Back to announcement
20231229_UNTR_Informasi Transaksi Afiliasi_31563211_lamp26.pdf
Asset transaction Needs review UNTRSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 60
Page 1
Kantor Jasa Penilai Publik The Manhatan Square
Lt. 16, Suite D, Jl. TB Simatupang
FERDINAND, DANAR, ICHSAN DAN REKAN Cilandak, Jakarta Selatan, 12560
E-Mail : infoadmin@fdipartners.co
Property, Business Valua�on & Advisory
Website: www.fdipartners.co
Licence No. 2.22.0176 Phone (62 21) 27875911
KMK 460/KM.1/202
Jakarta, 22 Desember 2023
Kepada Yth.
PT Suprabari Mapanindo Mineral
Jl. Rawagelam I No.9
Kawasan Industri Pulogadung
Jakarta Timur 13930
No. Laporan : 00117/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2023
Hal : Pendapat Kewajaran
Dengan hormat,
LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN ATAS RENCANA TRANSAKSI PEMBERIAN PINJAMAN (SHAREHOLDER
LOAN) DARI PT. PAMAPERSADA NUSANTARA KEPADA PT. SUPRABARI MAPANINDO MINERAL
Berdasarkan persetujuan atas surat penawaran No. 001/FDI/PB-FO/VIII/2023 tertanggal 1 Agustus
2023, KJPP Ferdinand, Danar, Ichsan dan Rekan (“KJPP FDI&R” atau “Kami”) mendapat penugasan dari
PT. Suprabari Mapanindo Mineral (“SMM”) untuk memberikan laporan hasil analisis tentang Kewajaran
atas Rencana transaksi berupa pemberian pinjaman dari PT. Pamapersada Nusantara (“PAMA”) kepada
PT. Suprabari Mapanindo Mineral (“SMM”), dimana PAMA dan SMM merupakan perusahaan afiliasi dari
PT. United Tractors Tbk (“Perseroan” atau “UNTR”). Rencana transaksi pemberian pinjaman dari PAMA
kepada SMM selanjutnya disebut sebagai “Rencana Transaksi”. Atas dasar hal tersebut, maka Rencana
Transaksi merupakan Transaksi Afiliasi sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Otoritas Jasa
Keuangan Republik Indonesia Nomor 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi
Benturan Kepentingan (“POJK 42”).
Maksud pemberian pendapat kewajaran adalah untuk memberikan laporan hasil analisis tentang
Kewajaran atas Rencana Transaksi. Laporan Pendapat Kewajaran ini ditujukan untuk kepentingan
manajemen UNTR, selaku perusahaan publik, dalam rangka memenuhi ketentuan dalam POJK 42.
Dalam melakukan analisis, sebagai dasar dan pertimbangan bagi kami dalam memberikan pendapat
kewajaran atas Rencana Transaksi tersebut, kami melandaskan dan berdasarkan pada informasi dan
data sebagaimana diberikan oleh manajemen UNTR, yang mana kami mengasumsikan bahwa
informasi dan data yang telah diberikan oleh manajemen UNTR adalah benar, lengkap, dapat
diandalkan, dan tidak menyesatkan. Kami tidak melakukan audit ataupun verifikasi secara mendetail
atas semua informasi dan data yang telah diberikan oleh manajemen UNTR, baik lisan maupun tulisan,
dan dengan demikian kami tidak dapat memberikan jaminan atau bertanggung-jawab apabila
informasi dan data yang diberikan tersebut menjadi tidak lengkap atau menyesatkan.
Pendekatan dan metode penilaian yang kami gunakan dalam menilai kewajaran atas Rencana Transaksi
adalah dengan menggunakan metodologi analisis kualitatif dan analisis kuantitatif. Analisis kualitatif
berupa analisis terhadap latar belakang dan manfaat serta risiko Rencana Transaksi, analisis terhadap
UNTR, serta analisis terhadap kondisi industri dan prospek industri atau bidang usaha yang dijalankan
UNTR. Analisis kuantitatif berupa analisis kinerja historis, analisis laporan keuangan sebelum dan
Kantor Pusat (Proper� dan Bisnis); Kantor Cabang Semarang (Proper�)
Page 2
sesudah transaksi (Proforma) dari sisi UNTR untuk mengetahui dampak keuangan secara konsolidasi dari transaksi yang dilakukan, serta analisis inkremental dan analisis sensitivitas atas Rencana Transaksi. Analisis atas Rencana Transaksi, Rencana Transaksi berupa shareholder loan (amend loan agreement) antara PAMA selaku pihak yang memberikan pinjaman dan SMM selaku pihak yang menerima pinjaman yang dilakukan untuk mendukung pembiayaan modal kerja SMM. SMM merupakan suatu perseroan terbatas yang bergerak di bidang usaha pertambangan khususnya tambang batu bara. SMM berlokasi di Gedung PT Pamapersada Nusantara II, Lt.3 Jalan Rawagelam, Kawasan Industri Pulogadung, Jakarta Timur. SMM merupakan entitas anak dari PAMA, sedangkan PAMA merupakan entitas anak dari UNTR. Pada kondisi ekonomi yang lemah dan adanya potensi terjadinya resesi, SMM juga mengalami isu surutnya Sungai Barito yang menyebabkan pendangkalan sehingga kapal pengangkut batu bara tidak bisa lewat. Kondisi ini mengakibatkan terganggunya proses pengiriman batu bara. Selain itu produksi batu bara juga mengalami perlambatan. Sehingga untuk mengantisipasi hal tersebut, PAMA sebagai induk usaha SMM berencana untuk memberikan dukungan pembiayaan modal kerja kepada SMM sebagai salah satu langkah untuk menjaga kebutuhan arus kas SMM. Pendekatan dan metode penilaian yang kami gunakan dalam menilai kewajaran atas Rencana Transaksi adalah dengan menggunakan metodologi analisis kualitatif dan analisis kuantitatif. Analisis kualitatif berupa analisis terhadap latar belakang dan manfaat serta risiko Rencana Transaksi, analisis terhadap UNTR, serta analisis terhadap kondisi industri dan prospek industri atau bidang usaha yang dijalankan UNTR. Analisis kuantitatif berupa analisis kinerja historis, analisis laporan keuangan sebelum dan sesudah transaksi (Proforma) UNTR untuk mengetahui dampak keuangan secara konsolidasi dari transaksi yang dilakukan, serta analisis inkremental dan analisis sensitivitas atas Rencana Transaksi. 1. Laporan pendapat kewajaran disusun berdasarkan pada prinsip integritas informasi dan data. Dalam menyusun laporan ini, kami melandaskan dan berdasarkan pada informasi dan data sebagaimana diberikan manajemen UNTR, yang mana berdasarkan hakekat kewajaran adalah benar, lengkap, dapat diandalkan serta tidak menyesatkan. 2. Kami tidak melakukan audit ataupun uji kepatuhan secara mendetail atas penjelasan maupun data - data yang diberikan oleh manajemen UNTR, baik lisan maupun tulisan, dan dengan demikian kami tidak dapat memberikan jaminan atau bertanggungjawab terhadap kebenaran dan kelengkapan dari informasi atau penjelasan tersebut. 3. Segala perubahan terhadap data-data yang telah diberikan manajemen UNTR pada kami, sebagaimana tercantum pada bagian sumber data dan Informasi, dapat mempengaruhi hasil penilaian secara material. Oleh karena itu, kami tidak dapat menerima tanggung jawab atas kemungkinan terjadinya perbedaan kesimpulan yang disebabkan perubahan data tersebut. 4. Laporan pendapat kewajaran ini disusun dengan mempertimbangkan kondisi pasar dan perkonomian, kondisi umum bisnis dan keuangan, serta peraturan Pemerintah pada tanggal Laporan ini dikeluarkan. 5. Kami menganggap bahwa sejak tanggal penerbitan Laporan pendapat kewajaran ini tidak terjadi perubahan yang berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam Laporan penilaian ini. Laporan pendapat kewajaran ini hanya dipersiapkan untuk dapat dipergunakan sesuai dengan tujuan yang telah disebutkan dalam laporan ini, dan tidak dapat dipergunakan untuk tujuan lainnya. 2|Page 00117/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2023
Page 3
6. Laporan pendapat kewajaran ini harus dipandang sebagai satu kesatuan dan penggunaan sebagian analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan keseluruhan informasi dan analisis dapat menyebabkan pandangan yang menyesatkan. 7. Kami tidak bertanggungjawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi pendapat kami karena peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal surat ini. Rencana transaksi merupakan transaksi afiliasi sebagaimana dimaksud dalam POJK 42 dimana PAMA merupakan entitas anak dari UNTR, sedangkan SMM merupakan entitas anak yang dimiliki PAMA secara tidak langsung melalui TTA. SMM memiliki Fasilitas Pinjaman Shareholder loan pada PAMA dengan plafon sebesar USD40.000.000,- (Empat Puluh Juta Dolar Amerika Serikat) atau setara dengan Rp 601.040 juta (dengan menggunakan kurs per 30 Juni 2023 sebesar Rp. 15.026,-). Berdasarkan draft Amendment I to Loan Agreement antara PAMA dengan SMM, sepakat untuk mengganti suku bunga pinjaman dari Term LIBOR dan Marjin yang berlaku menjadi Term SOFR dan Marjin yang berlaku. Perjanjian Pinjaman antara PAMA dan SMM, yang mencakup Draft Amendment I , total fasilitas pinjaman yang diberikan PAMA kepada SMM adalah sebesar USD40.000.000,00 (Empat Puluh Juta Dolar Amerika Serikat) atau setara dengan Rp 601.040 juta (dengan menggunakan kurs per 30 Juni 2023 sebesar Rp. 15.026,-). Fasilitas pinjaman tersebut dikenakan bunga sebesar Term SOFR + 2%. Berdasarkan Laporan Keuangan UNTR per 30 Juni 2023 yang telah yang disampaikan pada pernyataan direksi, ekuitas UNTR tercatat sebesar Rp75.821.227 juta maka Rencana Transaksi sebesar 0,79% dari ekuitas UNTR dengan demikian bukan merupakan transaksi material sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia Nomor 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha (“POJK 17/2020”). Analisa kualitatif berdasarkan Asosiasi Pertambangan Batu bara Indonesia (APBI), prospek bisnis batu bara pada tahun 2023 masih cukup baik karena ditopang oleh harga komoditas yang diperkirakan masih di level positif. Permintaan untuk komoditas batu bara baik domestik maupun ekspor masih tetap tinggi yang dibuktikan dari produksi real time mencapai 342,5 juta ton atau setara 49,32% dari target yang ditetapkan pemerintah hingga kuartal II tahun 2023 dengan jumlah ekspor mencapai 108,8 juta ton. Namun menurut proyeksi Bank Dunia, terjadi penurunan konsumsi batu bara secara umum. Hal ini berkaitan dengan kebijakan NZE (Net-zero Emission) yang tengah dicanangkan beberapa negara dipredikisi akan membawa dampak yang masif bagi berbagai industri global termasuk industri batu bara. Selain itu, diperkirakan bahwa setelah tahun 2040 pemanfaatan batu bara yang tersisa akan menggunakan teknologi CCS / CCUS (Carbon Capture, Utility, & Storage). Dengan begitu, tentunya pengusaha batu bara juga perlu memplejari integrasi pemanfaatan batu bara dengan teknologi tersebut. Sejalan dengan tren transisi energi ke energi yang lebih bersih, ekspansi pelaku usaha pertambangan batu bara dalam tiga tahun terakhir sudah mengarah kepada diversifikasi usaha. Perusahaan- perusahaan banyak berinvestasi ke ekosistem kendaraan listrik, hydro power, PLTS, smelter nickel, smelter aluminium, dan mineral lainnya. Dimana upaya ini akan mendukung kontribusi positif dalam mendukung upaya pemerintah dalam mencapai target NZE. Dengan Rencana Transaksi, SMM memperoleh pinjaman untuk kebutuhan dana modal kerja untuk dapat tetap melaksanakan kegiatan operasionalnya jika dibutuhkan, sehingga hal ini juga akan memberikan citra yang baik di mata investor dan masyarakat, bahwa pasca pandemi, UNTR dan grup tetap dapat mempertahankan pangsa pasar, produktivitas dan juga memenuhi kebutuhan pelanggannya dengan baik, yang dapat berpengaruh terhadap harga saham UNTR. 3|Page 00117/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2023
Page 4
FDI
Analisa kuantitatif mengacu kepada kinerja keuangan historis. Selama periode 2018 –2022, total aset UNTR
rata-rata meningkat sebesar 5,75%, di periode yang sama, total liabilitas UNTR mengalami penurunan rata-
rata sebesar negatif 1,47%, sedangkan total ekuitas UNTR rata-rata meningkat sebesar 12,20%. Selama
periode 2018 – 2022, pendapatan UNTR mengalami peningkatan rata-rata sebesar 14,62% dan pada
periode yang sama, laba (rugi) tahun berjalan UNTR mengalami peningkatan rata-rata sebesar 38,13%.
Analisa inkremental dilakukan untuk melihat manfaat Rencana Transaksi bagi UNTR. Berdasarkan proyeksi
keuangan UNTR sebelum dan setelah Rencana Transaksi periode 2023 – 2028 yang disusun oleh
manajemen, Rencana Transaksi memberikan nilai tambah berupa peningkatan pada pendapatan, total aset,
ekuitas, dan laba tahun berjalan bila Rencana Transaksi dilakukan sepanjang semua asumsi-asumsi
terpenuhi.
Analisis kewajaran dengan membandingkan antara tarif bunga Pinjaman Rencana Transaksi dengan tarif
bunga pinjaman bank lainnya. Berdasarkan perjanjian atas rencana transaksi, suku bunga yang dikenakan
adalah Term SOFR + Margin 2% atau setara dengan 7,27% per 30 Juni 2023, sedangkan suku bunga rata-
rata kredit bank umum kepada pihak bukan bank berdasarkan lapangan usaha pertambangan dan
penggalian per 30 Juni 2023 adalah sebesar 7,17%, sehingga tarif bunga pinjaman Rencana Transaksi
masih dalam batas wajar (batas atas - batas bawah) 7,5% terhadap suku bunga pinjaman, dimana batas
bawah dan batas atas kewajaran masing-masing sebesar 6,63% dan 7,71%.
Dengan demikian, berdasarkan analisis kewajaran atas Rencana Transaksi yang meliputi analisis kualitatif
dan analisis kuantitatif, serta analisis inkremental, maka dari segi ekonomis dan keuangan, menurut
pendapat kami, Rencana Transaksi Penambahan Fasilitas Pinjaman dengan sifat Bergulir (revolving) dari
PAMA kepada SMM adalah Wajar.
Kami menyatakan dengan sesungguhnya, bahwa dalam· melaksanakqn penugasan ini, kami bertindak
sebagai pihak independen yang tidak terikat dengan kepentingan apapun, baik soot ini maupun di masa
datang terkait dengan usaha UNTR, PAMA, SMM, maupun atas transaksi yang dilakukan.
Demikian laporan pendapat kewajaran ini kami sampaikan, atas kerjasama don kepercayaan yang telah
diberikan kepada kami untuk penugasan ini kami ucapkan terima kasih.
Hormat kami,
KJPP FERDINAND, DANAR, ICHSA . AN REKAN
I
M. lchsan Suud. SP .• MBA.. MAPPI (Cert)
lzin Penilai Bisnis No. : B-1.16.00453
MAPPI No. : 10-S-02571
STTD Bapepam No. : STTD.PB-50/PM.223/2020
RMK : RMK-2017.00526
00117/2.0176-00/BS/02/0453/1/Xll/2023
41Page
Page 5
DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN ....................................................................................................................6 1.1. Uraian Mengenai Penugasan ............................................................................................. 6 1.2. Identitas Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan ................................................................. 6 1.3. Tanggal Penilaian (Cut Off Date) dan Masa Berlaku Laporan .............................................. 6 1.4. Maksud dan Tujuan Pemberian Pendapat Kewajaran .......................................................... 7 1.5. Obyek Analisis Pendapat Kewajaran .................................................................................. 7 1.6. Dampak Keuangan dari Transaksi yang Akan Dilakukan .................................................... 7 1.7. Pertimbangan Bisnis Yang Digunakan oleh Manajemen Terkait dengan Rencana Transaksi .. 7 1.8. Keterkaitan Rencana Transaksi Dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan.......................... 8 1.9. Ruang Lingkup Pendapat Kewajaran .................................................................................. 8 1.10. Sumber Data dan Informasi ............................................................................................... 8 1.11. Metodologi Analisis Kewajaran Rencana Transaksi ............................................................. 9 1.12. Pernyataan Independensi Penilai ........................................................................................ 9 1.13. Distribusi Laporan Pendapat Kewajaran ............................................................................. 9 1.14. Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Event) ......................................... 10 BAB II ANALISIS ATAS RENCANA TRANSAKSI ................................................................................. 11 2.1. Latar Belakang Rencana Transaksi ................................................................................... 11 2.2. Maksud dan Tujuan Rencana Transaksi ............................................................................ 11 2.3. Obyek Rencana Transaksi................................................................................................ 11 2.4. Identifikasi Pihak-Pihak Yang Bertransaksi ........................................................................ 11 2.5. Hubungan Pihak-Pihak Yang Bertransaksi ....................................................................... 15 2.6. Perjanjian dan Persyaratan yang Disepakati dalam Rencana Transaksi .............................. 17 BAB III ANALISIS TENTANG KEWAJARAN TRANSAKSI ..................................................................... 18 3.1. Pendekatan dan Metode Analisis Yang Digunakan ........................................................... 18 3.2. Analisis atas Rencana Transaksi ....................................................................................... 18 3.3. Analisis Kualitatif Atas Rencana Transaksi ......................................................................... 19 3.4. Analisis Kuantitatif Atas Rencana Transaksi ....................................................................... 30 3.5. Analisis Kewajaran Atas Rencana Transaksi ...................................................................... 39 3.6. Analisis Faktor Lain Yang Relevan .................................................................................... 40 3.7. Kesimpulan ..................................................................................................................... 43 ASUMSI – ASUMSI DAN KONDISI PEMBATAS ................................................................................. 44 PERNYATAAN PENILAI .................................................................................................................. 45 LAMPIRAN ................................................................................................................................... 47 5|Page 00117/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2023
Page 6
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Uraian Mengenai Penugasan
Berdasarkan persetujuan atas surat penawaran No. 001/FDI/PB-FO/VIII/2023 tertanggal 01
Agustus 2023, KJPP Ferdinand, Danar, Ichsan dan Rekan (“KJPP FDI&R” atau “Kami”) mendapat
penugasan dari PT. Suprabari Mapanindo Mineral (“SMM”) untuk memberikan pendapat
kewajaran atas rencana transaksi Afiliasi Pemberian Pinjaman dari PT. Pamapersada Nusantara
(“PAMA”) kepada PT. Suprabari Mapanindo Mineral (“SMM”), dimana PAMA dan SMM
merupakan perusahaan terafiliasi dari PT. United Tractors Tbk (“Perseroan” atau “UNTR”).
Rencana transaksi pemberian pinjaman dari PAMA kepada SMM selanjutnya disebut sebagai
“Rencana Transaksi”. Atas dasar hal tersebut, maka Rencana Transaksi merupakan Transaksi
Afiliasi sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia
Nomor 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan (“POJK
42”).
1.2 Identitas Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan
Pemberi tugas dalam hal ini adalah SMM, dengan informasi sebagai berikut:
Nama : PT. Suprabari Mapanindo Mineral
Alamat : Jl. Rawagelam I No.9, Kawasan Industri Pulogadung, Jakarta Timur
Telepon/Fax : 021 - 2983 2091
Bidang usaha : Pertambangan Batu Bara
Pengguna Laporan dalam hal ini adalah UNTR, dengan informasi sebagai berikut :
Nama : PT. United Tractors, Tbk.
Alamat : Jl. Raya Bekasi Km 22, Cakung, Jakarta Timur 13910
Telepon/Fax : 021-24579999
Bidang usaha : Mesin konstruksi, kontraktor penambangan, pertambangan, industry
konstruksi dan energi
1.3 Tanggal Pendapat Kewajaran (Cut Off Date) dan Masa Berlaku Laporan
Tanggal penilaian Pendapat Kewajaran adalah tanggal 30 Juni 2023
Berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”) No. 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian
dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal (“POJK 35”), masa berlaku laporan
penilaian adalah selama 6 (enam) bulan sejak tanggal efektif penilaian (cut off date) dalam
laporan penilaian.
6|Page 00117/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2023
Page 7
1.4 Maksud dan Tujuan Pemberian Pendapat Kewajaran
Maksud pemberian pendapat kewajaran adalah untuk memberikan laporan hasil analisis tentang
Kewajaran atas Rencana Transaksi. Laporan Pendapat Kewajaran ini ditujukan untuk kepentingan
manajemen UNTR, selaku perusahaan publik, dalam rangka memenuhi ketentuan dalam
POJK 42.
Laporan pendapat kewajaran ini digunakan untuk penggunaan di pasar modal, dan tidak
digunakan untuk di luar maksud dan tujuan Pendapat Kewajaran tersebut, maupun penggunaan
dalam tujuan lainnya. Dalam penugasan ini, bilamana dianggap perlu, penilai akan
menggunakan bantuan dari luar maupun profesi lainnya.
1.5 Obyek Analisis Pendapat Kewajaran
Berdasarkan Perjanjian Pinjaman antara PAMA dan SMM, yang mencakup Draft Amendment I
total fasilitas pinjaman yang diberikan PAMA kepada SMM adalah sebesar USD40.000.000,00
(Empat Puluh Juta Dolar Amerika Serikat). Atas dasar hal tersebut di atas, maka obyek analisis
pendapat kewajaran dalam hal ini adalah Rencana Transaksi yang berupa rencana pemberian
pinjaman sebesar USD 40.000.000,00 atau setara Rp 601.040 juta (kurs: Rp 15.026,-) dari PAMA
kepada SMM.
1.6 Dampak Keuangan dari Transaksi yang Akan Dilakukan
Mengacu pada laporan posisi keuangan Proforma UNTR, dampak keuangan atas Rencana
Transaksi sebagai berikut:
1) Terdapat peningkatan pada akun Aset Tidak Lancar yaitu piutang non-usaha pihak berelasi
atas pemberian penambahan fasilitas pinjaman berupa shareholder loan (amend loan
agreement) sebesar USD 40.000.000,00 atau setara dengan Rp 601.040,00 juta dengan
menggunakan kurs pada 30 Juni 2023 dari Bank Indonesia sebesar Rp15.026,-.
2) Terdapat jurnal eliminasi pada akun Aset Tidak Lancar yaitu piutang non-usaha pihak
berelasi atas pemberian penambahan fasilitas pinjaman berupa shareholder loan (amend
loan agreement) sebesar USD 40.000.000,00 atau setara dengan Rp 601.040,00 juta
dengan menggunakan kurs pada 30 Juni 2023 dari Bank Indonesia sebesar Rp15.026,-.
3) Terdapat peningkatan pada akun Liabilitas Jangka Panjang yaitu utang non-usaha pihak
berelasi atas penerimaan penambahan fasilitas pinjaman berupa shareholder loan (amend
loan agreement) sebesar USD 40.000.000,00 atau setara dengan Rp 601.040,00 juta
dengan menggunakan kurs pada 30 Juni 2023 dari Bank Indonesia sebesar Rp15.026,-.
4) Terdapat jurnal eliminasi pada akun Liabilitas Jangka Panjang yaitu utang non-usaha pihak
berelasi atas peneriman penambahan fasilitas pinjaman berpua shareholder loan (amend
loan agreement) sebesar USD 40.000.000,00 atau setara dengan Rp 601.040,00 juta
dengan menggunakan kurs pada 30 Juni 2023 dari Bank Indonesia sebesar Rp15.026,-.
1.7 Pertimbangan Bisnis Yang Digunakan oleh Manajemen Terkait dengan Rencana Transaksi
Rencana Transaksi dilakukan dengan tujuan membantu pemenuhan kebutuhan biaya belanja
modal dan modal kerja SMM dengan pertimbangan SMM menghadapi kondisi global yang
menurun dan tidak memiliki standby facility dari bank, sehingga untuk dapat melaksanakan
7|Page 00117/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2023
Page 8
kegiatan operasionalnya dengan baik PAMA sebagai induk usaha SMM memberikan dukungan
pembiayaan modal kerja kepada SMM sebagai salah satu langkah untuk menjaga kebutuhan
arus kas SMM. Seiring dengan isu yang dihadapi SMM yaitu terganggunya proses pengiriman
batu bara, SMM memerlukan penambahan pinjaman dari PAMA.
Pertimbangan UNTR atas Rencana Transaksi tersebut adalah dengan dilaksanakannya Rencana
Transaksi akan membuat SMM dapat menjalankan kegiatan operasional secara komersial
kedepannya sehingga akan membukukan pendapatan dan laba yang akan berdampak positif
bagi UNTR secara konsolidasi.
1.8 Keterkaitan Rencana Transaksi Dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
Rencana Transaksi yang dilakukan terkait dengan POJK 42.
1.9 Ruang Lingkup Pendapat Kewajaran
Sehubungan dengan POJK 42, maka dalam penugasan laporan pendapat kewajaran atas
Rencana Transaksi, kami telah melakukan analisis melalui pendekatan dan prosedur penilaian
atas Rencana Transaksi yang mencakup hal sebagai berikut:
a. Melakukan analisis Rencana Transaksi.
b. Melakukan analisis Kualitatif dan Kuantitatif atas Rencana Transaksi.
c. Melakukan analisis atas Kewajaran Rencana Transaksi.
d. Melakukan analisis atas faktor lain yang relevan.
1.10 Sumber Data dan Informasi
a. Laporan Keuangan Konsolidasian limited review UNTR untuk periode yang berakhir pada
tanggal 30 Juni 2023 dengan angka perbandingan untuk periode yang berakhir pada 31
Desember 2022 yang telah direview oleh Kantor Akuntan Publik Tanudiredja, Wibisana, Rintis
& Rekan.
b. Laporan Keuangan Konsolidasian UNTR untuk periode yang berakhir pada tanggal 31
Desember 2022 dengan angka perbandingan untuk periode yang berakhir pada 31
Desember 2021 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Tanudiredja, Wibisana, Rintis
& Rekan dengan pendapat bawa laporan keuangan tersebut menyajikan secara wajar dalam
semua hal yang material.
c. Laporan Keuangan Konsolidasian UNTR untuk periode yang berakhir pada tanggal 31
Desember 2021 dengan angka perbandingan untuk periode yang berakhir pada 31
Desember 2020 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Tanudiredja, Wibisana, Rintis
& Rekan dengan pendapat bahwa laporan keuangan tersebut menyajikan secara wajar dalam
semua hal yang material.
d. Laporan Keuangan Konsolidasian UNTR untuk periode yang berakhir pada tanggal 31
Desember 2020 dengan angka perbandingan untuk periode yang berakhir pada 31
Desember 2019 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Tanudiredja, Wibisana, Rintis
& Rekan dengan pendapat bawa laporan keuangan tersebut menyajikan secara wajar dalam
semua hal yang material.
e. Laporan Keuangan Konsolidasian UNTR untuk periode yang berakhir pada tanggal 31
Desember 2019 dengan angka perbandingan untuk periode yang berakhir pada 31
8|Page 00117/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2023
Page 9
Desember 2018 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Tanudiredja, Wibisana, Rintis
& Rekan dengan pendapat bawa laporan keuangan tersebut menyajikan secara wajar dalam
semua hal yang material.
f. Laporan Keuangan Konsolidasian UNTR untuk periode yang berakhir pada tanggal 31
Desember 2018 dengan angka perbandingan untuk periode yang berakhir pada 31
Desember 2017 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Tanudiredja, Wibisana, Rintis
& Rekan dengan pendapat bawa laporan keuangan tersebut menyajikan secara wajar dalam
semua hal yang material.
g. Rencana bisnis UNTR sebelum dan setelah Rencana Transaksi untuk 5 (lima) tahun ke depan.
h. Profoma Laporan Keuangan Konsolidasian UNTR per 30 Juni 2023 (sebelum dan sesudah
transaksi) yang disiapkan oleh manajemen UNTR.
i. Rencana bisnis SMM setelah Rencana Transaksi untuk 5 (Lima) tahun ke depan.
j. Perjanjian Pinjaman antara PAMA dengan SMM tertanggal 23 Agustus 2021 dan Draft
Amandemen I atas Perjanjian Pinjaman.
k. Representation Letter No. 265/SMM-EXT/XII/2023 tertanggal 21 Desember 2023
l. Hasil wawancara dengan pihak PAMA, SMM, UNTR dan pihak lain yang kami anggap layak
dan relevan guna mengumpulkan dan menganalisis data dan informasi untuk keperluan
proses penilaian.
m. Data dan informasi pendukung lainnya dari pihak eksternal baik dari media cetak maupun
media elektronik mengenai kondisi pasar dan industri.
1.11 Metodologi Analisis Kewajaran Rencana Transaksi
Dalam menyusun laporan pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi ini, kami telah melakukan
analisis melalui pendekatan dan prosedur penilaian Rencana Transaksi yang mencakup hal–hal
sebagai berikut:
a. Analisis atas Rencana Transaksi,
b. Analisis Kualitatif dan Kuantitatif atas Rencana Transaksi,
c. Analisis Atas Kewajaran Nilai Rencana Transaksi.
d. Analisis atas faktor lain yang relevan.
1.12 Pernyataan Independensi Penilai
Dalam mempersiapkan laporan pendapat kewajaran ini, KJPP FDI&R bertindak secara
independen tanpa adanya benturan kepentingan, dan tidak terafiliasi dengan UNTR, PAMA dan
SMM ataupun pihak pihak lainnya yang terafiliasi dengan UNTR, PAMA maupun SMM. KJPP
FDI&R juga tidak memiliki kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan
ini. Laporan pendapat kewajaran ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau
merugikan pihak manapun. Imbalan yang kami terima sama sekali tidak dipengaruhi oleh opini
yang dihasilkan dari proses analisis kewajaran ini.
1.13 Distribusi Laporan Pendapat Kewajaran
Pendapat kewajaran ini diajukan untuk kepentingan UNTR dalam kaitannya dengan Rencana
Transaksi dan tidak untuk digunakan oleh pihak lain dan kepentingan lain.
9|Page 00117/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2023
Page 10
1.14 Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Event)
Tidak terdapat peristiwa yang signifikan terjadi yang dapat mempengaruhi laporan penilaian dari
tanggal penilaian sampai dengan tanggal laporan.
10 | P a g e 00117/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2023
Page 11
BAB II
ANALISIS ATAS RENCANA TRANSAKSI
2.1. Latar Belakang Rencana Transaksi
SMM merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan khususnya tambang batu
bara. Lokasi tambang batu bara SMM berada di Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah.
Adapun 80% saham SMM dimiliki oleh PT Tuah Turangga Agung (TTA), suatu perusahaan
perdagangan batu bara di Indonesia yang berada di bawah kepemilikan saham dari PAMA dan
UNTR, dan 20% saham SMM dimiliki oleh ICRA SMM Pty., Ltd yang merupakan perusahaan
berdomisili di Australia.
Pada kondisi ekonomi yang lemah dan adanya potensi terjadinya resesi, SMM juga mengalami
isu surutnya Sungai Barito yang menyebabkan pendangkalan sehingga kapal pengangkut batu
bara tidak bisa lewat. Kondisi ini mengakibatkan terganggunya proses pengiriman batu bara.
Selain itu produksi batu bara juga mengalami perlambatan. Sehingga untuk mengantisipasi hal
tersebut, PAMA sebagai induk usaha SMM berencana untuk memberikan dukungan pembiayaan
modal kerja kepada SMM sebagai salah satu langkah untuk menjaga kebutuhan arus kas SMM.
Transaksi shareholderloan (amend loan agreement) antara SMM selaku pihak yang menerima
pembiayaan dan PAMA selaku pihak yang memberikan jasa pembiayaan dilakukan untuk
mendukung pembiayaan modal kerja SMM jika dibutuhkan.
2.2. Maksud dan Tujuan Rencana Transaksi
Maksud dan tujuan Rencana Transaksi adalah pemberian pinjaman oleh PAMA kepada SMM
untuk mendukung pembiayaan modal kerja SMM jika dibutuhkan.
2.3. Obyek Rencana Transaksi
Berdasarkan Perjanjian Pinjaman antara PAMA dan SMM, yang mencakup Draft Amendment I,
total Fasilitas Pinjaman yang diberikan PAMA kepada SMM adalah sebesar USD 40.000.000,-
(Empat Puluh Juta Dolar Amerika Serikat). Atas dasar hal tersebut di atas, maka obyek Rencana
Transaksi dalam hal ini adalah pinjaman sebesar USD 40.000.000,- atau setara dengan
Rp 601.040 juta (kurs : Rp 15.026,-) dari PAMA kepada SMM.
2.4. Identifikasi Pihak-Pihak Yang Bertransaksi
Pihak-pihak yang bertransaksi dalam Rencana Transaksi adalah PAMA, selaku pemberi pinjaman,
SMM, selaku penerima pinjaman dan UNTR, selaku perusahaan public yang laporan
keuangannya terdampak secara konsolidasi atas Rencana Transaksi.
a. PT United Tractors (”UNTR”)
Riwayat Singkat
PT United Tractors Tbk (“Perseroan” atau “UNTR”) didirikan di Indonesia pada tanggal 13
Oktober 1972 dengan nama PT Inter Astra Motor Works, Perseroan dikendalikan oleh induk
perusahaannya PT Astra International Tbk, berdasarkan Akta Pendirian No. 69, dihadapan
11 | P a g e 00117/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2023
Page 12
Djojo Muljadi, S.H. Akta Pendirian tersebut disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik
Indonesia dalam Surat Keputusan No. Y.A.5/34/8 tanggal 6 Februari 1973 dan diumumkan
dalam Lembaran Berita Negara No. 31, Tambahan No. 281 tanggal 17 April 1973.
Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Perubahan
Anggaran Dasar terakhir terkait dengan perubahan maksud dan tujuan serta kegiatan
usaha Perseroan sebagaimana dituangkan dalam Akta No. 79 tanggal 8 April 2022
yang dibuat dihadapan Jose Dima Satria, S.H., M.Kn., notaris di Jakarta, yang
telah mendapat pemberitahuan penerimaan pemberitahuan perubahan anggaran dasar
dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sesuai dengan suratnya
tanggal 19 April 2022 No. AHU-0028206.AH.01.02.
Susunan Kepemilikan Saham
Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian per 30 Juni 2023 susunan pemegang saham
adalah sebagai berikut:
Tabel 2.1 Susunan Pemegang Saham UNTR
Keterangan Jumlah Saham (%) Nominal (Rp)
PT Astra International Tbk 2.219.317.358 59,50% 554.829.000.000
Iwan Hadiantoro 116.400 0,00% 29.000.000
Edhie Sarwono 14.100 0,00% 4.000.000
Loudy Irwanto Ellias 14.015 0,00% 4.000.000
Widjaja Kartika 2.000 0,00% 1.000.000
Masyarakat selain Direksi
(masing-masing kepemilikan 1.412.345.263 37,86% 353.085.000.000
dibawah 5%)
Saham Tresuri 98.326.000 2,64% 24.582.000.000
Jumlah 3.730.135.136 100,00% 932.534.000.000
Sumber: Laporan Keuangan Perseroan
Susunan Dewan Komisaris dan Direksi UNTR
Bersadarkan laporan keuangan konsolidasian periode 30 Juni 2023 yang telah di review oleh
Kantor Akuntan Publik Tanudiredja, Wibisana, Rintis, & Rekan, susunan Dewan Komisaris dan
Direksi UNTR adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris:
Presiden Komisaris : Djony Bunarto Tjondro
Wakil Presiden Komisaris : Gidion Hasan
Komisaris : Djoko Pranoto Santoso
Benjamin Herrenden Birks
Komisaris Independen : Paulus Bambang Widjanarko
Nanan Soekarna
12 | P a g e 00117/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2023
Page 13
Direksi
Presiden Direktur : Franciscus Xaverius Laksana Kesuma
Direktur : Loudy Irwanto Ellias
Iwan Hadiantoro
Idot Supriadi
Edhie Sarwono
Widjaja Kartika
Pada saat laporan ini dikeluarkan tidak terdapat perubahan pada susunan pemegang saham
serta susunan Dewan Komisaris dan Direksi UNTR.
Kegiatan Usaha
Ruang lingkup kegiatan utama Perseroan dan entitas anak (bersama-sama disebut “Grup”)
meliputi penjualan dan penyewaan alat berat (“mesin konstruksi”) beserta pelayanan purna
jual; penambangan dan kontraktor penambangan; rekayasa, perencanaan, perakitan, dan
pembuatan komponen mesin, alat, peralatan, dan alat berat; pembuatan kapal serta jasa
perbaikannya; penyewaan kapal dan angkutan pelayaran; industri konstruksi; pembangkit
listrik; dan industri perikanan. Perseroan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1973.
Perseroan berkedudukan di Jakarta, Indonesia.
b. PT Pamapersada Nusantara (”PAMA”)
Riwayat Singkat
PAMA didirikan berdasarkan Akta No. 74 dibuat di hadapan Rukmasanti Hardjasatya, Notaris
di Jakarta, tertanggal 26 Agustus 1988. Akta tersebut disahkan oleh Menteri Kehakiman
Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. C2-4876.HT.01.01.TH’89 tanggal 1 Juni
1989 dan diumumkan dalam Lembaran Berita Negara No. 77 tanggal 26 September 1989,
Tambahan No. 2099.
Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa perubahan dari waktu ke waktu.
Perubahan terakhir berdasarkan pada Akta Notaris No. 29 tertanggal 10 April 2023 oleh Jose
Dima Satria, S.H, M.Kn., notaris di Jakarta terkait dengan penunjukan kembali Dewan
Komisaris dan Direksi Perusahaan. Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
telah menerima dan mencatat perubahan tersebut berdasarkan Surat Keputusan No. AHU-
AHU-AH.01.09-0108148 tanggal 10 April 2023.
Susunan Kepemilikan Saham
Berdasarkan laporan keuangan konsolidasion 31 Desember 2022, susunan pemegang saham
adalah sebagai berikut:
Tabel 2.2 Susunan Pemegang Saham PAMA
Keterangan Jumlah Saham Nominal (Rp) (%)
PT United Tractors Tbk 10.114.950.800 5.057.475.400.000 99,9995%
PT United Tractors Pandu
49.200 24.600.000 0,0005%
Engineering
13 | P a g e 00117/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2023
Page 14
Keterangan Jumlah Saham Nominal (Rp) (%)
Jumlah 10.115.000.000 5.057.500.000.000 100%
Sumber: Laporan keuangan PAMA
Susunan Dewan Komisaris dan Direksi PAMA
Berdasarkan akta No. 29 tanggal 10 April 2023 dari Notaris Jose Dima Satria S.H., M.Kn
terdapat perubahan susunan Dewan Komisaris dan Direksi PAMA adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris:
Presiden Komisaris : Djony Bunarto Tjondro
Komisaris : Franciscus Xaverius Laksana Kesuma
Chiew Sin Cheok
Direksi
Presiden Direktur : Hendra Hutahean
Direktur : Chinthya Theresa Am
Ari Sutrisno
Warsito Subagio Surjaatmadja
Roberto Dwi Handoko
Pada saat laporan ini dikeluarkan tidak terdapat perubahan pada susunan pemegang saham
serta susunan Dewan Komisaris dan Direksi PAMA.
Kegiatan Usaha
PAMA dan entitas anak (bersama-sama disebut “Grup”) bergerak di kontraktor pertambangan
batu bara dan batu kapur, pertambangan batu bara di area konsesi pertambangan milik
sendiri, perdagangan batu bara, perawatan jalan, pengoperasian pelabuhan, penyewaan
peralatan berat, penjualan peralatan berat terpakai, dan pembangkit listrik.
c. PT Suprabari Mapanindo Mineral (“SMM”)
Riwayat Singkat
SMM didirikan pada tahun 1991 berdasarkan Akta Pendirian No. 51 tertanggal 13 Juni 1991
yang dibuat di hadapan Agus Madjid, S.H., Notaris di Jakarta dan telah memperoleh
pengesahan sebagai badan hukum berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kehakiman RI No.
C2-5778 HT.01.01. Th. 97 tertanggal 30 Juni 1997.
Anggaran Dasar SMM telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan Akta
Notaris Jose Dima Satria, S.H., M. Kn., No. 114 tanggal 18 April 2023, mengenai perubahan
Direksi dan Komisaris. Akta tersebut telah mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak
Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. AHU-AH.01.09-0112865
tanggal 27 April 2023.
14 | P a g e 00117/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2023
Page 15
Struktur Permodalan dan Kepemilikan Saham SMM
Berdasarkan informasi berupa company profile yang diberikan oleh SMM, berikut merupakan
struktur permodalan dan kepemilikan saham SMM:
Tabel 2.3 Susunan Pemegang Saham SMM
Nominal
Keterangan Jumlah Saham (%)
(Rp)
PT Tuah Turangga Agung 10.465.800 104.658.000.000 80%
ICRA SMM Pty., Ltd 2.616.450 26.164.500.000 20%
Jumlah 13.082.250 130.822.500.000 100,00%
Sumber: Manajemen SMM
Susunan Pengurus SMM
Berdasarkan pernyataan keputusan rapat umum pemegang saham tahunan SMM No.114 per
tanggal 18 April 2023 dari Notaris Jose Dima Satria, S.H., M.Kn. terdapat perubahan susunan
dewan komisaris dan direksi SMM. Sehingga susunan Dewan Komisaris dan Direksi SMM
adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris:
Presiden Komisaris : Franciscus Xaverius Laksana Kesuma
Komisaris : Hendra Hutahean
Chinthya Theresa Am
Noriyuki Nishikata
Direksi:
Presiden Direktur : Arianto Sasono
Direktur : Tony Susanto Halim
Ignatius Stanley Hendarto
Grindo Nugroho
Kotaro Fujisawa
Pada saat laporan ini dikeluarkan tidak terdapat perubahan pada susunan pemegang saham
serta susunan Dewan Komisaris dan Direksi SMM.
Kegiatan Usaha
Ruang lingkup kegiatan usaha yang dilakukan oleh SMM adalah menjalankan usaha
pertambangan batu bara.
2.5. Hubungan Pihak-Pihak Yang Bertransaksi
Hubungan pihak-pihak bertransaksi, berdasarkan kepemilikan saham dan kepengurusan saham,
dapat disampaikan sebagai berikut:
15 | P a g e 00117/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2023
Page 16
• Berdasarkan susunan Direksi dan Dewan Komisaris UNTR, PAMA dan SMM terdapat kesamaan
manajemen pada UNTR, PAMA dan SMM pada periode 30 Juni 2023, yaitu:
1. Frans Kesuma diketahui menjabat sebagai Komisaris Utama di SMM, Komisaris di PAMA
dan Presiden Direktur di UNTR
• Hubungan afiliasi dari segi kepemilikan saham
Sumber: Manajemen SMM
• Materialitas Nilai Rencana Transaksi
Berdasarkan Perjanjian Pinjaman antara PAMA dan SMM, yang mencakup Draft Amendment
I, total fasilitas pinjaman yang diberikan PAMA kepada SMM adalah sebesar USD
40.000.000,00 (Empat Puluh Juta Dolar Amerika Serikat). Atas dasar hal tersebut di atas, maka
obyek Rencana Transaksi dalam hal ini adalah pinjaman sebesar USD 40.000.000,- dari
PAMA kepada SMM.
Materialitas Nilai Rencana Transaksi dilakukan dengan membandingkan nilai Rencana
Transaksi dengan ekuitas UNTR periode 30 Juni 2023.
Tabel 2.4 Nilai Rencana Transaksi berbanding Ekuitas UNTR (Juta Rupiah)
Total Nilai Rencana Ekuitas Perseroan Per 30
Keterangan %
Transaksi Juni 2023
Rencana Transaksi 601.040 75.821.227 0,79%
Berdasarkan Laporan Keuangan Konsolidasian UNTR per 30 Juni 2023 yang telah diaudit oleh
Kantor Akuntan Publik Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan, ekuitas UNTR tercatat sebesar
Rp 75.821.227 juta dan nilai transaksi sebesar Rp 601.040 juta (kurs: Rp 15.026) maka
16 | P a g e 00117/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2023
Page 17
Rencana Transaksi sebesar 0,79% dari ekuitas Perseroaan dengan demikian bukan merupakan
transaksi material sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik
Indonesia Nomor 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan
Usaha (“POJK 17”).
2.6. Perjanjian dan Persyaratan yang Disepakati dalam Rencana Transaksi
PAMA (“Pemberi Pinjaman”) dan SMM (“Penerima Pinjaman”), dimana keduanya disebut sebagai
“Para Pihak”, telah membuat dan menandatangani perjanjian pinjaman tertanggal 23 Agustus
2021, dimana Pemberi Pinjaman setuju untuk menyediakan kepada Penerima Pinjaman, fasilitas
pembiayaan sejumlah USD 40.000.000,00 (Empat Puluh Juta Dolar Amerika Serikat). Perjanjian
pinjaman tersebut dituangkan dalam dokumen Perjanjian Pinjaman tertanggal 23 Agustus 2021
dan draft Amandemen I, dengan perjanjian dan persyaratan yang disepakati sebagai berikut:
1. Para pihak setuju untuk menetapkan Margin senilai 2,00% per tahun
2. SMM dapat mempergunakan Pinjaman selama Periode Pinjaman dan dapat diperpanjang
sesuai kesepakatan para pihak.
3. SMM dapat meminjam kembali Sebagian atau seluruh pinjaman yang telah dibayarkan atau
dibayarkan kembali secara dipercepat selama Priode Pinjaman.
4. SMM setuju untuk membayar bunga harian atas pinjaman tertagih sampai seluruh Pinjaman
telah dibayar penuh dengan Suku Bunga Pinjaman.
5. Waktu berlakunya fasilitas 5 tahun setelah tanggal perjanjian.
6. Bunga dari pinjaman sebesar Term Secured Overnight Financing Rate (SOFR) + Margin
berdasarkan draft Amandemen I
7. PAMA dapat mengalihkan sebagian atau seluruh haknya berdasarkan draft perjanjian.
17 | P a g e 00117/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2023
Page 18
BAB III
ANALISIS TENTANG KEWAJARAN TRANSAKSI
3.1. Pendekatan dan Metode Analisis Yang Digunakan
Dalam menilai kewajaran Rencana Transaksi, kami menggunakan metodologi analisis sebagai
berikut:
a. Analisis atas Rencana transaksi pembelian saham.
b. Analisis kualitatif dan kuantitatif atas Rencana transaksi pembelian saham.
c. Analisis kewajaran Rencana Transaksi pembelian saham.
d. Alalisis atas faktor lain yang relevan.
3.2. Analisis atas Rencana Transaksi
a. Latar belakang Rencana Transaksi
SMM merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan khususnya tambang
batu bara. Lokasi tambang batu bara SMM berada di Kabupaten Barito Utara, Kalimantan
Tengah. Adapun 80% saham SMM dimiliki oleh PT Tuah Turangga Agung (TTA), suatu
perusahaan perdagangan batu bara di Indonesia yang berada di bawah kepemilikan saham
dari PAMA dan UNTR, dan 20% saham SMM dimiliki oleh ICRA SMM Pty., Ltd yang merupakan
perusahaan berdomisili di Australia.
Pada kondisi ekonomi yang lemah dan adanya potensi terjadinya resesi, SMM juga mengalami
isu surutnya Sungai Barito yang menyebabkan pendangkalan sehingga kapal pengangkut batu
bara tidak bisa lewat. Kondisi ini mengakibatkan terganggunya proses pengiriman batu bara.
Selain itu produksi batu bara juga mengalami perlambatan. Sehingga untuk mengantisipasi
hal tersebut, PAMA sebagai induk usaha SMM berencana untuk memberikan dukungan
pembiayaan modal kerja kepada SMM sebagai salah satu langkah untuk menjaga kebutuhan
arus kas SMM.
Transaksi shareholder loan (amend loan agreement) antara SMM selaku pihak yang menerima
pembiayaan dan PAMA selaku pihak yang memberikan jasa pembiayaan dilakukan untuk
mendukung pembiayaan modal kerja SMM jika dibutuhkan.
b. Analisis Manfaat dan Risiko Rencana Transaksi
1. Analisis Manfaat Rencana Transaksi
Melalui transaksi pemberian pinjaman untuk mendukung pembiayaan modal kerja tersebut,
SMM dapat tetap berproduksi dan melaksanakan kegiatan operasionalnya, sehingga hal
ini juga akan memberikan citra yang baik di mata investor dan masyarakat, bahwa
ditengah-tengah kondisi ekonomi global yang masih lesu, Perseroan dan grup tetap dapat
mempertahankan pangsa pasar, produktivitas dan juga memenuhi kebutuhan
pelanggannya dengan baik, yang dapat berpengaruh terhadap harga saham Perseroan.
2. Analisis Risiko Rencana Transaksi
• Risiko gagal bayar: Risiko ini berkaitan dengan permasalahan kemampuan SMM dalam
memenuhi kewajiban atas pelunasan pinjaman yang berpengaruh terhadap income
PAMA yang juga akan mengurangi porsi dividen yang akan diterima Perseroan.
18 | P a g e 00117/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2023
Page 19
• Risiko tidak tercapainya proyeksi keuangan: Risiko ini berkaitan terhadap pencapaian
kinerja keuangan SMM.
3.3. Analisis Kualitatif Atas Rencana Transaksi
Analisis kualitatif atas Rencana Transaksi dilakukan dengan melihat kondisi perekonomian dan
tinjauan terhadap kinerja industri bidang usaha yang dijalankan serta melihat potensi atau
prospek usaha kedepannya.
a. Tinjauan Ekonomi Makro Indonesia
Pertumbuhan Ekonomi
Pertumbuhan ekonomi global diprakirakan sebesar 2,7% (yoy) dengan risiko perlambatan
terutama di Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok. Di AS, tekanan inflasi masih tinggi disebabkan
keketatan pasar tenaga kerja, di tengah kondisi ekonomi yang cukup baik dan tekanan
stabilitas sistem keuangan (SSK) yang mereda. Kebijakan moneter juga masih ketat di Eropa,
sedangkan di Jepang dan di Tioingkok masih longgar. Pemulihan ekonomi di negara
berkembang lain, seperti India, tetap kuat didorong oleh permintaan domestik dan ekspor jasa.
Kondisi ekonomi di negara maju dan berkembang tersebut mendorong nilai tukar dolar AS
cenderung melemah terhadap mata uang negara maju, tetapi menguat terhadap mata uang
negara berkembang. Perkembangan tersebut memerlukan penguatan respons kebijakan untuk
memitigasi risiko rambatan terhadap ketahanan eksternal di negara berkembang, termasuk
Indonesia.
Pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik didukung oleh permintaan domestik dan positifnya
kinerja ekspor. Kenaikan konsumsi rumah tangga berlanjut didorong oleh terus naiknya
mobilitas, membaiknya ekspektasi pendapatan, dan terkendalinya inflasi. Investasi juga tetap
kuat terutama investasi nonbangunan sejalan dengan kinerja ekspor dan pariwisata yang
positif. Perbaikan ekonomi Indonesia dikonfirmasi oleh hasil survei Bank Indonesia tentang
keyakinan konsumen yang meningkat dan penjualan eceran yang tumbuh positif, serta
indikator dini Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur yang masih berada di zona
ekspansi. Ke depan, pertumbuhan ekonomi 2023 diprakirakan tetap berada dalam kisaran
proyeksi Bank Indonesia pada 4,5-5,3%. Bank Indonesia akan terus memperkuat sinergitas
stimulus fiskal Pemerintah dengan stimulus makroprudensial Bank Indonesia untuk mendorong
pertumbuhan ekonomi, khususnya dari sisi permintaan.
Kondisi ekonomi Indonesia pada triwulan I-2023 terhadap triwulan I-2022 (y-on-y) tumbuh
5,03 persen. Pertumbuhan didukung oleh semua komponen pengeluaran. Komponen
pengeluaran yang mengalami pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Komponen Ekspor Barang
dan Jasa sebesar 11,68 persen, diikuti Komponen Pengeluaran Konsumsi LNPRT (PK-LNPRT)
sebesar 6,17 persen, Komponen Pengeluaran Konsumsi Rumah tangga (PK-RT) sebesar 4,54
persen, Komponen PK-P sebesar 3,99 persen, dan Komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto
(PMTB) sebesar 2,11 persen. Komponen Impor Barang dan Jasa (yang merupakan faktor
pengurang dalam PDB menurut pengeluaran) juga tumbuh sebesar 2,77 persen.
19 | P a g e 00117/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2023
Page 20
Tabel 3-1 Laju Pertumbuhan dan Sumber Pertumbuhan PDB Menurut Pengeluaran (%,yoy)
Sumber: Badan Pusat Statistik (BPS)
Inflasi
Inflasi IHK pada bulan Mei 2023 tercatat 4,00% (yoy) atau berada di batas atas sasaran
3,0±1%. Penurunan inflasi terjadi di semua kelompok. Inflasi inti Mei 2023 tercatat 2,66%
(yoy), lebih rendah dibandingkan dengan inflasi pada bulan sebelumnya sebesar 2,83% (yoy)
sejalan dengan berakhirnya periode HBKN Idulfitri, menurunnya harga komoditas global, dan
rendahnya ekspektasi inflasi. Inflasi kelompok volatile food tercatat 3,28% (yoy), lebih rendah
dibandingkan dengan inflasi bulan sebelumnya yang sebesar 3,74% (yoy). Inflasi kelompok
administered prices juga menurun dari 10,32% (yoy) menjadi 9,52% (yoy). Menurunnya inflasi
ke dalam sasaran sebagai hasil positif dari konsistensi kebijakan moneter serta eratnya sinergi
pengendalian inflasi antara BI dan Pemerintah (Pusat dan Daerah) dalam TPIP dan TPID melalui
penguatan GNPIP di berbagai daerah. Ke depan, Bank Indonesia meyakini inflasi tetap
terkendali di dalam sasaran 3,0±1% pada sisa tahun 2023.
Grafik 3.1 Tingkat Inflasi (% yoy)
Sumber: Bank Indonesia
20 | P a g e 00117/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2023
Page 21
Nilai Tukar Rupiah
Ketidakpastian pasar keuangan global menyebabkan nilai tukar Rupiah pada Juni 2023
(sampai dengan 21 Juni 2023) secara rerata sedikit melemah sebesar 0,56% dibandingkan
dengan rerata kurs Mei 2023. Namun demikian, Rupiah secara point-to-point, baik
dibandingkan dengan akhir Mei 2023 maupun akhir tahun 2022, menguat masing-masing
sebesar 0,30% dan 4,17%. Dengan perkembangan tersebut, penguatan Rupiah dibandingkan
dengan level akhir tahun 2022 lebih baik dari apresiasi Rupee India dan Peso Filipina masing-
masing sebesar 0,85% dan 0,15% sedangkan Thai Baht mencatat depresiasi 0,70%. Ke depan,
Bank Indonesia memprakirakan apresiasi nilai tukar Rupiah berlanjut ditopang oleh surplus
transaksi berjalan dan aliran masuk modal asing seiring prospek pertumbuhan ekonomi yang
kuat, inflasi yang rendah, serta imbal hasil aset keuangan domestik yang menarik.
Bank Indonesia terus memperkuat kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah khususnya melalui
triple intervention dan twist operation untuk mengendalikan inflasi barang impor (imported
inflation) dan memitigasi risiko rambatan ketidakpastian pasar keuangan global. Operasi
moneter valas terus diperkuat, termasuk optimalisasi TD Valas DHE serta penambahan
frekuensi dan tenor lelang TD Valas jangka pendek.
Grafik 3.2 Rupiah vs Negara Kawasan
Sumber: Bank Indonesia
Suku Bunga
Rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) tercatat tinggi, yakni 27,52%
pada Mei 2023, sejalan dengan stance kebijakan likuiditas longgar Bank Indonesia. Likuiditas
perekonomian juga memadai tecermin pada uang beredar dalam arti sempit (M1) dan luas
(M2) bulan Mei 2023 yang masing-masing tumbuh sebesar 3,4% (yoy) dan 6,1% (yoy). Kondisi
likuiditas yang terjaga dan kuat tersebut turut memengaruhi perkembangan suku bunga yang
kondusif terhadap permintaan kredit/pembiayaan. Di pasar uang, suku bunga IndONIA cukup
rendah yakni 5,62% pada 21 Juni 2023. Imbal hasil SBN tenor jangka pendek tercatat 5,80%,
sedangkan imbal hasil SBN tenor jangka panjang tercatat 6,29% pada tanggal yang sama.
Sementara itu, suku bunga deposito 1 bulan dan suku bunga kredit pada Mei
2023 juga rendah masing-masing sebesar 4,13% dan 9,37%. Bank Indonesia terus
memastikan kecukupan likuiditas untuk mendorong berlanjutnya peningkatan
kredit/pembiayaan guna mengakselerasi pemulihan ekonomi nasional.
21 | P a g e 00117/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2023
Page 22
Grafik 3.3 Suku Bunga Perbankan
Sumber: Bank Indonesia
b. Tinjauan Industri di Indonesia
Industri Batu Bara
Kementerian ESDM menyebutkan, batu bara masih mendominasi bauran energi primer
pembangkit listrik di Indonesia. Persentasenya tercatat sebesar 67,21% pada 2022. Pada tahun
2022 Kementerian ESDM mencatat, produksi batu bara dalam negeri mencapai 687 juta ton
pada 2022. Jumlah tersebut meningkat 11,9% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar
614 juta ton. Jumlah itu juga telah mencapai 104% dari target produksi batu bara Indonesia
pada 2022.
Dari subsektor mineral dan batu bara (minerba), kebutuhan batu bara diutamakan untuk
pemenuhan kepentingan dalam negeri. Produksi batu bara yang dimanfaatkan untuk
kebutuhan domestic terdapat sebanyak 193 juta ton tahun 2022, angka tersebut mengalami
peningkatan 45,1% (yoy). Sementara, jumlah batu bara yang diekspor mencapai 494 juta ton
yaitu mengalami kenaikan 13,6% dibandingkan tahun 2021 yang sebesar 435 juta ton.
Grafik 3.4 Grafik 6. Produksi Batu Bara di Indonesia
Ekspor DMO Dalam Negeri
800
700
193 177
600
138
500 115 132 133
518
JUTA TON
478 494
400 87 91 97 443 432 435
300 375 365 364
200
100
0
2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023*
Sumber: Kementerian ESDM
22 | P a g e 00117/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2023
Page 23
Melalui Data Kementerian ESDM yang termuat dalam Minerba One Data Indonesia (MODI)
per 27 Juni 2023, produksi real time mencapai 342,5 juta ton atau setara 49,32% dari target
yang ditetapkan pemerintah. Sampai dengan bulan Juni 2023, jumlah ekspor batu bara sudah
mencapai 108,8 juta ton. Sementara untuk realisasi domestik mencapai 77,45 juta ton. Dalam
pemenuhan produksi batu bara nasional faktor cuaca masih menjadi tantangan.
Grafik 3.5 Produksi dan Ekspor Batu Bara di Indonesia per Juni 2023
Realisasi Produksi Realisasi Domestik Realisasi Ekspor
342,5
77,45
108,8
0 50 100 150 200 250 300 350 400
Sumber: IDX, Kementrian ESDM
Industri Konstruksi
Menurut data BPS, jumlah perusahaan konstruksi di Indonesia sebanyak 190.667 unit hingga
pertengahan tahun 2023. Melihat trennya, perusahaan konstruksi di Indonesia cenderung
menunjukkan peningkatan. Perusahaan konstruksi mencatatkan rekor tertingginya sebanyak
203.403 unit pada tahun 2021 lalu. Namun, jumlah perusahaan konsruksi kembali turun pada
tahun dua tahun berikutnya. Hal itu terjadi karena banyak proyek-proyek infrastruktur belum
dapat beroperasi secara maksimal.
Grafik 3.6 Grafik 7. Jumlah Perusahaan Konstruksi di Indonesia 2012-2022
220.000 203.403
197.030
200.000
180.000 168.868
155.833 160.576 159.308
160.000 142.852
130.615 131.080 129.819 134.029
140.000
120.000
Unit
100.000
80.000
60.000
40.000
20.000
0
2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022
Sumber: Badan Pusat Statistik (BPS)
23 | P a g e 00117/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2023
Page 24
Ditinjau dari Kualifikasi Usahanya, perusahaan konstruksi Indonesia mayoritas berkualifikasi
Kecil yaitu sebesar 75.34% dengan jumlah 143.659 perusahaan dan kualifikasi Menengah
sebesar 13.74% dengan jumlah 26.193 perusahaan. Sedangkan yang paling sedikit adalah
Perusahan Besar ada sebanyak 1.942 perusahaan.
Berdasarkan wilayahnya, sebanyak 23.624 perusahaan konstruksi terletak di Jawa Timur
hingga pertengahan tahun 2023. Jawa Tengah menyusul di urutan kedua dengan 16.092
perusahaan konstruksi. Di Jakarta dan di Jawa Barat terdapat masing – masing 14.190 dan
12.689 perusahaan konstruksi. Sementara, Gorontalo menjadi provinsi dengan perusahaan
konstruksi paling sedikit, yaitu 661 unit. Di atasnya ada Bangka Belitung dan Sulawesi Barat
berturut-turut sebanyak 894 unit dan 1.145 unit.
Sejak pemberlakuan PSBB, sektor konstruksi mengalami kontraksi cukup dalam, salah satunya
terbatasnya distribusi material. Sebagian besar pelaksana proyek konstruksi menunda
aktivitasnya meskipun ada yang terus melanjutkan proyek yang sedang dikerjakan karena
kebutuhan perusahaan menjaga arus kas dan menjaga komitmen kepada pemilik proyek
dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Selain itu, pandemi telah memicu
pemotongan yang tajam dalam belanja infrastruktur pemerintah dan meningkatkan
kemungkinan keterlambatan yang signifikan atas proyek-proyek infrastruktur dalam Rencana
Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024.
Industri Emas
Produksi Emas Indonesia dilaporkan sebesar 70.000.000 kg pada 2022. Rekor ini
menunjukkan peninkatan senilai 6,06% dibandingkan periode sebelumnya yaitu 66.000.000
kg untuk 2021.
Grafik 3.7 Grafik 8. Produksi emas Indonesia
140.000.000
120.000.000
100.000.000
dalam Ribuan
80.000.000
60.000.000
40.000.000
20.000.000
-
2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022
NN: USGS: Mine Production: Indonesia 77.722 69.291 59.804 69.023 92.171 80.868 101.00 132.73 108.97 86.000 66.000 70.000
Sumber: CEICDATA.com
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat, Indonesia memiliki tambang
emas seluas 1.181.071,52 hektare (ha). Tambang tersebut tersebar di 25 provinsi. Papua
memiliki tambang emas terbesar di Indonesia dengan luas mencapai 229.893,75 ha.
Tambang emas tersebut tersebar di enam kabupaten, yakni Pegunungan Bintang, Keerom,
Nabire, Dogiyai, Mimika dan Paniai. Setelahnya ada Sumatera Utara dengan tambang emas
seluas 196.452,00 ha. Kemudian, tambang emas yang berada di Sulawesi Utara sebesar
133.357,51 ha. Jawa Timur juga memiliki tambang emas seluas 24.369,87 ha. Kemudian
24 | P a g e 00117/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2023
Page 25
emas di Jawa Barat seluas 10.560,00 ha. Sementara, luas tambang emas paling kecil berada
di Sulawesi Tenggara sebesar 1.210,00 ha. Posisinya diikuti Sumatera Barat dan Kalimantan
Utara secara berturut-turut seluas 1.985,00 ha dan 7.941,67 ha.
Menurut situs ‘Paper Gold of China’, jumlah perdagangan pada bursa pertukaran emas
terbesar di dunia, Exchange Traded Fund (ETF), terhitung tanggal 6 Mei adalah 931,77 ton,
dengan peningkatan sebesar 1,74 ton dibandingkan dengan hari sebelumnya, dan
tercatat peningkatan bersih sebesar 5,49 ton.
Industri Tenaga Listrik
Pertumbuhan ekonomi, pertumbuhan jumlah penduduk dan pengembangan infrastruktur yang
memicu tumbuhnya kawasan industri, kawasan bisnis dan permukiman baru membuat
kebutuhan tenaga listrik terus meningkat dari tahun ke tahun. Data Kementrian Energi dan
Sumber Daya Mineral (ESDM) menunjukkan konsumsi energi listrik di Indonesia mencapai
183,41 juta barel setara minyak (BOE) pada 2022. Jumlah tersebut meningkat 7,92%
dibandingkan pada tahun sebelumnya yang sebesar 169,95 juta BOE.
Grafik 3.8 Konsumsi Listrik di Indonesia
200
183,41
180 169,95
160,62 159,72
154,05
160
132,41 136,78
Juta Barrel Ekuivalen (BOE)
140
121,74 124,34
114,96
120 106,66
100
80
60
40
20
0
2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022
Sumber: Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat konsumsi energi listrik di
Indonesia mencapai 183,41 juta barel setara minyak (BOE) pada 2022. Jumlah tersebut
meningkat 7,92% dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang sebesar 169,95 juta BOE.
Ditinjau dari penggunannya, konsumsi energi listrik untuk rumah tangga menjadi yang terbesar
di Indonesia sepanjang tahun lalu, yakni 71,36 juta BOE. Diikuti oleh konsumsi energi listrik
untuk sektor industri sebanyak 69,62 juta BOE. Selanjutnya, penggunaan energi listrik untuk
komersial tercatat sebesar 42,23 juta BOE. Adapun, konsumsi listrik untuk transportasi menjadi
yang paling rendah lantaran hanya sebesar 211.000 BOE.
Salah satu upaya Pemerintah untuk mendorong tingkat penyerapan pasokan listrik adalah
menarik investasi masuk ke Indonesia. Pemerintah melakukan berbagai upaya untuk
meningkatkan daya tarik Investasi. Upaya tersebut di antaranya memperbaiki ekosistem
investasi dengan mereformasi berbagai regulasi terkait perizinan, menyediakan beragam
25 | P a g e 00117/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2023
Page 26
fasilitas fiskal, serta membangun berbagai kawasan industri atau ekonomi. Selain kemudahan
perizinan dan birokrasi, faktor ketersediaan pasokan listrik juga merupakan faktor yang
menjadi indikator kemudahan berbisnis.
Proyeksi Perekonomian Global dan Domestik
Ekonomi Indonesia tahun 2023 melanjutkan akselearasi dengan pertumbuhan sebesar 5,17%
(yoy) didorong oleh peningkatan mobilitas dan daya beli masyarakat seiring masa bulan
Ramadhan, banyaknnya libur HBKN serta masa libur panjang sekolah. Sedangkan PDB
triwulan II tahun 2023 tumbuh sebesar 5,2% (yoy). Pada tahun 2022, laju pemulihan
perekonomian terjadi sangat kuat, hal ini dapat menjadi pijakan yang kokoh bagi
perekonomian nasional untuk menghadapi tantangan jangka pendek, sekaligus untuk
melanjutkan agenda pembangunan jangka menengah-panjang. Pemerintah optimis bahwa
pertumbuhan ekonomi di tahun 2023 masih akan tetap kuat meskipun dihadapkan pada
prospek melambatnya perekonomian global.
Proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang dilakukan oleh berbagai lembaga dunia
mengalami perbaikan terhadap proyeksi sebelumnya ditengah realisasi pertumbuhan ekonomi
Tiongkok yang berada dibawah ekspektasi serta pertumbuhan global yang masih tertekan.
Ekonomi Indonesia perlu tumbuh sebesar 5,5 persen (YoY) pada semester II tahun 2023 untuk
mencapai target RKP 2023. Dengan mempertimbangkan kinerja tersebut dan risiko kebawah
yang berasal dari kondisi perekonomian global, pertumbuhan ekonomi Indonesia diprakirakan
turun dari target RKP 2023 sebesar 5,3 persen (YoY) menjadi 5,2 persen (YoY). Dari sisi
pengeluaran, konsumsi rumah tangga diperkirakan tumbuh 5,3 persen (YoY) pada pada
triwulan III tahun 2023 dan IV tahun 2023 didukung pertumbuhan komponen makanan dan
minuman selain restoran. Pertumbuhan konsumsi LNPRT diprakirakan lebih tinggi seiring
dengan akan dilaksanakannya pemilu pada triwulan I tahun 2024.
International Monetary Foundation (IMF) merilis proyeksi pada bulan Mei 2023. Pertumbuhan
ekonomi global tahun 2023 dan 2024 diproyeksi menurun, menjadi 3,0% dibandingkan
proyeksi tahun 2022 yang sebesar 3,5%. Perekonomian global tahun 2023 secara keseluruhan
direvisi naik dibandingkan proyeksi pada rilis sebelumnya, kemudian pada tahun 2024
diperkirakan stabil. Proyeksi ekonomi global yang tetap lemah disebabkan oleh suku bunga
kebijakan bank sentral di beberapa negara, khususnya negara maju yang terus meningkat
sebagai cara untuk mengendalikan inflasi.
26 | P a g e 00117/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2023
Page 27
Grafik 3.9 Proyeksi Perekonomian Global
16.000 5,40%
14.000 5,30%
12.000 5,20%
10.000
5,10%
8.000
5,00%
6.000
4.000 4,90%
2.000 4,80%
- 4,70%
2022 2023 2024 2025 2026
GPD Triliun Rupiah 11.710 12.290 12.912 13.554 14.226
GDP, Harga Konstan 5,31% 4,95% 5,06% 4,97% 4,96%
GPD Triliun Rupiah GDP, Harga Konstan
6,00%
5,00%
5,51%
4,00%
3,00%
3,18%
2,00% 2,82% 2,67% 2,63%
1,00%
0,00%
2022 2023 2024 2025 2026
Inflasi, harga rata-rata Rerata, harga inflasi
Sumber: WEO, IMF
Proyeksi Industri Batu Bara
Asosiasi Pertambangan Batu bara Indonesia (APBI) menyatakan bahwa prospek bisnis batu
bara pada tahun 2023 masih cukup baik karena ditopang oleh harga komoditas yang
diperkirakan masih di level positif. Permintaan untuk komoditas batu bara baik domestik
maupun ekspor masih tetap tinggi yang dibuktikan dari produksi real time mencapai 342,5
juta ton atau setara 49,32% dari target yang ditetapkan pemerintah hingga kuartal II tahun
2023 dengan jumlah ekspor mencapai 108,8 juta ton.
Namun menurut proyeksi Bank Dunia, terjadinya penurunan konsumsi batu bara secara
umum. Hal ini berkaitan dengan kebijakan NZE (Net-zero Emission) yang tengah dicanangkan
beberapa negara dipredikisi akan membawa dampak yang masif bagi berbagai industri global
termasuk industri batu bara. Selain itu, diperkirakan bahwa setelah tahun 2040 pemanfaatan
batu bara yang tersisa akan menggunakan teknologi CCS / CCUS (Carbon Capture, Utility, &
Storage). Dengan begitu, tentunya pengusaha batu bara juga perlu mempelajari integrasi
pemanfaatan batu bara dengan teknologi tersebut. Sejalan dengan tren transisi energi ke
energi yang lebih bersih, ekspansi pelaku usaha pertambangan batu bara dalam tiga tahun
terakhir sudah mengarah kepada diversifikasi usaha. Perusahaan-perusahaan banyak
berinvestasi ke ekosistem kendaraan listrik, hydro power, PLTS, smelter nickel, smelter
aluminium, dan mineral lainnya. Dimana upaya ini akan mendukung kontribusi positif dalam
mendukung upaya pemerintah dalam mencapai target NZE.
27 | P a g e 00117/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2023
Page 28
c. Prospek Usaha dan Rencana Ke Depan
Mesin Konstruksi
Ditengah isu pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19, terjadinya vaksinasi sejak tahun
2021 diharapkan akan terus mendukung pemulihan ekonomi global dan domestik. Pada
triwulan terakhir 2022 terjadi tren pemulihan harga batu bara yang menumbuhkan harapan
bahwa permintaan alat berat juga akan meningkat kembali. Penjualan alat berat dan alat
transportasi merupakan focus dari pilar usaha mesin konstruksi. Segmen usaha ini merupakan
segmen penting sejak awal pendirian UNTR dan menawarkan berbagai produk andal yang
dapat mendukung kegiatan usaha di berbagai sektor, seperti pertambangan, perkebunan,
konstruksi, kehutanan, serta angkutan dan transportasi.
Untuk dapat meningkatkan penjualan alat berat, UNTR akan memperluas cakupan pasar
dengan mencari peluang di sektor-sektor yang memiliki potensi untuk berkembang,
memberikan value dan layanan purna jual yang lebih baik lagi didukung oleh implementasi
digitalisasi, serta meningkatkan kerja sama dengan prinsipal untuk menyediakan produk-
produk alat berat yang sesuai dengan permintaan konsumen.
Kontraktor Penambangan
Harga batu bara masih menjadi faktor utama yang mempengaruhi bisnis PAMA. Volatilitas
harga batu bara akan berpengaruh pada target produksi pelanggan dan akhirnya akan
mempengaruhi kinerja produksi PAMA. Selain faktor batu bara, volatilitas harga minyak dunia
dan nilai tukar dollar Amerika Serikat (AS) juga menimbulkan risiko yang signifikan bagi bisnis
PAMA. Strategi PAMA untuk memitigasi risiko tersebut adalah melakukan efisiensi biaya dan
optimalisasi sumber daya untuk mencapai cost leadership.
Isu lain yang harus dicermati dalam jangka panjang adalah isu lingkungan dan emisi karbon
dari penggunaan dan penambangan batu bara yang dapat menghambat investasi dan
mempengaruhi permintaan batu bara global. Langkah mitigasi PAMA adalah melakukan
diversfikasi bisnis untuk mengurangi ketergantungan bisnis pada batu bara.
Potensi perselisihan dengan masyarakat sekitar terkait pembebasan lahan, kompensasi,
kesenjangan sosial, ekonomi dan lingkungan dapat membuat operasional tambang terganggu
bahkan berhenti. PAMA secara konsisten melaksanakan program-program tanggung jawab
perusahaan (CSR) yang berfokus pada pengembangan kesehatan, pendidikan, sosial,
ekonomi dan lingkungan masyarakat sekitar sebagai salah satu mitigasinya.
Tahun 2021 sampai tiga tahun setelahnya, PAMA akan memasuki negosiasi kontrak baru
dengan beberapa pelanggan. Kondisi batu bara yang masih penuh tantangan ke depan akan
membuat pelanggan mengevaluasi target produksi batu baranya. Di sisi lain, komoditas logam
mineral dan logam mulia seperti emas, tembaga dan nikel diyakini memiliki prospek jangka
panjang yang cukup positif didorong oleh perkembangan teknologi seperti baterai dan
kendaraan listrik. Tantangan ke depan lainnya bagi PAMA adalah meningkatkan kompetensi
di industri penambangan mineral.
28 | P a g e 00117/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2023
Page 29
Pertambangan Batu Bara
Bagi PT Tuah Turangga Agung sebagai perusahaan produsen batu bara, keberlanjutan usaha
menjadi perhatian utama. Ketergantungan pada komoditas batu bara berpotensi mengancam
keberlanjutan usaha dengan berbagai isu seperti kondisi harga yang tidak stabil, kebijakan
negara importir yang berubah-ubah, isu lingkungan serta dampak kegiatan pertambangan
terhadap masyarakat sekitar.
PT Tuah Turangga Agung menyadari potensi-potensi tersebut, oleh karena itu, PT Tuah
Turangga Agung sangat fokus terhadap aktivitas pemeliharaan lingkungan di sekitar tambang
serta program-program pengembangan kemandirian masyarakat sekitar pertambangan.
Strategi pengendalian biaya akan terus dijalankan dan dielaborasi lebih lanjut. Perusahaan
juga terus meningkatkan proses integrasi di semua lini mulai dari organisasi, proses bisnis,
standar, hingga values. Hal yang menjadi prioritas di tahun 2023 adalah peningkatan
operation excellence di setiap rantai pasokan mulai dari penambangan, processing, hauling,
port handling, barging dan penjualan.
d. Analisis Operasional dan Prospek UNTR
Dalam grafik 9, pada tahun 2018 – 2022, UNTR memiliki pendapatan dan laba rugi yang
fluktuatif dan menghasilkan pendapatan terbesar di tahun 2022 sebesar Rp123.607.460 juta
dengan laba tahun berjalan sebesar.
Grafik 3.10 Perkembangan Penjualan & Laba (Rugi) Tahun Berjalan UNTR
Pendapatan Laba tahun berjalan
140.000.000
120.000.000
100.000.000
80.000.000
60.000.000
40.000.000
20.000.000
0
2018 2019 2020 2021 2022
Sumber: Laporan Keuangan UNTR, diolah
Prospek UNTR
Harga komoditas energi telah melemah 26% pada kuarter pertama tahun 2023 dari periode
sebelumnya yang didorong oleh penurunan harga gas alam dan minyak mentah. Moderasi
harga batu bara saat ini turut menjadi katalis negatif untuk pergerakan saham UNTR,
penurunan harga batu bara berkolerasi dan memengaruhi saham sektor batu bara, termasuk
UNTR. Kemudian hingga semester I tahun 2023, penjualan alat berat dalam negeri masih
dikuasai oleh Komatsu dan diprediksi akan semakin meningkat pada periode berikutnya.
29 | P a g e 00117/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2023
Page 30
Pamapersada diprediksi bukukan OB sebanyak 1 miliar Bcm dan penjualan batu bara dari
tambang sendiri diharapkan naik menjadi 10,3 juta ton.
e. Keuntungan dan Kerugian atas Rencana Transaksi
• Keuntungan Rencana Transaksi
Rencana Transaksi akan memberikan keuntungan terhadap UNTR di mana melalui
transaksi pemberian fasilitas pinjaman yang diterima SMM akan dimanfaatkan untuk untuk
mendukung pembiayaan modal kerja SMM untuk beroperasi secara komersial dan
menghasilkan pendapatan yang akan juga meningkatkan pendapatan Perseroan secara
konsolidasian.
• Kerugian Rencana Transaksi
Rencana Transaksi tidak memberikan kerugian terhadap Perseroan.
3.4. Analisis Kuantitatif Atas Rencana Transaksi
Berikut ini adalah analisa kuantitatif atas rencana transaksi, sebagai berikut:
a. Kinerja Keuangan Historis Perseroan
Tabel 3-2 Laporan Posisi keuangan Perseroan (Juta Rupiah)
Uraian 2018 2019 2020 2021 2022 Jun 2023
Aset lancar 55.651.808 50.826.955 44.195.782 60.604.068 78.930.048 67.844.633
Aset tidak lancar 60.629.209 60.886.420 55.605.181 51.957.288 61.548.172 66.618.513
Total Aset 116.281.017 111.713.375 99.800.963 112.561.356 140.478.220 134.463.146
Liabilitas jangka
48.785.716 32.585.529 20.943.824 30.489.218 42.037.402 49.842.101
pendek
Liabilitas jangka
10.444.622 18.017.772 15.709.999 10.249.381 8.926.993 8.799.818
panjang
Total Liabilitas 59.230.338 50.603.301 36.653.823 40.738.599 50.964.395 58.641.919
Total Ekuitas 57.050.679 61.110.074 63.147.140 71.822.757 89.513.825 75.821.227
Total Liabilitas
116.281.017 111.713.375 99.800.963 112.561.356 140.478.220 134.463.146
dan Ekuitas
Sumber: Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan
Total aset mengalami penurunan pada tahun 2019 dan 2020 sebesar negatif 3,93% dan
negatif 10,66% disebabkan penurunan persediaan, pajak dibayar dimuka dan aset tetap. Total
aset pada tahun 2021 dan 2022 kembali meningkat sebesar 12,79% dan 24,80%. Sampai
dengan periode 30 Juni 2023, total aset Perseroan adalah sebesar Rp134.463.146 juta.
Total liabilitas dalam periode 2018 - 2022 mengalami fluktuasi dengan kenaikan tertinggi
pada tahun 2018 sebesar 70,57% dikarenakan peningkatan utang usaha, pinjaman bank
jangka pendek dan liabilitas pajak tangguhan. Total liabilitas pada tahun 2019 hingga 2022
mengalami penurunan disebabkan menurunnya utang usaha dan pinjaman bank jangka
30 | P a g e 00117/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2023
Page 31
pendek. Sampai dengan periode 30 Juni 2023, total liabilitas Perseroan sebesar
Rp58.641.919 juta.
Perkembangan ekuitas UNTR periode 2018 sampai dengan 31 Desember 2022 mengalami
fluktuasi dengan kenaikan rata-rata per tahun sebesar 12,20% dengan kenaikan ekuitas
tertinggi tercatat 2022 sebesar 24,63% disebabkan adanya peningkatan saldo laba. Jumlah
ekuitas pada periode Juni 2023 sebesar Rp75.821.227 juta.
Tabel 3-3 Ikhtisar Laporan Laba/(Rugi) Perseroan (Juta Rupiah)
Uraian 2018 2019 2020 2021 2022 Jun 2023
Pendapatan 84.624.733 84.430.478 60.346.784 79.460.503 123.607.460 68.676.905
Beban pokok
(63.515.207) (63.199.825) (47.357.491) (59.795.542) (88.848.772) (49.985.106)
pendapatan
Beban penjualan
(4.339.176) (4.625.642) (4.695.316) (4.789.346) (5.625.972) (3.012.536)
dan umum
Beban
(1.437.596) (2.333.765) (1.539.907) (754.155) (759.935) (560.100)
Keuangan
Laba sebelum
15.708.719 15.476.885 7.011.186 14.462.250 29.446.041 15.842.673
pajak
Beban pajak (4.210.310) (4.342.244) (1.378.761) (3.853.983) (6.452.368) (3.499.266)
Laba (rugi)
11.498.409 11.134.641 5.632.425 10.608.267 22.993.673 12.343.407
tahun berjalan
Laba (Rugi)
12.539.901 8.750.856 5.417.963 11.952.260 28.048.594 10.539.110
komprehensif
Sumber: Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan
Selama Periode 2018 sampai dengan periode 2022 pendapatan UNTR mengalami fluktuasi
pertumbuhan dengan peningkatan rata-rata sebesar 14,62%, dengan peningkatan tertinggi
terjadi pada periode 2022 yang tercatat sebesar 55,56%. Pada periode Juni 2023 UNTR
berhasil mencatat pendapatan sebesar Rp68.676.905 juta.
Seiring dengan pendapatan, beban pokok pendapatan dan beban penjualan dan umum
mengalami fluktuasi dengan peningkatan rata-rata masing-masing sebesar 12,32% dan
6,89%.
Tabel 3-4 Arus Kas Perseroan (Juta Rupiah)
Sumber: Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan
Uraian 2018 2019 2020 2021 2022 Jun 2023
Arus kas dari
19.209.753 9.435.985 18.557.088 23.284.854 32.891.585 20.171.406
aktivitas operasi
Arus kas dari
(27.980.823) (9.757.541) (2.594.328) (3.158.997) (10.401.292) (9.659.779)
aktivitas investasi
Arus kas dari
aktivitas 1.120.862 (830.690) (7.834.254) (7.419.838) (18.653.279) (22.428.000)
pendanaan
Kenaikan bersih
(7.650.208) (1.152.246) 8.128.506 12.706.019 3.837.014 (11.916.373)
kas dan setara kas
Kas dan setara kas
20.831.489 13.438.175 12.090.661 20.498.574 33.321.741 38.281.513
pada awal tahun
Kas dan setara kas
13.438.175 12.090.661 20.498.574 33.321.741 38.281.513 25.742.014
pada akhir tahun
31 | P a g e 00117/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2023
Page 32
Arus kas keluar UNTR dari aktivitas operasi merupakan arus kas untuk pembayaran biaya
operasional. Pada periode 30 Juni 2023, UNTR membukukan arus kas keluar dari aktivitas
operasional sebesar Rp20.171.406 juta.
Arus kas keluar UNTR untuk aktivitas investasi merupakan arus kas untuk pembelian aset tetap,
dan aset explorasi dan evaluasi. Pada periode 30 Juni 2023, UNTR membukukan arus kas
keluar untuk aktivitas investasi sebesar Rp9.659.779 juta.
Arus kas masuk UNTR dari aktivitas pendanaan merupakan arus kas yang berasal dari pemilik
entitas induk. Pada periode 30 Juni 2023, UNTR membukukan arus kas masuk untuk aktivitas
pendanaan sebesar Rp22.428.000 juta.
b. Penilaian atas proyeksi keuangan yang diperoleh dari Pihak Perseroan
Proyeksi keuangan yang digunakan dalam pendapat kewajaran ini mengacu pada proyeksi
keuangan / rencana usaha (business plan) yang dibuat oleh manajemen Perseroan. Lebih
lanjut, manajemen Perseroan telah memberikan proyeksi keuangan untuk skenario tanpa
Rencana Transaksi dan dengan Rencana Transaksi. Berikut adalah proyeksi keuangan
Perseroan dengan Rencana Transaksi.
Tabel 3-5 Analisis Proyeksi Posisi Keuangan dan Laba Rugi UNTR (Juta Rupiah)
Uraian 2023 2024 2025 2026 2027 2028
Revenue 124.213.769 116.866.448 122.717.425 124.439.162 128.197.521 132.069.392
COGS (94.047.164) (92.486.517) (97.337.557) (98.740.026) (101.734.125) (104.819.250)
Gross profit 30.166.605 24.379.932 25.379.868 25.699.137 26.463.396 27.250.142
Opex (6.520.764) (6.481.423) (6.693.351) (6.923.135) (7.132.230) (7.347.640)
Operatig profit 23.645.841 17.898.508 18.686.518 18.776.002 19.331.166 19.902.502
Gain/(loss) on
(308.709) 0 0 0 0 0
forex
Net interest (603.870) (1.835.487) (2.265.433) (1.952.371) (2.011.337) (2.072.084)
Other
(387.285) 603.647 640.059 649.789 545.462 572.108
income/(charges)
Profit before tax 22.345.978 16.666.668 17.061.144 17.473.421 17.865.291 18.402.526
Income tax (5.368.406) (3.689.156) (3.739.738) (3.705.426) (3.817.338) (3.932.631)
Profit after tax 16.977.572 12.977.512 13.321.405 13.767.995 14.047.953 14.469.895
Current Asset
Cash & cash
18.653.079 14.919.709 13.569.503 15.384.248 15.914.147 16.460.050
equivalent
AR 21.846.606 21.818.483 23.481.845 24.232.872 25.283.955 25.991.766
Inventories 19.217.738 19.607.771 21.574.005 20.633.791 21.256.981 21.898.993
Advance
1.131.522 1.173.730 1.112.729 1.139.336 1.173.747 1.209.197
payment
Prepaid expenses 0 0 0 0 0 0
Other current
5.764.784 4.354.204 4.998.179 5.005.223 5.155.215 5.309.737
asset
Non-Current Asset
Due from
3.217.038 5.317.038 5.317.038 5.317.038 5.210.765 5.396.804
shareholder
32 | P a g e 00117/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2023
Page 33
Uraian 2023 2024 2025 2026 2027 2028
Investment in
25.678.914 38.712.636 39.130.820 39.511.565 39.911.347 40.331.118
shares of stock
Fixed assets 47.273.151 53.106.721 54.368.078 52.753.600 53.768.473 54.801.485
Mining
0 0 0 0 0 0
properties
Deferred tax
3.223.926 3.245.768 3.328.537 3.408.095 3.511.027 3.613.097
assets
Coal exploration
& development 5.699.565 6.226.941 6.074.330 6.089.898 6.480.846 6.816.943
costs
Goodwill 2.565.982 2.565.982 2.565.982 2.565.982 2.565.982 2.565.982
Other non-
2.394.451 2.398.537 2.398.644 2.399.212 2.411.222 2.423.594
current asset
Total Asset 156.666.758 173.447.521 177.919.689 178.440.860 182.643.706 186.818.766
Current Liabilities
AP 28.383.908 26.313.276 26.796.221 26.493.068 27.287.401 28.395.313
Accrued
10.772.615 9.689.256 11.510.942 11.487.340 12.215.724 11.395.410
expenses
Tax payables 2.331.910 2.704.149 2.962.404 3.229.581 2.527.002 2.627.365
Other current
20.164.553 35.423.653 32.106.455 27.382.385 22.689.065 18.117.808
liabilities
Non-Current Liabilities
Deferred tax
2.638.209 2.423.812 2.224.404 1.961.733 2.020.811 2.081.673
liabilities
LT portion of
long-term bank 9.055.000 7.537.500 5.495.000 3.412.500 3.474.792 3.538.966
loan
Employee benefit
3.976.575 4.078.564 4.147.503 4.177.144 4.303.304 4.433.274
obligations
Other non-
829.273 786.425 728.184 655.470 675.267 695.662
current liabilities
Total liabilities 78.152.043 88.956.635 85.971.113 78.799.222 75.193.365 71.285.471
Equity
attributable to 74.581.863 80.520.839 87.954.527 95.663.626 103.475.691 111.561.397
owners
Non-controlling
3.932.852 3.970.047 3.994.049 3.978.012 3.974.650 3.971.898
interests
Total equity 78.514.715 84.490.886 91.948.576 99.641.638 107.450.341 115.533.296
Total Liabilities +
156.666.758 173.447.521 177.919.689 178.440.860 182.643.706 186.818.766
Equity
Berdasarkan tabel proyeksi keuangan UNTR pada periode 2023 sampai 2028, Perseroan terus
mencatatkan kenaikan pendapatan, total asset maupun ekuitas selama periode proyeksi.
Tabel 3-6 Analisis Proyeksi Arus Kas UNTR (Juta Rupiah)
(in mio IDR) 2023 2024 2025 2026 2027 2028
Beginning Balance 38.281.513 18.653.079 14.919.709 13.569.503 15.384.248 15.914.147
Cash from Operating
21.339.163 18.132.457 21.813.395 25.598.204 22.361.931 22.727.867
Activities
EBITDA 32.972.581 28.719.150 30.074.102 31.822.323 32.628.472 33.455.279
Working Capital (5.661.142) (5.062.049) (2.255.536) (566.323) (4.437.866) (4.722.696)
Interest Expense - Net (603.870) (1.835.487) (2.265.433) (1.952.371) (2.011.337) (2.072.084)
Current Tax (5.368.406) (3.689.156) (3.739.738) (3.705.426) (3.817.338) (3.932.631)
33 | P a g e 00117/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2023
Page 34
(in mio IDR) 2023 2024 2025 2026 2027 2028
Cash from Investing
(38.922.223) (28.583.127) (11.989.216) (10.805.715) (11.009.467) (11.216.645)
Activities
Capex (20.140.783) (16.096.830) (12.121.301) (10.939.909) (11.150.370) (11.364.594)
Investment in shares (19.279.718) (12.886.200) 0 0 0 0
Due To
Dividend received 498.278 399.903 132.085 134.194 140.904 147.949
Cash from Financing
(2.045.374) 6.717.299 (11.174.385) (12.977.744) (10.822.565) (10.965.319)
Activities
Proceed/(Repayment)
24.778.646 13.755.835 (5.286.667) (6.918.848) (4.586.676) (4.581.130)
of debt
Dividend payment (26.824.020) (7.038.536) (5.887.718) (6.058.896) (6.235.888) (6.384.189)
Due From 0 0 0 0 0 0
Cash Surplus (deficit) (19.628.434) (3.733.371) (1.350.206) 1.814.745 529.899 545.903
Ending Cash 18.653.079 14.919.709 13.569.503 15.384.248 15.914.147 16.460.050
Berdasarkan tabel proyeksi arus kas di atas, Perseroan mencatatkan arus kas operasi yang positif selama
periode proyeksi. Perseroan juga terus melakukan investasi ke depannya untuk tetap menjalankan dan
mengembangkan usahanya.
c. Analisis Rasio Keuangan Perseroan
Analisis rasio merupakan salah satu bentuk teknis analisis laporan keuangan yang digunakan
untuk mengetahui hubungan dari pos - pos tertentu dari laporan posisi keuangan dan laporan
laba rugi secara individu atau kombinasi antara keduanya. Berikut adalah tabel berbagai
macam rasio keuangan Perseroan.
Tabel 3-7 Analisis rasio keuangan Perseroan
Jun Average
Rasio Keuangan 2018 2019 2020 2021 2022
2023 2018-2022
Rasio Aktivitas (x)
Rasio perputaran total
0,73 0,76 0,60 0,71 0,88 0,51 0,73
aset
Rasio perputaran piutang 4,11 4,29 6,02 6,54 7,01 3,44 5,59
Rasio perputaran utang
1,97 3,02 4,61 4,12 3,58 1,69 3,45
usaha
Rasio perputaran
4,66 5,74 5,92 6,32 5,77 3,32 5,68
persediaan
Rasio Likuiditas (x)
Rasio lancar 1,14 1,56 2,11 1,99 1,88 1,36 1,74
Rasio cepat 0,86 1,22 1,73 1,68 1,51 1,06 1,40
Rasio kas 0,28 0,37 0,98 1,09 0,91 0,52 0,73
Rasio Profitabilitas (%)
Rasio laba atas aset 9,89% 9,97% 5,64% 9,42% 16,37% 9,18% 10,26%
Rasio laba atas ekuitas 20,15% 18,22% 8,92% 14,77% 25,69% 16,28% 17,55%
Rasio Solvabilitas (%)
34 | P a g e 00117/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2023
Page 35
Jun Average
Rasio Keuangan 2018 2019 2020 2021 2022
2023 2018-2022
Rasio total Liabilitas /
50,94% 45,30% 36,73% 36,19% 36,28% 43,61% 41,09%
total aset
Rasio total Liabilitas /
103,82% 82,81% 58,05% 56,72% 56,93% 77,34% 71,67%
total ekuitas
Rasio Aktivitas
Rasio aktivitas menunjukkan efektif atau tidaknya Perseroan dalam menggunakan sumber-
sumber dana yang tersedia.
Rasio Perputaran Total Aset
Perputaran total aset periode 31 Desember 2018 – 31 Desember 2022 rata-rata sebesar
0,73 kali. Pada periode yang berakhir pada 30 Juni 2023 rasio perputaran piutang usaha
tercatat sebesar 0,51 kali.
Rasio Perputaran Piutang Usaha
Perputaran piutang usaha periode 31 Desember 2018 – 31 Desember 2022 rata-rata
sebesar 5,59 kali. Pada periode yang berakhir pada 30 Juni 2023 rasio perputaran piutang
usaha tercatat sebesar 3,44 kali atau 52 hari.
Rasio Perputaran Persediaan
Perputaran persediaan periode 31 Desember 2018 – 31 Desember 2022 rata-rata sebesar
5,68x atau selama 64 hari. Pada periode yang berakhir pada 30 Juni 2023 rasio
perputaran persediaan tercatat sebesar 3,32 kali atau selama 54 hari.
Rasio Perputaran Utang Usaha
Rasio perputaran utang usaha selama periode 31 Desember 2018 – 31 Desember 2022
rata-rata sebesar 3,45x. Pada periode yang berakhir pada 30 Juni 2023, rasio perputaran
utang usaha tercatat sebesar 1,69x atau selama 107 hari.
Rasio Likuiditas
Rasio likuiditas merupakan suatu rasio keuangan yang bertujuan untuk mengetahui sejauh
mana kemampuan Perseroan dalam melunasi kewajiban jangka pendeknya. Selama periode
31 Desember 2018 – 31 Desember 2022, rata-rata rasio lancar, rasio cepat dan rasio kas
selama 5 (lima) tahun terakhir sebesar 1,74 kali, 1,40 kali dan 0,73 kali. Pada periode 30 Juni
2023, rasio lancar, rasio cepat dan rasio kas Perseroan sebesar 1,36 kali, 1.06 kali, dan
0,52kali. Hal ini menunjukkan bahwa sepanjang periode historis, Perseroan mampu untuk
membayar seluruh liabilitas jangka pendeknya dengan menggunakan aset lancar yang
dimiliki.
Rasio Profitabilitas
Rasio profitabilitas digunakan untuk mengukur kemampuan Perseroan dalam menghasilkan
laba. Rasio laba atas aset (Return on Assets /ROA) Perseroan selama periode 31 Desember
2018 – 31 Desember 2022 rata-rata 10,26% per tahun. Rasio laba atas aset Perseroan pada
periode 30 Juni 2023 adalah 9,18%.
35 | P a g e 00117/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2023
Page 36
Rasio laba atas ekuitas (Return on Ekuitas / ROE) Perseroan selama periode 31 Desember 2018
– 31 Desember 2022 rata-rata sebesar 17,55% per tahun. Rasio laba atas ekuitas Perseroan
pada periode 30 Juni 2023 adalah 16,28%.
Rasio Solvabilitas
Rasio solvabilitas (solvency ratio) adalah rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan
Perseroan untuk melunasi utang-utangnya dengan ekuitas atau aset yang dimiliki jika
dilikuidasi.
Rasio rata-rata jumlah kewajiban terhadap jumlah aset dan rasio rata-rata jumlah kewajiban
terhadap jumlah ekuitas Perseroan selama periode 31 Desember 2018 – 31 Desember 2022
masing-masing adalah sebesar 41,09% dan 71,67%. Rasio rata-rata jumlah kewajiban
terhadapt jumlah aset dan rata-rata jumlah liabilitas atas ekuitas Perseroan pada periode 30
Juni 2023 masing-masing adalah 43,61% dan 77,34%.
d. Analisis dampak keuangan Perseroan atas rencana transaksi (Proforma)
Mengacu pada Laporan Keuangan Proforma Konsolidasian Perseroan yang disiapkan oleh
manajemen untuk periode 30 Juni 2023, maka dampak keuangan atas Rencana Transaksi
tercermin dalam tabel dibawah ini:
Tabel 3-8 Laporan Posisi Keuangan Ringkasan Proforma Perseroan (juta rupiah)
30 Juni 2023
Uraian Transaksi Eliminasi Proforma
(Reviu)
Aset Lancar
Kas dan setara kas 25.742.014 25.742.014
Aset lancar lainnya 42.102.619 42.102.619
Aset Tidak Lancar
Piutang non-usaha
Pihak ketiga 155 155
Pihak berelasi 0 601.040 (601.040) 0
Aset tidak lancar lainnya 66.618.358 66.618.358
Jumlah Aset 134.463.146 601.040 (601.040) 134.463.146
Liabilitas Jangka Pendek 49.842.101 49.842.101
Liabilitas Jangka Panjang
Utang non-usaha pihak berelasi 0 601.040 (601.040) 0
Liabilitas pajak tangguhan 2.957.511 2.957.511
Instrumen keuangan derivatif 0 0
Provisi 806.254 806.254
Liabilitas imbalan kerja 3.921.942 3.921.942
Utang jangka panjang, stlh
0 0
dikurangi bagian jk pendek
Pinjaman bank 0 0
Sewa pembiayaan 718.792 718.792
Pinjaman lain-lain 150.418 150.418
Pendapatan tangguhan 0 0
36 | P a g e 00117/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2023
Page 37
30 Juni 2023
Uraian Transaksi Eliminasi Proforma
(Reviu)
Liabilitas keuangan jangka
244.901 244.901
panjang lain-lain
Jumlah Liabilitas 58.641.919 601.040 (601.040) 58.641.919
Jumlah Ekuitas 75.821.227 601.040 (601.040) 63.677.972
Jumlah Liabilitas dan Ekuitas 134.463.146 601.040 (601.040) 134.463.146
Sumber: Laporan Keuangan Proforma Perseroan
Asumsi - asumsi laporan posisi keuangan konsolidasian ringkasan proforma yang digunakan
adalah sebagai berikut:
1) Terdapat peningkatan pada akun Aset Tidak Lancar yaitu piutang non-usaha pihak berelasi
atas pemberian penambahan fasilitas pinjaman berupa shareholder loan (amend loan
agreement) sebesar USD 40.000.000,00 atau setara dengan Rp 601.040,00 juta dengan
menggunakan kurs pada 30 Juni 2023 dari Bank Indonesia sebesar Rp15.026,-.
2) Terdapat jurnal eliminasi pada akun Aset Tidak Lancar yaitu piutang non-usaha pihak
berelasi atas pemberian penambahan fasilitas pinjaman berupa shareholder loan (amend
loan agreement) sebesar USD 40.000.000,00 atau setara dengan Rp 601.040,00 juta
dengan menggunakan kurs pada 30 Juni 2023 dari Bank Indonesia sebesar Rp15.026,-.
3) Terdapat peningkatan pada akun Liabilitas Jangka Panjang yaitu utang non-usaha pihak
berelasi atas penerimaan penambahan fasilitas pinjaman berupa shareholder loan (amend
loan agreement) sebesar USD 40.000.000,00 atau setara dengan Rp 601.040,00 juta
dengan menggunakan kurs pada 30 Juni 2023 dari Bank Indonesia sebesar Rp15.026,-.
4) Terdapat jurnal eliminasi pada akun Liabilitas Jangka Panjang yaitu utang non-usaha pihak
berelasi atas peneriman penambahan fasilitas pinjaman berpua shareholder loan (amend
loan agreement) sebesar USD 40.000.000,00 atau setara dengan Rp 601.040,00 juta
dengan menggunakan kurs pada 30 Juni 2023 dari Bank Indonesia sebesar Rp15.026,-.
Tabel 3-9 Laporan Laba Rugi Komprehensif Ringkasan Proforma Perseroan (Juta Rupiah)
30 Juni 2023
Uraian Transaksi Eliminasi Proforma
(Reviu)
Pendapatan bersih 68.676.905 68.676.905
Beban pokok pendapatan (49.985.106) (49.985.106)
Laba bruto 18.691.799 18.691.799
Beban penjualan (690.892) (690.892)
Beban umum dan administrasi (2.321.644) (2.321.644)
Beban lain-lain (164.941) (164.941)
Penghasilan keuangan 585.917 585.917
Biaya keuangan (560.100) (560.100)
Bagian atas laba bersih entitas 302.534 302.534
Laba sebelum pajak penghasilan 15.842.673 15.842.673
Beban pajak penghasilan (3.499.266) (3.499.266)
Laba tahun berjalan 12.343.407 12.343.407
Pendapatan (Beban) Komprehensif
(1.804.218) (1.804.218)
lain setelah pajak
Jumlah laba komprehensif tahun
10.539.110 10.539.110
berjalan
37 | P a g e 00117/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2023
Page 38
Sumber: Laporan Keuangan Proforma Perseroan
Rencana Transaksi tidak memberikan dampak terhadap laporan proforma laba rugi
konsolidasian Perseroan
e. Analisis atas kemampuan penerima jaminan untuk melunasi transaksi pinjam meminjam dana
dan/atau penjaminan sampai saat jatuh tempo
Berdasarkan proyeksi keuangan SMM yang disusun oleh manajemen SMM, pihak SMM
memiliki kemampuan untuk melunasi pinjaman dari PAMA sesuai dengan jangka waktu yang
telah ditentukan dalam perjanjian pinjaman, yaitu paling lama jatuh tempo pada 31 Desember
2028. Adapun proyeksi laporan keuangan SMM sebagai berikut:
Tabel 3-10 Proyeksi Laporan Posisi Keuangan SMM (dalam ribuan USD)
Uraian 2023 2024 2025 2026 2027 2028
Aset lancar 285.551 234.880 255.709 264.811 293.115 330.141
Aset tidak lancar 51.105 76.885 82.779 80.818 75.220 69.368
Aset lainnya 67.968 68.562 66.768 64.533 61.678 57.853
Total Aset 411.795 387.689 413.911 420.091 441.723 471.422
Liabilitas jangka pendek 115.285 118.075 126.189 123.258 126.649 129.591
Liabilitas jangka panjang 0 0 0 0 0 0
Total Liabilitas 156.873 149.663 147.777 134.846 128.237 131.179
Total Ekuitas 254.922 238.026 266.133 285.244 313.486 340.243
Total Liabilitas dan
411.795 387.689 413.911 420.091 441.723 471.422
Ekuitas
Sumber: Proyeksi Laporan Keuangan SMM
Tabel 3-11 Proyeksi Laporan Laba Rugi SMM (dalam ribuan USD)
Uraian 2023 2024 2025 2026 2027 2028
Pendapatan 563.573 458.923 537.975 518.050 558.025 550.550
Beban pokok pendapatan 461.111 425.560 469.022 453.556 484.529 475.537
Beban penjualan dan
4.058 4.666 4.799 5.224 5.361 5.503
umum
Laba sebelum pajak 99.727 27.211 62.767 58.841 68.194 70.578
Beban pajak 26.011 8.069 17.562 16.591 16.309 16.812
Laba (rugi) tahun
73.717 19.142 45.206 42.250 51.885 53.766
berjalan
Laba (Rugi) komprehensif 73.717 19.142 45.206 42.250 51.885 53.766
Sumber: Proyeksi Laporan Keuangan SMM
Tabel 3-12 Proyeksi Laporan Arus Kas SMM (dalam ribuan USD)
Uraian 2023 2024 2025 2026 2027 2028
Arus kas dari aktivitas operasi (56.952) (2.042) 66.031 13.922 66.221 50.982
Arus kas dari aktivitas investasi (15.240) (36.448) (14.219) (6.232) (2.535) (1.545)
Arus kas dari aktivitas
(9.237) (46.038) (27.098) (33.139) (33.644) (27.008)
pendanaan
Kenaikan bersih kas dan setara
(62.955) (84.529) 24.714 (25.450) 30.041 22.429
kas
Kas dan setara kas pada awal
142.162 86.235 1.707 26.421 970 31.012
tahun
38 | P a g e 00117/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2023
Page 39
Kas dan setara kas pada akhir
79.207 1.707 26.421 970 31.012 53.440
tahun
Sumber: Proyeksi Laporan Keuangan SMM
f. Analisis cash management dan financial covenant dari transaksi pinjam-meminjam dana
SMM dapat menjaga kecukupan saldo kas untuk menjalankan kegiatan operasinya dan
membayar angsuran pinjaman kepada PAMA. Perjanjian pinjaman antara PAMA dan SMM
tidak mencakup adanya financial covenant tertentu yang harus dipenuhi oleh SMM sehingga
kami tidak melakukan analisis financial covenant.
g. Analisis yield pinjam-meminjam dana jika transaksi dalam bentuk surat berharga
Pinjaman antara PAMA dan SMM tidak dalam bentuk surat berharga sehingga kami tidak
melakukan analisis yield dari pinjaman tersebut.
3.5. Analisis Kewajaran Atas Rencana Transaksi
Analisis Kewajaran atas rencana transaksi dilakukan dengan melihat adanya incremental atau
nilai tambah yang dapat dihasilkan atas Rencana Transaksi.
a. Nilai Rencana Transaksi
Berdasarkan Perjanjian Pinjaman antara PAMA dan SMM, yang mencakup Draft Amendment
I, total fasilitas pinjaman yang diberikan PAMA kepada SMM adalah sebesar
USD40.000.000,00 atau setara dengan Rp 601.040 juta menggunakan kurs per 30 Juni 2023
(Rp 15.026,-). Fasilitas pinjaman tersebut dikenakan bunga sebesar Term SOFR + 2%.
b. Analisis Kewajaran Nilai Rencana Transaksi
Analisis nilai kewajaran Rencana Transaksi dengan membandingkan tarif bunga pinjaman
yang dikenakan dengan tarif bunga yang berlaku di pasar yaitu bunga pinjaman investasi per
30 Juni 2023.
Suku bunga pinjaman dalam Rencana Transaksi ditetapkan sebesar Term SOFR + 2%,
berdasarkan informasi dari manajemen, Term SOFR yang digunakan adalah Term SOFR
sesuai tanggal Penilaian 30 Juni 2023. Berdasarkan data Term SOFR untuk periode 30 Juni
2023 adalah sebesar 5,27%. Atas dasar hal tersebut maka tingkat suku bunga pinjaman
Rencana Transaksi per 31 Desember 2022 adalah sebesar 7,27%.
Tabel 3-13 Kewajaran Nilai Rencana Transaksi
Batas Bawah Batas Atas
Keterangan Suku bunga
(-7,5%) (+7,5%)
Penerima Kredit Lapangan Usaha
7,17% 6,63% 7,71%
Pertambangan dan Penggalian
Sumber: Statistik Perbankan Indonesia, OJK
Berdasarkan data bunga pinjaman investasi dalam denominasi USD dari OJK per 30 Juni
2023, tarif bunga berkisar antara 6,63% - 7,71%.
39 | P a g e 00117/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2023
Page 40
Batas kewajaran Rencana Transaksi untuk setiap instrumen investasi ditentukan berdasarkan
kisaran nilai sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 35/POJK.04/2020
pasal 48 poin b mengenai batas atas dan batas bawah untuk kisaran nilai Rencana Transaksi
tidak boleh melebihi 7,5%. Atas dasar hal tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa suku
bunga pinjaman dalam Rencana Transaksi tergolong wajar karena masih berada dalam
kisaran batas kewajaran, dimana batas bawah dan batas atas kewajaran masing-masing
sebesar 6,63% - 7,71% sedangkan suku bunga pinjaman rencana transaksi sebesar 7,27%
sehingga masih dalam batas kewajaran dan tidak melebihi 7,5%.
3.6. Analisis Faktor Lain Yang Relevan
a. Analisis Inkremental
Analisis Nilai Tambah (Incremental Analysis) dilakukan untuk melihat manfaat Rencana
Transaksi bagi Perseroan. Berdasarkan proyeksi keuangan Perseroan periode 2023-2028
yang dibuat oleh Manajemen Perseroan, Analisa nilai tambah sebelum dan setelah Rencana
Transaksi adalah sebagai berikut:
Tabel 3-14 Analisis Inkremental Proyeksi Laba Rugi Konsolidasian (Juta Rupiah)
Tahun
Keterangan
2023 2024 2025 2026 2027 2028
Net Interest sebelum
transaksi (603.870) (1.880.515) (2.299.204) (1.974.884) (2.022.594) (2.072.084)
Net Interest setelah
transaksi (603.870) (1.835.487) (2.265.433) (1.952.371) (2.011.337) (2.072.084)
Inkremental 0 45.028 33.771 22.514 11.257 0
Pendapatan
(Pengeluaran) lain
sebelum transaksi 16.977.572 12.932.362 13.287.543 13.745.420 14.036.666 14.469.895
Pendapatan
(Pengeluaran) lain
sesudah transaksi 16.977.572 12.977.512 13.321.405 13.767.995 14.047.953 14.469.895
Inkremental 0 45.151 33.863 22.575 11.288 0
Laba tahun berjalan
sebelum transaksi 22.345.978 16.621.518 17.027.281 17.450.845 17.854.004 18.402.526
Laba tahun berjalan
setelah transaksi 22.345.978 16.666.668 17.061.144 17.473.421 17.865.291 18.402.526
Inkremental 0 45.151 33.863 22.575 11.288 0
Sumber: Proyeksi Laba Rugi Konsolidasian Perseroan periode 2023-2028
Berdasarkan tabel Analisis Inkremental Proyeksi Laba Rugi Konsolidasian, nilai tambah dengan
terlaksananya Rencana Transaksi berupa penurunan pada net interest, peningkatan pada
pendapatan lain - lain maupun laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada Perseroan
meningkat dibandingkan sebelum Rencana Transaksi.
40 | P a g e 00117/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2023
Page 41
Tabel 3-15 Analisis Inkramental Proyeksi Posisi Keuangan Konsolidasian (Juta Rupiah)
Tahun
Keterangan
2023 2024 2025 2026 2027 2028
Kas dan setara
kas sebelum 19.281.079 15.345.681 13.804.705 15.439.936 15.801.578 16.347.481
transaksi
Kas dan setara
kas setelah 18.653.079 14.919.709 13.569.503 15.384.248 15.914.147 16.460.050
transaksi
Inkremental (628.000) (425.972) (235.202) (55.688) 112.569 112.569
Aset lancer
sebelum 67.241.730 62.299.868 64.971.462 66.451.158 68.671.475 70.757.173
transaksi
Aset lancer
66.613.730 61.873.896 64.736.260 66.395.470 68.784.044 70.869.742
setelah transaksi
Inkremental (628.000) (425.972) (235.202) (55.688) 112.569 112.569
Total Aset
sebelum 157.294.758 173.873.493 178.154.891 178.496.548 182.531.137 186.706.197
transaksi
Total Aset
156.666.758 173.447.521 177.919.689 178.440.860 182.643.706 186.818.766
setelah transaksi
Inkremental (628.000) (425.972) (235.202) (55.688) 112.569 112.569
Liabilitas tidak
lancer sebelum 17.127.057 15.297.301 12.909.091 10.363.848 10.474.174 10.749.575
transaksi
Liabilitas tidak
lancer setelah 16.499.057 14.826.301 12.595.091 10.206.848 10.474.174 10.749.575
transaksi
Inkremental (628.000) (471.000) (314.000) (157.000) 0 0
Total Liabilitas
sebelum 78.780.043 89.427.635 86.285.113 78.956.222 75.193.365 71.285.471
transaksi
Total Liabilitas
78.152.043 88.956.635 85.971.113 78.799.222 75.193.365 71.285.471
setelah transaksi
Inkremental (628.000) (471.000) (314.000) (157.000) 0 0
Ekuitas sebelum
78.514.715 84.445.858 91.869.778 99.540.326 107.337.772 115.420.727
transaksi
Ekuitas setelah
78.514.715 84.490.886 91.948.576 99.641.638 107.450.341 115.533.296
transaksi
Inkremental 0 45.028 78.798 101.312 112.569 112.569
Sumber: Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Perseroan periode 2023-2028
Berdasarkan tabel Analisis Inkramental Proyeksi Posisi Keuangan Konsolidasian, nilai tambah
dengan terlaksananya Rencana Transaksi berupa peningkatan total aset dan ekuitas
dibandingkan tanpa adanya Rencana Transaksi.
b. Analisis biaya atau pendapatan yang relevan
Biaya-biaya atau pendapatan yang relevan yang muncul akibat dilaksanakannya Rencana
Transaksi telah diperhitungkan dalam proyeksi keuangan Perseroan yang disusun oleh
manajemen Perseroan.
41 | P a g e 00117/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2023
Page 42
c. Informasi non keuangan yang relevan
Perseroan atas rencana transaksi pinjam meminjam antara PAMA dan SMM adalah
diharapkan atas pinjaman tersebut dapat meningkatkan efisiensi SMM kedepan yang akan
berdampak positif bagi Perseroan secara konsolidasi dan memberikan nilai tambah untuk
anak Perseroan secara konsol.
d. Analisis Sensitivitas
Analisa sensitivitas mengacu kepada bisnis plan Perseroan dengan melakukan sensitivitas
tingkat penjualan dinaikan atau diturunkan sebesar 5%. Adapun sensitivitas atas hal tersebut
tercermin sebagai berikut:
Tabel 3-16 Pendapatan dan beban dinaikan sebesar 5% (jutaan Rupiah)
Uraian 2023 2024 2025 2026 2027 2018
Pendapatan 130.424.458 122.709.771 128.853.297 130.661.120 134.607.397 138.672.861
Beban pokok
(98.749.522) (97.110.843) (102.204.435) (103.677.027) (106.820.832) (110.060.212)
pendapatan
Laba kotor 31.674.936 25.598.928 26.648.862 26.984.093 27.786.566 28.612.649
Beban usaha 24.828.133 18.793.434 19.620.843 19.714.802 20.297.725 20.897.627
Laba sebelum
23.512.835 17.516.443 17.961.607 18.389.646 18.820.562 19.397.652
pajak
Beban pajak (5.172.824) (3.853.618) (3.951.553) (4.045.722) (4.140.524) (4.267.483)
Laba tahun
18.340.011 13.662.826 14.010.053 14.343.924 14.680.038 15.130.168
berjalan
Tabel 3-17 Pendapatan diturunkan sebesar 5% dan beban dinaikan sebesar 5% (jutaan Rupiah)
Uraian 2023 2024 2025 2026 2027 2028
Pendapatan 118.003.081 111.023.126 116.581.554 118.217.204 121.787.645 125.465.922
Beban pokok
(98.749.522) (97.110.843) (102.204.435) (103.677.027) (106.820.832) 110.060.212)
pendapatan
Laba kotor 19.253.559 13.912.283 14.377.119 14.540.177 14.966.814 15.405.710
Beban usaha 12.406.756 7.106.789 7.349.101 7.270.886 7.477.973 7.690.688
Laba sebelum
11.106.893 5.874.949 5.723.727 5.968.305 6.012.098 6.190.712
pajak
Beban pajak (2.443.516) (1.292.489) (1.259.220) (1.313.027) (1.322.661) (1.361.957)
Laba tahun
8.663.377 4.582.460 4.464.507 4.655.278 4.689.436 4.828.756
berjalan
e. Analisis atas jaminan yang terkait dengan transaksi pinjam meminjam dana dan/atau
penjaminan
Dalam transaksi pinjam meminjam antara PAMA dan SMM tidak terdapat jaminan.
f. Analisis Kelayakan rencana penggunaan dana atas transaksi pinjam-meminjam dana
dan/atau penjaminan
Dana pinjaman dari PAMA akan dimanfaatkan SMM untuk mendukung pembiayaan modal
kerja jika dibutuhkan. Berdasarkan proyeksi keuangan SMM yang disusun oleh manajemen
SMM, dengan adanya dana untuk memenuhi kebutuhan modal kerja maka SMM dapat
42 | P a g e 00117/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2023
Page 43
membukukan pendapatan dan laba yang cenderung terus meningkat ke depannya. Selain itu,
SMM juga memiliki kemampuan secara finansial untuk membayar pelunasan pinjaman
kepada PAMA dengan tetap menjaga kecukupan saldo kas untuk menjalankan kegiatan
usahanya.
3.7. Kesimpulan
Dengan mempertimbangkan analisis kewajaran atas Transaksi yang dilakukan meliputi analisis
kualitatif dan analisis kuantitatif, dan analisis inkremental, maka dari segi ekonomis dan
keuangan, menurut pendapat kami Rencana Transaksi Penambahan Fasilitas Pinjaman dengan
sifat Bergulir (revolving) oleh PAMA kepada SMM, adalah Wajar.
43 | P a g e 00117/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2023
Page 44
ASUMSI – ASUMSI DAN KONDISI PEMBATAS
1. Laporan pendapat kewajaran ini bersifat non-disclaimer opinion.
2. Penilai Bisnis telah melakukan penelahaan atas dokumen yang digunakan dalam proses analisis
pendapat kewajaran.
3. Data dan informasi yang diperoleh berasal dari sumber yang dapat dipercaya keakuratannya
4. Penilai mengunakan proyeksi keuangan yang dibuat oleh manejemen.
5. Laporan Pendapat Kewajaran ini terbuka untuk publik.
6. Analisis, opini dan kesimpulan yang dibuat oleh penilai, serta laporan pendapat kewajaran telah
disusun sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”) No. 35/POJK.04/2020
tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal dan
ketentuan Standar Penilaian Indonesia (SPI), Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI).
7. Penilai Bisnis bertanggung jawab atas Laporan Pendapat kewajaran dan Kesimpulan Opini
Akhir.
8. Penilai telah memperoleh informasi atas status hukum Obyek Penilaian dari Pemberi Tugas.
9. Semua sengketa dalam bentuk perkara pidana maupun perdata (baik di dalam maupun di luar
pengadilan) yang berkaitan dengan obyek penilaian tidak menjadi tanggung jawab kami.
10. Kami ingin menekankan bahwa hasil kajian, analisis, serta tanggung jawab kami secara khusus
hanya terbatas pada aspek nilai atas obyek penilaian, diluar dari aspek perpajakan dan hukum
karena hal tersebut berada diluar lingkup penugasan kami.
11. Perubahan-perubahan yang dilakukan oleh pihak Pemerintah maupun swasta yang berkaitan
dengan kondisi obyek penilaian, dalam hal ini kondisi pasar dan sebagainya bukan menjadi
tanggung jawab kami.
12. Laporan pendapat kewajaran ini disajikan hanya untuk maksud dan tujuan seperti tertulis di
dalam laporan dan tidak dapat digunakan untuk maksud dan tujuan lainnya dan kami tidak
bertanggung jawab jika laporan ini digunakan untuk tujuan lain.
13. Laporan pendapat kewajaran ini sebagai salah satu informasi untuk dijadikan dasar pemikiran
dalam mengambil keputusan, akan tetapi tidak mengikat dan tidak dapat dijadikan sebagai
dasar penentu suatu keputusan yang berakibat hukum, karena laporan pendapat kewajaran ini
semata-mata dibuat berdasarkan kajian disiplin ilmu dan kemampuan yang kami miliki.
14. Laporan pendapat kewajaran ini tidak berlaku dan tidak sah apabila tidak terdapat tanda
tangan penilai berijin beserta stempel perusahaan (corporate seal) yang resmi dari KJPP
Ferdinand, Danar, Ichsan & Rekan.
15. Laporan penilaian ini dibuat dan ditujukan hanya kepada pemberi tugas, sesuai dengan maksud
dan tujuan yang diungkapkan dalam laporan penilaian.
44 | P a g e 00117/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2023
Page 45
PERNYATAAN PENILAI
Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai Penilai Independen, kami yang bertanda tangan
di bawah ini menerangkan bahwa:
1. Pernyataan faktual yang dipresentasikan dalam laporan penilaian adalah benar sesuai dengan
pemahaman terbaik dari Penilai.
2. Analisis dan kesimpulan hanya dibatasi oleh asumsi dan kondisi yang dilaporkan.
3. Kami tidak mempunyai kepentingan baik sekarang atau di masa yang akan datang, maupun
memiliki kepentingan pribadi atau keberpihakan kepada terhadap obyek Penilaian.
4. Imbalan Jasa Penilai tidak berkaitan dengan hasil pendapat kewajaran yang dilaporkan.
5. Penilaian dilakukan dengan memenuhi Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”) No.
35/POJK.04/2020 tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar
Modal dan ketentuan Standar Penilaian Indonesia (SPI) dan Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI).
6. Penilai telah memenuhi persyaratan pendidikan profesional yang ditentukan dan/atau
diselenggarakan oleh Asosiasi Penilai yang diakui Pemerintah.
7. Penilai memiliki pemahaman mengenai jenis usaha atau industri yang menjadi obyek penilaian.
8. Tidak ada Penilai lainnya selain yang bertandatangan di bawah ini, yang telah terlibat dalam
pelaksanaan inspeksi, analisis, pembuatan kesimpulan, dan opini sebagaimana yang dinyatakan
dalam laporan pendapat kewajaran ini.
9. Analisis telah dilakukan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam Laporan Pendapat
Kewajaran.
10. Kami bertanggung jawab atas laporan pendapat kewajaran yang telah kami susun berdasarkan
data yang telah diberikan kepada kami oleh Pemberi tugas dan kami anggap akurat serta lengkap.
11. Kami tidak bertanggung jawab atas hasil laporan ini apabila data-data, dokumen dan informasi
dari Pemberi Tugas yang diberikan kepada kami tidak sah/legal sehingga menjadi tidak lengkap
atau menyesatkan.
12. Penugasan pendapat kewajaran telah dilakukan terhadap obyek penilaian pada tanggal penilaian
(cut off date).
13. Analisis dan kesimpulan yang dihasilkan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam laporan
pendapat kewajaran.
14. Kesimpulan pendapat kewajaran yang dihasilkan dalam penugasan pemberian pendapat
kewajaran profesional telah disajikan sebagai kesimpulan nilai.
15. Penilai melakukan sesuai dengan Lingkup Penugasan dan data yang dianalisis telah diungkapkan.
16. Kesimpulan pendapat kewajaran telah sesuai dengan asumsi dan kondisi pembatas.
17. Data ekonomi dan industri yang tercantum dalam laporan kami peroleh dari sumber yang telah
terpublikasi dan diyakini kebenarannya.
45 | P a g e 00117/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2023
Page 46
FDi
l' -\R l '\111 �
Penilai Tonda Tongan
Penanggung Jawab:
M. lchsan Suud, SP., MBA., MAPPI (Cert)
lzin Penilai Bisnis No.
MAPP! No.
: B-1.16.00453
: 10-S-02571 -
STTD Bapepam No. : STTD.PB-50/PM.223/2020
RMK : RMK-2017.00526
Pemeriksa:
J. Ferdinand H. Pardede, MAPPI (Cert)
lzin Penilai Bisnis No. : B 1.09.00089
MAPPI No. : 01-S-01490
STTD Bopepam No. : STTD.PB-17/PJ-1/PM.02/2023
RMK : RMK-2017.00081
Penilai:
Bongkit Widhi Rohorjo, S.E
MAPP! No. : 15-T-06112
RMK : RMK-2017.01119
Asisten Penilai :
Edho Fakhri Fuady, S.E, MBA, Akt
MAPPI No. : 23-A-12075
00117/2.0176-00/BS/02/0453/1/Xll/2023
46 IP age
Page 47
LAMPIRAN 47 | P a g e 00117/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2023
Page 48
Lampir an 1
Analisa Re ncana T r ansaksi
(dalam jutaan Rupiah)
Nilai Ekuitas
K e te r angan %
Re ncana T r ansaksi UNT R
Rencana Transaksi 601.040 75.821.227 0,79%
Analisa Bunga
K e te r angan T ar if Bunga Batas Bawah Batas Atas
Penerima Kredit Lapangan
Usaha Pertambangan dan 7,17% 6,63% 7,71%
Penggalian
PAMA 7,27%
48 | P a g e 00117/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2023
Page 49
Lampiran 2
Proforma U T B S
(dalam Jutaan Rupiah)
Sebelu m Ren can a Ren can a
U raian Elimin asi Proforma
Tran saksi Tran saksi
A set Lan car
Kas dan setara kas 25.742.014 25.742.014
Aset lancar lainnya 42.102.619 42.102.619
A set Tidak Lan car
Piutang non-usaha
Pihak ketiga 155 155
Pihak berelasi 0 601.040 (601.040) 0
Aset tidak lancar lainnya 66.618.358 66.618.358
J u mlah A set 134. 463. 146 601. 040 (601. 040) 134. 463. 146
Liabilitas J an gka Pen dek 49.842.101 49.842.101
Liabilitas J an gka Pan jan g
Utang non-usaha pihak berelasi 0 601.040 (601.040) 0
Liabilitas pajak tangguhan 2.957.511 2.957.511
Instrumen keuangan derivatif 0 0
Provisi 806.254 806.254
Liabilitas imbalan kerja 3.921.942 3.921.942
Utang jangka panjang, stlh dikurangi bagian jk pendek 0 0
Pinjaman bank 0 0
Sewa pembiayaan 718.792 718.792
Pinjaman lain-lain 150.418 150.418
Pendapatan tangguhan 0 0
Liabilitas keuangan jangka panjang lain-lain 244.901 244.901
J u mlah Liabilitas 58. 641. 919 601. 040 (601. 040) 58. 641. 919
J u mlah Eku itas 75.821.227 601.040 (601.040) 63.677.972
J u mlah Liabilitas dan Eku itas 134. 463. 146 601. 040 (601. 040) 134. 463. 146
49 | P a g e 00117/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2023
Page 50
Lampi r an 3
Sensitivitas Sales
P e nj ual an nai k 5%, be ban nai k 5%
Ur ai an S at uan 2023 2024 2025 2026 2027 2028
Pendapatan Rp Mn 130.424.458 122.709.771 128.853.297 130.661.120 134.607.397 138.672.861
Beban Pokok Pendapatan Rp Mn (98.749.522) (97.110.843) (102.204.435) (103.677.027) (106.820.832) (110.060.212)
Laba Kot or R p Mn 31.674.936 25.598.928 26.648.862 26.984.093 27.786.566 28.612.649
Beban usaha Rp Mn 24.828.133 18.793.434 19.620.843 19.714.802 20.297.725 20.897.627
Laba S e be l um P aj ak R p Mn 23.512.835 17.516.443 17.961.607 18.389.646 18.820.562 19.397.652
Beban Pajak Rp Mn (5.172.824) (3.853.618) (3.951.553) (4.045.722) (4.140.524) (4.267.483)
Laba t ahun Be r j al an R p Mn 18.340.011 13.662.826 14.010.053 14.343.924 14.680.038 15.130.168
S e nsi t i vi t as S al e s UN T R
Penjualan : 5%
Beban : 5%
Ur ai an S at uan 2023 2024 2025 2026 2027 2028
Revenue Rp Mn 130.424.458 122.709.771 128.853.297 130.661.120 134.607.397 138.672.861
COGS Rp Mn (98.749.522) (97.110.843) (102.204.435) (103.677.027) (106.820.832) (110.060.212)
Gr oss pr ofi t Rp Mn 31.674.936 25.598.928 26.648.862 26.984.093 27.786.566 28.612.649
Opex Rp Mn (6.846.802) (6.805.494) (7.028.018) (7.269.291) (7.488.841) (7.715.022)
O pe r at i g pr ofi t R p Mn 24.828.133 18.793.434 19.620.843 19.714.802 20.297.725 20.897.627
Gain/(loss) on forex Rp Mn (324.144) 0 0 0 0 0
Net interest Rp Mn (603.870) (1.880.515) (2.299.204) (1.974.884) (2.022.594) (2.072.084)
Other income/(charges) Rp Mn (387.285) 603.524 639.967 649.728 545.431 572.108
P r ofi t be for e t ax R p Mn 23.512.835 17.516.443 17.961.607 18.389.646 18.820.562 19.397.652
Income tax Rp Mn (5.172.824) (3.853.618) (3.951.553) (4.045.722) (4.140.524) (4.267.483)
P r ofi t aft e r t ax R p Mn 18.340.011 13.662.826 14.010.053 14.343.924 14.680.038 15.130.168
P e r hi t ungan T ax Loss Car r y F or w ar d
S at uan 2023 2024 2025 2026 2027 2028
Income before tax Rp Mn 23.512.835 17.516.443 17.961.607 18.389.646 18.820.562 19.397.652
Tax % 22% 22% 22% 22% 22% 22%
Income tax expense Rp Mn 5.172.824 3.853.618 3.951.553 4.045.722 4.140.524 4.267.483
50 | P a g e 00117/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2023
Page 51
Sensitivitas Sales
P e nj ual an t ur un 5%, be ban nai k 5%
Ur ai an S at uan 2023 2024 2025 2026 2027 2028
Pendapatan Rp Mn 118.003.081 111.023.126 116.581.554 118.217.204 121.787.645 125.465.922
Beban Pokok Pendapatan Rp Mn (98.749.522) (97.110.843) (102.204.435) (103.677.027) (106.820.832) (110.060.212)
Laba Kot or R p Mn 19.253.559 13.912.283 14.377.119 14.540.177 14.966.814 15.405.710
Beban usaha Rp Mn 12.406.756 7.106.789 7.349.101 7.270.886 7.477.973 7.690.688
Laba S e be l um P aj ak R p Mn 11.106.893 5.874.949 5.723.727 5.968.305 6.012.098 6.190.712
Beban Pajak Rp Mn (2.443.516) (1.292.489) (1.259.220) (1.313.027) (1.322.661) (1.361.957)
Laba t ahun Be r j al an R p Mn 8.663.377 4.582.460 4.464.507 4.655.278 4.689.436 4.828.756
S e nsi t i vi t as S al e s UN T R
Penjualan : -5%
Beban : 5%
Ur ai an S at uan 2023 2024 2025 2026 2027 2028
Revenue Rp Mn 118.003.081 111.023.126 116.581.554 118.217.204 121.787.645 125.465.922
COGS Rp Mn (98.749.522) (97.110.843) (102.204.435) (103.677.027) (106.820.832) (110.060.212)
Gr oss pr ofi t Rp Mn 19.253.559 13.912.283 14.377.119 14.540.177 14.966.814 15.405.710
Opex Rp Mn (6.846.802) (6.805.494) (7.028.018) (7.269.291) (7.488.841) (7.715.022)
O pe r at i g pr ofi t Rp Mn 12.406.756 7.106.789 7.349.101 7.270.886 7.477.973 7.690.688
Gain/(loss) on forex Rp Mn (308.709) 0 0 0 0 0
Net interest Rp Mn (603.870) (1.835.487) (2.265.433) (1.952.371) (2.011.337) (2.072.084)
Other income/(charges) Rp Mn (387.285) 603.647 640.059 649.789 545.462 572.108
P r ofi t be for e t ax Rp Mn 11.106.893 5.874.949 5.723.727 5.968.305 6.012.098 6.190.712
Income tax Rp Mn (2.443.516) (1.292.489) (1.259.220) (1.313.027) (1.322.661) (1.361.957)
P r ofi t aft e r t ax Rp Mn 8.663.377 4.582.460 4.464.507 4.655.278 4.689.436 4.828.756
51 | P a g e 00117/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2023
Page 52
Lampi r an 4
P r oy e ksi Lapor an Ke uangan Konsol i dasi an S e be l um dan S e t e l ah T r ansaksi
(dalam jutaan rupiah)
Lapor an Laba (R ugi )
S E BE LUM T R A N S A KS I
Ur ai an 2023 2024 2025 2026 2027 2028
Revenue 124.213.769 116.866.448 122.717.425 124.439.162 128.197.521 132.069.392
COGS (94.047.164) (92.486.517) (97.337.557) (98.740.026) (101.734.125) (104.819.250)
Gr oss pr ofi t 30.166.605 24.379.932 25.379.868 25.699.137 26.463.396 27.250.142
Opex (6.520.764) (6.481.423) (6.693.351) (6.923.135) (7.132.230) (7.347.640)
O pe r at i g pr ofi t 23.645.841 17.898.508 18.686.518 18.776.002 19.331.166 19.902.502
Gain/(loss) on forex (308.709) 0 0 0 0 0
Net interest (603.870) (1.880.515) (2.299.204) (1.974.884) (2.022.594) (2.072.084)
Other income/(charges) (387.285) 603.524 639.967 649.728 545.431 572.108
P r ofi t be for e t ax 22.345.978 16.621.518 17.027.281 17.450.845 17.854.004 18.402.526
Income tax (5.368.406) (3.689.156) (3.739.738) (3.705.426) (3.817.338) (3.932.631)
P r ofi t aft e r t ax 16.977.572 12.932.362 13.287.543 13.745.420 14.036.666 14.469.895
Lapor an P osi si Ke uangan
Ur ai an 2023 2024 2025 2026 2027 2028
Cur r e nt A sse t
Cash & cash equivalent 19.281.079 15.345.681 13.804.705 15.439.936 15.801.578 16.347.481
AR 21.846.606 21.818.483 23.481.845 24.232.872 25.283.955 25.991.766
Inventories 19.217.738 19.607.771 21.574.005 20.633.791 21.256.981 21.898.993
Advance payment 1.131.522 1.173.730 1.112.729 1.139.336 1.173.747 1.209.197
Prepaid expenses 0 0 0 0 0 0
Other current asset 5.764.784 4.354.204 4.998.179 5.005.223 5.155.215 5.309.737
N on Cur r e nt A sse t
Due from shareholder 3.217.038 5.317.038 5.317.038 5.317.038 5.210.765 5.396.804
Investment in shares of stock 25.678.914 38.712.636 39.130.820 39.511.565 39.911.347 40.331.118
Fixed assets 47.273.151 53.106.721 54.368.078 52.753.600 53.768.473 54.801.485
Mining properties 0 0 0 0 0 0
Deferred tax assets 3.223.926 3.245.768 3.328.537 3.408.095 3.511.027 3.613.097
Coal exploration & development costs 5.699.565 6.226.941 6.074.330 6.089.898 6.480.846 6.816.943
Goodwill 2.565.982 2.565.982 2.565.982 2.565.982 2.565.982 2.565.982
Other non current asset 2.394.451 2.398.537 2.398.644 2.399.212 2.411.222 2.423.594
T ot al A sse t 157.294.758 173.873.493 178.154.891 178.496.548 182.531.137 186.706.197
Cur r e nt Li abi l i t i e s
AP 28.383.908 26.313.276 26.796.221 26.493.068 27.287.401 28.395.313
Accrued expenses 10.772.615 9.689.256 11.510.942 11.487.340 12.215.724 11.395.410
Tax payables 2.331.910 2.704.149 2.962.404 3.229.581 2.527.002 2.627.365
Other current liabilities 20.164.553 35.423.653 32.106.455 27.382.385 22.689.065 18.117.808
N on Cur r e nt Li abi l i t i e s
Deferred tax liabilities 2.638.209 2.423.812 2.224.404 1.961.733 2.020.811 2.081.673
LT portion of long term bank loan 9.683.000 8.008.500 5.809.000 3.569.500 3.474.792 3.538.966
Employee benefit obligations 3.976.575 4.078.564 4.147.503 4.177.144 4.303.304 4.433.274
Other non current liabilities 829.273 786.425 728.184 655.470 675.267 695.662
T ot al l i abi l i t i e s 78.780.043 89.427.635 86.285.113 78.956.222 75.193.365 71.285.471
Equity attributable to owners 74.581.863 80.475.689 87.875.514 95.562.038 103.362.815 111.448.521
Non-controlling interests 3.932.852 3.970.170 3.994.264 3.978.288 3.974.957 3.972.205
T ot al e qui t y 78.514.715 84.445.858 91.869.778 99.540.326 107.337.772 115.420.727
T ot al Li abi l i t i e s + E qui t y 157.294.758 173.873.493 178.154.891 178.496.548 182.531.137 186.706.197
52 | P a g e 00117/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2023
Page 53
Lapor an A r us Kas
S E BE LUM T R A N S A KS I
Ur ai an 2023 2024 2025 2026 2027 2028
Beginning Balance 38.281.513 19.281.079 15.345.681 13.804.705 15.439.936 15.801.578
Cash fr om O pe r at i ng A ct i vi t i e s 21.339.163 18.087.430 21.779.624 25.575.690 22.350.674 22.727.867
EBITDA 32.972.581 28.719.150 30.074.102 31.822.323 32.628.472 33.455.279
Working Capital (5.661.142) (5.062.049) (2.255.536) (566.323) (4.437.866) (4.722.696)
Interest Expense - Net (603.870) (1.880.515) (2.299.204) (1.974.884) (2.022.594) (2.072.084)
Current Tax (5.368.406) (3.689.156) (3.739.738) (3.705.426) (3.817.338) (3.932.631)
Cash fr om I nve st i ng A ct i vi t i e s (38.922.223) (28.583.127) (11.989.216) (10.805.715) (11.009.467) (11.216.645)
Capex (20.140.783) (16.096.830) (12.121.301) (10.939.909) (11.150.370) (11.364.594)
Investment in shares (19.279.718) (12.886.200) 0 0 0 0
Due To
Dividend received 498.278 399.903 132.085 134.194 140.904 147.949
Cash fr om F i nanci ng A ct i vi t i e s (1.417.374) 6.560.299 (11.331.385) (13.134.744) (10.979.565) (10.965.319)
Proceed/(Repayment) of debt 25.406.646 13.598.835 (5.443.667) (7.075.848) (4.743.676) (4.581.130)
Dividend payment (26.824.020) (7.038.536) (5.887.718) (6.058.896) (6.235.888) (6.384.189)
Due From 0 0 0 0 0 0
Cash Surplus (deficit) (19.000.434) (3.935.398) (1.540.977) 1.635.231 361.642 545.903
E ndi ng Cash 19.281.079 15.345.681 13.804.705 15.439.936 15.801.578 16.347.481
53 | P a g e 00117/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2023
Page 54
P r oy e ksi Lapor an Laba (R ugi )
S E S UDA H T R A N S A KS I
Ur ai an 2023 2024 2025 2026 2027 2028
Revenue 124.213.769 116.866.448 122.717.425 124.439.162 128.197.521 132.069.392
COGS (94.047.164) (92.486.517) (97.337.557) (98.740.026) (101.734.125) (104.819.250)
Gr oss pr ofi t 30.166.605 24.379.932 25.379.868 25.699.137 26.463.396 27.250.142
Opex (6.520.764) (6.481.423) (6.693.351) (6.923.135) (7.132.230) (7.347.640)
O pe r at i g pr ofi t 23.645.841 17.898.508 18.686.518 18.776.002 19.331.166 19.902.502
Gain/(loss) on forex (308.709) 0 0 0 0 0
Net interest (603.870) (1.835.487) (2.265.433) (1.952.371) (2.011.337) (2.072.084)
Other income/(charges) (387.285) 603.647 640.059 649.789 545.462 572.108
P r ofi t be for e t ax 22.345.978 16.666.668 17.061.144 17.473.421 17.865.291 18.402.526
Income tax (5.368.406) (3.689.156) (3.739.738) (3.705.426) (3.817.338) (3.932.631)
P r ofi t aft e r t ax 16.977.572 12.977.512 13.321.405 13.767.995 14.047.953 14.469.895
Lapor an P osi si Ke uangan
S E S UDA H T R A N S A KS I
Ur ai an 2023 2024 2025 2026 2027 2028
Current Asset
Cash & cash equivalent 18.653.079 14.919.709 13.569.503 15.384.248 15.914.147 16.460.050
AR 21.846.606 21.818.483 23.481.845 24.232.872 25.283.955 25.991.766
Inventories 19.217.738 19.607.771 21.574.005 20.633.791 21.256.981 21.898.993
Advance payment 1.131.522 1.173.730 1.112.729 1.139.336 1.173.747 1.209.197
Prepaid expenses 0 0 0 0 0 0
Other current asset 5.764.784 4.354.204 4.998.179 5.005.223 5.155.215 5.309.737
Non Current Asset
Due from shareholder 3.217.038 5.317.038 5.317.038 5.317.038 5.210.765 5.396.804
Investment in shares of stock 25.678.914 38.712.636 39.130.820 39.511.565 39.911.347 40.331.118
Fixed assets 47.273.151 53.106.721 54.368.078 52.753.600 53.768.473 54.801.485
Mining properties 0 0 0 0 0 0
Deferred tax assets 3.223.926 3.245.768 3.328.537 3.408.095 3.511.027 3.613.097
Coal exploration & development costs 5.699.565 6.226.941 6.074.330 6.089.898 6.480.846 6.816.943
Goodwill 2.565.982 2.565.982 2.565.982 2.565.982 2.565.982 2.565.982
Other non current asset 2.394.451 2.398.537 2.398.644 2.399.212 2.411.222 2.423.594
T ot al A sse t 156.666.758 173.447.521 177.919.689 178.440.860 182.643.706 186.818.766
Current Liabilities 0 0 0
AP 28.383.908 26.313.276 26.796.221 26.493.068 27.287.401 28.395.313
Accrued expenses 10.772.615 9.689.256 11.510.942 11.487.340 12.215.724 11.395.410
Tax payables 2.331.910 2.704.149 2.962.404 3.229.581 2.527.002 2.627.365
Other current liabilities 20.164.553 35.423.653 32.106.455 27.382.385 22.689.065 18.117.808
Non Current Liabilities
Deferred tax liabilities 2.638.209 2.423.812 2.224.404 1.961.733 2.020.811 2.081.673
LT portion of long term bank loan 9.055.000 7.537.500 5.495.000 3.412.500 3.474.792 3.538.966
Employee benefit obligations 3.976.575 4.078.564 4.147.503 4.177.144 4.303.304 4.433.274
Other non current liabilities 829.273 786.425 728.184 655.470 675.267 695.662
T ot al l i abi l i t i e s 78.152.043 88.956.635 85.971.113 78.799.222 75.193.365 71.285.471
Equity attributable to owners 74.581.863 80.520.839 87.954.527 95.663.626 103.475.691 111.561.397
Non-controlling interests 3.932.852 3.970.047 3.994.049 3.978.012 3.974.650 3.971.898
Total equity 78.514.715 84.490.886 91.948.576 99.641.638 107.450.341 115.533.296
T ot al Li abi l i t i e s + E qui t y 156.666.758 173.447.521 177.919.689 178.440.860 182.643.706 186.818.766
54 | P a g e 00117/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2023
Page 55
Lapor an A r us Kas
S E S UDA H T R A N S A KS I
Ur ai an 2023 2024 2025 2026 2027 2028
Beginning Balance 38.281.513 18.653.079 14.919.709 13.569.503 15.384.248 15.914.147
Cash fr om O pe r at i ng A ct i vi t i e s 21.339.163 18.132.457 21.813.395 25.598.204 22.361.931 22.727.867
EBITDA 32.972.581 28.719.150 30.074.102 31.822.323 32.628.472 33.455.279
Working Capital (5.661.142) (5.062.049) (2.255.536) (566.323) (4.437.866) (4.722.696)
Interest Expense - Net (603.870) (1.835.487) (2.265.433) (1.952.371) (2.011.337) (2.072.084)
Current Tax (5.368.406) (3.689.156) (3.739.738) (3.705.426) (3.817.338) (3.932.631)
Cash fr om I nve st i ng A ct i vi t i e s (38.922.223) (28.583.127) (11.989.216) (10.805.715) (11.009.467) (11.216.645)
Capex (20.140.783) (16.096.830) (12.121.301) (10.939.909) (11.150.370) (11.364.594)
Investment in shares (19.279.718) (12.886.200) 0 0 0 0
Due To
Dividend received 498.278 399.903 132.085 134.194 140.904 147.949
Cash fr om F i nanci ng A ct i vi t i e s (2.045.374) 6.717.299 (11.174.385) (12.977.744) (10.822.565) (10.965.319)
Proceed/(Repayment) of debt 24.778.646 13.755.835 (5.286.667) (6.918.848) (4.586.676) (4.581.130)
Dividend payment (26.824.020) (7.038.536) (5.887.718) (6.058.896) (6.235.888) (6.384.189)
Due From 0 0 0 0 0 0
Cash Surplus (deficit) (19.628.434) (3.733.371) (1.350.206) 1.814.745 529.899 545.903
E ndi ng Cash 18.653.079 14.919.709 13.569.503 15.384.248 15.914.147 16.460.050
55 | P a g e 00117/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2023
Page 56
Lampi r an 5
A nal i si s I nkr e me nt al
(dalam jutaan rupiah)
Lapor an Laba (R ugi )
I N KR E ME N T A L
Ur ai an 2023 2024 2025 2026 2027 2028
Revenue 0 0 0 0 0 0
COGS 0 0 0 0 0 0
Gr oss pr ofi t 0 0 0 0 0 0
Opex 0 0 0 0 0 0
O pe r at i g pr ofi t 0 0 0 0 0 0
Gain/(loss) on forex 0 0 0 0 0 0
Net interest 0 45.028 33.771 22.514 11.257 0
Other income/(charges) 0 123 92 61 31 0
P r ofi t be for e t ax 0 45.151 33.863 22.575 11.288 0
Income tax 0 0 0 0 0 0
P r ofi t aft e r t ax 0 45.151 33.863 22.575 11.288 0
Lapor an P osi si Ke uangan
I N KR E ME N T A L
Ur ai an 2023 2024 2025 2026 2027 2028
Cur r e nt A sse t
Cash & cash equivalent (628.000) (425.972) (235.202) (55.688) 112.569 112.569
AR 0 0 0 0 0 0
Inventories 0 0 0 0 0 0
Advance payment 0 0 0 0 0 0
Prepaid expenses 0 0 0 0 0 0
Other current asset 0 0 0 0 0 0
N on Cur r e nt A sse t
Due from shareholder 0 0 0 0 0 0
Investment in shares of stock 0 0 0 0 0 0
Fixed assets 0 0 0 0 0 0
Mining properties 0 0 0 0 0 0
Deferred tax assets 0 0 0 0 0 0
Coal exploration & development costs 0 0 0 0 0 0
Goodwill 0 0 0 0 0 0
Other non current asset 0 0 0 0 0 0
T ot al A sse t (628.000) (425.972) (235.202) (55.688) 112.569 112.569
Cur r e nt Li abi l i t i e s 0 0 0 0 0 0
AP 0 0 0 0 0 0
Accrued expenses 0 0 0 0 0 0
Tax payables 0 0 0 0 0 0
Other current liabilities 0 0 0 0 0 0
N on Cur r e nt Li abi l i t i e s 0 0 0 0 0 0
Deferred tax liabilities 0 0 0 0 0 0
LT portion of long term bank loan (628.000) (471.000) (314.000) (157.000) 0 0
Employee benefit obligations 0 0 0 0 0 0
Other non current liabilities 0 0 0 0 0 0
T ot al l i abi l i t i e s (628.000) (471.000) (314.000) (157.000) 0 0
Equity attributable to owners 0 45.151 79.013 101.589 112.876 112.876
Non-controlling interests 0 (123) (215) (277) (307) (307)
T ot al e qui t y 0 45.028 78.798 101.312 112.569 112.569
T ot al Li abi l i t i e s + E qui t y (628.000) (425.972) (235.202) (55.688) 112.569 112.569
56 | P a g e 00117/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2023
Page 57
Lapor an A r us Kas
I N KR E ME N T A L
Ur ai an 2023 2024 2025 2026 2027 2028
Beginning Balance 0 (628.000) (425.972) (235.202) (55.688) 112.569
Cash fr om O pe r at i ng A ct i vi t i e s 0 45.028 33.771 22.514 11.257 0
EBITDA 0 0 0 0 0 0
Working Capital 0 0 0 () 0 0
Interest Expense - Net 0 45.028 33.771 22.514 11.257 0
Current Tax 0 0 0 0 0 0
Cash fr om I nve st i ng A ct i vi t i e s 0 0 0 0 0 0
Capex 0 0 0 0 0 0
Investment in shares 0 0 0 0 0 0
Due To
Dividend received 0 0 0 0 0 0
Cash fr om F i nanci ng A ct i vi t i e s (628.000) 157.000 157.000 157.000 157.000 0
Proceed/(Repayment) of debt (628.000) 157.000 157.000 157.000 157.000 0
Dividend payment 0 0 0 0 0 0
Due From 0 0 0 0 0 0
Cash Surplus (deficit) (628.000) 202.028 190.771 179.514 168.257 0
E ndi ng Cash (628.000) (425.972) (235.202) (55.688) 112.569 112.569
57 | P a g e 00117/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2023
Page 58
Page 59
Page 60
Names mentioned 0 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
The name pass has not read this document yet.
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
Rule parser
Needs review
confidence 0.273
27071 ms
12 Sep 2026 21:44
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
'appraiser_name': '',
'assets': [],
'currency': 'IDR',
'fact_type': '',
'issuer_name': '',
'kind': 'CONFLICT',
'kjpp_name': '',
'letter_number': '',
'object_text': '',
'object_truncated': False,
'parties': [],
'pct_of_equity': None,
'reference_period': '',
'requires_rups': None,
'rups_date': None,
'ticker': '',
'transaction_date': None,
'valuation_date': None,
'value': '601040'}