Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 36
Page 1
2025
Laporan Alokasi
dan Dampak
Obligasi dan Sukuk
Berwawasan Sosial
Social Bond and Sukuk
Allocation and Impact Report
1
Page 2
2
Page 3
Contents
4 Kata Pengantar
Foreword
6 Pendahuluan
Introduction
7 Tentang SMF
About SMF
7 Visi dan Misi
Vision and Mission
8 Perjalanan SMF
The Journey of SMF
8 Linimasa
Timeline
10 Ringkasan Keuangan
Financial Highlight
11 Ringkasan Kerangka Kerja
Summary of the Framework
12 Penggunaan Dana
Use of Proceeds
13 Kontribusi Langsung
Direct Contribution
13 Kontribusi Tidak Langsung
Indirect Contribution
14 Evaluasi dan Pemilihan Proyek
Project Evaluation and Selection
14 Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum
Management of Proceeds
15 Ringkasan Transaksi
Transaction Highlight
16 Alokasi Dana
Proceed Allocation
17 Profil Proyek
Project Profile
18 Manfaat untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah
Benefit to Low-Income Households
19 Lokasi Proyek
Project Location 3
21 Ringkasan Dampak
Impact Highlight
25 Keterjangkauan dan Aksesibilitas
Affordability and Accessibility
26 Akumulasi Dampak
Impact Accumulation
28 Glosarium
Glossary
30 Laporan Review Ahli Sosial
Social Worker’s Review Report
Page 4
KATA PENGANTAR
Foreword
Puji dan syukur kita panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha We offer praise and gratitude to God Almighty for His grace
Esa, karena atas rahmat dan karunia-Nya, Laporan Alokasi dan and mercy in preparing and presenting the 2025 Social Bond
Dampak Obligasi dan Sukuk Berwawasan Sosial 2025 dapat and Sukuk Allocation and Impact Report to stakeholders,
disusun dan disampaikan kepada para pemangku kepentingan ensuring accountability and transparency in managing the funds
sebagai bentuk akuntabilitas dan transparansi atas pengelolaan entrusted to the company. This report contains information
dana yang telah dipercayakan kepada Perseroan. Laporan ini regarding the allocation of proceeds from the issuance of
memuat informasi mengenai alokasi dana hasil penerbitan social bonds and social sukuk used to support affordable
4 Obligasi Sosial dan Sukuk Sosial yang digunakan untuk social housing financing for low-income communities (MBR),
mendukung pembiayaan perumahan sosial yang terjangkau specifically through the KPR Sejahtera program supported
bagi masyarakat berpenghasilan rendah atau MBR, khususnya by the FLPP.
melalui program KPR Sejahtera yang didukung oleh Fasilitas
Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).
Di tengah dinamika ekonomi global dan tantangan sektor Amidst global economic dynamics and challenges in the housing
pembiayaan perumahan, Perseroan senantiasa berkomitmen finance sector, the company remains committed to performing
untuk menjalankan peran strategisnya secara profesional, its strategic role professionally, measurably, and sustainably.
terukur, dan berkelanjutan. Instrumen pendanaan yang The funding instruments issued are not merely viewed as a
diterbitkan tidak hanya dipandang sebagai sarana means of raising funds but also as a tangible manifestation of
penghimpunan dana, tetapi juga sebagai wujud nyata kontribusi the company’s contribution to expanding access to decent and
Perseroan dalam memperluas akses kepemilikan rumah yang affordable home ownership and supporting inclusive, social-
layak dan terjangkau serta mendukung pembangunan yang impact-oriented development.
inklusif dan berorientasi pada dampak sosial.
Page 5
Melalui pendekatan yang prudent dan tata kelola yang kuat, Through a prudent approach and strong governance, the
Perseroan memastikan bahwa setiap alokasi dana dilakukan company ensures that every fund allocation is carried out
secara selektif dan sesuai dengan prinsip kehati-hatian, selectively and in accordance with precautionary principles,
sehingga mampu memberikan manfaat optimal bagi masyarakat thereby providing optimal benefits for the community while
sekaligus menjaga kepercayaan investor. Penerbitan Obligasi maintaining investor trust. The company issued its social bonds
Sosial dan Sukuk Sosial Perseroan juga dilaksanakan sejalan and social sukuk following well-known national and international
dengan standar dan prinsip yang diakui secara nasional dan rules, including the Social Bond Principles from ICMA, ASEAN
internasional, termasuk Social Bond Principles dari ICMA, Social Bond Standards, POJK Number 18 of 2023, and Social
ASEAN Social Bond Standards, POJK Nomor 18 Tahun 2023, Loan Principles. We believe that synergy between public policy,
serta Social Loan Principles. Kami meyakini bahwa sinergi financing innovation, and institutional strengthening is key to
antara kebijakan publik, inovasi pembiayaan, dan penguatan creating a resilient and sustainable housing finance system.
kelembagaan menjadi kunci dalam menciptakan sistem
pembiayaan perumahan yang tangguh dan berkelanjutan.
Perseroan juga terus memperkuat komitmennya terhadap The company remains dedicated to strengthening its
praktik keuangan berkelanjutan yang sejalan dengan standar commitment to sustainable finance practices that align with
internasional serta mendukung agenda pembangunan nasional. international standards and support the national development
Upaya ini tidak hanya difokuskan pada pencapaian kinerja agenda. This effort is focused not only on achieving financial
keuangan, tetapi juga pada penciptaan nilai jangka panjang yang performance but also on creating long-term value that delivers
memberikan dampak positif bagi masyarakat dan perekonomian a positive impact on society and the economy at large.
secara luas. Laporan ini juga menegaskan kontribusi Perseroan Furthermore, this report affirms the company’s contribution
terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), to the SDGs, specifically impacting SDG 10 and SDG 11 directly,
khususnya SDG 10 dan SDG 11 secara langsung, serta SDG 1, as well as SDG 1, 3, 5, 6, 8, and 16 indirectly.
3, 5, 6, 8, dan 16 secara tidak langsung.
Akhir kata, kami menyampaikan apresiasi kepada seluruh In closing, we express our appreciation to all stakeholders for
pemangku kepentingan atas kepercayaan dan dukungan yang the trust and support given to the company. We will continue to
diberikan kepada Perseroan. Kami akan terus menjaga integritas, uphold integrity, improve management quality, and strengthen
meningkatkan kualitas pengelolaan, serta memperkuat peran the company’s role in driving access and affordability within
Perseroan dalam mendorong akses dan keterjangkauan sektor Indonesia’s housing finance sector.
pembiayaan perumahan di Indonesia.
Ananta Wiyogo
Direktur Utama
President Director
5
Page 6
PENDAHULUAN
Introduction
Kenaikan harga properti di Indonesia menjadikan pembiayaan
hipotek dengan tenor yang panjang sebagai mekanisme yang
semakin diperlukan untuk mendukung kepemilikan rumah. Sejalan
dengan kebutuhan tersebut, konsep pembentukan lembaga
pembiayaan sekunder mulai menjadi agenda pembahasan di antara
para pemangku kepentingan sejak tahun 1983.
Setelah melalui berbagai studi kelayakan serta proses diskusi
yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan di bawah
koordinasi Kementerian Keuangan, Pemerintah Indonesia kemudian
menetapkan sejumlah regulasi penting sebagai dasar penguatan
sistem pembiayaan perumahan. Kebijakan tersebut menjadi fondasi
bagi pendirian PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF,
yang secara resmi dibentuk pada 22 Juli 2005 berdasarkan
Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2005.
SMF memegang peranan krusial sebagai lembaga pembiayaan
sekunder yang dirancang untuk menjadi solusi atas tantangan
ketidaksesuaian jangka waktu (maturity mismatch) dalam sektor
pembiayaan perumahan. Dengan menyalurkan likuiditas kepada
lembaga-lembaga pembiayaan perumahan, SMF secara efektif
menjembatani celah antara ketersediaan dana jangka pendek
dan permintaan akan pembiayaan hipotek jangka panjang. Peran
strategis ini bertujuan untuk membuka akses yang merata bagi
setiap keluarga di Indonesia agar dapat memperoleh pembiayaan
terjangkau untuk memiliki hunian yang layak.
Rising property prices in Indonesia have made long-term mortgage
financing increasingly necessary to support homeownership. In
response to this need, the concept of establishing a secondary
housing finance institution began to emerge as a topic of discussion
among relevant stakeholders as early as 1983.
Following a series of feasibility studies and extensive discussions
involving multiple stakeholders under the coordination of the
Ministry of Finance, the Government of Indonesia introduced several
key regulations aimed at strengthening the housing finance system.
6 These policies laid the foundation for the establishment of PT
Sarana Multigriya Finansial (Persero) or SMF, which was officially
founded on 22 July 2005 under Government Regulation No. 5/2005.
SMF plays a crucial role as a secondary mortgage institution
designed to address the challenge of maturity mismatch in the
housing finance sector. By channeling liquidity to housing finance
institutions, SMF effectively bridges the gap between the availability
of short-term funds and the demand for long-term mortgage
financing. This strategic role aims to expand equitable access
for Indonesian families to obtain affordable financing for decent
housing.
Page 7
TENTANG SMF
About SMF
Visi
Vision
Menjadi salah satu entitas utama dalam ekosistem
pembiayaan perumahan yang mendukung
penyediaan, kepemilikan dan keterhunian rumah
yang layak dan terjangkau bagi seluruh keluarga
Indonesia.
To become one of the key entities in the housing
finance ecosystem that supports the provision,
ownership, and occupancy of adequate and
affordable housing for all Indonesian families.
Misi
Mission
1. Melaksanakan peran sebagai Special Mission
Vehicle Pemerintah dan agent of development
dalam pembiayaan perumahan.
2. Membangun dan mengembangkan pasar
pembiayaan sekunder perumahan secara
berkelanjutan.
3. Menyediakan sumber pendanaan dalam
pembiayaan dan kepemilikan rumah.
4. Mendukung program Sustainable Development
Goals Pemerintah.
5. Mengembangkan sinergi dengan stakeholder
pembiayaan perumahan dan memberikan
pelayanan yang unggul dengan tata kelola yang
baik.
1. Acting as the Government’s Special Mission
Vehicle and Agent of Development in housing
financing.
2. Promoting and developing a sustainable
secondary mortgage market. 7
3. Providing a source of funding for home financing
and ownership.
4. Supporting the Government’s Sustainable
Development Goals program.
5. Developing synergies with housing financing
stakeholders and providing superior services
with good governance.
Page 8
PERJALANAN SMF
The Journey of SMF
Perjalanan SMF mencerminkan komitmen yang berkelanjutan The development of SMF reflects an ongoing commitment
dalam memperluas akses pembiayaan perumahan di Indonesia. to improving access to housing finance in Indonesia. From
Sejak gagasan awal yang mulai dibahas pada tahun 1983 the initial discussions in 1983 to its formal establishment in
hingga pendiriannya secara resmi pada tahun 2005, SMF telah 2005, SMF has played a key role in addressing the maturity
berperan dalam menjawab tantangan ketidaksesuaian jangka mismatch challenges within the mortgage market. Through
waktu pada pasar pembiayaan hipotek. Melalui penguatan the strengthening of its mandate and continuous strategic
mandat serta kerja sama strategis dengan berbagai pihak, collaboration with various stakeholders, SMF continues to
SMF terus mendukung program perumahan pemerintah support government housing initiatives while promoting
sekaligus mendorong pengembangan skema pembiayaan sustainable financing solutions aligned with Indonesia’s broader
yang berkelanjutan dan sejalan dengan tujuan pembangunan social and economic development goals.
sosial dan ekonomi nasional.
LINIMASA
Timeline
1983
Diskusi intensif para pemangku kepentingan mengenai
pendirian lembaga pembiayaan sekunder perumahan.
Intensive discussions by stakeholders concerning
establishment of a secondary mortgage institution.
1993–1998
Kajian kelayakan yang dilakukan oleh Kementerian
Keuangan.
Feasibility studies conducted by the Ministry of
Finance.
2005–2009
8 PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) didirikan
pada 22 Juli 2005, dan transaksi pertamanya
dilakukan dengan Bank BTN pada tahun 2006.
Establishment of SMF on July 22, 2005, and first
transaction with Bank BTN in 2006.
2010–2014
Peluncuran efek beragun aset berbasis KPR, kerja
sama dengan Indonesia Bond Pricing Agency,
serta penghargaan dari berbagai media dan
pemerintah.
Launch of mortgage-backed securities,
collaboration with Indonesia Bond Pricing Agency,
and recognition from media and government
institutions.
Page 9
2019
Dukungan untuk Program Sejuta Rumah, peluncuran program
pembiayaan syariah, serta kemitraan dengan lembaga internasional.
Support for the One Million Houses Program, launch of Sharia financing
programs, and partnerships with international agencies.
2020
Mandat diperluas oleh Pemerintah melalui Peraturan
Presiden No. 100 Tahun 2020 untuk pembiayaan perumahan
berkelanjutan.
Expanded mandate from the Government through Presidential
Regulation No. 100/2020 for sustainable housing finance.
2021
Realisasi penyaluran pembiayaan untuk mendukung program
perumahan subsidi (FLPP) selama pandemi COVID-19.
Realization of financing distribution to support the subsidized housing
(FLPP) program during the COVID-19 pandemic.
2022
SMF memperkuat perannya sebagai Sekretariat Ekosistem
Pembiayaan Perumahan.
SMF strengthened its role as the Secretariat for the Housing Finance
Ecosystem.
2023
Penerbitan sukuk sosial pertama di Indonesia bekerja sama dengan
Bank Syariah Indonesia, diresmikan oleh Wakil Presiden Ma’ruf Amin.
Diterbitkan pada 18 Desember 2023, terdiri atas Obligasi Sosial Rp
500 miliar dan Sukuk Sosial Rp 200 miliar. Tenor 5 tahun, kupon 6,90
persen, rating idAAA (PEFINDO).
Issuance of Indonesia’s first social-focused sukuk in collaboration
with Bank Syariah Indonesia, officiated by Vice President Ma’ruf Amin.
Issued on 18 December 2023, comprising a Social Bond of IDR 500
billion and a Social Sukuk of IDR 200 billion. Five-year tenor, 6.90
percent coupon, rated idAAA (PEFINDO).
2024 9
Penerbitan obligasi sosial berkelanjutan dalam tiga tahap sebagai kelanjutan dari
penerbitan 2023. Tahap II–IV diterbitkan Maret, Juni, dan November 2024 dengan
total Rp 4,7 triliun. Tenor 5 tahun, kupon 6,75–7,15 persen, rating idAAA (PEFINDO).
The issuance of sustainable social bonds in three phases, as a continuation of the
2023 issuance. Phases II–IV issued in March, June, and November 2024, totaling
IDR 4.7 trillion. Five-year tenor, 6.75–7.15 percent coupon, rated idAAA (PEFINDO).
2025
Penerbitan obligasi sosial dan sukuk sosial dengan nilai Rp 1,65 triliun dan Rp 250 miliar.
Tenor 5 tahun, kupon 6,95 persen, rating idAAA (PEFINDO).
The issuance of sustainable social bonds and social sukuk, IDR 1.65 trillion and IDR 250
billion, respectively. Five-year tenor, 6.95 percent coupon, rated idAAA (PEFINDO).
Page 10
RINGKASAN KEUANGAN
Financial Highlight
Penyaluran Pinjaman
Efek-efek yang Laba
Periode Aset dan Pembiayaan Ekuitas Pendapatan
Period Assets
diterbitkan Equity Income
bersih
Loan disbursement and
Securities issued Net income
financing
Desember 2024 Rp 58,1 Rp 41,8 triliun Rp 26,4 triliun Rp 20,6 Rp 2,9 triliun Rp 540
December 2024 triliun IDR 41.8 trillion IDR 26.4 trillion triliun IDR 2.9 trillion miliar
IDR 58.1 IDR 20.6 IDR 540
trillion trillion billion
Desember 2025 Rp 66,8 Rp 49,1 triliun Rp 22,8 triliun Rp 27,7 Rp 3,1 triliun Rp 565
December 2025 triliun IDR 49.1 trillion IDR 22.8 trillion triliun IDR 3.1 trillion miliar
IDR 66.8 IDR 27.7 IDR 565
trillion trillion billion
Sumber: Laporan Tahunan 2025
Source: Annual Report 2025
Laporan Tahunan mencatat kemajuan yang kuat pada berbagai The Annual Report highlights strong progress across key
indikator utama. Nilai total aset meningkat signifikan menjadi performance indicators. Total assets rose significantly to IDR
Rp 66,8 triliun pada akhir 2025, yang mencerminkan penguatan 66.8 trillion by the end of 2025, reflecting the strengthening
struktur keuangan SMF. Penyaluran pinjaman dan pembiayaan of SMF’s financial structure. Loan disbursement and financing
juga tumbuh menjadi Rp 49,1 triliun, menandakan kontribusi also increased to IDR 49.1 trillion, indicating SMF’s growing
SMF yang semakin besar dalam mendukung akses pembiayaan contribution in expanding access to housing finance. Meanwhile,
perumahan. Sementara itu, pendapatan naik menjadi Rp 3,1 income rose to IDR 3.1 trillion, and net income increased to IDR
triliun, serta laba bersih naik menjadi Rp 565 miliar. Secara 565 billion. Overall, these achievements underscore SMF’s
keseluruhan, capaian ini menunjukkan konsistensi SMF dalam consistent role in driving strategic progress in the housing
menjalankan peran strategis di sektor pembiayaan perumahan. finance sector.
10
Page 11
RINGKASAN KERANGKA KERJA
Summary of the Framework
Penerbitan Obligasi Berwawasan Sosial Berkelanjutan
(Obligasi Sosial) Sukuk Berwawasan Sosial (Sukuk Sosial)
SMF disesuaikan dengan standar dan prinsip internasional
yang diakui, yang ditetapkan oleh (1) International Capital
Market Association (ICMA), (2) ASEAN’s Social Bond Standard
- ASEAN Capital Market Forum (ACMF), (3) Peraturan
Otoritas Jasa Keuangan Nomor 18 Tahun 2023 Tentang
Penerbitan dan Persyaratan Efek Bersifat Utang dan Sukuk
Berlandaskan Keberlanjutan, dan (4) Social Loan Principles
yang telah dipublikasikan oleh Loan Market Association, Loan
Syndications and Trading Association, and Asia Pacific Loan
Market Association.
The issuance of Sustainable Social Bond (Social Bond) and
Sustainable Social Sukuk (Social Sukuk) by SMF was aligned
with recognized international standards and principles that
were established by (1) the International Capital Market
Association (ICMA)’s Social Bond Principles, (2) the ASEAN’s
Social Bond Standard - ASEAN Capital Market Forum (ACMF),
(3) the Financial Services Authority Regulation Number 18
of 2023 concerning the Issuance and Requirements of Debt
Securities and Sustainable Sukuk, and (4) Social Loan Principles
that were published by the Loan Market Association, Loan
Syndications and Trading Association, and Asia Pacific Loan
Market Association.
11
Page 12
PENGGUNAAN DANA
Use of Proceeds
Seluruh dana yang dihimpun melalui penerbitan Obligasi Sosial All proceeds raised from the issuance of Social Bonds and
dan Sukuk Sosial digunakan untuk mendukung pembiayaan Social Sukuk are allocated to support affordable social housing
perumahan sosial yang terjangkau dengan tujuan meningkatkan financing aimed at expanding homeownership for low-income
akses kepemilikan rumah bagi masyarakat berpenghasilan households. The financed projects focus on the KPR Sejahtera
rendah (MBR). Proyek-proyek yang dibiayai berfokus pada program, supported by the Housing Financing Liquidity Facility
program KPR Sejahtera yang didukung oleh Fasilitas Likuiditas (FLPP), which meets the eligibility criteria stipulated under
Pembiayaan Perumahan (FLPP), yang pelaksanaannya telah Regulation of the Minister of Public Works and Housing No.
memenuhi kriteria kelayakan sebagaimana diatur dalam 21/PRT/M/2016 and its subsequent amendments.
Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
No. 21/PRT/M/2016 beserta perubahannya.
Sesuai kerangka kerja yang ditetapkan, proyek ini secara As indicated in the framework, this initiative directly contributes
langsung berkontribusi pada Tujuan Pembangunan to Sustainable Development Goal (SDG) 10 (Reduced Inequality)
Berkelanjutan (SDG) 10 (Mengurangi Ketimpangan) dan 11 (Kota and SDG 11 (Sustainable Cities and Communities). The project
dan Komunitas Berkelanjutan). Di samping itu, proyek ini juga also provides indirect support for SDG 1 (No Poverty), SDG
memberikan dampak tidak langsung terhadap pencapaian SDG 3 (Good Health and Well-being), SDG 5 (Gender Equality),
1 (Tanpa Kemiskinan), SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), SDG 6 (Clean Water and Sanitation), SDG 8 (Decent Work and
SDG 5 (Kesetaraan Gender), SDG 6 (Air Bersih dan Sanitasi Economic Growth), and SDG 16 (Peace, Justice, and Strong
Layak), SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), Institutions).
serta SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang
Tangguh).
Keterkaitan ini didukung oleh berbagai temuan ilmiah. OECD This alignment is corroborated by scientific findings. For
(2020), misalnya, menekankan peran krusial perumahan sosial instance, the OECD (2020) emphasizes that social housing is
dalam mengurangi kemiskinan dan ketimpangan (SDG 1, 10) critical for reducing poverty and inequality (SDGs 1, 10) and
serta menyediakan hunian layak (SDG 6, 11). Senada dengan providing adequate housing (SDGs 6, 11). Similarly, the World
itu, World Green Building Council (2023)¹ menggarisbawahi Green Building Council (2023)1 highlights the importance of
pentingnya program perumahan terjangkau untuk mencapai affordable housing for achieving SDGs 1, 3, 8, 10, and 11, while
SDG 1, 3, 8, 10, dan 11, sementara AFD (2024)² menunjukkan AFD (2024)2 notes that housing access contributes to a broad
kontribusi akses perumahan terhadap spektrum SDG yang spectrum of goals.
lebih luas.
Berbagai studi lain turut memperkuat temuan ini, mulai dari These conclusions are further reinforced by numerous studies,
penelitian dampak perumahan MBR terhadap penurunan from research on the impact of low-income housing on poverty
kemiskinan oleh Freedman dan McGavock (2015)³, analisis reduction by Freedman and McGavock (2015)3, to analyses
hubungan perumahan dengan perilaku sosial oleh Steinhoff of the link between housing and social behavior by Steinhoff
(2024)⁴, hingga studi mengenai pentingnya kesetaraan gender (2024)4, the importance of gender equality in the sector by
12 di sektor perumahan oleh European Investment Bank (2024)⁵ the European Investment Bank (2024)5, and the connection to
dan keterkaitannya dengan ketenagakerjaan oleh Jansen-van- employment outcomes by Jansen-van-Vuuren et al. (2024)6.
Vuuren et al. (2024)⁶.
1
World Green Building Council. (2023). Sustainable and affordable housing: Five principles for 1 a just transition.
2
Agence Française de Développement. (2024, April 22). Housing for SDGs: Access to housing for the achievement of sustainable development goals.
3
Freedman, M. L., & McGavock, T. (2015). Low‑income housing development, poverty concentration, and neighborhood inequality. Journal of Policy Analysis and Management, 34(4),
805–834. https://doi.org/10.1002/pam.21856
4
Steinhoff, B. (2024, December 29). The impact of social and affordable housing on societal attitude – A systematic review of the literature (MPRA Paper No. 123120). Munich Personal
RePEc Archive.
5
European Investment Bank. (2024). Promoting gender equality in public social housing. European 5 Investment Bank.
6
Jansen‑van Vuuren, J., Rijal, H., Bobbette, N., Lysaght, R., Krupa, T., & Aguilar, D. (2024). Exploring the connection between social housing and employment: A scoping review. International
Journal of Environmental Research and Public Health, 21(9), Article 1217. https://doi.org/10.3390/ijerph21091217
Page 13
KONTRIBUSI LANGSUNG
Direct Contribution
Obligasi Sosial dan Sukuk Sosial SMF memberikan kontribusi
secara langsung untuk pencapaian SDG target 10 dan 11.
Social Bond directly contributed to the achievement of SDG
targets 10 and 11.
KONTRIBUSI TIDAK LANGSUNG
Indirect Contribution
Obligasi Sosial dan Sukuk Sosial SMF memberikan kontribusi secara tidak langsung
untuk pencapaian SDG target 1, 3, 5, 6, 8, dan 16.
Social Bond indirectly contributed to the achievement of SDG targets 1, 3, 5, 6, 8, and 16.
13
Page 14
EVALUASI DAN PEMILIHAN PROYEK
Project Evaluation and Selection
SMF mengalokasikan dana dari Obligasi Sosial dan Sukuk SMF allocates the proceeds from its Social Bond and Social
Sosial untuk mendukung program FLPP melalui kolaborasi Sukuk to support the FLPP program, utilizing a portfolio
dengan BP Tapera, dengan menerapkan pendekatan portofolio. approach in collaboration with BP Tapera. In this partnership,
Dalam kerja sama ini, BP Tapera bertugas menyaring dan BP Tapera is responsible for screening and evaluating the
mengevaluasi bank pelaksana serta pengembang perumahan executing banks and housing developers to ensure compliance
untuk memastikan kesesuaian dengan kriteria kelayakan with the eligibility criteria of the KPR Sejahtera and FLPP
program KPR Sejahtera dan FLPP. Bank yang lolos kualifikasi programs. Banks that meet the qualifications then enter into
kemudian akan menandatangani perjanjian tripartit bersama a tripartite agreement with SMF and BP Tapera to provide
SMF dan BP Tapera untuk menyalurkan kredit perumahan housing credit to MBR.
kepada MBR.
Secara lebih rinci, peran BP Tapera mencakup: More specifically, BP Tapera’s roles include:
1. Melakukan penyaringan dan evaluasi kelayakan proyek 1. Screening and evaluating banks and developers to
terhadap bank dan pengembang. determine project eligibility.
2. Melakukan verifikasi dokumen serta memproses permintaan 2. Verifying documentation and processing disbursement
pencairan dana dari bank kepada SMF. requests from the banks to SMF.
3. Bekerja sama dengan SMF dalam memantau dan 3. Collaborating with SMF to monitor and evaluate the
mengevaluasi distribusi dana FLPP. distribution of FLPP funds.
4. Melakukan rekonsiliasi data untuk memastikan dana 4. Reconciling data to confirm that funds are received by the
tersalurkan kepada penerima manfaat MBR yang berhak. intended MBR beneficiaries.
Dari sisi internal, SMF turut membentuk Sustainability Funding Internally, SMF also established a Sustainability Funding
Working Group (SFWG) yang bertanggung jawab mengawasi Working Group (SFWG) to oversee the use of proceeds and
pemanfaatan dana dan memastikan keselarasan dengan tujuan ensure alignment with social objectives. To mitigate credit risks,
sosial. Untuk memitigasi risiko kredit, perusahaan menerapkan the company implements comprehensive risk management
praktik manajemen risiko yang komprehensif, meliputi (1) practices, which include (1) credit disbursement guidelines, (2)
pedoman pencairan kredit, (2) sistem pemeringkatan internal, internal rating systems, and (3) an Early Warning System (EWS).
dan (3) Sistem Peringatan Dini (EWS).
PENGGUNAAN DANA HASIL PENAWARAN UMUM
Management of Proceeds
SMF menerapkan pendekatan portofolio untuk memastikan SMF utilizes a portfolio approach to ensure that proceeds from
dana hasil Obligasi Sosial dan Sukuk Sosial dialokasikan the Social Bond and Social Sukuk are allocated strictly to eligible
secara eksklusif pada proyek-proyek yang memenuhi syarat. projects. The management of these funds is handled by the
14 Tanggung jawab atas pengelolaan dana ini berada di tangan Treasury and Investor Relations Division in conjunction with
Divisi Treasury dan Hubungan Investor serta Divisi Manajemen the Finance and Credit Management Division. In accordance
Keuangan dan Kredit. Sesuai kebijakan internal perusahaan, with internal policies, any unallocated funds are held in the
dana yang belum dialokasikan akan ditempatkan dalam bentuk form of cash or cash equivalents.
kas atau setara kas.
Proses penyaluran dana dipantau melalui sistem terintegrasi The disbursement of proceeds is tracked using an integrated
di bawah pengawasan SFWG, yang juga berwenang system, with the SFWG overseeing the allocation process and
merekomendasikan realokasi dana jika diperlukan untuk recommending reallocations for social housing projects as
proyek perumahan sosial. Untuk menjamin transparansi dan needed. In line with the Financial Services Authority Regulation
akuntabilitas, SMF memelihara rekening khusus di bank yang (POJK) No. 18 of 2023, SMF maintains dedicated accounts
telah ditunjuk untuk mengelola dana hasil penerbitan, sejalan with designated banks specifically to manage these proceeds,
dengan ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) ensuring transparency and proper governance.
No. 18 Tahun 2023.
Page 15
RINGKASAN TRANSAKSI
Transaction Highlight
Obligasi Sosial Sukuk Sosial
Social Bond Social Sukuk
Tanggal penerbitan 8 Juli 2025 8 Juli 2025
Issuance date 8 July 2025 8 July 2025
Jumlah penerbitan Rp 1.650.000.000.000 Rp 250.000.000.000
Issurance amount IDR 1,650,000,000,000 IDR 250,000,000,000
Jangka waktu 5 tahun 5 tahun
Tenor 5 years 5 years
Tanggal jatuh tempo 8 Juli 2030 8 Juli 2030
Due date 8 July 2030 8 July 2030
Tingkat kupon 6,95% 6,95%
Coupon rate 6.95% 6.95%
Peringkat idAAA (PEFINDO) idAAA (PEFINDO)
Rating
Informasi Investor
Investor Information
Others
17.3%
Mutual Fund Banking
2.9% 34.9%
Insurance
7.9%
Pension Fund
13.1%
Foreign Govt Govt of Indonesia
4.1% 19.8%
Berdasarkan data terbaru, sektor perbankan merupakan Based on the latest data, the banking sector represents the
investor terbesar dengan proporsi 34.9%, diikuti oleh Pemerintah largest group of investors with a share of 34.9%, followed
Indonesia sebesar 19.8%. Dana pensiun menyumbang 13.0%, by the Government of Indonesia at 19.8%. Pension funds
sementara investor dari kategori lainnya mencapai 17.3%. account for 13.0%, while investors in other categories represent
Asuransi berkontribusi sebesar 7.9%, sedangkan pemerintah 17.3%. Insurance contributes 7.9%, while foreign governments
asing dan reksa dana masing-masing menyumbang 4.1% dan and mutual funds account for 4.1% and 2.9%, respectively. 15
2.9%. Komposisi ini mencerminkan keberagaman basis investor This composition reflects the diversity of the investor base
yang membeli Obligasi Sosial dan Sukuk Sosial. purchasing Social Bonds and Social Sukuk.
Page 16
ALOKASI DANA
Proceed Allocation
PROFIL PROYEK PROJECT PROFILE
Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) The FLPP is a government-backed initiative designed to
merupakan program inisiasi pemerintah yang bertujuan enhance homeownership opportunities for low-income
memperluas kesempatan kepemilikan rumah bagi masyarakat households. In this capacity, SMF serves as a key role as
berpenghasilan rendah. Dalam program ini, SMF memegang a special mission vehicle responsible for channeling funds
peran kunci sebagai special mission vehicle yang bertugas to support the development of affordable housing projects
menyalurkan dana untuk mendukung pembangunan proyek throughout Indonesia.
perumahan terjangkau di seluruh Indonesia.
Objektif utama dari program FLPP adalah memfasilitasi The primary objective of the FLPP program is to provide
pembiayaan KPR yang terjangkau bagi MBR, sehingga affordable mortgages to low-income families, thereby improving
meningkatkan akses mereka terhadap hunian yang layak. Inisiatif their access to decent housing. This initiative is aligned with the
ini selaras dengan agenda sosial dan ekonomi pemerintah yang government’s broader socio-economic agenda and supports
lebih luas, serta mendukung komitmen Indonesia terhadap Indonesia’s commitment to the SDGs, particularly the goal of
pencapaian SDGs, terutama dalam mewujudkan kota dan fostering sustainable cities and communities.
permukiman yang berkelanjutan.
Program ini dijalankan menggunakan model pendanaan The program is structured on a 75:25 co-funding model, wherein
bersama 75:25, di mana 75% pendanaan berasal dari the government provides 75% of the financing via BP Tapera,
pemerintah melalui BP Tapera dan 25% sisanya dikontribusikan and SMF contributes the remaining 25%. This collaborative
oleh SMF. Pendekatan kolaboratif ini terbukti efektif dalam approach is effective in reducing overall borrowing costs,
mengurangi biaya pinjaman secara keseluruhan, yang pada which in turn allows participating banks to offer mortgages
akhirnya memungkinkan bank pelaksana menawarkan KPR with lower interest rates to eligible beneficiaries.
dengan suku bunga lebih rendah bagi para penerima manfaat
yang memenuhi syarat.
16
Page 17
MANFAAT UNTUK MASYARAKAT
BERPENGHASILAN RENDAH
Benefit to Low-Income Households
Program FLPP memberikan manfaat utama bagi MBR di The FLPP program provides key benefits for low-income
Indonesia, antara lain: families in Indonesia, as follows:
1. Uang muka terjangkau: Program ini memberlakukan 1. Affordable down payments: The program requires a
syarat uang muka minimal, mulai dari 1% dari nilai properti, minimal down payment, starting as low as 1% of the
sehingga secara signifikan meringankan beban finansial di property’s value, which significantly reduces the initial
awal bagi MBR. financial barrier for low-income families.
2. Suku bunga rendah dan tetap: KPR FLPP memiliki suku 2. Lower and fixed interest rates: FLPP mortgages feature
bunga tetap sebesar 5% per tahun, jauh di bawah suku a fixed interest rate of 5% per annum, substantially lower
bunga KPR konvensional. Sifatnya yang konstan sepanjang than conventional mortgage rates. This rate remains
tenor pinjaman memberikan kepastian angsuran bulanan constant throughout the loan term, ensuring predictable
yang lebih terprediksi dan terjangkau. and manageable monthly payments.
3. Tenor pinjaman panjang: Penerima manfaat dapat 3. Extended loan tenure: Beneficiaries can apply for loan
mengajukan pinjaman dengan tenor hingga 20 tahun. terms of up to 20 years. This extended period results in
Jangka waktu yang panjang ini menjadikan angsuran lower monthly installments, helping to ease the long-term
bulanan lebih ringan dan membantu mengelola beban financial burden.
keuangan dalam jangka panjang.
4. Subsidi dan pembebasan biaya: Program ini memberikan 4. Subsidies and exemptions: The program includes various
subsidi dari pemerintah, termasuk bantuan uang muka government subsidies, such as down payment assistance
sebesar Rp 10.000.000 untuk rumah tapak, serta of IDR 10,000,000 for landed houses, as well as exemptions
pembebasan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan premi from Value Added Tax (VAT) and insurance premiums, all
asuransi, yang secara signifikan mengurangi total biaya. of which substantially reduce the total cost.
5. Kriteria kelayakan inklusif: Program ini ditujukan bagi 5. Inclusive eligibility criteria: The program is open to
Warga Negara Indonesia berusia minimal 20 tahun atau Indonesian citizens who are at least 20 years old or married,
sudah menikah, dengan batas penghasilan maksimal with a maximum income of IDR 8,000,000 for married
Rp 8.000.000 untuk pemohon menikah (Rp 10.000.000 applicants (IDR 10,000,000 in the Papua region) and IDR
di Papua) dan Rp 7.000.000 untuk pemohon lajang (Rp 7,000,000 for unmarried applicants (IDR 7,500,000 in the
7.500.000 di Papua). Syarat utama adalah pemohon dan Papua region). A key condition is that applicants and their
pasangan belum memiliki rumah serta belum pernah spouses must not already own a home and must not have
menerima subsidi perumahan dari pemerintah. previously received a government housing subsidy.
17
Page 18
TESTIMONI FLPP
Abdullah Iqbal Sumi
Guru Karyawan Swasta Penjual Sayur Keliling
Teacher Private Sector Employee Mobile Vegetable Vendor
KPR Rumah Subsidi ini Tadinya saya tinggal dengan Saya yang penjual sayur
sangat berarti sekali. Karena mertua, karena harus pindah keliling, karena KPR FLPP
kami bisa punya rumah lokasi kerja jadi harus ini, saya ini bisa merasakan
sendiri, tidak ngontrak lagi pindah rumah. Ternyata tinggal diperumahan.
seperti dulu. Dengan rumah ada program pemerintah. DPnya bisa terjangkau,
sendiri ini, kami bisa lebih Proses pengajuannya angsurannya juga.
tenang dan nyaman. DP & mudah, dibantu sampai Serang, Banten
Cicilannya juga terjangkau. kami menempati rumah ini.
Serang, banten Bandung
This subsidized housing Previously, I lived with my I sell vegetables door to
mortgage means a lot to parents-in-law because I door, and thanks to the
us. Now we can finally have had to relocate for work and FLPP housing mortgage
our own home instead of needed to move houses. program, I can now
renting like before. With our Then I found out about experience living in a proper
own house, we feel more this government program. housing area. The down
secure and comfortable. The application process payment is affordable, and
The down payment and was easy, and we received the monthly installments are
monthly installments are assistance until we could manageable as well.
18 also affordable. finally move into this house. Serang, Banten
Serang, banten Bandung
Page 19
LOKASI PROYEK
Project Location
Dana yang dihimpun melalui penerbitan Obligasi Sosial dan Funds generated from the Social Bond and Social Sukuk
Sukuk Sosial telah dialokasikan untuk mendukung pembiayaan issuances have been directed to finance affordable housing
perumahan terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan for low-income households throughout Indonesia. Altogether,
rendah di berbagai wilayah Indonesia. Secara keseluruhan, the program supported over 91 thousand housing units
program ini mendukung pembiayaan lebih dari 91 ribu unit nationwide, including more than 76 thousand units financed
rumah secara nasional, yang terdiri dari lebih dari 76 ribu unit through Social Bonds and almost 15 thousand units financed
yang dibiayai melalui Obligasi Sosial dan hampir 15 ribu unit through Social Sukuk. The total mortgage value reached
melalui Sukuk Sosial. Nilai total pembiayaan KPR mencapai almost IDR 15 trillion, comprising about IDR 12.5 trillion from
hampir Rp15 triliun, yang mencakup sekitar Rp12,5 triliun dari Social Bond proceeds and approximately IDR 2.4 trillion from
Obligasi Sosial dan sekitar Rp2,4 triliun dari Sukuk Sosial. Social Sukuk financing. These figures illustrate SMF’s ongoing
Penyaluran ini mencerminkan peran SMF dalam memperluas contribution to expanding access to housing finance across
akses pembiayaan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan multiple provinces in Indonesia.
rendah di berbagai provinsi di Indonesia.
Gambar x. Sebaran KPR Berdasarkan Provinsi
Figure x. Provincial Breakdown of Mortgage Portfolio
19
Sebagian besar penyaluran pembiayaan masih terkonsentrasi The majority of financing continues to be absorbed in Java,
di Pulau Jawa, sejalan dengan tingginya jumlah penduduk dan reflecting the island’s high population density and strong
permintaan hunian di wilayah tersebut. Provinsi Jawa Barat housing demand. West Java recorded the largest allocation,
mencatat alokasi terbesar, dengan lebih dari 27 ribu unit rumah with more than 27 thousand housing units financed and
yang dibiayai dan nilai KPR mencapai lebih dari Rp4,6 triliun. mortgage value exceeding IDR 4.6 trillion. Substantial financing
Selain itu, Banten, Jawa Tengah, dan Jawa Timur juga menerima was also allocated to Banten, Central Java, and East Java,
penyaluran pembiayaan yang cukup besar, seiring dengan where population size and urban growth contribute to sustained
tingginya kebutuhan perumahan di wilayah dengan populasi demand for affordable housing.
besar dan perkembangan kawasan perkotaan yang pesat.
Page 20
Di luar Pulau Jawa, pembiayaan juga tersebar di berbagai Beyond Java, financing was distributed across several
provinsi, menunjukkan jangkauan program yang berskala provinces, highlighting the nationwide coverage of the program.
nasional. Di wilayah Sumatera, penyaluran pembiayaan cukup In Sumatra, significant allocations were observed in North
signifikan terlihat di Sumatera Utara, Riau, Jambi, dan Sumatera Sumatra, Riau, Jambi, and South Sumatra, while in eastern
Selatan. Sementara itu di kawasan timur Indonesia, Sulawesi Indonesia, South Sulawesi, West Sulawesi, and Southeast
Selatan, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Tenggara juga menerima Sulawesi received a notable share of mortgage financing.
porsi pembiayaan yang cukup besar.
Gambar X. Sebaran KPR di Jadebotabek Raya
Figure X. Mortgage Portfolio in Greater Jadebotabek
Sebagian pembiayaan KPR juga terkonsentrasi di kawasan A significant share of mortgage financing is also concentrated
Jabodetabek Raya, yang merupakan salah satu pusat in the Greater Jabodetabek area, which represents one of
pertumbuhan ekonomi dan kawasan dengan kebutuhan hunian Indonesia’s main economic centers and a region with strong
yang tinggi. Secara keseluruhan, pembiayaan melalui Obligasi housing demand. Overall, financing through Social Bonds in
Sosial di wilayah ini mencapai lebih dari 14,8 ribu unit rumah this area supported more than 14.8 thousand housing units,
dengan nilai KPR sekitar Rp2,63 triliun. Sementara itu, melalui with a total mortgage value of approximately IDR 2.63 trillion.
Sukuk Sosial, pembiayaan mendukung hampir 1.300 ribu unit Meanwhile, financing through Social Sukuk supported nearly
rumah dengan nilai KPR mencapai sekitar Rp224 miliar. Angka 1,300 thousand housing units, with a mortgage value of about
ini mencerminkan peran kawasan Jabodetabek sebagai salah IDR 224 billion. These figures highlight the importance of
satu wilayah dengan permintaan perumahan yang signifikan, the Greater Jabodetabek region as a major housing market,
seiring dengan tingginya aktivitas ekonomi dan pertumbuhan reflecting its large population and dynamic economic activities.
20 penduduk di kawasan metropolitan tersebut.
Jika dibandingkan dengan total penyaluran secara nasional, Compared with the national distribution, the Greater
wilayah Jabodetabek Raya menyumbang sekitar seperlima Jabodetabek area accounts for roughly one-fifth of the total
dari total unit rumah yang dibiayai melalui Obligasi Sosial, housing units financed through Social Bonds, and nearly
serta hampir sembilan persen dari total unit yang didukung nine percent of the units financed through Social Sukuk.
melalui Sukuk Sosial. Distribusi pembiayaan di kawasan Mortgage financing in this region is largely concentrated
ini terutama terkonsentrasi di wilayah penyangga Jakarta, in the surrounding districts of Jakarta, particularly Bekasi
khususnya Kabupaten Bekasi, Kabupaten Bogor, dan Kabupaten Regency, Bogor Regency, and Tangerang Regency, which
Tangerang, yang mencerminkan tingginya perkembangan have experienced rapid suburban housing development. This
kawasan permukiman di wilayah suburban sekitar ibu kota. pattern reflects the continued expansion of residential areas
Hal ini menunjukkan bahwa wilayah penyangga Jakarta in Jakarta’s surrounding regions and the growing demand for
tetap menjadi salah satu lokasi utama dalam pengembangan affordable housing among low-income households in these
perumahan terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah. metropolitan outskirts.
Page 21
RINGKASAN DAMPAK
Impact Highlight
Gambar X. Persentase Perempuan Penerima Manfaat
Figure X. Proportion of Female Beneficiaries
Obligasi Sosial Sukuk Sosial
Social Bond Social Sukuk
34.7% 35.5%
Gambar X. Jenis Pekerjaan
Figure X. Occupational Distribution
Obligasi Sosial | Social Bond Obligasi Sosial | Social Bond
4.0% 13.1%
Sukuk Sosial | Social Sukuk Sukuk Sosial | Social Sukuk
PNS
Civil Servant 4.3% Wirausaha
Enterpreneur 15% Lainnya
Others
Obligasi Sosial | Social Bond
Obligasi Sosial | Social Bond Obligasi Sosial | Social Bond
0.01%
1.7% 81.1% Sukuk Sosial | Social Sukuk
Sukuk Sosial | Social Sukuk Sukuk Sosial | Social Sukuk
0.1%
TNI/Polri
Military/Police 1.4% Swasta
Private Sector 79.2%
Alokasi dana dari Obligasi Sosial dan Sukuk Sosial menunjukkan The allocation of proceeds from the Social Bond and Social
kontribusi nyata dalam mendukung inklusivitas dalam akses Sukuk demonstrates a meaningful contribution to promoting
terhadap perumahan. Hal ini tercermin dari tingginya proporsi inclusiveness in access to housing. This is reflected in the
penerima manfaat perempuan. Data menunjukkan bahwa relatively high proportion of female beneficiaries. The data
hampir 35 persen rumah yang dibiayai melalui Obligasi shows that nearly 35 percent of the homes financed through
Sosial dimiliki oleh perempuan, sementara pada Sukuk Sosial Social Bonds are owned by women, while the share for
mencapai lebih dari 35 persen. Angka ini menunjukkan bahwa Social Sukuk exceeds 35 percent. These figures indicate 21
program pembiayaan perumahan ini turut mendukung upaya that the housing financing program also supports women’s
pemberdayaan perempuan serta sejalan dengan tujuan empowerment and aligns with the objectives of SDG 5 on
Sustainable Development Goals (SDG) 5 terkait kesetaraan gender equality.
gender.
Selain itu, distribusi penerima manfaat berdasarkan jenis In addition, the distribution of beneficiaries by occupation
pekerjaan menunjukkan bahwa program FLPP menjangkau indicates that the FLPP program reaches households from
rumah tangga dari berbagai latar belakang pekerjaan. a wide range of professional backgrounds. The majority of
Sebagian besar penerima manfaat berasal dari sektor swasta, beneficiaries come from the private sector, accounting for more
yang mencapai lebih dari 81 persen pada Obligasi Sosial dan than 81 percent under Social Bonds and around 79 percent
79 persen pada Sukuk Sosial. Di samping itu, program ini juga under Social Sukuk. The program also supports entrepreneurs,
menjangkau wirausaha, yang mencakup sekitar 13 persen pada representing around 13 percent of beneficiaries under Social
Obligasi Sosial dan 15 persen pada Sukuk Sosial. Penerima Bonds and 15 percent under Social Sukuk. Beneficiaries from
manfaat dari kalangan aparatur negeri negara (ASN) serta TNI/ civil servants as well as military and police personnel are also
Polri juga tercatat, meskipun dengan proporsi yang lebih kecil. represented, although with smaller shares.
Page 22
Keragaman latar belakang pekerjaan tersebut menunjukkan This diversity in occupational backgrounds highlights the
bahwa program pembiayaan perumahan ini bersifat inklusif dan inclusiveness of the housing financing program and its ability
mampu menjangkau masyarakat dari berbagai kelompok sosial to reach households from different socio-economic groups.
ekonomi. Dengan membuka akses pembiayaan bagi berbagai By providing access to housing finance for individuals from
profesi, program ini tidak hanya membantu meningkatkan various professions, the program not only helps increase
kepemilikan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah, homeownership among low-income households but also
tetapi juga berkontribusi pada pembangunan sosial ekonomi contributes to broader socio-economic development. This
yang lebih luas. Pendekatan inklusif ini pada akhirnya inclusive approach also supports the achievement of SDG 16,
turut mendukung pencapaian SDG 16, yaitu membangun which aims to promote more inclusive and peaceful societies.
masyarakat yang lebih inklusif dan damai.
Gambar X. Distribusi Gaji Nasabah (%)
Figure X. Salary Distribution (%)
Obligasi Sosial 31.2
Social Bond 29.5
Sukuk Sosial
Social Sukuk 23
19.8
19.5
18.5
17.1
16.5
8.4
4.2 7.9
1.8 1.6
0.51 0.57
0.13
IDR 1 Mio IDR 2 Mio IDR 3 Mio IDR 4 Mio IDR 5 Mio IDR 6 Mio IDR 7 Mio IDR 8 Mio
-< IDR 2 Mio -< IDR 3 Mio -< IDR 4 Mio -< IDR 5 Mio -< IDR 6 Mio -< IDR 7 Mio -< IDR 8 Mio Or more
Distribusi gaji penerima manfaat menunjukkan bahwa The salary distribution of beneficiaries shows that most
sebagian besar nasabah berada pada kelompok pendapatan borrowers fall within the lower-middle income group, which
menengah bawah yang menjadi target utama program represents the main target of the housing financing program.
pembiayaan perumahan. Pada pembiayaan melalui Obligasi Under Social Bond financing, the largest group consists of
Sosial, kelompok dengan gaji sekitar Rp4–5 juta per bulan beneficiaries earning around IDR 4–5 million per month,
merupakan yang terbesar dengan lebih dari 30 persen penerima accounting for more than 30 percent of recipients. The IDR
manfaat. Kelompok Rp5–6 juta mencakup sekitar seperempat 5–6 million income group represents around one quarter of
penerima, sementara kelompok Rp3–4 juta mencapai hampir beneficiaries, while those earning IDR 3–4 million account for
20 persen. Pola yang serupa juga terlihat pada pembiayaan nearly 20 percent. A similar pattern is observed under Social
melalui Sukuk Sosial, di mana kelompok Rp4–5 juta mencakup Sukuk financing, where the IDR 4–5 million group represents
hampir 30 persen, diikuti oleh kelompok Rp3–4 juta dan Rp5–6 almost 30 percent, followed by the IDR 3–4 million and IDR
juta yang masing-masing berada di kisaran sekitar 20 persen. 5–6 million groups, each accounting for around 20 percent.
22 Secara keseluruhan, mayoritas penerima manfaat berada pada Overall, most beneficiaries fall within the IDR 3 million to IDR 6
rentang pendapatan Rp3 juta hingga Rp6 juta per bulan, yang million monthly income range, reflecting the program’s focus
mencerminkan fokus program dalam mendukung masyarakat on supporting low- to middle-income households in accessing
berpenghasilan rendah hingga menengah untuk memperoleh housing finance. At the same time, the data also indicates
akses terhadap pembiayaan perumahan. Pada saat yang that the program reaches households with lower income
sama, data juga menunjukkan bahwa program ini menjangkau levels (around IDR 1 million to IDR 2 million per month). This
kelompok masyarakat dengan pendapatan lebih rendah (Rp 1 demonstrates that the housing financing scheme provides
juta hingga 2 juta per bulan). Hal ini menunjukkan bahwa skema access to various lower-income groups who require support
pembiayaan perumahan memberikan akses bagi berbagai in obtaining adequate and affordable housing.
kelompok pendapatan rendah yang membutuhkan dukungan
untuk memperoleh hunian yang layak dan terjangkau.
Page 23
Gambar X. Jangka Waktu
Figure X. Tenor
Kurang dari 10 tahun 10 tahun Antara 10-15 tahun
Less than 10 years 10 years Between 10 to 15 years
Obligasi Sosial | Social Bond Obligasi Sosial | Social Bond Obligasi Sosial | Social Bond
0,2% 4,4% 2,4%
Sukuk Sosial | Social Sukuk Sukuk Sosial | Social Sukuk Sukuk Sosial | Social Sukuk
0.5% 6,6% 5,4%
15 tahun Antara 15-20 tahun 20 tahun
15 years Between 15 to 20 years 20 years
Obligasi Sosial | Social Bond Obligasi Sosial | Social Bond Obligasi Sosial | Social Bond
49,8% 5,7% 33,9%
Sukuk Sosial | Social Sukuk Sukuk Sosial | Social Sukuk Sukuk Sosial | Social Sukuk
44,9% 7,2% 35,3%
Tabel X. Keterjangkauan Angsuran KPR Berdasarkan Rentang Gaji – Obligasi Sosial
Table X. Mortgage Affordability by Salary Range – Social Bond
Rentang Gaji Rata-rata Angsuran Bulanan (Juta Rp) Rasio Angsuran ke Gaji (%)
Salary Range Average of Monthly Payment (IDR Million) Monthly Payment to Salary Ratio (%)
1–<2 juta 1.10 68.4%
2–<3 juta 1.08 42.2%
3–<4 juta 1.12 31.9%
4–<5 juta 1.23 28.3%
5–<6 juta 1.31 24.7%
6–<7 juta 1.34 21.1%
7–<8 juta 1.35 18.4%
8–<9 juta 1.34 16.8%
9–<10 juta 1.70 18.0%
≥10 juta 1.95 19.5% 23
1.25 26.3%
Tabel X. Keterjangkauan Angsuran KPR Berdasarkan Rentang Gaji – Sukuk Sosial
Table X. Mortgage Affordability by Salary Range – Social Sukuk
Rentang Gaji Rata-rata Angsuran Bulanan (Juta Rp) Rasio Angsuran ke Gaji (%)
Salary Range Average of Monthly Payment (IDR Million) Monthly Payment to Salary Ratio (%)
1–<2 juta 1.16 74.3%
2–<3 juta 1.20 48.5%
3–<4 juta 1.18 34.1%
4–<5 juta 1.22 28.1%
5–<6 juta 1.29 24.6%
Page 24
Tabel X. Keterjangkauan Angsuran KPR Berdasarkan Rentang Gaji – Sukuk Sosial
Table X. Mortgage Affordability by Salary Range – Social Sukuk
Rentang Gaji Rata-rata Angsuran Bulanan (Juta Rp) Rasio Angsuran ke Gaji (%)
Salary Range Average of Monthly Payment (IDR Million) Monthly Payment to Salary Ratio (%)
6–<7 juta 1.28 20.7%
7–<8 juta 1.34 18.5%
8–<9 juta 1.31 16.4%
1.24 27.4%
Distribusi jangka waktu kredit menunjukkan bahwa sebagian The distribution of loan tenors indicates that most mortgage
besar pembiayaan KPR dalam program FLPP menggunakan financing under the FLPP program uses relatively long
tenor yang relatif panjang. Pada pembiayaan melalui Obligasi repayment periods. Under Social Bond financing, nearly half
Sosial, hampir setengah dari total KPR memiliki tenor 15 tahun, of the mortgages have a 15-year tenor, while about one-third
sementara sekitar sepertiga lainnya memiliki tenor 20 tahun. have a 20-year tenor. A similar pattern is observed under
Pola yang serupa juga terlihat pada pembiayaan melalui Sukuk Social Sukuk financing, where most loans also fall within the
Sosial, di mana sebagian besar kredit juga berada pada tenor 15 15 to 20 year tenor range. This longer tenor structure provides
hingga 20 tahun. Struktur tenor yang panjang ini memberikan households with greater flexibility in managing their mortgage
fleksibilitas bagi rumah tangga dalam mengelola pembayaran payments over an extended period.
cicilan dalam jangka waktu yang lebih panjang.
Tenor kredit yang lebih panjang berperan penting dalam Longer loan tenors play an important role in maintaining the
menjaga keterjangkauan pembiayaan perumahan bagi affordability of housing finance for low- to middle-income
masyarakat berpenghasilan rendah hingga menengah. Dengan households. By spreading repayments over a longer time
jangka waktu pembayaran yang lebih panjang, besaran horizon, the monthly installment amount can be reduced,
angsuran bulanan dapat ditekan sehingga lebih sesuai dengan making it more aligned with the financial capacity of households.
kemampuan keuangan rumah tangga. Skema ini membantu This scheme helps ease the financial burden for families who
mengurangi tekanan finansial bagi keluarga yang baru memulai are beginning their journey toward homeownership.
kepemilikan rumah.
Data menunjukkan bahwa rata-rata angsuran bulanan KPR The data shows that the average monthly mortgage
berada pada kisaran sekitar Rp1,2 juta hingga Rp1,3 juta per installment is around IDR 1.2 million to IDR 1.3 million per
bulan, baik pada pembiayaan melalui Obligasi Sosial maupun month, both for financing through Social Bonds and Social
Sukuk Sosial. Besaran angsuran ini relatif stabil di berbagai Sukuk. This installment level remains relatively consistent across
kelompok pendapatan penerima manfaat. Dengan tingkat different income groups among beneficiaries. With monthly
angsuran yang relatif terjangkau, program FLPP memberikan payments at a relatively affordable level, the FLPP program
ruang bagi rumah tangga untuk tetap memenuhi kebutuhan allows households to continue meeting other consumption
konsumsi lainnya tanpa mengganggu stabilitas keuangan needs without disrupting overall household financial stability.
keluarga.
Jika dilihat berdasarkan kelompok pendapatan, rasio angsuran When examined by income group, the ratio of mortgage
terhadap gaji memang menunjukkan variasi. Pada kelompok installments to salary varies. For households with very low
dengan pendapatan sangat rendah, yaitu sekitar Rp1 juta hingga income, around IDR 1 million to less than IDR 2 million per
kurang dari Rp2 juta per bulan, rasio tersebut dapat mencapai month, the ratio can reach around 70 percent, while for higher
sekitar 70 persen, sementara pada kelompok pendapatan income groups the ratio tends to be lower. This variation reflects
24 yang lebih tinggi rasionya cenderung lebih rendah. Variasi differences in the income levels of beneficiaries, while also
ini mencerminkan perbedaan tingkat pendapatan penerima indicating that the program reaches households with more
manfaat, namun pada saat yang sama menunjukkan bahwa limited economic capacity.
program ini juga menjangkau kelompok masyarakat dengan
kemampuan ekonomi yang lebih terbatas.
Secara keseluruhan, kombinasi antara tenor kredit yang panjang Overall, the combination of long loan tenors and relatively
dan besaran cicilan yang relatif terjangkau menunjukkan bahwa affordable monthly installments shows that the FLPP program
program FLPP berperan penting dalam membantu masyarakat plays an important role in helping households achieve
memiliki rumah dengan beban pembayaran yang lebih ringan. homeownership with a lighter financial burden. Through
Dengan struktur pembiayaan yang dirancang untuk menjaga a financing structure designed to maintain affordability, the
keterjangkauan, program ini tidak hanya memperluas akses program not only expands access to homeownership for low-
kepemilikan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah and middle-income households but also helps families manage
hingga menengah, tetapi juga membantu keluarga mengelola their household finances more sustainably over the long term.
keuangan rumah tangga secara lebih stabil dalam jangka panjang.
Page 25
KETERJANGKAUAN DAN AKSESIBILITAS
Affordability and Accessibility
Tabel X. Distribusi Harga Rumah
Table X. Distribution of Housing Prices
Obligasi Sosial Sukuk Sosial
Social Bond Social Sukuk
Jumlah Unit Persentase (%) Jumlah Unit Persentase (%)
Rentang Harga (Juta Rupiah)
Number of Units Percentage (%) Number of Units Percentage (%)
100–<125 juta 7 0.01 - -
125–<150 juta 318 0.42 47 0.32
150–<160 juta 2,759 3.6 601 4.1
160–<170 juta 45,522 59.5 10,167 68.8
170–<180 juta 9,085 11.9 2,173 14.7
180–<190 juta 18,484 24.2 1,787 12.1
=> 190 juta 278 0.37 - -
Distribusi harga rumah menunjukkan bahwa sebagian besar The distribution of housing prices shows that most houses
rumah yang dibiayai melalui program FLPP berada pada financed through the FLPP program fall within the mid-range
segmen harga menengah dalam kategori rumah terjangkau. price segment of affordable housing. Under Social Bond
Pada pembiayaan melalui Obligasi Sosial, hampir 60 persen financing, nearly 60 percent of the units are priced between
unit rumah berada pada rentang harga Rp160 juta hingga IDR 160 million and IDR 170 million, making this the largest
Rp170 juta, sehingga menjadi kelompok harga yang paling price category. A similar pattern is observed under Social
dominan. Pola yang serupa juga terlihat pada pembiayaan Sukuk financing, where close to 70 percent of the units are also
melalui Sukuk Sosial, di mana hampir 70 persen unit rumah concentrated within the IDR 160 million to IDR 170 million range.
juga berada pada rentang harga Rp160 juta hingga Rp170 juta. This indicates that the program largely finances houses within
Hal ini menunjukkan bahwa pembiayaan program ini sebagian a relatively consistent price range aligned with the affordability
besar terkonsentrasi pada kisaran harga rumah yang sesuai target of the program.
dengan target keterjangkauan program.
Selain kelompok harga utama tersebut, sebagian unit rumah In addition to this main price segment, a notable share of
juga berada pada rentang harga Rp170 juta hingga Rp190 juta. houses is also found in the IDR 170 million to IDR 190 million
Pada pembiayaan melalui Obligasi Sosial, sekitar seperempat range. Under Social Bond financing, around one quarter of
unit rumah berada pada rentang Rp180 juta hingga Rp190 juta, the units are priced between IDR 180 million and IDR 190
sementara sekitar 12 persen berada pada kisaran Rp170 juta million, while approximately 12 percent fall within the IDR 170
hingga Rp180 juta. Pada pembiayaan melalui Sukuk Sosial, million to IDR 180 million range. Under Social Sukuk financing,
sekitar 15 persen unit berada pada rentang Rp170 juta hingga about 15 percent of units are in the IDR 170 million to IDR 180
Rp180 juta, dan sekitar 12 persen berada pada kisaran Rp180 million category, and roughly 12 percent are priced between
juta hingga Rp190 juta. Secara keseluruhan, distribusi ini IDR 180 million and IDR 190 million. Overall, the distribution 25
menunjukkan bahwa mayoritas rumah yang dibiayai tetap suggests that the majority of housing financed through the
berada dalam rentang harga yang dirancang untuk mendukung program remains concentrated within the price range intended
penyediaan perumahan yang terjangkau bagi masyarakat for affordable housing targeted at low- to middle-income
berpenghasilan rendah hingga menengah. households.
Page 26
Tabel X. Distribusi Rumah Berdasarkan Luas Bangunan
Table X. Distribution of Housing Units by Building Area
Obligasi Sosial Sukuk Sosial
Social Bond Social Sukuk
Kategori Jumlah Unit Percentage (%) Jumlah Unit Percentage (%)
Category Number of Units Percentage (%) Number of Units Percentage (%)
Hingga 24 m² 1,696 2.2 178 1.2
Up to 24 m²
25–27 m² 5,710 7.5 1,114 7.6
28–30 m² 29,369 38.4 5,219 35.3
31–33 m² 2,123 2.8 418 2.8
34–36 m² 37,555 49.1 7,846 53.1
Total 76,453 100.00 14,775
Distribusi rumah berdasarkan luas bangunan menunjukkan The distribution of housing units by building area shows that
bahwa sebagian besar unit yang dibiayai melalui program most houses financed under the FLPP program fall within
FLPP berada pada ukuran yang relatif standar untuk rumah the standard size range for affordable housing. Under Social
terjangkau. Pada pembiayaan melalui Obligasi Sosial, hampir Bond financing, nearly half of the units have a building area of
setengah unit rumah memiliki luas bangunan 34–36 meter 34–36 square meters, while about 38 percent fall within the
persegi, sementara sekitar 38 persen berada pada kisaran 28–30 square meter range. A similar pattern is observed under
28–30 meter persegi. Pola yang serupa juga terlihat pada Social Sukuk financing, where more than half of the units have
pembiayaan melalui Sukuk Sosial, di mana lebih dari setengah a building area of 34–36 square meters, followed by around
unit rumah memiliki luas 34–36 meter persegi, diikuti oleh 35 percent within the 28–30 square meter category.
sekitar 35 persen pada kisaran 28–30 meter persegi.
Sebaliknya, proporsi rumah dengan ukuran bangunan yang lebih In contrast, the share of houses with smaller building sizes
kecil relatif terbatas. Unit dengan luas hingga 24 meter persegi remains relatively limited. Units with building areas up to 24
maupun 25–27 meter persegi hanya mencakup sebagian kecil square meters and 25–27 square meters account for only a
dari total unit yang dibiayai. Secara keseluruhan, distribusi ini small portion of the total units financed. Overall, the distribution
menunjukkan bahwa program FLPP sebagian besar mendukung indicates that the FLPP program mainly supports housing units
pembangunan rumah dengan ukuran sekitar 28 hingga 36 meter with building areas of around 28 to 36 square meters, which is a
persegi, yang merupakan ukuran umum bagi rumah sederhana common size for basic affordable housing designed to maintain
dan dirancang untuk tetap menjaga keterjangkauan harga bagi price accessibility for low- to middle-income households.
masyarakat berpenghasilan rendah hingga menengah.
26
Page 27
AKUMULASI DAMPAK
Impact Accumulation
Tabel X. Ringkasan Akumulasi Dampak
Table X. Summary of Impact Accumulation
Instrumen Jumlah Penerbitan Alokasi Penerima Manfaat
Instrument Issuance Amount Benefits Allocation
Obligasi Sosial, 18 Desember Rp 500.000.000 22.204 unit rumah di 19 provinsi. 34,5% penerima manfaat adalah perempuan. Rata-
2023 IDR 500,000,000 rata pendapatan penerima Rp 4,0 juta per bulan. Mayoritas mencicil selama 15 tahun
Social Bond, 18 December (56,8%) atau 20 tahun (20,0%).
2023 22,204 housing units across 19 provinces. 34.5% of beneficiaries are women. The
average beneficiary income is IDR 4.0 million per month. Most mortgages have tenures
of 15 years (56.8%) or 20 years (20.0%).
Sukuk Sosial, 18 Desember Rp 200.000.000 13.891 unit rumah di 23 provinsi. 34,0% penerima manfaat adalah perempuan. Rata-rata
2023 IDR 200,000,000 pendapatan penerima Rp 3,1 juta per bulan. Mayoritas mencicil selama 15 tahun (53,4%)
Social Sukuk, 18 December atau 20 tahun (23,0%).
2023 13,891 housing units across 23 provinces. 34.0% of beneficiaries are women. The
average beneficiary income is IDR 3.1 million per month. Most mortgages have tenures
of 15 years (53.4%) or 20 years (23.0%).
Obligasi Sosial, 27 Maret Rp 1.500.000.000.000 223.137 rumah di 36 provinsi. Sebanyak 32.1% penerima manfaat adalah perempuan.
2024 IDR 1,500,000,000,000 Rata-rata memiliki pendapatan Rp 4,6 juta per bulan (64.2%). Sebagian besar
Social Bond, 27 March 2024 mengangsur selama 15 tahun (48.5%) atau 20 tahun (39.3%).
223,137 housing units across 36 provinces. 32.1% of beneficiaries are women. The
Obligasi Sosial, 26 Juni 2024 Rp 2.000.000.000.000 average beneficiary income is IDR 4.6 million per month (64.2%). Mortgage tenures are
Social Bond, 26 June 2024 IDR 2,000,000,000,000 mainly 15 years (48.5%) or 20 years (39.3%).
Obligasi Sosial, 26 November Rp 1.200.000.000.000
2024 IDR 1,200,000,000,000
Social Bond, 26 November
2024
Obligasi Sosial, 8 Juli 2025 Rp 1.650.000.000.000 76.453 unit rumah di 36 provinsi. Sebanyak 34.7% penerima manfaat adalah
Social Bond, 8 July 2025 IDR 1,650,000,000,000 perempuan. Rata-rata pendapatan penerima Rp 4,9 juta per bulan. Mayoritas mencicil
selama 15 tahun (49.8%) atau 20 tahun (33.9%).
76,453 housing units across 36 provinces. 34.7% of beneficiaries are women. The
average beneficiary income is IDR 4.9 million per month. Most mortgages have tenures
of 15 years (49.8%) or 20 years (33.9%).
Sukuk Sosial, 8 Juli 2025 Rp 250.000.000.000 14.775 unit rumah di 34 provinsi. Sebanyak 35.5% penerima manfaat adalah
Social Sukuk, 8 July 2025 IDR 250,000,000,000 perempuan. Rata-rata pendapatan penerima Rp 5 juta per bulan. Mayoritas mencicil
selama 15 tahun (44.9%) atau 20 tahun (35.3%).
14,775 housing units across 34 provinces. 35.5% of beneficiaries are women. The
average beneficiary income is IDR 5 million per month. Most mortgages have tenures of
15 years (44.9%) or 20 years (35.3%).
Secara akumulatif, penerbitan Obligasi Sosial dan Sukuk Sosial Cumulatively, the issuance of Social Bonds and Social Sukuk
telah mendukung penyediaan perumahan bagi masyarakat has supported the provision of housing for lower- and middle-
berpenghasilan menengah ke bawah di berbagai wilayah income households across Indonesia. As of 2025, more than
Indonesia. Hingga tahun 2025, lebih dari 350 ribu unit rumah 350 thousand housing units have been supported through
telah didukung melalui kedua instrumen tersebut yang tersebar these instruments, distributed across various provinces. The
di berbagai provinsi. Program ini juga menunjukkan dimensi programme also demonstrates a meaningful gender inclusion 27
inklusi gender yang cukup kuat, dengan sekitar sepertiga dimension, with around one-third of beneficiaries being women.
penerima manfaat merupakan perempuan.
Dari sisi profil ekonomi, rata-rata pendapatan penerima manfaat From an economic perspective, the average income of
berada pada kisaran Rp 3–5 juta per bulan, yang menunjukkan beneficiaries ranges between IDR 3–5 million per month,
bahwa program ini menjangkau kelompok rumah tangga indicating that the programme primarily reaches lower-
berpendapatan menengah ke bawah. Mayoritas penerima and middle-income households. Most beneficiaries choose
manfaat memilih skema pembiayaan dengan tenor 15 tahun mortgage tenures of 15 or 20 years, reflecting the typical
atau 20 tahun, yang mencerminkan pola pembiayaan jangka financing structure of subsidized housing programmes. Overall,
menengah yang umum pada program perumahan bersubsidi. these findings highlight the important role of social financing
Temuan ini menunjukkan bahwa instrumen pembiayaan sosial instruments in expanding access to more affordable home
berperan penting dalam memperluas akses kepemilikan rumah ownership across Indonesia.
yang lebih terjangkau bagi masyarakat di berbagai wilayah
Indonesia.
Page 28
GLOSARIUM
Glossary
EWS POJK
Sistem Peringatan Dini Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
Early Warning System Financial Services Authority Regulation
FLPP SDG
Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan
Facilities of Liquidity for Housing Financing Sustainable Development Goals (SDGs)
KPR SFWG
Kredit Kepemilikan Rumah Kelompok Kerja Pendanaan Berkelanjutan
Household Loan Credit Sustainability Funding Working Group
MBR SMF
Masyarakat Berpenghasilan Rendah
Sarana Multigriya Finansial
Low Income Household
PPN
Pajak Pertambahan Nilai
Value Added Tax
28
Page 29
29
Page 30
LAPORAN REVIEW AHLI SOSIAL
SOCIAL WORKER'S REVIEW REPORT
PT Dipa Consultan Utama selaku Ahli Sosial yang ditunjuk PT Dipa Consultan Utama, as the appointed Social Expert, has
telah melakukan penelaahan terhadap Social Bond and Sukuk conducted a review of the Social Bond and Sukuk Allocation
Allocation and Impact Report 2025 yang disusun oleh PT Sarana and Impact Report 2025 prepared by PT Sarana Multigriya
Multigriya Finansial (Persero), termasuk data pendukung Finansial (Persero), including supporting data related to
terkait penerbitan laporan tahun 2025. Sebagai Ahli Sosial, the 2025 issuance. As Social Experts, we possess relevant
kami memiliki kompetensi, pengalaman, serta sertifikasi yang competencies, experience, and certifications in socially-
relevan di bidang kegiatan berwawasan sosial sebagaimana oriented activities, as detailed in Appendix 1.
tercantum pada Lampiran 1.
Tanggungjawab Manajemen Management’s Responsibility
Manajemen bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian The management is responsible for the preparation and
Social Bond and Sukuk Allocation and Impact Report 2025 presentation of PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)’s
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) secara wajar, Social Bond and Sukuk Allocation and Impact Report 2025,
sesuai dengan ketentuan POJK No. 18 Tahun 2023 tentang in accordance with POJK No. 18 of 2023 concerning the
Penerbitan dan Persyaratan Efek Bersifat Utang dan/atau Sukuk Issuance and Requirements for Debt Securities and/or Sukuk
Berlandaskan Keberlanjutan. Selain itu, laporan ini juga mengacu Based on Sustainability. Furthermore, this report also refers to
pada sejumlah standar internasional terkait penerbitan Social several international standards related to Social Bond issuance,
Bond Report, antara lain ICMA Social Bond Principles (ICMA including the ICMA Social Bond Principles (ICMA SBP), the, the
SBP), ASEAN Social Bond Standards (ACMF), serta Social Loan ASEAN Social Bond Standards (ACMF), and the Social Loan
Principles yang diterbitkan oleh Loan Market Association, Loan Principles published by the Loan Market Association, the Loan
Syndications and Trading Association, dan Asia Pacific Loan Syndications and Trading Association, and the Asia Pacific
Market Association. Loan Market Association.
Tanggungjawab Ahli Sosial Social Expert’s Responsibility
Ahli Sosial bertanggung jawab untuk melakukan penelaahan The Social Expert is responsible for reviewing PT Sarana
atas Social Bond and Sukuk Allocation and Impact Report 2025 Multigriya Finansial (Persero)’s Social Bond and Sukuk Allocation
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) beserta dokumen and Impact Report 2025 and its supporting documents, in
pendukung lainnya, sesuai dengan ketentuan POJK No. 18 accordance with POJK No. 18 of 2023. The scope of this review
Tahun 2023. Lingkup review meliputi kesesuaian proses includes assessing the alignment of the project selection
pemilihan proyek Kegiatan Usaha Berwawasan Sosial (KUBS), process for Socially Oriented Business Activities (KUBS), the
penyaluran dana hasil penerbitan Social Bond ke proyek KUBS allocation of proceeds from the Social Bond issuance to the
terpilih, serta ketersediaan estimasi dampak sosial dari proyek- selected KUBS projects, and the availability of estimated social
proyek yang dibiayai. Dana hasil penerbitan telah dialokasikan impacts from the financed projects. The proceeds have been
dan dilaporkan dalam Social Bond and Sukuk Allocation allocated and reported in the 2025 report, with no changes to
and Impact Report 2025 tanpa terdapat perubahan proyek the financed projects. The review focuses specifically on the
pembiayaan. Penelaahan difokuskan pada dampak sosial yang social impacts presented in the report, based on data provided
tercantum dalam laporan tersebut, berdasarkan data yang by the recipients of funds from the 2025 issuance.
30 disediakan oleh penerima dana penerbitan Social Bond and
Sukuk Allocation and Impact Report 2025 PT Sarana Multigriya
Finansial (Persero).
Page 31
Analisis Penilaian Assessment Analysis
Proses penilaian dalam Social Bond and Sukuk Allocation and The assessment process in the Social Bond and Sukuk
Impact Report 2025 dilaksanakan melalui tahapan identifikasi Allocation and Impact Report 2025 was carried out by
aspek-aspek evaluasi yang secara substansial merujuk pada identifying evaluation aspects substantially referring to POJK
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 18 Tahun No. 18 of 2023. The methodological framework also draws
2023 tentang Penerbitan dan Persyaratan Efek Bersifat on international standards and guidelines, including the ICMA
Utang dan/atau Sukuk Berlandaskan Keberlanjutan. Selain itu, Social Bond Principles (ICMA SBP), the ASEAN Social Bond
acuan metodologis juga diperoleh dari standar dan pedoman Standards (ACMF), and the Social Loan Principles published
internasional, antara lain ICMA Social Bond Principles (ICMA by the Loan Market Association, the Loan Syndications
SBP), ASEAN Social Bond Standards (ACMF), serta Social Loan and Trading Association, and the Asia Pacific Loan Market
Principles yang diterbitkan oleh Loan Market Association, Loan Association. Based on this framework, the report was then
Syndications and Trading Association, dan Asia Pacific Loan analyzed across several important dimensions, including
Market Association. Berdasarkan kerangka tersebut, laporan Use of Proceeds, Evaluation and Selection, Management of
kemudian dianalisis dengan memperhatikan sejumlah dimensi Proceeds, Reporting, External Review, Tracking Proceeds,
penting, meliputi Use of Proceeds, Evaluation and Selection, Target Population Identification, and Expected Social Impact.
Management of Proceeds, Reporting, External Review, Tracking
Proceeds, Target Population Identification, serta Expected
Social Impact.
Untuk memberikan penilaian yang terukur dan objektif, To provide a measurable and objective assessment, a
digunakan sistem skoring dengan rentang nilai antara 1 hingga scoring system with a range of 1 to 4 was applied, based
4 yang disusun berdasarkan kombinasi kriteria kuantitatif dan on a combination of quantitative and qualitative criteria.
kualitatif. Selanjutnya, skor yang diperoleh dari masing-masing Subsequently, the scores obtained from each aspect were
aspek dihitung melalui mekanisme pembobotan persentase calculated using a percentage weighting mechanism to
guna menghasilkan nilai akhir yang lebih proporsional. generate a more proportional final score. Based on these
Berdasarkan hasil perhitungan, tingkat pencapaian kinerja calculations, the level of performance achievement was then
kemudian dikategorikan ke dalam empat klasifikasi, yaitu: classified into four categories: very poor, poor, good, and
sangat tidak baik, tidak baik, baik, dan sangat baik. Dengan excellent. Through this approach, the assessment process not
pendekatan ini, proses penilaian tidak hanya menekankan only emphasizes administrative compliance with applicable
pada kepatuhan administratif terhadap regulasi dan standar regulations and standards but also ensures the integration of
yang berlaku, tetapi juga memastikan adanya integrasi antara accountability, transparency, and the projection of expected
akuntabilitas, transparansi, serta proyeksi dampak sosial yang social impacts from the implementation of the Social Bond and
diharapkan dari implementasi Social Bond and Sukuk Allocation Sukuk Allocation and Impact Report 2025.
and Impact Report 2025.
Hasil Penilaian
Assessment Result
No. Aspek Penilaian Skor Bobot Skor Akhir
1. Use of Proceeds 2,9332 35% 1,03
2. Project Evaluation & Selection 3,8752 25% 0,97
3. Management of Proceeds 4,00 20% 0,80
4. Reporting 2,8 20% 0,56
Total Skor Akhir 3,36
Predikat A – Sangat Baik. 31
Pada aspek penggunaan dana, hasil reviu menunjukkan Regarding the use of proceeds, the review indicates that
bahwa 100% dana hasil penerbitan obligasi dan sukuk telah 100% of the funds raised from the issuance of social bonds
dialokasikan untuk mendukung pembiayaan perumahan sosial and sukuk have been allocated to support affordable social
yang terjangkau bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah housing financing for Low-Income Households (MBR). All
(MBR). Seluruh alokasi dana difokuskan pada program KPR fund allocations are focused on the KPR Sejahtera program,
yang didukung oleh Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan supported by the Housing Financing Liquidity Facility (FLPP).
(FLPP).
Page 32
Pada aspek evaluasi dan pemilihan proyek, SMF menerapkan In the aspect of project evaluation and selection, SMF employs
pendekatan portofolio melalui kolaborasi dengan BP Tapera a portfolio approach through collaboration with BP Tapera,
yang bertugas menyaring serta mengevaluasi bank pelaksana which is responsible for screening and evaluating executing
dan pengembang untuk memastikan kesesuaian dengan banks and developers to ensure compliance with program
kriteria program. Selain itu, SMF membentuk Sustainability criteria. Furthermore, SMF established a Sustainability Funding
Funding Working Group (SFWG) untuk mengawasi pemanfaatan Working Group (SFWG) to oversee the utilization of proceeds
dana agar tetap selaras dengan tujuan sosial.Pada aspek and ensure continued alignment with social objectives.
pengelolaan dana, proceeds dikelola melalui mekanisme Regarding management of proceeds, the funds are managed
internal Perseroan, di mana dana ditempatkan pada rekening through internal mechanisms under the responsibility of the
khusus di bank yang ditunjuk untuk menjamin transparansi. Company, where funds are held in dedicated accounts at
Komposisi alokasi tersebut tercermin pada penerbitan Obligasi designated banks to ensure transparency. This allocation
Sosial sebesar Rp1.650.000.000.000 dan Sukuk Sosial sebesar composition is reflected in the issuance of Social Bonds
Rp250.000.000.000 pada 8 Juli 2025. totaling IDR 1,650,000,000,000 and Social Sukuk totaling IDR
250,000,000,000 as of July 8, 2025.
Pada aspek pelaporan, SMF telah menyampaikan informasi In the aspect of reporting, SMF has provided comprehensive
komprehensif mengenai profil proyek, lokasi sebaran di information regarding project profiles, geographical distribution
berbagai provinsi, hingga profil demografi penerima manfaat across various provinces, and the demographic profiles of
kepada publik. Dari sisi dampak, pembiayaan melalui instrumen beneficiaries to the public. In terms of impacts perspective,
ini menghasilkan manfaat sosial yang terukur pada sektor financing through these instruments has generated measurable
perumahan terjangkau. Secara keseluruhan, program ini social benefits within the affordable housing sector. Overall, the
mendukung pembiayaan lebih dari 91 ribu unit rumah secara program supported the financing of over 91,000 housing units
nasional, yang terdiri dari 76.453 unit melalui Obligasi Sosial nationwide, consisting of 76,453 units through Social Bonds and
dan 14.775 unit melalui Sukuk Sosial. Program ini menunjukkan 14,775 units through Social Sukuk. The program demonstrates
fokus inklusi gender yang kuat dengan proporsi penerima a strong dimension of gender inclusion, with the proportion of
manfaat perempuan mencapai hampir 35% pada Obligasi female beneficiaries reaching nearly 34.7% for Social Bonds
Sosial dan lebih dari 35,5% pada Sukuk Sosial. Distribusi and 35.5% for Social Sukuk. The occupational distribution of
pekerjaan penerima manfaat didominasi oleh sektor swasta beneficiaries is dominated by the private sector (81.1% for
(81,1% pada Obligasi; 79,2% pada Sukuk) dan wirausaha (13,1% Bonds; 79.2% for Sukuk) and entrepreneurs (13.1% for Bonds;
pada Obligasi; 15% pada Sukuk). Secara umum, instrumen ini 15% for Sukuk). In general, these instruments contribute directly
berkontribusi langsung terhadap pencapaian SDG 10 dan SDG to the achievement of SDG 10 and SDG 11, while providing
11 serta memberikan dampak tidak langsung pada SDG 1, 3, indirect impacts on SDGs 1, 3, 5, 6, 8, and 16.
5, 6, 8, dan 16.
Semarang, April 2026
Mewakili PT Dipa Consultan Utama,
On Behalf of PT Dipa Consultan Utama
32
Prof. Bulan Prabawani, S.Sos.,M.M., Ph.D Fendy. E. Wahyudi, S.I.P., M.Hub.Int
Page 33
LAMPIRAN 1A : PROFIL AHLI SOSIAL 1 APPENDIX 1A: PROFILE OF
SOCIAL EXPERT 1
Prof. Bulan Prabawani, S.Sos., M.M., Ph.D.
IDENTITAS DIRI
No. Nama Lengkap Prof. Bulan Prabawani, S.Sos, MM, PhD
1. Jenis Kelamin Perempuan
2. Tempat, Tanggal Lahir Banjarnegara, 18 Nopember 1976
3. Pangkat/ Golongan IV/C - Pembina Utama Muda
4. Jabatan Fungsional Guru Besar
5. NIP 197611182003122005
6. NIDN 0015117605
7. Unit Kerja FISIP Undip
8. Email bulan@live.undip.ac.id
9. Alamat Kantor Jalan dr. Antonius Suroyo, Kampus UNDIP Tembalang Kota Semarang 50275
10. Nomor Telepon/Faks 024 - 7465407
RIWAYAT PENDIDIKAN
No. Tahun Jenjang Institusi Jurusan
1. 1995 - 2000 Sarjana Universitas Diponegoro Administrasi Bisnis
2. 2001 - 2003 Magister Universitas Diponegoro Manajemen
3. 2010 – 2013 Doktor Edith Cowan University Bisnis
PENGALAMAN KONSULTAN
` No. Tahun Judul Penelitian Sumber Dana
1. 2026 Penyusunan Reviu Laporan Obligasi dan Sukuk Berwawasan Sosial dan -
Lingkungan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk
2. 2025 Penyusunan Reviu Laporan Obligasi dan Sukuk Berwawasan Sosial PT Sarana -
Multigriya Finansial (Persero)
3. 2024 Analisis Tarif Carbon Tax di Indonesia – Ketua Hibah Kompetisi FISIP Undip
4. 2022 Analisis investasi berbasis SROI: Outcome Program CSR Perusahaan Proper DRPM DIKTI
Kandidat Emas – Ketua
5. 2022 Design of Agroforestry Development and Industry-based Agriculture in RPI PNBP Undip
Farmers Community Assisted by the Central Java Forest Management Region
VIII tahun 3 – Ketua
6. 2022 Analisis Inovasi Sosial Perusahaan Proper Emas 2021: PT Petrokimia Gresik dan DIPA FISIP
PT Bukit Asam Peltar, Bandar Lampung - Anggota 33
7. 2021 Studi Business Resilience dan Digital Business Transformation Usaha Kecil PPKI DRPM DIKTI
dalam Perspektif IT Literacy dan Government Support - Mitra
8. 2021 Design of Agroforestry Development and Industry-based Agriculture in RPI PNBP Undip
Farmers Community Assisted by the Central Java Forest Management Region
VIII tahun 2 – Ketua
9. 2021 Business Sustainability Meter: Pengembangan Parameter - Ketua DIPA FISIP
10. 2021 Model Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus di Bangka Tengah Wilayah DRPM DIKTI
Tanjung Gunung dan Sungailiat tahun 3 - Anggota
11. 2020 Model Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus di Bangka Tengah Wilayah DRPM DIKTI
Tanjung Gunung dan Sungailiat tahun 2 - Anggota
12. 2020 Education for Sustainable Development pada Sekolah Menengah Pertama dan DRPM DIKTI
Sekolah Menengah Atas tahun 2 - Ketua
Page 34
LAMPIRAN 1B : PROFIL AHLI SOSIAL 2 APPENDIX 1B: PROFILE OF
SOCIAL EXPERT 2
Fendy Eko Wahyudi, S.I.P., M.Hub.Int.
IDENTITAS DIRI
No. Nama Lengkap Prof. Bulan Prabawani, S.Sos, MM, PhD
1. Jenis Kelamin Laki-laki
2. Unit Kerja FISIP Undip
3. Email f.e.wahyudi@gmail.com
RIWAYAT PENDIDIKAN
No. Jenjang Institusi Jurusan
1. Sarjana Universitas Airlangga Hubungan Internasional
2. Magister Universitas Airlangga Hubungan Internasional
C. RIWAYAT KONSULTAN
` No. Tahun Kegiatan/Aktivitas
1. 2026 Penyusunan Reviu Laporan Obligasi dan Sukuk Berwawasan Sosial dan Lingkungan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk
2. 2025 Penyusunan Reviu Laporan Obligasi dan Sukuk Berwawasan Sosial PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)
3. 2025 Kajian Penyusunan Tema International Congress of Supreme Audit Institutions (INCOSAI) ke-26 tahun 2028 – Badan
Pemeriksa Keuangan (BPK)
4. 2024 Penyusunan Kajian Kolaboratif Skema Penjaminan Atas Pembiayaan Sektor Perumahan di PT Sarana Multigriya
Finansial (Persero)
5, 2024 Pendampingan CSR/TJSL PT Jateng Petro Energi
6. 2024 Pendampingan PROPER KLHK, Pemetaan Sosial, PT Kilang Pertamina Internasional RU VI Balongan
7. 2024 Pendampingan PROPER KLHK, IKM, PT Semen Indonesia (Persero) Pabrik Tuban
8. 2024 Pendampingan PROPER KLHK, Pemetaan Sosial, IKM, Stakeholder engagement PT Semen Tonasa
9. 2024 Pendampingan PROPER KLHK, Pemetaan Sosial, IKM, PT Pertamina Lubricants Production Unit Cilacap
10. 2024 Pendampingan PROPER KLHK, Stakeholder engagement, Inovasi Sosial PT Pertamina Lubricants Production Unit
Gresik
11. 2023-2024 Pendampingan PROPER KLHK, Pemetaan Sosial, SROI, Inovasi Sosial, Stakholder Engagement, Peraih PROPER Emas,
PLTA PT Inalum
12. 2023-2024 Pendampingan PROPER KLHK, IKM, Pemetaan Sosial, PT Pertamina Lubricants Production Unit Jakarta
13. 2021-2024 Pendampingan PROPER KLHK, Pemetaan Sosial, SROI, IKM, Peraih PROPER Emas, PT Pertamina Patra Niaga FT
Boyolali
14. 2022 Pendampingan PROPER KLHK, Pemetaan Sosial, SROI, PROPER Hijau, PT Pertamina Lubricants, Production Unit
Gresik.
34
15. 2022 Penyusunan Dokumen Inovasi Sosial, PROPER KLHK, PT Petro Kimia Gresik.
16. 2020-2022 Pendampingan PROPER KLHK, Pemetaan Sosial Peraih PROPER Emas, PT Pertamina Patra Niaga DPPU Hasanuddin.
17. 2021-2022. Pendampingan PROPER KLHK, SROI, PROPER Hijau, PT Pertamina Patra Niaga DPPU Ahmad Yani
18. 2018-2022 Pendampingan PROPER KLHK Pemetaan Sosial, SROI, PROPER Hijau, PT Pertamina Lubricants, Production Unit
Cilacap.
19. 2019-2021 Penyusunan Social Return on Investment Enduro Student Program (ESP) PT Pertamina Lubricants, SR III, IV, V and VI
20. 2021 Pendampingan PROPER KLHK, SROI, PROPER Emas, PT Pertamina Patra Niaga IT Semarang.
21. 2021 Pendampingan PROPER KLHK, Stakeholder Engagement, PROPER Hijau, PT Pertamina Patra Niaga IT Balongan.
Page 35
35
Page 36
2025
36
Kantor Pusat:
Jl. Panglima Polim I No 1 Melawai
Kebayoran Baru
Jakarta 12160
Telepon : 021 - 2700400
Faksimili : 021 – 2701400
E-mail : corsec@smf-indonesia.co.id
Names mentioned 45 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
Kementerian Keuangan
p.6
unresolved
org
Ministry of Finance
p.6 ×2
unresolved
org
Kementerian Keuangan. Feasibility
p.8
unresolved
org
Financial Services Authority
p.11 ×3
unresolved
org
Minister of Public Works and Housing
p.12
unresolved
org
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
p.12
unresolved
org
PT Dipa Consultan Utama
p.30 ×4
unresolved
org
PT Sarana
p.30 ×3
unresolved
person
Prof. Bulan Prabawani
p.32 ×8
unresolved
—
Kelamin
p.33 ×2
unresolved
—
Tempat, Tanggal Lahir
p.33
unresolved
—
Pangkat/ Golongan
p.33
unresolved
—
Fungsional
p.33
unresolved
—
NIP
p.33
unresolved
—
NIDN
p.33
unresolved
person
dr. Antonius Suroyo
p.33
unresolved
—
Telepon/Faks
p.33
unresolved
person
Hibah Kompetisi FISIP Undip
· Ketua
p.33
unresolved
org
PT Petrokimia Gresik
p.33
unresolved
org
PT Bukit Asam Peltar
p.33
unresolved
person
DIPA FISIP
· Ketua
p.33
unresolved
org
Pemeriksa Keuangan
p.34
unresolved
org
PT Jateng Petro Energi
p.34
unresolved
org
PT Kilang Pertamina Internasional RU VI Balongan
p.34
unresolved
org
PT Semen Tonasa
p.34
unresolved
org
PT Pertamina Lubricants Production Unit Cilacap
p.34
unresolved
org
PT Pertamina Lubricants Production Unit Gresik
p.34
unresolved
org
PT Inalum
p.34
unresolved
org
PT Pertamina Lubricants Production
p.34
unresolved
org
PT Pertamina Patra Niaga FT Boyolali
p.34
unresolved
org
PT Pertamina Lubricants
p.34 ×3
unresolved
org
PT Petro Kimia Gresik.
p.34
unresolved
org
PT Pertamina Patra Niaga DPPU Hasanuddin.
p.34
unresolved
org
PT Pertamina Patra Niaga DPPU Ahmad Yani
p.34
unresolved
org
PT Pertamina Patra Niaga IT Semarang.
p.34
unresolved
org
PT Pertamina Patra Niaga IT Balongan.
p.34
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.