Skip to content
Back to announcement

20231229_UNTR_Informasi Transaksi Afiliasi_31563211_lamp28.pdf

Asset transaction Needs review UNTR

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 60

Page 1
                 Kantor Jasa Penilai Publik                                                                         The Manhatan Square
                                                                                                         Lt. 16, Suite D, Jl. TB Simatupang
                 FERDINAND, DANAR, ICHSAN DAN REKAN                                                      Cilandak, Jakarta Selatan, 12560
                                                                                                       E-Mail : infoadmin@fdipartners.co
                 Property, Business Valua�on & Advisory
                                                                                                             Website: www.fdipartners.co
                 Licence No. 2.22.0176                                                                            Phone (62 21) 27875911
                 KMK 460/KM.1/202



Jakarta, 22 Desember 2023



Kepada Yth.
PT Suprabari Mapanindo Mineral
Jl. Rawagelam I No.9
Kawasan Industri Pulogadung
Jakarta Timur 13930

No. Laporan    : 00117/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2023

Hal             : Pendapat Kewajaran

Dengan hormat,

LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN ATAS RENCANA TRANSAKSI PEMBERIAN PINJAMAN (SHAREHOLDER
LOAN) DARI PT. PAMAPERSADA NUSANTARA KEPADA PT. SUPRABARI MAPANINDO MINERAL

Berdasarkan persetujuan atas surat penawaran No. 001/FDI/PB-FO/VIII/2023 tertanggal 1 Agustus
2023, KJPP Ferdinand, Danar, Ichsan dan Rekan (“KJPP FDI&R” atau “Kami”) mendapat penugasan dari
PT. Suprabari Mapanindo Mineral (“SMM”) untuk memberikan laporan hasil analisis tentang Kewajaran
atas Rencana transaksi berupa pemberian pinjaman dari PT. Pamapersada Nusantara (“PAMA”) kepada
PT. Suprabari Mapanindo Mineral (“SMM”), dimana PAMA dan SMM merupakan perusahaan afiliasi dari
PT. United Tractors Tbk (“Perseroan” atau “UNTR”). Rencana transaksi pemberian pinjaman dari PAMA
kepada SMM selanjutnya disebut sebagai “Rencana Transaksi”. Atas dasar hal tersebut, maka Rencana
Transaksi merupakan Transaksi Afiliasi sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Otoritas Jasa
Keuangan Republik Indonesia Nomor 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi
Benturan Kepentingan (“POJK 42”).

Maksud pemberian pendapat kewajaran adalah untuk memberikan laporan hasil analisis tentang
Kewajaran atas Rencana Transaksi. Laporan Pendapat Kewajaran ini ditujukan untuk kepentingan
manajemen UNTR, selaku perusahaan publik, dalam rangka memenuhi ketentuan dalam POJK 42.

Dalam melakukan analisis, sebagai dasar dan pertimbangan bagi kami dalam memberikan pendapat
kewajaran atas Rencana Transaksi tersebut, kami melandaskan dan berdasarkan pada informasi dan
data sebagaimana diberikan oleh manajemen UNTR, yang mana kami mengasumsikan bahwa
informasi dan data yang telah diberikan oleh manajemen UNTR adalah benar, lengkap, dapat
diandalkan, dan tidak menyesatkan. Kami tidak melakukan audit ataupun verifikasi secara mendetail
atas semua informasi dan data yang telah diberikan oleh manajemen UNTR, baik lisan maupun tulisan,
dan dengan demikian kami tidak dapat memberikan jaminan atau bertanggung-jawab apabila
informasi dan data yang diberikan tersebut menjadi tidak lengkap atau menyesatkan.

Pendekatan dan metode penilaian yang kami gunakan dalam menilai kewajaran atas Rencana Transaksi
adalah dengan menggunakan metodologi analisis kualitatif dan analisis kuantitatif. Analisis kualitatif
berupa analisis terhadap latar belakang dan manfaat serta risiko Rencana Transaksi, analisis terhadap
UNTR, serta analisis terhadap kondisi industri dan prospek industri atau bidang usaha yang dijalankan
UNTR. Analisis kuantitatif berupa analisis kinerja historis, analisis laporan keuangan sebelum dan




                                 Kantor Pusat (Proper� dan Bisnis); Kantor Cabang Semarang (Proper�)
Page 2
sesudah transaksi (Proforma) dari sisi UNTR untuk mengetahui dampak keuangan secara konsolidasi
dari transaksi yang dilakukan, serta analisis inkremental dan analisis sensitivitas atas Rencana Transaksi.

Analisis atas Rencana Transaksi, Rencana Transaksi berupa shareholder loan (amend loan agreement)
antara PAMA selaku pihak yang memberikan pinjaman dan SMM selaku pihak yang menerima pinjaman
yang dilakukan untuk mendukung pembiayaan modal kerja SMM.

SMM merupakan suatu perseroan terbatas yang bergerak di bidang usaha pertambangan khususnya
tambang batu bara. SMM berlokasi di Gedung PT Pamapersada Nusantara II, Lt.3 Jalan Rawagelam,
Kawasan Industri Pulogadung, Jakarta Timur. SMM merupakan entitas anak dari PAMA, sedangkan
PAMA merupakan entitas anak dari UNTR.

Pada kondisi ekonomi yang lemah dan adanya potensi terjadinya resesi, SMM juga mengalami isu
surutnya Sungai Barito yang menyebabkan pendangkalan sehingga kapal pengangkut batu bara tidak
bisa lewat. Kondisi ini mengakibatkan terganggunya proses pengiriman batu bara. Selain itu produksi
batu bara juga mengalami perlambatan. Sehingga untuk mengantisipasi hal tersebut, PAMA sebagai
induk usaha SMM berencana untuk memberikan dukungan pembiayaan modal kerja kepada SMM
sebagai salah satu langkah untuk menjaga kebutuhan arus kas SMM.

Pendekatan dan metode penilaian yang kami gunakan dalam menilai kewajaran atas Rencana Transaksi
adalah dengan menggunakan metodologi analisis kualitatif dan analisis kuantitatif. Analisis kualitatif
berupa analisis terhadap latar belakang dan manfaat serta risiko Rencana Transaksi, analisis terhadap
UNTR, serta analisis terhadap kondisi industri dan prospek industri atau bidang usaha yang dijalankan
UNTR. Analisis kuantitatif berupa analisis kinerja historis, analisis laporan keuangan sebelum dan
sesudah transaksi (Proforma) UNTR untuk mengetahui dampak keuangan secara konsolidasi dari
transaksi yang dilakukan, serta analisis inkremental dan analisis sensitivitas atas Rencana Transaksi.

1. Laporan pendapat kewajaran disusun berdasarkan pada prinsip integritas informasi dan data. Dalam
   menyusun laporan ini, kami melandaskan dan berdasarkan pada informasi dan data sebagaimana
   diberikan manajemen UNTR, yang mana berdasarkan hakekat kewajaran adalah benar, lengkap,
   dapat diandalkan serta tidak menyesatkan.
2. Kami tidak melakukan audit ataupun uji kepatuhan secara mendetail atas penjelasan maupun data
   - data yang diberikan oleh manajemen UNTR, baik lisan maupun tulisan, dan dengan demikian kami
   tidak dapat memberikan jaminan atau bertanggungjawab terhadap kebenaran dan kelengkapan
   dari informasi atau penjelasan tersebut.
3. Segala perubahan terhadap data-data yang telah diberikan manajemen UNTR pada kami,
   sebagaimana tercantum pada bagian sumber data dan Informasi, dapat mempengaruhi hasil
   penilaian secara material. Oleh karena itu, kami tidak dapat menerima tanggung jawab atas
   kemungkinan terjadinya perbedaan kesimpulan yang disebabkan perubahan data tersebut.
4. Laporan pendapat kewajaran ini disusun dengan mempertimbangkan kondisi pasar dan
   perkonomian, kondisi umum bisnis dan keuangan, serta peraturan Pemerintah pada tanggal Laporan
   ini dikeluarkan.
5. Kami menganggap bahwa sejak tanggal penerbitan Laporan pendapat kewajaran ini tidak terjadi
   perubahan yang berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam
   Laporan penilaian ini. Laporan pendapat kewajaran ini hanya dipersiapkan untuk dapat
   dipergunakan sesuai dengan tujuan yang telah disebutkan dalam laporan ini, dan tidak dapat
   dipergunakan untuk tujuan lainnya.


2|Page                                                            00117/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2023
Page 3
6. Laporan pendapat kewajaran ini harus dipandang sebagai satu kesatuan dan penggunaan sebagian
   analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan keseluruhan informasi dan analisis dapat
   menyebabkan pandangan yang menyesatkan.
7. Kami tidak bertanggungjawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi pendapat kami karena
   peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal surat ini. Rencana transaksi merupakan transaksi
   afiliasi sebagaimana dimaksud dalam POJK 42 dimana PAMA merupakan entitas anak dari UNTR,
   sedangkan SMM merupakan entitas anak yang dimiliki PAMA secara tidak langsung melalui TTA.

SMM memiliki Fasilitas Pinjaman Shareholder loan pada PAMA dengan plafon sebesar USD40.000.000,-
(Empat Puluh Juta Dolar Amerika Serikat) atau setara dengan Rp 601.040 juta (dengan menggunakan
kurs per 30 Juni 2023 sebesar Rp. 15.026,-). Berdasarkan draft Amendment I to Loan Agreement antara
PAMA dengan SMM, sepakat untuk mengganti suku bunga pinjaman dari Term LIBOR dan Marjin yang
berlaku menjadi Term SOFR dan Marjin yang berlaku.

Perjanjian Pinjaman antara PAMA dan SMM, yang mencakup Draft Amendment I , total fasilitas pinjaman
yang diberikan PAMA kepada SMM adalah sebesar USD40.000.000,00 (Empat Puluh Juta Dolar
Amerika Serikat) atau setara dengan Rp 601.040 juta (dengan menggunakan kurs per 30 Juni 2023
sebesar Rp. 15.026,-). Fasilitas pinjaman tersebut dikenakan bunga sebesar Term SOFR + 2%.
Berdasarkan Laporan Keuangan UNTR per 30 Juni 2023 yang telah yang disampaikan pada pernyataan
direksi, ekuitas UNTR tercatat sebesar Rp75.821.227 juta maka Rencana Transaksi sebesar 0,79% dari
ekuitas UNTR dengan demikian bukan merupakan transaksi material sebagaimana dimaksud dalam
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia Nomor 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi
Material dan Perubahan Kegiatan Usaha (“POJK 17/2020”).

Analisa kualitatif berdasarkan Asosiasi Pertambangan Batu bara Indonesia (APBI), prospek bisnis batu
bara pada tahun 2023 masih cukup baik karena ditopang oleh harga komoditas yang diperkirakan
masih di level positif. Permintaan untuk komoditas batu bara baik domestik maupun ekspor masih tetap
tinggi yang dibuktikan dari produksi real time mencapai 342,5 juta ton atau setara 49,32% dari target
yang ditetapkan pemerintah hingga kuartal II tahun 2023 dengan jumlah ekspor mencapai 108,8 juta
ton. Namun menurut proyeksi Bank Dunia, terjadi penurunan konsumsi batu bara secara umum. Hal ini
berkaitan dengan kebijakan NZE (Net-zero Emission) yang tengah dicanangkan beberapa negara
dipredikisi akan membawa dampak yang masif bagi berbagai industri global termasuk industri batu
bara. Selain itu, diperkirakan bahwa setelah tahun 2040 pemanfaatan batu bara yang tersisa akan
menggunakan teknologi CCS / CCUS (Carbon Capture, Utility, & Storage). Dengan begitu, tentunya
pengusaha batu bara juga perlu memplejari integrasi pemanfaatan batu bara dengan teknologi tersebut.
Sejalan dengan tren transisi energi ke energi yang lebih bersih, ekspansi pelaku usaha pertambangan
batu bara dalam tiga tahun terakhir sudah mengarah kepada diversifikasi usaha. Perusahaan-
perusahaan banyak berinvestasi ke ekosistem kendaraan listrik, hydro power, PLTS, smelter nickel,
smelter aluminium, dan mineral lainnya. Dimana upaya ini akan mendukung kontribusi positif dalam
mendukung upaya pemerintah dalam mencapai target NZE.

Dengan Rencana Transaksi, SMM memperoleh pinjaman untuk kebutuhan dana modal kerja untuk
dapat tetap melaksanakan kegiatan operasionalnya jika dibutuhkan, sehingga hal ini juga akan
memberikan citra yang baik di mata investor dan masyarakat, bahwa pasca pandemi, UNTR dan grup
tetap dapat mempertahankan pangsa pasar, produktivitas dan juga memenuhi kebutuhan
pelanggannya dengan baik, yang dapat berpengaruh terhadap harga saham UNTR.



3|Page                                                         00117/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2023
Page 4
                                                                                       FDI
Analisa kuantitatif mengacu kepada kinerja keuangan historis. Selama periode 2018 –2022, total aset UNTR
rata-rata meningkat sebesar 5,75%, di periode yang sama, total liabilitas UNTR mengalami penurunan rata-
rata sebesar negatif 1,47%, sedangkan total ekuitas UNTR rata-rata meningkat sebesar 12,20%. Selama
periode 2018 – 2022, pendapatan UNTR mengalami peningkatan rata-rata sebesar 14,62% dan pada
periode yang sama, laba (rugi) tahun berjalan UNTR mengalami peningkatan rata-rata sebesar 38,13%.

Analisa inkremental dilakukan untuk melihat manfaat Rencana Transaksi bagi UNTR. Berdasarkan proyeksi
keuangan UNTR sebelum dan setelah Rencana Transaksi periode 2023 – 2028 yang disusun oleh
manajemen, Rencana Transaksi memberikan nilai tambah berupa peningkatan pada pendapatan, total aset,
ekuitas, dan laba tahun berjalan bila Rencana Transaksi dilakukan sepanjang semua asumsi-asumsi
terpenuhi.

Analisis kewajaran dengan membandingkan antara tarif bunga Pinjaman Rencana Transaksi dengan tarif
bunga pinjaman bank lainnya. Berdasarkan perjanjian atas rencana transaksi, suku bunga yang dikenakan
adalah Term SOFR + Margin 2% atau setara dengan 7,27% per 30 Juni 2023, sedangkan suku bunga rata-
rata kredit bank umum kepada pihak bukan bank berdasarkan lapangan usaha pertambangan dan
penggalian per 30 Juni 2023 adalah sebesar 7,17%, sehingga tarif bunga pinjaman Rencana Transaksi
masih dalam batas wajar (batas atas - batas bawah) 7,5% terhadap suku bunga pinjaman, dimana batas
bawah dan batas atas kewajaran masing-masing sebesar 6,63% dan 7,71%.

Dengan demikian, berdasarkan analisis kewajaran atas Rencana Transaksi yang meliputi analisis kualitatif
dan analisis kuantitatif, serta analisis inkremental, maka dari segi ekonomis dan keuangan, menurut
pendapat kami, Rencana Transaksi Penambahan Fasilitas Pinjaman dengan sifat Bergulir (revolving) dari
PAMA kepada SMM adalah Wajar.

Kami menyatakan dengan sesungguhnya, bahwa dalam· melaksanakqn penugasan ini, kami bertindak
sebagai pihak independen yang tidak terikat dengan kepentingan apapun, baik soot ini maupun di masa
datang terkait dengan usaha UNTR, PAMA, SMM, maupun atas transaksi yang dilakukan.

Demikian laporan pendapat kewajaran ini kami sampaikan, atas kerjasama don kepercayaan yang telah
diberikan kepada kami untuk penugasan ini kami ucapkan terima kasih.
Hormat kami,
KJPP FERDINAND, DANAR, ICHSA . AN REKAN



                                  I
M. lchsan Suud. SP .• MBA.. MAPPI (Cert)
lzin Penilai Bisnis No.   : B-1.16.00453
MAPPI No.                 : 10-S-02571
STTD Bapepam No.          : STTD.PB-50/PM.223/2020
RMK                       : RMK-2017.00526




                                                                00117/2.0176-00/BS/02/0453/1/Xll/2023
41Page
Page 5
                                                               DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN ....................................................................................................................6
   1.1.      Uraian Mengenai Penugasan ............................................................................................. 6
   1.2.      Identitas Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan ................................................................. 6
   1.3.      Tanggal Penilaian (Cut Off Date) dan Masa Berlaku Laporan .............................................. 6
   1.4.      Maksud dan Tujuan Pemberian Pendapat Kewajaran .......................................................... 7
   1.5.      Obyek Analisis Pendapat Kewajaran .................................................................................. 7
   1.6.      Dampak Keuangan dari Transaksi yang Akan Dilakukan .................................................... 7
   1.7.      Pertimbangan Bisnis Yang Digunakan oleh Manajemen Terkait dengan Rencana Transaksi .. 7
   1.8.      Keterkaitan Rencana Transaksi Dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan.......................... 8
   1.9.      Ruang Lingkup Pendapat Kewajaran .................................................................................. 8
   1.10. Sumber Data dan Informasi ............................................................................................... 8
   1.11. Metodologi Analisis Kewajaran Rencana Transaksi ............................................................. 9
   1.12. Pernyataan Independensi Penilai ........................................................................................ 9
   1.13. Distribusi Laporan Pendapat Kewajaran ............................................................................. 9
   1.14. Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Event) ......................................... 10
BAB II ANALISIS ATAS RENCANA TRANSAKSI ................................................................................. 11
   2.1.      Latar Belakang Rencana Transaksi ................................................................................... 11
   2.2.      Maksud dan Tujuan Rencana Transaksi ............................................................................ 11
   2.3.      Obyek Rencana Transaksi................................................................................................ 11
   2.4.      Identifikasi Pihak-Pihak Yang Bertransaksi ........................................................................ 11
   2.5.      Hubungan Pihak-Pihak Yang Bertransaksi ....................................................................... 15
   2.6.      Perjanjian dan Persyaratan yang Disepakati dalam Rencana Transaksi .............................. 17
BAB III ANALISIS TENTANG KEWAJARAN TRANSAKSI ..................................................................... 18
   3.1.      Pendekatan dan Metode Analisis Yang Digunakan ........................................................... 18
   3.2.      Analisis atas Rencana Transaksi ....................................................................................... 18
   3.3.      Analisis Kualitatif Atas Rencana Transaksi ......................................................................... 19
   3.4.      Analisis Kuantitatif Atas Rencana Transaksi ....................................................................... 30
   3.5.      Analisis Kewajaran Atas Rencana Transaksi ...................................................................... 39
   3.6.      Analisis Faktor Lain Yang Relevan .................................................................................... 40
   3.7.      Kesimpulan ..................................................................................................................... 43
ASUMSI – ASUMSI DAN KONDISI PEMBATAS ................................................................................. 44
PERNYATAAN PENILAI .................................................................................................................. 45
LAMPIRAN ................................................................................................................................... 47



5|Page                                                                                   00117/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2023
Page 6
                                             BAB I
                                         PENDAHULUAN

1.1   Uraian Mengenai Penugasan

      Berdasarkan persetujuan atas surat penawaran No. 001/FDI/PB-FO/VIII/2023 tertanggal 01
      Agustus 2023, KJPP Ferdinand, Danar, Ichsan dan Rekan (“KJPP FDI&R” atau “Kami”) mendapat
      penugasan dari PT. Suprabari Mapanindo Mineral (“SMM”) untuk memberikan pendapat
      kewajaran atas rencana transaksi Afiliasi Pemberian Pinjaman dari PT. Pamapersada Nusantara
      (“PAMA”) kepada PT. Suprabari Mapanindo Mineral (“SMM”), dimana PAMA dan SMM
      merupakan perusahaan terafiliasi dari PT. United Tractors Tbk (“Perseroan” atau “UNTR”).
      Rencana transaksi pemberian pinjaman dari PAMA kepada SMM selanjutnya disebut sebagai
      “Rencana Transaksi”. Atas dasar hal tersebut, maka Rencana Transaksi merupakan Transaksi
      Afiliasi sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia
      Nomor 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan (“POJK
      42”).

1.2   Identitas Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan

      Pemberi tugas dalam hal ini adalah SMM, dengan informasi sebagai berikut:

      Nama                    : PT. Suprabari Mapanindo Mineral
      Alamat                  : Jl. Rawagelam I No.9, Kawasan Industri Pulogadung, Jakarta Timur
      Telepon/Fax             : 021 - 2983 2091
      Bidang usaha            : Pertambangan Batu Bara

      Pengguna Laporan dalam hal ini adalah UNTR, dengan informasi sebagai berikut :

      Nama                    : PT. United Tractors, Tbk.
      Alamat                  : Jl. Raya Bekasi Km 22, Cakung, Jakarta Timur 13910
      Telepon/Fax             : 021-24579999
      Bidang usaha            : Mesin konstruksi, kontraktor penambangan, pertambangan, industry
                              konstruksi dan energi



1.3   Tanggal Pendapat Kewajaran (Cut Off Date) dan Masa Berlaku Laporan

      Tanggal penilaian Pendapat Kewajaran adalah tanggal 30 Juni 2023

      Berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”) No. 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian
      dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal (“POJK 35”), masa berlaku laporan
      penilaian adalah selama 6 (enam) bulan sejak tanggal efektif penilaian (cut off date) dalam
      laporan penilaian.




6|Page                                                       00117/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2023
Page 7
1.4   Maksud dan Tujuan Pemberian Pendapat Kewajaran

      Maksud pemberian pendapat kewajaran adalah untuk memberikan laporan hasil analisis tentang
      Kewajaran atas Rencana Transaksi. Laporan Pendapat Kewajaran ini ditujukan untuk kepentingan
      manajemen UNTR, selaku perusahaan publik, dalam rangka memenuhi ketentuan dalam
      POJK 42.

      Laporan pendapat kewajaran ini digunakan untuk penggunaan di pasar modal, dan tidak
      digunakan untuk di luar maksud dan tujuan Pendapat Kewajaran tersebut, maupun penggunaan
      dalam tujuan lainnya. Dalam penugasan ini, bilamana dianggap perlu, penilai akan
      menggunakan bantuan dari luar maupun profesi lainnya.

1.5   Obyek Analisis Pendapat Kewajaran

      Berdasarkan Perjanjian Pinjaman antara PAMA dan SMM, yang mencakup Draft Amendment I
      total fasilitas pinjaman yang diberikan PAMA kepada SMM adalah sebesar USD40.000.000,00
      (Empat Puluh Juta Dolar Amerika Serikat). Atas dasar hal tersebut di atas, maka obyek analisis
      pendapat kewajaran dalam hal ini adalah Rencana Transaksi yang berupa rencana pemberian
      pinjaman sebesar USD 40.000.000,00 atau setara Rp 601.040 juta (kurs: Rp 15.026,-) dari PAMA
      kepada SMM.



1.6   Dampak Keuangan dari Transaksi yang Akan Dilakukan

      Mengacu pada laporan posisi keuangan Proforma UNTR, dampak keuangan atas Rencana
      Transaksi sebagai berikut:

      1) Terdapat peningkatan pada akun Aset Tidak Lancar yaitu piutang non-usaha pihak berelasi
         atas pemberian penambahan fasilitas pinjaman berupa shareholder loan (amend loan
         agreement) sebesar USD 40.000.000,00 atau setara dengan Rp 601.040,00 juta dengan
         menggunakan kurs pada 30 Juni 2023 dari Bank Indonesia sebesar Rp15.026,-.
      2) Terdapat jurnal eliminasi pada akun Aset Tidak Lancar yaitu piutang non-usaha pihak
         berelasi atas pemberian penambahan fasilitas pinjaman berupa shareholder loan (amend
         loan agreement) sebesar USD 40.000.000,00 atau setara dengan Rp 601.040,00 juta
         dengan menggunakan kurs pada 30 Juni 2023 dari Bank Indonesia sebesar Rp15.026,-.
      3) Terdapat peningkatan pada akun Liabilitas Jangka Panjang yaitu utang non-usaha pihak
         berelasi atas penerimaan penambahan fasilitas pinjaman berupa shareholder loan (amend
         loan agreement) sebesar USD 40.000.000,00 atau setara dengan Rp 601.040,00 juta
         dengan menggunakan kurs pada 30 Juni 2023 dari Bank Indonesia sebesar Rp15.026,-.
      4) Terdapat jurnal eliminasi pada akun Liabilitas Jangka Panjang yaitu utang non-usaha pihak
         berelasi atas peneriman penambahan fasilitas pinjaman berpua shareholder loan (amend
         loan agreement) sebesar USD 40.000.000,00 atau setara dengan Rp 601.040,00 juta
         dengan menggunakan kurs pada 30 Juni 2023 dari Bank Indonesia sebesar Rp15.026,-.

1.7   Pertimbangan Bisnis Yang Digunakan oleh Manajemen Terkait dengan Rencana Transaksi

      Rencana Transaksi dilakukan dengan tujuan membantu pemenuhan kebutuhan biaya belanja
      modal dan modal kerja SMM dengan pertimbangan SMM menghadapi kondisi global yang
      menurun dan tidak memiliki standby facility dari bank, sehingga untuk dapat melaksanakan



7|Page                                                        00117/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2023
Page 8
      kegiatan operasionalnya dengan baik PAMA sebagai induk usaha SMM memberikan dukungan
      pembiayaan modal kerja kepada SMM sebagai salah satu langkah untuk menjaga kebutuhan
      arus kas SMM. Seiring dengan isu yang dihadapi SMM yaitu terganggunya proses pengiriman
      batu bara, SMM memerlukan penambahan pinjaman dari PAMA.

      Pertimbangan UNTR atas Rencana Transaksi tersebut adalah dengan dilaksanakannya Rencana
      Transaksi akan membuat SMM dapat menjalankan kegiatan operasional secara komersial
      kedepannya sehingga akan membukukan pendapatan dan laba yang akan berdampak positif
      bagi UNTR secara konsolidasi.



1.8   Keterkaitan Rencana Transaksi Dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan

      Rencana Transaksi yang dilakukan terkait dengan POJK 42.

1.9   Ruang Lingkup Pendapat Kewajaran

      Sehubungan dengan POJK 42, maka dalam penugasan laporan pendapat kewajaran atas
      Rencana Transaksi, kami telah melakukan analisis melalui pendekatan dan prosedur penilaian
      atas Rencana Transaksi yang mencakup hal sebagai berikut:

      a.   Melakukan analisis Rencana Transaksi.
      b.   Melakukan analisis Kualitatif dan Kuantitatif atas Rencana Transaksi.
      c.   Melakukan analisis atas Kewajaran Rencana Transaksi.
      d.   Melakukan analisis atas faktor lain yang relevan.

1.10 Sumber Data dan Informasi

      a. Laporan Keuangan Konsolidasian limited review UNTR untuk periode yang berakhir pada
         tanggal 30 Juni 2023 dengan angka perbandingan untuk periode yang berakhir pada 31
         Desember 2022 yang telah direview oleh Kantor Akuntan Publik Tanudiredja, Wibisana, Rintis
         & Rekan.
      b. Laporan Keuangan Konsolidasian UNTR untuk periode yang berakhir pada tanggal 31
         Desember 2022 dengan angka perbandingan untuk periode yang berakhir pada 31
         Desember 2021 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Tanudiredja, Wibisana, Rintis
         & Rekan dengan pendapat bawa laporan keuangan tersebut menyajikan secara wajar dalam
         semua hal yang material.
      c. Laporan Keuangan Konsolidasian UNTR untuk periode yang berakhir pada tanggal 31
         Desember 2021 dengan angka perbandingan untuk periode yang berakhir pada 31
         Desember 2020 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Tanudiredja, Wibisana, Rintis
         & Rekan dengan pendapat bahwa laporan keuangan tersebut menyajikan secara wajar dalam
         semua hal yang material.
      d. Laporan Keuangan Konsolidasian UNTR untuk periode yang berakhir pada tanggal 31
         Desember 2020 dengan angka perbandingan untuk periode yang berakhir pada 31
         Desember 2019 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Tanudiredja, Wibisana, Rintis
         & Rekan dengan pendapat bawa laporan keuangan tersebut menyajikan secara wajar dalam
         semua hal yang material.
      e. Laporan Keuangan Konsolidasian UNTR untuk periode yang berakhir pada tanggal 31
         Desember 2019 dengan angka perbandingan untuk periode yang berakhir pada 31


8|Page                                                          00117/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2023
Page 9
        Desember 2018 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Tanudiredja, Wibisana, Rintis
        & Rekan dengan pendapat bawa laporan keuangan tersebut menyajikan secara wajar dalam
        semua hal yang material.
     f. Laporan Keuangan Konsolidasian UNTR untuk periode yang berakhir pada tanggal 31
        Desember 2018 dengan angka perbandingan untuk periode yang berakhir pada 31
        Desember 2017 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Tanudiredja, Wibisana, Rintis
        & Rekan dengan pendapat bawa laporan keuangan tersebut menyajikan secara wajar dalam
        semua hal yang material.
     g. Rencana bisnis UNTR sebelum dan setelah Rencana Transaksi untuk 5 (lima) tahun ke depan.
     h. Profoma Laporan Keuangan Konsolidasian UNTR per 30 Juni 2023 (sebelum dan sesudah
        transaksi) yang disiapkan oleh manajemen UNTR.
     i. Rencana bisnis SMM setelah Rencana Transaksi untuk 5 (Lima) tahun ke depan.
     j. Perjanjian Pinjaman antara PAMA dengan SMM tertanggal 23 Agustus 2021 dan Draft
        Amandemen I atas Perjanjian Pinjaman.
     k. Representation Letter No. 265/SMM-EXT/XII/2023 tertanggal 21 Desember 2023
     l. Hasil wawancara dengan pihak PAMA, SMM, UNTR dan pihak lain yang kami anggap layak
        dan relevan guna mengumpulkan dan menganalisis data dan informasi untuk keperluan
        proses penilaian.
     m. Data dan informasi pendukung lainnya dari pihak eksternal baik dari media cetak maupun
        media elektronik mengenai kondisi pasar dan industri.

1.11 Metodologi Analisis Kewajaran Rencana Transaksi

     Dalam menyusun laporan pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi ini, kami telah melakukan
     analisis melalui pendekatan dan prosedur penilaian Rencana Transaksi yang mencakup hal–hal
     sebagai berikut:

     a. Analisis atas Rencana Transaksi,
     b. Analisis Kualitatif dan Kuantitatif atas Rencana Transaksi,
     c. Analisis Atas Kewajaran Nilai Rencana Transaksi.
     d. Analisis atas faktor lain yang relevan.

1.12 Pernyataan Independensi Penilai

     Dalam mempersiapkan laporan pendapat kewajaran ini, KJPP FDI&R bertindak secara
     independen tanpa adanya benturan kepentingan, dan tidak terafiliasi dengan UNTR, PAMA dan
     SMM ataupun pihak pihak lainnya yang terafiliasi dengan UNTR, PAMA maupun SMM. KJPP
     FDI&R juga tidak memiliki kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan
     ini. Laporan pendapat kewajaran ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau
     merugikan pihak manapun. Imbalan yang kami terima sama sekali tidak dipengaruhi oleh opini
     yang dihasilkan dari proses analisis kewajaran ini.

1.13 Distribusi Laporan Pendapat Kewajaran

     Pendapat kewajaran ini diajukan untuk kepentingan UNTR dalam kaitannya dengan Rencana
     Transaksi dan tidak untuk digunakan oleh pihak lain dan kepentingan lain.




9|Page                                                          00117/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2023
Page 10
1.14 Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Event)

       Tidak terdapat peristiwa yang signifikan terjadi yang dapat mempengaruhi laporan penilaian dari
       tanggal penilaian sampai dengan tanggal laporan.




10 | P a g e                                                   00117/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2023
Page 11
                                               BAB II
                                 ANALISIS ATAS RENCANA TRANSAKSI

2.1.   Latar Belakang Rencana Transaksi

       SMM merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan khususnya tambang batu
       bara. Lokasi tambang batu bara SMM berada di Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah.
       Adapun 80% saham SMM dimiliki oleh PT Tuah Turangga Agung (TTA), suatu perusahaan
       perdagangan batu bara di Indonesia yang berada di bawah kepemilikan saham dari PAMA dan
       UNTR, dan 20% saham SMM dimiliki oleh ICRA SMM Pty., Ltd yang merupakan perusahaan
       berdomisili di Australia.

       Pada kondisi ekonomi yang lemah dan adanya potensi terjadinya resesi, SMM juga mengalami
       isu surutnya Sungai Barito yang menyebabkan pendangkalan sehingga kapal pengangkut batu
       bara tidak bisa lewat. Kondisi ini mengakibatkan terganggunya proses pengiriman batu bara.
       Selain itu produksi batu bara juga mengalami perlambatan. Sehingga untuk mengantisipasi hal
       tersebut, PAMA sebagai induk usaha SMM berencana untuk memberikan dukungan pembiayaan
       modal kerja kepada SMM sebagai salah satu langkah untuk menjaga kebutuhan arus kas SMM.

       Transaksi shareholderloan (amend loan agreement) antara SMM selaku pihak yang menerima
       pembiayaan dan PAMA selaku pihak yang memberikan jasa pembiayaan dilakukan untuk
       mendukung pembiayaan modal kerja SMM jika dibutuhkan.

2.2.   Maksud dan Tujuan Rencana Transaksi

       Maksud dan tujuan Rencana Transaksi adalah pemberian pinjaman oleh PAMA kepada SMM
       untuk mendukung pembiayaan modal kerja SMM jika dibutuhkan.

2.3.   Obyek Rencana Transaksi

       Berdasarkan Perjanjian Pinjaman antara PAMA dan SMM, yang mencakup Draft Amendment I,
       total Fasilitas Pinjaman yang diberikan PAMA kepada SMM adalah sebesar USD 40.000.000,-
       (Empat Puluh Juta Dolar Amerika Serikat). Atas dasar hal tersebut di atas, maka obyek Rencana
       Transaksi dalam hal ini adalah pinjaman sebesar USD 40.000.000,- atau setara dengan
       Rp 601.040 juta (kurs : Rp 15.026,-) dari PAMA kepada SMM.

2.4.   Identifikasi Pihak-Pihak Yang Bertransaksi

       Pihak-pihak yang bertransaksi dalam Rencana Transaksi adalah PAMA, selaku pemberi pinjaman,
       SMM, selaku penerima pinjaman dan UNTR, selaku perusahaan public yang laporan
       keuangannya terdampak secara konsolidasi atas Rencana Transaksi.

       a. PT United Tractors (”UNTR”)

          Riwayat Singkat

          PT United Tractors Tbk (“Perseroan” atau “UNTR”) didirikan di Indonesia pada tanggal 13
          Oktober 1972 dengan nama PT Inter Astra Motor Works, Perseroan dikendalikan oleh induk
          perusahaannya PT Astra International Tbk, berdasarkan Akta Pendirian No. 69, dihadapan



11 | P a g e                                                  00117/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2023
Page 12
          Djojo Muljadi, S.H. Akta Pendirian tersebut disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik
          Indonesia dalam Surat Keputusan No. Y.A.5/34/8 tanggal 6 Februari 1973 dan diumumkan
          dalam Lembaran Berita Negara No. 31, Tambahan No. 281 tanggal 17 April 1973.

          Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Perubahan
          Anggaran Dasar terakhir terkait dengan perubahan maksud dan tujuan serta kegiatan
          usaha Perseroan sebagaimana dituangkan dalam Akta No. 79 tanggal 8 April 2022
          yang dibuat dihadapan Jose Dima Satria, S.H., M.Kn., notaris di Jakarta, yang
          telah mendapat pemberitahuan penerimaan pemberitahuan perubahan anggaran dasar
          dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sesuai dengan suratnya
          tanggal 19 April 2022 No. AHU-0028206.AH.01.02.

          Susunan Kepemilikan Saham

          Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian per 30 Juni 2023 susunan pemegang saham
          adalah sebagai berikut:

          Tabel 2.1 Susunan Pemegang Saham UNTR
                     Keterangan               Jumlah Saham          (%)          Nominal (Rp)
           PT Astra International Tbk          2.219.317.358       59,50%       554.829.000.000
           Iwan Hadiantoro                            116.400       0,00%             29.000.000
           Edhie Sarwono                               14.100       0,00%              4.000.000
           Loudy Irwanto Ellias                        14.015       0,00%              4.000.000
           Widjaja Kartika                              2.000       0,00%              1.000.000
           Masyarakat selain Direksi
           (masing-masing kepemilikan          1.412.345.263       37,86%       353.085.000.000
           dibawah 5%)
           Saham Tresuri                           98.326.000       2,64%        24.582.000.000
           Jumlah                              3.730.135.136     100,00%        932.534.000.000
          Sumber: Laporan Keuangan Perseroan

          Susunan Dewan Komisaris dan Direksi UNTR

          Bersadarkan laporan keuangan konsolidasian periode 30 Juni 2023 yang telah di review oleh
          Kantor Akuntan Publik Tanudiredja, Wibisana, Rintis, & Rekan, susunan Dewan Komisaris dan
          Direksi UNTR adalah sebagai berikut:

          Dewan Komisaris:
          Presiden Komisaris            : Djony Bunarto Tjondro
          Wakil Presiden Komisaris      : Gidion Hasan
          Komisaris                     : Djoko Pranoto Santoso
                                          Benjamin Herrenden Birks
          Komisaris Independen          : Paulus Bambang Widjanarko
                                          Nanan Soekarna




12 | P a g e                                                  00117/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2023
Page 13
          Direksi
          Presiden Direktur              : Franciscus Xaverius Laksana Kesuma
          Direktur                       : Loudy Irwanto Ellias
                                          Iwan Hadiantoro
                                          Idot Supriadi
                                          Edhie Sarwono
                                          Widjaja Kartika

          Pada saat laporan ini dikeluarkan tidak terdapat perubahan pada susunan pemegang saham
          serta susunan Dewan Komisaris dan Direksi UNTR.

          Kegiatan Usaha

          Ruang lingkup kegiatan utama Perseroan dan entitas anak (bersama-sama disebut “Grup”)
          meliputi penjualan dan penyewaan alat berat (“mesin konstruksi”) beserta pelayanan purna
          jual; penambangan dan kontraktor penambangan; rekayasa, perencanaan, perakitan, dan
          pembuatan komponen mesin, alat, peralatan, dan alat berat; pembuatan kapal serta jasa
          perbaikannya; penyewaan kapal dan angkutan pelayaran; industri konstruksi; pembangkit
          listrik; dan industri perikanan. Perseroan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1973.
          Perseroan berkedudukan di Jakarta, Indonesia.

  b. PT Pamapersada Nusantara (”PAMA”)

          Riwayat Singkat

          PAMA didirikan berdasarkan Akta No. 74 dibuat di hadapan Rukmasanti Hardjasatya, Notaris
          di Jakarta, tertanggal 26 Agustus 1988. Akta tersebut disahkan oleh Menteri Kehakiman
          Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. C2-4876.HT.01.01.TH’89 tanggal 1 Juni
          1989 dan diumumkan dalam Lembaran Berita Negara No. 77 tanggal 26 September 1989,
          Tambahan No. 2099.

          Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa perubahan dari waktu ke waktu.
          Perubahan terakhir berdasarkan pada Akta Notaris No. 29 tertanggal 10 April 2023 oleh Jose
          Dima Satria, S.H, M.Kn., notaris di Jakarta terkait dengan penunjukan kembali Dewan
          Komisaris dan Direksi Perusahaan. Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
          telah menerima dan mencatat perubahan tersebut berdasarkan Surat Keputusan No. AHU-
          AHU-AH.01.09-0108148 tanggal 10 April 2023.

          Susunan Kepemilikan Saham

          Berdasarkan laporan keuangan konsolidasion 31 Desember 2022, susunan pemegang saham
          adalah sebagai berikut:

          Tabel 2.2 Susunan Pemegang Saham PAMA
                    Keterangan               Jumlah Saham            Nominal (Rp)            (%)
           PT United Tractors Tbk             10.114.950.800      5.057.475.400.000        99,9995%
           PT United Tractors Pandu
                                                      49.200              24.600.000        0,0005%
           Engineering




13 | P a g e                                                    00117/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2023
Page 14
                    Keterangan             Jumlah Saham            Nominal (Rp)           (%)
           Jumlah                            10.115.000.000      5.057.500.000.000           100%
          Sumber: Laporan keuangan PAMA

          Susunan Dewan Komisaris dan Direksi PAMA

          Berdasarkan akta No. 29 tanggal 10 April 2023 dari Notaris Jose Dima Satria S.H., M.Kn
          terdapat perubahan susunan Dewan Komisaris dan Direksi PAMA adalah sebagai berikut:

          Dewan Komisaris:
          Presiden Komisaris            : Djony Bunarto Tjondro
          Komisaris                     : Franciscus Xaverius Laksana Kesuma
                                         Chiew Sin Cheok

          Direksi
          Presiden Direktur             : Hendra Hutahean
          Direktur                      : Chinthya Theresa Am
                                          Ari Sutrisno
                                          Warsito Subagio Surjaatmadja
                                          Roberto Dwi Handoko

          Pada saat laporan ini dikeluarkan tidak terdapat perubahan pada susunan pemegang saham
          serta susunan Dewan Komisaris dan Direksi PAMA.

          Kegiatan Usaha

          PAMA dan entitas anak (bersama-sama disebut “Grup”) bergerak di kontraktor pertambangan
          batu bara dan batu kapur, pertambangan batu bara di area konsesi pertambangan milik
          sendiri, perdagangan batu bara, perawatan jalan, pengoperasian pelabuhan, penyewaan
          peralatan berat, penjualan peralatan berat terpakai, dan pembangkit listrik.



       c. PT Suprabari Mapanindo Mineral (“SMM”)

          Riwayat Singkat

          SMM didirikan pada tahun 1991 berdasarkan Akta Pendirian No. 51 tertanggal 13 Juni 1991
          yang dibuat di hadapan Agus Madjid, S.H., Notaris di Jakarta dan telah memperoleh
          pengesahan sebagai badan hukum berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kehakiman RI No.
          C2-5778 HT.01.01. Th. 97 tertanggal 30 Juni 1997.

          Anggaran Dasar SMM telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan Akta
          Notaris Jose Dima Satria, S.H., M. Kn., No. 114 tanggal 18 April 2023, mengenai perubahan
          Direksi dan Komisaris. Akta tersebut telah mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak
          Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. AHU-AH.01.09-0112865
          tanggal 27 April 2023.




14 | P a g e                                                  00117/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2023
Page 15
          Struktur Permodalan dan Kepemilikan Saham SMM

          Berdasarkan informasi berupa company profile yang diberikan oleh SMM, berikut merupakan
          struktur permodalan dan kepemilikan saham SMM:

          Tabel 2.3 Susunan Pemegang Saham SMM
                                                                        Nominal
                       Keterangan                Jumlah Saham                               (%)
                                                                         (Rp)
           PT Tuah Turangga Agung                    10.465.800      104.658.000.000          80%
           ICRA SMM Pty., Ltd                         2.616.450        26.164.500.000         20%
           Jumlah                                    13.082.250      130.822.500.000      100,00%
          Sumber: Manajemen SMM

          Susunan Pengurus SMM

          Berdasarkan pernyataan keputusan rapat umum pemegang saham tahunan SMM No.114 per
          tanggal 18 April 2023 dari Notaris Jose Dima Satria, S.H., M.Kn. terdapat perubahan susunan
          dewan komisaris dan direksi SMM. Sehingga susunan Dewan Komisaris dan Direksi SMM
          adalah sebagai berikut:

          Dewan Komisaris:
          Presiden Komisaris    : Franciscus Xaverius Laksana Kesuma
          Komisaris             : Hendra Hutahean
                                  Chinthya Theresa Am
                                  Noriyuki Nishikata

          Direksi:
          Presiden Direktur     : Arianto Sasono
          Direktur              : Tony Susanto Halim
                                  Ignatius Stanley Hendarto
                                  Grindo Nugroho
                                  Kotaro Fujisawa

          Pada saat laporan ini dikeluarkan tidak terdapat perubahan pada susunan pemegang saham
          serta susunan Dewan Komisaris dan Direksi SMM.

          Kegiatan Usaha

          Ruang lingkup kegiatan usaha yang dilakukan oleh SMM adalah menjalankan usaha
          pertambangan batu bara.



2.5.   Hubungan Pihak-Pihak Yang Bertransaksi

       Hubungan pihak-pihak bertransaksi, berdasarkan kepemilikan saham dan kepengurusan saham,
       dapat disampaikan sebagai berikut:




15 | P a g e                                                    00117/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2023
Page 16
       • Berdasarkan susunan Direksi dan Dewan Komisaris UNTR, PAMA dan SMM terdapat kesamaan
         manajemen pada UNTR, PAMA dan SMM pada periode 30 Juni 2023, yaitu:
         1. Frans Kesuma diketahui menjabat sebagai Komisaris Utama di SMM, Komisaris di PAMA
             dan Presiden Direktur di UNTR

       • Hubungan afiliasi dari segi kepemilikan saham




                Sumber: Manajemen SMM

       • Materialitas Nilai Rencana Transaksi

          Berdasarkan Perjanjian Pinjaman antara PAMA dan SMM, yang mencakup Draft Amendment
          I, total fasilitas pinjaman yang diberikan PAMA kepada SMM adalah sebesar USD
          40.000.000,00 (Empat Puluh Juta Dolar Amerika Serikat). Atas dasar hal tersebut di atas, maka
          obyek Rencana Transaksi dalam hal ini adalah pinjaman sebesar USD 40.000.000,- dari
          PAMA kepada SMM.

          Materialitas Nilai Rencana Transaksi dilakukan dengan membandingkan nilai Rencana
          Transaksi dengan ekuitas UNTR periode 30 Juni 2023.

          Tabel 2.4 Nilai Rencana Transaksi berbanding Ekuitas UNTR (Juta Rupiah)
                                           Total Nilai Rencana      Ekuitas Perseroan Per 30
                  Keterangan                                                                    %
                                                Transaksi                   Juni 2023

           Rencana Transaksi                    601.040                   75.821.227           0,79%


          Berdasarkan Laporan Keuangan Konsolidasian UNTR per 30 Juni 2023 yang telah diaudit oleh
          Kantor Akuntan Publik Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan, ekuitas UNTR tercatat sebesar
          Rp 75.821.227 juta dan nilai transaksi sebesar Rp 601.040 juta (kurs: Rp 15.026) maka



16 | P a g e                                                     00117/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2023
Page 17
            Rencana Transaksi sebesar 0,79% dari ekuitas Perseroaan dengan demikian bukan merupakan
            transaksi material sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik
            Indonesia Nomor 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan
            Usaha (“POJK 17”).

2.6.   Perjanjian dan Persyaratan yang Disepakati dalam Rencana Transaksi

       PAMA (“Pemberi Pinjaman”) dan SMM (“Penerima Pinjaman”), dimana keduanya disebut sebagai
       “Para Pihak”, telah membuat dan menandatangani perjanjian pinjaman tertanggal 23 Agustus
       2021, dimana Pemberi Pinjaman setuju untuk menyediakan kepada Penerima Pinjaman, fasilitas
       pembiayaan sejumlah USD 40.000.000,00 (Empat Puluh Juta Dolar Amerika Serikat). Perjanjian
       pinjaman tersebut dituangkan dalam dokumen Perjanjian Pinjaman tertanggal 23 Agustus 2021
       dan draft Amandemen I, dengan perjanjian dan persyaratan yang disepakati sebagai berikut:

       1.      Para pihak setuju untuk menetapkan Margin senilai 2,00% per tahun
       2.      SMM dapat mempergunakan Pinjaman selama Periode Pinjaman dan dapat diperpanjang
               sesuai kesepakatan para pihak.
       3.      SMM dapat meminjam kembali Sebagian atau seluruh pinjaman yang telah dibayarkan atau
               dibayarkan kembali secara dipercepat selama Priode Pinjaman.
       4.      SMM setuju untuk membayar bunga harian atas pinjaman tertagih sampai seluruh Pinjaman
               telah dibayar penuh dengan Suku Bunga Pinjaman.
       5.      Waktu berlakunya fasilitas 5 tahun setelah tanggal perjanjian.
       6.      Bunga dari pinjaman sebesar Term Secured Overnight Financing Rate (SOFR) + Margin
               berdasarkan draft Amandemen I
       7.      PAMA dapat mengalihkan sebagian atau seluruh haknya berdasarkan draft perjanjian.




17 | P a g e                                                    00117/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2023
Page 18
                                             BAB III
                             ANALISIS TENTANG KEWAJARAN TRANSAKSI

3.1.   Pendekatan dan Metode Analisis Yang Digunakan

       Dalam menilai kewajaran Rencana Transaksi, kami menggunakan metodologi analisis sebagai
       berikut:
       a. Analisis atas Rencana transaksi pembelian saham.
       b. Analisis kualitatif dan kuantitatif atas Rencana transaksi pembelian saham.
       c. Analisis kewajaran Rencana Transaksi pembelian saham.
       d. Alalisis atas faktor lain yang relevan.

3.2.   Analisis atas Rencana Transaksi

       a. Latar belakang Rencana Transaksi

          SMM merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan khususnya tambang
          batu bara. Lokasi tambang batu bara SMM berada di Kabupaten Barito Utara, Kalimantan
          Tengah. Adapun 80% saham SMM dimiliki oleh PT Tuah Turangga Agung (TTA), suatu
          perusahaan perdagangan batu bara di Indonesia yang berada di bawah kepemilikan saham
          dari PAMA dan UNTR, dan 20% saham SMM dimiliki oleh ICRA SMM Pty., Ltd yang merupakan
          perusahaan berdomisili di Australia.

          Pada kondisi ekonomi yang lemah dan adanya potensi terjadinya resesi, SMM juga mengalami
          isu surutnya Sungai Barito yang menyebabkan pendangkalan sehingga kapal pengangkut batu
          bara tidak bisa lewat. Kondisi ini mengakibatkan terganggunya proses pengiriman batu bara.
          Selain itu produksi batu bara juga mengalami perlambatan. Sehingga untuk mengantisipasi
          hal tersebut, PAMA sebagai induk usaha SMM berencana untuk memberikan dukungan
          pembiayaan modal kerja kepada SMM sebagai salah satu langkah untuk menjaga kebutuhan
          arus kas SMM.

          Transaksi shareholder loan (amend loan agreement) antara SMM selaku pihak yang menerima
          pembiayaan dan PAMA selaku pihak yang memberikan jasa pembiayaan dilakukan untuk
          mendukung pembiayaan modal kerja SMM jika dibutuhkan.

       b. Analisis Manfaat dan Risiko Rencana Transaksi

          1. Analisis Manfaat Rencana Transaksi
             Melalui transaksi pemberian pinjaman untuk mendukung pembiayaan modal kerja tersebut,
             SMM dapat tetap berproduksi dan melaksanakan kegiatan operasionalnya, sehingga hal
             ini juga akan memberikan citra yang baik di mata investor dan masyarakat, bahwa
             ditengah-tengah kondisi ekonomi global yang masih lesu, Perseroan dan grup tetap dapat
             mempertahankan pangsa pasar, produktivitas dan juga memenuhi kebutuhan
             pelanggannya dengan baik, yang dapat berpengaruh terhadap harga saham Perseroan.

          2. Analisis Risiko Rencana Transaksi
             • Risiko gagal bayar: Risiko ini berkaitan dengan permasalahan kemampuan SMM dalam
               memenuhi kewajiban atas pelunasan pinjaman yang berpengaruh terhadap income
               PAMA yang juga akan mengurangi porsi dividen yang akan diterima Perseroan.



18 | P a g e                                                  00117/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2023
Page 19
               • Risiko tidak tercapainya proyeksi keuangan: Risiko ini berkaitan terhadap pencapaian
                 kinerja keuangan SMM.

3.3.   Analisis Kualitatif Atas Rencana Transaksi

       Analisis kualitatif atas Rencana Transaksi dilakukan dengan melihat kondisi perekonomian dan
       tinjauan terhadap kinerja industri bidang usaha yang dijalankan serta melihat potensi atau
       prospek usaha kedepannya.

       a. Tinjauan Ekonomi Makro Indonesia

          Pertumbuhan Ekonomi

          Pertumbuhan ekonomi global diprakirakan sebesar 2,7% (yoy) dengan risiko perlambatan
          terutama di Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok. Di AS, tekanan inflasi masih tinggi disebabkan
          keketatan pasar tenaga kerja, di tengah kondisi ekonomi yang cukup baik dan tekanan
          stabilitas sistem keuangan (SSK) yang mereda. Kebijakan moneter juga masih ketat di Eropa,
          sedangkan di Jepang dan di Tioingkok masih longgar. Pemulihan ekonomi di negara
          berkembang lain, seperti India, tetap kuat didorong oleh permintaan domestik dan ekspor jasa.
          Kondisi ekonomi di negara maju dan berkembang tersebut mendorong nilai tukar dolar AS
          cenderung melemah terhadap mata uang negara maju, tetapi menguat terhadap mata uang
          negara berkembang. Perkembangan tersebut memerlukan penguatan respons kebijakan untuk
          memitigasi risiko rambatan terhadap ketahanan eksternal di negara berkembang, termasuk
          Indonesia.

          Pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik didukung oleh permintaan domestik dan positifnya
          kinerja ekspor. Kenaikan konsumsi rumah tangga berlanjut didorong oleh terus naiknya
          mobilitas, membaiknya ekspektasi pendapatan, dan terkendalinya inflasi. Investasi juga tetap
          kuat terutama investasi nonbangunan sejalan dengan kinerja ekspor dan pariwisata yang
          positif. Perbaikan ekonomi Indonesia dikonfirmasi oleh hasil survei Bank Indonesia tentang
          keyakinan konsumen yang meningkat dan penjualan eceran yang tumbuh positif, serta
          indikator dini Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur yang masih berada di zona
          ekspansi. Ke depan, pertumbuhan ekonomi 2023 diprakirakan tetap berada dalam kisaran
          proyeksi Bank Indonesia pada 4,5-5,3%. Bank Indonesia akan terus memperkuat sinergitas
          stimulus fiskal Pemerintah dengan stimulus makroprudensial Bank Indonesia untuk mendorong
          pertumbuhan ekonomi, khususnya dari sisi permintaan.

          Kondisi ekonomi Indonesia pada triwulan I-2023 terhadap triwulan I-2022 (y-on-y) tumbuh
          5,03 persen. Pertumbuhan didukung oleh semua komponen pengeluaran. Komponen
          pengeluaran yang mengalami pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Komponen Ekspor Barang
          dan Jasa sebesar 11,68 persen, diikuti Komponen Pengeluaran Konsumsi LNPRT (PK-LNPRT)
          sebesar 6,17 persen, Komponen Pengeluaran Konsumsi Rumah tangga (PK-RT) sebesar 4,54
          persen, Komponen PK-P sebesar 3,99 persen, dan Komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto
          (PMTB) sebesar 2,11 persen. Komponen Impor Barang dan Jasa (yang merupakan faktor
          pengurang dalam PDB menurut pengeluaran) juga tumbuh sebesar 2,77 persen.




19 | P a g e                                                    00117/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2023
Page 20
          Tabel 3-1 Laju Pertumbuhan dan Sumber Pertumbuhan PDB Menurut Pengeluaran (%,yoy)




          Sumber: Badan Pusat Statistik (BPS)

          Inflasi

          Inflasi IHK pada bulan Mei 2023 tercatat 4,00% (yoy) atau berada di batas atas sasaran
          3,0±1%. Penurunan inflasi terjadi di semua kelompok. Inflasi inti Mei 2023 tercatat 2,66%
          (yoy), lebih rendah dibandingkan dengan inflasi pada bulan sebelumnya sebesar 2,83% (yoy)
          sejalan dengan berakhirnya periode HBKN Idulfitri, menurunnya harga komoditas global, dan
          rendahnya ekspektasi inflasi. Inflasi kelompok volatile food tercatat 3,28% (yoy), lebih rendah
          dibandingkan dengan inflasi bulan sebelumnya yang sebesar 3,74% (yoy). Inflasi kelompok
          administered prices juga menurun dari 10,32% (yoy) menjadi 9,52% (yoy). Menurunnya inflasi
          ke dalam sasaran sebagai hasil positif dari konsistensi kebijakan moneter serta eratnya sinergi
          pengendalian inflasi antara BI dan Pemerintah (Pusat dan Daerah) dalam TPIP dan TPID melalui
          penguatan GNPIP di berbagai daerah. Ke depan, Bank Indonesia meyakini inflasi tetap
          terkendali di dalam sasaran 3,0±1% pada sisa tahun 2023.

          Grafik 3.1   Tingkat Inflasi (% yoy)




          Sumber: Bank Indonesia




20 | P a g e                                                     00117/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2023
Page 21
          Nilai Tukar Rupiah

          Ketidakpastian pasar keuangan global menyebabkan nilai tukar Rupiah pada Juni 2023
          (sampai dengan 21 Juni 2023) secara rerata sedikit melemah sebesar 0,56% dibandingkan
          dengan rerata kurs Mei 2023. Namun demikian, Rupiah secara point-to-point, baik
          dibandingkan dengan akhir Mei 2023 maupun akhir tahun 2022, menguat masing-masing
          sebesar 0,30% dan 4,17%. Dengan perkembangan tersebut, penguatan Rupiah dibandingkan
          dengan level akhir tahun 2022 lebih baik dari apresiasi Rupee India dan Peso Filipina masing-
          masing sebesar 0,85% dan 0,15% sedangkan Thai Baht mencatat depresiasi 0,70%. Ke depan,
          Bank Indonesia memprakirakan apresiasi nilai tukar Rupiah berlanjut ditopang oleh surplus
          transaksi berjalan dan aliran masuk modal asing seiring prospek pertumbuhan ekonomi yang
          kuat, inflasi yang rendah, serta imbal hasil aset keuangan domestik yang menarik.

          Bank Indonesia terus memperkuat kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah khususnya melalui
          triple intervention dan twist operation untuk mengendalikan inflasi barang impor (imported
          inflation) dan memitigasi risiko rambatan ketidakpastian pasar keuangan global. Operasi
          moneter valas terus diperkuat, termasuk optimalisasi TD Valas DHE serta penambahan
          frekuensi dan tenor lelang TD Valas jangka pendek.

          Grafik 3.2   Rupiah vs Negara Kawasan




          Sumber: Bank Indonesia

          Suku Bunga

          Rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) tercatat tinggi, yakni 27,52%
          pada Mei 2023, sejalan dengan stance kebijakan likuiditas longgar Bank Indonesia. Likuiditas
          perekonomian juga memadai tecermin pada uang beredar dalam arti sempit (M1) dan luas
          (M2) bulan Mei 2023 yang masing-masing tumbuh sebesar 3,4% (yoy) dan 6,1% (yoy). Kondisi
          likuiditas yang terjaga dan kuat tersebut turut memengaruhi perkembangan suku bunga yang
          kondusif terhadap permintaan kredit/pembiayaan. Di pasar uang, suku bunga IndONIA cukup
          rendah yakni 5,62% pada 21 Juni 2023. Imbal hasil SBN tenor jangka pendek tercatat 5,80%,
          sedangkan imbal hasil SBN tenor jangka panjang tercatat 6,29% pada tanggal yang sama.
          Sementara itu, suku bunga deposito 1 bulan dan suku bunga kredit pada Mei
          2023 juga rendah masing-masing sebesar 4,13% dan 9,37%. Bank Indonesia terus
          memastikan kecukupan likuiditas untuk mendorong berlanjutnya peningkatan
          kredit/pembiayaan guna mengakselerasi pemulihan ekonomi nasional.


21 | P a g e                                                    00117/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2023
Page 22
          Grafik 3.3             Suku Bunga Perbankan




          Sumber: Bank Indonesia

       b. Tinjauan Industri di Indonesia

          Industri Batu Bara

          Kementerian ESDM menyebutkan, batu bara masih mendominasi bauran energi primer
          pembangkit listrik di Indonesia. Persentasenya tercatat sebesar 67,21% pada 2022. Pada tahun
          2022 Kementerian ESDM mencatat, produksi batu bara dalam negeri mencapai 687 juta ton
          pada 2022. Jumlah tersebut meningkat 11,9% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar
          614 juta ton. Jumlah itu juga telah mencapai 104% dari target produksi batu bara Indonesia
          pada 2022.

          Dari subsektor mineral dan batu bara (minerba), kebutuhan batu bara diutamakan untuk
          pemenuhan kepentingan dalam negeri. Produksi batu bara yang dimanfaatkan untuk
          kebutuhan domestic terdapat sebanyak 193 juta ton tahun 2022, angka tersebut mengalami
          peningkatan 45,1% (yoy). Sementara, jumlah batu bara yang diekspor mencapai 494 juta ton
          yaitu mengalami kenaikan 13,6% dibandingkan tahun 2021 yang sebesar 435 juta ton.


          Grafik 3.4             Grafik 6. Produksi Batu Bara di Indonesia


                                                        Ekspor    DMO Dalam Negeri

                          800

                          700
                                                                                                 193     177
                          600
                                                                      138
                          500                               115                 132     133
                                                                                                         518
               JUTA TON




                                                                      478                        494
                          400    87      91        97       443                 432     435
                          300   375      365      364

                          200

                          100

                            0
                                2015    2016     2017      2018      2019      2020    2021     2022    2023*


          Sumber: Kementerian ESDM


22 | P a g e                                                                 00117/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2023
Page 23
          Melalui Data Kementerian ESDM yang termuat dalam Minerba One Data Indonesia (MODI)
          per 27 Juni 2023, produksi real time mencapai 342,5 juta ton atau setara 49,32% dari target
          yang ditetapkan pemerintah. Sampai dengan bulan Juni 2023, jumlah ekspor batu bara sudah
          mencapai 108,8 juta ton. Sementara untuk realisasi domestik mencapai 77,45 juta ton. Dalam
          pemenuhan produksi batu bara nasional faktor cuaca masih menjadi tantangan.


          Grafik 3.5              Produksi dan Ekspor Batu Bara di Indonesia per Juni 2023


                                                 Realisasi Produksi       Realisasi Domestik         Realisasi Ekspor



                      342,5
                      77,45
                      108,8


                 0                 50           100             150           200              250            300              350          400

          Sumber: IDX, Kementrian ESDM



          Industri Konstruksi

          Menurut data BPS, jumlah perusahaan konstruksi di Indonesia sebanyak 190.667 unit hingga
          pertengahan tahun 2023. Melihat trennya, perusahaan konstruksi di Indonesia cenderung
          menunjukkan peningkatan. Perusahaan konstruksi mencatatkan rekor tertingginya sebanyak
          203.403 unit pada tahun 2021 lalu. Namun, jumlah perusahaan konsruksi kembali turun pada
          tahun dua tahun berikutnya. Hal itu terjadi karena banyak proyek-proyek infrastruktur belum
          dapat beroperasi secara maksimal.


          Grafik 3.6              Grafik 7. Jumlah Perusahaan Konstruksi di Indonesia 2012-2022

                      220.000                                                                                                   203.403
                                                                                                                                          197.030
                      200.000
                      180.000                                                                             168.868
                                                                                    155.833    160.576              159.308
                      160.000                                             142.852
                                  130.615   131.080   129.819   134.029
                      140.000
                      120.000
               Unit




                      100.000
                       80.000
                       60.000
                       40.000
                       20.000
                              0
                                   2012      2013      2014      2015      2016      2017       2018       2019         2020     2021      2022

          Sumber: Badan Pusat Statistik (BPS)




23 | P a g e                                                                                  00117/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2023
Page 24
          Ditinjau dari Kualifikasi Usahanya, perusahaan konstruksi Indonesia mayoritas berkualifikasi
          Kecil yaitu sebesar 75.34% dengan jumlah 143.659 perusahaan dan kualifikasi Menengah
          sebesar 13.74% dengan jumlah 26.193 perusahaan. Sedangkan yang paling sedikit adalah
          Perusahan Besar ada sebanyak 1.942 perusahaan.
          Berdasarkan wilayahnya, sebanyak 23.624 perusahaan konstruksi terletak di Jawa Timur
          hingga pertengahan tahun 2023. Jawa Tengah menyusul di urutan kedua dengan 16.092
          perusahaan konstruksi. Di Jakarta dan di Jawa Barat terdapat masing – masing 14.190 dan
          12.689 perusahaan konstruksi. Sementara, Gorontalo menjadi provinsi dengan perusahaan
          konstruksi paling sedikit, yaitu 661 unit. Di atasnya ada Bangka Belitung dan Sulawesi Barat
          berturut-turut sebanyak 894 unit dan 1.145 unit.

          Sejak pemberlakuan PSBB, sektor konstruksi mengalami kontraksi cukup dalam, salah satunya
          terbatasnya distribusi material. Sebagian besar pelaksana proyek konstruksi menunda
          aktivitasnya meskipun ada yang terus melanjutkan proyek yang sedang dikerjakan karena
          kebutuhan perusahaan menjaga arus kas dan menjaga komitmen kepada pemilik proyek
          dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Selain itu, pandemi telah memicu
          pemotongan yang tajam dalam belanja infrastruktur pemerintah dan meningkatkan
          kemungkinan keterlambatan yang signifikan atas proyek-proyek infrastruktur dalam Rencana
          Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024.

          Industri Emas

          Produksi Emas Indonesia dilaporkan sebesar 70.000.000 kg pada 2022. Rekor ini
          menunjukkan peninkatan senilai 6,06% dibandingkan periode sebelumnya yaitu 66.000.000
          kg untuk 2021.

          Grafik 3.7     Grafik 8. Produksi emas Indonesia
                                             140.000.000

                                             120.000.000

                                             100.000.000
                              dalam Ribuan




                                              80.000.000

                                              60.000.000

                                              40.000.000

                                              20.000.000

                                                       -
                                                           2011   2012   2013   2014   2015   2016   2017   2018   2019   2020   2021   2022
               NN: USGS: Mine Production: Indonesia 77.722 69.291 59.804 69.023 92.171 80.868 101.00 132.73 108.97 86.000 66.000 70.000

          Sumber: CEICDATA.com

          Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat, Indonesia memiliki tambang
          emas seluas 1.181.071,52 hektare (ha). Tambang tersebut tersebar di 25 provinsi. Papua
          memiliki tambang emas terbesar di Indonesia dengan luas mencapai 229.893,75 ha.
          Tambang emas tersebut tersebar di enam kabupaten, yakni Pegunungan Bintang, Keerom,
          Nabire, Dogiyai, Mimika dan Paniai. Setelahnya ada Sumatera Utara dengan tambang emas
          seluas 196.452,00 ha. Kemudian, tambang emas yang berada di Sulawesi Utara sebesar
          133.357,51 ha. Jawa Timur juga memiliki tambang emas seluas 24.369,87 ha. Kemudian



24 | P a g e                                                                              00117/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2023
Page 25
          emas di Jawa Barat seluas 10.560,00 ha. Sementara, luas tambang emas paling kecil berada
          di Sulawesi Tenggara sebesar 1.210,00 ha. Posisinya diikuti Sumatera Barat dan Kalimantan
          Utara secara berturut-turut seluas 1.985,00 ha dan 7.941,67 ha.

          Menurut situs ‘Paper Gold of China’, jumlah perdagangan pada bursa pertukaran emas
          terbesar di dunia, Exchange Traded Fund (ETF), terhitung tanggal 6 Mei adalah 931,77 ton,
          dengan peningkatan sebesar 1,74 ton dibandingkan dengan hari sebelumnya, dan
          tercatat peningkatan bersih sebesar 5,49 ton.


          Industri Tenaga Listrik

          Pertumbuhan ekonomi, pertumbuhan jumlah penduduk dan pengembangan infrastruktur yang
          memicu tumbuhnya kawasan industri, kawasan bisnis dan permukiman baru membuat
          kebutuhan tenaga listrik terus meningkat dari tahun ke tahun. Data Kementrian Energi dan
          Sumber Daya Mineral (ESDM) menunjukkan konsumsi energi listrik di Indonesia mencapai
          183,41 juta barel setara minyak (BOE) pada 2022. Jumlah tersebut meningkat 7,92%
          dibandingkan pada tahun sebelumnya yang sebesar 169,95 juta BOE.

          Grafik 3.8                                Konsumsi Listrik di Indonesia
                                             200
                                                                                                                                             183,41
                                             180                                                                                    169,95
                                                                                                                  160,62   159,72
                                                                                                         154,05
                                             160
                                                                                       132,41   136,78
               Juta Barrel Ekuivalen (BOE)




                                             140
                                                                     121,74   124,34
                                                            114,96
                                             120   106,66
                                             100

                                              80

                                              60

                                              40

                                              20

                                               0
                                                   2012     2013     2014     2015     2016     2017      2018    2019     2020     2021     2022

          Sumber: Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral

          Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat konsumsi energi listrik di
          Indonesia mencapai 183,41 juta barel setara minyak (BOE) pada 2022. Jumlah tersebut
          meningkat 7,92% dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang sebesar 169,95 juta BOE.
          Ditinjau dari penggunannya, konsumsi energi listrik untuk rumah tangga menjadi yang terbesar
          di Indonesia sepanjang tahun lalu, yakni 71,36 juta BOE. Diikuti oleh konsumsi energi listrik
          untuk sektor industri sebanyak 69,62 juta BOE. Selanjutnya, penggunaan energi listrik untuk
          komersial tercatat sebesar 42,23 juta BOE. Adapun, konsumsi listrik untuk transportasi menjadi
          yang paling rendah lantaran hanya sebesar 211.000 BOE.

          Salah satu upaya Pemerintah untuk mendorong tingkat penyerapan pasokan listrik adalah
          menarik investasi masuk ke Indonesia. Pemerintah melakukan berbagai upaya untuk
          meningkatkan daya tarik Investasi. Upaya tersebut di antaranya memperbaiki ekosistem
          investasi dengan mereformasi berbagai regulasi terkait perizinan, menyediakan beragam



25 | P a g e                                                                                             00117/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2023
Page 26
          fasilitas fiskal, serta membangun berbagai kawasan industri atau ekonomi. Selain kemudahan
          perizinan dan birokrasi, faktor ketersediaan pasokan listrik juga merupakan faktor yang
          menjadi indikator kemudahan berbisnis.

          Proyeksi Perekonomian Global dan Domestik

          Ekonomi Indonesia tahun 2023 melanjutkan akselearasi dengan pertumbuhan sebesar 5,17%
          (yoy) didorong oleh peningkatan mobilitas dan daya beli masyarakat seiring masa bulan
          Ramadhan, banyaknnya libur HBKN serta masa libur panjang sekolah. Sedangkan PDB
          triwulan II tahun 2023 tumbuh sebesar 5,2% (yoy). Pada tahun 2022, laju pemulihan
          perekonomian terjadi sangat kuat, hal ini dapat menjadi pijakan yang kokoh bagi
          perekonomian nasional untuk menghadapi tantangan jangka pendek, sekaligus untuk
          melanjutkan agenda pembangunan jangka menengah-panjang. Pemerintah optimis bahwa
          pertumbuhan ekonomi di tahun 2023 masih akan tetap kuat meskipun dihadapkan pada
          prospek melambatnya perekonomian global.

          Proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang dilakukan oleh berbagai lembaga dunia
          mengalami perbaikan terhadap proyeksi sebelumnya ditengah realisasi pertumbuhan ekonomi
          Tiongkok yang berada dibawah ekspektasi serta pertumbuhan global yang masih tertekan.
          Ekonomi Indonesia perlu tumbuh sebesar 5,5 persen (YoY) pada semester II tahun 2023 untuk
          mencapai target RKP 2023. Dengan mempertimbangkan kinerja tersebut dan risiko kebawah
          yang berasal dari kondisi perekonomian global, pertumbuhan ekonomi Indonesia diprakirakan
          turun dari target RKP 2023 sebesar 5,3 persen (YoY) menjadi 5,2 persen (YoY). Dari sisi
          pengeluaran, konsumsi rumah tangga diperkirakan tumbuh 5,3 persen (YoY) pada pada
          triwulan III tahun 2023 dan IV tahun 2023 didukung pertumbuhan komponen makanan dan
          minuman selain restoran. Pertumbuhan konsumsi LNPRT diprakirakan lebih tinggi seiring
          dengan akan dilaksanakannya pemilu pada triwulan I tahun 2024.

          International Monetary Foundation (IMF) merilis proyeksi pada bulan Mei 2023. Pertumbuhan
          ekonomi global tahun 2023 dan 2024 diproyeksi menurun, menjadi 3,0% dibandingkan
          proyeksi tahun 2022 yang sebesar 3,5%. Perekonomian global tahun 2023 secara keseluruhan
          direvisi naik dibandingkan proyeksi pada rilis sebelumnya, kemudian pada tahun 2024
          diperkirakan stabil. Proyeksi ekonomi global yang tetap lemah disebabkan oleh suku bunga
          kebijakan bank sentral di beberapa negara, khususnya negara maju yang terus meningkat
          sebagai cara untuk mengendalikan inflasi.




26 | P a g e                                                  00117/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2023
Page 27
          Grafik 3.9    Proyeksi Perekonomian Global

                         16.000                                                                                   5,40%
                         14.000                                                                                   5,30%
                         12.000                                                                                   5,20%
                         10.000
                                                                                                                  5,10%
                          8.000
                                                                                                                  5,00%
                          6.000
                          4.000                                                                                   4,90%
                          2.000                                                                                   4,80%
                              -                                                                                   4,70%
                                    2022              2023            2024             2025           2026
               GPD Triliun Rupiah   11.710           12.290          12.912           13.554          14.226
               GDP, Harga Konstan   5,31%            4,95%           5,06%            4,97%           4,96%

                                         GPD Triliun Rupiah                GDP, Harga Konstan




               6,00%
               5,00%
                            5,51%
               4,00%
               3,00%
                                             3,18%
               2,00%                                               2,82%               2,67%              2,63%
               1,00%
               0,00%
                            2022              2023                 2024                2025               2026
                                        Inflasi, harga rata-rata              Rerata, harga inflasi

          Sumber: WEO, IMF

          Proyeksi Industri Batu Bara

          Asosiasi Pertambangan Batu bara Indonesia (APBI) menyatakan bahwa prospek bisnis batu
          bara pada tahun 2023 masih cukup baik karena ditopang oleh harga komoditas yang
          diperkirakan masih di level positif. Permintaan untuk komoditas batu bara baik domestik
          maupun ekspor masih tetap tinggi yang dibuktikan dari produksi real time mencapai 342,5
          juta ton atau setara 49,32% dari target yang ditetapkan pemerintah hingga kuartal II tahun
          2023 dengan jumlah ekspor mencapai 108,8 juta ton.

          Namun menurut proyeksi Bank Dunia, terjadinya penurunan konsumsi batu bara secara
          umum. Hal ini berkaitan dengan kebijakan NZE (Net-zero Emission) yang tengah dicanangkan
          beberapa negara dipredikisi akan membawa dampak yang masif bagi berbagai industri global
          termasuk industri batu bara. Selain itu, diperkirakan bahwa setelah tahun 2040 pemanfaatan
          batu bara yang tersisa akan menggunakan teknologi CCS / CCUS (Carbon Capture, Utility, &
          Storage). Dengan begitu, tentunya pengusaha batu bara juga perlu mempelajari integrasi
          pemanfaatan batu bara dengan teknologi tersebut. Sejalan dengan tren transisi energi ke
          energi yang lebih bersih, ekspansi pelaku usaha pertambangan batu bara dalam tiga tahun
          terakhir sudah mengarah kepada diversifikasi usaha. Perusahaan-perusahaan banyak
          berinvestasi ke ekosistem kendaraan listrik, hydro power, PLTS, smelter nickel, smelter
          aluminium, dan mineral lainnya. Dimana upaya ini akan mendukung kontribusi positif dalam
          mendukung upaya pemerintah dalam mencapai target NZE.



27 | P a g e                                                                 00117/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2023
Page 28
       c. Prospek Usaha dan Rencana Ke Depan
          Mesin Konstruksi

          Ditengah isu pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19, terjadinya vaksinasi sejak tahun
          2021 diharapkan akan terus mendukung pemulihan ekonomi global dan domestik. Pada
          triwulan terakhir 2022 terjadi tren pemulihan harga batu bara yang menumbuhkan harapan
          bahwa permintaan alat berat juga akan meningkat kembali. Penjualan alat berat dan alat
          transportasi merupakan focus dari pilar usaha mesin konstruksi. Segmen usaha ini merupakan
          segmen penting sejak awal pendirian UNTR dan menawarkan berbagai produk andal yang
          dapat mendukung kegiatan usaha di berbagai sektor, seperti pertambangan, perkebunan,
          konstruksi, kehutanan, serta angkutan dan transportasi.

          Untuk dapat meningkatkan penjualan alat berat, UNTR akan memperluas cakupan pasar
          dengan mencari peluang di sektor-sektor yang memiliki potensi untuk berkembang,
          memberikan value dan layanan purna jual yang lebih baik lagi didukung oleh implementasi
          digitalisasi, serta meningkatkan kerja sama dengan prinsipal untuk menyediakan produk-
          produk alat berat yang sesuai dengan permintaan konsumen.

          Kontraktor Penambangan

          Harga batu bara masih menjadi faktor utama yang mempengaruhi bisnis PAMA. Volatilitas
          harga batu bara akan berpengaruh pada target produksi pelanggan dan akhirnya akan
          mempengaruhi kinerja produksi PAMA. Selain faktor batu bara, volatilitas harga minyak dunia
          dan nilai tukar dollar Amerika Serikat (AS) juga menimbulkan risiko yang signifikan bagi bisnis
          PAMA. Strategi PAMA untuk memitigasi risiko tersebut adalah melakukan efisiensi biaya dan
          optimalisasi sumber daya untuk mencapai cost leadership.

          Isu lain yang harus dicermati dalam jangka panjang adalah isu lingkungan dan emisi karbon
          dari penggunaan dan penambangan batu bara yang dapat menghambat investasi dan
          mempengaruhi permintaan batu bara global. Langkah mitigasi PAMA adalah melakukan
          diversfikasi bisnis untuk mengurangi ketergantungan bisnis pada batu bara.

          Potensi perselisihan dengan masyarakat sekitar terkait pembebasan lahan, kompensasi,
          kesenjangan sosial, ekonomi dan lingkungan dapat membuat operasional tambang terganggu
          bahkan berhenti. PAMA secara konsisten melaksanakan program-program tanggung jawab
          perusahaan (CSR) yang berfokus pada pengembangan kesehatan, pendidikan, sosial,
          ekonomi dan lingkungan masyarakat sekitar sebagai salah satu mitigasinya.

          Tahun 2021 sampai tiga tahun setelahnya, PAMA akan memasuki negosiasi kontrak baru
          dengan beberapa pelanggan. Kondisi batu bara yang masih penuh tantangan ke depan akan
          membuat pelanggan mengevaluasi target produksi batu baranya. Di sisi lain, komoditas logam
          mineral dan logam mulia seperti emas, tembaga dan nikel diyakini memiliki prospek jangka
          panjang yang cukup positif didorong oleh perkembangan teknologi seperti baterai dan
          kendaraan listrik. Tantangan ke depan lainnya bagi PAMA adalah meningkatkan kompetensi
          di industri penambangan mineral.




28 | P a g e                                                     00117/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2023
Page 29
          Pertambangan Batu Bara

          Bagi PT Tuah Turangga Agung sebagai perusahaan produsen batu bara, keberlanjutan usaha
          menjadi perhatian utama. Ketergantungan pada komoditas batu bara berpotensi mengancam
          keberlanjutan usaha dengan berbagai isu seperti kondisi harga yang tidak stabil, kebijakan
          negara importir yang berubah-ubah, isu lingkungan serta dampak kegiatan pertambangan
          terhadap masyarakat sekitar.

          PT Tuah Turangga Agung menyadari potensi-potensi tersebut, oleh karena itu, PT Tuah
          Turangga Agung sangat fokus terhadap aktivitas pemeliharaan lingkungan di sekitar tambang
          serta program-program pengembangan kemandirian masyarakat sekitar pertambangan.
          Strategi pengendalian biaya akan terus dijalankan dan dielaborasi lebih lanjut. Perusahaan
          juga terus meningkatkan proses integrasi di semua lini mulai dari organisasi, proses bisnis,
          standar, hingga values. Hal yang menjadi prioritas di tahun 2023 adalah peningkatan
          operation excellence di setiap rantai pasokan mulai dari penambangan, processing, hauling,
          port handling, barging dan penjualan.


       d. Analisis Operasional dan Prospek UNTR

          Dalam grafik 9, pada tahun 2018 – 2022, UNTR memiliki pendapatan dan laba rugi yang
          fluktuatif dan menghasilkan pendapatan terbesar di tahun 2022 sebesar Rp123.607.460 juta
          dengan laba tahun berjalan sebesar.

          Grafik 3.10       Perkembangan Penjualan & Laba (Rugi) Tahun Berjalan UNTR

                                           Pendapatan   Laba tahun berjalan
          140.000.000
          120.000.000
          100.000.000
               80.000.000
               60.000.000
               40.000.000
               20.000.000
                       0
                               2018           2019          2020              2021           2022


          Sumber: Laporan Keuangan UNTR, diolah



          Prospek UNTR

          Harga komoditas energi telah melemah 26% pada kuarter pertama tahun 2023 dari periode
          sebelumnya yang didorong oleh penurunan harga gas alam dan minyak mentah. Moderasi
          harga batu bara saat ini turut menjadi katalis negatif untuk pergerakan saham UNTR,
          penurunan harga batu bara berkolerasi dan memengaruhi saham sektor batu bara, termasuk
          UNTR. Kemudian hingga semester I tahun 2023, penjualan alat berat dalam negeri masih
          dikuasai oleh Komatsu dan diprediksi akan semakin meningkat pada periode berikutnya.



29 | P a g e                                                       00117/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2023
Page 30
          Pamapersada diprediksi bukukan OB sebanyak 1 miliar Bcm dan penjualan batu bara dari
          tambang sendiri diharapkan naik menjadi 10,3 juta ton.

       e. Keuntungan dan Kerugian atas Rencana Transaksi

          • Keuntungan Rencana Transaksi

               Rencana Transaksi akan memberikan keuntungan terhadap UNTR di mana melalui
               transaksi pemberian fasilitas pinjaman yang diterima SMM akan dimanfaatkan untuk untuk
               mendukung pembiayaan modal kerja SMM untuk beroperasi secara komersial dan
               menghasilkan pendapatan yang akan juga meningkatkan pendapatan Perseroan secara
               konsolidasian.

          • Kerugian Rencana Transaksi

               Rencana Transaksi tidak memberikan kerugian terhadap Perseroan.



3.4.   Analisis Kuantitatif Atas Rencana Transaksi

       Berikut ini adalah analisa kuantitatif atas rencana transaksi, sebagai berikut:

       a. Kinerja Keuangan Historis Perseroan

          Tabel 3-2 Laporan Posisi keuangan Perseroan (Juta Rupiah)
                Uraian            2018          2019         2020           2021          2022        Jun 2023
           Aset lancar          55.651.808    50.826.955   44.195.782     60.604.068    78.930.048    67.844.633
           Aset tidak lancar    60.629.209    60.886.420   55.605.181     51.957.288    61.548.172    66.618.513
           Total Aset          116.281.017   111.713.375   99.800.963    112.561.356   140.478.220   134.463.146
           Liabilitas jangka
                                48.785.716    32.585.529   20.943.824     30.489.218    42.037.402    49.842.101
           pendek
           Liabilitas jangka
                                10.444.622    18.017.772   15.709.999     10.249.381     8.926.993     8.799.818
           panjang
           Total Liabilitas     59.230.338    50.603.301   36.653.823     40.738.599    50.964.395    58.641.919
           Total Ekuitas        57.050.679    61.110.074   63.147.140     71.822.757    89.513.825    75.821.227
           Total Liabilitas
                               116.281.017   111.713.375   99.800.963    112.561.356   140.478.220   134.463.146
           dan Ekuitas
          Sumber: Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan

          Total aset mengalami penurunan pada tahun 2019 dan 2020 sebesar negatif 3,93% dan
          negatif 10,66% disebabkan penurunan persediaan, pajak dibayar dimuka dan aset tetap. Total
          aset pada tahun 2021 dan 2022 kembali meningkat sebesar 12,79% dan 24,80%. Sampai
          dengan periode 30 Juni 2023, total aset Perseroan adalah sebesar Rp134.463.146 juta.

          Total liabilitas dalam periode 2018 - 2022 mengalami fluktuasi dengan kenaikan tertinggi
          pada tahun 2018 sebesar 70,57% dikarenakan peningkatan utang usaha, pinjaman bank
          jangka pendek dan liabilitas pajak tangguhan. Total liabilitas pada tahun 2019 hingga 2022
          mengalami penurunan disebabkan menurunnya utang usaha dan pinjaman bank jangka




30 | P a g e                                                            00117/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2023
Page 31
          pendek.   Sampai dengan periode 30 Juni 2023, total liabilitas Perseroan sebesar
          Rp58.641.919 juta.

          Perkembangan ekuitas UNTR periode 2018 sampai dengan 31 Desember 2022 mengalami
          fluktuasi dengan kenaikan rata-rata per tahun sebesar 12,20% dengan kenaikan ekuitas
          tertinggi tercatat 2022 sebesar 24,63% disebabkan adanya peningkatan saldo laba. Jumlah
          ekuitas pada periode Juni 2023 sebesar Rp75.821.227 juta.

          Tabel 3-3 Ikhtisar Laporan Laba/(Rugi) Perseroan (Juta Rupiah)
                Uraian              2018            2019           2020             2021            2022           Jun 2023
           Pendapatan             84.624.733      84.430.478     60.346.784      79.460.503     123.607.460        68.676.905
           Beban pokok
                                 (63.515.207)    (63.199.825)   (47.357.491)    (59.795.542)    (88.848.772)     (49.985.106)
           pendapatan
           Beban penjualan
                                  (4.339.176)     (4.625.642)    (4.695.316)     (4.789.346)      (5.625.972)      (3.012.536)
           dan umum
           Beban
                                  (1.437.596)     (2.333.765)    (1.539.907)       (754.155)       (759.935)        (560.100)
           Keuangan
           Laba sebelum
                                  15.708.719      15.476.885      7.011.186      14.462.250       29.446.041       15.842.673
           pajak
           Beban pajak            (4.210.310)     (4.342.244)    (1.378.761)     (3.853.983)      (6.452.368)      (3.499.266)
           Laba (rugi)
                                  11.498.409      11.134.641      5.632.425      10.608.267       22.993.673       12.343.407
           tahun berjalan
           Laba (Rugi)
                                  12.539.901       8.750.856      5.417.963      11.952.260       28.048.594       10.539.110
           komprehensif
          Sumber: Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan

          Selama Periode 2018 sampai dengan periode 2022 pendapatan UNTR mengalami fluktuasi
          pertumbuhan dengan peningkatan rata-rata sebesar 14,62%, dengan peningkatan tertinggi
          terjadi pada periode 2022 yang tercatat sebesar 55,56%. Pada periode Juni 2023 UNTR
          berhasil mencatat pendapatan sebesar Rp68.676.905 juta.

          Seiring dengan pendapatan, beban pokok pendapatan dan beban penjualan dan umum
          mengalami fluktuasi dengan peningkatan rata-rata masing-masing sebesar 12,32% dan
          6,89%.

          Tabel 3-4 Arus Kas Perseroan (Juta Rupiah)
          Sumber: Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan
                 Uraian               2018           2019          2020            2021           2022           Jun 2023
           Arus kas dari
                                   19.209.753      9.435.985    18.557.088      23.284.854      32.891.585       20.171.406
           aktivitas operasi
           Arus kas dari
                                  (27.980.823)    (9.757.541)   (2.594.328)     (3.158.997)    (10.401.292)      (9.659.779)
           aktivitas investasi
           Arus kas dari
           aktivitas                 1.120.862      (830.690)   (7.834.254)     (7.419.838)    (18.653.279)     (22.428.000)
           pendanaan
           Kenaikan bersih
                                   (7.650.208)    (1.152.246)    8.128.506      12.706.019       3.837.014      (11.916.373)
           kas dan setara kas
           Kas dan setara kas
                                   20.831.489     13.438.175    12.090.661      20.498.574      33.321.741       38.281.513
           pada awal tahun
           Kas dan setara kas
                                   13.438.175     12.090.661    20.498.574      33.321.741      38.281.513       25.742.014
           pada akhir tahun




31 | P a g e                                                                   00117/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2023
Page 32
             Arus kas keluar UNTR dari aktivitas operasi merupakan arus kas untuk pembayaran biaya
             operasional. Pada periode 30 Juni 2023, UNTR membukukan arus kas keluar dari aktivitas
             operasional sebesar Rp20.171.406 juta.

             Arus kas keluar UNTR untuk aktivitas investasi merupakan arus kas untuk pembelian aset tetap,
             dan aset explorasi dan evaluasi. Pada periode 30 Juni 2023, UNTR membukukan arus kas
             keluar untuk aktivitas investasi sebesar Rp9.659.779 juta.

             Arus kas masuk UNTR dari aktivitas pendanaan merupakan arus kas yang berasal dari pemilik
             entitas induk. Pada periode 30 Juni 2023, UNTR membukukan arus kas masuk untuk aktivitas
             pendanaan sebesar Rp22.428.000 juta.

        b. Penilaian atas proyeksi keuangan yang diperoleh dari Pihak Perseroan

             Proyeksi keuangan yang digunakan dalam pendapat kewajaran ini mengacu pada proyeksi
             keuangan / rencana usaha (business plan) yang dibuat oleh manajemen Perseroan. Lebih
             lanjut, manajemen Perseroan telah memberikan proyeksi keuangan untuk skenario tanpa
             Rencana Transaksi dan dengan Rencana Transaksi. Berikut adalah proyeksi keuangan
             Perseroan dengan Rencana Transaksi.

Tabel 3-5 Analisis Proyeksi Posisi Keuangan dan Laba Rugi UNTR (Juta Rupiah)
       Uraian           2023           2024           2025           2026            2027            2028

 Revenue              124.213.769    116.866.448    122.717.425    124.439.162     128.197.521     132.069.392
 COGS                 (94.047.164)   (92.486.517)   (97.337.557)   (98.740.026)   (101.734.125)   (104.819.250)
 Gross profit          30.166.605     24.379.932     25.379.868     25.699.137      26.463.396      27.250.142
 Opex                  (6.520.764)    (6.481.423)    (6.693.351)    (6.923.135)     (7.132.230)     (7.347.640)
 Operatig profit       23.645.841     17.898.508     18.686.518     18.776.002      19.331.166      19.902.502
 Gain/(loss) on
                         (308.709)             0              0              0               0               0
 forex
 Net interest            (603.870)    (1.835.487)    (2.265.433)    (1.952.371)     (2.011.337)     (2.072.084)
 Other
                         (387.285)       603.647        640.059        649.789         545.462         572.108
 income/(charges)
 Profit before tax     22.345.978     16.666.668     17.061.144     17.473.421      17.865.291      18.402.526
 Income tax            (5.368.406)    (3.689.156)    (3.739.738)    (3.705.426)     (3.817.338)     (3.932.631)
 Profit after tax      16.977.572     12.977.512     13.321.405     13.767.995      14.047.953      14.469.895


 Current Asset
 Cash & cash
                       18.653.079     14.919.709     13.569.503     15.384.248      15.914.147      16.460.050
 equivalent
 AR                    21.846.606     21.818.483     23.481.845     24.232.872      25.283.955      25.991.766
 Inventories           19.217.738     19.607.771     21.574.005     20.633.791      21.256.981      21.898.993
 Advance
                        1.131.522      1.173.730      1.112.729      1.139.336       1.173.747       1.209.197
 payment
 Prepaid expenses               0              0              0              0               0               0
 Other current
                        5.764.784      4.354.204      4.998.179      5.005.223       5.155.215       5.309.737
 asset
 Non-Current Asset
 Due from
                        3.217.038      5.317.038      5.317.038      5.317.038       5.210.765       5.396.804
 shareholder




32 | P a g e                                                         00117/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2023
Page 33
        Uraian                 2023               2024              2025              2026             2027            2028
 Investment in
                           25.678.914         38.712.636           39.130.820        39.511.565       39.911.347      40.331.118
 shares of stock
 Fixed assets              47.273.151         53.106.721           54.368.078        52.753.600       53.768.473      54.801.485
 Mining
                                        0                  0               0                  0                 0              0
 properties
 Deferred tax
                               3.223.926          3.245.768         3.328.537         3.408.095        3.511.027       3.613.097
 assets
 Coal exploration
 & development                 5.699.565          6.226.941         6.074.330         6.089.898        6.480.846       6.816.943
 costs
 Goodwill                      2.565.982          2.565.982         2.565.982         2.565.982        2.565.982       2.565.982
 Other non-
                               2.394.451          2.398.537         2.398.644         2.399.212        2.411.222       2.423.594
 current asset
 Total Asset              156.666.758        173.447.521          177.919.689       178.440.860      182.643.706     186.818.766
 Current Liabilities
 AP                        28.383.908         26.313.276           26.796.221        26.493.068       27.287.401      28.395.313
 Accrued
                           10.772.615             9.689.256        11.510.942        11.487.340       12.215.724      11.395.410
 expenses
 Tax payables                  2.331.910          2.704.149         2.962.404         3.229.581        2.527.002       2.627.365
 Other current
                           20.164.553         35.423.653           32.106.455        27.382.385       22.689.065      18.117.808
 liabilities
 Non-Current Liabilities
 Deferred tax
                               2.638.209          2.423.812         2.224.404         1.961.733        2.020.811       2.081.673
 liabilities
 LT portion of
 long-term bank                9.055.000          7.537.500         5.495.000         3.412.500        3.474.792       3.538.966
 loan
 Employee benefit
                               3.976.575          4.078.564         4.147.503         4.177.144        4.303.304       4.433.274
 obligations
 Other non-
                                829.273            786.425           728.184           655.470          675.267         695.662
 current liabilities
 Total liabilities         78.152.043         88.956.635           85.971.113        78.799.222       75.193.365      71.285.471
 Equity
 attributable to           74.581.863         80.520.839           87.954.527        95.663.626      103.475.691     111.561.397
 owners
 Non-controlling
                               3.932.852          3.970.047         3.994.049         3.978.012        3.974.650       3.971.898
 interests
 Total equity              78.514.715         84.490.886           91.948.576        99.641.638      107.450.341     115.533.296
 Total Liabilities +
                          156.666.758        173.447.521          177.919.689       178.440.860      182.643.706     186.818.766
 Equity


Berdasarkan tabel proyeksi keuangan UNTR pada periode 2023 sampai 2028, Perseroan terus
mencatatkan kenaikan pendapatan, total asset maupun ekuitas selama periode proyeksi.

Tabel 3-6            Analisis Proyeksi Arus Kas UNTR (Juta Rupiah)
         (in mio IDR)                 2023               2024           2025             2026            2027          2028

 Beginning Balance                 38.281.513       18.653.079        14.919.709       13.569.503      15.384.248    15.914.147
 Cash from Operating
                                   21.339.163       18.132.457        21.813.395       25.598.204      22.361.931    22.727.867
 Activities
      EBITDA                       32.972.581       28.719.150        30.074.102       31.822.323      32.628.472    33.455.279

      Working Capital              (5.661.142)      (5.062.049)       (2.255.536)        (566.323)     (4.437.866)   (4.722.696)

      Interest Expense - Net          (603.870)     (1.835.487)       (2.265.433)      (1.952.371)     (2.011.337)   (2.072.084)

      Current Tax                  (5.368.406)      (3.689.156)       (3.739.738)      (3.705.426)     (3.817.338)   (3.932.631)




33 | P a g e                                                                         00117/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2023
Page 34
      (in mio IDR)                   2023          2024               2025             2026            2027              2028


 Cash from       Investing
                              (38.922.223)      (28.583.127)     (11.989.216)       (10.805.715)    (11.009.467)     (11.216.645)
 Activities
   Capex                      (20.140.783)      (16.096.830)     (12.121.301)       (10.939.909)    (11.150.370)     (11.364.594)

   Investment in shares       (19.279.718)      (12.886.200)                  0                0               0                0

   Due To
   Dividend received                  498.278       399.903            132.085          134.194           140.904         147.949


 Cash from Financing
                                (2.045.374)       6.717.299      (11.174.385)       (12.977.744)    (10.822.565)     (10.965.319)
 Activities
   Proceed/(Repayment)
                                24.778.646       13.755.835       (5.286.667)        (6.918.848)     (4.586.676)       (4.581.130)
   of debt
   Dividend payment           (26.824.020)       (7.038.536)      (5.887.718)        (6.058.896)     (6.235.888)       (6.384.189)

   Due From                                 0             0                   0                0               0                0

   Cash Surplus (deficit)     (19.628.434)       (3.733.371)      (1.350.206)         1.814.745           529.899         545.903

 Ending Cash                    18.653.079       14.919.709       13.569.503         15.384.248      15.914.147        16.460.050


Berdasarkan tabel proyeksi arus kas di atas, Perseroan mencatatkan arus kas operasi yang positif selama
periode proyeksi. Perseroan juga terus melakukan investasi ke depannya untuk tetap menjalankan dan
mengembangkan usahanya.

       c. Analisis Rasio Keuangan Perseroan

            Analisis rasio merupakan salah satu bentuk teknis analisis laporan keuangan yang digunakan
            untuk mengetahui hubungan dari pos - pos tertentu dari laporan posisi keuangan dan laporan
            laba rugi secara individu atau kombinasi antara keduanya. Berikut adalah tabel berbagai
            macam rasio keuangan Perseroan.

            Tabel 3-7 Analisis rasio keuangan Perseroan
                                                                                                               Jun       Average
                     Rasio Keuangan              2018          2019      2020         2021         2022
                                                                                                              2023       2018-2022

               Rasio Aktivitas (x)
               Rasio perputaran total
                                                   0,73         0,76         0,60       0,71         0,88       0,51         0,73
               aset
               Rasio perputaran piutang            4,11         4,29         6,02       6,54         7,01       3,44         5,59
               Rasio perputaran utang
                                                   1,97         3,02         4,61       4,12         3,58       1,69         3,45
               usaha
               Rasio perputaran
                                                   4,66         5,74         5,92       6,32         5,77       3,32         5,68
               persediaan
               Rasio Likuiditas (x)
               Rasio lancar                        1,14         1,56         2,11       1,99         1,88       1,36         1,74
               Rasio cepat                         0,86         1,22         1,73       1,68         1,51       1,06         1,40
               Rasio kas                           0,28         0,37         0,98       1,09         0,91       0,52         0,73
               Rasio Profitabilitas (%)
               Rasio laba atas aset               9,89%        9,97%     5,64%        9,42%        16,37%     9,18%       10,26%
               Rasio laba atas ekuitas          20,15%     18,22%        8,92%       14,77%        25,69%    16,28%       17,55%
               Rasio Solvabilitas (%)




34 | P a g e                                                                        00117/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2023
Page 35
                                                                                           Jun    Average
                    Rasio Keuangan         2018     2019     2020       2021     2022
                                                                                          2023    2018-2022

               Rasio total Liabilitas /
                                           50,94%   45,30%   36,73%    36,19%   36,28%   43,61%   41,09%
               total aset
               Rasio total Liabilitas /
                                          103,82%   82,81%   58,05%    56,72%   56,93%   77,34%   71,67%
               total ekuitas


          Rasio Aktivitas

          Rasio aktivitas menunjukkan efektif atau tidaknya Perseroan dalam menggunakan sumber-
          sumber dana yang tersedia.

           Rasio Perputaran Total Aset
            Perputaran total aset periode 31 Desember 2018 – 31 Desember 2022 rata-rata sebesar
            0,73 kali. Pada periode yang berakhir pada 30 Juni 2023 rasio perputaran piutang usaha
            tercatat sebesar 0,51 kali.

           Rasio Perputaran Piutang Usaha
            Perputaran piutang usaha periode 31 Desember 2018 – 31 Desember 2022 rata-rata
            sebesar 5,59 kali. Pada periode yang berakhir pada 30 Juni 2023 rasio perputaran piutang
            usaha tercatat sebesar 3,44 kali atau 52 hari.

           Rasio Perputaran Persediaan
            Perputaran persediaan periode 31 Desember 2018 – 31 Desember 2022 rata-rata sebesar
            5,68x atau selama 64 hari. Pada periode yang berakhir pada 30 Juni 2023 rasio
            perputaran persediaan tercatat sebesar 3,32 kali atau selama 54 hari.

           Rasio Perputaran Utang Usaha
            Rasio perputaran utang usaha selama periode 31 Desember 2018 – 31 Desember 2022
            rata-rata sebesar 3,45x. Pada periode yang berakhir pada 30 Juni 2023, rasio perputaran
            utang usaha tercatat sebesar 1,69x atau selama 107 hari.

          Rasio Likuiditas

          Rasio likuiditas merupakan suatu rasio keuangan yang bertujuan untuk mengetahui sejauh
          mana kemampuan Perseroan dalam melunasi kewajiban jangka pendeknya. Selama periode
          31 Desember 2018 – 31 Desember 2022, rata-rata rasio lancar, rasio cepat dan rasio kas
          selama 5 (lima) tahun terakhir sebesar 1,74 kali, 1,40 kali dan 0,73 kali. Pada periode 30 Juni
          2023, rasio lancar, rasio cepat dan rasio kas Perseroan sebesar 1,36 kali, 1.06 kali, dan
          0,52kali. Hal ini menunjukkan bahwa sepanjang periode historis, Perseroan mampu untuk
          membayar seluruh liabilitas jangka pendeknya dengan menggunakan aset lancar yang
          dimiliki.

          Rasio Profitabilitas

          Rasio profitabilitas digunakan untuk mengukur kemampuan Perseroan dalam menghasilkan
          laba. Rasio laba atas aset (Return on Assets /ROA) Perseroan selama periode 31 Desember
          2018 – 31 Desember 2022 rata-rata 10,26% per tahun. Rasio laba atas aset Perseroan pada
          periode 30 Juni 2023 adalah 9,18%.



35 | P a g e                                                          00117/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2023
Page 36
          Rasio laba atas ekuitas (Return on Ekuitas / ROE) Perseroan selama periode 31 Desember 2018
          – 31 Desember 2022 rata-rata sebesar 17,55% per tahun. Rasio laba atas ekuitas Perseroan
          pada periode 30 Juni 2023 adalah 16,28%.

          Rasio Solvabilitas

          Rasio solvabilitas (solvency ratio) adalah rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan
          Perseroan untuk melunasi utang-utangnya dengan ekuitas atau aset yang dimiliki jika
          dilikuidasi.

          Rasio rata-rata jumlah kewajiban terhadap jumlah aset dan rasio rata-rata jumlah kewajiban
          terhadap jumlah ekuitas Perseroan selama periode 31 Desember 2018 – 31 Desember 2022
          masing-masing adalah sebesar 41,09% dan 71,67%. Rasio rata-rata jumlah kewajiban
          terhadapt jumlah aset dan rata-rata jumlah liabilitas atas ekuitas Perseroan pada periode 30
          Juni 2023 masing-masing adalah 43,61% dan 77,34%.

       d. Analisis dampak keuangan Perseroan atas rencana transaksi (Proforma)

          Mengacu pada Laporan Keuangan Proforma Konsolidasian Perseroan yang disiapkan oleh
          manajemen untuk periode 30 Juni 2023, maka dampak keuangan atas Rencana Transaksi
          tercermin dalam tabel dibawah ini:

          Tabel 3-8    Laporan Posisi Keuangan Ringkasan Proforma Perseroan (juta rupiah)
                                             30 Juni 2023
                         Uraian                              Transaksi     Eliminasi     Proforma
                                                (Reviu)
           Aset Lancar
           Kas dan setara kas                  25.742.014                                   25.742.014
           Aset lancar lainnya                 42.102.619                                   42.102.619
           Aset Tidak Lancar
           Piutang non-usaha
               Pihak ketiga                           155                                         155
               Pihak berelasi                           0     601.040       (601.040)               0
           Aset tidak lancar lainnya           66.618.358                                   66.618.358
           Jumlah Aset                        134.463.146     601.040       (601.040)   134.463.146

           Liabilitas Jangka Pendek            49.842.101                                   49.842.101
           Liabilitas Jangka Panjang
           Utang non-usaha pihak berelasi               0     601.040       (601.040)               0
           Liabilitas pajak tangguhan           2.957.511                                    2.957.511
           Instrumen keuangan derivatif                 0                                            0
           Provisi                                806.254                                      806.254
           Liabilitas imbalan kerja             3.921.942                                    3.921.942
           Utang jangka panjang, stlh
                                                        0                                           0
           dikurangi bagian jk pendek
               Pinjaman bank                            0                                           0
               Sewa pembiayaan                    718.792                                     718.792
               Pinjaman lain-lain                 150.418                                     150.418
           Pendapatan tangguhan                         0                                           0



36 | P a g e                                                   00117/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2023
Page 37
                                             30 Juni 2023
                         Uraian                                Transaksi      Eliminasi      Proforma
                                                (Reviu)
           Liabilitas keuangan jangka
                                                  244.901                                       244.901
           panjang lain-lain
           Jumlah Liabilitas                   58.641.919       601.040        (601.040)     58.641.919

           Jumlah Ekuitas                     75.821.227        601.040        (601.040)     63.677.972
           Jumlah Liabilitas dan Ekuitas     134.463.146        601.040        (601.040)    134.463.146
          Sumber: Laporan Keuangan Proforma Perseroan

          Asumsi - asumsi laporan posisi keuangan konsolidasian ringkasan proforma yang digunakan
          adalah sebagai berikut:

         1) Terdapat peningkatan pada akun Aset Tidak Lancar yaitu piutang non-usaha pihak berelasi
             atas pemberian penambahan fasilitas pinjaman berupa shareholder loan (amend loan
             agreement) sebesar USD 40.000.000,00 atau setara dengan Rp 601.040,00 juta dengan
             menggunakan kurs pada 30 Juni 2023 dari Bank Indonesia sebesar Rp15.026,-.
          2) Terdapat jurnal eliminasi pada akun Aset Tidak Lancar yaitu piutang non-usaha pihak
             berelasi atas pemberian penambahan fasilitas pinjaman berupa shareholder loan (amend
             loan agreement) sebesar USD 40.000.000,00 atau setara dengan Rp 601.040,00 juta
             dengan menggunakan kurs pada 30 Juni 2023 dari Bank Indonesia sebesar Rp15.026,-.
          3) Terdapat peningkatan pada akun Liabilitas Jangka Panjang yaitu utang non-usaha pihak
             berelasi atas penerimaan penambahan fasilitas pinjaman berupa shareholder loan (amend
             loan agreement) sebesar USD 40.000.000,00 atau setara dengan Rp 601.040,00 juta
             dengan menggunakan kurs pada 30 Juni 2023 dari Bank Indonesia sebesar Rp15.026,-.
          4) Terdapat jurnal eliminasi pada akun Liabilitas Jangka Panjang yaitu utang non-usaha pihak
             berelasi atas peneriman penambahan fasilitas pinjaman berpua shareholder loan (amend
             loan agreement) sebesar USD 40.000.000,00 atau setara dengan Rp 601.040,00 juta
             dengan menggunakan kurs pada 30 Juni 2023 dari Bank Indonesia sebesar Rp15.026,-.

          Tabel 3-9 Laporan Laba Rugi Komprehensif Ringkasan Proforma Perseroan (Juta Rupiah)
                                                30 Juni 2023
                             Uraian                               Transaksi     Eliminasi    Proforma
                                                   (Reviu)
           Pendapatan bersih                     68.676.905                                  68.676.905
           Beban pokok pendapatan               (49.985.106)                                (49.985.106)
           Laba bruto                            18.691.799                                  18.691.799
           Beban penjualan                         (690.892)                                   (690.892)
           Beban umum dan administrasi           (2.321.644)                                 (2.321.644)
           Beban lain-lain                         (164.941)                                   (164.941)
           Penghasilan keuangan                     585.917                                     585.917
           Biaya keuangan                          (560.100)                                   (560.100)
           Bagian atas laba bersih entitas          302.534                                     302.534
           Laba sebelum pajak penghasilan        15.842.673                                  15.842.673
           Beban pajak penghasilan               (3.499.266)                                 (3.499.266)
           Laba tahun berjalan                   12.343.407                                  12.343.407
           Pendapatan (Beban) Komprehensif
                                                 (1.804.218)                                 (1.804.218)
           lain setelah pajak
           Jumlah laba komprehensif tahun
                                                 10.539.110                                  10.539.110
           berjalan



37 | P a g e                                                     00117/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2023
Page 38
          Sumber: Laporan Keuangan Proforma Perseroan

          Rencana Transaksi tidak memberikan dampak terhadap laporan proforma laba rugi
          konsolidasian Perseroan

       e. Analisis atas kemampuan penerima jaminan untuk melunasi transaksi pinjam meminjam dana
          dan/atau penjaminan sampai saat jatuh tempo

          Berdasarkan proyeksi keuangan SMM yang disusun oleh manajemen SMM, pihak SMM
          memiliki kemampuan untuk melunasi pinjaman dari PAMA sesuai dengan jangka waktu yang
          telah ditentukan dalam perjanjian pinjaman, yaitu paling lama jatuh tempo pada 31 Desember
          2028. Adapun proyeksi laporan keuangan SMM sebagai berikut:

          Tabel 3-10      Proyeksi Laporan Posisi Keuangan SMM (dalam ribuan USD)
                      Uraian               2023         2024          2025            2026        2027       2028
           Aset lancar                    285.551      234.880       255.709         264.811     293.115    330.141
           Aset tidak lancar               51.105       76.885        82.779          80.818      75.220     69.368
           Aset lainnya                    67.968       68.562        66.768          64.533      61.678     57.853
           Total Aset                     411.795      387.689       413.911         420.091     441.723    471.422
           Liabilitas jangka pendek       115.285      118.075       126.189         123.258     126.649    129.591
           Liabilitas jangka panjang            0            0             0               0           0          0
           Total Liabilitas               156.873      149.663       147.777         134.846     128.237    131.179
           Total Ekuitas                  254.922      238.026       266.133         285.244     313.486    340.243
           Total Liabilitas dan
                                          411.795      387.689       413.911         420.091     441.723    471.422
           Ekuitas
          Sumber: Proyeksi Laporan Keuangan SMM

          Tabel 3-11      Proyeksi Laporan Laba Rugi SMM (dalam ribuan USD)
                    Uraian                 2023         2024          2025            2026        2027       2028
           Pendapatan                     563.573      458.923       537.975         518.050     558.025    550.550
           Beban pokok pendapatan         461.111      425.560       469.022         453.556     484.529    475.537
           Beban penjualan dan
                                               4.058        4.666         4.799        5.224       5.361      5.503
           umum
           Laba sebelum pajak              99.727       27.211           62.767       58.841      68.194     70.578
           Beban pajak                     26.011        8.069           17.562       16.591      16.309     16.812
           Laba (rugi) tahun
                                           73.717       19.142           45.206       42.250      51.885     53.766
           berjalan
           Laba (Rugi) komprehensif        73.717       19.142           45.206       42.250      51.885     53.766
          Sumber: Proyeksi Laporan Keuangan SMM

          Tabel 3-12      Proyeksi Laporan Arus Kas SMM (dalam ribuan USD)
                        Uraian                     2023        2024         2025       2026       2027       2028
           Arus kas dari aktivitas operasi       (56.952)      (2.042)     66.031      13.922     66.221     50.982
           Arus kas dari aktivitas investasi     (15.240)    (36.448)     (14.219)     (6.232)    (2.535)    (1.545)
           Arus kas dari aktivitas
                                                  (9.237)    (46.038)     (27.098)    (33.139)   (33.644)   (27.008)
           pendanaan
           Kenaikan bersih kas dan setara
                                                 (62.955)    (84.529)      24.714     (25.450)    30.041     22.429
           kas
           Kas dan setara kas pada awal
                                                 142.162      86.235        1.707      26.421        970     31.012
           tahun




38 | P a g e                                                               00117/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2023
Page 39
           Kas dan setara kas pada akhir
                                            79.207       1.707     26.421        970      31.012    53.440
           tahun
          Sumber: Proyeksi Laporan Keuangan SMM

       f. Analisis cash management dan financial covenant dari transaksi pinjam-meminjam dana

          SMM dapat menjaga kecukupan saldo kas untuk menjalankan kegiatan operasinya dan
          membayar angsuran pinjaman kepada PAMA. Perjanjian pinjaman antara PAMA dan SMM
          tidak mencakup adanya financial covenant tertentu yang harus dipenuhi oleh SMM sehingga
          kami tidak melakukan analisis financial covenant.

       g. Analisis yield pinjam-meminjam dana jika transaksi dalam bentuk surat berharga

          Pinjaman antara PAMA dan SMM tidak dalam bentuk surat berharga sehingga kami tidak
          melakukan analisis yield dari pinjaman tersebut.

3.5.   Analisis Kewajaran Atas Rencana Transaksi

       Analisis Kewajaran atas rencana transaksi dilakukan dengan melihat adanya incremental atau
       nilai tambah yang dapat dihasilkan atas Rencana Transaksi.

       a. Nilai Rencana Transaksi

          Berdasarkan Perjanjian Pinjaman antara PAMA dan SMM, yang mencakup Draft Amendment
          I, total fasilitas pinjaman yang diberikan PAMA kepada SMM adalah sebesar
          USD40.000.000,00 atau setara dengan Rp 601.040 juta menggunakan kurs per 30 Juni 2023
          (Rp 15.026,-). Fasilitas pinjaman tersebut dikenakan bunga sebesar Term SOFR + 2%.

       b. Analisis Kewajaran Nilai Rencana Transaksi

          Analisis nilai kewajaran Rencana Transaksi dengan membandingkan tarif bunga pinjaman
          yang dikenakan dengan tarif bunga yang berlaku di pasar yaitu bunga pinjaman investasi per
          30 Juni 2023.

          Suku bunga pinjaman dalam Rencana Transaksi ditetapkan sebesar Term SOFR + 2%,
          berdasarkan informasi dari manajemen, Term SOFR yang digunakan adalah Term SOFR
          sesuai tanggal Penilaian 30 Juni 2023. Berdasarkan data Term SOFR untuk periode 30 Juni
          2023 adalah sebesar 5,27%. Atas dasar hal tersebut maka tingkat suku bunga pinjaman
          Rencana Transaksi per 31 Desember 2022 adalah sebesar 7,27%.

          Tabel 3-13 Kewajaran Nilai Rencana Transaksi
                                                                            Batas Bawah       Batas Atas
                         Keterangan                    Suku bunga
                                                                               (-7,5%)         (+7,5%)
           Penerima Kredit Lapangan Usaha
                                                                 7,17%            6,63%              7,71%
           Pertambangan dan Penggalian
          Sumber: Statistik Perbankan Indonesia, OJK

          Berdasarkan data bunga pinjaman investasi dalam denominasi USD dari OJK per 30 Juni
          2023, tarif bunga berkisar antara 6,63% - 7,71%.



39 | P a g e                                                       00117/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2023
Page 40
          Batas kewajaran Rencana Transaksi untuk setiap instrumen investasi ditentukan berdasarkan
          kisaran nilai sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 35/POJK.04/2020
          pasal 48 poin b mengenai batas atas dan batas bawah untuk kisaran nilai Rencana Transaksi
          tidak boleh melebihi 7,5%. Atas dasar hal tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa suku
          bunga pinjaman dalam Rencana Transaksi tergolong wajar karena masih berada dalam
          kisaran batas kewajaran, dimana batas bawah dan batas atas kewajaran masing-masing
          sebesar 6,63% - 7,71% sedangkan suku bunga pinjaman rencana transaksi sebesar 7,27%
          sehingga masih dalam batas kewajaran dan tidak melebihi 7,5%.

3.6.   Analisis Faktor Lain Yang Relevan

       a. Analisis Inkremental

          Analisis Nilai Tambah (Incremental Analysis) dilakukan untuk melihat manfaat Rencana
          Transaksi bagi Perseroan. Berdasarkan proyeksi keuangan Perseroan periode 2023-2028
          yang dibuat oleh Manajemen Perseroan, Analisa nilai tambah sebelum dan setelah Rencana
          Transaksi adalah sebagai berikut:

          Tabel 3-14 Analisis Inkremental Proyeksi Laba Rugi Konsolidasian (Juta Rupiah)
                                                                       Tahun
           Keterangan
                                    2023          2024         2025            2026        2027           2028
           Net Interest sebelum
           transaksi               (603.870)   (1.880.515)   (2.299.204)   (1.974.884)   (2.022.594)   (2.072.084)
           Net Interest setelah
           transaksi               (603.870)   (1.835.487)   (2.265.433)   (1.952.371)   (2.011.337)   (2.072.084)
           Inkremental                     0       45.028        33.771         22.514       11.257              0
           Pendapatan
           (Pengeluaran) lain
           sebelum transaksi      16.977.572   12.932.362    13.287.543    13.745.420    14.036.666    14.469.895
           Pendapatan
           (Pengeluaran) lain
           sesudah transaksi      16.977.572   12.977.512    13.321.405    13.767.995    14.047.953    14.469.895
           Inkremental                     0       45.151        33.863         22.575       11.288              0
           Laba tahun berjalan
           sebelum transaksi      22.345.978   16.621.518    17.027.281    17.450.845    17.854.004    18.402.526
           Laba tahun berjalan
           setelah transaksi      22.345.978   16.666.668    17.061.144    17.473.421    17.865.291    18.402.526
           Inkremental                     0       45.151        33.863         22.575       11.288              0
          Sumber: Proyeksi Laba Rugi Konsolidasian Perseroan periode 2023-2028

          Berdasarkan tabel Analisis Inkremental Proyeksi Laba Rugi Konsolidasian, nilai tambah dengan
          terlaksananya Rencana Transaksi berupa penurunan pada net interest, peningkatan pada
          pendapatan lain - lain maupun laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada Perseroan
          meningkat dibandingkan sebelum Rencana Transaksi.




40 | P a g e                                                           00117/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2023
Page 41
     Tabel 3-15 Analisis Inkramental Proyeksi Posisi Keuangan Konsolidasian (Juta Rupiah)
                                                                    Tahun
         Keterangan
                             2023          2024          2025               2026          2027          2028
      Kas dan setara
      kas sebelum          19.281.079    15.345.681    13.804.705       15.439.936       15.801.578    16.347.481
      transaksi
      Kas dan setara
      kas setelah          18.653.079    14.919.709    13.569.503       15.384.248       15.914.147    16.460.050
      transaksi
      Inkremental           (628.000)     (425.972)     (235.202)            (55.688)      112.569       112.569
      Aset lancer
      sebelum              67.241.730    62.299.868    64.971.462       66.451.158       68.671.475    70.757.173
      transaksi
      Aset lancer
                           66.613.730    61.873.896    64.736.260       66.395.470       68.784.044    70.869.742
      setelah transaksi
      Inkremental           (628.000)     (425.972)     (235.202)            (55.688)      112.569       112.569
      Total Aset
      sebelum             157.294.758   173.873.493   178.154.891      178.496.548      182.531.137   186.706.197
      transaksi
      Total Aset
                          156.666.758   173.447.521   177.919.689      178.440.860      182.643.706   186.818.766
      setelah transaksi
      Inkremental           (628.000)     (425.972)     (235.202)            (55.688)      112.569       112.569
      Liabilitas tidak
      lancer sebelum       17.127.057    15.297.301    12.909.091       10.363.848       10.474.174    10.749.575
      transaksi
      Liabilitas tidak
      lancer setelah       16.499.057    14.826.301    12.595.091       10.206.848       10.474.174    10.749.575
      transaksi
      Inkremental           (628.000)     (471.000)     (314.000)           (157.000)            0             0
      Total Liabilitas
      sebelum              78.780.043    89.427.635    86.285.113       78.956.222       75.193.365    71.285.471
      transaksi
      Total Liabilitas
                           78.152.043    88.956.635    85.971.113       78.799.222       75.193.365    71.285.471
      setelah transaksi
      Inkremental           (628.000)     (471.000)     (314.000)           (157.000)            0             0
      Ekuitas sebelum
                           78.514.715    84.445.858    91.869.778       99.540.326      107.337.772   115.420.727
      transaksi
      Ekuitas setelah
                           78.514.715    84.490.886    91.948.576       99.641.638      107.450.341   115.533.296
      transaksi
      Inkremental                   0       45.028        78.798             101.312       112.569       112.569
     Sumber: Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Perseroan periode 2023-2028

          Berdasarkan tabel Analisis Inkramental Proyeksi Posisi Keuangan Konsolidasian, nilai tambah
          dengan terlaksananya Rencana Transaksi berupa peningkatan total aset dan ekuitas
          dibandingkan tanpa adanya Rencana Transaksi.

       b. Analisis biaya atau pendapatan yang relevan

          Biaya-biaya atau pendapatan yang relevan yang muncul akibat dilaksanakannya Rencana
          Transaksi telah diperhitungkan dalam proyeksi keuangan Perseroan yang disusun oleh
          manajemen Perseroan.




41 | P a g e                                                            00117/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2023
Page 42
       c. Informasi non keuangan yang relevan

          Perseroan atas rencana transaksi pinjam meminjam antara PAMA dan SMM adalah
          diharapkan atas pinjaman tersebut dapat meningkatkan efisiensi SMM kedepan yang akan
          berdampak positif bagi Perseroan secara konsolidasi dan memberikan nilai tambah untuk
          anak Perseroan secara konsol.

       d. Analisis Sensitivitas

          Analisa sensitivitas mengacu kepada bisnis plan Perseroan dengan melakukan sensitivitas
          tingkat penjualan dinaikan atau diturunkan sebesar 5%. Adapun sensitivitas atas hal tersebut
          tercermin sebagai berikut:

       Tabel 3-16 Pendapatan dan beban dinaikan sebesar 5% (jutaan Rupiah)
               Uraian       2023           2024           2025             2026              2027            2018
        Pendapatan       130.424.458    122.709.771     128.853.297      130.661.120       134.607.397     138.672.861
        Beban pokok
                         (98.749.522)   (97.110.843)   (102.204.435)    (103.677.027)     (106.820.832) (110.060.212)
        pendapatan
        Laba kotor        31.674.936     25.598.928      26.648.862       26.984.093        27.786.566      28.612.649
        Beban usaha       24.828.133     18.793.434      19.620.843       19.714.802        20.297.725      20.897.627
        Laba sebelum
                          23.512.835     17.516.443      17.961.607       18.389.646        18.820.562      19.397.652
        pajak
        Beban pajak       (5.172.824)    (3.853.618)     (3.951.553)      (4.045.722)       (4.140.524)     (4.267.483)
        Laba tahun
                          18.340.011     13.662.826      14.010.053       14.343.924        14.680.038      15.130.168
        berjalan


       Tabel 3-17 Pendapatan diturunkan sebesar 5% dan beban dinaikan sebesar 5% (jutaan Rupiah)
               Uraian       2023           2024            2025             2026              2027            2028

        Pendapatan       118.003.081    111.023.126      116.581.554       118.217.204      121.787.645 125.465.922
        Beban pokok
                         (98.749.522)   (97.110.843)   (102.204.435)     (103.677.027) (106.820.832) 110.060.212)
        pendapatan
        Laba kotor        19.253.559     13.912.283       14.377.119        14.540.177       14.966.814     15.405.710
        Beban usaha       12.406.756      7.106.789        7.349.101         7.270.886        7.477.973      7.690.688
        Laba sebelum
                          11.106.893      5.874.949        5.723.727         5.968.305        6.012.098      6.190.712
        pajak
        Beban pajak       (2.443.516)    (1.292.489)      (1.259.220)       (1.313.027)      (1.322.661)    (1.361.957)
        Laba tahun
                           8.663.377      4.582.460        4.464.507         4.655.278        4.689.436      4.828.756
        berjalan


       e. Analisis atas jaminan yang terkait dengan transaksi pinjam meminjam dana dan/atau
          penjaminan

          Dalam transaksi pinjam meminjam antara PAMA dan SMM tidak terdapat jaminan.

       f. Analisis Kelayakan rencana penggunaan dana atas transaksi pinjam-meminjam dana
          dan/atau penjaminan

          Dana pinjaman dari PAMA akan dimanfaatkan SMM untuk mendukung pembiayaan modal
          kerja jika dibutuhkan. Berdasarkan proyeksi keuangan SMM yang disusun oleh manajemen
          SMM, dengan adanya dana untuk memenuhi kebutuhan modal kerja maka SMM dapat



42 | P a g e                                                            00117/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2023
Page 43
          membukukan pendapatan dan laba yang cenderung terus meningkat ke depannya. Selain itu,
          SMM juga memiliki kemampuan secara finansial untuk membayar pelunasan pinjaman
          kepada PAMA dengan tetap menjaga kecukupan saldo kas untuk menjalankan kegiatan
          usahanya.

3.7.   Kesimpulan

       Dengan mempertimbangkan analisis kewajaran atas Transaksi yang dilakukan meliputi analisis
       kualitatif dan analisis kuantitatif, dan analisis inkremental, maka dari segi ekonomis dan
       keuangan, menurut pendapat kami Rencana Transaksi Penambahan Fasilitas Pinjaman dengan
       sifat Bergulir (revolving) oleh PAMA kepada SMM, adalah Wajar.




43 | P a g e                                                00117/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2023
Page 44
                            ASUMSI – ASUMSI DAN KONDISI PEMBATAS

    1. Laporan pendapat kewajaran ini bersifat non-disclaimer opinion.
    2. Penilai Bisnis telah melakukan penelahaan atas dokumen yang digunakan dalam proses analisis
        pendapat kewajaran.
    3. Data dan informasi yang diperoleh berasal dari sumber yang dapat dipercaya keakuratannya
    4. Penilai mengunakan proyeksi keuangan yang dibuat oleh manejemen.
    5. Laporan Pendapat Kewajaran ini terbuka untuk publik.
    6. Analisis, opini dan kesimpulan yang dibuat oleh penilai, serta laporan pendapat kewajaran telah
        disusun sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”) No. 35/POJK.04/2020
        tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal dan
        ketentuan Standar Penilaian Indonesia (SPI), Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI).
    7. Penilai Bisnis bertanggung jawab atas Laporan Pendapat kewajaran dan Kesimpulan Opini
        Akhir.
    8. Penilai telah memperoleh informasi atas status hukum Obyek Penilaian dari Pemberi Tugas.
    9. Semua sengketa dalam bentuk perkara pidana maupun perdata (baik di dalam maupun di luar
        pengadilan) yang berkaitan dengan obyek penilaian tidak menjadi tanggung jawab kami.
    10. Kami ingin menekankan bahwa hasil kajian, analisis, serta tanggung jawab kami secara khusus
        hanya terbatas pada aspek nilai atas obyek penilaian, diluar dari aspek perpajakan dan hukum
        karena hal tersebut berada diluar lingkup penugasan kami.
    11. Perubahan-perubahan yang dilakukan oleh pihak Pemerintah maupun swasta yang berkaitan
        dengan kondisi obyek penilaian, dalam hal ini kondisi pasar dan sebagainya bukan menjadi
        tanggung jawab kami.
    12. Laporan pendapat kewajaran ini disajikan hanya untuk maksud dan tujuan seperti tertulis di
        dalam laporan dan tidak dapat digunakan untuk maksud dan tujuan lainnya dan kami tidak
        bertanggung jawab jika laporan ini digunakan untuk tujuan lain.
    13. Laporan pendapat kewajaran ini sebagai salah satu informasi untuk dijadikan dasar pemikiran
        dalam mengambil keputusan, akan tetapi tidak mengikat dan tidak dapat dijadikan sebagai
        dasar penentu suatu keputusan yang berakibat hukum, karena laporan pendapat kewajaran ini
        semata-mata dibuat berdasarkan kajian disiplin ilmu dan kemampuan yang kami miliki.
    14. Laporan pendapat kewajaran ini tidak berlaku dan tidak sah apabila tidak terdapat tanda
        tangan penilai berijin beserta stempel perusahaan (corporate seal) yang resmi dari KJPP
        Ferdinand, Danar, Ichsan & Rekan.
   15. Laporan penilaian ini dibuat dan ditujukan hanya kepada pemberi tugas, sesuai dengan maksud
        dan tujuan yang diungkapkan dalam laporan penilaian.




44 | P a g e                                                   00117/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2023
Page 45
                                      PERNYATAAN PENILAI

Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai Penilai Independen, kami yang bertanda tangan
di bawah ini menerangkan bahwa:

1.  Pernyataan faktual yang dipresentasikan dalam laporan penilaian adalah benar sesuai dengan
    pemahaman terbaik dari Penilai.
2. Analisis dan kesimpulan hanya dibatasi oleh asumsi dan kondisi yang dilaporkan.
3. Kami tidak mempunyai kepentingan baik sekarang atau di masa yang akan datang, maupun
    memiliki kepentingan pribadi atau keberpihakan kepada terhadap obyek Penilaian.
4. Imbalan Jasa Penilai tidak berkaitan dengan hasil pendapat kewajaran yang dilaporkan.
5. Penilaian dilakukan dengan memenuhi Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”) No.
    35/POJK.04/2020 tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar
    Modal dan ketentuan Standar Penilaian Indonesia (SPI) dan Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI).
6. Penilai telah memenuhi persyaratan pendidikan profesional yang ditentukan dan/atau
    diselenggarakan oleh Asosiasi Penilai yang diakui Pemerintah.
7. Penilai memiliki pemahaman mengenai jenis usaha atau industri yang menjadi obyek penilaian.
8. Tidak ada Penilai lainnya selain yang bertandatangan di bawah ini, yang telah terlibat dalam
    pelaksanaan inspeksi, analisis, pembuatan kesimpulan, dan opini sebagaimana yang dinyatakan
    dalam laporan pendapat kewajaran ini.
9. Analisis telah dilakukan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam Laporan Pendapat
    Kewajaran.
10. Kami bertanggung jawab atas laporan pendapat kewajaran yang telah kami susun berdasarkan
    data yang telah diberikan kepada kami oleh Pemberi tugas dan kami anggap akurat serta lengkap.
11. Kami tidak bertanggung jawab atas hasil laporan ini apabila data-data, dokumen dan informasi
    dari Pemberi Tugas yang diberikan kepada kami tidak sah/legal sehingga menjadi tidak lengkap
    atau menyesatkan.
12. Penugasan pendapat kewajaran telah dilakukan terhadap obyek penilaian pada tanggal penilaian
    (cut off date).
13. Analisis dan kesimpulan yang dihasilkan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam laporan
    pendapat kewajaran.
14. Kesimpulan pendapat kewajaran yang dihasilkan dalam penugasan pemberian pendapat
    kewajaran profesional telah disajikan sebagai kesimpulan nilai.
15. Penilai melakukan sesuai dengan Lingkup Penugasan dan data yang dianalisis telah diungkapkan.
16. Kesimpulan pendapat kewajaran telah sesuai dengan asumsi dan kondisi pembatas.
17. Data ekonomi dan industri yang tercantum dalam laporan kami peroleh dari sumber yang telah
    terpublikasi dan diyakini kebenarannya.




45 | P a g e                                                 00117/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2023
Page 46
                                                                            FDi
                                                                             l' -\R l '\111 �




                          Penilai                                  Tonda Tongan

 Penanggung Jawab:
 M. lchsan Suud, SP., MBA., MAPPI (Cert)
 lzin Penilai Bisnis No.
 MAPP! No.
                         : B-1.16.00453
                         : 10-S-02571                                        -
 STTD Bapepam No.        : STTD.PB-50/PM.223/2020
 RMK                     : RMK-2017.00526

 Pemeriksa:
 J. Ferdinand H. Pardede, MAPPI (Cert)
 lzin Penilai Bisnis No. : B 1.09.00089
 MAPPI No.               : 01-S-01490
 STTD Bopepam No.        : STTD.PB-17/PJ-1/PM.02/2023
 RMK                     : RMK-2017.00081

 Penilai:
 Bongkit Widhi Rohorjo, S.E
 MAPP! No.                : 15-T-06112
 RMK                      : RMK-2017.01119




Asisten Penilai :
 Edho Fakhri Fuady, S.E, MBA, Akt
 MAPPI No.               : 23-A-12075




                                                        00117/2.0176-00/BS/02/0453/1/Xll/2023
46 IP age
Page 47
               LAMPIRAN




47 | P a g e              00117/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2023
Page 48
Lampir an 1
Analisa Re ncana T r ansaksi
(dalam jutaan Rupiah)
                                      Nilai             Ekuitas
          K e te r angan                                              %
                               Re ncana T r ansaksi      UNT R
Rencana Transaksi                         601.040     75.821.227       0,79%



Analisa Bunga
         K e te r angan           T ar if Bunga       Batas Bawah Batas Atas
Penerima Kredit Lapangan
Usaha Pertambangan dan               7,17%               6,63%      7,71%
Penggalian


PAMA                                                                   7,27%




48 | P a g e                                                 00117/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2023
Page 49
Lampiran 2
Proforma U T B S
(dalam Jutaan Rupiah)

                                                        Sebelu m Ren can a      Ren can a
                            U raian                                                              Elimin asi      Proforma
                                                           Tran saksi          Tran saksi

A set Lan car
Kas dan setara kas                                              25.742.014                                         25.742.014
Aset lancar lainnya                                             42.102.619                                         42.102.619
A set Tidak Lan car
Piutang non-usaha
     Pihak ketiga                                                      155                                                 155
     Pihak berelasi                                                       0         601.040          (601.040)               0
Aset tidak lancar lainnya                                      66.618.358                                          66.618.358
J u mlah A set                                               134. 463. 146         601. 040        (601. 040)    134. 463. 146

Liabilitas J an gka Pen dek                                     49.842.101                                         49.842.101
Liabilitas J an gka Pan jan g
Utang non-usaha pihak berelasi                                            0         601.040          (601.040)              0
Liabilitas pajak tangguhan                                       2.957.511                                          2.957.511
Instrumen keuangan derivatif                                              0                                                 0
Provisi                                                            806.254                                            806.254
Liabilitas imbalan kerja                                         3.921.942                                          3.921.942
Utang jangka panjang, stlh dikurangi bagian jk pendek                     0                                                 0
    Pinjaman bank                                                         0                                                 0
    Sewa pembiayaan                                                718.792                                            718.792
    Pinjaman lain-lain                                             150.418                                            150.418
Pendapatan tangguhan                                                      0                                                  0
Liabilitas keuangan jangka panjang lain-lain                       244.901                                             244.901
J u mlah Liabilitas                                           58. 641. 919         601. 040        (601. 040)     58. 641. 919

J u mlah Eku itas                                              75.821.227           601.040          (601.040)     63.677.972
J u mlah Liabilitas dan Eku itas                             134. 463. 146         601. 040        (601. 040)    134. 463. 146




49 | P a g e                                             00117/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2023
Page 50
Lampi r an 3
Sensitivitas Sales
P e nj ual an nai k 5%, be ban nai k 5%
                    Ur ai an                        S at uan       2023         2024         2025          2026          2027          2028
Pendapatan                                           Rp Mn      130.424.458 122.709.771 128.853.297 130.661.120 134.607.397 138.672.861
Beban Pokok Pendapatan                               Rp Mn      (98.749.522) (97.110.843) (102.204.435) (103.677.027) (106.820.832) (110.060.212)
Laba Kot or                                         R p Mn     31.674.936 25.598.928 26.648.862 26.984.093 27.786.566 28.612.649
Beban usaha                                          Rp Mn       24.828.133   18.793.434    19.620.843    19.714.802    20.297.725    20.897.627
Laba S e be l um P aj ak                            R p Mn     23.512.835 17.516.443 17.961.607 18.389.646 18.820.562 19.397.652
Beban Pajak                                          Rp Mn       (5.172.824)  (3.853.618)   (3.951.553)   (4.045.722)   (4.140.524)   (4.267.483)
Laba t ahun Be r j al an                            R p Mn     18.340.011 13.662.826 14.010.053 14.343.924 14.680.038 15.130.168



S e nsi t i vi t as S al e s UN T R
                                      Penjualan :          5%
                                         Beban :           5%
                      Ur ai an                      S at uan      2023          2024         2025         2026          2027          2028
Revenue                                              Rp Mn     130.424.458 122.709.771 128.853.297 130.661.120 134.607.397 138.672.861
COGS                                                 Rp Mn     (98.749.522) (97.110.843) (102.204.435) (103.677.027) (106.820.832) (110.060.212)
Gr oss pr ofi t                                      Rp Mn    31.674.936 25.598.928 26.648.862 26.984.093 27.786.566 28.612.649
Opex                                                 Rp Mn      (6.846.802)  (6.805.494)    (7.028.018)  (7.269.291)   (7.488.841)   (7.715.022)
O pe r at i g pr ofi t                              R p Mn    24.828.133 18.793.434 19.620.843 19.714.802 20.297.725 20.897.627
Gain/(loss) on forex                                 Rp Mn        (324.144)             0             0            0             0             0
Net interest                                         Rp Mn        (603.870)   (1.880.515)   (2.299.204)  (1.974.884)   (2.022.594)   (2.072.084)
Other income/(charges)                               Rp Mn        (387.285)       603.524       639.967     649.728       545.431       572.108
P r ofi t be for e t ax                             R p Mn    23.512.835 17.516.443 17.961.607 18.389.646 18.820.562 19.397.652
Income tax                                           Rp Mn      (5.172.824)  (3.853.618)   (3.951.553)   (4.045.722)   (4.140.524)   (4.267.483)
P r ofi t aft e r t ax                              R p Mn    18.340.011 13.662.826 14.010.053 14.343.924 14.680.038 15.130.168



P e r hi t ungan T ax Loss Car r y F or w ar d
                                                    S at uan      2023         2024          2025          2026          2027          2028
Income before tax                                    Rp Mn      23.512.835   17.516.443    17.961.607    18.389.646    18.820.562    19.397.652
Tax                                                     %              22%          22%           22%           22%           22%           22%
Income tax expense                                   Rp Mn       5.172.824    3.853.618     3.951.553     4.045.722     4.140.524     4.267.483



50 | P a g e                                                           00117/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2023
Page 51
Sensitivitas Sales
P e nj ual an t ur un 5%, be ban nai k 5%
                     Ur ai an                       S at uan    2023         2024         2025          2026          2027           2028
Pendapatan                                           Rp Mn   118.003.081 111.023.126 116.581.554 118.217.204 121.787.645 125.465.922
Beban Pokok Pendapatan                               Rp Mn   (98.749.522) (97.110.843) (102.204.435) (103.677.027) (106.820.832) (110.060.212)
Laba Kot or                                         R p Mn 19.253.559 13.912.283 14.377.119 14.540.177 14.966.814 15.405.710
Beban usaha                                          Rp Mn    12.406.756     7.106.789     7.349.101     7.270.886    7.477.973      7.690.688
Laba S e be l um P aj ak                            R p Mn 11.106.893 5.874.949 5.723.727 5.968.305 6.012.098 6.190.712
Beban Pajak                                          Rp Mn    (2.443.516)  (1.292.489)   (1.259.220)   (1.313.027)   (1.322.661)    (1.361.957)
Laba t ahun Be r j al an                            R p Mn    8.663.377 4.582.460 4.464.507 4.655.278 4.689.436 4.828.756



S e nsi t i vi t as S al e s UN T R
                                      Penjualan :         -5%
                                         Beban :           5%
                       Ur ai an                     S at uan     2023         2024         2025          2026           2027         2028
Revenue                                              Rp Mn    118.003.081 111.023.126 116.581.554 118.217.204 121.787.645 125.465.922
COGS                                                 Rp Mn    (98.749.522) (97.110.843) (102.204.435) (103.677.027) (106.820.832) (110.060.212)
Gr oss pr ofi t                                      Rp Mn 19.253.559 13.912.283 14.377.119 14.540.177 14.966.814 15.405.710
Opex                                                 Rp Mn     (6.846.802)  (6.805.494)   (7.028.018)   (7.269.291)    (7.488.841)  (7.715.022)
O pe r at i g pr ofi t                               Rp Mn 12.406.756 7.106.789 7.349.101 7.270.886 7.477.973 7.690.688
Gain/(loss) on forex                                 Rp Mn       (308.709)            0            0             0               0           0
Net interest                                         Rp Mn       (603.870)  (1.835.487)   (2.265.433)   (1.952.371)    (2.011.337)  (2.072.084)
Other income/(charges)                               Rp Mn       (387.285)      603.647      640.059       649.789         545.462     572.108
P r ofi t be for e t ax                              Rp Mn 11.106.893 5.874.949 5.723.727 5.968.305 6.012.098 6.190.712
Income tax                                           Rp Mn     (2.443.516)  (1.292.489)   (1.259.220)   (1.313.027)    (1.322.661)  (1.361.957)
P r ofi t aft e r t ax                               Rp Mn     8.663.377 4.582.460 4.464.507 4.655.278 4.689.436 4.828.756




51 | P a g e                                                           00117/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2023
Page 52
Lampi r an 4
P r oy e ksi Lapor an Ke uangan Konsol i dasi an S e be l um dan S e t e l ah T r ansaksi
(dalam jutaan rupiah)
Lapor an Laba (R ugi )
                                                                 S E BE LUM T R A N S A KS I
                          Ur ai an                 2023               2024               2025              2026            2027            2028

Revenue                                           124.213.769        116.866.448        122.717.425       124.439.162     128.197.521     132.069.392
COGS                                              (94.047.164)       (92.486.517)       (97.337.557)      (98.740.026)   (101.734.125)   (104.819.250)
Gr oss pr ofi t                                  30.166.605         24.379.932         25.379.868         25.699.137      26.463.396      27.250.142
Opex                                               (6.520.764)        (6.481.423)        (6.693.351)       (6.923.135)     (7.132.230)     (7.347.640)
O pe r at i g pr ofi t                           23.645.841         17.898.508         18.686.518         18.776.002      19.331.166      19.902.502
Gain/(loss) on forex                                 (308.709)                   0                  0               0               0               0
Net interest                                         (603.870)        (1.880.515)        (2.299.204)       (1.974.884)     (2.022.594)     (2.072.084)
Other income/(charges)                               (387.285)            603.524              639.967        649.728         545.431         572.108
P r ofi t be for e t ax                          22.345.978         16.621.518         17.027.281         17.450.845      17.854.004      18.402.526
Income tax                                         (5.368.406)        (3.689.156)        (3.739.738)       (3.705.426)     (3.817.338)     (3.932.631)
P r ofi t aft e r t ax                           16.977.572         12.932.362         13.287.543         13.745.420      14.036.666      14.469.895


Lapor an P osi si Ke uangan


                          Ur ai an                 2023               2024               2025              2026            2027            2028
Cur r e nt A sse t
Cash & cash equivalent                             19.281.079         15.345.681         13.804.705        15.439.936      15.801.578      16.347.481
AR                                                 21.846.606         21.818.483         23.481.845        24.232.872      25.283.955      25.991.766
Inventories                                        19.217.738         19.607.771         21.574.005        20.633.791      21.256.981      21.898.993
Advance payment                                      1.131.522          1.173.730           1.112.729       1.139.336       1.173.747       1.209.197
Prepaid expenses                                             0                   0                  0               0               0               0
Other current asset                                  5.764.784          4.354.204           4.998.179       5.005.223       5.155.215       5.309.737
N on Cur r e nt A sse t
Due from shareholder                                 3.217.038          5.317.038           5.317.038       5.317.038       5.210.765       5.396.804
Investment in shares of stock                      25.678.914         38.712.636         39.130.820        39.511.565      39.911.347      40.331.118
Fixed assets                                       47.273.151         53.106.721         54.368.078        52.753.600      53.768.473      54.801.485
Mining properties                                            0                   0                  0               0               0               0
Deferred tax assets                                 3.223.926           3.245.768           3.328.537       3.408.095       3.511.027       3.613.097
Coal exploration & development costs                5.699.565           6.226.941           6.074.330       6.089.898       6.480.846       6.816.943
Goodwill                                            2.565.982           2.565.982           2.565.982       2.565.982       2.565.982       2.565.982
Other non current asset                             2.394.451           2.398.537           2.398.644       2.399.212       2.411.222       2.423.594
T ot al A sse t                                 157.294.758       173.873.493        178.154.891         178.496.548     182.531.137     186.706.197
Cur r e nt Li abi l i t i e s
AP                                                 28.383.908         26.313.276         26.796.221        26.493.068      27.287.401      28.395.313
Accrued expenses                                   10.772.615           9.689.256        11.510.942        11.487.340      12.215.724      11.395.410
Tax payables                                        2.331.910           2.704.149           2.962.404       3.229.581       2.527.002       2.627.365
Other current liabilities                          20.164.553         35.423.653         32.106.455        27.382.385      22.689.065      18.117.808
N on Cur r e nt Li abi l i t i e s
Deferred tax liabilities                            2.638.209           2.423.812           2.224.404       1.961.733       2.020.811       2.081.673
LT portion of long term bank loan                   9.683.000           8.008.500           5.809.000       3.569.500       3.474.792       3.538.966
Employee benefit obligations                        3.976.575           4.078.564           4.147.503       4.177.144       4.303.304       4.433.274
Other non current liabilities                         829.273             786.425              728.184        655.470         675.267         695.662
T ot al l i abi l i t i e s                      78.780.043         89.427.635         86.285.113         78.956.222      75.193.365      71.285.471
Equity attributable to owners                      74.581.863         80.475.689         87.875.514        95.562.038     103.362.815     111.448.521
Non-controlling interests                           3.932.852           3.970.170           3.994.264       3.978.288       3.974.957       3.972.205
T ot al e qui t y                                78.514.715         84.445.858         91.869.778         99.540.326     107.337.772     115.420.727
T ot al Li abi l i t i e s + E qui t y          157.294.758       173.873.493        178.154.891         178.496.548     182.531.137     186.706.197




52 | P a g e                                                                                       00117/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2023
Page 53
Lapor an A r us Kas
                                                               S E BE LUM T R A N S A KS I
                     Ur ai an                   2023                2024               2025              2026             2027             2028

Beginning Balance                                38.281.513         19.281.079         15.345.681         13.804.705       15.439.936       15.801.578
Cash fr om O pe r at i ng A ct i vi t i e s    21.339.163         18.087.430         21.779.624         25.575.690       22.350.674       22.727.867
EBITDA                                           32.972.581         28.719.150         30.074.102         31.822.323       32.628.472       33.455.279
Working Capital                                  (5.661.142)        (5.062.049)        (2.255.536)         (566.323)       (4.437.866)      (4.722.696)
Interest Expense - Net                             (603.870)        (1.880.515)        (2.299.204)        (1.974.884)      (2.022.594)      (2.072.084)
Current Tax                                      (5.368.406)        (3.689.156)        (3.739.738)        (3.705.426)      (3.817.338)      (3.932.631)


Cash fr om I nve st i ng A ct i vi t i e s    (38.922.223)      (28.583.127)       (11.989.216)        (10.805.715)     (11.009.467)     (11.216.645)
Capex                                           (20.140.783)       (16.096.830)       (12.121.301)       (10.939.909)     (11.150.370)     (11.364.594)
Investment in shares                            (19.279.718)       (12.886.200)                   0                0                0                0
Due To
Dividend received                                   498.278             399.903              132.085         134.194          140.904          147.949


Cash fr om F i nanci ng A ct i vi t i e s      (1.417.374)          6.560.299      (11.331.385)        (13.134.744)     (10.979.565)     (10.965.319)
Proceed/(Repayment) of debt                      25.406.646         13.598.835         (5.443.667)        (7.075.848)      (4.743.676)      (4.581.130)
Dividend payment                                (26.824.020)        (7.038.536)        (5.887.718)        (6.058.896)      (6.235.888)      (6.384.189)
Due From                                                  0                    0                  0                0                0                0
Cash Surplus (deficit)                          (19.000.434)        (3.935.398)        (1.540.977)         1.635.231          361.642          545.903


E ndi ng Cash                                  19.281.079         15.345.681         13.804.705         15.439.936       15.801.578       16.347.481




53 | P a g e                                                                                     00117/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2023
Page 54
P r oy e ksi Lapor an Laba (R ugi )
                                                         S E S UDA H T R A N S A KS I
                        Ur ai an           2023              2024                2025            2026            2027            2028

Revenue                                   124.213.769       116.866.448        122.717.425      124.439.162     128.197.521     132.069.392
COGS                                      (94.047.164)      (92.486.517)       (97.337.557)     (98.740.026)   (101.734.125)   (104.819.250)
Gr oss pr ofi t                           30.166.605       24.379.932         25.379.868        25.699.137      26.463.396      27.250.142
Opex                                       (6.520.764)       (6.481.423)         (6.693.351)     (6.923.135)     (7.132.230)     (7.347.640)
O pe r at i g pr ofi t                    23.645.841       17.898.508         18.686.518        18.776.002      19.331.166      19.902.502
Gain/(loss) on forex                         (308.709)                  0                 0               0               0               0
Net interest                                 (603.870)       (1.835.487)         (2.265.433)     (1.952.371)     (2.011.337)     (2.072.084)
Other income/(charges)                       (387.285)           603.647            640.059         649.789         545.462         572.108
P r ofi t be for e t ax                   22.345.978       16.666.668         17.061.144        17.473.421      17.865.291      18.402.526
Income tax                                 (5.368.406)       (3.689.156)         (3.739.738)     (3.705.426)     (3.817.338)     (3.932.631)
P r ofi t aft e r t ax                    16.977.572       12.977.512         13.321.405        13.767.995      14.047.953      14.469.895


Lapor an P osi si Ke uangan
                                                         S E S UDA H T R A N S A KS I
                        Ur ai an           2023              2024                2025            2026            2027            2028
Current Asset
Cash & cash equivalent                     18.653.079        14.919.709          13.569.503      15.384.248      15.914.147      16.460.050
AR                                         21.846.606        21.818.483          23.481.845      24.232.872      25.283.955      25.991.766
Inventories                                19.217.738        19.607.771          21.574.005      20.633.791      21.256.981      21.898.993
Advance payment                             1.131.522          1.173.730          1.112.729       1.139.336       1.173.747       1.209.197
Prepaid expenses                                    0                   0                 0               0               0               0
Other current asset                         5.764.784          4.354.204          4.998.179       5.005.223       5.155.215       5.309.737
Non Current Asset
Due from shareholder                        3.217.038          5.317.038          5.317.038       5.317.038       5.210.765       5.396.804
Investment in shares of stock              25.678.914        38.712.636          39.130.820      39.511.565      39.911.347      40.331.118
Fixed assets                               47.273.151        53.106.721          54.368.078      52.753.600      53.768.473      54.801.485
Mining properties                                   0                   0                 0               0               0               0
Deferred tax assets                         3.223.926          3.245.768          3.328.537       3.408.095       3.511.027       3.613.097
Coal exploration & development costs        5.699.565          6.226.941          6.074.330       6.089.898       6.480.846       6.816.943
Goodwill                                    2.565.982          2.565.982          2.565.982       2.565.982       2.565.982       2.565.982
Other non current asset                     2.394.451          2.398.537          2.398.644       2.399.212       2.411.222       2.423.594
T ot al A sse t                          156.666.758      173.447.521        177.919.689       178.440.860     182.643.706     186.818.766
Current Liabilities                                                                                       0               0               0
AP                                         28.383.908        26.313.276          26.796.221      26.493.068      27.287.401      28.395.313
Accrued expenses                           10.772.615          9.689.256         11.510.942      11.487.340      12.215.724      11.395.410
Tax payables                                2.331.910          2.704.149          2.962.404       3.229.581       2.527.002       2.627.365
Other current liabilities                  20.164.553        35.423.653          32.106.455      27.382.385      22.689.065      18.117.808
Non Current Liabilities
Deferred tax liabilities                    2.638.209          2.423.812          2.224.404       1.961.733       2.020.811       2.081.673
LT portion of long term bank loan           9.055.000          7.537.500          5.495.000       3.412.500       3.474.792       3.538.966
Employee benefit obligations                3.976.575          4.078.564          4.147.503       4.177.144       4.303.304       4.433.274
Other non current liabilities                 829.273            786.425            728.184         655.470         675.267         695.662
T ot al l i abi l i t i e s               78.152.043       88.956.635         85.971.113        78.799.222      75.193.365      71.285.471
Equity attributable to owners              74.581.863        80.520.839          87.954.527      95.663.626     103.475.691     111.561.397
Non-controlling interests                   3.932.852          3.970.047          3.994.049       3.978.012       3.974.650       3.971.898
Total equity                              78.514.715       84.490.886         91.948.576        99.641.638     107.450.341     115.533.296
T ot al Li abi l i t i e s + E qui t y   156.666.758      173.447.521        177.919.689       178.440.860     182.643.706     186.818.766




54 | P a g e                                                                              00117/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2023
Page 55
Lapor an A r us Kas
                                                               S E S UDA H T R A N S A KS I
Ur ai an                                        2023               2024                2025            2026             2027             2028
Beginning Balance                                38.281.513        18.653.079          14.919.709       13.569.503       15.384.248       15.914.147
Cash fr om O pe r at i ng A ct i vi t i e s    21.339.163        18.132.457         21.813.395        25.598.204       22.361.931       22.727.867
EBITDA                                           32.972.581        28.719.150          30.074.102       31.822.323       32.628.472       33.455.279
Working Capital                                  (5.661.142)       (5.062.049)         (2.255.536)       (566.323)       (4.437.866)      (4.722.696)
Interest Expense - Net                             (603.870)       (1.835.487)         (2.265.433)      (1.952.371)      (2.011.337)      (2.072.084)
Current Tax                                      (5.368.406)       (3.689.156)         (3.739.738)      (3.705.426)      (3.817.338)      (3.932.631)


Cash fr om I nve st i ng A ct i vi t i e s    (38.922.223)     (28.583.127)        (11.989.216)      (10.805.715)     (11.009.467)     (11.216.645)
Capex                                           (20.140.783)      (16.096.830)       (12.121.301)      (10.939.909)     (11.150.370)     (11.364.594)
Investment in shares                            (19.279.718)      (12.886.200)                  0                0                0                0
Due To
Dividend received                                   498.278            399.903            132.085          134.194          140.904          147.949


Cash fr om F i nanci ng A ct i vi t i e s      (2.045.374)         6.717.299       (11.174.385)      (12.977.744)     (10.822.565)     (10.965.319)
Proceed/(Repayment) of debt                      24.778.646        13.755.835          (5.286.667)      (6.918.848)      (4.586.676)      (4.581.130)
Dividend payment                                (26.824.020)       (7.038.536)         (5.887.718)      (6.058.896)      (6.235.888)      (6.384.189)
Due From                                                  0                   0                 0                0                0                0
Cash Surplus (deficit)                          (19.628.434)       (3.733.371)         (1.350.206)       1.814.745          529.899          545.903


E ndi ng Cash                                  18.653.079        14.919.709         13.569.503        15.384.248       15.914.147       16.460.050




55 | P a g e                                                                                    00117/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2023
Page 56
Lampi r an 5
A nal i si s I nkr e me nt al
(dalam jutaan rupiah)
Lapor an Laba (R ugi )
                                                                       I N KR E ME N T A L
                          Ur ai an       2023         2024           2025                2026             2027           2028

Revenue                                          0              0               0                    0              0              0
COGS                                             0              0               0                    0              0              0
Gr oss pr ofi t                                  0              0              0                     0              0              0
Opex                                             0              0               0                    0              0              0
O pe r at i g pr ofi t                           0              0              0                     0              0              0
Gain/(loss) on forex                             0              0               0                    0              0              0
Net interest                                     0        45.028         33.771                 22.514       11.257                0
Other income/(charges)                           0            123             92                    61             31              0
P r ofi t be for e t ax                          0       45.151         33.863                 22.575       11.288                 0
Income tax                                       0              0               0                    0              0              0
P r ofi t aft e r t ax                           0       45.151         33.863                 22.575       11.288                 0


Lapor an P osi si Ke uangan
                                                                       I N KR E ME N T A L
                          Ur ai an       2023         2024           2025                2026             2027           2028

Cur r e nt A sse t
Cash & cash equivalent                    (628.000)     (425.972)      (235.202)               (55.688)     112.569        112.569
AR                                               0              0               0                    0              0              0
Inventories                                      0              0               0                    0              0              0
Advance payment                                  0              0               0                    0              0              0
Prepaid expenses                                 0              0               0                    0              0              0
Other current asset                              0              0              0                     0              0              0
N on Cur r e nt A sse t
Due from shareholder                             0              0              0                     0              0              0
Investment in shares of stock                    0              0              0                     0              0              0
Fixed assets                                     0              0              0                     0              0              0
Mining properties                                0              0              0                     0              0              0
Deferred tax assets                              0              0              0                     0              0              0
Coal exploration & development costs             0              0              0                     0              0              0
Goodwill                                         0              0              0                     0              0              0
Other non current asset                          0              0              0                     0              0              0
T ot al A sse t                          (628.000)    (425.972)      (235.202)                (55.688)     112.569       112.569
Cur r e nt Li abi l i t i e s                    0              0              0                     0              0              0
AP                                               0              0              0                     0              0              0
Accrued expenses                                 0              0              0                     0              0              0
Tax payables                                     0              0              0                     0              0              0
Other current liabilities                        0              0              0                     0              0              0
N on Cur r e nt Li abi l i t i e s               0              0              0                     0              0              0
Deferred tax liabilities                         0              0              0                     0              0              0
LT portion of long term bank loan         (628.000)     (471.000)      (314.000)              (157.000)             0              0
Employee benefit obligations                     0              0              0                     0              0              0
Other non current liabilities                    0              0              0                     0              0              0
T ot al l i abi l i t i e s              (628.000)    (471.000)      (314.000)               (157.000)              0              0
Equity attributable to owners                    0        45.151         79.013                101.589      112.876       112.876
Non-controlling interests                        0           (123)          (215)                 (277)          (307)          (307)
T ot al e qui t y                                0        45.028         78.798                101.312      112.569       112.569
T ot al Li abi l i t i e s + E qui t y   (628.000)    (425.972)      (235.202)                (55.688)     112.569       112.569




56 | P a g e                                                                 00117/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2023
Page 57
Lapor an A r us Kas
                                                                           I N KR E ME N T A L
                     Ur ai an                 2023         2024          2025                2026            2027         2028
Beginning Balance                                     0      (628.000)     (425.972)             (235.202)     (55.688)     112.569
Cash fr om O pe r at i ng A ct i vi t i e s           0       45.028        33.771                22.514       11.257            0
EBITDA                                                0             0               0                   0            0           0
Working Capital                                       0             0               0                   ()           0           0
Interest Expense - Net                                0        45.028        33.771                22.514       11.257           0
Current Tax                                           0             0               0                   0            0           0


Cash fr om I nve st i ng A ct i vi t i e s            0             0              0                    0            0           0
Capex                                                 0             0               0                   0            0           0
Investment in shares                                  0             0               0                   0            0           0
Due To
Dividend received                                     0             0               0                   0            0           0


Cash fr om F i nanci ng A ct i vi t i e s     (628.000)     157.000       157.000                157.000      157.000            0
Proceed/(Repayment) of debt                    (628.000)      157.000       157.000               157.000      157.000           0
Dividend payment                                      0             0               0                   0            0           0
Due From                                              0             0               0                   0            0           0
Cash Surplus (deficit)                         (628.000)      202.028       190.771               179.514      168.257           0


E ndi ng Cash                                 (628.000)    (425.972)     (235.202)               (55.688)     112.569     112.569




57 | P a g e                                                                     00117/2.0176-00/BS/02/0453/1/XII/2023
Page 58

          
Page 59

          
Page 60

          

File

File Open PDF
Source IDX
Size2.89 MB
Published29 Dec 2023
Pages60
Characters179,165
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 0 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

The name pass has not read this document yet.

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

Rule parser Needs review confidence 0.273 26645 ms 12 Sep 2026 21:44
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
 'appraiser_name': '',
 'assets': [],
 'currency': 'IDR',
 'fact_type': '',
 'issuer_name': '',
 'kind': 'CONFLICT',
 'kjpp_name': '',
 'letter_number': '',
 'object_text': '',
 'object_truncated': False,
 'parties': [],
 'pct_of_equity': None,
 'reference_period': '',
 'requires_rups': None,
 'rups_date': None,
 'ticker': '',
 'transaction_date': None,
 'valuation_date': None,
 'value': '601040'}

Other files in this announcement 33

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result