Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 462
Page 1
Page 2
ELEVATING
THE BASELINE
2 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 3
Momen transformatif tidak lahir secara spontan. Sejarah menunjukkan
bagaimana suatu kemajuan yang revolusioner baru dapat terjadi ketika
kondisi di sekitarnya telah matang; saat fondasi telah dibangun, kapabilitas
telah dikembangkan, dan sistem telah disiapkan untuk menopang perubahan
yang berkelanjutan.
Bagi BFI Finance, meningkatkan standar dasar (Elevating the Baseline)
berarti menumbuhkan kondisi tersebut dengan kesadaran yang kuat.
Upaya ini mencakup disiplin dalam membangun landasan yang lebih
kokoh, mempertajam pengambilan keputusan, serta menerapkan standar
yang lebih tinggi dalam pelaksanaan sehari-hari. Kami menyadari bahwa
kami masih menjalani proses, dan kami memilih untuk tidak tergesa-gesa
melainkan menjalaninya dengan perlahan namun pasti.
Kami pun terus mempersiapkan diri. Kami meninggikan pijakan tempat
kami beroperasi—secara organisasi, operasional, dan budaya kerja. Dengan
demikian, saat peluang itu hadir, aspirasi kami dapat diaktivasi sebagai
tindakan yang terarah dan konsisten, untuk mewujudkan capaian yang
dampaknya berkelanjutan.
Penafian
Laporan Tahunan Terintegrasi PT BFI Finance Indonesia Tbk (“BFI Finance” atau “Perusahaan”) ini disusun
dengan itikad baik dan didasarkan pada sumber-sumber yang dianggap dapat diandalkan. Kendati Perusahaan
telah berupaya memastikan akurasi, kegunaan, dan kelengkapan informasi yang disajikan, Perusahaan tidak
menjamin apa pun terkait hal-hal tersebut. Laporan ini memuat pernyataan berwawasan ke depan mengenai
prospek, rencana, dan ekspektasi Perusahaan. Pernyataan tersebut bukanlah fakta historis dan mengandung
berbagai risiko, ketidakpastian, serta asumsi yang dapat menyebabkan pencapaian aktual berbeda secara
material dari yang dinyatakan atau tersirat. Dengan demikian, pembaca diimbau untuk tidak bergantung secara
berlebihan pada pernyataan berwawasan ke depan tersebut. Perusahaan tidak berkewajiban memperbarui
pernyataan berwawasan ke depan sebagai akibat dari adanya informasi baru, kejadian di masa mendatang, atau
perkembangan lainnya. Pihak mana pun yang mengandalkan Laporan Tahunan Terintegrasi beserta Laporan
Keuangan ini sepenuhnya menanggung risiko atas keputusannya sendiri. Beberapa angka dalam laporan ini
telah dibulatkan, sehingga dapat menimbulkan perbedaan kecil dalam perhitungan.
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 3
Page 4
TENTANG LAPORAN INI Profil Komite-Komite Dewan Komisaris 79
Elevating the Baseline 2 Komite Audit 80
Pengantar Laporan Terintegrasi 6 Komite Pemantau Risiko 82
Ringkasan Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 8 Komite Nominasi dan Remunerasi 84
Ringkasan Kinerja Keberlanjutan 2025 9 Profil Manajer Senior 86
Struktur Korporasi 89
KILAS KINERJA 2025 12 Entitas Anak dan Asosiasi 90
Ikhtisar Penting 2025 14
Ikhtisar Data Keuangan Penting 16 ANALISIS DAN PEMBAHASAN
MANAJEMEN 96
Ikhtisar Saham 18
Tinjauan Industri 98
Ikhtisar Obligasi 19
Tinjauan Bisnis 100
Peristiwa Penting 2025 20
Transformasi 111
Penghargaan dan Pengakuan 28
Operasional 112
Pelayanan Konsumen 114
LAPORAN KEPADA PEMANGKU
KEPENTINGAN 30 Pemasaran 116
Laporan Dewan Komisaris 32 Tinjauan Kinerja Keuangan 118
Laporan Direksi 36 Analisis Rasio Penting 139
Tanggung Jawab Laporan Tahunan Perbandingan Target dan Realisasi 2025 142
Terintegrasi 40 Struktur Modal 143
Investasi Material atas Barang Modal 143
PROFIL PERUSAHAAN 42 Peristiwa Setelah Periode Pelaporan 144
Informasi Umum Perusahaan 44 Dividen 144
Visi dan Misi Perusahaan 46 Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum 145
Visi dan Misi Keberlanjutan 47 Investasi, Divestasi, Merger & Akuisisi, dan
Restrukturisasi Utang atau Modal yang
Riwayat Singkat Perusahaan 48
Material 145
Jejak Langkah 50
Transaksi dengan Potensi Benturan
Nilai-Nilai Dasar dan Budaya Perusahaan 52 Kepentingan dan Pihak-Pihak Berelasi 145
Identitas Perusahaan 53 Perubahan Peraturan Perundang-undangan
Bidang Usaha 53 dan Pengaruhnya terhadap Kinerja
Perusahaan 146
Peta dan Jaringan Operasional 56
Perubahan Kebijakan Akuntansi 148
Struktur Organisasi 58
Prospek Bisnis 2026 148
Demografi Karyawan 60
Profil Dewan Komisaris 64
Profil Direksi 70 TATA KELOLA PERUSAHAAN YANG
BAIK 150
Profil Dewan Pengawas Syariah 76
Laporan Tata Kelola Perusahaan yang Baik 152
4 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 5
DAFTAR ISI
Tata Kelola Keberlanjutan 157 Remunerasi Dewan Komisaris dan Direksi 250
Rapat Umum Pemegang Saham 159 Penilaian Kinerja Dewan Komisaris dan Direksi 252
Dewan Komisaris 167 Rapat Dewan Komisaris, Direksi, dan Rapat
Direksi 169 Gabungan Dewan Komisaris dan Direksi 253
Dewan Pengawas Syariah 171 Komite Audit 258
Komite Audit 174 Komite Pemantau Risiko 262
Komite Pemantau Risiko 176 Komite Nominasi dan Remunerasi 264
Komite Nominasi dan Remunerasi 178 Akses Informasi dan Komunikasi 267
Sekretaris Perusahaan 179 Kode Etik dan Budaya Perusahaan 272
Audit Internal 181 Kebijakan Antikorupsi 275
Sistem Pengendalian Internal 186 Kebijakan Pengadaan 276
Manajemen Risiko 188 Kebijakan Pengungkapan Informasi 278
Kasus Hukum 195 Jasa Akuntan Publik 279
Sanksi Administratif 195 Lembaga dan Profesi Penunjang Pasar Modal 280
Hubungan Investor 196 Transparansi Kondisi Keuangan dan
Nonkeuangan yang Belum Diungkap dalam
Kepatuhan 197
Laporan Lainnya 281
Sistem Pelaporan Pelanggaran 199
Pernyataan Penerapan atas Pedoman Tata
Kelola Perusahaan Terbuka OJK 282
KEBERLANJUTAN 202 Alamat Outlet 285
Strategi Keberlanjutan 204 Glosarium 308
Sumber Daya Manusia 208
Tanggung Jawab Pengembangan Produk/Jasa LAPORAN KEUANGAN TAHUNAN 310
Berkelanjutan 214
Laporan Keuangan Konsolidasian untuk Tahun
Kinerja Lingkungan 215 yang Berakhir 31 Desember 2025 dan Laporan
KInerja Sosial 219 Auditor Independen 312
DATA PERUSAHAAN 226 LAMPIRAN 438
Komposisi Kepemilikan Saham 228 Lembar Umpan Balik 440
Profil Pemegang Saham Pengendali 231 Referensi Silang SEOJK No. 16/SEOJK.04/2021 -
Bentuk dan Isi Laporan Tahunan Emiten atau
Pemilik Manfaat Akhir 231
Perusahaan Publik 441
Program Kepemilikan Saham oleh Manajemen
Referensi Silang POJK No. 51/POJK.03/2017
dan Karyawan (MESOP) 232
- Penerapan Keuangan Berkelanjutan bagi
Kronologi Pencatatan Saham dan Perubahan Lembaga Jasa Keuangan, Emiten, dan
Jumlah Saham 232 Perusahaan Publik 457
Kronologi Pencatatan Efek Lainnya 234
Dewan Komisaris 236
Direksi 240
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 5
Page 6
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
PENGANTAR LAPORAN TERINTEGRASI
Laporan Tahunan 2025 PT BFI Finance Indonesia Tbk ini merupakan Laporan Terintegrasi.
Konsep pelaporan terintegrasi telah diadopsi oleh BFI 3. Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK)
Finance sejak 2016, dengan publikasi Laporan Tahunan dan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (ISAK),
Terintegrasi 2016. Sejak saat itu, Perusahaan telah yang dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi
menyesuaikan dan memperbarui praktik pelaporannya Keuangan (DSAK) dari Ikatan Akuntan Indonesia (IAI);
dengan kriteria dan standar pelaporan berikut: 4. Integrated Reporting International <IR> Framework,
1. SEOJK No. 16/SEOJK.04/2021 tentang Bentuk dan Isi yang diterbitkan pada Januari 2021 oleh International
Laporan Tahunan Emiten atau Perusahaan Publik Integrated Reporting Council (IIRC, kini bagian dari
(SEOJK 16/2021); IFRS Foundation); dan
2. POJK No. 51/POJK.03/2017 tentang Penerapan 5. Integrated Thinking Principles v1.0, yang diterbitkan
Keuangan Berkelanjutan bagi Lembaga Jasa pada Desember 2021 oleh Value Reporting
Keuangan, Emiten, dan Perusahaan Publik (POJK Foundation (kini bagian dari IFRS Foundation).
51/2017);
INTEGRATED THINKING: PENDEKATAN HOLISTIK
Integrated Thinking adalah pendekatan manajemen multikapital yang memungkinkan organisasi untuk mencapai
tujuan mereka demi kepentingan pemangku kunci utama sepanjang waktu. Hal ini menekankan penciptaan
dan pelestarian nilai serta penyempurnaan proses pengambilan keputusan berdasarkan informasi yang saling
terhubung dari berbagai jenis kapital. Pendekatan ini bersifat mendasar bagi Kerangka Kerja Laporan Terintegrasi
BFI Finance karena mendorong pemikiran dan pelaporan melampaui metrik keuangan yang konvensional dengan
mempertimbangkan faktor-faktor lebih luas, seperti modal sosial, intelektual, dan lingkungan.
Menggabungkan cara berpikir yang terintegrasi ke dalam praktik bisnis mendukung BFI Finance dalam mengatasi
tantangan dan peluang yang kompleks secara konsisten dan komprehensif. Dengan mengadopsi Integrated Thinking
Principles—yang meliputi Tujuan, Tata Kelola, Budaya, Strategi, Risiko & Peluang, serta Kinerja—bisnis kami akan
mampu mengoptimalkan penciptaan nilai dalam jangka panjang, yang dibangun di atas pemahaman mengenai
interaksi berbagai sumber daya dan hubungan antara berbagai pihak.
Grafik 1 | Integrated Thinking
LINGKUNGAN
EKSTERNAL JENIS-JENIS KAPITAL
KA
FINANSIAL
P PROSES PRODUKSI
KEAHLIAN
IT
PR SDM
AL
IN HUBUNGAN & KOMUNIKASI SOSIAL
LINGKUNGAN ALAM
SI
P
OUTPUT MODEL
& HASIL BISNIS PRINSIP-PRINSIP
TUJUAN
TATA KELOLA
BUDAYA
STRATEGI
NILA
I BERW RISIKO & PELUANG
UJUD KINERJA
NILAI
NIRWU
JUD
PENCIPTAAN NILAI
UNTUK ORGANISASI DAN
PARA PEMANGKU KEPENTINGAN UTAMANYA
Sumber: IFRS Foundation – https://integratedreporting.ifrs.org/integrated-thinking/
6 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 7
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
Grafik 2 | Interaksi Berbagai Jenis Kapital dalam Penciptaan Nilai Perusahaan
LINGKUNGAN EKSTERNAL
TUJUAN, MISI, VISI
FINANSIAL FINANSIAL
RISIKO DAN TATA KELOLA STRATEGI DAN ALOKASI
PELUANG SUMBER DAYA
PROSES PRODUKSI MODEL BISNIS PROSES PRODUKSI
KEGIATAN
KEAHLIAN BISNIS HASIL KEAHLIAN
(POSITIF DAN
NEGATIF DALAM
MASUKAN JANGKA WAKTU
PENDEK, MENENGAH,
DAN PANJANG)
SDM KELUARAN SDM
HUBUNGAN & HUBUNGAN &
KOMUNIKASI SOSIAL KOMUNIKASI SOSIAL
KINERJA PROSPEK KE DEPAN
LINGKUNGAN ALAM LINGKUNGAN ALAM
PENCIPTAAN NILAI, PEMELIHARAAN ATAU PENGURANGAN/PENYUSUTAN DARI WAKTU KE WAKTU
Sumber: International <IR> Framework, Integrated Reporting – https://integratedreporting.ifrs.org
MANFAAT DAN TUJUAN JANGKA PANJANG DARI PELAPORAN DAN
CARA BERPIKIR TERINTEGRASI
Kami meyakini bahwa dengan mengadopsi kerangka kerja dan prinsip Pelaporan dan Cara Berpikir Terintegrasi, kami
akan dapat:
■ Meningkatkan Pengambilan Keputusan: Cara Berpikir Terintegrasi memupuk pandangan yang lebih holistik
terhadap organisasi kami, sehingga menghasilkan keputusan yang penuh pertimbangan atas berbagai faktor,
mulai dari keuangan hingga lingkungan.
■ Mendorong Praktik Bisnis Berkelanjutan: Kami akan menyesuaikan praktik kami dengan tren global yang
menekankan keberlanjutan, yang pada gilirannya akan memberdayakan kami dalam menghadapi risiko dan
peluang lingkungan dan sosial.
■ Menciptakan Nilai Jangka Panjang: Dengan mempertimbangkan berbagai kapital yang kami kendalikan, kami
dapat fokus pada penciptaan nilai tak hanya secara finansial, namun juga dalam hal dampak sosial, intelektual,
dan lingkungan.
■ Meningkatkan Keterlibatan Pemangku Kepentingan Utama: Laporan terintegrasi kami memberikan pandangan
yang lebih komprehensif tentang strategi, kinerja, dan prospek kami kepada para pemangku kepentingan yang
utama.
■ Memperkuat Transparansi dan Akuntabilitas: Pendekatan ini mendorong transparansi yang lebih besar dalam
pelaporan kami, sehingga para pemangku kepentingan yang utama akan mampu melihat dengan jelas dan
memahami seluruh spektrum kegiatan dan dampak bisnis kami.
TENTANG LAPORAN TERINTEGRASI INI
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 PT BFI Finance Indonesia Tbk melaporkan kinerja Perusahaan dalam menciptakan
nilai dalam aspek-aspek yang telah dijelaskan dalam kerangka kerja di atas. Lingkup laporan ini mencakup Perusahaan
dan entitas anaknya, yaitu PT Finansial Integrasi Teknologi (FIT), yang kinerja keuangannya dikonsolidasikan ke dalam
laporan Perusahaan. Periode pelaporan adalah mulai dari 1 Januari 2025 hingga 31 Desember 2025. Perusahaan
menerbitkan laporan terintegrasi satu kali setiap tahun.
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 7
Page 8
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
RINGKASAN LAPORAN TAHUNAN
TERINTEGRASI 2025
MATERI BAHASAN UNSUR KEBERLANJUTAN
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 PT BFI Finance Keberadaan bab Keberlanjutan dalam Laporan Tahunan
Indonesia Tbk menggabungkan laporan tahunan dan Terintegrasi adalah wujud kepatuhan terhadap POJK
laporan keberlanjutan, dan memuat sembilan bab yang 51/2017 tentang Penerapan Keuangan Berkelanjutan
membahas aktivitas bisnis dan nonbisnis Perusahaan, bagi Lembaga Jasa Keuangan, Emiten, dan Perusahaan
sebagai berikut: Publik, yang ditegaskan dengan SEOJK 16/2021.
1. Tentang Laporan Ini Keuangan Berkelanjutan adalah dukungan menyeluruh
2. Kilas Kinerja 2025 dari sektor jasa keuangan untuk menciptakan
3. Laporan kepada Pemangku Kepentingan pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan
4. Profil Perusahaan dengan menyelaraskan kepentingan ekonomi, sosial,
5. Analisis dan Pembahasan Manajemen dan lingkungan hidup.
6. Tata Kelola Perusahaan yang Baik
7. Keberlanjutan Berbagai elemen keberlanjutan diintegrasikan ke
8. Data Perusahaan dalam pelaporan tahunan Perusahaan menggunakan
9. Laporan Keuangan Tahunan pendekatan Integrated Thinking.
Selain berbentuk cetak, laporan ini tersedia secara daring KAPITAL PERUSAHAAN
pada situs web Perusahaan:
https://www.bf i.co.id/id/corporate/hubungan-investor/ Berdasarkan acuan dari pendekatan Integrated
laporan-tahunan-keberlanjutan Thinking, proses bisnis Perusahaan melibatkan enam
kapital utama, yaitu:
REFERENSI 1. Financial (Finansial);
2. Manufactured (Proses Produksi);
Acuan utama dalam pembuatan Laporan Tahunan 3. Intellectual (Keahlian);
Terintegrasi 2025 PT BFI Finance Indonesia Tbk ini 4. Human (SDM);
adalah seluruh ketentuan dari regulator atau otoritas 5. Relationship & Social (Hubungan & Komunikasi
mengenai penerbitan laporan tahunan oleh perusahaan Sosial); dan
publik atau emiten dan panduan standar internasional 6. Natural (Lingkungan Alam).
mengenai laporan keberlanjutan, antara lain:
1. UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas PEMANGKU KEPENTINGAN PERUSAHAAN
(UU PT);
2. POJK No. 29/POJK.04/2016 tentang Laporan Tahunan Berdasarkan bidang usaha BFI Finance sebagai
Emiten atau Perusahaan Publik; perusahaan jasa pembiayaan dan penyelarasannya
3. POJK No. 51/POJK.03/2017 tentang Penerapan dengan enam kapital utama, kinerja dan pencapaian
Keuangan Berkelanjutan bagi Lembaga Jasa bisnis dan nonbisnis Perusahaan memberikan nilai
Keuangan, Emiten, dan Perusahaan Publik (POJK tambah bagi para pemangku kepentingan utama,
51/2017); antara lain:
4. SEOJK No. 16/SEOJK.04/2021 tentang Bentuk dan Isi 1. Konsumen;
Laporan Tahunan Emiten atau Perusahaan Publik 2. Pemegang Saham/Investor;
(SEOJK 16/2021); 3. Karyawan;
5. Peraturan terkait bursa efek dan pasar modal yang 4. Regulator;
diterbitkan oleh BEI; dan 5. Masyarakat Umum;
6. UU, POJK, SEOJK, dan peraturan-peraturan lainnya 6. Lingkungan Hidup; dan
yang menjadi acuan isi dan materi pembahasan 7. Mitra Bisnis.
dalam laporan tahunan terintegrasi.
8 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 9
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
RINGKASAN KINERJA KEBERLANJUTAN
2025
PERNYATAAN KEBERLANJUTAN
Kami menjalankan bisnis secara bertanggung jawab dengan menyediakan akses pembiayaan yang inklusif, guna
meningkatkan kesejahteraan konsumen, sekaligus berkontribusi pada pengembangan masyarakat dan pelestarian
lingkungan.
DISTRIBUSI NILAI BFI FINANCE
Melalui bisnis pembiayaannya di Indonesia, di sepanjang 2025 Perusahaan telah:
■ Menghadirkan produk pembiayaan bagi lebih dari 486 ribu konsumen di 35 provinsi di Indonesia, untuk
mengangkat kemampuan ekonomi mereka;
■ Memberikan pembiayaan sekitar Rp9,92 triliun untuk mendukung UMKM di Indonesia;
■ Mempekerjakan lebih dari sepuluh ribu karyawan dan meningkatkan taraf hidup keluarga mereka;
■ Menggunakan produk dan jasa dari 9.148 pelaku usaha di Indonesia dan 28 pemasok luar negeri, serta berkontribusi
pada pertumbuhan perekonomian nasional;
■ Berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan dan pelestarian lingkungan melalui aktivitas CSR, literasi
keuangan, dan pembayaran pajak kepada pemerintah; dan
■ Menciptakan nilai dan imbal hasil yang atraktif bagi pemegang saham/investor melalui reputasi yang unggul di
industri dan rasio pembayaran dividen yang atraktif.
PENCIPTAAN DAN DISTRIBUSI NILAI FINANSIAL
BFI Finance menciptakan nilai dan kapital finansial melalui beragam proses bisnisnya, dan mendistribusikannya
kepada para pemangku kepentingannya dalam berbagai wujud dan cara. Jumlah nilai finansial yang didistribusikan
oleh BFI Finance dalam tiga tahun terakhir adalah sebagai berikut (dalam Rp juta):
Tabel 1 | Distribusi Nilai Finansial
Keterangan (Rp juta) 2023 2024 2025
Pendapatan 6.353.113 6.335.070 6.747.819
Pemegang Saham/Investor 902.363* 827.166** 1.000.989***
Karyawan 1.457.103 1.517.239 1.517.111
Mitra Bisnis dan Operasional Lainnya 2.869.264 2.889.093 3.255.318
Pemerintah 381.453 361.940 391.591
Masyarakat Sekitar 1.494 2.124 2.309
Keberlanjutan Usaha 1.643.799 1.564.674 1.581.490
* Dividen final 2022 yang dibayarkan di 2023 dan dividen tunai interim untuk 2023, termasuk PPh Pasal 26 atas Dividen
** Dividen final 2023 yang dibayarkan di 2024 dan dividen tunai interim untuk 2024, termasuk PPh Pasal 26 atas Dividen
*** Dividen final 2024 yang dibayarkan di 2025 dan dividen tunai interim untuk 2025, termasuk PPh Pasal 26 atas Dividen
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 9
Page 10
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
PEMANFAATAN KAPITAL DAN PENCIPTAAN NILAI BAGI PEMANGKU
KEPENTINGAN
PEMANGKU
AKTIVITAS PEMANFAATAN KEPENTINGAN DIJELASKAN
JENIS KAPITAL WUJUD KAPITAL
DAN PENCIPTAAN NILAI PENERIMA DALAM BAB
MANFAAT
Kegiatan bisnis normal,
Fasilitas penyesuaian strategi bisnis
pembiayaan terhadap perkembangan Konsumen,
transformasi digital Pemegang
Saham/Investor, 2, 3, 4, 5, 9
Pemasok, Mitra
Ekuitas Eksekusi strategi bisnis Bisnis
Finansial
Perluasan keberadaan fisik
dan digital, penguatan
Jaringan bisnis
kapabilitas originasi dan 2, 3, 4, 5, 7
operasional
penagihan, serta kemitraan
berbasis ekosistem Konsumen,
Restrukturisasi organisasi, Pemegang
Infrastruktur Saham/Investor,
investasi, pengembangan, 2, 3, 4, 5
operasional Karyawan,
dan optimalisasi
Pemasok, Mitra
Pengembangan dan Bisnis
Teknologi investasi TI, penyempurnaan
2, 3, 5
informasi (TI) scoring engine, peningkatan
Proses Produksi keamanan siber
Pengembangan model
usaha yang tangguh dan
Model usaha Konsumen,
adaptif, penerapan strategi
Pemegang
direct-to-consumer
Saham/Investor,
2, 3, 4, 5
Karyawan,
Tranformasi berkelanjutan
Pemasok, Mitra
Digitalisasi melalui digitalisasi berbagai
Bisnis
Keahlian proses bisnis
10 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 11
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
PEMANGKU
AKTIVITAS PEMANFAATAN KEPENTINGAN DIJELASKAN
JENIS KAPITAL WUJUD KAPITAL
DAN PENCIPTAAN NILAI PENERIMA DALAM BAB
MANFAAT
Peningkatan kesejahteraan,
keterikatan, keahlian
Karyawan 2, 3, 4, 7
profesional, kesehatan dan
keselamatan kerja
Budaya kerja Penerapan BFI Culture 2.0 4, 7
Karyawan,
Regulator
Penyempurnaan dan
Praktik
penyelarasan dengan standar 7
ketenagakerjaan
dan praktik terbaik
SDM
Dukungan terhadap upaya
Kerja sama dan program pemerintah
dengan untuk menyejahterakan Regulator 2, 5, 6, 7
pemerintah bangsa, kepatuhan terhadap
peraturan
Peningkatan kualitas
kesehatan, pendidikan,
dan kesejahteraan bagi
Interaksi dengan
masyarakat Indonesia Masyarakat Umum 7
masyarakat sekitar
melalui serangkaian program
keberlanjutan yang tepat
sasaran
Penerapan dan
Masyarakat
Program beasiswa pengembangan 7
Umum, Karyawan
berkelanjutan
Hubungan &
Komunikasi Sosial Masyarakat Umum 7
Formulasi, implementasi,
evaluasi, dan
Program CSR
penyempurnaan
berkelanjutan
Lingkungan Hidup 7
Penghematan dan
Penggunaan optimalisasi pemakaian
Lingkungan Hidup 7
sumber daya sumber daya dengan
bantuan teknologi
Lingkungan
Alam
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 11
Page 12
Kilas
Kinerja
2025
12 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 13
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 13
Page 14
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
IKHTISAR PENTING 2025
PIUTANG YANG DIKELOLA BERDASARKAN JENIS ASET
15,0 Alat Berat dan Mesin
%
9,0
68,3
Mobil Properti dan Lain-Lain
7,7
Motor
Pendapatan Aset
6,5% (Rp miliar) 1,4% (Rp miliar)
2025 6.748 2025 25.473
2024 6.335 2024 25.120
2023 6.353 2023 23.992
Piutang Pembiayaan - Neto Laba Tahun Berjalan
1,8% (Rp miliar) 1,0% (Rp miliar)
2025 22.485 2025 1.581
2024 22.096 2024 1.565
2023 20.759 2023 1.644
14 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 15
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
PEMEGANG SAHAM ROA (%)
8,4
8,0 7,9
%
BFI Finance
5,6
*
51,12 48,88 5,0 4,2* Rata-Rata
Industri
2023 2024 2025
ROE (%)
Trinugraha Capital & Co SCA
Lainnya (masing-masing di bawah 5%)
17,7
Seluruh Indonesia, termasuk 45 15,7
349 cabang perwakilan syariah yang
berbagi tempat dengan cabang 15,0
13,8
14,8
BFI Finance
Rata-Rata
konvensional 10,7*
OUTLET Industri
2023 2024 2025
WILAYAH OUTLET
Jawa dan Bali 13,2% Sumatra
63,5% (termasuk Jabodetabek) NPF (%)
Sulawesi dan
15,1% Indonesia Timur 8,2% Kalimantan
KARYAWAN KONTRAK AKTIF 2,44
2,70 2,51*
BFI Finance
10.540 518.634 1,36 1,25
1,39
Rata-Rata
Industri
2023 2024 2025
* Data OJK per 31 Desember 2025
PENGHARGAAN
21st Infobank Multifinance Awards 2025
■ The Best Performance Multifinance in (Asset Class Above Rp10 Trillion)
■ Multifinance Company with Consistent Excellent Performance for 20 Consecutive
Years (2005–2024)
Bisnis Indonesia Financial Awards (BIFA) 2025
Predikat “The Best Performance Multifinance” kategori Multifinance Go Public
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 15
Page 16
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
IKHTISAR DATA KEUANGAN PENTING
Angka-angka dalam tabel dan grafik di bawah ini disajikan dalam miliar rupiah (kecuali disebutkan lain).
Tabel 2 | Ikhtisar Laporan Keuangan dan Rasio
Keterangan 2023 2024 2025
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
Pendapatan Pembiayaan 6.042 6.030 6.441
Lain-Lain 311 305 307
Jumlah Pendapatan 6.353 6.335 6.748
Gaji dan Tunjangan 1.457 1.517 1.517
Beban Bunga dan Keuangan 951 931 940
Umum dan Administrasi 871 875 898
Cadangan Kerugian Penurunan Nilai 786 850 1.091
Lain-Lain 263 235 329
Jumlah Beban 4.328 4.408 4.775
Laba Sebelum Pajak 2.025 1.927 1.973
Beban Pajak 381 362 392
Laba Tahun Berjalan 1.644 1.565 1.581
Penghasilan (Kerugian) Komprehensif Lain -
2 (56) 39
Setelah Pajak
Jumlah Laba Komprehensif Tahun Berjalan 1.646 1.509 1.620
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
Kas dan Setara Kas 1.740 1.614 1.552
Piutang Pembiayaan - Neto 20.759 22.096 22.485
Piutang Lain-Lain - Pihak Ketiga 251 293 315
Aset Tetap - Neto 721 673 668
Aset Derivatif 57 28 83
Aset Tak Berwujud - Neto 255 199 144
Aset Lain-Lain 209 217 226
Jumlah Aset 23.992 25.120 25.473
Pinjaman yang Diterima 8.666 10.823 10.370
Surat Berharga yang Diterbitkan - Neto 4.721 2.936 3.225
Utang Lain-Lain 1.105 1.179 1.224
Jumlah Liabilitas 14.492 14.938 14.819
16 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 17
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
Keterangan 2023 2024 2025
Ekuitas 9.500 10.182 10.654
Jumlah Liabilitas dan Ekuitas 23.992 25.120 25.473
Data Saham
Saham Beredar (juta) 15.967 15.967 15.039
Laba per Saham Dasar (Nilai Rupiah Penuh) 109 104 103
Dividen per Saham (Nilai Rupiah Penuh)1 55 60 Lihat Catatan 1
Rasio-Rasio
Profitabilitas
Imbal Hasil atas Rata-Rata Aset (ROA)2 8,4% 8,0% 7,9%
Imbal Hasil atas Rata-Rata Ekuitas (ROE)3 17,7% 15,7% 14,8%
Laba Tahun Berjalan / Jumlah Pendapatan 25,9% 24,7% 23,4%
Kualitas Aset
NPF (termasuk Pembiayaan Bersama) - Bruto 1,36% 1,25% 1,39%
Penyisihan Kerugian Penurunan Nilai terhadap
3,5% 3,4% 3,7%
Piutang Pembiayaan yang Dikelola
Coverage terhadap NPF 2,6x 2,7x 2,7x
Likuiditas
Rasio Lancar4 1,4x 1,5x 1,3x
Solvabilitas
Rasio Liabilitas terhadap Aset5 0,6x 0,6x 0,6x
Rasio Liabilitas terhadap Ekuitas6 1,5x 1,5x 1,4x
Rasio Gearing7 1,4x 1,4x 1,3x
Rasio Keuangan yang Relevan Lainnya
Financing-to-Assets Ratio (FAR) 86,5% 88,0% 88,3%
Rasio Modal Sendiri-Modal Disetor (MSMD) 2.379,8% 2.550,7% 2.833,4%
Rasio Beban Operasional-Pendapatan Operasional
69,4% 70,5% 71,5%
(BOPO)
Informasi Lainnya
Jumlah Outlet8 271 267 349
Jumlah Karyawan 11.207 10.198 10.540
1. Dividen final per saham untuk 2025 menunggu keputusan RUPS 2026
2. Laba Sebelum Pajak / Rata-Rata Aset
3. Laba Tahun Berjalan / Rata-Rata Ekuitas
4. Aset Lancar / Liabilitas Lancar
5. Jumlah Liabilitas / Jumlah Aset
6. Jumlah Liabilitas / Jumlah Ekuitas
7. (Pinjaman yang Diterima dan Surat Berharga yang Diterbitkan) / Ekuitas
8. Terdiri dari cabang konvensional, POS, dan cabang perwakilan syariah
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 17
Page 18
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
IKHTISAR SAHAM
Tabel 3 | Ringkasan Harga Saham
Harga Saham (Rp) Volume Kapitalisasi
Transaksi Pasar
Periode Tertinggi Terendah Penutupan ( juta unit) (Rp miliar)
2024 2025 2024 2025 2024 2025 2024 2025 2024 2025
Triwulan 1 1.380 940 1.125 695 1.340 815 835 346 21.396 13.013
Triwulan 2 1.340 970 800 710 945 815 1.162 456 15.089 13.013
Triwulan 3 1.040 900 800 720 1.040 765 757 750 16.606 11.505
Triwulan 4 1.040 815 850 700 945 700 492 1.229 15.089 10.528
Grafik 3 | Kinerja Saham
1.400 -
-1.300
1.200 -
-1.200
1.000 -
-1.100
800 -
-1.000
600 -
-900
400 -
-800
200 -
-700
0-
Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agu Sep Okt Nov Des Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agu Sep Okt Nov Des
2024 2025
Harga Penutupan Volume
Nilai kapitalisasi pasar BFI Finance per akhir 2025 mencapai Rp10,5 triliun, 30,3% di bawah kapitalisasi pasar saham per
akhir 2024, yakni sebesar Rp15,1 triliun (dengan jumlah saham sebelum penurunan modal disetor dan ditempatkan).
Transaksi perdagangan saham BFI Finance sepanjang 2025 melibatkan 2,66 miliar saham, atau senilai Rp2,2 triliun.
Per akhir 2025, saham BFIN merupakan komponen dari indeks KOMPAS100, yang menunjukkan likuiditas, kapitalisasi
pasar, dan keunggulan saham Perusahaan dibandingkan perusahaan lainnya yang tercatat di BEI.
18 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 19
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
PERBANDINGAN KINERJA HARGA SAHAM BFI FINANCE (BFIN)
TERHADAP IHSG DI 2025
Perdagangan saham BFIN dibuka pada 2 Januari 2025 dengan harga Rp920 dan ditutup pada 30 Desember 2025
dengan harga Rp700 per saham, atau menurun 23,9% dalam setahun.
Kinerja IHSG menunjukkan penguatan 22,1%, dari 7.079,90 per akhir 2024 menjadi 8.646,94 per akhir 2025. Kapitalisasi
pasar saham Indonesia mencapai Rp15.810 triliun, meningkat 28,2% selama 2025.
AKSI KORPORASI
Perusahaan membagikan dividen tunai secara keseluruhan sebesar Rp60 (nilai penuh) per saham atau setara dengan
Rp902 miliar dari laba bersih 2024. Dividen tunai interim sebesar Rp28 (nilai penuh) per lembar saham atau setara
dengan Rp421 miliar telah dibayarkan kepada pemegang saham pada 19 Desember 2024. Sisanya sebesar Rp32 (nilai
penuh) per lembar saham atau setara dengan Rp481 miliar dibayarkan pada 11 Juni 2025.
Perusahaan merealisasikan pembelian kembali saham selama periode 4 Agustus hingga 31 Oktober 2025. Aksi
korporasi ini melibatkan pembelian senilai Rp147,3 miliar atas 190 juta saham, dengan harga rata-rata Rp775,3 per
lembar saham.
Pada 22 Juli 2025, BEI menyetujui pengajuan Perusahaan untuk menghapus pencatatan 927.732.000 saham treasuri
dari aksi pembelian kembali saham sebagaimana dijelaskan di atas. Sebagai dampaknya, jumlah saham beredar
berkurang dari 15.967.115.620 lembar saham menjadi 15.039.383.620 lembar saham, yang berlaku efektif pada 30 Juli
2025.
Selain dari itu, di 2025 Perusahaan tidak menyelenggarakan aksi korporasi lain yang dapat berdampak terhadap
perdagangan saham BFIN di bursa saham.
SUSPENSI DAN/ATAU PEMBATALAN PENCATATAN SAHAM
Sepanjang 2025, perdagangan saham BFIN tidak pernah mengalami suspensi.
IKHTISAR OBLIGASI
Efek Perusahaan yang diterbitkan dalam periode 2021–2025 dan dicatatkan di BEI adalah sebagai berikut:
Tabel 4 | Ikhtisar Obligasi
Nilai
No. Nama Efek Tahun
(Rp miliar)
1 Obligasi Berkelanjutan V BFI Finance Indonesia Tahap I 2021 600
2 Obligasi Berkelanjutan V BFI Finance Indonesia Tahap II 2021 1.000
3 Obligasi Berkelanjutan V BFI Finance Indonesia Tahap III 2023 1.100
4 Obligasi Berkelanjutan V BFI Finance Indonesia Tahap IV 2023 1.600
5 Obligasi Berkelanjutan V BFI Finance Indonesia Tahap V 2023 1.100
6 Obligasi Berkelanjutan VI BFI Finance Indonesia Tahap I 2024 600
7 Obligasi Berkelanjutan VI BFI Finance Indonesia Tahap II 2025 1.000
Seluruh efek tersebut mendapatkan peringkat ‘AA-(idn)’ dari Fitch Ratings.
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 19
Page 20
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
PERISTIWA PENTING 2025
JANUARI
9
Penyelenggaraan National Kick-off Meeting 2025
bertema “Elevating the Baseline” secara daring dari
BFI Tower, Tangerang Selatan, Banten
30
Penyelenggaraan RUPSLB BFI Finance 2025 secara
hybrid di BFI Tower, Tangerang Selatan, Banten
FEBRUARI
10–14
Penyelenggaraan program Ramadhan “NgabubuRide
Bareng BFI Finance”, melalui pembagian takjil yang
dilaksanakan serentak di 65 kota
19
Penyelenggaraan “Fit & Fun Day with BFI Finance”,
sebagai upaya mendorong kesejahteraan
masyarakat melalui gaya hidup sehat, sekaligus
memperkenalkan produk pembiayaan, di Jakarta
20 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 21
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
MARET
6–24
Penyelenggaraan program “Tebar Hadiah Ramadhan
(THR)” di seluruh cabang BFI Finance melalui undian
sembako dan suvenir bagi konsumen loyal
18
Penyelenggaraan Literasi Keuangan bertajuk “Kajian
dan Obrolan Seputar Keuangan Syariah (KOLAK)”
untuk pelaku usaha di Cisauk, Kabupaten Tangerang,
Banten
APRIL
9
Peringatan HUT ke-43 BFI Finance digelar secara
luring dan daring dari BFI Tower, Tangerang Selatan,
Banten, bersama karyawan kantor pusat dan cabang
di berbagai wilayah
13
Penyelenggaraan “Road to BFI RUN 2025” di kawasan
Car Free Day (CFD) Jakarta
27
Penyelenggaraan “Fit & Fun Day with BFI Finance” di
Surabaya, Jawa Timur
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 21
Page 22
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
28
Pendampingan Literasi Keuangan bagi 10 pelaku
usaha terpilih di Cisauk, Kabupaten Tangerang,
sebagai tindak lanjut dari kegiatan literasi keuangan
sebelumnya
MEI
7
Konferensi Pers BFI RUN 2025 bertempat di Parle
Senayan Park, Jakarta Selatan
8
Penyelenggaraan RUPST dan RUPSLB BFI Finance
2025 secara hybrid di BFI Tower, Tangerang Selatan,
Banten
18
Penyelenggaraan BFI RUN 2025, menggaet 8.500
peserta dalam kategori Half Marathon (HM), 10K dan
5K
JUNI
15
Penyelenggaraan “Fit & Fun Day with BFI Finance” di
Semarang, Jawa Tengah
22 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 23
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
25
Penyelenggaraan sharing session bertema “Empat
Generasi Satu Hati”, program pengembangan
kepemimpinan yang dilaksanakan di BFI Tower
JULI
9
Penyelenggaraan pelatihan “Pemanfaatan
Media Sosial untuk Meningkatkan Usaha” bagi
UMKM Suradita di BFI Tower sebagai bagian dari
pendampingan Literasi Keuangan dan upaya
mendukung Gerakan Nasional Cerdas Keuangan
(GENCARKAN)
9–12
Partisipasi dalam Surabaya Printing Expo di Grand
City Surabaya, Jawa Timur
AGUSTUS
7–9
Penyelenggaraan Pekan Raya BFI Finance
#BFINgangkatUsahaLokal 2025 dalam rangka
meningkatkan kapasitas pelaku UMKM berupa
kegiatan pelatihan kreatif, bazar aneka produk,
beragam perlombaan menarik, pengumpulan
minyak jelantah, kegiatan olahraga dan hiburan di
Tangcity Mall, Kota Tangerang, Banten
22
Penyelenggaraan Media Gathering di Palu, Sulawesi
Tengah, guna memperkuat sinergi dengan media
lokal serta memberikan edukasi terkait hak dan
kewajiban konsumen multifinance bersama OJK
Provinsi Sulawesi Tengah
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 23
Page 24
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
23
Penyelenggaraan BFI RIDE 2025 yang diikuti oleh
ratusan orang dari berbagai komunitas wilayah
Tangerang Selatan, Banten, sebagai bagian dari
peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia
24
Penyelenggaraan “Fit & Fun Day with BFI Finance” di
Palu, Sulawesi Tengah
SEPTEMBER
1–26
Penyelenggaraan program “Servtember with You”
yaitu pemberian apresiasi dan treatment kepada
konsumen terpilih dalam rangka Hari Pelanggan
Nasional (Harpelnas), melalui aktivitas seperti ganti
oli gratis, perawatan di salon, dan aktivitas menarik
lainnya
12
Penyelenggaraan Literasi Keuangan bertajuk
“Nelayan Cerdas Keuangan” yang diikuti oleh para
nelayan dan pelaku usaha di Kupang, NTT, sebagai
bagian dari upaya mendukung GENCARKAN
15
Penyelenggaraan RUPSLB BFI Finance 2025 secara
hybrid di BFI Tower, Tangerang Selatan, Banten
24 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 25
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
OKTOBER
4–5
Partisipasi di Financial Expo (FinExpo) yang
diselenggarakan OJK dalam rangka Bulan Inklusi
Keuangan (BIK), bertempat di Atrium Trans Studio
Mall, Makassar, Sulawesi Selatan
8–11
Partisipasi di pameran ALLPRINT Indonesia 2025 di
JIExpo Kemayoran, Jakarta
10–12
Partisipasi di APPI Multifinance Day 2025 di Manado
Town Square, Manado, Sulawesi Utara
15
Penyelenggaraan kegiatan CSR bidang Pendidikan
bertajuk “Gerakan 1000 Sepatu dan Tas Sekolah
untuk Anak Bangsa” berupa distribusi sepatu, kaus
kaki dan tas sekolah serta buku pengetahuan umum
guna mendukung peningkatan literasi siswa di lima
sekolah dasar di Provinsi Lampung
23–26
Partisipasi di Financial Expo (FinExpo) yang
diselenggarakan OJK dalam rangka Bulan Inklusi
Keuangan (BIK), bertempat di Tunjungan Plaza
Surabaya, Jawa Timur
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 25
Page 26
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
24
Penyelenggaraan Showroom Gathering yang
dihadiri oleh puluhan mitra showroom dari wilayah
Semarang (Jawa Tengah) dan sekitarnya, sebagai
bentuk apresiasi kepada mitra showroom berprestasi
sekaligus sosialisasi program terbaru Perusahaan
24
Pendampingan Literasi Keuangan bagi 50 pelaku
usaha terpilih Kupang, NTT, sebagai tindak lanjut
dari kegiatan Literasi Keuangan sebelumnya
NOVEMBER
11
Program penanaman bibit mangrove oleh karyawan
dan kelompok nelayan di Pantai Kelan, Kabupaten
Badung, Bali
29
Peluncuran UCOllect Box di SDN Sukasari 4, Kota
Tangerang, Banten, sebagai bagian dari program
pelestarian lingkungan “BFI Jelantah Hijau”
kolaborasi dengan Noovoleum
26 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 27
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
DESEMBER
12
Program penanaman bibit mangrove oleh karyawan
dan kelompok nelayan di Teluk Pangpang,
Banyuwangi, Jawa Timur
13
Penyelenggaraan program “Gebyar Mobil Impian
(GEMILANG)” bagi konsumen yang membeli mobil
di Bursa Mobil BG Junction Surabaya, Jawa Timur
18
Penyelenggaraan seminar bertajuk “Outlook
Ekonomi dan Pasar 2026: Peluang, Tantangan dan
Strategi untuk Berkembang”, yang ditujukan bagi
pelaku UMKM, bertempat di BFI Tower, Tangerang
Selatan, Banten
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 27
Page 28
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
PENGHARGAAN DAN PENGAKUAN
14th Infobank Digital Brand Awards 2025 Bisnis Indonesia Awards (BIA) 2025
Majalah Infobank dan Isentia Bisnis Indonesia
20 Maret 2025, di Jakarta 30 Juni 2025, di Jakarta
Predikat “The 3rd Best Multifinance with Asset
Above Rp10 Trillion” Kategori “Jasa Pembiayaan Konsumen”
21st Infobank Multifinance Awards 2025 Bisnis Indonesia Financial Awards (BIFA) 2025
Majalah Infobank Bisnis Indonesia
1 Agustus 2025, di Jakarta 17 September 2025, di Jakarta
■ The Best Performance Multifinance (Asset
Class Above Rp10 Trillion)
■ The Excellent Performance Multifinance
Company Predikat “The Best Performance Multifinance”
(Asset Class Above Rp10 Trillion) kategori Multifinance Go Public
■ Multifinance Company with Consistent
Excellent Performance for 20 Consecutive
Years (2005–2024)
Pertemuan Anggota dan Apresiasi Asosiasi
Satya JKN Awards 2025
Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI)
BPJS Kesehatan APPI
15 Oktober 2025, di Jakarta 3 Desember 2025, di Jakarta
Predikat “Perusahaan Terbaik Nasional” Perusahaan Pemenang Penghargaan
kategori Badan Usaha Swasta dengan Jumlah
Pelanggan “Maju Berkat Pembiayaan”
Tenaga Kerja 5.000 hingga 9.999 orang
28 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 29
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 29
Page 30
Laporan kepada
Pemangku
Kepentingan
30 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 31
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 31
Page 32
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
LAPORAN
DEWAN KOMISARIS
Francis Lay Sioe Ho
Presiden Komisaris
32 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 33
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
Para pemangku kepentingan yang terhormat,
Merupakan kehormatan bagi saya, mewakili Dewan Dewan Komisaris mengapresiasi kedisiplinan manajemen
Komisaris, untuk menyampaikan laporan pelaksanaan dalam melandaskan setiap keputusan pada data dan fakta.
tugas pengawasan kami sepanjang 2025. Menerima Sepanjang tahun, Direksi mengandalkan kemampuan
amanat sebagai Presiden Komisaris setelah saya pemetaan setiap wilayah secara granular, dan hal ini
memimpin Perusahaan selama lebih dari empat terus ditingkatkan. Perangkat ini memungkinkan
dekade, saya sangat bangga menyaksikan bagaimana pelacakan perilaku konsumen secara lebih cermat,
BFI Finance, di bawah kepemimpinan yang baru, terus berikut potensi masalah dan keuntungannya, sehingga
tumbuh semakin kuat, kendati industri pembiayaan membantu Perusahaan memperkuat penetapan
hanya tumbuh sebesar 0,61% di 2025. harga berbasis risiko demi menjaga kualitas portofolio
di tengah meningkatnya delinkuensi pada umumnya.
Sepanjang 2025, Perusahaan menghadapi lingkungan Direksi menampilkan respons yang terpadu dalam
bisnis yang sebagian besar dibentuk oleh ketidakpastian menghadapi biaya kredit yang menanjak di industri,
kebijakan di AS berikut perang tarif berskala besar yang serta menghadapi situasi kesulitan penagihan aset yang
berdampak pada perdagangan internasional, bertepatan persisten di berbagai wilayah. Cerminan dari situasi sulit
dengan transisi pemerintahan baru di Indonesia. Sering ini terlihat pada pertumbuhan laba bersih yang hanya
kali, berbagai faktor ini memicu gejolak yang dapat 1,0%, kontras dengan pertumbuhan pembiayaan baru
digambarkan sebagai badai yang menerjang tiba-tiba sebesar dua digit di 2025.
dengan begitu keras, sehingga membuat kebingungan.
Banyak kebijakan dan prioritas harus dikalibrasi ulang. Lebih jauh lagi, kami memandang baik kegigihan
Akibatnya, perdagangan global melemah, rantai manajemen untuk memajukan model operasi baru BFI
pasok terganggu, dan konsumsi domestik mengalami Finance di tengah himpitan kondisi pasar yang sangat
perlambatan. Meskipun PDB Indonesia tumbuh 5,11%, tidak menguntungkan. Langkah-langkah kunci yang
pelaku usaha di berbagai industri seolah kehilangan diambil Direksi mencakup investasi signifikan dalam
pijakan untuk melaju. Kelas menengah di Indonesia kapabilitas digital dan analitik, rekrutmen talenta
menyusut, dan daya beli mereka pun tergerus. khusus secara selektif, hingga pengembangan SDM
yang berkelanjutan dengan menyasar pola pikir dan
juga mengasah keahlian. Inisiatif organisasi tersebut
PENGAWASAN DAN EVALUASI dilengkapi dengan pendekatan yang cermat terhadap
KINERJA DIREKSI likuiditas dan manajemen modal. Menutup 2025, rasio
gearing Perusahaan tetap sehat di angka 1,3x, jauh di
Selama 2025, Dewan Komisaris mengamati bagaimana bawah batas atas yang disyaratkan oleh regulator dan
Direksi mengarungi masa yang cenderung diwarnai oleh juga rata-rata industri.
keterbatasan daripada peluang. Penjualan melemah di
berbagai sektor, biaya kredit meningkat, dan penarikan Dewan Komisaris sangat menghargai keputusan Direksi
aset jaminan menjadi kian menantang. Menghadapi terkait aksi korporasi di 2025. Saat sentimen pasar
angin sakal tersebut, alih-alih melaju agresif ke perairan sedang mengalami pelemahan dan valuasi bergerak
terbuka, manajemen memilih respons yang berbeda. menjauh dari nilai fundamentalnya, pelaksanaan
BFI Finance menbangun jalur-jalur yang lebih stabil pembelian kembali saham (buyback) dan penetapan
demi menjaga kualitas aset, mencermati perubahan dividen interim yang kuat memberikan sinyal keyakinan
yang memengaruhi konsumen dan masyarakat, serta yang jelas kepada pasar. Melalui langkah-langkah
melanjutkan transformasi menyeluruh di Perusahaan, ini, Direksi menegaskan ketangguhan finansial BFI
meskipun industri tengah mengalami kelesuan. Finance dan menjunjung tinggi nilai pemegang saham
jangka panjang, serta tidak membiarkan volatilitas
Oleh karena itu, dalam pandangan Dewan Komisaris, jangka pendek mendikte narasi Perusahaan. Hal ini
pencapaian Perusahaan di 2025 menjadi semakin menunjukkan bagaimana manajemen menghargai
bermakna. Kami tetap unggul di industri ini bukan kepercayaan yang diberikan oleh pemegang saham atas
karena kami mengakselerasi—karena situasi yang nilai intrinsik Perusahaan.
memang tidak mendukung tahun ini—melainkan
karena kami menerapkan pemikiran yang jernih, tenang,
dan konsisten.
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 33
Page 34
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
Dengan demikian, kami menyimpulkan bahwa Direksi
telah bertindak secara kompeten, berintegritas, dan
PERUBAHAN KOMPOSISI DEWAN
bijak dalam mengambil keputusan. Menyambut 2026, KOMISARIS
strategi ini membuat BFI Finance mampu menjaga
stabilitas, bersiap memasuki segmen pasar baru dengan Setelah dilakukannya RUPSLB tanggal 30 Januari
produk-produk yang dirancang secara cermat, serta 2025, saya mengambil alih peran Presiden Komisaris
memosisikan diri untuk meraih kembali momentum dari kolega saya, Bapak Kusmayanto Kadiman, yang
ketika kondisi eksternal membaik. selanjutnya diangkat sebagai Komisaris pada RUPSLB
tanggal 15 September 2025, di mana para pemegang
saham juga menerima pengunduran diri Bapak Sunata
KINERJA TATA KELOLA Tjiterosampurno sebagai Komisaris. Kami berterima
PERUSAHAAN YANG BAIK kasih atas kontribusi beliau selama satu dekade terakhir.
Dengan perubahan ini, Dewan Komisaris kini terdiri dari
Praktik tata kelola perusahaan yang baik di BFI Finance lima anggota: saya sendiri sebagai Presiden Komisaris;
berfungsi sebagai kekuatan penyeimbang terhadap Bapak Kusmayanto Kadiman dan Bapak Saurabh
arus perubahan selama 2025. Tekanan eksternal yang Narayan Agarwal sebagai Komisaris; serta Bapak
meningkat menuntut kewaspadaan dalam pengawasan Johanes Sutrisno dan Bapak Alfonso Napitupulu sebagai
kredit dan pengelolaan portofolio, disertai kepatuhan Komisaris Independen.
ketat terhadap budaya risiko. Dalam hal ini, Direksi
menjunjung tinggi seluruh standar tata kelola dan
memastikan bahwa keputusan operasional Perusahaan
PANDANGAN TERHADAP
selaras dengan tanggung jawabnya yang lebih luas RENCANA DAN PROSPEK 2026
kepada para pemangku kepentingan.
Menghadapi 2026, Dewan Komisaris mendukung strategi
Perusahaan juga memperkokoh arsitektur tata Direksi untuk bertumbuh—melampaui garis dasar yang
kelolanya pada 2025. Penunjukan pimpinan baru baru ditetapkan melalui eksekusi yang disiplin-seraya
yang bertanggung jawab atas pengelolaan risiko Perusahaan bersiap menjelajahi arena yang sepenuhnya
dan pemanfaatan teknologi telah menajamkan fokus baru. Meskipun kondisi eksternal masih belum merata,
organisasi pada dua area yang esensial bagi kesuksesan landasan yang dibangun di 2025—manajemen risiko
BFI Finance dalam mempertahankan haluan di yang tangguh, transformasi digital dari hulu ke hilir, dan
tengah ketidakpastian. Dengan menempatkan model operasi yang lebih bertenaga—telah membekali
kepatuhan regulasi sebagai prioritas, Direksi berupaya BFI Finance untuk bertindak dengan tangkas saat
menyelaraskan eksekusi operasional dengan selera pasar pulih. Dengan pemahaman penuh atas rencana
risiko secara lebih ketat, serta siap memenuhi harapan bisnis manajemen dan dinamika terkini dalam ekonomi
regulator melalui tindak lanjut yang tepat waktu atas makro, kami yakin bahwa BFI Finance akan mampu
temuan pengawasan. Dalam mendukung Dewan memanfaatkan momentum kebangkitan sementara
Komisaris memberikan pengawasan dan nasihat kepada tetap tangguh di segala situasi.
Direksi, Komite Audit, Komite Pemantau Risiko, serta
Komite Nominasi dan Remunerasi terus memberikan
kinerja yang patut dipuji.
Kami meyakini bahwa keunggulan BFI Finance
dalam bidang tata kelola menjadi landasan di balik
penghargaan yang Perusahaan terima selama 2025.
Penghargaan tersebut meliputi ‘The Best Performance
Multifinance Company (Asset Category Above Rp10
Trillion)’, ‘The Excellent Performance Multifinance
Company (Asset Category Above Rp10 Trillion)’, dan
‘Multifinance Company with Consistent Excellent
Performance for 20 Consecutive Years (2005–2024)’
dari Infobank, serta penghargaan dalam Kategori Jasa
Pembiayaan Konsumen dari Bisnis Indonesia.
34 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 35
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
UCAPAN TERIMA KASIH Atas nama Dewan Komisaris PT BFI Finance Indonesia
Tbk,
Dewan Komisaris menyampaikan apresiasi kepada
manajemen, pemegang saham, mitra bisnis, regulator,
konsumen, dan seluruh pemangku kepentingan atas
kepercayaan dan dukungan mereka pada 2025. Kami
juga ingin menyoroti dedikasi dan kerja keras seluruh
karyawan dalam mengatasi kesulitan yang ada. Seiring Francis Lay Sioe Ho
kami menutup laporan ini, kami menatap ke depan Presiden Komisaris
dengan penuh harapan dan menantikan kerja sama
yang erat dengan seluruh pemangku kepentingan, demi
memastikan masa depan di mana kita dapat maju dan
sejahtera bersama.
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 35
Page 36
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
LAPORAN
DIREKSI
Sutadi
Presiden Direktur
36 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 37
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
Para Pemegang Saham dan Pemangku Kepentingan yang terhormat,
Dinamika global dan ketidakpastian di pasar domestik
selama 2025 membuat momentum pertumbuhan dari
PERUMUSAN DAN EKSEKUSI
sejumlah inisiatif cenderung diperlambat oleh dampak STRATEGI DIREKSI
ekses dari kebijakan tertentu. Upaya pemerintah di
berbagai negara untuk menstimulasi kegiatan ekonomi Sepanjang 2025, dengan melemahnya daya beli dan
terhambat oleh kebijakan dan tindakan negara-negara memburuknya profil risiko konsumen di seluruh industri,
yang perekonomiannya dominan. Fed Funds Rate Direksi melakukan rekalibrasi standar underwriting BFI
dipangkas tiga kali hingga ke level 3,5 – 3,6% pada akhir Finance dan memprioritaskan kembali segmen produk
tahun, namun ketagangan atas tarif dan pembatasan yang perilaku pembayaran konsumennya masih terjaga.
perdagangan membatasi pertumbuhan global untuk Langkah ini mensyaratkan persetujuan aplikasi yang
mencapai potensi maksimalnya. Melambatnya ekonomi lebih ketat dan selektif serta langkah-langkah penetapan
Tiongkok semakin menekan permintaan regional, dan nilai yang lebih tegas, meskipun harus mengorbankan
berdampak pada penurunan aktivitas terkait ekspor di penurunan volume pada produk tertentu.
seluruh Asia.
Persaingan di pasar domestik meningkat melampaui
Dengan penurunan suku bunga acuan yang agresif oleh ekspektasi awal, terutama pada pembiayaan roda
Bank Indonesia dan langkah fiskal pemerintahan baru empat, yang merupakan lini bisnis utama Perusahaan.
yang cukup berani untuk mendorong penyaluran kredit Segmen ini tetap mencatatkan pertumbuhan moderat
perbankan, pertumbuhan Indonesia stabil di angka 5,11% sebesar 8,7%, seiring kami mengalihkan kapasitas ke
year-on-year (yoy) di 2025. Namun, pertumbuhan ini area yang diyakini menunjukkan fundamental yang lebih
sifatnya dangkal. Daya beli terkontraksi di bawah tekanan sehat. Pembiayaan mobil bekas, pembiayaan sepeda
ekonomi. Segmen kelas menengah (middle mass- motor melalui kemitraan digital, dan pembiayaan alat
market) menyusut, dengan penjualan mobil turun 7,2% berat menjadi kontributor utama terhadap penyaluran
dari kinerja 2024, melanjutkan tren penurunan selama pinjaman baru Perusahaan di 2025. Pertumbuhan
tiga tahun berturut-turut. Minat konsumen terhadap yang kuat di segmen-segmen ini mengangkat kinerja
pembiayaan untuk barang bernilai besar menurun. pembiayaan baru kami jauh di atas industri.
Mencerminkan tren tersebut, pertumbuhan piutang Kami juga menghadirkan inovasi yang mendukung
industri multifinance hanya sebesar 0,6% yoy. Sebagian strategi diversifikasi. Peluncuran Showroom Stock
besar ekspansi didorong oleh pembiayaan modal kerja. Financing pada awal 2025 mendapatkan sambutan
NPF industri merangkak naik ke 2,5% bruto dan rasio yang menjanjikan. Melalui modal kerja yang kami
gearing berada di kisaran 2,2x. Meskipun demikian, sediakan bagi dealer mobil bekas, kami dapat membina
likuiditas pasar secara keseluruhan tetap stabil, bahkan hubungan yang lebih erat dengan mereka, di kota-kota
saat kompetisi semakin ketat di tengah situasi suku yang pasar otomotifnya tergolong besar. Kami berhasil
bunga rendah menyusul penyesuaian suku bunga acuan memperoleh akses ke dalam ekosistem mereka untuk
BI. menggarap bisnis yang lebih berkualitas. Kami juga
mengembangkan strategi penawaran langsung ke
Direksi berpandangan bahwa dalam lingkungan ini, konsumen, sekaligus menguji coba sejumlah produk,
kalibrasi risiko yang cermat, perlindungan atas modal, termasuk pinjaman bergulir dan fasilitas kredit siap
dan penajaman fokus operasional harus tetap menjadi pakai untuk para konsumen loyal. Kontribusi dari jalur-
prioritas utama. Seiring pertumbuhan pasar tidak jalur ini diharapkan dapat terus meningkat di tahun-
merata, delinkuensi meningkat, dan persaingan semakin tahun mendatang.
ketat di berbagai segmen, langkah kami di 2025 dipandu
oleh satu prinsip utama: mengupayakan pertumbuhan Untuk mendiversifikasi saluran akuisisi di 2025, kami
tanpa mengorbankan kualitas. memperdalam kemitraan digital sehingga proses dan
perjalanan konsumen kini menjadi lebih selaras dengan
mitra ekosistem. Ditunjang oleh model yang berorientasi
kolaborasi ini, konsumen kini dapat berinteraksi dengan
Perusahaan sesuai preferensi mereka: sepenuhnya digital,
difasilitasi oleh tim kami, atau tatap muka langsung.
Dengan model ini, konsumen kami mendapatkan
layanan yang konsisten di seluruh titik sentuh.
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 37
Page 38
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
KINERJA KEUANGAN TATA KELOLA PERUSAHAAN
BFI Finance mencatat kenaikan pendapatan yang solid Kerangka tata kelola kami di 2025 menampilkan
meskipun pasar di 2025 cenderung stagnan. Jumlah kewaspadaan risiko yang lebih tinggi di seluruh lini bisnis.
Pembiayaan Baru mencapai Rp21,9 triliun, 9,3% lebih Direksi menekankan penyelarasan antara strategi dan
tinggi dibandingkan 2024 dan selaras dengan target eksekusi dalam selera risiko yang telah dipilih, sehingga
2025 kami. Piutang yang Dikelola mencapai Rp26,3 triliun, pengambilan keputusan kami sesuai dengan lingkungan
tumbuh 8,9% yoy-melampaui pertumbuhan industri pengendalian risikonya. Pengawasan oleh Komite-
dengan faktor sebesar 15 kali lipat—dengan 37,8% dari Komite di bawah Direksi, yang mencakup manajemen
jumlah tersebut disalurkan untuk memberikan dorongan risiko, teknologi informasi, dan pengembangan bisnis
bagi UMKM, tulang punggung ekonomi Indonesia. syariah, memastikan inisiatif dan pengendalian oleh
Direksi dapat senantiasa dievaluasi. BFI Finance juga
Menjaga integritas portofolio kami terus menjadi fokus menjaga komunikasi yang transparan dan tepat
operasi bisnis Perusahaan. Terlepas dari kenaikan biaya waktu dengan regulator, menanggapi setiap temuan
kredit di berbagai sektor dan menurunnya kelayakan pengawasan dengan cepat, dan menjaga kepatuhan
kredit, BFI Finance menjaga NPF di kisaran 1,39% bruto sesuai standar yang ketat.
dan 0,22% neto di penghujung 2025—jauh di bawah
rata-rata industri dan didukung oleh pencadangan yang
pruden. Sejalan dengan itu, Jumlah Aset kami meningkat MEMBANGUN BISNIS
sebesar 1,4% menjadi Rp25,5 triliun pada akhir tahun. YANG LEBIH BAIK
Meskipun demikian, kondisi sepanjang 2025 cukup Selama periode 2024–2025, dua perjalanan transformatif
membebani profitabilitas. Biaya kredit yang tinggi mengalami konvergensi yang mengubah cara BFI
menyerap sebagian besar keuntungan dari ekspansi Finance menjalankan bisnisnya. Transformasi yang
portofolio, sehingga Laba Tahun Berjalan hanya pertama adalah regenerasi kepemimpinan. Melalui rapat
tumbuh sebesar 1,0% meskipun Jumlah Pendapatan, umum pemegang saham di 2025, komposisi Direksi
yang mencapai Rp6,7 triliun, meningkat 6,5%. Namun, berubah dengan berakhirnya masa jabatan Francis Lay
ketangguhan bisnis inti Perusahaan terbukti dalam Sioe Ho sebagai Presiden Direktur—untuk selanjutnya
solidnya metrik imbal hasil kami, yakni ROA sebesar 7,9% menjabat Presiden Komisaris—dan pengunduran diri
dan ROE sebesar 14,8% pada akhir tahun. Andrew Adiwijanto, serta pengangkatan Tan Rudy
Eddywidjaja dan Iwan sebagai Direktur baru. Setelahnya,
Peringkat Nasional Jangka Panjang ‘AA-(idn)’ yang Sunata Tjiterosampoerno juga mengakhiri masa
ditegaskan kembali oleh Fitch Ratings memperkuat jabatannya sebagai Komisaris.
kepercayaan para kreditur. Hasilnya, Perusahaan dapat
mengakses sumber pendanaan yang terdiversifikasi Mewakili Direksi, saya berterima kasih atas dedikasi rekan
dengan suku bunga kompetitif. Mitra bank lama saya, Andrew Adiwijanto, sepanjang menjabat
meningkatkan eksposur mereka kepada kami, dengan sebagai Direktur. Kami mendoakan yang terbaik bagi
beberapa bank baru menawarkan fasilitas pendanaan masa depan beliau. Dan dengan memegang tongkat
hingga Rp2,5 triliun. Ini menunjukkan pandangan positif estafet dari pendahulu saya, saya ingin memberikan
mereka atas kualitas aset yang konsisten, manajemen apresiasi atas empat dekade kepemimpinannya yang
risiko yang disiplin, dan rekam jejak BFI Finance yang telah meletakkan landasan bagi babak baru Perusahaan.
panjang sebagai lembaga keuangan yang independen. Kepemimpinan beliau telah menjadi katalis bagi
Basis pendanaan yang kuat ini menjaga rasio gearing di transformasi kedua: perombakan struktur bisnis yang
level 1,3x—dalam posisi yang aman, di bawah ambang komprehensif. Perusahaan telah meninggalkan proses
batas regulasi dan rata-rata industri. manual yang berbasis sistem lama menuju model
operasi yang digital dan berorientasi pada data. Ini adalah
Seiring Perusahaan memenuhi seluruh kewajiban transformasi yang niscaya, didorong oleh kebutuhan
keuangannya kepada pemegang obligasi secara tepat untuk mengambil keputusan yang lebih cepat dan tepat
waktu, kemampuannya untuk memberikan nilai kepada di tengah operasi sehari-hari yang kian kompleks.
pemegang saham pun meningkat. Dividen interim di
2025 sebesar Rp35 per saham—tertinggi dalam lima Berbagai kemajuan dalam bidang otomatisasi, analitik,
tahun terakhir—mencerminkan aspirasi manajemen dan platform teknologi selama bertahun-tahun telah
untuk memberi penghargaan kepada pemegang mengembangkan kapabilitas kami. Semua itu telah kami
saham setia yang telah menunjukkan keyakinan pada perkuat dengan rekrutmen yang terarah untuk mengisi
fundamental jangka panjang kami, kendati siklus posisi-posisi penting di bidang digital, data, dan risiko.
ekonomi yang jauh dari kondisi prima.
38 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 39
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
Program pelatihan yang diperkaya membekali karyawan Kami menutup laporan ini dengan optimisme akan
Perusahaan dengan mindset dan cara kerja baru. prospek BFI Finance di 2026, serta dengan apresiasi tulus
Pemetaan risiko yang lebih baik, penetapan nilai layanan bagi para karyawan, mitra bisnis, pemegang saham,
yang lebih presisi, dan konsistensi dalam underwriting konsumen, dan regulator. Dipandu oleh mandat dan
telah menjadi prasyarat dalam mengatasi delinkuensi dukungan mereka, kami bertekad untuk membangun
dan penurunan kualitas permohonan pembiayaan di BFI Finance menjadi lebih baik, dan melaju dengan
pasar. Untuk tahun ini, kami menargetkan kenaikan penuh makna.
12% pada Pembiayaan Baru menjadi Rp24,7 triliun, yang
akan menumbuhkan Jumlah Piutang Pembiayaan Neto Atas nama Direksi PT BFI Finance Indonesia Tbk,
sebesar 4% dan Laba Tahun Berjalan sebesar 2%.
Sutadi
Presiden Direktur
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 39
Page 40
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
SURAT PERNYATAAN ANGGOTA DEWAN KOMISARIS
TENTANG TANGGUNG JAWAB ATAS
LAPORAN TAHUNAN TERINTEGRASI 2025
PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk
Kami yang bertanda tangan di bawah ini menyatakan bahwa semua informasi dalam Laporan Tahunan Terintegrasi 2025
PT BFI Finance Indonesia Tbk telah dimuat secara lengkap dan bertanggung jawab penuh atas kebenaran isi Laporan
Tahunan Terintegrasi Perusahaan.
Demikian pernyataan ini dibuat dengan sebenarnya.
Tangerang Selatan, 15 April 2026
DEWAN KOMISARIS
Francis Lay Sioe Ho
Presiden Komisaris
Kusmayanto Kadiman Saurabh Narayan Agarwal
Komisaris Komisaris
Johanes Sutrisno Alfonso Napitupulu
Komisaris Independen Komisaris Independen
40 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 41
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
SURAT PERNYATAAN ANGGOTA DIREKSI
TENTANG TANGGUNG JAWAB ATAS
LAPORAN TAHUNAN TERINTEGRASI 2025
PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk
Kami yang bertanda tangan di bawah ini menyatakan bahwa semua informasi dalam Laporan Tahunan Terintegrasi 2025
PT BFI Finance Indonesia Tbk telah dimuat secara lengkap dan bertanggung jawab penuh atas kebenaran isi Laporan
Tahunan Terintegrasi Perusahaan.
Demikian pernyataan ini dibuat dengan sebenarnya.
Tangerang Selatan, 15 April 2026
DIREKSI
Sutadi
Presiden Direktur
Sudjono Goklas
Direktur Keuangan Direktur Transformasi
Tan Rudy Eddywidjaja Iwan
Direktur Bisnis Direktur Manajemen Aset
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 41
Page 42
Profil
Perusahaan
42 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 43
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 43
Page 44
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
INFORMASI UMUM
PERUSAHAAN
Nama Perusahaan Dasar Hukum Pendirian Tanggal Pencatatan Saham
16 Mei 1990
PT BFI Finance Indonesia Tbk Perusahaan didirikan berdasarkan
(disingkat BFI Finance) Akta Notaris No. 57 yang dibuat
di hadapan Kartini Muljadi, S.H.,
Notaris di Jakarta. Akta pendirian
Kode Saham
tersebut memperoleh persetujuan
dari Menteri Kehakiman (sekarang
Kedudukan Kementerian Hukum) Republik BFIN
Indonesia melalui SK No. C2-
2091-HT.01.01.TH.82 tanggal 28
Oktober 1982 dan diumumkan
Tangerang Selatan, dalam Lembaran Berita Negara RI Modal Dasar
Provinsi Banten, Indonesia No. 102 tanggal 21 Desember 1982,
Tambahan No. 1390.
Rp500 miliar
Modal Ditempatkan dan Disetor
Pendirian Perusahaan Bursa Efek Penuh
Saham BFI Finance dicatat dan
7 April 1982 Rp376,0 miliar
diperdagangkan di BEI
Kepemilikan Saham
Trinugraha Capital & Co SCA
Publik/Lain-Lain
51,12
% 48,88
(masing-masing di bawah 5%)
44 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 45
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
Keanggotaan dalam Asosiasi dan
Media Sosial Kantor Pusat
Lembaga Lainnya
BFI Tower, Sunburst CBD Lot 1.2
Asosiasi Perusahaan BFI Finance
Jl. Kapt. Soebijanto Djojohadikusumo
Pembiayaan Indonesia
BSD City-Tangerang Selatan 15322
(APPI) @BFIFinance
Indonesia
Asosiasi Emiten
@bfifinance (62-21) 2965 0300
Indonesia (AEI)
Asosiasi Pengusaha PT BFI Finance Indonesia Tbk
Indonesia (APINDO)
BFI Finance Official Skala Usaha
Lembaga Alternatif Per 31 Desember 2025,
Penyelesaian Sengketa @BFIFinanceOfficial berikut adalah indikator-indikator
Sektor Jasa Keuangan skala usaha Perusahaan:
(LAPS SJK)
Jumlah Aset
PT Rapi Utama
Indonesia (RAPINDO) Kegiatan Usaha Utama Rp25 triliun
Jumlah Liabilitas
Sekretaris Perusahaan ■ Pembiayaan Investasi
■ Pembiayaan Modal Kerja Rp15 triliun
■ Pembiayaan Multiguna
corsec@bfi.co.id ■ Pembiayaan Syariah Jumlah Piutang
Pembiayaan - Neto
Rp22 triliun
Hubungan Investor
Pangsa Pasar di
Jumlah Outlet Industri Pembiayaan
investor@bfi.co.id di Indonesia
349, terdiri dari 191 cabang 4,4%
konvensional, 45 cabang perwakilan
Situs Web syariah yang berbagi tempat
dengan cabang konvensional, dan
113 point of sales (POS)
www.bfi.co.id Perubahan Signifikan di 2025
Tidak terdapat perubahan
Call Center Jumlah Karyawan signifikan pada kegiatan usaha,
cakupan operasional, atau rantai
pasokan Perusahaan di 2025.
1500018 10.540 orang
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 45
Page 46
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
VISI DAN MISI PERUSAHAAN
VISI
Menjadi mitra solusi keuangan tepercaya yang turut berkontribusi terhadap
peningkatan taraf hidup masyarakat
MISI
■ Menyediakan solusi keuangan yang tepercaya dan efektif kepada pelanggan
■ Mencapai tingkat pengembalian modal yang superior dan mempertahankan
reputasi kami sebagai perusahaan publik yang tepercaya
■ Menyediakan lingkungan komunitas yang mendukung pengembangan
kapabilitas pemimpin masa depan organisasi
■ Membangun hubungan kerja sama jangka panjang dengan mitra bisnis
berdasarkan asas saling percaya dan menguntungkan
■ Memberikan kontribusi yang positif bagi masyarakat
Visi dan Misi Perusahaan telah dikaji secara mendalam, sejalan dengan perkembangan
bisnis yang dinamis. Visi dan Misi telah disetujui oleh Dewan Komisaris dan Direksi
untuk menjadi sasaran dari setiap kegiatan bisnis Perusahaan.
46 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 47
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
VISI DAN MISI
KEBERLANJUTAN
VISI KEUANGAN
BERKELANJUTAN
Menjadi perusahaan pembiayaan terdepan di industri
keuangan nonbank dengan memegang teguh komitmen
untuk menjadi mitra solusi keuangan masyarakat yang
tepercaya, memperhatikan keseimbangan pencapaian
kesejahteraan bidang ekonomi, sosial, dan kelestarian
lingkungan demi mendukung pembangunan negara
secara berkelanjutan dan peningkatan taraf hidup
masyarakat di mana pun Perusahaan beroperasi
MISI KEUANGAN
BERKELANJUTAN
Mampu melakukan kegiatan usaha secara berkelanjutan
yang mendukung pengembangan wirausahawan
golongan ekonomi menengah ke bawah untuk
meningkatkan perekonomian lokal dan kesejahteraan
sosial dengan senantiasa memperhatikan dampak
lingkungan
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 47
Page 48
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
RIWAYAT SINGKAT PERUSAHAAN
PENDIRIAN Setelah melewati krisis keuangan Asia 1997, Perusahaan
juga berhasil merestrukturisasi utangnya pada 2001, dan
mengubah namanya menjadi PT BFI Finance Indonesia
BFI Finance merupakan salah satu pelopor perusahaan
Tbk, berdasarkan Akta Notaris No. 116 yang dibuat di
pembiayaan di Indonesia. Perusahaan ini awalnya
hadapan Aulia Taufani, S.H., sebelumnya Sutjipto, S.H.,
didirikan dengan nama PT Manufacturers Hanover
Notaris di Jakarta tanggal 27 Juni 2001, yang disetujui
Leasing Indonesia, sebagai perusahaan yang dibentuk
oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) RI
melalui kerja sama investasi dengan Manufacturers
melalui SK No. C-03668.HT.01.04.TH.2001 tanggal 24 Juli
Hanover Leasing Corporation dari Amerika Serikat.
2001 dan diumumkan dalam Lembaran Berita Negara RI
Perusahaan didirikan pada 7 April 1982 berdasarkan Akta
No. 35 tanggal 30 April 2002, Tambahan No. 4195.
Notaris No. 57 yang dibuat di hadapan Kartini Muljadi, S.H.,
Notaris di Jakarta, dan disetujui oleh Menteri Kehakiman
Pada 20 Februari 2006, Menteri Keuangan RI
RI melalui SK No. C2-2091-HT.01.01.TH.82 tanggal 28
mengamandemen izin usaha Perusahaan melalui SK
Oktober 1982, serta diumumkan dalam Lembaran Berita
No. KEP-038/KM.5/2006 untuk memberlakukan secara
Negara RI No. 102 tanggal 21 Desember 1982, Tambahan
surut izin usaha yang sebelumnya diberikan kepada PT
No. 1390. Kepemilikan saham Manufacturers Hanover
Bunas Finance Indonesia Tbk sejak tanggal disetujuinya
Leasing Corporation pada Perusahaan adalah 70%,
perubahan nama Perusahaan menjadi PT BFI Finance
sedangkan sisanya dimiliki warga Indonesia.
Indonesia Tbk melalui SK Menteri Hukum dan HAM RI
No. C-03668.HT.01.04.TH.2001 tanggal 24 Juli 2001.
Perusahaan memperoleh izin usaha lembaga
pembiayaan sebagai perusahaan leasing dari Menteri
Anggaran dasar Perusahaan telah mengalami beberapa
Keuangan RI berdasarkan SK No. KEP-038/KM.11/1982
kali perubahan. Perubahan terakhir berdasarkan Akta
tanggal 12 Agustus 1982.
Pernyataan Keputusan Rapat Perubahan Anggaran
Dasar No. 19 tanggal 29 Juni 2022 yang dibuat di hadapan
Pada 1986, PT Bank Umum Nasional dan Essompark Ltd.,
Shanti Indah Lestari, S.H., M.Kn., Notaris di Kabupaten
Hong Kong, mengambil alih kepemilikan Manufacturers
Tangerang, mengenai persetujuan perubahan Pasal
Hanover Leasing Corporation di Perusahaan, kemudian
3 dan 15 dari Anggaran Dasar Perusahaan yang telah
mengubah nama Perusahaan menjadi PT Bunas
diterima dan dicatat dalam basis data Sistem Administrasi
Intitama Leasing Indonesia berdasarkan akta yang
Badan Hukum (SABH) Kementerian Hukum dan HAM RI
dibuat di hadapan Inge Hendarmin, S.H., Notaris di
berdasarkan SK Menteri Hukum dan HAM RI No. AHU-
Jakarta tanggal 17 September 1986, dan disetujui oleh
0052483.AH.01.02.Tahun 2022 dan Surat Penerimaan
Menteri Kehakiman RI melalui SK No. C2-6977.HT.01.04.
Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar No. AHU-
TH.86 tanggal 7 Oktober 1986 dan telah diumumkan
AH.01.03-0271122 tanggal 27 Juli 2022. Perubahan ini juga
dalam Lembaran Berita Negara RI No. 94 tanggal 25
telah diumumkan dalam Lembaran Berita Negara RI No.
November 1986, Tambahan No. 1451.
74 tanggal 16 September 2022, Tambahan No. 31534.
PERKEMBANGAN
Pada 1990, Perusahaan menjadi salah satu perusahaan
pembiayaan pertama yang mencatatkan sahamnya di
Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya (sekarang
keduanya disebut Bursa Efek Indonesia atau BEI)
dengan kode saham BFIN. Nama dan status Perusahaan
disesuaikan menjadi PT Bunas Finance Indonesia Tbk.
Perusahaan juga mengubah izin operasinya menjadi
perusahaan multifinance berdasarkan SK Menteri
Keuangan RI No. 493/KMK.013/1990 tanggal 23 April 1990.
48 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 49
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
BFI FINANCE KINI Rincian penghargaan dan pengakuan yang diraih
Perusahaan selama 2025 disajikan pada bagian
Penghargaan dan Pengakuan dalam bab Kilas Kinerja
BFI Finance kini termasuk perusahaan pembiayaan
2025 (halaman 28).
besar di Indonesia, dengan jaringan dan cakupan produk
terluas, didukung oleh 10.540 karyawan di 349 outlet
Per 31 Desember 2025, Trinugraha Capital & Co SCA
yang tersebar di 35 provinsi.
adalah pemegang saham pengendali BFI Finance,
dengan kepemilikan sebesar 51,12%.
BFI Finance menunjukkan pertumbuhan berkelanjutan
yang dibuktikan dengan berbagai penghargaan
Sejak 2013, Kantor Pusat Perusahaan berlokasi di
bergengsi untuk kinerja bisnis dan keuangan, antara
BFI Tower, Sunburst CBD Lot 1.2, Jl. Kapt. Soebijanto
lain, predikat “Perusahaan Multifinance dengan Kinerja
Djojohadikusumo, BSD City, Tangerang Selatan 15322,
Terbaik” dari majalah Infobank selama dua puluh tahun
Provinsi Banten.
berturut-turut (2005–2024), yang mengantarkan BFI
Finance memperoleh Infobank Titanium Trophy 2025.
Trofi bergengsi ini diterima Perusahaan karena berhasil
menjadi perusahaan berkinerja terbaik dalam enam
tahun berturut-turut.
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 49
Page 50
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
JEJAK LANGKAH
2007
■ Penerbitan obligasi perdana
berupa Obligasi BFI Finance
Indonesia Tahun 2007
Dengan Tingkat Bunga Tetap
■ Meraih peringkat ‘Baa1(id)’
1982 1994
dari Moody’s Investors
Service
■ Perusahaan didirikan Penawaran Umum Terbatas I
dengan nama (PUT I) sebanyak 28.829.558
PT Manufacturers Hanover saham
Leasing Indonesia
■ Memperoleh izin usaha
dalam bidang usaha
lembaga pembiayaan
(perusahaan leasing)
2001
■ Menyelesaikan restrukturisasi
keuangan yang
menyebabkan perubahan
pemegang saham mayoritas
■ Nama Perusahaan berubah
menjadi PT BFI Finance
Indonesia Tbk
1990
■ Memperoleh izin operasi
menjalankan bisnis multifinance
yang diperbarui pada 1990 2011
■ Go Public di Bursa Efek Jakarta
dan Bursa Efek Surabaya ■ Trinugraha Capital & Co SCA
(sekarang Bursa Efek Indonesia/ menjadi pemegang saham
BEI) dengan kode saham BFIN pengendali sebesar 44,95%
■ Status dan nama Perusahaan ■ Meraih peringkat ‘A(idn)’ dari
berubah menjadi PT Bunas Fitch Ratings
Finance Indonesia Tbk
50 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 51
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
2018 2024 2025
■ Perusahaan mendapatkan ■ Akselerasi proses bisnis dan ■ Menghadirkan layanan
izin dari OJK untuk pembiayaan offline POS (Point
layanan, mencakup kerja sama
menjalankan Unit Usaha of Sales), yang lebih mudah
dan kolaborasi dengan berbagai
Syariah dijangkau masyarakat, di wilayah
entitas bagian dari ekosistem
■ Meluncurkan dua produk digital Jabodetabek, Jawa Barat, dan
pembiayaan syariah perdana Jawa Tengah
■ Lebih banyak ragam produk
untuk perjalanan umrah dan ■ Pelaksanaan program pembelian
pembiayaan untuk masyarakat,
wisata halal kembali saham (share buyback)
salah satunya kredit pemilikan
■ FIT terdaftar di OJK dan mulai rumah seken di wilayah sebagai langkah strategis
beroperasi resmi melalui menjaga stabilitas harga saham
Jabodetabek melalui kerja
platform Pinjam Modal di tengah volatilitas pasar modal
sama dengan salah satu situs
penjualan rumah terkemuka
■ Peluncuran BFI Mobile,
mempermudah akses layanan
pembiayaan bagi konsumen
melalui aplikasi digital
2017
Mendirikan PT Finansial
Integrasi Teknologi (FIT),
entitas anak di bidang layanan
pinjam meminjam uang
berbasis teknologi informasi
dan berkonsep peer-to-peer
(P2P) lending
2022
■ Trinugraha Capital & Co SCA
(TCC) melakukan Penawaran
2020 Tender Sukarela saham
Perusahaan
■ Bersama-sama dengan
FIT memperoleh Surat
Garibaldi (Boy) Thohir, Jerry
Izin Usaha dari OJK selaku
Ng menjadi pemegang
penyelenggara layanan pinjam
saham pengendali
meminjam uang berbasis
Perusahaan
teknologi informasi
■ Pengalihan 75 juta lembar
saham treasuri milik
Perusahaan kepada anggota
manajemen dan karyawan
2016 yang memenuhi persyaratan,
melalui MESOP
Meraih peringkat ‘AA-(idn)’
Outlook Stabil dari Fitch
Ratings dari sebelumnya
2015 ‘A+(idn)’ Outlook Positif
Program pembelian kembali
saham yang beredar (stock
buyback) untuk meningkatkan
manajemen permodalan
Perusahaan
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 51
Page 52
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
NILAI-NILAI DASAR DAN
BUDAYA PERUSAHAAN
GROW AND IMPROVE
ABSOLUTE INTEGRITY
CONTINUOUSLY
Giat Memperbaiki Diri secara Berkesinambungan Absolut dalam Integritas
Definisi: Terus mengembangkan diri dan berkontribusi Definisi: Mengutamakan integritas dalam setiap
bagi Perusahaan tindakan untuk menjaga reputasi diri dan Perusahaan
yang profesional
Nilai ini diterjemahkan ke dalam tiga perilaku utama,
yaitu: Nilai ini diterjemahkan ke dalam tiga perilaku utama,
1. Belajar yaitu:
2. Inovatif 1. Jujur
3. Proaktif 2. Konsisten
3. Taat
RESPECT AND CARE
TRUST AND TEAM SPIRIT
Realisasikan Saling Menghormati dan Peduli
Definisi: Sikap saling menghargai dan peduli untuk Tim Kerja yang Solid dan Saling Percaya
menjaga lingkungan kerja yang positif Definisi: Semangat kerja sama dan saling percaya untuk
mencapai tujuan bersama
Nilai ini diterjemahkan ke dalam tiga perilaku utama,
yaitu: Nilai ini diterjemahkan ke dalam tiga perilaku utama,
1. Hormat yaitu:
2. Solusi Positif 1. Komunikatif
3. Peduli 2. Kooperatif
3. Sinergis
Nilai-Nilai Dasar yang menjadi landasan Budaya
EXCELLENT SERVICE Perusahaan ini telah dikaji secara mendalam, agar
sejalan dengan perkembangan bisnis Perusahaan
yang dinamis. Nilai-Nilai Dasar dan Budaya Perusahaan
Ekstra Layanan kepada Pelanggan Internal dan ini telah disetujui oleh Dewan Komisaris dan Direksi,
Eksternal untuk menjadi pedoman perilaku utama bagi seluruh
Definisi: Memberikan pelayanan terbaik untuk kepuasan karyawan dalam mencapai sasaran dari setiap kegiatan
konsumen internal dan eksternal bisnis Perusahaan.
Nilai ini diterjemahkan ke dalam tiga perilaku utama,
yaitu:
1. Sikap Positif
2. Responsif
3. Profesional
52 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 53
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
IDENTITAS PERUSAHAAN
Logogram
Nama Perusahaan
Logotype
Logo BFI Finance dibuat untuk mencerminkan identitas dan nilai-nilai dari Perusahaan. Logo terdiri dari tiga
elemen utama, yakni logogram, logotype, dan nama perusahaan. Dalam penggunaannya untuk keperluan apa pun,
logogram dan logotype tersebut tidak dapat dipisahkan. Berbagai konfigurasi penempatan logogram, logotype, dan
nama perusahaan, serta pilihan warna logo yang diperbolehkan, telah dijabarkan dalam dokumen Panduan Identitas
Perusahaan di bagian “Identitas Visual Brand” yang dimiliki BFI Finance.
BIDANG USAHA
KEGIATAN USAHA
Sesuai Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 35/POJK.05/2018 tentang Penyelenggaraan Usaha Perusahaan
Pembiayaan, ruang lingkup bisnis Perusahaan adalah sebagai berikut:
■ Pembiayaan Investasi;
■ Pembiayaan Modal Kerja;
■ Pembiayaan Multiguna; dan
■ Kegiatan usaha pembiayaan lain berdasarkan persetujuan OJK.
Ruang lingkup kegiatan usaha tersebut dituangkan dengan cara-cara berikut:
■ Sewa Pembiayaan (Finance Lease);
■ Jual dan Sewa Balik (Sale and Leaseback);
■ Pembelian dengan Pembayaran secara Angsuran (Installment Financing);
■ Fasilitas Modal Usaha;
■ Fasilitas Dana;
■ Anjak Piutang (with recourse);
■ Pembiayaan proyek, infrastruktur, dan pembiayaan lainnya.
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 53
Page 54
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
Kegiatan usaha Perusahaan adalah sebagai berikut: 3. Pembiayaan Properti
1. Untuk pembiayaan konvensional, Perusahaan Property-Backed Financing (PBF) merupakan
memberikan fleksibilitas cara pembiayaan dalam solusi pembiayaan dengan agunan properti, seperti
mendukung berbagai kegiatan usaha sebagai sertifikat rumah atau ruko. Produk ini diperkenalkan
berikut: di 2013 dan dikembangkan lebih lanjut di 2017 untuk
■ Pembiayaan Investasi meliputi cara pembiayaan menjawab kebutuhan di pasar. Produk ini dirancang
Sewa Pembiayaan, Jual dan Sewa Balik, dan untuk masyarakat berpenghasilan menengah
Pembiayaan dengan Pembayaran secara dengan pendapatan tetap, serta pelaku usaha
Angsuran produktif dari golongan menengah, mencakup
■ Pembiayaan Modal Kerja meliputi cara konsumen langsung (pemilik rumah atau ruko),
pembiayaan Jual dan Sewa Balik, Pembelian konsumen langganan, dan pembeli melalui agen
dengan Pembayaran secara Angsuran, dan penjualan lepas rekanan Perusahaan. Jangka waktu
Fasilitas Modal Usaha pembiayaannya hingga tujuh tahun dengan suku
■ Pembiayaan Multiguna meliputi cara , Pembelian bunga tetap. Sejak 2024, Perusahaan menjalin
dengan Pembayaran secara Angsuran, dan dan kemitraan strategis dengan platform e-commerce
Fasilitas Dana terdepan untuk menghadirkan solusi pembiayaan
2. Untuk pembiayaan syariah, Perusahaan memberikan kepemilikan rumah seken di wilayah Jabodetabek,
cara pembiayaan Murabahah untuk kegiatan usaha dengan jangka waktu pembiayaan yang lebih
Pembiayaan Jual Beli, serta Ijarah dan Al-Bai’ wa al- panjang, hingga sepuluh tahun, dan suku bunga
Isti’jar untuk kegiatan usaha Pembiayaan Jasa. tetap, memudahkan kepemilikan rumah bagi lebih
banyak orang.
SEGMEN USAHA
Sewa Pembiayaan
Sehubungan dengan pembagian kegiatan usaha yang
dijalankan Perusahaan sebagaimana disebutkan di atas, Bisnis Sewa Pembiayaan meliputi jasa keuangan yang
jenis-jenis kegiatan usaha yang dijalankan berdasarkan ditujukan bagi konsumen perorangan dan badan
segmen adalah sebagai berikut: usaha yang melakukan pembelian atau jual dan sewa
balik (sale and leaseback) atas alat-alat berat, mesin-
mesin, kendaraan bermotor dan peralatan lainnya, baik
Pembiayaan Konsumen untuk kondisi baru maupun bekas. Pelanggan Sewa
Pembiayaan di BFI Finance umumnya berasal dari sektor
Pembiayaan Konsumen meliputi pembiayaan mobil
industri pertambangan, perdagangan, konstruksi, jasa,
baru dan bekas yang dibeli melalui dealer, pembiayaan
pertanian, manufaktur, transportasi, infrastruktur, dan
modal dengan agunan mobil bekas dan motor bekas
lain-lain.
(non-dealer), dan pembiayaan dengan agunan properti
dalam bentuk sertifikat rumah atau ruko
Pembiayaan Konsumen Berbasis Syariah
1. Pembiayaan Mobil dengan Perantaraan Dealer
Pembiayaan mobil melalui dealer telah menjadi Sejak memperoleh lisensi dari Otoritas Jasa Keuangan
bisnis inti di Perusahaan selama lebih dari 25 tahun. (OJK) dan mulai beroperasi pada 2018, Unit Usaha Syariah
Produk yang dipasarkan di hampir semua kantor (UUS) Perusahaan terus mengembangkan bisnisnya
cabang ini menyediakan fasilitas pembiayaan untuk secara berkelanjutan. Strategi pembiayaan Perusahaan
pengadaan mobil baru dan bekas melalui rekanan diformulasikan ke dalam tiga akad utama yang menjadi
dealer. Jangka waktu pembiayaan antara satu hingga kerangka pengembangan seluruh portofolio produk,
empat tahun dengan suku bunga tetap. yaitu:
1. Akad Ijarah, untuk pembiayaan berbasis sewa/jasa;
2. Pembiayaan Mobil dan Motor Non-Dealer 2. Akad Murabahah, untuk pembiayaan berbasis
Pembiayaan non-dealer diperkenalkan pada 2006 barang, termasuk kendaraan bermotor; dan
untuk melayani kebutuhan para konsumen secara 3. Akad Al-Bai’ wa al-Isti’jar, untuk pembiayaan
langsung (pemilik mobil dan motor), para konsumen multiguna (refinancing).
yang melakukan transaksi repeat order (pelanggan),
konsumen baru dari referensi pelanggan (program
Customer-Get-Customer), melalui agen penjualan
lepas rekanan Perusahaan, dan Telesales Call
Center (pemasaran dan penjualan langsung). Target
pemasaran Perusahaan adalah kalangan masyarakat
berpenghasilan bawah hingga menengah.
54 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 55
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
Dengan mengacu pada ketiga akad tersebut, PRODUK PEMBIAYAAN
Perusahaan memfokuskan penetrasi pasar pada lima
segmen produk unggulan, yaitu: BERDASARKAN JENIS ASET
1. My Ihram, pembiayaan ibadah umrah ke Tanah Suci;
Segmen usaha Pembiayaan Konsumen dan Sewa
2. My Hajat, pembiayaan berbagai keperluan jasa,
Perusahaan mencakup portofolio produk berdasarkan
seperti jasa penyewaan rumah atau ruko, renovasi
jenis aset sebagai berikut:
rumah, dan konsultan;
1. Mobil baru;
3. My Cars, pembiayaan kendaraan bermotor roda
2. Mobil bekas;
empat bekas;
3. Motor bekas;
4. My Faedah, pembiayaan pembelian berbagai barang,
4. Alat berat, terdiri dari:
antara lain bahan material bangunan, kebutuhan
■ Alat berat;
rumah tangga, dan barang lainnya yang memberikan
■ Truk dan alat transportasi umum;
manfaat bagi masyarakat; dan
■ Mesin;
5. My B-Share, pembiayaan multiguna atau refinancing
■ Peralatan lain; dan
untuk berbagai kebutuhan produktif maupun
5. Properti.
konsumtif, seperti biaya pendidikan, renovasi rumah,
dan pengembangan usaha.
Pembahasan lebih lanjut mengenai portofolio
produk Perusahaan disajikan dalam bab Analisis
Seluruh produk pembiayaan syariah dipasarkan melalui
dan Pembahasan Manajemen di Laporan Tahunan
cabang-cabang perwakilan syariah yang tersebar di
Terintegrasi ini halaman 100–110.
45 lokasi di berbagai wilayah Indonesia, dan melalui
beragam kanal pemasaran digital.
Nita Sari Br. Harahap
Konsumen Produk Pembiayaan Mobil
Medan, Sumatra Utara
Sejak mengenal BFI Finance melalui internet pada 7 April 2022, saya telah merasakan pelayanan
yang menyenangkan. Saat saya membutuhkan mobil untuk menunjang mobilitas sehari-hari, proses
pembiayaan di BFI Finance berjalan dengan sangat lancar dan profesional. Secara keseluruhan saya
merasa puas dan berharap kualitas layanan ini dapat terus dipertahankan.
Hadi Sucipto
Konsumen Produk Pembiayaan Motor
Medan, Sumatra Utara
Saya adalah konsumen BFI Finance sejak September 2024. Awalnya saya adalah mitra Gojek, dan
karena Gojek berkolaborasi dengan BFI Finance untuk pembiayaan motor, jadi saya menggunakan
fasilitas tersebut. Proses pengajuannya cepat, mudah, dan sangat amanah. Layanan BFI Finance
sangat memuaskan bagi saya.
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 55
Page 56
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
PETA DAN JARINGAN OPERASIONAL
13,8%
Sumatra
39 1 8 48
OUTLET
31,5%
Jabodetabek
27 73 10 110
OUTLET 31,5%
Jawa dan Bali
63 30 17 110
OUTLET
56 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 57
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
Cabang POS Syariah
Distribusi Cabang, POS, dan Syariah
(per 31 Desember 2025)
8,6%
349
Kalimantan
22 3 5 30 OUTLET
OUTLET
14,6%
Sulawesi dan Indonesia Timur
40 6 5 51
OUTLET
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 57
Page 58
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
STRUKTUR ORGANISASI
Struktur organisasi BFI Finance per 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:
RAPAT UMUM PEMEGANG
SAHAM
DEWAN PENGAWAS SYARIAH
‐ Asrori S. Karni (Ketua)
‐ Helda Rahmi Sina
PRESIDEN DIREKTUR
Sutadi
DIREKTUR MANAJEMEN
DIREKTUR BISNIS DIREKTUR KEUANGAN
ASET
Tan Rudy Eddywidjaja Iwan Sudjono
NON-DEALER
BUSINESS INNOVATION ASSET MANAGEMENT FINANCE & TREASURY
FINANCING
Ary Suharso Anov Finanda Arwin Tonny Widjaja
DEALER FINANCING BUSINESS CHANNEL INVENTORY FINANCIAL CONTROL
Stanly Darisang Kardiawan Kurniawan Susanto Jefry Suryo
INSURANCE & CORPORATE
SHARIA BUSINESS NATIONAL SALES
OPERATIONAL SERVICES PROGRAM & CSR
Deni Nasri (TBA)*** Ika Santi Susilawati Rimbajaya
OPERATIONS &
PBF BUSINESS
SERVICE EXCELLENCE
Desliana Sidabutar Margaretha Br. Tarigan
COMPENSATION,
BENEFITS & REWARDS
Luki Sri Herlambang
58 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 59
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
DEWAN KOMISARIS
Presiden Komisaris : Francis Lay Sioe Ho
Komisaris : Kusmayanto Kadiman
Komisaris : Saurabh Narayan Agarwal
Komisaris Independen : Johanes Sutrisno
Komisaris Independen : Alfonso Napitupulu
KOMITE NOMINASI &
KOMITE PEMANTAU RISIKO KOMITE AUDIT
REMUNERASI
‐ Alfonso Napitupulu (Ketua)** ‐ Johanes Sutrisno (Ketua)** ‐ Johanes Sutrisno (Ketua)**
‐ Francis Lay Sioe Ho** ‐ Jono Effendy ‐ Friso Palilingan
‐ Luki Sri Herlambang** ‐ Edy Sugito
KOMITE PRODUK & HEAD OF INTERNAL
DIREKTUR TRANSFORMASI TEKNOLOGI
PENGEMBANGAN AUDIT
KEGIATAN
Goklas Kharim I. G. Siregar* USAHA SYARIAH Fledy Rizmara
‐ Deni Nasri (Ketua)**
‐ August Rinaldi Sanoesi**
‐ Emiliana Woro Saptiti Hari
PMO & DATA Putri HEAD OF CORPORATE SEKRETARIS
DIGITAL BUSINESS
MANAGEMENT ‐ Arwin** COMPLIANCE PERUSAHAAN
David Thamin (TBA)*** Budi Darwan Munthe Budi Darwan Munthe**
KOMITE MANAJEMEN
RISIKO
HEAD OF RISK
HUMAN CAPITAL ‐ Sutadi (Ketua)** APU PPT PPPSPM
MANAGEMENT
‐ Sudjono**
Ute Gerdanovita ‐ Goklas** August Rinaldi Sanoesi Amy Setyawati
‐ August Rinaldi Sanoesi**
‐ Amy Setyawati**
BRANCH BUSINESS
PARTNER
KOMITE PENGARAH
TEKNOLOGI INFORMASI
Masmudi
‐ Sutadi (Ketua)**
‐ Sudjono**
‐ Goklas**
‐ Tan Rudy Eddywidjaja**
‐ Iwan**
‐ Kharim I. G. Siregar**
‐ David Thamin**
* Board of Management
** Jabatan Rangkap
*** To be assigned / akan ditugaskan
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 59
Page 60
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
DEMOGRAFI KARYAWAN
Data demografi karyawan 2025 berikut disajikan berdasarkan data konsolidasi.
Tabel 5 | Jumlah Karyawan
Perbandingan Tahun
Sebelumnya
Deskripsi 2024 2025
Jumlah Persentase
Jumlah Karyawan 10.198 10.540 342 3,4%
Tabel 6 | Jumlah Karyawan berdasarkan Direktorat
Direktorat Laki-Laki Perempuan Jumlah
Dewan Komisaris & Dewan Pengawas Syariah 6 1 7
Direksi 5 - 5
BOM 1 - 1
CEO 493 74 567
Bisnis 3.299 676 3.975
Manajemen Aset 2.507 302 2.809
Keuangan 636 1.283 1.919
Manajemen Risiko 165 186 351
Transformasi 662 212 874
PT FIT 24 8 32
Jumlah 7.798 2.742 10.540
Tabel 7 | Jumlah Karyawan berdasarkan Status Kepegawaian
Status Kepegawaian Laki-Laki Perempuan Jumlah
Karyawan Tetap 4.055 1.608 5.663
Karyawan Kontrak 3.743 1.134 4.877
Jumlah 7.798 2.742 10.540
60 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 61
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
Tabel 8 | Jumlah Karyawan berdasarkan Kontrak Kerja
Kontrak Kerja Laki-Laki Perempuan Jumlah
Purnawaktu 7.798 2.742 10.540
Paruh Waktu - - -
Jumlah 7.798 2.742 10.540
Tabel 9 | Jumlah Karyawan berdasarkan Wilayah Kerja
Wilayah Kerja Laki-Laki Perempuan Jumlah
Kantor Pusat 840 540 1.380
Jabodetabek 1.546 549 2.095
Jawa dan Bali 2.390 732 3.122
Sumatra 1.173 342 1.515
Kalimantan 722 225 947
Sulawesi dan Indonesia Timur 1.127 354 1.481
Jumlah 7.798 2.742 10.540
Tabel 10 | Jumlah Karyawan berdasarkan Tingkat Pendidikan
Tingkat Pendidikan Laki-Laki Perempuan Jumlah
Magister & Doktor 62 33 95
Sarjana 5.482 2.249 7.731
Diploma 569 250 819
SMA & di bawahnya 1.685 210 1.895
Jumlah 7.798 2.742 10.540
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 61
Page 62
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
Tabel 11 | Jumlah Karyawan berdasarkan Jenjang Kepangkatan
Jenjang Kepangkatan Laki-Laki Perempuan Jumlah
Dewan Komisaris, Direksi, & Dewan Pengawas
11 1 12
Syariah
Senior Manager 113 23 136
Junior Manager 464 125 589
Officer 2.786 1.056 3.842
Staff 4.424 1.537 5.961
Jumlah 7.798 2.742 10.540
Tabel 12 | Jumlah Karyawan berdasarkan Kelompok Usia
Kelompok Usia Laki-Laki Perempuan Jumlah
< 25 tahun 880 613 1.493
25-30 tahun 3.183 1.125 4.308
31-40 tahun 3.121 848 3.969
41-50 tahun 554 139 693
> 50 tahun 60 17 77
Jumlah 7.798 2.742 10.540
Tabel 13 | Jumlah Karyawan berdasarkan Masa Kerja
Masa Kerja Laki-Laki Perempuan Jumlah
< 3 tahun 3.925 1.287 5.212
3-5 tahun 1.249 423 1.672
6-10 tahun 1.622 578 2.200
> 10-20 tahun 906 402 1.308
> 20 tahun 96 52 148
Jumlah 7.798 2.742 10.540
62 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 63
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
Kardiawan
Business Channel & Verificator Head
Saya bergabung dengan BFI Finance sejak Juni 2007 dan melihat Perusahaan sebagai institusi
yang kuat, berpengalaman, dan dikelola secara profesional. Hal ini terbukti dari kemampuan
Perusahaan melewati berbagai tantangan, termasuk krisis ekonomi, serta komitmen yang konsisten
terkait integritas dan pembelajaran berkelanjutan. Sepanjang saya berkarier, BFI Finance konsisten
mendukung pengembangan karyawan melalui program pelatihan yang terstruktur di setiap tahapan,
didukung dengan pembelajaran nyata melalui penugasan proyek dan kolaborasi lintas fungsi. Salah
satu pengalaman paling berkesan bagi saya adalah saat dipercaya menjadi Product Owner dalam
satu proyek strategis Perusahaan, yang memberikan tantangan sekaligus memperkaya kompetensi
saya. Pada akhir proyek, saya berhasil meraih penghargaan The Best Product Owner sebagai apresiasi
atas kontribusi tersebut. Budaya kerja di BFI Finance memadukan profesionalisme, integritas, dengan
suasana kekeluargaan yang saling menghargai dan mendukung. Ke depan, saya berharap BFI Finance
terus memperkuat dukungan pengembangan karyawan agar tetap relevan, kompetitif, serta mampu
menyiapkan kader-kader pemimpin unggul demi keberlanjutan Perusahaan.
Rezeki Ekawati
Regional HCBP Head
Selama 11 tahun berkarier di BFI Finance, saya merasa bahwa Perusahaan ini bukan hanya menjadi
tempat bekerja, tetapi juga ruang untuk terus belajar, bertumbuh, dan berkontribusi. BFI Finance
memiliki reputasi yang kuat, tata kelola yang baik, serta komitmen nyata dalam pengembangan
karyawan melalui program pelatihan dan jalur karier yang terarah. Lingkungan kerja yang profesional,
berintegritas, kolaboratif, serta dilandasi rasa kekeluargaan membuat saya merasa dipercaya untuk
mengambil tanggung jawab yang lebih luas. Salah satu dari nilai-nilai dasar Perusahaan, Absolut dalam
Integritas, benar-benar diterapkan dalam setiap aspek operasi, sehingga membangun kepercayaan
dan keberlanjutan Perusahaan. Ke depan, saya optimistis BFI Finance akan terus berkembang dengan
SDM yang semakin adaptif dan kompeten menghadapi dinamika bisnis dan teknologi.
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 63
Page 64
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
PROFIL DEWAN KOMISARIS
Saurabh Narayan Agarwal Johanes Sutrisno Francis Lay Sioe Ho Alfonso Napitupulu Kusmayanto Kadiman
Komisaris Komisaris Independen Presiden Komisaris Komisaris Independen Komisaris
64 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 65
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
Francis Lay Sioe Ho
Presiden Komisaris
Warga Negara Indonesia
Usia: 77
Negara Domisili: Indonesia
Akta Berita Acara RUPSLB No. 3
Dasar Hukum tanggal 30 Januari 2025 juncto Akta
Pengangkatan Pernyataan Keputusan Rapat No. 4 pada
tanggal yang sama
Periode Jabatan 2025–2028
SK Hasil Penilaian
SK Dewan Komisioner OJK No. KEP-236/
Kemampuan dan
PL.02/2025 tanggal 22 Agustus 2025
Kepatutan
■ Master of Business Management (M.B.M.),
Asian Institute of Management (AIM),
Manila, Filipina (1975)
Pendidikan ■ Bachelor of Business Administration
(B.B.A.), University of Singapore (sekarang
National University of Singapore atau NUS),
Singapura (1972)
Sertifikasi Dasar Komisaris, Lembaga Sertifikasi
Sertifikasi Profesi Pembiayaan Indonesia (LSPPI), pada
3 Februari 2025
■ Berbagai jabatan di Perusahaan, yakni:
‐ Direktur dan pendiri (1982-1986)
‐ Presiden Direktur (1986–2025)
‐ Ketua Komite Manajemen Risiko
(2023–2025)
‐ Ketua Komite Pengarah Teknologi
Riwayat Kerja
Informasi (2021–2025)
■ Credit Manager, Treasury Officer,
PT Indovest (1975–1980)
■ Executive Officer, Kementerian Keuangan
Singapura (1972–1975)
Rangkap Jabatan
■ Anggota Komite Nominasi dan Remunerasi
di Perusahaan dan
■ Presiden Komisaris, PT FIT
Entitas Anak
Rangkap Jabatan
di Luar Perusahaan Tidak ada
dan Entitas Anak
Hubungan Afiliasi Tidak ada
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 65
Page 66
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
Kusmayanto Kadiman
Komisaris
Warga Negara Indonesia
Usia: 71
Negara Domisili: Indonesia
Akta Berita Acara RUPSLB No. 3
Dasar Hukum
tanggal 15 September 2025 juncto Akta Pernyataan
Pengangkatan
Keputusan Rapat No. 4 dengan tanggal yang sama
Periode Jabatan 2025–2028
SK Hasil Penilaian
SK Ketua Bapepam-LK No. KEP-473/BL/2011 tanggal
Kemampuan dan
11 Agustus 2011
Kepatutan
■ Doctor of Philosophy, Australian National
University, Canberra, Australia (1988)
Pendidikan
■ Sarjana Teknik Fisika, Institut Teknologi Bandung
(ITB) (1977)
Sertifikasi Sertifikasi Dasar Pembiayaan, LSPPI, pada 27 Juli 2016
■ Presiden Komisaris, BFI Finance (2011–2025)
■ Presiden Komisaris, PT Setiabudi Investment
Management (2016–2024)
■ Anggota International Advisory Board, Komatsu
Ltd, Jepang (2021–2023)
■ Komisaris, PT Tamaris Hidro (2015–2020)
■ Presiden Komisaris, PT iForte Solusi Infotek
(2016–2017)
■ Komisaris dan penasihat di beberapa perusahaan
di bidang sumber daya alam dan pembangkit
Riwayat Kerja listrik (sejak 2009)
■ Menteri Negara Riset dan Teknologi Republik
Indonesia (2004–2009)
■ Ketua Asian–Europe University Network (ASEA–
UNINET) (2002–2004)
■ Rektor, ITB (2001–2004)
■ Kepala Pusat Pengembangan Teknologi, ITB
(1998–2001)
■ Kepala Laboratorium Kontrol, ITB (1995–1998)
■ Direktur, Kelompok Usaha di Jakarta (1993–1995)
■ Direktur Pusat Komputer, ITB (1990–1993)
Rangkap Jabatan
di Perusahaan dan Tidak ada
Entitas Anak
■ Wakil Presiden Komisaris, PT Alamtri Power
Indonesia (sebelumnya PT Adaro Power)
■ Komisaris Independen, PT Profesional
Rangkap Jabatan Telekomunikasi Indonesia Tbk (Protelindo)
di Luar Perusahaan ■ Komisaris Independen, PT Sarana Menara
dan Entitas Anak Nusantara Tbk
■ Komisaris Independen, PT Global Digital Niaga Tbk
■ Komisaris Utama/Komisaris, Independen PT Solusi
Tunas Pratama Tbk
■ Memiliki hubungan afiliasi dengan pemegang
saham pengendali (Trinugraha Capital & Co SCA)
Hubungan Afiliasi
■ Tidak ada hubungan afiliasi dengan anggota
Dewan Komisaris dan anggota Direksi
66 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 67
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
Saurabh Narayan Agarwal
Komisaris
Warga Negara Singapura
Usia: 44
Negara Domisili: Singapura
Akta Berita Acara RUPSLB No. 7 tanggal 16 Mei 2023
Dasar Hukum
juncto Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 8
Pengangkatan
dengan tanggal yang sama
Periode Jabatan 2023–2028
SK Hasil Penilaian
SK Dewan Komisioner OJK No. KEP-203/PL.02/2023
Kemampuan dan
tanggal 8 Desember 2023
Kepatutan
■ Master of Business Administration (M.B.A.), Harvard
Business School, Amerika Serikat (2009)
Pendidikan ■ Bachelor of Technology (B.Tech.) dan Master of
Science (M.S.) bidang Mikroelektronika, Indian
Institute of Technology (IIT) Bombay, India (2004)
Sertifikasi Sertifikasi Dasar Pembiayaan, LSPPI, pada 28 Juli 2023
■ Komisaris, PT Asuransi Bina Dana Arta Tbk (ABDA)
(2022–2024)
■ Business Analyst, McKinsey & Company (2004–
2007)
■ Private Equity Investment Associate, Temasek
Holdings (2007)
■ Beberapa jabatan di dewan kepemimpinan dari
berbagai perusahaan, antara lain: AAG Energy
Riwayat Kerja Holdings Ltd. (HKG:2686), CleanMax Enviro
Energy Solutions Pvt. Ltd., Converge Information
and Communications Technology Solutions, Inc.
(Converge ICT), Competitive Power Ventures, Inc.
(CPV), Solar Mosaic LLC (Mosaic Inc.), RimRock
Oil & Gas, RS Energy Group, Trident Energy, CASA
Exploration, Canbriam Energy Inc., Delonex Energy
Ltd., Velvet Energy Ltd., Venari Resources LLC,
Liberty Wireless Pte. Ltd., dan M-Service GmbH
Rangkap Jabatan
di Perusahaan dan Tidak ada
Entitas Anak
■ Managing Director & Head of Southeast Asia
Private Equity, Warburg Pincus LLC, Singapura
(sejak 2016)
Rangkap Jabatan
■ Direktur, Advance Intelligence Group (ADVANCE.
AI), Oona Insurance Singapura (Oona Holdings Pte.
di Luar Perusahaan
Ltd.), Circles.Life, Everise, GCash
dan Entitas Anak
(Mynt-Globe Fintech Innovations, Inc.), MoMo
Pay, Techcombank (Vietnam Technological and
Commercial Joint Stock Bank), dan Xuyen A
General Hospital (BVXA) di Vietnam
■ Memiliki hubungan afiliasi dengan pemegang
saham pengendali (Trinugraha Capital & Co SCA)
Hubungan Afiliasi
■ Tidak ada hubungan afiliasi dengan anggota
Dewan Komisaris dan anggota Direksi
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 67
Page 68
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
Johanes Sutrisno
Komisaris Independen
Warga Negara Indonesia
Usia: 74
Negara Domisili: Indonesia
■ Akta Berita Acara RUPST No. 80
tanggal 15 Juni 2011
Dasar Hukum
■ Akta Berita Acara RUPSLB No. 43
tanggal 25 April 2016
Pengangkatan
■ Akta Berita Acara RUPSLB No. 3 tanggal 25 Mei
2021 juncto Akta Pernyataan Keputusan Rapat
No. 4 tanggal 25 Mei 2021
■ 2011-2016
Periode Jabatan ■ 2016-2021
■ 2021–2026
SK Hasil Penilaian
SK Dewan Komisioner OJK No. KEP-2020/NB.1/2014
Kemampuan dan
tanggal 4 Agustus 2014
Kepatutan
■ Master of Business Administration (MBA),
Universitas Gadjah Mada (2009)
Pendidikan
■ Sarjana Ekonomi Manajemen (Drs.), Universitas
Indonesia (1980)
Sertifikasi Dasar Pembiayaan, LSPPI, pada
Sertifikasi
2 Maret 2017
■ Direktur, PT Gaudi Dwi Laras (2014–2016)
■ Anggota Komite Audit, PT Bentoel
Internasional Investama Tbk (2010–2016)
■ Direktur Keuangan, PT Carsurin (2007–2013)
■ Berbagai jabatan di Perusahaan, yakni:
Riwayat Kerja ‐ Presiden Komisaris (2000–2011)
‐ Direktur (1991–1999)
‐ Credit Officer (1982–1991)
■ Mutual International Finance Corporation
(1980–1982)
■ Auditor, SGV, Utomo, Mulia & Co. (1973–1976)
Rangkap Jabatan
di Perusahaan dan Ketua Komite Audit dan Komite Pemantau Risiko
Entitas Anak
Rangkap Jabatan
di Luar Perusahaan Tidak ada
dan Entitas Anak
Hubungan Afiliasi Tidak ada
68 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 69
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
Alfonso Napitupulu
Komisaris Independen
Warga Negara Indonesia
Usia: 75
Negara Domisili: Indonesia
■ Akta Berita Acara RUPS Tahunan No. 80
tanggal 15 Juni 2011
Dasar Hukum
■ Akta Berita Acara RUPSLB No. 43
tanggal 25 April 2016
Pengangkatan
■ Akta Berita Acara RUPSLB No. 3 tanggal 25 Mei
2021 juncto Akta Pernyataan Keputusan Rapat
No. 4 tanggal 25 Mei 2021
■ 2011-2016
Periode Jabatan ■ 2016-2021
■ 2021–2026
SK Hasil Penilaian
SK Dewan Komisioner OJK No. KEP-2019/NB.1/2014
Kemampuan dan
tanggal 4 Agustus 2014
Kepatutan
Sarjana Hukum (Perdata) dari Universitas
Pendidikan
Indonesia (1975)
Sertifikasi Dasar Pembiayaan, LSPPI, pada
Sertifikasi
12 Juni 2015
■ Staf Ahli Pengelola Statuter, AJB Bumiputera
1912 (2016–2017)
■ Komisaris Independen, PT BRI Asuransi
Indonesia (BRINS General Insurance)
(2015–2021)
■ Dewan Pembina, Perhimpunan Advokat
Indonesia (PERADI) (2015–2020)
■ Komisaris dan Komisaris Utama, PT Kredit Biro
Indonesia Jaya (KBIJ) (2014–2018)
■ Direktur Utama, PT Nana Mandiri Dwikarya
Riwayat Kerja
(1989–2020)
■ Partner, Kantor Pengacara Alfonso, Giunseng &
Kolopaking (1988–1993)
■ Praktisi International Lawyer, Law Office of
Bronson, Bronson & McKinnon, San Francisco,
California, Amerika Serikat (1984–1985)
■ Partner, Kantor Hukum Gani Djemat &
Partners (1975–1988)
■ Advokat Konsultan Hukum untuk Pasar Modal
dan Hak Kepemilikan Intelektual (1976)
Rangkap Jabatan
di Perusahaan dan Ketua Komite Nominasi dan Remunerasi
Entitas Anak
Rangkap Jabatan
Managing Partner, Kantor Hukum Alfonso
di Luar Perusahaan
Napitupulu & Partners (sejak 1993)
dan Entitas Anak
Hubungan Afiliasi Tidak ada
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 69
Page 70
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
PROFIL DIREKSI
Sudjono Iwan Sutadi Tan Rudy Eddywidjaja Goklas
Direktur Keuangan Direktur Manajemen Aset Presiden Direktur Direktur Bisnis Direktur Transformasi
70 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 71
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
Sutadi
Presiden Direktur
Warga Negara Indonesia
Usia: 51
Negara Domisili: Indonesia
Akta Berita Acara RUPSLB No. 3
Dasar Hukum
tanggal 30 Januari 2025 juncto Akta Pernyataan
Pengangkatan
Keputusan Rapat No. 4 dengan tanggal yang sama
Periode Jabatan 2025–2028
SK Hasil Penilaian
SK Dewan Komisioner OJK No. KEP-5/PL.02/2025
Kemampuan dan
tanggal 17 Februari 2025
Kepatutan
■ Executive M.B.A., IPMI International Business
School, Jakarta (2018)
Pendidikan
■ Sarjana Teknik Industri, Universitas Trisakti,
Jakarta (1998)
Sertifikasi Ahli Pembiayaan, LSPPI, pada
Sertifikasi
26 April 2016
■ Berbagai jabatan di Perusahaan, yakni:
‐ Direktur Bisnis & Manajemen Aset
(2024–2025)
‐ Direktur Bisnis (2014–2023)
‐ Retail Business Division Head (2012–2014)
‐ Department Head & Associate Division
Head (2008–2012)
‐ Regional Manager (2006–2008)
Riwayat Kerja
‐ Branch Manager (2004–2006)
‐ Branch Establishment Manager
(2001–2004)
‐ Branch Manager (2000–2001)
■ Sales Executive bidang Marketing Export,
PT Tjiwi Kimia Pulp & Paper (1999–2000)
■ Collection & Credit Analyst Officer,
PT Bunas Finance Indonesia (1997–1999)
Rangkap Jabatan
Ketua Komite Manajemen Risiko dan Komite
di Perusahaan dan
Pengarah Teknologi Informasi
Entitas Anak
Rangkap Jabatan
di Luar Perusahaan Tidak ada
dan Entitas Anak
Hubungan Afiliasi Tidak ada
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 71
Page 72
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
Sudjono
Direktur Keuangan
Warga Negara Indonesia
Usia: 55
Negara Domisili: Indonesia
■ Akta Berita Acara RUPSLB No. 18
tanggal 6 Mei 2014
Dasar Hukum
■ Akta Berita Acara RUPSLB No. 59
tanggal 28 Mei 2019
Pengangkatan
■ Akta Berita Acara RUPSLB No. 5 tanggal 22 Mei
2024 juncto Akta Pernyataan Keputusan Rapat
No. 7 tanggal 22 Mei 2024
■ 2014–2019
Periode Jabatan ■ 2019–2024
■ 2024–2027
SK Hasil Penilaian
SK Dewan Komisioner OJK No. KEP-1294/NB.1/2014
Kemampuan dan
tanggal 3 Juni 2014
Kepatutan
■ Enterprise Risk Manager (ERM™), Asia Risk
Management Institute (ARiMI) dan National
University of Singapore (NUS), Singapura (2009)
Pendidikan ■ M.B.A., Institut Pengembangan Manajemen
Indonesia (IPMI), Jakarta (2006)
■ Sarjana Ekonomi Akuntansi, Universitas
Tarumanagara, Jakarta (1993)
Sertifikasi Ahli Pembiayaan, LSPPI, pada
Sertifikasi
26 April 2016
■ Berbagai jabatan di Perusahaan, yakni:
‐ Merangkap sebagai Sekretaris Perusahaan
(2014-2025)
‐ Direktur Teknologi Informasi (2014–2017)
‐ Anggota Komite Manajemen Risiko (kini
Komite Pemantau Risiko) (2003–2013)
Riwayat Kerja
‐ Kepala Divisi Keuangan dan Teknologi
Informasi dan berbagai posisi lainnya
(1993–2014)
■ Auditor Senior, KAP Hans Tuanakotta
Mustofa – anggota Deloitte Touche Tohmatsu
International (1991–1993)
Rangkap Jabatan ■ Anggota Komite Manajemen Risiko dan
di Perusahaan dan Komite Pengarah Teknologi Informasi
Entitas Anak ■ Komisaris, PT FIT
Rangkap Jabatan
di Luar Perusahaan Tidak ada
dan Entitas Anak
Hubungan Afiliasi Tidak ada
72 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 73
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
Goklas
Direktur Transformasi
Warga Negara Indonesia
Usia: 47
Negara Domisili: Indonesia
Akta Berita Acara RUPSLB No. 5
Dasar Hukum
tanggal 22 Mei 2024 juncto Akta Pernyataan
Pengangkatan
Keputusan Rapat No. 7 tanggal 22 Mei 2024
Periode Jabatan 2024–2027
SK Hasil Penilaian
SK Dewan Komisioner OJK No. KEP-462/
Kemampuan dan
PL.02/2024 tanggal 29 Oktober 2024
Kepatutan
■ Executive M.B.A., IPMI International Business
School, Jakarta (2023)
■ Management Development Program, Asian
Pendidikan Institute of Management (AIM), Manila, Filipina
(2007)
■ Sarjana Ekonomi Manajemen Keuangan,
Universitas Indonesia (2000)
Sertifikasi Ahli Pembiayaan, LSPPI, pada
Sertifikasi
3 Juni 2024
Berbagai jabatan di Perusahaan, yakni:
■ Head of Project Management Office
(2015–2024)
Riwayat Kerja ■ Product Head di level kantor cabang, Branch
Manager, Head of Non-Dealer Financing
Product Development, dan Head of Business
Development (2001-2014)
Rangkap Jabatan
Anggota Komite Manajemen Risiko dan Komite
di Perusahaan dan
Pengarah Teknologi Informasi
Entitas Anak
Rangkap Jabatan
di Luar Perusahaan Tidak ada
dan Entitas Anak
Hubungan Afiliasi Tidak ada
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 73
Page 74
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
Tan Rudy Eddywidjaja
Direktur Bisnis
Warga Negara Indonesia
Usia: 55
Negara Domisili: Indonesia
Akta Berita Acara RUPSLB No. 2 tanggal 8 Mei 2025
Dasar Hukum
juncto Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 1
Pengangkatan
tanggal 4 September 2025
Periode Jabatan 2025–2028
SK Hasil Penilaian
SK Dewan Komisioner OJK No. KEP-190/PL.02/2025
Kemampuan dan
tanggal 30 Juli 2025
Kepatutan
■ M.B.A., Institut Pengembangan Manajemen
Indonesia (IPMI), Jakarta (2022)
■ Management Development Program dari
Pendidikan Asian Institute of Management (AIM), Manila,
Filipina (2008)
■ Sarjana Ekonomi Akuntansi, Universitas Putra
Bangsa, Surabaya (1997)
Sertifikasi Kompetensi Pembiayaan, LSPPI, pada
Sertifikasi
5 Oktober 2024
Berbagai jabatan di Perusahaan, yakni:
■ Deputy Director of Business (2024–2025)
■ National Sales Division Head (2017–2024)
Riwayat Kerja ■ Head of Consumer Business (2008–2017)
■ Head of Car Business (2003–2008)
■ Regional Manager (1999–2003)
■ Branch Manager (1997–1999)
Rangkap Jabatan
di Perusahaan dan Anggota Komite Pengarah Teknologi Informasi
Entitas Anak
Rangkap Jabatan
di Luar Perusahaan Tidak ada
dan Entitas Anak
Hubungan Afiliasi Tidak ada
74 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 75
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
Iwan
Direktur Manajemen Aset
Warga Negara Indonesia
Usia: 55
Negara Domisili: Indonesia
Akta Berita Acara RUPSLB No. 2 tanggal 8 Mei 2025
Dasar Hukum
juncto Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 1
Pengangkatan
tanggal 4 September 2025
Periode Jabatan 2025–2028
SK Hasil Penilaian
SK Dewan Komisioner OJK No. KEP-194/PL.02/2025
Kemampuan dan
tanggal 30 Juli 2025
Kepatutan
Sarjana Ekonomi Akuntansi dari Universitas
Pendidikan
Tridinanti, Palembang (1994)
Sertifikasi Kompetensi Pembiayaan, LSPPI, pada
Sertifikasi
5 Oktober 2024
Berbagai jabatan di Perusahaan, yakni:
■ Deputy Director of Asset Management
(2024–2025)
■ Branch Business Partner Division Head
(2022–2024)
Riwayat Kerja
■ Head of Network Development & Management
(2019–2022)
■ Regional Manager (2003–2019)
■ Branch Manager (1996–2002)
■ Marketing Officer (1995–1996)
Rangkap Jabatan
di Perusahaan dan Anggota Komite Pengarah Teknologi Informasi
Entitas Anak
Rangkap Jabatan
di Luar Perusahaan Tidak ada
dan Entitas Anak
Hubungan Afiliasi Tidak ada
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 75
Page 76
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
PROFIL DEWAN PENGAWAS SYARIAH
Asrori S. Karni Helda Rahmi Sina
Ketua Dewan Pengawas Syariah Anggota Dewan Pengawas Syariah
76 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 77
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
Asrori S. Karni
Ketua Dewan Pengawas Syariah
Warga Negara Indonesia
Usia: 50
Negara Domisili: Indonesia
■ Akta Berita Acara RUPSLB No. 6 tanggal
25 Oktober 2017 juncto Akta Pernyataan
Keputusan Rapat No. 19 tanggal
Dasar Hukum
21 Desember 2017
Pengangkatan
■ Akta Berita Acara RUPSLB No. 17 tanggal
29 Juni 2022 juncto Akta Pernyataan
Keputusan Rapat No. 18 tanggal 29 Juni 2022
■ 2017–2022
Periode Jabatan
■ 2022–2027
SK Hasil Penilaian
SK Dewan Komisioner OJK No. KEP-104/NB.22/2017
Kemampuan dan
tanggal 27 Desember 2017
Kepatutan
■ Doktor dari Program Studi Doktor Hukum,
Fakultas Hukum Universitas Diponegoro,
Semarang (2025)
■ Magister Hukum konsentrasi Hukum Ekonomi,
Pendidikan Universitas Indonesia (2010)
■ Sarjana Agama dari Fakultas Syariah dan
Hukum Institut Agama Islam Negeri (IAIN)
Syarif Hidayatullah; kini bernama UIN Syarif
Hidayatullah, Jakarta (1998)
Sertifikat Kompetensi Pengawas Syariah beliau
peroleh dari Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP)
Sertifikasi Dewan Syariah Nasional–Majelis Ulama Indonesia
(DSN–MUI) pada 28 November 2018, diperbarui
pada 22 Juli 2024, dan berlaku hingga 22 Juli 2027
■ Asisten Staf Khusus Wakil Presiden RI K.H.
Ma’ruf Amin (2019–2024)
■ Ketua Dewan Pengawas Syariah Divisi Bisnis
Syariah, PT Pos Indonesia (Persero) (2022–2023)
■ Dosen Program Studi Ekonomi Syariah,
Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia
Riwayat Kerja
(UNUSIA) Jakarta (2012–2021)
■ Wakil Ketua Bidang Qanuniyah (Hukum),
Lembaga Bahtsul Masail Pengurus Besar
Nahdlatul Ulama (LBM PBNU) (2015–2020)
■ Ketua Komisi Informasi dan Komunikasi, MUI
Pusat (2015–2020)
■ Wakil Sekretaris DSN–MUI (2025–2030)
■ Ketua DPS, PT Sinar Mitra Sepadan (SMS)
Finance (sejak 2021)
Rangkap Jabatan
■ Wakil Sekretaris Jenderal, Majelis Ulama
Indonesia (MUI) Pusat (sejak 2020)
di Luar Perusahaan
■ Anggota DPS, PT Indomobil Finance Indonesia
dan Entitas Anak
(sejak 2014)
■ Dosen Program Studi Hukum Ekonomi Syariah,
Fakultas Syariah dan Hukum, UIN Syarif
Hidayatullah Jakarta (sejak 2013)
Hubungan Afiliasi Tidak ada
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 77
Page 78
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
Helda Rahmi Sina
Anggota Dewan Pengawas Syariah
Warga Negara Indonesia
Usia: 52
Negara Domisili: Indonesia
■ Akta Berita Acara RUPSLB No. 6
tanggal 25 Oktober 2017 juncto Akta
Pernyataan Keputusan Rapat No. 19
Dasar Hukum
tanggal 21 Desember 2017
Pengangkatan
■ Akta Berita Acara RUPSLB No. 17 tanggal
29 Juni 2022 juncto Akta Pernyataan
Keputusan Rapat No. 18 tanggal 29 Juni 2022
■ 2017–2022
Periode Jabatan
■ 2022–2027
SK Hasil Penilaian
SK Dewan Komisioner OJK No. KEP-105/NB.22/2017
Kemampuan dan
tanggal 27 Desember 2017
Kepatutan
■ Doktor bidang Ekonomi Syariah, University
Malaya, Kuala Lumpur, Malaysia (2007)
■ Master in Islamic Economics (MA), University
Pendidikan
Kebangsaan Malaysia (2000)
■ Sarjana Syariah Islamiyyah (Lc), Al–Azhar
University, Kairo, Mesir (1996)
■ Sekretaris Umum Yayasan Pendidikan
Fatahillah Jakarta (YPFJ) (2020-2025)
■ Kepala Divisi Pemasaran dan Pelatihan,
Lembaga Pengembangan Perbankan
Indonesia (LPPI) (2020–2023)
■ Kepala Divisi Konsultasi dan Pengembangan
Program Keuangan Syariah, LPPI (2014–2020)
■ Anggota Dewan Pakar Ekonomi Syariah,
Riwayat Kerja Universitas Azzahra, Jakarta Timur (2010–2014)
■ Dosen Mata Kuliah Sharia Contracts & Products
pada program M.B.A. in Sharia Banking &
Finance, ITB (2009–2015)
■ Kepala Bagian Penyelenggaraan Program
Keuangan Syariah, LPPI (2008–2014)
■ Ketua, Sekolah Tinggi Ekonomi Islam Tiara
(STEI Tiara) Rawamangun, Jakarta Timur
(2006–2008)
■ Ketua, YPFJ
■ Chief of Strategic Alliance, Hurriyah Global
Rangkap Jabatan Consulting Firm (HGC Firm)
di Luar Perusahaan ■ Dosen Program Pascasarjana, Sekolah Tinggi
dan Entitas Anak Ilmu Ekonomi Indonesia (STEI) Rawamangun,
Jakarta Timur
■ Faculty Member, ICDIF–LPPI
Hubungan Afiliasi Tidak ada
78 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 79
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
PROFIL KOMITE-KOMITE
DEWAN KOMISARIS
KOMITE AUDIT
Johanes Sutrisno
Ketua Komite Audit
Warga Negara Indonesia
Usia: 74
Negara Domisili: Indonesia
Dasar Hukum ■ SK Dewan Komisaris No. BOC/SK/I/2021-001 tanggal 26 Januari 2021
Pengangkatan ■ SK Dewan Komisaris No. BOC/SK/IX/2025-0188 tanggal 18 September 2025
Periode Jabatan 2021–2026
Profil Disajikan pada bagian Profil Dewan Komisaris (halaman 68)
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 79
Page 80
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
Friso Palilingan
Anggota Komite Audit
Warga Negara Indonesia
Usia: 42
Negara Domisili: Indonesia
■ SK Dewan Komisaris No. BOC/SK/IV/2015/0081 tanggal 13 April 2015
Dasar Hukum ■ SK Dewan Komisaris No. BOC/SK/VI/2016-05 tanggal 21 Juni 2016
Pengangkatan ■ SK Dewan Komisaris No. BOC/SK/I/2021-001 tanggal 26 Januari 2021
■ SK Dewan Komisaris No. BOC/SK/IX/2025-0188 tanggal 18 September 2025
■ 2016–2021
Periode Jabatan
■ 2021–2026
■ Magister Akuntansi, Kwik Kian Gie School of Business (2008)
Pendidikan
■ Sarjana Ekonomi Akuntansi, Kwik Kian Gie School of Business (2005)
■ Certified Audit Committee Practitioner, Ikatan Komite Audit Indonesia (IKAI) (2016)
Sertifikasi ■ Chartered Accountant (CA), Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) (2013)
■ Certified Public Accountant (CPA), IAI (2008)
■ Anggota Komite Audit di beberapa perusahaan, yakni:
‐ PT Asahimas Flat Glass Tbk
‐ PT Medikaloka Hermina Tbk
‐ PT Duta Intidaya Tbk
Riwayat Kerja
‐ PT Cisarua Mountain Dairy (Cimory)
‐ PT Provident Investasi Bersama Tbk
‐ PT BNI Sekuritas
■ Anggota Dewan Standar Akuntansi Keuangan, IAI
■ Senior Partner, KAP Paul Hadiwinata, Hidajat, Arsono, Retno, Palilingan & Rekan (PKF
Indonesia, anggota PKF International)
■ Komisaris Independen merangkap Ketua Komite Audit, PT Intiland Development Tbk
Rangkap Jabatan ■ Komisaris di beberapa perusahaan, yakni:
di Luar Perusahaan ‐ PT Kiat Ananda Cold Storage
dan Entitas Anak ‐ PT Ananda Solusindo
‐ PT Manggala Kiat Ananda
‐ PT Mitra Ananda Megadistrindo
‐ PT Profesional Telekomunikasi Indonesia Tbk (Protelindo)
Hubungan Afiliasi Tidak ada
80 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 81
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
Edy Sugito
Anggota Komite Audit
Warga Negara Indonesia
Usia: 61
Negara Domisili: Indonesia
■ SK Dewan Komisaris No. BOC/SK/VI/2016-05 tanggal 21 Juni 2016
Dasar Hukum
■ SK Dewan Komisaris No. BOC/SK/I/2021-001 tanggal 26 Januari 2021
Pengangkatan
■ SK Dewan Komisaris No. BOC/SK/IX/2025-0188 tanggal 18 September 2025
■ 2016–2021
Periode Jabatan
■ 2021–2026
Pendidikan Sarjana Ekonomi Akuntansi, Universitas Trisakti, Jakarta (1991)
■ Komisaris, PT Gayatri Kapital Indonesia (hingga 2023)
■ Direktur Penilaian Perusahaan, PT Bursa Efek Indonesia (2005–2012)
Riwayat Kerja
■ Direktur, PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (2000–2005)
■ Direktur, PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (1998–2000)
■ Presiden Komisaris/Komisaris Independen, PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk
■ Komisaris Independen di beberapa perusahaan yakni:
Rangkap Jabatan
‐ PT PP London Sumatra Indonesia Tbk
di Luar Perusahaan
‐ PT Wismilak Inti Makmur Tbk
dan Entitas Anak
‐ PT Dharma Satya Nusantara Tbk
‐ PT Madusari Murni Indah Tbk
Hubungan Afiliasi Tidak ada
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 81
Page 82
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
KOMITE PEMANTAU RISIKO
Johanes Sutrisno
Ketua Komite Pemantau Risiko
Warga Negara Indonesia
Usia: 74
Negara Domisili: Indonesia
■ SK Dewan Komisaris No. BOC/SK/VI/2016-05 tanggal 21 Juni 2016
Dasar Hukum
■ SK Dewan Komisaris No. BOC/SK/VI/2021-0092 tanggal 15 Juni 2021
Pengangkatan
■ SK Dewan Komisaris No. BOC/SK/IX/2025-0188 tanggal 18 September 2025
■ 2016–2021
Periode Jabatan
■ 2021–2026
Profil Disajikan pada bagian Profil Dewan Komisaris (halaman 68)
82 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 83
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
Jono Effendy
Anggota Komite Pemantau Risiko
Warga Negara Indonesia
Usia: 51
Negara Domisili: Indonesia
■ SK Dewan Komisaris No. BOC/SK/IV/2015-0081 tanggal 13 April 2015
Dasar Hukum ■ SK Dewan Komisaris No. BOC/SK/VI/2016-05 tanggal 21 Juni 2016
Pengangkatan ■ SK Dewan Komisaris No. BOC/SK/VI/2021-0092 tanggal 15 Juni 2021
■ SK Dewan Komisaris No. BOC/SK/IX/2025-0188 tanggal 18 September 2025
Periode Jabatan
■ 2016–2021
■ 2021–2026
Pendidikan
■ Magister Keuangan, Universitas Pelita Harapan, Tangerang (2003)
■ Sarjana Ekonomi Akuntansi, Universitas Tarumanagara, Jakarta (1996)
■ Qualified Risk Governance Professional (QRGP), LSP MKS (2021)
■ Sertifikasi “Digital Transformation: Platform Strategies for Success”, EMERITUS
berkolaborasi dengan MIT Sloan School of Management, Massachusetts, Amerika Serikat
(2021)
■ Certified in Enterprise Risk Governance (CERG), Enterprise Risk Management Academy
(ERMA), Singapura (2017)
Sertifikasi
■ Sertifikasi Manajemen Risiko untuk Perusahaan Asuransi Tingkat 5, Asosiasi Ahli
Manajemen Asuransi Indonesia (AAMAI) (2015)
■ Sertifikasi Manajemen Risiko Tingkat 7, Badan Sertifikasi Manajemen Risiko (BSMR),
Indonesia (2011)
■ International Certificate in Banking and Regulation, Global Association of Risk
Professionals (GARP) (2011)
■ Anggota Komite Audit dan Komite Pemantau Risiko, PT Bank Commonwealth
(2013–2024)
■ Founder dan Managing Director, PT Mudita Finansial Teknologi (2018–2021)
■ Komisaris Independen merangkap Ketua Komite Pemantau Risiko, PT Commonwealth
Life (2014–2020)
■ Co-Founder dan Managing Director, PT Kiran Resources Indonesia (2004–2018)
■ Anggota Komite Audit dan Komite Pemantau Risiko di beberapa bank dan lembaga
Riwayat Kerja keuangan, yakni:
‐ PT Bank BNP Paribas Indonesia (2007–2018)
‐ PT Bank Barclays Indonesia (1 tahun)
‐ PT BII Finance Centre (2 tahun)
■ Beberapa posisi di Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) (2001–2004)
■ Konsultan Senior, Deloitte Touche, Jakarta (1998–2001)
■ Auditor Senior, Arthur Andersen, Jakarta (1996–1998)
■ Akuntan, PT Tanjung Johor Wood Industry, Jakarta (1993–1996)
■ Founder dan CEO, PT Pasar Jasa Profesional
■ Beberapa posisi di PT FWD Insurance Indonesia, yakni:
Rangkap Jabatan ‐ Komisaris Independen
di Luar Perusahaan ‐ Anggota Komite Pemantau Risiko
dan Entitas Anak ‐ Anggota Komite Tata Kelola Perusahaan
‐ Anggota Komite Audit
■ Anggota Komite Audit dan Komite Pemantau Risiko, PT Nusantara Finance Cakrawala
Hubungan Afiliasi Tidak ada
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 83
Page 84
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
KOMITE NOMINASI DAN REMUNERASI
Alfonso Napitupulu
Ketua Komite Nominasi dan Remunerasi
Warga Negara Indonesia
Usia: 75
Negara Domisili: Indonesia
■ SK Dewan Komisaris No. BOC/SK/IV/2015-0081 tanggal 13 April 2015
Dasar Hukum ■ SK Dewan Komisaris No. BOC/SK/VI/2016-05 tanggal 21 Juni 2016
Pengangkatan ■ SK Dewan Komisaris No. BOC/IV/2021-0049 tanggal 1 April 2021
■ SK Dewan Komisaris No. BOC/SK/IX/2025-0188 tanggal 18 September 2025
■ 2016–2021
Periode Jabatan
■ 2021–2026
Profil Disajikan pada bagian Profil Dewan Komisaris (halaman 69)
Francis Lay Sioe Ho
Anggota Komite Nominasi dan Remunerasi
Warga Negara Indonesia
Usia: 77
Negara Domisili: Indonesia
Dasar Hukum
SK Dewan Komisaris No. BOC/IX/2025-0188 tanggal 18 September 2025
Pengangkatan
Periode Jabatan 2025–2026
Profil Disajikan pada bagian Profil Dewan Komisaris (halaman 65)
84 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 85
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
Luki Sri Herlambang
Anggota Komite Nominasi dan Remunerasi
Warga Negara Indonesia
Usia: 48
Negara Domisili: Indonesia
Dasar Hukum ■ SK Dewan Komisaris No. BOC/VI/2024-0116 tanggal 21 Juni 2024
Pengangkatan ■ SK Dewan Komisaris No. BOC/SK/IX/2025-0188 tanggal 18 September 2025
Periode Jabatan 2024–2026
Pendidikan Sarjana Ekonomi Akuntansi, Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) (2002)
Berbagai jabatan di Perusahaan, yakni:
■ Head of Payroll (2016–2019)
Riwayat Kerja ■ Head of Operational Development (2013–2015)
■ Head of Branch Operations & Development (2011–2012)
■ Head of Branch Operations (2002–2010)
Rangkap Jabatan
di Luar Perusahaan Tidak ada
dan Entitas Anak
Hubungan Afiliasi Tidak ada
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 85
Page 86
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
PROFIL MANAJEMEN SENIOR
Kharim Indra Gupta Siregar
Chief Technology Officer
Warga Negara Indonesia
60 tahun
Jakarta, DKI Jakarta
Beliau bergabung dengan BFI Finance pada 2025 sebagai
Chief Technology Officer. Sebelumnya, beliau pernah menjabat
sebagai Chief Executive Officer PT DKatalis Digital Lab
(2023–2024), Direktur Utama PT Bank Jago Tbk (2019–2023),
Direktur Teknologi dan Informasi PT Bank Tabungan Pensiunan
Nasional (2008–2019), Executive Vice President PT Bank
Danamon Indonesia Tbk (2005–2008), Vice President PT Bank
Mega Tbk (2003–2005), dan Vice President PT Bank Universal
Tbk (1995–2002).
Beliau memperoleh gelar Sarjana Teknik Mesin dari Institut
Teknologi Bandung pada 1990, dan telah mengikuti executive
training programs di INSEAD, Singapura, pada 2007, dan
Harvard Business School, AS, pada 2011.
Kantor Pusat
Berikut adalah Manajemen Senior Kantor Pusat yang kedudukannya setingkat di bawah Direksi:
Nama Arwin Nama Baskoro Fadin Wafdana
Jabatan Head of Asset Management Jabatan Head of Digital Partnership
Menjabat Menjabat
2024 2024
Sejak Sejak
86 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 87
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
Nama Tonny Widjaja Nama Ute Gerdanovita
Jabatan Head of Finance & Treasury Jabatan Head of Human Capital
Menjabat Menjabat
1996 2024
Sejak Sejak
Kantor Wilayah
Berikut adalah Manajemen Senior yang menjabat sebagai General Manager:
Nama Augusnen Silalahi Nama I Kadek Tirtayasa
General Manager wilayah
General Manager wilayah
Jabatan Jabatan Bali, Nusa Tenggara, Maluku,
Jawa Barat
dan Papua
Menjabat Menjabat
2021 2025
Sejak Sejak
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 87
Page 88
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
Nama Medy Mirdianata Nama Rachmadi
General Manager wilayah
General Manager
Jabatan Jabatan Jawa Tengah dan
wilayah Kalimantan
Daerah Istimewa Yogyakarta
Menjabat Menjabat
2025 2021
Sejak Sejak
Nama Sastero Wijaya Gunawan Nama Sudihartono
General Manager wilayah General Manager wilayah
Jabatan Jabatan
Sulawesi Sumatra
Menjabat Menjabat
2025 2021
Sejak Sejak
Nama Susinto Tenggono Then Nama Tan Eng Han
General Manager General Manager
Jabatan Jabatan
wilayah Jabodetabek wilayah Jawa Timur
Menjabat Menjabat
2020 2024
Sejak Sejak
88 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 89
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
STRUKTUR KORPORASI
Struktur korporasi BFI Finance per 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:
51,12% 48,88%
Lainnya
Trinugraha Capital & Co SCA
(masing-masing di bawah 5%)
1,00%
Lain-Lain
99,00%
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 89
Page 90
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
ENTITAS ANAK DAN ASOSIASI
ENTITAS ANAK
Hingga akhir 2025, BFI Finance memiliki satu entitas anak, yaitu PT Finansial Integrasi Teknologi (FIT).
PT Finansial Integrasi Teknologi (FIT)
Sekilas tentang Perusahaan
PT Finansial Integrasi Teknologi (FIT) merupakan entitas anak Perusahaan yang bergerak di bidang teknologi
keuangan, yang menjalankan bisnis peer-to-peer (P2P) lending melalui platform Pinjam Modal. Perusahaan
merupakan pemegang saham mayoritas FIT, dengan kepemilikan 99,00%.
FIT didirikan pada 2017 di tengah tren peningkatan kebutuhan akan produk keuangan berbasis teknologi yang mudah
diakses oleh masyarakat Indonesia. Pada Juli 2018, FIT terdaftar sebagai perusahaan fintech P2P lending di OJK, dan
mulai beroperasi pada September 2018. FIT memperoleh lisensi dari OJK pada Mei 2020.
Layanan FIT tersedia untuk masyarakat Indonesia melalui aplikasi di Google Play Store dan Apple App Store, serta
situs pinjammodal.id yang mudah diakses. Dengan proses bisnis yang didukung teknologi yang canggih dan
komprehensif, FIT menjalankan operasi yang ramping dan efisien, sehingga layanannya dapat disesuaikan secara
optimal bagi setiap konsumen. Data dan privasi pelanggan dijaga dalam sistem manajemen keamanan informasi FIT
yang bersertifikasi ISO 27001:2022.
FIT beroperasi sebagai penyelenggara layanan P2P lending yang berfokus pada sektor produktif, khususnya
pembiayaan di ekosistem Fast-Moving Consumer Goods (FMCG). Dengan memanfaatkan teknologi serta pemahaman
mendalam terhadap rantai pasok, FIT berperan dalam mendukung pelaku usaha untuk meningkatkan modal kerja,
menjaga kelancaran arus kas, dan memperkuat daya saing mereka di pasar.
Selama beberapa tahun, model bisnis FIT telah memberikan dampak positif bagi ekosistem FMCG dengan
mempertemukan kebutuhan pendanaan yang terukur dari para peminjam (borrower) dan potensi imbal hasil yang
menarik bagi para pemberi dana (lender). Pengelolaan risiko yang hati-hati, kedekatan dengan pelaku industri, serta
data transaksi yang kuat menjadi fondasi pertumbuhan usaha FIT.
90 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 91
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
Dinamika Industri 2023–2025
Selama periode 2023–2025, sektor FMCG menghadapi dinamika yang menantang. Persaingan usaha yang semakin
ketat dan tidak selalu seimbang, perlambatan permintaan pasar, serta munculnya fenomena over-financing, di mana
penerima dana memperoleh pembiayaan berlebih dari berbagai fintech, telah meningkatkan tingkat gagal bayar
dan risiko kredit di industri. Kondisi ini memberikan tekanan signifikan pada industri pembiayaan produktif, termasuk
pada portofolio pembiayaan yang sebelumnya berjalan stabil. Dengan meningkatnya jumlah borrower bermasalah,
FIT perlu menyesuaikan strategi secara cepat dan tegas.
Strategi dan Kinerja 2025
Tahun 2025 menjadi periode konsolidasi dan penguatan fundamental bagi FIT. Fokus utama FIT adalah melindungi
pemberi dana serta menjaga keberlanjutan usaha melalui pengelolaan risiko yang lebih konservatif dan terukur.
Sejalan dengan fokus tersebut, arah kebijakan FIT di 2025 mencakup:
1. Memperketat penyaluran pendanaan baru dengan hanya menyalurkan pembiayaan kepada borrower yang
memiliki rekam jejak kuat serta profil risiko yang sangat terukur;
2. Memperkuat fungsi collection dan remedial melalui pendekatan berbasis data (data-driven) serta penerapan
strategi penyelamatan portofolio secara selektif;
3. Melakukan evaluasi secara komprehensif terhadap kualitas borrower dan mitra bisnis, termasuk eksposur
pendanaan lintas platform; dan
4. Menjaga integritas tata kelola risiko dengan prioritas utama memastikan perlindungan dana lender.
Dengan langkah-langkah tersebut, FIT berupaya menjaga stabilitas operasional sekaligus meminimalkan dampak
lanjutan dari kondisi pasar yang masih menantang.
Sesuai arah kebijakan tersebut, FIT menyesuaikan target penyaluran pembiayaannya, dari sebelumnya Rp1,9 triliun
menjadi Rp551 miliar. Hingga akhir 2025, basis pengguna FIT tercatat lebih dari 11 pemberi dana, dengan 9 pihak aktif,
serta 3.541 penerima dana, dengan 2.595 pihak aktif. Konsumen FIT dapat mengakses informasi fasilitas pendanaan
secara nyaman dan real time.
Selama 2025, FIT menyalurkan pembiayaan sejumlah Rp579 miliar, sementara nilai pinjaman aktif yang dikelola per
akhir tahun mencapai lebih dari Rp100 miliar. Tingkat Keberhasilan Bayar (TKB) mencapai 98,67%. Dalam mengelola
pinjaman aktif tersebut, mitigasi risiko terus berjalan sehingga kualitas pembiayaan tetap terjaga.
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 91
Page 92
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
Data Perusahaan
Tanggal Pendirian Visi Karyawan
15 September 2017 Menyediakan layanan keuangan 32 orang
yang mudah diakses oleh
masyarakat Indonesia untuk
berkontribusi dalam meningkatkan
kesejahteraan umum
Registrasi dan Izin OJK
Dasar Hukum Pendirian
Misi ■ Surat No. S-588/NB.213/2018
Akta Notaris Herna Gunawan, S.H.,
tanggal 31 Juli 2018
M.Kn., No. 4 tanggal 15 September
■ Surat No. KEP-20/D.05/2020
2017, yang telah disetujui oleh 1. Memberikan kemudahan tanggal 19 Mei 2020
Menteri Hukum dan Hak Asasi akses layanan bagi masyarakat
Manusia Republik Indonesia dengan menggunakan teknologi
dengan surat No. AHU-0043022. terdepan
AH.01.01.Tahun 2017 tanggal 29 2. Layanan jasa keuangan yang
September 2017 kompetitif dan praktis untuk Keanggotaan dalam Asosiasi
digunakan secara luas bagi dan Lembaga Lainnya
masyarakat Indonesia
3. Tumbuh menjadi perusahaan
yang sehat, kuat, dan berintegrasi
Bidang Usaha
Asosiasi Fintech Indonesia
(AFTECH)
Layanan pinjam meminjam uang
Pemegang Saham
berbasis teknologi informasi,
melalui platform Pinjam Modal
Asosiasi Fintech Pendanaan
Bersama Indonesia (AFPI)
Alamat Kantor
Lembaga Alternatif
PT BFI Finance Indonesia Tbk
Foresta Business Loft 5 Unit 11 Penyelesaian Sengketa Sektor
(99,00%)
Lengkong Kulon, Pagedangan Jasa Keuangan (LAPS SJK)
Lain-Lain
Kabupaten Tangerang 15331
(1,00%)
92 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 93
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
Profil Manajemen
Francis Lay Sioe Ho
Presiden Komisaris
Warga Negara Indonesia
77 tahun
Jakarta, DKI Jakarta
Menjabat sebagai Komisaris untuk periode 2017–2022, kemudian diangkat sebagai Presiden Komisaris berdasarkan Keputusan
Para Pemegang Saham sebagai Pengganti RUPS PT FIT tanggal 29 Juli 2021 yang dicantumkan dalam Akta Pernyataan
Keputusan Pemegang Saham sebagai Pengganti RUPS PT FIT No. 06 tanggal 5 Agustus 2021.
Beliau juga menjabat sebagai Presiden Komisaris dan anggota Komite Nominasi dan Remunerasi BFI Finance. Profil beliau
disajikan pada bagian Profil Dewan Komisaris (halaman 65).
Sudjono
Komisaris
Warga Negara Indonesia
55 tahun
Tangerang Selatan, Banten
Diangkat sebagai Komisaris berdasarkan Keputusan Para Pemegang Saham sebagai Pengganti RUPS PT FIT tanggal 29 Juli
2021 yang dicantumkan dalam Akta No. 06 tanggal 5 Agustus 2021.
Beliau juga menjabat sebagai Direktur Keuangan dan anggota dari dua Komite Direksi BFI Finance, yaitu Komite Manajemen
Risiko dan Komite Pengarah Teknologi Informasi. Profil beliau disajikan pada bagian Profil Direksi (halaman 72).
Herman Handoko
Presiden Direktur
Warga Negara Indonesia
47 tahun
Jakarta, DKI Jakarta
Diangkat sebagai Presiden Direktur berdasarkan Keputusan Para Pemegang Saham sebagai Pengganti RUPS PT FIT tanggal
29 Juli 2021 sesuai Akta No. 06 tanggal 5 Agustus 2021. Akta Notaris Veronika Farida Riswanti, S.H., M.Kn. tersebut telah diterima
dan dicatat oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI sebagaimana terbukti dalam SK Penerimaan Pemberitahuan
Perubahan Data Perseroan PT FIT mengenai perubahan Direksi dan Komisaris No. AHU-AH.01.03-0439071 tanggal 20 Agustus
2021.
Sebelumnya, beliau adalah Direktur FIT berdasarkan Akta Notaris Herna Gunawan, S.H., M.Kn. No. 4 tanggal 15 September 2017
yang telah memperoleh pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI No. AHU-0043022.AH.01.01.TAHUN 2017
tanggal 29 September 2017.
Beliau pernah bergabung dengan BFI Finance (2003–2017) dan menjabat berbagai posisi, antara lain: Kepala Operasional,
Marketing Officer Leasing & Used Car, Kepala Sales, Kepala Produk Mobil, Branch Manager Jakarta Barat-Meruya, Area
Manager DKI Jakarta, Associate Department Head of Network & Development, Head of Branch Management Department,
Regional Manager untuk wilayah Jakarta, Depok dan Tangerang, Head of Business Strategy Development & Management,
dan Head of Channel.
Beliau memperoleh gelar Sarjana Ekonomi Akuntansi dari Universitas Katolik Atma Jaya, Jakarta, pada 2002.
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 93
Page 94
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
Ichwan Peryana
Direktur
Warga Negara Indonesia
35 tahun
Tangerang Selatan, Banten
Bergabung dengan FIT pada 2017, menjabat System & Technology Manager dan Head of Technology. Kemudian, diangkat
sebagai Direktur berdasarkan Keputusan Para Pemegang Saham sebagai Pengganti RUPS PT FIT tanggal 29 Juli 2021 sesuai
Akta No. 06 tanggal 5 Agustus 2021. Akta Notaris Veronika Farida Riswanti, S.H., M.Kn. tersebut telah diterima dan dicatat oleh
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI sebagaimana terbukti dalam SK Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Data
Perseroan PT FIT mengenai perubahan Direksi dan Komisaris No. AHU-AH.01.03-0439071 tanggal 20 Agustus 2021.
Sebelumnya, beliau juga pernah bergabung dengan BFI Finance dan menjabat Digital Marketing Unit Head (2016–2017).
Beliau memperoleh gelar Sarjana Manajemen Komunikasi dari Universitas Padjadjaran, Bandung, Jawa Barat, pada 2013
dan menyelesaikan Executive Education FinTech & Digital Strategy dari INSEAD dan Cybersecurity Leadership dari MIT Sloan
School of Management pada 2021.
Beberapa penghargaan yang berhasil diraihnya yaitu masuk dalam Top 200 CIO Asia Tenggara dari Global CIO Forum dalam
The World CIO 200 Summit 2021, 2022, 2023, dan 2024, CIO 100 Awards 2022, 2023, dan 2024 dari cio.com, CSO30 ASEAN
Awards 2022, 2023, dan 2024 dari csoonline.com, Tech Innovator of the Year dari World Financial Innovation Series 2023, CIO
World 100 – 2024 No. 7 dari Marlow Business School (Inggris), serta ETCIO Southeast Asia Transformative CIO 2023 dan 2024
dari ETCIO Southeast Asia The Economic Times (India).
Muhamad Fauzi Purnama
Direktur
Warga Negara Indonesia
38 tahun
Tangerang Selatan, Banten
Bergabung dengan FIT pada 2022, menjabat Head of Network & Collection. Kemudian diangkat sebagai Direktur berdasarkan
Keputusan Para Pemegang Saham sebagai Pengganti RUPS PT FIT sesuai Akta No. 09 tanggal 7 November 2024. Akta Notaris
Geraldine H.S.S.U. Sianturi, S.H.,M.Kn. tersebut telah diterima dan dicatat oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI
sebagaimana terbukti dalam SK Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Data Perseroan PT FIT mengenai perubahan Direksi
dan Komisaris No. AHU-AH.01.09-0274498 tanggal 11 November 2024.
Beliau pernah bergabung dengan BFI Finance (2010–2021) dan menjabat beberapa posisi, antara lain: Kepala Produk Motor,
Branch Manager Palangkaraya, Branch Manager Sukabumi, Branch Manager Bekasi 2, Branch Manager Digital, Branch
Manager Tangerang, Branch Manager Bogor, dan Area Manager untuk Sulawesi Selatan.
Beliau memperoleh gelar Sarjana Ekonomi Pembangunan dari Universitas Negeri Semarang, Jawa Tengah, pada 2009.
ENTITAS ASOSIASI
Hingga akhir 2025, BFI Finance tidak memiliki entitas asosiasi.
94 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 95
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 95
Page 96
Analisis dan
Pembahasan
Manajemen
96 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 97
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 97
Page 98
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
TINJAUAN INDUSTRI
PERKEMBANGAN EKONOMI GLOBAL
Lanskap ekonomi global tahun 2025 ditandai dengan fenomena yang cukup berwarna. Meskipun terdapat risiko
perlambatan ekonomi dunia yang berasal dari tekanan geopolitik dan tarif, ekonomi global tidak memasuki resesi
besar. Pertumbuhan tetap positif dengan PDB sebesar 3,2% menurut laporan IMF. Angka yang lebih tinggi dari proyeksi
sebelumnya, namun masih selisih tipis dengan pertumbuhan tahun 2024 sebesar 3,3%. Angka ini menyamarkan
suatu pergeseran fundamental yang kian menjauh dari kaidah ekonomi konvensional.
Amerika Serikat berhasil tumbuh positif dan relatif lebih kuat dibanding banyak negara maju lain pada 2025, berkat
belanja fiskal yang persisten dan pasar tenaga kerja yang tetap tangguh, meski mulai menunjukkan perlambatan.
Sebaliknya, Zona Euro tumbuh lebih lambat karena tekanan kenaikan biaya energi akibat perang di Ukraina dan pasar
domestik yang lemah. Sementara itu, Tiongkok, yang sedang berupaya mengalihkan mesin ekonominya dari sektor
properti ke sektor manufaktur berteknologi tinggi—dengan mengarahkan fokus ekspor dari pasar Amerika Serikat
dan Eropa Barat ke negara-negara ‘Global South’ khususnya yang tergabung dalam blok BRICS—belum mampu
memulihkan kepercayaan konsumennya yang merosot.
Divergensi ini memaksa terjadinya pemisahan (decoupling) kebijakan moneter antarbank sentral, yang pada dasarnya
memutus siklus kebijakan yang sinkron selama satu dekade terakhir. Federal Reserve AS mempertahankan suku
bunga tinggi lebih lama untuk meredam inflasi di sektor jasa, sebelum akhirnya memangkas suku bunga acuan
mereka tiga kali di akhir 2025. Di sisi lain, bank sentral di Eropa dan negara berkembang terpaksa menyesuaikan
kebijakannya lebih cepat demi memacu ekonomi mereka yang tertekan.
Guncangan pada perdagangan global diperparah oleh pemberlakuan “Tarif Dasar Universal” (“Universal Baseline
Tariff”) oleh pemerintah AS di awal tahun. Kebijakan tarif yang luas dan kontroversial ini seketika menggantikan posisi
suku bunga sebagai regulator utama dari aktivitas global, meningkatkan friksi dalam rantai pasok, dan membuat
jaringan produksi global lebih mahal dan terfragmentasi.
98 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 99
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
PERJALANAN EKONOMI INDUSTRI MULTIFINANCE
INDONESIA INDONESIA
Indonesia mampu menjaga keseimbangannya di tahun Sektor multifinance Indonesia menjadi cermin dari
2025. Cukup berhasil dalam memitigasi volatilitas retaknya daya beli kelas menengah tersebut. Para pelaku
eksternal, perekonomian nasional membukukan industri menghadapi tekanan ganda dari sisi biaya
pertumbuhan PDB sebesar 5,11%. Meski melambat dan risiko. Sementara di sisi pendapatan, model bisnis
dibanding 2024, resiliensi ekonomi Indonesia di tampak melambat. Pertumbuhan piutang pembiayaan
permukaan tampak cukup menjanjikan. Kebijakan stagnan, searah dengan turunnya penjualan otomotif
hilirisasi logam yang tegas berhasil menarik investasi baru yang selama ini menjadi kontributor utama aplikasi
asing langsung dalam jumlah besar, sementara Bank pembiayaan. Konsumen cenderung bersikap menunggu
Indonesia terus berperan sebagai pengawas moneter alih-alih mengambil keputusan, karena situasi suku
yang selalu siaga. bunga yang tinggi, harga kendaraan yang mahal, serta
ketidakpastian pasar akan transisi kendaraan listrik (EV).
Bank Indonesia memangkas suku bunga acuannya
sebanyak enam kali di tahun 2025 dengan total 125 basis Dari sisi risiko, terlihat pemburukan yang terjadi secara
poin menjadi 4,75%. Langkah ini bagaimanapun juga sistemik. Pelemahan daya beli serta keengganan
tidak mampu membendung laju inflasi yang mencapai masyarakat untuk berinvestasi baru berdampak
2,92%, tertinggi sejak akhir 2022. Nilai tukar Rupiah juga langsung pada portofolio pembiayaan. Rasio
kembali terkoreksi cukup dalam. Rupiah terdepresiasi Pembiayaan Bermasalah (NPF) di kisaran 2,4–3,0%
sebesar 3,86% terhadap Dolar AS, dengan rata-rata di sepanjang 2025. Dengan angka delinkuensi yang tetap
level Rp16.472—terendah sejak krisis keuangan 1997, dan tinggi, industri harus mengambil posisi defensif dengan
menjadikannya salah satu mata uang dengan kinerja memperketat skor kredit secara agresif. Kewaspadaan ini
terburuk di kawasan. merupakan respons dari praktik penipuan fidusia yang
kerap dijumpai, di mana konsumen pembiayaan yang
Namun, menilik lebih cermat, terungkap realitas merasa terhimpit memilih untuk melikuidasi kendaraan
pertumbuhan yang berbentuk “kurva K”. Di balik mereka melalui jalur non-resmi di media sosial, demi
angka makro-agregat yang baik, terlihat fondasi mikro mendapatkan dana tunai secara instan.
yang menunjukkan keretakan. Kualitas pertumbuhan
domestik telah bergeser. Hilirisasi di sektor padat modal Lesunya industri di tahun 2025 menggerus angka
memang mendongkrak PDB, namun menyerap tenaga profitabilitas. Laporan industri per Desember 2025
kerja jauh lebih sedikit dibandingkan sektor manufaktur mencatat bahwa rasio Beban Operasional terhadap
yang konvensional. Pendapatan Operasional (BOPO) naik menjadi 82,9%
dari 79,4% per akhir 2024, sebagai akibat dari proses
Akibatnya, kinerja konsumsi rumah tangga cenderung penagihan yang semakin kompleks. Baik ROA maupun
rapuh. Belanja untuk kebutuhan pokok dan rekreasi ROE terkoreksi masing-masing menjadi 4,2% dan 10,7%.
berbiaya rendah tetap kuat—mencerminkan maraknya
tren “experience economy” di masyarakat—namun kelas Laporan kinerja industri memberikan gambaran
menengah harus berjuang di tengah tabungan yang menyeluruh adanya kontraksi pada industri pembiayaan.
terus tergerus dan upah riil yang tetap stagnan. Sinyal Hal ini berimbas pada total piutang pembiayaan di
nyata pelemahan ini terlihat jelas di pasar otomotif, di Indonesia yang hanya tumbuh tipis sebesar 0,61% per
mana GAIKINDO merevisi proyeksi 2025 dan melaporkan akhir 2025, mencapai Rp506,50 triliun. Mayoritas piutang
penjualan mobil yang anjlok selama tiga tahun berturut- didominasi oleh pembiayaan multiguna. Sisanya terdiri
turut. Efek kesejahteraan dari pembangunan ekonomi dari pembiayaan investasi, modal kerja, dan syariah.
belum tersalurkan secara merata. Masih ada sejumlah Di tengah lanskap yang stagnan ini, secercah vitalitas
titik kerapuhan laten yang berisiko mengganggu muncul dari pembiayaan modal kerja yang mampu
pertumbuhan nasional di masa mendatang. melawan arus dan mencatat pertumbuhan sebesar
10,1%.
Satu-satunya berita baik dari perspektif struktural adalah
penurunan gearing ratio menjadi 2,2x di akhir 2025,
dibandingkan 2,3x di akhir 2024. Hal ini menandakan
para pelaku industri pembiayaan cenderung bersikap
hati-hati dan menghindari risiko.
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 99
Page 100
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
TINJAUAN BISNIS
BFI Finance menyediakan layanan pembiayaan yang diawasi dan diatur oleh OJK,
meliputi produk beragun aset mobil, sepeda motor, alat berat, mesin, hingga properti.
Ragam produk tersebut ditujukan untuk memenuhi kebutuhan investasi, modal kerja,
dan pembiayaan multiguna, baik melalui skema konvensional maupun syariah. Melalui
layanan pembiayaan ini, BFI Finance mendukung aktivitas ekonomi pada berbagai
segmen konsumen, mulai dari individu, pelaku UMKM, hingga perusahaan berskala besar,
serta berkontribusi nyata terhadap perkembangan dunia industri di Indonesia.
Sepanjang tahun 2025, industri pembiayaan dihadapkan pada dinamika pasar yang dipengaruhi oleh perubahan
perilaku daya beli dan konsumsi masyarakat, serta meningkatnya sensitivitas terhadap risiko di berbagai segmen.
Kondisi ini mencerminkan situasi di masyarakat dan keputusan finansial mereka terhadap perkembangan ekonomi
makro di Indonesia. Merespons situasi tersebut, Perusahaan menerapkan langkah-langkah pengelolaan bisnis yang
berfokus pada penguatan kualitas portofolio dan ketahanan operasional, disertai penyesuaian strategi pada setiap lini
produk untuk menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan.
Pembiayaan Mobil, terutama Mobil Bekas, terus menjadi mesin penggerak utama bagi bisnis Perusahaan. Kinerja
segmen ini dipengaruhi oleh persaingan yang semakin ketat serta meningkatnya risiko akibat penurunan kualitas
konsumen. Merespons dinamika tersebut, BFI Finance memperkuat inisiatif digitalisasi proses bisnisnya untuk
meningkatkan kualitas data dalam pengambilan keputusan. Langkah ini menghasilkan proses akuisisi yang lebih
selektif, sehingga laju pertumbuhan menjadi lebih selaras dengan perkembangan kualitas aset.
Untuk Pembiayaan Mobil Bekas melalui dealer, Perusahaan mengadopsi strategi yang berbeda dari periode
sebelumnya, yakni dengan menekankan pada pengelolaan ekosistem yang lebih cermat dan terarah. Perusahaan
menambah fokus layanan produknya melalui bursa penjualan mobil yang di jalankan secara ekslusif di beberapa
lokasi strategis, sehingga dapat menyeleksi showroom dengan lebih ketat untuk menjaga kualitas unit kendaraan
dan basis konsumen. Perusahaan juga mengembangkan skema Showroom Stock Financing (SSF) untuk mendukung
kebutuhan modal kerja showroom, sekaligus memberikan fleksibilitas bagi mitra dalam mengelola persediaan
kendaraan. Langkah ini turut memperkuat posisi BFI Finance dalam rantai bisnis para dealer tersebut. Sebagai
hasilnya, nilai Pembiayaan Baru Beragun Mobil Bekas di 2025 meningkat sebesar 10,4%.
Pada segmen Pembiayaan Alat Berat, pengaruh dinamika eksternal yang mencakup penyesuaian kebijakan
pemerintah, kondisi proyek di sektor tertentu, serta dampak bencana alam di beberapa wilayah, berdampak terhadap
rencana investasi pelaku usaha dan mendorong kehati-hatian dalam penyaluran pembiayaan baru. Untuk menjaga
kontribusi segmen ini, BFI Finance melakukan diversifikasi dengan memberikan pembiayaan Non-supplier Financing,
seperti pembiayaan modal kerja yang berkaitan langsung dengan kegiatan usaha konsumen, pembiayaan suku
cadang, bahan bakar, dan komponen operasional lainnya. Berkat langkah-langkah tersebut, nilai Pembiayaan Alat
Berat bertumbuh 6,8% sepanjang 2025.
100 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 101
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
Sementara itu, segmen Pembiayaan Beragun Properti (PBF) menunjukkan pertumbuhan sebesar 9,2%, diiringi
dengan tingkat kehati-hatian yang lebih tinggi. Kinerja segmen ini dipengaruhi oleh karakteristik likuiditas aset
properti yang berdampak pada cost of credit (COC) serta proses eksekusi agunan yang relatif lebih panjang. Untuk
menjaga keseimbangan risiko dan kontribusi, Perusahaan secara berkala mengevaluasi strategi pengembangan
produk ini, sembari memperluas cakupan layanan kemitraan business-to-business (B2B) yang lebih intensif.
Bagian selanjutnya mengulas keseluruhan kinerja Perusahaan di 2025 dibandingkan dengan kinerja 2024.
PEMBIAYAAN BARU
Tabel 14 | Pembiayaan Baru berdasarkan Jenis Aset
Perbandingan Tahun Sebelumnya
Keterangan (Rp miliar) 2024 2025
Jumlah Persentase
Pembiayaan Mobil Bekas 13.191 14.566 1.375 10,4%
Pembiayaan Mobil Baru 400 202 (198) -49,5%
Pembiayaan Mobil 13.591 14.768 1.177 8,7%
Pembiayaan Alat Berat 2.949 3.150 201 6,8%
Pembiayaan Sepeda Motor 2.238 2.656 418 18,7%
Pembiayaan Properti 826 902 76 9,2%
Pembiayaan Syariah 450 446 (4) -0,9%
Jumlah 20.054 21.922 1.868 9,3%
Persentase dari Jumlah
Pembiayaan Mobil Bekas 65,8% 66,4% n/a 0,6%
Pembiayaan Mobil Baru 2,0% 0,9% n/a -1,1%
Pembiayaan Mobil 67,8% 67,3% n/a -0,5%
Pembiayaan Alat Berat 14,7% 14,4% n/a -0,3%
Pembiayaan Sepeda Motor 11,2% 12,1% n/a 0,9%
Pembiayaan Properti 4,1% 4,1% n/a 0,0%
Pembiayaan Syariah 2,2% 2,1% n/a -0,1%
Jumlah 100,0% 100,0%
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 101
Page 102
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
Perbandingan Tahun Sebelumnya
Keterangan (Rp miliar) 2024 2025
Jumlah Persentase
Keterangan (unit)
Pembiayaan Mobil Bekas 116.907 125.911 9.004 7,7%
Pembiayaan Mobil Baru 1.470 584 (886) -60,3%
Pembiayaan Mobil 118.377 126.495 8.118 6,9%
Pembiayaan Alat Berat 3.927 4.402 475 12,1%
Pembiayaan Sepeda Motor 240.228 272.730 32.502 13,5%
Pembiayaan Properti 1.285 1.391 106 8,2%
Pembiayaan Syariah 3.425 3.937 512 14,9%
Jumlah 367.242 408.955 41.713 11,4%
Pembiayaan Pembiayaan Pembiayaan Pembiayaan Pembiayaan
Mobil Sepeda Motor Alat Berat Properti Syariah
126.495 272.730 4.402 1.391 3.937
unit unit unit unit unit
BFI Finance menyalurkan Pembiayaan Baru senilai Rp21.922 miliar di sepanjang 2025. Nilai ini meningkat sebesar 9,3%
dari Rp20.054 miliar di 2024.
Berdasarkan jenis aset, Pembiayaan Mobil masih mendominasi portofolio Pembiayaan Baru Perusahaan, dengan
porsi 67,3% dari keseluruhan. Komposisi Pembiayaan Mobil Bekas adalah 66,4% sementara Pembiayaan Mobil Baru
mencapai 0,9% dari Jumlah Pembiayaan Baru di 2025. Sebesar 32,7% sisanya berasal dari Pembiayaan Alat Berat
(14,4%), Pembiayaan Sepeda Motor (12,1%), Pembiayaan Properti (4,1%), serta Pembiayaan Syariah (2,1%).
Dari sisi pertumbuhan, Pembiayaan Sepeda Motor mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 18,7%. Jumlahnya
meningkat dari Rp2.238 miliar pada 2024 menjadi Rp2.656 miliar pada 2025. Pembiayaan Beragun Properti juga
menunjukkan pertumbuhan sebesar 9,2%, dari Rp826 miliar menjadi Rp902 miliar. Pembiayaan Mobil meningkat
8,7% dari Rp13.591 miliar menjadi Rp14.768 miliar, meskipun Pembiayaan Mobil Baru menyusut hampir setengah
dari Rp400 miliar menjadi Rp202 miliar di 2025. Hal ini sejalan dengan strategi Perusahaan untuk secara bertahap
mengurangi porsi Pembiayaan Mobil Baru dalam portofolio bisnisnya.
Kinerja masing-masing produk pembiayaan dijelaskan pada tabel-tabel selanjutnya.
102 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 103
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
Pembiayaan Mobil
Tabel 15 | Pembiayaan Baru Mobil (Baru dan Bekas) berdasarkan Sumber Pembiayaan
Perbandingan Tahun Sebelumnya
Keterangan (Rp miliar) 2024 2025
Jumlah Persentase
Non-Dealer Financing 11.029 11.400 371 3,4%
Dealer Financing
Pembiayaan Mobil Bekas 2.162 3.166 1.004 46,4%
Pembiayaan Mobil Baru 400 202 (198) -49,5%
Jumlah 13.591 14.768 1.177 8,7%
Keterangan (unit)
Non-Dealer Financing 103.658 105.434 1.776 1,7%
Dealer Financing
Pembiayaan Mobil Bekas 13.249 20.477 7.228 54,6%
Pembiayaan Mobil Baru 1.470 584 (886) -60,3%
Jumlah 118.377 126.495 8.118 6,9%
Pembiayaan Baru Mobil meningkat 8,7% menjadi Rp14.768 miliar pada 2025, terutama didorong oleh pertumbuhan
Pembiayaan Mobil Bekas melalui skema Dealer Financing (DF) sebesar 46,4% atau Rp1.004 miliar. Kenaikan tersebut
menutup penurunan Pembiayaan Mobil Baru yang turun signifikan sebesar Rp198 miliar. Secara keseluruhan,
kontribusi DF meningkat sebesar Rp806 miliar, sementara Non-Dealer Financing (NDF) juga mencatatkan kenaikan
sebesar Rp371 miliar hingga mencapai Rp11.400 miliar.
Per akhir 2025, NDF merupakan komponen dengan porsi terbesar pada segmen Pembiayaan Mobil, mencapai 77,2%
dari keseluruhan nilai pembiayaannya. Jumlah unit mobil yang menjadi agunan untuk pembiayaan oleh Perusahaan
melalui skema NDF mencapai 105.434 unit, sementara melalui DF 21.061 unit.
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 103
Page 104
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
Grafik 4 | Komposisi Kategori Mobil (Baru dan Bekas) dalam Pembiayaan Baru (Rp miliar)
2024 2025
Mobil Penumpang Mobil Penumpang
10.720 12.068
Mobil Komersial Mobil Komersial
2.871 2.700
Jumlah Jumlah
13.591 14.768
18,3
21,1
% %
78,9 81,7
Mobil Penumpang Mobil Komersial
104 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 105
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
Tabel 16 | Pembiayaan Baru Mobil (Baru dan Bekas) berdasarkan Jenis Mobil
Perbandingan Tahun Sebelumnya
Keterangan (Rp miliar) 2024 2025
Jumlah Persentase
Minibus/MPV 8.460 9.622 1.162 13,7%
Jip 1.713 1.848 135 7,9%
Truk 1.574 1.542 (32) -2,0%
Pick-up 1.160 1.069 (91) -7,8%
Sedan 553 598 45 8,1%
Bus 131 89 (42) -32,1%
Jumlah 13.591 14.768 1.177 8,7%
Persentase dari Jumlah
Minibus/MPV 62,2% 65,2% n/a 3,0%
Jip 12,6% 12,5% n/a -0,1%
Truk 11,6% 10,4% n/a -1,2%
Pick-up 8,5% 7,2% n/a -1,3%
Sedan 4,1% 4,1% n/a 0,0%
Bus 1,0% 0,6% n/a -0,4%
Jumlah 100,0% 100,0%
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 105
Page 106
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
Tabel 17 | Pembiayaan Baru Mobil (Baru dan Bekas) berdasarkan Merek
Perbandingan Tahun Sebelumnya
Keterangan (Rp miliar) 2024 2025
Jumlah Persentase
Toyota 4.733 5.170 437 9,2%
Mitsubishi 2.205 2.248 43 2,0%
Honda 1.859 2.193 334 18,0%
Daihatsu 1.879 2.125 246 13,1%
Suzuki 1.043 1.003 (40) -3,8%
Isuzu 242 281 39 16,1%
Merek Jepang Lain-Lain 1.029 1.073 44 4,3%
Di Luar Merek Jepang 601 675 74 12,3%
Jumlah 13.591 14.768 1.177 8,7%
Persentase dari Jumlah
Toyota 34,8% 35,0% n/a 0,2%
Mitsubishi 16,2% 15,2% n/a -1,0%
Honda 13,7% 14,8% n/a 1,1%
Daihatsu 13,8% 14,4% n/a 0,6%
Suzuki 7,7% 6,8% n/a -0,9%
Isuzu 1,8% 1,9% n/a 0,1%
Merek Jepang Lain-Lain 7,6% 7,3% n/a -0,3%
Di Luar Merek Jepang 4,4% 4,6% n/a 0,2%
Jumlah 100,0% 100,0%
Berdasarkan kategori, Pembiayaan Baru Mobil pada 2025 terdiri dari Mobil Penumpang sebesar Rp12.068 miliar (81,7%)
dan Mobil Komersial Rp2.700 miliar (18,3%). Mayoritas Mobil Penumpang yang dibiayai adalah Minibus/MPV (65,2%),
sementara Truk mendominasi Mobil Komersial (10,4%). Berdasarkan merek, Toyota tetap memimpin dengan pangsa
35,0%, tidak berubah dari 2024.
106 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 107
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
Pembiayaan Sepeda Motor
Grafik 5 | Komposisi Merek Sepeda Motor dalam Pembiayaan Baru (Rp miliar)
2024 2025
Honda Yamaha Honda Yamaha
1.517 644 1.841 729
Suzuki Lain-Lain Suzuki Lain-Lain
29 48 25 61
Jumlah Jumlah
2.238 2.656
1,3 2,1 1,0 2,3
% %
28,8
27,4
67,8 69,3
Honda Yamaha Suzuki Lain-Lain
Bisnis Pembiayaan Sepeda Motor sepenuhnya didominasi oleh Pembiayaan
Sepeda Motor Bekas sebagai agunan. Produk ini merupakan produk pilihan
khususnya bagi masyarakat kalangan menengah ke bawah.
Kinerja Pembiayaan Sepeda Motor di 2025 meningkat sebesar 18,7%, yaitu
senilai Rp2.656 miliar dibandingkan 2024 yang nilainya mencapai Rp2.238
miliar. Salah satu faktor yang mendorong peningkatan kinerja dalam segmen
ini adalah keberhasilan transformasi proses bisnis melalui digitalisasi end-to-
end yang kini telah memungkinkan seluruh proses kredit, termasuk penilaian
risiko tinggi, berjalan secara otomatis.
Berdasarkan merek, sepeda motor Honda masih mendominasi dengan porsi
69,3% dari keseluruhan Pembiayaan Sepeda Motor di 2025, sementara sisanya
dikuasai oleh Yamaha (27,4%), Suzuki (1,0%), dan Lain-Lain (2,3%).
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 107
Page 108
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
Pembiayaan Alat Berat, Mesin, dan Peralatan Lain
Tabel 18 | Pembiayaan Baru Alat Berat, Mesin, dan Peralatan Lain berdasarkan Industri
Perbandingan Tahun Sebelumnya
Keterangan (Rp miliar) 2024 2025
Jumlah Persentase
Pertambangan 874 847 (27) -3,1%
Perkebunan 349 549 200 57,3%
Industri dan Manufaktur 414 487 73 17,6%
Konstruksi 609 449 (160) -26,3%
Perhutanan 349 333 (16) -4,6%
Jasa 174 218 44 25,3%
Perdagangan dan Distribusi 82 107 25 30,5%
Lain-Lain 98 160 62 63,3%
Jumlah 2.949 3.150 201 6,8%
Persentase dari Jumlah
Pertambangan 29,6% 26,9% n/a -2,7%
Perkebunan 11,8% 17,4% n/a 5,6%
Industri dan Manufaktur 14,1% 15,4% n/a 1,3%
Konstruksi 20,7% 14,3% n/a -6,4%
Perhutanan 11,8% 10,6% n/a -1,2%
Jasa 5,9% 6,9% n/a 1,0%
Perdagangan dan Distribusi 2,8% 3,4% n/a 0,6%
Lain-Lain 3,3% 5,1% n/a 1,8%
Jumlah 100,0% 100,0%
108 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 109
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
Grafik 6 | Komposisi Jenis Alat Berat, Mesin, dan Peralatan Lain dalam Pembiayaan Baru (Rp miliar)
2024 2025
Ekskavator Truk Ekskavator Truk
1.115 604 1.154 567
Buldoser Wheel Loader Buldoser Wheel Loader
195 47 143 85
Alat Berat Alat Berat
Forklift Forklift
Lainnya Lainnya
39 285 58 209
Mesin Lain-Lain Mesin Lain-Lain
650 14 922 12
Jumlah Jumlah
2.949 3.150
0,5 0,4
22,0 29,3
9,7 % 37,8
6,6 % 36,6
1,3 1,8
1,6 20,5 2,7 18,1
6,6 4,5
Ekskavator Truk Buldoser Wheel Loader
Alat Berat
Forklift Lainnya Mesin Lain-Lain
BFI Finance memperluas layanan produk Pembiayaan Alat Berat, Mesin, dan
Peralatan Lain dengan mendukung operasional para pelaku usaha di berbagai
sektor industri.
Sektor-sektor yang menerima pembiayaan dari Perusahaan di 2025 adalah
Pertambangan, Perkebunan, serta Industri dan Manufaktur. Kontribusi ketiga
sektor ini terhadap keseluruhan nilai Pembiayaan Alat Berat, Mesin, dan
Peralatan Lain di 2025 masing-masing adalah 26,9%, 17,4%, dan 15,4%.
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 109
Page 110
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
Pertumbuhan tertinggi secara proporsional berasal dari sektor Perkebunan, yakni sejumlah Rp200 miliar atau 57,3%
dari 2024, sejalan dengan kebijakan pemerintah yang menempatkan sektor tersebut sebagai salah satu pilar utama
pertumbuhan ekonomi Indonesia. Sektor Industri dan Manufaktur menyusul dengan pertumbuhan sebesar Rp73
miliar atau 17,6% dan diikuti oleh sektor Lain-Lain yang tumbuh sebesar Rp62 miliar atau 63,3%. Di sisi lain, sektor
Pertambangan, sebagai sektor yang memimpin di layanan ini, mengalami penurunan sebesar Rp27 miliar atau 3,1%
dari 2024.
Secara keseluruhan, jumlah Pembiayaan Alat Berat, Mesin, dan Peralatan Lain meningkat 6,8%, mencapai Rp3.150
miliar di 2025, dibandingkan Rp2.949 miliar di 2024.
Sementara berdasarkan jenis alat, Pembiayaan Baru di 2025 yang terbanyak disalurkan untuk Ekskavator dengan nilai
pembiayaan disalurkan sebesar Rp1.154 miliar, atau 36,6% dari keseluruhan nilai pembiayaan di segmen ini. Kategori-
kategori selanjutnya secara berurutan adalah Truk, dengan porsi 18,1%, Buldoser (4,5%), Wheel Loader (2,7%), serta
Forklift dan Alat Berat Lain-Lain (8,4%).
Pembiayaan Beragun Properti
Grafik 7 | Komposisi Jenis Properti dalam Pembiayaan Baru (Rp miliar)
2024
7,0
Rumah
768
Ruko
58
Jumlah
826 %
93,0
2025
7,9
Rumah
831
Ruko
71
Jumlah
902 %
92,1
Ruko Rumah
Perusahaan menyalurkan Pembiayaan Beragun Properti untuk produk Rumah dan Ruko sebagai agunannya. Di 2025,
nilai pembiayaan tumbuh sebesar 9,2%, dari Rp826 miliar di 2024 menjadi Rp902 miliar. Dari segi jenis, pembiayaan
Rumah meningkat 8,2%, dan Ruko sebesar 22,4%.
Pembiayaan Syariah
Jumlah Pembiayaan Baru Syariah menyusut sebesar 0,9% dari Rp450 miliar di 2024 menjadi Rp446 miliar di 2025,
namun masih berkontribusi dengan baik sebesar 2,1% terhadap keseluruhan Pembiayaan Baru Perusahaan.
110 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 111
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
TRANSFORMASI
Setelah membangun fondasi transformasi di semua lini operasional sepanjang 2024, BFI Finance kini memasuki
tahap eksekusi secara disiplin. Peluncuran sistem baru beserta pola kerja pendukungnya dalam model operasi baru
Perusahaan terus diperkuat sepanjang 2025. Langkah ini merupakan upaya untuk “meningkatkan standar dasar”
(“elevate the baseline”) demi mencapai konsistensi kualitas layanan di setiap lini bisnis dan operasional.
Tahap awal dari peningkatan standar ini diwujudkan melalui institusionalisasi standar operasional dan layanan. Hal ini
krusial agar Perusahaan tetap memimpin di tengah lanskap bisnis yang kian kompleks dan persaingan yang tinggi,
daya beli konsumen yang lesu, serta pergeseran valuasi aset. Menyikapi keterbatasan tersebut, BFI Finance menata
ulang dan menajamkan kapabilitas intinya—mengasah sistem dan SDM agar matang, menjadi suatu entitas yang
selaras dan digerakkan oleh intuisi berbasis data.
Pada segmen dengan volume transaksi tinggi, transisi menuju fungsi digital-native mencapai titik terobosan di
2025. Model penilaian (scoring) mutakhir yang telah dikembangkan secara saksama kini menjadi tumpuan utama
dalam menyaring mayoritas permohonan kredit. Langkah ini secara efektif mengeliminasi variansi subjektif manual,
memastikan selera risiko Perusahaan diterapkan dengan presisi di seluruh gerai nasional, sekaligus memangkas
waktu persetujuan secara drastis.
Sinergi yang solid antara fungsi manajemen risiko, teknologi informasi, dan unit bisnis ditingkatkan untuk menanggapi
tren delinkuensi di industri pada 2025. BFI Finance menerapkan standar yang masih sama ketat pada strategi
penagihan dan pemulihan, namun mentransformasinya menjadi model yang lebih konsultatif. Melalui analisis data
tingkat lanjut, Perusahaan mampu membedakan antara kendala likuiditas sementara dengan risiko kredit jangka
panjang. Pendekatan ini memungkinkan solusi restrukturisasi dan pembayaran parsial yang proaktif dan personal
bagi setiap konsumen, sehingga hubungan dengan mereka tetap terjaga dan kualitas agunan stabil karena kerugian
dari penarikan dapat diminimalkan.
Berbekal transformasi yang tengah berjalan ini, BFI Finance mendiversifikasi penawaran produknya. Pada tahun
2025, Perusahaan meluncurkan skema Showroom Stock Financing (SSF) untuk menyediakan modal bagi showroom
mobil terpilih guna memastikan keberlangsungan persediaan barang mereka, sebagaimana dijelaskan lebih lanjut
di bagian sebelumnya dan selanjutnya dalam bab ini, serta mulai menawarkan pembiayaan suku cadang dalam
segmen Heavy Equipment and Truck Only (HETO).
Selain penyempurnaan internal, BFI Finance memperluas jangkauannya ke ekosistem eksternal. Dalam salah satu
strategi khususnya, Perusahaan mendekatkan diri kepada konsumen potensial melalui kemitraan dengan platform
digital pihak ketiga.
Melalui kemitraannya dengan GoTo Group, BFI Finance dapat mengakses ekosistem digital yang sangat luas sehingga
mampu menjangkau basis konsumen yang beragam melalui GoPay Pinjam BPKB. Selain itu, kerja sama dengan
Shopee memungkinkan Perusahaan untuk memanfaatkan basis konsumen mass market Shopee yang luas dengan
menawarkan solusi pembiayaan melalui SPinjamBPKB. Di luar dari dua platform digital utama ini, Perusahaan juga
terus mengembangkan kemitraannya dengan berbagai platform digital lainnya untuk menjangkau basis konsumen
mereka masing-masing.
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 111
Page 112
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
Perusahaan memiliki aspirasi untuk menyediakan pembiayaan pinjaman digital dengan agunan di berbagai kanal.
Nasabah dimungkinkan untuk mengajukan pinjaman kapan saja dan di mana saja, didukung oleh pengalaman
daring dan luring yang sepenuhnya terintegrasi di sepanjang proses pembiayaan. Perusahaan juga mengembangkan
produk yang disesuaikan dengan kebutuhan nasabah, sementara memanfaatkan data nasabah yang ada dan
kapabilitas mitra untuk menghadirkan pengalaman yang lebih efisien, mulus, dan personal.
Fokus utama dari ambisi digital ini adalah BFI Mobile, yang diluncurkan pada akhir 2024. Lebih dari sekadar saluran
layanan, BFI Mobile mewakili visi jangka panjang Perusahaan untuk menjadi platform pembiayaan digital yang
terintegrasi penuh, di mana nasabah dapat mencari, mengajukan, mengelola, dan memenuhi kebutuhan pembiayaan
mereka sepenuhnya melalui satu pintu.
Seiring Perusahaan terus memperkaya aplikasi ini dengan kapabilitas baru, BFI Mobile berfungsi sebagai lapisan
penghubung antara kemitraan ekosistem BFI Finance yang terus berkembang dengan para nasabah individu.
Pengalaman digital yang dihasilkan diharapkan dapat memperkuat loyalitas dan memperdalam interaksi nasabah
dari waktu ke waktu
Sementara itu, strategi direct-to-consumer yang masih dalam tahap awal pada tahun 2024, telah diperluas dengan
lebih dari 80 titik layanan baru pada tahun 2025. Gerai-gerai ini dirancang untuk melepaskan ketergantungan
pertumbuhan bisnis dari perantara tradisional, sehingga BFI Finance dapat membangun hubungan langsung dengan
konsumen dan memberikan hasil yang bersaing. Beriringan dengan kemitraan digital yang kian mulus, independensi
multi-kanal ini memastikan pertumbuhan masa depan tetap tangguh.
Upaya kolektif untuk meningkatkan standar di 2025 ini menjadi suatu uji ketahanan (stress-test) yang definitif bagi
model operasi baru Perusahaan. Dengan memanfaatkan tekanan ekonomi sebagai momentum untuk merampingkan
kompleksitas operasional dan memperkuat kapabilitas, BFI Finance telah menciptakan keunggulan kompetitif yang
tangguh.
Tiga bagian selanjutnya membahas bagaimana transformasi yang tengah dijalankan Perusahaan dalam bidang
operasional, pemasaran, dan layanan konsumen. Langkah-langkah tersebut memampukan Perusahaan, seiring
memasuki 2026, untuk memproses lebih cepat, mendeteksi risiko lebih dini, dan menetapkan standar operasional
yang lebih tinggi dalam rangka memperkokoh posisinya di pasar.
OPERASIONAL
Fungsi operasional adalah instrumen vital dalam bisnis Perusahaan. Untuk itu, diperlukan konsistensi proses di seluruh
jaringan, keselarasan model operasi dengan karakteristik portofolio, serta kepatuhan terhadap kerangka tata kelola
dan regulasi yang berlaku.
Dalam perkembangan model operasi baru ini, BFI Finance terus menekankan intensifikasi pemanfaatan jaringan
yang telah ada. Strategi pengembangan jaringan pada 2025 difokuskan pada optimalisasi fungsi outlet yang dimiliki.
Pembukaan cabang baru hanya dilakukan berdasarkan kebutuhan pasar.
Untuk kebutuhan pasar namun tetap dalam koridor yang efektif dan efisien, Perusahaan mengembangkan
Point of Sales (POS) BFI Finance, yang ditempatkan di irisan wilayah cabang yang telah beroperasi. Model POS ini
memungkinkan pelayanan langsung kepada konsumen.
Penekanan pada intensifikasi jaringan berjalan seiring dengan penguatan fokus pada efisiensi dan produktivitas
operasional. Untuk menopang pertumbuhan, struktur manajerial dibuat lebih efektif dengan lapisan manajemen
yang lebih ramping, dan pembagian peran dipastikan relevansinya dengan kebutuhan bisnis di lapangan.
Tata ulang peran manajerial di tingkat cabang didasarkan pada struktur organisasi yang telah dipetakan ulang.
Kerangka prinsip vertikalisasi tetap diterapkan dengan pembedaan fungsi manajer bisnis, aset, dan operasional.
Namun, pada wilayah dengan karakteristik geografis tertentu, sejumlah peran Branch Manager tetap digabungkan
sesuai dengan skala bisnisnya yang relatif terbatas. Penyesuaian ini memastikan struktur organisasi tetap kontekstual,
efektif, dan selaras dengan kebutuhan operasional setempat. Dengan pengelolaan aspek bisnis dan kualitas aset
dalam satu pengambil keputusan, prosedur dan pengelolaan bisnis menjadi lebih terintegrasi dan responsif terhadap
kondisi khusus setempat.
112 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 113
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
Transformasi operasional juga ditopang oleh penguatan digitalisasi proses inti, antara lain melalui scoring engine
yang diperkuat. Terkait inisiatif tersebut, sebuah terobosan baru yang diperkenalkan di 2025 adalah penggunaan
automatic decision engine untuk menstandarisasi pengambilan keputusan pembiayaan, khususnya pada tahap
persetujuan aplikasi. Penerapan sistem ini menempatkan kualitas data sebagai elemen kunci, karena keputusan
objektif yang dihasilkan sepenuhnya bergantung pada validitas, kelengkapan, dan akurasi data yang digunakan
dalam proses penilaian.
Penguatan digitalisasi tersebut telah mempercepat alur pembiayaan, meningkatkan konsistensi proses, sekaligus
membuat pengambilan keputusan lebih terukur dan berbasis data. Pendekatan ini menjadi fondasi dalam menjaga
keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan kualitas portofolio, terutama pada pembiayaan non-dealer motor dan
mobil, yang tetap menjadi kontributor utama bagi bisnis Perusahaan.
Selain mendigitalisasi proses, Perusahaan juga mengevaluasi portofolio produk secara berkala. Penyesuaian dilakukan
pada produk-produk dengan profil risiko yang dinilai kurang sejalan dengan kondisi pasar. Fokus bisnis diarahkan
pada segmen dengan karakteristik risiko dan kontribusi yang lebih sesuai, seperti pembiayaan non-dealer, Dealer
Financing kendaraan bekas, serta penguatan ekosistem melalui peluncuran bursa mobil dan penyediaan produk
Showroom Stock Financing (SSF).
Produk pembiayaan properti, Property-Backed Financing (PBF), tetap dikelola secara selektif dengan memperhatikan
karakteristik risiko likuiditas dan proses eksekusi agunan. Sementara itu, pada segmen alat berat, transportasi, dan
lainnya (HETO), dinamika industri dan kondisi makro ekonomi mendorong strategi operasional untuk diarahkan
pada diversifikasi pembiayaan non-supplier financing, termasuk pembiayaan modal kerja yang langsung berkaitan
dengan aktivitas operasional konsumen.
Pembiayaan Syariah juga turut dikembangkan dalam portofolio Perusahaan. Pada 2025, pengelolaannya diarahkan
pada penajaman segmen konsumen dan perbaikan kualitas portofolio. Fokus ini diharapkan membuka potensi bisnis
Syariah untuk kontribusi yang lebih baik dari sisi kualitas dan profitabilitas di masa depan.
Transformasi operasional tecermin dari penerapan operasi nirkertas yang semakin luas pada back processing. Seluruh
alur kerja administratif dijalankan secara digital dengan tujuan mempercepat proses, meningkatkan akurasi, dan
menekan biaya operasional. Implementasi ini diiringi dengan peningkatan kompetensi karyawan melalui proses
perubahan mindset melalui evaluasi, pelatihan, dan penyempurnaan sistem kerja, agar adopsi digital berjalan secara
berkelanjutan.
Berbagai inisiatif digitalisasi diiringi dengan penguatan keamanan siber sebagai bagian dari upaya menjaga keandalan
sistem dan perlindungan data, di tengah meningkatnya kompleksitas risiko digital. Penguatan ini mencakup proses,
tata kelola, dan kesiapan organisasi secara menyeluruh. BFI Finance bekerja sama dengan mitra eksternal untuk
mendukung deteksi dini dan pemantauan keamanan sistem secara berkelanjutan, termasuk pengawasan selama
24 jam untuk mengidentifikasi potensi ancaman sejak tahap awal. Sejalan dengan itu, prosedur dan kerangka
pengamanan ditinjau dan disempurnakan agar tetap relevan dengan perkembangan risiko siber yang terus berubah.
Penguatan keamanan juga melibatkan penataan struktur dan kapabilitas internal. Perusahaan telah menunjuk
pimpinan khusus di fungsi keamanan teknologi informasi untuk memastikan koordinasi pengelolaan risiko yang
terpusat, mencakup pengawasan implementasi kebijakan, respons terhadap insiden, serta pengembangan
kompetensi tim. Pada tingkat sistem, peningkatan dilakukan pada perangkat pengamanan, perlindungan titik akses
pengguna, serta pengujian keamanan aplikasi dan infrastruktur secara berkala.
BFI Finance juga memperkuat mekanisme pelindungan data melalui implementasi sejumlah inisiatif yang dilandaskan
pada prinsip-prinsip yang diatur dalam Undang-Undang Pelindungan Data Pribadi. Inisiatif tersebut mencakup
penguatan tata kelola, kepatuhan dalam pengelolaan data, serta peningkatan sistem dan proses pengamanan data,
termasuk dalam kerja sama dengan pihak ketiga.
Rangkaian upaya tersebut didukung oleh pengendalian akses yang ketat, pembatasan penggunaan perangkat
pribadi untuk aktivitas tertentu, serta penerapan kontrol berbasis izin. Perusahaan juga melakukan sosialisasi dan
pendampingan bagi karyawan untuk memastikan implementasi yang efektif dan membangun kesadaran mereka
akan pentingnya keamanan siber dalam aktivitas sehari-hari.
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 113
Page 114
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
PELAYANAN KONSUMEN
Dalam upaya terus meningkatkan pelayanan, Perusahaan Penataan ulang tata letak cabang yang lebih terbuka
menempatkan kemudahan, kecepatan, dan fokus pada memperkuat perubahan ini, mendorong frontliner untuk
solusi sebagai nilai utama dalam setiap interaksi layanan tidak hanya menunggu di balik meja layanan tetapi juga
bagi konsumen. Melalui penguatan proses, pemanfaatan secara aktif mendekati konsumen sejak awal kunjungan,
teknologi, serta pengembangan kapabilitas sumber daya dan memberikan solusi atas kebutuhan mereka secara
manusia, BFI Finance terus berupaya menghadirkan cepat apabila memungkinkan.
pengalaman yang makin efisien dan bernilai lebih bagi
konsumen di seluruh titik kontak. Perubahan pada proses dan perilaku layanan tersebut
berdampak langsung pada efektivitas operasional. Alur
Salah satu fokus utama pengembangan layanan di 2025 layanan yang lebih ringkas memungkinkan cabang
diarahkan pada pemanfaatan teknologi digital sebagai menangani lebih banyak konsumen dalam satu hari
enabler utama dalam penyederhanaan proses layanan. kerja, dengan waktu penyelesaian layanan yang lebih
Integrasi sistem digital ke dalam alur kerja cabang singkat. Di sisi lain, pemahaman kebutuhan konsumen
memberikan visibilitas yang lebih baik atas kebutuhan yang diperoleh sejak awal kunjungan turut mendukung
layanan konsumen sekaligus mendukung pengelolaan kualitas interaksi layanan, termasuk pada konsumen
operasional yang lebih tertata. Melalui sistem yang awalnya datang untuk kebutuhan administratif.
manajemen antrian yang difasilitasi oleh petugas front Dengan demikian, pengembangan layanan tidak hanya
office yang berkoordinasi dengan mesin antrean digital berkontribusi pada pengalaman konsumen, tetapi juga
yang terkini, konsumen dapat melakukan registrasi memperkuat produktivitas cabang secara keseluruhan.
awal secara mandiri, sementara cabang memperoleh
gambaran real time atas jumlah dan jenis kunjungan Pengelolaan pengaduan konsumen turut menjadi
yang akan dilayani. bagian yang tidak terpisahkan dari upaya BFI Finance
dalam menjaga kualitas layanan dan hubungan jangka
Penyederhanaan proses tersebut menjadi basis bagi panjang dengan konsumen. Setiap pengaduan yang
perubahan cara layanan di tingkat cabang. Dengan diterima ditangani dengan mengacu pada ketentuan
alur yang lebih jelas dan waktu tunggu yang lebih regulator, termasuk kewajiban memberikan tanggapan
terprediksi, frontliner memiliki ruang yang lebih luas dan penyelesaian dalam jangka waktu yang telah
untuk berinteraksi secara aktif dengan konsumen. ditetapkan.
Tabel 19 | Penanganan Keluhan Konsumen 2025
Status Penyelesaian
Jumlah
Jenis Pembiayaan Selesai Dalam Proses
Keluhan
Jumlah % Jumlah %
Investasi 74 100 0 0 74
Modal Kerja 2.406 100 0 0 2.406
Multiguna 3.519 100 0 0 3.519
Non-Customer 462 100 0 0 462
Jumlah 6.461
114 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 115
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
Dalam praktiknya, pengaduan yang diterima memiliki Sejalan dengan pengelolaan pengaduan, BFI Finance
kompleksitas yang berbeda. Untuk pengaduan yang juga menyempurnakan metode pengukuran survei
memerlukan perhatian lebih, Perusahaan menempatkan kepuasan konsumen, agar dapat menangkap dan
komunikasi terbuka sebagai langkah awal dalam proses merefleksikan pengalaman konsumen secara lebih utuh
penanganan. Tim terkait melakukan klarifikasi langsung di seluruh titik kontak. Penilaian kepuasan konsumen
dengan konsumen untuk memahami permasalahan kini tak lagi terbatas pada saluran tertentu, melainkan
secara menyeluruh, sekaligus menyampaikan solusi mencakup berbagai bentuk interaksi konsumen dengan
atas permasalahan yang dikemukakan, dengan tujuan Perusahaan, baik secara langsung maupun melalui
mengurangi dampak lanjutan dari ketidakpuasan serta kanal digital.
menjaga kualitas hubungan antara konsumen dan
Perusahaan. Salah satu bentuk penyesuaian metode pengukuran
adalah dengan mengintegrasikan umpan balik dari
BFI Finance juga telah menyempurnakan mekanisme platform eksternal seperti Google My Business dan Google
penanganan pengaduan, untuk mulai diterapkan di Review sebagai parameter dalam perhitungan survei
2026 melalui pengelompokan berdasarkan tingkat kepuasan konsumen. Selain itu, konsumen diberikan
urgensi. Pengaduan yang dikategorikan sebagai kritikal kesempatan untuk menilai layanan frontliner secara
akan ditangani melalui alur eskalasi lintas level, mulai langsung. Informasi yang diperoleh digunakan untuk
dari cabang hingga kantor pusat, dengan prioritas waktu mengidentifikasi area perbaikan pada proses layanan
penanganan yang lebih singkat. berikut aspek yang memerlukan penyempurnaan lebih
lanjut.
BFI Finance juga mencermati bahwa perkembangan
kanal digital dan media sosial mempercepat penyebaran Pengukuran kepuasan konsumen dilakukan di berbagai
pengalaman konsumen, baik yang bersifat positif titik interaksi, termasuk saat konsumen datang ke
maupun sebaliknya. Menyikapi kondisi tersebut, kantor cabang untuk kebutuhan informasi, layanan
koordinasi lintas fungsi dilakukan secara lebih intensif, administratif, dan penyampaian keluhan. Sepanjang
termasuk dengan unit komunikasi korporat, agar 2025, mekanisme ini didukung oleh penggunaan papan
pengaduan yang sensitif dapat ditangani secara tepat layar sentuh di sejumlah cabang, yang memungkinkan
dan terkendali. konsumen memberikan penilaian secara langsung
terhadap kualitas layanan dan fasilitas cabang.
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 115
Page 116
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
PEMASARAN
Aktivitas pemasaran BFI Finance sepanjang 2025 menitikberatkan penguatan sejumlah saluran utama yang telah
teruji, sekaligus memanfaatkan ekosistem bisnis dan teknologi digital sebagai pendorong pertumbuhan. Strategi
pemasaran dijalankan secara terintegrasi melalui empat saluran utama, yaitu dealer/supplier, keagenan, telemarketing
dan pemasaran langsung, serta digital.
Saluran Dealer Financing (DF) untuk segmen kendaraan bekas, menjadi salah satu bagian yang dijalankan dengan
pembaruan strategi yang fokus pada pengembangan ekosistem dealer. Sebagai perwujudan dari strategi pemasaran
berbasis ekosistem ini, BFI Finance telah mengembangkan bursa mobil sebagai marketplace yang terkurasi untuk
produk pembiayaan tersebut.
Dalam pengelolaannya, Perusahaan menyeleksi showroom yang berpartisipasi di bursa mobil secara cermat.
Kriteria yang menjadi pertimbangan adalah kualitas unit kendaraan dan rekam jejak basis konsumen dealer. Melalui
ekosistem ini, BFI Finance juga memanfaatkan basis data konsumen yang dimiliki showroom untuk menjangkau
konsumen dengan kebutuhan pembiayaan yang selaras dengan profil produk Perusahaan. Daya tarik bursa mobil
kemudian diperkuat melalui penyediaan nilai tambah, antara lain penawaran suku bunga yang kompetitif, proses
persetujuan yang lebih cepat melalui mekanisme instant approval, serta dukungan garansi, sehingga keseluruhan
ekosistem dapat berjalan lebih efektif dan terintegrasi.
Di 2025 ini BFI Finance juga menerapkan Showroom Stock Financing (SSF) sebagai fasilitas modal kerja bagi showroom
atau penjual kendaraan. Melalui SSF, BFI Finance menyediakan pembiayaan modal kerja kepada showroom untuk
menjaga kelangsungan inventori kendaraan mereka. Kehadiran SSF melengkapi skema Dealer Financing dengan
nilai tambah yang lebih komprehensif dalam satu ekosistem yang terintegrasi. Dalam skema SSF, Perusahaan tidak
hanya berperan sebagai penyedia pembiayaan, tetapi juga sebagai pengelola ekosistem yang menghubungkan
marketplace serta memberikan pembiayaan konsumen dan modal kerja showroom.
Saluran pemasaran yang kedua, yaitu keagenan, kembali menjadi kontributor terbesar terhadap pendapatan,
khususnya dari pembiayaan non-dealer untuk kendaraan roda dua dan roda empat. Di tengah persaingan yang
semakin ketat, pengelolaan saluran ini diarahkan pada penguatan dukungan operasional agar agen tetap efektif
dalam menjalankan perannya sebagai generator prospek utama.
BFI Finance membekali agen dengan aplikasi GENFI sebagai alat bantu penjualan yang memungkinkan pengajuan
pembiayaan dilakukan secara mandiri, sekaligus memberikan akses terhadap informasi produk secara real time. Di
samping itu, dukungan dari tim internal melalui agent relationship executive (ARE) tetap disediakan untuk membantu
agen dalam menghadapi kendala operasional dan menjaga kualitas proses pemasaran.
Sejalan dengan peran saluran keagenan yang berfokus pada akuisisi konsumen baru, saluran telemarketing dan
pemasaran langsung diarahkan untuk memperkuat retensi konsumen lama. Saluran ini dilengkapi dengan tim
penjualan langsung yang menjalankan fungsi customer relationship executive untuk menjaga relasi dengan
konsumen, khususnya konsumen dengan potensi repeat order. Tim ini turut dibekali dengan aplikasi yang
memudahkan aktivitas di lapangan.
Pemasaran digital turut dikembangkan sebagai salah satu saluran utama pemasaran. Seiring penguatan kapabilitas
digital pascapandemi dan berjalannya transformasi digital secara bertahap, Perusahaan memiliki fondasi yang
lebih matang untuk mengembangkan kolaborasi dengan berbagai pelaku ekosistem melalui saluran omnichannel.
Kapabilitas ini membuka ruang bagi pengelolaan pemasaran yang lebih adaptif dan terintegrasi, sehingga Perusahaan
dapat memanfaatkan ekosistem para mitra digitalnya yang beroperasi pada skala mass market untuk mengakuisisi
konsumen baru yang terdiversifikasi dengan baik.
116 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 117
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
Aplikasi layanan konsumen BFI Mobile, yang diluncurkan pada Desember 2024, turut berperan sebagai pendukung
utama kapabilitas digital Perusahaan. Aplikasi ini merupakan saluran untuk berinteraksi langsung dengan konsumen,
dengan menyediakan akses informasi dan layanan pembiayaan melalui perangkat seluler. Kehadiran BFI Mobile
semakin memperkuat pendekatan omnichannel dengan menghadirkan titik interaksi digital yang terintegrasi,
sekaligus mendukung perluasan jangkauan pemasaran dan pengelolaan hubungan konsumen yang lebih efektif.
Seluruh upaya pemasaran multi-kanal ini tetap disertai dengan pemasaran pada sejumlah jalur konvensional, yang
mencakup pemasangan iklan mengenai produk-produk pembiayaan Perusahaan di sejumlah kawasan di ranah
publik. Lokasi-lokasi yang menjadi sasaran pemasangan iklan Perusahaan mencakup stasiun dan gerbong kereta rel
listrik, toko-toko tradisional, toko swalayan kecil, acara olahraga, dan titik-titik strategis lainnya di sejumlah kota.
Dengan memberikan pelayanan yang terbaik di industri dan sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan konsumen,
dari masa ke masa BFI Finance telah menciptakan puluhan ribu konsumen loyal di berbagai wilayah operasionalnya.
Ditunjang dengan rangkaian inisiatif pemasaran yang komprehensif, basis konsumen Perusahaan diharapkan terus
meningkat dan membawa hasil positif bagi kinerja jangka panjangnya.
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 117
Page 118
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
TINJAUAN KINERJA KEUANGAN
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Aset
Tabel 20 | Jumlah Aset
Perbandingan Tahun
Sebelumnya
Keterangan (Rp miliar) 2024 % 2025 %
Jumlah Persentase
Kas dan Setara Kas 1.614 6,4% 1.552 6,1% (62) -3,8%
Piutang Pembiayaan -
22.013 87,6% 22.394 87,9% 381 1,7%
Neto
Piutang Ijarah dan IMBT
83 0,3% 91 0,4% 8 9,6%
- Neto
Jumlah Piutang Neto 22.096 87,9% 22.485 88,3% 389 1,8%
Piutang Lain-Lain - Pihak
293 1,2% 315 1,2% 22 7,5%
Ketiga
Aset Tetap - Neto 673 2,7% 668 2,6% (5) -0,7%
Beban Dibayar di Muka dan
20 0,1% 25 0,1% 5 25,0%
Uang Muka
Aset Derivatif 28 0,1% 83 0,3% 55 196,4%
Aset Hak-Guna - Neto 43 0,2% 46 0,2% 3 7,0%
Aset Tak Berwujud - Neto 199 0,8% 144 0,6% (55) -27,6%
Aset Pajak Tangguhan 152 0,6% 153 0,6% 1 0,7%
Aset Lain-Lain 2 0,0% 2 0,0% - 0,0%
Jumlah Aset 25.120 100,0% 25.473 100,0% 353 1,4%
Jumlah Aset BFI Finance di 2025 meningkat tipis sebesar 1,4% atau Rp353 miliar dibandingkan nilainya di 2024, menjadi
Rp25.473 miliar. Peningkatan ini didorong oleh kenaikan Piutang Pembiayaan - Neto sebesar 1,7%, serta Piutang Ijarah
dan IMBT – Neto sebesar 9,6%. Kedua komponen tersebut meningkatkan jumlah Piutang Neto sebesar 1,8% menjadi
Rp22.485 miliar, dan mencakup 88,3% dari Jumlah Aset.
Piutang Neto
Jumlah Piutang Pembiayaan-Neto meningkat 1,7% dari Rp22.013 miliar per akhir 2024 menjadi Rp22.394 miliar per
akhir 2025. Kenaikan ini khususnya berasal dari Piutang Pembiayaan Mobil Bekas, Sepeda Motor, dan Properti.
Perusahaan juga mencatat kenaikan sebesar 9,6% dalam Piutang Ijarah dan IMBT-Neto, dari Rp83 miliar menjadi Rp91
miliar per akhir 2025. Dengan demikian, Jumlah Piutang Neto tumbuh 1,8% di 2025, mencapai Rp22.485 miliar pada
akhir tahun. Tabel berikut menampilkan hasil rekonsiliasi antara nilai Piutang yang Dikelola dengan Piutang Neto
Perusahaan untuk 2024 dan 2025.
118 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 119
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
Tabel 21 | Piutang yang Dikelola vs Piutang Neto
Perbandingan Tahun Sebelumnya
Keterangan (Rp miliar) 2024 2025
Jumlah Persentase
Piutang Pembiayaan 24.046 26.189 2.143 8,9%
Piutang Ijarah dan IMBT 87 94 7 8,0%
Jumlah Piutang yang
24.133 26.283 2.150 8,9%
Dikelola
Dikurangi Pembiayaan
Bersama - dicatat oleh pihak (1.219) (2.814) (1.595) 130,8%
ketiga
Jumlah Piutang Sebelum
Cadangan Kerugian 22.914 23.469 555 2,4%
Penurunan Nilai
Dikurangi Cadangan
(818) (984) (166) 20,3%
Kerugian Penurunan Nilai
Jumlah Piutang Neto 22.096 22.485 389 1,8%
Jumlah Piutang yang Dikelola terdiri dari Piutang On-Balance Sheet dan Off-Balance Sheet yang dikelola oleh
Perusahaan sebelum memperhitungkan Cadangan Kerugian Penurunan Nilai. Jumlah Piutang yang Dikelola pada
akhir 2025 meningkat 8,9% dan mencapai Rp26.283 miliar, dibandingkan Rp24.133 miliar pada 2024. Pertumbuhan
ini sebagian besar berasal dari peningkatan Piutang Pembiayaan sebesar 8,9% dan Piutang Ijarah dan IMBT sebesar
8,0%.
Seiring dengan peningkatan tersebut, Perusahaan memperkuat Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) menjadi
sebesar 3,7% dari Jumlah Piutang yang Dikelola, atau setara dengan Rp984 miliar. Hal ini dilakukan untuk menjaga
kualitas aset dalam menghadapi potensi risiko dari kondisi pasar yang dinamis akibat tantangan ekonomi makro.
Langkah ini juga mencerminkan komitmen BFI Finance dalam menerapkan manajemen risiko yang penuh kehati-
hatian, memastikan keberlanjutan bisnis, dan melindungi kepentingan pemegang saham serta kreditur di tengah
kondisi industri pembiayaan yang kompetitif.
Setelah dikurangi dengan CKPN dan transaksi Pembiayaan Bersama (Joint Financing) yang dicatat secara off-balance
sheet, maka Jumlah Piutang Neto mencapai Rp22.485 miliar, atau tumbuh 1,8% dibandingkan pada 2024.
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 119
Page 120
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
Tabel 22 | Diversifikasi Piutang yang Dikelola berdasarkan Jenis Aset
Perbandingan Tahun Sebelumnya
Keterangan (Rp miliar) 2024 2025
Jumlah Persentase
Pembiayaan Mobil Bekas 15.770 17.346 1.576 10,0%
Pembiayaan Mobil Baru 807 613 (194) -24,0%
Pembiayaan Mobil 16.577 17.959 1.382 8,3%
Pembiayaan Alat Berat 3.734 3.928 194 5,2%
Pembiayaan Sepeda Motor 1.675 2.027 352 21,0%
Pembiayaan Properti 1.202 1.452 250 20,8%
Pembiayaan Syariah 747 812 65 8,7%
Pembiayaan Channeling 198 105 (93) -47,0%
Jumlah Piutang yang
24.133 26.283 2.150 8,9%
Dikelola
Persentase dari Jumlah
Pembiayaan Mobil Bekas 65,4% 66,0% n/a 0,6%
Pembiayaan Mobil Baru 3,3% 2,3% n/a -1,0%
Pembiayaan Mobil 68,7% 68,3% n/a -0,4%
Pembiayaan Alat Berat 15,5% 15,0% n/a -0,5%
Pembiayaan Sepeda Motor 6,9% 7,7% n/a 0,8%
Pembiayaan Properti 5,0% 5,5% n/a 0,5%
Pembiayaan Syariah 3,1% 3,1% n/a 0,0%
Pembiayaan Channeling 0,8% 0,4% n/a -0,4%
Jumlah 100,0% 100,0%
Porsi terbesar dari Jumlah Piutang yang Dikelola di 2025, dengan nilai Rp17.959 miliar atau 68,3% dari keseluruhan,
merupakan Pembiayaan Mobil. Portofolio Pembiayaan Mobil Bekas tercatat sebesar Rp17.346 miliar, tumbuh
10,0%, sementara bagian Pembiayaan Mobil Baru turun 24% menjadi Rp613 miliar. Sisanya sebesar 31,7% dari nilai
keseluruhan berasal dari Pembiayaan Alat Berat (15,0%), diikuti oleh Pembiayaan Sepeda Motor (7,7%), Pembiayaan
Beragun Properti (5,5%), Pembiayaan Syariah (3,1%), dan Pembiayaan Channeling (0,4%).
Piutang yang Dikelola – Mobil
Porsi Pembiayaan Mobil Bekas dan Pembiayaan Mobil Baru terhadap Jumlah Piutang yang Dikelola di 2025 masing-
masing adalah 66,0% dan 2,3%. Pembiayaan Mobil yang dibiayai oleh Perusahaan terdiri dari dua jenis, yaitu jenis
mobil kendaraan penumpang (Minibus/MPV, Jip, Sedan) dengan porsi 79,1%, serta jenis kendaraan komersial (Truk,
Pick-up, Bus) dengan porsi 20,9%.
120 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 121
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
Portofolio Pembiayaan Mobil di 2025 masih didominasi oleh merek-merek Jepang. Hanya 4,1% dari keseluruhan
Pembiayaan Mobil Perusahaan yang berasal dari merek-merek dari negara lainnya. Dengan proporsi 34,4% dari
keseluruhan nilai Pembiayaan Mobil, Toyota tetap menjadi kontributor utama, diikuti oleh Mitsubishi, Daihatsu,
Honda, dan Suzuki, masing-masing sebesar 16,1%, 14,9%, 13,8%, dan 7,4%.
Piutang yang Dikelola – Sepeda Motor
Jumlah Piutang yang Dikelola-Sepeda Motor per akhir 2025 tercatat sebesar Rp2.027 miliar, meningkat dari nilainya
di 2024 sebesar Rp1.675 miliar. Peningkatan ini terutama terjadi pada sepeda motor merek Honda, yang meningkat
23,6% dari tahun sebelumnya menjadi Rp1.411 miliar, diikuti oleh merek Yamaha dengan peningkatan 15,2% menjadi
Rp552 miliar, dan merek lainnya sebesar 35,3% menjadi Rp46 miliar. Sementara, Nilai Piutang yang Dikelola beragun
sepeda motor Suzuki tercatat menurun 10,0%, dari sebelumnya Rp20 miliar di 2024 menjadi Rp18 miliar di 2025.
Piutang yang Dikelola – Alat Berat, Mesin, dan Peralatan Lain
Jumlah Piutang yang Dikelola-Alat Berat, Mesin, dan Peralatan Lain per akhir 2025 tercatat sebesar Rp3.928 miliar,
meningkat 5,2% atau Rp194 miliar dibandingkan dengan akhir 2024.
Kenaikan ini didorong oleh pertumbuhan portofolio dari jenis alat yang mendominasi Jumlah Piutang yang Dikelola
di sektor ini, yaitu Ekskavator, yang tercatat meningkat sebesar Rp41 miliar atau 2,6%, dan Truk yang tumbuh Rp32
miliar, atau 4,1% dibandingkan di 2024. Forklift dan Wheel Loader juga bertumbuh signifikan, masing-masing sebesar
33,9% dan 20,5%, seiring dengan perluasan layanan pembiayaan yang mendukung aktivitas operasional para pelaku
usaha di sektor ini.
Segmen Mesin juga turut menunjukkan ekspansi yang kuat dengan pertumbuhan sebesar Rp154 miliar atau 24,4%,
serta kategori lain-lain yang tumbuh 13,3%, cerminan dari diversifikasi pembiayaan yang solid.
Meski demikian, porsi Alat Berat, Mesin, dan Peralatan Lain terhadap Jumlah Piutang yang Dikelola turun tipis dari
15,5% menjadi 15,0%, sebagai dampak dari kehati-hatian Perusahaan dalam menyalurkan pembiayaan di tengah
tantangan pertumbuhan ekonomi dan industri di 2025.
Dari sisi industri dilaporkan bahwa pertumbuhan tertinggi dalam portofolio pembiayaan, sebesar Rp232 miliar
atau 55,1%, berasal dari sektor Perkebunan, yang memiliki porsi sebesar 16,6%. Kenaikan juga dicatatkan oleh sektor
Industri dan Manufaktur sebesar Rp85 miliar atau 18,5%. Sementara itu, sektor Pertambangan walaupun mengalami
penurunan sebesar 11,2%, masih menjadi kontributor terbesar dengan porsi 26,7% dari keseluruhan nilai portofolio
pembiayaan ini.
Tabel 23 | Diversifikasi Portofolio Pembiayaan Alat Berat, Mesin, dan Peralatan Lain berdasarkan Jenis Alat
Perbandingan Tahun Sebelumnya
Keterangan (Rp miliar) 2024 2025
Jumlah Persentase
Ekskavator 1.556 1.597 41 2,6%
Truk 787 819 32 4,1%
Buldoser 252 226 (26) -10,3%
Wheel Loader 78 94 16 20,5%
Forklift 56 75 19 33,9%
Alat Berat Lainnya 359 315 (44) -12,3%
Jumlah Alat Berat 3.088 3.126 38 1,2%
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 121
Page 122
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
Perbandingan Tahun Sebelumnya
Keterangan (Rp miliar) 2024 2025
Jumlah Persentase
Mesin 631 785 154 24,4%
Lain-Lain 15 17 2 13,3%
Jumlah 3.734 3.928 194 5,2%
Persentase dari Jumlah
Ekskavator 41,7% 40,7% n/a -1,0%
Truk 21,1% 20,8% n/a -0,3%
Buldoser 6,7% 5,8% n/a -0,9%
Wheel Loader 2,1% 2,4% n/a 0,3%
Forklift 1,5% 1,9% n/a 0,4%
Alat Berat Lainnya 9,6% 8,0% n/a -1,6%
Jumlah Alat Berat 82,7% 79,6% n/a -3,1%
Mesin 16,9% 20,0% n/a 3,1%
Lain-Lain 0,4% 0,4% n/a 0,0%
Jumlah 100,0% 100,0%
Tabel 24 | Diversifikasi Portofolio Pembiayaan Alat Berat, Mesin, dan Peralatan Lain berdasarkan Industri
Perbandingan Tahun Sebelumnya
Keterangan (Rp miliar) 2024 2025
Jumlah Persentase
Pertambangan 1.182 1.050 (132) -11,2%
Konstruksi 815 659 (156) -19,1%
Perkebunan 421 653 232 55,1%
Industri dan Manufaktur 459 544 85 18,5%
Perhutanan 421 463 42 10,0%
Jasa 215 266 51 23,7%
Perdagangan dan Distribusi 94 107 13 13,8%
Lain-Lain 127 186 59 46,5%
Jumlah 3.734 3.928 194 5,2%
122 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 123
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
Perbandingan Tahun Sebelumnya
Keterangan (Rp miliar) 2024 2025
Jumlah Persentase
Persentase dari Jumlah
Pertambangan 31,6% 26,7% n/a -4,9%
Konstruksi 21,8% 16,8% n/a -5,0%
Perkebunan 11,3% 16,6% n/a 5,3%
Industri dan Manufaktur 12,3% 13,9% n/a 1,6%
Perhutanan 11,3% 11,8% n/a 0,5%
Jasa 5,8% 6,8% n/a 1,0%
Perdagangan dan Distribusi 2,5% 2,7% n/a 0,2%
Lain-Lain 3,4% 4,7% n/a 1,3%
Jumlah 100,0% 100,0%
Piutang yang Dikelola – Pembiayaan Beragun Properti
Pada akhir 2025, Jumlah Piutang yang Dikelola pada segmen Pembiayaan Beragun Properti tercatat sebesar
Rp1.452 miliar, meningkat 20,8% dibandingkan posisi akhir 2024. Jumlah ini didominasi oleh portofolio berwujud
Rumah dengan porsi 92,8%, yang bertambah Rp220 miliar sepanjang 2025. Sementara itu, portofolio berwujud Ruko
mencakup 7,2% dari keseluruhan portofolio, bertumbuh 40,5% atau setara Rp30 miliar selama tahun berjalan.
Meigie Reanny Yuditha
Konsumen Produk Pembiayaan Properti
Tangerang Selatan, Banten
Di 2018, saya memilih BFI Finance sebagai mitra Pembiayaan Properti untuk modal usaha bisnis
kuliner. Saya merasakan proses yang cepat, aman, dengan biaya dan bunga yang kompetitif dari
BFI Finance. Tim mereka berkoordinasi dengan sangat baik dan mampu memberikan solusi terbaik
saat ada kendala, terutama di masa pandemi. Terima kasih, BFI Finance, yang telah mendukung
perkembangan bisnis saya terus bertumbuh sampai sekarang.
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 123
Page 124
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
Grafik 8 | Komposisi Jenis Properti dalam Portofolio Pembiayaan (Rp miliar)
2024 2025
Rumah Rumah
1.128 1.348
Ruko Ruko
74 104
Jumlah Jumlah
1.202 1.452
6,2 7,2
% %
93,8 92,8
Rumah Ruko
Piutang yang Dikelola – Ijarah dan IMBT (Ijarah Muntahiyah Bittamlik)
Pada akhir 2025, saldo Piutang Ijarah dan IMBT tercatat sebesar Rp94 miliar,
meningkat 8,0% dibandingkan tahun sebelumnya. Kenaikan ini sejalan dengan
perkembangan kinerja segmen Pembiayaan Syariah yang terus menunjukkan
pertumbuhan sepanjang 2025.
Piutang yang Dikelola – Pembiayaan Channeling
Jumlah Pembiayaan Channeling merupakan pembiayaan yang dilakukan
oleh anak usaha P2P Lending Perusahaan yaitu PT FIT, di mana BFI Finance
sebagai perusahaan induk bertindak sebagai pemberi pinjaman (lender).
Pembiayaan ini mencatat penurunan dari Rp198 miliar di 2024 menjadi Rp105
miliar di 2025. Hal ini sejalan dengan berkurangnya jumlah pihak yang dibiayai
oleh PT FIT.
Piutang Pembiayaan Bersama
Jumlah Piutang Pembiayaan Bersama per akhir 2025 sebesar Rp2.814 miliar
merupakan pembiayaan yang dilakukan dengan PT Bank Jago Tbk (Bank
Jago). Jumlah ini termasuk dalam Piutang yang Dikelola Perusahaan namun
tidak termasuk sebagai bagian dari Piutang Pembiayaan Neto karena transaksi
ini dicatat secara off-balance sheet. Penjelasan detail tentang transaksi
Pembiayaan Bersama dengan Bank Jago disajikan pada halaman 129.
124 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 125
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
Cadangan Kerugian Penurunan Nilai
Sebagaimana disampaikan sebelumnya, Perusahaan mencatat kenaikan pada Cadangan Kerugian Penurunan
Nilai sebesar 20,3% atau Rp166 miliar. Jumlahnya meningkat dari Rp818 miliar di 2024 menjadi Rp984 miliar di 2025.
Peningkatan ini dilakukan sebagai langkah antisipatif dalam merespons potensi risiko kredit di tengah kondisi pasar
yang dinamis dan tantangan ekonomi makro yang berlanjut. Tingkat cadangan saat ini mencapai 3,7% dari Jumlah
Piutang yang Dikelola. NPF Coverage Perusahaan tercatat sebesar 2,7x di atas rata-rata industri pembiayaan.
Per 31 Desember 2025, nilai pembiayaan yang telah melewati tanggal jatuh tempo lebih dari 90 hari adalah Rp365
miliar, atau ekuivalen 1,39% dari Jumlah Piutang yang Dikelola Perusahaan.
Tabel 25 | Cadangan Kerugian Penurunan Nilai
Perbandingan Tahun Sebelumnya
Keterangan (Rp miliar) 2024 2025
Jumlah Persentase
Jumlah Piutang yang
24.133 26.283 2.150 8,9%
Dikelola
NPF (termasuk Pembiayaan
301 365 64 21,3%
Bersama)
Cadangan Kerugian
818 984 166 20,3%
Penurunan Nilai
NPF Coverage 2,7x 2,7x
Kas dan Setara Kas
Posisi Kas dan Setara Kas per akhir 2025 adalah Rp1.552 miliar, turun Rp62 miliar atau 3,8% dari Rp1.614 miliar per
akhir 2024. Penurunan ini terutama disebabkan oleh bertambahnya penggunaan kas untuk Aktivitas Pendanaan
sebesar Rp1.332 miliar, yang terutama berupa pembayaran dividen atas saham yang beredar sebesar Rp1.001 miliar
dan pembelian saham treasuri sebesar Rp147 miliar, serta untuk Aktivitas Investasi sebesar Rp144 miliar.
Meskipun terjadi penurunan, saldo Kas dan Setara Kas per akhir 2025 tergolong tinggi dan memadai untuk mendukung
kebutuhan pembiayaan dan likuiditas Perusahaan.
Piutang Lain-Lain-Pihak Ketiga
Perusahaan mencatat Piutang Lain-Lain-Pihak Ketiga dalam berbagai bentuk, antara lain, Piutang dalam Proses
Penyelesaian-Neto (nilai buku dari aset agunan yang dikembalikan oleh/diambil dari konsumen yang tidak dapat
meneruskan pembayaran piutang), Piutang Penerimaan Angsuran Konsumen (pembayaran yang telah dilakukan
pelanggan dan diterima oleh mitra pembayaran BFI Finance, namun baru akan dikreditkan ke rekening bank
Perusahaan pada hari kerja berikutnya), Piutang Karyawan, dan Premi Asuransi.
Jumlah Piutang Lain-Lain per 31 Desember 2025 adalah Rp315 miliar, meningkat 7,5% dari Rp293 miliar per akhir
2024. Peningkatan ini didorong oleh kenaikan nilai Piutang dalam Proses Penyelesaian-Neto sebesar Rp23 miliar atau
11,3% dari posisi satu tahun sebelumnya. Hal ini terjadi karena adanya peningkatan dalam kegiatan penarikan atau
pengembalian aset agunan oleh konsumen, sejalan dengan penurunan daya beli masyarakat yang berdampak pada
kemampuan mereka membayar angsuran yang jatuh tempo.
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 125
Page 126
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
Tabel 26 | Piutang Lain-Lain – Pihak Ketiga
Perbandingan Tahun Sebelumnya
Keterangan (Rp miliar) 2024 2025
Jumlah Persentase
Piutang dalam Proses
203 226 23 11,3%
Penyelesaian - Neto
Piutang Karyawan 46 44 (2) -4,3%
Piutang Penerimaan
39 42 3 7,7%
Angsuran Konsumen
Premi Asuransi 2 1 (1) -50,0%
Lain-Lain 3 2 (1) -33,3%
Jumlah 293 315 22 7,5%
Beban Dibayar di Muka dan Uang Muka
Jumlah Beban Dibayar di Muka dan Uang Muka per 31 Desember 2025 adalah Rp25 miliar, naik 25,0% dari Rp20 miliar
per akhir 2024. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh peningkatan pembayaran di muka untuk kebutuhan proyek IT
yang mendukung transformasi digital sepanjang 2025.
Tabel 27 | Beban Dibayar di Muka dan Uang Muka
Perbandingan Tahun Sebelumnya
Keterangan (Rp miliar) 2024 2025
Jumlah Persentase
Implementasi Proyek IT 15 19 4 26,7%
Bunga 1 2 1 100,0%
Akses Biro Kredit - 2 2 n/a
Lain-Lain 4 2 (2) -50,0%
Jumlah 20 25 5 25,0%
126 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 127
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
Aset Tetap – Neto
Aset Tetap – Neto BFI Finance per 31 Desember 2025 berjumlah Rp668 miliar, turun tipis 0,7% dari Rp673 miliar per
akhir 2024. Penurunan ini terutama disebabkan oleh penjualan dan peremajaan kendaraan operasional Perusahaan.
Aset Hak-Guna – Neto
Jumlah Aset Hak-Guna – Neto per 31 Desember 2025 mencapai Rp46 miliar, atau 7,0% lebih tinggi daripada Rp43
miliar per akhir 2024 karena adanya pembayaran sewa beberapa kantor operasional cabang Perusahaan yang telah
berakhir masa sewanya dan diperpanjang kembali untuk masa sewa lebih dari 12 bulan.
Aset Tak berwujud – Neto
Per 31 Desember 2025, Aset Tak Berwujud - Neto tercatat sebesar Rp144 miliar, menurun 27,6% dari Rp199 miliar pada
tahun sebelumnya. Penurunan ini disebabkan oleh beban amortisasi tahun berjalan.
Aset Pajak Tangguhan
Per 31 Desember 2025, Aset Pajak Tangguhan tercatat sebesar Rp153 miliar, meningkat 0,7% dari Rp152 miliar pada
akhir 2024. Peningkatan ini terutama disebabkan oleh perhitungan perbedaan waktu (beda temporer) Cadangan
Kerugian Penurunan Nilai Piutang Pembiayaan yang merupakan komponen terbesar dari Aset Pajak Tangguhan.
Aset Derivatif
Aset Derivatif bertumbuh 196,4% dari Rp28 miliar pada 31 Desember 2024 menjadi Rp83 miliar pada 31 Desember
2025. Aset Derivatif berasal dari perjanjian-perjanjian swap Perusahaan untuk melakukan lindung nilai atas pinjaman
dalam mata uang asing—khususnya pinjaman luar negeri dalam mata uang dolar AS—sebagai salah satu sumber
pendanaannya, dalam rangka mengantisipasi risiko tingkat bunga dan risiko nilai tukar mata uang.
Kenaikan atau penurunan atas Aset Derivatif tidak berdampak terhadap kinerja Perusahaan, karena aset ini
sepenuhnya berasal dari aktivitas lindung nilai. Perusahaan menerapkan kebijakan lindung nilai yang ketat untuk
pinjaman dalam mata uang asing dan dengan suku bunga mengambang. Semua aktivitas lindung nilai berlangsung
melalui perjanjian swap mata uang dengan bank-bank terkemuka. Lindung nilai dilakukan atas seluruh pinjaman
dalam mata uang asing. Tidak ada komponen keuangan yang terekspos pada risiko mata uang asing dan risiko
tingkat bunga.
Liabilitas
Tabel 28 | Jumlah Liabilitas
Perbandingan Tahun
Sebelumnya
Keterangan (Rp miliar) 2024 % 2025 %
Jumlah Persentase
Pinjaman yang Diterima 10.823 72,4% 10.370 70,0% (453) -4,2%
Surat Berharga yang
2.936 19,7% 3.225 21,8% 289 9,8%
Diterbitkan - Neto
Beban Akrual 301 2,0% 276 1,9% (25) -8,3%
Utang Pajak 173 1,2% 184 1,2% 11 6,4%
Utang Lain-Lain 555 3,7% 592 4,0% 37 6,7%
Liabilitas Imbalan Kerja 150 1,0% 172 1,1% 22 14,7%
Jumlah 14.938 100,0% 14.819 100,0% (119) -0,8%
Jumlah Liabilitas BFI Finance pada 31 Desember 2025 mencapai Rp14.819 miliar, menurun tipis 0,8% dari Rp14.938
miliar pada 31 Desember 2024. Komponen Liabilitas yang terbesar per akhir 2025 adalah Pinjaman yang Diterima,
dengan proporsi 70,0% dari keseluruhan Liabilitas.
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 127
Page 128
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
Tabel 29 | Sumber Dana
Perbandingan Tahun
Sebelumnya
Keterangan (Rp miliar) 2024 % 2025 %
Jumlah Persentase
Pinjaman yang Diterima
Pinjaman Bank (Mata Uang
2.781 25,7% 2.438 23,5% (343) -12,3%
Asing)
Pinjaman Bank (Rupiah) 8.042 74,3% 7.932 76,5% (110) -1,4%
Jumlah Pinjaman yang
10.823 100,0% 10.370 100,0% (453) -4,2%
Diterima
Surat Berharga yang Diterbitkan
Utang Obligasi 2.936 100,0% 3.225 100,0% 289 9,8%
Jumlah Surat Berharga
2.936 100,0% 3.225 100,0% 289 9,8%
yang Diterbitkan - Neto
Jumlah Sumber Dana 13.759 13.595 (164) -1,2%
Pinjaman yang Diterima
Saldo Pinjaman yang Diterima per 31 Desember 2025 tercatat sebesar Rp10.370 miliar, turun 4,2% dibandingkan
Rp10.823 miliar pada akhir 2024. Penurunan tersebut terutama disebabkan oleh berkurangnya Pinjaman Bank dalam
mata uang Rupiah sebesar Rp110 miliar serta penurunan Pinjaman Bank dalam mata uang asing sebesar Rp343 miliar.
Saat ini, jumlah pinjaman dalam mata uang Rupiah mencapai Rp7.932 miliar, atau mencakup 76,5% dari Jumlah
Pinjaman yang Diterima, dan sisanya sebesar Rp2.438 miliar atau 23,5% merupakan pinjaman dalam mata uang USD.
Surat Berharga yang Diterbitkan
Selain pinjaman bank, BFI Finance juga memperoleh pendanaan dari pasar surat utang dalam bentuk Obligasi
Rupiah. Selama 2025, Perusahaan menerbitkan satu surat berharga baru, yakni Obligasi Berkelanjutan VI BFI Finance
Indonesia Tahap II 2025 dengan jumlah keseluruhan Rp1.000 miliar. Jumlah penerbitan ini selaras dengan besarnya
kebutuhan penyaluran pembiayaan Perusahaan. Selama 2025, Perusahaan juga melakukan pelunasan atas surat
berharga yang diterbitkan yang jatuh tempo selama tahun berjalan dengan nilai nominal sebesar Rp712 miliar.
Dengan demikian, saldo Surat Berharga yang Diterbitkan-Neto per 31 Desember 2025 tercatat sebesar Rp3.225 miliar,
atau naik 9,8% dari posisinya per akhir 2024, senilai Rp2.936 miliar.
128 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 129
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
Tabel 30 | Surat Berharga yang Diterbitkan
Keterangan (Rp miliar) 2024 2025
Obligasi
Obligasi Berkelanjutan V BFI Finance Indonesia Tahap III Tahun 2023 483 256
Obligasi Berkelanjutan V BFI Finance Indonesia Tahap IV Tahun 2023 1.010 625
Obligasi Berkelanjutan V BFI Finance Indonesia Tahap V Tahun 2023 850 850
Obligasi Berkelanjutan VI BFI Finance Indonesia Tahap I Tahun 2024 600 500
Obligasi Berkelanjutan VI BFI Finance Indonesia Tahap II Tahun 2025 - 1.000
Jumlah Nilai Nominal 2.943 3.231
Dikurangi Biaya Emisi Obligasi yang Belum Diamortisasi (7) (6)
Jumlah - Neto 2.936 3.225
Jumlah Surat Berharga yang Diterbitkan 2.936 3.225
Pembiayaan Bersama
Sebagai salah satu sumber pendanaan BFI Finance, saat ini Perusahaan memiliki kerja sama Perjanjian Pembiayaan
Bersama dengan Bank Jago, di mana dalam Pembiayaan Bersama ini, Perusahaan bersama dengan Bank Jago
bertindak sebagai penyedia dana dalam pemberian pembiayaan kepada konsumen yang memenuhi kriteria tertentu,
dengan porsi pembiayaan antara Perusahaan vs. Bank Jago masing-masing sebesar 1:99. Perusahaan bertindak
sebagai servicer dalam transaksi ini, di antaranya bertanggung jawab untuk mengelola dokumentasi dan administrasi
setiap konsumen, serta melakukan penagihan atas konsumen yang tidak melakukan pembayaran secara tepat waktu.
Kerja sama Pembiayaan Bersama yang dilakukan ini bersifat without recourse, di mana Perusahaan hanya meneruskan
pembayaran dari konsumen ke bank sesuai porsi pembiayaan, dan tidak memiliki kewajiban untuk membayar
atau menyetor angsuran pokok termasuk bunganya kepada pemberi pembiayaan bersama jika konsumen gagal
melakukan pembayaran angsurannya kepada Perusahaan.
Saldo akhir kerja sama Pembiayaan Bersama per akhir 2025 yang merupakan porsi Bank Jago mencapai Rp2.814
miliar, meningkat sebesar Rp1.595 miliar dari posisi akhir 2024, yakni Rp1.219 miliar.
Utang Pajak
Posisi Utang Pajak per 31 Desember 2025 mencapai Rp184 miliar, naik 6,4% dari nilainya per akhir 2024 sebesar Rp173
miliar. Kenaikan ini terutama pada pos Taksiran Pajak Penghasilan Badan (Pasal 29) Tahun Buku 2025.
Beban Akrual
Beban Akrual adalah beban yang terdiri dari Bonus dan Tunjangan Lainnya, Bunga, Jasa Tenaga Ahli, dan Lain-Lain. Per
31 Desember 2025, nilai Beban yang Masih Harus Dibayar tercatat sebesar Rp276 miliar, menurun 8,3% dibandingkan
Rp301 miliar pada akhir tahun sebelumnya. Penyebab utama dari penurunan ini adalah menurunnya Bonus dan
Tunjangan Lainnya serta Bunga yang harus dibayar di akhir 2025.
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 129
Page 130
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
Tabel 31 | Beban Akrual
Perbandingan Tahun Sebelumnya
Keterangan (Rp miliar) 2024 2025
Jumlah Persentase
Bonus dan Tunjangan
201 181 (20) -10,0%
Lainnya
Bunga 57 43 (14) -24,6%
Jasa Tenaga Ahli 3 6 3 100,0%
Lain-Lain 40 46 6 15,0%
Jumlah 301 276 (25) -8,3%
Utang Lain-Lain
Utang Lain-Lain terutama terdiri dari Deposit Konsumen, Utang kepada Supplier, Premi Asuransi, dan Lain-Lain.
Jumlah Utang Lain-Lain per 31 Desember 2025 adalah Rp592 miliar, meningkat 6,7% dibandingkan posisi akhir tahun
sebelumnya yang disebabkan oleh peningkatan pada Deposit Konsumen serta Lain-Lain.
Tabel 32 | Utang Lain-Lain
Perbandingan Tahun Sebelumnya
Keterangan (Rp miliar) 2024 2025
Jumlah Persentase
Deposit Konsumen 273 292 19 7,0%
Utang kepada Supplier 142 124 (18) -12,7%
Premi Asuransi 60 46 (14) -23,3%
Lain-Lain 80 130 50 62,5%
Jumlah 555 592 37 6,7%
Liabilitas Imbalan Kerja
Liabilitas Imbalan Kerja merupakan kewajiban Perusahaan untuk memenuhi hak karyawan yang bekerja hingga
masa pensiun, atau lebih cepat, sesuai peraturan ketenagakerjaan yang berlaku. Liabilitas Imbalan Kerja Perusahaan
per 31 Desember 2025 tercatat sebesar Rp172 miliar, meningkat 14,7% dibandingkan Rp150 miliar pada akhir 2024.
Kenaikan ini didasarkan pada perhitungan aktuaria, dengan beberapa faktor yang berpengaruh, yaitu tingkat diskonto
(discount rate), kenaikan gaji, asumsi keuangan, dan lain-lain.
130 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 131
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
Ekuitas
Tabel 33 | Jumlah Ekuitas
Perbandingan Tahun Sebelumnya
Keterangan (Rp miliar) 2024 2025
Jumlah Persentase
Modal Saham 399 376 (23) -5,8%
Tambahan Modal Disetor -
610 400 (210) -34,4%
Neto
Saham Treasuri (233) (147) 86 -36,9%
Penghasilan Komprehensif Lain
Kerugian Kumulatif atas
Instrumen Derivatif untuk (65) (30) 35 -53,8%
Lindung Nilai Arus Kas - Neto
Keuntungan Pengukuran
Kembali Program Aktuarial 75 78 3 4,0%
Manfaat Pasti
Saldo Laba
Telah Ditentukan
125 130 5 4,0%
Penggunaannya
Belum Ditentukan
9.271 9.847 576 6,2%
Penggunaannya
Jumlah 10.182 10.654 472 4,6%
Jumlah Ekuitas BFI Finance per 31 Desember 2025 mengalami kenaikan sebesar 4,6% menjadi Rp10.654 miliar.
Kenaikan Ekuitas terbesar didorong oleh kenaikan Saldo Laba, yang berasal dari Laba Bersih Perusahaan setelah
dipotong Dividen Tunai Interim 2025.
Modal Saham
Sepanjang periode pelaporan, Perusahaan menarik kembali 927.732.000 (100%) Saham Treasurinya senilai Rp233
miliar. Tindakan tersebut menurunkan nilai Modal Dasar dan Tambahan Modal Disetor – Neto.
Tambahan Modal Disetor – Neto
Sepanjang 2025, Tambahan Modal Disetor – Neto mengalami penurunan sebesar 34,4% dari Rp610 miliar menjadi
Rp400 miliar yang disebabkan oleh penarikan kembali seluruh sisa Saham Treasuri Perusahaan sejumlah 927.732.000
saham, sebagaimana dijelaskan sebelumnya.
Saham Treasuri
Pada 31 Desember 2025, Perusahaan memiliki 190 juta lembar Saham Treasuri, yang setara dengan 1,26% dari jumlah
saham yang beredar, dengan nilai Rp147 miliar.
Jumlah Saldo Saham Treasuri pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 adalah Rp 233 miliar.
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 131
Page 132
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
Saldo Laba
Jumlah Saldo Laba Perusahaan per akhir 2025 mencapai Rp9.977 miliar, meningkat 6,2% dibandingkan posisi per
akhir 2024 sebesar Rp9.396 miliar. Nilai tersebut terdiri dari Saldo Laba yang Telah Ditentukan Penggunaannya senilai
Rp130 miliar dan Saldo Laba yang Belum Ditentukan Penggunaannya senilai Rp9.847 miliar.
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
KONSOLIDASIAN
Pendapatan
Pendapatan Perusahaan berasal dari Pendapatan Piutang Pembiayaan (93,0% dari keseluruhan), Pendapatan Syariah
(2,4%), dan sisanya dari Pendapatan Lain-Lain.
Jumlah Pendapatan meningkat 6,5% atau sebesar Rp413 miliar, dari Rp6.335 miliar pada 2024 menjadi Rp6.748 miliar
pada 2025. Peningkatan ini terutama disebabkan oleh kenaikan Pendapatan Piutang Pembiayaan sebesar Rp394
miliar, serta kontribusi tambahan dari Pendapatan Pembiayaan Syariah yang naik Rp17 miliar.
Tabel 34 | Pendapatan
Perbandingan Tahun Sebelumnya
Keterangan (Rp miliar) 2024 2025
Jumlah Persentase
Pendapatan
Piutang Pembiayaan
Pendapatan Pembiayaan 4.385 4.741 356 8,1%
Administrasi 851 912 61 7,2%
Denda Keterlambatan 361 369 8 2,2%
Terminasi 286 255 (31) -10,8%
Jumlah Pendapatan
5.883 6.277 394 6,7%
Piutang Pembiayaan
Pembiayaan Syariah 147 164 17 11,6%
Jumlah Pendapatan
6.030 6.441 411 6,8%
Pembiayaan
Pendapatan Lain-Lain 305 307 2 0,7%
Jumlah Pendapatan 6.335 6.748 413 6,5%
Pendapatan Pembiayaan
Jumlah Pendapatan Pembiayaan (tidak termasuk Pembiayaan Bersama) selama 2025 tercatat sebesar Rp6.441 miliar,
naik 6,8% dari Rp6.030 miliar selama 2024. Pendapatan Pembiayaan berasal dari Pendapatan Bunga dari Kegiatan
Pembiayaan, Pendapatan Administrasi, Denda Keterlambatan, dan Pendapatan Terminasi.
Komponen pendapatan terbesar berasal dari Pendapatan Pembiayaan yang mencapai Rp4.741 miliar, meningkat 8,1%
dibandingkan 2024. Pendapatan Administrasi juga mengalami pertumbuhan 7,2% menjadi Rp912 miliar, sementara
Pendapatan Denda Keterlambatan naik 2,2% menjadi Rp369 miliar pada 2025. Di sisi lain, Pendapatan Terminasi
mengalami penurunan sebesar Rp31 miliar menjadi Rp255 miliar pada 2025.
132 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 133
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
Tabel 35 | Pendapatan Pembiayaan berdasarkan Jenis Aset
Perbandingan Tahun Sebelumnya
Keterangan (Rp miliar) 2024 2025
Jumlah Persentase
Rincian berdasarkan Jenis Aset
Pembiayaan Mobil Bekas 3.963 4.226 263 6,6%
Pembiayaan Sepeda Motor 961 1.024 63 6,6%
Pembiayaan Alat Berat 541 597 56 10,4%
Pembiayaan Properti 222 276 54 24,3%
Pembiayaan Syariah 147 164 17 11,6%
Pembiayaan Mobil Baru 154 127 (27) -17,5%
Pembiayaan Channeling 42 27 (15) -35,7%
Jumlah Pendapatan
6.030 6.441 411 6,8%
Pembiayaan
Persentase Jenis Aset
Pembiayaan Mobil Bekas 65,7% 65,6% n/a -0,1%
Pembiayaan Sepeda Motor 15,9% 15,9% n/a 0,0%
Pembiayaan Alat Berat 9,0% 9,3% n/a 0,3%
Pembiayaan Properti 3,7% 4,3% n/a 0,6%
Pembiayaan Syariah 2,4% 2,5% n/a 0,1%
Pembiayaan Mobil Baru 2,6% 2,0% n/a -0,6%
Pembiayaan Channeling 0,7% 0,4% n/a -0,3%
Jumlah 100,0% 100,0%
Jika ditinjau berdasarkan Jenis Aset, kontribusi terbesar terhadap Pendapatan Pembiayaan pada 2025 berasal
dari Pembiayaan Mobil Bekas dengan nilai Rp4.226 miliar. Jumlah tersebut setara dengan 65,6% dari Pendapatan
Pembiayaan secara keseluruhan, dan nilainya meningkat 6,6% dari Rp3.963 miliar pada 2024.
Pendapatan Pembiayaan dari segmen lainnya juga menunjukkan tren peningkatan. Pembiayaan Sepeda Motor,
Alat Berat, Properti, serta Syariah mencatat pertumbuhan pendapatan selama 2025, dengan kenaikan proporsional
tertinggi berasal dari segmen Pembiayaan Properti yang bertumbuh sebesar 24,3% dengan nilai Rp54 miliar.
Di sisi lain, Pendapatan Pembiayaan dari Pembiayaan Mobil Baru mengalami penurunan 17,5% menjadi Rp127 miliar
pada 2025. Pendapatan dari Channeling juga tercatat menurun sebesar Rp15 miliar atau 35,7% menjadi Rp27 miliar
pada periode yang sama.
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 133
Page 134
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
Pendapatan Lain-Lain
Pendapatan Lain-Lain mencakup seluruh sumber pendapatan noninti yang berasal dari kegiatan utama Perusahaan
di luar kegiatan pembiayaan, terutama pendapatan atas Pemulihan Piutang yang Dihapusbukukan, Bunga Bank
(Keuangan), Keuntungan Neto Penjualan Aset Tetap, dan Lain-Lain.
Jumlah Pendapatan Lain-Lain di 2025 relatif tidak berubah, yaitu sebesar Rp307 miliar atau naik tipis 0,7% dari Rp305
miliar di 2024.
Beban
Tabel 36 | Beban
Perbandingan Tahun Sebelumnya
Keterangan (Rp miliar) 2024 2025
Jumlah Persentase
Gaji dan Tunjangan 1.517 1.517 - 0,0%
Beban Bunga dan Keuangan 931 940 9 1,0%
Umum dan Administrasi 875 898 23 2,6%
Cadangan Kerugian
850 1.091 241 28,4%
Penurunan Nilai
Lain-Lain 235 329 94 40,0%
Jumlah 4.408 4.775 367 8,3%
Persentase Beban
Gaji dan Tunjangan 34,4% 31,8% n/a -2,6%
Beban Bunga dan Keuangan 21,1% 19,7% n/a -1,4%
Umum dan Administrasi 19,9% 18,8% n/a -1,1%
Cadangan Kerugian
19,3% 22,8% n/a 3,5%
Penurunan Nilai
Lain-Lain 5,3% 6,9% n/a 1,6%
Jumlah 100,0% 100,0%
Jumlah Beban tercatat sebesar Rp4.775 miliar di 2025, meningkat sebesar Rp367 miliar atau 8,3% dari Rp4.408 miliar
di 2024. Peningkatan Beban terbesar berasal dari kenaikan Cadangan Kerugian Penurunan Nilai sebesar Rp241 miliar
atau 28,4%, disusul oleh peningkatan Beban Lain-Lain sebesar Rp94 miliar atau 40,0%, Beban Umum dan Administrasi
sebesar Rp23 miliar atau 2,6%, serta Beban Bunga dan Keuangan sebesar Rp9 miliar atau 1,0%.
134 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 135
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
Gaji dan Tunjangan
Gaji dan Tunjangan merupakan komponen terbesar dari Beban, mencakup 31,8% dari keseluruhan Beban Perusahaan
selama 2025. Beban ini terdiri dari seluruh gaji dan tunjangan yang dibayarkan di sepanjang tahun berjalan, termasuk
seluruh jenis imbalan kerja seperti bonus kinerja, tunjangan karyawan, dan pajak terkait serta kompensasi pensiun
yang telah ditetapkan sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku.
Nilai Gaji dan Tunjangan di 2025 sama dengan nilainya di 2024 yaitu sebesar Rp1.517 miliar, namun secara porsi
jumlahnya terhadap Beban menurun dari 34,4% menjadi 31,8%.
Beban Bunga dan Keuangan
Beban Bunga dan Keuangan berasal dari kegiatan pendanaan Perusahaan, baik berupa Pinjaman yang Diterima dari
bank maupun Surat Berharga yang Diterbitkan, serta biaya dan beban yang terkait.
Beban Bunga dan Keuangan di 2025 tercatat sebesar Rp940 miliar, naik tipis sebesar Rp9 miliar atau 1,0% dari nilainya
di 2024.
Tabel 37 | Pinjaman, Beban Bunga dan Keuangan, dan Biaya Dana
Perbandingan Tahun Sebelumnya
Keterangan (Rp miliar) 2024 2025
Jumlah Persentase
Pinjaman yang Diterima 10.823 10.370 (453) -4,2%
Surat Berharga yang
2.936 3.225 289 9,8%
Diterbitkan - Neto
Jumlah Pinjaman 13.759 13.595 (164) -1,2%
Beban Bunga dan Keuangan 931 940 9 1,0%
Beban Umum dan Administrasi
Beban Umum dan Administrasi terdiri dari beban yang dibayarkan untuk mendukung kegiatan operasional dan
pertumbuhan bisnis Perusahaan. Di 2025, Beban Umum dan Administrasi meningkat sebesar Rp23 miliar atau 2,6%
menjadi Rp898 miliar.
Beban Cadangan Kerugian Penurunan Nilai
Beban Cadangan Kerugian Penurunan Nilai adalah nilai yang disisihkan berdasarkan evaluasi atas nilai Piutang
Pembiayaan Perusahaan, baik secara individual maupun secara kolektif, yang dihitung secara bulanan untuk
memastikan kecukupan Cadangan Kerugian Penurunan Nilai dalam Piutang yang dinyatakan dalam Laporan Posisi
Keuangan, yang merepresentasikan nilai wajar sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku (IFRS 9/PSAK 71).
Beban Cadangan Kerugian Penurunan Nilai di 2025 meningkat cukup tajam sebesar Rp241 miliar atau 28,4% dari
Rp850 miliar di 2024 menjadi Rp1.091 miliar. Hal ini sejalan dengan kenaikan Piutang yang Dikelola sebesar 8,9%
selama tahun berjalan serta meningkatnya potensi risiko kredit.
Beban Lain-Lain
Beban Lain-Lain terdiri dari beban-beban yang sifatnya tidak rutin atau langsung mendukung kegiatan operasional
dan pertumbuhan bisnis Perusahaan.
Pada 2025, Beban Lain-Lain didominasi oleh Penghapusan Piutang dalam Proses Penyelesaian yang mencakup 96,0%
dari Beban Lain-Lain. Komponen ini meningkat signifikan sebesar Rp86 miliar atau 37,4%, sehingga berdampak pada
kenaikan Beban Lain-Lain secara keseluruhan menjadi Rp329 miliar, atau naik 40,0% dibandingkan 2024.
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 135
Page 136
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
Tabel 38 | Beban Lain-Lain
Perbandingan Tahun Sebelumnya
Keterangan (Rp miliar) 2024 2025
Jumlah Persentase
Penghapusan Piutang dalam
230 316 86 37,4%
Proses Penyelesaian
Kerugian Neto Pelepasan
5 7 2 40,0%
Aset Takberwujud
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai atas Piutang - 6 6 n/a
dalam Proses Penyelesaian
Jumlah 235 329 94 40,0%
Laba Tahun Berjalan
Laba Tahun Berjalan Perusahaan pada 2025 meningkat 1,0% atau sebesar Rp16 miliar dibandingkan 2024, dari
Rp1.565 miliar menjadi Rp1.581 miliar. Peningkatan tersebut diperoleh setelah Perusahaan membukukan Beban
Pajak Penghasilan sebesar Rp392 miliar, atau meningkat Rp30 miliar dibandingkan tahun sebelumnya. Kenaikan
laba disebabkan oleh pertumbuhan Pendapatan selama tahun berjalan sebesar Rp413 miliar, sebagaimana telah
diuraikan pada bagian sebelumnya.
Sementara itu, entitas anak Perusahaan, PT FIT, mencatat rugi tahun berjalan sebesar Rp35 miliar di 2025, dibandingkan
rugi tahun berjalan di 2024 sebesar Rp14 miliar.
Tabel 39 | Laba Tahun Berjalan
Perbandingan Tahun Sebelumnya
Keterangan (Rp miliar) 2024 2025
Jumlah Persentase
Laba Sebelum Pajak 1.927 1.973 46 2,4%
Beban Pajak 362 392 30 8,3%
Laba Tahun Berjalan 1.565 1.581 16 1,0%
Rasio Beban Pajak 18,8% 19,9% n/a 1,1%
Tarif pajak penghasilan bagi Perusahaan di 2024 dan 2025 adalah 19%, lebih rendah dibandingkan tarif standar yaitu
22%, karena Perusahaan memenuhi kriteria berikut:
■ Setidaknya 40% dari saham yang diterbitkan dimiliki oleh publik;
■ Publik harus terdiri dari minimum 300 individu, masing-masing memegang kurang dari 5% dari saham yang
diterbitkan; dan
■ Kedua syarat ini harus dipenuhi setidaknya selama enam bulan (183 hari) dalam satu tahun pajak.
136 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 137
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
Laba Komprehensif Tahun Berjalan
Pada tahun 2025, Jumlah Laba Komprehensif Tahun Berjalan tercatat sebesar Rp1.620 miliar, meningkat 7,4% dari
Rp1.509 miliar pada tahun 2024. Peningkatan ini terutama disebabkan oleh dua faktor utama: pertama, kenaikan Laba
Tahun Berjalan sebesar Rp16 miliar; dan kedua, pembalikan kinerja Pendapatan Komprehensif Lain setelah pajak,
yang pada 2025 mencatat laba Rp39 miliar, berbanding terbalik dengan kerugian Rp56 miliar pada tahun sebelumnya.
Kenaikan Pendapatan Komprehensif Lain tersebut terutama berasal dari penyesuaian atas instrumen lindung nilai
arus kas (hedging) terhadap pinjaman dalam mata uang asing, seiring dengan penguatan nilai tukar per 31 Desember
2025 dibandingkan 31 Desember 2024, serta berdasarkan penilaian Mark-to-Market yang ditetapkan oleh masing-
masing bank mitra.
Tabel 40 | Laba Komprehensif Tahun Berjalan
Perbandingan Tahun Sebelumnya
Keterangan (Rp miliar) 2024 2025
Jumlah Persentase
Laba Tahun Berjalan 1.565 1.581 16 1,0%
(Kerugian) Penghasilan
Komprehensif Lain - Setelah (56) 39 95 -169,6%
Pajak
Jumlah Laba Komprehensif
1.509 1.620 111 7,4%
Tahun Berjalan
Laba per Saham Dasar
Meskipun Laba Tahun Berjalan meningkat sebesar 1,0% pada 2025, Laba per Saham Dasar BFI Finance tercatat
mengalami perubahan dibandingkan tahun sebelumnya senilai Rp103 per saham.
Agustiana
Konsumen Produk Pembiayaan Mobil
Palu, Sulawesi Tengah
Saya pertama kali memanfaatkan fasilitas pembiayaan dari BFI Finance di 2022. Saat itu, saya
membutuhkan dana untuk modal usaha dan merasakan proses yang cepat dengan pelayanan prima
dari BFI Finance. Secara keseluruhan, saya sangat puas atas layanan yang diberikan dan berharap
kualitas ini dapat terus dipertahankan.
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 137
Page 138
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN
Laporan Arus Kas BFI Finance diklasifikasikan ke dalam Aktivitas Operasi, Investasi, dan Pendanaan.
Tabel 41 | Laporan Arus Kas
Perbandingan Tahun Sebelumnya
Keterangan (Rp miliar) 2024 2025
Jumlah Persentase
Kas dan Setara Kas pada Awal
1.740 1.614 (126) -7,2%
Tahun
Arus Kas Neto dari Aktivitas
489 1.414 925 189,2%
Operasi
Arus Kas Neto untuk Aktivitas
(105) (144) (39) 37,1%
Investasi
Arus Kas Neto untuk Aktivitas
(510) (1.332) (822) 161,2%
Pendanaan
Penurunan Neto Kas dan
(126) (62) 64 -50,8%
Setara Kas
Kas dan Setara Kas pada
1.614 1.552 (62) -3,8%
Akhir Tahun
Kas dan Setara Kas Perusahaan mengalami penurunan sebesar Rp62 miliar selama 2025, sehingga menutup tahun
pada posisi Rp1.552 miliar. Perubahan terhadap Kas dan Setara Kas dirinci di bawah ini.
Arus Kas dari Aktivitas Operasi
Arus Kas dari Aktivitas Operasi digunakan untuk mendanai bisnis Perusahaan, terutama penyaluran pembiayaan
baru. Arus Kas Bersih dari Aktivitas Operasi di 2025 tercatat sebesar Rp1.414 miliar, meningkat signifikan 189,2% dari
perolehan di 2024 sebesar Rp489 miliar.
Arus Kas dari Aktivitas Investasi
Arus Kas dari Aktivitas Investasi berasal dari keuntungan dan kerugian terkait aktivitas investasi dan belanja modal.
Arus Kas Bersih untuk Aktivitas Investasi di 2025 mencapai Rp144 miliar, meningkat Rp39 miliar daripada yang
dikeluarkan di 2024 karena adanya peningkatan pada perolehan aset tetap terutama pada kendaraan operasional
Perusahaan selama 2025.
Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan
Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan berkaitan dengan transaksi pendanaan, termasuk pendanaan baru, pelunasan
utang, dan bunga yang jatuh tempo. Arus Kas Bersih untuk Aktivitas Pendanaan melonjak dari Rp510 miliar di 2024
menjadi Rp1.332 miliar di 2025. Hal ini disebabkan oleh pelunasan pinjaman yang diterima, dividen tunai interim
untuk tahun buku 2025 yang lebih besar dibandingkan dengan penerimaan pinjaman baru dibandingkan 2024, serta
dilakukannya pembelian kembali saham treasuri selama 2025.
138 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 139
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
ANALISIS RASIO PENTING
Tabel 42 | Rasio Keuangan Penting
Rata-Rata
Rasio 2024 2025
Industri
ROA 8,0% 7,9% 4,2%*
ROE 15,7% 14,8% 10,7%*
Laba Tahun Berjalan / Jumlah Pendapatan 24,7% 23,4% 15,2%**
* Sumber: Statistik Lembaga Pembiayaan Indonesia per 31 Desember 2025 yang dikeluarkan oleh OJK
** Sumber: Statistik Lembaga Pembiayaan Indonesia per 31 Agustus 2025 yang dikeluarkan oleh OJK
Rata-Rata
Rasio 2024 2025
Industri
Solvabilitas
Rasio Liabilitas terhadap Aset 0,6x 0,6x n/a
Rasio Liabilitas terhadap Ekuitas 1,5x 1,4x n/a
Gearing Ratio 1,4x 1,3x 2,2x*
Pemeringkat Kredit Perusahaan AA-(idn) AA-(idn) AA-(idn)
* Sumber: Statistik Lembaga Pembiayaan Indonesia per 31 Desember 2025 yang dikeluarkan oleh OJK
Ketentuan Rata-Rata
Rasio 2024 2025
OJK Industri*
Rasio Saldo Piutang Pembiayaan
≥ 40% 88,0% 88,3% 86,0%
Neto terhadap Total Aset
Rasio Saldo Piutang Pembiayaan
≥ 50%** 160,6% 165,4% 133,6%
Neto terhadap Total Pinjaman
Rasio Saldo Piutang Pembiayaan
Investasi dan Pembiayaan Modal
≥ 10% 77,4% 72,3% 43,7%
Kerja terhadap Total Saldo Piutang
Pembiayaan
Rasio Piutang Pembiayaan
Bermasalah (Non-Performing ≤ 5% 1,25% 1,39% 2,51%
Financing) - Bruto
Rasio Piutang Pembiayaan
Bermasalah (Non-Performing ≤ 5% 0,21% 0,22% 0,77%
Financing) - Neto
Rasio Permodalan ≥ 10% 67,2% 68,3% n/a
Gearing Ratio ≤ 10x 1,4x 1,3x 2,2x
Rasio Modal Sendiri terhadap Modal
≥ 50% 2.550,7% 2.833,4% 320,2%
Disetor (MSMD)
* Sumber: Statistik Lembaga Pembiayaan Indonesia per 31 Desember 2025 yang dikeluarkan oleh OJK
** Target yang ditetapkan manajemen sesuai ketentuan POJK No. 35/POJK.05/2018
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 139
Page 140
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
PROFITABILITAS
BFI Finance mencatatkan tingkat Profitabilitas yang baik selama 2025 sebesar Rp1.581 miliar, naik 1,0% dari Rp1.565
miliar di 2024.
Imbal Hasil Rata-Rata atas Aset (ROA) di 2025 tercatat 7,9%, turun 0,1% dari 8,0% di 2024, namun tetap lebih tinggi
daripada rata-rata industri pembiayaan di Indonesia, yakni 4,2%.
Imbal Hasil Rata-Rata atas Ekuitas (ROE) turut mencatatkan penurunan, dari 15,7% menjadi 14,8% dalam periode yang
sama. Sebagaimana halnya ROA, ROE Perusahaan juga lebih tinggi dibandingkan rata-rata industri multifinance di
Indonesia, yakni 10,7%.
KEMAMPUAN MEMBAYAR UTANG
Kemampuan Perusahaan untuk Membayar Utang diukur dengan kriteria berikut:
■ Rasio Solvabilitas Aset untuk mengukur jumlah Aset yang dibiayai menggunakan Liabilitas;
■ Rasio Likuiditas untuk mengukur kemampuan untuk memenuhi Liabilitas Lancar menggunakan Aset Lancar;
■ Gearing Ratio untuk mengukur Rasio Utang terhadap Ekuitas; dan
■ Hasil pemeringkatan oleh lembaga pemeringkat kredit yang terakreditasi.
Rasio-rasio Solvabilitas Perusahaan per akhir 2025 relatif tidak berubah dari akhir 2024. Rasio Liabilitas terhadap Aset
sama dengan 2024 sebesar 0,6x, sementara Rasio Liabilitas terhadap Ekuitas turun tipis dari 1,5x menjadi 1,4x dan
Gearing Ratio turun dari 1,4x menjadi 1,3x. Peringkat kredit Perusahaan dari Fitch Ratings juga tetap sama dengan
tahun sebelumnya, yaitu ‘AA-(idn)’.
TINGKAT KOLEKTIBILITAS PIUTANG (KUALITAS ASET)
Tabel 43 | Tingkat Kolektibilitas Piutang (Kualitas Aset)
Jumlah Piutang
Jumlah Persentase
(Rp miliar)
Keterangan Hari
Tunggakan 2024 2025 2024 2025
1 - Lancar 0 - 10 hari 21.291 23.005 88,22% 87,53%
2 - Dalam Perhatian Khusus 11 - 90 hari 2.541 2.913 10,53% 11,08%
3 - Kurang Lancar 91 - 120 hari 106 107 0,44% 0,41%
4 - Diragukan 121 - 180 hari 139 167 0,58% 0,64%
5 - Macet > 180 hari 56 91 0,23% 0,34%
Jumlah 24.133 26.283 100,00% 100,00%
Non-NPF 0 - 90 hari 23.832 25.918 98,75% 98,61%
NPF > 90 hari 301 365 1,25% 1,39%
Kolektibilitas Piutang diklasifikasikan berdasarkan jumlah hari jatuh tempo. Rasio Kolektibilitas Perusahaan di 2025
tetap stabil dibandingkan per akhir 2024. Proporsi Piutang Lancar terhadap Jumlah Piutang per akhir 2025 adalah
87,53%.
140 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 141
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
NPF bruto tercatat sebesar 1,39% atau meningkat dari angka 1,25% di akhir 2024. Namun demikian, angka ini masih
berada di bawah rata-rata industri pembiayaan di Indonesia sebesar 2,51%.Sementara itu, NPF neto Perusahaan terjaga
pada kisaran 0,22%, hanya sedikit lebih tinggi dibandingkan 0,21% per akhir 2024. Meskipun mengalami peningkatan,
pencapaian ini jauh lebih baik dibandingkan ketentuan yang ditetapkan OJK, yakni NPF sebesar kurang dari atau
sama dengan 5%.
RASIO KEUANGAN YANG RELEVAN LAINNYA
BFI Finance senantiasa mematuhi semua peraturan Bank Indonesia dan OJK yang berlaku, termasuk yang terkait
rasio keuangan.
Secara keseluruhan, berdasarkan rasio-rasio keuangan yang ditampilkan pada Tabel 42, posisi keuangan Perusahaan
relatif stabil selama 2025. Seluruh rasio tersebut lebih baik dibandingkan rata-rata industri dan ambang batas yang
ditetapkan oleh OJK.
Akbar Arifin
Pemilik Dealer AA Used Cars Surabaya
Surabaya, Jawa Timur
Saya merasakan pengalaman kerja sama yang sangat menyenangkan dengan BFI Finance. Keunggulan
utama Perusahaan terletak pada dukungan pemasaran serta penyediaan fasilitas bursa, khususnya
Bursa BG Junction Surabaya, yang membantu kelancaran bisnis kami. Kecepatan proses dan kualitas
pelayanan menjadi hal yang paling kami apresiasi dari kerja sama ini. Kerja sama ini telah terjalin
sejak November 2024. Ke depan, kami berharap BFI Finance dapat terus meningkatkan kecepatan
persetujuan, respons dalam penyampaian perhitungan dan pembaruan aplikasi, serta pengembangan
fasilitas bursa mobil agar semakin optimal dalam mendukung mitra.
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 141
Page 142
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
PERBANDINGAN TARGET DAN
REALISASI 2025
Pada 2025, kegiatan usaha BFI Finance diperhadapkan dengan dinamika industri pembiayaan di Indonesia yang
dibayangi oleh tekanan risiko yang meningkat dan perubahan perilaku konsumen di pasar. Perlambatan pada
segmen tertentu, khususnya Pembiayaan Mobil Baru, serta meningkatnya biaya kredit, mendorong Perusahaan
untuk lebih berhati-hati dalam menyalurkan pembiayaan.
Menyikapi situasi yang dialami sepanjang tahun tersebut, fokus operasional selama periode tersebut diarahkan pada
penguatan bisnis inti, terutama Pembiayaan Mobil Bekas dan Non-Dealer Financing. Secara simultan, Perusahaan
juga menjaga kualitas portofolio melalui pengetatan yang selektif pada proses underwriting dan pemantauan risiko
kredit yang lebih disiplin.
Di sisi lain, Perusahaan tetap mendorong pertumbuhan secara terukur dengan memanfaatkan peluang pada
segmen yang menunjukkan ketahanan lebih baik. Pembiayaan Sepeda Motor dan Pembiayaan Beragun Properti
mencatatkan pertumbuhan yang baik. Perusahaan juga melakukan transformasi proses melalui digitalisasi, termasuk
penguatan platform operasional dan penajaman dalam pengambilan keputusan berbasis data.
Dari upaya yang dilakukan, BFI Finance mampu mencatatkan pertumbuhan Pembiayaan Baru sebesar 9,3% pada 2025,
walau pencapaian tersebut sedikit di bawah target yang telah ditetapkan. Pendapatan meningkat sejalan dengan
pertumbuhan Piutang Pembiayaan, meskipun kenaikan beban Cadangan Kerugian Penurunan Nilai mencerminkan
sikap antisipatif Perusahaan terhadap potensi risiko kredit di tengah pasar yang sarat tantangan.
Melalui pengelolaan pendanaan yang cermat dan didukung oleh manajemen risiko yang ketat untuk menjaga kualitas
aset, BFI Finance mampu menjaga stabilitas kinerja dan mencatatkan peningkatan laba, sekaligus mempertahankan
posisi keuangan yang solid sebagai fondasi untuk pertumbuhan di masa depan.
Kinerja Perusahaan dibandingkan target 2025 ditampilkan dalam Tabel 44. Sejumlah indikator, yakni NPF dan
Rasio Pinjaman terhadap Ekuitas, berhasil melampaui target yang telah ditetapkan. Pencapaian ini mencerminkan
kedisiplinan Perusahaan dalam mengelola portofolio pembiayaan, yang turut ditopang oleh strategi pendanaan yang
efektif dari segi biaya.
Tabel 44 | Perbandingan Target dan Realisasi
Keterangan Target Realisasi
Pertumbuhan Penyaluran Pembiayaan Baru 10% di atas pencapaian 2024 9,3%
Pertumbuhan Piutang Neto 4% di atas pencapaian 2024 1,8%
Pertumbuhan Aset 4% di atas pencapaian 2024 1,4%
Pertumbuhan Pendapatan 7% di atas pencapaian 2024 6,5%
Laba Bersih 12% di atas pencapaian 2024 1,0%
NPF < 2,0% 1,39%
Rasio Pinjaman terhadap Ekuitas (Gearing Ratio) < 2,0x 1,3x
Rasio Pembagian Dividen (Dividend Payout Ratio) Sampai dengan 70% *
* Menunggu keputusan RUPS 2026
142 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 143
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
STRUKTUR MODAL
KEBIJAKAN MANAJEMEN ATAS STRUKTUR MODAL
Anggaran dasar Perusahaan menetapkan Modal Dasar Perusahaan senilai Rp500 miliar. Modal Dasar terdiri dari
20 miliar lembar saham dengan nilai nominal Rp25 per saham. Dari Modal Dasar tersebut, sebanyak 15.039.383.620
saham telah diterbitkan dan disetor penuh.
Pengelolaan modal Perusahaan mengacu pada POJK 35/2018 dan perubahannya, yang mensyaratkan:
■ Modal minimum Rp100 miliar;
■ Ekuitas minimum 50% dari jumlah Modal Disetor; dan
■ Rasio Pinjaman yang diterima dan Surat Berharga yang diterbitkan terhadap Ekuitas adalah maksimum 10 kali.
Tabel 45 | Struktur Modal
Capaian Perusahaan
Keterangan Ketentuan POJK
2024 2025
Ekuitas (Rp miliar) Minimum Rp100 miliar 10.182 10.654
Rasio Jumlah Ekuitas terhadap Modal Disetor Minimum 50% 2.550,7% 2.833,4%
Rasio Pinjaman terhadap Ekuitas Maksimum 10x 1,4x 1,4x
INVESTASI MATERIAL ATAS BARANG
MODAL
Belanja Modal Perusahaan di 2025 difokuskan pada perolehan Kendaraan dan Peralatan Kantor, mengikuti
perkembangan kebutuhan operasional karyawannya.
Untuk 2025, Belanja Modal secara keseluruhan berjumlah Rp148 miliar, dengan 82,2% dari jumlah tersebut telah
diselesaikan, sementara sisanya masih dalam penyelesaian. Sumber pendanaan untuk Belanja Modal berasal dari
dana sendiri.
KOMITMEN MATERIAL
Sepanjang 2025, Perusahaan tidak membuat komitmen material apa pun selain yang telah dibahas pada bagian-
bagian sebelumnya.
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 143
Page 144
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
PERISTIWA SETELAH PERIODE
PELAPORAN
Peristiwa setelah periode pelaporan diungkapkan dalam Laporan Keuangan Konsolidasian untuk Tahun yang Berakhir
31 Desember 2025, pada Ekshibit E Catatan 37 tentang Peristiwa Setelah Periode Pelaporan.
DIVIDEN
Kebijakan Dividen Perusahaan secara garis besar menyatakan bahwa:
■ Seluruh saham yang telah diterbitkan dan disetor penuh mempunyai hak yang sama, termasuk hak atas Dividen,
kecuali saham yang dibeli kembali (Saham Treasuri);
■ Tanpa mengurangi hak dari RUPS untuk menentukan lain, Perusahaan menghendaki untuk membagikan
Dividen Tunai dengan nilai hingga 70% dari Laba Bersih Tahun Berjalan; dan
■ Dividen dapat dibagikan sekaligus dalam setahun, atau pun lebih dari satu kali melalui Dividen Interim.
Berdasarkan keputusan Rapat Direksi 28 November 2025, Perusahaan membagikan Dividen Tunai Interim untuk
tahun buku 2025 sebesar Rp35 per lembar saham pada 18 Desember 2025.
Tabel 46 | Pembayaran Dividen
Tahun Buku 2024 2025
Tanggal Rapat Direksi 29 November 2024 28 November 2025
Tanggal RUPS 8 Mei 2025 *
Jumlah Dividen per Saham (dalam nilai penuh - mata uang rupiah)
Interim** 28 35
Final 32 ***
Jumlah 60 35
Rasio Pembayaran 57,7% ***
Tanggal Pembayaran
Interim** 19 Desember 2024 18 Desember 2025
Final 11 Juni 2025 ***
Jumlah Dividen (Rp miliar) 902 520
* Menunggu keputusan tanggal RUPS 2026
** Dividen Tunai Interim diputuskan oleh Rapat Direksi
*** Perusahaan menentukan pembayaran Dividen Final untuk 2025 pada RUPS 2026
144 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 145
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
PENGGUNAAN DANA HASIL
PENAWARAN UMUM
Sesuai persyaratan POJK No. 30/POJK.04/2015 tentang kewajiban penyampaian Laporan Realisasi Penggunaan Dana
Hasil Penawaran Umum (POJK 30/2015), Perusahaan melaporkan penggunaan dana dari setiap aksi korporasinya.
Selama 2025, Perusahaan melakukan penawaran obligasi berdenominasi rupiah, yaitu Obligasi Berkelanjutan VI BFI
Finance Indonesia Tahap II 2025, dengan perolehan dana keseluruhan sejumlah Rp1.000 miliar. Rincian penawaran
umum tersebut disajikan pada bab Data Perusahaan, halaman 234–235.
Sesuai persyaratan POJK 30/2015, Perusahaan melaporkan penggunaan dana dari aksi korporasi tersebut. Sesuai
panduan dalam prospektus dan informasi tambahan yang diterbitkan, dana tersebut telah digunakan seluruhnya
untuk kebutuhan modal kerja dalam menjalankan bisnis utama Perusahaan. Tidak ada perubahan dalam penggunaan
dana dari penerbitan umum tersebut. Seluruh penggunaannya telah dilaporkan kepada pihak otoritas.
INVESTASI, DIVESTASI, MERGER &
AKUISISI, DAN RESTRUKTURISASI
UTANG ATAU MODAL YANG MATERIAL
Perusahaan tidak melakukan Investasi, Divestasi, Merger & Akuisisi, dan Restrukturisasi Utang atau Modal yang
bersifat Material apa pun di 2025.
TRANSAKSI DENGAN POTENSI
BENTURAN KEPENTINGAN DAN PIHAK-
PIHAK BERELASI
Dalam menjalankan kegiatan bisnisnya, Perusahaan dan entitas anak melakukan transaksi dengan pihak-pihak
berelasi, yaitu karyawan (personel manajemen kunci) dan PT Bank Jago Tbk (dalam satu penerima manfaat akhir
yang sama).
Transaksi dengan pihak-pihak yang memiliki hubungan istimewa di atas terdiri dari Beban Gaji dan Tunjangan
karyawan serta Beban Bunga dan Keuangan sejumlah Rp47 miliar di 2025, yang merupakan 1,0% dari Jumlah Beban
di tahun tersebut. Jumlah tersebut lebih rendah dibandingkan dengan Beban Gaji dan Tunjangan yang dibayarkan di
tahun sebelumnya sejumlah Rp56 miliar (1,3% dari Jumlah Beban).
Transaksi dengan PT Bank Jago Tbk sebagai pihak berelasi, terdiri dari Giro sebesar Rp1,8 miliar, Deposito Berjangka
sebesar Rp3 miliar, Pendapatan Keuangan sebesar Rp1,7 miliar, Beban Bunga dan Keuangan sebesar Rp7 juta, dan
Pinjaman yang Diterima sebesar Rp102,6 miliar.
Semua Transaksi dengan Pihak-Pihak Berelasi, kecuali Beban Gaji dan Imbalan Kerja yang dibayarkan kepada personel
manajemen kunci, dilakukan dengan memenuhi persyaratan operasi bisnis normal.
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 145
Page 146
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
PERUBAHAN PERATURAN PERUNDANG-
UNDANGAN DAN PENGARUHNYA
TERHADAP KINERJA PERUSAHAAN
Di 2025, terdapat 33 peraturan baru yang terkait dengan pelaksanaan kegiatan dan operasi bisnis perusahaan
pembiayaan, yakni:
1. Undang-Undang RI No. 20 Tahun 2025 tentang Hukum Acara Pidana;
2. Peraturan Pemerintah RI No. 6 Tahun 2025 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah No. 37 Tahun 2021
tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Kehilangan Pekerjaan;
3. Peraturan Pemerintah RI No. 24 tahun 2025 tentang Penanganan Secara Khusus dan Pemberian Penghargaan
bagi Saksi Pelaku;
4. Peraturan Pemerintah RI No. 28 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko;
5. Peraturan Pemerintah RI No. 44 Tahun 2025 tentang Tata Cara Penerapan Tarif, Pengelolaan, dan Penyelesaian
Keberatan, Keringanan, dan Pengembalian Penerimaan Negara Bukan Pajak;
6. Peraturan Pemerintah RI No. 49 Tahun 2025 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Pemerintah No. 36 Tahun
2021 tentang Pengupahan;
7. Peraturan Pemerintah RI No. 43 Tahun 2025 tentang Pelaporan Keuangan;
8. Peraturan Presiden RI No. 4 Tahun 2025 tentang Perubahan Atas Peraturan Presiden No. 5 Tahun 2015 tentang
Penyelenggaraan Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap Kendaraan Bermotor;
9. Peraturan Menteri Keuangan RI No. 111 Tahun 2025 tentang Pengawasan Kepatuhan Wajib Pajak;
10. Peraturan Menteri Ketenagakerjaan RI No. 7 Tahun 2025 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri
Ketenagakerjaan No. 20 Tahun 2022 tentang Pedoman Pembayaran Dana Iuran Peserta Program Jaminan
Kehilangan Pekerjaan oleh Pemerintah;
11. Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional RI No. 9 Tahun 2025 tentang Perubahan
Atas Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional No. 5 Tahun 2025 tentang
Pelimpahan Kewenangan Penetapan Hak Atas Tanah dan Kegiatan Pendaftaran Tanah;
12. Peraturan Menteri Keuangan RI No. 15 Tahun 2025 tentang Pemeriksaan Pajak;
13. Peraturan OJK No. 2 Tahun 2025 tentang Tata Cara Pelaksanaan Pungutan di Sektor Jasa Keuangan dan
Penerimaan Lainnya;
14. Peraturan OJK No. 4 Tahun 2025 tentang Penyelenggaran Agregasi Jasa Keuangan;
15. Peraturan OJK No. 14 Tahun 2025 tentang Pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham, Rapat Umum
Pemegang Obligasi, dan Rapat Umum Pemegang Sukuk Secara Elektronik;
16. Peraturan OJK No. 19 Tahun 2025 tentang Kemudahan Akses Pembiayaan kepada Usaha Mikro, Kecil, dan
Menengah;
17. Peraturan OJK No. 25 Tahun 2025 tentang Perubahan Atas Peraturan OJK No. 49 Tahun 2024 tentang Pengawasan,
Penetapan Status Pengawasan, dan Tindak Lanjut Pengawasan Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal
Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya;
18. Peraturan OJK No. 32 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Beli Sekarang Bayar Nanti (Buy Now Pay Later);
19. Peraturan OJK No. 35 Tahun 2025 tentang Perubahan atas Peraturan OJK No. 46 Tahun 2024 tentang
Pengembangan dan Penguatan Perusahaan Pembiayaan, Perusahaan Pembiayaan Infrastruktur, dan
Perusahaan Modal Ventura;
20. Peraturan OJK No. 38 Tahun 2025 tentang Gugatan oleh OJK untuk Pelindungan Konsumen di Sektor Jasa
Keuangan;
21. Peraturan OJK No. 39 Tahun 2025 tentang Tata Cara Penagihan Sanksi Administratif Berupa Denda di Sektor
Jasa Keuangan;
22. Peraturan OJK No. 40 Tahun 2025 tentang Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum;
146 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 147
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
23. Peraturan OJK No. 41 Tahun 2025 tentang Kantor Perwakilan Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura,
dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya yang Berkantor Pusat di Luar Negeri;
24. Peraturan OJK No. 42 Tahun 2025 tentang Integritas Pelaporan Keuangan Lembaga Pembiayaan, Perusahaan
Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya;
25. Peraturan Anggota Dewan Komisioner OJK No. 37/PADK.08/2025 tentang Penyediaan Informasi dan
Penyampaian Informasi untuk Pemasaran Produk dan Layanan Jasa Keuangan;
26. Peraturan Anggota Dewan Komisioner OJK No. 44/PADK.01/2025 tentang Tata Cara Penggunaan Profesi
Penunjang di Sektor Jasa Keuangan;
27. Peraturan Anggota Dewan Komisioner OJK No. 45/PADK.06/2025 tentang Laporan Bulanan Perusahaan
Pembiayaan dan Perusahaan Pembiayaan Syariah;
28. Peraturan Anggota Dewan Komisioner OJK No. 48/PADK.06/2025 tentang Penerapan Manajemen Risiko Bagi
Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan
Lainnya;
29. Surat Edaran OJK No. 10/SEOJK.04/2025 tentang Penyampaian Laporan Kepemilikan Atau Setiap Perubahan
Kepemilikan Saham Perusahaan Terbuka dan Laporan Aktivitas Menjaminkan Saham Perusahaan Terbuka
Secara Elektronik;
30. Surat Edaran OJK No. 20/SEOJK.08/2025 tentang Publikasi Penanganan Pengaduan dan Laporan Layanan
Pengaduan;
31. Surat Edaran OJK No. 27/SEOJK.03/2025 tentang Lembaga Pemeringkat dan Peringkat yang Diakui Otoritas Jasa
Keuangan;
32. Surat Edaran OJK No. 28/SEOJK.06/2025 tentang Laporan Penerapan Tata Kelola yang Baik bagi Lembaga
Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya; dan
33. Surat Keputusan Direksi BEI No. Kep-00087/BEI/12-2025 tanggal 12 Desember 2025 perihal Peraturan No. I-E
tentang Kewajiban Penyampaian Informasi.
Penerbitan peraturan tersebut akan semakin memperkuat kualitas layanan dalam sektor jasa keuangan, dan
khususnya industri pembiayaan, di Indonesia. Perusahaan telah menerapkan seluruh tindakan yang diperlukan
dalam rangka memenuhi persyaratan dari peraturan-peraturan tersebut.
Rizki Rahman Halim
Pemilik Dealer Mobil Bekas Fair Auto Car
Surabaya, Jawa Timur
Sejak bekerja sama dengan BFI Finance pada 2023, saya merasakan pengalaman yang sangat positif.
Tim BFI Finance aktif membantu kami dalam pengajuan aplikasi pembiayaan, dengan koordinasi yang
lancar setiap kali ada kendala. Proses yang tidak berbelit menjadi salah satu keunggulan utama BFI
Finance. Saya berharap proses pencairan dapat terus ditingkatkan agar kerja sama ini semakin optimal
dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi kedua belah pihak.
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 147
Page 148
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
PERUBAHAN KEBIJAKAN AKUNTANSI
PERUBAHAN ATAS PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN
(PSAK) DAN INTERPRETASI STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN
(ISAK) YANG BERLAKU EFEKTIF PADA PERIODE BERJALAN
Penerapan dari perubahan standar akuntansi yang berlaku efektif sejak 1 Januari 2025, dan relevan bagi Perusahaan
dan entitas anaknya namun tidak memiliki dampak yang signifikan atas kebijakan akuntansi Perusahaan dan entitas
anaknya, yaitu Amandemen PSAK 221, “Pengaruh Perubahan Kurs Valuta Asing - Kekurangan Ketertukaran” tentang
Panduan untuk situasi ketika suatu entitas tidak memiliki kemampuan untuk menukarkan suatu mata uang ke mata
uang lainnya.
Ringkasan perubahan dan dampak dari standar akuntansi baru tersebut terhadap kondisi keuangan Perusahaan
dijelaskan pada Tabel 47.
Tabel 47 | Perubahan PSAK yang Berdampak terhadap Perusahaan
Dampak terhadap
Standar Akuntansi Ringkasan Perubahan Alasan Perubahan
Perusahaan
Amandemen PSAK Amandemen dilakukan Amendemen tentang
221, "Pengaruh untuk mengatasi panduan entitas terkait
Perubahan Kurs Valuta kekosongan pengaturan mata uang yang tidak
Asing - Kekurangan ketika suatu mata tertukarkan, bertujuan untuk
Ketertukaran" tentang uang tidak dapat menentukan kurs spot yang
Panduan untuk situasi ditukarkan secara normal, tepat untuk digunakan Telah disesuaikan
ketika suatu entitas tidak sehingga sebelumnya saat ketertukaran tidak
memiliki kemampuan menimbulkan tersedia dan risiko yang
untuk menukarkan suatu ketidakpastian dalam akan dihadapi entitas akibat
mata uang ke mata uang penentuan kurs dan kondisi tersebut terhadap
lainnya. perlakuan akuntansinya kinerja dan arus kas.
PROSPEK BISNIS 2026
Fragmentasi perdagangan global yang kian struktural dan bukan lagi sekadar anomali sesaat membuat proyeksi
pertumbuhan PDB global melambat ke angka 3,1%. Otomasi berbasis kecerdasan buatan (AI) yang diyakini banyak
pihak berisiko mendisrupsi pasar tenaga kerja turut berpotensi menahan laju pertumbuhan tersebut. Kondisi
ini dibuat semakin pelik akibat volatilitas geopolitik yang sangat tinggi saat ini dan meningkatnya ketegangan di
berbagai kawasan, termasuk Asia Tenggara.
Dihadapkan pada perpaduan situasi ekonomi dan geopolitik tersebut, Pemerintah cukup optimis dalam menetapkan
target pertumbuhan ekonomi dalam negeri sebesar 5,4% untuk 2026. Strategi pemerintah dalam menggerakkan
perekonomian bertumpu pada percepatan belanja negara, terutama di sektor infrastruktur, yang diiringi dengan
penguatan koordinasi kebijakan fiskal dan moneter.
Proyeksi tersebut kontras dengan prakiraan dari Bank Dunia, yang dalam laporannya berjudul Global Economic
Prospects edisi Januari 2026 memasang angka 5,1% untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk 2026. Walaupun
di bawah target pemerintah, angka ini mencerminkan estimasi yang realistis akan kapasitas perekonomian nasional
dalam merespons tantangan yang ada.
148 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 149
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
Tekanan terhadap daya beli masyarakat masih berlanjut, konsumsi rumah tangga belum sepenuhnya pulih, dan
investasi swasta cenderung tertahan seiring sikap dunia usaha yang masih berhati-hati. Di sisi lain, ruang fiskal yang
terbatas membatasi efektivitas belanja pemerintah dalam mendorong pertumbuhan secara langsung. Dalam kondisi
tersebut, pertumbuhan ekonomi akan sangat ditentukan oleh kemampuan sektor swasta untuk memulihkan daya
beli kelas menengah yang saat ini tengah mengalami penurunan.
Tekanan pada konsumsi rumah tangga tecermin dari sejumlah indikator ekonomi yang lemah, mulai dari penjualan
semen, kendaraan bermotor, hingga properti residensial. Pertumbuhan kredit perbankan yang moderat, kontraksi
pada kredit UMKM, serta pertumbuhan kredit modal kerja dan konsumsi yang terbatas sepanjang 2025, menunjukkan
bahwa para pelaku usaha belum sepenuhnya siap melakukan ekspansi. Kontribusi belanja negara terhadap
pertumbuhan juga masih akan terbatas karena tingkat penerimaan negara yang masih belum optimal di 2026.
Industri multifinance dipandang masih memiliki ruang untuk tumbuh, meskipun laju pertumbuhan piutang
pembiayaan sangat lemah di 2025. Agar dapat tumbuh, para pelaku industri dituntut untuk bertransformasi dan
bukan sekadar berekspansi. Agar evolusi ini berjalan lancar, perusahaan pembiayaan perlu memperkuat manajemen
risiko, mendiversifikasi produk, sekaligus mengakselerasi transformasi teknologi sehingga dapat menyesuaikan
diri dengan kondisi pasar saat ini. Kendati angka penjualan kendaraan bermotor diprediksi mengalami pemulihan,
regulasi yang semakin ketat di industri pembiayaan akan menuntut perusahaan-perusahaan berskala kecil untuk
mengupayakan efisiensi yang lebih tinggi—misalnya melalui digitalisasi—atau melakukan konsolidasi untuk
mewujudkan skala ekonomi.
Untuk 2026, BFI Finance menetapkan sasaran pertumbuhan Penyaluran Pembiayaan Baru, Piutang Neto, dan Laba
Bersih masing-masing sebesar 12%, 4%, dan 2%, dari pencapaian di 2025. Dengan kenaikan Pendapatan sekitar 5%,
Aset ditargetkan mencapai 6% di atas nilainya per akhir 2025. Sementara itu, Gearing Ratio akan terus dipertahankan
di bawah 2,0x. Perusahaan juga menargetkan Rasio Pembagian Dividen sampai dengan 70% untuk memberikan nilai
finansial yang berkesinambungan kepada pemegang saham.
Tabel 48 | Target Usaha 2026
Keterangan Target
Pertumbuhan Penyaluran Pembiayaan Baru 12% di atas pencapaian 2025
Pertumbuhan Piutang Neto 4% di atas pencapaian 2025
Pertumbuhan Aset 6% di atas pencapaian 2025
Pertumbuhan Pendapatan 5% di atas pencapaian 2025
Laba Bersih 2% di atas pencapaian 2025
NPF < 2,0%
Rasio Pinjaman terhadap Ekuitas (Gearing Ratio) < 2,0x
Rasio Pembagian Dividen (Dividend Payout Ratio) Sampai dengan 70%
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 149
Page 150
Tata Kelola
Perusahaan
yang Baik
150 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 151
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 151
Page 152
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN
YANG BAIK
BFI Finance menerapkan prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance/GCG)
sesuai pedoman dari otoritas terkait sebagai wujud tanggung jawab terhadap keberlanjutan usaha. Praktik ini
dilaksanakan dengan mematuhi seluruh peraturan yang berlaku. Daftar peraturan tersebut dikaji dan diperbarui
secara berkala, sebagaimana tercantum di https://www.bfi.co.id/id/corporate/tata-kelola-perusahaan/pedoman-tata-
kelola-perusahaan.
PRINSIP UTAMA
Perusahaan menerapkan prinsip-prinsip GCG berikut dalam kegiatan usahanya pada seluruh jenjang organisasi:
1. Keterbukaan: Perusahaan mengedepankan transparansi melalui laporan tahunan, laporan keuangan, dan
publikasi terkait bisnis di situs web Perusahaan.
2. Akuntabilitas: Perusahaan memastikan kejelasan hak, wewenang, tugas, dan tanggung jawab seluruh organ
perusahaan.
3. Pertanggungjawaban: Perusahaan mematuhi peraturan perundangan yang berlaku, termasuk etika bisnis,
tanggung jawab sosial, dan kewajiban perpajakan.
4. Kemandirian: Perusahaan menghindari campur tangan pihak lain yang tidak sesuai aturan dan bebas dari
benturan kepentingan.
5. Kewajaran: Perusahaan memenuhi hak-hak seluruh pemangku kepentingan secara adil, sesuai aturan yang
berlaku, dengan menjaga lingkungan kerja yang aman dan memberikan kesempatan yang setara bagi karyawan.
Pedoman penerapan prinsip-prinsip GCG tersebut tersedia pada situs web Perusahaan di
https://www.bfi.co.id/id/corporate/tata-kelola-perusahaan/pedoman-tata-kelola-perusahaan.
TUJUAN GCG
BFI Finance menerapkan prinsip-prinsip GCG antara lain untuk:
1. Mengoptimasi nilai Perusahaan bagi para pemangku kepentingan;
2. Meningkatkan pengelolaan Perusahaan secara profesional, efektif dan efisien;
3. Meningkatkan kepatuhan organ Perusahaan serta jajaran di bawahnya pada standar etika yang tinggi, peraturan
perundang-undangan, dan kesadaran akan tanggung jawab sosial;
4. Mewujudkan Perusahaan yang lebih sehat, dapat diandalkan, serta berdaya saing kuat, sehingga mampu
mempertahankan keberadaannya dan hidup berkelanjutan untuk mencapai maksud dan tujuan Perusahaan;
dan
5. Meningkatkan kontribusi Perusahaan bagi perekonomian nasional.
152 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 153
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
STRUKTUR DAN MEKANISME GCG
Struktur GCG di BFI Finance terdiri dari organ-organ berikut:
Grafik 9 | Struktur GCG Perusahaan
Prinsip-Prinsip
Transparasi, Akuntabilitas, Tanggung jawab, Independensi, dan Kewajaran
Tata Kelola
RUPS ■ Komite Audit
■ Komite Pemantau
Risiko
■ Komite Nominasi & Struktur Tata
Dewan Pengawas Dewan
Direksi Remunerasi
Syariah Komisaris Kelola
Sistem Pengendalian Audit Sekretaris Manajemen
Kepatuhan
Internal Internal Perusahaan Risiko
Pelaksanaan RUPS, pelaksana fungsi, wewenang, dan tanggung jawab Dewan Komisaris dan Direksi,
Proses
pelaksanaan rapat Dewan Komisaris dan Direksi, pelaksanaan kebijakan dan strategi sejalan dengan
Tata Kelola
visi dan misi, pelatihan dan pengembangan SDM, serta pelaksanaan program CSR
Kesinambungan usaha, efisiensi, kemanfaatan bagi masyarakat, ketaatan terhadap peraturan, Pencapaian
pelindungan konsumen, serta pelestarian lingkungan Tata Kelola
Struktur GCG di BFI Finance dirancang untuk memastikan pemetaan fungsi dan kegiatan bisnis yang jelas,
menghindari benturan kepentingan, sekaligus mendukung fungsi checks and balances.
Pelaksanaan GCG dilakukan melalui kerangka infrastruktur yang mencakup kebijakan, prosedur, sistem informasi
manajemen, serta tugas pokok dan fungsi masing-masing organ. Infrastruktur ini dievaluasi secara berkala dan
disesuaikan dengan perkembangan terbaru serta praktik terbaik. Penyempurnaan terakhir dilakukan melalui
Policy/026 pada 16 Juni 2025 sebagai pedoman pelaksanaannya.
Tabel 49 | Infrastruktur GCG BFI Finance
No. Infrastruktur GCG Bentuk
■ Nilai-Nilai Dasar Perusahaan (G.R.E.A.T.) dan BFI New
1. Pedoman Prinsip-Prinsip Berusaha (Code of
Mindset sebagai pedoman perilaku dan budaya
Business Principles), yang berlaku bagi seluruh
Perusahaan
kegiatan BFI Finance, baik di kantor pusat
■ Tanggung Jawab Perusahaan
maupun kantor cabang, serta bagi setiap
■ Integritas Usaha
karyawannya
■ Komitmen Kegiatan Operasional
■ Peraturan Perusahaan 2024–2026
2. Tata cara pelaksanaan tugas dan tanggung Pedoman Dewan Komisaris dan Direksi (Board Manual)
jawab Dewan Komisaris dan Direksi
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 153
Page 154
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
No. Infrastruktur GCG Bentuk
■ Piagam Komite Audit
3. Kelengkapan dan tata cara pelaksanaan
■ Pedoman Kerja Komite Pemantau Risiko
tugas komite-komite dan satuan kerja yang
■ Pedoman Kerja Komite Nominasi dan Remunerasi
menjalankan fungsi pengendalian internal
■ Piagam Komite Produk dan Pengembangan Kegiatan
Usaha Syariah
■ Piagam Komite Manajemen Risiko
■ Piagam Komite Pengarah Teknologi Informasi
4. Kebijakan dan prosedur penerapan fungsi ■ Pedoman Prinsip-Prinsip Berusaha (Code of Business
kepatuhan, audit internal dan audit eksternal Principles)
■ G.R.E.A.T. (Nilai-Nilai Dasar Perusahaan) dan BFI New
Mindset, keduanya merupakan pedoman perilaku dan
budaya, berlaku untuk seluruh karyawan
■ Peraturan Perusahaan 2024–2026
■ Piagam Audit Internal
■ Berbagai kebijakan, SK, SOP, dan panduan yang
berlaku di Perusahaan
5. Kebijakan transparansi kondisi keuangan dan ■ Laporan Keuangan Triwulanan
nonkeuangan ■ Laporan Keuangan Tengah Tahunan
■ Laporan Keuangan Tahunan
■ Laporan Tahunan Terintegrasi (gabungan Laporan
Tahunan dan Laporan Keberlanjutan)
ROADMAP GCG
Roadmap GCG di Perusahaan dinyatakan secara implisit dan disesuaikan dengan arahan OJK tersebut dalam setiap
praktik penerapannya. Beberapa struktur dan mekanisme penting yang telah berjalan dalam penerapan GCG di
Perusahaan adalah Pedoman Prinsip-Prinsip Berusaha (Code of Business Principles), Pedoman Dewan Komisaris dan
Direksi beserta Komite-Komite, serta prosedur dan kebijakan pendukung lainnya, seperti Kebijakan Sistem Pelaporan
Pelanggaran (Whistleblowing System), Kebijakan Manajemen Risiko, dan Kebijakan Kepatuhan.
Sebagai bagian dari Roadmap GCG, Perusahaan secara berkala melakukan evaluasi, pengkinian, dan sosialisasi GCG
kepada seluruh karyawan.
FOKUS PENERAPAN GCG
Pada 2025, fokus implementasi GCG di Perusahaan adalah sebagai berikut:
1. Penguatan pengelolaan risiko secara umum, dengan fokus pada risiko kredit terkait penurunan kemampuan
bayar di sejumlah segmen pembiayaan;
2. Peningkatan intensitas pemanfaatan data dan sistem digital dalam pengambilan keputusan dan pemetaan risiko;
3. Penguatan fitur pengendalian dan pengawasan atas proses operasional yang diotomasi;
4. Penyelarasan ketentuan Perusahaan dengan berbagai peraturan eksternal terbaru; dan
5. Pemastian dan penilaian dalam aspek-aspek:
a. Kecukupan transparansi laporan;
b. Kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan;
c. Penanganan pelindungan konsumen;
d. Independensi audit; dan
e. Pencapaian kinerja Perusahaan, baik finansial maupun operasional.
154 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 155
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
EVALUASI PENERAPAN GCG
Penilaian pencapaian GCG secara internal di BFI Finance di 2025 menunjukkan bahwa Manajemen telah menerapkan
GCG dengan baik, sebagaimana dirangkum dalam Tabel 50.
Tabel 50 | Evaluasi Penerapan GCG
No. Aspek Faktor Positif Faktor Negatif
A Struktur Tata Kelola
1. Jumlah, Komposisi, Integritas Telah sesuai dengan kompleksitas dan ukuran Tidak ada
dan Kompetensi Anggota Dewan Perusahaan serta memenuhi peraturan yang
Komisaris, Komite-Komite di berlaku.
bawah Dewan Komisaris, Direksi,
dan Komite-Komite di bawah
Direksi
2. Struktur Organisasi BFI Finance memiliki struktur organisasi yang Tidak ada
terdiri atas direktorat, divisi, departemen, dan unit/
fungsi kerja, dengan pembagian tugas, tanggung
jawab, dan wewenang yang jelas dan dapat
mendukung kegiatan bisnis dan operasional, serta
penerapan pengendalian internal.
3. Kebijakan dan Prosedur BFI Finance memiliki kebijakan dan prosedur Tidak ada
yang meliputi Pedoman Dewan Komisaris dan
Direksi, Piagam Komite Audit, Pedoman Kerja
Komite Pemantau Risiko, Pedoman Kerja Komite
Nominasi dan Remunerasi, Piagam Komite Produk
dan Pengembangan Kegiatan Usaha Syariah,
Piagam Komite Manajemen Risiko, Piagam
Komite Pengarah Teknologi Informasi, Piagam
Audit Internal, Pedoman Prinsip-Prinsip Berusaha,
Peraturan Perusahaan 2024–2026, Komitmen
Kegiatan Operasional, Nilai-Nilai Dasar Perusahaan
dan Pedoman Perilaku Karyawan (G.R.E.A.T. dan
BFI New Mindset), serta Kebijakan dan Prosedur
Teknologi Informasi (TI).
4. Sistem Informasi BFI Finance menjalankan Management Tidak ada
Information System (MIS) dan aplikasi Power
Business Intelligence (Power BI) untuk mendukung
aktivitas bisnis dan operasional, dan sistem
pengendalian internal.
B Proses Tata Kelola
1. Pelaksanaan Tugas dan Tanggung Secara umum, pelaksanaan tugas dan tanggung Tidak ada
Jawab jawab Dewan Komisaris, Direksi, dan Komite-
Komite di bawah Dewan Komisaris serta Direksi
telah berlangsung dengan baik.
2. SDM BFI Finance meningkatkan kualitas dan jumlah Tidak ada
SDM dengan mengintensifkan pelatihan-pelatihan
serta berfokus pada kecukupan ketersediaan SDM.
3. Manajemen Risiko BFI Finance rutin melakukan tinjauan atas Tidak ada
limit risiko, pengukuran, pemantauan dan
pengendalian risiko, dan penilaian model internal
atas pengelolaan risiko.
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 155
Page 156
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
No. Aspek Faktor Positif Faktor Negatif
4. Pengaduan Konsumen BFI Finance mengelola dan menyelesaikan Tidak ada
pengaduan konsumen sesuai ketentuan SLA.
5. Budaya Disiplin dan Kepatuhan BFI Finance menegakkan budaya disiplin Tidak ada
dan kepatuhan di seluruh jenjang organisasi
berlandaskan Pakta Integritas untuk
meningkatkan penegakan hukum, menjalankan
kebijakan anti-fraud dan Sistem Pelaporan
Pelanggaran, menerapkan G.R.E.A.T. dan BFI New
Mindset sebagai Nilai-Nilai Dasar Perusahaan, dan
memperkuat Sistem Pengendalian Internal.
6. CSR BFI Finance menjalankan CSR sebagai bagian dari Tidak ada
proses bisnis.
C Hasil Tata Kelola
1. Rekomendasi Dewan Komisaris Rekomendasi dari Dewan Komisaris dan Komite- Tidak ada
dan Komite-Komite di bawah Komite di bawah Dewan Komisaris terdokumentasi
Dewan Komisaris dalam risalah rapat, dan menjadi masukan dan
pertimbangan Direksi dalam pengambilan
keputusan.
2. Benturan Kepentingan Tidak ada indikasi benturan kepentingan yang Tidak ada
mengakibatkan kerugian bagi Perusahaan.
3. Penyampaian Informasi kepada BFI Finance menyampaikan informasi keuangan Tidak ada
Publik dan nonkeuangan kepada publik secara transparan,
antara lain melalui pelaporan keuangan triwulanan,
tengah tahunan, tahunan, dan Laporan Tahunan
Terintegrasi (gabungan Laporan Tahunan dan
Laporan Keberlanjutan).
4. Kinerja Perusahaan BFI Finance mencatat pertumbuhan aset dan laba, Tidak ada
dengan piutang macet (NPF) yang terkendali.
156 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 157
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
TATA KELOLA KEBERLANJUTAN
Penerapan GCG di BFI Finance mempertimbangkan prinsip-prinsip Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola (LST) yang
mengokohkan landasan bagi tata kelola keberlanjutan dan pembangunan berkelanjutan yang menjadi bagian dari
visi jangka panjangnya.
Praktik-praktik LST di Perusahaan dalam periode pelaporan disampaikan dalam bab Keberlanjutan, halaman 202–225.
KEUANGAN BERKELANJUTAN
Bagi BFI Finance, keuangan berkelanjutan adalah bagian penting dari upaya memberdayakan ekonomi yang inklusif
dan setara di seluruh lapisan masyarakat Indonesia, yang akan berdampak substansial terhadap bisnis Perusahaan.
Pelaksanaan keuangan berkelanjutan di Perusahaan dikoordinasikan oleh Direktorat Keuangan, di bawah tanggung
jawab Direktur Keuangan, yang mengelola program dan kegiatan terkait di seluruh outlet Perusahaan. Untuk
mendukung upaya ini, Direksi aktif meningkatkan kompetensi melalui berbagai pelatihan, termasuk yang berfokus
pada keberlanjutan. Grafik Peningkatan Kompetensi Direksi disajikan pada halaman 170.
Risiko terkait pelaksanaan program keuangan berkelanjutan dibahas lebih lanjut dalam bagian Manajemen Risiko di
bab ini, halaman 188–194.
PELIBATAN PEMANGKU KEPENTINGAN
BFI Finance mengelompokkan pemangku kepentingannya menjadi konsumen, pemegang saham, pemasok,
karyawan, mitra kerja, masyarakat, dan regulator. Sebagai bagian dari tata kelola keberlanjutannya, BFI Finance
melibatkan pemangku kepentingannya dalam berbagai cara.
Perusahaan membangun komunikasi yang transparan untuk menciptakan dan mempertahankan kepercayaan
setiap pemangku kepentingan. Perusahaan berdialog dengan mereka untuk memahami kebutuhan, harapan,
menyelesaikan masalah, mengelola dampak, serta mengidentifikasi peluang, sehingga tercipta manfaat yang
optimum bagi semua pihak.
Berbagai isu yang mengemuka dalam mengelola hubungan dengan pemangku kepentingan, termasuk dalam
penerapan keuangan berkelanjutan, disajikan dalam Tabel 51.
Tabel 51 | Rangkuman Isu Pemangku Kepentingan BFI Finance
Kelompok
Pemangku Metode Dialog dan Pelibatan Isu yang Diangkat di 2025 dan Aktivitasnya
Kepentingan
Konsumen Survei konsumen, data keluhan ■ Akses layanan konsumen, penjelasan informasi produk
konsumen, respons dan dan layanan
komentar konsumen melalui ■ Program ServPrize berupa kunjungan secara khusus
saluran komunikasi Perusahaan, tiap bulan kepada konsumen-konsumen terpilih di
antara lain, layanan Customer saat momen spesial
Care melalui jalur hotline, e-mail, ■ Program SENSASI (Senang-Senang bersama BFI)
SMS, WhatsApp, live chat di yang memberikan apresiasi tahunan kepada para
situs web, dan media sosial konsumen terbaik BFI Finance di berbagai wilayah
Perusahaan Indonesia
■ Program “Annual Treatment for Customer” sebagai
perwujudan kreativitas kantor cabang dalam
memberikan penghargaan spesial bagi para konsumen
baru dan repeat order (RO) yang mengajukan
pembiayaan
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 157
Page 158
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
Kelompok
Pemangku Metode Dialog dan Pelibatan Isu yang Diangkat di 2025 dan Aktivitasnya
Kepentingan
■ Program “Treatment Customer for Loyalty (TRULY)”
berupa kreativitas kantor cabang untuk semakin
mengapresiasi konsumen RO yang mengajukan
pembiayaan melalui Customer Service (CS)
■ Meneruskan kampanye “Waspada Penipuan!” kepada
konsumen
■ Sosialisasi Payment Point di situs web Perusahaan
dan informasi pembayaran angsuran konsumen
melalui akun virtual dari bank-bank rekanan secara
berkelanjutan
■ Pengelolaan pengalaman konsumen di kanal
Google Business melalui respons yang terukur dan
berorientasi solusi, guna menjaga tingkat kepuasan
konsumen serta mendukung keberlanjutan reputasi
dan peringkat layanan Perusahaan
Karyawan Survei karyawan, pertemuan Penguatan pengamalan BFI New Mindset di seluruh
dengan perwakilan karyawan, jenjang karyawan, penerapan BFI Culture 2.0 beserta
e-mail blast, Leader’s Talk, serangkaian inisiatif utamanya, perluasan Regional
Service Insight Community (SIC), Training Center (RTC) ke berbagai wilayah, sosialisasi
sarana komunikasi interaktif berkelanjutan dari para pakar mengenai isu keamanan
karyawan melalui aplikasi BELLA, siber yang terus berkembang
pelatihan melalui jalur luring dan
daring seperti aplikasi M-BEAT
sebagai sarana pembelajaran
untuk materi-materi bersifat
teknis dan nonteknis
Pemegang Saham Laporan triwulanan dan tahunan, Pengembangan usaha, tata kelola dan akuntabilitas,
pertemuan dengan investor, kesehatan usaha
calon investor dan analis, RUPST
dan RUPSLB
Pemasok Pelibatan berbasis kontrak, Keberlanjutan pasokan, kualitas kinerja dan produksi,
tinjauan kinerja ketepatan waktu
Mitra Kerja Pelibatan berbasis kontrak, Kualitas kinerja, ketepatan waktu, evaluasi kontrak
tinjauan kinerja
Masyarakat Forum dan pelatihan, paparan Dukungan pada kondisi sosioekonomi masyarakat dan
publik tahunan ke media massa, lingkungan, akselerasi edukasi literasi keuangan dan
kemitraan dengan lembaga inklusi keuangan, pelaporan kinerja Perusahaan secara
eksternal untuk tujuan sosial dan lebih disiplin dan tepat waktu
kemasyarakatan, partisipasi aktif
Perusahaan dalam kegiatan-
kegiatan yang bertujuan untuk
mengakselerasi edukasi literasi
keuangan dan inklusi keuangan
di berbagai wilayah Indonesia
Regulator Pertemuan/rapat rutin (termasuk Kepatuhan, keterbukaan informasi, pengembangan
webinar dan diskusi terfokus usaha, tata kelola dan akuntabilitas, kesehatan usaha
kelompok/FGD), pengisian survei,
pelaporan rutin dan ad hoc
Perusahaan juga melibatkan pemangku kepentingan lebih lanjut melalui keanggotaan dalam sejumlah organisasi
eksternal yang selaras dengan tujuan Perusahaan.
158 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 159
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM
Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) merupakan organ perusahaan dengan wewenang sesuai ketentuan undang-
undang dan/atau anggaran dasar, yang tidak diberikan kepada Dewan Komisaris maupun Direksi.
RUPS merupakan forum bagi pemegang saham untuk memberikan pengaruh terhadap pengelolaan Perusahaan,
sekaligus bagi Dewan Komisaris dan Direksi untuk menyampaikan laporan serta mempertanggungjawabkan
pelaksanaan tugas dan kinerja mereka kepada pemegang saham.
RUPS terdiri atas RUPS Tahunan (RUPST) dan RUPS Luar Biasa (RUPSLB). Pelaksanaan RUPS mematuhi peraturan
perundang-undangan yang berlaku serta ketentuan dalam anggaran dasar.
WEWENANG RUPS
RUPS memiliki wewenang, antara lain, untuk:
1. Mengangkat dan memberhentikan anggota Dewan Komisaris dan Direksi berdasarkan kebijakan/pedoman yang
ditetapkan oleh pemegang saham;
2. Memberikan pengesahan/keputusan yang diperlukan untuk menjaga kepentingan usaha Perusahaan dalam
jangka panjang dan jangka pendek sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan/atau anggaran dasar;
3. Memberikan persetujuan laporan tahunan termasuk pengesahan laporan keuangan serta tugas pengawasan
Dewan Komisaris sesuai peraturan perundang-undangan dan/atau anggaran dasar;
4. Menetapkan target dan menilai kinerja Direksi dan Dewan Komisaris;
5. Menetapkan remunerasi Dewan Komisaris dan Direksi;
6. Menetapkan auditor eksternal;
7. Menyetujui atau menolak rencana kerja dan anggaran Perusahaan serta rencana kerja jangka panjang Perusahaan;
8. Mengambil keputusan melalui proses yang terbuka dan adil serta dapat dipertanggungjawabkan; dan
9. Melaksanakan GCG sesuai dengan wewenang dan tanggung jawabnya.
HAK PEMEGANG SAHAM
Pemegang saham berhak mengajukan mata acara dalam setiap RUPS yang akan dilaksanakan oleh Perusahaan,
mengajukan pengangkatan anggota Dewan Komisaris dan/atau Direksi Perusahaan, terutama untuk tindakan-
tindakan yang memerlukan persetujuan di muka dari pemegang saham sesuai dengan ketentuan peraturan yang
berlaku.
RUPS DI 2025
Selama 2025, BFI Finance menyelenggarakan 1 kali RUPST dan 3 kali RUPSLB. Penyelenggaraan RUPST dan RUPSLB
tersebut telah sesuai dengan tata cara yang diatur oleh OJK. Rincian kegiatannya dijelaskan di bawah ini.
RUPSLB 30 JANUARI 2025
1. Pemberitahuan rencana dan mata acara RUPSLB kepada OJK melalui surat pada 12 Desember 2024;
2. Pemberitahuan rencana RUPSLB kepada pemegang saham melalui pengumuman pada 19 Desember 2024;
3. Pemanggilan RUPSLB kepada pemegang saham melalui pengumuman pada 6 Januari 2025;
4. Pelaksanaan RUPSLB pada 30 Januari 2025;
5. Penyampaian risalah RUPSLB kepada OJK pada 3 Februari 2025; dan
6. Pengumuman ringkasan risalah RUPSLB pada 3 Februari 2025.
Ringkasan risalah RUPSLB tersedia pada https://www.bfi.co.id/id/corporate/hubungan-investor/rups/Pemberitahuan-
Hasil-Rapat-Umum-Pemegang-Saham-Luar-Biasa-2025.
Seluruh keputusan RUPSLB 30 Januari 2025, sebagaimana tercantum ringkasannya dalam tabel berikut, telah
direalisasikan sepenuhnya di 2025.
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 159
Page 160
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
Tabel 52 | Realisasi Keputusan RUPSLB 30 Januari 2025
Telah Direalisasikan
Keputusan
Belum Direalisasikan
Menerima dengan baik dan mengesahkan pengunduran diri Bapak Francis Lay Sioe
Ho dari jabatannya selaku Presiden Direktur yang berlaku efektif terhitung sejak
ditutupnya Rapat ini
Menerima dengan baik dan mengesahkan pengunduran diri Bapak Andrew Adiwijanto
dari jabatannya selaku Direktur yang berlaku efektif terhitung sejak ditutupnya Rapat
ini
Menyetujui pengangkatan Bapak Francis Lay Sioe Ho sebagai Presiden Komisaris
Perusahaan, menggantikan Bapak Kusmayanto Kadiman, dengan masa jabatan efektif
secepat-cepatnya enam bulan sejak ditutupnya Rapat ini dan setelah diperolehnya
Persetujuan dari Regulator terkait sampai dengan ditutupnya RUPS Tahunan yang
ketiga berikutnya setelah tahun 2025. Dalam hal Persetujuan dari Regulator terkait
diperoleh melebihi jangka waktu enam bulan sejak ditutupnya Rapat ini, maka
pengangkatan termaksud akan berlaku efektif terhitung sejak tanggal Persetujuan dari
Regulator terkait, sampai dengan ditutupnya RUPS Tahunan yang ketiga berikutnya
setelah tahun 2025. Masa jabatan Bapak Kusmayanto Kadiman sebagai Presiden
Komisaris akan berakhir setelah Bapak Francis Lay Sioe Ho efektif menjabat sebagai
Presiden Komisaris
Menyetujui pengangkatan Bapak Sutadi sebagai Presiden Direktur Perusahaan
menggantikan Bapak Francis Lay Sioe Ho untuk masa jabatan efektif sejak ditutupnya
Rapat ini dan setelah diperolehnya Persetujuan dari Regulator terkait, sampai dengan
ditutupnya RUPS Tahunan Perusahaan yang ketiga berikutnya setelah tahun 2025.
Selama Persetujuan dari Regulator terkait belum diperoleh, maka Bapak Sutadi tetap
menjabat sebagai Direktur Perusahaan dan juga akan merangkap sebagai Pejabat
Sementara Presiden Direktur Perusahaan, dan bilamana pengangkatan beliau sebagai
Presiden Direktur Perusahaan tidak disetujui oleh Regulator terkait, maka Bapak
Sutadi akan tetap menjabat sebagai Direktur Perusahaan, dengan masa jabatan sesuai
dengan pengangkatan beliau sebagai Presiden Direktur Perusahaan, yaitu sampai
dengan ditutupnya RUPS Tahunan Perusahaan yang ketiga berikutnya setelah tahun
2025
Menyetujui pengangkatan kembali Bapak Sunata Tjiterosampurno selaku Komisaris
Perusahaan dengan masa jabatan efektif terhitung sejak ditutupnya Rapat ini sampai
dengan ditutupnya RUPS Tahunan Perusahaan yang ketiga berikutnya setelah tahun
2025
160 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 161
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
Telah Direalisasikan
Keputusan
Belum Direalisasikan
Menetapkan susunan anggota Direksi, Dewan Komisaris, dan Dewan Pengawas Syariah
Perusahaan terhitung sejak ditutupnya Rapat ini sampai dengan ditutupnya RUPS
Tahunan Perusahaan sesuai dengan masa jabatan masing-masing, sebagai berikut:
DEWAN KOMISARIS
Presiden Komisaris: Bapak Kusmayanto Kadiman* (2025)
Presiden Komisaris: Bapak Francis Lay Sioe Ho** (2025–2028)
Komisaris Independen: Bapak Johanes Sutrisno (2021–2026)
Komisaris Independen: Bapak Alfonso Napitupulu (2021–2026)
Komisaris: Bapak Sunata Tjiterosampurno (2025–2028)
Komisaris: Bapak Saurabh Narayan Agarwal (2023–2028)
DIREKSI
Presiden Direktur: Bapak Sutadi*** (2025–2028)
Direktur: Bapak Sudjono (2024–2027)
Direktur: Bapak Goklas (2024–2027)
* Berakhir masa jabatan pada saat efektif pengangkatan Bapak Francis Lay Sioe Ho sebagai Presiden Komisaris
Perusahaan
** Efektif secepat-cepatnya 6 (enam) bulan sejak ditutupnya Rapat ini dan setelah diperolehnya Persetujuan
dari Regulator terkait. Dalam hal Persetujuan dari Regulator terkait diperoleh melebihi jangka waktu 6 (enam)
bulan sejak ditutupnya Rapat ini, maka pengangkatan termaksud akan berlaku efektif terhitung sejak tanggal
Persetujuan dari Regulator terkait.
*** Efektif setelah diperolehnya Persetujuan dari Regulator terkait dan tetap menjabat sebagai Direktur Perusahaan
dan juga merangkap sebagai Pejabat Sementara Presiden Direktur Perusahaan
DEWAN PENGAWAS SYARIAH
Ketua: Bapak Asrori S. Karni (2022–2027)
Anggota: Ibu Helda Rahmi Sina (2022–2027)
Memberikan kuasa dan wewenang kepada Direksi Perusahaan dengan hak substitusi
untuk menyatakan perubahan anggota Direksi dan atau Dewan Komisaris Perusahaan
dalam suatu akta tersendiri di hadapan Notaris dan mengurus pemberitahuan serta
pendaftaran kepada instansi yang berwenang, serta melakukan segala tindakan yang
diperlukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku sehubungan
dengan keputusan mata acara Rapat
RUPST & RUPSLB 8 MEI 2025
1. Pemberitahuan rencana dan mata acara RUPST & RUPSLB kepada OJK melalui surat pada 14 Maret 2025;
2. Pemberitahuan rencana RUPST & RUPSLB kepada pemegang saham melalui pengumuman pada 21 Maret 2025;
3. Pemanggilan RUPST & RUPSLB kepada pemegang saham melalui pengumuman pada 15 April 2025;
4. Pelaksanaan RUPST & RUPSLB pada 8 Mei 2025;
5. Penyampaian risalah RUPST & RUPSLB kepada OJK pada 14 Mei 2025; dan
6. Pengumuman ringkasan risalah RUPST & RUPSLB pada 14 Mei 2025
Ringkasan risalah RUPST & RUPSLB tersedia pada https://www.bfi.co.id/id/corporate/hubungan-investor/rups/
Pemberitahuan-Hasil-Rapat-Umum-Pemegang-Saham-Tahunan-dan-Luar-Biasa-2025.
Seluruh keputusan RUPST & RUPSLB 8 Mei 2025, sebagaimana tercantum ringkasannya dalam tabel berikut, telah
direalisasikan sepenuhnya di 2025.
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 161
Page 162
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
Tabel 53 | Realisasi Keputusan RUPST 8 Mei 2025
Telah Direalisasikan
Keputusan
Belum Direalisasikan
Menerima dengan baik dan menyetujui Laporan Tahunan Perusahaan untuk tahun
buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 termasuk di dalamnya laporan
tugas dan pengawasan Dewan Komisaris Perusahaan untuk tahun buku yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2024
Menerima dengan baik dan mengesahkan Laporan Keuangan Perusahaan untuk
tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 yang telah diaudit
oleh Kantor Akuntan Publik “Tanubrata Sutanto Fahmi Bambang & Rekan” sesuai
laporannya Nomor: 00005/3.0423/AU.1/09/1042-3/1/II/2025 dengan pendapat “Wajar
Tanpa Modifikasian”, dengan demikian memberikan pembebasan sepenuhnya (acquit
et de charge) kepada Direksi dan Dewan Komisaris dari tanggung jawab atas tindakan
pengurusan dan pengawasan yang telah mereka jalankan selama tahun buku 2024,
sepanjang tindakan-tindakan mereka tercantum dalam Laporan Tahunan Perusahaan
untuk tahun buku 2024 dan tidak bertentangan dengan peraturan perundang-
undangan
Menyetujui penggunaan laba bersih Perusahaan untuk tahun buku yang berakhir 31
Desember 2024 sebesar Rp1.564.674.000.000,00 (satu triliun lima ratus enam puluh
empat miliar enam ratus tujuh puluh empat juta rupiah) dengan peruntukannya
sebagai berikut:
a. Sebesar Rp5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah) dari laba tahun berjalan yang dapat
diatribusikan kepada pemilik entitas induk Perusahaan untuk cadangan sesuai
Anggaran Dasar Perusahaan dan Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 tentang
Perusahaan Terbatas;
b. Sebagai dividen tunai sebesar Rp60,00 (enam puluh rupiah) per lembar saham,
termasuk sebesar Rp28,00 (dua puluh delapan rupiah) per lembar saham yang telah
dibagikan sebagai dividen interim dan telah dibayarkan pada tanggal 19 Desember
2024 sehingga sisa dividen final yang akan dibagikan adalah sebesar Rp32,00 (tiga
puluh dua rupiah) per lembar saham. Sisa dividen final tersebut akan dibagikan
kepada pemegang saham Perusahaan yang tercatat dalam Daftar Pemegang
Saham Perusahaan pada tanggal 22 Mei 2025 pukul 16.00 WIB dan akan dibayarkan
kepada pemegang saham Perusahaan tersebut pada tanggal 11 Juni 2025;
c. Sisa laba bersih tahun buku 2024 akan dibukukan sebagai Laba Ditahan untuk
memperkuat permodalan Perusahaan
Memberikan kuasa dan wewenang kepada Direksi Perusahaan dengan hak substitusi
untuk melaksanakan rencana penggunaan laba bersih sebagaimana disebutkan di
atas, termasuk menentukan jadwal dan tata cara pelaksanaan pembagian dividen
tunai kepada para pemegang saham Perusahaan dan untuk hadir dan menghadap
pihak yang berwenang, satu dan lain hal tanpa ada yang dikecualikan, termasuk tata
cara pengambilan dividen yang telah dimasukkan ke dalam cadangan khusus
Menyetujui pemberian wewenang kepada Dewan Komisaris Perusahaan untuk
menunjuk Akuntan Publik dan/atau Kantor Akuntan Publik yang terdaftar di Otoritas
Jasa Keuangan yang akan mengaudit Laporan Keuangan Perusahaan untuk tahun
buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 dan pemberian wewenang kepada
Dewan Komisaris Perusahaan untuk menetapkan jumlah honorarium dan persyaratan
lain penunjukannya dengan memperhatikan usulan dari Komite Audit Perusahaan
Menetapkan remunerasi Dewan Komisaris dengan total seluruhnya sejumlah
Rp258.557.500,00 (dua ratus lima puluh delapan juta lima ratus lima puluh tujuh
ribu lima ratus rupiah) per bulan setelah dipotong pajak untuk tahun buku 2025 dan
memberikan tantiem kepada Dewan Komisaris untuk tahun buku 2024 sejumlah
Rp1.610.000.000,00 (satu miliar enam ratus sepuluh juta rupiah)
162 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 163
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
Telah Direalisasikan
Keputusan
Belum Direalisasikan
Melimpahkan wewenang kepada Dewan Komisaris untuk menetapkan besarannya
masing-masing di antara anggota Dewan Komisaris dan melakukan penyesuaian atas
total remunerasi dalam hal terdapat perubahan jumlah anggota Dewan Komisaris
dalam tahun buku 2025 dengan memperhatikan rekomendasi dari Komite Nominasi
dan Remunerasi
Menyetujui pemberian kuasa dan wewenang kepada Dewan Komisaris untuk
menentukan pembagian tugas dan wewenang kepada masing-masing Direksi dan
menentukan remunerasi bagi anggota Direksi
Realisasi penggunaan dana hasil Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi
Berkelanjutan VI BFI Finance Indonesia Tahap I Tahun 2024 setelah dikurangi dengan
biaya-biaya emisi telah digunakan sesuai dengan rencana penggunaan dana yang
tertuang dalam Prospektus
Tabel 54 | Realisasi Keputusan RUPSLB 8 Mei 2025
Telah Direalisasikan
Keputusan
Belum Direalisasikan
Menyetujui mengalihkan kekayaan Perusahaan dan/atau menjadikan jaminan
utang kekayaan Perusahaan yang merupakan lebih dari 50% jumlah kekayaan
bersih Perusahaan dalam 1 (satu) transaksi atau lebih, baik yang berkaitan satu sama
lain maupun tidak yang terjadi dalam jangka waktu 1 (satu) tahun buku atau lebih,
termasuk dalam rangka mendapatkan pinjaman dari bank maupun bukan bank, dalam
negeri maupun luar negeri, menerbitkan Obligasi dan Medium Term Notes (MTN),
melakukan kerja sama pembiayaan dengan bank maupun bukan bank, sekuritisasi
dan mendapatkan pinjaman dari berbagai sumber pendanaan lainnya dalam kegiatan
usaha normal Perusahaan termasuk dalam rangka penerbitan lanjutan Penawaran
Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan VI sampai jumlah sebanyak-banyaknya
sebesar Rp3.000.000.000.000,00 (tiga triliun rupiah) dalam beberapa tahap pada tahun
buku 2025
Menyetujui memberikan kuasa dan wewenang kepada Direksi Perusahaan untuk
melakukan tindakan tersebut di atas termasuk dalam rangka mendapatkan pinjaman
dari bank maupun bukan bank, dalam negeri maupun luar negeri, menerbitkan
Obligasi dan Medium Term Notes (MTN), melakukan kerja sama pembiayaan dengan
bank maupun bukan bank, sekuritisasi dan mendapatkan pinjaman dari berbagai
sumber pendanaan lainnya dalam kegiatan usaha normal Perusahaan termasuk dalam
rangka penerbitan lanjutan Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan
VI sebagaimana dimaksud dalam butir 1 yang dijabarkan sebelumnya dengan
pelaksanaannya pada tahun buku 2025, dengan memperhatikan syarat-syarat dan
ketentuan dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku khususnya peraturan
Pasar Modal
Menyetujui mengangkat Bapak Tan Rudy Eddywidjaja dan Bapak Iwan masing-masing
sebagai Direktur Perusahaan dengan masa jabatan efektif terhitung sejak ditutupnya
Rapat dan setelah diperolehnya persetujuan dari Regulator terkait, sampai dengan
ditutupnya Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan yang ke-3 (tiga) berikutnya
setelah tahun 2025
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 163
Page 164
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
Telah Direalisasikan
Keputusan
Belum Direalisasikan
Menetapkan susunan anggota Direksi, Dewan Komisaris, dan Dewan Pengawas Syariah
Perusahaan terhitung sejak ditutupnya Rapat ini sampai dengan ditutupnya Rapat
Umum Pemegang Saham Tahunan sesuai dengan masa jabatan masing-masing
sebagai berikut:
DEWAN KOMISARIS
Presiden Komisaris: Bapak Kusmayanto Kadiman* (2021–2026)
Presiden Komisaris: Bapak Francis Lay Sioe Ho** (2025–2028)
Komisaris Independen: Bapak Johanes Sutrisno (2021–2026)
Komisaris Independen: Bapak Alfonso Napitupulu (2021–2026)
Komisaris: Bapak Sunata Tjiterosampurno (2025–2028)
Komisaris: Bapak Saurabh Narayan Agarwal (2023–2028)
DIREKSI
Presiden Direktur: Bapak Sutadi (2025–2028)
Direktur: Bapak Sudjono (2024–2027)
Direktur: Bapak Goklas (2024–2027)
Direktur: Bapak Tan Rudy Eddywidjaja*** (2025–2028)
Direktur: Bapak Iwan*** (2025–2028)
* Berakhir masa jabatan pada saat efektif pengangkatan Bapak Francis Lay Sioe Ho sebagai Presiden Komisaris
Perusahaan
** Efektif secepat-cepatnya 6 (enam) bulan sejak ditutupnya RUPS Luar Biasa tanggal 30 Januari 2025 dan
setelah diperolehnya Persetujuan dari Regulator terkait. Dalam hal Persetujuan dari Regulator terkait diperoleh
melebihi jangka waktu 6 (enam) bulan sejak ditutupnya RUPS 30 Januari 2025 maka pengangkatan akan
berlaku efektif terhitung sejak tanggal Persetujuan dari Regulator terkait.
*** Efektif setelah diperolehnya Persetujuan dari Regulator terkait
DEWAN PENGAWAS SYARIAH
Ketua: Bapak Asrori S. Karni (2022–2027)
Anggota: Ibu Helda Rahmi Sina (2022–2027)
Memberikan kuasa wewenang kepada Direksi Perusahaan dengan hak substitusi
untuk menyatakan perubahan anggota Direksi dan/atau Dewan Komisaris Perusahaan
dalam suatu akta tersendiri di hadapan Notaris dan mengurus pemberitahuan serta
pendaftaran kepada instansi yang berwenang, serta melakukan segala tindakan yang
diperlukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku sehubungan
dengan keputusan mata acara Rapat
a. Menyetujui rencana pengurangan modal Perusahaan dengan cara menarik
kembali seluruh saham treasuri Perusahaan yang berasal dari saham yang dibeli
kembali oleh Perusahaan dan tercatat pada tanggal 31 Desember 2024 dengan
jumlah sebanyak 927.732.000 (sembilan ratus dua puluh tujuh juta tujuh ratus
tiga puluh dua ribu) saham (“Pengurangan Modal”) yang akan mengakibatkan
perubahan Anggaran Dasar Perusahaan sehubungan dengan pengurangan modal
ditempatkan dan disetor
b. Menyetujui perubahan Pasal 4 Ayat (2) Anggaran Dasar Perusahaan sehubungan
dengan modal ditempatkan dan disetor Perusahaan sebagai pelaksanaan dari
Pengurangan Modal
Menyetujui perubahan Pasal 15 Ayat (3) dan Pasal 21 Ayat (8) Anggaran Dasar Perusahaan
Memberi kuasa dan wewenang kepada Direksi Perusahaan dengan hak substitusi
untuk menyatakan dan/atau menyusun kembali dalam suatu akta Notaris (termasuk
mengadakan perubahan dan/atau tambahan) sehubungan dengan perubahan
Anggaran Dasar Perusahaan tersebut, menyampaikan permohonan persetujuan dan/
atau pemberitahuan kepada instansi yang berwenang, dan karenanya berhak pula
untuk menandatangani surat-surat dan dokumen-dokumen permohonan lainnya,
singkatnya melakukan segala tindakan yang diperlukan sesuai dengan ketentuan
Anggaran Dasar dan peraturan perundang-undangan yang berlaku
164 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 165
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
RUPSLB 15 SEPTEMBER 2025
1. Pemberitahuan rencana dan mata acara RUPSLB kepada OJK melalui surat pada 31 Juli 2025;
2. Pemberitahuan rencana RUPSLB kepada pemegang saham melalui pengumuman pada 7 Agustus 2025;
3. Pemanggilan RUPSLB kepada pemegang saham melalui pengumuman pada 22 Agustus 2025;
4. Pelaksanaan RUPSLB pada 15 September 2025;
5. Penyampaian risalah RUPSLB kepada OJK pada 17 September 2025; dan
6. Pengumuman ringkasan risalah RUPSLB pada 17 September 2025.
Ringkasan risalah RUPSLB tersedia pada https://www.bfi.co.id/id/corporate/hubungan-investor/rups/2025/
Pemberitahuan-Hasil-Rapat-Umum-Pemegang-Saham-Luar-Biasa-Sept-2025.
Seluruh keputusan RUPST & RUPSLB 15 September 2025, sebagaimana tercantum ringkasannya dalam tabel berikut,
telah direalisasikan sepenuhnya di 2025.
Tabel 55 | Realisasi Keputusan RUPSLB 15 September 2025
Telah Direalisasikan
Keputusan
Belum Direalisasikan
Menerima dengan baik dan mengesahkan pengunduran diri Bapak Sunata
Tjiterosampurno dari jabatannya selaku Komisaris yang berlaku efektif terhitung sejak
ditutupnya Rapat ini
Menyetujui pengangkatan Bapak Kusmayanto Kadiman sebagai Komisaris Perusahaan
dengan tetap memperhatikan persetujuan dari Regulator terkait dengan masa jabatan
efektif terhitung sejak ditutupnya Rapat ini sampai dengan ditutupnya Rapat Umum
Pemegang Saham Tahunan Perusahaan yang ke-3 (tiga) berikutnya setelah tahun 2025
Menetapkan susunan anggota Direksi, Dewan Komisaris, dan Dewan Pengawas
Syariah Perusahaan terhitung sejak ditutupnya Rapat ini sampai dengan ditutupnya
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Perusahaan sesuai dengan masa jabatan
masing-masing, sebagai berikut:
DEWAN KOMISARIS
Presiden Komisaris: Bapak Francis Lay Sioe Ho (2025–2028)
Komisaris: Bapak Kusmayanto Kadiman (2025–2028)
Komisaris: Bapak Saurabh Narayan Agarwal (2023–2028)
Komisaris Independen: Bapak Johanes Sutrisno (2021–2026)
Komisaris Independen: Bapak Alfonso Napitupulu (2021–2026)
Komisaris: Bapak Saurabh Narayan Agarwal (2023–2028)
DIREKSI
Presiden Direktur: Bapak Sutadi (2025–2028)
Direktur: Bapak Sudjono (2024–2027)
Direktur: Bapak Goklas (2024–2027)
Direktur: Bapak Tan Rudy Eddywidjaja (2025–2028)
Direktur: Bapak Iwan (2025–2028)
DEWAN PENGAWAS SYARIAH
Ketua: Bapak Asrori S. Karni (2022–2027)
Anggota: Ibu Helda Rahmi Sina (2022–2027)
Memberikan kuasa dan wewenang kepada Direksi Perusahaan dengan hak substitusi
untuk menyatakan perubahan anggota Direksi dan/atau Dewan Komisaris Perusahaan
dalam suatu akta tersendiri di hadapan Notaris dan mengurus pemberitahuan serta
pendaftaran kepada instansi yang berwenang, serta melakukan segala tindakan yang
diperlukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku sehubungan
dengan keputusan mata acara Pertama Rapat
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 165
Page 166
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
Telah Direalisasikan
Keputusan
Belum Direalisasikan
Pasal 44 huruf b
POJK 15 menyatakan
bahwa keputusan Rapat
adalah sah jika disetujui
oleh lebih dari ½ (satu
perdua) bagian dari
jumlah seluruh saham
dengan hak suara yang
Persetujuan Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu
sah yang dimiliki oleh
sebagaimana dimaksud dalam Peraturan No. 32/POJK.04/2015 sebagaimana diubah
pemegang saham
oleh POJK Nomor 14/POJK.04/2019 dalam rangka Program Kepemilikan Saham
independen. Oleh karena
Manajemen dan Karyawan (Program Management and Employee Stock Option Plan
total jumlah suara yang
atau MESOP)
setuju hanya mencapai
46,41% dari seluruh
saham yang sah yang
hadir dalam Rapat, maka
Rapat memutuskan tidak
dapat menyetujui usulan
keputusan Mata Acara
Kedua Rapat
RUPS DI 2024
Selama 2024, BFI Finance menyelenggarakan 1 kali RUPST dan 1 kali RUPSLB, keduanya pada 22 Mei 2024. Seluruh
keputusan RUPST dan RUPSLB tersebut telah terlaksana sepenuhnya di 2024, sebagaimana dilaporkan pada
https://www.bfi.co.id/id/corporate/hubungan-investor/rups/Pemberitahuan-Hasil-Rapat-Umum-Pemegang-Saham-
Tahunan-dan-Luar-Biasa-2024.
PENGHITUNGAN SUARA DALAM RUPS OLEH PIHAK INDEPENDEN
Penghitungan suara RUPST dan RUPSLB 2025 dilakukan melalui sistem KSEI sebagai penyedia e-RUPS. Selain itu,
penghitungan fisik juga dilakukan oleh Biro Administrasi Efek dan disaksikan oleh Notaris.
166 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 167
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
DEWAN KOMISARIS
Dewan Komisaris BFI Finance bertugas mengawasi jalannya Perusahaan, memberikan nasihat kepada Direksi, dan
memastikan penerapan GCG. Pengawasan dilakukan secara kolektif pada dua level: performance (pemberian nasihat
dan penyampaian usulan) dan conformance (kepatuhan terhadap peraturan). Dewan Komisaris juga mengawasi
laporan tahunan, tindak lanjut temuan audit, dan semua aspek bisnis Perusahaan.
Anggota Dewan Komisaris diangkat melalui RUPS untuk masa jabatan lima tahun, dan dapat diberhentikan apabila
tidak menjalankan tugas sesuai anggaran dasar. Pengangkatan kembali dilakukan berdasarkan evaluasi kinerja oleh
Komite Nominasi dan Remunerasi, yang memberikan rekomendasi untuk keputusan RUPS.
Anggota Dewan Komisaris harus memenuhi syarat integritas, kemampuan hukum, rekam jejak yang baik, dan
keahlian yang relevan. Mereka tidak boleh pernah terlibat dalam tindak pidana keuangan atau pelanggaran aturan
OJK. Komisaris Independen wajib mematuhi ketentuan tambahan mengenai independensi.
Susunan Dewan Komisaris yang menjabat per akhir 2025 adalah sebagai berikut:
1. Presiden Komisaris: Francis Lay Sioe Ho
2. Komisaris: Kusmayanto Kadiman
3. Komisaris: Saurabh Narayan Agarwal
4. Komisaris Independen: Johanes Sutrisno
5. Komisaris Independen: Alfonso Napitupulu
Pada 2025, susunan anggota Dewan Komisaris mengalami sejumlah perubahan, sebagaimana dinyatakan dalam
keputusan RUPSLB yang diselenggarakan di tahun tersebut, yakni:
1. Pengangkatan Francis Lay Sioe Ho sebagai Presiden Komisaris menggantikan Kusmayanto Kadiman berdasarkan
keputusan RUPSLB 30 Januari 2025;
2. Pengunduran diri Sunata Tjiterosampurno sebagai Komisaris berdasarkan keputusan RUPSLB 15 September 2025;
dan
3. Pengangkatan Kusmayanto Kadiman sebagai Komisaris berdasarkan keputusan RUPSLB 15 September 2025.
Dengan demikian, susunan anggota Dewan Komisaris sebelum dan setelah perubahan-perubahan tersebut adalah
sebagai berikut:
Tabel 56 | Ringkasan Perubahan Susunan Dewan Komisaris
Setelah RUPSLB 30 Januari 2025 Setelah RUPSLB 15 September
Sebelum RUPSLB 30 Januari 2025
hingga RUPSLB 15 September 2025 2025 hingga 31 Desember 2025
Presiden Komisaris: Presiden Komisaris: Presiden Komisaris:
Kusmayanto Kadiman Kusmayanto Kadiman* Francis Lay Sioe Ho
Komisaris: Presiden Komisaris: Komisaris:
Sunata Tjiterosampurno Francis Lay Sioe Ho** Kusmayanto Kadiman
Komisaris: Komisaris Independen: Komisaris:
Saurabh Narayan Agarwal Johanes Sutrisno Saurabh Narayan Agarwal
Komisaris Independen: Komisaris Independen: Komisaris Independen:
Johanes Sutrisno Alfonso Napitupulu Johanes Sutrisno
Komisaris Independen: Komisaris: Komisaris Independen:
Alfonso Napitupulu Sunata Tjiterosampurno Alfonso Napitupulu
Komisaris:
- -
Saurabh Narayan Agarwal
* Berakhir masa jabatan pada saat efektif pengangkatan Bapak Francis Lay Sioe Ho sebagai Presiden Komisaris
** Efektif secepat-cepatnya 6 (enam) bulan sejak ditutupnya RUPSLB 30 Januari 2025 dan setelah diperolehnya persetujuan dari regulator
Profil masing-masing anggota Dewan Komisaris disajikan pada bagian Profil Dewan Komisaris dalam bab Profil
Perusahaan, halaman 64–69.
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 167
Page 168
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
Pada 2025, Dewan Komisaris melaksanakan tugas-tugas berikut, antara lain:
1. Menyelenggarakan 11 kali Rapat Dewan Komisaris;
2. Menyelenggarakan 11 kali Rapat Gabungan Dewan Komisaris dan Direksi;
3. Menyetujui penunjukan KAP untuk tahun buku 2025;
4. Menyetujui rencana operasional Perusahaan 2026; dan
5. Menyetujui usulan Direksi atas anggaran 2026.
Dewan Komisaris merekomendasikan hal-hal berikut di 2025:
1. Usulan nominasi pejabat internal Perusahaan;
2. Usulan remunerasi untuk Direksi dan Dewan Komisaris;
3. Penetapan KAP;
4. Tindak lanjut rekomendasi KAP;
5. Usulan penggunaan laba tahun buku 2025;
6. Usulan mengenai hal-hal strategis terkait kegiatan bisnis Perusahaan; dan
7. Persetujuan atas tindakan Direksi sebagaimana diatur di dalam anggaran dasar Perusahaan.
Dewan Komisaris juga terus meningkatkan kompetensinya, dan di 2025 sejumlah anggotanya mengikuti program
pelatihan dan pengembangan kompetensi yang meliputi:
Grafik 10 | Peningkatan Kompetensi Dewan Komisaris
Februari Oktober
Seminar Nasional “Arah Kebijakan OJK Seminar Nasional “Resilience and
Tahun 2025 dan Strategi Pertumbuhan Turnaround: Indonesia’s Economic
4 Ekonomi Pemerintah Baru” 28 Direction”
Jakarta Jakarta
JS AN APPI KK APPI
Kusmayanto Alfonso
KK JS Johanes Sutrisno AN
Kadiman Napitupulu
Informasi lengkap mengenai Dewan Komisaris disajikan pada bab Data Perusahaan, halaman 236-239.
168 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 169
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
DIREKSI
Direksi BFI Finance bertanggung jawab penuh atas pengurusan Perusahaan untuk kepentingan dan tujuan
Perusahaan serta mewakili Perusahaan, baik di dalam maupun di luar pengadilan, dalam segala hal dan dalam segala
kejadian.
Anggota Direksi diangkat oleh pemegang saham dalam RUPS untuk masa jabatan hingga penutupan RUPST kelima
setelahnya, dan dapat diberhentikan dalam RUPS kapan saja sebelum masa jabatannya berakhir.
Anggota Direksi berasal dari latar belakang yang beragam untuk memastikan kinerja Perusahaan yang optimum.
Sebagai syarat keanggotaan, mereka wajib memenuhi ketentuan Pasar Modal serta memiliki akhlak, moral, dan
integritas baik. Mereka juga harus cakap secara hukum dan memiliki rekam jejak yang bersih, serta berkomitmen
untuk mematuhi peraturan, berkeahlian yang relevan, dan memiliki pemahaman hukum terkait perusahaan
pembiayaan. Selain itu, mereka wajib memiliki pengetahuan, pengalaman, dan kemampuan membuat keputusan
strategis untuk memastikan perkembangan Perusahaan secara sehat.
Susunan Direksi yang menjabat per akhir 2025 adalah sebagai berikut:
1. Presiden Direktur: Sutadi
2. Direktur: Sudjono
3. Direktur: Goklas
4. Direktur: Tan Rudy Eddywidjaja
5. Direktur: Iwan
Pada 2025, susunan anggota Direksi mengalami sejumlah perubahan, sebagaimana dinyatakan dalam keputusan
RUPSLB yang diselenggarakan di tahun tersebut, yakni:
1. Pengunduran diri Francis Lay Sioe Ho sebagai Presiden Direktur dan Andrew Adiwijanto sebagai Direktur
berdasarkan keputusan RUPSLB 30 Januari 2025;
2. Pengangkatan Sutadi sebagai Presiden Direktur berdasarkan keputusan RUPSLB 30 Januari 2025; dan
3. Pengangkatan Tan Rudy Eddywidjaja sebagai Direktur dan Iwan sebagai Direktur berdasarkan keputusan RUPSLB
8 Mei 2025.
Dengan demikian, susunan anggota Direksi sebelum dan setelah perubahan-perubahan tersebut adalah sebagai
berikut:
Tabel 57 | Ringkasan Perubahan Susunan Direksi
Setelah RUPSLB 30 Januari 2025
Sebelum RUPSLB 30 Januari 2025 Setelah RUPSLB 8 Mei 2025
hingga RUPSLB 8 Mei 2025
Presiden Direktur:
Presiden Direktur: Sutadi* Presiden Direktur: Sutadi
Francis Lay Sioe Ho
Direktur: Sutadi Direktur: Sudjono Direktur: Sudjono
Direktur: Sudjono Direktur: Goklas Direktur: Goklas
Direktur: Andrew Adiwijanto - Direktur: Tan Rudy Eddywidjaja**
Direktur: Goklas - Direktur: Iwan**
* Efektif setelah diperolehnya persetujuan dari regulator dan tetap menjabat sebagai Direktur serta merangkap sebagai Pejabat Sementara Presiden
Direktur
** Efektif setelah diperolehnya persetujuan dari regulator
Rincian pembagian tugas dan tanggung jawab masing-masing anggota Direksi disajikan dalam bab Data Perusahaan,
halaman 240-244.
Profil masing-masing anggota Direksi disajikan pada bagian Profil Direksi dalam bab Profil Perusahaan, halaman
70–75.
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 169
Page 170
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
Pada 2025, Direksi melaksanakan 12 kali Rapat Direksi dan mengikuti 11 kali Rapat Gabungan Dewan Komisaris dan
Direksi.
Sebagai upaya untuk mengembangkan kompetensi dalam mengelola Perusahaan secara profesional, di 2025 Direksi
mengikuti pelatihan dan pengembangan kompetensi berikut:
Grafik 11 | Peningkatan Kompetensi Direksi
Februari
Seminar Nasional “Arah Kebijakan OJK
Tahun 2025 dan Strategi Pertumbuhan
4 Ekonomi Pemerintah Baru”
Jakarta
ST GK APPI
September Oktober
Seminar Nasional “Resilience and
Seminar Daring
Turnaround: Indonesia’s Economic
2 “Economic Outlook 2026” 28 Direction”
Jakarta Jakarta
SJ GK TRE IW APPI ST SJ TRE IW APPI
Tan Rudy
ST Sutadi SJ Sudjono GK Goklas TRE IW Iwan
Eddywidjaja
Dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya, Direksi dibantu oleh tiga Komite Direksi, yakni: Komite Produk
dan Pengembangan Kegiatan Usaha Syariah, Komite Manajemen Risiko, dan Komite Pengarah Teknologi Informasi.
Informasi lengkap mengenai Direksi, beserta Komite-Komite Direksi, disajikan pada bab Data Perusahaan, halaman
244–250.
170 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 171
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
DEWAN PENGAWAS SYARIAH
Dewan Pengawas Syariah (DPS) BFI Finance dibentuk sebagai wujud kepatuhan Perusahaan, yang sebagai bagian
dari operasi bisnisnya menjalankan usaha pembiayaan syariah melalui Unit Usaha Syariah (UUS). Pembentukan DPS
didasarkan pada Keputusan RUPSLB 25 Oktober 2017.
DPS mempunyai tugas dan fungsi utama sebagai berikut:
1. Menjadi perwakilan Dewan Syariah Nasional yang ditempatkan pada Perusahaan;
2. Mengawasi kegiatan usaha Cabang Perwakilan Syariah Perusahaan agar sesuai dengan Prinsip Syariah;
3. Menjadi penasihat dan pemberi sarana kepada Direksi, Pimpinan UUS, dan Pimpinan Cabang Perwakilan Syariah
Perusahaan mengenai hal-hal yang terkait dengan Prinsip Syariah; dan
4. Menjadi mediator antara Perusahaan dengan Dewan Syariah Nasional dalam menyampaikan usul dan saran
pengembangan produk dan jasa Perusahaan yang memerlukan kajian dan fatwa Dewan Syariah Nasional.
Susunan DPS per 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:
1. Ketua: Asrori S. Karni
2. Anggota: Helda Rahmi Sina
Kedua anggota DPS telah lulus penilaian kemampuan dan kepatutan OJK. Profil mereka disajikan pada bagian Profil
Dewan Pengawas Syariah dalam bab Profil Perusahaan, pada halaman 76–78.
Kedua anggota DPS per 31 Desember 2025 telah mematuhi seluruh ketentuan Pasal 58 dari POJK No. 48/2024
tentang Tata Kelola yang Baik bagi Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro,
dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (POJK 48/2024), terkait rangkap jabatan anggota DPS.
Semua anggota DPS tidak memiliki hubungan keuangan dan hubungan keluarga sampai dengan derajat kedua
dengan sesama anggota DPS, anggota Direksi, Dewan Komisaris, dan/atau Pemegang Saham Pengendali, atau
hubungan dengan Perusahaan.
Tabel 58 | Independensi DPS
Hubungan Keuangan dengan Hubungan Keluarga dengan
Pemegang Pemegang
Nama Komisaris Direktur Saham Komisaris Direktur Saham
Pengendali Pengendali
Ya Tidak Ya Tidak Ya Tidak Ya Tidak Ya Tidak Ya Tidak
Asrori S. Karni
Helda Rahmi Sina
Di 2025, DPS menyelenggarakan enam kali rapat, dengan rincian tanggal dan kehadiran disajikan pada Tabel 59.
Penyelenggaraan rapat DPS telah sesuai dengan ketentuan Pasal 65 dari POJK 48/2024.
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 171
Page 172
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
Tabel 59 | Jadwal dan Kehadiran Rapat DPS
Tanggal Asrori S. Karni Helda Rahmi Sina
11 Februari 2025
12 Februari 2025
14 Februari 2025
2 Juli 2025
11 Juli 2025
22 Oktober 2025
Jumlah Kehadiran per Anggota 6 6
Persentase Kehadiran per Anggota 100% 100%
Untuk meningkatkan kompetensi anggota DPS, Perusahaan mendorong keikutsertaan mereka secara berkelanjutan
dalam berbagai program pelatihan dan seminar.
Daftar program pelatihan dan seminar yang dihadiri oleh anggota DPS di 2025 tercantum dalam Grafik 12.
Grafik 12 | Peningkatan Kompetensi DPS
Juni Juni
The 4th International Conference on
Law, Economic, and Governance Seminar Nasional Seri-3 bertema
(ICOLEG 2025) bertema “Progressive Law “Indonesia di BRICS: Optimalisasi Kerja
and Sustainable Development Goals: sama Regional dalam Menyikapi Dinamika
3-4 23
A Catalyst for Environmental Justice in Ketegangan Global”
Global Uncertainty”
Semarang, Jawa Tengah Jakarta (daring)
AS Fakultas Hukum Universitas Diponegoro HR Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI)
AS Asrori S. Karni HR Helda Rahmi Sina
172 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 173
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
Juli Agustus
Webinar Nasional Seri-5 bertema
Webinar Nasional Seri-4 bertema “Menguji
“Meningkatkan Rasio Perpajakan di
Efektivitas Kebijakan Devisa Hasil Ekspor
Tengah Tekanan Ekonomi: Strategi &
21 (DHE)” 26
Solusi”
Jakarta (daring) Jakarta (daring)
HR Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) HR Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI)
September
Workshop Pra-Ijtima’ Sanawi (Annual
Meeting) Dewan Pengawas Syariah ke-10
24-25 Tahun 2025
Ijtima’ Sanawi (Annual Meeting) Dewan
Pengawas Syariah ke-21 Tahun 2025
bertema “Penguatan Peran Dewan
26-27 Pengawas Syariah dalam Mengawal
Inovasi Keuangan Syariah Berkelanjutan”
Jakarta
Dewan Syariah Nasional Majelis
AS HR
Ulama Indonesia (DSN-MUI)
AS Asrori S. Karni HR Helda Rahmi Sina
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 173
Page 174
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
KOMITE AUDIT
Komite Audit dibentuk pada 2000 untuk mendukung
pengawasan Dewan Komisaris atas pengelolaan
Perusahaan, dengan prinsip-prinsip GCG dan merujuk
pada POJK No. 55/POJK.04/2015 tentang Pembentukan
dan Pedoman Pelaksanaan Kerja Komite Audit (POJK
55/2015). Komite Audit bertugas memberikan pendapat,
mengidentifikasi isu penting, serta melaksanakan tugas
lain sesuai arahan Dewan Komisaris.
Pedoman kerja Komite Audit dirangkum dalam
Piagam Komite Audit yang menjamin pelaksanaan
tugas secara konsisten, transparan, dan independen.
Piagam ini disusun berdasarkan ketentuan POJK 55/2015
dan diperbarui melalui beberapa keputusan Dewan
Komisaris, terakhir pada 26 Januari 2021. Dokumen ini
tersedia di situs web Perusahaan dan mencakup tugas,
tanggung jawab, serta wewenang Komite Audit.
Komite Audit terdiri dari minimum tiga anggota,
termasuk satu Komisaris Independen sebagai Ketua
dan dua anggota dari luar Perusahaan. Anggota wajib
memiliki integritas tinggi, kompetensi di bidang
keuangan dan akuntansi, serta memahami bisnis dan
peraturan pasar modal. Mereka juga harus memenuhi
berbagai persyaratan, seperti tidak memiliki hubungan
afiliasi dengan pihak terkait Perusahaan, tidak memiliki
saham di Perusahaan, serta bersedia meningkatkan
kompetensi secara berkelanjutan.
Susunan Komite Audit per 31 Desember 2025 adalah
sebagai berikut:
1. Ketua: Johanes Sutrisno (Komisaris Independen)
2. Anggota: Friso Palilingan
3. Anggota: Edy Sugito
Susunan tersebut disahkan melalui SK Dewan Komisaris
No. BOC/SK/I/2021-001, berlaku sejak 26 Januari 2021,
dan dikukuhkan kembali melalui SK Dewan Komisaris
di Luar Rapat No. BOC/SK/IX/2025–0188 tentang
Susunan Keanggotaan Komite–Komite, berlaku sejak 18
September 2025.
Profil masing-masing anggota komite disajikan pada
bagian Profil Komite Audit dalam bab Profil Perusahaan,
halaman 79–81.
Pada 2025, Komite Audit melaksanakan empat kali rapat.
174 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 175
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
Selama periode pelaporan, anggota Komite Audit mengikuti pelatihan dan seminar berikut:
■ Johanes Sutrisno sebagai Komisaris Independen merangkap Ketua Komite Audit mengikuti satu pelatihan/
seminar yang telah dirinci pada Grafik 10.
■ Friso Palilingan mengikuti delapan pelatihan/seminar sebagai berikut:
1. Pendidikan Profesional Berkelanjutan (PPL) “Update PSAK Terkini dalam Penyusunan Laporan Keuangan”, 11
Juni 2025, diselenggarakan secara daring oleh Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI);
2. PPL “Implementasi PSAK 115 & 116: Tantangan Penerapan dan Implikasi ke Laporan Keuangan”, 13 Juni 2025,
diselenggarakan secara daring oleh IAPI;
3. PPL “KEPAP 2021: Kepatuhan terhadap Kode Etik, Prinsip Dasar Etika, NOCLAR, serta Independensi dalam
Perikatan Audit, Perikatan Reviu, dan Perikatan Asuransi Lainnya”, 19 Juni 2025, diselenggarakan di Jakarta
oleh IAPI;
4. PPL Wajib Akuntan Publik PPPK 2025–Batch 4, 25 Juli 2025, diselenggarakan di Jakarta oleh Pusat Pembinaan
Profesi Keuangan (PPPK) dan IAPI;
5. PPL Pendamping PPL Wajib PPPK Tahun 2025 (Batch 6), 30 Juli 2025, diselenggarakan di Jakarta oleh PPPK
dan IAPI;
6. PPL “Implementasi PSAK 115 & 116: Tantangan Penerapan dan Implikasi ke Laporan Keuangan”, 4 Agustus 2025,
diselenggarakan di Jakarta oleh IAPI;
7. PPL IAPI–OJK IKNB “Aspek Akuntansi dan Audit serta Regulasi terkait Laporan Keuangan Fintech termasuk
Fintech Syariah”, 29 Agustus 2025, diselenggarakan di Jakarta oleh IAPI; dan
8. PPL IAPI–OJK “Sektor Pasar Modal Pertimbangan Akuntansi dan Audit Serta Regulasi Pasar Modal dalam
Proses Merger & Akuisisi, serta Update Perkembangan Pasar Modal Syariah Indonesia”, 16 September 2025,
diselenggarakan di Jakarta oleh IAPI.
■ Edy Sugito mengikuti empat pelatihan/seminar sebagai berikut:
1. Webinar Pajak: Strategi Sukses Pemeriksaan Pajak & Update Regulasi 2025 bertema “Sosialisasi Peraturan
Pajak Terbaru & Strategi Sukses Menghadapi Pemeriksaan Pajak”, 22 April 2025, diselenggarakan secara daring
oleh Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) dan Direktorat Jenderal Pajak (DJP);
2. “Economic Outlook Indonesia & Global, Geo Politik & Kebijakan Pemerintahan Baru Amerika”, 27 Mei 2025,
diselenggarakan di Jakarta oleh CReco Consulting & Research dan PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSN
Group);
3. “Global & Indonesia Economic Outlook 2026”, 6 Agustus 2025, diselenggarakan di Jakarta oleh Indofood Group;
dan
4. Webinar “Cybersecurity Awareness FY25–26”, 13 September 2025, diselenggarakan secara daring oleh Texas
Department of Information Resources (DIR).
Komite Audit membuat laporan berkala kepada Dewan Komisaris dan/atau atas setiap penugasan yang diberikan,
serta laporan tahunan pelaksanaan kegiatan Komite Audit yang diungkapkan dalam Laporan Tahunan Perusahaan.
Tugas-tugas yang menjadi bagian dari program kerja Komite Audit di 2025 adalah:
1. Mengadakan rapat Komite Audit setiap tiga bulan sekali;
2. Mengevaluasi kinerja auditor eksternal dan memberikan rekomendasi penunjukan auditor eksternal kepada
Dewan Komisaris;
3. Melakukan evaluasi atas pelaksanaan kepatuhan terhadap ketentuan dan peraturan yang berlaku bagi perusahaan
pembiayaan serta perusahaan publik; dan
4. Mengevaluasi pelaksanaan sistem pengendalian internal dan pelaporan kegiatan Audit Internal.
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 175
Page 176
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
KOMITE
PEMANTAU RISIKO
Komite Pemantau Risiko dibentuk pada 2003 untuk
membantu Dewan Komisaris meninjau risiko utama
dalam register risiko Perusahaan, memastikan evaluasi
risiko baru maupun yang muncul dilakukan dengan
tepat, serta mengidentifikasi tindakan lanjutan yang
diperlukan.
Pedoman kerja Komite Pemantau Risiko dirangkum
dalam Piagam Komite Pemantau Risiko, yang
disusun berdasarkan ketentuan dalam POJK No. 28/
POJK.05/2020 tentang Penilaian Tingkat Kesehatan
Lembaga Jasa Keuangan Nonbank (POJK 28/2020),
POJK No. 48 Tahun 2024 mengenai Tata Kelola yang Baik
bagi Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura,
Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan
Lainnya (POJK 48/2024), dan SEOJK No. 7/SEOJK.05/2021
tentang Penerapan Manajemen Risiko bagi Perusahaan
Pembiayaan dan Perusahaan Pembiayaan Syariah
(SEOJK 7/2021). Piagam ini telah diperbarui melalui
beberapa keputusan Dewan Komisaris, terakhir pada 13
Mei 2020. Dokumen ini tersedia di situs web Perusahaan
dan mencakup tugas, tanggung jawab, serta wewenang
Komite Pemantau Risiko.
Komite Pemantau Risiko terdiri dari dua anggota,
termasuk satu Komisaris Independen sebagai Ketua dan
satu anggota dari luar Perusahaan.
Susunan Komite Pemantau Risiko per 31 Desember 2025
adalah sebagai berikut:
1. Ketua: Johanes Sutrisno (Komisaris Independen)
2. Anggota: Jono Effendy
Susunan tersebut disahkan melalui SK Dewan Komisaris
No. BOC/SK/VI/2021-0092, berlaku sejak 15 Juni 2021,
dan dikukuhkan kembali melalui SK Dewan Komisaris
di Luar Rapat No. BOC/SK/IX/2025–0188 tentang
Susunan Keanggotaan Komite–Komite, berlaku sejak 18
September 2025.
Profil masing-masing anggota komite disajikan pada
bagian Profil Komite Pemantau Risiko dalam bab Profil
Perusahaan, halaman 82–83.
Pada 2025, Komite Pemantau Risiko melaksanakan lima
kali rapat.
176 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 177
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
Selama periode pelaporan, anggota Komite Pemantau Risiko mengikuti pelatihan dan seminar berikut:
■ Johanes Sutrisno sebagai Komisaris Independen merangkap Ketua Komite Pemantau Risiko mengikuti satu
pelatihan/seminar yang telah dirinci pada Grafik 10.
■ Jono Effendy mengikuti lima pelatihan/seminar sebagai berikut:
1. “The Short Essay and Video Reels Judge on The 26th Indonesia Accounting Fair (IAF) 2025 Accounting
Competition”, 3–31 Januari 2025, diselenggarakan di Jakarta oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas
Indonesia (FEB UI);
2. Sertifikasi Kompetensi Manajemen Risiko Perbankan Jenjang Kualifikasi 4, 5, 6, dan 7, 18 Juni 2025,
diselenggarakan di Jakarta oleh Lembaga Sertifikasi Profesi Badan Sertifikasi Manajemen Risiko (LSP BSMR);
3. Inaugurasi Certified Risk Management (CRM) BSMR dan Seminar Nasional “Kesiapan Industri Perbankan
dalam Merespon Eskalasi Climate Risk & Cyber Risk 2025”, 18 Juni 2025, diselenggarakan di Batam (Kepulauan
Riau) oleh LSP BSMR dan Indonesian Risk Professional Association (IRPA);
4. “The Forum 2025: Navigating Geopolitical Threats and Opportunities in the Insurance Industry” dari The Forum
– Indonesia Professional Insurance Forum, 6–8 Agustus 2025, diselenggarakan di Yogyakarta oleh Asosiasi Ahli
Manajemen Asuransi Indonesia (AAMAI); dan
5. Konferensi Internasional (The 15th ERMA Annual Conference) “Risk Beyond 2025“ bertema “Risk Odyssey:
Engineering Momentum, Building a Resilient Risk DNA”, 4–5 Desember 2025, diselenggarakan di Bali
oleh Enterprise Risk Management Academy (ERMA) dan didukung oleh Center for Risk Management &
SustainabilityTM (CRMS) Indonesia.
Program kerja Komite Pemantau Risiko ditujukan untuk memastikan bahwa manajemen mempunyai sistem
manajemen risiko yang kuat dan senantiasa disempurnakan untuk memitigasi kemungkinan timbulnya risiko yang
dapat mengganggu jalannya Perusahaan, serta menghindari kejutan yang mungkin terjadi di masa mendatang.
Tugas-tugas yang menjadi bagian dari program kerja Komite Pemantau Risiko di 2025 adalah:
1. Melakukan pertemuan tiga bulan sekali dengan Divisi Manajemen Risiko Perusahaan serta Direksi untuk
membahas risk monitoring dashboard;
2. Memastikan bahwa kebijakan yang diambil di bidang manajemen risiko telah dilaksanakan dengan baik; dan
3. Menelaah laporan manajemen risiko atas evaluasi risk exposure Perusahaan, khususnya terkait risiko kegiatan
perusahaan pembiayaan, yakni risiko strategi, risiko operasional, risiko aset dan liabilitas, risiko kepengurusan,
risiko tata kelola, risiko dukungan dana, dan risiko pembiayaan, berdasarkan POJK 28/2020, POJK 48/2024, dan
SEOJK 7/2021.
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 177
Page 178
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
KOMITE NOMINASI DAN REMUNERASI
Komite Nominasi dan Remunerasi dibentuk pada 2005 untuk membantu Dewan Komisaris dalam fungsi nominasi
dan remunerasi bagi Direksi, Dewan Komisaris, serta komite-komite di bawah Dewan Komisaris.
Pedoman kerja Komite Nominasi dan Remunerasi dirangkum dalam Piagam Komite Nominasi dan Remunerasi. Sejak
2015, piagam tersebut telah mengacu pada ketentuan dalam POJK No. 34/POJK.04/2014 tentang Komite Nominasi
dan Remunerasi Emiten atau Perusahaan Publik (POJK 34/2014). Dokumen ini tersedia di situs web Perusahaan dan
mencakup tugas, tanggung jawab, serta wewenang Komite Nominasi dan Remunerasi.
Komite Nominasi dan Remunerasi terdiri dari tiga anggota, termasuk satu Komisaris Independen sebagai Ketua dan
dua anggota.
Susunan Komite Nominasi dan Remunerasi per 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:
1. Ketua: Alfonso Napitupulu (Komisaris Independen)
2. Anggota: Francis Lay Sioe Ho (Presiden Komisaris)
3. Anggota: Luki Sri Herlambang (Head of Compensation, Benefits & Rewards)
Susunan tersebut disahkan melalui SK Dewan Komisaris di Luar Rapat No. BOC/SK/IX/2025–0188 tentang Susunan
Keanggotaan Komite-Komite, berlaku sejak 18 September 2025.
Profil masing-masing anggota komite disajikan pada bagian Profil Komite Nominasi dan Remunerasi dalam bab
Profil Perusahaan, halaman 84–85.
Pada 2025, Komite Nominasi dan Remunerasi melaksanakan tiga kali rapat.
Selama periode pelaporan, anggota Komite Nominasi dan Remunerasi mengikuti pelatihan dan seminar berikut:
■ Pelatihan/seminar di 2025 yang diikuti oleh Ketua Komite Nominasi dan Remunerasi, Alfonso Napitupulu, dirinci
pada Grafik 10. Sebagai anggota Komite, Francis Lay Sioe Ho tidak mengikuti pelatihan/seminar di 2025.
■ Luki Sri Herlambang mengikuti tiga pelatihan/seminar sebagai berikut:
1. Webinar “Mewujudkan Hari Tua yang Sejahtera: Strategi peningkatan Kepesertaan Dana Pensiun di Sektor
Informal”, 21 Agustus 2025, diselenggarakan secara daring oleh OJK Institute;
2. “Pelatihan Aktuaria PSAK 219”, 10–11 September 2025, diselenggarakan di Jakarta oleh Kantor Konsultan
Aktuaria (KKA) Steven & Mourits; dan
3. Webinar “Persiapan Ekstra Menuju Masa Pensiun”, 18 Desember 2025, diselenggarakan secara daring oleh
DPLK Manulife Indonesia.
Komite Nominasi dan Remunerasi melaporkan pelaksanaan tugas, tanggung jawab dan prosedur nominasi dan
remunerasi kepada Dewan Komisaris. Ini merupakan bagian dari laporan pelaksanaan tugas Dewan Komisaris dan
disampaikan dalam RUPS. Pelaksanaan fungsi terkait nominasi dan remunerasi telah dilaporkan oleh Perusahaan
dalam Laporan Tahunan dan pada situs web Perusahaan.
Program kerja Komite Nominasi dan Remunerasi di 2025 termasuk mengevaluasi usulan Direksi terkait penetapan
remunerasi bagi anggota Direksi, Dewan Komisaris, dan Komite-Komite lainnya, untuk disampaikan kepada Dewan
Komisaris.
178 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 179
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
SEKRETARIS PERUSAHAAN
Sekretaris Perusahaan BFI Finance ditetapkan melalui SK Direksi No. SK/BOD/II/25-0017 tanggal 31 Januari 2025, untuk
memfasilitasi komunikasi antara perusahaan dengan pemegang saham, OJK, dan pemangku kepentingan lainnya,
termasuk investor. Sekretaris Perusahaan diangkat dan diberhentikan berdasarkan keputusan Direksi.
Mengacu pada POJK No. 35/POJK.04/2014 tentang Sekretaris Perusahaan Emiten atau Perusahaan Publik (POJK
35/2014), Sekretaris Perusahaan bertanggung jawab atas pelaksanaan GCG, penyusunan laporan manajemen, kegiatan
kesekretariatan, penanganan hukum, pengelolaan kehumasan, sistem manajemen mutu, dan sistem manajemen
informasi. Setiap informasi yang disampaikan Sekretaris Perusahaan kepada publik merupakan informasi resmi dari
Perusahaan.
Sekretaris Perusahaan merupakan jabatan perorangan sekaligus penanggung jawab dari unit-unit kerja yang
menjalankan fungsi Sekretaris Perusahaan, antara lain:
1. Departemen Corporate Secretary & Compliance, yang dikepalai oleh Sekretaris Perusahaan (Corporate Secretary)
merangkap Head of Corporate Compliance; dan
2. Investor Relations (Hubungan Investor), yang menjalankan fungsi komunikasi kepada para investor Perusahaan.
Jabatan Sekretaris Perusahaan dapat dirangkap oleh salah satu anggota Direksi. Sekretaris Perusahaan dilarang
merangkap jabatan apapun di emiten atau perusahaan publik lain.
Persyaratan untuk menjabat Sekretaris Perusahaan adalah:
1. Cakap melakukan perbuatan hukum;
2. Memiliki pengetahuan dan pemahaman di bidang hukum, keuangan, dan tata kelola;
3. Memahami kegiatan usaha Perusahaan;
4. Dapat berkomunikasi dengan baik; dan
5. Berdomisili di Indonesia.
PROFIL SEKRETARIS PERUSAHAAN
Sekretaris Perusahaan per 31 Desember 2025 dijabat oleh Budi Darwan Munthe. Profil beliau disajikan di bawah ini:
Budi Darwan Munthe
Sekretaris Perusahaan
Warga Negara Indonesia
Usia: 52 Tahun
Domisili: Bekasi, Jawa Barat
Beliau menjabat sebagai Sekretaris Perusahaan berdasarkan SK Direksi (Surat Penunjukan
Corporate Secretary) No. SK/BOD/I/25-0017 tanggal 31 Januari 2025, dan merangkap sebagai
Head of Corporate Compliance sejak 2017. Sebelumnya, beliau pernah menjabat berbagai
Profil
posisi di Perusahaan, antara lain, Operations Officer, Head of General Affairs & Services,
dan Corporate Secretary Assistant. Beliau meraih gelar Sarjana Ekonomi Akuntansi dari
Universitas Gadjah Mada di Yogyakarta pada 1996.
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 179
Page 180
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB SEKRETARIS PERUSAHAAN
Tugas dan tanggung jawab Sekretaris Perusahaan, berdasarkan POJK 35/2014, adalah:
1. Mengikuti perkembangan pasar modal, khususnya peraturan-peraturan yang berlaku di bidang pasar modal dan
melakukan sosialisasinya kepada Dewan Komisaris, Direksi, dan pemangku kepentingan Perusahaan;
2. Memberikan masukan kepada Direksi dan Dewan Komisaris Perusahaan untuk mematuhi ketentuan peraturan
perundang-undangan di bidang pasar modal;
3. Membantu Direksi dan Dewan Komisaris melaksanakan tata kelola perusahaan, meliputi:
a. Keterbukaan informasi ke masyarakat, termasuk ketersediaan informasi pada situs web;
b. Penyampaian laporan kepada OJK, BEI, dan lembaga regulator lainnya tepat waktu;
c. Penyelenggaraan dan dokumentasi RUPS, termasuk mempersiapkan proses penyelenggaraan dan
mempersiapkan materinya;
d. Penyelenggaraan dan dokumentasi Rapat Direksi dan Rapat Dewan Komisaris; dan
e. Pelaksanaan program pengenalan terhadap Perusahaan untuk anggota baru Direksi dan Dewan Komisaris
serta Komite-Komite di bawah Dewan Komisaris;
4. Sebagai penghubung antara Perusahaan dengan pemegang saham, OJK, dan pemangku kepentingan lainnya.
Tugas-tugas yang dijalankan oleh Sekretaris Perusahaan di 2025 meliputi:
1. Memberikan masukan kepada Direksi dan Dewan Komisaris mengenai perkembangan pasar modal, termasuk
peraturan-peraturan baru di bidang pasar modal yang dikeluarkan oleh OJK dan BEI;
2. Menjaga hubungan baik dengan otoritas pasar modal dan mempersiapkan laporan-laporan mengenai
pengungkapan keterbukaan informasi Perusahaan sesuai ketentuan yang berlaku;
3. Menyediakan informasi secara transparan, yang meliputi laporan keterbukaan informasi terkait informasi RUPS,
laporan keuangan berkala, laporan tahunan, laporan keberlanjutan, paparan publik, laporan registrasi saham,
laporan insidental terkait rencana pengembangan baru, Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan (RAKB) dan
Rencana Bisnis Tahunan (RBT) untuk OJK, serta memberikan informasi yang diperlukan pemegang saham;
4. Mengirimkan pemberitahuan dan mempersiapkan segala sesuatu terkait dengan penyelenggaraan RUPS dan
mempublikasikan hasil keputusan rapat;
5. Melakukan koordinasi dan administrasi pencatatan kepemilikan saham dan aksi korporasi;
6. Membuat buku Laporan Tahunan Terintegrasi BFI Finance 2024;
7. Mengawasi berbagai program komunikasi perusahaan melalui Unit Corporate Communication sebagai bagian
dari Departemen Corporate Secretary & Compliance;
8. Menjaga dan memelihara hubungan dengan media dan sarana informasi lainnya;
9. Mengoordinasikan rapat-rapat dan paparan publik, serta mencatat risalahnya;
10. Mengoordinasikan aksi korporasi; dan
11. Menyampaikan korespondensi Perusahaan ke OJK sebanyak 129 kali, dan ke BEI sebanyak 75 kali.
Sebagai bagian dari pengembangan kompetensinya, Sekretaris Perusahaan mengikuti satu seminar daring di
2025, yaitu Webinar “Efek Domino Tarif Trump: Ancaman atau Peluang bagi Ekonomi Indonesia?”, 15 Mei 2025,
diselenggarakan secara daring oleh OJK Institute.
Penjelasan lengkap mengenai Sekretaris Perusahaan tersedia pada situs web Perusahaan di
https://www.bfi.co.id/id/corporate/tata-kelola-perusahaan/sekretaris-perusahaan.
180 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 181
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
AUDIT INTERNAL
Audit Internal berfungsi memberikan keyakinan serta konsultasi independen dan objektif secara internal bagi
Perusahaan. Departemen ini bertanggung jawab langsung kepada Presiden Direktur dan mempunyai akses langsung
kepada Komite Audit sebagai jaminan bahwa pelaksanaan tugasnya dilaksanakan secara independen.
Departemen Audit Internal dibentuk pada 31 Maret 2010 berdasarkan Surat Pengangkatan Anggota Audit Internal
Perusahaan. Pembentukannya sesuai dengan POJK No. 56/POJK.04/2015 tentang Pembentukan dan Pedoman
Penyusunan Piagam Unit Audit Internal (POJK 56/2015).
Departemen Audit Internal bekerja dengan mengacu pada Piagam Audit Internal, yang ditetapkan pada 1 Maret
2009 dan dievaluasi kembali pada 26 Januari 2021. Piagam ini mencakup aspek teknis, operasional, dan etis dari setiap
anggota Departemen Audit Internal.
TUGAS, TANGGUNG JAWAB, DAN WEWENANG AUDIT INTERNAL
Tugas dan tanggung jawab Departemen Audit Internal meliputi:
1. Menyusun dan melaksanakan rencana Audit Internal tahunan;
2. Menguji dan mengevaluasi pelaksanaan pengendalian internal dan sistem manajemen risiko sesuai kebijakan
Perusahaan;
3. Melakukan pemeriksaan dan penilaian atas efisiensi dan efektivitas di bidang keuangan, akuntansi, operasional,
sumber daya manusia, pemasaran, teknologi informasi, dan kegiatan lainnya;
4. Memberikan saran perbaikan dan informasi yang objektif tentang kegiatan yang diperiksa pada semua tingkat
manajemen;
5. Membuat laporan hasil audit dan menyampaikan laporan tersebut kepada Presiden Direktur dan Dewan Komisaris;
6. Memantau, menganalisis, dan melaporkan pelaksanaan tindak lanjut perbaikan yang telah disarankan;
7. Bekerja sama dengan Komite Audit;
8. Menyusun program untuk mengevaluasi mutu kegiatan Audit Internal yang dilakukannya;
9. Melakukan pemeriksaan khusus apabila diperlukan; dan
10. Menyusun peringkat/scoring hasil audit per cabang untuk menilai tingkat kepatuhan masing-masing cabang
terhadap peraturan, kebijakan, dan ketentuan lainnya yang berlaku.
Departemen Audit Internal berwewenang untuk:
1. Mengakses seluruh informasi yang relevan tentang Perusahaan terkait tugas dan fungsinya;
2. Melakukan komunikasi langsung dengan Direksi, Dewan Komisaris, dan/atau Komite Audit serta anggota dari
Direksi, Dewan Komisaris, dan/atau Komite Audit;
3. Mengadakan rapat secara berkala dan sesuai kebutuhan dengan Direksi, Dewan Komisaris, dan/atau Komite
Audit; dan
4. Melakukan koordinasi kegiatannya dengan kegiatan auditor eksternal.
STRUKTUR AUDIT INTERNAL
Dalam struktur tata kelola perusahaan di BFI Finance, Departemen Audit Internal bertanggung jawab untuk
menyempurnakan proses-proses operasional Perusahaan melalui koordinasi dengan Komite Audit yang secara
struktural bertanggung jawab kepada Dewan Komisaris. Departemen Audit Internal dipimpin oleh Kepala
Departemen (Head of Internal Audit) dan setidaknya harus beranggotakan sepuluh orang dari internal Perusahaan.
Dengan demikian, semua staf Departemen Audit Internal tunduk kepada peraturan Perusahaan, termasuk dalam
prosedur pengangkatan, pemberhentian, serta penilaian kinerja anggota Audit Internal.
Head of Internal Audit diangkat dan diberhentikan oleh Presiden Direktur atas persetujuan Dewan Komisaris.
Jika Head of Internal Audit tidak memenuhi persyaratan sebagai auditor internal dan/atau tidak kompeten dalam
menjalankan tugasnya, maka Presiden Direktur dapat memberhentikannya berdasarkan persetujuan Dewan
Komisaris.
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 181
Page 182
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
Grafik 13 | Struktur Departemen Audit Internal
OPERATIONAL AUDIT HEAD
BUSINESS & CREDIT ASSET MANAGEMENT OPERATIONAL &
AUDIT HEAD AUDIT HEAD NON-RETAIL AUDIT HEAD
BUSINESS & CREDIT ASSET MANAGEMENT REGIONAL
AUDIT - HEAD OFFICE AUDIT - HEAD OFFICE AUDIT HEAD
RETAIL COMPLIANCE AUDIT
SUPERVISOR
NON-RETAIL COMPLIANCE
AUDIT SPECIALIST
RETAIL COMPLIANCE AUDIT
SPECIALIST
FIELD AUDIT SPECIALIST
Warna Keterangan
Lokasi Kerja: Regional
Lokasi Kerja: Kantor Pusat
182 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 183
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
HEAD OF INTERNAL AUDIT
SYSTEM & GENERAL AUDIT
HEAD
AUDIT DEVELOPMENT & DATA INVESTIGATION AUDIT SYSTEM
GENERAL AUDIT HEAD
PERFORMANCE HEAD AUDIT HEAD ANALYTICS HEAD
AUDIT QUALITY BUSINESS & CREDIT INTERNAL CONTROL AUDIT SYSTEM ANALYTICS
ASSURANCE SPECIALIST DATA AUDIT SPECIALIST SPECIALIST SPECIALIST
AUDIT PERFORMANCE & ASSET MANAGEMENT AUDIT TECHNOLOGY
TOOLS SPECIALIST DATA AUDIT SPECIALIST SPECIALIST
AUDIT DEVELOPMENT
SPECIALIST
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 183
Page 184
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
KUALIFIKASI AUDIT INTERNAL
Secara umum, kualifikasi bagi anggota Departemen Audit Internal meliputi:
1. Memiliki integritas dan perilaku yang profesional, independen, jujur, dan objektif dalam pelaksanaan tugasnya;
2. Memiliki pengetahuan dan pengalaman mengenai teknis audit dan disiplin ilmu lain yang relevan dengan bidang
tugasnya;
3. Memiliki pengetahuan tentang peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal dan peraturan perundang-
undangan terkait lainnya;
4. Memiliki kecakapan untuk berinteraksi dan berkomunikasi baik lisan maupun tertulis secara efektif;
5. Wajib mematuhi standar profesi yang dikeluarkan oleh asosiasi Audit Internal;
6. Wajib mematuhi kode etik Audit Internal;
7. Wajib menjaga kerahasiaan informasi dan/atau data Perusahaan terkait dengan pelaksanaan tugas dan tanggung
jawab Audit Internal, kecuali diwajibkan berdasarkan peraturan perundang-undangan atau penetapan/putusan
pengadilan;
8. Memahami prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik dan manajemen risiko; dan
9. Bersedia meningkatkan pengetahuan, keahlian dan kemampuan profesionalismenya secara terus-menerus.
Kualifikasi bagi Head of Internal Audit adalah:
1. Memberikan penilaian atas kecukupan dan keefektifan dari proses yang dijalankan Perusahaan untuk
mengendalikan kegiatannya dan mengelola risiko dari area yang menjadi cakupannya;
2. Secara periodik memberikan informasi atas status dan hasil dari perencanaan audit tahunan dan kecukupan
sumber daya; dan
3. Wajib mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugasnya kepada Presiden Direktur dan Dewan Komisaris melalui
Komite Audit.
Auditor Internal tidak diperkenankan untuk melakukan perangkapan tugas sebagai pelaksana kegiatan operasional
di Perusahaan, kecuali dengan adanya persetujuan tertulis dari Presiden Direktur dan Presiden Komisaris tanpa
mengurangi fungsi pengendalian internal Perusahaan. Dalam hal terdapat perangkapan tugas, apabila departemen/
unit kerja di mana pihak yang merangkap jabatan tersebut sedang diaudit, maka yang bersangkutan tidak boleh
terlibat dalam pelaksanaan proses audit tersebut.
KODE ETIK AUDIT INTERNAL
1. Integrity (Integritas)
Integritas Auditor Internal menciptakan kepercayaan sehingga melahirkan keyakinan atas kesimpulan yang
diambilnya.
2. Objectivity (Objektivitas)
Auditor Internal menunjukkan tingkat objektivitas dan profesionalisme yang tertinggi dalam pengambilan,
evaluasi, dan penyebaran informasi mengenai aktivitas atau proses yang sedang diperiksa. Auditor Internal
melakukan asesmen yang berimbang atas seluruh kondisi yang relevan dan tidak terpengaruh oleh kepentingan
pribadi atau kepentingan pihak lain dalam membuat suatu kesimpulan.
3. Confidentiality (Kerahasiaan)
Auditor Internal menghargai nilai dan kepemilikan atas informasi dan data-data yang diterima dan tidak
menyebarkan informasi dan data tersebut tanpa persetujuan dari pihak yang memiliki otoritas.
4. Competency (Kompetensi)
Auditor Internal memiliki pengetahuan, keahlian, dan pengalaman yang diperlukan dalam menjalankan fungsinya.
184 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 185
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
PROFIL HEAD OF INTERNAL AUDIT
Fledy Rizmara
Head of Internal Audit
Warga Negara Indonesia
Usia: 45 Tahun
Domisili: Jakarta, DKI Jakarta
Beliau menjabat sejak 2014, berdasarkan SK Direksi No. SK/BOD/VII/14-009 tanggal
16 Juli 2014, dikukuhkan kembali melalui SK Direksi No. SK/AUDIT/25-0335 tanggal
15 September 2025. Beliau berkarier di BFI Finance sejak 2005 sebagai Audit Staff,
kemudian menjadi Audit Team Leader pada 2007, Audit Supervisor pada 2010, General
Audit Unit Head pada Maret 2011, dan Field Audit Unit Head pada Agustus 2011. Beliau
memperoleh gelar Sarjana Ekonomi Akuntansi dari Universitas Islam Indonesia (UII)
pada 2004. Aktif sebagai trainer berbagai program pelatihan bagi karyawan Perusahaan
sejak 2009, beliau juga pernah mengikuti program-program pengembangan
kompetensi, antara lain:
■ Prinsip Dasar Audit Internal oleh BFI Finance (internal)
Profil
■ Deteksi Fraud oleh BFI Finance (internal)
■ Middle-Management Development Program (MMDP) Batch 1 diselenggarakan
dengan kerja sama BFI Finance dan Prasetiya Mulya Business School
■ Know Your Customer oleh BFI Finance (internal)
■ Problem Solving & Decision Making oleh BFI Finance (internal)
■ Situational Leadership Training oleh BFI Finance (internal)
■ Fraud Mitigation & Investigation Training oleh BFI Finance (internal)
■ Training of Basic Certification Program-program pelatihan oleh APPI untuk
sertifikasi manajerial berupa Sertifikasi Dasar Pembiayaan dari PT Sertifikasi Profesi
Pembiayaan Indonesia (SPPI)
Dalam menjalankan tugasnya, Head of Internal Audit memimpin 222 auditor internal yang bekerja di Perusahaan per
31 Desember 2025. Mereka terdiri dari:
1. Audit Umum: 67 orang;
2. Audit Lapangan: 131 orang; dan
3. Kantor Pusat: 24 orang.
PELAKSANAAN KEGIATAN DAN TINDAK LANJUT ATAS TEMUAN
AUDIT
Departemen Audit Internal secara independen mengaudit aspek keuangan, memantau kepatuhan terhadap
kebijakan dan SOP, serta mengevaluasi efektivitas sistem pengendalian internal Perusahaan berdasarkan konsep
Audit Berbasis Risiko yang ditetapkan oleh Komite Pemantau Risiko dan Komite Audit. Temuan yang berpotensi
merugikan dilaporkan kepada kedua komite tersebut. Untuk menjaga independensi dan objektivitas, anggota
Departemen Audit Internal tidak terlibat dalam tanggung jawab operasional pada unit kerja atau fungsi bisnis.
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 185
Page 186
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
Audit dilakukan di seluruh kantor pusat dan cabang, mencakup audit keuangan, kepatuhan, dan
pengendalian internal.
Departemen Audit Internal di 2025 telah melaksanakan tugas-tugas berikut:
1. Penyusunan program kerja audit tahunan 2025 dan evaluasi pelaksanaan 2024;
2. Audit atas unit kerja di kantor pusat dan cabang, berupa 443 audit dan 138.334 kunjungan di cabang,
serta 10 pekerjaan audit di Kantor Pusat;
3. Pemantauan pelaksanaan rekomendasi audit sesuai kesepakatan; dan
4. Pertemuan rutin dengan Komite Audit untuk membahas program kerja Audit Internal dan hal lain
terkait temuan sesuai dengan fungsi pengawasan Komite Audit.
Manajemen telah menanggapi temuan-temuan audit internal. Pada kasus penipuan yang terungkap, Perusahaan
menerapkan penalti secara bertahap, mulai dari penggantian atas kerugian Perusahaan hingga pemutusan
hubungan kerja. Jumlah kerugian finansial Perusahaan di 2025 adalah kurang dari 0,1% jumlah pendapatannya.
Tim auditor internal Perusahaan mengikuti program pelatihan peningkatan kompetensi sebagai berikut di 2025:
1. Learning Partner Development Program (LPDP) for Subject Matter Expert (SME);
2. LPDP for Trainers;
3. LPDP for Trainer Coordinator;
4. Great Leaders Program (GLP);
5. Leadership Development Program (LDP), dan
6. Asesmen Audit hingga akhir 2025.
SISTEM PENGENDALIAN INTERNAL
Sistem pengendalian internal menjadi bagian dari proses bisnis yang terintegrasi untuk memastikan seluruh kegiatan
dilaksanakan sesuai aturan dan mendukung pencapaian tujuan Perusahaan, yang meliputi kegiatan bisnis yang
efektif dan efisien, laporan keuangan yang akurat dan andal, serta pemeliharaan aset secara bijak.
PENGENDALIAN FINANSIAL DAN OPERASIONAL
Dalam pengendalian aspek keuangan, Perusahaan memisahkan fungsi pencatatan dengan pengeluaran kas.
Perusahaan juga menjalankan proses persetujuan pengeluaran anggaran secara berjenjang melalui proses check
and re-check.
186 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 187
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
Dalam pengendalian aspek operasional, Perusahaan menilai tingkat kepatuhan setiap fungsi terhadap kebijakan
dan prosedur yang relevan yang diterapkan melalui pemberlakuan Pedoman Prinsip-Prinsip Berusaha, pedoman
operasional, prosedur, petunjuk pelaksanaan, instruksi kerja, dan dokumen acuan lainnya.
KOMPONEN SISTEM PENGENDALIAN INTERNAL
Sistem pengendalian internal terdiri dari komponen-komponen berikut:
1. Lingkungan Pengendalian
Direksi dan seluruh karyawan harus menciptakan dan memelihara lingkungan kerja dengan perilaku positif,
mendukung pengendalian internal, dan manajemen yang sehat.
2. Penilaian Risiko
Masing-masing unit kerja harus mengidentifikasi, menganalisis, dan menilai pengelolaan risiko yang relevan dan
berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan operasionalnya, baik dari dalam maupun luar Perusahaan.
3. Aktivitas Pengendalian
Aktivitas ini diterapkan pada pelaksanaan kegiatan di setiap tingkat dan unit dalam struktur organisasi Perusahaan,
antara lain, melalui pengaturan mengenai kewenangan, otorisasi, verifikasi, rekonsiliasi, penilaian atas prestasi
kerja, pembagian tugas, dan pengamanan aset.
4. Sistem Informasi dan Komunikasi
Perusahaan menyusun laporan mengenai kegiatan operasional, finansial, serta ketaatan dan kepatuhan terhadap
ketentuan peraturan perundang-undangan secara tepat waktu, akurat, jelas, dan objektif.
5. Pengawasan
Perusahaan menilai kualitas sistem pengendalian internal, termasuk fungsi Audit Internal pada setiap tingkat dan
unit.
Secara keseluruhan, Perusahaan menyelenggarakan sistem pengendalian berjenjang yang meliputi organ tata kelola
Perusahaan, sebagai berikut:
1. Dewan Komisaris: melakukan pengawasan dan pengarahan terkait proses pengelolaan Perusahaan, penyusunan
laporan keuangan, serta pemantauan risiko dengan menerapkan prinsip kehati-hatian;
2. Direksi: menerapkan kebijakan dan prosedur kerja sesuai peraturan yang berlaku, antara lain, dengan pengelolaan
manajemen risiko dan mitigasinya, penetapan rencana strategis Perusahaan, serta pembagian tugas dan
wewenang dari masing-masing anggota Direksi;
3. Audit Internal: melaksanakan audit dan meningkatkan kinerja pengendalian internal dalam berbagai kegiatan
operasional dan keuangan Perusahaan;
4. Direksi menindaklanjuti segala temuan audit berdasarkan laporan hasil Audit Internal; dan
5. Komite Audit: menilai pelaksanaan kegiatan serta hasil audit yang dilakukan oleh Audit Internal agar dapat
memberikan rekomendasi penyempurnaan Sistem Pengendalian Internal. Komite Audit juga memastikan telah
terdapat prosedur peninjauan atas informasi yang dikeluarkan Perusahaan serta mengidentifkasi hal-hal yang
memerlukan perhatian Dewan Komisaris.
EVALUASI TERHADAP EFEKTIVITAS SISTEM PENGENDALIAN
INTERNAL
Melalui Departemen Audit Internal dan sesuai kriteria evaluasi Komite Audit, Perusahaan mengevaluasi efektivitas
sistem pengendalian internal atas pelaporan keuangan Perusahaan per 31 Desember 2025.
Hasil evaluasi atas sistem pengendalian internal memuat rekomendasi hasil audit internal dan eksternal sebagai
masukan bagi manajemen dalam mengambil langkah perbaikan dan penyempurnaan kebijakan dan sistem
pengendalian internal untuk mendukung pencapaian tujuan Perusahaan.
Dewan Komisaris dan Direksi menyimpulkan bahwa hingga 31 Desember 2025 sistem pengendalian internal atas
pelaporan keuangan telah berjalan efektif, dan sistem ini memadai untuk cakupan skala usaha Perusahaan saat ini.
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 187
Page 188
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
MANAJEMEN RISIKO
Di 2025, lanskap industri pembiayaan menghadapi stagnasi terutama akibat pelemahan daya beli masyarakat yang
mengakibatkan penurunan kualitas aset pembiayaan. Di sisi lain, transformasi digital industri semakin menggeser
fokus risiko ke arah keamanan siber dan integritas data. Di tengah situasi tersebut, BFI Finance senantiasa mewaspadai
potensi kenaikan rasio kredit bermasalah serta risiko likuiditas, memastikan pertumbuhan bisnis tetap selaras dengan
prinsip kehati-hatian demi menjaga stabilitas kinerja sepanjang tahun.
Kompleksitas risiko yang dihadapi Perusahaan mengalami sedikit pergeseran sejak 2024, khususnya di ranah digital
seiring penetrasi pasar yang kian mendalam. Digitalisasi dan model operasi baru yang lincah berbasis data memang
meningkatkan efisiensi, namun juga memperluas bidang sentuh risiko operasional Perusahaan.
Sebagai bagian transformasi digital, manajemen risiko telah terintegrasi dalam setiap tahap pengembangan
teknologi. BFI Finance konsisten menerapkan kebijakan Manajemen Risiko TI serta mempertahankan sertifikasi
ISO 27001 untuk keamanan data. Fokus utama tetap pada mitigasi risiko aplikasi kritikal demi menjamin kelancaran
layanan bagi konsumen.
Perusahaan juga fokus mengelola risiko spesifik pada setiap produk pembiayaan. Inovasi digital, diversifikasi
produk, dan kolaborasi strategis terus diperkuat melalui pengawasan risiko yang terukur. Pendekatan ini menjaga
keberlanjutan bisnis sekaligus meningkatkan daya saing BFI Finance di industri pembiayaan nasional.
188 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 189
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
STRATEGI DAN KINERJA MANAJEMEN RISIKO 2025
Strategi manajemen risiko BFI Finance sepanjang 2025 diarahkan untuk menjaga kualitas portofolio pembiayaan
di tengah perubahan profil risiko konsumen. Fokus utama pengelolaan risiko berada pada risiko kredit, khususnya
pengendalian NPF, seiring dengan tekanan daya beli masyarakat yang memengaruhi kemampuan bayar pada
sejumlah segmen pembiayaan.
Pada 2025, NPF BFI Finance tercatat sebesar 1,39%, lebih rendah dibandingkan rata-rata industri yang berada di
sekitar 2,51%. Meskipun demikian, Perusahaan tetap melakukan berbagai penguatan untuk mempertahankan kinerja
tersebut.
Pengelolaan risiko kredit dilakukan melalui kombinasi penguatan proses, penajaman segmentasi konsumen,
standarisasi pengambilan keputusan, serta penguatan tata kelola dan koordinasi lintas fungsi. Langkah-langkah ini
diterapkan secara konsisten pada segmen-segmen pembiayaan utama Perusahaan, dengan mempertimbangkan
karakteristik risiko dan dinamika pasar di masing-masing segmen.
Perusahaan mengamati perubahan profil risiko pada sebagian konsumen yang menyebabkan penurunan
kemampuan pembayaran seiring dengan tekanan ekonomi dan daya beli masyarakat. Menyikapi kondisi tersebut,
strategi manajemen risiko diarahkan pada penguatan segmentasi konsumen melalui penyaringan yang lebih selektif
terhadap calon konsumen dengan profil risiko tertentu. Sekaligus, Perusahaan juga menjaga kualitas hubungan
dengan konsumen lama yang memiliki rekam jejak pembayaran yang baik.
Selain pada tahap akuisisi, penguatan juga dilakukan pada strategi penagihan dan collection. Perusahaan
menempatkan fokus pada penanganan dini (early handling), khususnya pada bucket awal keterlambatan
pembayaran. Pendekatan penagihan dilakukan secara lebih tersegmentasi dengan memanfaatkan pemetaan risiko
dan karakteristik konsumen, sehingga strategi penanganan dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing kasus.
Dari sisi proses, Perusahaan terus memastikan bahwa seluruh tahapan pembiayaan dijalankan sesuai dengan kebijakan
yang berlaku. Setiap celah risiko atau loophole yang teridentifikasi melalui evaluasi internal ditindaklanjuti melalui
penyesuaian kebijakan untuk menjaga konsistensi penerapan manajemen risiko di seluruh jaringan operasional.
Sebagai bagian dari penguatan manajemen risiko, pada 2025 BFI Finance menjalankan proyek percontohan
automated decision system di sejumlah wilayah, untuk segmen produk bervolume tinggi. Penerapan sistem ini
dirancang sebagai ruang uji coba terkontrol untuk semakin mendorong pengambilan keputusan berbasis data dan
mengevaluasi pendekatan standarisasi pengambilan keputusan pembiayaan, khususnya pada tahap persetujuan
akhir aplikasi yang dialihkan ke decision engine berbasis data.
Penerapan sistem ini mendorong peningkatan disiplin terhadap kualitas data yang digunakan dalam pengambilan
keputusan. Keputusan yang dihasilkan sepenuhnya bergantung pada validitas dan kelengkapan data, sehingga
kualitas data menjadi faktor penting dalam pengelolaan risiko kredit. Kendati demikian, tidak seluruh skenario
pembiayaan diproses melalui sistem ini. Perusahaan tetap memandang penting masukan subjektif dari pengambilan
keputusan secara manual. Oleh karena itu, penerapan sistem otomatis ini dilakukan secara selektif dan dievaluasi
secara berkala.
Di sisi organisasi, penguatan tata kelola risiko diwujudkan melalui peningkatan keselarasan antara tim risiko, tim
bisnis, dan tim penagihan. Keselarasan ini dipandang sebagai prasyarat penting dalam menjaga kualitas portofolio
pembiayaan, mengingat perbedaan kondisi operasional di masing-masing wilayah. Dengan cakupan operasional
yang meliputi 16 area di seluruh Indonesia, upaya penyelarasan lintas fungsi terus diperkuat dari tingkat kantor pusat
hingga ke cabang.
Secara keseluruhan, strategi dan kinerja manajemen risiko BFI Finance pada 2025 dibangun di atas kerangka tata
kelola risiko yang menekankan konsistensi proses, kehati-hatian dalam segmentasi konsumen, pengujian pendekatan
baru melalui proyek percontohan, serta penguatan koordinasi lintas fungsi. Langkah-langkah ini menjaga kualitas
portofolio pembiayaan dan mendukung kesinambungan kinerja Perusahaan di tengah kondisi pasar yang menantang.
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 189
Page 190
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
MATRIKS RISIKO 2025
BFI Finance mengelompokkan berbagai risiko yang dihadapinya dalam bisnis berdasarkan POJK No. 42 Tahun 2024
tentang Penerapan Manajemen Risiko bagi Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan
Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (POJK 42/2024), dan memelihara matriks risiko yang mencantumkan
risiko-risiko potensial dan langkah mitigasi untuk setiap faktor risiko.
Tabel 60 | Matriks Risiko 2025
Aspek yang
Jenis Peringkat
No. Sumber Berpotensi Mitigasi
Risiko Risiko
Terdampak
1. Risiko Kegagalan Seluruh aspek 1. Pengawasan aktif Dewan Sedang–
Strategi penetapan strategi bisnis dan Komisaris dan Direksi Rendah
yang tepat untuk operasional 2. Evaluasi dan penyesuaian
mencapai sasaran rencana strategis secara berkala
utama
2. Risiko Kegagalan proses Produk dan 1. Penyusunan dan penerapan SOP Sedang–
Operasional di lingkungan jasa; proses untuk setiap proses kerja untuk Rendah
internal dan bisnis; kegiatan menghindari penyimpangan
eksternal; operasional; sistem 2. Keberadaan Unit Operational
gangguan dan infrastruktur; Risk, Risk Policy & Portfolio, dan
operasional reputasi Anti-Fraud
dan keuangan; 3. Keberadaan Disaster Recovery
isu regulasi; Plan dan Disaster Recovery
kecurangan Center
internal ataupun 4. Pengawasan oleh Audit Internal
eksternal 5. Program kesadaran dan
pencegahan kecurangan yang
komprehensif
6. Indikator peringatan dini
3. Risiko Kegagalan Kondisi keuangan; 1. Keberadaan kebijakan dan Sedang–
Pembiayaan peminjam untuk reputasi prosedur penentuan target Rendah
(Risiko memenuhi pasar, persetujuan penerimaan
Kredit) kewajiban kredit, tingkat bunga,
terhadap pembatasan limit dan eksposur
Perusahaan; melalui analisis dari Unit Credit
perubahan faktor- Operations
faktor eksternal 2. Manajemen penagihan
3. Penerapan MIS untuk mengukur
kinerja portofolio
4. Pengenalan masalah dan
penyelesaian masalah secara
cepat dan tepat
5. Stress test dan sistem deteksi
dini
6. Kebijakan diversifikasi portofolio
dan basis konsumen
7. Penerapan analitik berbasis data
untuk menyaring konsumen dan
memastikan kualitas debitur
8. Aktivasi jalur hukum untuk
meningkatkan efektivitas
penagihan dan pemulihan aset
9. Pencadangan kerugian
pinjaman sesuai PSAK 71
190 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 191
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
Aspek yang
Jenis Peringkat
No. Sumber Berpotensi Mitigasi
Risiko Risiko
Terdampak
4. Risiko Pasar Risiko perubahan Tidak ada 1. Melakukan lindung nilai untuk Sedang–
harga pasar pada seluruh pinjaman dalam bentuk Rendah
posisi portofolio valas
dan rekening 2. Menyalurkan pembiayaan dalam
administratif mata uang rupiah
termasuk transaksi
derivatif
5. Risiko Risiko Kondisi keuangan; 1. Pengelolaan arus kas yang Sedang–
Likuiditas ketidakmampuan reputasi efektif Rendah
untuk memenuhi 2. Pengumpulan dan analisis data
kewajiban yang dan indikator penting
jatuh tempo 3. Manajemen likuiditas, gap, dan
pricing
6. Risiko Risiko akibat Seluruh aspek 1. Melaksanakan kegiatan bisnis Sedang–
Hukum kelalaian bisnis dan pembiayaan sesuai dengan Rendah
yang dapat operasional peraturan yang berlaku
menimbulkan 2. Transparansi pada setiap
kelemahan dari tahapan pembiayaan
aspek yuridis 3. Pemeriksaan setiap klausul
dalam dokumen pembiayaan
oleh tim legal
7 Risiko Risiko akibat Keuangan; 1. Melaksanakan pembiayaan Sedang–
Kepatuhan tidak mematuhi operasional bisnis; sesuai peraturan yang berlaku Rendah
dan/atau tidak reputasi 2. Melaksanakan kewajiban dari
melaksanakan otoritas dengan tepat waktu
peraturan
perundang-
undangan yang
berlaku
8 Risiko Risiko akibat Reputasi 1. Pelaksanaan penagihan dan Sedang–
Reputasi kejadian yang eksekusi jaminan sesuai etika Rendah
menimbulkan dan peraturan yang berlaku
persepsi negatif 2. Penanganan keluhan dari
terhadap debitur dan masyarakat dengan
Perusahaan cepat dan sopan
3. Pemantauan berita negatif dari
media massa dan media sosial,
dan pemberian penjelasan
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 191
Page 192
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
Grafik 14 | Peta Diversifikasi Pembiayaan berdasarkan Piutang yang Dikelola
20,8% 12,4%
Sumatra Kalimantan
26,6% 13,9%
Jabodetabek
26,3%
Sulawesi dan Indonesia
Timur
Jawa dan Bali
KERANGKA PENERAPAN MANAJEMEN RISIKO
Menyikapi berbagai panduan dan ketentuan yang diterbitkan OJK, Departemen Risk Management telah memastikan
bahwa implementasi sistem manajemen risiko Perusahaan telah disesuaikan dengan lima prinsip dari OJK untuk
lembaga jasa keuangan.
Secara keseluruhan, sistem manajemen risiko tersebut diatur oleh kerangka yang mencakup:
1. Pengawasan Aktif Direksi dan Dewan Komisaris
Direksi dan Dewan Komisaris aktif menjalankan manajemen risiko sesuai tugas dan tanggung jawab masing-
masing. Dewan Komisaris dibantu oleh Komite Pemantau Risiko dalam menyetujui kerangka kerja dan kebijakan
risiko Perusahaan. Dewan Komisaris memberikan wewenang kepada Direksi untuk menjalankan kegiatan bisnis
sesuai profil risiko dan risk appetite Perusahaan.
2. Kecukupan Kebijakan, Prosedur, dan Penetapan Limit Risiko
Perusahaan memiliki kebijakan, prosedur, dan limit terkait risiko yang secara rutin disesuaikan dengan kegiatan
usaha dan strategi bisnis, segmen produk-produk baru dan konsumen, serta kepatuhan terhadap regulasi terkini.
Kebijakan ini mencakup otorisasi transaksi kredit dan pencadangan kerugian piutang.
3. Kecukupan Proses Identifikasi, Pengukuran, Pemantauan, dan Pengendalian Risiko
Perusahaan memiliki mekanisme dan struktur yang memadai untuk mengelola risiko, mulai dari identifikasi
hingga mitigasinya. Mekanisme tersebut berjalan sejak penetapan profil konsumen hingga penyelesaian
kewajiban konsumen.
4. Sistem Informasi Manajemen Risiko
Sistem manajemen risiko Perusahaan terintegrasi dengan basis data yang kuat serta prosedur internal yang
memadai untuk mendukung kualitas manajemen risiko dan pelaporan kinerja portofolio. Basis data tersebut juga
mencakup Daftar Terduga Teroris dan Organisasi Teroris serta Tokoh Politik Populer (Politically Exposed Persons—
PEP).
5. Sistem Pengendalian Internal yang Menyeluruh
Perusahaan menerapkan pendekatan Tiga Lini Pertahanan untuk sistem pengendalian internalnya yakni fungsi
pengawasan, pengendalian, dan pengelolaan.
192 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 193
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
a. Pertahanan Lapis Pertama
Unit-unit bisnis, keuangan dan operasional, dan transformasi bertanggung jawab mengidentifikasi, menilai,
mengawasi, dan menanggulangi risiko. Tanggung jawab utamanya adalah mengelola eksposur risiko harian,
sesuai dengan target pasar, kebijakan, dan prosedur yang telah ditetapkan.
b. Pertahanan Lapis Kedua
Departemen Asset Management di bawah Direktorat Manajemen Aset melakukan pengawasan independen,
mengkaji dan menyetujui strategi dan tingkat risiko yang dapat diterima, serta bekerja sama dengan unit-unit
bisnis dan operasional agar risiko dikelola sesuai batasan yang ditetapkan. Departemen Financial Control di
bawah Direktorat Keuangan mengelola dan menetapkan anggaran keseluruhan berikut tingkat risiko yang
dapat diterima, memantau pemenuhannya, serta mengelola sumber-sumber pendanaan jangka pendek
dan panjang beserta posisi likuiditas berdasarkan perkembangan kualitas portofolio. Unit Legal & Litigation
di bawah pengawasan Departemen Asset Management mengelola risiko kepatuhan terkait hukum dan
bertanggung jawab memastikan bahwa peraturan yang berlaku telah disosialisasikan dan dipatuhi seluruh
unit terkait.
c. Pertahanan Lapis Ketiga
Departemen Audit Internal melakukan pengujian dan audit independen secara berkala terhadap setiap proses
yang dijalankan unit-unit pada lapis pertama dan kedua.
BFI Finance menerapkan sistem manajemen risiko yang komprehensif ini dalam rangka memastikan kelangsungan
usaha dengan mengelola setiap faktor risiko. Secara khusus, perihal Anti–Pencucian Uang, Pencegahan Pendanaan
Terorisme, dan Pencegahan Pendanaan Proliferasi Senjata Pemusnah Massal (APU-PPT-PPPSPM) dan Pelindungan
Data Pribadi menjadi faktor-faktor risiko tindak pidana yang mitigasinya diprioritaskan oleh Departemen Risk
Management. Perusahaan mengevaluasi dan menyempurnakan sistem tersebut secara berkala menggunakan
standar terkini untuk meningkatkan efektivitasnya.
Grafik 15 | Struktur Manajemen Risiko
Rapat Umum
Pemegang Saham
Dewan Komisaris
Komite Pemantau Komite Nominasi dan
Komite Audit
Risiko Remunerasi
Presiden Direktur
APU-PPT-PPPSPM
Direktorat Direktorat
Direktorat Bisnis Direktorat Keuangan
Transformasi Manajemen Aset
Audit Internal Risk Management Financial Control Asset Management
Operational Risk Anti-Fraud Legal & Litigation
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 193
Page 194
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
EVALUASI EFEKTIVITAS SISTEM MANAJEMEN RISIKO 2025
Tim Manajemen Risiko BFI Finance melaporkan profil risiko setiap triwulan kepada Komite Pemantau Risiko. Komite
ini mendukung pengawasan Dewan Komisaris, yang selanjutnya memberikan saran dan arahan kepada Direksi
terkait penyempurnaan sistem manajemen risiko Perusahaan.
Pada 2025, Perusahaan melaksanakan swapenilaian profil risiko dengan mengacu pada POJK No. 28/POJK.05/2020
tentang Penilaian Tingkat Kesehatan Lembaga Jasa Keuangan Nonbank (POJK 28/2020) serta POJK 42/2024.
Hasil penilaian tersebut menunjukkan bahwa profil risiko agregat BFI Finance tetap terjaga pada kategori Risiko
Menengah–Rendah per akhir 2024.
Temuan dari swapenilaian tersebut diperkuat oleh evaluasi rutin yang dilakukan Komite Pemantau Risiko secara
triwulanan. Berdasarkan keseluruhan proses penilaian dan evaluasi tersebut, penerapan manajemen risiko di BFI
Finance dinilai telah dijalankan secara komprehensif dan efektif selama 2025.
Mempertimbangkan hal-hal tersebut, Direksi dan Dewan Komisaris melalui Komite Audit menyatakan bahwa sistem
manajemen risiko Perusahaan telah dirancang secara tepat dan diimplementasikan secara memadai pada 2025.
Dengan dukungan sistem manajemen risiko yang berjalan efektif, Perusahaan mampu menjaga kinerja keuangan
yang relatif lebih baik dibandingkan industri, meskipun menghadapi tantangan berupa pemburukan kualitas
portofolio pembiayaan dan perlambatan pertumbuhan di sektor pembiayaan.
FOKUS DAN RENCANA PENGUATAN MANAJEMEN RISIKO 2026
Memasuki 2026, BFI Finance berencana untuk semakin menajamkan arah manajemen risikonya, seiring dengan
kondisi ekonomi global yang masih tidak menentu serta belum adanya indikasi perbaikan di pasar domestik. Dengan
demikian, pengelolaan risiko ditempatkan sebagai landasan penting untuk menjaga kualitas portofolio sekaligus
mendukung pengembangan bisnis secara terukur.
Fokus utama penguatan manajemen risiko pada 2026 diawali dengan penetapan risk appetite di tingkat korporasi.
Keputusan strategis ini akan memengaruhi arah penyaluran pembiayaan, strategi penjualan, serta keseimbangan
antara pertumbuhan dan kinerja portofolio ke depan.
Selain risiko kredit, Perusahaan memandang risiko operasional sebagai area yang penting untuk diperkuat.
Meningkatnya frekuensi dan dampak bencana alam, yang sebagian berakar dari perubahan iklim, mendorong
kebutuhan akan koordinasi yang lebih cepat, analisis yang lebih responsif, serta penyusunan simulasi dampak
terhadap portofolio dan operasional sebagai dasar pengambilan keputusan manajemen.
Penguatan risiko operasional juga mencakup perhatian terhadap pengelolaan data, termasuk potensi kebocoran
data yang dapat timbul dari praktik operasional sehari-hari. Oleh karena itu, evaluasi atas pengelolaan dan akses data
dipandang perlu untuk menerapkan prinsip kehati-hatian secara konsisten di seluruh organisasi.
194 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 195
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
KASUS HUKUM
Terdapat 57 perkara hukum yang masih berlangsung dan dihadapi Perusahaan hingga akhir 2025. Sejumlah 45
perkara tengah berjalan di pengadilan, dan sisanya ditangani oleh Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK).
Berdasarkan asesmen yang dilakukan Perusahaan, perkara dan/atau kasus hukum tersebut tidak berdampak
signifikan/material terhadap kelangsungan usaha Perusahaan, dan merupakan bagian dari kegiatan rutin Perusahaan.
Jumlah sisa pokok utang dari seluruh kasus tersebut adalah sebesar Rp8,8 miliar atau 0,03% dari Jumlah Piutang yang
Dikelola Perusahaan.
Tabel 61 | Kasus Hukum 2025
Jenis Kasus Lembaga Penanganan Jumlah Kasus Status BFI Finance
Sebagai Penggugat: 2
Pengadilan Negeri
45 Sebagai Tergugat dan
setempat
Sengketa Konsumen Turut Tergugat: 43
BPSK 12 Sebagai Teradu: 12
Jumlah 57
Perusahaan telah memastikan bahwa seluruh perkara/kasus hukum tersebut tidak berpengaruh negatif secara
signifikan/material terhadap kelangsungan usaha Perusahaan, dan merupakan bagian dari kegiatan bisnis rutin.
SANKSI ADMINISTRATIF
Pada 2025, Perusahaan menerima 15 sanksi dari OJK selaku regulator dan sanksi tersebut berupa 5 denda, 3 teguran
tertulis, dan 7 peringatan tertulis.
Tabel 62 | Sanksi Administratif 2025
Jenis Sanksi Keterangan Jumlah
Denda terkait penyampaian Laporan Debitur dan/atau koreksi Laporan
Denda 5
Debitur melalui SLIK
Teguran tertulis terkait pelanggaran ketentuan mengenai Laporan Bulanan 2
Teguran Tertulis
Teguran tertulis terkait penyampaian Laporan Debitur dan/atau Koreksi
1
Laporan Debitur melalui SLIK
Peringatan tertulis terkait penyampaian Laporan Debitur dan/atau koreksi
5
Laporan Debitur melalui SLIK
Peringatan Tertulis Peringatan tertulis terkait pelanggaran ketentuan mengenai
1
Penyelenggaraan Usaha Pembiayaan
Peringatan tertulis terkait pelanggaran ketentuan mengenai Penerapan
1
Program APU-PPT-PPPSPM
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 195
Page 196
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
HUBUNGAN INVESTOR
Fungsi Hubungan Investor adalah membina komunikasi dan hubungan baik antara BFI Finance dengan para
pemangku kepentingan, terutama pemegang saham, investor prospektif, dan analis.
Melalui fungsi tersebut, Perusahaan secara konsisten dan transparan menyebarluaskan dan melibatkan publik atas
perkembangan terkini dan informasi yang penting untuk diketahui para pemangku kepentingan. Penyebarluasan
informasi dilakukan melalui berbagai cara, seperti analyst meeting (termasuk paparan publik), konferensi, kunjungan
investor ke Perusahaan, dan conference call, serta penyampaian informasi melalui situs resmi Perusahaan.
TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB
Hubungan Investor memiliki tugas dan tanggung jawab berikut:
1. Bertindak sebagai penghubung antara Perusahaan dengan pemangku kepentingan eksternal, terutama
pemegang saham, calon investor, dan lembaga pemerintah terkait pasar modal dan investasi;
2. Mengoordinasikan penyusunan Laporan Tahunan Terintegrasi Perusahaan;
3. Menangani proses publikasi laporan-laporan Perusahaan secara daring di situs web Perusahaan, bfi.co.id; dan
4. Bertindak sebagai pengawas berbagai kegiatan Perusahaan, seperti RUPS dan Paparan Publik.
PROFIL HUBUNGAN INVESTOR
Ng Koon Pek
Investor Relations
Warga Negara: Malaysia
Usia: 48 Tahun
Domisili: Jakarta, DKI Jakarta
Beliau menjalankan fungsi Hubungan Investor dari Perusahaan sejak Januari 2011 dan
telah lulus penilaian kemampuan dan kepatutan bagi tenaga kerja asing dari OJK
berdasarkan Keputusan Dewan Komisioner OJK No. KEP-860/NB.1/2014 tanggal 2 Mei
2014. Sebelum bergabung dengan BFI Finance, beliau menjabat sebagai Vice President
Equity Capital Markets di CIMB Investment Bank di Malaysia dan Indonesia hingga
Profil 2009. Beliau mengawali kariernya sebagai Analis di Nikkei Pacific Corporate Advisors,
Kuala Lumpur, pada 2001, dan selanjutnya mengikuti Program Manajemen Keuangan
di General Electric pada 2002–2004. Beliau memegang gelar Bachelor of Arts atau
B.A. (Hons) di bidang Ekonomi Industri dari University of Nottingham, Inggris, lulus
pada 1999, dan Master of Science (M.Sc.) di bidang Sekuritas, Investasi, dan Perbankan
Internasional dari ISMA Centre di University of Reading, Inggris, lulus pada 2000.
PELAKSANAAN KEGIATAN
Hubungan Investor melaksanakan berbagai kegiatan di 2025, yang mencakup 47 pertemuan (daring dan luring)
melibatkan lebih dari 60 pihak investor dan analis, 4 earnings calls melibatkan manajemen, serta 3 konferensi.
196 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 197
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
KEPATUHAN
Unit Kepatuhan di BFI Finance dipimpin oleh Direksi dan diawasi langsung oleh Presiden Direktur. Sesuai dengan
POJK 48/2024, Unit Kepatuhan bertugas membantu Direksi dalam memastikan kepatuhan terhadap peraturan
perundang-undangan di bidang usaha pembiayaan dan peraturan perundang-undang lainnya. Tugas utama unit
ini adalah memantau kebijakan, ketentuan, sistem, prosedur, dan kegiatan Perusahaan, serta menjamin kepatuhan
terhadap peraturan yang berlaku. Unit Kepatuhan juga berperan strategis dalam menjaga keberlanjutan operasional
dan reputasi Perusahaan, serta menciptakan lingkungan bisnis yang transparan, patuh, dan beretika.
Unit Kepatuhan turut menjaga integritas dan reputasi Perusahaan dengan memantau perubahan peraturan
dan kebijakan yang berdampak pada operasi Perusahaan. Unit ini bekerja sama dengan departemen lain untuk
mengembangkan kebijakan yang sesuai dengan regulasi yang berlaku, memastikan kebijakan tetap relevan di
tengah perubahan bisnis.
Dalam operasionalnya, Unit Kepatuhan mengedepankan tiga fungsi utama, yaitu:
1. Fungsi Pencegahan
Unit Kepatuhan mengembangkan dan menerapkan berbagai kebijakan, pedoman, dan standar operasional
Perusahaan yang selaras dengan ketentuan regulator. Salah satu upaya yang dilakukan berkelanjutan adalah
sosialisasi peraturan perundang-undangan baru dan pelatihan berkelanjutan kepada karyawan mengenai isu-
isu kepatuhan seperti Anti–Pencucian Uang, Pencegahan Pendanaan Terorisme, dan Pencegahan Pendanaan
Proliferasi Senjata Pemusnah Massal (APU–PPT–PPPSPM), pelindungan konsumen, pelaporan GCG, serta
pelaporan transaksi keuangan.
2. Fungsi Deteksi atau Pengawasan
Unit Kepatuhan melakukan pemantauan, pengujian kepatuhan, dan evaluasi terhadap implementasi kebijakan di
seluruh lini Perusahaan, untuk mampu mengidentifikasi potensi pelanggaran secara lebih dini dan memberikan
rekomendasi mitigasi yang tepat.
3. Fungsi Penanganan
Unit Kepatuhan memastikan tindak lanjut yang tepat atas temuan atau indikasi pelanggaran secara profesional
dan transparan. Seluruh proses investigasi dilakukan dengan mengedepankan prinsip adil dan independen.
ANTI–PENCUCIAN UANG, PENCEGAHAN PENDANAAN TERORISME,
DAN PENCEGAHAN PENDANAAN PROLIFERASI SENJATA PEMUSNAH
MASSAL (APU–PPT–PPPSPM)
Sesuai POJK No. 8 Tahun 2023 tentang Penerapan Program Anti Pencucian Uang, Pencegahan Pendanaan
Terorisme, dan Pencegahan Pendanaan Proliferasi Senjata Pemusnah Massal di Sektor Jasa Keuangan (POJK 8/2023),
Perusahaan menunjuk Penanggung Jawab APU–PPT–PPPSPM yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden
Direktur. APU–PPT–PPPSPM merupakan bagian dari manajemen risiko, dan dengan demikian, pelaksanaannya
dikoordinasikan dengan Departemen Risk Management yang berada di bawah supervisi langsung Presiden Direktur.
Dalam menjalankan tugasnya, Penanggung Jawab APU–PPT–PPPSPM di kantor pusat menunjuk Penanggung
Jawab di level kantor cabang, untuk memastikan bahwa Program APU–PPT–PPPSPM dijalankan dengan baik di
semua wilayah cabang.
Di 2025, penerapan Program APU–PPT–PPPSPM didasarkan pada lima pilar, dengan rincian sebagai berikut:
1. Pengawasan Aktif Direksi dan Dewan Komisaris
a. Pembahasan kerangka kerja APU–PPT–PPPSPM beserta tindak lanjut yang perlu dilakukan dengan
mempertimbangkan semua aspek persyaratan regulasi dan strategi Perusahaan; dan
b. Pembaruan acuan perhitungan profil risiko APU–PPT–PPPSPM yang mengacu pada National Risk Assessment
(NRA) terbaru yang diterbitkan oleh PPATK dan Sectoral Risk Assessment (SRA) yang diterbitkan oleh OJK.
2. Kebijakan dan Prosedur
a. Penyesuaian kebijakan rekrutmen karyawan dan mitra, serta kebijakan penerimaan debitur dengan
menambahkan filter orang yang terkait dengan judi daring;
b. Sosialisasi kebijakan dan prosedur terkait penerapan Program APU–PPT–PPPSPM kepada setiap fungsi terkait
di Perusahaan; dan
c. Pelaporan Transaksi Tunai dan Transaksi Mencurigakan kepada PPATK melalui aplikasi GoAML.
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 197
Page 198
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
3. Pengendalian Internal
a. Kerja sama dengan Audit Internal dalam audit kebijakan dan prosedur sesuai POJK 8/2023, serta audit
penerapan kebijakan dan prosedur APU–PPT–PPPSPM yang diterapkan Perusahaan; dan
b. Pengkinian data dengan rencana dan realisasi yang dilaporkan kepada OJK.
4. Sistem Informasi Manajemen
a. Pelaporan tiga bulanan data debitur kepada PPATK melalui aplikasi SIPESAT;
b. Identifikasi dan penerapan red flag tools APU–PPT–PPPSPM sesuai Surat Edaran Kepala PPATK No. SE-03/1.02/
PPATK/05/15 tentang Indikator Transaksi Keuangan Mencurigakan bagi Penyedia Jasa Keuangan, untuk
pengawasan Transaksi Tunai dan Transaksi Mencurigakan;
c. Uji efektivitas indikator dalam red flag tools APU–PPT–PPPSPM untuk memastikan bahwa Perusahaan tidak
digunakan sebagai sarana pencucian uang;
d. Pengawasan Transaksi Tunai dan Transaksi Mencurigakan secara rutin, untuk memastikan tidak ada transaksi
tunai melebihi Rp500 juta yang terlambat dilaporkan;
e. Pembuatan Watchlist Database terkait penerapan Program APU–PPT–PPPSPM dari berbagai sumber data
yang tidak hanya berorientasi pada persyaratan regulasi dalam negeri, tetapi juga kepentingan investor dari
Uni Eropa dan Amerika Serikat untuk mengidentifikasi tingkat risiko Debitur dan Calon Debitur;
f. Pengayaan Database Politically Exposed Persons (PEPs) dari berbagai sumber;
g. Pengelompokan basis data SIPENDAR ke dalam Sanctions Lists Database sebagai bagian dari proses
penyaringan (screening) debitur di awal kontrak pembiayaan melalui aplikasi Check and Validation (CNV);
h. Pelaporan pengayaan data para terduga pendanaan terorisme melalui aplikasi SIPENDAR; dan
i. Pelaporan tingkat penilaian risiko APU–PPT–PPPSPM melalui sistem Aplikasi Pelaporan Online OJK (APOLO).
5. SDM dan Pelatihan
a. Pelatihan dan pemantauan karyawan terkait APU–PPT–PPPSPM secara e-learning melalui aplikasi M-BEAT
(media digital untuk pembelajaran karyawan);
b. Partisipasi dalam seminar dan pelatihan APU–PPT–PPPSPM dari OJK, PPATK, dan sumber lainnya untuk
memastikan kemutakhiran pemahaman dan pengetahuan sejalan dengan perkembangan regulasi dan
tipologi pencucian uang, pendanaan terorisme, dan pendanaan proliferasi senjata pemusnah massal (PPSPM);
c. Pelatihan bagi para karyawan dengan posisi Credit Factory Head, Credit Commercial Analyst, Credit PBF,
Sharia & Non-Collateral Credit serta Tim Credit Operations di kantor pusat sebagai penanggung jawab APU-
PPT-PPPSPM terkait pengkinian (update) dari penerapan POJK 8/2023 dan kasus APU–PPT–PPPSPM pada
perusahaan pembiayaan;
d. Pembaruan proses rekrutmen karyawan menggunakan Watchlist APU–PPT–PPPSPM untuk menghindarkan
Perusahaan dari SDM yang dapat menyalahgunakan Perusahaan sebagai sarana operasi tindak kejahatan;
dan
e. Penerbitan ketentuan tentang Know Your Employee sebagai langkah antisipasi dan pencegahan fraud di
Perusahaan dengan mendeteksi dan mengindentifikasi karyawan yang berpotensi melakukan pelanggaran
dan memiliki kerawanan hukum.
198 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 199
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
SISTEM PELAPORAN PELANGGARAN
Perusahaan menjalankan Sistem Pelaporan Pelanggaran yang dibentuk berdasarkan Peraturan Perusahaan No.
SOP/031 tanggal 22 Maret 2013, yang kemudian diperbarui dengan Peraturan Perusahaan No. SOP/031 tanggal
14 Maret 2024, sebagai penerapan prinsip-prinsip GCG, terutama tanggung jawab dan kewajaran.
Sistem Pelaporan Pelanggaran memastikan kinerja yang optimum dan kepatuhan hukum dari setiap karyawan BFI
Finance dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.
MEKANISME PELAPORAN PELANGGARAN
Sistem Pelaporan Pelanggaran BFI Finance memungkinkan setiap individu di lingkungan Perusahaan untuk
mengajukan keluhan dan/atau laporan tentang penipuan dan/atau pelanggaran atas tata tertib Perusahaan ataupun
prinsip-prinsip GCG, dengan mengirimkan laporan melalui:
1. Surat elektronik (email) di fraud_investigator@bfi.co.id;
2. Layanan pesan singkat (SMS dan WhatsApp) di nomor 0822 5888 8911; atau
3. Alamat surat-menyurat:
Kantor Pusat PT BFI Finance Indonesia Tbk
BFI Tower
Sunburst CBD Lot 1.2
Jl. Kapt. Soebijanto Djojohadikusumo
BSD City, Tangerang Selatan 15322
Indonesia
u.p. Departemen Audit Internal
PELINDUNGAN BAGI PELAPOR DAN PENANGANAN PENGADUAN
Setiap pihak yang melapor melalui Sistem Pelaporan Pelanggaran BFI Finance dilindungi hak-haknya secara moral,
sesuai dengan UU No. 31 Tahun 2014 tentang Perlindungan Saksi dan Korban.
Sepanjang 2025, pengaduan dan laporan pelanggaran yang diterima berjumlah 119 laporan, dengan rincian: 81 melalui
surat elektronik dan 38 melalui SMS/pesan WhatsApp.
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 199
Page 200
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
Tabel 63 | Jumlah Laporan Pelanggaran di 2025 dan Status Penanganannya
Jenis Laporan/Keluhan Dalam Proses Selesai Jumlah
Penipuan/Kecurangan (Fraud) 0 83 83
Lain-Lain (Bukan Fraud) 0 36 36
Jumlah 0 119 119
Tabel 64 | Media Pelaporan Pelanggaran di 2025
Jenis Media Dalam Proses Selesai Jumlah
E-mail Fraud Investigator 0 81 81
SMS/WhatsApp Fraud Investigator 0 38 38
Surat Tertulis 0 0 0
Jumlah 0 119 119
Grafik 16 | Alur Tindak Lanjut Laporan Pelanggaran
Proses Verifikasi Proses Validasi
Laporan Diterima
Data Temuan
oleh Departemen Laporan Hasil
oleh Sistem melalui pemeriksaan
Audit Internal Validasi
Pelaporan secara sah sesuai
dan Depertemen
Pelanggan prosedur
Manajemen Risiko
Perusahaan memberikan sanksi kepada pelaku pelanggaran sesuai dengan Jika Terbukti
SK yang berlaku Melanggar
TINDAK LANJUT LAPORAN PELANGGARAN
Seluruh laporan pelanggaran yang diterima di 2025 telah ditindaklanjuti dan diselesaikan per akhir tahun. Sanksi yang
sepadan untuk setiap pelaku pelanggaran telah diberikan.
200 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 201
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 201
Page 202
Keberlanjutan 202 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 203
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 203
Page 204
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
STRATEGI KEBERLANJUTAN
VISI KEBERLANJUTAN Sejalan dengan komitmen tersebut, strategi
keberlanjutan Perusahaan dikembangkan di 2025 untuk
Menjadi perusahaan pembiayaan terdepan di industri diterapkan dalam periode 2026–2030, dengan fokus pada
keuangan nonbank dengan memegang teguh komitmen penyediaan pembiayaan berkelanjutan yang mendukung
untuk menjadi mitra solusi keuangan masyarakat kegiatan usaha masyarakat serta pelaksanaan proses
yang tepercaya, memperhatikan keseimbangan antara bisnis yang senantiasa memperhatikan aspek sosial dan
kesejahteraan bidang ekonomi, sosial, dan kelestarian lingkungan. Strategi ini juga mencakup upaya terukur
lingkungan demi mendukung pembangunan negara dalam memberdayakan pemangku kepentingan internal
secara berkelanjutan dan peningkatan taraf hidup (karyawan) dan eksternal (konsumen, komunitas, serta
masyarakat di mana pun Perusahaan beroperasi lingkungan sekitar).
MISI KEBERLANJUTAN BFI Finance mendukung penuh pencapaian Tujuan
Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development
Goals/SDG) dari Perserikatan Bangsa-Bangsa, khususnya:
Mampu melakukan kegiatan usaha secara berkelanjutan
yang mendukung pengembangan wirausahawan
golongan ekonomi menengah ke bawah untuk
meningkatkan perekonomian lokal dan kesejahteraan
SDG 3:
sosial dengan senantiasa memperhatikan dampak
KEHIDUPAN SEHAT DAN SEJAHTERA
lingkungan
TUJUAN KEBERLANJUTAN
SDG 4:
Perusahaan berupaya untuk menyediakan berbagai
PENDIDIKAN BERKUALITAS
produk jasa pembiayaan yang mampu mendukung
peningkatan kegiatan usaha masyarakat, serta
menjalankan proses bisnis yang senantiasa
memperhatikan pembangunan berkelanjutan dan
mendukung kelestarian lingkungan SDG 6:
AIR BERSIH DAN SANITASI LAYAK
Visi dan Misi ini menjadi landasan dalam penyusunan dan
penerapan strategi keberlanjutan BFI Finance, dengan
mempertimbangkan kondisi serta kebutuhan yang
relevan dari setiap pemangku kepentingan utamanya SDG 8:
PEKERJAAN LAYAK DAN
ARAH STRATEGI PERTUMBUHAN EKONOMI
KEBERLANJUTAN
Di tengah dinamika dan tantangan bisnis yang terus SDG 17:
berkembang di 2025, BFI Finance tetap berkomitmen KEMITRAAN UNTUK MENCAPAI
menjalankan kegiatan usahanya secara bertanggung TUJUAN
jawab dengan menjaga keseimbangan antara
pertumbuhan kinerja, tanggung jawab sosial, dan
Sejalan dengan dukungan terhadap SDG tersebut,
kepedulian terhadap lingkungan. Keberlanjutan bagi
strategi dan program-program keberlanjutan
Perusahaan bukan sekedar pemenuhan kewajiban,
Perusahaan di bidang ekonomi, sosial, dan lingkungan
melainkan prinsip fundamental yang terintegrasi dalam
dijelaskan di bagian-bagian selanjutnya.
strategi dan bisnis Perusahaan.
204 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 205
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
IMPLEMENTASI PROGRAM KEBERLANJUTAN 2025
BERDASARKAN SDG
PILAR
BFI Finance untuk Kesejahteraan BFI Finance untuk Kesehatan BFI Finance untuk
Masyarakat Indonesia Indonesia Pendidikan Indonesia
TARGET SDG
■ #BFINgangkatUsahaLokal 2025 ■ Donor Darah ■ Sekolah SINERGI (School of
■ Literasi Keuangan ■ Pelayanan Kesehatan Gratis Innovation for Education,
■ Program BFI 4U (Pemberdayaan ■ Sehat untuk Merdeka Resilience, Growth, and
IMPLEMENTASI PROGRAM
Masyarakat Desa) Inclusion)
■ Bakti Ibu
■ Seminar Outlook Ekonomi dan Pasar ■ Gerakan 1000 untuk Anak
2026
Bangsa
■ Berbagi di Hari Raya
■ Beasiswa Prestasi Olahraga
■ Bantuan Cepat Tanggap Bencana
■ Penanaman Bibit Mangrove “Jadi Juara BFI Finance”
■ BFI Jelantah Hijau
■ Branch Green Ambassador
Dalam penerapannya, program keberlanjutan BFI Finance dipandu oleh Kebijakan Program CSR. Penerapan ini
terwujud dalam konsepsi tiga tindakan dasar, yakni:
THINK
Semua lapisan, baik di dalam maupun di luar lingkungan
Perusahaan, memikirkan dan merasakan isu-isu sosial yang
terjadi di luar dan di dalam Perusahaan. Refleksi ini muncul
dari kesadaran akan apa yang terjadi di lingkungan sekitar,
dan berujung pada ide-ide untuk terlibat aktif di dalamnya.
ACT
Semua lapisan di dalam lingkungan Perusahaan membantu
memberikan solusi atas isu-isu tersebut dan melakukan
tindakan nyata sebagai hasil pemikiran dan keterlibatan
aktif dalam lingkungan sekitar.
PRESERVE
Hasil tindakan nyata tersebut dipertahankan dan dilakukan
secara berkelanjutan oleh semua lapisan Perusahaan,
sehingga terwujud perubahan yang positif dari tindakan
nyata tersebut.
Untuk memastikan kontinuitas program-program keberlanjutannya, Perusahaan mengelola anggaran yang besarnya
disesuaikan dengan kinerja finansialnya, serta mempertimbangkan hasil evaluasi dari program-program tahun
sebelumnya.
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 205
Page 206
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
Rangkaian program keberlanjutan ini dikoordinasikan oleh berbagai departemen dan unit kerja di Perusahaan,
antara lain:
■ Departemen Corporate Secretary & Compliance;
■ Departemen Corporate Program & CSR;
■ Direktorat Bisnis;
■ Divisi Financial Control;
■ Divisi Teknologi Informasi; dan
■ Kantor Cabang.
Aktualisasi Anggaran Program Keberlanjutan 2023–2025 (Rp juta)
Aktualisasi Anggaran Program
Keberlanjutan 2023–2025
(Rp juta)
2025 137.971
2024 130.625
2023 123.461
Aktualisasi Anggaran Program Keberlanjutan 2025
Lingkungan dan
Pemberdayaan Masyarakat
Infrastruktur
Jumlah
Rp137.971 Rp773 Rp1.536
juta juta juta
Praktik Ketenagakerjaan dan Tanggung Jawab terhadap
Kemasyarakatan Konsumen
Rp135.313 Rp349
juta juta
206 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 207
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
TARGET KEGIATAN KEBERLANJUTAN 2026
Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan (RAKB) BFI Finance untuk periode 2026–2030, yang telah disampaikan ke OJK
pada November 2025, memuat target kegiatan keberlanjutan Perusahaan untuk 2026, yang diringkas menjadi:
1. Evaluasi Program Keuangan Berkelanjutan;
2. Peningkatan Kapasitas dan Kompetensi SDM;
3. Inklusi Keuangan dan Penguatan UMKM;
4. Edukasi dan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat;
5. Keberlanjutan Sosial dan Lingkungan; dan
6. Penerapan Praktik Ramah Lingkungan dalam Operasional Perusahaan (Green Office).
MEMBANGUN BUDAYA KEBERLANJUTAN
BFI Finance menumbuhkan budaya keberlanjutan dalam diri setiap karyawan sesuai dengan prinsip dalam Kebijakan
Keberlanjutan dan Kebijakan Lingkungan, Sosial, dan Ekonomi yang berlaku di Perusahaan.
Perusahaan mengajak seluruh karyawan untuk berperan aktif dalam mewujudkan Tujuan Pembangunan
Berkelanjutan (SDG) melalui berbagai aktivitas, sekaligus mendorong keterlibatan langsung dalam program-program
keberlanjutan yang diselenggarakan oleh Perusahaan.
Budaya keberlanjutan diterapkan dalam beberapa kegiatan yang melibatkan peran aktif karyawan BFI Finance,
seperti:
■ Praktik Green Office merupakan bagian dari penerapan budaya keberlanjutan di lingkungan kerja. Program ini
melibatkan sejumlah kegiatan peningkatan kesadaran karyawan akan isu lingkungan, termasuk kampanye internal
mengenai gaya hidup ramah lingkungan. Perusahaan juga mendorong upaya pengurangan konsumsi listrik, air,
dan kertas melalui praktik efisiensi dan pemanfaatan proses digital dalam aktivitas kerja. Dalam pengelolaan
limbah kantor, Perusahaan mendorong pembatasan penggunaan barang sekali pakai serta mengelola sampah
botol plastik.
■ Program pengembangan kompetensi dan kapabilitas karyawan melalui berbagai pelatihan untuk peningkatan
keterampilan, serta pembinaan kepemimpinan yang berkelanjutan guna memastikan setiap individu memiliki
kapasitas dan ketangguhan menghadapi dinamika bisnis yang terus berkembang. Dengan menempatkan
karyawan sebagai aset utama, Perusahaan tidak hanya mendorong pertumbuhan profesional dan kesejahteraan
tenaga kerja, tetapi juga memperkuat fondasi keberlanjutannya dalam menciptakan nilai jangka panjang bagi
seluruh pemangku kepentingan.
■ Program BFI 4U adalah program pemberdayaan masyarakat di suatu daerah atau desa melalui beberapa
kegiatan jangka panjang yang diinisiasi oleh relawan karyawan Perusahaan pada bidang Kesehatan, Lingkungan,
dan Pendidikan. Konsep Budaya berkelanjutan ini diterapkan sesuai dengan Nilai-Nilai Dasar Perusahaan yaitu
G.R.E.A.T.
Melalui penerapan budaya keberlanjutan ini, BFI Finance berkomitmen untuk terus menumbuhkan kesadaran dan
partisipasi karyawan dalam setiap aspek bisnis, sekaligus menciptakan dampak positif yang berkelanjutan bagi
masyarakat, lingkungan, dan seluruh pemangku kepentingan.
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 207
Page 208
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
SUMBER DAYA MANUSIA
BFI Finance terus memperkuat manajemen SDM untuk menjaga efektivitas organisasi dan mendukung pertumbuhan
bisnis jangka panjang. Pendekatan Perusahaan berfokus pada pengembangan kapabilitas internal, manajemen
talenta, dan penyempurnaan sistem pendukung dengan tetap mengedepankan efisiensi, tata kelola serta kepatuhan
terhadap regulasi.
Strategi ini bertumpu pada empat pilar utama yang dirangkum dalam BFI Culture 2.0 framework, yakni: Keunggulan
Kepemimpinan, Manajemen Talenta yang Komprehensif, Pengembangan Tim Berkinerja Tinggi, dan Manajemen
Talenta Berbasis Data. Pendekatan ini menjadi kerangka terintegrasi untuk merancang inisiatif pengembangan SDM
dan memastikan keselarasan antara kapabilitas karyawan, kebutuhan organisasi, dan target bisnis.
Grafik 17 | BFI Culture 2.0
Keunggulan
Kepemimpinan
Manajemen
Talenta
Berbasis Data BFI
Culture
2.0 Manajemen
Talenta
Komprehensif
Tim yang Cakap
dan Berkinerja
Tinggi
LEADERSHIP EXCELLENCE (KEUNGGULAN KEPEMIMPINAN)
BFI Finance memandang kepemimpinan yang unggul sebagai faktor penting dalam mempertahankan arah
geraknya di tengah dinamika perubahan lingkungan kerja dan bisnis. Pada 2025, Perusahaan melanjutkan penerapan
Leadership Development Program (LDP) yang mendorong keterbukaan terhadap pembelajaran, kolaborasi lintas
fungsi, serta kesiapan dalam menyesuaikan cara kerja sesuai kebutuhan organisasi.
Penerapan LDP ini tercermin dalam inisiatif pengembangan kepemimpinan yang semakin menekankan pembelajaran
berbasis pengalaman. Program pengembangan kepemimpinan disusun dengan mempertimbangkan kebutuhan
aktual organisasi, termasuk kemampuan memimpin lintas generasi seiring dengan perubahan komposisi tenaga
kerja. Materi kepemimpinan diarahkan untuk membantu para pimpinan memahami konteks bisnis secara lebih
menyeluruh dan menjalankan peran kepemimpinan secara relevan dalam lingkungan kerja yang terus berkembang.
208 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 209
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
Selanjutnya, upaya ini diwujudkan secara lebih konkret melalui penyempurnaan G.R.E.A.T. Leadership Program
(GLP). GLP disempurnakan dengan memberikan penekanan yang lebih kuat pada metode action learning. Agar
pembelajaran tidak hanya berfokus pada penyampaian pengetahuan di kelas—karena efektivitasnya terbatas,
terutama bagi pimpinan yang terbiasa bekerja di lapangan—GLP telah dikembangkan agar peserta dapat belajar
melalui pengalaman langsung, diskusi kasus, dan penerapan praktis. Dengan demikian, pembelajaran menjadi lebih
kontekstual dan dapat diterapkan dalam tugas sehari-hari.
Modul GLP juga disesuaikan dengan isu-isu yang relevan dengan kondisi terkini, antara lain terkait kepemimpinan
lintas generasi, komunikasi, dan sebagainya. Melalui modul ini, para pimpinan dibekali pemahaman dan pendekatan
yang diperlukan untuk menyesuaikan gaya kepemimpinan mereka, sehingga tetap efektif dalam mengelola tim
dengan komposisi demografis yang lebih beragam.
Untuk tingkat kepemimpinan yang lebih senior, Perusahaan menyelenggarakan Leadership Series yang membahas
topik-topik yang relevan dengan agenda transformasi Perusahaan. Pada 2025, dua sesi Elevating the Baseline
Leadership Series dilaksanakan sebagai forum pembelajaran dan refleksi bagi para pimpinan senior dalam
memperkuat peran kepemimpinan mereka, sesuai arah pengembangan organisasi.
TOTAL TALENT MANAGEMENT
(MANAJEMEN TALENTA KOMPREHENSIF)
BFI Finance menerapkan pendekatan Total Talent Management yang mencakup seluruh siklus pengelolaan
sumber daya manusia, mulai dari rekrutmen hingga pengembangan dan retensi talenta. Sepanjang 2025, rekrutmen
dilaksanakan secara selektif dengan mengedepankan profesionalisme, inklusivitas, serta proses yang objektif
dan berbasis kompetensi, serta didukung oleh praktik hubungan kerja yang sah dan bertanggung jawab. Proses
onboarding juga terus disempurnakan agar setiap talenta baru memahami peran, ekspektasi kinerja, dan budaya
organisasi sebelum terjun ke unit masing-masing.
Perusahaan juga berkomitmen menjunjung tinggi prinsip-prinsip Hak Asasi Manusia (HAM) dalam seluruh praktik
ketenagakerjaan. Perusahaan memastikan tidak adanya diskriminasi dalam proses rekrutmen, pengembangan,
maupun penilaian kinerja berdasarkan gender, usia, latar belakang, atau kondisi lainnya. Setiap karyawan memiliki
kesempatan yang setara untuk berkembang, memperoleh perlakuan adil, serta bekerja dalam lingkungan yang
menghormati martabat dan HAM.
Sebagai penguatan tata kelola talenta internal, Perusahaan menginisiasi Talent Forum sebagai wadah kolaboratif
bagi para pimpinan untuk memetakan dan mengidentifikasi talenta berpotensi tinggi. Forum ini berfungsi untuk
pemetaan objektif sekaligus membuka kesempatan untuk pengembangan nonformal, seperti mentoring lintas
fungsi dan pertukaran pengalaman antar pemimpin. Hasil diskusi konstruktif dalam forum ini menjadi landasan
untuk pengembangan lanjutan, termasuk penentuan peserta program akselerasi, seperti Mini MBA.
Selanjutnya, pengelolaan kesejahteraan karyawan merupakan pilar strategis dalam kerangka Total Talent
Management BFI Finance. Kebijakan remunerasi dirancang secara komprehensif dengan mempertimbangkan
kepatuhan terhadap regulasi, daya saing pasar, serta kapasitas finansial Perusahaan. Paket kompensasi di Perusahaan
mencakup gaji pokok, berbagai tunjangan dan fasilitas kerja, serta skema insentif berbasis kinerja yang mengapresiasi
baik kontribusi individu maupun pencapaian kolektif.
Lebih jauh lagi, BFI Finance berkomitmen menjaga iklim kerja yang kondusif melalui penerapan Peraturan
Perusahaan yang telah disahkan oleh Kementerian Hukum. Peraturan ini menjadi landasan kokoh dalam mengatur
kondisi kerja, dialog manajerial, serta perlindungan hak-hak karyawan. Perusahaan membuka saluran komunikasi
dan ruang bagi karyawan untuk menyampaikan aspirasi atau keluhan, baik secara lisan maupun tertulis. Setiap
masukan akan ditanggapi secara serius. Efektivitas dari pendekatan dialogis ini terbukti nyata. Sepanjang 2025, tidak
terdapat keluhan signifikan terkait hubungan industrial, yang menjadi indikator kuat bahwa lingkungan kerja yang
harmonis, konstruktif, dan saling mendukung telah terpelihara dengan baik di BFI Finance.
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 209
Page 210
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
CAPABLE & HIGH PERFORMING TEAM
(TIM YANG CAKAP DAN BERKINERJA TINGGI)
BFI Finance terus memperkuat kapabilitas organisasi melalui pengelolaan talenta yang terintegrasi dan kolaboratif.
Pada 2025, inisiatif yang menjadi prioritas adalah program Mini MBA, yang dirancang untuk memperluas pemahaman
peserta tentang rantai nilai bisnis secara menyeluruh, mencakup aspek pemasaran, keuangan, kepemimpinan,
hingga pemanfaatan data dan teknologi.
Melengkapi pembelajaran formal, Perusahaan menerapkan metode pembelajaran berbasis pengalaman melalui
inisiatif Life Labs (Learning Labs). Program ini melibatkan karyawan berkinerja tinggi dalam proyek strategis berskala
terbatas dengan pendampingan dari pimpinan senior. Melalui metode ini, proses pembelajaran diarahkan pada
eksperimen dan penerapan langsung, sehingga pengembangan kapabilitas berjalan kontekstual dan selaras dengan
kebutuhan organisasi.
Untuk memastikan kesesuaian antara kapasitas tenaga kerja dan kebutuhan bisnis yang dinamis, Perusahaan
menerapkan Dynamic Manpower Planning (MPP). Pendekatan ini memberikan kewenangan lebih luas kepada
General Manager dan Manajer Wilayah untuk mengevaluasi produktivitas serta mengalokasikan SDM berdasarkan
kompleksitas operasional spesifik di areanya. Desentralisasi ini memungkinkan pengambilan keputusan yang lebih
cepat, akurat, dan kontekstual dalam merespons karakteristik pasar serta tantangan geografis yang unik di setiap
wilayah. Selain itu, Perusahaan juga menjalankan Capacity Management dan Productivity Matrix yang dinamis.
Kedua instrumen ini digunakan untuk memantau kapasitas kerja dan tingkat produktivitas secara berkala, sehingga
efisiensi organisasi dapat ditingkatkan secara berkelanjutan.
Pengelolaan kinerja juga memanfaatkan Key Performance Indicators (KPI) yang sistemnya disempurnakan di 2025
dengan menekankan kejelasan peran dan dampak kontribusi. Dengan penyempurnaan ini, seluruh karyawan,
termasuk yang memiliki masa kerja panjang, tetap relevan dan adaptif. Pencapaian kinerja tak hanya dinilai dari
pengalaman, namun juga dari kesiapan untuk terus belajar dan penyesuaian pola pikir terhadap tuntutan yang
berkembang.
Pengembangan KPI di 2025 difokuskan pada aspek Visibility, di mana pimpinan dipastikan memiliki pandangan
yang jelas terhadap target di seluruh lapisan organisasi. Hasilnya, keselarasan antara target organisasi, unit kerja, dan
individu dapat dipantau sejak awal periode, serta memungkinkan identifikasi dini terhadap potensi ketidaksesuaian.
Aspek Ownership KPI diperkuat dengan mendorong setiap karyawan untuk bertanggung jawab penuh atas target
yang ditetapkan.
Tabel 65 | Produktivitas Karyawan
Deskripsi 2023 2024 2025
Jumlah Karyawan 11.207 10.198 10.540
Jumlah Outlet 271 267 349
Karyawan per Outlet 41,4 38,2 30,2
Jumlah Kontrak Baru per Karyawan 34,7 36,0 38,8
210 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 211
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
Tabel 66 | Metrik Pengembangan SDM
Deskripsi 2023 2024 2025
Biaya Pelatihan Rp3,0 miliar Rp4,9 miliar Rp6,3 miliar
Jumlah Peserta Pelatihan 23.831 50.676 63.578
Jumlah Program Pelatihan 7 8 8
Tabel 67 | Pelaksanaan Program Pendidikan dan Pelatihan
Jenis Pelatihan Jumlah Program 2025 Jumlah Peserta 2025
Pelatihan Internal 5 59.567
Pelatihan Eksternal 4 4.011
Jumlah 9 63.578
Tabel 68 | Jenis Pelatihan dan Jumlah Peserta
Jenis Pelatihan Jumlah Program 2025 Jumlah Peserta 2025
Kualifikasi 3 3.419
Mandatory 3 1.752
Fungsional 3 58.407
Jumlah 9 63.578
Tabel 69 | Peserta Pelatihan berdasarkan Jenjang Kepangkatan
Jenjang Kepangkatan Pelatihan Eksternal Pelatihan Internal Jumlah Peserta
Dewan Komisaris & Direksi - 10 10
Senior Manager 295 217 512
Junior Manager 5.546 2.036 7.582
Officer 19.005 772 19.777
Staff 34.721 976 35.697
Jumlah 59.567 4.011 63.578
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 211
Page 212
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
Tabel 70 | Rata-Rata Jam Pelatihan per Keikutsertaan Karyawan per Tahun
Laki-Laki Perempuan Rata-
Rata Jam
Jenjang Rata- Rata-
Jumlah Jumlah Pelatihan
Kepangkatan Jumlah Jam Rata Jam Jumlah Jam Rata Jam
Keikutsertaan per Keikutsertaan per
Pelatihan Pelatihan per Pelatihan Pelatihan per
31 Des 2025 per 31 Des 2025 Peserta
Peserta Peserta
Dewan
Komisaris & 56 10 6 - - - 6
Direksi
Senior
1.456 425 3 237 87 3 3
Manager
Junior
37.214 5.899 6 8.088 1.683 5 6
Manager
Officer 98.375 13.935 7 31.346 5.842 5 7
Staff 77.001 27.528 3 53.454 8.169 7 4
Jumlah 214.102 47.797 4 93.125 15.781 6 5
Tabel 71 | Peserta Program Manajemen Talenta dan Suksesi
2023 2024 2025
Jenjang
Kepangkatan
Laki-Laki Perempuan Jumlah Laki-Laki Perempuan Jumlah Laki-Laki Perempuan Jumlah
Manajerial
156 45 201 122 54 176 29 119 148
ke Atas
Supervisor 574 177 751 356 137 493 320 156 476
Jumlah 730 222 952 478 191 669 349 275 624
DATA-DRIVEN TALENT MANAGEMENT
(MANAJEMEN TALENTA BERBASIS DATA)
Dalam industri multifinance yang sangat bergantung pada kecepatan layanan dan ketepatan mitigasi risiko, data
telah bertransformasi menjadi aset strategis. Kemampuan mengolah data memungkinkan pemetaan profil risiko
yang akurat, prediksi tren pasar secara tajam, serta pengambilan keputusan bisnis yang presisi dalam kondisi ekonomi
yang sarat ketidakpastian.
Urgensi tersebut mendorong BFI Finance untuk mengadopsi pendekatan berbasis data, dan mengusungnya untuk
berbagai proses, termasuk pengelolaan SDM. Teknologi digital dioptimalkan sebagai tulang punggung untuk
mendukung perencanaan tenaga kerja, pemantauan kinerja, hingga manajemen talenta. Untuk semua tahapan ini,
data memperkaya perspektif pengambilan keputusan Perusahaan sehingga lebih terstruktur dan konsisten.
Teknologi juga berperan sebagai faktor kunci dalam pencapaian aspirasi Perusahaan. Otomasi proses administrasi
mendorong pergeseran fokus karyawan dari pekerjaan rutin menuju peran yang lebih strategis, sekaligus menuntut
peningkatan kapabilitas digital. Akses data yang terbuka juga membuat komunikasi lintas fungsi yang objektif dan
berlandaskan fakta. Hal ini memperkuat koordinasi antar direktorat sekaligus membuat organisasi semakin matang.
212 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 213
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
Lebih lanjut, Perusahaan tengah mengeksplorasi pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI) secara terukur. Sebagai
tahap awal, strategi top-down dikembangkan untuk menyelaraskan inisiatif AI dengan kebutuhan bisnis strategis,
sementara pendekatan bottom-up didorong melalui penggunaan perangkat kolaborasi digital harian, untuk memacu
produktivitas dan pertukaran pengetahuan di lingkungan kerja.
KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA
Perusahaan menyediakan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan layak bagi seluruh karyawan, baik di lingkungan
kantor maupun di lapangan, melalui penyediaan fasilitas yang memadai, penerapan prosedur keselamatan kerja,
serta program kesehatan yang berkelanjutan. Untuk mendukung komitmen tersebut, Departemen HC bekerja sama
dengan Infrastructure Development di Direktorat Operasional untuk menerapkan Sistem Manajemen Kesehatan dan
Keselamatan Kerja (SMK3) sebagaimana diatur dalam Peraturan Perusahaan. SMK3 berlaku bagi seluruh karyawan
dan ditujukan untuk mencegah potensi kecelakaan dan kerusakan, serta menanggulangi risiko yang mereka temui
selama bekerja.
Sebagai bagian dari penerapan SMK3, Perusahaan menyediakan infrastruktur dan sistem pendukung operasional
yang memadai. Dokumen penting dan aset konsumen disimpan di Pusat Kustodian yang dirancang tahan terhadap
gempa bumi dan kebakaran. Karyawan juga dibekali dengan pelatihan evakuasi darurat dan penggunaan alat
pemadam kebakaran, serta didukung oleh ketersediaan sarana penyelamatan dan kotak P3K di setiap lantai.
Untuk menjaga keselamatan kerja di lapangan, Perusahaan menetapkan ketentuan khusus bagi karyawan
bermobilitas tinggi, seperti yang bertugas di bidang pemasaran dan penagihan. Karyawan diwajibkan untuk
mematuhi peraturan lalu lintas dan menggunakan alat pelindung yang sesuai.
Di sisi kesehatan, BFI Finance mendukung penerapan gaya hidup sehat melalui keikutsertaan karyawan dalam
program asuransi kesehatan serta penerapan pendekatan preventif terhadap penyakit akibat kerja. Upaya ini
dilengkapi dengan penyebarluasan materi edukasi mengenai pola hidup sehat dan ajakan untuk menjaga kebugaran
fisik, sebagai upaya mengurangi risiko kesehatan di lingkungan kerja.
Tabel 72 | Kecelakaan Kerja
Karyawan
Jenis Kecelakaan Kerja Karyawan Lapangan Jumlah
Non-Lapangan
Kecelakaan Berat 2 - 2
Kecelakaan Ringan 25 6 31
Jumlah Kasus 27 6 33
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 213
Page 214
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
TANGGUNG JAWAB PENGEMBANGAN
PRODUK/JASA BERKELANJUTAN
PROGRAM INKLUSI KEUANGAN DAN KEUANGAN BERKELANJUTAN
BFI Finance berkomitmen menjadi lebih dari sekedar lembaga pembiayaan, dengan menempatkan diri sebagai
mitra strategis bagi pertumbuhan sektor riil, khususnya UMKM yang menjadi tulang punggung ekonomi nasional.
Menyadari keterbatasan akses perbankan bagi segmen unbanked dan masyarakat di pelosok, Perusahaan
menghadirkan layanan yang menjangkau seluruh lapisan masyarakat, sehingga peluang untuk mengembangkan
usaha dapat diakses secara lebih merata.
Komitmen ini tercermin nyata dalam portofolio Perusahaan. Hingga akhir 2025, BFI Finance telah menyalurkan modal
kerja senilai Rp9,92 triliun kepada ribuan pelaku UMKM di Indonesia. Angka ini setara dengan 37,8% dari total portofolio
Perusahaan dan menjadi bukti nyata dukungan Perusahaan untuk menggerakkan nadi ekonomi kerakyatan, selaras
dengan visi Keuangan Berkelanjutan dan Inklusi Keuangan dari pemerintah.
Selain pembiayaan, BFI Finance mendukung inklusi keuangan melalui program literasi dan edukasi bagi pelaku
usaha, termasuk pelatihan manajemen keuangan, strategi pemasaran, inovasi produk, dan pemanfaatan layanan
digital.
Program ini bertujuan meningkatkan kapabilitas UMKM agar mampu bertumbuh secara berkelanjutan dan
memperkuat kontribusinya terhadap perekonomian lokal.
PRAKTIK BISNIS YANG ETIS DAN BERTANGGUNG JAWAB
Perusahaan melakukan penagihan dari konsumen dengan cara yang etis dan tunduk pada peraturan yang berlaku,
sesuai POJK No. 35/POJK.05/2018 tentang Penyelenggaraan Usaha Perusahaan Pembiayaan.
Jika konsumen mengalami kesulitan dalam pengembalian pinjaman, Perusahaan akan mengupayakan cara-cara
yang tegas, terhormat, dan sensitif terhadap kondisi konsumen, sehingga meminimalkan potensi terjadinya sengketa
dalam prosesnya. Perusahaan memastikan bahwa seluruh konsumennya diperlakukan secara etis dan bertanggung
jawab oleh karyawan Perusahaan.
Setiap tahun, Perusahaan melakukan survei tingkat kepuasan konsumen atas produk dan layanannya. Hasil survei
di 2025 beserta program-program layanan konsumen di BFI Finance disajikan pada bab Analisis dan Pembahasan
Manajemen, bagian Pelayanan Konsumen, halaman 114–115.
214 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 215
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
KINERJA
LINGKUNGAN
OPERASI BERKELANJUTAN
BFI Finance menjalankan usaha di bidang pembiayaan,
dengan keseluruhan operasinya berlangsung di kawasan
urban atau daerah pemukiman. Tidak ada wilayah
operasi Perusahaan yang bersinggungan langsung
dengan lingkungan hidup, termasuk ekosistem yang
dilindungi.
Operasi BFI Finance menciptakan dampak lingkungan,
dan dampak yang paling signifikan adalah emisi
karbon. Karyawan Perusahaan mengandalkan beragam
sarana transportasi dalam bekerja, sehingga menjadi
kontributor emisi yang utama. Hingga 2025, Perusahaan
belum menghitung emisi dari bahan bakar kendaraan
karyawan, maupun emisi dari pembiayaan kendaraan
konsumen.
Meski demikian, upaya penghematan energi tetap
menjadi perhatian dalam aktivitas sehari-hari. Di kantor
pusat dan seluruh outlet, karyawan diimbau untuk
menerapkan pola kerja yang lebih ramah lingkungan,
khususnya melalui penghematan listrik dan air, dengan
cara mematikan lampu dan pendingin ruangan di
area yang tidak digunakan, mengurangi dan memilah
sampah domestik, serta menekan penggunaan kertas
baru dengan memanfaatkan kertas bekas untuk
kebutuhan pencetakan tertentu.
Selain itu, Perusahaan telah membangun fasilitas khusus
untuk pembuangan limbah bahan berbahaya dan
beracun (B3) di lingkungan kantor pusat sebagai bentuk
kepatuhan terhadap Peraturan Pemerintah No. 22
Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan
Pengelolaan Lingkungan Hidup (PP 22/2021). Dalam
mendukung pengurangan limbah, Perusahaan juga
mengimbau pembatasan penggunaan barang sekali
pakai serta melarang penggunaan bahan Styrofoam di
lingkungan kerja.
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 215
Page 216
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
KONSUMSI ENERGI DAN AIR
Perusahaan telah melakukan pengukuran atas konsumsi energi listrik dan air di seluruh wilayah kantornya, termasuk
kantor pusat dan seluruh outlet. Sepanjang 2025, Perusahaan menggunakan listrik sebanyak 10.480.214 kWh, atau
setara dengan 37.728 gigajoule (GJ), meningkat 1,00% dibandingkan dengan penggunaan listrik di 2024. Sementara
itu, penggunaan air menurun 3,29% dari 80.262 m³ di 2024 menjadi 77.619 m³ di 2025.
Meskipun konsumsi listrik meningkat 1,00%, kenaikan ini lebih rendah dibanding periode sebelumnya yang mencapai
7,50%, sehingga menunjukkan adanya perbaikan efisien energi. Di sisi lain, konsumsi air bersih berhasil ditekan. Hal ini
mencerminkan upaya efisiensi yang dilakukan Perusahaan menunjukkan hasil yang baik. Ke depannya, Perusahaan
akan terus mengupayakan peningkatan efisiensi dalam penggunaan kedua sumber daya tersebut di seluruh jaringan
operasionalnya, antara lain melalui peningkatan kesadaran karyawan serta penerapan praktik pengelolaan sumber
daya yang lebih disiplin dan bertanggung jawab.
Berdasarkan jumlah penggunaan listriknya, Perusahaan telah mengestimasi emisi karbon Cakupan 2 berdasarkan
Greenhouse Gas Protocol. Untuk 2025, dengan menggunakan faktor konversi emisi jaringan listrik sebesar 0,79 kg
CO₂e/kWh, jumlah emisi Cakupan 2 Perusahaan mencapai sekitar 8.279,37 ton CO₂e.
Grafik 18 | Konsumsi Listrik dan Air
Konsumsi Listrik
Listrik (kWh)
2025 10.480.214
2024 10.376.164
2023 9.650.184
Konsumsi Air
Air (m³)
2025 77.619
2024 80.262
2023 78.516
216 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 217
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
Tabel 73 | Penggunaan Listrik dan Air 2024
Pemakaian Biaya Biaya
Konsumsi Pemakaian
Wilayah Kerja Listrik Pemakaian Pemakaian
Energi (GJ) Air (m³)
(kWh) Listrik (Rp) Air (Rp)
Kantor Pusat 3.434.433 12.364 3.937.447.050 32.617 417.176.395
Sumatra 1.280.367 4.609 2.176.021.639 6.992 87.749.134
Jabodetabek 1.101.095 3.964 1.871.344.199 9.506 119.298.863
Jawa dan Bali 2.317.307 8.342 4.030.106.746 13.653 171.346.910
Kalimantan 882.876 3.178 1.500.474.528 7.691 96.527.980
Sulawesi dan Indonesia Timur 1.360.086 4.896 2.311.506.348 9.803 123.022.675
Jumlah 10.376.164 37.353 15.826.900.510 80.262 1.015.121.957
Tabel 74 | Penggunaan Listrik dan Air 2025
Pemakaian Biaya Biaya
Konsumsi Pemakaian
Wilayah Kerja Listrik Pemakaian Pemakaian
Energi (GJ) Air (m³)
(kWh) Listrik (Rp) Air (Rp)
Kantor Pusat 3.462.191 12.464 3.903.000.907 32.525 416.059.236
Sumatra 1.278.576 4.603 2.172.978.856 5.066 68.388.986
Jabodetabek 1.192.555 4.293 2.026.782.297 10.959 147.944.884
Jawa dan Bali 2.325.116 8.370 3.951.604.392 13.237 178.697.337
Kalimantan 866.481 3.119 1.472.611.192 6.294 84.967.337
Sulawesi dan Indonesia Timur 1.355.295 4.879 2.303.364.661 9.538 128.758.430
Jumlah 10.480.214 37.728 15.830.342.305 77.619 1.024.816.210
PROGRAM PELESTARIAN LINGKUNGAN
Upaya pengelolaan dampak lingkungan dilakukan melalui program restorasi ekosistem mangrove sejak 2021.
Program penanaman mangrove dipilih karena kemampuan ekosistem mangrove dalam menyerap dan menyimpan
karbon secara alami dalam jumlah yang relatif tinggi dibandingkan hutan tropis dengan luasan setara.
Pelaksanaan program tersebut berlanjut pada 2025 melalui penanaman sebanyak 15.000 bibit mangrove di wilayah
Banyuwangi dan Denpasar. Kegiatan ini ditujukan untuk mendukung konservasi pesisir sekaligus mitigasi abrasi
di sekitar area operasional. Berdasarkan hasil pemantauan, penanaman mangrove tersebut menunjukkan potensi
penyerapan karbon dioksida (CO₂) sekitar 34,53 ton CO₂ per tahun, dengan memperhitungkan jumlah mangrove
yang bertahan serta kondisi lingkungan sekitar.
Evaluasi yang dilakukan pada akhir 2025 mendapati bahwa dari 15.000 bibit pohon yang ditanam di 2024, sebanyak
7.905 pohon (52,70% dari keseluruhan) tetap hidup. Berdasarkan temuan tersebut, diperkirakan penyerapan CO₂ dari
7.905 pohon mangrove ini berada pada kisaran 158–395 ton CO₂ per tahun.
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 217
Page 218
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
Sebagian bibit mangrove tidak dapat bertahan akibat berbagai faktor lingkungan, di antaranya kejadian air rob yang
menyebabkan genangan berkepanjangan dan perubahan kondisi perairan, sehingga menghambat pertumbuhan
bibit mangrove.
Tabel 75 | Estimasi Biomassa dan Serapan Karbon dari Penanaman Mangrove di 2025
Luas Hamparan Nilai Serapan
Lokasi Biomassa (kg) Karbon (kg) CO₂e
(ha) Karbon
Pulau Pari
2,57 1,21 0,10 0,05 0,54
(DKI Jakarta)
Indramayu
5,07 2,38 0,40 0,20 0,53
(Jawa Barat)
Brebes
37,99 177, 85 2,90 0,20 3,90
(Jawa Tengah)
Denpasar (Bali) 328,74 154,50 16,74 0,10 45,62
Dumai (Riau) 10.720, 02 58,92 14,39 0,15 26,10
Grafik 19 | Sebaran Bibit Mangrove yang Ditanam Perusahaan
Penanaman Pohon
Penanaman Baru 2025
2023–2025
15.000 40.000
BFI GREEN LIFESTYLE
Perusahaan memperluas praktik ramah lingkungan di kalangan karyawan dan komunitas sekitar wilayah operasinya
melalui program BFI Green Lifestyle.
Di 2025, program ini mencakup beberapa kegiatan seperti:
■ Mengurangi penggunaan plastik dan menghimbau karyawan untuk membawa wadah makanan dan minuman
sendiri;
■ Melarang penggunaan kantong plastik, styrofoam, dan sedotan plastik;
■ Mengelola sampah botol plastik secara terpisah untuk didaur ulang;
■ Mengumpulkan tas belanja bekas berbahan kain/kertas untuk digunakan kembali saat berbelanja di kantin atau
koperasi kantor; dan
■ Secara periodik melakukan edukasi lingkungan melalui email blast.
Sebagai bagian dari BFI Green Lifestyle, Perusahaan memperluas praktik ramah lingkungan ke kegiatan luar ruang.
Salah satunya melalui ajang BFI RUN 2025 di ICE BSD, Kabupaten Tangerang. Melalui kegiatan olahraga tersebut,
Perusahaan mendorong partisipasi peserta dalam pengelolaan sampah plastik secara bertanggung jawab. Dari
pelaksanaan kegiatan ini, berhasil dikumpulkan 66 kg sampah botol plastik, yang selanjutnya disalurkan ke bank
sampah terdekat dengan lokasi kantor pusat untuk diproses dan didaur ulang.
218 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 219
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
KINERJA
SOSIAL
Selain menjadi penggerak bagi pelaku UMKM di
seluruh Indonesia melalui produk-produk dan program
keberlanjutannya, BFI Finance juga menjalankan
program CSR sebagai cara Perusahaan menyeimbangkan
pilar Profit, People, dan Planet, sekaligus mendukung
pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
Pelaksanaan program CSR diharapkan dapat memberi
manfaat bagi masyarakat di wilayah operasional, sejalan
dengan upaya retensi konsumen serta penguatan relasi
jangka panjang dengan komunitas dan pemangku
kepentingan.
Perancangan program CSR diselaraskan dengan target
lingkungan dan sosial, serta kebutuhan masyarakat
sasaran. Pelaksanaan programnya melibatkan kolaborasi
internal dan kemitraan eksternal, khususnya dalam
pemberdayaan ekonomi lokal. Program-program ini
dievaluasi melalui pengukuran kualitas hidup penerima
manfaat serta dampak nyata yang dihasilkan.
KESEJAHTERAAN MASYARAKAT
#BFINgangkatUsahaLokal 2025
#BFINgangkatUsahaLokal 2025 merupakan inisiatif
BFI Finance yang terus mendorong pemberdayaan
ekonomi masyarakat. Tahun ini, program menjangkau
lebih dari 150 peserta dari konsumen, pelaku UMKM,
dan masyarakat umum di Tangerang (Banten), melalui
rangkaian pelatihan dan pendampingan usaha
yang meliputi pemasaran, pengelolaan keuangan,
pengembangan pola pikir kewirausahaan, komunikasi,
serta kreasi ide usaha. Program ini juga menghadirkan
kegiatan pendukung yang meriah, mulai dari bazar
produk lokal, aneka lomba dan aktivitas olahraga,
lokakarya keterampilan, hingga kegiatan edukatif bagi
anak-anak dan komunitas sekitar. Sepanjang empat
hari pelaksanaan, perputaran ekonomi bazar mencapai
kisaran ratusan juta rupiah, menunjukkan dampak nyata
program dalam mendukung pertumbuhan UMKM lokal.
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 219
Page 220
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
Program BFI 4U
Literasi Keuangan
(Pemberdayaan Masyarakat Desa)
Perusahaan menyelenggarakan program Literasi BFI 4U merupakan program kerelawanan karyawan
Keuangan di dua kota, yaitu Kabupaten Tangerang yang dilaksanakan selama satu bulan di satu wilayah
(Banten) dan Kota Kupang (NTT), dengan tujuan tertentu dengan melakukan riset kebutuhan masyarakat
meningkatkan pengetahuan dan kemampuan di bidang pendidikan, lingkungan, kesehatan, hingga
masyarakat serta konsumen dalam mengelola keuangan, peningkatan ekonomi lokal. Pada 2025, program
memahami produk pembiayaan, memanfaatkan ini dilaksanakan di Desa Ciangir, Kecamatan Legok,
pinjaman produktif untuk pengembangan usaha, serta Tangerang. Kegiatannya mencakup sosialisasi pemilahan
mengenali manfaat dan risiko pembiayaan. Program sampah, literasi keuangan untuk UMKM, penyuluhan
ini menjangkau 100 UMKM di Kabupaten Tangerang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, pemeriksaan kesehatan
melalui Literasi Keuangan Syariah, dan 100 peserta gratis, pemberian fasilitas pendidikan dan edukasi
nelayan serta UMKM di Kota Kupang. Kegiatan ini juga karakter bagi siswa Madrasah Tsanawiyah setempat,
memberikan kesempatan bagi peserta untuk berdiskusi, serta kegiatan gotong royong kebersihan lingkungan.
berbagi pengalaman, dan memperoleh wawasan praktis Program ini selanjutnya dikembangkan menjadi bagian
yang dapat langsung diterapkan dalam pengelolaan dari program Desa Sejahtera BFI Finance.
usaha dan keuangan mereka.
Berbagi di Hari Raya
Seminar Outlook
Ekonomi dan Pasar 2026
Perusahaan menyelenggarakan beberapa program
Guna mempersiapkan langkah bisnis menuju 2026, sebagai bentuk kepedulian sosial dan berbagi rezeki
BFI Finance menggelar seminar “Outlook Ekonomi dengan masyarakat di sekitar wilayah operasional
dan Pasar 2026: Peluang, Tantangan, dan Strategi BFI Finance. Pada perayaan Idulfitri 1446 H, melalui
untuk Berkembang” di BFI Tower, Tangerang Selatan, program Berbagi Berkah BFI Finance 2025, Perusahaan
yang diikuti oleh sekitar 40 orang pelaku usaha dari membagikan 2.877 paket sembako dan takjil kepada
berbagai sektor usaha. Acara ini membahas proyeksi masyarakat di 14 kota, yang dilakukan oleh kantor cabang
perekonomian nasional, tren pasar, perkembangan di berbagai wilayah Indonesia, yaitu Bintaro (Tangerang
dunia usaha, dan pentingnya pengelolaan keuangan Selatan, Banten), Tobelo (Maluku Utara), Tabanan (Bali),
sehat sebagai fondasi keberlanjutan bisnis. Kotamobagu (Sulawesi Utara), Cimahi (Jawa Barat),
Balikpapan (Kalimantan Timur), Karawang, Depok, dan
Bekasi (Jawa Barat), Malang, Mojokerto, dan Ponorogo
(Jawa Timur), Bone (Sulawesi Selatan), serta kantor pusat
di BSD City, Tangerang Selatan.
220 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 221
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
Selanjutnya, pada perayaan Iduladha 1446 H, melalui Fokus lokasi ini ditetapkan untuk mendukung
program BFI Berkurban, Perusahaan menyalurkan keberlanjutan program pemberdayaan masyarakat
daging kurban kepada 1.283 penerima manfaat di 9 pesisir selama tiga tahun melalui inisiatif BFI Sahabat
kota, yang dilaksanakan oleh kantor cabang di Medan Pesisir. Program lanjutan mencakup penguatan ekonomi
(Sumatra Utara), Makassar (Sulawesi Selatan), Kuningan masyarakat nelayan, antara lain melalui pengembangan
(Jawa Barat), Jepara (Jawa Tengah), Surabaya (Jawa budidaya dan olahan produk berbasis mangrove.
Timur), Banjarmasin (Kalimantan Selatan), Gianyar
(Bali), Bogor (Jawa Barat), serta kantor pusat di BSD City,
Tangerang Selatan.
BFI Jelantah Hijau
Bantuan Cepat Tanggap Bencana BFI Jelantah Hijau merupakan program pengelolaan
minyak jelantah berbasis partisipasi masyarakat. Program
ini dilakukan melalui penempatan mesin penampungan
Perusahaan menyalurkan Bantuan Cepat Tanggap minyak jelantah atau UCOllect Box di sekolah. Minyak
Bencana di beberapa wilayah terdampak untuk jelantah yang disetorkan oleh warga sekitar sekolah dan
meringankan beban masyarakat. Pada bencana banjir masyarakat umum dikonversikan menjadi nilai ekonomi
di Sumatera, Perusahaan memberikan sembako, 15 yang kemudian dimanfaatkan kembali dalam bentuk
truk tangki air, dan 10 tandon air dengan total kapasitas fasilitas atau kebutuhan sekolah. Pada 2025, UCOllect
56.000 liter. Untuk bencana banjir di Aceh, bantuan Box yang didukung oleh BFI Finance untuk pertama
diberikan dalam bentuk 500 makanan siap saji untuk kalinya ditempatkan di SDN Sukasari 04, Tangerang.
dapur umum serta pelayanan kesehatan bagi 430 orang.
Selain itu, sebagai respons terhadap letusan Gunung
Semeru, Perusahaan menyalurkan sembako kepada 100
kepala keluarga di wilayah Lumajang, Jawa Timur.
Branch Green Ambassador
Branch Green Ambassador merupakan program
Penanaman Bibit Mangrove kepedulian lingkungan dan konservasi energi yang
dilaksanakan di seluruh cabang BFI Finance dengan
konsep kompetisi. Penilaian dilakukan berdasarkan
Program penanaman mangrove pada 2025 difokuskan persentase penghematan konsumsi listrik, air, dan
di dua lokasi, yaitu Teluk Benoa, Badung (Bali) dan kertas per semester. Pada 2025, program ini melibatkan
Teluk Pangpang, Banyuwangi (Jawa Timur), dengan partisipasi 192 cabang di seluruh Indonesia. Hasil evaluasi
total 15.000 bibit mangrove yang ditanam. Setiap lokasi dan pengumuman pemenang kompetisi direncanakan
menerima 7.500 bibit. pada Januari 2026.
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 221
Page 222
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
KESEHATAN
Sehat untuk Merdeka
Donor Darah Program Sehat untuk Merdeka merupakan inisiatif sosial
BFI Finance di bidang kesehatan untuk memeriahkan
Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80. Rangkaian
BFI Finance melalui berbagai cabang kembali kegiatan utama program ini meliputi Donor Darah
melaksanakan program Donor Darah PMI yang PMI, yang memberikan kontribusi 290 kantong darah
memberikan kontribusi sebanyak 399 kantong darah dari para pendonor di tiga kota, yaitu kantor cabang
dari para pendonor. Kegiatan ini dilaksanakan di tiga di Medan (Sumatra Utara), Klaten (Jawa Tengah), dan
kota di Indonesia, yaitu kantor cabang di Makassar Manokwari (Papua Barat), serta Pemeriksaan Kesehatan
(Sulawesi Selatan), Bandung (Jawa Barat), serta kantor Gratis bagi masyarakat umum dengan 325 penerima
pusat di BSD City, Tangerang Selatan, sebagai bentuk manfaat di enam kota, yakni kantor cabang di Karawang
kepedulian Perusahaan terhadap kesehatan masyarakat (Jawa Barat), Pekalongan, Klaten, dan Banjarnegara
dan ketersediaan stok darah nasional. (Jawa Tengah), Lamongan (Jawa Timur), dan Manokwari
(Papua Barat). Program ini mencerminkan komitmen
Perusahaan dalam mendukung kesehatan masyarakat
sekaligus memperingati momen kemerdekaan secara
positif dan bermanfaat.
Pelayanan Kesehatan Gratis
Perusahaan kembali menyelenggarakan program
Pemeriksaan Kesehatan Gratis bagi masyarakat umum, Bakti Ibu
dengan total 577 penerima manfaat. Kegiatan ini
dilaksanakan di tujuh kota melalui kantor cabang BFI
Finance di Biak Numfor (Papua), Pekanbaru (Riau), Dalam rangka memperingati Hari Ibu, BFI Finance
Sangatta (Kalimantan Timur), Semarang (Jawa Tengah), menyelenggarakan program Bakti Ibu, yaitu layanan
Sorong (Papua Barat Daya), Gresik (Jawa Timur), dan kesehatan khusus bagi ibu dan anak. Program ini
Magelang (Jawa Tengah), sebagai bentuk dukungan mencakup pemeriksaan kesehatan gratis yang
Perusahaan terhadap kesehatan masyarakat di wilayah dilaksanakan di Tangerang Selatan (Banten), Bandung
operasionalnya. (Jawa Barat), Parigi Moutong (Sulawesi Tengah), Gresik,
Nganjuk, Surabaya, Kediri, dan Malang (Jawa Timur),
Sampit (Kalimantan Tengah), Bontang (Kalimantan
Timur), Jayapura (Papua), Ambon (Maluku), Sumbawa
(Nusa Tenggara Barat), dan Denpasar (Bali), dengan total
780 penerima manfaat.
222 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 223
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
Selain itu, program donor darah dilaksanakan di Parigi
Moutong dengan kontribusi 18 kantong darah, serta
edukasi dan sosialisasi kesehatan ibu dan anak di
berbagai kota, antara lain:
■ Malang: Kesehatan ibu hamil dan tumbuh kembang
anak
■ Sampit: Sosialisasi pencegahan stunting pada anak
■ Gresik: Seminar kesehatan gigi dan mulut anak
■ Nganjuk: Penyuluhan kesehatan ibu dan anak
■ Bandung: Seminar “Menjadi Perempuan Kuat dan
Hebat” Gerakan 1000 untuk Anak Bangsa
Kegiatan ini mencerminkan komitmen BFI Finance
dalam meningkatkan kesehatan, edukasi, dan Gerakan 1000 untuk Anak Bangsa merupakan program
kesejahteraan ibu serta anak di wilayah operasionalnya. CSR tahunan yang bertujuan mendukung pemenuhan
fasilitas pendidikan dasar bagi anak-anak di wilayah
PENDIDIKAN dengan kondisi ekonomi terbatas. Pada 2025, BFI
Finance menyalurkan 1.010 pasang sepatu sekolah
beserta kaos kaki dan tas kepada siswa di lima SD negeri
di Provinsi Lampung, yaitu di Kabupaten Tulang Bawang,
Lampung Tengah, dan Pesawaran. Perusahaan juga
menyelenggarakan pelatihan cepat tanggap bencana di
sekolah penerima manfaat.
Sekolah SINERGI (School of Innovation
for Education, Resilience, Growth, and
Inclusion)
Sekolah SINERGI merupakan program pengembangan
sekolah yang dimulai pada 2025 dan dirancang untuk
berjalan selama tiga tahun. Program ini dilaksanakan Beasiswa Prestasi Olahraga
secara bertahap, mencakup peningkatan kapasitas guru “Jadi Juara BFI Finance”
pada tahun pertama, pengembangan siswa pada tahun
kedua, serta peremajaan infrastruktur sekolah pada Melalui program Beasiswa Prestasi Olahraga “Jadi Juara
tahun ketiga. Pada 2025, fokus kegiatan diarahkan pada BFI Finance”, Perusahaan mendukung pengembangan
pelatihan guru melalui empat sesi tatap muka berdurasi atlet lari usia remaja yang berprestasi. Program ini
penuh selama empat hari, dengan materi utama teknik memberikan dukungan pelatihan teknik lari, fasilitas
pengajaran berbasis digital. Sekolah penerima manfaat pendukung, serta pengembangan pendidikan formal
untuk periode 2025–2027 adalah SDN Rawa Buntu 02, bagi para penerima beasiswa. Untuk periode September
Tangerang Selatan. 2024 hingga September 2025, beasiswa diberikan
kepada 10 remaja dari DKI Jakarta, Nusa Tenggara
Timur, dan Papua. Beberapa penerima beasiswa juga
berkesempatan untuk mengikuti kompetisi lari BFI
RUN 2025 pada kategori 5K. Program ini akan kembali
dilaksanakan di 2026.
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 223
Page 224
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
Grafik 20 | Sebaran Program CSR berdasarkan Wilayah
72% 9% 19%
Indonesia Barat Indonesia Tengah Indonesia Timur
Grafik 21 | Sebaran Program CSR berdasarkan Pulau
7% 11%
Kalimantan Sulawesi
18%
Sumatra
9%
47%
Maluku dan Papua
Jawa 8%
Bali dan Nusa Tenggara
224 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 225
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 225
Page 226
Data
Perusahaan
226 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 227
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 227
Page 228
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
KOMPOSISI KEPEMILIKAN SAHAM
Tabel 76 | Komposisi Saham dan Pemegang Saham per 31 Desember 2025
Nominal Rp25 per Saham
Keterangan
Jumlah Saham Nilai Nominal (Rp) % Saham
Modal Dasar 20.000.000.000 500.000.000.000 100,00
Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 15.039.383.620 375.984.590.500 75,20
Jumlah Saham dalam Portepel 4.960.616.380 124.015.409.500 24,80
Pemegang Saham
Trinugraha Capital & Co SCA 7.688.125.938 192.203.148.450 51,12
Lainnya (masing-masing di bawah 5%) 7.351.257.682 183.781.442.050 48,88
Jumlah 15.039.383.620 375.984.590.500 100,00
Tabel 77 | Kepemilikan Saham Anggota Dewan Komisaris
Awal Tahun Akhir Tahun
Sifat
Nama Jabatan
Jumlah Jumlah Kepemilikan
% Saham % Saham
Saham Saham
Francis Lay Sioe Ho Presiden Komisaris 343.908.180 2,15 338.908.180 2,25 Langsung
Kusmayanto
Komisaris - - - - -
Kadiman
Saurabh Narayan
Komisaris - - - - -
Agarwal
Komisaris
Johanes Sutrisno - - - - -
Independen
Komisaris
Alfonso Napitupulu - - - - -
Independen
Jumlah 343.908.180 2,15 338.908.180 2,25
228 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 229
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
Tabel 78 | Kepemilikan Saham Anggota Direksi
Awal Tahun Akhir Tahun
Sifat
Nama Jabatan
Jumlah Jumlah Kepemilikan
% Saham % Saham
Saham Saham
Sutadi Presiden Direktur 18.817.000 0,12 19.817.000 0,13 Langsung
Sudjono Direktur 26.310.800 0,16 35.000.000 0,23 Langsung
Goklas Direktur 1.012.500 0,01 1.012.500 0,01 Langsung
Tan Rudy
Direktur - - 1.006.000 0,01 Langsung
Eddywidjaja
Iwan Direktur - - 2.000.000 0,01 Langsung
Jumlah 46.140.300 0,29 58.835.500 0,39
Grafik 22 | Klasifikasi Pemegang Saham per 31 Desember 2025
0,01
7,99
13,62
Asing
Lokal %
78,38
Jenis Pemegang Saham Lokal (%) Asing (%) Jumlah (%)
Individu 13,62 0,01 13,63
Institusi 7,99 78,38 86,37
Jumlah 21,61 78,39 100,00
Struktur kepemilikan saham PT BFI Finance Indonesia Tbk per akhir 2025 terdiri dari 14.356 individu dan institusi, di
mana 78.39% di antaranya terdaftar di luar negeri dan 21,61% sisanya di dalam negeri. Tidak ada pemegang saham
dengan kepemilikan lebih dari 5%, kecuali Trinugraha Capital & Co SCA sebagai pemegang saham pengendali BFI
Finance.
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 229
Page 230
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
Grafik 23 | Komposisi Kepemilikan Saham per 31 Desember 2025
%
Trinugraha Capital & Co SCA
51,12 48,88
Lain-Lain
(masing-masing di bawah 5%)
Grafik 24 | Struktur Kepemilikan Saham per 31 Desember 2025
Garibaldi Thohir* Jerry Ng*
100%
Dana ekuitas swasta
Investor-Investor
yang dikelola Ares
Bravo Capital Lain/Pasif 2)
Singapore 1)
Holdings Ltd.
7,30% 23,20% 14,30% 55,20%
Bravo Investments
Limited
0,66% 99,34%
Trinugraha Capital & Co SCA** Masyarakat (<5%)
51,12% 48,88%
Francis Lay Sioe Ho
99,00% 1,00%
Catatan:
* Ultimate Beneficial Owner (UBO)
** Komposisi saham tidak memperhitungkan Saham Treasuri 1,26%
1) Ares Singapore adalah Ares Management Asia (Singapore) Pte. Ltd.
2) Investor-Investor Lain/Pasif adalah investor pasif dan tidak memiliki hak suara
230 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 231
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
PROFIL PEMEGANG SAHAM
PENGENDALI
Trinugraha Capital & Co SCA
Manager
Trinugraha Capital (TC SARL)
Sejarah Singkat
Trinugraha Capital & Co SCA (TCC) adalah perusahaan yang didirikan berdasarkan hukum negara Luxembourg dan
terdaftar di negara tersebut. Anggaran dasar TCC telah diubah beberapa kali dan perubahan terakhir berlaku secara
efektif berdasarkan keputusan-keputusan RUPSLB TCC pada 21 Februari 2024.
Maksud dan Tujuan TCC
TCC melakukan penyertaan, dalam berbagai bentuk, pada perusahaan, kemitraan, atau jenis badan usaha lainnya.
TCC dapat menjalankan semua hal komersial, teknis, dan keuangan atau operasi lainnya, yang berhubungan langsung
atau tidak langsung pada semua lingkup untuk mencapai tujuannya.
Pengurus dan Pengawas TCC
Sesuai dengan anggaran dasarnya, TCC dikelola oleh satu atau beberapa manager yang merupakan pemegang
saham tanpa tanggung jawab terbatas (unlimited liability shareholders/commandite). TC SARL, sebuah société
à responsabilité limitée, ditunjuk sebagai Manajer tunggal dari TCC. Segala hal terkait TCC dan kondisi keuangan
termasuk secara khusus pembukuan dan rekeningnya diawasi oleh TCC Supervisory Board.
PEMILIK MANFAAT AKHIR
Pemilik Manfaat Akhir (Ultimate Beneficial Owners/UBO) Perusahaan adalah Garibaldi Thohir dan Jerry Ng.
Perusahaan telah menyampaikan pelaporan atas pemilik manfaat akhir kepada Kementerian Hukum sebagaimana
dinyatakan dalam Informasi Penyampaian Data tanggal 31 Januari 2025.
Penunjukan Garibaldi Thohir dan Jerry Ng sebagai UBO telah sesuai dengan ketentuan dalam Peraturan Presiden RI
No. 13 Tahun 2018 tentang Penerapan Prinsip Mengenali Pemilik Manfaat dari Korporasi Dalam Rangka Pencegahan
dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang dan Tindak Pidana Pendanaan Terorisme (Perpres 13/2018) juncto
Peraturan Menteri Hukum dan HAM RI No. 15 Tahun 2019 tentang Tata Cara Pelaksanaan Penerapan Prinsip Mengenali
Pemilik Manfaat dari Korporasi.
Kedua pihak sebagai UBO telah memenuhi kriteria yang ditetapkan dalam Pasal 4 Ayat 1 huruf f dan g Perpres 13/2018,
yaitu:
a. Menerima manfaat dari perseroan terbatas; dan/atau
b. Merupakan pemilik sebenarnya dari dana atas pemilikan saham perseroan terbatas.
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 231
Page 232
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
PROGRAM KEPEMILIKAN SAHAM
OLEH MANAJEMEN DAN KARYAWAN
(MESOP)
Berdasarkan keputusan RUPSLB 29 Juni 2022, Perusahaan mengalihkan 75 juta saham treasurinya, dengan harga
pelaksanaan Rp500 per lembar atau senilai Rp37,5 miliar, ke dalam Management and Employee Stock Ownership
Program (MESOP).
Pengalihan dilakukan pada 11 Oktober 2022. Berdasarkan skema MESOP, saham tersebut tidak dapat diperdagangkan
selama tiga tahun sejak tanggal pengalihan.
Skema MESOP berlaku bagi manajemen dan karyawan Perusahaan yang memenuhi syarat-syarat berikut:
1. Hanya diberikan kepada karyawan BFI Finance yang masih aktif, dan tidak kepada anggota Direksi, Dewan
Komisaris, dan DPS Perusahaan;
2. Tercatat sebagai karyawan tetap dan/atau sudah bekerja di Perusahaan minimum sejak 1 Januari 2019;
3. KPI rata-rata selama dua tahun terakhir minimum di angka 2,5;
4. Jumlah saham yang dapat dibeli karyawan ditetapkan berdasarkan personal grade (PG) karyawan per 30 Juni
2022;
5. Karyawan yang putus hubungan kerja dengan Perusahaan dengan sebab apa pun, termasuk karyawan
mengajukan pengunduran diri sampai dengan 30 September 2022, tidak berhak atas MESOP; dan
6. Untuk hal-hal yang belum diatur dalam ketentuan ini, akan diatur secara terpisah.
Di 2025, Perusahaan tidak menyelenggarakan MESOP.
KRONOLOGI PENCATATAN SAHAM DAN
PERUBAHAN JUMLAH SAHAM
Kronologi Pencatatan Saham
Berdasarkan Akta No. 57 tanggal 7 April 1982 yang telah diubah dengan Akta No. 40 tanggal 6 Oktober 1982, keduanya
dibuat di hadapan Kartini Muljadi, S.H., Notaris di Jakarta, modal dasar Perusahaan pada saat didirikan adalah sebesar
Rp3 miliar terbagi atas 100 saham prioritas dan 1.900 saham biasa, masing-masing dengan nilai nominal Rp1,5 juta,
sedangkan modal ditempatkan dan disetor penuh adalah sejumlah Rp1,5 miliar, yang terbagi atas 100 saham prioritas
dan 900 saham biasa.
Berdasarkan Akta No. 80 tanggal 22 November 1989 dan Akta No. 27 tanggal 8 Maret 1990, modal dasar Perusahaan
saat akan melakukan penawaran umum, ditingkatkan dari Rp3 miliar yang terbagi atas 100 saham prioritas dan 1.900
saham biasa masing-masing dengan nilai nominal Rp1,5 juta, menjadi sebesar Rp15 miliar yang terbagi atas 15 juta
saham biasa masing-masing bernilai nominal Rp1.000. Modal ditempatkan dan disetor penuh berjumlah Rp8,5 miliar,
yang terbagi atas 8,5 juta saham.
Pada 2025 Perusahaan melakukan penghapusan pencatatan Saham Treasuri sebanyak 927.732.000 saham, sehingga
jumlah saham yang beredar berkurang menjadi 15.039.383.620 lembar saham. Penghapusan ini tidak berdampak
pada operasional dan hanya mengurangi jumlah modal ditempatkan dan disetor.
232 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 233
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
Tabel 79 | Kronologi Pencatatan Saham dan Perubahan Jumlah Saham Beredar
Bursa Tanggal Nilai & Jumlah Saham
Aksi Korporasi Saham Dicatat
Efek Pencatatan Harga (Rp) Dicatat
BEJ &
Penawaran Umum Saham Perdana 16 Mei 1990 2.125.000 1.000 2.125.000
BES
Dividen Saham (Perusahaan BEJ 14 Juni 1993
mengeluarkan 1 saham baru untuk setiap 1.062.500 1.000 3.187.500
10 lembar saham yang dimiliki) BES 11 Juni 1993
22
BEJ September
Saham Bonus (Perusahaan mengeluarkan
1993
17 saham bonus untuk setiap 20 lembar 9.934.668 1.000 13.122.168
13
saham yang dimiliki)
BES September
1993
6 Desember
BEJ
1993
Company Listing 8.500.000 1.000 21.622.168
2 Desember
BES
1993
22 Maret
Dividen Saham (Perusahaan BEJ
1994
mengeluarkan 1 saham baru untuk setiap 7.207.390 1.000 28.829.558
21 Maret
3 lembar saham yang dimiliki) BES
1994
Penawaran Umum Terbatas I:
BEJ &
Memiliki 1 saham maka berhak atas 1 9 Mei 1994 28.829.558 1.000 57.659.116
BES
saham baru
Penawaran Umum Terbatas II:
BEJ & 12 Februari
Memiliki 1 saham maka berhak atas 2 115.318.232 1.000 172.977.348
BES 1997
saham baru
BEJ & 3 November
Pemecahan Nilai Nominal Saham 1:2 172.977.348 500 345.954.696
BES 1997
BEJ 11 Mei 2006
Saham Baru dari Konversi Obligasi Wajib
414.384.585 500 760.339.281
Konversi (MCB Conversion)
BES 5 Juni 2006
7 Agustus
Pemecahan Nilai Nominal Saham 1:2 BEI 760.339.281 250 1.520.678.562
2012
Penerbitan Saham untuk Pelaksanaan
BEI 31 Mei 2013 5.936.000 250 1.526.614.562
MESOP Tahap I-Grant Date 1
Penerbitan Saham untuk Pelaksanaan
BEI 30 Mei 2014 23.320.000 250 1.549.934.562
MESOP Tahap I-Grant Date 2
Penerbitan Saham untuk Pelaksanaan
BEI 29 Mei 2015 16.025.000 250 1.565.959.562
MESOP Tahap II-Grant Date 1
Penerbitan Saham untuk Pelaksanaan
BEI 31 Mei 2016 30.752.000 250 1.596.711.562
MESOP Tahap II-Grant Date 2
Pemecahan Nilai Nominal Saham 1:10 BEI 5 Juni 2017 14.370.404.058 25 15.967.115.620
Penghapusan Pencatatan Saham Treasuri BEI 22 Juli 2025 (927.732.000) 25 15.039.383.620
Semua aksi korporasi di atas telah mendapatkan persetujuan dari otoritas pasar modal dan dilaksanakan semestinya.
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 233
Page 234
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
KRONOLOGI PENCATATAN EFEK
LAINNYA
Tabel 80 | Ikhtisar Pencatatan Obligasi
Jumlah
Tanggal Jumlah
Peringkat yang Suku
Obligasi yang Diterbitkan Pencatatan di Tanggal Efektif per Seri
Obligasi Diterbitkan Bunga
BEI (Rp miliar)
(Rp miliar)
Obligasi Seri A 200 6,00%
Berkelanjutan
V BFI Finance
31 Mei 2021 AA-(idn) 600
Indonesia
Tahap I
Tahun 2021 Seri B 400 7,75%
Seri A 210 5,25%
Obligasi
Berkelanjutan
V BFI Finance
9 Agustus 2021 AA-(idn) 1.000
Indonesia Seri B 260 6,25%
Tahap II
Tahun 2021
Seri C 530 7,25%
21 Mei 2021
Seri A 617 6,25%
Obligasi (No. S-66/
Berkelanjutan D.04/2021)
V BFI Finance Seri B 227 7,00%
30 Januari 2023 AA-(idn) 1.100
Indonesia
Tahap III
Tahun 2023 Seri C 256 7,375%
Seri A 590 6,10%
Obligasi
Berkelanjutan Seri B 385 7,00%
V BFI Finance
17 April 2023 AA-(idn) 1.600
Indonesia
Tahap IV Seri C 625 7,15%
Tahun 2023
Obligasi
Berkelanjutan Seri A 250 6,00%
V BFI Finance
16 Juni 2023 AA-(idn) 1.100
Indonesia
Tahap V
Seri B 850 7,00%
Tahun 2023
Seri A 100 6,60%
Obligasi
Berkelanjutan
VI BFI Finance Seri B 26 September 200 6,80%
AA-(idn) 600
Indonesia 2024
Tahap I
Tahun 2024 18 September
Seri C 2024 300 6,90%
(No. S-130/
D.04/2024)
Obligasi Seri A 414 6,45%
Berkelanjutan Seri B 266 6,80%
VI BFI Finance
18 Juni 2025 AA-(idn) 1.000
Indonesia
Tahap II Seri C 320 6,90%
Tahun 2025
234 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 235
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
Tanggal
Penjamin Wali Akuntan Konsultan Pemeringkat
Jatuh Status Notaris
Pelaksana Emisi Amanat Publik Hukum Efek
Tempo
PT BNI Sekuritas
PT BRI Danareksa
8 Juni 2022 Sekuritas PT Bank Tanubrata
Ir. Nanette
PT DBS Vickers Tabungan Sutanto Jusuf PT Fitch
Cahyanie
Lunas Sekuritas Indonesia Negara Fahmi Indradewa Ratings
Handari Adi
PT Mandiri Sekuritas (Persero) Bambang & & Partners Indonesia
Warsito, S.H.
PT Trimegah Tbk Rekan
28 Mei 2024 Sekuritas Indonesia
Tbk
PT BCA Sekuritas
16 Agustus PT BNI Sekuritas
2022 PT DBS Vickers
PT Bank Tanubrata
Sekuritas Indonesia Ir. Nanette
Tabungan Sutanto Jusuf PT Fitch
PT BRI Danareksa Cahyanie
6 Agustus Lunas Negara Fahmi Indradewa Ratings
Sekuritas Handari Adi
2023 (Persero) Bambang & & Partners Indonesia
PT Mandiri Sekuritas Warsito, S.H.
Tbk Rekan
PT Trimegah
6 Agustus Sekuritas Indonesia
2024 Tbk
7 Februari
2024 PT BCA Sekuritas
Lunas PT BRI Danareksa PT Bank Tanubrata
Ir. Nanette
27 Januari Sekuritas Tabungan Sutanto Jusuf PT Fitch
Cahyanie
2025 PT Mandiri Sekuritas Negara Fahmi Indradewa Ratings
Handari Adi
PT Trimegah (Persero) Bambang & & Partners Indonesia
Belum Warsito, S.H.
27 Januari Sekuritas Indonesia Tbk Rekan
jatuh Tbk
2026
tempo
24 April 2024 PT BCA Sekuritas
Lunas PT BRI Danareksa PT Bank Tanubrata
14 April 2025 Ir. Nanette
Sekuritas Tabungan Sutanto Jusuf PT Fitch
Cahyanie
PT Mandiri Sekuritas Negara Fahmi Indradewa Ratings
Belum Handari Adi
PT Trimegah (Persero) Bambang & & Partners Indonesia
14 April 2026 jatuh Warsito, S.H.
Sekuritas Indonesia Tbk Rekan
tempo Tbk
PT BCA Sekuritas
25 Juni 2024 Lunas PT BRI Danareksa PT Bank Tanubrata
Ir. Nanette
Sekuritas Tabungan Sutanto Jusuf PT Fitch
Cahyanie
PT Mandiri Sekuritas Negara Fahmi Indradewa Ratings
Handari Adi
Belum PT Trimegah (Persero) Bambang & & Partners Indonesia
Warsito, S.H.
15 Juni 2026 jatuh Sekuritas Indonesia Tbk Rekan
tempo Tbk
5 Oktober
Lunas
2025 PT BCA Sekuritas
PT BRI Danareksa PT Bank Tanubrata
25 Ir. Nanette
Sekuritas Tabungan Sutanto Jusuf PT Fitch
September Cahyanie
PT Mandiri Sekuritas Negara Fahmi Indradewa Ratings
2026 Belum Handari Adi
PT Trimegah (Persero) Bambang & & Partners Indonesia
jatuh Warsito, S.H.
25 Sekuritas Indonesia Tbk Rekan
tempo
September Tbk
2027
27 Juni 2026 PT BCA Sekuritas
PT BRI Danareksa PT Bank Tanubrata
17 Juni 2027 Ir. Nanette
Belum Sekuritas Tabungan Sutanto Jusuf PT Fitch
Cahyanie
jatuh PT Mandiri Sekuritas Negara Fahmi Indradewa Ratings
Handari Adi
tempo PT Trimegah (Persero) Bambang & & Partners Indonesia
17 Juni 2028 Warsito, S.H.
Sekuritas Indonesia Tbk Rekan
Tbk
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 235
Page 236
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
DEWAN KOMISARIS
TUGAS POKOK
Dewan Komisaris dibentuk sebagai perwakilan dari pemegang saham untuk melakukan fungsi pengawasan sesuai
anggaran dasar, memberikan nasihat kepada Direksi dalam menjalankan kepengurusan Perusahaan, dan memantau
efektivitas praktik GCG di Perusahaan.
Dalam melakukan fungsi pengawasan:
1. Dewan Komisaris bertindak secara kolektif sebagai satu kesatuan dewan dan tidak bertindak secara individu.
2. Dewan Komisaris tidak diperbolehkan menjalankan tugas eksekutif yang menjadi kewenangan Direksi, kecuali
dalam kondisi tertentu untuk waktu tertentu sesuai anggaran dasar atau keputusan RUPS.
3. Dewan Komisaris mengawasi keputusan yang telah diambil (ex-post facto) dan keputusan yang akan diambil
(preventive basis).
4. Pengawasan Dewan Komisaris dilakukan berdasarkan informasi yang diterima dari Direksi, RUPS, atau sumber
lain yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
5. Dewan Komisaris memberikan persetujuan atau penolakan terhadap tindakan tertentu sekaligus mengawasi
seluruh aspek bisnis dan korporat Perusahaan.
6. Dewan Komisaris memastikan Laporan Tahunan Perusahaan memuat informasi lengkap tentang identitas
anggota, jabatan, rapat, honorarium, serta ketentuan lainnya sesuai peraturan yang berlaku.
7. Dewan Komisaris memastikan Direksi menindaklanjuti temuan audit internal, audit eksternal, dan hasil
pengawasan otoritas seperti OJK atau instansi terkait lainnya.
PROSEDUR PENGANGKATAN DAN PEMBERHENTIAN DEWAN
KOMISARIS
Berdasarkan anggaran dasar, anggota Dewan Komisaris diangkat oleh RUPS untuk jangka waktu lima tahun, dengan
tidak mengurangi hak RUPS untuk memberhentikan sewaktu-waktu sebelum masa jabatannya berakhir, jika anggota
Dewan Komisaris tersebut dinilai tidak dapat menjalankan tugasnya sebagaimana ditetapkan dalam anggaran
dasar dan/atau keputusan RUPS. Pemberhentian demikian berlaku sejak penutupan RUPS tersebut, kecuali apabila
ditentukan lain oleh RUPS. Setelah masa jabatan berakhir, anggota Dewan Komisaris dapat diangkat kembali oleh
RUPS.
Sebelum diangkat sebagai anggota Dewan Komisaris, kandidat diwajibkan memenuhi persyaratan dalam POJK
No. 34/POJK.03/2018 tanggal 27 Desember 2018 tentang Penilaian Kembali bagi Pihak Utama Lembaga Jasa Keuangan
yang kemudian diperbarui dengan POJK No. 14/POJK.03/2021 tanggal 30 Juli 2021 juncto POJK No. 27/POJK.03/2016
tanggal 22 Juli 2016 tentang Penilaian Kemampuan dan Kepatutan bagi Pihak Utama Lembaga Jasa Keuangan.
Kandidat diwajibkan untuk lulus penilaian kemampuan dan kepatutan (fit and proper assessment) oleh OJK. Seluruh
anggota Dewan Komisaris saat ini telah memenuhi ketentuan peraturan yang berlaku.
Jika masa jabatan anggota Dewan Komisaris habis, mereka dapat diangkat kembali bergantung pada penilaian
kinerja yang diawasi oleh Komite Nominasi dan Remunerasi. Setelah penilaian, Komite Nominasi dan Remunerasi akan
membuat rekomendasi jika Komite akan mengesahkan anggota Dewan Komisaris yang telah habis masa jabatannya
untuk diangkat kembali. Berdasarkan rekomendasi dari Komite Nominasi dan Remunerasi, Dewan Komisaris akan
mengusulkan pengangkatan kembali anggota Dewan Komisaris tersebut dalam RUPS.
PERSYARATAN KEANGGOTAAN DEWAN KOMISARIS
Pihak yang dapat diangkat sebagai anggota Dewan Komisaris adalah mereka yang memenuhi persyaratan berikut,
sebagaimana ditentukan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku di bidang Pasar Modal, dan yang pada
saat diangkat dan selama menjabat:
1. Mempunyai akhlak, moral, dan integritas yang baik;
2. Cakap melakukan perbuatan hukum;
236 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 237
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
3. Dalam lima tahun sebelum pengangkatan dan selama menjabat:
a. Tidak pernah dinyatakan pailit;
b. Tidak pernah menjadi anggota Direksi dan/atau anggota Dewan Komisaris yang dinyatakan bersalah
menyebabkan suatu perusahaan dinyatakan pailit;
c. Tidak pernah dihukum karena melakukan tindak pidana yang merugikan keuangan negara dan/atau yang
berkaitan dengan sektor keuangan;
d. Tidak pernah menjadi anggota Direksi dan/atau anggota Dewan Komisaris yang selama menjabat:
■ Pernah tidak menyelenggarakan RUPST;
■ Pertanggungjawabannya sebagai anggota Direksi dan/atau anggota Dewan Komisaris pernah tidak
diterima oleh RUPS atau pernah tidak memberikan pertanggungjawaban sebagai anggota Direksi dan/
atau anggota Dewan Komisaris kepada RUPS; dan
■ Pernah menyebabkan perusahaan yang memperoleh izin, persetujuan, atau pendaftaran dari OJK tidak
memenuhi kewajiban menyampaikan laporan tahunan dan/atau laporan keuangan kepada OJK;
e. Memiliki komitmen untuk mematuhi peraturan perundang-undangan; dan
f. Memiliki pengetahuan dan/atau keahlian di bidang yang dibutuhkan Perusahaan;
4. Memenuhi kriteria tambahan bagi Komisaris yang juga merupakan Komisaris Independen, sebagaimana diuraikan
pada bagian Komisaris Independen dalam bab ini.
PEDOMAN DAN TATA TERTIB KERJA DEWAN KOMISARIS
Dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya, Dewan Komisaris mengacu pada pedoman dan tata tertib kerja
Dewan Komisaris yang diatur dalam Pedoman Dewan Komisaris dan Direksi PT BFI Finance Indonesia Tbk (Pedoman),
diterbitkan pada 1 Desember 2015 dan diperbarui pada 16 Juni 2025.
Pedoman ini mengatur berbagai aspek terkait Dewan Komisaris, termasuk fungsi, keanggotaan, pedoman
pengawasan, etika jabatan, tugas dan wewenang, hak, rapat, evaluasi kinerja, organ pendukung, serta hubungan
kerja antara Dewan Komisaris dengan Direksi.
Pedoman bagi Dewan Komisaris tersebut dapat diakses pada https://www.bfi.co.id/id/corporate/tata-kelola-
perusahaan/pedoman-kerja-komisaris-direksi.
KOMPOSISI, KEBERAGAMAN, RANGKAP JABATAN, DAN
INDEPENDENSI ANGGOTA DEWAN KOMISARIS
Bagian Profil Dewan Komisaris pada bab Profil Perusahaan (halaman 64–69) dan informasi lainnya mengenai
Dewan Komisaris pada bab Tata Kelola Perusahaan yang Baik (halaman 167–168) memuat rincian lengkap mengenai
komposisi, keberagaman, rangkap jabatan, dan independensi anggota Dewan Komisaris.
Anggota Dewan Komisaris BFI Finance tidak memiliki hubungan keuangan dan hubungan keluarga sampai dengan
derajat kedua dengan sesama anggota Dewan Komisaris, anggota Direksi, dan/atau Pemegang Saham Pengendali,
atau hubungan dengan Perusahaan, kecuali Kusmayanto Kadiman (Komisaris) dan Saurabh Narayan Agarwal
(Komisaris), yang memiliki hubungan keuangan dengan pemegang saham pengendali.
Selama periode pelaporan, tidak ada anggota Dewan Komisaris yang memiliki saham yang jumlahnya 5% atau lebih
dari modal disetor di BFI Finance atau di perusahaan lainnya.
Seluruh anggota Dewan Komisaris Perusahaan di sepanjang periode pelaporan telah mematuhi seluruh ketentuan
POJK No. 48 Tahun 2024 tanggal 31 Desember 2024 mengenai Tata Kelola yang Baik bagi Lembaga Pembiayaan,
Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (POJK 48/2024) dan
POJK No. 33/POJK.04/2014 tanggal 8 Desember 2014 tentang Direksi dan Dewan Komisaris Emiten atau Perusahaan
Publik (POJK 33/2014).
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 237
Page 238
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
Tabel 81 | Independensi Dewan Komisaris
Hubungan Keuangan dengan Hubungan Keluarga dengan
Pemegang Pemegang
Nama Komisaris Direktur Saham Komisaris Direktur Saham
Pengendali Pengendali
Ya Tidak Ya Tidak Ya Tidak Ya Tidak Ya Tidak Ya Tidak
Francis Lay Sioe Ho
Kusmayanto
Kadiman
Saurabh Narayan
Agarwal
Johanes Sutrisno
Alfonso Napitupulu
KOMISARIS INDEPENDEN
Berdasarkan definisi dari POJK 33/2014, Komisaris Independen adalah anggota Dewan Komisaris yang berasal dari
luar Emiten atau Perusahaan Publik dan memenuhi persyaratan sebagai Komisaris. Sesuai dengan ketentuan Pasal
20 dari POJK tersebut, dalam hal Dewan Komisaris terdiri dari dua orang anggota Dewan Komisaris, satu di antaranya
adalah Komisaris Independen. BFI Finance wajib memiliki Komisaris Independen dengan jumlah minimum 30% dari
seluruh anggota Dewan Komisaris Perusahaan. Hal ini telah terpenuhi dengan baik di mana dari lima anggota Dewan
Komisaris Perusahaan, dua di antaranya adalah Komisaris Independen (40%).
Selain memenuhi ketentuan persyaratan sebagai anggota Dewan Komisaris, Komisaris Independen wajib memenuhi
persyaratan berikut:
1. Bukan merupakan orang yang bekerja atau mempunyai wewenang dan tanggung jawab untuk merencanakan,
memimpin, mengendalikan, atau mengawasi kegiatan Perusahaan dalam waktu enam bulan terakhir, kecuali
untuk pengangkatan kembali sebagai Komisaris Independen Perusahaan pada periode berikutnya;
2. Tidak memiliki saham; baik langsung maupun tidak langsung; pada Perusahaan;
3. Tidak mempunyai hubungan afiliasi dengan Perusahaan, anggota Dewan Komisaris, anggota Direksi, atau
pemegang saham pengendali Perusahaan;
4. Tidak mempunyai hubungan usaha; baik langsung maupun tidak langsung; yang berkaitan dengan kegiatan
usaha Perusahaan; dan
5. Komisaris Independen yang telah menjabat selama dua periode masa jabatan dapat diangkat kembali pada
periode selanjutnya sepanjang Komisaris Independen tersebut menyatakan dirinya tetap independen kepada
RUPS.
Berdasarkan Pedoman Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan, mantan anggota Direksi atau pejabat eksekutif
Perusahaan atau pihak-pihak yang mempunyai hubungan dengan Perusahaan, yang dapat mempengaruhi
kemampuannya untuk bertindak independen, tidak dapat menjadi Komisaris Independen pada Perusahaan, sebelum
menjalani masa tunggu selama enam bulan.
238 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 239
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
Pernyataan Independensi Komisaris Independen
Pernyataan independensi Komisaris Independen diungkapkan dalam laporan tahunan. Dalam hal Komisaris
Independen menjabat di Komite Audit, Komisaris Independen yang bersangkutan hanya dapat diangkat kembali
untuk satu periode masa jabatan Komite Audit berikutnya.
Mengacu pada Pasal 25 POJK 33/2014, masing-masing Komisaris Independen Perusahaan, yaitu Johanes Sutrisno dan
Alfonso Napitupulu, telah memenuhi kriteria sebagai Komisaris Independen sebagaimana diatur dalam ketentuan
pelaksanaan GCG bagi perusahaan pembiayaan. Tidak satu pun dari mereka memiliki hubungan keuangan,
manajemen, kepemilikan saham dan/atau hubungan keluarga dengan anggota Dewan Komisaris lainnya, Direksi
dan/atau Pemegang Saham Pengendali atau hubungan dengan Perusahaan, yang dapat memengaruhi kemampuan
mereka untuk bertindak secara independen.
PROGRAM ORIENTASI BAGI ANGGOTA BARU
Perusahaan menyelenggarakan program orientasi untuk memberikan pengetahuan mengenai kondisi Perusahaan
secara umum kepada anggota baru Dewan Komisaris, dan agar anggota Dewan Komisaris saling mengenal serta
bekerja sama sebagai tim yang solid dan efektif dalam menjalankan fungsi-fungsi Dewan Komisaris. Orientasi bagi
anggota baru dilaksanakan dalam Rapat Dewan Komisaris yang pertama kali dihadiri oleh anggota baru tersebut.
HUBUNGAN KERJA ANTARA DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI
Perusahaan menjaga hubungan kerja yang baik antara Dewan Komisaris dan Direksi dengan menerapkan prinsip-
prinsip sebagai berikut:
1. Dewan Komisaris menghormati fungsi dan peranan Direksi dalam mengurus Perusahaan sesuai dengan undang-
undang dan anggaran dasar.
2. Direksi menghormati fungsi dan peranan Dewan Komisaris dalam melakukan pengawasan dan memberikan
nasihat terhadap kebijakan pengurusan Perusahaan.
3. Hubungan kerja antara Dewan Komisaris dan Direksi bersifat formal dan dilandasi mekanisme baku atau
korespondensi yang dapat dipertanggungjawabkan.
4. Hubungan kerja informal antara anggota Dewan Komisaris dan Direksi diperbolehkan, namun tidak dapat
dijadikan kebijakan formal tanpa mekanisme atau korespondensi resmi.
5. Dewan Komisaris berhak mendapatkan akses atas informasi Perusahaan secara tepat waktu, akurat, dan lengkap.
6. Untuk memperoleh informasi lebih lanjut, Dewan Komisaris dapat meminta penjelasan kepada pejabat di bawah
Direksi dengan terlebih dahulu berkoordinasi dengan Direksi, sesuai dengan kebijakan satu pintu (one-gate
policy) dalam komunikasi korporasi.
7. Direksi bertanggung jawab memastikan bahwa informasi mengenai Perusahaan diberikan kepada Dewan
Komisaris secara tepat waktu, akurat, konsisten, dan lengkap.
8. Hubungan kerja antara Dewan Komisaris dan Direksi bersifat kelembagaan. Setiap hubungan antar anggota
harus diketahui oleh seluruh anggota dari kedua organ tersebut.
KOMITE-KOMITE DEWAN KOMISARIS
Dalam bertugas, Dewan Komisaris dibantu oleh tiga komite, yakni Komite Audit, Komite Pemantau Risiko, dan Komite
Nominasi dan Remunerasi. Setiap komite terdiri atas Ketua Komite, yang merupakan Komisaris Independen, dan
anggota komite lainnya yang ditunjuk oleh Dewan Komisaris. Fungsi dan pekerjaan komite-komite tersebut dijelaskan
dalam piagam masing-masing. Ketiga komite tersebut melapor kepada Dewan Komisaris.
Penilaian Kinerja Komite-Komite Dewan Komisaris
Berdasarkan hasil evaluasi komite-komite tersebut oleh Dewan Komisaris, yang mempertimbangkan kinerja,
kompetensi, dan kehadiran dalam rapat komite, disimpulkan bahwa semua komite di bawah Dewan Komisaris telah
menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sesuai mandat masing-masing di 2025 dengan baik.
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 239
Page 240
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
DIREKSI
TUGAS POKOK
Direksi dibentuk sebagai organ Perusahaan yang bertanggung jawab penuh atas pengurusan Perusahaan untuk
kepentingan dan tujuan Perusahaan serta mewakili Perusahaan, baik di dalam maupun di luar pengadilan, dalam
segala hal dan segala kejadian.
PROSEDUR PENGANGKATAN DAN PEMBERHENTIAN DIREKSI
Berdasarkan anggaran dasar Perusahaan, anggota Direksi diangkat oleh pemegang saham dalam RUPS untuk
masa jabatan dimulai sejak tanggal pengangkatan sampai dengan penutupan RUPST kelima. Anggota Direksi dapat
diberhentikan oleh pemegang saham dalam RUPS setiap saat sebelum masa jabatannya berakhir.
Sebelum diangkat sebagai anggota Direksi, kandidat diwajibkan memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh POJK
34/2018 tentang Penilaian Kembali bagi Pihak Utama Lembaga Jasa Keuangan yang kemudian diperbarui dengan
POJK 14/2021 juncto POJK 27/2016 tentang Penilaian Kemampuan dan Kepatutan bagi Pihak Utama Lembaga Jasa
Keuangan. Seluruh anggota Direksi saat ini telah memenuhi ketentuan peraturan yang berlaku.
Jika masa jabatan anggota Direksi telah habis, pengangkatan anggota Direksi dapat dilakukan kembali, bergantung
pada penilaian kinerja yang diawasi oleh Komite Nominasi dan Remunerasi. Setelah penilaian, Komite Nominasi dan
Remunerasi akan membuat rekomendasi jika Komite akan mengesahkan anggota Direksi yang telah habis masa
jabatannya untuk diangkat kembali. Berdasarkan rekomendasi tersebut, Dewan Komisaris akan mengusulkan
pengangkatan kembali anggota Direksi tersebut dalam RUPS.
PERSYARATAN KEANGGOTAAN DIREKSI
Pihak yang dapat diangkat sebagai anggota Direksi adalah warga negara Indonesia dan/atau warga negara asing yang
telah memenuhi syarat untuk diangkat sebagai Direksi Perusahaan berdasarkan ketentuan peraturan perundang-
undangan yang berlaku di bidang Pasar Modal, antara lain:
1. Mempunyai akhlak, moral dan integritas yang baik;
2. Cakap melakukan perbuatan hukum;
3. Dalam lima tahun sebelum pengangkatan dan selama menjabat:
a. Tidak pernah dinyatakan pailit;
b. Tidak pernah menjadi anggota Direksi dan/atau anggota Dewan Komisaris yang dinyatakan bersalah
menyebabkan suatu perusahaan dinyatakan pailit;
c. Tidak pernah dihukum karena melakukan tindak pidana yang merugikan keuangan negara dan/atau yang
berkaitan dengan sektor keuangan; dan
d. Tidak pernah menjadi anggota Direksi dan/atau anggota Dewan Komisaris yang selama menjabat:
■ Pernah tidak menyelenggarakan RUPST;
■ Pertanggungjawabannya sebagai anggota Direksi dan/atau anggota Dewan Komisaris pernah tidak
diterima oleh RUPS atau pernah tidak memberikan pertanggungjawaban sebagai anggota Direksi dan/
atau anggota Dewan Komisaris kepada RUPS;
■ Pernah menyebabkan perusahaan yang memperoleh izin, persetujuan, atau pendaftaran dari OJK tidak
memenuhi kewajiban menyampaikan laporan tahunan dan/atau laporan keuangan kepada OJK;
e. Memiliki komitmen untuk mematuhi peraturan perundang-undangan; dan
f. Memiliki pengetahuan dan/atau keahlian di bidang yang dibutuhkan Emiten atau Perusahaan Publik.
Selain hal-hal di atas, anggota Direksi juga harus memenuhi persyaratan berikut:
1. Memiliki pengetahuan yang cukup dan relevan mengenai jabatannya;
2. Memiliki pemahaman atas hukum dan peraturan mengenai perusahaan pembiayaan serta hukum dan peraturan
lain yang berhubungan dengan perusahaan pembiayaan;
3. Memiliki pengalaman bekerja di perusahaan pembiayaan dan bidang lain yang relevan dengan posisinya; dan
4. Memiliki kemampuan untuk membuat keputusan manajemen yang strategis agar dapat mengembangkan
Perusahaan menjadi lembaga keuangan yang sehat.
240 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 241
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
PEDOMAN DAN TATA TERTIB KERJA DIREKSI
Dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya, Direksi mengacu kepada pedoman dan tata tertib kerja Direksi
yang diatur dalam Pedoman Dewan Komisaris dan Direksi PT BFI Finance Indonesia Tbk (Pedoman), diterbitkan pada
1 Desember 2015 dan diperbarui pada 16 Juni 2025.
Pedoman ini mengatur berbagai aspek terkait Direksi, termasuk fungsi, keanggotaan, persyaratan keanggotaan, etika
jabatan, tugas dan kewajiban, wewenang, hak, rapat, evaluasi kinerja, serta organ pendukung Direksi.
Pedoman bagi Direksi tersebut dapat diakses pada
https://www.bfi.co.id/id/corporate/tata-kelola-perusahaan/pedoman-kerja-komisaris-direksi.
WEWENANG DAN HAK DIREKSI
Direksi memiliki wewenang berikut dalam menjalankan kegiatan usaha dan operasional:
1. Melaksanakan pengembangan usaha;
2. Mewakili Perusahaan di dalam dan di luar pengadilan;
3. Mengatur ketentuan-ketentuan tentang kepegawaian termasuk pengangkatan, mutasi, suksesi dan
pemberhentian, penetapan gaji, imbalan pascakerja dan jaminan hari tua, serta penghasilan lain berdasarkan
peraturan perundang-undangan yang berlaku;
4. Mengangkat dan memberhentikan seorang Sekretaris Perusahaan; dan
5. Menetapkan keputusan strategis dan operasional yang mengandung risiko dan ketidakpastian.
Dalam menjalankan kegiatan usaha dan operasional, Direksi juga memiliki hak-hak berikut:
1. Setiap anggota Direksi berhak mengundurkan diri dari jabatannya dengan memberitahukan secara tertulis
maksudnya tersebut kepada Perusahaan sekurang-kurangnya 30 hari sebelum tanggal pengunduran dirinya;
2. Setiap anggota Direksi berhak melakukan pembelaan dalam RUPS jika RUPS sewaktu-waktu memberhentikan
anggota Direksi;
3. Direksi berhak mengangkat seorang atau lebih sebagai wakil atau kuasanya untuk melakukan perbuatan hukum
tertentu dengan memberikan kuasa khusus yang diatur dalam surat kuasa;
4. Direksi berhak mewakili Perusahaan di dalam maupun di luar pengadilan tentang segala hal dan dalam segala
kejadian serta melakukan segala tindakan dan perbuatan, baik mengenai pengurusan maupun pemilikan, serta
mengikat Perusahaan dengan pihak lain dan pihak lain dengan Perusahaan, dengan pembatasan-pembatasan
yang ditetapkan dalam anggaran dasar; dan
5. Anggota Direksi berhak memperoleh gaji dan/atau tunjangan.
KOMPOSISI, KEBERAGAMAN, RANGKAP JABATAN, DAN
INDEPENDENSI ANGGOTA DIREKSI
Komposisi Direksi saat ini telah mencerminkan keberagaman anggotanya, dalam hal pendidikan, pengalaman
kerja, usia, dan juga keahlian. Masing-masing anggota Direksi memiliki kompetensi yang mendukung Perusahaan
untuk berkinerja secara optimum. Kondisi keberagaman dari anggota Direksi telah terpenuhi secara implisit dengan
terpenuhinya persyaratan sebagai anggota Direksi, yang salah satunya adalah memiliki keahlian dalam bidang-
bidang yang dibutuhkan Perusahaan.
Bagian Profil Direksi pada bab Profil Perusahaan (halaman 70–75) dan informasi lainnya mengenai Direksi pada bab
Tata Kelola Perusahaan yang Baik (halaman 169–170) memuat rincian lengkap mengenai komposisi, keberagaman,
rangkap jabatan, dan independensi anggota Direksi.
Para anggota Direksi BFI Finance tidak memiliki hubungan keuangan dan kekeluargaan hingga derajat kedua
dengan sesama anggota Direksi, anggota Dewan Komisaris, dan/atau Pemegang Saham Pengendali, atau hubungan
dengan Perusahaan.
Selama periode pelaporan, tidak ada anggota Direksi yang memiliki saham yang jumlahnya 5% atau lebih dari modal
disetor di BFI Finance atau di perusahaan lainnya.
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 241
Page 242
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
Seluruh anggota Direksi Perusahaan di sepanjang periode pelaporan telah mematuhi seluruh ketentuan POJK
48/2024 dan POJK 33/2014.
Tabel 82 | Independensi Direksi
Hubungan Keuangan dengan Hubungan Keluarga dengan
Pemegang Pemegang
Nama Komisaris Direktur Saham Komisaris Direktur Saham
Pengendali Pengendali
Ya Tidak Ya Tidak Ya Tidak Ya Tidak Ya Tidak Ya Tidak
Sutadi
Sudjono
Goklas
Tan Rudy
Eddywidjaja
Iwan
PEMBAGIAN TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB DIREKSI
Nama dan
Tugas dan Tanggung Jawab
Jabatan
Sebagai Chief Executive Officer (CEO), beliau merupakan pengambil keputusan tertinggi
di Perusahaan dan bertanggung jawab atas pencapaian sasaran dan target bisnis secara
keseluruhan. Bersama anggota Direksi lainnya, beliau memimpin formulasi dan implementasi
tujuan strategis dan rencana bisnis Perusahaan. Merangkap sebagai Chief Risk Officer (CRO),
beliau bertanggung jawab mengawasi manajemen risiko di seluruh aspek bisnis Perusahaan,
yang meliputi risiko-risiko dari sisi kredit/pembiayaan, likuiditas dan pendanaan, operasional,
hukum dan peraturan, strategi/bisnis, dan reputasi Perusahaan. Tugas utamanya adalah
meninjau ulang dan menyetujui risiko bisnis yang diajukan, implementasi dan pemantauan
Sutadi
kebijakan dan prosedur manajemen risiko, manajemen operasional kredit untuk mendukung
Presiden Direktur
tujuan bisnis, menjaga prasarana analitis yang komprehensif, dan bekerja sama dengan unit-
unit bisnis dan operasional untuk memastikan risiko-risiko yang dihadapi Perusahaan dapat
diidentifikasi, diukur, dan dikelola dalam batas-batas yang telah ditetapkan. Beliau menerima
laporan langsung dari seluruh Direktur, mengawasi fungsi Teknologi, Digital Business, Audit
Internal, Kepatuhan (Corporate Compliance), Manajemen Risiko (Risk Management; termasuk
di dalamnya unit-unit kerja seperti Operational Risk, Credit Operations, dan Anti-Fraud), APU–
PPT–PPPSPM, dan Sekretaris Perusahaan. Dalam kepengurusan Komite-Komite Direksi, beliau
bertindak sebagai Ketua Komite Manajemen Risiko dan Komite Pengarah Teknologi Informasi.
242 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 243
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
Nama dan
Tugas dan Tanggung Jawab
Jabatan
Sebagai Chief Financial Officer (CFO), beliau bertanggung jawab mengarahkan dan
mengawasi seluruh kegiatan keuangan, termasuk sumber pendanaan dan kecukupan
pendanaan (termasuk posisi likuiditas) untuk mendukung pertumbuhan bisnis, pengendalian
keuangan, pengawasan proyek-proyek bisnis serta penyajian laporan keuangan sesuai dengan
standar akuntansi keuangan dan peraturan yang diterapkan. Beliau menjadi mitra bagi setiap
unit bisnis dan regional business operations atas pelaporan, analisis kinerja keuangan dan
operasional dari setiap lini bisnis. Merangkap sebagai Chief Operating Officer (COO), beliau
bertanggung jawab dalam memastikan penyelarasan fungsi-fungsi di organisasi agar seluruh
Sudjono
aspek operasional Perusahaan berjalan dengan baik dan mematuhi kebijakan internal, serta
Direktur Keuangan
mengawasi dan memastikan standarisasi pelayanan konsumen demi tercapainya tingkat
kepuasan konsumen secara berkelanjutan. Berbagai departemen dan unit kerja di bawah
pengawasan beliau terdiri dari: Financial Control, Finance & Treasury, Corporate Program
& CSR, Operations & Service Excellence, Compensation, Benefits & Rewards, serta fungsi
Hubungan Investor (Investor Relations). Dalam kepengurusan Komite-Komite Direksi, beliau
adalah anggota Komite Manajemen Risiko dan Komite Pengarah Teknologi Informasi. Dalam
kaitannya dengan entitas anak Perusahaan (PT FIT), beliau bertanggung jawab sebagai
Komisaris.
Sebagai Chief Transformation Officer, beliau bertanggung jawab dalam memandu dan
memastikan berbagai inisiatif di organisasi yang bertujuan untuk mentransformasi
Perusahaan sehingga menjadi lebih siap dan unggul dalam menghadapi persaingan di
tengah perkembangan pasar dan dinamika industri pembiayaan. Tugas-tugas inti beliau
terdiri dari: mencapai aspirasi Perusahaan dalam jangka panjang dan jangka pendek dengan
memastikan terlaksananya strategi Perusahaan khususnya di area proyek transformasi,
inkubasi dan optimalisasi bisnis Perusahaan; memberikan arahan dan memastikan
berjalannya prioritas Perusahaan dalam proyek–proyek transformasi untuk pengembangan
Goklas bisnis Perusahaan; menggunakan teknologi dan data secara optimal untuk mendorong
Direktur analisis yang lebih baik, proses kerja yang lebih efisien, dan kualitas pelayanan konsumen yang
Transformasi unggul dibandingkan dengan kompetitor. Merangkap sebagai Chief Human Capital Officer
(CHCO), beliau juga bertanggung jawab memantau pengembangan dan manajemen SDM
Perusahaan secara keseluruhan, memastikan tersedianya SDM yang memiliki kompetensi
yang memadai dan berintegritas untuk menjalankan proses bisnis dengan tata kelola yang
baik, dan mengembangkan SDM yang berprestasi secara berkelanjutan. Departemen dan
unit kerja di bawah pengawasan beliau adalah Project Management Office (PMO) & Data
Management, Human Capital, dan Branch Business Partner. Dalam kepengurusan Komite
Direksi, beliau adalah anggota Komite Manajemen Risiko dan Komite Pengarah Teknologi
Informasi.
Sebagai Chief Marketing Officer (CMO), beliau bertanggung jawab merumuskan strategi dan
rencana kerja pemasaran untuk memastikan pencapaian target bisnis tahunan, menyusun
rencana anggaran tahunan untuk bisnis pembiayaan yang meliputi segmen produk untuk
pelanggan ritel (mobil bekas dan baru, motor bekas, dan properti), produk komersial untuk
pelanggan korporasi (alat berat dan mesin), dan pembiayaan berbasis syariah. Beliau bekerja
sama dengan Departemen Manajemen Risiko (Risk Management) dalam mengelola tingkat
risiko setiap segmen produk ritel dan korporasi untuk mendukung pencapaian target
Tan Rudy profitabilitas. Berbagai departemen dan unit kerja di bawah pengawasan beliau terdiri dari:
Eddywidjaja Pembiayaan Dealer atau Dealer Financing (segmen mobil baru dan bekas serta alat berat dan
Direktur Bisnis mesin), Pembiayaan Non-Dealer atau Non-Dealer Financing (segmen mobil dan motor bekas),
Pembiayaan Beragun Properti atau Property-Backed Financing (PBF Business), Unit Usaha
Syariah (UUS) atau Sharia Business, National Sales, Business Channel (termasuk antara lain
fungsi Agency, Online Marketing, Direct & Telemarketing, Website Performance), dan Business
Innovation (termasuk antara lain fungsi Business System, Business Projects & Intelligence,
serta Marketing Communication yang mencakup Offline Communication, Customer Insight
& Social Media, Innovation & Creative). Dalam kepengurusan Komite Direksi, beliau adalah
anggota Komite Pengarah Teknologi Informasi.
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 243
Page 244
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
Nama dan
Tugas dan Tanggung Jawab
Jabatan
Sebagai Chief Asset Management Officer (CAMO), beliau bertanggung jawab mengawasi
seluruh portofolio aset Perusahaan dan menjaga kualitasnya melalui penagihan dan
pemulihan piutang tertunggak, serta memastikan proses penagihan dan penyelesaian atas
kontrak-kontrak bermasalah mematuhi ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
Beliau bekerja sama dengan unit-unit bisnis dan operasional untuk mengembangkan strategi
Iwan yang memaksimalkan nilai, mendorong kinerja, mengelola risiko, memastikan kepatuhan,
Direktur menyelaraskan aset dengan tujuan bisnis secara keseluruhan, melakukan perencanaan
Manajemen Aset keuangan, manajemen anggaran dan efisiensi operasional, serta bertindak sebagai
penghubung utama antara berbagai unit bisnis, Direksi, dan pemangku kepentingan untuk
manajemen sumber daya yang proaktif dan pengambilan keputusan strategis. Berbagai
departemen dan unit kerja di bawah pengawasan beliau terdiri dari: Asset Management
(termasuk Legal & Litigation), Inventory, dan Insurance & Operational Services. Dalam
kepengurusan Komite Direksi, beliau adalah anggota Komite Pengarah Teknologi Informasi.
PROGRAM ORIENTASI BAGI ANGGOTA DIREKSI BARU
BFI Finance memberikan program orientasi bagi anggota baru Direksi, untuk memberikan pengetahuan mengenai
kondisi Perusahaan secara umum dan agar anggota Direksi saling mengenal satu sama lain dan dapat bekerja sama
sebagai satu tim yang solid, komprehensif, dan efektif. Orientasi bagi anggota baru Direksi dilaksanakan dalam Rapat
Direksi yang pertama kali dihadiri oleh anggota baru tersebut.
Program orientasi diselenggarakan satu kali di 2025, yakni untuk Direktur Bisnis dan Direktur Manajemen Aset, yang
diangkat berdasarkan Akta Berita Acara RUPS Luar Biasa No. 2 tanggal 8 Mei 2025.
KOMITE DI BAWAH DIREKSI
Direksi memiliki tiga komite di bawah Direksi untuk mendukung kinerja manajemen, dengan penjelasan masing-
masing sebagai berikut:
Komite Produk dan Pengembangan Kegiatan Usaha Syariah
Komite dibentuk berdasarkan SK Direksi No. SK/SYARIAH/19-0176 tanggal 25 Juli 2019 dan sesuai Pasal 12 POJK No. 10/
POJK.05/2019 tentang Penyelenggaraan Usaha Perusahaan Pembiayaan Syariah dan Unit Usaha Syariah Perusahaan
Pembiayaan (POJK 10/2019), sebagaimana diubah dengan POJK No. 46 Tahun 2024 tentang Pengembangan dan
Penguatan Perusahaan Pembiayaan, Perusahaan Pembiayaan Infrastruktur, dan Perusahaan Modal Ventura (POJK
46/2024). Struktur Komite ditetapkan kembali melalui SK Direksi No. SK/SYARIAH/24-0358 UPD 0 tanggal 25 Oktober
2024. Per 31 Desember 2025, Komite diketuai oleh Pimpinan UUS, beranggotakan tiga orang, dan telah memiliki
pedoman atau piagam (charter). Rapat Komite diselenggarakan paling sedikit satu kali dalam enam bulan.
Pernyataan Independensi
Seluruh anggota Komite bekerja secara profesional, akuntabel, dan tidak mengambil keuntungan pribadi, baik
langsung maupun tidak langsung, dari kegiatan Perusahaan di luar penghasilan mereka yang sah. Anggota Komite
berkomitmen melaksanakan ketentuan POJK 10/2019, sebagaimana diubah dengan POJK 46/2024.
Tugas dan Fungsi
1. Melakukan kajian dan analisis pengembangan produk atau kegiatan usaha baru yang akan dilakukan atau
dipasarkan;
2. Melakukan evaluasi dan penyempurnaan atas setiap produk atau kegiatan usaha;
3. Memberikan rekomendasi, saran/masukan, dan evaluasi atas aspek pemasaran, pemenuhan prinsip syariah, dan
mitigasi risiko; dan
4. Merumuskan dan mengusulkan pencapaian kinerja bulanan dan tahunan untuk kegiatan usaha berdasarkan
prinsip syariah.
244 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 245
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
Susunan Komite
Susunan Komite Produk dan Pengembangan Kegiatan Usaha Syariah per 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:
■ Ketua: Deni Nasri
■ Anggota:
‐ August Rinaldi Sanoesi
‐ Emiliana Woro Saptiti Hari Putri
‐ Arwin
Tabel 83 | Profil dan Masa Jabatan Anggota Komite Produk dan Pengembangan Kegiatan Usaha Syariah
Masa
Warga Jabatan Internal
Nama Jabatan Usia Riwayat Pendidikan Jabatan di
Negara di Perusahaan
Komite
Deni Nasri Ketua 47 Indonesia ■ Sarjana Ekonomi Pimpinan UUS 2021–2026
Akuntansi, Universitas
Andalas, Padang
(2001)
■ Magister Ekonomi,
Sekolah Tinggi
Ekonomi Islam (STEI)
Tazkia, Bogor (2021)
August Rinaldi Anggota 43 Indonesia ■ Diploma Ahli Madya Head of Risk 2022–2026
Sanoesi Teknik, Jurusan Teknik Management
Mesin, Politeknik
Negeri Jakarta (2003)
■ Credit Risk Program
Academy Global,
Singapura (2015)
Emiliana Woro Anggota 43 Indonesia ■ Sarjana Teknik Head of Credit 2023–2026
Saptiti Hari Arsitektur, Universitas Operations
Putri Atma Jaya Yogyakarta
(UAJY) (2000)
Arwin Anggota 43 Indonesia ■ Sarjana Ekonomi Head of Asset 2024–2026
Manajemen, Management
Universitas Trisakti,
Jakarta (2000)
Tabel 84 | Jadwal dan Kehadiran Rapat Komite Produk dan Pengembangan Kegiatan Usaha Syariah
August Rinaldi Emiliana Woro
Tanggal Deni Nasri Arwin
Sanoesi Saptiti Hari Putri
23 Juni 2025
24 November 2025
Jumlah Kehadiran per
2 2 2 2
Anggota
Persentase Kehadiran per
100% 100% 100% 100%
Anggota
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 245
Page 246
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
Komite Manajemen Risiko
Komite dibentuk berdasarkan SK Direksi No. SK/RPP/21-0116 tanggal 14 Juli 2021 untuk menjalankan tugas dan fungsi
sesuai POJK No. 42 Tahun 2024 tentang Penerapan Manajemen Risiko bagi Lembaga Pembiayaan, Perusahaan
Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (POJK 42/2024). Struktur Komite
ditetapkan kembali melalui SK Direksi No. SK/OPRISK/25-0090 UPD 1 tanggal 23 Mei 2025. Per 31 Desember 2025,
Komite diketuai oleh Presiden Direktur, beranggotakan empat orang, dan telah memiliki pedoman atau piagam
(charter). Rapat Komite diselenggarakan paling sedikit satu kali dalam tiga bulan.
Pernyataan Independensi
Seluruh anggota Komite bekerja secara profesional, akuntabel, dan tidak mengambil keuntungan pribadi, baik
langsung maupun tidak langsung, dari kegiatan Perusahaan di luar penghasilan mereka yang sah. Anggota Komite
berkomitmen melaksanakan ketentuan POJK 42/2024.
Tugas dan Fungsi
1. Mengidentifikasi risiko termasuk risiko yang melekat (risiko inheren) pada kegiatan usaha Perusahaan;
2. Menyusun metode pengukuran risiko yang sesuai dengan ukuran dan kompleksitas usaha Perusahaan, termasuk
mendesain dan menerapkan perangkat yang dibutuhkan dalam penerapan Manajemen Risiko;
3. Memantau pelaksanaan strategi Manajemen Risiko, termasuk di antaranya pemantauan strategi Manajemen
Risiko pada fungsi bisnis dan operasional;
4. Memantau posisi risiko secara keseluruhan (komposit), per jenis risiko, dan per jenis aktivitas fungsional terhadap
toleransi risiko (risk tolerance) dan limit yang telah ditetapkan, serta melakukan stress testing guna mengetahui
dampak dari implementasi kebijakan/strategi Manajemen Risiko terhadap kinerja Perusahaan secara keseluruhan
dan back testing guna mengetahui seberapa tepat metode pengukuran risiko berdasarkan data historis yang
dimiliki oleh Perusahaan terhadap kebijakan dan strategi Manajemen Risiko yang telah ditetapkan;
5. Mengkaji ulang secara berkala terhadap proses Manajemen Risiko;
6. Mengkaji usulan pengembangan atau perluasan kegiatan usaha Perusahaan yang difokuskan pada aspek
kemampuan Perusahaan untuk mengembangkan atau memperluas kegiatan usaha serta dampaknya terhadap
eksposur risiko Perusahaan secara keseluruhan;
7. Mengevaluasi akurasi model dan validitas data yang digunakan untuk mengukur risiko bagi Perusahaan yang
menggunakan model untuk keperluan internal (internal model) dalam rangka pengukuran risiko;
8. Memberikan rekomendasi kepada fungsi-fungsi bisnis dan operasional Perusahaan (risk-taking function), antara
lain, dalam penentuan batas eksposur risiko yang dapat diterima oleh Perusahaan, dan/atau kepada Komite
Manajemen Risiko, antara lain, dalam penyusunan kebijakan, strategi, dan kerangka Manajemen Risiko, sesuai
kewenangan yang dimiliki; dan
9. Menyusun dan menyampaikan laporan profil risiko kepada Presiden Direktur atau Direktur yang mengawasi fungsi
Manajemen Risiko dan Komite Manajemen Risiko secara berkala, di mana frekuensi laporan dapat ditingkatkan
dalam hal kondisi pasar berubah dengan cepat.
Susunan Komite
Susunan Komite Manajemen Risiko per 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:
■ Ketua: Sutadi
■ Anggota:
‐ Sudjono
‐ Goklas
‐ August Rinaldi Sanoesi
‐ Amy Setyawati
246 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 247
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
Tabel 85 | Profil dan Masa Jabatan Anggota Komite Manajemen Risiko
Jabatan Masa
Nama Jabatan Usia Warga Negara Riwayat Pendidikan Internal di Jabatan di
Perusahaan Komite
Presiden
Sutadi Ketua 51 Indonesia Lihat halaman 71 2021–2026
Direktur
Direktur
Sudjono Anggota 55 Indonesia Lihat halaman 72 2021–2026
Keuangan
Direktur
Goklas Anggota 47 Indonesia Lihat halaman 73 2025-2026
Transformasi
August Rinaldi Head of Risk
Anggota 43 Indonesia Lihat Tabel 83 2022–2026
Sanoesi Management
Head of
Sarjana Ekonomi Operational
Manajemen, Universitas Risk & Anti-
Amy Setyawati Anggota 53 Indonesia 2021–2026
Kristen Satya Wacana Money
(UKSW), Salatiga (1996) Laundering
(AML)
Tabel 86 | Jadwal dan Kehadiran Rapat Komite Manajemen Risiko
August Rinaldi
Tanggal Sutadi Sudjono Goklas Amy Setyawati
Sanoesi
14 Januari 2025
5 Februari 2025
14 April 2025
9 Oktober 2025
Jumlah
Kehadiran per 4 4 4 4 4
Anggota
Persentase
Kehadiran per 100% 100% 100% 100% 100%
Anggota
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 247
Page 248
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
Komite Pengarah Teknologi Informasi
Komite dibentuk berdasarkan SK Direksi No. SK/IT/21-0113 tanggal 4 Agustus 2021 untuk melaksanakan tugas dan fungsi
sesuai POJK No. 4/POJK.05/2021 tentang Penerapan Manajemen Risiko dalam Penggunaan Teknologi Informasi oleh
Lembaga Jasa Keuangan Nonbank (POJK 4/2021). Struktur Komite ditetapkan kembali melalui SK Direksi No. SK/IT/25-
0178 UPD 1 tanggal 11 Desember 2025. Per 31 Desember 2025, Komite diketuai oleh Presiden Direktur, beranggotakan
enam orang, dan telah memiliki pedoman atau piagam (charter). Rapat Komite diselenggarakan paling sedikit satu
kali dalam enam bulan.
Pernyataan Independensi
Seluruh anggota Komite bekerja secara profesional, akuntabel, dan tidak mengambil keuntungan pribadi, baik
langsung maupun tidak langsung, dari kegiatan Perusahaan di luar penghasilan mereka yang sah. Anggota Komite
berkomitmen melaksanakan ketentuan POJK 4/2021.
Tugas dan Fungsi
1. Sehubungan dengan Rencana Strategis Bisnis Departemen, secara berkala mengkaji strategi Departemen
Teknologi Informasi (TI), termasuk roadmap dan sumber daya yang diperlukan;
2. Memberikan rekomendasi perumusan kebijakan dan prosedur TI dan memastikan kebijakan dan prosedur TI
diterapkan secara efektif pada satuan kerja pengguna dan penyelenggara TI;
3. Memantau kesesuaian dan pelaksanaan proyek TI dengan Rencana Strategis Pengembangan TI serta memastikan
prioritasnya;
4. Kesesuaian TI dengan kebutuhan sistem informasi manajemen serta kebutuhan kegiatan usaha BFI Finance;
5. Mengkaji keefektifan rencana mitigasi risiko atas pelaksanaan investasi TI serta memastikan kontribusi investasi
terhadap bisnis suatu unit/divisi/departemen;
6. Pemantauan atas kinerja TI dan upaya peningkatan kinerja TI;
7. Mengupayakan penyelesaian berbagai masalah terkait TI yang tidak dapat diselesaikan oleh satuan kerja
pengguna dan penyelenggara TI secara efektif, efisien, dan tepat waktu; dan
8. Memastikan alokasi sumber TI yang tepat dan baik. Jika diperlukan, dapat menggunakan jasa pihak ketiga untuk
membantu pelaksanaan implementasi proyek.
Susunan Komite
Susunan Komite Pengarah Teknologi Informasi per 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:
■ Ketua: Sutadi
■ Anggota:
‐ Sudjono
‐ Goklas
‐ Tan Rudy Eddywidjaja
‐ Iwan
‐ Kharim Indra Gupta Siregar
‐ David Thamin
248 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 249
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
Tabel 87 | Profil dan Masa Jabatan Anggota Komite Pengarah Teknologi Informasi
Jabatan Masa
Nama Jabatan Usia Warga Negara Riwayat Pendidikan Internal di Jabatan di
Perusahaan Komite
Presiden
Sutadi Anggota 51 Indonesia Lihat halaman 71 2025–2026
Direktur
Direktur
Sudjono Anggota 55 Indonesia Lihat halaman 72 2025–2026
Keuangan
Direktur
Goklas Anggota 47 Indonesia Lihat halaman 73 2025–2026
Transformasi
Tan Rudy
Anggota 55 Indonesia Lihat halaman 74 Direktur Bisnis 2025–2026
Eddywijaja
Direktur
Iwan Anggota 55 Indonesia Lihat halaman 75 Manajemen 2025–2026
Aset
Chief
Kharim Indra
Anggota 60 Indonesia Lihat halaman 86 Technology 2025–2026
Gupta Siregar
Officer
■ Sarjana Teknik
Mesin, Universitas
Tarumanegara,
Jakarta (1994) Head of
David Thamin Anggota 54 Indonesia ■ Master of Business PMO & Data 2025–2026
Administration, Management
Universitas Prasetiya
Mulya, Tangerang
(1996)
Tabel 88 | Jadwal dan Kehadiran Rapat Komite Manajemen Risiko
Tan Rudy Kharim I. G. David
Tanggal Sudjono Sutadi Goklas Iwan
Eddywidjaja Siregar Thamin
4 Juni 2025
9 Desember
2025
Jumlah
Kehadiran
2 2 2 2 2 2 2
per
Anggota
Persentase
Kehadiran
100% 100% 100% 100% 100% 100% 100%
per
Anggota
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 249
Page 250
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
Penilaian Kinerja Komite Direksi
Direksi menilai kinerja ketiga komite tersebut menggunakan beberapa kriteria penilaian, termasuk kinerja dan
pencapaian Perusahaan dalam aspek yang menjadi fokus masing-masing komite dibandingkan target yang telah
ditentukan di setiap awal tahun.
Berdasarkan kriteria tersebut, Direksi menilai bahwa kinerja ketiga komite selama 2025 adalah baik dan menghadirkan
nilai tambah yang diharapkan bagi jalannya bisnis Perusahaan.
REMUNERASI DEWAN KOMISARIS DAN
DIREKSI
KEBIJAKAN REMUNERASI DEWAN KOMISARIS
Perusahaan menerapkan kebijakan remunerasi Dewan Komisaris dan Direksi berdasarkan Pasal 113 UUPT dan Pasal 17
Ayat 10 anggaran dasar Perusahaan.
Remunerasi Dewan Komisaris dan Direksi direkomendasikan oleh Komite Nominasi dan Remunerasi, berdasarkan
formula yang mengacu pada kebijakan internal Perusahaan, peraturan perundang-undangan yang berlaku, serta
mempertimbangkan kinerja Perusahaan.
Rekomendasi Komite Nominasi dan Remunerasi diserahkan kepada Dewan Komisaris dan disampaikan dalam RUPS.
Mekanisme remunerasi Dewan Komisaris adalah sebagai berikut:
1. Direksi, dengan mempertimbangkan kondisi keuangan Perusahaan, mengajukan usulan untuk jumlah remunerasi
bagi Dewan Komisaris kepada Komite Nominasi dan Remunerasi;
2. Komite Nominasi dan Remunerasi menelaah remunerasi yang diusulkan oleh Direksi dengan kondisi pasar untuk
industri yang relevan dengan ukuran dan bisnis yang sebanding; dan
3. Mempertimbangkan kinerja bisnis Perusahaan dan kontribusi anggota, Komite Nominasi dan Remunerasi
menyampaikan rekomendasi pada Rapat Dewan Komisaris untuk mendapatkan persetujuan Rapat Dewan
Komisaris, sesuai dengan wewenang yang diberikan oleh RUPS, menyetujui jumlah remunerasi, dan menentukan
distribusi remunerasi di antara anggota Dewan Komisaris sendiri. Jumlah remunerasi Dewan Komisaris dan Direksi
dilaporkan kepada Pemegang Saham dalam Laporan Tahunan Perusahaan.
Struktur dan Jumlah Remunerasi Dewan Komisaris
Struktur remunerasi seluruh anggota Dewan Komisaris Perusahaan selama 2025 terdiri dari:
■ Honorarium;
■ Tunjangan; dan
■ Tantiem.
RUPST 8 Mei 2025 menetapkan remunerasi Dewan Komisaris dengan total sejumlah Rp258,5 juta per bulan setelah
dipotong pajak untuk 2025, dan memberikan tantiem kepada Dewan Komisaris untuk 2024 sejumlah Rp1,6 miliar.
Jumlah keseluruhan gaji dan tunjangan Dewan Komisaris pada 2025 adalah sebesar Rp6,0 miliar.
250 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 251
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
Tabel 89 | Klasifikasi Remunerasi Dewan Komisaris dan Direksi 2025
Dewan Komisaris Direksi
Jenis Remunerasi
Jumlah Remunerasi Jumlah Remunerasi
Anggota (Rp) Anggota (Rp)
Honorarium dan tantiem 5 5.387.915.000 5 19.968.500.000
Tunjangan 5 612.858.302 5 2.863.904.191
Jumlah 5 6.000.773.302 5 22.832.404.191
Jumlah Anggota Dewan
Jumlah Remunerasi per Orang dalam Satu Tahun Jumlah Anggota Direksi
Komisaris
Di atas Rp2 miliar 1 5
Di atas Rp1 miliar – Rp2 miliar 2 0
Di atas Rp500 juta – Rp1 miliar 1 0
Di bawah Rp500 juta 1 0
KEBIJAKAN REMUNERASI DIREKSI
Sesuai anggaran dasar Perusahaan, penetapan gaji dan tunjangan lainnya untuk anggota Direksi ditentukan oleh
Dewan Komisaris yang diberikan kuasa berdasarkan RUPST. Remunerasi Direksi ditetapkan melalui Rapat Dewan
Komisaris setiap tahunnya.
RUPST menyetujui pemberian kuasa dan wewenang kepada Dewan Komisaris untuk menentukan pembagian tugas
dan wewenang kepada masing-masing anggota Direksi dan menentukan remunerasi para anggota Direksi.
Mekanisme remunerasi Direksi adalah sebagai berikut:
■ Direksi, dengan mempertimbangkan posisi keuangan Perusahaan, mengajukan usulan jumlah remunerasi bagi
Direksi kepada Komite Nominasi dan Remunerasi;
■ Komite Nominasi dan Remunerasi mempelajari usulan remunerasi bagi Direksi berdasarkan tugas dan tanggung
jawab masing-masing, kondisi keuangan Perusahaan dan perbandingan dengan industri yang relevan dengan
ukuran dan bisnis yang sebanding; dan
■ Komite Nominasi dan Remunerasi menyampaikan rekomendasi kepada Rapat Dewan Komisaris untuk
mendapatkan persetujuan dan disampaikan dalam RUPS.
Struktur dan Jumlah Remunerasi Direksi
Struktur remunerasi Direksi terdiri dari:
■ Gaji;
■ Tunjangan;
■ Fasilitas; dan
■ Tantiem/insentif kinerja.
Jumlah keseluruhan gaji dan tunjangan Direksi untuk 2025 adalah sebesar Rp22,8 miliar.
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 251
Page 252
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
PENILAIAN KINERJA DEWAN KOMISARIS
DAN DIREKSI
PENILAIAN KINERJA DEWAN KOMISARIS
Kebijakan Umum Kriteria Penilaian Kinerja Dewan Komisaris
Kinerja Dewan Komisaris dinilai berdasarkan kewajiban Kriteria penilaian kinerja Dewan Komisaris setidaknya
yang tercantum dalam peraturan perundang-undangan memuat hal berikut:
yang berlaku dan Anggaran Dasar Perusahaan maupun 1. Tingkat tercapainya kuorum dalam setiap Rapat
amanat pemegang saham. Hasil penilaian kinerja Dewan Komisaris, rapat koordinasi, dan rapat dengan
Dewan Komisaris secara keseluruhan menjadi bagian tak komite-komite;
terpisahkan yang dipertimbangkan dalam penyusunan 2. Kontribusi dalam proses pengawasan Perusahaan;
skema kompensasi dan pemberian insentif bagi anggota 3. Keterlibatan dalam penugasan-penugasan tertentu;
Dewan Komisaris. 4. Komitmen dalam memajukan kepentingan
Perusahaan; dan
5. Ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan
yang berlaku, anggaran dasar, ketentuan RUPS, serta
kebijakan Perusahaan.
PENILAIAN KINERJA DIREKSI
Kebijakan Umum Kriteria Penilaian Kinerja Direksi
Kinerja Direksi dan masing-masing anggotanya Kriteria penilaian kinerja Direksi dituangkan dalam
dinilai oleh Dewan Komisaris. Secara umum, kinerja KPI. Kriteria kinerja Direksi secara kolegial maupun
Direksi ditentukan berdasarkan tugas kewajiban yang individu yang berdasarkan usulan Komite Nominasi
tercantum dalam peraturan perundang-undangan yang dan Remunerasi atau komite lain yang memiliki fungsi
berlaku dan anggaran dasar Perusahaan. nominasi dan remunerasi diajukan oleh Dewan Komisaris
kepada pemegang saham untuk disetujui. KPI Direksi
Hasil penilaian terhadap kinerja Direksi secara sekurang-kurangnya mencakup:
keseluruhan dan kinerja masing-masing anggota Direksi 1. Kontribusi dalam aktivitas bisnis Perusahaan;
secara individual terhadap dua penilaian, yaitu penilaian 2. Keterlibatan dalam penugasan-penugasan tertentu;
kolektif berdasarkan pencapaian anggaran perusahaan 3. Komitmen dalam memajukan kepentingan
dan penilaian individu berdasarkan KPI masing- Perusahaan;
masing Direktur, menjadi bagian tak terpisahkan yang 4. Ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan
dipertimbangkan dalam penyusunan skema kompensasi yang berlaku serta kebijakan Perusahaan;
dan pemberian insentif bagi anggota Direksi. 5. Pencapaian target Perusahaan yang tertuang dalam
Rencana Kerja Tahunan dan Kontrak Manajemen;
Hasil penilaian kinerja masing-masing anggota dan
Direksi secara individual merupakan salah satu dasar 6. Pencapaian kinerja sesuai target individual yang
pertimbangan, khususnya bagi Pemegang Saham, telah ditetapkan.
untuk pemberhentian dan/atau menunjuk kembali
anggota Direksi yang bersangkutan. Hasil penilaian Hasil penilaian atas kinerja Direksi disampaikan tertulis
tersebut menjadi sarana penilaian dan peningkatan pada Laporan Dewan Komisaris dalam bab Laporan
efektivitas Direksi. kepada Pemangku Kepentingan, halaman 33–35.
252 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 253
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
RAPAT DEWAN KOMISARIS, DIREKSI,
DAN RAPAT GABUNGAN DEWAN
KOMISARIS DAN DIREKSI
RAPAT DEWAN KOMISARIS DAN RAPAT GABUNGAN DEWAN
KOMISARIS DAN DIREKSI
Kebijakan Rapat Dewan Komisaris
Dewan Komisaris wajib mengadakan rapat paling kurang satu kali dalam dua bulan yang dapat dilangsungkan
apabila dihadiri mayoritas atau dua pertiga dari seluruh anggota Dewan Komisaris.
Dewan Komisaris juga mengadakan rapat gabungan secara teratur dengan Direksi. Rapat Dewan Komisaris dapat
diadakan setelah rapat gabungan, jika dianggap perlu oleh satu anggota Dewan Komisaris melalui permintaan
tertulis dari satu atau lebih anggota Direksi atau jika diminta oleh satu atau lebih pemegang saham yang bersama-
sama memiliki sepersepuluh dari seluruh saham yang dikeluarkan oleh Perusahaan dengan hak suara sah.
Keputusan Rapat Dewan Komisaris dibuat berdasarkan keputusan bersama. Dalam hal keputusan tidak mencapai
mufakat, maka keputusan akan dibuat melalui pemungutan suara dengan lebih dari setengah dari jumlah anggota
Dewan Komisaris yang hadir dalam rapat. Setiap anggota Dewan Komisaris yang mempunyai benturan kepentingan
pada keputusan yang dibuat tidak boleh memberikan suara atas keputusan yang akan dibuat tersebut.
Dewan Komisaris juga dapat membuat keputusan sah dan mengikat tanpa mengadakan Rapat Dewan Komisaris
resmi, dengan syarat bahwa semua anggota Dewan Komisaris telah memberikan persetujuan tertulis atas usulan
tersebut dan menandatangani dokumen yang bersangkutan. Keputusan yang dibuat dengan cara demikian memiliki
kekuatan yang sama dengan keputusan yang dibuat secara sah dalam Rapat Dewan Komisaris resmi.
Risalah Rapat Dewan Komisaris
Dalam setiap Rapat Dewan Komisaris dibuat risalah rapat yang berisi hal-hal yang dibicarakan, termasuk pernyataan
ketidaksetujuan (dissenting opinion) anggota Dewan Komisaris (jika ada) dan hal-hal yang diputuskan.
Risalah rapat ditandatangani oleh Ketua Rapat dan seluruh anggota Dewan Komisaris yang hadir dalam rapat.
Pelaksanaan Rapat Dewan Komisaris dan Rapat Gabungan Dewan Komisaris dan Direksi
Di 2025, Dewan Komisaris menyelenggarakan 22 kali rapat, yang terdiri dari:
1. Rapat Dewan Komisaris sebanyak 11 kali; dan
2. Rapat Gabungan Dewan Komisaris dan Direksi sebanyak 11 kali.
Dalam melaksanakan fungsi pengawasan dan pemberian nasihatnya kepada Direksi, Dewan Komisaris mengadakan
rapat gabungan bersama Direksi guna membicarakan implementasi keputusan yang dibuat dalam rapat sebelumnya,
kinerja keuangan, manajemen risiko dan hal-hal lain yang mungkin berdampak pada kinerja keuangan dan kegiatan
operasional Perusahaan.
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 253
Page 254
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
Tabel 90 | Jadwal dan Kehadiran Rapat Dewan Komisaris
Saurabh
Francis Lay Kusmayanto Johanes Alfonso Sunata
Tanggal Narayan
Sioe Ho Kadiman Sutrisno Napitupulu Tjiterosampurno*
Agarwal
22 Januari 2025
19 Februari 2025
26 Maret 2025
17 April 2025
21 Mei 2025
18 Juni 2025
17 Juli 2025
20 Agustus 2025
15 September 2025
16 Oktober 2025
19 November 2025
Jumlah Kehadiran
3 11 11 11 11 6
per Anggota
Persentase
Kehadiran per 100% 100% 100% 100% 100% 100%
Anggota
* Mengundurkan diri berdasarkan keputusan RUPSLB 15 September 2025
Tabel 91 | Jadwal dan Kehadiran Dewan Komisaris dalam Rapat Gabungan Dewan Komisaris dan Direksi
Saurabh
Francis Lay Kusmayanto Johanes Alfonso Sunata
Tanggal Narayan
Sioe Ho Kadiman Sutrisno Napitupulu Tjiterosampurno*
Agarwal
22 Januari 2025
19 Februari 2025
26 Maret 2025
17 April 2025
21 Mei 2025
18 Juni 2025
17 Juli 2025
20 Agustus 2025
254 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 255
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
Saurabh
Francis Lay Kusmayanto Johanes Alfonso Sunata
Tanggal Narayan
Sioe Ho Kadiman Sutrisno Napitupulu Tjiterosampurno*
Agarwal
15 September 2025
16 Oktober 2025
19 November 2025
Jumlah Kehadiran
3 11 11 11 11 6
per Anggota
Persentase
Kehadiran per 100% 100% 100% 100% 100% 100%
Anggota
* Mengundurkan diri berdasarkan keputusan RUPSLB 15 September 2025
RAPAT DIREKSI
Kebijakan Rapat Direksi
Direksi wajib mengadakan Rapat Direksi secara berkala paling kurang satu kali dalam setiap bulan. Direksi juga wajib
mengadakan rapat gabungan Direksi bersama Dewan Komisaris secara berkala paling kurang satu kali dalam empat
bulan.
Rapat Direksi diadakan di tempat kedudukan Perusahaan, tempat kegiatan usaha Perusahaan, atau secara daring,
di mana para anggota Direksi yang berpartisipasi dalam rapat tersebut dapat saling berkomunikasi dan partisipasi
dengan cara demikian dianggap sebagai kehadiran secara langsung dalam rapat.
Rapat Direksi dipimpin oleh Presiden Direktur. Dalam hal Presiden Direktur tidak dapat hadir atau berhalangan
karena sebab apapun, hal mana tidak perlu dibuktikan kepada pihak lain, maka Rapat Direksi akan dipimpin oleh
seorang anggota Direksi yang dipilih oleh dan di antara para anggota Direksi yang hadir.
Seorang anggota Direksi dapat diwakili dalam Rapat Direksi hanya oleh seorang anggota Direksi lainnya berdasarkan
surat kuasa. Dalam hal pemberi kuasa tidak memberikan kuasa khusus, maka pemberian kuasa tersebut bersifat
mutlak. Rapat Direksi adalah sah dan berhak mengambil keputusan yang mengikat apabila lebih dari setengah
bagian dari jumlah seluruh anggota Direksi hadir atau diwakili dalam rapat.
Rapat Direksi dihadiri oleh anggota Direksi, kecuali apabila diperlukan dapat juga dihadiri oleh pejabat satu level di
bawah Direksi atau pejabat lain yang ditugaskan oleh Presiden Direktur.
Risalah Rapat Direksi
Risalah Rapat Direksi dibuat untuk setiap Rapat Direksi dan dalam risalah rapat tersebut wajib dicantumkan pula
pendapat yang berbeda (dissenting opinion) dengan apa yang diputuskan dalam Rapat Direksi (jika ada). Risalah Rapat
Direksi dapat dibuat dan didokumentasikan oleh Sekretaris Perusahaan, termasuk menyimpan dan mendistribusikan
kepada peserta rapat. Setiap anggota Direksi berhak menerima salinan risalah Rapat Direksi, terlepas apakah anggota
Direksi yang bersangkutan hadir atau tidak hadir dalam Rapat.
Pelaksanaan Rapat Direksi
Di 2025, Direksi menyelenggarakan rapat sebanyak 23 kali, terdiri dari:
1. Rapat Direksi sebanyak 12 kali; dan
2. Rapat Gabungan Dewan Komisaris dan Direksi sebanyak 11 kali.
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 255
Page 256
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
Tabel 92 | Jadwal dan Kehadiran Rapat Direksi
Tan Rudy Francis Lay Sioe
Tanggal Sutadi Sudjono Goklas Iwan
Eddywidjaja Ho*
22 Januari 2025
19 Februari 2025
26 Maret 2025
17 April 2025
21 Mei 2025
18 Juni 2025
17 Juli 2025
20 Agustus 2025
15 September 2025
16 Oktober 2025
19 November 2025
19 Desember 2025
Jumlah Kehadiran
12 12 12 8 8 1
per Anggota
Persentase
Kehadiran per 100% 100% 100% 100% 100% 100%
Anggota
* Mengundurkan diri berdasarkan keputusan RUPSLB 30 Januari 2025
Direksi telah memenuhi persyaratan kehadiran rapat dalam Pasal 28 Ayat 2 POJK 48/2024, yaitu wajib menghadiri
paling sedikit 50% dari jumlah Rapat Direksi dalam periode satu tahun.
256 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 257
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
Kehadiran Direksi dalam Rapat Gabungan Dewan Komisaris dan Direksi
Secara rutin, Direksi mengadakan rapat gabungan bersama Dewan Komisaris. Di 2025, diselenggarakan 11 kali Rapat
Gabungan Dewan Komisaris dan Direksi.
Tabel 93 | Jadwal dan Kehadiran Direksi dalam Rapat Gabungan Dewan Komisaris dan Direksi
Tan Rudy Francis Lay Sioe
Tanggal Sutadi Sudjono Goklas Iwan
Eddywidjaja Ho*
22 Januari 2025
19 Februari 2025
26 Maret 2025
17 April 2025
21 Mei 2025
18 Juni 2025
17 Juli 2025
20 Agustus 2025
15 September 2025
16 Oktober 2025
19 November 2025
Jumlah Kehadiran
11 11 11 7 7 1
per Anggota
Persentase
Kehadiran per 100% 100% 100% 100% 100% 100%
Anggota
* Mengundurkan diri berdasarkan keputusan RUPSLB 30 Januari 2025
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 257
Page 258
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
KOMITE AUDIT
DASAR PEMBENTUKAN DAN TUGAS POKOK
Komite Audit dibentuk berdasarkan persyaratan dalam POJK No. 55/POJK.04/2015 tentang Pembentukan dan
Pedoman Pelaksanaan Kerja Komite Audit (POJK 55/2015). Komite Audit membantu Dewan Komisaris mengawasi
pengelolaan Perusahaan, sesuai anggaran dasar serta prinsip-prinsip GCG, memberikan pendapat dan membantu
Dewan Komisaris mengidentifikasi hal-hal yang memerlukan perhatian Dewan Komisaris, serta melaksanakan tugas-
tugas lain yang berkaitan dengan tugas Dewan Komisaris atau sesuai penugasan Dewan Komisaris.
PIAGAM KOMITE AUDIT
Komite Audit melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya berdasarkan pedoman kerja yang dirangkum dalam
Piagam Komite Audit yang dibuat mengacu pada ketentuan POJK 55/2015, dan ditetapkan berdasarkan SK Dewan
Komisaris Perusahaan No. SK/BOC/VII/2011-15 tanggal 15 September 2011, yang diperbarui dengan No. SK/BOC/IX/2025-
0179 tanggal 15 September 2025.
Piagam Komite Audit mengatur tata cara dan prosedur kerja dalam pelaksanaan tugas Komite Audit sebagai berikut:
1. Dalam hubungannya dengan sistem pengendalian internal Perusahaan, Komite Audit melakukan pertemuan
berkala untuk membahas perencanaan kegiatan dan cakupan audit internal untuk periode yang akan datang,
serta melakukan evaluasi atas hasil audit yang telah dilakukan;
2. Dalam hubungannya dengan penelaahan atas risiko yang terkait dengan risiko usaha Perusahaan, Komite
Audit melakukan pembahasan dengan Komite Pemantau Risiko atas pengelolaan risiko yang telah dilakukan
manajemen risiko Perusahaan;
3. Komite Audit memberikan pertanggungjawaban tahunan kepada Dewan Komisaris atas kinerjanya menjelang
Laporan Dewan Komisaris atas tugas dan tanggung jawab Dewan Komisaris yang akan dimuat dalam Laporan
Tahunan Perusahaan, sejalan dengan itu Komite Audit akan dievaluasi oleh Dewan Komisaris setiap tahunnya; dan
4. Komite Audit bekerja sama dengan Sekretaris Perusahaan untuk pelaksanaan administrasi dokumentasi Komite
Audit serta penyelenggaraan rapat-rapat Komite Audit.
5. Komite Audit memantau dan mengevaluasi perencanaan dan pelaksanaan audit dan pemantauan atas tindak
lanjut hasil audit dalam rangka menilai kecukupan pengendalian internal termasuk kecukupan proses pelaporan
keuangan, yang dilaksanakan paling sedikit terhadap:
■ Pelaksanaan tugas satuan kerja audit internal;
■ Kesesuaian pelaksanaan audit oleh auditor eksternal dengan standar audit;
■ Kesesuaian laporan keuangan dengan standar akuntansi keuangan; dan
■ Pelaksanaan tindak lanjut oleh Direksi atas hasil temuan satuan kerja audit internal, auditor eksternal, hasil
pengawasan OJK, dan/atau hasil pengawasan otoritas dan lembaga lain guna memberikan rekomendasi
kepada Dewan Komisaris.
6. Komite Audit berperan dan melaksanakan tugas serta tanggung jawab dilakukan sesuai dengan Peraturan OJK
mengenai penggunaan jasa akuntan publik dan kantor akuntan publik dalam kegiatan jasa keuangan.
Piagam Komite Audit tersedia di situs web Perusahaan pada
https://www.bfi.co.id/id/corporate/tata-kelola-perusahaan/pedoman-kerja-komite.
258 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 259
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
PERSYARATAN KEANGGOTAAN KOMITE AUDIT
Komite Audit wajib terdiri dari setidaknya tiga anggota dari Komisaris Independen dan pihak eksternal. Komite Audit
terdiri dari 3 orang, yaitu 1 orang Komisaris Independen sebagai Ketua dan 2 orang sebagai anggota yang merupakan
pihak luar Perusahaan dan bertanggung jawab kepada Dewan Komisaris.
Persyaratan keanggotaan Komite Audit Perusahaan adalah sebagai berikut:
1. Wajib memiliki integritas yang tinggi, kemampuan, pengetahuan, pengalaman sesuai dengan bidang
pekerjaannya, serta mampu berkomunikasi dengan baik;
2. Wajib memahami laporan keuangan, bisnis Perusahaan khususnya yang terkait dengan layanan jasa atau kegiatan
usaha Perusahaan, proses audit, manajemen risiko, dan peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal
serta peraturan perundang-undangan terkait lainnya;
3. Wajib memenuhi kode etik Komite Audit yang ditetapkan oleh Perusahaan;
4. Bersedia meningkatkan kompetensi melalui pendidikan dan pelatihan;
5. Wajib memiliki paling kurang satu anggota yang berlatar belakang pendidikan dan keahlian di bidang akuntansi
dan/atau keuangan;
6. Bukan merupakan orang dalam Kantor Akuntan Publik, Kantor Konsultan Hukum, Kantor Jasa Penilai Publik
atau pihak lain yang memberi jasa assurance, jasa non-assurance, jasa penilai dan/atau jasa konsultasi lain pada
Perusahaan dalam waktu enam bulan terakhir;
7. Bukan merupakan orang yang bekerja atau mempunyai wewenang dan tanggung jawab untuk merencanakan,
memimpin, mengendalikan atau mengawasi kegiatan Perusahaan dalam waktu enam bulan terakhir, kecuali
Komisaris Independen;
8. Tidak mempunyai saham, baik langsung maupun tidak langsung, pada Perusahaan;
9. Apabila memperoleh saham Perusahaan, baik langsung maupun tidak langsung, akibat suatu peristiwa hukum,
maka saham tersebut wajib dialihkan kepada pihak lain dalam jangka waktu enam bulan setelah diperolehnya
saham tersebut;
10. Tidak mempunyai hubungan afiliasi dengan anggota Dewan Komisaris, anggota Direksi, atau pemegang saham
pengendali Perusahaan; dan
11. Tidak mempunyai hubungan usaha, baik langsung maupun tidak langsung, yang berkaitan dengan kegiatan
usaha Perusahaan.
Direksi atau Ketua Komite Audit dapat mengusulkan calon dari luar Dewan Komisaris Perusahaan untuk dinominasikan
sebagai anggota Komite Audit. Selanjutnya, Komite Nominasi dan Remunerasi mengadakan wawancara dan
memeriksa kualifikasi serta kompetensi calon. Setelah evaluasi, Komite Nominasi dan Remunerasi akan mengajukan
rekomendasi kepada Dewan Komisaris terkait pengangkatan anggota Komite Audit. Jika rekomendasi disetujui,
Dewan Komisaris akan memberitahukan Direksi untuk menerbitkan surat pengangkatan bagi calon yang telah
disetujui.
KOMPOSISI KOMITE AUDIT
Susunan Komite Audit Perusahaan per 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:
■ Ketua: Johanes Sutrisno (Komisaris Independen)
■ Anggota:
‐ Friso Palilingan
‐ Edy Sugito
Profil lengkap anggota Komite Audit ditampilkan pada bab Profil Perusahaan, halaman 79–81.
Anggota Komite Audit menjabat untuk jangka waktu yang tidak lebih lama dari masa jabatan Dewan Komisaris,
sebagaimana diatur dalam anggaran dasar. Mereka dapat dipilih kembali hanya untuk satu periode jabatan berikutnya.
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 259
Page 260
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
INDEPENDENSI KOMITE AUDIT
Anggota Komite Audit merupakan pribadi yang profesional dan berkomitmen menjaga independensi dalam
pelaksanaan tugas dan tanggung jawabnya. Seluruh anggota Komite telah memenuhi kriteria independensi, keahlian,
pengalaman, dan integritas yang dipersyaratkan dalam ketentuan perundangan yang berlaku.
Tabel 94 | Independensi Komite Audit
Hubungan Keuangan dengan Hubungan Keluarga dengan
Pemegang Pemegang
Nama Komisaris Direktur Saham Komisaris Direktur Saham
Pengendali Pengendali
Ya Tidak Ya Tidak Ya Tidak Ya Tidak Ya Tidak Ya Tidak
Johanes Sutrisno
Friso Palilingan
Edy Sugito
KEBIJAKAN DAN REMUNERASI UNTUK KOMITE AUDIT
Komite Nominasi dan Remunerasi membuat rekomendasi pada Dewan Komisaris mengenai remunerasi untuk
anggota Komite Audit, berdasarkan kebijakan Perusahaan dan mempertimbangkan peninjauan pasar atas remunerasi
Komite Audit. Remunerasi Komite Audit hanya berupa honorarium. Anggota Komite Audit yang merangkap jabatan
sebagai anggota Dewan Komisaris atau anggota manajemen senior dari pemegang saham pengendali tidak berhak
atas remunerasi tambahan sebagai anggota Komite Audit.
RAPAT KOMITE AUDIT
Komite Audit mengadakan rapat secara berkala paling kurang satu kali dalam tiga bulan. Rapat Komite Audit hanya
dapat dilaksanakan jika dihadiri oleh lebih dari setengah jumlah anggota. Keputusan rapat Komite Audit diambil
berdasarkan musyawarah untuk mufakat. Setiap rapat Komite Audit dituangkan dalam risalah rapat, termasuk
apabila terdapat perbedaan pendapat (dissenting opinions). Risalah rapat ditandatangani seluruh anggota Komite
Audit yang hadir dan disampaikan kepada Dewan Komisaris.
Di 2025, Komite Audit melakukan empat kali rapat. Hasil rapat dilaporkan kepada Dewan Komisaris melalui rapat
dengan Dewan Komisaris.
260 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 261
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
Tabel 95 | Jadwal Dan Kehadiran Rapat Komite Audit
Tanggal Johanes Sutrisno Friso Palilingan Edy Sugito
17 Februari 2025
15 April 2025
15 Juli 2025
15 Oktober 2025
Jumlah Kehadiran per Anggota 4 4 4
Persentase Kehadiran per Anggota 100% 100% 100%
SISTEM PENANGANAN PENGADUAN ATAU PELAPORAN DUGAAN
PELANGGARAN TERKAIT PELAPORAN KEUANGAN
Berdasarkan Surat Penugasan Dewan Komisaris, Komite Audit dapat melakukan penelaahan dan pemeriksaan atas
adanya tindakan yang merugikan Perusahaan, termasuk dugaan pelanggaran terkait Pelaporan Keuangan, serta tugas
lainnya sesuai dengan kebutuhan Dewan Komisaris. Atas persetujuan Dewan Komisaris, untuk pelaksanaan tugas
investigasi tersebut, Komite Audit dapat menunjuk pihak ketiga dalam pelaksanaan pencarian fakta penelaahan dan
pemeriksaan. Semua biaya yang dikeluarkan atas penunjukan pihak ketiga tersebut ditanggung oleh Perusahaan.
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 261
Page 262
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
KOMITE PEMANTAU RISIKO
DASAR PEMBENTUKAN DAN TUGAS POKOK
Komite Pemantau Risiko membantu Dewan Komisaris dalam memenuhi tanggung jawabnya terhadap pemegang
saham. Komite ini bertanggung jawab meninjau risiko utama Perusahaan yang terkandung dalam register risiko
Perusahaan dan memastikan bahwa semua risiko baik yang baru maupun yang timbul dievaluasi sewajarnya dan
tindakan lebih lanjut diidentifikasi.
Komite Pemantau Risiko sebelumnya bernama Komite Manajemen Risiko, yang dibentuk melalui SK Dewan Komisaris
No. Com/JS/SK/III/2003 tanggal 18 Maret 2003. Perubahan nama ini dilakukan berdasarkan SK Dewan Komisaris No.
BOC/V/2020-001 tanggal 13 Mei 2020, mengacu pada ketentuan dalam POJK No. 29/POJK.05/2020 tentang Perubahan
atas POJK No. 30/POJK.05/2014 tentang Tata Kelola Perusahaan yang Baik bagi Perusahaan Pembiayaan, kemudian
keduanya dicabut dan diganti dengan POJK 48/2024 Pasal 67 dan 70.
Tugas dan tanggung jawab, prosedur pengawasan, dan pelaporan Komite Pemantau Risiko diselaraskan dengan
POJK No. 28/POJK.05/2020 tentang Penilaian Tingkat Kesehatan Lembaga Jasa Keuangan Nonbank, POJK No. 44/
POJK.05/2020 tentang Penerapan Manajemen Risiko bagi Lembaga Jasa Keuangan Nonbank, yang kemudian
diperbarui dengan POJK 42/2024 dan Surat Edaran OJK No. 7/SEOJK.05/2021 tentang Penerapan Manajemen Risiko
bagi Perusahaan Pembiayaan dan Perusahaan Pembiayaan Syariah.
PIAGAM KOMITE PEMANTAU RISIKO
Komite Pemantau Risiko melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dengan mengacu pada pedoman kerja yang
dirangkum dalam Pedoman Kerja Komite Pemantau Risiko.
Pedoman Kerja Komite Pemantau Risiko tersedia di situs web Perusahaan pada https://www.bfi.co.id/id/corporate/
tata-kelola-perusahaan/pedoman-kerja-komite?t=2.
KOMPOSISI KOMITE PEMANTAU RISIKO
The composition of the Risk Oversight Committee as at 31 December 2025 was as follows:
■ Chairman: Johanes Sutrisno (Independent Commissioner)
■ Member: Jono Effendy
Susunan Komite Pemantau Risiko ini telah disahkan dengan SK Dewan Komisaris No. BOC/SK/VI/2021-0092 tanggal
15 Juni 2021, berlaku sejak 15 Juni 2021.
Profil lengkap anggota Komite Pemantau Risiko ditampilkan pada bab Profil Perusahaan, halaman 82–83.
Anggota Komite Pemantau Risiko menjabat untuk jangka waktu yang tidak lebih lama dari masa jabatan Dewan
Komisaris, sebagaimana diatur dalam anggaran dasar. Mereka dapat dipilih kembali hanya untuk satu periode jabatan
berikutnya.
INDEPENDENSI KOMITE PEMANTAU RISIKO
Seluruh anggota Komite Pemantau Risiko merupakan pribadi yang profesional dan berkomitmen menjaga
independensi dalam pelaksanaan tugas dan tanggung jawabnya. Seluruh anggota Komite telah memenuhi kriteria
independensi, keahlian, pengalaman dan integritas yang dipersyaratkan dalam ketentuan yang berlaku.
262 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 263
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
Tabel 96 | Independensi Komite Pemantau Risiko
Hubungan Keuangan dengan Hubungan Keluarga dengan
Pemegang Pemegang
Nama Komisaris Direktur Saham Komisaris Direktur Saham
Pengendali Pengendali
Ya Tidak Ya Tidak Ya Tidak Ya Tidak Ya Tidak Ya Tidak
Johanes Sutrisno
Jono Effendy
KEBIJAKAN DAN REMUNERASI UNTUK KOMITE PEMANTAU RISIKO
Komite Nominasi dan Remunerasi membuat rekomendasi pada Dewan Komisaris mengenai remunerasi untuk
anggota Komite Pemantau Risiko, berdasarkan kebijakan Perusahaan dan mempertimbangkan peninjauan pasar
atas remunerasi Komite Pemantau Risiko. Remunerasi Komite Pemantau Risiko terdiri atas honorarium saja. Anggota
Komite Pemantau Risiko yang merangkap jabatan sebagai anggota Dewan Komisaris atau anggota manajemen
senior dari pemegang saham pengendali tidak berhak atas remunerasi tambahan sebagai anggota Komite Pemantau
Risiko
RAPAT KOMITE PEMANTAU RISIKO
Komite Pemantau Risiko menyelenggarakan rapat setidaknya empat kali dalam setahun dan melaporkan seluruh
hasil rapat kepada Dewan Komisaris.
Di 2025, Komite Pemantau Risiko melakukan lima kali rapat. Hasil rapat dilaporkan kepada Dewan Komisaris melalui
rapat dengan Dewan Komisaris.
Tabel 97 | Jadwal dan Kehadiran Rapat Komite Pemantau Risiko
Tanggal Johanes Sutrisno Jono Effendy
14 Januari 2025
5 Februari 2025
14 April 2025
15 Juli 2025
9 Oktober 2025
Jumlah Kehadiran per Anggota 5 5
Persentase Kehadiran per Anggota 100% 100%
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 263
Page 264
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
KOMITE NOMINASI DAN REMUNERASI
DASAR PEMBENTUKAN DAN TUGAS POKOK
Komite Nominasi dan Remunerasi Perusahaan dibentuk berdasarkan SK Dewan Komisaris No. Com/JS/SK/XII/2005-
007 tanggal 29 Desember 2005.
Komite Nominasi dan Remunerasi bertanggung jawab kepada Dewan Komisaris untuk membantu melaksanakan
fungsi dan tugas Dewan Komisaris terkait nominasi dan remunerasi terhadap anggota Direksi, Dewan Komisaris, dan
Komite-Komite di bawah Dewan Komisaris.
Sejak 2015, pelaksanaan tugas pokok Komite Nominasi dan Remunerasi mengacu pada POJK No. 34/POJK.04/2014
tentang Komite Nominasi dan Remunerasi Emiten atau Perusahaan Publik (POJK 34/2014).
PIAGAM KOMITE NOMINASI DAN REMUNERASI
Pada 1 Desember 2015, BFI Finance menerbitkan Pedoman Komite Nominasi dan Remunerasi, yang mengacu pada
POJK 34/2014 dan anggaran dasar Perusahaan, sebagai pedoman kerja bagi Komite dalam melaksanakan tugas dan
tanggung jawabnya. Pedoman Komite tersebut diterbitkan berdasarkan SK Dewan Komisaris No. BOC/I/2015-05,
kemudian terakhir diperbarui kembali dan diratifikasi dengan SK/BOC/IX/2025-0180 tanggal 15 September 2025.
Pedoman Kerja Komite Nominasi dan Remunerasi mengatur tugas dan tanggung jawab, wewenang, komposisi,
struktur dan persyaratan keanggotaan, tata cara, dan prosedur kerja dalam pelaksanaan tugas, rapat, serta masa
jabatan anggota Komite Nominasi dan Remunerasi.
Pedoman Kerja tersebut tersedia pada situs web Perusahaan di
https://www.bfi.co.id/id/corporate/tata-kelola-perusahaan/pedoman-kerja-komite?t=1.
TATA CARA DAN PROSEDUR KERJA KOMITE NOMINASI DAN
REMUNERASI
Dalam melaksanakan fungsi nominasi, sebagaimana dimaksud dalam angka 2 huruf b Pedoman Komite Nominasi
dan Remunerasi, Komite wajib melakukan prosedur berikut:
■ Menyusun komposisi dan proses nominasi anggota Direksi dan/atau Dewan Komisaris;
■ Menyusun kebijakan dan kriteria yang dibutuhkan dalam proses nominasi calon anggota Direksi dan/atau Dewan
Komisaris;
■ Membantu pelaksanaan evaluasi atas kinerja anggota Direksi dan/atau Dewan Komisaris;
■ Menyusun program pengembangan kemampuan anggota Direksi dan/atau Dewan Komisaris; dan
■ Menelaah dan mengusulkan calon yang memenuhi syarat sebagai anggota Direksi dan/atau Dewan Komisaris
kepada Dewan Komisaris untuk disampaikan kepada RUPS.
Dalam melaksanakan fungsi remunerasi, sebagaimana dimaksud dalam angka 2 huruf a Pedoman Komite Nominasi
dan Remunerasi, Komite wajib melakukan prosedur berikut:
■ Menyusun struktur remunerasi bagi anggota Direksi dan/atau Dewan Komisaris;
■ Menyusun kebijakan remunerasi bagi anggota Direksi dan/atau Dewan Komisaris; dan
■ Menyusun besaran remunerasi bagi anggota Direksi dan/atau Dewan Komisaris.
264 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 265
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
Komite Nominasi dan Remunerasi dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab terkait kebijakan remunerasi wajib
memastikan bahwa kebijakan remunerasi sesuai dengan:
■ Remunerasi yang berlaku pada industri;
■ Tugas, tanggung jawab, dan wewenang anggota Direksi dan/atau Dewan Komisaris dikaitkan dengan pencapaian
tujuan dan kinerja Perusahaan;
■ Target kinerja atau kinerja masing-masing anggota Direksi dan/atau Dewan Komisaris; dan
■ Keseimbangan tunjangan antara yang bersifat tetap dan bersifat variabel.
Struktur, kebijakan, dan besaran remunerasi di Perusahaan dievaluasi oleh Komite Nominasi dan Remunerasi
setidaknya satu kali dalam setahun.
KOMPOSISI KOMITE NOMINASI DAN REMUNERASI
Susunan Komite Nominasi dan Remunerasi per 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:
■ Ketua: Alfonso Napitupulu (Komisaris Independen)
■ Anggota:
‐ Francis Lay Sioe Ho (Presiden Komisaris)
‐ Luki Sri Herlambang (Head of Compensation, Benefits & Rewards)
Susunan anggota Komite Nominasi dan Remunerasi telah disahkan dengan SK Dewan Komisaris No. BOC/IV/2021-
0049 tanggal 1 April 2021, dikukuhkan kembali melalui SK Dewan Komisaris No. BOC/VI/2024-0116 tanggal 21 Juni 2024
untuk periode 2024–2026, dan diperbarui dengan SK Dewan Komisaris No. BOC/IX/2025-0188 tanggal 18 September
2025, yang mengangkat Francis Lay Sioe Ho sebagai anggota.
Profil lengkap anggota Komite Nominasi dan Remunerasi ditampilkan pada bab Profil Perusahaan halaman 84–85.
Anggota Komite Nominasi dan Remunerasi menjabat untuk jangka waktu yang tidak lebih lama dari masa jabatan
Dewan Komisaris, sebagaimana diatur dalam anggaran dasar. Mereka dapat dipilih kembali hanya untuk satu periode
jabatan berikutnya.
INDEPENDENSI KOMITE NOMINASI DAN REMUNERASI
Komite Nominasi dan Remunerasi wajib bertindak independen dalam melaksanakan tugasnya dan bertanggung
jawab kepada Dewan Komisaris.
Tabel 98 | Independensi Komite Nominasi dan Remunerasi
Hubungan Keuangan dengan Hubungan Keluarga dengan
Pemegang Pemegang
Nama Komisaris Direktur Saham Komisaris Direktur Saham
Pengendali Pengendali
Ya Tidak Ya Tidak Ya Tidak Ya Tidak Ya Tidak Ya Tidak
Alfonso Napitupulu
Francis Lay Sioe Ho
Luki Sri Herlambang
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 265
Page 266
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
KEBIJAKAN DAN REMUNERASI UNTUK KOMITE NOMINASI DAN
REMUNERASI
Setiap anggota Komite Nominasi dan Remunerasi dilarang mengambil keuntungan pribadi; baik secara langsung
maupun tidak langsung; dari kegiatan BFI Finance selain penghasilan yang sah. Anggota Dewan Komisaris yang
menjadi ketua atau anggota Komite Nominasi dan Remunerasi tidak diberikan penghasilan tambahan selain
penghasilan sebagai anggota Dewan Komisaris.
RAPAT KOMITE NOMINASI DAN REMUNERASI
Rapat Komite Nominasi dan Remunerasi diselenggarakan secara berkala, paling kurang satu kali dalam empat
bulan. Rapat hanya dapat diselenggarakan apabila dihadiri oleh mayoritas dari jumlah anggota Komite Nominasi dan
Remunerasi, dan salah satunya yang hadir merupakan Ketua Komite.
Keputusan rapat Komite Nominasi dan Remunerasi dilakukan berdasarkan musyawarah mufakat. Apabila keputusan
berdasarkan musyawarah mufakat tidak tercapai, pengambilan keputusan dilakukan berdasarkan suara terbanyak.
Jika dalam pengambilan keputusan secara pemungutan suara terjadi suara yang sama banyaknya, keputusan diambil
melalui mekanisme yang diatur dalam Pedoman Komite Nominasi dan Remunerasi. Dalam hal proses pengambilan
keputusan terdapat perbedaan pendapat, perbedaan pendapat tersebut wajib dimuat dalam risalah rapat beserta
alasan perbedaan pendapat tersebut.
Hasil rapat Komite Nominasi dan Remunerasi wajib dituangkan dalam risalah rapat dan didokumentasikan. Risalah
rapat tersebut disampaikan secara tertulis kepada Dewan Komisaris.
Di 2025, Komite Nominasi dan Remunerasi melakukan tiga kali rapat. Hasil rapat dilaporkan kepada Dewan Komisaris
melalui rapat dengan Dewan Komisaris.
Tabel 99 | Jadwal dan Kehadiran Rapat Komite Nominasi dan Remunerasi
Alfonso Sunata Francis Lay Luki Sri
Agenda Tanggal
Napitupulu Tjiterosampurno* Sioe Ho Herlambang
5 Februari 2025
15 Juli 2025
9 Oktober 2025
Nominasi
Jumlah Kehadiran
3 2 1 3
per Anggota
Persentase
Kehadiran per 100% 100% 100% 100%
Anggota
5 Februari 2025
15 Juli 2025
9 Oktober 2025
Remunerasi
Jumlah Kehadiran
3 2 1 3
per Anggota
Persentase
Kehadiran per 100% 100% 100% 100%
Anggota
* Sunata Tjiterosampurno digantikan oleh Francis Lay Sioe Ho melalui SK Dewan Komisaris No. BOC/SK/IX/2025-0188 tanggal 18 September 2025
266 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 267
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
AKSES INFORMASI DAN KOMUNIKASI
AKSES INFORMASI DAN DATA PERUSAHAAN
Perusahaan memastikan terciptanya mekanisme yang jelas dan efektif dalam hal penyebaran informasi kepada
seluruh pemangku kepentingan, sebagai bagian dari pelaksanaan prinsip transparansi dan keterbukaan informasi.
Mekanisme penyebaran informasi di Perusahaan mencakup jalur internal dan eksternal, yang ditujukan kepada
pemangku kepentingan yang berbeda, bergantung pada jenis informasi yang mereka perlukan. Tujuannya adalah
menyebarluaskan pengetahuan, pemahaman, dan mendorong terciptanya persepsi positif dari seluruh pemangku
kepentingan terhadap kebijakan dan kegiatan Perusahaan.
Akses terhadap informasi dan data Perusahaan tersedia untuk seluruh pemangku kepentingan dan investor, melalui
situs web bfi.co.id., yang berisi berbagai informasi Perusahaan tentang profil, produk dan layanan, laporan kinerja,
laporan keuangan, dan banyak lagi.
Jalur-jalur penyebaran informasi lainnya yang dikelola Informasi lainnya yang tidak tersedia dari jalur-jalur di
Perusahaan termasuk: atas, dapat menghubungi Kantor Pusat BFI Finance
1. Hotline Customer Care: 1500018 (one-stop solution) pada alamat berikut:
2. Email Customer Care: customercare@bfi.co.id
3. WhatsApp Customer Care: 08821 1500018 PT BFI Finance Indonesia Tbk
4. Live Chat Customer Care: situs web bfi.co.id u.p. Unit Corporate Communication (CorComm)
5. Aplikasi Mobile: BFI Mobile BFI Tower
6. Berbagai akun media sosial resmi Perusahaan: Sunburst CBD Lot 1.2
■ Facebook: BFI FinanceID Jl. Kapt. Soebijanto Djojohadikusumo
■ X: @BFIFinance BSD City, Tangerang Selatan 15322
■ Instagram: @bfifinance Indonesia
■ LinkedIn: PT BFI Finance Indonesia Tbk Tel: (62-21) 2965 0300, 2965 0500
■ YouTube: BFI Finance Official Email: corporate.communication@bfi.co.id
■ TikTok: @bfifinanceofficial Situs web: bfi.co.id
KOMUNIKASI PERUSAHAAN
Fungsi untuk menyampaikan informasi, kabar terbaru, dan pesan yang mengatasnamakan Perusahaan secara
menyeluruh, membangun koordinasi yang efektif di lingkungan internal maupun eksternal Perusahaan, serta
memelihara dan meningkatkan reputasi Perusahaan di mata para pemangku kepentingan ada di Unit Corporate
Communication.
Unit Corporate Communication berada di bawah naungan Departemen Corporate Secretary & Compliance yang
bertugas untuk mengelola berbagai kegiatan komunikasi dan mengatur seluruh fungsi komunikasi internal dan
eksternal Perusahaan, menjaga kepuasan para pemangku kepentingan, termasuk pemegang saham dan Pemerintah,
melalui penyediaan informasi dan data Perusahaan. Komunikasi Perusahaan kepada para pemangku kepentingan
dilakukan melalui tiga cara berikut:
■ Komunikasi Eksternal (Umum);
■ Komunikasi Internal; dan
■ Kegiatan Corporate Branding.
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 267
Page 268
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
Komunikasi Eksternal (Umum)
Kegiatan komunikasi dengan pemangku kepentingan eksternal dilakukan dengan cara mengelola dan
menyebarluaskan informasi Perusahaan lewat ragam saluran seperti, media massa, media sosial, serta media
komunikasi lainnya. Informasi yang diberikan terkait kinerja Perusahaan yang disampaikan secara tepat waktu dan
akurat.
Fungsi komunikasi eksternal Perusahaan adalah sebagai berikut:
1. Mengembangkan dan mengimplementasikan strategi komunikasi di semua media komunikasi Perusahaan;
2. Mengembangkan materi publikasi untuk meningkatkan profil dan kegiatan pemasaran Perusahaan;
3. Memastikan adanya konten terkini dan relevan, membuat perbaikan fungsi, menerapkan dan memperluas
strategi media sosial untuk meningkatkan profil Perusahaan;
4. Memastikan komunikasi dan pedoman merek Perusahaan berjalan dengan baik dan memantau segala hal yang
berkaitan dengan merek (brand) Perusahaan;
5. Memastikan adanya penanggulangan dan penanganan krisis komunikasi Perusahaan di seluruh lini;
6. Bertanggung jawab atas isi dan informasi dalam setiap media komunikasi dan materi promosi, mulai dari above-
the-line, below-the-line, hingga through-the-line, dalam lingkup internal dan eksternal;
7. Bekerja sama dengan unit-unit terkait lainnya untuk memastikan adanya fungsi komunikasi yang terintegrasi dan
saling melengkapi;
8. Mendukung semua kegiatan atau acara Perusahaan baik internal maupun eksternal;
9. Bekerja sama dengan komunitas atau kelompok pemberdayaan masyarakat untuk menyelenggarakan kegiatan
ekonomi yang berkaitan dengan visi dan misi Perusahaan; dan
10. Bekerja sama secara komprehensif dengan regulator untuk menciptakan hubungan kerja yang baik dan
bermanfaat bagi kedua belah pihak.
Perusahaan menggunakan saluran komunikasi eksternal berikut:
1. Komunikasi melalui Situs Web Perusahaan
Situs web Perusahaan, bfi.co.id, merupakan jalur penyediaan informasi terkini untuk beragam informasi
perusahaan, baik produk, kinerja, dan informasi lainnya antara lain:
■ Pengunjung dapat berkomunikasi dengan Customer Care seputar produk-produk jasa pembiayaan,
menyampaikan keluhan atau saran, serta bertanya tentang lowongan pekerjaan;
■ Sejak 2016, situs web BFI Finance telah dilengkapi dengan fungsi komunikasi dan akses data untuk para
pemangku kepentingan guna mengetahui berbagai berita seputar kinerja, aktivitas, dan pencapaian
Perusahaan terkini;
■ Pengembangan dan pengkinian situs web Perusahaan diterapkan sesuai dengan POJK No. 8/POJK.04/2015
tentang Situs Web Emiten atau Perusahaan Publik; dan
■ Sejak 2022, BFI Finance sebagai pelaku usaha di sektor keuangan dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha
Indonesia (KBLI) di bidang Perusahaan Pembiayaan Konvensional, telah memperoleh Perizinan Berusaha
untuk Menunjang Kegiatan Usaha (PB-UMKU) No. 812021319184101510001 dan Tanda Daftar Penyelenggara
Sistem Elektronik (TDPSE) Domestik No. 003857.01/DJAI.PSE/07/2022 untuk situs web Perusahaan, bfi.co.id. PB-
UMKU dan TDPSE Domestik tersebut diterbitkan oleh Balai Sertifikasi Elektronik pada 12 Juli 2022, atas nama
Menteri Komunikasi dan Informatika RI dan Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal
(BKPM). Hal ini mencerminkan kepatuhan Perusahaan terhadap regulasi di bidang informasi dan transaksi
elektronik (ITE).
2. Jejaring Sosial Perusahaan
BFI Finance memperhatikan perkembangan terkini di dunia media sosial dan memanfaatkannya untuk menjalin
komunikasi interaktif dengan seluruh pemangku kepentingan. Perusahaan membuka saluran komunikasi daring
melalui Facebook, Instagram, X, YouTube, LinkedIn, dan TikTok. Sarana ini dikelola secara bersama-sama oleh Unit
Corporate Communication, Unit Customer Insight & Social Media, dan Unit Customer Care.
3. Siaran Pers
BFI Finance menerbitkan 43 siaran pers dalam rangka keterbukaan informasi kepada publik di 2025 melalui
sebaran publikasi media.
4. Jalur Komunikasi Lainnya
Perusahaan mengelola jalur komunikasi lainnya untuk memudahkan interaksi dengan konsumen dan calon
konsumen (umum), antara lain, Hotline Customer Care, email, WhatsApp, dan media sosial, sebagaimana
dijelaskan di bagian sebelumnya.
268 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 269
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
Komunikasi Internal
Perusahaan menyediakan akses terhadap informasi terkait berbagai aspek dalam bisnis dan operasional Perusahaan
bagi para karyawannya. Akses dan komunikasi internal ini memastikan karyawan mengetahui informasi dan
memiliki pemahaman terkini yang akurat tentang kondisi Perusahaan, selain juga informasi umum lainnya yang
relevan dengan aktivitas bisnis Perusahaan. Prinsip keterbukaan informasi yang diterapkan kepada para pemangku
kepentingan eksternal juga dilakukan terhadap pemangku kepentingan internal, sehingga kualitas interaksi semakin
baik.
Perusahaan juga memberlakukan sistem komunikasi satu pintu untuk komunikasi internal dan eksternal. Seluruh
informasi Perusahaan yang bersifat umum dikelola oleh Unit Corporate Communication.
Bentuk-bentuk kegiatan komunikasi internal Perusahaan, antara lain:
1. Media Digital
Komunikasi dilakukan melalui media digital untuk beradaptasi dengan era digital, yang sekaligus meminimalkan
penggunaan bahan kertas, meningkatkan efisiensi operasional, dan melestarikan lingkungan. Media digital untuk
komunikasi internal termasuk e-mail blast, situs web Perusahaan, media sosial yang ditujukan untuk karyawan,
tabloid elektronik (e-bulletin), dan portal internal My BFI yang merupakan pusat sarana informasi elektronik
khusus bagi karyawan, yang memuat informasi terkini terkait aktivitas bisnis, kegiatan karyawan, sarana berbagi
informasi dari karyawan untuk karyawan, informasi umum, dan kampanye kegiatan positif lainnya.
2. Pertemuan
Perusahaan menyelenggarakan pertemuan yang berisi dialog dan sharing dari para manajemen senior
Perusahaan dan pembicara eksternal kepada para karyawan mengenai topik-topik terkini, baik yang berhubungan
dengan aktivitas bisnis Perusahaan maupun pengembangan kepribadian. Pertemuan ini diselenggarakan oleh
Departemen HC sebagai bagian dari program hubungan karyawan. Pertemuan dilaksanakan secara daring atau
luring sesuai kebutuhan, target, dan tujuan masing-masing program.
Corporate Branding
Kegiatan corporate branding melakukan koordinasi berbagai aktivitas pemasaran Perusahaan untuk meningkatkan
citra Perusahaan di mata publik, terutama pemangku kepentingan eksternal. Fungsi corporate branding adalah
menstandarkan dan menentukan batasan baku untuk segala hal terkait identitas Perusahaan dan cara-cara yang
efektif untuk mengkomunikasikannya kepada para pemangku kepentingan.
Untuk mengatur bagaimana citra dan tampilan BFI Finance di muka publik serta mendukung perangkat komunikasi,
pemasaran, dan promosi Perusahaan, maka sejak 2017 Perusahaan berpedoman pada Panduan Identitas Perusahaan
atau Corporate Brand Guidelines.
Aktivitas corporate branding yang dilakukan di 2025, antara lain:
1. Memastikan segala atribut yang dipergunakan dan membawa nama Perusahaan, baik untuk kegiatan tingkat
nasional maupun lokal di kantor cabang, pada semua materi komunikasi dan promosi sesuai dengan standar
identitas Perusahaan;
2. Terus meluncurkan kampanye tagline Perusahaan #SelaluAdaJalan dan unique value proposition (UVP) produk
yaitu Cepat, Mudah, dan Tepercaya sebagai salah satu kunci penyebarluasan visi dan misi BFI Finance sebagai
perusahaan pembiayaan yang siap membantu kebutuhan masyarakat dan mendukung swasembada masyarakat
melalui usaha mikro, kecil, menengah, hingga besar;
3. Memberikan konsultasi dan bantuan ke berbagai unit kerja di Perusahaan untuk mendukung aktivitas dan
acara resmi Perusahaan, atau melibatkan partisipasi sponsor dari Perusahaan agar selaras dengan aturan-aturan
standar identitas Perusahaan;
4. Memberikan konsultasi dan bantuan untuk mendukung kampanye produk-produk pembiayaan dari Perusahaan,
termasuk mendaftarkan merek produk sebagai nilai tambah bisnis dan perlindungan hukum;
5. Menggelar media gathering sebagai program relasi media yang memberikan kesempatan kepada insan pers
untuk berkomunikasi langsung dengan perwakilan manajemen Perusahaan, sekaligus memperoleh edukasi dari
regulator terkait ketentuan dan perkembangan regulasi di sektor jasa keuangan yang selaras dengan operasional
Perusahaan, yang dikemas dalam format gelar wicara dengan suasana informal;
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 269
Page 270
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
6. Melaksanakan program-program keuangan berkelanjutan guna meningkatkan kualitas kehidupan dan
lingkungan yang bermanfaat bagi komunitas setempat serta masyarakat, antara lain:
■ Pelatihan pemasaran digital bagi konsumen dan pelaku bisnis lainnya; dan
■ Festival UMKM ‘Pekan Raya BFI Finance #BFINgangkatUsahaLokal 2025’ untuk mengangkat kapasitas
para pelaku usaha yang dihadiri konsumen, komunitas bisnis, dan masyarakat umum. Rangkaian kegiatan
dilengkapi dengan pelatihan dan pendampingan usaha, bazar aneka produk, serta beragam hiburan;
7. Mengawasi materi promosi dan kampanye produk-produk pembiayaan dari Perusahaan yang dipublikasikan,
baik melalui saluran media konvensional maupun media digital, agar sesuai dengan ketentuan Perusahaan dan
pedoman regulator. Beberapa ketentuan pada materi promosi atau iklan produk pembiayaan meliputi:
■ Penggunaan kata superlatif wajib menggunakan bukti survei atau sumber penilaian eksternal yang dapat
dipertanggungjawabkan, bukan berdasarkan survei atau penilaian internal Perusahaan;
■ Penjabaran syarat dan ketentuan pada materi promosi wajib mencantumkan tautan/link/QR code spesifik dan
langsung menuju laman yang berisi manfaat, biaya, risiko, syarat dan ketentuan lengkap. Pencantuman dapat
diletakkan pada visual iklan atau pada keterangan (caption) visualnya;
■ Setiap iklan wajib mencantumkan frasa ‘BFI Finance berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan’, baik
pada visual maupun pada keterangan (caption);
■ Tidak menjanjikan proses yang menyampingkan prosedur baku dan tidak menggunakan kata yang berlebihan.
Contoh frasa yang salah, misalnya ‘tidak perlu cek SLIK (Sistem Layanan Informasi Keuangan)’, atau ‘tidak perlu
survei’; dan
■ Penertiban secara bertahap situs web dan akun media sosial tidak resmi mengatasnamakan BFI Finance yang
dikelola oleh pihak ketiga;
8. Mengadakan pelatihan komunikasi korporat kepada karyawan internal yang mencakup:
■ Materi komunikasi publik yang diikuti oleh peserta level manajerial di seluruh kantor operasional. Pelatihan
ini bertujuan meningkatkan kapasitas sebagai juru bicara Perusahaan guna membangun komunikasi yang
positif dengan berbagai lapisan pemangku kepentingan;
■ Pengelolaan media sosial yang diikuti oleh karyawan internal sebagai individu dan/atau bertindak sebagai
admin akun atas nama Perusahaan. Pelatihan ini bertujuan agar peserta menaati ketentuan dan menjalankan
etika bermedia sosial;
9. Memublikasikan kampanye edukasi keuangan melalui materi pengelolaan finansial individu dalam format
video serta kisah inspiratif konsumen yang berprofesi sebagai wirausahawan sukses di berbagai daerah berkat
pembiayaan modal usaha di BFI Finance. Para konsumen tersebut juga memiliki rekam jejak kredit yang sangat
baik sehingga menjadi contoh bagi konsumen lain dan masyarakat;
10. Mengelola produk cetakan kartu ucapan dan suvenir Perusahaan sebagai salah satu cara untuk meningkatkan
kesadaran masyarakat akan eksistensi Perusahaan;
11. Mengampanyekan edukasi hak dan kewajiban konsumen multifinance agar konsumen dan masyarakat lebih
memahami manfaat dan risiko layanan pembiayaan serta pentingnya mengelola keuangan dengan bertanggung
jawab dengan membayar angsuran tepat waktu;
12. Menggelar seminar literasi keuangan di berbagai daerah dan pengenalan produk-produk pembiayaan untuk para
pelaku usaha;
13. Mendukung Program Bulan Inklusi Keuangan (BIK) sepanjang Oktober dengan berpartisipasi dalam acara
Multifinance Day APPI 2025 di Manado (Sulawesi Utara) dan Financial Expo (FinExpo) BIK 2025 di Surabaya (Jawa
Timur) yang bertujuan mendorong kemudahan akses pembiayaan serta mendekatkan diri kepada masyarakat
dalam mempromosikan produk dan layanan; dan
14. Menyelenggarakan BFI RUN 2025 sebagai program rutin tahunan berupa kampanye gaya hidup sehat untuk para
konsumen, mitra bisnis, komunitas, karyawan, dan masyarakat umum.
270 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 271
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
PROMOSI PRODUK
Perusahaan menyebarluaskan informasi produknya untuk meningkatkan ketertarikan konsumen dalam
memanfaatkan layanan pembiayaan Perusahaan, menarik minat calon konsumen baru, menjaga kestabilan
penjualan dalam kondisi pasar yang menantang, membedakan dan mengunggulkan produk layanan pembiayaan
yang dimiliki oleh Perusahaan dibandingkan produk para pesaing, serta membentuk citra produk di mata konsumen
sesuai harapan Perusahaan.
Fungsi ini dikelola oleh Departemen Business Innovation (mencakup fungsi strategic promotion dan event activation).
Aktivitas yang dilakukan untuk mendukung pemasaran, antara lain:
1. Mempromosikan produk dan layanan pembiayaan dengan berpartisipasi dalam beragam pameran untuk segmen
pembiayaan mesin dan alat berat, yaitu ALLPRINT Indonesia Expo dan Surabaya Printing Expo.
2. Mengadakan pertemuan dan acara apresiasi untuk para mitra bisnis di berbagai kota, seperti para agen penjualan
dan dealer kendaraan roda empat bekas; dan
3. Meluncurkan materi-materi promosi untuk semua produk pembiayaan.
Aktivitas yang dilakukan departemen ini turut berkontribusi terhadap upaya pemasaran yang juga telah dirinci pada
bagian Pemasaran dalam bab Analisis dan Pembahasan Manajemen halaman 116–117.
KORESPONDENSI DENGAN OJK DAN BEI
Selama 2025, Perusahaan berkorespondensi dengan OJK sebanyak 129 kali dan dengan BEI sebanyak 75 kali. Fungsi
ini dijalankan oleh Unit Corporate Regulatory Compliance yang bernaung di bawah Departemen Corporate Secretary
& Compliance.
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 271
Page 272
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
KODE ETIK DAN BUDAYA PERUSAHAAN
KODE ETIK
BFI Finance memiliki dan menerapkan Kode Etik Perusahaan, yakni serangkaian kebijakan terkait standar etika
bisnis dan perilaku bagi karyawannya dalam menjalankan setiap aktivitas bisnisnya, agar sesuai dengan visi, misi, dan
budaya Perusahaan.
Kode Etik Perusahaan dikembangkan berdasarkan prinsip-prinsip GCG berikut:
■ Etika (Perilaku Etis), yang diterapkan dengan menjunjung tinggi integritas, profesionalisme, dan perilaku etis
dalam seluruh kegiatan Perusahaan, termasuk dengan memastikan bahwa anggota Dewan Komisaris, Direksi,
dan seluruh karyawan menjalankan tugas dan tanggung jawabnya secara independen, bebas dari benturan
kepentingan, pengaruh yang tidak semestinya, maupun intervensi yang tidak patut, serta senantiasa berpedoman
pada Kode Etik Perusahaan dan standar profesionalisme yang berlaku;
■ Transparansi, yang diterapkan dengan memastikan keterbukaan, kejelasan, dan keterukuran dalam setiap
tahapan serta proses perumusan kebijakan dan pengambilan keputusan oleh Dewan Komisaris, Direksi, dan
seluruh tingkatan organisasi Perusahaan, serta melalui pengungkapan informasi material yang tepat waktu dan
akurat kepada para pemangku kepentingan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang
berlaku;
■ Akuntabilitas, yang diterapkan dengan menetapkan secara jelas peran, tanggung jawab, dan kewenangan Dewan
Komisaris, Direksi, dan seluruh tingkatan organisasi Perusahaan dalam struktur organisasi, yang didukung oleh
uraian jabatan yang memadai, sistem pengendalian internal yang efektif, serta mekanisme evaluasi kinerja; dan
■ Keberlanjutan, yang diterapkan dengan menyelaraskan pengelolaan dan operasional Perusahaan dengan
peraturan perundang-undangan yang berlaku, prinsip-prinsip usaha yang sehat, serta tujuan penciptaan nilai
jangka panjang, termasuk dengan mempertimbangkan secara bertanggung jawab dampak ekonomi, sosial, dan
lingkungan, serta menjunjung tinggi prinsip keadilan dan kesetaraan dalam pemenuhan hak-hak pemangku
kepentingan sesuai dengan komitmen kontraktual dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Isi Kode Etik
Kode Etik Perusahaan terdiri dari etika bisnis dan etika perilaku yang membentuk landasan prinsip-prinsip Perusahaan.
Etika bisnis menjelaskan bagaimana Perusahaan sebagai suatu entitas bisnis bersikap, beretika, dan bertindak dalam
upaya menyeimbangkan kepentingan Perusahaan dengan kepentingan segenap pemangku kepentingan, sesuai
prinsip-prinsip GCG dan Nilai-Nilai Dasar Perusahaan, dengan tetap menjaga profitabilitas.
Etika perilaku merupakan seperangkat aturan nilai yang mencerminkan suatu sikap dan komitmen dalam memenuhi
ketentuan perilaku untuk menjaga nama baik, kerahasiaan, serta hal-hal penting lainnya yang berpengaruh terhadap
reputasi Perusahaan.
Kode Etik Perusahaan memuat Nilai-Nilai Dasar Perusahaan yang dimanifestasikan dalam perilaku-perilaku konkret
berikut:
1. Giat Memperbaiki Diri secara Berkesinambungan
2. Realisasikan Saling Menghormati dan Peduli
3. Ekstra Layanan kepada Pelanggan Internal dan Eksternal
4. Absolut dalam Integritas
5. Tim Kerja yang Solid dan Saling Percaya
272 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 273
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
Esensi dari Kode Etik Perusahaan ini selanjutnya dicerminkan dalam Pedoman Prinsip-Prinsip Berusaha yang berlaku
di BFI Finance, dengan pokok-pokok sebagai berikut:
Tanggung Jawab Perusahaan
Di dalam Pedoman Prinsip-Prinsip Berusaha, BFI Finance mengakui adanya lima bidang tanggung jawab Perusahaan
yang mencerminkan komitmen kepada pemangku kepentingan sebagai berikut:
1. Kepada Pemegang Saham
■ BFI Finance akan menjalankan usaha untuk meningkatkan nilai pemegang saham berdasarkan prinsip-
prinsip GCG;
■ BFI Finance akan memberikan hasil usaha yang optimum dengan senantiasa memelihara tingkat
pengembalian investasi kepada para pemegang saham, serta mempertahankan kecukupan dana untuk
menggerakkan pertumbuhan Perusahaan;
■ BFI Finance menghargai hubungan dengan para pemegang saham dengan penyediaan informasi tepat
waktu, teratur, dan dapat dipercaya mengenai kegiatan, kondisi keuangan, dan hasil usaha Perusahaan.
2. Kepada Pelanggan
BFI Finance berkomitmen mendapatkan dan mempertahankan para pelanggan dengan menyediakan produk
jasa pembiayaan yang memberikan nilai tambah bagi para pelanggan dari segi manfaat dan biayanya.
3. Kepada Karyawan
■ BFI Finance menghargai para karyawan sebagai sumber daya yang penting melalui komitmennya terhadap
pengembangan mereka secara berkelanjutan;
■ BFI Finance akan merekrut, mempekerjakan, memberikan pelatihan dan mempromosikan karyawan
berdasarkan kualifikasi dan kemampuan mereka;
■ BFI Finance bertanggung jawab untuk menciptakan kondisi kerja yang sehat dan menjamin keselamatan
para karyawan.
4. Kepada Seluruh Pemangku Kepentingan
BFI Finance senantiasa memelihara hubungan yang saling menguntungkan dengan para kreditur, mitra usaha
dan pihak lainnya dengan siapa Perusahaan berbisnis, serta mendorong penerapan prinsip-prinsip ini dalam
pelaksanaan kegiatan sehari-hari.
5. Kepada Masyarakat
Sebagai anggota masyarakat, BFI Finance senantiasa menjalankan bisnis yang bertanggung jawab dengan
menghormati undang-undang dan peraturan yang berlaku, dan berupaya untuk memastikan bahwa kegiatan-
kegiatannya tidak melanggar hak-hak asasi manusia. Partisipasi Perusahaan, baik dalam pemberian sumbangan
maupun penyelenggaraan pelatihan serta kegiatan sosial lainnya, dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas
hidup bagi lingkungan sekitarnya dan memberikan manfaat langsung bagi seluruh penerimanya.
Integritas Usaha
BFI Finance beserta seluruh kantor cabangnya berkomitmen untuk mengutamakan kejujuran, integritas dan
kewajaran sebagai prinsip utama di semua aspek usaha Perusahaan dan mengharapkan hal yang sama dalam
hubungan dengan semua pihak yang terlibat dalam bisnis BFI Finance. Seluruh transaksi bisnis atas nama Perusahaan
dicatat secara akurat sesuai dengan prosedur operasional standar dan tunduk pada proses audit. Para karyawan
diharapkan untuk mengutamakan kepentingan Perusahaan di atas kepentingan pribadi ketika menjalankan tugas
bisnis.
Pemakaian dan Perlindungan Aset Perusahaan
BFI Finance menegaskan bahwa setiap karyawan memiliki tanggung jawab untuk menggunakan aset dan sumber
daya Perusahaan secara wajar dan bertanggung jawab, termasuk pelindungan dan pelestariannya. Aset dan sumber
daya Perusahaan, maupun kesempatan apa pun yang timbul berdasarkan kedudukan seseorang, digunakan semata-
mata untuk kepentingan pencapaian tujuan Perusahaan dan bukan untuk kepentingan pribadi. Karyawan BFI
Finance dilarang mencari keuntungan untuk diri mereka sendiri atau orang lain melalui penyalahgunaan jabatan.
Pengungkapan Informasi
BFI Finance menganggap informasi di bidang strategi bisnis merupakan aset penting bagi Perusahaan yang harus
dilindungi terhadap kehilangan, pelanggaran serta pemakaian dan pengungkapan yang tidak selayaknya. Hal ini
menekankan pentingnya menjaga kerahasiaan informasi bisnis dan melarang pengungkapan yang tidak sah untuk
mencerminkan komitmen Perusahaan terhadap integritas dan keamanan informasi.
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 273
Page 274
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
Perdagangan Orang Dalam (Insider Trading)
BFI Finance senantiasa memastikan bahwa semua karyawan mentaati aturan-aturan perdagangan orang dalam.
Ini artinya, informasi yang bukan untuk umum yang dapat mempengaruhi harga saham BFI Finance dirahasiakan
dengan baik sampai diumumkan oleh manajemen yang berwenang. Karyawan yang mempunyai informasi sensitif
yang mungkin dapat mempengaruhi harga saham BFI Finance dan hak-hak terkait, tidak boleh melakukan transaksi
langsung maupun tidak langsung atas saham BFI Finance dan hak-hak terkait tersebut. Dewan Komisaris, Direksi
serta seluruh karyawan berkomitmen untuk senantiasa melaksanakan Pakta Integritas Perusahaan dengan sebaik-
baiknya sejalan dengan pelaksanaan kebijakan strategis yang diterapkan dalam mencapai pertumbuhan yang
berkelanjutan.
Penerapan dan Penegakan Kode Etik
Kode Etik yang ditetapkan Perusahaan berlaku bagi seluruh karyawan, termasuk seluruh anggota Dewan Komisaris,
Komite-Komite di bawah Dewan Komisaris, Dewan Pengawas Syariah, serta Direksi, Komite-Komite di bawah Direksi,
dan manajemen. Kode Etik tersebut disosialisasikan dan dipahami oleh seluruh karyawan, dengan manajemen
memberi teladan bagi bawahan dalam penerapannya.
Kode Etik disosialisasikan sepanjang 2025 bersamaan dengan sosialisasi Nilai-Nilai Dasar Perusahaan dan panduan
perilaku karyawan. Departemen Human Capital menyebarluaskan informasi tentang Kode Etik melalui e-mail blast
kepada seluruh karyawan.
Manajemen BFI Finance memiliki Pakta Integritas yang memuat komitmen Perusahaan terhadap penerapan prinsip-
prinsip GCG. Dewan Komisaris, Direksi, serta seluruh karyawan berkomitmen untuk senantiasa melaksanakan Pakta
Integritas Perusahaan dengan sebaik-baiknya.
Pakta Integritas BFI Finance mengatur tentang Pedoman Prinsip-Prinsip Berusaha. Dalam pelaksanaan Pedoman
Prinsip-Prinsip Berusaha ini, Dewan Komisaris, Direksi, dan seluruh karyawan, tanpa melihat posisinya, wajib
mematuhi etika pada tingkat tertinggi yang ditanamkan dalam Nilai-Nilai Dasar Perusahaan. Manajemen dan
karyawan Perusahaan wajib memahami dan mematuhi nilai-nilai dasar tersebut yang sangat penting dalam menjaga
pertumbuhan Perusahaan yang berkesinambungan.
Penanganan Pengaduan Pelanggaran Kode Etik
BFI Finance memantau penegakan Kode Etik Perusahaan dan menyediakan fasilitas pengaduan tentang pelanggaran
Kode Etik tersebut. Karyawan yang terbukti melakukan pelanggaran akan diperiksa oleh Tim Pemeriksa Pelanggaran
Disiplin Karyawan yang terdiri dari perwakilan Departemen Audit Internal dan Human Capital dan akan diberikan
sanksi sesuai jenis dan tingkatan pelanggaran sesuai ketentuan yang berlaku di Perusahaan. Hal ini menegaskan
komitmen BFI Finance terhadap penegakan etika dan integritas dalam setiap lapisan organisasi
BUDAYA PERUSAHAAN
Perusahaan memiliki nilai-nilai dasar yang dianjurkan untuk dipahami dan dipatuhi sebagai budaya Perusahaan.
Nilai-Nilai Dasar Perusahaan yang disingkat menjadi G.R.E.A.T. adalah:
1. Giat Memperbaiki Diri secara Berkesinambungan;
2. Realisasikan Saling Menghormati dan Peduli;
3. Ekstra Layanan kepada Pelanggan Internal dan Eksternal;
4. Absolut dalam Integritas; dan
5. Tim Kerja yang Solid dan Saling Percaya.
G.R.E.A.T. dijelaskan pada bagian Nilai-Nilai Dasar dan Budaya Perusahaan dalam bab Profil Perusahaan, halaman 52.
274 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 275
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
KEBIJAKAN ANTIKORUPSI
BFI Finance mewajibkan seluruh anggota Dewan Komisaris, Direksi, dan karyawannya untuk menjunjung tinggi
persaingan usaha yang adil, nilai sportivitas dan profesionalisme, serta prinsip-prinsip GCG.
Perusahaan berkomitmen untuk menciptakan dan memelihara iklim usaha yang sehat, menghindari tindakan,
perilaku, ataupun perbuatan yang dapat menimbulkan konflik kepentingan, korupsi, kolusi, dan nepotisme, serta
selalu mengutamakan kepentingan Perusahaan di atas kepentingan pribadi, keluarga, kelompok maupun golongan.
Informasi lengkap mengenai Kebijakan Antikorupsi tersedia pada https://www.bfi.co.id/id/corporate/tata-kelola-
perusahaan/kebijakan-anti-korupsi.
Kebijakan Antikorupsi disosialisasikan selama 2025 melalui:
1. Kampanye anti-fraud melibatkan seluruh karyawan, sebagai bentuk sosialisasi kebijakan antikorupsi dan
ketentuan lainnya yang mendukung penerapan integritas Perusahaan;
2. Kampanye Peraturan Perusahaan yang memuat tata tertib dan disiplin perusahaan, disampaikan melalui berbagai
media komunikasi internal, antara lain, email blast, chatbot internal dan platform digital learning Perusahaan
(aplikasi M-BEAT);
3. Penempatan standing banner yang memuat pesan aksi anti-fraud dan media pelaporan whistleblowing system
di seluruh kantor cabang; dan
4. Pembuatan ketentuan dan sosialisasi sistem pelaporan pelaku fraud sesuai dengan ketentuan OJK, melalui sistem
pelaporan SIPELAKU (Sistem Informasi Pelaku) sebagai upaya pengawasan dan identifikasi risiko terhadap fraud,
suap, gratifikasi, dan pelanggaran lainnya.
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 275
Page 276
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
KEBIJAKAN PENGADAAN
PRINSIP DAN KEBIJAKAN
Perusahaan memiliki prosedur pengadaan barang dan jasa yang diselenggarakan secara cepat dan transparan,
dengan menerapkan prinsip GCG tanpa benturan kepentingan. Seiring dengan dinamika bisnis, perkembangan
teknologi, serta meningkatnya ekspektasi pemangku kepentingan, Perusahaan secara berkelanjutan melakukan
penyempurnaan kebijakan dan proses pengadaan agar lebih adaptif, terintegrasi, dan bernilai tambah bagi
Perusahaan.
Kebijakan pengadaan barang dan jasa serta hubungan dengan pemasok meliputi:
1. Penerapan Memo Internal dan Prosedur Operasional untuk pengadaan barang dan jasa, sesuai dengan
perencanaan kebutuhan berdasarkan anggaran dan prioritas bisnis;
2. Proses pengadaan barang dilakukan berdasarkan nominal dan tingkat otoritas, khususnya di kantor cabang untuk
mempercepat proses dalam pemenuhan barang dan jasa. Pengadaan barang di atas nominal tertentu dilakukan
secara terpusat di kantor pusat;
3. Pemasok utama; baik barang maupun jasa; diwajibkan menyerahkan dokumen legalitas secara lengkap, untuk
menjamin hak dan kewajiban dari Perusahaan dan pemasok dilakukan sesuai dokumen yang ada;
4. Manajemen Risiko dan Kepatuhan, memastikan identifikasi serta mitigasi risiko pengadaan, termasuk risiko
hukum, operasional, dan reputasi, serta kepatuhan terhadap kebijakan internal dan regulasi eksternal;
5. Kode Etik dan Peraturan Perusahaan melarang karyawan Perusahaan untuk menerima janji atau pemberian
dalam bentuk apapun dari pemasok; dan
6. Evaluasi kinerja pemasok secara berkala dengan mempertimbangkan aspek kualitas, ketepatan waktu, kepatuhan,
serta komitmen terhadap etika bisnis. Hasil evaluasi tersebut menjadi dasar dalam pengambilan keputusan kerja
sama berkelanjutan dan peningkatan kualitas pengadaan secara berkesinambungan.
SISTEM PENGADAAN
Perusahaan secara konsisten menjalankan sistem proses pengadaan barang dan jasa melalui tahapan perencanaan,
persiapan, pemilihan pemasok (vendor), transaksi pengadaan barang dan jasa, penggunaan, dan pengelolaan aset
Perusahaan.
Sistem pengadaan barang dan jasa dilakukan Perusahaan secara terbuka dan kompetitif dengan mengikutsertakan
calon pemasok yang memenuhi syarat sesuai dengan kriteria dan kebutuhan Perusahaan. Dalam pengadaan barang
dan jasa, Perusahaan juga menggunakan metode lain, seperti pelelangan, pemilihan langsung, dan pembelian
langsung, baik secara konvensional maupun daring, guna memastikan bahwa jumlah dan kualitas barang dan jasa
yang diperoleh Perusahaan sesuai kebutuhan, diperoleh dengan harga yang kompetitif, dan kualitas yang sebaik
mungkin.
Kontrol dan pemantauan terhadap pengadaan barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan di kantor pusat
maupun cabang, mulai dari proses pembelian hingga pemeliharaan (asset maintenance), dilakukan melalui sistem
yang terintegrasi sehingga dapat dilakukan pemantauan oleh pihak yang mengajukan permintaan barang (user),
yaitu cabang dan kantor pusat. Perusahaan secara terus-menerus melakukan pengembangan pada sistem guna
mendukung proses bisnis Perusahaan agar menjadi lebih baik.
KOMITMEN TERHADAP PENINGKATAN BERKELANJUTAN
Perusahaan berkomitmen untuk secara rutin meninjau dan memperbarui kebijakan pengadaan guna menyesuaikan
dengan perubahan regulasi, dinamika pasar, dan kebutuhan bisnis. Perusahaan mendorong penggunaan teknologi
untuk meningkatkan efisiensi proses pengadaan, termasuk melalui pengembangan sistem e-Procurement.
Dengan kebijakan ini, Perusahaan berupaya untuk menciptakan ekosistem pengadaan yang adil, efisien, dan
berkelanjutan, guna mendukung pencapaian tujuan strategis Perusahaan.
276 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 277
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
ASURANSI ATAS HARTA TETAP PERUSAHAAN
Perusahaan melakukan mitigasi risiko untuk perlindungan dan meminimalkan kerugian atas harta tetapnya, dengan
mengasuransikan harta tetap Perusahaan dengan perlindungan berikut:
1. Polis Property All Risk dengan perluasan risiko gempa bumi untuk melindungi harta tak bergerak;
2. Polis Moveable All Risk terhadap harta bergerak;
3. Polis asuransi kendaraan bermotor; dan
4. Polis asuransi tanggung gugat (public liability).
Tabel 100 | Pembelian Aset 2025 berdasarkan Jenis
Nilai Pengadaan Jumlah Pengadaan
Jenis Aset
Rp juta Persentase Unit Persentase
Kendaraan 64.359 43,6% 329 7,7%
Perangkat Lunak 15.089 10,2% 9 0,2%
Perangkat Keras 25.225 17,1% 1.027 23,9%
Mesin 6.725 4,6% 1.211 28,2%
Penyewaan 33.101 22,4% 619 14,4%
Perabotan 3.171 2,1% 1.098 25,6%
Jumlah 147.670 100,0% 4.293 100,0%
PEMBERIAN DAN PENERIMAAN HADIAH
Sebagai bagian dari upaya menjaga integritas dan profesionalisme, Perusahaan melarang seluruh karyawan,
manajemen, dan pihak terkait untuk menerima hadiah atau pemberian dalam bentuk apa pun dari pemasok, baik
secara langsung maupun tidak langsung. Kebijakan ini bertujuan untuk:
1. Mencegah Konflik Kepentingan: memastikan bahwa seluruh keputusan pengadaan didasarkan pada
pertimbangan objektif dan bukan dipengaruhi oleh hadiah atau pemberian;
2. Menjaga Transparansi: menciptakan lingkungan kerja yang terbuka dan bebas dari praktik korupsi; dan
3. Meningkatkan Kepercayaan: mempertahankan reputasi Perusahaan sebagai organisasi yang menjalankan praktik
bisnis secara etis.
Perusahaan memiliki peraturan tentang pemberian hadiah, suap dan sejenisnya, pemberian kepada pihak lain dalam
rangka tanda terima kasih, bingkisan hari besar keagamaan, cinderamata, dan kenang-kenangan dalam bentuk
barang atau jasa.
Dengan mempertimbangkan etika bisnis, penerimaan hadiah oleh karyawan, berapapun nilainya dan dalam bentuk
apapun, wajib dilaporkan kepada atasan langsung karyawan. Penerimaan hadiah dari pihak manapun dalam rangka
promosi Perusahaan, tanda terima kasih, bingkisan hari besar keagamaan, cinderamata, dan kenang-kenangan,
dapat diterima sebagai suatu kepatutan dalam pergaulan sehari-hari, dengan ketentuan sebagai berikut:
1. Pemberian hadiah tersebut tidak ditujukan untuk keperluan/kepentingan pribadi dan tidak bersifat material;
2. Pemberian hadiah tidak mempengaruhi keputusan dalam pengadaan barang/jasa; dan
3. Pemberian hadiah tidak dilakukan secara terus-menerus oleh pemberi yang sama kepada Perusahaan atau pihak
yang mewakili Perusahaan.
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 277
Page 278
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
KEBIJAKAN PENGUNGKAPAN
INFORMASI
Kebijakan Pengungkapan Informasi di BFI Finance memastikan bahwa kepemilikan saham perusahaan terbuka oleh
anggota Direksi dan anggota Dewan Komisaris, baik secara langsung maupun tidak langsung, diungkapkan kepada
pihak otoritas sesuai peraturan yang berlaku.
Setiap perubahan atas kepemilikan saham sebagaimana dimaksud di atas dilaporkan selambat-lambatnya tiga hari
kerja setelah terjadinya perubahan.
Sepanjang 2025, Perusahaan mengungkapkan informasi ini sebanyak enam kali.
278 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 279
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
JASA AKUNTAN PUBLIK
Kantor Akuntan Publik Akuntan Publik
Tanubrata Sutanto Fahmi Bambang & Rekan Susanto Bong, S.E., Ak., C.P.A, C.A.
Prudential Tower Lt. 17
Jl. Jend. Sudirman Kav. 79 Biaya jasa untuk periode penugasan 2025 adalah Rp743
Jakarta 12910, Indonesia juta, belum termasuk PPN.
Tel: (62-21) 5795 7300
Fax: (62-21) 5795 7301
www.bdo.co.id
Tabel 101 | Biaya Jasa KAP
Jasa Profesional yang Diberikan Biaya Sebelum Pajak (Rp)
Audit Laporan Keuangan Tahunan Perusahaan untuk Tahun Buku 2025 743.000.000
Jumlah 743.000.000
Tabel 102 | Riwayat Penunjukan KAP
Kantor Akuntan Tanggal Rilis
Periode Nama Akuntan Opini
Publik Laporan
2021 Tanubrata Sutanto Dr. Herry Sunarto, 15 Februari 2022 Wajar Tanpa
Fahmi Bambang & S.E., Ak., S.H., M.B.A., Modifikasian
Rekan M.H., C.P.A., C.P.M.A.,
C.M.A., C.A.
2022 Tanubrata Sutanto Santanu Chandra, 13 Februari 2023 Wajar Tanpa
Fahmi Bambang & C.P.A. Modifikasian
Rekan
2023 Tanubrata Sutanto Susanto Bong, S.E., 23 Februari 2024 Wajar Tanpa
Fahmi Bambang & Ak., C.P.A., C.A. Modifikasian
Rekan
2024 Tanubrata Sutanto Susanto Bong, S.E., 24 Februari 2025 Wajar Tanpa
Fahmi Bambang & Ak., C.P.A., C.A. Modifikasian
Rekan
2025 Tanubrata Sutanto Susanto Bong, S.E., 5 Maret 2026 Wajar Tanpa
Fahmi Bambang & Ak., C.P.A., C.A. Modifikasian
Rekan
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 279
Page 280
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
LEMBAGA DAN PROFESI PENUNJANG
PASAR MODAL
Pemeringkat Efek Wali Amanat
PT Fitch Ratings Indonesia PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
DBS Bank Tower Lt. 24, Suite 2403 Menara BTN
Jl. Prof. Dr. Satrio Kav. 3–5 Jl. Gajah Mada No. 1
Jakarta Selatan 12940, Indonesia Jakarta 10130, Indonesia
(62-21) 2988 6800 (62-21) 633 6789 ext. 1844-1847
(62-21) 2988 6822 www.btn.co.id
www.fitchratings.com/region/indonesia
Biaya jasa untuk periode penugasan 2016–2025
Biaya jasa untuk periode penugasan 2025 adalah
berkisar antara 0,00563%–0,01500% dari jumlah
Rp572 juta.
emisi obligasi.
Konsultan Hukum Biro Administrasi Efek
Jusuf Indradewa & Partners PT Raya Saham Registra
Menara BCA (Grand Indonesia) Lt. 50 Gedung Plaza Sentral Lt. 2
Jl. M.H. Thamrin No. 1 Jl. Jend. Sudirman Kav. 47–48
Jakarta 10310, Indonesia Jakarta Selatan 12930, Indonesia
(62-21) 2254 4117 (hunting) (62-21) 252 5666
(62-21) 2254 4367 (62-21) 252 5028
www.jusufind.com www.registra.co.id
Biaya jasa untuk periode penugasan 2025–2028
Biaya jasa untuk periode penugasan 2025 adalah
adalah 13,50% dari jumlah emisi obligasi.
Rp220 juta.
Institusi Pasar Modal Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian
PT Bursa Efek Indonesia PT Kustodian Sentral Efek Indonesia
Gedung Bursa Efek Indonesia, Tower 1, Lt. 6 Gedung Bursa Efek Indonesia, Tower 2, Lt. 3
Jl. Jend. Sudirman Kav. 52–53 Jl. Jend. Sudirman Kav. 52–53
Jakarta Selatan 12190, Indonesia Jakarta Selatan 12190, Indonesia
(62-21) 515 0515 (62-21) 515 2855
(62-21) 515 4153 (62-21) 5299 1199
Call Center (Nasional): 150515 0800-186-5734
www.idx.co.id www.ksei.co.id
280 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 281
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
TRANSPARANSI KONDISI KEUANGAN
DAN NONKEUANGAN YANG BELUM
DIUNGKAP DALAM LAPORAN LAINNYA
BFI Finance menyusun berbagai laporan yang menyajikan secara transparan informasi keuangan dan nonkeuangan
kepada pemangku kepentingan dan lembaga lain yang dipersyaratkan, secara tepat waktu, lengkap, akurat, terkini,
dan utuh.
Informasi kondisi keuangan dan nonkeuangan Perusahaan disampaikan secara jelas dan transparan dalam beberapa
laporan, antara lain:
1. Laporan Tahunan Terintegrasi, yang mencakup:
a. Ikhtisar Data Keuangan Penting termasuk Ikhtisar Saham, Laporan Dewan Komisaris, Laporan Direksi, Profil
Perusahaan, Analisis dan Pembahasan Manajemen mengenai kinerja bisnis dan keuangan, Tata Kelola
Perusahaan yang Baik, Keberlanjutan yang mencakup pembahasan mengenai SDM dan Tanggung Jawab
Sosial Perusahaan, serta Data Perusahaan;
b. Laporan Keuangan Tahunan yang telah diaudit oleh Akuntan Publik dan Kantor Akuntan Publik yang terdaftar
di OJK. Laporan Keuangan Tahunan dibuat untuk satu tahun buku dan disajikan dalam perbandingan dengan
satu tahun buku sebelumnya; dan
c. Pernyataan Tanggung Jawab Dewan Komisaris dan Direksi atas kebenaran isi Laporan Tahunan Terintegrasi;
2. Laporan Keuangan publikasi per enam bulan yang dipublikasikan di media massa, situs web BFI Finance pada
bagian Siaran Pers, dan situs web BEI;
3. Laporan Keuangan per triwulan, dipublikasikan pada situs web BFI Finance dan situs web BEI;
4. Laporan Keberlanjutan yang diterbitkan BFI Finance sebagai bagian tak terpisahkan dari Laporan Tahunan
Terintegrasi; dan
5. Transparansi Kondisi Nonkeuangan
BFI Finance telah menyampaikan informasi produk secara jelas, akurat dan terkini. Informasi tersebut tersedia
bagi pelanggan, antara lain, dalam bentuk leaflet, brosur, atau bentuk tertulis lainnya, di setiap outlet BFI Finance
pada lokasi-lokasi yang mudah diakses oleh pelanggan, dan/atau dalam bentuk informasi secara elektronik yang
disediakan melalui situs web BFI Finance, portal daring, dan media sosial Perusahaan yang menyediakan informasi
mengenai karakteristik produk finansial di Indonesia serta perbandingan produk.
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 281
Page 282
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
PERNYATAAN PENERAPAN ATAS
PEDOMAN TATA KELOLA PERUSAHAAN
TERBUKA OJK
Kinerja penerapan GCG di BFI Finance dengan mengacu pada POJK No. 21/POJK.04/2015 tentang Penerapan
Pedoman Tata Kelola Perusahaan Terbuka dan SEOJK No. 32/POJK.04/2015 tentang Pedoman Tata Kelola Perusahaan
Terbuka yang mencakup 5 aspek, 8 prinsip, dan 25 rekomendasi penerapan, dirangkum dalam Tabel 103.
Tabel 103 | Penerapan Rekomendasi Pedoman Tata Kelola Perusahaan Untuk Perusahaan Publik
Pernyataan Penjelasan
Aspek Prinsip Rekomendasi Kepatuhan/ (apabila belum
Penjelasan dipatuhi)
Aspek I: Prinsip 1: 1. Perusahaan Terbuka memiliki cara Telah -
Hubungan Meningkatkan atau prosedur teknis pengumpulan dipatuhi
Perusahaan Nilai suara (voting) baik secara
Terbuka dengan Penyelenggaraan terbuka maupun tertutup yang
Pemegang RUPS mengedepankan independensi dan
Saham dalam kepentingan pemegang saham.
Menjamin Hak- 2. Seluruh Anggota Direksi dan Penjelasan Tiga anggota
Hak Pemegang Anggota Dewan Komisaris diberikan Dewan Komisaris
Saham Perusahaan Terbuka hadir dalam tidak menghadiri
RUPST dan RUPSLB. RUPST dan
RUPSLB di
2025, dengan
alasan yang
telah dinyatakan
kepada dan
diterima oleh
RUPS.
3. Ringkasan risalah RUPS tersedia Telah -
dalam Situs Web Perusahaan dipatuhi
Terbuka paling sedikit selama 1
(satu) tahun.
Prinsip 2: 4. Perusahaan Terbuka memiliki suatu Telah -
Meningkatkan kebijakan komunikasi dengan dipatuhi
Kualitas pemegang saham atau investor.
Komunikasi 5. Perusahaan Terbuka Telah -
Perusahaan mengungkapkan kebijakan dipatuhi
Terbuka dengan komunikasi Perusahaan Terbuka
Pemegang dengan pemegang saham atau
Saham atau investor dalam Situs Web.
Investor
282 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 283
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
Pernyataan Penjelasan
Aspek Prinsip Rekomendasi Kepatuhan/ (apabila belum
Penjelasan dipatuhi)
Aspek II: Prinsip 3: 6. Penentuan jumlah Anggota Dewan Telah -
Fungsi dan Peran Memperkuat Komisaris mempertimbangkan dipatuhi
Dewan Komisaris Keanggotaan kondisi Perusahaan Terbuka.
dan Komposisi 7. Penentuan komposisi Dewan Telah -
Dewan Komisaris Komisaris memperhatikan dipatuhi
keberagaman keahlian,
pengetahuan, dan pengalaman
yang dibutuhkan.
Prinsip 4: 8. Dewan Komisaris mempunyai Telah -
Meningkatkan kebijakan penilaian sendiri (self- dipatuhi
Kualitas assessment) untuk menilai kinerja
Pelaksanaan Dewan Komisaris.
Tugas dan 9. Kebijakan penilaian sendiri (self- Telah -
Tanggung Jawab assessment) untuk menilai kinerja dipatuhi
Dewan Komisaris Dewan Komisaris, diungkapkan
melalui Laporan Tahunan
Terintegrasi Perusahaan Terbuka.
10. Dewan Komisaris mempunyai Telah -
kebijakan terkait pengunduran diri dipatuhi
anggota Dewan Komisaris apabila
terlibat dalam kejahatan keuangan.
11. Dewan Komisaris atau Komite yang Telah -
menjalankan fungsi Nominasi dan dipatuhi
Remunerasi menyusun kebijakan
suksesi dalam proses Nominasi
Anggota Direksi.
Aspek III: Prinsip 5: 12. Penentuan jumlah Anggota Direksi Telah -
Fungsi dan Peran Memperkuat mempertimbangkan kondisi dipatuhi
Direksi Keanggotaan Perusahaan Terbuka serta efektivitas
dan Komposisi dalam pengambilan keputusan.
Direksi 13. Penentuan komposisi Anggota Telah -
Direksi memperhatikan, dipatuhi
keberagaman keahlian,
pengetahuan, dan pengalaman
yang dibutuhkan.
14. Anggota Direksi yang membawahi Telah -
bidang akuntansi atau keuangan dipatuhi
memiliki keahlian dan/atau
pengetahuan di bidang akuntansi.
Prinsip 6: 15. Direksi mempunyai kebijakan Telah -
Meningkatkan penilaian sendiri (self-assessment) dipatuhi
Kualitas untuk menilai kinerja Direksi.
Pelaksanaan 16. Kebijakan penilaian sendiri (self- Telah -
Tugas dan assessment) untuk menilai kinerja dipatuhi
Tanggung Jawab Direksi diungkapkan melalui laporan
Direksi tahunan Perusahaan Terbuka.
17. Direksi mempunyai kebijakan terkait Telah -
pengunduran diri Anggota Direksi dipatuhi
apabila terlibat dalam kejahatan
keuangan.
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 283
Page 284
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
Pernyataan Penjelasan
Aspek Prinsip Rekomendasi Kepatuhan/ (apabila belum
Penjelasan dipatuhi)
Aspek IV: Prinsip 7: 18. Perusahaan Terbuka memiliki Telah -
Partisipasi Meningkatkan kebijakan untuk mencegah dipatuhi
Pemangku Aspek Tata Kelola terjadinya insider trading.
Kepentingan Perusahaan 19. Perusahaan Terbuka memiliki Telah -
melalui kebijakan antikorupsi dan anti- dipatuhi
Partisipasi fraud.
Pemangku
20. Perusahaan Terbuka memiliki Telah -
Kepentingan
kebijakan tentang seleksi dan dipatuhi
peningkatan kemampuan pemasok
atau vendor.
21. Perusahaan Terbuka memiliki Telah -
kebijakan tentang pemenuhan hak- dipatuhi
hak kreditur.
22. Perusahaan Terbuka memiliki Telah -
kebijakan sistem whistleblowing. dipatuhi
23. Perusahaan Terbuka memiliki Telah -
kebijakan pemberian insentif dipatuhi
jangka panjang kepada Direksi dan
karyawan.
Aspek V: Prinsip 8: 24. Perusahaan Terbuka memanfaatkan Telah -
Keterbukaan Meningkatkan penggunaan teknologi informasi dipatuhi
Informasi Pelaksanaan secara lebih luas selain situs
Keterbukaan web sebagai media keterbukaan
Informasi informasi.
25. Laporan Tahunan Terintegrasi Telah -
Perusahaan Terbuka dipatuhi
mengungkapkan pemilik manfaat
akhir dalam kepemilikan saham
Perusahaan Terbuka paling
sedikit 5% (lima persen), selain
pengungkapan pemilik manfaat
akhir dalam kepemilikan saham
Perusahaan Terbuka melalui
pemegang saham utama dan
pengendali.
284 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 285
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
ALAMAT OUTLET
KANTOR PUSAT
BFI Tower
Sunburst CBD Lot 1.2
Jl. Kapt. Soebijanto Djojohadikusumo
BSD City
Tangerang Selatan 15322
Tel: (62-21) 2965 0300
Fax: (62-21) 2966 0757, 2966 0758
Situs web: www.bfi.co.id
CABANG
JAWA, BALI & NUSA TENGGARA
CABANG ALAMAT KOTA / KABUPATEN
DKI Jakarta
Jakarta – Cengkareng Sedayu Square Blok C-02 Jakarta Barat
Jl. Outer Ring Road
Cengkareng Timur
Jakarta – Corporate Leasing Rukan Graha Cempaka Mas Blok A Jakarta Pusat
No. 31
Jl. Let. Jend. Suprapto
Kel. Sumur Batu, Kec. Kemayoran
Jakarta – Meruya Jl. Lapangan Bola No. 1-1A Jakarta Barat
Meruya, Kebon Jeruk
Jakarta Selatan Komplek Pertokoan Duta Mas Jakarta Selatan
Blok B2 No. 7
Jl. R.S. Fatmawati
Kel. Cipete, Kec. Kebayoran Baru
Jakarta Selatan 2 Jl. Raya Pasar Minggu KM. 18,2 Jakarta Selatan
RT 12 / RW 01
Kel. Pejaten Timur, Kec. Pasar
Minggu
Jakarta Selatan 3 Jl. Raya Pasar Minggu 12B Jakarta Selatan
RT 1 / RW 7
Kel. Kalibata, Kec. Pancoran
Jakarta – Sunter Rukan Puri Mutiara Blok A No. 80 Jakarta Utara
Jl. Utama Griya, Sunter
Jakarta Timur Ruko Radin Inten Center No. 8D Jakarta Timur
Jl. Radin Inten, Duren Sawit
Jakarta Utara Rukan Grand Orchard Square Jakarta Utara
Blok C/20
Jl. Terusan Kelapa Hybrida Sukapura
Jakarta Utara 2 Komplek Puri Delta Mas Blok A-3 Jakarta Utara
Jl. Bandengan Selatan Kavling 43
RT 003, RW 001
Kel. Pejagalan, Kec. Penjaringan
Banten
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 285
Page 286
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
JAWA, BALI & NUSA TENGGARA
CABANG ALAMAT KOTA / KABUPATEN
Bintaro Ruko Emerald Avenue I Blok Tangerang
EA – A36 CBD Emerald
Jl. Boulevard Bintaro Jaya Sektor 9
Kel. Parigi Lama, Kec. Pondok Aren
Cikupa Citra Raya Grand Boulevard Tangerang
Blok E1 No. 286–288
RT 03 / RW 03
Desa Ciakar, Kec. Panongan
Pamulang South City Square Tangerang
Jl. Raya South City Barat No. B1-03
Kel. Pondok Cabe Udik,
Kec. Pamulang
Tangerang Jl. Imam Bonjol No. 279–281 Tangerang
RT 01 / RW 04
Kel. Bojong Jaya, Kec. Karawaci
Tangerang 2 Kompleks Balaraja Ultimate For Tangerang
Business Retail Ruko C No. 3A
Jl. Raya Serang KM. 24
RT 001 / RW 001
Desa Telagasari, Kec. Balaraja
Tangerang 3 Ruko Prabu Kian Santang No. 2 Tangerang
Jl. Prabu Kian Santang
RT 01 / RW 04
Kel. Sangiang Jaya, Kec. Periuk
Tangerang Selatan Ruko Bidex Blok F No. 18 Tangerang Selatan
Jl. Pahlawan Seribu
RT 001 / RW 004
Kel. Lengkong Gudang, Kec.
Serpong
Jawa Barat
Bandung Jl. Soekarno Hatta No. 472 Bandung
Kel. Batu Nunggal, Kec. Bandung
Kidul
Bandung – Lengkong Jl. Lengkong Kecil No. 12B Bandung
Bandung 3 Komplek Pergudangan Katapang Bandung
Indah Lestari Ruko No. 3
Jl. Terusan Kopo Katapang No. 611
RT 03 / RW 09 KM. 13,2
Kec. Katapang
Bekasi Kompleks Ruko Suncity Square Bekasi
Blok A No. 46–47
Jl. Mayor Hasibuan, Margajaya
Bekasi 2 Ruko Mega Boulevard Blok RV 2 No. Bekasi
3A
Jl. Harapan Indah Boulevard
RT 10 / RW 08 Kel. Medan Satria,
Kec. Medan Satria
286 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 287
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
JAWA, BALI & NUSA TENGGARA
CABANG ALAMAT KOTA / KABUPATEN
Bekasi 3 Ruko Grand Galaxy City Blok RGK Bekasi
Boulevard Raya
Jl. Pulo Sirih Utama No. 628
RT 02 / RW 19
Kel. Jaka Setia, Kec. Bekasi Selatan
Bekasi 4 Ruko Grand Wisata Blok AA.12 No. Bekasi
103
Kel. Lambang Sari, Kec. Tambun
Selatan
Bekasi 5 Ruko Mall Ciputra Blok R.2 No. 18 Bekasi
Jl. Alternative Kel. Jati Karya, Kec. Jati
Sempurna
Bogor Jl. Raya Tajur No. 118E–F Bogor
RT 001 / RW 006 Kel. Pakuan, Kec.
Bogor Selatan
Cibinong Cibinong City Centre A-30 Bogor
Jl. Tegar Beriman I RT 05 / RW 12
Kel. Pakansari, Kec. Cibinong
Cikampek Ruko Sudirman Center Blok A No. 6 Karawang
Jl. Jenderal Sudirman No. 100
Desa Pucung, Kec. Kotabaru
Cikarang Ruko Golden Boulevard Cikarang
Blok CC.5 No. 3A
Jl. Niaga Raya, Jababeka 2
Kel. Pasir Sari, Kec. Cikarang Selatan
Cimahi Jl. Encep Kartawiria No. 64 B Cimahi
RT 004 / RW 15
Kel. Citeureup, Kec. Cimahi Utara,
Cirebon Jl. Tuparev No. 115A Cirebon
Desa Kertawinangun, Kec.
Kedawung
Depok Ruko Margonda Residen No. 12A–14 Depok
Jl. Margonda Raya Kav. 461
Indramayu Jl. Raya Sleman No. 3B Indramayu
RT 01 / RW 03
Desa Sleman Lor, Kec. Sliyeg
Karawang Jl. Jend. Ahmad Yani No. 73 Bypass Karawang
RT 04 / RW 12
Karangpawitan Karawang Barat
Kuningan Jl. RE Martadinata Kuningan
RT 030 / RW 006
Kel. Ciporang, Kec. Kuningan
Majalengka Jl. K.H. Abdul Halim No. 104 Majalengka
Kel. Majalengka Kulon, Kec.
Majalengka
Purwakarta Jl. Taman Makam Pahlawan No. 73B, Purwakarta
RT 11 / RW 05
Kel. Purwamekar, Kec. Purwakarta
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 287
Page 288
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
JAWA, BALI & NUSA TENGGARA
CABANG ALAMAT KOTA / KABUPATEN
Subang Jl. Arif Rahman Hakim No. 43 – 44, Subang
RT 051 / RW 14
Kel. Cigadung, Kec. Subang
Sukabumi Jl. Brawijaya No. 4 RT 02 / RW 12 Sukabumi
Kel. Sriwidari, Kec. Gunung Puyuh
Tasikmalaya Kompleks Pertokoan Plaza Asia Tasikmalaya
Blok A No. 12A Jl. H.Z. Mustofa
Jawa Tengah
Banjarnegara Jl. S. Parman No. 28 RT 01 / RW 04 Banjarnegara
Kel. Parakancanggah, Kec.
Banjarnegara
Grobogan Ruko The Grand City Blok E Grobogan
Jl. Letjen R. Suprapto No. 61–63
Purwodadi
Jepara Jl. Pemuda No. 1A RT 03 / RW 04 Kel. Jepara
Potroyudan, Kec. Jepara
Kebumen Perum Graha Mahardika 2 Kebumen
Jl. Kutoarjo D3
Kel. Selang, Kec. Kebumen
Klaten Jl. Veteran No. 256A Klaten
Kel. Bareng Lor, Kec. Klaten Utara
Kudus Ruko Bitingan Indah (Panjunan) Kudus
Jl. Ahmad Yani, B07–B08
Kel. Panjunan, Kec. Kota Kudus
Magelang Ruko Metro Square F6 Magelang
Jl. Mayjen Bambang Soegeng
Mertoyudan
Pekalongan Komplek Ruko Dupan B2 No. 19 dan Pekalongan
B2 No. 20
Jl. Dr. Sutomo
Kel. Kalibaros, Kec. Pekalongan
Timur
Purwokerto – Banyumas Jl. Gerliya Timur No. 35 Purwokerto
Ruko No. 3 Kel. Teluk,
Kec. Purwokerto Selatan
Rembang Jl. Pemuda No. 3B Rembang
Salatiga Ruko Wijaya Square Blok A3 Salatiga
Jl. Diponegoro RT 02 / RW 05,
Sidorejo Lor
Semarang Ruko Mataram Plaza Blok D No. 03 Semarang
Jl. M.T Haryono
Semarang 3 Jl. Raya Kudungmundu RT 01 / RW Semarang
25
Kel. Sendangmulyo, Kec.Tembalang
Solo Jl. R.M. Said No. 160C RT 2 / RW 3 Surakarta
Kel. Punggawan, Kec. Banjarsari
Solo 2 Jl. Raya Solo Permai HD 03 Sukoharjo
Solo Baru
288 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 289
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
JAWA, BALI & NUSA TENGGARA
CABANG ALAMAT KOTA / KABUPATEN
Sragen Ruko Harlin Sragen Blok B-1 Sragen
Jl. Raya Sukowati
Kel. Sine, Kec. Sragen
Tegal Ruko Nirmala Estate No. 3–4 Tegal
Jl. Yos Sudarso No. 20
Kel. Mintaragen, Kec. Tegal Timur
Daerah Istimewa Yogyakarta
Yogyakarta Ruko Monjali Permai Kav. 2 Sleman
Jl. Monjali Sinduadi Mlati Sleman
Jawa Timur
Banyuwangi Jl. S. Parman No. 98 Banyuwangi
Kel. Sumberrejo, Kec. Banyuwangi
Blitar Jl. Lawu RT 02 / RW 02 Blitar
Kel. Kauman, Kec. Kepanjen Kidul
Bojonegoro Jl. M.H. Thamrin 103 Bojonegoro
Gresik Ruko Green Garden Blok A-2 Gresik
Jl. Dr. Wahidin No. 3–4
Desa Dahanrejo, Kec. Kebomas
Jember Jl. Diponegoro No. 32 Ruko 32B Jember
Kel. Kepatihan, Kec. Kaliwates
Jombang Jl. K.H. Wahid Hasyim No. 19 Jombang
RT 001 / RW 001
Kel. Jombang, Kec. Jombang
Kediri Kompleks Pertokoan Hayam Wuruk Kediri
Trade Center Blok C No. 7–8
Jl. Hayam Wuruk
Lamongan Jl. Basuki Rahmat No. 203 Lamongan
Kel. Sukomulyo, Kec. Lamongan
Madiun Jl. Dr. Sutomo No. 76 Unit C Madiun
Kel. Kartoharjo, Kec. Kartoharjo
Malang Jl. R. Tumenggung Suryo No. 42, Malang
Kavling B, C, D
Kel. Bunulrejo, Kec. Blimbing
Mojokerto Ruko Kranggan Permai Blok A05–06 Mojokerto
Jl. Pahlawan
Nganjuk Jl. Gatot Subroto No. 29 RT 03 / RW Nganjuk
04 Kel. Kauman, Kec. Nganjuk
Pandaan Ruko Pandaan Central Business Kav. Pasuruan
A3–A5 Jl. Raya Bypass Pandaan RT 01
/ RW 014
Desa Karangjati, Kec. Pandaan
Pasuruan Jl. Panglima Sudirman No. 40A Pasuruan
Kel. Purworejo, Kec. Purworejo
Ponorogo Jl. Jendral Sudirman No. 1 Ponorogo
Kel. Mangkujayan, Kec. Ponorogo
Sidoarjo Kompleks Ruko Gateway No. C1–C2 Sidoarjo
Jl. Raya Waru (Aloha)
Desa Sawotratap, Kec. Gedangan
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 289
Page 290
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
JAWA, BALI & NUSA TENGGARA
CABANG ALAMAT KOTA / KABUPATEN
Sidoarjo 2 Komplek Ruko Tiara Center 02 – 03, Sidoarjo
Kel. Pagerwojo, Kec. Buduran
Surabaya Jl. Ngagel Jaya 39 Surabaya
Surabaya 2 Jl. Patimura No. 14 Surabaya
RT 06 / RW 06, Kel. Sonokwijenan,
Kec. Sukomanunggal
Surabaya 3 Jl. Raya Kapas Krampung No. 139 Surabaya
RT 001, RW 003
Kel. Rangkah, Kec. Tambaksari
Tuban Jl. Letda Sucipto No. 5A, Perbon Tuban
Tulungagung Jl. Pahlawan No. 3 Tulungagung
Dusun Kedungsingkal, Kel. Ketanon,
Kec. Kedungwaru
Bali
Buleleng Jl. A. Yani No. 85C Buleleng
Kel. Kaliuntu, Kec. Buleleng
Denpasar Jl. Gatot Subroto Barat 170X Denpasar
Kec. Denpasar Barat
Denpasar 3 Pertokoan Sudirman Agung Blok Denpasar
C7–8
Jl. Jendral Sudirman
Kel. Panjer, Kec. Denpasar Selatan
Gianyar Jl. Ciung Wanara No. 17 Gianyar
Lingkungan Candi Baru
Kel. Gianyar, Kec. Gianyar
Tabanan Jl. Ir. Soekarno Tabanan
Kel. Banjar Anyar, Kec. Kediri
Nusa Tenggara Barat
Lombok Barat Jl. Raya Dr. Sutomo No. 1A Lombok Barat
Desa Bekele, Kec. Gerung
Mataram Jl. Brawijaya No. 22–24 Mataram
RT. 02, Lingk. Karang Kelebut
Kel. Cakranegara Selatan
Kec. Cakranegara
Sumbawa Jl. Diponegoro No. 63 Sumbawa
RT 002 / RW 010
Kel. Bugis, Kec. Sumbawa
Nusa Tenggara Timur
Kupang Jl. Frans Seda Blok G Kupang
RT 042 / RW 013
Kel. Fatululi, Kec. Oebobo
Manggarai Jl. Wae Ces Manggarai
RT 004 / RW 02
Kel. Mbaumuku, Kec. Langke
Rembong
290 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 291
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
SUMATRA
CABANG ALAMAT KOTA / KABUPATEN
Sumatra Utara
Asahan Jl. Sisingamangaraja No. 73 Asahan
Kel. /Desa Kisaran Timur, Kec. Kota
Kisaran Timur
Binjai Kompleks Ruko Surya Permai Binjai
Jl. T. Amir Hamzah No. 1L
Karo Jl. Veteran No. 57A Karo
Kel. Kampung Dalam, Kec.
Kabanjahe
Medan Jl. Ir. H. Juanda No. 26 Medan
Lingkungan IV
Kel. Sukadamai, Kec. Medan Polonia
Padangsidimpuan Jl. Sudirman No. 8F Padangsidimpuan
Kel. Losung Batu Kec.
Padangsidimpuan Utara
Pematangsiantar Kompleks Megaland Blok N No. 10 Pematangsiantar
Jl. Sangnawaluh Kel. Siopat Hulu,
Kec. Siantar Timur
Rantauprapat Kompleks M 88 Rantauprapat
Jl. Sisingamangaraja No. 10A–B
Kel. Bakaran Batu, Kec. Rantau
Selatan
Riau
Air Molek – Indragiri Hulu Jl. Jend. Sudirman RT 02 / RW 01 Indragiri Hulu
Kel. Kembang Harum, Kec. Pasir
Penyu
Bagan Batu Jl. Jendral Sudirman Rokan Hilir
Kel. Bagan Batu, Kec. Bagan
Sinembah
Dumai Jl. Sultan Hasanuddin Dumai
RT 14 / RW 00
Kel. Rimba Sekampung, Kec. Dumai
Kota
Pekanbaru Jl. Soekarno Hatta No. 88 Pekanbaru
Kel. Delima, Kec. Tampan
Pekanbaru 3 Jl. Setiabudi No. 89–89A Pekanbaru
Pelalawan Jl. Maharaja Indah RT 001 / RW 009 Pelalawan
Pangkalan Kerinci Kota
Pangkalan Kerinci
Ujung Batu Jl. Sudirman Desa Ujung Batu Timur, Rokan Hulu
Kec. Ujung Batu
Kepulauan Riau
Batam Komplek King Business Center Batam
Blok B2 No. 9–10
Jl. Raja Isa Batam Center
Kel. Belian, Kec. Batam Kota
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 291
Page 292
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
SUMATRA
CABANG ALAMAT KOTA / KABUPATEN
Batam 2 Komp. Bumi Riau Makmur Blok A Batam
No. 9
Jl. Laksamana Bintan
Kel. Sei Panas, Kec. Batam
Tanjung Pinang Jl. D.I. Panjaitan KM. 08 Tanjung Pinang
Kel. Air Raja, Kec. Tanjung Pinang
Timur
Sumatra Barat
Bukittinggi Jl. Raya Kapas Panji No. 49B Bukittinggi
Jambu Air, Nagari Taluak IV Suku
Kec. Banuhampu, Agam
Dharmasraya Jl. Lintas Sumatera Jorong Dharmasraya
Pasar Koto Baru
Padang Jl. By Pass No. KM.12 Padang
Kel. Sungai Sapih, Kec. Kuranji
Pasaman Barat Jl. Lintas Simpang Empat Pasaman Barat
Manggopo 2 KM, Kompleks Gunung
Tulas,
Lintang Selatan Jorong Simpang
Empat Kenagarian Lingkuang Aua
Kec. Pasaman
Jambi
Jambi Jl. Prof. M. Yamin S.H. No. 65–66 Jambi
RT 29, Kel. Lebak Bandung, Kec.
Jelutung
Muara Bungo Jl. Sudirman No. 45–46 Bungo
RT 003 / RW 001
Kel. Pasir Putih, Kec. Rimbo Tengah
Muaro Jambi Jl. Lintas Timur Sumatra RT 013, Muaro Jambi
Kel. Sengeti, Kec. Sekernan
Rimbo Bujang Jl. Pahlawan No. 91 Rimbo Bujang
RT 02 / RW 03
Kel. Mandiri Agung, Kec. Rimbo
Bujang
Sarolangun Jl. Lintas Sumatera Pasar Sarolangun Sarolangun
No. 17 RT 06
Kel. Sukasari, Kec. Sarolangun
Sumatra Selatan
Baturaja Jl. Dr. Moh. Hatta, RT 04 / RW 04 Baturaja
Kel. Sukaraya, Kec. Baturaja Timur
Ogan Komering Ulu (OKU)
Lahat Jl. Kolonel Burlian No. 95 Lahat
RT 09 / RW 03
Kel. Bandar Agung, Kec. Lahat
Palembang Kompleks Ruko Rajawali No. B3–B4 Palembang
RT 016 / RW 012
Kel. 9 Ilir, Kec. Ilir Timur II
292 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 293
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
SUMATRA
CABANG ALAMAT KOTA / KABUPATEN
Palembang 2 Jl. Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang
No. 5 RT 20 / RW 04
Kel. Alang-Alang Lebar, Kec. Alang-
Alang Lebar
Pangkalan Balai Jl. Merdeka No. 2E RT 11 / RW 04 Kel. Banyuasin
Pangkalan Balai, Kec. Banyuasin III
Prabumulih Jl. Jend. Sudirman No. 10 Prabumulih
Kel. Muara Dua, Kec. Prabumulih
Timur
Kepulauan Bangka Belitung
Belitung Jl. Jend. Sudirman No. 32B Belitung
RT 09 / RW 04
Kel. Pangkal Lalang, Kec. Tanjung
Pandan
Pangkal Pinang Kompleks Bangka Square Bangka Tengah
(Ruko No. 2)
Jl. Raya Koba KM. 5 No. 17
Kec. Pangkalan Baru
Lampung
Bandar Jaya Jl. Proklamator Raya No. 28–29 Lampung Tengah
Kec. Terbanggi Besar, Bandar Jaya
Bandar Lampung Jl. Gajah Mada No. 55 Bandar Lampung
Kota Baru, Tanjung Karang Timur
Metro Jl. AH Nasution No. 1B Metro
RT 001 / RW 001
Kel. Imopuro, Kec. Metro Pusat
Pringsewu Jl. A. Yani, RT 012 / RW 01 Pringsewu
Kel. Pringsewu Utara, Kec.
Pringsewu
Tulang Bawang Jl. Lintas Timur Sumatera Tulang Bawang
Kel. Dwi Warga Tunggal Jaya, Kec.
Banjar Agung
KALIMANTAN
CABANG ALAMAT KOTA / KABUPATEN
Kalimantan Barat
Ketapang Jl. DI Panjaitan Nomor 37 Ketapang
RT 002, RW 007
Kel. Sampit, Kec. Delta Pawan
Pontianak Jl. M. Sohor No. 45 Blok E–F Pontianak
RT 05 / RW 02
Kel. Akcaya, Kec. Pontianak Selatan
Sanggau Jl. Jenderal Ahmad Yani No. 58 B Sanggau
RT 002, RW 00
Kel. Ilir Kota, Kec. Kapuas
Sintang Komplek Pertokoan Golden Square Sintang
Jl. Lintas Melawi No. E6
RT 003 / RW 001
Kel. Ladang, Kec. Sintang
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 293
Page 294
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
KALIMANTAN
CABANG ALAMAT KOTA / KABUPATEN
Kalimantan Tengah
Palangkaraya Jl. RTA Milono KM. 3,5 No. 6–7 Palangkaraya
Kel. Menteng, Kec. Pahandut
Pangkalan Bun Jl. Pasanah (Kawitan 1), RT 23 Pangkalan Bun
Sidorejo
Sampit Jl. Jendral Sudirman KM. 1,5 No. 19 Sampit
RT 43 / RW 08
Kel. Mentawa Baru Hulu, Kec.
Mentawa Baru Ketapang
Kotawaringin Timur
Kalimantan Selatan
Banjarmasin Jl. A. Yani KM. 7,8 No. 30 Banjarmasin
Kertak Hanyar, Kab. Banjar
Banjarbaru Jl. Ahmad Yani KM. 34,500 Banjarbaru
RT 003 / RW 002
Kel. Komet, Kec. Banjarbaru Utara
Tanah Bumbu Jl. Raya Batulicin, RT 3 / RW 1 Tanah Bumbu
Desa Sejahtera
Kampung Baru – Simpang Empat
Tanjung Jl. Ahmad Yani RT II Tanjung
Mabu’un Murung Pudak, Tabalong
Kalimantan Timur
Balikpapan Jl. Jend. Sudirman No. 14/295, Balikpapan
RT 06 Kel. Damai,
Kec. Balikpapan Selatan
Berau Jl. Pemuda, RT 09 Kel. Tanjung Berau
Redep, Kec. Tanjung Redep
Bontang Ruko Primagama Bontang
Jl. Bhayangkara KM. 6 No. 16F
Paser Jl. Modang RT 007 RW 02 Paser
Kel. Tanah Grogot, Kec. Tanah
Grogot
Penajam Paser Utara Jl. Propinsi, RT 007, KM.18 Penajam Paser Utara
Kel. Petung, Kec. Penajam
Samarinda Jl. D.I. Panjaitan, Ruko No. 5–6 Samarinda
Samarinda 2 Seberang Jl. Bung Tomo, RT 09 Samarinda
Kel. Sungai Keledang, Kec.
Samarinda Seberang
Sengata Jl. A.W. Syahrani, RT 04 / RW 01 Kutai Timur
Kel. Teluk Lingga, Kec. Sengata Utara
Tenggarong Jl. Patin No. 99B Tenggarong Kutai Kartanegara
Kalimantan Utara
Bulungan JL. Sengkawit No. 2 Bulungan
RT 53 / RW 20
Kel. Tanjung Selor, Kab. Bulungan
Tarakan Jl. Gajah Mada No. 75 Tarakan
Kel. Karang Anyar Pantai
294 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 295
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
SULAWESI
CABANG ALAMAT KOTA / KABUPATEN
Sulawesi Utara
Bitung Jl. Wolter Monginsidi No. 45 Bitung
Kel. Girian Bawah, Kec. Girian
Bolaang Mongondow Utara Jl. Trans Sulawesi Desa Bolang Itang Bolaang Mongondow Utara
Induk No. 26 Kec. Bolang Itang Barat
Kotamobagu Jl. Brigjen Katamso, Kotamobagu
Kel. Kotobangun
Manado Jl. Bethesda No. 18 Manado
Kel. Ranotana, Kec. Sario
Minahasa Selatan Lingkungan IV Kel. Uwuran I Minahasa Selatan
Kec. Amurang
Tahuna – Kepulauan Sangihe Jl. Makaampo Tahuna
Kel. Sawang Bendar, Kec. Tahuna
Tomohon Jl. Samratulangi Lingkungan VI Tomohon
Kel. Matani 3, Kec. Tomohon Tengah
Gorontalo
Gorontalo Jl. Agus Salim No. 290 Gorontalo
Kel. Wumialo, Kec. Kota Tengah
Marisa Graha Arwana, Jl. Trans Sulawesi Pohuwato
Kel. Buntulia Selatan, Kec. Duhiada
Sulawesi Barat
Mamuju Jl. Jenderal Sudirman No. 15 Mamuju
Kel. Simboro, Kec. Simboro
Mamuju Utara Jl. Ir. Soekarno Kel. Pasangkayu, Mamuju Utara
Kec. Pasangkayu
Polewali Mandar Ruko Andi Depu No 151 Polewali Mandar
Jl. H. Andi Depu
Kel. Takkatidung, Kec. Polewali
Sulawesi Tengah
Kotaraya Jl. I Gusti Ngurah Rai Parigi Moutong
Desa Kotaraya, Kec. Mepanga
Luwuk (Banggai) Jl. Dr. Moh Hatta No. 94 C Banggai
Kel. Maahas, Kec. Luwuk Selatan
Palu Ruko Moh. Hatta Center Palu
Jl. Dr. Moh. Hatta No. 21D–E
RT 11 / RW 03
Kel. Besusu Tengah, Kec. Palu Timur
Parigi Moutong Jl. Trans Sulawesi Parigi Moutong
Kel. Bantaya, Kec. Parigi
Poso Jl. Pulau Sumba No. 7 Poso
Kel. Gebangrejo, Kec. Poso Kota
Tolitoli Jl. Abdul Muis No. 16 Malosong Tolitoli
Kel. Baru, Kec. Baolan
Sulawesi Selatan
Bone Jl. Ahmad Yani Bone
Kel. Jeppee, Kec. Tanete Riattang
Barat
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 295
Page 296
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
SULAWESI
CABANG ALAMAT KOTA / KABUPATEN
Bulukumba Jl. Samratulangi, Dusun Lajae Bulukumba
Desa Polewali, Kec. Gantarang
Luwu Timur Jl. Trans Sulawesi Luwu Timur
Desa Beringin Jaya, Kec. Tomoni
Luwu Utara Jl. Ahmad Yani, RT 01, RW 04 Luwu Utara
Kel. Kappuna, Kec. Masamba,
Makassar Jl. Hertasning Baru (Aeropala) No. 98 Makassar
Kel. Karunrung, Kec. Rappocini
Makassar 2 Jl. Kima Raya 2 No. A20 Makassar
Kel. Daya, Kec. Biringkanaya
Palopo Jl. Kelapa No. 66 Palopo
Kel. Dangerakko, Kec. Wara
Parepare Jl. Bau Massepe No. 74 Parepare
Kel. Ujung Sabbang, Kec. Ujung
Toraja Jl. Poros Makale – Rantepao No. 474A Tana Toraja
Kel. Tambunan, Kec. Makale Utara
Sulawesi Tenggara
Kendari Jl. Brigjend. Moh. Yunus Bypass Kendari
Kolaka Jl. Dr. Sutomo No. 51 Kolaka
Kel. Lamokato, Kec. Kolaka
Konawe Jl. Sapati No. 15D Konawe
Kel. Tumpas, Kec. Unaha
MALUKU & PAPUA
CABANG ALAMAT KOTA / KABUPATEN
Maluku
Ambon Perumahan Citraland The Arkade Ambon
Blok 06–07
Jl. Wolter Monginsidi
Kel. Lateri, Kec. Baguala
Maluku Tengah Jl. Abdullah Soulissa No. 20 Masohi
RT 02 / RW 03
Kel. Namaelo, Kec. Amahai
Maluku Utara
Ternate Jl. Cempaka I No. 342 Ternate
RT 013, RW 03
Kel. Tanah Tinggi, Kec. Ternate
Selatan
Tobelo Jl. KemaKMuran Desa Rawajaya, Halmahera Utara
Kec. Tobelo
Papua Barat
Manokwari Jl. Trikora Wosi, Ruko No. 3 Manokwari
RT 01 / RW 12
Kel. Wosi, Kec. Manokwari Barat
Papua Barat Daya
Sorong Jl. Basuki Rahmat KM. 8 Sorong
RT 01 / RW 08
Kel. Klabulu, Kec. Malaimsimsa
296 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 297
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
MALUKU & PAPUA
CABANG ALAMAT KOTA / KABUPATEN
Papua
Biak Numfor Jl. Selat Sunda No. 07, Fandoi, Biak Biak Numfor
Jayapura Komplek Ruko No. 11–12 Jayapura
Jl. Amphibi Hamadi Kel. Argapura,
Kec. Jayapura Selatan
Papua Tengah
Nabire Jl. Merdeka No. 69 Nabire
Kel. Karang Mulia, Kec. Nabire
Papua Selatan
Merauke Ruko Parako No. 03 Merauke
Jl. Parakomando, RT 001 / RW 001
Kel. Mandala, Kec. Merauke
POS
JAWA, BALI & NUSA TENGGARA
POS ALAMAT KOTA / KABUPATEN
DKI Jakarta
Blok M Square Jl. Melawai 5 Jakarta Selatan
RT 3, RW 1
Melawai, Kec. Kby. Baru
Condet Jl. Raya Condet Jakarta Timur
RT 8, RW 3
Kel. Batu Ampar, Kec. Kramat Jati
Duri Kosambi Jl. Raya Duri Kosambi Jakarta Barat
RT 6, RW 1
Kel. Duri Kosambi, Kec. Cengkareng
Jatimulya Jl. Raya Jatimulya Bekasi
RT 005, RW 006
Kel. Jatimulya, Pengasinan, Kec.
Tambun Selatan
Kapuk Raya Jl. Kapuk Raya No. 1A Jakarta Barat
RT 10, RW 5
Kel. Kapuk, Kec. Cengkareng
Kramat Jati Jl. Raya Bogor Jakarta Timur
RT 001, RW 008
Kel. Kramat Jati, Kec. Kramat Jati
KS Tubun Jl. KS Tubun I No.36 Jakarta Barat
RT 3, RW 2
Kota Bambu Selatan, Kec. Palmerah
Lapangan Tembak Jl. Lapang Tembak Cibubur No. 44 Jakarta Timur
RT 3, RW 4
Kel. Pekayon, Kec. Pasar Rebo
Letjen Suprapto Jl. Letjen Suprapto Jakarta Pusat
RT 006,RW 003
Kel. Cempaka Baru, Kec. Kemayoran
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 297
Page 298
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
JAWA, BALI & NUSA TENGGARA
POS ALAMAT KOTA / KABUPATEN
Mangga Jl. Mangga No. 3B Jakarta Utara
RT 001, RW 03
Kel. Tugu Utara, Kec. Koja
Matraman Galur Sari Raya No. 26A Blok R Jakarta Timur
RT 02 / RW 01
Kel. Utan Kayu Selatan, Kec.
Matraman
Meruya Selatan Jl. Meruya Selatan No. 34 C Jakarta Barat
RT 1, RW 2
Kel. Meruya Selatan, Kec.
Kembangan
Moch Kahfi II Jl. Moch. Kahfi II Jakarta Selatan
Kel. Cipedak Jagakarsa
Pahlawan Revolusi Jl. Pahlawan Revolusi, No. 6A Jakarta Timur
RT 5, RW 12
Kel. Pd. Bambu, Kec. Duren Sawit
Pasar Rebo Jl. Raya PKP No. 69 Jakarta Timur
RT 10 / RW 08
Kel. Kelapa Dua Wetan, Kec. Ciracas
Penggilingan Raya Jl. Raya Penggilingan 39B Jakarta Timur
RT 4, RW 6
Kel. Penggilingan, Kec. Cakung
Percetakan Negara Jl. Percetakan Negara II No.14 Jakarta Pusat
RT 11, RW 6
Kel. Johar Baru, Kec. Johar Baru
Permata Meruya Jl. Permata Meruya 1 Jakarta Barat
RT 2, RW 2
Kel. Meruya Utara, Kec. Kembangan
Peta Barat Jl. Peta Barat Jakarta Barat
Kel. Pegadungan, Kec. Kalideres
Pusdiklat Depnaker Jl. Pusdiklat Depnaker Jakarta Timur
RT 9, RW 6
Kel. Makasar, Kec. Makasar
Serengseng Raya Jl. Srengseng Raya No. 248 Jakarta Barat
Kel. Srengseng, Kec. Kembangan
Kota
Tebet Gedung Regatama Blok A No. 106 Jakarta Selatan
Jl. Pariaman Kel. Manggarai,
Kec. Setiabudi
Banten
Aria Putra Jl. Aria Putra Tangerang Selatan
Kel. Serua Indah, Kec. Ciputat
Batuceper Jl. Raya Poris Indah RT 02 / RW 03 Tangerang
Kel. Poris Indah, Kec. Batuceper
Ceger Raya Jl. Ceger Raya Tangerang Selatan
Kel. Jurang Manggu Timur,
Kec. Pondok Aren
298 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 299
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
JAWA, BALI & NUSA TENGGARA
POS ALAMAT KOTA / KABUPATEN
Cibodas Baru Jl. Prambanan Raya No 3 Tangerang
RT 008, RW 009
Kel. Cibodas Baru, Kec. Cibodas
Ciledug H. Mencong Jl. H. Mencong No.135 Tangerang
RT 002, RW 011
Kel. Paninggilan Utara, Kec. Ciledug
Ciledug Raden Fatah Jl. Raden Fatah No. 01 Tangerang
RT 001, RW 010
Kel. Parung Serab, Kec. Ciledug
Ciledug Raden Fatah 2 Jl. Raden Fatah No. 17 Tangerang
RT .001, RW. 009
Kel. Sudimara Sel., Kec. Ciledug
Ciputat Timur Jl. W.R. Supratman No. 3 Tangerang Selatan
RT 01 / RW 08
Kel. Cempaka Putih, Kec. Ciputat
Timur
Gatot Subroto Jl. Gatot Subroto Tangerang
Kel. Cimone, Kec. Karawaci
Hos Cokroaminoto Jl. HOS Cokroaminoto No. 53 Tangerang
RT 003, RW 004
Kel. Larangan Indah, Kec. Larangan
Jatiuwung Jl. Raya Gatot Subroto Tangerang
Kp. Jatake, RT 006 / RW 002
Kel. Jatake, Kec. Jatiuwung
Kelapa Dua Raya Jl. Kelapa Dua Raya No. 87 Tangerang
Kel. Kelapa Dua, Kec. Kelapa Dua
KH. Hasyim Ashari Jl. KH. Hasyim Ashari Tangerang
Kel. Poris Plawad Indah, Kec.
Cipondoh
KH. Hasyim Ashari 2 Jl. KH Hasyim Ashari Tangerang
RT 001, RW 11
Kel Padurenan, Kec. Karang Tengah
KH Wahid Hasyim Jl. KH. Wahid Hasyim Tangerang Selatan
RT 006, RW 05
Kel. Jurang Mangu Timur,
Kec. Pondok Aren
Larangan Jl. Inpres 14 No. 1 RT 03 / RW 04 Tangerang
Kel. Gaga, Kec. Larangan
Pamulang Barat Jl. Surya Kencana No. 46 B Tangerang Selatan
RT 001, RW 005
Kel. Pamulang Barat, Kec. Pamulang
Pasar Kemis Jl. Raya Ps. Kemis Tangerang
Kel. Gelam Jaya. Kec. Pasar Kemis
PLP Curug Raya Jl. Raya Cukanggalih Tangerang
Kel. Cukang Galih, Kec. Curug
Pondok Aren Jl. Raya Pondok Aren Tangerang Selatan
RT 003, RW 001
Kel. Pondok Aren, Kec. Pondok Aren
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 299
Page 300
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
JAWA, BALI & NUSA TENGGARA
POS ALAMAT KOTA / KABUPATEN
Pondok Benda Jl. Raya Pamulang Permai 2 Blok B Tangerang Selatan
No. 9, Benda Barat IV,
Kel. Pondok Benda, Kec. Pamulang
Serang Raya Jl. Raya Serang KM. 15 Tangerang
Kel. Citra Raya, Kec. Cikupa
Serpong Utara Jl. Jelupang Raya No. 14 RT 003, RW Tangerang Selatan
002
Kel. Lengkong Karya, Kec. Serpong
Utara
Jawa Barat
A.H. Nasution Jl. AH. Nasution Bandung
Kel. Sukamiskin, Kec. Arcamanik
Bintara Jl. Bintara Bekasi
RT 002, RW 006
Kel. Bintara, Kec. Bekasi Barat
Bogor Utara Jl. KS. Tubun RT 1 / RW 3, No. 141 Bogor
Kel. Cibuluh, Kec. Bogor Utara
Bojong Gede Gelonggong Tengah RT 04 / RW 07 Bogor
Kel. Kedungwaringin,
Kec. Bojonggede
Bojongsoang Raya Jl. Raya Bojongsoang No. 169 Bandung
Kel. Lengkong, Kec. Bojongsoang
Bosih Raya Jl. Bosih Raya Bekasi
Kel. Wanasari, Kec. Cibitung
Ciawi Prapatan Raya Jl. Perempatan Pasar Ciawi Bogor Bogor
RT 03, RW 06
Kel. Harjasari, Kec. Bogor Selatan
Cibaduyut Jl. Cibaduyut No.181 Bandung
Kel. Cibaduyut, Kec. Bojongloa Kidul
Cikarang Raya Jl. Raya Cikarang - Cibarusah Bekasi
Kel. Sukaresmi, Kec. Cibitung
Ciomas Jl. Raya Ciomas Bogor
Kel. Ciomas, Kec. Ciomas
Cipayung Jl. Raya Cipayung No. 16 Depok
RT 003, RW 003
Kel. Cipayung Jaya, Kec. Cipayung
Cipendawa Baru Jl. Cipendawa Baru Bekasi
Kel. Bojong Menteng,
Kec. Rawalumbu
Ciputat Parung Jl. Raya Ciputat Parung No.84 Depok
Kel. Bojongsari Baru, Kec. Bojongsari
Ciremai Raya Jl. Ciremai Raya No. 276 Cirebon
Kel. Kecapi, Kec. Harjamukti
Dr. Ratna Jl. Dr. Ratna No. 49 Bekasi
RT 001, RW 001
Kel. Jatibening, Kec. Pondok Gede
300 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 301
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
JAWA, BALI & NUSA TENGGARA
POS ALAMAT KOTA / KABUPATEN
Gadobangkong Raya Jl. Raya Gadobangkong No. 35 Bandung Barat
Kel. Gadobangkong, Kec. Ngamprah
H. Asmawi Jl. H. Asmawi Depok
Kel. Beji, Kec. Beji
Hankam Raya Jl. Raya Hankam No. 159 C Bekasi
RT 003, RW 07
Kel. Jatirahayu, Kec. Pondok Melati
HJ Muchtar Tabrani Jl. K. Haji Muchtar Tabrani Bekasi
RT 003, RW 001
Kel. Perwira, Kec. Bekasi Utara
Jatimekar Raya Jl. Raya Jatimekar No. 8 Bekasi
RT 001, RW 017
Kel. Jatimekar, Kec. Jatiasih
Jatiwaringin Raya Jl. Raya Jatiwaringin No. 320 Bekasi
RT 003, RW 006
Kel. Jaticempaka, Kec. Pondok Gede
Kamasan Banjaran Raya Jl. Raya Soreang - Banjaran No. 237 Bandung
Kel. Kamasan, Kec. Banjaran
Kapten Yusuf Jl. Kapten Yusuf 12 Bogor
RT 06, RW 05
Kel. CikaretKec. Bogor Selatan
Karang Bahagia Kp. Sukamantri RT 06 / RW 01 Bekasi
Desa Sukaraya, Kec. Karang Bahagia
Kasuari Raya Jl. Kasuari Raya No. 154 Bekasi
RT 006, RW 002
Kel. Kayuringin Jaya, Kec. Bekasi
Selatan
Keadilan Raya Jl. Keadilan Raya Depok
RT 1, RW 14
Kel. Abadijaya, Kec. Sukmajaya
Klari Jl. Raya Telagasari - Kosambi Karawang
Kel. Belendung, Kec. Klari
Kodau Raya Jl. Raya Kodau No. 9 Bekasi
RT 002, RW 003
Kel. Jatimekar, Kec. Jatiasih
Mayjend Ishak Djuarsa Jl. Mayjend Ishak Djuarsa Bogor
Kel. Gunungbatu, Kec. Bogor Barat
Muchtar Raya Jl. Muchtar Raya, Depok
RT 003, RW 004
Kel. Sawangan Baru, Kec. Sawangan
Padalarang Raya Jl. Raya Padalarang Bandung Barat
Kel. Kertamulya, Kec. Padalarang
Pekayon Raya Jl. Raya Pekayon No. 8 Depan Bekasi
Komplek Depnaker
RT 001, RW 017
Kel. Jaka Setia, Kec. Bekasi Selatan
Pemuda Kranji Jl. Pemuda Kranji No. 90 Bekasi
RT 002, RW 004
Kel. Kranji, Kec. Bekasi Barat
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 301
Page 302
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
JAWA, BALI & NUSA TENGGARA
POS ALAMAT KOTA / KABUPATEN
Plered Raya Jl. Raya Cirebon – Bandung No. 97 Cirebon
RT. 001, RW. 006
Kel. Weru Kidul, Kec. Weru
Proklamasi Jl. Proklamasi Karawang
Tanjungmekar, Kec. Karawang Barat
Purwakarta Antapani Jl. Purwakarta No. 77 Bandung
RT 001, RW 007
Kel. Antapani Tengah, Kec. Antapani
Rawalumbu Jl. Pengasinan, RT 002 / RW 001 Bekasi
Kel. Pengasinan Jaya,
Kec. Rawalumbu
Raya Bogor Jl. Raya Bogor No. 32 A Depok
Kel. Cisalak Ps., Kec. Cimanggis
Rengasdengklok Jl. Raya Rengasdengklok Karawang
RT 046, RW 010
Kel. Rengasdengklok Selatan, Kec.
Rengasdengklok
Sultan Agung Jl. Sultan Agung Bekasi
RT 001, RW 04
Kel. Kali Baru, Kec. Medan Satria
Teluk Jambe Raya Jl. Raya Telukjambe Karawang
Kel. Telukjambe, Kec. Telukjambe
Timur
Tuparev Jl. Tuparev Karawang
Kel. Karawang Wetan,
Kec. Karawang Timur
Jawa Timur
Driyorejo Jl. Raya Driyorejo No. 127 Gresik
Kel. Driyorejo
Malang – Kepanjen Ruko C Dusun Malang
Jl. Raya Dawuhan, Ds Dawuhan
Kel. Jatirejoyoso, Kec. Kepanjen
Menganti Jl. Raya Bringkang, RT 003 / RW 002 Gresik
Kec. Menganti
Mojosari Jl. Airlangga Nomor 91B Mojokerto
RT 004 / RW 001
Desa Kauman, Kec. Mojosari
Porong Jl. Joyo Leksono Sidoarjo
RT 2 / RW 2
Ds. Lajuk Porong, Kec. Porong
Rungkut Jl. Rungkut Alang - Alang No. 59 Surabaya
Kel. Kali Rungkut, Kec. Rungkut
Taman Ruko Graha Matahari Blok C1–3 Sidoarjo
Kel. Bebekan Timur, Kec. Taman
Jawa Tengah
Gajah Raya Jl. Gajah Raya Semarang
Kel. Sambirejo, Kec. Gayamsari
302 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 303
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
JAWA, BALI & NUSA TENGGARA
POS ALAMAT KOTA / KABUPATEN
HR Bunyamin Jl. Hr. Bunyamin No. 75 Pakembaran, Banyumas
Kel. Bancarkembar, Kec. Purwokerto
Utara
Jati Raya Jl. Jati Raya No. 17 Semarang
Kel. Pedalangan, Kec. Banyumanik
Kedungmundu Jl. Kedungmundu No. 140 Semarang
Kel. Tandang, Kec. Tembalang
Nogososro Jl. Nogososro No. 2 Semarang
RT 005, RW 012
Kel. Tlogosari Kulon, Kec.
Pedurungan
Soekarno Hatta Jl. Soekarno Hatta, Perum Singatara Semarang
Kel. Palebon, Kec. Pedurungan
Daerah Istimewa Yogyakarta
Gedongkuning Jl. Gedongkuning No. 173 Yogyakarta
Pringgolayan, Kel. Banguntapan,
Kec. Banguntapan
Kaliurang Raya Jl. Kaliurang No. KM. 7 Sleman
Babadan Baru, Condongcatur, Kec.
Depok
Menteri Supeno Jl. Menteri Supeno No. 96, Sorosutan Yogyakarta
Pandeyan, Kec. Umbulharjo
SUMATRA
POS ALAMAT KOTA / KABUPATEN
Sumatra Utara
Medan Timur Jl. Gunung Krakatau No. 41 A Medan
Kel. Glugur Darat II, Kec. Medan
Timur
KALIMANTAN
POS ALAMAT KOTA / KABUPATEN
Kalimantan Barat
Pontianak Timur Jl. Tanjung Raya 2 No. 99 Pontianak
RT 004 / RW 002
Kel. Saigon, Kec. Pontianak Timur
Kalimantan Selatan
Alalak Jl. Handil Bakti RT 9 Barito Kuala
Kel. Handil Bakti, Kec. Alalak
Barabai Jl. H Abdul Muis Ridhani No. 42 Hulu Sungai Tengah
RT XI / RW 004
Kel. Barabai Timur, Kec. Barabai
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 303
Page 304
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
SULAWESI
POS ALAMAT KOTA / KABUPATEN
Sulawesi Utara
Airmadidi Jl. Raya Manado Bitung Minahasa Utara
RT 001 / RW 001
Kel. Sarongsong Dua, Kec. Airmadidi
Bolaang / Inobonto Jl. AKD Trans Sulawesi Lingkungan Bolaang Mongondow
VII
Kel. Inobonto I, Kec. Bolaang
Tuminting Jl. Pogidon Raya No. 103 Manado
Kel. Tumumpa Satu Lingk I
Kec. Tuminting
Gorontalo
Limboto Jl. K. H. Wahid Hasyim, Gorontalo
RT 008 / RW 03 Desa Kayubulan,
Kec. Limboto
MALUKU & PAPUA
POS ALAMAT KOTA / KABUPATEN
Maluku
Nusaniwe Jl. Dr Sitanala (Batu Gantung) Ambon
RT 003, RW 001
Kel. Wainitu, Kec. Nusaniwe
Papua Barat Daya
Aimas Jl. Buncis RT 09 / RW 11 Sorong
Kel. Walawele, Kec. Aimas
CABANG PERWAKILAN SYARIAH
JAWA, BALI & NUSA TENGGARA
CABANG ALAMAT KOTA / KABUPATEN
DKI Jakarta
Jakarta Meruya Syariah Jl. Lapangan Bola No. 1–1A Jakarta Barat
Kel. Kebon Jeruk, Kec. Kebon Jeruk
Jakarta Sunter Syariah Rukan Puri Mutiara Blok A No. 80 Jakarta Utara
Jl. Utama Griya, Sunter
Jakarta Utara Syariah Rukan Grand Orchard Square Blok Jakarta Utara
C/20
Jl. Terusan Kelapa Hybrida
Kel. Sukapura, Kec. Cilincing
Jakarta Timur Syariah Jl. Dewi Sartika No. 292F Jakarta Timur
RT 004 / RW 005
Kel. Cawang, Kec. Kramat Jati
Jakarta Selatan Syariah Komplek Pertokoan Duta Mas Jakarta Selatan
Blok B2 No. 7
Jl. R.S. Fatmawati
Kel. Cipete, Kec. Kebayoran Baru
Tangerang Syariah Jl. Imam Bonjol No. 279–281 Tangerang
RT 01 / RW 04
Kel. Bojong Jaya, Kec. Karawaci
304 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 305
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
JAWA, BALI & NUSA TENGGARA
CABANG ALAMAT KOTA / KABUPATEN
Tangerang Selatan Syariah Ruko Bidex Blok F No. 18 Tangerang Selatan
Jl. Pahlawan Seribu
RT 001 / RW 004
Kel. Lengkong Gudang, Kec.
Serpong
Bekasi Syariah Kompleks Ruko Suncity Square Bekasi
Blok A No. 46–47
Jl. Mayor Hasibuan, Margajaya
Bogor Syariah Jl. Raya Tajur No. 118E–F Bogor
RT 001 / RW 006
Kel. Pakuan, Kec. Bogor Selatan
Cirebon Syariah Jl. Tuparev No. 115A Cirebon
Desa Kertawinangun
Kec. Kedawung
Depok Syariah Ruko Margonda Residen No. 12A–14 Depok
Jl. Margonda Raya Kav. 461
Bandung Syariah Jl. SoekarNo. Hatta No. 472 Bandung
Kel. Batu Nunggal, Kec. Bandung
Kidul
Sukabumi Syariah Jl. Brawijaya No. 4 RT 02 / RW 12 Sukabumi
Kel. Sriwidari, Kec. Gunung Puyuh
Tasikmalaya Syariah Kompleks Pertokoan Plaza Asia Tasikmalaya
Blok B No. 12A
Jl. H.Z. Mustofa
Kel. Tugujaya, Kec. Cihideung
Karawang Syariah Jl. Jendral Ahmad Yani No. 73 Bypass Karawang
RT 04 / RW 12
Kel. Karangpawitan, Kec. Karawang
Barat
Purwokerto Syariah Jl. Gerilya Timur No. 35 Purwokerto
Ruko No. 3 Kel. Teluk,
Kec. Purwokerto Selatan
Semarang Syariah Jl. Raya Kedungmundu Semarang
RT 01 / RW 25
Kel. Sendangmulyo, Kec. Tembalang
Kudus Syariah Jl. Ahmad Yani Kudus
Ruko Bitingan Indah B-07 & B-08
Kel. Panjunan, Kec. Kota Kudus
Solo Syariah Jl. R.M. Said No. 160C Surakarta
RT 002 / RW 003
Kel. Punggawan, Kec. Banjarsari
Yogyakarta Syariah Ruko Monjali Permai Kav. 2 Sleman
Jl. Monjali RT 011 / RW 034
Desa Sinduadi, Kec. Mlati
Surabaya Syariah Jl. Ngagel Jaya No. 39 Surabaya
Kel. Pucung Sewu, Kec. Gubeng
Gresik Syariah Ruko Green Garden Regency A2-03 Gresik
& A2-04
Desa Dahanrejo, Kec. Kebomas
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 305
Page 306
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
JAWA, BALI & NUSA TENGGARA
CABANG ALAMAT KOTA / KABUPATEN
Kediri Syariah Kompleks Pertokoan Hayam Wuruk Kediri
Trade Center Blok C No. 8
Jl. Hayam Wuruk
Malang Syariah Jl. R. Tumenggung Suryo No. 42, Malang
Kavling B, C, D
Kel. Bunulrejo, Kec. Blimbing
Mojokerto Syariah Ruko Kranggan Permai Blok A 05–06 Mojokerto
Jl. Pahlawan Kel. Kranggan,
Kec. Prajurit Kulon
Sidoarjo Syariah Ruko Gateway Blok C-1 & C-2 Sidoarjo
Jl. Raya Waru (Aloha)
Desa Sawotratap, Kec. Gedangan
Mataram Syariah Jl. Brawijaya No. 22–24 Mataram
RT 02, Lingk. Karang Kelebut
Kel. Cakranegara Selatan,
Kec. Cakranegara
SUMATRA
CABANG ALAMAT KOTA / KABUPATEN
Medan Syariah Jl. Ir. H. Djuanda No. 26 Medan
Lingkungan IV
Kel. Sukadamai, Kec. Medan Polonia
Padang Syariah Jl. By Pass No. KM. 12 Padang
Kel. Sungai Sapih, Kec. Kuranji
Batam Syariah Komp Bumi Riau Makmur Blok A Batam
No. 9
Jl. Laksamana Bintan
Kel. Sei Panas, Kec. Batam Kota
Bukittinggi Syariah Jl. Raya Kapas Panji No. 49B Agam
Kel. Jambu Air, Kec. Banuhampu
Pekanbaru Syariah Jl. Setiabudi No. 88–89A Pekanbaru
Kel. Rintis, Kec. Lima Puluh
Jambi Syariah Jl. Prof. M. Yamin S.H. No. 65–66 Jambi
RT 29 Kel. Lebak Bandung,
Kec. Jelutung
Palembang Syariah Kompleks Ruko Rajawali No. B3–B4 Palembang
RT 016, RW 012 Kel. 9 Ilir,
Kec. Ilir Timur II
Lampung Syariah Jl. Gajah Mada No. 55 Kel. Kota Baru, Bandar Lampung
Kec.Tanjung Karang Timur
KALIMANTAN
CABANG ALAMAT KOTA / KABUPATEN
Pontianak Syariah Jl. M. Sohor No. 45 RT 05 / RW 02 Pontianak
Kel. Akcaya, Kec. Pontianak Selatan
Palangkaraya Syariah Jl. RTA Milono KM. 3,5 No. 6–7 Palangkaraya
Kel. Menteng, Kec. Jekan Raya
306 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 307
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
KALIMANTAN
CABANG ALAMAT KOTA / KABUPATEN
Banjarmasin Syariah Jl. A. Yani KM. 7,8 No. 30 Banjarmasin
Kel. Manarap Lama,
Kec. Kertak Hanyar
Samarinda Syariah Jl. D.I. Panjaitan, Ruko No. 5–6 Samarinda
Kel. Sungai Pinang Dalam
Kec. Samarinda Utara
Balikpapan Syariah Jl. Jenderal Sudirman No. 14/295 Balikpapan
RT 06 Kel. Damai,
Kec. Balikpapan Selatan
SULAWESI
CABANG ALAMAT KOTA / KABUPATEN
Gorontalo Syariah Jl. Agus Salim No. 290 Gorontalo
Kel. Wumialo, Kec. Kota Tengah
Makassar Syariah Jl. Hertasning Baru (Aeropala) Makassar
Kel. Karunrung, Kec. Rappocini
Kendari Syariah Jl. Brigjend. Moh. Yunus Kendari
Kel. Bende, Kec. Baruga
MALUKU & PAPUA
CABANG ALAMAT KOTA / KABUPATEN
Ternate Syariah Jl. Cempaka I Nomor 342 Ternate
RT 013 / RW 03 Kel. Tanah Tinggi,
Kec. Ternate Selatan
Jl. Basuki Rahmat KM. 8
Sorong Syariah RT 01 / RW 08 Sorong
Kel. Klabulu, Kec. Malaimsimsa
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 307
Page 308
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
GLOSARIUM
AEI Asosiasi Emiten Indonesia EV electric vehicle
APINDO Asosiasi Pengusaha Indonesia FAR Financing-to-Asset Ratio
Asosiasi Perusahaan Pembiayaan PT Finansial Integrasi Teknologi
APPI FIT
Indonesia (entitas anak)
Anti-Pencucian Uang, Pencegahan Gabungan Industri Kendaraan
GAIKINDO
APU-PPT- Pendanaan Terorisme, dan Bermotor Indonesia
PPPSPM Pencegahan Pendanaan Proliferasi
GENCARKAN Gerakan Nasional Cerdas Keuangan
Senjata Pemusnah Massal
Good Corporate Governance
AS Amerika Serikat GCG
(Tata Kelola Perusahaan yang Baik)
BEI Bursa Efek Indonesia GJ Gigajoule
BFIN Kode saham BFI Finance G.R.E.A.T. Nilai-Nilai Dasar Perusahaan
Bank Indonesia, Business
BI HAM Hak Asasi Manusia
Intelligence (Power BI)
HC Human Capital
BIK Bulan Inklusi Keuangan
HUT Hari Ulang Tahun
Board of Commissioners
BOC
(Dewan Komisaris) IAI Ikatan Akuntan Indonesia
BOD Board of Directors (Direksi) IAPI Ikatan Akuntan Publik Indonesia
BOM Board of Management International Financial Reporting
IFRS
Standards
Beban Operasional-Pendapatan
BOPO
Operasional IHSG Indeks Harga Saham Gabungan
Badan Penyelenggara Jaminan International Integrated Reporting
BPJS IIRC
Sosial Council
Badan Penyelesaian Sengketa IKNB Industri Keuangan Non-Bank
BPSK
Konsumen
IMBT Ijarah Muntahiyah Bittamlik
BSD Bumi Serpong Damai
IR Integrated Reporting
BSMR Badan Sertifikasi Manajemen Risiko
Interpretasi Standar Akuntansi
ISAK
CBD Central Business District Keuangan
CKPN Cadangan Kerugian Penurunan Nilai International Organization for
ISO
Standardization
CO₂ karbon dioksida
IT Information Technology
Corporate Social Responsibility
CSR
(Tanggung Jawab Sosial Perusahaan) KAP Kantor Akuntan Publik
DF Dealer Financing Key Performance Indicator
KPI
(Indikator Kinerja Utama)
DKI Daerah Khusus Ibukota (Jakarta)
KSEI Kustodian Sentral Efek Indonesia
DPS Dewan Pengawas Syariah
kWh kilowatt-hour
Dewan Standar Akuntansi
DSAK IAI
Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia Lembaga Alternatif Penyelesaian
LAPS SJK
Sengketa Sektor Jasa Keuangan
Dewan Syariah Nasional-Majelis
DSN-MUI
Ulama Indonesia LIK Literasi dan Inklusi Keuangan
Electronic-Rapat Umum Pemegang LSP Lembaga Sertikasi Profesi
e-RUPS
Saham
LST Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola
Enterprise Risk Management
ERMA m³ meter kubik
Academy
308 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 309
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
M.H. Magister Hukum Rapat Umum Pemegang Saham
RUPSLB
Luar Biasa
M.Kn. Magister Kenotariatan
Rapat Umum Pemegang
M-BEAT Mobile BFI Edustream and Training RUPST
Saham Tahunan
Mandatory Convertible Bond
MCB S.H. Sarjana Hukum
(Obligasi Wajib Konversi)
SD Sekolah Dasar
Management and Employee Stock
MESOP
Ownership Program Sustainable Development Goals
SDG
(Tujuan Pembangunan Berkelanjutan)
MIS Management Information System
SDM Sumber Daya Manusia
MPV Multipurpose Vehicle
SDN Sekolah Dasar Negeri
MSMD Modal Sendiri-Modal Disetor
Surat Edaran Otoritas
MTN Medium Term Notes SEOJK
Jasa Keuangan
NDF Non-Dealer Financing
SIC Service Insight Community
NPF Non-Performing Financing Sistem Informasi Terduga
SIPENDAR
OJK Otoritas Jasa Keuangan Pendanaan Terorisme
P2P peer-to-peer Sistem Informasi Penggunaan Jasa
SIPESAT
Terpadu
Pertolongan Pertama pada
P3K SK Surat Keputusan
Kecelakaan
Property-Backed Financing SLA Service Level Agreement
PBF
(Pembiayaan Beragun Properti) SLIK Sistem Layanan Informasi Keuangan
PDB Produk Domestik Bruto
SMA Sekolah Menengah Atas
PMO Project Management Office Sistem Manajemen Kesehatan dan
SMK3
POJK Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Keselamatan Kerja
Pusat Pelaporan dan Analisis SMS Short Message Service
PPATK
Transaksi Keuangan SOP Standard Operating Procedure
PPh Pajak Penghasilan To be announced
TBA
Pendidikan Profesional (akan diumumkan kemudian)
PPL
Berkelanjutan TC SARL Trinugraha Capital
PPN Pajak Pertambahan Nilai
TCC Trinugraha Capital & Co SCA
PPPK Pusat Pembinaan Profesi Keuangan Tanda Daftar Penyelenggara Sistem
TDPSE
Pernyataan Standar Elektronik
PSAK
Akuntansi Keuangan TI Teknologi Informasi
PT Perseroan Terbatas Ultimate Beneficial Owner
UBO
QR Quick Response (kode QR) (Pemilik Manfaat Akhir)
Rencana Aksi Keuangan UMKM Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah
RAKB
Berkelanjutan USD United States dollar (dolar AS)
RI Republik Indonesia
UU Undang-Undang
Return on Assets
ROA UU PT Undang-Undang Perseroan Terbatas
(Imbal Hasil atas Aset)
UUS Unit Usaha Syariah
Return on Equity
ROE
(Imbal Hasil atas Ekuitas)
Rp Rupiah
RUPS Rapat Umum Pemegang Saham
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 309
Page 310
Laporan Keuangan
Tahunan
310 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 311
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 311
Page 312
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk
DAN ENTITAS ANAKNYA/AND ITS SUBSIDIARY
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN/
CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2025/
FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2025
DAN/AND
LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN/
INDEPENDENT AUDITORS’ REPORT
312 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 313
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk AND ITS SUBSIDIARY
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2025 FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2025
DAFTAR ISI CONTENTS
Pernyataan Direksi Directors’ Statement
Ekshibit/
Exhibit
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian A Consolidated Statement of Financial Position
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Consolidated Statement of Profit or Loss and
Lain Konsolidasian B Other Comprehensive Income
Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian C Consolidated Statement of Changes in Equity
Laporan Arus Kas Konsolidasian D Consolidated Statement of Cash Flows
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian E Notes to the Consolidated Financial Statements
Informasi Tambahan Entitas Induk F Additional Information on the Parent Entity
Laporan Auditor Independen Independent Auditors’ Report
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 313
Page 314
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
PT BFI FINANCE INDONESIA TBK DAN ENTITAS ANAKNYA
SURAT PERNYATAAN DIREKSI
TENTANG TANGGUNG JAWAB ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2025
SERTA UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2025/
PT BFI FINANCE INDONESIA TBK AND ITS SUBISIDIARY
BOARD OF DIRECTORS’ STATEMENT
REGARDING TO THE RESPONSIBILITY FOR THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
AS OF 31 DECEMBER 2025
AND FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2025
Kami, yang bertanda tangan di bawah ini: We, the undersigned:
1. Nama/Name : Sutadi
Alamat Kantor/Office Address : BFI Tower - Sunburst CBD Lot 1.2
Jalan Kapten Soebijanto Djojohadikusumo, BSD City, Tangerang
Selatan, 15322
Alamat Rumah/Residential Address : Taman Mediteranean, Jalan Telaga Warna No. 26, Lippo, RT 006 RW 008,
Bencongan Indah, Kelapa Dua, Tangerang, Banten
Telepon/Telephone : 021 - 2965 0300, 2965 0500
Jabatan/Title : Presiden Direktur/President Director
2. Nama/Name : Sudjono
Alamat Kantor/Office Address : BFI Tower - Sunburst CBD Lot 1.2
Jalan Kapten Soebijanto Djojohadikusumo, BSD City, Tangerang
Selatan, 15322
Alamat Rumah/Residential Address : Taman Provence, Blok 3 A9 No. 36 RT 002 RW 025, Kelurahan Lengkong
Wetan, Kecamatan Serpong, Tangerang Selatan
Telepon/Telephone : 021 - 2965 0300, 2965 0500
Jabatan/Title : Direktur Keuangan/Finance Director
menyatakan bahwa: declare that:
1. Kami bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian 1. We are responsible for the preparation and presentation of
laporan keuangan konsolidasian PT BFI Finance Indonesia PT BFI Finance Indonesia Tbk and Its Subsidiary’s consolidated
Tbk dan Entitas Anaknya; financial statements;
2. Laporan keuangan konsolidasian PT BFI Finance Indonesia 2. PT BFI Finance Indonesia Tbk and Its Subsidiary’s consolidated
Tbk dan Entitas Anaknya telah disusun dan disajikan financial statements have been prepared and presented in
sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia; accordance with the Indonesian Financial Accounting Standards;
3. a. Semua informasi dalam laporan keuangan 3. a. All information contained in PT BFI Finance Indonesia Tbk
konsolidasian PT BFI Finance Indonesia Tbk dan and Its Subsidiary’s consolidated financial statements have
Entitas Anaknya telah dimuat secara lengkap dan been disclosed in a complete and truthful manner;
benar;
b. Laporan keuangan konsolidasian PT BFI Finance b. PT BFI Finance Indonesia Tbk and Its Subsidiary’s
Indonesia Tbk dan Entitas Anaknya tidak mengandung consolidated financial statements do not contain misleading
informasi atau fakta material yang tidak benar, dan material information or facts, nor do they omit information
tidak menghilangkan informasi atau fakta material; or material fact;
4. Kami bertanggung jawab atas sistem pengendalian 4. We are responsible for PT BFI Finance Indonesia Tbk and Its
internal dalam PT BFI Finance Indonesia Tbk dan Entitas Subsidiary’s internal control system.
Anaknya.
Demikian pernyataan ini dibuat dengan sebenarnya. Thus this statement is made truthfully.
Atas nama dan mewakili Direksi/For and on behalf of Board of Directors
Tangerang Selatan, 5 Maret 2026/South Tangerang, 5 March 2026
Sutadi Sudjono
Presiden Direktur/President Director Direktur Keuangan/Finance Director
314 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 315
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit A Exhibit A
PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk AND ITS SUBSIDIARY
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN CONSOLIDATED STATEMENT OF FINANCIAL POSITION
PER 31 DESEMBER 2025 AS OF 31 DECEMBER 2025
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
Catatan/ 31 Desember/December
Notes 2025 2024
ASET ASSETS
KAS DAN SETARA KAS 2e,f,4 1.552.212 1.614.126 CASH AND CASH EQUIVALENTS
PIUTANG PEMBIAYAAN FINANCING RECEIVABLES
– setelah dikurangi cadangan kerugian – net of allowance for Impairment
penurunan nilai sebesar Rp 980.631 losses of Rp 980,631
dan Rp 814.604 pada tanggal 2e,h,i,j and Rp 814,604 as of
31 Desember 2025 dan 2024 5 22.394.470 22.012.814 31 December 2025 and 2024
PIUTANG IJARAH DAN IMBT IJARAH AND IMBT RECEIVABLES
– setelah dikurangi cadangan kerugian – net of allowance for impairment
penurunan nilai sebesar Rp 3.270 dan Rp 3.012 losses of Rp 3,270 and Rp 3,012
pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 2e,k,o,6 90.784 83.597 as of 31 December 2025 and 2024
PIUTANG LAIN-LAIN OTHER RECEIVABLES
– PIHAK KETIGA 2e,l,7 314.270 292.500 – THIRD PARTIES
ASET TETAP FIXED ASSETS
– setelah dikurangi akumulasi penyusutan - net of accumulated depreciation of
sebesar Rp 769.678 dan Rp 695.356 pada Rp 769,678 and Rp 695,356
tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 2p,10 667.987 672.545 as of 31 December 2025 and 2024
BEBAN DIBAYAR DI MUKA DAN PREPAID EXPENSES AND
UANG MUKA 2n,9 25.209 20.139 ADVANCES
ASET DERIVATIF 2e,m,x,8 83.105 27.654 DERIVATIVE ASSETS
ASET HAK-GUNA RIGHT-OF-USE ASSETS
- setelah dikurangi akumulasi penyusutan - net of accumulated depreciation of
sebesar Rp 32.259 and Rp 33.518 pada Rp 32,259 and Rp 33,518 as of
tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 2q,11 45.985 43.257 31 December 2025 and 2024
ASET TAK BERWUJUD INTANGIBLE ASSETS
– setelah dikurangi akumulasi amortisasi - net of accumulated amortization of
sebesar Rp 278.228 dan Rp 228.027 pada Rp 278,228 and Rp 228,027 as of
tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 2r,12 143.873 199.409 31 December 2025 and 2024
ASET PAJAK TANGGUHAN 2s,14c 152.761 152.259 DEFERRED TAX ASSETS
ASET LAIN-LAIN 2e 1.868 1.520 OTHER ASSETS
JUMLAH ASET 25.472.524 25.119.820 TOTAL ASSETS
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian pada See accompanying Notes to the Consolidated Financial Statements on
Ekshibit E terlampir yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Exhibit E which are an integral part of
Laporan Keuangan Konsolidasian secara keseluruhan the Consolidated Financial Statements taken as a whole
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 315
Page 316
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit A/2 Exhibit A/2
PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk AND ITS SUBSIDIARY
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN CONSOLIDATED STATEMENT OF FINANCIAL POSITION
PER 31 DESEMBER 2025 AS OF 31 DECEMBER 2025
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
Catatan/ 31 Desember/December
Notes 2025 2024
LIABILITAS DAN EKUITAS LIABILITIES AND EQUITY
LIABILITAS LIABILITIES
Pinjaman yang diterima 2e,t,y,13 10.370.062 10.822.571 Fund borrowings
Surat berharga yang diterbitkan Securities issued
- setelah dikurangi biaya emisi surat - net of unamortized securities
berharga yang belum diamortisasi issuance cost of
sebesar Rp 5.541 dan Rp 7.123 pada Rp 5,541 and Rp 7,123 as of
tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 2e,u,15 3.225.459 2.935.877 31 December 2025 and 2024
Beban akrual 2e,y,16 276.307 301.576 Accrued expenses
Utang dividen 2ad,18 2.608 1.973 Dividend payables
Utang pajak 2s,14a 183.858 173.291 Taxes payable
Utang lain-lain – Pihak ketiga 2e,19 589.476 552.792 Other payables – Third parties
Liabilitas imbalan kerja 2v,17 171.463 150.075 Employee benefit liabilities
JUMLAH LIABILITAS 14.819.233 14.938.155 TOTAL LIABILITIES
EKUITAS EQUITY
Ekuitas yang dapat diatribusikan Equity attributable to owners
kepada pemilik entitas induk of the parent
Modal saham - nilai nominal Share capital – par value of
Rp 25 (nilai penuh) per saham Rp 25 (full amount) per share
Modal dasar - Authorized capital –
20.000.000.000 saham 20,000,000,000 shares
Modal ditempatkan dan disetor Issued and fully paid capital –
penuh – 15.039.383.620 saham dan 15,039,383,620 shares and
15.967.115.620 saham pada 15,967,115,620 shares as of
tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 20 375.985 399.178 31 December 2025 and 2024
Tambahan modal disetor - neto 21 399.695 609.459 Additional paid-in capital – net
Saham treasuri 2aa,20 (147.314) (232.957) Treasury stock
Penghasilan komprehensif lain Other comprehensive income
Kerugian kumulatif atas Cummulative loss on derivative
instrumen derivatif untuk lindung nilai instrument for cash flows
arus kas – neto 2m,8,33 (29.734) (65.416) hedges – net
Keuntungan pengukuran kembali Gain on remeasurement of
program aktuarial manfaat pasti 2v,17,33 77.585 74.979 defined benefit actuarial program
Saldo laba Retained earnings
Telah ditentukan penggunaannya 130.000 125.000 Appropriated
Belum ditentukan penggunaannya 9.846.712 9.270.860 Unappropriated
10.652.929 10.181.103
Kepentingan nonpengendali 362 562 Non-controlling interests
JUMLAH EKUITAS 10.653.291 10.181.665 TOTAL EQUITY
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 25.472.524 25.119.820 TOTAL LIABILITIES AND EQUITY
Tangerang Selatan, 5 Maret 2026 / South Tangerang, 5 March 2026
Sudjono
Direktur Keuangan / Finance Director
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian pada See accompanying Notes to the Consolidated Financial Statements on
Ekshibit E terlampir yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Exhibit E which are an integral part of
Laporan Keuangan Konsolidasian secara keseluruhan the Consolidated Financial Statements taken as a whole
316 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 317
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit B Exhibit B
PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk AND ITS SUBSIDIARY
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN CONSOLIDATED STATEMENT OF PROFIT OR LOSS
KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN AND OTHER COMPREHENSIVE INCOME
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR FOR THE YEAR ENDED
31 DESEMBER 2025 31 DECEMBER 2025
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
Catatan/ 31 Desember/December
Notes 2025 2024
PENDAPATAN INCOME
Piutang pembiayaan 2e,h,i,w,22 6.277.212 5.883.344 Financing receivables
Keuangan 2e,w 43.031 54.426 Finance
Syariah 2e,j,k,w,23 163.741 146.520 Sharia
Lain-lain 2e,p,w,24 263.835 250.780 Others
Jumlah Pendapatan 6.747.819 6.335.070 Total Income
BEBAN EXPENSES
Gaji dan tunjangan 2v,w,25,29 (1.517.111 ) (1.517.239 ) Salaries and benefits
Beban bunga dan keuangan 2e,t,u,w,26 (939.515 ) (930.537 ) Interest and finance charges
Umum dan administrasi 2n,p,q,r,s,27 (897.682 ) (875.425 ) General and administrative
Cadangan kerugian penurunan nilai Provision for impairment losses
Piutang pembiayaan 2e,w,5 (1.087.388 ) (845.785 ) Financing receivables
Piutang ijarah dan IMBT 2e,w,6 (3.994 ) (4.551 ) Ijarah and IMBT receivables
Lain-lain 2e,w,28,35 (329.048) (234.919) Others
Jumlah Beban (4.774.738) (4.408.456) Total Expenses
LABA SEBELUM PAJAK 1.973.081 1.926.614 PROFIT BEFORE TAX
Beban Pajak 2s,14b (391.591) (361.940) Tax Expenses
LABA TAHUN BERJALAN 1.581.490 1.564.674 PROFIT FOR THE YEAR
PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN OTHER COMPREHENSIVE INCOME
Pos-pos yang akan Items that will be
direklasifikasi ke laba rugi reclassified to profit or loss
Bagian efektif atas perubahan Effective portion of the fair
nilai wajar instrumen derivatif - value change of the derivative
lindung nilai arus kas 2m,8,33 44.052 (81.583) instrument for cash flows hedges
Pajak penghasilan terkait 14c,33 (8.370) 15.501 Related income tax
35.682 (66.082)
Pos-pos yang tidak akan Items that will not be
direklasifikasi ke laba rugi reclassified to profit or loss
Skema pengukuran
kembali imbalan Remeasurement of
manfaat pasti 2v,17,33 3.224 12.897 defined benefit schemes
Pajak penghasilan terkait 14c,33 (617) (2.454) Related income tax
2.607 10.443
PENGHASILAN (KERUGIAN) OTHER COMPREHENSIVE INCOME
KOMPREHENSIF LAIN – Setelah Pajak 38.289 (55.639) (LOSS) – Net of Tax
JUMLAH LABA KOMPREHENSIF TOTAL COMPREHENSIVE INCOME
TAHUN BERJALAN 1.619.779 1.509.035 FOR THE YEAR
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian pada See accompanying Notes to the Consolidated Financial Statements
Ekshibit E terlampir yang merupakan bagian tidak terpisahkan on Exhibit E which are an integral part of
dari Laporan Keuangan Konsolidasian secara keseluruhan the Consolidated Financial Statements taken as a whole
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 317
Page 318
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit B/2 Exhibit B/2
PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk AND ITS SUBSIDIARY
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN CONSOLIDATED STATEMENT OF PROFIT OR LOSS
KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN AND OTHER COMPREHENSIVE INCOME
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR FOR THE YEAR ENDED
31 DESEMBER 2025 31 DECEMBER 2025
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
Catatan/ 31 Desember/December
Notes 2025 2024
LABA TAHUN BERJALAN YANG DAPAT PROFIT FOR THE YEAR
DIATRIBUSIKAN KEPADA: ATTRIBUTTABLE TO:
Pemilik entitas induk 1.581.841 1.564.811 Owners of the parent
Kepentingan nonpengendali (351) (137) Non-controlling interests
1.581.490 1.564.674
JUMLAH LABA KOMPREHENSIF TOTAL COMPREHENSIVE
TAHUN BERJALAN YANG DAPAT INCOME FOR THE YEAR
DIATRIBUSIKAN KEPADA: ATTRIBUTTABLE TO:
Pemilik entitas induk 1.620.129 1.509.171 Owners of the parent
Kepentingan nonpengendali (350) (136) Non-controlling interests
1.619.779 1.509.035
LABA PER SAHAM DASAR BASIC EARNINGS PER SHARE
(nilai penuh) 2ac,32 103 104 (full amount)
Tangerang Selatan, 5 Maret 2026 / South Tangerang, 5 March 2026
Sudjono
Direktur Keuangan / Finance Director
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian pada See accompanying Notes to the Consolidated Financial Statements
Ekshibit E terlampir yang merupakan bagian tidak terpisahkan on Exhibit E which are an integral part of
dari Laporan Keuangan Konsolidasian secara keseluruhan the Consolidated Financial Statements taken as a whole
318 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 319
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language
Ekshibit C Exhibit C
yang Baik
PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk AND ITS SUBSIDIARY
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN CONSOLIDATED STATEMENT OF CHANGES IN EQUITY
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2025 FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2025
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
Tata Kelola Perusahaan
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk/Equity attributable to owners of the parent
Keuntungan
(kerugian) Keuntungan
kumulatif atas pengukuran
instrumen kembali
derivatif untuk program
lindung nilai aktuarial
Tambahan arus kas - neto/ manfaat pasti/
modal Cumulative Gain on Jumlah sebelum
disetor gain (loss) on remeasurement Saldo laba/Retained earnings kepentingan
Modal - neto/ Saham derivative of defined Telah Belum nonpengendali/ Kepentingan Jumlah
saham/ Additional treasuri/ instrument benefit ditentukan ditentukan Total before nonpengendali/ ekuitas/
Catatan/ Share paid-in Treasury for cash flows actuarial penggunaannya/ penggunaannya/ non-controlling Non-controlling Total
Notes capital capital - net stock hedges - net program Appropriated Unappropriated interests interests equity
Keberlanjutan
Saldo per 31 Desember 2024 399.178 609.459 (232.957) (65.416) 74.979 125.000 9.270.860 10.181.103 562 10.181.665 Balance as of 31 December 2024
Jumlah penghasilan
komprehensif tahun Total comprehensive
berjalan income for the year
Laba tahun berjalan - - - - - - 1.581.841 1.581.841 (351) 1.581.490 Profit for the year
Penghasilan
komprehensif lain, Other comprehensive
setelah pajak: income, net of tax:
Bagian yang efektif
dari lindung nilai Effective portion of
arus kas 2m,8 - - - 35.682 - - - 35.682 - 35.682 cash-flows hedges
Keuntungan
Data Perusahaan
pengukuran kembali Gain on remeasurement
program aktuarial of defined benefit
manfaat pasti 2v,17 - - - - 2.606 - - 2.606 1 2.607 actuarial program
- - - 35.682 2.606 - 1.581.841 1.620.129 (350) 1.619.779
Penerbitan saham entitas Issuance of subsidiary’s
anak kepada kepentingan share to non-controling
nonpengendali - - - - - - - - 150 150 interest
Pengurangan modal Reduction of issued
Tahunan
ditempatkan dan disetor 20 (23.193) (209.764) 232.957 - - - - - - - and paid-in capital
Pembelian saham treasuri - - (147.314) - - - - (147.314) - (147.314) Purchase of treasury stock
Penyisihan saldo laba Appropriation for
untuk cadangan umum 18 - - - - - 5.000 (5.000) - - - general reserve
Laporan Keuangan
Dividen kas tahun 2024 2ad,18 - - - - - - (481.260) (481.260) - (481.260) Cash dividend of 2024
Dividen kas interim Interim cash dividend
tahun berjalan 18 - - - - - - (519.729) (519.729) - (519.729) for the year
Saldo per 31 Desember 2025 375.985 399.695 (147.314) (29.734) 77.585 130.000 9.846.712 10.652.929 362 10.653.291 Balance as of 31 December 2025
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian pada See accompanying Notes to the Consolidated Financial Statements on
Ekshibit E terlampir yang merupakan bagian tidak terpisahkan Exhibit E which are an integral part of
Lampiran
dari Laporan Keuangan Konsolidasian secara keseluruhan the Consolidated Financial Statements taken as a whole
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
319
Page 320
320
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language
Ekshibit C/2 Exhibit C/2
PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk AND ITS SUBSIDIARY
Tentang Laporan Ini
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN CONSOLIDATED STATEMENT OF CHANGES IN EQUITY
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2025 FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2025
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk/Equity attributable to owners of the parent
Keuntungan
(kerugian) Keuntungan
kumulatif atas pengukuran
instrumen kembali
derivatif untuk program
lindung nilai aktuarial
Tambahan arus kas - neto/ manfaat pasti/
Kilas Kinerja 2025
modal Cumulative Gain on Jumlah sebelum
disetor gain (loss) on remeasurement Saldo laba/Retained earnings kepentingan
Modal - neto/ Saham derivative of defined Telah Belum nonpengendali/ Kepentingan Jumlah
saham/ Additional treasuri/ instrument benefit ditentukan ditentukan Total before nonpengendali/ ekuitas/
Catatan/ Share paid-in Treasury for cash flows actuarial penggunaannya/ penggunaannya/ non-controlling Non-controlling Total
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Notes capital capital - net stock hedges - net program Appropriated Unappropriated interests interests equity
Saldo per 31 Desember 2023 399.178 609.459 (232.957) 666 64.537 120.000 8.538.215 9.499.098 698 9.499.796 Balance as of 31 December 2023
Jumlah penghasilan
komprehensif Total comprehensive
tahun berjalan income for the year
Laba tahun berjalan - - - - - - 1.564.811 1.564.811 (137) 1.564.674 Profit for the year
Laporan kepada
Penghasilan
komprehensif lain, Other comprehensive
setelah pajak: income, net of tax:
Pemangku Kepentingan
Bagian yang
efektif dari
lindung nilai Effective portion of cash
arus kas 2m,8 - - - (66.082) - - - (66.082) - (66.082) flows hedges
Keuntungan
pengukuran kembali Gain on remeasurement
program aktuarial of defined benefit
manfaat pasti 2v,17 - - - - 10.442 - - 10.442 1 10.443 actuarial program
- - - (66.082) 10.442 - 1.564.811 1.509.171 (136) 1.509.035
Penyisihan saldo laba Appropriation for
untuk cadangan umum 18 - - - - - 5.000 (5.000) ) - - - general reserve
Profil Perusahaan
Dividen kas tahun 2023 2ad,18 - - - - - - (406.063) ) (406.063) - (406.063) Cash dividend of 2023
Dividen kas interim Interim cash dividend
tahun berjalan 18 - - - - - - (421.103) (421.103) - (421.103) for the year
Saldo per 31 Desember 2024 399.178 609.459 (232.957) (65.416) )) 74.979 125.000 9.270.860 10.181.103 562 10.181.665 Balance as of 31 December 2024
Analisis dan
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian pada See accompanying Notes to the Consolidated Financial Statements on
Ekshibit E terlampir yang merupakan bagian tidak terpisahkan Exhibit E which are an integral part of
Pembahasan Manajemen
dari Laporan Keuangan Konsolidasian secara keseluruhan the Consolidated Financial Statements taken as a whole
Page 321
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit D Exhibit D
PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk AND ITS SUBSIDIARY
LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN CONSOLIDATED STATEMENT OF CASH FLOWS
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR FOR THE YEAR ENDED
31 DESEMBER 2025 31 DECEMBER 2025
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
Catatan/ 31 Desember/December
Notes 2025 2024
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI CASH FLOWS FROM OPERATING ACTIVITIES
Penerimaan kas dari: Cash received from:
Transaksi pembiayaan 5,22,23 25.714.692 25.051.961 Financing transactions
Pembiayaan bersama 5,31 3.006.386 1.300.820 Joint financing
Penghasilan jasa giro dan Interest income from current
deposito berjangka 43.505 55.459 accounts and time deposits
Lain-lain 24 235.318 245.843 Others
Pengeluaran kas untuk: Cash disbursement for:
Transaksi pembiayaan baru 5,22,23 (22.497.270 ) (22.058.860 ) New financing transactions
Beban umum dan administrasi 2w,27 (2.203.421 ) (2.228.661 ) General and administrative
Pembiayaan bersama 31a (1.408.874 ) (569.884 ) Joint financing
Beban bunga dan keuangan 2w (1.096.881 ) (986.943 ) Interest and finance charges
Pembayaran pajak penghasilan (380.024 ) (320.195 ) Income taxes paid
Arus kas neto dari aktivitas operasi 1.413.431 489.540 Net cash flows from operating activities
ARUS KAS UNTUK AKTIVITAS INVESTASI CASH FLOWS FOR INVESTING ACTIVITIES
Hasil penjualan aset tetap 10 28.519 40.231 Proceeds from sale of fixed assets
Perolehan aset tetap 10 (132.581 ) (97.512 ) Acquisition of fixed assets
Penambahan aset hak-guna 11 (24.436 ) (24.706 ) Addition of right-of-use assets
Perolehan aset takberwujud 12 (15.089 ) (23.253 ) Acquisition of intangible assets
Arus kas neto untuk aktivitas investasi (143.587 ) (105.240 ) Net cash flows for investing activities
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN CASH FLOWS FROM FINANCING ACTIVITIES
Penerimaan kas dari: Cash received from:
Pinjaman yang diterima 13,34 9.016.706 10.264.849 Fund borrowings
Surat berharga yang diterbitkan 1.000.000 600.000 Securities issued
Penerimaan setoran modal dari kepentingan Receipts of paid-in capital from
nonpengendali 150 - non-controlling interests
Pengeluaran kas untuk: Cash disbursement for:
Pinjaman yang diterima 13,34 (9.488.311 ) (8.160.516 ) Fund borrowings
Pelunasan pokok surat berharga Repayment of securities
yang diterbitkan 15,34 (712.000 ) (2.387.000 ) issued principal
Dividen kas (1.000.989 ) (827.166 ) Cash dividend
Pembelian saham treasuri (147.314 ) - Purchase of treasury stock
Arus kas neto untuk aktivitas pendanaan (1.331.758 ) (509.833 ) Net cash flows for financing activities
PENURUNAN NETO NET DECREASE IN
KAS DAN SETARA KAS CASH AND CASH EQUIVALENTS
(Saldo dipindahkan) (61.914 ) (125.533 ) (Balance brought-forward)
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian pada See accompanying Notes to the Consolidated Financial Statements
Ekshibit E terlampir yang merupakan bagian tidak terpisahkan on Exhibit E which are an integral part of
dari Laporan Keuangan Konsolidasian secara keseluruhan the Consolidated Financial Statements taken as a whole
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 321
Page 322
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit D/2 Exhibit D/2
PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk AND ITS SUBSIDIARY
LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN CONSOLIDATED STATEMENT OF CASH FLOWS
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR FOR THE YEAR ENDED
31 DESEMBER 2025 31 DECEMBER 2025
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
Catatan/ 31 Desember/December
Notes 2025 2024
PENURUNAN NETO NET DECREASE IN
KAS DAN SETARA KAS CASH AND CASH EQUIVALENTS
(Saldo pindahan) (61.914) (125.533) (Balance carry-forward)
CASH AND CASH EQUIVALENTS AT
KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL TAHUN 1.614.126 1.739.659 BEGINNING OF YEAR
KAS DAN SETARA KAS PADA CASH AND CASH EQUIVALENTS
AKHIR TAHUN 1.552.212 1.614.126 AT END OF YEAR
KAS DAN SETARA KAS CASH AND CASH EQUIVALENTS
TERDIRI DARI: CONSIST OF:
Kas dan bank 4 1.237.500 902.774 Cash on hand and in banks
Deposito berjangka 4 314.712 711.352 Time deposits
1.552.212 1.614.126
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian pada See accompanying Notes to the Consolidated Financial Statements on
Ekshibit E terlampir yang merupakan bagian tidak terpisahkan Exhibit E which are an integral part of
dari Laporan Keuangan Konsolidasian secara keseluruhan the Consolidated Financial Statements taken as a whole
322 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 323
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit E Exhibit E
PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk AND ITS SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2025 FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2025
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
1. UMUM 1. GENERAL
a. Pendirian dan Informasi Umum Perusahaan a. Establishment and General Information of the Company
PT BFI Finance Indonesia Tbk (“Perusahaan”) didirikan PT BFI Finance Indonesia Tbk (the “Company”) was
dengan nama PT Manufacturers Hanover Leasing established as PT Manufacturers Hanover Leasing
Indonesia pada tanggal 7 April 1982 berdasarkan Akta Indonesia on 7 April 1982 based on Notarial Deed No. 57 of
No. 57 yang dibuat di hadapan Kartini Muljadi, S.H., Kartini Muljadi, S.H., Notary in Jakarta. The deed of
Notaris di Jakarta. Akta pendirian tersebut telah establishment was approved by the Minister of Justice of
memperoleh persetujuan dari Menteri Kehakiman the Republic of Indonesia in its decision letter
Republik Indonesia melalui Surat Keputusan No. C2-2091-HT01.01.TH82 dated 28 October 1982 and was
No. C2-2091-HT01.01.TH82 tanggal 28 Oktober 1982 dan published in the State Gazette No. 102, dated
telah diumumkan dalam Lembaran Berita Negara 21 December 1982, Supplement No. 1390. Based on
No. 102 tanggal 21 Desember 1982, Tambahan No. 1390. Notarial Deed No. 54 of Inge Hendarmin, S.H., a substitute
Berdasarkan Akta No. 54 yang dibuat di hadapan Inge of Kartini Muljadi, S.H., Notary in Jakarta dated
Hendarmin, S.H., pengganti dari Kartini Muljadi, S.H., 17 September 1986, the Company’s name changed from
Notaris di Jakarta tanggal 17 September 1986, nama PT Manufacturers Hanover Leasing Indonesia to PT Bunas
Perusahaan diubah dari PT Manufacturers Hanover Intitama Leasing Indonesia, this amendment was approved
Leasing Indonesia menjadi PT Bunas Intitama Leasing by the Minister of Justice of the Republic of Indonesia in
Indonesia, perubahan tersebut telah memperoleh its decision letter No.C2-6977.HT.01.04.TH.86 dated
persetujuan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia 7 October 1986 and was published in the State Gazette
melalui Surat Keputusan No. C2-6977.HT.01.04.TH.86 No. 94 dated 25 November 1986, Supplement No. 1451.
tanggal 7 Oktober 1986 dan telah diumumkan dalam Based on Notarial Deed No. 80 dated 22 November 1989,
Lembaran Berita Negara No. 94 tanggal 25 November Deed No. 27 dated 8 March 1990, both of which were made
1986, Tambahan No. 1451. Berdasarkan Akta No. 80 before Kartini Muljadi, S.H. the Company’s name changed
tanggal 22 November 1989, Akta No. 27 tanggal 8 Maret from PT Bunas Intitama Leasing Indonesia to PT Bunas
1990 keduanya dibuat di hadapan Kartini Muljadi, S.H., Finance Indonesia, this amendment was approved by the
nama Perusahaan diubah dari PT Bunas Intitama Leasing Minister of Justice of the Republic of Indonesia in its
Indonesia menjadi PT Bunas Finance Indonesia, decision letter No. C2-1441-HT.01.04.TH.90 dated
perubahan tersebut telah memperoleh persetujuan dari 13 March 1990 and was published in the State Gazette
Menteri Kehakiman Republik Indonesia melalui Surat No. 34 dated 28 April 1990, Supplement No. 1537. Based
Keputusan No. C2-1441-HT.01.04.TH.90 tanggal 13 Maret on Deed No. 37 which were made before Achmad Abid, S.H,
1990 dan telah diumumkan dalam Lembaran Berita a substitute of Sutjipto, S.H., Notary in Jakarta dated
Negara No. 34 tanggal 28 April 1990, Tambahan No. 1537. 8 August 1996, the name of the Company was changed
Berdasarkan Akta No. 37 yang dibuat di hadapan Achmad from PT Bunas Finance Indonesia to PT Bunas Finance
Abid, S.H., pengganti dari Sutjipto, S.H., Notaris di Indonesia Tbk, a change which has been approved by the
Jakarta tanggal 8 Agustus 1996, nama Perusahaan diubah Minister of Justice of the Republic of Indonesia through
dari PT Bunas Finance Indonesia menjadi PT Bunas Decision Letter No. C2-9625-HT.01.04.TH.96 dated
Finance Indonesia Tbk, perubahan tersebut telah 21 October 1996 and was published in the State Gazette
memperoleh persetujuan dari Menteri Kehakiman No. 11 dated 7 February 1997, Supplement No. 552.
Republik Indonesia melalui Surat Keputusan No.C2-9625- The Company’s Articles of Association has been amended
HT.01.04.TH.96 tanggal 21 Oktober 1996 dan telah several times, which one of the amendments was based on
diumumkan dalam Lembaran Berita Negara No. 11 tanggal Notarial Deed No. 116 dated 27 June 2001 of Aulia
7 Februari 1997, Tambahan No. 552. Anggaran Dasar Taufani, S.H., a substitute of Sutjipto, S.H., Notary in
Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, Jakarta, in connection with the change of name of
salah satunya berdasarkan Akta No. 116 tanggal 27 Juni the Company from PT Bunas Finance Indonesia Tbk to
2001 yang dibuat di hadapan Aulia Taufani, S.H., PT BFI Finance Indonesia Tbk. This amendment
pengganti dari Sutjipto, S.H., Notaris di Jakarta, was approved by the Minister of Law and Human Rights
sehubungan dengan perubahan nama Perusahaan dari of the Republic of Indonesia in its decision letter
PT Bunas Finance Indonesia Tbk menjadi PT BFI Finance No. C-03668.HT.01.04.TH.2001 dated 24 July 2001 and was
Indonesia Tbk. Perubahan tersebut telah memperoleh published in the State Gazette No. 35 dated 30 April 2002,
persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Supplement No. 4195.
Republik Indonesia melalui Surat Keputusan
No. C-03668.HT.01. 04.TH.2001 tanggal 24 Juli 2001 dan
telah diumumkan dalam Lembaran Berita Negara No. 35
tanggal 30 April 2002, Tambahan No. 4195.
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 323
Page 324
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit E/2 Exhibit E/2
PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk AND ITS SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2025 FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2025
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
1. UMUM (Lanjutan) 1. GENERAL (Continued)
a. Pendirian dan Informasi Umum Perusahaan (Lanjutan) a. Establishment and General Information of the
Company (Continued)
Perubahan terakhir berdasarkan Akta No. 1 tanggal 3 Juni The latest amendment based on Deed No. 1 dated
2025 yang dibuat di hadapan Shanti Indah Lestari, S.H., 3 June 2025 made before Shanti Indah Lestari, S.H.,
M.Kn., Notaris di Kabupaten Tangerang, mengenai M.Kn., Notary in Tangerang District, regarding approval
persetujuan perubahan Pasal 4 ayat 2 Anggaran Dasar for amendment to Article 4 paragraph 2 of the
Perusahaan, yang telah memperoleh persetujuan dari Company’s articles of association, was approved by the
Kementerian Hukum Republik Indonesia melalui Surat Minister of Law of the Republic of Indonesia in its
Keputusan nomor AHU-0045866.AH.01.02.Tahun 2025 decision letter Number AHU-0045866.AH.01.02.Tahun
tanggal 14 Juli 2025 dan telah diumumkan dalam 2025 dated 14 July 2025 and was published in the State
Lembaran Berita Negara Republik Indonesia No. 75 tanggal Gazette of the Republic of Indonesia No. 75 dated
19 September 2025, Tambahan No. 26364. 19 September 2025, Supplement No. 26364.
Perusahaan memperoleh izin usaha dalam The Company obtained its license to operate
bidang usaha lembaga Pembiayaan dari Menteri Keuangan as a financing company from the Minister of Finance
Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan by virtue of his decree No. KEP-038/KM.11/1982
No. KEP-038/KM.11/1982 tanggal 12 Agustus 1982, yang dated 12 August 1982 as amended by Decree
telah diperbaharui berdasarkan Surat Keputusan No. 493/KMK.013/1990 dated 23 April 1990.
No. 493/KMK.013/1990 tanggal 23 April 1990.
Pada tanggal 20 Februari 2006, Menteri Keuangan On 20 February 2006, the Minister of Finance of the
Republik Indonesia telah mengamandemen izin usaha Republic of Indonesia amended the Company’s license in
Perusahaan melalui Keputusan Menteri Keuangan Republik its decision letter No. KEP-038/KM.5/2006.
Indonesia No. KEP-038/KM.5/2006.
Melalui amandemen ini, izin usaha yang sebelumnya Through this amendment, the previous license granted
diberikan kepada PT Bunas Finance Indonesia Tbk to PT Bunas Finance Indonesia Tbk was applied for
berlaku surut sejak adanya persetujuan perubahan nama retroactively since the approval of the change in
Perusahaan dari PT Bunas Finance Indonesia Tbk the name of the Company from PT Bunas Finance
menjadi PT BFI Finance Indonesia Tbk dari instansi Indonesia Tbk to PT BFI Finance Indonesia Tbk from the
yang berwenang melalui Surat Keputusan Menteri regulatory authority in its decision letter of Minister
Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia
No. C-03668.HT.01.04.TH.2001 tanggal 24 Juli 2001. No. C-03668.HT.01.04.TH.2001 dated 24 July 2001.
Berdasarkan Pasal 3 Anggaran Dasar, Perusahaan Based on Article 3 of the Company's Articles of
dapat melaksanakan kegiatan usaha utama sebagai Association, the Company may carry out the following
berikut: main business activities:
I. Usaha Pembiayaan: I. Financing:
a. Pembiayaan investasi a. Investment financing
b. Pembiayaan modal kerja b. Working capital financing
c. Pembiayaan multiguna c. Multipurpose financing
d. Kegiatan usaha pembiayaan lain berdasarkan d. Other financing activities under the approval of
persetujuan Otoritas Jasa Keuangan the Financial Service Authority
II. Usaha Pembiayaan Syariah: II. Sharia Financing:
a. Pembiayaan jual beli a. Financing sale and purchase
b. Pembiayaan investasi b. Investment financing
c. Pembiayaan jasa c. Financing services
324 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 325
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit E/3 Exhibit E/3
PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk AND ITS SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2025 FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2025
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
1. UMUM (Lanjutan) 1. GENERAL (Continued)
a. Pendirian dan Informasi Umum Perusahaan (Lanjutan) a. Establishment and General Information of the
Company (Continued)
Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut di atas serta To achieve the above-mentioned purpose and objective,
untuk menunjang kegiatan usaha utama Perusahaan and to support its main business activities, the Company
tersebut di atas, Perusahaan dapat melaksanakan may conduct supporting business activities as follows:
kegiatan usaha penunjang sebagai berikut:
a. Melakukan perencanaan dan pengembangan, antara a. To undertake planning and development, among
lain menambah jaringan usaha, membangun others, to increase business network, build
infrastruktur dan kegiatan lain yang mendukung infrastructure, and other activities that support the
usaha dan kinerja Perusahaan. business and performance of the Company.
b. Melakukan kegiatan mencari dan/atau memperoleh b. To conduct activities to seek and/or obtain funding
sumber pendanaan. sources.
c. Melakukan segala perbuatan pemilikan dan sewa c. To carry out all ownership and lease activities with
menyewa dengan pihak lain. other parties.
d. Menyelenggarakan kegiatan-kegiatan lain yang d. To carry out other activities needed to support
diperlukan dalam mendukung dan/atau terkait and/or related to the main business activities.
dengan kegiatan usaha utama.
e. Sewa operasi (operating lease) dan/atau kegiatan e. To provide operating lease and/or fee-based service
berbasis imbal jasa sepanjang tidak bertentangan as long as it is not against the stipulations and laws
dengan ketentuan peraturan perundangan-undangan in financial services sector.
di sektor jasa keuangan.
Perusahaan memulai kegiatan komersialnya pada tahun The Company started its commercial operations in
1982. Kantor pusat Perusahaan terletak di BFI Tower, 1982. The Company’s registered office is located at BFI
Sunburst CBD Lot 1.2, Jalan Kapten Soebijanto Tower, Sunburst CBD Lot 1.2, Jalan Kapten Soebijanto
Djojohadikusumo, BSD City, Tangerang Selatan. Djojohadikusumo, BSD City, South Tangerang.
Untuk menjalankan usaha pembiayaan syariah, To undertake a sharia financing business, the Company
Perusahaan telah menerima Salinan Keputusan Dewan has received a copy of the Decree of the Board of
Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Nomor Commissioners of the Financial Service Authority
Kep-27/ NB.223/2018 tentang Pemberian Izin Pembukaan Number Kep-27/NB.223/2018 concerning the License to
Unit Usaha Syariah Perusahaan Pembiayaan kepada Open Sharia Business Unit to the Company and the
Perusahaan dan keputusan tersebut mulai berlaku sejak Decree effective on 8 February 2018.
tanggal ditetapkan, yaitu 8 Februari 2018.
Perusahaan mempunyai kantor cabang, POS (Point of The Company have branches, POS (Point of Sales) and
Sales) dan kantor cabang syariah yang tersebar di seluruh sharia branch throughout Indonesia as of 31 December
wilayah Indonesia pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2025 and 2024 as follow:
2024 sebagai berikut:
31 Desember/December
2025 2024
Kantor cabang 191 191 Branches
POS (Point of Sales)* 113 31 POS (Point of Sales)*
Cabang Syariah 45 45 Sharia Branches
Jumlah 349 267 Total
*) Per 31 Mei 2025 penamaan gerai berubah menjadi POS. *) As of 31 May 2025, the name of the outlets has changed to POS.
b. Penawaran Umum Saham Perusahaan b. Public Offering of the Company’s Shares
Pada tahun 1990, Perusahaan melakukan penawaran In 1990, the Company conducted an initial public
umum perdana atas 2.125.000 sahamnya dengan nilai offering of its 2,125,000 shares with a par value of
nominal Rp 1.000 (nilai penuh) per saham melalui bursa Rp 1,000 (full amount) per share through the stock
efek di Indonesia dengan harga penawaran sejumlah exchanges in Indonesia at an offering price of Rp 5,750
Rp 5.750 (nilai penuh) per saham. Pada tahun 1993, (full amount) per share. In 1993, the Company offered
Perusahaan melakukan penawaran tambahan sebanyak an additional of 8,500,000 shares at the same par value
8.500.000 saham dengan nilai nominal per saham yang per share through a stock exchange in Indonesia.
sama melalui bursa efek di Indonesia.
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 325
Page 326
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit E/4 Exhibit E/4
PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk AND ITS SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2025 FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2025
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
1. UMUM (Lanjutan) 1. GENERAL (Continued)
b. Penawaran Umum Saham Perusahaan (Lanjutan) b. Public Offering of the Company’s Shares (Continued)
Pada tanggal 8 April 1993, para pemegang saham On 8 April 1993, the shareholders of the Company
Perusahaan menyetujui untuk membagikan dividen saham approved to distribute share dividends on the basis of
dengan dasar 1 (satu) saham baru untuk 10 (sepuluh) 1 (one) new share for every 10 (ten) shares held totaling
saham yang dimiliki, sebanyak 1.062.500 saham dengan 1,062,500 shares with a par value of Rp 1,000 (full
nilai nominal Rp 1.000 (nilai penuh) per saham. Pada amount) per share. On the same date, the shareholders
tanggal yang sama, para pemegang saham Perusahaan of the Company also approved to issue bonus shares on
juga menyetujui untuk menerbitkan saham bonus dengan the basis of 17 (seventeen) new shares for every
dasar 17 (tujuh belas) saham baru untuk setiap 20 (dua 20 (twenty) shares held totaling 9,934,668 shares at the
puluh) saham yang dimiliki, sebanyak 9.934.668 saham same par value. On 22 January 1994, the shareholders
dengan nilai nominal yang sama. Pada tanggal 22 Januari of the Company approved to distribute share dividends
1994, para pemegang saham Perusahaan menyetujui on the basis of 1 (one) new share for every 3 (three)
untuk membagikan dividen saham dengan dasar 1 (satu) shares held totaling 7,207,390 shares at a par value of
saham baru untuk 3 (tiga) saham yang dimiliki, sebanyak Rp 1,000 (full amount) per share.
7.207.390 saham dengan nilai nominal Rp 1.000 (nilai
penuh) per saham.
Pada tanggal 18 April 1994, Perusahaan memperoleh On 18 April 1994, the Company received effective
surat pernyataan efektif dari Badan Pengawas Pasar statement from the Capital Market Supervisory
Modal (kemudian berubah menjadi Badan Pengawas Pasar Board (was then changed to Capital Market and
Modal dan Lembaga Keuangan/BAPEPAM-LK dan terakhir Financial Institutions Supervisory Agency/BAPEPAM-LK
dikenal sebagai Otoritas Jasa Keuangan/OJK) (BAPEPAM) and recently known as the Financial Services
melalui surat No. S-639/PM/1994 dalam rangka Authority/OJK) (BAPEPAM) through letter No. S-639/
penawaran umum terbatas pertama (I) Perusahaan PM/1994 to conduct the first rights issue of the
sebanyak 28.829.558 saham dengan harga penawaran Company’s shares on a 1 (one) for 1 (one) basis totaling
sejumlah Rp 1.500 (nilai penuh) per saham dimana setiap 28,829,558 shares at an offering price of Rp 1,500 (full
1 (satu) saham yang dimiliki berhak atas 1 (satu) saham amount) per share. Moreover, on 17 January 1997, the
baru. Selanjutnya, pada tanggal 17 Januari 1997, Company received effective statement from
Perusahaan memperoleh surat pernyataan efektif dari the BAPEPAM-LK through letter No. S-71/PM/1997
BAPEPAM-LK melalui surat No. S-71/PM/1997 dalam to conduct the second rights issue of the Company’s
rangka penawaran umum terbatas kedua Perusahaan shares on the basis of 2 (two) new shares for every
sebanyak 115.318.232 saham dengan harga penawaran 1 (one) shares held totaling 115,318,232 shares at an
Rp 1.000 (nilai penuh) per saham dimana setiap 1 (satu) offering price of Rp 1,000 (full amount) per share.
saham yang dimiliki berhak atas 2 (dua) saham baru.
Pada tanggal 17 Juni 1997, para pemegang saham On 17 June 1997, the shareholders of the Company
Perusahaan menyetujui pemecahan nilai nominal saham approved a stock split, resulting in a change in par value
dari Rp 1.000 (nilai penuh) per saham menjadi Rp 500 per share from Rp 1,000 (full amount) to Rp 500 (full
(nilai penuh) per saham, sehingga mengakibatkan amount), thus resulting in the increase in number of the
peningkatan jumlah saham beredar Perusahaan dari Company’s subscribed shares from 172,977,348 shares to
sebanyak 172.977.348 saham menjadi sebanyak 345,954,696 shares.
345.954.696 saham.
Dalam rangka restrukturisasi utang, para pemegang In respect with the debt restructuring, the Company’s
saham Perusahaan dalam Rapat Umum Pemegang Saham shareholders through Extraordinary General Meeting
Luar Biasa Para Pemegang Saham tanggal 27 Januari 2000 of Shareholders convened on 27 January 2000 approved
menyetujui penerbitan Mandatory Convertible Bonds to issue the Mandatory Convertible Bonds (MCB)
atau Obligasi Wajib Konversi (MCB) yang wajib which should be converted into 414,384,585 shares of
dikonversikan menjadi sebanyak 414.384.585 saham the Company.
Perusahaan.
Pada bulan Mei 2006, seluruh MCB telah dikonversi In May 2006, all of the MCB was converted into common
menjadi sebanyak 414.384.585 saham biasa sehingga shares totaling 414,384,585 shares, thus resulting in a
jumlah saham beredar Perusahaan menjadi sebanyak total outstanding number of the Company’s shares of
760.339.281 saham pada tanggal 31 Desember 2006. 760,339,281 shares as of 31 December 2006.
326 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 327
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit E/5 Exhibit E/5
PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk AND ITS SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2025 FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2025
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
1. UMUM (Lanjutan) 1. GENERAL (Continued)
b. Penawaran Umum Saham Perusahaan (Lanjutan) b. Public Offering of the Company’s Shares (Continued)
Berdasarkan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Based on the resolution of the Extraordinary General
Luar Biasa (RUPSLB) Perusahaan yang diaktakan dengan Meeting of Shareholders (EGMS) of the Company
Akta notaris No. 65 tanggal 21 Juni 2012 yang dibuat di as covered by Notarial Deed No. 65 dated 21 June 2012
hadapan Fathiah Helmi, S.H., Notaris di Jakarta, para of Fathiah Helmi, S.H., Notary in Jakarta,
pemegang saham menyetujui perubahan Pasal 4 ayat the shareholders approved the amendment to Paragraphs
1 dan 2 Anggaran Dasar Perusahaan mengenai perubahan 1 and 2 of Article 4 of the Articles of Association
nilai nominal saham Perusahaan (pemecahan saham) dari concerning the changes in par value of the Company’s
sebesar Rp 500 (nilai penuh) per saham menjadi sebesar share (stock split) from Rp 500 (full amount) to Rp 250
Rp 250 (nilai penuh) per saham, sehingga mengakibatkan (full amount) per share, thus, resulting in the increase in
peningkatan jumlah saham beredar Perusahaan dari number of the Company’s shares outstanding from
semula sebanyak 760.339.281 saham menjadi sebanyak 760,339,281 shares to 1,520,678,562 shares, and
1.520.678.562 saham, dan menyetujui untuk mengubah Paragraph 3b of Article 15, concerning the Duties and
Pasal 15 ayat 3b mengenai Tugas dan Wewenang Direksi. Authorities of the Directors.
Pemecahan saham tersebut telah memperoleh The stock split was approved by the BEI through letter
persetujuan dari BEI melalui surat No. S-05439/BEI.PPJ/ No. S-05439/BEI.PPJ/07-2012 dated 31 July 2012.
07-2012 tertanggal 31 Juli 2012.
RUPSLB tersebut juga telah menyetujui penerbitan The EGMS had also approved the issuance of shares for
saham untuk pelaksanaan program Management & the implementation of the Phase 1 of the Management &
Employee Stock Option Program (MESOP) untuk Tahap I Employee Stock Option Program (MESOP) on the Indonesia
di BEI sebanyak 60.826.400 saham dengan nilai nominal Stock Exchange, totaling 60,826,400 shares with par
sebesar Rp 250 (nilai penuh) per saham untuk periode value of Rp 250 (full amount) per shares, up 20 June
sampai dengan tanggal 20 Juni 2014. BEI melalui suratnya 2014. BEI through its letter No. S-04847/ BEI.PPJ/07-2012
No. S-04847/BEI.PPJ/07-2012 tertanggal 6 Juli 2012 telah dated 6 July 2012 had approved the Company’s pre-listing
menyetujui pencatatan saham Perusahaan hasil of its MESOP on the Indonesia Stock Exchange for the
pelaksanaan Program MESOP untuk tahap I tersebut implementation of phase I.
secara pra-pencatatan di BEI.
Pada tanggal 31 Mei 2013, 30 Mei 2014, 29 Mei 2015, dan On 31 May 2013, 30 May 2014, 29 May 2015, and 31 May
31 Mei 2016, Perusahaan telah menerbitkan saham baru 2016, the Company has issued the additional 5,936,000,
masing-masing sebanyak 5.936.000, 23.320.000, 23,320,000, 16,025,000 and 30,752,000 shares,
16.025.000 dan 30.752.000 saham sebagai pelaksanaan respectively, for the implementation of the MESOP for
Management & Employee Stock Option Program (MESOP) Phase I – Grant Date 1 and 2, and Phase II – Grant Date
untuk Tahap I – Grant Date 1 dan 2, dan Tahap II – Grant 1 and 2, for options that has been exercised, thus
Date 1 dan 2, yang telah dieksekusi sehingga jumlah resulting in a total outstanding number of the Company’s
saham beredar Perusahaan menjadi 1.596.711.562 shares of 1,596,711,562 shares as of 31 December 2016.
saham pada tanggal 31 Desember 2016.
Berdasarkan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Based on the resolution of the Extraordinary General
Luar Biasa (RUPSLB) Perusahaan, yang telah diaktakan Meeting of Shareholders (EGMS) of the Company as
dengan Akta Notaris No. 18 pada tanggal 6 Mei 2014 yang covered by Notarial Deed No. 18 dated 6 May 2014 of
dibuat di hadapan Aryanti Artisari, S.H., Notaris di Aryanti Artisari, S.H., Notary in Jakarta, had approved
Jakarta, telah disetujui penerbitan saham hasil the issuance of new shares the results of the
pelaksanaan MESOP untuk tahap II untuk periode sampai implementations of the MESOP program phase II up to
dengan tanggal 30 Juni 2016 dengan harga pelaksanaan 30 June 2016 with exercised price which referred
yang mengacu kepada sebagaimana diatur dalam butir to point V.I Listing Regulation No. I-A as included in the
V.1 Peraturan Pencatatan No. I-A Lampiran II Appendix II of the Decision Decree of virtue
Keputusan Direksi PT Bursa Efek Indonesia of the Directors of PT Bursa Efek Indonesia
No. Kep-00001/BEI/01-2014 tanggal 20 Januari 2014. No. Kep-00001/BEI/01-2014 dated on 20 January 2014.
BEI melalui suratnya No. S-02280/BEI.PGI/06-2014 BEI through its letter No. S-02280/BEI.PGI/06-2014 dated
tertanggal 6 Juni 2014 telah menyetujui pencatatan 6 June 2014 approved the registration of the Company’s
saham Perusahaan hasil pelaksanaan Program MESOP pre-listing of its MESOP on the Stock Exchange for the
untuk tahap II secara pra-pencatatan di BEI sebanyak- implementation of phase II maximum 46,777,000 shares
banyaknya 46.777.000 saham dengan harga pelaksanaan with exercised price Rp 2,205 (full amount) per share.
sebesar Rp 2.205 (nilai penuh) per saham.
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 327
Page 328
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit E/6 Exhibit E/6
PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk AND ITS SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2025 FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2025
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
1. UMUM (Lanjutan) 1. GENERAL (Continued)
b. Penawaran Umum Saham Perusahaan (Lanjutan) b. Public Offering of the Company’s Shares (Continued)
Berdasarkan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Based on the resolution of the Extraordinary General
Luar Biasa (RUPSLB) Perusahaan yang diaktakan dengan Meeting of Shareholders (EGMS) of the Company as
Akta No. 25 tanggal 18 April 2017 yang dibuat di hadapan covered by Notarial Deed No. 25 dated 18 April 2017
Aryanti Artisari, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta, para of Aryanti Artisari, S.H., M.Kn., Notary in Jakarta,
pemegang saham menyetujui pemecahan nilai nominal the Company’s shareholders approved the par value split
saham Perusahaan (stock split) dari sebesar Rp 250 (nilai of the Company’s share from Rp 250 (full amount)
penuh) per saham menjadi Rp 25 (nilai penuh) per saham. per share to Rp 25 (full amount) per share (stock split).
Pemecahan nilai saham ini telah mendapat persetujuan The stock split was approved by the BEI through
dari BEI melalui surat No.S-02820/BEI.PP1/05-2017 its letter No.S-02820/BEI.PP1/05-2017 dated 23 May
tertanggal 23 Mei 2017. Dengan demikian, sejak 2017. Therefore, since 31 December 2017 total issued
31 Desember 2017 jumlah saham ditempatkan dan disetor and fully paid capital was 15,967,115,620 shares.
penuh menjadi 15.967.115.620 saham.
Berdasarkan keputusan RUPSLB tanggal 8 Mei 2025, Based on the decision of the results of the EGMS on
pemegang saham telah menyetujui rencana pengurangan 8 May 2025, shareholders have approved the plan to
modal ditempatkan dan disetor Perusahaan dengan cara reduce the Company's issued and paid-up capital by
menarik seluruh sisa saham treasuri Perusahaan yang withdrawing all remaining treasury shares of the
berasal dari saham yang dibeli kembali dan dimiliki Company originating from shares repurchased and
Perusahaan sejumlah 927.732.000 saham, yang owned by the Company amounting to 927,732,000
mengakibatkan perubahan Pasal 4 ayat (2) Anggaran shares, which resulted in changes to Article 4 paragraph
Dasar Perusahaan. Perusahaan telah melakukan (2) of the Company's Articles of Association. The
Pengurangan Modal sesuai ketentuan Pasal 37 UU No. 40 Company has carried out a Capital Reduction in
Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas dan Pasal 21 accordance with the provisions of Article 37 of Law No.
POJK No. 29 Tahun 2023 tentang Pembelian Kembali 40 of 2007 concerning Limited Liability Company and
Saham oleh Perusahaan Terbuka yang kemudian Article 21 of POJK No. 29 of 2023 concerning Share
diaktakan pada Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 1 Buybacks by Public Companies which were then
tanggal 3 Juni 2025 dan telah memperoleh persetujuan notarized in the Deed of Statement of Meeting
dari Menteri Hukum melalui Surat Keputusan Nomor AHU- Resolutions No. 1 dated 3 June 2025 and has obtained
0045866.AH.01.02.Tahun 2025 tanggal 14 Juli 2025. approval from the Minister of Law through Decree
Proses pengurangan modal telah diselesaikan Number AHU-0045866.AH.01.02.Tahun 2025 dated
berdasarkan surat Bursa Efek Indonesia nomor S- 14 July 2025. The capital reduction process was
08513/BEI.PP1/07-2025 tanggal 22 Juli 2025. Dengan completed based on the letter of the Indonesia Stock
demikian, jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh Exchange number S-08513/BEI.PP1/07-2025 dated
menjadi 15.039.383.620 saham. 22 July 2025. Thus, the number of shares issued and fully
paid up became 15,039,383,620 shares.
c. Entitas Anak Yang Dikonsolidasikan c. Consolidated Subsidiary
Tahun Jumlah aset sebelum
beroperasi eliminasi/
komersial/ Persentase kepemilikan/ Total assets before
Year of Percentage of ownership elimination
Entitas anak/ Domisili/ commercial 31 Desember/December 31 Desember/December
Subsidiary Domicile operations 2025 2024 2025 2024
Kepemilikan langsung/ Direct ownership
PT Finansial Integrasi Teknologi Kab. Tangerang 2018 99,00% 19.644 42.071
Perusahaan mendirikan entitas anak dengan nama The Company established a subsidiary under the name
PT Finansial Integrasi Teknologi (“FIT”), berdasarkan of PT Finansial Integrasi Teknologi (“FIT”), based on
akta notaris Herna Gunawan, S.H., M.Kn. No. 4 tanggal Notarial Deed No. 4 of Herna Gunawan, S.H., M.Kn on
15 September 2017, yang telah disetujui oleh Menteri 15 September 2017. The deed of establishment
Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia was approved the Ministry of Law and Human Rights
berdasarkan surat No. AHU-0043022.AH.01.01.Tahun of the Republic of Indonesia in its decision letter
2017 tanggal 29 September 2017. FIT bergerak dalam No. AHU-0043022.AH.01.01.Tahun 2017 dated
bidang layanan pinjam meminjam uang berbasis 29 September 2017. FIT is engaged in lending and
teknologi informasi (P2P). borrowing services based on information technology
(P2P).
328 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 329
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit E/7 Exhibit E/7
PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk AND ITS SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2025 FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2025
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
1. UMUM (Lanjutan) 1. GENERAL (Continued)
c. Entitas Anak Yang Dikonsolidasikan (Lanjutan) c. Consolidated Subsidiary (Continued)
OJK telah menyetujui permohonan FIT atas platform OJK has granted approval for FIT on the platform
http://www.pinjammodal.id sebagai penyelenggara http://www.pinjammodal.id as the operator of
Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Information Technology-Based Lending and Borrowing
Informasi untuk terdaftar dan diawasi oleh OJK, melalui Services to be registered and supervised by the
surat No.S-588/NB.213/2018 tertanggal 31 Juli 2018. authority based on Decision Letter No.S-588/NB.213/
Selanjutnya, sesuai dengan ketentuan yang berlaku, 2018 dated 31 July 2018. Furthermore, in accordance
FIT telah mengajukan permohonan izin usaha sebagai with applicable regulations, FIT has applied for
penyelenggara Layanan Pinjam Meminjam Uang a business license as an Information Technology-Based
Berbasis Teknologi Informasi, dan melalui surat Money-Borrowing Service provider, and through letter
No. Kep-20/D.05/2020 tanggal 19 Mei 2020, OJK telah No. Kep-20/D.05/2020 dated 19 May 2020, OJK has
memberikan izin usaha Perusahaan Penyelenggara granted a business license for Information Technology-
Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Based Money-Borrowing Service Provider to FIT
Informasi kepada FIT dengan Sistem Elektronik Pinjam with the Capital Loan Electronic System, the
Modal, laman situs pinjammodal.id, nama dan merek pinjammodal.id webpage, the name and brand of the
Aplikasi Pinjam Modal pada sistem operasi Android, Capital Loan Application on the Android, iOS and
iOS dan Website, dan model bisnis konvensional. Website operating systems, and conventional business
models.
Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 6 Based on Deed of Meeting Decision Letter No. 6 dated
tanggal 5 Agustus 2021 yang dibuat di hadapan Veronika 5 August 2021 made before Veronika Farida Riswanti,
Farida Riswanti, S.H., M.Kn, Notaris di Kabupaten S.H., M.Kn, Notary in Tangerang District, which has been
Tangerang, yang telah diterima dan dicatat pada accepted and recorded by the Ministry of Law and
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Human Rights of the Republic of Indonesia in its Decision
Indonesia dalam Surat No. AHU-AH.01.03-0439070 Letter No. AHU-AH.01.03-0439070 dated 20 August
tanggal 20 Agustus 2021, mengenai Perubahan 2021, regarding Changes in the Increase in Issued and
Peningkatan Modal Ditempatkan dan Disetor sebesar Paid-Up Capital of 25,000 shares or with a total nominal
25.000 lembar saham atau dengan nilai nominal value of Rp 25,000,000,000 (full amount). Thus, after
seluruhnya Rp 25.000.000.000 (nilai penuh). Dengan the increase in the issued and paid-up capital of the FIT
demikian setelah peningkatan modal ditempatkan dan to 50,000 shares with a total nominal value of
disetor FIT menjadi 50.000 lembar saham dengan nilai Rp 50,000,000,000 (full amount).
nominal seluruhnya sebesar Rp 50.000.000.000 (nilai
penuh).
Peningkatan modal disetor FIT berdasarkan Akta Notaris The increase in the paid-us capital of FIT based on
No. 6 tanggal 5 Agustus 2021 tersebut, telah dilaporkan Notarial Deed No. 6 dated 5 August 2021, has been
kepada OJK dan telah dicatat dalam administrasi reported to the OJK and has been recorded in the
Direktorat Perizinan Industri Keuangan Non Bank administration of the Directorate of Licensing for the
dan Inovasi Keuangan Digital dalam surat Non-Bank Financial Industry and Digital Financial
No. S-1141/NB.223/2021 tanggal 29 Desember 2021. Innovation in letter No. S-1141/NB.223/2021 dated
29 December 2021.
Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Para Pemegang Based on the Deed of Statement of Resolutions of
Saham di Luar Rapat No. 10 tanggal 28 Desember 2022 Shareholders Outside the Meeting No. 10 dated
yang dibuat di hadapan Geraldine H.S.S.U. Sianturi, S.H., 28 December 2022 made before Geraldine H.S.S.U.
M.Kn, Notaris di Kota Tangerang Selatan, yang telah Sianturi, S.H., M.Kn, Notary in South Tangerang City,
diterima dan dicatat pada Kementerian Hukum dan Hak which has been received and recorded at the Ministry of
Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat No. AHU- Law and Human Rights of the Republic of Indonesia in
AH.01.03-0497389 tanggal 29 Desember 2022 mengenai Letter No. AHU-AH.01.03-0497389 dated 29 December
Perubahan Peningkatan Modal Ditempatkan dan Disetor 2022 regarding Changes in the Increase in Issued and
penuh sebesar 25.000 saham atau dengan nilai nominal Fully Paid-Up Capital of 25,000 shares or with a total
seluruh Rp 25.000.000.000 (nilai penuh). Dengan nominal value of Rp 25,000,000,000 (full amount). Thus,
demikian setelah peningkatan modal ditempatkan dan after the increase in the issued and paid-up capital of
disetor FIT menjadi 75.000 lembar saham dengan nilai the FIT to 75,000 shares with a total nominal value of
nominal seluruhnya sebesar Rp 75.000.000.000 (nilai Rp 75,000,000,000 (full amount).
penuh).
Peningkatan modal disetor FIT berdasarkan Akta The increase in the paid-us capital of FIT based on the
Pernyataan Keputusan Para Pemegang Saham Di Luar Deed of Statement of Resolutions of the Shareholders
Rapat (Sirkuler) No. 10 tanggal 28 Desember 2022 Outside the Meeting (Circular) No. 10 dated
tersebut, telah dilaporkan kepada OJK dan telah dicatat 28 December 2022, has been reported to the OJK and has
dalam administrasi Direktorat Perizinan Industri been recorded in the administration of the Directorate
Keuangan Non Bank dan Inovasi Keuangan Digital dalam of Licensing for the Non-Bank Financial Industry
surat No. S-2193/NB.021/2023 tanggal 14 Juni 2023. and Financial Innovation Digital in letter
No. S-2193/NB.021/2023 dated 14 June 2023.
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 329
Page 330
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit E/8 Exhibit E/8
PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk AND ITS SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2025 FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2025
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
1. UMUM (Lanjutan) 1. GENERAL (Continued)
c. Entitas Anak Yang Dikonsolidasikan (Lanjutan) c. Consolidated Subsidiary (Continued)
Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 9 Based on Deed of Meeting Decision Letter No. 9 dated
tanggal 7 November 2023 yang dibuat di hadapan 7 November 2023 made before Geraldine H.S.S.U.
Geraldine H.S.S.U. Sianturi, S.H., M.Kn, Notaris di Sianturi S.H., M.Kn, Notary in South Tangerang District,
Kota Tangerang Selatan, yang telah disetujui which has been approved by the Ministry of Law and
oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Human Rights of the Republic of Indonesia in its Decision
Republik Indonesia dalam Surat No. AHU- Letter No. AHU-0243809.AH.01.11.Tahun 2024 dated
0243809.AH.01.11.Tahun 2024 tanggal 11 November 11 November 2024, regarding changes to purpose,
2024, mengenai perubahan maksud dan tujuan serta objectives and business activities and business activities
kegiatan usaha disesuaikan dengan KBLI 2020, susunan adjusted to the 2020 KBLI, the composition of the Board
Direksi dan Dewan Komisaris dan alamat lengkap FIT. of Directors and Board of Commissioners and the address
of FIT.
Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Para Pemegang Based on the Deed of Statement of Resolutions of
Saham Di Luar Rapat No. 26 tanggal 25 Juli 2025 yang Shareholders Outside the Meeting No. 26 dated
dibuat di hadapan Geraldine H.S.S.U. Sianturi, S.H., 25 July 2025 made before Geraldine H.S.S.U. Sianturi,
M.Kn, Notaris di Kota Tangerang Selatan, yang telah S.H., M.Kn, Notary in South Tangerang City, which has
disetujui oleh Kementerian Hukum Republik Indonesia been approved by the Ministry of Law of the Republic of
dalam Surat No. AHU-AH.01.03-0197143 tanggal 26 Juli Indonesia in Letter No. AHU-AH.01.03-0197143 dated
2025 mengenai Perubahan Peningkatan Modal 26 July 2025 regarding Changes to the Increase in Issued
Ditempatkan dan Disetor penuh sebesar 15.000 saham and Paid-Up Capital by 15,000 shares or with a total
atau dengan nilai nominal seluruh Rp 15.000.000.000 nominal value of Rp 15,000,000,000 (full amount). Thus,
(nilai penuh). Dengan demikian setelah peningkatan, after the increase, FIT’s issued and paid-up capital
modal ditempatkan dan disetor penuh FIT menjadi 90.000 became 90,000 shares with a total nominal value of
lembar saham dengan nilai nominal seluruhnya sebesar Rp 90,000,000,000 (full amount).
Rp 90.000.000.000 (nilai penuh).
Peningkatan modal disetor FIT berdasarkan Akta The increase of paid-up capital of FIT based on the Deed
Pernyataan Keputusan Para Pemegang Saham Di Luar of Statement of Resolutions of the Shareholders Outside
Rapat (Sirkuler) No. 26 tanggal 25 Juli 2025 tersebut, the Meeting (Circular) No. 26 dated 25 July 2025, has
telah dilaporkan kepada OJK sesuai Tanda Terima been reported to the OJK in accordance with the Receipt
Permohonan Perizinan No. 2025.33793N34851.4 tanggal 8 of Licensing Application No. 2025.33793N34851.4 dated
Januari 2026. 8 January 2026.
Pada tanggal 20 Januari 2026, FIT telah mengajukan On 20 January 2026, FIT has submitted application for
pencabutan izin sebagai penyedia LPBBTI kepada OJK revocation of its business license as LPBBTI provider to
(Catatan 37) OJK (Note 37)
Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Para Pemegang Based on the Deed of Statement of Meeting Resolutions
Saham di Luar Rapat No. 9 tanggal 7 November 2024 Shareholders Outside the Meeting No. 9 dated
yang dibuat di hadapan Geraldine H.S.S.U. Sianturi, S.H., 7 November 2024 made before Geraldine H.S.S.U.
M.Kn, Notaris di Kota Tangerang Selatan, yang telah Sianturi, S.H., M.Kn, Notary in South Tangerang City,
diterima dan dicatat pada Kementerian Hukum dan Hak which has been received and recorded at the Ministry of
Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat No. AHU- Law and Human Rights of the Republic of Indonesia in
AH.01.09-0274498 tanggal 11 November 2024 mengenai Letter No. AHU-AH.01.09-0274498 dated 11 November
perubahan susunan Dewan Komisaris dan Direksi 2024 regarding changes in the composition of the
Perusahaan. Sehingga pada tanggal 31 Desember 2025 Company's Board of Commissioners and Board of
dan 2024, susunan Dewan Komisaris dan Direksi Directors. Therefore, as of 31 December 2025 and 2024,
Perusahaan adalah sebagai berikut: the composition of the Company's Board of
Commissioners and Board of Directors are as follows:
Dewan Komisaris Board of Commissioners
Presiden Komisaris : Francis Lay Sioe Ho : President Commissioner
Komisaris : Sudjono : Commissioner
Direksi Board of Directors
Presiden Direktur : Tjiu Herman Handoko : President Director
Direktur : Ichwan Peryana : Director
Direktur : Muhamad Fauzi Purnama : Director
d. Entitas Pengendali d. Controlling Entity
Trinugraha Capital & Co. SCA adalah pemegang saham Trinugraha Capital & Co,. SCA is the controlling
pengendali Perusahaan. Jerry Ng (melalui Bravo shareholder of the Company. Jerry Ng (through Bravo
Investment Limited) dan Garibaldi Tohir merupakan Investment Limited) and Garibaldi Tohir are the
pemegang saham dari Trinugraha Capital & Co. SCA shareholders of Trinugraha Capital & Co. SCA whereas
sekaligus sebagai Pemilik Manfaat Akhir (Ultimate the Ultimate Beneficiary Owner of the Company.
Beneficiary Owner) dari Perusahaan.
330 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 331
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit E/9 Exhibit E/9
PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk AND ITS SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2025 FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2025
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
1. UMUM (Lanjutan) 1. GENERAL (Continued)
e. Pembelian Kembali (BuyBack) Saham Perusahaan e. Treasury Stock
Pada tanggal 15 April 2015, Rapat Umum Pemegang On 15 April 2015, the Extraordinary General Meeting of
Saham Luar Biasa (RUPSLB) menyetujui pembelian Shareholders (EGMS) approved the buyback of
kembali saham yang beredar Perusahaan sampai jumlah outstanding shares of the Company up to a maximum of
maksimum sebanyak 10% dari seluruh jumlah saham yang 10% of the total shares issued and fully paid-up capital
ditempatkan dan disetor penuh Perusahaan atau of the Company or amounted of 154,993,456 shares
sebanyak-banyaknya sebesar 154.993.456 saham (before stock split). The funds reserved to repurchase
(sebelum pemecahan saham). Dana yang dicadangkan shares for a maximum period of 18 (eighteen) months
untuk pembelian kembali saham untuk periode paling from the EGMS should not more than Rp 341,000.
lama 18 (delapan belas) bulan sejak RUPSLB adalah tidak
lebih dari Rp 341.000.
Perusahaan telah melakukan pembelian kembali saham The Company has bought back its shares publicly traded
yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia, on the Indonesia Stock Exchange, as allowed based on
yang diperkenankan berdasarkan Peraturan BAPEPAM–LK The Regulation of BAPEPAM–LK No.XI.B.2 Attachment to
No.XI.B.2 Lampiran Keputusan Ketua BAPEPAM-LK The Decree of The Chairman Of BAPEPAM-LK No.Kep-
No.Kep-105/BL/2010 tanggal 13 April 2010 tentang 105/BL/2010 dated 13 April 2010 regarding the Buyback
Pembelian Kembali Saham yang Dikeluarkan oleh Emiten of Shares Issued by Issuers or Public Companies.
atau Perusahaan Publik.
Pelaksanaan pembelian kembali saham merupakan The implementation of share buybacks is one of the
salah satu bentuk usaha Perusahaan untuk Company's efforts to improve the Company's capital
meningkatkan manajemen permodalan Perusahaan management, where its implementation is expected to
dimana pelaksanaannya diharapkan akan meningkatkan increase the value of net profit per share (EPS).
nilai laba bersih per saham Earnings per Share (EPS).
Per tanggal 15 Oktober 2016, program pembelian kembali As of 15 October 2016, the shares buy back program was
saham ini dinyatakan berakhir dan jumlah saham yang officially ended and total shares bought back by the
telah dibeli kembali oleh Perusahaan adalah sebanyak Company was totaling 1,002,732,000 shares (after stock
1.002.732.000 saham (setelah pemecahan saham) dengan split) for a total purchase price of Rp 252,160.
nilai pembelian sebesar Rp 252.160.
Penjelasan lebih lanjut mengenai pembelian kembali Further explanation regarding the share buyback based
saham berdasarkan RUPSLB 15 April 2015 dapat diihat on the EGMS on 15 April 2015 can be seen in Share
pada Modal Saham – Saham Treasuri (Catatan 20). Capital – Treasury Shares (Note 20).
Pada tanggal 1 Agustus 2025, Perusahaan menyampaikan On 1 August 2025, the company submitted an
Keterbukaan Informasi sehubungan dengan rencana Information Disclosure regarding the plan to buy back
pembelian kembali saham dalam kondisi pasar yang shares in significantly fluctuating market conditions up
berfluktuasi secara signifikan sampai jumlah maksimum to a maximum amount of 3.3% of the total number of
sebanyak 3,3% dari seluruh jumlah saham yang shares issued and fully paid by the Company or
ditempatkan dan disetor penuh Perusahaan atau setara equivalent to a maximum purchase value of Rp 500,000.
dengan nilai pembelian sebanyak-banyaknya Rp 500.000. The buyback period effective from 4 August 2025 to
Periode buyback terhitung sejak tanggal 4 Agustus 2025 31 October 2025, for a maximum period of 3 (three)
sampai dengan 31 Oktober 2025, yaitu maksimum selama months from the date of the Information Disclosure
periode 3 (tiga) bulan terhitung sejak tanggal (1 August 2025).
Keterbukaan Informasi (1 Agustus 2025).
Keterbukaan Informasi ini disampaikan oleh Perusahaan This Information Disclosure is submitted by the Company
dalam rangka memenuhi ketentuan POJK No. 13 tahun in order to comply with POJK No.13 of 2023 concerning
2023 tentang Kebijakan dalam Menjaga Kinerja dan Policies in Maintaining Capital Market Performance and
Stabilitas Pasar Modal pada Kondisi Pasar yang Stability in Significantly Fluctuating Market Conditions,
Berfluktuasi secara Signifikan, POJK No. 29 tahun 2023 POJK No. 29 of 2023 concerning Buy Back of Shares Issued
tentang Pembelian Kembali Saham yang Dikeluarkan oleh By Public Companies, OJK Circular Letter No. S-
Perusahaan Terbuka, Surat Edaran OJK No. S- 17/D.04/2025 dated 18 March 2025 concerning the
17/D.04/2025 tanggal 18 Maret 2025 tentang Kebijakan Implementation Policy of Buyback of Shares Issued by
Pelaksanaan Pembelian Kembali Saham yang Dikeluarkan Public Companies in Significantly Fluctuating Market
oleh Perusahaan Terbuka dalam Kondisi Pasar yang Conditions, and POJK No.31/POJK.04/2015 of 2015
Berfluktuasi secara Signifikan dan POJK No. concerning Disclosure of Information or Material Facts by
31/POJK.04/2015 tahun 2015 tentang Keterbukaan Issuer or Public Companies and its Amandments.
Informasi atau Fakta Material oleh Emiten atau
Perusahaan Publik beserta Perubahannya.
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 331
Page 332
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit E/10 Exhibit E/10
PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk AND ITS SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2025 FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2025
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
1. UMUM (Lanjutan) 1. GENERAL (Continued)
e. Pembelian Kembali (BuyBack) Saham Perusahaan e. Treasury Stock (Continued)
(Lanjutan)
Pembelian kembali saham dalam kondisi pasar yang The share buyback in significantly fluctuating market
berfluktuasi secara signifikan adalah bagian dari upaya conditions is part of the Company's efforts to participate
Perusahaan untuk ikut serta mewujudkan terciptanya in realizing the creation of stable Indonesian capital
kegiatan pasar modal Indonesia yang stabil, menjaga market activities, maintaining the stability of share
stabilitas perdagangan saham di pasar modal dalam trading in the capital market in conditions of high
kondisi volatilitas tinggi dan meningkatkan kepercayaan volatility and increasing investor confidence.
investor.
Pada tanggal 31 Desember 2025, jumlah saham yang As of 31 December 2025, total shares bought back by the
telah dibeli kembali oleh Perusahaan adalah sebanyak Company totaling 190,000,000 shares for a total
190.000.000 saham dengan nilai pembelian sebesar purchase price of Rp 147,314.
Rp 147.314.
f. Surat Berharga yang Diterbitkan f. Securities Issued
Surat berharga yang diterbitkan selama 5 (lima) tahun Securities issued for the last 5 (five) years are as
terakhir adalah sebagai berikut: follows:
Tanggal Jumlah
pencatatan di per seri
Bursa Efek Tanggal Total obligasi/ Status
Indonesia/ efektif/ emisi/ Amount per Tanggal pembayaran/
Surat berharga/ Listing date Effective Amount serial jatuh tempo/ Payment
Securities at IDX date issued bonds Due date status
Obligasi Berkelanjutan V 21 Mei/
BFI Finance Indonesia May 2021
(No.S-66/D.04/2021)
Total limit :
(Rp 6.000.000)
Tahap I Tahun 2021 31 Mei/ 600.000
Seri/Serial A: May 2021 200.000 8 Juni/
June 2022 Lunas/Paid
Seri/Serial B: 400.000 28 Mei/
May 2024 Lunas/Paid
Tahap II Tahun 2021 9 Agustus/ 1.000.000
Seri/Serial A: August 2021 210.000 16 Agustus/
August 2022 Lunas/Paid
Seri/Serial B: 260.000 6 Agustus/
August 2023 Lunas/Paid
Seri/Serial C: 530.000 6 Agustus/
August 2024 Lunas/Paid
Tahap III Tahun 2023 30 Januari/ 1.100.000
Seri/Serial A: January 2023 617.000 7 Februari/
February 2024 Lunas/Paid
Seri/Serial B: 227.000 27 Januari/
January 2025 Lunas/Paid
Seri/Serial C: 256.000 27 Januari/ Belum jatuh tempo/
January 2026 Not yet due
Tahap IV Tahun 2023 17 April 1.600.000
Seri/Serial A: 2023 590.000 24 April
2024 Lunas/Paid
Seri/Serial B: 385.000 14 April
2025 Lunas/Paid
Seri/Serial C: 625.000 14 April Belum jatuh tempo/
2026 Not yet due
Tahap V Tahun 2023 16 Juni/ 1.100.000
Seri/Serial A: June 2023 250.000 25 Juni/
June 2024 Lunas/Paid
Seri/Serial B: 850.000 15 Juni/ Belum jatuh tempo/
June 2026 Not yet due
332 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 333
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit E/11 Exhibit E/11
PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk AND ITS SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2025 FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2025
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
1. UMUM (Lanjutan) 1. GENERAL (Continued)
f. Surat Berharga yang Diterbitkan (Lanjutan) f. Securities Issued (Continued)
Surat berharga yang diterbitkan selama 5 (lima) tahun Securities issued for the last 5 (five) years are as
terakhir adalah sebagai berikut: (Lanjutan) follows: (Continued)
Tanggal
pencatatan di Jumlah
Bursa Efek Total per seri Status
Indonesia/ Tanggal emisi/ obligasi/ Tanggal pembayaran/
Surat berharga/ Listing date efektif/ Amount Amount per jatuh tempo/ Payment
Securities at IDX Effective issued serial Due date status
Obligasi Berkelanjutan VI 18 September
BFI Finance Indonesia 2024
(No.S-130/D.04/2024)
Total limit :
(Rp 6.000.000)
Tahap I Tahun 2024 26 September 600.000
Seri/Serial A: 2024 100.000 5 Oktober/
October 2025 Lunas/Paid
Seri/Serial B: 200.000 25 September Belum jatuh tempo/
2026 Not yet due
Seri/Serial C: 300.000 25 September Belum jatuh tempo/
2027 Not yet due
Tahap II Tahun 2025 18 Juni/ 1.000.000
Seri/Serial A: June 2025 414.300 27 Juni/ Belum jatuh tempo/
June 2026 Not yet due
Seri/Serial B: 265.700 17 Juni/ Belum jatuh tempo/
June 2027 Not yet due
Seri/Serial C: 320.000 17 Juni/ Belum jatuh tempo/
June 2028 Not yet due
g. Dewan Komisaris, Direksi, Dewan Pengawas Syariah, g. Board of Commissioners, Board of Directors, Sharia
Komite Audit, Internal Audit, Sekretaris Perusahaan Supervisory Board, Audit Committee, Internal Audit,
dan Karyawan Corporate Secretary and Employees
Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 4 Based on Deed of Meeting Decision Letter No. 4 dated
tanggal 15 September 2025 yang dibuat di hadapan Shanti 15 September 2025 made before Shanti Indah Lestari,
Indah Lestari, S.H., M.Kn, Notaris di Kabupaten S.H., M.Kn, Notary in Tangerang District, which has been
Tangerang, yang telah diterima dan dicatat pada accepted and recorded by the Ministry of Law of the
Kementerian Hukum Republik Indonesia dalam Surat Republic of Indonesia in its Decision Letter No. AHU-
No. AHU-AH.01.09-0340039 tanggal 19 September 2025, AH.01.09-0340039 dated 19 September 2025, the
susunan Dewan Komisaris, Direksi dan Dewan Pengawas composition of the Company’s Board of Commisioners,
Syariah Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2025 Board of Directors and Sharia Supervisory Board as of
adalah sebagai berikut: 31 December 2025 are as follows:
31 Desember/December 2025
Dewan Komisaris Board of Commissioners
Presiden Komisaris : Francis Lay Sioe Ho* : President Commissioner
Komisaris : Kusmayanto Kadiman : Commissioner
Komisaris : Saurabh Narayan Agarwal : Commissioner
Komisaris (Independen) : Johanes Sutrisno : Commissioner (Independent)
Komisaris (Independen) : Alfonso Napitupulu : Commissioner (Independent)
Direksi Board of Directors
Presiden Direktur : Sutadi* : President Director
Direktur Keuangan : Sudjono : Finance Director
Direktur Transformasi : Goklas : Transformation Director
Direktur Marketing : Tan Rudy Eddywidjaja : Marketing Director
Direktur Aset Management : Iwan : Asset Management Director
Dewan Pengawas Syariah Sharia Supervisory Board
Ketua : Asrori S. Karni : Chairman
Anggota : Helda Rahmi Sina : Member
*) Mengangkat Francis Lay Sioe Ho sebagai Presiden Komisaris Perseroan, *) Appointed Francis Lay Sioe Ho as President Appointed Francis Lay Sioe
menggantikan Kusmayanto Kadiman dan mengangkat Sutadi sebagai Ho as President Commissioner of the Company, replacing Kusmayanto
Presiden Direktur Perseroan Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Kadiman Commissioner of the Company and appointed Sutadi as the new
Rapat No. 4 tanggal 30 Januari 2025 President Director of the Company Based on Deed of Meeting Decision
Letter No. 4 dated 30 January 2025.
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 333
Page 334
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit E/12 Exhibit E/12
PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk AND ITS SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2025 FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2025
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
1. UMUM (Lanjutan) 1. GENERAL (Continued)
g. Dewan Komisaris, Direksi, Dewan Pengawas Syariah, g. Board of Commissioners, Board of Directors, Sharia
Komite Audit, Internal Audit, Sekretaris Perusahaan Supervisory Board, Audit Committee, Internal Audit,
dan Karyawan (Lanjutan) Corporate Secretary and Employees (Continued)
Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 7 Based on Deed of Meeting Decision Letter No. 7 dated
tanggal 22 Mei 2024 yang dibuat di hadapan Shanti Indah 22 May 2024 made before Shanti Indah Lestari, S.H.,
Lestari, S.H., M.Kn, Notaris di Kabupaten Tangerang, M.Kn, Notary in Tangerang District, which has been
yang telah diterima dan dicatat pada Kementerian Hukum accepted and recorded by the Ministry of Law and Human
dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Rights of the Republic of Indonesia in its Decision Letter
No.AHU-AH.01.09-0210827 tanggal 6 Juni 2024, No. AHU-AH.01.09-0210827 dated 6 June 2024, as stated
sebagaimana ditegaskan kembali dalam Akta Pernyataan in the Deed of Meeting Decision Letter No. 5 dated
Keputusan Rapat No. 5 tanggal 12 November 2024 yang 12 November 2024 made before Shanti Indah Lestari,
dibuat di hadapan Shanti Indah Lestari, S.H., M.Kn, S.H., M.Kn, Notary in Tangerang District, which has been
Notaris di Kabupaten Tangerang, yang telah diterima dan accepted and recorded by the Ministry of Law and Human
dicatat pada Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Rights of the Republic of Indonesia in its Decision Letter
Republik Indonesia dalam Surat No. AHU-AH.01.09- No. AHU-AH.01.09-0277608 dated 20 November 2024, the
0277608 tanggal 20 November 2024, susunan Dewan composition of the Company’s Board of Commisioners,
Komisaris, Direksi dan Dewan Pengawas Syariah Board of Directors and Sharia Supervisory Board as of
Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2024 adalah 31 December 2024 are as follows:
sebagai berikut:
31 Desember/December 2024
Dewan Komisaris Board of Commissioners
Presiden Komisaris : Kusmayanto Kadiman : President Commissioner
Komisaris (Independen) : Johanes Sutrisno : Commissioner (Independent)
Komisaris (Independen) : Alfonso Napitupulu : Commissioner (Independent)
Komisaris : Sunata Tjiterosampurno** : Commissioner
Komisaris : Saurabh Narayan Agarwal : Commissioner
Direksi Board of Directors
Presiden Direktur : Francis Lay Sioe Ho* : President Director
Direktur Bisnis & Manajemen Aset : Sutadi : Business & Asset Management Director
Direktur Keuangan : Sudjono : Finance Director
Direktur Operasional : Andrew Adiwijanto* : Operations Director
Direktur Transformasi : Goklas : Transformation Director
*) Francis Lay Sioe Ho dan Andrew Adiwijanto mengundurkan diri selaku *) Francis Lay Sioe Ho and Andrew Adiwijanto has resigned as the
Presiden Direktur dan Direktur Operasional berdasarkan surat tertanggal Company’s President Director and Operations Director based on letter
27 Desember 2024 dan Keterbukaan Informasi tertanggal 30 Desember dated 27 December 2024 and Information Disclosure dated 30 December
2024 serta pengunduran diri tersebut telah diterima dan disahkan dalam 2024 and the resignation has been accepted and ratified at the
Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa tanggal 30 Januari 2025 Extraordinary General Meeting of Shareholders on 30 January 2025.
**) Sunata Tjiterosampurno mengundurkan diri selaku Komisaris berdasarkan **) Sunata Tjiterosampurno has resigned as the Commissioner based on
surat dan Keterbukaan Informasi tertanggal 18 Juni 2025 serta letter and Information Disclosure dated 18 June 2025 and the
pengunduran diri tersebut telah diterima dan disahkan dalam Rapat Umum resignation has been accepted and ratified at the Extraordinary
Pemegang Saham Luar Biasa tanggal 15 September 2025 General Meeting of Shareholders on 15 September 2025
Dewan Pengawas Syariah Sharia Supervisory Board
Ketua : Asrori S. Karni : Chairman
Anggota : Helda Rahmi Sina : Member
Susunan Komite Audit Perusahaan dan Entitas Anaknya The composition of the Audit Committee of the Company
pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 adalah sebagai and Its Subsidiary as of 31 December 2025 and 2024 are
berikut: as follows:
Komite Audit Audit Committee
Ketua : Johanes Sutrisno : Chairman
Anggota : Edy Sugito : Member
Anggota : Friso Palilingan : Member
Internal Audit Internal Audit
Berdasarkan Surat Keputusan Direksi Perusahaan Based on the Virtue of the Board of Directors of
No. SK/BOD/VII/14-009 tanggal 16 Juli 2014, yang the Company No. SK/BOD/VII/14-009 dated 16 July 2014,
dikukuhkan kembali dengan Surat Keputusan Direksi that was reaffirmed by the Company's Board of Directors'
Perusahaan No. SK/AUDIT/25-0335 tanggal 19 September Decree No. SK/AUDIT/25-0335 dated 19 September
2025, Kepala Unit Internal Audit Perusahaan pada tanggal 2025, Head of Internal Audit Unit of the Company as of
31 Desember 2025 dan 2024 adalah Fledy Rizmara. 31 December 2025 and 2024 is Fledy Rizmara.
334 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 335
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit E/13 Exhibit E/13
PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk AND ITS SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2025 FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2025
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
1. UMUM (Lanjutan) 1. GENERAL (Continued)
g. Dewan Komisaris, Direksi, Dewan Pengawas Syariah, g. Board of Commissioners, Board of Directors, Sharia
Komite Audit, Internal Audit, Sekretaris Perusahaan Supervisory Board, Audit Committee, Internal Audit,
dan Karyawan (Lanjutan) Corporate Secretary and Employees (Continued)
Sekretaris Perusahaan Corporate Secretary
Berdasarkan Surat Keputusan Direksi Perusahaan No. Based on the Virtue of the Board of Directors
SK/BOD/I/25-0017 tanggal 31 Januari 2025, Sekretaris of the Company No. SK/BOD/I/25-0017 dated
Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2025 adalah Budi 31 January 2025, Corporate Secretary as of
Darwan Munthe. 31 December 2025 is Budi Darwan Munthe.
Berdasarkan Surat Keputusan Direksi Perusahaan Based on the Virtue of the Board of Directors
No. BOD-BOC/VI/2014-0011 tanggal 24 Juni 2014, of the Company No. BOD-BOC/VI/2014-0011 dated
Sekretaris Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2024 24 June 2014, Corporate Secretary as of 31 December
adalah Sudjono. 2024 is Sudjono.
Karyawan Employees
Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, Perusahaan dan As of 31 December 2025 and 2024, the Company and Its
Entitas Anaknya mempunyai 5.663 dan 5.743 karyawan Subsidiary have 5,663 and 5,743 permanent employees;
tetap; dan 4.877 dan 4.455 karyawan tidak tetap. and 4,877 and 4,455 non-permanent employees.
Personil manajemen kunci Perusahaan mencakup anggota Key management personnel of the Company consist of
Dewan Komisaris dan Direksi. members of Board of Commissioners and Board of
Directors.
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL 2. MATERIAL ACCOUNTING POLICY INFORMATION
Kebijakan-kebijakan akuntansi di bawah ini telah diterapkan The significant accounting policies set out below have been
secara konsisten pada seluruh periode yang disajikan dalam applied consistently to all periods presented in these
laporan keuangan konsolidasian ini. consolidated financial statements.
Laporan keuangan konsolidasian Perusahaan dan Entitas The consolidated financial statements of the Company and
Anaknya disetujui untuk diterbitkan oleh Direksi pada tanggal Its Subsidiary were authorized for issuance by Board of
5 Maret 2026. Directors on 5 March 2026.
a. Pernyataan Kepatuhan a. Statement of Compliance
Laporan keuangan konsolidasian telah disusun dan The consolidated financial statements have been
disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di prepared and presented in accordance with Indonesian
Indonesia (“PSAK”), termasuk Interpretasi Standar Financial Accounting Standards (“IFAS”), which includes
Akuntansi Keuangan, yang diterbitkan oleh Ikatan the Interpretations of Financial Accounting Standards,
Akuntan Indonesia (IAI) dan Peraturan Badan Pengawas issued by the Indonesian Institute of Accountants
Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (“Bapepam-LK”, yang and the Capital Market and Financial Institution
fungsinya dialihkan kepada Otoritas Jasa Keuangan Supervisory Agency (“Bapepam-LK”, which the function
(“OJK”) sejak tanggal 1 Januari 2013) No. VIII.G.7 tentang has been transferred to Financial Service Authority
“Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten (“OJK”) since 1 January 2013) Regulation No. VIII.G.7
atau Perusahaan Publik” yang terdapat dalam Lampiran regarding “Emiten or Public Company’s Financial
Keputusan Ketua Bapepam-LK No. KEP-347/BL/2012 Statements Presentation and Disclosure Guidelines” as
tanggal 25 Juni 2012. included in the Appendix of the Decision Decree of the
Chairman of Bapepam-LK No. KEP-347/BL/2012 dated
25 June 2012.
b. Dasar Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasian b. Basis of Preparation of the Consolidated Financial
Statements
Laporan keuangan konsolidasian, kecuali laporan arus kas The consolidated financial statements, except the
konsolidasian, disusun atas dasar akrual dan berdasarkan consolidated statement of cash flows, were prepared on
konsep nilai historis, kecuali untuk instrumen keuangan the accrual basis and under the historical cost concepts,
derivatif yang diukur pada nilai wajar dan utang atas excepts for derivative financial instruments which are
kewajiban imbalan pasca-kerja yang diakui sebesar nilai measured at fair value and the liability for post-
kini kewajiban imbalan pasti dikurangi dengan nilai wajar employment benefit obligations which is recognized at
aset program. the present value of defined benefit obligations less the
fair value of plan asset.
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 335
Page 336
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit E/14 Exhibit E/14
PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk AND ITS SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2025 FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2025
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan) 2. MATERIAL ACCOUNTING POLICY INFORMATION (Continued)
b. Dasar Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasian b. Basis of Preparation of the Consolidated Financial
(Lanjutan) Statements (Continued)
Laporan arus kas konsolidasian disusun dengan The consolidated statement of cash flows are prepared
menggunakan metode langsung dengan mengelompokkan based on the direct method by classifying cash flows on
arus kas ke dalam aktivitas operasi, investasi dan the basis of operating, investing and financing activities.
pendanaan.
Seluruh angka dalam laporan keuangan konsolidasian ini Figures in the consolidated financial statements are
dibulatkan menjadi dan disajikan dalam jutaan Rupiah rounded to and expressed in millions of Rupiah, unless
yang terdekat, kecuali dinyatakan lain. otherwise stated.
Transaksi-transaksi yang termasuk dalam laporan Items included in the consolidated financial statements
keuangan konsolidasian pada tiap entitas diukur dengan of each entities are measured using the currency of
mata uang lingkungan ekonomi utama di mana entitas primary economic environment in which the entity
beroperasi (mata uang fungsional). Laporan keuangan operates (the functional currency). The consolidated
konsolidasian disajikan dalam Rupiah, yang merupakan financial statements are presented in Rupiah, which is
mata uang fungsional dan penyajian Perusahaan dan the Company and Its Subsidiary’ functional and
Entitas Anaknya. presentation currency.
Kebijakan-kebijakan akuntansi di bawah ini telah The significant accounting policies set out below have
ditetapkan secara konsisten pada seluruh periode yang been applied consistenly to all periods presented in
disajikan dalam laporan keuangan ini. these financial statements.
c. Perubahan Kebijakan Akuntansi c. Change in Accounting Policies
Perubahan pada pernyataan standar akuntansi Changes to the statements of financial accounting
keuangan dan interpretasi pernyataan standar standards and interpretations of statement of
akuntansi keuangan financial accounting standards
Penerapan dari revisi standar berikut yang berlaku The adoption of these amended standards, which are
efektif mulai 1 Januari 2025 tidak menimbulkan effective beginning 1 January 2025 did not result in
perubahan substansial terhadap kebijakan akuntansi substantial changes to the Company’s accounting policies
Perusahaan dan pengaruh yang material atas jumlah yang and had no material impact on the amounts reported for
dilaporkan atas tahun berjalan atau tahun sebelumnya, the current or prior financial years, as follows :
sebagai berikut :
- Amendemen PSAK 221 “Pengaruh Perubahan Kurs - Amendment of SFAS 221 “The Effects of Changes in
Valuta Asing” – Kekurangan Ketertukaran; Foreign Exchange Rates” – Lack of Exchangeability;
- PSAK 117 “Kontrak Asuransi”. - SFAS 117 “Insurance Contract”.
Penerapan dari revisi standar berikut yang berlaku efektif The adoption of these amended standards, which are
mulai 1 Januari 2026 tidak menimbulkan perubahan effective beginning 1 January 2026 did not result in
substansial terhadap kebijakan akuntansi Perusahaan dan substantial changes to the Company’s accounting
pengaruh yang material atas jumlah yang dilaporkan tahun policies and had no material impact on the amounts
berjalan atau tahun sebelumnya, sebagai berikut : reported for the current or prior financial years, as
follows:
- Amendemen PSAK 109 dan PSAK 107 “Pengungkapan - Amendment of SFAS 109 and SFAS 107 “Classification
tentang Klasifikasi dan Pengukuran Instrumen and Measurement of Financial Instruments”;
Keuangan”;
- Amendemen PSAK 109 dan PSAK 107 terkait Kontrak - Amendments to SFAS 109 and SFAS 107 of Contracts
yang Mengacu pada Listrik Bergantung Alam. Referencing Nature-dependent Electricity.
Penerapan dari standar baru yang berlaku efektif The adoption of the new standar is effective on
1 Januari 2027 dengan penerapan retrospektif diwajibkan, 1 January 2027 with retrospective application is
sehingga informasi komparatif untuk tahun yang berakhir required, and so the comparative information for the
31 Desember 2026 disajikan ulang sesuai dengan standar financial year ending 31 December 2026 will be restated
ini: accordance with this standard:
- PSAK 118 ”Penyajian dan Pengungkapan dalam Laporan - SFAS 118 ”Presentation and Disclosure in Financial
Keuangan”. Statements”.
336 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 337
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit E/15 Exhibit E/15
PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk AND ITS SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2025 FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2025
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan) 2. MATERIAL ACCOUNTING POLICY INFORMATION (Continued)
d. Prinsip Konsolidasian d. Principles of Consolidation
Laporan keuangan konsolidasian meliputi laporan The consolidated financial statement consists of the
keuangan Perusahaan dan Entitas Anak. Transaksi antar Company and Its Subsidiary financial statements.
entitas dan saldo antara Perusahaan dan Entitas anak Intercompany transactions and balance between The
dieliminasi secara penuh. Company and Its Subsidiary are therefore eliminated in
full.
Entitas Anak merupakan investee yang dikendalikan oleh A subsidiary is when an entity has control over an
Perusahaan. Perusahaan mengendalikan investee jika investee. The entity controls an investee if all three of
tiga elemen berikut terpenuhi: pengendalian atas the following elements are present: power over the
investee, eksposur atas hak imbal hasil variable dari investee, exposure to variable returns from the investee,
keterlibatannya dengan investee, dan kemampuan untuk and the ability of the investor to use its power to affect
menggunakan pengendaliannya atas investee untuk those variable returns. Control is reassessed whenever
mempengaruhi jumlah imbal hasil variabel dari investor. facts and circumstances indicate that there may be a
Pengendalian dapat dikaji kembali ketika fakta dan change in any of these elements of control.
kondisi mengindikasikan terdapat kemungkinan
perubahan pada elemen pengendalian tersebut.
Kepentingan nonpengendali merupakan proporsi atas Non-controlling interests represent the proportion of the
hasil usaha dan aset neto Entitas Anak yang tidak results and net assets of Subsidiary not attributable to
diatribusikan pada Perusahaan. the Company.
Perusahaan mengakui kepentingan nonpengendali The Company recognizes any non-controlling interest in
pada pihak yang diakuisisi baik sebesar nilai wajar atau the acquiree on an acquisitions-by-acquisition basis,
sebesar bagian proporsional kepentingan nonpengendali either at fair value or at the non-controlling interest
atas aset neto pihak yang diakuisisi. Kepentingan proportionate share of the acquiree’s net assets. Non-
nonpengendali disajikan di ekuitas dalam laporan posisi controlling interests is reported as equity in the
keuangan konsolidasian, terpisah dari ekuitas pemilik consolidated statement of financial position, separate
Entitas Induk. from the owner of the Parent’s equity.
e. Aset dan Liabilitas Keuangan e. Financial Assets and Liabilities
Aset keuangan diklasifikasikan ke dalam kategori Financial assets are classified in categories of
(i) diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi, (i) fair value through profit or loss, (ii) amortised cost,
(ii) biaya perolehan diamortisasi, dan (iii) aset keuangan and (iii) fair value through other comprehensive
yang diukur pada nilai wajar pendapatan komprehensif income. At initial measurement, financial assets
lain. Pada pengakuan awal, aset keuangan diukur pada determined based on fair value, added with transactions
nilai wajar, ditambah biaya transaksi yang dapat cost attributable direct to financial assets. Management
diatribusikan langsung untuk aset keuangan yang yang determines the classification of its financial assets prior
diukur pada biaya perolehan diamortisasi dan pendapatan initial recognition based on assessment of businesss
komprehensif lain. Manajemen menentukan klasifikasi model for managing the financial assets or contractual
aset keuangan tersebut setelah pengakuan awal aset cashflows give rise to solely payments of principal and
keuangan berdasarkan model bisnis entitas dalam interest.
mengelola aset keuangan atau karakteristik arus kas
kontraktual hanya dari pembayaran pokok dan bunga saja.
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 337
Page 338
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit E/16 Exhibit E/16
PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk AND ITS SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2025 FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2025
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan) 2. MATERIAL ACCOUNTING POLICY INFORMATION (Continued)
e. Aset dan Liabilitas Keuangan (Lanjutan) e. Financial Assets and Liabilities (Continued)
e.1. Klasifikasi e.1. Classification
Perusahaan dan Entitas Anaknya mengklasifikasi aset The Company and Its Subsidiary classify its financial
keuangannya dalam kategori: assets into the following category:
(i) Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar (i) Financial assets at fair value through profit or
melalui laporan laba rugi loss
Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar Financial assets at fair value through profit
melalui laporan laba rugi adalah aset keuangan or loss are financial assets classified as held for
yang diperdagangkan. Entitas dapat menetapkan trading. Entity may determine at initial
pilihan yang tidak dapat dibatalkan pada saat classification of an uncancellable chosen
pengakuan awal atas investasi pada intrumen category of an financial asset on a certain equity
ekuitas tertentu yang pada umumnya diukur pada instrument which commonly measured the fair
nilai wajar melalui laba rugi sehingga perubahan value through profit and loss rise change in the
nilai wajarnya disajikan dalam penghasilan fair value presented under fair value through
komprehensif lain. other comprehensive income.
(ii) Biaya perolehan diamortisasi (ii) Amortised cost
Aset keuangan diukur pada biaya perolehan Financial assets determined under amortised
diamortisasi jika memenuhi kriteria sebagai cost if met criteria as autlined below:
berikut:
a. aset keuangan dikelola dalam bisnis yang a. financial assets held within a business whose
bertujuan untuk memiliki arus kas keuangan objective is to hold financial assets in order
dalam rangka mendapatkan arus kas to collect contractual cashflows; and
kontraktual; dan
b. persyaratan kontraktual aset keuangan yang b. determining contractual financial assets give
menimbulkan arus kas yang hanya dari rise to solely payments of principal and
pembayaran pokok dan bunga. interest.
Pada saat pengakuan awal, aset keuangan diakui Financial assets are initially recognised at fair
pada nilai wajarnya ditambah nilai transaksi dan value plus transaction costs and subsequently
selanjutnya diukur pada biaya perolehan measured at amortised cost using the effective
diamortisasi dengan menggunakan metode suku interest rate method, less provision for
bunga efektif, dikurangi cadangan penurunan impairment.
nilai.
(iii) Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar (iv)(iii) A Fair value through other comprehensive
penghasilan komprehensif lain income
Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar Fair value through other comprehensive income
pendapatan komprehensif lain adalah aset are non-derivative financial assets with fixed or
keuangan non-derivatif dengan pembayaran tetap determined payments and fixed maturities that
atau telah ditentukan dan jatuh temponya telah the management has positive intention and
ditetapkan, serta manajemen mempunyai intensi ability to hold to maturity, other than:
positif dan kemampuan untuk memiliki aset
keuangan tersebut hingga jatuh tempo, kecuali:
a. Aset keuangan dikelola dalam model bisnis a. Financial assets managed under business
yang tujuannya akan terpenuhi dengan model which its objective is to both collect
mendapatkan arus kas kontraktual dan the contractual cash flows and sell the
menjual aset keuangan; dan financial assets; and
b. Persyaratan kontraktual dari aset keuangan b. Contractual cash flows characteristics test
tersebut memberikan hak pada tanggal resulting rights on certain basic term of
tertentu atas arus kas yang hanya dari cashflows meets the solely payments of
pembayaran pokok dan bunga dari jumlah principal and interest.
pokok terutang.
338 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 339
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit E/17 Exhibit E/17
PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk AND ITS SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2025 FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2025
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan) 2. MATERIAL ACCOUNTING POLICY INFORMATION (Continued)
e. Aset dan Liabilitas Keuangan (Lanjutan) e. Financial Assets and Liabilities (Continued)
e.1. Klasifikasi (Lanjutan) e.1. Classification (Continued)
Perusahaan dan Entitas Anaknya mengklasifikasi The Company and Its Subsidiary classify its financial
liabilitas keuangannya dalam kategori: liabilities into the following category:
(i) Liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar (i) Financial liabilities at fair value through
melalui laporan laba rugi profit or loss
Liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar Financial liabilities at fair value through profit
melalui laporan laba rugi adalah liabilitas or loss are financial liabilities classified as held
keuangan yang diperdagangkan. for trading.
Liabilitas keuangan diklasifikasikan sebagai A financial liability is classified as held for
liabilitas keuangan yang diperdagangkan jika trading if it is acquired principally for the
perolehannya ditujukan untuk dijual atau dibeli purpose of selling or repurchasing it in the
kembali dalam waktu dekat dan terdapat adanya short-term and there is evidence of a recent
kecenderungan ambil untung. actual pattern of profit taking.
(ii) Liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya (iii) (ii) Financial liabilities measured at amortized
perolehan diamortisasi cost
Liabilitas keuangan yang tidak diklasifikasikan Financial liabilities that are not classified as at
sebagai liabilitas keuangan yang diukur pada nilai fair value through profit and loss fall into this
wajar melalui laporan laba rugi diklasifikasikan category and are measured at amortized cost.
dalam kategori ini dan diukur pada biaya
perolehan diamortisasi.
Perusahaan dan Entitas Anaknya mengelompokkan The Company and Its Subsidiary classify all of its
seluruh liabilitas keuangannya sebagai liabilitas financial liabilities as other financial liabilities
keuangan lainnya yang diukur pada biaya perolehan measured at amortized cost, except for derivative
diamortisasi, kecuali untuk liabilitas derivatif yang liabilities which are classified as financial
diklasifikasikan sebagai instrumen keuangan yang instruments measured at fair value through profit or
diukur pada nilai wajar melalui laba rugi. loss (“FVTPL”).
e.2. Pengakuan e.2. Recognition
Perusahaan dan Entitas Anaknya pada awalnya The Company and Its Subsidiary initially recognize
mengakui aset dan liabilitas keuangan pada tanggal financial assets and liabilities on the date of their
perolehan aset dan liabilitas keuangan tersebut. origination.
Pada saat pengakuan awal, aset atau liabilitas At initial recognition, the Company and Its
keuangan Perusahaan dan Entitas Anaknya diukur Subsidiary’s financial assets or liabilities are
pada nilai wajar ditambah/dikurangi (untuk instrumen measured at fair value plus/minus (for financial
keuangan yang tidak diukur pada nilai wajar melalui instruments not subsequently measured at fair value
laba rugi setelah pengakuan awal) biaya transaksi through profit or loss) transaction costs that are
yang dapat diatribusikan secara langsung atas directly attributable to the acquisition of financial
perolehan aset keuangan atau penerbitan liabilitas assets or issue of financial liabilities. The
keuangan. Pengukuran aset dan liabilitas keuangan subsequent measurement of financial assets and
setelah pengakuan awal tergantung pada klarifikasi liabilities depends on their classifications.
aset dan liabilitas keuangan tersebut.
Biaya transaksi hanya meliputi biaya-biaya yang dapat Transaction costs include only those costs that are
diatribusikan secara langsung untuk perolehan suatu directly attributable to the acquisition of a financial
aset keuangan atau penerbitan suatu liabilitas asset or issuance of a financial liability and they are
keuangan dan merupakan biaya tambahan yang tidak incremental costs that would not have been incurred
akan terjadi apabila instrumen keuangan tersebut if the instrument had not been acquired or issued.
tidak diperoleh atau diterbitkan. Untuk aset In the case of financial assets, transaction costs are
keuangan, biaya transaksi ditambahkan pada jumlah added to the amount recognized initially, while for
yang diakui pada awal pengakuan aset, sedangkan financial liabilities, transaction costs are deducted
untuk liabilitas keuangan, biaya transaksi dikurangkan from the amount of debt recognized initially.
dari jumlah utang yang diakui pada awal pengakuan
liabilitas.
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 339
Page 340
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit E/18 Exhibit E/18
PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk AND ITS SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2025 FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2025
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan) 2. MATERIAL ACCOUNTING POLICY INFORMATION (Continued)
e. Aset dan Liabilitas Keuangan (Lanjutan) e. Financial Assets and Liabilities (Continued)
e.2. Pengakuan (Lanjutan) e.2. Recognition (Continued)
Biaya transaksi tersebut diamortisasikan selama umur Such transaction costs are amortized over the terms
instrumen berdasarkan metode suku bunga efektif dan of the instruments based on the effective interest
dicatat sebagai bagian dari pendapatan pembiayaan method and are recorded as part of financing income
untuk biaya transaksi sehubungan dengan aset for transaction costs related to financial assets and
keuangan dan sebagai bagian dari beban bunga dan as part of interest and financing charges for
keuangan untuk biaya transaksi sehubungan dengan transaction costs related to financial liabilities.
liabilitas keuangan.
Setelah pengakuan awal, pinjaman yang diberikan dan Subsequent to initial recognition, loans and
piutang dicatat pada biaya perolehan diamortisasi receivables are measured at amortized cost using
dengan menggunakan metode suku bunga efektif. the effective interest method.
Setelah pengakuan awal, Perusahaan mengukur Subsequent to initial recognition, the Company
seluruh liabilitas keuangan dicatat pada biaya measures all financial liabilities at amortized cost
perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode using the effective interest method.
suku bunga efektif.
e.3. Penghentian pengakuan e.3. Derecognition
Perusahaan dan Entitas Anaknya menghentikan The Company and Its Subsidiary derecognize a
pengakuan aset keuangan pada saat hak kontraktual financial asset when the contractual rights to the
atas arus kas yang berasal dari aset keuangan tersebut cash flows from the asset expire, or when the
kadaluarsa, atau pada saat Perusahaan dan Entitas Company and Its Subsidiary transfer the rights to
Anaknya mentransfer seluruh hak untuk menerima receive the contractual cash flows on the financial
arus kas kontraktual dari aset keuangan dalam asset in a transaction in which substantially all the
transaksi di mana Perusahaan secara substansial telah risks and rewards of ownership of the financial asset
mentransfer seluruh risiko dan manfaat atas are transferred. Any interest in transferred
kepemilikan aset keuangan yang ditransfer. Setiap financial assets that is created or retained by the
hak atau kewajiban atas aset keuangan yang Company is recognized as a separate asset or
ditransfer yang timbul atau yang masih dimiliki oleh liability.
Perusahaan diakui sebagai aset atau liabilitas secara
terpisah.
Perusahaan dan Entitas Anaknya menghentikan The Company and Its Subsidiary derecognize
pengakuan piutang pembiayaan pada saat financing receivables at the time when the vehicle
dilakukannya penarikan jaminan kendaraan. Selain collateral has been taken out. In addition, the
itu, Perusahaan menghentikan pengakuan liabilitas Company derecognizes a financial liability when its
keuangan pada saat liabilitas yang ditetapkan dalam contractual obligations are discharged or cancelled
kontrak dilepaskan atau dibatalkan atau kadaluarsa. or expired.
Dalam transaksi di mana Perusahaan dan Entitas In transaction where the Company and Its Subsidiary
Anaknya secara subtansial tidak memiliki atau tidak neither retain nor transfer substantially all the risks
mentransfer seluruh risiko dan manfaat atas and rewards of a financial asset, the Company and
kepemilikan aset keuangan, Perusahaan dan Entitas Its Subsidiary derecognize the asset if it does not
Anaknya menghentikan pengakuan aset tersebut jika retain control over the asset. The right and
Perusahaan tidak lagi memiliki pengendalian atas obligation retained in the transfer are recognized
aset tersebut. Hak dan kewajiban yang timbul atau separately as assets and liabilities as appropriate.
yang masih dimiliki dalam transfer tersebut diakui In transfers where control over the asset is retained,
secara terpisah sebagai aset atau liabilitas. Dalam the Company and Its Subsidiary continue to
transfer di mana pengendalian atas aset masih recognize the asset to the extent of its continuing
dimiliki, Perusahaan dan Entitas Anaknya tetap involvement determined by the extent to which it is
mengakui aset yang ditransfer tersebut sebesar exposed to changes in the value of the transferred
keterlibatan berkelanjutan yang ditentukan oleh asset.
besarnya perubahan nilai aset yang ditransfer.
340 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 341
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit E/19 Exhibit E/19
PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk AND ITS SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2025 FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2025
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan) 2. MATERIAL ACCOUNTING POLICY INFORMATION (Continued)
e. Aset dan Liabilitas Keuangan (Lanjutan) e. Financial Assets and Liabilities (Continued)
e.3. Penghentian pengakuan (Lanjutan) e.3. Derecognition (Continued)
Perusahaan dan Entitas Anaknya menghapusbukukan The Company and Its Subsidiary write off a financing
saldo piutang pembiayaan, pada saat Perusahaan dan receivables, when the Company and Its Subsidiary
Entitas Anaknya menentukan bahwa aset tersebut determine that the asset is uncollectible. This
tidak dapat ditagih lagi. Keputusan ini diambil decision was taken after consideration of
setelah mempertimbangkan informasi seperti telah information such as the occurrence of significant
terjadinya perubahan signifikan pada kemampuan changes to the financial ability of consumers so that
keuangan konsumen sehingga konsumen tidak lagi consumers can no longer pay the loan, or consumer
dapat melunasi liabilitasnya, atau konsumen atau or units being financed cannot be found or is
unit yang dibiayai tidak dapat ditemukan atau controlled by third party or the net realizable value
dikuasai oleh pihak ketiga atau nilai realisasi neto of collateral is not expected to be sufficient to pay
atas jaminan yang dikuasai kembali diperkirakan the entire exposure for the financing receivables.
tidak akan cukup untuk melunasi seluruh ekposur
piutang pembiayaan.
Penerimaan atau pemulihan kembali aset keuangan Collection or recovery of financial assets which had
yang telah dihapusbukukan dicatat sebagai been written-off is recorded as other income.
pendapatan lain-lain.
e.4. Saling hapus e.4. Offsetting
Aset dan liabilitas keuangan dapat saling hapus dan Financial assets and liabilities are offset and the net
nilai netonya disajikan dalam laporan posisi keuangan amount is presented in the statement of financial
jika, dan hanya jika, Perusahaan dan Entitas Anaknya position when and only when, the Company and Its
memiliki hak yang berkekuatan hukum untuk Subsidiary have legally enforceable rights to offset
melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui the recognized amounts and intends either to settle
tersebut dan berniat untuk menyelesaikan secara on a net basis or to realize the asset and settle the
neto atau untuk merealisasikan aset dan liability simultaneously.
menyelesaikan liabilitasnya secara bersamaan.
Pendapatan dan beban disajikan dalam jumlah neto Income and expenses are presented on a net basis
hanya jika diperkenankan oleh standar akuntansi. only when permitted by accounting standards.
e.5. Pengukuran biaya perolehan diamortisasi e.5. Amortized cost measurement
Biaya perolehan diamortisasi dari aset atau liabilitas The amortized cost of a financial asset or liability is
keuangan adalah jumlah aset atau liabilitas keuangan the amount at which the financial asset or liability
yang diukur pada saat pengakuan awal, dikurangi is measured at initial recognition, minus principal
pembayaran pokok, ditambah atau dikurangi dengan repayments, plus or minus the cumulative
amortisasi kumulatif dengan menggunakan metode amortization using the effective interest method of
suku bunga efektif yang dihitung dari selisih antara any difference between the initial amount
nilai awal dan nilai jatuh temponya, dikurangi recognized and the maturity amount, minus any
penyisihan kerugian penurunan nilai. reduction for impairment.
e.6. Identifikasi dan pengukuran penurunan nilai aset e.6. Identification and measurement of impairment
keuangan for financial assets
Penurunan nilai diukur berdasarkan PSAK 109 Impairment of financial assets measured by
mensyaratkan pengakuan segera atas dampak SFAS 109 required immediate recognition of
perubahan kerugian kredit ekspektasian setelah expected credit losses at the initial recognition of
pengakuan awal aset keuangan yang tidak diukur financial assets that are not carried at fair value
pada nilai wajar berdasarkan kerugian kredit measured by expected credit loss. At the initial
ekspektasian. Pada saat pengakuan awal, Perusahaan recognition, the Company and Its Subsidiary
dan Entitas Anaknya mengukur penyisihan kerugian measured allowance of impairment of financial
untuk aset keuangan tersebut sejumlah kerugian assets using 12-months expected credit losses
kredit ekspektasian 12 bulan (Tahap 1). (Stage 1).
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 341
Page 342
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit E/20 Exhibit E/20
PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk AND ITS SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2025 FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2025
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan) 2. MATERIAL ACCOUNTING POLICY INFORMATION (Continued)
e. Aset dan Liabilitas Keuangan (Lanjutan) e. Financial Assets and Liabilities (Continued)
e.6. Identifikasi dan pengukuran penurunan nilai aset e.6. Identification and measurement of impairment
keuangan (Lanjutan) for financial assets (Continued)
Pada setiap tanggal pelaporan, Perusahaan dan The Company and Its Subsidiary at each reporting
Entitas Anaknya mengukur penyisihan kerugian aset date, measured allowance of impairment losses of
keuangan sejumlah kerugian kredit ekspektasian financial assets using lifetime expected credit
sepanjang umurnya, jika risiko kredit atas aset losses if there’s significant increase in credit risk
keuangan tersebut telah meningkat secara signifikan (Stage 2) or become credit impaired (Stage 3).
sejak pengakuan awal (Tahap 2) atau menjadi Otherwise, the Company and Its Subsidiary continue
memburuk (Tahap 3). Jika tidak, Perusahaan dan to measure allowance of impairment losses of
Entitas Anaknya tetap mengukur penyisihan kerugian financial assets using 12-months expected credit
untuk aset keuangan tersebut sejumlah kerugian losses (Stage 1).
kredit ekspektasian 12 bulan (Tahap 1).
Peningkatan risiko kredit yang signifikan dievaluasi Significant increase in credit risk is assessed by
dengan membandingkan risiko wanprestasi suatu aset comparing the risk of default of financial assets at
keuangan pada saat tanggal pelaporan terhadap the reporting date to the origination date. Whether
tanggal pengakuan awal. Penentuan adanya a change in the risk of default is significant or not
peningkatan risiko kredit yang signifikan atau tidak is assessed using several criteria, primarily based on
dievaluasi menggunakan beberapa kriteria, 30 days past due. Financial assets determined as
utamanya jika telah mengalami keterlambatan credit impaired primarily after 90 days past due
pembayaran 30 hari. Aset keuangan dianggap criteria.
menjadi memburuk, utamanya jika telah mengalami
keterlambatan pembayaran 90 hari.
Kerugian kredit ekspektasian diukur dalam suatu Expected credit losses measured in a way that
cara yang mencerminkan: reflects:
Jumlah yang tidak biasa dan rata-rata An unbiased and probability-weighted amount
probabilitas tertimbang yang ditentukan dengan that is determined by evaluating a range of
mengevaluasi serangkaian kemungkinan yang possible outcomes;
dapat terjadi;
Nilai waktu uang; dan The time value of money; and
Informasi yang wajar dan terdukung yang Reasonable and supportable information that is
tersedia tanpa biaya atau upaya berlebihan available without undue cost or effort at the
pada tanggal pelaporan mengenai peristiwa reporting date about past events, current
masa lalu, kondisi kini dan perkiraan kondisi conditions and forecasts of future economic
ekonomi masa depan. conditions.
Penilaian secara individual dilakukan atas aset Individual assessment is performed on the
keuangan yang nilainya signifikan. Aset keuangan significant financial assets. The financial assets that
yang tidak signifikan dan memiliki karakteristik are not individually significant and have similar
risiko kredit yang sejenis dinilai secara kolektif. credit characteristic are assessed collectively.
Dalam mengevaluasi penurunan nilai secara In assessing collective impairment, the Company and
kolektif, Perusahaan dan Entitas Anaknya Its Subsidiary use statistical modeling of historical
menggunakan model statistik dari tren historis atas trends of the probability of default, timing of
probabilitas wanprestasi, waktu pemulihan kembali recoveries and the amount of loss incurred as well
dan jumlah kerugian yang terjadi serta perkiraan as forecasts of future economic conditions adjusted
kondisi ekonomi masa depan yang disesuaikan for management’s judgement as to whether current
dengan pertimbangan manajemen mengenai apakah economic and credit conditions are such that the
kondisi ekonomi dan kredit terkini sedemikian rupa actual losses are likely to be greater or less than
sehingga dapat mengakibatkan kerugian aktual yang suggested by historical modeling. Default rates, loss
jumlahnya akan lebih besar atau lebih kecil rates and the expected timing of future recoveries
daripada jumlah yang ditentukan oleh model are reqularly benchmarked against actual outcomes
historis. Tingkat wanprestasi, tingkat kerugian dan to ensure that they remain appropriate.
waktu yang diharapkan untuk pemulihan di masa
datang akan diperbandingkan secara berkala
terhadap hasil aktual untuk memastikan estimasi
tersebut masih tepat.
342 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 343
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit E/21 Exhibit E/21
PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk AND ITS SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2025 FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2025
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan) 2. MATERIAL ACCOUNTING POLICY INFORMATION (Continued)
e. Aset dan Liabilitas Keuangan (Lanjutan) e. Financial Assets and Liabilities (Continued)
e.6. Identifikasi dan pengukuran penurunan nilai aset e.6. Identification and measurement of impairment
keuangan (Lanjutan) for financial assets (Continued)
Ketika peristiwa yang terjadi setelah penurunan When a subsequent event causes the amount of
nilai menyebabkan jumlah kerugian penurunan nilai impairment loss to decrease, the previously
berkurang, kerugian penurunan nilai yang recognized impairment loss is reversed by adjusting
sebelumnya diakui harus dipulihkan, dengan the allowance for impairment losses. The amount of
menyesuaikan akun cadangan. Jumlah pemulihan the reversal is recognized in the current year profit
aset keuangan diakui pada laba rugi tahun berjalan. or loss.
e.7. Pengukuran nilai wajar e.7. Fair value measurement
Nilai wajar adalah harga yang akan diterima untuk Fair value is the price that would be received to sell
menjual suatu aset atau harga yang akan dibayar an asset or paid to transfer a liability in an orderly
untuk mengalihkan suatu liabilitas dalam transaksi transaction between market participants at the
teratur (orderly transaction) antara pelaku pasar measurement date in the principal market or, in its
(market participants) pada tanggal pengukuran di absence, the most advantageous market to which
pasar utama atau, jika tidak terdapat pasar utama, the Company and Its Subsidiary have access at that
di pasar yang paling menguntungkan dimana date. The fair value of a liability reflects its non-
Perusahaan dan Entitas Anaknya memiliki akses performance risk.
pada tanggal tersebut. Nilai wajar liabilitas
mencerminkan risiko wanprestasinya.
Jika tersedia, Perusahaan dan Entitas Anaknya When available, the Company and Its Subsidiary
mengukur nilai wajar instrumen keuangan dengan measure the fair value of an instrument using
menggunakan harga kuotasi di pasar aktif untuk quoted prices in an active market for that
instrumen tersebut. Suatu pasar dianggap aktif jika instrument. A market is regarded as active if quoted
harga kuotasi sewaktu-waktu dan secara berkala prices are readily and regularly occurring market
tersedia dan mencerminkan transaksi pasar yang transactions on an arm’s length basis.
aktual dan rutin dalam suatu transaksi yang wajar.
Jika pasar untuk suatu instrumen keuangan tidak If a market for a financial instrument is not active,
aktif, Perusahaan dan Entitas Anaknya menentukan the Company and Its Subsidiary establish fair value
nilai wajar dengan menggunakan teknik penilaian. using a valuation technique. Valuation techniques
Teknik penilaian mencakup penggunaan transaksi include using recent arm’s length transactions
pasar terkini yang dilakukan secara wajar oleh between knowledgeable and willing parties, and if
pihak-pihak yang memahami, berkeinginan, dan jika available, reference to the current fair value of
tersedia, referensi atas nilai wajar terkini dari other instruments that are substantially the same,
instrumen lain yang secara substansial sama, discounted cash flows analysis and option pricing
penggunaan analisa arus kas yang didiskonto dan models.
penggunaan model penetapan harga opsi (option
pricing model).
Teknik penilaian yang dipilih memaksimalkan The chosen valuation technique makes maximum
penggunaan input pasar, dan meminimalkan use of market inputs, relies as little as possible on
penggunaan taksiran yang bersifat spesifik dari estimates specific to the Company and Its
Perusahaan dan Entitas Anaknya, memasukkan Subsidiary, incorporate all factors that market
semua faktor yang akan dipertimbangkan oleh para participants would consider in setting a price,
pelaku pasar dalam menetapkan suatu harga dan and is consistent with accepted economic
konsisten dengan metodologi ekonomi yang diterima methodologies for pricing financial instruments.
dalam penetapan harga instrumen keuangan. Input Inputs to valuation techniques reasonably represent
yang digunakan dalam teknik penilaian secara market expectations and measures of the risk-
memadai mencerminkan ekspektasi pasar dan return factors inherent in the financial instrument.
ukuran atas faktor risiko dan pengembalian (risk- The Company and Its Subsidiary calibrate valuation
return) yang melekat pada instrumen keuangan. techniques and tests them for validity using prices
Perusahaan dan Entitas Anaknya mengkalibrasi from observable current market transactions in the
teknik penilaian dan menguji validitasnya dengan same instrument or based on other available
menggunakan harga-harga dari transaksi pasar observable market data.
terkini yang dapat diobservasi untuk instrumen yang
sama atau atas dasar data pasar lainnya yang
tersedia yang dapat diobservasi.
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 343
Page 344
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit E/22 Exhibit E/22
PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk AND ITS SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2025 FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2025
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan) 2. MATERIAL ACCOUNTING POLICY INFORMATION (Continued)
e. Aset dan Liabilitas Keuangan (Lanjutan) e. Financial Assets and Liabilities (Continued)
e.7. Pengukuran nilai wajar (Lanjutan) e.7. Fair value measurement (Continued)
Bukti terbaik atas nilai wajar instrumen keuangan The best evidence of the fair value of a financial
pada saat pengakuan awal adalah harga transaksi, instrument at initial recognition is the transaction
yaitu nilai wajar dari pembayaran yang diberikan price, i.e., the fair value of the consideration
atau diterima, kecuali jika nilai wajar dari given or received, unless the fair value of that
instrumen keuangan tersebut ditentukan dengan instrument is evidenced by comparison with the
perbandingan dengan transaksi pasar terkini yang other observable current market transactions in
dapat diobservasi dari suatu instrumen yang sama the same instrument (i.e., without modification
(yaitu tanpa modifikasi atau pengemasan ulang), or repackaging), or based on a valuation technique
atau berdasarkan suatu teknik penilaian yang whose variables include only data from observable
variabelnya hanya menggunakan data dari pasar markets. When transaction price provides the best
yang dapat diobservasi. Jika harga transaksi evidence of fair value at initial recognition, the
memberikan bukti terbaik atas nilai wajar pada saat financial instrument is initially measured at the
pengakuan awal, maka instrumen keuangan pada transaction price and any difference between this
awalnya diukur pada harga transaksi dan selisih price and the value initially obtained from a
antara harga transaksi dan nilai yang sebelumnya valuation model is subsequently recognized in
diperoleh dari model penilaian diakui dalam laporan the statement of profit or loss depending on the
laba rugi setelah pengakuan awal tergantung pada individual facts and circumstances of the
masing-masing fakta dan keadaan dari transaksi transaction but not later than when the valuation is
tersebut namun tidak lebih lambat dari saat supported wholly by observable market data or the
penilaian tersebut didukung sepenuhnya oleh data transaction is closed out.
pasar yang dapat diobservasi atau saat transaksi
ditutup.
Nilai wajar mencerminkan risiko kredit atas Fair values reflect the credit risk of the financial
instrumen keuangan dan termasuk penyesuaian yang instruments and include adjustments to take into
dilakukan untuk memasukkan risiko kredit account the credit risk of the Company and
Perusahaan dan pihak lawan, mana yang lebih counterparty where appropriate. Fair value
sesuai. Taksiran nilai wajar yang diperoleh dari estimates obtained from models are adjusted for
model penilaian akan disesuaikan untuk any other factors, such as liquidity risk or valuation
mempertimbangkan faktor-faktor lainnya, seperti model uncertainties, to the extent that the
risiko likuiditas atau ketidakpastian model Company believes a third-party market
penilaian, sepanjang Perusahaan yakin bahwa participation would take them into account in
keterlibatan suatu pasar pihak ketiga akan pricing a transaction.
mempertimbangkan faktor-faktor tersebut dalam
penetapan harga suatu transaksi.
f. Kas dan Setara Kas f. Cash and Cash Equivalents
Kas dan setara kas terdiri dari kas, kas di bank dan Cash and cash equivalents consist of cash on hand, cash
deposito berjangka yang akan jatuh tempo dalam waktu in banks and time deposits with a maturity period of six
enam bulan atau kurang sejak tanggal penempatan, months or less since the date of placement, as long as
sepanjang deposito berjangka tersebut tidak digunakan these time deposits are not pledged as collaterals for
sebagai jaminan atas pinjaman yang diterima, serta tidak borrowings nor restricted. Cash and cash equivalents are
dibatasi penggunaannya. Kas dan setara kas classified as amortized costs (Note 2e).
diklasifikasikan sebagai biaya perolehan diamortisasi
(Catatan 2e).
344 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 345
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit E/23 Exhibit E/23
PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk AND ITS SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2025 FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2025
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan) 2. MATERIAL ACCOUNTING POLICY INFORMATION (Continued)
g. Transaksi dengan Pihak-Pihak Berelasi g. Related Party Transactions
Perusahaan melakukan transaksi dengan pihak berelasi. The Company has transactions with related parties. The
Sesuai dengan PSAK 224 “Pengungkapan Pihak-Pihak definition of related parties used is in accordance with
Berelasi”, yang dimaksud dengan pihak yang berelasi the SFAS 224 “Related Party Disclosures”, the meaning of
adalah orang atau entitas yang berelasi dengan entitas related party is a person or entity that is related to a
pelapor sebagai berikut: reporting entity as follows:
(1) Orang atau anggota keluarga terdekatnya berelasi (1) A person or a close member of that person’s
dengan entitas pelapor jika orang tersebut: family is related to a reporting entity if that
person:
(a) memiliki pengendalian atau pengendalian (a) has control or joint control over the
bersama terhadap entitas pelapor; reporting entity;
(b) memiliki pengaruh signifikan terhadap (b) has significant influence over the reporting
entitas pelapor; atau entity; or
(c) personil manajemen kunci entitas pelapor (c) is a member of the key management
atau entitas induk pelapor. personnel of the reporting entity or of a
parent of the reporting entity.
(2) Suatu entitas berelasi dengan entitas pelapor jika (2) An entity is related to a reporting entity if any of
memenuhi hal-hal sebagai berikut: the following conditions applies:
(a) entitas dan entitas pelapor adalah anggota (a) the entity and the reporting entity are
dari kelompok usaha yang sama (artinya members of the same group (which means
entitas induk, entitas anak, dan entitas anak that each parent, subsidiary and fellow
berikutnya terkait dengan entitas lain); subsidiary is related to the others);
(b) satu entitas adalah entitas asosiasi atau (b) one entity is an associate or joint venture of
ventura bersama dari entitas lain (atau the other entity (or an associate or joint
entitas asosiasi atau ventura bersama yang venture of member of a Company of which
merupakan anggota suatu kelompok usaha, the other entity is a member);
dimana entitas lain tersebut adalah
anggotanya);
(c) kedua entitas tersebut adalah ventura (c) both entities are joint ventures of the same
bersama dari pihak ketiga yang sama; third party;
(d) satu entitas adalah ventura bersama dari (d) one entity is a joint venture of a third entity
entitas ketiga dan entitas yang lain adalah and the other entity is an associate of the
entitas asosiasi dari entitas ketiga; third entity;
(e) entitas tersebut adalah suatu program (e) the entity is a post-employment benefit plan
imbalan pasca-kerja untuk imbalan kerja dari for the benefit of employees of either the
suatu entitas pelapor atau entitas yang reporting entity or an entity related to the
terkait dengan entitas pelapor. Jika entitas reporting entity. If the reporting entity is
pelapor adalah entitas yang itself such a plan, the sponsoring entities are
menyelenggarakan program tersebut, maka also related to the reporting entity;
entitas sponsor juga berelasi dengan entitas
pelapor;
(f) entitas yang dikendalikan atau dikendalikan (f) the entity is controlled or jointly controlled
bersama oleh orang yang diidentifikasi dalam by a person identified in (1);
angka (1);
(g) orang yang diidentifikasi dalam angka (1) (g) a person identified in (1)(a) has significant
huruf (a) memiliki pengaruh signifikan influence over the entity or is a member of
terhadap entitas atau personil manajemen the key management personnel of the entity
kunci entitas (atau entitas induk dari (or of a parent of the entity);
entitas);
(h) entitas, atau anggota dari kelompok di mana (h) the entity, or any member of a group of
entitas merupakan bagian dari kelompok which it is a part, provides key management
tersebut, menyediakan jasa personil personnel services to the reporting entity or
manajemen kunci kepada entitas pelapor to the parent of the reporting entity.
atau kepada entitas induk dari entitas
pelapor.
Jenis transaksi dan saldo dengan pihak-pihak berelasi The nature of transactions and balances of accounts with
diungkapkan pada Catatan 29. related parties are disclosed in Note 29.
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 345
Page 346
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit E/24 Exhibit E/24
PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk AND ITS SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2025 FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2025
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan) 2. MATERIAL ACCOUNTING POLICY INFORMATION (Continued)
h. Piutang Pembiayaan h. Financing Receivables
Perusahaan dan Entitas Anaknya mengakui aset berupa The Company and Its Subsidiary recognizes assets as
piutang pembiayaan sebesar jumlah yang sama dengan financing receivables and present them at an amount
piutang neto. Penerimaan piutang diperlakukan sebagai equal to the net financing receivables. Receivables
pembayaran pokok dan pendapatan pembiayaan. payment is treated as repayment of principal and
Pengakuan pendapatan pembiayaan didasarkan pada financing income. The recognition of financing income is
suatu pola yang mencerminkan suatu tingkat based on a pattern reflecting a constant periodic rate of
pengembalian periodik yang konstan atas investasi return on the Company’s financing receivables.
Perusahaan.
Penyelesaian kontrak sebelum masa pembiayaan berakhir Early termination of a contract is treated as
diperlakukan sebagai pembatalan kontrak pembiayaan a cancellation of an existing contract and the resulting
dan pendapatan yang timbul terkait penyelesaian kontrak income related to this early termination of a contract is
ini diakui dalam laba rugi tahun berjalan. recognized in the current year profit or loss.
Restrukturisasi pembiayaan konsumen berupa modifikasi Restructuring of customer financing is a modification of
persyaratan kredit. Pembiayaan yang direstrukturiasi the terms of the loans. Restructured financing are stated
disajikan sebesar nilai kini atas arus kas kontraktual at present value of discounted contractual cash flows
setelah restrukturisasi yang didiskontokan menggunakan after restructuring using initial effective interest rate.
suku bunga efektif awal. Selisih antara jumlah tercatat Differences arising from the gross carrying value of the
bruto piutang pembiayaan konsumen pada tanggal consumer financing receivables at the time of
restrukturisasi dengan nilai kini arus kas kontraktual restructuring with present value of contractual cash
setelah restrukturisasi diakui dalam laba rugi. flows after restructuring are recognized to profit or loss.
Setelah restrukturisasi, seluruh arus kas kontraktual Thereafter, all the contractual cash flows under the new
dalam persyaratan baru dicatat sebagai pengembalian terms shall be accounted for as the repayment of
pokok pembiayaan yang diberikan dan pendapatan bunga principal and interest income, in accordance with the
sesuai dengan syarat-syarat restrukturisasi. restructuring scheme.
Piutang pembiayaan akan dihapusbukukan setelah Financing receivables will be written-off when they are
menunggak lebih dari 180 hari (untuk piutang pembiayaan overdue for more than 180 days (for motorcycles
sepeda motor), lebih dari 210 hari (untuk piutang financing), more than 210 days (for cars financing) and
pembiayaan mobil) dan lebih dari 270 hari (untuk more than 270 days (for heavy equipment and property
pembiayaan alat berat dan properti). Penerimaan dari financing). Recoveries from written-off receivables are
piutang yang telah dihapusbukukan diakui sebagai recognized as other income upon receipt.
pendapatan lain-lain pada saat diterima.
h.1. Sewa Pembiayaan h.1. Finance Lease
Penentuan apakah suatu perjanjian merupakan The determination of whether an arrangement is, or
perjanjian sewa atau perjanjian yang mengandung contains a lease is based on the substance of the
sewa didasarkan atas substansi perjanjian pada arrangement at inception date and whether the
tanggal awal sewa dan apakah pemenuhan perjanjian fulfillment of the arrangement is dependent on the
tergantung pada penggunaan suatu aset dan use of a specific asset and the arrangement conveys
perjanjian tersebut memberikan suatu hak untuk a right to use the asset.
menggunakan aset tersebut.
Suatu sewa diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan Leases are classified as finance lease if the leases
jika sewa tersebut mengalihkan secara substansial transfer substantially all the risks and rewards
seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan related to ownership of the leased assets. Leases are
kepemilikan aset. Suatu sewa diklasifikasikan sebagai classified as operating leases if the leases do not
sewa operasi jika sewa tidak mengalihkan secara transfer substantially all the risks and rewards
substansial seluruh risiko dan manfaat yang terkait incidental to ownership of the leased assets.
dengan kepemilikan aset.
Transaksi sewa pembiayaan yang dilakukan Leases transactions conducted by the Company are
Perusahaan diklasifikasikan sebagai sewa classified as finance lease.
pembiayaan.
346 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 347
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit E/25 Exhibit E/25
PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk AND ITS SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2025 FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2025
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan) 2. MATERIAL ACCOUNTING POLICY INFORMATION (Continued)
h. Piutang Pembiayaan (Lanjutan) h. Financing Receivables (Continued)
h.1. Sewa Pembiayaan (Lanjutan) h.1. Finance Lease (Continued)
Pada saat pengakuan awal, nilai wajar piutang sewa At initial recognition, the fair value of finance lease
pembiayaan merupakan jumlah piutang sewa receivables represents finance lease receivables
pembiayaan ditambah nilai sisa yang akan diterima plus the residual value at the end of the lease period
oleh perusahaan sewa pada akhir masa sewa deducted by unearned lease income and security
pembiayaan dikurangi dengan pendapatan sewa deposits. The difference between the gross lease
pembiayaan yang ditangguhkan dan simpanan receivables and the present value of the lease
jaminan. Selisih antara nilai piutang bruto dan nilai receivables is recognised as unearned lease income.
kini piutang diakui sebagai pendapatan sewa Unearned lease income is then recognized as income
pembiayaan yang belum diakui. Pendapatan sewa over the term of the contract using the effective
pembiayaan yang belum diakui tersebut kemudian interest rate. Finance lease receivables are
diakui sebagai pendapatan sesuai dengan jangka classified as loans and receivables (Note 2d).
waktu kontrak dengan menggunakan metode tingkat
suku bunga efektif. Piutang sewa pembiayaan
diklasifikasikan sebagai pinjaman yang diberikan dan
piutang (Catatan 2d).
h.2. Pembiayaan Konsumen h.2. Consumer Financing
Piutang pembiayaan konsumen merupakan jumlah Consumer financing receivables are receivables plus
piutang setelah ditambah (dikurangi) biaya (minus) unamortized transaction cost (income) and
(pendapatan) transaksi yang belum di amortisasi dan minus unearned consumer financing income and
dikurangi dengan pendapatan pembiayaan konsumen allowance for impairment losses of consumer
yang belum diakui dan cadangan kerugian penurunan financing receivables.
nilai piutang pembiayaan konsumen.
Pendapatan pembiayaan konsumen yang belum Unearned consumer financing income, which
diakui, yang merupakan selisih antara jumlah represents the difference between total
keseluruhan pembayaran angsuran yang akan installments to be received from the consumer and
diterima dari konsumen dan jumlah pokok the principal amount financed, plus or (deducted)
pembiayaan, ditambah (dikurangi) biaya with the unamortized transaction cost (income),
(pendapatan) transaksi yang belum diamortisasi, akan will be recognized as income over the term of the
diakui sebagai pendapatan selama jangka waktu contract using effective interest method of the
kontrak dengan menggunakan metode suku bunga related consumer financing receivable. Consumer
efektif dari piutang pembiayaan konsumen. Piutang financing receivables are classified as amortized
pembiayaan konsumen diklasifikasikan sebagai biaya costs (Note 2e).
perolehan diamortisasi (Catatan 2e).
Biaya (pendapatan) transaksi yang belum Unamortized transaction cost (income) are
diamortisasi adalah pendapatan administrasi proses financing administration income and transaction
pembiayaan dan biaya transaksi yang timbul pertama costs which are incurred at the first time the
kali yang terkait langsung dengan pembiayaan financing agreement is signed and directly
konsumen tersebut. attributable to consumer financing.
i. Pembiayaan Bersama i. Joint Financing
Seluruh kontrak pembiayaan bersama yang dilakukan oleh All joint financing agreements entered by the Company
Perusahaan merupakan pembiayaan bersama konsumen are joint financing without recourse in which only the
tanpa tanggung renteng (without recourse) dimana hanya Company’s financing portion of the total installments
porsi jumlah angsuran piutang yang dibiayai Perusahaan are recorded as financing receivables in the statement
yang dicatat sebagai piutang pembiayaan di laporan posisi of financial position (net approach). Financing income is
keuangan (pendekatan neto). Pendapatan pembiayaan presented in the statement of profit or loss and other
disajikan pada laporan laba rugi dan penghasilan comprehensive income after deducting the portions
komprehensif lain setelah dikurangi dengan bagian yang belong to other parties participated to these joint
merupakan hak pihak-pihak lain yang berpartisipasi pada financing transactions.
transaksi pembiayaan bersama tersebut.
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 347
Page 348
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit E/26 Exhibit E/26
PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk AND ITS SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2025 FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2025
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan) 2. MATERIAL ACCOUNTING POLICY INFORMATION (Continued)
i. Pembiayaan Bersama (Lanjutan) i. Joint Financing (Continued)
Dalam pembiayaan bersama without recourse, antara In joint financing without recourse, arrangements
Perusahaan dan penyedia fasilitas pembiayaan bersama, between the Company and the joint financing facility
Perusahaan berhak menentukan tingkat bunga yang lebih provider, the Company has the right to set higher
tinggi kepada konsumen dibandingkan tingkat bunga yang interest rates to consumer than the interest rates stated
ditetapkan dalam perjanjian pembiayaan bersama dengan in the joint financing agreement with the joint financing
penyedia fasilitas pembiayaan bersama. Selisihnya facility provider. The difference is recognized as
merupakan pendapatan dan disajikan sebagai bagian dari revenue and disclosed as “Financing Income”.
“Pendapatan Pembiayaan”.
j. Piutang Pembiayaan Murabahah j. Murabahah Financing Receivables
Murabahah merupakan akad jual-beli barang dengan harga Murabahah is goods sell-buy contract with a sold price
jual sebesar biaya perolehan ditambah keuntungan yang amounting to acquisition cost plus agreed margin and
disepakati dan Perusahaan harus mengungkapkan biaya the Company must to disclose the acquisition cost to
perolehan barang tersebut kepada konsumen. Pada saat customer. When murabahah contract is signed,
akad murabahah, piutang pembiayaan murabahah diakui murabahah financing receivables are recognized at
dengan metode pendapatan efektif. Keuntungan effective income method. Murabahah margin are
murabahah diakui selama periode akad berdasarkan recognized over the period of the contract based on
pengakuan marjin dari piutang pembiayaan murabahah. margin of the murabahah financing receivables.
Akad murabahah secara substansi merupakan suatu Substantially, murabahah contract is a financing, so that
pembiayaan, sehingga pengakuan marjin dilakukan margin recognition is based on standards which regulate
berdasarkan standar yang mengatur pembiayaan, seperti financing, as mentioned in consumer financing policy.
yang disebutkan di kebijakan pembiayaan konsumen.
Pada setiap akhir periode laporan keuangan, piutang At the end of each period of financial statement,
pembiayaan murabahah disajikan sebesar nilai neto yang murabahah financing receivables are state at net
dapat direalisasi, yaitu saldo piutang murabahah dikurangi realizable value, consist of outstanding murabahah
marjin yang ditangguhkan dan cadangan kerugian receivables less unearned margin and allowance for
penurunan nilai. impairment loss.
k. Piutang Ijarah dan IMBT k. Ijarah and IMBT Receivables
Piutang ijarah (porsi pokok sewa) merupakan akrual Ijarah receivables (principal portion) are based on
piutang sewa atas porsi pokok yang belum direalisasikan unrealized accrual rent income from principal portion
oleh nasabah dan piutang pendapatan ijarah merupakan and ijarah receivable represents portion of accrual rent
akrual piutang sewa atas bagian keuntungan (ujroh) income from the following month’s installment of ijarah
transaksi ijarah muntahiyah bittamlik (IMBT) dari angsuran muntahiyah bittamlik (IMBT) which is recognized
nasabah pada bulan berikutnya yang diakui secara proportionally.
proporsional.
Akad ijarah adalah akad penyediaan dana dalam rangka Akad ijarah is a contract for the provision of funds in
memindahkan hak guna atau manfaat dari suatu barang the context of transferring the use rights or benefits of
atau jasa berdasarkan transaksi sewa, tanpa diikuti a good or service based on a lease transaction, without
dengan pemindahan kepemilikan barang tersebut kepada being followed by the transfer of ownership of such
penyewa. Aset ijarah muntahiyah bittamik merupakan goods to the lessee. Asset ijarah muntahiyah bittamlik
akad transaksi sewa dengan opsi perpindahan hak milik (IMBT) is a contract based on a lease transaction with
objek sewa melalui jual beli atau pemberian (hibah) pada option of transfer of ownership of lease object through
saat tertentu sesuai akad sewa. sale purchase or granted at specific time based on
contract.
Piutang pendapatan ijarah diakui pada saat jatuh tempo Ijarah revenue receivables are recognized at maturity
sebesar sewa porsi ujroh dan piutang ijarah sebesar sewa amounting to the rent of ujroh and ijarah receivables
porsi pokok yang belum diterima dan disajikan sebesar amounting to the portion of the principal outstanding
nilai neto yang dapat direalisasikan, yaitu sebesar saldo which has not been received and presented at net
piutang dikurangi penurunan nilai, jika ada pada akhir realizable value, which is the outstanding amount of the
periode pelaporan. receivables less impairment loss, if any, at the end of
reporting period.
348 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 349
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit E/27 Exhibit E/27
PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk AND ITS SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2025 FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2025
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan) 2. MATERIAL ACCOUNTING POLICY INFORMATION (Continued)
l. Piutang dalam Proses Penyelesaian l. Receivables in the Settlement Process
Piutang dalam proses penyelesaian merupakan piutang Receivables in the settlement process represent
atas jaminan yang dikuasai kembali dan dinyatakan receivables from collateral recovered and stated at net
berdasarkan nilai realisasi neto yaitu nilai tercatat atau realizable value which is carrying amount or principal
pokok piutang pembiayaan terkait dikurangi penyisihan amount of related financing receivables, less allowance
penurunan nilai pasar atas jaminan yang dikuasai kembali. for decline in market value of the collateral retained.
Piutang pembiayaan direklasifikasikan menjadi piutang Financing receivables are reclassified to receivables in
dalam proses penyelesaian ketika jaminan ditarik karena the settlement process when the collateral is withdrawn
konsumen tidak dapat memenuhi kewajibannya setelah because the consumer is not able to meet its obligations
melalui proses tahapan yang ditetapkan dalam perjanjian after going through the stages stipulated in the
pembiayaan dengan konsumen. financing agreement with the consumer.
Pelanggan memberi kuasa kepada Perusahaan untuk Customer authorizes the Company to sell the pledged
menjual objek yang dijaminkan atau melakukan tindakan object or performing other actions in solving the debts
lainnya dalam upaya penyelesaian piutang bila terjadi in the event of default of the financing agreement.
wanprestasi terhadap perjanjian pembiayaan. Kelebihan Excess result of a settlement with the total obligations
hasil penyelesaian dengan jumlah seluruh kewajiban of the consumer is the right of the customer, while the
konsumen merupakan hak dari konsumen, sedangkan shortage of the settlement proceeds will be charged to
kekurangan hasil penyelesaian akan dibebankan sebagai written-off other receivables in the statement of profit
penghapusan piutang lain-lain pada laporan laba rugi dan or loss and other comprehensive income.
penghasilan komprehensif lain.
Piutang dalam proses penyelesaian diklasifikasikan Receivables in the settlement process are classified as
sebagai aset keuangan dalam kelompok biaya perolehan financial assets classified as amortized costs.
diamortisasi.
m. Instrumen Derivatif untuk Tujuan Manajemen Risiko m. Derivative Instrument for Risk Management Purposes
Seluruh instrumen derivatif yang dimiliki Perusahaan All derivative instruments held by the Company are for
digunakan untuk tujuan manajemen risiko. Instrumen risk management purposes. These derivative
derivatif ini digunakan untuk lindung nilai eksposur risiko instruments are used to hedge the Company’s exposures
suku bunga dan risiko mata uang Perusahaan. Instrumen to interest rate risk and currency risk. Derivative
derivatif untuk tujuan manajemen risiko diukur pada nilai instruments held for risk management are measured at
wajar dalam laporan posisi keuangan. Untuk memenuhi fair value in the statement of financial position. To
persyaratan akuntansi lindung nilai, beberapa kriteria qualify for hedge accounting, certain criteria are to be
tertentu harus dipenuhi, termasuk adanya dokumentasi met, including formal documentation to be in place at
formal pada awal lindung nilai. the inception of the hedge.
Pada penetapan awal lindung nilai, Perusahaan On initial designation of the hedge, the Company
mendokumentasikan secara formal hubungan antara formally documents the relationship between the
instrumen lindung nilai dan unsur yang dilindung nilai, hedging instruments and hedge items, including the risk
termasuk tujuan manajemen risiko dan strategi management objective and strategy in undertaking the
dalam melaksanakan transaksi lindung nilai, bersamaan hedge transaction, together with the method that will
dengan metode yang akan digunakan untuk menilai be used to assess the effectiveness of the hedging
efektivitas hubungan lindung nilai. Perusahaan menilai, relationship. The Company makes an assessment, both
pada awal hubungan lindung nilai dan juga secara at the inception of the hedge relationship as well as on
berkesinambungan, apakah instrumen lindung nilai an ongoing basis, whether the hedging instruments are
diharapkan akan “sangat efektif” dalam rangka saling expected to be “highly effective” in offsetting the
hapus atas perubahan nilai wajar atau perubahan arus kas changes in the fair value or cash flows of the respective
dari unsur yang dilindung nilai sepanjang periode dimana hedged item during the period for which the hedge is
lindung nilai tersebut ditetapkan. designated.
Bagian efektif dari perubahan nilai wajar derivative The effective portion of changes in the fair value of
diakui dalam penghasilan komprehensif lain. Keuntingan derivatices is recognized in other comprehensive
atau kerugian yang terkait dengan bagian yang tidak income. The gain or loss relating to the ineffective
efektif diakui dalam laba rugi. portion is recognized in profit or loss.
Perubahan nilai wajar instrumen derivatif yang tidak Changes in fair value of derivative instruments that do
memenuhi kriteria lindung nilai dicatat dalam laporan not qualify for hedge accounting are recognized in the
laba rugi tahun yang bersangkutan. Jika instrumen current year statement of profit or loss. If derivative
derivatif dirancang dan memenuhi syarat akuntansi instruments are designated and qualify for hedge
lindung nilai, perubahan nilai wajar yang berkaitan accounting, changes in fair value of derivative
dengan lindung nilai diakui sebagai penyesuaian terhadap instruments are recorded as adjustments to the items
unsur yang dilindungi nilainya dalam penghasilan being hedged in the current year other comprehensive
komprehensif lainnya tahun berjalan atau disajikan income or in the equity, depending on the type of hedge
dalam ekuitas, tergantung pada jenis transaksi dan transaction represented and the effectiveness of the
efektivitas dari lindung nilai tersebut. hedge.
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 349
Page 350
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit E/28 Exhibit E/28
PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk AND ITS SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2025 FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2025
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan) 2. MATERIAL ACCOUNTING POLICY INFORMATION (Continued)
m. Instrumen Derivatif untuk Tujuan Manajemen Risiko m. Derivative Instrument for Risk Management Purposes
(Lanjutan) (Continued)
Perusahaan dan Entitas Anaknya menetapkan derivatif The Company and Its Subsidiary designate derivatives as
sebagai instrumen lindung nilai atas arus kas apabila the hedging instruments of cash flows hedges where the
instrumen tersebut melindungi nilai variabilitas arus kas instrument hedges the variability in cash flows
yang dapat diatribusikan pada risiko tertentu yang terkait attributable to a particular risk associated with a
dengan aset atau liabilitas yang telah diakui atau recognized asset or liability, or a highly probable
prakiraan transaksi yang kemungkinan besar terjadi. forecast transaction that could affect profit or loss. The
Bagian efektif dari perubahan nilai wajar derivatif yang effective portion of changes in the fair value of
ditetapkan sebagai instrumen lindung nilai atas arus kas derivatives designated as hedging instruments of cash
dalam hubungan lindung nilai yang memenuhi kualifikasi flows hedges in qualifying hedging relationships is
ditangguhkan pada keuntungan/(kerugian) kumulatif atas deferred to the cumulative gains/(losses) on derivative
instrumen derivatif untuk lindung nilai arus kas, yang instruments for cash flows hedges, which forms part
merupakan bagian dari ekuitas. Bagian yang tidak efektif of equity. Any ineffective portion is recognized
diakui secara langsung pada laporan laba rugi. Jumlah immediately in the statement of profit or loss. Amounts
yang ditangguhkan dalam ekuitas direklasifikasi ke dalam deferred in equity are reclassified to the statement of
laporan laba rugi dalam tahun yang sama dimana arus kas income as a reclassification adjustment in the same
yang dilindung nilai mempengaruhi laba atau rugi, dan year as the hedged cash flows affect profit or loss, and
pada unsur yang sama dalam laporan laba rugi. in the same line item in the statement of profit or loss.
Ketika instrumen lindung nilai kadaluarsa atau dijual, When the hedging instrument expires or sold,
dihentikan, dilaksanakan, atau tidak lagi memenuhi terminated, exercised, or no longer qualifies for hedge
kriteria akuntansi lindung nilai, keuntungan atau accounting, the cumulative amount deferred in equity
kerugian kumulatif yang ditangguhkan di ekuitas tetap remains in the cumulative gains/(losses) on derivative
diakui pada keuntungan/(kerugian) kumulatif atas instruments for cash flows hedges, and is subsequently
instrumen derivatif untuk lindung nilai arus kas dan transferred to the statement of profit or loss when the
direklasifikasi ke laporan laba rugi ketika unsur yang hedged item is recognized in the statement of profit or
dilindung nilai diakui dalam laporan laba rugi. loss.
Ketika suatu prakiraan transaksi akan dilindung nilai tidak When a forecast hedged transaction is no longer
lagi diharapkan akan terjadi, jumlah yang ditangguhkan expected to occur, the amount deferred in equity is
dalam ekuitas diakui segera dalam laporan laba rugi. recognized immediately in the statement of profit or
loss.
n. Beban Dibayar di Muka dan Uang Muka n. Prepaid Expenses and Advances
Beban dibayar di muka diamortisasi dan dibebankan Prepaid expenses are amortized and charged as an
selama masa manfaat masing-masing beban dengan expense over the periods of benefit using the straight-
menggunakan metode garis lurus. line method.
Uang muka dicatat sebesar uang yang dikeluarkan untuk Advances are recorded at the amount of disbursement
memperoleh manfaat dan akan dibiayakan sesuai dengan to obtain benefits and will be expensed in accordance
pertangungjawaban dan realisasi penggunaan uang muka. with the accountability and realization of the advances.
o. Aset Ijarah dan IMBT o. Ijarah and IMBT Asset
Aset yang diperoleh untuk ijarah merupakan aset yang Assets acquired for ijarah represent object of leased
menjadi objek transaksi sewa (ijarah) dan dicatat di assets (ijarah) and are recorded in the statements of
laporan posisi keuangan sebesar harga perolehan financial positions at the acquisition cost, net of
dikurangi akumulasi penyusutan. Aset dalam transaksi accumulated depreciation. Assets in ijarah transaction
ijarah disusutkan sesuai dengan jangka waktu sewa. are depreciated over the lease period.
Perpindahan kepemilikan suatu aset dalam akad IMBT, The transfer of ownership of an asset in an IMBT
dilakukan jika akad ijarah telah berakhir atau diakhiri contract is carried out if the ijarah contract has expired
dan aset ijarah telah diserahkan kepada penyewa dengan or has been terminated and the ijarah assets have been
membuat akad terpisah. transfer to the lessee by separate contract.
Pendapatan ijarah diakui selama masa akad Income from ijarah is recognised over the period of the
menggunakan metode flat (proporsional). contract with flat (proportional) method.
p. Aset Tetap p. Fixed Assets
Aset tetap pada awalnya dinyatakan sebesar harga Fixed assets are initially recognized at acquisition cost.
perolehan. Setelah pengukuran awal, aset tetap diukur After initial measurement, fixed assets are measured
dengan model biaya, dicatat pada harga perolehan using the cost model, carried at cost less
dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi any accumulated depreciation and accumulated
penurunan nilai, jika ada. impairment losses, if any.
350 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 351
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit E/29 Exhibit E/29
PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk AND ITS SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2025 FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2025
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan) 2. MATERIAL ACCOUNTING POLICY INFORMATION (Continued)
p. Aset Tetap (Lanjutan) p. Fixed Assets (Continued)
Harga perolehan mencakup harga pembelian dan semua Acquisition cost includes purchase price and any costs
beban yang terkait secara langsung untuk membawa aset directly attributable to bring the assets to the location
tersebut ke lokasi dan kondisi yang diperlukan untuk and condition necessary for it to be capable of operating
memungkinkan aset tersebut beroperasi sebagaimana in the manner intended by management.
ditentukan oleh manajemen.
Tanah dinyatakan sebesar harga perolehan dan tidak Land is stated at cost and not depreciated.
disusutkan.
Penyusutan aset tetap selain tanah dihitung dengan Depreciation of fixed assets other than land are
menggunakan metode garis lurus untuk mengalokasikan calculated on the straight-line method to allocate their
harga perolehan hingga mencapai nilai sisa sepanjang cost to their residual values over their estimated useful
estimasi masa manfaatnya sebagai berikut: life as follows:
Masa manfaat/
Useful life Tarif/
(Tahun/ Year) Rates
Bangunan dan prasarana 20 5% Building and improvements
Peralatan kantor 5 20 % Office equipment
Kendaraan 5 20 % Vehicles
Perabot dan perlengkapan kantor 5 20 % Furniture and fixtures
Beban perbaikan dan pemeliharaan dibebankan ke dalam Repairs and maintenance costs, are charged to the
laporan laba rugi periode dimana beban-beban tersebut statement of profit or loss during the period in which
terjadi. Pengeluaran yang memperpanjang masa manfaat they are incurred. Expenditures that extend the future
aset atau yang memberikan tambahan manfaat ekonomis life of assets or provide further economic benefits are
dikapitalisasi dan disusutkan. capitalized and depreciated.
Jumlah tercatat aset tetap dihentikan pengakuannya The carrying amount of fixed assets are derecognized
pada saat pelepasan atau ketika tidak terdapat lagi upon disposal or when there is no longer a future
manfaat ekonomi masa depan yang diekspektasikan dari economic benefit expected from its use or disposal.
penggunaan atau pelepasannya.
Apabila aset tetap dihentikan pengakuannya (tidak When fixed assets are derecognized (retired or disposed
digunakan lagi atau dijual), maka nilai tercatat dan of), their carrying values and the related accumulated
akumulasi penyusutannya dikeluarkan dari laporan posisi depreciation are removed from the statement of
keuangan, dan keuntungan atau kerugian yang terjadi financial position, and the resulting gains or losses are
diakui dalam laporan laba rugi. recognized in the statement of profit or loss.
Aset dalam pembangunan untuk pengembangan Asset under construction are stated at cost and
dinyatakan sebesar biaya perolehan dan disajikan sebagai presented as part of the fixed assets. The accumulated
bagian dari aset tetap. Akumulasi biaya perolehan akan cost will be reclassified to the appropriate fixed assets
dipindahkan ke masing-masing akun aset tetap yang account when the installation is substantially completed
bersangkutan pada saat aset tersebut selesai dikerjakan and the asset is ready for its intended use.
dan siap digunakan.
Apabila nilai tercatat aset tetap lebih besar dari nilai When the carrying amount of fixed assets is greater than
yang dapat dipulihkan, nilai tercatat aset tersebut its estimated recoverable amount, it is written down to
diturunkan menjadi sebesar nilai yang dapat dipulihkan its recoverable amount which is determined at the
kembali, yang ditentukan sebagai nilai tertinggi antara higher of net selling price or value in use.
harga jual neto dan nilai pakai.
Pada setiap akhir tahun, nilai residu, umur dan metode At the end of each year, residual values, useful life and
penyusutan dikaji ulang dan disesuaikan secara method of depreciation are reviewed and adjusted
prospektif jika diperlukan. prospectively, if necessary.
q. Sewa q. Leases
Pada tanggal permulaan suatu kontrak, Perusahaan dan At inception of a contract, the Company and Its
Entitas Anaknya menilai apakah suatu kontrak merupakan, Subsidiary asseses whether a contract is, or contains,
atau mengandung, sewa. Suatu kontrak merupakan, atau a lease. A contract is, or contains, a lease if the
mengandung, sewa jika kontrak tersebut memberikan hak contract conveys the right to control the use of an
untuk mengendalikan penggunaan suatu asset identified asset for a period of time in exchange for
identifikasian selama suatu jangka waktu untuk consideration.
dipertukarkan dengan imbalan.
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 351
Page 352
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit E/30 Exhibit E/30
PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk AND ITS SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2025 FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2025
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan) 2. MATERIAL ACCOUNTING POLICY INFORMATION (Continued)
q. Sewa (Lanjutan) q. Leases (Continued)
Untuk menilai apakah suatu kontrak memberikan hak To assess whether a contract conveys the right to control
untuk mengendalikan suatu aset identifikasian, the use of an identified asset, the Company asseses
Perusahaan menilai apakah: whether:
- Perusahaan memiliki hak untuk memperoleh secara - The Company has the right to obtain substantially all
substansial seluruh manfaat ekonomi dari penggunaan of the economic benefits from use of the asset
aset selama periode penggunaan; dan throughout the period of use;and
- Perusahaan memiliki hak untuk mengarahkan - The Company has the right to direct the use of the
penggunaan aset identifikasian. Perusahaan memiliki identified assets. The Company has this right when it
hak ini ketika hak pengambilan keputusan yang paling has the decision-making rights that are most relevant
relevan untuk mengubah bagaimana dan untuk tujuan to changing how and for what purpose the asset is
apa aset tersebut digunakan. Dalam kondisi tertentu used. In certain circumstances where all the decisions
dimana semua keputusan tentang bagaimana dan untuk about how and for what purpose the asset is used are
tujuan apa aset digunakan telah ditentukan predetermined, the Company has the right to direct
sebelumnya, Perusahaan memiliki hak untuk the use of the asset if either:
mengarahkan penggunaan aset tersebut jika:
- Perusahaan memiliki hak untuk mengoperasikan - The Company has the right to operate the asset; or
aset; atau
- Perusahaan mendesain aset dengan cara - The Company designed the asset in a way that
menetapkan sebelumnya bagaimana dan untuk predetermines how and for what purpose the asset
tujuan apa aset akan digunakan selama periode will be used.
penggunaan.
Pada tanggal insepsi atau pada saat penilaian kembali At inception date or on reassessment of a contract that
suatu kontrak yang mengandung suatu komponen sewa, contains a lease component, the Company allocates
Perusahaan mengalokasikan imbalan dalam kontrak ke consideration in the contract to each lease component
masing-masing komponen sewa berdasarkan harga on the basis of their relative stand-alone prices and the
tersendiri relatif dari komponen sewa dan harga tersendiri aggregate stand-alone price of the non-lease
agregat dari komponen nonsewa. Namun, untuk sewa components. However, for the leases of improvements
penunjang dimana Perusahaan bertindak sebagai in which the Company is a lessee, the Company has
penyewa, Perusahaan memutuskan untuk tidak elected not to separate non-lease components and
memisahkan komponen nonsewa dan mencatat komponen account for the lease and non-lease components as
sewa dan nonsewa tersebut sebagai satu komponen sewa. a single lease component.
Perusahaan dan Entitas Anaknya mengakui aset hak-guna The Company and Its Subsidiary recognize a right-of-use
dan liabilitas sewa pada tanggal dimulainya sewa. Aset asset and a lease liability at the lease commencement
hak-guna awalnya diukur pada biaya perolehan, yang date. The right-of-use asset is initially measured at
terdiri dari jumlah pengukuran awal dari liabilitas sewa cost, which comprises the initial amount of the lease
disesuaikan dengan pembayaran sewa yang dilakukan liability adjusted for any lease payments made at or
pada atau sebelum tanggal permulaan, ditambah dengan before the commencement date, plus any initial direct
biaya langsung awal yang dikeluarkan, dan estimasi biaya costs incurred and an estimate of costs to dismantle and
untuk membongkar dan memindahkan aset pendasar atau remove the underlying asset or to restore the
untuk merestorasi aset pendasar atau tempat dimana aset underlying asset or the site on which it is located, less
berada, dikurangi insentif sewa yang diterima. any lease incentives received.
Perusahaan dan Entitas Anaknya menyajikan aset hak- The Company and Its Subsidiary present right-of-use
guna sebagai bagian dari “Aset hak-guna” di dalam assets as part of “Right-of-use assets” in the
laporan posisi keuangan konsolidasian. consolidated statement of financial position.
Perusahaan dan Entitas Anaknya tidak mengakui aset hak- The Company and Its Subsidiary not recognize right-of-
guna dan liabilitas sewa untuk sewa jangka pendek yang use assets and lease liabilities for short-term leases that
memiliki masa sewa 12 bulan atau kurang, pembayaran have a lease term of 12 months or less, the lease
atas sewa tersebut diakui sebagai beban dengan dasar payment recognize as expenses on a straight-line basis
garis lurus selama masa sewa. over the lease term.
Jika sewa mengalihkan kepemilikan aset pendasar kepada If the lease transfers the ownership of the underlying
Perusahaan pada akhir masa sewa atau jika biaya asset to the Company by the end of the lease term or if
perolehan aset hak-guna merefleksikan Perusahaan akan the cost of the right-of-use asset reflects that the
mengeksekusi opsi beli, maka Perusahaan menyusutkan Company will exercise a purchase option, the Company
aset hak-guna dari tanggal permulaan hingga akhir umur depreciates the right-of-use asset from the
manfaat aset pendasar. Jika tidak, maka Perusahaan commencement date to the end of the useful life of the
menyusutkan aset hak-guna dari tanggal permulaan underlying asset. Otherwise, the Company depreciates
hingga tanggal yang lebih awal antara akhir umur manfaat the right-of-use asset from the commencement date to
aset hak-guna atau akhir masa sewa. the earlier of the end of the useful life of the right-of-
use asset or the end of the lease term.
352 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 353
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit E/31 Exhibit E/31
PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk AND ITS SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2025 FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2025
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan) 2. MATERIAL ACCOUNTING POLICY INFORMATION (Continued)
q. Sewa (Lanjutan) q. Leases (Continued)
Sewa Tanah dan Bangunan Land and Building Leases
Opsi Perpanjangan Extention Options
Beberapa sewa gedung kantor mengandung opsi Some leases of office buildings contain extension
perpanjangan yang dapat dieksekusi Perusahaan sebelum options exercisable by the Company before the end of
periode kontrak yang tidak dapat dibatalkan tersebut the non-cancellable contract period. Where practicable,
berakhir. Jika memungkinkan, Perusahaan berupaya the Company seeks to include extension options in new
untuk memasukkan opsi perpanjangan dalam sewa baru leases to provide operational flexibility. The Company
untuk memberikan fleksibilitas operasional. Perusahaan assesses at lease commencement whether it is
menilai pada saat permulaan sewa apakah Perusahaan reasonably certain to exercise the extension options.
cukup pasti untuk mengeksekusi opsi perpanjangan. The Company reassesses whether it is reasonably
Perusahaan menilai kembali apakah cukup pasti untuk certain to exercise the options if there is a significant
mengeksekusi opsi tersebut jika ada peristiwa signifikan event or significant change in circumstances within its
atau perubahan signifikan dalam kondisi yang berada control.
dalam pengendalian Perusahaan.
Sewa Jangka-Pendek dan Sewa Aset Bernilai-Rendah Short-Term Leases and Leases of Low-Value Assets
Perusahaan memilih untuk tidak mengakui aset hak-guna The Company has elected not to recognize right-of-use
dan liabilitas sewa untuk sewa jangka-pendek yang assets and lease liabilities for short-term leases that
memiliki masa sewa 12 bulan atau kurang dan sewa atas have a lease term of 12 months or less and leases of low-
aset bernilai rendah. Perusahaan mengakui pembayaran value assets. The Company recognizes the lease
sewa terkait dengan sewa ini sebagai beban dengan dasar payments associated with these leases as an expense on
garis-lurus selama masa sewa. a straight-line basis over the lease term.
r. Aset Tak Berwujud r. Intangible Assets
Perangkat lunak Software
Perangkat lunak pada awalnya dinyatakan sebesar biaya Software is initially recognized at acquisition cost.
perolehan. Biaya perolehan awal perangkat lunak meliputi The acquisition cost of software consists of its purchase
harga pembelian, termasuk biaya-biaya yang dapat price, including any directly attributable costs in
diatribusikan secara langsung untuk membawa perangkat bringing the software to its intended use. After initial
lunak siap dipakai. Setelah pengakuan awal, perangkat recognition, software is measured using cost model,
lunak diukur menggunakan model biaya, dicatat sebesar stated at cost less accumulated amortization and
biaya perolehannya dikurangi akumulasi amortisasi dan accumulated impairment losses.
akumulasi kerugian penurunan nilai.
Pengeluaran selanjutnya untuk perangkat lunak akan Subsequent expenditure on software assets is
dikapitalisasi hanya jika pengeluaran tersebut menambah capitalized only when it increases the future economic
manfaat ekonomi di masa mendatang untuk asset yang benefits embodied in the specific asset to which it
bersangkutan. Semua pengeluaran lainnya dibebankan relates. All other expenditures are expensed as
pada saat terjadinya. incurred.
Amortisasi diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan Amortization is recognized in the statement of profit or
komprehensif lain dengan menggunakan metode garis loss and other comprehensive income on a straight-line
lurus sepanjang estimasi masa manfaatnya, dimulai dari method over the estimated useful life of software, from
tanggal perangkat lunak tersebut tersedia untuk dipakai. the date that it is available for use.
Estimasi masa manfaat perangkat lunak adalah lima tahun. The estimated useful life of software is five years.
Metode amortisasi, estimasi masa manfaat dan nilai Amortization methods, useful life and residual values
residual ditelaah pada setiap akhir tahun pelaporan dan are reviewed at each financial year-end and adjusted if
disesuaikan jika dianggap tepat. appropriate.
Keuntungan atau kerugian pelepasan aset tak berwujud Gains or losses on disposal of intangible assets are
ditentukan dengan membandingkan penerimaan dengan determined by comparing proceeds with the carrying
nilai tercatat dan diakui di dalam laporan laba rugi. amount and are recognized in profit or loss.
s. Pajak Penghasilan s. Income Tax
Beban pajak terdiri dari beban pajak kini dan beban pajak Income tax expense comprises current and deferred tax.
tangguhan. Beban pajak diakui pada laporan laba rugi Income tax expense is recognized in the statement of
kecuali untuk bagian yang langsung diakui di komponen profit or loss except to the extent it relates to items
ekuitas lainnya, dimana beban pajak yang terkait dengan recognized directly in other equity components, in
bagian tersebut diakui di penghasilan komprehensif lain. which case it is recognized in other comprehensive
income.
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 353
Page 354
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit E/32 Exhibit E/32
PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk AND ITS SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2025 FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2025
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan) 2. MATERIAL ACCOUNTING POLICY INFORMATION (Continued)
s. Pajak Penghasilan (Lanjutan) s. Income Tax (Continued)
Beban pajak kini adalah utang pajak yang ditentukan Current tax is the expected tax payable on the taxable
berdasarkan laba kena pajak untuk tahun yang income for the current year, using tax rates enacted or
bersangkutan yang dihitung berdasarkan tarif pajak yang substantively enacted at reporting date.
berlaku atau yang secara substansial telah berlaku pada
tanggal pelaporan.
Beban pajak tangguhan diakui sehubungan dengan adanya Deferred tax is recognized in respect of temporary
perbedaan temporer antara nilai tercatat aset dan differences between the carrying amounts of assets and
liabilitas untuk tujuan pelaporan keuangan, dan nilai aset liabilities for financial reporting purposes and the
dan liabilitas yang digunakan untuk tujuan perpajakan. amounts used for taxation purposes. Deferred tax is
Pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif pajak measured at the tax rates that are expected to be
yang diharapkan untuk diterapkan atas perbedaan applied to temporary differences when they reverse,
temporer pada saat pembalikan, berdasarkan peraturan based on the laws that have been enacted or
yang telah berlaku atau secara substantif berlaku pada substantively enacted at the reporting date.
tanggal pelaporan.
Metode ini juga mengharuskan pengakuan manfaat pajak This method also requires the recognition of future tax
di masa depan, seperti kompensasi rugi fiskal, apabila benefits, such as tax loss carryforwards, to the extent
besar kemungkinan manfaat pajak tersebut dapat that realization of such benefits is probable.
direalisasi.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan diakui untuk perbedaan Deferred tax assets and liabilities are recognized for
temporer antara basis komersial dan basis fiskal atas aset temporary differences between the financial and the
dan liabilitas pada setiap tanggal pelaporan. tax bases of assets and liabilities at each reporting date.
Aset pajak tangguhan dikaji ulang setiap tanggal pelaporan Deferred tax assets are reviewed at each reporting date
dan dikurangi apabila besar kemungkinan manfaat pajak and are reduced to the extent that it is no longer
terkait tidak lagi mungkin direalisasi. Pengurangan probable that the related tax benefit will be realized;
tersebut akan berlaku terbalik saat kemungkinan laba such reductions are reversed when the probability of
fiskal di masa depan membaik. Aset pajak tangguhan yang future taxable profits improves. Unrecognized deferred
belum diakui dikaji ulang pada setiap tanggal pelaporan tax assets are reassessed at each reporting date and
dan diakui apabila besar kemungkinan bahwa jumlah laba recognized to the extent that it has become probable
fiskal pada masa mendatang akan tersedia untuk that future taxable profits will be available against
merealisasikan manfaat pajak tersebut. which they can be used.
Aset pajak kini dan liabilitas pajak kini saling hapus dan Current tax assets and current tax liabilities shall be
nilai netonya disajikan dalam laporan posisi keuangan offset and the net amount is presented in the statement
jika, dan hanya jika, Perusahaan memiliki hak yang of financial position when and only when, the Company
berkekuatan hukum untuk melakukan saling hapus atas has a legal enforceable right to set off the amounts and
jumlah yang telah diakui tersebut dan berniat untuk intends either to settle on a net basis or to realise the
menyelesaikan secara neto atau untuk merealisasikan asset and settle the liability simultaneously.
aset dan menyelesaikan liabilitasnya secara simultan.
Perpajakan lainnya Other taxation matters
Penyesuaian atas liabilitas pajak dicatat pada saat Surat Amendments to tax obligations are recorded when an
Ketetapan Pajak (SKP) diterima atau jika mengajukan Tax Assessment Letter is received and/or, if objected to
keberatan dan banding, pada saat keputusan atas and/or appealed against by Company, when the result
keberatan dan banding tersebut diterima. of the objection and/or appeal is determined.
Jumlah tambahan pokok dan denda pajak yang The extra amount of tax principal and penalties
ditetapkan dengan Surat Ketetapan Pajak (SKP) stipulated by the Tax Assessment Letter is recognized as
diakui sebagai pendapatan atau beban dalam operasi income or expense in the current operations, unless
periode berjalan, kecuali jika diajukan upaya further proposed settlement efforts. The extra amount
penyelesaian selanjutnya. Jumlah tambahan pokok of tax principal and penalties stipulated by SKP are
dan denda pajak yang ditetapkan dengan SKP deferred as long as it meets the criteria for asset
ditangguhkan pembebanannya sepanjang memenuhi recognition.
kriteria pengakuan aset.
354 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 355
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit E/33 Exhibit E/33
PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk AND ITS SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2025 FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2025
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan) 2. MATERIAL ACCOUNTING POLICY INFORMATION (Continued)
t. Pinjaman yang Diterima t. Fund Borrowings
Pinjaman yang diterima merupakan dana yang diterima Borrowings represent funds received from various banks
dari berbagai bank dan institusi keuangan, termasuk and financial institutions, including without recourse
fasilitas pembiayaan bersama (joint financing) without joint financing facilities. Without recourse joint
recourse. Fasilitas pembiayaan bersama (joint financing) financing facilities are presented gross, i.e loans
without recourse disajikan secara gross, yaitu sebanyak granted to customers and borrowings received from
pinjaman yang diberikan kepada konsumen dan pinjaman banks are recorded at their full amount with repayment
yang diterima dari bank dicatat dalam nilai penuh dengan obligations in accordance with the terms of the
kewajiban pembayaran kembali sesuai dengan agreement.
persyaratan perjanjian pinjaman.
Pinjaman yang diterima diklasifikasikan sebagai liabilitas Borrowings are classified as financial liabilities
keuangan yang diukur dengan biaya perolehan measured at amortized cost. Additional costs that are
diamortisasi. Biaya tambahan yang dapat diatribusikan directly attributable to the acquisition of loans are
secara langsung dengan perolehan pinjaman dikurangkan deducted from total borrowings. See Note 2e for the
dari jumlah pinjaman yang diterima. Lihat Catatan 2e accounting policy on financial liabilities measured at
untuk kebijakan akuntansi atas liabilitas keuangan yang amortized cost.
diukur pada biaya perolehan diamortisasi.
u. Surat Berharga yang Diterbitkan u. Securities Issued
Surat berharga yang diterbitkan meliputi utang Obligasi. Securities issued consist of Bonds payable.
Surat berharga yang diterbitkan diklasifikasikan sebagai Securities issued are classified as financial liabilities at
liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya perolehan amortized cost.
diamortisasi.
Biaya tambahan yang dapat diatribusikan secara langsung Additional cost directly attributable to the issuance of
dengan penerbitan surat berharga diakui sebagai diskonto securities are recognized as a discount and offset
dan dikurangkan langsung dari hasil emisi dan directly from the proceeds derived from such offerings
diamortisasi selama jangka waktu surat berharga yang and amortized over the period of the securities issued
diterbitkan tersebut dengan menggunakan metode suku using effective interest rate method.
bunga efektif.
Lihat Catatan 2e untuk kebijakan akuntansi atas liabilitas Refer to Note 2e for accounting policy of financial
keuangan yang diukur dengan biaya perolehan liabilities at amortized cost.
diamortisasi.
v. Imbalan Kerja v. Employees’ Benefits
Imbalan kerja jangka pendek Short-term employees’ benefits
Imbalan kerja jangka pendek diakui pada saat terutang Short-term employees’ benefits are recognized when
kepada karyawan berdasarkan metode akrual. they are owed to the employees based on an accrual
method.
Imbalan kerja jangka panjang dan imbalan pasca-kerja Long-term and post-employment benefits
Perusahaan dan Entitas Anaknya mencadangkan jumlah The Company and Its Subsidiary are provide a minimum
minimum imbalan panjang sesuai dengan Undang-Undang amount of pension benefit in accordance with Labor Law
Ketenagakerjaan (UUCK) atau Kontrak Kerja Bersama or Collective Labour Agreement (CLA), whichever is
(KKB), mana yang lebih tinggi, karena UUCK atau KKB higher, since the labour law or the CLA represent
adalah program imbalan pasti yang menentukan rumus defined benefit plans which sets the formula for
tertentu untuk menghitung jumlah minimal imbalan determining the minimum amount of benefit.
pensiun.
Kewajiban imbalan pasca-kerja yang diakui di laporan The obligation for post-employment benefits recognized
posisi keuangan dihitung berdasarkan nilai kini dari in the statement of financial position is calculated at
estimasi kewajiban imbalan pasca-kerja dimasa depan present value of estimated future benefits that the
yang timbul dari jasa yang telah diberikan oleh karyawan employees have earned in return for their services in
pada masa kini dan masa lalu, dikurangi dengan nilai the current and prior years, deducted by any plan
wajar aset neto dana pensiun. Perhitungan dilakukan oleh assets. The calculation is performed by an independent
aktuaria independen dengan metode projected-unit- actuary using the projected-unit-credit method.
credit.
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 355
Page 356
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit E/34 Exhibit E/34
PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk AND ITS SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2025 FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2025
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan) 2. MATERIAL ACCOUNTING POLICY INFORMATION (Continued)
v. Imbalan Kerja (Lanjutan) v. Employees’ Benefits (Continued)
Beban jasa kini, beban bunga, beban jasa lalu yang telah Current service costs, interest costs, vested past service
menjadi hak karyawan, dan dampak kurtailmen atau costs, and effect of curtailment or settlement (if any)
penyelesaian (jika ada) diakui segera sebagai beban are recognized immediately in the statement of profit
dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif or loss and other comprehensive income.
lain.
Keuntungan atau kerugian aktuarial yang timbul dari Actuarial gains or losses arising from experience
penyesuaian dan perubahan dalam asumsi-asumsi adjustments and changes in actuarial assumptions are
aktuarial langsung diakui seluruhnya melalui penghasilan directly fully recognized to other comprehensive income
atau beban komprehensif lainnya pada tahun dimana or expense in the year when such actuarial gain/(losses)
keuntungan/(kerugian) aktuarial terjadi. Akumulasi occur. Accumulated actuarial gains and losses are
keuntungan dan kerugian aktuarial dicatat di saldo laba. recorded in retained earnings.
Perusahaan dan Entitas Anaknya telah memiliki program The Company and Its Subsidiary have a defined
pensiun iuran pasti yang mana Perusahaan membayar contribution pension program where the Company pays
iuran ke dana pensiun lembaga keuangan yang dihitung contributions to a financial institution pension plan
berdasarkan persentase tertentu dari penghasilan tetap which is calculated at a certain percentage of fixed
yang diterima karyawan yang sudah memenuhi kriteria income of the employees who meet the Company’s
yang ditetapkan Perusahaan. Iuran dibebankan ke dalam criteria. The contributions are charged to the statement
laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain pada of profit or loss and other comprehensive income as they
saat terutang. become payable.
w. Pengakuan Pendapatan dan Beban w. Revenue and Expenses Recognition
Pendapatan dari piutang pembiayaan (Catatan 2h), Income from financing receivables (Note 2h), interest
pendapatan bunga dan beban bunga diakui sesuai dengan income and interest expense are recognized over the
jangka waktu kontrak berdasarkan metode suku bunga term of the contract based on the effective interest
efektif. method.
Pada saat menghitung suku bunga efektif, Perusahaan When calculating the effective interest rate, the
dan Entitas Anaknya mengestimasi arus kas di masa Company and Its Subsidiary estimate future cash flow
datang dengan mempertimbangkan seluruh persyaratan considering all contractual term of the financial
kontraktual dalam instrumen keuangan tersebut (seperti instrument (for example, prepayment options, call
pelunasan dipercepat, opsi beli (call option) dan opsi option and other similar options) but does not consider
serupa lainnya), tetapi tidak mempertimbangkan future credit losses.
kerugian kredit di masa datang.
Perhitungan suku bunga efektif mencakup seluruh biaya The calculation includes all fees, commissions and other
yang dibayarkan atau diterima oleh para pihak dalam fees paid or received between parties to the contract
kontrak yang merupakan bagian tak terpisahkan dari suku that are an integral part of the effective interest rate,
bunga efektif, biaya transaksi dan seluruh premi atau transaction costs and all other premiums discounts.
diskon lainnya.
Biaya transaksi merupakan biaya tambahan yang Transaction costs are additional charges that are
dapat diatribusikan secara langsung untuk perolehan, directly attributable to the acquisition, issuance or
penerbitan atau pelepasan aset keuangan atau liabilitas disposal of financial assets or financial liabilities.
keuangan.
Biaya tambahan merupakan biaya yang tidak akan terjadi Additional costs are costs that would not occur if the
apabila Perusahaan dan Entitas Anaknya tidak Company and Its Subsidiary do not obtain, publish or
memperoleh, menerbitkan atau melepaskan instrumen otherwise dispose of financial instruments.
keuangan.
Jika aset keuangan atau kelompok aset keuangan serupa Once a financial asset or a group of similar financial
telah diturunkan nilainya sebagai akibat kerugian assets has been written down as a result of an
penurunan nilai, maka pendapatan bunga yang diperoleh impairment loss, interest income is recognised using the
setelahnya diakui berdasarkan suku bunga yang rate of interest used to discount the future cash flows
digunakan untuk mendiskonto arus kas masa datang for the purpose of measuring the impairment loss.
dalam menghitung kerugian penurunan nilai.
Pendapatan pembiayaan Perusahaan disajikan neto The Company’s financing income is presented net
setelah dikurangi dengan bagian pendapatan milik bank of with financing income belongs to the bank in relation
atau pihak lain sehubungan dengan transaksi-transaksi with channeling transactions, joint financing
penerusan pinjaman, pembiayaan bersama, anjak cooperations, factoring, and the appointment as
piutang dan penunjukan selaku pengelola piutang. manager of accounts receivable.
356 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 357
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit E/35 Exhibit E/35
PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk AND ITS SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2025 FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2025
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan) 2. MATERIAL ACCOUNTING POLICY INFORMATION (Continued)
w. Pengakuan Pendapatan dan Beban (Lanjutan) w. Revenue and Expenses Recognition (Continued)
Pendapatan selisih premi asuransi dan selisih atas beban Income from excess of insurance premiums and excess
komisi dan subsidi dealer, pendapatan administrasi, of commission expenses and subsidy to dealer,
denda keterlambatan dan pendapatan terminasi diakui administration income, late charges and termination
sebagai penyesuaian atas suku bunga efektif atas income are recognised as an adjustment to the effective
pinjaman yang diberikan dan piutang (Catatan 2e). interest rate of the loan and receivables (Note 2e).
Pendapatan syariah terdiri dari pendapatan dan transaksi Sharia income consist of ijarah income and ijarah
piutang ijarah yang diakui dengan metode akrual selama receivables on accrual basis over the period of ijarah
masa akad ijarah dan IMBT. and IMBT contract.
Pendapatan pembiayaan konsumen entitas anak disajikan Subsidiary’s consumer financing income is presented net
bersih setelah dikurangi bagian pendapatan milik of with consumer financing income belongs to the lender
pemberi pinjaman atau pihak lain sehubungan dengan in relation with channeling transactions.
transaksi-transaksi penerusan pinjaman.
Beban diakui pada saat terjadinya dengan menggunakan Expenses are recognized as incurred on an accrual basis.
dasar akrual.
x. Penurunan Nilai Aset Non-Keuangan x. Impairment of Non-Financial Assets
Pengujian penurunan nilai suatu aset non-keuangan Impairment test on non-financial assets with indefinite
menggunakan masa manfaat ekonomi tidak terbatas useful economic life are undertaken annually at the
dilakukan setiap tahun pada akhir periode pelaporan financial year end. Other non-financial assets are
keuangan. Aset non-keuangan lain duji penurunan nilai subject to impairment test whenever events or changes
ketika telah terjadi atau ada perubahan dalam keadaan in circumstances indicate that their carrying amount
yang mengindikasikan bahwa nilai tercatat tidak may not be recoverable. Where the carrying value of an
terpulihkan. Apabila nilai tercatat aset melebihi jumlah asset exceedsits recoverable amount (i.e. the higher of
terpulihkan (yaitu mana yang lebih tinggi antara nilai value in use and fair value less costs to sell), the asset
pakai dan nilai wajar dikurangi untuk menjual), maka is written down accordingly.
aset tersebut diturunkan nilainya.
y. Transaksi dan Saldo dalam Mata Uang Asing y. Balances in Foreign Currency Transactions
Transaksi-transaksi dalam mata uang asing dijabarkan ke Transactions denominated in foreign currencies are
dalam Rupiah dengan menggunakan kurs yang berlaku translated into Rupiah at the exchange rates prevailing
pada tanggal transaksi. Pada tanggal pelaporan, aset dan at the date of the transaction. At the reporting date,
liabilitas moneter dalam mata uang asing dijabarkan ke monetary assets and liabilities denominated in foreign
dalam Rupiah dengan menggunakan kurs yang berlaku currencies are translated into Rupiah using the
pada tanggal laporan posisi keuangan. exchange rates prevailing at the statement of financial
position date.
Keuntungan dan kerugian selisih kurs yang timbul dari Exchange gains and losses arising from transactions in
transaksi dalam mata uang asing dan dari penjabaran aset foreign currencies and from the translation of foreign
dan liabilitas moneter dalam mata uang asing, diakui currency monetary assets and liabilities are recognized
pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain in the current year statement of profit or loss and other
tahun berjalan. comprehensive income.
Kurs yang digunakan untuk penjabaran mata uang asing The exchange rates applied for translating the foreign
pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 berdasarkan kurs currency as of 31 December 2025 and 2024 are based of
tengah yang diterbitkan Bank Indonesia, yaitu sebagai the mid exchange rate published by Bank Indonesia, are
berikut: as follows:
31 Desember/ 31 Desember/
December 2025 December 2024
(nilai penuh)/ (nilai penuh)/
(full amount) (full amount)
1 Dollar Amerika Serikat (USD) 16.782 16.162 1 United States Dollars (USD)
Penjabaran mata uang asing dicatat sesuai dengan Foreign currency translation is recorded in accordance
PSAK 221 – Pengaruh Perubahan Nilai Tukar Valuta Asing. with SFAS 221 – The Effects of Changes in Foreign Exchange
Rates.
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 357
Page 358
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit E/36 Exhibit E/36
PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk AND ITS SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2025 FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2025
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan) 2. MATERIAL ACCOUNTING POLICY INFORMATION (Continued)
z. Segmen Operasi z. Operating Segment
Segmen operasi adalah suatu komponen dari entitas: An operating segment is a component of the entity
that:
(1) yang terlibat dalam aktivitas bisnis yang mana (1) engages in business activities from which it may
memperoleh pendapatan dan menimbulkan beban earn revenues and incur expenses, including
(termasuk pendapatan dan beban terkait dengan revenues and expenses that relate to transactions
transaksi dengan komponen lain dari entitas yang with any of the entity’s components;
sama);
(2) yang hasil operasinya dikaji ulang secara regular (2) whose operating results are reviewed regularly by
oleh pengambil keputusan operasional untuk the chief operating decision maker to make
membuat keputusan tentang sumber daya yang decisions about resources allocated to the
dialokasikan pada segmen tersebut dan menilai segment and assess its performance;
kinerjanya;
(3) dan tersedia informasi keuangan yang dapat (3) and for which discrete financial information is
dipisahkan. available.
Hasil segmen yang dilaporkan kepada pengambil Segment results that are reported to the chief operating
keputusan operasional termasuk bagian yang dapat decision maker include items directly attributable to a
diatribusikan secara langsung kepada segmen dan juga segment as well as those that can be allocated on a
yang dapat dialokasikan dengan basis yang wajar. reasonable basis.
Perusahaan dan Entitas Anaknya mengelola kegiatan The Company and Its Subsidiary manage its business
usahanya dan mengidentifikasi segmen yang dilaporkan activities and identifies its segments reported based on
berdasarkan jenis produk dan wilayah geografis. product categories and geographic area.
Perusahaan dan Entitas Anaknya menentukan dan The Company and Its Subsidiary determine and present
menyajikan segmen operasi berdasarkan informasi yang operating segments based on the information that is
secara internal diberikan kepada pengambil keputusan internally provided to the chief operating decision
operasional. maker.
aa. Saham Treasuri aa. Treasury Stock
Jika entitas memperoleh kembali instrumen ekuitasnya, If the entity regain its equity instruments, then those
maka instrumen tersebut (saham treasuri) dikurangkan instruments (treasury stock) are deducted from equity.
dari ekuitas. Keuntungan atau kerugian yang timbul dari No gain or loss is recognized in profit or loss on the
pembelian, penjualan, penerbitan, atau pembatalan purchase, sale, issue or cancellation of the entity’s own
instrumen ekuitas entitas tersebut tidak diakui dalam laba equity instruments. Compensation paid or received is
rugi. Imbalan yang dibayarkan atau diterima diakui secara recognized directly in equity.
langsung di ekuitas.
ab. Program Kompensasi Manajemen dan Karyawan Berbasis ab. Management and Employees Stock Option Program
Saham
Karyawan (termasuk eksekutif senior) Perusahaan Employees (including senior executives) of the Company
menerima remunerasi dalam bentuk pembayaran berbasis receive remuneration in the form of share-based
saham, dimana karyawan memberikan jasa sebagai payment transactions, whereby employees render
pertimbangan untuk instrumen ekuitas (‘equity-settled services as consideration for equity instruments
transactions’). Saat opsi di eksekusi, Perusahaan (‘equity-settled transactions’). When the options are
menerbitkan saham baru. Hasil neto dari eksekusi berupa exercised, the Company issues new shares.
biaya yang dapat diatribusikan secara langsung The proceeds received net of any directly attributable
dikreditkan ke modal saham (nilai nominal) dan premi transaction costs are credited to share capital (nominal
saham. value) and share premium.
Dalam situasi di mana instrumen ekuitas yang diterbitkan In situations where equity instruments are issued and
dan beberapa atau seluruh barang atau jasa yang diterima some or all of the goods or services received by the
oleh entitas sebagai pertimbangan tidak dapat entity as consideration cannot be specifically
diidentifikasi secara khusus, barang atau jasa yang identified, the unidentified goods or services received
diterima (atau yang akan diterima) yang tidak dapat (or to be received) are measured as the difference
diidentifikasi diukur sebagai selisih antara nilai wajar between the fair value of the share-based payment
pembayaran berbasis saham dan nilai wajar dari barang transaction and the fair value of any identifiable goods
atau jasa yang diterima yang teridentifikasi pada tanggal or services received at the grant date. This is then
pemberian hak. Hal ini kemudian dikapitalisasi atau capitalised or expensed as appropriate.
dibebankan secara tepat.
358 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 359
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit E/37 Exhibit E/37
PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk AND ITS SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2025 FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2025
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan) 2. MATERIAL ACCOUNTING POLICY INFORMATION (Continued)
ab. Program Kompensasi Manajemen dan Karyawan Berbasis ab. Management and Employees Stock Option Program
Saham (Lanjutan) (Continued)
Beban program opsi karyawan berbasis saham dan beban Employee stock option program and management option
program opsi manajemen diukur pada tanggal pemberian program costs are measured at grant date based on the
kompensasi (grant date) berdasarkan nilai wajar dari fair value of the stock option using a black-scholes
seluruh opsi yang diberikan yang dihitung dengan model.
menggunakan metode black-scholes.
ac. Laba per Saham ac. Earnings per Share
Sesuai dengan PSAK 233 “Laba per saham”, laba per In accordance with SFAS 233 “Earning per share”,
saham dasar dihitung dengan cara membagi laba bersih earnings per share is calculated by dividing net profit
yang tersedia bagi pemegang saham dengan jumlah rata- available to shareholders by the weighted average
rata tertimbang saham biasa yang beredar pada tahun number of common shares outstanding during current
yang berjalan. year.
Laba per saham dilusian dihitung dengan cara membagi Dilluted earning per share is calculated by dividing net
laba bersih yang tersedia bagi pemegang saham dengan profit available to shareholders by the weighted
jumlah rata-rata tertimbang saham biasa yang telah average number of shares outstanding as adjusted for
disesuaikan dengan dampak dari semua efek berpotensi the effect of all dilutive potential ordinary shares.
saham biasa yang dilutif.
Jika jumlah saham yang beredar meningkat akibat dari If the outstanding number of shares increase as result of
pemisahan saham (stock split), maka perhitungan laba stock split, the computation of basic earnings per share
per saham dasar untuk seluruh periode penyajian harus for all presentation periods is adjusted retrospectively.
disesuaikan secara retrospektif.
Perusahaan dan Entitas Anaknya tidak mempunyai efek The Company and Its Subsidiary have no outstanding
berpotensi saham biasa yang bersifat dilutif pada tanggal dilutive potential dilutive ordinary shares as of
31 Desember 2025 dan 2024, oleh karena itu laba per 31 December 2025 and 2024, accordingly no diluted
saham dilusian tidak dihitung dan disajikan pada laporan earnings per share is calculated and presented in the
laba rugi dan penghasilan komprehensif lain consolidated statements of profit or loss other
konsolidasian. comprehensive income.
ad. Dividen ad. Dividends
Pembagian dividen kepada para pemegang saham Dividend distributions to the Company’s shareholders is
Perusahaan diakui sebagai sebuah liabilitas dalam laporan recognised as a liability in the financial statement in the
keuangan pada periode ketika dividen tersebut disetujui period which the dividends are approved by the
oleh para pemegang saham Perusahaan. Pembagian Company’s shareholders. Interim dividend distributions
dividen interim diakui sebagai liabilitas ketika dividen are recognised as a liability when the dividends are
disetujui berdasarkan keputusan rapat Direksi sesuai approved based on a Board of Directors’ resolution in
dengan Anggaran Dasar Perusahaan. accordance with the Company’s Articles of Association.
ae. Provisi ae. Provision
Provisi diakui ketika Perusahaan dan Entitas Anaknya Provision are recognized when the Company and Its
memiliki kewajiban kini (baik bersifat hukum maupun Subsidiary have a present obligation (legal or
bersifat konstruktif) yang akibat peristiwa masa lalu besar constructive) where, as a result of a past event, it is
kemungkinannya penyelesaian kewajiban tersebut probable that an outflow of resources embodying
mengakibatkan arus keluar sumber daya yang economic benefits will be required to settle the
mengandung manfaat ekonomi dan estimasi yang andal obligation and a reliable estimate can be made of the
mengenai jumlah kewajiban tersebut dapat dibuat. amount of the obligation.
Provisi ditelaah pada setiap akhir periode pelaporan dan Provision are reviewed at each reporting date and
disesuaikan untuk mencerminkan estimasi kini terbaik. adjusted to reflect the current best estimate. If it is no
Jika tidak terdapat kemungkinan arus keluar sumber daya longer probable that an outflow of resources embodying
yang mengandung manfaat ekonomi untuk menyelesaikan economic benefits will be required to settle the
kewajiban tersebut, provisi dipulihkan. obligation, the provision is reversed.
Apabila dampak nilai waktu uang adalah material, maka If the effect of the time value of money is material,
provisi didiskontokan dengan menggunakan tarif sebelum provisions are discounted using a current pre - tax rate
pajak, jika lebih tepat, untuk mencerminkan risiko that reflects, where appropriate, the risk specific to the
spesifik liabilitas. Ketika pendiskontoan digunakan, liability. When discounting is used, the increase in the
kenaikan provisi terkait dengan berlalunya waktu diakui provision due to the passage of time is recognized as a
sebagai beban keuangan. finance cost.
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 359
Page 360
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit E/38 Exhibit E/38
PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk AND ITS SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2025 FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2025
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan) 2. MATERIAL ACCOUNTING POLICY INFORMATION (Continued)
af. Kontinjensi af. Contingencies
Liabilitas kontinjen tidak diakui di dalam laporan Contingent liabilities are not recognized in the financial
keuangan. Liabilitas kontinjensi diungkapkan di dalam statements. They are disclosed in the notes to the
catatan atas laporan keuangan kecuali kemungkinan arus financial statements unless the possibility of an outflow
keluar sumber daya ekonomi adalah kecil. of resources embodying economic benefits is remote.
Aset kontinjen tidak diakui di dalam laporan keuangan, Contingent assets are not recognized in the financial
namun diungkapkan di dalam catatan atas laporan statements but are disclosed in the notes to the
keuangan jika terdapat kemungkinan suatu arus masuk financial statements when an inflow of economic
manfaat ekonomis. benefits is probable.
ag. Peristiwa Setelah Periode Pelaporan ag. Events After the Reporting Period
Peristiwa setelah periode pelaporan yang menyajikan Events after the reporting period that provide evidence
bukti dari kondisi yang terjadi pada akhir periode of conditions that existed at the end of the reporting
pelaporan (peristiwa penyesuaian) yang dicerminkan di period (adjusting events) are reflected in the financial
dalam laporan keuangan. Peristiwa setelah periode statements. Events after the reporting period that are
pelaporan yang bukan merupakan peristiwa penyesuaian, not adjusting events are disclosed in the notes to the
diungkapkan di dalam catatan laporan keuangan bila financial statements when material.
material.
3. PENGGUNAAN ESTIMASI DAN PERTIMBANGAN 3. USE OF ESTIMATES AND JUDGEMENTS
Pertimbangan Akuntansi yang Penting, Estimasi dan Asumsi Significant Accounting Judgements, Estimates and
Assumptions
Penyusunan laporan keuangan sesuai dengan Standar The preparation of the Company’s financial statements, in
Akuntansi Keuangan di Indonesia, mengharuskan manajemen conformity with Indonesian Financial Accounting Standards
membuat pertimbangan, estimasi dan asumsi yang requires management to make judgements, estimates and
mempengaruhi aset, liabilitas, komitmen, dan kontinjensi assumptions that affect the reported amounts of assets,
yang dilaporkan. Karena adanya unsur ketidakpastian liabilities, commitments, and contingent liabilities which
melekat dalam melakukan estimasi sehingga dapat are reported. Due to inherent uncertainty in the estimates
menyebabkan jumlah sesungguhnya yang dilaporkan pada thus can lead to actual results reported in future periods
periode yang akan datang berbeda dengan jumlah yang differ from those estimates.
diestimasikan.
I. Penggunaan Pertimbangan I. Use of Judgements
Pertimbangan berikut ini dibuat oleh manajemen dalam The following judgements are made by management in
rangka penerapan kebijakan akuntansi Perusahaan yang the process of applying the Company’s accounting
memiliki pengaruh paling signifikan atas jumlah yang policies that have the most significant effects on the
diakui dalam laporan keuangan: amounts recognized in the financial statements:
(i) Klasifikasi aset dan liabilitas keuangan (i) Classification of financial assets and financial
liabilities
Perusahaan dan Entitas Anaknya menetapkan The Company and Its Subsidiary determine the
klasifikasi atas aset dan liabilitas tertentu sebagai classifications of certain assets and liabilities as
aset keuangan dan liabilitas keuangan dengan financial assets and financial liabilities by judging
mempertimbangkan apakah definisi yang ditetapkan if they meet the definition set forth in SFAS 109.
PSAK 109 dipenuhi. Dengan demikian, aset keuangan Accordingly, the financial assets and financial
dan liabilitas keuangan diakui sesuai dengan liabilities are accounted for in accordance with
kebijakan akuntansi Perusahaan seperti the Company’s accounting policies as disclosed in
diungkapkan pada Catatan 2e. Note 2e.
360 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 361
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit E/39 Exhibit E/39
PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk AND ITS SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2025 FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2025
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
3. PENGGUNAAN ESTIMASI DAN PERTIMBANGAN (Lanjutan) 3. USE OF ESTIMATES AND JUDGEMENTS (Continued)
Pertimbangan Akuntansi yang Penting, Estimasi dan Asumsi Significant Accounting Judgements, Estimates and
(Lanjutan) Assumptions (Continued)
I. Penggunaan Pertimbangan (Lanjutan) I. Use of Judgements (Continued)
Pertimbangan berikut ini dibuat oleh manajemen dalam The following judgements are made by management in
rangka penerapan kebijakan akuntansi Perusahaan yang the process of applying the Company’s accounting
memiliki pengaruh paling signifikan atas jumlah yang policies that have the most significant effects on the
diakui dalam laporan keuangan: (Lanjutan) amounts recognized in the financial statements:
(Continued)
(ii) Cadangan atas kerugian penurunan nilai aset (ii) Allowance for impairment of financial assets
keuangan
Perusahaan dan Entitas Anaknya mengevaluasi The Company and Its Subsidiary evaluate specific
akun tertentu yang diketahui bahwa para accounts where it has information that certain
pelanggannya tidak dapat memenuhi liabilitas customers are unable to meet their financial
keuangannya. Dalam hal tersebut, Perusahaan obligations. In these cases, the Company uses
mempertimbangkan, berdasarkan fakta dan situasi judgement, based on available facts and
yang tersedia, termasuk namun tidak terbatas pada circumstances, including but not limited to, the
jangka waktu, hubungan dengan pelanggan dan length of its relationship with the customer and the
status piutang dari pelanggan berdasarkan catatan customer’s current receivables status based on any
piutang pihak ketiga yang tersedia dan faktor pasar available third party receivables reports and known
yang telah diketahui, untuk mencatat cadangan market factors, to record specific allowance for
spesifik atas pelanggan terhadap jumlah terutang customers against amounts due to reduce its
guna mengurangi jumlah piutang yang diharapkan receivable amounts that the Company and Its
dapat diterima oleh Perusahaan dan Entitas Subsidiary expected to collect.
Anaknya.
Cadangan spesifik ini dievaluasi kembali dan These specific allowances are re-evaluated and
disesuaikan jika tambahan informasi yang diterima adjusted as additional information received
mempengaruhi jumlah cadangan kerugian affects the amounts of allowance for impairment
penurunan nilai piutang pembiayaan. Nilai tercatat of financing receivables. The carrying amount
dari piutang pembiayaan sebelum cadangan of the Company’s financing receivables
kerugian penurunan nilai pada tanggal 31 Desember before allowance for impairment losses as of
2025 dan 2024 masing-masing sebesar Rp 23.375.101 31 December 2025 and 2024 were amounted to
dan Rp 22.827.418. Penjelasan lebih rinci Rp 23,375,101 and Rp 22,827,418, respectively.
diungkapkan dalam Catatan 5. Further details are shown in Note 5.
II. Estimasi dan Asumsi II. Estimates and Assumptions
Asumsi utama masa depan dan sumber utama estimasi The key assumptions concerning the future and
ketidakpastian lain pada akhir periode pelaporan yang other key sources of estimation uncertainty at
memiliki risiko signifikan bagi penyesuaian yang material the reporting date that have a significant risk of
terhadap nilai tercatat aset dan liabilitas untuk periode causing a material adjustment to the carrying amounts
pelaporan berikutnya, diungkapkan dibawah ini. of assets and liabilities within the next financial year
Perusahaan mendasarkan asumsi dan estimasi pada are disclosed below. The Company based its
parameter yang tersedia pada saat laporan keuangan assumptions and estimates on parameters which are
disusun. Asumsi dan situasi mengenai perkembangan available when the financial statements were prepared.
masa depan, mungkin berubah akibat perubahan pasar Existing assumptions and circumstances about future
atau situasi diluar kendali Perusahaan dan Entitas development, may change due to market changes or
Anaknya. Perubahan tersebut dicerminkan dalam asumsi circumstances arising beyond the control of the
terkait pada saat terjadinya. Company and Its Subsidiary. Such changes are reflected
in the assumptions as they occur.
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 361
Page 362
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit E/40 Exhibit E/40
PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk AND ITS SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2025 FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2025
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
3. PENGGUNAAN ESTIMASI DAN PERTIMBANGAN (Lanjutan) 3. USE OF ESTIMATES AND JUDGEMENTS (Continued)
Pertimbangan Akuntansi yang Penting, Estimasi dan Asumsi Significant Accounting Judgements, Estimates and
(Lanjutan) Assumptions (Continued)
II. Estimasi dan Asumsi (Lanjutan) II. Estimates and Assumptions (Continued)
(i) Nilai wajar atas instrumen keuangan (i) Fair value of financial instruments
Nilai wajar instrumen keuangan yang secara aktif The fair value of financial instruments that
diperdagangkan di pasar keuangan ditentukan are actively traded in organized financial
dengan mengacu pada kuotasi harga pasar yang markets is determined by reference to quoted
berlaku pada penutupan pasar pada akhir tahun market bid prices at the close of business at the
pelaporan. Untuk instrumen keuangan yang tidak end of the reporting year. For financial
diperdagangkan di pasar aktif, nilai wajar instruments where there is no active market, fair
ditentukan dengan menggunakan teknik penilaian. value is determined using valuation techniques.
Teknik penilaian tersebut meliputi penggunaan Such techniques may include using recent arm’s
transaksi pasar terkini yang dilakukan secara wajar length market transaction, reference to the
(arm’s length market transactions), referensi atas current fair value of another instrument that is
nilai wajar terkini dari instrumen lain yang secara substantially the same, discounted cash flow
substantial sama, analisis arus kas yang didiskonto, analysis, or other valuation models. Further
atau model penilaian lainnya. Penjelasan lebih rinci details are shown in Note 36.
diungkapkan dalam Catatan 36.
(ii) Cadangan kerugian penurunan nilai aset keuangan (ii) Allowance for impairment losses of financial
assets
Perusahaan dan Entitas Anaknya telah menelaah The Company and Its Subsidiary have reviewed
pinjaman yang diberikan dan piutang pada setiap loans and receivables at each statements of
tanggal laporan posisi keuangan untuk menilai financial positions date to assess whether
apakah penurunan nilai harus diakui dalam laporan impairment should be recognized in the profit or
laba rugi. Secara khusus, justifikasi oleh manajemen loss or not. In particular, justification by
diperlukan dalam estimasi jumlah dan waktu arus management is required to estimate the amount
kas di masa mendatang ketika menentukan and timing of future cash flows when determining
penurunan nilai. Dalam estimasi arus kas ini, impairment. In the estimation of cash flows, the
Perusahaan membuat justifikasi tentang situasi Company makes the justification of the financial
keuangan debitur dan nilai realisasi neto agunan. condition of debtors and net realizable value of
Estimasi-estimasi ini didasarkan pada asumsi-asumsi collateral. These estimates are based on
tentang sejumlah faktor dan hasil aktual mungkin assumptions about a number of factors and actual
berbeda, yang tercermin dalam perubahan cadangan results may differ, as reflected in changes in
perubahan kerugian penurunan nilai tersebut di reserves of changes in these impairment losses in
masa mendatang. the future.
Evaluasi cadangan kerugian penurunan nilai secara Allowance for impairment losses that collectively
kolektif mencakup kerugian kredit yang melekat assessed includes inherent credit losses in financing
pada portofolio piutang pembiayaan dengan receivables portfolios with similar credit risk
karakteristik risiko kredit yang sejenis ketika characteristics when objective evidence
terdapat bukti objektif bahwa telah terjadi of impairment exist for those portfolios. In
penurunan nilai piutang dalam portofolio tersebut. assessing the need for collective allowances for
Dalam menentukan perlunya untuk membentuk impairment losses, management considers factors
cadangan kerugian penurunan nilai secara kolektif, such as credit quality, portfolio size, credit
manajemen mempertimbangkan faktor-faktor concentrations, and economic factors.
seperti kualitas kredit, besarnya portofolio,
konsentrasi kredit, dan faktor-faktor ekonomi.
Dalam mengestimasi cadangan yang dibutuhkan, In order to estimate the required allowance,
asumsi-asumsi dibuat untuk menentukan model assumptions are made to define the way inherent
kerugian bawaan dan untuk menentukan parameter losses are modeled and to determine the required
input yang diperlukan, berdasarkan pengalaman input parameters, based on historical experience
historis dan keadaan ekonomi saat ini. Ketepatan and current economic conditions. The accuracy of
dari cadangan ini bergantung pada asumsi model dan the allowances depends on the model assumptions
parameter yang digunakan dalam penentuan and parameters used in determining collective
cadangan kolektif. Penjelasan lebih rinci allowances. Further details are shown in Note 5.
diungkapkan dalam Catatan 5.
362 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 363
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit E/41 Exhibit E/41
PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk AND ITS SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2025 FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2025
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
3. PENGGUNAAN ESTIMASI DAN PERTIMBANGAN (Lanjutan) 3. USE OF ESTIMATES AND JUDGEMENTS (Continued)
II. Estimasi dan Asumsi (Lanjutan) II. Estimates and Assumptions (Continued)
(iii) Estimasi umur manfaat aset tetap dan aset tak (iii) Useful life estimate for fixed assets and
berwujud intangible assets
Perusahaan dan Entitas Anaknya melakukan The Company and Its Subsidiary review periodically
penelahaan berkala atas masa manfaat ekonomis the estimated useful life of fixed assets based on
aset tetap berdasarkan faktor-faktor seperti kondisi factors such as technical specification and future
teknis dan perkembangan teknologi di masa depan. technological developments. Future results of
Hasil operasi di masa depan akan dipengaruhi secara operations could be materially affected by changes
material atas perubahan estimasi ini yang in these estimates brought about by changes in the
diakibatkan oleh perubahan faktor yang telah factors mentioned. See Note 10 for the carrying
disebutkan di atas. Lihat Catatan 10 untuk jumlah amount of fixed assets.
tercatat aset tetap.
(iv) Imbalan pasca-kerja (iv) Post-employment benefits
Nilai kini liabilitas imbalan pasca-kerja tergantung The present value of the post-employment benefits
pada beberapa faktor yang ditentukan dengan dasar obligations liabilities depends on a number of
aktuarial berdasarkan beberapa asumsi. Asumsi yang factors that are determined on an actuarial basis
digunakan untuk menentukan biaya (penghasilan) using a number of assumptions. The assumptions
liabilitas imbalan pasca-kerja neto mencakup used in determining the net cost (income) for post-
tingkat diskonto, tingkat kenaikan gaji di masa employment benefits liabilities include the
datang, tingkat pengunduran diri, tingkat discount rate, salary increment rate, resignation
kecacatan, usia pensiun dan tingkat kematian. rate, disability rate, retirement age and mortality
Perubahan atas asumsi-asumsi ini akan rate. Any changes in these assumptions will impact
mempengaruhi jumlah tercatat liabilitas imbalan the carrying amount of post-employment benefits
pasca-kerja. liabilities.
Perusahaan dan Entitas Anaknya menentukan The Company and Its Subsidiary determine the
tingkat diskonto yang sesuai pada akhir periode appropriate discount rate at the end of each
pelaporan. Ini merupakan tingkat suku bunga yang reporting period. This is the interest rate that
harus digunakan untuk menentukan nilai kini atas should be used to determine the present value of
estimasi arus kas keluar masa depan yang estimated future cash outflows expected to be
diharapkan untuk menyelesaikan liabilitas imbalan required to settle the post-employment benefits
pasca-kerja. Dalam menentukan tingkat suku bunga liabilities. In determining the appropriate discount
yang sesuai, Perusahaan mempertimbangkan tingkat rate, the Company considers the interest rates of
suku bunga obligasi pemerintah yang government bonds that are denominated in the
didenominasikan dalam mata uang imbalan akan currency in which the benefits will be paid and that
dibayar dan memiliki jangka waktu yang serupa have terms to maturity approximating the terms of
dengan jangka waktu liabilitas imbalan pasca-kerja the related post-employment benefit liabilities.
yang terkait.
Asumsi kunci liabilitas imbalan pasca-kerja lainnya Other key assumptions for post-employment
sebagian ditentukan berdasarkan kondisi pasar saat benefit liabilities are based in part on current
ini. Penjelasan lebih rinci diungkapkan dalam market conditions. Further details are shown in
Catatan 17. Note 17.
(v) Program kompensasi manajemen dan karyawan (v) Management and employees stock option
berbasis saham program
Perusahaan dan Entitas Anaknya mengukur biaya The Company and Its Subsidiary measure the cost
equity-settled transactions karyawan dengan of equity-settled transactions with employees by
mengacu pada nilai wajar instrumen ekuitas pada reference to the fair value of the equity
tanggal diberikan. Estimasi nilai wajar untuk instruments at the date at which they are granted.
pembayaran berbasis saham untuk menentukan Estimating fair value for share-based payment
model penilaian yang paling sesuai, tergantung pada transactions requires determining the most
persyaratan dan kondisi pemberian. Estimasi ini juga appropriate valuation model, which is dependent
mengharuskan menentukan input yang paling tepat on the terms and conditions of the grant. This
untuk valuasi model termasuk masa manfaat yang estimate also requires determining the most
diharapkan dari opsi saham, volatilitas dan dividend appropriate inputs to the valuation model
yield dan membuat asumsi yang digunakan. including the expected life of the share option,
volatility and dividend yield and making
assumptions about them.
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 363
Page 364
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit E/42 Exhibit E/42
PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk AND ITS SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2025 FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2025
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
3. PENGGUNAAN ESTIMASI DAN PERTIMBANGAN (Lanjutan) 3. USE OF ESTIMATES AND JUDGEMENTS (Continued)
Pertimbangan Akuntansi yang Penting, Estimasi dan Asumsi Significant Accounting Judgements, Estimates and
(Lanjutan) Assumptions (Continued)
II. Estimasi dan Asumsi (Lanjutan) II. Estimates and Assumptions (Continued)
(vi) Pajak penghasilan (vi) Income tax
Pertimbangan signifikan dilakukan dalam Significant judgement is involved in determining
menentukan provisi atas pajak penghasilan provision for corporate income tax. There are
badan. Terdapat transaksi dan perhitungan tertentu certain transaction and computation for which the
yang penentuan pajak akhirnya adalah tidak pasti ultimate tax determination is uncertain during the
sepanjang kegiatan usaha normal. Perusahaan dan ordinary course of business. The Company and Its
Entitas Anaknya mengakui liabilitas atas pajak Subsidiary recognize liabilities for expected
penghasilan badan berdasarkan estimasi apakah corporate income tax issues based on estimates of
terdapat tambahan pajak penghasilan badan. whether additional corporate income tax will be
Penjelasan lebih rinci diungkapkan dalam Catatan due. Further details are shown in Note 14b.
14b.
(vii) Aset pajak tangguhan (vii) Deferred tax assets
Aset pajak tangguhan diakui atas seluruh perbedaan Deferred tax assets are recognized for all
temporer yang dapat dikurangkan, sepanjang besar deductible temporary differences, to the extent
kemungkinannya bahwa penghasilan kena pajak that it is probable that taxable profit will be
akan tersedia sehingga perbedaan temporer available against which the deductible temporary
tersebut dapat digunakan. differences.
Justifikasi manajemen diperlukan untuk Management judgement is required to determine
menentukan jumlah aset pajak tangguhan yang the amount of deferred tax assets that can be
dapat diakui, sesuai dengan waktu yang tepat dan recognized, based upon the likely timing on level
tingkat laba fiscal di masa mendatang sejalan of future taxable profits together with future
dengan strategi rencana perpajakan ke depan. strategic tax planning. Further details are shown
Penjelasan lebih rinci diungkapkan dalam Catatan in Note 14c.
14c.
4. KAS DAN SETARA KAS 4. CASH AND CASH EQUIVALENTS
Kas dan setara kas terdiri dari: Cash and cash equivalents consist of the followings:
31 Desember/December
2025 2024
Kas – Rupiah 1.605 3.021 Cash on hand - Rupiah
Bank – Rupiah Cash in banks - Rupiah
Pihak ketiga Third parties
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk 357.412 101.992 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
PT Bank Syariah Nasional 250.000 250.000 PT Bank Syariah Nasional
PT Bank Syariah Indonesia Tbk 151.617 25.648 PT Bank Syariah Indonesia Tbk
PT Bank Jabar Banten Syariah 150.105 90.580 PT Bank Jabar Banten Syariah
PT Bank KB Bukopin Syariah 143.609 150.931 PT Bank KB Bukopin Syariah
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 130.426 110.712 PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
PT Bank Central Asia Tbk 28.867 29.014 PT Bank Central Asia Tbk
Standard Chartered Bank, Standard Chartered Bank,
Cabang Jakarta 9.196 11.564 Jakarta Branch
PT Bank CIMB Niaga Tbk 5.998 8.659 PT Bank CIMB Niaga Tbk
PT Bank Permata Tbk 3.278 1.706 PT Bank Permata Tbk
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 1.699 8.379 PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
PT Bank Victoria International Tbk 1.450 50.263 PT Bank Victoria International Tbk
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 120 50.020 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
PT Bank Pembangunan Daerah PT Bank Pembangunan Daerah
Jawa Barat dan Banten Tbk 11 10.030 Jawa Barat dan Banten Tbk
Lain-lain (saldo di bawah Rp 1.000) 269 185 Others (balance below Rp 1,000)
Pihak berelasi (Catatan 29) Related party (Note 29)
PT Bank Jago Tbk 1.838 70 PT Bank Jago Tbk
Jumlah bank 1.235.895 899.753 Total cash in banks
Jumlah kas dan bank 1.237.500 902.774 Total cash on hand and in banks
364 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 365
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit E/43 Exhibit E/43
PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk AND ITS SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2025 FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2025
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
4. KAS DAN SETARA KAS (Lanjutan) 4. CASH AND CASH EQUIVALENTS (Continued)
Kas dan setara kas terdiri dari: (Lanjutan) Cash and cash equivalents consist of the followings:
(Continued)
31 Desember/December
2025 2024
Deposito berjangka - Rupiah Time deposits - Rupiah
Pihak ketiga Third parties
PT Bank KB Bukopin Syariah 204.225 252.169 PT Bank KB Bukopin Syariah
PT Bank Nationalnobu Tbk 100.000 - PT Bank Nationalnobu Tbk
PT Bank Sahabat Sampoerna 3.062 100.000 PT Bank Sahabat Sampoerna
PT Bank Amar Indonesia Tbk 3.039 - PT Bank Amar Indonesia Tbk
PT Bank Ina Perdana Tbk 1.019 51.055 PT Bank Ina Perdana Tbk
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk 367 357 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
PT Bank Victoria International Tbk - 200.000 PT Bank Victoria International Tbk
PT Allo Bank Indonesia Tbk - 100.000 PT Allo Bank Indonesia Tbk
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk - 1.000 PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
Pihak berelasi (Catatan 29) Related party (Note 29)
PT Bank Jago Tbk 3.000 6.771 PT Bank Jago Tbk
Jumlah deposito berjangka 314.712 711.352 Total time deposits
Jumlah kas dan setara kas 1.552.212 1.614.126 Total cash and cash equivalents
Kisaran tingkat suku bunga deposito berjangka di atas adalah The range of the interest rates from the above time deposits
sebagai berikut: are as follows:
31 Desember/December
2025 2024
Tingkat bunga deposito Time deposit interest rate
berjangka per tahun per annum
Rupiah 3,00% - 7,00% 6,00% - 7,00% Rupiah
Rincian kontrak deposito Perusahaan dan Entitas Anaknya The details of the deposit contract of the Company and Its
berdasarkan periode jatuh temponya adalah sebagai berikut: Subsidiary based on the maturity period are as follows:
31 Desember/December
2025 2024
Deposito berjangka 314.712 711.352 Time deposits
Dikurangi : Less:
Periode jatuh tempo di bawah tiga bulan (314.712) (711.352) Due date period under three months
Periode jatuh tempo di atas tiga bulan - - Due date period over three months
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 365
Page 366
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit E/44 Exhibit E/44
PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk AND ITS SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2025 FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2025
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
5. PIUTANG PEMBIAYAAN 5. FINANCING RECEIVABLES
31 Desember/December
2025 2024
Piutang pembiayaan konvensional 32.270.518 29.700.549 Conventional financing receivables
Piutang pembiayaan murabahah 951.740 872.863 Murabahah financing receivables
Jumlah piutang pembiayaan - bruto 33.222.258 30.573.412 Total financing receivables – gross
Rincian piutang pembiayaan adalah sebagai berikut: The details of financing receivables are as follows:
31 Desember/December
2025 2024
Piutang pembiayaan – bruto 33.222.258 30.573.412 Financing receivables – gross
Pendapatan pembiayaan yang
belum diakui (7.114.502) (6.567.670) Unearned financing income
Biaya transaksi yang belum diamortisasi 80.921 40.541 Unamortized transaction costs
26.188.677 24.046.283
Pembiayaan bersama dan penerusan Joint financing and
pinjaman – neto (2.813.576) (1.218.865) channeling – net
23.375.101 22.827.418
Dikurangi : cadangan kerugian Less : allowance for
penurunan nilai (980.631) (814.604) impairment losses
Jumlah piutang pembiayaan - neto 22.394.470 22.012.814 Total financing receivables - net
Angsuran piutang pembiayaan – bruto, yang akan diterima The installments of financing receivables - gross, which will
dari konsumen sesuai dengan tanggal jatuh temponya adalah be collected from consumers in accordance with the due
sebagai berikut: dates are as follows:
31 Desember/December
2025 2024
<= 1 tahun 16.619.434 15.355.205 <= 1 year
1 – 2 tahun 9.587.437 8.787.764 1 – 2 years
> 2 tahun 7.015.387 6.430.443 > 2 years
Jumlah 33.222.258 30.573.412 Total
Pengelompokan piutang pembiayaan - bruto menurut jumlah The classification of financing receivables - gross based on
hari tunggakan adalah sebagai berikut: days overdue are as follows:
31 Desember/December
31 Desember/December 2025 2024
2025 2024 % %
Belum jatuh tempo 26.763.578 25.138.952 80,56 82,23 Current
Lewat jatuh tempo: Past due:
1-30 hari 5.414.243 4.514.059 16,30 14,76 1-30 days
31-90 hari 680.416 620.787 2,05 2,03 31-90 days
91-120 hari 106.140 105.739 0,32 0,35 91-120 days
121-180 hari 166.726 137.509 0,50 0,45 121-180 days
> 180 hari 91.155 56.366 0,27 0,18 > 180 days
Jumlah 33.222.258 30.573.412 100,00 100,00 Total
366 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 367
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit E/45 Exhibit E/45
PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk AND ITS SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2025 FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2025
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
5. PIUTANG PEMBIAYAAN (Lanjutan) 5. FINANCING RECEIVABLES (Continued)
Tabel berikut menunjukkan perubahan nilai tercatat piutang The following tables show movement of carrying amount of
pembiayaan selama tahun berjalan: receivables during the year:
31 Desember/December 2025
Tahap 1/ Tahap 2/ Tahap 3/ Jumlah/
Stage 1 Stage 2 Stage 3 Total
Saldo awal 23.235.687 510.982 299.614 24.046.283 Beginning balance
Pergerakan antar tahap : Interstage movement:
- Pindah ke tahap 1 50.743 (48.716) (2.027) - Transfer to stage 1 -
- Pindah ke tahap 2 (473.303) 475.048 (1.745) - Transfer to stage 2 -
- Pindah ke tahap 3 (308.120) (29.144) 337.264 - Transfer to stage 3 -
Aset keuangan yang telah Financial assets that have
dilunasi, perubahan pada been repaid, changes in
biaya transaksi dan piutang transaction cost and
bunga pembiayaan (13.705.230) (573.073) 530.412 (13.747.891) financing interest receivable
Aset keuangan yang baru New financial assets
diperoleh 16.469.618 220.164 121.864 16.811.646 originated
Penghapusan - - (921.361) (921.361) Written-off
Saldo akhir 25.269.395 555.261 364.021 26.188.677 Ending balance
31 Desember/December 2024
Tahap 1/ Tahap 2/ Tahap 3/ Jumlah/
Stage 1 Stage 2 Stage 3 Total
Saldo awal 21.156.309 502.122 299.910 21.958.341 Beginning balance
Pergerakan antar tahap : Interstage movement:
- Pindah ke tahap 1 54.843 (50.676) (4.167) - Transfer to stage 1 -
- Pindah ke tahap 2 (441.261) 443.299 (2.038) - Transfer to stage 2 -
- Pindah ke tahap 3 (252.174) (18.070) 270.244 - Transfer to stage 3 -
Aset keuangan yang telah Financial assets that have
dilunasi, perubahan pada been repaid, changes in
biaya transaksi dan piutang transaction cost and
bunga pembiayaan (13.007.419) (567.974) 420.213 (13.155.180) financing interest receivable
Aset keuangan yang baru New financial assets
diperoleh 15.725.389 202.281 110.753 16.038.423 originated
Penghapusan - - (795.301) (795.301) Written-off
Saldo akhir 23.235.687 510.982 299.614 24.046.283 Ending balance
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 367
Page 368
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit E/46 Exhibit E/46
PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk AND ITS SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2025 FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2025
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
5. PIUTANG PEMBIAYAAN (Lanjutan) 5. FINANCING RECEIVABLES (Continued)
Tabel berikut menunjukkan perubahan cadangan kerugian The following tables show movement of the allowance for
penurunan nilai piutang pembiayaan selama tahun berjalan: impairment losses of financing receivables during the year:
31 Desember/December 2025
Tahap 1/ Tahap 2/ Tahap 3/ Jumlah/
Stage 1 Stage 2 Stage 3 Total
Saldo awal 431.246 133.587 249.771 814.604 Beginning balance
Pergerakan antar tahap : Interstage movement:
- Pindah ke tahap 1 14.337 (12.617) (1.720) - Transfer to stage 1 -
- Pindah ke tahap 2 (12.944) 14.314 (1.370) - Transfer to stage 2 -
- Pindah ke tahap 3 (8.856) (6.374) 15.230 - Transfer to stage 3 -
Aset keuangan yang telah dilunasi Financial assets that have been
dan pengukuran kembali repaid and remeasurement
penurunan nilai – neto (211.657) (31.318) 863.880 620.905 of loss impairment - net
Aset keuangan yang baru New financial assets
diperoleh 302.853 62.879 100.751 466.483 originated
Penghapusan - - (921.361) (921.361) Written-off
Saldo akhir 514.979 160.471 305.181 980.631 Ending balance
31 Desember/December 2024
Tahap 1/ Tahap 2/ Tahap 3/ Jumlah/
Stage 1 Stage 2 Stage 3 Total
Saldo awal 392.270 104.798 267.052 764.120 Beginning balance
Pergerakan antar tahap : Interstage movement:
- Pindah ke tahap 1 13.489 (9.947) (3.542) - Transfer to stage 1 -
- Pindah ke tahap 2 (11.855) 13.694 (1.839) - Transfer to stage 2 -
- Pindah ke tahap 3 (6.851) (3.559) 10.410 - Transfer to stage 3 -
Aset keuangan yang telah dilunasi Financial assets that have been
dan pengukuran kembali repaid and remeasurement
penurunan nilai – neto (231.883) (24.451) 679.379 423.045 of loss impairment - net
Aset keuangan yang baru New financial assets
diperoleh 276.076 53.052 93.612 422.740 originated
Penghapusan - - (795.301) (795.301) Written-off
Saldo akhir 431.246 133.587 249.771 814.604 Ending balance
Mutasi cadangan kerugian penurunan nilai piutang The movements in the allowance for impairment losses of
pembiayaan berdasarkan penilaian secara individual dan financing receivables based on individual and collective
kolektif adalah sebagai berikut: assessments are as follows:
31 Desember/December 2025
Individual/ Kolektif/ Jumlah/
Individual Collective Total
Saldo awal 60.871 753.733 814.604 Beginning balance
Penambahan cadangan Additions to allowance
selama tahun berjalan – neto 56.633 1.030.755 1.087.388 during the year – net
Penghapusan (21.419) (899.942) (921.361) Written-off
Saldo akhir 96.085 884.546 980.631 Ending balance
368 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 369
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit E/47 Exhibit E/47
PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk AND ITS SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2025 FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2025
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
5. PIUTANG PEMBIAYAAN (Lanjutan) 5. FINANCING RECEIVABLES (Continued)
Mutasi cadangan kerugian penurunan nilai piutang The movements in the allowance for impairment losses of
pembiayaan berdasarkan penilaian secara individual dan financing receivables based on individual and collective
kolektif adalah sebagai berikut: (Lanjutan) assessments are as follows: (Continued)
31 Desember/December 2024
Individual/ Kolektif/ Jumlah/
Individual Collective Total
Saldo awal - 764.120 764.120 Beginning balance
Penambahan cadangan Additions to allowance
selama tahun berjalan – neto 85.979 759.806 845.785 during the year – net
Penghapusan (25.108) (770.193) (795.301) Written-off
Saldo akhir 60.871 753.733 814.604 Ending balance
a. Piutang pembiayaan berdasarkan tujuan pembiayaan a. Financing receivables based on purpose of financing
31 Desember/December 2025
Syariah/
Konvensional/Conventional Sharia
Modal
Kerja/ Multiguna/ Sub-
Investasi/ Working Multi- jumlah/ Jumlah/
Investment Capital purpose Sub-total Murabahah Total
Piutang pembiayaan Financing receivables
- bruto 5.584.782 19.186.062 7.499.674 32.270.518 951.740 33.222.258 - gross
Pendapatan
pembiayaan Unearned financing
yang belum diakui (953.926) (4.111.450) (1.792.179) (6.857.555) (256.947) (7.114.502) income
Biaya transaksi yang Unamortized
belum diamortisasi (5.149) (16.961) 79.699 57.589 23.332 80.921 transaction cost
4.625.707 15.057.651 5.787.194 25.470.552 718.125 26.188.677
Pembiayaan bersama Joint financing
dan penerusan and channeling -
pinjaman - neto (157.614) (2.549.563) (106.399) (2.813.576) - (2.813.576) net
4.468.093 12.508.088 5.680.795 22.656.976 718.125 23.375.101
Cadangan kerugian Allowance for
penurunan nilai (173.401) (516.367) (268.483) (958.251) (22.380) (980.631) impairment losses
Jumlah piutang
pembiayaan - Total financing
neto 4.294.692 11.991.721 5.412.312 21.698.725 695.745 22.394.470 receivables - net
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 369
Page 370
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit E/48 Exhibit E/48
PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk AND ITS SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2025 FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2025
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
5. PIUTANG PEMBIAYAAN (Lanjutan) 5. FINANCING RECEIVABLES (Continued)
a. Piutang pembiayaan berdasarkan tujuan pembiayaan a. Financing receivables based on purpose of financing
(Lanjutan) (Continued)
31 Desember/December 2024
Syariah/
Konvensional/Conventional Sharia
Modal
Kerja/ Multiguna/ Sub-
Investasi/ Working Multi- jumlah/ Jumlah/
Investment Capital purpose Sub-total Murabahah Total
Piutang pembiayaan Financing receivables
- bruto 6.196.015 17.625.650 5.878.884 29.700.549 872.863 30.573.412 - gross
Pendapatan
pembiayaan Unearned financing
yang belum diakui (1.125.044) (3.795.644) (1.410.360) (6.331.048) (236.622) (6.567.670) income
Biaya transaksi yang Unamortized
belum diamortisasi (18.960) (11.253) 46.793 16.580 23.961 40.541 transaction cost
5.052.011 13.818.753 4.515.317 23.386.081 660.202 24.046.283
Pembiayaan bersama Joint financing
dan penerusan and channeling -
pinjaman - neto (62.320) (1.081.611) (74.934) (1.218.865) - (1.218.865) net
4.989.691 12.737.142 4.440.383 22.167.216 660.202 22.827.418
Cadangan kerugian Allowance for
penurunan nilai (158.086) (422.201) (211.933) (792.220) (22.384) (814.604) impairment losses
Jumlah piutang
pembiayaan - Total financing
neto 4.831.605 12.314.941 4.228.450 21.374.996 637.818 22.012.814 receivables - net
Pembiayaan investasi diberikan untuk pembiayaan barang Investment financing were extended to finance capital
modal beserta jasa yang diperlukan untuk aktivitas goods and services needed for business/investment
usaha/investasi. activities.
Pembiayaan modal kerja diberikan untuk memenuhi Working capital financing were extended for working
kebutuhan pengeluaran yang habis dalam satu siklus capital needs which fully utilized within one cycle of
aktivitas usaha. business activities.
Kegiatan pembiayaan investasi dan modal kerja ditujukan Investment and working capital financing activities
untuk debitur yang : were intended to borrowers which :
a. memiliki usaha produktif; dan/atau a. have productive businesses; and/or
b. memiliki ide untuk pengembangan usaha produktif. b. have ideas to develop the productive business.
Pembiayaan multiguna diberikan untuk pembiayaan Multipurpose financing were extended for financing of
barang dan/atau jasa untuk pemakaian/konsumsi dan goods/services for consumption and non-business
bukan untuk keperluan usaha atau aktivitas produktif. related or productive activities.
370 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 371
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit E/49 Exhibit E/49
PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk AND ITS SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2025 FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2025
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
5. PIUTANG PEMBIAYAAN (Lanjutan) 5. FINANCING RECEIVABLES (Continued)
b. Piutang pembiayaan berdasarkan jenis pengikatan b. Financing receivables based on type of contract
31 Desember/December 2025
Pembiayaan Pembiayaan
Sewa konsumen/ Murabahah/
pembiayaan/ Consumer Murabahah Jumlah/
Finance lease financing financing Total
Piutang pembiayaan - Financing receivables -
bruto 21.596.360 10.674.158 951.740 33.222.258 gross
Pendapatan pembiayaan Unearned financing
yang belum diakui (4.191.636) (2.665.919) (256.947) (7.114.502) income
Biaya transaksi yang Unamortized
belum diamortisasi (25.434) 83.023 23.332 80.921 transaction cost
17.379.290 8.091.262 718.125 26.188.677
Pembiayaan bersama
dan penerusan Joint financing
pinjaman – neto (2.567.553) (246.023) - (2.813.576) and channeling - net
14.811.737 7.845.239 718.125 23.375.101
Cadangan kerugian Allowance for
penurunan nilai (564.227) (394.024) (22.380) (980.631) impairment losses
Jumlah piutang Total financing
pembiayaan – neto 14.247.510 7.451.215 695.745 22.394.470 receivables – net
31 Desember/December 2024
Pembiayaan Pembiayaan
Sewa konsumen/ Murabahah/
pembiayaan/ Consumer Murabahah Jumlah/
Finance lease financing financing Total
Piutang pembiayaan - Financing receivables -
Bruto 20.176.373 9.524.176 872.863 30.573.412 gross
Pendapatan pembiayaan Unearned financing
yang belum diakui (4.028.351) (2.302.697) (236.622) (6.567.670) income
Biaya transaksi yang Unamortized
belum diamortisasi (35.313) 51.893 23.961 40.541 transaction cost
16.112.709 7.273.372 660.202 24.046.283
Pembiayaan bersama
dan penerusan Joint financing
pinjaman – neto (1.057.176) (161.689) - (1.218.865) and channeling - net
15.055.533 7.111.683 660.202 22.827.418
Cadangan kerugian Allowance for
penurunan nilai (459.866) (332.354) (22.384) (814.604) impairment losses
Jumlah piutang Total financing
pembiayaan – neto 14.595.667 6.779.329 637.818 22.012.814 receivables – net
Informasi pokok lainnya sehubungan dengan piutang Other significant information relating to financing
pembiayaan adalah sebagai berikut: receivables is as follows:
Persentase cadangan kerugian penurunan nilai terhadap Percentage of the allowance for impairment losses
jumlah piutang pembiayaan sebesar 4,20% dan 3,57% masing- to financing receivables was 4.20% and 3.57% as of
masing pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024. 31 December 2025 and 2024, respectively.
Manajemen berkeyakinan bahwa cadangan kerugian penurunan The management believes that the allowance for
nilai yang dibentuk memadai untuk menutup kerugian yang impairment losses was sufficient to cover possible losses
mungkin timbul akibat tidak tertagihnya piutang pembiayaan arising from uncollectible financing receivables.
tersebut.
Seluruh transaksi pembiayaan dilakukan dengan pihak ketiga. All of the Company’s financing transactions are entered
with third parties.
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 371
Page 372
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit E/50 Exhibit E/50
PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk AND ITS SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2025 FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2025
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
5. PIUTANG PEMBIAYAAN (Lanjutan) 5. FINANCING RECEIVABLES (Continued)
Jangka waktu kontrak pembiayaan yang disalurkan oleh The period of financing installment contract for vehicle and
Perusahaan atas kendaraan bermotor dan alat-alat berat heavy equipment ranged from 6–60 months, and for housing
berkisar antara 6–60 bulan, serta perumahan (KPR) berkisar ranges between 12-84 months.
12-84 bulan.
Rincian bunga kontraktual dan marjin syariah per tahun untuk The detail of contractual interest and sharia margin rates per
piutang pembiayaan adalah sebagai berikut: annum on financing receivables are as follows:
31 Desember/December
2025 2024
% %
Mobil 12 - 20 15 - 20 Cars
Sepeda motor 35 - 40 35 - 40 Motorcycles
Properti 15 - 20 17 - 20 Property
Alat berat dan mesin 9 - 16 9 - 16 Heavy equipment and machinery
Channeling 16 - 28 16 - 28 Channeling
Syariah 17 - 25 17 - 25 Sharia
Sebagai jaminan atas piutang pembiayaan yang diberikan, As the collateral to the financing receivables, the Company
Perusahaan menerima jaminan dari konsumen berupa Buku receives the Book of Vehicle Ownership (BPKB), Proprietary
Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB), Sertifikat Hak Milik Certificate (SHM) and Property Use Right Certificate (SHGB)
(SHM) dan Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) atas of the vehicles and property (building) financed by the
kendaraan bermotor dan properti (bangunan) yang dibiayai Company and purchase invoices of the motor vehicles/heavy
Perusahaan dan faktur atas kendaraan bermotor/alat equipment/collateral asset financed by the Company.
berat/obyek jaminan yang dibiayai oleh Perusahaan.
Piutang pembiayaan pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 Financing receivable as of 31 December 2025 and 2024
masing-masing sebesar Rp 6.459.179 dan Rp 7.403.146 amounting to Rp 6,459,179 and Rp 7,403,146 were used as
digunakan sebagai jaminan atas pinjaman yang diterima collateral to borrowings (Note 13) and amounting to
(Catatan 13) dan sebesar Rp 865.511 dan Rp 1.171.702 Rp 865,511 and Rp 1,171,702 were used as collateral to
digunakan sebagai jaminan surat berharga yang diterbitkan securities issued, respectively (Note 15).
(Catatan 15).
Channeling adalah platform layanan teknologi peer-to-peer Channeling is a peer-to-peer lending platform with
milik FIT, entitas anak. technology services owns by FIT, a subsidiary.
Perusahaan bekerjasama dengan beberapa perusahaan The Company engages several insurance companies to provide
asuransi untuk memberikan perlindungan risiko terhadap aset risk protection for assets and financing provided by the
dan pembiayaan yang diberikan Perusahaan, terutama Company, mainly PT Sinarmas Penjaminan Kredit Syariah,
PT Sinarmas Penjaminan Kredit Syariah, PT Asuransi Bina Dana PT Asuransi Bina Dana Arta Tbk, PT Asuransi Sinar Mas,
Arta Tbk, PT Asuransi Sinar Mas, PT Asuransi Wahana Tata, PT Asuransi Wahana Tata, PT Asuransi Astra, PT Asuransi
PT Asuransi Astra, PT Asuransi Raksa Pratikara, PT Asuransi Raksa Pratikara, PT Asuransi FPG Indonesia, PT Asuransi Etiqa
FPG Indonesia, PT Asuransi Etiqa Internasional Indonesia, Internasional Indonesia, PT Pan Pasific Insurance, PT FWD
PT Pan Pasific Insurance, PT FWD Insurance Indonesia dan Insurance Indonesia and PT Chubb Life Insurance Indonesia.
PT Chubb Life Insurance Indonesia. Seluruh perusahaan All insurance companies that the engaged by the Company are
asuransi yang bekerjasama dengan Perusahaan adalah pihak third parties.
ketiga.
372 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 373
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit E/51 Exhibit E/51
PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk AND ITS SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2025 FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2025
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
6. PIUTANG IJARAH DAN IMBT 6. IJARAH AND IMBT RECEIVABLES
31 Desember/December
2025 2024
Piutang ijarah 1.027 141 Ijarah receivables
Piutang Ijarah Muntahiyah Bittamlik (IMBT) 7.026 6.979 Ijarah Muntahiyah Bittamlik (IMBT) receivables
Jumlah 8.053 7.120 Total
Dikurangi: cadangan kerugian penurunan nilai (606) (469) Less: allowance for impairment losses
Neto 7.447 6.651 Net
Aset ijarah 13.741 2.362 Ijarah assets
Dikurangi: Less:
Akumulasi penyusutan (3.163) (495) Accumulated depreciation
Cadangan kerugian penurunan nilai (172) (19) Allowance for impairment losses
Sub – Jumlah 10.406 1.848 Sub - Total
Aset IMBT 126.955 112.816 IMBT assets
Dikurangi: Less:
Akumulasi penyusutan (51.532) (35.194) Accumulated depreciation
Cadangan kerugian penurunan nilai (2.492) (2.524) Allowance for impairment losses
Sub – Jumlah 72.931 75.098 Sub - Total
Jumlah piutang ijarah dan IMBT - neto 90.784 83.597 Total ijarah and IMBT receivables - net
Aset ijarah terdiri dari pembiayaan umroh, pendidikan, Ijarah assets consist of financing for umrah, education,
kebutuhan multijasa dan wisata halal. multiservices needs and halal tourism.
Penyusutan dan kerugian penurunan nilai dibebankan pada Depreciation and impairment losses was charged to the
laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain consolidated statements of profit or loss and other
konsolidasian. comprehensive income.
Tabel berikut menunjukkan perubahan nilai tercatat piutang The following tables show movement of carrying amount of
ijarah dan IMBT selama tahun berjalan: Ijarah and IMBT receivables during the year:
31 Desember/December 2025
Tahap 1/ Tahap 2/ Tahap 3/ Jumlah/
Stage 1 Stage 2 Stage 3 Total
Saldo awal 83.536 2.156 917 86.609 Beginning balance
Pergerakan antar tahap : Interstage movement:
- Pindah ke tahap 1 - - - - Transfer to stage 1 -
- Pindah ke tahap 2 (2.035) 2.035 - - Transfer to stage 2 -
- Pindah ke tahap 3 (928) - 928 - Transfer to stage 3 -
Aset keuangan yang telah Financial assets that have
dilunasi, perubahan pada been repaid, changes in
biaya transaksi dan piutang transaction cost and
marjin pembiayaan (46.436) (2.731) 2.557 (46.610) financing margin receivable
Aset keuangan yang baru New financial assets
diperoleh 56.814 734 243 57.791 originated
Penghapusan - - (3.736) (3.736) Written-off
Saldo akhir 90.951 2.194 909 94.054 Ending balance
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 373
Page 374
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit E/52 Exhibit E/52
PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk AND ITS SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2025 FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2025
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
6. PIUTANG IJARAH DAN IMBT (Lanjutan) 6. IJARAH AND IMBT RECEIVABLES (Continued)
Tabel berikut menunjukkan perubahan nilai tercatat piutang The following tables show movement of carrying amount of
ijarah dan IMBT selama tahun berjalan: (Lanjutan) Ijarah and IMBT receivables during the year: (Continued)
31 Desember/December 2024
Tahap 1/ Tahap 2/ Tahap 3/ Jumlah/
Stage 1 Stage 2 Stage 3 Total
Saldo awal 53.132 547 137 53.816 Beginning balance
Pergerakan antar tahap : Interstage movement:
- Pindah ke tahap 1 - - - - Transfer to stage 1 -
- Pindah ke tahap 2 (1.867) 1.867 - - Transfer to stage 2 -
- Pindah ke tahap 3 (603) - 603 - Transfer to stage 3 -
Aset keuangan yang telah Financial assets that have
dilunasi, perubahan pada been repaid, changes in
biaya transaksi dan piutang transaction cost and
marjin pembiayaan (28.076) (1.093) 2.316 (26.853) financing margin receivable
Aset keuangan yang baru New financial assets
diperoleh 60.950 835 447 62.232 originated
Penghapusan - - (2.586) (2.586) Written-off
Saldo akhir 83.536 2.156 917 86.609 Ending balance
Tabel berikut menunjukkan perubahan cadangan kerugian The following tables show movement of the allowance for
penurunan nilai piutang ijarah dan IMBT selama tahun berjalan: impairment losses of ijarah and IMBT receivables during the
year:
31 Desember/December 2025
Tahap 1/ Tahap 2/ Tahap 3/ Jumlah/
Stage 1 Stage 2 Stage 3 Total
Saldo awal 1.483 612 917 3.012 Beginning balance
Pergerakan antar tahap : Interstage movement:
- Pindah ke tahap 1 - - - - Transfer to stage 1 -
- Pindah ke tahap 2 (53) 53 - - Transfer to stage 2 -
- Pindah ke tahap 3 (26) - 26 - Transfer to stage 3 -
Aset keuangan yang telah dilunasi Financial assets that have been
dan pengukuran kembali repaid and remeasurement
penurunan nilai – neto (690) (186) 3.459 2.583 of loss impairment - net
Aset keuangan yang baru New financial assets
diperoleh 878 290 243 1.411 originated
Penghapusan - - (3.736) (3.736) Written-off
Saldo akhir 1.592 769 909 3.270 Ending balance
31 Desember/December 2024
Tahap 1/ Tahap 2/ Tahap 3/ Jumlah/
Stage 1 Stage 2 Stage 3 Total
Saldo awal 712 198 137 1.047 Beginning balance
Pergerakan antar tahap : Interstage movement:
- Pindah ke tahap 1 - - - - Transfer to stage 1 -
- Pindah ke tahap 2 (25) 25 - - Transfer to stage 2 -
- Pindah ke tahap 3 (6) - 6 - Transfer to stage 3 -
Aset keuangan yang telah dilunasi Financial assets that have been
dan pengukuran kembali repaid and remeasurement
penurunan nilai – neto (190) 143 2.913 2.866 of loss impairment - net
Aset keuangan yang baru New financial assets
diperoleh 992 246 447 1.685 originated
Penghapusan - - (2.586) (2.586) Written-off
Saldo akhir 1.483 612 917 3.012 Ending balance
374 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 375
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit E/53 Exhibit E/53
PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk AND ITS SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2025 FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2025
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
7. PIUTANG LAIN-LAIN – PIHAK KETIGA 7. OTHER RECEIVABLES – THIRD PARTIES
31 Desember/December
2025 2024
Piutang dalam proses penyelesaian – neto 225.543 203.253 Receivables in the settlement process - net
Piutang karyawan 43.778 46.352 Employee receivables
Piutang penerimaan angsuran konsumen 41.721 38.467 Customer installment receipt receivables
Premi asuransi 992 2.020 Insurance premium
Lain-lain 2.236 2.408 Others
Jumlah 314.270 292.500 Total
Piutang dalam proses penyelesaian – pihak ketiga dinyatakan Receivables in the settlement process – third parties are
dalam nilai neto, setelah dikurangi dengan cadangan kerugian recorded at net amount, after deducting the allowance for
penurunan nilai pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 impairment losses as of 31 December 2025 and 2024
masing-masing sebesar Rp 50.846 dan Rp 44.329. Manajemen amounting to Rp 50,846 and Rp 44,329, respectively.
berpendapat bahwa jumlah cadangan kerugian penurunan nilai Management believes that the allowance for impairment
tersebut, cukup untuk menutupi kerugian yang mungkin timbul losses are adequate to cover possible losses from
akibat tidak tertagihnya piutang dalam proses penyelesaian - uncollectible receivables from receivables in the
pihak ketiga. settlement process – third parties.
Piutang penerimaan angsuran konsumen merupakan Customer installment receipt receivables are customer
pembayaran angsuran konsumen yang diantaranya dilakukan installment such paid through online customer’s payment
secara online melalui fasilitas layanan pembayaran pelanggan channel (payment point) such as ATM networks of Prima,
(payment point) seperti jaringan ATM Prima, ATM Bersama, ATM Bersama and outlets of Indomaret and Alfamart retail
jaringan toko ritel Indomaret dan Alfamart (termasuk di stores (including the store chains of Alfa Midi, Dandan and
dalamnya jaringan Alfa Midi, Dandan dan Lawson) serta Lawson) and marketplace such as Tokopedia, Shopee, Blibli
marketplace seperti Tokopedia, Shopee, Blibli dan Gojek. and Gojek. These channels will transfer the installment
Fasilitas payment point ini akan meneruskan angsuran yang paid to the Company’s bank account in several bank within
dibayarkan konsumen tersebut ke rekening Perusahaan di 1 (one) day up to 2 (two) days from the date that the
beberapa bank dalam jangka waktu 1 (satu) hari sampai dengan customer installment is received.
2 (dua) hari dari tanggal angsuran konsumen diterima.
8. ASET (LIABILITAS) DERIVATIF 8. DERIVATIVE ASSETS (LIABILITIES)
Perusahaan memiliki beberapa kontrak cross currency dan The Company has several cross currency and interest rate
interest rate swap dengan beberapa bank. Perincian dari swap contracts with several banks. The details of these
kontrak-kontrak tersebut adalah sebagai berikut: contracts are as follows:
31 Desember/December 2025
Jumlah nosional Tanggal Nilai wajar/Fair value
(nilai penuh)/ perjanjian/ Tanggal Aset (liabilitas) derivatif/
Pihak lawan/ Notional amount Agreement jatuh tempo/ Derivative assets
Counterparty (full amount) date Due date (liabilities)
Cross Currency and Interest
Rate Swap
PT Bank CTBC Indonesia USD 1.000.000 22-Feb-2023 20-Feb-2026 1.463
PT Bank CIMB Niaga Tbk USD 2.000.000 22-May-2023 22-May-2026 3.692
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk USD 2.000.000 19-Jun-2023 26-Jun-2026 3.348
PT Bank CIMB Niaga Tbk USD 3.000.000 27-Jul-2023 27-Jul-2026 4.711
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk USD 6.000.000 16-Aug-2023 28-Aug-2026 7.932
PT Bank Permata Tbk USD 6.000.000 27-Nov-2023 27-Nov-2026 6.456
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk USD 10.000.000 18-Dec-2023 18-Dec-2026 10.260
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk USD 5.000.000 18-Jan-2024 25-Jan-2027 5.123
PT Bank CIMB Niaga Tbk USD 10.000.000 15-Feb-2024 15-Feb-2027 7.427
PT Bank Permata Tbk USD 10.000.000 21-Mar-2024 22-Mar-2027 9.168
PT Bank CIMB Niaga Tbk USD 4.166.667 26-Mar-2024 28-Mar-2027 2.850
PT Bank Permata Tbk USD 3.250.000 5-Apr-2024 5-Apr-2027 1.821
PT Bank Permata Tbk USD 4.750.000 18-Apr-2024 18-Apr-2027 2.666
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk USD 6.000.000 18-Apr-2024 26-Apr-2027 2.633
PT Bank CIMB Niaga Tbk USD 5.194.444 7-May-2024 21-May-2027 1.981
PT Bank Permata Tbk USD 4.141.667 29-Aug-2024 27-Aug-2027 3.627
PT Bank Danamon Indonesia Tbk USD 3.842.776 26-Sep-2024 24-Sep-2027 4.985
PT Bank Danamon Indonesia Tbk USD 3.812.500 12-Mar-2025 12-Mar-2027 452
PT Bank Danamon Indonesia Tbk USD 7.625.000 14-Mar-2025 12-Mar-2027 20
PT Bank CIMB Niaga Tbk USD 5.511.111 19-Aug-2025 25-Aug-2028 1.175
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 375
Page 376
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit E/54 Exhibit E/54
PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk AND ITS SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2025 FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2025
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
8. ASET (LIABILITAS) DERIVATIF (Lanjutan) 8. DERIVATIVE ASSETS (LIABILITIES) (Continued)
Perusahaan memiliki beberapa kontrak cross currency dan The Company has several cross currency and interest rate
interest rate swap dengan beberapa bank. Perincian dari swap contracts with several banks. The details of these
kontrak-kontrak tersebut adalah sebagai berikut: (Lanjutan) contracts are as follows: (Continued)
31 Desember/December 2025
Jumlah nosional Tanggal Nilai wajar/Fair value
(nilai penuh)/ perjanjian/ Tanggal Aset (liabilitas) derivatif/
Pihak lawan/ Notional amount Agreement jatuh tempo/ Derivative assets
Counterparty (full amount) date Due date (liabilities)
Cross Currency and Interest
Rate Swap
PT Bank Danamon Indonesia Tbk USD 5.166.667 19-Aug-2025 26-Aug-2027 1.265
PT Bank DBS Indonesia USD 5.425.000 13-Aug-2025 19-Aug-2027 1.405
PT Bank DBS Indonesia USD 5.425.000 21-Aug-2025 27-Aug-2027 1.280
PT Bank Danamon Indonesia Tbk USD 5.591.667 23-Oct-2025 23-Oct-2027 5
PT Bank Permata Tbk USD 9.100.000 22-Dec-2025 22-Dec-2027 (720)
PT Bank Permata Tbk USD 5.985.000 26-Nov-2025 26-Nov-2028 (614)
PT Bank CIMB Niaga Tbk USD 6.000.000 29-Dec-2025 29-Dec-2028 (1.306)
83.105
31 Desember/December 2024
Jumlah nosional Tanggal Nilai wajar/Fair value
(nilai penuh)/ perjanjian/ Tanggal Aset (liabilitas) derivatif/
Pihak lawan/ Notional amount Agreement jatuh tempo/ Derivative assets
Counterparty (full amount) date Due date (liabilities)
Cross Currency and Interest
Rate Swap
PT Bank Permata Tbk USD 1.000.000 18-Jan-2022 20-Jan-2025 1.879
PT Bank Permata Tbk USD 1.500.000 14-Feb-2022 14-Feb-2025 2.653
PT Bank Permata Tbk USD 1.500.000 14-Mar-2022 14-Mar-2025 2.657
PT Bank CTBC Indonesia USD 7.000.000 22-Feb-2023 20-Feb-2026 6.261
PT Bank CIMB Niaga Tbk USD 6.000.000 22-May-2023 22-May-2026 8.195
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk USD 6.000.000 19-Jun-2023 26-Jun-2026 (11.579)
PT Bank CIMB Niaga Tbk USD 7.000.000 27-Jul-2023 27-Jul-2026 7.811
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk USD 14.000.000 16-Aug-2023 28-Aug-2026 (16.130)
PT Bank Permata Tbk USD 12.000.000 27-Nov-2023 27-Nov-2026 8.138
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk USD 20.000.000 18-Dec-2023 18-Dec-2026 (8.213)
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk USD 9.000.000 18-Jan-2024 25-Jan-2027 (5.167)
PT Bank CIMB Niaga Tbk USD 18.000.000 15-Feb-2024 15-Feb-2027 6.655
PT Bank Permata Tbk USD 18.000.000 21-Mar-2024 22-Mar-2027 10.096
PT Bank CIMB Niaga Tbk USD 7.500.000 26-Mar-2024 28-Mar-2027 2.201
PT Bank Permata Tbk USD 5.416.667 5-Apr-2024 5-Apr-2027 983
PT Bank Permata Tbk USD 7.916.667 18-Apr-2024 18-Apr-2027 1.527
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk USD 10.000.000 18-Apr-2024 26-Apr-2027 1.024
PT Bank CIMB Niaga Tbk USD 8.861.111 7-May-2024 21-May-2027 (53)
PT Bank Permata Tbk USD 6.508.333 29-Aug-2024 27-Aug-2027 3.425
PT Bank Danamon Indonesia Tbk USD 6.038.647 26-Sep-2024 24-Sep-2027 5.291
27.654
Perusahaan melakukan kontrak cross currency swap dan The Company entered into cross currency swap and interest
interest rate swap dengan tujuan lindung nilai atas risiko rate swap contracts to hedge the risk of fluctuations in cash
fluktuasi arus kas yang ditimbulkan oleh kurs mata uang dan flows arising from exchange rates and interest rates on
tingkat suku bunga atas pinjaman yang diterima. borrowing.
Perubahan atas nilai wajar dari kontrak cross currency swap Changes in the fair value of cross currency swap and interest
dan interest rate swap yang ditetapkan sebagai instrumen rate swap contract designated hedging instruments that
lindung nilai, yang secara efektif menghapus variabilitas arus effectively offset the variability of cash flows associated
kas dari pinjaman terkait, dicatat di ekuitas. Nilai ini with the borrowings are recorded in equity. The amounts
kemudian diakui dalam laporan laba rugi sebagai penyesuaian subsequently are recognized to the profit or loss as
atas laba atau rugi selisih kurs dan beban bunga pinjaman adjustments of the exchange rate differences and interest
terkait yang dilindungi nilai pada periode yang sama dimana payments related to the hedged borrowings in the same
selisih kurs dan beban bunga tersebut diakui pada perkiraan period in which the related exchange rate differences and
laba rugi. interest affects profit or loss.
376 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 377
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit E/55 Exhibit E/55
PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk AND ITS SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2025 FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2025
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
8. ASET (LIABILITAS) DERIVATIF (Lanjutan) 8. DERIVATIVE ASSETS (LIABILITIES) (Continued)
Kerugian kumulatif yang timbul dari perubahan nilai wajar The cumulative loss arising from the changes in fair values
instrumen derivatif pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 of the derivative instruments as of 31 December 2025 and
masing-masing sebesar Rp 29.734 dan Rp 65.416 disajikan 2024 amounting to Rp 29,734 and Rp 65,416, respectively,
sebagai “Kerugian kumulatif atas instrumen derivatif untuk were presented as “Cumulative loss on derivative
lindung nilai arus kas–neto” sebagai bagian “Ekuitas” pada instrument for cash flow hedges – net” under the “Equity”
laporan posisi keuangan konsolidasian dan akan diakui dalam section in the consolidated statement of financial position
laporan laba rugi pada saat realisasinya. and will be recognized in the statement of profit or loss
upon its realization.
9. BEBAN DIBAYAR DI MUKA DAN UANG MUKA 9. PREPAID EXPENSES AND ADVANCES
31 Desember/December
2025 2024
Beban Dibayar di Muka Prepaid Expenses
Implementasi proyek IT 19.263 15.684 IT implementation project
Bunga 1.586 716 Interest
Sewa 1.343 754 Rent
Asuransi 305 291 Insurance
Lain-lain 577 58 Others
Sub-jumlah 23.074 17.503 Sub-total
Uang Muka Advances
Akses biro kredit 1.665 - Loan access bureou
Uang muka 470 630 Advance payment
Lain-lain - 2.006 Others
Sub-jumlah 2.135 2.636 Sub-total
Jumlah 25.209 20.139 Total
10. ASET TETAP 10. FIXED ASSETS
31 Desember/December 2025
Saldo awal/ A Saldo akhir/
Beginning Penambahan/ Pengurangan/ Reklasifikasi/ Ending
balance Additions Deductions Reclassifications balance
Harga perolehan Acquisition cost
Pemilikan langsung Direct ownership
Tanah 207.193 17.568 - - 224.761 Land
Bangunan dan prasarana 451.733 4.484 (98 ) 10.482 466.601 Building and improvements
Peralatan kantor 330.974 26.617 (17.233 ) 6.293 346.651 Office equipment
Kendaraan 351.197 64.359 (44.952 ) - 370.604 Vehicles
Perabot dan
perlengkapan kantor 25.278 1.630 (530 ) 1.173 27.551 Furniture and fixtures
1.366.375 114.658 (62.813) 17.948 1.436.168
Aset dalam pembangunan 1.526 17.923 - (17.952) 1.497 Asset under construction
Jumlah Harga Perolehan 1.367.901 132.581 (62.813 ) (4) 1.437.665 Total Acquisition Cost
Akumulasi penyusutan Accumulated depreciation
Pemilikan langsung Direct ownership
Bangunan dan prasarana 266.165 22.918 (93 ) - 288.990 Building and improvements
Peralatan kantor 258.163 29.481 (17.133 ) - 270.511 Office equipment
Kendaraan 148.900 65.468 (26.997 ) - 187.371 Vehicles
Perabot dan
perlengkapan kantor 22.128 1.200 (522 ) - 22.806 Furniture and fixtures
Jumlah Akumulasi Total Accumulated
Penyusutan 695.356 119.067 (44.745 ) - 769.678 Depreciation
Nilai Tercatat 672.545 667.987 Carrying Amount
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 377
Page 378
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit E/56 Exhibit E/56
PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk AND ITS SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2025 FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2025
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
10. ASET TETAP (Lanjutan) 10. FIXED ASSETS (Continued)
31 Desember/December 2024
Saldo awal/ A Saldo akhir/
Beginning Penambahan/ Pengurangan/ Reklasifikasi/ Ending
balance Additions Deductions Reclassifications balance
Harga perolehan Acquisition cost
Pemilikan langsung Direct ownership
Tanah 207.193 - - - 207.193 Land
Bangunan dan prasarana 446.797 916 (2.383 ) 6.403 451.733 Building and improvements
Peralatan kantor 326.524 7.454 (11.100 ) 8.096 330.974 Office equipment
Kendaraan 338.710 78.007 (65.949 ) 429 351.197 Vehicles
Perabot dan
perlengkapan kantor 24.703 705 (503 ) 373 25.278 Furniture and fixtures
1.343.927 87.082 (79.935) 15.301 1.366.375
Aset dalam pembangunan 1.102 10.430 - (10.006) 1.526 Asset under construction
Jumlah Harga Perolehan 1.345.029 97.512 (79.935 ) 5.295 1.367.901 Total Acquisition Cost
Akumulasi penyusutan Accumulated depreciation
Pemilikan langsung Direct ownership
Bangunan dan prasarana 245.587 22.946 (2.368 ) - 266.165 Building and improvements
Peralatan kantor 230.516 38.641 (10.994 ) - 258.163 Office equipment
Kendaraan 126.431 61.995 (39.526 ) - 148.900 Vehicles
Perabot dan
perlengkapan kantor 21.668 956 (496 ) - 22.128 Furniture and fixtures
Jumlah Akumulasi Total Accumulated
Penyusutan 624.202 124.538 (53.384 ) - 695.356 Depreciation
Nilai Tercatat 720.827 672.545 Carrying Amount
3
Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 rincian aset dalam As of 31 December 2025 and 2024, the details of asset under
pembangunan dengan persentase penyelesaian masing-masing construction with percentage of completion of are 62% and
sebesar 62% dan 67% sebagai berikut: 67%, respectively, are as follows:
Perkiraan tahun penyelesaian/ 31 Desember/December
Proyek Estimation of completion 2025 2024 Project
Bangunan dan prasarana 2025 1.089 527 Building and improvement
Peralatan kantor 2025 40 998 Office equipment
Perabot dan
perlengkapan kantor 2025 368 1 Furniture and fixtures
Jumlah 1.497 1.526 Total
Jumlah penyusutan yang dibebankan pada operasi adalah Depreciation charged to operations was amounted to
sejumlah Rp 119.067 dan Rp 124.538 masing-masing untuk Rp 119,067 and Rp 124,538 for the year ended 31 December
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 2025 and 2024, respectively (Note 27).
(Catatan 27).
Seluruh hak pemilikan atas tanah Perusahaan adalah dalam All land owned by the Company has certificates of Building
bentuk Hak Guna Bangunan (HGB) dengan jangka waktu Right to Use Titles (“HGB”) which have useful periods
penggunaan akan berakhir antara tahun 2026 sampai tahun ranging from 2026 to 2055. The management of the Company
2055. Manajemen Perusahaan berpendapat tidak terdapat believes that there will be no difficulty in extending the land
masalah dengan perpanjangan hak atas tanah karena seluruh rights as the land were acquired legally and supported by
tanah diperoleh secara sah dan didukung oleh bukti sufficient evidences of ownership.
kepemilikan yang memadai.
378 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 379
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit E/57 Exhibit E/57
PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk AND ITS SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2025 FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2025
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
10. ASET TETAP (Lanjutan) 10. FIXED ASSETS (Continued)
Pengurangan aset tetap untuk tahun yang berakhir pada Deductions of fixed assets for the year ended 31 December
tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 terdiri dari 2025 and 2024 consisted of writen off office equipment and
penghapusbukuan peralatan kantor dan rehabilitasi gedung leasehold improvement, and sales of fixed assets - vehicles
kantor, serta penjualan aset tetap kendaraan dan peralatan and office equipment with details of gain on sale are as
kantor dengan rincian keuntungan yang diperoleh adalah follows:
sebagai berikut:
31 Desember/December
2025 2024
Hasil penjualan 28.519 40.231 Proceeds
Nilai tercatat (18.068) (26.551) Carrying amount
Keuntungan penjualan aset tetap 10.451 13.680 Gain on sale of fixed assets
Keuntungan penjualan aset tetap diakui sebagai bagian dari Gain on sale of fixed assets is recognized as part of “Other
“Pendapatan Lain-lain” pada laporan laba rugi dan Income” in the consolidated statement of profit or loss and
penghasilan komprehensif lain konsolidasian (Catatan 24). other comprehensive income (Note 24).
Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, jumlah harga As of 31 December 2025 and 2024, the cost of fixed asset
perolehan aset tetap yang telah disusutkan penuh tetapi masih which have been fully depreciated but still in use in the
digunakan dalam kegiatan operasional adalah masing-masing operational activities amounted to Rp 383,493 and
sebesar Rp 383.493 dan Rp 338.685. Rp 338,685, respectively.
Seluruh aset tetap, kecuali tanah, telah diasuransikan All fixed assets, except for land, are covered against losses
terhadap risiko kerugian kebakaran, banjir dan risiko kerugian from fire, flood and other risks (all risks) with a total
lainnya (all risks) dengan nilai pertanggungan masing-masing insurance coverage amounting to Rp 574,668 and Rp 470,730
sebesar Rp 574.668 dan Rp 470.730 pada tanggal 31 Desember as of 31 December 2025 and 2024, respectively by
2025 dan 2024 oleh PT Asuransi FPG Indonesia. Manajemen PT Asuransi FPG Indonesia. The management believes that
berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut sudah the coverage is adequate to cover possible losses from such
memadai untuk menutupi kemungkinan kerugian atas aset risks.
yang dipertanggungkan.
Tidak ada aset tetap yang dijadikan jaminan pada tanggal There were no fixed assets pledged as collateral as of
31 Desember 2025 dan 2024. 31 December 2025 and 2024.
Berdasarkan evaluasi manajemen Perusahaan dan Entitas Based on management’s assessment, there are no events or
Anaknya, tidak terdapat kejadian atau perubahan keadaan changes in circumstances which may indicate an impairment
yang mengindikasikan adanya penurunan nilai aset tetap pada in value of fixed assets as of 31 December 2025 and 2024.
tanggal 31 Desember 2025 dan 2024.
Manajemen Perusahaan dan Entitas Anaknya berkeyakinan The management of the Company and Its Subsidiary believe
bahwa tidak ada perbedaan secara signifikan antara nilai wajar that there is no significant difference between the fair
aset tetap dengan jumlah tercatat. value and the carrying amount of fixed assets.
Seluruh aset tetap yang ada pada tanggal pelaporan digunakan All of fixed assets as at the reporting date are fully used to
untuk menunjang aktivitas operasi Perusahaan. support the Company’s operation activities.
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 379
Page 380
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit E/58 Exhibit E/58
PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk AND ITS SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2025 FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2025
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
11. ASET HAK-GUNA 11. RIGHT-OF-USE ASSETS
Klasifikasi kelompok utama aset hak-guna adalah sebagai The major classification of right-of-use assets are as
berikut: follows:
31 Desember/December 2025
Saldo awal/ Penambahan/ Pengurangan/ Saldo akhir/
Beginning balance Additions Deductions Ending balance
Harga perolehan Acquisition cost
Sewa bangunan 76.775 24.436 (22.967) 78.244 Buildings leases
Akumulasi Accumulated
penyusutan depreciation
Sewa bangunan 33.518 21.708 (22.967) 32.259 Buildings leases
Nilai Tercatat 43.257 45.985 Carrying Amount
31 Desember/December 2024
Saldo awal/ Penambahan/ Pengurangan/ Saldo akhir/
Beginning balance Additions Deductions Ending balance
Harga perolehan Acquisition cost
Sewa bangunan 117.656 24.706 (65.587) 76.775 Buildings leases
Akumulasi Accumulated
penyusutan depreciation
Sewa bangunan 76.631 22.474 (65.587) 33.518 Buildings leases
Nilai Tercatat 41.025 43.257 Carrying Amount
Jumlah penyusutan yang dibebankan pada operasi adalah Depreciation charged to operations was amounted to
sejumlah Rp 21.708 dan Rp 22.474 untuk tahun yang berakhir Rp 21,708 and Rp 22,474 for the year ended 31 December
pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 (Catatan 27). 2025 and 2024, respectively (Note 27).
Beberapa transaksi sewa gudang dan kantor mengandung opsi Some leases of warehouses and offices contain extension
perpanjangan yang dapat diambil oleh Perusahaan sebelum options exercisable by the Company before the end of the
masa berakhirnya kontrak yang tidak dapat dibatalkan. Opsi non-cancellable contract period. The extension options held
perpanjangan yang dimiliki hanya dapat diambil oleh are exercisable only by the Company. The Company assesses
Perusahaan. Perusahaan mengevaluasi pada awal dimulainya at lease commencement whether it is reasonably certain to
masa sewa apakah besar kemungkinan akan diambilnya opsi exercise the extension options. The Company reassesses this
perpanjangan. Perusahaan mengevaluasi kembali penentuan assessment if there is a significant event or significant
ini apabila ada peristiwa signifikan atau ada perubahan change in circumstances within its control.
keadaan signifikan di dalam kendali Perusahaan.
380 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 381
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit E/59 Exhibit E/59
PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk AND ITS SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2025 FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2025
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
12. ASET TAK BERWUJUD 12. INTANGIBLE ASSETS
31 Desember/December 2025
Saldo awal/ A Saldo akhir/
Beginning Penambahan/ Pengurangan/ Reklasifikasi/ Ending
balance Additions Deductions Reclassifications balance
Harga perolehan Acquisition cost
Pemilikan langsung Direct ownership
Perangkat lunak 422.489 6.785 (20.424 ) 2.889 411.739 Software
Perangkat lunak dalam
penyelesaian 4.947 8.304 - (2.889) 10.362 Software in progress
Jumlah Harga Perolehan 427.436 15.089 (20.424 ) - 422.101 Total Acquisition Cost
Akumulasi amortisasi Accumulated amortization
Pemilikan langsung Direct ownership
Perangkat lunak 228.027 63.892 (13.691 ) - 278.228 Software
Nilai Tercatat 199.409 143.873 Carrying Amount
31 Desember/December 2024
Saldo awal/ A Saldo akhir/
Beginning Penambahan/ Pengurangan/ Reklasifikasi/ Ending
balance Additions Deductions Reclassifications balance
Harga perolehan Acquisition cost
Pemilikan langsung Direct ownership
Perangkat lunak 427.298 15.111 (20.184 ) 264 422.489 Software
Perangkat lunak dalam
penyelesaian 2.364 8.142 - (5.559) 4.947 Software in progress
Jumlah Harga Perolehan 429.662 23.253 (20.184 ) (5.295 ) 427.436 Total Acquisition Cost
Akumulasi amortisasi Accumulated amortization
Pemilikan langsung Direct ownership
Perangkat lunak 174.496 68.353 (14.822 ) - 228.027 Software
Nilai Tercatat 255.166 199.409 Carrying Amount
Jumlah amortisasi yang dibebankan pada operasi adalah Amortization charged to operations was amounted
sejumlah Rp 63.892 dan Rp 68.353 masing-masing untuk tahun to Rp 63,892 and Rp 68,353 for the year ended
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 31 December 2025 and 2024, respectively (Note 27).
(Catatan 27).
13. PINJAMAN YANG DITERIMA 13. FUND BORROWINGS
Pinjaman yang diterima terdiri dari: Fund borrowings consist of the followings:
31 Desember/December
2025 2024
Lembaga keuangan Financial institutions
Pihak ketiga Third parties
Pinjaman (Dolar AS) Borrowings (US Dollar)
Pinjaman Sindikasi 1.006.920 2.004.088 Syndicated Loan
PT Bank Permata Tbk 456.918 320.681 PT Bank Permata Tbk
PT Bank Danamon Indonesia Tbk 436.980 97.597 PT Bank Danamon Indonesia Tbk
PT Bank CIMB Niaga Tbk 350.277 264.428 PT Bank CIMB Niaga Tbk
PT Bank DBS Indonesia 182.085 - PT Bank DBS Indonesia
PT Bank CTBC Indonesia 16.782 113.134 PT Bank CTBC Indonesia
Sub-jumlah pinjaman (Dolar AS) 2.449.962 2.799.928 Sub-total borrowings (US Dollar)
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 381
Page 382
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit E/60 Exhibit E/60
PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk AND ITS SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2025 FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2025
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
13. PINJAMAN YANG DITERIMA (Lanjutan) 13. FUND BORROWINGS (Continued)
Pinjaman yang diterima terdiri dari: (Lanjutan) Fund borrowings consist of the followings: (Continued)
31 Desember/December
2025 2024
Lembaga keuangan (lanjutan) Financial institutions (Continued)
Pihak ketiga Third parties
Pinjaman (Rupiah) Borrowings (Rupiah)
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 1.745.769 1.729.457 PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
PT Bank Central Asia Tbk 1.486.111 1.237.500 PT Bank Central Asia Tbk
PT Bank Pan Indonesia Tbk 1.200.000 962.892 PT Bank Pan Indonesia Tbk
PT Bank UOB Indonesia 500.000 500.000 PT Bank UOB Indonesia
PT Bank Pembangunan Daerah PT Bank Pembangunan Daerah
Jawa Barat dan Banten Tbk 434.167 286.667 Jawa Barat dan Banten Tbk
PT Bank China Construction PT Bank China Construction
Bank Indonesia Tbk 385.309 295.367 Bank Indonesia Tbk
PT Bank KEB Hana Indonesia 383.333 433.333 PT Bank KEB Hana Indonesia
PT Bank HSBC Indonesia 369.445 - PT Bank HSBC Indonesia
PT Bank Digital BCA 314.444 474.444 PT Bank Digital BCA
MUFG Bank, Ltd, Cabang Jakarta 225.313 354.063 MUFG Bank, Ltd, Jakarta Branch
PT Bank Mizuho Indonesia 150.000 150.000 PT Bank Mizuho Indonesia
PT Bank Shinhan Indonesia 150.000 33.333 PT Bank Shinhan Indonesia
PT Bank Victoria International Tbk 150.000 - PT Bank Victoria International Tbk
PT Bank Maspion Indonesia Tbk 125.000 225.000 PT Bank Maspion Indonesia Tbk
Pinjaman Sindikasi Syndicated Loan
(Agen : PT Bank DKI) 55.117 542.744 (Agent : PT Bank DKI)
PT Bank OCBC NISP Tbk - 150.000 PT Bank OCBC NISP Tbk
PT Bank CIMB Niaga Tbk - 98.025 PT Bank CIMB Niaga Tbk
PT Bank DKI - 89.690 PT Bank DKI
Pihak berelasi (Catatan 29) Related party (Note 29)
PT Bank Jago Tbk 102.643 169.094 PT Bank Jago Tbk
Sub-jumlah pinjaman (Rupiah) 7.776.651 7.731.609 Sub-total borrowings (Rupiah)
Lembaga non-keuangan Non-financial institutions
Pinjaman (Rupiah) Borrowings (Rupiah)
PT United Tractors Tbk 171.543 311.544 PT United Tractors Tbk
PT Gaya Makmur Tractors 41 15.278 PT Gaya Makmur Tractors
Jumlah pinjaman (Rupiah) 171.584 326.822 Total borrowings (Rupiah)
Jumlah pinjaman 10.398.197 10.858.359 Total borrowings
Dikurangi: Less:
Biaya transaksi yang belum
diamortisasi (28.135) (35.788) Unamortized transaction costs
Pinjaman – neto 10.370.062 10.822.571 Borrowings – net
Kisaran suku bunga kontraktual setahun untuk pinjaman dari The range of contractual interest rates per annum on the
bank di atas adalah sebagai berikut: above bank loans are as follows:
31 Desember/December
2025 2024
Rupiah 4,90 – 7,30 5,00 – 7,30 Rupiah
Dolar AS 4,38 - 5,38 5,11 - 6,59 US Dollar
382 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 383
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit E/61 Exhibit E/61
PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk AND ITS SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2025 FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2025
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
13. PINJAMAN YANG DITERIMA (Lanjutan) 13. FUND BORROWINGS (Continued)
Rincian dari fasilitas pinjaman yang diterima adalah sebagai The detail of borrowings facilities are as follows:
berikut:
Nama Lembaga Keuangan dan Perjanjian Jatuh tempo Saldo pinjaman/
Lembaga Non-Keuangan/ terakhir/ fasilitas/ Outstanding loan
Financial Institutions and Latest Facility Batas fasilitas/ 31 Desember/December
Non-Financial Institutions’ Name agreement due date** Facility limit 2025 2024
`
Dolar AS/US Dollar
Pinjaman Sindikasi
(Agen : Standard Chartered Bank
(Hong Kong) Ltd.) 30-Aug-2021 14-Mar-2025 USD 80.000.000* - 64.648
(Agen : Standard Chartered Bank
(Hong Kong) Ltd.) 2-May-2023 26-Apr-2027 USD 150.000.000* 1.006.920 1.939.440
USD 230.000.000* 1.006.920 2.004.088
PT Bank Permata Tbk*** 18-Apr-2023 27-Aug-2027 USD 23.100.000* 203.761 320.681
29-Oct-2025 26-Nov-2028 USD 15.085.000* 253.157 -
38.185.000* 456.918 320.681
PT Bank Danamon Indonesia Tbk^^ 26-Jul-2024 23-Oct-2027 USD 37.187.615* 436.980 97.597
PT Bank CIMB Niaga Tbk^ 25-May-2023 28-Mar-2027 USD 10.000.000* 69.925 121.215
25-May-2023 21-May-2027 USD 11.000.000* 87.173 143.213
19-Aug-2025 29-Dec-2027 USD 6.000.000* 100.692 -
19-Aug-2025 25-Aug-2028 USD 6.200.000* 92.487 -
USD 33.200.000* 350.277 264.428
PT Bank DBS Indonesia 11-Jun-2024 27-Aug-2027 USD 12.400.000* 182.085 -
PT Bank CTBC Indonesia 20-Feb-2023 20-Feb-2026 USD 18.000.000* 16.782 113.134
Jumlah Dolar AS/Total US Dollar USD 368.972.615* 2.449.962 2.799.928
Rupiah
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 31-Mar-2021 14-Jul-2025 200.000 - 29.188
8-Dec-2021 8-Mar-2026 250.000 16.820 84.263
29-Mar-2022 26-Apr-2026 750.000 16.325 142.074
28-Feb-2023 27-Mar-2025 750.000 - 39.897
2-Apr-2024 22-May-2026 750.000 149.610 527.529
24-Jun-2024 27-Mar-2027 750.000 535.905 906.506
30-Oct-2024 26-Sep-2026 250.000 125.000 -
23-May-2025 27-Nov-2027 750.000 602.109 -
11-Dec-2025 23-Dec-2027 750.000 300.000 -
5.200.000 1.745.769 1.729.457
PT Bank Central Asia Tbk 14-Dec-2020 18-Feb-2025 1.000.000 - 18.056
26-Jan-2022 22-Dec-2025 1.200.000 - 97.222
29-Dec-2022 23-Sep-2028 1.700.000 929.167 1.122.222
22-Apr-2025 24-Dec-2028 2.000.000 556.944 -
24-Jan-2025 24-Apr-2026 800.000 - -
6.700.000 1.486.111 1.237.500
PT Bank Pan Indonesia Tbk 30-Apr-2021 24-Jan-2025 1.000.000 - 4.559
24-Aug-2022 12-Dec-2025 1.000.000 - 200.000
13-Mar-2023 27-Aug-2027 1.000.000 391.667 758.333
24-Mar-2025 24-Nov-2028 1.000.000 808.333 -
4.000.000 1.200.000 962.892
PT Bank UOB Indonesia 19-Mar-2025 31-Mar-2026 700.000 500.000 500.000
PT Bank Pembangunan Daerah
Jawa Barat dan Banten Tbk 20-Dec-2023 22-Apr-2027 390.000 156.667 286.667
3-Sep-2024 10-Feb-2028 390.000 277.500 -
780.000 434.167 286.667
Saldo pindahan/ Balance carry
forward 17.380.000 5.366.047 4.716.516
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 383
Page 384
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit E/62 Exhibit E/62
PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk AND ITS SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2025 FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2025
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
13. PINJAMAN YANG DITERIMA (Lanjutan) 13. FUND BORROWINGS (Continued)
Rincian dari fasilitas pinjaman yang diterima adalah sebagai The detail of borrowings facilities are as follows:
berikut: (Lanjutan) (Continued)
Nama Lembaga Keuangan dan Perjanjian Jatuh tempo Saldo pinjaman/
Lembaga Non-Keuangan/ terakhir/ fasilitas/ Outstanding loan
Financial Institutions and Latest Facility Batas fasilitas/ 31 Desember/December
Non-Financial Institutions’ Name agreement due date** Facility limit 2025 2024
Rupiah
`
Saldo dipindahkan/ Balance brought
forward 17.380.000 5.366.047 4.716.516
PT Bank China Construction Bank
Indonesia Tbk 9-Jun-2022 7-Jul-2025 250.000 - 46.424
14-May-2024 6-Jun-2027 300.000 152.060 248.943
25-Mar-2025 26-Mar-2028 200.000 153.747 -
25-Mar-2025 11-Apr-2028 100.000 79.502 -
850.000 385.309 295.367
PT Bank KEB Hana Indonesia 13-Dec-2022 3-Feb-2026 300.000 11.111 111.111
11-Feb-2024 3-Jan-2025 100.000 - 100.000
15-Feb-2024 25-Mar-2027 300.000 122.222 222.222
28-Feb-2025 25-Jun-2028 300.000 250.000 -
1.000.000 383.333 433.333
PT Bank HSBC Indonesia 8-Jan-2025 17-Mar-2028 500.000 369.445 -
PT Bank Digital BCA 19-Nov-2024 27-Dec-2027 480.000 314.444 474.444
MUFG Bank, Ltd, Cabang Jakarta 5-Aug-2024 7-Sep-2027 400.000 225.313 354.063
PT Bank Mizuho Indonesia 25-Nov-2025 25-Nov-2026 150.000 150.000 150.000
PT Bank Shinhan Indonesia 28-Apr-2022 19-May-2025 200.000 - 33.333
14-Feb-2025 24-Feb-2028 200.000 150.000 -
400.000 150.000 33.333
PT Bank Victoria International Tbk 16-Jul-2025 9-Jun-2026 250.000 150.000 -
PT Bank Maspion Indonesia Tbk 7-Jun-2023 19-Apr-2027 300.000 125.000 225.000
PT Bank Jago Tbk 22-Sep-2022 29-Oct-2028 200.000 102.643 169.094
Pinjaman Sindikasi
(Agen : PT Bank DKI) 23-Sep-2022 29-Mar-2026 1.600.000 55.117 542.744
PT Bank OCBC NISP Tbk 8-Mar-2025 8-Mar-2026 300.000 - 150.000
PT Bank CIMB Niaga Tbk 17-Mar-2022 14-Mar-2025 300.000 - 23.025
25-May-2023 28-Dec-2025 500.000 - 75.000
2-Jun-2025 2-Jun-2029 500.000 - -
1.300.000 - 98.025
PT Bank DKI 16-Jun-2022 29-Jun-2025 500.000 - 89.690
PT Multifinance Anak Bangsa 4-Jul-2025 31-Dec-2030 150.000 - -
PT Bank Negara Indonesia
(Persero) Tbk 21-Aug-2025 21-Aug-2029 2.000.000 - -
PT United Tractors Tbk 26-Jun-2023 30-Dec-2028 1.250.000 171.543 311.544
PT Gaya Makmur Tractors 6-Jan-2022 25-Jan-2026 67.106 41 15.278
Jumlah Rupiah/Total Rupiah 29.077.106 7.948.235 8.058.431
Jumlah pinjaman/Total borrowings 10.398.197 10.858.359
*) Nilai penuh *) Full amount
**) Tanggal angsuran terakhir dari pinjaman yang diterima **) The date of the last installment of the loan received
***) Merupakan bagian penarikan pinjaman dalam Dolar AS dari ***) Represent part of the loan drawdown in US Dollar from the
fasilitas kredit PT Bank Permata Tbk (dalam Rupiah/ Dolar AS) credit facility PT Bank Permata Tbk (in Rupiah/US Dollar)
^) Merupakan bagian penarikan pinjaman dalam Dolar AS dari fasilitas ^) Represent part of the loan drawdown in US Dollar from the Special
Pinjaman Transaksi Khusus 2 (dalam Rupiah/ Dolar AS) Transaction Loan 2 facility (in Rupiah/ US Dollar)
^^) Merupakan bagian penarikan pinjaman dalam Dolar AS dari fasilitas ^^) Represent part of the loan drawdown in US Dollar from the
kredit PT Bank Danamon Indonesia Tbk (dalam Rupiah/ Dolar AS) credit facility PT Bank Danamon Indonesia Tbk (in Rupiah/US Dollar)
384 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 385
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit E/63 Exhibit E/63
PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk AND ITS SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2025 FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2025
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
13. PINJAMAN YANG DITERIMA (Lanjutan) 13. FUND BORROWINGS (Continued)
Rincian dari fasilitas pinjaman yang diterima adalah sebagai The detail of loan facilities are as follows: (Continued)
berikut: (Lanjutan)
Pada tanggal 24 Juni 2021, Perusahaan menandatangani On 24 June 2021, the Company entered into a Term Loan
Perjanjian Kredit Angsuran Berjangka sebesar Rp 600.000 Credit Agreement amounting to Rp 600,000 with PT Bank
dengan PT Bank Jago Tbk. Selanjutnya pada tanggal Jago Tbk. Subsequently, on 10 September 2025, the
10 September 2025, Perusahaan menandatangani perubahan Company entered into an Amendment to this Credit
Perjanjian Kredit Angsuran Berjangka ini sehubungan dengan Agreement in relation to the adjustment of the limit to
adanya perubahan limit menjadi sebesar Rp 125.000 dan Rp 125,000, and Rp 75,000 was allocated to a sharia-based
sebesar Rp 75.000 dialihkan ke pinjaman berbasis syariah. financing facility.
Pada tanggal 6 Januari 2022, Perusahaan menandatangani On 6 January 2022, the Company entered into a Credit
Perjanjian Kredit sebesar Rp 50.000 dengan PT Gaya Makmur Agreement amounting to Rp 50,000 with PT Gaya Makmur
Tractors. Selanjutnya pada tanggal 14 Oktober 2022, Tractors. Subsequently on 14 October 2022, the Company
Perusahaan menandatangani Perubahan atas Perjanjian entered into an addendum to this Credit Agreement in
Kredit ini sehubungan dengan adanya perubahan limit relation to the adjustment of the limit to Rp 67,106.
menjadi sebesar Rp 67.106.
Pada tanggal 28 September 2022, Perusahaan On 28 September 2022, the Company entered into a Working
menandatangani Perjanjian Kredit Modal Kerja sebesar Capital Credit Agreement amounting to Rp 400,000 with
Rp 400.000 dengan PT Bank UOB Indonesia. Selanjutnya pada PT Bank UOB Indonesia. Subsequently on 4 October 2024, the
tanggal 4 Oktober 2024, Perusahaan menandatangani Company entered into an addendum to this Credit
Perubahan atas Perjanjian Kredit ini sehubungan dengan Agreement in relation to the adjustment of the limit to
adanya perubahan limit menjadi sebesar Rp 700.000. Rp 700,000.
Pada tanggal 4 Juli 2025, Perusahaan menandatangani On 4 July 2025, the Company entered into a Factoring
Perjanjian Factoring dengan PT Multifinance Anak Bangsa Agreement with PT Multifinance Anak Bangsa amounting to
sebesar Rp 150.000. Rp 150,000.
Pada tanggal 21 Agustus 2025, Perusahaan menandatangani On 21 August 2025, the Company entered into a Credit
Perjanjian Kredit dengan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Agreement with PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Tbk sebesar Rp 2.000.000. amounting to Rp 2,000,000.
Pada Tanggal 29 Oktober 2025, Perusahaan menandatangani On 29 October 2025, the Company entered into a Credit
Perjanjian Kredit dengan PT Bank Permata Tbk sebesar Agreement with PT Bank Permata Tbk amounting to
Rp 500.000. Rp 500,000.
Pada tanggal 11 Desember 2025, Perusahaan menandatangani On 11 December 2025, the Company entered into a Credit
Perjanjian Kredit dengan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Agreement with PT Bank Mandiri (Persero) Tbk amounting
sebesar Rp 750.000. to Rp 750,000.
Seluruh perjanjian di atas mencakup adanya pembatasan- All loan agreements include certain covenants which are
pembatasan tertentu yang umumnya diharuskan untuk normally required for such credit facilities, such as
fasilitas-fasilitas kredit tersebut, antara lain, pembatasan limitations to initiate merger or consolidation with other
untuk melakukan penggabungan usaha atau konsolidasi parties, obtain loans from other parties except loans
dengan pihak lain, mengadakan perjanjian pinjaman obtained in the normal course of business, or changes in its
dengan pihak lain selain yang timbul dalam kegiatan capital structure and/or articles of association without
usaha yang normal atau melakukan perubahan atas struktur notification to/prior written approval from creditors and
modal dan/atau anggaran dasar tanpa adanya maintenance of certain agreed financial ratios.
pemberitahuan/persetujuan tertulis dari kreditur dan
mempertahankan rasio-rasio keuangan tertentu.
Pembayaran bunga dan pokok pinjaman telah dibayarkan Interest and principal loan payments have been paid by
oleh Perusahaan sesuai dengan jadwal. Pembayaran pokok the Company on schedule. Payment of principal borrowings
pinjaman untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2025 dan for the year ended 31 December 2025 and 2024 amounting
2024 adalah masing-masing sebesar Rp 9.488.311 dan to Rp 9,488,311 and Rp 8,160,516, respectively.
Rp 8.160.516.
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 385
Page 386
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit E/64 Exhibit E/64
PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk AND ITS SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2025 FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2025
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
13. PINJAMAN YANG DITERIMA (Lanjutan) 13. FUND BORROWINGS (Continued)
Atas pinjaman-pinjaman yang diterima Perusahaan, For loans received by the Company, generally creditors
umumnya para kreditur mensyaratkan adanya pembatasan- require certain restrictions and obligations that must be
pembatasan dan kewajiban tertentu yang harus dipenuhi fulfilled by the Company, which generally include:
oleh Perusahaan, yang pada umumnya meliputi:
Menjaga rasio jumlah pencadangan kerugian penurunan Maintain the ratio of the amount of provision for
sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku, impairment losses in accordance with applicable
accounting standards,
Menyerahkan laporan keuangan tahunan yang telah Submit audited annual financial statements to the Bank
diaudit kepada Bank selambat-lambatnya 4 (empat) bulan no later than 4 (four) months from the end of the
sejak berakhirnya tahun buku yang bersangkutan dan relevant financial year and quarterly financial
laporan keuangan kuartalan paling lambat 60 hari sejak statements no later than 60 days from the end of each
berakhirnya tiap kuartal, quarter,
Menjaga rasio jaminan atas pinjaman pada saat ini Maintain a ratio for loans at a maximum of 70% of
maksimal 70% dari outstanding pinjaman, outstanding loans,
Menjaga gearing ratio (rasio antara pinjaman dengan Maintain the gearing ratio (ratio of loans with own
modal sendiri) tidak lebih besar dari 5 (lima) kali sampai capital) not greater than 5 (five) times to 10 (ten) times,
dengan 10 (sepuluh) kali,
Menjaga Non-Performing Loan (NPL) Ratio tidak melebihi Maintaining the Non-Performing Loan (NPL) Ratio not
5% dari total piutang pembiayaan, exceeding 5% of the total financing receivables,
Dampak mata uang yang tidak dilindungi secara The impact of an unprotected currency as a whole is a
keseluruhan maksimum 25% dari jumlah ekuitas secara maximum of 25% of the total equity,
keseluruhan,
Ekuitas diharuskan lebih besar dari Rp 1.000.000 atau Equity is required to be greater than Rp 1,000,000 or
melakukan pemberitahuan secara tertulis kepada Bank, notify the Bank in writing, one of which is if there is a
salah satunya apabila terdapat perubahan komposisi change in the composition of the majority shareholders,
pemegang saham mayoritas, perubahan susunan anggota a change in the composition of commissioners and
komisaris dan direksi, perubahan bidang atau jenis directors, a change in the field or type of business
kegiatan usaha Perusahaan, serta apabila Perusahaan activities of the Company, and if the Company dissolves,
melakukan pembubaran, penggabungan usaha dan atau merges and/or merges with other companies
peleburan dengan Perusahaan lain.
Kepatuhan atas Syarat Pinjaman Compliance with Loan Covenants
Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, Perusahaan telah As of 31 December 2025 and 2024, the Company has
memenuhi seluruh persyaratan yang disebutkan dalam complied with all the requirements mentioned in the loan
perjanjian fasilitas-fasilitas pinjaman dengan kreditur. facility agreements with creditors.
14. PERPAJAKAN 14. TAXATION
a. Utang pajak a. Taxes payable
31 Desember/December
2025 2024
Pajak Penghasilan: Income Taxes:
Pasal 21 25.830 24.340 Article 21
Pasal 23 795 957 Article 23
Pasal 25 30.900 32.481 Article 25
Pasal 26 531 1.109 Article 26
Pasal 4(2) – Final 330 202 Article 4(2) – Final
Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 2.844 2.904 Value Added Tax (VAT)
Pasal 29 tahun 2024 - 111.298 Article 29 of fiscal year 2024
Taksiran Pajak Penghasilan Badan Estimated Current Income Tax
(Pasal 29) tahun 2025 122.628 - (Article 29) of fiscal year 2025
Jumlah 183.858 173.291 Total
386 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 387
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit E/65 Exhibit E/65
PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk AND ITS SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2025 FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2025
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
14. PERPAJAKAN (Lanjutan) 14. TAXATION (Continued)
b. Beban pajak penghasilan b. Income tax expenses
31 Desember/December
2025 2024
Pajak kini Current tax
Perusahaan 393.489 366.601 The Company
Tangguhan Deferred
Perusahaan (16.728) (3.315) The Company
Entitas anak 7.239 (3.933) Subsidiary
Penyesuaian tahun lalu - Perusahaan 7.591 2.587 Prior years adjustment – The Company
Jumlah 391.591 361.940 Total
Rekonsiliasi antara laba sebelum pajak, sebagaimana yang A reconciliation between profit before tax, as presented
disajikan dalam laporan laba rugi dan penghasilan in the consolidated statement of profit or loss and other
komprehensif lain konsolidasian, dengan taksiran laba comprehensive income, and estimated taxable profit for
kena pajak untuk tahun yang berakhir pada tanggal the year ended 31 December 2025 and 2024 are as
31 Desember 2025 dan 2024 adalah sebagai berikut: follows:
31 Desember/December
2025 2024
Laba sebelum pajak menurut Profit before tax per
laporan laba rugi dan consolidated statements of
penghasilan komprehensif profit or loss and other
lain konsolidasian 1.973.081 1.926.614 comprehensive income
Dikurangi: Deduct:
Eliminasi konsolidasian (44.550) - Consolidation elimination
Rugi entitas anak sebelum
pajak penghasilan 27.827 17.614 Loss before tax of subsidiary
Laba sebelum pajak - Perusahaan 1.956.358 1.944.228 Profit before tax - the Company
Beda temporer: Temporary differences:
Gaji dan imbalan pasca- kerja 5.462 21.135 Salaries and post-employment benefits
Cadangan kerugian penurunan Allowance for impairment losses
nilai piutang pembiayaan of financing receivables and
dan piutang lain-lain 1.322.686 1.113.244 other receivables
Penghapusan piutang (1.225.405) (1.027.345) Receivables written-off
Penyusutan aset tetap 17.821 (24.513) Depreciation of fixed assets
Keuntungan neto atas
penjualan aset tetap (1.529) (4.675) Net gain on sale of fixed assets
Amortisasi biaya emisi surat Amortization of securities
berharga yang diterbitkan 1.582 2.102 issuance cost
Biaya transaksi yang belum
diamortisasi atas Unamortized transaction cost
pinjaman yang diterima 7.653 (141) on fund borrowings
Biaya transaksi yang belum
diamortisasi atas Unamortized transaction cost
piutang pembiayaan (40.223) (62.360) on financing receivables
Jumlah beda temporer 88.047 17.447 Total temporary differences
Beda tetap: Permanent differences:
Pendapatan keuangan yang Finance income subjected
pajaknya bersifat final (43.894) (54.371) to final tax
Beban lain-lain 70.485 22.176 Other expenses
Jumlah beda tetap 26.591 (32.195) Total permanent differences
Taksiran laba kena pajak 2.070.996 1.929.480 Estimated taxable profit
Tarif pajak 19% 19% Tax rate
Taksiran beban pajak kini 393.489 366.601 Estimated current tax expense
Dikurangi: pajak dibayar dimuka (270.861) (255.303) Less: prepaid taxes
Taksiran utang pajak kini - Estimated current tax payable –
Perusahaan 122.628 111.298 The Company
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 387
Page 388
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit E/66 Exhibit E/66
PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk AND ITS SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2025 FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2025
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
14. PERPAJAKAN (Lanjutan) 14. TAXATION (Continued)
b. Beban pajak penghasilan (Lanjutan) b. Income tax expenses (Continued)
Perhitungan pajak penghasilan badan untuk tahun yang The corporate income tax calculation for the year ended
berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 adalah suatu 31 December 2025 is a preliminary estimate made for
perhitungan sementara yang dibuat untuk tujuan accounting purposes and is subject to revision when the
akuntansi dan dapat berubah pada saat Perusahaan Company lodges its Annual Corporate Income Tax
menyampaikan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan PPh Return.
Badan.
Perhitungan pajak penghasilan badan untuk tahun yang The corporate income tax calculation for the year ended
berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 telah sesuai 31 December 2024 has comform with its Annual
dengan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan PPh Badan Corporate Income Tax Return (“CIT”) filed by the
Perusahaan. Company.
Rekonsiliasi antara beban pajak penghasilan dihitung A reconciliation between the income tax expense
dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku atas laba calculated by applying the applicable tax rates to
kena pajak, dengan beban pajak penghasilan taxable profit, and the income tax expenses as
sebagaimana disajikan dalam laporan laba rugi dan presented in the statement of profit or loss and other
penghasilan komprehensif lain untuk tahun yang berakhir comprehensive income for the year ended 31 December
pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 adalah sebagai 2025 and 2024 are as follows:
berikut:
31 Desember/December
2025 2024
Laba sebelum pajak menurut Profit before tax per
laporan laba rugi dan consolidated statements
penghasilan komprehensif of profit or loss and other
lain konsolidasian 1.973.081 1.926.614 comprehensive income
Dikurangi: Deduct:
Eliminasi konsolidasian (44.550 ) - Consolidation elimination
Rugi entitas anak sebelum pajak 27.827 17.614 Loss before tax of subsidiary
Laba sebelum pajak - Perusahaan 1.956.358 1.944.228 Profit before tax - the Company
Beban pajak dengan tarif pajak Tax expense at the applicable
tunggal yang berlaku 371.708 369.403 single tax rate
Pengaruh pajak penghasilan atas: Tax effects on:
Beda tetap pada tarif pajak Permanent differences at the
tunggal yang berlaku 5.053 (6.117) applicable single tax rate
Penyesuaian tahun lalu 7.591 2.587 Prior years adjustment
Jumlah 384.352 365.873 Total
388 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 389
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit E/67 Exhibit E/67
PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk AND ITS SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2025 FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2025
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
14. PERPAJAKAN (Lanjutan) 14. TAXATION (Continued)
c. Pajak tangguhan c. Deferred tax
Pengaruh pajak tangguhan atas beda temporer yang The deferred tax effects of the significant temporary
signifikan antara laporan komersial dan fiskal terdiri differences between commercial and fiscal reporting are
dari: as follows:
Dikreditkan
ke ekuitas dari
penghasilan
komprehensif
Dibebankan lain/
ke laporan Credited to
laba rugi/ equity from
31 Desember/ Charged to other 31 Desember/
December statement of comprehensive December
2024 profit or loss income 2025
Aset pajak tangguhan Deferred tax assets
Cadangan kerugian Allowance for
penurunan nilai piutang 104.494 18.483 - 122.977 impairment losses on receivables
Imbalan pasca-kerja 28.472 4.688 (617) 32.543 Post-employment benefits
Beban akrual 37.708 (3.564) - 34.144 Accrued expenses
Penyusutan aset tetap Depreciation of fixed assets and
dan amortisasi aset tak berwujud (24.747) 3.095 - (21.652) amortization of intangible assets
Biaya transaksi yang belum
diamortisasi atas Unamortized transaction cost
piutang pembiayaan (8.184) (7.642) - (15.826) on financing receivables
Biaya emisi surat berharga
yang diterbitkan yang Unamortized securities
belum diamortisasi (1.354) 301 - (1.053) issued cost
Biaya transaksi yang belum
diamortisasi atas Unamortized transaction cost
pinjaman yang diterima (6.799) 1.454 - (5.345) on fund borrowings
Penghasilan komprehensif lain 15.343 - (8.370) 6.973 Other comprehensive income
Rugi fiskal 7.326 (7.326) - - Fiscal loss
Aset pajak tangguhan – neto 152.259 9.489 (8.987) 152.761 Deferred tax assets – net
Dibebankan
ke ekuitas dari
penghasilan
komprehensif
Dibebankan lain/
ke laporan Charged to
laba rugi/ equity from
31 Desember/ Charged to other 31 Desember/
December statement of comprehensive December
2023 profit or loss income 2024
Aset pajak tangguhan Deferred tax assets
Cadangan kerugian Allowance for
penurunan nilai piutang 88.173 16.321 - 104.494 impairment losses on receivables
Imbalan pasca-kerja 27.108 3.818 (2.454) 28.472 Post-employment benefits
Beban akrual 37.400 308 - 37.708 Accrued expenses
Penyusutan aset tetap Depreciation of fixed assets and
dan amortisasi aset tak berwujud (19.201) (5.546) - (24.747) amortization of intangible assets
Biaya transaksi yang belum
diamortisasi atas Unamortized transaction cost
piutang pembiayaan 3.664 (11.848) - (8.184) on financing receivables
Biaya emisi surat berharga
yang diterbitkan yang Unamortized securities
belum diamortisasi (1.753) 399 - (1.354) issued cost
Biaya transaksi yang belum
diamortisasi atas Unamortized transaction cost
pinjaman yang diterima (6.772) (27) - (6.799) on fund borrowings
Penghasilan komprehensif lain (158) - 15.501 15.343 Other comprehensive income
Rugi fiskal 3.502 3.824 - 7.326 Fiscal loss
Aset pajak tangguhan – neto 131.963 7.249 13.047 152.259 Deferred tax assets – net
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 389
Page 390
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit E/68 Exhibit E/68
PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk AND ITS SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2025 FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2025
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
14. PERPAJAKAN (Lanjutan) 14. TAXATION (Continued)
c. Pajak tangguhan (Lanjutan) c. Deferred tax (Continued)
Manajemen berkeyakinan bahwa laba fiskal pada masa The management believes that future taxable profit
datang akan dimanfaatkan untuk mengkompensasikan will be sufficient to be compensated against the
perbedaan temporer yang dapat dikurangkan tanpa deductible of temporary differences indefinitely.
terdapat batasan.
d. Administrasi d. Administration
Berdasarkan Undang-Undang Perpajakan yang berlaku di Based on the Taxation Laws in Indonesia, the Company
Indonesia, Perusahaan menghitung, menetapkan dan submits tax returns on the basis of self assessment. The
membayar sendiri besarnya jumlah pajak yang terutang. Director General of Tax (DGT) may assess or amend
Direktur Jenderal Pajak ("DJP") dapat menetapkan atau taxes within 5 (five) years of the time the tax becomes
mengubah kewajiban pajak dalam batas waktu 5 (lima) due. Amendments to tax obligations of the Company are
tahun sejak saat terutangnya pajak. Koreksi terhadap recorded when an assessment is received or, if appealed
kewajiban pajak Perusahaan diakui pada saat Surat against, when the result of the appeal is determined.
Ketetapan Pajak diterima atau jika Perusahaan
mengajukan keberatan, pada saat keputusan atas
keberatan Perusahaan tersebut telah ditetapkan.
Pada tanggal 20 Desember 2022, Peraturan Pemerintah On 20 December 2022, Government Regulation No. 30
No. 30 Tahun 2020 (“PP No. 30/2020”) tentang Year 2020 ("PP No. 30/2020") on “Income Tax Rate
“Penurunan Tarif Pajak Penghasilan Bagi Wajib Pajak Reduction Corporate Taxpayers in the Form of Publicly-
Badan Dalam Negeri yang Berbentuk Perseroan Terbuka”, listed Companies", revoked and declared invalid,
dicabut dan dinyatakan tidak berlaku, digantikan dengan replaced by Government Regulation No. 55 Year 2022
Peraturan Pemerintah No.55 Tahun 2022 (“PP ("PP No. 55/2022") on “Adjustment to Regulation in the
No.55/2022”) tentang Penyesuaian Pengaturan di Bidang Income Tax Sector".
Pajak Penghasilan”.
PP No. 55/2022 ini mengatur perseroan terbuka dalam PP No. 55/2022 regulates publicly-listed companies in
negeri di Indonesia dapat memperoleh penurunan tarif Indonesia can obtain the reduced income tax rate of
pajak penghasilan sebesar 3% lebih rendah dari tarif pajak 3% lower than the income tax rate corporate taxpayer
penghasilan Wajib Pajak badan dalam negeri, dengan in the country, provided they meet the prescribed
memenuhi kriteria yang ditentukan, yaitu paling sedikit criteria, ie at least 40% of the total paid-up shares
40% dari jumlah keseluruhan saham yang disetor dicatat recorded to be traded on the stock exchanges in
untuk diperdagangkan di bursa efek di Indonesia; saham Indonesia; the shares must be held by at least 300
tersebut harus dimiliki oleh paling sedikit Parties; each Party may only have a share of less than
300 Pihak; masing-masing Pihak hanya boleh memiliki 5% of the total shares issued and fully paid; and must
saham kurang dari 5% dari keseluruhan saham yang be met in a short time at least 183 calendar days within
ditempatkan dan disetor penuh; dan harus dipenuhi a fiscal year.
dalam waktu paling singkat 183 hari kalender dalam
jangka waktu satu tahun pajak.
Pada tanggal 29 Oktober 2021, Pemerintah menerbitkan On 29 October 2021, the Government issue Law of the
Undang-Undang Republik Indonesia No. 7 Tahun 2021 Republic of Indonesia No. 7 Year 2021 concerning
tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (“UU HPP”). Harmonisation of Taz Regulations (“UU HPP”). The
Aturan tersebut menetapkan tarif pajak penghasilan regulation has stipulated the income tax rate for
wajib pajak dalam negeri dan bentuk usaha tetap sebesar domestic taxpayer and business establishment of 22%
22% yang mulai berlaku pada Tahun Pajak 2022 dan which will be effective from the Fiscal Year 2022
seterusnya. Dengan demikian, penetapan tarif pajak onwards. Hence, the previously tax rate determination
sebelumnya sebesar 20% menjadi tidak berlaku setelah of 20% will be invalid after the ratification of this Law.
Undang-Undang ini disahkan.
Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, Perusahaan As of 31 December 2025 and 2024, the Company has met
telah memenuhi persyaratan di atas (sesuai “UU HPP” dan requirements (“UU HPP” and “PP No. 30/2020”) to
“PP No.30/2020”) untuk mendapatkan penurunan tarif obtain the reduced income tax rate of 3%, so that the
sebesar 3%, sehingga menggunakan tarif 19% untuk rate using of 19% for corporate income tax calculation.
perhitungan PPh Badan.
Sesuai dengan peraturan perpajakan di Indonesia, Under the taxation laws of Indonesia, the Company
Perusahaan melaporkan/menyetorkan pajak berdasarkan submits tax returns on the basis of self-assesment.
sistem self-assesment. Fiskus dapat menetapkan atau The tax authorities may assess or amend taxes within
mengubah pajak-pajak tersebut dalam jangka waktu the statute of limitations, under prevailing regulations.
tertentu sesuai dengan peraturan yang berlaku.
390 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 391
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit E/69 Exhibit E/69
PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk AND ITS SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2025 FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2025
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
15. SURAT BERHARGA YANG DITERBITKAN 15. SECURITIES ISSUED
31 Desember/December
2025 2024
Nilai nominal: Nominal value:
Obligasi Berkelanjutan V BFI Finance Obligasi Berkelanjutan V BFI Finance
Indonesia Tahap III Tahun 2023 256.000 483.000 Indonesia Tahap III Tahun 2023
Obligasi Berkelanjutan V BFI Finance Obligasi Berkelanjutan V BFI Finance
Indonesia Tahap IV Tahun 2023 625.000 1.010.000 Indonesia Tahap IV Tahun 2023
Obligasi Berkelanjutan V BFI Finance Obligasi Berkelanjutan V BFI Finance
Indonesia Tahap V Tahun 2023 850.000 850.000 Indonesia Tahap V Tahun 2023
Obligasi Berkelanjutan VI BFI Finance Obligasi Berkelanjutan VI BFI Finance
Indonesia Tahap I Tahun 2024 500.000 600.000 Indonesia Tahap I Tahun 2024
Obligasi Berkelanjutan VI BFI Finance Obligasi Berkelanjutan VI BFI Finance
Indonesia Tahap II Tahun 2025 1.000.000 - Indonesia Tahap II Tahun 2025
Jumlah nilai nominal 3.231.000 2.943.000 Total nominal value
Dikurangi: Less:
Biaya emisi Obligasi yang
belum diamortisasi (5.541) (7.123) Unamortized Bonds issuance cost
Jumlah – neto 3.225.459 2.935.877 Total - net
31 Desember/December
2025 2024
Utang Obligasi sesuai jatuh temponya: Bonds payable by maturity profile:
< 1 tahun 2.345.300 712.000 < 1 year
1-2 tahun 565.700 1.931.000 1-2 years
2-3 tahun 320.000 300.000 2-3 years
3.231.000 2.943.000
Amortisasi biaya emisi Obligasi yang Amortization of Bonds issuance costs
dibebankan ke laporan charged to the consolidated
laba rugi dan penghasilan statement of profit or loss
komprehensif lain and other comprehensive
konsolidasian (Catatan 26) 5.607 6.283 income (Note 26)
Obligasi Berkelanjutan V BFI Finance Indonesia Tahap I Obligasi Berkelanjutan V BFI Finance Indonesia Tahap I
Tahun 2021 Tahun 2021
Obligasi/ Nilai nominal/ Tingkat bunga tetap/ Jatuh tempo/ Status pembayaran/ Peringkat/
Bonds Nominal value Fixed interest rate Due date Payment status Rating
Seri/Serial A Rp 200.000 6,00% 8 Juni/June 2022 Lunas/Paid A+(idn)
Seri/Serial B Rp 400.000 7,75% 28 Mei/May 2024 Lunas/Paid AA-(idn)
Obligasi Berkelanjutan V BFI Finance Indonesia Tahap II Obligasi Berkelanjutan V BFI Finance Indonesia Tahap II
Tahun 2021 Tahun 2021
Obligasi/ Nilai nominal/ Tingkat bunga tetap/ Jatuh tempo/ Status pembayaran/ Peringkat/
Bonds Nominal value Fixed interest rate Due date Payment status Rating
Seri/Serial A 210.000 5,25% 16 Agustus/August 2022 Lunas/Paid A+(idn)
Seri/Serial B 260.000 6,25% 6 Agustus/August 2023 Lunas/Paid AA-(idn)
Seri/Serial C 530.000 7,25% 6 Agustus/August 2024 Lunas/Paid AA-(idn)
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 391
Page 392
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit E/70 Exhibit E/70
PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk AND ITS SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2025 FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2025
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
15. SURAT BERHARGA YANG DITERBITKAN (Lanjutan) 15. SECURITIES ISSUED (Continued)
Obligasi Berkelanjutan V BFI Finance Indonesia Tahap III Obligasi Berkelanjutan V BFI Finance Indonesia Tahap III
Tahun 2023 Tahun 2023
Obligasi/ Nilai nominal/ Tingkat bunga tetap/ Jatuh tempo/ Status pembayaran/ Peringkat/
Bonds Nominal value Fixed interest rate Due date Payment status Rating
Seri/Serial A 617.000 6,25% 7 Februari/ Lunas/Paid AA-(idn)
February 2024
Seri/Serial B 227.000 7,00% 27 Januari/January 2025 Lunas/Paid AA-(idn)
Seri/Serial C 256.000 7,375% 27 Januari/January 2026 Belum jatuh tempo/Not yet due AA-(idn)
Obligasi Berkelanjutan V BFI Finance Indonesia Tahap IV Obligasi Berkelanjutan V BFI Finance Indonesia Tahap IV
Tahun 2023 Tahun 2023
Obligasi/ Nilai nominal/ Tingkat bunga tetap/ Jatuh tempo/ Status pembayaran/ Peringkat/
Bonds Nominal value Fixed interest rate Due date Payment status Rating
Seri/Serial A 590.000 6,10% 24 April 2024 Lunas/Paid AA-(idn)
Seri/Serial B 385.000 7,00% 14 April 2025 Lunas/Paid AA-(idn)
Seri/Serial C 625.000 7,15% 14 April 2026 Belum jatuh tempo/Not yet due AA-(idn)
Obligasi Berkelanjutan V BFI Finance Indonesia Tahap V Obligasi Berkelanjutan V BFI Finance Indonesia Tahap V
Tahun 2023 Tahun 2023
Obligasi/ Nilai nominal/ Tingkat bunga tetap/ Jatuh tempo/ Status pembayaran/ Peringkat/
Bonds Nominal value Fixed interest rate Due date Payment status Rating
Seri/Serial A 250.000 6,00% 25 Juni/June 2024 Lunas/Paid AA-(idn)
Seri/Serial B 850.000 7,00% 15 Juni/June 2026 Belum jatuh tempo/Not yet due AA-(idn)
Obligasi Berkelanjutan VI BFI Finance Indonesia Tahap I Obligasi Berkelanjutan VI BFI Finance Indonesia Tahap I
Tahun 2024 Tahun 2024
Obligasi/ Nilai nominal/ Tingkat bunga tetap/ Jatuh tempo/ Status pembayaran/ Peringkat/
Bonds Nominal value Fixed interest rate Due date Payment status Rating
Seri/Serial A 100.000 6,60% 5 Oktober/October 2025 Lunas/Paid AA-(idn)
Seri/Serial B 200.000 6,80% 25 September 2026 Belum jatuh tempo/Not yet due AA-(idn)
Seri/Serial C 300.000 6,90% 25 September 2027 Belum jatuh tempo/Not yet due AA-(idn)
Obligasi Berkelanjutan VI BFI Finance Indonesia Tahap II Obligasi Berkelanjutan VI BFI Finance Indonesia Tahap II
Tahun 2025 Tahun 2025
Obligasi/ Nilai nominal/ Tingkat bunga tetap/ Jatuh tempo/ Status pembayaran/ Peringkat/
Bonds Nominal value Fixed interest rate Due date Payment status Rating
Seri/Serial A 414.300 6,45% 27 Juni/June 2026 Belum jatuh tempo/Not yet due AA-(idn)
Seri/Serial B 265.700 6,80% 17 Juni/June 2027 Belum jatuh tempo/Not yet due AA-(idn)
Seri/Serial C 320.000 6,90% 17 Juni/June 2028 Belum jatuh tempo/Not yet due AA-(idn)
Sesuai dengan Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi Pursuant to the Bonds Trustee agreement for Obligasi
Berkelanjutan V BFI Finance Indonesia, Perusahaan Berkelanjutan V BFI Finance Indonesia, the Company
memberikan jaminan fidusia berupa piutang pembiayaan provides collateral with fiduciary transfer of financing
dengan kategori lancar sebesar 50% untuk Obligasi receivables amounting to 50% for Obligasi Berkelanjutan V
Berkelanjutan V BFI Finance Indonesia, dari nilai pokok BFI Finance Indonesia, of the outstanding principal amount
Obligasi yang terutang (Catatan 5). of the Bonds (Note 5).
Sesuai dengan Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi Pursuant to the Bonds Trustee Agreement for Obligasi
Berkelanjutan VI BFI Finance Indonesia, Obligasi yang Berkelanjutan VI BFI Finance Indonesia, the related Bonds
diterbitkan tidak dijamin dengan jaminan khusus berupa are not guaranteed by special collateral in the form of
benda atau pendapatan atau aset lain milik Perusahaan dalam objects or income or other assets belonging to the Company
bentuk apapun serta tidak dijamin oleh pihak manapun. in any form and are not guaranteed by any party.
392 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 393
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit E/71 Exhibit E/71
PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk AND ITS SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2025 FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2025
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
15. SURAT BERHARGA YANG DITERBITKAN (Lanjutan) 15. SECURITIES ISSUED (Continued)
Selain itu, selama pokok Obligasi belum dilunasi, Perusahaan Moreover, during the time that the Bonds principals are still
tidak diperkenankan antara lain, membagi dividen dalam hal outstanding, the Company is not allowed to, among others,
Perusahaan lalai dalam membayar jumlah terutang Obligasi, declare dividends in the event that the Company defaults in
melakukan penggabungan usaha kecuali dilakukan pada Bonds obligations, merge unless performed on the same
bidang usaha yang sama, dan menjual atau mengalihkan lebih business, and sells or hand over more than 50% of the
dari 50% aset Perusahaan, kecuali dalam rangka kegiatan Company’s assets, except for normal operation activity. The
usaha sehari-hari. Perusahaan telah memenuhi batasan- Company has complied with the covenants on the trustee
batasan yang diwajibkan dalam perjanjian tersebut. agreements.
Semua pembayaran pokok Obligasi dilakukan secara penuh All Bonds principal is paid in full as they fall due. All Bonds
pada saat jatuh tempo. Pembayaran bunga Obligasi dilakukan interest is paid on quarterly basis.
secara triwulan.
Pada tanggal 24 Februari 2025, Perusahaan telah menerima On 24 February 2025, the Company has received a letter
surat dari PT Fitch Ratings Indonesia (“Fitch”) from PT Fitch Ratings Indonesia (“Fitch”)
No. 21/DIR/RATLTR/II/2025 yang menyatakan bahwa Fitch No. 21/DIR/RATLTR/II/2025 affirming the national long
mengafirmasi peringkat nasional jangka panjang “AA-(idn)” term rating of the Company at “AA-(idn)” with stable
dengan outlook stabil. Peringkat Nasional 'AA' menunjukkan outlook. ‘AA’ National Ratings denote expectations of a very
ekspektasi tingkat risiko gagal bayar yang sangat rendah low level of default risk relative to other issuers or
dibandingkan dengan emiten atau obligasi lain di negara atau obligations in the same country or monetary union.
serikat moneter yang sama.
16. BEBAN AKRUAL 16. ACCRUED EXPENSES
31 Desember/December
2025 2024
Bonus dan tunjangan lainnya 180.888 200.960 Bonus and other allowances
Bunga 43.629 56.864 Interest
Jasa tenaga ahli 5.945 3.249 Professional fees
Lain-lain 45.845 40.503 Others
Jumlah 276.307 301.576 Total
17. LIABILITAS IMBALAN KERJA 17. EMPLOYEE BENEFIT LIABILITIES
Perusahaan memberikan imbalan pasca-kerja kepada The Company is required to provide post-employment
karyawannya pada saat pemutusan hubungan kerja atau pada benefits to its employees when their employment is
saat karyawan menyelesaikan masa kerjanya. Imbalan pasca- terminated or when they retire. These benefits are
kerja ini diberikan terutama berdasarkan masa kerja dan primarily based on years of service and the employees’
kompensasi karyawan pada saat pemutusan hubungan kerja compensation at termination or retirement.
atau selesainya masa kerja.
Perusahaan dan Entitas Anaknya menyelenggarakan program The Company and Its Subsidiary have defined contribution
pensiun untuk karyawan tetap yang sudah memenuhi kriteria pension program covering its qualified permanent
yang ditetapkan Perusahaan, dimana program pensiun ini employees who meets the Company’s criteria, where the
dikelola dan diadministrasikan oleh PT Asuransi Jiwa contribution pension program is defined and administered
Manulife Indonesia. by PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia.
Liabilitas imbalan kerja meliputi pensiun, uang pisah, uang Employee benefit liabilities include pensions, severance
penghargaan dan imbalan lainnya (Imbalan pasca-kerja pay, service pay and other benefits (Post-employment
(“IPK”) sesuai dengan Undang-Undang Cipta Kerja benefits (“PEB”) as stipulated under the Job Creation
No.11/2020, Peraturan Pemerintah No.35/2021 Law No.11/2020, Government Regulation No.35/2021
(“PP 35/2021”) dan Program Pensiun Iuran Pasti (PPIP)) (“GR 35/2021”) and Defined Contribution (DC) Plan)
dihitung oleh Steven & Mourits, aktuaris independen, dalam is calculated by Steven & Mourits, an independent actuary,
laporannya bertanggal 14 Januari 2026 dan 14 Januari 2025 in its report dated 14 January 2026 and 14 January 2025 for
masing-masing untuk tahun yang berakhir pada tanggal the year ended 31 December 2025 and 2024, respectively, by
31 Desember 2025 dan 2024, dengan menggunakan metode using the Projected Unit Credit method. Number of
Projected Unit Credit. Jumlah karyawan yang berhak employees entitled for the employee benefits for the year
memperoleh imbalan kerja tersebut untuk tahun yang ended 31 December 2025 and 2024 was 5,649 and 5,734
berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 adalah employees, respectively.
5.649 dan 5.734 karyawan.
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 393
Page 394
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit E/72 Exhibit E/72
PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk AND ITS SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2025 FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2025
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
17. LIABILITAS IMBALAN KERJA (Lanjutan) 17. EMPLOYEE BENEFIT LIABILITIES (Continued)
Rincian liabilitas atas imbalan kerja yang diakui di laporan The details of the liabilities for employment benefits
posisi keuangan konsolidasian adalah sebagai berikut: recognized in the consolidated statements of financial
position are as follows:
31 Desember/December
2025 2024
Nilai kini liabilitas imbalan pasti 242.989 225.141 Present value of defined benefit obligation
Nilai wajar aset program (71.526) (75.066) Fair value of plan asset
Imbalan kerja 171.463 150.075 Employee benefits
Mutasi nilai kini liabilitas imbalan pasti yang diakui pada Movements in the present value of defined benefit
laporan posisi keuangan konsolidasian sebagai berikut: obligation recognised in the consolidated statement of
financial position are as follows:
31 Desember/December
2025 2024
Nilai kini kewajiban imbalan Present value of defined benefit obligation
pasti pada awal tahun 225.141 217.639 at beginning of year
Biaya jasa kini 27.044 25.458 Current service cost
Biaya bunga 15.095 13.843 Interest cost
Pembayaran imbalan kerja Benefit payment from Company
(sesuai provisi yang dihitung) (7.298) (8.770) (based on computed provision)
Pembayaran imbalan aset program (14.746) (5.602) Benefit payment from plan assets
Penyesuaian liabilitas akibat Liability assumed due to recognition of
pengakuan masa kerja lalu 790 540 past services
Pengukuran kembali atas nilai kini Remeasurement of present value of
liabilitas imbalan pasti: defined benefit obligation:
Keuntungan atas Gain from changes in financial
perubahan asumsi ekonomis (3.654) (7.147) assumption
Kerugian (keuntungan) atas Loss (gain) from experience
penyesuaian pengalaman 617 (10.820) adjustments
Nilai kini kewajiban imbalan pasti Present value of defined benefit
pada akhir tahun 242.989 225.141 obligation at end of year
31 Desember/December
2025 2024
Nilai wajar aset program pada Fair value of plan assets at
awal tahun 75.066 74.684 beginning of year
Pendapatan bunga atas aset program 5.019 5.054 Interest income on plan assets
Iuran Perusahaan 6.000 6.000 Company contribution
Pembayaran imbalan dari aset program (14.746) (5.602) Benefit payment from plan assets
Imbal hasil aset program (tidak termasuk Return on plan assets (excluding
pendapatan bunga) 187 (5.070) interest income)
Nilai wajar aset program pada akhir tahun 71.526 75.066 Fair value of plan assets at end of year
31 Desember/December
2025 2024
Saldo awal 150.075 142.955 Beginning balance
Iuran Perusahaan yang dibayarkan (6.000) (6.000) Contribution plan of the Company
Pembayaran imbalan kerja (26.331) (41.627) Benefits paid by the Company
Beban yang diakui pada laba rugi 56.943 67.644 Expense recognized in profit loss
Pendapatan yang diakui pada Income recognized in other
penghasilan komprehensif lain (3.224) (12.897) comprehensive income
Liabilitas yang diakui di laporan Liability recognized in statement of
posisi keuangan 171.463 150.075 financial position
394 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 395
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit E/73 Exhibit E/73
PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk AND ITS SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2025 FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2025
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
17. LIABILITAS IMBALAN KERJA (Lanjutan) 17. EMPLOYEE BENEFIT LIABILITIES (Continued)
Jumlah yang diakui pada laporan laba rugi dan penghasilan The amounts recognised in the consolidated statement of
komprehensif lain konsolidasian adalah sebagai berikut: profit or loss and other comprehensive income are as
follows:
31 Desember/December
2025 2024
Biaya jasa kini 27.044 25.458 Current service cost
Biaya bunga 15.095 13.843 Interest cost
Pendapatan bunga atas aset program (5.019) (5.054) Interest income on plan assets
Pengakuan liabilitas atas pengakuan Liabilities assumed due to recognition of
masa kerja lalu 790 540 past services
Biaya terminasi oleh Perusahaan 19.033 32.857 Termination benefit by Company
Jumlah beban (Catatan 25) 56.943 67.644 Total expenses (Note 25)
Riwayat penyesuaian pengalaman adalah sebagai berikut: The history of experience adjustment are as follows:
31 Desember/December
2025 2024 2023 2022 2021
Nilai kini kewajiban Present value of defined
imbalan pasti (242.989) (225.141) (217.639) (180.474) (181.820) benefit obligation
Nilai wajar aset program 71.526 75.066 74.684 68.589 66.363 Fair value of plan assets
Defisit (171.463) (150.075) (142.955) (111.885) (115.457) Deficit
Penyesuaian pengalaman Experience adjustment on
liabilitas program (617) 10.820 (2.099) (6.588) 13.185 plan liabilities
Penyesuaian pengalaman Experience adjustment on
aset program 187 (5.070) (2.348) (5.966) (2.842) plan assets
Kategori utama aset program 31 Desember 2025 dan 2024 The main categories of plan assets as of and 31 December
sebagai persentase dari total aset program adalah pasar uang 2025 and 2024 as percentage of total plan assets was money
50%, pendapatan tetap 30% dan saham 20%. market 50%, fixed income 30% and shares 20%.
Tabel berikut menunjukkan sensitivitas atas kemungkinan The following table demonstrates the sensitivity to a
perubahan tingkat diskonto dan tingkat kenaikan gaji sebesar reasonably possible change in discount rates and salary
1% dengan variabel lain dianggap tetap, terhadap nilai kini increment rate of 1%, with all other variables held constant,
liabilitas imbalan pasca-kerja: of the present value of post-employment benefits
liabilities:
31 Desember/December 2025
Tingkat diskonto/ Tingkat kenaikan gaji/
Discount rate Salary increment rate
Kenaikan/ Penurunan/ Kenaikan/ Penurunan/
Increase Decrease Increase Decrease
Dampak pada nilai kini Impact on present value of post-
liabilitas imbalan pasca-kerja 225.630 262.667 262.590 225.343 employment benefits liabilities
31 Desember/December 2024
Tingkat diskonto/ Tingkat kenaikan gaji/
Discount rate Salary increment rate
Kenaikan/ Penurunan/ Kenaikan/ Penurunan/
Increase Decrease Increase Decrease
Dampak pada nilai kini Impact on present value of post-
liabilitas imbalan pasca-kerja 209.395 243.001 242.989 209.052 employment benefits liabilities
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 395
Page 396
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit E/74 Exhibit E/74
PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk AND ITS SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2025 FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2025
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
17. LIABILITAS IMBALAN KERJA (Lanjutan) 17. EMPLOYEE BENEFIT LIABILITIES (Continued)
Analisa sensitivitas didasarkan pada perubahan atas satu The sensitivity analysis are based on a change in an
asumsi aktuarial dimana asumsi lainnya dianggap konstan. assumption while holding all other assumptions constant. In
Dalam prakteknya, hal ini jarang terjadi dan perubahan practice, this is unlikely to accur an changes in some of the
beberapa asumsi mungkin saling berkorelasi. Dalam assumptions may be correlated. When calculating the
perhitungan sensitivitas kewajiban imbalan pasti atas asumsi sensitivity of the defined benefit obligation to significant
aktuarial utama, metode yang sama (perhitungan nilai kini actuarial assumptions, the same method (present value of
kewajiban imbalan pasti dengan menggunakan metode the defined benefit obligation calculated with the
Projected Unit Credit di akhir periode) telah diterapkan Projected Unit Credit method at the end of the reporting
seperti dalam perhitungan kewajiban pensiun yang diakui period) has been applied as when calculating the pension
dalam laporan posisi keuangan. liability recognized within the statements of financial
position.
Asumsi-asumsi utama yang digunakan dalam perhitungan di Key assumptions used in the above calculation:
atas:
31 Desember/December
2025 2024
Asumsi ekonomi: Economic assumptions:
- Tingkat diskonto per tahun 6,50% - 6,55% 7,10% - 7,15% Annual discount rate -
- Kenaikan gaji per tahun 9% 10% Annual salary increase -
Asumsi demografi: Demographic assumptions:
- Tingkat kematian Tabel Mortalisasi Indonesia – 2019/ Mortality table of Mortality rate -
Indonesia – 2019
- Tingkat pengunduran diri 20% per tahun sebelum usia 25 dan terus menurun menjadi 0% Turnover rate -
pada usia 55 /
20% per annum before the age of 25 and linearly decreasing
to 0% per annum at age of 55
- Tingkat kecacatan per tahun 5% dari Tingkat Kematian/5% of Mortality Rates Disability rate per annum -
- Tingkat pensiun 100% di usia 56/100% at age 56 Retirement rate -
18. DIVIDEN TUNAI DAN SALDO LABA YANG TELAH 18. CASH DIVIDENDS AND APPROPRIATION OF RETAINED
DITENTUKAN PENGGUNAANNYA EARNINGS
Berdasarkan Berita Acara Rapat Direksi Perusahaan pada Based on the Minutes of Meeting of the Board of Directors
tanggal 28 November 2025, Perusahaan menyetujui on 28 November 2025, the Company approved interim cash
pembagian dividen tunai interim untuk tahun 2025 sebesar dividend for the financial year 2025 amounted to Rp 35 (full
Rp 35 (nilai penuh) per lembar saham atau setara dengan amount) per share amounting to Rp 519,729 to the
Rp 519.729 yang telah dibayarkan pada pemegang saham shareholders of the Company which has been distributed on
pada tanggal 18 Desember 2025. 18 December 2025.
Berdasarkan Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Based on the decision of Shareholders’ Annual General
Tahunan PT BFI Finance Indonesia Tbk tanggal 8 Mei 2025, Meeting on 8 May 2025, the Company announced a cash
Perusahaan menetapkan pembagian dividen tunai dari laba dividend from net profit in 2024 amounting to Rp 60 (full
bersih tahun 2024 sebesar Rp 60 (nilai penuh) per lembar amount) per share. After taking into account the interim
saham. Setelah memperhitungkan dividen tunai interim cash dividend amounting to Rp 28 (full amount) per share
sebesar Rp 28 (nilai penuh) per lembar saham atau setara or equivalent to Rp 421,103 to the shareholders of the
Rp 421.103 yang telah dibayarkan kepada pemegang saham Company, which has been distributed on 19 December 2024
tanggal 19 Desember 2024 berdasarkan Berita Acara Rapat based on the Minutes of Meeting of the Board of
Direksi Perusahaan pada tanggal 29 November 2024, sisanya Directors on 29 November 2024, the remaining balance
sebesar Rp 32 (nilai penuh) per lembar saham atau setara amounting to Rp 32 (full amount) per share or equivalent
Rp 481.260 yang telah dibayarkan pada tanggal 11 Juni 2025. to Rp 481,260 has been distributed on 11 June 2025. The
Perusahaan juga menyetujui untuk menyisihkan sebesar Company agreed to set aside Rp 5,000 for the reserve.
Rp 5.000 sebagai cadangan.
396 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 397
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit E/75 Exhibit E/75
PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk AND ITS SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2025 FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2025
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
18. DIVIDEN TUNAI DAN SALDO LABA YANG TELAH 18. CASH DIVIDENDS AND APPROPRIATION OF RETAINED
DITENTUKAN PENGGUNAANNYA (Lanjutan) EARNINGS (Continued)
Berdasarkan Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Based on the decision of Shareholders’ Annual General
Tahunan PT BFI Finance Indonesia Tbk pada tanggal Meeting on 22 May 2024, the Company announced a cash
22 Mei 2024, Perusahaan menetapkan pembagian dividen dividend from net profit in 2023 amounting to Rp 55 (full
tunai dari laba bersih tahun 2023 sebesar Rp 55 (nilai penuh) amount) per share. After taking into account the interim
per lembar saham. Setelah memperhitungkan dividen tunai cash dividend amounting to Rp 28 (full amount) per share
interim sebesar Rp 28 (nilai penuh) per lembar saham atau or equivalent to Rp 421,103 to the shareholders of the
setara dengan Rp 421.103 yang telah dibayarkan kepada Company, which has been distributed on 21 December 2023
pemegang saham pada tanggal 21 Desember 2023 based on the Minutes of Meeting of the Board of
berdasarkan Berita Acara Rapat Direksi Perusahaan pada Directors on 1 December 2023, the remaining balance
tanggal 1 Desember 2023, sisanya sebesar Rp 27 (nilai penuh) amounting to Rp 27 (full amount) per share or equivalent
per lembar saham atau setara dengan Rp 406.063 yang telah to Rp 406,063 has been distributed on 21 June 2024. The
dibayarkan pada tanggal 21 Juni 2024. Perusahaan juga Company agreed to set aside Rp 5,000 for the reserve.
menyetujui untuk menyisihkan sebesar Rp 5.000 sebagai
cadangan.
Hal ini telah sesuai dengan Undang-Undang No. 40/2007 This is in accordance with the Indonesian Limited Company
mengenai Perseroan Terbatas, yang mengharuskan Law No. 40/2007, which requires companies to set up a
perusahaan-perusahaan untuk membuat penyisihan cadangan statutory reserve until the reserve reach at least 20% of the
wajib sampai cadangan mencapai sekurang-kurangnya 20% issued and paid up share capital. There is no set period of
dari jumlah modal yang ditempatkan dan disetor penuh. time over which this amount should be provided.
Undang-Undang tersebut tidak mengatur jangka waktu untuk
penyisihan tersebut.
19. UTANG LAIN-LAIN – PIHAK KETIGA 19. OTHER PAYABLES – THIRD PARTIES
31 Desember/December
2025 2024
Deposit konsumen 291.946 272.962 Customer deposits
Utang kepada supplier 124.218 142.110 Payable to suppliers
Premi asuransi 45.539 59.674 Insurance premium
Lain-lain 127.774 78.046 Others
Jumlah 589.477 552.792 Total
20. MODAL SAHAM 20. SHARE CAPITAL
Susunan pemegang saham Perusahaan pada tanggal The composition of the shareholder of the Company based
31 Desember 2025 dan 2024 berdasarkan laporan daftar on the share register of PT Raya Saham Registra (RSR), the
pemegang saham dari PT Raya Saham Registra (RSR), Biro share registrar, as of 31 December 2025 and 2024 are as
Administrasi Efek, adalah sebagai berikut: follows:
31 Desember/December 2025
Jumlah
saham/ Nilai
Number of nominal/
Pemegang saham Shares Amount %* Shareholders
Trinugraha Capital & Co SCA 7.688.125.938 192.203 51,77 Trinugraha Capital & Co SCA
Lainnya (masing-masing di bawah 5%) 7.161.257.682 179.032 48,23 Others (each below 5%)
14.849.383.620 371.235 100,00
Saham treasuri 190.000.000 4.750 - Treasury stock
Jumlah 15.039.383.620 375.985 100,00 Total
31 Desember/December 2024
Jumlah
saham/ Nilai
Number of nominal/
Pemegang saham Shares Amount %* Shareholders
Trinugraha Capital & Co SCA 7.688.125.938 192.203 51,12 Trinugraha Capital & Co SCA
Lainnya (masing-masing di bawah 5%) 7.351.257.682 183.782 48,88 Others (each below 5%)
15.039.383.620 375.985 100,00
Saham treasuri 927.732.000 23.193 - Treasury stock
Jumlah 15.967.115.620 399.178 100,00 Total
*) % kepemilikan saham disajikan secara neto, diluar saham treasuri. *) % share ownership is presented on a net basis, excluded treasury stock.
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 397
Page 398
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit E/76 Exhibit E/76
PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk AND ITS SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2025 FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2025
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
20. MODAL SAHAM (Lanjutan) 20. SHARE CAPITAL (Continued)
Jumlah saham yang dimiliki anggota Dewan komisaris dan The number of shares held by the member of the board
Direksi Perusahaan berdasarkan laporan daftar pemegang of commissioners and board of directors of the Company
saham dari PT Raya Saham Registra (RSR), biro administrasi based on the share register of PT Raya Saham Registra
efek, adalah sebanyak 397.743.680 saham dan 401.288.480 (RSR), the share registrar, was 397,743,680 shares and
saham, yang merupakan kepemilikan sebesar 2,64% dan 401,288,480 shares representing 2.64% and 2.51% of the
2,51% dari jumlah saham Perusahaan yang beredar masing- total outstanding shares of the Company as of
masing pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 dengan 31 December 2025 and 2024, respectively with detail as
rincian sebagai berikut: follows:
Jumlah Saham/ Total Shares %
Nama Anggota/ 31 Desember/December 31 Desember/December
Name of Members Jabatan/Positions 2025 2024 2025 2024
Francis Lay Sioe Ho Presiden Komisaris/ 338.908.180 343.908.180 2,25 2,15
President Commissioner
Sutadi Presiden Direktur/ 19.817.000 18.817.000 0,13 0,12
President Director
Sudjono Direktur/Director 35.000.000 26.310.800 0,23 0,16
Andrew Adiwijanto Direktur/Director - 11.240.000 - 0,07
Goklas Direktur/Director 1.012.500 1.012.500 0,01 0,01
Tan Rudy Eddywidjaja Direktur/Director 1.006.000 - 0,01 -
Iwan Direktur/Director 2.000.000 - 0,01 -
Jumlah/ Total 397.743.680 401.288.480 2,64 2,51
Saham treasuri Treasury stock
Pada tanggal 29 Juni 2022, RUPSLB menyetujui pengalihan On 29 June 2022, the Extraordinary General Meetings of
sebagian saham melalui Program Kepemilikan Saham oleh Shareholders (EGMS) has approved to form and implement
Manajemen dan Karyawan (Management and Employee Stock Management and Employee Stock Ownership Program
Ownership Program atau disebut juga sebagai program (MESOP Program) by transferring a maximum of 75,000,000
MESOP), yang berasal dari saham treasuri milik Perusahaan of the Company’s treasury shares.
sebanyak-banyaknya 75.000.000 lembar saham.
RUPSLB juga telah menyetujui pengalihan sisa saham treasuri The EGMS has also approved the transfer of the remaining
sebanyak-banyaknya 927.732.000 lembar saham dengan cara 927,732,000 treasury shares by selling either on or outside
dijual baik di Bursa Efek maupun di luar Bursa Efek kepada the Stock Exchange to other parties, including to the main
pihak lain, baik kepada pemegang saham utama Perusahaan shareholders of the Company (Trinugraha Capital & Co.
(Trinugraha Capital & Co. SCA) maupun kepada pihak ketiga SCA) or other third parties.
lainnya.
Pada tanggal 11 Oktober 2022, Perusahaan melakukan On 11 October 2022, the Company entered into
transaksi pengalihan sebagian saham treasuri melalui a transaction to transfer part of its treasury shares through
program MESOP sejumlah 75.000.000 lembar saham pada the MESOP program in the amount of 75,000,000 shares at
harga Rp 500 (nilai penuh) per lembar saham. Pengalihan a price of Rp 500 (full amount) per share. The transfer is
tersebut berlaku efektif pada tanggal 13 Oktober 2022 di effective on 13 October 2022 where the shares have
mana saham-saham telah berpindah tangan dan diblock changed hands and are blocked (non-tradeable) with
(tidak dapat diperdagangkan) dengan periode vesting vesting period for the MESOP program for 3 years from the
program MESOP selama 3 tahun sejak tanggal dialihkan, date of transfer, with market price of Rp 1,005 (full
dengan harga pasar Rp 1.005 (nilai penuh) per lembar saham. amount) per share.
Pelaksanaan program MESOP ini tidak menimbulkan dampak The implementation of the MESOP program does not have
dilusi kepada pemegang saham atas kepemilikan saham a dilutive impact on shareholders on share ownership in
dalam Perusahaan, dikarenakan saham-saham yang the Company, causes the shares included in the MESOP
dimasukkan ke dalam program MESOP merupakan saham program are treasury shares and are not new shares issued
treasuri dan bukan merupakan saham baru yang dikeluarkan from the Company's portfolio. The proceeds from the
dari portepel Perusahaan. Hasil pengalihan saham MESOP transfer of MESOP shares will be additional working capital
akan menjadi tambahan modal kerja bagi Perusahaan. for the Company.
Sesuai peraturan yang berlaku, sisa saham treasuri sebanyak In accordance with applicable regulations, the remaining
927.732.000 saham wajib dialihkan dan batas waktu 927,732,000 treasury shares must be transferred, and the
pemenuhan kewajiban pengalihan sisa saham treasuri deadline for fulfilling the obligation to transfer the
tersebut adalah 5 November 2025. remaining treasury shares is 5 November 2025.
398 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 399
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit E/77 Exhibit E/77
PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk AND ITS SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2025 FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2025
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
20. MODAL SAHAM (Lanjutan) 20. SHARE CAPITAL (Continued)
Saham treasuri (Lanjutan) Treasury stock (Continued)
Berdasarkan hasil RUPSLB tanggal 8 Mei 2025, pemegang Based on the results of the EGMS on 8 May 2025,
saham telah menyetujui rencana pengurangan modal shareholders have approved the plan to reduce the
ditempatkan dan disetor Perusahaan dengan cara menarik Company's issued and paid-up capital by withdrawing all
seluruh sisa saham treasuri Perusahaan yang berasal dari remaining treasury shares of the Company originating from
saham yang dibeli kembali dan dimiliki Perusahaan sejumlah shares repurchased and owned by the Company amounting
927.732.000 saham, yang mengakibatkan perubahan Pasal 4 to 927,732,000 shares, which resulted in changes to Article
ayat (2) Anggaran Dasar Perusahaan. Perusahaan telah 4 paragraph (2) of the Company's Articles of Association.
melakukan Pengurangan Modal sesuai ketentuan Pasal 37 UU The Company has carried out a Capital Reduction in
No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas dan Pasal 21 accordance with the provisions of Article 37 of Law No. 40
POJK No. 29 Tahun 2023 tentang Pembelian Kembali Saham of 2007 concerning Limited Liability Companies and Article
oleh Perusahaan Terbuka yang kemudian diaktakan pada 21 of POJK No. 29 of 2023 concerning Share Buybacks by
Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 1 tanggal 3 Juni 2025 Public Companies which were then notarized in the Deed
dan telah memperoleh persetujuan dari Menteri Hukum of Statement of Meeting Resolutions No. 1 dated 3 June
melalui Surat Keputusan Nomor AHU- 2025 and has obtained approval from the Minister of Law
0045866.AH.01.02.Tahun 2025 tanggal 14 Juli 2025. Proses through Decree Number AHU-0045866.AH.01.02.Tahun
pengurangan modal selesai dilaksanakan pada tanggal 22 Juli 2025 dated 14 July 2025. The capital reduction process was
2025 dan jumlah saham yang dikeluarkan oleh Perusahaan completed on 22 July 2025 and the number of shares issued
menjadi 15.039.383.620 saham. by the Company became 15,039,383,620 shares.
Selanjutnya, Perusahaan melakukan pembelian kembali Furthermore, the Company is repurchasing shares under
saham dalam kondisi pasar yang berfluktuasi secara significantly fluctuating market conditions based on the
signifikan berdasarkan Keterbukaan Informasi tanggal Information Disclosure dated 1 August 2025. Explanation
1 Agustus 2025. Penjelasan mengenai pembelian kembali regarding share repurchases in significantly fluctuating
saham dalam kondisi pasar yang berfluktuasi secara market conditions can be seen in the General section (Note
signifikan dapat dilihat pada bagian Umum (Catatan 1e). 1e).
Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, jumlah saham As of 31 December 2025 and 2024, total treasury stock
treasuri masing-masing adalah sebanyak 190.000.000 saham were 190,000,000 shares and 927,732,000 shares,
dan 927.732.000 saham. respectively.
21. TAMBAHAN MODAL DISETOR - NETO 21. ADDITIONAL PAID-IN CAPITAL - NET
Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, akun ini On 31 December 2025 and 2024, this account represents
merupakan selisih lebih antara hasil yang diterima dengan the difference between amount received and par value
nilai nominal dari setoran modal, penawaran umum perdana, from paid-in capital, initial public offering, conversion of
konversi dari obligasi konversi termasuk penyesuaian saldo convertible bonds including adjustments balance of quasi
karena kuasi reorganisasi dan penarikan saham treasuri reorganization and treasury stock withdrawal (Note 20).
(Catatan 20).
22. PENDAPATAN PIUTANG PEMBIAYAAN 22. FINANCING RECEIVABLES INCOME
31 Desember/December
2025 2024
Pendapatan piutang pembiayaan Financing receivables income
Pihak ketiga 4.903.037 4.438.958 Third parties
Pendapatan administrasi 912.130 850.475 Administration income
Denda keterlambatan 368.424 360.954 Late charges
Pendapatan terminasi 255.329 286.470 Termination income
Jumlah 6.438.920 5.936.857 Total
Dikurangi: Less:
Bagian pendapatan yang dibiayai Portion of funds financed by
bank sehubungan dengan kerjasama banks in relation to channeling
penerusan pinjaman dan pembiayaan and joint financing
bersama (Catatan 31) (161.708) (53.513) cooperation (Note 31)
Pendapatan piutang pembiayaan - neto 6.277.212 5.883.344 Financing receivables income - net
Pada tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 dan For the year ended 31 December 2025 and 2024, the
2024, amortisasi biaya transaksi yang diakui sebagai amortization of transaction costs recognized as a reduction
pengurang dari pendapatan piutang pembiayaan masing- to financing receivables income was amounted to
masing sebesar Rp 274.944 dan Rp 210.403. Rp 274,944 and Rp 210,403, respectively.
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 399
Page 400
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit E/78 Exhibit E/78
PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk AND ITS SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2025 FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2025
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
23. PENDAPATAN SYARIAH 23. SHARIA INCOME
31 Desember/December
2025 2024
Marjin murabahah 141.613 129.325 Murabahah margin
Pendapatan ijarah 1.665 371 Ijarah income
Pendapatan IMBT 20.463 16.824 IMBT income
Jumlah 163.741 146.520 Total
24. PENDAPATAN LAIN-LAIN 24. OTHER INCOME
31 Desember/December
2025 2024
Pemulihan dari piutang Recovery on written-off
yang dihapusbukukan 234.805 217.650 receivables
Keuntungan penjualan Gain on sale of fixed
aset tetap - neto (Catatan 10) 10.451 13.680 assets - net (Note 10)
Lain-lain 18.579 19.450 Others
Jumlah 263.835 250.780 Total
25. BEBAN GAJI DAN TUNJANGAN 25. SALARIES AND BENEFITS EXPENSES
31 Desember/December
2025 2024
Pihak ketiga Third parties
Gaji dan imbalan kerja 1.417.575 1.398.190 Salaries and allowances
Imbalan pasca-kerja (Catatan 17) 52.764 63.072 Post-employment benefits (Note 17)
1.470.339 1.461.262
Pihak berelasi (Catatan 29) Related parties (Note 29)
Gaji dan imbalan kerja 42.593 51.405 Salaries and allowances
Imbalan pasca-kerja (Catatan 17, 29) 4.179 4.572 Post-employment benefits (Note 17, 29)
46.772 55.977
Jumlah 1.517.111 1.517.239 Total
26. BEBAN BUNGA DAN KEUANGAN 26. INTEREST AND FINANCE CHARGES
31 Desember/December
2025 2024
Bunga atas pinjaman yang diterima 726.672 688.392 Interest on fund borrowings
Bunga atas surat berharga yang Interest on securities
diterbitkan (Catatan 15) 207.236 235.862 issued (Note 15)
Amortisasi biaya emisi atas surat berharga Amortization of securities
yang diterbitkan (Catatan 15) 5.607 6.283 issuance cost (Note 15)
Jumlah 939.515 930.537 Total
400 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 401
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit E/79 Exhibit E/79
PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk AND ITS SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2025 FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2025
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
27. BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI 27. GENERAL AND ADMINISTRATIVE EXPENSES
31 Desember/December
2025 2024
Beban penerimaan angsuran 172.040 143.765 Installment collection expense
Biaya operasional IT 121.052 88.472 Operational IT cost
Penyusutan aset tetap (Catatan 10) 119.067 124.538 Depreciation of fixed assets (Note 10)
Perbaikan dan pemeliharaan 71.637 65.041 Repairs and maintenance
Pemasaran 70.927 78.275 Marketing
Amortisasi aset tak berwujud (Catatan 12) 63.892 68.353 Amortization of intangible assets (Note 12)
Perjalanan dinas dan transportasi 45.720 46.061 Travel and transportation
Pendidikan dan pelatihan 39.148 40.199 Training and education
Asuransi 25.502 23.894 Insurance
Penyusutan aset hak-guna (Catatan 11) 21.708 22.474 Depreciation of right-of-use assets (Note 11)
Validasi data kredit 17.577 18.036 Credit data validation
Listrik dan air 16.880 16.924 Electricity and water
Beban kantor 16.782 15.445 Office expense
Komunikasi 16.295 15.487 Communications
Pengiriman, perangko dan materai 15.936 15.341 Courier, postage and stamp duty
Beban alih sumber daya 15.316 16.371 Outsourced service expenses
Keanggotaan dan langganan 12.582 11.784 Membership and subscription
Sewa 5.367 1.993 Rental
Jasa profesional 2.387 35.148 Professional fees
Program CSR 2.309 2.124 CSR program
Beban administrasi bank 2.094 1.874 Bank administration charges
Legalisir dokumen dan fotokopi 1.155 1.221 Legalized document and photocopy
Lain-lain 22.309 22.605 Others
Jumlah 897.682 875.425 Total
28. BEBAN LAIN-LAIN 28. OTHER EXPENSES
Rincian beban lain-lain adalah sebagai berikut: The details of other expenses are as follows:
31 Desember/December
2025 2024
Penghapusan piutang dalam Written-off receivables in the
proses penyelesaian 315.796 229.458 settlement process
Kerugian neto pelepasan aset tak berwujud 6.734 5.362 Net loss on disposal of intangible assets
Cadangan kerugian penurunan Provision for impairment losses
nilai atas piutang dalam proses penyelesaian 6.518 99 of receivables in the settlement process
Jumlah 329.048 234.919 Total
29. TRANSAKSI DENGAN PIHAK-PIHAK BERELASI 29. RELATED PARTIES TRANSACTIONS
Dalam menjalankan kegiatan usahanya, Perusahaan dan In the normal course of business, the Company and Its
Entitas Anaknya melakukan transaksi dengan pihak-pihak Subsidiary undertake transactions with related parties.
berelasi.
Sifat hubungan dan transaksi Perusahaan dan Entitas Anaknya The nature of the Company and Its Subsidiary’s relationship
dengan pihak yang berelasi adalah sebagai berikut: and transactions with related parties are as follows:
Sifat hubungan/ Sifat dari transaksi/
Pihak berelasi/ Related parties Nature of relationship Nature of transactions
Dewan Komisaris dan Direksi/ Personil manajemen kunci/ Imbalan kerja jangka-pendek/
Board of Commissioners and Key management personnel Short-term employees’ benefits
Directors Imbalan pasca-kerja/ Post-employment benefits
Program kompensasi manajemen dan karyawan
berbasis saham/ Management and employee
stock options program
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 401
Page 402
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit E/80 Exhibit E/80
PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk AND ITS SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2025 FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2025
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
29. TRANSAKSI DENGAN PIHAK-PIHAK BERELASI (Lanjutan) 29. RELATED PARTIES TRANSACTIONS (Continued)
Sifat hubungan dan transaksi Perusahaan dan Entitas Anaknya The nature of the Company and Its Subsidiary’s relationship
dengan pihak yang berelasi adalah sebagai berikut: and transactions with related parties are as follows:
(Lanjutan) (Continued)
Sifat hubungan/ Sifat dari transaksi/
Pihak berelasi/ Related parties Nature of relationship Nature of transactions
PT Bank Jago Tbk Dalam satu penerima manfaat akhir Giro/ Current accounts
yang sama/ Deposito berjangka/ Time deposits
Under a similar ultimate Pendapatan bunga/ Interest income
beneficial owner Beban bunga/ Interest expense
Pinjaman yang diterima/ Fund borrowing
Pembiayaan Bersama/ Joint Financing
Rincian saldo dan transaksi dengan pihak yang berelasi The details of balances and transactions with related
adalah sebagai berikut: parties are as follows:
31 Desember/December
2025 2024
Aset Assets
Kas dan setara kas (Catatan 4) Cash and cash equivalents (Note 4)
Bank Cash in banks
PT Bank Jago Tbk 1.838 70 PT Bank Jago Tbk
Deposito berjangka Time deposits
PT Bank Jago Tbk 3.000 6.771 PT Bank Jago Tbk
4.838 6.841
Persentase terhadap jumlah aset 0,02% 0,03% Percentage of total assets
Liabilitas Liabilities
Pinjaman yang diterima (Catatan 13) Fund borrowings (Note 13)
PT Bank Jago Tbk 102.643 169.094 PT Bank Jago Tbk
Persentase terhadap jumlah liabilitas 0,69% 1,13% Percentage of total liabilities
31 Desember/December
2025 2024
Pendapatan Income
Keuangan Finance
PT Bank Jago Tbk 1.657 460 PT Bank Jago Tbk
Persentase terhadap jumlah pendapatan 0,03% 0,01% Percentage of total income
31 Desember/December
2025 2024
Beban Expenses
Beban gaji dan tunjangan karyawan Salaries and employee benefits
(Catatan 25) (Note 25)
Dewan Komisaris dan Direksi Board of Commissioners and Directors
Imbalan kerja jangka-pendek 42.593 51.405 Short-term employees’ benefits
Imbalan pasca-kerja 4.179 4.572 Post-employment benefits
Beban bunga dan keuangan (Catatan 26) Interest and finance charges (Note 26)
PT Bank Jago Tbk 7 3 PT Bank Jago Tbk
46.779 55.977
Persentase terhadap jumlah beban 0,98% 1,27% Percentage of total expenses
Transaksi dengan pihak berelasi, kecuali beban gaji dan Transaction with related parties, except salary expense and
imbalan kerja kepada personil manajemen kunci, dilakukan employee benefits to key management personnel, conducted
dengan menggunakan persyaratan usaha normal. by normal operations requirements.
402 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 403
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit E/81 Exhibit E/81
PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk AND ITS SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2025 FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2025
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
30. SEGMEN OPERASI 30. OPERATING SEGMENT
Perusahaan dan Entitas Anaknya mengelola kegiatan The Company and Its Subsidiary manage its business activities
usahanya dan mengidentifikasi segmen yang dilaporkan and identifies its reported segments based on product
berdasarkan jenis produk dan wilayah geografis. Laba atau categories and geographic area. Profit or loss from each
rugi dari masing-masing segmen digunakan untuk menilai segment is used to measure performance of each segment’s
kinerja masing-masing segmen. Informasi yang berkaitan information concerning the main segments are set out as
dengan segmen usaha utama disajikan sebagai berikut: follows:
31 Desember/December 2025
Sepeda
Mobil/ motor/ Lain-lain/ Jumlah/
Cars Motorcycles Others Total
Laporan laba rugi Statement of profit or loss
Pendapatan Income
Pendapatan pembiayaan 4.369.213 1.023.564 1.048.176 6.440.953 Financing income
Lain-lain 178.707 31.737 96.422 306.866 Others
Jumlah pendapatan 4.547.920 1.055.301 1.144.598 6.747.819 Total income
Beban Expenses
Beban operasional 2.438.590 515.994 728.772 3.683.356 Operating expenses
Cadangan kerugian penurunan nilai 729.458 164.646 197.278 1.091.382 Provision for impairment losses
Jumlah beban 3.168.048 680.640 926.050 4.774.738 Total expenses
Laba sebelum pajak 1.379.872 374.661 218.548 1.973.081 Profit before tax
Beban pajak penghasilan (273.859) (74.358) (43.374) (391.591) Income tax expense
Laba tahun berjalan 1.106.013 300.303 175.174 1.581.490 Profit for the year
Laporan posisi keuangan Statement of financial position
Aset Assets
Piutang pembiayaan - neto 14.697.499 1.773.430 5.923.541 22.394.470 Financing receivables - net
Piutang ijarah dan IMBT - neto - - 90.784 90.784 Ijarah and IMBT receivables - net
Lain-lain 158.836 8.516 2.819.918 2.987.270 Others
Jumlah aset 14.856.335 1.781.946 8.834.243 25.472.524 Total assets
Liabilitas Liabilities
Pinjaman yang diterima - - 10.370.062 10.370.062 Fund borrowings
Surat berharga yang diterbitkan -
neto - - 3.225.459 3.225.459 Securities issued - net
Lain-lain 91.616 22.926 1.109.170 1.223.712 Others
Jumlah liabilitas 91.616 22.926 14.704.691 14.819.233 Total liabilities
31 Desember/December 2024
Sepeda
Mobil/ motor/ Lain-lain/ Jumlah/
Cars Motorcycles Others Total
Laporan laba rugi Statement of profit or loss
Pendapatan Income
Pendapatan pembiayaan 4.142.100 961.415 926.349 6.029.864 Financing income
Lain-lain 151.441 44.018 109.747 305.206 Others
Jumlah pendapatan 4.293.541 1.005.433 1.036.096 6.335.070 Total income
Beban Expenses
Beban operasional 2.424.439 526.098 607.583 3.558.120 Operating expenses
Cadangan kerugian penurunan nilai 632.288 108.136 109.912 850.336 Provision for impairment losses
Jumlah beban 3.056.727 634.234 717.495 4.408.456 Total expenses
Laba sebelum pajak 1.236.814 371.199 318.601 1.926.614 Profit before tax
Beban pajak penghasilan (232.352) (69.735) (59.853 ) (361.940) Income tax expense
Laba tahun berjalan 1.004.462 301.464 258.748 1.564.674 Profit for the year
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 403
Page 404
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit E/82 Exhibit E/82
PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk AND ITS SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2025 FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2025
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
30. SEGMEN OPERASI (Lanjutan) 30. OPERATING SEGMENT (Continued)
Perusahaan dan Entitas Anaknya mengelola kegiatan The Company and Its Subsidiary manage its business activities
usahanya dan mengidentifikasi segmen yang dilaporkan and identifies its reported segments based on product
berdasarkan jenis produk dan wilayah geografis. Laba atau categories and geographic area. Profit or loss from each
rugi dari masing-masing segmen digunakan untuk menilai segment is used to measure performance of each segment’s
kinerja masing-masing segmen. Informasi yang berkaitan information concerning the main segments are set out as
dengan segmen usaha utama disajikan sebagai berikut: follows: (Continued)
(Lanjutan)
31 Desember/December 2024
Sepeda
Mobil/ motor/ Lain-lain/ Jumlah/
Cars Motorcycles Others Total
Laporan posisi keuangan / Statement of financial position
Aset Assets
Piutang pembiayaan - neto 15.018.065 1.550.174 5.444.575 22.012.814 Financing receivables - net
Piutang ijarah dan IMBT - neto - - 83.597 83.597 Ijarah and IMBT receivables - net
Lain-lain 159.344 10.506 2.853.559 3.023.409 Others
Jumlah aset 15.177.409 1.560.680 8.381.731 25.119.820 Total assets
Liabilitas Liabilities
Pinjaman yang diterima - - 10.822.571 10.822.571 Fund borrowings
Surat berharga yang diterbitkan -
neto - - 2.935.877 2.935.877 Securities issued - net
Lain-lain 104.417 20.072 1.055.218 1.179.707 Others
Jumlah liabilitas 104.417 20.072 14.813.666 14.938.155 Total liabilities
Berikut ini adalah informasi yang berkaitan dengan segmen The following tables present information concerning the
usaha utama berdasarkan wilayah geografis: main segments based on geographic area:
Segmen Geografis Geographical Segments
31 Desember/December 2025
Sulawesi dan
Indonesia Timur/
Jawa dan Bali/ Kalimantan/ Sumatera/ Sulawesi and Jumlah/
Java and Bali Kalimantan Sumatera East Indonesia Total
Jumlah Pendapatan 3.669.118 822.021 1.233.698 1.022.982 6.747.819 Total Income
Jumlah Aset 16.388.043 3.505.552 3.959.791 1.619.138 25.472.524 Total Assets
31 Desember/December 2024
Sulawesi dan
Indonesia Timur/
Jawa dan Bali/ Kalimantan/ Sumatera/ Sulawesi and Jumlah/
Java and Bali Kalimantan Sumatera East Indonesia Total
Jumlah Pendapatan 3.387.411 803.244 1.138.537 1.005.878 6.335.070 Total Income
Jumlah Aset 15.325.885 3.813.969 3.890.109 2.089.857 25.119.820 Total Assets
404 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 405
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit E/83 Exhibit E/83
PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk AND ITS SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2025 FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2025
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
31. PERJANJIAN KERJASAMA YANG PENTING 31. SIGNIFICANT COOPERATION AGREEMENTS
a. Pembiayaan Bersama a. Joint Financing
Dalam kaitan untuk mendukung kebutuhan pendanaan For the purpose to support funding requirement on
untuk pengembangan usaha, Perusahaan juga melakukan business expansion, the Company has also engaged a
berbagai kerjasama dengan perbankan, antara lain partnership with banking institutions in the form of
dalam bentuk perjanjian pembiayaan bersama (joint joint financing which are classified as “off balance
financing) yang dibukukan secara off balance sheet. sheet” transactions.
31 Desember/December
2025 2024
PT Bank Jago Tbk 2.821.452 1.225.652 PT Bank Jago Tbk
Dikurangi: Less:
Biaya transaksi belum diamortisasi (4.188) (2.244) Unamortized transaction costs
Jumlah - neto 2.817.264 1.223.408 Total – net
Pada tanggal 5 Agustus 2021, Perusahaan On 5 August 2021, the Company entered into joint
menandatangani perjanjian kerjasama No.0100/065/B/ financing agreement No.0100/065/B/05082021
05082021 dengan skema pembiayaan bersama (joint amounting to Rp 150,000 with PT Bank Jago Tbk.
financing) sebesar Rp 150.000 dengan PT Bank Jago Tbk. On 25 March 2022, with financing agreement
Pada tanggal 25 Maret 2022, dengan perjanjian No.0100/026/B/25032022, the amount of this facility
kerjasama No. 0100/026/B/25032022, jumlah fasilitas ini has been increased to Rp 300,000. The amount of funds
meningkat menjadi Rp 300.000. Porsi fasilitas to be financed by each party range from 10% from the
pembiayaan yang akan diberikan untuk konsumen dari Company, and 90% from joint financing providers
masing-masing pihak adalah berkisar 10% dari (banks).
Perusahaan, dan 90% dari pemberi pembiayaan bersama
(bank).
Pada tanggal 24 Mei 2023, Perusahaan menandatangani On 24 May 2023, the Company entered into an
Perubahan dan Pernyataan Kembali Perjanjian Kerjasama Amendment and Restatement of Joint Financing Facility
Fasilitas Pembiayaan Bersama No.0100/049/B/24052023 Agreement No.0100/049/B/24052023 with PT Bank
dengan PT Bank Jago Tbk dimana jumlah fasilitas ini Jago Tbk whereas the facility amount increase to
berubah menjadi sebesar Rp 2.000.000 dan berlaku Rp 2,000,000 and shall be effective until 5 August 2024.
efektif sampai dengan tanggal 5 Agustus 2024.
Pada tanggal 1 Agustus 2024, Perusahaan On 1 August 2024, the Company entered into an
menandatangani Perubahan dan Pernyataan Kembali Amendment and Restatement of Joint Financing Facility
Perjanjian Kerjasama Fasilitas Pembiayaan Bersama Agreement No.0100/042/B/01082024 with PT Bank
No.0100/042/B/01082024 dengan PT Bank Jago Tbk yang Jago Tbk whereas the amount of funds to be financed
merubah porsi fasilitas pembiayaan yang akan diberikan by each party range from 1% from the Company, and
untuk konsumen dari masing-masing pihak yaitu berubah 99% from joint financing providers (banks) and shall be
menjadi berkisar 1% dari Perusahaan, dan 99% dari effective from 5 August 2024 until 5 August 2027.
pemberi pembiayaan bersama (bank) dan berlaku efektif
dari tanggal 5 Agustus 2024 sampai dengan tanggal
5 Agustus 2027.
Pada tanggal 17 Januari 2025, Perusahaan On 17 January 2025, the Company entered into an
menandatangani Perubahan dan Pernyataan Kembali Amendment and Restatement of Joint Financing Facility
Perjanjian Kerjasama Fasilitas Pembiayaan Bersama Agreement No. 0100/005A/B/17012025 with PT Bank
No. 0100/005A/B/17012025 dengan PT Bank Jago Tbk di Jago Tbk whereas the facility amount increase to
mana jumlah fasilitas ini berubah menjadi Rp 5.000.000 Rp 5,000,000 and shall be effective until 5 August 2027.
dan fasilitas ini berlaku efektif sampai dengan tanggal
5 Agustus 2027.
Fasilitas tersebut di atas berlaku sampai dengan The above facility will be expired at the time
dibayarkannya angsuran terakhir piutang pembiayaan customers pay the latest installment of joint financing
bersama oleh konsumen. receivables.
Perusahaan bersama dengan pemberi pembiayaan The Company, together with the joint financing
bersama di atas bertindak sebagai penyedia dana dalam providers mentioned above, extend credit to
pemberian pembiayaan kepada konsumen yang consumers in accordance with certain criteria laid
memenuhi kriteria tertentu. Perusahaan bertanggung down in agreements. The Company is responsible to
jawab untuk mengelola dokumentasi dan administrasi maintain the customer’s documentation and
setiap konsumen. administration.
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 405
Page 406
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit E/84 Exhibit E/84
PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk AND ITS SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2025 FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2025
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
31. PERJANJIAN KERJASAMA YANG PENTING (Lanjutan) 31. SIGNIFICANT COOPERATION AGREEMENTS (Continued)
a. Pembiayaan Bersama (Lanjutan) a. Joint Financing (Continued)
Kerjasama pembiayaan bersama yang dilakukan ini The joint financing facilities were arranged without
bersifat without recourse, dimana Perusahaan tidak recourse, whereby the Company is not obliged to pay
memiliki kewajiban untuk membayar atau menyetor installments including interest to joint financing
angsuran pokok termasuk bunganya kepada pemberi providers in the event that the customers fail to meet
pembiayaan bersama jika konsumen gagal melakukan their installment obligation to the Company.
pembayaran angsurannya kepada Perusahaan.
b. Penyalur kendaraan b. Dealers of Motor Vechicles
Perusahaan mengadakan perjanjian kerjasama dengan The Company has entered into cooperation agreements
beberapa penyalur kendaraan. Pembiayaan yang telah with dealers of motor vehicles. Approved financing that
disetujui namun belum dibayarkan kepada penyalur has not yet been paid to dealers are recorded as payable
kendaraan dicatat sebagai utang kepada penyalur to dealers.
kendaraan.
c. Asuransi c. Insurance
Perusahaan mengadakan kerjasama dengan beberapa The Company has entered into cooperation agreements
perusahaan asuransi seperti PT Sinarmas Penjaminan with insurance companies which are PT Sinarmas
Kredit Syariah, PT Asuransi Bina Dana Arta Tbk, Penjaminan Kredit Syariah, PT Asuransi Bina Dana Arta
PT Asuransi Sinar Mas, PT Asuransi Wahana Tata, Tbk, PT Asuransi Sinar Mas, PT Asuransi Wahana Tata,
PT Asuransi Astra, PT Asuransi Raksa Pratikara, PT Asuransi Astra, PT Asuransi Raksa Pratikara,
PT Asuransi FPG Indonesia, PT Asuransi Etiqa PT Asuransi FPG Indonesia, PT Asuransi Etiqa
Internasional Indonesia, PT Pan Pasific Insurance, Internasional Indonesia, PT Pan Pasific Insurance,
PT FWD Insurance Indonesia dan PT Chubb Life Insurance PT FWD Insurance Indonesia and PT Chubb Life Insurance
Indonesia dalam rangka penyediaan asuransi Indonesia to providing credit protection insurance and
perlindungan kredit dan perlindungan terhadap agunan protection for financed collateral.
yang dibiayai.
Perusahaan melakukan penutupan asuransi atas The Company insures vehicles for the interest of the
kendaraan bermotor demi kepentingan Perusahaan Company in its capacity as financing provider. Insurance
dalam kapasitasnya sebagai penyedia pembiayaan. premium payments received from customers that have
Pembayaran premi asuransi yang telah diterima dari not yet been paid to insurance companies are recorded
konsumen namun belum dibayarkan kepada perusahaan as insurance premium payable.
asuransi dicatat sebagai utang premi asuransi.
32. LABA PER SAHAM 32. EARNINGS PER SHARE
Laba per saham dasar dihitung dengan cara membagi laba Earnings per share is calculated by dividing profit for the
tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik year attributable to owner of the parent available to
entitas induk tersedia bagi pemegang saham dengan rata- shareholders by the weighted average common shares
rata tertimbang saham biasa yang beredar pada tahun outstanding during the year.
berjalan.
31 Desember/December
2025 2024
Laba tahun berjalan untuk perhitungan Profit for the year for the computation of
laba per saham dasar 1.581.841 1.564.811 basic earning per shares
Jumlah rata-rata tertimbang The weighted average of
saham yang beredar 15.396.017.365 15.039.383.620 shares outstanding
Laba per saham Basic earnings per
dasar (nilai penuh) 103 104 share (full amount)
Perusahaan tidak memiliki instrumen yang memberikan efek The Company does not have instrument that give impact of
dilusi pada laba per saham dasar. dilution effect on basic earning per share.
406 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 407
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit E/85 Exhibit E/85
PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk AND ITS SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2025 FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2025
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
33. PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN 33. OTHER COMPREHENSIVE INCOME
Perubahan komponen penghasilan komprehensif lain yang The movement of other comprehensive income component
tidak mempengaruhi laba rugi adalah sebagai berikut: that have not yet affected the profit and loss were as
follows:
31 Desember/December
2025 2024
Saldo awal tahun – setelah Beginning balance of the
pajak tangguhan 9.563 65.202 year after deferred tax
Keuntungan pengukuran kembali Gain on remeasurement of
program aktuarial manfaat pasti 3.224 12.897 defined benefit actuarial program
Effective portion of the fair value change
Bagian efektif atas perubahan nilai wajar of the derivative instrument -
instrumen derivatif - lindung nilai arus kas 44.052 (81.583) cash flow hedge
56.839 (3.484)
Aset (liabilitas) pajak tangguhan (Catatan 14c) (8.987) 13.047 Deferred tax assets (liabilities) (Note 14c)
Saldo akhir tahun – setelah Balance at the end of year -
pajak tangguhan 47.852 9.563 after deferred tax
34. PERUBAHAN PADA LIABILITAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN 34. CHANGES IN LIABILITIES ARISED FROM FINANCING
ACTIVITIES
Perubahan pada liabilitas yang timbul dari aktivitas Changes in liabilities arised from financing activities are as
pendanaan adalah sebagai berikut: follows:
31 Desember/December 2025
Pergerakan non-kas/
Non-cash changes
Pergerakan
Pergerakan beban
valuta asing/ transaksi/
Saldo awal/ Movement in Changes in Saldo akhir/
Beginning Arus kas/ foreign transaction Ending
balance Cashflows exchange cost balance
Pinjaman yang diterima 10.822.571 (471.605) 11.443 7.653 10.370.062 Funds borrowings
Surat berharga yang
diterbitkan - neto 2.935.877 288.000 - 1.582 3.225.459 Securities issued - net
Jumlah liabilitas dari Total liabilities from
aktivitas pendanaan 13.758.448 (183.605) 11.443 9.235 13.595.521 financing activities
31 Desember/December 2024
Pergerakan non-kas/
Non-cash changes
Pergerakan
Pergerakan beban
valuta asing/ transaksi/
Saldo awal/ Movement in Changes in Saldo akhir/
Beginning Arus kas/ foreign transaction Ending
balance Cashflows exchange cost balance
Pinjaman yang diterima 8.665.860 2.104.333 52.519 (141) 10.822.571 Funds borrowings
Surat berharga yang
diterbitkan - neto 4.720.775 (1.787.000) - 2.102 2.935.877 Securities issued - net
Jumlah liabilitas dari Total liabilities from
aktivitas pendanaan 13.386.635 317.333 52.519 1.961 13.758.448 financing activities
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 407
Page 408
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit E/86 Exhibit E/86
PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk AND ITS SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2025 FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2025
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
34. PERUBAHAN PADA LIABILITAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN 34. CHANGES IN LIABILITIES ARISED FROM FINANCING
(Lanjutan) ACTIVITIES (Continued)
Perusahaan dan Entitas Anaknya telah melakukan kebijakan The Company and Its Subsidiary have conducted hedge policy
lindung nilai untuk pinjaman yang diterima dalam mata uang to borrowings denominated in foreign currencies.
asing.
35. INFORMASI TAMBAHAN YANG TIDAK DIPERSYARATKAN 35. ADDITIONAL INFORMATION THAT IS NOT REQUIRED BY
OLEH STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN INDONESIA INDONESIAN ACCOUNTING STANDARDS
MANAJEMEN RISIKO RISK MANAGEMENT
a. Pendahuluan dan gambaran umum a. Introduction and general description
Perkembangan dunia multifinance yang disertai dengan The development in multifinance industry followed with
meningkatnya kompleksitas aktivitas pembiayaan the improvement in complexity of financing activity has
semakin mempertegas pentingnya tata kelola emphasized more on the importance of good corporate
perusahaan yang sehat (good corporate governance) dan governance and a reliable risk management. Such both
manajemen risiko yang dapat diandalkan. Kedua hal matters are important factors, which bring the
tersebut merupakan faktor penting yang menjadi investors’ attention in assessing their investment
perhatian para investor dalam penilaian pilihan target targeting. Basically, the implementation of risk
investasinya. Penerapan manajemen risiko di management within the Company and Its Subsidiary had
Perusahaan dan Entitas Anaknya pada dasarnya sudah been carried out since the establishment of the
dilakukan sejak perusahaan berdiri, meskipun dengan Company, eventhough the Company was still using a
cara yang masih konvensional dan berkembang sesuai conventional manner and keep improving in accordance
dengan perkembangan kondisi internal dan eksternal. with the recent development of internal and external
circumstances.
Perusahaan dan Entitas Anaknya menyadari bahwa The Company and Its Subsidiary realize that risk is an
risiko merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari integral part of its operational activity and can be
operasional dan dapat dikelola secara praktis dan managed practically and effectively day by day, with the
efektif setiap hari, dengan lima tipe risiko utama: following five particular risks:
1. Risiko kredit 1. Credit risk
2. Risiko pasar 2. Market risk
3. Risiko pendanaan dan likuiditas 3. Funding and liquidity risk
4. Risiko operasional 4. Operational risk
5. Risiko permodalan 5. Capital risk
Pengelolaan risiko di Perusahaan mencakup keseluruhan Risk management within the Company includes overall
lingkup aktivitas usaha di Perusahaan, yang didasarkan scope of business activity within the Company, which
pada kebutuhan akan keseimbangan antara fungsi based on the necessity of balance between business
operasional bisnis dengan pengelolaan risikonya. operational function and its risk management thereof.
Dengan kebijakan dan manajemen risiko yang berfungsi By means of proper risk management and policy, thus
baik, maka manajemen risiko akan menjadi strategic the risk management will become a strategic partner to
partner bagi bisnis dalam mendapatkan hasil optimal the business in obtaining optimal outcome from the
dari operasi Perusahaan. Company’s course of operation.
Dalam rangka pengembangan manajemen risiko yang In the event of development of proper risk management,
sesuai, Perusahaan dan Entitas Anaknya terus the Company and Its Subsidiary keep developing and
mengembangkan dan meningkatkan kerangka sistem improving the integrated and comprehensive framework
pengelolaan risiko dan struktur pengendalian internal of risk management system and internal control
yang terpadu dan komprehensif, sehingga dapat structure, in order that they are able to provide
memberikan informasi adanya potensi risiko secara information as an early warning of any potential risk and
lebih dini dan selanjutnya mengambil langkah-langkah accordingly, take appropriate actions to mitigate the
yang memadai untuk meminimalkan dampak risiko. risk.
Kerangka manajemen risiko dituangkan dalam The framework of risk management is implemented
kebijakan, prosedur, batasan transaksi, kewenangan under the form of policy, procedures, transactional
dan ketentuan lain serta berbagai perangkat limits, authorizations, and other rules as well as various
manajemen risiko, yang berlaku di seluruh aktivitas risk management instruments applicable to entire
lingkup usaha. Untuk memastikan bahwa kebijakan dan business activity. In order to ensure that the policy and
prosedur tersebut sesuai dengan perkembangan bisnis procedures is in line with the current business
yang ada, maka evaluasi selalu dilakukan berkala sesuai development, evaluation is frequently carried out in
dengan perubahan parameter risikonya. accordance with the change in its risk parameter.
408 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 409
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit E/87 Exhibit E/87
PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk AND ITS SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2025 FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2025
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
35. INFORMASI TAMBAHAN YANG TIDAK DIPERSYARATKAN 35. ADDITIONAL INFORMATION THAT IS NOT REQUIRED BY
OLEH STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN INDONESIA INDONESIAN ACCOUNTING STANDARDS (Continued)
(Lanjutan)
MANAJEMEN RISIKO (Lanjutan) RISK MANAGEMENT (Continued)
b. Kerangka manajemen risiko b. Framework of risk management
Dalam penerapan manajemen risiko, Perusahaan In the implementation of risk management, the
menyadari pentingnya memiliki sebuah mekanisme yang Company realizes the importance of having an adequate
memadai dalam mengakomodasi risiko-risiko yang mechanism to accommodate the risks faced by the
dihadapi Perusahaan. Perusahaan bertumpu pada 4 Company. The Company has a mechanism that is based
(empat) pilar manajemen risiko sebagai berikut: upon 4 (four) risk management pillars, in which could be
described as follows:
1. Pengawasan aktif Dewan Komisaris dan Direksi, 1. Active supervision by the Board of Commissioners
yang mencakup: and Board of Directors, which includes:
- Menyetujui dan melakukan evaluasi kebijakan - Approving and evaluating risk management
manajemen risiko secara berkala; policies on a regular basis;
- Menetapkan kebijakan dan strategi Manajemen - Establishing risk management policies and
Risiko termasuk penetapan otoritas dalam strategies, which include determining the
pemberian batasan serta tinjauan atas kualitas authorization in limits and reviewing the quality
portfolio secara berkala; of portfolio on a regular basis;
- Terdapatnya Komite Pemantau Risiko dalam - Presence of Risk Oversight Committee in carrying
melakukan fungsi pengawasan. out their supervisory functions.
2. Kebijakan dan penerapan batasan 2. Policy and implementation limits
Perusahaan menyusun kebijakan-kebijakan The Company develops policies related to risk
manajemen risiko yang diperiksa secara berkala dan management, which are assessed periodically and
selalu disesuaikan dengan kondisi usaha terkini. aligned constantly to fit the most recent business
Kebijakan tersebut diterjemahkan ke dalam situation. The policy is translated into Standard
Prosedur Operasi Standar, Ketentuan Umum dan Operating Procedures and Internal Memo, which are
Surat Keputusan Dewan Direksi, dan disosialisasikan being socialized to all employees. The Company also
kepada seluruh karyawan terkait. Perusahaan juga has policies concerning the level of authority on
menerapkan batasan persetujuan atau otorisasi approval or authorization for both credit and non-
untuk transaksi kredit maupun yang bukan transaksi credit transactions.
kredit.
3. Identifikasi, pengukuran, pengawasan dan sistem 3. Identification, measurement, monitoring, and
informasi manajemen management information system
Perusahaan memiliki perangkat untuk The Company has a set of tools to identify, measure,
mengidentifikasi, mengukur dan mengawasi risiko, and monitor risks, particularly the credit risk and
terutama risiko kredit dan operasional melalui operational risk through the existing reporting and
mekanisme pelaporan dan sistem informasi management information system mechanism. In
manajemen. Untuk menjamin ketersediaan data order to ensure the availability of updated and
risiko yang terkini dan komprehensif, Perusahaan comprehensive risk data, the Company had
telah melakukan mengkonversi sistem operasi converted the existing operating system into a
Perusahaan yang ada menjadi centralized system centralized system, which known as CONFINS.
yang dikenal dengan CONFINS. Selain itu, Moreover, the Company has also implemented
Perusahaan juga melakukan implementasi sistem business intelligence information system in order
informasi business intelligence agar data atau that data or risk information could be provided to
informasi risiko dapat disediakan secara cepat dan the management or other third parties on a prompt
akurat kepada pihak manajemen atau pihak ketiga and accurate manner.
lainnya.
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 409
Page 410
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit E/88 Exhibit E/88
PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk AND ITS SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2025 FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2025
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
35. INFORMASI TAMBAHAN YANG TIDAK DIPERSYARATKAN 35. ADDITIONAL INFORMATION THAT IS NOT REQUIRED BY
OLEH STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN INDONESIA INDONESIAN ACCOUNTING STANDARDS (Continued)
(Lanjutan)
MANAJEMEN RISIKO (Lanjutan) RISK MANAGEMENT (Continued)
b. Kerangka manajemen risiko (Lanjutan) b. Framework of risk management (Continued)
Dalam penerapan manajemen risiko, Perusahaan In the implementation of risk management, the
menyadari pentingnya memiliki sebuah mekanisme yang Company realizes the importance of having an adequate
memadai dalam mengakomodasi risiko-risiko yang mechanism to accommodate the risks faced by the
dihadapi Perusahaan. Perusahaan bertumpu pada 4 Company. The Company has a mechanism that is based
(empat) pilar manajemen risiko sebagai berikut: upon 4 (four) risk management pillars, in which could be
(Lanjutan) described as follows: (Continued)
4. Pengendalian internal 4. Internal control
Perusahaan memiliki Departemen Audit Internal The Company has the Internal Audit Division in
yang secara independen melaporkan hasil place, which independently reports on process and
pemeriksaannya kepada Dewan Komisaris dan results of assessment to the Board of Commissioners
and Board of Directors. The responsibility of the
Direksi. Tanggung jawab dari Departemen Audit
Internal Audit Division includes:
Internal mencakup:
- Menyediakan penilaian atas kecukupan dan - Providing assessment on the adequacy and
efektifitas dari proses bisnis yang ada di dalam effectiveness of the entire existing business
Perusahaan; process within the Company;
- Melakukan pemeriksaan atas kepatuhan terhadap - Conducting examination on compliance to the
kebijakan-kebijakan risiko Perusahaan; Company’s risk policies;
- Melaporkan masalah-masalah penting yang terkait - Reporting on significant issues related to the
dengan proses pengendalian di dalam Perusahaan control activities within the Company, including
termasuk rekomendasi perbaikan yang potensial potential improvements to these processes; and
terhadap proses tersebut; dan
- Melakukan koordinasi strategis dengan fungsi
- Coordinating with other controlling and
pengendali dan pengawasan lainnya (manajemen supervisory functions (risk management,
risiko, hukum, sistem dan prosedur, dan audit compliance, legal, system and procedures, and
eksternal). external auditor)
c. Proses dan penilaian risiko c. Process and risk assessments
Pada dasarnya proses manajemen risiko dilakukan oleh Basically, risk management processes are carried out by
masing-masing unit mengingat risiko yang dihadapi each unit considering that the risk faced represents
merupakan risiko individual yang melekat pada produk, individual risks which are embedded into the products,
transaksi maupun proses pada unit yang bersangkutan. transactions, as well as process in the related unit. The
Tugas utama dari Departemen Manajemen Risiko adalah primary task of Risk Management Division is to
menetapkan kebijakan dan prosedur manajemen risiko determine policies and procedures as well as doing a
serta melakukan serangkaian proses untuk series of processes of collecting, measuring, and
mengumpulkan, melakukan pengukuran dan pelaporan reporting to the Board of Commissioners and Board of
kepada Dewan Komisaris dan Direksi. Penetapan Directors. The determination of risk management
kebijakan manajemen risiko dilakukan melalui proses policies is carried out through approval process by the
persetujuan Direksi. Board of Directors.
1. Risiko Kredit 1. Credit Risk
Risiko kredit adalah risiko utama Perusahaan, yaitu Credit risk is the main risk of the Company, that is
risiko yang timbul apabila konsumen tidak dapat the risk arising when the customer are unable to
memenuhi kewajibannya sesuai dengan perjanjian meet its obligation in accordance with the agreement
yang telah disepakati antara konsumen dengan as agreed upon between the customer and the
Perusahaan. Company.
410 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 411
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit E/89 Exhibit E/89
PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk AND ITS SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2025 FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2025
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
35. INFORMASI TAMBAHAN YANG TIDAK DIPERSYARATKAN 35. ADDITIONAL INFORMATION THAT IS NOT REQUIRED BY
OLEH STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN INDONESIA INDONESIAN ACCOUNTING STANDARDS (Continued)
(Lanjutan)
MANAJEMEN RISIKO (Lanjutan) RISK MANAGEMENT (Continued)
c. Proses dan penilaian risiko (Lanjutan) c. Process and risk assessments (Continued)
1. Risiko Kredit (Lanjutan) 1. Credit Risk (Continued)
Manajemen risiko yang telah diterapkan Risk management that has been applied by the
Perusahaan adalah sebagai berikut: Company are as follows:
Diversifikasi portofolio menurut wilayah, sektor Diversify the portfolio by region, economic sector
ekonomi dan industri, merk dan tipe barang. and industry, brand and type of goods.
Risk Adjusted Pricing Method, yaitu penetapan Risk Adjusted Pricing Method, namely setting the
tingkat bunga pembiayaan berdasarkan risiko interest rate of financing based on the risks faced
yang dihadapi, antara lain dinilai dari tingkat by, among others, assessed based on the level of
uang muka yang dibayar konsumen, usia advances paid by consumers, age of vehicles
kendaraan yang dibiayai, jenis penutupan financed, type of insurance coverage selected and
asuransi yang dipilih dan lain sebagainya. so forth.
Adanya Key Performance Indicators (KPI) The Key Performance Indicators (KPI) as an “early
sebagai “early warning system” atas suatu warning system” of an individual loan products as
masing-masing produk pembiayaan maupun well as branch offices.
kantor cabang.
Penanganan kontrak bermasalah yang dilakukan Handling of problematic contracts in a discipline
secara disiplin dan proaktif. and proactive manner.
Analisa atas kualitas portofolio secara periodik Analysis of portfolio quality through periodic and
dan tindakan preventif dan sanksi bagi cabang- preventive actions and sanctions for branches
cabang yang kualitas portofolionya tidak sesuai whose quality of its portfolio is not on target.
target.
Tabel berikut menjelaskan eksposur maksimum The following table illustrates the Company’s
sesuai dengan konsentrasi risiko kredit: maximum exposure based on credit risk
concentration:
31 Desember/December 2025
Eksposur
maksimum/
Korporasi/ Ritel/ Maximum
Corporate Retail exposure
Kas dan setara kas 1.552.212 - 1.552.212 Cash and cash equivalents
Piutang pembiayaan 3.774.549 19.600.552 23.375.101 Financing receivables
Piutang ijarah dan IMBT - 94.054 94.054 Ijarah and IMBT receivables
Aset derivatif 83.105 - 83.105 Derivative assets
Piutang karyawan - 43.778 43.778 Employee receivables
Jumlah 5.409.866 19.738.384 25.148.250 Total
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 411
Page 412
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit E/90 Exhibit E/90
PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk AND ITS SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2025 FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2025
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
35. INFORMASI TAMBAHAN YANG TIDAK DIPERSYARATKAN 35. ADDITIONAL INFORMATION THAT IS NOT REQUIRED BY
OLEH STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN INDONESIA INDONESIAN ACCOUNTING STANDARDS (Continued)
(Lanjutan)
MANAJEMEN RISIKO (Lanjutan) RISK MANAGEMENT (Continued)
c. Proses dan penilaian risiko (Lanjutan) c. Process and risk assessments (Continued)
1. Risiko Kredit (Lanjutan) 1. Credit Risk (Continued)
Tabel berikut menjelaskan eksposur maksimum The following table illustrates the Company’s
sesuai dengan konsentrasi risiko kredit: (Lanjutan) maximum exposure based on credit risk
concentration: (Continued)
31 Desember/December 2024
Eksposur
maksimum/
Korporasi/ Ritel/ Maximum
Corporate Retail exposure
Kas dan setara kas 1.614.126 - 1.614.126 Cash and cash equivalents
Piutang pembiayaan 3.758.108 19.069.310 22.827.418 Financing receivables
Piutang ijarah dan IMBT - 86.609 86.609 Ijarah and IMBT receivables
Aset derivatif 27.654 - 27.654 Derivative assets
Piutang karyawan - 46.352 46.352 Employee receivables
Jumlah 5.399.888 19.202.271 24.602.159 Total
Tabel berikut menjelaskan rincian aset keuangan The following table illustrates the detail of financial
Perusahaan yang dibedakan antara yang mengalami assets distinguished between those which impaired
penurunan nilai dan yang tidak: and not impaired:
31 Desember/December 2025
Tidak
mengalami Mengalami
penurunan penurunan
nilai/ nilai/ Jumlah/
Not impaired Impaired Total
Kas dan setara kas 1.552.212 - 1.552.212 Cash and cash equivalents
Piutang pembiayaan 23.014.298 360.803 23.375.101 Financing receivables
Piutang ijarah dan IMBT 93.145 909 94.054 Ijarah and IMBT receivables
Aset derivatif 83.105 - 83.105 Derivative assets
Piutang karyawan 43.778 - 43.778 Employee receivables
24.786.538 361.712 25.148.250
Dikurangi: Less:
Cadangan kerugian
Penurunan nilai (983.901) Allowance for impairment losses
Neto 24.164.349 Net
31 Desember/December 2024
Tidak
mengalami Mengalami
penurunan penurunan
nilai/ nilai/ Jumlah/
Not impaired Impaired Total
Kas dan setara kas 1.614.126 - 1.614.126 Cash and cash equivalents
Piutang pembiayaan 22.528.280 299.138 22.827.418 Financing receivables
Piutang ijarah dan IMBT 85.692 917 86.609 Ijarah and IMBT receivables
Aset derivatif 27.654 - 27.654 Derivative assets
Piutang karyawan 46.352 - 46.352 Employee receivables
24.302.104 300.055 24.602.159
Dikurangi: Less:
Cadangan kerugian
Penurunan nilai (817.616) Allowance for impairment losses
Neto 23.784.543 Net
412 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 413
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit E/91 Exhibit E/91
PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk AND ITS SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2025 FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2025
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
35. INFORMASI TAMBAHAN YANG TIDAK DIPERSYARATKAN 35. ADDITIONAL INFORMATION THAT IS NOT REQUIRED BY
OLEH STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN INDONESIA INDONESIAN ACCOUNTING STANDARDS (Continued)
(Lanjutan)
MANAJEMEN RISIKO (Lanjutan) RISK MANAGEMENT (Continued)
c. Proses dan penilaian risiko (Lanjutan) c. Process and risk assessments (Continued)
1. Risiko Kredit (Lanjutan) 1. Credit Risk (Continued)
Tabel berikut menjelaskan rincian aset keuangan The following table illustrates the detail of financial
Perusahaan yang dibedakan antara individual dan assets distinguished between individual and
kolektif: collective:
31 Desember/December 2025
Individual/ Kolektif/ Jumlah/
Individual Collective Total
Kas dan setara kas 1.552.212 - 1.552.212 Cash and cash equivalents
Piutang pembiayaan 2.111 23.372.990 23.375.101 Financing receivables
Piutang ijarah dan IMBT - 94.054 94.054 Ijarah and IMBT receivables
Aset derivatif 83.105 - 83.105 Derivative assets
Piutang karyawan 43.778 - 43.778 Employee receivables
1.681.206 23.467.044 25.148.250
Dikurangi: Less:
Cadangan kerugian
Penurunan nilai (983.901) Allowance for impairment losses
Jumlah 24.164.349 Total
31 Desember/December 2024
Individual/ Kolektif/ Jumlah/
Individual Collective Total
Kas dan setara kas 1.614.126 - 1.614.126 Cash and cash equivalents
Piutang pembiayaan 7.266 22.820.152 22.827.418 Financing receivables
Piutang ijarah dan IMBT - 86.609 86.609 Ijarah and IMBT receivables
Aset derivatif 27.654 - 27.654 Derivative assets
Piutang karyawan 46.352 - 46.352 Employee receivables
1.695.398 22.906.761 24.602.159
Dikurangi: Less:
Cadangan kerugian
Penurunan nilai (817.616) Allowance for impairment losses
Neto 23.784.543 Net
2. Risiko Pasar 2. Market Risk
Risiko pasar merupakan risiko yang terutama Market risk is the risk which is primarily caused by
berkaitan dengan perubahan tingkat suku bunga dan the changes in interest rates and exchange rate of
nilai tukar mata uang Rupiah yang akan Rupiah currency which could resulting in decrease in
menyebabkan berkurangnya pendapatan, atau revenue, or increase in cost of capital of the
bertambahnya biaya modal Perusahaan. Dengan pola Company. With the pattern of business activity
aktivitas usaha yang dijalankan Perusahaan saat ini, currently operated by the Company, the market risk
risiko pasar Perusahaan adalah minimal. Perusahaan of the Company is mitigated to the minimum level.
tidak mempunyai kegiatan usaha pembiayaan dalam The Company does not have financing transaction in
mata uang asing, sementara seluruh pinjaman luar foreign currency, while all off-shore loans of the
negeri Perusahaan dalam mata uang asing telah Company in foreign currency have been protected by
diproteksi dengan swap dalam jumlah dan tanggal entering into swap transactions at amount and
jatuh tempo yang sama dengan utangnya. Dalam hal settlement date that similar to the borrowings
suku bunga, seluruh bunga yang dibebankan ke thereof. In terms of interest rate, all interest rate
konsumen adalah suku bunga tetap (fixed interest charged to the customer is fixed interest rate, while
rate), sementara utang yang diperoleh sebagian most of the borrowings received bear fixed interest
besar juga dalam suku bunga tetap dan hanya rate, and only a small portion the borrowings bear
sebagian kecil utang dalam bentuk bunga floating interest rate.
mengambang (floating interest rate).
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 413
Page 414
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit E/92 Exhibit E/92
PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk AND ITS SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2025 FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2025
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
35. INFORMASI TAMBAHAN YANG TIDAK DIPERSYARATKAN 35. ADDITIONAL INFORMATION THAT IS NOT REQUIRED BY
OLEH STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN INDONESIA INDONESIAN ACCOUNTING STANDARDS (Continued)
(Lanjutan)
MANAJEMEN RISIKO (Lanjutan) RISK MANAGEMENT (Continued)
c. Proses dan penilaian risiko (Lanjutan) c. Process and risk assessments (Continued)
2. Risiko Pasar (Lanjutan) 2. Market Risk (Continued)
Manajemen risiko yang telah diterapkan oleh Risk management that has been applied by the
Perusahaan adalah sebagai berikut: Company are as follows:
Mengelola risiko perubahan nilai tukar mata Managing risks of foreign exchange rates.
uang asing.
Melakukan penelaahan atas tingkat bunga Performing review over the interest rate on
pembiayaan yang dikaitkan dengan tingkat suku financing associated with interest rate on
bunga pinjaman. borrowings.
Membatasi eksposur dalam investasi yang Limiting exposure in the investment that has
memiliki harga pasar yang fluktuatif. fluctuating market prices.
Tabel berikut menjelaskan eksposur Perusahaan The following table illustrates the Company’s
atas risiko nilai tukar mata uang asing pada tanggal exposure to foreign currency exchange rate risk as of
31 Desember 2025. Termasuk didalamnya adalah 31 December 2025. Included in the table are financial
instrumen keuangan Perusahaan pada nilai tercatat, instruments of the Company at carrying amounts,
dikategorikan berdasarkan jenis mata uang: categorised by currency:
31 Desember/December 2025
USD
(Nilai penuh)/ Nilai (Rp)/
(Full amount) Equivalent (Rp)
Liabilitas Liabilities
Pinjaman yang diterima 145.987.498 2.449.962 Fund borrowings
Beban akrual 731.739 12.280 Accrued expenses
Jumlah liabilitas 146.719.237 2.462.242 Total liabilities
Liabilitas neto Net liabilities
Kontrak valuta berjangka Foreign currency swap transactions
pertukaran mata uang asing (146.719.237) (2.462.242) contract
Eksposur neto dalam mata uang
asing - - Net exposure in foreign currency
Manajemen risiko tingkat suku bunga terhadap limit The management of interest rate risk against interest
perubahan tingkat suku bunga dilengkapi dengan rate gap limits is supplemented by monitoring the
pemantauan atas sensitivitas aset dan liabilitas sensitivity of the Company’s financial assets and
keuangan Perusahaan terhadap beberapa skenario liabilities to various standard and non-standard
suku bunga baku maupun non-baku. interest rate scenarios.
Tabel berikut menjelaskan sensitivitas atas The following table illustrates the sensitivity to a
kemungkinan perubahan tingkat suku bunga pasar, reasonably possible change in market interest rates,
dengan variabel lain dianggap tetap, terhadap with all other variables held constant, of the
pendapatan pembiayaan: financing income:
31 Desember/December
2025 2024
Pendapatan pembiayaan: Financing income:
Kenaikan suku bunga 1% Increase in interest rate by 1%
(100 basis poin) 205.677 189.224 (100 basis point)
Penurunan suku bunga 1% Decrease in interest rate by 1%
(100 basis poin) (205.677) (189.224) (100 basis point)
414 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 415
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit E/93 Exhibit E/93
PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk AND ITS SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2025 FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2025
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
35. INFORMASI TAMBAHAN YANG TIDAK DIPERSYARATKAN 35. ADDITIONAL INFORMATION THAT IS NOT REQUIRED BY
OLEH STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN INDONESIA INDONESIAN ACCOUNTING STANDARDS (Continued)
(Lanjutan)
MANAJEMEN RISIKO (Lanjutan) RISK MANAGEMENT (Continued)
c. Proses dan penilaian risiko (Lanjutan) c. Process and risk assessments (Continued)
2. Risiko Pasar (Lanjutan) 2. Market Risk (Continued)
Tabel berikut menjelaskan rincian aset dan liabilitas The following table illustrates the Company’s
keuangan Perusahaan yang dikelompokkan menurut financial assets and liabilities at carrying amounts,
mana yang lebih awal antara tanggal repricing atau categorized by the earlier of contractual repricing of
tanggal jatuh tempo kontraktual untuk melihat maturity dates to analyze the impact of changes in
dampak perubahan tingkat suku bunga: interest rate:
31 Desember/December 2025
Tingkat bunga
mengambang/ Tingkat bunga tetap/ Fixed rate
Floating rate
< 3 bulan/ 3-36 bulan/ < 3 bulan/ 3-12 bulan/ 1-2 tahun/ > 2 tahun/ Jumlah/
months months months months years years Total
Financial assets
Cash and cash
Kas dan setara kas 1.552.212 - - - - - 1.552.212 equivalents
Piutang pembiayaan - - 3.935.826 7.454.445 6.639.355 5.345.475 23.375.101 Financing receivables
Piutang ijarah Ijarah and IMBT
dan IMBT - - 18.543 31.949 27.901 15.661 94.054 receivables
Jumlah aset keuangan 1.552.212 - 3.954.369 7.486.394 6.667.256 5.361.136 25.021.367 Total financial assets
Liabilitas keuangan Financial liabilities
Pinjaman yang diterima 41.533 83.066 2.528.718 4.158.789 3.002.977 554.979 10.370.062 Fund borrowings
Surat berharga yang
diterbitkan - - 254.463 2.086.853 564.383 319.760 3.225.459 Securities issued
Jumlah liabilitas Total financial
keuangan 41.533 83.066 2.783.181 6.245.642 3.567.360 874.739 13.595.521 liabilities
Neto 1.510.679 (83.066 ) 1.171.188 1.240.752 3.099.896 4.486.397 11.425.846 Net
31 Desember/December 2024
Tingkat bunga
mengambang/ Tingkat bunga tetap/ Fixed rate
Floating rate
< 3 bulan/ 3-36 bulan/ < 3 bulan/ 3-12 bulan/ 1-2 tahun/ > 2 tahun/ Jumlah/
months months months months years years Total
Aset keuangan Financial assets
Cash and cash
Kas dan setara kas 1.614.126 - - - - - 1.614.126 equivalents
Piutang pembiayaan - - 3.694.927 7.440.793 6.554.615 5.137.083 22.827.418 Financing receivables
Piutang ijarah Ijarah and IMBT
dan IMBT - - 16.315 28.092 25.957 16.245 86.609 receivables
Jumlah aset keuangan 1.614.126 - 3.711.242 7.468.885 6.580.572 5.153.328 24.528.153 Total financial assets
Liabilitas keuangan Financial liabilities
Pinjaman yang diterima - - 2.523.012 3.991.120 3.299.175 1.009.264 10.822.571 Fund borrowings
Surat berharga yang
diterbitkan - - 225.750 481.845 1.928.856 299.426 2.935.877 Securities issued
Jumlah liabilitas Total financial
keuangan - - 2.748.762 4.472.965 5.228.031 1.308.690 13.758.448 liabilities
Neto 1.614.126 - 962.480 3.221.670 1.352.541 3.844.638 10.769.705 Net
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 415
Page 416
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit E/94 Exhibit E/94
PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk AND ITS SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2025 FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2025
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
35. INFORMASI TAMBAHAN YANG TIDAK DIPERSYARATKAN 35. ADDITIONAL INFORMATION THAT IS NOT REQUIRED BY
OLEH STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN INDONESIA INDONESIAN ACCOUNTING STANDARDS (Continued)
(Lanjutan)
MANAJEMEN RISIKO (Lanjutan) RISK MANAGEMENT (Continued)
c. Proses dan penilaian risiko (Lanjutan) c. Process and risk assessments (Continued)
3. Risiko Likuiditas 3. Liquidity Risk
Risiko likuiditas merupakan risiko terkait dengan Liquidity risk is the risk associated with the ability
kemampuan sumber dana Perusahaan untuk of the Company to meet its obligations when they
memenuhi liabilitasnya pada jatuh tempo. fall due.
Manajemen risiko yang diterapkan oleh Perusahaan Risk management that has been applied by the
adalah sebagai berikut: Company are as follows:
Mendapatkan pinjaman dengan skedul Obtaining borrowings with principal and
pembayaran kembali pokok dan bunga yang interest repayment schedule that aligns with
sesuai dengan periode jatuh tempo piutang, the original maturities of receivables, in order
sehingga tidak terjadi mis-match. to prevent mis-match.
Menjaga agar posisi kas dan Perusahaan selalu Maintaining the cash and bank position of the
dalam posisi likuid untuk mendukung aktivitas Company to remain in a liquid position in
pembiayaan selama minimal 7 hari. supporting the financing activities for at least
7 days.
Memonitor posisi kas dan bank Perusahaan Monitoring the cash and bank position of the
secara periodik, baik tahunan, bulanan, Company in a regular basis, whether annualy,
mingguan maupun harian, guna memastikan agar monthly, weekly or daily, to ensure that there
selalu terdapat surplus kas yang memadai. is always sufficient cash surplus.
Menjaga agar jumlah piutang yang jatuh tempo Maintaining the number of receivables due in a
pada periode tertentu lebih besar dibanding certain period higher than the debts maturing
dengan utang yang jatuh tempo pada periode in the same period.
yang sama.
Tabel berikut ini menyajikan profil perbedaan jatuh The following table presents the maturity gap
tempo atas aset dan liabilitas keuangan Perusahaan profile of the Company’s financial assets and
pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024: liabilities as of 31 December 2025 and 2024:
31 Desember/December 2025
Tidak
memiliki
jatuh
tempo/
Don’t
have < 1 bulan/ 1-3 bulan/ >3-12 bulan/ 1-3 tahun/ >3 tahun/ Jumlah/
maturity month months months years years Total
Aset keuangan Financial assets
Cash and cash
Kas dan setara kas 1.552.212 - - - - - 1.552.212 equivalents
Piutang pembiayaan - 1.950.597 1.985.229 7.454.445 10.116.137 1.868.693 23.375.101 Financing receivables
Piutang ijarah dan Ijarah and IMBT
IMBT - 10.299 8.244 31.949 40.401 3.161 94.054 receivables
Aset derivatif - 4.154 12.071 42.983 23.897 - 83.105 Derivative assets
Piutang karyawan - - 1.131 3.523 34.040 5.084 43.778 Employees receivables
Jumlah aset keuangan 1.552.212 1.965.050 2.006.675 7.532.900 10.214.475 1.876.938 25.148.250 Total financial assets
Liabilitas keuangan Financial liabilities
Pinjaman yang
diterima - 1.346.700 1.229.345 4.255.403 3.566.749 - 10.398.197 Fund borrowings
Surat berharga
yang diterbitkan - 256.000 - 2.089.300 885.700 - 3.231.000 Securities issued
Beban bunga yang Accrued interest
masih
harus dibayar - 43.629 - - - - 43.629 expenses
Utang kepada supplier - 124.218 - - - - 124.218 Payable to suppliers
Insurance premium
Utang premi asuransi - - 45.539 - - - 45.539 payables
Jumlah liabilitas
keuangan - 1.770.547 1.274.884 6.344.703 4.452.449 - 13.842.583 Total financial liabilities
Perbedaan jatuh tempo 1.552.212 194.503 731.791 1.188.197 5.762.026 1.876.938 11.305.667 Difference in maturity
416 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 417
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit E/95 Exhibit E/95
PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk AND ITS SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2025 FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2025
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
35. INFORMASI TAMBAHAN YANG TIDAK DIPERSYARATKAN 35. ADDITIONAL INFORMATION THAT IS NOT REQUIRED BY
OLEH STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN INDONESIA INDONESIAN ACCOUNTING STANDARDS (Continued)
(Lanjutan)
MANAJEMEN RISIKO (Lanjutan) RISK MANAGEMENT (Continued)
c. Proses dan penilaian risiko (Lanjutan) c. Process and risk assessments (Continued)
3. Risiko Likuiditas (Lanjutan) 3. Liquidity Risk (Continued)
Tabel berikut ini menyajikan profil perbedaan jatuh The following table presents the maturity gap
tempo atas aset dan liabilitas keuangan Perusahaan profile of the Company’s financial assets and
pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024: (Lanjutan) liabilities as of 31 December 2025 and 2024:
(Continued)
31 Desember/December 2024
Tidak
memiliki
jatuh
tempo/
Don’t
have < 1 bulan/ 1-3 bulan/ >3-12 bulan/ 1-3 tahun/ >3 tahun/ Jumlah/
maturity month months months years years Total
Aset keuangan Financial assets
Cash and cash
Kas dan setara kas 1.614.126 - - - - - 1.614.126 equivalents
Piutang pembiayaan - 1.833.406 1.861.521 7.440.793 9.986.984 1.704.714 22.827.418 Financing receivables
Piutang ijarah dan Ijarah and IMBT
IMBT - 9.088 7.227 28.092 39.207 2.995 86.609 receivables
Aset derivatif - 1.054 2.893 9.924 13.783 - 27.654 Derivative assets
Piutang karyawan - 1.521 1.466 6.162 36.415 788 46.352 Employees receivables
Jumlah aset keuangan 1.614.126 1.845.069 1.873.107 7.484.971 10.076.389 1.708.497 24.602.159 Total financial assets
Liabilitas keuangan Financial liabilities
Pinjaman yang diterima - 1.406.822 1.122.068 4.005.633 4.323.497 339 10.858.359 Fund borrowings
Surat berharga
yang diterbitkan - 227.000 - 485.000 2.231.000 - 2.943.000 Securities issued
Beban bunga yang masih Accrued interest
harus dibayar - 56.864 - - - - 56.864 expenses
Utang kepada supplier - 142.110 - - - - 142.110 Payable to suppliers
Insurance premium
Utang premi asuransi - - 59.674 - - - 59.674 payables
Jumlah liabilitas keuangan - 1.832.796 1.181.742 4.490.633 6.554.497 339 14.060.007 Total financial liabilities
Perbedaan jatuh tempo 1.614.126 12.273 691.365 2.994.338 3.521.892 1.708.158 10.542.152 Difference in maturity
4. Risiko Operasional 4. Operational Risk
Risiko operasional adalah risiko yang berpotensi Operational risk is the risk that could potentially
menyebabkan kerugian operasional karena kesalahan cause an operating loss due to employee error
karyawan baik yang disengaja maupun tidak; whether intentional or not; system failures and
kegagalan sistem dan proses operasional serta tidak operational processes as well as the malfunction of
berfungsinya sistem pengendalian internal dalam the internal control system in the day-to-day
operasional Perusahaan sehari-hari. operations.
Manajemen risiko yang diterapkan oleh Perusahaan Risk management that has been applied by the
adalah sebagai berikut: Company are as follows:
Menerapkan sistem yang tersentralisasi sehingga Implementing a centralized system in order
proses bisnis dapat terkontrol secara sistem dan that business processes can be controlled by the
dimonitor dari waktu ke waktu. system and monitored from time to time.
Menyiapkan backup dan Disaster Recovery Plan Preparing backup and Disaster Recovery Plan
yang memadai bila terjadi hal-hal yang tidak that is sufficient whenever unexpected event
diinginkan atas sistem aplikasi utama Perusahaan, or condition occur towards the Company’s
baik dari sisi hardware dan software. major application systems, both in terms of
hardware and software.
Menerapkan sistem audit kepatuhan yang Implementing a sustainable compliance audit
berkelanjutan, baik di kantor cabang maupun system, both in branch offices or headquarters.
kantor pusat.
Menerapkan aturan kerja yang jelas (SOP) dan Implementing a clear code of conduct (SOP) and
sanksi yang tegas atas penyimpangan yang strict sanctions for irregularities that occurred,
terjadi, sesuai dengan tingkat kesalahan yang according to level of error identified.
ditemukan.
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 417
Page 418
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit E/96 Exhibit E/96
PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk AND ITS SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2025 FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2025
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
35. INFORMASI TAMBAHAN YANG TIDAK DIPERSYARATKAN 35. ADDITIONAL INFORMATION THAT IS NOT REQUIRED BY
OLEH STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN INDONESIA INDONESIAN ACCOUNTING STANDARDS (Continued)
(Lanjutan)
MANAJEMEN RISIKO (Lanjutan) RISK MANAGEMENT (Continued)
c. Proses dan penilaian risiko (Lanjutan) c. Process and risk assessments (Continued)
4. Risiko Operasional (Lanjutan) 4. Operational Risk (Continued)
Manajemen risiko yang diterapkan oleh Perusahaan Risk management that has been applied by the
adalah sebagai berikut: (Lanjutan) Company are as follows: (Continued)
Adanya penanaman nilai-nilai dasar Promoting the Company's core values to
Perusahaan sejak dini kepada karyawan, sehingga employees since the early stage, in order to
dapat menghindarkan/mengurangi potensi avoid/reduce the potential for irregularities.
penyimpangan.
Adanya penilaian kinerja yang fair dan transparan Fair and transparent performance appraisal
serta adanya kesempatan untuk pengembangan and opportunities for career development.
karir.
Dalam rangka meningkatkan keamanan pusat data In order to improve data center and network
dan jaringan serta dengan semakin kompleksnya security as well as the increasingly complex
sistem informasi dan digitalisasi yang digunakan, information and digitalization systems used, the
Perusahaan telah melakukan berbagai identifikasi dan Company has carried out various identification
mitigasi risiko terkait dengan Teknologi Informasi dan and risk mitigation related to Information
Digitalisasi, antara lain sebagai berikut: Technology and Digitalization, including the
following:
Dibentuknya komite pengarah Teknologi Informasi Establishment of an Information Technology
(IT Steering Committee). steering committee (IT Steering Committee).
Penetapan rencana strategis TI yang termasuk Determination of an IT strategic plan that
peningkatan keamanan cyber yang searah dengan includes cyber security improvement in line
rencana strategis kegiatan usaha Perusahaan. with the strategic plan of the Company's
business activities.
Standardisasi penerapan dan pengelolaan Standardization of implementation and
perangkat jaringan komunikasi dan sistem data management of communication network
dan aplikasi; termasuk pengelolaan kewenangan devices and data systems and applications;
akses sistem, dan peremajaan secara berkala. including management of system access
authority, and regular renewal.
Penerapan pengembangan sistem aplikasi dengan Implementation of application system
model Secured Software Development Life Cycle development using the Secured Software
(S-SDLC). Development Life Cycle (S-SDLC) model.
Pelaksanaan Penetration Test dan Vulnerability Implementation of Penetration Tests and
Assessment (VA) untuk menguji keamanan dan Vulnerability Assessments (VA) to test the
kehandalan sistem aplikasi dan jaringan informasi security and reliability of application systems
dari potensi serangan cyber. and information networks from potential
cyber attacks.
5. Risiko Permodalan 5. Capital Risk
Tujuan Perusahaan dan Entitas Anaknya dalam The Company and Its Subsidiary’s objective in
mengelola permodalannya adalah menjaga managing its capital is to keep the Company’s
kelangsungan usaha Perusahaan untuk dapat capability in maintaining its going concern, so the
memberikan hasil kepada pemegang saham dan Company could distribute the return to
manfaat kepada pemangku kepentingan lainnya, dan shareholders, and maintain the optimization of
memelihara optimalisasi struktur permodalan untuk capital structure to reduce the cost of capital.
mengurangi biaya modal (cost of capital).
Dalam rangka memelihara atau menyesuaikan In order to maintain or adjust the capital
struktur permodalan, Perusahaan dapat structure, the Company may adjust the amount of
menyesuaikan jumlah dividen yang dibayarkan dividends paid to shareholders, return for the
kepada pemegang saham, imbalan hasil modal results of capital to shareholders or issue new
kepada pemegang saham atau menerbitkan saham shares to reduce lending.
baru untuk mengurangi pinjaman.
418 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 419
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit E/97 Exhibit E/97
PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk AND ITS SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2025 FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2025
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
35. INFORMASI TAMBAHAN YANG TIDAK DIPERSYARATKAN 35. ADDITIONAL INFORMATION THAT IS NOT REQUIRED BY
OLEH STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN INDONESIA INDONESIAN ACCOUNTING STANDARDS (Continued)
(Lanjutan)
MANAJEMEN RISIKO (Lanjutan) RISK MANAGEMENT (Continued)
c. Proses dan penilaian risiko (Lanjutan) c. Process and risk assessments (Continued)
5. Risiko Permodalan (Lanjutan) 5. Capital Risk (Continued)
Konsisten dengan pelaku industri lainnya, Perusahaan Consistent with other players in the industry, the
dan Entitas Anaknya memonitor permodalan Company and Its Subsidiary monitor capital on the
berdasarkan gearing ratio. Rasio ini dihitung dari nilai basis of the gearing ratio. This ratio is calculated as
neto pinjaman (termasuk obligasi dan medium-term net debt (including bonds payable and medium-
notes) dibagi dengan jumlah modal. Jumlah modal terms notes) divided by total capital. Total capital
diambil dari ekuitas yang tercantum dalam laporan is calculated as equity as shown in the statements of
posisi keuangan. financial position.
Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Republik Based on Minister of Finance of the Republic of
Indonesia No. 84/PMK.012/2006 tanggal Indonesia Regulation No. 84/PMK.012/2006 dated
26 September 2006 tentang Perusahaan Pembiayaan, 26 September 2006 regarding Multifinance
juncto POJK 35/POJK.5/2018, jumlah maksimum Company, in conjunction with OJK Regulation
gearing ratio adalah sebesar 10 kali dari total modal. No.35/POJK.5/2018, the maximum gearing ratio is
10 times from total capital.
Struktur Modal Perusahaan/
Company’s Capital Structure
31 Desember/December
Keterangan PMK84/PMK.012/2006 2025 2024 Description
Modal Disetor Minimal Rp 100 miliar/ Paid- up Capital
(dalam miliar Rupiah) Minimum Rp 100 billion 376 399 (in billion Rupiah)
Rasio Utang Terhadap Maksimum 10x/
Ekuitas Maximum 10x 1,3 1,4 Debt to Equity Ratio
Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, tingkat rasio As of 31 December 2025 and 2024, debt-to-equity
utang terhadap ekuitas Perusahaan masing-masing ratio level of the Company was healthy at 1.3 times
berada pada kondisi sehat, yaitu 1,3 kali dan 1,4 kali. and 1.4 times, respectively.
RASIO KEUANGAN YANG RELEVAN RELEVANT FINANCIAL RATIOS
Berdasarkan POJK No. 35/POJK.05/2018 tanggal Based on POJK No.35/POJK.05/2018 dated 31 December
31 Desember 2018 tentang Penyelenggaraan Usaha 2018 regarding the Organisation of Financing Company
Perusahaan Pembiayaan, Perusahaan diharuskan untuk Business, the Company is required to comply with several
mematuhi sejumlah rasio keuangan tertentu. Rasio-rasio ini financial ratios. These ratios have been prepared by the
dibuat oleh Perusahaan berdasarkan formula sebagaimana Company based on the formula as prescribed in the said OJK
ditentukan dalam peraturan OJK untuk tujuan kepatuhan regulation for regulatory compliance purposes, where such
terhadap peraturan, dimana rasio tersebut dapat berbeda ratios may differ had the ratios been computed based on
jika rasio tersebut dihitung berdasarkan Standar Akuntansi Indonesian Financial Accounting Standards.
Keuangan Indonesia
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 419
Page 420
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit E/98 Exhibit E/98
PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk AND ITS SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2025 FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2025
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
35. INFORMASI TAMBAHAN YANG TIDAK DIPERSYARATKAN 35. ADDITIONAL INFORMATION THAT IS NOT REQUIRED BY
OLEH STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN INDONESIA INDONESIAN ACCOUNTING STANDARDS (Continued)
(Lanjutan)
RASIO KEUANGAN YANG RELEVAN (Lanjutan) RELEVANT FINANCIAL RATIOS (Continued)
Tabel berikut menyajikan rasio–rasio keuangan Perusahaan The following table sets out the Company financial
berdasarkan peraturan OJK pada tanggal 31 Desember 2025 ratios based on OJK Regulation as of 31 December 2025 and
dan 2024: 2024:
Ketentuan
OJK/POJK 31 Desember/ December
No. Rasio Requirement 2025 2024 Ratio
1 Rasio Saldo Piutang Pembiayaan Financing-to-Assets Ratio
Neto terhadap Total Aset >= 40% 88,27% 87,96% (FAR)
2 Rasio Saldo Piutang Pembiayaan
Neto terhadap Total Pinjaman >= 50%* 165,39% 160,60% Financing to Debt Ratio
3 Rasio Saldo Piutang Pembiayaan
Investasi dan Pembiayaan Modal Investment and Working
Kerja terhadap Total Saldo Piutang Capital Financing to Total
Pembiayaan >= 10% 72,33% 77,36% Financing Ratio
4 Rasio Piutang Pembiayaan
Bermasalah (Non-Performing Non-Performing Financing
Financing)- bruto <= 5% 1,39% 1,25% Ratio - gross
5 Rasio Piutang Pembiayaan
Bermasalah (Non-Performing Non-Performing Financing
Financing) - neto <= 5% 0,22% 0,21% Ratio - net
6 Rasio Permodalan >= 10% 68,30% 67,24% Capital Ratio
7 Gearing Ratio <= 10 x 1,28 x 1,35 x Gearing Ratio
8 Rasio Modal Sendiri terhadap Equity-to-Paid-up-Capital
Modal Disetor (MSMD) >= 50% 2833,44% 2550,66% Ratio
*) Target yang ditetapkan manajemen sesuai ketentuan *)The target set by management is in accordance with
POJK No.35/POJK.05/2018 POJK No.35/POJK.05/2018
36. ASET DAN LIABILITAS KEUANGAN 36. FINANCIAL ASSETS AND LIABILITIES
Nilai wajar aset keuangan dan liabilitas keuangan Fair value of financial assets and financial liabilities
Pada tabel berikut ini, instrumen keuangan telah In the following table, financial instrument have been
dialokasikan berdasarkan klasifikasinya. Kebijakan akuntansi allocated based on their respective. Significant accounting
penting pada Catatan 2d menjelaskan bagaimana setiap policies in Note 2d describes how each category of financial
kategori aset keuangan dan liabilitas keuangan diukur dan assets and financial liabilities are measured and how
bagaimana pendapatan dan beban, termasuk keuntungan revenue and expenses, including gains and losses (changes
dan kerugian (perubahan nilai wajar instrumen keuangan) in fair value of financial instruments) in the fair value is
atas nilai wajar diakui. recognized.
Pengelompokan aset keuangan telah diklasifikasikan menjadi The classification of financial assets has been classified as
aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan financial assets measured at fair value through profit and
laba rugi, dan pinjaman yang diberikan dan piutang. loss, and loans and receivables. So with the financial
Demikian halnya dengan liabilitas keuangan telah liabilities has been classified as financial liabilities
diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur pada measured at amortized cost.
biaya perolehan diamortisasi.
420 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 421
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit E/99 Exhibit E/99
PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk AND ITS SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2025 FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2025
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
36. ASET DAN LIABILITAS KEUANGAN (Lanjutan) 36. FINANCIAL ASSETS AND LIABILITIES (Continued)
Nilai wajar aset keuangan dan liabilitas keuangan Fair value of financial assets and financial liabilities
(Lanjutan) (Continued)
Tabel berikut menyajikan nilai tercatat dan nilai wajar dari The following table sets out the carrying value and fair
aset keuangan dan liabilitas keuangan Perusahaan pada value of financial assets and financial liabilities as of
tanggal 31 Desember 2025 dan 2024: 31 December 2025 and 2024:
Aset/ Assets Liabilitas/ Liabilities
Diukur pada
nilai wajar
Diukur pada melalui Diukur pada
nilai wajar penghasilan nilai wajar
melalui komprehensif melalui
laporan laba lain/ Fair laporan laba
rugi/ Fair value through rugi/ Fair
value through other Biaya perolehan value through Biaya perolehan
profit and comprehensive diamortisasi/ profit and diamortisasi/
31 Desember 2025 loss income Amortized cost loss Amortized cost 31 December 2025
Aset keuangan Financial assets
Kas dan setara kas - - 1.552.212 - - Cash and cash equivalents
Piutang pembiayaan - neto - - 22.394.470 - - Financing receivables - net
Piutang ijarah dan IMBT– neto - - 90.784 - - Ijarah and IMBT receivables - net
Aset derivatif 83.105 - - - - Derivative assets
Piutang lain - lain - - 43.778 - - Other receivables
Jumlah 83.105 - 24.081.244 - - Total
Liabilitas keuangan Financial liabilities
Pinjaman yang diterima - - - - 10.370.062 Fund borrowings
Surat berharga
yang diterbitkan - - - - 3.225.459 Securities issued
Beban akrual - - - - 276.307 Accrued expenses
Utang lain-lain - - - - 589.476 Other payables
Jumlah - - - - 14.461.304 Total
Aset/ Assets Liabilitas/ Liabilities
Diukur pada
nilai wajar
Diukur pada melalui Diukur pada
nilai wajar penghasilan nilai wajar
melalui komprehensif melalui
laporan laba lain/ Fair laporan laba
rugi/ Fair value through rugi/ Fair
value through other Biaya perolehan value through Biaya perolehan
profit and comprehensive diamortisasi/ profit and diamortisasi/
31 Desember 2024 loss income Amortized cost loss Amortized cost 31 December 2024
Aset keuangan Financial assets
Kas dan setara kas - - 1.614.126 - - Cash and cash equivalents
Piutang pembiayaan - neto - - 22.012.814 - - Financing receivables - net
Piutang ijarah dan IMBT– neto - - 83.597 - - Ijarah and IMBT receivables - net
Aset derivatif 27.654 - - - - Derivative assets
Piutang lain - lain - - 46.352 - - Other receivables
Jumlah 27.654 - 23.756.889 - - Total
Liabilitas keuangan Financial liabilities
Pinjaman yang diterima - - - - 10.822.571 Fund borrowings
Surat berharga
yang diterbitkan - - - - 2.935.877 Securities issued
Beban akrual - - - - 301.576 Accrued expenses
Utang lain-lain - - - - 552.792 Other payables
Jumlah - - - - 14.612.816 Total
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 421
Page 422
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit E/100 Exhibit E/100
PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk AND ITS SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2025 FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2025
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
36. ASET DAN LIABILITAS KEUANGAN (Lanjutan) 36. FINANCIAL ASSETS AND LIABILITIES (Continued)
Nilai wajar aset keuangan dan liabilitas keuangan Fair value of financial assets and financial liabilities
(Lanjutan) (Continued)
Metode dan asumsi yang digunakan untuk estimasi nilai The following methods and assumptions are used to
wajar adalah sebagai berikut: estimate the fair value:
Nilai wajar kas dan setara kas, deposito berjangka, The fair values of cash and cash equivalents, time
beban akrual dan utang lain-lain mendekati nilai deposit, accrued expenses and other payables
tercatat karena jangka waktu jatuh tempo yang singkat approximate their carrying amounts largerly due to
atas instrumen keuangan tersebut. short-term maturities of these instruments.
Estimasi nilai wajar terhadap pinjaman yang diterima The estimated fair value of fund borrowings not
yang tidak memiliki kuotasi di pasar aktif ditetapkan quoted in an active market is based on discounted cash
berdasarkan diskonto arus kas dengan menggunakan suku flows using interest rates for new debts with similar
bunga utang baru dengan sisa jatuh tempo yang serupa. remaining maturity. The fair value of floating rate
Nilai wajar pinjaman yang diterima dengan tingkat suku fund borrowings approximate their carrying amounts
bunga mengambang mendekati nilai tercatatnya karena because the interest rate is repriced frequently.
tingkat suku bunganya sering ditinjau ulang.
Piutang pembiayaan dan aset lain-lain dinyatakan Financing receivables and other assets are recorded at
berdasarkan jumlah nilai tercatat setelah dikurangi oleh carrying amount net of charges for impairment. The
beban penurunan nilai. Estimasi nilai wajar estimated fair value represents the discounted amount
mencerminkan jumlah diskonto dari estimasi kini dari of estimated future cash flows expected to be
arus kas masa depan yang diharapkan akan diterima. received. Expected cash flows are discounted at
Arus kas yang diharapkan didiskontokan pada tingkat current market rates to determine fair value.
suku bunga pasar terkini untuk menentukan nilai wajar.
Nilai wajar untuk aset keuangan derivatif ditetapkan The fair value for derivative financial assets is based
menggunakan harga pasar. on market rates.
Nilai wajar agregat untuk surat berharga yang The aggregate fair values securities issued is
diterbitkan dihitung berdasarkan harga pasar kuotasi. calculated based on quoted market prices. For those
Jika informasi ini tidak tersedia, model diskonto arus kas notes where quoted market prices are not available, a
digunakan berdasarkan kurva yield terkini yang sesuai discounted cash flow model is used based on a current
dengan sisa periode jatuh temponya. yield curve appropriate for the remaining term of
maturity.
PSAK 113, “Pengukuran Nilai Wajar” mensyaratkan SFAS 113, “Fair Value Measurement” requires disclosure of
pengungkapan atas pengukuran nilai wajar dengan tingkat fair value measurements by level of the following fair
hirarki nilai wajar sebagai berikut: value measurement hierarchy:
(a) harga kuotasian (tidak disesuaikan) dalam pasar aktif (a) quoted prices (unadjusted) in active markets for
untuk aset atau liabilitas yang identik (tingkat 1); identical assets or liabilities (level 1);
(b) input selain harga kuotasian yang termasuk dalam (b) inputs other than quoted prices included within level 1
tingkat 1 yang dapat diobservasi untuk aset atau that are observable for the asset or liability, either
liabilitas, baik secara langsung (misalnya harga) atau directly (as prices) or indirectly (derived from prices)
secara tidak langsung (misalnya derivasi dari harga) (level 2); and
(tingkat 2); dan
(c) input untuk aset atau liabilitas yang bukan berdasarkan (c) inputs for the asset or liability that are not based on
data pasar yang dapat diobservasi (input yang tidak observable market data (unobservable inputs)
dapat diobservasi) (tingkat 3). (level 3).
Aset keuangan Perusahaan yang diukur dan diakui pada nilai The Company’s financial assets that are measured and
wajar (tingkat 2) adalah aset keuangan derivatif. recognised at fair value (level 2) are derivative financial
assets.
422 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 423
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit E/101 Exhibit E/101
PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk AND ITS SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2025 FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2025
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
37. PERISTIWA SETELAH PERIODE PELAPORAN 37. EVENTS AFTER THE REPORTING PERIOD
Perseroan telah melakukan pelunasan Obligasi The Company has paid off its Continuous Bonds V
Berkelanjutan V Tahap III Tahun 2023 Seri C dengan Phase III Year 2023 Series C with a maturity date of
waktu jatuh tempo pada tanggal 27 Januari 2026 dan 27 January 2026 and paid off on 26 January 2026.
dilunaskan pada tanggal 26 Januari 2026.
Berdasarkan Keputusan Para Pemegang Saham di Luar Based on the Shareholders' Decision Outside the
Rapat (Sirkuler) tanggal 14 Januari 2026, para pemegang Meeting (Circular) dated 14 January 2026, the
saham PT FIT menyetujui penghentian kegiatan usaha shareholders of PT FIT agreed to terminate business
sebagai Penyelenggara Layanan Pendanaan Bersama activities as an Information Technology-Based Joint
Berbasis Teknologi Informasi (LPBBTI) serta telah Funding Service Provider (LPBBTI) and have submitted
mengajukan permohonan pencabutan izin usaha sebagai an application for revocation of the business license
Penyelenggara LPBBTI kepada OJK melalui surat as the LPBBTI Provider to OJK through a letter dated
tertanggal 20 Januari 2026. 20 January 2026.
38. INFORMASI KEUANGAN ENTITAS INDUK 38. PARENT ENTITY FINANCIAL INFORMATION
Informasi keuangan entitas induk hanya menyajikan The parent entity’s financial information comprises the
informasi laporan posisi keuangan, laporan laba rugi dan parent only’s statement of financial position, statement of
penghasilan komprehensif lain, laporan ekuitas dan laporan profit or loss and other comprehensive income, statement
arus kas tersendiri yang disajikan pada Ekshibit F/1 sampai of changes in equity and statement of cash flows. The
dengan F/7, dengan penyajian investasi Perusahaan pada parent entity’s financial information presented in Exhibit
entitas anak berdasarkan metode biaya. F/1 to F/7, which present the Company’s investment in
subsidiaries under cost method.
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 423
Page 424
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
These Separate Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit F/1 Exhibit F/1
PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk
(ENTITAS INDUK) (PARENT ENTITY)
LAPORAN POSISI KEUANGAN TERSENDIRI SEPARATE STATEMENT OF FINANCIAL POSITION
PER 31 DESEMBER 2025 AS OF 31 DECEMBER 2025
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
31 Desember/December
2025 2024
ASET ASSETS
KAS DAN SETARA KAS 1.541.341 1.603.998 CASH AND CASH EQUIVALENTS
PIUTANG PEMBIAYAAN FINANCING RECEIVABLES
– setelah dikurangi cadangan kerugian – net of allowance for impairment
penurunan nilai sebesar Rp 980.631 losses of Rp 980,631 and
dan Rp 814.604 pada tanggal Rp 814,604 as of
31 Desember 2025 dan 2024 22.394.470 22.012.814 31 December 2025 and 2024
PIUTANG IJARAH DAN IMBT IJARAH AND IMBT RECEIVABLES
– setelah dikurangi cadangan kerugian – net of allowance for impairment
penurunan nilai sebesar Rp 3.270 losses of Rp 3,270 and
dan Rp 3.012 pada tanggal Rp 3,012 as of
31 Desember 2025 dan 2024 90.784 83.597 31 December 2025 and 2024
PIUTANG LAIN-LAIN – PIHAK KETIGA 314.261 292.501 OTHER RECEIVABLES – THIRD PARTIES
ASET TETAP FIXED ASSETS
– setelah dikurangi akumulasi penyusutan - net of accumulated depreciation of
sebesar Rp 767.556 dan Rp 693.621 pada Rp 767,556 and Rp 693,621 as of
tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 667.620 671.769 31 December 2025 and 2024
BEBAN DIBAYAR DI MUKA DAN PREPAID EXPENSES AND
UANG MUKA 25.156 20.017 ADVANCES
INVESTASI SAHAM - NETO 44.550 74.250 INVESTMENT IN SHARES OF STOCK
ASET DERIVATIF 83.105 27.654 DERIVATIVE ASSETS
ASET HAK-GUNA RIGHT-OF-USE ASSETS
- setelah dikurangi akumulasi penyusutan - net of accumulated depreciation of
sebesar Rp 32.161 dan Rp 33.420 pada Rp 32,161 and Rp 33,420 as of
tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 44.877 42.188 31 December 2025 and 2024
ASET TAK BERWUJUD INTANGIBLE ASSETS
– setelah dikurangi akumulasi amortisasi - net of accumulated amortization of
sebesar Rp 264.538 dan Rp 209.369 pada Rp 264,538 and Rp 209,369 as of
tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 137.139 177.218 31 December 2025 and 2024
ASET PAJAK TANGGUHAN 152.359 144.583 DEFERRED TAX ASSETS
ASET LAIN-LAIN 1.768 1.420 OTHER ASSETS
JUMLAH ASET 25.497.430 25.152.009 TOTAL ASSETS
424 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 425
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
These Separate Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit F/2 Exhibit F/2
PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk
(ENTITAS INDUK) (PARENT ENTITY)
LAPORAN POSISI KEUANGAN TERSENDIRI SEPARATE STATEMENT OF FINANCIAL POSITION
PER 31 DESEMBER 2025 AS OF 31 DECEMBER 2025
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
31 Desember/December
2025 2024
LIABILITAS DAN EKUITAS LIABILITIES AND EQUITY
LIABILITAS LIABILITIES
Pinjaman yang diterima 10.370.062 10.822.571 Fund borrowings
Surat berharga yang diterbitkan Securities issued
- setelah dikurangi biaya emisi surat - net of unamortized securities
berharga yang belum diamortisasi issuance cost of
sebesar Rp 5.541 dan Rp 7.123 pada Rp 5,541 and Rp 7,123 as of
tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 3.225.459 2.935.877 31 December 2025 and 2024
Beban akrual 274.980 298.834 Accrued expenses
Utang dividen 2.608 1.973 Dividend payables
Utang pajak 183.766 173.087 Taxes payable
Utang lain-lain – Pihak ketiga 587.114 549.250 Other payables – Third parties
Liabilitas imbalan kerja 169.164 148.009 Employee benefit liabilities
JUMLAH LIABILITAS 14.813.153 14.929.601 TOTAL LIABILITIES
EKUITAS EQUITY
Ekuitas yang dapat diatribusikan Equity attributable to owners
kepada pemilik entitas induk of the parent
Modal saham - nilai nominal Share capital – par value of
Rp 25 (nilai penuh) per saham Rp 25 (full amount) per share
Modal dasar - Authorized capital –
20.000.000.000 saham 20,000,000,000 shares
Modal ditempatkan dan disetor Issued and fully paid capital -
penuh – 15.039.383.620 saham dan 15,039,383,620 shares and
15.967.115.620 saham pada 15,967,115,620 shares as of
tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 375.985 399.178 31 December 2025 and 2024
Tambahan modal disetor - neto 399.695 609.459 Additional paid-in capital – net
Saham treasuri (147.314) (232.957) Treasury stock
Penghasilan komprehensif lain Other comprehensive income
Kerugian kumulatif atas Cummulative loss on derivative
instrumen derivatif untuk lindung nilai instrument for cash flows
arus kas – neto (29.734) (65.416) hedges – net
Keuntungan pengukuran kembali Gain on remeasurement of
program aktuarial manfaat pasti 76.927 74.443 defined benefit actuarial program
Saldo laba Retained earnings
Telah ditentukan penggunaannya 130.000 125.000 Appropriated
Belum ditentukan penggunaannya 9.878.718 9.312.701 Unappropriated
JUMLAH EKUITAS 10.684.277 10.222.408 TOTAL EQUITY
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 25.497.430 25.152.009 TOTAL LIABILITIES AND EQUITY
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 425
Page 426
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
These Separate Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit F/3 Exhibit F/3
PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk
(ENTITAS INDUK) (PARENT ENTITY)
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN SEPARATE STATEMENT OF PROFIT OR LOSS
KOMPREHENSIF LAIN TERSENDIRI AND OTHER COMPREHENSIVE INCOME
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR FOR THE YEAR ENDED
31 DESEMBER 2025 31 DECEMBER 2025
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
31 Desember/December
2025 2024
PENDAPATAN INCOME
Piutang pembiayaan 6.267.338 5.865.668 Financing receivables
Keuangan 42.508 53.882 Finance
Syariah 163.741 146.520 Sharia
Lain-lain 263.401 250.272 Others
Jumlah Pendapatan 6.736.988 6.316.342 Total Income
BEBAN EXPENSES
Gaji dan tunjangan (1.498.497) (1.502.447) Salaries and benefits
Beban bunga dan keuangan (939.515 ) (930.537 ) Interest and finance charges
Umum dan administrasi (884.372 ) (859.237 ) General and administrative
Cadangan kerugian penurunan nilai Provision for impairment losses
Piutang pembiayaan (1.087.388 ) (845.785 ) Financing receivables
Piutang ijarah dan IMBT (3.994 ) (4.551 ) Ijarah and IMBT receivables
Lain-lain (366.864) (229.557) Others
Jumlah Beban (4.780.630) (4.372.114) Total Expenses
LABA SEBELUM PAJAK 1.956.358 1.944.228 PROFIT BEFORE TAX
Beban Pajak (384.352) (365.873) Tax Expenses
LABA TAHUN BERJALAN 1.572.006 1.578.355 PROFIT FOR THE YEAR
PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN OTHER COMPREHENSIVE INCOME
Pos-pos yang akan Items that will be
direklasifikasi ke laba rugi reclassified to profit or loss
Bagian efektif atas perubahan Effective portion of the fair
nilai wajar instrumen derivatif - value change of the derivative
lindung nilai arus kas 44.052 (81.583) instrument - cash flow hedge
Pajak penghasilan terkait (8.370) 15.501 Related income tax
35.682 (66.082)
Pos-pos yang tidak akan Items that will not be
direklasifikasi ke laba rugi reclassified to profit or loss
Skema pengukuran
kembali imbalan Remeasurement of
manfaat pasti 3.067 12.764 defined benefit schemes
Pajak penghasilan terkait (583) (2.425) Related income tax
2.484 10.339
JUMLAH PENGHASILAN (KERUGIAN) TOTAL OTHER COMPREHENSIVE
KOMPREHENSIF LAIN – Setelah Pajak 38.166 (55.743) INCOME (LOSS) – Net of Tax
JUMLAH LABA KOMPREHENSIF TOTAL COMPREHENSIVE INCOME
TAHUN BERJALAN 1.610.172 1.522.612 FOR THE YEAR
LABA PER SAHAM DASAR BASIC EARNINGS PER SHARE
(nilai penuh) 102 105 (full amount)
426 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 427
These Separate Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit F/4 Exhibit F/4
yang Baik
PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk
(ENTITAS INDUK) (PARENT ENTITY)
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS TERSENDIRI SEPARATE STATEMENT OF CHANGES IN EQUITY
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2025 FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2025
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
Tata Kelola Perusahaan
Keuntungan
(kerugian) Keuntungan
kumulatif atas pengukuran
instrumen kembali
derivatif untuk program
lindung nilai aktuarial
Tambahan arus kas - neto/ manfaat pasti/
modal Cumulative Gain on
disetor gain (loss) on remeasurement Saldo laba/Retained earnings
Modal - neto/ Saham derivative of defined Telah Belum Jumlah
saham/ Additional treasuri/ instrument benefit ditentukan ditentukan ekuitas/
Keberlanjutan
Share paid-in Treasury for cash flows actuarial penggunaannya/ penggunaannya/ Total
capital capital - net stock hedges - net program Appropriated Unappropriated equity
Saldo per 31 Desember 2024 399.178 609.459 (232.957) (65.416) 74.443 125.000 9.312.701 10.222.408 Balance as of 31 December 2024
Jumlah penghasilan
Komprehensif tahun Total comprehensive
berjalan income for the year
Laba tahun berjalan - - - - - - 1.572.006 1.572.006 Profit for the year
Penghasilan
komprehensif lain, Other comprehensive
setelah pajak: income, net of tax:
Bagian yang efektif dari Effective portion
lindung nilai arus kas - - - 35.682 - - - 35.682 of cash flows hedges
Keuntungan pengukuran kembali Gain on remeasurement of defined
Data Perusahaan
program aktuarial manfaat pasti - - - - 2.484 - - 2.484 benefit actuarial program
- - - 35.682 2.484 - 1.572.006 1.610.172
Pengurangan modal Reduction of issued and paid-in
ditempatkan dan disetor (23.193) (209.764) 232.957 - capital
Pembelian saham treasuri (147.314) (147.314) Purchase of treasury stock
Penyisihan saldo laba Appropriation for
untuk cadangan umum - - - - - 5.000 (5.000) - general reserve
Tahunan
Dividen kas tahun 2024 - - - --- - - (481.260) (481.260) Cash dividend of 2024
Dividen kas interim Interim cash dividend
tahun berjalan - - - - - - (519.729) (519.729) for the year
Laporan Keuangan
Saldo per 31 Desember 2025 375.985 399.695 (147.314) (29.734) 76.927 130.000 9.878.718 10.684.277 Balance as of 31 December 2025
Lampiran
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
427
Page 428
428
These Separate Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit F/5 Exhibit F/5
PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk
Tentang Laporan Ini
(ENTITAS INDUK) (PARENT ENTITY)
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS TERSENDIRI SEPARATE STATEMENT OF CHANGES IN EQUITY
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2025 FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2025
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
Keuntungan
(kerugian) Keuntungan
kumulatif atas pengukuran
instrumen kembali
derivatif untuk program
Kilas Kinerja 2025
lindung nilai aktuarial
Tambahan arus kas - neto/ manfaat pasti/
modal Cumulative Gain on
disetor gain (loss) on remeasurement Saldo laba/Retained earnings
Modal - neto/ Saham derivative of defined Telah Belum Jumlah
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
saham/ Additional treasuri/ instrument benefit ditentukan ditentukan ekuitas/
Share paid-in Treasury for cash flows actuarial penggunaannya/ penggunaannya/ Total
capital capital - net stock hedges - net program Appropriated Unappropriated equity
Saldo per 31 Desember 2023 399.178 609.459 (232.957) 666 64.104 120.000 8.566.512 9.526.962 Balance as of 31 December 2023
Jumlah penghasilan
komprehensif Total comprehensive
Laporan kepada
tahun berjalan income for the year
Laba tahun berjalan - - - - - - 1.578.355 1.578.355 Profit for the year
Penghasilan
Pemangku Kepentingan
komprehensif lain, Other comprehensive
setelah pajak: income, net of tax:
Bagian yang efektif dari Effective portion
lindung nilai arus kas - - - (66.082) - - - (66.082) of cash flows hedges
Keuntungan pengukuran kembali Gain on remeasurement of defined
program aktuarial manfaat pasti - - - - 10.339 - - 10.339 benefit actuarial program
- - - (66.082) 10.339 - 1.578.355 1.522.612
Penyisihan saldo laba Appropriation for
untuk cadangan umum - - - - - 5.000 (5.000) - general reserve
Dividen kas tahun 2023 - - - --- - - (406.063) (406.063) Cash dividend of 2023
Profil Perusahaan
Dividen kas interim Interim cash dividend
tahun berjalan - - - - - - (421.103) (421.103) for the year
Saldo per 31 Desember 2024 399.178 609.459 (232.957) (65.416) 74.443 125.000 9.312.701 10.222.408 Balance as of 31 December 2024
Analisis dan
Pembahasan Manajemen
Page 429
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
These Separate Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit F/6 Exhibit F/6
PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk
(ENTITAS INDUK) (PARENT ENTITY)
LAPORAN ARUS KAS TERSENDIRI SEPARATE STATEMENT OF CASH FLOWS
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR FOR THE YEAR ENDED
31 DESEMBER 2025 31 DECEMBER 2025
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
31 Desember/December
2025 2024
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI CASH FLOWS FROM OPERATING ACTIVITIES
Penerimaan kas dari: Cash received from:
Transaksi pembiayaan 25.705.414 25.033.462 Financing transactions
Pembiayaan bersama 3.006.386 1.300.820 Joint financing
Penghasilan jasa giro dan deposito Interest income from current
berjangka 42.981 54.896 accounts and time deposits
Lain-lain 234.818 245.700 Others
Pengeluaran kas untuk: Cash disbursement for:
Transaksi pembiayaan baru (22.497.270) (22.058.860) New financing transactions
Beban umum dan administrasi (2.179.484) (2.212.956) General and administrative
Pembiayaan bersama (1.408.874) (569.884) Joint financing
Beban bunga dan keuangan (1.096.881) (986.943) Interest and finance charges
Pembayaran pajak penghasilan (380.024) (320.195) Income taxes paid
Arus kas neto dari aktivitas operasi 1.427.066 486.040 Net cash flows from operating activities
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI CASH FLOWS FROM INVESTING ACTIVITIES
Hasil penjualan aset tetap 28.504 40.220 Proceeds from sale of fixed assets
Perolehan aset tetap (132.566) (97.495) Acquisition of fixed assets
Penambahan aset hak-guna (23.814) (23.539) Addition of right-of-use assets
Perolehan aset takberwujud (15.089) (12.923) Acquisition of intangible assets
Peningkatan saham pada entitas anak (14.850) - Increase investment in share of subsidiary
Arus kas neto untuk aktivitas investasi (157.815) (93.737) Net cash flows for investing activities
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN CASH FLOWS FROM FINANCING ACTIVITIES
Penerimaan kas dari: Cash received from:
Pinjaman yang diterima 9.016.706 10.264.849 Fund borrowings
Surat berharga yang diterbitkan 1.000.000 600.000 Securities issued
Pengeluaran kas untuk: Cash disbursement for:
Pinjaman yang diterima (9.488.311) (8.160.516) Fund borrowings
Pelunasan pokok surat berharga Repayment of securities
yang diterbitkan (712.000) (2.387.000) issued principal
Dividen tunai (1.000.989) (827.166) Cash dividend
Pembelian saham treasuri (147.314) - Purchase of treasury stock
Arus kas neto untuk aktivitas pendanaan (1.331.908) (509.833) Net cash flows for financing activities
PENURUNAN NETO NET DECREASE IN
KAS DAN SETARA KAS CASH AND CASH EQUIVALENTS
(Saldo dipindahkan) (62.657) (117.530) (Balance brought-forward)
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 429
Page 430
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
These Separate Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit F/7 Exhibit F/7
PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk PT BFI FINANCE INDONESIA TBK
(ENTITAS INDUK) (PARENT ENTITY)
LAPORAN ARUS KAS TERSENDIRI SEPARATE STATEMENT OF CASH FLOWS
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR FOR THE YEAR ENDED
31 DESEMBER 2025 31 DECEMBER 2025
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
31 Desember/December
2025 2024
PENURUNAN NETO NET DECREASE IN
KAS DAN SETARA KAS CASH AND CASH EQUIVALENTS
(Saldo pindahan) (62.657) (117.530) (Balance carry-forward)
KAS DAN SETARA KAS PADA CASH AND CASH EQUIVALENTS
AWAL TAHUN 1.603.998 1.721.528 AT BEGINNING OF YEAR
KAS DAN SETARA KAS PADA CASH AND CASH EQUIVALENTS
AKHIR TAHUN 1.541.341 1.603.998 AT END OF YEAR
KAS DAN SETARA KAS CASH AND CASH EQUIVALENTS
TERDIRI DARI: CONSIST OF:
Kas dan bank 1.237.116 901.829 Cash on hand and in banks
Deposito berjangka 304.225 702.169 Time deposits
1.541.341 1.603.998
430 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 431
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 431
Page 432
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
432 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 433
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 433
Page 434
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
434 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 435
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 435
Page 436
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
436 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 437
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
Halaman ini sengaja dikosongkan
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 437
Page 438
Lampiran 438 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 439
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 439
Page 440
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
LEMBAR UMPAN BALIK
Kami berterima kasih kepada Anda atas kesediaan Anda membaca Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 PT BFI Finance
Indonesia Tbk ini.
Agar kami dapat terus menyempurnakan layanan kami sekaligus membuat isi laporan ini lebih baik di masa
mendatang, kami memohon kesediaan Anda untuk mengisi Lembar Umpan Balik berikut dan menyampaikan saran,
kritik, dan masukan dari Anda kepada kami.
PROFIL RESPONDEN
Nama dan Organisasi (dapat dikosongkan apabila diinginkan demikian): ____________________________________________
Dapat Dihubungi di (nomor telepon/email): _________________________________________________________________________
Golongan Pemangku Kepentingan: (mohon diisi di kotak yang relevan)
Pemegang Saham/Investor Mitra Usaha Masyarakat
Lainnya
Konsumen Instansi Pemerintah
(mohon sebutkan): ______________
Karyawan Media
KUESIONER
No. Pernyataan Ya Tidak
1 Isi laporan ini mudah dipahami.
2 Isi laporan ini bermanfaat bagi Anda dalam memperoleh informasi dan
mengambil keputusan.
3 Isi laporan ini telah menggambarkan kinerja keberlanjutan Perusahaan dengan
baik, akurat, dan berimbang.
4 Laporan ini memuat informasi terkait berbagai aspek keberlanjutan yang
penting untuk Anda ketahui.
5 Laporan ini telah disajikan dalam bentuk dan tampilan yang baik, mudah
dibaca, dan tertata rapi.
6 Apakah ada aspek keberlanjutan lainnya yang ingin Anda ketahui dari Perusahaan namun belum tercakup
dalam laporan ini? Jika ya, mohon sebutkan aspek-aspek tersebut.
7 Aspek-aspek yang menurut Anda perlu mendapatkan pembahasan yang lebih mendalam di laporan edisi
berikutnya adalah:
Terima kasih atas kesediaan Anda dalam mengisi Lembar Umpan Balik ini.
Lembar ini juga dapat diakses
Mohon kirimkan potongan Lembar Umpan Balik ini secara fisik pada:
atau elektronik kepada:
PT BFI Finance Indonesia Tbk
BFI Tower, Sunburst CBD Lot 1.2
Jl. Kapt. Soebijanto Djojohadikusumo
BSD City – Tangerang Selatan 15322
Indonesia
corporate.communication@bfi.co.id
440 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 441
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
REFERENSI SILANG SEOJK NO.16/SEOJK.04/2021
BENTUK DAN ISI LAPORAN TAHUNAN EMITEN
ATAU PERUSAHAAN PUBLIK
Uraian Halaman
1 Laporan Tahunan paling sedikit memuat:
a Ikhtisar data keuangan penting 16–17
b Informasi saham (jika ada) 18–19
c Laporan Direksi
d Laporan Dewan Komisaris
e Profil Emiten atau Perusahaan Publik
f Analisis dan pembahasan manajemen
g Tata kelola Emiten atau Perusahaan Publik
h Tanggung jawab sosial dan lingkungan Emiten atau Perusahaan Publik
i Laporan keuangan tahunan yang telah diaudit
Surat pernyataan anggota Direksi dan anggota Dewan Komisaris tentang
j
tanggung jawab atas Laporan Tahunan
2 Uraian Isi Laporan Tahunan
Ikhtisar Data Keuangan Penting
Ikhtisar data keuangan penting memuat informasi keuangan yang
disajikan dalam bentuk perbandingan selama 3 (tiga) tahun buku atau
a
sejak memulai usahanya jika Emiten atau Perusahaan Publik tersebut
menjalankan kegiatan usahanya kurang dari 3 (tiga) tahun, paling sedikit
memuat:
1 Pendapatan/penjualan
2 Laba bruto
3 Laba (rugi)
Jumlah laba (rugi) yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk
4
dan kepentingan nonpengendali
5 Total laba (rugi) komprehensif
Jumlah laba (rugi) komprehensif yang dapat diatribusikan kepada pemilik
6
entitas induk dan kepentingan nonpengendali
7 Laba (rugi) per saham
8 Jumlah aset
16–17
9 Jumlah liabilitas
10 Jumlah ekuitas
11 Rasio laba (rugi) terhadap jumlah aset
12 Rasio laba (rugi) terhadap ekuitas
13 Rasio laba (rugi) terhadap pendapatan/penjualan
14 Rasio lancar
15 Rasio liabilitas terhadap ekuitas
16 Rasio liabilitas terhadap jumlah aset
Informasi dan rasio keuangan lainnya yang relevan dengan Emiten atau
17
Perusahaan Publik dan jenis industrinya
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 441
Page 442
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
Uraian Halaman
b Informasi Saham
Informasi saham bagi Perusahaan Terbuka paling sedikit memuat:
Saham yang telah diterbitkan untuk setiap masa triwulan yang disajikan
1 dalam bentuk perbandingan selama 2 (dua) tahun buku terakhir, paling
sedikit memuat:
a Jumlah saham yang beredar
Kapitalisasi pasar berdasarkan harga pada bursa efek tempat saham
b
dicatatkan
Harga saham tertinggi, terendah, dan penutupan berdasarkan harga pada
c
bursa efek tempat saham dicatatkan
d Volume perdagangan pada bursa efek tempat saham dicatatkan
Informasi dalam huruf b), huruf c) dan huruf d) hanya diungkapkan jika
sahamnya tercatat di bursa efek
Dalam hal terjadi aksi korporasi yang menyebabkan terjadinya perubahan
pada saham, seperti pemecahan saham (stock split), penggabungan saham
(reverse stock), dividen saham, saham bonus, perubahan nilai nominal
2
saham, penerbitan efek konversi, serta penambahan dan pengurangan
modal, informasi saham sebagaimana dimaksud pada angka 1) ditambahkan
penjelasan paling sedikit mengenai:
18–19
a Tanggal pelaksanaan aksi korporasi
Rasio pemecahan saham (stock split), penggabungan saham (reverse
b stock), dividen saham, saham bonus, jumlah efek konversi yang diterbitkan,
dan perubahan nilai nominal saham
c Jumlah saham beredar sebelum dan sesudah aksi korporasi
d Jumlah efek konversi yang dilaksanakan (jika ada)
e Harga saham sebelum dan sesudah aksi korporasi
Dalam hal terjadi penghentian sementara perdagangan saham
(suspension) dan/atau pembatalan pencatatan saham (delisting) dalam
3 tahun buku, dijelaskan alasan penghentian sementara perdagangan
saham (suspension) dan/atau pembatalan pencatatan saham (delisting)
tersebut
Dalam hal penghentian sementara perdagangan saham (suspension)
sebagaimana dimaksud pada angka 3) dan/atau proses pembatalan
pencatatan saham (delisting) masih berlangsung hingga akhir
4
periode Laporan Tahunan, dijelaskan tindakan yang dilakukan untuk
menyelesaikan penghentian sementara perdagangan saham (suspension)
dan/atau pembatalan pencatatan saham (delisting) tersebut
c Laporan Direksi 37–39
1 Laporan Direksi paling sedikit memuat uraian singkat mengenai:
a Strategi dan kebijakan strategis Emiten atau Perusahaan Publik 37
Peranan Direksi dalam perumusan strategi dan kebijakan strategis Emiten
b 37
atau Perusahaan Publik
Proses yang dilakukan Direksi untuk memastikan implementasi strategi
c 38
Emiten atau Perusahaan Publik
Perbandingan antara hasil yang dicapai dengan yang ditargetkan Emiten
d 38
atau Perusahaan Publik
442 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 443
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
Uraian Halaman
e Kendala yang dihadapi Emiten atau Perusahaan Publik 37–38
2 Gambaran tentang prospek usaha Emiten atau Perusahaan Publik 38–39
3 Penerapan tata kelola Emiten atau Perusahaan Publik 38
d Laporan Dewan Komisaris 33–35
Laporan Dewan Komisaris paling sedikit memuat uraian singkat mengenai:
Penilaian terhadap kinerja Direksi mengenai pengelolaan Emiten atau
Perusahaan Publik, termasuk pengawasan Dewan Komisaris dalam
1 33–34
Perumusan dan implementasi strategi Emiten atau Perusahaan Publik
yang dilakukan oleh Direksi
Pandangan atas prospek usaha Emiten atau Perusahaan Publik yang
2 34
disusun oleh Direksi
3 Pandangan atas penerapan tata kelola Emiten atau Perusahaan Publik 34
42–94
e Profil Emiten atau Perusahaan Publik
226–307
Profil Emiten atau Perusahaan Publik paling sedikit memuat informasi:
Nama Emiten atau Perusahaan Publik termasuk apabila terdapat
1 perubahan nama, alasan perubahan, dan tanggal efektif perubahan nama 44–45
pada tahun buku
Akses terhadap Emiten atau Perusahaan Publik termasuk kantor
cabang atau kantor perwakilan yang memungkinkan masyarakat dapat
2
memperoleh informasi mengenai Emiten atau Perusahaan Publik,
meliputi:
a Alamat 45
b Nomor telepon
c Alamat surat elektronik
d Alamat situs web
3 Riwayat singkat Emiten atau Perusahaan Publik 48–51
Visi dan misi Emiten atau Perusahaan Publik serta budaya perusahaan
4 46–47
(corporate culture) atau nilai-nilai perusahaan
Kegiatan usaha menurut anggaran dasar terakhir, kegiatan usaha yang
5 dijalankan pada tahun buku, serta jenis barang dan/atau jasa yang 53–55
dihasilkan
6 Wilayah operasional Emiten atau Perusahaan Publik 56–57, 285–307
Struktur organisasi Emiten atau Perusahaan Publik dalam bentuk bagan,
paling sedikit sampai dengan struktur 1 (satu) tingkat di bawah Direksi
7 58–59
termasuk komite di bawah Direksi (jika ada) dan komite di bawah Dewan
Komisaris, disertai dengan nama dan jabatan
Daftar keanggotaan asosiasi industri baik dalam skala nasional maupun
8 45
internasional yang berkaitan dengan penerapan keuangan berkelanjutan
9 Profil Direksi, paling sedikit memuat:
a Nama dan jabatan yang sesuai dengan tugas dan tanggung jawab
b Foto terbaru 70–75
c Usia
d Kewarganegaraan
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 443
Page 444
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
Uraian Halaman
e Riwayat pendidikan dan/atau sertifikasi
f Riwayat jabatan, meliputi informasi:
(1). Dasar hukum pengangkatan sebagai anggota Direksi pada Emiten atau
Perusahaan Publik yang bersangkutan
(2). Rangkap jabatan, baik sebagai anggota Direksi, anggota Dewan
Komisaris, dan/atau anggota komite serta jabatan lainnya 70–75
baik di dalam maupun di luar Emiten atau Perusahaan Publik
Dalam hal anggota Direksi tidak memiliki rangkap jabatan, maka
diungkapkan mengenai hal tersebut
(3). Pengalaman kerja beserta periode waktunya baik di dalam maupun di
luar Emiten atau Perusahaan Publik
Hubungan afiliasi dengan anggota Direksi lainnya, anggota Dewan
Komisaris, pemegang saham utama, dan pengendali baik langsung
maupun tidak langsung sampai kepada pemilik individu, meliputi nama
g 241–242
pihak yang terafiliasi
Dalam hal anggota Direksi tidak memiliki hubungan afiliasi, maka Emiten
atau Perusahaan Publik mengungkapkan hal tersebut
Perubahan komposisi anggota Direksi dan alasan perubahannya
h dalam hal tidak terdapat perubahan komposisi anggota Direksi, maka
diungkapkan mengenai hal tersebut
10 Profil Dewan Komisaris, paling sedikit memuat:
a Nama dan jabatan
b Foto terbaru
c Usia
d Kewarganegaraan
e Riwayat pendidikan dan/atau sertifikasi
Riwayat jabatan, meliputi informasi:
(1). Dasar hukum pengangkatan sebagai anggota Dewan Komisaris
64–69
(2). Dasar hukum pengangkatan pertama kali sebagai anggota Dewan
Komisaris yang merupakan komisaris independen pada Emiten atau
Perusahaan Publik yang bersangkutan
(3). Rangkap jabatan, baik sebagai anggota Dewan Komisaris,
f
anggota Direksi, dan/atau anggota komite serta jabatan lainnya
baik di dalam maupun di luar Emiten atau Perusahaan Publik
Dalam hal anggota Dewan Komisaris tidak memiliki rangkap jabatan,
maka diungkapkan mengenai hal tersebut
(4). Pengalaman kerja beserta periode waktunya baik di dalam maupun di
luar Emiten atau Perusahaan Publik
Hubungan afiliasi dengan anggota Dewan Komisaris lainnya, pemegang
saham utama, dan pengendali baik langsung maupun tidak langsung
g sampai kepada pemilik individu, meliputi nama pihak yang terafiliasi 237–238
Dalam hal anggota Dewan Komisaris tidak memiliki hubungan afiliasi,
maka Emiten atau Perusahaan Publik mengungkapkan hal tersebut
Pernyataan independensi komisaris independen dalam hal komisaris
h 239
independen telah menjabat lebih dari 2 (dua) periode
Perubahan komposisi anggota Dewan Komisaris dan alasan perubahannya.
i Dalam hal tidak terdapat perubahan komposisi anggota Dewan Komisaris, 167, 169
maka diungkapkan mengenai hal tersebut
444 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 445
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
Uraian Halaman
Dalam hal terdapat perubahan susunan anggota Direksi dan/atau anggota
Dewan Komisaris yang terjadi setelah tahun buku berakhir sampai dengan
11 batas waktu penyampaian Laporan Tahunan, susunan yang dicantumkan N/A
dalam Laporan Tahunan adalah susunan anggota Direksi dan/atau anggota
Dewan Komisaris yang terakhir dan sebelumnya
Jumlah karyawan menurut jenis kelamin, jabatan, usia, tingkat
12 pendidikan, dan status ketenagakerjaan (tetap/kontrak) dalam tahun buku 60–62
Pengungkapan informasi dapat disajikan dalam bentuk tabel
Nama pemegang saham dan persentase kepemilikan pada awal dan akhir
13 228–230
tahun buku, yang terdiri dari informasi mengenai:
Pemegang saham yang memiliki 5% (lima persen) atau lebih saham
a 230
Emiten atau Perusahaan Publik
Anggota Direksi dan anggota Dewan Komisaris yang memiliki saham
Emiten atau Perusahaan Publik
b 228–229
Dalam hal seluruh anggota Direksi dan/atau seluruh anggota Dewan
Komisaris tidak memiliki saham, maka diungkapkan mengenai hal tersebut
Kelompok pemegang saham masyarakat, yaitu kelompok pemegang
saham yang masing-masing memiliki kurang dari 5% (lima persen) saham
c 229–230
Emiten atau Perusahaan Publik
Informasi di atas dapat disajikan dalam bentuk tabel
Persentase kepemilikan tidak langsung atas saham Emiten atau
Perusahaan Publik oleh anggota Direksi dan anggota Dewan Komisaris
pada awal dan akhir tahun buku, termasuk informasi mengenai pemegang
saham yang terdaftar dalam daftar pemegang saham untuk kepentingan
14 228–229
kepemilikan tidak langsung anggota Direksi dan anggota Dewan Komisaris
Dalam hal seluruh anggota Direksi dan/atau seluruh anggota Dewan
Komisaris tidak memiliki kepemilikan tidak langsung atas saham Emiten
atau Perusahaan Publik, maka diungkapkan mengenai hal tersebut
Jumlah pemegang saham dan persentase kepemilikan per akhir tahun
15
buku berdasarkan klasifikasi:
a Kepemilikan institusi lokal
228
b Kepemilikan institusi asing
c Kepemilikan individu lokal
d Kepemilikan individu asing
Informasi mengenai pemegang saham utama dan pengendali Emiten atau
16 Perusahaan Publik, baik langsung maupun tidak langsung, sampai kepada 231
pemilik individu, yang disajikan dalam bentuk skema atau bagan
Nama entitas anak, perusahaan asosiasi, perusahaan ventura bersama di
mana Emiten atau Perusahaan Publik memiliki pengendalian bersama
entitas (jika ada), beserta persentase kepemilikan saham, bidang usaha,
17 total aset, dan status operasi entitas anak, perusahaan asosiasi, perusahaan 90–94
ventura bersama
Untuk entitas anak, ditambahkan informasi mengenai alamat entitas anak
tersebut
Kronologi pencatatan saham, jumlah saham, nilai nominal, dan harga
penawaran dari awal pencatatan hingga akhir tahun buku serta nama
bursa efek di mana saham Emiten atau Perusahaan Publik dicatatkan,
18 termasuk pemecahan saham (stock split), penggabungan saham (reverse 232–233
stock), dividen saham, saham bonus, dan perubahan nilai nominal saham,
pelaksanaan efek konversi, pelaksanaan penambahan dan pengurangan
modal (jika ada)
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 445
Page 446
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
Uraian Halaman
Informasi pencatatan efek lainnya selain efek sebagaimana dimaksud
pada angka 18), yang belum jatuh tempo pada tahun buku paling sedikit
19 234–235
memuat nama efek, tahun penerbitan, tingkat suku bunga/imbal hasil,
tanggal jatuh tempo, nilai penawaran, dan peringkat efek (jika ada)
Informasi penggunaan jasa akuntan publik (AP) dan kantor akuntan publik
20
(KAP) beserta jaringan/asosiasi/aliansinya meliputi:
a Nama dan alamat
b Periode penugasan
c Informasi jasa audit dan/atau non-audit yang diberikan
Biaya jasa (fee) audit dan/atau non-audit untuk masing-masing penugasan 279
d
yang diberikan selama tahun buku
Dalam hal AP dan KAP beserta jaringan/asosiasi/aliansinya, yang ditunjuk
tidak memberikan jasa non-audit, maka diungkapkan mengenai informasi
e tersebut
Pengungkapan informasi penggunaan jasa AP dan KAP beserta jaringan/
asosiasi/aliansinya dapat disajikan dalam bentuk tabel
Nama dan alamat lembaga dan/atau profesi penunjang pasar modal selain
21 280
AP dan KAP
f Analisis dan Pembahasan Manajemen 96–149
Analisis dan pembahasan manajemen memuat analisis dan pembahasan
mengenai laporan keuangan dan informasi penting lainnya dengan
penekanan pada perubahan material yang terjadi dalam tahun buku, yaitu
paling sedikit memuat:
Tinjauan operasi per segmen usaha sesuai dengan jenis industri Emiten
1
atau Perusahaan Publik, paling sedikit mengenai: 100–110
a Produksi, yang meliputi proses, kapasitas, dan perkembangannya
b Pendapatan/penjualan 132–134
c Profitabilitas 140
Kinerja keuangan komprehensif yang mencakup perbandingan kinerja
keuangan dalam 2 (dua) tahun buku terakhir, penjelasan tentang
2
penyebab adanya perubahan dan dampak perubahan tersebut, paling
sedikit mengenai:
a Aset lancar, aset tidak lancar, dan total aset 118–127
b Liabilitas jangka pendek, liabilitas jangka panjang, dan total liabilitas 127–130
c Ekuitas 131
Pendapatan/penjualan, beban, laba (rugi), penghasilan komprehensif lain,
d 132–137
dan total laba (rugi) komprehensif
e Arus kas 138
Kemampuan membayar utang atau kewajiban dengan menyajikan
3 140
perhitungan rasio yang relevan
Tingkat kolektibilitas piutang Emiten atau Perusahaan Publik dengan
4 140
menyajikan perhitungan rasio yang relevan
Struktur modal dan kebijakan manajemen atas struktur modal tersebut
5 143
disertai dasar penentuan kebijakan dimaksud
446 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 447
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
Uraian Halaman
Bahasan mengenai ikatan yang material untuk investasi barang modal
6
dengan penjelasan paling sedikit memuat:
a Tujuan dari ikatan tersebut
b Sumber dana yang diharapkan untuk memenuhi ikatan tersebut 143
c Mata uang yang menjadi denominasi
Langkah yang direncanakan Emiten atau Perusahaan Publik untuk
d
melindungi risiko dari posisi mata uang asing yang terkait
Bahasan mengenai investasi barang modal yang direalisasikan dalam
7
tahun buku terakhir, paling sedikit memuat:
a Jenis investasi barang modal 143
b Tujuan investasi barang modal
c Nilai investasi barang modal yang dikeluarkan
Informasi dan fakta material yang terjadi setelah tanggal laporan akuntan
8 144
(jika ada)
Prospek usaha dari Emiten atau Perusahaan Publik dikaitkan dengan
9 kondisi industri, ekonomi secara umum dan pasar internasional disertai 148–149
data pendukung kuantitatif dari sumber data yang layak dipercaya
Perbandingan antara target/proyeksi pada awal tahun buku dengan hasil
10
yang dicapai (realisasi), mengenai:
a Pendapatan/penjualan
142
b Laba (rugi)
c Struktur modal (capital structure) atau
d Hal lainnya yang dianggap penting bagi Emiten atau Perusahaan Publik
Target/proyeksi yang ingin dicapai Emiten atau Perusahaan Publik untuk 1
11
(satu) tahun mendatang, mengenai:
a Pendapatan/penjualan
b Laba (rugi) 149
c Struktur modal (capital structure)
d Kebijakan dividen atau
e Hal lainnya yang dianggap penting bagi Emiten atau Perusahaan Publik
Aspek pemasaran atas barang dan/atau jasa Emiten atau Perusahaan
12 116–117
Publik, paling sedikit mengenai strategi pemasaran dan pangsa pasar
Uraian mengenai dividen selama 2 (dua) tahun buku terakhir, paling
13
sedikit:
Kebijakan dividen, antara lain memuat informasi persentase jumlah dividen
a
yang dibagikan terhadap laba bersih
Tanggal pembayaran dividen kas dan/atau tanggal distribusi dividen non-
b
kas 144
c Jumlah dividen per saham (kas dan/atau non-kas)
d Jumlah dividen per tahun yang dibayar
Pengungkapan informasi dapat disajikan dalam bentuk tabel
Dalam hal Emiten atau Perusahaan Publik tidak membagikan dividen
dalam 2 (dua) tahun terakhir, maka diungkapkan mengenai hal tersebut
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 447
Page 448
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
Uraian Halaman
14 Realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum, dengan ketentuan:
Dalam hal selama tahun buku, Emiten memiliki kewajiban menyampaikan
laporan realisasi penggunaan dana, maka diungkapkan realisasi
a
penggunaan dana hasil penawaran umum secara kumulatif sampai
dengan akhir tahun buku 145
Dalam hal terdapat perubahan penggunaan dana sebagaimana diatur
dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan mengenai laporan realisasi
b
penggunaan dana hasil penawaran umum, maka Emiten menjelaskan
perubahan tersebut
Informasi material (jika ada), antara lain mengenai investasi, ekspansi,
divestasi, penggabungan/peleburan usaha, akuisisi, restrukturisasi utang/
15
modal, transaksi material, transaksi afiliasi, dan transaksi benturan
kepentingan, yang terjadi pada tahun buku, paling sedikit memuat:
a Tanggal, nilai, dan objek transaksi
b Nama pihak yang melakukan transaksi
c Sifat hubungan afiliasi (jika ada)
d Penjelasan mengenai kewajaran transaksi
e Pemenuhan ketentuan terkait
Dalam hal terdapat hubungan afiliasi, selain mengungkapkan informasi
f sebagaimana dimaksud dalam huruf a) sampai dengan huruf e), Emiten
atau Perusahaan Publik juga mengungkapkan informasi:
(1). Pernyataan Direksi bahwa transaksi afiliasi telah melalui prosedur yang
memadai untuk memastikan bahwa transaksi afiliasi dilaksanakan
sesuai dengan praktik bisnis yang berlaku umum antara lain dilakukan
dengan memenuhi prinsip transaksi yang wajar (armslength principle)
(2). Peran Dewan Komisaris dan komite audit dalam melakukan prosedur
yang memadai untuk memastikan bahwa transaksi afiliasi dilaksanakan
sesuai dengan praktik bisnis yang berlaku umum antara lain dilakukan
145
dengan memenuhi prinsip transaksi yang wajar (armslength principle)
Untuk transaksi afiliasi atau transaksi material yang merupakan kegiatan
usaha yang dijalankan dalam rangka menghasilkan pendapatan usaha dan
dijalankan secara rutin, berulang, dan/atau berkelanjutan, ditambahkan
g penjelasan bahwa transaksi afiliasi atau transaksi material tersebut
merupakan kegiatan usaha yang dijalankan dalam rangka menghasilkan
pendapatan usaha dan dijalankan secara rutin, berulang, dan/atau
berkelanjutan
Dalam hal transaksi afiliasi atau transaksi material dimaksud telah
diungkapkan dalam laporan keuangan tahunan, ditambahkan informasi
mengenai rujukan pengungkapan dalam laporan keuangan tahunan
tersebut
Untuk pengungkapan transaksi afiliasi dan/atau transaksi benturan
kepentingan yang merupakan hasil pelaksanaan transaksi afiliasi dan/atau
transaksi benturan kepentingan yang telah disetujui pemegang saham
h
independen, ditambahkan informasi mengenai tanggal pelaksanaan RUPS
yang menyetujui transaksi afiliasi dan/atau transaksi benturan kepentingan
tersebut
Dalam hal tidak terdapat transaksi afiliasi dan/atau transaksi benturan
i
kepentingan, maka diungkapkan mengenai hal tersebut
448 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 449
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
Uraian Halaman
Perubahan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berpengaruh
16 signifikan terhadap Emiten atau Perusahaan Publik dan dampaknya 146–147
terhadap laporan keuangan (jika ada)
Perubahan kebijakan akuntansi, alasan dan dampaknya terhadap laporan
17 148
keuangan (jika ada)
g Tata Kelola Emiten atau Perusahaan Publik 150–200
Tata kelola Emiten atau Perusahaan Publik paling sedikit memuat uraian
singkat mengenai:
1 RUPS, paling sedikit memuat: 159–166
Informasi mengenai keputusan RUPS pada tahun buku dan 1 (satu) tahun
a
sebelum tahun buku meliputi:
(1). Keputusan RUPS pada tahun buku dan 1 (satu) tahun sebelum tahun
159–166
buku yang direalisasikan pada tahun buku
(2). Keputusan RUPS pada tahun buku dan 1 (satu) tahun sebelum tahun
buku yang belum direalisasikan beserta alasan belum direalisasikan
Dalam hal Emiten atau Perusahaan Publik menggunakan pihak
b independen dalam pelaksanaan RUPS untuk melakukan perhitungan 166
suara, maka diungkapkan mengenai hal tersebut
2 Direksi, paling sedikit memuat: 169–170, 240–250
Tugas dan tanggung jawab masing-masing anggota Direksi
a Informasi mengenai tugas dan tanggung jawab masing-masing anggota 242–244
Direksi diuraikan dan dapat disajikan dalam bentuk tabel
b Pernyataan bahwa Direksi memiliki pedoman atau piagam (charter) Direksi 241
Kebijakan dan pelaksanaan frekuensi rapat Direksi, rapat Direksi bersama
Dewan Komisaris, dan tingkat kehadiran anggota Direksi dalam rapat
tersebut termasuk kehadiran dalam RUPS
c 253–257
Informasi tingkat kehadiran anggota Direksi dalam rapat Direksi, rapat
Direksi bersama Dewan Komisaris, atau RUPS dapat disajikan dalam
bentuk tabel
d Pelatihan dan/atau peningkatan kompetensi anggota Direksi:
(1). Kebijakan pelatihan dan/atau peningkatan kompetensi anggota Direksi,
termasuk program orientasi bagi anggota Direksi yang baru diangkat
170
(jika ada) dan
(2). Pelatihan dan/atau peningkatan kompetensi yang diikuti anggota
Direksi dalam tahun buku (jika ada)
Penilaian Direksi terhadap kinerja komite yang mendukung pelaksanaan
e
tugas Direksi pada tahun buku paling sedikit memuat:
(1). Prosedur penilaian kinerja 250
(2). Kriteria yang digunakan seperti capaian kinerja selama tahun buku,
kompetensi dan kehadiran dalam rapat
Dalam hal Emiten atau Perusahaan Publik tidak memiliki komite yang
f mendukung pelaksanaan tugas Direksi, maka diungkapkan mengenai hal N/A
tersebut
3 Dewan Komisaris, paling sedikit memuat: 167–168, 236–239
a Tugas dan tanggung jawab Dewan Komisaris 236
Pernyataan bahwa Dewan Komisaris memiliki pedoman atau piagam
b 237
(charter) Dewan Komisaris
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 449
Page 450
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
Uraian Halaman
Kebijakan dan pelaksanaan frekuensi rapat Dewan Komisaris, rapat
Dewan Komisaris bersama Direksi dan tingkat kehadiran anggota Dewan
Komisaris dalam rapat tersebut termasuk kehadiran dalam RUPS
c 253–257
Informasi tingkat kehadiran anggota Dewan Komisaris dalam rapat Dewan
Komisaris, rapat Dewan Komisaris bersama Direksi, atau RUPS dapat
disajikan dalam bentuk tabel
d Pelatihan dan/atau peningkatan kompetensi anggota Dewan Komisaris:
(1). Kebijakan pelatihan dan/atau peningkatan kompetensi anggota Dewan
Komisaris, termasuk program orientasi bagi anggota Dewan Komisaris
168
yang baru diangkat (jika ada)
(2). Pelatihan dan/atau peningkatan kompetensi yang diikuti anggota
Dewan Komisaris dalam tahun buku (jika ada)
Penilaian kinerja Direksi dan Dewan Komisaris serta masing-masing
e
anggota Direksi dan anggota Dewan Komisaris, paling sedikit memuat:
(1). Prosedur pelaksanaan penilaian kinerja
252
(2). Kriteria yang digunakan seperti capaian kinerja selama tahun buku,
kompetensi dan kehadiran dalam rapat
(3). Pihak yang melakukan penilaian
Penilaian Dewan Komisaris terhadap kinerja Komite yang mendukung
f
pelaksanaan tugas Dewan Komisaris pada tahun buku meliputi:
(1). Prosedur penilaian kinerja 239
(2). Kriteria yang digunakan seperti capaian kinerja selama tahun buku,
kompetensi dan kehadiran dalam rapat
Nominasi dan remunerasi Direksi dan Dewan Komisaris, paling sedikit
4 250–251
memuat:
Prosedur nominasi, meliputi uraian singkat mengenai kebijakan dan proses
a 264–265
nominasi anggota Direksi dan/atau anggota Dewan Komisaris
Prosedur dan pelaksanaan remunerasi Direksi dan Dewan Komisaris, antara
b
lain:
(1). Prosedur penetapan remunerasi Direksi dan Dewan Komisaris
(2). Struktur remunerasi Direksi dan Dewan Komisaris seperti, gaji, tunjangan,
250–251
tantiem/bonus dan lainnya
(3). Besarnya remunerasi masing-masing anggota Direksi dan anggota
Dewan Komisaris
Pengungkapan informasi dapat disajikan dalam bentuk tabel
Dewan pengawas syariah, bagi Emiten atau Perusahaan Publik yang
5 menjalankan kegiatan usaha berdasarkan prinsip syariah sebagaimana
tertuang dalam anggaran dasar, paling sedikit memuat:
a Nama
b Dasar hukum pengangkatan dewan pengawas syariah
76–78, 171–173
c Periode penugasan dewan pengawas syariah
d Tugas dan tanggung jawab dewan pengawas syariah
Frekuensi dan cara pemberian nasihat dan saran serta pengawasan
e pemenuhan prinsip syariah di pasar modal terhadap Emiten atau
Perusahaan Publik
450 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 451
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
Uraian Halaman
6 Komite audit, paling sedikit memuat:
a Nama dan jabatannya dalam keanggotaan komite
b Usia
c Kewarganegaraan
d Riwayat pendidikan
e Riwayat jabatan, meliputi informasi: 79–81, 174–175,
258–261
(1). Dasar hukum penunjukan sebagai anggota komite
(2). Rangkap jabatan, baik sebagai anggota Dewan Komisaris, anggota
Direksi, dan/atau anggota komite serta jabatan lainnya (jika ada)
(3). Pengalaman kerja beserta periode waktunya baik di dalam maupun di
luar Emiten atau Perusahaan Publik
f Periode dan masa jabatan anggota komite audit
g Pernyataan independensi komite audit 260
Pelatihan dan/atau peningkatan kompetensi yang telah diikuti dalam
h 175
tahun buku (jika ada)
Kebijakan dan pelaksanaan frekuensi rapat komite audit dan tingkat
i 260–261
kehadiran anggota komite audit dalam rapat tersebut
Pelaksanaan kegiatan komite audit pada tahun buku sesuai dengan yang
j 175
dicantumkan dalam pedoman atau piagam (charter) komite audit
Komite atau fungsi nominasi dan remunerasi Emiten atau Perusahaan
7
Publik, paling sedikit memuat:
a Nama dan jabatannya dalam keanggotaan komite
b Usia
c Kewarganegaraan
d Riwayat pendidikan
84–85, 178,
e Riwayat jabatan, meliputi informasi:
262–263
(1). Dasar hukum penunjukan sebagai anggota komite
(2). Rangkap jabatan, baik sebagai anggota Dewan Komisaris, anggota
Direksi, dan/atau anggota komite serta jabatan lainnya (jika ada)
(3). Pengalaman kerja beserta periode waktunya baik di dalam maupun di
luar Emiten atau Perusahaan Publik
f Periode dan masa jabatan anggota komite
g Pernyataan independensi komite 265
Pelatihan dan/atau peningkatan kompetensi yang telah diikuti dalam
h 178
tahun buku (jika ada)
i Uraian tugas dan tanggung jawab 264
j Pernyataan bahwa telah memiliki pedoman atau piagam (charter) 264
Kebijakan dan pelaksanaan frekuensi rapat dan tingkat kehadiran anggota
k 266
dalam rapat tersebut
l Uraian singkat pelaksanaan kegiatan pada tahun buku 178
Dalam hal tidak dibentuk komite nominasi dan remunerasi, Emiten atau
m Perusahaan Publik cukup mengungkapkan informasi sebagaimana
dimaksud dalam huruf i) sampai dengan huruf l) dan mengungkapkan: N/A
(1). Alasan tidak dibentuknya komite
(2). Aihak yang melaksanakan fungsi nominasi dan remunerasi
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 451
Page 452
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
Uraian Halaman
Komite lain yang dimiliki Emiten atau Perusahaan Publik dalam rangka
8 mendukung fungsi dan tugas Direksi (jika ada) dan/atau komite yang
mendukung fungsi dan tugas Dewan Komisaris, paling sedikit memuat:
a Nama dan jabatannya dalam keanggotaan komite
b Usia
c Kewarganegaraan
d Riwayat pendidikan 82–83, 176–177,
e Riwayat jabatan, meliputi informasi: 262–263
(1). Dasar hukum penunjukan sebagai anggota komite
(2). Rangkap jabatan, baik sebagai anggota Dewan Komisaris, anggota
Direksi, dan/atau anggota komite serta jabatan lainnya (jika ada)
(3). Pengalaman kerja beserta periode waktunya baik di dalam maupun di
luar Emiten atau Perusahaan Publik
f Periode dan masa jabatan anggota komite
g Pernyataan independensi komite 262–263
Pelatihan dan/atau peningkatan kompetensi yang telah diikuti dalam
h 177
tahun buku (jika ada)
i Uraian tugas dan tanggung jawab 262
j Pernyataan bahwa telah memiliki pedoman atau piagam (charter) komite 262
Kebijakan dan pelaksanaan frekuensi rapat komite dan tingkat kehadiran
k 263
anggota komite dalam rapat tersebut
l Uraian singkat pelaksanaan kegiatan komite pada tahun buku 177
9 Sekretaris perusahaan, paling sedikit memuat: 179–180
a Nama
b Domisili
c Riwayat jabatan, meliputi:
(1). Dasar hukum penunjukan sebagai sekretaris perusahaan
(2). Pengalaman kerja beserta periode waktunya baik di dalam maupun di 179
luar Emiten atau Perusahaan Publik
d Riwayat pendidikan
Pelatihan dan/atau peningkatan kompetensi yang diikuti dalam tahun
e
buku
f Uraian singkat pelaksanaan tugas sekretaris perusahaan pada tahun buku 180
10 Unit audit internal, paling sedikit memuat: 181–186
a Nama kepala unit audit internal
b Riwayat jabatan, meliputi:
(1). Dasar hukum penunjukan sebagai kepala unit audit internal
185
(2). Pengalaman kerja beserta periode waktunya baik di dalam maupun di
luar Emiten atau Perusahaan Publik
c Kualifikasi atau sertifikasi sebagai profesi audit internal (jika ada)
Pelatihan dan/atau peningkatan kompetensi yang diikuti dalam tahun
d 186
buku
e Struktur dan kedudukan unit audit internal 182–183
f Uraian tugas dan tanggung jawab 181
452 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 453
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
Uraian Halaman
Pernyataan bahwa telah memiliki pedoman atau piagam (charter) unit
g 181
audit internal
Uraian singkat pelaksanaan tugas unit audit internal pada tahun buku
h termasuk kebijakan dan pelaksanaan frekuensi rapat dengan Direksi, 186
Dewan Komisaris, dan/atau komite audit
Uraian mengenai sistem pengendalian internal (internal control) yang
11
diterapkan oleh Emiten atau Perusahaan Publik, paling sedikit memuat:
Pengendalian keuangan dan operasional, serta kepatuhan terhadap
a
peraturan perundang-undangan lainnya 186–187
b Tinjauan atas efektivitas sistem pengendalian internal
Pernyataan Direksi dan/atau Dewan Komisaris atas kecukupan sistem
c
pengendalian internal
Sistem manajemen risiko yang diterapkan oleh Emiten atau Perusahaan
12 188–194
Publik, paling sedikit memuat:
Gambaran umum mengenai sistem manajemen risiko Emiten atau
a 189, 192–193
Perusahaan Publik
b Jenis risiko dan cara pengelolaannya 190–191
Tinjauan atas efektivitas sistem manajemen risiko Emiten atau Perusahaan
c 194
Publik
Pernyataan Direksi dan/atau Dewan Komisaris atau komite audit atas
d 194
kecukupan sistem manajemen risiko
Perkara hukum yang berdampak material yang dihadapi oleh Emiten atau
13 Perusahaan Publik, entitas anak, anggota Direksi dan anggota Dewan
Komisaris (jika ada), paling sedikit memuat:
195
a Pokok perkara/gugatan
b Status penyelesaian perkara/gugatan
c Pengaruhnya terhadap kondisi Emiten atau Perusahaan Publik
Informasi tentang sanksi administratif/sanksi yang dikenakan kepada
Emiten atau Perusahaan Publik, anggota Dewan Komisaris dan anggota
14 195
Direksi, oleh Otoritas Jasa Keuangan dan otoritas lainnya pada tahun buku
(jika ada)
15 Informasi mengenai kode etik Emiten atau Perusahaan Publik meliputi:
a Pokok-pokok kode etik
b Bentuk sosialisasi kode etik dan upaya penegakannya 52, 272–274
Pernyataan bahwa kode etik berlaku bagi anggota Direksi, anggota Dewan
c
Komisaris, dan karyawan Emiten atau Perusahaan Publik
Uraian singkat mengenai kebijakan pemberian kompensasi jangka
panjang berbasis kinerja kepada manajemen dan/atau karyawan yang
dimiliki oleh Emiten atau Perusahaan Publik (jika ada), antara lain berupa
16
program kepemilikan saham oleh manajemen (management stock
ownership program/MSOP) dan/atau program kepemilikan saham oleh
karyawan (employee stock ownership program/ESOP)
232
Dalam hal pemberian kompensasi berupa program kepemilikan saham
oleh manajemen (management stock ownership program/MSOP) dan/atau
program kepemilikan saham oleh karyawan (employee stock ownership
program/ESOP), informasi yang diungkapkan paling sedikit memuat:
a Jumlah saham dan/atau opsi
b Jangka waktu pelaksanaan
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 453
Page 454
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
Uraian Halaman
c Persyaratan karyawan dan/atau manajemen yang berhak
232
d Harga pelaksanaan atau penentuan harga pelaksanaan
17 Uraian singkat mengenai kebijakan pengungkapan informasi mengenai:
Kepemilikan saham anggota Direksi dan anggota Dewan Komisaris
a Paling lambat 3 (tiga) hari kerja setelah terjadinya kepemilikan atau setiap 273, 278
perubahan kepemilikan atas saham Perusahaan Terbuka
b Pelaksanaan atas kebijakan dimaksud
Uraian mengenai sistem pelaporan pelanggaran (whistleblowing system) di
18
Emiten atau Perusahaan Publik, paling sedikit memuat:
a Cara penyampaian laporan pelanggaran
b Perlindungan bagi pelapor
c Penanganan pengaduan
d Pihak yang mengelola pengaduan
199–200
e Hasil dari penanganan pengaduan, paling sedikit:
(1). Jumlah pengaduan yang masuk dan diproses dalam tahun buku
(2). Tindak lanjut pengaduan
Dalam hal Emiten atau Perusahaan Publik tidak memiliki sistem pelaporan
pelanggaran (whistleblowing system), maka diungkapkan mengenai hal
tersebut
Uraian mengenai kebijakan anti korupsi Emiten atau Perusahaan Publik,
19
paling sedikit memuat:
Program dan prosedur yang dilakukan dalam mengatasi praktik korupsi,
a balas jasa (kickbacks), fraud, suap dan/atau gratifikasi dalam Emiten atau
Perusahaan Publik 275
Pelatihan/sosialisasi anti korupsi kepada karyawan Emiten atau Perusahaan
b
Publik
Dalam hal Emiten atau Perusahaan Publik tidak memiliki kebijakan anti
korupsi, maka dijelaskan alasan tidak dimilikinya kebijakan dimaksud
Penerapan atas pedoman tata kelola Perusahaan Terbuka bagi Emiten
20
yang menerbitkan efek bersifat ekuitas atau Perusahaan Publik, meliputi:
a Pernyataan mengenai rekomendasi yang telah dilaksanakan dan/atau
282–284
Penjelasan atas rekomendasi yang belum dilaksanakan, disertai alasan dan
b
alternatif pelaksanaannya (jika ada)
Pengungkapan informasi dapat disajikan dalam bentuk tabel
Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Emiten atau Perusahaan
h 202–225
Publik
Informasi yang diungkapkan dalam bagian tanggung jawab sosial dan
lingkungan merupakan Laporan Keberlanjutan (Sustainability Report)
sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor
1
51/POJK.03/2017 tentang Penerapan Keuangan Berkelanjutan bagi
Lembaga Jasa Keuangan, Emiten, dan Perusahaan Publik, paling sedikit
memuat:
a Penjelasan strategi keberlanjutan 204–207
9–11, 14–15,
b Ikhtisar aspek keberlanjutan (ekonomi, sosial, dan lingkungan hidup)
205–207
454 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 455
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
Uraian Halaman
c Profil singkat Emiten atau Perusahaan Publik 44–51
d Penjelasan Direksi 37–39
e Tata kelola keberlanjutan 157–158
f Kinerja keberlanjutan 208–225
g Verifikasi tertulis dari pihak independen, jika ada N/A
h Lembar umpan balik (feedback) untuk pembaca, jika ada 440
Tanggapan Emiten atau Perusahaan Publik terhadap umpan balik laporan
i 440
tahun sebelumnya
Laporan Keberlanjutan sebagaimana dimaksud pada angka 1), harus
disusun sesuai Pedoman Teknis Penyusunan Laporan Keberlanjutan
2 (Sustainability Report) Bagi Emiten dan Perusahaan Publik sebagaimana √
tercantum dalam Lampiran II yang merupakan bagian tidak terpisahkan
dari Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan ini
Informasi Laporan Keberlanjutan (Sustainability Report) pada angka 1)
3
dapat:
Diungkapkan pada bagian lain yang relevan di luar bagian tanggung
a jawab sosial dan lingkungan, seperti penjelasan Direksi terkait Laporan √
Keberlanjutan diungkapkan dalam bagian terkait Laporan Direksi dan/atau
Merujuk pada bagian lain di luar bagian tanggung jawab sosial dan
lingkungan dengan tetap mengacu pada Pedoman Teknis Penyusunan
Laporan Keberlanjutan (Sustainability Report) Bagi Emiten dan Perusahaan
b √
Publik sebagaimana tercantum dalam Lampiran II yang merupakan bagian
tidak terpisahkan dari Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan ini, seperti
profil Emiten atau Perusahaan Publik
Laporan Keberlanjutan (Sustainability Report) sebagaimana dimaksud
4 pada angka 1) merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan √
Tahunan namun dapat disajikan secara terpisah dengan Laporan Tahunan
Dalam hal Laporan Keberlanjutan disajikan secara terpisah dengan Laporan
5 Tahunan, informasi yang diungkapkan dalam Laporan Keberlanjutan
dimaksud harus:
a Memuat seluruh informasi sebagaimana dimaksud pada angka 1)
N/A
Disusun sesuai Pedoman Teknis Penyusunan Laporan Keberlanjutan
(Sustainability Report) Bagi Emiten dan Perusahaan Publik sebagaimana
b
tercantum dalam Lampiran II yang merupakan bagian tidak terpisahkan
dari Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan ini
Dalam hal Laporan Keberlanjutan disajikan secara terpisah dengan Laporan
Tahunan, maka dalam bagian tanggung jawab sosial dan lingkungan
6 memuat informasi bahwa informasi mengenai tanggung jawab sosial N/A
dan lingkungan telah diungkapkan dalam Laporan Keberlanjutan yang
disajikan secara terpisah dari Laporan Tahunan
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 455
Page 456
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
Uraian Halaman
Penyampaian Laporan Keberlanjutan (Sustainability Report) yang disajikan
7 secara terpisah dengan Laporan Tahunan harus disampaikan bersamaan √
dengan penyampaian Laporan Tahunan
Laporan Keuangan Tahunan yang Telah Diaudit
Laporan keuangan tahunan yang dimuat dalam Laporan Tahunan disusun
sesuai dengan standar akuntansi keuangan di Indonesia dan telah
diaudit oleh akuntan publik yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan.
Laporan keuangan tahunan dimaksud memuat pernyataan mengenai
i 310–437
pertanggungjawaban atas laporan keuangan sebagaimana diatur dalam
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan mengenai tanggung jawab Direksi atas
laporan keuangan atau peraturan perundang-undangan di sektor pasar
modal yang mengatur mengenai laporan berkala perusahaan efek dalam
hal Emiten merupakan perusahaan efek
Surat Pernyataan Anggota Direksi dan Anggota Dewan Komisaris tentang
Tanggung Jawab atas Laporan Tahunan
Surat pernyataan anggota Direksi dan anggota Dewan Komisaris tentang
tanggung jawab atas Laporan Tahunan disusun sesuai dengan format
j 40–41
Surat Pernyataan Anggota Direksi dan Anggota Dewan Komisaris tentang
Tanggung Jawab atas Laporan Tahunan sebagaimana tercantum dalam
Lampiran I yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Surat Edaran
Otoritas Jasa Keuangan ini
456 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 457
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
REFERENSI SILANG POJK NO. 51/POJK.03/2017
PENERAPAN KEUANGAN BERKELANJUTAN
BAGI LEMBAGA JASA KEUANGAN, EMITEN, DAN
PERUSAHAAN PUBLIK
Uraian Halaman
1 Penjelasan strategi keberlanjutan 204–205
2 Ikhtisar aspek keberlanjutan
a Aspek ekonomi, meliputi:
1. Kuantitas produk/jasa yang dijual
2. Pendapatan/penjualan
3. Laba/rugi bersih 14–17
4. Produk ramah lingkungan
5. Pelibatan pihak lokal yang berkaitan dengan proses bisnis keuangan
berkelanjutan
b Aspek lingkungan hidup, meliputi:
1. Penggunaan energi (antara lain listrik dan air)
2. Pengurangan emisi yang dihasilkan (bagi perusahaan yang proses bisnisnya
berkaitan langsung dengan lingkungan hidup)
3. Pengurangan limbah dan efluen (limbah yang telah memasuki lingkungan) 216–218
yang dihasilkan (bagi perusahaan yang proses bisnisnya berkaitan langsung
dengan lingkungan hidup)
4. Pelestarian keanekaragaman hayati (bagi perusahaan yang proses bisnisnya
berkaitan langsung dengan lingkungan hidup)
c Aspek sosial 224
3 Profil singkat perusahaan
a Visi, misi, nilai keberlanjutan 47
Nama, alamat, nomor telepon, nomor faksimil, alamat surat elektronik, dan situs
b 44–45
web, serta kantor cabang dan/atau kantor perwakilan
c Skala usaha, meliputi:
1. Total aset/kapitalisasi aset dan total kewajiban
2. Jumlah karyawan berdasarkan jenis kelamin, jabatan, usia, pendidikan, dan 44–45
status ketenagakerjaan
3. Persentase kepemilikan saham
4. Wilayah operasional 56–57, 285–307
d Penjelasan singkat produk, layanan, dan kegiatan usaha 53–55
e Keanggotaan pada asosiasi 45
Perubahan signifikan, antara lain terkait penutupan/pembukaan cabang dan
f 45
struktur kepemilikan
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 457
Page 458
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
Uraian Halaman
4 Penjelasan Direksi
Kebijakan untuk merespons tantangan dalam pemenuhan strategi keberlanjutan,
a
meliputi:
1. Penjelasan nilai keberlanjutan bagi Perusahaan
2. Penjelasan respons Perusahaan terhadap isu terkait penerapan Keuangan
Berkelanjutan
3. Penjelasan komitmen pimpinan Perusahaan dalam pencapaian penerapan
Keuangan Berkelanjutan
4. Pencapaian kinerja penerapan Keuangan Berkelanjutan
37–39
5. Tantangan pencapaian kinerja penerapan Keuangan Berkelanjutan
b Penerapan Keuangan Berkelanjutan, meliputi:
1. Pencapaian dibandingkan target
2. Prestasi dan tantangan selama periode pelaporan
c Strategi pencapaian target, meliputi:
1. Pengelolaan risiko atas penerapan Keuangan Berkelanjutan
2. Pemanfaatan peluang dan prospek usaha
3. Penjelasan situasi eksternal yang berpotensi mempengaruhi keberlanjutan
Perusahaan
5 Tata kelola keberlanjutan 157–158
Uraian tugas Direksi dan Dewan Komisaris/pejabat yang bertanggung jawab
a 236–250
terhadap penerapan Keuangan Berkelanjutan
Pengembangan kompetensi Direksi dan Dewan Komisaris/pejabat yang
b 168, 170
bertanggung jawab terhadap penerapan Keuangan Berkelanjutan
Prosedur identifikasi, pengukuran, pemantauan dan pengendalian risiko atas
c 188–194
penerapan Keuangan Berkelanjutan
d Penjelasan mengenai pemangku kepentingan, meliputi:
1. Keterlibatan pemangku kepentingan berdasarkan hasil penilaian manajemen,
RUPS, surat keputusan atau lainnya
2. Pendekatan yang digunakan Perusahaan dalam melibatkan pemangku
157–158
kepentingan dalam penerapan Keuangan Berkelanjutan (dialog, survei,
seminar)
Permasalahan, perkembangan, dan pengaruh terhadap penerapan Keuangan
e
Berkelanjutan
6 Kinerja keberlanjutan
a Kegiatan membangun budaya keberlanjutan di internal Perusahaan 207
b Uraian kinerja ekonomi 3 tahun terakhir, meliputi:
1. Perbandingan target dan kinerja produksi, portofolio, target pembiayaan/
investasi, pendapatan dan laba rugi
16–17
2. Perbandingan target dan kinerja portofolio, target pembiayaan/investasi pada
instrumen keuangan atau proyek yang sejalan dengan penerapan Keuangan
Berkelanjutan
458 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 459
Tata Kelola Perusahaan Laporan Keuangan
Keberlanjutan Data Perusahaan Lampiran
yang Baik Tahunan
Uraian Halaman
c Kinerja sosial 3 tahun terakhir, meliputi:
1. Komitmen Perusahaan untuk memberikan layanan atas produk/jasa yang
setara kepada konsumen
2. 2. Ketenagakerjaan, meliputi:
a. Pernyataan kesetaraan kesempatan bekerja dan ada/tidaknya tenaga kerja
paksa dan tenaga kerja anak
b. Persentase remunerasi pegawai tetap di tingkat terendah terhadap upah
minimum regional
c. Lingkungan bekerja yang layak dan aman
208–213,
d. Pelatihan dan pengembangan kemampuan pegawai 219–225
3. Masyarakat, meliputi:
a. Kegiatan atau wilayah operasional yang menghasilkan dampak positif dan
dampak negatif terhadap masyarakat sekitar termasuk literasi dan inklusi
keuangan
b. Mekanisme pengaduan masyarakat serta jumlah pengaduan masyarakat
yang diterima dan ditindaklanjuti
c. TJSL yang dapat dikaitkan dengan dukungan pada tujuan pembangunan
berkelanjutan, meliputi jenis dan capaian kegiatan program pemberdayaan
masyarakat
d Kinerja lingkungan hidup, meliputi:
1. Biaya lingkungan hidup yang dikeluarkan
2. Penggunaan materi yang ramah lingkungan (misalnya penggunaan jenis
material daur ulang)
215–218
3. Penggunaan energi, meliputi:
a. Jumlah dan intensitas energi yang digunakan
b. Upaya dan pencapaian efisiensi energi yang dilakukan, termasuk
penggunaan energi terbarukan
Kinerja lingkungan hidup bagi perusahaan yang proses bisnisnya berkaitan
e N/A
langsung dengan lingkungan hidup
Tanggung jawab pengembangan produk dan/atau layanan Keuangan
f
Berkelanjutan, meliputi:
1. Inovasi dan pengembangan produk dan/atau jasa Keuangan Berkelanjutan
2. Jumlah dan presentase produk/jasa yang sudah dievaluasi keamanannya
3. Dampak positif dan negatif yang ditimbulkan produk dan/atau jasa Keuangan 114–115, 214
Berkelanjutan, proses distribusi, serta mitigasinya
4. Jumlah produk yang ditarik kembali dan alasannya
5. Survei kepuasan pelanggan terhadap produk dan/atau jasa Keuangan
Berkelanjutan
7 Verifikasi tertulis dari pihak independen, jika ada N/A
Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk 459
Page 460
Laporan kepada Analisis dan
Tentang Laporan Ini Kilas Kinerja 2025 Profil Perusahaan
Pemangku Kepentingan Pembahasan Manajemen
Halaman ini sengaja dikosongkan
460 Laporan Tahunan Terintegrasi 2025 | PT BFI Finance Indonesia Tbk
Page 461
Page 462
Names mentioned 176 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
person
Profil Komite-Komite
· Komisaris
p.4
unresolved
org
PT Finansial Integrasi Teknologi
p.7 ×5
unresolved
org
PT BFI Finance
p.8 ×2
unresolved
org
Laporan Tahunan Indonesia Tbk
p.8
unresolved
org
Seluruh Indonesia, termasuk 45
p.15
unresolved
—
berbagi tempat dengan cabang
p.15
unresolved
—
OUTLET
p.15
unresolved
—
Jawa dan Bali
p.15
unresolved
person
63,5% (termasuk Jabodetabek)
p.15
unresolved
org
15,1% Indonesia Timur
p.15
unresolved
org
Swasta
p.28
unresolved
person
Sunata KINERJA TATA KELOLA
p.34
unresolved
—
Tjiterosampurno
· Komisaris
p.34
unresolved
person
Saurabh
p.34
unresolved
org
Bank Indonesia
p.37 ×3
unresolved
—
Gokl
· Direktur Keuangan
p.41 ×4
unresolved
org
Dasar Hukum Pendirian
· Nama Perusahaan
p.44
unresolved
person
Kartini Muljadi
· Notaris
p.44 ×3
unresolved
org
Menteri Kehakiman
p.44 ×2
unresolved
org
Kementerian
p.44
unresolved
org
PT Rapi Utama Indonesia
p.45
unresolved
—
Liabilit
· Sekretaris Perusahaan
p.45
unresolved
person
Aulia Taufani
p.48
unresolved
person
Sutjipto
p.48
unresolved
org
PT Manufacturers Hanover
p.48 ×2
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
p.48
unresolved
org
Hanover Leasing Corporation
p.48 ×2
unresolved
org
Menteri Keuangan RI RI
p.48
unresolved
org
Manufacturers Hanover Bunas Finance Indonesia Tbk
p.48
unresolved
org
Leasing Corporation
p.48
unresolved
org
Indonesia. Indonesia Tbk
p.48
unresolved
org
Menteri Hukum dan HAM RI No. C-
p.48
unresolved
org
Menteri Anggaran
p.48
unresolved
org
Essompark Ltd.
p.48
unresolved
person
Shanti Indah Lestari
p.48
unresolved
org
PT Bunas
p.48 ×2
unresolved
org
Kementerian Hukum dan HAM RI
p.48
unresolved
person
Inge Hendarmin
· Notaris
p.48
unresolved
org
Menteri Hukum dan HAM RI No. AHU-
p.48
unresolved
org
Menteri Kehakiman RI
p.48
unresolved
org
Bunas Finance Indonesia Tbk.
p.48 ×3
unresolved
org
Menteri Keuangan RI
p.48
unresolved
org
Fitch Ratings Finance Indonesia Tbk
p.50
unresolved
org
PT FIT
p.60 ×11
unresolved
person
Sertifikasi Dasar
· Komisaris
p.65
unresolved
org
PT Indovest
p.65
unresolved
org
Kementerian Keuangan Singapura
p.65
unresolved
org
PT FIT Entitas Anak Rangkap
p.65
unresolved
org
Bapepam-LK
p.66 ×2
unresolved
org
PT Setiabudi Investment Management
p.66
unresolved
org
Komatsu Ltd
p.66
unresolved
org
Menteri Negara Riset dan Teknologi Republik Indonesia
p.66
unresolved
org
PT Alamtri Power Indonesia
p.66
unresolved
org
PT Adaro Power
p.66
unresolved
org
PT Profesional Rangkap
p.66
unresolved
org
Telekomunikasi Indonesia Tbk
p.66
unresolved
org
PT Sarana Menara
p.66
unresolved
org
Holdings Ltd.
p.67
unresolved
org
CleanMax Enviro Energy Solutions Pvt. Ltd.
p.67
unresolved
org
Solar Mosaic LLC
p.67
unresolved
org
Mosaic Inc.
p.67
unresolved
org
Canbriam Energy Inc.
p.67
unresolved
org
Delonex Energy Ltd.
p.67
unresolved
org
Velvet Energy Ltd.
p.67
unresolved
org
Venari Resources LLC
p.67
unresolved
org
Liberty Wireless Pte. Ltd.
p.67
unresolved
org
M-Service GmbH
p.67
unresolved
org
Warburg Pincus LLC
p.67
unresolved
org
PT Gaudi Dwi Laras
p.68
unresolved
org
Mutual International Finance Corporation
p.68
unresolved
org
PT BRI Asuransi Indonesia
p.69
unresolved
org
PT Kredit Biro Indonesia Jaya
p.69
unresolved
org
PT Nana Mandiri Dwikarya Riwayat Kerja
p.69
unresolved
org
Kantor Hukum Gani Djemat & Partners
p.69
unresolved
org
Perusahaan Napitupulu & Partners
p.69
unresolved
org
PT Tjiwi Kimia Pulp
p.71
unresolved
org
Hans Tuanakotta Mustofa
p.72
unresolved
org
PT FIT Rangkap
p.72
unresolved
person
K.H. Ma’ruf Amin
p.77
unresolved
org
PT Sinar Mitra Sepadan
p.77
unresolved
org
Yayasan Pendidikan Fatahillah
p.78
unresolved
org
Paul Hadiwinata
p.80
unresolved
org
Palilingan & Rekan
p.80
unresolved
org
PT Kiat Ananda Cold Storage
p.80
unresolved
org
PT Ananda Solusindo
p.80
unresolved
org
PT Manggala Kiat Ananda
p.80
unresolved
org
PT Mitra Ananda Megadistrindo
p.80
unresolved
org
PT Gayatri Kapital Indonesia
p.81
unresolved
org
PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia
p.81
unresolved
org
PT Kustodian Sentral Efek Indonesia
p.81
unresolved
org
Sertifikasi Manajemen Risiko
p.83 ×2
unresolved
org
PT Bank Commonwealth
p.83
unresolved
org
PT Mudita Finansial Teknologi
p.83
unresolved
org
PT Commonwealth Life
p.83
unresolved
org
PT Kiran Resources Indonesia
p.83
unresolved
org
PT Bank BNP Paribas Indonesia
p.83
unresolved
org
PT Bank Barclays Indonesia
p.83
unresolved
org
PT BII Finance Centre
p.83
unresolved
org
Penyehatan Perbankan Nasional
p.83
unresolved
org
PT Tanjung Johor Wood Industry
p.83
unresolved
org
PT FWD Insurance Indonesia
p.83
unresolved
org
PT Nusantara Finance Cakrawala
p.83
unresolved
org
PT DKatalis Digital Lab
p.86
unresolved
org
PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional
p.86
unresolved
org
Bank Universal Tbk
p.86 ×2
unresolved
person
Akta Notaris Herna Gunawan
p.92 ×2
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi
p.92
unresolved
—
DKI Jakarta Menjabat
· Komisaris
p.93
unresolved
—
Banten Diangkat
· Komisaris
p.93
unresolved
—
DKI Jakarta Diangkat
· Presiden Direktur
p.93
unresolved
person
Akta Notaris Veronika Farida Riswanti
p.93 ×2
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI
p.93 ×3
unresolved
person
Akta Notaris Geraldine H.S.S.U. Sianturi
p.94 ×2
unresolved
org
PT FIT. Piutang Pembiayaan Bersama Jumlah Piutang Pembiayaan
p.124
unresolved
org
Syariah
· Komisaris
p.153
unresolved
person
Johanes Sutrisno
· Komisaris Independen
p.161 ×10
unresolved
person
Asrori S. Karni
· Ketua
p.161 ×6
unresolved
person
Helda Rahmi Sina
· Anggota
p.161 ×6
unresolved
org
Tanubrata Sutanto Fahmi Bambang & Rekan
p.162
unresolved
—
Pengangkatan Francis Lay Sioe Ho
· Presiden Komisaris
p.167 ×42
unresolved
—
Pengangkatan Kusmayanto Kadiman
· Komisaris
p.167 ×28
unresolved
—
Pengangkatan Sutadi
· Presiden Direktur
p.169
unresolved
—
Pengangkatan Tan Rudy Eddywidjaja
· Direktur
p.169 ×18
unresolved
org
Direktorat Jenderal Pajak
p.175
unresolved
person
Jono Effendy
· Anggota
p.176
unresolved
org
Departemen Corporate
p.179 ×2
unresolved
—
Jawa Barat Beliau
· Sekretaris Perusahaan
p.179
unresolved
org
Departemen Audit Internal
p.181 ×8
unresolved
org
Departemen Audit Internal. TUGAS
p.181
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.