Skip to content
Back to announcement

LapKeu Konsol GWSA Maret 2026.pdf

Financial statement Text extracted GWSA

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 63

Page 1
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk
DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN DAN INFORMASI TAMBAHAN

UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 MARET 2026 (TIDAK DIAUDIT)
DAN 31 DESEMBER 2025 (DIAUDIT)
Page 2
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk
DAN ENTITAS ANAK
DAFTAR ISI


                                                                                             Halaman



SURAT PERNYATAAN DIREKSI                                                                          2



Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian                                                             3

Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian                                 5

Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian                                                           6

Laporan Arus Kas Konsolidasian                                                                    7

Catatan Atas Laporan Keuangan Konsolidasian                                                       8



INFORMASI TAMBAHAN

Daftar I     : Informasi Laporan Posisi Keuangan Entitas Induk                                   58

Daftar II    : Informasi Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Entitas Induk       60

Daftar III   : Informasi Laporan Perubahan Ekuitas Entitas Induk                                 61

Daftar IV    : Informasi Laporan Arus Kas Entitas Induk                                          62
Page 3

          
Page 4
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)

                                                                        31 Maret 2026       31 Desember 2025
                                                           Catatan      (Tidak Diaudit)         (Diaudit)
                                                                              Rp                   Rp
ASET

ASET LANCAR
Kas dan setara kas                                              5         135.749.290.516      168.700.864.525
Piutang usaha - pihak ketiga                                    6             132.470.938          558.377.954
Piutang lain-lain - pihak ketiga                                            1.003.802.957        1.411.360.011
Persediaan                                                      7       1.467.048.938.543    1.463.517.388.546
Pajak dibayar di muka                                          14a         87.278.753.954       86.738.854.927
Biaya dibayar di muka dan uang muka                                        21.894.950.545        6.467.910.182

Jumlah Aset Lancar                                                      1.713.108.207.453    1.727.394.756.145

ASET TIDAK LANCAR
Bagian tidak lancar
   Piutang lain-lain - pihak ketiga                                        2.948.638.168         2.948.638.168
Persediaan                                                      7        294.055.049.942       294.055.049.942
Uang muka investasi saham                                      31a         2.500.000.000         2.500.000.000
Investasi pada entitas anak
   dan entitas asosiasi                                         8       3.295.164.602.644    3.272.044.300.158
Properti investasi - nilai wajar                                9       2.228.440.943.089    2.225.893.817.000
Aset tetap - neto                                              10         143.431.112.651      147.138.342.534
Aset pajak tangguhan                                           14c            104.165.929          104.165.929
Aset lainnya                                                    11          1.833.582.975        4.884.287.357

Jumlah Aset Tidak Lancar                                                5.968.478.095.398    5.949.568.601.088

JUMLAH ASET                                                             7.681.586.302.851    7.676.963.357.233



Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan
   bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian.




                                                         -3-
Page 5
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) (Lanjutan)

                                                                          31 Maret 2026       31 Desember 2025
                                                             Catatan      (Tidak Diaudit)         (Diaudit)
                                                                                Rp                   Rp
LIABILITAS DAN EKUITAS

LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha - pihak ketiga                                     12           14.988.417.348        13.597.850.040
Utang lain-lain - pihak ketiga                                 13            3.215.477.449         5.032.036.116
Utang pajak                                                    14b           2.930.758.580         1.286.094.568
Biaya masih harus dibayar                                       15          11.824.623.648        13.553.515.342
Uang jaminan penyewa                                            16             322.558.349           649.282.901
Uang muka penjualan                                             17           1.921.972.970         1.581.039.860
Pendapatan diterima di muka -
  bagian yang direalisasi dalam satu tahun                     17            3.534.347.365         5.214.155.508
Utang bank jangka panjang - yang
  jatuh tempo dalam waktu satu tahun                           18           28.116.444.460        53.172.444.460

Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                             66.854.600.169        94.086.418.795

LIABILITAS JANGKA PANJANG
Uang jaminan penyewa                                           16            2.980.595.078         2.921.413.470
Uang muka penjualan                                            17          139.888.981.304       139.606.788.332
Pendapatan diterima di muka - setelah
   dikurangi yang direalisasi
   dalam waktu satu tahun                                      17            1.301.483.195         1.634.050.527
Utang bank jangka panjang - setelah
   dikurangi bagian yang jatuh tempo
   dalam waktu satu tahun                                      18            5.679.461.805         8.679.461.805
Utang pihak berelasi                                       29b,29c,29d     135.987.582.200       135.527.582.200
Liabilitas imbalan pascakerja                                  19           12.922.470.935        12.071.761.998

Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                           298.760.574.517       300.441.058.332

Jumlah Liabilitas                                                          365.615.174.686       394.527.477.127

EKUITAS
Modal saham - nilai nominal Rp 100 per saham
  Modal dasar - 23.000.000.000 saham
  Modal ditempatkan dan disetor penuh -
     7.800.760.000 saham                                       20          780.076.000.000       780.076.000.000
Tambahan modal disetor                                                     222.442.743.783       222.442.743.783
Selisih transaksi perubahan ekuitas
  entitas asosiasi                                                             411.856.000           411.856.000
Penghasilan komprehensif lain                                                4.966.860.299         5.371.577.608
Saldo laba
  Ditentukan penggunaannya                                     21            65.000.000.000       65.000.000.000
  Tidak ditentukan penggunaannya                                          6.180.511.664.408    6.146.127.549.733

Ekuitas yang dapat diatribusikan
  kepada pemilik entitas induk                                            7.253.409.124.490    7.219.429.727.124

KEPENTINGAN NONPENGENDALI                                      22           62.562.003.675        63.006.152.982
Jumlah Ekuitas                                                            7.315.971.128.165    7.282.435.880.106
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                             7.681.586.302.851    7.676.963.357.233

Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan
   bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian.




                                                       -4-
Page 6
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 2025 (Diaudit)

                                                                        31 Maret 2026          31 Maret 2025
                                                           Catatan      (Tidak Diaudit)        (Tidak Diaudit)
                                                                              Rp                     Rp

 PENDAPATAN USAHA                                             23             12.228.732.206      15.347.380.803

BEBAN POKOK PENJUALAN DAN
 BEBAN LANGSUNG                                               24             (5.657.491.851)      (5.884.852.652)

LABA BRUTO                                                                    6.571.240.355        9.462.528.151

Beban penjualan                                                25            (695.661.787)          (634.319.434)
Beban umum dan administrasi                                  26,31d       (23.617.942.942)       (28.755.901.857)
Beban pajak final                                             14d            (220.756.662)          (706.960.504)
Bagian laba bersih entitas asosiasi                                        50.527.038.401         46.863.533.669
Pendapatan bunga                                                            1.946.506.730          5.076.132.500
Beban keuangan                                                             (1.187.496.330)        (3.598.914.306)
Kerugian dalam penjualan properti investasi                   9                         -         (2.091.252.252)
Keuntungan kurs mata uang asing - bersih                      27              169.930.942            338.534.991
Keuntungan dan kerugian lain-lain - bersih                                    448.786.328           (247.759.866)


LABA SEBELUM PAJAK                                                           33.941.645.035      25.705.621.092

BEBAN PAJAK PENGHASILAN                                       14d                         -                      -

LABA PERIODE BERJALAN                                                        33.941.645.035      25.705.621.092

PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
Pos-pos yang tidak akan direklasifikasi
  ke laba (rugi):
  Pengukuran kembali liabilitas
       imbalan pasti                                                           (399.661.061)        327.886.075
  Bagian penghasilan (kerugian)
      komprehensif lain atas entitas asosiasi                  8                 (6.735.915)           1.270.114

JUMLAH LABA RUGI KOMPREHENSIF
  PERIODE BERJALAN                                                           33.535.248.059      26.034.777.281

LABA PERIODE BERJALAN YANG
  DAPAT DIATRIBUSIKAN KEPADA:
  Pemilik Entitas Induk                                                      34.384.114.675      24.926.954.837
  Kepentingan Nonpengendali                                   22               (442.469.640)        778.666.255

Jumlah                                                                       33.941.645.035      25.705.621.092

JUMLAH LABA KOMPREHENSIF PERIODE
  BERJALAN YANG DIATRIBUSIKAN KEPADA:
  Pemilik Entitas Induk                                                      33.979.397.366      25.215.567.433
  Kepentingan Nonpengendali                                                    (444.149.307)        819.209.848

Jumlah                                                                       33.535.248.059      26.034.777.281

LABA PER SAHAM DASAR                                          28                       4,41                  3,20


Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan
   bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian.




                                                       -5-
Page 7
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 2025 (Diaudit)

                                                                                                                        Penghasilan komprehensif lain                                                                 Ekuitas yang
                                                                                       Selisih transaksi        Bagian penghasilan          Pengukuran kembali                    Saldo laba                       dapat diatribusikan
                                                                   Tambahan           perubahan ekuitas           komprehensif lain        atas program imbalan     Ditentukan             Tidak ditentukan          kepada pemilik        Kepentingan           Jumlah
                                           Modal saham            modal disetor        entitas asosiasi        atas entitas asosiasi               pasti                                                              entitas induk        nonpengendali         ekuitas
                                                                                                                                                                  penggunaannya            penggunaannya
                                                Rp                     Rp                     Rp                         Rp                        Rp                  Rp                       Rp                         Rp                   Rp                 Rp


 Saldo per 1 Januari 2025                   780.076.000.000        222.442.743.783           411.856.000              (2.002.056.438)            8.942.883.544      60.000.000.000             6.029.976.009.509     7.099.847.436.398       61.455.608.781    7.161.303.045.179
 Laba periode berjalan                                      -                     -                        -                           -                      -                    -             24.926.954.837         24.926.954.837          778.666.255      25.705.621.092
 Penghasilan (Rugi)
   komprehensif lain                                        -                     -                        -                1.270.114              287.342.482                     -                           -           288.612.596           40.543.593         329.156.189


 Saldo per 31 Maret 2025                    780.076.000.000        222.442.743.783           411.856.000              (2.000.786.324)            9.230.226.026      60.000.000.000             6.054.902.964.346     7.125.063.003.831       62.274.818.629    7.187.337.822.460


 Saldo per 31 Desember 2025                 780.076.000.000        222.442.743.783           411.856.000              (2.171.323.853)            7.542.901.461      65.000.000.000             6.146.127.549.733     7.219.429.727.124       63.006.152.982    7.282.435.880.106
 Laba periode berjalan                                    -                      -                     -                           -                         -                   -                34.384.114.675        34.384.114.675         (442.469.640)      33.941.645.035
 Penghasilan (Rugi)
   komprehensif lain                                        -                     -                        -               (6.735.915)            (397.981.394)                    -                           -           (404.717.309)         (1.679.667)       (406.396.976)


 Saldo per 31 Maret 2026                    780.076.000.000        222.442.743.783           411.856.000              (2.178.059.768)            7.144.920.067      65.000.000.000             6.180.511.664.408     7.253.409.124.490       62.562.003.675    7.315.971.128.165



 Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan bagian
   yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian.




                                                                                                                                           -6-
Page 8
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Laporan Arus Kas Konsolidasian
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 2025 (Diaudit)

                                                                          31 Maret 2026        31 Maret 2025
                                                                          (Tidak Diaudit)      (Tidak Diaudit)
                                                                                Rp                   Rp
  ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI

  Penerimaan dari pelanggan                                                  11.046.353.955       16.452.580.566
  Pembayaran beban pajak final                                                  (36.643.280)        (693.556.486)
  Penerimaan dari pelanggan - neto                                           11.009.710.675       15.759.024.080
  Penerimaan bunga                                                            1.983.130.408        5.410.965.714
  Pembayaran kas kepada karyawan                                            (16.014.533.398)     (19.749.727.177)
  Pembayaran kas kepada pemasok
    dan beban operasional lainnya                                           (26.584.240.490)     (12.804.048.006)

  Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Operasi                              (29.605.932.805)     (11.383.785.389)

  ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
  Penerimaan dividen entitas asosiasi                                       27.400.000.000       16.700.000.000
  Penurunan deposito berjangka dan
    rekening yang dibatasi penggunaannya                                     (1.253.683.497)      (1.221.108.549)
  Perolehan properti investasi                                               (2.168.385.269)        (828.081.985)
  Perolehan aset tetap                                                           (1.300.000)          (8.805.385)

  Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Investasi                             23.976.631.234       14.642.004.081

  ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
  Penerimaan dari utang pihak berelasi                                          460.000.000          690.000.000
  Pembayaran utang bank                                                     (28.056.000.000)     (31.056.000.000)

  Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Pendanaan                            (27.596.000.000)     (30.366.000.000)


  KENAIKAN (PENURUNAN) KAS DAN SETARA KAS                                   (33.225.301.571)     (27.107.781.308)
  Pengaruh perubahan kurs mata uang asing                                       273.727.562          356.068.840

  KAS DAN SETARA KAS AWAL PERIODE                                          168.700.864.525      400.954.572.482

  KAS DAN SETARA KAS AKHIR PERIODE                                         135.749.290.516      374.202.860.014


  Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan
     bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian.




                                                         -7-
Page 9
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)

 1.   UMUM

      a. Pendirian dan Informasi Umum

         PT Greenwood Sejahtera Tbk (“Perusahaan”), didirikan berdasarkan Akta No. 20 tanggal 16 April 1990 yang
         dibuat di hadapan Hendra Karyadi, S.H., notaris di Jakarta. Akta pendirian ini disahkan oleh Menteri Kehakiman
         Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. C2-5277.HT.01.01.TH 91 tanggal 30 September 1991 dan telah
         diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 24 tanggal 24 Maret 1992, Tambahan No. 1276.
         Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan Akta Pernyataan
         Keputusan Rapat No. 120 tanggal 24 September 2021 yang dibuat di hadapan Buntario Tigris Darmawa
         NG, S.H., S.E., M.H., notaris di Jakarta Pusat, dalam rangka perubahan anggaran dasar Perusahaan.
         Perubahan ini telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat
         Keputusan No. AHU-0055952.AH.01.02 tanggal 11 Oktober 2021.

         Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, kegiatan utama Perusahaan adalah real estat yang
         dimiliki sendiri dan disewa, real estat atas dasar balas jasa (fee) atau kontrak, aktivitas perusahaan holding,
         aktivitas konsultasi manajemen lainnya, hotel bintang dan apartemen hotel. Kegiatan penunjang perusahaan
         adalah:

             •    Melakukan investasi baik secara langsung maupun melalui penyertaan (Investasi) ataupun pelepasan
                  (Divestasi) modal sehubungan dengan kegiatan usaha Perusahaan dalam Perusahaan lain;
             •    Melakukan penyertaan pada perusahaan-perusahaan lain yang memiliki kegiatan usaha yang
                  berhubungan dengan kegiatan usaha Perusahaan;
             •    Usaha-usaha dalam bidang jasa, termasuk antara lain jasa pengelolaan atau pengoperasian yang
                  menunjang kegiatan usaha utama Perusahaan, kecuali jasa dalam bidang hukum dan pajak;
             •    Melakukan pengelolaan, pembuangan, pengumpulan air limbah dan sampah-sampah tidak berbahaya,
                  yang menunjang kegiatan usaha utama Perusahaan;
             •    Melakukan instalasi sistem kelistrikan, air (pipa) dan instalasi konstruksi lainnya, meliputi instalasi
                  listrik, telekomunikasi, elektronika, saluran air (Plumbing), pemanas dan geothermal, pendingin dan
                  ventilasi udara, mekanikal, yang menunjang kegiatan usaha utama Perusahaan;
             •    Melakukan penyediaan telekomunikasi meliputi aktivitas telekomunikasi dengan kabel, tanpa kabel,
                  untuk keperluan sendiri dan lainnya yang menunjang kegiatan usaha utama Perusahaan; dan
             •    Melaksanakan pembuatan/pengeboran sumur air tanah sebagai penunjang kegiatan utama
                  Perusahaan.
         Perusahaan mulai melakukan kegiatan usaha secara komersial pada tahun 2010. Saat ini, kegiatan utama
         Perusahaan adalah pengembangan proyek TCC Batavia serta melakukan investasi pada entitas anak dan
         asosiasi.

         Perusahaan berdomisili di Jakarta Pusat dengan kantor pusat beralamat di Gedung TCC Batavia - Tower 1
         Lantai 35, Jl. K.H. Mas Mansyur Kav. 126, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

         Perusahaan tergabung dalam Grup PT Kencana Graha Global. Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember
         2025, entitas induk dan entitas induk terakhir Perusahaan adalah PT Prima Permata Sejahtera.

      b. Penawaran Umum Saham Perusahaan

         Pada tanggal 14 Desember 2011, Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari Ketua Badan Pengawas
         Pasar Modal dan Lembaga Keuangan/ Bapepam-LK (sekarang Otoritas Jasa Keuangan/OJK), dengan Suratnya
         No. S-13404/BL/ 2011 untuk melakukan penawaran umum atas 1.600.000.000 saham Perusahaan kepada
         masyarakat dengan nilai nominal Rp 100 per saham dan harga penawaran sebesar Rp 250 per saham. Pada
         tanggal 23 Desember 2011, saham tersebut telah dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia. Selisih lebih jumlah
         yang diterima dari pengeluaran saham terhadap nilai nominalnya sebesar Rp 240.000.000.000 dicatat dalam
         akun “Tambahan Modal Disetor” setelah dikurangi total biaya emisi saham sebesar Rp 17.557.256.217.

         Pada tanggal 31 Maret 2026, seluruh saham Perusahaan sebanyak 7.800.760.000 saham telah tercatat pada
         Bursa Efek Indonesia.




                                                           -8-
Page 10
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) (Lanjutan)

      c. Penawaran Umum Efek Utang Perusahaan


          Pada tanggal 31 Desember 2014, Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari Ketua OJK dengan suratnya
          No. S-582/D.04/2014 untuk melakukan Penawaran Umum Obligasi Berkelanjutan I Greenwood Sejahtera dengan
          target dana yang dihimpun sebesar Rp 1.500.000.000.000.

          Dalam rangka Penawaran Umum Obligasi Berkelanjutan I tersebut Perusahaan menawarkan dan menerbitkan
          Obligasi Berkelanjutan I Greenwood Sejahtera Tahap I Tahun 2014 sebesar Rp 72.000.000.000 dengan tingkat
          bunga tetap sebesar 14,25% per tahun. Obligasi ini ditawarkan dengan nilai 100% dari jumlah pokok obligasi.

          Pada tanggal 14 Januari 2020, berdasarkan Surat No. 002/GWS-TCC/CORSEC/I/2020 tentang “Keterbukaan
          Informasi Sehubungan dengan Laporan Informasi atau Fakta Material PT Greenwood Sejahtera Tbk”,
          Perusahaan telah menyampaikan keterbukaan informasi terkait pelunasan obligasi berkelanjutan I Greenwood
          Sejahtera Tahap I Tahun 2004 sebesar Rp 72.000.000.000.


      d. Dewan Komisaris, Direksi, Komite Audit, Sekretaris Perusahaan dan Karyawan
          Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 adalah
          sebagai berikut:
                                               31 Maret 2026                31 Desember 2025
              Dewan Komisaris
              Komisaris Utama           Ang Andri Pribadi              Ang Andri Pribadi
              Komisaris Independen      Arie Kusumastuti Maria         Arie Kusumastuti Maria

              Direksi
              Direktur Utama            Paulus Indra Intan             Paulus Indra Intan
              Direktur                  Dedy Ismunandar Soetiarto      Dedy Ismunandar Soetiarto
              Direktur                  Anita                          Anita

          Personil manajemen kunci Perusahaan meliputi seluruh anggota Dewan Komisaris dan Direksi. Manajemen
          kunci memiliki kewenangan dan tanggung jawab untuk merencanakan, memimpin dan mengendalikan aktivitas
          utama Perusahaan. Susunan Komite Audit, Sekretaris Perusahaan dan Audit Internal Perusahaan pada tanggal
          31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:

          Komite Audit
          Ketua                           Arie Kusumastuti Maria
          Anggota                         Andreas Bahana*
                                          Poltak Gindo Parluhutan Tampubolon

          Sekertaris Perusahaan           Linda Halim

          Audit Internal                  Erik Kartolo

          *Beliau meninggal dunia pada 13 Februari 2025

          Jumlah karyawan tetap Perusahaan dan entitas anak (“Grup”) pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember
          2025, masing-masing adalah sebanyak 92 dan 89 orang (tidak diaudit).

     e.   Penerbitan Laporan Keuangan

          Laporan keuangan ini telah diotorisasi untuk diterbitkan oleh Direksi Perusahaan, selaku pihak yang
          bertanggung jawab atas penyusunan dan penyelesaian laporan keuangan, pada tanggal 29 April 2026.

      f. Struktur Entitas Anak
          Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, Perusahaan mempunyai Entitas Anak berikut ini
          (selanjutnya secara bersama-sama dengan Perusahaan disebut “Grup”):




                                                          -9-
Page 11
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) (Lanjutan)

                                                                       Persentase Kepemilikan                                               Jumlah Aset Sebelum Eliminasi
                 Anak Perusahaan                                  31 Maret 2026     31 Desember 2025    Tahun                           31 Maret 2026      31 Desember 2025
                                         Domisili   Jenis Usaha                                                     Nama Proyek
               Kepemilikan Langsung                               (Tidak Diaudit)        (Diaudit)     Operasi                          (Tidak Diaudit)         (Diaudit)
                                                                        Rp                  Rp         Komersial                             Rp                    Rp




           PT Prakarsa Nusa Cemerlang   Jakarta     Pengembang       55,00%              55,00%          2003         The Peak           61.346.233.507          62.149.597.360
           (PNC)


           PT Sentra Graha Kencana      Jakarta     Perhotelan       70,75%              70,75%          2014      Hotel Holiday Inn    117.770.370.718        123.117.439.864
           (SGK)                                                                                                   Emporium Pluit


           PT Trisakti Makmur Persada   Surabaya Pengembang          99,99%              99,99%          2023      Capital Square      1.732.651.175.527     1.736.428.000.946
           (TMP)


           PT Trisakti Makmur Persada (TMP)
           TMP didirikan berdasarkan Akta No. 83 tanggal 13 Maret 2013 dari Buntario Tigris, S.H., S.E., M.H., Notaris di
           Jakarta Pusat. Akta pendirian tersebut telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
           Indonesia melalui Surat Keputusan No. AHU-24230.AH.01.01. Tahun 2013 tanggal 6 Mei 2013 dan telah
           diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 73 tanggal 10 September 2013 TBNRI 97700.
           Anggaran dasar TMP telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan Akta No. 67 tanggal
           31 Desember 2025 dari Silvy Solivan, S.H., M.Kn., Notaris di Kabupaten Tangerang, sehubungan dengan
           peningkatan modal dasar, modal ditempatkan dan disetor TMP. Perubahan anggaran dasar tersebut telah
           disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan
           No. AHU-0004973.AH.01.02. Tahun 2026, tanggal 30 Januari 2026.
           PT Sentra Graha Kencana (SGK)
           SGK didirikan di Jakarta pada tanggal 8 Oktober 2008, berdasarkan Akta No. 6 tanggal 8 Oktober 2008 dari
           Ira Sudjono, S.H., M.Hum., M.Kn., Notaris di Jakarta. Akta pendirian tersebut telah disahkan oleh Menteri
           Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-90028.AH.01.01.Tahun
           2008 tanggal 26 November 2008. Anggaran Dasar SGK telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir
           dengan Akta No. 37 tanggal 9 Desember 2025 dari Yulia, S.H., Notaris di Jakarta Selatan, sehubungan
           dengan peningkatan modal dasar, modal ditempatkan dan disetor SGK. Perubahan anggaran dasar tersebut
           telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan
           No. AHU-0081688.AH.01.02. Tahun 2025, tanggal 11 Desember 2025.

           PT Prakarsa Nusa Cemerlang (PNC)
           PNC didirikan berdasarkan Akta Pendirian No. 10 tanggal 13 Mei 2003 dari Robert Purba, S.H., Notaris di
           Jakarta. Akta Pendirian tersebut telah disahkan oleh Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik
           Indonesia melalui Surat Keputusan No. C-12568.HT.01.01.Th.2003 tanggal 5 Juni 2003 dan telah diumumkan
           dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 71 tanggal 3 September 2004, Tambahan No. 8635. Anggaran
           Dasar PNC telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan Akta No. 13 tanggal 7 September 2023
           oleh Yulia, S.H., Notaris di Jakarta selatan, sehubungan dengan perubahan ruang lingkup kegiatan usaha.
           Perubahan anggaran dasar tersebut telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
           Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. AHU-0054349.AH.01.02. Tahun 2023 tanggal 11 September 2023.


 2.    PENERAPAN STANDAR BARU DAN REVISI

      a.   Amendemen/Penyesuaian Standar yang Berlaku Efektif pada Tahun Berjalan

           Dalam tahun berjalan, Grup telah menerapkan sejumlah amendemen/penyesuaian PSAK yang relevan dengan
           operasinya dan efektif untuk periode akuntansi yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2025. Penerapan atas
           PSAK revisi tidak mengakibatkan perubahan atas kebijakan akuntansi Grup dan tidak memiliki dampak material
           terhadap jumlah yang dilaporkan pada tahun berjalan atau tahun-tahun sebelumnya.

           •       PSAK 221 (Amendemen), “Pengaruh Perubahan Kurs Valuta Asing” - Kekurangan Ketertukaran

                   Amendemen ini mensyaratkan entitas untuk menerapkan pendekatan yang konsisten dalam menilai
                   apakah suatu mata uang dapat ditukar dengan mata uang lain dan, jika tidak, dalam menentukan nilai tukar
                   yang akan digunakan dan pengungkapan yang harus diberikan.




                                                                                - 10 -
Page 12
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) (Lanjutan)

     b.    Standar dan Amendemen/ Penyesuaian Standar Telah Diterbitkan Tapi Belum Diterapkan

           Pada tanggal persetujuan laporan keuangan konsolidasian, standar dan amendemen-amendemen atas PSAK
           yang relevan bagi Grup, yang telah diterbitkan namun belum berlaku efektif, dengan penerapan dini diijinkan,
           adalah sebagai berikut:

           Efektif untuk periode yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2026

            •   Amandemen PSAK 109, “Instrumen Keuangan” dan PSAK 107, “Instrumen Keuangan: Pengungkapan”:
                Klasifikasi dan Pengukuran Instrumen Keuangan

                Amendemen tersebut mengklarifikasi persyaratan yang terkait dengan tanggal penghentian pengakuan
                aset keuangan dan liabilitas keuangan, dengan pengecualian untuk penghentian pengakuan liabilitas
                keuangan yang diselesaikan melalui transfer elektronik; persyaratan untuk menilai karakteristik arus kas
                kontraktual dari aset keuangan, dengan panduan tambahan tentang penilaian fitur kontinjensi; dan
                karakteristik pinjaman non-course dan instrumen yang terkait secara kontraktual. Amendemen tersebut
                juga memperkenalkan persyaratan pengungkapan tambahan untuk instrumen ekuitas yang diukur pada
                nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain dan untuk instrumen keuangan dengan fitur kontinjensi.

            •   Penyesuaian Tahunan 2024 terhadap PSAK 107, “Instrumen Keuangan: Pengungkapan”, PSAK 109,
                “Instrumen Keuangan”, PSAK 110, “Laporan Keuangan Konsolidasian” dan PSAK 207, “Laporan Arus Kas”

                Penyesuaian tahunan ini terbatas pada amendemen yang mengklarifikasi susunan kata (wording) atau
                pembetulan minor atas konsekuensi yang tidak diintensikan, kekeliruan, atau persyaratan yang
                bertentangan dalam standar.

           •    PSAK 338 (Revisi 2025), Kombinasi Bisnis Entitas Sepengendali

                Perubahan utama dalam revisi ini mencakup pengecualian entitas investasi dari ruang lingkup PSAK 338,
                serta tambahan definisi bisnis alihan, entitas penerima, dan entitas pengalih. Revisi ini juga mencakup
                rujukan jumlah tercatat bisnis alihan dan penyajian informasi prakombinasi bisnis ketika terjadi
                ketidakpraktisan dalam penerapan metode penyatuan kepemilikan.

          Efektif untuk periode yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2027

           •    PSAK 118, “Penyajian dan Pengungkapan dalam Laporan Keuangan

                PSAK 118 menggantikan PSAK 201, mempertahankan banyak prinsip yang ada tetapi secara signifikan
                mengubah cara entitas melaporkan “laba atau rugi operasional.” PSAK ini menetapkan struktur yang jelas
                untuk laporan laba rugi dengan mengelompokkan pos-pos ke dalam kategori operasi, investasi,
                pembiayaan, pajak penghasilan, dan operasi yang dihentikan. Standar ini mewajibkan pengungkapan
                tertentu, termasuk ukuran kinerja tetapan manajemen (UKTM), yang memungkinkan investor memahami
                bagaimana pandangan manajemen atas kinerja keuangan perusahaan dan bagaimana ukuran tersebut
                dibandingkan dengan ukuran yang didefinisikan dalam PSAK 118.

                Meskipun PSAK 118 tidak memengaruhi pengakuan atau pengukuran pos-pos dalam laporan keuangan,
                dampaknya terhadap penyajian dan pengungkapan diperkirakan akan sangat luas, terutama yang berkaitan
                dengan laporan kinerja keuangan dan penyediaan UKTM dalam laporan keuangan. Manajemen saat ini
                sedang menilai secara rinci implikasi penerapan standar baru ini pada laporan keuangan konsolidasian
                Grup. Dari penilaian awal, secara garis besar, dampak potensial berikut telah diidentifikasi:

                •   Meskipun adopsi PSAK 118 tidak akan berpengaruh pada laba neto Grup, Grup mengharapkan
                    pengelompokan pos pendapatan dan beban dalam laporan laba rugi ke dalam kategori baru akan
                    memengaruhi cara perhitungan dan pelaporan laba operasi. Dari penilaian dampak garis besar yang
                    dilakukan Grup, pos-pos berikut mungkin berpotensi memengaruhi laba operasi:
                         a. Perbedaan nilai tukar yang saat ini digabungkan dalam pos ‘pendapatan lain dan
                             keuntungan/(rugi) lain - neto’ dalam laba operasi mungkin perlu dipisahkan, dengan beberapa
                             keuntungan atau rugi dari nilai tukar disajikan di bawah laba operasi.
                         b. PSAK 118 memiliki persyaratan khusus mengenai kategori di mana keuntungan atau rugi
                             derivatif diakui - yaitu kategori yang sama dengan pendapatan dan beban yang dipengaruhi
                             oleh risiko yang dikelola oleh derivatif tersebut. Meskipun Grup saat ini mengakui beberapa


                                                          - 11 -
Page 13
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) (Lanjutan)

                            keuntungan atau rugi dalam laba operasi dan lainnya dalam biaya keuangan, mungkin akan
                            terjadi perubahan mengenai tempat di mana keuntungan atau rugi tersebut diakui, dan Grup
                            saat ini sedang mengevaluasi kebutuhan untuk melakukan perubahan.
              •    Pos-pos yang disajikan dalam laporan keuangan utama mungkin akan berubah akibat penerapan
                   konsep ‘ringkasan terstruktur yang berguna’ dan prinsip yang ditingkatkan mengenai agregasi dan
                   disaggregasi. Selain itu, karena goodwill akan disajikan secara terpisah dalam laporan posisi
                   keuangan, Grup akan memisahkan goodwill dan aset tidak berwujud lainnya serta menyajikannya
                   secara terpisah dalam laporan posisi keuangan.
              •    Grup tidak mengharapkan adanya perubahan signifikan dalam informasi yang saat ini diungkapkan
                   dalam catatan, karena persyaratan untuk mengungkapkan informasi material tetap tidak berubah;
                   namun, cara pengelompokan informasi tersebut mungkin berubah sebagai akibat dari prinsip
                   agregasi/disaggregasi. Selain itu, akan ada pengungkapan baru yang signifikan yang diwajibkan untuk:
                       a. UKTM;
                       b. rincian jenis beban untuk pos-pos yang disajikan berdasarkan fungsi dalam kategori operasi
                            laporan laba rugi - rincian ini hanya diperlukan untuk beberapa jenis beban tertentu; dan,
                       c. untuk periode tahunan pertama penerapan PSAK 118, rekonsiliasi untuk setiap pos dalam
                            laporan laba rugi antara angka yang telah disajikan ulang berdasarkan penerapan PSAK 118
                            dan angka yang sebelumnya disajikan berdasarkan PSAK 201.
              •    Dari perspektif laporan arus kas, akan ada perubahan cara penyajian bunga diterima dan bunga
                   dibayar. Bunga dibayar akan disajikan sebagai arus kas pendanaan dan bunga diterima akan disajikan
                   sebagai arus kas investasi, yang merupakan perubahan dari penyajian saat ini sebagai bagian dari
                   arus kas operasi.

      Sampai dengan tanggal penerbitan laporan keuangan konsolidasian, dampak dari penerapan standar dan
      amendemen tersebut terhadap laporan keuangan konsolidasian tidak dapat diketahui atau diestimasi oleh
      manajemen.

 3.   INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL

      a.   Dasar Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasi

           Laporan keuangan konsolidasian PT Greenwood Sejahtera Tbk dan Entitas Anaknya (Grup) disusun
           berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan Indonesia dan Peraturan-Peraturan serta Pedoman Penyajian dan
           Pengungkapan Laporan Keuangan yang diterbitkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

           Kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian adalah selaras
           dengan kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian tanggal
           31 Desember 2025, kecuali bagi penerapan beberapa SAK yang telah direvisi. Seperti diungkapkan dalam
           catatan 2, beberapa standar akuntansi yang telah direvisi dan diterbitkan, diterapkan efektif tanggal 1 Januari
           2026.

           Grup telah menyusun laporan keuangan konsolidasian dengan dasar bahwa Grup akan terus mempertahankan
           kelangsungan usaha.

           Laporan keuangan konsolidasian, kecuali untuk laporan arus kas konsolidasian, disusun berdasarkan dasar
           akrual dengan menggunakan konsep harga perolehan, kecuali properti investasi yang diukur pada jumlah
           revaluasian atau nilai wajar pada setiap akhir periode pelaporan. yang dijelaskan dalam kebijakan akuntansi di
           bawah ini.

           Laporan arus kas konsolidasian disusun dengan menggunakan metode langsung dengan mengelompokkan
           arus kas dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.

      b.   Klasifikasi Lancar/Jangka Pendek dan Tidak Lancar/Jangka Panjang

           Grup menyajikan aset dan liabilitas dalam laporan posisi keuangan konsolidasian berdasarkan klasifikasi
           lancar/tidak lancar atau jangka pendek/jangka panjang. Suatu aset disajikan lancar bila:
              i. akan direalisasi, dijual atau digunakan dalam siklus operasi normal,
              ii. untuk diperdagangkan,
              iii. akan direalisasi dalam 12 bulan setelah periode pelaporan, atau kas atau setara kas kecuali yang dibatasi
                   penggunaannya atau akan digunakan untuk melunasi suatu liabilitas dalam paling lambat 12 bulan
                   setelah periode pelaporan.


                                                          - 12 -
Page 14
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) (Lanjutan)

            Seluruh aset lain diklasifikasikan sebagai tidak lancar. Suatu liabilitas disajikan sebagai jangka pendek bila:

                  i. diperkirakan akan dilunasi dalam siklus operasi normal,
                  ii. untuk diperdagangkan, telah jatuh tempo dan akan dilunasi dalam 12 bulan setelah tanggal pelaporan,
                       atau tidak ada hak tanpa syarat untuk menangguhkan pelunasannya selama paling
                  iii. tidak 12 bulan setelah periode pelaporan.
           Aset pajak tangguhan diklasifikasikan sebagai aset tidak lancar.

      c.   Prinsip-prinsip Konsolidasian

           Laporan keuangan konsolidasian meliputi laporan keuangan Perusahaan dan entitas-entitas yang dikendalikan
           secara langsung ataupun tidak langsung oleh Perusahaan. Secara spesifik, Grup mengendalikan investee jika
           dan hanya jika Grup memiliki seluruh hal berikut ini:

           i)        Kekuasaan atas investee, yaitu hak yang ada saat ini yang memberi investor kemampuan kini untuk
                     mengarahkan aktivitas relevan dari investee,
           ii)       Eksposur atau hak atas timbal balik hasil variabel dari keterlibatannya dengan investee, dan
           iii)      Kemampuan untuk menggunakan kekuasaannya atas investee untuk mempengaruhi jumlah imbal hasil.

           Grup menilai kembali apakah investor mengendalikan investee jika fakta dan keadaan mengindikasikan adanya
           perubahan terhadap satu atau lebih dari tiga elemen pengendalian. Ketika Grup memiliki kurang dari hak suara
           mayoritas, Grup dapat mempertimbangkan semua fakta dan keadaan yang relevan dalam menilai apakah
           memiliki kekuasaan atas investee tersebut:

           i)        Pengaturan kontraktua dengan pemilik hak suara lainnya dari investee,
           ii)       Hak yang timbul atas pengaturan kontraktual lain, dan
           iii)      Hak suara dan hak suara potensial yang dimiliki Grup.

           Konsolidasi atas entitas anak dimulai ketika Grup memiliki pengendalian atas entitas anak dan berhenti ketika
           Grup kehilangan pengendalian atas entitas anak. Aset, liabilitas, penghasilan dan beban atas entitas anak yang
           diakuisisi atau dilepas selama periode termasuk dalam laporan keuangan konsolidasi dari tanggal Grup
           memperoleh pengendalian sampai dengan tanggal Grup menghentikan pengendalian atas entitas anak.

           Laporan keuangan entitas anak disusun dengan periode pelaporan yang sama dengan Perusahaan. Kebijakan
           akuntansi yang digunakan dalam penyajian laporan keuangan konsolidasian telah diterapkan secara konsisten
           oleh Grup, kecuali dinyatakan lain.

           Semua aset dan liabilitas, ekuitas, penghasilan, beban dan arus kas berkaitan dengan transaksi antar anggota
           Grup juga akan dieliminasi secara penuh dalam proses konsolidasi.

           Kepentingan nonpengendali mencerminkan bagian atas laba atau rugi dan aset neto dari entitas anak yang
           tidak dapat diatribusikan, secara langsung maupun tidak langsung, pada Perusahaan, yang masing-masing
           disajikan dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian dan dalam ekuitas pada
           laporan posisi keuangan konsolidasian, terpisah dari bagian yang dapat diatribusikan kepada pemilik
           Perusahaan.

           Kepentingan nonpengendali pada awalnya dapat diukur sebesar nilai wajar atau bagian proporsional
           kepentingan nonpengendali atas nilai wajar aset neto teridentifikasi pihak yang diakuisisi. Pilihan pengukuran
           dibuat untuk masing-masing akuisisi. Kepentingan nonpengendali lain awalnya diukur sebesar nilai wajar.
           Setelah akuisisi, jumlah tercatat kepentingan nonpengendali adalah jumlah kepentingan tersebut pada
           pengakuan awal ditambah bagian kepentingan nonpengendali dari perubahan selanjutnya di ekuitas.

           Laba atau rugi dan setiap komponen atas penghasilan komprehensif lain diatribusikan pada pemegang saham
           entitas induk Perusahaan dan pada kepentingan nonpengendali, walaupun hasil di kepentingan nonpengendali
           mempunyai saldo defisit.

           Perubahan kepemilikan pada entitas anak, tanpa kehilangan pengendalian, dihitung sebagai transaksi ekuitas.
           Jumlah tercatat dari kepemilikan Grup dan kepentingan nonpengendali disesuaikan untuk mencerminkan
           perubahan kepentingan relatifnya dalam entitas anak. Selisih antara jumlah tercatat kepentingan
           nonpengendali yang disesuaikan dan nilai wajar imbalan yang dibayar atau diterima diakui secara langsung
           dalam ekuitas dan diatribusikan kepada pemilik entitas induk.

                                                            - 13 -
Page 15
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) (Lanjutan)

           Jika Grup kehilangan pengendalian atas entitas anak, maka Grup:

               a.   Menghentikan pengakuan aset (termasuk setiap goodwill) dan liabilitas entitas anak;
               b.   Menghentikan pengakuan jumlah tercatat setiap kepentingan nonpengendali;
               c.   Menghentikan pengakuan akumulasi selisih penjabaran, yang dicatat di ekuitas, bila ada;
               d.   mengakui nilai wajar pembayaran yang diterima;
               e.   mengakui setiap sisa investasi pada nilai wajarnya;
               f.   mengakui setiap perbedaan yang dihasilkan sebagai keuntungan atau rugi sebagai laba rugi; dan
               g.   mereklasifikasi ke laba rugi proporsi keuntungan dan kerugian yang telah diakui sebelumnya dalam
                    penghasilan komprehensif lain atau saldo laba, begitu pula menjadi persyaratan jika Grup akan
                    melepas secara langsung aset atau liabilitas terkait.

           Nilai wajar setiap sisa investasi pada entitas anak terdahulu pada tanggal hilangnya pengendalian dianggap
           sebagai nilai wajar pada saat pengakuan awal untuk perlakuan akuntansi berikutnya dalam PSAK 109,
           “Instrumen Keuangan”, ketika berlaku, biaya perolehan pada saat pengakuan awal dari investasi pada entitas
           asosiasi atau ventura bersama.

      d.   Kombinasi Bisnis

           Kombinasi bisnis dicatat menggunakan metode akuisisi. Imbalan yang dialihkan dalam suatu kombinasi bisnis
           diukur pada nilai wajar, yang dihitung sebagai hasil penjumlahan dari nilai wajar tanggal akuisisi atas seluruh
           aset yang dialihkan oleh Grup, liabilitas yang diakui oleh Grup kepada pemilik sebelumnya dari pihak yang
           diakuisisi dan kepentingan ekuitas yang diterbitkan oleh Grup dalam pertukaran pengendalian dari pihak yang
           diakuisisi. Biaya akuisisi yang terjadi dibiayakan dan dicatat sebagai beban pada periode berjalan.

           Pada tanggal akuisisi, aset teridentifikasi yang diperoleh dan liabilitas yang diambil alih diakui pada nilai wajar,
           kecuali untuk:

              •     aset atau liabilitas pajak tangguhan yang berkaitan dengan pengaturan imbalan kerja diakui dan diukur
                    masing-masing berdasarkan PSAK 212, “Pajak Penghasilan”, dan PSAK 219, “Imbalan Kerja”;
              •     instrumen liabilitias atau ekuitas yang berkaitan dengan perjanjian pembayaran berbasis saham dari
                    pihak yang diakuisisi atau pengaturan pembayaran berbasis saham Grup yang dibuat untuk
                    menggantikan pengaturan pembayaran berbasis saham dari pihak yang mengakuisisi diukur
                    berdasarkan PSAK 102, “Pembayaran Berbasis Saham”, pada tanggal akuisisi; dan
              •     aset (atau kelompok lepasan) yang diklasifikasikan sebagai yang dimiliki untuk dijual berdasarkan
                    PSAK 105, “Aset tidak Lancar yang Dikuasai untuk Dijual dan Operasi yang Dihentikan”, diukur sesuai
                    dengan standar tersebut.

           Selisih lebih antara penjumlahan imbalan yang dialihkan dan jumlah yang diakui untuk kepentingan
           nonpengendali dan nilai wajar kepentingan ekuitas yang sebelumnya dimiliki oleh pihak pengakuisisi pada
           pihak diakuisisi (jika ada) atas jumlah neto pada tanggal akuisisi atas aset teridentifikasi yang diperoleh dan
           liabilitas yang diambil alih pada tanggal akuisisi dicatat sebagai goodwill.

           Jika nilai wajar aset neto yang diperoleh melebihi jumlah gabungan imbalan yang dialihkan, Grup menilai
           kembali apakah telah mengidentifikasi dengan tepat seluruh aset yang diperoleh dan seluruh liabilitas yang
           diambil alih dan menelaah prosedur yang digunakan untuk mengukur jumlah yang akan diakui pada tanggal
           akuisisi. Jika penilaian kembali masih menghasilkan selisih lebih nilai wajar aset neto yang diperoleh atas
           jumlah gabungan imbalan yang dialihkan, maka keuntungan diakui dalam laba rugi sebagai keuntungan
           pembelian dengan diskon.

           Bila imbalan yang dialihkan oleh Grup dalam suatu kombinasi bisnis termasuk aset atau liabilitas yang berasal
           dari pengaturan imbalan kontinjensi (contingent consideration arrangement), imbalan kontinjensi tersebut
           diukur pada nilai wajar pada tanggal akuisisi dan termasuk sebagai bagian dari imbalan yang dialihkan dalam
           suatu kombinasi bisnis. Perubahan dalam nilai wajar atas imbalan kontinjensi yang memenuhi syarat sebagai
           penyesuaian periode pengukuran disesuaikan secara retrospektif, dengan penyesuaian terkait terhadap
           goodwill. Penyesuaian periode pengukuran adalah penyesuaian yang berasal dari informasi tambahan yang
           diperoleh selama periode pengukuran (yang tidak melebihi satu tahun sejak tanggal akuisisi) tentang fakta-
           fakta dan kondisi yang ada pada tanggal akuisisi.

           Perlakuan akuntansi selanjutnya untuk perubahan nilai wajar dari imbalan kontinjensi yang tidak memenuhi
           syarat sebagai penyesuaian periode pengukuran tergantung pada bagaimana imbalan kontinjensi


                                                            - 14 -
Page 16
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) (Lanjutan)

           diklasifikasikan. Imbalan kontinjensi yang diklasifikasikan sebagai ekuitas tidak diukur kembali pada setiap
           tanggal pelaporan dan penyelesaian selanjutnya diperhitungkan dalam ekuitas. Imbalan kontinjensi yang
           diklasifikasikan sebagai aset atau liabilitas yang merupakan instrumen keuangan dan termasuk dalam ruang
           lingkup PSAK 109 diukur pada nilai wajar dengan perubahan atas nilai wajar diakui dalam laba rugi sesuai
           dengan PSAK 109. Imbalan kontinjensi lain yang tidak termasuk dalam ruang lingkup PSAK 109 diukur pada
           nilai wajar pada setiap tanggal pelaporan dengan perubahan atas nilai wajar diakui dalam laba rugi.

           Bila suatu kombinasi bisnis dilakukan secara bertahap, kepemilikan terdahulu Grup atas pihak diakuisisi diukur
           kembali ke nilai wajar pada tanggal akuisisi dan keuntungan atau kerugian dihasilkan, jika ada, diakui dalam
           laba rugi. Jumlah yang berasal dari kepemilikan sebelum tanggal akuisisi yang sebelumnya telah diakui dalam
           penghasilan komprehensif lain direklasifikasi ke laba rugi dimana perlakuan tersebut akan sesuai jika
           kepemilikan tersebut dilepas/dijual.

           Jika akuntansi awal untuk kombinasi bisnis belum selesai pada akhir periode pelaporan saat kombinasi terjadi,
           Grup melaporkan jumlah sementara untuk pos-pos yang proses akuntansinya belum selesai dalam laporan
           keuangannya. Selama periode pengukuran, pihak pengakuisisi menyesuaikan secara retrospektif, aset atau
           liabilitas tambahan yang diakui, untuk mencerminkan informasi baru yang diperoleh tentang fakta dan keadaan
           yang ada pada tanggal akuisisi dan, jika diketahui, akan berdampak pada jumlah yang diakui pada tanggal
           tersebut.

      e.   Kombinasi Bisnis Entitas Sepengendali

           Kombinasi bisnis antara entitas sepengendali diperlakukan sesuai dengan PSAK 338, “Kombinasi Bisnis
           Entitas Sepengendali”. Berdasarkan PSAK ini, transaksi kombinasi bisnis entitas sepengendali, berupa
           pengalihan bisnis yang dilakukan dalam rangka reorganisasi entitas-entitas yang berada di dalam suatu Grup
           yang sama, bukan merupakan perubahan kepemilikan dalam arti substansi ekonomi, sehingga transaksi
           tersebut tidak menimbulkan laba atau rugi bagi Grup secara keseluruhan ataupun bagi entitas individu dalam
           Grup tersebut.

           Kombinasi bisnis sepengendali dicatat dengan menggunakan metode penyatuan kepemilikan. Metode
           penyatuan kepemilikan diterapkan seolah- olah entitas-entitas tersebut telah bergabung sejak periode dimana
           entitas yang bergabung berada dalam sepengendalian. Selisih antara imbalan yang dialihkan dan nilai tercatat
           aset neto pihak yang diakuisisi disajikan dalam “tambahan modal disetor” dan tidak direklasifikasi ke laba rugi
           atau direklasifikasi ke saldo laba ketika pengendalian hilang.

      f.   Transaksi dan Saldo dalam Mata Uang Asing dan Translasi Saldo

           Mata uang penyajian yang digunakan pada laporan keuangan konsolidasian adalah Rupiah, yang juga
           merupakan mata uang fungsional setiap entitas dalam Grup. Tiap entitas dalam Grup menentukan mata uang
           fungsionalnya masing-masing dan laporan keuangannya masing-masing diukur menggunakan mata uang
           fungsional tersebut.

           Transaksi dalam mata uang asing dicatat dalam Rupiah berdasarkan kurs yang berlaku pada saat transaksi
           dilakukan. Pada setiap akhir periode pelaporan, aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing dijabarkan
           sesuai dengan rata-rata kurs jual dan beli yang diterbitkan oleh Bank Indonesia pada tanggal transaksi
           perbankan terakhir untuk periode yang bersangkutan, dan laba atau rugi kurs yang timbul, dikreditkan atau
           dibebankan pada operasi periode yang bersangkutan.

           Pos-pos non moneter yang diukur pada nilai wajar dalam valuta asing dijabarkan kembali pada kurs yang
           berlaku pada tanggal ketika nilai wajar ditentukan. Pos nonmoneter yang diukur dalam biaya historis dalam
           valuta asing tidak dijabarkan kembali.

           Nilai tukar kurs mata uang asing ke dalam Rupiah yang digunakan pada tanggal 31 Maret 2026 dan
           31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:

                                                   31 Maret                31 Desember
                                                    2026                       2025
                                                      Rp                        Rp

           1 USD                                            16.993                    16.782
           1 EURO                                           19.538                    19.753


                                                         - 15 -
Page 17
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) (Lanjutan)

      g.   Instrumen Keuangan

           Instrumen keuangan adalah setiap kontrak yang menimbulkan aset keuangan pada satu entitas dan liabilitas
           keuangan atau instrumen ekuitas pada entitas lain.

           Aset keuangan dan liabilitas keuangan diakui pada laporan posisi keuangan konsolidasian pada saat Grup
           menjadi salah satu pihak dalam ketentuan kontraktual instrumen tersebut.

           Klasifikasi

                i.    Aset keuangan

                      Aset keuangan diklasifikasikan pada saat pengakuan awal dan selanjutnya diukur pada (i) biaya
                      perolehan diamortisasi, (ii) nilai wajar melalui laba rugi (“FVTPL”), dan (iii) nilai wajar melalui
                      penghasilan komprehensif lain (“FVTOCI”).
                      Grup mengukur aset keuangan pada biaya perolehan diamortisasi jika kedua kondisi berikut dipenuhi:
                          •     Aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang bertujuan untuk memiliki aset keuangan
                                dalam rangka mendapatkan arus kas kontraktual; dan
                          •     Persyaratan kontraktual dari aset keuangan pada tanggal tertentu meningkatkan arus kas
                                yang semata dari pembayaran pokok dan bunga (“SPPI”) dari jumlah pokok terutang.

                      Agar dapat diklasifikasikan dan diukur pada biaya perolehan diamortisasi atau FVTOCI, aset
                      keuangan harus memiliki arus kas yang semata dari pembayaran pokok dan bunga dari jumlah pokok
                      terutang. Pengujian ini dikenal sebagai SPPI testing dan dilakukan pada tingkat instrumen.

                      Model bisnis Grup dalam mengelola aset keuangan mengacu kepada bagaimana Grup mengelola
                      aset keuangan untuk menghasilkan arus kas. Model bisnis menentukan apakah arus kas akan
                      dihasilkan dari memperoleh arus kas kontraktual, menjual aset keuangan atau keduanya.

                      Aset keuangan Grup terdiri dari kas dan setara kas, piutang usaha, piutang lain-lain dan aset lainnya
                      - deposito berjangka yang dibatasi penggunaannya yang diklasifikasikan sebagai aset keuangan
                      yang diukur dengan biaya diamortisasi. Grup tidak memiliki aset keuangan, yang diklasifikasikan
                      sebagai aset keuangan yang diukur pada FVTPL dan FVTOCI.

                ii.   Liabilitas keuangan

                      Grup mengklasifikasikan liabilitas keuangannya pada pengakuan awal sebagai (i) liabilitas keuangan
                      diukur pada FVTPL atau (ii) liabilitas keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi. Liabilitas
                      keuangan Grup terdiri dari utang bank, utang usaha, utang lain-lain, biaya masih harus dibayar, uang
                      jaminan penyewa dan utang pihak berelasi diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur
                      dengan biaya diamortisasi. Grup tidak memiliki liabilitas keuangan yang diukur pada FVTPL.


           Pengakuan dan Pengukuran

           Aset keuangan, kecuali piutang usaha yang diukur sesuai harga transaksi, dan liabilitas keuangan pada
           awalnya diukur pada nilai wajar. Biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung dengan perolehan
           atau penerbitan aset keuangan dan liabilitas keuangan ditambahkan atau dikurangkan dari nilai wajar aset
           keuangan dan liabilitas keuangan, jika diperlukan, pada pengakuan awal.

           i.         Aset keuangan
                      Pembelian atau penjualan asset keuangan yang memerlukan penyerahan aset dalam kurun waktu
                      yang telah ditetapkan oleh peraturan atau kebiasaan yang berlaku di pasar (pembelian yang lazim)
                      diakui pada tanggal perdagangan, yaitu tanggal Grup berkomitmen untuk membeli atau menjual aset
                      tersebut.

                      Aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi setelah pengakuan awal diukur
                      menggunakan metode suku bunga efektif dan merupakan subjek penurunan nilai. Keuntungan dan
                      kerugian diakui pada laba rugi saat aset dihentikan pengakuannya, dimodifikasi atau mengalami
                      penurunan nilai.




                                                           - 16 -
Page 18
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) (Lanjutan)

             ii.    Liabilitas keuangan
                    Liabilitas keuangan yang bukan merupakan
                        1) imbalan kontinjen dari pihak pengakuisisi dalam kombinasi bisnis,
                        2) dimiliki untuk diperdagangkan, atau
                        3) ditetapkan sebagai FVTPL, selanjutnya diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan
                              menggunakan metode suku bunga efektif.


           Metode Suku Bunga Efektif

           Metode suku bunga efektif adalah metode yang digunakan untuk menghitung biaya perolehan diamortisasi
           dari liabilitas keuangan dan metode untuk mengalokasikan biaya bunga selama periode yang relevan.

           Suku bunga efektif adalah suku bunga yang secara tepat mendiskontokan estimasi pembayaran atau
           penerimaan kas masa depan selama perkiraan umur dari aset atau liabilitas keuangan dengan jumlah tercatat
           bruto aset keuangan atau biaya perolehan diamortisasi dari liabilitas keuangan. Pada saat menghitung suku
           bunga efektif, entitas mengestimasi arus kas ekspektasian dengan mempertimbangkan seluruh persyaratan
           kontraktual dari instrumen keuangan tersebut (sebagai contoh, percepatan pelunasan, perpanjangan, opsi beli
           dan opsi-opsi serupa), tetapi tidak mempertimbangkan keruagian kredit ekspektasian. Perhitungan mencakup
           seluruh fee (imbalan) dan komisi yang dibayarkan atau diterima oleh pihak-pihak yang terlibat dalam kontrak
           yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari suku bunga efektif, biaya transaksi, dan seluruh premium
           atau diskonto lainnya.
           Saling Hapus dari Instrumen Keuangan

           Aset keuangan dan liabilitas keuangan saling hapus dan nilai netonya dilaporkan dalam laporan posisi
           keuangan konsolidasian jika, dan hanya jika, terdapat hak yang berkekuatan hukum untuk melakukan saling
           hapus atas jumlah yang telah diakui dari aset keuangan dan liabilitas keuangan tersebut dan terdapat intensi
           untuk menyelesaikan dengan menggunakan dasar neto, atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan
           liabilitasnya secara bersamaan.

           Hak saling hapus harus ada pada saat ini dan tidak bersifat kontinjen atas terjadinya suatu peristiwa di masa
           depan dan harus dapat dieksekusi oleh pihak lawan, baik dalam situasi bisnis normal dan dalam peristiwa
           gagal bayar, peristiwa kepailitan atau kebangkrutan.

           Penurunan Nilai Aset Keuangan

           Grup mengakui cadangan untuk rugi kredit ekspektasian (“ECL”) atas instrumen utang diukur pada biaya
           perolehan diamortisasi atau pada FVTOCI.

           Pengukuran kerugian kredit ekspektasian merupakan fungsi dari probability of default, loss given default (yaitu
           besarnya kerugian jika terjadi gagal bayar) dan eksposur pada gagal bayar. Penilaian probability of default
           dan loss given default berdasarkan data historis yang disesuaikan dengan informasi masa depan. Adapun
           eksposur atas gagal bayar, untuk aset keuangan, diwakili oleh nilai tercatat bruto aset pada tanggal pelaporan;
           untuk kontrak jaminan keuangan, eksposur mencakup jumlah yang ditarik pada tanggal pelaporan, ditambah
           dengan jumlah yang diperkirakan akan ditarik di masa depan sebelum tanggal gagal bayar yang ditentukan
           berdasarkan tren historis, pemahaman Grup mengenai kebutuhan pembiayaan masa depan yang spesifik dari
           debiturnya, dan informasi perkiraan masa depan lainnya yang relevan.

           ECL didasarkan pada perbedaan antara arus kas kontraktual yang tertuang dalam kontrak dan seluruh arus
           kas yang diharapkan akan diterima Grup, didiskontokan menggunakan suku bunga efektif awal. Arus kas yang
           diharapkan akan diterima tersebut mencakup arus kas dari penjualan agunan yang dimiliki atau perluasan
           perbaikan risiko-kredit lainnya yang merupakan bagian integral dari persyaratan kontrak.

           ECL diakui dalam dua tahap. Untuk risiko kredit atas instrumen keuangan yang tidak mengalami peningkatan
           secara signifikan sejak pengakuan awal, ECL dilakukan untuk kerugian kredit yang diakibatkan oleh peristiwa
           gagal bayar yang mungkin terjadi dalam 12 bulan ke depan (ECL 12 bulan). Untuk risiko kredit atas instrumen
           keuangan yang mengalami peningkatan secara signifikan sejak pengakuan awal, penyisihan kerugian
           dilakukan sepanjang sisa umurnya, terlepas dari waktu terjadinya gagal bayar (ECL sepanjang umurnya).

           Karena piutang usaha dan aset kontrak tidak memiliki komponen pembiayaan signifikan, Grup menerapkan
           pendekatan yang disederhanakan dalam perhitungan ECL. Oleh karena itu, Grup tidak menelusuri perubahan


                                                         - 17 -
Page 19
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) (Lanjutan)

           dalam risiko kredit, namun justru mengakui penyisihan rugi berdasarkan ECL sepanjang umurnya pada setiap
           tanggal pelaporan. Grup membentuk matriks provisi berdasarkan pengalaman rugi kredit masa lampau,
           disesuaikan dengan perkiraan masa depan (forward-looking) atas faktor yang spesifik untuk debitur dan
           lingkungan ekonomi.

           Peningkatan risiko kredit secara signifikan

           Dalam menilai apakah risiko kredit pada instrumen keuangan telah meningkat secara signifikan sejak
           pengakuan awal, Grup membandingkan risiko gagal bayar yang terjadi pada instrumen keuangan pada
           tanggal pelaporan dengan risiko gagal bayar yang terjadi pada instrumen keuangan pada tanggal pengakuan
           awal. Dalam melakukan penilaian, Grup mempertimbangkan baik informasi kuantitatif maupun kualitatif yang
           wajar dan mendukung, termasuk pengalaman historis dan informasi bersifat perkiraan masa depan, yang
           tersedia tanpa biaya atau upaya berlebihan. Informasi masa depan yang dipertimbangkan mencakup prospek
           masa depan industri di mana debitur Grup beroperasi, yang diperoleh dari laporan ahli ekonomi, analis
           keuangan, badan pemerintah, lembaga terkait, dan organisasi serupa lainnya, serta pertimbangan berbagai
           sumber eksternal aktual dan prakiraan informasi ekonomi yang terkait dengan operasi inti Grup.

           Secara khusus, informasi berikut diperhitungkan ketika menilai apakah risiko kredit telah meningkat secara
           signifikan sejak pengakuan awal:

           a)   indikasi pihak peminjam atau kelompok pihak peminjam mengalami kesulitan keuangan signifikan,
           b)   wanprestasi atau tunggakan pembayaran bunga atau pokok,
           c)   kemungkinan bahwa mereka akan dinyatakan pailit atau melakukan reorganisasi keuangan lainnya dan
           d)   di mana data yang dapat diobservasi mengindikasikan bahwa ada terukur penurunan arus kas estimasi
                masa mendatang, seperti perubahan tunggakan atau kondisi ekonomi yang berkorelasi dengan
                wanprestasi.
           Definisi gagal bayar

           Grup menganggap hal-hal berikut ini merupakan peristiwa gagal bayar untuk tujuan manajemen risiko kredit
           internal karena pengalaman historis menunjukkan bahwa aset keuangan yang memenuhi salah satu kriteria
           berikut umumnya tidak dapat dipulihkan:
            •     ketika terdapat pelanggaran persyaratan keuangan oleh debitur; atau
            •     informasi yang dikembangkan secara internal atau diperoleh dari sumber eksternal menunjukkan
                  bahwa debitur kemungkinan tidak akan membayar kreditornya, termasuk Grup, secara penuh (tanpa
                  memperhitungkan jaminan yang dimiliki oleh Grup).

           Terlepas dari analisis di atas, Grup menganggap bahwa gagal bayar telah terjadi ketika aset keuangan
           tertunggak lebih dari 360 hari kecuali jika Grup memiliki informasi yang wajar dan terdukung untuk
           menunjukkan bahwa kriteria yang lebih panjang lebih tepat.

           Aset keuangan memburuk

           Aset keuangan mengalami penurunan nilai kredit ketika satu atau lebih peristiwa yang memiliki dampak buruk
           pada estimasi arus kas masa depan dari aset keuangan tersebut telah terjadi. Bukti bahwa aset keuangan
           mengalami penurunan nilai termasuk data yang dapat diobservasi tentang peristiwa berikut:

           •      kesulitan keuangan signifikan yang dialami penerbit atau peminjam;
           •      pelanggaran kontrak, seperti peristiwa gagal bayar atau tunggakan;
           •      pihak pemberi pinjaman, untuk alasan ekonomik atau kontraktual sehubungan dengan kesulitan
                  keuangan yang dialami pihak peminjam, telah memberikan konsesi pada pihak peminjam yang tidak
                  mungkin diberikan jika pihak peminjam tidak mengalami kesulitan tersebut;
           •      terjadi kemungkinan bahwa pihak peminjam akan dinyatakan pailit atau melakukan reorganisasi
                  keuanga lainnya;
           •      hilangnya pasar aktif untuk aset keuangan itu akibat kesulitan keuangan; atau
           •      pembelian atau penerbitan aset keuangan dengan diskon sangat besar yang mencerminkan rugi kredit
                  yang terjadi.

           Kebijakan penghapusan

           Grup menghapuskan aset keuangan ketika ada informasi yang menunjukkan bahwa pihak lawan berada
           dalam kesulitan keuangan yang buruk dan tidak ada prospek pemulihan yang realistis, contoh ketika pihak

                                                         - 18 -
Page 20
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) (Lanjutan)

           lawan dalam proses likuidasi atau telah memasuki proses kebangkrutan, atau untuk hal piutang usaha, ketika
           jumlahnya sudah lebih dari 360 hari tertunggak, mana yang terjadi lebih dulu. Aset keuangan yang dihapuskan
           dapat menjadi subjek aktivitas penagihan dalam prosedur pemulihan Grup, dengan mempertimbangkan
           nasihat hukum yang sesuai. Setiap pemulihan yang terjadi diakui dalam laba rugi.

           Grup mengakui keuntungan atau rugi penurunan nilai dalam laba rugi untuk semua instrumen keuangan
           dengan penyesuaian terkait ke jumlah tercatat melalui akun cadangan rugi.

           Penghentian Pengakuan

           i.   Aset keuangan

                Suatu aset keuangan, atau mana yang berlaku, bagian dari aset keuangan atau bagian dari kelompok aset
                keuangan sejenis, dihentikan pengakuannya pada saat:

                a.   hak kontraktual atas arus kas yang berasal dari aset keuangan tersebut berakhir; atau
                b.   Grup mengalihkan hak kontraktual untuk menerima arus kas yang berasal dari aset keuangan atau
                     menanggung kewajiban untuk membayar arus kas yang diterima tanpa penundaan yang material
                     kepada pihak ketiga melalui suatu kesepakatan penyerahan dan (i) secara substansial mengalihkan
                     seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset keuangan tersebut, atau (ii) secara substansial tidak
                     mengalihkan dan tidak mempertahankan seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset keuangan
                     tersebut, namun telah mengalihkan pengendalian atas aset keuangan tersebut.

                Ketika Grup telah mengalihkan hak untuk menerima arus kas dari suatu aset atau telah menandatangani
                kesepakatan pelepasan (pass-through arrangement), dan secara substansial tidak mengalihkan dan tidak
                mempertahankan seluruh risiko dan manfaat atas aset keuangan, maupun tidak mengalihkan
                pengendalian atas aset, aset tersebut diakui sejauh keterlibatan berkelanjutan Grup terhadap aset
                keuangan tersebut.

                Keterlibatan berkelanjutan yang berbentuk pemberian jaminan atas aset yang ditransfer diukur sebesar
                jumlah terendah dari jumlah tercatat aset dan jumlah maksimal dari pembayaran yang diterima yang
                mungkin harus dibayar kembali.

                Dalam hal ini, Grup juga mengakui liabilitas terkait. Aset yang dialihkan dan liabilitas terkait diukur
                dengan dasar yang mencerminkan hak dan liabilitas yang masih dipertahankan Grup.

                Pada penghentian pengakuan aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi, perbedaan
                antara nilai tercatat aset dan jumlah imbalan yang diterima dan piutang diakui dalam laba rugi.

           ii. Liabilitas keuangan

                Liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya ketika liabilitas yang ditetapkan dalam kontrak dihentikan
                atau dibatalkan atau kedaluwarsa.

                Ketika liabilitas keuangan saat ini digantikan dengan yang lain dari pemberi pinjaman yang sama dengan
                persyaratan yang berbeda secara substansial, atau modifikasi secara substansial atas ketentuan liabilitas
                keuangan yang saat ini ada, maka pertukaran atau modifikasi tersebut dicatat sebagai penghapusan
                liabilitas keuangan awal dan pengakuan liabilitas keuangan baru.

                Selisih antara jumlah tercatat liabilitas keuangan yang dihentikan pengakuannya dan imbalan yang
                dibayarkan dan utang diakui dalam laba rugi.

      h.   Transaksi dengan Pihak-pihak Berelasi

           Pihak-pihak berelasi adalah orang atau entitas yang terkait dengan Grup:

           a.   Orang atau anggota keluarga dekatnya yang mempunyai relasi dengan Grup jika orang tersebut:
                (i) Memiliki pengendalian atau pengendalian bersama atas Grup;
                (ii) memiliki pengaruh signifikan atas Grup; atau
                (iii) personal manajemen kunci Grup atau entitas induk Grup.



                                                          - 19 -
Page 21
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) (Lanjutan)

           b.   Suatu entitas berelasi dengan Grup jika memenuhi salah satu hal berikut:
                (i) entitas dan Grup adalah anggota dari grup yang sama (artinya entitas induk, entitas anak, dan entitas
                       anak berikutnya saling berelasi dengan entitas lainnya).
                (ii) satu entitas adalah entitas asosiasi atau ventura bersama dari entitas lain (atau entitas asosiasi atau
                       ventura bersama yang merupakan anggota suatu grup, yang mana entitas lain tersebut adalah
                       anggotanya).
                (iii) kedua entitas tersebut adalah ventura bersama dari pihak ketiga yang sama.
                (iv) satu entitas adalah ventura bersama dari entitas ketiga dan entitas yang lain adalah entitas asosiasi
                       dari entitas ketiga.
                (v) entitas tersebut adalah suatu program imbalan pasca kerja untuk imbalan kerja dari Grup atau entitas
                       yang terkait dengan Grup.
                (vi) entitas yang dikendalikan atau dikendalikan bersama oleh orang yang diidentifikasi dalam huruf a).
                (vii) orang yang diidentifikasi dalam huruf a.(i) memiliki pengaruh signifikan atas entitas atau merupakan
                       personil manajemen kunci entitas (atau entitas induk dari entitas).
                (viii) entitas, atau anggota dari kelompok yang mana entitas merupakan bagian dari kelompok tersebut,
                       menyediakan jasa personil manajemen kunci kepada Grup atau kepada entitas induk dari Grup.
                (ix) entitas yang merupakan entitas anak dari entitas asosiasi atau ventura bersama dari Grup.

                Transaksi signifikan yang dilakukan dengan pihak- pihak berelasi, baik dilakukan dengan kondisi dan
                persyaratan yang sama dengan pihak ketiga maupun tidak, diungkapkan pada laporan keuangan
                konsolidasian.

      i.   Kas dan Setara Kas

           Kas dan setara kas meliputi kas dan bank serta deposito berjangka yang akan jatuh tempo kurang dari 3 (tiga)
           bulan sejak tanggal penempatan dan tidak dijadikan sebagai jaminan. Setara kas yang dijaminkan dan dibatasi
           penggunaannya dicatat sebagai bagian dari akun “Aset Lainnya” dalam laporan posisi keuangan konsolidasian.

      j.   Dana/Cadangan untuk Penggantian Perabotan dan Perlengkapan Hotel

           Cadangan untuk penggantian perabotan dan perlengkapan hotel ditentukan sebesar 2% - 4% dari jumlah
           pendapatan hotel setiap bulan. Dana secara khusus disisihkan untuk menutupi cadangan dan disimpan dalam
           rekening bank. Bunga yang diperoleh dari rekening bank tersebut merupakan bagian dari cadangan dan dana.
           Beban penggantian dan penambahan perlengkapan hotel merupakan pengurangan saldo dana cadangan.

      k.   Persediaan

           Aset Real Estat

           Persediaan aset real estat terdiri dari bangunan apartemen dan perkantoran yang siap dijual, tanah yang belum
           dikembangkan dan tanah yang sedang dikembangkan, dinyatakan sebesar biaya perolehan atau nilai realisasi
           neto, mana yang lebih rendah.

           Tanah belum dikembangkan merupakan tanah mentah yang belum dikembangkan dan dinyatakan sebesar
           biaya perolehan atau nilai realisasi neto mana yang lebih rendah. Biaya perolehan tanah yang belum
           dikembangkan meliputi biaya pra- perolehan dan perolehan tanah. Biaya perolehan akan dipindahkan ke tanah
           yang sedang dikembangkan pada saat pengembangan tanah akan dimulai atau dipindahkan ke bangunan
           yang sedang dikonstruksi pada saat tanah tersebut siap dibangun.

           Biaya perolehan tanah yang sedang dikembangkan meliputi biaya perolehan tanah yang belum dikembangkan
           ditambah dengan biaya pengembangan langsung dan tidak langsung yang dapat diatribusikan pada aset
           pengembangan real estat serta biaya pinjaman. Tanah yang sedang dikembangkan akan dipindahkan ke
           bangunan yang sedang dikonstruksi pada saat tanah tersebut selesai dikembangkan.

           Biaya perolehan bangunan yang sedang dikonstruksi meliputi biaya perolehan tanah yang telah selesai
           dikembangkan ditambah dengan biaya konstruksi, biaya lainnya yang dapat diatribusikan pada aktivitas
           pengembangan real estat dan biaya pinjaman, serta dipindahkan ke bangunan yang siap dijual pada saat
           selesai dibangun dan siap dijual.




                                                           - 20 -
Page 22
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) (Lanjutan)

           Biaya aktivitas pengembangan real estat yang dikapitalisasi ke proyek pengembangan real estat adalah:
           •     Biaya praperolehan tanah;
           •     Biaya perolehan tanah;
           •     Biaya yang secara langsung berhubungan dengan proyek;
           •     Biaya yang dapat diatribusikan pada aktivitas pengembangan real estat; dan
           •     Biaya pinjaman.

           Biaya yang dialokasikan sebagai beban proyek adalah:
           •     Biaya praperolehan tanah atas tanah yang tidak berhasil diperoleh.
           •     Kelebihan biaya dari hasil yang diperoleh atas pembangunan sarana umum yang dikomersialkan, yang
                 dijual atau dialihkan, sehubungan dengan penjualan unit.

           Grup tetap melakukan akumulasi biaya ke proyek pengembangan walaupun realisasi pendapatan pada masa
           depan lebih rendah dari nilai tercatat proyek, atas perbedaan yang terjadi Grup melakukan penyisihan secara
           periodik. Jumlah penyisihan tersebut akan mengurangi nilai tercatat proyek dan dibebankan ke laba rugi
           berjalan.

           Biaya yang telah dikapitalisasi ke proyek pengembangan real estat dialokasikan ke setiap unit real estat dengan
           metode identifikasi khusus.

           Pengkajian atas estimasi dan alokasi biaya dilakukan pada setiap akhir periode pelaporan sampai proyek
           selesai secara substansial. Jika terjadi perubahan mendasar Grup akan melakukan revisi dan realokasi biaya.
           Beban yang diakui pada saat terjadinya adalah biaya yang tidak berhubungan dengan proyek real estat.

           Persediaan Hotel

           Persediaan hotel merupakan perlengkapan operasional dinyatakan berdasarkan biaya perolehan atau nilai
           realisasi neto, mana yang lebih rendah. Biaya perolehan ditentukan dengan metode rata-rata tertimbang.

      l.   Biaya Dibayar di Muka

           Biaya dibayar di muka diamortisasi dan dibebankan pada operasi selama periode manfaat masing-masing
           biaya dengan menggunakan metode garis lurus.

      m. Investasi pada Entitas Asosiasi

           Entitas asosiasi adalah entitas di mana Grup memiliki pengaruh signifikan dalam bentuk kekuasaan untuk
           berpartisipasi dalam keputusan kebijakan keuangan dan operasional investee, tetapi tidak mengendalikan atau
           mengendalikan bersama kebijakan tersebut. Pengaruh signifikan tersebut dianggap timbul ketika Grup
           memiliki, baik secara langsung maupun tidak langsung, lebih dari 20% hak suara investee.

           Investasi pada entitas asosiasi dicatat dengan menggunakan metode ekuitas di mana investasi pada awal
           diakui sebesar biaya perolehan dan selanjutnya disesuaikan untuk perubahan pasca perolehan dalam bagian
           Perusahaan atas aset neto investee setelah tanggal perolehan. Laba atau rugi dan penghasilan komprehensif
           lain Grup mencakup bagiannya atas laba atau rugi dan penghasilan komprehensif lain investee.

           Jika bagian Grup atas kerugian Entitas asosiasi sama dengan atau melebihi kepentingannya pada entitas
           asosiasi, maka Grup menghentikan pengakuan bagiannya atas kerugian selanjutnya. Setelah kepentingan
           Grup dikurangi hingga nihil, tambahan kerugian dicadangkan dan liabilitas diakui, hanya sepanjang Grup
           mempunyai kewajiban bersifat hukum atau konstruktif atau melakukan pembayaran atas nama entitas asosiasi.
           Jika entitas asosiasi tersebut kemudian melaporkan laba, Grup mengakui bagiannya atas laba tersebut hanya
           setelah bagiannya atas laba tersebut sama dengan bagian kerugian yang belum diakui.

           Pada saat kehilangan pengaruh signifikan atas entitas asosiasi Grup mengukur dan mengakui bagian investasi
           bersisa pada nilai wajar. Selisih antara nilai tercatat entitas asosiasi dan nilai wajar investasi yang tersisa dan
           penerimaan dari pelepasan investasi diakui pada laba rugi.

           Laporan keuangan entitas asosiasi disusun atas periode pelaporan yang sama dengan Grup.




                                                           - 21 -
Page 23
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) (Lanjutan)

      n.   Properti Investasi

           Properti investasi adalah properti (tanah atau bangunan - bagian dari bangunan - atau keduanya) yang dikuasai
           (oleh pemilik atau lessee melalui sewa pembiayaan) yang digunakan untuk menghasilkan sewa atau untuk
           kenaikan nilai atau keduanya, dan tidak untuk digunakan dalam produksi atau penyediaan barang atau jasa
           atau untuk tujuan administratif atau dijual dalam kegiatan usaha sehari-hari.

           Properti investasi diakui sebagai aset jika dan hanya jika besar kemungkinan manfaat ekonomi masa depan
           yang terkait dengan properti investasi akan mengalir ke entitas; dan biaya perolehan properti investasi dapat
           diukur dengan andal.

           Properti investasi pada awalnya diukur sebesar biaya perolehan, meliputi harga pembeliannya dan setiap
           pengeluaran yang dapat diatribusikan secara langsung (biaya jasa hukum, pajak pengalihan properti, dan biaya
           transaksi lain). Biaya transaksi termasuk dalam pengukuran awal tersebut.

           Setelah pengakuan awal, properti investasi diukur dengan menggunakan nilai wajar. Keuntungan atau kerugian
           yang timbul dari perubahan nilai wajar diakui pada laba rugi pada saat terjadinya.

           Properti investasi dalam konstruksi diukur menggunakan nilai wajar jika nilai wajar dianggap dapat diukur
           secara andal. Properti investasi dalam konstruksi yang nilai wajarnya tidak dapat diukur secara andal, tetapi
           Grup mengharapkan nilai wajarnya dapat diukur secara andal ketika konstruksi selesai, diukur senilai biaya
           dikurangi penurunan nilai sampai nilai wajarnya dapat diukur secara andal atau konstruksi diselesaikan - yang
           mana yang lebih awal.

           Terkadang sulit untuk mengukur secara andal nilai wajar dari properti investasi dalam konstruksi. Untuk
           mengevaluasi apakah nilai wajar dari properti investasi dalam konstruksi dapat diukur secara andal,
           manajemen mempertimbangkan faktor-faktor berikut, antara lain, provisi dari kontrak konstruksi, tahap
           penyelesaian, apabila properti standar (umum di pasaran) atau tidak standar, tingkat keandalan arus kas masuk
           setelah penyelesaian, risiko pengembangan spesifik atas properti, pengalaman terdahulu dengan konstruksi
           serupa, dan status izin konstruksi.

           Nilai wajar didasarkan kepada harga pasar aktif, disesuaikan, jika perlu, dengan perbedaan alam, lokasi atau
           kondisi dari asset tersebut. Jika informasi tersebut tidak tersedia, Grup menggunakan metode penilaian
           alternatif, seperti harga terbaru di pasar yang kurang aktif atau projeksi arus kas yang didiskontokan. Penilaian
           dilakukan pada tanggal posisi keuangan konsolidasian oleh penilai ahli dengan kualifikasi yang diakui dan
           relevan dan memiliki pengalaman terbaru atas lokasi dan kategori dari properti investasi dinilai. Penilaian ini
           membentuk dasar untuk nilai tercatat pada laporan keuangan konsolidasian.

           Biaya pemeliharaan dan perbaikan dibebankan pada laba rugi pada saat terjadinya, sedangkan pemugaran
           dan penambahan dikapitalisasi.

           Pengalihan ke properti investasi dilakukan jika, dan hanya jika, terdapat perubahan penggunaan yang
           ditunjukkan dengan berakhirnya pemakaian oleh pemilik dan dimulainya sewa operasi kepada pihak lain.

           Pengalihan dari properti investasi dilakukan jika, dan hanya jika, terdapat perubahan penggunaan yang
           ditunjukkan dengan dimulainya penggunaan oleh pemilik dan dimulainya pengembangan untuk dijual.

           Properti investasi dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau ketika tidak digunakan lagi secara
           permanen dan tidak memiliki manfaat ekonomi masa depan yang diperkirakan dari pelepasannya. Keuntungan
           atau rugi yang timbul dari penghentian atau pelepasan ditentukan dari selisih antara hasil neto pelepasan dan
           jumlah tercatat aset, dan diakui dalam laba rugi pada periode terjadinya penghentian atau pelepasan.

      o.   Aset Tetap

           Pada saat pengakuan awal, aset tetap diukur pada biaya perolehan yang meliputi harga pembelian, biaya
           pinjaman dan biaya lainnya yang dapat diatribusikan secara langsung untuk membawa aset ke lokasi dan
           kondisi yang diperlukan. Biaya perolehan juga termasuk biaya penggantian bagian aset tetap saat biaya
           tersebut terjadi, jika memenuhi kriteria pengakuan. Setelah pengakuan awal, Perusahaan menggunakan model
           biaya di mana seluruh aset tetap diukur sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan
           akumulasi kerugian penurunan nilai (jika ada). Seluruh biaya pemeliharaan dan perbaikan yang tidak
           memenuhi kriteria pengakuan diakui dalam laba rugi pada saat terjadinya.


                                                          - 22 -
Page 24
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) (Lanjutan)

           Penyusutan, dihitung sejak aset tersebut siap untuk digunakan dengan menggunakan metode garis lurus
           berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomi aset tetap yang bersangkutan sebagai berikut:
                                           Tahun
           Bangunan                        10 – 20
           Perlengkapan                     4–8
           Peralatan kantor                 4–8
           Kendaraan                        4–8

           Biaya pengurusan legal hak atas tanah ketika tanah diperoleh pertama kali diakui sebagai bagian dari biaya
           perolehan aset tanah. Biaya pengurusan perpanjangan atau pembaharuan legal hak atas tanah diakui sebagai
           aset takberwujud dan diamortisasi sepanjang umur hukum hak atau umur ekonomis tanah, mana yang lebih
           pendek.

           Grup menganalisis fakta dan keadaan untuk masing-masing jenis hak atas tanah dalam menentukan
           akuntansi untuk masing-masing hak atas tanah tersebut sehingga dapat merepresentasikan dengan tepat
           suatu kejadian atau transaksi ekonomik yang mendasarinya. Jika hak atas tanah tersebut tidak mengalihkan
           pengendalian atas aset pendasar kepada Grup, melainkan mengalihkan hak untuk menggunakan aset
           pendasar, Grup menerapkan perlakuan akuntansi atas transaksi tersebut sebagai sewa berdasarkan PSAK
           116, “Sewa”. Jika hak atas tanah secara substansi menyerupai pembelian tanah, maka Grup menerapkan
           PSAK 216, “Aset Tetap”.

           Penyusutan diakui bahkan jika nilai wajar aset melebihi jumlah tercatatnya, sepanjang nilai residu aset tidak
           melebihi jumlah tercatatnya. Nilai residu suatu aset dapat meningkat menjadi suatu jumlah yang setara atau
           lebih besar daripada jumlah tercatatnya. Ketika hal tersebut terjadi, maka beban penyusutan aset tersebut
           adalah nol, hingga nilai residu selanjutnya berkurang menjadi lebih rendah daripada jumlah tercatatnya.

           Penyusutan tidak dihentikan meskipun aset tidak digunakan atau dihentikan penggunaannya, kecuali telah
           habis disusutkan. Masa manfaat ekonomis, nilai residu dan metode penyusutan ditelaah setiap akhir tahun
           dan pengaruh dari setiap perubahan tersebut dicatat sebagai perubahan estimasi akuntansi yang diakui
           secara prospektif.

           Bagian aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau ketika tidak ada manfaat ekonomis
           masa depan yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya. Laba atau rugi yang timbul dari
           penghentian pengakuan aset (dihitung sebagai perbedaan antara jumlah neto hasil pelepasan dan jumlah
           tercatat dari aset tetap) diakui dalam laba rugi pada tahun aset tersebut dihentikan pengakuannya.

      p.   Biaya Pinjaman

           Biaya pinjaman yang dapat diatribusikan secara langsung dengan perolehan, konstruksi atau pembuatan aset
           kualifikasian, merupakan aset yang membutuhkan waktu yang cukup lama agar siap untuk digunakan atau
           dijual, ditambahkan pada biaya perolehan aset tersebut, sampai dengan saat selesainya aset secara
           substansial siap untuk digunakan atau dijual.

           Penghasilan investasi diperoleh atas investasi sementara dari pinjaman yang secara spesifik belum digunakan
           untuk pengeluaran aset kualifikasian dikurangi dari biaya pinjaman yang dikapitalisasi.

           Untuk pinjaman yang tidak dapat diatribusikan secara langsung pada suatu aset kualifikasian, jumlah yang
           dikapitalisasi ditentukan dengan mengalikan tingkat kapitalisasi terhadap pengeluaran atas aset tersebut.
           Tingkat kapitalisasi dihitung berdasarkan rata-rata tertimbang biaya pinjaman yang dibagi dengan jumlah
           pinjaman yang tersedia selama periode, selain pinjaman yang secara spesifik diambil untuk tujuan memperoleh
           suatu aset kualifikasian.
           Kapitalisasi biaya pinjaman dimulai pada saat aktivitas yang diperlukan untuk mempersiapkan aset agar dapat
           digunakan sesuai dengan maksudnya, dan pengeluaran untuk aset kualifikasian dan biaya pinjamannya telah
           terjadi. Kapitalisasi biaya pinjaman dihentikan pada saat selesainya secara substansi seluruh aktivitas yang
           diperlukan untuk mempersiapkan aset kualifikasian agar dapat digunakan sesuai dengan maksudnya.

           Semua biaya pinjaman lainnya diakui sebagai beban pada periode terjadi. Biaya pinjaman terdiri dari biaya
           bunga dan biaya lain yang ditanggung oleh Grup sehubungan dengan peminjaman dana.




                                                        - 23 -
Page 25
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) (Lanjutan)

      q.   Penurunan Nilai Aset Non-Keuangan

           Pada setiap akhir periode pelaporan, Grup menilai apakah terdapat indikasi suatu aset mengalami penurunan
           nilai. Jika terdapat indikasi tersebut, atau pada saat pengujian penurunan nilai aset diperlukan (yaitu aset tidak
           berwujud dengan masa manfaat tidak terbatas, aset tidak berwujud yang belum tersedia untuk digunakan, atau
           goodwill yang diperoleh dari kombinasi bisnis) maka jumlah terpulihkan diestimasi untuk aset individual. Jika
           tidak mungkin untuk mengestimasi jumlah terpulihkan aset individual, maka Grup menentukan nilai terpulihkan
           dari Unit Penghasil Kas (UPK) yang mana aset tercakup (aset dari UPK).

           Jumlah terpulihkan dari suatu aset (baik aset individual maupun UPK) adalah jumlah yang lebih tinggi antara
           nilai wajarnya dikurangi biaya untuk menjual dengan nilai pakainya.

           Jika nilai tercatat aset lebih besar daripada nilai terpulihkannya, maka aset tersebut dianggap mengalami
           penurunan nilai dan nilai tercatat aset diturunkan menjadi sebesar nilai terpulihkannya.

           Dalam menghitung nilai pakai, estimasi arus kas masa depan neto didiskontokan ke nilai kini dengan
           menggunakan tingkat diskonto sebelum pajak yang menggambarkan penilaian pasar kini dari nilai waktu uang
           dan risiko spesifik atas aset.

           Dalam menentukan nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual, digunakan harga transaksi pasar terakhir, jika
           tersedia. Jika tidak terdapat transaksi tersebut, Grup menggunakan model penilaian yang sesuai untuk
           menentukan nilai wajar aset. Perhitungan-perhitungan ini dikuatkan oleh penilaian berganda atau indikator nilai
           wajar lain yang tersedia.

           Rugi penurunan nilai, jika ada, diakui pada laba rugi sesuai dengan kategori biaya yang konsisten dengan
           fungsi dari aset yang diturunkan nilainya.

           Penilaian dilakukan pada setiap akhir periode pelaporan apakah terdapat indikasi bahwa rugi penurunan nilai
           yang telah diakui dalam periode sebelumnya untuk aset selain goodwill mungkin tidak ada lagi atau mungkin
           telah menurun. Jika indikasi tersebut ada, maka entitas mengestimasi jumlah terpulihkan aset tersebut.
           Kerugian penurunan nilai yang telah diakui dalam periode sebelumnya untuk aset selain goodwill dibalik hanya
           jika terdapat perubahan asumsi-asumsi yang digunakan untuk menentukan jumlah terpulihkan aset tersebut
           sejak rugi penurunan nilai terakhir diakui. Dalam hal ini, jumlah tercatat aset dinaikkan ke jumlah
           terpulihkannya.

           Pembalikan tersebut dibatasi sehingga jumlah tercatat aset tidak melebihi jumlah terpulihkannya maupun
           jumlah tercatat, neto setelah penyusutan, seandainya tidak ada rugi yang telah diakui untuk aset tersebut pada
           periode sebelumnya. Pembalikan rugi penurunan nilai diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan
           komprehensif lain konsolidasian. Setelah pembalikan tersebut diakui, penyusutan aset tersebut disesuaikan di
           periode mendatang untuk mengalokasikan jumlah tercatat aset yang direvisi, dikurang nilai sisanya, dengan
           dasar yang sistematis selama sisa umur manfaatnya.

           Goodwill diuji untuk penurunan setiap tahun (per 31 Desember) dan ketika keadaan yang mengindikasikan
           bahwa jumlah tercatat mengalami penurunan nilai. Penurunan nilai goodwill ditetapkan dengan menentukan
           jumlah tercatat tiap unit penghasil kas (atau kelompok unit penghasil kas) yang diperkirakan memberikan
           manfaat dari sinergi kombinasi bisnis tersebut. Jika jumlah terpulihkan dari unit penghasil kas kurang dari
           jumlah tercatatnya, rugi penurunan nilai diakui. Rugi penurunan nilai yang berhubungan dengan goodwill tidak
           dapat dibalik pada periode berikutnya.

      r.   Imbalan Kerja Karyawan

           Imbalan kerja jangka pendek
           Imbalan kerja jangka pendek adalah imbalan kerja yang jatuh tempo dalam jangka waktu dua belas bulan
           setelah akhir periode pelaporan dan diakui pada saat pekerja telah memberikan jasa kerjanya. Kewajiban diakui
           ketika karyawan memberikan jasa kepada Grup dimana semua perubahan pada nilai bawaan dari kewajiban
           diakui pada laba rugi.

           Hak karyawan atas cuti tahunan diakui ketika karyawan mendapat hak. Provisi dibuat untuk liabilitas cuti
           tahunan akibat jasa yang diserahkan oleh karyawan sampai tanggal periode pelaporan.




                                                           - 24 -
Page 26
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) (Lanjutan)

           Imbalan pascakerja program imbalan pasti
           Pembayaran kepada program manfaat pensiun iuran pasti dibebankan ketika karyawan telah menyerahkan
           jasa yang memberikan hak kepada karyawan atas iuran. Pembayaran yang dilakukan kepada skema manfaat
           pensiun yang dikelola oleh negara diperlakukan sebagai pembayaran kepada program iuran pasti, di mana
           kewajiban Grup dalam program tersebut setara dengan kewajiban yang timbul dari program manfaat pensiun
           iuran pasti.

           Grup mengakui kewajiban imbalan kerja yang tidak didanai sesuai dengan Undang-Undang No. 6 tahun 2023
           tentang tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang No. 2 tahun 2022 Cipta Kerja.
           Beban pensiun berdasarkan program dana pensiun manfaat pasti Grup ditentukan melalui perhitungan aktuaria
           secara periodik dengan menggunakan metode projected- unit credit dan menerapkan asumsi atas tingkat
           diskonto, hasil atas aset program dan tingkat kenaikan manfaat pasti pensiun tahunan.

           Pengukuran kembali, terdiri dari keuntungan dan kerugian aktuarial, dampak perubahan pada batas atas aset
           (jika ada) dan imbal hasil atas aset program (tidak termasuk bunga), yang tercermin langsung dalam laporan
           posisi keuangan konsolidasian yang dibebankan atau dikreditkan diakui dalam penghasilan komprehensif lain
           pada periode terjadinya untuk mencerminkan aset atau liabilitas pensiun neto yang diakui pada laporan
           keuangan konsolidasian untuk mencerminkan nilai penuh dari defisit dan surplus program.

           Biaya jasa lalu diakui dalam laba rugi ketika terjadi amendemen program atau kurtailmen, atau ketika Grup
           mengakui biaya restrukturisasi terkait atau pesangon, jika lebih dahulu. Bunga neto dihitung dengan
           menggunakan tingkat diskonto terhadap liabilitas atau aset imbalan pasti neto. Biaya imbalan pasti
           dikategorikan sebagai berikut:
             •     Biaya jasa (termasuk biaya jasa kini, biaya jasa lalu serta keuntungan dan kerugian kurtailmen dan
                   penyelesaian)
             •     Beban atau pendapatan bunga neto
             •     Pengukuran kembali
           Grup menyajikan dua komponen pertama dari biaya imbalan pasti di laba rugi, Keuntungan dan kerugian
           kurtailmen dicatat sebagai biaya jasa lalu.

           Kewajiban imbalan pensiun yang diakui pada laporan posisi keuangan konsolidasian merupakan defisit atau
           surplus aktual dalam program imbalan pasti Grup. Surplus yang dihasilkan dari perhitungan ini terbatas pada
           nilai kini manfaat ekonomis yang tersedia dalam bentuk pengembalian dana program dan pengurangan iuran
           masa depan atas program.

      s.   Biaya Emisi Saham

           Biaya yang terjadi sehubungan dengan penerbitan modal saham Perusahaan kepada publik dikurangkan
           langsung dengan hasil dan emisi disajikan sebagai pengurang akun “Tambahan Modal Disetor” dalam posisi
           keuangan konsolidasian (Catatan 1b).

      t.   Pengakuan Pendapatan dan Beban

           Penjualan Real Estat
           Grup mengakui pendapatan dengan melakukan analisis transaksi melalui lima langkah model pengakuan
           pendapatan sebagai berikut:
              i.   Mengidentifikasi kontrak dengan pelanggan, dimana Grup mencatat kontrak dengan pelanggan hanya
                   jika seluruh kriteria berikut terpenuhi:
                  •     Kontrak telah disetujui oleh para pihak dalam kontrak;
                  •     Grup dapat mengidentifikasi hak dari para pihak terkait dan jangka waktu pembayaran atas barang
                        atau jasa yang akan dialihkan;
                  •     Kontrak memiliki substansi komersial; dan
                  •     Besar kemungkinan Grup akan menerima imbalan atas barang atau jasa yang dialihkan;
             ii.   Mengidentifikasi kewajiban pelaksanaan dalam kontrak;
            iii.   Menentukan harga transaksi;
            iv.    Mengalokasikan harga transaksi pada setiap kewajiban pelaksanaan; dan
             v.    Mengakui pendapatan ketika kewajiban pelaksanaan telah dipenuhi (pada suatu waktu tertentu atau
                   sepanjang waktu).

           Grup mengakui pendapatan dari penjualan real estat pada saat semua kondisi berikut terpenuhi:
           •   Grup telah mengalihkan risiko dan manfaat yang signifikan dari kepemilikan real estat kepada pembeli;

                                                        - 25 -
Page 27
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) (Lanjutan)

          •   Grup tidak lagi melanjutkan keterlibatan manajerial atau kendali efektif atas real estat yang dijual;
          •   Jumlah pendapatan dapat diukur dengan andal;
          •   Kemungkinan besar manfaat ekonomi yang terkait dengan transaksi tersebut akan mengalir ke Grup;
              dan
          •   Biaya yang terjadi atau yang akan terjadi sehubungan dengan transaksi penjualan dapat diukur dengan
              andal.

         Penjualan biasanya diakui pada saat serah terima aset yang dibuktikan dengan surat serah terima.

         Pendapatan dari penjualan rumah, rumah toko, apartemen, perkantoran dan bangunan sejenis lainnya beserta
         tanah kavling diakui dengan metode akrual penuh (full accrual method) apabila seluruh kriteria berikut ini
         terpenuhi:
          •    proses penjualan telah selesai;
          •    harga jual akan tertagih;
          •    tagihan penjual tidak akan bersifat subordinasi di masa yang akan datang terhadap pinjaman lain yang
               akan diperoleh pembeli; dan
          •    penjual telah mengalihkan risiko dan manfaat kepemilikan unit bangunan kepada pembeli melalui suatu
               transaksi yang secara substansi adalah penjualan dan penjual tidak lagi berkewajiban atau terlibat secara
               signifikan dengan unit bangunan tersebut.
          •    biaya yang terjadi atau yang akan terjadi sehubungan dengan transaksi penjualan dapat diukur dengan
               andal
         Apabila persyaratan tersebut di atas tidak dapat dipenuhi, maka seluruh uang yang diterima dari pembeli
         diperlakukan sebagai uang muka dan dicatat dengan metode deposit sampai seluruh persyaratan tersebut
         dipenuhi.

         Biaya-biaya yang dikapitalisasi ke proyek pengembangan real estat meliputi biaya perolehan tanah sebelum
         akuisisi, biaya perolehan tanah dan biaya-biaya lain yang dapat diatribusikan pada aktivitas pengembangan real
         estat. Biaya- biaya yang tidak secara jelas terkait dengan proyek real estat seperti biaya umum dan administrasi
         diakui dalam laporan laba rugi pada saat terjadinya.

         Penerimaan kas dari pelanggan sehubungan dengan transaksi penjualan yang belum memenuhi kriteria
         pengakuan pendapatan, dicatat sebagai Liabilitas Kontrak. Liabilitas kontrak disajikan sebagai “Uang Muka
         Penjualan dan Pendapatan Diterima di Muka” dalam laporan posisi keuangan konsolidasian.

         Saldo Kontrak

         Piutang usaha
         Piutang diakui jika sejumlah imbalan yang tidak bersyarat dapat ditagih dari pelanggan (yaitu, hanya berlalunya
         waktu yang disyaratkan sebelum pembayaran imbalan jatuh tempo).

         Liabilitas kontrak
         Liabilitas kontrak diakui jika pembayaran diterima atau pembayaran jatuh tempo (mana yang lebih awal) dari
         pelanggan sebelum Grup mengalihkan barang atau jasa terkait. Liabilitas kontrak diakui sebagai pendapatan
         ketika Grup memenuhi kontrak tersebut (yaitu, mengalihkan kendali atas barang dan jasa terkait kepada
         pelanggan). Liabilitas kontrak disajikan dalam “Uang Muka Penjualan” di laporan posisi keuangan konsolidasian.

         Pendapatan Sewa
         Pendapatan sewa dari sewa operasi diakui sebagai pendapatan dengan dasar garis lurus selama masa sewa.
         Biaya langsung awal yang terjadi dalam proses negosiasi dan pengaturan sewa ditambahkan ke jumlah tercatat
         dari aset sewaan dan diakui dengan dasar garis lurus selama masa sewa.

         Uang muka sewa yang diterima dari penyewa dicatat ke dalam akun pendapatan yang diterima dimuka dan
         akan diakui sebagai pendapatan secara berkala sesuai dengan kontrak sewa yang berlaku.

         Pendapatan Hotel
         Pendapatan sewa hotel dan pendapatan hotel lainnya diakui pada saat jasa diberikan atau barang diberikan
         kepada pelanggan.

         Pendapatan Bunga
         Beban diakui pada saat terjadinya (basis akrual).



                                                        - 26 -
Page 28
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) (Lanjutan)

      u. Perpajakan

         Beban pajak terdiri dari pajak kini dan tangguhan. Beban pajak diakui dalam laporan laba rugi kecuali untuk
         transaksi yang berhubungan dengan transaksi diakui diluar laba atau rugi, baik dalam penghasilan komprehensif
         lain atau langsung pada ekuitas.

         Pajak Kini
         Beban pajak kini dihitung dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku pada tanggal pelaporan keuangan, dan
         ditetapkan berdasarkan taksiran laba kena pajak tahun berjalan. Manajemen secara periodik mengevaluasi
         posisi yang dilaporkan di Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) sehubungan dengan situasi di mana aturan
         pajak yang berlaku membutuhkan interpretasi. Jika perlu, manajemen menentukan provisi berdasarkan jumlah
         yang diharapkan akan dibayar kepada otoritas pajak.

         Kekurangan atau kelebihan pembayaran pajak penghasilan badan dicatat sebagai bagian dari beban pajak
         dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian. Bunga dan denda yang timbul dari
         ketetapan pajak dan kurang bayar atau lebih bayar pajak lainnya disajikan sebagai bagian dari penghasilan atau
         beban operasi lain karena tidak dianggap sebagai bagian dari beban pajak penghasilan.

         Koreksi terhadap liabilitas perpajakan diakui pada saat surat ketetapan pajak diterima. Jika Grup mengajukan
         keberatan, Grup mempertimbangkan apakah besar kemungkinan otoritas pajak akan menerima keberatan
         tersebut dan merefleksikan dampaknya terhadap liabilitas perpajakan Grup.

         Pajak Tangguhan
         Pajak tangguhan diukur dengan metode liabilitas atas beda waktu pada tanggal pelaporan antara dasar
         pengenaan pajak untuk aset dan liabilitas dengan nilai tercatatnya untuk tujuan pelaporan keuangan. Liabilitas
         pajak tangguhan diakui untuk semua perbedaan temporer kena pajak dengan beberapa pengecualian. Aset
         pajak tangguhan diakui untuk perbedaan temporer yang dapat dikurangkan dan rugi fiskal apabila terdapat
         kemungkinan besar bahwa jumlah laba kena pajak pada masa mendatang akan memadai untuk
         mengkompensasi perbedaan temporer dan rugi fiskal. Aset dan liabilitas pajak tangguhan tidak diakui jika
         perbedaan temporer timbul dari pengakuan awal (selain dari kombinasi bisnis atau transaksi yang tidak
         menimbulkan perbedaan temporer kena pajak dan perbedaan temporer dapat dikurangkan dalam jumlah yang
         sama) dari aset dan liabilitas suatu transaksi yang tidak memengaruhi laba kena pajak atau laba akuntansi.
         Selain itu, liabilitas pajak tangguhan tidak diakui jika perbedaan temporer timbul dari pengakuan awal goodwill.

         Aset dan liabilitas pajak tangguhan dihitung berdasarkan tarif yang akan dikenakan pada periode saat aset
         direalisasikan atau liabilitas tersebut diselesaikan, berdasarkan undang-undang pajak yang berlaku atau berlaku
         secara substantif pada akhir periode laporan keuangan. Pengaruh pajak terkait dengan penyisihan dan/atau
         pemulihan semua perbedaan temporer selama tahun berjalan, termasuk pengaruh perubahan tarif pajak,
         dikreditkan atau dibebankan pada periode operasi berjalan, untuk transaksi-transaksi yang sebelumnya telah
         dibebankan atau dikreditkan ke penghasilan komprehensif lain atau langsung ke ekuitas.

         Pengukuran aset dan liabilitas pajak tangguhan mencerminkan konsekuensi pajak yang sesuai dengan cara
         Grup memperkirakan, pada akhir periode pelaporan, untuk memulihkan atau menyelesaikan jumlah tercatat
         aset dan liabilitasnya.

         Jumlah tercatat aset pajak tangguhan dikaji ulang pada setiap akhir periode pelaporan, dan mengurangi jumlah
         tercatat jika kemungkinan besar laba kena pajak tidak lagi tersedia dalam jumlah yang memadai untuk
         mengkompensasi sebagian atau seluruh aset pajak tangguhan. Aset pajak tangguhan yang belum diakui dinilai
         kembali pada setiap akhir periode pelaporan dan diakui sepanjang kemungkinan besar laba kena pajak
         mendatang akan memungkinkan aset pajak tangguhan tersedia untuk dipulihkan.

         Aset dan liabilitas pajak tangguhan disajikan secara saling hapus saat hak yang dapat dipaksakan secara hukum
         ada untuk saling hapus aset pajak kini dan liabilitas pajak kini, dan aset pajak tangguhan dan liabilitas pajak
         tangguhan berkaitan dengan entitas kena pajak yang sama, atau Grup bermaksud untuk menyelesaikan
         liabilitas dan aset pajak kini dengan dasar neto, atau merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitas secara
         bersamaan, pada setiap periode masa depan di mana jumlah signifikan atas liabilitas atau aset pajak tangguhan
         diharapkan untuk diselesaikan atau dipulihkan.

         Pajak Pertambahan Nilai
         Pendapatan, beban-beban dan aset-aset diakui neto atas jumlah Pajak Pertambahan Nilai (“PPN”) kecuali:


                                                        - 27 -
Page 29
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) (Lanjutan)

          •   PPN yang muncul dari pembelian aset atau jasa yang tidak dapat dikreditkan oleh kantor pajak, yang
              dalam hal ini PPN diakui sebagai bagian dari biaya perolehan aset atau sebagai bagian dari item beban-
              beban yang diterapkan; dan
          •   Piutang dan utang yang disajikan termasuk dengan jumlah PPN.

          Jumlah PPN Neto yang terpulihkan dari, atau terutang kepada, kantor pajak termasuk sebagai bagian dari
          piutang atau utang pada laporan posisi keuangan konsolidasian.

          Pajak Final
          Sesuai peraturan perpajakan di Indonesia, pajak final dikenakan atas nilai bruto transaksi, dan tetap dikenakan
          walaupun atas transaksi tersebut pelaku transaksi mengalami rugi. Pajak final tidak termasuk dalam lingkup
          yang diatur oleh PSAK 212, “Pajak Penghasilan”.

          Beban pajak sehubungan dengan penghasilan yang menjadi subyek pajak final diakui proporsional dengan
          jumlah pendapatan menurut akuntansi yang diakui pada periode/tahun berjalan dan dicatat sebagai beban pajak
          final pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian diakui sebagai pajak dibayar di
          muka atau utang pajak.

      v. Laba per Saham

          Laba per saham dasar dihitung dengan membagi laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik
          entitas induk dengan jumlah rata-rata tertimbang saham yang ditempatkan dan disetor penuh selama tahun
          berjalan.

          Sedangkan, laba per saham dilusian dihitung dan disajikan apabila Perusahaan memiliki instrumen berpotensi
          saham biasa yang bersifat dilutif.

      w. Informasi Segmen

          Segmen operasi diidentifikasi berdasarkan laporan internal mengenai komponen dari Grup yang secara regular
          direviu oleh “pengambil keputusan operasional” dalam rangka mengalokasikan sumber daya dan menilai kinerja
          segmen operasi. Segmen operasi adalah suatu komponen dari entitas:
           •    yang terlibat dalam aktivitas bisnis untuk memperoleh pendapatan dan menimbulkan beban (termasuk
                pendapatan dan beban terkait dengan transaksi dengan komponen lain dari entitas yang sama);
           •    yang hasil operasinya dikaji ulang secara regular oleh pengambil keputusan operasional untuk membuat
                keputusan tentang sumber daya yang dialokasikan pada segmen tersebut dan menilai kinerjanya; dan
           •    dimana tersedia informasi keuangan yang dapat dipisahkan.

          Informasi yang digunakan oleh pengambil keputusan operasional dalam rangka alokasi sumber daya dan
          penilaian kinerja mereka terfokus pada kategori dari setiap produk. Pendapatan, beban, hasil, aset dan liabilitas
          segmen termasuk hal-hal yang dapat diatribusikan secara langsung kepada suatu segmen serta hal-hal yang
          dapat dialokasikan dengan dasar yang memadai untuk segmen tersebut. Segmen ditentukan sebelum saldo
          dan transaksi antar grup dieliminasi sebagai bagian dari proses konsolidasi.

     x.   Provisi

          Provisi diakui jika Grup memiliki liabilitas kini (baik bersifat hukum maupun bersifat konstruktif) yang akibat
          peristiwa masa lalu besar kemungkinannya penyelesaian liabilitas tersebut mengakibatkan arus keluar sumber
          daya yang mengandung manfaat ekonomi dan estimasi yang andal mengenai jumlah liabilitas tersebut dibuat.
          Jumlah yang diakui sebagai provisi adaalah hasil estimasi terbaik pengeluaran yang diperlukan untuk
          menyelesaikan kewajiban kini pada akhir periode pelaporan, dengan mempertimbangkan risiko dan
          ketidakpastian yang meliputi kewajibannya. Apabila suatu provisi dikukur menggunakan arus kas yang
          diperkirakan untuk menyelesaikan kewajiban kini, maka nilai tercatatnya adalah nilai kini dari arus kas (ketika
          pengaruh nilai waktu uang bersifat material).
          Tingkat diskonto yang digunakan untuk menentukan nilai kini adalah tingkat sebelum pajak yang mencerminkan
          penilaian pasar saat ini atas nilai waktu uang dan risiko spesifik terhadap liabilitas. Peningkatan provisi karena
          berlalunya waktu diakui sebagai beban bunga.




                                                          - 28 -
Page 30
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) (Lanjutan)

           Provisi ditelaah pada setiap akhir periode pelaporan dan disesuaikan untuk mencerminkan estimasi kini terbaik.
           Jika tidak terdapat kemungkinan arus keluar sumber daya yang mengandung manfaat ekonomi untuk
           menyelesaikan liabilitas tersebut, provisi dibatalkan.

      y.    Sewa

            Sebagai Pesewa
            Grup melakukan perjanjian sewa sebagai pesewa sehubungan dengan beberapa properti investasinya. Sewa
            di mana Grup sebagai pesewa diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan atau sewa operasi. Ketika
            persyaratan sewa secara substansial mengalihkan seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan
            ke penyewa, kontrak tersebut diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan. Seluruh sewa lainnya diklasifikasikan
            sebagai sewa operasi.

            Ketika Grup adalah pesewa-antara, Grup mencatat sewa utama dan subsewa sebagai dua kontrak yang
            terpisah. Subsewa diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan atau sewa operasi dengan mengacu pada aset
            hak-guna yang timbul dari sewa utama.

            Penghasilan sewa dari sewa operasi diakui secara garis lurus selama masa sewa yang relevan. Biaya langsung
            awal yang terjadi dalam menegosiasikan dan mengatur sewa operasi ditambahkan ke jumlah tercatat asset
            sewa dan diakui secara garis lurus selama masa sewa.

            Dalam sewa pembiayaan, jumlah terutang oleh penyewa diakui sebagai piutang sebesar jumlah yang sama
            dengan investasi sewa neto Grup. Pengakuan penghasilan sewa pembiayaan dialokasikan pada periode
            akuntansi yang mencerminkan suatu tingkat pengembalian periodik yang konstan atas investasi neto pesewa.
            Setelah pengungkapan awal, grup secara teratur melakukan reviu atas estimasi nilai sisa tidak dijamin dan
            menerapkan persyaratan penurunan nilai PSAK 109, yaitu mengakui cadangan ekspektasi kerugian kredit atas
            piutang sewa.

            Penghasilan sewa pembiayaan dihitung dengan mengacu pada jumlah tercatat bruto piutang sewa, kecuali
            untuk aset keuangan yang mengalami penurunan nilai di mana penghasilan bunganya dihitung dengan
            mengacu pada biaya perolehan diamortisasi (yaitu setelah dikurangi cadangan kerugian). Ketika suatu kontrak
            mencakup komponen sewa dan non-sewa, Grup menerapkan PSAK 115 untuk mengalokasikan imbalan
            berdasarkan kontrak bagi setiap komponen.

      z.    Pengukuran Nilai Wajar

            Grup mengukur pada pengakuan awal instrumen keuangan, dan aset dan liabilitas yang diakuisisi pada
            kombinasi bisnis. Grup juga mengukur jumlah terpulihkan dari unit penghasil kas (“UPK”) tertentu berdasarkan
            nilai wajar dikurangi biaya pelepasan (fair value less cost of disposal atau “FVLCD”), dan piutang yang tidak
            dikenakan bunga pada nilai wajar.

            Nilai wajar adalah harga yang akan diterima dari menjual suatu aset atau harga yang akan dibayar untuk
            mengalihkan suatu liabilitas dalam transaksi teratur antara pelaku pasar pada tanggal pengukuran. Pengukuran
            nilai wajar mengasumsikan bahwa transaksi untuk menjual aset atau mengalihkan liabilitas terjadi:
             I.    Di pasar utama untuk aset atau liabilitas tersebut, atau
              II.  Jika tidak terdapat pasar utama, di pasar yang paling menguntungkan untuk aset atau liabilitas tersebut.
           Grup harus memiliki akses ke pasar utama atau pasar yang paling menguntungkan.
           Nilai wajar aset atau liabilitas diukur menggunakan asumsi yang akan digunakan pelaku pasar ketika
           menentukan harga aset atau liabilitas tersebut, dengan asumsi bahwa pelaku pasar bertindak dalam kepentingan
           ekonomi terbaiknya.

           Pengukuran nilai wajar dari suatu aset non-keuangan memperhitungkan kemampuan pelaku pasar untuk
           menghasilkan manfaat ekonomik dengan menggunakan aset dalam penggunaan tertinggi dan terbaiknya atau
           dengan menjualnya kepada pelaku pasar lain yang akan menggunakan aset tersebut pada penggunaan tertinggi
           dan terbaiknya.

           Grup menggunakan teknik penilaian yang sesuai dalam keadaan dan dimana data yang memadai tersedia untuk
           mengukur nilai wajar, memaksimalkan penggunaan input yang dapat diobservasi yang relevan dan
           meminimalkan penggunaan input yang tidak dapat diobservasi.




                                                           - 29 -
Page 31
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) (Lanjutan)

         Seluruh aset dan liabilitas, baik yang diukur pada nilai wajar, atau dimana nilai wajar aset atau liabilitas tersebut
         diungkapkan, dikategorikan dalam hirarki nilai wajar, berdasarkan tingkat input terendah yang signifikan terhadap
         keseluruhan pengukuran, sebagai berikut:
             i.  Level 1 - Harga kuotasian (tanpa penyesuaian) dipasar aktif untuk aset atau liabilitas yang identik yang
                 dapat diakses entitas pada tanggal pengukuran.
            ii.  Level 2 - Teknik penilaian yang menggunakan tingkat masukan (input) yang paling rendah yang
                 signifikan terhadap pengukuran nilai wajar yang dapat diamati (observable) baik secara langsung atau
                 tidak langsung.
           iii.  Level 3 - Teknik penilaian yang menggunakan tingkat masukan (input) yang paling rendah yang
                 signifikan terhadap pengukuran nilai wajar yang tidak dapat diamati (unobservable) baik secara
                 langsung atau tidak langsung.

          Untuk aset dan liabilitas yang diukur pada nilai wajar secara berulang dalam laporan keuangan konsolidasian,
          maka Grup menentukan apakah telah terjadi perpindahan di antara level hirarki nilai wajar dengan cara menilai
          kembali pengkategorian tingkat nilai wajar pada setiap akhir periode pelaporan.

          Tim pelaporan keuangan Grup bertanggung-jawab atas penilaian dalam menentukan kebijakan dan prosedur
          untuk pengukuran nilai wajar berulang, seperti properti investasi, goodwill, dan nilai wajar (dikurangi biaya untuk
          menjual) unit penghasil unit (untuk uji penurunan nilai).

          Penilai eksternal terlibat dalam penilaian aset signifikan, terutama properti investasi dan goodwill. Keterlibatan
          penilai eksternal ditentukan setiap tahun setelah dibahas dan disetujui oleh Direksi Perusahaan. Kriteria
          pemilihan termasuk pengetahuan pasar, reputasi, independensi dan kemampuan mematuhi standar profesi.
          Metode penilaian dan input yang digunakan dibahas dan diputuskan bersama oleh Grup dan penilai eksternal.

          Untuk tujuan pengungkapan nilai wajar, Grup mementukan klasifikasi aset dan liabilitas berdasarkan sifat,
          karakteristik dan risikonya dan level pada hierarki nilai wajar sebagaimana dijelaskan diatas.

      aa. Dividen
          Pembagian dividen kepada para pemegang saham Grup diakui sebagai liabilitas dalam laporan keuangan
          konsolidasian pada periode ketika dividen tersebut disetujui oleh para pemegang saham Grup.

      bb. Peristiwa setelah Tanggal Pelaporan

          Peristiwa setelah periode pelaporan yang memberikan informasi tambahan tentang posisi Grup pada periode
          pelaporan (menyesuaikan peristiwa) tercermin dalam laporan keuangan konsolidasian. Peristiwa setelah
          periode pelaporan yang tidak menyesuaikan peristiwa, jika ada, diungkapkan ketika material terhadap laporan
          keuangan konsolidasian.

 4.   PERTIMBANGAN KRITIS ESTIMASI DAN ASUMSI AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN

      Penyusunan laporan keuangan konsolidasian Grup mengharuskan manajemen untuk membuat pertimbangan,
      estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah yang dilaporkan dalam laporan dan pengungkapan yang terkait,
      pada akhir periode pelaporan. Ketidakpastian mengenai asumsi dan estimasi tersebut dapat mengakibatkan
      penyesuaian material terhadap nilai tercatat pada aset dan liabilitas dalam periode pelaporan berikutnya.

      Pertimbangan

      Dalam proses penerapan kebijakan akuntansi Grup, manajemen telah membuat pertimbangan berikut, yang
      memiliki pengaruh paling signifikan terhadap jumlah yang diakui dalam laporan keuangan konsolidasi:

      Penilaian Model Bisnis

      Klasifikasi dan pengukuran aset keuangan bergantung pada hasil SPPI testing dan uji model bisnis. Grup
      menentukan model bisnis pada tingkat yang mencerminkan bagaimana kelompok aset keuangan dikelola bersama
      untuk mencapai tujuan bisnis tertentu. Penilaian ini mencakup penilaian yang mencerminkan semua bukti yang
      relevan termasuk bagaimana kinerja aset dievaluasi dan kinerjanya diukur, risiko yang memengaruhi kinerja aset
      dan bagaimana hal ini dikelola dan bagaimana manajer aset diberi kompensasi. Grup memantau aset keuangan
      yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi atau nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain yang
      dihentikan pengakuannya sebelum jatuh tempo untuk memahami alasan pelepasannya dan apakah alasan tersebut
      konsisten dengan tujuan bisnis di mana aset tersebut dimiliki. Pemantauan adalah bagian dari penilaian
      berkelanjutan Grup atas apakah model bisnis di mana aset keuangan yang tersisa dimiliki tetap sesuai dan jika

                                                           - 30 -
Page 32
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) (Lanjutan)

      tidak sesuai apakah telah terjadi perubahan dalam model bisnis dan dengan demikian terdapat perubahan
      prospektif terhadap klasifikasi aset keuangan tersebut. Tidak ada perubahan yang diperlukan selama periode yang
      disajikan.

      Penentuan Mata Uang Fungsional

      Mata uang fungsional Grup adalah mata uang dari lingkungan ekonomi primer dimana entitas beroperasi. Mata
      uang tersebut adalah mata uang yang mempengaruhi pendapatan dan beban dari jasa yang diberikan. Berdasarkan
      penilaian manajemen Grup, mata uang fungsional Grup adalah Rupiah.

      Pengklasifikasian Properti

      Grup menentukan apakah sebuah properti yang diperoleh diklasifikasikan sebagai properti investasi, aset tetap
      atau persediaan:
       •   Properti investasi terdiri dari tanah dan bangunan dan prasarana (terutama kantor, gudang komersial dan
           properti retail), fasilitas hotel dan aset dalam penyelesaian yang tidak bertujuan untuk digunakan oleh atau
           dalam kegiatan operasi Grup dan tidak untuk dijual dalam kegiatan bisnis Grup, tetapi digunakan untuk
           memperoleh pendapatan sewa dan peningkatan nilai.
       •   Aset tetap terdiri dari tanah, bangunan dan prasarana, kendaraan, peralatan dan perlengkapan kantor, dan
           aset dalam penyelesaian yang digunakan dalam kegiatan operasi Grup dan tidak untuk dijual dalam kegiatan
           bisnis Grup. dan tidak digunakan untuk memperoleh pendapatan sewa.
       •   Persediaan terdiri dari properti yang bertujuan untuk dijual dalam kegiatan bisnis Grup. Terutama, properti
           hunian yang dikembangkan oleh Grup dan digunakan untuk dijual sebelum atau pada saat penyelesaian
           konstruksi.

      Klasifikasi Sewa Properti - Grup sebagai Lessor

      Grup telah menandatangani sewa properti komersial atas portfolio properti investasinya. Grup telah menuntukan,
      berdasarkan evaluasi syarat dan ketentuan perjanjian, seperti jangka waktu sewa tidak merupakan bagian utama
      dari manfaat ekonomi properti komersial dan nilai kini pembayaran sewa minimum yang tidak secara substansial
      sejumlah semua nilai wajar dari properti komersial tersebut, bahwa Grup mempertahankan secara substansial
      semua risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan properti tersebut dan kontrak sebagai sewa operasi.
      Perpajakan
      Grup selaku wajib pajak menghitung liabilitas perpajakannya secara self assessment berdasarkan pada peraturan
      yang berlaku. Sehubungan dengan pengampunan pajak, perhitungan pajak sampai dengan tanggal 31 Desember
      2015 dianggap benar. Untuk tahun berikutnya perhitungan pajak dianggap benar selama belum terdapat ketetapan
      dari Direktorat Jenderal Pajak atas jumlah pajak yang terutang atau ketika sampai dengan jangka waktu lima (5)
      tahun (masa daluwarsa pajak) tidak terdapat ketetapan pajak yang diterbitkan.
      Perbedaan jumlah pajak yang terutang dapat disebabkan oleh beberapa hal seperti pemeriksaan pajak, penemuan
      bukti-bukti pajak baru dan perbedaan interpretasi antara manajemen dan pejabat kantor pajak terhadap peraturan
      pajak tertentu. Perbedaan hasil aktual dan jumlah tercatat tersebut dapat memengaruhi jumlah aset pajak
      tangguhan, utang pajak dan beban pajak.

      Estimasi dan Asumsi

      Asumsi utama masa depan dan ketidakpastian sumber estimasi utama yang lain pada tanggal pelaporan yang
      memiliki risiko signifikan bagi penyesuaian yang material terhadap nilai tercatat aset dan liabilitas untuk tahun
      berikutnya diungkapkan di bawah ini. Grup mendasarkan asumsi dan estimasi pada parameter yang tersedia pada
      saat laporan keuangan konsolidasian disusun. Asumsi dan situasi mengenai perkembangan masa depan mungkin
      berubah akibat perubahan pasar atau situasi di luar kendali Grup. Perubahan tersebut dicerminkan dalam asumsi
      terkait pada saat terjadinya.

      Penyisihan atas ECL Piutang Usaha

      Grup mengevaluasi akun tertentu jika terdapat informasi bahwa pelanggan yang bersangkutan tidak dapat
      memenuhi kewajiban keuangannya. Dalam hal tersebut, Grup mempertimbangkan, berdasarkan fakta dan situasi
      yang tersedia, termasuk namun tidak terbatas pada, jangka waktu hubungan dengan pelanggan dan status kredit
      dari pelanggan berdasarkan catatan kredit dari pihak ketiga dan faktor pasar yang telah diketahui, untuk mencatat
      penyisihan spesifik atas jumlah piutang pelanggan guna mengurangi jumlah piutang yang diharapkan dapat diterima


                                                        - 31 -
Page 33
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) (Lanjutan)

      oleh Grup. Penyisihan spesifik ini dievaluasi kembali dan disesuaikan jika tambahan informasi yang diterima
      memengaruhi jumlah penyisihan atas ECL piutang usaha. Penjelasan lebih rinci diungkapkan dalam Catatan 6.

      Nilai Wajar Properti Investasi

      Nilai wajar properti investasi Grup bergantung pada pemilihan asumsi yang digunakan oleh penilai independen
      dalam menghitung jumlah-jumlah tersebut. Asumsi tersebut termasuk antara lain, tingkat diskonto, tingkat inflasi
      dan tingkat kenaikan pendapatan dan biaya. Grup berkeyakinan bahwa asumsi tersebut adalah wajar dan sesuai,
      perbedaan signifikan dalam asumsi yang ditetapkan Grup dapat mempengaruhi secara material nilai wajar dari
      properti investasi. Nilai wajar properti investasi diungkapkan dalam Catatan 9.

      Estimasi Masa Manfaat Aset Tetap

      Aset tetap disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis dari
      aset yang bersangkutan yang berkisar antara 4 hingga 20 tahun, suatu kisaran yang umumnya diperkirakan.
      Perubahan dalam pola pemakaian dan tingkat perkembangan teknologi dapat memengaruhi masa manfaat
      ekonomis serta nilai residu dari aset tetap dan karenanya biaya penyusutan masa depan memiliki kemungkinan
      untuk direvisi. Penjelasan lebih rinci diungkapkan dalam Catatan 10.

      Liabilitas imbalan pascakerja

      Penentuan liabilitas dan beban imbalan pascakerja Grup bergantung pada pemilihan asumsi aktuarial yang
      digunakan. Asumsi tersebut termasuk antara lain, tingkat diskonto, tingkat kenaikan gaji tahunan, tingkat
      pengunduran diri karyawan tahunan, tingkat kecacatan, umur pensiun dan tingkat kematian. Hasil aktual yang
      berbeda dari asumsi yang ditetapkan sebelumnya, diperlakukan sesuai dengan kebijakan akuntansi sebagaimana
      diuraikan dalam Catatan 3p atas laporan keuangan konsolidasian.

      Meskipun Grup berkeyakinan bahwa asumsi pada tanggal pelaporan tersebut wajar dan telah sesuai, perbedaan
      signifikan pada hasil aktual atau perubahan signifikan dalam asumsi yang ditetapkan Grup dapat memengaruhi
      secara material liabilitas dan beban imbalan pascakerja. Penjelasan lebih rinci diungkapkan dalam Catatan 19.

      Aset Pajak Tangguhan
      Aset pajak tangguhan diakui atas perbedaan temporer yang dapat dikurangkan dan seluruh rugi fiskal yang belum
      digunakan sepanjang besar kemungkinannya bahwa penghasilan kena pajak akan tersedia sehingga rugi fiskal
      tersebut dapat digunakan. Estimasi signifikan oleh manajemen diharuskan dalam menentukan jumlah aset pajak
      tangguhan yang dapat diakui, berdasarkan saat penggunaan dan tingkat penghasilan kena pajak serta strategi
      perencanaan pajak masa depan. Rincian lebih lanjut diungkapkan dalam Catatan 14.

      Penurunan Nilai Goodwill
      Menentukan apakah suatu goodwill turun nilainya membutuhkan estimasi nilai pakai unit penghasil kas dimana
      goodwill dialokasikan. Perhitungan nilai pakai mengharuskan manajemen untuk mengestimasi arus kas masa
      depan yang diharapkan dihasilkan dari unit penghasil kas menggunakan tingkat pertumbuhan yang tepat dan
      tingkat diskonto yang sesuai untuk perhitungan nilai kini. Bila aktual arus kas masa depan kurang dari yang
      diharapkan, rugi penurunan nilai material mungkin timbul.

      Asumsi utama yang digunakan untuk menentukan jumlah terpulihkan untuk unit penghasil kas yang, termasuk
      analisis sensitivitas, dan nilai tercatatnya diungkapkan lebih lanjut dalam Catatan 11.

      Pertimbangan komponen pembiayaan yang signifikan dalam kontrak

      Grup menjual kantor, apartemen, dll setelah penandatanganan kontrak jual beli dengan metode pembayaran tunai
      keras dan cicilan bertahap. Jenis kontrak ini mencakup dua opsi pembayaran alternatif bagi pelanggan, yaitu
      pembayaran harga transaksi yang lebih rendah pada saat kontrak ditandatangani. Grup menyimpulkan bahwa
      terdapat komponen pembiayaan yang signifikan untuk kontrak tersebut di mana pelanggan memilih untuk
      membayar di muka dengan mempertimbangkan lamanya waktu antara pembayaran pelanggan dan pengalihan
      kantor, apartemen, dll ke pelanggan, serta suku bunga yang berlaku di pasar.

      Dalam menentukan tingkat bunga yang akan diterapkan pada jumlah imbalan. Grup menyimpulkan bahwa tingkat
      bunga implisit dalam kontrak (yaitu, tingkat bunga yang mendiskontokan harga jual kas kantor, apartemen, dll ke
      dalam jumlah yang dibayar di muka) adalah tepat karena hal ini sepadan dengan tarif yang akan tercermin dalam
      transaksi pembiayaan terpisah antara entitas dan pelanggannya pada awal kontrak.


                                                       - 32 -
Page 34
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) (Lanjutan)

      Instrumen Keuangan

      Grup mencatat aset dan liabilitas keuangan tertentu pada nilai wajar, yang mengharuskan penggunaan estimasi
      akuntansi. Sementara komponen signifikan atas pengukuran nilai wajar ditentukan menggunakan bukti obyektif
      yang dapat diverifikasi, jumlah perubahan nilai wajar dapat berbeda bila Grup menggunakan metodologi penilaian
      yang berbeda. Perubahan nilai wajar aset dan liabilitas keuangan tersebut dapat mempengaruhi secara langsung
      laba atau rugi Grup. Nilai tercatat dari aset keuangan dan liabilitas keuangan pada nilai wajar dalam laporan posisi
      keuangan konsolidasian pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 diungkapkan dalam Catatan 32.


 5.   KAS DAN SETARA KAS

      Akun ini terdiri dari:

                                                                        31 Maret 2026          31 Desember 2025
                                                                        (Tidak Diaudit)            (Diaudit)
                                                                              Rp                      Rp

      Kas - Rupiah                                                            90.188.000                82.000.000
      Bank
        Rupiah
          PT Bank Pan Indonesia Tbk                                        5.893.991.277             7.127.693.882
          PT Bank CIMB Niaga Tbk                                           5.113.555.382               829.617.950
          PT Bank Central Asia Tbk                                         3.044.328.830             3.572.661.550
          PT Bank Mandiri (Persero) Tbk                                      552.592.512               489.955.518
          PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk                             494.538.252               140.713.123
          PT Bank Victoria International Tbk                                 262.867.936               158.781.473
          PT Bank Ina Perdana Tbk                                             22.078.730                41.596.113
          PT Bank ICBC Indonesia                                               2.508.493                 2.395.035

         Dolar Amerika Serikat
           PT Bank CIMB Niaga Tbk                                            433.948.542               429.021.593
           PT
           PT Bank
               Bank Negara  Indonesia
                    Pan Indonesia Tbk(Persero) Tbk                            11.691.014                11.668.357-

         Jumlah                                                           15.832.100.968            12.804.104.594

      Setara Kas
      Deposito berjangka
        Rupiah
          PT Bank JTrust Indonesia Tbk                                    92.377.000.000           101.377.000.000
          PT Bank Victoria International Tbk                              14.572.953.787            40.380.027.756
          PT Bank Pan Indonesia Tbk                                                                  4.500.000.000

         Dolar Amerika Serikat
           PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk                         13.268.744.109            13.001.134.217

         Jumlah                                                         120.218.697.896            159.258.161.973

      Jumlah                                                            136.140.986.864            172.144.266.567

      Dana/cadangan untuk penggantian
        perabotan dan perlengkapan hotel
        (Catatan 11)                                                        (391.696.348)            (3.443.402.042)

      Bersih                                                            135.749.290.516            168.700.864.525
      Tingkat bunga deposito berjangka
        per tahun
        Rupiah                                                           2,75%-6,50%             4,75% - 7,25%
        Dolar Amerika Serikat                                                1%                       4%

      Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, tidak terdapat saldo kas dan setara kas yang ditempatkan
      pada pihak berelasi.




                                                         - 33 -
Page 35
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) (Lanjutan)

      Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, deposit berjangka yang dibatasi penggunaannya dicatat
      terpisah pada laporan posisi keuangan konsolidasian (Catatan 11).

 6.   PIUTANG USAHA - PIHAK KETIGA

      Rincian piutang usaha adalah sebagai berikut:

                                                                     31 Maret 2026         31 Desember 2025
                                                                     (Tidak Diaudit)           (Diaudit)
                                                                           Rp                     Rp
          Pendapatan
            Hotel                                                           93.993.167             517.929.953
            Sewa                                                            38.477.771              40.448.001

          Jumlah                                                           132.470.938             558.377.954



      Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, semua piutang usaha Grup dari pihak ketiga dan dalam mata
      uang Rupiah.

      Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 piutang usaha tidak dijadikan sebagai jaminan atas fasilitas
      pinjaman bank dan tidak dikenakan bunga.

      Rincian saldo piutang usaha berdasarkan umur piutang adalah sebagai berikut:

                                                                     31 Maret 2026         31 Desember 2025
                                                                     (Tidak Diaudit)           (Diaudit)
                                                                           Rp                     Rp

          Belum Jatuh Tempo                                                 51.711.229              23.904.666
          Jatuh Tempo
            1 - 30 hari                                                     67.265.987             444.768.504
            31 - 60 hari                                                     9.981.186              86.491.449
            61 - 90 hari                                                       299.201                       -
            Lebih dari 90 hari                                               3.213.335               3.213.335

          Jumlah                                                           132.470.938             558.377.954


      Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, manajemen berkeyakinan bahwa seluruh piutang usaha
      tersebut dapat tertagih sehingga tidak membentuk penyisihan penurunan nilai atas piutang usaha.


 7.   PERSEDIAAN

      Akun ini terdiri dari:

                                                                     31 Maret 2026         31 Desember 2025
                                                                     (Tidak Diaudit)           (Diaudit)
                                                                           Rp                     Rp

      Aset lancar
        Bangunan siap dijual - Apartemen The Peak                       59.141.154.287          59.141.154.287
        Aset Pengembangan real estat -
          Proyek Magna One (d.h Capital Square)                      1.403.137.281.371       1.399.591.252.036
        Hotel                                                            4.770.502.885           4.784.982.223
         Jumlah                                                      1.467.048.938.543       1.463.517.388.546

      Aset tidak lancar
        Tanah belum dikembangkan                                       294.055.049.942        294.055.049.942




                                                      - 34 -
Page 36
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) (Lanjutan)

      Bangunan siap dijual

      Apartemen The Peak merupakan sisa unit apartemen siap jual milik PNC, entitas anak.

      Aset pengembangan real estat

      Aset pengembangan real estat adalah Proyek Magna One yang merupakan proyek superblok milik TMP yang terdiri
      dari apartemen, perkantoran dan retail yang sedang dalam tahap pembangunan bersama dengan properti investasi
      dan aset tetap (Catatan 9 dan 10), terletak di Jl. HR Muhammad, Putat Gede, Sukomanunggal, Surabaya.

      Persentase penyelesaian per 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 adalah 56,09% dan 56,09%.

      Biaya pinjaman yang dikapitalisasi ke aset real estat pada 31 Desember 2025 sebesar Rp 6.740.672.502 dengan
      tingkat kapitalisasi biaya pinjaman sebesar 35,24%.

      Persediaan aset real estat diasuransikan bersama dengan aset tetap (Catatan 10). Manajemen berpendapat bahwa
      nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutup kemungkinan kerugian atas aset yang dipertanggungkan.

      Berdasarkan penelaahan terhadap aset real estat pada akhir periode, manajemen berkeyakinan bahwa tidak perlu
      dilakukan penurunan nilai aset real estat.

      Persediaan hotel

      Persediaan hotel merupakan persediaan milik SGK, entitas anak.

      Tidak terdapat cadangan kerugian penurunan nilai untuk barang dan perlengkapan hotel, karena manajemen
      berkeyakinan bahwa seluruh persediaan dapat dijual atau digunakan.

      Tanah yang Belum Dikembangkan

      Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, tanah belum dikembangkan merupakan tanah milik
      Perusahaan seluas 6.028 m2 di Jl. Lingkar Luar, Duri Kosambi dan tanah seluas 3.578 m 2 di Jl. Abdul Wahid Siamin,
      Surabaya. Pembayaran kepada kontraktor yang nilainya melebihi 10% dari jumlah pembayaran konstruksi dan
      pengembangan lahan aset real estat, aset tetap dan properti investasi berasal dari:
                                                                        31 Maret 2026         31 Desember 2025
                                                                        (Tidak Diaudit)           (Diaudit)
                                                                              Rp                     Rp
        PT Total Bangun Persada                                             3.081.664.098        11.402.157.163
        PT Perintis Dinamika Sekatama                                                   -        13.428.923.051
        PT Sinar Arta Mulia                                                             -         7.032.827.448

        Jumlah                                                              3.081.664.098        31.863.907.662


      Hak legal atas tanah aset real estat sedang dalam pengembangan berupa Hak Guna Bangunan atas nama Grup
      yang akan jatuh tempo pada tahun 2026 - 2044. Pada tahun 2022, seluruh bidang tanah telah disertifikasi atas nama
      TMP, entitas anak.

      Manajemen berpendapat tidak terdapat masalah dalam perpanjangan dan proses sertifikasi hak atas tanah karena
      seluruh tanah diperoleh secara sah dan didukung dengan bukti kepemilikan yang memadai.




                                                        - 35 -
Page 37
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) (Lanjutan)

 8.   INVESTASI PADA ENTITAS ASOSIASI

      Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, rincian investasi saham pada entitas asosiasi yang dicatat
      dengan metode ekuitas adalah sebagai berikut:

                                                                                      Presentase kepemilikan                                             Jumlah Aset
                                                                        Tempat          dan hak suara yang                                 31 Maret 2026         31 Desember 2025
           Nama entitas asosiasi              Aktivitas utama                                                        Nama Proyek
                                                                       kedudukan            dimiliki Grup                                  (Tidak Diaudit)           (Diaudit)
                                                                                    31 Mar 2026 31 Des 2025                                      Rp                     Rp

      PT Arah Sejahtera Abadi        Pusat Perbelanjaan, Apartemen       Jakarta        40,00%     40,00%            Kuningan City            696.474.167.105        707.808.150.939
       (ASA)                         dan Perkantoran

      PT Pluit Propertindo           Pusat Perbelanjaan                  Jakarta        47,17%     47,17%        Emporium Pluit Mall          620.795.927.122        616.883.497.164
       (PP)
      PT Brilliant Sakti Persada     Pusat Perbelanjaan dan Hotel       Bandung         30,00%     30,00%          Festival CityLink,         611.190.186.681        612.831.965.803
       (BSP)                                                                                                   Hotel Haris dan Hotel PoP

      PT Citra Gemilang Nusantara    Pusat Perbelanjaan                  Jakarta        23,00%     23,00%      Lindeteves Trade Center        136.619.279.632        133.713.837.765
       (CGN)
      PT Manggala Gelora Perkasa     Pusat Perbelanjaan                  Jakarta        27,40%     27,40%            Senayan City          4.557.290.097.377        4.571.839.598.986
       (MGP)

      Jumlah                                                                                                                               6.622.369.657.917        6.643.077.050.657



      Investasi entitas asosiasi pada CGN bernilai nol dikarenakan nilai investasi pada CGN sudah melebihi kepentingan
      pada entitas asosiasi sehingga Perusahaan menghentikan pengakuan bagiannya atas rugi lebih lanjut.

      Akumulasi rugi CGN pada 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 masing-masing sebesar Rp 8.400.146.665 dan
      Rp 10.206.023.627.

      Mutasi investasi pada entitas asosiasi adalah sebagai berikut :

                                                                                      31 Maret 2026 (Tidak Diaudit)
                                                                                            Bagian laba rugi
                                                                    Bagian Laba            komprehensif lain                   Dividen yang
                                     Saldo awal                 dari Entitas Asosiasi     dari entitas asosiasi                  Diterima                        Saldo akhir
                                         Rp                               Rp                        Rp                              Rp                               Rp

      ASA                           1.057.255.680.103                  7.777.682.185                   (3.199.901)                             -                1.065.030.162.387
      PP                            1.062.961.368.382                  8.633.952.323                   (3.536.014)                             -                1.071.591.784.691
      BSP                             359.157.607.497                  1.879.170.383                            -                              -                  361.036.777.880
      CGN                                           -                              -                            -                              -                                -
      MGP                             792.669.644.176                 32.236.233.510                            -                (27.400.000.000)                 797.505.877.686

      Jumlah                        3.272.044.300.158                 50.527.038.401                   (6.735.915)               (27.400.000.000)               3.295.164.602.644




                                                                                         31 Desember 2025 (Diaudit)
                                                                                              Bagian laba rugi
                                                                    Bagian Laba              komprehensif lain                 Dividen yang
                                     Saldo awal                 dari Entitas Asosiasi       dari entitas asosiasi                Diterima                        Saldo akhir
                                         Rp                               Rp                          Rp                            Rp                               Rp

      ASA                           1.067.689.600.596                  4.241.914.861                 124.164.646                 (14.800.000.000)               1.057.255.680.103
      PP                            1.006.160.942.004                 82.027.720.809                   8.655.569                 (25.235.950.000)               1.062.961.368.382
      BSP                             335.888.621.520                 32.268.985.977                           -                  (9.000.000.000)                 359.157.607.497
      CGN                                           -                              -                           -                               -                                -
      MGP                             795.883.494.874                 86.138.236.932                (302.087.630)                (89.050.000.000)                 792.669.644.176

      Jumlah                        3.205.622.658.994                204.676.858.579                (169.267.415)              (138.085.950.000)                3.272.044.300.158




                                                                                        - 36 -
Page 38
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) (Lanjutan)

      Ringkasan informasi keuangan dari entitas asosiasi diatas adalah sebagai berikut:

                                                                        31 Maret 2026            31 Desember 2025
                                                                        (Tidak Diaudit)              (Diaudit)
                                                                              Rp                        Rp

      Jumlah aset                                                       6.622.369.657.917            6.643.077.050.657
      Jumlah liabilitas                                                 2.578.738.951.344            2.647.135.104.496
      Aset bersih                                                       4.043.630.706.573            3.995.941.946.161

      Laba periode/tahun berjalan                                        150.389.253.769              430.867.029.761

      Laba komprehensif periode/
        tahun berjalan                                                   150.373.757.167              430.095.076.411

      Investasi pada perusahaan asosiasi diperoleh terutama untuk tujuan potensi pertumbuhan jangka panjang, karena
      seluruh entitas tersebut bergerak dalam industri properti yang sama dengan industri Grup.

      Entitas asosiasi mengukur properti investasi menggunakan model biaya. Penyesuaian terhadap saldo laba dan
      kenaikan nilai wajar properti investasi dilakukan pada pengakuan bagian laba bersih entitas asosiasi dalam laporan
      laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian untuk memberikan efek pengukuran properti investasi
      menggunakan model nilai wajar yang diadopsi oleh Grup. Kenaikan (penurunan) nilai wajar properti investasi entitas
      asosiasi adalah sebagai berikut:
                                               31 Desember 2025
                                                   (Diaudit)
                                                      Rp
      ASA                                            (53.138.236.015)
      BSP                                             67.420.851.234
      PP                                              89.146.045.000

      Investasi pada perusahaan asosiasi diperoleh terutama untuk tujuan potensi pertumbuhan jangka panjang,
      karena seluruh entitas tersebut bergerak dalam industri properti yang sama dengan industri Grup.


 9.   PROPERTI INVESTASI

      Rincian dan mutasi properti investasi Grup adalah sebagai berikut:

                                    1 Januari 2026           Penambahan            Pengurangan             31 Maret 2026
                                         Rp                      Rp                    Rp                       Rp

      Tanah                          273.298.480.529           2.168.385.269                     -           275.466.865.798
      Bangunan dan prasarana         184.211.100.977                       -                     -           184.211.100.977
      Aset dalam penyelesaian        191.134.787.643                       -        (1.910.510.911)          189.224.276.732
      Jumlah                         648.644.369.149           2.168.385.269        (1.910.510.911)          648.902.243.507

      Akumulasi kenaikan
        nilai wajar                 1.577.249.447.851          2.289.251.731                     -          1.579.538.699.582

      Jumlah Tercatat               2.225.893.817.000                                                       2.228.440.943.089



                                    1 Januari 2025           Penambahan            Pengurangan           31 Desember 2025
                                         Rp                      Rp                    Rp                       Rp

      Tanah                          273.298.480.529                       -                     -           273.298.480.529
      Bangunan dan prasarana         188.354.761.299                       -        (4.143.660.322)          184.211.100.977
      Aset dalam penyelesaian        184.787.923.845           6.346.863.798                     -           191.134.787.643
      Jumlah                         646.441.165.673           6.346.863.798        (4.143.660.322)          648.644.369.149

      Akumulasi kenaikan
        nilai wajar                 1.575.599.622.859        18.145.164.670        (16.495.339.678)         1.577.249.447.851

      Jumlah Tercatat               2.222.040.788.532                                                       2.225.893.817.000




                                                            - 37 -
Page 39
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) (Lanjutan)

      a. Pada 31 Maret 2026, perubahan properti investasi terdiri dari penambahan biaya perolehan dan pengurangan
           masing-masing sebesar Rp 2.168.385.269 dan Rp 1.910.510.911.
      b. Pada 31 Desember 2025, terdapat penjualan properti investasi Perusahaan yang dijual terdiri dari nilai buku
           sebesar Rp 20.639.000.000 dengan harga jual sebesar Rp 18.547.747.748, sehingga terdapat rugi penjualan
           properti investasi sebesar Rp 2.091.252.252.
      c.   Properti investasi merupakan bagian dari unit perkantoran TCC Batavia - Tower 1 yang ditujukan untuk
           disewakan dan area perkantoran yang disewakan di Pluit.
      d.   Sampai dengan 31 Maret 2026, aset dalam penyelesaian untuk pembangunan gedung perkantoran TCC
           Batavia – Tower 2 masih belum dapat dilanjutkan oleh manajemen.
      e.   Aset dalam penyelesaian untuk pembangunan area pusat perbelanjaan Magna One, Surabaya, diperkirakan
           akan selesai pada tahun 2027.

      Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, nilai tercatat aset dalam penyelesaian meliputi 8,78% dari
      nilai kontrak.

      Hak legal atas tanah properti investasi berupa HGB atas nama Grup berjangka waktu 20 sampai 30 tahun yang
      akan jatuh tempo antara tahun 2032 - 2042. Manajemen berpendapat tidak terdapat masalah dengan perpanjangan
      hak atas tanah karena seluruh tanah diperoleh secara sah dan didukung dengan bukti kepemilikan yang memadai.

      Pendapatan sewa dari properti investasi pada periode 31 Maret 2026 dan 2025, masing-masing sebesar
      Rp 2.445.750.401 dan Rp 2.359.230.324 (Catatan 23).

      Properti investasi diasuransikan bersama dengan aset tetap (Catatan 10). Manajemen berpendapat bahwa nilai
      pertanggungan tersebut cukup untuk menutup kemungkinan kerugian atas aset yang dipertanggungkan.

      Rincian nilai wajar atas properti investasi Grup pada tanggal 31 Desember 2025:

            Nama proyek               Nilai wajar         Nama Penilai   Rincian Nama Penilai Tanggal laporan    Tanggal penilaian
                                         Rp
                                                                              Audrey Angelina,
                                                        KJPP Jimmy             M.Bus., MAPPI     22 Januari 2026 31 Desember 2025
      TCC Batavia Tower           2.056.787.745.000
                                                      Prasetyo & Rekan             (Cert.)

                                                                              Audrey Angelina,
                                                        KJPP Jimmy             M.Bus., MAPPI     30 Januari 2026 31 Desember 2025
      Magna One                    124.550.072.000
                                                      Prasetyo & Rekan             (Cert.)

                                                                          Drs. Bagus Wiyono,
                                                        KJPP Jimmy                                25 Maret 2026 31 Desember 2025
      Area perkantoran di Pluit     44.556.000.000                           MAPPI (Cert.)
                                                      Prasetyo & Rekan


      Jumlah                      2.225.893.817.000


      Metode penilaian yang digunakan adalah pendekatan pasar dan pendekatan pendapatan dengan arus kas
      terdiskonto. Berikut ini adalah asumsi-asumsi signifikan yang dipakai penilai dalam menghitung nilai wajar atas
      properti investasi:

                                                              31 Desember 2025

      Tingkat bunga diskonto per tahun                              11,37%
      Tingkat kenaikan harga                                         8,79%

      Hirarki nilai wajar level 2 dari properti investasi atas tanah dan bangunan dihitung dengan menggunakan
      pendekatan data pasar. Input yang paling signifikan dalam pendekatan penilaian ini adalah asumsi harga per meter
      yang didasarkan dari perbandingan harga pasar properti sejenis. Harga pasar yang paling mendekati disesuaikan
      dengan perbedaan atribut utama seperti jenis dan hak yang melekat pada properti, lokasi, karakteristik fisik, ukuran
      aset dan penggunaan aset. Rincian Properti Investasi Grup dan informasi nilai wajar pada 31 Desember 2025
      adalah sebagai berikut:

                                         Tingkat 1                Tingkat 2                  Tingkat 3               Jumlah
                                            Rp                       Rp                         Rp                     Rp

      TCC Batavia Tower                               -         997.326.000.000          1.059.461.745.000       2.056.787.745.000
      Magna One                                       -                           -        124.550.072.000        124.550.072.000
      Area perkantoran di Pluit                       -                           -         44.556.000.000          44.556.000.000




                                                               - 38 -
Page 40
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) (Lanjutan)

      Tidak terdapat perpindahan antara tingkat 1 dan tingkat 2 selama tahun berjalan.

      Biaya pinjaman yang dikapitalisasi ke properti investasi pada 31 Desember 2025 sebesar Rp 605.308.744 dengan
      tingkat kapitalisasi biaya pinjaman sebesar 3,16%.

      Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, terdapat properti investasi yang dijadikan sebagai jaminan
      atas fasilitas pinjaman bank (Catatan 18).

 10. ASET TETAP

      Rincian dan mutasi aset tetap Grup adalah sebagai berikut:

                               1 Januari 2026     Penambahan       Pengurangan           Reklasifikasi          31 Maret 2026
                                    Rp                Rp               Rp                    Rp
      Biaya perolehan:
      Pemilikan langsung
        Tanah                  15.732.219.443                 -                -                         -       15.732.219.443
        Bangunan              260.593.590.116                 -                -                         -      260.593.590.116
        Peralatan kantor       15.901.038.374         1.300.000        9.100.000                         -       15.893.238.374
        Perlengkapan kantor     3.885.222.337         9.100.000                -                         -        3.894.322.337
        Kendaraan                 417.382.727                 -                -                         -          417.382.727
      Jumlah                  296.529.452.997        10.400.000        9.100.000                         -      296.530.752.997

      Akumulasi penyusutan:
        Bangunan              131.325.407.502     3.498.425.532                  -                       -      134.823.833.034
        Peralatan kantor       14.204.802.282       158.116.420                  -                       -       14.362.918.702
        Perlengkapan kantor     3.443.517.952        51.987.931                  -                       -        3.495.505.883
        Kendaraan                 417.382.727                 -                  -                       -          417.382.727
      Jumlah                  149.391.110.463     3.708.529.883                  -                       -      153.099.640.346
      Jumlah Tercatat         147.138.342.534                                                                   143.431.112.651



                               1 Januari 2025     Penambahan       Pengurangan           Reklasifikasi         31 Desember 2025
                                    Rp                Rp               Rp                    Rp
      Biaya perolehan:
      Pemilikan langsung
        Tanah                  15.732.219.443                 -                  -                       -       15.732.219.443
        Bangunan              258.942.212.665     1.651.377.451                  -                       -      260.593.590.116
        Peralatan kantor       15.619.307.278       281.731.096                  -                       -       15.901.038.374
        Perlengkapan kantor     3.866.820.989        18.401.348                  -                       -        3.885.222.337
        Kendaraan                 417.382.727                 -                  -                       -          417.382.727
      Jumlah                  294.577.943.102     1.951.509.895                  -                       -      296.529.452.997

      Akumulasi penyusutan:
        Bangunan              117.300.478.843    14.024.928.659                  -                       -      131.325.407.502
        Peralatan kantor       13.583.521.008       621.281.274                  -                       -       14.204.802.282
        Perlengkapan kantor     3.239.781.900       203.736.052                  -                       -        3.443.517.952
        Kendaraan                 417.382.727                 -                  -                       -          417.382.727
      Jumlah                  134.541.164.478    14.849.945.985                  -                       -      149.391.110.463
      Jumlah Tercatat         160.036.778.624                                                                   147.138.342.534


      Jumlah beban penyusutan aset tetap pada 31 Maret 2026 dan 2025 masing-masing sebesar Rp 3.708.529.883 dan
      Rp 3.754.047.688, yang dibebankan sebagai berikut:

                                                                      31 Maret 2026                 31 Maret 2025
                                                                      (Tidak Diaudit)               (Tidak Diaudit)
                                                                            Rp                            Rp

      Beban pokok penjualan dan
        beban langsung (Catatan 24)                                       3.118.850.671                      3.138.243.663
      Beban penjualan (Catatan 25)                                                    -                         24.746.009
      Beban umum dan administrasi (Catatan 26)                              589.679.212                        591.058.016

      Jumlah                                                              3.708.529.883                      3.754.047.688



                                                        - 39 -
Page 41
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) (Lanjutan)

      Properti investasi, aset real estat dan aset tetap berupa bangunan hotel dan sebagian kendaraan milik Grup
      diasuransikan terhadap risiko-risiko antara lain asuransi property all risk, asuransi terhadap kerusakan mesin, serta
      asuransi terhadap terorisme dan sabotase kepada beberapa perusahaan asuransi pihak ketiga dengan rincian
      sebagai berikut:

                                                                       31 Maret 2026               31 Desember 2025
                                                                       (Tidak Diaudit)                 (Diaudit)
                                                                             Rp                           Rp

      Nilai pertanggungan aset                                          4.087.416.620.000              4.087.416.620.000
        (Catatan 7, Catatan 9 dan Catatan 10)

      Jumlah tercatat aset
        Aset tetap                                                        127.267.905.927                129.265.451.470
        Properti investasi                                              2.228.440.943.089              2.225.893.817.000
        Aset real estat                                                 1.462.278.435.658              1.446.019.890.277
      Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutup kemungkinan kerugian atas
      aset yang dipertanggungkan.

      Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, tidak terdapat aset tetap yang tidak digunakan sementara
      dan dihentikan dari penggunaan aktif namun tidak diklasifikasikan sebagai tersedia untuk dijual.

      Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, aset tetap berupa bangunan digunakan sebagai jaminan atas
      utang bank yang diperoleh dari PT Bank Pan Indonesia (Catatan 18).

      Hak legal atas tanah milik PNC, entitas anak, berupa HGB atas nama PT Pluit Propertindo, pihak berelasi, yang
      akan jatuh tempo pada tahun 2036. Manajemen berpendapat tidak terdapat masalah dalam pemecahan dan
      perpanjangan sertifikasi hak atas tanah karena seluruh tanah diperoleh secara sah dan didukung dengan bukti
      kepemilikan yang memadai.

      Nilai tercatat bangunan hotel Grup pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 masing-masing sebesar
      Rp 99.585.715.233 dan Rp 102.560.514.555. Nilai wajar dengan pendekatan pendapatan dikategorikan sebagai
      level 3 berdasarkan tingkat input pengukuran nilai wajar.

      Manajemen berkeyakinan bahwa jumlah tercatat dari seluruh aset tetap tersebut dapat dipulihkan dan tidak terdapat
      adanya peristiwa atau perubahan keadaan yang mengindikasikan adanya penurunan nilai, sehingga tidak
      diperlukan adanya penyisihan penurunan nilai atas aset tetap.


 11. ASET LAINNYA

      Aset lainnya terdiri dari:

                                                                         31 Maret 2026           31 Desember 2025
                                                                         (Tidak Diaudit)             (Diaudit)
                                                                               Rp                       Rp
      Deposito berjangka yang dijaminkan                                    1.253.683.497              1.246.682.185
      Dana/cadangan untuk penggantian
        perabotan dan perlengkapan hotel (Catatan 5)                          391.696.348              3.443.402.042
      Goodwill                                                                  3.163.130                  3.163.130
      Lain-lain                                                               185.040.000                191.040.000
      Jumlah                                                                1.833.582.975              4.884.287.357


      Goodwill
      Merupakan selisih lebih antara biaya perolehan dan bagian Perusahaan atas nilai wajar aset bersih entitas anak
      pada saat akuisisi.




                                                          - 40 -
Page 42
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) (Lanjutan)

                                                                     31 Maret 2026          31 Desember 2025
                                                                     (Tidak Diaudit)            (Diaudit)
                                                                           Rp                      Rp
      PNC                                                                    2.849.000               2.849.000
      SGK                                                                      314.130                 314.130

      Jumlah                                                                  3.163.130               3.163.130


      Manajemen Grup tidak melakukan pengujian penurunan nilai atas saldo goodwill dari PNC dan SGK karena nilainya
      tidak material.


      Deposito berjangka yang dibatasi penggunaannya

      TMP, entitas anak, memiliki deposito berjangka yang dijaminkan pada PT Bank ICBC Indonesia, pihak ketiga yang
      dijaminkan dalam rangka penyediaan fasilitas kredit kepada pembeli unit perkantoran dan apartemen oleh Bank
      yang bersangkutan (Catatan 31).

      Dana/cadangan untuk penggantian perabotan dan perlengkapan hotel

      SGK, entitas anak, diwajibkan untuk membentuk cadangan rekening untuk penggantian perabot dan perlengkapan
      hotel dengan persentase sebesar 4% dari pendapatan hotel setiap bulan.


 12. UTANG USAHA – PIHAK KETIGA

      Rincian dari utang usaha berdasarkan pemasok adalah sebagai berikut:

                                                                    31 Maret 2026          31 Desember 2025
                                                                    (Tidak Diaudit)            (Diaudit)
                                                                          Rp                      Rp
          Pihak ketiga
            PT Nusa Raya Cipta Tbk                                        6.335.880.578          6.335.880.578
            PT Graha Tunasmekar                                           5.871.715.123          5.871.715.123
            Lain-lain (masing-masing
              di bawah 5% dari utang usaha)                               2.780.821.647          1.390.254.339
          Jumlah                                                       14.988.417.348           13.597.850.040




      Rincian utang usaha berdasarkan mata uang adalah sebagai berikut:

                                                                      31 Maret 2025         31 Desember 2025
                                                                      (Tidak Diaudit)           (Diaudit)
                                                                            Rp                     Rp
          Rupiah                                                          14.850.036.106         13.458.300.733
          Euro                                                               123.087.542            124.445.507
          Dolar Amerika Serikat                                               15.293.700             15.103.800
          Jumlah                                                          14.988.417.348         13.597.850.040


      Tidak ada bunga ataupun jaminan yang secara khusus diberikan oleh Grup sehubungan dengan utang usaha di
      atas.




                                                      - 41 -
Page 43
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) (Lanjutan)

 13. UTANG LAIN-LAIN – PIHAK KETIGA

      Akun ini terdiri dari:

                                                                              31 Maret 2026              31 Desember 2025
                                                                              (Tidak Diaudit)                (Diaudit)
                                                                                    Rp                          Rp
      Pihak ketiga
        PT SC Hotels & Resorts Indonesia                                             1.709.460.175            1.449.139.963
        PT Kawasan Industri Jababeka Tbk                                             1.045.447.474            1.045.447.474
        Lain-lain (masing-masing
          di bawah 5% dari utang lain-lain)                                           460.569.800             2.537.448.679
         Jumlah                                                                      3.215.477.449            5.032.036.116

 14. PERPAJAKAN

      A. Pajak Dibayar di Muka

         Akun ini terdiri dari:
                                                                                31 Maret 2026             31 Desember 2025
                                                                                (Tidak Diaudit)               (Diaudit)
                                                                                      Rp                         Rp

        Pajak pertambahan nilai
          Entitas Induk                                                               4.624.696.928             4.305.439.459
          Perusahaan Anak                                                            75.605.801.542            75.121.171.217
        Pajak Final
          Perusahaan                                                                    446.581.419               628.611.428
          Entitas Anak                                                                6.601.674.065             6.683.632.823

        Jumlah                                                                       87.278.753.954            86.738.854.927

      B. Utang Pajak

         Akun ini terdiri dari:
                                                                                 31 Maret 2026            31 Desember 2025
                                                                                 (Tidak Diaudit)            (Tidak Diaudit)
                                                                                       Rp                         Rp

           Pajak penghasilan
             Pasal 21                                                                 2.497.469.589               493.109.059
             Pasal 23                                                                    14.539.384                30.477.252
           Persewaan dan pengalihan
             Hak atas tanah dan/atau bangunan                                             2.153.250                 8.742.075
             Jasa konstruksi                                                             91.776.927               337.252.184
           Pajak hotel dan restoran                                                     324.819.430               416.513.998
           Jumlah                                                                     2.930.758.580             1.286.094.568

      C. Aset Pajak Tangguhan

         Rincian aset pajak tangguhan Grup terdiri dari:

                                                                        31 Maret 2026 (Tidak Diaudit)
                                                                                       Dibebankan ke
                                                                   Dikreditkan ke       Penghasilan
                                              1 Januari 2026          laba rugi      komprehensif lain     31 Maret 2026
                                                   Rp                    Rp                  Rp                 Rp


              Liabilitas imbalan pascakerja     104.165.929                      -                   -         104.165.929

              Jumlah                            104.165.929                      -                   -         104.165.929




                                                               - 42 -
Page 44
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) (Lanjutan)

                                                                       31 Desember 2025 (Diaudit)
                                                                                   Dibebankan ke
                                                                  Dikreditkan ke     Penghasilan
                                             1 Januari 2025          laba rugi    komprehensif lain     31 Desember 2025
                                                  Rp                    Rp               Rp                    Rp


             Liabilitas imbalan pascakerja       19.722.135            81.288.294         3.155.500          104.165.929
             Penyisihan penurunan
                piutang usaha                     2.767.304            (2.767.304)                  -                     -

             Jumlah                              22.489.439            78.520.990         3.155.500          104.165.929


         Berdasarkan peraturan perpajakan Indonesia, Grup menghitung, menetapkan dan membayar secara sendiri
         pajak penghasilannya (self-assessment). Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dapat menetapkan atau mengubah
         liabilitas pajak dalam batas waktu 5 (lima) tahun sejak saat terutangnya pajak.

      D. Beban Pajak Final dan Beban Pajak Penghasilan

         Beban pajak final sehubungan dengan penyewaan pada tanggal 31 Maret 2026 dan 2025 masing-masing
         sebesar Rp 220.756.662 dan Rp 706.960.504.

         Rekonsiliasi antara manfaat (beban) pajak penghasilan yang disajikan dalam laporan laba rugi dan penghasilan
         komprehensif lain konsolidasian dengan jumlah yang dihitung dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku
         terhadap laba sebelum manfaat (beban) pajak penghasilan menurut laporan laba rugi dan penghasilan
         komprehensif lain konsolidasian adalah sebagai berikut:

                                                                              31 Maret 2026             31 Maret 2025
                                                                              (Tidak Diaudit)           (Tidak Diaudit)
                                                                                    Rp                        Rp

         Laba sebelum pajak menurut
           laporan laba rugi dan penghasilan
           komprehensif lain konsolidasian                                       33.941.645.035           25.705.621.092
         Pendapatan dividen dari entitas
           asosiasi (Catatan 8)                                                  27.400.000.000            16.700.000.000
         Rugi sebelum pajak entitas anak                                          3.463.360.483             2.740.978.267
         Laba entitas asosiasi (Catatan 8)                                      (50.527.038.401)          (47.642.200.045)
         Laba sebelum pajak - Perusahaan                                         14.277.967.117            (2.495.600.686)
         Pendapatan yang sudah diperhitungkan
           atau dibayar pajak final                                             (14.277.967.117)            2.495.600.686
         Laba sebelum pajak dari pendapatan
           yang tidak terutang pajak
           penghasilan final                                                                    -                             -

         Beban pajak kini                                                                       -                             -
         Dikurangi pajak penghasilan dibayar
           Pasal 23                                                                             -                             -
           Pasal 25                                                                             -                             -
         Utang pajak kini                                                                       -                             -


         Laba kena pajak hasil rekonsiliasi menjadi dasar pengisian SPT Tahunan PPh Badan.




                                                              - 43 -
Page 45
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) (Lanjutan)

 15. BIAYA MASIH HARUS DIBAYAR

      Akun ini terdiri dari:

                                                                    31 Maret 2026         31 Desember 2025
                                                                    (Tidak Diaudit)           (Diaudit)
                                                                          Rp                      Rp

      Service charge                                                   8.765.538.715            8.661.779.728
      Utilitas                                                           963.944.969              965.529.191
      Gaji dan Bonus                                                     515.243.172              735.893.729
      Jasa profesional                                                   196.271.036              391.382.101
      Bunga atas utang bank (Catatan 18)                                           -              202.397.077
      Lain-lain                                                        1.383.625.756            2.596.533.516
      Jumlah                                                          11.824.623.648          13.553.515.342


 16. UANG JAMINAN PENYEWA

      Uang jaminan penyewa merupakan uang yang diterima Perusahaan dan PNC, entitas anak, sehubungan dengan
      penyewaan unit apartemen dan perkantoran.


 17. UANG MUKA PENJUALAN DAN PENDAPATAN DITERIMA DIMUKA

      Uang muka penjualan

                                                                   31 Maret 2026         31 Desember 2025
                                                                   (Tidak Diaudit)           (Diaudit)
                                                                         Rp                     Rp

      Penjualan apartemen                                            71.810.954.274          76.095.988.211
      Penjualan kantor (Catatan 31e)                                 70.000.000.000          65.091.839.981
      Jumlah                                                        141.810.954.274         141.187.828.192
      Dikurang bagian jangka pendek                                  (1.921.972.970)         (1.581.039.860)
      Bagian jangka panjang                                         139.888.981.304         139.606.788.332

      Uang muka penjualan pada tanggal 31 Desember 2025, termasuk di dalamnya biaya bunga yang merupakan
      dampak dari komponen pendanaan yang signifikan atas PSAK 115, dengan sebesar Rp 4.514.948.351.

      Uang muka penjualan jangka panjang merupakan uang muka atas penjualan apartemen yang akan mulai direalisasi
      sekitar tahun 2026.

      Uang muka penjualan merupakan uang muka atas penjualan apartemen dan unit perkantoran yang belum
      memenuhi kriteria untuk pengakuan pendapatan.

      Pendapatan diterima dimuka

                                                                   31 Maret 2026         31 Desember 2025
                                                                   (Tidak Diaudit)           (Diaudit)
                                                                         Rp                     Rp

      Pendapatan sewa diterima dimuka                                  4.835.830.560           6.848.206.035
      Bagian yang direalisasi dalam satu tahun                        (3.534.347.365)         (5.214.155.508)
      Bagian yang direalisasi lebih dari satu tahun                    1.301.483.195           1.634.050.527

      Pendapatan sewa diterima dimuka merupakan uang muka sewa yang diterima dari penyewa.




                                                      - 44 -
Page 46
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) (Lanjutan)

 18. UTANG BANK JANGKA PANJANG

                                                                   31 Maret 2026          31 Desember 2025
                                                                   (Tidak Diaudit)            (Diaudit)
                                                                         Rp                      Rp

      PT Bank Ina Perdana Tbk                                         16.200.000.000           41.256.000.000
      PT Bank Pan Indonesia Tbk                                       17.699.851.731           20.699.851.731
      Jumlah                                                          33.899.851.731           61.955.851.731
      Biaya transaksi yang belum diamortisasi                           (103.945.466)            (103.945.466)
      Bersih                                                          33.795.906.265           61.851.906.265
      Dikurangi:
      Jatuh tempo dalam satu tahun                                   (28.116.444.460)         (53.172.444.460)
      Bagian jangka panjang - bersih                                   5.679.461.805            8.679.461.805

      Tingkat bunga per tahun                                      8,75% - 9,00%            8,75% - 9,00%


      PT Bank INA Perdana Tbk

      Berdasarkan akta Perjanjian Kredit No. 11 tanggal 27 April 2022 sebagaimana telah dirubah dengan Addendum
      Perjanjian Kredit No. 18/BIP-ARB/KMK-RBII/II/2025 tanggal 6 Februari 2025, Perusahaan memperoleh fasilitas
      pinjaman “Refinancing” pada tanggal 27 April 2022 dengan jumlah pokok yang tidak lebih dari Rp 250.000.000.000.
      Fasilitas tersebut dikenakan tingkat suku bunga sebesar 9% per tahun yang dihitung dari jumlah baki debet
      (outstanding) fasilitas pinjamannya dengan ketentuan tingkat bunga tersebut dapat berubah dan akan ditinjau setiap
      saat oleh Bank (floating rate).

      Jangka waktu fasilitas maksimum fasilitas pinjaman yaitu selama 4 (empat) tahun termasuk Masa Tenggang Waktu
      dan Jangka Waktu Penarikan yang dimulai sejak tanggal Perjanjian sampai dengan Tanggal Akhir. Jangka Waktu
      Penarikan selama 18 (delapan belas) bulan sejak tanggal perjanjian. Saldo utang bank pada tanggal 31 Maret 2026
      dan 31 Desember 2025, masing-masing sebesar Rp 16.200.000.000 dan Rp 41.256.000.000.
      Fasilitas pinjaman ini dijamin dengan:

      −   40 Unit kantor TCC Batavia Tower 1 di Jalan K.H. Mas Mansyur Kav. 126, Kel. Karet Tengsin, Kec. Tanah
          Abang, Jakarta Pusat, atas nama PT Greenwood Sejahtera Tbk dengan total luas 9.597 m2 (Catatan 9).

      Perjanjian pinjaman mencakup persyaratan tertentu untuk tidak melakukan hal-hal berikut tanpa persetujuan tertulis
      terlebih dahulu dari pihak bank, antara lain melakukan penarikan modal disetor, mengubah anggaran dasar, struktur
      modal, pemegang saham dan pengurus, mengubah usaha dan badan hukum, mengajukan permohonan kepailitan
      atau penundaan kewajiban pembayaran hutang, membubarkan perusahaan serta melakukan penggabungan
      usaha, pengambilalihan usaha, pemisahan atau peleburan usaha, memberikan pinjaman kepada pihak lain,
      memperoleh pinjaman uang atau kredit baru dari pihak lain, menggadaikan dan mengalihkan saham, bertindak
      sebagai penjamin dengan mengikatkan diri sebagai penjamin hutang, memberikan garansi atau menjamin harta
      kekayaan untuk kepentingan pihak lain, menjual dan menyewakan aset, mengalihkan usaha, mengalihkan usaha
      kepada pihak lain, mengadakan penyertaan modal dan investasi di perusahaan lain, melakukan pembayaran baik
      pokok, bunga maupun pembayaran lain atas hutang Pemegang Saham, melakukan pembelian harta tetap
      sepanjang tidak mempengaruhi kewajiban Perusahaan kepada Bank, melakukan pembayaran dipercepat atas
      suatu hutang yang belum jatuh tempo, kecuali berhubungan dengan kegiatan usaha Perusahaan dan tidak
      mempengaruhi kewajiban Perusahaan kepada Bank, melakukan transaksi tidak wajar dengan pihak lain termasuk
      kepada perusahaan afiliasi atau kepada Pemegang Saham dan harus berdasarkan praktek dan kebiasaan usaha
      serta prinsip perdagangan yang bebas, mengalihkan dan menyewakan jaminan.

      PT Bank Pan Indonesia Tbk

      Pada bulan September 2012, SGK, entitas anak, memperoleh fasilitas kredit dari PT Bank Pan Indonesia Tbk
      dengan jumlah pokok seluruhnya tidak melebihi Rp 120.000.000.000 yang terbagi atas Pinjaman jangka panjang
      dengan jumlah maksimum pokok hutang maksimal Rp 38.499.851.731. Jangka waktu pinjaman sampai dengan
      bulan September 2027 dan harus dikembalikan dengan cicilan bulanan dengan tingkat bunga 9,00% per tahun
      (floating).
      Fasilitas pinjaman ini dijamin dengan :
      − Akta Pemberian Hak Tanggungan (APHT) atas tanah dan bangunan (Hotel Holiday Inn), hasil pecahan SHGB
          No. 6127, Proyek Emporium Pluit di Jl. Pluit Selatan No. 1, Jakarta Utara, dengan nilai hak tanggungan sebesar
          Rp 144.000.000.000 (Catatan 10).
      − Fiduciaire Eigendomsoverdracht (FEO) mesin dan peralatan Hotel Holiday Inn di Jl. Pluit Selatan No. 1, Jakarta
          Utara dengan nilai Rp 50.000.000.000 (Catatan 10).




                                                        - 45 -
Page 47
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) (Lanjutan)

      Berdasarkan Akta Perubahan Perjanjian Kredit No. 72 tanggal 30 Oktober 2025 dari Antonius Wahono
      Prawirodirdjo, S.H., M.Kn., Bank Pan menyetujui untuk melakukan perubahan terhadap perjanjian tersebut antara
      lain pelunasan fasilitas Pinjaman Rekening Koran pada tanggal 27 Agustus 2025 dan pemberian jaminan tambahan
      berupa 4 bidang tanah. Sehingga jaminan pada tanggal 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:

       •   Akta Pemberian Hak Tanggungan (APHT) atas tanah dan bangunan (Hotel Holiday Inn), hasil pecahan SHGB
           No. 6127, Proyek Emporium Pluit di Jl. Pluit Selatan No. 1, Jakarta Utara, dengan nilai hak tanggungan
           sebesar Rp 144.000.000.000 (Catatan 9).
       •   Fiduciaire Eigendomsoverdracht (FEO) mesin dan peralatan Hotel Holiday Inn di Jl. Pluit Selatan No. 1,
           Jakarta Utara dengan nilai Rp 50.000.000.000 (Catatan 10).
       •   SHMASRS NIB 09.05.000008108.3 terkait gedung rumah susun bukan hunian atas nama SGK, seluas
           1.230,87 m2 terletak di Emporium Pluit Lantai 15 Blok Hotel.
       •   SHMASRS NIB 09.05.000008106.3 terkait gedung rumah susun bukan hunian atas nama SGK, seluas
           1.230,87 m2 terletak di Emporium Pluit Lantai 16 Blok Hotel.
       •   SHMASRS NIB 09.05.000008105.3 terkait gedung rumah susun bukan hunian atas nama SGK, seluas
           1.230,87 m2 terletak di Emporium Pluit Lantai 17 Blok Hotel.
       •   SHMASRS NIB 09.05.000012461.3 terkait gedung rumah susun bukan hunian atas nama SGK, seluas
           1.230,87 m2 terletak di Emporium Pluit Lantai 18 Blok Hotel.

      Pada tanggal 19 November 2025, Bank Pan menyetujui penyesuaian tingkat bunga menjadi 8,75% per tahun yang
      efektif pada tanggal 1 Desember 2025.

      Perjanjian pinjaman mencakup persyaratan tertentu untuk tidak melakukan hal-hal berikut tanpa persetujuan tertulis
      terlebih dahulu dari pihak bank, antara lain membatasi hak SGK untuk mengadakan merger, akuisisi, konsolidasi,
      menjual, mengalihkan, menyewakan atau melepaskan harta kekayaan SGK kecuali untuk transaksi-transaksi yang
      umum, mengubah anggaran dasar dan susunan direksi dan komisaris serta pemegang saham; menjaminkan harta
      kekayaan; mengajukan permohonan kepailitan; mendapat pinjaman uang atau kredit dari pihak lain; memberikan
      pinjaman kepada pihak lain, termasuk tetapi tidak terbatas pada direksi, komisaris, pemegang saham, entitas anak
      dan/atau perusahaan afiliasinya; melakukan pembagian dividen; serta mengadakan penyertaan investasi pada
      perusahaan lain. Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, SGK, entitas anak, telah mematuhi seluruh
      ketentuan perjanjian bank.

      Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, saldo fasilitas pinjaman jangka panjang masing-masing
      sebesar Rp 17.699.851.731 dan Rp 20.699.851.731.

      Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, Perusahaan telah mematuhi seluruh ketentuan perjanjian
      bank.

      Biaya bunga masih harus dibayar pada tanggal 31 Desember 2025 sebesar Rp 202.397.077 (Catatan 15).


 19. ESTIMASI LIABILITAS IMBALAN PASCAKERJA

      Pada tanggal 31 Desember 2025, Perusahaan mencatat liabilitas imbalan pascakerja berdasarkan perhitungan
      yang dilakukan oleh KKA Setyo Widodo, Aktuaris Independen, tertanggal 9 Maret 2026, di mana disusun
      menggunakan metode aktuarial “Projected Unit Credit” dan asumsi-asumsi utama sebagai berikut:

                                                31 Desember 2025
      Tingkat pensiun normal                        56 - 59 tahun
      Tingkat diskonto per tahun                   6,30% - 6,67%
      Tingkat kenaikan gaji per tahun                 8% -10%
      Tingkat mortalitas                              TMV 2019
      Tingkat cacat                              10% TMI IV (2019)
      Tingkat pengunduran diri               5% pada umur 26 tahun
                                                dan menurun secara
                                              linier sampai 0% pada
                                                   umur 59 tahun

      Analisis liabilitas diestimasi atas imbalan kerja karyawan yang disajikan sebagai “Liabilitas Imbalan Kerja Karyawan”
      di laporan posisi keuangan kosolidasian pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, dan beban imbalan
      kerja karyawan yang dicatat dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian. Mutasi nilai
      kini liabilitas imbalan pasti adalah sebagai berikut:




                                                          - 46 -
Page 48
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) (Lanjutan)

                                                                     31 Maret 2026          31 Desember 2025
                                                                     (Tidak Diaudit)            (Diaudit)
                                                                           Rp                      Rp

      Saldo awal                                                        12.071.761.998              9.068.330.878
      Beban imbalan kerja karyawan
        tahun berjalan (Catatan 26)                                        451.047.876              1.804.191.504
      Penghasilan komprehensif lain                                        399.661.061              1.409.856.589
      Pembayaran imbalan kerja                                                       -               (210.616.973)

      Jumlah                                                            12.922.470.935           12.071.761.998

      Manajemen berkeyakinan bahwa estimasi liabilitas tersebut di atas cukup untuk memenuhi ketentuan yang berlaku.
      Tabel berikut menyajikan sensitivitas atas kemungkinan perubahan tingkat suku bunga pasar, dengan variabel lain
      dianggap tetap, terhadap kewajiban imbalan pascakerja dan beban jasa kini, pada tanggal 31 Desember 2025:

                                                             31 Desember 2025
                                                  Kewajiban imbalan   Beban jasa kini dan
                                                     pascakerja           beban bunga
      Tingkat diskonto
        Kenaikan 1%                                    11.528.480.512              994.457.335
        Penurunan 1%                                   12.681.440.899            1.131.997.726

      Tingkat kenaikan gaji per tahun
        Kenaikan 1%                                   12.627.131.372             1.126.292.052
        Penurunan 1%                                  11.565.376.425               997.969.454

      Analisis sensitivitas disajikan di atas mungkin tidak mewakili perubahan yang sebenarnya dalam liabilitas imbalan
      pasti mengingat bahwa perubahan asumsi terjadinya tidak terisolasi satu sama lain karena beberapa asumsi
      tersebut mungkin berkorelasi.

 20. MODAL SAHAM

      Susunan pemegang saham Perusahaan pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 berdasarkan laporan
      yang disusun oleh PT Adimitra Jasa Korpora, Biro Administrasi Efek, adalah sebagai berikut:

                                                        31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
      Nama Pemegang Saham                                 Jumlah                Persentase             Jumlah Modal
                                                          Saham                 Kepemilikan               Disetor
                                                                                      %                     Rp

      PT Prima Permata Sejahtera                           4.387.657.776                    56,25           438.765.777.600
      PT Kencana Graha Nusamandiri                         1.813.102.224                    23,24           181.310.222.400
      Ang Andri Pribadi - Komisaris Utama                        969.000                     0,01                96.900.000
      Masyarakat umum
       (masing-masing dibawah 5%)                          1.599.031.000                    20,50           159.903.100.000

      Jumlah                                               7.800.760.000                   100,00           780.076.000.000


      Pengelolaan Modal

      Tujuan utama pengelolaan modal Grup adalah untuk memastikan terpeliharanya rasio modal yang sehat untuk
      mendukung usaha dan memaksimalkan imbalan bagi pemegang saham.

      Grup dipersyaratkan oleh Undang-undang Perseroan Terbatas No. 40 Tahun 2007 untuk menyisihkan dan
      mempertahankan suatu dana cadangan yang tidak boleh didistribusikan sampai dana cadangan tersebut mencapai
      20% dari modal saham diterbitkan dan dibayar penuh. Persyaratan permodalan eksternal tersebut akan
      dipertimbangkan oleh Grup dalam Rapat Umum Pemegang Saham (“RUPS”) tahunan berikutnya.

      Tidak ada perubahan atas tujuan, kebijakan maupun proses dalam manajemen modal untuk tahun yang berakhir
      pada tanggal-tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025.

      Rasio utang terhadap modal berikut dihitung berdasarkan pembagian antara liabilitas neto dengan jumlah ekuitas.
      Liabilitas neto meliputi seluruh liabilitas dikurangi dengan kas dan setara kas. Jumlah modal meliputi seluruh ekuitas
      sebagaimana yang disajikan di dalam laporan posisi keuangan konsolidasian.


                                                          - 47 -
Page 49
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) (Lanjutan)

      Perhitungan rasio pengungkit adalah sebagai berikut:

                                                                  31 Maret 2026            31 Desember 2025
                                                                  (Tidak Diaudit)              (Diaudit)
                                                                        Rp                        Rp

      Jumlah liabilitas                                             365.615.174.686            394.527.477.127
      Dikurangi kas dan setara kas                                (135.749.290.516)          (168.700.864.525)

      Liabilitas neto                                               229.865.884.170            225.826.612.602
      Ekuitas                                                     7.315.971.128.165          7.282.435.880.106
      Rasio Liabilitas Neto
        terhadap Ekuitas                                                            0,03                   0,03


 21. CADANGAN UMUM

      Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan sebagaimana dinyatakan dalam Akta No. 42 tanggal
      12 Juni 2025 dari Doktor Buntario Tigris Darmawa NG, Sarjana Hukum, Sarjana Ekonomi, Magister Hukum, notaris
      di Jakarta Pusat, pemegang saham Perusahaan menyetujui untuk membentuk cadangan umum sebesar
      Rp 5.000.000.000 yang diambil dari laba bersih. Sisanya, yaitu sebesar Rp 66.381.793.204 akan menambah saldo
      laba untuk mendukung operasional dan pengembangan usaha Perseroan.

 22. KEPENTINGAN NONPENGENDALI

      Kepentingan nonpengendali atas aset bersih Entitas Anak adalah sebagai berikut:

                                                                    31 Maret 2026            31 Desember 2025
                                                                    (Tidak Diaudit)              (Diaudit)
                                                                          Rp                        Rp

      a. Kepentingan nonpengendali atas
           Aset bersih Entitas Anak
         PT Sentra Graha Kencana (SGK)                                 40.297.284.534            39.301.444.215
         PT Prakarsa Nusa Cemerlang (PNC)                              22.325.904.253            23.766.494.932
         PT Trisakti Makmur Persada (TMP)                                 (61.185.112)              (61.786.165)
          Jumlah                                                       62.562.003.675             63.006.152.982

      Kepentingan Nonpengendali atas Laba (Rugi) Komprehensif Entitas Anak adalah sebagai berikut:

                                                                    31 Maret 2026              31 Maret 2025
                                                                    (Tidak Diaudit)            (Tidak Diaudit)
                                                                          Rp                         Rp

      b. Kepentingan nonpengendali atas
           Laba (Rugi) bersih Entitas Anak
         PT Sentra Graha Kencana (SGK)                                     277.832.158              871.245.972
         PT Trisakti Makmur Persada (TMP)                                       (6.502)                  (9.459)
         PT Prakarsa Nusa Cemerlang (PNC)                                 (720.295.296)             (92.570.258)
          Jumlah                                                          (442.469.640)             778.666.255

 23. PENDAPATAN USAHA

      Rincian pendapatan usaha adalah sebagai berikut:

                                                                       31 Maret 2026             31 Maret 2025
                                                                       (Tidak Diaudit)           (Tidak Diaudit)
                                                                             Rp                        Rp
        Pendapatan:
          Hotel                                                            9.782.981.805            12.988.150.479
          Sewa                                                             2.445.750.401             2.359.230.324
        Jumlah                                                            12.228.732.206            15.347.380.803


                                                         - 48 -
Page 50
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) (Lanjutan)

      Tidak terdapat pendapatan dari pelanggan yang melebihi 10% dari jumlah pendapatan untuk periode 31 Maret 2026
      dan 2025. Tidak terdapat penjualan dan pendapatan usaha yang diperoleh dari pihak berelasi dan semua transaksi
      dalam mata uang Rupiah.


 24. BEBAN POKOK PENJUALAN DAN BEBAN LANGSUNG

      Rincian beban langsung adalah sebagai berikut:

                                                                     31 Maret 2026            31 Maret 2025
                                                                     (Tidak Diaudit)          (Tidak Diaudit)
                                                                           Rp                       Rp
      Beban langsung:
        Penyusutan (Catatan 10)                                         3.118.850.671            3.138.243.663
        Gaji dan tunjangan                                              1.254.561.993            1.243.504.370
        Utilitas                                                          836.893.695              872.610.243
        Lain-lain                                                         447.185.492              630.494.376
      Jumlah                                                            5.657.491.851            5.884.852.652


 25. BEBAN PENJUALAN

      Rincian beban penjualan adalah sebagai berikut:

                                                                     31 Maret 2026            31 Maret 2025
                                                                     (Tidak Diaudit)          (Tidak Diaudit)
                                                                           Rp                       Rp
      Utilitas                                                            255.297.068              255.132.770
      Komisi                                                              113.607.806              138.871.897
      Gaji dan tunjangan                                                   63.892.380               80.748.905
      Penyusutan (Catatan 10)                                                       -               24.746.009
      Lain-lain                                                           262.864.533              134.819.853
      Jumlah                                                              695.661.787              634.319.434


 26. BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI

      Rincian beban umum dan administrasi adalah sebagai berikut:

                                                                     31 Maret 2026           31 Maret 2025
                                                                     (Tidak Diaudit)         (Tidak Diaudit)
                                                                           Rp                      Rp
      Gaji dan kesejahteraan karyawan                                  16.700.440.434          19.995.061.322
      Sewa dan jasa layanan                                             2.542.110.701           2.594.576.375
      Jasa manajemen (Catatan 31d)                                        868.365.236           1.329.441.656
      Penyusutan (Catatan 10)                                             589.679.212             591.058.016
      Perbaikan dan pemeliharaan                                          465.738.416             363.585.853
      Imbalan pasca kerja (Catatan 19)                                    451.047.876             329.403.374
      Utilitas                                                            376.115.634             348.784.483
      Jasa keamanan                                                       355.335.722             770.742.090
      Beban kantor                                                        320.478.516             359.049.751
      Asuransi                                                            243.645.307             275.660.107
      Perjalanan Dinas                                                    165.515.934             515.611.830
      Retribusi                                                           136.310.250              88.217.200
      Jasa profesional                                                    124.261.401             619.550.000
      Biaya konversi pembangunan rumah Susun                                        -             218.112.997
      Lain-lain                                                           278.898.303             357.046.803

      Jumlah                                                           23.617.942.942          28.755.901.857




                                                        - 49 -
Page 51
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) (Lanjutan)

 27. PENDAPATAN BUNGA

      Rincian pendapatan bunga adalah sebagai berikut:

                                                                      31 Maret 2026            31 Maret 2025
                                                                      (Tidak Diaudit)          (Tidak Diaudit)
                                                                            Rp                       Rp
      Deposito berjangka                                                  1.919.005.459            5.006.757.245
      Jasa giro                                                              27.501.271               69.375.255
      Jumlah                                                              1.946.506.730            5.076.132.500


 28. LABA PER SAHAM

      Perhitungan laba per saham adalah sebagai berikut:
                                                                      31 Maret 2026            31 Maret 2025
                                                                      (Tidak Diaudit)          (Tidak Diaudit)
                                                                            Rp                       Rp
      Laba
      Laba bersih yang dapat diatribusikan
        kepada pemilik entitas induk                                    34.384.114.675           24.926.954.837
      Jumlah Saham
      Jumlah rata-rata tertimbang saham
        untuk tujuan perhitungan laba
        bersih per saham dasar                                            7.800.760.000            7.800.760.000
      Laba Per Saham Dasar                                                          4,41                     3,20


      Pada tanggal laporan posisi keuangan konsolidasian, Perusahaan tidak memiliki efek berpotensi saham biasa yang
      bersifat dilutif.

 29. SIFAT DAN TRANSAKSI PIHAK BERELASI

      a. PT Kencana Graha Nusamandiri dan PT Prima Permata Sejahtera adalah pemegang saham utama
         Perusahaan.

      b. PT Karya Multi Makmur adalah pemegang saham minoritas entitas anak, SGK.

      c. Pihak berelasi yang merupakan entitas yang dikendalikan personil manajemen kunci Perusahaan:
         − PT Langgeng Gemilang Sejahtera

      d. Pihak berelasi yang merupakan entitas asosiasi Perusahaan:
         − PT Arah Sejahtera Abadi
         − PT Briliant Sakti Persada
         − PT Pluit Propertindo
         − PT Manggala Gelora Perkasa
         − PT Citra Gemilang Nusantara

      Transaksi-transaksi dengan Pihak Berelasi

      Dalam kegiatan usahanya, Grup melakukan transaksi tertentu dengan pihak berelasi, yang meliputi antara lain:
          a.   Sejak tahun 2013, Perusahaan mengadakan perjanjian pengelolaan Perkantoran TCC Batavia - Tower 1
               dengan PT Langgeng Gemilang Sejahtera. Perjanjian ini telah diperpanjang sampai dengan 10 Februari
               2031.

          b.   Perusahaan menerima dividen dari CGN, entitas asosiasi, akan tetapi bagian Perusahaan atas rugi CGN
               sudah melebihi kepentingannya, maka Perusahaan menghentikan pengakuan bagiannya atas rugi lebih
               lanjut berdasarkan PSAK No. 228. Dividen yang sudah diterima oleh Perusahaan disajikan pada akun
               "Utang Pihak Berelasi". Saldo pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 masing-masing
               sebesar Rp 27.213.832.200 dan Rp 26.753.832.200.

          c.   Sehubungan dengan pembagian dividen interim PP pada tahun 2024, kepada Perusahaan sebagai
               pemegang saham PP, yang dinyatakan dalam Keputusan Sirkular Para Pemegang saham PP pada
               tanggal 1 Oktober 2024, Perusahaan telah menerima dividen interim sebesar Rp 195.047.950.000
               berdasarkan perkiraan saldo laba tahun 2024. Pada tanggal 31 Desember 2025, ternyata saldo laba PP


                                                       - 50 -
Page 52
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) (Lanjutan)

                 tidak mencukupi sehingga PP mengajukan permohon penyelesaian pengembalian kelebihan dividen
                 interim sebesar Rp 66.509.700.000, atas kelebihan tersebut PP dan Perusahaan menandatangani
                 perjanjian pinjaman tanpa bunga dengan jatuh tempo pinjaman tanggal 31 Desember 2027, dan jika
                 diperlukan PP berhak mengkonversi penyelesaian pinjaman Perusahaan secara keseluruhan atau
                 sebagain menjadi dividen. PP telah mengkonversi pinjaman Perusahaan senilai Rp25.235.950.000,
                 sebagai dividen pada tahun 2025.

          d.     Sehubungan dengan pembagian dividen interim ASA pada tahun 2024, kepada Perusahaan sebagai
                 pemegang saham ASA, yang dinyatakan dalam Keputusan Sirkular Para Pemegang saham ASA pada
                 tanggal 25 Oktober 2024, Perusahaan telah m enerima dividen interim sebesar Rp 169.120.000.000
                 berdasarkan perkiraan saldo laba tahun 2024. Pada tanggal 31 Desember 2025, ternyata saldo laba ASA
                 tidak mencukupi sehingga ASA mengajukan permohon penyelesaian pengembalian kelebihan dividen
                 interim sebesar Rp 26.000.000.000, atas kelebihan tersebut ASA dan Perusahaan menandatangani
                 perjanjian pinjaman tanpa bunga dengan jatuh tempo pinjaman tanggal 31 Desember 2027, dan jika
                 diperlukan ASA berhak mengkonversi penyelesaian pinjaman Perusahaan secara keseluruhan atau
                 sebagain menjadi dividen. ASA telah mengkonversi pinjaman Perusahaan sebesar Rp14.000.000.000,
                 sebagai dividen pada tahun 2025.

          e.     Pada tanggal 17 September 2025, Perusahaan dan BSP menandatangani perjanjian pinjaman sebesar
                 Rp 55.500.000.000. Atas jumlah pinjaman yang diberikan BSP, Perusahaan tidak dikenakan bunga.
                 Perusahaan dan BSP sepakat dan setuju bahwa untuk mengembalikan jumlah pinjaman, Perusahaan
                 memberikan hak dan wewenang penuh kepada BSP untuk mempertemukan hak (set off) jumlah dividen
                 yang seharusnya diterima Perusahaan dalam setiap tahunnya dari tahun buku 2025 sampai dengan tahun
                 buku 2029.

         Rincian saldo yang timbul dari transaksi dengan pihak-pihak berelasi diatas adalah sebagai berikut:


                                                                          31 Maret 2026          31 Desember 2025
                                                                          (Tidak Diaudit)            (Diaudit)
                                                                                Rp                      Rp
          Utang Pihak Berelasi
          Entitas Asosiasi
            PT Brilian Sakti Persada                                        55.500.000.000            55.500.000.000
            PT Pluit Propertindo                                            41.273.750.000            41.273.750.000
            PT Citra Gemilang Nusantara                                     27.213.832.200            26.753.832.200
            PT Arah Sejahtera Abadi                                         12.000.000.000            12.000.000.000
               Jumlah                                                      135.987.582.200           135.527.582.200

          Persentase terhadap jumlah liabilitas                                      37,19%                    34,35%



 30. INFORMASI SEGMEN

      Grup menetapkan segmen berdasarkan unit usahanya secara terpisah guna keperluan pengambilan keputusan
      mengenai alokasi sumber daya dan penilaian kinerja. Kinerja segmen dievaluasi berdasarkan laba atau rugi operasi
      dan diukur secara konsisten dengan laba atau rugi operasi pada laporan keuangan konsolidasian.

      Segmen Usaha
      Grup melakukan kegiatan usaha sebagai berikut
      I. Penjualan dan pendapatan sewa
         − Apartemen
         − Perkantoran
      II. Pendapatan
          − Hotel




                                                        - 51 -
Page 53
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) (Lanjutan)

       Berikut ini adalah informasi segmen berdasarkan segmen usaha:

                                                                                       31 Maret 2026 (Tidak Diaudit)
                                                                                                         Tidak dapat
                                       Perkantoran          Apartemen                Hotel               dialokasikan         Eliminasi          Konsolidasian
                                           Rp                  Rp                     Rp                      Rp                 Rp                  Rp
       Penjualan dan pendapatan
        usaha                             2.332.031.309       113.719.092           9.782.981.805                       -                   -      12.228.732.206

       Hasil
        Hasil segmen                      2.332.031.309       113.719.092           4.125.489.954                       -                   -       6.571.240.355

       Beban penjualan                                -       (255.129.570)          (376.016.438)            (64.515.779)                  -         (695.661.787)
       Beban umum dan administrasi      (15.009.685.863)    (1.334.769.571)        (2.746.197.349)         (4.527.290.159)                  -      (23.617.942.942)
       Beban pajak final                   (206.220.840)       (11.371.908)            (3.163.914)                      -                   -         (220.756.662)
       Bagian laba bersih
        entitas asosiasi                50.527.038.401                   -                      -                       -                   -      50.527.038.401
       Pendapatan bunga                    554.310.823           2.899.250             50.491.406           1.338.805.251                   -       1.946.506.730
       Beban bunga dan keuangan           (748.274.537)           (230.000)          (436.571.713)             (2.420.080)                  -      (1.187.496.330)
       Keuntungan (kerugian)
        lainnya - neto                     170.247.630           6.000.000                      -            442.469.640                    -         618.717.270

       Laba (rugi) sebelum pajak        37.619.446.923      (1.478.882.707)          614.031.946           (2.812.951.127)                  -      33.941.645.035

       LAPORAN POSISI KEUANGAN
       Aset segmen                    5.517.225.267.301     61.346.233.507        117.770.370.718       1.732.651.175.527     252.593.255.798    7.681.586.302.851
       Liabilitas segmen                153.660.698.078     10.400.405.000         23.058.907.248         151.387.805.939      27.107.358.421      365.615.174.686
       Informasi Lainnya
         Penyusutan                        562.793.622            568.749           3.129.074.751              16.092.761                   -       3.708.529.883




                                                                                      31 Maret 2025 (Tidak Diaudit)
                                                                                                        Tidak dapat
                                      Perkantoran           Apartemen                Hotel             dialokasikan           Eliminasi         Konsolidasian
                                          Rp                   Rp                     Rp                    Rp                   Rp                 Rp
       Penjualan dan pendapatan
        usaha                           2.244.911.232        114.319.092          12.988.150.479                        -                   -     15.347.380.803

       Hasil
        Hasil segmen                    2.244.911.232        114.319.092           7.103.297.827                        -                   -       9.462.528.151

       Beban penjualan                               -       (255.129.570)          (271.366.550)           (107.823.314)                   -        (634.319.434)
       Beban umum dan administrasi     (21.610.465.481)       (44.901.060)        (3.360.897.125)         (3.739.638.191)                   -     (28.755.901.857)
       Beban pajak final                  (691.438.184)       (11.431.908)            (4.090.412)                      -                    -        (706.960.504)
       Bagian laba bersih
        entitas asosiasi               46.863.533.669                   -                      -                       -                    -     46.863.533.669
       Pendapatan bunga                 4.750.826.163           8.169.196             18.041.789             299.095.352                    -      5.076.132.500
       Kerugian dalam penjualan
          properti investasi            (2.091.252.252)                 -                      -                       -                    -      (2.091.252.252)
       Beban bunga dan keuangan         (2.849.072.847)          (230.000)          (700.825.044)            (48.786.415)                   -      (3.598.914.306)
       Keuntungan (kerugian)
        lainnya - neto                  1.238.227.185           6.000.000                       -         (1.153.452.060)                   -          90.775.125

       Laba (rugi) sebelum pajak       27.855.269.485        (183.204.250)         2.784.160.485          (4.750.604.628)                   -     25.705.621.092

       LAPORAN POSISI KEUANGAN
       Aset segmen                   5.504.249.739.074     61.989.712.203        126.116.007.826      1.629.397.102.146      520.378.264.202    7.842.130.825.451
       Liabilitas segmen               245.797.358.747      8.634.066.107         36.342.736.863        339.388.588.879       24.630.252.395      654.793.002.991
       Informasi Lainnya
         Penyusutan                       562.094.658                    -         3.148.074.537              43.878.493                    -       3.754.047.688




 31.   PERJANJIAN PENTING DAN IKATAN DAN KONTINJENSI

       a. Akta Kesepakatan Bersama II No. 138 tanggal 24 Agustus 2009 yang dibuat di hadapan Buntario Tigris, S.H.,
          S.E., M.H., notaris di Jakarta, oleh dan antara Ny. Betty Donna Christina Siahaan (Betty) dan Tn. DR. Tunggul
          Simanjuntak (Tunggul) (yang dalam hal ini bertindak masing-masing sebagai pemegang dan pemilik hak atas
          seluruh saham sejumlah 50.000 lembar dalam PT Sinar Bonana Jaya (SBJ)) dan PT Kawasan Industri
          Jababeka Tbk (KIJA) dengan Perusahaan. Betty dan Tunggul setuju dan sepakat untuk menjual seluruh saham
          dan tagihan yang dimiliki oleh mereka terhadap SBJ kepada Perusahaan dan/atau pihak lain yang ditunjuk oleh
          Perusahaan dengan harga penjualan masing masing sebesar Rp 5.000.000.000 dan Rp 17.500.000.000.

            KIJA setuju dan sepakat untuk menjual tagihan miliknya terhadap SBJ kepada Perusahaan dan/atau pihak lain
            yang ditunjuk oleh Perusahaan sebesar Rp 50.000.000.000. Pembayaran oleh Perusahaan kepada Betty dan
            Tunggul dilakukan secara bertahap sebanyak 8 kali (dalam PPJB No. 139 tanggal 24 Agustus 2009,
            pembayaran dilakukan 7 kali, dimana pada pembayaran ketiga dilakukan secara 2 tahap) sesuai dengan
            pemenuhan kondisi tertentu oleh pihak Betty dan Tunggul. Sedangkan pembayaran kepada KIJA dilakukan
            secara bertahap sebanyak 5 kali sesuai dengan pemenuhan kondisi tertentu oleh pihak KIJA.

            Pada tanggal 15 Desember 2014, Betty dan Tunggul (Pemohon) mengajukan Permohonan Arbitrase
            No. 640/XII/ARB-BANI/2014 melawan Perusahaan (Termohon) dan Buntario Tigris, SH., S.E., M.H. (selaku turut
            Termohon) di Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI), untuk melakukan pembatalan perjanjian pengikatan
            jual beli saham dan tagihan PT Sinar Bonana Jaya (SBJ) yang dinyatakan dalam Akta No. 139 tanggal 24
            Agustus 2009. Perkara ini telah diputus oleh Mahkamah Arbitrase BANI pada tanggal 4 Februari 2016 dengan


                                                                        - 52 -
Page 54
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) (Lanjutan)

           putusan menolak seluruhnya permohonan Pemohon. Dengan demikian, Perjanjian Pengikatan Jual Beli Saham
           dan Tagihan PT SBJ antara Perusahaan dengan Betty dan Tunggul dinyatakan sah dan masih mengikat kedua
           belah pihak.

           Sampai dengan tanggal penyelesaian laporan keuangan konsolidasian, Perusahaan telah membayar sebesar
           Rp 2.850.000.000 kepada Betty dan Tunggul, yang dicatat pada akun piutang lain-lain sebesar Rp 350.000.000
           dan akun uang muka investasi sebesar Rp 2.500.000.000 dan sebesar Rp 2.500.000.000 kepada KIJA yang
           dicatat sebagai bagian piutang lain-lain.

      b. Pada 27 Oktober 2003, PNC mengadakan perjanjian jual beIi dengan PT Graha Tunasmekar selaku pemilik
         tunggal yang sah dan memiliki hak penuh untuk unit yang sedang dibangun, dan merupakan kontraktor dan
         pengembang rumah susun apartemen “The Peak di Sudirman” (The Peak) yang telah diubah dengan adendum
         pada tanggal 2 Desember 2004.

      c. Grup mengadakan perjanjian dengan beberapa bank dalam rangka penyediaan fasilitas kredit kepada pembeli
         untuk pemilikan perkantoran dan apartemen milik Grup sebagai berikut:
          1. Perusahaan mengadakan perjanjian kerjasama pemberian fasilitas kredit kepemilikan perkantoran (KPK)
              dengan PT Bank Central Asia Tbk.
          2. PNC, entitas anak, mengadakan perjanjian kerjasama pemberian fasilitas kredit kepemilikan apartemen
              (KPA) dengan Bank Pan Indonesia, Bank CIMB Niaga dan Bank OCBC NISP.
          3. TMP, entitas anak, mengadakan perjanjian kerjasama pemberian fasilitas kredit kepemilikan apartemen
              (KPA) dengan PT Bank Central Asia Tbk, PT Bank ICBC Indonesia, dan PT CIMB Niaga Tbk.

           Dalam perjanjian kerjasama tersebut, Grup menjamin pembayaran jumlah yang terutang atas pembelian unit
           perkantoran dan unit apartemen oleh pembeli kepada bank – bank pemberi KPK dan KPA melalui penempatan
           dana pada bank yang bersangkutan (Catatan 18). Penjaminan ini berlaku sampai dengan Akta Jual beli (AJB)
           dan Akta Pemberian Hak Tanggungan (APHT) atas unit perkantoran dan unit apartemen tersebut
           ditandatangani.

      d. Pada tahun 2012, SGK mengadakan perjanjian kerja sama dengan Intercontinental Hotel Group
         (PT SC Hotels & Resorts Indonesia) untuk pengawasan, pengarahan dan untuk mengelola Hotel Holiday Inn
         Express. Perjanjian ini berlaku selama 15 tahun. SGK diwajibkan untuk membayar:
           1. Biaya dasar manajemen sebesar 2 % dari dari pendapatan kotor hotel.
           2. Biaya insentif manajemen sebesar persentase tertentu dari laba operasi kotor yang telah disesuaikan
              (AGOP).
           Pada periode 31 Maret 2026 dan 2025, beban jasa manajemen masing-masing sebesar Rp 868.365.236 dan
           Rp 1.329.441.656 dicatat sebagai bagian dari beban umum dan administrasi (Catatan 26).

      e. Pada tanggal 30 Juli 2013 dengan addendum tertanggal 11 April 2014, TMP, entitas anak, melakukan transaksi
         pembelian tanah dengan PT Equator Paradise, dengan penandatanganan surat pesanan dan/atau Perjanjian
         Pengikatan Jual Beli atas unit-unit kantor oleh PT Eastern Star Capital (ESC), segera setelah didirikannya
         proyek Capital Square, proses balik nama keatas nama TMP dan setelah mendapatkan Izin Mendirikan
         Bangunan. Atas perjanjian ini, TMP, entitas anak, mencatat utang sebesar Rp 70.000.000.000 yang disajikan
         sebagai bagian dari uang muka penjualan (Catatan 17).

      f.   Pada tanggal 19 November 2019, berdasarkan hasil pembahasan perhitungan nilai konversi sesuai dengan
           Peraturan Gubernur Provinsi DKI Jakarta No. 112 Tahun 2019, tentang Tata Cara Pemenuhan Kewajiban
           Pembiayaan dan Pembangunan Rumah Susun Murah/Sederhana Melalui Konversi oleh para Pemegang Izin
           Pemanfaatan Ruang, Perusahaan sebagai pemegang Izin Pemanfaatan Ruang telah menyepakati jumlah nilai
           konversi sebesar Rp 42.260.447.250 melalui Surat Pernyataan No. 8 tanggal 4 Juni 2021.

           Nilai konversi didasarkan oleh Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) pada tahun 2019 sebesar Rp 55.923.000/m2 dan
           luas lahan yang ditunjuk oleh Surat Izin Penunjukkan Penggunaan Tanah (SIPPT) sebesar +/- 24.173 m2.
           Selanjutnya, berdasarkan Surat dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi
           Daerah Khusus Ibukota Jakarta No. 32/C.47/31.71.07.1003.04.005.K.1.a.b/1/- 1.711.32/2021 tanggal 21
           Oktober 2021 memutuskan memberikan izin prinsip konversi kepada Perusahaan sebesar nilai konversi melalui
           pembangunan fasilitas publik dalam bentuk Pembangunan Rumah Susun Kampung Akuarium Tahap Dua, yang
           meliputi biaya KJPP dan Konsultan Manajemen untuk Blok A, E dan C, Konstruksi Blok A dan E serta konstruksi
           lansekap, di mana konstruksi pembangunan Blok A dan E diselesaikan paling lambat pada tanggal 20 Juni 2022
           dan serah terima kepada Walikota Jakarta Utara paling lambat bulan Oktober 2022 melalui Berita Acara Serah
           Terima.

           Pada tanggal 14 Maret 2022, berdasarkan Surat No. 024-002/GWS-TCC/DIR/III/2022, Perusahaan melakukan
           permohonan untuk membangun satu Blok terlebih dahulu atas Rumah Susun Kampung Akuarium, hal tersebut
           dikarenakan sesuai dengan Surat No. 025-002/GWS-TCC/DIR/III/2022 tanggal 18 Maret 2022 sehubungan
           dengan kesanggupan Perusahaan untuk mendanai pembangunan konstruksi pembangunan Rumah Susun
           Kampung Akuarium sebesar Rp 21.500.000.000.

           Berdasarkan Surat No. 1105/-1.796.32 tanggal 23 Maret 2022 dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Dinas
           Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, Perusahaan diminta untuk segera menerbitkan Surat

                                                        - 53 -
Page 55
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) (Lanjutan)

         Kerjasama dengan PT Prosys Eka Persada sebagai Manajemen Konstruksi dan penunjukkan penyedia jasa
         konstruksi dengan PT Totalindo Eka Persada.

         Selanjutnya, pada tanggal 5 Oktober 2022 berdasarkan surat No. 076-012/GWS- RKA/DIR/X/2022, Perusahaan
         mengajukan permohonan perubahan tanggal penyerahan fisik bangunan dalam izin prinsip kepada Dinas
         Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman DKI Jakarta. Dan pada tanggal 13 Oktober 2022, Dinas
         Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi DKI Jakarta mengeluarkan surat keputusan No.
         43/C.47/31.71.07.1003.04.005.K.1.a.b/1/-.711.32/202 tentang perpanjangan izin prinsip pelaksanaan bentuk
         konversi, dimana konstruksi pembangunan diselesaikan paling lambat Februari 2023 dan serah terima kepada
         Walikota Jakarta Utara paling lambat April 2023.

         Selanjutnya, atas izin prinsip yang telah berakhir tersebut, Perusahaan mengirimkan Surat No. 042-008/GWS-
         RKA/PRO/III/2023 tanggal 28 Maret 2023 sehubungan dengan permohonan perubahan tanggal penyerahan
         fisik bangunan dalam izin prinsip pelaksanaan bentuk konversi kepada Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan
         Permukiman DKI Jakarta.

         Perusahaan sudah memulai proses konstruksi pembangunan Rumah Susun Kampung Akuarium.
         Pembangunan Rumah Susun Kampung Akuarium dilaksanakan oleh kontraktor yang penyelesaiannya
         berdasarkan progress proyek serta nilai proyek tersebut nilainya akan diverifikasi oleh pihak KJPP, dan Badan
         Pengelola Aset Daerah (BPAD).

         Berdasarkan Berita Acara Serah Terima No. 009-001/GWS/RWA/DIR/I/2026, tentang Penyerahan Kewajiban
         Berupa Rumah Susun Kampung Akuarium Blok A (48 Unit), Perusahaan dan Pemerintah Provinsi Daerah
         Khusus Ibukota Jakarta sepakat untuk melakukan serah terima sebagian kewajiban berupa Pekerjaan Struktur
         Rumah Susun Kampung Akuarium Blok A (48 Unit) yang berlokasi di Jalan Pasar Ikan, Kelurahan Penjaringan,
         Kecamatan Penjaringan, Kota Administrasi Jakarta Utara dari PT Greenwood Sejahtera Tbk kepada Pemerintah
         Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta senilai Rp 21.634.153.432. Sebagian kewajiban Perusahaan tercantum
         dalam Surat Keputusan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Khusus
         Ibukota Jakarta Nomor 43/C.47/31.71.07.1003.04.005.K.1.a.b/1/1.711.32/2022 Tanggal 13 Mei 2022 Hal
         Perpanjangan Izin Prinsip Pelaksanaan Bentuk Konversi. Perusahaan menjamin Pekerjaan Rumah Susun
         Kampung Akuarium Blok A (48 Unit) dengan luas gedung keseluruhan ±3.187,61 m² yang diserahkan dalam
         kondisi baik, telah selesai dikerjakan sesuai dengan perencanaan, bebas dari segala tuntutan/gugatan, tidak
         pernah diperjualbelikan/dialihkan kepada pihak lain, bebas dari sitaan, tidak terikat sebagai agunan serta bebas
         dari beban lain dan/atau semacami itu, dan apabila pekerjaan tersebut tidak sesuai dengan perencanaan serta
         ada tuntutan/gugatan dan/atau sengketa dengan Pihak Ketiga, baik sekarang maupun kemudian hari, maka hal
         tersebut sepenuhnya menjadi beban dan tanggung jawab perusahaan. Sesuai Surat Izin Prinsip Pelaksanaan
         Bentuk Konversi (SIPPBK) Kewajiban dan Pembiayaan dan Pembangunan Rumah Susun Murah/Sederhana,
         terdapat sisa kewajiban yang belum terpenuhi senilai Rp 20.626.293.818.



 32. TUJUAN DAN KEBIJAKAN MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN

      Tujuan dan kebijakan manajemen risiko keuangan

      Risiko-risiko utama yang timbul dari instrumen keuangan yang dimiliki Grup adalah risiko suku bunga, risiko nilai
      tukar, risiko kredit, dan risiko likuiditas. Kegiatan operasional Grup dijalankan secara berhati-hati dengan mengelola
      risiko-risiko tersebut agar tidak menimbulkan potensi rugi bagi Grup.

      Manajemen risiko merupakan tanggung jawab Direksi. Direksi bertugas menentukan prinsip dasar kebijakan
      manajemen risiko Grup secara keseluruhan serta kebijakan pada area tertentu seperti risiko nilai tukar, risiko suku
      bunga, risiko kredit, dan risiko likuiditas.Tujuan dan kebijakan manajemen risiko keuangan Grup adalah untuk
      memastikan bahwa sumber daya keuangan yang memadai tersedia untuk operasi dan pengembangan bisnis, serta
      untuk mengelola risiko mata uang asing, risiko kredit, risiko likuiditas dan risiko suku bunga. Grup beroperasi dengan
      pedoman yang telah ditentukan oleh Direksi.




                                                          - 54 -
Page 56
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) (Lanjutan)

         Faktor-faktor Risiko Keuangan

         Risiko Mata Uang Asing

         Risiko nilai tukar mata uang asing adalah risiko bahwa nilai wajar atau arus kas masa depan instrumen
         keuangan akan berfluktuasi karena perubahan dalam nilai tukar mata uang. Eksposur Grup terhadap fluktuasi
         nilai tukar mata uang asing, terutama disebabkan oleh piutang dalam mata uang asing.

         Tabel berikut menjelaskan eksposur Grup atas risiko nilai tukar mata uang asing pada tanggal 31 Maret 2026
         dan 31 Desember 2025. Termasuk didalamnya adalah instrumen keuangan Grup pada nilai tercatat,
         dikategorikan berdasarkan jenis mata uang.


                                                             31 Maret 2026                    31 Desember 2025
                                                             (Tidak Diaudit)                      (Diaudit)
                                                     Mata Uang         Ekuivalen        Mata Uang        Ekuivalen
                                                       Asing              Rp              Asing             Rp
          Aset Moneter
          Kas dan setara kas                  US$       807.061       13.714.383.665       800.967       13.441.824.167


          Liabilitas Moneter
          Utang usaha kepada
            pihak ketiga                      US$           900            15.293.700           900           15.103.800
                                             EURO         6.300           123.087.542         6.300          124.445.507
          Jumlah Liabilitas Moneter                                      138.381.242                        139.549.307
          Jumlah Aset Neto Moneter                                    13.576.002.423                     13.302.274.860


         Manajemen tidak menganggap perlu untuk melakukan transaksi forward/swap valuta asing saat ini.
         Grup sebagian besar bertransaksi dalam Rupiah dan tidak mempunyai risiko nilai tukar mata uang asing yang
         signifikan, sehingga tidak dilakukan analisis sensitivitas.
         Risiko Kredit
         Risiko kredit mengacu pada risiko rekanan gagal dalam memenuhi kewajiban kontraktualnya yang
         mengakibatkan kerugian bagi Grup.

         Risiko kredit Grup terutama melekat pada rekening bank, deposito berjangka, piutang usaha dan lain-lain. Grup
         menempatkan saldo bank dan deposito berjangka pada institusi keuangan yang layak serta terpercaya. Grup
         meminimalisasi risiko kredit atas piutang usaha yang timbul dari pembeli properti dengan mengenakan denda
         atas keterlambatan pembayaran, pembatalan penjualan dengan denda pembatalan dan apabila penjualan
         belum dilunasi tidak dilakukan serah terima unit yang dijual sehingga dapat dilakukan penjualan kembali properti
         dengan dikenakan klaim atas kerugian yang timbul dari penjualan kembali tersebut. Untuk risiko kredit yang
         timbul dari penyewa properti investasi dilakukan dengan cara meminta penyewa untuk memberikan deposit
         dalam bentuk tunai atau bank garansi untuk sewa selama 3 bulan, serta membayar uang muka sewa sebelum
         masa sewa berlaku.

         Grup memiliki kebijakan untuk memperoleh pertumbuhan pendapatan yang berkelanjutan dengan
         meminimalkan kerugian yang terjadi karena eksposur risiko kredit. Karena itu, Grup memiliki kebijakan untuk
         memastikan transaksi dilakukan dengan pelanggan yang memiliki sejarah dan reputasi kredit yang baik.
         Manajemen melakukan pengawasan secara terus menerus untuk mengurangi eksposur risiko kredit. Piutang
         usaha atas penjualan perkantoran dan apartemen Grup pada tanggal pelaporan sebagian besar merupakan
         selisih pengakuan pendapatan setelah dikurangi dengan bagian yang telah dibayar oleh pembeli sehingga
         pembayarannya belum jatuh tempo.

         Risiko Suku Bunga

         Risiko suku bunga adalah risiko dimana nilai wajar atau arus kas kontraktual masa datang dari suatu instrumen
         keuangan akan terpengaruh akibat perubahan suku bunga pasar. Eksposur Grup yang terpengaruh risiko suku
         bunga terutama terkait dengan utang bank.

         Untuk meminimalkan risiko suku bunga, Grup mengelola beban bunga melalui kombinasi pembiayaan melalui
         perbankan dan institusi keuangan yang kredibel. Manajemen juga melakukan penelaahan berbagai suku bunga
         yang ditawarkan oleh kreditur untuk mendapatkan suku bunga yang menguntungkan sebelum mengambil
         keputusan untuk melakukan perikatan utang.


                                                        - 55 -
Page 57
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) (Lanjutan)

         Manajemen tidak menganggap perlunya melakukan swap suku bunga pada saat ini.

         Tidak ada analisis sensitivitas yang dilakukan karena Grup tidak memperkirakan adanya dampak material
         terhadap laba atau rugi Grup yang timbul dari dampak perubahan suku bunga yang wajar pada instrumen
         keuangan berbunga pada akhir periode pelaporan.

         Risiko Likuiditas

         Risiko likuiditas adalah risiko rugi yang timbul karena Grup tidak memiliki arus kas yang cukup untuk memenuhi
         liabilitasnya.

         Dalam pengelolaan risiko likuiditas, manajemen memantau dan menjaga jumlah kas dan setara kas yang
         dianggap memadai untuk membiayai operasional Grup dan untuk mengatasi dampak fluktuasi arus kas.
         Manajemen juga melakukan evaluasi berkala atas proyeksi arus kas dan arus kas aktual, termasuk jadwal jatuh
         tempo utang, dan terus-menerus melakukan penelaahan pasar keuangan untuk mendapatkan sumber
         pendanaan yang optimal.

         Tabel risiko likuiditas dan suku bunga

                                                                                                   31 Maret 2026 (Tidak Diaudit)
                                 Tingkat bunga
                                    efektif          Kurang dari
                                                                              1 - 3 bulan               3 bulan - 1 tahun             1 - 5 tahun             Di atas 5 tahun               Jumlah
                                   rata-rata           1 bulan
                                  tertimbang
                                       Rp                Rp                       Rp                           Rp                         Rp                        Rp                        Rp
             Tanpa bunga
             Utang usaha
               Pihak ketiga                      -                  -          14.784.731.291                               -             203.686.057                           -            14.988.417.348
             Utang lain-lain
               Pihak ketiga                      -                  -                          -             1.419.659.255               1.795.818.194                          -             3.215.477.449
             Biaya yang masih
               harus dibayar                     -                  -          11.824.623.648                               -                         -                         -            11.824.623.648
             Uang jaminan
               penyewa                           -                  -             322.558.349                               -            2.980.595.078                          -             3.303.153.427

             Instrumen tingkat
                bunga variabel
             Utang bank jangka
                panjang          8,75% - 9,00%                      -           3.000.000.000               12.000.000.000             18.795.906.265                           -            33.795.906.265
             Jumlah                                                 -          29.931.913.288               13.419.659.255             23.776.005.594                           -            67.127.578.137


                                                                                                    31 Desember 2025 (Diaudit)
                                  Tingkat bunga
                                     efektif             Kurang dari
                                                                                    1 - 3 bulan             3 bulan - 1 tahun           1 - 5 tahun            Di atas 5 tahun               Jumlah
                                     rata-rata             1 bulan
                                    tertimbang
                                         Rp                    Rp                         Rp                         Rp                     Rp                       Rp                        Rp
             Tanpa bunga
             Utang usaha
               Pihak ketiga              -                 13.597.850.040                           0                           -                         -                         -       13.597.850.040
             Utang lain-lain -
               Pihak ketiga              -                    1.449.139.963             2.537.448.679                                     1.045.447.474                                       5.032.036.116
             Biaya masih
               harus dibayar             -                 13.553.515.342                           -                           -                         -                         -       13.553.515.342
             Uang jaminan
               penyewa                   -                                -              649.282.901                            -         2.921.413.470                             -         3.570.696.371

             Instrumen tingkat
                bunga variabel
             Utang bank jangka
                panjang              8,75% - 9,00%            9.790.294.853            35.699.639.848               9.858.163.832         8.991.486.653          (2.487.678.921)            61.851.906.265

             Jumlah                                        38.390.800.198              38.886.371.428               9.858.163.832        12.958.347.597          (2.487.678.921)            97.606.004.134



         Jumlah yang dicantum di atas untuk instrumen suku bunga mengambang untuk liabilitas keuangan harus
         berubah jika perubahan suku bunga mengambang berbeda dengan estimasi suku bunga yang ditentukan pada
         akhir periode pelaporan.

         Grup memiliki fasilitas pembiayaan dari bank sebagaimana dijelaskan dalam catatan di bawah ini, yang tidak
         digunakan untuk mengurangi risiko likuiditas pada 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025.

                                                                                                                            31 Maret 2026                             31 Desember 2025
                                                                                                                            (Tidak Diaudit)                               (Diaudit)
                                                                                                                                  Rp                                         Rp
             Fasilitas utang bank:
               Jumlah yang digunakan                                                                                                33.899.851.731                                      61.955.851.731

         Grup memelihara kecukupan dana untuk membiayai kebutuhan modal kerja yang berkelangsungan.




                                                                                   - 56 -
Page 58
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) (Lanjutan)

         Nilai Wajar Instrumen Keuangan

         Nilai wajar aset dan liabilitas keuangan ditentukan berdasarkan jumlah dimana instrumen tersebut dapat
         dipertukarkan dalam transaksi kini antara pihak-pihak yang berkeinginan (willing parties) dan bukan merupakan
         pendapatan yang dipaksakan atau likuidasi.

         Instrumen keuangan yang disajikan di dalam laporan posisi keuangan konsolidasian dicatat sebesar nilai wajar,
         atau disajikan dalam jumlah tercatat baik karena jumlah tersebut adalah kurang lebih sebesar nilai wajarnya
         atau karena nilai wajarnya tidak dapat diukur secara andal.

         Metode dan asumsi berikut ini digunakan untuk mengestimasi nilai wajar untuk setiap kelompok instrumen
         keuangan yang praktis untuk memperkirakan nilai tersebut:

         Kas dan setara kas, piutang usaha, piutang lain-lain, aset lainnya, utang bank jangka pendek, utang usaha,
         utang lain-lain, biaya masih harus dibayar dan utang pihak berelasi, diperkirakan sebesar nilai wajar karena
         jangka pendek dari utang tersebut dalam waktu 12 bulan.

         Nilai tercatat utang bank jangka panjang mendekati nilai wajarnya karena suku bunga mengambang dari
         instrumen keuangan bergantung pada penyesuaian yang dilakukan oleh bank dan lembaga keuangan.

 33. INFORMASI KEUANGAN TERSENDIRI PERUSAHAAN

      Informasi keuangan tersendiri entitas induk menyajikan informasi laporan posisi keuangan, laporan laba rugi dan
      penghasilan komprehensif lain, laporan perubahan ekuitas dan laporan arus kas, dimana penyertaan saham pada
      entitas anak dan asosiasi.

      Laporan keuangan tersendiri entitas induk disajikan dari halaman 58 sampai dengan 62. Informasi laporan
      keuangan induk tersendiri mengikuti kebijakan akuntansi yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan
      konsolidasian seperti yang dijelaskan dalam Catatan 2, kecuali untuk investasi pada entitas anak dan asosiasi yang
      sdicatat menggunakan metode ekuitas.




                                                        - 57 -
Page 59
INFORMASI TAMBAHAN
DAFTAR I: INFORMASI LAPORAN POSISI KEUANGAN ENTITAS INDUK *)
31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)

                                                                   31 Maret 2026       31 Desember 2025
                                                                   (Tidak Diaudit)         (Diaudit)
                                                                         Rp                   Rp
ASET
Aset Lancar
Kas dan setara kas                                                   29.374.881.989        54.924.342.122
Piutang usaha - pihak ketiga                                             10.276.245            10.276.245
Piutang lain-lain - pihak ketiga                                        378.878.350           512.052.153
Pajak dibayar di muka                                                 4.624.696.928         4.934.050.887
Biaya dibayar di muka dan uang muka                                  16.444.737.523           348.612.655

Jumlah Aset Lancar                                                   50.833.471.035        60.729.334.062

Aset Tidak Lancar
Piutang lain-lain - pihak ketiga                                       2.948.638.168        2.948.638.168
Persediaan                                                           294.055.049.942      294.055.049.942
Uang muka investasi saham                                              2.500.485.233        2.500.485.233
Investasi pada entitas asosiasi dan anak                           5.000.369.300.633    5.001.692.423.862
Properti investasi - nilai wajar                                   2.056.787.745.000    2.035.813.348.782
Aset tetap - neto                                                     26.328.964.757       26.891.758.382

Jumlah Aset Tidak Lancar                                           7.382.990.183.733    7.363.901.704.369

JUMLAH ASET                                                        7.433.823.654.768    7.424.631.038.431

*) Investasi saham pada entitas anak dan asosiasi dicatat dengan
menggunakan metode ekuitas.




                                                          - 58 -
Page 60
INFORMASI TAMBAHAN
DAFTAR I: INFORMASI LAPORAN POSISI KEUANGAN ENTITAS INDUK *)
31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) (Lanjutan)

                                                                     31 Maret 2026         31 Desember 2025
                                                                     (Tidak Diaudit)           (Diaudit)
                                                                           Rp                     Rp
LIABILITAS DAN EKUITAS

LIABILITAS
Liabilitas Jangka Pendek
Utang usaha - pihak ketiga                                                   761.065.689          761.065.689
Utang lain-lain - pihak ketiga                                                         -        1.045.447.474
Utang pajak                                                                1.565.712.787          343.055.268
Biaya yang masih harus dibayar                                             7.303.273.391        6.726.512.404
Pendapatan diterima di muka -
  bagian yang direalisasi dalam satu tahun                                 3.458.534.637        4.874.165.413
Utang bank jangka panjang yang jatuh tempo
  dalam waktu satu tahun                                                  16.200.000.000       41.256.000.000

Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                           29.288.586.504       55.006.246.248

Liabilitas Jangka Panjang
Uang jaminan penyewa                                                       2.687.346.395        2.628.164.787
Pendapatan diterima di muka - dikurangi
   bagian yang direalisasi dalam satu tahun                             1.173.683.199           1.634.050.527
Utang pihak berelasi                                                  135.987.582.200         135.527.582.200
Liabilitas imbalan kerja karyawan                                      11.277.331.980          10.405.267.545

Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                      151.125.943.774         150.195.065.059

Jumlah Liabilitas                                                     180.414.530.278         205.201.311.307

EKUITAS
Modal saham - nilai nominal - Rp 100 per saham
  Modal dasar - 23.000.000.000 saham
  Modal ditempatkan dan disetor penuh -
  7.800.760.000 saham                                                 780.076.000.000         780.076.000.000
Tambahan modal disetor                                                222.442.743.783         222.442.743.783
Selisih transaksi perubahan ekuitas
  entitas asosiasi                                                           411.856.000          411.856.000
Penghasilan komprehensif lain                                              4.966.860.299        5.371.577.608
Saldo laba
  Ditentukan penggunaannya                                             65.000.000.000          65.000.000.000
  Tidak ditentukan penggunaannya                                    6.180.511.664.408       6.146.127.549.733

Jumah Ekuitas                                                       7.253.409.124.490       7.219.429.727.124

JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                       7.433.823.654.768       7.424.631.038.431

*) Investasi saham pada entitas anak dan asosiasi dicatat dengan




                                                          - 59 -
Page 61
INFORMASI TAMBAHAN
DAFTAR II : INFORMASI LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN ENTITAS INDUK *)
Untuk Periode yang Berakhir 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 2025 (Diaudit)

                                                                   31 Maret 2026         31 Maret 2025
                                                                   (Tidak Diaudit)       (Tidak Diaudit)
                                                                         Rp                    Rp

PENDAPATAN USAHA                                                       2.117.589.904         2.057.574.851

BEBAN POKOK PENJUALAN DAN BEBAN LANGSUNG                                             -                     -

LABA BRUTO                                                             2.117.589.904         2.057.574.851

Beban penjualan                                                                    -                     -
Beban umum dan administrasi                                          (15.009.685.863)      (21.610.465.481)
Beban pajak final                                                       (206.220.840)         (691.438.184)
Kerugian dalam penjualan properti investasi                                        -        (2.091.252.252)
Bagian rugi bersih entitas anak                                       (3.463.360.483)       (2.740.978.267)
Bagian laba bersih entitas asosiasi                                   50.527.038.401        46.863.533.669
Pendapatan bunga                                                         554.310.823         4.750.826.163
Beban bunga dan keuangan                                                (748.274.537)       (2.849.072.847)
Lain-lain - neto                                                         612.717.270         1.238.227.185

LABA SEBELUM PAJAK                                                   34.384.114.675        24.926.954.837

BEBAN PAJAK PENGHASILAN                                                              -                     -

LABA PERIODE BERJALAN                                                34.384.114.675        24.926.954.837

PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
Pos yang tidak akan direklasifikasi ke laba rugi :
  Pengukuran kembali atas program imbalan pasti                         (404.717.309)         288.612.596

JUMLAH LABA KOMPREHENSIF
  PERIODE BERJALAN                                                   33.979.397.366        25.215.567.433

*) Investasi saham pada entitas anak dan asosiasi dicatat dengan
menggunakan metode ekuitas.




                                                          - 60 -
Page 62
INFORMASI TAMBAHAN
DAFTAR III : INFORMASI LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS ENTITAS INDUK *)
Untuk Periode yang Berakhir 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 2025 (Diaudit)

                                                                                                                         Penghasilan komprehensif lain
                                                                                        Selisih transaksi        Bagian penghasilan         Pengukuran kembali                     Saldo laba
                                                                   Tambahan            perubahan ekuitas           komprehensif lain        atas program imbalan     Ditentukan             Tidak ditentukan          Jumlah
                                         Modal saham              modal disetor          entitas asosiasi       atas entitas asosiasi               pasti                                                             ekuitas
                                                                                                                                                                   penggunaannya            penggunaannya
                                              Rp                       Rp                      Rp                         Rp                        Rp                  Rp                       Rp                     Rp


Saldo per 1 Januari 2025                  780.076.000.000         222.442.743.783              411.856.000             (2.002.056.438)            8.942.883.544      60.000.000.000             6.029.976.009.509   7.099.847.436.398
Laba periode berjalan                                    -                        -                         -                           -                      -                     -            24.926.954.837      24.926.954.837
Penghasilan (Rugi)
  komprehensif lain                                      -                        -                         -                1.270.114              287.342.482                      -                          -        288.612.596


Saldo per 31 Maret 2025                   780.076.000.000         222.442.743.783              411.856.000             (2.000.786.324)            9.230.226.026      60.000.000.000             6.054.902.964.346   7.125.063.003.831


Saldo per 31 Desember 2025                780.076.000.000         222.442.743.783              411.856.000             (2.171.323.853)            7.542.901.461      65.000.000.000             6.146.127.549.733   7.219.429.727.124
Laba periode berjalan                                   -                       -                        -                          -                         -                   -                34.384.114.675      34.384.114.675
Penghasilan (Rugi)
  komprehensif lain                                      -                        -                         -               (6.735.915)            (397.981.394)                     -                          -       (404.717.309)


Saldo per 31 Maret 2026                   780.076.000.000         222.442.743.783              411.856.000             (2.178.059.768)            7.144.920.067      65.000.000.000             6.180.511.664.408   7.253.409.124.490



*) Investasi saham pada entitas anak dan asosiasi dicatat dengan menggunakan metode ekuitas.




                                                                                                                      - 61 -
Page 63
INFORMASI TAMBAHAN
DAFTAR IV : INFORMASI LAPORAN ARUS KAS ENTITAS INDUK
Untuk Periode yang Berakhir Pada 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 2025 (Diaudit)


                                                                       31 Maret 2026         31 Maret 2025
                                                                       (Tidak Diaudit)       (Tidak Diaudit)
                                                                             Rp                    Rp
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan dari pelanggan                                                  2.158.758.580         3.103.568.635
Penerimaan bunga                                                             590.934.501         5.085.659.377
Pembayaran kas kepada karyawan                                            (8.802.072.241)      (14.955.026.810)
Pembayaran pajak penghasilan                                                (720.131.233)         (576.260.432)
Pembayaran kas kepada pemasok
  dan untuk beban operasional lainnya                                    (20.660.456.366)        6.714.062.300

Kas Neto Digunakan untuk Aktivitas Operasi                               (27.432.966.759)         (627.996.930)


ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Penerimaan dividen entitas asosiasi                                      27.400.000.000        16.700.000.000
Penerimaan pengembalian investasi saham                                     460.000.000           690.000.000
Hasil penjualan properti investasi                                                    -        16.470.400.000
Penempatan uang muka investasi saham                                                     -     (40.700.000.000)
Perolehan aset tetap dan properti investasi                                              -          (6.868.448)

Kas Neto Diperoleh dari (Digunakan untuk) Aktivitas Investasi            27.860.000.000         (6.846.468.448)


ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Pembayaran utang bank                                                    (25.056.000.000)      (25.056.000.000)
Pembayaran bunga utang bank                                                 (685.755.000)       (2.780.715.000)

Kas Neto Digunakan untuk Aktivitas Pendanaan                             (25.741.755.000)      (27.836.715.000)


PENURUNAN KAS DAN SETARA KAS                                             (25.314.721.759)      (35.311.180.378)
Pengaruh perubahan kurs mata uang asing                                     (234.738.374)         611.320.890

KAS DAN SETARA KAS AWAL PERIODE                                          54.924.342.122       370.467.533.129

KAS DAN SETARA KAS AKHIR PERIODE                                         29.374.881.989       335.767.673.641


*) Investasi saham pada entitas anak dan asosiasi dicatat dengan
menggunakan metode ekuitas.




                                                        - 62 -

File

File Open PDF
Source IDX
Size1.0 MB
Published29 Apr 2026
Pages63
Characters275,175
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 83 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org GREENWOOD SEJAHTERA Tbk p.1 ×188
linked org Kencana Graha p.9 ×3
linked org Prima Permata p.9 ×3
linked person Ang Andri Pribadi · Komisaris Utama p.10 ×3
linked person Paulus Indra Intan · Direktur Utama p.10 ×2
linked org Bank Pan Indonesia Tbk p.34 ×10
linked org Bank CIMB Niaga Tbk p.34 ×7
linked org Bank Central Asia Tbk p.34 ×8
linked org Bank Mandiri (Persero) Tbk p.34 ×2
linked org Bank Victoria International Tbk p.34 ×5
linked org Bank Ina Perdana Tbk p.34 ×8
linked org Bank JTrust Indonesia Tbk p.34 ×2
linked org PT Total Bangun Persada p.36
linked org Nusa Raya Cipta Tbk p.42 ×2
linked org Kawasan Industri Jababeka Tbk p.43 ×4
linked org Bank OCBC NISP. p.54
linked org Pemerintah Provinsi p.54 ×3
linked org Totalindo Eka Persada. p.55
possible org Negara Republik Indonesia p.9 ×3
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.9 ×2
possible org Bursa Efek Indonesia p.9 ×2
possible person Anita · Direktur p.10
possible org Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk p.34 ×4
possible org PT Citra Gemilang Nusantara p.37 ×2
unresolved person Hendra Karyadi p.9
unresolved org Menteri Kehakiman Republik Indonesia p.9
unresolved person Buntario Tigris Darmawa NG p.9 ×4
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.9 ×6
unresolved person K.H. Mas Mansyur p.9 ×2
unresolved org PT Kencana Graha Global. p.9
unresolved org PT Prima Permata Sejahtera. p.9 ×3
unresolved org Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan p.9
unresolved org Bapepam-LK p.9 ×2
unresolved person Arie Kusumastuti Maria · Komisaris Independen p.10 ×5
unresolved person Dedy Ismunandar Soetiarto · Direktur p.10 ×3
unresolved person Andreas Bahana · Anggota p.10
unresolved org PT Prakarsa Nusa Cemerlang p.11 ×4
unresolved org PT Sentra Graha Kencana p.11 ×4
unresolved org PT Trisakti Makmur Persada p.11 ×4
unresolved person Silvy Solivan p.11
unresolved person Ira Sudjono p.11
unresolved person Yulia · Notaris p.11 ×2
unresolved person Robert Purba p.11
unresolved org Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.11
unresolved org Bank Indonesia p.16
unresolved org Direktorat Jenderal Pajak p.32 ×2
unresolved org PT Bank ICBC Indonesia p.34 ×3
unresolved org Bank Bank Negara Indonesia Pan Indonesia Tbk(Persero) Tbk p.34 ×2
unresolved org PT Perintis Dinamika Sekatama p.36
unresolved org PT Sinar Arta Mulia p.36
unresolved org PT Arah Sejahtera Abadi p.37 ×3
unresolved org PT Pluit Propertindo p.37 ×4
unresolved org PT Brilliant Sakti Persada p.37
unresolved org PT Manggala Gelora Perkasa p.37 ×2
unresolved org KJPP Jimmy p.39 ×3
unresolved org Prasetyo & Rekan p.39 ×3
unresolved person Drs. Bagus Wiyono p.39
unresolved org PT Graha Tunasmekar p.42 ×2
unresolved org PT SC Hotels p.43 ×2
unresolved person Antonius Wahono Prawirodirdjo p.47
unresolved org PT Adimitra Jasa Korpora p.48
unresolved org PT Kencana Graha Nusamandiri p.48 ×2
unresolved — (masing-masing dibawah 5%) p.48
unresolved org PT Karya Multi Makmur p.51
unresolved org PT Langgeng Gemilang Sejahtera p.51
unresolved org PT Briliant Sakti Persada p.51
unresolved org PT Citra Gemilang Nusantara Transaksi-transaksi p.51
unresolved org PT Langgeng Gemilang Sejahtera. Perjanjian p.51
unresolved org PT Brilian Sakti Persada p.52
unresolved person Betty Donna Christina Siahaan p.53
unresolved person DR. Tunggul Simanjuntak p.53
unresolved org PT Sinar Bonana Jaya p.53 ×2
unresolved org Arbitrase Nasional Indonesia p.53
unresolved org PT SBJ p.54
unresolved org PT CIMB Niaga Tbk. p.54
unresolved org Niaga Tbk. p.54
unresolved org PT Equator Paradise p.54
unresolved org PT Eastern Star Capital p.54
unresolved org Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman p.54
unresolved org PT Prosys Eka Persada p.55
unresolved org PT Totalindo Eka Persada. Selanjutnya p.55
unresolved org Pengelola Aset Daerah p.55
unresolved org Pemerintah Provinsi Daerah Khusus Ibukota p.55

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

Other files in this announcement 6

FinancialStatement-2026-I-GWSA.xlsx done
inlineXBRL.zip done
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result