Skip to content
Back to announcement

20260430_PSDN_Laporan Informasi dan Fakta Material_32076252_lamp1.pdf

Financial statement Text extracted PSDN

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 49

Page 1
    PT. PRASIDHA ANEKA NIAGA, Tbk.
           DAN ENTITAS ANAK

          Laporan Keuangan Konsolidasian
Untuk Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
 31 Maret 2026, 31 Desember 2025 dan 31 Maret 2025
Page 2
     o
Pra sid ha
                                                           PT PRASIDHA ANEKA NIAGA TbK


                                           SURAT PERNYATAAN DIREKSI
                                                         IENTANG
                                TANGGUNG JAWAB ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                      I JANUARI 2026 _ 31 MARET 2026
                                     PT. PRASIDHA ANEKA NIAGA TBK.


     Kami yang bertanda tangan di bawah ini :


              1. Nama                                      : Jeffry Sanusi Soedargo
                Alamat Kantor                              : Jl. Siantar No. 6, Cideng, Gambir
                                                            Jakarta Pusat 10150
                Alamat Domisili / sesuai dengan KTP atau
                Kartu identitas lain                     : Jl. Puri Mutiara VI No. 18C RT.006 RW.004
                Nomor Telepon                            : (021) 3528 - 5058
                Jabatan                                    : Presiden Direktur

              2. Nama                                      : Moenardji Soedargo
                Alamat Kantor                              : Jl. Siantar No. 6, Cideng, Gambir
                                                            Jakarta Pusat 10150
                Alamat Domisili / sesuai dengan KTP atau
                Kartu identitas lain                     : Jl. Puri Mutiara VI No. 18A RT.006 RW.004
                Nomor Telepon                            : (021) 3528 - 5058
                Jabatan                                  : Direktur Keuangan



     Menyatakan Bahwa

         l. Bertanggungjawab atas penyusunan dan penyajian laporan keuangan perusahaan;
         2. Laporan keuangan perusahaan telah disusun dan disajikan sesuai dengan prinsip akuntansi yang
              berlaku umum;
         3. a. Semua informasi dalam laporan keuangan perusahaan telah dimuat secara lengkap dan benar;
              b. Laporan keuangan perusahaan tidak mengandung informasi atau fakta material yang tidak
                 benar, dan tidak menghilangkan informasi atau fakta material;
         4.   Bertanggung jawab atas sistem pengendalian interen dalam perusahaan.

     Demikian pernyataan ini dibuat dengan sebenarnya.



                                                                           Jakarta, 29 April2026


                                       Presiden Direktur        Direktur Keuangan




                                (Jeffry Sanusi Soedargo)        (Moenardji Soedargo)


                                                                                                                 "Q



 Gedung Prasidha, [. Siantar No. 6, Kel. Cideng, fakarta Pusat 10150 . Tel. (62-21) 35285058 . Fax.(62-21) 3860809
Page 3
                                    PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk DAN ENTITAS ANAK
                                       LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                                        31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025
                                           (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)




ASET
                                                                 Catatan                   2026                       2025
ASET LANCAR
Kas dan setara kas                                               2d,2n,3                 3.923.092.035             6.523.024.716
Piutang usaha, neto                                            2d,2e,2n,4,5              4.441.168.473             6.633.752.230
Piutang lain - lain, neto                                           6                       72.524.714                 6.852.446
Persediaan                                                         2i, 7                 3.201.131.990             3.218.862.282
Uang muka kepada pemasok dan lain-lain                                                      32.536.010                97.608.525
Biaya dibayar di muka                                               2j                      44.176.175                44.176.175

Total Aset Lancar                                                                       11.714.629.397            16.524.276.374


ASET TIDAK LANCAR
Aset tetap, neto                                                  2k,9                 118.572.882.384           120.076.401.975
Estimasi tagihan pajak                                            2o,10                  2.802.698.955             1.371.814.494
Pinjaman kepada karyawan                                           2e                      626.983.332               615.483.331
Uang jaminan                                                       2m                      893.705.000               893.705.000

Total Aset Tidak Lancar                                                                122.896.269.671           122.957.404.800

TOTAL ASET                                                                             134.610.899.068           139.481.681.174



              Catatan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi secara keseluruhan.
Page 4
                             PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
                                  LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                                  31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025
                                    (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)




LIABILITAS DAN EKUITAS
                                                                      Catatan                   2026                    2025
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha - pihak ketiga                                               11                   3.723.973.377           9.032.467.084
Utang lain-lain                                                                              65.162.893.840          66.203.713.349
Beban akrual                                                         2d,2f,2j,12             18.864.717.260          21.512.578.808
Utang pajak                                                            2o,13                    549.134.366             657.845.718
Uang muka penjualan aset tetap                                           2k                  11.498.100.000             800.000.000

Total Liabilitas Jangka Pendek                                                               99.798.818.843          98.206.604.959

LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas imbalan kerja karyawan                                      2p,14                 20.937.589.712          20.947.589.713

Total Liabilitas Jangka Panjang                                                              20.937.589.712          20.947.589.713

Total Liabilitas                                                                            120.736.408.555         119.154.194.672

EKUITAS
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik
     entitas induk
Modal saham - nilai nominal Rp175 per saham
      Modal dasar, ditempatkan dan disetor
      penuh - 1.440.000.000 saham                                        15                 252.000.000.000         252.000.000.000
Tambahan modal disetor                                                                       53.293.498.409          53.293.498.409
Saldo Laba (Akumulasi kerugian)                                                            (302.406.208.842)       (295.953.212.853)
Penghasilan komprehensif lainnya                                                             10.987.200.946          10.987.200.946

Sub-Total                                                                                    13.874.490.513          20.327.486.502

Kepentingan Nonpengendali                                                                                  -                         -

Total Ekuitas                                                                                13.874.490.513          20.327.486.502

TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS                                                                134.610.899.068         139.481.681.174



                   Catatan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi secara keseluruhan.

                                                                                         Jakarta, 29 April 2026
                                                                                         Presiden Direktur
Page 5
                           PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk DAN ENTITAS ANAK
                          LAPORAN LABA RUGI KOMPREHENSIF KONSOLIDASIAN
                                        (Disajikan dalam Rupiah)
                                                                 Untuk Tiga Bulan Yang Berakhir
                                                                  Pada Tanggal-tanggal 31 Maret

                                                 Catatan              2026                2025

PENJUALAN NETO                                  2e,2n,4,16           4.010.084.400       1.438.218.600

BEBAN POKOK PENJUALAN                            2n,7,17             3.507.215.280       1.360.647.016

LABA BRUTO                                                            502.869.120          77.571.584

PENGHASILAN (BEBAN) OPERASI                      2n,20,21
Beban penjualan                                                        (55.891.150)        (62.537.110)
Beban umum dan administrasi                                         (6.412.160.821)     (5.342.242.418)
Pendapatan (beban) operasi lainnya                                    (490.757.000)         49.142.217

Penghasilan (Beban) Operasi, Neto                                   (6.958.808.971)     (5.355.637.311)

LABA (RUGI) OPERASI                                                 (6.455.939.851)     (5.278.065.727)

PENDAPATAN (BEBAN) LAIN-LAIN                     2n,21,22
Pendapatan (Beban) Lain-lain, Neto                                      2.943.862           1.912.977




LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK PENGHASILAN                               (6.452.995.989)     (5.276.152.750)

BEBAN PAJAK                                      2o,10,14
Beban Pajak, Neto                                                                -                    -

LABA (RUGI) TAHUN BERJALAN                                          (6.452.995.989)     (5.276.152.750)

Pendapatan komprehensif lain-lain                                                -                    -

TOTAL LABA (RUGI) KOMPREHENSIF
TAHUN BERJALAN                                                      (6.452.995.989)     (5.276.152.750)

Laba (rugi) tahun berjalan yang dapat
diatribusikan kepada :
     Pemilik entitas induk                                          (6.452.995.989)     (5.276.152.750)
     Kepentingan nonpengendali                                                   -                   -

TOTAL                                                               (6.452.995.989)     (5.276.152.750)

Total Laba (rugi) komprehensif tahun berjalan
yang dapat diatribusikan kepada :
    Pemilik entitas induk                                           (6.452.995.989)     (5.276.152.750)
    Kepentingan nonpengendali                                                    -                   -

TOTAL                                                               (6.452.995.989)     (5.276.152.750)

LABA (RUGI) PER SAHAM DASAR
YANG DAPAT DIATRIBUSIKAN KEPADA
PEMILIK ENTITAS INDUK                              2q                        (4,48)               (3,66)
Page 6
                                                                                                    PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk DAN ENTITAS ANAK
                                                                                                     LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN
                                                                                                                 (Disajikan dalam Rupiah)

                                                                                                             Untuk Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Maret 2026

                                                                   Modal saham dasar -                                                    Selisih atas akuisisi           Pengukuran kembali atas
                                                                    ditempatkan dan       Tambahan                 Saldo Laba                 kepentingan              liabilitas imbalan kerja jangka                              Kepentingan        Ekuitas,
                                                                     disetor penuh       Modal Disetor           Akumulasi (Rugi)           non-pengendali            panjang-setelah pajak tangguhan           Jumlah             nonpengendali        neto

Saldo per 31 Desember 2024                                            252.000.000.000       53.293.498.409         (269.772.337.948)                              -                    10.975.080.483          46.496.240.944                      -   46.496.240.944

Laba (rugi) tahun berjalan 2025                                                     -                    -          (26.180.874.905)                              -                                 -         (26.180.874.905)                     -   (26.180.874.905)

Penghasilan komprehensif lain - neto                                                -                    -                          -                             -                        12.120.463                 12.120.463                   -       12.120.463


Pembayaran dividen entitas anak kepada kepentingan nonpengendali                    -                    -                          -                             -                                 -                          -                   -                 -

Saldo per 31 Desember 2025                                            252.000.000.000       53.293.498.409         (295.953.212.853)                              -                    10.987.200.946          20.327.486.502                      -   20.327.486.502


Laba (rugi) komprehensif tiga bulan                                                 -                    -           (6.452.995.989)                              -                                 -          (6.452.995.989)                     -    (6.452.995.989)

Saldo per 31 Maret 2026                                               252.000.000.000       53.293.498.409         (302.406.208.842)                              -                    10.987.200.946          13.874.490.513                      -   13.874.490.513

                                                                                                    Catatan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi secara keseluruhan.
Page 7
                              PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk DAN ENTITAS ANAK
                                     LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN
                                           (Disajikan dalam Rupiah)


                                                                                       Untuk Tiga Bulan Yang Berakhir
                                                                                        Pada Tanggal-tanggal 31 Maret

                                                                      Catatan            2026                      2025
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI

Penerimaan kas dari pelanggan                                                           9.626.854.377            10.895.714.850
Penerimaan kas dari :
   Penghasilan sewa                                                                        18.116.100                         -
   Penghasilan bunga                                                                        2.985.545                 1.463.935
   Lain lain                                                                                        -                 3.987.387
Pembayaran kas kepada pemasok                                                          (8.468.846.307)           (5.984.700.134)
Pembayaran kas untuk :
   Gaji dan upah                                                                       (2.480.610.987)           (2.608.181.898)
   Beban usaha (diluar biaya gaji dan upah)                                            (5.854.878.981)           (3.041.996.939)
   Pajak penghasilan badan dan pajak lainnya                                           (2.755.892.286)                  (85.000)

Kas neto diperoleh dari (digunakan untuk) aktivitas operasi                            (9.912.272.539)             (733.797.799)

ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Hasil penjualan aset tetap                                               9                 88.000.000               453.500.000
Pembelian aset tetap                                                     9                 (8.675.000)                        -
Uang muka penjualan aset tetap                                           9             10.698.100.000                         -


Kas neto digunakan untuk aktivitas investasi                                           10.777.425.000               453.500.000

ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Penambahan (pembayaran) pinjaman jangka panjang
   dari pihak yang mempunyai hubungan istimewa                                            (56.910.780)            2.482.500.000

Kas neto diperoleh dari aktivitas pendanaan                                               (56.910.780)            2.482.500.000

KENAIKAN (PENURUNAN) NETO KAS DAN SETARA KAS                                              808.241.681             2.202.202.201

DAMPAK NETO PERUBAHAN NILAI TUKAR ATAS KAS
  DAN SETARA KAS                                                                                273.245                   (840.874)

KAS DAN SETARA KAS AWAL PERIODE                                          3              3.114.577.109             3.668.460.928

KAS DAN SETARA KAS AKHIR PERIODE                                         3              3.923.092.035             5.869.822.255



        Catatan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi secara keseluruhan.
Page 8
                                   PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk DAN ENTITAS ANAK
                             CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
                Untuk Periode Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025
                                                    (Disajikan dalam Rupiah)



                          NAMA AKUN                                                    2026                             2025

3.   KAS DAN SETARA KAS

     Kas dan setara kas terdiri dari :
                                                                                       2026                             2025
     Pihak Ketiga
         Kas
               Dalam Rupiah                                                              525.253.183                     469.342.615

         Jumlah                                                                          525.253.183                     469.342.615

         Bank
                Rekening Rupiah
                PT Bank Mandiri (Persero) Tbk                                              87.526.190                      36.233.303
                PT Bank Central Asia Tbk                                                3.282.042.708                   5.988.307.203
                PT Bank Danamon Indonesia Tbk                                               2.700.778                       3.150.721
                PT Bank Artha Graha                                                         2.717.434                       2.797.434
                PT Bank SMBC                                                                1.863.348                       1.962.196

                Rekening Dolar Amerika Serikat
                PT Bank Central Asia Tbk                                                   20.988.394                      21.231.244

         Jumlah Kas dan Setara Kas                                                      3.923.092.035                   6.523.024.716

     Tidak terdapat saldo kas dan bank yang ditempatkan kepada pihak berelasi pada 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025



4.   PIUTANG USAHA

     Piutang usaha terdiri dari :
                                                                                       2026                             2025
         Perdagangan hasil bumi                                                         4.441.168.473                   6.633.752.230
                                                                                                              ,
                                                                                        4.441.168.473                   6.633.752.230
         Cadangan kerugian penurunan nilai                                                          -                               -

     Piutang Usaha dari Pihak Ketiga - neto                                             4.441.168.473                   6.633.752.230
Page 9
                                    PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk DAN ENTITAS ANAK
                              CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
                 Untuk Periode Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025
                                                     (Disajikan dalam Rupiah)




     Piutang usaha tidak dikenakan bunga dan umumnya dikenakan syarat pembayaran selama 1 hari sampai dengan 35 hari. Piutang
     diakui sebesar jumlah di tagihan yang mencerminkan nilai wajarnya pada saat pengakuan awal.
     Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, seluruh piutang usaha didenominasi dalam mata uang Rupiah


     Rincian piutang usaha berdasarkan umur adalah sebagai berikut :


                                                                                        2026                           2025

     Belum jatuh tempo                                                                   4.441.168.473                 6.633.752.230

     Jumlah                                                                              4.441.168.473                 6.633.752.230

     Sedangkan persentase dari jumlah (%) adalah sebagai berikut :

                                                                                        2026                           2025
     Belum jatuh tempo                                                                         100,000                        100,000

     Jumlah                                                                                    100,000                        100,000


5.   SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK-PIHAK BERELASI

     Perusahaan dan Anak Perusahaan mempunyai transaksi usaha dan non usaha dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan
     istimewa. Sifat hubungan dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa adalah sebagai berikut :



         Sifat Hubungan dengan                                                                  Pihak-pihak berelasi
         Perusahaan dan Anak Perusahaan

         (i) Manajemen Kunci                                                   Dewan Komisaris dan Dewan Direksi


        Perusahaan dan Anak Perusahaan memberikan pinjaman tanpa bunga kepada karyawan dengan kriteria tertentu sesuai
        dengan masing-masing jenjang kepegawaian. Pinjaman ini dilunasi melalui pemotongan gaji tiap bulan.



6.   PIUTANG LAIN-LAIN
                                                                                        2026                           2025


     Lain-lain                                                                              72.524.714                    6.852.446

     Jumlah                                                                                 72.524.714                    6.852.446
Page 10
                                   PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk DAN ENTITAS ANAK
                             CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
                Untuk Periode Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025
                                                    (Disajikan dalam Rupiah)



7.   PERSEDIAAN
                                                                                               -
     Persediaan terdiri dari persediaan barang dagangan, bahan penolong dan bahan pembantu produksi. Barang dagangan dapat
     Hasil Bumi:
     berupa komoditas hasil bumi yaitu kopi.

     Bahan Baku
         Kopi                                                                                          -                                -
     Barang Jadi
         Kopi                                                                                177.578.940                     174.864.337


     Bahan Pembantu dan Pembungkus                                                         3.023.553.050                   3.043.997.945

     Jumlah Persediaan                                                                     3.201.131.990                   3.218.862.282


     Pada tahun 2026 dan tahun 2025, biaya perolehan bahan baku dan barang jadi kopi lebih rendah dibandingkan harga pasarnya,
     sehingga tidak diperlukan penghapusan nilai persediaan.
     Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, persediaan dengan nilai tercatat sebesar Rp 3.327.842.654,- dan Rp 3.218.862.282,-
     telah diasuransikan terhadap risiko kerugian atas kebakaran dan risiko lainnya kepada Asuransi Central Asia (“ACA”), berdasarkan
     suatu paket polis tertentu dengan nilai pertanggungan gabungan sebesar Rp 21.652.000.000, yang menurut pendapat manajemen
     cukup untuk menutup kemungkinan kerugian atas risiko tersebut.


     Berdasarkan hasil penelaahan manajemen, tidak terdapat kejadian atau perubahan keadaan yang mengindikasikan adanya
     penurunan nilai persediaan pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025.



8.   PENYERTAAN SAHAM
     Rincian penyertaan saham adalah sebagai berikut:                                     2026                             2025

                                                                       %            Biaya Perolehan/         %       Biaya Perolehan/
                                                                       Kepe-          Nilai Tercatat       Kepe-       Nilai Tercatat
     Nama Perusahaan                                                   milikan            (Rp)             milikan         (Rp)


     Metode Biaya (Cost Method)
     PT Sarana Aceh Ventura                                                3,760                       -     3,760                      -


     Jumlah Penyertaan Saham                                                                           -                                -


     Pada tanggal 31 Desember 2025, seluruh investasi kepada PT Sarana Aceh Ventura dihapuskan karena adanya pencabutan izin atas
     kedua perusahaan tersebut oleh Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”) dalam Surat Pengumuman No. PENG- 49/PL.02/2025 tanggal 30
     Oktober 2025. Beban atas penghapusan investasi tersebut dibebankan sebagai beban lain-lain pada laba rugi konsolidasian tahun
     berjalan.
Page 11
                        PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk DAN ENTITAS ANAK
                  CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
      Untuk Periode Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Maret 2026 (tidak diaudit) dan 31 Desember 2025
                                          (Disajikan dalam Rupiah)


9.   ASET TETAP
     Aset tetap terdiri dari :
                                                                         2026

                                           Saldo Awal       Penambahan/         Pengurangan/        Saldo Akhir
                                                             Reklasifikasi       Reklasifikasi

     Biaya Perolehan
     Pemilikan langsung
          Tanah                           68.809.331.220                  -                  -       68.809.331.220
          Bangunan dan prasarana          99.469.435.351                  -                  -       99.469.435.351
          Mesin dan peralatan             61.079.964.009                  -                  -       61.079.964.009
          Peralatan kantor                 6.051.446.692          8.675.000                  -        6.060.121.692
          Kendaraan                        8.031.796.185                  -        145.000.000        7.886.796.185
     Aset hak guna
          Bangunan                                      -                 -                   -                   -

     Total Biaya Perolehan               243.441.973.457          8.675.000        145.000.000     243.305.648.457


     Akumulasi Penyusutan :
     Kepemilikan Langsung
          Tanah                                         -                 -                   -                   -
          Bangunan dan prasarana          68.232.783.890      1.097.609.466                   -      69.330.393.356
          Mesin dan peralatan             45.102.330.936        142.116.850                   -      45.244.447.786
          Peralatan kantor                 5.233.265.518         13.979.707                   -       5.247.245.225
          Kendaraan                         4.797.191.138        50.796.258         145.000.000       4.702.987.396
     Aset hak guna
          Bangunan                                      0       207.692.310                   -        207.692.310

     Total Akumulasi Penyusutan          123.365.571.482      1.512.194.591        145.000.000     124.732.766.073

     Nilai Buku Neto                     120.076.401.975                                           118.572.882.383

                                                                         2025

                                           Saldo Awal       Penambahan/         Pengurangan/        Saldo Akhir
                                                             Reklasifikasi       Reklasifikasi
     Biaya Perolehan
     Kepemilikan Langsung
          Hak atas tanah                  68.809.331.220                  -                   -      68.809.331.220
          Bangunan dan prasarana          99.469.435.351                  -                   -      99.469.435.351
          Mesin dan peralatan             63.903.943.928        355.550.000       3.179.529.919      61.079.964.009
          Peralatan kantor                 6.990.314.522        159.284.870       1.098.152.700       6.051.446.692
          Kendaraan                        8.919.704.293                  -         887.908.108       8.031.796.185
     Aset hak-guna
           Bangunan                          600.000.000                  -        600.000.000                    -

     Total Biaya Perolehan               248.692.729.314        514.834.870       5.765.590.727    243.441.973.457


     Akumulasi Penyusutan :
     Kepemilikan Langsung
          Tanah                                         -                 -                   -                   -
          Bangunan dan prasarana          64.048.864.418      4.183.919.472                   -      68.232.783.890
          Mesin dan peralatan              47.763.661.636       507.411.297       3.168.741.997      45.102.330.936
          Peralatan kantor                 6.215.525.138        115.893.080       1.098.152.700       5.233.265.518
          Kendaraan                        5.210.959.712        430.817.110         844.585.684       4.797.191.138
     Aset hak-guna
           Bangunan                          346.153.845        253.846.155        600.000.000                    -

     Total Akumulasi Penyusutan          123.585.164.749      5.491.887.114       5.711.480.381    123.365.571.482

     Nilai Buku Neto                     125.107.564.565                                           120.076.401.975
Page 12
                                    PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk DAN ENTITAS ANAK
                              CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
                 Untuk Periode Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025
                                                     (Disajikan dalam Rupiah)




 Alokasi Beban Penyusutan

 Beban penyusutan aset tetap yang dibebankan pada operasi adalah sebagai berikut:

                                                      Periode yang Berakhir pada tanggal

                                                          31 Maret 2026         31 Desember 2025

 Beban umum dan administrasi                                795.510.896             5.466.384.414
 dan beban operasi lainnya.

 Beban pokok penjualan                                      578.860.259               25.502.700

 Jumlah                                                   1.374.371.155             5.491.887.114




Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, aset tetap, kecuali tanah, telah diasuransikan terhadap risiko kerugian atas kebakaran
dan risiko lainnya kepada PT Asuransi Central Asia, PT Asuransi Adira Dinamika dan PT Asuransi Sompo Indonesia yang menurut
pendapat manajemen cukup untuk menutup kemungkinan kerugian atas risiko tersebut.

Hak atas tanah
Perusahaan dan entitas anak memiliki Hak Guna Bangunan atas beberapa lahan tanah di berbagai lokasi untuk periode yang berkisar dari
20 tahun sampai 30 tahun. Hak-hak tersebut akan berakhir pada berbagai tanggal mulai dari tahun 2020 sampai 2037. Manajemen
Perusahaan dan entitas anak berkeyakinan bahwa Hak Guna Bangunan tersebut dapat diperpanjang pada saat tanggal masa berlakunya
berakhir

Asuransi atas Aset Tetap
Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, aset tetap kecuali tanah, telah diasuransikan terhadap risiko nilai kerugian atas
kebakaran dan risiko lainnya kepada PT. Asuransi Central Asia dan PT. Asuransi Sompo Indonesia dengan total nilai pertanggungan
sebesar Rp 89.554.355.992,-



Berdasarkan pertimbangan manajemen, tidak terdapat kejadian-kejadian atau perubahan-perubahan keadaan yang mengindikasikan
adanya penurunan nilai aset tetap pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025


10.    TAGIHAN PAJAK DAN ASET PAJAK TANGGUHAN
       Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 46 mengisyaratkan adanya pemisahan antara aset pajak kini dan aset pajak
       tangguhan. Aktiva pajak kini yang berupa tagihan pajak atas pajak penghasilan periode berjalan terdiri dari:



                                                                                            2026                              2025

       Pajak Pertambahan Nilai                                                                1.870.626.340                               -
       Pajak Penghasilan :
       Pasal 22                                                                                 10.025.211                                -
       Pasal 25                                                                                922.047.404                      922.047.404

       Jumlah                                                                                 2.802.698.955                     922.047.404

       Sedangkan aset pajak tangguhan merupakan jumlah pajak penghasilan terpulihkan (recoverable) pada periode mendatang sebagai
       akibat adanya beda waktu yang boleh dikurangkan dan sisa kompensasi kerugian. Aset pajak tangguhan Perusahaan dan Anak
       Perusahaan sebesar Rp 0,- untuk periode 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025.
Page 13
                                   PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk DAN ENTITAS ANAK
                             CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
                Untuk Periode Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025
                                                    (Disajikan dalam Rupiah)




11.   UTANG USAHA

      Utang usaha terutama timbul atas pembelian bahan baku, bahan penolong, dan bahan lainnya, serta penggunaan
      jasa yang dibutuhkan untuk operasi Perusahaan dan entitas anak. Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember
      2025 seluruh utang usaha adalah kepada pihak ketiga dalam mata uang Rupiah.

                                                                                       2026                           2025
      Pihak ketiga
        Perdagangan hasil bumi                                                          3.723.973.377                  9.032.467.084

      Jumlah                                                                            3.723.973.377                  9.032.467.084


12.   BEBAN AKRUAL

      Gaji                                                                             17.719.770.013                 20.546.236.060
      Jasa Profesional                                                                              -                    943.918.440
      Lain-lain                                                                         1.144.947.248                     22.424.308

      Jumlah                                                                           18.864.717.261                 21.512.578.808

13.   UTANG PAJAK DAN LIABILITAS PAJAK TANGGUHAN
      Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 46 mengisyaratkan adanya pemisahan antara kewajiban pajak kini dan kewajiban
      pajak tangguhan. Liabilitas pajak kini yang berupa hutang pajak atas pajak penghasilan periode berjalan terdiri dari:


                                                                                       2026                           2025
      Taksiran utang pajak penghasilan

      Pajak Pertambahan Nilai                                                            434.914.768                               -

      Pajak Penghasilan :
      Pasal 21                                                                             64.841.854                   629.641.079
      Pasal 22                                                                              8.125.882                    19.905.777
      Pasal 23                                                                              3.426.634                     2.873.634
      Pasal 26                                                                              5.425.228                     5.425.228
      Pasal 4(2) Final                                                                     32.400.000                             -

      Jumlah                                                                             549.134.366                    657.845.718
Page 14
                                    PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk DAN ENTITAS ANAK
                              CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
                 Untuk Periode Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025
                                                     (Disajikan dalam Rupiah)



14.    LIABILITAS IMBALAN KERJA KARYAWAN

       Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, liabilitias imbalan kerja karyawan sebesar Rp20.937.589.713,- dan
       Rp20.947.589.713,- disajikan sebagai akun "Liabilitas Imbalan Kerja Karyawan".



15.    MODAL SAHAM

        Pada tanggal 31 Maret 2026 rincian pemilikan saham Perusahaan dengan nilai nominal Rp175,- per saham adalah sebagai berikut:


                                                     Jumlah Saham
                                                     Ditempatkan dan                   Persentase
                  Pemegang Saham                     Disetor Penuh                     Pemilikan                          Jumlah

       PT. Prasidha                                         676.830.145                              47,00               118.445.275.375
       Igianto Joe                                          272.378.790                              18,92                47.666.288.250
       PT. Aneka Bumi Prasidha                              136.500.000                               9,48                23.887.500.000
       PT. Aneka Agroprasidha                               114.000.000                               7,92                19.950.000.000
       Agus Soegiarto                                        65.984.333                               4,58                11.547.258.275
       Masyarakat                                           174.306.732                              12,10                30.503.678.100
       Jumlah                                             1.440.000.000                             100,00               252.000.000.000



      Pada tanggal 31 Desember 2025 rincian pemilikan saham Perusahaan dengan nilai nominal Rp175,- per saham adalah sebagai berikut:




                                                     Jumlah Saham
                                                     Ditempatkan dan                   Persentase
                  Pemegang Saham                     Disetor Penuh                     Pemilikan                          Jumlah

       PT. Prasidha                                         676.830.145                              47,00               118.445.275.375
       Igianto Joe                                          272.378.790                              18,92                47.666.288.250
       PT Aneka Bumi Prasidha                               136.500.000                               9,48                23.887.500.000
       PT. Aneka Agroprasidha                               114.000.000                               7,92                19.950.000.000
       Agus Soegiarto                                        65.984.333                               4,58                11.547.258.275
       Masyarakat                                           174.306.732                              12,10                30.503.678.100
       Jumlah                                             1.440.000.000                             100,00               252.000.000.000
Page 15
                                    PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk DAN ENTITAS ANAK
                              CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
                 Untuk Periode Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025
                                                     (Disajikan dalam Rupiah)




Pengelolaan modal

Tujuan utama pengelolaan modal Perusahaan dan entitas anaknya adalah untuk memastikan pemeliharaan rasio modal yang sehat untuk
mendukung usaha dan memaksimalkan imbalan bagi pemegang saham.

Perusahaan dan entitas anak tertentu dipersyaratkan untuk memelihara tingkat permodalan tertentu oleh perjanjian pinjaman. Persyaratan
permodalan eksternal tersebut telah dipenuhi oleh entitas terkait pada tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Maret 2026 dan 31
Desember 2025. Selain itu, Perusahaan dan entitas anak juga dipersyaratkan oleh Undang-undang Perseroan efektif tanggal 16 Agustus 2007
untuk mengkontribusikan sampai dengan 20% dari modal saham diterbitkan dan dibayar penuh ke dalam dana cadangan yang tidak boleh
didistribusikan. Persyaratan permodalan eksternal tersebut akan dipertimbangkan oleh Perusahaan dan entitas anak dalam Rapat Umum
Pemegang Saham (“RUPS”) berikutnya.

Perusahaan dan entitas anaknya mengelola struktur permodalan dan melakukan penyesuaian, berdasarkan perubahan kondisi ekonomi.
Untuk memelihara dan menyesuaikan struktur permodalan, Perusahaan dan entitas anak dapat menyesuaikan pembayaran dividen kepada
pemegang saham, imbalan modal kepada pemegang saham atau menerbitkan saham baru. Tidak ada perubahan atas tujuan, kebijakan
maupun proses untuk tahun yang berakhir pada 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025.

Perusahaan dan entitas anaknya mengawasi modal dengan menggunakan rasio pengungkit (gearing ratio), dengan membagi utang neto
dengan total modal. Kebijakan Perusahaan dan entitas anaknya adalah menjaga rasio pengungkit dalam kisaran perusahaan-perusahaan
terkemuka dalam industri sejenis di Indonesia untuk mengamankan akses terhadap pendanaan pada biaya yang rasional. Perusahaan dan
entitas anaknya menyertakan dalam pinjaman bank jangka pendek dan pinjaman bank jangka panjang dikurangi kas dan setara kas.
Termasuk dalam modal adalah modal saham, ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk.

Tujuan utama pengelolaan modal Perusahaan dan entitas anaknya adalah untuk memastikan pemeliharaan rasio modal yang sehat yaitu
rasio utang terhadap ekuitas sebesar 1,5 kali untuk mendukung usaha dan memaksimalkan imbalan bagi pemegang saham. Pada tanggal 31
Maret 2026 dan 31 Desember 2025, rasio utang terhadap ekuitas Perusahaan dan entitas anaknya adalah sebagai berikut :

                                                       31 Maret 2026         31 Desember 2025

Total Liabilitas                                      120.736.408.555          119.154.194.672
Dikurangi : kas dan bank                                3.923.092.035             6.523.024.716
Pinjaman - neto                                       116.813.316.520          112.631.169.956
Total Ekuitas                                          13.874.490.514           20.327.486.502
Rasio utang terhadap modal                                       8,42           .          5,54
Page 16
                    PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
                  CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI (Lanjutan)
                          Untuk Periode Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
                     31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit)
                                        (Disajikan dalam Rupiah)



                        NAMA AKUN                                  2026                  2025

16. PENJUALAN NETO

                                                                   2026                  2025
   Penjualan neto terdiri dari :
   Komoditas
   Lokal
       Kopi                                                       4.010.084.400         1.438.218.600

   Jumlah Penjualan Neto                                          4.010.084.400         1.438.218.600

  Terdapat penjualan kepada PT. Aneka Coffee Industry per 31 Maret 2026 senilai Rp4.010.084.400,-,
  sedangkan pada 31 Maret 2025 terdapat penjualan kepada PT. Aneka Coffee Industry senilai
  Rp1.438.218.600,- yang mencapai 10% atau lebih, dari total penjualan bersih .



17. BEBAN POKOK PENJUALAN

                                                                   2026                  2025
   Beban pokok penjualan terdiri dari :
   KOPI
       Persediaan awal                                              174.864.337           396.823.776
       Pembelian                                                  3.250.352.600         1.670.724.200
       Beban Produksi                                               259.577.283           220.001.593

       Tersedia Dijual                                            3.684.794.220         2.287.549.569
       Persediaan Akhir                                            (177.578.940)         (926.902.553)

       Beban Pokok Penjualan                                      3.507.215.280         1.360.647.016



   Jumlah Beban Pokok Penjualan                                   3.507.215.280         1.360.647.016


  Tidak terdapat pembelian kepada pihak yang mencapai 10% atau lebih dari jumlah pembelian pada tahun
  2026 dan tahun 2025.
Page 17
                    PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
                  CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI (Lanjutan)
                          Untuk Periode Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
                     31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit)
                                        (Disajikan dalam Rupiah)



18. BEBAN PRODUKSI
    Beban produksi merupakan salah satu komponen dari beban pokok penjualan. Beban ini terdiri dari beban
    tenaga kerja langsung, bahan penolong dan produksi tidak langsung. Beban produksi terdiri dari:


                                                                       2026                    2025
    Tenaga Kerja Langsung
        Gaji & Upah                                                              -                 373.655
                                                                                 -                 373.655
    Produksi Tidak Langsung
        Gaji & Upah                                                    365.117.000             367.291.516
        Lembur                                                             750.000                 342.000
        Premi,THR,Bonus & Pesangon                                      64.272.464              73.250.000
        Makan Karyawan                                                  10.973.000               9.576.000
        Bahan Bakar & Pelumas                                           20.444.894               3.575.767
        Alat Kecil & Perl.Kerja                                          4.093.745               4.168.453
        Listrik PLN                                                    142.172.352             123.892.284
        Reparasi Pemeliharaan Bangunan                                           -                 180.462
        Reparasi Pemeliharaan Alat-alat Besar                                    -               1.154.400
        Reparasi Pemeliharaan Mesin,Instalasi                            1.425.000               1.798.627
        Reparasi Pemeliharaan Kendaraan                                          -               9.133.543
        Penyusutan Bangunan                                            436.669.344             724.781.357
        Penyusutan Alat-alat Besar                                      55.019.555              27.138.537
        Penyusutan Mesin,Inst & Peralatan                               87.097.295             179.023.964
        Penyusutan Kendaraan Bermotor                                            -               3.465.661
        Penyusutan Inventaris Kantor                                        74.065              14.839.384
        Asuransi Aktiva Tetap                                                    -             107.777.788
        Pengurusan & Perijinan                                                   -              17.040.000
        Keamanan & Kebersihan                                           23.511.000              32.247.000

                                                                     1.211.619.714           1.700.676.743
    Jumlah                                                           1.211.619.714           1.701.050.398
    Reklas ke Beban Umum dan Administrasi                              952.042.434           1.481.048.805
    Jumlah                                                             259.577.280             220.001.593
19. BEBAN OPERASI
    Beban usaha terdiri dari :
    Beban Penjualan :
    Penjualan Lokal
        Upah Buruh Angkut & Bongkar Muat                                         -                 491.700
        Pengangkutan                                                    55.891.150              61.345.800
        Beban Penjualan Lain                                                     -                 699.610

    Jumlah                                                              55.891.150              62.537.110
Page 18
                     PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
                   CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI (Lanjutan)
                           Untuk Periode Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
                      31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit)
                                         (Disajikan dalam Rupiah)

   Beban Umum dan Administrasi
      Gaji & Upah                                                  1.251.043.509        2.114.650.000
      Lembur                                                          63.004.014          107.778.013
      Premi, THR, Bonus & Pesangon                                   692.182.000          385.857.000
      Makan Karyawan                                                 165.005.140          178.823.340
      Pengobatan                                                     124.142.976          109.578.524
      BBM, Parkir/Transport Dalam Kota                               111.057.669          125.605.712
      PPh Karyawan & Astek                                           205.129.520          161.259.013
      Asuransi Karyawan                                               37.837.251           42.312.360
      Supplies Kantor                                                 12.473.191           30.182.671
      Alat Kecil & Perl.Kerja                                            798.452              864.000
      Listrik PLN                                                     33.147.457           35.300.676
      Air PAM                                                         13.108.504            6.206.052
      Telepon/Telegram/Telex/Pos                                      38.871.381           45.244.410
      Majalah Harian & Iuran                                         116.292.500           78.905.000
      Iklan dan Rapat Umum                                                     -            6.000.000
      Reparasi Pemeliharaan Bangunan                                   5.742.000           12.705.500
      Reparasi Pemeliharaan Kendaraan                                 60.715.719           78.921.664
      Reparasi Pemeliharaan Inv.Kantor                                56.791.500            7.125.000
      Reparasi Pemeliharaan Inv.Mess                                           -              785.000
      Penyusutan Bangunan                                                      -           69.230.769
      Penyusutan Kendaraan Bermotor                                  120.619.097           53.561.671
      Penyusutan Inventaris Kantor                                    13.930.776           27.934.564
      Penyusutan Inventaris Mess                                          20.904                6.969
      Sewa Aktiva Tetap                                              274.939.200            4.939.200
      Asuransi Aktiva Tetap                                          125.053.602            1.769.503
      Perjalanan & Penginapan                                          9.553.196            8.440.549
      Perjamuan                                                          598.500            1.154.200
      Konsultan, Hukum & Audit                                       170.270.000           89.152.800
      Pengurusan & Perijinan                                          20.747.482           85.690.000
      Sumbangan & Representasi                                        10.475.000           31.275.000
      Beban Administrasi Bank                                          3.737.846            4.200.721
      Beban Administrasi Efek                                          7.500.000                    -
      Pengalihan Beban Produksi                                      952.042.434        1.481.048.805
      Beban Administrasi dan Umum Lain                             1.715.330.001           24.964.500

   Jumlah                                                          6.412.160.821        5.411.473.186

   Jumlah Beban Usaha                                              6.468.051.971        5.474.010.296



20. BEBAN OPERASI LAINNYA

   Rincian beban operasi lainnya adalah sebagai berikut :

       Lain-lain                                                    669.365.819          418.498.401

   Jumlah                                                           669.365.819          418.498.401
Page 19
                     PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
                   CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI (Lanjutan)
                           Untuk Periode Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
                      31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit)
                                         (Disajikan dalam Rupiah)

21. PENGHASILAN OPERASI LAINNYA

   Rincian penghasilan operasi lainnya adalah sebagai berikut :

        Laba Selisih Kurs, neto                                             262.266                585.615
        Penghasilan Sewa                                                 18.116.100                      -
        Laba Pelepasan Aset tetap                                        88.000.000            467.055.002
        Lain-lain                                                        72.230.453                      -

   Jumlah                                                               178.608.819            467.640.617

22. PENDAPATAN KEUANGAN
                                                                        2026                   2025
   Akun ini merupakan penghasilan bunga dari :

   Jasa Giro                                                              2.943.862              1.912.977

   Jumlah Pendapatan Keuangan                                             2.943.862              1.912.977



23. PELAPORAN SEGMEN

   Pelaporan segmen usaha Perusahaan dan Anak Perusahaan adalah sebagai berikut :

   a.   Bidang Usaha dan Area Geografis

        Bidang Usaha                                                      Nama Perusahaan

        Pengolahan dan perdagangan                                PT Prasidha Aneka Niaga Tbk (Perusahaan)
        hasil bumi                                                PT Aneka Bumi Kencana
                                                                  PT Tirtha Harapan Bali

        Pabrik kopi bubuk dan instan                              PT Aneka Coffee Industry




        Area Geografis                                                    Nama Perusahaan

        Sumatera                                                  PT Prasidha Aneka Niaga Tbk (Perusahaan)

                                                                  PT Aneka Bumi Kencana
        Jawa dan Bali                                             PT Tirtha Harapan Bali
                                                                  PT Aneka Coffee Industry
Page 20
                               PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
                              CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI (Lanjutan)
                                      Untuk Periode Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
                                 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit)
                                                    (Disajikan dalam Rupiah)


23. PELAPORAN SEGMEN

   b.   Pelaporan Segmen Utama - Segmen Usaha (dalam jutaan Rupiah)

                               Pengolahan dan                  Pabrik Kopi
                                Perdagangan                    Bubuk dan
                                 Hasil Bumi                         Instan                     Eliminasi                      Konsolidasi


             Keterangan       2026        2025          2026                 2025       2026               2025        2026                 2025


        PENDAPATAN
        Penjualan ke
        pihak luar               4.010        1.438             -                   -               -              -      4.010                    1.438


        Laba (rugi) operasi     (6.456)       (5.278)           -                   -               -              -      (6.456)              (5.278)


        Beban keuangan               -             -            -                   -                                            -                     -


        Pendapatan keuangan          3             2            -                   -               -              -            3                     2


        Bagian laba (rugi)
        neto perusahaan
        asosiasi - bersih       (2.375)          (43)           -                   -           2.375             43             -                     -



        Kepentingan
        nonpengendali                -             -            -                   -              0              0             0                     0



        Laba (rugi) neto        (8.828)       (5.319)           -                   -           2.375             43      (6.453)              (5.276)
Page 21
                        PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
                      CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI (Lanjutan)
                              Untuk Periode Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
                         31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit)
                                            (Disajikan dalam Rupiah)

24. ASET DAN LIABILITAS DALAM MATA UANG ASING

   Aset dan liabilitas Perusahaan dan Anak Perusahaan dalam mata uang asing pada tanggal 31 Maret 2026
   disajikan dalam Rupiah dengan menggunakan kurs tukar yang berlaku pada tanggal tersebut seperti
   yang dijelaskan dalam Catatan 2o:

                                                              Jumlah dalam                 Setara
   Akun                                                      Mata Uang Asing               Rupiah


   Aset :
        Aset Lancar                                  US$                       1.235                20.988.394



        Total Aset                                                                                  20.988.394


   Liabilitas :
        Liabilitas Jangka Pendek                     US$                           -                         -


        Liabilitas Jangka Panjang                    US$                           -                         -


        Total Liabilitas                                                                                     -
   Aset Bersih dalam Mata Uang Asing Setara dalam
        Rupiah per 31 Maret 2026                                                                    20.988.394


 Sedangkan aktiva dan kewajiban Perusahaan dan Anak Perusahaan dalam mata uang asing pada tanggal 31
 Maret 2026 disajikan dalam Rupiah dengan menggunakan kurs tukar yang berlaku pada tanggal tersebut
 seperti yang dijelaskan dalam Catatan 2o:

                                                              Jumlah dalam                 Setara
   Akun                                                      Mata Uang Asing               Rupiah
   Aktiva :
        Aset Lancar                                  US$                       1.358                22.519.167


        Total Aset                                                                                  22.519.167


                                                              Jumlah dalam                 Setara
   Akun                                                      Mata Uang Asing               Rupiah


   Kewajiban :
        Liabilitas Jangka Pendek                     US$                           -                         -


        Liabilitas Jangka Panjang                    US$                           -                         -


        Total Liabilitas                                                                                     -


   Aset Bersih dalam Mata Uang Asing Setara dalam
        Rupiah per 31 Maret 2025                                                                    22.519.167
Page 22
25. TUJUAN DAN KEBIJAKAN MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN

Risiko utama dari instrumen keuangan Perusahaan dan entitas anaknya adalah risiko likuiditas, risiko harga komoditas, risiko
kredit, risiko mata uang dan risiko pasar. Direksi menelaah dan menyetujui kebijakan untuk mengelola masing-masing risiko
tersebut yang dijelaskan dengan lebih rinci sebagai berikut :

Risiko Likuiditas
Dalam menjalankan operasi usahanya, Perusahaan dan entitas anaknya membutuhkan likuiditas pembiayaan untuk pengadaan
bahan baku, persediaan barang dalam proses dan persediaan barang jadi. Jumlah likuiditas pembiayaan yang diperlukan sangat
tergantung pada tingkat harga komoditas. Untuk mengatasi kebutuhan likuiditas, Perusahaan dan entitas
anaknya selain mendayagunakan modal kerja sendiri, juga mendapatkan dukungan pembiayaan modal kerja dari kreditur
perbankan.

Risiko suku bunga Perusahaan dan entitas anaknya terutama timbul dari pinjaman untuk modal kerja dan investasi. Pinjaman
pada berbagai suku bunga menimbulkan risiko suku bunga atas nilai wajar kepada Perusahaan dan entitas anaknya. Tidak
terdapat pinjaman Perusahaan dan entitas anaknya yang dikenakan suku bunga tetap.

Saat ini, Perusahaan dan entitas anaknya tidak mempunyai kebijakan formal lindung nilai atas risiko suku bunga. Untuk
pinjaman modal kerja, Perusahaan dan entitas anaknya dapat berupaya untuk mengatasi risiko suku bunga dengan
mengalihkannya kepada para pelanggan.

Tabel berikut menyajikan profil jatuh tempo liabilitas keuangan Perusahaan dan entitas anaknya berdasarkan pembayaran
kontraktual yang tidak didiskontokan pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025:


                                                                          31 Maret 2026

                                      Di bawah             1 sampai 5 tahun               >5 tahun          Total
                                      1 tahun


Utang usaha                             3.723.973.377                 -                       -           3.723.973.377
Utang lain-lain                        65.162.893.840                 -                       -          65.162.893.840
Beban akrual                           18.864.717.260                 -                       -          18.864.717.260

Total                                   87.751.584.477                -                        -          87.751.584.477




                                                                          31 Desember 2025

                                      Di bawah             1 sampai 5 tahun               >5 tahun          Total
                                      1 tahun


Utang usaha                             9.032.467.084                 -                       -           9.032.467.084
Utang lain-lain                        66.203.713.349                 -                       -          66.203.713.349
Beban akrual                           21.512.578.808                 -                       -          21.512.578.808


Total                                  96.748.759.241             -                           -          96.748.759.241



Risiko Harga Komoditas
Kegiatan usaha utama Perusahaan dan entitas anaknya adalah pengolahan karet remah yang berasal dari bahan baku slab dan
mengolah kopi instan dan kopi bubuk, yang menggunakan biji kopi sebagai bahan baku yang utama. Risiko yang dihadapi
Perusahaan dan entitas anaknya antara lain adalah fluktuasi harga karet dan kopi dan tersedianya pasokan bahan baku slab dan
kopi.

Untuk mengatasi risiko fluktuasi harga, manajemen melaksanakan operasional bisnisnya secara bijaksana dan hati-hati dalam
pembelian bahan baku dan penjualan barang jadi dengan menerapkan strategi pembelian dan penjualan antara lain yang
mengacu pada SICOM (Singapore Commodity Exchange). Adapun risiko, pasokan bahan baku dapat diminimalkan karena lokasi
pabrik berada di Sumatera Selatan yang merupakan sentral produksi karet terbesar di Indonesia. Lebih lanjut lagi, manajemen
juga melaksanakan kebijakan usaha secara bijaksana dengan menjaga persediaan minimal biji kopi untuk beberapa bulan
produksi dan melakukan kontrak komoditas berjangka, jika diperlukan.
Page 23
Risiko Kredit
Risiko kredit adalah risiko di mana salah satu pihak atas instrumen keuangan atau kontrak pelanggan akan gagal memenuhi
liabilitasnya dan menyebabkan pihak lain mengalami kerugian keuangan. Tujuan Kelompok Usaha adalah untuk mencari
pertumbuhan pendapatan yang berkelanjutan dan meminimalkan kerugian yang terjadi karena peningkatan eksposur risiko
kredit. Kelompok Usaha melakukan transaksi hanya dengan pihak ketiga yang memiliki reputasi dan kredibilitas yang baik. Ini
adalah kebijakan Kelompok Usaha bahwa semua pelanggan yang akan melakukan transaksi secara kredit harus melalui
prosedur verifikasi kredit. Selain itu, saldo piutang dipantau secara terus menerus dengan tujuan bahwa eksposur Kelompok
Usaha terhadap piutang tak tertagih tidak signifikan.

Kas di tangan dan bank ditempatkan pada lembaga keuangan yang memiliki reputasi dan kredibilitas yang baik. Eksposur
maksimum atas risiko kredit adalah sebesar jumlah tercatat dari masing-masing kelas aset keuangan dalam laporan posisi
keuangan konsolidasian. Kelompok Usaha tidak memiliki jaminan yang diterima terkait dengan risiko ini.

Aset keuangan Kelompok Usaha dikategorikan berdasarkan pengalaman Kelompok Usaha atas tertagihnya aset keuangan
tersebut dengan pihak berelasi dan pihak ketiga adalah sebagai berikut:

(i) Tingkat Tinggi
Aset tingkat tinggi termasuk deposit kepada pihak atau bank dengan rating yang baik. Untuk piutang, pada tanggal laporan
keuangan konsolidasian, ini meliputi, akun pelanggan yang membayar tepat waktu, dengan posisi kredit yang baik dan yang
tidak memiliki riwayat penanganan akun untuk periode tertentu. Penyelesaiannya diperoleh dari pihak tertagih sesuai kontrak
tanpa banyak usaha penagihan.

(ii) Tingkat Standar
Piutang tingkat standar termasuk akun pelanggan yang membayar secara standar, yang pembayarannya berada dalam jangka
waktu kredit, dan pelanggan baru yang sejarah kreditnya belum memadai untuk ditetapkan. Beberapa pengingatan dilakukan
untuk memperoleh penyelesaian dari pihak tertagih.

(iii) Tingkat Sub-standar
Tingkat sub-standar piutang meliputi akun pelanggan dengan pembayaran lambat dan pembayarannya diterima atas
permintaan pada tanggal laporan. Terdapat upaya lebih dari Kelompok Usaha untuk menagih saldo tersebut.

(iv) Telah Jatuh Tempo Tetapi Tidak Mengalami Penurunan Nilai
Piutang yang telah jatuh tempo tetapi tidak mengalami penurunan nilai muncul pada saat pihak tertagih gagal untuk melakukan
pembayaran saat kontrak jatuh tempo. Akan tetapi, Kelompok Usaha tetap yakin saldo ini akan tertagih.

(v) Mengalami Penurunan Nilai
Tingkat sub-standar piutang meliputi akun pelanggan dengan pembayaran lambat dan pembayarannya diterima atas
permintaan pada tanggal laporan. Terdapat upaya lebih dari Kelompok Usaha untuk menagih saldo tersebut.


Bank dan Deposito Berjangka
Risiko kredit atas penempatan rekening koran dan deposito dikelola oleh manajemen sesuai dengan kebijakan Perusahaan dan
entitas anaknya. Investasi atas kelebihan dana dibatasi untuk tiaptiap bank dan kebijakan ini dievaluasi setiap tahun oleh dewan
direksi. Batas tersebut ditetapkan untuk meminimalkan risiko konsentrasi kredit sehingga mengurangi kemungkinan kerugian
akibat kebangkrutan bank-bank tersebut.

Piutang Usaha
Perusahaan dan entitas anaknya melakukan kegiatan usaha ekspor produk karet remah dan kopi dan juga penjualan lokal kopi.
Selama ini tidak pernah ada masalah ataupun keterlambatan pembayaran dari pembeli karena Perusahaan dan entitas anak
sangat selektif dalam melakukan hubungan dagangnya dengan pembeli yang memiliki rekam jejak yang sangat kredibel dan
dapat dipercaya.

Terdapat kebijakan untuk memastikan penjualan produk hanya dilakukan kepada pelanggan yang dapat dipercaya dengan
rekam jejak atau sejarah kredit yang baik. Merupakan kebijakan Perusahaan dan entitas anaknya bahwa semua pelanggan yang
akan melakukan pembelian secara kredit harus melalui prosedur verifikasi kredit.

Perusahaan dan entitas anaknya mempertimbangkan adanya risiko kredit apabila piutang tersebut telah memiliki umur 60 hari
dari saat faktur diterbitkan kecuali untuk piutang real estat. Sebagai tambahan, saldo piutang dipantau secara terus menerus
untuk mengurangi kemungkinan piutang yang tidak tertagih.
Page 24
Ketika pelanggan tidak mampu melakukan pembayaran dalam jangka waktu yang telah diberikan, Perusahaan dan entitas
anaknya akan menghubungi pelanggan untuk menindaklanjuti piutang yang telah lewat jatuh tempo. Jika pelanggan tidak
melunasi piutang yang telah jatuh tempo dalam jangka waktu yang telah ditentukan, Perusahaan dan entitas anaknya akan
memastikan kembali komitmen para pelanggan. Tergantung pada penilaian Perusahaan, penyisihan khusus mungkin dibuat jika
utang dianggap tidak tertagih untuk meringankan risiko kredit.

Sehubungan dengan risiko kredit yang timbul dari aset keuangan lainnya, yang terdiri dari kas dan setara kas, pengaruh risiko
kredit Perusahaan dan entitas anaknya timbul akibat kegagalan pihak lain untuk melunasi kewajibannya. Pengaruh maksimum
yang muncul dari aset keuangan Perusahaan dan entitas anaknya adalah sama dengan nilai tercatat.

Risiko Mata Uang

Kelompok Usaha melakukan transaksi bisnis dalam beberapa mata uang asing dan karena itu terkena risiko mata uang asing.
Kelompok Usaha tidak memiliki kebijakan lindung nilai atas mata uang asing. Namun manajemen memonitor eksposur nilai
tukar mata uang asing dan akan mempertimbangkan kebutuhan untuk melakukan lindung nilai atas risiko nilai tukar mata uang
asing yang signifikan.

Risiko Pasar

Risiko pasar adalah risiko bahwa nilai wajar dari arus kas masa depan pada sebuah instrumen keuangan yang akan berfluktuasi
karena perubahan harga pasar. Kelompok Usaha terekspos pada risiko pasar yaitu risiko suku bunga.

Risiko tingkat suku bunga adalah risiko di mana nilai wajar atau arus kas masa depan dari suatu instrumen keuangan
berfluktuasi karena perubahan suku bunga pasar. Pengaruh dari risiko perubahan suku bunga pasar berhubungan dengan
pinjaman jangka pendek dan panjang dari Kelompok Usaha memonitor secara ketat fluktuasi suku bunga pasar dan ekspektasi
pasar sehingga dapat mengambil langkah-langkah yang paling menguntungkan Kelompok Usaha secara tepat waktu.

Risiko suku bunga Kelompok Usaha terutama timbul dari pinjaman untuk modal kerja. Pinjaman pada berbagai suku bunga
menimbulkan risiko suku bunga atas nilai wajar kepada Kelompok Usaha. Tidak terdapat pinjaman Kelompok Usaha yang
dikenakan suku bunga tetap. Saat ini, Kelompok Usaha tidak mempunyai kebijakan formal lindung nilai atas risiko suku bunga.
Untuk pinjaman modal kerja, Kelompok Usaha dapat berupaya untuk mengatasi risiko suku bunga dengan mengalihkannya
kepada para pelanggan.
Page 25
                    PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
                  CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI (Lanjutan)
                          Untuk Periode Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
                     31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit)
                                        (Disajikan dalam Rupiah)

26. PENERBITAN AMENDEMEN DAN PENYESUAIAN PSAK, PSAK DAN ISAK BARU

  DSAK-IAI telah menerbitkan amendemen dan penyesuaian PSAK, PSAK dan ISAK baru yang akan berlaku
  efektif atas laporan keuangan untuk periode tahun buku yang dimulai pada atau setelah tanggal sebagai
  berikut:

  (a) 1 Januari 2022

  - Amendemen PSAK No. 22: Kombinasi Bisnis tentang Referensi ke Kerangka Konseptual
  - Amendemen PSAK No. 57: Provisi, Liabilitas, Kontinjensi, dan Aset Kontinjensi tentang Kontrak
  Memberatkan -
    Biaya Memenuhi Kontrak
  - PSAK No. 69: Agrikultur (Penyesuaian Tahunan 2020)
  - PSAK No. 71: Instrumen Keuangan (Penyesuaian Tahunan 2020)
  - PSAK No. 73: Sewa (Penyesuaian Tahunan 2020)

  (b) 1 Januari 2023

  - Amendemen PSAK No. 1: Penyajian Laporan Keuangan terkait Pengungkapan Kebijakan Akuntansi
  - Amandemen PSAK No. 16: Aset Tetap tentang Hasil sebelum Penggunaan yang Diintensikan
  - Amandemen PSAK No. 25 : Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi, dan Kesalahan terkait
  Definisi
    Estimasi
   - Amendemen PSAK No. 46: Pajak Penghasilan tentang Pajak Tangguhan terkait Aset dan Liabilitas yang
  Timbul
    dari Transaksi Tunggal

  (c) 1 Januari 2025

  PSAK No. 74: Kontrak Asuransi
  Amendemen PSAK No. 74: Kontrak Asuransi tentang Penerapan Awal PSAK No. 74 dan PSAK No. 71 -
  Informasi
  Komparatif

  Kelompok Usaha masih mengevaluasi dampak dari amendemen dan penyesuaian PSAK, PSAK dan ISAK
  baru di atas dan belum dapat menentukan dampak yang timbul terkait dengan hal tersebut terhadap laporan
  keuangan konsolidasian secara keseluruhan.
Page 26
                                  PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk DAN ENTITAS ANAK
                           CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
               Untuk Periode Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025
                                                   (Disajikan dalam Rupiah)


1.   UMUM

     a.   Pendirian Perusahaan

          PT Prasidha Aneka Niaga Tbk (“Perusahaan”) didirikan dengan nama PT Aneka Bumi Asih berdasarkan Akta Notaris No.
          7 dari Paul Tamara tanggal 16 April 1974. Akta pendirian Perusahaan telah disahkan oleh Departemen Kehakiman
          Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. Y.A.5/358/23 tanggal 3 Oktober 1974 dan diumumkan dalam Tambahan
          No. 2488 dari Berita Negara No. 37 tanggal 10 Mei 1994.
          Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan Akta Notaris Christina Dwi
          Utami, S.H., M.Hum., M.Kn., No. 306 tanggal 28 Juni 2024, mengenai perubahan alamat Perusahaan. Perubahan tersebut
          telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui Surat Penerimaan Pemberitahuan
          Perubahan Anggaran Dasar No. AHU-AH.01.09-0222828 tanggal 5 Juli 2024.

          Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan terutama meliputi bidang
          pengolahan dan perdagangan hasil bumi Perusahaan mulai beroperasi secara komersial sejak tahun 1974.

          Alamat terdaftar kantor dan tempat kegiatan usaha utama Perusahaan terletak di Jalan Siantar No. 6, Jakarta Pusat dan
          pabriknya berlokasi di Jalan Ki Kemas Rindho, Kertapati, Palembang.

          Entitas induk dan Entitas induk terakhir Perusahaan adalah PT Prasidha.

     b.   Penawaran Umum Efek Perusahaan

          Pada tanggal 22 September 1994, berdasarkan Surat Badan Pengawas Pasar Modal (BAPEPAM) No. S-1645/PM/1994,
          Perusahaan melalui Bursa Efek Jakarta dan Surabaya (yang telah bergabung menjadi Bursa Efek Indonesia menawarkan
          30.000.000 lembar sahamnya dengan nilai nominal Rp1.000 per saham kepada masyarakat dengan harga jual Rp3.000 per
          saham. Perbedaan antara jumlah nilai nominal dengan jumlah harga jual saham (agio saham) tersebut sebesar
          Rp60.000.000.000. Pada tahun 1997, Perusahaan membagikan saham bonus (untuk setiap pemegang 2 saham yang tercatat
          dalam daftar pemegang saham tanggal 8 Juli 1997, berhak atas 1 saham bonus).

          Pada tanggal 30 Januari 2012, Perusahaan mengubah nilai nominal saham dari Rp500 per lembar saham menjadi Rp175 per
          lembar saham. Penurunan nominal saham ini diperlukan Perusahaan untuk melakukan kuasi reorganisasi secara hukum.
          Kelompok Usaha melakukan kuasi reorganisasi secara konsolidasian. Selisih penilaian kembali aset dari Kelompok Usaha
          dieliminasi terhadap akumulasi rugi secara konsolidasian. Saham Perusahaan sebanyak 1.440.000.000 saham dicatatkan di
          Bursa Efek Indonesia.
Page 27
                             PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk DAN ENTITAS ANAK
                      CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
          Untuk Periode Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025
                                              (Disajikan dalam Rupiah)

c.   Struktur Entitas Anak

     Rincian mengenai Anak Perusahaan yang dikonsolidasi adalah sebagai berikut :

                                            Domisili dan
                                            Tahun Usaha                                       %          Jumlah Aktiva
                                             Komersial                                      Pemi-    (dalam Jutaan Rupiah)
            Anak Perusahaan                   Dimulai               Bidang Usaha            likan         2026      2025

     Langsung
     PT Aneka Bumi Kencana              Surabaya, 1984        Pengolahan dan perdagangan     99,86       7.488      7.595
                                                              hasil bumi
     PT Tirtha Harapan Bali             Singaraja, 1973       Pengolahan dan perdagangan     99,99         417          397
                                                              hasil bumi

 PT. Aneka Bumi Kencana
 Berdasarkan Akta Notaris Liliana Arif Gondoutomo, S.H. No. 53 tanggal 29 Desember 1997, Perusahaan memiliki saham
 ABK sebanyak 700 lembar saham dengan nilai nominal masing-masing saham sebesar Rp.1.000.000,- per saham dan
 persentase kepemilikan saham sebesar 99,86%

 PT. Tirtha Harapan Bali
 Berdasarkan Akta Notaris Leolin Jayayanti, S.H. No. 152 tanggal 30 Januari 2004, Perusahaan dan THB menyetujui bahwa
 utang THB kepada Perusahaan sebesar Rp 10.000.000.000 dikonversi menjadi modal saham, sehingga Perusahaan memiliki
 saham THB sebanyak 11.000 dengan nilai nominal masing-masing saham sebesar Rp 1.000.000 per lembar saham dan
 persentase kepemilikan saham sebesar 99,99%.



d.   Karyawan, Direksi dan Dewan Komisaris


     Pada tanggal 31 Maret 2026, susunan anggota Dewan Komisaris, Dewan Direksi Perusahaan, dan Komite Audit adalah
     sebagai berikut :


                                       Dewan Komisaris
     1. Mansjur Tandiono                       -              Presiden Komisaris
     2. Widyono Lianto                         -              Wakil Presiden Komisaris
     3. Agus Soegiarto                         -              Komisaris
     4. Fery Yennoto                           -              Komisaris Independen
     5. Robertus Sukamto                       -              Komisaris Independen

                                         Dewan Direksi
     1. Jeffry Sanusi Soedargo                   -            Presiden Direktur
     2. Didik Tandiono                           -            Wakil Presiden Direktur
     3. Moenardji Soedargo                       -            Direktur

                                         Komite Audit
     1. Robertus Sukamto                         -            Ketua
     2. Henryanto Handoko                        -            Anggota
     3. Kasmita Wijaya                           -            Anggota
Page 28
                                    PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk DAN ENTITAS ANAK
                             CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
                 Untuk Periode Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025
                                                     (Disajikan dalam Rupiah)


           Pada tanggal 31 Desember 2025, susunan anggota Dewan Komisaris, Dewan Direksi Perusahaan, dan Komite Audit adalah
           sebagai berikut :

                                                Dewan Komisaris
            1. Mansjur Tandiono                         -               Presiden Komisaris
            2. Widyono Lianto                           -               Wakil Presiden Komisaris
            4. Agus Soegiarto                           -               Komisaris
            5. Fery Yennoto                             -               Komisaris Independen
            6. Robertus Sukamto                         -               Komisaris Independen

                                                 Dewan Direksi
            1. Jeffry Sanusi Soedargo                    -              Presiden Direktur
            2. Didik Tandiono                            -              Wakil Presiden Direktur
            3. Moenardji Soedargo                        -              Direktur

                                                  Komite Audit
            1. Robertus Sukamto                           -             Ketua
            2. Henryanto Handoko                          -             Anggota
            3. Kasmita Wijaya                             -             Anggota


      Perusahaan dan entitas anak memiliki 76 (tujuh puluh enam) karyawan tetap pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember
      2025.



     e.     Penerbitan Laporan Keuangan Konsolidasian Interim
            Laporan keuangan konsolidasian interim ini diotorisasi oleh Direksi untuk terbit pada tanggal 29 April 2026.


2.   IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING

      Kebijakan akuntansi utama yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian Perusahaan dan entitas
      anaknya adalah seperti dijabarkan di bawah ini:

      Kepatuhan terhadap Standar Akuntansi Keuangan ("SAK")

      Laporan keuangan konsolidasian Kelompok Usaha telah disusun dan disajikan sesuai dengan SAK di Indonesia yang
      meliputi Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (“PSAK”) dan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (“ISAK”) yang
      diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan - Ikatan Akuntan Indonesia (“DSAK-IAI”), serta Peraturan No.
      VIII.G.7 yang diterbitkan oleh BAPEPAMLK, tentang Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten atau
      Perusahaan Publik, yang terlampir dalam surat keputusan No. KEP-347/BL/2012 dari Ketua BAPEPAM-LK tanggal 25

     a.     Dasar Pengukuran dalam Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasian


          Laporan keuangan konsolidasian, kecuali laporan arus kas konsolidasian, telah disusun secara akrual dengan
          menggunakan konsep biaya perolehan (historical cost), kecuali untuk akun-akun tertentu yang diukur berdasarkan basis
          lain seperti yang dijelaskan dalam kebijakan akuntansi terkait.

          Mata uang penyajian yang digunakan pada laporan keuangan konsolidasian adalah Rupiah, yang merupakan mata uang
          fungsional Perusahaan dan entitas anak.

          Laporan arus kas konsolidasian disusun dengan menggunakan metode langsung, dan dikelompokkan ke dalam aktivitas
          operasi, investasi dan pendanaan.
Page 29
                   PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk DAN ENTITAS ANAK
            CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
Untuk Periode Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025
                                    (Disajikan dalam Rupiah)
Page 30
                              PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk DAN ENTITAS ANAK
                       CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
           Untuk Periode Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025
                                               (Disajikan dalam Rupiah)

b.   Dasar Konsolidasian

     Entitas anak adalah seluruh entitas dimana Kelompok Usaha memiliki pengendalian. Kelompok Usaha mengendalikan
     investee ketika (a) memiliki kekuasaan atas investee, (b) eksposur atau hak atas imbal hasil variabel dari keterlibatannya
     dengan investee, dan (c) memiliki kemampuan untuk menggunakan kekuasaannya atas investee untuk memengaruhi jumlah
     imbal hasil. Kelompok Usaha menilai kembali apakah Kelompok Usaha mengendalikan investee jika fakta dan keadaan
     mengindikasikan adanya perubahan terhadap satu atau lebih dari tiga elemen pengendalian

     Konsolidasi atas entitas anak dimulai sejak tanggal Kelompok Usaha memperoleh pengendalian atas entitas anak dan
     berakhir ketika Kelompok Usaha kehilangan pengendalian atas entitas anak. Penghasilan dan beban entitas anak
     dimasukkan atau dilepaskan selama tahun berjalan dalam laba rugi dari tanggal diperolehnya pengendalian sampai
     dengan tanggal ketika Kelompok Usaha kehilangan pengendalian atas entitas anak.

     Laba rugi dan setiap komponen dari penghasilan komprehensif lain diatribusikan kepada pemilik entitas induk dan
     kepentingan nonpengendali, meskipun hal tersebut mengakibatkan kepentingan nonpengendali memiliki saldo defisit. Jika
     diperlukan, dilakukan penyesuaian atas laporan keuangan entitas anak guna memastikan keseragaman dengan kebijakan
     akuntansi Kelompok Usaha. Mengeliminasi secara penuh aset dan liabilitas, penghasilan, beban, dan arus kas dalam intra
     grup terkait dengan transaksi antar entitas dalam Kelompok Usaha

     Perubahan dalam bagian kepemilikan atas entitas anak yang tidak mengakibatkan hilangnya pengendalian pada entitas
     anak dicatat sebagai transaksi ekuitas. Setiap perbedaan antara jumlah tercatat kepentingan nonpengendali yang
     disesuaikan dan nilai wajar imbalan yang dibayar atau diterima diakui secara langsung di ekuitas dan mengatribusikannya
     kepada pemilik entitas induk.

     Ketika Kelompok Usaha kehilangan pengendalian pada entitas anak, maka Kelompok Usaha menghentikan pengakuan
     atas aset (termasuk goodwill), liabilitas dan komponen lain dari ekuitas terkait, sementara keuntungan atau kerugian yang
     dihasilkan diakui pada laba rugi. Bagian dari investasi yang tersisa diakui pada nilai wajar.


c.   Transaksi dan Saldo dalam Mata Uang Asing


     Transaksi dalam mata uang asing dicatat dalam mata uang Rupiah berdasarkan kurs yang berlaku pada saat transaksi
     dilakukan. Pada tanggal neraca, aktiva dan kewajiban dalam mata uang asing dijabarkan ke dalam Rupiah sesuai dengan
     kurs tengah pada tanggal terakhir transaksi bank untuk periode tersebut yang dikeluarkan Bank Indonesia. Laba atau rugi
     kurs yang terjadi dikredit atau dibebankan pada usaha periode berjalan.

     Kurs tengah yang digunakan adalah Rp16.993,- dan Rp16.782,- untuk US$ 1 masing-masing pada tanggal 31 Maret 2026
     dan 31 Desember 2025.
Page 31
                              PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk DAN ENTITAS ANAK
                       CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
           Untuk Periode Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025
                                               (Disajikan dalam Rupiah)

d.   Transaksi dengan Pihak-pihak yang Berelasi

     Sesuai dengan PSAK 224 (sebelumnya PSAK 7), “Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi”, pihak dianggap berelasi jika salah
     satu pihak memiliki kemampuan untuk mengendalikan(dengan cara kepemilikan, secara langsung atau tidak langsung)
     atau mempunyai pengaruh signifikan (dengan cara partisipasi dalam kebijakan keuangan dan operasional) atas pihak lain
     dalam mengambil keputusan keuangan dan operasional.


e.   Instrumen Keuangan
     Aset keuangan

     Kelompok Usaha menentukan klasifikasi aset keuangan tersebut pada pengakuan awal. Klasifikasi dan pengukuran aset
     keuangan harus didasarkan pada bisnis model dan arus kas kontraktual - apakah semata dari pembayaran pokok dan bunga.

     Aset keuangan diklasifikasikan dalam kategori berikut:

      Aset keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi; dan
      Aset keuangan yang diukur dengan nilai wajar melalui laba rugi atau melalui penghasilan
      komprehensif lain.

     Aset keuangan Kelompok Usaha meliputi kas dan bank, piutang usaha dan piutang lain-lain, piutang pihak berelasi,
     pinjaman kepada karyawan, aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui OCI, dan uang jaminan. Aset keuangan
     diklasifikasikan sebagai aset lancar, jika jatuh tempo dalam waktu 12 bulan, jika tidak maka aset keuangan ini
     diklasifikasikan sebagai aset tidak lancar.

     Pengukuran aset keuangan setelah pengakuan awal tergantung pada klasifikasinya sebagai berikut:
     (i) Aset keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi
     Kelompok Usaha mengukur aset keuangan pada biaya diamortisasi jika kedua kondisi berikut terpenuhi:
       (1) aset keuangan yang dimiliki dalam model bisnis dengan tujuan untuk mengumpulkan arus kas
           kontraktual;
       (2) Persyaratan kontraktual dari aset keuangan menimbulkan pada tanggal yang ditentukan untuk arus
           kas yang sematamata pembayaran pokok dan bunga atas jumlah pokok yang belum dibayar.

     Aset keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi selanjutnya diukur dengan menggunakan metode suku bunga efektif
     (Effective Interest Rate) (“EIR”), setelah dikurangi dengan penurunan nilai. Biaya perolehan yang diamortisasi dihitung dengan
     memperhitungkan diskonto atau premi atas biaya akuisisi atau biaya yang merupakan bagian integral dari EIR tersebut.
     Amortisasi EIR dicatat dalam laba rugi konsolidasian. Kerugian yang timbul dari penurunan nilai juga diakui pada laba rugi.

     Kelompok aset keuangan ini meliputi kas dan bank, piutang usaha dan piutang lainlain, piutang pihak berelasi, pinjaman
     kepada karyawan, dan uang jaminan

     (ii) Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui OCI
     Instrumen utang
     Kelompok Usaha mengukur instrumen utang pada nilai wajar melalui OCI jika kedua kondisi berikut terpenuhi: (1) aset
     keuangan yang dimiliki dalam model bisnis dengan tujuan untuk mengumpulkan arus kas kontraktual dan pejualan; dan (2)
     persyaratan kontraktual dari aset keuangan menimbulkan pada tanggal yang ditentukan untuk arus kas yang sematamata
     pembayaran pokok dan bunga atas jumlah pokok yang belum dibayar.

     Untuk instrumen utang yang diukur pada nilai wajar melalui OCI, pendapatan bunga, revaluasi selisih kurs, dan kerugian
     atau pembalikan penurunan nilai diakui dalam laba rugi dan dihitung dengan cara yang sama seperti aset keuangan yang
     diukur dengan biaya perolehan diamortisasi. Perubahan nilai wajar yang tersisa diakui dalam OCI. Setelah penghentian
     pengakuan, perubahan nilai wajar kumulatif yang diakui di OCI didaur ulang menjadi laba rugi.

     Instrumen ekuitas
     Setelah pengakuan awal, Kelompok Usaha dapat memilih untuk mengklasifikasikan investasi ekuitasnya secara tidak dapat
     dibatalkan sebagai instrumen ekuitas yang ditetapkan pada nilai wajar melalui OCI jika definisi ekuitas sesuai PSAK No 50:
Page 32
                         PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk DAN ENTITAS ANAK
                  CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
      Untuk Periode Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025
                                          (Disajikan dalam Rupiah)
dibatalkan sebagai instrumen ekuitas yang ditetapkan pada nilai wajar melalui OCI jika definisi ekuitas sesuai PSAK No. 50:
Instrumen Keuangan: Penyajian dan tidak dimiliki untuk diperdagangkan. Klasifikasi ditentukan berdasarkan instrumen per
instrumen
Page 33
                         PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk DAN ENTITAS ANAK
                  CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
      Untuk Periode Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025
                                          (Disajikan dalam Rupiah)
instrumen.




Keuntungan dan kerugian dari aset keuangan ini tidak pernah didaur ulang menjadi laba atau rugi. Dividen diakui sebagai
pendapatan lain-lain dalam laba rugi pada saat hak pembayaran telah ditetapkan, kecuali jika Kelompok Usaha memperoleh
keuntungan dari hasil tersebut sebagai pemulihan sebagian biaya perolehan aset keuangan, dalam hal ini, keuntungan
tersebut adalah dicatat dalam OCI. Instrumen ekuitas yang ditetapkanpada nilai wajar melalui OCI tidak tunduk pada
penilaian penurunan nilai.

Kelompok Usaha memiliki penyertaan saham yang diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang diukur pada nilai wajar
melalui OCI.

(iii) Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi
Aset keuangan pada nilai wajar melalui laba rugi termasuk aset keuangan yang dimiliki untuk diperdagangkan, aset
keuangan yang ditetapkan pada pengakuan awal pada nilai wajar melalui laba rugi, atau aset keuangan yang wajib diukur
pada nilai wajar. Aset keuangan diklasifikasikan sebagai kelompok diperdagangkan jika mereka diperoleh untuk tujuan
dijual atau dibeli kembali dalam waktu dekat.

Derivatif, termasuk derivatif melekat yang dipisahkan, juga diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk diperdagangkan kecuali
jika ditetapkan sebagai instrumen lindung nilai yang efektif. Aset keuangan dengan arus kas yang tidak semata-mata
pembayaran pokok dan bunga diklasifikasikan dan diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, terlepas dari model bisnisnya.

Terlepas dari kriteria untuk instrumen utang yang akan diklasifikasikan pada biaya perolehan diamortisasi atau pada nilai
wajar melalui OCI, seperti dijelaskan di atas, instrumen utang dapat ditetapkan pada nilai wajar melalui laba rugi pada
pengakuan awal jika hal tersebut menghilangkan, atau secara signifikan mengurangi, ketidaksesuaian akuntansi.

Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi selanjutnya disajikan dalam laporan posisi keuangan
konsolidasian sebesar nilai wajar, dengan perubahan nilai wajar yang diakui dalam laba rugi. Kelompok Usaha tidak
memiliki aset keuangan yang diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi.

Liabilitas Keuangan
Liabilitas keuangan dalam lingkup PSAK No. 71 diklasifikasikan sebagai berikut:
 Liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi; dan
 Liabilitas keuangan yang diukur dengan nilai wajar melalui laba rugi.

Kelompok Usaha menentukan klasifikasi liabilitas keuangan mereka pada saat pengakuan awal.

Seluruh liabilitas keuangan diakui pada awalnya sebesar nilai wajar dan, dalam hal pinjaman dan utang, termasuk biaya
transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung.

Liabilitas keuangan Kelompok Usaha meliputi utang usaha, utang lain-lain, beban akrual, utang bank jangka pendek, utang
bank jangka panjang, liabilitas sewa dan utang pembiayaan konsumen. Liabilitas keuangan diklasifikasikan sebagai liabilitas
jangka panjang jika jatuh tempo melebihi 12 bulan dan sebagai liabilitas jangka pendek jika jatuh tempo yang tersisa
kurang dari 12 bulan.

Liabilitas keuangan yang diukur pada biaya diamortisasi (misalnya pinjaman dan utang yang dikenakan bunga) selanjutnya
diukur dengan menggunakan metode EIR. Amortisasi EIR termasuk di dalam biaya keuangan dalam laba rugi.

Liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya pada saat liabilitas tersebut berakhir atau dibatalkan atau kedaluwarsa.

Dalam hal suatu liabilitas keuangan yang ada digantikan oleh liabilitas keuangan lain dari pemberi pinjaman yang sama
dengan persyaratan yang berbeda secara substansial, atau modifikasi secara substansial atas persyaratan dari suatu liabilitas
yang ada, pertukaran atau modifikasi tersebut diperlakukan sebagai penghentian pengakuan liabilitas awal dan pengakuan
liabilitas baru, dan selisih antara nilai tercatat masing-masing liabilitas diakui dalam laba rugi
Page 34
                         PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk DAN ENTITAS ANAK
                  CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
      Untuk Periode Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025
                                          (Disajikan dalam Rupiah)
liabilitas baru, dan selisih antara nilai tercatat masing-masing liabilitas diakui dalam laba rugi.




Saling Hapus Antar Aset dan Liabilitas Keuangan
Aset dan liabilitas keuangan dapat saling hapus dan nilai bersihnya disajikan dalam laporan posisi keuangan konsolidasian
jika, dan hanya jika, Kelompok Usaha saat ini memiliki hak yang berkekuatan hukum untuk melakukan saling hapus atas
jumlah yang telah diakui tersebut dan berniat untuk menyelesaikan secara neto atau untuk merealisasikan aset dan
menyelesaikan liabilitasnya secara simultan.

Penurunan Nilai Aset Keuangan

Kelompok Usaha menerapkan model kerugian kredit ekspektasian ("ECL") untuk pengukuran dan pengakuan kerugian
penurunan nilai. Pada setiap periode pelaporan, Kelompok Usaha menilai apakah risiko kredit dari instrumen keuangan
telah meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal. Ketika melakukan penilaian, Kelompok Usaha menggunakan
perubahan atas risiko gagal bayar yang terjadi sepanjang perkiraan usia instrumen keuangan daripada perubahan atas
jumlah kerugian kredit ekspektasian. Dalam melakukan penilaian, Kelompok Usaha membandingkan antara risiko gagal
bayar yang terjadi atas instrumen keuangan pada saat periode pelaporan dengan risiko gagal bayar yang terjadi atas
instrumen keuangan pada saat pengakuan awal dan mempertimbangkan kewajaran serta ketersediaan informasi, yang
tersedia tanpa biaya atau usaha pada saat tanggal pelaporan terkait dengan kejadian masa lalu, kondisi terkini dan perkiraan
atas kondisi ekonomi di masa depan, yang mengindikasikan kenaikan risiko kredit sejak pengakuan awal.


Kelompok Usaha menerapkan metode yang disederhanakan untuk mengukur kerugian kredit ekspektasian tersebut
terhadap piutang usaha dan lain-lain tanpa komponen pendanaan yang signifikan.

Kelompok Usaha menilai kerugian kredit ekspektasian terhadap instrumen utang yang diukur dengan nilai wajar melalui
OCI berdasarkan basis forward-looking. Metode penurunan nilai dilakukan dengan mempertimbangkan apakah risiko kredit
telah meningkat secara signifikan.
Page 35
                              PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk DAN ENTITAS ANAK
                       CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
           Untuk Periode Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025
                                               (Disajikan dalam Rupiah)


f.   Penentuan Nilai Wajar
     Nilai wajar adalah harga yang akan diterima untuk menjual suatu aset atau harga yang akan dibayar untuk mengalihkan
     suatu liabilitas dalam transaksi teratur antara pelaku pasar di pasar utama (atau pasar yang paling menguntungkan) pada
     tanggal pengukuran dalam kondisi pasar saat ini (yaitu harga keluar) terlepas apakah harga tersebut dapat diobservasi
     secara
     langsung atau diestimasi dengan menggunakan teknik penilaian lain pada tanggal pengukuran.

     Pengukuran nilai wajar mengasumsikan bahwa transaksi untuk menjual aset atau mengalihkan liabilitas terjadi:
     a) di pasar utama (principal market) untuk aset atau liabilitas tersebut; atau
     b) jika tidak terdapat pasar utama, di pasar yang paling menguntungkan (most advantageous market) untuk aset atau
     liabilitas tersebut.

     Kelompok Usaha mengukur nilai wajar suatu aset atau liabilitas menggunakan asumsi yang akan digunakan pelaku pasar
     ketika menentukan harga aset atau liabilitas tersebut, dengan asumsi bahwa pelaku pasar bertindak dalam kepentingan
     ekonomis terbaiknya.

     Pengukuran nilai wajar aset nonkeuangan memperhitungkan kemampuan pelaku pasar untuk menghasilkan manfaat
     ekonomis dengan menggunakan aset dalam penggunaan tertinggi dan terbaiknya (highest and best use) atau dengan
     menjualnya kepada pelaku pasar lain yang akan menggunakan aset tersebut dalam penggunaan tertinggi dan terbaiknya.

     Kelompok Usaha menggunakan teknik penilaian yang sesuai dalam keadaan dan dimana data yang memadai tersedia
     untuk mengukur nilai wajar, memaksimalkan penggunaan input yang dapat diobservasi yang relevan dan meminimalkan
     penggunaan input yang tidak dapat diobservasi.

     Hierarki nilai wajar dikategorikan dalam 3 (tiga) level input untuk teknik penilaian yang dig6unakan dalam pengukuran
     nilai wajar, sebagai berikut:
     (a) Input Level 1 - harga kuotasian (tanpa penyesuaian) di pasar aktif untuk aset atau liabilitas yang identik yang dapat
     diakses entitas pada tanggal pengukuran.
     (b) Input Level 2 - input selain harga kuotasian yang termasuk dalam Level 1 yang dapat diobservasi untuk aset atau
     liabilitas, baik secara langsung atau tidak langsung.
     (c) Input Level 3 - input yang tidak dapat diobservasi untuk aset atau liabilitas.

     Untuk aset dan liabilitas yang diakui pada laporan keuangan konsolidasian secara berulang, Kelompok Usaha menentukan
     apakah terjadi transfer antara Level di dalam hierarki dengan cara mengevaluasi kategori (berdasarkan input level
     terendah yang signifikan dalam pengukuran nilai wajar) setiap akhir periode pelaporan.

     Kelompok Usaha menentukan kelas aset dan liabilitas yang sesuai dengan sifat, karakteristik, dan risiko aset dan liabilitas,
     dan level hierarki nilai wajar dimana pengukuran nilai wajar tersebut dikategorikan.




g.   Kas dan Bank

     Kas dan bank terdiri dari kas dan bank tidak dipergunakan sebagai jaminan serta tidak dibatasi penggunaannya.

h.   Persediaan
     Persediaan dinyatakan sebesar nilai yang lebih rendah antara biaya perolehan atau nilai realisasi neto. Biaya perolehan
     persediaan meliputi seluruh biaya yang timbul sampai persediaan berada dalam kondisi dan lokasi saat ini dimana
     ditentukan dengan metode ratarata. Nilai realisasi neto adalah estimasi harga penjualan dalam kegiatan usaha normal
     dikurangi estimasi biaya yang diperlukan untuk melaksanakan penjualan.

     Penyisihan penurunan nilai persediaan karena keusangan, kerusakan, kehilangan dan lambatnya perputaran ditentukan
Page 36
                        PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk DAN ENTITAS ANAK
                 CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
     Untuk Periode Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025
                                         (Disajikan dalam Rupiah)
Penyisihan penurunan        persediaan        keusangan,                kehilangan      lambatnya perputaran
berdasarkan hasil penelaahan terhadap keadaan masingmasing persediaan untuk mencerminkan nilai realisasi neto pada
akhir tahun. Penyisihan penurunan nilai persediaan ke nilai realisasi neto dan seluruh kerugian persediaan diakui sebagai
beban pada periode penurunan nilai atau kerugian terjadi.
Page 37
                              PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk DAN ENTITAS ANAK
                       CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
           Untuk Periode Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025
                                               (Disajikan dalam Rupiah)

i.   Beban Dibayar di Muka
     Biaya dibayar di muka diamortisasi dan dibebankan pada operasi selama masa manfaatnya dengan menggunakan metode
     garis lurus.


j.   Aset Tetap
     Aset tetap pada awalnya dicatat sebesar biaya perolehan. Biaya perolehan aset terdiri dari harga pembelian dan biaya
     lainnya yang dapat diatribusikan secara langsung untuk membawa aset ke lokasi dan kondisi yang diinginkan supaya aset
     siap digunakan sesuai dengan maksud manajemen. Setelah pengakuan awal, aset tetap, diukur sebesar biaya perolehan
     dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi kerugian penurunan nilai. Tanah dinyatakan sebesar biaya perolehan dan
     tidak disusutkan.

     Sesuai dengan ISAK 36, Kelompok Usaha menganalisa fakta dan keadaan untuk masingmasing jenis hak atas tanah dalam
     bentuk Hak Guna Usaha (“HGU”), Hak Guna Bangunan (“HGB”) dan Hak Pakai (“HP”) dalam menentukan akuntansi
     untuk masing-masing hak atas tanah tersebut sehingga dapat merepresentasikan dengan tepat suatu kejadian atau
     transaksi ekonomik yang mendasarinya. Jika hak atas tanah tersebut tidak mengalihkan pengendalian atas aset pendasar
     kepada Kelompok Usaha, melainkan mengalihkan hak untuk menggunakan aset pendasar, Kelompok Usaha menerapkan
     perlakuan akuntansi atas transaksi tersebut sebagai sewa berdasarkan PSAK 73, “Sewa”. Jika hak atas tanah secara
     substansi menyerupai pembelian tanah, maka Kelompok Usaha menerapkan PSAK 16 “Aset Tetap”.

     Biaya setelah perolehan awal termasuk dalam jumlah tercatat aset atau diakui sebagai aset yang terpisah, mana yang lebih
     tepat, ketika terdapat kemungkinan bahwa manfaat ekonomi di masa depan berkenaan dengan aset tersebut akan mengalir
     ke Kelompok Usaha dan biaya tersebut dapat diukur secara andal. Jumlah tercatat komponen yang diganti dihentikan
     pengakuannya pada tahun di mana pada saat penggantian tersebut terjadi. Seluruh biaya perbaikan dan pemeliharaan
     dibebankan ke dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain.

     Penyusutan aset tetap dihitung dengan menggunakan metode garis lurus untuk mengalokasikan jumlah tersusutkan
     selama

                                                                                                               Tahun

     Bangunan dan prasarana                                                                                        10-20
     Mesin dan peralatan                                                                                           5-10
     Peralatan kantor                                                                                               2-4
     Kendaraan                                                                                                      2-4

     Masa manfaat, nilai residu dan metode penyusutan direviu setiap akhir tahun dan pengaruh dari setiap perubahan
     estimasi
     tersebut berlaku prospektif.

     Aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau tidak ada manfaat ekonomi masa depan yang diharapkan
     dari penggunaan atau pelepasannya. Keuntungan atau kerugian yang timbul dari penghentian pengakuan aset (dihitung
     sebagai selisih antara jumlah neto hasil pelepasan dan jumlah tercatat dari aset tetap) diakui dalam laporan laba rugi dan
     penghasilan komprehensif lain konsolidasian pada tahun aset tersebut dihentikan pengakuannya.
Page 38
                             PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk DAN ENTITAS ANAK
                      CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
          Untuk Periode Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025
                                              (Disajikan dalam Rupiah)

k.   Penurunan Nilai Aset Nonkeuangan
     Aset Nonkeuangan yang memiliki masa manfaat yang tidak terbatas tidak diamortisasi namun diuji penurunan nilainya
     setiap tahun, atau lebih sering apabila terdapat peristiwa atau perubahan pada kondisi yang mengindikasikan
     kemungkinan penurunan nilai.
     Aset yang diamortisasi ditelaah untuk penurunan nilai apabila terjadi kondisi atau perubahan yang mengindikasikan
     bahwa jumlah tercatat aset tidak dapat diperoleh kembali. Kerugian penurunan nilai diakui sebesar selisih jumlah tercatat
     aset terhadap jumlah terpulihkannya. Jumlah terpulihkan adalah jumlah yang lebih tinggi antara nilai wajar aset dikurangi
     biaya
     penjualan dengan nilai pakai.

     Untuk tujuan menguji penurunan nilai, aset dikelompokkan hingga unit terkecil yang menghasilkan arus kas terpisah
     teridentifikasi (unit penghasil kas). Aset nonkeuangan yang mengalami penurunan nilai ditelaah untuk kemungkinan
     pembalikkan atas penurunan nilai tersebut pada setiap tanggal pelaporan.

l.   Sewa
     Kelompok Usaha sebagai penyewa

     Pada tanggal permulaan kontrak, Kelompok Usaha menilai apakah kontrak merupakan, atau mengandung, sewa. Suatu
     kontrak merupakan atau mengandung sewa jika kontrak tersebut memberikan hak untuk mengendalikanpenggunaan aset
     identifikasian selama suatu jangka waktu untuk dipertukarkan dengan imbalan.

     Untuk menilai apakah kontrak memberikan hak untuk mengendalikan penggunaan aset identifikasian, Kelompok Usaha
     menilai apakah:
     - Kelompok Usaha memiliki hak untuk mendapatkan secara subtansial seluruh manfaat ekonomi dari penggunaan aset
       identifikasian; dan
     - Kelompok Usaha memiliki hak untuk mengarahkan penggunaan aset identifikasian. Kelompok Usaha memiliki hak ini
       ketika Kelompok Usaha memiliki hak untuk pengambilan keputusan yang relevan tentang bagaimana dan untuk tujuan
     apa
       aset digunakan telah ditentukan sebelumnya dan:

     i). Kelompok Usaha memiliki hak untuk mengoperasikan aset;
     ii). Kelompok Usaha telah mendesain aset dengan cara menetapkan sebelumnya bagaimana dan untuk tujuan apa aset akan
          digunakan selama periode penggunaan.

     Pada tanggal insepsi atau pada penilaian kembali atas kontrak yang mengandung sebuah komponen sewa, Kelompok
     Usaha mengalokasikan imbalan dalam kontrak ke masing-masing komponen sewa berdasarkan harga tersendiri relatif dari
     komponen sewa dan harga tersendiri agregat dari komponen nonsewa. Namun, untuk sewa penunjang dimana Kelompok
     Usaha bertindak sebagai penyewa, Kelompok Usaha memutuskan untuk tidak memisahkan komponen nonsewa dan men
     catat komponen sewa dan nonsewa tersebut sebagai satu komponen sewa.

     Pada tanggal permulaan sewa, Kelompok Usaha mengakui aset hak-guna dan liabilitas sewa. Aset hak-guna diukur pada
     biaya perolehan, dimana meliputi jumlah pengukuran awal liabilitas sewa yang disesuaikan dengan pembayaran sewa yang
     dilakukan pada atau sebelum tanggal permulaan, ditambah dengan biaya langsung awal yang dikeluarkan dan estimasi
     biaya yang akan dikeluarkan untuk membongkar dan memindahkan aset pendasar atau untuk merestorasi aset pendasar ke
     kondisi yang disyaratkan dan ketentuan sewa, dikurangi dengan insentif sewa yang diterima.

     Aset hak-guna kemudian disusutkan menggunakan metode garis lurus dari tanggal permulaan hingga tanggal yang lebih
     awal antara akhir umur manfaat aset hak-guna atau akhir masa sewa.

     Liabilitas sewa diukur pada nilai kini pembayaran sewa yang belum dibayar pada tanggal permulaan, didiskontokan
     dengan
     menggunakan suku bunga implisit dalam sewa atau jika suku bunga tersebut tidak dapat ditentukan, maka menggunakan
     suku bunga pinjaman inkremental. Pada umumnya, Kelompok Usaha menggunakan suku bunga pinjaman inkremental
     sebagai tingkat bunga diskonto.
Page 39
                        PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk DAN ENTITAS ANAK
                 CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
     Untuk Periode Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025
                                         (Disajikan dalam Rupiah)


Pembayaran sewa yang termasuk dalam pengukuran liabilitas sewa meliputi pembayaran berikut ini:
- pembayaran tetap, termasuk pembayaran tetap secara substansi dikurangi dengan piutang insentif sewa;
- pembayaran sewa variabel yang bergantung pada indeks atau suku bunga yang pada awalnya diukur dengan
  menggunakan indeks atau suku bunga pada tanggal permulaan;
- jumlah yang diperkirakan akan dibayarkan oleh penyewa dengan jaminan nilai residual;
Page 40
                        PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk DAN ENTITAS ANAK
                 CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
     Untuk Periode Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025
                                         (Disajikan dalam Rupiah)
- jumlah yang diperkirakan akan dibayarkan oleh penyewa dengan jaminan nilai residual;
- harga eksekusi opsi beli jika Kelompok Usaha cukup pasti untuk mengeksekusi opsi tersebut; dan
- penalti karena penghentian awal sewa kecuali jika Kelompok Usaha cukup pasti untuk tidak menghentikan lebih awal.




Pembayaran sewa dialokasikan menjadi bagian pokok dan biaya keuangan. Biaya keuangan dibebankan pada laba rugi
selama periode sewa sehingga menghasilkan tingkat suku bunga periodik yang konstan atas saldo liabilitas untuk setiap
periode.

Kelompok Usaha menyajikan aset hak-guna sebagai bagian dari “Aset tetap” dan “Liabilitas sewa” di dalam laporan posisi
keuangan.

Jika sewa mengalihkan kepemilikan aset pendasar kepada Kelompok Usaha pada akhir masa sewa atau jika biaya perolehan
aset hakguna merefleksikan Kelompok Usaha akan mengeksekusi opsi beli, maka Kelompok Usaha menyusutkan aset hak-
guna dari tanggal permulaan hingga akhir umur manfaat aset pendasar. Jika tidak, maka Kelompok Usaha menyusutkan
aset hak-guna dari tanggal permulaan hingga tanggal yang lebih awal antara akhir umur manfaat aset hak-guna atau akhir
masa sewa.

Sewa jangka pendek

Kelompok Usaha memutuskan untuk tidak mengakui aset hak-guna dan liabilitas sewa untuk sewa jangka pendek yang
memiliki masa sewa 12 bulan atau kurang. Kelompok Usaha mengakui pembayaran sewa atas sewa tersebut sebagai beban
dengan dasar garis lurus selama masa sewa.

Kelompok Usaha sebagai pesewa

Ketika Kelompok Usaha bertindak sebagai pesewa, Kelompok Usaha mengklasifikasi masing-masing sewanya baik sewa
operasi atau sewa pembiayaan.

Untuk mengklasifikasi masing-masing sewa, Kelompok Usaha membuat penilaian secara keseluruhan atas apakah sewa
Page 41
                           PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk DAN ENTITAS ANAK
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
        Untuk Periode Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025
                                            (Disajikan dalam Rupiah)

m. Pengakuan Pendapatan dan Beban

   Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan
   Pengakuan pendapatan harus memenuhi 5 langkah analisa sebagai berikut:

      (i) Identifikasi kontrak dengan pelanggan
      (ii) Identifikasi kewajiban pelaksanaan dalam kontrak. Kewajiban pelaksanaan merupakan janji-janji dalam kontrak
   untuk
          menyerahkan barang atau jasa yang memiliki karakteristik berbeda ke pelanggan.
    (iii) Penetapan harga transaksi. Harga transaksi merupakan jumlah imbalan yang berhak diperoleh suatu entitas sebagai
          kompensasi atas diserahkannya barang atau jasa yang dijanjikan ke pelanggan. Jika imbalan yang dijanjikan di
   kontrak
          mengandung suatu jumlah yang bersifat variabel, maka Kelompok Usaha membuat estimasi jumlah imbalan tersebut
          sebesar jumlah yang diharapkan berhak diterima atas diserahkannya barang atau jasa yang dijanjikan ke pelanggan
          dikurangi dengan estimasi jumlah jaminan kinerja jasa yang akan dibayarkan selama periode kontrak. Pengakuan
          pendapatan harus memenuhi 5 langkah analisa sebagai berikut:
    (iv) Alokasi harga transaksi ke setiap kewajiban pelaksanaan dengan menggunakan dasar harga jual berdiri sendiri relatif
         dari setiap barang atau jasa berbeda yang dijanjikan di kontrak. Ketika tidak dapat diamati secara langsung, harga jual
         berdiri sendiri relatif diperkirakan berdasarkan biaya yang diharapkan ditambah marjin.
    (v) Pengakuan pendapatan ketika kewajiban pelaksanaan telah dipenuhi dengan menyerahkan barang atau jasa yang
         dijanjikan ke pelanggan (ketika pelanggan telah memiliki kendali atas barang atau jasa tersebut).

   Kewajiban pelaksanaan dapat dipenuhi dengan cara sebagai berikut:

    Suatu titik waktu (umumnya janji untuk menyerahkan barang ke pelanggan); atau
    Suatu periode waktu (umumnya janji untuk menyerahkan jasa ke pelanggan). Untuk kewajiban pelaksanaan yang
   dipenuhi dalam suatu periode waktu, Kelompok Usaha memilih ukuran penyelesaian yang sesuai untuk penentuan jumlah
   pendapatan yang harus diakui karena telah terpenuhinya kewajiban pelaksanaan.

   Pembayaran harga transaksi berbeda untuk setiap kontrak. Aset kontrak diakui ketika jumlah penerimaan dari pelanggan
   kurang dari saldo kewajiban pelaksanaan yang telah dipenuhi.

   Kewajiban kontrak diakui ketika jumlah penerimaan dari pelanggan lebih dari saldo kewajiban pelaksanaan yang telah
   dipenuhi. Aset kontrak disajikan dalam "Piutang usaha" dan liabilitas kontrak disajikan dalam "Pendapatan diterima di
   muka".

   Penjualan barang
   Pendapatan dari penjualan barang diakui pada saat risiko dan manfaat kepemilikan secara signifikan telah dialihkan
   kepada pelanggan. Hal ini biasanya terjadi pada saat barang diserahkan dan pelanggan telah menerima barang tersebut.

   Pendapatan dari penjualan aset
   Pendapatan dari penjualan aset tetap diakui pada saat penyelesaian proses pendapatan pada saat kendali atas barang telah
   diserahkan kepada pembeli dan kolektibilitas harga jual telah terjamin.

   Pendapatan sewa
   Pendapatan dari sewa kantor yang dikelompokkan sebagai sewa operasi diakui dalam suatu periode waktu dengan
   metode
   garis lurus selama masa sewa.

   Penghasilan bunga
   Penghasilan bunga diakui atas dasar proporsi waktu dengan menggunakan metode suku bunga efektif.

   Beban

   Beban bunga
Page 42
                       PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk DAN ENTITAS ANAK
                CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
    Untuk Periode Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025
                                        (Disajikan dalam Rupiah)

Beban bunga
Beban bunga untuk semua liabilitas keuangan yang mengandung bunga diakui dalam ‘Biaya keuangan’ dalam laporan
laba rugi dengan menggunakan EIR liabilitas keuangan yang terkait.
Page 43
                              PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk DAN ENTITAS ANAK
                       CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
           Untuk Periode Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025
                                               (Disajikan dalam Rupiah)

n.    Pajak Penghasilan
     Beban pajak penghasilan untuk periode berjalan terdiri dari pajak penghasilan kini dan pajak tangguhan. Beban pajak
     penghasilan diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain, kecuali jika pajak tersebut terkait dengan
     transaksi atau kejadian yang diakui di penghasilan komprehensif lain atau langsung diakui ke ekuitas. Dalam hal ini, pajak
     tersebut masingmasing diakui dalam penghasilan komprehensif lain atau ekuitas

     Pajak kini
     Beban pajak kini dihitung dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku pada tanggal pelaporan keuangan, dan
     ditetapkan berdasarkan taksiran laba kena pajak tahun berjalan. Manajemen secara periodik mengevaluasi posisi yang
     dilaporkan di Surat Pemberitahuan Tahunan (“SPT”) sehubungan dengan situasi dimana aturan pajak yang berlaku
     membutuhkan interpretasi. Jika perlu, manajemen menentukan provisi berdasarkan jumlah yang diharapkan akan dibayar
     kepada otoritas pajak.

     Bunga dan denda untuk kekurangan atau kelebihan pembayaran pajak penghasilan, jika ada, dicatat sebagai bagian dari
     “Manfaat (Beban) Pajak Penghasilan” dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain.

     Jumlah tambahan pokok dan denda pajak yang ditetapkan dengan Surat Ketetapan Pajak (“SKP”) diakui sebagai
     pendapatan atau beban dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain tahun berjalan, kecuali jika diajukan
     upaya penyelesaian selanjutnya. Jumlah tambahan pokok pajak dan denda yang ditetapkan dengan SKP ditangguhkan
     pembebanannya sepanjang memenuhi kriteria pengakuan aset.

     Pajak tangguhan
     Pajak tangguhan diakui berdasarkan perbedaan temporer pada tanggal pelaporan antara dasar pengenaan pajak untuk
     aset dan liabilitas dengan nilai tercatatnya untuk tujuan pelaporan keuangan. Liabilitas pajak tangguhan diakui untuk
     semua perbedaan temporer kena pajak dengan beberapa pengecualian. Aset pajak tangguhan diakui untuk perbedaan
     temporer yang boleh dikurangkan dan rugi fiskal apabila terdapat kemungkinan besar bahwa jumlah laba kena pajak pada
     masa mendatang akan memadai untuk mengkompensasi perbedaan temporer dan rugi fiskal.

     Jumlah tercatat aset pajak tangguhan ditelaah pada setiap tanggal pelaporan dan jumlah tercatat aset pajak tangguhan
     tersebut diturunkan apabila laba kena pajak mungkin tidak memadai untuk mengkompensasi sebagian atau semua
     manfaat aset pajak tangguhan. Aset pajak tangguhan yang belum diakui dinilai kembali pada setiap tanggal pelaporan dan
     diakui sepanjang kemungkinan besar laba kena pajak di masa depan akan memungkinkan aset pajak tangguhan untuk
     dipulihkan.

     Aset dan liabilitas pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif pajak yang diharapkan berlaku pada tahun saat aset
     dipulihkan atau liabilitas diselesaikan berdasarkan tarif pajak dan peraturan pajak yang berlaku atau secara substantif
     telah berlaku pada tanggal pelaporann

     Aset dan liabilitas pajak tangguhan dapat saling hapus jika, dan hanya jika, (a) memiliki hak yang dapat dipaksakan secara
     hukum untuk melakukan saling hapus antara aset dan liabilitas pajak kini dan (b) aset serta liabilitas pajak tangguhan


o.   Liabillitas Imbalan Kerja
     Pada tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024, Kelompok Usaha menyediakan imbalan kerja pasti kepada karyawannya
     sesuai dengan Peraturan Pemerintah (“PP”) No. 35 tahun 2021 untuk Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 (Undang
     Undang Cipta Kerja) yang diundangkan pada November 2020, sebagaimana diubah menjadi Undang-Undang Republik
     Indonesia No. 6 tahun 2023 tentangPeraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta
     Kerja menjadi Undang-Undang. Program imbalan pasti ini tidak didanai

     Liabilitas neto Kelompok Usaha atas program imbalan pasti dihitung dari nilai kini liabilitas imbalan kerja pasti pada akhir
     periode pelaporan dikurangi nilai wajar aset program, jika ada. Perhitungan liabilitas imbalan kerja dilakukan dengan
     menggunakan metode Projected Unit Credit dalam perhitungan aktuaria yang dilakukan setiap akhir periode pelaporan.

     Pengukuran kembali liabilitas imbalan kerja, meliputi a) keuntungan dan kerugian aktuarial, b) imbal hasil atas aset
     program, tidak termasuk bunga, dan c) setiap perubahan dampak batas atas aset, tidak termasuk bunga, diakui di
Page 44
                        PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk DAN ENTITAS ANAK
                 CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
     Untuk Periode Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025
                                         (Disajikan dalam Rupiah)

penghasilan komprehensif lain pada saat terjadinya. Pengukuran kembali tidak direklasifikasi ke laba rugi pada periode
berikutnya.

Kelompok Usaha mengakui (1) biaya jasa, yang terdiri dari biaya jasa kini, biaya jasa lalu, dan setiap keuntungan atau
kerugian atas penyelesaian, dan (2) penghasilan atau beban bunga neto di laba rugi pada saat terjadinya.
Page 45
                             PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk DAN ENTITAS ANAK
                      CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
          Untuk Periode Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025
                                              (Disajikan dalam Rupiah)

p.   Laba Neto per Saham


     Laba neto per saham dasar dihitung dengan membagi laba neto tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik
     entitas induk dengan rata-rata tertimbang jumlah saham yang beredar selama tahun tersebut.

     Laba per saham dilusian dihitung manakala Perusahaan memiliki instrumen berpotensi saham biasa yang bersifat dilutif.

q.   Informasi Segmen

     Segmen adalah bagian khusus dari Kelompok Usaha yang terlibat baik dalam menyediakan produk dan jasa (segmen
     usaha), maupun dalam menyediakan produk dan jasa dalam lingkungan ekonomi tertentu (segmen geografis), yang
     memiliki risiko dan imbalan yang berbeda dari segmen lainnya.

     Pendapatan, beban, hasil, aset dan liabilitas segmen termasuk akun-akun yang dapat diatribusikan langsung kepada
     suatu segmen serta hal-hal yang dapat dialokasikan dengan dasar yang sesuai kepada segmen tersebut. Segmen
     ditentukan sebelum saldo dan transaksi antar perusahaan, dieliminasi sebagai bagian dari proses konsolidasi.


r.   Pertimbangan
     Dalam proses penerapan kebijakan akuntansi Kelompok Usaha, manajemen telah membuat pertimbangan berikut, selain
     yang telah tercakup dalam estimasi, yang memiliki dampak signifikan atas jumlah-jumlah yang diakui dalam laporan
     keuangan konsolidasian:

     Klasifikasi aset dan liabilitas keuangan
     Kelompok Usaha mengklasifikasikan aset keuangannya bergantung pada model bisnis untuk mengelola aset keuangan
     tersebut dan apakah persyaratan kontraktual dari aset keuangan tersebut semata-mata pembayaran pokok dan bunga
     dari jumlah pokok terutang. Aset dan liabilitas keuangan diakui dan dikelompokkan sesuai dengan kebijakan akuntansi
     Kelompok Usaha.

     Menentukan penilaian model bisnis
     Klasifikasi dan pengukuran aset keuangan bergantung pada hasil pengujian semata pembayaran pokok dan bunga
     (“SPPI”) atas jumlah pokok terutang dan model bisnis. Kelompok Usaha menentukan model bisnis pada tingkat yang
     mencerminkan bagaimana kelompok aset keuangan dikelola bersama untuk mencapai tujuan bisnis tertentu. Penilaian
     ini mencakup penilaian yang mencerminkan semua bukti yang relevan termasuk bagaimana kinerja aset dievaluasi dan
     kinerjanya diukur, risiko yang memengaruhi kinerja aset dan bagaimana pengelolaannya. Kelompok Usaha memantau
     aset
     keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi atau nilai wajar melalui pendapatan komprehensif lain yang
     dihentikan pengakuannya sebelum jatuh tempo untuk memahami alasan pelepasannya dan apakah alasan tersebut
     konsisten dengan tujuan bisnis dimana aset tersebut dimiliki.

     Pemantauan adalah bagian dari penilaian berkelanjutan Kelompok Usaha tentang apakah model bisnis yang memiliki
     aset keuangan yang tersisa masih sesuai dan jika tidak sesuai apakah telah terjadi perubahan model bisnis dan oleh
     karena itu terdapat perubahan prospektif terhadap klasifikasi aset keuangan tersebut.

     Mengevaluasi perjanjian sewa
     Kelompok Usaha sebagai Pesewa
     Kelompok Usaha telah menandatangani sewa properti komersial berupa gudang. Kelompok Usaha telah menentukan,
     berdasarkan evaluasi terhadap syarat dan ketentuan perjanjian, seperti masa sewa yang bukan merupakan sebagian
     besar dari umur ekonomi properti komersial dan nilai sekarang dari pembayaran sewa minimum yang tidak berjumlah
     substansial secara keseluruhan dari nilai wajar properti komersial,yang secara substansial mempertahankan semua risiko
     dan manfaat terkait dengan kepemilikan properti ini dan mencatat kontrak sebagai sewa operasi. Kelompok Usaha
     sebagai penyewa - menilai pengaturan sewa dan jangka waktu sewa

     Penentuan apakah suatu perjanjian mengandung unsur sewa membutuhkan pertimbangan yang cermat untuk menilai
     apakah perjanjian tersebut memberikan hak untuk mendapatkan secara subtansial seluruh manfaat ekonomi dari
Page 46
                        PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk DAN ENTITAS ANAK
                 CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
     Untuk Periode Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025
                                         (Disajikan dalam Rupiah)
apakah perjanjian tersebut memberikan hak untuk mendapatkan secara subtansial seluruh manfaat ekonomi dari
penggunaan aset identifikasian dan hak untuk mengarahkan penggunaan aset identifikasian, bahkan jika hak tersebut
tidak dijabarkan secara eksplisit di perjanjian. Dalam menentukan jangka waktu sewa, Kelompok Usaha
mempertimbangkan semua fakta dan keadaan yang menimbulkan insentif ekonomi untuk menggunakan opsi
perpanjangan, atau tidak menggunakan opsi penghentian. Opsi perpanjangan (atau periode setelah opsi penghentian
Page 47
                              PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk DAN ENTITAS ANAK
                       CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
           Untuk Periode Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025
                                               (Disajikan dalam Rupiah)
     perpanjangan, atau tidak menggunakan opsi penghentian. Opsi perpanjangan (atau periode setelah opsi penghentian
     kontrak kerja) hanya termasuk dalam jangka waktu sewa jika cukup pasti akan diperpanjang (atau tidak dihentikan).




     Kelompok Usaha sebagai penyewa - memperkirakan suku bunga pinjaman inkremental untuk liabilitas sewa karena
     Kelompok Usaha tidak dapat langsung menentukan suku bunga implisit, manajemen menggunakan suku bunga
     pinjaman inkremental Kelompok Usaha sebagai tingkat diskonto. Ada beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan
     dalam menentukan suku bunga pinjaman inkremental, yang banyak di antaranya memerlukan pertimbangan untuk
     dapat secara andal mengukur penyesuaian yang diperlukan untuk mencapai tingkat diskonto akhir. Dalam menentukan
     suku bunga pinjaman inkremental, Kelompok Usaha mempertimbangkan faktor-faktor utama berikut: risiko kredit
     korporat Kelompok Usaha, jangka waktu sewa, jangka waktu pembayaran sewa, lingkungan ekonomi, waktu dimana
     sewa dimulai, dan mata uang dimana pembayaran sewa ditentukan



s.   Sumber Estimasi Ketidakpastian
     Asumsi utama masa depan dan sumber utama estimasi ketidakpastian lain pada akhir periode pelaporan yang memiliki
     risiko signifikan bagi penyesuaian yang material terhadap nilai tercatat aset dan liabilitas untuk tahun/periode berikutnya,
     diungkapkan di bawah ini. Perusahaan dan entitas anak mendasarkan asumsi dan estimasi pada parameter yang tersedia
     pada saat laporan keuangan konsolidasian disusun. Asumsi dan situasi mengenai perkembangan masa depan, mungkin
     berubah akibat perubahan pasar atau situasi diluar kendali Perusahaan dan entitas anak. Perubahan tersebut dicerminkan
     dalam asumsi terkait pada saat terjadinya.

     Penurunan nilai piutang usaha dan lain-lain
     Tingkat provisi yang spesifik dievaluasi oleh manajemen dengan dasar faktor-faktor yang memengaruhi tingkat
     tertagihnya piutang tersebut. Dalam kasus ini, Kelompok Usaha menggunakan pertimbangan berdasarkan fakta dan
     kondisi terbaik yang tersedia meliputi tetapi tidak terbatas pada jangka waktu hubungan Kelompok Usaha dengan
     pelanggan dan status kredit pelanggan berdasarkan laporan dari pihak ketiga dan faktor-faktor pasar yang telah diketahui,
     untuk mencatat pencadangan spesifik untuk pelanggan terhadap jumlah jatuh tempo untuk mengurangi piutang Kelompok
     Usaha menjadi jumlah yang diharapkan tertagih.

     Pencadangan secara spesifik ini dievaluasi dan disesuaikan kembali jika terdapat informasi tambahan yang diterima
     memengaruhi jumlah yang diestimasikan. Selain provisi khusus terhadap piutang yang signifikan secara individual,
     Kelompok Usaha juga mengakui provisi penurunan nilai secara kolektif terhadap risiko kredit debitur yang dikelompokkan
     berdasarkan karakteristik kredit yang sama, dan meskipun tidak secara spesifik diidentifikasi membutuhkan provisi
     khusus, memiliki risiko gagal bayar lebih tinggi daripada ketika awal piutang tersebut diberikan kepada debitur.

     Kelompok Usaha menerapkan pendekatan yang disederhanakan untuk mengukur kerugian kredit ekspektasian yang
     menggunakan cadangan kerugian kredit ekspektasian seumur hidup untuk seluruh piutang usaha. Dalam penentuan
     kerugian kredit ekspektasian, manajemen diharuskan untuk menggunakan pertimbangan dalam mendefinisikan hal apa
     yang dianggap sebagai kenaikan risiko kredit yang signifikan dan dalam pembuatan asumsi dan estimasi, untuk
     menghubungkan informasi yang relevan tentang kejadian masa lalu, kondisi terkini dan perkiraan atas kondisi ekonomi.
     Pertimbangan diaplikasikan dalam menentukan periode seumur hidup dan saat pengakuan awal piutang.

     Penyisihan penurunan nilai persediaan
     Manajemen melakukan penilaian analisis umur persediaan pada setiap tanggal pelaporan dan membentuk penyisihan
     untuk persediaan usang dan persediaan yang memiliki perputaran yang lambat yang diidentifikasi tidak lagi sesuai untuk
     digunakan dalam produksi, dengan mempertimbangkan nilai realisasi neto dari persediaan barang jadi dan barang dalam
     proses berdasarkan pada harga jual dan kondisi pasar saat ini.

     Mengestimasi masa manfaat aset tetap
     Biaya perolehan aset tetap disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran masa manfaat
     ekonomisnya. Manajemen mengestimasi masa manfaat ekonomis aset tetap antara 2 sampai dengan 20 tahun, suatu kisaran
     yang umumnya diperkirakan dalam industri sejenis Perubahan dalam pola pemakaian dan tingkat perkembangan
Page 48
                        PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk DAN ENTITAS ANAK
                 CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
     Untuk Periode Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025
                                         (Disajikan dalam Rupiah)

yang umumnya diperkirakan dalam industri sejenis. Perubahan dalam pola pemakaian dan tingkat perkembangan
teknologi dapat memengaruhi masa manfaat ekonomis serta nilai sisa aset dan karenanya biaya penyusutan masa depan
memiliki kemungkinan untuk diubah/direvisi. Jumlah tercatat aset tetap Kelompok Usaha pada tanggal laporan keuangan
konsolidasian diungkapkan di dalam Catatan 12 atas laporan keuangan konsolidasian.
Page 49
                        PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk DAN ENTITAS ANAK
                 CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
     Untuk Periode Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025
                                         (Disajikan dalam Rupiah)




Penurunan nilai aset nonkeuangan
Penilaian penurunan untuk aset nonkeuangan, dilakukan ketika indikator penurunan nilai tertentu yang hadir.
Menentukan nilai wajar asset membutuhkan estimasi arus kas yang diharapkan akan dihasilkan dari penggunaan lanjutan
dan disposisi akhir dari aset tersebut. Setiap perubahan signifikan dalam asumsi yang digunakan dalam menentukan nilai
wajar material dapat memengaruhi penilaian nilai dipulihkan dan kerugian penurunan nilai yang dihasilkan bisa memiliki
dampak material terhadap hasil usaha.

Penyisihan pajak penghasilan badan
Pertimbangan signifikan dilakukan dalam menentukan penyisihan atas pajak penghasilan badan. Terdapat transaksi dan
perhitungan pajak tertentu yang penentuan akhirnya adalah tidak pasti dalam kegiatan usaha normal. Kelompok Usaha
mengakui liabilitas atas pajak penghasilan badan berdasarkan estimasi apakah akan terdapat tambahan pajak penghasilan
badan. Ketika hasil pajak yang dikeluarkan berbeda dengan jumlah yang awalnya diakui, perbedaan tersebut akan
berdampak pada pajak penghasilan dan penyisihan pajak tangguhan pada periode dimana penentuan tersebut dilakukan.

Aset pajak tangguhan diakui atas seluruh rugi fiskal yang belum dikompensasi sejauh besar kemungkinan bahwa laba
fiskal akan tersedia untuk dikompensasi dengan saldo rugi fiskal yang dapat dikompensasikan. Penentuan jumlah aset
pajak tangguhan yang dapat diakui berdasarkan perbedaan waktu dan laba kena pajak di masa mendatang bersama-sama
dengan strategi perencanaan pajak masa depan membutuhkan pertimbangan signifikan dari manajemen.

Li abilitas imbalan kerja
Penentuan liabilitas imbalan kerja dan beban imbalan kerja Kelompok Usaha bergantung padapemilihan asumsi yang
digunakan dalam menghitung jumlah-jumlah tersebut. Asumsi tersebut termasuk antara lain, tingkat diskonto, tingkat
kenaikan gaji tahunan, tingkat pengunduran diri karyawan tahunan, tingkat kecacatan, umur pension dan tingkat kematian

Hasil aktual yang berbeda dengan jumlah yang diestimasi diperlakukan sesuai dengan kebijakan sebagaimana diatur
dalam Catatan 2 atas laporan keuangan konsolidasian. Sementara manajemen Kelompok Usaha berpendapat bahwa asumsi

File

File Open PDF
Source IDX
Size1.81 MB
Published30 Apr 2026
Pages49
Characters139,937
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 39 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org PT. PRASIDHA ANEKA NIAGA p.1 ×147
linked org Bank Mandiri (Persero) Tbk p.8 ×2
linked org Bank Central Asia Tbk p.8 ×5
linked org Bank Danamon Indonesia Tbk p.8 ×2
linked org Artha Graha p.8
linked org PT Bank SMBC p.8
linked org Asuransi Central Asia (“ACA p.10 ×4
linked — Igianto Joe p.14 ×3
linked org Aneka Bumi p.14 ×7
linked person Agus Soegiarto p.14 ×5
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.10
possible org PT. Prasidha p.14 ×4
possible org Bursa Efek Indonesia p.26 ×2
unresolved — Jeffry Sanusi Soedargo · Direktur Keuangan p.2
unresolved org PT Bank Artha Graha p.8
unresolved org milikan · Nama Perusahaan p.10
unresolved org PT Sarana Aceh Ventura p.10 ×2
unresolved org PT Asuransi Adira Dinamika p.12
unresolved org PT Asuransi Sompo Indonesia p.12 ×2
unresolved org PT. Aneka Bumi Prasidha p.14 ×3
unresolved org PT. Aneka Agroprasidha p.14 ×3
unresolved org PT. Aneka Coffee Industry p.16 ×3
unresolved org PT Aneka Bumi Kencana p.19 ×2
unresolved org PT Tirtha Harapan Bali Pabrik p.19
unresolved org PT Aneka Coffee Industry Area Geografis p.19
unresolved org PT Aneka Bumi Kencana Jawa p.19
unresolved org PT Tirtha Harapan Bali p.19 ×2
unresolved org PT Aneka Bumi Asih p.26
unresolved org Departemen Kehakiman Republik Indonesia p.26
unresolved person Akta Notaris Christina Dwi Utami p.26
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.26
unresolved org Pengawas Pasar Modal p.26
unresolved org BAPEPAM p.26
unresolved org PT. Aneka Bumi Kencana Berdasarkan Akta Notaris Liliana p.27
unresolved person Kencana Berdasarkan Akta Notaris Liliana Arif Gondoutomo p.27
unresolved org PT. Tirtha Harapan Bali Berdasarkan Akta Notaris Leolin p.27
unresolved person Harapan Bali Berdasarkan Akta Notaris Leolin Jayayanti p.27
unresolved org BAPEPAM-LK p.28 ×2
unresolved org Bank Indonesia p.30

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result