Skip to content
Back to announcement

AnnualReport2025-SMFP-att4.pdf

Other Text extracted SMFP

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 36

Page 1
2025




          Laporan Alokasi
             dan Dampak
       Obligasi dan Sukuk
       Berwawasan Sosial
              Social Bond and Sukuk
        Allocation and Impact Report


                                       1
Page 2
2
Page 3
Contents
4    Kata Pengantar
     Foreword
6    Pendahuluan
     Introduction
7    Tentang SMF
     About SMF
7    Visi dan Misi
     Vision and Mission
8    Perjalanan SMF
     The Journey of SMF
8    Linimasa
     Timeline
10   Ringkasan Keuangan
     Financial Highlight
11   Ringkasan Kerangka Kerja
     Summary of the Framework
12   Penggunaan Dana
     Use of Proceeds
13   Kontribusi Langsung
     Direct Contribution
13   Kontribusi Tidak Langsung
     Indirect Contribution
14   Evaluasi dan Pemilihan Proyek
     Project Evaluation and Selection
14   Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum
     Management of Proceeds
15   Ringkasan Transaksi
     Transaction Highlight
16   Alokasi Dana
     Proceed Allocation
17   Profil Proyek
     Project Profile
18   Manfaat untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah
     Benefit to Low-Income Households
19   Lokasi Proyek
     Project Location                                 3
21   Ringkasan Dampak
     Impact Highlight
25   Keterjangkauan dan Aksesibilitas
     Affordability and Accessibility
26   Akumulasi Dampak
     Impact Accumulation
28   Glosarium
     Glossary
30   Laporan Review Ahli Sosial
     Social Worker’s Review Report
Page 4
    KATA PENGANTAR
    Foreword

    Puji dan syukur kita panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha        We offer praise and gratitude to God Almighty for His grace
    Esa, karena atas rahmat dan karunia-Nya, Laporan Alokasi dan     and mercy in preparing and presenting the 2025 Social Bond
    Dampak Obligasi dan Sukuk Berwawasan Sosial 2025 dapat           and Sukuk Allocation and Impact Report to stakeholders,
    disusun dan disampaikan kepada para pemangku kepentingan         ensuring accountability and transparency in managing the funds
    sebagai bentuk akuntabilitas dan transparansi atas pengelolaan   entrusted to the company. This report contains information
    dana yang telah dipercayakan kepada Perseroan. Laporan ini       regarding the allocation of proceeds from the issuance of
    memuat informasi mengenai alokasi dana hasil penerbitan          social bonds and social sukuk used to support affordable
4   Obligasi Sosial dan Sukuk Sosial yang digunakan untuk            social housing financing for low-income communities (MBR),
    mendukung pembiayaan perumahan sosial yang terjangkau            specifically through the KPR Sejahtera program supported
    bagi masyarakat berpenghasilan rendah atau MBR, khususnya        by the FLPP.
    melalui program KPR Sejahtera yang didukung oleh Fasilitas
    Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

    Di tengah dinamika ekonomi global dan tantangan sektor           Amidst global economic dynamics and challenges in the housing
    pembiayaan perumahan, Perseroan senantiasa berkomitmen           finance sector, the company remains committed to performing
    untuk menjalankan peran strategisnya secara profesional,         its strategic role professionally, measurably, and sustainably.
    terukur, dan berkelanjutan. Instrumen pendanaan yang             The funding instruments issued are not merely viewed as a
    diterbitkan tidak hanya dipandang sebagai sarana                 means of raising funds but also as a tangible manifestation of
    penghimpunan dana, tetapi juga sebagai wujud nyata kontribusi    the company’s contribution to expanding access to decent and
    Perseroan dalam memperluas akses kepemilikan rumah yang          affordable home ownership and supporting inclusive, social-
    layak dan terjangkau serta mendukung pembangunan yang            impact-oriented development.
    inklusif dan berorientasi pada dampak sosial.
Page 5
Melalui pendekatan yang prudent dan tata kelola yang kuat,        Through a prudent approach and strong governance, the
Perseroan memastikan bahwa setiap alokasi dana dilakukan          company ensures that every fund allocation is carried out
secara selektif dan sesuai dengan prinsip kehati-hatian,          selectively and in accordance with precautionary principles,
sehingga mampu memberikan manfaat optimal bagi masyarakat         thereby providing optimal benefits for the community while
sekaligus menjaga kepercayaan investor. Penerbitan Obligasi       maintaining investor trust. The company issued its social bonds
Sosial dan Sukuk Sosial Perseroan juga dilaksanakan sejalan       and social sukuk following well-known national and international
dengan standar dan prinsip yang diakui secara nasional dan        rules, including the Social Bond Principles from ICMA, ASEAN
internasional, termasuk Social Bond Principles dari ICMA,         Social Bond Standards, POJK Number 18 of 2023, and Social
ASEAN Social Bond Standards, POJK Nomor 18 Tahun 2023,            Loan Principles. We believe that synergy between public policy,
serta Social Loan Principles. Kami meyakini bahwa sinergi         financing innovation, and institutional strengthening is key to
antara kebijakan publik, inovasi pembiayaan, dan penguatan        creating a resilient and sustainable housing finance system.
kelembagaan menjadi kunci dalam menciptakan sistem
pembiayaan perumahan yang tangguh dan berkelanjutan.

Perseroan juga terus memperkuat komitmennya terhadap              The company remains dedicated to strengthening its
praktik keuangan berkelanjutan yang sejalan dengan standar        commitment to sustainable finance practices that align with
internasional serta mendukung agenda pembangunan nasional.        international standards and support the national development
Upaya ini tidak hanya difokuskan pada pencapaian kinerja          agenda. This effort is focused not only on achieving financial
keuangan, tetapi juga pada penciptaan nilai jangka panjang yang   performance but also on creating long-term value that delivers
memberikan dampak positif bagi masyarakat dan perekonomian        a positive impact on society and the economy at large.
secara luas. Laporan ini juga menegaskan kontribusi Perseroan     Furthermore, this report affirms the company’s contribution
terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs),                 to the SDGs, specifically impacting SDG 10 and SDG 11 directly,
khususnya SDG 10 dan SDG 11 secara langsung, serta SDG 1,         as well as SDG 1, 3, 5, 6, 8, and 16 indirectly.
3, 5, 6, 8, dan 16 secara tidak langsung.

Akhir kata, kami menyampaikan apresiasi kepada seluruh            In closing, we express our appreciation to all stakeholders for
pemangku kepentingan atas kepercayaan dan dukungan yang           the trust and support given to the company. We will continue to
diberikan kepada Perseroan. Kami akan terus menjaga integritas,   uphold integrity, improve management quality, and strengthen
meningkatkan kualitas pengelolaan, serta memperkuat peran         the company’s role in driving access and affordability within
Perseroan dalam mendorong akses dan keterjangkauan sektor         Indonesia’s housing finance sector.
pembiayaan perumahan di Indonesia.




                                                     Ananta Wiyogo
                                                        Direktur Utama
                                                       President Director




                                                                                                                                     5
Page 6
    PENDAHULUAN
    Introduction


    Kenaikan harga properti di Indonesia menjadikan pembiayaan
    hipotek dengan tenor yang panjang sebagai mekanisme yang
    semakin diperlukan untuk mendukung kepemilikan rumah. Sejalan
    dengan kebutuhan tersebut, konsep pembentukan lembaga
    pembiayaan sekunder mulai menjadi agenda pembahasan di antara
    para pemangku kepentingan sejak tahun 1983.

    Setelah melalui berbagai studi kelayakan serta proses diskusi
    yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan di bawah
    koordinasi Kementerian Keuangan, Pemerintah Indonesia kemudian
    menetapkan sejumlah regulasi penting sebagai dasar penguatan
    sistem pembiayaan perumahan. Kebijakan tersebut menjadi fondasi
    bagi pendirian PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF,
    yang secara resmi dibentuk pada 22 Juli 2005 berdasarkan
    Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2005.

    SMF memegang peranan krusial sebagai lembaga pembiayaan
    sekunder yang dirancang untuk menjadi solusi atas tantangan
    ketidaksesuaian jangka waktu (maturity mismatch) dalam sektor
    pembiayaan perumahan. Dengan menyalurkan likuiditas kepada
    lembaga-lembaga pembiayaan perumahan, SMF secara efektif
    menjembatani celah antara ketersediaan dana jangka pendek
    dan permintaan akan pembiayaan hipotek jangka panjang. Peran
    strategis ini bertujuan untuk membuka akses yang merata bagi
    setiap keluarga di Indonesia agar dapat memperoleh pembiayaan
    terjangkau untuk memiliki hunian yang layak.



    Rising property prices in Indonesia have made long-term mortgage
    financing increasingly necessary to support homeownership. In
    response to this need, the concept of establishing a secondary
    housing finance institution began to emerge as a topic of discussion
    among relevant stakeholders as early as 1983.


    Following a series of feasibility studies and extensive discussions
    involving multiple stakeholders under the coordination of the
    Ministry of Finance, the Government of Indonesia introduced several
    key regulations aimed at strengthening the housing finance system.
6   These policies laid the foundation for the establishment of PT
    Sarana Multigriya Finansial (Persero) or SMF, which was officially
    founded on 22 July 2005 under Government Regulation No. 5/2005.

    SMF plays a crucial role as a secondary mortgage institution
    designed to address the challenge of maturity mismatch in the
    housing finance sector. By channeling liquidity to housing finance
    institutions, SMF effectively bridges the gap between the availability
    of short-term funds and the demand for long-term mortgage
    financing. This strategic role aims to expand equitable access
    for Indonesian families to obtain affordable financing for decent
    housing.
Page 7
                                                                TENTANG SMF
                                                                                  About SMF




Visi
Vision
Menjadi salah satu entitas utama dalam ekosistem
pembiayaan perumahan yang mendukung
penyediaan, kepemilikan dan keterhunian rumah
yang layak dan terjangkau bagi seluruh keluarga
Indonesia.
To become one of the key entities in the housing
finance ecosystem that supports the provision,
ownership, and occupancy of adequate and
affordable housing for all Indonesian families.
                                                                                  Misi
                                                                                 Mission
                                                   1. Melaksanakan peran sebagai Special Mission
                                                      Vehicle Pemerintah dan agent of development
                                                      dalam pembiayaan perumahan.
                                                   2. Membangun dan mengembangkan pasar
                                                      pembiayaan sekunder perumahan secara
                                                      berkelanjutan.
                                                   3. Menyediakan sumber pendanaan dalam
                                                      pembiayaan dan kepemilikan rumah.
                                                   4. Mendukung program Sustainable Development
                                                      Goals Pemerintah.
                                                   5. Mengembangkan sinergi dengan stakeholder
                                                      pembiayaan perumahan dan memberikan
                                                      pelayanan yang unggul dengan tata kelola yang
                                                      baik.
                                                   1. Acting as the Government’s Special Mission
                                                      Vehicle and Agent of Development in housing
                                                      financing.
                                                   2. Promoting and developing a sustainable
                                                      secondary mortgage market.                         7
                                                   3. Providing a source of funding for home financing
                                                      and ownership.
                                                   4. Supporting the Government’s Sustainable
                                                      Development Goals program.
                                                   5. Developing synergies with housing financing
                                                      stakeholders and providing superior services
                                                      with good governance.
Page 8
    PERJALANAN SMF
    The Journey of SMF


    Perjalanan SMF mencerminkan komitmen yang berkelanjutan         The development of SMF reflects an ongoing commitment
    dalam memperluas akses pembiayaan perumahan di Indonesia.       to improving access to housing finance in Indonesia. From
    Sejak gagasan awal yang mulai dibahas pada tahun 1983           the initial discussions in 1983 to its formal establishment in
    hingga pendiriannya secara resmi pada tahun 2005, SMF telah     2005, SMF has played a key role in addressing the maturity
    berperan dalam menjawab tantangan ketidaksesuaian jangka        mismatch challenges within the mortgage market. Through
    waktu pada pasar pembiayaan hipotek. Melalui penguatan          the strengthening of its mandate and continuous strategic
    mandat serta kerja sama strategis dengan berbagai pihak,        collaboration with various stakeholders, SMF continues to
    SMF terus mendukung program perumahan pemerintah                support government housing initiatives while promoting
    sekaligus mendorong pengembangan skema pembiayaan               sustainable financing solutions aligned with Indonesia’s broader
    yang berkelanjutan dan sejalan dengan tujuan pembangunan        social and economic development goals.
    sosial dan ekonomi nasional.




    LINIMASA
    Timeline
                                              1983
                                                      Diskusi intensif para pemangku kepentingan mengenai
                                                      pendirian lembaga pembiayaan sekunder perumahan.
                                                      Intensive discussions by stakeholders concerning
                                                      establishment of a secondary mortgage institution.




                                                                             1993–1998
                                                                                              Kajian kelayakan yang dilakukan oleh Kementerian
                                                                                              Keuangan.
                                                                                              Feasibility studies conducted by the Ministry of
                                                                                              Finance.




                                                                                         2005–2009
8                                                                                               PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) didirikan
                                                                                                pada 22 Juli 2005, dan transaksi pertamanya
                                                                                                dilakukan dengan Bank BTN pada tahun 2006.
                                                                                                Establishment of SMF on July 22, 2005, and first
                                                                                                transaction with Bank BTN in 2006.




                                                                             2010–2014
                                                                                              Peluncuran efek beragun aset berbasis KPR, kerja
                                                                                              sama dengan Indonesia Bond Pricing Agency,
                                                                                              serta penghargaan dari berbagai media dan
                                                                                              pemerintah.
                                                                                              Launch of mortgage-backed securities,
                                                                                              collaboration with Indonesia Bond Pricing Agency,
                                                                                              and recognition from media and government
                                                                                              institutions.
Page 9
2019
       Dukungan untuk Program Sejuta Rumah, peluncuran program
       pembiayaan syariah, serta kemitraan dengan lembaga internasional.
       Support for the One Million Houses Program, launch of Sharia financing
       programs, and partnerships with international agencies.




                                     2020
                                                 Mandat diperluas oleh Pemerintah melalui Peraturan
                                                 Presiden No. 100 Tahun 2020 untuk pembiayaan perumahan
                                                 berkelanjutan.
                                                 Expanded mandate from the Government through Presidential
                                                 Regulation No. 100/2020 for sustainable housing finance.




                                                          2021
                                                             Realisasi penyaluran pembiayaan untuk mendukung program
                                                             perumahan subsidi (FLPP) selama pandemi COVID-19.
                                                             Realization of financing distribution to support the subsidized housing
                                                             (FLPP) program during the COVID-19 pandemic.




                                                         2022
                                                             SMF memperkuat perannya sebagai Sekretariat Ekosistem
                                                             Pembiayaan Perumahan.
                                                             SMF strengthened its role as the Secretariat for the Housing Finance
                                                             Ecosystem.




                                                         2023
                                                             Penerbitan sukuk sosial pertama di Indonesia bekerja sama dengan
                                                             Bank Syariah Indonesia, diresmikan oleh Wakil Presiden Ma’ruf Amin.
                                                             Diterbitkan pada 18 Desember 2023, terdiri atas Obligasi Sosial Rp
                                                             500 miliar dan Sukuk Sosial Rp 200 miliar. Tenor 5 tahun, kupon 6,90
                                                             persen, rating idAAA (PEFINDO).
                                                             Issuance of Indonesia’s first social-focused sukuk in collaboration
                                                             with Bank Syariah Indonesia, officiated by Vice President Ma’ruf Amin.
                                                             Issued on 18 December 2023, comprising a Social Bond of IDR 500
                                                             billion and a Social Sukuk of IDR 200 billion. Five-year tenor, 6.90
                                                             percent coupon, rated idAAA (PEFINDO).



                                         2024                                                                                          9

                                               Penerbitan obligasi sosial berkelanjutan dalam tiga tahap sebagai kelanjutan dari
                                               penerbitan 2023. Tahap II–IV diterbitkan Maret, Juni, dan November 2024 dengan
                                               total Rp 4,7 triliun. Tenor 5 tahun, kupon 6,75–7,15 persen, rating idAAA (PEFINDO).
                                               The issuance of sustainable social bonds in three phases, as a continuation of the
                                               2023 issuance. Phases II–IV issued in March, June, and November 2024, totaling
                                               IDR 4.7 trillion. Five-year tenor, 6.75–7.15 percent coupon, rated idAAA (PEFINDO).



2025
   Penerbitan obligasi sosial dan sukuk sosial dengan nilai Rp 1,65 triliun dan Rp 250 miliar.
   Tenor 5 tahun, kupon 6,95 persen, rating idAAA (PEFINDO).
   The issuance of sustainable social bonds and social sukuk, IDR 1.65 trillion and IDR 250
   billion, respectively. Five-year tenor, 6.95 percent coupon, rated idAAA (PEFINDO).
Page 10
     RINGKASAN KEUANGAN
     Financial Highlight



                                           Penyaluran Pinjaman
                                                                      Efek-efek yang                                           Laba
          Periode               Aset         dan Pembiayaan                                 Ekuitas       Pendapatan
           Period              Assets
                                                                        diterbitkan          Equity          Income
                                                                                                                              bersih
                                           Loan disbursement and
                                                                      Securities issued                                      Net income
                                                  financing
      Desember 2024            Rp 58,1          Rp 41,8 triliun         Rp 26,4 triliun     Rp 20,6        Rp 2,9 triliun     Rp 540
      December 2024             triliun        IDR 41.8 trillion       IDR 26.4 trillion     triliun      IDR 2.9 trillion     miliar
                               IDR 58.1                                                     IDR 20.6                          IDR 540
                                trillion                                                     trillion                          billion
      Desember 2025           Rp 66,8           Rp 49,1 triliun         Rp 22,8 triliun      Rp 27,7       Rp 3,1 triliun      Rp 565
      December 2025            triliun         IDR 49.1 trillion       IDR 22.8 trillion      triliun     IDR 3.1 trillion      miliar
                              IDR 66.8                                                      IDR 27.7                          IDR 565
                               trillion                                                       trillion                          billion
      Sumber: Laporan Tahunan 2025
      Source: Annual Report 2025




     Laporan Tahunan mencatat kemajuan yang kuat pada berbagai           The Annual Report highlights strong progress across key
     indikator utama. Nilai total aset meningkat signifikan menjadi      performance indicators. Total assets rose significantly to IDR
     Rp 66,8 triliun pada akhir 2025, yang mencerminkan penguatan        66.8 trillion by the end of 2025, reflecting the strengthening
     struktur keuangan SMF. Penyaluran pinjaman dan pembiayaan           of SMF’s financial structure. Loan disbursement and financing
     juga tumbuh menjadi Rp 49,1 triliun, menandakan kontribusi          also increased to IDR 49.1 trillion, indicating SMF’s growing
     SMF yang semakin besar dalam mendukung akses pembiayaan             contribution in expanding access to housing finance. Meanwhile,
     perumahan. Sementara itu, pendapatan naik menjadi Rp 3,1            income rose to IDR 3.1 trillion, and net income increased to IDR
     triliun, serta laba bersih naik menjadi Rp 565 miliar. Secara       565 billion. Overall, these achievements underscore SMF’s
     keseluruhan, capaian ini menunjukkan konsistensi SMF dalam          consistent role in driving strategic progress in the housing
     menjalankan peran strategis di sektor pembiayaan perumahan.         finance sector.




10
Page 11
RINGKASAN KERANGKA KERJA
                   Summary of the Framework


     Penerbitan Obligasi Berwawasan Sosial Berkelanjutan
     (Obligasi Sosial) Sukuk Berwawasan Sosial (Sukuk Sosial)
     SMF disesuaikan dengan standar dan prinsip internasional
     yang diakui, yang ditetapkan oleh (1) International Capital
     Market Association (ICMA), (2) ASEAN’s Social Bond Standard
     - ASEAN Capital Market Forum (ACMF), (3) Peraturan
     Otoritas Jasa Keuangan Nomor 18 Tahun 2023 Tentang
     Penerbitan dan Persyaratan Efek Bersifat Utang dan Sukuk
     Berlandaskan Keberlanjutan, dan (4) Social Loan Principles
     yang telah dipublikasikan oleh Loan Market Association, Loan
     Syndications and Trading Association, and Asia Pacific Loan
     Market Association.

     The issuance of Sustainable Social Bond (Social Bond) and
     Sustainable Social Sukuk (Social Sukuk) by SMF was aligned
     with recognized international standards and principles that
     were established by (1) the International Capital Market
     Association (ICMA)’s Social Bond Principles, (2) the ASEAN’s
     Social Bond Standard - ASEAN Capital Market Forum (ACMF),
     (3) the Financial Services Authority Regulation Number 18
     of 2023 concerning the Issuance and Requirements of Debt
     Securities and Sustainable Sukuk, and (4) Social Loan Principles
     that were published by the Loan Market Association, Loan
     Syndications and Trading Association, and Asia Pacific Loan
     Market Association.




                                                                        11
Page 12
     PENGGUNAAN DANA
     Use of Proceeds




     Seluruh dana yang dihimpun melalui penerbitan Obligasi Sosial                                      All proceeds raised from the issuance of Social Bonds and
     dan Sukuk Sosial digunakan untuk mendukung pembiayaan                                              Social Sukuk are allocated to support affordable social housing
     perumahan sosial yang terjangkau dengan tujuan meningkatkan                                        financing aimed at expanding homeownership for low-income
     akses kepemilikan rumah bagi masyarakat berpenghasilan                                             households. The financed projects focus on the KPR Sejahtera
     rendah (MBR). Proyek-proyek yang dibiayai berfokus pada                                            program, supported by the Housing Financing Liquidity Facility
     program KPR Sejahtera yang didukung oleh Fasilitas Likuiditas                                      (FLPP), which meets the eligibility criteria stipulated under
     Pembiayaan Perumahan (FLPP), yang pelaksanaannya telah                                             Regulation of the Minister of Public Works and Housing No.
     memenuhi kriteria kelayakan sebagaimana diatur dalam                                               21/PRT/M/2016 and its subsequent amendments.
     Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
     No. 21/PRT/M/2016 beserta perubahannya.

     Sesuai kerangka kerja yang ditetapkan, proyek ini secara                                           As indicated in the framework, this initiative directly contributes
     langsung berkontribusi pada Tujuan Pembangunan                                                     to Sustainable Development Goal (SDG) 10 (Reduced Inequality)
     Berkelanjutan (SDG) 10 (Mengurangi Ketimpangan) dan 11 (Kota                                       and SDG 11 (Sustainable Cities and Communities). The project
     dan Komunitas Berkelanjutan). Di samping itu, proyek ini juga                                      also provides indirect support for SDG 1 (No Poverty), SDG
     memberikan dampak tidak langsung terhadap pencapaian SDG                                           3 (Good Health and Well-being), SDG 5 (Gender Equality),
     1 (Tanpa Kemiskinan), SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera),                                       SDG 6 (Clean Water and Sanitation), SDG 8 (Decent Work and
     SDG 5 (Kesetaraan Gender), SDG 6 (Air Bersih dan Sanitasi                                          Economic Growth), and SDG 16 (Peace, Justice, and Strong
     Layak), SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi),                                           Institutions).
     serta SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang
     Tangguh).

     Keterkaitan ini didukung oleh berbagai temuan ilmiah. OECD                                         This alignment is corroborated by scientific findings. For
     (2020), misalnya, menekankan peran krusial perumahan sosial                                        instance, the OECD (2020) emphasizes that social housing is
     dalam mengurangi kemiskinan dan ketimpangan (SDG 1, 10)                                            critical for reducing poverty and inequality (SDGs 1, 10) and
     serta menyediakan hunian layak (SDG 6, 11). Senada dengan                                          providing adequate housing (SDGs 6, 11). Similarly, the World
     itu, World Green Building Council (2023)¹ menggarisbawahi                                          Green Building Council (2023)1 highlights the importance of
     pentingnya program perumahan terjangkau untuk mencapai                                             affordable housing for achieving SDGs 1, 3, 8, 10, and 11, while
     SDG 1, 3, 8, 10, dan 11, sementara AFD (2024)² menunjukkan                                         AFD (2024)2 notes that housing access contributes to a broad
     kontribusi akses perumahan terhadap spektrum SDG yang                                              spectrum of goals.
     lebih luas.

     Berbagai studi lain turut memperkuat temuan ini, mulai dari                                        These conclusions are further reinforced by numerous studies,
     penelitian dampak perumahan MBR terhadap penurunan                                                 from research on the impact of low-income housing on poverty
     kemiskinan oleh Freedman dan McGavock (2015)³, analisis                                            reduction by Freedman and McGavock (2015)3, to analyses
     hubungan perumahan dengan perilaku sosial oleh Steinhoff                                           of the link between housing and social behavior by Steinhoff
     (2024)⁴, hingga studi mengenai pentingnya kesetaraan gender                                        (2024)4, the importance of gender equality in the sector by
12   di sektor perumahan oleh European Investment Bank (2024)⁵                                          the European Investment Bank (2024)5, and the connection to
     dan keterkaitannya dengan ketenagakerjaan oleh Jansen-van-                                         employment outcomes by Jansen-van-Vuuren et al. (2024)6.
     Vuuren et al. (2024)⁶.




     1
      World Green Building Council. (2023). Sustainable and affordable housing: Five principles for 1 a just transition.
     2
      Agence Française de Développement. (2024, April 22). Housing for SDGs: Access to housing for the achievement of sustainable development goals.
     3
       Freedman, M. L., & McGavock, T. (2015). Low‑income housing development, poverty concentration, and neighborhood inequality. Journal of Policy Analysis and Management, 34(4),
     805–834. https://doi.org/10.1002/pam.21856
     4
       Steinhoff, B. (2024, December 29). The impact of social and affordable housing on societal attitude – A systematic review of the literature (MPRA Paper No. 123120). Munich Personal
     RePEc Archive.
     5
      European Investment Bank. (2024). Promoting gender equality in public social housing. European 5 Investment Bank.
     6
       Jansen‑van Vuuren, J., Rijal, H., Bobbette, N., Lysaght, R., Krupa, T., & Aguilar, D. (2024). Exploring the connection between social housing and employment: A scoping review. International
     Journal of Environmental Research and Public Health, 21(9), Article 1217. https://doi.org/10.3390/ijerph21091217
Page 13
                                              KONTRIBUSI LANGSUNG
                                                                            Direct Contribution




                                               Obligasi Sosial dan Sukuk Sosial SMF memberikan kontribusi
                                               secara langsung untuk pencapaian SDG target 10 dan 11.
                                               Social Bond directly contributed to the achievement of SDG
                                               targets 10 and 11.




                             KONTRIBUSI TIDAK LANGSUNG
                                                                         Indirect Contribution




  Obligasi Sosial dan Sukuk Sosial SMF memberikan kontribusi secara tidak langsung
                    untuk pencapaian SDG target 1, 3, 5, 6, 8, dan 16.
Social Bond indirectly contributed to the achievement of SDG targets 1, 3, 5, 6, 8, and 16.




                                                                                                            13
Page 14
     EVALUASI DAN PEMILIHAN PROYEK
     Project Evaluation and Selection

     SMF mengalokasikan dana dari Obligasi Sosial dan Sukuk           SMF allocates the proceeds from its Social Bond and Social
     Sosial untuk mendukung program FLPP melalui kolaborasi           Sukuk to support the FLPP program, utilizing a portfolio
     dengan BP Tapera, dengan menerapkan pendekatan portofolio.       approach in collaboration with BP Tapera. In this partnership,
     Dalam kerja sama ini, BP Tapera bertugas menyaring dan           BP Tapera is responsible for screening and evaluating the
     mengevaluasi bank pelaksana serta pengembang perumahan           executing banks and housing developers to ensure compliance
     untuk memastikan kesesuaian dengan kriteria kelayakan            with the eligibility criteria of the KPR Sejahtera and FLPP
     program KPR Sejahtera dan FLPP. Bank yang lolos kualifikasi      programs. Banks that meet the qualifications then enter into
     kemudian akan menandatangani perjanjian tripartit bersama        a tripartite agreement with SMF and BP Tapera to provide
     SMF dan BP Tapera untuk menyalurkan kredit perumahan             housing credit to MBR.
     kepada MBR.

     Secara lebih rinci, peran BP Tapera mencakup:                    More specifically, BP Tapera’s roles include:
     1. Melakukan penyaringan dan evaluasi kelayakan proyek           1. Screening and evaluating banks and developers to
        terhadap bank dan pengembang.                                    determine project eligibility.
     2. Melakukan verifikasi dokumen serta memproses permintaan       2. Verifying documentation and processing disbursement
        pencairan dana dari bank kepada SMF.                             requests from the banks to SMF.
     3. Bekerja sama dengan SMF dalam memantau dan                    3. Collaborating with SMF to monitor and evaluate the
        mengevaluasi distribusi dana FLPP.                               distribution of FLPP funds.
     4. Melakukan rekonsiliasi data untuk memastikan dana             4. Reconciling data to confirm that funds are received by the
        tersalurkan kepada penerima manfaat MBR yang berhak.             intended MBR beneficiaries.

     Dari sisi internal, SMF turut membentuk Sustainability Funding   Internally, SMF also established a Sustainability Funding
     Working Group (SFWG) yang bertanggung jawab mengawasi            Working Group (SFWG) to oversee the use of proceeds and
     pemanfaatan dana dan memastikan keselarasan dengan tujuan        ensure alignment with social objectives. To mitigate credit risks,
     sosial. Untuk memitigasi risiko kredit, perusahaan menerapkan    the company implements comprehensive risk management
     praktik manajemen risiko yang komprehensif, meliputi (1)         practices, which include (1) credit disbursement guidelines, (2)
     pedoman pencairan kredit, (2) sistem pemeringkatan internal,     internal rating systems, and (3) an Early Warning System (EWS).
     dan (3) Sistem Peringatan Dini (EWS).




     PENGGUNAAN DANA HASIL PENAWARAN UMUM
     Management of Proceeds


     SMF menerapkan pendekatan portofolio untuk memastikan            SMF utilizes a portfolio approach to ensure that proceeds from
     dana hasil Obligasi Sosial dan Sukuk Sosial dialokasikan         the Social Bond and Social Sukuk are allocated strictly to eligible
     secara eksklusif pada proyek-proyek yang memenuhi syarat.        projects. The management of these funds is handled by the
14   Tanggung jawab atas pengelolaan dana ini berada di tangan        Treasury and Investor Relations Division in conjunction with
     Divisi Treasury dan Hubungan Investor serta Divisi Manajemen     the Finance and Credit Management Division. In accordance
     Keuangan dan Kredit. Sesuai kebijakan internal perusahaan,       with internal policies, any unallocated funds are held in the
     dana yang belum dialokasikan akan ditempatkan dalam bentuk       form of cash or cash equivalents.
     kas atau setara kas.

     Proses penyaluran dana dipantau melalui sistem terintegrasi      The disbursement of proceeds is tracked using an integrated
     di bawah pengawasan SFWG, yang juga berwenang                    system, with the SFWG overseeing the allocation process and
     merekomendasikan realokasi dana jika diperlukan untuk            recommending reallocations for social housing projects as
     proyek perumahan sosial. Untuk menjamin transparansi dan         needed. In line with the Financial Services Authority Regulation
     akuntabilitas, SMF memelihara rekening khusus di bank yang       (POJK) No. 18 of 2023, SMF maintains dedicated accounts
     telah ditunjuk untuk mengelola dana hasil penerbitan, sejalan    with designated banks specifically to manage these proceeds,
     dengan ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK)         ensuring transparency and proper governance.
     No. 18 Tahun 2023.
Page 15
                                                                      RINGKASAN TRANSAKSI
                                                                                                       Transaction Highlight


                                                             Obligasi Sosial                                Sukuk Sosial
                                                              Social Bond                                   Social Sukuk
 Tanggal penerbitan                                             8 Juli 2025                                   8 Juli 2025
 Issuance date                                                  8 July 2025                                   8 July 2025
 Jumlah penerbitan                                          Rp 1.650.000.000.000                           Rp 250.000.000.000
 Issurance amount                                          IDR 1,650,000,000,000                          IDR 250,000,000,000
 Jangka waktu                                                     5 tahun                                       5 tahun
 Tenor                                                            5 years                                       5 years
 Tanggal jatuh tempo                                            8 Juli 2030                                   8 Juli 2030
 Due date                                                       8 July 2030                                   8 July 2030
 Tingkat kupon                                                    6,95%                                         6,95%
 Coupon rate                                                      6.95%                                         6.95%
 Peringkat                                                   idAAA (PEFINDO)                               idAAA (PEFINDO)
 Rating


                                                            Informasi Investor
                                                           Investor Information
                                                  Others
                                                   17.3%

                                    Mutual Fund                                             Banking
                                           2.9%                                             34.9%

                                      Insurance
                                           7.9%




                                  Pension Fund
                                         13.1%




                                            Foreign Govt                           Govt of Indonesia
                                                    4.1%                           19.8%




Berdasarkan data terbaru, sektor perbankan merupakan                   Based on the latest data, the banking sector represents the
investor terbesar dengan proporsi 34.9%, diikuti oleh Pemerintah       largest group of investors with a share of 34.9%, followed
Indonesia sebesar 19.8%. Dana pensiun menyumbang 13.0%,                by the Government of Indonesia at 19.8%. Pension funds
sementara investor dari kategori lainnya mencapai 17.3%.               account for 13.0%, while investors in other categories represent
Asuransi berkontribusi sebesar 7.9%, sedangkan pemerintah              17.3%. Insurance contributes 7.9%, while foreign governments
asing dan reksa dana masing-masing menyumbang 4.1% dan                 and mutual funds account for 4.1% and 2.9%, respectively.          15
2.9%. Komposisi ini mencerminkan keberagaman basis investor            This composition reflects the diversity of the investor base
yang membeli Obligasi Sosial dan Sukuk Sosial.                         purchasing Social Bonds and Social Sukuk.
Page 16
     ALOKASI DANA
     Proceed Allocation




     PROFIL PROYEK                                                     PROJECT PROFILE
     Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP)                  The FLPP is a government-backed initiative designed to
     merupakan program inisiasi pemerintah yang bertujuan              enhance homeownership opportunities for low-income
     memperluas kesempatan kepemilikan rumah bagi masyarakat           households. In this capacity, SMF serves as a key role as
     berpenghasilan rendah. Dalam program ini, SMF memegang            a special mission vehicle responsible for channeling funds
     peran kunci sebagai special mission vehicle yang bertugas         to support the development of affordable housing projects
     menyalurkan dana untuk mendukung pembangunan proyek               throughout Indonesia.
     perumahan terjangkau di seluruh Indonesia.

     Objektif utama dari program FLPP adalah memfasilitasi             The primary objective of the FLPP program is to provide
     pembiayaan KPR yang terjangkau bagi MBR, sehingga                 affordable mortgages to low-income families, thereby improving
     meningkatkan akses mereka terhadap hunian yang layak. Inisiatif   their access to decent housing. This initiative is aligned with the
     ini selaras dengan agenda sosial dan ekonomi pemerintah yang      government’s broader socio-economic agenda and supports
     lebih luas, serta mendukung komitmen Indonesia terhadap           Indonesia’s commitment to the SDGs, particularly the goal of
     pencapaian SDGs, terutama dalam mewujudkan kota dan               fostering sustainable cities and communities.
     permukiman yang berkelanjutan.

     Program ini dijalankan menggunakan model pendanaan                The program is structured on a 75:25 co-funding model, wherein
     bersama 75:25, di mana 75% pendanaan berasal dari                 the government provides 75% of the financing via BP Tapera,
     pemerintah melalui BP Tapera dan 25% sisanya dikontribusikan      and SMF contributes the remaining 25%. This collaborative
     oleh SMF. Pendekatan kolaboratif ini terbukti efektif dalam       approach is effective in reducing overall borrowing costs,
     mengurangi biaya pinjaman secara keseluruhan, yang pada           which in turn allows participating banks to offer mortgages
     akhirnya memungkinkan bank pelaksana menawarkan KPR               with lower interest rates to eligible beneficiaries.
     dengan suku bunga lebih rendah bagi para penerima manfaat
     yang memenuhi syarat.




16
Page 17
                                            MANFAAT UNTUK MASYARAKAT
                                               BERPENGHASILAN RENDAH
                                                                   Benefit to Low-Income Households


Program FLPP memberikan manfaat utama bagi MBR di                 The FLPP program provides key benefits for low-income
Indonesia, antara lain:                                           families in Indonesia, as follows:

1. Uang muka terjangkau: Program ini memberlakukan                1. Affordable down payments: The program requires a
   syarat uang muka minimal, mulai dari 1% dari nilai properti,      minimal down payment, starting as low as 1% of the
   sehingga secara signifikan meringankan beban finansial di         property’s value, which significantly reduces the initial
   awal bagi MBR.                                                    financial barrier for low-income families.
2. Suku bunga rendah dan tetap: KPR FLPP memiliki suku            2. Lower and fixed interest rates: FLPP mortgages feature
   bunga tetap sebesar 5% per tahun, jauh di bawah suku              a fixed interest rate of 5% per annum, substantially lower
   bunga KPR konvensional. Sifatnya yang konstan sepanjang           than conventional mortgage rates. This rate remains
   tenor pinjaman memberikan kepastian angsuran bulanan              constant throughout the loan term, ensuring predictable
   yang lebih terprediksi dan terjangkau.                            and manageable monthly payments.
3. Tenor pinjaman panjang: Penerima manfaat dapat                 3. Extended loan tenure: Beneficiaries can apply for loan
   mengajukan pinjaman dengan tenor hingga 20 tahun.                 terms of up to 20 years. This extended period results in
   Jangka waktu yang panjang ini menjadikan angsuran                 lower monthly installments, helping to ease the long-term
   bulanan lebih ringan dan membantu mengelola beban                 financial burden.
   keuangan dalam jangka panjang.
4. Subsidi dan pembebasan biaya: Program ini memberikan           4. Subsidies and exemptions: The program includes various
   subsidi dari pemerintah, termasuk bantuan uang muka               government subsidies, such as down payment assistance
   sebesar Rp 10.000.000 untuk rumah tapak, serta                    of IDR 10,000,000 for landed houses, as well as exemptions
   pembebasan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan premi                from Value Added Tax (VAT) and insurance premiums, all
   asuransi, yang secara signifikan mengurangi total biaya.          of which substantially reduce the total cost.
5. Kriteria kelayakan inklusif: Program ini ditujukan bagi        5. Inclusive eligibility criteria: The program is open to
   Warga Negara Indonesia berusia minimal 20 tahun atau              Indonesian citizens who are at least 20 years old or married,
   sudah menikah, dengan batas penghasilan maksimal                  with a maximum income of IDR 8,000,000 for married
   Rp 8.000.000 untuk pemohon menikah (Rp 10.000.000                 applicants (IDR 10,000,000 in the Papua region) and IDR
   di Papua) dan Rp 7.000.000 untuk pemohon lajang (Rp               7,000,000 for unmarried applicants (IDR 7,500,000 in the
   7.500.000 di Papua). Syarat utama adalah pemohon dan              Papua region). A key condition is that applicants and their
   pasangan belum memiliki rumah serta belum pernah                  spouses must not already own a home and must not have
   menerima subsidi perumahan dari pemerintah.                       previously received a government housing subsidy.




                                                                                                                                     17
Page 18
     TESTIMONI FLPP




           Abdullah                            Iqbal                           Sumi
                 Guru                      Karyawan Swasta              Penjual Sayur Keliling
                Teacher                Private Sector Employee         Mobile Vegetable Vendor

         KPR Rumah Subsidi ini        Tadinya saya tinggal dengan       Saya yang penjual sayur
      sangat berarti sekali. Karena   mertua, karena harus pindah      keliling, karena KPR FLPP
         kami bisa punya rumah            lokasi kerja jadi harus     ini, saya ini bisa merasakan
       sendiri, tidak ngontrak lagi      pindah rumah. Ternyata           tinggal diperumahan.
      seperti dulu. Dengan rumah        ada program pemerintah.          DPnya bisa terjangkau,
       sendiri ini, kami bisa lebih       Proses pengajuannya               angsurannya juga.
       tenang dan nyaman. DP &           mudah, dibantu sampai                Serang, Banten
       Cicilannya juga terjangkau.     kami menempati rumah ini.
             Serang, banten                      Bandung

        This subsidized housing        Previously, I lived with my      I sell vegetables door to
        mortgage means a lot to         parents-in-law because I         door, and thanks to the
      us. Now we can finally have     had to relocate for work and      FLPP housing mortgage
        our own home instead of         needed to move houses.             program, I can now
      renting like before. With our      Then I found out about       experience living in a proper
       own house, we feel more         this government program.         housing area. The down
        secure and comfortable.          The application process       payment is affordable, and
        The down payment and           was easy, and we received      the monthly installments are
        monthly installments are        assistance until we could          manageable as well.
18           also affordable.         finally move into this house.           Serang, Banten
             Serang, banten                     Bandung
Page 19
                                                                                           LOKASI PROYEK
                                                                                                       Project Location


Dana yang dihimpun melalui penerbitan Obligasi Sosial dan            Funds generated from the Social Bond and Social Sukuk
Sukuk Sosial telah dialokasikan untuk mendukung pembiayaan           issuances have been directed to finance affordable housing
perumahan terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan                  for low-income households throughout Indonesia. Altogether,
rendah di berbagai wilayah Indonesia. Secara keseluruhan,            the program supported over 91 thousand housing units
program ini mendukung pembiayaan lebih dari 91 ribu unit             nationwide, including more than 76 thousand units financed
rumah secara nasional, yang terdiri dari lebih dari 76 ribu unit     through Social Bonds and almost 15 thousand units financed
yang dibiayai melalui Obligasi Sosial dan hampir 15 ribu unit        through Social Sukuk. The total mortgage value reached
melalui Sukuk Sosial. Nilai total pembiayaan KPR mencapai            almost IDR 15 trillion, comprising about IDR 12.5 trillion from
hampir Rp15 triliun, yang mencakup sekitar Rp12,5 triliun dari       Social Bond proceeds and approximately IDR 2.4 trillion from
Obligasi Sosial dan sekitar Rp2,4 triliun dari Sukuk Sosial.         Social Sukuk financing. These figures illustrate SMF’s ongoing
Penyaluran ini mencerminkan peran SMF dalam memperluas               contribution to expanding access to housing finance across
akses pembiayaan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan            multiple provinces in Indonesia.
rendah di berbagai provinsi di Indonesia.


                                            Gambar x. Sebaran KPR Berdasarkan Provinsi
                                         Figure x. Provincial Breakdown of Mortgage Portfolio




                                                                                                                                        19


Sebagian besar penyaluran pembiayaan masih terkonsentrasi            The majority of financing continues to be absorbed in Java,
di Pulau Jawa, sejalan dengan tingginya jumlah penduduk dan          reflecting the island’s high population density and strong
permintaan hunian di wilayah tersebut. Provinsi Jawa Barat           housing demand. West Java recorded the largest allocation,
mencatat alokasi terbesar, dengan lebih dari 27 ribu unit rumah      with more than 27 thousand housing units financed and
yang dibiayai dan nilai KPR mencapai lebih dari Rp4,6 triliun.       mortgage value exceeding IDR 4.6 trillion. Substantial financing
Selain itu, Banten, Jawa Tengah, dan Jawa Timur juga menerima        was also allocated to Banten, Central Java, and East Java,
penyaluran pembiayaan yang cukup besar, seiring dengan               where population size and urban growth contribute to sustained
tingginya kebutuhan perumahan di wilayah dengan populasi             demand for affordable housing.
besar dan perkembangan kawasan perkotaan yang pesat.
Page 20
     Di luar Pulau Jawa, pembiayaan juga tersebar di berbagai            Beyond Java, financing was distributed across several
     provinsi, menunjukkan jangkauan program yang berskala               provinces, highlighting the nationwide coverage of the program.
     nasional. Di wilayah Sumatera, penyaluran pembiayaan cukup          In Sumatra, significant allocations were observed in North
     signifikan terlihat di Sumatera Utara, Riau, Jambi, dan Sumatera    Sumatra, Riau, Jambi, and South Sumatra, while in eastern
     Selatan. Sementara itu di kawasan timur Indonesia, Sulawesi         Indonesia, South Sulawesi, West Sulawesi, and Southeast
     Selatan, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Tenggara juga menerima        Sulawesi received a notable share of mortgage financing.
     porsi pembiayaan yang cukup besar.


                                                 Gambar X. Sebaran KPR di Jadebotabek Raya
                                              Figure X. Mortgage Portfolio in Greater Jadebotabek




     Sebagian pembiayaan KPR juga terkonsentrasi di kawasan              A significant share of mortgage financing is also concentrated
     Jabodetabek Raya, yang merupakan salah satu pusat                   in the Greater Jabodetabek area, which represents one of
     pertumbuhan ekonomi dan kawasan dengan kebutuhan hunian             Indonesia’s main economic centers and a region with strong
     yang tinggi. Secara keseluruhan, pembiayaan melalui Obligasi        housing demand. Overall, financing through Social Bonds in
     Sosial di wilayah ini mencapai lebih dari 14,8 ribu unit rumah      this area supported more than 14.8 thousand housing units,
     dengan nilai KPR sekitar Rp2,63 triliun. Sementara itu, melalui     with a total mortgage value of approximately IDR 2.63 trillion.
     Sukuk Sosial, pembiayaan mendukung hampir 1.300 ribu unit           Meanwhile, financing through Social Sukuk supported nearly
     rumah dengan nilai KPR mencapai sekitar Rp224 miliar. Angka         1,300 thousand housing units, with a mortgage value of about
     ini mencerminkan peran kawasan Jabodetabek sebagai salah            IDR 224 billion. These figures highlight the importance of
     satu wilayah dengan permintaan perumahan yang signifikan,           the Greater Jabodetabek region as a major housing market,
     seiring dengan tingginya aktivitas ekonomi dan pertumbuhan          reflecting its large population and dynamic economic activities.
20   penduduk di kawasan metropolitan tersebut.

     Jika dibandingkan dengan total penyaluran secara nasional,          Compared with the national distribution, the Greater
     wilayah Jabodetabek Raya menyumbang sekitar seperlima               Jabodetabek area accounts for roughly one-fifth of the total
     dari total unit rumah yang dibiayai melalui Obligasi Sosial,        housing units financed through Social Bonds, and nearly
     serta hampir sembilan persen dari total unit yang didukung          nine percent of the units financed through Social Sukuk.
     melalui Sukuk Sosial. Distribusi pembiayaan di kawasan              Mortgage financing in this region is largely concentrated
     ini terutama terkonsentrasi di wilayah penyangga Jakarta,           in the surrounding districts of Jakarta, particularly Bekasi
     khususnya Kabupaten Bekasi, Kabupaten Bogor, dan Kabupaten          Regency, Bogor Regency, and Tangerang Regency, which
     Tangerang, yang mencerminkan tingginya perkembangan                 have experienced rapid suburban housing development. This
     kawasan permukiman di wilayah suburban sekitar ibu kota.            pattern reflects the continued expansion of residential areas
     Hal ini menunjukkan bahwa wilayah penyangga Jakarta                 in Jakarta’s surrounding regions and the growing demand for
     tetap menjadi salah satu lokasi utama dalam pengembangan            affordable housing among low-income households in these
     perumahan terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah.         metropolitan outskirts.
Page 21
                                                                                          RINGKASAN DAMPAK
                                                                                                                      Impact Highlight


                                                Gambar X. Persentase Perempuan Penerima Manfaat
                                                   Figure X. Proportion of Female Beneficiaries
                                         Obligasi Sosial                                               Sukuk Sosial
                                          Social Bond                                                  Social Sukuk




                                           34.7%                                                         35.5%




                                                               Gambar X. Jenis Pekerjaan
                                                           Figure X. Occupational Distribution


                         Obligasi Sosial | Social Bond                               Obligasi Sosial | Social Bond

                                  4.0%                                                        13.1%
                         Sukuk Sosial | Social Sukuk                                  Sukuk Sosial | Social Sukuk
             PNS
        Civil Servant             4.3%                              Wirausaha
                                                                   Enterpreneur                15%                               Lainnya
                                                                                                                                  Others



                                                                                                                       Obligasi Sosial | Social Bond
                         Obligasi Sosial | Social Bond                               Obligasi Sosial | Social Bond
                                                                                                                               0.01%
                                   1.7%                                                       81.1%                    Sukuk Sosial | Social Sukuk
                         Sukuk Sosial | Social Sukuk                                  Sukuk Sosial | Social Sukuk
                                                                                                                                 0.1%
         TNI/Polri
       Military/Police            1.4%                                Swasta
                                                                  Private Sector             79.2%

Alokasi dana dari Obligasi Sosial dan Sukuk Sosial menunjukkan                     The allocation of proceeds from the Social Bond and Social
kontribusi nyata dalam mendukung inklusivitas dalam akses                          Sukuk demonstrates a meaningful contribution to promoting
terhadap perumahan. Hal ini tercermin dari tingginya proporsi                      inclusiveness in access to housing. This is reflected in the
penerima manfaat perempuan. Data menunjukkan bahwa                                 relatively high proportion of female beneficiaries. The data
hampir 35 persen rumah yang dibiayai melalui Obligasi                              shows that nearly 35 percent of the homes financed through
Sosial dimiliki oleh perempuan, sementara pada Sukuk Sosial                        Social Bonds are owned by women, while the share for
mencapai lebih dari 35 persen. Angka ini menunjukkan bahwa                         Social Sukuk exceeds 35 percent. These figures indicate             21
program pembiayaan perumahan ini turut mendukung upaya                             that the housing financing program also supports women’s
pemberdayaan perempuan serta sejalan dengan tujuan                                 empowerment and aligns with the objectives of SDG 5 on
Sustainable Development Goals (SDG) 5 terkait kesetaraan                           gender equality.
gender.

Selain itu, distribusi penerima manfaat berdasarkan jenis                          In addition, the distribution of beneficiaries by occupation
pekerjaan menunjukkan bahwa program FLPP menjangkau                                indicates that the FLPP program reaches households from
rumah tangga dari berbagai latar belakang pekerjaan.                               a wide range of professional backgrounds. The majority of
Sebagian besar penerima manfaat berasal dari sektor swasta,                        beneficiaries come from the private sector, accounting for more
yang mencapai lebih dari 81 persen pada Obligasi Sosial dan                        than 81 percent under Social Bonds and around 79 percent
79 persen pada Sukuk Sosial. Di samping itu, program ini juga                      under Social Sukuk. The program also supports entrepreneurs,
menjangkau wirausaha, yang mencakup sekitar 13 persen pada                         representing around 13 percent of beneficiaries under Social
Obligasi Sosial dan 15 persen pada Sukuk Sosial. Penerima                          Bonds and 15 percent under Social Sukuk. Beneficiaries from
manfaat dari kalangan aparatur negeri negara (ASN) serta TNI/                      civil servants as well as military and police personnel are also
Polri juga tercatat, meskipun dengan proporsi yang lebih kecil.                    represented, although with smaller shares.
Page 22
     Keragaman latar belakang pekerjaan tersebut menunjukkan                 This diversity in occupational backgrounds highlights the
     bahwa program pembiayaan perumahan ini bersifat inklusif dan            inclusiveness of the housing financing program and its ability
     mampu menjangkau masyarakat dari berbagai kelompok sosial               to reach households from different socio-economic groups.
     ekonomi. Dengan membuka akses pembiayaan bagi berbagai                  By providing access to housing finance for individuals from
     profesi, program ini tidak hanya membantu meningkatkan                  various professions, the program not only helps increase
     kepemilikan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah,                homeownership among low-income households but also
     tetapi juga berkontribusi pada pembangunan sosial ekonomi               contributes to broader socio-economic development. This
     yang lebih luas. Pendekatan inklusif ini pada akhirnya                  inclusive approach also supports the achievement of SDG 16,
     turut mendukung pencapaian SDG 16, yaitu membangun                      which aims to promote more inclusive and peaceful societies.
     masyarakat yang lebih inklusif dan damai.


                                                       Gambar X. Distribusi Gaji Nasabah (%)
                                                         Figure X. Salary Distribution (%)

                 Obligasi Sosial                               31.2
                 Social Bond                                          29.5
                 Sukuk Sosial
                 Social Sukuk                                                   23
                                                    19.8
                                                                                     19.5
                                             18.5
                                                                                                      17.1
                                                                                               16.5

                                                                                                                8.4
                                       4.2                                                                            7.9
                                 1.8                                                                                                  1.6
                    0.51                                                                                                       0.57
             0.13



             IDR 1 Mio          IDR 2 Mio    IDR 3 Mio        IDR 4 Mio        IDR 5 Mio       IDR 6 Mio      IDR 7 Mio        IDR 8 Mio

            -< IDR 2 Mio     -< IDR 3 Mio    -< IDR 4 Mio    -< IDR 5 Mio     -< IDR 6 Mio   -< IDR 7 Mio    -< IDR 8 Mio      Or more




     Distribusi gaji penerima manfaat menunjukkan bahwa                      The salary distribution of beneficiaries shows that most
     sebagian besar nasabah berada pada kelompok pendapatan                  borrowers fall within the lower-middle income group, which
     menengah bawah yang menjadi target utama program                        represents the main target of the housing financing program.
     pembiayaan perumahan. Pada pembiayaan melalui Obligasi                  Under Social Bond financing, the largest group consists of
     Sosial, kelompok dengan gaji sekitar Rp4–5 juta per bulan               beneficiaries earning around IDR 4–5 million per month,
     merupakan yang terbesar dengan lebih dari 30 persen penerima            accounting for more than 30 percent of recipients. The IDR
     manfaat. Kelompok Rp5–6 juta mencakup sekitar seperempat                5–6 million income group represents around one quarter of
     penerima, sementara kelompok Rp3–4 juta mencapai hampir                 beneficiaries, while those earning IDR 3–4 million account for
     20 persen. Pola yang serupa juga terlihat pada pembiayaan               nearly 20 percent. A similar pattern is observed under Social
     melalui Sukuk Sosial, di mana kelompok Rp4–5 juta mencakup              Sukuk financing, where the IDR 4–5 million group represents
     hampir 30 persen, diikuti oleh kelompok Rp3–4 juta dan Rp5–6            almost 30 percent, followed by the IDR 3–4 million and IDR
     juta yang masing-masing berada di kisaran sekitar 20 persen.            5–6 million groups, each accounting for around 20 percent.

22   Secara keseluruhan, mayoritas penerima manfaat berada pada              Overall, most beneficiaries fall within the IDR 3 million to IDR 6
     rentang pendapatan Rp3 juta hingga Rp6 juta per bulan, yang             million monthly income range, reflecting the program’s focus
     mencerminkan fokus program dalam mendukung masyarakat                   on supporting low- to middle-income households in accessing
     berpenghasilan rendah hingga menengah untuk memperoleh                  housing finance. At the same time, the data also indicates
     akses terhadap pembiayaan perumahan. Pada saat yang                     that the program reaches households with lower income
     sama, data juga menunjukkan bahwa program ini menjangkau                levels (around IDR 1 million to IDR 2 million per month). This
     kelompok masyarakat dengan pendapatan lebih rendah (Rp 1                demonstrates that the housing financing scheme provides
     juta hingga 2 juta per bulan). Hal ini menunjukkan bahwa skema          access to various lower-income groups who require support
     pembiayaan perumahan memberikan akses bagi berbagai                     in obtaining adequate and affordable housing.
     kelompok pendapatan rendah yang membutuhkan dukungan
     untuk memperoleh hunian yang layak dan terjangkau.
Page 23
                                                         Gambar X. Jangka Waktu
                                                            Figure X. Tenor



                    Kurang dari 10 tahun                            10 tahun                  Antara 10-15 tahun
                     Less than 10 years                             10 years                 Between 10 to 15 years




                  Obligasi Sosial | Social Bond            Obligasi Sosial | Social Bond    Obligasi Sosial | Social Bond

                           0,2%                                     4,4%                             2,4%
                  Sukuk Sosial | Social Sukuk              Sukuk Sosial | Social Sukuk      Sukuk Sosial | Social Sukuk

                           0.5%                                     6,6%                             5,4%


                           15 tahun                          Antara 15-20 tahun                      20 tahun
                           15 years                         Between 15 to 20 years                   20 years




                  Obligasi Sosial | Social Bond            Obligasi Sosial | Social Bond    Obligasi Sosial | Social Bond

                          49,8%                                     5,7%                            33,9%
                  Sukuk Sosial | Social Sukuk              Sukuk Sosial | Social Sukuk      Sukuk Sosial | Social Sukuk

                          44,9%                                     7,2%                            35,3%


                      Tabel X. Keterjangkauan Angsuran KPR Berdasarkan Rentang Gaji – Obligasi Sosial
                                 Table X. Mortgage Affordability by Salary Range – Social Bond
   Rentang Gaji            Rata-rata Angsuran Bulanan (Juta Rp)                               Rasio Angsuran ke Gaji (%)
   Salary Range           Average of Monthly Payment (IDR Million)                         Monthly Payment to Salary Ratio (%)
1–<2 juta                                         1.10                                                         68.4%

2–<3 juta                                         1.08                                                         42.2%

3–<4 juta                                         1.12                                                         31.9%

4–<5 juta                                         1.23                                                         28.3%

5–<6 juta                                         1.31                                                         24.7%

6–<7 juta                                         1.34                                                         21.1%

7–<8 juta                                         1.35                                                         18.4%

8–<9 juta                                         1.34                                                         16.8%

9–<10 juta                                        1.70                                                         18.0%

≥10 juta                                          1.95                                                         19.5%             23

                                                  1.25                                                         26.3%



                       Tabel X. Keterjangkauan Angsuran KPR Berdasarkan Rentang Gaji – Sukuk Sosial
                                 Table X. Mortgage Affordability by Salary Range – Social Sukuk
   Rentang Gaji             Rata-rata Angsuran Bulanan (Juta Rp)                              Rasio Angsuran ke Gaji (%)
   Salary Range            Average of Monthly Payment (IDR Million)                        Monthly Payment to Salary Ratio (%)
1–<2 juta                                         1.16                                                         74.3%

2–<3 juta                                         1.20                                                         48.5%

3–<4 juta                                         1.18                                                         34.1%

4–<5 juta                                         1.22                                                         28.1%

5–<6 juta                                         1.29                                                         24.6%
Page 24
                               Tabel X. Keterjangkauan Angsuran KPR Berdasarkan Rentang Gaji – Sukuk Sosial
                                         Table X. Mortgage Affordability by Salary Range – Social Sukuk
         Rentang Gaji              Rata-rata Angsuran Bulanan (Juta Rp)                       Rasio Angsuran ke Gaji (%)
         Salary Range             Average of Monthly Payment (IDR Million)                 Monthly Payment to Salary Ratio (%)
      6–<7 juta                                      1.28                                                  20.7%

      7–<8 juta                                      1.34                                                  18.5%

      8–<9 juta                                      1.31                                                  16.4%

                                                     1.24                                                  27.4%


     Distribusi jangka waktu kredit menunjukkan bahwa sebagian         The distribution of loan tenors indicates that most mortgage
     besar pembiayaan KPR dalam program FLPP menggunakan               financing under the FLPP program uses relatively long
     tenor yang relatif panjang. Pada pembiayaan melalui Obligasi      repayment periods. Under Social Bond financing, nearly half
     Sosial, hampir setengah dari total KPR memiliki tenor 15 tahun,   of the mortgages have a 15-year tenor, while about one-third
     sementara sekitar sepertiga lainnya memiliki tenor 20 tahun.      have a 20-year tenor. A similar pattern is observed under
     Pola yang serupa juga terlihat pada pembiayaan melalui Sukuk      Social Sukuk financing, where most loans also fall within the
     Sosial, di mana sebagian besar kredit juga berada pada tenor 15   15 to 20 year tenor range. This longer tenor structure provides
     hingga 20 tahun. Struktur tenor yang panjang ini memberikan       households with greater flexibility in managing their mortgage
     fleksibilitas bagi rumah tangga dalam mengelola pembayaran        payments over an extended period.
     cicilan dalam jangka waktu yang lebih panjang.

     Tenor kredit yang lebih panjang berperan penting dalam            Longer loan tenors play an important role in maintaining the
     menjaga keterjangkauan pembiayaan perumahan bagi                  affordability of housing finance for low- to middle-income
     masyarakat berpenghasilan rendah hingga menengah. Dengan          households. By spreading repayments over a longer time
     jangka waktu pembayaran yang lebih panjang, besaran               horizon, the monthly installment amount can be reduced,
     angsuran bulanan dapat ditekan sehingga lebih sesuai dengan       making it more aligned with the financial capacity of households.
     kemampuan keuangan rumah tangga. Skema ini membantu               This scheme helps ease the financial burden for families who
     mengurangi tekanan finansial bagi keluarga yang baru memulai      are beginning their journey toward homeownership.
     kepemilikan rumah.

     Data menunjukkan bahwa rata-rata angsuran bulanan KPR             The data shows that the average monthly mortgage
     berada pada kisaran sekitar Rp1,2 juta hingga Rp1,3 juta per      installment is around IDR 1.2 million to IDR 1.3 million per
     bulan, baik pada pembiayaan melalui Obligasi Sosial maupun        month, both for financing through Social Bonds and Social
     Sukuk Sosial. Besaran angsuran ini relatif stabil di berbagai     Sukuk. This installment level remains relatively consistent across
     kelompok pendapatan penerima manfaat. Dengan tingkat              different income groups among beneficiaries. With monthly
     angsuran yang relatif terjangkau, program FLPP memberikan         payments at a relatively affordable level, the FLPP program
     ruang bagi rumah tangga untuk tetap memenuhi kebutuhan            allows households to continue meeting other consumption
     konsumsi lainnya tanpa mengganggu stabilitas keuangan             needs without disrupting overall household financial stability.
     keluarga.

     Jika dilihat berdasarkan kelompok pendapatan, rasio angsuran      When examined by income group, the ratio of mortgage
     terhadap gaji memang menunjukkan variasi. Pada kelompok           installments to salary varies. For households with very low
     dengan pendapatan sangat rendah, yaitu sekitar Rp1 juta hingga    income, around IDR 1 million to less than IDR 2 million per
     kurang dari Rp2 juta per bulan, rasio tersebut dapat mencapai     month, the ratio can reach around 70 percent, while for higher
     sekitar 70 persen, sementara pada kelompok pendapatan             income groups the ratio tends to be lower. This variation reflects
24   yang lebih tinggi rasionya cenderung lebih rendah. Variasi        differences in the income levels of beneficiaries, while also
     ini mencerminkan perbedaan tingkat pendapatan penerima            indicating that the program reaches households with more
     manfaat, namun pada saat yang sama menunjukkan bahwa              limited economic capacity.
     program ini juga menjangkau kelompok masyarakat dengan
     kemampuan ekonomi yang lebih terbatas.

     Secara keseluruhan, kombinasi antara tenor kredit yang panjang    Overall, the combination of long loan tenors and relatively
     dan besaran cicilan yang relatif terjangkau menunjukkan bahwa     affordable monthly installments shows that the FLPP program
     program FLPP berperan penting dalam membantu masyarakat           plays an important role in helping households achieve
     memiliki rumah dengan beban pembayaran yang lebih ringan.         homeownership with a lighter financial burden. Through
     Dengan struktur pembiayaan yang dirancang untuk menjaga           a financing structure designed to maintain affordability, the
     keterjangkauan, program ini tidak hanya memperluas akses          program not only expands access to homeownership for low-
     kepemilikan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah           and middle-income households but also helps families manage
     hingga menengah, tetapi juga membantu keluarga mengelola          their household finances more sustainably over the long term.
     keuangan rumah tangga secara lebih stabil dalam jangka panjang.
Page 25
                        KETERJANGKAUAN DAN AKSESIBILITAS
                                                                               Affordability and Accessibility



                                               Tabel X. Distribusi Harga Rumah
                                             Table X. Distribution of Housing Prices
                                                      Obligasi Sosial                                  Sukuk Sosial
                                                       Social Bond                                     Social Sukuk
                                         Jumlah Unit             Persentase (%)          Jumlah Unit             Persentase (%)
     Rentang Harga (Juta Rupiah)
                                        Number of Units          Percentage (%)         Number of Units          Percentage (%)
 100–<125 juta                                 7                        0.01                    -                       -

 125–<150 juta                                318                       0.42                    47                     0.32

 150–<160 juta                               2,759                      3.6                    601                      4.1

 160–<170 juta                               45,522                     59.5                  10,167                   68.8

 170–<180 juta                               9,085                      11.9                  2,173                    14.7

 180–<190 juta                               18,484                     24.2                  1,787                    12.1

 => 190 juta                                  278                       0.37                    -                       -


Distribusi harga rumah menunjukkan bahwa sebagian besar            The distribution of housing prices shows that most houses
rumah yang dibiayai melalui program FLPP berada pada               financed through the FLPP program fall within the mid-range
segmen harga menengah dalam kategori rumah terjangkau.             price segment of affordable housing. Under Social Bond
Pada pembiayaan melalui Obligasi Sosial, hampir 60 persen          financing, nearly 60 percent of the units are priced between
unit rumah berada pada rentang harga Rp160 juta hingga             IDR 160 million and IDR 170 million, making this the largest
Rp170 juta, sehingga menjadi kelompok harga yang paling            price category. A similar pattern is observed under Social
dominan. Pola yang serupa juga terlihat pada pembiayaan            Sukuk financing, where close to 70 percent of the units are also
melalui Sukuk Sosial, di mana hampir 70 persen unit rumah          concentrated within the IDR 160 million to IDR 170 million range.
juga berada pada rentang harga Rp160 juta hingga Rp170 juta.       This indicates that the program largely finances houses within
Hal ini menunjukkan bahwa pembiayaan program ini sebagian          a relatively consistent price range aligned with the affordability
besar terkonsentrasi pada kisaran harga rumah yang sesuai          target of the program.
dengan target keterjangkauan program.

Selain kelompok harga utama tersebut, sebagian unit rumah          In addition to this main price segment, a notable share of
juga berada pada rentang harga Rp170 juta hingga Rp190 juta.       houses is also found in the IDR 170 million to IDR 190 million
Pada pembiayaan melalui Obligasi Sosial, sekitar seperempat        range. Under Social Bond financing, around one quarter of
unit rumah berada pada rentang Rp180 juta hingga Rp190 juta,       the units are priced between IDR 180 million and IDR 190
sementara sekitar 12 persen berada pada kisaran Rp170 juta         million, while approximately 12 percent fall within the IDR 170
hingga Rp180 juta. Pada pembiayaan melalui Sukuk Sosial,           million to IDR 180 million range. Under Social Sukuk financing,
sekitar 15 persen unit berada pada rentang Rp170 juta hingga       about 15 percent of units are in the IDR 170 million to IDR 180
Rp180 juta, dan sekitar 12 persen berada pada kisaran Rp180        million category, and roughly 12 percent are priced between
juta hingga Rp190 juta. Secara keseluruhan, distribusi ini         IDR 180 million and IDR 190 million. Overall, the distribution       25
menunjukkan bahwa mayoritas rumah yang dibiayai tetap              suggests that the majority of housing financed through the
berada dalam rentang harga yang dirancang untuk mendukung          program remains concentrated within the price range intended
penyediaan perumahan yang terjangkau bagi masyarakat               for affordable housing targeted at low- to middle-income
berpenghasilan rendah hingga menengah.                             households.
Page 26
                                                Tabel X. Distribusi Rumah Berdasarkan Luas Bangunan
                                                 Table X. Distribution of Housing Units by Building Area
                                                   Obligasi Sosial                                              Sukuk Sosial
                                                    Social Bond                                                 Social Sukuk
              Kategori             Jumlah Unit                   Percentage (%)                  Jumlah Unit                 Percentage (%)
              Category            Number of Units                Percentage (%)                 Number of Units              Percentage (%)
      Hingga 24 m²                      1,696                           2.2                            178                          1.2
      Up to 24 m²
      25–27 m²                          5,710                           7.5                            1,114                        7.6

      28–30 m²                         29,369                           38.4                          5,219                         35.3

      31–33 m²                          2,123                           2.8                            418                          2.8

      34–36 m²                          37,555                          49.1                          7,846                         53.1

      Total                            76,453                          100.00                         14,775


     Distribusi rumah berdasarkan luas bangunan menunjukkan                     The distribution of housing units by building area shows that
     bahwa sebagian besar unit yang dibiayai melalui program                    most houses financed under the FLPP program fall within
     FLPP berada pada ukuran yang relatif standar untuk rumah                   the standard size range for affordable housing. Under Social
     terjangkau. Pada pembiayaan melalui Obligasi Sosial, hampir                Bond financing, nearly half of the units have a building area of
     setengah unit rumah memiliki luas bangunan 34–36 meter                     34–36 square meters, while about 38 percent fall within the
     persegi, sementara sekitar 38 persen berada pada kisaran                   28–30 square meter range. A similar pattern is observed under
     28–30 meter persegi. Pola yang serupa juga terlihat pada                   Social Sukuk financing, where more than half of the units have
     pembiayaan melalui Sukuk Sosial, di mana lebih dari setengah               a building area of 34–36 square meters, followed by around
     unit rumah memiliki luas 34–36 meter persegi, diikuti oleh                 35 percent within the 28–30 square meter category.
     sekitar 35 persen pada kisaran 28–30 meter persegi.

     Sebaliknya, proporsi rumah dengan ukuran bangunan yang lebih               In contrast, the share of houses with smaller building sizes
     kecil relatif terbatas. Unit dengan luas hingga 24 meter persegi           remains relatively limited. Units with building areas up to 24
     maupun 25–27 meter persegi hanya mencakup sebagian kecil                   square meters and 25–27 square meters account for only a
     dari total unit yang dibiayai. Secara keseluruhan, distribusi ini          small portion of the total units financed. Overall, the distribution
     menunjukkan bahwa program FLPP sebagian besar mendukung                    indicates that the FLPP program mainly supports housing units
     pembangunan rumah dengan ukuran sekitar 28 hingga 36 meter                 with building areas of around 28 to 36 square meters, which is a
     persegi, yang merupakan ukuran umum bagi rumah sederhana                   common size for basic affordable housing designed to maintain
     dan dirancang untuk tetap menjaga keterjangkauan harga bagi                price accessibility for low- to middle-income households.
     masyarakat berpenghasilan rendah hingga menengah.




26
Page 27
                                                                                 AKUMULASI DAMPAK
                                                                                                       Impact Accumulation


                                                    Tabel X. Ringkasan Akumulasi Dampak
                                                   Table X. Summary of Impact Accumulation
          Instrumen               Jumlah Penerbitan                                   Alokasi Penerima Manfaat
          Instrument               Issuance Amount                                        Benefits Allocation
 Obligasi Sosial, 18 Desember    Rp 500.000.000           22.204 unit rumah di 19 provinsi. 34,5% penerima manfaat adalah perempuan. Rata-
 2023                            IDR 500,000,000          rata pendapatan penerima Rp 4,0 juta per bulan. Mayoritas mencicil selama 15 tahun
 Social Bond, 18 December                                 (56,8%) atau 20 tahun (20,0%).
 2023                                                     22,204 housing units across 19 provinces. 34.5% of beneficiaries are women. The
                                                          average beneficiary income is IDR 4.0 million per month. Most mortgages have tenures
                                                          of 15 years (56.8%) or 20 years (20.0%).
 Sukuk Sosial, 18 Desember       Rp 200.000.000           13.891 unit rumah di 23 provinsi. 34,0% penerima manfaat adalah perempuan. Rata-rata
 2023                            IDR 200,000,000          pendapatan penerima Rp 3,1 juta per bulan. Mayoritas mencicil selama 15 tahun (53,4%)
 Social Sukuk, 18 December                                atau 20 tahun (23,0%).
 2023                                                     13,891 housing units across 23 provinces. 34.0% of beneficiaries are women. The
                                                          average beneficiary income is IDR 3.1 million per month. Most mortgages have tenures
                                                          of 15 years (53.4%) or 20 years (23.0%).
 Obligasi Sosial, 27 Maret       Rp 1.500.000.000.000     223.137 rumah di 36 provinsi. Sebanyak 32.1% penerima manfaat adalah perempuan.
 2024                            IDR 1,500,000,000,000    Rata-rata memiliki pendapatan Rp 4,6 juta per bulan (64.2%). Sebagian besar
 Social Bond, 27 March 2024                               mengangsur selama 15 tahun (48.5%) atau 20 tahun (39.3%).
                                                          223,137 housing units across 36 provinces. 32.1% of beneficiaries are women. The
 Obligasi Sosial, 26 Juni 2024   Rp 2.000.000.000.000     average beneficiary income is IDR 4.6 million per month (64.2%). Mortgage tenures are
 Social Bond, 26 June 2024       IDR 2,000,000,000,000    mainly 15 years (48.5%) or 20 years (39.3%).
 Obligasi Sosial, 26 November    Rp 1.200.000.000.000
 2024                            IDR 1,200,000,000,000
 Social Bond, 26 November
 2024
 Obligasi Sosial, 8 Juli 2025    Rp 1.650.000.000.000     76.453 unit rumah di 36 provinsi. Sebanyak 34.7% penerima manfaat adalah
 Social Bond, 8 July 2025        IDR 1,650,000,000,000    perempuan. Rata-rata pendapatan penerima Rp 4,9 juta per bulan. Mayoritas mencicil
                                                          selama 15 tahun (49.8%) atau 20 tahun (33.9%).
                                                          76,453 housing units across 36 provinces. 34.7% of beneficiaries are women. The
                                                          average beneficiary income is IDR 4.9 million per month. Most mortgages have tenures
                                                          of 15 years (49.8%) or 20 years (33.9%).
 Sukuk Sosial, 8 Juli 2025       Rp 250.000.000.000       14.775 unit rumah di 34 provinsi. Sebanyak 35.5% penerima manfaat adalah
 Social Sukuk, 8 July 2025       IDR 250,000,000,000      perempuan. Rata-rata pendapatan penerima Rp 5 juta per bulan. Mayoritas mencicil
                                                          selama 15 tahun (44.9%) atau 20 tahun (35.3%).
                                                          14,775 housing units across 34 provinces. 35.5% of beneficiaries are women. The
                                                          average beneficiary income is IDR 5 million per month. Most mortgages have tenures of
                                                          15 years (44.9%) or 20 years (35.3%).



Secara akumulatif, penerbitan Obligasi Sosial dan Sukuk Sosial           Cumulatively, the issuance of Social Bonds and Social Sukuk
telah mendukung penyediaan perumahan bagi masyarakat                     has supported the provision of housing for lower- and middle-
berpenghasilan menengah ke bawah di berbagai wilayah                     income households across Indonesia. As of 2025, more than
Indonesia. Hingga tahun 2025, lebih dari 350 ribu unit rumah             350 thousand housing units have been supported through
telah didukung melalui kedua instrumen tersebut yang tersebar            these instruments, distributed across various provinces. The
di berbagai provinsi. Program ini juga menunjukkan dimensi               programme also demonstrates a meaningful gender inclusion                27
inklusi gender yang cukup kuat, dengan sekitar sepertiga                 dimension, with around one-third of beneficiaries being women.
penerima manfaat merupakan perempuan.

Dari sisi profil ekonomi, rata-rata pendapatan penerima manfaat          From an economic perspective, the average income of
berada pada kisaran Rp 3–5 juta per bulan, yang menunjukkan              beneficiaries ranges between IDR 3–5 million per month,
bahwa program ini menjangkau kelompok rumah tangga                       indicating that the programme primarily reaches lower-
berpendapatan menengah ke bawah. Mayoritas penerima                      and middle-income households. Most beneficiaries choose
manfaat memilih skema pembiayaan dengan tenor 15 tahun                   mortgage tenures of 15 or 20 years, reflecting the typical
atau 20 tahun, yang mencerminkan pola pembiayaan jangka                  financing structure of subsidized housing programmes. Overall,
menengah yang umum pada program perumahan bersubsidi.                    these findings highlight the important role of social financing
Temuan ini menunjukkan bahwa instrumen pembiayaan sosial                 instruments in expanding access to more affordable home
berperan penting dalam memperluas akses kepemilikan rumah                ownership across Indonesia.
yang lebih terjangkau bagi masyarakat di berbagai wilayah
Indonesia.
Page 28
     GLOSARIUM
     Glossary




       EWS                                                      POJK
                Sistem Peringatan Dini                                 Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
                Early Warning System                                   Financial Services Authority Regulation




       FLPP                                                     SDG
                Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan              Tujuan Pembangunan Berkelanjutan
                Facilities of Liquidity for Housing Financing          Sustainable Development Goals (SDGs)




       KPR                                                      SFWG
                Kredit Kepemilikan Rumah                               Kelompok Kerja Pendanaan Berkelanjutan
                Household Loan Credit                                  Sustainability Funding Working Group




       MBR                                                      SMF
                Masyarakat Berpenghasilan Rendah
                                                                       Sarana Multigriya Finansial
                Low Income Household




       PPN
                Pajak Pertambahan Nilai
                Value Added Tax




28
Page 29
29
Page 30
     LAPORAN REVIEW AHLI SOSIAL
     SOCIAL WORKER'S REVIEW REPORT




     PT Dipa Consultan Utama selaku Ahli Sosial yang ditunjuk           PT Dipa Consultan Utama, as the appointed Social Expert, has
     telah melakukan penelaahan terhadap Social Bond and Sukuk          conducted a review of the Social Bond and Sukuk Allocation
     Allocation and Impact Report 2025 yang disusun oleh PT Sarana      and Impact Report 2025 prepared by PT Sarana Multigriya
     Multigriya Finansial (Persero), termasuk data pendukung            Finansial (Persero), including supporting data related to
     terkait penerbitan laporan tahun 2025. Sebagai Ahli Sosial,        the 2025 issuance. As Social Experts, we possess relevant
     kami memiliki kompetensi, pengalaman, serta sertifikasi yang       competencies, experience, and certifications in socially-
     relevan di bidang kegiatan berwawasan sosial sebagaimana           oriented activities, as detailed in Appendix 1.
     tercantum pada Lampiran 1.

     Tanggungjawab Manajemen                                            Management’s Responsibility
     Manajemen bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian          The management is responsible for the preparation and
     Social Bond and Sukuk Allocation and Impact Report 2025            presentation of PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)’s
     PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) secara wajar,             Social Bond and Sukuk Allocation and Impact Report 2025,
     sesuai dengan ketentuan POJK No. 18 Tahun 2023 tentang             in accordance with POJK No. 18 of 2023 concerning the
     Penerbitan dan Persyaratan Efek Bersifat Utang dan/atau Sukuk      Issuance and Requirements for Debt Securities and/or Sukuk
     Berlandaskan Keberlanjutan. Selain itu, laporan ini juga mengacu   Based on Sustainability. Furthermore, this report also refers to
     pada sejumlah standar internasional terkait penerbitan Social      several international standards related to Social Bond issuance,
     Bond Report, antara lain ICMA Social Bond Principles (ICMA         including the ICMA Social Bond Principles (ICMA SBP), the, the
     SBP), ASEAN Social Bond Standards (ACMF), serta Social Loan        ASEAN Social Bond Standards (ACMF), and the Social Loan
     Principles yang diterbitkan oleh Loan Market Association, Loan     Principles published by the Loan Market Association, the Loan
     Syndications and Trading Association, dan Asia Pacific Loan        Syndications and Trading Association, and the Asia Pacific
     Market Association.                                                Loan Market Association.

     Tanggungjawab Ahli Sosial                                          Social Expert’s Responsibility
     Ahli Sosial bertanggung jawab untuk melakukan penelaahan           The Social Expert is responsible for reviewing PT Sarana
     atas Social Bond and Sukuk Allocation and Impact Report 2025       Multigriya Finansial (Persero)’s Social Bond and Sukuk Allocation
     PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) beserta dokumen           and Impact Report 2025 and its supporting documents, in
     pendukung lainnya, sesuai dengan ketentuan POJK No. 18             accordance with POJK No. 18 of 2023. The scope of this review
     Tahun 2023. Lingkup review meliputi kesesuaian proses              includes assessing the alignment of the project selection
     pemilihan proyek Kegiatan Usaha Berwawasan Sosial (KUBS),          process for Socially Oriented Business Activities (KUBS), the
     penyaluran dana hasil penerbitan Social Bond ke proyek KUBS        allocation of proceeds from the Social Bond issuance to the
     terpilih, serta ketersediaan estimasi dampak sosial dari proyek-   selected KUBS projects, and the availability of estimated social
     proyek yang dibiayai. Dana hasil penerbitan telah dialokasikan     impacts from the financed projects. The proceeds have been
     dan dilaporkan dalam Social Bond and Sukuk Allocation              allocated and reported in the 2025 report, with no changes to
     and Impact Report 2025 tanpa terdapat perubahan proyek             the financed projects. The review focuses specifically on the
     pembiayaan. Penelaahan difokuskan pada dampak sosial yang          social impacts presented in the report, based on data provided
     tercantum dalam laporan tersebut, berdasarkan data yang            by the recipients of funds from the 2025 issuance.
30   disediakan oleh penerima dana penerbitan Social Bond and
     Sukuk Allocation and Impact Report 2025 PT Sarana Multigriya
     Finansial (Persero).
Page 31
Analisis Penilaian                                                       Assessment Analysis
Proses penilaian dalam Social Bond and Sukuk Allocation and              The assessment process in the Social Bond and Sukuk
Impact Report 2025 dilaksanakan melalui tahapan identifikasi             Allocation and Impact Report 2025 was carried out by
aspek-aspek evaluasi yang secara substansial merujuk pada                identifying evaluation aspects substantially referring to POJK
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 18 Tahun                   No. 18 of 2023. The methodological framework also draws
2023 tentang Penerbitan dan Persyaratan Efek Bersifat                    on international standards and guidelines, including the ICMA
Utang dan/atau Sukuk Berlandaskan Keberlanjutan. Selain itu,             Social Bond Principles (ICMA SBP), the ASEAN Social Bond
acuan metodologis juga diperoleh dari standar dan pedoman                Standards (ACMF), and the Social Loan Principles published
internasional, antara lain ICMA Social Bond Principles (ICMA             by the Loan Market Association, the Loan Syndications
SBP), ASEAN Social Bond Standards (ACMF), serta Social Loan              and Trading Association, and the Asia Pacific Loan Market
Principles yang diterbitkan oleh Loan Market Association, Loan           Association. Based on this framework, the report was then
Syndications and Trading Association, dan Asia Pacific Loan              analyzed across several important dimensions, including
Market Association. Berdasarkan kerangka tersebut, laporan               Use of Proceeds, Evaluation and Selection, Management of
kemudian dianalisis dengan memperhatikan sejumlah dimensi                Proceeds, Reporting, External Review, Tracking Proceeds,
penting, meliputi Use of Proceeds, Evaluation and Selection,             Target Population Identification, and Expected Social Impact.
Management of Proceeds, Reporting, External Review, Tracking
Proceeds, Target Population Identification, serta Expected
Social Impact.

Untuk memberikan penilaian yang terukur dan objektif,                    To provide a measurable and objective assessment, a
digunakan sistem skoring dengan rentang nilai antara 1 hingga            scoring system with a range of 1 to 4 was applied, based
4 yang disusun berdasarkan kombinasi kriteria kuantitatif dan            on a combination of quantitative and qualitative criteria.
kualitatif. Selanjutnya, skor yang diperoleh dari masing-masing          Subsequently, the scores obtained from each aspect were
aspek dihitung melalui mekanisme pembobotan persentase                   calculated using a percentage weighting mechanism to
guna menghasilkan nilai akhir yang lebih proporsional.                   generate a more proportional final score. Based on these
Berdasarkan hasil perhitungan, tingkat pencapaian kinerja                calculations, the level of performance achievement was then
kemudian dikategorikan ke dalam empat klasifikasi, yaitu:                classified into four categories: very poor, poor, good, and
sangat tidak baik, tidak baik, baik, dan sangat baik. Dengan             excellent. Through this approach, the assessment process not
pendekatan ini, proses penilaian tidak hanya menekankan                  only emphasizes administrative compliance with applicable
pada kepatuhan administratif terhadap regulasi dan standar               regulations and standards but also ensures the integration of
yang berlaku, tetapi juga memastikan adanya integrasi antara             accountability, transparency, and the projection of expected
akuntabilitas, transparansi, serta proyeksi dampak sosial yang           social impacts from the implementation of the Social Bond and
diharapkan dari implementasi Social Bond and Sukuk Allocation            Sukuk Allocation and Impact Report 2025.
and Impact Report 2025.


                                                          Hasil Penilaian
                                                        Assessment Result
  No.                        Aspek Penilaian                      Skor                       Bobot                   Skor Akhir
   1.     Use of Proceeds		                                   2,9332                          35%                       1,03

   2.     Project Evaluation & Selection                      3,8752                          25%                       0,97

   3.     Management of Proceeds                                  4,00                        20%                       0,80

   4.     Reporting                                               2,8                         20%                       0,56

 Total Skor Akhir                                                                                                       3,36
 Predikat A – Sangat Baik.                                                                                                                31


Pada aspek penggunaan dana, hasil reviu menunjukkan                      Regarding the use of proceeds, the review indicates that
bahwa 100% dana hasil penerbitan obligasi dan sukuk telah                100% of the funds raised from the issuance of social bonds
dialokasikan untuk mendukung pembiayaan perumahan sosial                 and sukuk have been allocated to support affordable social
yang terjangkau bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah                    housing financing for Low-Income Households (MBR). All
(MBR). Seluruh alokasi dana difokuskan pada program KPR                  fund allocations are focused on the KPR Sejahtera program,
yang didukung oleh Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan             supported by the Housing Financing Liquidity Facility (FLPP).
(FLPP).
Page 32
     Pada aspek evaluasi dan pemilihan proyek, SMF menerapkan          In the aspect of project evaluation and selection, SMF employs
     pendekatan portofolio melalui kolaborasi dengan BP Tapera         a portfolio approach through collaboration with BP Tapera,
     yang bertugas menyaring serta mengevaluasi bank pelaksana         which is responsible for screening and evaluating executing
     dan pengembang untuk memastikan kesesuaian dengan                 banks and developers to ensure compliance with program
     kriteria program. Selain itu, SMF membentuk Sustainability        criteria. Furthermore, SMF established a Sustainability Funding
     Funding Working Group (SFWG) untuk mengawasi pemanfaatan          Working Group (SFWG) to oversee the utilization of proceeds
     dana agar tetap selaras dengan tujuan sosial.Pada aspek           and ensure continued alignment with social objectives.
     pengelolaan dana, proceeds dikelola melalui mekanisme             Regarding management of proceeds, the funds are managed
     internal Perseroan, di mana dana ditempatkan pada rekening        through internal mechanisms under the responsibility of the
     khusus di bank yang ditunjuk untuk menjamin transparansi.         Company, where funds are held in dedicated accounts at
     Komposisi alokasi tersebut tercermin pada penerbitan Obligasi     designated banks to ensure transparency. This allocation
     Sosial sebesar Rp1.650.000.000.000 dan Sukuk Sosial sebesar       composition is reflected in the issuance of Social Bonds
     Rp250.000.000.000 pada 8 Juli 2025.                               totaling IDR 1,650,000,000,000 and Social Sukuk totaling IDR
                                                                       250,000,000,000 as of July 8, 2025.

     Pada aspek pelaporan, SMF telah menyampaikan informasi            In the aspect of reporting, SMF has provided comprehensive
     komprehensif mengenai profil proyek, lokasi sebaran di            information regarding project profiles, geographical distribution
     berbagai provinsi, hingga profil demografi penerima manfaat       across various provinces, and the demographic profiles of
     kepada publik. Dari sisi dampak, pembiayaan melalui instrumen     beneficiaries to the public. In terms of impacts perspective,
     ini menghasilkan manfaat sosial yang terukur pada sektor          financing through these instruments has generated measurable
     perumahan terjangkau. Secara keseluruhan, program ini             social benefits within the affordable housing sector. Overall, the
     mendukung pembiayaan lebih dari 91 ribu unit rumah secara         program supported the financing of over 91,000 housing units
     nasional, yang terdiri dari 76.453 unit melalui Obligasi Sosial   nationwide, consisting of 76,453 units through Social Bonds and
     dan 14.775 unit melalui Sukuk Sosial. Program ini menunjukkan     14,775 units through Social Sukuk. The program demonstrates
     fokus inklusi gender yang kuat dengan proporsi penerima           a strong dimension of gender inclusion, with the proportion of
     manfaat perempuan mencapai hampir 35% pada Obligasi               female beneficiaries reaching nearly 34.7% for Social Bonds
     Sosial dan lebih dari 35,5% pada Sukuk Sosial. Distribusi         and 35.5% for Social Sukuk. The occupational distribution of
     pekerjaan penerima manfaat didominasi oleh sektor swasta          beneficiaries is dominated by the private sector (81.1% for
     (81,1% pada Obligasi; 79,2% pada Sukuk) dan wirausaha (13,1%      Bonds; 79.2% for Sukuk) and entrepreneurs (13.1% for Bonds;
     pada Obligasi; 15% pada Sukuk). Secara umum, instrumen ini        15% for Sukuk). In general, these instruments contribute directly
     berkontribusi langsung terhadap pencapaian SDG 10 dan SDG         to the achievement of SDG 10 and SDG 11, while providing
     11 serta memberikan dampak tidak langsung pada SDG 1, 3,          indirect impacts on SDGs 1, 3, 5, 6, 8, and 16.
     5, 6, 8, dan 16.


                                                         Semarang, April 2026
                                                  Mewakili PT Dipa Consultan Utama,
                                                 On Behalf of PT Dipa Consultan Utama




32



             Prof. Bulan Prabawani, S.Sos.,M.M., Ph.D                             Fendy. E. Wahyudi, S.I.P., M.Hub.Int
Page 33
LAMPIRAN 1A : PROFIL AHLI SOSIAL 1                                         APPENDIX 1A: PROFILE OF
                                                                           SOCIAL EXPERT 1
Prof. Bulan Prabawani, S.Sos., M.M., Ph.D.

                                                                IDENTITAS DIRI
  No.    Nama Lengkap                                 Prof. Bulan Prabawani, S.Sos, MM, PhD
  1.     Jenis Kelamin                                Perempuan

  2.     Tempat, Tanggal Lahir                        Banjarnegara, 18 Nopember 1976

  3.     Pangkat/ Golongan                            IV/C - Pembina Utama Muda

  4.     Jabatan Fungsional                           Guru Besar

  5.     NIP                                          197611182003122005

  6.     NIDN                                         0015117605

  7.     Unit Kerja                                   FISIP Undip

  8.     Email                                        bulan@live.undip.ac.id

  9.     Alamat Kantor                                Jalan dr. Antonius Suroyo, Kampus UNDIP Tembalang Kota Semarang 50275

  10.    Nomor Telepon/Faks                           024 - 7465407




                                                            RIWAYAT PENDIDIKAN

  No.                 Tahun                        Jenjang                            Institusi                              Jurusan

  1.     1995 - 2000                    Sarjana                           Universitas Diponegoro                 Administrasi Bisnis

  2.     2001 - 2003                    Magister                          Universitas Diponegoro                 Manajemen

  3.     2010 – 2013                    Doktor                            Edith Cowan University                 Bisnis




                                                         PENGALAMAN KONSULTAN

 ` No.           Tahun                                         Judul Penelitian                                            Sumber Dana
  1.     2026                    Penyusunan Reviu Laporan Obligasi dan Sukuk Berwawasan Sosial dan                 -
                                 Lingkungan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk

  2.     2025                    Penyusunan Reviu Laporan Obligasi dan Sukuk Berwawasan Sosial PT Sarana           -
                                 Multigriya Finansial (Persero)

  3.     2024                    Analisis Tarif Carbon Tax di Indonesia – Ketua                                    Hibah Kompetisi FISIP Undip

  4.     2022                    Analisis investasi berbasis SROI: Outcome Program CSR Perusahaan Proper           DRPM DIKTI
                                 Kandidat Emas – Ketua

  5.     2022                    Design of Agroforestry Development and Industry-based Agriculture in              RPI PNBP Undip
                                 Farmers Community Assisted by the Central Java Forest Management Region
                                 VIII tahun 3 – Ketua

  6.     2022                    Analisis Inovasi Sosial Perusahaan Proper Emas 2021: PT Petrokimia Gresik dan     DIPA FISIP
                                 PT Bukit Asam Peltar, Bandar Lampung - Anggota                                                                  33

  7.     2021                    Studi Business Resilience dan Digital Business Transformation Usaha Kecil         PPKI DRPM DIKTI
                                 dalam Perspektif IT Literacy dan Government Support - Mitra

  8.     2021                    Design of Agroforestry Development and Industry-based Agriculture in              RPI PNBP Undip
                                 Farmers Community Assisted by the Central Java Forest Management Region
                                 VIII tahun 2 – Ketua

  9.     2021                    Business Sustainability Meter: Pengembangan Parameter - Ketua                     DIPA FISIP

  10.    2021                    Model Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus di Bangka Tengah Wilayah                DRPM DIKTI
                                 Tanjung Gunung dan Sungailiat tahun 3 - Anggota

  11.    2020                    Model Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus di Bangka Tengah Wilayah                DRPM DIKTI
                                 Tanjung Gunung dan Sungailiat tahun 2 - Anggota

  12.    2020                    Education for Sustainable Development pada Sekolah Menengah Pertama dan           DRPM DIKTI
                                 Sekolah Menengah Atas tahun 2 - Ketua
Page 34
     LAMPIRAN 1B : PROFIL AHLI SOSIAL 2                                      APPENDIX 1B: PROFILE OF
                                                                             SOCIAL EXPERT 2
     Fendy Eko Wahyudi, S.I.P., M.Hub.Int.

                                                                     IDENTITAS DIRI
      No.     Nama Lengkap                               Prof. Bulan Prabawani, S.Sos, MM, PhD
       1.     Jenis Kelamin                              Laki-laki

       2.     Unit Kerja                                 FISIP Undip

       3.     Email                                      f.e.wahyudi@gmail.com



                                                               RIWAYAT PENDIDIKAN

      No.                     Jenjang                                      Institusi                                    Jurusan

       1.     Sarjana                                    Universitas Airlangga                        Hubungan Internasional

       2.     Magister                                   Universitas Airlangga                        Hubungan Internasional



      C.                                                             RIWAYAT KONSULTAN

      ` No.           Tahun                                                      Kegiatan/Aktivitas
       1.     2026              Penyusunan Reviu Laporan Obligasi dan Sukuk Berwawasan Sosial dan Lingkungan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk

       2.     2025              Penyusunan Reviu Laporan Obligasi dan Sukuk Berwawasan Sosial PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)

       3.     2025              Kajian Penyusunan Tema International Congress of Supreme Audit Institutions (INCOSAI) ke-26 tahun 2028 – Badan
                                Pemeriksa Keuangan (BPK)

       4.     2024              Penyusunan Kajian Kolaboratif Skema Penjaminan Atas Pembiayaan Sektor Perumahan di PT Sarana Multigriya
                                Finansial (Persero)

       5,     2024              Pendampingan CSR/TJSL PT Jateng Petro Energi

       6.     2024              Pendampingan PROPER KLHK, Pemetaan Sosial, PT Kilang Pertamina Internasional RU VI Balongan

       7.     2024              Pendampingan PROPER KLHK, IKM, PT Semen Indonesia (Persero) Pabrik Tuban

       8.     2024              Pendampingan PROPER KLHK, Pemetaan Sosial, IKM, Stakeholder engagement PT Semen Tonasa

       9.     2024              Pendampingan PROPER KLHK, Pemetaan Sosial, IKM, PT Pertamina Lubricants Production Unit Cilacap

       10.    2024              Pendampingan PROPER KLHK, Stakeholder engagement, Inovasi Sosial PT Pertamina Lubricants Production Unit
                                Gresik

       11.    2023-2024         Pendampingan PROPER KLHK, Pemetaan Sosial, SROI, Inovasi Sosial, Stakholder Engagement, Peraih PROPER Emas,
                                PLTA PT Inalum

       12.    2023-2024         Pendampingan PROPER KLHK, IKM, Pemetaan Sosial, PT Pertamina Lubricants Production Unit Jakarta

       13.    2021-2024         Pendampingan PROPER KLHK, Pemetaan Sosial, SROI, IKM, Peraih PROPER Emas, PT Pertamina Patra Niaga FT
                                Boyolali

       14.    2022              Pendampingan PROPER KLHK, Pemetaan Sosial, SROI, PROPER Hijau, PT Pertamina Lubricants, Production Unit
                                Gresik.
34
       15.    2022              Penyusunan Dokumen Inovasi Sosial, PROPER KLHK, PT Petro Kimia Gresik.

       16.    2020-2022         Pendampingan PROPER KLHK, Pemetaan Sosial Peraih PROPER Emas, PT Pertamina Patra Niaga DPPU Hasanuddin.

       17.    2021-2022.        Pendampingan PROPER KLHK, SROI, PROPER Hijau, PT Pertamina Patra Niaga DPPU Ahmad Yani

       18.    2018-2022         Pendampingan PROPER KLHK Pemetaan Sosial, SROI, PROPER Hijau, PT Pertamina Lubricants, Production Unit
                                Cilacap.

       19.    2019-2021         Penyusunan Social Return on Investment Enduro Student Program (ESP) PT Pertamina Lubricants, SR III, IV, V and VI

       20.    2021              Pendampingan PROPER KLHK, SROI, PROPER Emas, PT Pertamina Patra Niaga IT Semarang.

       21.    2021              Pendampingan PROPER KLHK, Stakeholder Engagement, PROPER Hijau, PT Pertamina Patra Niaga IT Balongan.
Page 35
35
Page 36
     2025




36




     Kantor Pusat:
     Jl. Panglima Polim I No 1 Melawai
     Kebayoran Baru
     Jakarta 12160

     Telepon     : 021 - 2700400
     Faksimili   : 021 – 2701400
     E-mail      : corsec@smf-indonesia.co.id

File

File Open PDF
Source IDX
Size7.73 MB
Published29 Apr 2026
Pages36
Characters121,749
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 45 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org Bank Syariah Indonesia p.9 ×3
linked org Bukit Asam p.33
linked org Pertamina Patra Niaga p.34 ×5
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.11 ×4
possible org Bank Rakyat Indonesia Tbk p.33 ×5
possible org PT Semen Indonesia (Persero) p.34
possible person Ahmad Yani p.34
unresolved org Kementerian Keuangan p.6
unresolved org Ministry of Finance p.6 ×2
unresolved org Kementerian Keuangan. Feasibility p.8
unresolved org Financial Services Authority p.11 ×3
unresolved org Minister of Public Works and Housing p.12
unresolved org Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat p.12
unresolved org PT Dipa Consultan Utama p.30 ×4
unresolved org PT Sarana p.30 ×3
unresolved person Prof. Bulan Prabawani p.32 ×8
unresolved — Kelamin p.33 ×2
unresolved — Tempat, Tanggal Lahir p.33
unresolved — Pangkat/ Golongan p.33
unresolved — Fungsional p.33
unresolved — NIP p.33
unresolved — NIDN p.33
unresolved person dr. Antonius Suroyo p.33
unresolved — Telepon/Faks p.33
unresolved person Hibah Kompetisi FISIP Undip · Ketua p.33
unresolved org PT Petrokimia Gresik p.33
unresolved org PT Bukit Asam Peltar p.33
unresolved person DIPA FISIP · Ketua p.33
unresolved org Pemeriksa Keuangan p.34
unresolved org PT Jateng Petro Energi p.34
unresolved org PT Kilang Pertamina Internasional RU VI Balongan p.34
unresolved org PT Semen Tonasa p.34
unresolved org PT Pertamina Lubricants Production Unit Cilacap p.34
unresolved org PT Pertamina Lubricants Production Unit Gresik p.34
unresolved org PT Inalum p.34
unresolved org PT Pertamina Lubricants Production p.34
unresolved org PT Pertamina Patra Niaga FT Boyolali p.34
unresolved org PT Pertamina Lubricants p.34 ×3
unresolved org PT Petro Kimia Gresik. p.34
unresolved org PT Pertamina Patra Niaga DPPU Hasanuddin. p.34
unresolved org PT Pertamina Patra Niaga DPPU Ahmad Yani p.34
unresolved org PT Pertamina Patra Niaga IT Semarang. p.34
unresolved org PT Pertamina Patra Niaga IT Balongan. p.34

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result