasas
“Dat disg|kan kembali Pena 2.733 1 Perempuan » 760 penari A87 i Perempuan 4 39: intai 1.490,0 i Perempuan 1 578,5
Jumlah 1Total 5.501 Jumlah (Total 9.709” Jumlah 1Towl 2.365,5
Pelatihan Umum General Training
2023 2024 2025
Pelaksana
so isa im pes pa
Manajer Madya :
Bl kgatenaga 577 PH faes )
22,031
Eksekutif
Bxeoutive
Apa f 1.386 # 502
Brnas Ha
Ke Was Takan on pe ga7 Geng ana Ane ran Abang 1619
Jumlah (Total 5.325 Jumlah (Total 4.070” Yumlah | Total 3.367
Jam Pelatihan Berdasarkan Tujuan Pelatihan
Training Hours Based on Training Objectives
Pelatihan Soft Skill Soft Skills Training
Yaa $ 309 1.529 942 145 120
pesan ii pe t
Sati 4 397 1 381 1 1.138 1 785 3 1385 125
Manajer Madya 26101 23114 1701
Middle Manager
Eksekutif ART Pa 13041K P3 38,374 2
Sein is EL AK tss
2023 F2 2024 Ros 2925 ye
Peu .307 AH perempuan 4 217 Mens ap7 perempuan 9 555 Rirsen 390 AH Perempuan 398,5
Jumlah (Total 2.644 Jumlah Total 5.712” Jumlah ITotal 636,5

“Data disajikan kembali
Restated data

Pelatihan Technical Skill Techntcal Skills Training

(an Bian
Pelaksana .
| Staff idea
Manajer Madya
Eksekutif
2023
Bana Pe BASA Des ON Pe men Lola Daan
Jumlah (Total 8 161 Jumlah | Totat 2.055 Jumlah | Total 5.597
“Data disajikan kembali
Restated data

Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia infrastucture Finance | Sustainability Report 2025

Page 128 OCR 0.918
238

8

Selain penyelenggaraan berbagai program pelatihan, Perseroan
secara konsisten mempercepat pengembangan talenta serta
membangun kepemimpinan yang tangguh dan adaptif melalui inisiatif
Coaching and Mentoring Program yang dikenal sebagai Cross
Mentaring Program. Program ini dirancang sebagai wadah
pembelajaran strategis yang melibatkan anggota Executive
Committee (Excomm) sebagai mentor bagi para Manajer Menengah
dan Manajer Senior di PT IIF.

Dalam pelaksanaannya, setiap anggota Excomm membimbing sekitar
delapan karyawan terpilih yang dibagi secara bertahap, yaitu empat
peserta pada tahun 2025 dan empat peserta lainnya pada tahun 2026.
Pendekatan ini memungkinkan proses pendampingan yang lebih
fokus, personal, dan berdampak.

Setiap peserta program memperoleh minimal 12 jam sesi mentoring
yang terstruktur, mencakup penguatan kompetensi kepemimpinan,
pengambilan keputusan strategis, serta kesiapan dalam menghadapi
dinamika dan tantangan bisnis ke depan. Melalui program ini,
Perseroan tidak hanya memastikan keberlanjutan kepemimpinan,
tetapi juga mendorong terciptanya budaya pembelajaran yang
kolaboratif dan berorientasi pada kinerja unggul.

o0ecC

Mereinaran acak sei

Beyond delivering various training programs, the Company has
consistently accelerated talent development and bullds resilient,
adaptive leadership through its Coaching and Mentoring initiative,
known as the Cross Mentoring Program. This program was designed
asa strategic learning platform engaging Executive Committee
(Excomm) members as mentors for Middle Managers and Senior
Managers at PT IIE

In practice, each Excomm member guided approximately eight
selected employees in phases, with four participants in 2025 and four
more in 2026. This approach enabled a more focused, personalized,
and impactful mentoring process.

Each program participant received a minimum of 12 stsuctured
mentoring hours, covering leadership competency developmeni,
strategic decision-making, and preparedness for evolving business
dynamics and challenges. Through this program, the Company not
only ensured leadership continuity but also fostered a collaborative
learning culture oriented toward high performance.

Penilaian Kinerja dan Remunerasi
Performance Appraisal and Remuneration

Penilaian Kinerja '52!404-3)
Performance Appraisal

Perseroan menyelenggarakan penilaian kinerja sebagai bagian
integral dari kebijakan pengelolaan SDM. Proses penilaian ini
dilakukan secara komprehensif menggunakan modul Key
Performance Indicator (KPI) dengan meninjau pencapaian karyawan
selama periode satu tahun. Pelaksanaan penilaian kinerja di
lingkungan Perseroan dikelola oleh Divisi SDM, di mana hasilnya
menjadi landasan utama bagi sistem reward and punishment,
termasuk penentuan bonus serta skerna apresiasi lainnya.

Sepanjang tahun 2025, Perseroan telah melaksanakan penilaian
kinerja bagi 1009 karyawan, termasuk karyawan kontrak. Sistem
penilaian ini dilakukan secara menyeluruh pada akhir tahun dengan
tetap memantau progres pencapaian di pertengahan tahun melalui
sesi diskusi formal. Sesi tersebut memberikan kesempatan berharga
bagi karyawan dan atasan untuk berdialog secara bermakna guna
mengevaluasi kemajuan, merefleksikan kontribusi individu, serta
menentukan langkah strategis yang diperlukan untuk memastikan
target akhir tahun tercapai secara optimal,

Remunerasi dan Kompensasi
Remuneration and Compensation

Sebagai bagian dari strategi retensi talenta unggulan, Perseroan
menyediakan paket remunerasi yang kompetitif dan berbasis
performa. Perseroan memandang kompensasi bukan sekadar
kewajiban, melainkan bentuk apresiasi nyata atas dedikasi dan
kontribusi setiap indIvidu dalam mencapai target tahunan. Guna
mempertahankan posisi sebagai employer of choice, Perseroan
secara konsisten melakukan pemantauan standar pasar industri,
memastikan paket kesejahteraan yang diberikan tetap relevan dan
menarik, baik bagi karyawan maupun calon karyawan potensial.

Laporan K

The Company has conducted performance appraisals as an integral
part of its HR management policy. This assessment process was
carried out comprehensively using the Key Performance Indicator
(KPI) module, teviewing employee achievements over a oneyear
period. The implementation of performance appraisals within the
Company was managed by the HR Division, where the results served
as the primary basis Tor the reward and punishment system, including
the determination of bonuses and other appreciation schemes.

Throughout 2025, the Company conducted performance evaluations
for 1008 of its employees, including contract employees. This
assessment system is carried out comprehensively at year-end, while
midyear progress is monitored through formal discussion sessions.
These sessions provide a valuable opportunity for employees and
their supervisors to engage in meaningful dialogue, evaluating
progress, reflecting on individual contributions, and determining the
strategic steps needed to ensure that year-end targets are met
optimally.

As part of he strategy to retain top talent, the Company has provided
competitive and performance-based remuneration packages. The
Company views compensation not merely as an obilgation, but as A
tangible form of appreciatian for the dedication and contribution of
cach individual in achieving annual targets. To maintain its position as
an "employer of choice" the Company has consistently monitored
industry market standards, ensuring that the welfare packages
provided remain relevant and attractive to both current and potential
employees.

lanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025

Page 129 OCR 0.830
Sistem pemberian remunerasi dan kompensasi diimplementasikan
secara adil, transparan, dan sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Perseroan memastikan bahwa seluruh kompensasi yang diberikan
telah memenuhi atau melampaui standar Upah Minimum Regional
(UMR). Kompensasi untuk karyawan telah mempertimbangkan
pencapaian kinerja, tingkat jabatan, masa kerja, status kepegawaian,
serta catatan performa lainnya. Perseroan menjunjung tinggi
kesetaraan gender dengan menetapkan rasio remunerasi entry level
yang sama (1:1) antara karyawan laki-laki dan perempuan pada
tingkat jabatan dan posisi yang setara.

Pada tahun 2025, paket kompensasi yang diberikan kepada karyawan
meliputi gaji pokok yang dibayarkan setiap akhir bulan sesuai
ketentuan Upah Minimum Provinsi (UMP), kepesertaan Badan
Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), asuransi kesehatan, manfaat
terkait jabatan, Tunjangan Hari Raya (THR), serta bonus prestasi.

Standar gaji yang diberikan Perseroan juga sudah memenuhi UMP DKI
Jakarta dengan nilai imbalan jasa karyawan tetap golongan terendah
lebih tinggi 129,714 dari UMP. Pada tahun 2025, UMP DKI Jakarta
adalah sebesar Rp5.396.761. («F20)

INDONESIA,
|| INFRASTRUCTURE
FINANCE

The system for providing remuneration and compensation has been
impiemented fairly, transparentiy, and in accordance with appticable
regulations. The Company ensured that all compensation provided
meets or exceeds the Regional Minimum Wage (UMR) standards.
Employee compensation considers performance achievement, job
level, years af service, employment status, and other performance
records. The Company upheld gender eguality by setting an egual
entry-level remuneration ratio (1:1) between men and women
employees at eguivatent job levels and positions.

In 2025, the compensation package provided to employees included a
basic salary paid at the end of each month in accordance with the
Provincial Minimum Wage (UMP) regulations, participation in the
Social Security Administrative Body (BPJS), health insurance, position-
related benefits, Religious Holiday Allowance (THR), and performance
bonuses.

The salary standards provided by the Company are also aligned the
DKI Jakartas minimum wage reguirement, with the compensation
value for permanent employees in the lowest grade being 120.718
higher than the minimum wage reguirement. In 2025, the DKI Jakarta
UMP was IDR 5,396,761. Over

Kesejahteraan Karyawan dan Program Pensiun
Employee Welfare and Retirement Program

Program Kesejahteraan untuk Seluruh Karyawan (Tetap dan Kontrak) IS'' 201-2)
Welfare Program for All Employees (Permanent and Contract)

Gaji dan
Bonus Kinerja

Besaran ga an bonus King
pangkat masing-masing karyawan.

Company and the level or Fank of each employee.

yang diterima karyawan berdasarkan pada capaian kineria stau prestasi, kontribusi terhadap Perseroan serta tingkat atau

The amount of salary and performance bonuses received by employees Is based on performance achlevements or accomplishments, contibutions to the

BPJS Ketenagaki
ES ala ociai Security for Emoloymea:

BPJS Kesehatan:
BPS Kesehatan (Social Security for Heal):

Eyoglasses Benefit for empoyees and their family members:

ah Benuikacamat ontuk karyawan beserta anggota keluarganya

THR yang diberikan setahun sekali sesuai dengan peraturan yang bertaku:
Relikous Holday Alowance CR) pronled amtualyIn Secofdafca th applicabieregulatonsi

Ken biaya pengobatan rawat jalan dan rawat inap dirumah sakit, serta bersalin dan vitamin untuk karyawan dan anggota kelua
cal Relmibursement for ovtpatient and inpalient hospital care, as well as maternity and vitarnia allowances for employees and their family

nya,

Communication and Transportation Allowances:

&
(Bh Wrisngonkerurkas dan Tansporasi

Tunjangan keanggotaan olahraga serta

Sports Memberstip Allowance,

Dana pensiun Karyawan
TE3 Aiko Ponsion undian

ep Kegiatan komunitas IntermalItoresk, Inova, and Fun Aciviles (IE
Ga Gent tvltou mam Imereor inova, sn Fan

) untuk kegiatan Olahraga, Senin, Budaya, dan Petualangan,
AN ne Berg Kana

Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025

Page 130 OCR 0.881
— 08090

Tunjangan yang Diberikan Kepada Karyawan Purna Waktu yang

Kepada Karyawan Sementara atau Paruh Waktu IGRI 401-21

Benefits Provided to Full-Time Employees

That Are Not Provided to Temporary or Part-Time Employees

Keterangan
Description

Karyawan Purna Waktu
Full Time Employee

Karyawan Paruh Waktu
Part-Time Employee

Gaji
Salary

KK)

Tunjangan Hari Raya
Holiday allowance

Asuransi Jiwa
Life insurance

Asuransi Cacat
Disability Insurance

Jaminan Kesehatan bagi Pekerja
. Health Insurance for Employees

-Jaminan Kesehatan bagi Pasangan Pekerja
: Health Insurance for Working Couples

Jaminan Kesehatan bagi Anak Pekerja
Health Insurance for Children of Employees

2Dana Pensiun
“Pension fund

Istirahat Tahunan
Annual Rest

Istirahat Melahirkan dan Keguguran
Maternity Rest and Miscarriage

Pesangon
Severance pay

Persiapan Masa Pensiun
Retirement Preparation

Sjejalajajajlalajajala

Kepemilikan Saham
Shareholding

Slejelelajalagalalalaa

8

Catatan:
“Dana penslun: Keryawan puma waktu tercakup dalam progrem berbasis pemerintah
(Jaminan Har Tua - BPJS Ketenagakerjaan) dan program pensiun swasta (DPLK), sedangkan
Karyawan paruh waktu hanya tercakup dalem program berbasis pemerintah,

Program Pensiun ISR 201-3)
Retirement Plan

Program pensiun Perseroan mencakup ketentuan kesejahteraan
karyawan, sebagaimana yang tercantum dalam Peraturan Perusahaan
Perseroan dan sesuai dengan Undang - undang No.6 Tahun 2023
tentang Cipta Kerja. Dalam praktiknya, Perseroan memberikan
kompensasi terkait pensiun, yang meliputi dua kali wang pesangon,
uang penghargaan masa kerja, uang penggantian hak, uang jasa, dan
kompensasi lainnya. Karyawan juga menerima manfaat tambahan
seperti Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Pensiun (JP) dari BPJS
Ketenagakerjaan dan keikutsertaan dalam program Dana Pensiun
Lembaga Keuangan (DPLK). Dalam program DPLK, kontribusi
Perusahaan adalah sebesar 586 dari total pendapatan karyawan, dan
kontribusi karyawan adalah sebesar 2?» dari total pendapatan.
Kontribusi Perusahaan merupakan bagian dari manfaat pensiun yang
akan dibayarkan kepada peserta.

Laporan #

Note:
"Pension fund: Fulktime employees are covered under both govemment-based programs
(Gaminan Hart Tua - BPJS Ketenagakerjaan) and private penslon schemes (DPLK) wine part-
Time employees are covered under the government-based program oniy.

The Companys retirement program included employee welfare
provisions as stipulated in the Company's Internal Regulations and in
accordance with Law No. 6 of 2023 concerning Job Creation. In
practice, the Company has provided retirement-related campensation,
which includes double severance pay, long-service appreciation pay,
rights compensation pay, service pay, and other forms of
'compensation. Employees also have received additional benefits such
as the Old Ags Security (JHT), Pension Security (JP) from BPJS
Ketenagakerjaan, and participation in the Financial Institution Pension
Fund (DPLK) program. Under the DPLK program, the Company has
contributed 5? of the employee's total income, while the employees
have contributed 254 of their total income. Company contributions
forim part of the pension benefits payable to participants.

jutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025

Page 131 OCR 0.900
INDONESIA

Perseroan melaksanakan program persiapan pensiun yang dirancang
untuk memberikan berbagai manfaat bagi karyawan yang mendekati
usia pensiun, sebagai bentuk pengakuan atas dedikasi dan loyalitas
mereka. Selain kompensasi, IIF memberikan pelatihan persiapan
masa pensiun dengan mengundang psikolog, seasoned retiree, pihak
BPJS dan DPLK. Pada 10 Oktober 2025, Perseroan telah
menyelenggarakan program Masa Persiapan Pensiun (MPP) yang
dirancang secara holistik melalui tiga komponen utama:

1. Sharing Session from Seasoned Retiree
Sebuah forum interaktif yang menghadirkan para pumabakti
berpengalaman untuk berbagi perspektif serta strategi adaptasi
dalam menghadapi fase transisi pasca karier.

2. Mentaland Health Session
Sesi khusus yang membekali peserta dengan kesiapan mental
dan fisik agar tetap produktif dan sehat di masa pensiun

3. Post-Retirement Financial Planning
Edukasi perencanaan keuangan strategis untuk menjamin
stabilitas finansial jangka panjang bagi para pensiunan.

Melalui program tersebut, Perseroan telah menyediakan bantuan
transisi komprehensif yang tidak hanya mencakup aspek finansial,
tetapi juga aspek mental, kesehatan, dan perencanaan kehidupan
pasca pensiun yang holistik, sehingga memfasilitasi manajemen akhir
karier yang bermakna bagi karyawan senlor yang telah berkontribusi
bagi organisasi. 97 4012)

Cuti Memiliki Anak ISR' “01-31
Parental Leave

Perseroan memberikan hak cuti bagi karyawan perempuan (maternity
leave) serta karyawan laki-laki yang mendampingi persalinan istri
(paternity leave), sebagai wujud penghormatan terhadap hak-hak
karyawan dan kepatuhan terhadap UU No. 13 Tahun 2003 tentang
Ketenagakerjaan. Fasilitas ini mencakup hak untuk menggunakan
waktu istirahat selarma masa kehamilan dan pasca-persalinan, dengan
Jaminan perolehan upah penuh selama periode tersebut.

Sepanjang tahun 2025, tercatat dua karyawan perempuan telah
mengambil cuti melahirkan dan tiga karyawan laki-laki menggunakan
hak paternity leave, Dari jumlah tersebut, seluruh karyawan (1004)
telah kembali bekerja secara aktif dan dipertahankan (retained) sesuai
dengan posisi mereka sebelumnya. Hal ini membuktikan komitmen
nyata Perseroan dalam menciptakan lingkungan kerja yang
mendukung kesejahteraan dan hak asasi setiap karyawan.

Berikut ini rincian jumlah karyawan yang mengambil cuti melahirkan
sepanjang tahun 2025:

INFRASTRUCTURE
FINANCE

The Company has implemented a retirement preparation program
designed to provide various benefits for employees approaching
retirement age, as a form of recagnition for their dedication and
loyalty. Beyond compensation, IIF has provided retirement preparation
training by inviting psychologists, seasoned retirces, and
representatives from BPJS and DPLK. On October 10, 2025, the
Company organized a Retirement Preparation Period (MPP) program
designed holistically through three main components:

1. Sharing Session from Seasoned Retiree
An interactive forum featuring experienced retirees to share
perspectives and adaptation strategies for facing the post-
Career transition phase

2 Mental and Healih Session
A spesialized session eguipping participants with mental and
physical readiness to remain productive and healthy during
retirement.

3. Post-Retirement Financial Planning
Swrategic financial planning education to ensure long:term
Iinanciat stability for retirees.

Through this program, the Company has provided comprehensive
trensition assistance covering nol only financial aspects but also
holistic mental, health, and postretirement life planning, thereby
facilitating meaningful career-end management for senior employees
who have contributed to the organization, 'Sm's0x-21

The Company has provided leave rights for women employees
(matemnity leave) as well as men employees accompanying their
wives during childbirih (paternity leave), as a form of respect for
employee rights and compliance with Law No. 13 of 2003 conceraing
Manpower, This facility includes the right to take rest periods during
pregnancy and post-delivery, with a guarantee of full wages during
that period.

Throughout 2025, two women employees took maternity leave and
three men employees utilized their paternity leave rights. Of this total,
all employees (10056) returned to active work and were retained in
their previous positions. This demonstrates Ihe Company's tangible
commitment to crealing a work environment that supporis the welfare
and human rights of every employee.

The following are the details of the number of employees who took
parental leave throughout 2025:

Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025

Page 132 OCR 0.848
M2

2024

' Li t is 2 ft

NN Ta

Keryawan yang Berhak Mengambil Cuti

@

Emoloees Who Are Elite io Toko Employees Taking Maternity .oava
can

KKeryawan yang Tetap Bekerja 1 Tahun kembali bekerja #6
D Serah dea Cr Mali Ooo

Employees Who Continue Working for
One Year After Gompieting Matesnly
cave

Catatan | Note:
Dihitung dari data cuti melahirkan dan memilki arak di tahun buku sebelumnya.
Calculated from maternity and child leave data from the previous fiscal year.

Perjanjian Perundingan Kolektif 188! 2:30, 4
Collective Bargaining Agreements

Perseroan berkomitmen mewujudkan hubungan ketenagakerjaan
yang harmonis antara Manajemen dan seluruh insan perusahaan.
Saat ini, Perseroan belum memiliki serikat pekerja sehingga hubungan
ketenagakerjaan tidak diatur melalui Perjanjian Kerja Bersama (PKB).
Sebagai gantinya, Perseroan telah menetapkan Peraturan Perusahaan
(PP) yang telah terdaftar resmi sebagai landasan formal hak dan
kewajiban kerja. PP ini disusun melalui proses diskusi dan
kesepakatan bersama perwakilan karyawan, serta telah
disosialisasikan secara menyeluruh kepada seluruh insan Perseroan.
Guna menjaga keharmonisan hubungan industrial, Perseroan juga
telah membentuk Lembaga Kerja Sama (LKS) Bipartit sebagai wadah
komunikasi dan konsultasi antara Manajemen dan karyawan sesuai
dengan regulasi ketenagakerjaan yang berlaku.

Karyawan yang Mengambil Cuti Melahirkan

(@ kayayan yang Kembali Bekerja Seolah Cui
Melahirkan

Employees Returning 10 Work After Maternity Leave |

Tingkat Retensi &
Relantion Rate 9s

Ko)

07-11

The Company is committed to fostering harmonious labor relations
between Management and all company personnel. Currently, tne
Company does not have a labor union: therefore, employment
relations are not governed by a Collective Labor Agreement (CLA/
PKB). Instead, the Company has established Company Regulations
(PP), which have been officially registered as the formal foundation
for employment rights and obligations. These regulations were
drafted through a process of discussion and mutual agreement with
employee representatives and have been thoroughly socialized to all
of the Company's personnel. Te maintain harmonious industrial
relations, the Company has also established a Bipartite Cooperation
Institution (LKS Bipartile) as a forum for communication and
consuitation between Management and employees, in accordance
with applicable labor regulations.

Lingkungan Bekerja yang Aman dan Kondusif (04K F211

Safe and Conducive Working Environment

Lingkungan kerja yang aman dan nyaman mencakup lingkungan kerja
yang sehat, aman serta bebas diskriminasi dan intimidasi. Perseroan
berkomitmen untuk terus mendorong terciptanya lingkungan kerja
yang aman dan kondusif sehingga dapat meningkatkan produktivitas
dan etos kerja karyawan, I##i3l

Laporan Keberlanjutan 21

A safe and comfortable working environment encompasses 8 healthy,
secure workplace free from discrimination and intimidation. The
Company is committed to continuously fostering a safe and
conducive working environment to enhance employee productivity
and work ethic. (eka

5 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025

Page 133 OCR 0.901
INDONESIA
Ng INFRASTRUCTURE
FINANCE

Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Occupational Health and Safety

Sebagai lembaga keuangan non-bank, operasional Perseroan tidak
melibatkan peralatan berat atau kondisi berbahaya tertentu, Meskipun
demikian, Perseroan percaya bahwa lingkungan kerja yang aman dan
kondusif merupakan hal yang terpenting bagi kegiatan operasional
Perseroan.

Untuk itu, Perseroan menerbitkan Kebijakan Sistem Manajemen
Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) pada tahun 2025.
Kebijakan ini disusun merujuk pada kerangka regulasi nasional
maupun standar Internasional yang berlaku. Landasan utama sistem
ini adalah Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 tentang
Ketenagakerjaan beserta perubahannya, yang diperkuat oleh
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 50 Tahun 2012 tentang
Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja
(SMK3). Selain itu, IIF mengacu pada ketentuan Bab III Lampiran
Peraturan Menteri Kesehatan No. 48 Tahun 2016 tentang Standar
Keselamatan dan Kesehatan Kerja Perkantoran sebagai pedoman
teknis operasional.

SMK3 Perseroan mencakup seluruh karyawan (10016) dan pihak
terkait yang beraktivitas di lingkungan kerja perusahaan, meliputi area
operasional kantor IF. Secara kelembagaan, sistem ini dikelola
melalui struktur organisasi yang jelas dengan jalur
pertanggungjawaban langsung kepada Presiden Direktur, sehingga

memastikan komitmen manajemen puncak dalam penerapan K3. IS"!
Anya)

Salah satu wujud nyata dari sistem manajemen K3 IIF adalah
pembentukan Tim Floor Warden dan First Aider berdasarkan Surat
Keputusan No. 5/LEG-SKDir/IIF/VI1/2025 yang ditetapkan pada 16 Juli
2025. Tim ini merupakan mitigasi atas risiko keadaan darurat di
tempat kerja, sekaligus memenuhi himbauan pengelola gedung
tempat WF berkantor terkait Office Tower Safety Guide." “031

Layanan Kesehatan Kerja IS “03-31
Occupational Health Services

Persaroan menyediakan layanan kesehatan kerja yang terintegrasi
untuk mendukung identifikasi bahaya kesehatan serta meminimalkan
risiko penyakit akibat kerja. Fungsi layanan ini mencakup pemeriksaan
kesehatan berkala (medical check-up) dan layanan kesehatan melalui
BPJS Kesehatan dan asuransi swasta yang bermitra dengan fasilitas
kesehatan terpercaya.

Terkait data medis, Perseroan menjamin kerahasiaan informasi medis
karyawan yang hanya dapat diakses oleh personel medis yang
berwenang atau pihak manajemen SDM dalam koridor kepentingan
pemenuhan syarat kesehatan kerja. Perseroan juga memastikan
bahwa hasil pemeriksaan kesehatan dan partisipasi pekerja dalam
layanan kesehatan dikelola secara profesional. Informasi tersebut
tidak akan digunakan sebagai dasar untuk memberikan perlakuan
yang menguntungkan maupun tidak menguntungkan (discrimination-
free) dalam proses penilaian kinerja, promosi, maupun tindakan
administratif lainnya.

Pada tahun 2025, Perseroan menyediakan layanan pertolongan
pertama pada kecelakaan (P3K) sebagai bagian dari sistem respons
darurat medis di lingkungan kerja. Layanan ini dioperasikan oleh First
'Aider Team yang dibentuk secara resmi dengan struktur, kewenangan,
dan prosedur yang telah ditetapkan.

As a non-bank financial institution, the Company's operations does
not involve heavy eguipment or specific hazardous conditions,
Nevertheless, the Company believes that a safe and conducive
working environment is of paramount importance to Its operational
activities.

To this end, the Company issued an Occupational Health and Safeiy
Management System (OHSMS) Policy in 2025. This policy was
Geveloped with reference to both national regulatory frameworks and
applicable international slandards. The primary foundation of lhis
system is Law No, 13 of 2003 concerning Manpower and its
'amendments, reinforced by Government Regulation of the Republic of
Indcnesia No. 50 of 2012 regarding the Implementation of the
Occupational Health and Safety Management System (SMK3).
Additionally, NIF refers to the provisions of Chapter Iii of the Appendix
to the Minister of Health Regulation No. 48 of 2016 concerning Office
Occupational Health and Safety Standards as technical operational
guidelines.

The Company's OHSMS covered all empioyees (10056) and relevant
parties operating within the Company's work environment, including
the IIF office operational areas. Institutionally, this system has been
managed through a clear organizational structure with & direct line of
accountability to the President Director, ensuring top managements
commitment to OHS implementation. S#1403)

A tangible manifestation of IIF's OHS management system is the
formation of the Floor Warden and First Aider Team based on Decree
No. 5/LEG-SKDIr/IIF/V11/2025 issued on July 16, 2025. This team has
served as 3 mitigation measure for emergency risks In the workplace,
while also fulfiling the recommendations of the building management
“where IIF is located regarding the Office Tower Safety Guide, (“011

The Company has provided integrated oecupational health services to
support the identification of healtn hazards and minirmize the cisks of
work-related illnesses. These services include periodic medical check.
ups and health services Inrough BPJS Kesehatan and private
insurance partnered with trusted healthcare facilities.

Regarding medical data, Ihe Company guaranteed the confidentiality
Of employees' medical information, which only accessible by
authorized medical personnel or HR management within the scope of
fulfiling ocoupational health reguirements. The Company also
ensured that health examination resuits and worker participation in
health services are managed professionally. This information was nol
used as a basis for favorable or unfavorable treatment
(diserimination-tree) in performance appraisals, promotions, or other
administrative actions.

In 2025, the Company provided first aid services (P3K) as part of the
medical emergency response system in the workplace. These
services have been operated by an officially formed First Aider Team
with established structures, autnorities, and procedures

Laporan Keberlanjutan 2025 j PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025

Page 134 OCR 0.907
Layanan pertolongan pertama yang disediakan mencakup:

Asesmen cepat kondisi korban dan penentuan prioritas
penanganan medis awal.

Penyediaan dan penggunaan peralatan P3K, termasuk tandu dan
oksigen portable yang disiapkan di seluruh zona lantai
Operasional.

Pemberian dukungan psikologis dasar kepada korban dalam
Situasi darurat.

Pencatatan informasi insiden secara sistematis, meliputi identitas
korban, jenis cedera, dan waktu kejadian, sebagai dasar pelaporan
dan evaluasi.

Koordinasi dengan tenaga medis eksternal (ambulans) dan pihak
berwenang apabila kondisi memerlukan penanganan lebih lanjut.

First Aider Team beroperasi di dua lantai dengan enam zona
pelayanan yang masing-masing dijaga oleh personel terlatih. Tim int
dipimpin oleh First Aider Team Leader di setiap lantai, yang
bertanggung jawab mengkoordinasikan tindakan medis awal dan
melaporkan kondisi lapangan kepada Field Coordinator.

The provided first aid services include:

« Rapid assessment of the victim's condition and determination of
initial medical treatment priorities.
Provision and use of first aid eguipment, including stretohers and
portable oxygen prepared across all operational floor zones.
Provision of basic psychological support to victims In emergency
situations.
Systematic recording of incident information, including victim
identity, type of injury, and time of occurrence, as a basis for
reporting and evaluation.
Coordination with external medical personnel (ambulances) and
authorities if the condition reguires further treatment,

The First Aider Team has operated across two floors with six service
zones, each manned by trained personel. The team was ted by a First
Aider Team Leader on each floor, who was responsible for
coordinating initial medical actions and reporting field conditions to
the Field Coordinator.

Pencegahan dan Mitigasi Dampak-dampak K3 !SR! 4037)

Prevention and Mitigation of OHS Impacts

Perseroan menerapkan pendekatan proaktif dalam pencegahan dan
mitigasi risiko keselamatan di tempat kerja melalui pembentukan
sistem tanggap darurat yang terstruktur. Upaya ini diwujudkan melalui
Tim Floor Warden yang bertugas mengelola evakuasi gedung secara
tertib, aman, dan sesuai prosedur yang telah ditetapkan.

Langkah-langkah pencegahan dan mitigasi yang diterapkan meliputi:

" Penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) evakuasi dan
sistem tanggap darurat medis yang komprehensif

Pemetaan zona evakuasi secara mendetail di setiap lantai
Operasional, mencakup tiga zona di dua lantai gedung, dengan
personel Floor Warden yang ditugaskan secara spesifik di setiap
zona,

Pemeriksaan rutin kesiapan jalur evakuasi, alat keselamatan, dan
logistik medis di seluruh zona oleh Field Coordinator,

Pelaksanaan simulasi evakuasi secara berkala sebagai bagian dari
upaya kesiapsiagaan dan evaluasi sistem.

Penunjukan Floor Warden Team Leader di setiap lantai untuk
memimpin proses evakuasi dan memastikan tidak ada penghuni
yang tertinggal melafui penyisiran menyeluruh di area toilet, ruang
rapat, dan area kerja.
Evaluasi berkala atas hasil simulasi evakuasi dan insiden medis,
yang hasilnya dilaporkan kepada Head of HR8GA dan Presiden
Direktur sebagai dasar perbaikan sistem.

Struktur tim Floor Warden dirancang untuk memastikan respons yang
cepat dan terkoordinasi dalam kondisi darurat, dengan jalur komando
yang jelas dari Main Coordinator hingga Floor Warden Team Member
di tingkat zona. IIF juga menjaga koordinasi aktif dengan pihak
eksternal, termasuk Dinas Pemadam Kebakaran, Tim SAR, TNI/Polri,
dan layanan ambulans, sebagal bagian dari ekosistem respons
darurat yang terintegrasi.

Secara umum, kebijakan SMK3 |IF telah mengatur mekanisme
identifikasi bahaya meliputi penilalan risiko hingga investigasi atas
terjadinya kejadian insiden di tempat kerja, termasuk risiko dan
bahaya terkait operasi atau layanan yang berkaitan dengan hubungan
bisnis IIF dengan seluruh mitra, Perseroan juga telah mengidentifikasi
jenis pekerjaan berdasarkan tingkat risiko kesehatan (rendah, sedang,
tinggi). Selama tahun 2025, tidak terdapat kecelakaan kerja maupun
penyakit akibat kerja di Perseroan, IS#' 405-2. 408-2. 030)

The Company has adoptad a proactive approach to preventing and

mitigating safety risks in the workpiace through the establishment of

a structured emergency response system. This effort was realized

through the Floor Warden Team, tasked with managing building

@vacuations in an orderly and safe manner, in accordance with

established procedures.

The prevention and mitigation measures implemented include:

- Development of comprehensive Standard Operating Procedures
(SOPS) for evacuation and medical emergency response systems.
Detailed mapping of evacuation zones on each operational floor,
covering three zones across two building floors, with specific Floor
Warden personnel assigned to each zone.

» Routine inspections of evacuation route readiness, safety
eguipment, and medical logistics across all zones by the Field
Coordinator.

" Implementation of periodic evacuation drills as part of
preparedness efforts and system evaluation.

- Appointment of a Floor Warden Team Leader on each floor to lead
the evacuation process and ensure no occupanis are left behind
through thorough sweeps of resirooms, meeting rooms, and work
areas,

" Periodic evaluation of evacuation drill results and medical
incidents, with findings reported to the Head of HR&GA and the
President Director as a basis for system improvement.

The Floor Warden team structure was designed to ensure rapid and
coordinated response during emergencies, with a clear line af
command from the Main Coordinator to the Floor Warden Team
Members at the zone level IIF also has maintained active
coordination with external parties, including the Fire Department,
Search and Rescue (SAR) teams, TNIPolri (Military/Police), and
ambulance services, as part of an emergency response ecosysiem.

In general, IIFs OHSMS policy has reculated hazard identification
mechanisms, including risk assessments and investigations into
workploce incidents, including risks and hazards related to Operations
Or services associated with IIFs business relationships with all
partners, The Company has also identified job types based on health
"sk Jevels (low, medium, high). Throughout 2025, there were no work-

telated accidents or occupational illnesses within the Company. '“"!
40212, 405 dra-to

Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025

Page 135 OCR 0.900
INDONESIA
11 INFRASTRUCTURE
FINANCE

Partisipasi, Konsultasi, dan Komunikasi K3 '#! 403-4)

Participation, Consultation, and Communication

Perseroan meyakini bahwa keterlibatan aktif pekerja adalah kunci
efektivitas SMK3, Perseroan memfasilitasi partisipasi pekerja melalul
berbagai saluran formal dan informal untuk memastikan suara
mereka terdengar dalam setiap tahap pengembangan, impiementasi,
hingga evaluasi sistem. Dalam hal ini, proses konsultasi difasilitasi
Divisi Sumber Daya Manusia (HR), memastikan bahwa karyawan
dapat menyampaikan masukan dan berkontribusi dalam pengambilan
keputusan terkait K3. Adapun keterlibatan pekerja dalam SMK3
terwujud nyata dari partisipasi mereka ke dalam Tim Floor Warden
dan First Aider.

Untuk terus mengkomunikasikan kesadaran atas K3, Perseroan
menyelenggarakan pertemuan rutin, sesi pelatihan, serta memberikan
saluran umpan balik diselenggarakan untuk meningkatkan
keselamatan di tempat kerja secara berkelanjutan. Perseroan
berkomitmen untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman dan
sehat dengan mengikuti regulasi nasional serta praktik terbaik
internasional, sebagai bagian dari dedikasi terhadap kesejahteraan
karyawan, fit soal

Pada tahun 2025, Perseroan telah menyelenggarakan pelatihan wajib
Occupational Health and Safety (OHS) dalam bentuk e-learning untuk
semua karyawan guna meningkatkan kesadaran dan kompetensi
dalam aspek keselamatan kerja. Sebagai bagian dari kesiapsiagaan
darurat, perusahaan memiliki karyawan yang ditunjuk sebagai Floor
Warden yang telah dilatih dalam pertolongan pertama (first aid) untuk
menangani situasi darurat dan bencana. 'S#' 403 s1

The Company belicves that active worker involvement is the key Io the
effecliveness of the OHSMS. The Company has facilitated worker
parlicipation through various formal and informal channels to ensure
their voices are heard at every stage, from development and
implementation to system evaluation. In this regard, the consultation
process has been facilitated by ihe Human Resources (HR) Division,
ensuring that employees can provide input and contribute to decision-
making related Io OHS. Furthermore, worker involvement in the
OHSMS is tangibly demonstrated through their participation in the
Floor Warden and First Aider Teams.

To continuously communicate OHS awareness, the Company has
organized regular meetings, training sessions, and provides feedback
channels to sustainably enhance workplace safeiy. The Company is
committed to creating a safe and healthy working environment by
adhering to national regulations and international besi practices, as
part of its dedication to employee well-being. IS#i403-41

In 2025, the Company conducted mandatory Occupational Health and
Safety (OHS) training via e-learning for all empioyees to enhance
awareness and competence in workplace safety aspects. As part of
emergency preparedness, the Company has designated employees as
Floor Wardens who have been trained in first aid to handle emergency
Situations and disasters, IS 351

Peningkatan Kualitas Kesehatan Karyawan 'S8' 403-cl

Promotion of Employee Health

If memandang kesehatan karyawan sebagai investasi jangka
panjang yang melampaui batas lingkungan kerja. Untuk itu, Perseroan
memfasilitasi akses karyawan terhadap layanan kesehatan dan
program peningkatan kualitas hidup yang bersifat menyeluruh,
mencakup aspek fisik, mental, dan psikososial.

Sebagai fondasi perlindungan kesehatan, seluruh karyawan Perseroan

mendapatkan jaminan kesehatan melalui BPJS Kesehatan sesuai
ketentuan yang berlaku. Selain itu, karyawan mendapatkan manfaat
kesehatan tambahan yang lebih komprehensif, yaitu penggantian
biaya perawatan rawat jalan dan rawat inap di rumah sakit. Perseroan
juga menyediakan benefit kacamata bagi karyawan sebagai bentuk
perhatian terhadap kesehatan indera penglihatan karyawan yang
sebagian besar aktivitas kerjanya berbasis layar digital.

Perseroan mendorong gaya hidup aktif dan sehat melalui dua inisiatif
yang saling melengkapi. Pertama, Perusahaan menyediakan
tunjangan keanggotaan olahraga yang dapat dimanfaatkan karyawan
untuk mengakses fasilitas kebugaran sesuai kebutuhan dan
preferensi masing-masing. Inisiatif ini secara langsung menangani
Tisiko kesehatan akibat gaya hidup pasif yang umum dialami
karyawan perkantoran, termasuk risiko kardiovaskular, gangguan
muskuloskeletal, dan penurunan kebugaran fisik secara umum.

Kedua, IIF memfasilitasi komunitas internal melalui Interest,
Innovation, and Fun Activities (IIF Act) untuk meningkatkan kualitas
kesehatan secara holistik. IIF Act memiliki empat klaster kegiatan
yang masing-masing menyasar dimensi kesehatan yang berbeda:
klaster Olahraga untuk mendorong aktivitas fisik rutin: klaster Seni
sebagai sarana ekspresi kreatif dan pengelolaan stres, klaster Budaya
untuk memperkuat kohesi sosial dan kesehatan psikososial, serta
klaster Petualangan yang mendorong pemulihan mental melalui
aktivitas di luar ruangan, Seluruh kegiatan IIF Act dikoordinasikan
melalui HR&GA dan dapat diikuti karyawan sesuai minat tanpa
paksaan.

IIF views employee health as a long:term investment that extends
bayond the boundaries of the workplace. To this end, the Company
has facilitated employee access to comprehansive healthcare
services and guality-of-life programs covering physical, mantal, and
psychosocial aspecis.

As the foundation of health protection, all Company employees have
received health insurance through BPJS Kesehatan in aceordance with
applicable regulations. Furthermore, employees have received more
comprehensive additional health benefits, specificatly reimbursement
for outpatient and inpatient hospital care. The Company also has
provided vision benefits for employees as a form of care for the visual
health of employees, whose work aclivilies are predominantly digital
screen-based.

The Company encourages an active and healthy lifestyle through Iwo
complementary initiatives. First, the Company has provided a sports
membership allowance that employees can use to access fitness
facilities according 10 tneir individual needs and preferences. This
iniative directly addressed health risks resulting from the sedentary
litestyles common among office employees, including cardiovascular
tisks, musculoskeleta! disorders, and a general decline in physical
fitness.

Second, IIF has facilitated an internal community through Interest,
Innovation, and Fun Activities ()iF Act) to enhance holistic health. IIF
Act featured four activity clusters, gach targeting diffesent health
dimensiens: the Sports cluster to encourage routine physical activity:
the Arts cluster as a means of creative expression and stress
management, the Culture cluster to strengthen social cohesion and
psychosocial healin, and the Adventure cluster which prontotes
mental recovery through outdoor activities. All IIF Act activities have
been coordinated through HR&GA and were open to employees based
on their interests without coercion.

Laparan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025

Page 136 OCR 0.912
Pengaduan Ketenagakerjaan !SRI 493-21

Employment Grievance

Perseroan menyediakan saluran komunikasi dua arah sekaligus
mekanisme penyampaian laporan terkait aspek ketenagakerjaan di
Perseroan secara bebas, terbuka dan bertanggung jawab. Melalui
mekanisme tersebut, seluruh karyawan dapat menyampaikan saran,
pendapat maupun laporan terkait hubungan kerja di dalam Perseroan.
Mekanisme pelaporan terkait kejadian intimidasi, diskriminasi,
pelecehan, hingga dugaan penipuan/perbuatan melanggar hukum
dapat ditempuh melalui mekanisme Sistem Pelaporan Pelanggaran
Perseroan dengan Alamat sebagai berikut:

Website Perseroan yaitu iif.co.id dengan tautan
if. I/en/contact,

Saluran telepon:
(#62) 21 5082 6600 ext. 5076 (Unit Audit Internal)
E-mail ditujukan kepada whistleblowingAlif.co.id.

Alamat surat:

PT Indonesia Infrastructure Finance

Unit Audit Internal

Prosperity Tower Li. 55, District 8.

Sudirman Central Business District Lot 28
Jl. Jend. Sudirman Kav 52-53, Jakarta 12190

Sebagai bentuk pengelolaan hubungan Ketenagakerjaan dan konflik
ketenagakerjaan, Perseroan juga secara berkala menyelenggarakan
pertemuan dengan karyawan setiap 4 (empat) bulan sekali. Dalam
pertemuan tersebut, perwakilan dari Manajemen akan melakukan
pembahasan strategi atau solusi ketenagakerjaan yang dapat terjadi
di lingkup Perseroan.

Sesuai Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2004 tentang Penyelesaian
Perselisihan Hubungan Ketenagakerjaan, mekanisme penyelesaian
masalah ketenagakerjaan diupayakan terlebih dahulu melalui
perundingan bipartit dan jika setelah melalui perundingan bipartit
lidak tercapai kesepakatan maka pihak yang berselisih dapat
mengajukan gugatan ke Pengadilan Hubungan Industrial. Sepanjang
tahun 2025, Perseroan tidak menerima laporan terkait masalah
ketenagakerjaan.

Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infi

The Company has provided a two-way communication channel as well
asa mechanism for submitting labor-related reports within the
Company in a free, open, and responsible manner, Through this
mechanism, all employees can convey suggestions, opinions, or
reports regarding labor relations within the Company. Reporting
mechanisms for incidents of intimidation, discrimination, harassment,
as well as suspected #raud or unlawfut acts, can be processed
through the Campanys Whistleblowing System (WBS) via ihe
following address:

The Company's website, iif.co.id, at the following link:
iif.co.id/en/contact/

Telephone line:
(#62) 21 5082 6600 ext. 5076 (Internal Audit Unit) E-
mail addressed to whistleblowing@iif.co.id.

Mailing Address:

PT Indonesia Infrastructure Finance

Unit Audit internal

Prosperity Tower Lt. 55, District 8.

Sudirman Central Business District Lot 28

Jl. Jend. Sudirman Kav 52-53, Jakarta 12190

As a form of labor relations management and conflict mitigation, ihe
Company perlodically holds meetings with employees every 4 (four)
months. During these meatings, Management representatives discuss
labor strategies or solutions to potential issues within the Company's
scope.

In accordance with Law No. 2 of 2004 concerning Industrial Relations
Dispute Settlement, the labor dispute resotution mechanism is first
sought through bipartite negotistions. If an agreement is not reached
through bipartite negotiations, the disputing parlies may file a lawsuit
with the Industrial Relations Court. Throughout 2025, the Company
Teceived no reports regarding labor issues.

(cture Finance | Sustainability Report 2025

Page 137 OCR 0.863
INDONESIA
WNFRASTRUCTURE
FINANCE

Kontribusi Terhadap SDGs
Contribution to the SDGs

SDG 1 Tanpa Kemiskinan

Ng 1.4 Menjamin hak yang sama terhadap
POVERTY sumber daya ekonorni, layanan dasar, dan kepemilikan

SDG1 No Poverty

1.4: Ensure egual rights to economic resources,
basic services, and properly

IMF mendukung pengentasan kemiskinan melalui penyediaan — !IF supported poverty alleviation through the provision of basic

infrastruktur dasar dan akses ekonomi yang inklusif dengan capaian — infrastructure and inclusive economic access with the following

sebagai berikut: achievements:

» Air Bersih (SPAM): Memberikan akses air layak bagi 1,47 juta - Clean Water (SPAM): Provided access to adeguate water for 1,47
rumah tangga (kapasitas 27.501 liter/detik). million households (capacity of 27,501 liters/second),

“ Energi Terbarukan: Menyediakan listrik untuk 709.900 rumah “ Renewable Energy: Supplied electricity to 709,900 households
tangga (total kapasitas 709,9 MW). (total capacity of 709.9 MW).

» Ketahanan Pangan: Membiayai pelabuhan untuk memperlancar “ Food Security: Financed port facilities to strearnline the
distribusi pangan pokok ke wilayah terpencil. distribution of staple foods to remote areas.

- Dampak Utama: Mengurangi kerentanan ekonomi dan - Key Impact: Reduced economic vulnerability and improving living

meningkatkan standar hidup di daerah pedesaan melalui —. . Standards'in ruralareas through infrastructure development.
pembangunan infrastruktur. MA aan aan

DG 3 Kehidupan Sehat dan Sej

GOOOMEAMTN HS 8.8: Mencapai cakupan kesehatan semesta (UHC)
AND WELL-BEING "dan akses ke layanan kesehatan yang berkualitas

SDG 3 Good Health afid Weli-being”.

3.8: Achieve universal health coverage
and access to guality healthcare services

Melalui dukungan pembi nya, HF telah berkontribusi pada & ributed to the'achievement
pencapaian SDG 3.8 dengangmefniyediakan 1.051 tempat tidur rumah Of 1,051 "hospital beds,
sakit, yang memperluas akseSflayanan kesehatan berkualitas bagi services for Bpproximately
sekitar 351.000 pasien setiap tA

Laporan Keber 25 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025

Page 138 OCR 0.870
SDG 4 Pendidikan Berkualitas

(WALITY
EDUCATION

4.a: Membangun fasilitas pendidikan yang inklusif dan aman

SDG 4 Guality Education

4.a: Build inclusive and safe education facilities

Melalui berbagai proyek SPAM, 1,47 juta rumah tangga kini menikmati
akses air yang lebih baik dengan kapasitas 27.501 liter per detik,
memperkuat standar higienitas dan sanitasi di lingkungan sekolah
dan komunitas. Di In, proyek energi terbarukan telah
menyalurkan daya sebesar 709,9 MW ke 709.900 rumah tangga,
memfasilitasi penerangan sekolah, alat bantu belajar, serta suasana
sekolah yang inklusif. Perbaikan ini memungkinkan para siswa untuk
belajar dalam kondisi yang lebih sehat dan layak.

&

Through various Water Supply System (SPAM) projects, 1.47 million
households can now utilize the improved water access with a total
capacity of 27,501 liters per second, strengthening hygiene and
Sanitation standards in schools and community environmenis.
Meanwhile, renewable eneroy projects have supplied 709.9 MW af
power to 709,900 households, facilitating schooi lighting, learning
aids, and an inolusive school atmosphere. These improvements
enable students to Isarn under healthier and more decent conditions.

SDG 5 Kesetaraan Gender

GENDER
EGUALITY

5.1: Mengakhiri segala bentuk diskriminasi
terhadap perempuan dan anak perempuan

SDG 5 Gender Eguality

51: End all forms of discrimination

agalnst women and girls "

Gama

ternasikanN
TpeTRURY f

@portunitles., for:
elusive. fat

Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025

Page 139 OCR 0.893
INDONESIA
| un
FINANCE

SDG 6 Air Bersih dan Sanitasi Layak

6.1: Mencapai akses universal dan merata

terhadap air minum yang aman

CLEAN WATER
AND SAKITATION

air sungai sebagai sumber air baku)

6.2: Mencapai akses terhadap sanitasi yang layak dan merata
6.3: Proporsi badan air dengan kualitas air ambien yang baik (kualitas

6.4: Meningkatkan efisiensi penggunaan air di semua sektor

SDG 6 Clean Water and Sanitation

6.1: Achieve universal and eguitable access to safe drinking water

6.2: Achieve access to adeguate and eguitable sanitation

6.3: The proportion of water bodies with good ambient water guality.
(Ouality of river water as raw water source)

6.4: Increase water-use efficiency across all sectors

Melalui pembiayaan proyek SPAM, IIF telah berhasil memfasilitasi
akses air bersih yang layak bagi 1,47 juta rumah tangga dengan total
kapasitas pasokan mencapai 27.501 liter per detik. Capaian skala
besar Ini memainkan peran krusial dalam meningkatkan derajat
kesehatan masyarakat, khususnya bagi komunitas yang sebelumnya
belum terjangkau layanan dasar.

Sejalan dengan Target 6.2 dan 6.3, penyediaan air bersih yang andal
ini mendukung praktik higiene yang lebih baik sekaligus menekan
risiko kontaminasi dan gangguan kesehatan publik. Selain itu, sebagai
bentuk komitmen terhadap Target 6.4, penggunaan sistem meteran
alr diterapkan untuk mendorong efisiensi konsumsi dan perubahan
perilaku masyarakat. Langkah ini sekaligus — mengurangi
ketergantungan pada air tanah yang kian tertekan di berbagai wilayah
Indonesia, sehingga berkontribusi langsung pada ketahanan air
jangka panjang dan kualitas hidup masyarakat yang lebih baik.

Through the financing of Water Supply System (SPAM) projects, IIF
has successfully facilitated access to proper clean water for 1.47
million households, with a total supply capacity reaching 27,501 liters
per second. This large-scale achievement played a crucial role in
improving public health standards, particularly for communities that
previously lacked access to basic services.

In line with Targets 6.2 and 6.3, the provision of this reliable clean
water supported better hygiene practices while minimizing the risk of
contamination and public health issues. Furthermore, as a farm of
commitment to Target 6.4, the use of water metering systems wass
implemented to encourage consumption efficiency and behavioral
change within the community. This step simultaneously reduced
dependency on groundwater, which was increasingly under pressure
In various regions of Indonesia, thereby contributing directly to long-
term water security and a better guality of life for the community.

SDG 7 Energi Bersih dan Terjangkau

71: Proporsi populasi dengan akses terhadap listrik

SDG 7 Affordable arid Clean Energy

L. Ka Ta e

bie energy projects, IIF has
ita 709,900 households
& f 709.9 MW.

Tni ugh Fe Tupoort: for, various. rene
successfully  provided ' electririty --acc:
ih ata Ist

Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025

Page 140 OCR 0.822
SDG 8 Pekerjaan Layak

dan Pertumbuhan Ekonomi

DEGENY WORK AND

ECONOMIC GROWTK kerja yang aman

8.7: Menghapuskan kerja paksa dan mengakhiri pekerja anak
8.8: Melindungi hak-hak tenaga kerja dan mempromosikan lingkungan

'SDG 8 Decent Work and Economic Growth

8.7: Eradicate forced labor, end child labor

8.8: Protect labor rights and promote safe working environments

NIF menerapkan manajemen risiko lingkungan dan sosial yang ketat
untuk menjunjung tinggi hak-hak pekerja, menghapuskan kerja paksa
dan pekerja anak, serta menciptakan lingkungan kerja yang aman dan
inklusif. Melalui Prinsip No. 2 dalam Social and Environmental
Management System (SEMS), IIF secara tegas melarang debitur
mempekerjakan anak di bawah umur pada kondisi yang eksploitatif
atau berbahaya, serta melarang segala bentuk kerja paksa.

Kepatuhan terhadap standar ini dipastikan melalui proses uji tuntas
(due diligence), pemantauan berkala, penyusunan rencana tindakan
korektif, serta peningkatan kapasitas. Selain itu, IIF mewajibkan setiap
debitur untuk menjaga kondisi kerja yang aman dengan mengelola
berbagai risiko spesifik sektor sesuai dengan praktik terbaik
internasional.

NF has implemented rigorous environmental and social risk
management to uphofd' labor rights, eliminate forced and child labor,
and create a safe and--inclusive working” environment. Through
Principle No. 2 within the Social arid Environmental Management
System (SEMS), IIF strictly prohibited debtors::from empioying
underage children in exploitative or hazardous conditions and forbids
all forms of forced labor.

Compliance with these standards was ensured ifi ugh due diligence
processes, periodic monitering, the developmenirof 'Gorrecilve: action
plans, and capacity building. Furthermore, MF h48"feguliBd every
debtor to maintain sate Working conditions by' managing .sector-
specific risks in accordance.with international best Practi ,

INDUSTRY, INNOVATION
AND INFRASTRUCTURE

SDG 9 Industri, Inovasi dan.Infrastruktu

9.1: Membangin infrastruktur yang berkelanjutan dan tangguh"

SDG 9 Industry, Innovation and Infrastructure

9.1: Develop sustainable and resilient infrastructure

F

Melalui pembiayaan berbagai proyek strategis nasional, UF telan"
mendukung pembangunan 428 kilometer jalan tol yang berperan
penting dalam meningkatkan konektivitas! serta .fisiensi logis |
antarwilayah. Selain itu, IIF berkontribusi pada pengembarigar 130
kilometer infrastruktur kereta api sebagai bagian “ari jalur strategis
untuk mendorong mobilitas masyarakat ke arah transportasi he 9
lebih inklusif dan berkelanjutan. ea 1

Di sektor transportasi udara dan laut,
pengembangan empat bandar” untuk : meningkatkan. aksesibilitas:
wilayah perkotaan maupun. daerah terpencil, serta, mendukui
pelabuhan strategis guna memperkuat : distribusi" barani
dites pangan pokok!” | :

Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025

IE telan .menibiayal

Through the financing of various national strategic projecis: IIF has
supported the construction of 428 kilometers of toll roads, which play
& vital role ih enhancing connectivity and regional logistics efficiency.
Furthermorg IIF has contributed to,the development of 130 kiloimeters

toward mc re inclusive and sustainable transportation.

"transport tip, IIF has financed the

“den CE of four'airparts.to improve ioce3 ibility in both urban
and remote lareas, 3s well as supported. trategic 'seaports to
1 f.gbods and cetama food commodiies.

y infrastructurg as, part of'a strategic route to promote public .'.
Page 141 OCR 0.874
INDONESIA

INFRASTRUCTURE
FINANCE

REDUCED
INEOUALITIES

P -

)

mengurangi kesenjangan hasil

SDG 10 Berkurangnya Kesenjangan

10.3: Menjamin kesempatan yang sama dan

td

“

SDG 10 Reduced Inegualities

10.3: Ensure egual opportunity and
reduce inegualities of butcome

UF mempromosikan kesempatan yang setara dan mengurangi
kesenjangan di sektor infrastruktur melalui pembiayaan yang tepat
sasaran, penegakan kebijakan, serta pelibatan pemangku
kepentingan. Berdasarkan Prinsip No. 2 dalam Social and
Environmental Management System (SEMS), IIF melakukan uji tuntas
untuk menilai potensi dampak yang tidak proporsional terhadap
kelompok rentan, termesuk perempuan, penyandang disabilitas, dan
masyarakat adat.

IIF promotes egual opportunity and reduces ineguality in the
infrastructure sector through targeted financing, policy enforcement,
and stakeholder engagement. Based on Principle No. 2 within the
Social and Environmental Management System (SEMS), IIF conducts
due diligence to assess potential disproportionate impacts on
vulnerable groups, including women, persons with disabilities, and
indigenous peoples.

SDG 11 Kota dan Pemukiman yang

7 asean Berkelanjutan
p AND COMMUNMES

11.4: Melindungi warisan budaya dan alam

PN
ri

SDG 11 Sustainable Cities and Communities

11.4: Protect cultural and natural heritage

Melalui penerapan Prinsip No. 8 dalam Soclal and Environmental

Management System (SEMS), IIF memastikan setiap proyek menjalani
Uji tuntas yang mendalam untuk mengidentifikasi serta memitigasi
dampak negatif terhadap situs budaya, sejarah, arkeologi, maupun
alam. Jik i darnpak, IIF mewajibkan langkah mitigasi
yan In ulang tata letak proyek, penetapan zona

em penemuan tidak sengaja (chance-find

:IF memfasilitasi relokasi dan
d slam mupan di sekitar
ulta t dengan
Pengelabah

Plan) sebagai

Through the implementation of Principle No. 8 within the Social and
Environmental Management System (SEMS), IIF ensured that every
project undergoes in-depth due diligence to identify and mitigate
negative impacts on cultural, historical, archaeological, or natural
sites. If potential impacts were identified, IIF mandated appropriate
mitigation measures, such as redesigning project layouts, establishing
buffer zones, implementing chance-find procedures, and conducting
regular monitoring.

Ina financed project in Sanur, Bali, IIF facilitated the relocation and
rehabilitation of several tempies located within or around the project
area through ciose coordination and consultation with local
communities. Additlonally, a Cultural Heritage Management Plan was
developed as a guide for monitoring throughout the project's duration.

Laporan Keberlanjutan 2025 | PY Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025

Page 142 OCR 0.904
yang ar ejtan

SDG 12 Konsumsi dan Produksi
yang Bertanggung Jawab

1 RESPONSIBLE
CONSUMPTION
AND PRODUCTION

12.4: Mencapai pengelolaan bahan kimia
dan limbah yang ramah lingkungan

CO

of chemicals and waste

$SDG 12 Responsible Consumption and Production

12.4 : Achieve environmentally sound management

IIF berkomitmen penuh pada pengelolaan lingkungan melalui
penerapan Prinsip No. 3 dalam Social and Enviranmental Management
System (SEMS) mengenai Pencegahan dan Pengurangan Polusi serta
Perubahan Iklim. Di tingkat operasional, IIF mewajibkan setiap debitur
untuk sedapat mungkin menghindari timbulan limbah, baik yang
bersifat berbahaya maupun tidak berbahaya.

IIF is fully committed to environmental management through the
implementation of Principie No. 3 within the Social and Environmental
Management System (SEMS) regarding Pollution Prevention and
Abatement and Climate Change. At the operational level, IIF reguires
every debtor to avoid the generalion of waste, both hazardous and
mon-hazardous, to the extent possible,

SDG 13 Penanganan Perubahan Iklim

1 anon

13.2: Mengintegrasikan tindakan perubahan iklim
ke dalam kebijakan dan perencanaan nasional

SDG 13 Climate Action

13.2: Integrate climate change measures
into national policies and planning

IIF mengintegrasikan mitigasi dan adaptasi perubahan Iklim ke dalam
pembiayaan infrastruktur melalui Prinsip No. 3 dalam Social and
Environmental Management System (SEMS). Setiap debitur diwajibkan
untuk mengukur, melaporkan, dan mengelola emisi Gas Rumah Kaca
(GRK) dari proyek mereka. Bekerja sama dengan Carbon Trust, IF

telah mengembangkan metodologi dan perangkat kuantifikasi GRK '

berdasarkan Protokol GRK internasional. Selain itu, IIF memberikan
penguatan kapasitas baik bagi tim internal maupun para debitur.

IIF has integrated cllmate change mitigation and adaptation into
infrastructure financing through Principle No. 3 within the Social and
Environmental Management System (SEMS). Every debtor has been
reguired to measure, report, and manage Greenhouse Gas (GHG)
emissions from their projects. In collaboration with Carbon Trust, IIF
has developed a methodology and GHG guantification tools based on
international GHG Protocols. Furthermore, IIF has provided capacity
building for both Internal teams and debtars.

Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025

Page 143 OCR 0.910
INDONESIA
INFRASTRUCTURE

FINANCE

SDG 15 Ekosistem Daratan

15.9: Mengintegrasikan nilai-nilai ekosistem
dan keanekaragaman hayati ke dalam perencanaan

SDG 15 Life on Land

15.9 : Integrate ecosystem and bindiversity values into planning

IIF mengintegrasikan konservasi keanekaragaman hayati dan
pengelolaan sumber daya alam melalui Prinsip No. 6 dalam Social and
Environmental Management System (SEMS).

Melalui pendekatan ini, IIF memastikan bahwa setiap proyek yang
didanai telah melalui proses penilaian dan mitigasi risiko terhadap
keanekaragaman hayati. Langkah ini sejatan dengan tujuan yang lebih
luas untuk melindungi ekosistem alami dan mempromosikan
keberlanjutan lingkungan dalam jangka panjang.

IIF has integrated biodiversity conservation and natural resource
management throvgh Principle No. & within the Social and
Environmental Management System (SEMS).

Through this approach, IIF ensured that every financed project has
undergone a biodiversity risk assessment and mitigation process
This measure is aligned with the broader objective of protecting
natural ecosystems and promoting fengiterm environmental
sustainability.

Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025

Page 144 OCR 0.884
Lampiran
Appendix

Indeks Standar Pelaporan
Reporting Standards Index

Daftar Pengungkapan sesuai POJK Nomor 51/POJK.O3/2017 tentang Bentuk dan

Isi Laporan Tahunan Emiten atau Perusahaan Publik (sx sal

Cross Reference According to POJK Nomor 51/POJK.03/2017 concerning the Form and
Content of the Annual Report of Issuers or Public Companies

Laporan ini telah memuat informasi yang dipersyaratkan
sebagaimana dalam POJK Nomor S1/POJK.03/2017 tentang
Penerapan Keuangan Berkelanjutan bagi Lembaga Jasa Keuangan,
Emiten, dan Perusahaan Publik.sahaan Publik dan SEOJK No, 16/
SEOJK.04/2021 tentang Bentuk dan Isi Laporan Tahunan Emiten atau
Perusahaan Publik.

Nomor Indeks

Index Number

Strategi Keberlanjutan

Penjelasan Stratagi Keberlanjutan

Explanation of Sustainability Strategy

Nama Indeks

Index Name

This report contains the reguired information as stated in SEOJK
POJK Nomor SI/POJK.03/2017 concerning Sustainable Finance
Implementation for Financial Service Institution, Issuer and Public
Company and No. 16/SEOJK.04/2021 concerning the Form and
Content of the Annual Report of Issuers or Public Companies.

Halaman
Page

38

Ba “Aspek Ekonomi 16
Economic Aspects

Bia Kuantitas Produksi atau Jasa yang Dijual 16
Guantity of Production or Services Sold

B.b Pendapatan atau Penjualan 16
Revenue or Sales

Bie Laba atau Rugi Bersih 16
Net Profit or Loss

Bid Produk Ramah Lingkungan 16
Environmentally Friendly Products

Bl Pelibatan pihak lokal yang berkaitan dengan proses 16
bisnis Keuangan Berkelanjutan
Local Engagement Related to Sustainable Finance Business Processes

82 “Aspek Lingkungan Hidup 18

Environmenta! Aspects

Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance

stainability Report 2025

Page 145 OCR 0.845
Nomor Indeks

ex Number

Nama Indeks

Index Name

INDONESIA
INFRASTRUCTURE
FINANCE

Halaman
Page

B2.

Bb

Be

Bad

Profil Perusahaan

Penggunaan Energi

Energy Consumption

Pengurangan Emisi yang Dihasilkan

Emission Reduction

Pengurangan Limbah dan Efuen

Waste and EffNuent Reduction

Pelestarian Keanekaragaman Hayati

Biodiversity Conservation

Aspek Sosial

Social Aspects

18

18

CA

c.2

c3

ca

Cab

C.3.c

cad

cd

Visi, Misi, dan Nilai Keberlanjutan

Vision, Mission, and Sustainability Values

Alamat Perusahaan

Company Address

Skala Usaha

Scale of Business

Total Aset atau Kapitalisasi Aset dan Total Kewajiban

Total Assets or Capitalized Assets and Total Liabilities

jumlah karyawan menurut jenis kelarnin Jabatan, usia Pendidikan,
dan status ketenagakerjaan

Number of employees by gender, position, age, education,

'and employment status

Nama Pemegang Saham dan Persentase Kepemilikan Saham

The Name of Shareholders and Percentage of Share Ownership

Wilayah Operasional

Operational Areas

Produk, Layanan, dan Kegiatan Usaha yang Dijalankan

Producis, Services, and Business Activities

Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2t

37

49

49

50

120

49

49

50
Page 146 OCR 0.868
Nomor Indeks Narna Indeks Halaman

Index Number Index N Pi

cs Keanggotaan pada Asosiasi 54

Membership In Associations

26 H5 » Perubahan Emiten dan Perusahaan Publik yang Bersifat Signifikan 50

Significant Changes in the Issuer and Public Company

Da Penjelasan Direksi 26

Board of Directors' Explanation

Dota Kebijakan untuk Merespon Tantangan dalam 29
Pemenuhan Strategi Keberlanjutan

Policies to Respond Challenges in Fulfiling the Sustainability Strategy

Dt.b Penerapan Keuangan Berkelanjutan 3

Implementation of Sustainable Finance

De Strategi Pencapaian Target 32

Strategy for Achieving Targets

Tata Kelota Keberlanjutan

z1 Penanggung Jawab Penerapan Keuangan Berkelanjutan &

Persons Responsible for Implementing Sustainable Finance

E2 Pengembangan Kompetensi Terkait Keuangan Berkelanjutan 68,69

Competency Development Related to Sustainable Finance

E3 Penilaian Risiko Atas Penerapen Keuangan Berkelanjutan 70

Risk Assessment of Sustainable Finance Implementation

E4 Hubungan Dengan Pemangku Kepentingan 78,74

Stakeholder Relations

ES Permasalahan Terhadap Penerapan Keuangan Berkelanjutan 82

Issues in the Implementation of Sustainable Finance

Kinerja Keberlanjutan

La Kegiatan Membangun Budaya Keberlanjutan 34

Activities to Build a Culture of Sustainability

Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025

Page 147 OCR 0.878
INDONESIA,
INFRASTRUCTURE
FINANCE

Nomor Indeks K: Halaman
Index Number 2 Ni Page

Kinerja Ekonomi

F2 Perbandingan Target dan Kinerja Produksi, Portofolio, Target Pembiayaan, atau 38
investasi, Pendapatan dan Laba Rugi

Goraparison of Production Targets and Performance, Portfolio, Financing
Targets, or Investment, Income and Profit and Loss

F3 Perbandingan Target dan Kinerja Portofolio, Target Pembiayaan, atau Investasi 8
pada Instrumen Keuangan atau Proyek yang Sajulan dengan Keuangan
Berkelanjutan

Comparison of Portfolio Targets and Performance, Financing Targets, or
Investments in Financial Instruments or Projects in Line with Sustainable
Finance

Kinerja Lingkungan Hidup

Aspek Umum

F4 Biaya Lingkungan Hidup: 108

Environmental Costs

spek Material

Fs Penggunaan Material yang Ramah Lingkungan 17

Use of Environmentally Friendly Materials

Aspek Energi

F6 Jumlah dan Intensitas Energi yang Digunakan 100

Amount and Intensity of Energy Consumption

F7 Upaya dan Pencapaian Efisiensi Energi dan Penggunaan Energi Terbarukan 98

Efforts and Achievements in Energy Efficieney and Renewable Energy Usage

Aspek Air

F8 Penggunaan Air 105

Water Usage

Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025

Page 148 OCR 0.880
Nomor Indel
Index Number

Aspek Keanekaragaman Hayati

£9

810

Nama Indeks Halaman

Index Name Page

Dampak dari Wilayah Operasional yang Dekat atau Berada di Daerah 107
Konservasi atau Memiliki Keanekaragaman Hayati

Impacts of Operational Areas Lacated Near or Within Conservation Areas
or Areas with Biodiversity Value
Usaha Konservasi Keanekaragaman Hayati 107

Biodiversity Conservation Efforts

F12

Aspek Limbah dan Efluen

Jumlah dan Intensitas Emisi yang Dihasilkan Berdasarkan Jenisnya 101, 102

Amount and Intensity of Emissions Produced by Type

Upaya dan Pencapaian Pengurangan Emisi yang Dilakukan 103

Efforts and Achievemenis in Emission Reduction

13

F14

Jumlah Limbah dan Efluen yang Dihasilkan Berdasarkan Jenis 107

Amount of Waste and Effluent Generated by Type

Mekanisme Pengelolaan Limbah dan Efluen 105, 106

Waste and Efluent Management Mechanism

Tumpahan yang Terjadi (Jika ada) 106

Spils Incident (if any)

Pengaduan Terkait Lingkungan Hidup

F16

Jumlah dan Materi Pengaduan Lingkungan Hidup yang Diterima dan 108
Diselesaikan

Number and Material of Environmental Complaints Received and Resolved

F17

Komitmen untuk Memberikan Layanan atas Produk dan/atau Jasa yang Setara 88
kepada Konsumen

Commitment ta Providing Egual Services on Products and/or Services to
Customers

Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025

Page 149 OCR 0.879
Nomor Indeks Nama Indeks

umber Index Name

ek Ketenagakerjaan

F18 Kesetaraan Kesempatan Bekerja

Egual Employment Opportunity

F19 Tenaga Kerja Anak dan Tenaga Kerja Paksa

Child Labor and Forced Labor

F20 Survei Kepuasan Pelanggan Terhadap Produk dan/atau Jasa Keuangan

Berkelanjutan

Customer Satisfaction Survey on Sustainable Finance Products and/or Services

Fan Lingkungan Bekerja yang Layak dan Aman

Decent and Sale Workplace

F22 Pelatihan dan Pengembangan Kemampuan Pekerja

Employee Capability Training and Development

Aspek Masyarakat

INDONESIA.
INFRASTRUCTURE
FINANCE

Halaman

119

120

129

132

126, 127,128

F23 Dampak Operasi Terhadap Masyarakat Sekitar

Impact of Operations en Surrounding Communities

F24 Pengaduan Masyarakat

Gemmunity Complaints

F25 Kegiatan Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL)

Social and Environmental Responsibility (TJSL) Activities

Tanggung Jawab Pengembangan Produk/Jasa Berkelanjutan

113

16117

15116

F26 Inovasi dan Pengembangan Produk/Jasa Keuangan Berkelanjutan

Innovation and Development of Sustainable Finance Products/Services

F27 Produk/Jasa yang Sudah Dievaluasi Keamanannya bagi Pelanggan

Products/Services That Have Been Evaluated for Customer Safety

F28 Dampak Produk/Jasa

Impact of Products/Services

F29 Jumlah Produk yang Ditarik Kembali

Number of Recalled Products

Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025

87,88, 91

”

“

Page 150 OCR 0.797
Nomor Indeks Nama Indeks Halaman

Indgs Number Index Name Page

F30 Survei Kepuasan Pelanggan Terhadap Produk dan/atau Jasa Keuangan »n
Berkelanjutan

Custorner Satisfaction Survey on Sustainable Finance Products and/or Services

Lain-lain:

G4 Verifikasi Tertulis dari Pihak Independen (jika ada) 10, 164, 165, 166, 157, 168

“Written Verification from Independent Party (Assurer) (if any)

6.2 Lembar Umpan Balik 173, 174,175, 176
Feedback Form
63 Tanggapan Terhadap Umpan Balik Laporan Keberlanjutan Tahun Sebelumnya 9172

Response to Previous Year's Sustainabilily Report Feedback

C4 Daftar Pengungkapan Sesual Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 51/ Ya
POJK.03/2017 tentang Penerapan Keuangan bagi Lembaga Jasa Keuangan,
Emiten, dan Perusahaan Publik

Cross Reference with Financial Services Authority Regulation No. 51/
PosK.03/2017 an Financis! Implementation for Financial Services Institutions,
Issuers, and Public Companies

Daftar Pengungkapan Sesuai Standar GRI 2021
GRI Standards 2021 Cross Reference

Pernyataan Penggunaan PT indonesia Infrastructure Finance telah melaporkan sesuai dengan GRI Standar untuk periode
Statement al 4sel D1 Januari- 31 Desember 2025.

PT Indonesia Infrastructure Finance has reported In accordance with the GRI Standards for the period
January 1 to December 31, 2025.

Penggunaan GRI 1 GRI 1: Landasan 2021
Use ot GELI GRI 1: Foundation 2621

Standar Sektor GRI GRI G4 Jasa Keuangan
GRI Sertes Standards! GRI G4 Financial Services

GR Inda

s Halaman
Gr Indo

Perjelasan
kxplanstiam

Pengungkapan Umum

Genoralpiselowas

GRI Z A. Organisasi dan Praktik Pelaporan Mereka

Pangungkapa hi "

Umum 2021 AA. The Organtzation and Its Reporting Practices

GRI 2: General " —

Deslosas aa » . .

Rincian organisasi

&
Organizational details

Laporan Keberla: 2 Infrastucture Finance f Sustainability Report 2021

Page 151 OCR 0.689
INDONESIA
INFRASTRUCTURE
FINANCE

Yang Tidak Dicantumb

Pengungkapan.
pengungkapan

1oeure Pagal Persyaratan yang M nyai
' Tidak Dicantumkan Alasan Penjelasan

Rogvirementfs Omuited

Halaman

Reason tralanatton

Gang rias yang dimasukan : : : :

engungkapa nlitas yang dimasukkan

Tana dalam pelaporan . - .
keberlanjutan organisasi

GRI: General 2

Pekat Entites included in ihe
@rgonizations sustainal
#porting

23
Periode, rekuensi, dan titik
kontak pelaporan - - -

23
Reporting period, freguency
ind contact point

24
Penyajian kembaliinformasi

24
Restatementa of Information

25 10164168 - - -
Penjaminan ekstemal

25
tinternal assurance

B, Aktivitas dan Pekerja
B. Activities and Workers

5 19:50, 59-55,89 - - -
'Akiitas, rantai nilai dan
hubungan bisnis lainnya. - - -

28
Aetivias, value chain, and
other business relaionships

- 50, 119, 120-122 - - -
Tenaga kerja

27
Employees

28 122 - - -
Pekerja yang bukan pekerja
langsung

28
Workers who are not
employees

CG. Tata Kelola
&.Govemance

29 59.63 - - -
“Struktur dan komposisi tata
kelola - -

29
Governance structure and
composition

216
Pencalonan dan pemilihan
badan tata kelola tertinggi - - .

210
Nomiration and selection of
the highest govemance body

z1 s0 - - -
Ketua badan tata kelota
tertinggi - - .

212
Chair of the highest
governance body

jutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025

Page 152 OCR 0.635
Yang Tidak Disantumkan

Halaman

Page Persyaratan yang
Tisek Dicantumkan
6) Omittee

Masan

GRI 2: 212 65,66 - - -

Pengungkapa Peran badan tata kelola

Umum 2021 tertinggi dalam mengawasi - - -
manajemen dampatt

Gap Sanata

Png Pool inehghest
@ovemarce boa

Serenang ine Tianegement

Gfimp3si

Bel sicanggang Jawa:
mengelola. - - .

Belaaaron of responsistty
for managing impacts

214 (3 - - -

Peran badan tata kelol

tegingg alam pelaporan - - .
manjutan

held orne Mighest
governance b
Keniahait teboring

215
Konfik kepentingan

215
Conlicts of interest

216
Komunikasi masalah penting

216
Communication of eriicat
concerns

68:69 - - -
dngetahuan kolektif badan
eta ella tenaga - - .

. #Slocnve knowledge otthe
highest governance body.

218 68 - - -
Evaluasi kinerja badan tata
Kelola tertinggi - - -

218
Evaluation of the
performance of i
9overnance body

e highest

219 634 - - -
Kebijakan remunerasi

219
Remunerstion policies

220 6361 - - -
Proses untuk menentukan
temuneras. - - -

220
Process to determine
temuneration

& - - -
Fto kompensasi
total tahunan - - -

21
“Annual toral
compensation ratio
O. Strategi, Kebijakan dan Praktik
D. Strategy, Pollcies, and Practices

263238 - - .
Bd yataan entang sategi
Ingunan berkelanjutan - - .

Stotement on sustainable
: Serelopmem sirategy

Laporan Keberfanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025

Page 153 OCR 0.712
INDONESIA
Ng INFRASTRUCTURE
FINANCE

“Yang Tidak Dicantumkan
Pengungkapan- ——
ungkapan

Tidak Oicantumnkan Penjetasan
druitee Esptonat

GRI 2: 223 38, 49,67-58 - - -
Pengungkapa “Komitmen kebijakan
Umum 2021 - - .

223
GRI 2: Generat Pohicy commitmenis.
Disclosures
2021
228 43, 6168 - . .
Menanamkan komitmen
kebijak:

eh -

223
Embedding policy
commitments.

225 10,81 - - -
Proses untuk memperbaiki
dampak negatif - - -

225

Processes to remediate
negative Impacis

226 20,81 - - .
Mekanisme untuk mencari

"nasihat dan mengemukakan - - -
masalah

225
Mechanisms for seeking
'aduice and raising conceens

227 83, 108 - - -
Kepatuhan terhadap hukum
“dan peraturan - : :

227
Compliance with lavis and
Tegulations.

228 58 - - -
“Asosiasi keanggotaan

228
Membership associstions

E Keterlibatan Pemangku Kepentingan.
E Stakeholder Engagement

2:29 7314 - - -
Pendekatan untuk

keterlibatan pemangku - - .
kepentingan

223
Approach to stakeholder
'engagement

kotkat P ga

230
Gollective bargaining
agreement.

GRI 3: Fl 10an ng - - -
Topik Mataral Proses untuk menentukan
2021 topik matetiat

GRI 3: -
Material Topio Process to determine
2021 materiai toples

32

Daftar topik material

32
List of materia! topics

33 72:78, 90, 103, - - -
Manajemen topik material 112 118,126

33
Management of materiat
toples

Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025

Page 154 OCR 0.609
Yang Tidak Dicantumkan

Pengungkapan.
pengungkapan

Halaman

Keaso

Topik Material
Material Toplos

Kinerja Ekonomi
Economic Performance

Senen Fengung ai : : |
engungkapan manajemen
za Jopig  apan mang - - -
CR3: 33
Meterial Wanagement of material
| Toples 2021 topics
GR 201: 2011 90 - - -
Kinerja Nilai ekonomi langsung yang
Ekonomi dihasilkan dan didistibusikan - : -
2016
Bina re value
GRI201: Ireet econome v
Economic generated and distrlbuted
Performance
: 2012 » - - -
implikasi inansial serta isiko
£ dan peluang !aln akibat cari . - -
N perubahan iklim
1 202
: Financial implications and
i other sks and opportunities
Gue tocimate change
2013 129130 . - -
Kewajiban program pensiun
manfaat pastl dan brogram - - -
pensiun latan
2013
: Defined bener plan
bligations and cihe:
tetlrement plans
wan finansial
@lerma dani pemdrintah . - -
2014
Financial assistance received
Irom the govemment
(Dampak Ekonomi Tidak Langsung
Indireot Economic Impacts
Tepi tata Petguakapan mana Tenang : : :
Topik Mat ungkapan manajemen ,
La op TP - : -
| cas 33
Material Management of material
"Toples 2021 topics
D eRi20g 2031 ane - - -
Dampak Investasi Infrastruktur dan
EkonariTidak dukungan ayanan - : -
Pn
: inffastructureInvestments
| em202 and services supported
Indiraot
1 Feonomig
dp.tna - - .

2032
Dampak ekonomi tidak
: langsung yang signifikan - - -

2032
Signlfcant incireet economic
impacts

Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025

Page 155 OCR 0.638
INDONESIA
INFRASTRUCTURE
FINANCE

Yang Tidak Dicantumkan

Pengungkapan-

Pagote) Persyaratan yang
Tidak Dicantumkan
Reguiremeats) Ornintud
Antikorupsi
'ntirorruption

Sie Matedat — Pbgungu 7 . .
ea ngungkapan manajemen
3 (ep kapan manajer

GRI: 33
Material Management of material
Topics 2021 toples

GRI 205: 2051 738 - . -
Antikorupsi Operasi-operasi yang dinilai
2016 memilki risiko terkait korups - - .

GRI 205: 2051
Anticoerupton Operations assessedi for isks
2016 related to cortuption

2052
Komunikasi dan pelatihan
tentang kebijakan dan - - -
prosedur antkorupsi

2082
Communication and trcining
about antl-coruption policies
and procedure:

2053
insiden korupsi yang terbukti
dan tindakan yang diambil - -
2053

Confrmed incidents of

Sorruption and actions taken

Energi
Energy

Seni Matertat Bangun ji kl " " :
pik Mater ngungkapan manajemen
221 Kok

GR13: 33
Material Management of material
Toples 2021 topes

GR 302: 3021
Energi 2016 Konsumsi energi di datam
organisasi

9899, 109 - - -

GRO:
Energy: 3021

Eneray consumption within
the organization

3022 9890 - - -
Konsumsi energi di luar
organisasi - - -

3022
Eneray consumption cutside
of Ihecrgarization

3023 100 - " -
Intensitas energi

3023
Energy Intensity

302 98 - - .
Pengurangan konsumsi
energi

3024
Reguetion of energy
censumption

Ia ngan pat 9 - - -
engurangan pada energi

yang tuna untuk 0 . - .
produk dan jasa

3025
Reductians in energy
egultements of products and
services

Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025

Page 156 OCR 0.625
Emisi
Envisslons

Sepi Material
at

Ba

GRI:

Materlat
Toples 2021

GRI 305:
Emisi 2016
GRI 305:

Emlasions
2016

Umbah
Waste

SRS:
Topik Matarial
2021
GRIS:

Material
Topics 2021

Halaman

Panet Persyaratan yan
Tidak Dicantumkan

Reguirementis/ Oresit

3 angka h ga - - .
ungkapan mangjemen
ba 'gkap:

33

Management of material
topies

3051 10 - - .
Emisi GRK (Cokupan 1)

langsung

3051
Direct (Scope 1) GHG
emissiens

KI) - - .
Ea Of (oakupan 2) “dak
langsuni - - -

Tniige (Scope 2) GHG
@missions

#ione Kakuran 9 dak
Fang la

Bibartndrat (Soope 8 CHO
emisslons

3054 101-103 - - -
Intensitas Emlsi GRK

305:4
GHG emissions intensity

3055 . 97, 102103 - - .
Pengurangan emis! GRK

3055
Reduction of GHG emissions

305:
Emisi zat perusak ozon (0DS

05-6
Hiastonser gpopedenlsing
substances (ODS)

Wigan Oksida (NO2) sulfur
(80x), dan ernisi udara - - -
signifikan lainnya

3087
Niwogen ogees 1101 sulfur
rides (SO), and other:
Sinicsnt ak emisalons

33 105 - - .
Pengungkapan manafernen
topi

33
Management cf material
topics

Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025

Page 157 OCR 0.714
INDONESIA.
|| INERASTRUCTURE.
FINANCE

Yang Ti

Pengungkapan-

pengungkapan Halaman

Nona Persyaratan yang
Disele Tidak Dicanturnkan ia ir

lasan

Oruted

GRI 306: 2061
Limbah 2020 Timbufan limbah dan dampak
se signifikan terkait imbah - - .
1306:

GRI 306:

Waste 2020 3061
“Waste generation and
significant wasiereloted
impacis

105 - - -

108 - - -
men dampak

In terkait limbah - - -
3062

Management of significant
wasterelated impacts
2063
Timbalan limbah

2063
Waste generated

3064 106 - - -
Limbah yang dialihkan dari
pembuangan akhir - - .

06x
“Waste diverted from disposal

306-5 108 - - -
Limbah yang dikirimkan ke
pembuangan aktir - - -

3065 .
Waste directed to disposal

Ketenagakerjaan
Employment

SRI 3: 33
Topik Material Pengungkapan manajemen
2021 topi

GRI3: 33
Material Management of material
Topics 2021 topics

gran, doa rae125 : - -
Kgupegiketpan Perekrutan karyawan baru

Gan pergantian karyawan - - -
ma aa
7016 New employee hires and

empiayae turnoner

4012 139 - - -
Tunjangan yang diberikan

kepada karyawan pumawaktu - - -
yang dak diberikan kepada

aryawan pada kurun waktu
tertentu atau paruh waktu

4012
Benefits provided to (ulltime
employees that are not
Provided to temporary er part-
lima employees

4013 180 - - -
Cuti melahirkan

4013
Perental leave

Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastuctura Finance | Sustainability Report 2025

Page 158 OCR 0.659
GRI Indeks

Pengung
pengung

Kesehatan dan Keselamatan Kerja
Oceupatlonal Healih 8 Safety

“GRI3:
Tepi matt
2021

Material
Toples 2021
GRI 403:
Kesehatan
dan
Keselamatan
Kerja 2018

GRI 403:
Oecupatlonat
Heslihang

Sat
2018

GRI 403:
Kesehatan
dan
Kesetamatan
Kerja 2018
GRI 403:

33
Pengungkapan manajemen
topi

33
Manegement of material
tepics

4031
Sistem manajemen
kesehatan dan keselamatan
kerja

4081
Oscupational healih and
saleiy maragement system

Fantnasian an bahaya,
penil

Pwesigas anta"
Haindicontiteaton risk

assessment, and incident
investigation

4033
Layanan kesehatan kerja

4033
Orcupational heatih services

4034
Partisipasi, konsultasi, dan
kemuolkasi pekerja ohtang
hegehatan dan kesoaratan
en

“eter portetaton,
Sonsuation and

commuricar
Serupatona! health and
safety

bihan pekerja mengenal
sehatan dan kogelariatan

4025
Worker training on.
erupationai health and
satety

14026
Peningkatan kualitas
kesehatan pekerja

2035
Promotion of worker healih

4937
Pencec

dam an
(dan keselamatan kerja yang

secara langsung terkait
(hubungan bisnis

4037
Prevention and mitigation of
'oceupationai health and

salety Impacis direoty Ii
'yy business reletio

Patayang jereakup dalam
pisiom manajemen

dan keselamatan kerja
3:8

Workers covered by an

eeupatlonai heatin andi

Safety management system

Yang Tidak Dicantumkan

Halaman

Cuyata) Persyaratan yang

Tidak Dici

teguirement:

183 -
133134 -
194136 -
138 -
135 -
135 -
138 -
194 -
183 -

Laporan Keberlanjuta

tumkan A Penjelasan
Omitteg , txotanatior

5 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025

Page 159 OCR 0.587
INDONESIA
INFRASTRUCTURE
FINANCE

Yang Tidak Dicantumkan
GRI Indeks Pengungkapan. Halaman
peda pengungkapar "

teeason txplanation

SRI 403: 4029 134 . - .
Kesehatan Kecelaaan kerja
Keselarnatan 4039 : : :
Kerja 2018 WOrkeretated Injurins
upalional
40819 14 - - -
Herlin ang Penyakit akibat kerja | : g
2013 “92-10
WWorlerelated il heatth
Pelatihan dan Pendidikan
Training and Educaton
GRI: 33 128 - - -
MMaterlat Pengungkapan menalemon
2021 topi - - -
GRt3: 33
Material Management of material
Toples 2021 topies
GR ane: 40an 12 - - -
Pelatihan dan Ratarata jam pelatihan per
Pendidikan tahun per pekerja - - -
2016 21
GR a0: Average hours of training per
Trainingand year per employee
Education 2016
2012 18 - - .
Progtam untuk meningkatkan
keterampilan pekerja dan - - .
program bantuan peralihan
s012
Program for uparading
#mpioyee aklis and Wansition
assistance programs.
4013 128 - - .
Persentase karyawan yang
menerima tinjaven rutin - - -
terhadap kinerja do
pengembangan karier
043
Percentage of employoes
teceivingtogular Perlormance
and career development
tevions
Nondiskriminasi
Wondiserimination
Sapikitatetat—— ehgungkapr " N — .
Tor ta ngungkapan manajemen
202i Tpi " - - -
R13: 33
Material Managemen: of mateniat
Toples 2021 topies
cal 106: 4061 ang . - -
Agidivsiminst insiden diskriminasi dan
6 tindakan perbaikan yang - - .
artung: dilokukan
Mondircriminat
kano

6-1
Incidenis of diserimination
and corrective actions taken

Laporan Keberlanjutan 20251 PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025

Page 160 OCR 0.583
Yang Tidak Dicamumkan

GRI Indeks Pengungkop: Halaman

'ungkapar
Bit pengungkap: ts

Didor ayols, aratan yang

p
Tidak Dicanturokan
tegur ritte

Kebebasan Berserikat dan Perundingan Kolektif
Freedom of Association and Collective Bargaining

R13: 38 139 . . -
TepikMateal Pengungkapan manalemen
2021 topi - - -
GRI3: 33
Materlal Management of material
“Toples 2021 topies,
4071 182 - . -
(Operasi dan pemasok di
mana hak atas kebebasan - - .
berserikat dan perundingan
: Kelak mungkin Beraka
2071
Operatone eng supplersin
Wwitlen Ine gn to reedom of
assosiatlon and collect v6
bargaining may be atriak
Masyarakat Setempat
Loeal Communities
| s13 H3 1s - - -
Tepikatmial. Pengungkapan manajemen
2021 topi - - -.
| m3: 33
| Material Management of material
| Toples 2021 topies
: ORI MO dangan kerrib 1318 - - -
asyaraket nasi dengan keterlibatan
Setempat Mnoyarakar setempat - - -
2016 niaian dampak, dan
mb:
GRI 412: Local
Sommunhies 4131
2016 Operations with local
cammunity engagement,
impact assessments, ana
@evelopment programs
: 13, kva m3 - - .
rasi yang secara a
Gn yang balpotenst memilki - - .
Sampak negati sgntikan
terhadap masyarakat
Setempat
a12
Operations with significant
agtual and potential negative
impacts on local
cammuniies
Privasi Pelanggan
Customer Privacy
BA etotat « 1 . - .
Topik Mate ungkapan manajemen
12021 gemekapan manah - - -
m3: 33
Materal Menagemeni of materai
Topies 2021 topies”
SA 418: ana m7 . - .
Privasi Pengaduan yang berdasar
Pelanggan mengenai pelanggoran - - .
1 216 tehadap pivasi pelanggan
an hilangnya cata pelanggan
cRang: nya data pelangga
Customer aga
Pilvany 2016 Substantated complains
Concerning breaches of

.
: Customer privacy and losses
Of customer data

Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025

Page 161 OCR 0.627
Daftar Pengungkapan Sesuai Standar GRI G4 Jasa Keuangan
GRI G4 Financial Services Cross Reference

cai

|
standar |
|

wataa |

81 Kebiloran ya

Fs3 Proses

Fsa Proses untuk meningkatkan

GRIG4
Financiat
Services

Inda

Halaman
Pages

Pengungkapan
Denlosire lan yang
ntumkan

memuat
komponen Ingkungan dan

Jantan pada bian

Polictes wah spec
environmental and social

34,42 -

components applied to
business lines.

Prosedur untuk mena dan” 5,7 -
dngkunga

Tandan padan! -

#emuma raman
Sereening environmenta! ar
soelal risks In business lines.

s pemantavar 7 -
Implemomasi dan kepatuhan

ken Pareyaatan -
Engkungan dar s0

Tertanam datar perjanjian

atau transaksi.

Processes for monitoring
cllents' Implementation of
and complanze win
environmental and social
Selada
'greements or transactions.

68-69, -
kompetensi karyawan dalam 16

n
prosedur Iingkunyan Sera"
Sostal pada ini bisnis.

Progassles) farimproving

staff competency to

iemplernes the enviranmanta!

An social polas ang

(oeodunes as ppiledto
usiness lines:

Fss Interaksi dengan kileny/ . -

Laporan Kebert

FS6 Persentase

Investee/mllra usaha terkaht
risiko dan peluang lingkungan -
dan sosial,

Interacttons with clients7
investees/buslness partners
tegar roamer
social risks and
opportunities.

rtofollo untuk
setiap Iii bisnis berdasarkan
“wiayah, skala usaha, -
(misanya mikcofuKmmbesan,

Perentogoo the ontfolio
for business Ines by spocife

lala and by 2geor.

tentu pada setiap Ini
biemir dinel beraroarkan
tujuan.

Monetary value of products
andser Lencana to

liver a specific sc
Paket ora buagos Ine
broken dawn by purpose.

njutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025

Yang Tidak Dicantumkan

INDONESIA
INFRASTRUCTURE
FINANCE

Penjelasan

Page 162 OCR 0.583
GRI GA
Financial

ng
Services

Fsto

FS11

Fst2

Fs13

Pengungkapan

Monetar Teo of ogase
og series designadto
dellyar a specilio
nvraamental benefit or
#ach business line broken
dorm by purpose.

Cakupan dan frekuensi audit
Untuk menda! Implementasi
kei jakan. lingkungan: dan

penlaian niko

Coverage and freguency of
Budits fa assess

2
policles and risk assessment
procedures,

Persentase dan Jumlah
erusahaan dalam partafollo
Institusi yang telah diajak
berinteraksi aleh organisasi
pelapor terkait Isuingkungan

Percontage and sumberat

companies heldin tn
imeututons portal with
wwhloh the reporting
rganisation has Interacted
(on environmental or social
issuos,

Persentase aset yang melalu
ses penyaringan pos

Sam aga ega Tingkungan

atau sosial.

Of of assets voer

topositive end
Se enoamaran andal
screening,

Ikan pemungutan suara
8 Na aakan Untar
kungan au soal! atas
IK suaranya
Sen ang Ta Gt
pemungutan svara oleh
Organisasi pelapor.

Voting polioy(tes) appiied to
environmental or social
issues for shares over which
the reporting organization
hnolds the right 10 vote shares
Or advises On voting.

Access points inlowe.
populated or economically
disadvantaged areas by type,

idak Dicantumkan

Halaman

Pagstst Persyaratan yang
Tidak Dicantumkan.
Bagairomergis) Costa

17, 89 - - & -

7 - - : .

Po - : - : "
po 5x

16 " - - -

“ - Tidak Relevan , -

- ' Not Relevant # -

Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sus

Penjelasan

nability Report 2025

Page 163 OCR 0.727
INDONESIA
INFRASTRUCTURE
FINANCE

Yang Tidak Oicantumkan
standar Oowssior
GRI
1m Onselosure Persyaratan yang Pane
Tidak Dicantumkan

alasan Penjelasan
Kewa Feptunatsan

pom

Po criGa Pengungkapan Halaman
|

|

Fst4 Inistatf untuk meningkatkan - - Tidak Relevan : -
akseo layanan keuangan bag!
kelompok masyarakat kurang - Not Relevant -
mampu.

Initatives toimprove access
to financial services for
disadvantaped people.

FS1S Kebijakan untuk perancangan 88 - - - -
GRIc4 an penjulan produk serta

Finanelal Jangan yang adi, - - -

Services Poticies for the fair design

and sale of financial products
and services.

FS16 Inolti untuk meningkatkan - - Tidak Relevan - -
iterasi keuangan berdasarkan
jenis penerima manfaat, - Not Relevant .

Initiatives toenhance
Tinancial Iteracy Hy type of
benetielary.

Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025

Page 164 OCR 0.881
an) Moores Rowland

Independent Assurance Statement
Report No. 0426/BD/0047/IK

To the management of PT Indonesia Infrastructure
Finance,

We were engaged by PT Indonesia Infrastructure
Finance (TIF') to provide assurance in respect to its
Sustainability Report 2025 (“the Report'). The assurance
engagement was carried out by our highly experienced
assurance team whose diverse and complementary
skills ensure a high level of competence in carrying out
their duties.

Independence

We conducted all our assurance undertakings with
Independence and autonomny having not been involved
in the preparation of any key part of the Report. Nor
did we provide any services to IIF during 2025 that
could conflict with the independence of the assurance
engagement.

Assurance Standards
Our work was carried out in accordance with AA1000
Assurance Standards v3, issued by AccountAbility.

Level of assurance and criteria used

By designing our evidence-gathering procedures to
obtain a moderate level of assurance engagement as
set out in AA1000AS v3, readers of the Report can be
confident that all risks or errors have been reduced toa
very low level, although not necessarily to zero.
Moreover, the Report was also evaluated in accordance
with the criteria of AA1000 AccountAbility Principles
(2018) of Inctusivity, Materiality, Responsiveness and
Impact,

Scope of Assurance

We provided a Type 2 assurance engagement under

AA1000AS v3. This involved:

1) Assessment of IIF's adherence to the AA1000
'AccountAbility Principles (2018) and

PT, Moores Rowiand Indonesia
Jl Sisingamangaraja No. 26 - Jakarta Selalan 12120 - Indonesia
Tak: 46221 7202605 - Fax: 162 21 7202006 - wwwrmoores-TOWiaNd.com

2) Assessment of the accuracy and guality of the
specified sustainability performance information
contained within the Report, in relation to the
agreed scope, which comprised:

# Energy
#  Emissions

Responsibility

MF is responsible for the preparation of the Report and
all the information and ciaims therein, which include
established sustainability management targets,
performance management, data collection, etc. In
performing this assurance engagement, our
responsibility to the management of IIF was solely for
the purpose of verifying the statements it made in
relation to its sustainability performance, specifically
as described in the agreed scope, and expressing our
opinion on the conclusions reached.

Methodology

In order to assess the veracity of certain assertions and

specifled data sets included within the Report, as well

as the systems and processes used ta manage and

report them, the following methods were employed

during the engagement process: .

« Review — the Report, internal — palicies,
documentation, management and information
systems,

«Interview relevant staff involved in sustainability-
related management and reporting: and

# Follow data trails to their initial aggregated source
soas to check data samples to a greater depth.

Limitatlons

Our scope of work was limited to a review of the
accuracy and reliability of specified data and
Intervlews with data providers, persons in charge of
data collection and processing, as well as persons in
charge of sustainability — performance-related
information.

(OPRAXITY

tempenarng Buninonn Glebolly

Laporan Keberlanjutan 2025 1 PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Repori

Page 165 OCR 0.884
(3 INDONESIA
INFRASTRUCTURE
FINANCE

m 7 Moores Rowland

Canclusions UIF's allocation of resources to stakeholder

Conclusions in regard to adherence to the AA1000
AccountAbility Principles of Inclusivity, Materiality,
Responsiveness and Impact include the following
findings:

« Inclusivity
An assessment was made on whether IIF has
included all key stakeholders in developing and
achieving an accountable and strategic response to
sustainability issues.

Demonstration of IIF's strong commitment to
stakeholder inclusivity included the conducting of
needs assessment surveys and a materiality level
survey of the key stakeholder groups. Our overall
assessment is that IIF has set in place an effective
system that enables key stakeholders to participate
in the development of the organization's response
in the context of sustainability.

In order to maintain and strengthen the
effectiveness of this inclusivity, however, we
recommend that IIF carries out regular monitoring
of its systems and procedures, and implements
improvemenis where necessary.

» Materiality
With stakeholders reguiring material information
on which to base their informed judgments,
Getisions and actions, an assessment was carried
out to determine the extent to which IIF has
included such information in the Report,

IIF's strong commitment to meet stakeholder needs
in this field was evidenced by the provision af
adeguately reported and balanced information on
key material issues. Nevertheless, as demands for
information continue to increase, we recommend
that IIF conducts materiality tests on a regular basis
for inclusion in future reports.

» Responsiveness
As it is increasingly important to communicate in
meeting stakeholder expectations, an assessment
was carried out to determine the degree to which
IIF demonstrates its accountability in this area.

PT, Moores Romland Indonesia
Jl Ssingamargaraja No. 26 — Jakarta Selatan 12120 - Indonesia
et 48221 7202605 - Fax 462 21 720 2608 - www moores-owland.com

Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sus

engagement, the timeliness and accessibility of
reported information, and the types of
communication mechanisms regularly employed,
were all indicative of IIF's responsiveness to key
stakeholder concerns and expectations. As in other
areas, however, vigilance is of key importance, and
we recommend that IIF conducts regular monitoring
while — improving stakeholder — engagement
procedures where necessary in future reports.

" Impact

An assessment was made on whether IIF has
monitored, measured and is accountable for how its
actions affect their broader ecosystems. IIF has
integrated identified impacts into its key
management processes including, for example, its
materiality assessment process, organisational
strategy, governance, goal setting, and operations.

In order to strengthen the effectiveness of the
assessment and disclosure of its impacts, however,
we recommend that IIF provides the necessary
competencies and resources to measure, evaluate
and manage its impacts, conducts regular
monitoring of its systems and procedures, and
implements improvements, where necessary,

Based on our limited assurance engagement, nothing
has come to our attentionthat causes us to believe the
data in the Report is materially misstated.

All key assurance findings are included herein, while
detailed observations and follow-up recommendations
have been submitted to IIF management in a separate
report,

Jakarta, April 7, 2026

AA1000
Licensed Report
00D-107/V3-IAF?5

Okt

James Kallman
Chief Executive Officer

Moores Rowland is an International organization specializing in
audit, aecounting, tax, legal cnd Advisory, business and human
rights services In Indonesia. Moores Rowlond is a member of Prasity
AISBL, the world's largest Alliance of Independent and unoffiliated
Gudit and consultancy companies. With more than 65,000
professionals operating in 126 countries across the globe, each
sharing the same values and sense of responsibility, Praxity is served
by Moores Rowland in Indonesia, one of the leading sustainability

OPRAXITY

tmpowering Bumn

ability Repart 2025

Page 166 OCR 0.732
nf) Moores Rowland

assurance providers.

(PT. Meores Rowland Indonesia
Jl Sisingamangeraja No. 26 - Jakarta Selatan 12120 - Indonesia PN "
Tet48221 7202605 « Fax 46223 720 2606 - www.Mooresomand.com &

—

#mpoworing Musinesa Otebally

Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025

Page 167 OCR 0.695
INDONESIA

INFRASTRUCTURE
FINANCE

Laporan Penjaminan Eksternal terkait Verifikasi Perhitungan
Emisi Gas Rumah Kaca Cakupan 1 dan 2 IIF pada tahun 2025

External Assurance Report on the Verification of IlF's Scope 1 and 2
Greenhouse Gas Emission Calculation for the Year 2025

CARBON
TRUST

Certificate of Assurance

PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF)

has measured the organisational carbon footprint of their organisation for their:

NF Headguarters, Prosperity Tower

Carbon Trust Assurance Limited verifies that in acoordance with ISO 14064-8 that PT
Indonesia Infrastructure Finance (IIF) has caloulated the organisattonal carbon footprint of
their
Seope 1:All emissions sources
Scope 2: All emissions sources (location- and market-based)
emissions in the reporting period 01/01/2024 - 31/12/2024 in their HF Headguarters at |

Prosperiy Tower 58rd - 55th Floor,
District 8 (Jakarta, Indonesia), in accordance with:

Greenhouse Gas Protocol: A Corporate Accounting and Reporting Standard:
Greenhouse Gas Protocol: Scope 2 Guidance

The Carbon Trust — Organisational Carbon Footprints - Part 1

The Carbon Trust — Organisational Carbon Footprints - Part 2

Awarded: 28 February 2025

For and on behalf of Carbon Trust Assurance Ltd,

HW netnt2

Martin Hockaday,
Head of Assurance

Ina ertao geenusn apem ny Pia ta ceres Ba mba Im AineE Lutena ae R Glee top e
Sa Na DK Ea TA ANAN elo rah once De Cat Amar ra
An Ka Asarane Lem nga mein ErpindaN Mr w1Se BIN Yr mba DOSA mr Agar DUA me Per P3 Pace Ran Lg SE
HACK kotor MUG TATO OS Cat Tu hore Lari petai Ie Lte Tomi pewpotcnpanen

Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025

Page 168 OCR 0.633
—
Ba 3

CARBON
TRUST
Carbon Footprint Label

PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF)

has measured the organisational carbon footprint of their

IF Headguarters, Prosperity Tower

Carbon Trust Assurance has verified that this organisation has met allthe reguirements for
using the Carbon Trust Carbon Footprint Label.

Tan The IREPORTING
Pe

PERIODJ carbon
#misslona of this
CARBON organisation covering
TRUST TOPERATIONAL
VERIFICATION
TIAKIGED | p0wNOARYI hevebeen
VEMMED Coje Verified In accordance

ORGANISATIONAL FOOTPAINT | With the GHG Protocol.

The above is the generic version of the Carbon Trust Label which you are Iicensed to use, the
final Label text and artwork for your label shall ba Issued upon agreement of text and signatory
of the Label Licence Terms and Conditions.

Awarded: 28 February 2025 Valid Until: — 27 February 2026

for and on behalf of Carbon Trust Assurance Ltd,

Nina

Martin Hockaday,
Head of Assurance
Tentor pet) pem Pr emut we dang Lara mes ran omi On Apa
an en Dea naa Me megan Ken Tn Ainan Dt edi So be Sato be ne pr

on
Taboa Ma Ata Ke mun nge mad Brg ene RA Undangan BA RS meh gmn Dera Le Ane JS ra Ma ot SE
AC Teken HA O07 1TODOE Latan TentAnmesa ragi Patel Cadon TA peupaloempanea

Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025

Page 169 OCR 0.900
INDONESIA
|| INFRASTRUCTURE
FINANCE

Daftar Singkatan
List of Abbreviation

Abbreviation

Singkatan Nama Lengkap Full Name

ADB Asian Development Bank Asian Development Bank

AKB Aksi Keuangan Berkelanjutan Sustainable Finance Action

BBM Bahan Bakar Minyak Fuel

BEI Bursa Efek Indonesia Indonesia Stock Exchange

BPJS Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Social Security Administrator

BUMN/SOE Badan Usaha Milik Negara State Owned Enterprise

B3 Bahan Berbahaya dan Beracun Hazardous and Toxic Materials

CAP Rencana Tindakan Perbaikan Corrective Action Plans

DEG Ai an Dab eangegesalachattmbH

EBT Energi Baru Terbarukan New and Renewable Energy

cce Good Corporate Governance Good Corporate Governance

GUP Good International Industry Practice Good International Industry Practice

CJ Giga Joule Giga Joule

GRI Global Reporting Initiative Global Reporting Initiative

GRK/GHG Gas Rumah Kaca Greenhouse Gas

GRM Mekanisme Penanganan Keluhan Grievance Redress Mechanism

IBRD International Bank for Reconstruction International Bank for Reconstruction
and Development and Development

IFC International Finance Corporation International Finance Corporation

Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrasturture Finance | Sustainability Report 2025

Page 170 OCR 0.924
Abbrevlation
Singkatan

Nama Lengkap

Full Name

1 Indonesia Infrastructure Finance Indonesia Infrastructure Finance

IPCC | Intergovernmental Panel on Climate Change Intergovernmental Panel on Climate Change

Jabodetabek Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi

K3/0HS Keselamatan dan Kesehatan Kerja Oecupational Health and Safety

KKN/CCN Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme Corruption, Collusion, and Nepotism

KPBU/PPP Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha Public Private Partnership

kwh Kilowatt Jam Kilowatt Hour

LPEM UI Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Institute of Economic and Social Research
Universitas Indonesia University of Indonesia

LST/ESG Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola Environmental, Social, and Governance

MW Megawatt Megawatt

NRC Kornite Nominasi dan Remunerasi Nomination and Remuneration Committee

NRW Non-Revenue Water Non-Revenue Water

ODS Bahan Perusak Ozon Ozone Depleting Substance

OIKN Otorita Ibu Kota Nusantara Otorita Ibu Kota Nusantara

OJK Otoritas Jasa Keuangan Financial Services Authority

OM Operation Manual Operation Manual

PCAF Partnership for Carbon Accounting Financials Partnership for Carbon Accounting Financials

PDAM Perusahaan Daerah Air Minum Regional Drinking Water Company

PLTA Pembangkit Listrik Tenaga Air Hydroelectric Power Plant

Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025

Page 171 OCR 0.922
INDONESIA
Ig INFRASTRUCTURE
FINANCE ,

Semakan Nama Lengkap Full Name
PLTB Pembangkit Listrik Tenaga Bayu Wind Power Plant
PLTBm Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa Biomass Power Plant
PLTMH Pembangkit Listrik Tenaga Mini-Hidro Mini-Hydro Power Plant
PLTP Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi Geothermal Power Plant
PETS Pembangkit Listrik Tenaga Surya Solar Power Plant
PTSMI PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero)
POJK Peraturan OJK OJK Regulation
RAKB Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan Sustainable Finance Action Plan
RUED Rencana Umum Energi Daerah Regional Energy General Plan
RUPS/GMS Rapat Umum Pemegang Saham General Meeting of Shareholders
S8E Sosial dan Lingkungan Social & Environmental
SDM/HR Sumber Daya Manusia Human Resources
SED Divisi Sosia! dan Lingkungan Social and Environmental Division
SEDD Uji Tuntas Sosial dan Lingkungan Social and Environmental Due Diligence
SEMS Sistem Manajemen Sosial dan Lingkungan Social and Environmental Management System
SEOJK Surat Edaran OJK OJK Circular Letter
SFWG Sustainable Finance Working Group Sustainable Finance Working Group
SMBC Sumitomo Mitsui Banking Corporation 'Sumitomo Mitsui Banking Corporation
SMV Special Mission Vehicle Special Mission Vehicle

Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025

Page 172 OCR 0.883
Abbreviation

Singkatan Nama Lengkap Full Name

SPAM Sistem Penyediaan Air Minum Drinking Water Supply System

: TPB/SDGS . . Tujuan Pembangunan Berkelanjutan Sustainable Development Goals
TUSL/CSR Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Corporate Social Responsibility
Top Transit Oriented Development Transit Oriented Development
TPA Tempat Pembuangan Akhir Final Disposal Site / Landfill
UMP Upah Minimum Provinsi Provincial Minimum Wage
USD Dolar Amerika Serikat United States Dollar

WBS Whistleblowing System Whistleblowing System

3P People, Planet, Profit People, Planet, Profit

Tanggapan Terhadap Survei Pembaca Laporan Tahun Sebelumnya '9x 631
Response To The Previous Year's Reader Survey

Perseroan tidak mendapat tanggapan dari para pemangku — The Company did not receive feedback from stakeholders following
kepentingan setelah diterbitkannya Laporan Keberlanjutan 2024. — the publication of the Sustainabiliy Report 2024. Therefore, this
Dengan demikian, dalam laporan ini tidak terdapat informasi secara — report does not contain specific information about the Companys
spesifik tentang tindak lanjut yang diambil Perseroan atasttanggapan — ollow-up actions regarding stakeholders" feedback from the previous
dari pemangku kepentingan tahun sebelumnya. year,

Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia infrastucture Finance | Sustainability Report 2025

Page 173 OCR 0.878
INDONESIA

Lembar Umpan Balik I95x 6.21
Feedback Form

Laporan Keberlanjutan IIF Tahun 2025
IIF Sustainability Report 2025

Silakan pilih salah satu kelompok pemangku kepentingan yang paling mewakili Anda:
Please tick the box for the stakeholder group that best describes you:

Akademisi | Academics
Lain-lain | Others:

LC) Pegawai | Employee

(C) Contractor/Sub-contractor/Vendor/Supplier
CJ Konsumen | Costumer

(CJ investor/FinancialAnalyst/Shareholders
(CC) Regulator

CC) neo

( Media

g

0

Bagaimana penilaian Anda terhadap laporan ini:
Please rate the report for:

Parameter

Parameter

INFRASTRUCTURE
FINANCE

(1 SANGAT TIDAK BAIK sampai dengan 5 SANGAT BAIK)
(1 being POOR up to & being EXCELLENT)

Dapat memenuhi kebutuhan Informasi yang Anda butuhkan
Meeting your information needs

Konten yang lengkap
Content Completeness

Transparan
Transparency

Jelas dan mudah dimengerti
Clarity and easy to understand

Kemudahan dalam mencari informasi tertentu
Ease in finding Information

Keseluruhan Laporan
Overall Report

Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Repori 2025

Page 174 OCR 0.906
Laporan ini terdiri dari bagian-bagian berikut:
The raport has these following sections:

Apakah bagian ini bermanfaat/memuat
informasi yang mencukupi?

Is it useful/insightful?

Bagian Apakah Anda mengakses bagian ini?

Section Did you access this section?

Strategi Keberlanjutan
Sustainability Strategy

Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan
Sustalnability Performance Overview

Profil Perusahaan
Company Profile

Penjelasan Direksi
Board of Directors Explanation

Tata Kelola Keberlanjutan
Sustainability Governance

Kinerja Operasional
Operational Performance

Kinerja Lingkungan
Environmental Performance

Ketenagakerjaan
Employment

Kinerja Sosial
Soclal Performance

Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability R:

Page 175 OCR 0.912
INDONESIA.

INFRASTRUCTURE
FINANCE

Material aspek apa yang menurut Anda paling informatif dan bermanfaat:
Which of our most material aspect did you find informative or useful:

Apakah data dan informasi yang disajikan cukup untuk
kebutuhan informasi Anda?
Is data and information presented sufficient for you?
Aspek Keberlanjutan Material

Material Sustainability Aspects

Terlalu banyak | Meneukupi Terlalu sedikit
Too much Sufficient Too little

Dampak ekonomi tidak langsung
Indirect economic Impact

Antikorupsi
Anti-corruption

Energi
Energy

Air dan efluen
Water and effluent

Keanekaragaman hayati
Biodiversity

Emisi
Emission

Ketenagakerjaan
Employment

Kesehatan dan keselamatan kerja
Occupational health and safety

Pelatihan dan pendidikan
Training and education

Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report

Page 176 OCR 0.886
Mohon penjelasan, apakah laporan ini telah menjawab pertanyaan Anda tentang kinerja keberlanjutan kami?
Please elaborate, does the report address your main concerns about our sustainability performance?

Mohon berikan saran kepada kami untuk meningkatkan kualitas laporan berikutnya?
How could we improve this report in the future?

Mohon kirimkan lembar umpan balik kepada kontak di bawah ini. Terima kasih.
Please send the feedback form to the contact below. Thank you

Prosperity Tower 53-58" Floor Lot 28,
Sudirman Gentral Business District (SCBD)
Sustainability Council 3) Jend, Sudirman Kav. 52-53, Jakarta 12190, Indonesia
. . Tel (62-21) 5082 6600
PT Indonesia Infrastructure Finance Fax (62-21) 5082 G6D1
Email: sustainability. council@iff.co.id
Website: wwwlif.co.id

Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia infrastucture Finance | Sustainebility Report 2025

Page 177 OCR 0.731
INDONESIA

UNFRASTRUCTURE
FINANCE

IIF PLN Renewable Energy Certificate (REC)

@ATIGRsS PLN

tudapa arm 4 ren Beronnan

TIGR Registry Certificate of Rctiremcnt

APX, Ine,, in its capacity as operator and administrator of ihe TIGR Registry, hercby certifies Ihal ibe following Renewable Energy Certificntos
(REC) have been retirad in the TIGR Registry on behalf of:

PT Indonesia Infrastructure Finance
Total RECS Retired: 600

Retirement Reason Details: Meet Corporate Runcwable Energy Goals

Retirement Date: November 19, 2024

Sub-Account Name Projec( Name Project Type TIGRs Serial Numbers Guantity
PT Indonosin nfrasarueture Fiowe da Hpvrorlecuie Water
' TA Cirata Haa v TGR-2M0-1D-JB-10-202442734:75591 1076120 500

Reliring TIGRs Account Holder: PT PLN (Porsero)

“The Tradable Insirument far Global Ronewables (TIGR) Regisry is an online platform purpose buill 19 mect RETOO besi praetiees guidelines and CDP standards
for procuring and reporting purchases Of renewable energy. The Registry Is developed and managed by APX, leveraging more Ikan 15 years of experlenec in
environmental markets. For more information: wyaw.apx,com

Laporan Keberlanjutan 2025 | PT Indonesia Infrastucture Finance | Sustainability Report 2025

Page 178 OCR 0.954
Halaman ini sengaja dikosongkan
This page is intentionally left blank
Page 179

          
Page 180 OCR 0.829
PT Indonesia Infrastructure Finance

16221 50826600

Prosperity Tower 53"-557 Floor Lot 28,
Sudirman Central Business District (SCBD) B8 sustainability. council@iif.co.id

Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53, Jakarta 12190, Indonesia &

iif.co.id

File

File Open PDF
Source IDX
Size8.2 MB
Published30 Apr 2026
Pages180
Characters505,034
Text sourceOCR
OCR confidence0.827

Names mentioned 88 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked person Darmin Nasution p.6
linked person Rinaldi Firmansyah p.6
linked person Lodewijk Govaerts p.6
linked person Oza Olavia p.6
linked person Supriya Prakash Sen p.6
linked person Rizal Bambang Prasetijo p.6
linked person Yuji Fukuda p.6
linked person Rizki Pribadi Hasan p.7 ×3
linked person Eri Wibowo · Direktur p.7 ×2
linked person Lestari Andaluscia Umardin p.7
linked person Mohammad Ramadhan Harahap p.7
linked org Polytama Propindo p.23
linked org International Finance Corporation p.31 ×5
linked org Asian Development Bank p.32 ×8
linked org Bank Mandiri p.69 ×2
linked org Pemerintah Provinsi p.115
possible person Marc Oliver Juenemann p.6
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.9 ×8
possible — Central Business p.13 ×2
possible org Negara Republik Indonesia p.48
possible org PT Sarana Multi p.59
possible person Mohammad · Direktur p.63
unresolved org PT Indonesia Infrastucture Finance p.2 ×93
unresolved org PT Indanesia Infrastucture Finance p.7
unresolved org PT Indone p.8
unresolved person Hj Operatignal Health p.13
unresolved org PT Polytama Propindo-USD p.23
unresolved org PT Ultra Mandiri Telekomunikasi-Rp p.23
unresolved org PT PP Tirta Riau-Rp p.23
unresolved org PT Sumber Aneka Gas-Rp p.23
unresolved org PT Polytama Propindo Project p.23
unresolved org PT PP Tirta Riau Project p.23
unresolved org PT Sumber Aneka Gas Project p.23
unresolved org PT Ind p.24
unresolved org Financial Services Authority p.29 ×7
unresolved org Millennium Challenge Corporation p.31 ×2
unresolved org Kementerian Keuangan Indonesia p.31
unresolved org Bank Indonesia p.32 ×2
unresolved org PT Indonesia Infrastucture Finane p.34
unresolved org PT Indonesia Infrastucture Finano p.37
unresolved org PT Indonesia Infrastuoture Finance p.43 ×2
unresolved org Menteri Keuangan Republik Indonesia p.48
unresolved person Aulia Taufani p.48 ×2
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.48
unresolved org Minister of Finance p.48
unresolved org Minister of Law and Human Rights p.48
unresolved org PT IIF. Hingga p.52
unresolved org PT IIF. As p.52
unresolved org PT Indonesia Inftastucture Finance p.59
unresolved — BoC-IC · Komisaris p.60
unresolved person Darmin · Komisaris p.61
unresolved person Nasution · Komisaris Independen p.61
unresolved person Rinaldi · Komisaris Independen p.61
unresolved person Rizal · Komisaris Independen p.61
unresolved person Oza Olivia · Komisaris p.61
unresolved person Lodewij · Komisaris p.61
unresolved person Mare-Oliver · Komisaris p.62
unresolved person Yuji · Komisaris p.62
unresolved person Lestari · Direktur p.63
unresolved org Departemen HR p.65
unresolved org Intemational Finance Corporation p.68
unresolved person Dawan · Komisaris p.69
unresolved org Boardot Risk Management Certification p.69
unresolved org Sertifikasi Manajemen Risiko p.69
unresolved org Bank Mandiri Economic p.69
unresolved org Bank Mandiri Climate Risk Management Workshop Climate Risk p.69
unresolved org PT RSM Indonesia Asian Development Bank p.69
unresolved org PT SMI p.71 ×2
unresolved org Kementerian Kevangany p.75
unresolved org Ministry of Finance p.75
unresolved org Payment of Final Tax p.90
unresolved org PT Indonesia Infrastucture p.91
unresolved org PT PLN (Persero) p.98 ×4
unresolved org PT Polytama p.107
unresolved org PT Polytarna p.107
unresolved org Pemerintah Provinsi Gorontalo. Gerontais Provincial Government. Kegiatan p.115
unresolved org Kementerian Keyangan Ministry of Finance p.115
unresolved org Ministry of Finance Dukungan p.115
unresolved org PT Seraya Muhi Penjarnan Iirasirutu Indonasia Persero p.116
unresolved org PT PII p.116
unresolved org PT Sarana Multi Infesutuktur Persero p.116
unresolved org PT Penjarinan Iirasruktu Indonesia Persero p.116
unresolved org PT PIM p.116
unresolved org PT Indonesia Infrastueture Finance p.118
unresolved org PT IIF. p.128
unresolved org PT IIE In p.128

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result